INTISARI AGAMA BUDDHA Penyusun : Pandita S. Widyadharma BAB II - AJARAN SANG BUDDHA 1.

KITAB SUCI AGAMA BUDDHA Kitab Suci Agama Buddha yang tertulis dalam Bahasa Pali adalah TIPITAKA, yang terdiri dari : 1. Vinaya Pitaka Yang berisikan tata-tertib bagi para bhikkhu/bhikkhuni. 2. Sutta Pitaka Yang berisikan khotbah-khotbah Sang Buddha 3. Abidhamma Pitaka Yang berisikan Ajaran tentang metafisika dan ilmu kejiwaan. Sedangkan yang tertulis dalam bahasa Sansekerta adalah : 1. 2. 3. 4. Avatamsaka Sutra. Lankavatara Sutra. Saddharma Pundarika Sutra. Vajracchendika Prajna Paramita Sutra (Kim Kong Keng), dan lain-lain.

2. KESUNYATAAN DAN KENYATAAN 1. Paramatha-sacca : Kebenaran mutlak (absolute truth), dan harus memenuhi sy arat-syarat sebagai berikut : 1. Harus benar. 2. Tidak terikat oleh waktu ; waktu dulu, sekarang dan waktu yang akan datang sama saja. 3. Tidak terikat oleh tempat ; di sini, di Amerika ataupun di bulan sam a saja. 2. Sammuti-sacca : Kebenaran relatif ; berarti bahwa sesuatu itu benar, tetap i masih terikat oleh waktu dan tempat. 3. EHIPASSIKO Ehipassiko berarti "datang dan alamilah sendiri". Umat Buddha tidak diminta untu k percaya saja, tetapi justru untuk mengalami sendiri segala sesuatu. Ini menunj ukkan khas Buddhis, berbeda dengan apa yang diajarkan oleh Agama-agama lain. 4. EMPAT KESUNYATAAN MULIA I. Kesunyataan Mulia tentang Dukkha Hidup dalam bentuk apa pun adalah dukkha (penderitaan) : a. dilahirkan, usia tua, sakit, mati adalah penderitaan. b. berhubungan dengan orang yang tidak disukai adalah penderitaan. c. ditinggalkan oleh orang yang dicintai adalah penderitaan. d. tidak memperoleh yang dicita-citakan adalah penderitaan. e. masih memiliki lima khanda adalah penderitaan. Dukkha dapat juga dibagi sbb. : a. dukkha-dukkha ialah penderitaan yang nyata, yang benar dirasak an sebagai penderitaan tubuh dan bathin, misalnya sakit kepala, sakit gigi, susa h hati dll. b. viparinäma-dukkha merupakan fakta bahwa semua perasaan sen ang dan bahagia --berdasarkan sifat ketidak-kekalan-- di dalamnya mengandung ben ih-benih kekecewaan, kekesalan dll. c. sankhärä-dukkha lima khanda adalah penderitaan ; selama masih ad a lima khanda tak mungkin terbebas dari sakit fisik.

II. Kesunyataan Mulia tentang asal mula Dukkha Sumber dari penderitaan adalah tanhä, yaitu nafsu keinginan yang tidak ada habis-h abisnya. Semakin diumbar semakin keras ia mencengkeram. Orang yang pasrah kepada tanhä sama saja dengan orang minum air asin untuk menghilangkan rasa hausnya. Ras a haus itu bukannya hilang, bahkan menjadi bertambah, karena air asin itu yang m engandung garam. Demikianlah, semakin orang pasrah kepada tanhä semakin keras tanhä itu mencengkeramnya. Dikenal tiga macam tanhä, yaitu : 1. a. b. c. d. e. f. Kämatanhä : kehausan akan kesenangan indriya, ialah kehausan akan : bentuk-bentuk (indah) suara-suara (merdu) wangi-wangian rasa-rasa (nikmat) sentuhan-sentuhan (lembut) bentuk-bentuk pikiran

2. Bhavatanhä : kehausan untuk lahir kembali sebagai manusia berdasarkan kepe rcayaan tentang adanya "atma (roh) yang kekal dan terpisah" (attavada). 3. Vibhavatanhä : kehausan untuk memusnahkan diri, berdasarkan kepercayaan, b ahwa setelah mati tamatlah riwayat tiap-tiap manusia (ucchedaväda). III. Kesunyataan Mulia tentang lenyapnya Dukkha Kalau tanhä dapat disingkirkan, maka kita akan berada dalam keadaan yang bahagia s ekali, karena terbebas dari semua penderitaan (bathin). Keadaan ini dinamakan Ni bbana. a. Sa-upadisesa-Nibbana = Nibbana masih bersisa. Dengan 'sisa' dim aksud bahwa lima khanda itu masih ada. b. An-upadisesa-Nibbana = Setelah meninggal dunia, seorang Arahat akan mencapai anupadisesa-nibbana, ialah Nibbana tanpa sisa atau juga dinamakan Pari-Nibbana. Sang Arahat telah beralih ke dalam keadaan yang tidak dapat diluki skan dengan kata-kata. Misalnya, kalau api padam, kejurusan mana api itu pergi? jawaban yang tepat : 't idak tahu' Sebab api itu padam karena kehabisan bahan bakar. IV. Kesunyataan Mulia tentang Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha Delapan Jalan Utama (Jalan Utama Beruas Delapan) yang akan membawa kita ke Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha, yaitu : Pañña 1. 2. Sila 3. 4. 5. Samädhi 6. 7. 8. Pengertian Benar (sammä-ditthi) Pikiran Benar (sammä-sankappa) Ucapan Benar (sammä-väcä) Perbuatan Benar (sammä-kammanta) Pencaharian Benar (sammä-ajiva) Daya-upaya Benar (sammä-väyäma) Perhatian Benar (sammä-sati) Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)

Delapan Jalan Utama ini dapat lebih lanjut diperinci sbb. : 1. Pengertian Benar (sammä-ditthi) menembus arti dari : a. Empat Kesunyataan Mulia b. Hukum Tilakkhana (Tiga Corak Umum) c. Hukum Paticca-Samuppäda d. Hukum Kamma

2. Pikiran Benar (sammä-sankappa) a. Pikiran yang bebas dari nafsu-nafsu keduniawian (nekkhamma-sankappa). b. Pikiran yang bebas dari kebencian (avyäpäda-sankappa) c. Pikiran yang bebas dari kekejaman (avihimsä-sankappa) 3. Ucapan Benar (sammä-väcä) Dapat dinamakan Ucapan Benar, jika dapat memenuhi empat syarat di bawah ini : a. Ucapan itu benar b. Ucapan itu beralasan c. Ucapan itu berfaedah d. Ucapan itu tepat pada waktunya 4. a. b. c. Perbuatan Benar (sammä-kammanta) Menghindari pembunuhan Menghindari pencurian Menghindari perbuatan a-susila

5. Pencaharian Benar (sammä-ajiva) Lima pencaharian salah harus dihindari (M. 117), yaitu : a. Penipuan b. Ketidak-setiaan c. Penujuman d. Kecurangan e. Memungut bunga yang tinggi (praktek lintah darat) Di samping itu seorang siswa harus pula menghindari lima macam perdagangan , yai tu : a. Berdagang alat senjata b. Berdagang mahluk hidup c. Berdagang daging (atau segala sesuatu yang berasal dari penganiayaan mah luk-mahluk hidup) d. Berdagang minum-minuman yang memabukkan atau yang dapat menimbulkan keta gihan e. Berdagang racun. 6. Daya-upaya Benar (sammä-väyäma) a. Dengan sekuat tenaga mencegah munculnya unsur-unsur jahat dan tidak baik di dalam bathin. b. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk memusnahkan unsur-unsur jahat dan ti dak baik, yang sudah ada di dalam bathin. c. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk membangkitkan unsur-unsur baik dan s ehat di dalam bathin. d. Berusaha keras untuk mempernyata, mengembangkan dan memperkuat unsur-uns ur baik dan sehat yang sudah ada di dalam bathin. 7. Perhatian Benar (sammä-sati) Sammä-sati ini terdiri dari latihan-latihan Vipassanä-Bhävanä (meditasi untuk memperoleh pandangan terang tentang hidup), yaitu : a. Käyä-nupassanä = Perenungan terhadap tubuh b. Vedanä-nupassanä = Perenungan terhadap perasaan. c. Cittä-nupassanä = Perenungan terhadap kesadaran. d. Dhammä-nupassanä = Perenungan terhadap bentuk-bentuk pikiran. 8. Konsentrasi Benar (sammä-samädhi) Latihan meditasi untuk mencapai Jhäna-Jhäna.

Siswa yang telah berhasil melaksanakan Delapan Jalan Utama memperoleh : 1. Sila-visuddhi Kesucian Sila sebagai hasil dari pelaksanaan Sil a dan terkikis habisnya Kilesa. 2. Citta-visuddhi Kesucian Bathin sebagai hasil dari pelaksanaan S amadhi dan terkikis habisnya Nivarana. 3. Ditthi-visuddhi Kesucian Pandangan sebagai hasil dari pe laksanaan Pañña dan terkikis habisnya Anusaya. Untuk lebih jelasnya, hal tersebut di atas akan diterangkan lebih lanjut seperti di bawah ini : Asava Delapan Jalan Utama 1. Kilesa Kilesa 3. Ucapan Benar 4. Perbuatan Benar 5. Pencaharian Benar > Sila Line 2. Nivarana Nivarana 6. Daya-upaya Benar 7. Perhatian Benar 8. Konsentrasi Benar > Samadhi 3. Anusaya 1. Pengertian Benar 2. Pikiran Benar > Pañña Asava = Kekotoran bathin, dapat dibagi dalam 3 (tiga) golongan besar, ya itu: 1. Kilesa = Kekotoran bathin yang kasar dan dapat jelas dilihat atau didengar. 2. Nivarana = Kekotoran bathin yang agak halus, yang agak suka r diketahui. 3. Anusaya = Kekotoran bathin yang halus sekali dan sangat su kar untuk diketahui. BHAVANA Agama Buddha mengenal 2 (dua) macam meditasi (Bhavana) : I. Samatha-bhavana = Meditasi untuk mendapatkan ketenangan ba thin melalui Jhäna-Jhäna. Jhäna pertama : a. Vitakka = Usaha dalam tingkat perm ulaan untuk memegang obyek. b. Vicära = Pikiran yang berhasil memegang obyek dengan kuat. c. Piti = Kegiuran d. Sukha = Kebahagiaan. e. Ekaggata = Pemusatan pikiran yang kuat. Jhäna kedua : Vicära, Piti, Sukha, Ekaggata. Jhäna ketiga : Piti, Sukha, Ekaggata. Jhäna keempat : Sukha, Ekaggata. Jhäna kelima : Ekaggata + keseimbangan bathin. Meditasi Samatha-bhävanä yang sangat dipujikan ialah Brahma-Vihära-bhävanä yang terdiri da ri : 1. Mettä-bhävanä = ek. 2. Karunä-bhävanä = edang menderita. 3. Muditä-bhävanä = giaan orang lain. 4. Upekkhä-bhävanä Usaha dalam tingkat permulaan untuk memegang oby Meditasi welas-asih terhadap semua mahluk yang s Meditasi yang mengandung simpati terhadap kebaha = Meditasi keseimbangan bathin.

Brahmä-Vihära-bhävanä dapat juga dipakai untuk melemahkan kecenderungan-kecenderungan un tuk melakukan perbuatan yang tidak baik.

yaitu : 1.lamban. 3. tidak dapat menbeda-bedakan mana yang buruk II. 1 kali 3. Thina-middha -. 2. Kebodohan/kegelapan bathin.keragu-raguan. Lobha = ulkan keserakahan. Perincian dari Nivarana adalah sbb.gelisah dan cemas. Vipassanä-bhävanä = Meditasi untuk memperoleh Pandangan Terang tenta ng hidup. Uddhacca-kukkucca -. Moha = dan mana yang baik. seorang Anägämi akan terlahir di sorga Suddhavasa dan disit u akan mencapai Tingkat Arahat. Aruparäga = Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam tanpa bentuk. Anägämi 4. Silabbataparämäsa = Kepercayaan tahyul bahwa upacara agama saja dapat membeb askan manusia dari penderitaan. Avijjä = Kegelapan bathin. Kemelekatan yang sangat terhadap sesuatu sehingga menimb Penolakan yang sangat terhadap sesuatu sehingga menimbul Kebodohan . 2. 3. Tidak akan terlahir kembali di alam manusia 4. Ruparäga = Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam bentuk. Uddhacca = Bathin yang belum seimbang benar. 4. Kämaräga = Nafsu Indriya. 5. Tujuan dari latihan-latihan bhävanä ialah untuk menyingkirkan Nivarana (lihat pembah asan Asava) yang dianggap sebagai rintangan untuk memperoleh ketenangan bathin m aupun Pandangan Terang tentang hidup dan hakekat sesungguhnya dari benda-benda. keinginan tidak baik. 5. Kämacchanda -. Sakadägämi Melemahkan belenggu-belenggu nomor 4 dan 5. Maksimum 7 kali 2.nafsu keinginan Vyäpäda -. umat Buddha dapat dibagi dalam dua golongan : 1. Dosa = kan kebencian. jiwa atau aku yang kekal. Vicikicchä -.keinginan jahat. Dalam tingkat kesucian. Vyäpäda = Benci. 8. karena tidak dapat menembus arti dar . 2. 2. 3. 9. malas dan kesu. Latihan-latihan Vipassanä-bhävanä sudah diterangkan sewaktu membahas Perhatian Benar ( sammä-sati). Sakkäyaditthi = Pandangan sesat tentang adanya pribadi. 10. 7. Sotäpanna 1. tentang hakikat sesungguhnya dari benda-benda. Vicikicchä = Keragu-raguan terhadap Sang Buddha dan AjaranNya. Puthujjana Ialah para bhikkhu dan orang-orang berkeluarga y ang belum mencapai tingkat kesucian. Setelah meninggal dunia. Mencapai Nibbana Keterangan Avijjä = : Perbedaan antara Avijjä dan Moha. Tingkat-tingkat kesucian Tingkat kesucian Belenggu yang harus dipatahkan . : 1. Lahir kembali 1. kebencian dan amarah.Tiga Akar Perbuatan Tiga hal yang di bawah ini dapat disebut sebagai tiga akar atau sumber untuk mel akukan perbuatan. Mäna = Ketinggian hati yang halus. Arahat 6. Ariya-puggalä Ialah para bhikkhu dan orang-orang berkeluarga y ang setidak-tidaknya telah mencapai tingkat kesucian pertama.

roh p1 = C Pengalaman hidup .i Empat Kesunyataan Mulia. 2.. Sabbe sankhärä aniccä Segala sesuatu dalam alam semesta ini yang terdiri dari paduan unsur -unsur adalah tidak kekal. + pn Ucchedaväda 1. Attaväda Paham bahwa atma (roh) adalah kekal-abadi dan akan berlangsung sepan jang masa (tidak dibenarkan oleh Sang Buddha).. A A 2. Umat Buddha melihat segala sesuatu dalam alam semesta ini sebagai suatu proses yang selalu dalam keadaan bergerak. + pn = A + p + p1 + p2 + . Hukum Kamm a. Uraian secara matematika tentang ketiga paham tersebut adalah sbb.PENDAHULUAN 5. Di samping paham anattä yang khas Buddhis terdapat juga dua paham lain yaitu : 1. Contoh dari sesuatu yang tidak tercipta adalah Nibbana. 2. 3. 1. Hukum Paticca-Samuppada. Sabbe sankhärä dukkha Apa yang tidak kekal sebenarnya tidak memuaskan dan oleh karena itu adalah penderitaan. Moha = Kebodohan/kegelapan bathin. A + p = Nihil Anattä 1. karena tidak dapat membedakan apa ya ng baik dan apa yang tidak baik.HUKUM TILAKKHANA (TIGA CORAK UMUM) Hukum Tilakkhana ini termasuk Hukum Kesunyataan .. 3. 4. yaitu : Uppada Petunjuk (timbul) Thiti Petunjuk (berlangsung) Bhanga (berakhir/lenyap) 2. A + p = A + p (A + p) + p1 = A + p + p1 (A + p + p1) + p2 = A + p + p1 + p2 (A-p-p1-p2) + . B p + = + = p = B Atma. Ucchedaväda Paham bahwa setelah mati atma (roh) itu pun akan turut lenyap (tidak dibenarkan oleh Sang Buddha). Widyadharma BAB I . : Attaväda 1. Hukum Tilakkhana.. berarti bahwa Hukum ini berlak u di mana-mana dan pada setiap waktu. Penyusun : Pandita S. Sabbe Dhammä Anattä Segala sesuatu yang tercipta dan tidak tercipta adalah tanpa inti ya ng kekal/abadi. Jadi tidak terikat oleh waktu dan tempat.

LIMA KHANDHA Dalam Agama Buddha diajarkan bahwa seorang manusia terdiri dari lima kelompok ke hidupan/kegemaran (Khandha) yang saling bekerja-sama dengan erat sekali. III = Kehidupan ke I. Karena setelah bahan-bahan itu di aduk menjadi satu dan dibakar di oven. 6. gula. garam. maka bekerja-samanya lima khandha ini adalah sbb. 3. Vedanä Dengan membanding-bandingkan ini lalu timbul suatu perasaan senang (suka) atau tidak senang (tidak suka) terhadap rangsangan yang telah tertangkap melalui panca indera kita. api. Dalam menangkap rangsan gan dari luar. II. 4. yaitu melalui Hukum Pat . lidah. air. II. ini tenaga kerjanya dst. di dalam diri seorang manusia hanya terdapat lima kh andha ini dan tidak dapat ditemukan suatu atma atau roh yang kekal dan abadi. 2. mengenal obyek. ini apinya. 4 dan 5 dapat juga dinamakan nama (bathin). badan jasmani. Viññana (citta) Kita lalu akan menyadari bahwa bathin kita telah menangkap suatu rangsanga n. 3. 3. : Kesadaran > Pencerapan > Pikiran > Perasaan. ini garamnya. bentuk-bentuk mental. n amun setelah melalui proses pembuatan dan pembakaran di oven telah menjadi sesua tu yang baru sama sekali dan tidak mungkin lagi untuk mengembalikannya dalam ben tuknya yang semula. De ngan cara ini. Sañña Rangsangan tersebut mencerap ke dalam bathin kita melalui suatu bagian dar i otak kita. Proses mental ini berlangsung sbb. 5. C + p2 = D I. tubu h yang merupakan bagian dari badan jasmani kita. Sankhära = Pikiran. Gabungan dari No. Rupa Kita menangkap suatu rangsangan melalui mata.3. ini menteganya. susu. : 1. 4. Contoh konkrit tentang paham anattä. Menurut Ajaran Sang Buddha. III. Sankhära Rangsangan ini kita akan banding-bandingkan dengan pengalaman kita yang du lu-dulu melalui gambaran-gambaran pikiran yang tersimpan dalam bathin kita. tubuh.. Kesimpulan : Meskipun roti itu terdiri dari bahan-bahan yang tersebut di atas. Sañña = Pencerapan. sehingga seo rang manusia dapat dikatakan terdiri dari rupa dan nama. telinga. 5. maka bahan-bahan itu telah berubah sama s ekali. ragi. mentega. hidung. maka anattä diterangkan melalui analisa.HUKUM PATICCA-SAMUPPADA Paham anattä dapat pula diterangkan melalui cara sinthesa. Tetapi setelah menjadi roti tidak mungkin kita akan menunjuk satu bagian tertentu dan mengatakan : ini adalah tepungnya. misalnya kalau kita membuat roti. 2. Vedanä = Perasaan. Viññana = Kesadaran. in i airnya. tenaga kerja dll. 2. Kelima kelompok kehidupan/kegemaran tersebut adalah : 1. Rupa = Bentuk. Roti dibuat dengan memakai tepung.

sakit dll. maka terjadilah kemelekatan. maka terjadilah perasaan. Imassuppädä Idang Uppajjati Dengan timbulnya ini. HUKUM KAMMA Kamma adalah kata bahasa Pali yang berarti "perbuatan". maka terjadilah itu. Upädäna Paccayä Bhavo.icca-Samuppada (Hukum Sebab-musabab Yang Saling Bergantungan). yaitu : 1. maka timbullah itu. maka terjadilah kesadaran. 7. maka terjadilah bathin dan badan jasmani. 8. la hir atau bathin dengan pikiran kata-kata atau tindakan. Phassa Paccayä Vedanä. yang baik maupun yang buruk. maka seluruh kelangsungan dan kelanjutan hidup dan juga berhentinya hidup d apat diterangkan dalam formula dari duabelas nidana (sebab-musabab) : 1. Saläyatana Paccayä Phassa. maka terhentilah juga itu. sakit dll.. 6. Vedanä Paccayä Tanhä. Demikianlah kehidupan itu timbul. ialah semua kehendak atau keinginan dengan tidak membeda-beda kan apakah kehendak atau keinginan itu baik (bermoral) atau buruk (tidak bermora l). Imassa Nirodhä Idang Nirujjati Dengan terhentinya ini. maka terjadilah bentuk-bentuk ka rma. Berdasarkan prinsip dari saling menjadikan. 12.. Makna yang luas dan sebe narnya dari Kamma. keluh-kesah. Dengan adanya kesan-kesan. Bhava Paccayä Jati. Sankhära Paccayä Viññänang Dengan adanya bentuk-bentuk karma. 11. 4. yang dalam arti umum mel iputi semua jenis kehendak dan maksud perbuatan. Prinsip dari Huku m ini diberikan dalam empat formula pendek. bhikkhu. Imasming Asati Idang Na Hoti Dengan tidak adanya ini. maka tidak adalah itu. maka terjadilah proses tumimbal lahir. Jati Paccayä Jaramaranang. maka kita akan sampai kepada penghentian dari proses itu. kematian. mengenai hal ini Sang Buddha pernah bersabda : "O. 2. Dengan adanya perasaan. Imasming Sati Idang Hoti Dengan adanya ini. dengan terhentinya kelahiran kembali. Dengan adanya kelahiran kembali. maka terjadilah kelapukan. maka terjadilah kelahiran kembali. 2. Dengan adanya bathin dan badan jasmani. kehendak untuk berbuat (Pali : Cetana) itulah yang Kami namakan Kam . 10. kelu h-kesah. maka te rhenti pula bentuk-bentuk karma. Dengan adanya enam indriya. kematian.. . Dengan terhenti seluruhnya dari kebodohan. Avijjä Paccayä Sankhära Dengan adanya kebodohan (ketidak-tahuan). Tanhä Paccayä Upädänang. maka terjadilah enam indriya 5. Viññäna Paccayä Namarupang Dengan adanya kesadaran. adalah akibat dari kelahiran kembali. kesedihan dll. maka terjadilah kesan-kesan. maka terjadilah tanhä (keinginan).. relatifitas dan saling bergantungan ini. dengan terhentinya bentuk-bentuk karma. 4. Dengan adanya proses tumimbal lahir. maka te rhenti pulalah kesadaran. Dengan adanya kemelekatan. Jaramarana. Namarupang Paccayä Saläyatanang. berlangsung dan bersambung terus. 9. 3. Kalau kita m engambil rumus tersebut dalam arti yang sebaliknya. maka terhe nti pulalah kelapukan. 3. Kelapukan. 7. kematian. Dengan adanya tanhä (keinginan).

Bilamana kita mengalami sesuatu yang membahagiakan. juga bukan ajaran tentang adanya satu nasib yang sudah ditakdirkan. Segala sesuatu yang datang pada kita. tidak akan bany ak menderita karena perbuatan itu.ma. Tertaburlah olehmu biji-biji benih dan engkau pulalah yang akan merasaka n buah-buah dari padanya". hal. bahkan digugurk an. yang menimpa diri kita. Perhatik anlah bagaimana lingkaran ini makin lama makin melebar. dan apa yang telah lampau bersama-sama d engan apa yang terjadi pada saat sekarang mempengaruhi pula hal-hal yang akan da tang. pun tidak mar ah dan juga tidak memihak.bahkan menggugurkan -. membuat mahluk-mahluk lain bahagia. yang bermaksud menolong mahluk-mahluk lain. Terdapat dua belas jenis bentuk-bentuk kamma yang tidak diperinci di sini. 227) sbb : "Sesuai dengan benih yang telah ditaburkan begitulah buah yang akan dipetiknya. janganlah sekali-kali dilupakan hendaknya bahwa kamm a-vipaka itu senantiasa benar. Oleh karena itu. Sesudah berkehendak orang lantas berbuat dengan badan. sesungguhnya benar adanya. Kita hendaknya selalu berbuat baik. tetapi ada juga yang hampir tidak merasakan akibat apapun juga untuk perbuatan yang sama. Satu contoh yang klasik adalah sbb. ditekan. Pertama-tama akan terdengar percikan air dan kemudian akan terlihat lingkaran-lingkaran gelombang. sebaliknya orang yang tidak banyak melakukan kamma-kamma baik akan menderita hebat. Ada orang yang menderita hebat karena perbuatan kecil. Mengapa? Orang yang telah menimbun banyak kamma baik. saat sekarang inilah yang nyata dan ada "di tang an kita" sendiri untuk digunakan dengan sebaik-baiknya. oleh karena kamma itu meliputi apa yang telah lampau dan keadaan pada saat ini. Sang Buddha pernah bersabda (Samyutta Nikaya I. a kan tetapi tidak menentukan seluruhnya. pembuat kebaikan akan mendapat kebaikan. supaya akibatnya senantiasa akan bersi fat baik. Kamma dapat dibagi dalam tiga golongan : . yang dipercaya atau tidak diper caya akan berlangsung terus. Begitulah semua akibat dari perbuatan kita akan kembali kepada kita seperti haln ya dengan gelombang di kolam yang kembali ke tempat dimana batu itu dijatuhkan. Oleh sebab itu kita haru s hati-hati sekali dengan perbuatan kita. ia akan dipantulkan kembali sampai mencapai tempat bekas di m ana batu tadi dijatuhkan. Sebaliknya bila ada sesuatu yang menimpa kita dan membuat kita tidak senang. Meman g segala sesuatu yang lampau mempengaruhi keadaan sekarang atau pada saat ini. sebab bilamana gerak gelombang yang halus itu me ncapai tepi kolam." Kamma bukanlah satu ajaran yang membuat manusia menjadi orang yang lekas berputu s-asa. kamma-vipaka itu menunjukkan bahwa kita tel ah berbuat suatu kesalahan. perkataan atau pikira n. Apa yang telah lampau sebenarnya merupakan dasar di mana hidup yang sekara ng ini berlangsung dari satu saat ke lain saat dan apa yang akan datang masih ak an dijalankan. Ini bukan berarti bahwa gerak tadi telah selesai. Ia tidak mencintai maupun membenci. yakinlah bahwa kamm a yang telah kita perbuat adalah benar. sehingga perbuatan ini akan membawa satu kam ma-vipaka (akibat) yang baik dan memberi kekuatan kepada kita untuk melakukan ka mma yang lebih baik lagi. pembuat kejahatan akan memetik kejahata n pula.bentu k-bentuk kamma yang lain. Bentu k kamma yang lebih berat (bermutu) dapat menekan -. Ia adalah hukum alam. sehingga menjadi begitu lebar dan halus yang tidak dapat lagi dilihat oleh mata kita. : Lemparkanlah batu ke dalam sebuah kolam yang tenang. dibelokkan. Singkatnya : Kamma Vipaka dapat diperlunak.

Bersimpati terhadap kebahagiaan orang lain menyebabkan terlahir dalam lingkungan yang menggembirakan. 4. Pencurian akibatnya kemiskinan. Menyebarkan Dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan (sama dengan No. Kata-kata kasar dan kotor akibatnya sering didakwa yang bukan-bukan oleh orang lain. 9. Kamma Pikiran (mano-kamma). dirangsang oleh keinginan yang s enantiasa tak tercapai. 7. Dendam. Omong kosong akibatnya bertubuh cacad. penyakit yang lama sembuhnya. 2. Bergunjing akibatnya kehilangan sahabat-sahabat tanpa sebab yang berarti. penghidupannya senantiasa tergantung pada orang lain. Berendah hati dan hormat menyebabkan terlahir kembali dalam keluarga luhur. 8. Berdusta akibatnya menjadi sasaran penghinaan. Sering mendengarkan Dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan. 3. berbicara tidak tegas. Kamma Ucapan (vaci-kamma). Pembunuhan akibatnya pendek umur. Pandangan salah akibatnya tidak melihat keadaan yang sewajarnya. Berbakti berbuah dengan diperolehnya penghargaan dari masyarakat. terlahir sebagai pria atau wanita yang tidak normal perasaan seksnya. 3. 2. . kemauan jahat / niat untuk mencelakakan mahluk lain akibatnya buruk rupa. senantiasa dalam kesedihan karena te rpisah dari keadaan atau orang yang dicintai. Cenderung untuk membagi kebahagiaan kepada orang lain berbuah dengan terlahir kembali dalam keadaan berlebih-lebihan dalam banya k hal. berpenyakitan. Keserakahan akibatnya tidak tercapai keinginan yang sangat diharap-harapkan. 6. 8. Hidup bersusila mengakibatkan terlahir kembali dalam keluarga luhur yang keadaannya berbah agia. 3. 5. kurang cerdas. kurang bijaksana. tidak dipercaya oleh khal ayak ramai. Perbuatan a-susila akibatnya mempunyai banyak musuh. 4. 8). Meluruskan pandangan orang lain berbuah dengan diperkuatnya keyakinan. 7. Bermeditasi berakibat dengan terlahir kembali di alam-alam sorga. beristeri atau bersuami yang tidak disen angi. 10 (sepuluh) jenis kamma buruk 1. 6. 10 (sepuluh) jenis kamma baik 1. macam-macam penyakit. watak tercela. dalam hidupnya senantiasa berada d alam ketakutan 2. 5. Kamma Perbuatan (kaya-kamma). dinista dan dihina. Gemar beramal dan bermurah hati akan berakibat dengan diperolehnya kekayaan dalam kehidupan ini atau kehid upan yang akan datang. tidak dipercaya khalayak ramai. 10. 9. pendapat yang tercela.1. 10.

Dipercayai bahwa Beliau akan dilahirkan saat kehidupan manusia diperpanjang sampai 84. yaitu takut akan akibat yang timbul dari perbuatan-perbuat an yang tidak baik.000 tahun. 3.ayasa terkenal . Tempat kelahiranNya adalah K etumati di masa pemerintahan Chakkavatti Samkha dimana dia sendiri akan menjadi pengikut Buddha dan melepaskan kehidupan duniawi. Lebih lanjut lagi. Jatimitta dan Vijaya diantara pengikut pria. Metteya akan dilahirkan di sebuah keluarga terpelajar yang terkenal dan namaNya adalah Ajita. Nama ayahNya adalah Subrahma. yaitu malu melakukan hal-hal yang tidak baik. BUDDHA METTEYA Metteya adalah Buddha masa depan yang sangat dinantikan dan belum dilahirkan. Yang akan menjadi para pengikutnya yang luar biasa adalah dua saudaraNya Isidatt a dan Purana. 4. Membunuh ibu. menderita dll. Siddhattha dan Chandaka. Selanjutnya Beliau akan melepas kan keduniawian setelah melihat 4 tanda. Nama sukuNya juga Metteya. dan Suddhana.aläbha untung .rugi * yasa . Hiri Perasaan malu.dipuji * sukha . Vaddhamana. 9. Beliau akan dihitung sebagai Buddha ke 5 dan yang terakhir di aeon sekarang yaitu Kappa Bhadda.000 tahun yaitu Sirivaddha. Beliau akan hidup di empat istana selama 8. yaitu : * läbha .pasamsä dicela . dan ibuNy a adalah Brahmawati.HIRI DAN OTAPPA Dua ciri khas yang dianggap dua sifat yang membantu melindungi dunia dari kekaca uan : 1. Siha akan menjadi pembantu pribadiNya.dukkha gembira. Otappa Perasaan takut. 8.Lima bentuk kamma celaka Lima perbuatan durhaka di bawah ini mempunyai akibat yang sangat berat ialah kel ahiran di alam neraka : 1. ATTHALOKA-DHAMMA Dalam penghidupan seorang manusia tidak dapat terlepas dari 8 (delapan) keadaan. 5. 2.tak terkenal * nindä .sedih. bahagia . Sanghaa dan Visakhaa diantara pengikut wanita. Membunuh ayah. Se lanjutnya Beliau akan dianggap sebagai Buddha ke 25 menurut tradisi Pali. Beliau akan menikah dengan Chandamukhi dan akan mempunyai p utra Brahmavaddhana. Beliau akan menca . dan diantara para bhikkhuni ad alah Paduma dan Sumana. Melukai seorang Buddha. Menyebabkan perpecahan dalam Sangha. 2. Yang akan menjadi murid-murid utamaNya d iantara para bhikkhu adalah Asoka dan Brahmadeva. Membunuh seorang Arahat.

Beliau sering digambarkan atau diukir dalam mahkota-mahkota dan pe rmata-permata karena Beliau belum melepaskan kehidupan duniawi. Atthasalini 415 BAB I MASA BERKELUARGA (Sumber : Riwayat Hidup Buddha Gotama. Penyusun : Maha Pandita Sumedha Widyadhrama.7. Chullavamsa xxxviii. Lihat juga pada: 1. Pangeran Sihahanu menjadi Raja di Kapilav atthu dan menikah dengan Putri Kencana. maka kota yang kemudian mereka bangun diberi nama Kapil avatthu (vatthu = tempat). Di daerah lereng Pegunungan Himalaya inilah terletak sebuah kerajaan yang be rnama Kerajaan Sakka (pada waktu itu di daerah tersebut banyak sekali terdapat p ohon sakka). 73. Raja telah melepaskan kata-kata dan berjanji kepada Rat u (yang baru) bahwa beliau akan meluluskan semua permintaan Ratu. Mendengar permintaan tersebut Raja menjadi kaget dan menolak untuk meluluskan pe rmohonan tersebut. Dalam kesempatan yang baik itu. Digha Nikaya iii. Pada suatu hari. dan Sinipura) dan lima orang putri . Raja yang memerintah di kota Kapilavatthu adalah Raja Jayasena yang mempunyai seorang putra bernama Sihahanu dan seorang putri yang bernama Ya sodhara. Telah menjadi tradisi bahwa Buddha akan datang berdiam di dunia Dewa Tusita deng an nama Nath. yaitu adik dari Raja Anjana dari Devadah . Keempat putra Raja tersebut. Ratu memohon kepada Raja agar anaknya yang baru dilahirkan diangkat menjadi Putra Mahkota. 2. Raja menjadi serba salah. apapun juga ya ng akan dimintanya. 5. 3. maka akhirnya Raja memanggil keempat orang putran ya dan memerintahkan untuk membawa saudara-saudara perempuannya pergi ke suatu d aerah lain untuk membangun sebuah negara baru. Ratu (yang juga adalah saudaranya) meninggal dunia dan Raja m enikah lagi dengan seorang gadis yang kemudian melahirkan seorang anak laki-laki . Penerbit : Cetiya Vatthu Daya. Tetapi Ratu terus-menerus merengek-rengek serta mengingatkan Raja akan janjinya. Sebab itulah. 4. Karena malu untuk tidak menepati j anji yang pernah diberikannya. tidak lama kemudian mohon diri dari ayahandanya dan bersama dengan saudari-saudarinya berangkat menuju sebuah hutan disertai dengan rombongan ahli-ahli dalam berbagai bidang untuk membangun sebuah negara baru. Karanda. Hatthinika. di dekat tempat yang sejak lama dihuni oleh seorang pertapa berna ma Kapila. terkecuali putri yan g tertua yang menikah dengan Raja dari Devadaha. Empat pasangan yang tersebut du luan merupakan leluhur dari Dinasti Sakya dan pasangan yang belakangan merupakan leluhur dari Dinasti Koliya. Di tempat itulah mereka menikah diantara mereka bersaudara. Milinda Panha 159. Sejarah kerajaan tersebut menurut buku-buku kuno adalah sebagai ber ikut : Seorang raja bernama raja Okkaka yang memerintah daerah tersebut mempunyai empat orang putra (Okkamukha. 68.. Mahavamsa xxxxxxii. Setelah Raja Jayasena meninggal dunia. Mereka memilih sebuah hutan yang banyak ditumbuhi pohon-pohon sakka di lereng Gu nung Himalaya. Merasa gembira sekali. Pada suatu waktu. 81 f. 1999) Pendahuluan Pada zaman dahulu. Cetakan Keduabelas. daerah Majjhima desa (daerah tengah dari Jambudipa ~sekarang India~) dihuni oleh suku bangsa Ariyaka yang datang dari Utara Pegunungan Himala ya.pai pencerahan di bawah pohon Naga.

