MAKALAH

PENGANTAR MANAJEMEN UMUM
BAB VII

PENGORGANISASIAN

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Diskusi Mata Kuliah Sistem Basis Data Dosen Pengampu Mariana Ambarsari, M. Kom

Disusun Oleh : Siska Yunitasari Nia Murtiani Widawati Putri K Ahmad Masruri Novandra W. Moh.Khoirudin Nawawi 14.10.0003 14.10.0004 14.10.0005 14.10.0010 14.10.0011 14.10.0013

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER AKI

TAHUN AJARAN 2010 / 2011
PENGORGANISASIAN BAB I PENDAHULUAN Pengorganisasian ada 2 pengertian, yaitu : • Sebuah organisasi adalah pola hubungan –banyak hubungan yang saling terjalin secara simultan- yang menjadi jalan bagi orang, dengan pengarahan dari manajer, untuk mencapaisasaran bersama. • Proses manajerial dari pengorganisasian termasuk pembuatan keputusan, penciptaan kerangka kerja, sehingga organisasi tersebut dapat bertahan dari keadaan yang baik pada masa kini hingga masa depan. Teori-teori organisasi : a. Menurut G. R Terry • • Pengorganisasian dalam pengertian real (real sense) menunjukkan hubungan antar manusia sebagai akibat organisasi. Pengorganisasian dalam pengertian abstrak menunjukkan hubungan antara unit-unit departemen-departemen kerja. b. Menurut Drs. M. Manullang • Organisasi dalam arti dinamis adalah suatu proses penetapan dan pembagian pekerjaan yang akan dilakukan, pembatasan tugas-tugas atau tanggung jawab serta wewenang dan penetapan hubungan-hubungan antara unsur-unsur organisasi, sehingga memungkinkan orang-orang dapat bekerja bersama seefektif mungkin untuk pencapaian tujuan. • Organisasi dalam arti statis adalah setiap gabungan yang bergerak ke arah tujuan bersama, dengan istilah populer adalah struktur organisasi atau bagan organisasi. Jadi organisasi dalah arti dinamis disebut pengorganisasian, dalam arti statis disebut organisasi. c. Menurut Drs. Soekarno K • Organisasi sebagai alat manajemen adalah wadah, tempat manajemen, sehingga memberikan bentuk bagi manajemen yang

2

Dr. Jadi. d. Organisasi dalam arti dinamis berarti organisasi itu mengadakan pembagian pekerjaan. Menurut Prof. Dr. • Organisasi sebagai fungsi manajemen (organisasi dalam pengertian dinamis) adalah organisasi yang memberikan kemungkinan bagi manajemen dapat bergerak dalam batas tertentu. sama dengan organisasi dalam arti statis. Mr.memungkinkan manajer dapat bergerak. Menurut Koontz & O’Donnel • Fungsi pengorganisasian kegiatan manajer tersebut meliputi ke penentuan dalam penggolongan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk tujuan perusahaan.serta melimpahkan wewenang untuk melakukannya. Menurut Chester I. Menurut Prof. Pradjudi Atmosudiro • Organisasi adalah struktur tata pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerja sama secara tertentu untuk bersamasama mencapai suatu tujuan tertentu. S. Menurut James D. Mooney • Organisasi adalah setiap bentuk perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. 3 . e. f. Siagian • Organisasi ialah suatu bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan dan dalam ikatan itu terdapat seorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan. Barnard • Organisasi adalah suatu sistem kerja sama yang terkoordinasi secara sadar dan dilakukan oleh dua orang atau lebih. pengelompokkan suatu bagian yang dipimpin oleh seorang manajer. h. Sondang P. g.

menetapkan tugas . menetapkan wewenang.BAB II PEMBAHASAN A. Desain Organisasi Macam-Macam Desain Organisasi Secara garis besar terdapat 5 macam desai organisasi. materil dan tata cara untuk mencapai tujuan organisasi yang telah disepakati bersama. dan tanggung jawab dari orang-orang di dalam suatu badan / organisasi. menggolongkan dan mengatur berbagai macam kegiatan. Berdasarkan defenisi tersebut maka Fungsi pengorganisasian merupakan alat untuk memadukan (sinkronisasi) dan mengatur semua kegiatan yang ada kaitannya dengan personil. birokrasi mesin. B.tugas pokok. yakni pada perusahaan yang kecil ukurannya. Kalo mau disingkat. Pengertian Pengroganisasian Pengorganisasian adalah langkah untuk menetapkan. mengadakan departemenisasi.Pengertian Dinamis adalah setiap kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema organis. biokrasi professional. dan 4 . Pengertian Pengorganisasian Berdasarkan . adhocracy. Desain struktur divisional. • Desain organisasi yang berupa struktur sederhana didominasi oleh strategic apex dan memiliki tingkat sentralisasi yang sangat tinggi dalam melakukan kontrol. Struktur sederhana bersifat simpel tetapi terbatas penggunaannya. .Pengertian Statis Organisasi statis itu merupakan gambaran secara skematis tentang hubungan kerjasama antara orang-orang yang terdapat dalam suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan. finansial. Yaitu struktur sederhana. “pengorganisasi dinamis” adalah kegiatan-kegiatan mengorganisir atau menetapkan susunan organisasi suatu usaha. wewenang dan pendelegasian wewenang oleh pimpinan kepada staf dalam rangka mencapai tujuan organisasi. tugas.

