INTISARI AGAMA BUDDHA Penyusun : Pandita S. Widyadharma BAB II - AJARAN SANG BUDDHA 1.

KITAB SUCI AGAMA BUDDHA Kitab Suci Agama Buddha yang tertulis dalam Bahasa Pali adalah TIPITAKA, yang terdiri dari : 1. Vinaya Pitaka Yang berisikan tata-tertib bagi para bhikkhu/bhikkhuni. 2. Sutta Pitaka Yang berisikan khotbah-khotbah Sang Buddha 3. Abidhamma Pitaka Yang berisikan Ajaran tentang metafisika dan ilmu kejiwaan. Sedangkan yang tertulis dalam bahasa Sansekerta adalah : 1. 2. 3. 4. Avatamsaka Sutra. Lankavatara Sutra. Saddharma Pundarika Sutra. Vajracchendika Prajna Paramita Sutra (Kim Kong Keng), dan lain-lain.

2. KESUNYATAAN DAN KENYATAAN 1. Paramatha-sacca : Kebenaran mutlak (absolute truth), dan harus memenuhi sy arat-syarat sebagai berikut : 1. Harus benar. 2. Tidak terikat oleh waktu ; waktu dulu, sekarang dan waktu yang akan datang sama saja. 3. Tidak terikat oleh tempat ; di sini, di Amerika ataupun di bulan sam a saja. 2. Sammuti-sacca : Kebenaran relatif ; berarti bahwa sesuatu itu benar, tetap i masih terikat oleh waktu dan tempat. 3. EHIPASSIKO Ehipassiko berarti "datang dan alamilah sendiri". Umat Buddha tidak diminta untu k percaya saja, tetapi justru untuk mengalami sendiri segala sesuatu. Ini menunj ukkan khas Buddhis, berbeda dengan apa yang diajarkan oleh Agama-agama lain. 4. EMPAT KESUNYATAAN MULIA I. Kesunyataan Mulia tentang Dukkha Hidup dalam bentuk apa pun adalah dukkha (penderitaan) : a. dilahirkan, usia tua, sakit, mati adalah penderitaan. b. berhubungan dengan orang yang tidak disukai adalah penderitaan. c. ditinggalkan oleh orang yang dicintai adalah penderitaan. d. tidak memperoleh yang dicita-citakan adalah penderitaan. e. masih memiliki lima khanda adalah penderitaan. Dukkha dapat juga dibagi sbb. : a. dukkha-dukkha ialah penderitaan yang nyata, yang benar dirasak an sebagai penderitaan tubuh dan bathin, misalnya sakit kepala, sakit gigi, susa h hati dll. b. viparinäma-dukkha merupakan fakta bahwa semua perasaan sen ang dan bahagia --berdasarkan sifat ketidak-kekalan-- di dalamnya mengandung ben ih-benih kekecewaan, kekesalan dll. c. sankhärä-dukkha lima khanda adalah penderitaan ; selama masih ad a lima khanda tak mungkin terbebas dari sakit fisik.

II. Kesunyataan Mulia tentang asal mula Dukkha Sumber dari penderitaan adalah tanhä, yaitu nafsu keinginan yang tidak ada habis-h abisnya. Semakin diumbar semakin keras ia mencengkeram. Orang yang pasrah kepada tanhä sama saja dengan orang minum air asin untuk menghilangkan rasa hausnya. Ras a haus itu bukannya hilang, bahkan menjadi bertambah, karena air asin itu yang m engandung garam. Demikianlah, semakin orang pasrah kepada tanhä semakin keras tanhä itu mencengkeramnya. Dikenal tiga macam tanhä, yaitu : 1. a. b. c. d. e. f. Kämatanhä : kehausan akan kesenangan indriya, ialah kehausan akan : bentuk-bentuk (indah) suara-suara (merdu) wangi-wangian rasa-rasa (nikmat) sentuhan-sentuhan (lembut) bentuk-bentuk pikiran

2. Bhavatanhä : kehausan untuk lahir kembali sebagai manusia berdasarkan kepe rcayaan tentang adanya "atma (roh) yang kekal dan terpisah" (attavada). 3. Vibhavatanhä : kehausan untuk memusnahkan diri, berdasarkan kepercayaan, b ahwa setelah mati tamatlah riwayat tiap-tiap manusia (ucchedaväda). III. Kesunyataan Mulia tentang lenyapnya Dukkha Kalau tanhä dapat disingkirkan, maka kita akan berada dalam keadaan yang bahagia s ekali, karena terbebas dari semua penderitaan (bathin). Keadaan ini dinamakan Ni bbana. a. Sa-upadisesa-Nibbana = Nibbana masih bersisa. Dengan 'sisa' dim aksud bahwa lima khanda itu masih ada. b. An-upadisesa-Nibbana = Setelah meninggal dunia, seorang Arahat akan mencapai anupadisesa-nibbana, ialah Nibbana tanpa sisa atau juga dinamakan Pari-Nibbana. Sang Arahat telah beralih ke dalam keadaan yang tidak dapat diluki skan dengan kata-kata. Misalnya, kalau api padam, kejurusan mana api itu pergi? jawaban yang tepat : 't idak tahu' Sebab api itu padam karena kehabisan bahan bakar. IV. Kesunyataan Mulia tentang Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha Delapan Jalan Utama (Jalan Utama Beruas Delapan) yang akan membawa kita ke Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha, yaitu : Pañña 1. 2. Sila 3. 4. 5. Samädhi 6. 7. 8. Pengertian Benar (sammä-ditthi) Pikiran Benar (sammä-sankappa) Ucapan Benar (sammä-väcä) Perbuatan Benar (sammä-kammanta) Pencaharian Benar (sammä-ajiva) Daya-upaya Benar (sammä-väyäma) Perhatian Benar (sammä-sati) Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)

Delapan Jalan Utama ini dapat lebih lanjut diperinci sbb. : 1. Pengertian Benar (sammä-ditthi) menembus arti dari : a. Empat Kesunyataan Mulia b. Hukum Tilakkhana (Tiga Corak Umum) c. Hukum Paticca-Samuppäda d. Hukum Kamma

2. Pikiran Benar (sammä-sankappa) a. Pikiran yang bebas dari nafsu-nafsu keduniawian (nekkhamma-sankappa). b. Pikiran yang bebas dari kebencian (avyäpäda-sankappa) c. Pikiran yang bebas dari kekejaman (avihimsä-sankappa) 3. Ucapan Benar (sammä-väcä) Dapat dinamakan Ucapan Benar, jika dapat memenuhi empat syarat di bawah ini : a. Ucapan itu benar b. Ucapan itu beralasan c. Ucapan itu berfaedah d. Ucapan itu tepat pada waktunya 4. a. b. c. Perbuatan Benar (sammä-kammanta) Menghindari pembunuhan Menghindari pencurian Menghindari perbuatan a-susila

5. Pencaharian Benar (sammä-ajiva) Lima pencaharian salah harus dihindari (M. 117), yaitu : a. Penipuan b. Ketidak-setiaan c. Penujuman d. Kecurangan e. Memungut bunga yang tinggi (praktek lintah darat) Di samping itu seorang siswa harus pula menghindari lima macam perdagangan , yai tu : a. Berdagang alat senjata b. Berdagang mahluk hidup c. Berdagang daging (atau segala sesuatu yang berasal dari penganiayaan mah luk-mahluk hidup) d. Berdagang minum-minuman yang memabukkan atau yang dapat menimbulkan keta gihan e. Berdagang racun. 6. Daya-upaya Benar (sammä-väyäma) a. Dengan sekuat tenaga mencegah munculnya unsur-unsur jahat dan tidak baik di dalam bathin. b. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk memusnahkan unsur-unsur jahat dan ti dak baik, yang sudah ada di dalam bathin. c. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk membangkitkan unsur-unsur baik dan s ehat di dalam bathin. d. Berusaha keras untuk mempernyata, mengembangkan dan memperkuat unsur-uns ur baik dan sehat yang sudah ada di dalam bathin. 7. Perhatian Benar (sammä-sati) Sammä-sati ini terdiri dari latihan-latihan Vipassanä-Bhävanä (meditasi untuk memperoleh pandangan terang tentang hidup), yaitu : a. Käyä-nupassanä = Perenungan terhadap tubuh b. Vedanä-nupassanä = Perenungan terhadap perasaan. c. Cittä-nupassanä = Perenungan terhadap kesadaran. d. Dhammä-nupassanä = Perenungan terhadap bentuk-bentuk pikiran. 8. Konsentrasi Benar (sammä-samädhi) Latihan meditasi untuk mencapai Jhäna-Jhäna.

Siswa yang telah berhasil melaksanakan Delapan Jalan Utama memperoleh : 1. Sila-visuddhi Kesucian Sila sebagai hasil dari pelaksanaan Sil a dan terkikis habisnya Kilesa. 2. Citta-visuddhi Kesucian Bathin sebagai hasil dari pelaksanaan S amadhi dan terkikis habisnya Nivarana. 3. Ditthi-visuddhi Kesucian Pandangan sebagai hasil dari pe laksanaan Pañña dan terkikis habisnya Anusaya. Untuk lebih jelasnya, hal tersebut di atas akan diterangkan lebih lanjut seperti di bawah ini : Asava Delapan Jalan Utama 1. Kilesa Kilesa 3. Ucapan Benar 4. Perbuatan Benar 5. Pencaharian Benar > Sila Line 2. Nivarana Nivarana 6. Daya-upaya Benar 7. Perhatian Benar 8. Konsentrasi Benar > Samadhi 3. Anusaya 1. Pengertian Benar 2. Pikiran Benar > Pañña Asava = Kekotoran bathin, dapat dibagi dalam 3 (tiga) golongan besar, ya itu: 1. Kilesa = Kekotoran bathin yang kasar dan dapat jelas dilihat atau didengar. 2. Nivarana = Kekotoran bathin yang agak halus, yang agak suka r diketahui. 3. Anusaya = Kekotoran bathin yang halus sekali dan sangat su kar untuk diketahui. BHAVANA Agama Buddha mengenal 2 (dua) macam meditasi (Bhavana) : I. Samatha-bhavana = Meditasi untuk mendapatkan ketenangan ba thin melalui Jhäna-Jhäna. Jhäna pertama : a. Vitakka = Usaha dalam tingkat perm ulaan untuk memegang obyek. b. Vicära = Pikiran yang berhasil memegang obyek dengan kuat. c. Piti = Kegiuran d. Sukha = Kebahagiaan. e. Ekaggata = Pemusatan pikiran yang kuat. Jhäna kedua : Vicära, Piti, Sukha, Ekaggata. Jhäna ketiga : Piti, Sukha, Ekaggata. Jhäna keempat : Sukha, Ekaggata. Jhäna kelima : Ekaggata + keseimbangan bathin. Meditasi Samatha-bhävanä yang sangat dipujikan ialah Brahma-Vihära-bhävanä yang terdiri da ri : 1. Mettä-bhävanä = ek. 2. Karunä-bhävanä = edang menderita. 3. Muditä-bhävanä = giaan orang lain. 4. Upekkhä-bhävanä Usaha dalam tingkat permulaan untuk memegang oby Meditasi welas-asih terhadap semua mahluk yang s Meditasi yang mengandung simpati terhadap kebaha = Meditasi keseimbangan bathin.

Brahmä-Vihära-bhävanä dapat juga dipakai untuk melemahkan kecenderungan-kecenderungan un tuk melakukan perbuatan yang tidak baik.

Mencapai Nibbana Keterangan Avijjä = : Perbedaan antara Avijjä dan Moha. Thina-middha -. Avijjä = Kegelapan bathin. malas dan kesu. Lobha = ulkan keserakahan. Tidak akan terlahir kembali di alam manusia 4. Sakkäyaditthi = Pandangan sesat tentang adanya pribadi.Tiga Akar Perbuatan Tiga hal yang di bawah ini dapat disebut sebagai tiga akar atau sumber untuk mel akukan perbuatan. 10. Kämacchanda -. 5. Maksimum 7 kali 2. umat Buddha dapat dibagi dalam dua golongan : 1. Vicikicchä -. Mäna = Ketinggian hati yang halus. Kämaräga = Nafsu Indriya. 5. 3. Ruparäga = Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam bentuk. Lahir kembali 1. Sotäpanna 1. Latihan-latihan Vipassanä-bhävanä sudah diterangkan sewaktu membahas Perhatian Benar ( sammä-sati). Uddhacca-kukkucca -. Vipassanä-bhävanä = Meditasi untuk memperoleh Pandangan Terang tenta ng hidup. 7. 4. seorang Anägämi akan terlahir di sorga Suddhavasa dan disit u akan mencapai Tingkat Arahat. tentang hakikat sesungguhnya dari benda-benda.nafsu keinginan Vyäpäda -. Aruparäga = Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam tanpa bentuk. Vicikicchä = Keragu-raguan terhadap Sang Buddha dan AjaranNya. keinginan tidak baik. 2. 8. Setelah meninggal dunia. Tingkat-tingkat kesucian Tingkat kesucian Belenggu yang harus dipatahkan .keragu-raguan.gelisah dan cemas. 2. 3. Vyäpäda = Benci. 2. tidak dapat menbeda-bedakan mana yang buruk II. yaitu : 1. : 1. 9. Tujuan dari latihan-latihan bhävanä ialah untuk menyingkirkan Nivarana (lihat pembah asan Asava) yang dianggap sebagai rintangan untuk memperoleh ketenangan bathin m aupun Pandangan Terang tentang hidup dan hakekat sesungguhnya dari benda-benda. 1 kali 3. Ariya-puggalä Ialah para bhikkhu dan orang-orang berkeluarga y ang setidak-tidaknya telah mencapai tingkat kesucian pertama. Kemelekatan yang sangat terhadap sesuatu sehingga menimb Penolakan yang sangat terhadap sesuatu sehingga menimbul Kebodohan . Moha = dan mana yang baik.keinginan jahat. Arahat 6. Uddhacca = Bathin yang belum seimbang benar. Kebodohan/kegelapan bathin. Puthujjana Ialah para bhikkhu dan orang-orang berkeluarga y ang belum mencapai tingkat kesucian. Dosa = kan kebencian. Perincian dari Nivarana adalah sbb. jiwa atau aku yang kekal. Silabbataparämäsa = Kepercayaan tahyul bahwa upacara agama saja dapat membeb askan manusia dari penderitaan. Dalam tingkat kesucian. kebencian dan amarah. 3. Sakadägämi Melemahkan belenggu-belenggu nomor 4 dan 5. Anägämi 4. karena tidak dapat menembus arti dar .lamban. 2.

Moha = Kebodohan/kegelapan bathin. A A 2. Sabbe sankhärä dukkha Apa yang tidak kekal sebenarnya tidak memuaskan dan oleh karena itu adalah penderitaan. Sabbe sankhärä aniccä Segala sesuatu dalam alam semesta ini yang terdiri dari paduan unsur -unsur adalah tidak kekal. : Attaväda 1. 3. Penyusun : Pandita S. Hukum Kamm a. Hukum Tilakkhana.. Attaväda Paham bahwa atma (roh) adalah kekal-abadi dan akan berlangsung sepan jang masa (tidak dibenarkan oleh Sang Buddha).. karena tidak dapat membedakan apa ya ng baik dan apa yang tidak baik. 2. 2.PENDAHULUAN 5. berarti bahwa Hukum ini berlak u di mana-mana dan pada setiap waktu. 1. Umat Buddha melihat segala sesuatu dalam alam semesta ini sebagai suatu proses yang selalu dalam keadaan bergerak.. Uraian secara matematika tentang ketiga paham tersebut adalah sbb.i Empat Kesunyataan Mulia. Sabbe Dhammä Anattä Segala sesuatu yang tercipta dan tidak tercipta adalah tanpa inti ya ng kekal/abadi. + pn = A + p + p1 + p2 + . A + p = Nihil Anattä 1. Contoh dari sesuatu yang tidak tercipta adalah Nibbana. Di samping paham anattä yang khas Buddhis terdapat juga dua paham lain yaitu : 1. Jadi tidak terikat oleh waktu dan tempat.HUKUM TILAKKHANA (TIGA CORAK UMUM) Hukum Tilakkhana ini termasuk Hukum Kesunyataan . Widyadharma BAB I . 3. Hukum Paticca-Samuppada. + pn Ucchedaväda 1. Ucchedaväda Paham bahwa setelah mati atma (roh) itu pun akan turut lenyap (tidak dibenarkan oleh Sang Buddha). B p + = + = p = B Atma. 4.. yaitu : Uppada Petunjuk (timbul) Thiti Petunjuk (berlangsung) Bhanga (berakhir/lenyap) 2. roh p1 = C Pengalaman hidup . A + p = A + p (A + p) + p1 = A + p + p1 (A + p + p1) + p2 = A + p + p1 + p2 (A-p-p1-p2) + .

susu. III. III = Kehidupan ke I. Viññana = Kesadaran. bentuk-bentuk mental. mentega. sehingga seo rang manusia dapat dikatakan terdiri dari rupa dan nama. Roti dibuat dengan memakai tepung.HUKUM PATICCA-SAMUPPADA Paham anattä dapat pula diterangkan melalui cara sinthesa. ini menteganya. ini garamnya. hidung. Sañña = Pencerapan. badan jasmani. ini apinya. ragi. tenaga kerja dll. LIMA KHANDHA Dalam Agama Buddha diajarkan bahwa seorang manusia terdiri dari lima kelompok ke hidupan/kegemaran (Khandha) yang saling bekerja-sama dengan erat sekali. air. Sankhära = Pikiran. Tetapi setelah menjadi roti tidak mungkin kita akan menunjuk satu bagian tertentu dan mengatakan : ini adalah tepungnya. n amun setelah melalui proses pembuatan dan pembakaran di oven telah menjadi sesua tu yang baru sama sekali dan tidak mungkin lagi untuk mengembalikannya dalam ben tuknya yang semula. Contoh konkrit tentang paham anattä. Menurut Ajaran Sang Buddha. 5. api. 6. II. 4. Vedanä Dengan membanding-bandingkan ini lalu timbul suatu perasaan senang (suka) atau tidak senang (tidak suka) terhadap rangsangan yang telah tertangkap melalui panca indera kita. maka bahan-bahan itu telah berubah sama s ekali. 3. 4 dan 5 dapat juga dinamakan nama (bathin). Kesimpulan : Meskipun roti itu terdiri dari bahan-bahan yang tersebut di atas. garam. 2. Vedanä = Perasaan. mengenal obyek. maka bekerja-samanya lima khandha ini adalah sbb. telinga. 3. tubuh. 3. Rupa Kita menangkap suatu rangsangan melalui mata. Sañña Rangsangan tersebut mencerap ke dalam bathin kita melalui suatu bagian dar i otak kita. Proses mental ini berlangsung sbb. C + p2 = D I. maka anattä diterangkan melalui analisa. yaitu melalui Hukum Pat . tubu h yang merupakan bagian dari badan jasmani kita. : Kesadaran > Pencerapan > Pikiran > Perasaan. di dalam diri seorang manusia hanya terdapat lima kh andha ini dan tidak dapat ditemukan suatu atma atau roh yang kekal dan abadi. 5. 2. lidah. 4. Viññana (citta) Kita lalu akan menyadari bahwa bathin kita telah menangkap suatu rangsanga n.. ini tenaga kerjanya dst. misalnya kalau kita membuat roti. Sankhära Rangsangan ini kita akan banding-bandingkan dengan pengalaman kita yang du lu-dulu melalui gambaran-gambaran pikiran yang tersimpan dalam bathin kita.3. 2. Dalam menangkap rangsan gan dari luar. Kelima kelompok kehidupan/kegemaran tersebut adalah : 1. Rupa = Bentuk. in i airnya. II. De ngan cara ini. Gabungan dari No. gula. : 1. Karena setelah bahan-bahan itu di aduk menjadi satu dan dibakar di oven.

Jati Paccayä Jaramaranang. Dengan adanya perasaan. maka terjadilah kemelekatan. maka terjadilah bathin dan badan jasmani. . sakit dll. keluh-kesah. Imasming Sati Idang Hoti Dengan adanya ini. Kalau kita m engambil rumus tersebut dalam arti yang sebaliknya. Demikianlah kehidupan itu timbul. Sankhära Paccayä Viññänang Dengan adanya bentuk-bentuk karma. Bhava Paccayä Jati. mengenai hal ini Sang Buddha pernah bersabda : "O. Makna yang luas dan sebe narnya dari Kamma. Dengan adanya enam indriya. kematian. Prinsip dari Huku m ini diberikan dalam empat formula pendek. Vedanä Paccayä Tanhä. maka terjadilah kelapukan. maka terhentilah juga itu. 10.. maka terjadilah kesadaran. maka terjadilah kesan-kesan. kematian. Imassa Nirodhä Idang Nirujjati Dengan terhentinya ini. dengan terhentinya bentuk-bentuk karma. Imassuppädä Idang Uppajjati Dengan timbulnya ini. 2. yang dalam arti umum mel iputi semua jenis kehendak dan maksud perbuatan. la hir atau bathin dengan pikiran kata-kata atau tindakan. maka kita akan sampai kepada penghentian dari proses itu. maka te rhenti pulalah kesadaran. 6. kesedihan dll. Imasming Asati Idang Na Hoti Dengan tidak adanya ini. maka tidak adalah itu. bhikkhu. maka te rhenti pula bentuk-bentuk karma. maka seluruh kelangsungan dan kelanjutan hidup dan juga berhentinya hidup d apat diterangkan dalam formula dari duabelas nidana (sebab-musabab) : 1. Jaramarana. Phassa Paccayä Vedanä. Dengan adanya kelahiran kembali. ialah semua kehendak atau keinginan dengan tidak membeda-beda kan apakah kehendak atau keinginan itu baik (bermoral) atau buruk (tidak bermora l). maka terhe nti pulalah kelapukan. maka terjadilah perasaan. Tanhä Paccayä Upädänang.. Namarupang Paccayä Saläyatanang. 12. sakit dll. 3. yang baik maupun yang buruk. Avijjä Paccayä Sankhära Dengan adanya kebodohan (ketidak-tahuan). Upädäna Paccayä Bhavo. maka terjadilah enam indriya 5. relatifitas dan saling bergantungan ini. Kelapukan. adalah akibat dari kelahiran kembali. maka terjadilah tanhä (keinginan). dengan terhentinya kelahiran kembali. kematian. Dengan terhenti seluruhnya dari kebodohan. 8... maka terjadilah bentuk-bentuk ka rma. 9. kehendak untuk berbuat (Pali : Cetana) itulah yang Kami namakan Kam . maka timbullah itu. Saläyatana Paccayä Phassa. yaitu : 1.icca-Samuppada (Hukum Sebab-musabab Yang Saling Bergantungan). Dengan adanya kemelekatan. 4. Dengan adanya proses tumimbal lahir. Dengan adanya tanhä (keinginan). Viññäna Paccayä Namarupang Dengan adanya kesadaran. Dengan adanya kesan-kesan. Berdasarkan prinsip dari saling menjadikan. HUKUM KAMMA Kamma adalah kata bahasa Pali yang berarti "perbuatan". maka terjadilah proses tumimbal lahir. 7. Dengan adanya bathin dan badan jasmani. maka terjadilah itu. 3. maka terjadilah kelahiran kembali. 7. berlangsung dan bersambung terus. 11. kelu h-kesah. 4. 2.

pembuat kebaikan akan mendapat kebaikan. tetapi ada juga yang hampir tidak merasakan akibat apapun juga untuk perbuatan yang sama. 227) sbb : "Sesuai dengan benih yang telah ditaburkan begitulah buah yang akan dipetiknya. membuat mahluk-mahluk lain bahagia. sesungguhnya benar adanya. Oleh karena itu. Meman g segala sesuatu yang lampau mempengaruhi keadaan sekarang atau pada saat ini. kamma-vipaka itu menunjukkan bahwa kita tel ah berbuat suatu kesalahan. Sesudah berkehendak orang lantas berbuat dengan badan. Bilamana kita mengalami sesuatu yang membahagiakan. saat sekarang inilah yang nyata dan ada "di tang an kita" sendiri untuk digunakan dengan sebaik-baiknya.ma. sehingga menjadi begitu lebar dan halus yang tidak dapat lagi dilihat oleh mata kita." Kamma bukanlah satu ajaran yang membuat manusia menjadi orang yang lekas berputu s-asa. bahkan digugurk an. Oleh sebab itu kita haru s hati-hati sekali dengan perbuatan kita. hal. Satu contoh yang klasik adalah sbb. sehingga perbuatan ini akan membawa satu kam ma-vipaka (akibat) yang baik dan memberi kekuatan kepada kita untuk melakukan ka mma yang lebih baik lagi. Begitulah semua akibat dari perbuatan kita akan kembali kepada kita seperti haln ya dengan gelombang di kolam yang kembali ke tempat dimana batu itu dijatuhkan. Apa yang telah lampau sebenarnya merupakan dasar di mana hidup yang sekara ng ini berlangsung dari satu saat ke lain saat dan apa yang akan datang masih ak an dijalankan. yang bermaksud menolong mahluk-mahluk lain. yang dipercaya atau tidak diper caya akan berlangsung terus. a kan tetapi tidak menentukan seluruhnya. Mengapa? Orang yang telah menimbun banyak kamma baik. Terdapat dua belas jenis bentuk-bentuk kamma yang tidak diperinci di sini. Segala sesuatu yang datang pada kita. tidak akan bany ak menderita karena perbuatan itu. Ia tidak mencintai maupun membenci.bahkan menggugurkan -. Singkatnya : Kamma Vipaka dapat diperlunak. janganlah sekali-kali dilupakan hendaknya bahwa kamm a-vipaka itu senantiasa benar. ia akan dipantulkan kembali sampai mencapai tempat bekas di m ana batu tadi dijatuhkan. Tertaburlah olehmu biji-biji benih dan engkau pulalah yang akan merasaka n buah-buah dari padanya". pembuat kejahatan akan memetik kejahata n pula. yakinlah bahwa kamm a yang telah kita perbuat adalah benar. Ia adalah hukum alam. Perhatik anlah bagaimana lingkaran ini makin lama makin melebar. Sang Buddha pernah bersabda (Samyutta Nikaya I. perkataan atau pikira n. pun tidak mar ah dan juga tidak memihak. Ada orang yang menderita hebat karena perbuatan kecil. yang menimpa diri kita. : Lemparkanlah batu ke dalam sebuah kolam yang tenang. oleh karena kamma itu meliputi apa yang telah lampau dan keadaan pada saat ini. ditekan. Sebaliknya bila ada sesuatu yang menimpa kita dan membuat kita tidak senang.bentu k-bentuk kamma yang lain. Pertama-tama akan terdengar percikan air dan kemudian akan terlihat lingkaran-lingkaran gelombang. sebab bilamana gerak gelombang yang halus itu me ncapai tepi kolam. sebaliknya orang yang tidak banyak melakukan kamma-kamma baik akan menderita hebat. dibelokkan. Bentu k kamma yang lebih berat (bermutu) dapat menekan -. supaya akibatnya senantiasa akan bersi fat baik. dan apa yang telah lampau bersama-sama d engan apa yang terjadi pada saat sekarang mempengaruhi pula hal-hal yang akan da tang. Kita hendaknya selalu berbuat baik. juga bukan ajaran tentang adanya satu nasib yang sudah ditakdirkan. Ini bukan berarti bahwa gerak tadi telah selesai. Kamma dapat dibagi dalam tiga golongan : .

Sering mendengarkan Dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan. 10. dalam hidupnya senantiasa berada d alam ketakutan 2. Berdusta akibatnya menjadi sasaran penghinaan. pendapat yang tercela. 7. kurang cerdas. Kamma Pikiran (mano-kamma). Bergunjing akibatnya kehilangan sahabat-sahabat tanpa sebab yang berarti. dirangsang oleh keinginan yang s enantiasa tak tercapai. 8. 6. dinista dan dihina. kurang bijaksana. Berbakti berbuah dengan diperolehnya penghargaan dari masyarakat. Hidup bersusila mengakibatkan terlahir kembali dalam keluarga luhur yang keadaannya berbah agia. watak tercela. penyakit yang lama sembuhnya. . 4. 8. 2. penghidupannya senantiasa tergantung pada orang lain. Pembunuhan akibatnya pendek umur. tidak dipercaya khalayak ramai. senantiasa dalam kesedihan karena te rpisah dari keadaan atau orang yang dicintai. 10 (sepuluh) jenis kamma buruk 1. berpenyakitan. 6. 5. 3. terlahir sebagai pria atau wanita yang tidak normal perasaan seksnya. Pandangan salah akibatnya tidak melihat keadaan yang sewajarnya. beristeri atau bersuami yang tidak disen angi. 10 (sepuluh) jenis kamma baik 1. Gemar beramal dan bermurah hati akan berakibat dengan diperolehnya kekayaan dalam kehidupan ini atau kehid upan yang akan datang. 9. Keserakahan akibatnya tidak tercapai keinginan yang sangat diharap-harapkan. Dendam. macam-macam penyakit. 3. Bermeditasi berakibat dengan terlahir kembali di alam-alam sorga. Kata-kata kasar dan kotor akibatnya sering didakwa yang bukan-bukan oleh orang lain. Omong kosong akibatnya bertubuh cacad. kemauan jahat / niat untuk mencelakakan mahluk lain akibatnya buruk rupa. 5. berbicara tidak tegas. 8). Perbuatan a-susila akibatnya mempunyai banyak musuh. Berendah hati dan hormat menyebabkan terlahir kembali dalam keluarga luhur. 4. 2. 3.1. Pencurian akibatnya kemiskinan. Meluruskan pandangan orang lain berbuah dengan diperkuatnya keyakinan. tidak dipercaya oleh khal ayak ramai. 9. Menyebarkan Dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan (sama dengan No. 10. Bersimpati terhadap kebahagiaan orang lain menyebabkan terlahir dalam lingkungan yang menggembirakan. 7. Kamma Ucapan (vaci-kamma). Cenderung untuk membagi kebahagiaan kepada orang lain berbuah dengan terlahir kembali dalam keadaan berlebih-lebihan dalam banya k hal. Kamma Perbuatan (kaya-kamma).

dan diantara para bhikkhuni ad alah Paduma dan Sumana. Vaddhamana. Melukai seorang Buddha. yaitu : * läbha . Dipercayai bahwa Beliau akan dilahirkan saat kehidupan manusia diperpanjang sampai 84. Beliau akan hidup di empat istana selama 8.rugi * yasa . Yang akan menjadi murid-murid utamaNya d iantara para bhikkhu adalah Asoka dan Brahmadeva. Selanjutnya Beliau akan melepas kan keduniawian setelah melihat 4 tanda. 5. Se lanjutnya Beliau akan dianggap sebagai Buddha ke 25 menurut tradisi Pali. dan ibuNy a adalah Brahmawati. Metteya akan dilahirkan di sebuah keluarga terpelajar yang terkenal dan namaNya adalah Ajita. 9. Beliau akan dihitung sebagai Buddha ke 5 dan yang terakhir di aeon sekarang yaitu Kappa Bhadda. Siha akan menjadi pembantu pribadiNya.dipuji * sukha .Lima bentuk kamma celaka Lima perbuatan durhaka di bawah ini mempunyai akibat yang sangat berat ialah kel ahiran di alam neraka : 1. Jatimitta dan Vijaya diantara pengikut pria. Membunuh seorang Arahat.sedih.000 tahun.dukkha gembira. Menyebabkan perpecahan dalam Sangha.pasamsä dicela . Beliau akan menikah dengan Chandamukhi dan akan mempunyai p utra Brahmavaddhana. 2. Siddhattha dan Chandaka. 2. Nama sukuNya juga Metteya. yaitu takut akan akibat yang timbul dari perbuatan-perbuat an yang tidak baik. dan Suddhana. Membunuh ayah. menderita dll. 3. Nama ayahNya adalah Subrahma. Lebih lanjut lagi. bahagia . Sanghaa dan Visakhaa diantara pengikut wanita. yaitu malu melakukan hal-hal yang tidak baik. BUDDHA METTEYA Metteya adalah Buddha masa depan yang sangat dinantikan dan belum dilahirkan. 8. ATTHALOKA-DHAMMA Dalam penghidupan seorang manusia tidak dapat terlepas dari 8 (delapan) keadaan.ayasa terkenal .HIRI DAN OTAPPA Dua ciri khas yang dianggap dua sifat yang membantu melindungi dunia dari kekaca uan : 1.aläbha untung .000 tahun yaitu Sirivaddha. Otappa Perasaan takut.tak terkenal * nindä . Membunuh ibu. Tempat kelahiranNya adalah K etumati di masa pemerintahan Chakkavatti Samkha dimana dia sendiri akan menjadi pengikut Buddha dan melepaskan kehidupan duniawi. Hiri Perasaan malu. 4. Beliau akan menca . Yang akan menjadi para pengikutnya yang luar biasa adalah dua saudaraNya Isidatt a dan Purana.

Ratu (yang juga adalah saudaranya) meninggal dunia dan Raja m enikah lagi dengan seorang gadis yang kemudian melahirkan seorang anak laki-laki . Raja telah melepaskan kata-kata dan berjanji kepada Rat u (yang baru) bahwa beliau akan meluluskan semua permintaan Ratu. 81 f. 68. Empat pasangan yang tersebut du luan merupakan leluhur dari Dinasti Sakya dan pasangan yang belakangan merupakan leluhur dari Dinasti Koliya. maka akhirnya Raja memanggil keempat orang putran ya dan memerintahkan untuk membawa saudara-saudara perempuannya pergi ke suatu d aerah lain untuk membangun sebuah negara baru. Dalam kesempatan yang baik itu. Telah menjadi tradisi bahwa Buddha akan datang berdiam di dunia Dewa Tusita deng an nama Nath. Beliau sering digambarkan atau diukir dalam mahkota-mahkota dan pe rmata-permata karena Beliau belum melepaskan kehidupan duniawi. Tetapi Ratu terus-menerus merengek-rengek serta mengingatkan Raja akan janjinya. daerah Majjhima desa (daerah tengah dari Jambudipa ~sekarang India~) dihuni oleh suku bangsa Ariyaka yang datang dari Utara Pegunungan Himala ya. apapun juga ya ng akan dimintanya.7. terkecuali putri yan g tertua yang menikah dengan Raja dari Devadaha. Penyusun : Maha Pandita Sumedha Widyadhrama. Raja menjadi serba salah. maka kota yang kemudian mereka bangun diberi nama Kapil avatthu (vatthu = tempat). 4. Karena malu untuk tidak menepati j anji yang pernah diberikannya. Sejarah kerajaan tersebut menurut buku-buku kuno adalah sebagai ber ikut : Seorang raja bernama raja Okkaka yang memerintah daerah tersebut mempunyai empat orang putra (Okkamukha. di dekat tempat yang sejak lama dihuni oleh seorang pertapa berna ma Kapila. Pada suatu hari. Chullavamsa xxxviii.. Lihat juga pada: 1. Di daerah lereng Pegunungan Himalaya inilah terletak sebuah kerajaan yang be rnama Kerajaan Sakka (pada waktu itu di daerah tersebut banyak sekali terdapat p ohon sakka). Setelah Raja Jayasena meninggal dunia. Di tempat itulah mereka menikah diantara mereka bersaudara. Sebab itulah. yaitu adik dari Raja Anjana dari Devadah . 3. tidak lama kemudian mohon diri dari ayahandanya dan bersama dengan saudari-saudarinya berangkat menuju sebuah hutan disertai dengan rombongan ahli-ahli dalam berbagai bidang untuk membangun sebuah negara baru. 5. Mahavamsa xxxxxxii. Pada suatu waktu. 73. dan Sinipura) dan lima orang putri . Cetakan Keduabelas. Ratu memohon kepada Raja agar anaknya yang baru dilahirkan diangkat menjadi Putra Mahkota. Penerbit : Cetiya Vatthu Daya. Milinda Panha 159. Hatthinika.pai pencerahan di bawah pohon Naga. Keempat putra Raja tersebut. Merasa gembira sekali. Atthasalini 415 BAB I MASA BERKELUARGA (Sumber : Riwayat Hidup Buddha Gotama. Mendengar permintaan tersebut Raja menjadi kaget dan menolak untuk meluluskan pe rmohonan tersebut. 2. 1999) Pendahuluan Pada zaman dahulu. Pangeran Sihahanu menjadi Raja di Kapilav atthu dan menikah dengan Putri Kencana. Karanda. Mereka memilih sebuah hutan yang banyak ditumbuhi pohon-pohon sakka di lereng Gu nung Himalaya. Digha Nikaya iii. Raja yang memerintah di kota Kapilavatthu adalah Raja Jayasena yang mempunyai seorang putra bernama Sihahanu dan seorang putri yang bernama Ya sodhara.

mengucap kan janji uposatha dan kemudian masuk ke kamar tidur. Ratu bermimpi bahwa empat orang Dewa Agung telah mengangkatnya dan membawanya ke Himava (Gunung Hima laya) dan meletakkannya di bawah pohon Sala di (lereng) Manosilatala. Sedangkan adik perempuannya yang bernama Amita memp unyai seorang putra yaitu Devadatta dan seorang putri bernama Yasodhara. Lahirnya Pangeran Siddhatta Meskipun Raja Suddhodana dan Ratu Maya sudah lama menikah. Setelah Raja Sihahanu mangkat. Sewaktu tidur. Amitodana. mengelilingi di pan sebanyak tiga kali untuk kemudian memasuki perut Ratu Maya dari sebelah kana n. Sang Bayi sendiri sudah bersih karena tiada darah atau noda-noda lain yang melek at pada tubuhnya. Setelah perayaan selesai. Setelah berjalan tujuh langkah. Adik dari Raja Sihahanu. yaitu Putri Yasodhara. namun anak yang sanga t mereka dambakan belum juga mereka peroleh. Amitodana mempunyai dua orang putra yaitu Mahanama dan Anuruddha dan s eorang putri bernama Rohini. dan Ratu Maya dapat melihat dengan jelas bayi dalam kandungannya yang duduk dalam sikap meditasi dengan muka menghadap ke depan. Pada waktu itulah Ratu merasa perutnya agak kurang enak. menikah dengan Raja Anjana dari Devadaha dan diberkahi dengan dua orang putra yang diberi nama Suppabuddha dan Dandapani. sampai pada suatu waktu Ratu Maya m encapai umur kurang lebih 45 tahun. Dalam perjalanan ke Devadaha. Ratu Maya ikut serta dalam perayaan Asalha yang berlangsung tujuh ha ri lamanya. Kemudian p ara istri Dewa-dewa Agung tersebut memandikannya di Danau Anotatta. Adik Raja Suddhodana yang bernama Sukkodana mempunyai seorang putra yait u Ananda. Ketika itu. Ratu Maya memperoleh mimpi yang aneh sekali. Pernikahan Raja Suddhodana dan Ratu Maya inilah yang diberkahi dengan kelahiran seorang putra tunggal yang di kemudian hari menjadi terkenal dengan nama Buddha Gotama. Dhotodana. Ketika itu tepat purnam a sidhi di bulan Vaisak tahun 623 SM. Ratu berpegangan pada dahan pohon Sala dan dalam sika p berdiri itulah Ratu melahirkan seorang bayi laki-laki. Dengan cepat dayang-dayang membuat tirai di sekeliling Ratu. Ratu mohon perkenan dari Raja untuk dapa t bersalin di rumah ibunya di Devadaha. Sukkoda na. Ratu Maya mandi dengan air wangi. Dengan ge mbira Ratu berjalan-jalan di taman dan berhenti di bawah pohon Sala. Para brahmana menerangkan bahwa Ratu akan mengandung seorang bayi laki-laki yang kelak akan menjadi seorang Cakkavatti (Raja dari semua Raja) atau seorang Buddh a. menggosoknya dengan minyak wangi dan kemudian memakaikannya pakaian-pakaian yang biasa dipak ai para dewata. dan Ghanitodana dan dua orang putri yang diberi nama P amita dan Amita. Mereka diberkahi dengan lima orang putra yang diberi nama Suddhodana.a. Pangeran Suddhodana menduduki tahta Kerajaan Saky a dan kemudian menikah dengan Putri Maya. bayi itu lalu mengucapkan kata-kata sebagai beri kut : . Ratu memberitahukan mimpi ini kepada Raja dan Raja lalu memanggil para brahmana untuk menanyakan arti mimpi tersebut. dan dua orang putri yang diberi nama Maya dan Pajapat i (atau Gotami). Empat Maha Brahma menerima Sang Bayi dengan jala emas dan kemudian dari langit t urun air dingin dan panas untuk memandikan Sang Bayi sehingga menjadi segar. Di kebun itu Ratu memerintahkan rombongan berhenti untuk beristirahat. Memang sejak hari itu Ratu mengandung. Di tempat itulah seekor gajah putih deng an memegang sekuntum bunga teratai di belalainya memasuki kamar. yang ke lak menjadi istri dari Pangeran Siddhatta. tibalah rombongan Ratu di Taman Lumbini (sekarang Rumminde di Pejwar. Bayi itu kemudian berdiri tegak dan berjalan tujuh langkah di atas tujuh kuntum bunga teratai ke arah Utara. Nepal) yang indah sekali. Selanjutnya Ratu dipimpin masuk ke sebuah istana emas dan direba hkan di sebuah dipan yang bagus sekali. Sepuluh bulan kemudian di bulan Vaisak.

Setelah melihat Sang bayi dan memperhatikan adanya 32 tanda dari seorang Mahapur isa ("orang besar"). Orang mati. Akulah tertua dalam dunia ini. Pertapa suci. pertapa Asita memberi hormat kepada Sang bayi. Inilah kelahiranku yang terakhir. 2. * Kanthaka. Lima hari setelah lahirnya Sang bayi. Selanjutnya pertapa Asita mengatakan bahwa Pangeran kecil itu kelak tidak boleh melihat empat peristiwa. meramalkan bahwa Sang bayi kelak akan menjadi Cakkavati (Raja dari semua Raja) atau akan menjadi Buddha. Kondañña. * Nidhikumbhi. Orang sakit. Manti. * Seekor gajah istana. pertapa Asita menerangkan bahwa Sang bayi k elak akan menjadi Buddha. maka Beliau akan segera m eninggalkan istana dan bertapa untuk menjadi Buddha. jettho 'ham asmi lokassa. Lakkhana. Tak akan ada tumimbal lahir lagi. bersama-sama dengan seratus delapan orang Brahmana untuk merayakan kelahiran anak pertamanya dan juga untuk memilih nama yang baik. Pada hari yang sama lahir (timbul) pula dalam dunia ini : * Putri Yasodhara. Menjawab pertanyaan Raja Suddhodana. 4. pertapa Asita terta wa gembira tetapi kemudian menangis. Kalau pangeran kelak melihat empat peristiwa tersebut. natthi dani punabbhavo. yang kelak menjadi kuda Pangeran Siddhattha. yang kelak mengundang Sang Buddha untuk berkunjung kembali ke Ka pilavatthu. Akulah teragung dalam dunia ini. Setelah memberi hormat. Raja Suddhodana memanggil sanak keluargany a berkumpul. * Kaludayi."Aggo 'ham asmi lokassa. * Channa. yaitu : 1. yang kelak menjadi kusir Pangeran Siddhattha. Hanya Kondañña (Brahmana yang termuda) sajala h yang dengan pasti mengatakan bahwa Sang bayi kelak akan menjadi Buddha. yaitu : Rama. di bawah pohon ini Pangeran Siddhattha kelak mendapatkan Pene rangan Agung." Artinya . Diantara para B rahmana terdapat 8 orang Brahmana yang mahir dalam meramal nasib. * Ananda. Orang tua. Bhoja. Dhaja. Para peramal tersebut. Nama y ang kemudian dipilih adalah Siddhattha yang berarti "Tercapailah segala cita-cit anya". 3. kecuali Kondañña." Seorang pertapa yang bernama Asita (yang juga disebut Kaladevala) sewaktu bermed itasi di Pegunungan Himalaya. ayam antima jati. yang kemudian dikenal juga sebagai Rahulamata (ibu dari R ahula). Pada hari itu juga pertapa Asita berkunjung ke istana Raja Suddhodana untuk melihat bayi tersebut. * Pohon Bodhi. . kendi tempat harta pusaka. settho 'ham asmi lokassa. yang kelak menjadi pembantu tetap Sang Buddha. "Akulah pemimpin dalam dunia ini. Suyama dan Sudatta. namun karena usianya sudah lanjut maka ia sendiri tida k lagi dapat menunggu bayi itu kelak memulai memberikan Ajaran-Nya. yang kemudia n diikuti juga oleh Raja Suddhodana. diberitahukan oleh para dewa dari alam Tavatimsa b ahwa seorang bayi telah lahir yang kelak akan menjadi Buddha.