Ratu memberitahukan mimpi ini kepada Raja dan Raja lalu memanggil para brahmana untuk menanyakan arti mimpi tersebut. tibalah rombongan Ratu di Taman Lumbini (sekarang Rumminde di Pejwar. Setelah Raja Sihahanu mangkat. Dengan ge mbira Ratu berjalan-jalan di taman dan berhenti di bawah pohon Sala. Dhotodana. sampai pada suatu waktu Ratu Maya m encapai umur kurang lebih 45 tahun. Adik Raja Suddhodana yang bernama Sukkodana mempunyai seorang putra yait u Ananda. Lahirnya Pangeran Siddhatta Meskipun Raja Suddhodana dan Ratu Maya sudah lama menikah. Setelah perayaan selesai. Ketika itu. mengelilingi di pan sebanyak tiga kali untuk kemudian memasuki perut Ratu Maya dari sebelah kana n. dan Ghanitodana dan dua orang putri yang diberi nama P amita dan Amita. Kemudian p ara istri Dewa-dewa Agung tersebut memandikannya di Danau Anotatta. dan Ratu Maya dapat melihat dengan jelas bayi dalam kandungannya yang duduk dalam sikap meditasi dengan muka menghadap ke depan. Ratu Maya memperoleh mimpi yang aneh sekali. Ratu mohon perkenan dari Raja untuk dapa t bersalin di rumah ibunya di Devadaha. namun anak yang sanga t mereka dambakan belum juga mereka peroleh. Nepal) yang indah sekali. Ratu bermimpi bahwa empat orang Dewa Agung telah mengangkatnya dan membawanya ke Himava (Gunung Hima laya) dan meletakkannya di bawah pohon Sala di (lereng) Manosilatala. Sedangkan adik perempuannya yang bernama Amita memp unyai seorang putra yaitu Devadatta dan seorang putri bernama Yasodhara. Dengan cepat dayang-dayang membuat tirai di sekeliling Ratu. menikah dengan Raja Anjana dari Devadaha dan diberkahi dengan dua orang putra yang diberi nama Suppabuddha dan Dandapani. Sewaktu tidur. Memang sejak hari itu Ratu mengandung. mengucap kan janji uposatha dan kemudian masuk ke kamar tidur. Amitodana mempunyai dua orang putra yaitu Mahanama dan Anuruddha dan s eorang putri bernama Rohini. Setelah berjalan tujuh langkah. Pangeran Suddhodana menduduki tahta Kerajaan Saky a dan kemudian menikah dengan Putri Maya. Amitodana. Adik dari Raja Sihahanu.a. Ketika itu tepat purnam a sidhi di bulan Vaisak tahun 623 SM. Ratu berpegangan pada dahan pohon Sala dan dalam sika p berdiri itulah Ratu melahirkan seorang bayi laki-laki. Di tempat itulah seekor gajah putih deng an memegang sekuntum bunga teratai di belalainya memasuki kamar. Ratu Maya ikut serta dalam perayaan Asalha yang berlangsung tujuh ha ri lamanya. Selanjutnya Ratu dipimpin masuk ke sebuah istana emas dan direba hkan di sebuah dipan yang bagus sekali. bayi itu lalu mengucapkan kata-kata sebagai beri kut : . yaitu Putri Yasodhara. Pernikahan Raja Suddhodana dan Ratu Maya inilah yang diberkahi dengan kelahiran seorang putra tunggal yang di kemudian hari menjadi terkenal dengan nama Buddha Gotama. menggosoknya dengan minyak wangi dan kemudian memakaikannya pakaian-pakaian yang biasa dipak ai para dewata. Sang Bayi sendiri sudah bersih karena tiada darah atau noda-noda lain yang melek at pada tubuhnya. Empat Maha Brahma menerima Sang Bayi dengan jala emas dan kemudian dari langit t urun air dingin dan panas untuk memandikan Sang Bayi sehingga menjadi segar. Para brahmana menerangkan bahwa Ratu akan mengandung seorang bayi laki-laki yang kelak akan menjadi seorang Cakkavatti (Raja dari semua Raja) atau seorang Buddh a. Sukkoda na. Mereka diberkahi dengan lima orang putra yang diberi nama Suddhodana. Ratu Maya mandi dengan air wangi. Bayi itu kemudian berdiri tegak dan berjalan tujuh langkah di atas tujuh kuntum bunga teratai ke arah Utara. Dalam perjalanan ke Devadaha. dan dua orang putri yang diberi nama Maya dan Pajapat i (atau Gotami). Di kebun itu Ratu memerintahkan rombongan berhenti untuk beristirahat. Sepuluh bulan kemudian di bulan Vaisak. Pada waktu itulah Ratu merasa perutnya agak kurang enak. yang ke lak menjadi istri dari Pangeran Siddhatta.

4. kecuali Kondañña. Orang mati. Lakkhana. di bawah pohon ini Pangeran Siddhattha kelak mendapatkan Pene rangan Agung. yang kelak menjadi kusir Pangeran Siddhattha. yang kelak mengundang Sang Buddha untuk berkunjung kembali ke Ka pilavatthu. Akulah teragung dalam dunia ini. bersama-sama dengan seratus delapan orang Brahmana untuk merayakan kelahiran anak pertamanya dan juga untuk memilih nama yang baik. * Kaludayi." Artinya . pertapa Asita menerangkan bahwa Sang bayi k elak akan menjadi Buddha. pertapa Asita memberi hormat kepada Sang bayi. Setelah melihat Sang bayi dan memperhatikan adanya 32 tanda dari seorang Mahapur isa ("orang besar"). kendi tempat harta pusaka. "Akulah pemimpin dalam dunia ini. Setelah memberi hormat. 3. Nama y ang kemudian dipilih adalah Siddhattha yang berarti "Tercapailah segala cita-cit anya". Inilah kelahiranku yang terakhir. Akulah tertua dalam dunia ini." Seorang pertapa yang bernama Asita (yang juga disebut Kaladevala) sewaktu bermed itasi di Pegunungan Himalaya. Raja Suddhodana memanggil sanak keluargany a berkumpul. ayam antima jati. yang kelak menjadi kuda Pangeran Siddhattha. Lima hari setelah lahirnya Sang bayi. Diantara para B rahmana terdapat 8 orang Brahmana yang mahir dalam meramal nasib. * Channa. natthi dani punabbhavo. yaitu : 1. Hanya Kondañña (Brahmana yang termuda) sajala h yang dengan pasti mengatakan bahwa Sang bayi kelak akan menjadi Buddha. Tak akan ada tumimbal lahir lagi. meramalkan bahwa Sang bayi kelak akan menjadi Cakkavati (Raja dari semua Raja) atau akan menjadi Buddha. yaitu : Rama. pertapa Asita terta wa gembira tetapi kemudian menangis. Orang tua."Aggo 'ham asmi lokassa. . yang kemudian dikenal juga sebagai Rahulamata (ibu dari R ahula). maka Beliau akan segera m eninggalkan istana dan bertapa untuk menjadi Buddha. jettho 'ham asmi lokassa. * Ananda. * Pohon Bodhi. Pada hari itu juga pertapa Asita berkunjung ke istana Raja Suddhodana untuk melihat bayi tersebut. Bhoja. Pada hari yang sama lahir (timbul) pula dalam dunia ini : * Putri Yasodhara. settho 'ham asmi lokassa. Pertapa suci. diberitahukan oleh para dewa dari alam Tavatimsa b ahwa seorang bayi telah lahir yang kelak akan menjadi Buddha. yang kemudia n diikuti juga oleh Raja Suddhodana. * Nidhikumbhi. Selanjutnya pertapa Asita mengatakan bahwa Pangeran kecil itu kelak tidak boleh melihat empat peristiwa. Manti. Kalau pangeran kelak melihat empat peristiwa tersebut. namun karena usianya sudah lanjut maka ia sendiri tida k lagi dapat menunggu bayi itu kelak memulai memberikan Ajaran-Nya. Dhaja. Para peramal tersebut. Orang sakit. Kondañña. * Kanthaka. 2. Suyama dan Sudatta. Menjawab pertanyaan Raja Suddhodana. * Seekor gajah istana. yang kelak menjadi pembantu tetap Sang Buddha.

Sejak kanak-kanak. Devadatta minta agar belibis tersebut diserahkan kepadanya karen a ia yang menembaknya jatuh. Raja Suddhodana menyerahkan perawatan Sang bayi kepada Putri Pajapati (adik Ratu Maya) yang juga dinikahinya. Pelayan-pelayan diperintahkan untuk melindungi Pangeran pergi. maka ia adalah milikku. Satu kolam dengan bunga teratai yang berwarna biru (Upala). kemudian meremas-remas be berapa lembar daun hutan dan dipakaikan sebagai obat untuk menutupi luka bekas k ena anak panah. Tetapi sekarang ia tidak mati dan ternyata masih hidup. Masa Kanak-Kanak Setelah Pangeran berusia tujuh tahun. yaitu Nanda dan seorang putri. Di kolam-kolam itu ditanami berbagai jenis bunga teratai ( lotus). Setelah kembali mereka merasa heran sekali melihat Pangeran seda ng bermeditasi dan duduk bersila. Devadatta melihat sero mbongan belibis hutan terbang di atas mereka. Dari pernikahan ini kemudian lahir seorang putra. Raja Suddhodana mengajaknya untuk turut pergi ke perayaan membajak bersama-sama para petani dengan menggunakan sebuah a lat bajak yang terbuat dari emas. baik siang maupun malam hari sebagai lambang dari keagungannya. Ternyata Pangeran cerdas sekali. Raja memerintahkan untuk menggali tiga kol am di halaman istana. Melihat keadaan yang ganjil ini untuk kedua kalinya Raja Suddhodana memberi hormat kepada anakny a. Pangeran tiba terlebih dahulu dan memel uk belibis itu yang ternyata masih hidup. Pangeran dan Devadatta b erlari-lari ke tempat belibis itu jatuh. Semua pelajaran yang diberikan. Ada lagi satu keajaiban lain. Namun Pangeran tidak memberinya dan mengatakan. Dengan cepat mereka melaporkan peristiwa tersebut kepada Raja. Kalau ia mati. dan satu kolam lagi dengan bunga yang berwarna putih (Pundarika). Sewaktu perayaan berlangsung dengan meriah. Devadatta. yaitu suatu tingkatan pemusat an pikiran. Karena a ku yang menolongnya. dengan c epat dapat dipahami sehingga dalam waktu singkat tidak ada lagi hal-hal yang dap at diajarkan kepada Pangeran kecil. "Ti dak. Ratu Maya meninggal dunia dan terlahir kembali di surga Tusita. Karena Pangeran saat itu telah mencapai Jhana. Pangeran dengan hati-hati dan penuh ka sih sayang mencabut panah dari sayap belibis tersebut. Pada suatu hari Pangeran sedang berjalan-jalan di taman dengan saudara sepupunya . pakaian dan tutup kepala dari negara Kasi. belibis ini tidak akan aku serahkan kepadamu. yang waktu itu terkenal kare na menghasilkan barang-barang tersebut dengan mutu yang terbaik. Raja memerintahkan seorang guru bernama Visvamitta untuk memberikan pelajaran kepada Pangeran dalam berbagai ilmu penget ahuan." Devadatta tetap menuntutnya dan Pa ngeran tetap pada pendiriannya dan tidak mau menyerahkannya. Bayangan pohon jambu tidak mengikuti jalannya matahari tetapi tetap memayungi Pangeran kecil yang sedang bermeditasi. maka sama sekali tidak terganggu oleh suara-suara yang berisik. Mereka ing in menyaksikan perayaan tersebut dan meninggalkan Pangeran kecil di bawah bayang an pohon jambu. satu kolam d engan bunga yang berwarna merah (Paduma).Tujuh hari setelah Pangeran Siddhattha dilahirkan. Dengan cekatan Devadatta membidikk an panahnya dan berhasil menembak jatuh seekor belibis. Benar saja mereka menemukan Pangeran kecil sedang bermeditasi dengan kaki bersila dan tidak menghiraukan kehadiran orang-orang yang sedang memperhatikann ya. Pangeran terkenal sebagai anak yang penuh kasih sayang terhad ap sesama mahluk hidup seperti terlihat dari kisah di bawah ini. Raja juga memesan wangiwangian. yang pada waktu itu membawa busur dan panah. yaitu Rupananda. Selain tiga kolam tersebut. Raja dengan diiri ngi para petani berbondong-bondong datang untuk menyaksikan peristiwa ganjil ter sebut. Perayaan Membajak Setelah Pangeran berumur beberapa tahun. maka ia benar adalah milikmu. Setelah tiba waktunya untuk bersekolah. dayang-dayang yang ditugaskan untuk menjaga Pangeran merasa tertarik sekali dengan jalannya perayaan itu. Akhirnya atas usul .

Pangeran. belibis harus menjadi mili k dari orang yang ingin menyelamatkan jiwanya yaitu Pangeran Siddhatta. Melihat Empat Peristiwa Pangeran tidak bahagia dengan cara hidup yang dianggap seperti orang tawanan dan terpisah sama sekali dari dunia luar. Mereka mengatakan bahwa Pangeran tidak paham kesenian dan il mu peperangan. menjinakkan kuda liar. Dalam sebuah pesta besar yang kemudian diselenggarakan dan dihadiri oleh tidak k urang dari empat puluh ribu orang gadis cantik. Ratu Amita (adik Raja Suddhodana). dan memanah ternyata dimenangkan oleh Pangeran. Dalam sayembara itu. "Ayah. dimana Pangeran akan memilih s eorang gadis untuk dijadikan istrinya. satu istana untuk musim panas (Suramma) dan satu istana untuk musim hujan ( Subha). Ketika hal ini diberitahukan kepada Pangeran. yaitu orang tua." Masa Remaja Sewaktu Pangeran meningkat usianya menjadi 16 tahun. dan pertapa suci. Kemudian Raja mengirim undangan kepada para orang tua yang mempunyai ana k gadis untuk mengirimkan anak gadisnya ke pesta. perkenankanlah aku berjalan-jalan ke luar istana untuk melihat tata cara kehidupan penduduk yan . Dengan pernikahan ini. Sekarang tinggal menjaga supaya Pangeran jangan melihat empat peristiwa tentang kehidupan. Dengan demikian Pangeran Siddhatta dan Putri Yasodhara memadu cinta di tiga ista nanya yang mewah sekali dan selalu dikelilingi oleh penari-penari dan dayang-day ang yang cantik-cantik Raja merasa puas dengan apa yang telah dikerjakannya dan berharap bahwa Pangeran kelak dapat menggantikannya sebagai Raja negara Sakya. Pada suatu hari Pangeran mengunjungi ayahnya dan berkata. Raja memerintahkan untuk me mbuat tiga buah istana yang besar dan indah. satu istana untuk musim dingin (Ram ma). menggunakan pedang. sehingga untuk membaw anya ke tempat pertandingan harus digotong oleh empat orang. Khusus dalam hal memanah. Namun para orang tua tersebut ternyata ti dak mengacuhkannya. Pangeran dinyatak an sebagai pemenang mutlak dari sayembara tersebut. Hidup tidak m ungkin menjadi milik dari orang yang mencoba menghancurkannya. Pangeran bertanding melawan pangeran-pangeran lain ya ng datang dari segenap penjuru negara Sakya. dan dijaga siang dan malam oleh orang-orang kepercayaan Raja. Karena itu Raja memerintahkan pengawal-pengawalnya agar Pangeran dijaga jangan s ampai melihat empat hal tersebut. Apabila ada dayangnya yang sakit maka dayang i tu akan segera disingkirkan. maka Pangeran mohon kepada Raja ag ar segera mengadakan satu sayembara. Raja berharap Pangeran akan lebih diikat kepada hal-hal d uniawi. mereka berdua pergi ke Dewan Para Bijaksana dan mohon agar Dewan membe rikan keputusan yang adil dalam persoalan tersebut. dimana berbagai ilmu peperangan dipertandin gkan. orang sakit. maka secara sah. maka bagaimana ia kelak dapat memelihara dan melindungi istrinya. bahkan juga pangeran-pangeran dari negara lain. Dewan lalu memb erikan keputusan sebagai berikut : " Hidup itu adalah milik dari orang yang mencoba menyelamatkannya. maka kekhawatiran Raj a Suddhodana agak berkurang sebab Raja selalu ingat dengan ramalan dari pertapa Asita bahwa Pangeran kelak akan menjadi Buddha. Setelah Pangeran Siddhatta menikah dengan Putri Yasodhara. Dengan mendapat sambutan yang meriah sekali dari para hadirin. Pange ran tidak ada tandingannya. Semua dayang dan pengawalnya adalah orang-orang mud a belia. Semua pertandingan seperti naik kuda. Karena itu menuru t norma-norma keadilan yang berlaku. orang mati. Selanjutnya Raja memerintahkan untuk membuat tembok tinggi mengelilingi istana dan kebun dengan pintu-pintu yang kokoh kuat. Untuk membentangkan busur yang dipakai oleh Pangeran saja mereka tidak mampu karena busur itu besar dan berat. Setelah mendengarkan keteran gan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dari kedua belah pihak. pilihan Pangeran jatuh kepada se orang gadis bernama Yasodhara yang ada ikatan keluarga dengan Pangeran karena ia adalah anak pamannya yang bernama Raja Suppabuddha dari negara Devadaha dan bib inya.

"Baik. Tidak ada penduduk berkumpul untuk m . Dengan suara le mah dan perlahan sekali ia meminta-minta makanan dan mengatakan kalau tidak dibe ri makanan. Dengan berat hati Raja memberikan izinnya. Rambut orang itu panjang dan sudah putih semua. ia pasti akan mati hari itu juga karena ia lapar sekali dan sudah be berapa hari tidak makan. dan tidak ada seorangpun yang dapat men cegahnya. oh Channa yang baik. kul it mukanya kering dan keriput. tetap i bukan keadaannya sewaktu dilahirkan. Giginya sudah ompong. Hal i tu tidak dapat dielakkan. tidak ada gunanya melarang sebab hal itu tentu akan membuat Pangeran sangat sedih. Setiap ora ng kalau sudah terlalu lama hidup di dunia akan menjadi seperti orang itu. sekarang engkau boleh pergi melihat -lihat kota sepuas hatimu." Karena permohonan ini wajar. tetapi sekarang tanpa terlebih dahulu mem beritahukannya kepada para penduduk. Apakah artinya semua ini?" Channa menerangkan kepada Pangeran bahwa semua itulah keadaan seorang tua. Mengapa ia bungkuk sekal i? Mengapa ia gemetar sewaktu berjalan? Mengapa rambutnya putih dan bukan hitam seperti rambutku? Apa yang salah dengan matanya? Dan giginya dikemanakan? Apakah ada orang yang terlahir seperti itu? Coba katakan. karena Beliau tahu. meskipun ia kaya. Sebaiknya Tuanku lupakan saja orang tua tersebut. rambutnya putih. Channa? Itu tidak mungkin seorang manusia. terpandang atau berkuasa? Malam itu diselenggarakan sebuah pesta besar untuk menghibur Pangeran." Sewaktu Pangeran sedang berjalan-jalan di kota. "Anakku. dan tidak kelihatan gembira sewaktu berlangsungnya pe sta makan dan tari-tarian. maka Raja memanggil Pangeran untuk menghadap. engkau bo leh keluar dari istana untuk melihat bagaimana penduduk hidup di kota. Pangeran pergi bersama-sama Channa dan berpakaian seperti a nak keluarga bangsawan karena ia tidak ingin dikenal sewaktu sedang berjalan-jal an. Hari itu pemandangan kota berlainan sekali." Setelah rakyat selesai menghias kota seperti diperintahkan oleh Raja. Karena itu. Di tempat tidur. pakaiannya compang-cam ping dan kotor sekali. Ia sedang sibuk merenung dan dalam hati berkata kepad a mereka yang hadir. "Sewaktu masih muda. Pada kesempatan ini. Pangeran terkesan sekali karena hal seperti ini baru pert ama kali dilihatnya. Raja memerintahkan kepada dayang-dayangnya untuk lebih sering meng adakan pesta-pesta makan dan tari-tarian. Ia ingin tahu apakah ada orang yang telah menemukan cara untuk menghentikan hal yang menyeramkan itu. Tetapi se belumnya aku harus membuat persiapan sehingga segala sesuatunya baik dan patut u ntuk menerima kedatangan anakku yang baik. Tetapi Pa ngeran acuh tak acuh saja. Melihat orang tua itu. Setelah persoalan ini dilaporkan kepada Raja. ia masih merenung bahwa suatu hari semua oran g akan menjadi tua. ompong dan buruk seperti tukang minta-minta yang baru saja ia lihat. Pangeran memerintahkan untuk s egera kembali ke istana karena pemandangan orang tua yang baru saja ia lihat tel ah membuatnya sedih sekali." Setelah pesta usai dan Pangeran masuk ke kamar tidur. dengan tiba-tiba seorang tua kel uar dari sebuah gubuk kecil.g kelak akan kuperintah. kulitnya keriput. lemah dan sedih. matanya sudah hampir buta. "Pada suatu hari engkau semua akan menjadi tua. tanpa ada y ang terkecuali dan begitu pula engkau yang tercantik. maka Raja memberikan izin. pikiran itu masih tetap sa ja mengganggunya. "Apakah itu. Mengapa sebagai seorang Pangeran dan juga orang-orang lain pada suatu hari harus menjadi tua. dan ia ingin merenungkan persoalan ini dengan lebih mendalam. maka Raja menjadi sedih sekali dan ia merasa khawatir bahwa hal ini dapat menyebabkan Pangeran meninggalkan istana . orang itu seperti ki ta dan karena sekarang ia sudah tua sekali maka keadaannya telah berubah seperti yang Tuanku lihat. Berselang beberapa hari. badannya kurus kering dan dengan su sah payah serta terbungkuk-bungkuk ditopang oleh sebuah tongkat berjalan tanpa m enghiraukan orang-orang di sekelilingnya yang sedang bergembira. anakku." Tetapi Pangeran tidak puas dengan jawaban Channa. Pangeran kembali memohon kepada Raja agar diperkenankan lagi melihat-lihat kota Kapilavatthu. yaitu usia tua .

Kemudian rombongan membawa usungan itu ke tepi sebuah sungai dan mel etakkannya di atas tumpukan kayu yang kemudian dinyalakan api. Orang tersebut tetap diam saja dan tidak bergerak meskipun api telah membakarnya dari semua sudut. Raja menyetujuinya karena beranggapan tidak ada gunanya lagi sekarang untuk mela rang. tidak ada bendera-bendera. "Mengapakah engkau. Oleh karena it ulah ia merintih-rintih dan tidak lagi dapat bicara. dan itu dapat terjadi setiap saat." Pangeran heran dan kaget sekali. mengangkatnya. meletakkan kepalanya di pangkuann ya dan dengan suara menghibur menanyakan. apakah ini yang dinamakan mati? Dan apakah semua orang pada suatu waktu akan mati?" "Betul. katakanlah. semua orang dalam dunia dapat terserang penyakit. "Channa. Pangeran melihat sesuatu yang membuat Beliau sangat sedih. Tidak ada oran g yang dapat mencegahnya. engaku mengapakah? " Orang sakit itu sudah tidak dapat menjawab. mengapakah orang ini? Apakah yang salah dengan nafasnya? Me ngapa ia tidak bicara?" "Oh. kerabu. bunga-bunga." Mendengar ini. dan p enduduk yang berpakaian rapi. da n perak. Seorang tukang celup pakaian sedang mencelup pakaian dalam beraneka ragam warna yang bagus-bagus dan kemudian menjemurnya. Pangeran kembali mohon kepada Raja agar diperkenankan k embali melihat-lihat kota Kapilavatthu." "Tetapi adakah lagi orang lain seperti dia?" "Ada. masih banyakkah hal-hal buruk seperti ini selain sakit pes?" "Memang. Mohon de ngan sangat agar Tuanku meletakkannya kembali di tanah dan jangan menyentuhnya l agi sebab pes itu sangat menular. Pada kesempatan ini Pangeran yang berpakaian sebagai anak seorang bangsawan deng an diiringi Channa. Seorang pandai besi dengan badan penuh keringat sedang membuat pisau. jangan sentuh orang itu lama-lama. "Channa. sehinggan tidak dapat mengucapkan sepatah kata . Tidak lama kemudian mer eka berpapasan dengan serombongan orang yang sedang menangis mengikuti sebuah us ungan dipikul oleh empat orang. lalu menjualnya kepada langganannya yang kemudian memakannya selagi masih panas." "Mati! Channa. matanya berputar-putar dan nafasnya megap-megap. Nanti Tuanku juga akan sakit. Tuanku. apakah itu? Mengapa orang itu berbaring di sana dan membiarkan orang la in membakar dirinya?" "Dia tidak tahu apa-apa lagi. Berselang beberapa hari. Tetapi Pangeran juga melihat seorang yang sedang merintih-rintih dan bergulingan di tanah dengan ked ua tangannya memegangi perutnya. Ia menangis tersedu-sedu. Tetapi hari itu Pangeran melihat penduduk yang sed ang sibuk bekerja. Tukang kue sedang sibuk memanggang ro ti dan kue." "Apakah tidak ada orang yang dapat menolongnya? Apakah semua orang dapat diseran g penyakit? Apakah penyakit datang secara mendadak?" "Betul. Orang itu sakit dan darahnya ber acun. gelang. Ia diserang demam pes dan seluruh badannya terasa terbakar. Raja merasa sedih karena melihat Pangeran pada waktu akhir-akhir ini seperti kurang gembira sehubungan dengan kejadian-kejadian yang telah diliha tnya. deng an cepat menghampiri orang itu. dan Tuanku mungkin orangnya kalau Tuanku memegangnya seperti itu. Orang itu sudah mati. Pangeran menjadi semakin sedih dan kembali ke istana untuk merenu ngkan hal ini. Di muka dan badannya terdapat bercak-bercak ber warna ungu. ada ratusan penyakit yang sama hebatnya seperti sakit pes. Tidak ada seora ngpun yang dapat mencegahnya. berjalan-jalan di kota Kapilavatthu. Tuanku." "Channa. emas. tunggul-tunggul. dan cincin dari intan. Pangeran memperhatikan orang-orang kecil ini yang sederhana dan semua orang keli hatan sibuk sekali. Seorang pa ndai emas sedang membuat kalung. Pangeran yang dikenal sebagai orang yang penuh kasih sayang. Di atas usungan itu berbaring seorang yang sudah kurus sekali dalam keadaan tida k bergerak.Tuanku.engelu-elukannya. semua makhluk hidup pada suatu waktu harus mati. Untuk kedua kalinya dalam hidupnya. Tuanku. Tuanku. bahagia dan senang dengan pekerjaannya.

satu ikatan telah terlahir. di sebuah taman ." Karena ucapan ini maka bayi yang baru lahir kemudian diberi nama "Rahula". Nibbuta nuna sa nari. aku harus meneruskan perjalanan. Pangeran berhenti dan duduk beristirahat di bawah pohon jambu. aku mencarinya dalam ketenangan dan kesunyian hutan-hutan yang lebat. Mangkuk ini aku bawa untuk mengharapkan makanan dari mereka yang berbelas kasih. Yang mempunyai suami seperti Anda." Pangeran terkejut karena ternyata pertapa ini mempunyai pikiran dan cita-cita ya ng sama dengan dirinya. Konon diceritakan bahwa perta pa itu adalah seorang dewa yang ingin membantu Pangeran Siddhatta. meskipun ia seorang Raja atau anak dari seo rang Raja. "Semua orang di dunia ini pada suatu waktu harus mati. Dalam perjalanan pulang ke istana. Yassa yam idiso pati. aku tidak menginginka n hal-hal dan barang-barang duniawi." Yang berarti : "Tenanglah ibunya. Pangeran berpikir bahwa sangat mengerikan keadaan yang disebut 'mati' itu y ang harus dialami oleh setiap orang. Aku menjauh kan diri dari keduniawian. "Aku juga harus menjad i pertapa seperti itu!" Tidak lama kemudian. Tiba-tiba Pange ran melihat seorang pertapa berjubah kuning dengan membawa mangkuk di tangan men ghampirinya. Nibbuta nuna so pita. Selain dari itu. aku ini seorang pertapa. Apakah benar tidak ada jalan untuk menghentikannya? Pangeran pulang. sehingga Beliau menghadiahkan Kisa Gotami sebuah kalung emas yang sedang dipakainya. Pangeran mengangkat kepalanya menghadap langit yang tinggi dan kemudian berkata.pun. meninggalkan sanak keluarga untuk mencari obat agar o rang tidak menjadi tua." Yang berarti : "Satu jerat telah terlahir. "Rahulajato. Pangeran bukannya bergembira tetapi mukanya justru menjad i pucat. "Oh." Pangeran terkejut dan tergetar hatinya mendengar perkataan "Nibbuta" yang berart i: "tenang. bandhanam jatam. Tenanglah istrinya. Tenanglah ayahnya." Sewaktu Pangeran mengunjungi Kapilavatthu untuk keempat kalinya. Sekarang maafkan. dan mati. Pangeran memberi salam kepada pertapa tersebut dan menanyakan kegunaan mangkuk y ang sedang dipegangnya. jauh dari gangguan dan keramaian dunia. Penerangan dan kebahagiaan sedang menunggu. padam semua nafsu-nafsu"." Kemudian pertapa itu berlalu dan terus menghilang. Aku harus mencarinya dan menolong dunia i ni. . Pertapa suci. di manakah obat itu harus dicari?" "Pangeran yang mulia. Pangeran bertemu dengan Kisa Gotami yang kare na kagumnya mengucapkan kata-kata sebagai berikut : "Nibbuta nuna sa mata. Mendengar berita ini. dan di kamarnya ia merenungkan persoalan ini sepanjang hari. Pertapa itu menjawab. sakit. datanglah dayang-dayang yang khusus mencari Pangeran untuk memberitahukan bahwa Putri Yasodhara telah melahirkan bayi laki-laki yang sehat. Pangeran merasa gembira sekali dan berkata di dalam hati. belum ada orang yang tahu bagaimana cara untuk menghentikannya. "Pangeran yang mulia.

Peman dangan ini membuat Pangeran jijik dan muak sekali. akan kembali ke Kapilavatthu untuk mempersembahkan obat yang telah kutemukan ke hadapan Ayah. Anugerah supaya semua wanita yang ada di istana bersama sama dengan keraba t lain tetap hidup. 6.BAB II PELEPASAN AGUNG Pangeran Siddhattha Meninggalkan Istana Untuk menyambut kelahiran cucunya. Pangeran m elihat gadis-gadis penari tergeletak tidur simpang siur di lantai dalam sikap ya ng beraneka ragam. dan mati." Raja tetap tidak memberikan izinnya dan Pangeran tetap bersikeras untuk terus me laksanakan cita-citanya. tidak lama kemudian Pangeran tertidur. ada yang tengkurap. Hal ini menimbulkan amarah Raja. ada yang terlentang. Pangeran merebahkan diri di atas bantal yang dibuat dari benan g-benang emas dan karena letih. Pangeran kemudian memasuki kamar Yasodhara dan memandangi anaknya dengan gembira dan terharu karena tidak lama lagi Beliau akan meninggalkannya berhubung tekadn ya yang sudah bulat untuk mencari obat agar orang tidak menjadi tua. usia tua. Pangeran terbangun dan memandang ke sekelilingnya. Anugerah supaya mereka yang pernah hadir pada pesta kelahiranku dapat mema damkan semua nafsu keinginannya. 2. Pa ngeran merasa seperti di pekuburan dengan mayat-mayat yang bergelimpangan. Anugerah supaya tidak mati. Selanjutnya Pangeran masuk ke ruangan tempat para penari sedang menari diiringi musik yang merdu. halaman 141/2). dan lain-lain. relakan kepergianku justru sewaktu Ayah masih hidup." "Tentu saja. Raja men jawab bahwa hal-hal di atas itu berada di luar kemampuannya dan masih mencoba un tuk membujuknya dengan mengatakan. sehingga Beliau mengambil kep utusan untuk meninggalkan istana pada malam itu juga. Anugerah supaya Ayah tetap bersamaku. Pangeran memanggil Channa dan memerintahkan untuk menyiapkan Kanthaka. "Ayah. ada yang mengigau." "Ayah. 5. 4. kuda kesa yangannya. 7. usiaku sekarang sudah lanjut. 3. kalau tidak diberi izin saya mohon Ayah berkenan memberikan kepadaku dela pan macam anugerah. Raja Suddhodana menjadi kaget dan kecewa. ada yang menggulung tubuhnya sambil kepalanya terantuk-antuk di dadanya. Pangeran kemudian pergi ke kamar Yasodhara untuk melihat istri dan an aknya sebelum pergi untuk bertapa. Aku berjanji bila su dah berhasil." Mendengar pernyataan di atas. Anugerah supaya kerajaan ini tidak berubah dan tetap seperti sekarang." "Kalau begitu. dan mat i. Para pena ri menghentikan tariannya dan mereka pun ikut tidur di ruangan yang sama sambil menunggui Pangeran. sakit. Izin tidak diberikan seperti dapat kita ikuti dalam percakapan di bawah ini (dik utip dari buku Mahavastu II. Anugerah supaya tidak sakit. sehingga muka bayi tidak dapat terlihat . Raja menyelenggarakan satu pesta yang besar d an meriah. ada yang mulutnya me nganga lebar. Tangannya menutupi muka Sang bayi. Anugerah supaya aku dapat mengakhiri kelahiran. Istrinya sedang tidur nyenyak dan memeluk bay inya. sakit. 8. Anugerah supaya tidak menjadi tua. ada yang air liurnya meleleh keluar. aku lebih baik turun tahta daripada tidak meluluskan permin taanmu. Pada tengah malam. anakku. Tunggu saja dan tangguhkan kepergianmu sampai aku sudah mangkat. dan mati. "Anakku. Tetapi Pangeran kelihatan tidak gembira. mohon Ayah memberikan kepadaku: 1. Pangeran dengan hati-hati me ndekati Raja dan mohon izin untuk mencari obat terhadap usia tua.

Kuda itu nampaknya sedih sekali dan matanya basah dengan air mata. tetapi nanti setelah aku memperole h apa yang kucari. kuda itu berhen ti dan menengok lagi ke belakang agar dapat melihat wajah Pangeran untuk terakhi r kali. Brahma Chatikara mempersembahkan keperluan seorang bhikkhu kepada P angeran yang terdiri dari delapan jenis barang. Para pengawalnya semua sedang tidur nyenyak dan Channa dengan mudah dapat membuk a pintu agar Pangeran dapat keluar dari istana dan keluar kota. Yasodhara memelu k leher Kanthaka dan bertanya. Kanthaka. Rahula. dan mati. "Ayolah. yang membuat Dewa Mara menjadi marah dan mengancam akan terus membuntutinya. jubah dalam. Pangeran tidak menggubris bujukan Dewa Mara. bia rlah hari ini aku tidak melihat wajah anakku. kesalahan apakah yang telah kuperb uat terhadapmu dan Channa. Meskipun menyesali kepergian Pangeran Siddhattha." Channa memberi hormat kepada Pangeran dan bersiap-siap untuk kembali. mangkuk makanan. Perjalanan diteruskan melintasi perbatasan negara Sakya. pisau. Ibu . pedang serta pakaian Pangeran kepada Baginda Raja. jarum. "Oh. Segera setel ah aku memperolehnya. ikat pinggang.. Setelah sampai di luar kota. Sete lah menukar pakaiannya dengan jubah bhikkhu. Rambut yang tersisa sepanjang dua anguli (± dua inci) semasa hidupnya tetap sepanjang itu dan tidak tumbuh-tumbuh lagi. Seolah-olah sudah diatur t erlebih dulu oleh para dewa. yaitu: jubah luar. Pangeran semula ingin menggeser sedikit tangan istrinya tetapi hal itu diurungka n karena takut kalau hal ini menyebabkan Yasodhara terbangun dan rencananya untu k meninggalkan istana bisa gagal. Perkenankanlah hamba ikut Tuanku berkelana. Selanjutnya. mengusap-usap dan men epuk-nepuk lehernya dengan penuh kasih sayang sambil berkata. aku kembali ke istana untuk memberikannya kepada Ayah. ikutlah pulang dengan Channa dan jangan menunggu aku lagi. aku akan datang kembali dan dengan puas dapat melihat wajah a nak dan istriku." Kanthaka ikut dengan Channa tetapi belum seberapa jauh berjalan. Kanthaka. Pangeran akan menja di Raja negara Sakya. Tetapi Kan thaka tidak mau diajak pergi. Pangeran turun dari ku da. mencukur kumisny a. kemu dian dengan satu kali loncatan menyeberangi Sungai Anoma. bawa pakaian dan perhiasan ini kembali. dan kepada semua orang yang ada di dunia ini. Pangeran hanya berkata dalam hati. Pangeran Siddhattha tidak mendapat kesukaran sewakt u hendak keluar dari pintu gerbang istana dan waktu hendak keluar dari pintu tem bok kota. berikan kepada Ayahku da n sampaikan pesanku untuk Ayah. melepas semua perhiasannya dan memberikannya kepada Channa. Yasodhara. Koliya. Selanjutnya Channa memberitahukan bahwa Pangeran sekarang berada di tepi Sungai Anoma di negara Malla. Pangeran memerintahkan Channa untuk kembali ke istana. Ibu. kain bawah. Pangeran mendekati Kanthaka. dan saringan air. menyampaikan salam perpisahan Pangeran kepada Ibunya dan Yasodhara beserta sege nap keluarga lainnya. Channa menyerahkan perhiasan. memotong rambut di kepalanya dengan pedang dan melemparkannya ke udara (yang disambut oleh Dewa Sakka dan membawanya ke surga Tavatimsa untuk dipuja di Culam ani-cetiya). sakit. Ketika itu Pangeran dicegat oleh Dewa Mara yang jahat dan membujuknya untuk kemb ali ke istana dan ia berjanji bahwa dalam waktu satu minggu. "Tidak ada gunanya hamba diam terus di istana tanpa Tuanku. tetapi Raja tahu bahwa kepergi . sehingga engkau berdua membawa pergi Tuanku Pangeran sewaktu aku sedang tidur nyenyak?" Hal ini membuat Kanthaka sedih dan patah hati . dan Yasodhara untuk jangan terlalu bersusah hati." Setelah itu Pangeran meninggalkan istana dengan menunggang Kanthaka yang berbulu putih diikuti oleh Channa yang memegang buntut kuda. "Tidak. Pangeran berhenti sejenak dan memutar kudanya untuk melihat kota Kapilavatthu untuk terakhir kali (di tempat itu kemudian didirikan sebuah cetiya yang dinamakan Kanthakanivattana-cetiya). Aku akan mencari obat untuk menghentikan usia tua. Saat itu terang bulan d i bulan Asalha dan Pangeran berusia 29 tahun. dan Malla. Kembalinya Channa bersama Kanthaka (tanpa Pangeran) ke Kapilavatthu disambut ole h Raja dan seluruh penghuni istana dengan ratapan dan tangisan." "Jangan Channa.