Tipe ini cocok digunakan dalam organisasi yang melaksanakan diversifikasi produk dan jasa secara penuh. lingkungannya simpel dan stabil. Hierarkinya rendah tetapi 5 .organisasi ini memiliki kelemahan tidak dapat digunakan dalam organisasi yang kompleks. Operating core mendominasi desain organisasi ini karena mereka memiliki keahlian kritis yang diperlukan organisasi. Struktur ini biasanya dipakai pada organisasi besar dengan lingkungan yang kompleks dan stabil. yaitu mengkombinasikan standarisasi dan desentralisasi. serta dapat digunakan pada perusahaan besar. Kelebihan struktur ini dapat menampilkan tugas secara terspesialisasi dan efisien secara bersama. standarisasinya tersentralisasi. Struktur tipe ini mampu menampilkan aktivitas yang berstandarisasi dengan tindakan yang sangat efisien. yang berinternalisasi melalui diversifikasi produk dan pasar yang beraneka ragam. dan sangat terdesentralisasi. • Desain organisasi adhocracy bersifat sangat fleksibel. Kepala divisi bertanggung jawab terhadap produk dan jasa secara penuh. • Desain organisasi beruka birokrasi mesin didominasi oleh para technostructure dan kontrol yang dilakukan melalui standarisasi. Struktur ini terdiri dari kesatuan yang terdiri dari unit-unit yang memiliki otonomi tinggi dan masing-masing unit birokrasi mesin dan dikoordinasi oleh masing-masing kepada divisi (manajer tingkat menengah ). Lingkungan yang cocok untuk rendah. menggunakan profesionalisme. sehingga konsep kunci desain ini dapat terlaksana. dan mereka memiliki otonomi untuk menerapkan keahlian mereka. teknologi rutin. Tipe ini cocok digunakan dalam organisasi yang melaksanakan struktur jenis ini adalah lingkungan yang simpel dan stabil. Struktur tipe ini efektif digunakan pada perusahaan yang menggunakan teknologi mesin dalam melaksanakan kegiatannya. paling beresiko karena kepemimpinan tergantung pada satu orang saja. • Desain organisasi yang berupa struktur divisional yang didominasi oleh manajer tingkat menengah. • Desain organisasi berupa birokrasi profesional memiliki konsep kunci. sehingga mudah distandarisasi.

departementalisasinya sangat tinggi. Struktur ini menggunakan teknologi non-rutin. tetapi berdasarkan keahlian yang dimiliki. Kekuasaan pada struktur ini tidak berdasarkan posisi seseorang. Pengaruh ukuran organisasi 4. Pengaruh lingkungan 2. karena keduanya memperkejakan orangorang profesional. cocok untuk organisasi dengan lingkungan yang sering berubah dan memiliki resiko yang tinggi. Siklus kehidupan organisasi dan kebutuhan reorganisasi 6 . Pandangan Tentang Desain Kerja Pandangan Klasik Percaya bahwa desain organisasi yang efektif dan efisien adalah struktur organisasi yang mempunyai hirarki dan wewenang formal secara resmi. Karir dalam organisasi didasarkan pada prestasi dan keahlian karyawan tidak boleh diperlukan secara tidak adil. Organisasi birokrasi semacam ini mempunyai karakteristik : 1. Pendekatan tugas teknologi 3. Pandangan Situasional Berbeda dengan pendekatan klasik yang percaya pada satu cara terbaik untuk seua situasi. menjaga jarak secara sosial antara dirinya dengan bawahan 5. pendekatan situasional percaya bahwa desain organisasi yang optimal tergantung pada faktor – faktor situasional yang relevan seperti : 1. Ada seperangkat aturan yang konsisten dan jelas untuk menjamin keseragaman tugas 3. Ada spesialisasi 2. Struktur jenis ini hampir sama dengan birokrasi-birokrasi profesional. Manajer menjalankan bisnis dengan cara impersonal. Ada hirarki posisi yang menciptakan rantai komando dari manajemen puncak sampai karyawan paling bawah 4.

masing bagian cenderung hanya fokus pada bidang kerja Pergerakan dan komunikasi tiap . dan tidak berulang .masing dan komunikasi antar bagian cenderung kurang terbuka o o memproduksi barang Functional Organization Structure 2. Komunikasi di dalam proyek lebih terkendali dan fungsi Dibutuhkan lebih banyak SDA untuk masing .Tiga tipe Struktur Organisasi 1.sekat Biasanya ditemukan pada organisasi organisasi yang masing . Berikut adalah beberapa penjelasan tentang tipe ini : o Fokus pada pembagian tugas berdasarkan fungsi bagiannya masing Komunikasinya menggunakan bottom .ulang o Masing . Berikut adalah beberapa penjelasan tentang tipe ini : o o Fokus pada pembagian berdasarkan proyek yang sedang dikerjakan Masing – masing kegiatan proyek mempunyai struktur sendiri. Functional Organization Structure.masing proyek Ada kemudahan dalam memasukkan konsultan luar (outsourcing) mulai dari pemimpin proyek sampai divisi . yakni struktur organisasi dimana pembagian divisinya berdasarkan fungsinya masing-masing.divisinya o pengawasan pemimpin proyek terhadap proyeknya juga mudah o o dalam pengerjaan proyek 7 . sederhana. Project/Divisional Organization Structure.tiap bagian masih tersekat . yakni struktur organisasi dimana pembagian divisinya berdasarkan proyek/kegiatan yang sedang dijalankan.top communication .masing o sehingga control atasan terhadap bawahan lebih mudah.

Matrix Organization Structure. jangan sampai Setiap anggota berkecimpung di setiap proyek yang ada. sehingga dijalankan o secara bersama-sama menangani semua proyek o pekerjaan yang tetap walau proyek telah selesai o dengan tipe fungsional o o terjadi “rebutan SDA” o komunikasi mereka terhadap setiap atasannya yang notabene lebih dari satu bisa jadi membingungkan 8 . Berikut adalah beberapa penjelasan tentang tipe ini : o Terdapat pembagian berdasarkan proyek/kegiatan yang sedang Namun tetap menggunakan SDA dari tiap divisi yang kesemuanya Pemanfaatan SDA-nya efisien karena anggota mempunyai Komunikasi dan sharing antar divisi lebih baik dibandingkan Ada keterlibatan stakeholder yang kuat Pembagian SDA harus jelas untuk setiap proyeknya.o Setiap karyawan dituntut untuk mempunyai rasa tanggung jawab Kurang cocok untuk organisasi yang membutuhkan banyak proses dan inisiatif yang tinggi o administrasi dan birokrasi Project/Divisional Organization Structure 3. yakni struktur organisasi gabungan dari Functional dan Projectized Structure Organization.