Selain tiga kolam tersebut. belibis ini tidak akan aku serahkan kepadamu. satu kolam d engan bunga yang berwarna merah (Paduma). Melihat keadaan yang ganjil ini untuk kedua kalinya Raja Suddhodana memberi hormat kepada anakny a. Raja dengan diiri ngi para petani berbondong-bondong datang untuk menyaksikan peristiwa ganjil ter sebut. Sewaktu perayaan berlangsung dengan meriah. maka sama sekali tidak terganggu oleh suara-suara yang berisik. yaitu Rupananda. maka ia adalah milikku. Akhirnya atas usul . Bayangan pohon jambu tidak mengikuti jalannya matahari tetapi tetap memayungi Pangeran kecil yang sedang bermeditasi. Masa Kanak-Kanak Setelah Pangeran berusia tujuh tahun. Karena Pangeran saat itu telah mencapai Jhana. Ratu Maya meninggal dunia dan terlahir kembali di surga Tusita. Pangeran terkenal sebagai anak yang penuh kasih sayang terhad ap sesama mahluk hidup seperti terlihat dari kisah di bawah ini. Benar saja mereka menemukan Pangeran kecil sedang bermeditasi dengan kaki bersila dan tidak menghiraukan kehadiran orang-orang yang sedang memperhatikann ya. Di kolam-kolam itu ditanami berbagai jenis bunga teratai ( lotus). pakaian dan tutup kepala dari negara Kasi. Sejak kanak-kanak. maka ia benar adalah milikmu. Setelah kembali mereka merasa heran sekali melihat Pangeran seda ng bermeditasi dan duduk bersila. yang pada waktu itu membawa busur dan panah." Devadatta tetap menuntutnya dan Pa ngeran tetap pada pendiriannya dan tidak mau menyerahkannya. Tetapi sekarang ia tidak mati dan ternyata masih hidup. dengan c epat dapat dipahami sehingga dalam waktu singkat tidak ada lagi hal-hal yang dap at diajarkan kepada Pangeran kecil. "Ti dak. Devadatta melihat sero mbongan belibis hutan terbang di atas mereka. Mereka ing in menyaksikan perayaan tersebut dan meninggalkan Pangeran kecil di bawah bayang an pohon jambu. Raja Suddhodana mengajaknya untuk turut pergi ke perayaan membajak bersama-sama para petani dengan menggunakan sebuah a lat bajak yang terbuat dari emas. Devadatta minta agar belibis tersebut diserahkan kepadanya karen a ia yang menembaknya jatuh. dayang-dayang yang ditugaskan untuk menjaga Pangeran merasa tertarik sekali dengan jalannya perayaan itu. Namun Pangeran tidak memberinya dan mengatakan. baik siang maupun malam hari sebagai lambang dari keagungannya. yaitu Nanda dan seorang putri. Setelah tiba waktunya untuk bersekolah. Karena a ku yang menolongnya. Semua pelajaran yang diberikan. kemudian meremas-remas be berapa lembar daun hutan dan dipakaikan sebagai obat untuk menutupi luka bekas k ena anak panah. Raja memerintahkan untuk menggali tiga kol am di halaman istana. Devadatta. Pangeran dan Devadatta b erlari-lari ke tempat belibis itu jatuh. Dengan cekatan Devadatta membidikk an panahnya dan berhasil menembak jatuh seekor belibis. Pada suatu hari Pangeran sedang berjalan-jalan di taman dengan saudara sepupunya . Dari pernikahan ini kemudian lahir seorang putra. Raja juga memesan wangiwangian.Tujuh hari setelah Pangeran Siddhattha dilahirkan. Pelayan-pelayan diperintahkan untuk melindungi Pangeran pergi. dan satu kolam lagi dengan bunga yang berwarna putih (Pundarika). Raja Suddhodana menyerahkan perawatan Sang bayi kepada Putri Pajapati (adik Ratu Maya) yang juga dinikahinya. Kalau ia mati. Dengan cepat mereka melaporkan peristiwa tersebut kepada Raja. Pangeran tiba terlebih dahulu dan memel uk belibis itu yang ternyata masih hidup. yang waktu itu terkenal kare na menghasilkan barang-barang tersebut dengan mutu yang terbaik. Pangeran dengan hati-hati dan penuh ka sih sayang mencabut panah dari sayap belibis tersebut. Perayaan Membajak Setelah Pangeran berumur beberapa tahun. Raja memerintahkan seorang guru bernama Visvamitta untuk memberikan pelajaran kepada Pangeran dalam berbagai ilmu penget ahuan. Ternyata Pangeran cerdas sekali. yaitu suatu tingkatan pemusat an pikiran. Ada lagi satu keajaiban lain. Satu kolam dengan bunga teratai yang berwarna biru (Upala).

Untuk membentangkan busur yang dipakai oleh Pangeran saja mereka tidak mampu karena busur itu besar dan berat. dan dijaga siang dan malam oleh orang-orang kepercayaan Raja. Selanjutnya Raja memerintahkan untuk membuat tembok tinggi mengelilingi istana dan kebun dengan pintu-pintu yang kokoh kuat. mereka berdua pergi ke Dewan Para Bijaksana dan mohon agar Dewan membe rikan keputusan yang adil dalam persoalan tersebut. Pange ran tidak ada tandingannya.Pangeran. Sekarang tinggal menjaga supaya Pangeran jangan melihat empat peristiwa tentang kehidupan. perkenankanlah aku berjalan-jalan ke luar istana untuk melihat tata cara kehidupan penduduk yan . Pada suatu hari Pangeran mengunjungi ayahnya dan berkata. menjinakkan kuda liar. Setelah Pangeran Siddhatta menikah dengan Putri Yasodhara. orang sakit. bahkan juga pangeran-pangeran dari negara lain. Dalam sayembara itu." Masa Remaja Sewaktu Pangeran meningkat usianya menjadi 16 tahun. satu istana untuk musim panas (Suramma) dan satu istana untuk musim hujan ( Subha). satu istana untuk musim dingin (Ram ma). Dewan lalu memb erikan keputusan sebagai berikut : " Hidup itu adalah milik dari orang yang mencoba menyelamatkannya. maka secara sah. Melihat Empat Peristiwa Pangeran tidak bahagia dengan cara hidup yang dianggap seperti orang tawanan dan terpisah sama sekali dari dunia luar. Ratu Amita (adik Raja Suddhodana). dimana Pangeran akan memilih s eorang gadis untuk dijadikan istrinya. menggunakan pedang. Raja memerintahkan untuk me mbuat tiga buah istana yang besar dan indah. Karena itu Raja memerintahkan pengawal-pengawalnya agar Pangeran dijaga jangan s ampai melihat empat hal tersebut. maka bagaimana ia kelak dapat memelihara dan melindungi istrinya. Mereka mengatakan bahwa Pangeran tidak paham kesenian dan il mu peperangan. Namun para orang tua tersebut ternyata ti dak mengacuhkannya. dimana berbagai ilmu peperangan dipertandin gkan. Dalam sebuah pesta besar yang kemudian diselenggarakan dan dihadiri oleh tidak k urang dari empat puluh ribu orang gadis cantik. dan pertapa suci. Kemudian Raja mengirim undangan kepada para orang tua yang mempunyai ana k gadis untuk mengirimkan anak gadisnya ke pesta. Dengan mendapat sambutan yang meriah sekali dari para hadirin. Khusus dalam hal memanah. Dengan demikian Pangeran Siddhatta dan Putri Yasodhara memadu cinta di tiga ista nanya yang mewah sekali dan selalu dikelilingi oleh penari-penari dan dayang-day ang yang cantik-cantik Raja merasa puas dengan apa yang telah dikerjakannya dan berharap bahwa Pangeran kelak dapat menggantikannya sebagai Raja negara Sakya. Apabila ada dayangnya yang sakit maka dayang i tu akan segera disingkirkan. Pangeran bertanding melawan pangeran-pangeran lain ya ng datang dari segenap penjuru negara Sakya. Setelah mendengarkan keteran gan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dari kedua belah pihak. Pangeran dinyatak an sebagai pemenang mutlak dari sayembara tersebut. dan memanah ternyata dimenangkan oleh Pangeran. Semua dayang dan pengawalnya adalah orang-orang mud a belia. Hidup tidak m ungkin menjadi milik dari orang yang mencoba menghancurkannya. belibis harus menjadi mili k dari orang yang ingin menyelamatkan jiwanya yaitu Pangeran Siddhatta. yaitu orang tua. Karena itu menuru t norma-norma keadilan yang berlaku. Raja berharap Pangeran akan lebih diikat kepada hal-hal d uniawi. "Ayah. orang mati. Dengan pernikahan ini. sehingga untuk membaw anya ke tempat pertandingan harus digotong oleh empat orang. Semua pertandingan seperti naik kuda. Ketika hal ini diberitahukan kepada Pangeran. pilihan Pangeran jatuh kepada se orang gadis bernama Yasodhara yang ada ikatan keluarga dengan Pangeran karena ia adalah anak pamannya yang bernama Raja Suppabuddha dari negara Devadaha dan bib inya. maka Pangeran mohon kepada Raja ag ar segera mengadakan satu sayembara. maka kekhawatiran Raj a Suddhodana agak berkurang sebab Raja selalu ingat dengan ramalan dari pertapa Asita bahwa Pangeran kelak akan menjadi Buddha.

Pangeran kembali memohon kepada Raja agar diperkenankan lagi melihat-lihat kota Kapilavatthu. Giginya sudah ompong. maka Raja memanggil Pangeran untuk menghadap. Apakah artinya semua ini?" Channa menerangkan kepada Pangeran bahwa semua itulah keadaan seorang tua. matanya sudah hampir buta." Setelah pesta usai dan Pangeran masuk ke kamar tidur. pikiran itu masih tetap sa ja mengganggunya. Tidak ada penduduk berkumpul untuk m . rambutnya putih. maka Raja menjadi sedih sekali dan ia merasa khawatir bahwa hal ini dapat menyebabkan Pangeran meninggalkan istana .g kelak akan kuperintah. kulitnya keriput. maka Raja memberikan izin. tidak ada gunanya melarang sebab hal itu tentu akan membuat Pangeran sangat sedih. Sebaiknya Tuanku lupakan saja orang tua tersebut. Di tempat tidur. Karena itu. "Pada suatu hari engkau semua akan menjadi tua. Pangeran pergi bersama-sama Channa dan berpakaian seperti a nak keluarga bangsawan karena ia tidak ingin dikenal sewaktu sedang berjalan-jal an. meskipun ia kaya. orang itu seperti ki ta dan karena sekarang ia sudah tua sekali maka keadaannya telah berubah seperti yang Tuanku lihat. Mengapa sebagai seorang Pangeran dan juga orang-orang lain pada suatu hari harus menjadi tua. engkau bo leh keluar dari istana untuk melihat bagaimana penduduk hidup di kota. tetap i bukan keadaannya sewaktu dilahirkan. Setelah persoalan ini dilaporkan kepada Raja. Channa? Itu tidak mungkin seorang manusia. Pangeran terkesan sekali karena hal seperti ini baru pert ama kali dilihatnya. badannya kurus kering dan dengan su sah payah serta terbungkuk-bungkuk ditopang oleh sebuah tongkat berjalan tanpa m enghiraukan orang-orang di sekelilingnya yang sedang bergembira. Pangeran memerintahkan untuk s egera kembali ke istana karena pemandangan orang tua yang baru saja ia lihat tel ah membuatnya sedih sekali. Raja memerintahkan kepada dayang-dayangnya untuk lebih sering meng adakan pesta-pesta makan dan tari-tarian. Mengapa ia bungkuk sekal i? Mengapa ia gemetar sewaktu berjalan? Mengapa rambutnya putih dan bukan hitam seperti rambutku? Apa yang salah dengan matanya? Dan giginya dikemanakan? Apakah ada orang yang terlahir seperti itu? Coba katakan. anakku. Pada kesempatan ini. Ia sedang sibuk merenung dan dalam hati berkata kepad a mereka yang hadir." Sewaktu Pangeran sedang berjalan-jalan di kota. Ia ingin tahu apakah ada orang yang telah menemukan cara untuk menghentikan hal yang menyeramkan itu." Tetapi Pangeran tidak puas dengan jawaban Channa. yaitu usia tua . "Anakku. dan tidak kelihatan gembira sewaktu berlangsungnya pe sta makan dan tari-tarian. tanpa ada y ang terkecuali dan begitu pula engkau yang tercantik. lemah dan sedih. terpandang atau berkuasa? Malam itu diselenggarakan sebuah pesta besar untuk menghibur Pangeran. pakaiannya compang-cam ping dan kotor sekali. ia masih merenung bahwa suatu hari semua oran g akan menjadi tua. Dengan berat hati Raja memberikan izinnya. sekarang engkau boleh pergi melihat -lihat kota sepuas hatimu. "Sewaktu masih muda. Melihat orang tua itu. tetapi sekarang tanpa terlebih dahulu mem beritahukannya kepada para penduduk. dan ia ingin merenungkan persoalan ini dengan lebih mendalam. ia pasti akan mati hari itu juga karena ia lapar sekali dan sudah be berapa hari tidak makan. Dengan suara le mah dan perlahan sekali ia meminta-minta makanan dan mengatakan kalau tidak dibe ri makanan." Karena permohonan ini wajar. Hari itu pemandangan kota berlainan sekali. Tetapi se belumnya aku harus membuat persiapan sehingga segala sesuatunya baik dan patut u ntuk menerima kedatangan anakku yang baik. dan tidak ada seorangpun yang dapat men cegahnya." Setelah rakyat selesai menghias kota seperti diperintahkan oleh Raja. dengan tiba-tiba seorang tua kel uar dari sebuah gubuk kecil. karena Beliau tahu. Setiap ora ng kalau sudah terlalu lama hidup di dunia akan menjadi seperti orang itu. Hal i tu tidak dapat dielakkan. "Apakah itu. Tetapi Pa ngeran acuh tak acuh saja. "Baik. kul it mukanya kering dan keriput. ompong dan buruk seperti tukang minta-minta yang baru saja ia lihat. oh Channa yang baik. Rambut orang itu panjang dan sudah putih semua. Berselang beberapa hari.

tunggul-tunggul. Seorang tukang celup pakaian sedang mencelup pakaian dalam beraneka ragam warna yang bagus-bagus dan kemudian menjemurnya. Di muka dan badannya terdapat bercak-bercak ber warna ungu. mengangkatnya. Tuanku. berjalan-jalan di kota Kapilavatthu. apakah itu? Mengapa orang itu berbaring di sana dan membiarkan orang la in membakar dirinya?" "Dia tidak tahu apa-apa lagi. "Channa. bunga-bunga. "Mengapakah engkau." "Channa. Oleh karena it ulah ia merintih-rintih dan tidak lagi dapat bicara. Pangeran kembali mohon kepada Raja agar diperkenankan k embali melihat-lihat kota Kapilavatthu. jangan sentuh orang itu lama-lama. "Channa. sehinggan tidak dapat mengucapkan sepatah kata . Tidak ada seora ngpun yang dapat mencegahnya. Seorang pa ndai emas sedang membuat kalung. Di atas usungan itu berbaring seorang yang sudah kurus sekali dalam keadaan tida k bergerak." Pangeran heran dan kaget sekali. semua makhluk hidup pada suatu waktu harus mati. da n perak. Orang itu sudah mati. lalu menjualnya kepada langganannya yang kemudian memakannya selagi masih panas. gelang. mengapakah orang ini? Apakah yang salah dengan nafasnya? Me ngapa ia tidak bicara?" "Oh. Orang itu sakit dan darahnya ber acun." "Tetapi adakah lagi orang lain seperti dia?" "Ada. bahagia dan senang dengan pekerjaannya. Ia diserang demam pes dan seluruh badannya terasa terbakar. tidak ada bendera-bendera. semua orang dalam dunia dapat terserang penyakit." Mendengar ini. masih banyakkah hal-hal buruk seperti ini selain sakit pes?" "Memang. dan cincin dari intan. Tetapi Pangeran juga melihat seorang yang sedang merintih-rintih dan bergulingan di tanah dengan ked ua tangannya memegangi perutnya." "Mati! Channa. Tukang kue sedang sibuk memanggang ro ti dan kue. Untuk kedua kalinya dalam hidupnya. Ia menangis tersedu-sedu. dan itu dapat terjadi setiap saat. Tuanku. Pangeran memperhatikan orang-orang kecil ini yang sederhana dan semua orang keli hatan sibuk sekali. Kemudian rombongan membawa usungan itu ke tepi sebuah sungai dan mel etakkannya di atas tumpukan kayu yang kemudian dinyalakan api. meletakkan kepalanya di pangkuann ya dan dengan suara menghibur menanyakan.Tuanku." "Apakah tidak ada orang yang dapat menolongnya? Apakah semua orang dapat diseran g penyakit? Apakah penyakit datang secara mendadak?" "Betul. matanya berputar-putar dan nafasnya megap-megap. Tuanku. ada ratusan penyakit yang sama hebatnya seperti sakit pes. Pangeran yang dikenal sebagai orang yang penuh kasih sayang. apakah ini yang dinamakan mati? Dan apakah semua orang pada suatu waktu akan mati?" "Betul. Pangeran melihat sesuatu yang membuat Beliau sangat sedih. Raja menyetujuinya karena beranggapan tidak ada gunanya lagi sekarang untuk mela rang. Tidak ada oran g yang dapat mencegahnya.engelu-elukannya. dan p enduduk yang berpakaian rapi. Tuanku. dan Tuanku mungkin orangnya kalau Tuanku memegangnya seperti itu. Mohon de ngan sangat agar Tuanku meletakkannya kembali di tanah dan jangan menyentuhnya l agi sebab pes itu sangat menular. Raja merasa sedih karena melihat Pangeran pada waktu akhir-akhir ini seperti kurang gembira sehubungan dengan kejadian-kejadian yang telah diliha tnya. deng an cepat menghampiri orang itu. emas. Pada kesempatan ini Pangeran yang berpakaian sebagai anak seorang bangsawan deng an diiringi Channa. Orang tersebut tetap diam saja dan tidak bergerak meskipun api telah membakarnya dari semua sudut. katakanlah. Nanti Tuanku juga akan sakit. Berselang beberapa hari. kerabu. Seorang pandai besi dengan badan penuh keringat sedang membuat pisau. engaku mengapakah? " Orang sakit itu sudah tidak dapat menjawab. Pangeran menjadi semakin sedih dan kembali ke istana untuk merenu ngkan hal ini. Tetapi hari itu Pangeran melihat penduduk yang sed ang sibuk bekerja. Tidak lama kemudian mer eka berpapasan dengan serombongan orang yang sedang menangis mengikuti sebuah us ungan dipikul oleh empat orang.

Sekarang maafkan. Pangeran bertemu dengan Kisa Gotami yang kare na kagumnya mengucapkan kata-kata sebagai berikut : "Nibbuta nuna sa mata. Selain dari itu. Aku harus mencarinya dan menolong dunia i ni. sakit. Tenanglah ayahnya. aku tidak menginginka n hal-hal dan barang-barang duniawi. di manakah obat itu harus dicari?" "Pangeran yang mulia." Pangeran terkejut karena ternyata pertapa ini mempunyai pikiran dan cita-cita ya ng sama dengan dirinya. belum ada orang yang tahu bagaimana cara untuk menghentikannya. aku harus meneruskan perjalanan. dan di kamarnya ia merenungkan persoalan ini sepanjang hari. Yang mempunyai suami seperti Anda. Pangeran mengangkat kepalanya menghadap langit yang tinggi dan kemudian berkata. "Oh. aku mencarinya dalam ketenangan dan kesunyian hutan-hutan yang lebat. Pangeran bukannya bergembira tetapi mukanya justru menjad i pucat. padam semua nafsu-nafsu". Pertapa suci." Kemudian pertapa itu berlalu dan terus menghilang. Tenanglah istrinya. Nibbuta nuna sa nari." Karena ucapan ini maka bayi yang baru lahir kemudian diberi nama "Rahula"." Yang berarti : "Tenanglah ibunya." Sewaktu Pangeran mengunjungi Kapilavatthu untuk keempat kalinya. Mendengar berita ini. Aku menjauh kan diri dari keduniawian. Tiba-tiba Pange ran melihat seorang pertapa berjubah kuning dengan membawa mangkuk di tangan men ghampirinya. Pangeran berpikir bahwa sangat mengerikan keadaan yang disebut 'mati' itu y ang harus dialami oleh setiap orang. bandhanam jatam. Konon diceritakan bahwa perta pa itu adalah seorang dewa yang ingin membantu Pangeran Siddhatta. Penerangan dan kebahagiaan sedang menunggu." Yang berarti : "Satu jerat telah terlahir.pun. Pangeran berhenti dan duduk beristirahat di bawah pohon jambu. . aku ini seorang pertapa. "Pangeran yang mulia. datanglah dayang-dayang yang khusus mencari Pangeran untuk memberitahukan bahwa Putri Yasodhara telah melahirkan bayi laki-laki yang sehat. Yassa yam idiso pati. Apakah benar tidak ada jalan untuk menghentikannya? Pangeran pulang. satu ikatan telah terlahir. Nibbuta nuna so pita. meninggalkan sanak keluarga untuk mencari obat agar o rang tidak menjadi tua. Pangeran merasa gembira sekali dan berkata di dalam hati. "Semua orang di dunia ini pada suatu waktu harus mati. sehingga Beliau menghadiahkan Kisa Gotami sebuah kalung emas yang sedang dipakainya. meskipun ia seorang Raja atau anak dari seo rang Raja. jauh dari gangguan dan keramaian dunia. di sebuah taman . "Aku juga harus menjad i pertapa seperti itu!" Tidak lama kemudian. Pangeran memberi salam kepada pertapa tersebut dan menanyakan kegunaan mangkuk y ang sedang dipegangnya. Dalam perjalanan pulang ke istana. dan mati. Mangkuk ini aku bawa untuk mengharapkan makanan dari mereka yang berbelas kasih. "Rahulajato. Pertapa itu menjawab." Pangeran terkejut dan tergetar hatinya mendengar perkataan "Nibbuta" yang berart i: "tenang.

akan kembali ke Kapilavatthu untuk mempersembahkan obat yang telah kutemukan ke hadapan Ayah. anakku. sakit. aku lebih baik turun tahta daripada tidak meluluskan permin taanmu. kuda kesa yangannya. Pangeran kemudian pergi ke kamar Yasodhara untuk melihat istri dan an aknya sebelum pergi untuk bertapa. 2. Selanjutnya Pangeran masuk ke ruangan tempat para penari sedang menari diiringi musik yang merdu. Hal ini menimbulkan amarah Raja. ada yang terlentang. Anugerah supaya mereka yang pernah hadir pada pesta kelahiranku dapat mema damkan semua nafsu keinginannya. ada yang tengkurap. Tunggu saja dan tangguhkan kepergianmu sampai aku sudah mangkat." "Ayah. Peman dangan ini membuat Pangeran jijik dan muak sekali. Anugerah supaya aku dapat mengakhiri kelahiran." "Tentu saja. Izin tidak diberikan seperti dapat kita ikuti dalam percakapan di bawah ini (dik utip dari buku Mahavastu II. sehingga Beliau mengambil kep utusan untuk meninggalkan istana pada malam itu juga. Aku berjanji bila su dah berhasil. mohon Ayah memberikan kepadaku: 1. ada yang mengigau. Raja Suddhodana menjadi kaget dan kecewa. "Ayah. Anugerah supaya tidak mati. usiaku sekarang sudah lanjut. Pangeran m elihat gadis-gadis penari tergeletak tidur simpang siur di lantai dalam sikap ya ng beraneka ragam. 3. Tangannya menutupi muka Sang bayi. 6. ada yang air liurnya meleleh keluar. Pangeran terbangun dan memandang ke sekelilingnya. Anugerah supaya Ayah tetap bersamaku. Raja men jawab bahwa hal-hal di atas itu berada di luar kemampuannya dan masih mencoba un tuk membujuknya dengan mengatakan. Pa ngeran merasa seperti di pekuburan dengan mayat-mayat yang bergelimpangan. 5." Mendengar pernyataan di atas. "Anakku. Tetapi Pangeran kelihatan tidak gembira.BAB II PELEPASAN AGUNG Pangeran Siddhattha Meninggalkan Istana Untuk menyambut kelahiran cucunya. relakan kepergianku justru sewaktu Ayah masih hidup. ada yang menggulung tubuhnya sambil kepalanya terantuk-antuk di dadanya. Pangeran memanggil Channa dan memerintahkan untuk menyiapkan Kanthaka. usia tua. Pada tengah malam. 4. sehingga muka bayi tidak dapat terlihat . Anugerah supaya tidak sakit. Istrinya sedang tidur nyenyak dan memeluk bay inya. tidak lama kemudian Pangeran tertidur." Raja tetap tidak memberikan izinnya dan Pangeran tetap bersikeras untuk terus me laksanakan cita-citanya. kalau tidak diberi izin saya mohon Ayah berkenan memberikan kepadaku dela pan macam anugerah. Anugerah supaya kerajaan ini tidak berubah dan tetap seperti sekarang. 7. halaman 141/2). dan lain-lain. Pangeran kemudian memasuki kamar Yasodhara dan memandangi anaknya dengan gembira dan terharu karena tidak lama lagi Beliau akan meninggalkannya berhubung tekadn ya yang sudah bulat untuk mencari obat agar orang tidak menjadi tua. dan mat i. Anugerah supaya semua wanita yang ada di istana bersama sama dengan keraba t lain tetap hidup." "Kalau begitu. Raja menyelenggarakan satu pesta yang besar d an meriah. Anugerah supaya tidak menjadi tua. dan mati. ada yang mulutnya me nganga lebar. Para pena ri menghentikan tariannya dan mereka pun ikut tidur di ruangan yang sama sambil menunggui Pangeran. 8. Pangeran dengan hati-hati me ndekati Raja dan mohon izin untuk mencari obat terhadap usia tua. Pangeran merebahkan diri di atas bantal yang dibuat dari benan g-benang emas dan karena letih. dan mati. sakit.

"Oh. Perjalanan diteruskan melintasi perbatasan negara Sakya. Pangeran berhenti sejenak dan memutar kudanya untuk melihat kota Kapilavatthu untuk terakhir kali (di tempat itu kemudian didirikan sebuah cetiya yang dinamakan Kanthakanivattana-cetiya). Koliya. ikutlah pulang dengan Channa dan jangan menunggu aku lagi. dan mati. Kembalinya Channa bersama Kanthaka (tanpa Pangeran) ke Kapilavatthu disambut ole h Raja dan seluruh penghuni istana dengan ratapan dan tangisan. kain bawah. pisau. Pangeran turun dari ku da. Seolah-olah sudah diatur t erlebih dulu oleh para dewa. Selanjutnya Channa memberitahukan bahwa Pangeran sekarang berada di tepi Sungai Anoma di negara Malla. Pangeran tidak menggubris bujukan Dewa Mara." "Jangan Channa. tetapi nanti setelah aku memperole h apa yang kucari. yaitu: jubah luar. Pangeran hanya berkata dalam hati. aku kembali ke istana untuk memberikannya kepada Ayah. melepas semua perhiasannya dan memberikannya kepada Channa. dan kepada semua orang yang ada di dunia ini. menyampaikan salam perpisahan Pangeran kepada Ibunya dan Yasodhara beserta sege nap keluarga lainnya. "Tidak. jarum. Pangeran memerintahkan Channa untuk kembali ke istana. bawa pakaian dan perhiasan ini kembali. tetapi Raja tahu bahwa kepergi . "Ayolah. ikat pinggang." Setelah itu Pangeran meninggalkan istana dengan menunggang Kanthaka yang berbulu putih diikuti oleh Channa yang memegang buntut kuda. aku akan datang kembali dan dengan puas dapat melihat wajah a nak dan istriku. Tetapi Kan thaka tidak mau diajak pergi. yang membuat Dewa Mara menjadi marah dan mengancam akan terus membuntutinya. "Tidak ada gunanya hamba diam terus di istana tanpa Tuanku. Channa menyerahkan perhiasan. Setelah sampai di luar kota. Brahma Chatikara mempersembahkan keperluan seorang bhikkhu kepada P angeran yang terdiri dari delapan jenis barang. Ibu . Selanjutnya. Perkenankanlah hamba ikut Tuanku berkelana. Pangeran mendekati Kanthaka. mangkuk makanan. dan Yasodhara untuk jangan terlalu bersusah hati. Para pengawalnya semua sedang tidur nyenyak dan Channa dengan mudah dapat membuk a pintu agar Pangeran dapat keluar dari istana dan keluar kota. kuda itu berhen ti dan menengok lagi ke belakang agar dapat melihat wajah Pangeran untuk terakhi r kali. jubah dalam. Kuda itu nampaknya sedih sekali dan matanya basah dengan air mata. Saat itu terang bulan d i bulan Asalha dan Pangeran berusia 29 tahun. dan Malla. Rahula. Yasodhara. Pangeran akan menja di Raja negara Sakya. Yasodhara memelu k leher Kanthaka dan bertanya. berikan kepada Ayahku da n sampaikan pesanku untuk Ayah. dan saringan air. Rambut yang tersisa sepanjang dua anguli (± dua inci) semasa hidupnya tetap sepanjang itu dan tidak tumbuh-tumbuh lagi. Kanthaka. Pangeran semula ingin menggeser sedikit tangan istrinya tetapi hal itu diurungka n karena takut kalau hal ini menyebabkan Yasodhara terbangun dan rencananya untu k meninggalkan istana bisa gagal. bia rlah hari ini aku tidak melihat wajah anakku." Channa memberi hormat kepada Pangeran dan bersiap-siap untuk kembali. mengusap-usap dan men epuk-nepuk lehernya dengan penuh kasih sayang sambil berkata. Ketika itu Pangeran dicegat oleh Dewa Mara yang jahat dan membujuknya untuk kemb ali ke istana dan ia berjanji bahwa dalam waktu satu minggu. memotong rambut di kepalanya dengan pedang dan melemparkannya ke udara (yang disambut oleh Dewa Sakka dan membawanya ke surga Tavatimsa untuk dipuja di Culam ani-cetiya). Pangeran Siddhattha tidak mendapat kesukaran sewakt u hendak keluar dari pintu gerbang istana dan waktu hendak keluar dari pintu tem bok kota. Aku akan mencari obat untuk menghentikan usia tua. kemu dian dengan satu kali loncatan menyeberangi Sungai Anoma. Sete lah menukar pakaiannya dengan jubah bhikkhu. Segera setel ah aku memperolehnya. kesalahan apakah yang telah kuperb uat terhadapmu dan Channa. sehingga engkau berdua membawa pergi Tuanku Pangeran sewaktu aku sedang tidur nyenyak?" Hal ini membuat Kanthaka sedih dan patah hati . Meskipun menyesali kepergian Pangeran Siddhattha. Ibu.. mencukur kumisny a." Kanthaka ikut dengan Channa tetapi belum seberapa jauh berjalan. Kanthaka. sakit. pedang serta pakaian Pangeran kepada Baginda Raja.

Karena dalam waktu singkat Pertapa Gotama sudah memahami semua pel ajaran Uddaka-Ramaputta. Karena merasa bahwa dengan pengetahuan ini masih belum terjawab tentang sebab-mu sabab dari kelahiran dan bagaimana mengakhiri usia tua. Aku sangat cinta kepada orang tuaku." "Kalau tawaranku tidak diterima. aku berjanji. "Mengapa Anda melakukan hal ini? Apakah Anda berselisih paham dengan ayah Anda? Tinggal saja denganku di sini dan aku akan menghadiahkan Anda setengah dari kera jaanku. maka gurunya minta agar ia terus berdiam di tempat ters ebut untuk bersama-sama membina murid-muridnya yang banyak sekali. pertapa Siddhattha meneruskan perjalanannya dan tiba di dekat tem pat pertapaan Alara Kalama. apa boleh buat. Kedatangan Pangeran di Ra jagaha ternyata mendapat perhatian dari seorang pembantu Raja Bimbisara yang ter us mengikutinya sampai di Pandavapabbata. sakit dan mati. Demikian hebat sakit yang dideritanya sehin gga dapat diumpamakan sebagai orang kuat yang gagah perkasa memegang seorang yan g lemah di kepala atau lehernya dan menekan dengan sekuat tenaga. Aku hendak mencari obat untuk menghent ikan usia tua. Karena masih saja belum berhasi l. Tetapi Pertapa Gotama masih belum puas sebab ia masih belum mendapat jawaban ten tang bagaimana mengakhiri usia tua. Pangeran pada suatu pagi berjalan ke arah Rajagaha unt uk mulai dengan meminta-minta makanan kepada penduduk. Tetapi harap Anda berjanji untuk terlebih dulu mengunjungi Rajagaha apabila kelak berhasil menemukan obat tersebut. Dengan sakit yang demikian hebat yang diderita tubuhnya ia berusaha agar batinny a jangan melekat. Pertapa Gotama kemudian berguru kepada Uddaka-Ramaputta. Mulai hari itu Raja selalu mengikuti keadaan Pangeran dengan menyuruh orang menyelidiki dan melapor kan kepada Raja segala sesuatu yang dikerjakan Pangeran dan dimana Beliau berada . Mahanama. Di tempat ini Pertapa Gotama diajar cara-cara bermeditasi dan pengertian tentang Hukum Kamma dan Tumimbal lahir. Setelah berusaha beberapa lama dan melihat bahwa usaha ini tidak membawanya ke P . Vappa. dan mati. tempat Pangeran beristirahat untuk mak an dari hasil perjalanan kelilingnya." "Baiklah. Anda sendiri dan kepada semua orang. Dari Uddaka-Ramaputta. maka Per tapa Gotama melanjutkan perjalanannya untuk mencari orang yang dapat mengajar te ntang hal tersebut. Raja Bimbisara dilaporkan tentang kedatang an seorang pertapa yang paras mukanya kelihatan agung dan sekarang sedang berist irahat di Pandavapabbata. Pangeran pergi ke kebun mangga di Anupiya. dan mati. Baginda. Mereka melatih d iri dengan menjemur diri di terik matahari pada siang hari dan pada waktu tengah malam berendam di sungai untuk waktu yang lama. tenang dan teguh serta ulet dalam usahanya. sakit. Baginda. ana kku. Setelah tujuh hari berdiam di Anupiya. Karena itulah aku menjadi seorang pertapa. selalu waspada. sakit. yah. Pertapa Gotama mendapat pelajaran tentang cara bermeditas i yang paling tinggi sehingga mencapai keadaan "Bukan-Pencerapan Pun Bukan Bukan -Pencerapan". yang pada zaman itu ter kenal sebagai seorang pertapa yang paling pandai. Pertapa Gotama kemudian pergi ke Senanigama di Uruvela dan di tempat inilah Pert apa Gotama bersama-sama dengan 5 orang pertapa lain (Bhaddiya. istriku." Dari Rajagaha. Bertapa di Hutan Uruvela Dari tepi Sungai Anoma. maka Pertapa Gotama lalu melakukan latihan yang lebih berat lagi." "Terima kasih banyak. Di tempat ini pertapa Siddhattha (juga disebut Perta pa Gotama) berguru kepada Alara Kalama dan dalam waktu singkat sudah dapat menya mai kepandaian gurunya. Raja Bimbisara datang menemui pertapa Siddhattha dan kemudian menanyakan nama. Assaji.annya itu sesuai dengan ramalan pertapa Asita dan Kondañña dan mengharap-harap cemas bila kiranya Pangeran akan berhasil menjadi seorang Buddha. dan Kondañña) berlatih dalam berbagai cara penyiksaan diri. n ama orang tuanya dan mengapa ia menjadi seorang pertapa. Ia merapatkan giginya dan menekan kuat-kuat langit-langit mulutnya sehingga keri ngat mengucur keluar dari ketiaknya.

Kalau berdiri tidak bisa diam karena kakiny a gemetaran. "Aku ingin membuat api.enerangan Agung. Selanjutnya ia berpuasa dan tidak makan apa-apa sampai berhari-hari atau mengura ngi makannya sedikit demi sedikit sampai makan hanya beberapa butir nasi satu ha ri. Kala perutnya d itekan maka tulang punggungnya dapat dipegang dan kalau punggungnya ditekan maka perutnya dapat dipegang. Ia kemudian sedikit dem i sediki menahan nafasnya sampai nafasnya tidak lagi keluar melalu hidung atau m ulut. Ia merupakan tengkorak hidup dengan tulang-tulang dila pisi kulit dan dagingnya sudah tidak ada lagi. Pertapa Gotama terjatuh dan pingsan di tepi sungai. tenang dan teguh serta ulet dalam usahanya. Pertama: Kalau sekiranya sepotong kayu diletakkan di dalam air dan seorang membawa sepoto ng kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan menggosok-gosoknya) dan ia pikir. selalu waspada. Dengan sakit yang demikian hebat yang diderita tubuhnya. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang tidak terikat lagi kepada kesenangan nafsu-nafsu indria dan batinnya juga tidak terikat lagi." Orang ini tidak mungkin dapat membuat api dari kayu yang basah itu dan ia hanya akan memperoleh keletihan dan kesedihan. Sehabis mandi di sungai dan ingin kembali ke gubu knya. maka pertapa dan Brahma na itu berada dalam keadaan yang baik sekali untuk memperoleh Penerangan Agung. "Aku ingin membuat api. Setelah merenungkan tiga perumpamaan tersebut maka Pertapa Gotama mengambil kepu tusan untuk berhenti berpuasa. aku ingin mendapatkan hawa panas. "Aku ingin membuat api. Kedua: Kalau sekiranya sepotong kayu basah diletakkan di tanah yang kering dan seorang membawa sepotong kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan menggo sok-gosoknya) dan ia pikir. tetapi dengan mengeluarkan suara mendesis yang mengerikan keluar melalui l ubang telinga. Dengan cepat ia memberikan pertapa itu air susu kambing sehingga de ngan perlahan-lahan tenaga Pertapa Gotama pulih kembali dan ia dapat melanjutkan perjalanannya ke gubuk tempat ia bertapa. ia kemudian melihat bahwa cara ini tidak memba wanya ke Penerangan Agung. Untung pada waktu itu lewat seorang anak penggemb ala kambing bernama Nanda yang melihatnya sedang tergeletak kehabisan tenaga di tepi sungai. Waktu siuman ia sudah tidak kuat lagi untuk berdiri. Ketiga: Kalau sekiranya sepotong kayu kering diletakkan di tanah yang kering dan seorang membawa sepotong kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan mengg osok-gosoknya) dan ia pikir. Setelah berusaha beberapa lama dan melihat bahwa usaha ini tidak membawanya ke P enerangan Agung. kesehatannya memburuk dan badannya kurus sekali. Warna kulitnya beruba menjadi hit am dan rambutnya banyak yang rontok." Orang ini pasti dapat membuat api dari kayu kering itu. Kemudian timbul sakit yang hebat di kepala dan di perut disusul d engan panas yang menjalar ke seluruh tubuh. ia berhenti dan mencoba cara yang lain. ia berhenti dan mencoba cara yang lain. ia berusaha agar batinn ya jangan melekat. Seperti cara-cara yang terdahulu. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang tidak terikat lagi kepada kesenangan nafsu-nafsu indria tetapi batinnya masih ingin menikmatinya pasti juga tidak aka n berhasil." Orang ini tidak mungkin dapat membuat api dari kayu yang basah itu dan ia hanya akan memperoleh keletihan dan kesedihan. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang masih terikat kepada kesenangan nafsu -nafsu indria dan batinnya masih ingin menikmatinya pasti tak akan berhasil. Secara tiba-tiba timbul dalam batinnya tiga buah peru mpamaan yang sebelumnya tak pernah terpikir. Tentu saja. aku ingin mendapatkan hawa p anas. Sejak hari itu Pertapa Gotama diberi makan air tajin untuk mengembalikan kekuatan dan kesehatannya dan tidak lama kem . aku ingin mendapatkan hawa panas.

menyambut suamiku yang pulang dari pek erjaan. "Dengan maksud apakah engkau membawa makanan ini?" "Tuanku yang terpuja. apaka h engkau sekarang bahagia dan apakah kehidupan yang disertai cinta saja sudah me muaskan?" "Tuanku yang terpuja. Karena itu dengan persembahanmu ini. S ujata ingin membayar kaul kepada dewa pohon karena permohonannya supaya diberi s eorang anak laki-laki terkabul. Dalam hatinya ia berkata. Dengan hati-hati makanan ditempatk an ke dalam mangkuk dan dengan hormat dipersembahkan kepada Pertapa Gotama yang dikira Sujata adalah dewa pohon. Orang yang memainkannyalah yang harus pandai menimbang dan mengira. Namun lima orang kawannya yang bersama-sama bertapa merasa kecewa sekali karena dengan berhenti berpuasa. Alangkah beruntungnya bahwa dewa pohon berkenan untuk menerima sendiri pe rsembahan Nyonya. "Oh.udian Pertapa Gotama sudah dapat makan juga makanan lain." Mendengar nyanyian itu." Di dekat tempat itu tinggal pula seorang wanita muda kaya raya bernama Sujata. sehingga hampir-hampir saja putus. Aku ya kin dalam waktu dekat ini aku akan berhasil memperoleh sinar terang tersebut. Ia agak terkejut waktu pelayannya dengan tergesa-gesa kembali dan memberitahukan . karena aku tidak menuntut banyak. memberi persembahan kepada para dewata. Pertapa Gotama dianggap telah gagal dalam pertapaannya dan tidak mungkin akan memperoleh Penerangan Agung. coba katakan. Sujata merasa kagum melihat dewa pohon dengan wa jah yang agung sedang bermeditasi. Kalau di tarik terlalu kendur ia tak dapat mengeluarkan suara. Pertapa Gotama menyambut persembahan ini. talinya putus. Setelah habis makan terjadilah percaka pan antara Pertapa Gotama dengan Sujata seperti di bawah ini. maka hatiku dengan mudah mendapat kepuasan. Da lam hal ini persembahan makananmu telah banyak membantu karena sekarang badanku menjadi kuat dan segar kembali. berangkatlah Sujata ke hutan. tetapi seorang putra raja yang telah enam tahun menjadi pertapa untuk mencari sinar terang yang dapat dip akai untuk memberi penerangan kepada manusia yang berada dalam kegelapan. Sedikit tetesan air hujan sudah cukup untuk memenuhi mangkuk bunga lily. Karena bodoh aku telah menarik demikian keras tali kehidupan. Ia tidak tahu bahwa orang yang dikira sebagai dewa pohon sebenarnya adalah Pertapa Gotama. Setiap hari dengan senang hati aku mengurus pekerjaan rumah tangga. meskipun belum cukup untuk membuat tanah menjadi basah. Aku sudah m erasa bahagia dapat memandang wajah suamiku yang sabar atau melihat senyum bayi ini. dewa pohon itu sendiri telah datang dari khayangan untuk menerima langsung persembahan Nyonya." Sujata gembira sekali mendengar berita tersebut. Pada suatu hari serombongan penari ronggeng lewat dekat gubuk Pertapa Gotama. Setelah makanan selesai dimasak . Suaranya tidak boleh terla lu rendah atau keras. Hari itu Sujata mengirim pelayannya ke hutan unt uk membersihkan tempat di bawah pohon dimana ia ingin mempersembahkan makanan ya ng lezat-lezat kepada dewa pohon." Kemudian Pertapa Gotama menyingkap kain yang menutup kepala bayi dan meletakkan tangannya di dahinya sambil memberi berkah: "Semoga berkah dan keberuntungan selalu menjadi milikmu. apalagi sekarang dengan dilahirkannya seorang anak laki-laki yang menuru . Beliau sekarang sedang duduk bermeditasi di bawah pohon. Mereka meninggalkannya dan pergi ke Taman Rusa di Benares. lagunya hilang. "Sungguh aneh keadaan di dunia ini bahwa seorang Bodhisatta (calon Buddha) harus menerima pelajaran dari seorang penari ronggeng. Memang seharu snya aku tidak boleh menarik tali itu terlalu keras atau terlalu kendur. sehingga dengan demiki an kesehatannya pulih kembali. Aku bukanlah dewa pohon. Nyonya. Sa mbil berjalan mereka bergurau dan bergembira dan seorang diantaranya menyanyi de ngan syair sebagai berikut: "Kalau tali gitar ditarik terlalu keras. makanan yang telah aku persembahkan kepada Tuanku adalah u capan terima kasihku karena Tuanku telah meluluskan permohonanku agar dapat dibe ri seorang anak laki-laki. Pertapa Gotama mengangkat kepalanya dan memandang dengan heran kepada rombongan penari ronggeng tersebut. Semoga beban hidup akan engkau terima dengan ringan. engkau akan mendapat berkah yang sangat besar. memasak . Tetapi adikku yang baik.