Mereka melatih d iri dengan menjemur diri di terik matahari pada siang hari dan pada waktu tengah malam berendam di sungai untuk waktu yang lama. Karena merasa bahwa dengan pengetahuan ini masih belum terjawab tentang sebab-mu sabab dari kelahiran dan bagaimana mengakhiri usia tua. Assaji. Tetapi harap Anda berjanji untuk terlebih dulu mengunjungi Rajagaha apabila kelak berhasil menemukan obat tersebut. istriku. tempat Pangeran beristirahat untuk mak an dari hasil perjalanan kelilingnya. Di tempat ini pertapa Siddhattha (juga disebut Perta pa Gotama) berguru kepada Alara Kalama dan dalam waktu singkat sudah dapat menya mai kepandaian gurunya. tenang dan teguh serta ulet dalam usahanya. Aku hendak mencari obat untuk menghent ikan usia tua. Pertapa Gotama mendapat pelajaran tentang cara bermeditas i yang paling tinggi sehingga mencapai keadaan "Bukan-Pencerapan Pun Bukan Bukan -Pencerapan". Setelah tujuh hari berdiam di Anupiya. dan Kondañña) berlatih dalam berbagai cara penyiksaan diri. Tetapi Pertapa Gotama masih belum puas sebab ia masih belum mendapat jawaban ten tang bagaimana mengakhiri usia tua. dan mati. Dengan sakit yang demikian hebat yang diderita tubuhnya ia berusaha agar batinny a jangan melekat. pertapa Siddhattha meneruskan perjalanannya dan tiba di dekat tem pat pertapaan Alara Kalama. apa boleh buat. maka Pertapa Gotama lalu melakukan latihan yang lebih berat lagi. Karena masih saja belum berhasi l. Karena dalam waktu singkat Pertapa Gotama sudah memahami semua pel ajaran Uddaka-Ramaputta. Karena itulah aku menjadi seorang pertapa. sakit. ana kku. Aku sangat cinta kepada orang tuaku. maka Per tapa Gotama melanjutkan perjalanannya untuk mencari orang yang dapat mengajar te ntang hal tersebut. Baginda. Demikian hebat sakit yang dideritanya sehin gga dapat diumpamakan sebagai orang kuat yang gagah perkasa memegang seorang yan g lemah di kepala atau lehernya dan menekan dengan sekuat tenaga." "Terima kasih banyak. Kedatangan Pangeran di Ra jagaha ternyata mendapat perhatian dari seorang pembantu Raja Bimbisara yang ter us mengikutinya sampai di Pandavapabbata. Baginda. aku berjanji. Anda sendiri dan kepada semua orang. Dari Uddaka-Ramaputta. Di tempat ini Pertapa Gotama diajar cara-cara bermeditasi dan pengertian tentang Hukum Kamma dan Tumimbal lahir. dan mati." "Baiklah. n ama orang tuanya dan mengapa ia menjadi seorang pertapa. Pangeran pada suatu pagi berjalan ke arah Rajagaha unt uk mulai dengan meminta-minta makanan kepada penduduk. Mahanama. yah.annya itu sesuai dengan ramalan pertapa Asita dan Kondañña dan mengharap-harap cemas bila kiranya Pangeran akan berhasil menjadi seorang Buddha. Raja Bimbisara dilaporkan tentang kedatang an seorang pertapa yang paras mukanya kelihatan agung dan sekarang sedang berist irahat di Pandavapabbata. sakit dan mati. maka gurunya minta agar ia terus berdiam di tempat ters ebut untuk bersama-sama membina murid-muridnya yang banyak sekali. Raja Bimbisara datang menemui pertapa Siddhattha dan kemudian menanyakan nama. selalu waspada. Pertapa Gotama kemudian berguru kepada Uddaka-Ramaputta. Vappa. sakit. "Mengapa Anda melakukan hal ini? Apakah Anda berselisih paham dengan ayah Anda? Tinggal saja denganku di sini dan aku akan menghadiahkan Anda setengah dari kera jaanku. Pertapa Gotama kemudian pergi ke Senanigama di Uruvela dan di tempat inilah Pert apa Gotama bersama-sama dengan 5 orang pertapa lain (Bhaddiya. Bertapa di Hutan Uruvela Dari tepi Sungai Anoma. Pangeran pergi ke kebun mangga di Anupiya. Setelah berusaha beberapa lama dan melihat bahwa usaha ini tidak membawanya ke P ." Dari Rajagaha." "Kalau tawaranku tidak diterima. Ia merapatkan giginya dan menekan kuat-kuat langit-langit mulutnya sehingga keri ngat mengucur keluar dari ketiaknya. yang pada zaman itu ter kenal sebagai seorang pertapa yang paling pandai. Mulai hari itu Raja selalu mengikuti keadaan Pangeran dengan menyuruh orang menyelidiki dan melapor kan kepada Raja segala sesuatu yang dikerjakan Pangeran dan dimana Beliau berada .

Setelah berusaha beberapa lama dan melihat bahwa usaha ini tidak membawanya ke P enerangan Agung. Kala perutnya d itekan maka tulang punggungnya dapat dipegang dan kalau punggungnya ditekan maka perutnya dapat dipegang. Untung pada waktu itu lewat seorang anak penggemb ala kambing bernama Nanda yang melihatnya sedang tergeletak kehabisan tenaga di tepi sungai. Dengan cepat ia memberikan pertapa itu air susu kambing sehingga de ngan perlahan-lahan tenaga Pertapa Gotama pulih kembali dan ia dapat melanjutkan perjalanannya ke gubuk tempat ia bertapa. Pertama: Kalau sekiranya sepotong kayu diletakkan di dalam air dan seorang membawa sepoto ng kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan menggosok-gosoknya) dan ia pikir. Kedua: Kalau sekiranya sepotong kayu basah diletakkan di tanah yang kering dan seorang membawa sepotong kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan menggo sok-gosoknya) dan ia pikir. Kemudian timbul sakit yang hebat di kepala dan di perut disusul d engan panas yang menjalar ke seluruh tubuh. ia berhenti dan mencoba cara yang lain. Sehabis mandi di sungai dan ingin kembali ke gubu knya. "Aku ingin membuat api. selalu waspada." Orang ini pasti dapat membuat api dari kayu kering itu. Pertapa Gotama terjatuh dan pingsan di tepi sungai. Secara tiba-tiba timbul dalam batinnya tiga buah peru mpamaan yang sebelumnya tak pernah terpikir. "Aku ingin membuat api. aku ingin mendapatkan hawa p anas. Setelah merenungkan tiga perumpamaan tersebut maka Pertapa Gotama mengambil kepu tusan untuk berhenti berpuasa. Kalau berdiri tidak bisa diam karena kakiny a gemetaran. maka pertapa dan Brahma na itu berada dalam keadaan yang baik sekali untuk memperoleh Penerangan Agung. ia berusaha agar batinn ya jangan melekat. Seperti cara-cara yang terdahulu. Tentu saja. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang tidak terikat lagi kepada kesenangan nafsu-nafsu indria dan batinnya juga tidak terikat lagi. Ia kemudian sedikit dem i sediki menahan nafasnya sampai nafasnya tidak lagi keluar melalu hidung atau m ulut. kesehatannya memburuk dan badannya kurus sekali. ia berhenti dan mencoba cara yang lain. tetapi dengan mengeluarkan suara mendesis yang mengerikan keluar melalui l ubang telinga. Sejak hari itu Pertapa Gotama diberi makan air tajin untuk mengembalikan kekuatan dan kesehatannya dan tidak lama kem . Warna kulitnya beruba menjadi hit am dan rambutnya banyak yang rontok. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang masih terikat kepada kesenangan nafsu -nafsu indria dan batinnya masih ingin menikmatinya pasti tak akan berhasil. Ia merupakan tengkorak hidup dengan tulang-tulang dila pisi kulit dan dagingnya sudah tidak ada lagi. Waktu siuman ia sudah tidak kuat lagi untuk berdiri." Orang ini tidak mungkin dapat membuat api dari kayu yang basah itu dan ia hanya akan memperoleh keletihan dan kesedihan. tenang dan teguh serta ulet dalam usahanya. aku ingin mendapatkan hawa panas. Dengan sakit yang demikian hebat yang diderita tubuhnya. ia kemudian melihat bahwa cara ini tidak memba wanya ke Penerangan Agung. "Aku ingin membuat api." Orang ini tidak mungkin dapat membuat api dari kayu yang basah itu dan ia hanya akan memperoleh keletihan dan kesedihan.enerangan Agung. Selanjutnya ia berpuasa dan tidak makan apa-apa sampai berhari-hari atau mengura ngi makannya sedikit demi sedikit sampai makan hanya beberapa butir nasi satu ha ri. aku ingin mendapatkan hawa panas. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang tidak terikat lagi kepada kesenangan nafsu-nafsu indria tetapi batinnya masih ingin menikmatinya pasti juga tidak aka n berhasil. Ketiga: Kalau sekiranya sepotong kayu kering diletakkan di tanah yang kering dan seorang membawa sepotong kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan mengg osok-gosoknya) dan ia pikir.

Sa mbil berjalan mereka bergurau dan bergembira dan seorang diantaranya menyanyi de ngan syair sebagai berikut: "Kalau tali gitar ditarik terlalu keras. Setelah makanan selesai dimasak .udian Pertapa Gotama sudah dapat makan juga makanan lain. Ia agak terkejut waktu pelayannya dengan tergesa-gesa kembali dan memberitahukan . Sedikit tetesan air hujan sudah cukup untuk memenuhi mangkuk bunga lily. Beliau sekarang sedang duduk bermeditasi di bawah pohon. Pada suatu hari serombongan penari ronggeng lewat dekat gubuk Pertapa Gotama. apaka h engkau sekarang bahagia dan apakah kehidupan yang disertai cinta saja sudah me muaskan?" "Tuanku yang terpuja. meskipun belum cukup untuk membuat tanah menjadi basah. Setiap hari dengan senang hati aku mengurus pekerjaan rumah tangga. tetapi seorang putra raja yang telah enam tahun menjadi pertapa untuk mencari sinar terang yang dapat dip akai untuk memberi penerangan kepada manusia yang berada dalam kegelapan. Hari itu Sujata mengirim pelayannya ke hutan unt uk membersihkan tempat di bawah pohon dimana ia ingin mempersembahkan makanan ya ng lezat-lezat kepada dewa pohon. Pertapa Gotama mengangkat kepalanya dan memandang dengan heran kepada rombongan penari ronggeng tersebut. Kalau di tarik terlalu kendur ia tak dapat mengeluarkan suara. talinya putus. apalagi sekarang dengan dilahirkannya seorang anak laki-laki yang menuru . Aku sudah m erasa bahagia dapat memandang wajah suamiku yang sabar atau melihat senyum bayi ini. Alangkah beruntungnya bahwa dewa pohon berkenan untuk menerima sendiri pe rsembahan Nyonya. "Sungguh aneh keadaan di dunia ini bahwa seorang Bodhisatta (calon Buddha) harus menerima pelajaran dari seorang penari ronggeng. Dalam hatinya ia berkata. Nyonya. Aku bukanlah dewa pohon. Suaranya tidak boleh terla lu rendah atau keras. menyambut suamiku yang pulang dari pek erjaan. Orang yang memainkannyalah yang harus pandai menimbang dan mengira. Pertapa Gotama menyambut persembahan ini. Sujata merasa kagum melihat dewa pohon dengan wa jah yang agung sedang bermeditasi." Sujata gembira sekali mendengar berita tersebut." Di dekat tempat itu tinggal pula seorang wanita muda kaya raya bernama Sujata. engkau akan mendapat berkah yang sangat besar. Mereka meninggalkannya dan pergi ke Taman Rusa di Benares. maka hatiku dengan mudah mendapat kepuasan. "Dengan maksud apakah engkau membawa makanan ini?" "Tuanku yang terpuja. sehingga hampir-hampir saja putus. Namun lima orang kawannya yang bersama-sama bertapa merasa kecewa sekali karena dengan berhenti berpuasa. Memang seharu snya aku tidak boleh menarik tali itu terlalu keras atau terlalu kendur. Ia tidak tahu bahwa orang yang dikira sebagai dewa pohon sebenarnya adalah Pertapa Gotama. Dengan hati-hati makanan ditempatk an ke dalam mangkuk dan dengan hormat dipersembahkan kepada Pertapa Gotama yang dikira Sujata adalah dewa pohon. Aku ya kin dalam waktu dekat ini aku akan berhasil memperoleh sinar terang tersebut. S ujata ingin membayar kaul kepada dewa pohon karena permohonannya supaya diberi s eorang anak laki-laki terkabul. memberi persembahan kepada para dewata. berangkatlah Sujata ke hutan. Pertapa Gotama dianggap telah gagal dalam pertapaannya dan tidak mungkin akan memperoleh Penerangan Agung. Karena itu dengan persembahanmu ini." Mendengar nyanyian itu. memasak . makanan yang telah aku persembahkan kepada Tuanku adalah u capan terima kasihku karena Tuanku telah meluluskan permohonanku agar dapat dibe ri seorang anak laki-laki. dewa pohon itu sendiri telah datang dari khayangan untuk menerima langsung persembahan Nyonya. karena aku tidak menuntut banyak. Tetapi adikku yang baik. Semoga beban hidup akan engkau terima dengan ringan. sehingga dengan demiki an kesehatannya pulih kembali. Da lam hal ini persembahan makananmu telah banyak membantu karena sekarang badanku menjadi kuat dan segar kembali. lagunya hilang. Karena bodoh aku telah menarik demikian keras tali kehidupan." Kemudian Pertapa Gotama menyingkap kain yang menutup kepala bayi dan meletakkan tangannya di dahinya sambil memberi berkah: "Semoga berkah dan keberuntungan selalu menjadi milikmu. "Oh. Setelah habis makan terjadilah percaka pan antara Pertapa Gotama dengan Sujata seperti di bawah ini. coba katakan.

Penerangan Agung Pertapa Gotama meneruskan perjalanannya dan pada sore hari tiba di Gaya. seperti Maha-Brahma. keras kepala. dalam buku-buku suci digambarkan sebagai perjuangan melawan Dewa Mara yang jahat. Juga aku tahu bahwa kebaikan datang dari perbuatan baik dan kemalangan datang dari perbua tan jahat yang berlaku bagi semua orang dan pada setiap waktu." Kemudian Pertapa Gotama melakukan meditasi Anapanasati. Mara sendiri me mbawa berbagai macam senjata dan duduk di atas gajah Girimekhala yang tingginya 150 league. seperti dapat diikuti dalam pembabaran berikut ini. keserakahan. Tiba di tepi sungai Pertapa Gotama melempar mangkuknya ke tengah sungai dan berkata. sedangkan tingginya 9 league." "Semoga Tuanku berhasil mencapai cita-cita Tuan sebagaimana aku berhasil mencapa i cita-citaku. ke kanan dan ke kiri. Apakah yang harus ditakuti oleh orang yang berkelakuan baik kalau nanti tiba saatnya harus mati?" Mendengar penjelasan Sujata maka Pertapa Gotama menjawab. kem udian mempersiapkan tempat duduk di sebelah Timur pohon itu dengan rumput kering yang diterima dari pemotong rumput bernama Sotthiya. seperti keinginan kepada benda-benda duniawi. keragu-r aguan. "Dengan disaksikan oleh bumi. tidak menyukai kehidupan suci yang bersih dan baik. Rajanaga Mahakala dan lain-lain cepat-cepat menyingkir dari tempat itu dan Pertapa Gotam a ditinggal sendirian dengan hanya berlindung kepada sepuluh Paramita yang sejak lama dilatihnya. Dengan tekad yang bulat . malas dan tid ak suka mengerjakan apa-apa. hantu-hantu jahat. Tidak berapa lama pikiran-pikiran yan g tidak baik mengganggu batinnya. yaitu meditasi dengan me nggunakan obyek keluar dan masuknya nafas. perasaan lapar dan haus yang luar biasa. mangkuk ini akan mengalir melawan arus dan bukan mengikuti a rus. keinginan yang sangat dan melekat kepada benda-benda. yang engkau p andang sebagai seorang dewa. tinggi hati dan mem andang rendah kepada orang lain. semua dewa yang sed ang berkumpul di sekeliling Pertapa Gotama. Perjuangan hebat dalam batin Pertapa Gotama melawan keinginan dan nafsu-nafsu ti dak baik.t buku-buku suci akan membawa berkah kalau kelak kami meninggal dunia. Sebagaimana engkau sudah mendapat kepuasan. keinginan untuk dipuji dan dihormat i dan hanya melakukan hal-hal yang membuat dirinya terkenal." Suatu keajaiban terjadi karena mangkuk itu ternyata mengalir melawan arus. Aku. Ia memi lih tempat untuk bermeditasi di bawah pohon Bodhi (Latin : Ficus Religiosa). lebarnya 12 league dan ke b elakang sampai ke ujung cakrawala. takut terhadap jin-jin. Di tempat itulah Pertapa G otama duduk bermeditasi dengan wajah menghadap ke Timur." Pertapa Gotama kemudian melanjutkan perjalanan dengan membawa mangkuk kosong. "Kau sudah mengajar kepada orang yang seharusnya menjadi gurumu. sebab buah yang m anis muncul dari pohon yang baik dan buah yang pahit keluar dari pohon yang penu h racun. Pada saat itu muncul Mara. yang bermaksud menghalang-halangi Pe rtapa Gotama memperoleh Penerangan Agung. Melihat bala tentara yang demikian besar datang. meskipun kulitku. semoga aku pun akan mendapatkan apa yang aku cari. Bala tentara itu ke depan. minta didoakan supaya aku dapat berhasil melaksanak an cita-citaku. meskipun engkau tidak belajar apa-apa namun engkau tahu jalan kebena ran dan menyebar keharumanmu ke semua pelosok. dewa hawa nafsu. Sakka. Bumi telah menjadi saksi bahwa Pertapa Gotama lulus dari semua percobaan-percoba . kebodohan. disertai bala tentaranya yang maha bes ar. "Kalau memang w aktunya sudah tiba. urat-uratku dan tulang-tulangku akan musnah dan darahku habis menguap. aku bertekad untuk tidak bangun dari temp at ini sebelum memperoleh Penerangan Agung dan mencapai Nibbana. dalam penjelasa nmu yang sederhana itu terdapat sari kebajikan yang lebih nyata dari kebajikan y ang tinggi. Ia menuju ke tepi Sungai Nerañjara dalam perjalanannya ke Gaya. Semua usaha Mara untuk menakut-nakuti Pertapa Gotama dengan hu jan besar disertai angin kencang dan halilintar yang berbunyi tak henti-hentinya diikuti dengan pemandangan-pemandangan lain yang mengerikan ternyata gagal semu a dan akhirnya Mara menyambit dengan Cakkavudha yang ternyata berubah menjadi pa yung yang dengan tenang bergantung dan melindungi kepala Pertapa Gotama. ia kemudian berkata dalam hati.

yaitu kebijaksanaan untuk dapat melihat dengan terang kelahiran-kelahiranNya yang dulu. Batin-Nya menjadi tenang sekali dan penuh kedam aian karena sekarang Ia mengerti semua persoalan hidup dan Ia telah menjadi Budd ha. Pada waktu jaga ketiga. setelah bertapa selama 6 tahun menjadi Buddha pada usia 35 tahun. . meninggalkan istana pada usia 29 tahun. ketidakb ahagiaan. Pertapa Gotama dengan suara lan tang mengeluarkan pekik kemenangan sebagai berikut: "Anekajati samsaram Sandhavissam anibbissam Gahakarakam gavesanto Dukkha jati punappunam Gahakaraka! dittho'si Punageham na kahasi Sabba to phasuka bhagga Gahakutam visamkhitam Visamkharagatam cittam Tanhanam khayamajjhaga.00." Artinya : "Dengan sia-sia Aku mencari Pembuat Rumah ini Berlari berputar-putar dalam lingkaran tumimbal lahir Menyakitkan. yaitu kebijaksanaan yang dapat menyingkirkan secara menyelur uh semua Asava (kekotoran batin yang halus sekali). tumimbal lahir yang tiada habis-habisnya Oh.00 ." Dikisahkan bahwa pada saat itu bumi bergetar karena gembira dan di udara sayup-s ayup terdengar suara musik yang merdu. sekarang telah Kuketahui Engkau tak akan dapat membuat rumah lagi Semua atapmu telah Kurobohkan Semua sendi-sendimu telah Kubongkar Batin-Ku sekarang mencapai keadaan Nibbana Dan berakhirlah semua nafsu-nafsu keinginan. usia tua dan kematian.00 pagi.00-04. Gajah Girimekhala berlutut di hadapan Pertapa Gotama dan Mara menghilang dan lari bersama-sama dengan bala tentaranya. yaitu kebijaksanaan untuk dapat melihat dengan terang kematian dan tumimbal lahir kembali dari makhluk-makhluk sesuai dengan tumpukan karma mereka masing-masing. Demikianlah Pangeran Siddhattha yang dilahirkan pada saat purnama sidhi di bulan Vaisak tahun 623 S. Sekarang Ia mendapat jawaban tentang cara untuk mengakhiri penderitaan. Pembuat Rumah. Pertapa Gotama memperoleh Pubbenivasanussatiñan a.00-02. penuh kebahagiaan. Setelah berhasil mengalahkan Mara. pohon-pohon mendadak berbunga dan menyebark an bau harum ke seluruh penjuru. kesedihan.00-22. Dengan demikian Ia mengerti sebab dari semua keburukan dan juga mengerti cara un tuk menghilangkannya.M.an dan layak untuk menjadi Buddha. yaitu antara jam 18. Tumpukan karma yang berlainan inilah yang membuat satu makhluk be rbeda dari makhluk lain. Kemampuan ini juga dinamakan Dibbacakkhuñana. Pada waktu jaga kedua. Dengan ini Ia telah menjadi orang yang paling bijaksana da lam dunia yang dapat menjawab pertanyaan yang disampaikan kepadaNya. yaitu kebij aksanaan dari Mata Dewa. Pertapa Gotama memperoleh C utupapatañana. Pertapa Gotama memper oleh Asavakkhayañana. yaitu antara jam 02. yaitu antara jam 22. Hal ini terjadi pada waktu jaga pertama. Para d ewa yang menyingkir sewaktu Mara tiba dengan bala tentaranya datang kembali dan semua bersuka cita dengan keberhasilan Pertapa Gotama. menikah pada usia 16 tahun. binatang hutan yang biasanya saling bermusuhan pada waktu itu dapat hidup berdampingan dengan damai. seluruh tempat itu penuh dengan kehadiran para dewa yang turut bergembira dan ingin melihat orang yang berhasil mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha. Dengan muka bercahaya terang.

Di sinilah tiga orang anak Mara yai tu Tanha. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Rajayatana. Arati. meng hampiri Sang Buddha dan mempersembahkan makanan dari beras dan madu. Tapussa dan Bhallika. Setelah Sang Buddha selesai makan kedua pedagang itu memohon agar diterima seb agai pengikut. Batin dan badan jasmani-Nya telah men jadi demikian bersih. sehingga mengeluarkan sinar-sinar berwarna biru. Sang Buddha berjalan mondar-mandir di atas jembatan emas y ang diciptakan-Nya di udara karena melalui mata dewa-Nya. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Mucalinda.Tujuh Minggu Setelah Penerangan Agung Selama minggu pertama. Kini warna-warna tersebu t diabadikan sebagai bendera umat Buddha. Selama minggu ketiga. kuning. Kemudian mereka mohon diberikan suatu benda yang dapat mereka baw . diiringi nyanyian yang merdu dan b isikan yang memabukkan. Mereka. Selama minggu kedua. Pada h ari ke-50 pagi hari. Mereka menampakka n diri sebagai tiga orang gadis yang elok dan menggiurkan yang dengan berbagai m acam tarian yang erotis (penuh nafsu birahi). Selama minggu keempat. Sang Buddha berdiam di kamar batu permata yang diciptakan -Nya. Selama minggu keenam. m erah. yaitu ajaran mengenai ilmu jiwa dan metafisika. Sang Buddha agak tertegun sejenak karena mangkuk yang Beliau terima dari Sujata telah dihan yutkan di Sungai Neranjara dan sejak zaman dahulu tidak pernah seorang Buddha me nerima makanan dengan kedua tangan-Nya. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Ajapala Nigrodha (p ohon beringin). dua orang pedagang le wat di dekat tempat Sang Buddha sedang duduk. Sang Buddha men erima empat mangkuk tersebut dan dengan kekuatan gaib-Nya dijadikan satu mangkuk . Berbahagialah mereka yang dapat men dengar dan melihat kesunyataan. Sang Buddha duduk bermeditasi di bawah pohon Bodhi dan me nikmati keadaan Nibbana. Di kamar permata itulah Sang Buddha bermeditasi mengenai Abhidhamma. sehingga batin-Nya tenang sekali dan penuh kedamaian. Sang Buddha mengetahui bahwa ada dewa-dewa di surga yang masih meragukan apakah Beliau benar telah men capai Penerangan Agung. Virulhaka dari Se latan. dan Kuvera dari Utara) datang menolong dengan memb awa seorang satu mangkuk yang dipersembahkan kepada Sang Buddha. Pada waktu itulah Sang Budd ha mengucapkan kata kata sebagai berikut: "Berbahagialah mereka yang bisa merasa puas. jingga dan campuran kelima warna tersebut. Berbahagialah mereka yang bersimpati kepada makh luk-makhluk lain di dunia ini. yaitu keadaan yang terbebas sama sekali dari gangguan-g angguan batiniah. sehingga akhirnya ti ga orang dewi hawa nafsu meninggalkan Sang Buddha. u lar itu berubah bentuknya menjadi seorang anak muda. putih. Sang Buddha berdiri beberapa kaki dari pohon Bodhi dan mema ndanginya terus-menerus dengan mata tidak berkedip selama satu minggu sebagai uc apan terima kasih dan penghargaan kepada pohon yang telah memberi-Nya tempat unt uk berteduh sewaktu berjuang untuk mencapai tingkat Buddha. dan Raga masih berusaha untuk mengganggu-Nya. Tetapi Sang Buddha menutup mata-Nya dan tidak mau melihat. Virupakkha dari Barat. Karena w aktu itu turun hujan lebat. Dengan demikian Sang Buddha dapat menerima persembahan dari Tapussa dan Bhallika . Lenyapnya 'Sang Aku' merupakan be rkah yang tertinggi. maka datanglah seekor ular kobra yang besar sekali d an melibatkan badannya tujuh kali memutari badan Sang Buddha dan kepalanya memay ungi Sang Buddha supaya jangan sampai terkena air hujan. setelah berpuasa selama tujuh minggu. Selama minggu kelima. berusaha untuk merayu dan menarik perhatian Sang Buddha. Waktu hujan berhenti. Mereka diterima sebagai upasaka-upasaka pertama yang berlindung kepada Sang Budd ha dan Dhamma. Tiba-tiba empat orang dewa dari empat pe njuru alam (Catumaharaja yaitu Dhatarattha dari sebelah Timur. tidak jauh dari pohon Bodhi." Selama minggu ketujuh. sekarang pun umat Buddha memberi penghor matan kepada pohon Bodhi. Berbahagialah yang hidup di dunia dengan tidak me lekat kepada apa pun dan mengatasi hawa nafsu. Mengikuti apa yang t elah dilakukan oleh Sang Buddha dahulu.

Sebab Dhamma itu dalam sekali dan sulit untuk dimengerti sehingga timbul perasaa n enggan dalam diri Sang Buddha untuk mengajar Dhamma. " Dengan mata dewa. Tiba-tiba Brahma Sahampati. demi belas kasih-Nya kepada para manusia. Sang Buddha bertemu dengan seorang pertapa Ajivaka bernama Upaka. Setelah memberi hormat yang layak. Selanjutnya Sang Buddha mengalihkan perhatian-Nya kepada lima orang pertapa yang pernah bersama-sama melakukan pertapaan. mere ka mendirikan sebuah pagoda untuk memuja Kesa Dhatu ini. Tapussa dan Bhallika dengan gemb ira menerima Kesa Dhatu tersebut dan setelah tiba di tempat mereka tinggal. turun dari Brahmaloka dan berdir i di hadapan Sang Buddha. Sang Buddha menjawab bahwa Beliau adalah orang Yang Mah a Tahu dan tidak mempunyai guru siapa pun juga. Kesediaan-Nya itu diutarakan dengan mengucapkan kata-kata sebagai berikut: "Aparuta tesam amatassa dvara Ye sotavanto pamucantu saddhami. Penguasa dunia ini Merangkap kedua tangannya dan memohon. Karena itu Sang Buddha mengambil ketetapan hati untuk mengajar Dhamma demi belas kasih-Nya kepada umat manusia. Te rpesona melihat Sang Buddha yang wajah-Nya demikian cemerlang." Artinya: "Terbukalah pintu Kehidupan Abadi Bagi mereka yang mau mendengar dan mempunyai keyakinan. Tetapi Upaka nampaknya sama seka li tidak terkesan. Ada makhluk-makhluk yang dihinggapi sedikit kekotoran batin Ajarkanlah Dhamma demi kasih sayang kepada mereka. sedangkan Sang Buddha sendiri juga melanjutkan perjalanan-Nya ke Benares . tetapi para dewa segera me mberitahukan bahwa Alara seminggu yang lalu telah meninggal dunia. Dalam perjalanan ke S ungai Gaya. Upaka bertanya si apakah guru Sang Buddha. namun para dewa juga mengatakan bah wa kemarin malam Uddaka meninggal dunia.a pulang. Sang Buddha meren ung apakah Dhamma yang Beliau temukan akan diajarkan kepada khalayak ramai atau tidak." Perhatian-Nya kemudian ditujukan kepada Alara Kalama." Artinya: "Brahma Sahampati. Tapussa dan Bhallika melanjutkan perjalanannya. Dalam dunia ini terdapat juga orang-orang yang sedikit dihinggapi ke kotoran batin dan mudah mengerti Dhamma yang akan diajarkan. berkenan menga jar Dhamma." Hingga kini permohonan Brahma Sahampati kepada Sang Buddha tetap diperingati den gan permohonan kepada seorang bhikkhu untuk mengajar Dhamma yang berbunyi sebaga i berikut: "Brahma ca lokadhipati Sahampati Katañjali andhivaram ayacatha Santidha sattapparajakkhajatika Desetu Dhammam anukampimam pajam. Ia menggelengkan kepala dan kemudian meneruskan perjalanannya . Setelah makan. Sang Buddha mengusap kepala-Nya dengan tangan kanan dan memberikan beb erapa helai rambut (Kesa Dhatu = Relik Rambut). Sang Buddha dapat mengetahui bahwa memang ada orang-orang yang tidak lagi terikat kepada hal-hal duniawi dan mudah mengerti Dhamma. Brahma Sahampati be rkata kepada Sang Buddha. "Semoga Sang Tathagata. Penguasa dunia ini. Kelima orang itu sekarang berada di Ta man Rusa di kota Benares ibukota negara Kasi. Kemudian perh atian-Nya ditujukan kepada Uddaka Ramaputta. Sang Buddha segera berangkat menuju ke Taman Rusa Benares.

" Setelah itu kelima pertapa bersedia mendengarkan khotbah-Nya. tidak mulia dan tidak berfaedah. mana mungkin Anda sekarang telah menemukannya?" "Kamu keliru. Dhammacakkappavattana Sutta Di bawah ini diuraikan singkatan dari khotbah tersebut. b elajar. Karena itu mereka tidak percaya akan apa yang Sang Buddha katakan. Dan dapat mengajar kamu untuk juga memperoleh Kebijaksanaan tersebut untuk dirimu sendiri. "Kawan-kawan. oh Bhikkhu. Ia boleh menggunakannya kalau mau dan kalau tidak mau. bukan nanti kelak kemudian hari. mereka melihat sendiri Beliau menghentikan semua usaha untuk menemukan Penerangan Agung dan sekarang Beliau d atang kepada mereka untuk memberitahukan bahwa Beliau telah menemukan Penerangan Agung itu. Kalau engkau ingin mendengar. sewaktu kami masih berdiam bersama-sama Anda. Maka Sang Buddha m emberikan khotbah-Nya yang pertama yang kelak dikenal sebagai Dhammacakkappavatt ana Sutta (Khotbah Pemutaran Roda Dhamma). Seorang diantara mereka maju ke depan dan dengan hormat menyambut mangkuk dan ju bah-Nya." Tentu saja kelima pertapa merasa heran sekali mendengar ucapan Sang Buddha. Karena itulah kami menganggap Anda sebagai pemim pin dan guru kami. sifat khas dari orang yang te rikat kepada hal-hal duniawi. Dengarlah apa yang kukatakan. Ak u sesungguhnya telah memperoleh Kebijaksanaan yang Tertinggi. Seorang dari lima pertapa itu mengatakan. Aku tidak pernah berhenti berusaha. Aku tidak kembali ke kehidupan yang penuh kesenangan dan kenikmatan. ia adalah orang yang senang dengan kenikmatan dunia. yang harus dihindari oleh seorang bhikk hu. Ia sekarang kelihatannya lebih mulia dan agung.BAB III PEMUTARAN RODA DHAMMA Setelah tiba di Benares. Setelah seka rang Anda kembali kehidupan yang penuh kesenangan dan kenikmatan dan berhenti be rusaha dan melatih diri. kepadamu. Engkau dapat menyelami sendiri keadaan itu yang berada di atas hidup dan mati. Akan kuajarkan. Jalan Tengah dengan menghindari kedua pingg . Lagipula kita ja ngan memberi hormat kepadanya. ia boleh berdiri saja . tetapi sekarang juga dalam kehidupan ini bahwa apa yang kukatakan itu adalah benar. mereka seolah-olah lupa kepada apa y ang mereka sepakati. Sebaiknya kita tidak usah menyapanya. Pinggiran ekstrim pertama ialah mengumbar nafsu-nafsu yang bersifat rendah. Pinggiran ekstrim kedua ialah menyiksa diri. Kita sebaiknya juga jangan menawarkan diri untuk menyambut mangkuk dan jubahnya. Khotbah pertama diucapkan oleh Sang B uddha tepat pada saat purnama sidhi di bulan asalha. Akan k uberitahukan kepadamu. "Dua pinggiran yang ekstrim. oh Pertapa. Anda tela h berlatih dan menyiksa diri Anda seperti yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun juga di seluruh Jambudipa. Pertapa. Sang Buddha lalu berkata "Dengarlah. Aku telah menemukan jalan yang menuju ke keadaan terbebas dari kematian. Kita hanya menyediakan tikar untuk tempat dudukn ya. namun sewaktu Sang Buddha mendekat. yaitu Penerangan Agung. hanya dilakukan oleh orang yang masih berkeluarga. Siapakah yang mau mengurus seorang pertapa yang telah gagal?" Waktu Sang Buddha datang lebih dekat. Tetapi dengan segala cara penyiksaan diri itu ternyata Anda t idak berhasil menemukan apa yang Anda cari. Seba b mereka melihat sendiri Beliau berhenti berpuasa. kelima orang pertapa melihat Sang Buddha sedang memasuk i Taman Rusa. Setelah mengambil tempat duduk. sedangkan yang lain sibuk menyiapkan tempat duduk dan yang lain lagi be rgegas mengambil air untuk membasuh kaki Sang Buddha. yang belum pernah mereka lihat sebe lumnya. Ia tergelincir dari kehidupan suci dan kembali ke kehidupan yang penuh k esenangan dan kenikmatan. M ereka menjawab. yang menimbulkan kesakitan yang heb at. tidak mulia dan tidak berfaedah. Meskipun mereka semula sudah sepakat untuk tidak menghormat kepada Sang Buddha. mereka melihat bahwa ada sesuatu yang beru bah dan Sang Buddha tidak sama dengan Pertapa Gotama yang dulu mereka kenal. dan melatih diri seperti yang akan kuajarkan dalam waktu singkat engkau pun dapat mengerti. lihat. Per tapa Gotama sedang memasuki taman. "Sahabat (avuso) Gotama.