sebab tanpa koordinasi setiap karyawan tidak mempunyai pegangan mana yang harus diikuti. Matrix Organization Structure Koordinasi Koordinasi didefinisikan sebagai proses pengintegrasian ( penyatuan ) tujuan dan kegiatan perusahaan pada satuan yang terpisah dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien. sehingga ada unsur pengendalian guna menghindari tiap bagian bergerak sendiri-sendiri yang merupakan kodrat yang telah ada dalam setiap bagian. yang akhirnya akan merugikan organisasi itu sendiri. Koordinasi dibutuhkan sekali oleh para karyawan.  Balanced Matrix => peran Manajer Proyek dan Manajer Strong Matrix => peran Manajer Proyek lemah. Koordinasi harus terpusat. diantaranya : Weak Matrix => peran Manajer Proyek kuat. peran Manajer Fungsional lemah. Manjer Proyek hanya sebagai koordinator proyek.o  Ada tiga sub dari tipe ini.  Manajer Fungsional kuat. 9 . peran Fungsional setara. Pedoman Koordinasi 1. ingat bahwa organisasi merupakan kumpulan dari orangorang yang punya kebutuhan dan keinginan berbeda. Manajer Fungsional hanya sebagai penyedia SDA yang ada.

selalu terjadi. yaitu: • Saling ketergantungan yang menyatu (pooled interdependence) 10 . Prinsip rentang manajemen berkaitan erat dengan jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh manajer atau atasan. Koordinasi harus berkesinambungan. Kebutuhan koordinasi tergantung pada sifat dan kebutuhan komunikasi dalam pelaksanaan tugas dan derajat ketergantungan dari tiap satuan pelaksanaan. keterpaduan pekerjaan menunjukkan keadaan yang saling mengisi dan memberi. Sehingga tiap departemen atau perusahaan atau bagian menjadi seimbang dan selaras. Koordinasi harus terpadu. yaitu rangkaian kegiatan yang saling menyambung. Terdapat 3 (tiga) macam saling ketergantungan di antara satuan-satuan organisasi seperti diungkapkan oleh James D.sebab tanpa koordinasi setiap karyawan tidak mempunyai pegangan mana yang harus diikuti. Koordinasi harus menggunakan pendekatan multi instansional.selaras dan seimbang. Ada anggapan bahwa semakin besar jumlah rentangan semakin sulit untuk mengkoordinasikan kegiatan bawahan secara efektif.yaitu serasi. Antara rentang manajemen dan koordinasi saling berhubungan erat. 3. 4. Koordinasi merupakan usaha untuk menciptakan keadaan yang berupa tiga S. Koodinasi dibutuhkan sekali oleh para karyawannya. sehingga akan merugikan organisasi itu sendiri. dengan ujud saling memberikan informasi yang relevan untuk menghindarkan saling tumpang tindih tugas yang satu dengan tugas yang lain. Dengan koordinasi diharapkan keharmonisan atau keserasian seluruh kegiatan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. 2003:196).2. Kebutuhan akan koordinasi Untuk melihat kemampuan seorang manajer sebagai pemimpin ( atasan ) dalam melakukan koordinasi dilihat dari besar kecilnya jumlah bawahan yang ada dalam tanggung jawabnya. Thompson (Handoko. yang dikenal sebagai rentang manajemen. selalu diusahakan dan selalu ditegaskan adanya keterkaitan dengan kegiatan sebelumnya.

Setiap tipe satuan dalam organisasi mungkin mempunyai metoda-metoda dan standar-standar yang berbeda untuk mengevaluasi program terhadap tujuan dan untuk balas jasa bagi karyawan. • Perbedaan dalam oriantasi waktu Manajer akan lebih memperhatikan masalah-masalah yang harus dipecahkan segera atau dalam periode waktu pendek.Bila satuan-satuan organisasi tidak saling tergantung satu dengan yang lain dalam melaksanakan kegiatan harian tetapi tergantung pada pelaksanaan kerja setiap satuan yang memuaskan untuk suatu hasil akhir. Lawrence dan Jay W. Masalah – masalah pencapaian koordinasi yang efektif Empat tipe perbedaan dalam sikap dan cara kerja di antara bermacammacam individu dan departemen-departemen dalam organisasi menurut Paul R. Ketiga hubungan saling ketergantungan ini dapat digambarkan seperti terlihat pada diagram berikut ini. Bagian penelitian dan pengembangan lebih terlibat dengan masalah-masalah jangka panjang. • Perbedaan dalam orientasi antar pribadi. • Perbedaan dalam formalitas struktur. Pendekatan – pendekatan untuk mencapai koordinasi yang efektif 11 . Lorch adalah: • Perbedaan dalam orientasi terhadap tujuan tertentu. • Saling ketergantungan yang berurutan (sequential interdependece) Di mana suatu satuan organisasi harus melakukan pekerjaannya terlebih dulu sebelum satuan yang lain dapat bekerja. sedang bagian penelitian dan pengembangan mungkin dapat lebih santai dan setiap orang dapat mengemukakan pendapat serta berdiskusi satu dengan yang lain. Para anggota dari departemen yang berbeda mengembangkan pandanganpandangan mereka sendiri tentang bagaimana cara mencapai kepentingan organisasi yang baik. Kegiatan produksi memerlukan komunikasi dan pembuatan keputusan yang cepat agar prosesnya lancar. • Saling ketergantungan timbal balik (reciprocal interdependence) Merupakan hubungan member dan menerima antar satuan organisasi.