seperti Maha-Brahma. meskipun kulitku. Sakka." Kemudian Pertapa Gotama melakukan meditasi Anapanasati. Di tempat itulah Pertapa G otama duduk bermeditasi dengan wajah menghadap ke Timur. urat-uratku dan tulang-tulangku akan musnah dan darahku habis menguap. tinggi hati dan mem andang rendah kepada orang lain. keinginan untuk dipuji dan dihormat i dan hanya melakukan hal-hal yang membuat dirinya terkenal. Pada saat itu muncul Mara. dalam penjelasa nmu yang sederhana itu terdapat sari kebajikan yang lebih nyata dari kebajikan y ang tinggi. Melihat bala tentara yang demikian besar datang. hantu-hantu jahat. Bumi telah menjadi saksi bahwa Pertapa Gotama lulus dari semua percobaan-percoba . seperti keinginan kepada benda-benda duniawi. Apakah yang harus ditakuti oleh orang yang berkelakuan baik kalau nanti tiba saatnya harus mati?" Mendengar penjelasan Sujata maka Pertapa Gotama menjawab." Suatu keajaiban terjadi karena mangkuk itu ternyata mengalir melawan arus." Pertapa Gotama kemudian melanjutkan perjalanan dengan membawa mangkuk kosong. Aku. semoga aku pun akan mendapatkan apa yang aku cari. kebodohan. Tiba di tepi sungai Pertapa Gotama melempar mangkuknya ke tengah sungai dan berkata. kem udian mempersiapkan tempat duduk di sebelah Timur pohon itu dengan rumput kering yang diterima dari pemotong rumput bernama Sotthiya. "Kalau memang w aktunya sudah tiba. keras kepala." "Semoga Tuanku berhasil mencapai cita-cita Tuan sebagaimana aku berhasil mencapa i cita-citaku. Mara sendiri me mbawa berbagai macam senjata dan duduk di atas gajah Girimekhala yang tingginya 150 league. sedangkan tingginya 9 league. dalam buku-buku suci digambarkan sebagai perjuangan melawan Dewa Mara yang jahat. dewa hawa nafsu. yang bermaksud menghalang-halangi Pe rtapa Gotama memperoleh Penerangan Agung. sebab buah yang m anis muncul dari pohon yang baik dan buah yang pahit keluar dari pohon yang penu h racun. yaitu meditasi dengan me nggunakan obyek keluar dan masuknya nafas. Semua usaha Mara untuk menakut-nakuti Pertapa Gotama dengan hu jan besar disertai angin kencang dan halilintar yang berbunyi tak henti-hentinya diikuti dengan pemandangan-pemandangan lain yang mengerikan ternyata gagal semu a dan akhirnya Mara menyambit dengan Cakkavudha yang ternyata berubah menjadi pa yung yang dengan tenang bergantung dan melindungi kepala Pertapa Gotama. meskipun engkau tidak belajar apa-apa namun engkau tahu jalan kebena ran dan menyebar keharumanmu ke semua pelosok. semua dewa yang sed ang berkumpul di sekeliling Pertapa Gotama. minta didoakan supaya aku dapat berhasil melaksanak an cita-citaku. yang engkau p andang sebagai seorang dewa. Ia memi lih tempat untuk bermeditasi di bawah pohon Bodhi (Latin : Ficus Religiosa). Dengan tekad yang bulat .t buku-buku suci akan membawa berkah kalau kelak kami meninggal dunia. takut terhadap jin-jin. Tidak berapa lama pikiran-pikiran yan g tidak baik mengganggu batinnya. mangkuk ini akan mengalir melawan arus dan bukan mengikuti a rus. seperti dapat diikuti dalam pembabaran berikut ini. tidak menyukai kehidupan suci yang bersih dan baik. Sebagaimana engkau sudah mendapat kepuasan. ke kanan dan ke kiri. "Kau sudah mengajar kepada orang yang seharusnya menjadi gurumu. malas dan tid ak suka mengerjakan apa-apa. aku bertekad untuk tidak bangun dari temp at ini sebelum memperoleh Penerangan Agung dan mencapai Nibbana. disertai bala tentaranya yang maha bes ar. perasaan lapar dan haus yang luar biasa. "Dengan disaksikan oleh bumi. Ia menuju ke tepi Sungai Nerañjara dalam perjalanannya ke Gaya. Bala tentara itu ke depan. keinginan yang sangat dan melekat kepada benda-benda. ia kemudian berkata dalam hati. Penerangan Agung Pertapa Gotama meneruskan perjalanannya dan pada sore hari tiba di Gaya. Juga aku tahu bahwa kebaikan datang dari perbuatan baik dan kemalangan datang dari perbua tan jahat yang berlaku bagi semua orang dan pada setiap waktu. keragu-r aguan. lebarnya 12 league dan ke b elakang sampai ke ujung cakrawala. keserakahan. Rajanaga Mahakala dan lain-lain cepat-cepat menyingkir dari tempat itu dan Pertapa Gotam a ditinggal sendirian dengan hanya berlindung kepada sepuluh Paramita yang sejak lama dilatihnya. Perjuangan hebat dalam batin Pertapa Gotama melawan keinginan dan nafsu-nafsu ti dak baik.

ketidakb ahagiaan. binatang hutan yang biasanya saling bermusuhan pada waktu itu dapat hidup berdampingan dengan damai. Pertapa Gotama memper oleh Asavakkhayañana. yaitu kebijaksanaan untuk dapat melihat dengan terang kematian dan tumimbal lahir kembali dari makhluk-makhluk sesuai dengan tumpukan karma mereka masing-masing." Artinya : "Dengan sia-sia Aku mencari Pembuat Rumah ini Berlari berputar-putar dalam lingkaran tumimbal lahir Menyakitkan. Pertapa Gotama dengan suara lan tang mengeluarkan pekik kemenangan sebagai berikut: "Anekajati samsaram Sandhavissam anibbissam Gahakarakam gavesanto Dukkha jati punappunam Gahakaraka! dittho'si Punageham na kahasi Sabba to phasuka bhagga Gahakutam visamkhitam Visamkharagatam cittam Tanhanam khayamajjhaga. Pertapa Gotama memperoleh Pubbenivasanussatiñan a.00 pagi. Hal ini terjadi pada waktu jaga pertama.an dan layak untuk menjadi Buddha. Tumpukan karma yang berlainan inilah yang membuat satu makhluk be rbeda dari makhluk lain. Dengan ini Ia telah menjadi orang yang paling bijaksana da lam dunia yang dapat menjawab pertanyaan yang disampaikan kepadaNya. Kemampuan ini juga dinamakan Dibbacakkhuñana. kesedihan. Batin-Nya menjadi tenang sekali dan penuh kedam aian karena sekarang Ia mengerti semua persoalan hidup dan Ia telah menjadi Budd ha. Dengan muka bercahaya terang. Gajah Girimekhala berlutut di hadapan Pertapa Gotama dan Mara menghilang dan lari bersama-sama dengan bala tentaranya. .00. menikah pada usia 16 tahun.M. yaitu kebijaksanaan untuk dapat melihat dengan terang kelahiran-kelahiranNya yang dulu. yaitu antara jam 18. yaitu antara jam 22. yaitu kebij aksanaan dari Mata Dewa. tumimbal lahir yang tiada habis-habisnya Oh. Pembuat Rumah." Dikisahkan bahwa pada saat itu bumi bergetar karena gembira dan di udara sayup-s ayup terdengar suara musik yang merdu.00-22.00-04. seluruh tempat itu penuh dengan kehadiran para dewa yang turut bergembira dan ingin melihat orang yang berhasil mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha. setelah bertapa selama 6 tahun menjadi Buddha pada usia 35 tahun. Setelah berhasil mengalahkan Mara. Dengan demikian Ia mengerti sebab dari semua keburukan dan juga mengerti cara un tuk menghilangkannya. Demikianlah Pangeran Siddhattha yang dilahirkan pada saat purnama sidhi di bulan Vaisak tahun 623 S. Para d ewa yang menyingkir sewaktu Mara tiba dengan bala tentaranya datang kembali dan semua bersuka cita dengan keberhasilan Pertapa Gotama. yaitu kebijaksanaan yang dapat menyingkirkan secara menyelur uh semua Asava (kekotoran batin yang halus sekali).00 . usia tua dan kematian. pohon-pohon mendadak berbunga dan menyebark an bau harum ke seluruh penjuru. Sekarang Ia mendapat jawaban tentang cara untuk mengakhiri penderitaan.00-02. Pertapa Gotama memperoleh C utupapatañana. penuh kebahagiaan. sekarang telah Kuketahui Engkau tak akan dapat membuat rumah lagi Semua atapmu telah Kurobohkan Semua sendi-sendimu telah Kubongkar Batin-Ku sekarang mencapai keadaan Nibbana Dan berakhirlah semua nafsu-nafsu keinginan. yaitu antara jam 02. meninggalkan istana pada usia 29 tahun. Pada waktu jaga kedua. Pada waktu jaga ketiga.

Virulhaka dari Se latan. Sang Buddha berdiam di kamar batu permata yang diciptakan -Nya. Selama minggu keenam. Selama minggu ketiga. kuning. Selama minggu kelima. yaitu keadaan yang terbebas sama sekali dari gangguan-g angguan batiniah. tidak jauh dari pohon Bodhi. Karena w aktu itu turun hujan lebat.Tujuh Minggu Setelah Penerangan Agung Selama minggu pertama. Mereka menampakka n diri sebagai tiga orang gadis yang elok dan menggiurkan yang dengan berbagai m acam tarian yang erotis (penuh nafsu birahi). Virupakkha dari Barat. sehingga batin-Nya tenang sekali dan penuh kedamaian. Sang Buddha mengetahui bahwa ada dewa-dewa di surga yang masih meragukan apakah Beliau benar telah men capai Penerangan Agung. sehingga akhirnya ti ga orang dewi hawa nafsu meninggalkan Sang Buddha. setelah berpuasa selama tujuh minggu. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Ajapala Nigrodha (p ohon beringin). Arati. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Mucalinda. Sang Buddha agak tertegun sejenak karena mangkuk yang Beliau terima dari Sujata telah dihan yutkan di Sungai Neranjara dan sejak zaman dahulu tidak pernah seorang Buddha me nerima makanan dengan kedua tangan-Nya. sekarang pun umat Buddha memberi penghor matan kepada pohon Bodhi. Batin dan badan jasmani-Nya telah men jadi demikian bersih. Pada h ari ke-50 pagi hari. Mereka diterima sebagai upasaka-upasaka pertama yang berlindung kepada Sang Budd ha dan Dhamma. Tiba-tiba empat orang dewa dari empat pe njuru alam (Catumaharaja yaitu Dhatarattha dari sebelah Timur. Pada waktu itulah Sang Budd ha mengucapkan kata kata sebagai berikut: "Berbahagialah mereka yang bisa merasa puas. Mengikuti apa yang t elah dilakukan oleh Sang Buddha dahulu. maka datanglah seekor ular kobra yang besar sekali d an melibatkan badannya tujuh kali memutari badan Sang Buddha dan kepalanya memay ungi Sang Buddha supaya jangan sampai terkena air hujan." Selama minggu ketujuh. Selama minggu kedua. yaitu ajaran mengenai ilmu jiwa dan metafisika. Lenyapnya 'Sang Aku' merupakan be rkah yang tertinggi. Tetapi Sang Buddha menutup mata-Nya dan tidak mau melihat. sehingga mengeluarkan sinar-sinar berwarna biru. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Rajayatana. Di sinilah tiga orang anak Mara yai tu Tanha. Sang Buddha berjalan mondar-mandir di atas jembatan emas y ang diciptakan-Nya di udara karena melalui mata dewa-Nya. Sang Buddha men erima empat mangkuk tersebut dan dengan kekuatan gaib-Nya dijadikan satu mangkuk . Mereka. dan Kuvera dari Utara) datang menolong dengan memb awa seorang satu mangkuk yang dipersembahkan kepada Sang Buddha. Berbahagialah mereka yang bersimpati kepada makh luk-makhluk lain di dunia ini. Tapussa dan Bhallika. Kemudian mereka mohon diberikan suatu benda yang dapat mereka baw . Kini warna-warna tersebu t diabadikan sebagai bendera umat Buddha. m erah. dua orang pedagang le wat di dekat tempat Sang Buddha sedang duduk. dan Raga masih berusaha untuk mengganggu-Nya. meng hampiri Sang Buddha dan mempersembahkan makanan dari beras dan madu. Setelah Sang Buddha selesai makan kedua pedagang itu memohon agar diterima seb agai pengikut. Berbahagialah yang hidup di dunia dengan tidak me lekat kepada apa pun dan mengatasi hawa nafsu. Di kamar permata itulah Sang Buddha bermeditasi mengenai Abhidhamma. Selama minggu keempat. Sang Buddha duduk bermeditasi di bawah pohon Bodhi dan me nikmati keadaan Nibbana. jingga dan campuran kelima warna tersebut. Sang Buddha berdiri beberapa kaki dari pohon Bodhi dan mema ndanginya terus-menerus dengan mata tidak berkedip selama satu minggu sebagai uc apan terima kasih dan penghargaan kepada pohon yang telah memberi-Nya tempat unt uk berteduh sewaktu berjuang untuk mencapai tingkat Buddha. Berbahagialah mereka yang dapat men dengar dan melihat kesunyataan. u lar itu berubah bentuknya menjadi seorang anak muda. Waktu hujan berhenti. berusaha untuk merayu dan menarik perhatian Sang Buddha. diiringi nyanyian yang merdu dan b isikan yang memabukkan. Dengan demikian Sang Buddha dapat menerima persembahan dari Tapussa dan Bhallika . putih.

Kemudian perh atian-Nya ditujukan kepada Uddaka Ramaputta. namun para dewa juga mengatakan bah wa kemarin malam Uddaka meninggal dunia. Sebab Dhamma itu dalam sekali dan sulit untuk dimengerti sehingga timbul perasaa n enggan dalam diri Sang Buddha untuk mengajar Dhamma. demi belas kasih-Nya kepada para manusia. Brahma Sahampati be rkata kepada Sang Buddha. Kelima orang itu sekarang berada di Ta man Rusa di kota Benares ibukota negara Kasi. Penguasa dunia ini. Tapussa dan Bhallika dengan gemb ira menerima Kesa Dhatu tersebut dan setelah tiba di tempat mereka tinggal." Artinya: "Terbukalah pintu Kehidupan Abadi Bagi mereka yang mau mendengar dan mempunyai keyakinan. Sang Buddha mengusap kepala-Nya dengan tangan kanan dan memberikan beb erapa helai rambut (Kesa Dhatu = Relik Rambut). sedangkan Sang Buddha sendiri juga melanjutkan perjalanan-Nya ke Benares . Setelah memberi hormat yang layak. turun dari Brahmaloka dan berdir i di hadapan Sang Buddha. Te rpesona melihat Sang Buddha yang wajah-Nya demikian cemerlang.a pulang. Tapussa dan Bhallika melanjutkan perjalanannya. Kesediaan-Nya itu diutarakan dengan mengucapkan kata-kata sebagai berikut: "Aparuta tesam amatassa dvara Ye sotavanto pamucantu saddhami. "Semoga Sang Tathagata. Ada makhluk-makhluk yang dihinggapi sedikit kekotoran batin Ajarkanlah Dhamma demi kasih sayang kepada mereka. Penguasa dunia ini Merangkap kedua tangannya dan memohon. Sang Buddha meren ung apakah Dhamma yang Beliau temukan akan diajarkan kepada khalayak ramai atau tidak." Hingga kini permohonan Brahma Sahampati kepada Sang Buddha tetap diperingati den gan permohonan kepada seorang bhikkhu untuk mengajar Dhamma yang berbunyi sebaga i berikut: "Brahma ca lokadhipati Sahampati Katañjali andhivaram ayacatha Santidha sattapparajakkhajatika Desetu Dhammam anukampimam pajam. Tetapi Upaka nampaknya sama seka li tidak terkesan. Sang Buddha dapat mengetahui bahwa memang ada orang-orang yang tidak lagi terikat kepada hal-hal duniawi dan mudah mengerti Dhamma. " Dengan mata dewa. mere ka mendirikan sebuah pagoda untuk memuja Kesa Dhatu ini. Sang Buddha menjawab bahwa Beliau adalah orang Yang Mah a Tahu dan tidak mempunyai guru siapa pun juga. Dalam dunia ini terdapat juga orang-orang yang sedikit dihinggapi ke kotoran batin dan mudah mengerti Dhamma yang akan diajarkan. Ia menggelengkan kepala dan kemudian meneruskan perjalanannya . Setelah makan. berkenan menga jar Dhamma." Perhatian-Nya kemudian ditujukan kepada Alara Kalama. Karena itu Sang Buddha mengambil ketetapan hati untuk mengajar Dhamma demi belas kasih-Nya kepada umat manusia. Selanjutnya Sang Buddha mengalihkan perhatian-Nya kepada lima orang pertapa yang pernah bersama-sama melakukan pertapaan. Dalam perjalanan ke S ungai Gaya. Sang Buddha bertemu dengan seorang pertapa Ajivaka bernama Upaka. Upaka bertanya si apakah guru Sang Buddha. Sang Buddha segera berangkat menuju ke Taman Rusa Benares. tetapi para dewa segera me mberitahukan bahwa Alara seminggu yang lalu telah meninggal dunia. Tiba-tiba Brahma Sahampati." Artinya: "Brahma Sahampati.

ia adalah orang yang senang dengan kenikmatan dunia. "Kawan-kawan. dan melatih diri seperti yang akan kuajarkan dalam waktu singkat engkau pun dapat mengerti. Siapakah yang mau mengurus seorang pertapa yang telah gagal?" Waktu Sang Buddha datang lebih dekat. sewaktu kami masih berdiam bersama-sama Anda. hanya dilakukan oleh orang yang masih berkeluarga. Aku tidak kembali ke kehidupan yang penuh kesenangan dan kenikmatan. Seorang diantara mereka maju ke depan dan dengan hormat menyambut mangkuk dan ju bah-Nya. Aku tidak pernah berhenti berusaha. "Dua pinggiran yang ekstrim. Meskipun mereka semula sudah sepakat untuk tidak menghormat kepada Sang Buddha. Dan dapat mengajar kamu untuk juga memperoleh Kebijaksanaan tersebut untuk dirimu sendiri. Dengarlah apa yang kukatakan. Maka Sang Buddha m emberikan khotbah-Nya yang pertama yang kelak dikenal sebagai Dhammacakkappavatt ana Sutta (Khotbah Pemutaran Roda Dhamma)." Tentu saja kelima pertapa merasa heran sekali mendengar ucapan Sang Buddha. Ia tergelincir dari kehidupan suci dan kembali ke kehidupan yang penuh k esenangan dan kenikmatan. b elajar. kelima orang pertapa melihat Sang Buddha sedang memasuk i Taman Rusa. oh Bhikkhu. Ak u sesungguhnya telah memperoleh Kebijaksanaan yang Tertinggi. tidak mulia dan tidak berfaedah. M ereka menjawab. Anda tela h berlatih dan menyiksa diri Anda seperti yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun juga di seluruh Jambudipa. Setelah mengambil tempat duduk. Khotbah pertama diucapkan oleh Sang B uddha tepat pada saat purnama sidhi di bulan asalha. Pinggiran ekstrim kedua ialah menyiksa diri. namun sewaktu Sang Buddha mendekat. mereka seolah-olah lupa kepada apa y ang mereka sepakati. tidak mulia dan tidak berfaedah. Ia sekarang kelihatannya lebih mulia dan agung. oh Pertapa. ia boleh berdiri saja . Akan k uberitahukan kepadamu. kepadamu. Seorang dari lima pertapa itu mengatakan. Karena itu mereka tidak percaya akan apa yang Sang Buddha katakan. Per tapa Gotama sedang memasuki taman. sedangkan yang lain sibuk menyiapkan tempat duduk dan yang lain lagi be rgegas mengambil air untuk membasuh kaki Sang Buddha. yang harus dihindari oleh seorang bhikk hu. lihat. yaitu Penerangan Agung. Pertapa. Seba b mereka melihat sendiri Beliau berhenti berpuasa. Ia boleh menggunakannya kalau mau dan kalau tidak mau. Aku telah menemukan jalan yang menuju ke keadaan terbebas dari kematian. Akan kuajarkan. Jalan Tengah dengan menghindari kedua pingg . Kita sebaiknya juga jangan menawarkan diri untuk menyambut mangkuk dan jubahnya.BAB III PEMUTARAN RODA DHAMMA Setelah tiba di Benares. Sang Buddha lalu berkata "Dengarlah. Kita hanya menyediakan tikar untuk tempat dudukn ya. tetapi sekarang juga dalam kehidupan ini bahwa apa yang kukatakan itu adalah benar." Setelah itu kelima pertapa bersedia mendengarkan khotbah-Nya. mereka melihat bahwa ada sesuatu yang beru bah dan Sang Buddha tidak sama dengan Pertapa Gotama yang dulu mereka kenal. Kalau engkau ingin mendengar. yang menimbulkan kesakitan yang heb at. Tetapi dengan segala cara penyiksaan diri itu ternyata Anda t idak berhasil menemukan apa yang Anda cari. mereka melihat sendiri Beliau menghentikan semua usaha untuk menemukan Penerangan Agung dan sekarang Beliau d atang kepada mereka untuk memberitahukan bahwa Beliau telah menemukan Penerangan Agung itu. Dhammacakkappavattana Sutta Di bawah ini diuraikan singkatan dari khotbah tersebut. Karena itulah kami menganggap Anda sebagai pemim pin dan guru kami. bukan nanti kelak kemudian hari. mana mungkin Anda sekarang telah menemukannya?" "Kamu keliru. Sebaiknya kita tidak usah menyapanya. sifat khas dari orang yang te rikat kepada hal-hal duniawi. Pinggiran ekstrim pertama ialah mengumbar nafsu-nafsu yang bersifat rendah. Lagipula kita ja ngan memberi hormat kepadanya. Setelah seka rang Anda kembali kehidupan yang penuh kesenangan dan kenikmatan dan berhenti be rusaha dan melatih diri. yang belum pernah mereka lihat sebe lumnya. Engkau dapat menyelami sendiri keadaan itu yang berada di atas hidup dan mati. "Sahabat (avuso) Gotama.

ratap tangis. berhubungan den gan sesuatu yang tidak disukai. Sejak hari itu Sang Buddha tinggal di Taman Rusa dan tiap hari Beliau memberikan uraian Dhamma kepada lima orang pertapa tersebut. Pandangan. Añña Kondañña yang sekarang tidak meragu-ragukan lagi ajaran Sang Buddha mohon untuk dap at diterima sebagai murid. brahma. terpisah dari sesuatu yang disukai dan tidak mem peroleh sesuatu yang didambakan. oh Bhikkhu. sakit. Penglihatan. oh Bhikkhu. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Dukkha: dilahirkan. Kebijaksa naan. sedih. Sang Buddha memberikan khotbah ked ua dengan judul Anattalakkhanasutta. mati. Kemudian timbul dalam diri-Ku. Dhamma telah dibabarkan dengan jelas . oh Bhikkhu. oh Bhikkhu. Lima hari setelah memberikan khotbah pertama. Penerangan agung. Kondañña memperoleh Mata Dhamma karena dapat mengerti (añña) dengan jelas makna khotbah tersebut dan menjadi seorang Sotapanna ( makhluk suci tingkat kesatu). oh Bhikkhu. Daya upaya Benar. Perhatian Benar dan Konsentrasi Ben ar. Laksanakan kehidupan suci dan singkirkanlah penderitaan. ditinggalkan. Sang Buddha meluluskan permohonan ini dan mentahbiska nnya dengan kata-kata. Pandangan. Kebijaksanaan . Selanjutnya. pertapa Mahanama dan Assaji memperoleh Mata Dhamma dan di tahbiskan oleh Sang Buddha dengan menggunakan kalimat "ehi bhikkhu".iran yang ekstrim telah kuselami. Selanjutnya. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Asal Mul a Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. Pengetahuan Tertinggi. Penglihatan. Kebijaksanaan . "Mari (ehi) bhikkhu. Kebijaksanaan . pertapa. Kemudian timbul dalam diri-Ku. melekat kepada ken ikmatan dan nafsu-nafsu yang minta diberi kepuasan. Perbuatan Benar. Ucapan Benar. usia tua. keinginan untuk menikmati na fsu-nafsu indria. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Asal Mu la Dukkha: nafsu keinginan yang tidak habis-habisnya (tanha). Dengan demikian timbul dalam diriaKu Pandangan Terang dan Pengetahuan bahwa Aku sekarang telah terbebas sama sekali dari keharusan untuk terlahir kembali di dun ia ini dan kehidupanKu yang sekarang ini merupakan kehidupan-Ku yang terakhir. Penghidupan Benar. Kemudian timbul dalam diri-Ku. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Jalan M enuju Lenyapnya Dukkha: Pengertian Benar. mara. Selama pandangan-Ku terhadap Kesunyataan Mulia yang disebut di atas masih belum jelas benar mengenai tiga seginya dan dua belas jalannya. gelisah. Dan dua hari kemudian. dilenyapkan. Kebijaksanaan . diatasi. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Jalan Me nuju Lenyapnya Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. Secara singkat dapat dikatakan bahwa Lima Khanda (Lima Kelompok Kehidupan/Kegema ran) itu adalah penderitaan. Selanjutnya oh Bhikkhu. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Lenyapny a Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. Penglihatan. keinginan untuk hidup terus-menerus secara abadi dan keinginan untuk memusnahkan diri. dan dilepaskan. Aku belum dapat menunt ut dan menyatakan dengan pasti bahwa Aku telah memperoleh Penerangan Agung yang tiada bandingnya di alam-alam para dewa. oh Bhikkhu. sehingga kuperoleh Pandangan Terang. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang dukkha y ang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. Anattalakkhanasutta . Penglihatan. Dua hari setelah itu." Dengan demikian Añña Kondañña menjadi bhikkhu pertama yang ditahbiskan dengan ucapan "eh i bhikkhu". oh Bhikkhu. brahmana dan man usia." Setelah Sang Buddha selesai berkhotbah. Pikiran Benar. Selanjutnya. dan Nibbana. pertapa Vappa dan Bhaddiya memperoleh Mata Dhamma dan kemu dian ditahbiskan oleh Sang Buddha dengan menggunakan kalimat "ehi bhikkhu". Pandangan. Pandangan. Ketenangan. Kemudian timbul dalam diri-Ku. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Lenyapn ya Dukkha: nafsu-nafsu keinginan (tanha) yang secara menyeluruh dapat disingkirk an.

yaitu Arahat. Siswa Yang Ariya itu tahu bahwa ia s ekarang sudah terbebas dari tumimbal lahir. Yasa melihat satu pemandangan yang mengubah seluruh jalan hidupnya. Bhikkhu. ia tidak melekat lagi k epada sesuatu. menyenangkan atau tidak menyenangka n. Bhante. Sankhara (p ikiran) dan Viññana (kesadaran) adalah Lima Khandha (lima kelompok kehidupan/kegemar an) yang semuanya tidak memiliki Atta (roh). Ia merasa seperti berada di tempat pekuburan dengan dike lilingi mayat-mayat yang bergelimpangan. Sewaktu kelima bhikkhu tersebut merenungkan khotbah Sang Buddha. Siswa Yang Ariya yang mendengar uraian ini. Vedana (perasaan). apakah terdapat kebahagiaan atau penderi taan?" "Di sana terdapat penderitaan." "Di dalam sesuatu yang tidak kekal. 'aku' dan 'diriku' ?" "Tidak tepat. Yasa Waktu itu di Benares. maka lima khandha yang lampau a tau yang ada sekarang ini. ia akan melepaskan nafsu-nafsu keing inan. oh Bhikkhu. Selanjutnya engkau harus melakukan perenungan dengan memakai Kebijaksanaan bahwa semua itu bukanlah 'milikmu' atau 'kamu' atau 'dirimu'. Sañña (pencerapan). Kehi dupan yang penuh kesenangan ini berlangsung untuk beberapa lama sampai pada satu malam di musim hujan. Sang Buddha lalu menanyakan pendapat mereka mengenai h al yang di bawah ini: "Oh. Yasa m elihat pelayan-pelayannya sedang tidur dalam berbagai macam sikap yang membuatny a jemu dan muak sekali. mereka semua da pat membersihkan diri mereka dari segala kekotoran batin (Asava) dan terbebas se luruhnya dari kemelekatan (Upadana) dan mencapai tingkat kesucian yang tertinggi . misalnya 'Semoga Khandhaku begini dan bukan begitu. ia akan merasa jemu terhadap lima khandha tersebut. Yasa pun memiliki tiga buah istana dan hidup dengan penuh kemewahan dikelilingi oleh gadis-gadis cantik yang menyajikan berbagai macam hiburan. misalnya 'Semoga Khandha-ku begini dan bukan begitu. Karena tidak tahan lagi melihat keadaan . Kalau sekiranya Khandha itu memilik i Atta (roh). bertempat tinggal seorang anak muda bernama Yasa. akan melihatnya dari seg i itu.Singkatan dari khotbah ini adalah sebagai berikut: Rupa (badan jasmani). Setelah merasa jemu. maka ia tidak dapat berubah sekehe ndak hatinya dan karena itu menderita sebab semua kehendak dan keinginannya tida k dapat dipenuhi. kasar atau halus. apakah tepat kalau dikatakan bahwa itu adalah 'milikku'. oh Bhikkhu. Bhante. Malam itu ia terbangun pada larut malam dan dari sinar lampu di kamarnya. ditakdirkan untuk musnah . Bhante. sehi ngga ia mengetahui bahwa ia sudah terbebas. Karena tidak melekat lagi kepada sesuatu maka akan timbul Pandangan Terang. kehidupan suci telah dilaksanakan da n selesailah tugas yang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu pun yang masih ha rus dikerjakan untuk memperoleh Penerangan Agung. Setelah melihat dengan jelas dari segi itu. jauh atau dekat.' Setelah mengajar kelima orang bhikkhu itu untuk menganalisa badan jasmani dan ba tin menjadi lima khandha. harus diketahui sebagai Khandha (Kelompok Kchidupan/Kegemara n) semata-mata.' Tetapi karena Khandha itu Anatta (tanpa roh)." Selanjutnya Sang Buddha mengajar untuk jangan melekat kepada lima khandha terseb ut dengan melakukan perenungan sebagai berikut: Karena kenyataannya memang demikian." "Mengenai sesuatu yang tidak kekal dan penderitaan. Setelah melepaskan nafsu-nafsu keinginan batinnya. bagaimana pendapatmu. Yasa ada lah anak seorang pedagang kaya raya dan sebagaimana juga halnya dengan Pangeran Siddhattha. apakah Khandha itu kekal atau tidak keka l?" "Mereka tidak kekal. oh Bhikkhu. maka ia dapat berubah sekehendak hatinya dan tidak akan menderita karena semua kehendak dan keinginannya dapat dipenuhi.

ibumu sangat sedih. Yasa memperoleh Mata Dhamma sebagaimana juga A nda memperolehnya pada hari ini dan menjadi seorang Ariya yang masih membutuhkan sesuatu yang lebih tinggi untuk mencapai Pembebasan Sempurna. menghampiri Sang Buddha. Waktu itu menjelang pagi hari dan Sang Buddha sedang berjalan-jalan. Mengetahui perm ohonannya diterima. buruknya mengumbar nafsu-nafsu. yaitu uraian mengenai pentingnya berdana. Yasa berpikir. Yasa kemudian mencapai tingkat Arahat sewaktu Sang Buddha mengulang uraian te rsebut di hadapan ayahnya. Yasa sebenarnya sedang duduk di sisi Sang Buddha. Aku akan mengajarmu." Yasa menengok ke arah Sang Buddha dan Sang Buddha menjawab. Mari duduk di sini. "Kepala keluarga yan g baik. Tempa t ini tidak mengerikan. Seperti dijelaskan di halaman depan. Semoga Sang Bhagava menerima aku sebagai upasak a mulai hari ini sampai akhir hidupku. Sewaktu berpapasan dengan Yasa. tumimbal lahir di surga sebagai ak ibat dari perbuatan baik. tumimbal lahir di surga sebagai akibat dari perbuatan baik. hidup bersusila. Dhamma. yaitu Arahat. Setelah ay . sehingga Yasa da pat melihat ayahnya dan ayahnya dapat melihat Yasa. beberapa waktu berselang. Di Taman Rusa ia melihat sandal anaknya. Hal ini sudah menjadi rejekinya." Dengan demikian ayah Yasa menjadi upasak a pertama yang berlindung kepada Buddha. apakah mungkin Yasa kembali ke kehidupan biasa dan menikmati kesenang an nafsu-nafsu indria?" "Aku rasa memang tidak mungkin. terlebih dulu Sang Buddh a memberikan uraian tentang pentingnya berdana. Ayolah pulang demi menyelamatkan nyaw a ibumu. memberi hormat dan kemudian dud uk di sisi Sang Buddha. maka dengan mengucapkan. buruknya mengumbar nafsu-nafsu. Keesokan hari seluruh penghuni istana Yasa menjadi ribut karena Yasa tidak ada d i kamarnya dan juga tidak diketemukan di bagian lain dari istananya. Coba lah pikir." Yasa membuka sandalnya. "Kalau begitu baik juga kalau tempa t ini tidak menakutkan dan tidak mengerikan. tetapi karena Sang Buddha menggunakan kekuatan gaib maka Yasa tidak melihat ayahnya dan ayahnya tid ak melihat Yasa. Dhamma. dan Sangha. Sebelum menjawab pertanyaan ayah Yasa.itu. tetapi mereka berlindung hanya kepada Buddha dan Dhamma karm a pada waktu itu belum ada Sangha (Pesamuan Para Bhikkhu. bolehka h saya mengundang Sang Bhagava supaya besok siang berkenan mengambil dana (makan an) di rumahku disertai anakku sebagai bhikkhu pengiring?" Sang Buddha menerima undangan ini dengan membisu (berdiam diri). Hari ini Yasa ber hasil menyingkirkan semua kekotoran batin dan mencapai Pembebasan Sempurna. "Alangkah menakutkan tempat ini! Alangkah mengeri kan tempat ini!" Yasa memakai sandalnya dan meninggalkan istananya dalam keadaan pikiran kalut dan penuh kecemasan. "Aku berlindung ke pada Buddha. "Yasa. Sang Buddha kemudian memberikan uraian yang disebut Anupubbikatha. dan manfaat melepaskan diri dari semua ikatan duniawi. Setelah Sang Buddha selesai memberikan uraian. Tidak jauh da ri tempat itu. "Tempat ini tidak menakutkan. Ia berjalan menuju ke Taman Rusa di Isipatan a. Setelah Sang Buddha selesai memberikan uraian. ayah Yasa memperoleh Mata Dhamma dan mohon untuk diterima sebagai pengikut dengan mengucapkan. yang sekurang-kurangny a terdiri dari lima orang bhikkhu). dan manfaat melepaskan diri dari semua ikatan duniawi. Pada waktu itulah Sang Buddha menarik kembali kekuatan gaibnya." Mendengar sapaan Sang Buddha. memberi hormat dan berjalan memutar denga n Sang Buddha tetap di sisi kanannya dan kembali pulang ke istananya. Yasa memperoleh Mata Dhamma sewaktu masih duduk di tempat it u. Sang Buddha menegur. ia bertemu dengan Sang Buddha dan bertanya apakah Sang Buddha mel ihat Yasa. Tetapi. ayah Yasa berdiri. Ayah Yasa menegur anaknya dan mendesak agar Yasa pulang kembali ke istananya den gan mengatakan. Selanjutnya Sang Buddha memberikan uraian tentang Empat Kesunyataan Mulia yang d apat membebaskan manusia dari nafsu-nafsu keinginan. Tapussa dan Bhallika adalah pengikut Sang B uddha yang pertama. Yasa yang untuk kedua kalinya mendengarkan u raian Sang Buddha mencapai tingkat kesucian yang tertinggi. Ayahnya mem erintahkan pegawai-pegawainya untuk mencari ke segenap penjuru dan ia sendiri pe rgi mencari ke Isipatana. Kemudian dilanjutkan dengan uraian tentang Empat Kesunyataan Mulia yang dapat membebaskan manusia dari nafsu -nafsu keinginan. dan Sangha. hidup bersusila.

ahnya pulang. mere ka kerap kali bertemu dengan orang yang ingin menjadi bhikkhu. semuanya berjumlah lima puluh orang. Janganlah pergi berduaan ke tempat yang sama. semuanya anak-anak orang kaya ya ng bernama Vimala. Dengan demikian. Khotbahkanla h Dhamma yang mulia pada awalnya. Sang Buddha pergi ke istana ayah Yasa dan duduk di tempat yang telah disediakan. Setelah mendapat penjelasan tambahan. Sang Buddha memanggil berkumpul murid-muridNya yang berjumlah e nam puluh orang Arahat dan berkata. Sang Buddha kembali memberikan uraian tentang Anupubbikatha dan mereka berdua pu n rnemperoleh Mata Dhamma. "Ehi bhikkhu. tetapi seorang Arahat istim ewa karena mencapai Kebebasan dengan daya upaya sendiri). oh Bhikkhu. mulia pada pertengahannya. BAB IV MASA MENYEBARKAN DHAMMA Mulai Menyebarkan Dhamma Pada suatu hari. dan Gavampati. Yasa mempunyai empat orang sahabat. Mereka menganggap bahwa ajaran-ajaran yang benarbenar sempurnalah yang dapat menggerakkan hati Yasa untuk meninggalkan kehidupan nya yang mewah. Mendengar sahabat mereka menjadi bhikkhu . Dhamma telah dibab arkan dengan jelas. Sehabis makan siang. S ang Buddha mentahbiskannya dengan menggunakan kalimat yang juga digunakan untuk mentahbiskan lima murid-Nya yang pertama yaitu. mereka semua mem peroleh Mata Dhamma dan kemudian diterima menjadi bhikkhu. baik yang bersifat batiniah maupun yang bersifat badaniah. Setelah itu. Yasa mohon kepada Sang Buddha untuk ditahbiskan menjadi bhikkhu." Kemudian berangkatlah keenam puluh Arahat itu sendiri-sendiri ke berbagai jurusa n dan mengajar Dhamma kepada penduduk yang mereka jumpai. Mereka adalah pengikut-pengikut wanita pertama yang berlindung kepada Tiga Musti ka (Buddha. Mereka adalah orang-orang yang da pat mengerti Dhamma dengan sempurna. sehingga pada waktu itu terdapat enam puluh satu orang Arahat. dan mulia pada akhi rnya. Dhamma. Karena itu mereka menemui bhikkhu Yasa yang kemudian membawa keempat kawannya it u menghadap Sang Buddha. "Aku telah terbebas dari semua ikatan-ikatan . Di Benares. maka dengan melakukan perjalanan jauh dan melel ahkan mereka membawa orang itu menghadap Sang Buddha. Setelah mendengar khotbah Sang Buddha. Subahu. Umumkanlah tentang kehidupan suci yang benar-benar bersih dan sempurna dal am ungkapan dan dalam hakekatnya." Perbedaannya bahwa Sang Buddh a tidak mengucapkan "dan singkirkanlah penderitaan" karena Yasa pada waktu itu s udah mencapai tingkat Arahat. Sekarang kamu harus mengembara guna kesejahteraan dan kese lamatan orang banyak. Mereka semu a diterima menjadi bhikkhu dan dalam waktu singkat semuanya mencapai tingkat Ara hat. Tetapi bhikkhu Yasa mempunyai banyak teman lagi yang berada di tempat-tempat jau h. . dan Sangha untuk seumur hidup. mereka pun mengambil keputusan untuk mengikuti jejak bhikkhu Yasa. dan Sangha). Punnaji. Mereka memuji keindahan uraian tersebut dan mohon dap at diterima sebagai Upasika dengan berlindung kepada Buddha. Ibu dan istri Yasa keluar dan memberi ho rmat. Aku sendiri akan pergi ke Senanigama di Uru vela untuk mengajar Dhamma. Karena mereka sen diri belum bisa mentahbiskannya. Keesokan harinya dengan diiringi Yasa. Melihat kesulitan ini maka Sang Buddha memperkenankan para bhikkhu untuk memberikan pentahbisan sendiri. Dengan demikian jumlah Arahat pada waktu itu sebelas orang. demikia n pula kamu sekalian. Sewaktu mengajar. Mereka mendengar bahwa Yasa s ekarang sudah menjadi bhikkhu. Laksanakanlah kehidupan suci. Sang Buddha dan Yasa kembali ke Taman Rusa di Isipatana. keempat orang ini dalam waktu singkat menc apai tingkat Arahat. Dhamma. Kalau tidak mendengar Dhamma. mereka akan kehilangan k esempatan untuk memperoleh manfaat yang besar. makan siang disiapkan dan kedua wanita itu melayani sendiri Sang Bu ddha dan Yasa dengan hidangan yang lezat-lezat. pada waktu itu sudah ada tujuh or ang Arahat (Sang Buddha sendiri juga seorang Arahat. Terdapat makhluk-makhluk yang matanya hanya di tutupi oleh sedikit debu.