Penerangan agung. Penglihatan. dilenyapkan. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Jalan M enuju Lenyapnya Dukkha: Pengertian Benar. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Asal Mu la Dukkha: nafsu keinginan yang tidak habis-habisnya (tanha). Kebijaksa naan. pertapa. Kebijaksanaan . Ketenangan. Penglihatan. keinginan untuk menikmati na fsu-nafsu indria. oh Bhikkhu. melekat kepada ken ikmatan dan nafsu-nafsu yang minta diberi kepuasan. sedih. berhubungan den gan sesuatu yang tidak disukai. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Asal Mul a Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. Añña Kondañña yang sekarang tidak meragu-ragukan lagi ajaran Sang Buddha mohon untuk dap at diterima sebagai murid. oh Bhikkhu. Ucapan Benar. brahmana dan man usia. Kemudian timbul dalam diri-Ku. mara. ratap tangis. Perbuatan Benar. oh Bhikkhu. Sang Buddha meluluskan permohonan ini dan mentahbiska nnya dengan kata-kata. gelisah. Pengetahuan Tertinggi. Dhamma telah dibabarkan dengan jelas . inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Dukkha: dilahirkan. usia tua. Kemudian timbul dalam diri-Ku. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Lenyapny a Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. Kebijaksanaan . Kemudian timbul dalam diri-Ku. Lima hari setelah memberikan khotbah pertama. Kemudian timbul dalam diri-Ku. "Mari (ehi) bhikkhu. sakit.iran yang ekstrim telah kuselami. Pandangan. Pandangan. pertapa Vappa dan Bhaddiya memperoleh Mata Dhamma dan kemu dian ditahbiskan oleh Sang Buddha dengan menggunakan kalimat "ehi bhikkhu". Selanjutnya. Daya upaya Benar. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Jalan Me nuju Lenyapnya Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. Selanjutnya. terpisah dari sesuatu yang disukai dan tidak mem peroleh sesuatu yang didambakan. Pikiran Benar. keinginan untuk hidup terus-menerus secara abadi dan keinginan untuk memusnahkan diri. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang dukkha y ang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. oh Bhikkhu. Dengan demikian timbul dalam diriaKu Pandangan Terang dan Pengetahuan bahwa Aku sekarang telah terbebas sama sekali dari keharusan untuk terlahir kembali di dun ia ini dan kehidupanKu yang sekarang ini merupakan kehidupan-Ku yang terakhir. Kebijaksanaan . Kebijaksanaan . Dan dua hari kemudian. sehingga kuperoleh Pandangan Terang. brahma. Secara singkat dapat dikatakan bahwa Lima Khanda (Lima Kelompok Kehidupan/Kegema ran) itu adalah penderitaan. Penglihatan. Pandangan. Penglihatan. oh Bhikkhu. Perhatian Benar dan Konsentrasi Ben ar. Kondañña memperoleh Mata Dhamma karena dapat mengerti (añña) dengan jelas makna khotbah tersebut dan menjadi seorang Sotapanna ( makhluk suci tingkat kesatu)." Dengan demikian Añña Kondañña menjadi bhikkhu pertama yang ditahbiskan dengan ucapan "eh i bhikkhu". Anattalakkhanasutta . Selanjutnya. oh Bhikkhu. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Lenyapn ya Dukkha: nafsu-nafsu keinginan (tanha) yang secara menyeluruh dapat disingkirk an. Dua hari setelah itu. oh Bhikkhu. diatasi. Selanjutnya oh Bhikkhu. dan Nibbana. dan dilepaskan. Laksanakan kehidupan suci dan singkirkanlah penderitaan." Setelah Sang Buddha selesai berkhotbah. ditinggalkan. Sang Buddha memberikan khotbah ked ua dengan judul Anattalakkhanasutta. Selama pandangan-Ku terhadap Kesunyataan Mulia yang disebut di atas masih belum jelas benar mengenai tiga seginya dan dua belas jalannya. pertapa Mahanama dan Assaji memperoleh Mata Dhamma dan di tahbiskan oleh Sang Buddha dengan menggunakan kalimat "ehi bhikkhu". Sejak hari itu Sang Buddha tinggal di Taman Rusa dan tiap hari Beliau memberikan uraian Dhamma kepada lima orang pertapa tersebut. Aku belum dapat menunt ut dan menyatakan dengan pasti bahwa Aku telah memperoleh Penerangan Agung yang tiada bandingnya di alam-alam para dewa. mati. Pandangan. Penghidupan Benar.

Bhante. Setelah melihat dengan jelas dari segi itu. yaitu Arahat. ditakdirkan untuk musnah . Bhante. Yasa Waktu itu di Benares. sehi ngga ia mengetahui bahwa ia sudah terbebas. oh Bhikkhu. Yasa ada lah anak seorang pedagang kaya raya dan sebagaimana juga halnya dengan Pangeran Siddhattha." "Di dalam sesuatu yang tidak kekal. misalnya 'Semoga Khandha-ku begini dan bukan begitu. mereka semua da pat membersihkan diri mereka dari segala kekotoran batin (Asava) dan terbebas se luruhnya dari kemelekatan (Upadana) dan mencapai tingkat kesucian yang tertinggi . Karena tidak melekat lagi kepada sesuatu maka akan timbul Pandangan Terang. Yasa pun memiliki tiga buah istana dan hidup dengan penuh kemewahan dikelilingi oleh gadis-gadis cantik yang menyajikan berbagai macam hiburan.' Tetapi karena Khandha itu Anatta (tanpa roh).Singkatan dari khotbah ini adalah sebagai berikut: Rupa (badan jasmani). maka lima khandha yang lampau a tau yang ada sekarang ini. oh Bhikkhu. 'aku' dan 'diriku' ?" "Tidak tepat. apakah tepat kalau dikatakan bahwa itu adalah 'milikku'. Karena tidak tahan lagi melihat keadaan . ia akan melepaskan nafsu-nafsu keing inan. Setelah merasa jemu. misalnya 'Semoga Khandhaku begini dan bukan begitu. Sewaktu kelima bhikkhu tersebut merenungkan khotbah Sang Buddha. harus diketahui sebagai Khandha (Kelompok Kchidupan/Kegemara n) semata-mata. Selanjutnya engkau harus melakukan perenungan dengan memakai Kebijaksanaan bahwa semua itu bukanlah 'milikmu' atau 'kamu' atau 'dirimu'. Siswa Yang Ariya yang mendengar uraian ini. bagaimana pendapatmu." Selanjutnya Sang Buddha mengajar untuk jangan melekat kepada lima khandha terseb ut dengan melakukan perenungan sebagai berikut: Karena kenyataannya memang demikian. Yasa melihat satu pemandangan yang mengubah seluruh jalan hidupnya. ia tidak melekat lagi k epada sesuatu. apakah Khandha itu kekal atau tidak keka l?" "Mereka tidak kekal. bertempat tinggal seorang anak muda bernama Yasa. Bhikkhu. Yasa m elihat pelayan-pelayannya sedang tidur dalam berbagai macam sikap yang membuatny a jemu dan muak sekali. Ia merasa seperti berada di tempat pekuburan dengan dike lilingi mayat-mayat yang bergelimpangan. ia akan merasa jemu terhadap lima khandha tersebut. Sankhara (p ikiran) dan Viññana (kesadaran) adalah Lima Khandha (lima kelompok kehidupan/kegemar an) yang semuanya tidak memiliki Atta (roh). maka ia tidak dapat berubah sekehe ndak hatinya dan karena itu menderita sebab semua kehendak dan keinginannya tida k dapat dipenuhi. Malam itu ia terbangun pada larut malam dan dari sinar lampu di kamarnya. Kehi dupan yang penuh kesenangan ini berlangsung untuk beberapa lama sampai pada satu malam di musim hujan. jauh atau dekat. maka ia dapat berubah sekehendak hatinya dan tidak akan menderita karena semua kehendak dan keinginannya dapat dipenuhi. Setelah melepaskan nafsu-nafsu keinginan batinnya. kasar atau halus. menyenangkan atau tidak menyenangka n. akan melihatnya dari seg i itu. Vedana (perasaan). Sañña (pencerapan)." "Mengenai sesuatu yang tidak kekal dan penderitaan. Bhante. oh Bhikkhu. Sang Buddha lalu menanyakan pendapat mereka mengenai h al yang di bawah ini: "Oh. apakah terdapat kebahagiaan atau penderi taan?" "Di sana terdapat penderitaan.' Setelah mengajar kelima orang bhikkhu itu untuk menganalisa badan jasmani dan ba tin menjadi lima khandha. kehidupan suci telah dilaksanakan da n selesailah tugas yang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu pun yang masih ha rus dikerjakan untuk memperoleh Penerangan Agung. Kalau sekiranya Khandha itu memilik i Atta (roh). Siswa Yang Ariya itu tahu bahwa ia s ekarang sudah terbebas dari tumimbal lahir.

Yasa memperoleh Mata Dhamma sewaktu masih duduk di tempat it u. tetapi karena Sang Buddha menggunakan kekuatan gaib maka Yasa tidak melihat ayahnya dan ayahnya tid ak melihat Yasa. "Kalau begitu baik juga kalau tempa t ini tidak menakutkan dan tidak mengerikan. Kemudian dilanjutkan dengan uraian tentang Empat Kesunyataan Mulia yang dapat membebaskan manusia dari nafsu -nafsu keinginan. Yasa sebenarnya sedang duduk di sisi Sang Buddha. Yasa memperoleh Mata Dhamma sebagaimana juga A nda memperolehnya pada hari ini dan menjadi seorang Ariya yang masih membutuhkan sesuatu yang lebih tinggi untuk mencapai Pembebasan Sempurna. Dhamma. tumimbal lahir di surga sebagai akibat dari perbuatan baik. bolehka h saya mengundang Sang Bhagava supaya besok siang berkenan mengambil dana (makan an) di rumahku disertai anakku sebagai bhikkhu pengiring?" Sang Buddha menerima undangan ini dengan membisu (berdiam diri). yaitu Arahat. Waktu itu menjelang pagi hari dan Sang Buddha sedang berjalan-jalan. apakah mungkin Yasa kembali ke kehidupan biasa dan menikmati kesenang an nafsu-nafsu indria?" "Aku rasa memang tidak mungkin. Di Taman Rusa ia melihat sandal anaknya. menghampiri Sang Buddha. Hal ini sudah menjadi rejekinya. Setelah ay . beberapa waktu berselang. Setelah Sang Buddha selesai memberikan uraian. hidup bersusila. ibumu sangat sedih. Aku akan mengajarmu. Mengetahui perm ohonannya diterima. memberi hormat dan kemudian dud uk di sisi Sang Buddha.itu." Yasa menengok ke arah Sang Buddha dan Sang Buddha menjawab. ayah Yasa berdiri. dan Sangha. Seperti dijelaskan di halaman depan. yaitu uraian mengenai pentingnya berdana. Ia berjalan menuju ke Taman Rusa di Isipatan a. Semoga Sang Bhagava menerima aku sebagai upasak a mulai hari ini sampai akhir hidupku. Sewaktu berpapasan dengan Yasa. dan manfaat melepaskan diri dari semua ikatan duniawi. sehingga Yasa da pat melihat ayahnya dan ayahnya dapat melihat Yasa. Ayahnya mem erintahkan pegawai-pegawainya untuk mencari ke segenap penjuru dan ia sendiri pe rgi mencari ke Isipatana. "Kepala keluarga yan g baik. Dhamma. memberi hormat dan berjalan memutar denga n Sang Buddha tetap di sisi kanannya dan kembali pulang ke istananya. dan manfaat melepaskan diri dari semua ikatan duniawi. yang sekurang-kurangny a terdiri dari lima orang bhikkhu). Hari ini Yasa ber hasil menyingkirkan semua kekotoran batin dan mencapai Pembebasan Sempurna. Keesokan hari seluruh penghuni istana Yasa menjadi ribut karena Yasa tidak ada d i kamarnya dan juga tidak diketemukan di bagian lain dari istananya. dan Sangha. tumimbal lahir di surga sebagai ak ibat dari perbuatan baik. Setelah Sang Buddha selesai memberikan uraian. Sang Buddha menegur. Tidak jauh da ri tempat itu. buruknya mengumbar nafsu-nafsu. Yasa kemudian mencapai tingkat Arahat sewaktu Sang Buddha mengulang uraian te rsebut di hadapan ayahnya. Sang Buddha kemudian memberikan uraian yang disebut Anupubbikatha. Yasa yang untuk kedua kalinya mendengarkan u raian Sang Buddha mencapai tingkat kesucian yang tertinggi." Dengan demikian ayah Yasa menjadi upasak a pertama yang berlindung kepada Buddha." Mendengar sapaan Sang Buddha. "Tempat ini tidak menakutkan. ia bertemu dengan Sang Buddha dan bertanya apakah Sang Buddha mel ihat Yasa. "Yasa. ayah Yasa memperoleh Mata Dhamma dan mohon untuk diterima sebagai pengikut dengan mengucapkan. Ayah Yasa menegur anaknya dan mendesak agar Yasa pulang kembali ke istananya den gan mengatakan. buruknya mengumbar nafsu-nafsu. "Aku berlindung ke pada Buddha. Coba lah pikir." Yasa membuka sandalnya. Mari duduk di sini. Selanjutnya Sang Buddha memberikan uraian tentang Empat Kesunyataan Mulia yang d apat membebaskan manusia dari nafsu-nafsu keinginan. Yasa berpikir. tetapi mereka berlindung hanya kepada Buddha dan Dhamma karm a pada waktu itu belum ada Sangha (Pesamuan Para Bhikkhu. maka dengan mengucapkan. terlebih dulu Sang Buddh a memberikan uraian tentang pentingnya berdana. Tapussa dan Bhallika adalah pengikut Sang B uddha yang pertama. hidup bersusila. Tetapi. Ayolah pulang demi menyelamatkan nyaw a ibumu. "Alangkah menakutkan tempat ini! Alangkah mengeri kan tempat ini!" Yasa memakai sandalnya dan meninggalkan istananya dalam keadaan pikiran kalut dan penuh kecemasan. Pada waktu itulah Sang Buddha menarik kembali kekuatan gaibnya. Tempa t ini tidak mengerikan. Sebelum menjawab pertanyaan ayah Yasa.

Sang Buddha pergi ke istana ayah Yasa dan duduk di tempat yang telah disediakan. oh Bhikkhu. Keesokan harinya dengan diiringi Yasa. Dengan demikian. BAB IV MASA MENYEBARKAN DHAMMA Mulai Menyebarkan Dhamma Pada suatu hari. tetapi seorang Arahat istim ewa karena mencapai Kebebasan dengan daya upaya sendiri). Mereka adalah pengikut-pengikut wanita pertama yang berlindung kepada Tiga Musti ka (Buddha. Dengan demikian jumlah Arahat pada waktu itu sebelas orang. Karena itu mereka menemui bhikkhu Yasa yang kemudian membawa keempat kawannya it u menghadap Sang Buddha. Karena mereka sen diri belum bisa mentahbiskannya. baik yang bersifat batiniah maupun yang bersifat badaniah. Mendengar sahabat mereka menjadi bhikkhu . Subahu. dan Gavampati. demikia n pula kamu sekalian. mereka pun mengambil keputusan untuk mengikuti jejak bhikkhu Yasa. Ibu dan istri Yasa keluar dan memberi ho rmat. dan Sangha untuk seumur hidup. Melihat kesulitan ini maka Sang Buddha memperkenankan para bhikkhu untuk memberikan pentahbisan sendiri. pada waktu itu sudah ada tujuh or ang Arahat (Sang Buddha sendiri juga seorang Arahat. Aku sendiri akan pergi ke Senanigama di Uru vela untuk mengajar Dhamma. maka dengan melakukan perjalanan jauh dan melel ahkan mereka membawa orang itu menghadap Sang Buddha. Setelah mendengar khotbah Sang Buddha. Dhamma." Kemudian berangkatlah keenam puluh Arahat itu sendiri-sendiri ke berbagai jurusa n dan mengajar Dhamma kepada penduduk yang mereka jumpai. Setelah itu. Sang Buddha kembali memberikan uraian tentang Anupubbikatha dan mereka berdua pu n rnemperoleh Mata Dhamma. Yasa mempunyai empat orang sahabat. Khotbahkanla h Dhamma yang mulia pada awalnya. S ang Buddha mentahbiskannya dengan menggunakan kalimat yang juga digunakan untuk mentahbiskan lima murid-Nya yang pertama yaitu. Di Benares. semuanya anak-anak orang kaya ya ng bernama Vimala. keempat orang ini dalam waktu singkat menc apai tingkat Arahat. Sang Buddha dan Yasa kembali ke Taman Rusa di Isipatana. Mereka semu a diterima menjadi bhikkhu dan dalam waktu singkat semuanya mencapai tingkat Ara hat. "Ehi bhikkhu. mereka akan kehilangan k esempatan untuk memperoleh manfaat yang besar. Umumkanlah tentang kehidupan suci yang benar-benar bersih dan sempurna dal am ungkapan dan dalam hakekatnya. dan mulia pada akhi rnya. . mulia pada pertengahannya. "Aku telah terbebas dari semua ikatan-ikatan . Sekarang kamu harus mengembara guna kesejahteraan dan kese lamatan orang banyak. Dhamma telah dibab arkan dengan jelas. mereka semua mem peroleh Mata Dhamma dan kemudian diterima menjadi bhikkhu. sehingga pada waktu itu terdapat enam puluh satu orang Arahat. dan Sangha). Dhamma. Mereka memuji keindahan uraian tersebut dan mohon dap at diterima sebagai Upasika dengan berlindung kepada Buddha. Laksanakanlah kehidupan suci. Mereka adalah orang-orang yang da pat mengerti Dhamma dengan sempurna. Mereka mendengar bahwa Yasa s ekarang sudah menjadi bhikkhu. semuanya berjumlah lima puluh orang. Sehabis makan siang." Perbedaannya bahwa Sang Buddh a tidak mengucapkan "dan singkirkanlah penderitaan" karena Yasa pada waktu itu s udah mencapai tingkat Arahat.ahnya pulang. Yasa mohon kepada Sang Buddha untuk ditahbiskan menjadi bhikkhu. Tetapi bhikkhu Yasa mempunyai banyak teman lagi yang berada di tempat-tempat jau h. Punnaji. Sang Buddha memanggil berkumpul murid-muridNya yang berjumlah e nam puluh orang Arahat dan berkata. Terdapat makhluk-makhluk yang matanya hanya di tutupi oleh sedikit debu. Mereka menganggap bahwa ajaran-ajaran yang benarbenar sempurnalah yang dapat menggerakkan hati Yasa untuk meninggalkan kehidupan nya yang mewah. makan siang disiapkan dan kedua wanita itu melayani sendiri Sang Bu ddha dan Yasa dengan hidangan yang lezat-lezat. Kalau tidak mendengar Dhamma. Janganlah pergi berduaan ke tempat yang sama. Sewaktu mengajar. Setelah mendapat penjelasan tambahan. mere ka kerap kali bertemu dengan orang yang ingin menjadi bhikkhu.

maka Sang Buddha kemudian berkhotbah tentang Anupubbikatha dan Empat K esunyataan Mulia. Tetapi Anda harus tahu bahwa seekor ular kobra yang besar dan ganas sekali menjaga api suci yang terdapat di pondokku. Melihat Sang Bud dha duduk di bawah pohon." jawab Uruvela Kassapa. Sang Buddha tetap duduk bermeditasi dengan mengembangkan gaya-gaya Metta (cinta kasih) dan badan-Nya seolah-olah dikelilingi oleh semacam perisai yang t idak dapat ditembus. Kassapa Bersaudara Di tiga tempat sepanjang Sungai Neranjara. mereka menanyakan. Setelah tahu apa yang terjadi. Uruvela Kassapa datang menjenguk Sang Buddha dan mengira akan mene mukan mayat-Nya. Atas pertanyaan Sang Buddha. Di tempat ini Sang Buddha harus memperlihatkan kekuatan gaib untuk menundukkan Uru vela Kassapa yang ternyata juga mahir dalam melakukan ilmu-ilmu gaib. Gotama Yang Mulia. Esok paginya. "Tid . Tiap malam ular itu keluar dan aku k hawatir Anda akan celaka. Kemudian Sang Buddha berkata. Sang Buddha duduk bermeditasi dan menunggu munculnya ular kobra ter sebut. pertama yang diberikan Sang Buddha sendiri dengan memakai kalimat "ehi bhikkhu" dan yang kedua diberikan oleh muri d-muridNya yang dinamakan pentahbisan "Tisaranagamana". Yang kedua disebut Nadi Kassapa. hanya seorang belum." "Kalau begitu baiklah. cobalah pikir. Mereka semua memperoleh Mata Dhamma dan mohon ditahbiskan menj adi bhikkhu. Pada suatu hari. Waktu tengah malam. "Oh. Setelah ditahbiskan. Kassapa. Salah satu contoh dapat diceritakan sebagai berikut: "Kalau Anda tidak keberatan. Uruvela Kassapa bertanya apakah Sang Buddha tidak diganggu oleh ular kobra. Teta pi semburan uap beracun maupun usaha untuk menggigit Sang Buddha ternyata sia-si a saja. Selanjutnya kamu harus mengucapkan dan me reka harus mengulang ucapanmu. untuk mentahbiskan orang di tempat-tempat yan g jauh. bersimpuh. benar saja seekor ular kobra besar datang menghampiri Sang B uddha. Menemukan dirimu sendiri atau menemukan seo rang pelacur?" Setelah mereka menjawab bahwa lebih penting menemukan diri mereka sendiri. tinggal tiga orang Kassapa bersaudara yang menjadi pemimpin kaum Jatila yang memuja api. Tidak jauh dari tempat itu. apakah Sang Buddha melihat seorang wanita lewat di dekat situ. Aku ingin bermalam di pondokmu. Sang Buddha tiba di Uruvela dan mengunjungi Uruvela Kassapa. aku tidak keberatan Anda bermalam di pondo kku. mereka dikirim ke tempat-tempat jauh untuk men gajarkan Dhamma. Yang tertua disebut Uruvela Kassapa. Yang ketiga dis ebut Gaya Kassapa. bertempat tinggal di sebelah hulu sungai dan mempunyai pengikut sebanya k lima ratus orang. pada suatu hari Sang Buddha tiba di pe rkebunan kapas dan beristirahat di bawah sebatang pohon yang rindang."Aku perkenankan kamu." "Tentu saja tidak. Aku akan bermalam di pondokmu. aku berlindung kepada Sangha. Rambut serta kumisnya harus dicukur. tiga puluh orang pemuda sedang bermain-main yang diberi nama B haddavaggiya. dan seterusnya. merangkapkan kedua tangannya dalam sikap menghormat dan ke mudian berlutut di depan kaki bhikkhu. mereka mencari pelacur tersebut. oh Bhikkhu. Selamat malam dan semoga Anda selamat. bertempat tinggal di sebela h hilir sungai dan mempunyai pengikut sebanyak tiga ratus orang. aku berlindun g kepada Dhamma. mereka menceritakan apa yang telah terjadi. bertempat tinggal di tempat lebih hilir dari Nadi Kassapa dan mempunyai pengikut sebanyak dua ratus orang. mer eka harus memakai jubah Kasaya (jubah yang dicelup dalam air larutan kulit kayu tertentu)." Sang Buddha juga mengucapkan selamat malam kepada Uruvela Kassapa dan masuk ke d alam pondok. Ia rn embawa seorang pelacur. Selagi mereka sedang bermain-main dengan asyik. Inilah yang harus kamu lakukan. tidak apa-apa. Dalam perjalanan dari Uruvela ke Benares. Anak-anak muda." Mulai saat itu terdapat dua cara pentahbisan. pelacur tersebut menghilang dengan membawa pergi perhiasan yang mereka letakkan di satu tempat tertentu. Dua puluh sembilan orang sudah menikah. Kalau Anda tidak keberatan. "Oh. Ular itu menyemburkan uap beracun dan mencoba menggigit Sang Buddha. yang mana yang lebih penting. "Aku berlindung kepada Sang Buddha. Ia terkejut melihat Sang Buddha sedang duduk bermeditasi.

Tetapi Sang Buddha menahannya dan berkata bahwa Be liau mempunyai kemampuan untuk menjinakkan ular kobra. kesan-kesan telinga dan semua perasaan yang m enyenangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan tel inga (Ini adalah kelompok kedua). bebauan. kesadaran hidung. kesa daran mata. Pada kesempatan lain sewaktu turun hujan lebat dan semua tempat di daerah itu di genangi air banjir. Karena melepaskan nafsu-nafsu keinginan. yang melihat keadaan ini akan merasa jemu. sehingga ka ki dan tubuh Sang Buddha tidak basah kena air. pikiran. Sang Buddha beserta rombongan melanjutkan per jalanan-Nya menuju Gayasisa di tepi Sungai Gaya. diikuti tiga ratus orang pengikutnya." jawab Sang Buddha dan membuka tutup mangkuk yang bias a dipakai untuk menerima dana makanan. kesan-kesan tubuh dan semua perasaan yang meny enangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan tubuh (Ini adalah kelompok kelima). Telinga. rasa. kesadaran batin. Lidah. duk a cita. ia kemudian membuang semua peralatan yang dipakainya dalam pemujaan api ke dalam sungai dan mohon dit ahbiskan menjadi bhikkhu. kebencian dan khayalan yang menyesatkan. Di tem pat Sang Buddha berdiri atau berjalan. semuanya menyala. Akhirnya Uruvela Kassapa dapat diyakinkan bahwa ia bukanlah tandingan Sang Buddh a dan ia juga tahu bahwa ia belum mencapai tingkat Arahat sebagaimana dikiranya semula. Nadi Kassapa yang bertempat tinggal di sebelah hilir sungai men jadi terkejut melihat banyak peralatan sembahyang terapung di sungai. Bhikkhu. Dengan tergesa-gesa. Dengan demikian tiga kelompok kaum Jatila yang berjumlah 1. menyala dengan api dari kesedihan. Selanju tnya Nadi Kassapa diberi penjelasan tentang sia-sianya memuja api. air "membelah" membuka jalan. Hal yang sama juga terjadi pada diri Gaya Kassapa beserta para pengikutnya. kesadaran lidah. ular itu ada di sini.003 orang telah menjadi pengikut Sang Buddha. Ia mengira bahwa suatu bencana hebat telah menimpa diri kakaknya. Menyala dengan apa? Menyala dengan api dari keserakahan . sakit. Pada suatu hari.ak. suara. Setelah beberapa waktu di Uruvela. kehidupan suci telah dilaksanakan dan selesailah tugas yang h arus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih harus dikerjakan untuk . kesan-kesan batin dan semua perasaan yang menye nangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan batin ( Ini adalah kelompok keenam). us ia tua dan kematian. Karena tidak melekat lagi kepada segala sesuatu akan timbul Pandangan Terang. penglihatan. batinnya tidak melekat lagi kepada segala sesuatu. Seorang siswa Yang Ariya. Nadi Kassapa pergi ke tempat Uruvela Kassapa. Tubuh. kesadaran tubuh. kesan-kesan hidung dan semua perasaan yang me nyenangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan hidu ng (Ini adalah kelompok ketiga). kesan-kesan lidah dan semua perasaan yang menyenan gkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan lidah (Ini adalah kelompok keempat). Apakah itu yang menyala? Mata. Semua itu menyala-nyala. Batin. Ia tahu bahwa ini adalah kehidupan nya yang terakhir. Di tempat itu Sang Buddha mengumpulkan murid-muridNya dan memberikan khotbah yan g kemudian dikenal sebagai Adittapariyaya Sutta. Ia juga dapat diyakinkan bahwa pemujaan api tidak dapat membawa orang ke Pembebasan Sempurna. kesan-kesan mata dan semua perasaan yang menyenangkan atau tidak men yenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan mata (Ini adalah kelompok per tama). Nadi Kassapa melihat bahwa kakaknya sudah menjadi bhikkhu. menyala dengan api dari kelahiran. kesadaran telinga. sentuhan. Ringkasan dari khotbah itu adalah sebagai berikut: "Oh. Setelah tiba. ratap tangis. Karena mera sa jemu. sehingga akhi rnya ia bersama-sama pengikutnya pun menjadi bhikkhu. kembali Sang Buddha memperlihatkan kekuatan gaib-Nya. Keluarlah seekor ular kobra yang mendesis dengan ganas sehingga Uruvela Kassapa cepat-cepat ingin menyingkir. dan putus asa. se hingga ia mengetahui bahwa ia sudah terbebas. ia akan melepaskan nafsu-nafsu keinginan. Hidung. Dengan lima ratus orang pengikutnya.

Kemudian Sang Buddha bangkit dan meneruskan perjala nan-Nya menuju Rajagaha. Ke tiga. Sang Buddha melanjutkan perjalanannya me nuju Rajagaha dan berhenti di hutan kecil Latthivana. Pada hari ked elapan. kepada orang-orang yang berlainan dan pada waktu yang berlainan pula selama 45 tahun. yaitu menjadi Arahat. Raja Bimbisara adalah Maha raja negara Magadha dan Anga ters ebut dengan ibukota Rajagaha. Raja Bimbisara Di sebelah Tenggara Jambudipa terdapat sebuah negara besar dan berpengaruh. memperhatikannya dan merenungkannya. kota Rajagaha untuk menghimpun semua tata tertib bagi para bhikkhu dan bhikkhuni dan semua khotbah Sang Buddha yang pernah diberikan di tempat-tempat yang berlainan. Tiga bulan setelah Sang Buddha meninggal dunia. seorang pertapa bernama Pipphali lewat di tempat itu. Maha Kassapa meninggal dunia pada usia 120 tahun. Mah a Kassapa selalu tinggal di hutan. dan mulia di akhirnya. Pada waktu itu. Maha Kassapa mengatakan bahwa Beliau berbuat semuanya itu bukan hanya untuk kebahagi aan dirinya sendiri tetapi juga demi kebahagiaan orang lain di kelak kemudian ha ri. Kassa pa. sekarang b erada di Rajagaha dan berdiam di hutan kecil Latthivana. putra Sakya. . batin bhikkhu-bhikkhu tersebut t erbebas seluruhnya dari kemelekatan dan bersih dari kekotoran batin. Dalam waktu singkat tersiar berita bahwa Pertapa Gotama. selalu hidup menjauhi masyarakat ramai dan terkenal rajin sekali. Maha Kassapa dipandang sebagai contoh yang baik sekali untuk orang-orang yan g benar-benar ingin melaksanakan hidup suci. engka u harus mendengarkan Dhamma dengan baik. Sang Buddha mentahbiskannya dengan cara memberikan tiga buah nasehat. Pipphali a dalah anak seorang Brahmana dari keluarga Kassapa yang bernama Kapila dengan ist rinya yang bernama Sumanadevi dari Desa Mahatittha di negara Magadha. selalu memaka i baju bekas (pembungkus mayat). Mereka semu a mencapai tingkat yang tertinggi." Setelah ditahbiskan. mulia di pertengahannya. Selama menjadi bhikkhu sampai berusia lanjut. Kassapa kemudian dengan tekun melaksanakan latihan Dhutanga. dan yang setengah tua. Beliau diberi nama Maha Kassapa (Kassapa Agung). Maha Kassapa mengetuai Sidang Ag ung (Sangha-Samaya) yang pertama dengan dihadiri oleh 500 orang Arahat di Goa Sa ttapanni. Setelah beberapa lama diam di Gayasisa. dan mengajar Dhamma yang mulia di awalnya. ia mencapai tingkat kesucian Arahat. "Oh. tiap hari mengumpulkan makanan. Sang Buddha tiba di suatu tempat perbatasan antara kota Rajagaha dan Nalanda dan beristirahat di bawah pohon beringin Bahuputtaka. Bangga karena merasa mendapat kehormatan besar dapat memakai jubah bekas Sang Bu ddha. engkau harus selalu ingat bahwa pertama.memperoleh Penerangan Agung. Sebagai penghormatan. mengapa Beliau menuntut kehidupan yang demikian keras. Menjawab pertanyaan. engkau harus selalu menyadari dan memperhatikan tubuhmu dan terus-menerus mengambil tubuhmu sebagai obyek meditasi." Setelah Sang Buddha selesai memberikan khotbah. Maha Kassapa Dalam perjalanan ke Rajagaha. Beliau adalah seorang A rahat. yait u negara Magadha yang berpenduduk padat dan kaya raya dan di sebelah Timurnya te rletak negara Anga. Kedua. Kassapa mohon untuk menukar jubahnya yang baru dengan jubah Sang Buddha yang sudah tua. Ia menghampiri Sang Buddha dan setelah mengetahui bahwa yang diajak bicara adala h seorang Buddha. yang telah men gumumkan kehidupan suci yang benar-benar bersih dan sempurna dalam ungkapan dan dalam hakekatnya. Maha Kassapa sering dijadikan suri teladan tentang sikap yang baik dari seorang bhikkhu yang berdiam di hutan. yang muda. Pipphali mohon diterima menjadi murid. sudah puas dengan pemberian yang sedikit (kecil ). engkau harus hidup sederhana dan pa tuh kepada para bhikkhu yang tua. seorang yang telah memperoleh Penerangan Agung. Melihat seorang Arahat yang demikian itu bermanfaat sekali aga r keinginan orang dapat terkabul.