rencana dan tujuan sebagai pengarah umum kegiatan-kegiatan serta aturan-aturan dan prosedur-prosedur. sehingga dapat juga menjadi peralatan yang efisien untuk koordinasi dan pengawasan rutin. Semakin besar ketidakpastian tugas yang dikoordinasi. aliran informasi dan kerja. Organisasi relatif tidak memerlukan peralatan koordinasi lebih dari teknik-teknik tersebut. Mekanisme teknik manajemen dasar  Hirarki manajerial. Adalah keputusan-keputusan manajerial yang dibuat untuk menangani kejadian-kejadian rutin.  Aturan dan prosedur.  Rencana dan penetapan tujuan. yaitu: • Teknik-Teknik Manajemen Dasar Untuk mencapai koordinasi yang efektif kita dapat menggunakan mekanisme teknik-teknik manajemen dasar : hirarki manajerial. hubungan tanggung jawab dan akuntanbilitas yang jelas dapat menumbuhkan integrasi bila dirumuskan secara jelas serta dilaksanakan dengan pengarahan yang tepat. Koordinasi ini dapat di tingkatkan melalui dua cara. Rantai perintah. Koordinasi secara langsung tergantung pada perolehan.Komunikasi adalah kunci koordinasi yang efektif. penyebaran dan pemrosesan informasi. wewenag formal. yaitu : • Sistem informasi vertikal. • Meningakatkan koordinasi potensial Meningkatkan koordinasi potensial menjadi diperlukan bila bermacammacam satuan organisasi menjadi saling tergantung dan lebih luas dalam ukuran dan fungsi. Ini diperlukan bila aturan dan prosedur tidak mampu lagi memproses seluruh informasi yang dibutuhkan untuk mengoordinasikan kegiatan-kegiatan satuansatuan oraganisasi. semakin membutuhkan informasi. Pengembangannya dapat digunakan untuk pengoordinasian melalui pengarah seluruh satuan orgaisasi terhadap sasaran-sasaran yang sama. Pada dasarnya koordinasi merupakan pemrosesan informasi. Terdapat tiga pendekatan untuk pencapaian koordinasi yang efektif. 12 .

Beberapa hubungan lateral.  Peranan penghubung manajerial.  Pengintegrasian peranan-peranan. dan operasi-operasi internasional untuk meningkatkan informasi yang tersedia bagi perencanaan.  Peranan penghubung. dan pengawasan. Sistem informasi manajemen telah dikembangkan dalam kegiatankegiatan seperti pemasaran. Ini dapat dilakukan dengan penyediaan tambahan 13 . Ini diperlukan bila posisi pengintegrasian yang dijelaskan pada d di atas tidak secara efektif mengoordinasikan tugas tertentu.  Panitnya dan satuan tugas. yang mempunyai kekuasaan menyetujui perumusan anggaran oleh satuan-satuan yang diintegrasikan dan implementasinya. Melalui pemotongan rantai perintah. yang dilakukan oleh misal manajer produk atau proyek. perlu diciptakan bila suatu produk. yaitu:  Kontak langsung antara individu-individu yang dapat meningkatakan efektivitas dan efisiensi kerja.  Organisasi matriks. yang menangani komunikasi antar departemen sahingga mengurangi panjangnya saluran komunikasi. Komunikasi dapat terjadi di dalam atau di luar rantai perintah. • Metoda Pengurangan Kebutuhan akan Koordinasi Dalam beberapa situasi adalah tidak efisien untuk mengembangkan cara pengkoordinasian tambahan. suatu mekanisme yang sangat baik bagi penanganan dan penyelesaian proyek-proyek yang kompleks. koordinasi. produksi.Adalah peralatan melalui mana data disalurkan melewati tingkatantingkatan organisasi. Panitnya biasanya diorganisasi secara formal dengan pertemuan yang dijadwalkan teratur. Satuan tugas dibentuk bila dibutuhkan untuk masalah-masalah khusus. hubungan-hubungan lateral membiarkan informasi dipertukarkan dan keputusan dibuat pada tingkat hirarki dimana informasi yang dibutuhkan ada. jasa atau proyek khusus memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi dan perhatian yang terus menerus dari seseorang. keuangan. • Hubungan-hubungan lateral (harizontal).

sentralisasi memiliki keunggulan.smber daya-sumber daya untuk satuan-satuan organisasi atau penglompokan kembali satuan-satuan organisasi agar tugas-tugas dapat berdiri sendiri. Tidak perlu jenjang koordinasi yang terlalu jauh antara unit pengambilan keputusan dan yang akan melaksanakan pengambilan keputusan tersebut. Kelompok tugas yang dapat berdiri sendiri diserahi suatu tanggung jawab penuh salah satu organisasi operasi (perusahaan). Sentralisasi banyak digunakan pada pemerintahan lama di Indonesia sebelum adanya otonomi daerah. 14 . Sumberdaya dapat dikelola secara lebih efisien karena dilakukan secara terpusat. 3. Teknik ini mengurangi kebutuhan koordinasi dengan mengubah karakter satuan-satuan organisasi. Sentralisasi Sentralisasi adalah memusatkan seluruh wewenang kepada sejumlah kecil manajer atau yang berada di posisi puncak pada suatu struktur organisasi. • Penciptaan sumber daya-sumber daya tambahan. Peningkatan resource sharing dan sinergi. Sumber daya-sumber daya tambahan memberikan kelonggaran bagi satuan-satuan kerja. atau terpengaruh oleh organisasi terpusat sehingga pengambilan keputusan lebih mudah. Keunggulannya adalah: 1. Desentralisasi dan Sentralisasi Desentralisasi Desentralisasi adalah pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan kebijakan kepada manajer atau orang-orang yang berada pada level bawah dalam suatu struktur organisasi. 2. tugas diperingan dan masalah-masalah yang timbul berkurang. Organisasi menjadi lebih ramping dan efisien. • Secara teoritis. Seluruh aktivitas Perencanaan dan pengembangan organisasi lebih terintegrasi. Pada saat sekarang ini banyak perusahaan atau organisasi yang memilih serta menerapkan sistem desentralisasi karena dapat memperbaiki serta meningkatkan efektifitas dan produktifitas suatu organisasi. Penambahan tenaga kerja. • Penciptaan tugas-tugas yang dapat berdiri sendiri. bahan baku atau waktu.