mer eka harus memakai jubah Kasaya (jubah yang dicelup dalam air larutan kulit kayu tertentu)." Sang Buddha juga mengucapkan selamat malam kepada Uruvela Kassapa dan masuk ke d alam pondok. Kassapa Bersaudara Di tiga tempat sepanjang Sungai Neranjara. mereka menanyakan. Inilah yang harus kamu lakukan. aku berlindun g kepada Dhamma. hanya seorang belum. Yang ketiga dis ebut Gaya Kassapa. bertempat tinggal di sebelah hulu sungai dan mempunyai pengikut sebanya k lima ratus orang." Mulai saat itu terdapat dua cara pentahbisan. Tetapi Anda harus tahu bahwa seekor ular kobra yang besar dan ganas sekali menjaga api suci yang terdapat di pondokku. Kemudian Sang Buddha berkata. merangkapkan kedua tangannya dalam sikap menghormat dan ke mudian berlutut di depan kaki bhikkhu. tiga puluh orang pemuda sedang bermain-main yang diberi nama B haddavaggiya. pertama yang diberikan Sang Buddha sendiri dengan memakai kalimat "ehi bhikkhu" dan yang kedua diberikan oleh muri d-muridNya yang dinamakan pentahbisan "Tisaranagamana". bertempat tinggal di tempat lebih hilir dari Nadi Kassapa dan mempunyai pengikut sebanyak dua ratus orang. cobalah pikir. oh Bhikkhu. bersimpuh. tinggal tiga orang Kassapa bersaudara yang menjadi pemimpin kaum Jatila yang memuja api. Tidak jauh dari tempat itu. Salah satu contoh dapat diceritakan sebagai berikut: "Kalau Anda tidak keberatan. Setelah ditahbiskan. Atas pertanyaan Sang Buddha. Aku akan bermalam di pondokmu. Uruvela Kassapa datang menjenguk Sang Buddha dan mengira akan mene mukan mayat-Nya. Selamat malam dan semoga Anda selamat. Melihat Sang Bud dha duduk di bawah pohon. Tiap malam ular itu keluar dan aku k hawatir Anda akan celaka." "Tentu saja tidak. Yang kedua disebut Nadi Kassapa. Kassapa. Sang Buddha tiba di Uruvela dan mengunjungi Uruvela Kassapa. apakah Sang Buddha melihat seorang wanita lewat di dekat situ. Anak-anak muda. untuk mentahbiskan orang di tempat-tempat yan g jauh. Dalam perjalanan dari Uruvela ke Benares. pelacur tersebut menghilang dengan membawa pergi perhiasan yang mereka letakkan di satu tempat tertentu. Ia rn embawa seorang pelacur. Dua puluh sembilan orang sudah menikah. aku tidak keberatan Anda bermalam di pondo kku. Yang tertua disebut Uruvela Kassapa. Ia terkejut melihat Sang Buddha sedang duduk bermeditasi. mereka menceritakan apa yang telah terjadi." jawab Uruvela Kassapa. Menemukan dirimu sendiri atau menemukan seo rang pelacur?" Setelah mereka menjawab bahwa lebih penting menemukan diri mereka sendiri." "Kalau begitu baiklah. Teta pi semburan uap beracun maupun usaha untuk menggigit Sang Buddha ternyata sia-si a saja. "Oh. dan seterusnya. Selagi mereka sedang bermain-main dengan asyik. Rambut serta kumisnya harus dicukur. Gotama Yang Mulia. Sang Buddha duduk bermeditasi dan menunggu munculnya ular kobra ter sebut."Aku perkenankan kamu. Mereka semua memperoleh Mata Dhamma dan mohon ditahbiskan menj adi bhikkhu. bertempat tinggal di sebela h hilir sungai dan mempunyai pengikut sebanyak tiga ratus orang. Setelah tahu apa yang terjadi. Uruvela Kassapa bertanya apakah Sang Buddha tidak diganggu oleh ular kobra. "Aku berlindung kepada Sang Buddha. Ular itu menyemburkan uap beracun dan mencoba menggigit Sang Buddha. tidak apa-apa. "Tid . pada suatu hari Sang Buddha tiba di pe rkebunan kapas dan beristirahat di bawah sebatang pohon yang rindang. Aku ingin bermalam di pondokmu. Kalau Anda tidak keberatan. mereka mencari pelacur tersebut. benar saja seekor ular kobra besar datang menghampiri Sang B uddha. maka Sang Buddha kemudian berkhotbah tentang Anupubbikatha dan Empat K esunyataan Mulia. mereka dikirim ke tempat-tempat jauh untuk men gajarkan Dhamma. aku berlindung kepada Sangha. Waktu tengah malam. Esok paginya. Di tempat ini Sang Buddha harus memperlihatkan kekuatan gaib untuk menundukkan Uru vela Kassapa yang ternyata juga mahir dalam melakukan ilmu-ilmu gaib. Sang Buddha tetap duduk bermeditasi dengan mengembangkan gaya-gaya Metta (cinta kasih) dan badan-Nya seolah-olah dikelilingi oleh semacam perisai yang t idak dapat ditembus. Selanjutnya kamu harus mengucapkan dan me reka harus mengulang ucapanmu. Pada suatu hari. yang mana yang lebih penting. "Oh.

yang melihat keadaan ini akan merasa jemu. diikuti tiga ratus orang pengikutnya. Nadi Kassapa yang bertempat tinggal di sebelah hilir sungai men jadi terkejut melihat banyak peralatan sembahyang terapung di sungai. Tetapi Sang Buddha menahannya dan berkata bahwa Be liau mempunyai kemampuan untuk menjinakkan ular kobra. sentuhan. kesadaran lidah.ak. air "membelah" membuka jalan. Lidah. menyala dengan api dari kelahiran. Setelah tiba. Telinga. sehingga akhi rnya ia bersama-sama pengikutnya pun menjadi bhikkhu. ular itu ada di sini. bebauan. Dengan demikian tiga kelompok kaum Jatila yang berjumlah 1. suara. ia akan melepaskan nafsu-nafsu keinginan. us ia tua dan kematian. kesa daran mata. Pada suatu hari. sehingga ka ki dan tubuh Sang Buddha tidak basah kena air. kehidupan suci telah dilaksanakan dan selesailah tugas yang h arus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih harus dikerjakan untuk . ia kemudian membuang semua peralatan yang dipakainya dalam pemujaan api ke dalam sungai dan mohon dit ahbiskan menjadi bhikkhu. rasa. Ia mengira bahwa suatu bencana hebat telah menimpa diri kakaknya. kesan-kesan mata dan semua perasaan yang menyenangkan atau tidak men yenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan mata (Ini adalah kelompok per tama). Bhikkhu. Karena mera sa jemu. Tubuh. Pada kesempatan lain sewaktu turun hujan lebat dan semua tempat di daerah itu di genangi air banjir." jawab Sang Buddha dan membuka tutup mangkuk yang bias a dipakai untuk menerima dana makanan. dan putus asa. kesadaran telinga. kesan-kesan telinga dan semua perasaan yang m enyenangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan tel inga (Ini adalah kelompok kedua).003 orang telah menjadi pengikut Sang Buddha. kesadaran batin. Hidung. Dengan tergesa-gesa. kembali Sang Buddha memperlihatkan kekuatan gaib-Nya. kesan-kesan batin dan semua perasaan yang menye nangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan batin ( Ini adalah kelompok keenam). pikiran. Ia juga dapat diyakinkan bahwa pemujaan api tidak dapat membawa orang ke Pembebasan Sempurna. Karena tidak melekat lagi kepada segala sesuatu akan timbul Pandangan Terang. Selanju tnya Nadi Kassapa diberi penjelasan tentang sia-sianya memuja api. Sang Buddha beserta rombongan melanjutkan per jalanan-Nya menuju Gayasisa di tepi Sungai Gaya. Karena melepaskan nafsu-nafsu keinginan. kebencian dan khayalan yang menyesatkan. kesadaran tubuh. Semua itu menyala-nyala. Hal yang sama juga terjadi pada diri Gaya Kassapa beserta para pengikutnya. Setelah beberapa waktu di Uruvela. menyala dengan api dari kesedihan. Menyala dengan apa? Menyala dengan api dari keserakahan . duk a cita. Batin. batinnya tidak melekat lagi kepada segala sesuatu. Ia tahu bahwa ini adalah kehidupan nya yang terakhir. kesan-kesan tubuh dan semua perasaan yang meny enangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan tubuh (Ini adalah kelompok kelima). Nadi Kassapa melihat bahwa kakaknya sudah menjadi bhikkhu. sakit. Seorang siswa Yang Ariya. kesan-kesan hidung dan semua perasaan yang me nyenangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan hidu ng (Ini adalah kelompok ketiga). Di tempat itu Sang Buddha mengumpulkan murid-muridNya dan memberikan khotbah yan g kemudian dikenal sebagai Adittapariyaya Sutta. Keluarlah seekor ular kobra yang mendesis dengan ganas sehingga Uruvela Kassapa cepat-cepat ingin menyingkir. Dengan lima ratus orang pengikutnya. semuanya menyala. kesadaran hidung. se hingga ia mengetahui bahwa ia sudah terbebas. penglihatan. Nadi Kassapa pergi ke tempat Uruvela Kassapa. Di tem pat Sang Buddha berdiri atau berjalan. kesan-kesan lidah dan semua perasaan yang menyenan gkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan lidah (Ini adalah kelompok keempat). Akhirnya Uruvela Kassapa dapat diyakinkan bahwa ia bukanlah tandingan Sang Buddh a dan ia juga tahu bahwa ia belum mencapai tingkat Arahat sebagaimana dikiranya semula. ratap tangis. Apakah itu yang menyala? Mata. Ringkasan dari khotbah itu adalah sebagai berikut: "Oh.

Mah a Kassapa selalu tinggal di hutan. putra Sakya. Maha Kassapa sering dijadikan suri teladan tentang sikap yang baik dari seorang bhikkhu yang berdiam di hutan. Beliau adalah seorang A rahat." Setelah ditahbiskan. Raja Bimbisara Di sebelah Tenggara Jambudipa terdapat sebuah negara besar dan berpengaruh. Maha Kassapa Dalam perjalanan ke Rajagaha. mengapa Beliau menuntut kehidupan yang demikian keras. dan yang setengah tua. Sang Buddha mentahbiskannya dengan cara memberikan tiga buah nasehat. Pada hari ked elapan. Kedua. Pada waktu itu. sudah puas dengan pemberian yang sedikit (kecil ). Ia menghampiri Sang Buddha dan setelah mengetahui bahwa yang diajak bicara adala h seorang Buddha. engkau harus selalu ingat bahwa pertama. kota Rajagaha untuk menghimpun semua tata tertib bagi para bhikkhu dan bhikkhuni dan semua khotbah Sang Buddha yang pernah diberikan di tempat-tempat yang berlainan. Menjawab pertanyaan. yang telah men gumumkan kehidupan suci yang benar-benar bersih dan sempurna dalam ungkapan dan dalam hakekatnya. memperhatikannya dan merenungkannya. Bangga karena merasa mendapat kehormatan besar dapat memakai jubah bekas Sang Bu ddha. dan mulia di akhirnya. Pipphali a dalah anak seorang Brahmana dari keluarga Kassapa yang bernama Kapila dengan ist rinya yang bernama Sumanadevi dari Desa Mahatittha di negara Magadha. . Dalam waktu singkat tersiar berita bahwa Pertapa Gotama. Ke tiga. Melihat seorang Arahat yang demikian itu bermanfaat sekali aga r keinginan orang dapat terkabul. yang muda. Kassa pa. yaitu menjadi Arahat. Pipphali mohon diterima menjadi murid. selalu hidup menjauhi masyarakat ramai dan terkenal rajin sekali." Setelah Sang Buddha selesai memberikan khotbah. sekarang b erada di Rajagaha dan berdiam di hutan kecil Latthivana. engkau harus selalu menyadari dan memperhatikan tubuhmu dan terus-menerus mengambil tubuhmu sebagai obyek meditasi. Maha Kassapa mengetuai Sidang Ag ung (Sangha-Samaya) yang pertama dengan dihadiri oleh 500 orang Arahat di Goa Sa ttapanni. tiap hari mengumpulkan makanan. Selama menjadi bhikkhu sampai berusia lanjut. Sang Buddha melanjutkan perjalanannya me nuju Rajagaha dan berhenti di hutan kecil Latthivana. engkau harus hidup sederhana dan pa tuh kepada para bhikkhu yang tua. Maha Kassapa mengatakan bahwa Beliau berbuat semuanya itu bukan hanya untuk kebahagi aan dirinya sendiri tetapi juga demi kebahagiaan orang lain di kelak kemudian ha ri. kepada orang-orang yang berlainan dan pada waktu yang berlainan pula selama 45 tahun. Setelah beberapa lama diam di Gayasisa. selalu memaka i baju bekas (pembungkus mayat). Kassapa kemudian dengan tekun melaksanakan latihan Dhutanga. Kemudian Sang Buddha bangkit dan meneruskan perjala nan-Nya menuju Rajagaha. Tiga bulan setelah Sang Buddha meninggal dunia. "Oh. batin bhikkhu-bhikkhu tersebut t erbebas seluruhnya dari kemelekatan dan bersih dari kekotoran batin. Sebagai penghormatan. Kassapa mohon untuk menukar jubahnya yang baru dengan jubah Sang Buddha yang sudah tua. Beliau diberi nama Maha Kassapa (Kassapa Agung). mulia di pertengahannya. seorang pertapa bernama Pipphali lewat di tempat itu. Raja Bimbisara adalah Maha raja negara Magadha dan Anga ters ebut dengan ibukota Rajagaha. Maha Kassapa dipandang sebagai contoh yang baik sekali untuk orang-orang yan g benar-benar ingin melaksanakan hidup suci. seorang yang telah memperoleh Penerangan Agung.memperoleh Penerangan Agung. Maha Kassapa meninggal dunia pada usia 120 tahun. engka u harus mendengarkan Dhamma dengan baik. Mereka semu a mencapai tingkat yang tertinggi. yait u negara Magadha yang berpenduduk padat dan kaya raya dan di sebelah Timurnya te rletak negara Anga. Sang Buddha tiba di suatu tempat perbatasan antara kota Rajagaha dan Nalanda dan beristirahat di bawah pohon beringin Bahuputtaka. dan mengajar Dhamma yang mulia di awalnya. ia mencapai tingkat kesucian Arahat.

Mendengar berita itu, Raja Bimbisara datang mengunjungi Sang Buddha dengan diiku ti pengiringnya. Setelah memberi hormat, Raja kemudian duduk di satu sisi. Tetap i para pengiringnya bersikap macam-macam dan ada yang bersikap acuh tak acuh. Ad a yang berlutut, ada yang hanya memberi hormat dengan ucapan, ada yang menyembah , ada yang memberitahukan namanya dan juga nama keluarganya, dan ada yang duduk diam saja. Sang Buddha, yang melihat sikap acuh tak acuh dan kurang hormat dari pengiring R aja, tahu bahwa mereka masih belum siap untuk menerima ajaran. Karena itu Sang B uddha memandang perlu agar Uruvela Kassapa terlebih dulu memberikan keterangan t entang sia-sianya pemujaan yang dulu ia lakukan. Hal ini perlu untuk menyingkirk an keragu-raguan sebelum mereka siap untuk mendengarkan Dhamma. Karena itu Sang Buddha berkata kepada Uruvela Kassapa, "Oh, Kassapa, kamu sudah lama berdiam di Uruvela dan menjadi pemimpin kaum Jatila yang pandai dalam upacara keagamaan. Ap akah sebabnya sehingga kamu berhenti melakukan pemujaan api yang biasa kamu laku kan? Aku bertanya padamu, oh Kassapa, mengapa kamu meninggalkan kebiasaan memuja api?" Uruvela Kassapa menjawab, "Semua Yañña atau upacara dengan mempersembahkan sesajen b ertujuan untuk memperoleh penglihatan, suara, rasa dan wanita yang menggiurkan, yang didambakan manusia. Persembahan sesajen itu menimbulkan harapan bahwa setel ah melakukan persembahan tersebut orang akan dapat memperoleh hasil yang diingin kan. Telah kuketahui sekarang bahwa kesenangan-kesenangan indria tersebut merupa kan kekotoran batin yang membuat orang dicengkeram oleh nafsu-nafsu. Karena itu aku tidak lagi tertarik melakukan praktek pemujaan api." Kemudian Sang Buddha bertanya lagi, "Setelah kini kamu tidak lagi tertarik kepad a penglihatan, suara dan rasa yang menjadi obyek bagi kesenangan indria, oh Kass apa, apa sebenarnya yang kamu cari di alam manusia dan alam dewa ini? Coba kamu ceritakan." Kassapa menjawab, "Aku telah berhasil mencapai keadaan yang penuh damai, tanpa d ikotori oleh nafsu-nafsu yang dapat menimbulkan penderitaan, tanpa keinginan unt uk melekat, tanpa kemelekatan kepada alam kesenangan indria, tanpa perubahan, ta npa tergantung pada kekuatan luar dan hanya dapat dipahami oleh pribadi masing-m asing. Karena hal-hal yang di atas itulah aku tidak lagi tertarik untuk melakuka n praktek pemujaan api yang dulu kulakukan." Selesai memberi jawaban, Kassapa bangun dari tempat duduknya. Dengan jubah menut upi satu pundaknya (sebagai sikap menghormat) ia berlutut tiga kali di bawah kak i Sang Buddha dan mengaku bahwa Sang Buddha adalah gurunya dan ia adalah murid-N ya. Setelah keragu-raguan para hadirin dapat disingkirkan dan batin mereka sudah sia p untuk menerima pelajaran, mulailah Sang Buddha memberikan khotbah tentang Anup ubbikatha dilanjutkan dengan Empat Kesunyataan Mulia. Selesai Sang Buddha memberikan khotbah, sebelas dari dua belas orang yang hadir memperoleh Mata Dhamma dan yang lain memperoleh keyakinan yang tak tergoyahkan t erhadap Sang Buddha, Dhamma, dan Sangha. Kemudian Raja menceritakan tentang keinginannya semenjak kecil. "Dulu, sewaktu masih menjadi Putra Mahkota dan belum naik tahta kerajaan, aku me mpunyai lima macam keinginan, yaitu pertama, semoga aku kelak naik di tahta kera jaan Magadha. Kedua, semoga seorang Arahat yang memperoleh Penerangan Agung data ng di negeriku sewaktu aku masih memerintah. Ketiga, semoga aku memperoleh kesem patan untuk mengunjungi Arahat tersebut. Keempat, semoga Arahat tersebut memberi kan khotbah kepadaku. Kelima, semoga aku mengerti apa yang harus dimengerti dari ajaran Arahat tersebut. Sekarang semua keinginanku yang berjumlah lima itu tela h terpenuhi." . Selanjutnya Raja Bimbisara memuji khotbah Sang Buddha dan menyatakan dirinya seb agai upasaka untuk seumur hidup dan mengundang Sang Buddha beserta para pengikut -Nya untuk datang besok siang mengambil dana (makanan) di istana. Kemudian bangu n dari tempat duduknya, jalan memutar dengan Sang Buddha tetap di sebelah kanan dan pulang ke istana. Tiba di istana, Raja memerintahkan untuk menyiapkan hidang an yang lezat-lezat. Keesokan hari, Raja memerintahkan pengawalnya untuk mengund ang Sang Buddha dengan pengiring-Nya datang ke istana. Setelah Sang Buddha tiba di istana dan mengambil tempat duduk yang disediakan, Raja sendiri turut melayan

i memberikan hidangan. Kemudian Raja memikirkan tempat yang layak yang dapat dig unakan oleh Sang Buddha sebagai tempat tinggal. Raja teringat kepada Veluvanaram a (hutan pohon bambu) yang letaknya tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat d engan desa di sekelilingnya. Tempat itu mudah untuk dicapai dan menyenangkan, ti dak berisik waktu siang hari dan tenang di malam hari, cocok sekali untuk dipaka i sebagai tempat menyepi oleh mereka yang ingin berlatih untuk mendapatkan Panda ngan Terang. Dengan batin yang dipenuhi pikiran tersebut, Raja Bimbisara kemudian menuang air ke lantai dari kendi emas dan menerangkan bahwa Beliau berhasrat menyerahkan Ve luvanarama untuk dipakai oleh Sang Buddha beserta pengiring-Nya, sebagai tempat tinggal. Sang Buddha menerima pemberian tersebut dan menggembirakan hati Raja de ngan menerangkan tentang keuntungan besar yang dapat diperoleh dari dana tersebu t. Sang Buddha beserta pengiring-Nya pulang dan pindah ke tempat yang baru. Ini mer upakan sumbangan tempat tinggal untuk pata bhikkhu yang pertama, mulai hari itu Sang Buddha memperbolehkan para bhikkhu menerima pemberian serupa itu. Sariputta Dan Moggallana Di Rajagaha, waktu itu hidup dua orang pemuda dari kasta brahmana yang kaya raya , yang sejak kecil bersahabat. Yang satu bernama Upatissa, anak seorang wanita b ernama Rupasari, yang lain bernama Kolita, anak seorang wanita bernama Moggalli. Mereka berdua berguru kepada Sanjaya, seorang pertapa dari golongan Paribbajaka, yang mempunyai dua ratus lima puluh orang murid. Upatissa dan Kolita termasuk d ua orang murid yang pandai dan sering mewakili gurunya memberi bimbingan kepada murid-murid yang lain. Meskipun sudah belajar lama dan memiliki seluruh kepandai an gurunya, tetapi mereka berdua masih belum puas. Mereka kemudian berjanji bahw a siapa di antara mereka kelak yang lebih dulu memperoleh ajaran sempurna akan m emberitahukan hal itu kepada yang lain. Pada suatu hari Ayasma Assaji, seorang dari lima orang bhikkhu pertama, kembali ke Rajagaha untuk memberi laporan kepada Sang Buddha tentang perjalanannya ke be rbagai tempat untuk mengajar Dhamma. Sebagaimana biasa, Ayasma Assaji tiap pagi mengumpulkan makanan dan waktu itulah Beliau terlihat oleh Upatissa. Upatissa terkesan sekali melihat sikap Ayasma As saji yang demikian tenang dan agung. Setiap gerakannya memberi kesan berwibawa d an menuntut penghormatan dari orang yang melihatnya. Baik berjalan ke depan atau bertindak ke belakang, atau membentangkan, atau menekuk tangannya, ia selalu ke lihatan penuh keseimbangan dengan kepala agak tunduk sedikit dan mata ditujukan ke arah depan Pemandangan ini membuat Upatissa terpesona dan membangkitkan perasaan ingin tahu . Seketika itu ia ingin menegur, tetapi kemudian membatalkannya karena ia mengan ggap waktunya kurang tepat berhubung waktu itu Ayasma Assaji sedang mengumpulkan makanan. Ia menunggu sampai Ayasma Assaji selesai makan dan kemudian mendekati serta memberi hormat, "Saudara, pembawaan Anda luar biasa dan wajah Anda terang sekali. Dengan menjalankan kehidupan suci ini kepada siapakah Anda mengabdi? Sia pakah guru Anda? Dan ajaran siapakah yang Anda ikuti?" Ayasma Assaji menjawab, "Saudara, dengan menjalankan kehidupan suci ini aku meng abdi kepada seorang Pertapa Agung, anak dari suku Sakya, yang telah menjadi bhik khu dari keluarga Sakya. Pertapa Agung itulah yang menjadi guruku. Dan ajaran-Ny a yang aku ikuti." "Apakah yang diajar guru Anda, Saudara?" "Aku seorang pendatang baru. Aku baru saja ditahbiskan. Aku belum berapa lama me ngikuti ajaran ini, sehingga aku tidak dapat memberikan pelajaran itu secara ter perinci. Tetapi aku akan memberitahukan Anda garis besarnya." "Baik sekali, Saudara. Bagi saya sama saja apakah Anda memberitahukan garis besa rnya atau secara terperinci. Aku ingin mendengar intisari dari ajaran tersebut, yang lain tidak dapat membantu apa-apa." Ayasma Assaji kemudian mengucapkan syair di bawah ini: "Ye dhamma hetuppabhava,

Tessam hetum Tathagato, Tesañca yo nirodho ca, Evam vadi mahasamano." Artinya : "Semua benda yang timbul karena satu 'sebab' 'Sebabnya' telah diberitahukan oleh Sang Tathagata, Dan juga lenyapnya kembali, Itulah yang diajarkan Sang Pertapa Agung. " Mendengar syair tersebut, Upatissa seketika memperoleh Mata Dhamma (Dhammacakkhu ) dan berkata dalam hatinya, "Yankiñci samudayadhammam Sabbantam nirodha dhammam." Artinya: "Segala sesuatu yang timbul karena satu 'sebab' Di dalamnya pun terdapat 'sebab' yang membuat ia musnah kembali. " Kemudian Upatissa menanyakan tempat tinggal Sang Buddha. Setelah diberitahukan b ahwa Sang Buddha pada saat itu berdiam di Veluvanarama, Upatissa kemudian mohon diri dari Ayasma Assaji dan berjanji akan datang mengunjungi Sang Buddha bersama sahabatnya yang bernama Kolita. Upatissa kembali ke tempat gurunya, Sanjaya, dan memberitahukan Kolita peristiwa apa yang baru saja ia alami. Ia mengulang syair yang diucapkan Ayasma Assaji da n seketika itu pula Kolita memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. Kemudian mereka berdua melaporkan berita ini kepada Sanjaya dan mohon diperkena nkan untuk mengunjungi Sang Buddha. Tetapi Sanjaya menolak untuk memberi izin. A khirnya, tanpa izin, mereka berdua dengan diikuti dua ratus lima puluh orang mur idnya pergi juga berkunjung kepada Sang Buddha dan mohon ditahbiskan menjadi bhi kkhu. Dari kelompok ini dapat diceritakan bahwa mereka semua mencapai tingkat Ar ahat, bahkan para muridnya terlebih dulu mencapai tingkat kesucian tersebut, kem udian disusul oleh Kolita dan yang terakhir Upatissa. Tujuh hari setelah ditahbiskan menjadi bhikkhu, Kolita menyepi di Desa Kallavala muttagama di kota Magadha. Di tempat itu Kolita giat melatih meditasi untuk memp eroleh Pandangan Terang. Pada suatu ketika ia merasa ngantuk sekali. Sang Buddha menghampirinya dan memberikan petunjuk untuk menanggulangi perasaan ngantuk, "Apa pun pencerapanmu pada waktu kamu diserang perasaan mengantuk, Moggallana (K olita di kemudian hari terkenal dengan nama ini yang berarti : anak Moggalli), k amu harus terus menyadari pencerapan tersebut. Cara ini dapat menolong untuk men gusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini tidak menolong, kamu harus memusatkan pikiranmu kepada Dhamma ya ng pernah kamu dengar atau pelajari. Cara ini dapat menolong untuk mengusir pera saan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus mengulang dengan suara keras Dh amma yang pernah kamu dengar atau pelajari. Cara ini dapat menolong untuk mengus ir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus menggosok-gosok kupingmu dengan jeriji dan mengusap-usap tubuhmu dengan tangan. Cara ini dapat menolong untuk m engusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus bangun dan mencuci matamu denga n air, kemudian memandang ke sekelilingmu dan mengamat-amati bintang di langit. Cara ini dapat menolong untuk mengusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus memusatkan pikiranmu kepada pen cerapan dari cahaya terang, dan pikiranmu selalu membayangkan 'cahaya siang hari ' baik pada waktu siang hari maupun pada waktu malam hari, membuka batinmu dari selubung yang menutupinya dan mengembangkan batinmu bermandi cahaya terang. Cara

ini dapat menolong untuk mengusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus berbaring dengan 'sikap seekor singa', yaitu miring ke kanan dengan kaki kiri di atas kaki kanan, batin dalam k eadaan 'sadar' dan pikiran terpusat kepada saat kamu ingin bangun. Setelah bangu n kamu harus segera bangkit sambil merenung 'Aku tidak ingin memanjakan diriku d engan berbaring, menyender atau tidur'. Ini Moggallana, yang kamu harus selalu i ngat." "Selanjutnya, Moggallana, kamu harus selalu ingat 'aku tidak boleh merasa ingin terlalu dihormat kalau masuk ke rumah seorang umat biasa'. Sebab kalau seorang b hikkhu masuk ke rumah seorang umat biasa dengan perasaan ingin terlalu dihormat dan pada waktu itu mungkin ada urusan rumah tangga yang sangat penting yang haru s diselesaikan terlebih dulu sehingga bhikkhu itu 'terlupakan', maka akan timbul pikiran dalam batin bhikkhu tersebut, "Siapakah yang menghasut orang ini terhad ap diriku? Orang ini kelihatannya sekarang 'acuh tak acuh'. Karena merasa tak di acuhkan lagi timbul perasaan malu, karena malu pikirannya kacau, karena pikirann ya kacau ia tidak dapat mengendalikan dirinya dengan baik, karena tidak dapat me ngendalikan diri dengan baik, ia gagal melakukan meditasi." "Selain dari itu, Moggallana, kamu harus selalu ingat, 'aku tidak ingin mengucap kan sesuatu yang dapat menimbulkan pertengkaran atau mencari-cari kesalahan oran g lain'. Sebab kalau orang berbicara tentang sesuatu yang dapat menimbulkan pert engkaran atau mencari-cari kesalahan orang lain, maka hal itu mengakibatkan perd ebatan yang panjang. Dengan adanya perdebatan yang panjang, ia tak dapat memusat kan pikirannya. Karena tak dapat memusatkan pikirannya, ia tak dapat mengendalik an diri, karena ia tak dapat mengendalikan diri, ia gagal melakukan meditasi." "Sekarang, Moggallana, aku tidak selalu memujikan orang berkumpul dan juga aku t idak selalu menolaknya. Aku tidak memujikan berkumpul dengan orang banyak, baik itu bhikkhu atau orang biasa. Tetapi kalau ada tempat sunyi dan tidak terganggu oleh suara berisik dari orang yang lalu lalang, cocok sekali untuk seorang perta pa yang menyukai kesunyian, cocok untuk dipakai sebagai tempat menyepi oleh mere ka yang lebih menyukai hidup menyendiri, maka berdiam di tempat demikian itu sel alu aku pujikan." Setelah diberikan petunjuk di atas, Moggallana menanyakan tentang kesimpulan ter akhir bagi orang yang sudah cenderung untuk menyingkirkan nafsu-nafsu keinginan dan sudah siap untuk memperoleh hasil 'di luar duniawi'. Sang Buddha menjawab, "Moggallana, seorang bhikkhu yang melaksanakan Dhamma ini, tahu bahwa tidak ada sesuatu pun yang berharga untuk dilekati. Setelah tahu hal tersebut, ia kemudian mengamat-amati benda-benda itu dengan Kebijaksanaan Tinggi, setelah mengamat-am ati benda-benda itu dengan Kebijaksanaan Tinggi, ia dapat menyelami hakekat bend a-benda tersebut, maka sewaktu mengalami perasaan menyenangkan, tidak menyenangk an atau netral ia memandangnya sebagai sesuatu yang tidak kekal. Jadi, ia memand angnya dengan perasaan jemu untuk kemudian menyingkir dan melepaskan diri dari p erasaan tersebut. Dengan merenung seperti itu, ia tidak melekat lagi kepada apa pun dalam dunia in i, karena tidak lagi melekat, ia tidak dapat lagi diganggu, karena tidak dapat l agi diganggu, ia dapat rnenyingkirkan semua kekotoran batin dan mengetahui bahwa ini adalah kehidupannya yang terakhir, kehidupan suci telah dilaksanakan dan se lesailah tugas yang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih ha rus dikerjakan untuk memperoleh Penerangan Agung. Dengan kesimpulan terakhir ini lah, Moggallana, seorang bhikkhu dapat dipandang sudah cenderung untuk menyingki rkan nafsu-nafsu keinginannya dan sudah siap untuk memperoleh hasil 'di luar dun iawi'." Dengan melaksanakan petunjuk tesebut, Moggallana berhasil mencapai tingkat Araha t hari itu juga. Lima belas hari setelah ditahbiskan, Upatissa (yang kemudian terkenal sebagai Sa riputta, anak Sari), berdiam bersama-sama Sang Buddha di Goa Sukarakhata dari Gu nung Gijjhakuta (Puncak Burung Nasar) di kota Rajagaha. Seorang pertapa golongan Paribbajaka bernama Dighanakha dari keluarga Aggivesana pada suatu hari menghampiri Sang Buddha dan setelah saling mengucapkan kata-kat a menghormat, ia berdiri di satu sisi. Ia kemudian memberikan pandangannya denga n mengatakan, "Yang Mulia Gotama, semua benda tidak menyenangkan hatiku. Aku tid

yaitu ta nah. Dengan adanya pertentangan pendapat akan timbul pertengkaran. yang mempunyai pandangan bahwa s emua benda menyenangkan hati mereka. kamu dapat melepaskan keinginan terhadap kesenangan-kesenangan i ndria. terdiri atas empat unsur pokok (Mahabhutarupa). i a telah melepaskan ketiga pandangan tersebut. sulit untuk dipertahankan. Bhikkhu yang demikian itu tidak mungkin akan b ertengkar lagi mengenai sesuatu pandangan. dan yang netral. dan netral. maka perasaan menyenangkan dan tidak menyenangkan tidak bisa muncul. Sang Buddha kemudia n memberikan uraian tentang cara bagaimana orang dapat menyingkirkan kemelekatan . maka perasaan menyenangkan dan netral tidak bisa muncul." Setelah itu Sang Buddha menguraikan tentang adanya tiga pandangan mengenai hal t ersebut. tetapi ia tidak menganutnya dan juga tidak m elekat kepada salah satu dalil. Ia berasal dari ayah dan ibu. Kamu harus melihatnya sebagai sesuatu y ang tidak kekal. Dalam batin yang bebas dari kemelekatan akan timbul pengetahuan bahwa batinnya s ekarang benar-benar telah bebas. Siswa Yang Ariya. tid ak menyenangkan. Aggivesana. Kalau melihat semua ini dengan terang. ia dapat mengikutinya. tidak menyenangkan. Perasaan itu ditakdirkan untuk mati kembali. dan hilang sama sekali. sebagai bisul yang terkena anak panah dan menimbulkan kepedihan dan kesakitan. mereka tidak tertarik kepada apa pun juga. Kelompok ketiga mempunyai pandangan bahwa ada benda-benda yang menyenangkan hati dan mereka tert arik kepada benda-benda tersebut. Ada kelompok lain berpegang teguh kepada pandangan bahwa semua benda tidak menye nangkan hati mereka." "Kalau begitu. selalu memerlukan wangi-wangian dan sabun untuk m enutupi bau yang menyerang keluar. mereka tertarik kepada semua benda. hawa udara. Apa pun dalil keduniawian yang dikemu kakan orang. menc iut. Dengan adanya pertengkaran akan timbul perasaan benci." . Setelah menyelami keadaan ini. "Ada kelompok pertapa dan Brahmana. air. maka peras aan tidak menyenangkan dan netral tidak bisa muncul. merasa jemu terhadap perasaan yang menyenangkan. yaitu yang menyenangkan. Pandangan kelompok ketiga ialah condong ingin memiliki beberapa benda-benda dan membenci benda-benda yang lain. Dengan adanya perasaan be nci akan timbul permusuhan. seorang bijaksana akan menyingkirkan pandangan it u dan juga tidak menganut pandangan pandangan yang lain. perasaan terdiri atas tiga jenis. penderitaan. Pan dangan kelompok kedua condong untuk membenci atau mempunyai pikiran buruk terhad ap benda-benda." Setelah menjelaskan tentang ketiga pandangan salah tersebut. Terhadap benda-benda lain yang tidak menyenangkan hati. Aggivesana. "Tubuh ini. ia akan bebas dari kemelekatan. menyusut. Kalau perasaan tidak menyenangkan timbul. Dengan melakukan ini." Ia ditakdirkan untuk lapuk dan membusuk. Siswa Yang Ariya itu tahu bahwa ini adalah kehi dupannya yang terakhir. kehidupan suci telah dilaksanakan dan selesailah tugas y ang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih harus dikerjakan u ntuk memperoleh Penerangan Agung. dan selalu harus dibersihkan dan digosok (unt uk membersihkan kotoran yang melekat di kulit). "Selain dari itu. mereka tidak tertarik. kamu harus melihatnya s ebagai penyakit. P andangan kelompok pertama ialah condong ingin memiliki benda-benda tersebut. dan api. Itulah tiga jenis perasaan yang tidak kekal dan timbul oleh sesuatu sebab dan di lahirkan oleh sebab. Seorang bijaksana melihat bahwa kalau ia mengambil sikap dan mengatakan bahwa in i yang benar dan yang dua itu salah. kamu harus melihatnya sebagai tanpa aku. Tanpa nafsu-nafsu keinginan. Kalau perasaan netral timbul. Karena jemu. ia akan bertentangan pendapat dengan mereka yang mempunyai kedua pandangan yang lain itu. ia akan melepaskan diri dari nafsu-nafsu keinginan.ak merasa tertarik kepadanya. pandangan yang demikian itu pasti tidak menyenangkan hatimu dan sudah semestinya kamu tidak tertarik lagi kepadanya. Aggivesana. dibesarkan dengan m akanan nasi dan sayur-sayuran. yang mengetahui hakekat yang sebenarnya. Kalau perasaan menyenangkan timbul.

Mattaññuta ca bhattasmim. dan Sangha. Tempat mereka berkumpul adalah di Veluvanarama (hutan pohon bambu) dan waktu itu tengah hari pada saat purnama sidhi di bulan Magha. Patimokkhe ca samvaro. Aku berlindung kepada Sang Buddha. 4. sungguh indah Bhante. anupaghato. Dighanakha memperoleh Mata Dhamma dan. atau menunjukkan jalan kepada yang tersesat. Etam Budhana sasanam. Setelah khotbah selesai. Ia memuji khotbah yang baru saja didengar dan menyatakan diri sebagai upasaka. "Indah. seribu dua ratus lima puluh orang Ar ahat datang berkumpul.5) : "Sabba papassa akaranam. Etam Buddhana sasanam. batinnya terbebas dari semua kekotoran batin dengan jalan menyingkirkan kemelekatan. Ovada Patimokkha yang diucapkan Sang Buddha adalah sebagai berikut (Dhammapada 1 83. 3. Sang Buddha sendiri pernah menerangkan di hadapan para bhikkhu dan bhikkhuni bah wa Sariputta adalah murid-Nya yang terpandai dalam kebijaksanaan dan Moggallana yang terpandai dalam kekuatan gaib. Mereka semuanya Arahat dan memiliki 6 (enam) kekuatan gaib (abhiñña).terbebas dari ker agu-raguan terhadap keampuhan dan keunggulan Dhamma.Selama itu Sariputta berdiri di sisi Sang Buddha dengan kipas di tangan dan meng ipasi Sang Bhagava. Anupavado." Dengan cara-cara inilah Moggallana dan Sariputta memperoleh Penerangan Agung dan menjadi Arahat. Kalau Sang Buddha dinamakan Dhammaraja (Raja Dhamma) maka Sariputta diberi gelar Dhammasenapati (Jenderal Dhamma). Nibbanam paramam vadanti Buddha. Mereka berkumpul tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Semuanya ditahbiskan dengan memakai ucapan "Ehi bhikkhu". Semoga Sang Bhagava menerima aku sebagai upasaka yang berli ndung kepada Sang Ti-Ratana untuk seumur hidup. Waktu itu Sang Buddha mengucapkan Ovadda Patimokkha. "Sang Bhaga va menganjurkan untuk melepaskan ikatan kepada semua benda melalui Kebijaksanaan Tertinggi. Adhicitte ca ayogo. Kusalassa upasampada. menjelaskannya sebagai seorang yang telah menegakkan apa yang telah roboh. a tau membuka apa yang tertutup. Na hi pabbajjito parupaghati. Pantham ca sayanasanam. Dhamma." Merenungkan arti yang terkandung dalam khotbah tersebut. atau menyalakan api sewaktu keadaan gelap gulita. " Artinya: "Janganlah berbuat kejahatan. Sacittapariyo dapanam. Pertemuan para Arahat tersebut dinamakan Caturangasannipata atau Pertemuan Besar Yang Diberkahi dengan Empat Faktor. yaitu: 1. Khanti paramam tapo titikkha. Mendengar khotbah kepada Dighanakha ia berpikir. Samano hoti param vihethayanto. Pertemuan Besar Para Arahat Ketika Sang Buddha berada di kota Rajagaha. 2. . Dengan panjang lebar Bhante telah menguraikan Dham ma.

setelah mereka menden garkan khotbah Sang Buddha dan mencapai tingkat Arahat.Perbanyaklah perbuatan baik. Waktu rombongan mendekati Nigrodharama. Sang Buddha merenung. Dari kejauhan. Tidak menghina. Kaluday i adalah kawan bermain Pangeran Siddhattha waktu kecil dan lahir pada hari. Makanlah secukupnya. Dan senantiasa berpikir luhur. yaitu tiap hari ditempuh satu Yojana. Tiba di pinggir hutan Nigrodharama. Itulah ajaran semua Buddha. terutama oleh para bhikkhu di Muangthai / Thailand. yaitu bertemunya kembali Raja Suddho dana dengan anaknya dapat dituturkan sebagai berikut (Mhvu." Kemudian Sang Buddha terbang ke udara dan berjalan-jalan setinggi orang dewasa. Beliau bukan pula pertapa yang menyebabkan kesusahan orang lain. Perjalanan yang jauhnya enam puluh Yojana (1 Yojana = 16 Km) ditempuh dalam waktu enam pul uh hari. bula n. ib ukota negara Magadha. 114-121). Kaludayi berangkat menuju Rajagaha. Nibbanalah yang tertinggi dari semuanya. Sang Buddha yang sedang berjalan-jalan di udara setinggi orang dewasa n . Waktu mendengar Sang Buddha memberikan khotbah. Sucikan hati dan pikiranmu. Ia duduk saja dan tidak berdiri untuk menyambut kedatangan ayah-Nya yan g sudah tua dan sangat dihormati oleh seluruh rakyat Sakya. Lebih baik Aku terbang setinggi orang dewasa dan berjalan-jalan di udara. Beliau bukan pertapa yang menindas orang lain. Kalau Aku menyambut mereka dengan tetap du duk di tempat duduk-Ku. "Bangsa Sakya terk enal sebagai bangsa yang tinggi hati. Hidup dengan menyepi. Itulah ajaran semua Buddha. kalau sekiranya Sang Tathagata bangun untuk menghormatnya. mereka mungkin akan mencela sikap-Ku dan mengatakan. Ia mohon untuk diterima sebagai bhikkhu dan Sang Buddha mentahbiskannya dengan memakai kalimat "ehi bhikkhu". Namun utusan-utusan tersebu t 'lupa' untuk menyampaikan undangan dari Raja Suddhodana. Raja Suddhodana berikut pengiring dengan disertai penduduk Kapilavatthu. Kaludayi pun mencapai tingkat Arahat. berduyun-duyun datang ke Nigrodharama. menjadi pertapa dan sekarang telah memperoleh Penerangan Agung dan mengaku sebagai Raja Dhamma. Kembali Ke Kapilavatthu Setelah Raja Suddhodana menerima berita bahwa Sang Buddha berada di Rajagaha. dan tahun yang sama. 'Su ngguh keterlaluan yang dilakukan Pangeran yang telah meninggalkan tahta. III." Peristiwa yang bersejarah ini hingga kini masih tetap dirayakan sebagai Magha-Pu ja. Raja turun dari keretanya dan bersama-sama dengan pengiringnya berjalan kaki menuju ke tempat tinggal Sang Buddha. Sang Buddha menerima baik undangan tersebut dan setelah Kaludayi berdiam tujuh hari di Rajagaha. Sang Buddha bersabda. Kesabaran adalah cara bertapa yang paling baik. Tempat itu terletak di luar kota dan dikenal dengan nama Nigrodharama (hutan pohon beringin). maka Beliau mengirim berturut-turut sembilan orang utusan untuk mengundang Sang Buddha pulang ke Kapilavatthu. tidak melukai.' Tetapi tidak ada ma khluk atau kelompok makhluk yang kepalanya tidak dibelah tujuh. Raja dapat melihat anaknya sedang berjalan-jalan di udara dan mer asa sangat kagum. berangkatlah Sang Bhagava beserta rombongan dua puluh ribu bhikkhu menuju Kapilavatthu. Beliau memerintahkan agar disiapkan tempat untu k rombongan yang akan tiba. Mengendalikan diri sesuai dengan tata tertib. Akhirnya Raja Suddhodana mengutus Kaludayi untuk mengundang Sang Buddha. Kemudian Kaludayi menyampaikan undangan Raja Suddhodana kepada S ang Buddha untuk berkunjung ke Kapilavatthu. Berita dengan cepat sampai kepada Raja Suddhodana bahwa Sang Buddha dan rombonga n sedang menuju ke Kapilavatthu. Waktu rombongan tiba. Mengenai peristiwa penting dan menarik ini.