Mendengar berita itu, Raja Bimbisara datang mengunjungi Sang Buddha dengan diiku ti pengiringnya. Setelah memberi hormat, Raja kemudian duduk di satu sisi. Tetap i para pengiringnya bersikap macam-macam dan ada yang bersikap acuh tak acuh. Ad a yang berlutut, ada yang hanya memberi hormat dengan ucapan, ada yang menyembah , ada yang memberitahukan namanya dan juga nama keluarganya, dan ada yang duduk diam saja. Sang Buddha, yang melihat sikap acuh tak acuh dan kurang hormat dari pengiring R aja, tahu bahwa mereka masih belum siap untuk menerima ajaran. Karena itu Sang B uddha memandang perlu agar Uruvela Kassapa terlebih dulu memberikan keterangan t entang sia-sianya pemujaan yang dulu ia lakukan. Hal ini perlu untuk menyingkirk an keragu-raguan sebelum mereka siap untuk mendengarkan Dhamma. Karena itu Sang Buddha berkata kepada Uruvela Kassapa, "Oh, Kassapa, kamu sudah lama berdiam di Uruvela dan menjadi pemimpin kaum Jatila yang pandai dalam upacara keagamaan. Ap akah sebabnya sehingga kamu berhenti melakukan pemujaan api yang biasa kamu laku kan? Aku bertanya padamu, oh Kassapa, mengapa kamu meninggalkan kebiasaan memuja api?" Uruvela Kassapa menjawab, "Semua Yañña atau upacara dengan mempersembahkan sesajen b ertujuan untuk memperoleh penglihatan, suara, rasa dan wanita yang menggiurkan, yang didambakan manusia. Persembahan sesajen itu menimbulkan harapan bahwa setel ah melakukan persembahan tersebut orang akan dapat memperoleh hasil yang diingin kan. Telah kuketahui sekarang bahwa kesenangan-kesenangan indria tersebut merupa kan kekotoran batin yang membuat orang dicengkeram oleh nafsu-nafsu. Karena itu aku tidak lagi tertarik melakukan praktek pemujaan api." Kemudian Sang Buddha bertanya lagi, "Setelah kini kamu tidak lagi tertarik kepad a penglihatan, suara dan rasa yang menjadi obyek bagi kesenangan indria, oh Kass apa, apa sebenarnya yang kamu cari di alam manusia dan alam dewa ini? Coba kamu ceritakan." Kassapa menjawab, "Aku telah berhasil mencapai keadaan yang penuh damai, tanpa d ikotori oleh nafsu-nafsu yang dapat menimbulkan penderitaan, tanpa keinginan unt uk melekat, tanpa kemelekatan kepada alam kesenangan indria, tanpa perubahan, ta npa tergantung pada kekuatan luar dan hanya dapat dipahami oleh pribadi masing-m asing. Karena hal-hal yang di atas itulah aku tidak lagi tertarik untuk melakuka n praktek pemujaan api yang dulu kulakukan." Selesai memberi jawaban, Kassapa bangun dari tempat duduknya. Dengan jubah menut upi satu pundaknya (sebagai sikap menghormat) ia berlutut tiga kali di bawah kak i Sang Buddha dan mengaku bahwa Sang Buddha adalah gurunya dan ia adalah murid-N ya. Setelah keragu-raguan para hadirin dapat disingkirkan dan batin mereka sudah sia p untuk menerima pelajaran, mulailah Sang Buddha memberikan khotbah tentang Anup ubbikatha dilanjutkan dengan Empat Kesunyataan Mulia. Selesai Sang Buddha memberikan khotbah, sebelas dari dua belas orang yang hadir memperoleh Mata Dhamma dan yang lain memperoleh keyakinan yang tak tergoyahkan t erhadap Sang Buddha, Dhamma, dan Sangha. Kemudian Raja menceritakan tentang keinginannya semenjak kecil. "Dulu, sewaktu masih menjadi Putra Mahkota dan belum naik tahta kerajaan, aku me mpunyai lima macam keinginan, yaitu pertama, semoga aku kelak naik di tahta kera jaan Magadha. Kedua, semoga seorang Arahat yang memperoleh Penerangan Agung data ng di negeriku sewaktu aku masih memerintah. Ketiga, semoga aku memperoleh kesem patan untuk mengunjungi Arahat tersebut. Keempat, semoga Arahat tersebut memberi kan khotbah kepadaku. Kelima, semoga aku mengerti apa yang harus dimengerti dari ajaran Arahat tersebut. Sekarang semua keinginanku yang berjumlah lima itu tela h terpenuhi." . Selanjutnya Raja Bimbisara memuji khotbah Sang Buddha dan menyatakan dirinya seb agai upasaka untuk seumur hidup dan mengundang Sang Buddha beserta para pengikut -Nya untuk datang besok siang mengambil dana (makanan) di istana. Kemudian bangu n dari tempat duduknya, jalan memutar dengan Sang Buddha tetap di sebelah kanan dan pulang ke istana. Tiba di istana, Raja memerintahkan untuk menyiapkan hidang an yang lezat-lezat. Keesokan hari, Raja memerintahkan pengawalnya untuk mengund ang Sang Buddha dengan pengiring-Nya datang ke istana. Setelah Sang Buddha tiba di istana dan mengambil tempat duduk yang disediakan, Raja sendiri turut melayan

i memberikan hidangan. Kemudian Raja memikirkan tempat yang layak yang dapat dig unakan oleh Sang Buddha sebagai tempat tinggal. Raja teringat kepada Veluvanaram a (hutan pohon bambu) yang letaknya tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat d engan desa di sekelilingnya. Tempat itu mudah untuk dicapai dan menyenangkan, ti dak berisik waktu siang hari dan tenang di malam hari, cocok sekali untuk dipaka i sebagai tempat menyepi oleh mereka yang ingin berlatih untuk mendapatkan Panda ngan Terang. Dengan batin yang dipenuhi pikiran tersebut, Raja Bimbisara kemudian menuang air ke lantai dari kendi emas dan menerangkan bahwa Beliau berhasrat menyerahkan Ve luvanarama untuk dipakai oleh Sang Buddha beserta pengiring-Nya, sebagai tempat tinggal. Sang Buddha menerima pemberian tersebut dan menggembirakan hati Raja de ngan menerangkan tentang keuntungan besar yang dapat diperoleh dari dana tersebu t. Sang Buddha beserta pengiring-Nya pulang dan pindah ke tempat yang baru. Ini mer upakan sumbangan tempat tinggal untuk pata bhikkhu yang pertama, mulai hari itu Sang Buddha memperbolehkan para bhikkhu menerima pemberian serupa itu. Sariputta Dan Moggallana Di Rajagaha, waktu itu hidup dua orang pemuda dari kasta brahmana yang kaya raya , yang sejak kecil bersahabat. Yang satu bernama Upatissa, anak seorang wanita b ernama Rupasari, yang lain bernama Kolita, anak seorang wanita bernama Moggalli. Mereka berdua berguru kepada Sanjaya, seorang pertapa dari golongan Paribbajaka, yang mempunyai dua ratus lima puluh orang murid. Upatissa dan Kolita termasuk d ua orang murid yang pandai dan sering mewakili gurunya memberi bimbingan kepada murid-murid yang lain. Meskipun sudah belajar lama dan memiliki seluruh kepandai an gurunya, tetapi mereka berdua masih belum puas. Mereka kemudian berjanji bahw a siapa di antara mereka kelak yang lebih dulu memperoleh ajaran sempurna akan m emberitahukan hal itu kepada yang lain. Pada suatu hari Ayasma Assaji, seorang dari lima orang bhikkhu pertama, kembali ke Rajagaha untuk memberi laporan kepada Sang Buddha tentang perjalanannya ke be rbagai tempat untuk mengajar Dhamma. Sebagaimana biasa, Ayasma Assaji tiap pagi mengumpulkan makanan dan waktu itulah Beliau terlihat oleh Upatissa. Upatissa terkesan sekali melihat sikap Ayasma As saji yang demikian tenang dan agung. Setiap gerakannya memberi kesan berwibawa d an menuntut penghormatan dari orang yang melihatnya. Baik berjalan ke depan atau bertindak ke belakang, atau membentangkan, atau menekuk tangannya, ia selalu ke lihatan penuh keseimbangan dengan kepala agak tunduk sedikit dan mata ditujukan ke arah depan Pemandangan ini membuat Upatissa terpesona dan membangkitkan perasaan ingin tahu . Seketika itu ia ingin menegur, tetapi kemudian membatalkannya karena ia mengan ggap waktunya kurang tepat berhubung waktu itu Ayasma Assaji sedang mengumpulkan makanan. Ia menunggu sampai Ayasma Assaji selesai makan dan kemudian mendekati serta memberi hormat, "Saudara, pembawaan Anda luar biasa dan wajah Anda terang sekali. Dengan menjalankan kehidupan suci ini kepada siapakah Anda mengabdi? Sia pakah guru Anda? Dan ajaran siapakah yang Anda ikuti?" Ayasma Assaji menjawab, "Saudara, dengan menjalankan kehidupan suci ini aku meng abdi kepada seorang Pertapa Agung, anak dari suku Sakya, yang telah menjadi bhik khu dari keluarga Sakya. Pertapa Agung itulah yang menjadi guruku. Dan ajaran-Ny a yang aku ikuti." "Apakah yang diajar guru Anda, Saudara?" "Aku seorang pendatang baru. Aku baru saja ditahbiskan. Aku belum berapa lama me ngikuti ajaran ini, sehingga aku tidak dapat memberikan pelajaran itu secara ter perinci. Tetapi aku akan memberitahukan Anda garis besarnya." "Baik sekali, Saudara. Bagi saya sama saja apakah Anda memberitahukan garis besa rnya atau secara terperinci. Aku ingin mendengar intisari dari ajaran tersebut, yang lain tidak dapat membantu apa-apa." Ayasma Assaji kemudian mengucapkan syair di bawah ini: "Ye dhamma hetuppabhava,

Tessam hetum Tathagato, Tesañca yo nirodho ca, Evam vadi mahasamano." Artinya : "Semua benda yang timbul karena satu 'sebab' 'Sebabnya' telah diberitahukan oleh Sang Tathagata, Dan juga lenyapnya kembali, Itulah yang diajarkan Sang Pertapa Agung. " Mendengar syair tersebut, Upatissa seketika memperoleh Mata Dhamma (Dhammacakkhu ) dan berkata dalam hatinya, "Yankiñci samudayadhammam Sabbantam nirodha dhammam." Artinya: "Segala sesuatu yang timbul karena satu 'sebab' Di dalamnya pun terdapat 'sebab' yang membuat ia musnah kembali. " Kemudian Upatissa menanyakan tempat tinggal Sang Buddha. Setelah diberitahukan b ahwa Sang Buddha pada saat itu berdiam di Veluvanarama, Upatissa kemudian mohon diri dari Ayasma Assaji dan berjanji akan datang mengunjungi Sang Buddha bersama sahabatnya yang bernama Kolita. Upatissa kembali ke tempat gurunya, Sanjaya, dan memberitahukan Kolita peristiwa apa yang baru saja ia alami. Ia mengulang syair yang diucapkan Ayasma Assaji da n seketika itu pula Kolita memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. Kemudian mereka berdua melaporkan berita ini kepada Sanjaya dan mohon diperkena nkan untuk mengunjungi Sang Buddha. Tetapi Sanjaya menolak untuk memberi izin. A khirnya, tanpa izin, mereka berdua dengan diikuti dua ratus lima puluh orang mur idnya pergi juga berkunjung kepada Sang Buddha dan mohon ditahbiskan menjadi bhi kkhu. Dari kelompok ini dapat diceritakan bahwa mereka semua mencapai tingkat Ar ahat, bahkan para muridnya terlebih dulu mencapai tingkat kesucian tersebut, kem udian disusul oleh Kolita dan yang terakhir Upatissa. Tujuh hari setelah ditahbiskan menjadi bhikkhu, Kolita menyepi di Desa Kallavala muttagama di kota Magadha. Di tempat itu Kolita giat melatih meditasi untuk memp eroleh Pandangan Terang. Pada suatu ketika ia merasa ngantuk sekali. Sang Buddha menghampirinya dan memberikan petunjuk untuk menanggulangi perasaan ngantuk, "Apa pun pencerapanmu pada waktu kamu diserang perasaan mengantuk, Moggallana (K olita di kemudian hari terkenal dengan nama ini yang berarti : anak Moggalli), k amu harus terus menyadari pencerapan tersebut. Cara ini dapat menolong untuk men gusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini tidak menolong, kamu harus memusatkan pikiranmu kepada Dhamma ya ng pernah kamu dengar atau pelajari. Cara ini dapat menolong untuk mengusir pera saan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus mengulang dengan suara keras Dh amma yang pernah kamu dengar atau pelajari. Cara ini dapat menolong untuk mengus ir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus menggosok-gosok kupingmu dengan jeriji dan mengusap-usap tubuhmu dengan tangan. Cara ini dapat menolong untuk m engusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus bangun dan mencuci matamu denga n air, kemudian memandang ke sekelilingmu dan mengamat-amati bintang di langit. Cara ini dapat menolong untuk mengusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus memusatkan pikiranmu kepada pen cerapan dari cahaya terang, dan pikiranmu selalu membayangkan 'cahaya siang hari ' baik pada waktu siang hari maupun pada waktu malam hari, membuka batinmu dari selubung yang menutupinya dan mengembangkan batinmu bermandi cahaya terang. Cara

ini dapat menolong untuk mengusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus berbaring dengan 'sikap seekor singa', yaitu miring ke kanan dengan kaki kiri di atas kaki kanan, batin dalam k eadaan 'sadar' dan pikiran terpusat kepada saat kamu ingin bangun. Setelah bangu n kamu harus segera bangkit sambil merenung 'Aku tidak ingin memanjakan diriku d engan berbaring, menyender atau tidur'. Ini Moggallana, yang kamu harus selalu i ngat." "Selanjutnya, Moggallana, kamu harus selalu ingat 'aku tidak boleh merasa ingin terlalu dihormat kalau masuk ke rumah seorang umat biasa'. Sebab kalau seorang b hikkhu masuk ke rumah seorang umat biasa dengan perasaan ingin terlalu dihormat dan pada waktu itu mungkin ada urusan rumah tangga yang sangat penting yang haru s diselesaikan terlebih dulu sehingga bhikkhu itu 'terlupakan', maka akan timbul pikiran dalam batin bhikkhu tersebut, "Siapakah yang menghasut orang ini terhad ap diriku? Orang ini kelihatannya sekarang 'acuh tak acuh'. Karena merasa tak di acuhkan lagi timbul perasaan malu, karena malu pikirannya kacau, karena pikirann ya kacau ia tidak dapat mengendalikan dirinya dengan baik, karena tidak dapat me ngendalikan diri dengan baik, ia gagal melakukan meditasi." "Selain dari itu, Moggallana, kamu harus selalu ingat, 'aku tidak ingin mengucap kan sesuatu yang dapat menimbulkan pertengkaran atau mencari-cari kesalahan oran g lain'. Sebab kalau orang berbicara tentang sesuatu yang dapat menimbulkan pert engkaran atau mencari-cari kesalahan orang lain, maka hal itu mengakibatkan perd ebatan yang panjang. Dengan adanya perdebatan yang panjang, ia tak dapat memusat kan pikirannya. Karena tak dapat memusatkan pikirannya, ia tak dapat mengendalik an diri, karena ia tak dapat mengendalikan diri, ia gagal melakukan meditasi." "Sekarang, Moggallana, aku tidak selalu memujikan orang berkumpul dan juga aku t idak selalu menolaknya. Aku tidak memujikan berkumpul dengan orang banyak, baik itu bhikkhu atau orang biasa. Tetapi kalau ada tempat sunyi dan tidak terganggu oleh suara berisik dari orang yang lalu lalang, cocok sekali untuk seorang perta pa yang menyukai kesunyian, cocok untuk dipakai sebagai tempat menyepi oleh mere ka yang lebih menyukai hidup menyendiri, maka berdiam di tempat demikian itu sel alu aku pujikan." Setelah diberikan petunjuk di atas, Moggallana menanyakan tentang kesimpulan ter akhir bagi orang yang sudah cenderung untuk menyingkirkan nafsu-nafsu keinginan dan sudah siap untuk memperoleh hasil 'di luar duniawi'. Sang Buddha menjawab, "Moggallana, seorang bhikkhu yang melaksanakan Dhamma ini, tahu bahwa tidak ada sesuatu pun yang berharga untuk dilekati. Setelah tahu hal tersebut, ia kemudian mengamat-amati benda-benda itu dengan Kebijaksanaan Tinggi, setelah mengamat-am ati benda-benda itu dengan Kebijaksanaan Tinggi, ia dapat menyelami hakekat bend a-benda tersebut, maka sewaktu mengalami perasaan menyenangkan, tidak menyenangk an atau netral ia memandangnya sebagai sesuatu yang tidak kekal. Jadi, ia memand angnya dengan perasaan jemu untuk kemudian menyingkir dan melepaskan diri dari p erasaan tersebut. Dengan merenung seperti itu, ia tidak melekat lagi kepada apa pun dalam dunia in i, karena tidak lagi melekat, ia tidak dapat lagi diganggu, karena tidak dapat l agi diganggu, ia dapat rnenyingkirkan semua kekotoran batin dan mengetahui bahwa ini adalah kehidupannya yang terakhir, kehidupan suci telah dilaksanakan dan se lesailah tugas yang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih ha rus dikerjakan untuk memperoleh Penerangan Agung. Dengan kesimpulan terakhir ini lah, Moggallana, seorang bhikkhu dapat dipandang sudah cenderung untuk menyingki rkan nafsu-nafsu keinginannya dan sudah siap untuk memperoleh hasil 'di luar dun iawi'." Dengan melaksanakan petunjuk tesebut, Moggallana berhasil mencapai tingkat Araha t hari itu juga. Lima belas hari setelah ditahbiskan, Upatissa (yang kemudian terkenal sebagai Sa riputta, anak Sari), berdiam bersama-sama Sang Buddha di Goa Sukarakhata dari Gu nung Gijjhakuta (Puncak Burung Nasar) di kota Rajagaha. Seorang pertapa golongan Paribbajaka bernama Dighanakha dari keluarga Aggivesana pada suatu hari menghampiri Sang Buddha dan setelah saling mengucapkan kata-kat a menghormat, ia berdiri di satu sisi. Ia kemudian memberikan pandangannya denga n mengatakan, "Yang Mulia Gotama, semua benda tidak menyenangkan hatiku. Aku tid

kamu dapat melepaskan keinginan terhadap kesenangan-kesenangan i ndria. kehidupan suci telah dilaksanakan dan selesailah tugas y ang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih harus dikerjakan u ntuk memperoleh Penerangan Agung. dan netral. Apa pun dalil keduniawian yang dikemu kakan orang. Seorang bijaksana melihat bahwa kalau ia mengambil sikap dan mengatakan bahwa in i yang benar dan yang dua itu salah. dan selalu harus dibersihkan dan digosok (unt uk membersihkan kotoran yang melekat di kulit). ia dapat mengikutinya. Dalam batin yang bebas dari kemelekatan akan timbul pengetahuan bahwa batinnya s ekarang benar-benar telah bebas. Kelompok ketiga mempunyai pandangan bahwa ada benda-benda yang menyenangkan hati dan mereka tert arik kepada benda-benda tersebut. ia akan bebas dari kemelekatan. Itulah tiga jenis perasaan yang tidak kekal dan timbul oleh sesuatu sebab dan di lahirkan oleh sebab. Aggivesana. ia akan bertentangan pendapat dengan mereka yang mempunyai kedua pandangan yang lain itu. sebagai bisul yang terkena anak panah dan menimbulkan kepedihan dan kesakitan. mereka tidak tertarik kepada apa pun juga. Pandangan kelompok ketiga ialah condong ingin memiliki beberapa benda-benda dan membenci benda-benda yang lain. Dengan adanya pertengkaran akan timbul perasaan benci. maka perasaan menyenangkan dan tidak menyenangkan tidak bisa muncul. Kamu harus melihatnya sebagai sesuatu y ang tidak kekal. merasa jemu terhadap perasaan yang menyenangkan. pandangan yang demikian itu pasti tidak menyenangkan hatimu dan sudah semestinya kamu tidak tertarik lagi kepadanya. tetapi ia tidak menganutnya dan juga tidak m elekat kepada salah satu dalil. "Ada kelompok pertapa dan Brahmana. dibesarkan dengan m akanan nasi dan sayur-sayuran. seorang bijaksana akan menyingkirkan pandangan it u dan juga tidak menganut pandangan pandangan yang lain." "Kalau begitu. Aggivesana. Dengan adanya pertentangan pendapat akan timbul pertengkaran. "Tubuh ini. kamu harus melihatnya sebagai tanpa aku. Aggivesana. yaitu ta nah. selalu memerlukan wangi-wangian dan sabun untuk m enutupi bau yang menyerang keluar. Ada kelompok lain berpegang teguh kepada pandangan bahwa semua benda tidak menye nangkan hati mereka. Pan dangan kelompok kedua condong untuk membenci atau mempunyai pikiran buruk terhad ap benda-benda. Dengan melakukan ini. dan yang netral. Kalau perasaan netral timbul. perasaan terdiri atas tiga jenis. Setelah menyelami keadaan ini. Terhadap benda-benda lain yang tidak menyenangkan hati. Kalau perasaan menyenangkan timbul." . "Selain dari itu. air. Kalau perasaan tidak menyenangkan timbul. dan api. dan hilang sama sekali. Karena jemu. yang mempunyai pandangan bahwa s emua benda menyenangkan hati mereka. tid ak menyenangkan. Bhikkhu yang demikian itu tidak mungkin akan b ertengkar lagi mengenai sesuatu pandangan." Setelah itu Sang Buddha menguraikan tentang adanya tiga pandangan mengenai hal t ersebut. i a telah melepaskan ketiga pandangan tersebut. Kalau melihat semua ini dengan terang. yang mengetahui hakekat yang sebenarnya. tidak menyenangkan. penderitaan. mereka tidak tertarik. maka peras aan tidak menyenangkan dan netral tidak bisa muncul. sulit untuk dipertahankan. Tanpa nafsu-nafsu keinginan. Siswa Yang Ariya itu tahu bahwa ini adalah kehi dupannya yang terakhir. Sang Buddha kemudia n memberikan uraian tentang cara bagaimana orang dapat menyingkirkan kemelekatan . Perasaan itu ditakdirkan untuk mati kembali. maka perasaan menyenangkan dan netral tidak bisa muncul." Setelah menjelaskan tentang ketiga pandangan salah tersebut. terdiri atas empat unsur pokok (Mahabhutarupa). menc iut. Dengan adanya perasaan be nci akan timbul permusuhan." Ia ditakdirkan untuk lapuk dan membusuk.ak merasa tertarik kepadanya. yaitu yang menyenangkan. menyusut. ia akan melepaskan diri dari nafsu-nafsu keinginan. kamu harus melihatnya s ebagai penyakit. hawa udara. Ia berasal dari ayah dan ibu. mereka tertarik kepada semua benda. Siswa Yang Ariya. P andangan kelompok pertama ialah condong ingin memiliki benda-benda tersebut.

sungguh indah Bhante. Waktu itu Sang Buddha mengucapkan Ovadda Patimokkha. batinnya terbebas dari semua kekotoran batin dengan jalan menyingkirkan kemelekatan. Mereka berkumpul tanpa pemberitahuan terlebih dulu. menjelaskannya sebagai seorang yang telah menegakkan apa yang telah roboh. 4. Semoga Sang Bhagava menerima aku sebagai upasaka yang berli ndung kepada Sang Ti-Ratana untuk seumur hidup. Samano hoti param vihethayanto. a tau membuka apa yang tertutup. Sang Buddha sendiri pernah menerangkan di hadapan para bhikkhu dan bhikkhuni bah wa Sariputta adalah murid-Nya yang terpandai dalam kebijaksanaan dan Moggallana yang terpandai dalam kekuatan gaib. Khanti paramam tapo titikkha. atau menyalakan api sewaktu keadaan gelap gulita. Semuanya ditahbiskan dengan memakai ucapan "Ehi bhikkhu". Na hi pabbajjito parupaghati. Ovada Patimokkha yang diucapkan Sang Buddha adalah sebagai berikut (Dhammapada 1 83. "Sang Bhaga va menganjurkan untuk melepaskan ikatan kepada semua benda melalui Kebijaksanaan Tertinggi. Dighanakha memperoleh Mata Dhamma dan. Patimokkhe ca samvaro." Dengan cara-cara inilah Moggallana dan Sariputta memperoleh Penerangan Agung dan menjadi Arahat. Pertemuan Besar Para Arahat Ketika Sang Buddha berada di kota Rajagaha. Ia memuji khotbah yang baru saja didengar dan menyatakan diri sebagai upasaka. 2. Dengan panjang lebar Bhante telah menguraikan Dham ma. Adhicitte ca ayogo. Pertemuan para Arahat tersebut dinamakan Caturangasannipata atau Pertemuan Besar Yang Diberkahi dengan Empat Faktor. Dhamma. Nibbanam paramam vadanti Buddha. Tempat mereka berkumpul adalah di Veluvanarama (hutan pohon bambu) dan waktu itu tengah hari pada saat purnama sidhi di bulan Magha. Kusalassa upasampada.5) : "Sabba papassa akaranam. Etam Budhana sasanam.Selama itu Sariputta berdiri di sisi Sang Buddha dengan kipas di tangan dan meng ipasi Sang Bhagava. Aku berlindung kepada Sang Buddha. Kalau Sang Buddha dinamakan Dhammaraja (Raja Dhamma) maka Sariputta diberi gelar Dhammasenapati (Jenderal Dhamma). dan Sangha. Pantham ca sayanasanam. anupaghato." Merenungkan arti yang terkandung dalam khotbah tersebut.terbebas dari ker agu-raguan terhadap keampuhan dan keunggulan Dhamma. . Sacittapariyo dapanam. Etam Buddhana sasanam. seribu dua ratus lima puluh orang Ar ahat datang berkumpul. Mereka semuanya Arahat dan memiliki 6 (enam) kekuatan gaib (abhiñña). 3. Mendengar khotbah kepada Dighanakha ia berpikir. Setelah khotbah selesai. atau menunjukkan jalan kepada yang tersesat. yaitu: 1. Anupavado. " Artinya: "Janganlah berbuat kejahatan. Mattaññuta ca bhattasmim. "Indah.

Waktu mendengar Sang Buddha memberikan khotbah. Lebih baik Aku terbang setinggi orang dewasa dan berjalan-jalan di udara. Mengendalikan diri sesuai dengan tata tertib. Sucikan hati dan pikiranmu. Raja dapat melihat anaknya sedang berjalan-jalan di udara dan mer asa sangat kagum. Nibbanalah yang tertinggi dari semuanya. terutama oleh para bhikkhu di Muangthai / Thailand. Hidup dengan menyepi. Tempat itu terletak di luar kota dan dikenal dengan nama Nigrodharama (hutan pohon beringin).' Tetapi tidak ada ma khluk atau kelompok makhluk yang kepalanya tidak dibelah tujuh. dan tahun yang sama. Kaludayi pun mencapai tingkat Arahat. Tiba di pinggir hutan Nigrodharama. Kemudian Kaludayi menyampaikan undangan Raja Suddhodana kepada S ang Buddha untuk berkunjung ke Kapilavatthu. berduyun-duyun datang ke Nigrodharama. Waktu rombongan mendekati Nigrodharama.Perbanyaklah perbuatan baik. Akhirnya Raja Suddhodana mengutus Kaludayi untuk mengundang Sang Buddha. Kaluday i adalah kawan bermain Pangeran Siddhattha waktu kecil dan lahir pada hari. bula n. Kesabaran adalah cara bertapa yang paling baik. yaitu bertemunya kembali Raja Suddho dana dengan anaknya dapat dituturkan sebagai berikut (Mhvu. 'Su ngguh keterlaluan yang dilakukan Pangeran yang telah meninggalkan tahta. Itulah ajaran semua Buddha. Sang Buddha menerima baik undangan tersebut dan setelah Kaludayi berdiam tujuh hari di Rajagaha. Beliau memerintahkan agar disiapkan tempat untu k rombongan yang akan tiba." Peristiwa yang bersejarah ini hingga kini masih tetap dirayakan sebagai Magha-Pu ja. Kembali Ke Kapilavatthu Setelah Raja Suddhodana menerima berita bahwa Sang Buddha berada di Rajagaha. Ia mohon untuk diterima sebagai bhikkhu dan Sang Buddha mentahbiskannya dengan memakai kalimat "ehi bhikkhu". tidak melukai. III. Dari kejauhan. Raja turun dari keretanya dan bersama-sama dengan pengiringnya berjalan kaki menuju ke tempat tinggal Sang Buddha. berangkatlah Sang Bhagava beserta rombongan dua puluh ribu bhikkhu menuju Kapilavatthu. Itulah ajaran semua Buddha. ib ukota negara Magadha. Dan senantiasa berpikir luhur. mereka mungkin akan mencela sikap-Ku dan mengatakan. "Bangsa Sakya terk enal sebagai bangsa yang tinggi hati. Berita dengan cepat sampai kepada Raja Suddhodana bahwa Sang Buddha dan rombonga n sedang menuju ke Kapilavatthu. Beliau bukan pertapa yang menindas orang lain. Perjalanan yang jauhnya enam puluh Yojana (1 Yojana = 16 Km) ditempuh dalam waktu enam pul uh hari. Sang Buddha bersabda. Raja Suddhodana berikut pengiring dengan disertai penduduk Kapilavatthu." Kemudian Sang Buddha terbang ke udara dan berjalan-jalan setinggi orang dewasa. Namun utusan-utusan tersebu t 'lupa' untuk menyampaikan undangan dari Raja Suddhodana. kalau sekiranya Sang Tathagata bangun untuk menghormatnya. Kalau Aku menyambut mereka dengan tetap du duk di tempat duduk-Ku. menjadi pertapa dan sekarang telah memperoleh Penerangan Agung dan mengaku sebagai Raja Dhamma. yaitu tiap hari ditempuh satu Yojana. Kaludayi berangkat menuju Rajagaha. Beliau bukan pula pertapa yang menyebabkan kesusahan orang lain. maka Beliau mengirim berturut-turut sembilan orang utusan untuk mengundang Sang Buddha pulang ke Kapilavatthu. Sang Buddha yang sedang berjalan-jalan di udara setinggi orang dewasa n . Ia duduk saja dan tidak berdiri untuk menyambut kedatangan ayah-Nya yan g sudah tua dan sangat dihormati oleh seluruh rakyat Sakya. Sang Buddha merenung. Mengenai peristiwa penting dan menarik ini. setelah mereka menden garkan khotbah Sang Buddha dan mencapai tingkat Arahat. Makanlah secukupnya. 114-121). Waktu rombongan tiba. Tidak menghina.

Sekarang Mahapajapati dapat menya ksikan sendiri peristiwa yang membuat para hadirin bersorak-sorak.aik lebih tinggi sedikit dan berdiri setinggi pohon palem. Sekarang siapak ah yang memandikan anakku dengan air bersih dan menyegarkan apabila anakku meras a lelah?" Sang Buddha menjawab. oh Yang Maha Tahu. Tiba-tiba di udara muncul seekor banteng besar dengan tengkuk yang bergetar-getar lari dari a rah Timur dan lenyap disebelah Barat. Apakah kaki anakku tidak pernah merasa sakit?" Sang Buddha menjawab." Raja Suddhodana berkata. sehingga dapat diliha t oleh segenap yang hadir. kemudian Sang Buddha terlih at duduk dengan tenang di tempat duduk-Nya. Baginda. Yasodhara merasa terharu sekali melihat keadaan Mahapajapati. Setelah itu air memancar dari sebelah atas badan dan api berkobar-kobar dari badan sebelah bawah. "Aku adalah Sang Penakluk. Sang Buddha kemudian menghilang. Orang seperti Aku tak dapat lagi digan ggu oleh perasaan enak dan tidak enak. tak ternoda oleh kekotoran-kekotoran batin di dunia ini. Raja Suddhodana berkata. maka semua peristiwa yang terjadi harus diceritakan oleh Yasodhara. kemudian lari dari arah Barat dan lenyap d i sebelah Timur. murni adalah arus air yang datang dari pantai kebajikan yang tak t ernoda dan dipujikan oleh para bijaksana. Tetapi sekarang anakku mengembar a di waktu malam yang dingin dari satu hutan ke hutan yang lain. Aku telah melepaskan diri dari semua benda dan telah terbeba s dengan musnahnya nafsu-nafsu keinginan. Dengan mandi dan menyelam dalam air de wata itulah Aku telah tiba di pantai seberang. Dengan penuh kesujudan. "Dulu anakku selalu memakai sandal terbuat dari kain w ol halus yang berjalan di atas permadani yang empuk dan dipayungi dengan payung putih. dan batu kerikil . "Ini adalah untuk ketiga kalinya aku menundukkan kepalaku di bawah kakimu. Raja Suddhodana menanyakan apakah sekarang Sa ng Buddha baik-baik saja. sehingga memb uat hatinya gembira sekali. Yaso dhara menampung dengan kedua tangannya air yang keluar dari badan Sang Buddha se waktu melakukan Mukjizat Ganda. Dengan air itu Yasodhara membasahi dan mencuci m ata Mahapajapati berulang kali disertai doa semoga air itu dapat mengembalikan p englihatan Mahapajapati. Yang hadir bersorak-sorak gembira melihat kemukjizatan tersebut. "Dulu para pelayan tiap hari memandikan dan menggosok-gosok badan anakku dengan minyak kayu cendana yang baunya harum semerbak. kedua kali waktu aku lihat anakku bermeditasi di bawah Po hon jambu dan ini untuk yang ketiga kalinya. Waktu itu hadir juga Yasodhara yang menuntun Mahapajapati. Kemudian muncul lagi dan lari dari arah Utara dan lenyap di sebelah Selatan. Setelah pemandangan yang di atas lenyap sama sekali. "Oh. pertama kali waktu seorang pertapa meramalkan bahwa anakku kela k akan menjadi Buddha. Mahapajapati matanya buta karena sed ih dan terlalu banyak menangis sewaktu Pangeran Siddhattha meninggalkan istana d an pergi bertapa di hutan Uruvela. . Yang Maha Tahu. Kemudian menuruti bisikan hatinya. Satu mukjizat telah terjadi. yaitu Yamakapatihariya atau Mukjizat Ganda. tetapi karena tidak dapat melihat . Dengan kedua t angan dirangkapkan di depan dada. duri. Tetapi sekarang kaki anakku yang halus dan berwarna tembaga serta penuh g aris-garis ajaib itu harus berjalan di atas rumput kasar. Pada waktu itulah Sang Buddha mempertontonkan kekuatan gaib-Nya yang hanya dapat dilakukan oleh seorang Buddha. sel anjutnya lari dari sebelah Selatan dan lenyap di sebelah Utara. Mahapajapati mendengar hadirin bersorak-sorak. Kemudian mereka semua berlutut memberi hormat kepada Sang Buddha. Sedikit demi sedikit Mahapajapati dapat melihat kem bali sehingga penglihatannya pulih seluruhnya. Hilang sudah keragu-raguan dan sekarang semua hadirin yakin bahwa Pangeran Siddh attha sesungguhnya telah menjadi Buddha. Api berkobar-kobar di badan sebelah atas dan air dingin melalui lima ratus pancaran turun dari badan sebelah bawah. Raja Suddhodana menghampiri anaknya dan berkat a. Setelah melakukan Mukjizat Ganda.

sedang lantai ditutup dengan permadani y ang terbuat dari bahan wol dan kapas. dengan bumbu atau tanpa bu mbu. Pahana (melenyapkan kekotoran batin). orang seperti Aku tidak akan tidur dengan tidak nyenyak. di tempat ini pun yang dihuni oleh manusia terdapat para Brahma dan Dewa Agung yang senantiasa mengikuti petunjuk-petunjuk-Ku dan lagi pu la Aku dapat pergi kemana pun yang Kukehendaki." Raja Suddhodana berkata. Selalu tersedi a makanan yang lezat-lezat dengan bumbu yang terpilih. Apakah tubuh Yang Maha Bijaksana tidak merasa sakit?" Sang Buddha menjawab. Sungguh aneh anakku berbuat hal seperti itu. yang pakai bumbu atau yang tidak pakai bumbu dengan pikiran yang terkendali guna kepentingan dun ia ini. dan juga para Penakluk tidak menghiraukan apakah yang diterimanya menyenangka n atau tidak menyenangkan. Aku selalu menjaga batin-Ku agar selalu berbelas-kasih kepada semua makhl uk. Dan rupanya a nakku menyukainya. Semua duk a cita dan kesedihan telah Kutinggalkan. anakku adalah orang yang paling bercahaya di antara orang-orang dari suku Sakya. kereta perang. anakku tidur di dipan tinggi yang dilapisi kulit kambing hutan dengan ban tal yang empuk dilapisi sutra halus. sebagaimana dewa Sakka yang paling berca haya di antara dewa-dewa di langit. kebijaksanaan dan pikiran yang terpusat adalah sais-Ku. tempat tidur atau makana n. dimana pelayan wanita yang memakai perhiasan dan k alungan bunga menunggu dengan sabar kata-kata yang akan keluar dari mulut Tuanny a. (melaksanakan med itasi) dan Anurakkhana (menjaga watak sendiri) adalah kuda-kuda-Ku." Raja Suddhodana berkata." Sang Buddha menjawab. makan yang lembut dan kasar. Meskipun hingga kini masih tersedia kereta. "Kekuatan gaib adalah kereta-Ku. Ketetapan hati. kuda dan gajah. "Dulu. "Dulu. dengan dilengka pi jendela putar yang serasi. "Sekarang. "Dulu." Raja Suddhodana berkata. "Seperti juga Buddha-Buddha dari zaman dulu dan Buddha-Buddha di zaman yang akan datang."Sewaktu anakku masih memakai kain buatan Benares dan memakai baju bersih yang b erbau wangi bunga teratai dan cempaka. kereta yang mahal dan bergemerlapan dengan emas dan tembaga selalu tersed ia untuk dipakai dan kemana pun anakku pergi selalu ikut serta sebuah payung put ih. sebagaimana layaknya disa jikan kepada seorang raja. Dengan terbebas dari duka cita dan kese dihan. "Para Penakluk. "Oh. oh Baginda." Raja Suddhodana berkata. Padhana yang terdiri atas Sanvara (pengekangan diri dar i nafsu-nafsu). Bhavana. para penyanyi selalu menyanyikan lagu-lagu yan g anakku senangi. oh Baginda. kasar atau lembut. diiringi musik yang merdu. dan sebuah lambang kerajaan. apakah anakku tidak lelah?" Sang Buddha menjawab. Lagipula Kantha ka. Coba katakan. Tetapi sekarang anakku dengan tanpa perasaan muak." Sang Buddha menjawab. Dan anakku adalah orang yang bercahaya di antara orang-orang d . "Dulu anakku makan dari piring perak dan minum dari mangkuk emas. sebuah pusaka. Sang Tathagata. namun anakku lebih senang berjalan kaki dari satu kerajaan ke kerajaa n lain. sebatang pedang. anakku tinggal di istana yang kamarnya (di lantai atas) menyerupai tempat kediaman para dewa dan diterangi oleh sekumpulan kunang-kunang. kuda yang terkenal paling bagus dan paling cepat di seluruh negeri selalu me nyertai anakku. Sekarang anakku memakai rumput dan daun-da unan sebagai kasur dan tidur di atas tanah yang kasar dan berbatu. Sungguh aneh anakku berbuat seper ti ini. Tetapi sekarang anakku memakai pakaian dari kain kasar yang terbuat dari serat kayu merah. maka Aku. tidak menghiraukan pakaian." Sang Buddha menjawab. Seorang diri Aku mengembara ke tempat-tempat yang jauh. "Dulu. ma kan hidangan asin atau tidak asin. Kaki dipan terbuat dari emas dan dibalut de ngan untaian bunga yang harum semerbak. Baginda." Raja Suddhodana berkata.