6. Perspektif luas. Organisasi sangat bergantung pada daya respon sekelompok orang saja. Demotivasi dan disinsentif bagi pengembangan unit organisasi. Pengambilan keputusan akan berada pada unit yang sekaligus melaksanakan. Perbaikan koordinasi. Pengelolaan organisasi akan semakin rumit karena banyaknya masalah pada level uniit organisasi yang di bawah. Keahlian dari anggota organisasi dapat adanya unity of command. Pengambilan keputusan dengan pendekatan sentralisasi seringkali tidak mempertimbangkan faktor-faktor yang sekiranya berpengaruh terhadap pengambilan keputusan tersebut. Jenjang manajemen lebih sedikit (flat) 2. Keunggulan Desentralisasi adalah: 1. 3. Peningkatan kompleksitas pengelolaan. 15 . Lebih responsif terhadap perubahan. dimanfaatkan secara maksimal karena pimpinan dapat memberi wewenang • Kelemahan sentralisasi adalah: 1. 5. 3. Birokrasi berkurang. Koordinasi menjadi lebih mudah karena Pemusatan expertise. Satu aset dapat dipergunakan secara bersama-sama tanpa harus menyediakan aset yang sama untuk pekerjaan yang berbeda-beda. 2. Pimpinan organisasi akan mengambil keputusan berdasarkan perspektif organisasi secara keseluruhan tapi tidak atau jarang mempertimbangkan implementasinya akan seperti apa. Unit organisasi akan lebih mudah menghadapi situasi terkini karena pengambilan keputusan ada pada unit desentralisasian. • Konsep desentralisasi memiliki keunggulan. 4. Penurunan kecepatan untuk merespon perubahan lingkungan. Anggota organisasi sulit mengembangkan potensi dirinya karena tidak ada wahana dan dominasi pimpinan yang terlalu tinggi.4. Kemungkinan penurunan kecepatan pengambilan keputusan dan kualitas keputusan. tetapi kurang mendalam. 5. Pengurangan redundancies aset dan fasilitas lain.

Komponen Struktur Organisasi Wewenang Pengertian Wewenang Organisasi Wewenang (Authority) merupakan syaraf yang berfungsi sebagai penggerak dari pada kegiatan-kegiatan. Pengorganisasian (Organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi. Wewenang yang bersifat informal. Wewenang dapat diartikan sebagai hak untuk memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tujuan dapat tercapai. untuk mendapatkan kerjasama yang baik dengan bawahan. Keterlibatan karyawan lebih besar. Lebih mendorong kreativitas dan pengembangan ide baru. Anggota organisasi akan mempunyai rasa memiliki organisasi yang tinggi dan termotivasi untuk mengembangkan dan meningkatkan kinerja unit organisasinya. Unit-unit organisasi yang ada akan berupaya mengembangkan potensi dirinya. 3. 7.4. • Kelemahan desentralisasi: 1. Wewenang berfungsi untuk menjalankan kegiatan yang ada dalam organisasi. 2. Disamping itu wewenang juga tergantung pada kemampuan ilmu pengetahuan. sumber daya-sumber daya yang dimilikinya dan lingkungan yang melingkupinya. Manajer pada tingkat yang lebih rendah dapat Dapat terjadi kurangnya koordinasi antar manajer Manajer pada level yang lebih rendah mungkin Dalam organisasi terdesentralisasi. Kecakapan organisasi akan lebih meningkat karena tersedianya sumber daya manusia yang terlatih dan teruji dalam memimpin organisasi. Motivasi karyawan lebih tinggi. 5. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa partisipasi yang lebih tinggi akan meningkatkan kinerja organisasi. Kapabilitas organisasional meningkat. agak sulit untuk membuat keputusan yang tidak sejalan dengan strategi umum perusahaan memiliki tujuan yang berbeda dari tujuan perusahaan secara keseluruhan menyebarkan gagasan inovatif secara efektif C. 4. 6. pengalaman dan kepemimpinan. 16 .

Fungsi-fungsi dasar tersebut dilaksanakan oleh semua organisasi. 2. Pandangan mengangap bahwa wewenang berasal dari tingkat masyarakat yang sangat tinggi dan kemudian secara hukum diturunkan dari tingkat ketingkat. • Teori Penerimaan (acceptance theory of authority): berpendapat bahwa wewenang seseorang timbul hanya bila hal itu diterima oleh kelompok atau individu kepada siapa wewenang tersebut dijalankan dan ini tidak tergantung pada penerima ( reciver) formal dan penerimaan mengenai wewenang Struktur Lini. Staf. Hani Handoko membagi dua pandangan yang saling berlawanan mengenai sumber wewenang: • Teori Formal(Pandangan klasik): wewenang adalah dianugrahkan . dan fungsional dan wewenangnya: 1. adalah hak yang dipunyai oleh satuan-satuan staf atau para spesialis untuk menyarankan. metode observasi. Wewenang staf. pemasaran atau penjualan dan keuangan. Staf Dan Fungsional 1. atau konsultasi kepada personalia ini. Organisasi lini: semua organisasi mempunyai sejumlah fungsi- fungsi dasar yang harus dilaksanakan. Baishline mengajukan enam pokok kualifikasi yang harus dipengaruhi oleh seorang staf yaitu : 17 . memberi rekomendasi. metode wawancara atau dengan menggabungkan ketiganya. Karyawan staf atau staf departemen tidak secara langsung terlibat dalam kegiatan utama organisasi atau departemen. Contohnya: organisasi perusahaan biasanya mempunyai tiga fungsi dasar yaitu produksi manufaktur atau operasi. wujudnya dalam wewenang perintah dan tercermin sebagai rantai perintah yang diturunkan ke bawahan melalui tingkatan organisasi.T. Wewenang Lini. Organisasi Lini dan Staf: staf merupakan individu atau kelompok dalam struktur organisasi yang fungsi utamanya memberikan saran dan pelayanan terhadap fungsi lini. 2. Wewenag lini adalah wewenang dimana atasan melakukannya atas bawahannya langsung. wewenang ada karena seseorang diberikan atau dilimpahkan hal tersebut. Kualifikasi yang harus dipenuhi oleh orang yang duduk sebagai taf yaitu dengan menganalisa melalui metode kuisioner. Yaitu atasan langsung memberi wewenang kepada bawahannya.