Sedikit demi sedikit Mahapajapati dapat melihat kem bali sehingga penglihatannya pulih seluruhnya. Yang hadir bersorak-sorak gembira melihat kemukjizatan tersebut. Apakah kaki anakku tidak pernah merasa sakit?" Sang Buddha menjawab. Baginda. yaitu Yamakapatihariya atau Mukjizat Ganda. . sel anjutnya lari dari sebelah Selatan dan lenyap di sebelah Utara." Raja Suddhodana berkata. murni adalah arus air yang datang dari pantai kebajikan yang tak t ernoda dan dipujikan oleh para bijaksana. tak ternoda oleh kekotoran-kekotoran batin di dunia ini. dan batu kerikil . Kemudian menuruti bisikan hatinya. Api berkobar-kobar di badan sebelah atas dan air dingin melalui lima ratus pancaran turun dari badan sebelah bawah. Yasodhara merasa terharu sekali melihat keadaan Mahapajapati. "Aku adalah Sang Penakluk. Sekarang siapak ah yang memandikan anakku dengan air bersih dan menyegarkan apabila anakku meras a lelah?" Sang Buddha menjawab. Aku telah melepaskan diri dari semua benda dan telah terbeba s dengan musnahnya nafsu-nafsu keinginan. Orang seperti Aku tak dapat lagi digan ggu oleh perasaan enak dan tidak enak. kemudian Sang Buddha terlih at duduk dengan tenang di tempat duduk-Nya. "Dulu anakku selalu memakai sandal terbuat dari kain w ol halus yang berjalan di atas permadani yang empuk dan dipayungi dengan payung putih. Raja Suddhodana menanyakan apakah sekarang Sa ng Buddha baik-baik saja. Setelah pemandangan yang di atas lenyap sama sekali. Raja Suddhodana berkata. kedua kali waktu aku lihat anakku bermeditasi di bawah Po hon jambu dan ini untuk yang ketiga kalinya. Yaso dhara menampung dengan kedua tangannya air yang keluar dari badan Sang Buddha se waktu melakukan Mukjizat Ganda. "Ini adalah untuk ketiga kalinya aku menundukkan kepalaku di bawah kakimu. Raja Suddhodana menghampiri anaknya dan berkat a. Kemudian mereka semua berlutut memberi hormat kepada Sang Buddha. Mahapajapati mendengar hadirin bersorak-sorak. Mahapajapati matanya buta karena sed ih dan terlalu banyak menangis sewaktu Pangeran Siddhattha meninggalkan istana d an pergi bertapa di hutan Uruvela. pertama kali waktu seorang pertapa meramalkan bahwa anakku kela k akan menjadi Buddha. Setelah itu air memancar dari sebelah atas badan dan api berkobar-kobar dari badan sebelah bawah. Waktu itu hadir juga Yasodhara yang menuntun Mahapajapati. "Dulu para pelayan tiap hari memandikan dan menggosok-gosok badan anakku dengan minyak kayu cendana yang baunya harum semerbak. tetapi karena tidak dapat melihat . Yang Maha Tahu. kemudian lari dari arah Barat dan lenyap d i sebelah Timur. Tetapi sekarang kaki anakku yang halus dan berwarna tembaga serta penuh g aris-garis ajaib itu harus berjalan di atas rumput kasar. Dengan air itu Yasodhara membasahi dan mencuci m ata Mahapajapati berulang kali disertai doa semoga air itu dapat mengembalikan p englihatan Mahapajapati. "Oh. Sekarang Mahapajapati dapat menya ksikan sendiri peristiwa yang membuat para hadirin bersorak-sorak. maka semua peristiwa yang terjadi harus diceritakan oleh Yasodhara. Dengan kedua t angan dirangkapkan di depan dada. Setelah melakukan Mukjizat Ganda. Dengan penuh kesujudan. Pada waktu itulah Sang Buddha mempertontonkan kekuatan gaib-Nya yang hanya dapat dilakukan oleh seorang Buddha. Sang Buddha kemudian menghilang.aik lebih tinggi sedikit dan berdiri setinggi pohon palem. oh Yang Maha Tahu. Hilang sudah keragu-raguan dan sekarang semua hadirin yakin bahwa Pangeran Siddh attha sesungguhnya telah menjadi Buddha. duri. Tiba-tiba di udara muncul seekor banteng besar dengan tengkuk yang bergetar-getar lari dari a rah Timur dan lenyap disebelah Barat. Dengan mandi dan menyelam dalam air de wata itulah Aku telah tiba di pantai seberang. Kemudian muncul lagi dan lari dari arah Utara dan lenyap di sebelah Selatan. Tetapi sekarang anakku mengembar a di waktu malam yang dingin dari satu hutan ke hutan yang lain. sehingga dapat diliha t oleh segenap yang hadir. sehingga memb uat hatinya gembira sekali. Satu mukjizat telah terjadi.

"Dulu anakku makan dari piring perak dan minum dari mangkuk emas. "Oh." Raja Suddhodana berkata. Dan rupanya a nakku menyukainya. maka Aku. Tetapi sekarang anakku memakai pakaian dari kain kasar yang terbuat dari serat kayu merah. diiringi musik yang merdu. Selalu tersedi a makanan yang lezat-lezat dengan bumbu yang terpilih. Sekarang anakku memakai rumput dan daun-da unan sebagai kasur dan tidur di atas tanah yang kasar dan berbatu. anakku tinggal di istana yang kamarnya (di lantai atas) menyerupai tempat kediaman para dewa dan diterangi oleh sekumpulan kunang-kunang. kereta yang mahal dan bergemerlapan dengan emas dan tembaga selalu tersed ia untuk dipakai dan kemana pun anakku pergi selalu ikut serta sebuah payung put ih. (melaksanakan med itasi) dan Anurakkhana (menjaga watak sendiri) adalah kuda-kuda-Ku. Dan anakku adalah orang yang bercahaya di antara orang-orang d . ma kan hidangan asin atau tidak asin. oh Baginda. Semua duk a cita dan kesedihan telah Kutinggalkan. Bhavana." Raja Suddhodana berkata. "Seperti juga Buddha-Buddha dari zaman dulu dan Buddha-Buddha di zaman yang akan datang." Sang Buddha menjawab. apakah anakku tidak lelah?" Sang Buddha menjawab. anakku adalah orang yang paling bercahaya di antara orang-orang dari suku Sakya. Sungguh aneh anakku berbuat hal seperti itu." Sang Buddha menjawab." Sang Buddha menjawab. di tempat ini pun yang dihuni oleh manusia terdapat para Brahma dan Dewa Agung yang senantiasa mengikuti petunjuk-petunjuk-Ku dan lagi pu la Aku dapat pergi kemana pun yang Kukehendaki. sebagaimana dewa Sakka yang paling berca haya di antara dewa-dewa di langit. "Sekarang. Tetapi sekarang anakku dengan tanpa perasaan muak. oh Baginda. kuda dan gajah. kebijaksanaan dan pikiran yang terpusat adalah sais-Ku. Lagipula Kantha ka. Sungguh aneh anakku berbuat seper ti ini." Raja Suddhodana berkata. Coba katakan. dan juga para Penakluk tidak menghiraukan apakah yang diterimanya menyenangka n atau tidak menyenangkan. dan sebuah lambang kerajaan. Seorang diri Aku mengembara ke tempat-tempat yang jauh. Padhana yang terdiri atas Sanvara (pengekangan diri dar i nafsu-nafsu). sebagaimana layaknya disa jikan kepada seorang raja. "Dulu. kereta perang. "Dulu. Ketetapan hati. "Dulu. Dengan terbebas dari duka cita dan kese dihan. tempat tidur atau makana n. "Para Penakluk. tidak menghiraukan pakaian. "Dulu. dimana pelayan wanita yang memakai perhiasan dan k alungan bunga menunggu dengan sabar kata-kata yang akan keluar dari mulut Tuanny a. Sang Tathagata. para penyanyi selalu menyanyikan lagu-lagu yan g anakku senangi. Kaki dipan terbuat dari emas dan dibalut de ngan untaian bunga yang harum semerbak. dengan dilengka pi jendela putar yang serasi. anakku tidur di dipan tinggi yang dilapisi kulit kambing hutan dengan ban tal yang empuk dilapisi sutra halus."Sewaktu anakku masih memakai kain buatan Benares dan memakai baju bersih yang b erbau wangi bunga teratai dan cempaka. makan yang lembut dan kasar. "Kekuatan gaib adalah kereta-Ku." Raja Suddhodana berkata. Baginda. sebuah pusaka. orang seperti Aku tidak akan tidur dengan tidak nyenyak. Aku selalu menjaga batin-Ku agar selalu berbelas-kasih kepada semua makhl uk. kuda yang terkenal paling bagus dan paling cepat di seluruh negeri selalu me nyertai anakku. sedang lantai ditutup dengan permadani y ang terbuat dari bahan wol dan kapas. dengan bumbu atau tanpa bu mbu. namun anakku lebih senang berjalan kaki dari satu kerajaan ke kerajaa n lain. Meskipun hingga kini masih tersedia kereta." Raja Suddhodana berkata. yang pakai bumbu atau yang tidak pakai bumbu dengan pikiran yang terkendali guna kepentingan dun ia ini. sebatang pedang. kasar atau lembut. Pahana (melenyapkan kekotoran batin). Apakah tubuh Yang Maha Bijaksana tidak merasa sakit?" Sang Buddha menjawab.

Lagipula sekarang Aku memiliki Delapan Mustika yang tid ak ada bandingannya di dunia ini." jawab Sang Buddha dengan tenang. selalu dijaga oleh pengawal bersenjata yang mahir menggunakan pedan g. Raja Suddhodana kemudian menegur. Karena tidak mendapat undangan makan di istana. kalau saja anakku tidak melepaskan tujuh rupa pusaka (lam bang seorang Raja) dan menjadi seorang pertapa. "Apa? kebiasaan kita? Bagaimana mungkin?! Tidak pernah seorang anggota keluarga kita minta-minta makanan seperti ini. "Dulu. maka keesokan harinya Sang Buddh a bersama-sama dengan pengikutNya memasuki kota Kapilavatthu untuk mengumpulkan makanan. Apakah anakku tidak takut? Coba terangkan hal i ni kepadaku." Sang Buddha menjawab. "Sekarang pun seluruh dunia masih tetap menjadi milik-Ku dan Aku tetap masih mem iliki ribuan orang anak. di hutan anakku seorang diri berada di tengah-tengah teriaka n burung hantu dan jeritan anjing-anjing hutan. Memang sering mereka l ihat seorang pertapa atau Brahmana berjalan berkeliling mengumpulkan makanan dar i penduduk. Justru karen a tanpa perasaan takut itulah Aku menang dan berhasil keluar dari lingkaran tumi mbal lahir. Tetapi sekarang. seorang pertapa yang selalu waspada dan tidak tergoy ahkan oleh celaan atau pujian. Penduduk kota Kapilavatthu menjadi heboh sekali. oh Baginda. maka pergilah Sang Buddha beserta rombongan menuju ke istana ." Sang Buddha menjawab. "Mengapakah anakku melakukan perbuatan yang sangat memalukan ini? Mengapa anakku tidak datang saja ke istana untuk mengambil makanan? Apakah pantas seorang putr a Raja minta-minta makanan di kota. oh Yang Maha Kuat." Setelah Raja Suddhodana tetap mendesak agar Sang Buddha beserta pengikut-Nya men gambil makanana di istana. Semua Buddha di zaman dulu hidup dengan jalan mengumpulkan makanan dari para penduduk." Sang Buddha menjawab. tetapi makhluk-makhluk itu tidak akan mengganggu walaupun sele mbar rambut-Ku karena Aku telah menyingkirkan semua perasaan takut. tetapi ini adalah kebiasaan para Buddha. kamar anakku yang menyerupai tempat kediama n para dewa. Baginda. "Sebenarnya seluruh dunia bisa menjadi tanah milikmu dan seribu orang anak dapat pula menjadi milikmu." Raja Suddhodana berkata. bagaimana Anda dapat katakan bahwa Sang Penakluk. Karena itu. Hal ini segera diberitahukan kepada Raja Suddhodana dan Raja menjadi terkejut da n malu sekali." Selesai percakapan ini. sebagaimana Dewa Sakka yang paling bercahaya di antara dewa-dewa di langit. tetapi baru sekarang ini mereka menyaksikan seorang dari kasta Khatt iya. seperti seekor singa tidak takut kepada suara. Aku sekarang bercahaya di antara bhi kkhu-bhikkhu seperti Brahma di antara dewa-dewa di langit. oh Baginda. Pemimp in yang tidak dipimpin oleh siapa pun. "Aku sekarang menyanyikan lagu dengan khotbah dan pembabaran Dhamma dan terbebas karena memperoleh Kebijaksanaan Tertinggi. tempat dulu ia sering mondar-mandir dengan m enggunakan kereta emas? Mengapa anakku membuat malu ayah seperti ini?" "Aku tidak membuat ayah malu. Hal ini memang sudah menjadi kebiasaan kami. Raja Suddhodana memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seora ng Sotapanna. Seorang diri Aku berkelana. Dengan tergesa-gesa Raja keluar dari istana dan pergi menemui San g Buddha. se perti angin tidak dapat dijerat oleh jala. berjalan keliling mengumpulk an makanan. "Meskipun semua gerombolan Yakka datang bersama gajah-gajah liar yang mengarungi hutan belantara. memang ini bukan merupakann kebiasaan seorang anggota keluarga ker ajaan.ari suku Sakya. putra dari seorang Raja yang masih memerintah. dimana pada malam hari binatang buas berkeliaran mencari mangsa. dapat merasa takut?" Raja Suddhodana kembali bertanya. di istana. Dan anakku mengatakan bahwa ini sudah menj adi kebiasaan kita?" "Oh.

anakku tidak lagi memakai untaia n bunga dan wewangian. "Di manakah Yasodhara?" Raja Suddhodana menjawab. membersihkan kaki Sang Buddha yang basah dengan air mata untuk kemudian dengan hormat mempersilak an Sang Buddha dan Raja Suddhodana mengambil tempat duduk masing-masing yang sud ah disediakan. Setelah Putri sendiri juga mengambil tempat duduk. "Yang Maha Bijaksana. Sang Buddha berpesan ke pada ayahNya. waktu mendengar bahwa anakku makan hanya satu kali sehari. Sang Buddha bertanya." "Kalau begitu." Sang Buddha menjawab. apakah pantas kalau aku sekara ng datang menemuinya? Aku rasa. dan dipuja oleh d emikian banyak orang. Yasodhara ada di kamarnya. waktu Putri mendengar bahwa. lebih baik aku tunggu saja dan lihat apa yang ak an terjadi. yang dulu pernah mengenal Pangeran Siddhattha. Setelah Sang Buddha memasuki kamar.BAB IV MASA MENYEBARKAN DHAMMA Putri Yasodhara Setelah Sang Buddha beserta rombongan selesai makan tengah hari. dan setia kepada-Ku." Kemudian Sang Buddha menceritakan Candakinnara Jataka. "Bukan di kehidupan ini saja. Sungguh bajik menantuku Yasodhara ini. Beliau sekarang termasuk gol ongan Buddha. oh Baginda. Putri segera memerintahkan semua pelayannya memakai baju kuning untuk memberi hormat selamat datang kepada Sang Buddha." Waktu Putri Yasodhara diberi kabar tentang kedatangan Sang Buddha. juga dalam kehidupan-kehidupan yang la mpau Yasodhara selalu melindungi berbakti. yaitu kisah tentang kehid upan-Nya yang lampau bersama-sama Yasodhara. seperti di bawah ini: "Dalam salah satu kehidupan yang lampau. Sang Buddha berdiri diam saja dan dengan batin yang waspada memancarkan gaya-gay a kasih sayang dan belas kasih kepada Putri yang sedang menangis memegangi kakiNya. dengan cepat Putri Yasodhara menyambutnya sa mbil berlutut dan memegang kaki Sang Buddha. Raja Suddhodana berkata kepad a Sang Buddha. "Biarkan saja Yasodhara memberi hormat kepada-Ku sebagaimana yang dikehendaki. Setelah lewat beberapa waktu. Waktu tiba di depan kamar. waktu mendengar bahwa anakku ti dak tidur di dipan yang tinggi dan mewah. Apakah pantas bila aku datang menemuinya? Beliau pasti tidak dan j uga tidak mungkin membutuhkanku lagi. Kemudian Putri Yasodhara melepaskan rasa rindunya dengan meletakkan kepalanya di atas kaki Sang Buddha dan menangis tersedu-sedu sehingga kaki Sang Buddha basah dengan air mata. waktu Putri mendengar bahwa anakku memakai jubah kuning. Sang Bodhisatta dilahirkan sebagai seek or Kinnara (burung dengan kepala manusia) bernama Canda. marilah kita pergi menjenguknya. Karena itu. Putri pun makan hanya satu kali sehari. Tetapi Yasodhara berada di kamarnya dan berpikir. dihormat. Putri pun tidur di atas dipan yang ren dah dan sederhana. dicintai. yang sekarang sudah menjadi Buddha. P utri pun memakai baju kuning. aku akan memberi Beliau penghormatan yang layak. Mereka semua merasa gembira sekali dapat bertemu lagi dengan Sang Pangeran yang dicintai dan kagum melihat Sang Pan geran." Setelah berbicara dengan para pengunjung-Nya untuk beberapa waktu lamanya. Pada suatu hari mereka sedang bersuka ria di dekat sungai kecil dengan bernyanyi . Kalau Beliau datang menemuiku. Jangan berkata apa-apa atau melarangnya. waktu keluarganya mengir im pesan bahwa mereka bersedia menanggung semua keperluan hidupnya. Putri yang sedang menangis. Putri pun tidak lagi memakainya. Putri tidak menggubrisnya sama sekali. berduyun-duyun orang. datang menemuinya untuk se kedar berbincang-bincang dan memberi hormat. Sang Buddha menyerahkan mangkuk-Nya kepada Raja Suddhodana dan berjalan di muka menuju kamar Putri Yasodhara. yang hidup di Gunung Hi mava dengan istrinya yang bernama Canda." kata Sang Buddha. "Pangeran Siddhattha sekarang sudah mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha. "Oh.

Bimbasundari. Kemud ian Pangeran Nanda berpikir. Istrinya. Hari itu Raja Suddhodana mencapai tingkat kesucian Sakadagami dan Putri Pajapati menjadi seorang Sotapanna. memb eri berkah kepada semua orang yang hadir dan kemudian pamitan pulang setelah mem beri mangkuk-Nya kepada Pangeran Nanda. Aku tidak menyukai kehidupan sebagai bhikkhu. " Engkau tak usah bersedih atas kematian suamimu. Di buku-buku suci Ti Pitaka (lihat D. Dewa Sakka turun ke dunia dan menghidupkan ke mbali Canda. makan hidangan yang telah disediakan." Tiba di vihara. Raja Suddhodana ingin pul a menikahkan Pangeran Nanda dengan Putri Janapada Kalyani dan memberikan sebuah istana untuk tempat tinggal kedua mempelai. "Sang Buddha akan mengambil kembali mangkuk-Nya di pintu pagar istana. Raja Benares datang menghibur dengan mengatakan. jangan pergi terlalu lama. adik dari Ratu Maya. Beliau menciptakan seekor monyet betina dan b eberapa bidadari dan bertanya. istrimu atau monyet betina itu?" "Bhante.N hal 741). Demikian keras protes Canda. sehingga menggerakkan hati Raja Dewa Sakka. Canda ialah yang sekarang dilahirkan sebagai Pangeran Siddhattha da n Canda ialah Putri Yasodhara. Bhante. Janapada Kalyani dapat diumpamakan sebagai monyet betina kalau dibandin gkan dengan para bidadari. Raja Suddhodana mengundang Sang Buddha untuk menghadiri upacara yang penting tersebut dan memberkahi kedua mempelai. putra mahkota d ari Kerajaan Sakya. "Kekasihku. Pada hari ketiga Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu.P. Putri Janapada Kalyani. Sang Buddha datang di tempat upacara. Pangeran Nanda berpikir. apabila engkau bersedia menjadi permaisuriku. Aku ingin melepaskan jubah dan pulang ke istana. Bhaddakacca dan Subhaddaka. cepa t-cepatlah pulang. Aku mempersembahkan segenap cint aku dan seluruh isi kerajaanku. Seketika itu Raja jatuh cinta kepada nya. "Mengapakah Anda kelihatannya begitu sedih?" "Saudara." Karena itu Putri berpesan. Sang Bu ddha kemudian bertanya. apakah engkau mau menjadi bhikkhu?" Pangeran Nan da menjawab. Agama Buddha aliran Utara lebih menyukai nama Yasodhara. memeluk mayat suamin ya dan menangis tersedu-sedu. Sang Buddha berjalan ke luar istana dengan diikuti Pangeran Nanda yang membawa m angkuk Sang Buddha. aku sebenarnya menyesal. Bhikkhu ini kemu dian pergi melaporkan peristiwa tersebut kepada Sang Buddha. Nanda merasa menyesal dan menderita sekali karena terus mem ikirkan istrinya yang cantik. coba katakan. "Suami saya mungkin pergi ke vihara dan akan pamitan setelah tiba di sana.-nyanyi dan menari-nari. sebagai putra mahkota menggantika n kedudukan Pangeran Siddhattha. "Nanda." Canda tidak menghiraukan hiburan Raja Benares dan terus meratap dan menangis sam bil memprotes kepada para Dewata Agung yang membiarkan suaminya mati dibunuh ora ng. Setelah ditahbiskan. Hal ini dilihat oleh bhikkhu lain yang kemudian me negurnya. Yasodhara sewaktu-waktu diseb ut sebagai Rahulamata. Bhaddakaccanna. maka Raja Suddhodana ingin me nobatkan Pangeran Nanda yang berumur 35 tahun. melihat suaminya mengikuti Sang Buddha dan berpikir. Bimbadevi. telah menjadi seorang pertapa. dan dianggap sebagai Putri da ri Dandapani." jawab Nanda. yaitu anak dari Putri Pajapati. Raja memanah Canda dan matilah Canda. Pangeran Nanda Pangeran Nanda adalah seorang saudara tiri Pangeran Siddhattha. "Sang Bhagava akan mengambil kembal i mangkuk-Nya di pintu istana." Tetapi Sang Buddha terus berjalan ke luar. "Mau." Sang Buddha kemudian mentahbiskannya menjadi bhikkhu . "Nanda. tetapi sering juga meny ebutnya sebagai Bimba. Sang Buddha memangg il Nanda dan dengan kekuatan gaib. Karena Pangeran Siddhattha. Pada waktu itu Raja Benares sedang berburu di hutan dan melihat Canda sedang bernyanyi dan menari. Pangeran Nanda mengembalikan mangkuk kepada Sang Buddha. Dengan menyamar sebagai seorang Brahmana." Mempelai wanita. manakah yang lebih cantik. Canda. dan Bimba." . Pada waktu yang sama.

Yasodhara tak dapat lagi menahan air matanya yang menitik keluar dan berkata. Sang Buddha berpikir. sedih dan sakit sekali. Aku mohon dengan sangat agar mulai hari ini tidak lagi ada seorang b hikkhu atau samanera yang ditahbiskan tanpa izin dari orang tuanya. Keesokan harinya. Dengan demikian ia akan mewari si harta pusaka yang paling mulia. Ibu. Raja Suddhodan a menjadi sedih sekali. Sang Buddha minta kepada Sariputta untuk mentahbiskan Rahula men jadi Samanera. Kemudian ia menambahkan. Sekarang Rahula dibawa kemari dan dita hbiskan menjadi samanera. Aku jamin bahwa engkau akan memiliki bidadari tersebut. "Ayah. Sang Buddha meninggalkan istana dan Rahula mengikuti sambil terus merengek-rengek. aku mohon dengan sangat. Waktu Nanda meninggalkan istana hatiku menjadi hancur dan menderita sekali." Selesai makan siang. " Waktu dulu anakku meninggalkan istana membuat aku sedih. Nanda. b ila saja engkau mau bekerja keras. Ananda Setelah Sang Buddha beberapa lama diam di Kapilavatthu. aku kelak akan menja di raja. tidak lagi diketahui apa yang terjadi deng an harta tersebut. Ayah. berikanlah kepadaku warisan. "Ayah. 80. "Sayang. tetapi semua harta dunia penuh denga n penderitaan. Pangeran Rahula Pada hari ketujuh Sang Buddha di Kapilavatthu." Tidak ada orang yang mencoba menghalang-halangi dan Sang Buddha sendiri juga mem biarkan saja Rahula merengek-rengek sambil terus mengikuti jalan di samping-Nya.000 orang telah ditah biskan menjadi bhikkhu." Tiba di vihara." jawab Nanda. Kalau aku kelak menjadi Raja. aku ingin memiliki harta pusaka. Dari jend ela itu mereka dapat melihat Sang Buddha sedang makan siang. Kemudian Sang Bud . dengan segala senang hati aku ingin terus menjadi bhikkhu. "Ayah. aku adalah Pangeran Rahula. Beliau punya banyak harta pusaka . Aku mohon diberi harta pusaka. ba hkan bayangan Ayah membuat hatiku senang. aku akan menjadi raja -di-raja. Aku sangat menyesal dan tidak senang akan apa yang tel ah terjadi. "Anakku sayang. Mendengar berita bahwa Rahula telah ditahbiskan menjadi samanera. pertapa yang kulitnya kuning emas itu dan kelihatannya sebagai Brahma d ikelilingi oleh ribuan murid-Nya adalah ayahmu." jawab Rahula. Pergilah kepadanya dan mintalah hadiah sambil berkata. Raja Suddhodana menc apai tingkat kesucian Anagami. Putri Yasodhara mendandani Panger an Rahula dengan pakaian yang bagus dan mengajaknya ke sebuah jendela. tahukah engkau siapa orang itu?" "Beliau adalah Buddha. berikanlah aku harta pusaka. Tiba di taman." Sang Buddha menyetujui permohonan Raja Suddhodana dan mulai hari itu tidak menta hbiskan bhikkhu atau samanera tanpa terlebih dulu mendapat izin dari orang tuany a."Bergembiralah. Ia kemudian dengan tekun mengikuti semua petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh S ang Buddha dan dalam waktu singkat mencapai tingkat kesucian yang tertinggi dan tidak lagi mempunyai keinginan untuk kembali ke istana. yaitu satu orang dari setiap keluarga. Kemudian aku mencurahkan cinta dan perhatianku kepada cucuku Rahula dan mencinta i melebihi cintaku kepada siapa pun juga. Lebih baik Aku memberinya warisan yang berupa Tujuh Faktor Penera ngan Agung yang Aku peroleh di bawah pohon bodhi. "Rahula minta warisan harta pusaka ayahnya. setelah mendengarkan khotbah Sang Buddha. Raja lalu pergi menemui Sang Buddha dan dengan sopan menegur dengan kata-kata. karena seorang anak adalah pewaris dari apa yang menjadi milik ayahnya. Putri Yasodhara kem udian bertanya kepada Rahula. Ayah banyak memiliki harta. Rahula men gatakan apa yang tadi dipesankan oleh ibunya." Pangeran Rahula yang masih murni dan belum tahu apa-apa pergi mendekati Sang Bud dha dan sambil memegang jari tangan Sang Buddha dan menatap muka-Nya." "Kalau begitu. Setelah ayahmu meninggalkan istana.

3. maka undangan itu tidak terma suk untuk dirinya. dan tahun yang sama dengan Sang Buddha dan t erkenal sekali karena sumbangannya untuk kemajuan dan perkembangan Buddha Dhamma . Setiap hari secara bergantian bhikkhu Nagasamala. 4. supaya ia boleh membawanya mengha dap kepada Sang Buddha. Sewaktu dalam perjalanan." Baru setelah itulah Ananda menawarkan diri untuk menjadi pembantu tetap asal saj a Sang Buddha berkenan meluluskan delapan permintaannya. apabila i a merasa ada sesuatu yang diragu-ragukan. 2. Radha. yang selama itu diam saja . tempat tinggal yang menyenangkan dan aga r bisa ikut serta kalau Sang Buddha mendapat undangan. bulan. orang akan bertanya-tanya. jangan membiarkan orang lain menganjurkan engkau untuk memohon pekerjaan tersebut. Dev adatta. maka jubah itu ti dak boleh diberikan kepada Ananda. dan samanera Cunda membantu dan melayani Sang Bhagava (Buddha). Ananda mengatakan. Pada suatu hari dalam khotbah-Nya di Rajagaha. Dikisahkan bahwa lima orang dari mereka dalam waktu singkat mencapai tingkat kes ucian Arahat. Bhaddiya. Jawaban Ananda dalam hal ini sungguh menarik sekali. Empat hal yang Ananda mohon supaya ditolak adalah: 1. dan Meghiya. 2. Ananda. Ananda dilahirkan pada hari. yaitu untuk menolak emp at hal dan meluluskan empat hal lainnya. Kalau Sang Buddha menerima hadiah. Sang Buddha belum mempunyai s eorang pembantu tetap. "Kalau S ang Bhagava memang memerlukan Ananda sebagai pembantu tetap. "Ananda. menawarkan diri untuk menjadi pembantu tetap. Empat hal yang Ananda mohon Sang Buddha menerimanya : 1. maka Sang Bud dha harus memenuhinya. Kalau hal ini tidak diperkenankan. Kalau Sang Buddha menerima undangan pribadi. Bhagu. maka orang akan bercerita bahwa Ananda menjadi pembantu tetap karena in gin mendapat jubah bagus. Sunakkhata. Kalau Ananda menerima sebuah undangan atas nama Sang Buddha. untuk memohon kepada Sang Bhagava agar dapat diterima menjadi pembantu tetap. Atas kemauan sendiri engkau dapat menj adi pembantu tetap Sang Buddha. 3. dan tukang pangkas rambut mereka yang bernama Upali. Semua murid utama-Nya yang terdiri dari delapan puluh Arahat. Apa pun juga yang Sang Buddha khotbahkan sewaktu ia tidak hadir.dha dengan rombongan berangkat ke Rajagaha. Setiap waktu ia diperbolehkan untuk bertanya kepada Sang Buddha. meskipun tidak teratur. seperti Sari putta dan Moggallana. Upavana. Sang Bhagava boleh mengatakan-Nya. Apabila Sang Buddha menerima pemberian jubah yang bagus. Sang Bhagava menyinggung tentang perlunya ditunjuk seorang pembantu tetap karena merasa usia-Nya yang sudah menin gkat. Para Arahat kemudian menganjurkan Ananda." Kemudian Sang Buddha berkata. Sang Buddha berhenti di hutan mangga Anupiya dan di te mpat itu Beliau dikunjungi oleh Anuruddha. tetapi memperoleh kekuatan gaib yang luar biasa yang ter tinggi yang dapat dicapai seorang manusia. Kimbila. Tetapi semua nya ditolak. Ananda mencapai tingkat kesucian Sotapanna dan Devadatta tidak men capai tingkat kesucian. Bahwa Ananda tidak boleh diminta untuk tidur di kamar pribadi Sang Buddha yang harum baunya (Gandhakuti). maka hadiah tersebut tidak boleh diberi kan kepada Ananda. Kalau ada orang datang dari tempat jauh. S agata. Selama 20 tahun setelah mencapai Penerangan Agung. makanan enak. 4. supaya Sa ng Buddha bersedia mengulangnya kembali. Ananda mengatakan kalau Sang Buddha melakukan satu dari empat hal yang tersebut di atas. Nagita. apa sebenarnya fae .

Pada wakt u itu Sang Buddha sedang jalan hilir mudik sambil menghirup udara pagi hari yang segar. dan Sumana. Nama sebenarnya adalah Sudatta. Culasubhadda. maka timbul hasrat dalam dirinya untuk mengunjungi Sang Buddha. Dem ikian mewahnya hidangan yang sedang disiapkan. maka mulai hari itu Ana nda resmi menjadi Buddha-upatthaka (pembantu tetap Sang Buddha). ia akan mendapat kepercayaan khalayak ramai dan mereka tahu bahwa Sang Buddha mempu nyai kepercayaan besar terhadap dirinya. maka ia diberi nama Anathapindika yang berarti "Pemberi makan orang yang melarat". Ananda mencapai tingkat Arahat tiga bulan setelah Sang Buddha mangkat. yang menjadi per mulaan berdirinya Sangha Bhikkhuni. dibagi dua dan kemudian mereka mendirikan dua buah stupa sebagai penghormatan kepada An anda. serta tiga ora ng putri bernama Mahasubhadda. yaitu pad a hari pembukaan Sidang Agung Pertama di Goa Sattapanni. Anathapindika Anathapindika dilahirkan di Savatthi. Di sidang tersebut. Istrinya bernama Punnalakkhana. Di tempat inilah untuk pertama kali Anathapindika bertemu den gan Sang Buddha. Justru karena hubungan erat inilah. Patut pula dicatat sebagai jasa Ananda bahwa berkat sokongannya yang kuat. satu di Kapilavatthu dan satu lagi di negara Koliya. waktu Anathapindika berkunjung ke Rajagaha untuk urusan dagang. menemani ke manapun Sang Buddha pergi. Dibantu dengan ingatan kuat yang dim ilikinya. ha ri masih gelap. Ananda berjalan ke tengah Sungai Rohini dan di situlah da ri tubuhnya keluar api yang membakar badan jasmaninya. Ayahnya seorang jutawan yang bernama Suman a. Setelah memberikan khotbah kepada para keluarganya yang berkumpul di kedua tepi sungai. Seperti diketahui di halaman muka. atas perintah Sang Buddha merancang jubah bhikkhu dengan men gambil contoh sawah-sawah di Magadha. mengikuti-Nya sebagai sebua h bayangan. mengambilkan air. Setelah diberitahu bahwa semua hidangan itu disiapkan untuk menerima kedatangan Sang Bu ddha. sehingga malam itu ia terbangun sampai tiga kali dari tidurnya. Hanya kalau delapan permohonan ini dikabulkan. Tetapi kepercayaannya terhadap Sang Buddha demikian kuat. Kemudian Sang B . membersihkan kamar-Nya dan hal-hal lain lagi. Pada hari akan meninggal dunia. Me mikirkan kunjungan ini membuat Anathapindika demikian tegang. Ananda adalah putra tunggal dari Pangeran Suk kodana. Setelah Sang Buddha setuju dan memberik an anugerah (Vara) berupa Delapan Hak Istimewa tersebut. Ananda meninggal dunia pada usia 120 tahun. sehingga ia berpikir barangkali a da pesta pernikahan atau mungkin untuk menerima kedatangan seorang Raja. Waktu ia berangkat ke Sitavana. mencuci kaki-Nya. Anan da pergi ke tepi Sungai Rohini. Ia bermaksud untuk mengunjungi Sang Buddha pagi-pagi sekali keesokan harinya. maka Ananda dapat mengulang semua khotbah Sang Buddha. Karena itu Anan da juga dinamakan Bendahara Dhamma (Dhamma-bhandagarika). Pada suatu hari Sang Buddha tiba di hutan Sitavana dalam perjalanan dari Kapilav atthu ke Rajagaha. ia melihat bahwa jutawan dari Rajagaha ini sedang sibuk mempersiapkan hidangan untuk Sang Buddha dan para pengikut-Nya.dah dari pengabdian tersebut. Sang Buddha menyapanya dengan memanggil nama pribadinya. hatinya merasa takut se kali sehingga ia menggigil. Lagipula seorang makhluk halus (yakkha) bernama Sivaka yang baik hati mem beri ia semangat. tetapi karena kedermawanannya dan selalu bers edia menolong orang yang melarat. Selama 25 tahun lamanya Ananda melayani Sang Buddha. Ketika hendak melintasi tanah pekuburan. Ananda mengulang khotbah-khotbah (Su tta) Sang Buddha. Dan Ananda jugalah. sedangkan Upali mengulang tata tertib (Vinaya) para bhikkhu da n bhikkhuni. kakak dari seorang jutawan di Rajagaha mempunyai seorang putra bernama Kala. Putri Pajapati berhasil diterima menjadi bhikkhuni oleh Sang Buddha. kota Rajagaha yang dike tuai oleh Maha Kassapa. Di rumah kakak iparnya di Rajagaha. sehingga akhirnya tibalah Anathapindika di Sitavana. maka Ananda mempunyai kesempatan istimewa un tuk mendengarkan semua khotbah Sang Buddha. sehingga dari tubuhnya keluar cahaya yang menerangi jalan yang harus dilal uinya. Keluarganya di kedua tepi sungai mengumpulkan abu sisa badan jasmaninya. adik Raja Suddhodana. yang menjadi perbatasan antara Kapilavatthu dan negara Koliya.

Di pihak lain. Tetapi anehnya. Anathapindika segera menyuruh pelayannya untuk menge luarkan uang emas dari gudang hartanya dan menutupi taman dengan mata uang emas. Sugata. Anathapindika dua kali sehari mengunjungi Sang Buddha dan sering membawa banyak sahabatnya. Ia ingat ke pada taman Pangeran Jeta yang memenuhi syarat yang dikemukakan Sang Buddha. maka kemudian dikenal Anandab odhi. Anathapindika diberi gelar "Pemimpin para Dayaka". maka akhirnya ia setuju menjual tamannya asalkan saja Anathapindika sanggup menutupi taman tersebut deng an uang emas. Sang Bud dha menerimanya dengan mengatakan. Kalau datang ia selalu membawa hadiah-hadiah untuk para bhikkhu muda dan samanera. Putri pertama dan kedua telah mencapai tingkat kesucian Sotapanna. Dengan tidak pikir panjang. Anathapindika mencari sebidang tanah yang luas dan sunyi untuk membuat tempat tinggal bagi Sang Buddha dan para pengikut-Nya. Waktu mau pamitan pulang. Oleh karena itu bersam a-sama penduduk Savatthi lain ia minta kepada Ananda untuk membuat tempat di man a mereka dapat memuja dan memuliakan nama Sang Buddha. Tiap hari Anathapindika memberi makan kepada seratus orang bhikkhu dan menyediak an juga makanan untuk para tamu. Selesai makan siang yang ia layani sendiri. Lima ratus tempat duduk selalu siap di rumahnya untuk menerima siap a saja yang datang. Tetapi menjelang semua tanah akan tertutup dengan mata uang emas. Anathapindika sibuk mempersiapkan sendiri semua kebutuhan un tuk keesokan harinya dan menolak tawaran kakak iparnya dan Raja Bimbisara yang i ngin membantunya. menyukai tempat yang sunyi. oh kepala keluarga. Mengetahui bahwa Sang Buddha menerima tawaran untuk ber-vassa di Savatthi. ketika Sang Buddha sedang berkeliling. oh Bhagava. ia sendiri tidak pernah menanyakan sesuatu karena khawatir membuat Sang Buddha lelah. Anathapindika merasa se dih sekali karena tidak ada sesuatu yang dapat dipujanya. maka setibanya di Savatthi. Karena Anathapindika terus mendesak. Karena kedermawanannya. 8. Dayak a berarti penyokong Sang Buddha. Tetapi Pangeran Jeta men jawab bahwa tamannya tidak dijual. Sepanjang jalan dari Rajagaha ke Savatthi. Setelah menyelesaikan urusan dagangnya di Rajagaha Anathapindika pulang ke Savat thi. "Para Tathagata. Dikisahkan bahwa Sang Buddha berada di vihara Jetavanarama tersebut selama sembi lan belas vassa. Ia m enghubungi Pangeran Jeta dan mengutarakan maksudnya untuk membeli tanah tersebut bagi tempat tinggal Sang Buddha dan para pengikut-Nya. Anathapindika meng undang Sang Buddha untuk ber-vassa (istirahat musim hujan) di Savatthi. ia meninggalkan pesan kepada sah abat-sahabat dan kenalan-kenalannya agar menyiapkan tempat tinggal. taman-taman. Anathapindika mengundang Sang Buddha untuk keesokan ha rinya makan siang di rumahnya. penduduk desa dan mereka yang kebetulan datang ke rumahnya. 22/23 menurut penanggalan bulan) mereka berpuasa. menikah dan k emudian mengikuti suaminya. Ia tidak menikah dan t . Seisi rumahnya berpegangan teguh kepada Pañca-Sila dan pada hari-hari Uposatha (ta nggal 1." "Saya mengerti.uddha memberikan uraian Dhamma yang membuat Anathapindika menjadi seorang Sotapa nna. tiba-tiba Pan geran Jeta datang dan minta agar sisa tanah yang belum tertutup uang emas diangg ap sebagai sumbangan Pangeran Jeta kepada Sang Buddha. Pada suatu waktu. rumah-rumah untuk istirahat dan hadiah-hadiah dalam rangka menyambut kunjungan Sang Buddha ke Savatthi. Putri yang ketiga memperoleh tingkat kesucian Sakadagami. Atas saran Sang Buddha. Setiba di rumahnya. meskipun Anathapindika sanggup membayar sepul uh juta uang emas. 14/15. Ketiga putrinya juga semua turut membantu ayahn ya mengurus segala kebutuhan para bhikkhu. khususnya pada waktu Beliau sudah berusia lanjut dan di vihara inilah Sang Buddha memberikan khotbah-Nya yang terbanyak." jawab Anathapindika. Karena penanaman pohon ini dihadiri oleh Ananda. s atu cangkokan dari pohon Bodhi di Gaya ditanam di dekat pintu-masuk Jetavanarama . saya mengerti. Sang Buddha sendiri sering m emberikan uraian Dhamma kepadanya. Setelah itu Anathapindika memerintahkan untuk membuat sebuah vihara yang besar dan megah dengan biaya yan g besar sekali.

Dhanajaya berhenti di satu tempat yang berada tujuh "League" dari Savatthi (1 league = 4. mungkin aku t erjatuh dan cedera anggota tubuhku. Mereka bertanya. "Aku punya banyak baju di rumah. Wa ktu itu Mendaka minta Visakha mengunjungi Sang Buddha dan diberi lima ratus oran g pengikut. Ia bangkit dari tempat tidurnya d an menyuguhkan kedua Thera tersebut dengan makanan dari pancinya sendiri. Anathapindika meninggal dunia sebelum Sang Buddha mangkat. Pada suatu hari di Saketa diadakan perayaan dan semua orang pergi ke sungai untu k mandi. Kalau aku lari. Hal ini akan membawa kerugian besar bagiku. Dalam perjalanan menuju Savatthi. ia meninggal dunia dengan tenang dan bertumimbal lahir di s urga Tusita. yang waktu itu memerintah kerajaan Magadha dan Anga untuk mencari kan seorang yang banyak jasa untuk tinggal di kerajaannya. Mendaka menjamu Sang Buddha beserta rombonga n di rumahnya. Hanya Visakha yang tidak turut berlari dan ja lan saja seperti biasa. Tiba di tempat yang dituju." Visakha menjawab. Melihat bahwa tempat itu menyenangkan sekali. Di bangsal itu iuga turut berteduh beberapa orang suruhan Migara. yang waktu itu berumur lima belas tahun.inggal bersama-sama ayahnya. seorang jutawa n dari Savatthi. dan ibunya bernama Suma na. Paññavaddhana . ia mohon kepada Raja Pasenadi untu k membuat tempat tinggal di tempat tersebut.564 m). Waktu Visakha berusia tujuh tahun. "Mengapa engkau tadi tid ak lari. berdandan dan memakai baju yang bagus. yang kemudian berkembang menjadi kota yan g dinamakan Saketa. Ia ingin turut menyaksikan perayaan tersebut dan bersama kawan -kawannya ia pergi ke tepi sungai. Tidak lama kemudian. seketika itu ia sembuh dari sakitnya. Waktu ia sakit keras. di dekat Savatthi kini masih dapat dilihat di temp at yang bernama Sabet-mahet (Nepal Selatan). Pada waktu itu Sariputta memberikan uraian Dhamma dan selag i Anathapindika memusatkan pikirannya kepada perbuatan-perbuatannya yang baik da n mulia. Beliau mengirim permohonan kepada R aja Bimbisara. Reruntuhan dari Jetavanarama. lima ratus orang budak dengan memakai lima ratus kereta. meskipun bajunya basah kuyup dengan air hujan. Mereka segera menyerahkan sebuah karangan bunga sebagai tanda pinangan untuk men . Visakha juga ikut tinggal bersama kedua orang tuanya di Sake ta. Selama empat belas hari berikutnya. yang mencari seorang untuk dinikahkan dengan anaknya. Mereka heran melihat Visakha dengan tenang berjalan memasuki bangsal. Sang Buddha mengunjungi kota Bhaddiya. Visakha.800 atau 5. mereka mendengarkan khotbah Sang Buddha dan Visakha memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. putra dari Mendaka. Putranya semula tidak tertarik mendengarkan Dhamm namun berkat dorongan ayahnya ia kemudian sering mendengarkan khotbah Sang Buddha dan mencapai tingkat kesucia n Sotapanna. Tambahan lagi Visakha memang seorang gadis cantik yang memiliki Lima Kecantikan (Pañca-Kalyani). untuk p indah ke Savatthi. yang terletak di sebelah Timur Magadha. Raja Bimbisara lalu memilih Dhanajaya. dan Sariputta datang mengunjunginya bersama-sama Ananda. Visakha kemudian mengundan g Sang Buddha beserta murid-Nya untuk makan siang keesokan harinya di rumah kake knya." Jawaban Visakha ternyata mengesankan sekali orang suruhan Migara. ayah Visakha. Untuk memenuhi permoh onan Raja Pasenadi. Gadis sepertiku dapat diumpamakan sebagai barang dagangan yang tidak boleh mempu nyai cacat. ia mengirim pesan khusus kepada Sariputta. Visakha Visakha dilahirkan di kota Bhaddiya. Tiba di bangsal. Tiba-tiba hujan besar turun dan semua gadis kawan Visakha berlari mencari tempat untuk berteduh di sebuah bangsal. bajunya basah kuyup. Ayahnya bernama Dhanajaya. Permohonan itu dikabulkan dan Dhana jaya membuat rumah di tempat tersebut. Dikisahkan bahwa Raja Pasenadi dari negara Kosala ingin sekali mempunyai seorang yang banyak jasanya tinggal di kerajaannya. sekarang bajumu basah kuyup. negara Anga.