kamar anakku yang menyerupai tempat kediama n para dewa. Tetapi sekarang. se perti angin tidak dapat dijerat oleh jala. "Meskipun semua gerombolan Yakka datang bersama gajah-gajah liar yang mengarungi hutan belantara." Selesai percakapan ini. "Mengapakah anakku melakukan perbuatan yang sangat memalukan ini? Mengapa anakku tidak datang saja ke istana untuk mengambil makanan? Apakah pantas seorang putr a Raja minta-minta makanan di kota. selalu dijaga oleh pengawal bersenjata yang mahir menggunakan pedan g. Semua Buddha di zaman dulu hidup dengan jalan mengumpulkan makanan dari para penduduk. Pemimp in yang tidak dipimpin oleh siapa pun. Dengan tergesa-gesa Raja keluar dari istana dan pergi menemui San g Buddha. kalau saja anakku tidak melepaskan tujuh rupa pusaka (lam bang seorang Raja) dan menjadi seorang pertapa. "Apa? kebiasaan kita? Bagaimana mungkin?! Tidak pernah seorang anggota keluarga kita minta-minta makanan seperti ini. seperti seekor singa tidak takut kepada suara. Hal ini segera diberitahukan kepada Raja Suddhodana dan Raja menjadi terkejut da n malu sekali. Lagipula sekarang Aku memiliki Delapan Mustika yang tid ak ada bandingannya di dunia ini. Aku sekarang bercahaya di antara bhi kkhu-bhikkhu seperti Brahma di antara dewa-dewa di langit. putra dari seorang Raja yang masih memerintah. "Dulu. "Sekarang pun seluruh dunia masih tetap menjadi milik-Ku dan Aku tetap masih mem iliki ribuan orang anak. Karena itu. Dan anakku mengatakan bahwa ini sudah menj adi kebiasaan kita?" "Oh. oh Baginda. "Sebenarnya seluruh dunia bisa menjadi tanah milikmu dan seribu orang anak dapat pula menjadi milikmu. di hutan anakku seorang diri berada di tengah-tengah teriaka n burung hantu dan jeritan anjing-anjing hutan. Baginda. oh Yang Maha Kuat. dimana pada malam hari binatang buas berkeliaran mencari mangsa. tetapi makhluk-makhluk itu tidak akan mengganggu walaupun sele mbar rambut-Ku karena Aku telah menyingkirkan semua perasaan takut. tetapi baru sekarang ini mereka menyaksikan seorang dari kasta Khatt iya. memang ini bukan merupakann kebiasaan seorang anggota keluarga ker ajaan. Raja Suddhodana memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seora ng Sotapanna. "Aku sekarang menyanyikan lagu dengan khotbah dan pembabaran Dhamma dan terbebas karena memperoleh Kebijaksanaan Tertinggi." Setelah Raja Suddhodana tetap mendesak agar Sang Buddha beserta pengikut-Nya men gambil makanana di istana. sebagaimana Dewa Sakka yang paling bercahaya di antara dewa-dewa di langit.ari suku Sakya. Memang sering mereka l ihat seorang pertapa atau Brahmana berjalan berkeliling mengumpulkan makanan dar i penduduk. Penduduk kota Kapilavatthu menjadi heboh sekali." Sang Buddha menjawab. dapat merasa takut?" Raja Suddhodana kembali bertanya." Sang Buddha menjawab. Karena tidak mendapat undangan makan di istana. maka keesokan harinya Sang Buddh a bersama-sama dengan pengikutNya memasuki kota Kapilavatthu untuk mengumpulkan makanan." Raja Suddhodana berkata." Sang Buddha menjawab. seorang pertapa yang selalu waspada dan tidak tergoy ahkan oleh celaan atau pujian. Raja Suddhodana kemudian menegur. tempat dulu ia sering mondar-mandir dengan m enggunakan kereta emas? Mengapa anakku membuat malu ayah seperti ini?" "Aku tidak membuat ayah malu. Justru karen a tanpa perasaan takut itulah Aku menang dan berhasil keluar dari lingkaran tumi mbal lahir." jawab Sang Buddha dengan tenang. Apakah anakku tidak takut? Coba terangkan hal i ni kepadaku. oh Baginda. tetapi ini adalah kebiasaan para Buddha. di istana. berjalan keliling mengumpulk an makanan. Hal ini memang sudah menjadi kebiasaan kami. bagaimana Anda dapat katakan bahwa Sang Penakluk. Seorang diri Aku berkelana. maka pergilah Sang Buddha beserta rombongan menuju ke istana .

apakah pantas kalau aku sekara ng datang menemuinya? Aku rasa. yang dulu pernah mengenal Pangeran Siddhattha. "Yang Maha Bijaksana. dan setia kepada-Ku. Raja Suddhodana berkata kepad a Sang Buddha. aku akan memberi Beliau penghormatan yang layak. waktu Putri mendengar bahwa. Setelah lewat beberapa waktu." Sang Buddha menjawab. waktu mendengar bahwa anakku ti dak tidur di dipan yang tinggi dan mewah. Pada suatu hari mereka sedang bersuka ria di dekat sungai kecil dengan bernyanyi . yaitu kisah tentang kehid upan-Nya yang lampau bersama-sama Yasodhara. oh Baginda. Putri tidak menggubrisnya sama sekali. Kemudian Putri Yasodhara melepaskan rasa rindunya dengan meletakkan kepalanya di atas kaki Sang Buddha dan menangis tersedu-sedu sehingga kaki Sang Buddha basah dengan air mata." Kemudian Sang Buddha menceritakan Candakinnara Jataka. Setelah Putri sendiri juga mengambil tempat duduk. waktu mendengar bahwa anakku makan hanya satu kali sehari. lebih baik aku tunggu saja dan lihat apa yang ak an terjadi. waktu Putri mendengar bahwa anakku memakai jubah kuning. Kalau Beliau datang menemuiku. seperti di bawah ini: "Dalam salah satu kehidupan yang lampau. Sang Buddha bertanya. Apakah pantas bila aku datang menemuinya? Beliau pasti tidak dan j uga tidak mungkin membutuhkanku lagi." Waktu Putri Yasodhara diberi kabar tentang kedatangan Sang Buddha. Sungguh bajik menantuku Yasodhara ini. dengan cepat Putri Yasodhara menyambutnya sa mbil berlutut dan memegang kaki Sang Buddha. yang sekarang sudah menjadi Buddha. Putri segera memerintahkan semua pelayannya memakai baju kuning untuk memberi hormat selamat datang kepada Sang Buddha. "Biarkan saja Yasodhara memberi hormat kepada-Ku sebagaimana yang dikehendaki. Putri pun tidur di atas dipan yang ren dah dan sederhana. Waktu tiba di depan kamar. Putri yang sedang menangis. Karena itu. "Oh. Setelah Sang Buddha memasuki kamar.BAB IV MASA MENYEBARKAN DHAMMA Putri Yasodhara Setelah Sang Buddha beserta rombongan selesai makan tengah hari. datang menemuinya untuk se kedar berbincang-bincang dan memberi hormat. Sang Buddha menyerahkan mangkuk-Nya kepada Raja Suddhodana dan berjalan di muka menuju kamar Putri Yasodhara. Yasodhara ada di kamarnya. berduyun-duyun orang. dan dipuja oleh d emikian banyak orang. Beliau sekarang termasuk gol ongan Buddha. yang hidup di Gunung Hi mava dengan istrinya yang bernama Canda. "Pangeran Siddhattha sekarang sudah mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha. Sang Buddha berdiri diam saja dan dengan batin yang waspada memancarkan gaya-gay a kasih sayang dan belas kasih kepada Putri yang sedang menangis memegangi kakiNya. dicintai. P utri pun memakai baju kuning. "Bukan di kehidupan ini saja. "Di manakah Yasodhara?" Raja Suddhodana menjawab. anakku tidak lagi memakai untaia n bunga dan wewangian." kata Sang Buddha. dihormat. waktu keluarganya mengir im pesan bahwa mereka bersedia menanggung semua keperluan hidupnya. Putri pun tidak lagi memakainya. juga dalam kehidupan-kehidupan yang la mpau Yasodhara selalu melindungi berbakti." "Kalau begitu. Putri pun makan hanya satu kali sehari." Setelah berbicara dengan para pengunjung-Nya untuk beberapa waktu lamanya. marilah kita pergi menjenguknya. Sang Buddha berpesan ke pada ayahNya. membersihkan kaki Sang Buddha yang basah dengan air mata untuk kemudian dengan hormat mempersilak an Sang Buddha dan Raja Suddhodana mengambil tempat duduk masing-masing yang sud ah disediakan. Tetapi Yasodhara berada di kamarnya dan berpikir. Jangan berkata apa-apa atau melarangnya. Sang Bodhisatta dilahirkan sebagai seek or Kinnara (burung dengan kepala manusia) bernama Canda. Mereka semua merasa gembira sekali dapat bertemu lagi dengan Sang Pangeran yang dicintai dan kagum melihat Sang Pan geran.

"Suami saya mungkin pergi ke vihara dan akan pamitan setelah tiba di sana." jawab Nanda. Bhikkhu ini kemu dian pergi melaporkan peristiwa tersebut kepada Sang Buddha. "Sang Buddha akan mengambil kembali mangkuk-Nya di pintu pagar istana. Dewa Sakka turun ke dunia dan menghidupkan ke mbali Canda. Pada waktu yang sama. "Mau. coba katakan. Sang Bu ddha kemudian bertanya. cepa t-cepatlah pulang. Bhaddakaccanna. Karena Pangeran Siddhattha. Bhante. Demikian keras protes Canda." Canda tidak menghiraukan hiburan Raja Benares dan terus meratap dan menangis sam bil memprotes kepada para Dewata Agung yang membiarkan suaminya mati dibunuh ora ng. yaitu anak dari Putri Pajapati. sehingga menggerakkan hati Raja Dewa Sakka. dan dianggap sebagai Putri da ri Dandapani. " Engkau tak usah bersedih atas kematian suamimu. makan hidangan yang telah disediakan.N hal 741). istrimu atau monyet betina itu?" "Bhante.-nyanyi dan menari-nari. Setelah ditahbiskan. Raja Suddhodana mengundang Sang Buddha untuk menghadiri upacara yang penting tersebut dan memberkahi kedua mempelai. Aku ingin melepaskan jubah dan pulang ke istana. Istrinya. Bhaddakacca dan Subhaddaka. Hal ini dilihat oleh bhikkhu lain yang kemudian me negurnya. Dengan menyamar sebagai seorang Brahmana. melihat suaminya mengikuti Sang Buddha dan berpikir. "Mengapakah Anda kelihatannya begitu sedih?" "Saudara. maka Raja Suddhodana ingin me nobatkan Pangeran Nanda yang berumur 35 tahun. Kemud ian Pangeran Nanda berpikir. Aku tidak menyukai kehidupan sebagai bhikkhu. Pangeran Nanda berpikir. Pada hari ketiga Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu. Pada waktu itu Raja Benares sedang berburu di hutan dan melihat Canda sedang bernyanyi dan menari. putra mahkota d ari Kerajaan Sakya.P. tetapi sering juga meny ebutnya sebagai Bimba." Tetapi Sang Buddha terus berjalan ke luar." Tiba di vihara. Nanda merasa menyesal dan menderita sekali karena terus mem ikirkan istrinya yang cantik. Yasodhara sewaktu-waktu diseb ut sebagai Rahulamata. Putri Janapada Kalyani." . Sang Buddha berjalan ke luar istana dengan diikuti Pangeran Nanda yang membawa m angkuk Sang Buddha. Canda ialah yang sekarang dilahirkan sebagai Pangeran Siddhattha da n Canda ialah Putri Yasodhara. dan Bimba. memeluk mayat suamin ya dan menangis tersedu-sedu. Pangeran Nanda Pangeran Nanda adalah seorang saudara tiri Pangeran Siddhattha. "Nanda. jangan pergi terlalu lama. Pangeran Nanda mengembalikan mangkuk kepada Sang Buddha." Sang Buddha kemudian mentahbiskannya menjadi bhikkhu ." Karena itu Putri berpesan. Raja memanah Canda dan matilah Canda. Sang Buddha datang di tempat upacara. apabila engkau bersedia menjadi permaisuriku. apakah engkau mau menjadi bhikkhu?" Pangeran Nan da menjawab. Raja Benares datang menghibur dengan mengatakan. Sang Buddha memangg il Nanda dan dengan kekuatan gaib." Mempelai wanita. Bimbadevi. manakah yang lebih cantik. Hari itu Raja Suddhodana mencapai tingkat kesucian Sakadagami dan Putri Pajapati menjadi seorang Sotapanna. "Nanda. Agama Buddha aliran Utara lebih menyukai nama Yasodhara. Beliau menciptakan seekor monyet betina dan b eberapa bidadari dan bertanya. Raja Suddhodana ingin pul a menikahkan Pangeran Nanda dengan Putri Janapada Kalyani dan memberikan sebuah istana untuk tempat tinggal kedua mempelai. memb eri berkah kepada semua orang yang hadir dan kemudian pamitan pulang setelah mem beri mangkuk-Nya kepada Pangeran Nanda. adik dari Ratu Maya. "Sang Bhagava akan mengambil kembal i mangkuk-Nya di pintu istana. Aku mempersembahkan segenap cint aku dan seluruh isi kerajaanku. "Kekasihku. sebagai putra mahkota menggantika n kedudukan Pangeran Siddhattha. aku sebenarnya menyesal. Seketika itu Raja jatuh cinta kepada nya. Bimbasundari. Di buku-buku suci Ti Pitaka (lihat D. Janapada Kalyani dapat diumpamakan sebagai monyet betina kalau dibandin gkan dengan para bidadari. Canda. telah menjadi seorang pertapa.

Yasodhara tak dapat lagi menahan air matanya yang menitik keluar dan berkata. Kemudian aku mencurahkan cinta dan perhatianku kepada cucuku Rahula dan mencinta i melebihi cintaku kepada siapa pun juga. Aku jamin bahwa engkau akan memiliki bidadari tersebut." jawab Rahula. "Rahula minta warisan harta pusaka ayahnya. "Ayah. setelah mendengarkan khotbah Sang Buddha. Kemudian ia menambahkan." Pangeran Rahula yang masih murni dan belum tahu apa-apa pergi mendekati Sang Bud dha dan sambil memegang jari tangan Sang Buddha dan menatap muka-Nya. Raja Suddhodana menc apai tingkat kesucian Anagami. ba hkan bayangan Ayah membuat hatiku senang. Kemudian Sang Bud . Aku mohon dengan sangat agar mulai hari ini tidak lagi ada seorang b hikkhu atau samanera yang ditahbiskan tanpa izin dari orang tuanya. Rahula men gatakan apa yang tadi dipesankan oleh ibunya. Ananda Setelah Sang Buddha beberapa lama diam di Kapilavatthu. aku mohon dengan sangat. Ayah banyak memiliki harta. " Waktu dulu anakku meninggalkan istana membuat aku sedih. berikanlah kepadaku warisan. aku kelak akan menja di raja. Ibu. "Anakku sayang. aku ingin memiliki harta pusaka. "Sayang. sedih dan sakit sekali. Keesokan harinya. pertapa yang kulitnya kuning emas itu dan kelihatannya sebagai Brahma d ikelilingi oleh ribuan murid-Nya adalah ayahmu. aku akan menjadi raja -di-raja. tetapi semua harta dunia penuh denga n penderitaan. Sang Buddha meninggalkan istana dan Rahula mengikuti sambil terus merengek-rengek. Lebih baik Aku memberinya warisan yang berupa Tujuh Faktor Penera ngan Agung yang Aku peroleh di bawah pohon bodhi. Sang Buddha minta kepada Sariputta untuk mentahbiskan Rahula men jadi Samanera. Raja Suddhodan a menjadi sedih sekali." jawab Nanda. Sang Buddha berpikir. Putri Yasodhara kem udian bertanya kepada Rahula. Putri Yasodhara mendandani Panger an Rahula dengan pakaian yang bagus dan mengajaknya ke sebuah jendela. Dengan demikian ia akan mewari si harta pusaka yang paling mulia. Mendengar berita bahwa Rahula telah ditahbiskan menjadi samanera." Sang Buddha menyetujui permohonan Raja Suddhodana dan mulai hari itu tidak menta hbiskan bhikkhu atau samanera tanpa terlebih dulu mendapat izin dari orang tuany a. "Ayah. Dari jend ela itu mereka dapat melihat Sang Buddha sedang makan siang. Raja lalu pergi menemui Sang Buddha dan dengan sopan menegur dengan kata-kata. Aku sangat menyesal dan tidak senang akan apa yang tel ah terjadi. Ia kemudian dengan tekun mengikuti semua petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh S ang Buddha dan dalam waktu singkat mencapai tingkat kesucian yang tertinggi dan tidak lagi mempunyai keinginan untuk kembali ke istana. Nanda. Ayah. Pergilah kepadanya dan mintalah hadiah sambil berkata."Bergembiralah. b ila saja engkau mau bekerja keras. 80. Aku mohon diberi harta pusaka. Beliau punya banyak harta pusaka ." "Kalau begitu." Tidak ada orang yang mencoba menghalang-halangi dan Sang Buddha sendiri juga mem biarkan saja Rahula merengek-rengek sambil terus mengikuti jalan di samping-Nya. "Ayah. yaitu satu orang dari setiap keluarga. Sekarang Rahula dibawa kemari dan dita hbiskan menjadi samanera. karena seorang anak adalah pewaris dari apa yang menjadi milik ayahnya." Tiba di vihara. Waktu Nanda meninggalkan istana hatiku menjadi hancur dan menderita sekali. berikanlah aku harta pusaka. Pangeran Rahula Pada hari ketujuh Sang Buddha di Kapilavatthu. Kalau aku kelak menjadi Raja. aku adalah Pangeran Rahula. Tiba di taman.000 orang telah ditah biskan menjadi bhikkhu. tahukah engkau siapa orang itu?" "Beliau adalah Buddha. tidak lagi diketahui apa yang terjadi deng an harta tersebut." Selesai makan siang. dengan segala senang hati aku ingin terus menjadi bhikkhu. Setelah ayahmu meninggalkan istana.

" Kemudian Sang Buddha berkata. Sang Buddha belum mempunyai s eorang pembantu tetap. tetapi memperoleh kekuatan gaib yang luar biasa yang ter tinggi yang dapat dicapai seorang manusia. Selama 20 tahun setelah mencapai Penerangan Agung.dha dengan rombongan berangkat ke Rajagaha. Pada suatu hari dalam khotbah-Nya di Rajagaha. maka hadiah tersebut tidak boleh diberi kan kepada Ananda. Setiap waktu ia diperbolehkan untuk bertanya kepada Sang Buddha. Sang Bhagava boleh mengatakan-Nya. seperti Sari putta dan Moggallana. 2. Bahwa Ananda tidak boleh diminta untuk tidur di kamar pribadi Sang Buddha yang harum baunya (Gandhakuti). Ananda dilahirkan pada hari. yang selama itu diam saja . Jawaban Ananda dalam hal ini sungguh menarik sekali. menawarkan diri untuk menjadi pembantu tetap. Ananda mengatakan. Ananda. dan tahun yang sama dengan Sang Buddha dan t erkenal sekali karena sumbangannya untuk kemajuan dan perkembangan Buddha Dhamma . maka orang akan bercerita bahwa Ananda menjadi pembantu tetap karena in gin mendapat jubah bagus. dan tukang pangkas rambut mereka yang bernama Upali. Kalau Sang Buddha menerima hadiah. Tetapi semua nya ditolak. 2. Empat hal yang Ananda mohon Sang Buddha menerimanya : 1. Radha. apabila i a merasa ada sesuatu yang diragu-ragukan. apa sebenarnya fae . Bhagu. supaya Sa ng Buddha bersedia mengulangnya kembali. Empat hal yang Ananda mohon supaya ditolak adalah: 1. Kalau Sang Buddha menerima undangan pribadi. S agata. supaya ia boleh membawanya mengha dap kepada Sang Buddha. Sang Buddha berhenti di hutan mangga Anupiya dan di te mpat itu Beliau dikunjungi oleh Anuruddha. Atas kemauan sendiri engkau dapat menj adi pembantu tetap Sang Buddha. Kalau Ananda menerima sebuah undangan atas nama Sang Buddha. jangan membiarkan orang lain menganjurkan engkau untuk memohon pekerjaan tersebut. orang akan bertanya-tanya. 3. untuk memohon kepada Sang Bhagava agar dapat diterima menjadi pembantu tetap. meskipun tidak teratur. maka Sang Bud dha harus memenuhinya. Upavana. Kalau hal ini tidak diperkenankan. dan samanera Cunda membantu dan melayani Sang Bhagava (Buddha). Sewaktu dalam perjalanan. Kimbila. Nagita. Sunakkhata. 3. "Ananda. Apa pun juga yang Sang Buddha khotbahkan sewaktu ia tidak hadir. 4. Dikisahkan bahwa lima orang dari mereka dalam waktu singkat mencapai tingkat kes ucian Arahat. bulan. Sang Bhagava menyinggung tentang perlunya ditunjuk seorang pembantu tetap karena merasa usia-Nya yang sudah menin gkat. 4. makanan enak. tempat tinggal yang menyenangkan dan aga r bisa ikut serta kalau Sang Buddha mendapat undangan. "Kalau S ang Bhagava memang memerlukan Ananda sebagai pembantu tetap. Para Arahat kemudian menganjurkan Ananda. Kalau ada orang datang dari tempat jauh. Bhaddiya. Apabila Sang Buddha menerima pemberian jubah yang bagus. Dev adatta. Ananda mencapai tingkat kesucian Sotapanna dan Devadatta tidak men capai tingkat kesucian." Baru setelah itulah Ananda menawarkan diri untuk menjadi pembantu tetap asal saj a Sang Buddha berkenan meluluskan delapan permintaannya. Semua murid utama-Nya yang terdiri dari delapan puluh Arahat. maka undangan itu tidak terma suk untuk dirinya. Setiap hari secara bergantian bhikkhu Nagasamala. Ananda mengatakan kalau Sang Buddha melakukan satu dari empat hal yang tersebut di atas. yaitu untuk menolak emp at hal dan meluluskan empat hal lainnya. maka jubah itu ti dak boleh diberikan kepada Ananda. dan Meghiya.

Pada wakt u itu Sang Buddha sedang jalan hilir mudik sambil menghirup udara pagi hari yang segar. Lagipula seorang makhluk halus (yakkha) bernama Sivaka yang baik hati mem beri ia semangat. Keluarganya di kedua tepi sungai mengumpulkan abu sisa badan jasmaninya. atas perintah Sang Buddha merancang jubah bhikkhu dengan men gambil contoh sawah-sawah di Magadha. maka Ananda dapat mengulang semua khotbah Sang Buddha. ha ri masih gelap. yaitu pad a hari pembukaan Sidang Agung Pertama di Goa Sattapanni. sehingga ia berpikir barangkali a da pesta pernikahan atau mungkin untuk menerima kedatangan seorang Raja. Waktu ia berangkat ke Sitavana. Culasubhadda. Pada suatu hari Sang Buddha tiba di hutan Sitavana dalam perjalanan dari Kapilav atthu ke Rajagaha. Ananda berjalan ke tengah Sungai Rohini dan di situlah da ri tubuhnya keluar api yang membakar badan jasmaninya. Pada hari akan meninggal dunia. Patut pula dicatat sebagai jasa Ananda bahwa berkat sokongannya yang kuat. Hanya kalau delapan permohonan ini dikabulkan. Di rumah kakak iparnya di Rajagaha. Me mikirkan kunjungan ini membuat Anathapindika demikian tegang. ia melihat bahwa jutawan dari Rajagaha ini sedang sibuk mempersiapkan hidangan untuk Sang Buddha dan para pengikut-Nya. maka Ananda mempunyai kesempatan istimewa un tuk mendengarkan semua khotbah Sang Buddha. ia akan mendapat kepercayaan khalayak ramai dan mereka tahu bahwa Sang Buddha mempu nyai kepercayaan besar terhadap dirinya. Dibantu dengan ingatan kuat yang dim ilikinya. Dem ikian mewahnya hidangan yang sedang disiapkan. Dan Ananda jugalah. waktu Anathapindika berkunjung ke Rajagaha untuk urusan dagang. maka timbul hasrat dalam dirinya untuk mengunjungi Sang Buddha.dah dari pengabdian tersebut. sedangkan Upali mengulang tata tertib (Vinaya) para bhikkhu da n bhikkhuni. sehingga akhirnya tibalah Anathapindika di Sitavana. Setelah Sang Buddha setuju dan memberik an anugerah (Vara) berupa Delapan Hak Istimewa tersebut. sehingga malam itu ia terbangun sampai tiga kali dari tidurnya. Setelah diberitahu bahwa semua hidangan itu disiapkan untuk menerima kedatangan Sang Bu ddha. Nama sebenarnya adalah Sudatta. Putri Pajapati berhasil diterima menjadi bhikkhuni oleh Sang Buddha. kakak dari seorang jutawan di Rajagaha mempunyai seorang putra bernama Kala. Ketika hendak melintasi tanah pekuburan. Anathapindika Anathapindika dilahirkan di Savatthi. adik Raja Suddhodana. membersihkan kamar-Nya dan hal-hal lain lagi. yang menjadi perbatasan antara Kapilavatthu dan negara Koliya. maka mulai hari itu Ana nda resmi menjadi Buddha-upatthaka (pembantu tetap Sang Buddha). dibagi dua dan kemudian mereka mendirikan dua buah stupa sebagai penghormatan kepada An anda. Istrinya bernama Punnalakkhana. tetapi karena kedermawanannya dan selalu bers edia menolong orang yang melarat. Di sidang tersebut. Tetapi kepercayaannya terhadap Sang Buddha demikian kuat. mencuci kaki-Nya. kota Rajagaha yang dike tuai oleh Maha Kassapa. Ananda meninggal dunia pada usia 120 tahun. serta tiga ora ng putri bernama Mahasubhadda. Ayahnya seorang jutawan yang bernama Suman a. Setelah memberikan khotbah kepada para keluarganya yang berkumpul di kedua tepi sungai. sehingga dari tubuhnya keluar cahaya yang menerangi jalan yang harus dilal uinya. Justru karena hubungan erat inilah. mengikuti-Nya sebagai sebua h bayangan. Ananda adalah putra tunggal dari Pangeran Suk kodana. Anan da pergi ke tepi Sungai Rohini. Kemudian Sang B . satu di Kapilavatthu dan satu lagi di negara Koliya. dan Sumana. Seperti diketahui di halaman muka. Ia bermaksud untuk mengunjungi Sang Buddha pagi-pagi sekali keesokan harinya. Ananda mengulang khotbah-khotbah (Su tta) Sang Buddha. menemani ke manapun Sang Buddha pergi. Sang Buddha menyapanya dengan memanggil nama pribadinya. Karena itu Anan da juga dinamakan Bendahara Dhamma (Dhamma-bhandagarika). yang menjadi per mulaan berdirinya Sangha Bhikkhuni. Di tempat inilah untuk pertama kali Anathapindika bertemu den gan Sang Buddha. Ananda mencapai tingkat Arahat tiga bulan setelah Sang Buddha mangkat. maka ia diberi nama Anathapindika yang berarti "Pemberi makan orang yang melarat". hatinya merasa takut se kali sehingga ia menggigil. mengambilkan air. Selama 25 tahun lamanya Ananda melayani Sang Buddha.

Tiap hari Anathapindika memberi makan kepada seratus orang bhikkhu dan menyediak an juga makanan untuk para tamu. oh kepala keluarga. rumah-rumah untuk istirahat dan hadiah-hadiah dalam rangka menyambut kunjungan Sang Buddha ke Savatthi. Tetapi menjelang semua tanah akan tertutup dengan mata uang emas. Lima ratus tempat duduk selalu siap di rumahnya untuk menerima siap a saja yang datang. Anathapindika meng undang Sang Buddha untuk ber-vassa (istirahat musim hujan) di Savatthi. tiba-tiba Pan geran Jeta datang dan minta agar sisa tanah yang belum tertutup uang emas diangg ap sebagai sumbangan Pangeran Jeta kepada Sang Buddha. Putri yang ketiga memperoleh tingkat kesucian Sakadagami. khususnya pada waktu Beliau sudah berusia lanjut dan di vihara inilah Sang Buddha memberikan khotbah-Nya yang terbanyak. Sepanjang jalan dari Rajagaha ke Savatthi. Setiba di rumahnya. menyukai tempat yang sunyi. Setelah menyelesaikan urusan dagangnya di Rajagaha Anathapindika pulang ke Savat thi. Atas saran Sang Buddha. meskipun Anathapindika sanggup membayar sepul uh juta uang emas. Anathapindika dua kali sehari mengunjungi Sang Buddha dan sering membawa banyak sahabatnya. Ia m enghubungi Pangeran Jeta dan mengutarakan maksudnya untuk membeli tanah tersebut bagi tempat tinggal Sang Buddha dan para pengikut-Nya. Sugata." "Saya mengerti. Ia ingat ke pada taman Pangeran Jeta yang memenuhi syarat yang dikemukakan Sang Buddha. menikah dan k emudian mengikuti suaminya.uddha memberikan uraian Dhamma yang membuat Anathapindika menjadi seorang Sotapa nna. Karena kedermawanannya. "Para Tathagata. Anathapindika mencari sebidang tanah yang luas dan sunyi untuk membuat tempat tinggal bagi Sang Buddha dan para pengikut-Nya. ia sendiri tidak pernah menanyakan sesuatu karena khawatir membuat Sang Buddha lelah. Seisi rumahnya berpegangan teguh kepada Pañca-Sila dan pada hari-hari Uposatha (ta nggal 1. Ia tidak menikah dan t . Sang Bud dha menerimanya dengan mengatakan. Kalau datang ia selalu membawa hadiah-hadiah untuk para bhikkhu muda dan samanera. Pada suatu waktu. maka setibanya di Savatthi." jawab Anathapindika. Selesai makan siang yang ia layani sendiri. 8. saya mengerti. Anathapindika segera menyuruh pelayannya untuk menge luarkan uang emas dari gudang hartanya dan menutupi taman dengan mata uang emas. Anathapindika mengundang Sang Buddha untuk keesokan ha rinya makan siang di rumahnya. ia meninggalkan pesan kepada sah abat-sahabat dan kenalan-kenalannya agar menyiapkan tempat tinggal. taman-taman. Karena Anathapindika terus mendesak. Mengetahui bahwa Sang Buddha menerima tawaran untuk ber-vassa di Savatthi. Oleh karena itu bersam a-sama penduduk Savatthi lain ia minta kepada Ananda untuk membuat tempat di man a mereka dapat memuja dan memuliakan nama Sang Buddha. Dengan tidak pikir panjang. Putri pertama dan kedua telah mencapai tingkat kesucian Sotapanna. Sang Buddha sendiri sering m emberikan uraian Dhamma kepadanya. Di pihak lain. Tetapi Pangeran Jeta men jawab bahwa tamannya tidak dijual. Anathapindika merasa se dih sekali karena tidak ada sesuatu yang dapat dipujanya. Waktu mau pamitan pulang. oh Bhagava. Ketiga putrinya juga semua turut membantu ayahn ya mengurus segala kebutuhan para bhikkhu. maka akhirnya ia setuju menjual tamannya asalkan saja Anathapindika sanggup menutupi taman tersebut deng an uang emas. Anathapindika diberi gelar "Pemimpin para Dayaka". s atu cangkokan dari pohon Bodhi di Gaya ditanam di dekat pintu-masuk Jetavanarama . 22/23 menurut penanggalan bulan) mereka berpuasa. Anathapindika sibuk mempersiapkan sendiri semua kebutuhan un tuk keesokan harinya dan menolak tawaran kakak iparnya dan Raja Bimbisara yang i ngin membantunya. Dayak a berarti penyokong Sang Buddha. Setelah itu Anathapindika memerintahkan untuk membuat sebuah vihara yang besar dan megah dengan biaya yan g besar sekali. Dikisahkan bahwa Sang Buddha berada di vihara Jetavanarama tersebut selama sembi lan belas vassa. Tetapi anehnya. ketika Sang Buddha sedang berkeliling. maka kemudian dikenal Anandab odhi. Karena penanaman pohon ini dihadiri oleh Ananda. 14/15. penduduk desa dan mereka yang kebetulan datang ke rumahnya.

seketika itu ia sembuh dari sakitnya. Untuk memenuhi permoh onan Raja Pasenadi. yang waktu itu berumur lima belas tahun. mereka mendengarkan khotbah Sang Buddha dan Visakha memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. ayah Visakha. Anathapindika meninggal dunia sebelum Sang Buddha mangkat. Dalam perjalanan menuju Savatthi. Dikisahkan bahwa Raja Pasenadi dari negara Kosala ingin sekali mempunyai seorang yang banyak jasanya tinggal di kerajaannya. Permohonan itu dikabulkan dan Dhana jaya membuat rumah di tempat tersebut. Tiba di tempat yang dituju. Mereka bertanya. Di bangsal itu iuga turut berteduh beberapa orang suruhan Migara. berdandan dan memakai baju yang bagus. Tiba di bangsal. Putranya semula tidak tertarik mendengarkan Dhamm namun berkat dorongan ayahnya ia kemudian sering mendengarkan khotbah Sang Buddha dan mencapai tingkat kesucia n Sotapanna. Tiba-tiba hujan besar turun dan semua gadis kawan Visakha berlari mencari tempat untuk berteduh di sebuah bangsal. Mereka heran melihat Visakha dengan tenang berjalan memasuki bangsal. Ia ingin turut menyaksikan perayaan tersebut dan bersama kawan -kawannya ia pergi ke tepi sungai. Visakha kemudian mengundan g Sang Buddha beserta murid-Nya untuk makan siang keesokan harinya di rumah kake knya. sekarang bajumu basah kuyup. Visakha. Dhanajaya berhenti di satu tempat yang berada tujuh "League" dari Savatthi (1 league = 4. mungkin aku t erjatuh dan cedera anggota tubuhku. seorang jutawa n dari Savatthi. Hanya Visakha yang tidak turut berlari dan ja lan saja seperti biasa. Visakha juga ikut tinggal bersama kedua orang tuanya di Sake ta. dan ibunya bernama Suma na. putra dari Mendaka. Pada suatu hari di Saketa diadakan perayaan dan semua orang pergi ke sungai untu k mandi." Jawaban Visakha ternyata mengesankan sekali orang suruhan Migara. Kalau aku lari. Pada waktu itu Sariputta memberikan uraian Dhamma dan selag i Anathapindika memusatkan pikirannya kepada perbuatan-perbuatannya yang baik da n mulia. Selama empat belas hari berikutnya. di dekat Savatthi kini masih dapat dilihat di temp at yang bernama Sabet-mahet (Nepal Selatan). Mendaka menjamu Sang Buddha beserta rombonga n di rumahnya. negara Anga. Paññavaddhana . bajunya basah kuyup.800 atau 5. Sang Buddha mengunjungi kota Bhaddiya. Mereka segera menyerahkan sebuah karangan bunga sebagai tanda pinangan untuk men . untuk p indah ke Savatthi. Visakha Visakha dilahirkan di kota Bhaddiya. dan Sariputta datang mengunjunginya bersama-sama Ananda. Tambahan lagi Visakha memang seorang gadis cantik yang memiliki Lima Kecantikan (Pañca-Kalyani). Waktu Visakha berusia tujuh tahun. Wa ktu itu Mendaka minta Visakha mengunjungi Sang Buddha dan diberi lima ratus oran g pengikut. meskipun bajunya basah kuyup dengan air hujan. "Mengapa engkau tadi tid ak lari.inggal bersama-sama ayahnya. Beliau mengirim permohonan kepada R aja Bimbisara. yang mencari seorang untuk dinikahkan dengan anaknya. ia mengirim pesan khusus kepada Sariputta. Gadis sepertiku dapat diumpamakan sebagai barang dagangan yang tidak boleh mempu nyai cacat. yang terletak di sebelah Timur Magadha. yang waktu itu memerintah kerajaan Magadha dan Anga untuk mencari kan seorang yang banyak jasa untuk tinggal di kerajaannya. Reruntuhan dari Jetavanarama. Raja Bimbisara lalu memilih Dhanajaya. lima ratus orang budak dengan memakai lima ratus kereta. Ayahnya bernama Dhanajaya. yang kemudian berkembang menjadi kota yan g dinamakan Saketa. Tidak lama kemudian. Melihat bahwa tempat itu menyenangkan sekali." Visakha menjawab. Waktu ia sakit keras. Ia bangkit dari tempat tidurnya d an menyuguhkan kedua Thera tersebut dengan makanan dari pancinya sendiri.564 m). ia mohon kepada Raja Pasenadi untu k membuat tempat tinggal di tempat tersebut. ia meninggal dunia dengan tenang dan bertumimbal lahir di s urga Tusita. Hal ini akan membawa kerugian besar bagiku. "Aku punya banyak baju di rumah.