Wewenang staf Yaitu hak para staf atau spesialis untuk menyarankan. yaitu memiliki keahlian pada bidangnya dan punya loyalitas yang tinggi. Hal yang perlu diperintahkan dalam mendelegasikan suatu kegiatan kepada orang yang ditujuk yaitu: a. Kesederhanaan f. Orang yang ditunjuk mempunyai kewajiban dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan agar tercapainya tujuan.a. Menetapkan dan memberikan tujuan serta kegiatan yang akan dilakukan b. pertimbangan yang baik dan kepandaian yang ramah. Pengetahuan yang luas tempat diamana dia bekerja b. Punya semangat kerja sama yang ramah d. 3. e. Menerima hasil pertanggung jawaban bawahan atas kegiatan yang dilimpahkan. Memahami komunikasi tersebut tidak menyimpang dari tujuan organisasi tidak bertentangan dengan kepeningan pribadi Mampu secara mental dan fisik untuk mengikutinya 18 . Melimpahkan sebagian wewenangnya kepada orang yang di tunjuk c. b. c. c. tanggung jawab serta akuntabilitas. memberi rekomendasi konsultasi pada personalia yang tinggi. Punya sifat kesetiaan tenaga yang besar. d. Konsekkuensi organisasi yang menggunakan staf yaitu menambah biaya administrasi struktur orgasisasi menjadi komplek dan kekuasaan. komunikasi yang bersifat kewenangan bila memenuhi: a. d. kesehatan yang baik. Kemauan baik dan optimis Kualifikasi utama yaitu memiliki keahlian pada bidangnya dan punya loyalitas yang tinggi. Kestabilan emosi dan tingkat laku yang sopan. adalah hubungan terkuat yang dapat Chester Bamard mengatakan bahwa seseorang bersedia menerima dimiliki staf dengan satuan-satuan lini. Wewenang Staf Fungsional. inisiatif.

besarnya ini tergantung pada besarnya pendelegasian orang yang menduduki posisi tersebut. kelompok. Akuntability yaitu permintaan pertanggung jawaban atas pemenuhan tanggung jawab yang dilimpahkan kepadanya. respek dan merasa terikat pada pimpinan. Pengaruh ( influence ) yaitu transaksi dimana seseorang dibujuk oleh orang lain untuk melaksanakan suatu kegiatan sesuai dengan harapan orang yang mempengaruhi. Kekuasaan posisi ( position power ) yang didapat dari wewenang formal. dengan cara mempengaruhi individu. Pengaruh dapat timbul karena status jabatan. pemilikan informasi lengkap juga penguasaan saluran komunikasi yang lebih baik. perkembangan karier dan sebagainya yang diberikan untuk melaksanakan perintah atau persyaratan lainnya. ditegur. keputusan. kekuasaan dan menghukum. suaka. Tanggung jawab dan akuntabilitas tanggung jawab ( responsibility) yaitu kewajiban untuk melakukan sesuatu yang timbul bila seorang bawahan menerima wewenang dari atasannya. 19 . 2. Kekuasaan ( power ) yaitu kemampuan untuk melakukan hak tersebut. Menurut jenisnya kekuasaan dibagi menjadi 2 yaitu: 1. Kekuasaan pribadi ( personal power ) berasal dari para pengikut dan didasarkan pada seberapa besar para pengikut mengagumi.Agar wewenang yang dimiliki oleh seseorang dapat di taati oleh bawahan maka diperlukan adannya : a.  Kekuasaan paksaan ( Coercive power ) berasal dari apa yang dirasakan oleh seseorang bahwa hukuman ( dipecat. Yang penting untuk diperhatikan bahwa wewenang yang diberikan harus sama dengan besarnya tanggung jawab yang akan diberikan dan diberikan kebebasan dalam menentukan keputusan-keputusan yang akan diambil. dan sebagainya ) akan diterima bila tidak melakukan perintah. Menurut sumbernya wewenang dibagi menjadi:  Kekuasaan balas jasa ( reward power ) berupa uang. b.

menimbulkan kewajiban atau tanggung jawab. Semua anggota organisasi mempunyai peraturan. dan prosedur Deskripsi jabatan Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi Delegasi wewenang Delegasi wewenang adalah proses dimana para manajer mengalokasikan wewenang ke bawah kepada orang-orang yang melapor kepadanya. Kekuasaan sah ( legitimate power ) Berkembang dari nilai-nilai intern karena seseorang tersebut telah diangkat sebagai pemimpinnya. Pendelegasi melimpahkan wewenang yang di perlukan untuk mencapai tujuan atau tugas. supplier. c. 3. b. Keluasan wewenang dan kekuasaan. ini dilakukan dengan pemberian atau penahanan informasi yang dibutuhkan. c.  Kekuasaan panutan ( referent power ) didasarkan atas identifikasi orang dengan pimpinan dan menjadikannya sebagai panutan. kode etik. Ekstern: a. peraturan. baik implisit atau eksplisit.  Kekuasaan pengendalian informasi ( control of information power ) berasal dari pengetahuan yang tidak dipercaya orang lain. Udangan dan peraturan-peraturan pemerintah Perjanjian kerja kolektif Perjanjian dengan dealer. seprti yang ditunjukan dibawah ini: Batasan-batasan internal dan eksternal untuk wewenang dan kekuasaan: Internal: a. 2. 20 . Penerimaan delegasi. dan pelanggan Anggaran (Budget) kebijaksanaan. Pendelegasi menetapkan dan memberikan tujuan dan tugas kepada bawahan. b. d.  Kekuasaan ahli ( expert power ) yaitu keahlian atau ilmu pengetahuan seseorang dalam bidangnya. atau batasan-atasan tertentu pada wewenang. Empat kegiatan terjadi ketika delegasi dilakukan: 1.