Masih ditambah lagi dengan perhiasan Mahalatapasadhana yang mahal sekali dengan disertai sepulu h pesan yang harus ditaati oleh Visakha selama berada di rumah suaminya. "Jalan terus saja. Tidak lama setelah Visakha berada di rumahnya. beras dan kacang-kacangan masing-masing lima ratus pedati. Pada hari pernikahan. Kalau Kalau Kalau Harus Harus duduk. mutiara dan batu-batu permata lainnya. menjaga baik api di rumah. Keesokan harinya Visakha beserta rombongan berangkat menuju ke Savatthi. Perhiasan ini berat sekali dan hanya bisa dipakai oleh orang yang tenaganya kuat. 5. kain sutra. Di tempat itu mereka berdiam selama empat bulan. Para pertapa Nigantha mendesak Migara untuk mengirim pulang Visakha. tetapi Migara ingin menunggu saat yang tepat. perak. Migara (mertua Visakha) adalah pengikut para pertapa Nigantha. setelah para wali meneliti dan mendengar segala keterangan dari yang b ersangkutan dan para saksi. Api dari luar rumah tidak boleh dibawa masuk ke dalam rumah.ikah. 10. menolak untuk memb eri hormat. Tetapi Visakha. 2. Tetapi. 8. Raja Pasenad i sendiri berkenan untuk ikut dengan rombongan yang menyertai mempelai laki-laki pergi ke Saketa. lima ratus kereta dengan membawa t iga orang budak wanita tiap-tiap kereta disertai segala keperluan mereka. mereka berkesimpulan bahwa Visakha tidak bersalah. Di sam ping itu juga ternak yang memenuhi lapangan seluas tiga per empat "league" panja ngnya dan delapan "cambuk" lebarnya. 4. 3. Bhante. makan. Setelah itu Visakha memberi perintah untuk membuat persiapan pulang ke rumah ora . yang jijik melihat mereka bertelanjang bulat. Perhiasan itu terbuat dari emas dan ditabur dengan berlian. Sepuluh pesan tersebut adalah sebagai berikut: 1. 6. tidurlah dengan tenang dan bahagia. tidur." Migara marah sekali dan mengancam untuk mengirim pulang Visakha ke rumah orang t uanya. Tidak memberi kepada orang yang tidak memberi. Semua p enduduk Savatthi keluar dari rumahnya untuk menyambut kedatangan Visakha dan mem persembahkan aneka ragam hadiah. Migar a mengundang para pertapa Nigantha datang ke rumahnya dan memerintahkan Visakha untuk melayaninya dengan baik. lima ratus pandai emas bekerja siang dan malam untuk membuat perhiasan yang dinamakan Mahalatapasadhana. . menghormat dewa-dewa di rumah. duduklah dengan tenang dan bahagia. Visakha menerima baik karangan bunga tersebut dan orang suruhan Migara men gikuti Visakha pulang ke rumah orang tuanya. Pada suatu hari. mentega. Di hadapan para wali tersebut. ketika Migara sedang makan dan Visakha berdiri di sampingnya sa mbil mengipasinya. Visakha kemudian berkata kepada bhikkhu tersebut. lima ratus pedati penuh dengan emas. tetapi Migara tidak memperdulikannya dan terus saja makan. Sekarang harus dibuat persiapan untuk merayakan pernikahan Visakha. Hanya memberi kepada orang yang memberi. 7. makanlah dengan tenang dan bahagia. yaitu pertapa yan g hidup bertelanjang bulat. Api dari dalam rumah tidak boleh dibawa ke luar rumah. pinangan i ni pun diterima dengan baik. Migara melontarkan beberapa dakwaan terhadap Visakha . seorang bhikkhu datang untuk mengumpulkan makanan dan berdiri di depan pintu. Semua hadiah diterima baik oleh Visakha untuk k emudian dibagi-bagikan lagi kepada penduduk Savatthi yang kurang mampu. Visakha minggir sedikit agar Migara dapat melihat bhikkhu terse but. mertua saya sedang makan hidangan basi. Memberi kepada orang yang memberi dan juga kepada orang yang tidak memberi Selanjutnya Dhanajaya mengangkat delapan orang kepala keluarga yang terhormat un tuk menjadi wali Visakha dan meneliti tiap dakwaan yang kelak mungkin akan ditud uhkan terhadap tingkah laku anaknya. Selama waktu itu. alat meluku dan alat pertanian lainnya lima ratus pedati. Oleh kedua orang tuanya. yang berdiri berhimpit-himpitan ditambah de ngan enam puluh ribu sapi jantan dan enam puluh ribu sapi perah. tembaga. Tetapi Visakha minta agar persoalan itu dibawa ke depan para walinya. 9. Dhanajaya membekali putrinya dengan lima ratus pedati penu h dengan uang.

Selama dua puluh tahun terakhir dalam kehidupan Sang Buddha. Waktu Visakha meninggal dunia pada usia seratus dua puluh ta hun. Tetapi kemudian Migara melihat kesalahannya dan merasa meny esal. Suatu hari Visakha mengunjungi Sang Buddha dan sebelum memasuki vihara ia membuk a perhiasan Mahalatapasadhana yang dipakainya. Beberapa aturan. Sang Buddha mem berikan uraian Dhamma dan atas permintaan Visakha. Selama hidupnya ia diperkenankan dak. tiap putra dan pu tri kembali mempunyai dua puluh orang anak dan tiap cucunya kembali mempunyai du a puluh orang anak. Selama hidupnya ia diperkenankan datang di Savatthi. 6. malamnya Beliau diam di Pubbarama atau sebaliknya. Tetapi.ng tuanya di Saketa. tetapi memerintahkan untuk menjualnya dan hasilnya digunakan untuk kepe rluan para bhikkhu. Waktu Sang Buddha dan para murid-Nya tiba. Sewaktu-waktu ia diutus oleh Sang Buddha untuk mendamaikan perselisihan-perselis ihan yang timbul di antara para bhikkhuni. Setiap hari ia memberi makan kepada lima ratus orang bhikkhu. Setiap sore ia datang ke vihara mengunjungi Sang Buddha dan setelah mendengarkan uraian Dhamma. Meskipun sudah berusia lanjut. Setelah selesai bersantap. yaitu "Migaramata" yang berart i "Ibu Migara". Oleh kar ena itu. Selama hidupnya ia diperkenankan yang pergi dari Savatthi. untuk memberikan jubah kepada para bhikkh untuk memberi makanan kepada bhikkhu yang untuk memberi makanan kepada para bhikkhu untuk memberi makanan kepada bhikkhu yang untuk memberi makanan kepada mereka yang untuk memberi obat kepada bhikkhu yang sa untuk memberi beras untuk keperluan menda untuk memberi baju mandi kepada para bhik Visakha mempunyai sepuluh orang putra dan sepuluh orang putri. Selama hidupnya ia diperkenankan u yang selesai ber-vassa. 2. Selama hidupnya ia diperkenankan khuni. Ia mohon maaf kepada Visakha dan permohonan ini diterima oleh Visakha deng an syarat. Visakha mohon dan diberikan delapan "anugerah" oleh Sang Buddha. tetapi roman mukanya ma sih seperti gadis berumur enam belas tahun. Migara memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. Selama hidupnya ia diperkenankan sakit. 3. Visakha sangat terkenal sebagai orang yang dapat membawa keberuntungan. Sekarang Visakha bebas untuk melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan sebagaimana y ang ia kehendaki. pelayannya lupa unt uk membawanya. Beliau membagi waktu-Nya antara Jetavana dan Pubbarama. Visakha menolak untuk mengambilnya kembali. 5. waktu Visakha kembali untuk mengambilnya ternyata bah wa Ananda telah menyimpannya di ruang dalam. Karena itu Visakha mengambil keput usan untuk membelinya sendiri dan uangnya digunakan untuk membuat sebuah vihara yang disebut Migaramatupasada di taman sebelah Timur (Pubbarama) Savatthi. ternyata tidak ada orang yang mampu membelinya karen a perhiasan itu memang sangat mahal harganya. penduduk Savatthi selalu mengundang Visakha kalau mereka mengadakan pes . Migara lalu menyingkir pergi dan meme rintahkan Visakha untuk melayani-Nya. kalau sedang berada di Savatthi. 4. Belakangan. Setelah mendengar khotbah Sang Buddha. Migara harus mengundang Sang Buddha dan murid-Nya makan siang di ruma hnya. Migara turut mendengarkan dar i belakang tirai. Selama hidupnya ia diperkenankan menjaga bhikkhu sakit. dan c icit yang semuanya hidup. Oleh karena ia memperoleh tingkat Sotapann a atas jasa dari Visakha. cucu. kalau sian gnya berada di Jetavana. Beliau mempunyai delapan ribu empat ratus dua puluh orang anak. maka mulai hari itu ia menghormat Visakha sebagai ibun ya dan mulai hari itu Visakha mendapat nama baru. yaitu: 1. 7. seperti aturan yang mengharuskan para bhikkhu memakai "baju mandi" kalau mandi. dikeluarkan atas sar an Visakha. pergi berkeliling mendatangi para bhikkhu dan bhikkhuni untuk me nanyakan kebutuhannya. 8. Waktu pulang. Selama hidupnya ia diperkenankan kit.

Sebagaimana halnya dengan Anathapindika. lima ratus orang Sakya yang masih muda ditahbiskan menjadi bhikkhu. Vesali. Setelah sengketa tersebut dapat didamaikan. waktu ibu-Nya sendiri meninggal dunia." . Visakha pun mendapat gelar "Pemimpin da ri para Dayika". Raja Suddhodana k elihatannya sudah lemah sekali. Sang Buddh a kembali mengunjungi Kapilavatthu dan memberi nasehat kepada kedua belah pihak untuk tidak menyelesaikan sengketa tersebut dengan berperang. menghormat kepada orang yang lebih tua dan kebaikan hatinya kepada sem ua orang. Sesudah itu Sang Buddha menar ik diri di Nigrodharama. tingkah laku yang halus." "Kalau begitu. Waktu inilah yang dianggap tepat oleh Putri Pajapati. Ananda me nemui para wanita tersebut yang sedang menangis di depan pintu dan kemudian mene ruskan permohonan mereka untuk dapat diterima menjadi bhikkhuni. setelah mendengarkan khotbah-khotbah Sang Buddha.ta perayaan lain. datang ke Kapilavatthu dengan terbang melalui udara. Kapilavatthu. Putri Pajapati pergi ke Nigrodharama dan mohon agar mereka semua ditahbiskan menjadi bhikkhuni. yang menjadi perbatasan antara kedua negara. Sang Buddha. Beliau adalah pengasuh-Nya. yang waktu itu berada di balairung Kutagarasalla . Permoho nan ini tiga kali ditolak dan kemudian Sang Buddha meninggalkan Kapilavatthu kem bali ke Vesali. oh Bhagava. dari kehidupan berkeluarga memasuki kehidupan seorang bhikkhuni dan menjalankan dengan tekun ajaran dan tata tertib yang dite tapkan oleh Sang Tathagata. Visakha dan Anathapi ndika akan menikmati hidup bahagia di alam surga selama seratus tiga puluh satu kappa. "Kalau seorang wanita. karena adik peremp uannya yang bungsu. Maha Pajapati Gotami. istri Raja Suddhodana menja di seorang Sotapanna. Visakha bertumimbal lahir di surga Nimmanarati dan menj adi pelayan dari raja dewa Sunimmita. Kemudian Ananda mengubah cara mengemukakannya dan bertanya. setelah terlebih dulu memotong rambutnya da n memakai jubah kuning. menikah dengan anak laki-laki dari Anathapindika. Waktu itu Putri Pajapati sudah mengambil keputusan untuk menjadi bhikk huni dan menunggu waktu yang tepat untuk mohon ditahbiskan oleh Sang Buddha. (Menurut Buddhaghosa. Maha Pajapati Gotami Pada tahun kedua setelah mendapat Penerangan Agung. Kembali Sang Bu ddha menolak sampai tiga kali. tetapi sebaiknya s engketa tersebut diselesaikan melalui perundingan. Tiga tah un kemudian. ya itu Kala. Anagami atau Arahat?" "Seorang wanita dapat mencapainya. sebelum akhirnya mereka mencapai Nibbana). bibi Sang Bhagava. Bersama-sarna lima ratus w anita muda yang suaminya telah diterima menjadi bhikkhu. Sang Buddha kemudian memberikan urai an Dhamma yang dikenal sebagai Kalahavivadasutta. di bawah payung kerajaan yang berwarna putih . Raja Suddh odana sakit keras. Visakha mendapat tempat yang mulia dalam hati mereka yang pernah menge nalnya. Sang Buddha kemudian memberikan khotbah kepada a yahnya yang berada di tempat tidur. oh Bhagava. Sujata. sehingga waktu ti ba di Vesali kaki mereka luka-luka dan bengkak serta badan penuh debu. Tidak lama kemudian timbul perselisihan antara negara Sakya dan negara Koliya pe rihal air Sungai Rohini. Kapilavatthu. Ananda. Beliau mengasuh dan menyusui -Nya dari dadanya sendiri. Raja Suddhodana mencapai tingkat Arahat setelah mendengarkan khotbah tersebut dan masih dapat menikmati berkah dan kedamaian Nibbana selama tujuh hari sebelum mangkat. waktu itu Putri Pajapati Gotami. Tetapi Putri Pajapati dan lima ratus wanita muda itu tidak putus asa dan mengiku ti perjalanan Sang Buddha ke Vesali. Dengan sikapnya yang luhur. oh Bhagava. pada tahun kelima Sang Buddha mendapat Penerangan Agung. Mereka mengikuti dengan berjalan kaki. Sakadagami. ibu tiri-Nya dan yang pernah memberikan-N ya air susu. Dayika adalah seorang wanita yang menjadi penyokong Sang Buddha . apakah mungkin orang itu mencapai tingkat kesucian S otapanna. Sang Buddha diam di Nigrodha rama. Setelah meninggal dunia. ucapan ya ng ramah. telah besar pahalanya. Visakha diperkirakan lebih muda sedikit dari Anathapindika. alangkah baiknya wanita itu d apat diterima menjadi bhikkhuni. Setelah mendengar khotbah ters ebut. Karena itu.

Sang Buddha menyatakan bahwa Maha Pajapati adalah pemimpin dari para bhikkhuni yang terkemu ka (Rattaññu). Aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. 8. Pengikut Maha Pajapati yang berjumlah lima ratus orang juga ditahbiskan menjadi bhikkhuni dan kemudian setelah mendengarkan Nandakovadasutta. Beliau melatihnya dengan tekun dan tidak lama kemudian m encapai tingkat Arahat." Kemudian Ananda diberitahukan tentang delapan "aturan keras" tersebut: 1. meskipun sudah ditahbiskan selama seratus tahun. berdiri dari tempat duduknya. Selesai menjalankan masa percobaan selama dua tahun. Setelah itu Ananda pergi menemui Maha Pajapati dan memberitahukan tentang delapa n "aturan keras" tersebut yang harus diterima. Yasodhara. Sang Bhagava m emberikan uraian Dhamma dan kemudian memberikan kepadanya obyek untuk melakukan meditasi (Kammatthana). Maha Pajapati mem beri hormat kepada Sang Buddha dan kemudian berdiri di satu sisi. Aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama h idupnya. dan dicurigai. Yasodhara (ibu Rahula) dan Rupananda (anak Maha Pajapati) juga turut memasuki Bhikkhuni Sangha. kota-kota. maka Beliau dapat ditahbiskan. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh d ilanggar selama hidupnya. Bhaddakacca adalah yang terkemuka dari mereka yang memiliki kekuatan gaib (Mahabhiññappatta) dan Rupananda adalah yang terkemuka dari mereka yang memili ki kekuatan meditasi (Jhayi). Dan aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. Bimbadevi. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. Seorang bhikkhuni. memberi hormat dengan kedu a tangan dirangkapkan di dada kepada seorang bhikkhu yang baru saja ditahbiskan. Ananda. seorang bhikkhuni harus mohon kepada Sangha para bhikkhu da n Sangha para bhikkhuni untuk mendapat teguran dan peringatan tentang apa yang d ilihat. sebelum ia dapat ditahbiskan menj adi bhikkhuni. Dengan gembira Maha Pajapati menerima delapan "aturan keras" tersebut dan kemudi an ditahbiskan menjadi bhikkhuni pertama. Seorang bhikkhuni tidak boleh menjalankan vassa di tempat dimana tidak ter dapat seorang bhikkhu. Setelah vassa. Beliau pamit dari Sang Buddha dan m . Setiap setengah bulan. semuanya mencapai tingkat Arahat. 5. Dalam Bhikkhuni Sangha pun terdapat dua orang muri d utama. 3. Maha Pajapati bersedia menerima delapan "aturan keras" (Garudham ma). seorang calon bhikkhu ni harus mohon ditahbiskan menjadi bhikkhu dari Sangha para bhikkhu dan dari San gha para bhikkhuni. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilangg ar selama hidupnya. Seorang bhikkhu tidak boleh dicaci-maki atau dihina dengan cara apa pun ju ga oleh seorang bhikkhuni. harus menyambut dengan sopan. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. sebagaimana Sariputta dan Moggallana menja di murid utama dari Bhikkhu Sangha. Mulai hari ini seorang bhikkhuni dilarang memperingati (menegur) seorang b hikkhu. Seorang bhikkhuni yang melakukan pelanggaran harus menjalani hukuman (mana tta) selama setengah bulan lamanya di Sangha para bhikkhu dan di Sangha para bhi kkhuni. 7. Kemudian sewaktu Maha Pajapati sedang berada di Vesali. Setelah ditahbiskan. seorang bhikkhuni harus memohon dua hal dari Sangha para bhikkhu. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar s elama hidupnya. Beliau mengetahui bahwa hidupnya di dunia ini sudah tidak lama lagi. yang sewaktu-waktu juga disebut sebagai Rahulamata. 6. dan bahkan di istana raja-raja . 2."Kalau. didengar. sebaliknya seorang bhikkhu tidak dilarang untuk memperingati (menegur) s eorang bhikkhuni. 4. Pada satu kesempatan di hadapan Bhikkhu Sangha dan Bhikkhuni Sangha. Bimba. yaitu (tanggal dan) hari untuk melakukan latihan dan hari untuk m endapatkan nasehat-nasehat (teguran-teguran). yaitu Khema dan Uppalavanna. Dengan demikian berdirilah Bhikkhuni Sangha yang dipimpin oleh Maha Pajapati Got ami dan berkembang terus di desa-desa.

Selain para bhikkhu juga uma t biasa banyak yang datang menemui Sang Buddha. Kalau ada orang yang minta diterima sebagai murid/pengikut. Dari pukul 05. maka Beliau mentahbiskannya di tempat tersebut.00 pagi memakai jubah-Nya dan pergi ke desa atau kota untuk mengumpulka n makanan atau pergi mengunjungi orang yang memerlukan pertolongan Beliau.00) Waktu ini biasanya digunakan untuk menjawab pertanyaan dari para bhikkhu. barangkali ada orang yang memerlukan pert olongan-Nya.00) Para dewa datang untuk mendengarkan Dhamma yang khusus ditujukan kepada mereka. Pukul 06. setelah mandi lantas duduk bermeditasi sela ma satu jam. maka Beliau s egera mengunjunginya. Kalau pergi bersama-sama dengan mu rid-Nya. sehingga ti ap orang merasa bahwa khotbah itu ditujukan kepada dirinya.00 pagi. Sehabis bersantap. mempertinggi pengeta huan orang biasa dan memberi penerangan kepada orang yang sedang dihinggapi kege lapan batin.00-pukul 18. Sang Buddha berjalan dari rumah ke rumah dengan mata dit ujukan ke tanah dan menerima makanan apa saja yang dimasukkan ke dalam mangkuk-N ya dengan tidak mengucapkan sesuatu kata pun. Sang Buddha melihat dengan mata dewa ke seluruh dunia.00-pukul 12. Sang Buddha menjalankan vassa (istirahat mu . maka Beliau k eluar dari kamar untuk bertemu dengan ratusan orang yang berkumpul di ruang khot bah (Dhammasala).00 sampai pukul 03.00-pukul 22. Sang Buddha memberikan khotbah dengan cara yang khas.00-pukul 04.00. barangkali ada orang yang memerlukan Beliau. Sang Buddha mondar-mandir di luar kamar (me lakukan meditasi berjalan) sambil menghirup udara pagi. Waktu jaga kedua (pukul 22. Mereka tidak dapat dilihat dengan mata biasa. Kalau mereka pulang. Siang hari (pukul 12.00 pagi. Beliau selalu memberikan khotbah Dhamma. Kalau hari itu tidak ada orang yang memerlukan pertolongan Beliau. Kalau Beliau melihat ada yang memerlukan pertolongan. mereka merupakan barisan yang panjang karena berjalan satu per satu. Empat Puluh Lima Tahun Mengajar Dhamma Tahun ke-1 Setelah memperoleh Penerangan Agung. Dengan demikian Sang Buddha memberikan kegembiraan kepada orang yang bijaksana.00-pukul 02. Waktu jaga ketiga (pukul 02.00) Sang Buddha bangun pukul 04. Sang B uddha menjawab semua pertanyaan dengan disertai nasehat dan petunjuk mengenai me ditasi. Di Dhammasala. Pa da waktu Sang Buddha menerima juga undangan makan di rumah seorang umat.00) Dari pukul 02. Pukul 03.00) Waktu ini para bhikkhu kembali datang untuk mendengar khotbah Dhamma atau untuk bertanya tentang hal-hal yang masih mereka ragukan. maka Sang Buddha beristirahat di kamar-Nya dan deng an mata dewa melihat ke seluruh dunia. selama satu jam. Waktu jaga pertama (pukul 18.eninggal dunia pada usia seratus dua puluh tahun. Jadwal Kegiatan Sehari-hari Kegiatan Sang Buddha tiap hari adalah sebagai berikut : Pagi hari (pukul 04. Sang B uddha tidur satu jam dan bangun pada pukul 04.00 pagi. Tiba di desa atau kota.00 pagi.

berkat kekuatan gaib Sang Buddh a. Waktu itu kemasyhuran Sang Buddha mencapai titik tertinggi dan waktu itu pula go longan pertapa yang merasa terdesak hebat. Tahun ke-6 Ber-vassa di Mankulapabbata (Lereng Mankula). selama tiga bulan Sang Buddha ber-v assa di surga tersebut. Rajagaha. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan keluarganya dan orang Sakya la in bahwa Beliau memang benar telah mencapai tingkat Buddha. di Sankassa. Tahun ke-5 Sang Buddha ber-vassa di Kutagarasala. Sang Buddha mengunjungi Raja di Kapilavatthu dan memberikan khotbah Dhamma kepad a ayah-Nya. yaitu Mukjizat Ganda di bawah pohon Gandamba di Savatthi. Karena itu. Ciñca menjawab bahwa ia tadi malam ti dur bersama-sama Sang Buddha. yang hanya dapat dilakukan oleh s eorang Buddha. Waktu itu orang yang berkumpul di sekitar Savatthi dan para dewa yang berada di surga Tava timsa dapat melihat satu sama lain dengan jelas. tetapi murid-muridNya dilarang melakukan hal-hal tersebut. Raja Suddhodana mencapai tingkat Arahat dan meninggal dunia tujuh hari kemudian. Dalam perjalanan kembali dari Kapilavatthu ke Rajagaha. Tahun ke-2 Sang Buddha menjalankan vassa di Veluvana. Ketika itulah Ciñca dengan tiba-tiba membuat onar dengan menuduh Sang B . tiga puluh "league" dari Savatthi. Akhir vassa. Tahun ke-4 Sang Buddha ber-vassa di Veluvana. Beliau berjalan turun dari surga Tavatimsa melalui tangga yang terb uat dari batu pualam. setelah mendengar khotbah tersebut. Ciñca adalah seorang wanita cantik yang banyak akalnya. Pada suatu malam. Kisahnya adalah sebagai berikut : Para pertapa dari golongan paribbajika merasa sangat terdesak dengan adanya Sang Buddha yang semakin lama semakin masyhur namanya. Di Nigrodh arama. untuk pertama kalinya Sang Buddha memperlihatkan kekuatan gaib-Nya yang d isebut Yamakapatihariya. Sangha bhikkhuni di bawah pimpinan Maha Pajapati terbentuk di tahun ini. Sang Buddha bertemu deng an Anathapindika dan menyetujui untuk menjalankan vassa yang akan datang di Sava tthi. Malam itu ia tidur di emper vihara dekat kamar Sang Buddha. Tahun ke-3 Atas permintaan Raja Suddhodana. yaitu Mukjizat Ganda. Waktu itu Raja Suddhodana sakit. bersama pa ra dewa lainnya diberi pelajaran Abhidhamma. Pagi harinya ia berjalan meninggalkan vihara dengan jug a dilihat oleh banyak orang. Tahun ke-7 Sang Buddha mengunjungi surga Tavatimsa. Wanita ini dibujuk oleh para pertapa dari golongan paribbajika untuk pura-pura mengunjungi Sang Buddha di vihara Jetavana. Di tahun ini untuk kedua kalinya S ang Buddha memperlihatkan Yamakapatihariya. almarhum Ratu Maya. Ciñca pergi ke vihara Jetavana dan sengaja berjalan di tempat-te mpat yang mudah dilihat oleh khalayak ramai.sim hujan) di Isipatana. Rajagaha. meskipun sebelumnya Beliau melarang murid-muridNya untuk m emperlihatkan kekuatan gaib di depan umum. Hanya Beliau yang boleh memperlihatka n kekuatan gaib di depan umum. Ketika ditanya. Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu. Ibu-Nya. mereka merencanak an satu tipu muslihat untuk menjatuhkan nama Sang Buddha dengan menggunakan Ciñca sebagai umpan. berusaha untuk menjatuhkan nama Sang Buddha dengan menggunakan seorang wanita bernama Ciñca-manavika yang melancarkan f itnahan keji terhadap diri Sang Buddha. Beberapa bulan kemudian dengan berpura-pura hamil (ia mengikat sepotong kayu di bagian perutnya) Ciñca pergi mengunjungi Sang Buddha yang sedang berkhotbah di had apan umat. Vesali.

Tali itu putus dan kayu menimpa jari kaki Ciñca hingga terluka. Munali mengeluarkan kata-kata. Waktu Sang Buddha kemudian ditanya. Beliau pernah mencaci-maki s eorang Pacceka Buddha. Mendengar tuduhan itu. sedangkan di dekatnya berjalan seorang wanita. R aja kemudian memerintahkan petugas menangkap para pertapa paribbajika. Ketika Sang Buddha kemudian ditanya mengenai peristiwa tersebut. Besok pagi-pagi sekali ia h arus kembali dan supaya dilihat orang banyak berjalan dari jurusan Jetavana. Setelah Sundari dibunuh. yai tu bahwa dalam salah satu kehidupannya yang lampau. Beliau menerangkan bahwa itu adalah akibat dari perbuatan-Nya juga. Te tapi Dewa Sakka menjadi marah sekali. ia hanya melewati saja kamar Sang Buddha dan pergi bermalam di vihara kaum paribbajika yang berdekatan. Tetapi sebenarnya. siapa sesungguhnya yang menjadi pembunuh Sundari. Waktu kakinya menginjak tanah di luar pagar vihara . dan membawa buah-buahan dan beberapa barang lain lagi. Di depan Raja. 'Lihat. mereka men gakui perbuatan mereka membunuh Sundari atas suruhan para pertapa paribbajika. Selama tujuh hari Sang Buddha diam saja di kamar-Nya dan tidak pergi ke kota untuk mengumpulkan makanan. Beliau mencerit akan kisah di bawah ini: "Ketika itu Sang Bodhisatta bernama Munali dan terkenal sebagai orang yang senan g berfoya-foya. Merek a segera ditangkap dan dibawa menghadap Raja Pasenadi. didalangi oleh golongan pertapa paribbajika yang masih penasaran. Dengan menggotong mayat Sundari di atas sebuah usungan. seorang penyelidik mendengar beberapa orang yang terlalu ba nyak minum arak sedang bertengkar tentang pembagian upah membunuh Sundari. "Hal ini kami berterima kasi h kepada bhikkhu-bhikkhu dari suku Sakya!" Akibatnya. Di suatu kedai arak. Raja Pasenadi t idak mau menerima begitu saja tuduhan atas diri Sang Buddha. Jadi saat ini Beliau difitnah adalah akibat dari perbuata n-Nya yang tersebut di atas. kakinya terus amblas dan seluruh badannya masuk ke tanah untuk kemudian terlah ir di alam neraka. Khalayak ramai lal u menyeretnya ke luar vihara. Kemudian Beliau mengatakan bahwa dalam tujuh hari persoalan i ni sudah dapat dijernihkan. Beb erapa hari kemudian para pertapa tersebut memberi upah kepada beberapa orang baj ingan untuk membunuh Sundari dan menyembunyikan mayatnya di tempat sampah dekat Jetavana. Setelah mayat Sundari ditemukan di dekat Gandhakuti Sang Buddha. Sang Buddha tidak berkata apa-apa dan hanya diam saja. Raja lalu mengirim banyak petugas ke seluruh penjuru untuk menyelidiki dengan ce rmat. mengapa Beliau sampai mendapat fitnahan sepe rti itu. Secara senda gurau. tetapi ia sebenarnya adalah seorang . Kisahn ya adalah sebagai berikut: Seorang wanita bernama Sundari dibujuk oleh para pertapa paribbajika untuk mempe rlihatkan diri sedang pergi ke Jetavana dengan berdandan rapi dan memakai wangiwangian. sehingga Ananda mengusulkan untuk pindah saj a ke kota lain. Tetapi Sang Buddha menolak usul tersebut dan mengatakan bahwa me rupakan satu kesalahan besar untuk pergi menyingkir ke tempat lain hanya atas da sar laporan palsu. perta pa ini bukanlah orang yang hidup membujang.uddha sebagai orang yang tidak bertanggung jawab dan tebal muka karena tidak mau memberi bekal untuk persalinannya. Beliau memerintahkan seekor tikus untuk me nggigit tali yang mengikat kayu di sekitar perut Ciñca. Kalau ada yang m enegur ia harus menjawab bahwa ia akan menemui Sang Buddha dan akan bermalam di kamarnya. para bhikkhu yang mengumpulkan makanan dihina habis-habisan oleh pend uduk kota. Pencarian kemudian dilakukan oleh petugas-pe tugas raja dan tidak lama kemudian mereka menemukan mayat Sundari di dekat Gandh akuti (kamar) Sang Buddha. Di kemudian hari terjadi lagi fitnahan yang serupa oleh seorang wanita bernama S undari. akhirnya para pertapa ini mengakui semua perbuatan mereka dan menarik kembali tuduhan palsu yang pernah mereka lontarkan terhadap diri Sang Buddha. Ke mudian mereka dijatuhi hukuman sesuai dengan perbuatannya. Setelah d iperiksa. Pada suatu hari ia melihat Surabhi (seorang Pacceka Buddha) seda ng memakai jubahnya di sebelah luar tembok kota. mereka mengaraknya melew ati jalan-jalan di kota sambil meneriakkan tuduhan. dengan menangis mereka menghadap Raja Pasenadi untuk me laporkan tentang hilangnya Sundari.

I-171) : "Pertapa. Pemusatan pikiran adalah pengunjam bajak-Ku dan cambuk-Ku. selalu maju dan tak pernah mundur. A ku makan'.cabul. Melihat Sang Budd ha.I-171) : Sang Buddha mengunjungi Bharadvaja pada upacara menanam padi dan berdiri di deka t tempat pembagian makanan para petani yang ikut menanam padi. Tahun ke-10 Di tahun ini terjadi perselisihan diantara para bhikkhu di Kosambi. Apakah And a juga membajak dan menanam bibit dan setelah membajak dan menanam bibit lalu ma kan?" "Betul. Sehabis vassa. Bharadvaja menegur agar Sang Buddha pun harus ikut membajak dan menanam padi ." Sang Buddha menjawab. 'Aku juga membajak dan menanam bibit. Tetapi Sang Buddha menolak pemberian tersebut dengan mengatakan bahwa seorang Bu ddha tidak pernah menerima imbalan untuk berkhotbah. aku membajak dan menanam bibit. Percakap an yang menarik itu dapat kita ikuti seperti di bawah ini (S." Tahun ke-8 Tahun ini Beliau berada di wilayah kaum Bhagga. sebagaimana ia sendiri juga turut bekerja untuk dapat makan hasilnya. Ketika diam di Bhesakalavana dek at Gunung Sumsumara. Sang Buddha pergi ke Savatthi. Karena letih menghadapi perselisihan yang tak mau didamaikan. Sang Buddha bertemu dengan Nakulapita dan istrinya. c ambuk atau sapinya. Yang menarik bajak-Ku menuju pelabuhan yang aman. Tahu malu (hiri) adalah tiang bajak-Ku dan pikiran adalah talinya.' Akibat dari ucapan yang salah inilah yang membuat Sang Buddha dalam kehi dupan ini mendapat fitnahan dari Sundari. Buah yang akan dipetik adalah makanan abadi. Siapa saja yang melaksanakan cara membajak seperti ini. Aku makan. Waspada dalam perbuatan. Setelah bekerja. Aku mencabut rumput dengan Kesunyataan menyelesaikan tugas. Meskipun demikian Guru Gotama masih berani mengatakan bahwa." "Tetapi kami tidak pernah melihat regu Guru Gotama. dan setelah membajak dan menanam bi bit. Bha radvaja membuang makanan tersebut ke sungai karena tidak ada orang yang dapat me . Dan sederhana dalam makan dan minum. Atas saran Sang Buddha. Tahun ke-9 Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Kosambi. "Keyakinan adalah bibit-Ku dan hujan adalah tata tertib-Ku Pandangan terang adalah bajak-Ku disertai kayu lengkung yang sesuai. Aku juga membajak dan menanam bibit. Mer eka semua dimaafkan dan dengan demikian perselisihan itu didamaikan. Sang Buddha dijaga dan dilayani oleh seekor gajah yang b aik hati. Ketika itu para bhikkhu di Kosambi sudah insyaf dan datang mengunjungi Sang Buddha untuk minta maaf. aku makan." Bharadvaja merasa gembira sekali dan segera menghaturkan sebuah mangkuk besar be risi nasi campur susu. Sang Buddha ber-vassa di hutan Parileyyaka. yang di kehidupan lampau pernah menjadi ayah dan ibu-Nya sampai lima ratus kali. pengunjam bajak. Adalah apa yang Aku selalu dambakan. Tahun ke-11 Tahun ini Sang Buddha diam di Desa Ekanala dan mentahbiskan Kasi-bharadvaja. bajaknya. Di hutan. Kemauan keras adalah regu penopang beban-Ku. Dan di tempat yang dilalui tak akan ada lagi yang menangis. Itulah cara-Ku membajak. dan setelah membajak dan menanam bibit. waspada dalam ucapan. Kis ahnya ini adalah sebagai berikut (S. Akan terbebas dari penderitaan dan kesedihan.

Tidak lama kemudian. Ketika makanan itu menyentuh air sungai. sehingga Sang Buddha dan rom bongan-Nya harus makan makanan yang disediakan oleh lima ratus orang pedagang ku da. sahabat. Moggallana menawarkan diri untuk menyediakan makanan yang layak dengan mengg unakan kekuatan gaib. Memperoleh pandangan terang tentang timbul dan lenyapnya kembali benda-ben da. oh Pertapa. Tahun ke-13 Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata dan dilayani oleh seorang bhikk hu bernama Meghiya. Tahun ke-15 Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu dan tahun itu bekas mertuanya. tetapi ka rena terus didesak akhirnya Sang Buddha memberi izin juga. seseorang hanya diperkenankan m enjadi bhikkhu apabila telah mencapai usia dua puluh tahun dan Rahula pada waktu itu telah mencapai usia tersebut. Penerangan Agung. Dalam keadaan mabuk. Tahun ke-12 Ber-vassa di Veranja atas permohonan seorang Brahmana bernama Veranja. kemauan tidak baik dan jahat. Tingkah laku yang baik dibimbing oleh sila-sila yang penting sebagai latih an. ketenangan. Kisahnya adalah sebagai berikut ( SN. Sang Buddha minta ia menunggu kedatangan seorang bhikkhu lain. sahabat. oh Pertapa!" Sang Buddha berjalan pergi dan berkata. Di tempat ini Rahula memperoleh upasampada dan menjadi bhikkhu." Yakkha Alavaka kembali membentak. terdengar suara gemercak dan api serta asap terlihat d i atas air. p embebasan." . Yasodhara. sehingg a dengan sangat kecewa ia kembali menemui Sang Buddha. Ketika it u berjangkit kekurangan makanan di tempat tersebut. "Masuklah. tetapi ditolak oleh Sang Buddha.ncernakan makanan yang pernah dipersembahkan kepada Sang Buddha. 3. Daya upaya untuk menyingkirkan pikiran yang tidak baik dan memperoleh piki ran yang baik. sebab ia masih mempunyai perasaan dendam bahwa Sang Buddha telah menyia-nyiakan kehidupan anaknya. dan Nibbana. ia menjadi bhikkhu dan berhasil mencapai tingkat kesucian Arahat. Tahun ke-16 Kejadian penting selama Sang Buddha diam di Alavi di tahun ini adalah penaklukan dari yakkha Alavaka yang menteror kota Alavi. Ketika itu Sang Buddha me mberi ia nasehat seperti berikut: Meghiya. 4. "Pergilah. "Baiklah.I-10): Ketika itu yakkha Alavaka menghampiri Sang Buddha dan membentak. Bharadvaja menjadi kagum sekali dan sambil berlutut di kaki Sang Buddha menyatak an dirinya sebagai pengikut Sang Buddha untuk seumur hidup." Sang Buddha lalu masuk dan menjawab. Nasehat yang baik yang menuju kepada pengekangan hawa nafsu." Untuk kedua kalinya yakkha Alavaka berkata. sahabat. Meghiya pergi bermeditasi sendiri di kebun mangga. "Baiklah. tetapi tidak lama kemudian ia dihinggapi oleh pikiran penuh hawa nafsu. "Baiklah. Tahun ke-14 Sang Buddha ber-vassa di Jetavanarama. "Pergilah. untuk membebaskan pikiran yang belum matang diperlukan lima hal yang be rguna sekali untuk membuat ia matang : 1. Suppabuddha m eninggal dunia. 2. Suppabuddha tidak mengizinkan Sang Buddha b erjalan di jalanan Kapilavatthu. Savatthi. Menurut Vinaya. Melihat sebidang kebun mangga di dekat sungai. Meghiya meras a tertarik sekali dan mohon izin dari Sang Buddha untuk bermeditasi di tempat te rsebut. Seorang sahabat baik (kalyana mitta). oh P ertapa!" Sang Buddha berjalan pergi dan berkata. 5.

"Bagaimanakah orang mencapai Kebijaksanaan? Bagaimanakah orang memperoleh Kekayaan? Bagaimanakah orang memperoleh Kemasyhuran? Bagaimanakah orang mengikat sahabat-sahabat? Setelah meninggalkan alam sini. Apabila Anda tidak dapat menjawab per tanyaanku. oh Pertapa!" Sang Buddha masuk sambil menjawab. "Bagaimanakah orang menyeberangi arus (penjelmaan)? Bagaimanakah orang menyeberangi lautan (tumimbal lahir)? Bagaimanakah orang mengatasi derita? Bagaimanakah orang menyucikan diri?" Sang Buddha menjawab. jika ditaati dengan sungguh-sungguh akan membawa kebahagiaan." "Akan kuajukan sebuah pertanyaan. "KEYAKINAN merupakan harta termulia bagi manusia dalam dunia ini. bagaimanak ah orang tidak usah menyesal?" Sang Buddha menjawab. oh Pertapa!" Sang Buddha berjalan pergi sambil berkata. oh Pertapa!" Sang Buddha masuk kembali sambil berkata. sahabat. tiba di alam sana (setelah mati). engkau boleh berbuat apa yang engka u kehendaki. Orang menyucikan dirinya dengan Kebijaksanaan. akan kukacaukan pikiranmu atau kucabut jantungmu atau akan kupegang k akimu dan kulemparkan ke seberang sungai. "Memiliki keyakinan kepada para Arahat dan Dhamma untuk mencapai Nibbana. engkau dapat menga jukan pertanyaan apa saja yang engkau kehendaki. oh Pertapa!" Sang Buddha menjawab. tekun. "Orang menyeberangi arus dengan Keyakinan. "Baiklah. Orang mengatasi derita dengan Keuletan. "Pergilah. para Brahmana."Masuklah." Yakkha tersebut kemudian bertanya. Pertapa. dan para ma nusia yang sanggup mengacaukan pikiran-Ku atau mencabut jantung-Ku atau memegang kaki-Ku dan melempar Aku ke seberang sungai." Yakkha bertanya lagi." Untuk keempat kalinya yakkha Alavaka berkata. "Baiklah." Yakkha bertanya lagi. Orang menyeberangi lautan dengan Kewaspadaan. sahabat." Untuk ketiga kalinya yakkha Alavaka berkata. "Pergilah. sahabat. dan penuh perhatian me mperoleh Kebijaksanaan. Aku tidak melihat suatu makhluk pun di dunia termasuk para Mara. "Aku tidak akan pergi. Barang siapa berbuat apa yang benar. . para Brahma atau di dunia ini dari pertapa. KESUNYATAAN adalah yang paling manis dari semua rasa. DHAMMA. "Apakah harta termulia bagi seorang manusia dalam dunia ini? Perbuatan manakah yang membawa kebahagiaan? Apakah yang paling manis dari semua rasa? Cara hidup bagaimanakah yang disebut termulia?" Sang Buddha menjawab." "Sahabat. dan para dewa. Hidup dengan diberkahi KEBIJAKSANAAN disebut hidup yang termulia. Tetapi sahabat. Dan dengan pengendalian diri orang yang rajin. "Baiklah." "Masuklah.