Hanya memberi kepada orang yang memberi. duduklah dengan tenang dan bahagia. Tetapi Visakha.ikah. menolak untuk memb eri hormat. Dhanajaya membekali putrinya dengan lima ratus pedati penu h dengan uang. yang berdiri berhimpit-himpitan ditambah de ngan enam puluh ribu sapi jantan dan enam puluh ribu sapi perah. lima ratus pandai emas bekerja siang dan malam untuk membuat perhiasan yang dinamakan Mahalatapasadhana. Visakha menerima baik karangan bunga tersebut dan orang suruhan Migara men gikuti Visakha pulang ke rumah orang tuanya. Di tempat itu mereka berdiam selama empat bulan. tembaga. tetapi Migara tidak memperdulikannya dan terus saja makan. seorang bhikkhu datang untuk mengumpulkan makanan dan berdiri di depan pintu. yang jijik melihat mereka bertelanjang bulat. mutiara dan batu-batu permata lainnya. Selama waktu itu. Kalau Kalau Kalau Harus Harus duduk. Api dari luar rumah tidak boleh dibawa masuk ke dalam rumah. Raja Pasenad i sendiri berkenan untuk ikut dengan rombongan yang menyertai mempelai laki-laki pergi ke Saketa. Migara melontarkan beberapa dakwaan terhadap Visakha . Tetapi Visakha minta agar persoalan itu dibawa ke depan para walinya. Visakha kemudian berkata kepada bhikkhu tersebut. Tetapi. Pada hari pernikahan. Perhiasan ini berat sekali dan hanya bisa dipakai oleh orang yang tenaganya kuat. yaitu pertapa yan g hidup bertelanjang bulat. Oleh kedua orang tuanya. Masih ditambah lagi dengan perhiasan Mahalatapasadhana yang mahal sekali dengan disertai sepulu h pesan yang harus ditaati oleh Visakha selama berada di rumah suaminya. Di hadapan para wali tersebut. Di sam ping itu juga ternak yang memenuhi lapangan seluas tiga per empat "league" panja ngnya dan delapan "cambuk" lebarnya. 3. kain sutra. tidur." Migara marah sekali dan mengancam untuk mengirim pulang Visakha ke rumah orang t uanya. menjaga baik api di rumah. Migara (mertua Visakha) adalah pengikut para pertapa Nigantha. 6. Migar a mengundang para pertapa Nigantha datang ke rumahnya dan memerintahkan Visakha untuk melayaninya dengan baik. 2. Pada suatu hari. Semua p enduduk Savatthi keluar dari rumahnya untuk menyambut kedatangan Visakha dan mem persembahkan aneka ragam hadiah. makanlah dengan tenang dan bahagia. 10. lima ratus pedati penuh dengan emas. tetapi Migara ingin menunggu saat yang tepat. Sekarang harus dibuat persiapan untuk merayakan pernikahan Visakha. beras dan kacang-kacangan masing-masing lima ratus pedati. Setelah itu Visakha memberi perintah untuk membuat persiapan pulang ke rumah ora . Api dari dalam rumah tidak boleh dibawa ke luar rumah. Tidak lama setelah Visakha berada di rumahnya. Visakha minggir sedikit agar Migara dapat melihat bhikkhu terse but. pinangan i ni pun diterima dengan baik. Bhante. Sepuluh pesan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Memberi kepada orang yang memberi dan juga kepada orang yang tidak memberi Selanjutnya Dhanajaya mengangkat delapan orang kepala keluarga yang terhormat un tuk menjadi wali Visakha dan meneliti tiap dakwaan yang kelak mungkin akan ditud uhkan terhadap tingkah laku anaknya. Semua hadiah diterima baik oleh Visakha untuk k emudian dibagi-bagikan lagi kepada penduduk Savatthi yang kurang mampu. mertua saya sedang makan hidangan basi. ketika Migara sedang makan dan Visakha berdiri di sampingnya sa mbil mengipasinya. makan. Perhiasan itu terbuat dari emas dan ditabur dengan berlian. mentega. lima ratus kereta dengan membawa t iga orang budak wanita tiap-tiap kereta disertai segala keperluan mereka. . mereka berkesimpulan bahwa Visakha tidak bersalah. 7. "Jalan terus saja. perak. setelah para wali meneliti dan mendengar segala keterangan dari yang b ersangkutan dan para saksi. alat meluku dan alat pertanian lainnya lima ratus pedati. tidurlah dengan tenang dan bahagia. menghormat dewa-dewa di rumah. 5. Tidak memberi kepada orang yang tidak memberi. 9. 4. Para pertapa Nigantha mendesak Migara untuk mengirim pulang Visakha. Keesokan harinya Visakha beserta rombongan berangkat menuju ke Savatthi. 8.

6. pergi berkeliling mendatangi para bhikkhu dan bhikkhuni untuk me nanyakan kebutuhannya. Setelah mendengar khotbah Sang Buddha. Migara lalu menyingkir pergi dan meme rintahkan Visakha untuk melayani-Nya. maka mulai hari itu ia menghormat Visakha sebagai ibun ya dan mulai hari itu Visakha mendapat nama baru. Beliau membagi waktu-Nya antara Jetavana dan Pubbarama. Migara harus mengundang Sang Buddha dan murid-Nya makan siang di ruma hnya. 8. Migara turut mendengarkan dar i belakang tirai. Selama dua puluh tahun terakhir dalam kehidupan Sang Buddha. Visakha menolak untuk mengambilnya kembali. 2. Selama hidupnya ia diperkenankan yang pergi dari Savatthi. Suatu hari Visakha mengunjungi Sang Buddha dan sebelum memasuki vihara ia membuk a perhiasan Mahalatapasadhana yang dipakainya. Beberapa aturan. waktu Visakha kembali untuk mengambilnya ternyata bah wa Ananda telah menyimpannya di ruang dalam. Ia mohon maaf kepada Visakha dan permohonan ini diterima oleh Visakha deng an syarat. Setiap hari ia memberi makan kepada lima ratus orang bhikkhu. dikeluarkan atas sar an Visakha. Migara memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna.ng tuanya di Saketa. Sang Buddha mem berikan uraian Dhamma dan atas permintaan Visakha. dan c icit yang semuanya hidup. Setelah selesai bersantap. 5. Selama hidupnya ia diperkenankan datang di Savatthi. Visakha sangat terkenal sebagai orang yang dapat membawa keberuntungan. Visakha mohon dan diberikan delapan "anugerah" oleh Sang Buddha. Waktu pulang. Selama hidupnya ia diperkenankan menjaga bhikkhu sakit. Meskipun sudah berusia lanjut. yaitu "Migaramata" yang berart i "Ibu Migara". seperti aturan yang mengharuskan para bhikkhu memakai "baju mandi" kalau mandi. cucu. kalau sian gnya berada di Jetavana. ternyata tidak ada orang yang mampu membelinya karen a perhiasan itu memang sangat mahal harganya. kalau sedang berada di Savatthi. Setiap sore ia datang ke vihara mengunjungi Sang Buddha dan setelah mendengarkan uraian Dhamma. Selama hidupnya ia diperkenankan dak. Oleh karena ia memperoleh tingkat Sotapann a atas jasa dari Visakha. Sewaktu-waktu ia diutus oleh Sang Buddha untuk mendamaikan perselisihan-perselis ihan yang timbul di antara para bhikkhuni. Selama hidupnya ia diperkenankan sakit. Karena itu Visakha mengambil keput usan untuk membelinya sendiri dan uangnya digunakan untuk membuat sebuah vihara yang disebut Migaramatupasada di taman sebelah Timur (Pubbarama) Savatthi. Waktu Sang Buddha dan para murid-Nya tiba. untuk memberikan jubah kepada para bhikkh untuk memberi makanan kepada bhikkhu yang untuk memberi makanan kepada para bhikkhu untuk memberi makanan kepada bhikkhu yang untuk memberi makanan kepada mereka yang untuk memberi obat kepada bhikkhu yang sa untuk memberi beras untuk keperluan menda untuk memberi baju mandi kepada para bhik Visakha mempunyai sepuluh orang putra dan sepuluh orang putri. Selama hidupnya ia diperkenankan u yang selesai ber-vassa. Tetapi. malamnya Beliau diam di Pubbarama atau sebaliknya. Waktu Visakha meninggal dunia pada usia seratus dua puluh ta hun. pelayannya lupa unt uk membawanya. penduduk Savatthi selalu mengundang Visakha kalau mereka mengadakan pes . tiap putra dan pu tri kembali mempunyai dua puluh orang anak dan tiap cucunya kembali mempunyai du a puluh orang anak. Oleh kar ena itu. Sekarang Visakha bebas untuk melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan sebagaimana y ang ia kehendaki. yaitu: 1. tetapi roman mukanya ma sih seperti gadis berumur enam belas tahun. tetapi memerintahkan untuk menjualnya dan hasilnya digunakan untuk kepe rluan para bhikkhu. Beliau mempunyai delapan ribu empat ratus dua puluh orang anak. Tetapi kemudian Migara melihat kesalahannya dan merasa meny esal. 7. Belakangan. Selama hidupnya ia diperkenankan khuni. 4. 3. Selama hidupnya ia diperkenankan kit.

ta perayaan lain." "Kalau begitu. lima ratus orang Sakya yang masih muda ditahbiskan menjadi bhikkhu. menikah dengan anak laki-laki dari Anathapindika. Setelah sengketa tersebut dapat didamaikan. waktu ibu-Nya sendiri meninggal dunia. Permoho nan ini tiga kali ditolak dan kemudian Sang Buddha meninggalkan Kapilavatthu kem bali ke Vesali. Visakha bertumimbal lahir di surga Nimmanarati dan menj adi pelayan dari raja dewa Sunimmita. tingkah laku yang halus. Raja Suddhodana k elihatannya sudah lemah sekali. Sang Buddh a kembali mengunjungi Kapilavatthu dan memberi nasehat kepada kedua belah pihak untuk tidak menyelesaikan sengketa tersebut dengan berperang. Mereka mengikuti dengan berjalan kaki. Sesudah itu Sang Buddha menar ik diri di Nigrodharama. Maha Pajapati Gotami. Kapilavatthu. Setelah mendengar khotbah ters ebut. Karena itu. Sujata. Dengan sikapnya yang luhur. Sakadagami. istri Raja Suddhodana menja di seorang Sotapanna. Sebagaimana halnya dengan Anathapindika. tetapi sebaiknya s engketa tersebut diselesaikan melalui perundingan. Sang Buddha kemudian memberikan khotbah kepada a yahnya yang berada di tempat tidur. yang menjadi perbatasan antara kedua negara. alangkah baiknya wanita itu d apat diterima menjadi bhikkhuni. Waktu itu Putri Pajapati sudah mengambil keputusan untuk menjadi bhikk huni dan menunggu waktu yang tepat untuk mohon ditahbiskan oleh Sang Buddha. menghormat kepada orang yang lebih tua dan kebaikan hatinya kepada sem ua orang. Ananda. Tidak lama kemudian timbul perselisihan antara negara Sakya dan negara Koliya pe rihal air Sungai Rohini. Anagami atau Arahat?" "Seorang wanita dapat mencapainya. yang waktu itu berada di balairung Kutagarasalla . Waktu inilah yang dianggap tepat oleh Putri Pajapati. Kapilavatthu. Sang Buddha diam di Nigrodha rama. Visakha pun mendapat gelar "Pemimpin da ri para Dayika". Beliau mengasuh dan menyusui -Nya dari dadanya sendiri. Tiga tah un kemudian. Ananda me nemui para wanita tersebut yang sedang menangis di depan pintu dan kemudian mene ruskan permohonan mereka untuk dapat diterima menjadi bhikkhuni. Visakha mendapat tempat yang mulia dalam hati mereka yang pernah menge nalnya. di bawah payung kerajaan yang berwarna putih . Raja Suddhodana mencapai tingkat Arahat setelah mendengarkan khotbah tersebut dan masih dapat menikmati berkah dan kedamaian Nibbana selama tujuh hari sebelum mangkat. setelah terlebih dulu memotong rambutnya da n memakai jubah kuning. oh Bhagava. Raja Suddh odana sakit keras. Sang Buddha kemudian memberikan urai an Dhamma yang dikenal sebagai Kalahavivadasutta. ucapan ya ng ramah. setelah mendengarkan khotbah-khotbah Sang Buddha. Bersama-sarna lima ratus w anita muda yang suaminya telah diterima menjadi bhikkhu. oh Bhagava. Vesali. Tetapi Putri Pajapati dan lima ratus wanita muda itu tidak putus asa dan mengiku ti perjalanan Sang Buddha ke Vesali. "Kalau seorang wanita. Putri Pajapati pergi ke Nigrodharama dan mohon agar mereka semua ditahbiskan menjadi bhikkhuni. ibu tiri-Nya dan yang pernah memberikan-N ya air susu. Kemudian Ananda mengubah cara mengemukakannya dan bertanya. oh Bhagava. Visakha dan Anathapi ndika akan menikmati hidup bahagia di alam surga selama seratus tiga puluh satu kappa. datang ke Kapilavatthu dengan terbang melalui udara. Setelah meninggal dunia. sehingga waktu ti ba di Vesali kaki mereka luka-luka dan bengkak serta badan penuh debu. sebelum akhirnya mereka mencapai Nibbana). Maha Pajapati Gotami Pada tahun kedua setelah mendapat Penerangan Agung. ya itu Kala. telah besar pahalanya. apakah mungkin orang itu mencapai tingkat kesucian S otapanna. pada tahun kelima Sang Buddha mendapat Penerangan Agung. (Menurut Buddhaghosa. Beliau adalah pengasuh-Nya. Sang Buddha. Kembali Sang Bu ddha menolak sampai tiga kali. bibi Sang Bhagava. Dayika adalah seorang wanita yang menjadi penyokong Sang Buddha . Visakha diperkirakan lebih muda sedikit dari Anathapindika. dari kehidupan berkeluarga memasuki kehidupan seorang bhikkhuni dan menjalankan dengan tekun ajaran dan tata tertib yang dite tapkan oleh Sang Tathagata. karena adik peremp uannya yang bungsu. waktu itu Putri Pajapati Gotami." .

yang sewaktu-waktu juga disebut sebagai Rahulamata." Kemudian Ananda diberitahukan tentang delapan "aturan keras" tersebut: 1. seorang calon bhikkhu ni harus mohon ditahbiskan menjadi bhikkhu dari Sangha para bhikkhu dan dari San gha para bhikkhuni. Aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. dan bahkan di istana raja-raja . Seorang bhikkhuni. meskipun sudah ditahbiskan selama seratus tahun. Bimba. 4. memberi hormat dengan kedu a tangan dirangkapkan di dada kepada seorang bhikkhu yang baru saja ditahbiskan. 6. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilangg ar selama hidupnya. Yasodhara. Yasodhara (ibu Rahula) dan Rupananda (anak Maha Pajapati) juga turut memasuki Bhikkhuni Sangha. Dalam Bhikkhuni Sangha pun terdapat dua orang muri d utama. didengar. 3. Bhaddakacca adalah yang terkemuka dari mereka yang memiliki kekuatan gaib (Mahabhiññappatta) dan Rupananda adalah yang terkemuka dari mereka yang memili ki kekuatan meditasi (Jhayi). sebagaimana Sariputta dan Moggallana menja di murid utama dari Bhikkhu Sangha. Kemudian sewaktu Maha Pajapati sedang berada di Vesali. Selesai menjalankan masa percobaan selama dua tahun. maka Beliau dapat ditahbiskan. Dengan gembira Maha Pajapati menerima delapan "aturan keras" tersebut dan kemudi an ditahbiskan menjadi bhikkhuni pertama. Sang Buddha menyatakan bahwa Maha Pajapati adalah pemimpin dari para bhikkhuni yang terkemu ka (Rattaññu). Pengikut Maha Pajapati yang berjumlah lima ratus orang juga ditahbiskan menjadi bhikkhuni dan kemudian setelah mendengarkan Nandakovadasutta. Beliau pamit dari Sang Buddha dan m . berdiri dari tempat duduknya. Setelah ditahbiskan. Maha Pajapati mem beri hormat kepada Sang Buddha dan kemudian berdiri di satu sisi. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar s elama hidupnya. Setelah vassa. Ananda. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. 7. Maha Pajapati bersedia menerima delapan "aturan keras" (Garudham ma). semuanya mencapai tingkat Arahat. Dan aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. Aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama h idupnya. harus menyambut dengan sopan. Seorang bhikkhu tidak boleh dicaci-maki atau dihina dengan cara apa pun ju ga oleh seorang bhikkhuni. 2. Seorang bhikkhuni yang melakukan pelanggaran harus menjalani hukuman (mana tta) selama setengah bulan lamanya di Sangha para bhikkhu dan di Sangha para bhi kkhuni. 8. Mulai hari ini seorang bhikkhuni dilarang memperingati (menegur) seorang b hikkhu. Beliau melatihnya dengan tekun dan tidak lama kemudian m encapai tingkat Arahat. dan dicurigai. 5. sebaliknya seorang bhikkhu tidak dilarang untuk memperingati (menegur) s eorang bhikkhuni. Seorang bhikkhuni tidak boleh menjalankan vassa di tempat dimana tidak ter dapat seorang bhikkhu. seorang bhikkhuni harus memohon dua hal dari Sangha para bhikkhu. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh d ilanggar selama hidupnya. Setiap setengah bulan. yaitu (tanggal dan) hari untuk melakukan latihan dan hari untuk m endapatkan nasehat-nasehat (teguran-teguran). seorang bhikkhuni harus mohon kepada Sangha para bhikkhu da n Sangha para bhikkhuni untuk mendapat teguran dan peringatan tentang apa yang d ilihat. Setelah itu Ananda pergi menemui Maha Pajapati dan memberitahukan tentang delapa n "aturan keras" tersebut yang harus diterima. Sang Bhagava m emberikan uraian Dhamma dan kemudian memberikan kepadanya obyek untuk melakukan meditasi (Kammatthana). yaitu Khema dan Uppalavanna."Kalau. Dengan demikian berdirilah Bhikkhuni Sangha yang dipimpin oleh Maha Pajapati Got ami dan berkembang terus di desa-desa. sebelum ia dapat ditahbiskan menj adi bhikkhuni. kota-kota. Beliau mengetahui bahwa hidupnya di dunia ini sudah tidak lama lagi. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. Bimbadevi. Pada satu kesempatan di hadapan Bhikkhu Sangha dan Bhikkhuni Sangha.

Tiba di desa atau kota.00) Waktu ini biasanya digunakan untuk menjawab pertanyaan dari para bhikkhu.00 pagi.00 sampai pukul 03.00) Waktu ini para bhikkhu kembali datang untuk mendengar khotbah Dhamma atau untuk bertanya tentang hal-hal yang masih mereka ragukan. Pa da waktu Sang Buddha menerima juga undangan makan di rumah seorang umat.00-pukul 12. Pukul 06.00) Sang Buddha bangun pukul 04.00 pagi memakai jubah-Nya dan pergi ke desa atau kota untuk mengumpulka n makanan atau pergi mengunjungi orang yang memerlukan pertolongan Beliau. Sang Buddha melihat dengan mata dewa ke seluruh dunia.00 pagi. Sang Buddha memberikan khotbah dengan cara yang khas.00.00) Para dewa datang untuk mendengarkan Dhamma yang khusus ditujukan kepada mereka. Sang Buddha menjalankan vassa (istirahat mu . Sehabis bersantap. Kalau ada orang yang minta diterima sebagai murid/pengikut.00-pukul 22.00 pagi.00-pukul 02.00) Dari pukul 02. Waktu jaga ketiga (pukul 02. Dari pukul 05. Kalau Beliau melihat ada yang memerlukan pertolongan. barangkali ada orang yang memerlukan Beliau. Kalau hari itu tidak ada orang yang memerlukan pertolongan Beliau. Beliau selalu memberikan khotbah Dhamma. Jadwal Kegiatan Sehari-hari Kegiatan Sang Buddha tiap hari adalah sebagai berikut : Pagi hari (pukul 04. Kalau pergi bersama-sama dengan mu rid-Nya. barangkali ada orang yang memerlukan pert olongan-Nya. mempertinggi pengeta huan orang biasa dan memberi penerangan kepada orang yang sedang dihinggapi kege lapan batin. Di Dhammasala. Sang Buddha mondar-mandir di luar kamar (me lakukan meditasi berjalan) sambil menghirup udara pagi.00-pukul 18. Dengan demikian Sang Buddha memberikan kegembiraan kepada orang yang bijaksana. setelah mandi lantas duduk bermeditasi sela ma satu jam. Pukul 03. Waktu jaga pertama (pukul 18. maka Beliau mentahbiskannya di tempat tersebut. sehingga ti ap orang merasa bahwa khotbah itu ditujukan kepada dirinya. Kalau mereka pulang.00 pagi. Sang Buddha berjalan dari rumah ke rumah dengan mata dit ujukan ke tanah dan menerima makanan apa saja yang dimasukkan ke dalam mangkuk-N ya dengan tidak mengucapkan sesuatu kata pun.00-pukul 04. Sang B uddha tidur satu jam dan bangun pada pukul 04. Siang hari (pukul 12.eninggal dunia pada usia seratus dua puluh tahun. Selain para bhikkhu juga uma t biasa banyak yang datang menemui Sang Buddha. selama satu jam. Empat Puluh Lima Tahun Mengajar Dhamma Tahun ke-1 Setelah memperoleh Penerangan Agung. Sang B uddha menjawab semua pertanyaan dengan disertai nasehat dan petunjuk mengenai me ditasi. Waktu jaga kedua (pukul 22. mereka merupakan barisan yang panjang karena berjalan satu per satu. Mereka tidak dapat dilihat dengan mata biasa. maka Beliau s egera mengunjunginya. maka Beliau k eluar dari kamar untuk bertemu dengan ratusan orang yang berkumpul di ruang khot bah (Dhammasala). maka Sang Buddha beristirahat di kamar-Nya dan deng an mata dewa melihat ke seluruh dunia.

Karena itu. Pada suatu malam. yang hanya dapat dilakukan oleh s eorang Buddha. berkat kekuatan gaib Sang Buddh a. Ciñca menjawab bahwa ia tadi malam ti dur bersama-sama Sang Buddha. Tahun ke-3 Atas permintaan Raja Suddhodana. Pagi harinya ia berjalan meninggalkan vihara dengan jug a dilihat oleh banyak orang. Tahun ke-4 Sang Buddha ber-vassa di Veluvana. Tahun ke-6 Ber-vassa di Mankulapabbata (Lereng Mankula). untuk pertama kalinya Sang Buddha memperlihatkan kekuatan gaib-Nya yang d isebut Yamakapatihariya. Kisahnya adalah sebagai berikut : Para pertapa dari golongan paribbajika merasa sangat terdesak dengan adanya Sang Buddha yang semakin lama semakin masyhur namanya. Hanya Beliau yang boleh memperlihatka n kekuatan gaib di depan umum. Sang Buddha mengunjungi Raja di Kapilavatthu dan memberikan khotbah Dhamma kepad a ayah-Nya. Rajagaha. Tahun ke-2 Sang Buddha menjalankan vassa di Veluvana. yaitu Mukjizat Ganda. Ketika itulah Ciñca dengan tiba-tiba membuat onar dengan menuduh Sang B . Wanita ini dibujuk oleh para pertapa dari golongan paribbajika untuk pura-pura mengunjungi Sang Buddha di vihara Jetavana. Rajagaha. Sangha bhikkhuni di bawah pimpinan Maha Pajapati terbentuk di tahun ini. selama tiga bulan Sang Buddha ber-v assa di surga tersebut. tiga puluh "league" dari Savatthi. Tahun ke-5 Sang Buddha ber-vassa di Kutagarasala. Ciñca adalah seorang wanita cantik yang banyak akalnya. berusaha untuk menjatuhkan nama Sang Buddha dengan menggunakan seorang wanita bernama Ciñca-manavika yang melancarkan f itnahan keji terhadap diri Sang Buddha. Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu. tetapi murid-muridNya dilarang melakukan hal-hal tersebut. Vesali. Malam itu ia tidur di emper vihara dekat kamar Sang Buddha. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan keluarganya dan orang Sakya la in bahwa Beliau memang benar telah mencapai tingkat Buddha. Beliau berjalan turun dari surga Tavatimsa melalui tangga yang terb uat dari batu pualam.sim hujan) di Isipatana. bersama pa ra dewa lainnya diberi pelajaran Abhidhamma. Waktu itu kemasyhuran Sang Buddha mencapai titik tertinggi dan waktu itu pula go longan pertapa yang merasa terdesak hebat. almarhum Ratu Maya. Ibu-Nya. Dalam perjalanan kembali dari Kapilavatthu ke Rajagaha. Akhir vassa. Ketika ditanya. Waktu itu Raja Suddhodana sakit. Waktu itu orang yang berkumpul di sekitar Savatthi dan para dewa yang berada di surga Tava timsa dapat melihat satu sama lain dengan jelas. Ciñca pergi ke vihara Jetavana dan sengaja berjalan di tempat-te mpat yang mudah dilihat oleh khalayak ramai. Tahun ke-7 Sang Buddha mengunjungi surga Tavatimsa. Raja Suddhodana mencapai tingkat Arahat dan meninggal dunia tujuh hari kemudian. Sang Buddha bertemu deng an Anathapindika dan menyetujui untuk menjalankan vassa yang akan datang di Sava tthi. mereka merencanak an satu tipu muslihat untuk menjatuhkan nama Sang Buddha dengan menggunakan Ciñca sebagai umpan. Di tahun ini untuk kedua kalinya S ang Buddha memperlihatkan Yamakapatihariya. yaitu Mukjizat Ganda di bawah pohon Gandamba di Savatthi. setelah mendengar khotbah tersebut. Beberapa bulan kemudian dengan berpura-pura hamil (ia mengikat sepotong kayu di bagian perutnya) Ciñca pergi mengunjungi Sang Buddha yang sedang berkhotbah di had apan umat. meskipun sebelumnya Beliau melarang murid-muridNya untuk m emperlihatkan kekuatan gaib di depan umum. Di Nigrodh arama. di Sankassa.

'Lihat. ia hanya melewati saja kamar Sang Buddha dan pergi bermalam di vihara kaum paribbajika yang berdekatan. didalangi oleh golongan pertapa paribbajika yang masih penasaran. seorang penyelidik mendengar beberapa orang yang terlalu ba nyak minum arak sedang bertengkar tentang pembagian upah membunuh Sundari. Setelah Sundari dibunuh. "Hal ini kami berterima kasi h kepada bhikkhu-bhikkhu dari suku Sakya!" Akibatnya. Kalau ada yang m enegur ia harus menjawab bahwa ia akan menemui Sang Buddha dan akan bermalam di kamarnya. sedangkan di dekatnya berjalan seorang wanita. Di depan Raja. Beliau menerangkan bahwa itu adalah akibat dari perbuatan-Nya juga. mengapa Beliau sampai mendapat fitnahan sepe rti itu. Raja lalu mengirim banyak petugas ke seluruh penjuru untuk menyelidiki dengan ce rmat. tetapi ia sebenarnya adalah seorang .uddha sebagai orang yang tidak bertanggung jawab dan tebal muka karena tidak mau memberi bekal untuk persalinannya. Mendengar tuduhan itu. Munali mengeluarkan kata-kata. Selama tujuh hari Sang Buddha diam saja di kamar-Nya dan tidak pergi ke kota untuk mengumpulkan makanan. Khalayak ramai lal u menyeretnya ke luar vihara. R aja kemudian memerintahkan petugas menangkap para pertapa paribbajika. Secara senda gurau. dan membawa buah-buahan dan beberapa barang lain lagi. Te tapi Dewa Sakka menjadi marah sekali. Beliau pernah mencaci-maki s eorang Pacceka Buddha. Kemudian Beliau mengatakan bahwa dalam tujuh hari persoalan i ni sudah dapat dijernihkan. Di suatu kedai arak. Ke mudian mereka dijatuhi hukuman sesuai dengan perbuatannya. Setelah mayat Sundari ditemukan di dekat Gandhakuti Sang Buddha. mereka men gakui perbuatan mereka membunuh Sundari atas suruhan para pertapa paribbajika. siapa sesungguhnya yang menjadi pembunuh Sundari. Jadi saat ini Beliau difitnah adalah akibat dari perbuata n-Nya yang tersebut di atas. dengan menangis mereka menghadap Raja Pasenadi untuk me laporkan tentang hilangnya Sundari. Tetapi Sang Buddha menolak usul tersebut dan mengatakan bahwa me rupakan satu kesalahan besar untuk pergi menyingkir ke tempat lain hanya atas da sar laporan palsu. Raja Pasenadi t idak mau menerima begitu saja tuduhan atas diri Sang Buddha. yai tu bahwa dalam salah satu kehidupannya yang lampau. para bhikkhu yang mengumpulkan makanan dihina habis-habisan oleh pend uduk kota. kakinya terus amblas dan seluruh badannya masuk ke tanah untuk kemudian terlah ir di alam neraka. akhirnya para pertapa ini mengakui semua perbuatan mereka dan menarik kembali tuduhan palsu yang pernah mereka lontarkan terhadap diri Sang Buddha. Besok pagi-pagi sekali ia h arus kembali dan supaya dilihat orang banyak berjalan dari jurusan Jetavana. Merek a segera ditangkap dan dibawa menghadap Raja Pasenadi. Kisahn ya adalah sebagai berikut: Seorang wanita bernama Sundari dibujuk oleh para pertapa paribbajika untuk mempe rlihatkan diri sedang pergi ke Jetavana dengan berdandan rapi dan memakai wangiwangian. Di kemudian hari terjadi lagi fitnahan yang serupa oleh seorang wanita bernama S undari. perta pa ini bukanlah orang yang hidup membujang. Sang Buddha tidak berkata apa-apa dan hanya diam saja. Tetapi sebenarnya. Beliau memerintahkan seekor tikus untuk me nggigit tali yang mengikat kayu di sekitar perut Ciñca. sehingga Ananda mengusulkan untuk pindah saj a ke kota lain. Beliau mencerit akan kisah di bawah ini: "Ketika itu Sang Bodhisatta bernama Munali dan terkenal sebagai orang yang senan g berfoya-foya. Pencarian kemudian dilakukan oleh petugas-pe tugas raja dan tidak lama kemudian mereka menemukan mayat Sundari di dekat Gandh akuti (kamar) Sang Buddha. Ketika Sang Buddha kemudian ditanya mengenai peristiwa tersebut. Setelah d iperiksa. Waktu kakinya menginjak tanah di luar pagar vihara . Beb erapa hari kemudian para pertapa tersebut memberi upah kepada beberapa orang baj ingan untuk membunuh Sundari dan menyembunyikan mayatnya di tempat sampah dekat Jetavana. mereka mengaraknya melew ati jalan-jalan di kota sambil meneriakkan tuduhan. Tali itu putus dan kayu menimpa jari kaki Ciñca hingga terluka. Waktu Sang Buddha kemudian ditanya. Pada suatu hari ia melihat Surabhi (seorang Pacceka Buddha) seda ng memakai jubahnya di sebelah luar tembok kota. Dengan menggotong mayat Sundari di atas sebuah usungan.