menurut jenis konsumen. Proses Pengorganisasian Prinsip-prinsip Pengorganisasian 21 . dan lain sebagainya. umum. Untuk melakukan pengumpulan orang-orang dalam suatu unit. 2. Pembagian departemen atau unit pada struktur organisasi dapat dibagi menjadi 3 (tiga) macam : 1. dan lain sebagainya. D. produksi. pemasaran.4. Umum terjadi pada organisasi kecil dengan sumber daya terbatas dengan produksi lini produk yang tidak banyak. Seorang pegawai dapat memiliki dua posisi baik secara fungsi maupun proyek sehingga otomatis akan memiliki dua atasan / komando ganda. Biasanya dibagi dalam bagian keuangan. divisi. Departementalisasi Menurut Produk / Pasar Pada jenis departementalisasi ini orang-orang atau sumber daya yang ada dibagi ke dalam departementalisasi menurut fungsi serta dibagi juga ke dalam tiap-tiap lini produk. Departementalisasi Organisasi Matrix / Matriks Bentut organisasi matriks marupakan gabungan dari departementalisasi menurut fungsional dan departementalisasi menurut proyek. Departementalisasi Menurut Fungsi Pada pembagian ini orang yang memiliki fungsi yang terikat dikelompokkan menjadi satu. Proyek biasanya diadakan secara tidak menentu dan sifatnya tidak tetap. Pendelegasi menerima pertanggungjawaban bawahan untuk hasil-hasil yang dicapai Departementilisasi Pegawai atau karyawan dalam suatu perusahaan terhubung dalam suatu kesatuan struktur yang menyatu dengan tujuan agar pekerjaan yang ada dapat terselesaikan dengan lebih baik dibandingkan tanpa adanya pembagian bagian tugas kerja. bagian ataupun departemen dengan tugas pekerjan yang berkaitan diadakan kegaitan departementalization atau departementalisasi. wilayah geografis. 3.

4) Struktur organisasi harus sederhana agar jalur kerja dan jalur hubungan dapat nampak jelas dan tidak terlalu banyak orang yang terlibat dalam tanggung jawab. 3) Pembuatan struktur Organisasi harus menggambarkan adanya satu perintah. maka perlu diingatkan prinsip-prinsip sebagai berikut: 1) Masing-masing unit mempunyai kesadaran tinggi untuk sanggup menerima tujuan yang telah ditetapkan sehingga semua kegiatan setiap unit diarahkan ke tujuan bersama itu. Agar pengorganisasian dapat berlangsung dengan baik.Pengorganisasian dimaksudkan agar masing-masing unit menyadari kedudukan. adanya keseimbangan tugas antara unit dan sebagai dampak. Apabila pengorganisasian itu dilakukan secara serampangan. maka tidak mustahil dapat menimbulkan kegagalan dalam penyelenggaraan pekerjaan itu. mereka bersatu dalam satu wadah bersama untuk berkerja sama demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 2) Pembagian organisasi ke dalam bidang atau unit harus diatur sedemikian pas sehingga tidak ada unit atau lebih yang mempunyai tugas yang sama. dan mencapai tujuan bersama dalam tata kerja yang baik. dan tanggung jawabnya. Tujuan Pengorganisasian Tujuanpengorganisasian adalah agar dalam pembagian tugas dapat dilaksanakan denganpenuh tanggungjawab. tidak sesuai dengan bidang keahlian seseorang. Dengan pembagian tugas diharapkan setiap anggota organisasidapat meningkatkan keterampilannya secara khusus (spesialisasi) dalam menanganitugas-tugas yang dibebankan. fungsi. adanya kesederhanaan wewenang dan tanggung jawab agar mengurangi "span of control". wewenang. yaitu: 22 . Keterlibatan orang yang terlalu akan menghambat kerja dan merupakan suatu pemborosan. Ada beberapa tujuan pengorganisasian.

23 . maka masing-masing pekerja antar unit kerja dapat bekerja saling melengkapi. maka akan tumbuh pertimbangan yang berkaitandengan efisiensi. Untuk ini pihak manajer harus mampu mengadakan pendekatan sosial dengan penanaman rasa solidaritas dan berusaha menampung serta menyelesaikan berbagai perbedaan yang bersifat individual. dengan pengorganisasian. maka dapat membantu seorang menjadi lebih ahli dalam pekerjaan-pekerjaan tertentu. 4) Penghematan biaya. yaitu dengan konsentrasi kegiatan. Spesialisasi pekerjaan dengan dasar keahlian dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi. yaitu memberi tugas pekerjaan kepada unit kerja secara koordinatif agar tujuan organisasi dapat melaksanakan dengan mudah dan efektif. mengurangi pendekatan materialistis. Koordinasi dibutuhkan tatkala harus membagi unit kerja yang terpisah dan tidak sejenis. sehingga kemanfaatan produk dapat memberikan kepuasan dan memperoleh kepercayaan masyarakat pengguna. Dengan demikian sebuah unit dapat ditempatkan di dalam organisasi secara keseluruhan sedemikian rupa agar dapat mencapai sasaran kerjanya walaupun dengan lokasi yang tidak sama.Unit-unit operasional yang identik dapat disatukan dengan sistem pengawasan yang identik pula secara terpadu. Dengan demikian pelaku organisasi akan selalu berhati-hati dalam setiap akan menambah unit kerja baru yang notaben menyangkut penambahan tenaga kerja yang relatif banyak membutuhkan biaya tambahan berupa gaji / upah. 3) Maksimalisasi manfaat spesialisasi. artinya dengan pengorganisasian. 2) Memperlancar pengawasan yaitu dapat membantu pengawasan dengan menempatkan seorang anggota manajer yang berkompetensi dalam setiap unit organisasi.Penambahan unit kerja sebaiknya dipertimbangkan berdasarkan nilai sumbangan pekerja baru dengan tujuan untuk menekan upah buruh yang berlebihan.tetapi berada dalam satu organisasi.1) Membantukoordinasi. 5) Meningkatkan kerukunan hubungan antar manusia. mengurangi kejenuhan. menumbuhkan rasa saling membutuhkan. Azaz-azaz Organisasi Azas-azas organisasi adalah pedoman-pedoman yang sejauh mungkin harus dilaksanakan agar suatu organisasi dapat berjalan dengan baik.