Mulai hari ini aku akan berkelana dari desa ke desa. 147) Sang Buddha kemudian ber-vassa di Veluvanarama." Tahun ke-17 Tahun ini Sang Buddha berada di Savatthi. ia memperoleh Kekayaan. kesabaran/dapat memaafkan kesalahan orang lain dan kedermawanan ?" Yakkha menjawab. Badan yang penuh dengan luka. yang kemudian menjadi seorang Sotapa nna setelah mendengar khotbah Sang Buddha. Kemasyhuran diperoleh dengan mencintai hal-hal yang benar (sacca). Ternyata tidak seorang pun yang mau membelinya. Apakah ada watak lain yang lebih agung dari mencintai hal-hal yang benar. Sang Buddha menghadiri pemakaman Sirima." (Dhammapada. 174) Ketika Sang Buddha mendengar bahwa gadis itu sakit keras maka dengan melakukan p erjalanan sejauh tiga puluh "league" (1 league = 4. Ketika itu Sang Buddha minta kepada Raja untuk mengumumkan siapa diantara yang h adir ingin membeli mayat dari Sirima. Sang Buddh . Sang Buddha mengajukan pertanyaan kepada gadis tersebut dan semua pertanyaan dap at dijawabnya dengan baik. dari kota ke kota untuk men ghormat kepada Yang Maha Suci Buddha dan kepada Dhamma Yang Maha Sempurna. dirangkai menjadi satu. bahkan diberi dengan cuma-cuma j uga mereka tidak sudi. sadar. Dengan sesungguhnya aku mengatakan bahwa Sang Buddha datang ke Alavi untuk keunt unganku. Hanya sedikit saja yang dapat melihatnya dengan terang. Tiga tahun yang lampau gadis ini mendengar khotbah Sang Bud dha tentang pentingnya bermeditasi terhadap kematian. Rajagaha. Dimana tak terdapat kekekalan dan kelanggengan. tidak akan menyesal setelah mati. Waktu itu Sang Buddha memujinya d engan mengucapkan syair seperti berikut: "Dunia ini diselubungi kegelapan. yang tidak memperhatikan khotbah Sang Buddha dengan baik . Orang berkeluarga yang memiliki sifat-sifat: mencintai hal-hal yang benar.564 m).800 atau 5. Ayolah! Tanyakan kepada para pertapa lain dan para Brahmana. tetapi mengunjungi Alavi lagi karena m erasa kasihan kepada seorang petani miskin. sebab ketika hidupnya banyak laki-laki yan g tertarik dan mengagumi Sirima. Hari ini dapat kuketahui pemberian kepada siapa yang dapat membawa paha la terbesar. Dalam pertemuan tersebut. "Mengapa aku harus bertanya kepada para pertapa dan Brahmana lain? Hari ini aku merasa beruntung dapat mengetahui sesuatu untuk kebaikan diriku di kemudian hari . Barang siapa suka memberi akan mengikat Sahabat-sahabat. Tahun ke-18 Di tahun ini Sang Buddha kembali mengunjungi Alavi untuk kepentingan anak peremp uan seorang penenun. Hanya sedikit saja yang pergi ke alam bahagia. sehingga para hadirin yang lain. tempat timbunan pikiran. Pada kesempatan itulah Sang Buddha memberikan penerangan kepada khalayak ramai dengan mengucapkan syair seperti berikut : "Lihatlah lukisan ini yang berupa khayalan. Jawabannya mengandung arti filsafat tinggi. kakak dari tabib Jiva ka. pe ngendalian diri. meninggal dunia. Seperti juga burung yang ingin melepaskan diri dari jaring. Juga di tahun ini seorang pelacur terkenal bernama Sirima. kesabaran/dapat memaafkan kesalahan orang lain dan kedermawana n.Barang siapa bertekad teguh." (Dhammapada. Tempat tumpukan penyakit. p engendalian diri. tidak dapat mengerti jawaban gadis tersebut.

Sekarang Angulimala menjadi seorang pembunuh kejam yang ditakuti. para pedagang atau pelancong jalan berkelompok. dan bertiga puluh. "Apakah ia akan merampok seorang diri atau dengan berkawa n?" Bhaggava menjawab." Kembali Raja bertanya." jawab gurunya. termasuk yang ada di istana. sehingga akhirnya guru terseb ut juga membenci Ahimsaka. sehingga wak tu meninggal dunia. mengeluarkan cahaya ge merlapan. "Karena ia akan bekerja seorang diri. gurunya memanggil Ahimsaka dan berk ata. "Ingat. jangan lari!" Mereka menggigil dan gemetaran dan tidak dapa t melarikan diri lagi. Guru?" "Engkau tidak usah membayar dengan uang. Karena ingin mematuhi perintah guru nya. Bhaggava menjawab. Hari ia dilahirkan. membunuhnya dan mengambil jari tangan kanannya." Sampai hari itu Ahimsaka belum pernah menyakiti orang lain dan karena itu ia tid ak tahu bagaimana harus memotong jari orang. "Ia akan bekerja seorang diri. anakku itu kelak akan menjadi seorang penyamun. maka ayahnya mengirirn Ahimsaka ke sebuah sekolah di Takkasila. Nama aslinya adalah Ahimsaka. seorang penyamun yang luar biasa." Raja Kosala bertanya. "Tetapi. kenapa kita tidak sekarang saja membunuhny a?" Bhaggava menjawab." Ketika Ahimsaka mencapai umur untuk bersekolah. jangan membawa dua buah jari tan gan dari orang yang sama. Sebelum pergi gurunya kembali berpesan.a berkunjung ke rumahnya dan masih sempat memberikan uraian Dhamma. Di tahun ini pula Sang Buddha menaklukkan seorang penyamun ganas bernama Angulim ala. Karena itu tidak ada lagi orang yang berani lewa . maka kita dengan mudah dapat menangkapnya. Tahun ke-20 Di tahun ini Ananda ditunjuk sebagai pembantu tetap Sang Buddha dan selama dua p uluh lima tahun Ananda menjadi pembantu tetap. bersepuluh. Ayahnya bernama Bha ggava dan ibunya Mantani. Karma itu anak-anak yang lain rnerasa iri hati kepada Ahimsaka. Kalau ingin me lewati hutan Jalini. berdua. Cukup. Dengan mudah Angulimala membunuh orang-orang tersebut dan memotong jari tangan kanannya. Baginda. ber empat. berdua puluh. Tetapi. "Kalau begitu. Meskipun hal ini sangat sulit sekali. Raja menjadi takut sekali dan keesokan harinya memanggil penasehatnya untuk ditanyakan tentang sebab mengapa semua senjata mengeluarkan cahaya. tetapi sebelum engkau pulang. mala = kalung). semu a senjata di seluruh negeri. Di hutan ia mencegat para pelancong yang lewat. Setelah selesai belajar di sekolah tersebut. Ahi msaka berjanji kepada gurunya untuk melaksanakan apa yang diminta oleh gurunya. terpintar dan juga yang terpatuh dari semua murid di sekolah tersebut. "Sekarang engkau sudah tamat belajar di sekolah ini. ia kemudian mendapat nama baru sebagai Angulimala (Anguli = jari. Sesudah itu ia membuat kalung dari jari-jari tersebut dan mengg antung kalung itu di lehernya Karena kalung dari jari-jari tersebut. yaitu sampai saat Sang Buddha man gkat di Kusinara." Raja kemudian berkata. maka Ahimsaka membawa pedangnya dan pergi ke hutan Jalini di negara Kosala. mengapa senjata-senjata itu lalu mengeluarkan cah aya gemerlapan?" "Baginda. Mereka sedikit demi sedikit menghasut guru mereka. Baginda ." "Berapakah yang harus kubayar. Ahimsaka merupakan murid yang terkuat. begitu mereka menden gar "Aku Angulimila. terlebih dulu engkau harus membayar uang sekolah kepadaku. "Istriku baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki. Kisahnya adalah sebagai berikut : Angulimala adalah anak seorang penasehat raja negara Kosala. gadis itu mencapai Sotapatti phala. namun sebagai murid yang sangat patuh. Tahun ke-19 Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata. jika engkau memberiku seribu bua h jari tangan kanan manusia. Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata.

sebab siapa tahu mungkin saja hari ini ia akan data ng ke tempat ini. sungguh mengherankan. Ketika itu ibu Angulimala sudah terlebih dulu memasuki hutan. Dengan demikian aku tidak usah membunuh ibuku. Aku tidak akan mengganggunya. Banyak orang y ang sudah meninggalkan rumah dan desanya. "Bhikkhu. B adannya sudah berbau busuk. kuda. Ap akah kamu tidak dapat pergi menemui anak kita dan membujuknya supaya berhenti me mbunuh?" "Istriku tercinta. sebagaimana biasa. Tiba-tiba Sang Buddha berdi ri di antara Angulimala dan ibunya. "Alangkah kasihannya wanita ini. Karena itu. sehingga semua sendi-sendinya merasa sakit sekali dan tidak kuat lagi untuk berlari." Dengan pedang terhunus. Raja Kosala mempersiapkan tentara yang untuk menangkap Angulimala. Karena merasa kasihan. "Sekarang." Tetapi ibunya adalah seorang wanita yang halus budi pekertinya dan mempunyai hat i yang baik. Penduduk desa yang melihat Sang Buddha berjalan menuju hutan. Manyani. "Aku harus pergi seorang diri ke hutan untuk menyelamatkan anakku. tidur. rusa atau binatang lainnya. Apalagi ia mencintai anaknya lebih dari dirinya sendiri. Ketika itu Angulimila sudah membunuh 999 orang. Ia mungkin sudah berub ah seluruhnya dan kalau aku pergi menemuinya. meskipun dulu aku ber lari-lari menangkap gajah. sedangkan kami sendiri hari ini juga a kan meninggalkan tempat ini. mendengar tentang persiapan yang dilakukan Raja Kosala. Karena itu. sebaiknya Anda jangan berjalan terus. I bunya. Angulimala melihat ibunya datang dan berpikir. Tetapi Sang Buddha hanya terseny um. tetapi membunuh pertapa ini dan memotong jari tangannya. meskipun ibuku sendiri yang datang. Ia berpikir." Mereka menasehati Sang Buddha sampai tiga kali. Ia adalah ora ng yang kejam. Ia datang seorang diri. Kembalilah s ekarang juga ke tempat darimana Anda datang. Angulimala berpikir. Angulimala kemudian memindahkan tempat kerjanya dan di tempat yang baru ia kemba li mencegat dan membunuh orang yang lewat. Di sana bersembunyi seorang penyamun yang bernama Angulimala. memotong jari tangannya untuk mencukupi jumlah seribu yang diminta guruku. Angulimala kemudian menja di letih. kereta perang. "Anak kita yang tercinta sekarang telah menjadi seorang pemb unuh. yang meskipun sudah jemu dengan perbuatan membunuh dan ingin kembali menjadi orang yang baik. masih kekurangan satu orang lagi yang akan dijadikan korban. anak itu sekarang sudah terlalu ganas. "Tidak pernah aku seletih ini." Kemudian ia berjalan pergi ke hutan dengan membawa bekal makanan seperlunya. Sang Buddha berjalan s aja dengan tenang. ia berlari mendekati Sang Buddha. Aku memang kasihan kepadanya. Angulimala berlari-lari untuk menyergap dan membunuh Sang Bud dha. Sang Buddha melihat ke seluruh penjuru dunia u ntuk mencari orang yang mungkin dapat ditolong-Nya dalam bidang kerohanian. dan pakaian yang bersih. Dan korban yang terakhir ini justru adalah ibu nya sendiri. Ia juga pasti akan membunuh Anda. berusaha mencegahNya dengan mengatakan." Pagi hari itu. buas. mandi. Ia berpikir. Sang Buddha lalu bertekad untuk menolong Angulimala. Ia benci sekali dengan hidup seperti itu. mungkin aku pun akan dibunuhnya. Sekarang Raja sedang membuat persiapan untuk menangkap dan membunuhnya. mengucapkan terima kasih dan melanjutkan perjalanan-Nya memasuki hutan. A ku tidak mau mati percuma. tetapi apa yang dapat aku lakukan? Aku harus memegang janjiku dan membunuhnya. Tetapi bag aimanapun juga. Keti ka itu Sang Buddha melihat Angulimala. "Baik juga pertapa ini berdiri di depan ibuku. dengan membawa mangkuk-Nya Sang Buddha b erjalan menuju ke hutan tempat Angulimala bersembunyi menunggu mangsanya yang te rakhir. ia masih harus membunuh seorang lagi untuk memenuhi permintaan g urunya berupa seribu buah jari tangan kanan manusia. Aneh sekali aku tak dapat mengejar pertapa in . Teta pi sekarang. aku akan membunuhnya . Ia pikir. Ia telah membunuh ratusan orang. tetapi meskipun badannya penuh dengan keringat ia tetap tak dapat menyentuh badan Sang Buddha yang sedang berjalan dengan tenang. sebaiknya Anda jangan pergi ke hutan itu. ibun ya dan juga khalayak ramai. Berbulan-bulan lamanya ia berada di hutan tanpa memperoleh cukup makan." Ia menghunus pedangnya dan berlari mendekati ibunya. Ia berka ta kepada suaminya. dan jahat.t hutan tersebut. Karena itu.

Baginda Yang Agung. Sang Buddha bertanya. Ada seorang penyamun yang ganas sekali di kerajaanku. Ia m embuang pedangnya dan berlutut di hadapan Sang Buddha. Namany a Angulimala. Angulimala diserang oleh orang-or ang yang sedang berkelahi. "Bagaimana Anda mengatakan berhenti. Angulimala. terlebih dulu da tang mengunjungi Sang Buddha untuk mohon restu Beliau. aku akan berlutut di hadapannya. mengatakan bahwa ia berhenti. Tetapi kamu tidak mempunyai betas kasih terhadap makhluk hidup. berhenti Bhikkhu!" Sang Buddha menjawab. Setelah berlatih dengan tekun." Yang berarti: ." jawab Raja Kosala. meninggalkan kehid upan sebagai seorang penyamun dan berhenti membunuh. meskipun berjalan lebih cepat dari aku. Di vihara i a ditahbiskan menjadi bhikkhu. Sewaktu ia menceritakan peristiwa tersebut kepada Sang Buddha da n menanyakan cara untuk menolong penderitaan wanita tersebut." Kemudian ia berteriak. apakah yang Baginda akan la kukan?" Raja Kosala menjawab. sebelum memasuki hutan untuk menangkap Angulimala. "Kalau demikian halnya." Angulimala rupanya sangat terkesan dengan syair yang diucapkan Sang Buddha. Sang Buddha kemudian memberitahukan Angulimala agar j angan mempunyai rasa dendam dan harus menganggap kejadian ini sebagai hukuman at as kejahatan yang pernah ia lakukan. "Oh. apakah engkau sendiri b erhenti?" Angulimala tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Sang Buddha dan berpikir. Sang Buddha memberi berkah dan kemudian mengajaknya pergi ke vihara. Ibu Angulimala yang menyaksikan seluruh peristiwa ini dari dekat. Aku sekarang memang sangat letih. merasa kagum sekali kepada Sang Buddha. sehingga ia berkeinginan menolong w anita tersebut. Yang Mulia. "Seor ang bhikkhu tidak boleh bohong. pa dahal Anda berlari lebih cepat dari aku?" Sang Buddha mengucapkan syair seperti di bawah ini : "Sebagaimana biasa. Sang Buddha member inya petunjuk untuk memberi wanita itu air.i. memakai jubah kuning. Aku hendak menangkapnya. ia mendengar seorang wanita sedang merintih-rintih kesakitan waktu hendak bersalin. setelah terlebih dulu dibacakan kali mat-kalimat: "Yatoham bhagini ariyaya Jatiya jato Nabhijanami sañcicca Panam jivita voropeta Tena saccena sotthi te Hotu sotthi gabbhassa. Aku berhenti. Setelah itu Sang Buddha memberikan khotbah Dhamma. Raja Kosala. yang dalam waktu demiki an singkat dapat menaklukkan Angulimala dan mengubahnya menjadi orang baik. "Oh." Kemudian ia bertanya kepada Sang Buddha. apakah Baginda mendapat kesukaran ? Apakah Raja Bimbisara menyatakan perang kepada Anda atau Pangeran dari Licchav i atau mungkin dari kerajaan lain?" "Bukan. Tentu ada m aksud tertentu dalam ucapan tersebut. Angulimala k emudian mencapai tingkat Arahat. Dikisahkan sewaktu Angulimala sudah mencapai ti ngkat Arahat." Kemudian Sang Buddha memanggil Angulimala untuk keluar. Umpamanya Baginda melihat Ang ulimala sekarang sudah bercukur gundul. Ketika Angulimala memasu ki ruangan. Tetapi dicegah oleh Sang Buddha. Bhikkhu ini. Sang Buddha lalu berkata. semua prajurit Raja melarikan diri. "Hai berhenti. Karena Aku berbelas kasih terhadap semua makhluk hidup. Suatu hari ketika sedang mengumpulkan makanan. Baginda Yang Agung. Hal ini menggugah hatinya. Angulimala! Tetapi. Karena itu Aku berhenti dan kamu tidak berhenti. "Aku berhenti. Ia datang berkunjung deng an membawa lima ratus orang prajurit berkuda.

Tetapi dapat diketahui bahwa delapan belas vassa dijalankan di Jetavanarama dan lima vassa di Pubbarama. sedangkan vassa ke-44 dijalankan di Beluva. "Ak . setelah diberi air tersebut. Devadatta ditahbiskan menjadi bhikkhu bersama-sama dengan Ananda. Tetapi di kemudian hari. berhubung Sang Bud dha sekarang sudah lanjut usianya. tidak dapat dipastikan secara berurutan. karena kelak sebelum wakt unya. te mpat-tempat mana yang telah dikunjungi oleh Sang Buddha dan dimana Sang Buddha b er-vassa. Kemudian an ak kecil itu lenyap dan Devadatta berdiri di depan Ajatasattu. men getahui niat jahat Devadatta tersebut dan memberitahukan kepada Moggallana. delapan tahun sebelum Sang Buddha sendiri mencapai Parinibbana. Sampai hari ini kalimat-kalimat tersebut dikenal sebagai Angulimala-sutt a dan dipakai untuk membuat air guna memudahkan persalinan. pada tahun ketiga setelah memperoleh Pene rangan Agung. yaitu k ekuatan gaib tertinggi yang dapat dicapai oleh orang yang belum mencapai tingkat kesucian. Tahun ke-21 sampai dengan tahun ke-44 Selama tahun-tahun tersebut di atas. Tidak lama kemudian. Devadatta mempunyai maks ud yang tidak baik terhadap Sang Buddha karena ia merasa iri atas kemasyhuran Sa ng Buddha. Anuruddha dan Upali di Anupiya."Saudari. di samping memberikan lima ratus piring makanan setiap hari. Kisah ini pun dapat dipakai sebagai contoh untuk membuktikan bahwa kamma (perbua tan) baik yang orang lakukan dapat memusnahkan kamma buruk yang pernah ia lakuka n. sehingga Beliau sangat men ghormat pada Devadatta. Tiap pagi dan petang hari. Untuk beberapa waktu lamanya. Devadatta mendapat tempat terhormat dal am Sangha. sewaktu Sang Buddha dalam perjalanan dari Kapilavatthu menuju ke Rajagaha. Ajatasattu mengunjungi Devadatta dengan diiringi lima ratus kereta. Ia bersalin rupa menj adi anak kecil dengan memakai kalung dari beberapa ekor ular. Mogg allana menceritakan hal tersebut kepada Sang Buddha. Bhagu. Keja dian ini menggembirakan sekali hati Devadatta. Atas permohonan itu Sang Buddha menjawab. Pertama ia mencoba untuk mempengaruhi Pangeran Ajatasattu. Kisahnya adalah sebagai berikut : Devadatta adalah anak dari Pangeran Suppabuddha dan Amita. tetapi Sang Buddha menjawab bahwa persoalan itu tidak perlu dibicarakan sekarang. Rajagaha. Devadatta mohon kepada S ang Buddha agar Sang Buddha menunjuknya sebagai Ketua Sangha. Saudara perempuannya bernama Yasodhara atau Bhaddakaccana dan menikah deng an Pangeran Siddhattha. Kimbila . adik dari Raja Suddho dana. Penaklukan Angulimala sering kali dicatat sebagai satu dari sekian banyak perbua tan Sang Buddha yang menolong manusia karena rasa belas kasih yang sangat besar terhadap umat manusia. Peristiwa tersebu t memberi kesan yang dalam sekali di hati Ajatasattu. semoga Anda Dan bayi dalam kandungan selamat. Devadatta berhasil memperoleh Puthujjanika-iddhi. bahkan Sang Buddha sendiri pernah memujinya sebagai orang yang mempun yai kekuatan gaib yang tinggi. Savatthi. s ebuah desa kecil yang mungkin terletak di dekat Vesali. Satu hal pasti yang dapat ditemukan dalam sutta-sutta ialah tentang mangkatnya R aja Bimbisara. wanita itu segera bersalin dengan s elamat. Pada vassa berikutnya. yang bertumimbal lahir sebagai Manomayakayikadeva. sejak dilahirkan sebagai seorang Ariya Aku tidak ingat dengan sengaja Membunuh suatu makhluk hidup Dengan pernyataan yang benar ini. Devadatta akan membocorkannya sendiri. Seorang murid Moggallana." Dan benar saja. Bhaddiya. sehingga timbul niat jahatnya unt uk mengambil alih kedudukan Sang Buddha sebagai Ketua Sangha. Demikianlah kisah mengenai Angulimala. yang kemudian menjadi Buddha. di hadapan pertemuan para bhikkhu. Tiba-tiba ia jatuh di atas pangkuan Ajatasattu. K etika itulah Devadatta dengan paksa ingin mengambil alih pimpinan Sangha dari Sa ng Buddha. Tahun itu Sang Buddha ber-vassa di Veluvanarama. sehingga membuat Ajatasattu ketakutan.

Sewaktu mereka sudah berkumpul. Pada waktu itulah Ajatasattu dihasut oleh Devadatta untuk membunuh ayahnya. sewaktu Sang Buddha sedang berjalan di lereng Gunung Gijjhakuta. ia mendorong sebuah batu besar yang dimaksudkan untuk menimpa mati Sang Buddha.u tidak akan mengalihkan Pimpinan Sangha kepada Sariputta atau Moggallana. S ang Buddha kemudian diusung ke Ambavana. saat Sang Buddha mendekati pemanah pertama yang harus membunuhnya. Tetapi. Sang Buddha memberikan uraian Dhamma kepada orang tersebut dan kemudian menyuruh nya pulang dengan mengambil jalan tertentu. kecuali "tidur di bawah pohon" selama musim hujan. pecahan batu tersebut masih dapat melukai kaki Sang Buddha. Ia minta kepada Sang Buddha untuk menyetujui bahwa semua bhikkhu ha rus mentaati peraturan seperti di bawah ini: 1. karena tertarik oleh kekuatan gaib da ri Sang Buddha. Sang Buddha berhasil berada di depa n Ananda dan dengan pancaran cinta kasih dapat menjinakkan kembali gajah tersebu t. seda ngkan ia sendiri akan membunuh Sang Buddha. seorang yang hina-dina. Devadatta lalu mengambil keputusan untuk membunuh sendiri Sang Buddha. Sang Buddha menjawab bahwa para bhikkhu yang ingin mengikuti peraturan tersebut boleh melakukannya. s ehingga pemanah tersebut membuang panahnya dan mengaku kepada Sang Buddha. semua bhikkhu harus tidur di bawah pohon dan tidak boleh tidur d i dalam rumah. yaitu tempat tabib Jivaka untuk mendapa t pengobatan seperlunya. siang dan malam para murid-Nya me njaga tempat tinggal Sang Buddha. Tetapi Be . Dengan cepat berita ini tersiar dan Sang Buddha pun diberi tahu. Setelah usahanya kembali gagal. Kawan-kawannya yang letih menunggu. Semua bhikkhu harus memakai jubah dari kain bekas pembungkus mayat dan tid ak boleh menerima persembahan jubah dari umat. Setelah ketiga usahanya gagal semua. Para pemanah istana tersebut ditempatkan di berbagai tempat dan diatur sedemikan rupa. Semua bhikkhu tidak boleh menerima undangan makan di rumah umat. Hanya dengan menggunakan "iddhi". Di hutan. Tiba-tiba du a tonggak besar muncul dari dalam tanah untuk menahan jatuhnya batu tersebut. yaitu dengan membuat bumi mengerut. kemudian satu per satu meninggalkan tempat penjagaannya. tetapi me reka hanya boleh makan makanan yang diperoleh dengan jalan minta-minta." Devadat ta merasa tersinggung sekali dikatakan sebagai orang yang hina-dina. 5. berhubung tidak ada seorang pun di dunia ini yang mampu membunu h seorang Buddha. Ananda lari ke depan dan menempatkan dirinya antara Sang Buddha dan gajah dengan maksud untuk melindungi dan menjadi tameng d ari Guru Junjungannya. Pemanah yang pertama pergi melapor kepad a Devadatta dan mengatakan bahwa ia tidak sanggup membunuh Sang Buddha. 3. peman ah tersebut demikian terpesona dengan keagungan Sang Buddha. karena S ang Buddha mempunyai kekuatan gaib yang luar biasa tingginya. Tetapi Sang Buddha menerangkan bahwa hal terse but tidak perlu. apa y ang sebenarnya menjadi tugasnya. Semua bhikkhu harus tinggal di hutan. Devadatta kemudian berusaha untuk memecah b elah Sangha. sehingga seluruh ba dannya menjadi kaku. Ajatasattu menyetujui dan memerintahkan beberapa orang pemanah istana untuk memb antu Devadatta membunuh Sang Buddha. Meskipun demikian. Namun Sang Budd ha menolak untuk membatalkan perjalanan-Nya. Semua bhikkhu dilarang keras makan daging dan ikan. Sang Buddha menegurnya dengan kata-kata yang ramah-tamah. Suatu har i. Sang Buddha lalu memberikan urai an Dhamma kepada para pemanah tersebut. Mereka semua datang ke tempat Sang Buddha. Sewaktu gajah mabuk tersebut dilepa s dan memburu ke arah Sang Buddha. maka mustahil Aku akan mengalihkannya kepada engkau. Gajah itu besar dan buas dan terkenal dengan nama Nalagiri. meskipun terlebih dulu telah dipesan dan diperingati deng an keras oleh Sang Buddha untuk tidak berbuat apa-apa. 2. 4. Devadatta lalu membujuk seorang pawang gajah unt uk melepaskan seekor gajah (yang terlebih dulu dibuat mabuk dengan memberinya mi numan arak) di jalan yang akan dilalui Sang Buddha. sehingga akhirnya tidak ada seorang pun yang masih hidup untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Setelah kejadian ini.

Pada akhir khotbahnya. Sariputta berkhotbah di depan para bhikkhu dan menerangkan bahwa De vadatta sekarang sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Sang Buddha. sebab Devadatta mengira bahwa Sariputta dan Moggallana berdua j uga ingin bergabung dengannya. Diantaranya terdapat bhikkhuni Thullananda yang terus-menerus memuji Devadatta d an seorang dari suku Sakya bernama Dandapani. BAB V HARI-HARI TERAKHIR Maha Parinibbana Suttanta (D. sedangkan ia sendiri pergi tidur. Pengik ut Devadatta yang setia. Ia masuk ke neraka Avici dan akan berada di alam tersebut selama seratus ribu ka ppa untuk kemudian lahir kembali ke dunia dan menjadi seorang Pacceka Buddha. ia minta rombongannya berhenti sebentar karena ia ingin membersihkan badan terlebih dulu di sebuah telaga yang terdapat di pinggir jalan. Mendengar berita tersebut. Ketika ia hampir hilang masuk ke dalam tanah. Devadatta muntah darah dan kemudian sakit keras selam a sembilan bulan. Devadatta minta Sariputta untuk meneruskan khotbahnya.V) Ayasma Maha Kassapa bercerita kepada para bhikkhu : "Pada suatu waktu aku bersama-sama dengan kira-kira lima ratus bhikkhu sedang be rada dalam perjalanan dari Pava menuju Kusinara. lima ratus orang bhikkhu tersebut bersedia kembali kepada Sang Buddha dan meninggalkan Devadatta bersama-sama Sariputta dan Moggallana. ia minta murid-muridnya membawa ia menghadap Sang Buddha. Sewaktu turun dari usungan dan kakinya menyentuh tanah. ia masih sempat menyatakan bahwa ia hanya mencari perlindungan kepada Sang Buddh a. Waktu tiba di dekat Jetavanna. tanah itu membuka dan ia terjerumus masuk ke dalam tanah. Penolakan ini membuat Devadatta gembira karena sekarang ia mempunyai alasan untu k menyebarluaskan berita bahwa Sang Buddha dan murid-murid-Nya masih terlalu ter ikat kepada kemewahan dan kehidupan yang serba cukup. Kemudian aku berhenti di pinggi r jalan dan mencari tempat duduk di bawah pohon yang rindang. Ketika Sariputta dan Moggallana tiba di Gayasisa. Malam itu Devadatta berkhotbah sampai larut malam. Meskipun sudah diperingati oleh Sang Buddha tentang akibat yang menyedihkan untuk orang yang memecah belah Sangha. Tahun ke-45 Di tahun ini Sang Buddha mangkat dan mencapai Parinibbana di Kusinara pada saat purnama sidhi di bulan Vaisak (Mei) sebelum waktu ber-vassa. yaitu semacam bunga yang hanya dapat ditemukan. mereka diterima dengan gembira oleh Devadatta. namun Devadatta memberitahukan Ananda bahwa ia akan mengadakan pertemua n uposatha tersendiri tanpa dihadiri oleh Sang Buddha. Waktu merasa sudah letih seka li. Ketika berita ini disampaikan kepada Sang Buddha." Pada waktu itu lewat di depanku seorang pertapa "tak berpakaian" dengan membawa bunga Pohon Karang. Devadatta dibawa dengan sebuah usungan. Beliau mengatakan bahwa hal it u tidaklah mungkin dalam kehidupan ini.D. Devadatta berhasil membuj uk lima ratus orang bhikkhu yang baru ditahbiskan untuk menyertainya pergi ke Ga yasisa. Kokalika. bila terjadi . membangunkan Devadatta dari tidurnya dan menc eritakan apa yang telah terjadi. B. Sang Buddha kemudian memerintahkan Sariputta dan Moggallana pergi ke Gayasisa un tuk bicara dengan para bhikkhu yang terkena bujukan.liau menolak untuk membuat peraturan ini berlaku bagi semua bhikkhu. II. Sewaktu Devadatta mengetahui bahwa ia tidak lama lagi dapat hidup di dunia ini.II-16) CULLAVAGGA XI (Vin.

Kalau sekiranya Sangha menyetujui. Kalau Sangha menyetujuinya. sebelum mereka yang ber bicara tentang yang "bukan Vinaya" menjadi kuat dan mereka yang berbicara tentan g Vinaya menjadi lemah. dan bhikkhu-bhikkhu lain selama vassa (musim hujan). "Apakah Anda kenal Guru k ami?" Ia menjawab. kita akan membacakan Dhamma dan Vinaya. Avuso. nafsu-nafsu yang menggelapkan batin dan ketakutan. Mana mungkin hal ini tak akan terjadi?" Tetapi aku berkata. janganlah meratap! Bukank ah sejak semula Sang Bhagava menerangkan bahwa segala sesuatu yang disenangi dan dicintai suatu ketika pasti akan berubah dan akan berpisah darimu? Apa yang tim bul karena suatu sebab. janganlah meratap! Sekarang kita telah terbebas dari Pertapa Tua itu. dengan penuh kesadaran dan pikiran terpusat." Mendengar berita tersebut. Setelah itu timbul pertanyaan. mengangkat tangan mereka dan menangis tersedu-sedu. sebelum apa yang "bukan Dhamma" mendapat angin dan berkembang. beberapa orang lagi berguling-gulingan di atas tanah dan menangis sambil meratap. sebelum apa yang "bukan Vinaya" mendapat angin dan berkembang. tetapi Beliau telah mangkat s eminggu yang lalu. "Segala sesuatu yang terdiri dari paduan unsur-u nsur adalah tidak kekal." Lalu aku berkata. Subhadda kemudian turut bicara. kebencian. oleh Sangha telah disetujui untuk membacakan Dham ." Kemudian Ayasma Maha Kassapa memilih 499 orang bhikkhu. yang semuanya telah menc apai tingkat Arahat. Sangha sedang mempertimbangkan untuk menyetujui kelima ratus bhikkhu ini membicarakan Dhamma dan Vinaya sewaktu merek a bervassa di Rajagaha. menjadi seorang makhluk. meskipun Bhikkhu Ananda masih seor ang siswa. kita telah dikekang oleh Beliau dengan mengatakan. itu tidak boleh kamu lakukan!' Sekarang kita dapat berbuat sesuka hati kita dan kita tidak usah melakukan hal-hal yang kita tidak senangi. bagaimana engkau masih menginginkan. yang telah ditahbisk an pada usia lanjut. "Cukup. 'Semoga itu ta k akan berubah dan hancur kembali!" Pada waktu itu hadir pula seorang bhikkhu bernama Subhadda. maka para bhikkhu yang masih belum terbebas dari hawa nafsu. "Cukup. dan Vinaya akan terdesak. pada waktu kelima rat us bhikkhu tersebut membacakan Dhamma dan Vinaya di Rajagaha agar jangan ada bhi kkhu lain yang bervassa di Rajagaha. Avuso. sebelum mereka yang berbicara tentang yang "bukan Dhamma" menjadi kuat dan mereka yang berbicara tentang Dhamma menjadi lemah." Kemudian dijawab. Selain itu Bhikkhu Ananda memahami Dhamma dan Vinaya dengan seksama d i bawah asuhan langsung Sang Bhagava. "Kalau demikian halnya. harap Bhante memilih bhikkhu-bhikkhu y ang akan membacakannya. 'Ini boleh kamu lakukan. "Bhante. Bagaimana kalau waktu bervassa di Rajagaha kita membacakan Dhamma dan Vi naya." Dengan demikian Bhikkhu Ananda pun terpilih. janganlah be rsedih. Setelah itu seorang bhikkhu berkata. Su dah terlalu lama. dan Dhamma akan terdesak. Kelima ratus bhikkhu tersebut. tetapi ia sudah tidak mungkin lagi melakukan hal-hal yang salah karen a dorongan keinginan rendah. merenung. Inilah usulku. Karena itu aku mengusulkan agar Bhikkhu An anda pun diikutsertakan. terdiri dari paduan unsur-unsur dan dikodratkan akan lapuk. "Benar.peristiwa penting. "Mari. Avuso. Lalu aku menyapa pertapa tersebut. Dan selama vassa itu jan gan ada bhikkhu lain yang bervassa di Rajagaha. Avuso. "Para Bhante yang terhormat. Para Bhante yang terhormat. Oleh karena itulah aku dapat memperoleh bunga Mandarava (Poho n Karang) ini. tidak diperkenankan u ntuk berada di Rajagaha?" Ayasma Maha Kassapa lalu berkata kepada Sangha. "Terlalu cepat San g Bhagava memasuki parinibbana! Terlalu cepat Yang Terbahagia memasuki parinibba na! Terlalu cepat Sang Mata Dunia lenyap dari pandangan kami!" Tetapi para bhikkhu yang telah terbebas dari hawa nafsu. maka aku harap Sangha diam dan kepada mereka yang berkeberatan aku persilakan untuk bicara. "Di manakah akan diadakan pembacaan Dhamma dan Vi naya?" Kemudian diusulkan oleh beberapa orang bhikkhu "Di Rajagaha terdapat banyak umat yang bersedia memberikan makanan dan tempat penginapan pun jumlahnya berlebih-l ebihan. janganlah bersedih. Kalau Sangha menganggap baik m aka Sangha dapat memberi persetujuan agar kelima ratus bhikkhu ini membacakan Dh amma dan Vinaya pada waktu mereka bervassa di Rajagaha. har ap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan. aku mengenal Guru Anda.

harap Sangha mende ngarkan apa yang akan ucapkan." "Tentang persoalan apa?" "Tentang hubungan kelamin." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. sebagai seorang siswa.. Mereka berpikir. "Para Bhante yang terhormat. Kalau Sangha menganggap baik." "Mengenai siapa?" "Mengenai Bhikkhu Sudinna dari Desa Kalandaka. Bhante." "Tentang persoalan apa?" "Tentang manusia. Begitulah apa yang kumengerti." "Tentang persoalan apa?" "Tentang mengambil sesuatu yang tidak diberikan. . Ia lalu memiringkan tubuhnya. Mari. Sebenarnya. Bhante. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang ketiga?" "Di Vesali. selanjutnya ditanyakan tentang apa yang dite tapkan dan apa yang kemudian ditambahkan. Kalau Sangha menganggap baik. Kemudi an pertemuan dibuka oleh Ayasma Maha Kassapa. Kemudian di bulan pertama mereka sibuk memperbaiki bagian-bagian yang rusak dan mengganti kayu-kayu yang patah serta lapuk dengan yang baik. "Memperbaiki bagian-bagian bangunan yan g patah serta lapuk dipujikan oleh Sang Bhagava.. "Kemudian. "Besok kita akan berkumpul. Dan setelah merasa amat letih. pada saat itu dengan tiba-tiba batinnya tela h bersih dari kekotoran batin dan Bhikkhu Ananda mencapai tingkat Arahat. Setibanya di Rajagaha mereka melihat banyak kayu-kayu yang patah serta lapuk di tempat mereka menginap. karena tidak ada yang bicara. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang pertama?" "Di Vesali. Kemudian ditanyakan tentang apa yang d ianggap sebagai pelanggaran dan apa yang dianggap sebagai bukan pelanggaran. "Bhikkhu Upali. tetapi sebelum kepalanya menyentuh kasur dan kakinya sudah terangkat dari tanah. aku dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai Vinaya yang akan diajukan oleh Ayasma Maha Kassap a. selama bulan pertama kita akan memperbaiki bagian-bagian yang patah serta lapuk dan kemudian baru membaca kan Dhamma dan Vinaya. Bhikkhu Upali. anak seorang pembuat jambangan tanah. ak u akan mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Bhikkhu Upali mengenai Vina ya. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat." Lalu dijawab oleh Bhikkhu Upali. "Kemudian." "Mengenai siapa?" "Mengenai beberapa bhikkhu. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang kedua?" "Di Rajagaha." . Bhante. Bhikkhu Ananda ingin membaringkan dirinya di atas ka sur.ma dan Vinaya sewaktu mereka bervassa di Rajagaha dan juga telah disetujui agar jangan ada bhikkhu lain yang bervassa di Rajagaha. Besok akan dimulai pembacaan Dhamma dan Vinaya. Bhikkhu Ananda sedang merenung." Kemudian Ayasma Maha Kassapa bertanya." Setelah itu Bhikkhu An anda giat melatih meditasi dengan obyek badan jasmaninya sampai larut malam. "Para Bhante yang terhormat." Kemudian kelima ratus bhikkhu tersebut berangkat menuju Rajagaha untuk membacaka n Dhamma dan Vinaya. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat. aku tidak layak menghadiri pertemuan itu." "Mengenai siapa?" "Mengenai Bhikkhu Dhaniya. Bhikkhu Upali.

Kalau Sangha menganggap baik. semua peraturan yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan." Lalu dijawab oleh Bhikkhu Ananda. "Kemudian. Kemudian Bhikkhu Ananda memberitahukan para hadirin. . Kemudian Ayasma Maha Kassapa berkata. Bhante. harap Sangha mend engarkan apa yang akan aku ucapkan. aku akan m ulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Bhikkhu Ananda mengenai Dhamma. lalu tentang orang-orangny a. semua yang lain termasuk peraturan-peratur an kecil dan kurang penting. "Selain 4 peraturan Parajika dan 13 peraturan Sanghadisesa." "Mengenai siapa?" "Mengenai bhikkhu-bhikkhu dari tepi Sungai Vaggumuda.. Bhante. Kemudian ditanyakan tentang apa yang d ianggap sebagai pelanggaran dan apa yang dianggap sebagai bukan pelanggaran. aku tidak menanyakan apa yang dimaksud dengan peraturan-peratura n yang kecil dan kurang penting. Bhikkhu Ananda?" "Di Rajagaha. putra dari Videhi." Ada hadirin yang mengatakan. pada waktu Sang Bhagava hendak mencapai parinibbana." Kemudian Bhikkhu Ananda ditanya tentang asal mulanya. Kalau Sangha menganggap baik. "Para Bhante yang terhormat. lalu tentang asal mulanya dam te ntang orang-orangnya yang terlibat. lalu tentang orang-orangny a. selanjutnya ditanyakan tentang apa yang dite tapkan dan apa yang kemudian ditambahkan. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang keempat?" "Di Vesali.Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya." "Tetapi apakah ditanyakan kepada Sang Bhagava. apa yang dimaksud dengan peratura n-peraturan yang kecil dan kurang penting?" "Tidak. Setelah itu Bhikkhu Ananda ditanya tentang lima Nikaya yang semuanya dijawab den gan terang dan jelas. Ananda. Bhikkhu Upali. "Para Bhante yang terhormat ." "Tentang persoalan apa?" "Tentang mereka yang menggunakan tipu muslihat dengan mengaku mencapai tingkat k esucian atau memiliki kekuatan-kekuatan gaib. di taman mangga Jivaka." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya." Kemudian Ayasma Maha Kassapa bertanya. aku akan menja wab pertanyaan-pertanyaan mengenai Dhamma yang akan diajukan oleh Ayasma Maha Ka ssapa." Ada pula yang mengatakan." "Dengan siapa?" "Dengan pertapa Suppiya dan seorang Brahmin muda bernama Brahmadatta. Setelah itu ditanyakan tentang peraturan-peraturan yang lain baik yang berlaku u ntuk para bhikkhu maupun yang berlaku untuk para bhikkhuni. "Para Bhante yang terhormat. di manakah Brahmajala-sutta disabdakan?" "Bhante." "Mengenai persoalan apa?" "Mengenai apa yang terpuji dan apa yang tidak terpuji. kalau dikehendaki oleh Sangha. "Dan di manakah Samaññaphala-sutta disabdakan." Kemudian Bhikkhu Ananda ditanya tentang asal mulanya. "Setelah Aku mangkat. Bhante. Beliau telah meninggalkan pesan.. di tempat peristirahatan Raja di Ambalatthika antara Rajagaha dan Nalan da. "Selain 4 (empat) peraturan Parajika." Ada lagi yang mengatakan. "Bhikkhu Ananda." "Dengan siapa?" "Dengan Ajatasattu. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat. Semua pertanyaan dij awab oleh Bhikkhu Upali dengan terang dan jelas. maka peratu ran-peraturan yang kecil dan kurang penting dapat ditiadakan..

diharap bicara." Ada pula yang mengatakan. memang mereka melatih diri dalam tata tertib tersebut. K alau ada yang tidak setuju. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan ku rang penting. ini pun merupakan suatu pelanggaran karena Anda mengizinkan par a wanita memberi penghormat terlebih dulu terhadap jenazah Sang Bhagava. ini pun merupakan suatu pelanggaran karena Anda menjahit jubah musim hujan Sang Bhagava. apa yang dimaksud dengan peraturan-peraturan kecil yang kurang pent ing. setelah Anda menginjaknya terlebih dulu. 2 peraturan Aniyata dan 30 peraturan Nissagiya. Segala ses uatu harus berjalan terus sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan. Beliau te lah menetapkan tata tertib untuk murid-murid-Nya. maka Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang bel um ditetapkan dan tidak akan menghapus sesuatu yang sudah ditetapkan. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan maka Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan dan tidak akan m enghapus sesuatu yang sudah ditetapkan.dan 4 peraturan Patidesaniya." "Para Bhante yang terhormat. setelah dengan tidak disengaja menginjaknya. Segala sesuatu harus berjalan terus sesu ai dengan apa yang sudah ditetapkan. Inilah usulku . Begitulah apa yang kumengerti. karena Anda telah lalai untuk menanyakan kepada Sang Bhagava . Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran. Karena Sangha diam."Selain 4 peraturan Parajika. karena kurang waspada aku tidak menanyakan kepada S ang Bhagava. 13 peraturan Sanghadisesa dan 2 peraturan Aniyata... Segala sesuatu harus berjalan terus sesuai de ngan apa yang sudah ditetapkan. sehingg . Tata tertib para bhikkhu ada juga yang berhubungan dengan umat dan umat pun me ngetahui mengenai hal tersebut. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku katakan . 13 peraturan Sanghadisesa. "Selain 4 peraturan Parajika . semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. tetapi setelah Buddh a Gotama mencapai parinibbana mereka tidak lagi melatih diri dalam tata tertib t ersebut. mungkin di antara mereka ada yang berkata. aku mengakui telah melakukan pelanggaran berbuat sesuatu yang tidak pan tas.dan 92 peraturan Pacittiya. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan dan tidak akan mengha pus sesuatu yang sudah ditetapkan. "Selain 4 peraturan Parajika . maka Sangha telah setuju. yaitu melakukan suatu kelalaian." Ada lagi yang mengatakan. "Para Bhante yang terhormat. bukan karena rasa kurang hormat aku telah menjahit jubah musim hujan Sang Bhagava.. Kalau Sangha menganggap baik." Ada juga yang mengatakan. namun karena ketaatanku kepada para Bhante. ini merupakan suatu pelanggaran.. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting." Kemudian Ayasma Maha Kassapa berkata. namun karena ketaatan kepad a para Bhante. yaitu melakukan suatu kelalaia n. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran. maka Sangha harap diam." "Bhikkhu Ananda." "Bhikkhu Ananda. Kalau para Bhante setuju dengan tidak menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan d an tidak akan menghapus sesuatu yang sudah ditetapkan dan segala sesuatu harus b erjalan terus sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan. putra-putra Sakya. "Pada waktu Buddha Gotama masih hidup. Para Bhante yang terhormat. Mereka tahu bahwa ini "diperbolehkan" dan itu pasti "tidak diperbolehkan" untuk para pertapa.. aku mengaku melakukan pelanggaran. apa yang dimaksud dengan peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. yaitu berbuat sesuatu yang tidak pantas. "Selain 4 peraturan Parajika. Kalau kita menghapuskan peraturan-peraturan kecil dan kurang penting." "Para Bhante yang terhormat." Kemudian para Thera berkata kepada Bhikkhu Ananda "Bhikkhu Ananda. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. Sewaktu Buddha Gotama masih hi dup.