3. pertanggungan jawab". 4. Sutarto: 1. azas-azas yang terdapat dalam organisasi. dalam bukunya dasar-dasar manajemen. Sedang apabila dihubungkan dengan satuan organisasi berarti perincian serta pengelompokkan aktivitas-aktivitas yang sejenis atau erat hubungannya satu sama lain untuk dilaksanakan oleh satuan organisasi tertentu. 2. Sukarno K. sebab tujuan yang dirumuskan dengan jelas akan dapat dijadikan pedoman untuk menyusun fungsi-fungsi yang diperlukan. 3. Pembagian Kerja Pembagian kerja dapat dihubungkan dengan pejabat dan dapat dihubungkan dengan satuan organisasi. Pelimpahan wewenang/kekuasaan yang diikuti oleh 24 . Span of Control. Fungsi adalah sekelompok aktivitas sejenis berdasarkan kesamaan sifat atau pelaksanaannya. aktivitas yang dilakukan. 4. yaitu : 1. Perumusan Tujuan dengan Jelas Tujuan harus dirumuskan dengan jelas. Adapun azas-azas organisasi yang lebih lengkap dikemukakan oleh Drs. Koordinasi Azas kesatuan komando (Unity of Command). 2.Menurut Drs. Departemensi Departemensi adalah ativitas untuk menyusun satuan-satuan organisasi yang diperlukan untuk melaksanakan fungsi-fungsi yang ada. Pembagian kerja secara homogen. Apabila dihubungkan dengan pejabat maka pembagian kerja berarti perincian serta pengelompokan tugas-tugas yang sejenis atau erat hubungannya satu sama lain untuk dipegang oleh seorang pejabat tertentu. Tujuan yang telah dirumuskan dengan jelas haruslah diketahui serta diyakini oleh setiap pejabat dalam organisasi sejak dari pucuk pimpinan sampai dengan pejabat terendah.

Rentangan Kontrol Rentangan kontrol adalah jumlah sebanyak bawahan langsung yang dapat dipimpin dengan baik oleh seorang atasan tertentu. 5. banyak tugas.10 25 . 7. Wewenang adalah hak seorang pejabat untuk mengambil tindakan yang diperlukan agar tugas serta tanggung jawabnya dapat dilaksanakan dengan baik.Korodinasi adalah suatu azas yang mengatakan bahwa dalam suatu organisasi harus ada keselarasan aktivita di antara satuan-satuan organisasi atau keselarasan tugas di antara para pejabatnya. Jumlah angka pedoman rentangan kontrol adalah : a. antara lain: kecakapan. Hal ini tergantung dari dua faktor: faktor subjektif dan faktor objektif. 6. demikian seterusnya hingga hubungan-hubungan yang dilakukan antara para pejabat sejauh mungkin melewati tingkat-tingkat yang ditentukan. Faktor subjektif yaitu faktor-faktor yang ada pada pejabat. Pelimpahan Wewenang Pelimpahan adalah menyerahkan. Jadi pelimpahan wewenang berarti penyerahan sebagian hak untuk mengambil tindakan yang diperlukan agar tugas serta tanggung jawabnya dapat dilaksanakan dengan baik dari pejabat yang satu kepada pejabat yang lain. Untuk jenjang organisasi di atas berkisar 3 . Sedangkan objektif yaitu faktor-faktor di luar pejabat. b. waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Untuk jenjang organisasi di bawah berkisar antara 10 . stabil serta labilnya suatu organisasi.20 orang bawahan. antara lain: corak pekerjaan yang dilakukan bawahan. Jenjang Organisasi Jenjang organisasi adalah tingkat-tingkat satuan organsiasi yang di dalamnya terdapat pejabat. Para pejabat yang berkedudukan pada tingkat yang lebih atas mengawasi para pejabat yang berkedudukan pada tingkat di bawahnya. orang bawahan. pengalaman. tugas serta wewenang tertentu menurut kedudukannya dari atas sampai dengan bawah dalam suatu fungsi tertentu. kesehatan. umur.

8. 11. Berkelangsungan Suatu organisasi harus dapat menyediakan sarana agar dapat melanjutkan aktivitas operasinya terus menerus. Tiap pejabat harus jelas mengetahui kepada siapa dia melaporkan dan dari siapa dia mendapat laporan. 26 . Sebagai misal adanya perluasan wilayah aktivita. Fungsi serta satuan organisasi yang mempunyai peranan yang sama pentingnya harus ditempatkan pada jenjang yang sama. menambah tujuan produksinya dengan hasil sampingan atau hasil tambahan dan sebagainya. Fungsi serta satuan organisasi harus ditempatkan dalam struktur organisasi sesuai dengan peranannya. 10. memajukan pegawai dan sebagainya. Tidak adanya kesatuan perintah akan menimbulkan kebingungan dan keraguan dari para bawahan. Keseimbangan. bahwa tiap-tiap pejabat dalam organisasi hendaknya hanya dapat diperintah dan bertanggung jawab kepada seorang atasan tertentu. 9. Kesatuan Perintah Kesatuan perintah berarti. misalnya harus menyediakan peralatan yang selalu memadai dengan kegiatan-kegiatan dan perkembangan teknologi. Kelentukan (Flexibility) Struktur organisasi harus sudah dirubah untuk disesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi tanpa mengurangi kelancaran aktivitas yang sedang berjalan.