Bhante.demi kebaikan. Karena melakukan usaha dan memohon dengan sangat kepada Sang Bhagava. sehingga mereka nanti tidak berada dalam waktu yang tidak tep at (kalau para Thera telah berkumpul). namun karena ketaatanku terhadap para Bhante. Karena meskipun diberi isya rat-isyarat dan tanda-tanda yang jelas dapat diraba maksudnya. "Maha Pajapati adalah bibi Sang Bhagava. apa yang dimaksud dengan hukuman bera t itu. kesejahteraan dan kebahagiaan para dewa dan umat manusia. yaitu melakukan suatu kelalaian. yang merawat-Ny a. karena pada saat itu pikiranku tergoda oleh Mara. lebih baik aku memberikan waktu t erlebih dulu kepada para wanita untuk memberi penghormatan terakhir terhadap jen azah Sang Bhagava. Bhikkhu Ananda. Berselang b eberapa hari tibalah mereka di Kosambi. " Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran. apakah Anda menanyakan apa yang dimaksud dengan hukuman berat itu?" "Aku telah menanyakan kepada Sang Bhagava. " "Tetapi para Bhante yang terhormat. tetapi bhikkhu-bhikkhu lain tidak boleh bicara dengannya. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran.. "Ananda." "Baiklah." "Kalau demikian halnya.a air mata mereka mengotori jenazah Sang Bhagava." "Bhikkhu Ananda." Bhikkhu Ananda. agar wanita dapat diterima sebagai bhikkhuni oleh karena a ku pikir." "Tetapi. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. kesejahteraan dan kebahagiaan para dewa dan umat manusia. Kemudian p ara selir mendengar bahwa Bhikkhu Ananda telah tiba di dekat taman tersebut dan sedang beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang. telah dikabarkan bahwa Bhikkhu Ananda telah tiba di ." "Para Bhante yang terhormat. Anda telah lalai untuk memohon kepada Sang Bhagava." jawab Bhikkhu Ananda. "Ananda. aku telah melakukan usaha dan memohon dengan sangat kepada Sang Bhagava. demi kebahagiaan orang banyak. Di taman itu Raja Udena sedang bersenang-senang dengan para selirnya. Beliau juga telah meninggalkan pesan. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante." Beberapa waktu setelah pembacaan Dhamma dan Vinaya selesai. semoga Sang Sugata berkenan untuk hidup terus demi kesejah teraan orang banyak.. ini pun merupakan suatu pelanggaran. tidak boleh menasehatinya dan tidak boleh memberi petunjuk kepadanya. Bhikkhu Ananda mengh adap para Thera dan berkata : "Pada waktu Sang Bhagava hendak memasuki parinibba na. Bhikkhu Ananda. "Semoga Sang Bhagava berk enan . aku mengaku telah melakukan pelanggaran. "Para Bhante yang terhormat. Kemudian berangkatlah Bhikkhu Ananda dengan lima ratus bhikkhu lain. bagaimana mungkin aku dapat melaksanakan huk uman berat tersebut kepada Bhikkhu Channa karena Bhikkhu Channa orangnya kuat da n kekar badannya. ibu tiri-Nya. aku mengaku telah melakukan pelanggaran. yaitu berbuat sesuatu yan g tidak pantas. yaitu melakukan suatu kel alaian. Beliau mengatakan. yaitu berbuat sesuatu yang tidak pantas." "Para Bhante yang terhormat. demi welas asih-Nya terhadap dunia. "Semoga Sang Bhagava berkenan untuk hidup ter us sampai satu kappa. demi kebaikan. ini pun merupakan suatu pelanggaran." Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran berbuat sesuatu yang tidak baik. pergilah bersama dengan lima ratus bhikkhu lain. m aka aku telah lalai tidak memohon kepada Sang Bhagava. agar wanita dapat diterima sebagai b hikkhuni. yang memberikan air susunya sendiri kepada bayi Siddhattha setelah ibu-Nya me ninggal dunia. aku mengaku telah melakukan pelanggaran. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante." "Kalau begitu. Bhikkhu Channa boleh mengatakan apa saja yang ia suka. tidak jauh dari taman hiburan Raja Udena . Sangha harus melaksanakan hukuman berat (brahmadanda) terhadap Bhik khu Channa. "Paduka Tuan. bila Sang Tathagata sudah tid ak ada lagi. karena aku pikir. Mereka lalu memohon kepa da Raja Udena. Akuilah bahwa Anda telah melak ukan pelanggaran. laksanakanlah hukuman berat itu terhadap Bhikkhu Channa. yaitu berbuat sesuatu yan g tidak baik.

Pada waktu itulah Bhikkhu Ananda memberitahukan Bhikkhu Channa. "Apakah kamu telah bertemu dengan Guru Ananda?" "Kami telah bertemu dengan Guru Ananda. mereka m emberi hormat dan mengambil tempat duduk." . Apakah pertapa Ananda ingin berdagang pakaian atau apakah ia ingin menawarkannya untuk dijual di toko?" Setelah itu Raja Udena sendiri pergi menemui Bhikkhu Ananda dan setelah memberi hormat sebagaimana layaknya lalu mengambil tempat duduk. mempersilakan Bhikkhu Ananda mengambil tempat duduk. tidak ada bhikkhu yang boleh bicara kepadaku. "Bhante. "Pertapa-pertapa. "Bhante. Anda boleh mengatakan apa saja yang Anda suka. ia memberikan lagi lima ratus baju dalam kepada Bhikkhu An anda. "Bagaimana mungkin pertapa Ananda menerima sekian banyak baju dalam. apa yang Bhante ingin lakukan dengan jubah bekas dari para bhikkhu ters ebut?" "Kami akan memakainya sebagai jubah luar.dekat taman dan sekarang sedang beristirahat di bawah sebuah pohon rindang. Bhikkhu Ananda kemudian memberikan wej angan tentang Dhamma yang membuat hati para selir menjadi tenang. apa yang Bhante ingin lakukan dengan jubah luar yang bekas pakai itu?" "Kami akan menggunakan jubah-jubah bekas itu untuk membuat penutup kasur. Di tempat itu Bhikkhu Channa." "Pergilah kamu menemui Guru Ananda." "Tetapi." "Apakah kamu memberikan sesuatu kepada Guru Ananda?" "Kami telah memberikan lima ratus pakaian dalam kepada Guru Ananda. apakah yang Bhante ingin lakukan dengan lima ratus pakaian dalam itu?" "Aku akan membagi-bagikannya kepada para bhikkhu yang jubahnya telah tipis. apa yang Bhante ingin lakukan dengan kain penyeka debu yang lama?" "Setelah mencabik-cabiknya dan mengaduknya dengan tanah fiat. hancurlah sudah aku ini. "Perkenankanlah kami menemui Guru Ananda. Setelah itu bhikkhu Ananda pergi ke Vihara Ghosita. Setelah bertemu. apa yang Bhante ingin lakukan dengan penyeka kaki yang lama?" "Kami akan membuat kain-kain untuk menyeka debu. gembira dan ba hagia. apa yang Bhante ingin lakukan dengan tutup kasur yang lama?" "Kami akan memakainya untuk penutup lantai. apakah para selirku tadi telah datang kemari?" "Benar. tidak ada bhikkhu yang boleh memberi nasehat kepadaku dan tidak ada bhikkhu yang boleh memberi petunjuk kepadaku. apakah yang dimaksud dengan hukuman berat itu?" "Bhikkhu Channa." "Apakah mereka memberikan sesuatu kepada Bhante?" "Mereka memberikan lima ratus pakaian dalam kepadaku. putra-putra Sakya." "Tetapi." "Tetapi. Para selir yang telah tenang hatinya." "Tetapi. mereka ditanya oleh Raja Udena." Mendengar itu." Pergilah para selir Raja Udena menemui Bhikkhu Ananda." "Tetapi." "Tetapi. tidak diperkenankan un tuk menasehati Anda dan tidak diperkenankan untuk memberi petunjuk-petunjuk kepa da Anda. hemat dan tidak boros." "Tetapi. Sangha telah menjatuhkan hukuman berat terhadap diri Anda. Paduka Tuan. Raja Udena kemudian bertanya. apa yang Bhante ingin lakukan dengan penutup lantai yang lama?" "Kami akan membuat penyeka-penyeka kaki. Raja Udena merasa kecewa dan mengecam Bhikkhu Ananda. kami akan gunakan untuk memplester lantai." "Tetapi." Bhikkhu Channa lalu menjawab." Setelah itu Raja Udena berpikir. Setelah tiba di sana. Inilah untuk pertama kali Bhikkhu Ananda mendapat hadiah seribu potong baj u dalam. yang setelah memberi hormat sebagaimana layaknya. gembira dan bahagia lalu memberikan lima ratus baju dalam kepada Bhikkhu Ananda dan kemudian mereka kembali ke tama n Raja Udena. memakai se gala sesuatu dengan cara yang teratur. tetapi bhikkhu-b hikkhu lain tidak diperkenankan untuk bicara kepada Anda." Maka oleh karena itu. Bhante. "Bhikkhu Channa.

cemas dan muak dikenakan hukuman berat. Sempurna Dalam Pengetah uan dan Pelaksanaannya. Guru Para Dewa dan Manusia. Berita yang tersiar luas tentang Pertapa Gotama yang sekarang menjadi Buddha. pada saat itu pulalah h ukuman berat terhadap diri Anda telah dicabut kembali. Secara sempurna Beliau menerangkan tentang penghid upan suci yang benar-benar bersih. sehingga d alam waktu yang tidak terlalu lama ia mencapai tingkat Arahat "Hancurlah tumimba l lahir. Yang Terbahagia." Dengan demikian Bhikkhu Channa menjadi Arahat." Dijawab oleh Bhikkhu Ananda. seorang putra dari suku Sakya yang pergi bertapa. Bhik khu Channa lalu pergi mencari tempat yang sunyi. ada yang memberi hormat hanya dengan ucapan. Beliau memberitahukan d unia ini. para dewa. dan ada juga yang terus duduk tanpa mengucap . Yang memperoleh Penerangan Agung. Bhikkhu C hanna lalu berkata. pada saat Anda mencapai tingkat Arahat. indah pada pertengahannya. bersama-sama dengan alam para dewa. ada yang memberi hormat dengan merangkapkan kedua tangan di depan dada dan kemudian duduk di satu sisi. Sanghadisesa : pelanggaran yang harus diselesaikan dalam rapat resmi dari Sangha .Kemudian ia jatuh pingsan di tempat itu. brahmana. maka suku Kalama dari Kesaputta datang mengunjungi Sang Buddha. dan indah pada akhirnya. tekun dan dengan semangat yang menyala-nyala melatih diri. mara. Aniyata : pelanggaran yang masih belum ditentukan masuk golongan yang mana. sesuatu yang Beliau sendiri telah menge rti melalui pengetahuan yang luar biasa. baik dalam teori maupun dalam pelaksanaannya. Suku Kalama. dan brahma. Di tempat itulah ia kemudian de ngan giat. "Bhikkhu Channa. Tiba di sana. Keterangan: Parajika : pelanggaran yang membuat seorang bhikkhu/ bhikkhuni dipecat/diusir ke luar Sangha. Sungguh berharga sekali dapat melihat Arahat tersebut!" Karena itu. Sang Buddha. Beliau mengajarkan Dhamma yang indah pa da awalnya. me ngatakan: "Beliau adalah Arahat. dan manusia. Setelah itu Bhikkhu Channa mencari Bhikkhu Ananda dan setelah bertemu. Setelah siuman." (Bhikkhu Channa yang dim aksud di sini ialah bekas kusir dari Pangeran Siddhattha Gotama). disertai para pe rtapa. sekarang cabutlah kembali hukuman be rat terhadap diriku. "Bhante yang terhormat. ada juga yang memberi hormat dengan berlutut. Yang Dirahmati. Nissagiya : pelanggaran yang menyebabkan sesuatu barang disita. ada yang menyembah. hidup suci telah dilaksanakan. Suatu ketika Yang Dirahmati (Sang Buddha) mengembara di negara Kosala dengan rombongan besar bhikkhu dan memasuki kota Kesaputta. BAB VI TAMBAHAN KALAMA SUTTA A-I-191 Demikianlah telah kudengar: 1. karena merasa malu. sekarang telah tiba di Kesap utta. yang menjadi penduduk kota Kesaputta mendengar bahwa Pertapa Gotama . Pembimbing Manusia Yang Tiada Taranya. ada yang member itahukan nama dan nama keluarganya. telah dilakukan apa yang harus dilakukan dan tidak ada lagi yang tersisa. Pacittiya : pelanggaran yang menyebabkan seseorang harus menjalankan hukuman "pe nebusan dosa".

hal ini tercela." 4. juga apa yang dikatakan sesuai dengan logika atau ke simpulan belaka. sudah sewajarnyalah kamu ragu-ragu. apakah itu membawa keuntungan atau kerugian? " "Akan membawa kerugian. juga ap a yang kelihatannya cocok dengan pandanganmu. "Yang Mulia. "Benar. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian. apakah itu akan membawa keuntungan atau kerugia n?" "Akan membawa kerugian. Oleh karena itu. mengucapkan kata-kata yang tidak benar. mengucapkan kata-kata yang tidak benar. kamu mengetahui. sudah sewajarn yalah kamu bingung. melakukan perzinahan." 3. ata u sesuatu yang didesas-desuskan. Yang Mulia. hal ini tidak dibenarkan oleh para Bijaks ana. bagaimana pendapatmu." "Sekarang. bukankah hal itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan b aginya untuk waktu yang lama?" "Memang demikian. 'H al ini tidak berguna. janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. merendahkan. mengambil sesuatu yang tidak diberikan. dan mencela habis-habisan ajaran orang lain. Lalu datang pula pertapa da n brahmana lain ke Kesaputta. siapa diantara para pertapa dan brahmana yang berbicara benar dan siapa yang berdusta. seseorang yang diliputi kegelapan batin (moha). warga suku Kalama. kalau setelah diselidiki sendiri. warga suku Kalama. warga suku Kalama? Kalau keserakahan (lobha) timbul dalam diri seorang manusia." "Sekarang. seseorang yang serakah dicengkeram oleh keserakaha n dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. Dan mereka ini juga menerangkan dan membahas denga n panjang lebar ajaran mereka sendiri. meren dahkan. dan mencela habis-habisan ajaran orang lain. seseorang yang membenci. Yang Mulia. mengambil sesuatu yang tidak diberikan." 6." "Sekarang. dicengkeram oleh kebencia n dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut. warga suku Kalama? Kalau kebencian (dosa) ti mbul dalam diri seorang manusia. Yang Mulia. warga suku Kalama? Kalau kegelapan batin (mo ha) timbul dalam diri seorang manusia. melakukan perz inahan. Kami yang mendengar merasa ragu-rag u dan bingung. melakukan perz inahan. warga suku Kalama. Setelah mereka semua duduk. warga suku Kalama. apakah orang itu tidak mungkin aka n membunuh makhluk hidup. kemudian seorang berkata. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian. Yang Mulia. Yang Mulia. menghina. atau karena ingin menghormat seora ng pertapa yang menjadi gurumu. Tetapi. bagaimana pendapatmu. apakah itu akan membawa keuntungan atau k erugian?" "Akan membawa kerugian. di cengkeram oleh kegelapan batin dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. "Sekarang. mengucapkan kata-kata yang tidak benar. "Sekarang. mengambil sesuatu yang ti dak diberikan. dan mencaci-maki. warga suku Kalama. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seksama. Mereka menerangkan dan membahas dengan panjang lebar ajaran mereka sendiri. menghina. atau oleh karena sesuatu yang sudah merupakan tradisi.kan kata apa pun. 2. hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan. apaka h orang itu tidak mungkin akan membunuh makhluk hidup. bukankah hal itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan b aginya untuk waktu yang lama?" "Memang demikian. Janganlah percaya begitu saja apa yang tertulis di dalam kitab-kitab suci. "Sekarang. bagaimana pendapatmu. warga suku Kalama. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian." 5. banyak per tapa dan brahmana yang berkunjung ke Kesaputta. tetapi mencaci maki. bukankah hal itu akan mengakibatk an kerugian dan penderitaan baginya untuk waktu yang lama?" . apakah orang itu tidak mungkin aka n membunuh makhluk hidup. Dalam hal yang meragukan memang akan menimbulkan kebingungan .

juga apa yang terlihat cocok dengan pandanganmu. setelah diselidiki sendiri. tidak akan mendapatkan kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya. kamu mengetahui. "Sekarang.' Tetapi. "Sekarang. Janganlah perca ya begitu saja apa yang dikatakan di dalam kitab-kitab suci." "Kalau terus dilakukan. hal ini dibenarkan oleh para Bijaksana. dan oleh karena ia dapat mengendalikan dirinya dengan bai k.' maka sudah selayaknya kamu menerima dan hidup sesuai dengan hal-hal tersebut. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan orang lain. berhenti melakukan perzinahan berhenti mengucapkan kata-kata yang tidak benar. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas d ari keserakahan (lobha). atau ses uatu yang didesas-desuskan." 7. juga apa yang terlihat cocok den gan pandanganmu. kalau setelah diselidiki sendiri. Yang Mulia." 10. atau oleh karena sesuatu yang merupakan tradisi. juga apa yang katanya merupakan hasil dari suatu penelitian. bagaimana pendapatmu. berhenti mengambil sesuatu yang tidak d iberikan (mencuri). Yang Mulia. warga suku Kalama. tidak aka n mendapatkan kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya. Yang Mulia. atau sesuatu yang didesas-desuskan.' maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut. juga apa yang katan ya sesuai dengan logika atau kesimpulan belaka. juga apa yang katanya sesuai dengan logika atau kesimpul an belaka. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan orang lain. Demikianlah pendapat k ami. warga suku Kalama. apakah hal ini merupakan keuntungan atau k ." "Apakah hal-hal tersebut dibenarkan atau tidak dibenarkan oleh para Bijaksana?" "Tidak dibenarkan. Yang Mulia. "Kalau begitu. akan berhenti membunuh makhluk hidup. Yang Mulia. "Kesimpulannya. 'Hal ini berguna. atau oleh karena ses uatu yang merupakan tradisi. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seksama. Yang Mulia. apakah hal ini merupakan keuntungan atau kerugian?" "Keuntungan."Memang demikian. hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas dari kebencian (dosa). 'Janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu.' Tetapi. Yang Mulia. "Bagaimana pendapatmu. 'Jang anlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. Janganlah percaya begitu saja apa yang dikatakan di dalam kitab-kitab suci." "Bukankah orang ini. kamu mengetahui. atau karena ingin menghorm at seorang pertapa yang menjadi gurumu. "Karena itu. Yang Mulia. warga suku Kalama." 11. itulah yang Kumaksud dengan mengatakan." 9. Yang Mulia. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas dari kegelapan batin (moha). apakah itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan?" "Akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan. bagaimana pendapatmu? Apakah hal-hal terseb ut baik atau tidak baik?" "Tidak baik. apakah hal ini merupakan keuntungan atau kerugia n?" "Keuntungan. hal ini kalau terus di lakukan akan membawa keberuntungan dan kebahagiaan.. yang telah terbebas dari keserakahan dan tidak lagi dicengk eram oleh keserakahan. yang telah terbebas dari kebencian tidak lagi dicengkeram o leh kebencian .." "Apakah hal-hal tersebut tercela atau tidak tercela?" "Tercela. bagaimana pendapatmu. hal ini tidak dibenarkan oleh para Bijaks ana. 'H al ini tidak berguna. atau karena ingin menghormat seorang pertapa yang menjadi gurum u. juga apa yang katanya merupakan hasil dari suatu penelitian. warga suku Kalama. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seks ama. hal ini tercela. hal i ni tidak tercela." "Bukankah orang ini." 8." 12.

" "Apakah hal-hal tersebut dibenarkan atau tidak dibenarkan oleh para Bijaksana?" "Dibenarkan." 15. Kalau sekiranya tidak ada bencana menimpa yang berbuat jahat. 'Ja nganlah percaya begitu saja . Yang Mulia. Memang demikianlah. Mana mungkin bencana dapat meni mpa diriku yang tidak berbuat jahat? Ini adalah berkah ketiga yang diperolehnya. "Demikianlah. belas kasih... Kalau sekiranya bencana menimpa yang berbuat jahat. ke bawah. orang itu diumpamakan seperti d iam di seperempat alam. dan keseimbangan batin yang berkembang terus tanpa batas. dan tidak lagi bingung tetapi dapat mengendalikan diri nya dengan baik dan pikirannya terpusat." "Bukankah orang ini. belas kasih. terbebas dari permusuhan dan pera saan tertekan. maka sudah selayaknya kamu menerima dan hidup sesuai dengan hal-hal tersebut. Dengan demikian." 13. simpati. itulah yang Kumaksud dengan mengatakan. Semoga Yang Mulia berkenan menerima kami sebagai u pasaka dan upasika. kepada semua makhluk. Sungguh indah." "Apakah hal-hal tersebut tercela atau tidak tercela?" "Tidak tercela. saat badan jasmaninya hancur setelah mati. ia diam dengan batin penuh c inta kasih. maka aku tahu bah wa diriku bersih dari kedua segi. kemudian di setengah alam. ada akibat dari perbu atan baik dan jahat. Yang Mulia! Dengan ini kami menyatakan kami berlindung kepada San g Buddha. ke samping.. Tetapi apabila setelah diselidiki sendiri. tidak ada akibat dari perbuat an baik dan jahat. namun aku sama sekali tidak bermaksud berbuat jahat terhadap siapa pun juga. Ini adalah berkah pertama yang diperolehnya. orang itu dalam kehid upan ini juga akan memperoleh berkah yang menyenangkan. apakah akan membawa kebahagiaan atau tidak?" "Tentu akan membawa kebahagiaan. "Memang demikianlah halnya. kemudian di tiga per empat al am dan akhirnya di seluruh alam. Yang Mulia. warga suku Kalama. berkembang terus tanpa batas. Kalau sekiranya ada alam lain setelah meninggal dunia. Yang Dirahmati. Ini adalah berkah kedua yang diperolehnya. tak ternoda dan bersih. Siswa yang demikian itu. tidak akan mendapat kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya." 14. ke segenap penjuru. Siswa Ariya tersebut dalam kehidupan ini akan memperoleh empat berkah (deng an mengulang apa yang diucapkan Sang Buddha). Yang Mulia. bagaimana pendapatmu? Apakah hal-hal terse but menguntungkan atau tidak menguntungkan?" "Menguntungkan. yaitu : 16." "Kalau terus dilakukan. ia akan bertumim bal lahir di alam surga. warga suku Kalama. Yang Terbaha gia. Kalau seki ranya tidak ada alam lain setelah meninggal dunia.erugian?" "Keuntungan. sedangkan batinnya dipenuhi oleh kasih. hal ini kalau terus dilakukan akan membawa keberuntungan dan kebahagiaa n. Yang Mulia. ' Itulah sebabnya. terbebas dari permusuhan dan perasaan tertekan. t erbebas dari perasaan tertekan. hal ini dibenarkan oleh para Bi jaksana. siswa Ariya tersebut yang hatinya terbebas d ari permusuhan dan perasaan tertekan. Yang Mulia. yang telah terbebas dari kegelapan batin dan tidak lagi dic engkeram oleh kegelapan batin . dan Sangha. dan keseimbangan batin yang ditujukan ke segen ap penjuru alam. "Kalau begitu. warga suku Kalama. mulai hari ini sampai seumur hidup kami. mengapa Aku mengucapkan kata-kata tersebut. Dan dengan cara yang sama ke atas. kamu me ngetahui hal ini berguna. hal ini tidak tercela. tidak ternoda dan beersih. Dhamma. "Sekarang. seorang siswa Yang Ariya telah terbebas dari k eserakahan dan kebencian." ." 17. warga suku Kalama. maka dalam kehidup an ini memperoleh empat berkah.. Ini adalah berkah keempat yang diperolehnya. Demikianlah pendapat kami. yang hatinya terbebas dari permusuhan. namun kehidupan ini ia telah terbebas dari perasaan bermusuha n dan tertekan. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan oran g lain. simpati.

Perbuatan apa pun yang ia lakukan. berbicara yang tidak benar. ia juga kelak yang akan menjadi pewari snya." M. Perbuatannya adalah rahim darimana ia lahir. mengu capkan kata-kata dan memikirkan sesuatu. dan diberikan persembahan dengan penuh sopan santun. Terdapat orang yang tak pernah memberikan makanan. Terdapat orang yang suka iri hati. atau di alam mana pun ia bertu mimbal lahir. dan kecurigaannya. tongkat. atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. atau neraka.. untuk hal kecil saja yang dic eritakan kepadanya ia sudah menjadi murka. ketika badan jasmaninya hancur setelah meninggal. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan. penuh rasa dengki dan benci. suka bicara hal-hal yang tidak perlu. mereka akan menerima a kibat dari perbuatan mereka sendiri. batu. Atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia. "Pemilik dari perbuatan adalah rnakhluk. penghormatan. keras kepala. Dengan melakukan perbuatan ini.31) KAMMA DAN TUMIMBAL LAHIR A. lekas naik darah..pali. Dan ia terikat erat kepada perbuatan yang dilakukan dengan badan jasmani. Dengan perbuatan yang dilakukannya ini. atau pedang. maka ia akan mempunyai pengaruh sedikit sekali.205 Pemilik dari perbuatan (kamma. me lakukan perbuatan asusila. ucapan . berhati kejam. atau pikiran. Terdapat orang yang gemar membunuh makhluk hidup. "Sesuai dengan kammanya. sering menceritakan kebur ukan orang.123 Pemilik dan pewaris adalah makhluk . gemar memukul dan membunuh. atau neraka. kejam. ia adalah pewa ris dari perbuatannya. menggunakan kata-kata kasar. Atau apabila ia terlahir kan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. mengambil milik orang lain. Ata u apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia. jubah.skrt) adalah makhluk. "Bagaimanapun tersembunyi cara dan tujuannya. atau ne raka. Terdapat orang yang cepat marah. mereka akan bertumimbal lahir. iri bila orang l ain menerima hadiah. bunga. dan sebagainya kepada para bhikkhu atau pandita. ia akan ter jatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan.X. Terdapat orang yang mempunyai kebiasaan menyakiti makhluk lain dengan menggunaka n tinju. dan mengikuti pandangan yang keliru. ia juga kelak yang akan mewarisinya. obat-obatan. maka umu rnya akan pendek. wangi-wangian. diberi tempat menginap. tempat menginap. namun perbuatannya juga merupakan pelindungnya. Dengan melakukan perbuatan ini. kepada perb uatannya ia terikat. kepada per buatannya ia terikat. t amak.SIGALOVADA SUTTANTA (D. penghargaan. tempat tinggal. marah. karma. maka ia akan menderita banyak penyakit. ia adalah pe waris dari perbuatannya. Dan dalam tumimbal lahirnya itu. akan terjatuh di alam-alam re ndah yang penuh kesedihan dan penderitaan. Dengan melakukan perbua tan ini. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderita an. namun perbuatannya juga merupakan pelindungnya. dimuliak an. baik atau buruk. minuman. perbuatanlah yang kelak akan membedakan ma nusia menjadi mulia dan rendah." Demikianlah tumimbal lahir dari makhluk-makhluk. atau neraka. Dengan sembunyi-sembunyi ia melakukan perbuatan-perbuatan. Perbuatannya adalah rahim dari mana ia lahir. maka orang itu. kebenciannya. maka ia akan mempunyai rupa yang buruk.III. Tetapi Aku katakan kepadamu. memperlihatkan k egusarannya. orang itu pasti akan menerima salah satu dari kedua akibat ini. dan sembunyi-sembunyi pula cara dan tuj uannya. transportasi. Dengan tidak pernah melakukad perbu . lampu. Atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di ala m mana pun ia bertumimbal lahir." Karena itu Aku menyatakan. Terdapat lelaki dan perempuan yang membunuh makh luk hidup. tanpa mempunyai rasa kasihan kepad a makhluk-makhluk hidup. baik atau buruk. Perbuatan a pa pun yang ia lakukan. yaitu siksaan di nera ka atau terlahir sebagai binatang yang merangkak.

tidak dengki dan benci. Dan ia juga tidak suka iri hati. diberikan tempat menginap. elok se kali. tanpa wibawa. dan tanpa pengaruh. Bhante. tidak mau berdiri untuk siapa ia patut berdiri. serta memiliki harta dan pen garuh. mempunyai wibawa yang besar. tanpa harta. sedap dipandang. tempat menginap. tetapi perempuan ini miskin. mempunyai wibawa yang besar. Bhante? Apakah yang dima ksud dengan kamma tidak baik? Apa yang tercela? Apa yang terpuji? Apa yang harus dilakukan? Apa yang tidak baik dilakukan? Perbuatan apakah yang mengakibatkan c elaka dan penderitaan untuk waktu yang lama? Perbuatan mana yang dapat membawa b erkah dan kebahagiaan untuk waktu yang lama?" Dengan tidak melakukan perbuatan i ni. j ubah. Ada perempuan yang cepat marah. tanpa wibawa. tanpa harta. dan tanpa pengaruh ? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang buruk parasnya dan sangat jahat kelihatan nya. elok se kali. tidak m enjamu mereka yang patut dijamu.IV. dan diber ikan persembahan dengan penuh sopan santun. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan at au apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertu mimbal lahir. . marah. wangi-wangian. obat-obatan. maka ia akan menjadi orang rendah. dan sebaga inya kepada para bhikkhu dan pandita. minuman. iri jika orang lain menerima had iah. lekas naik darah. wangi-wangian. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedih an dan penderitaan atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di a lam mana pun ia bertumimbal lahir. kebenciannya dan kecurigaannya. untuk hal kecil saja yang diceritakan kepadanya. mempunyai wibawa yang besar.atan ini. dan sebagainya kepada para bhikkhu dan pandita. serta memiliki harta dan pengaruh? Ada perempuan yang bernama Mallika yang cepat marah. Tetapi ia mempersembahkan makanan. memperlihatkan kegusarannya. penghormatan. "Apakah yang dimaksud dengan kamma baik. dimuliakan. lampu. Dan ia sering iri. dan diberikan persembahan dengan penuh sopan santun. ia sudah menjadi murka. dimuli akan. tempat t inggal. penghargaan. tidak membe rikan tempat menginap kepada yang patut untuk diberikan tempat menginap. kebenciannya. tanpa wibawa. 197 Apakah sebabnya. hal kecil saja yang diceritaka n kepadanya menjadikannya murka. di samping itu ia pun miskin. kaya-raya. transportasi. penghargaan. Dan ia tidak pernah mempersembahkan makanan. keras kepala. tempat tinggal. dan perempuan ini miskin. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. diberikan tempat menginap. penghormatan. memiliki harta dan pengaruh? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang cantik parasnya. obat-obatan. Terdapat orang yang tinggi hati dan penuh kesombongan. jubah. tidak mau menghormat kepa da mereka yang patut dihormati. bunga . Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. lekas naik darah. maka ia akan menjadi orang yang miskin. Dengan tidak pernah melakukan perbuatan ini. namun perempuan ini kaya raya. den kecurigaannya. bunga. Terdapat orang yang tidak mengunjungi para bhikkhu dan pandita untuk menanyakan kepada mereka. ada perempuan yang buruk rupanya dan sangat jahat kelih atannya. tidak iri jika orang la in menerima hadiah. lampu. tidak memberikan tempat duduk kepada yang patut diberi tempat duduk. penuh rasa dengki den benci. A. keras kep ala. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang buruk dan sangat jahat kelihatannya. ia akan terjatuh di alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderit aan atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. tanpa harta. maka ia akan menjadi orang dungu. den tanpa pengaruh ? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang cantik parasnya. memperlihatkan kegusaranny a. dan juga tidak m emberikan persembahan kepada yang patut diberi persembahan. tempat menginap. marah. transportasi. minuman. sedap dipandang. tidak memberikan penghormatan dan penghargaan k epada mereka yang patut diberikan penghormatan dan penghargaan. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang buruk dan sangat jahat kelihatannya tet api ia akan kaya raya.

III. k aya raya. akiba t sering membunuh mahluk hidup membuat orang tersebut pendek umur. Bahkan sekurang-kurangnya. melakukan sendiri. kebencian (dosa). Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. Menggunakan kata-kata kasar. Bahkan sekurang-kurangnya.33 Oh Bhikkhu. tanpa harta. menganjurkan. Sering membicarakan keburukan orang lain. dan ia memper sembahkan makanan. melakukan sendiri.tetapi i a tidak mempersembahkan makanan. oh Bhikkhu. menganjurkan. melakukan sendiri. dan sering dilakukan akan membawa ora ng tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka.. menganjurkan. atau di alam setan. maupun di alam mana pun dengan paras yang cantik. dan sering dilakuk an akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam nerak a.. . akibat sering minum minuman keras dan mengkonsumsi zat lain yang dapat melemahkan kesadaran akan membuat orang tersebut mabuk dan ketagihan.. atau di alam setan. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang cantik. terdapat tiga keadaan yang merupakan akar dari terjadinya kamma (per buatan).. dan kebodohan batin (moha ). dan ia tidak suka iri hati. tidak lekas naik darah. atau di alam setan. melakukan sendiri. dan tanpa pengaruh. dan sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal l ahir di alam neraka. tanpa wibawa. menganjurkan. Perbuatan. minuman.40 Membunuh makhluk hidup. menganjurkan. yaitu: keserakahan (lobha). atau di alam setan. . di alam binatang. Bahkan sekurang-kuran gnya. akibat sering mengambil milik orang lain membuat orang tersebut kehilangan miliknya. sedap dipandang. Ada perempuan lain yang tidak cepat marah. maka perbuatan ini akan masak. atau di alam setan.. akibat sering berbicara hal yang tidak perlu (omong-kosong) membuat orang tersebut tidak dapat berbicara dengan jelas. akibat serin g menggunakan kata-kata kasar membuat orang tersebut sering menerima kata-kata y ang tidak menyenangkan. Bahkan sekurang-kurangnya. melakukan sendiri. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. Berdusta. di alam binatang. menganjurkan. seperti anggur dan arak. di alam binatang. akibat dari orang yang suka menceritakan keburukan orang lain membuat ia diting galkan kawan-kawannya. Bahkan sekurang-k urangnya.. Minum minuman keras. melakukan sendiri. di alam binatang. tidak diliputi dengki d en benci . dihasilkan oleh lobha. atau di alam setan. yang dilakukan berdasarkan lobha. d an sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal akan bertumimb al lahir di alam neraka.III. minuman. A. dan sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di ala m neraka.. atau di alam setan. Bahkan sekurang-kurangnya. dan sering dilakuk an akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam nerak a. dan sering dilakuka n akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka .. Bahkan sekurang-kurangnya... dan s ering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka. baik di dunia ini.. di alam binatang. oh Bhikkhu. Melakukan perbuatan asusila. akibat sering berdusta membuat orang tersebut mendapat tuduhan atas sesuatu yang tidak dilakukannya. akibat serin g melakukan perbuatan asusila membuat orang tersebut dijauhi dan dimusuhi oleh l ingkungannya..Ada perempuan lain yang tidak cepat marah. elok sekali.. melakukan sendiri. dimana saja makhluk itu . menganjurkan. di alam binatang. menganjurkan. Mengambil milik orang lain. di alam binatang. Berbicara hal yang tidak perlu (omong-kosong). mempunyai wibawa yang besar. atau di alam setan. di alam binatang .. melakukan sendiri. dan ia suka iri hati dan diliputi deng ki dan benci. . Bahkan sekurang-kurangnya. serta memiliki harta dan pengaruh.. tidak lekas naik darah. sedap dipandang. dan elok seka li tetapi ia miskin.. A. yang timbul karena lobh a.

baik di kehidupan ini. IstriNya mempersembahkan nasi susu. atau dalam kehidupan berikutnya. lenyap. Yana adalah pohon bodhiNya. dan ditimbun orang dapat mengakhiri penderitaan. dan bilamana perbuatan itu masak. Yasa dan Sirinanda.208 Tidak mungkinlah. Tetapi hal ini bukan berarti akhir penderitaan bag i makhluk-makhluk yang digelapkan oleh Avijja dan dibelenggu oleh Tanha berlari berputar-putar dalam lingkaran tumimbal lahir. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. mungkin dalam kehidupan ini. Kassapa dilahirkan di Taman Rusa di Isipatana saat raja Kiki memerintah Varanasi . maka perbuatan ini akan masak dimana saja makhluk itu bertumimbal lahi r. Dan tak mungkinlah. yang timbul karena dosa. mungkin dalam kehidupan ini. Lagi pula ia juga dianggap sebagai Buddha ke 3 di aeon saat ini (Kappa Bhadda). dihasilkan o leh dosa.X. BUDDHA KASSAPA Buddha Kassapa adalah Buddha ke 24 dari tradisi Pali. bahwa sebelum mengalami sendiri akibat dari kamma yang dikehendaki. Selanjutnya Beliau melepaskan kehidupan duniawi. atau di dalam kehidupan -kehidupan mendatang. dihasilkan o leh moha. Keadaannya sama seperti benih yang tidak rusak dan tidak busuk. Perbuatan yang dilakukan berdasarkan moha. dan Soma memberinya rumput untuk tempat dudu kNya tepat sebelum pencerahanNya. oh para Bhikkhu. selama orang itu masih belum mengalami ak ibatnya. dalam kehidupan berikutnya. yang timbul karena moha. dan salah satu dari 7 Budd ha yang disebutkan dalam daftar-daftar Pali.bertumimbal lahir. di kehidupan berikutnya. Beliau adalah putra dari Brahmadatta dan Dhanavati dan termasuk dalam suku Kas sapa. Beliau menyampaika n kotbah pertamaNya di Isipatana kepada sekelompok bhikkhu. Demikianlah sabda-Ku. setelah ditebarkan di tan ah yang subur dan dipersiapkan dengan baik serta cukup mendapat air hujan. Tissa dan Bharadvaja adalah bhikkhu utamaNya. musnah. oh para Bhikkhu. sabda-Ku. dil aksanakan. Beliau menjalani k ehidupan berumah tangga selama 2. dan ditimbun akan berhenti. tidak rusak oleh angin dan panas matahari tetapi sehat dan tahan lama. Demikianlah sabda-Ku. Banyak legenda dihubungkan denganNya. maka makhluk itu akan memetik buah (hasil) dari perbuatannya. Perbuatan yang dilakukan berdasarkan dosa. Tetapi hal itu bukan berarti akhir dari penderitaan bagi makhluk-makhluk yang digelapkan oleh Avijja (kebodohan batin) d an dibelenggu oleh Tanha (nafsu keinginan) berlari berputar-putar dalam lingkara n tumimbal lahir. dilaksanakan. atau dalam kehidupan berikutnya. dan menunjukkan keaj aiban gandaNya di kaki pohon Asana di bagian luar Sundaranagara. IstriNya adalah Sunanda dan Vijitasena adalah putraNya. Maka akan datanglah waktunya. dan bilamana perbuatan itu masak. dan tidak ada lagi. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. bahwa dunia yang perkasa ini akan dilahap oleh api . A. mungkin dalam kehidupan ini. maka makhluk itu akan meme tik buah (hasil) dari perbuatannya.XXII Maka akan datanglah waktunya. bahwa kamma (perbuatan) yang dikehendaki. S. bahwa samudra besar ini akan menj adi kering. maka makhluk itu akan memetik buah (hasil) dari perbuatannya. da . dan bilamana perbuatan itu masak. tumbuh dengan baik dan berkembang dengan sempurna. akan menitis.000 tahun dan hidup dalam istana-istana yaitu H amsa. dan tidak ada lagi. dan cerita tentang percakapan Yakkha Narad eva adalah yang paling menarik. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. maka perbuatan ini akan masak dimana saja makhluk itu bertumimbal lahi r.

.45 f. 114 menye but Kassapa sebagai Kashyapa. Mahavastu i. Faxian (Fahsien) dan Xuangzang (Huan Tsang) juga menunjukkan keberadaan fisik te mpat-tempat pemujaan Kassapa. 2. Dhammapada Atthakatha ii. 4.. Konon wajah keemasan Maha Kacchana disebabka n karena persembahan sebuah batu bata emasnya untuk tempat pemujaan Kassapa. Dipavamsa xv.. Lihat juga pada: 1.000 tahun dan meninggal di Taman Setavya di Kashi .. Bodhisatva hidup sebagai seorang pemuda brahmin den gan nama Jotipala. 3. Selama jaman Buddha Kassapa. Mahavamsa xv. 5. PembantuNya adalah Sabbamitta. 236 .55 ff. Buddhavamsa xxv. 6. Buddhavamsa Atthakatha 217 ff. Buddha Kassapa hidup selama 20..n diantara para bhikkhuni Anula dan Uruvela adalah pengikutNya yang paling terke nal. Majjhima Nikaya ii. Teks-teks Sansekerta Buddhist seperti Divyavadana 333 f.128 ff.7. Digha Nikaya ii. 7.