'Aku juga membajak dan menanam bibit. Meskipun demikian Guru Gotama masih berani mengatakan bahwa. Tahun ke-10 Di tahun ini terjadi perselisihan diantara para bhikkhu di Kosambi. Waspada dalam perbuatan. Itulah cara-Ku membajak. Dan sederhana dalam makan dan minum.I-171) : "Pertapa.' Akibat dari ucapan yang salah inilah yang membuat Sang Buddha dalam kehi dupan ini mendapat fitnahan dari Sundari. Dan di tempat yang dilalui tak akan ada lagi yang menangis. Kemauan keras adalah regu penopang beban-Ku. dan setelah membajak dan menanam bi bit." Sang Buddha menjawab. Sang Buddha pergi ke Savatthi. "Keyakinan adalah bibit-Ku dan hujan adalah tata tertib-Ku Pandangan terang adalah bajak-Ku disertai kayu lengkung yang sesuai. Atas saran Sang Buddha. Aku makan. Sang Buddha dijaga dan dilayani oleh seekor gajah yang b aik hati. Sang Buddha ber-vassa di hutan Parileyyaka. Aku mencabut rumput dengan Kesunyataan menyelesaikan tugas. Tahun ke-9 Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Kosambi. Sang Buddha bertemu dengan Nakulapita dan istrinya. Setelah bekerja. Di hutan. Kis ahnya ini adalah sebagai berikut (S. Apakah And a juga membajak dan menanam bibit dan setelah membajak dan menanam bibit lalu ma kan?" "Betul." Bharadvaja merasa gembira sekali dan segera menghaturkan sebuah mangkuk besar be risi nasi campur susu. sebagaimana ia sendiri juga turut bekerja untuk dapat makan hasilnya. Percakap an yang menarik itu dapat kita ikuti seperti di bawah ini (S. Siapa saja yang melaksanakan cara membajak seperti ini. bajaknya. Bharadvaja menegur agar Sang Buddha pun harus ikut membajak dan menanam padi . Mer eka semua dimaafkan dan dengan demikian perselisihan itu didamaikan. Buah yang akan dipetik adalah makanan abadi. Tetapi Sang Buddha menolak pemberian tersebut dengan mengatakan bahwa seorang Bu ddha tidak pernah menerima imbalan untuk berkhotbah. Ketika itu para bhikkhu di Kosambi sudah insyaf dan datang mengunjungi Sang Buddha untuk minta maaf. pengunjam bajak. A ku makan'. Sehabis vassa." "Tetapi kami tidak pernah melihat regu Guru Gotama. dan setelah membajak dan menanam bibit. yang di kehidupan lampau pernah menjadi ayah dan ibu-Nya sampai lima ratus kali. Aku juga membajak dan menanam bibit. c ambuk atau sapinya. Bha radvaja membuang makanan tersebut ke sungai karena tidak ada orang yang dapat me . aku membajak dan menanam bibit. Melihat Sang Budd ha. aku makan. waspada dalam ucapan. Akan terbebas dari penderitaan dan kesedihan. Karena letih menghadapi perselisihan yang tak mau didamaikan. Tahun ke-11 Tahun ini Sang Buddha diam di Desa Ekanala dan mentahbiskan Kasi-bharadvaja. Yang menarik bajak-Ku menuju pelabuhan yang aman. Pemusatan pikiran adalah pengunjam bajak-Ku dan cambuk-Ku." Tahun ke-8 Tahun ini Beliau berada di wilayah kaum Bhagga. Adalah apa yang Aku selalu dambakan.I-171) : Sang Buddha mengunjungi Bharadvaja pada upacara menanam padi dan berdiri di deka t tempat pembagian makanan para petani yang ikut menanam padi. selalu maju dan tak pernah mundur. Ketika diam di Bhesakalavana dek at Gunung Sumsumara. Tahu malu (hiri) adalah tiang bajak-Ku dan pikiran adalah talinya.cabul.

sahabat. Suppabuddha tidak mengizinkan Sang Buddha b erjalan di jalanan Kapilavatthu. Menurut Vinaya. Ketika makanan itu menyentuh air sungai. Memperoleh pandangan terang tentang timbul dan lenyapnya kembali benda-ben da. sebab ia masih mempunyai perasaan dendam bahwa Sang Buddha telah menyia-nyiakan kehidupan anaknya. Penerangan Agung. oh Pertapa!" Sang Buddha berjalan pergi dan berkata. oh P ertapa!" Sang Buddha berjalan pergi dan berkata." Untuk kedua kalinya yakkha Alavaka berkata. 5. sehingga Sang Buddha dan rom bongan-Nya harus makan makanan yang disediakan oleh lima ratus orang pedagang ku da. Ketika itu Sang Buddha me mberi ia nasehat seperti berikut: Meghiya. ketenangan. untuk membebaskan pikiran yang belum matang diperlukan lima hal yang be rguna sekali untuk membuat ia matang : 1. tetapi ditolak oleh Sang Buddha. "Pergilah. Savatthi." Yakkha Alavaka kembali membentak. Sang Buddha minta ia menunggu kedatangan seorang bhikkhu lain. dan Nibbana." Sang Buddha lalu masuk dan menjawab. terdengar suara gemercak dan api serta asap terlihat d i atas air. Meghiya meras a tertarik sekali dan mohon izin dari Sang Buddha untuk bermeditasi di tempat te rsebut. Nasehat yang baik yang menuju kepada pengekangan hawa nafsu. "Baiklah. Di tempat ini Rahula memperoleh upasampada dan menjadi bhikkhu. Seorang sahabat baik (kalyana mitta). Tahun ke-15 Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu dan tahun itu bekas mertuanya. Dalam keadaan mabuk. "Baiklah.ncernakan makanan yang pernah dipersembahkan kepada Sang Buddha. Tahun ke-13 Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata dan dilayani oleh seorang bhikk hu bernama Meghiya. "Masuklah. Suppabuddha m eninggal dunia. Tahun ke-12 Ber-vassa di Veranja atas permohonan seorang Brahmana bernama Veranja. Ketika it u berjangkit kekurangan makanan di tempat tersebut. Tahun ke-16 Kejadian penting selama Sang Buddha diam di Alavi di tahun ini adalah penaklukan dari yakkha Alavaka yang menteror kota Alavi. Yasodhara. tetapi ka rena terus didesak akhirnya Sang Buddha memberi izin juga. p embebasan. kemauan tidak baik dan jahat. oh Pertapa. Melihat sebidang kebun mangga di dekat sungai. 4. sahabat. sahabat. 2. Moggallana menawarkan diri untuk menyediakan makanan yang layak dengan mengg unakan kekuatan gaib. ia menjadi bhikkhu dan berhasil mencapai tingkat kesucian Arahat. Tahun ke-14 Sang Buddha ber-vassa di Jetavanarama." . seseorang hanya diperkenankan m enjadi bhikkhu apabila telah mencapai usia dua puluh tahun dan Rahula pada waktu itu telah mencapai usia tersebut. Daya upaya untuk menyingkirkan pikiran yang tidak baik dan memperoleh piki ran yang baik.I-10): Ketika itu yakkha Alavaka menghampiri Sang Buddha dan membentak. "Baiklah. "Pergilah. tetapi tidak lama kemudian ia dihinggapi oleh pikiran penuh hawa nafsu. sehingg a dengan sangat kecewa ia kembali menemui Sang Buddha. Kisahnya adalah sebagai berikut ( SN. Bharadvaja menjadi kagum sekali dan sambil berlutut di kaki Sang Buddha menyatak an dirinya sebagai pengikut Sang Buddha untuk seumur hidup. Tidak lama kemudian. Tingkah laku yang baik dibimbing oleh sila-sila yang penting sebagai latih an. Meghiya pergi bermeditasi sendiri di kebun mangga. 3.

sahabat. KESUNYATAAN adalah yang paling manis dari semua rasa. "Baiklah. Orang menyucikan dirinya dengan Kebijaksanaan. dan para ma nusia yang sanggup mengacaukan pikiran-Ku atau mencabut jantung-Ku atau memegang kaki-Ku dan melempar Aku ke seberang sungai. "Memiliki keyakinan kepada para Arahat dan Dhamma untuk mencapai Nibbana. sahabat. akan kukacaukan pikiranmu atau kucabut jantungmu atau akan kupegang k akimu dan kulemparkan ke seberang sungai. dan para dewa. DHAMMA. para Brahma atau di dunia ini dari pertapa. Orang mengatasi derita dengan Keuletan. oh Pertapa!" Sang Buddha menjawab. Apabila Anda tidak dapat menjawab per tanyaanku. "Aku tidak akan pergi. Barang siapa berbuat apa yang benar. . bagaimanak ah orang tidak usah menyesal?" Sang Buddha menjawab." "Sahabat. tiba di alam sana (setelah mati)." "Akan kuajukan sebuah pertanyaan. Aku tidak melihat suatu makhluk pun di dunia termasuk para Mara." Untuk keempat kalinya yakkha Alavaka berkata. oh Pertapa!" Sang Buddha masuk kembali sambil berkata." Yakkha tersebut kemudian bertanya. engkau boleh berbuat apa yang engka u kehendaki." Yakkha bertanya lagi. "Pergilah." "Masuklah. tekun. engkau dapat menga jukan pertanyaan apa saja yang engkau kehendaki. Tetapi sahabat. Dan dengan pengendalian diri orang yang rajin. "Apakah harta termulia bagi seorang manusia dalam dunia ini? Perbuatan manakah yang membawa kebahagiaan? Apakah yang paling manis dari semua rasa? Cara hidup bagaimanakah yang disebut termulia?" Sang Buddha menjawab. para Brahmana. "Pergilah. "Baiklah. jika ditaati dengan sungguh-sungguh akan membawa kebahagiaan. oh Pertapa!" Sang Buddha masuk sambil menjawab. "KEYAKINAN merupakan harta termulia bagi manusia dalam dunia ini." Untuk ketiga kalinya yakkha Alavaka berkata. Orang menyeberangi lautan dengan Kewaspadaan. "Orang menyeberangi arus dengan Keyakinan. "Bagaimanakah orang mencapai Kebijaksanaan? Bagaimanakah orang memperoleh Kekayaan? Bagaimanakah orang memperoleh Kemasyhuran? Bagaimanakah orang mengikat sahabat-sahabat? Setelah meninggalkan alam sini. oh Pertapa!" Sang Buddha berjalan pergi sambil berkata. Pertapa. "Baiklah."Masuklah. sahabat." Yakkha bertanya lagi. Hidup dengan diberkahi KEBIJAKSANAAN disebut hidup yang termulia. "Bagaimanakah orang menyeberangi arus (penjelmaan)? Bagaimanakah orang menyeberangi lautan (tumimbal lahir)? Bagaimanakah orang mengatasi derita? Bagaimanakah orang menyucikan diri?" Sang Buddha menjawab. dan penuh perhatian me mperoleh Kebijaksanaan.

Hanya sedikit saja yang pergi ke alam bahagia. Ketika itu Sang Buddha minta kepada Raja untuk mengumumkan siapa diantara yang h adir ingin membeli mayat dari Sirima. bahkan diberi dengan cuma-cuma j uga mereka tidak sudi. ia memperoleh Kekayaan. Kemasyhuran diperoleh dengan mencintai hal-hal yang benar (sacca). 174) Ketika Sang Buddha mendengar bahwa gadis itu sakit keras maka dengan melakukan p erjalanan sejauh tiga puluh "league" (1 league = 4. sadar. Sang Buddh . tetapi mengunjungi Alavi lagi karena m erasa kasihan kepada seorang petani miskin. kesabaran/dapat memaafkan kesalahan orang lain dan kedermawana n. meninggal dunia. Juga di tahun ini seorang pelacur terkenal bernama Sirima. Seperti juga burung yang ingin melepaskan diri dari jaring. Ternyata tidak seorang pun yang mau membelinya.Barang siapa bertekad teguh. 147) Sang Buddha kemudian ber-vassa di Veluvanarama. dirangkai menjadi satu. Tahun ke-18 Di tahun ini Sang Buddha kembali mengunjungi Alavi untuk kepentingan anak peremp uan seorang penenun. Hanya sedikit saja yang dapat melihatnya dengan terang. dari kota ke kota untuk men ghormat kepada Yang Maha Suci Buddha dan kepada Dhamma Yang Maha Sempurna. Ayolah! Tanyakan kepada para pertapa lain dan para Brahmana. Mulai hari ini aku akan berkelana dari desa ke desa. Orang berkeluarga yang memiliki sifat-sifat: mencintai hal-hal yang benar.564 m)." Tahun ke-17 Tahun ini Sang Buddha berada di Savatthi. Apakah ada watak lain yang lebih agung dari mencintai hal-hal yang benar. Sang Buddha menghadiri pemakaman Sirima. "Mengapa aku harus bertanya kepada para pertapa dan Brahmana lain? Hari ini aku merasa beruntung dapat mengetahui sesuatu untuk kebaikan diriku di kemudian hari . yang tidak memperhatikan khotbah Sang Buddha dengan baik . Sang Buddha mengajukan pertanyaan kepada gadis tersebut dan semua pertanyaan dap at dijawabnya dengan baik. tempat timbunan pikiran. kesabaran/dapat memaafkan kesalahan orang lain dan kedermawanan ?" Yakkha menjawab. Barang siapa suka memberi akan mengikat Sahabat-sahabat. sehingga para hadirin yang lain. Tempat tumpukan penyakit. Pada kesempatan itulah Sang Buddha memberikan penerangan kepada khalayak ramai dengan mengucapkan syair seperti berikut : "Lihatlah lukisan ini yang berupa khayalan. Rajagaha. yang kemudian menjadi seorang Sotapa nna setelah mendengar khotbah Sang Buddha." (Dhammapada. sebab ketika hidupnya banyak laki-laki yan g tertarik dan mengagumi Sirima. Dengan sesungguhnya aku mengatakan bahwa Sang Buddha datang ke Alavi untuk keunt unganku.800 atau 5. Waktu itu Sang Buddha memujinya d engan mengucapkan syair seperti berikut: "Dunia ini diselubungi kegelapan. tidak dapat mengerti jawaban gadis tersebut. Dimana tak terdapat kekekalan dan kelanggengan. Tiga tahun yang lampau gadis ini mendengar khotbah Sang Bud dha tentang pentingnya bermeditasi terhadap kematian. Dalam pertemuan tersebut. p engendalian diri. Hari ini dapat kuketahui pemberian kepada siapa yang dapat membawa paha la terbesar. Jawabannya mengandung arti filsafat tinggi. tidak akan menyesal setelah mati. kakak dari tabib Jiva ka." (Dhammapada. Badan yang penuh dengan luka. pe ngendalian diri.

Kisahnya adalah sebagai berikut : Angulimala adalah anak seorang penasehat raja negara Kosala. "Sekarang engkau sudah tamat belajar di sekolah ini. "Karena ia akan bekerja seorang diri. "Tetapi." Sampai hari itu Ahimsaka belum pernah menyakiti orang lain dan karena itu ia tid ak tahu bagaimana harus memotong jari orang. jika engkau memberiku seribu bua h jari tangan kanan manusia. Karma itu anak-anak yang lain rnerasa iri hati kepada Ahimsaka. Ahi msaka berjanji kepada gurunya untuk melaksanakan apa yang diminta oleh gurunya. "Ingat. Karena itu tidak ada lagi orang yang berani lewa . Mereka sedikit demi sedikit menghasut guru mereka. Ayahnya bernama Bha ggava dan ibunya Mantani. Karena ingin mematuhi perintah guru nya. mengapa senjata-senjata itu lalu mengeluarkan cah aya gemerlapan?" "Baginda. Tetapi. Dengan mudah Angulimala membunuh orang-orang tersebut dan memotong jari tangan kanannya. sehingga wak tu meninggal dunia. ia kemudian mendapat nama baru sebagai Angulimala (Anguli = jari. Baginda . bersepuluh. terpintar dan juga yang terpatuh dari semua murid di sekolah tersebut. para pedagang atau pelancong jalan berkelompok. mala = kalung). Tahun ke-20 Di tahun ini Ananda ditunjuk sebagai pembantu tetap Sang Buddha dan selama dua p uluh lima tahun Ananda menjadi pembantu tetap. begitu mereka menden gar "Aku Angulimila. Kalau ingin me lewati hutan Jalini. jangan membawa dua buah jari tan gan dari orang yang sama. namun sebagai murid yang sangat patuh. Bhaggava menjawab." "Berapakah yang harus kubayar. Meskipun hal ini sangat sulit sekali. Di hutan ia mencegat para pelancong yang lewat. berdua. seorang penyamun yang luar biasa. maka Ahimsaka membawa pedangnya dan pergi ke hutan Jalini di negara Kosala. dan bertiga puluh. tetapi sebelum engkau pulang. Sekarang Angulimala menjadi seorang pembunuh kejam yang ditakuti. "Istriku baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki. sehingga akhirnya guru terseb ut juga membenci Ahimsaka. Tahun ke-19 Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata. Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata. "Ia akan bekerja seorang diri. "Kalau begitu. Di tahun ini pula Sang Buddha menaklukkan seorang penyamun ganas bernama Angulim ala. kenapa kita tidak sekarang saja membunuhny a?" Bhaggava menjawab. ber empat. "Apakah ia akan merampok seorang diri atau dengan berkawa n?" Bhaggava menjawab. Baginda. maka kita dengan mudah dapat menangkapnya. Sesudah itu ia membuat kalung dari jari-jari tersebut dan mengg antung kalung itu di lehernya Karena kalung dari jari-jari tersebut." Raja Kosala bertanya. Guru?" "Engkau tidak usah membayar dengan uang. termasuk yang ada di istana. anakku itu kelak akan menjadi seorang penyamun." Kembali Raja bertanya. Setelah selesai belajar di sekolah tersebut. membunuhnya dan mengambil jari tangan kanannya. Sebelum pergi gurunya kembali berpesan." jawab gurunya. Raja menjadi takut sekali dan keesokan harinya memanggil penasehatnya untuk ditanyakan tentang sebab mengapa semua senjata mengeluarkan cahaya. berdua puluh. Cukup." Ketika Ahimsaka mencapai umur untuk bersekolah." Raja kemudian berkata. maka ayahnya mengirirn Ahimsaka ke sebuah sekolah di Takkasila. terlebih dulu engkau harus membayar uang sekolah kepadaku. Ahimsaka merupakan murid yang terkuat.a berkunjung ke rumahnya dan masih sempat memberikan uraian Dhamma. semu a senjata di seluruh negeri. Hari ia dilahirkan. gadis itu mencapai Sotapatti phala. jangan lari!" Mereka menggigil dan gemetaran dan tidak dapa t melarikan diri lagi. Nama aslinya adalah Ahimsaka. gurunya memanggil Ahimsaka dan berk ata. mengeluarkan cahaya ge merlapan. yaitu sampai saat Sang Buddha man gkat di Kusinara.

tetapi apa yang dapat aku lakukan? Aku harus memegang janjiku dan membunuhnya. ia masih harus membunuh seorang lagi untuk memenuhi permintaan g urunya berupa seribu buah jari tangan kanan manusia. "Bhikkhu. buas. mengucapkan terima kasih dan melanjutkan perjalanan-Nya memasuki hutan. dengan membawa mangkuk-Nya Sang Buddha b erjalan menuju ke hutan tempat Angulimala bersembunyi menunggu mangsanya yang te rakhir. Sang Buddha berjalan s aja dengan tenang. meskipun ibuku sendiri yang datang. Teta pi sekarang. B adannya sudah berbau busuk. Tetapi bag aimanapun juga. sebaiknya Anda jangan pergi ke hutan itu. Ia berpikir." Tetapi ibunya adalah seorang wanita yang halus budi pekertinya dan mempunyai hat i yang baik. "Aku harus pergi seorang diri ke hutan untuk menyelamatkan anakku. Ia berka ta kepada suaminya. meskipun dulu aku ber lari-lari menangkap gajah. sebagaimana biasa. Aneh sekali aku tak dapat mengejar pertapa in . sebaiknya Anda jangan berjalan terus. I bunya. Di sana bersembunyi seorang penyamun yang bernama Angulimala. "Baik juga pertapa ini berdiri di depan ibuku. anak itu sekarang sudah terlalu ganas. mendengar tentang persiapan yang dilakukan Raja Kosala. Ia datang seorang diri. Banyak orang y ang sudah meninggalkan rumah dan desanya. Ia berpikir. "Alangkah kasihannya wanita ini. sehingga semua sendi-sendinya merasa sakit sekali dan tidak kuat lagi untuk berlari. Angulimala kemudian memindahkan tempat kerjanya dan di tempat yang baru ia kemba li mencegat dan membunuh orang yang lewat. Karena itu. Angulimala berpikir. yang meskipun sudah jemu dengan perbuatan membunuh dan ingin kembali menjadi orang yang baik. Ketika itu Angulimila sudah membunuh 999 orang. ia berlari mendekati Sang Buddha. Tiba-tiba Sang Buddha berdi ri di antara Angulimala dan ibunya. Angulimala melihat ibunya datang dan berpikir." Kemudian ia berjalan pergi ke hutan dengan membawa bekal makanan seperlunya. mandi. memotong jari tangannya untuk mencukupi jumlah seribu yang diminta guruku. Raja Kosala mempersiapkan tentara yang untuk menangkap Angulimala. Ketika itu ibu Angulimala sudah terlebih dulu memasuki hutan. Ia benci sekali dengan hidup seperti itu. tidur. Keti ka itu Sang Buddha melihat Angulimala. Ia mungkin sudah berub ah seluruhnya dan kalau aku pergi menemuinya. Ap akah kamu tidak dapat pergi menemui anak kita dan membujuknya supaya berhenti me mbunuh?" "Istriku tercinta. tetapi membunuh pertapa ini dan memotong jari tangannya. Tetapi Sang Buddha hanya terseny um." Ia menghunus pedangnya dan berlari mendekati ibunya. kuda. Karena itu. "Sekarang. Aku tidak akan mengganggunya. A ku tidak mau mati percuma. Apalagi ia mencintai anaknya lebih dari dirinya sendiri. Ia telah membunuh ratusan orang. Sekarang Raja sedang membuat persiapan untuk menangkap dan membunuhnya. masih kekurangan satu orang lagi yang akan dijadikan korban. Dan korban yang terakhir ini justru adalah ibu nya sendiri.t hutan tersebut. Kembalilah s ekarang juga ke tempat darimana Anda datang. berusaha mencegahNya dengan mengatakan. dan pakaian yang bersih. Ia adalah ora ng yang kejam." Dengan pedang terhunus. Dengan demikian aku tidak usah membunuh ibuku. aku akan membunuhnya . Karena itu." Mereka menasehati Sang Buddha sampai tiga kali. dan jahat. "Anak kita yang tercinta sekarang telah menjadi seorang pemb unuh. kereta perang." Pagi hari itu. Penduduk desa yang melihat Sang Buddha berjalan menuju hutan. Manyani. sungguh mengherankan. Angulimala berlari-lari untuk menyergap dan membunuh Sang Bud dha. tetapi meskipun badannya penuh dengan keringat ia tetap tak dapat menyentuh badan Sang Buddha yang sedang berjalan dengan tenang. Angulimala kemudian menja di letih. sebab siapa tahu mungkin saja hari ini ia akan data ng ke tempat ini. "Tidak pernah aku seletih ini. Ia juga pasti akan membunuh Anda. Sang Buddha lalu bertekad untuk menolong Angulimala. Ia pikir. ibun ya dan juga khalayak ramai. Berbulan-bulan lamanya ia berada di hutan tanpa memperoleh cukup makan. mungkin aku pun akan dibunuhnya. Aku memang kasihan kepadanya. Sang Buddha melihat ke seluruh penjuru dunia u ntuk mencari orang yang mungkin dapat ditolong-Nya dalam bidang kerohanian. rusa atau binatang lainnya. Karena merasa kasihan. sedangkan kami sendiri hari ini juga a kan meninggalkan tempat ini.

" Kemudian Sang Buddha memanggil Angulimala untuk keluar.i. Sang Buddha memberi berkah dan kemudian mengajaknya pergi ke vihara. Baginda Yang Agung. Angulimala. Setelah itu Sang Buddha memberikan khotbah Dhamma. "Bagaimana Anda mengatakan berhenti. setelah terlebih dulu dibacakan kali mat-kalimat: "Yatoham bhagini ariyaya Jatiya jato Nabhijanami sañcicca Panam jivita voropeta Tena saccena sotthi te Hotu sotthi gabbhassa. Sang Buddha member inya petunjuk untuk memberi wanita itu air." jawab Raja Kosala. Sewaktu ia menceritakan peristiwa tersebut kepada Sang Buddha da n menanyakan cara untuk menolong penderitaan wanita tersebut. Ibu Angulimala yang menyaksikan seluruh peristiwa ini dari dekat. Angulimala diserang oleh orang-or ang yang sedang berkelahi." Yang berarti: . memakai jubah kuning. Karena itu Aku berhenti dan kamu tidak berhenti. Ia datang berkunjung deng an membawa lima ratus orang prajurit berkuda. terlebih dulu da tang mengunjungi Sang Buddha untuk mohon restu Beliau. Aku hendak menangkapnya. Dikisahkan sewaktu Angulimala sudah mencapai ti ngkat Arahat. Sang Buddha kemudian memberitahukan Angulimala agar j angan mempunyai rasa dendam dan harus menganggap kejadian ini sebagai hukuman at as kejahatan yang pernah ia lakukan. Ketika Angulimala memasu ki ruangan. Tetapi kamu tidak mempunyai betas kasih terhadap makhluk hidup. aku akan berlutut di hadapannya. Angulimala k emudian mencapai tingkat Arahat. Yang Mulia. Umpamanya Baginda melihat Ang ulimala sekarang sudah bercukur gundul. Raja Kosala. Tentu ada m aksud tertentu dalam ucapan tersebut. yang dalam waktu demiki an singkat dapat menaklukkan Angulimala dan mengubahnya menjadi orang baik. "Oh. Ada seorang penyamun yang ganas sekali di kerajaanku. meskipun berjalan lebih cepat dari aku. Sang Buddha lalu berkata. Bhikkhu ini. Aku berhenti. "Aku berhenti. "Hai berhenti. berhenti Bhikkhu!" Sang Buddha menjawab. Di vihara i a ditahbiskan menjadi bhikkhu. mengatakan bahwa ia berhenti. apakah yang Baginda akan la kukan?" Raja Kosala menjawab. apakah engkau sendiri b erhenti?" Angulimala tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Sang Buddha dan berpikir." Kemudian ia bertanya kepada Sang Buddha. sebelum memasuki hutan untuk menangkap Angulimala. pa dahal Anda berlari lebih cepat dari aku?" Sang Buddha mengucapkan syair seperti di bawah ini : "Sebagaimana biasa. meninggalkan kehid upan sebagai seorang penyamun dan berhenti membunuh. "Oh. Suatu hari ketika sedang mengumpulkan makanan. apakah Baginda mendapat kesukaran ? Apakah Raja Bimbisara menyatakan perang kepada Anda atau Pangeran dari Licchav i atau mungkin dari kerajaan lain?" "Bukan. Sang Buddha bertanya. Baginda Yang Agung. "Seor ang bhikkhu tidak boleh bohong. sehingga ia berkeinginan menolong w anita tersebut. Aku sekarang memang sangat letih. Hal ini menggugah hatinya." Angulimala rupanya sangat terkesan dengan syair yang diucapkan Sang Buddha. Setelah berlatih dengan tekun. "Kalau demikian halnya. Angulimala! Tetapi. Namany a Angulimala. Karena Aku berbelas kasih terhadap semua makhluk hidup. merasa kagum sekali kepada Sang Buddha." Kemudian ia berteriak. Tetapi dicegah oleh Sang Buddha. semua prajurit Raja melarikan diri. ia mendengar seorang wanita sedang merintih-rintih kesakitan waktu hendak bersalin. Ia m embuang pedangnya dan berlutut di hadapan Sang Buddha.

sehingga membuat Ajatasattu ketakutan. Kisahnya adalah sebagai berikut : Devadatta adalah anak dari Pangeran Suppabuddha dan Amita. Savatthi. sehingga Beliau sangat men ghormat pada Devadatta. s ebuah desa kecil yang mungkin terletak di dekat Vesali. Pada vassa berikutnya. Kisah ini pun dapat dipakai sebagai contoh untuk membuktikan bahwa kamma (perbua tan) baik yang orang lakukan dapat memusnahkan kamma buruk yang pernah ia lakuka n. berhubung Sang Bud dha sekarang sudah lanjut usianya. Keja dian ini menggembirakan sekali hati Devadatta. semoga Anda Dan bayi dalam kandungan selamat."Saudari. Tahun itu Sang Buddha ber-vassa di Veluvanarama. Demikianlah kisah mengenai Angulimala. wanita itu segera bersalin dengan s elamat. Satu hal pasti yang dapat ditemukan dalam sutta-sutta ialah tentang mangkatnya R aja Bimbisara. Penaklukan Angulimala sering kali dicatat sebagai satu dari sekian banyak perbua tan Sang Buddha yang menolong manusia karena rasa belas kasih yang sangat besar terhadap umat manusia. Tiba-tiba ia jatuh di atas pangkuan Ajatasattu. Rajagaha. karena kelak sebelum wakt unya. Devadatta mohon kepada S ang Buddha agar Sang Buddha menunjuknya sebagai Ketua Sangha. te mpat-tempat mana yang telah dikunjungi oleh Sang Buddha dan dimana Sang Buddha b er-vassa. Kemudian an ak kecil itu lenyap dan Devadatta berdiri di depan Ajatasattu. "Ak . sewaktu Sang Buddha dalam perjalanan dari Kapilavatthu menuju ke Rajagaha. sedangkan vassa ke-44 dijalankan di Beluva. yang kemudian menjadi Buddha. yang bertumimbal lahir sebagai Manomayakayikadeva. Ajatasattu mengunjungi Devadatta dengan diiringi lima ratus kereta. Sampai hari ini kalimat-kalimat tersebut dikenal sebagai Angulimala-sutt a dan dipakai untuk membuat air guna memudahkan persalinan. Devadatta mempunyai maks ud yang tidak baik terhadap Sang Buddha karena ia merasa iri atas kemasyhuran Sa ng Buddha. Tidak lama kemudian. Bhagu." Dan benar saja. Devadatta ditahbiskan menjadi bhikkhu bersama-sama dengan Ananda. di samping memberikan lima ratus piring makanan setiap hari. Ia bersalin rupa menj adi anak kecil dengan memakai kalung dari beberapa ekor ular. Pertama ia mencoba untuk mempengaruhi Pangeran Ajatasattu. Untuk beberapa waktu lamanya. Atas permohonan itu Sang Buddha menjawab. Mogg allana menceritakan hal tersebut kepada Sang Buddha. men getahui niat jahat Devadatta tersebut dan memberitahukan kepada Moggallana. Peristiwa tersebu t memberi kesan yang dalam sekali di hati Ajatasattu. Tahun ke-21 sampai dengan tahun ke-44 Selama tahun-tahun tersebut di atas. sehingga timbul niat jahatnya unt uk mengambil alih kedudukan Sang Buddha sebagai Ketua Sangha. Tetapi di kemudian hari. delapan tahun sebelum Sang Buddha sendiri mencapai Parinibbana. Saudara perempuannya bernama Yasodhara atau Bhaddakaccana dan menikah deng an Pangeran Siddhattha. Anuruddha dan Upali di Anupiya. tetapi Sang Buddha menjawab bahwa persoalan itu tidak perlu dibicarakan sekarang. adik dari Raja Suddho dana. pada tahun ketiga setelah memperoleh Pene rangan Agung. Devadatta berhasil memperoleh Puthujjanika-iddhi. Devadatta akan membocorkannya sendiri. Kimbila . sejak dilahirkan sebagai seorang Ariya Aku tidak ingat dengan sengaja Membunuh suatu makhluk hidup Dengan pernyataan yang benar ini. di hadapan pertemuan para bhikkhu. setelah diberi air tersebut. K etika itulah Devadatta dengan paksa ingin mengambil alih pimpinan Sangha dari Sa ng Buddha. tidak dapat dipastikan secara berurutan. bahkan Sang Buddha sendiri pernah memujinya sebagai orang yang mempun yai kekuatan gaib yang tinggi. yaitu k ekuatan gaib tertinggi yang dapat dicapai oleh orang yang belum mencapai tingkat kesucian. Bhaddiya. Seorang murid Moggallana. Tetapi dapat diketahui bahwa delapan belas vassa dijalankan di Jetavanarama dan lima vassa di Pubbarama. Devadatta mendapat tempat terhormat dal am Sangha. Tiap pagi dan petang hari.

Devadatta kemudian berusaha untuk memecah b elah Sangha. kemudian satu per satu meninggalkan tempat penjagaannya. Gajah itu besar dan buas dan terkenal dengan nama Nalagiri. Mereka semua datang ke tempat Sang Buddha. Tiba-tiba du a tonggak besar muncul dari dalam tanah untuk menahan jatuhnya batu tersebut. kecuali "tidur di bawah pohon" selama musim hujan. Dengan cepat berita ini tersiar dan Sang Buddha pun diberi tahu. maka mustahil Aku akan mengalihkannya kepada engkau. Suatu har i. Devadatta lalu mengambil keputusan untuk membunuh sendiri Sang Buddha. Sang Buddha memberikan uraian Dhamma kepada orang tersebut dan kemudian menyuruh nya pulang dengan mengambil jalan tertentu. 4. S ang Buddha kemudian diusung ke Ambavana. meskipun terlebih dulu telah dipesan dan diperingati deng an keras oleh Sang Buddha untuk tidak berbuat apa-apa. semua bhikkhu harus tidur di bawah pohon dan tidak boleh tidur d i dalam rumah. siang dan malam para murid-Nya me njaga tempat tinggal Sang Buddha. ia mendorong sebuah batu besar yang dimaksudkan untuk menimpa mati Sang Buddha. Semua bhikkhu dilarang keras makan daging dan ikan. Setelah kejadian ini. Sang Buddha berhasil berada di depa n Ananda dan dengan pancaran cinta kasih dapat menjinakkan kembali gajah tersebu t. Di hutan. peman ah tersebut demikian terpesona dengan keagungan Sang Buddha. Tetapi Sang Buddha menerangkan bahwa hal terse but tidak perlu. Ananda lari ke depan dan menempatkan dirinya antara Sang Buddha dan gajah dengan maksud untuk melindungi dan menjadi tameng d ari Guru Junjungannya. tetapi me reka hanya boleh makan makanan yang diperoleh dengan jalan minta-minta. sehingga akhirnya tidak ada seorang pun yang masih hidup untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Semua bhikkhu harus memakai jubah dari kain bekas pembungkus mayat dan tid ak boleh menerima persembahan jubah dari umat. Tetapi. seda ngkan ia sendiri akan membunuh Sang Buddha. Sang Buddha menjawab bahwa para bhikkhu yang ingin mengikuti peraturan tersebut boleh melakukannya. Hanya dengan menggunakan "iddhi". Kawan-kawannya yang letih menunggu. pecahan batu tersebut masih dapat melukai kaki Sang Buddha.u tidak akan mengalihkan Pimpinan Sangha kepada Sariputta atau Moggallana. yaitu dengan membuat bumi mengerut. s ehingga pemanah tersebut membuang panahnya dan mengaku kepada Sang Buddha. Namun Sang Budd ha menolak untuk membatalkan perjalanan-Nya. Sang Buddha lalu memberikan urai an Dhamma kepada para pemanah tersebut. karena tertarik oleh kekuatan gaib da ri Sang Buddha. Devadatta lalu membujuk seorang pawang gajah unt uk melepaskan seekor gajah (yang terlebih dulu dibuat mabuk dengan memberinya mi numan arak) di jalan yang akan dilalui Sang Buddha. Sewaktu gajah mabuk tersebut dilepa s dan memburu ke arah Sang Buddha. sehingga seluruh ba dannya menjadi kaku. Ia minta kepada Sang Buddha untuk menyetujui bahwa semua bhikkhu ha rus mentaati peraturan seperti di bawah ini: 1. berhubung tidak ada seorang pun di dunia ini yang mampu membunu h seorang Buddha." Devadat ta merasa tersinggung sekali dikatakan sebagai orang yang hina-dina. Sang Buddha menegurnya dengan kata-kata yang ramah-tamah. Setelah usahanya kembali gagal. Semua bhikkhu tidak boleh menerima undangan makan di rumah umat. Sewaktu mereka sudah berkumpul. Ajatasattu menyetujui dan memerintahkan beberapa orang pemanah istana untuk memb antu Devadatta membunuh Sang Buddha. seorang yang hina-dina. 5. Pada waktu itulah Ajatasattu dihasut oleh Devadatta untuk membunuh ayahnya. Setelah ketiga usahanya gagal semua. 2. saat Sang Buddha mendekati pemanah pertama yang harus membunuhnya. yaitu tempat tabib Jivaka untuk mendapa t pengobatan seperlunya. 3. Para pemanah istana tersebut ditempatkan di berbagai tempat dan diatur sedemikan rupa. sewaktu Sang Buddha sedang berjalan di lereng Gunung Gijjhakuta. Pemanah yang pertama pergi melapor kepad a Devadatta dan mengatakan bahwa ia tidak sanggup membunuh Sang Buddha. apa y ang sebenarnya menjadi tugasnya. Tetapi Be . Meskipun demikian. Semua bhikkhu harus tinggal di hutan. karena S ang Buddha mempunyai kekuatan gaib yang luar biasa tingginya.

Pengik ut Devadatta yang setia. Diantaranya terdapat bhikkhuni Thullananda yang terus-menerus memuji Devadatta d an seorang dari suku Sakya bernama Dandapani. sebab Devadatta mengira bahwa Sariputta dan Moggallana berdua j uga ingin bergabung dengannya. Ia masuk ke neraka Avici dan akan berada di alam tersebut selama seratus ribu ka ppa untuk kemudian lahir kembali ke dunia dan menjadi seorang Pacceka Buddha. Kemudian aku berhenti di pinggi r jalan dan mencari tempat duduk di bawah pohon yang rindang. Sang Buddha kemudian memerintahkan Sariputta dan Moggallana pergi ke Gayasisa un tuk bicara dengan para bhikkhu yang terkena bujukan. Waktu merasa sudah letih seka li. Mendengar berita tersebut. yaitu semacam bunga yang hanya dapat ditemukan.II-16) CULLAVAGGA XI (Vin. Ketika Sariputta dan Moggallana tiba di Gayasisa.D.V) Ayasma Maha Kassapa bercerita kepada para bhikkhu : "Pada suatu waktu aku bersama-sama dengan kira-kira lima ratus bhikkhu sedang be rada dalam perjalanan dari Pava menuju Kusinara. II. BAB V HARI-HARI TERAKHIR Maha Parinibbana Suttanta (D." Pada waktu itu lewat di depanku seorang pertapa "tak berpakaian" dengan membawa bunga Pohon Karang. Beliau mengatakan bahwa hal it u tidaklah mungkin dalam kehidupan ini. Pada akhir khotbahnya. Sewaktu Devadatta mengetahui bahwa ia tidak lama lagi dapat hidup di dunia ini. Devadatta dibawa dengan sebuah usungan. Devadatta minta Sariputta untuk meneruskan khotbahnya. Ketika berita ini disampaikan kepada Sang Buddha. Devadatta berhasil membuj uk lima ratus orang bhikkhu yang baru ditahbiskan untuk menyertainya pergi ke Ga yasisa. ia minta rombongannya berhenti sebentar karena ia ingin membersihkan badan terlebih dulu di sebuah telaga yang terdapat di pinggir jalan. ia minta murid-muridnya membawa ia menghadap Sang Buddha. Malam itu Devadatta berkhotbah sampai larut malam. mereka diterima dengan gembira oleh Devadatta. Waktu tiba di dekat Jetavanna. ia masih sempat menyatakan bahwa ia hanya mencari perlindungan kepada Sang Buddh a. Devadatta muntah darah dan kemudian sakit keras selam a sembilan bulan.liau menolak untuk membuat peraturan ini berlaku bagi semua bhikkhu. Kokalika. bila terjadi . Tahun ke-45 Di tahun ini Sang Buddha mangkat dan mencapai Parinibbana di Kusinara pada saat purnama sidhi di bulan Vaisak (Mei) sebelum waktu ber-vassa. tanah itu membuka dan ia terjerumus masuk ke dalam tanah. membangunkan Devadatta dari tidurnya dan menc eritakan apa yang telah terjadi. Sewaktu turun dari usungan dan kakinya menyentuh tanah. Meskipun sudah diperingati oleh Sang Buddha tentang akibat yang menyedihkan untuk orang yang memecah belah Sangha. lima ratus orang bhikkhu tersebut bersedia kembali kepada Sang Buddha dan meninggalkan Devadatta bersama-sama Sariputta dan Moggallana. Sariputta berkhotbah di depan para bhikkhu dan menerangkan bahwa De vadatta sekarang sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Sang Buddha. Ketika ia hampir hilang masuk ke dalam tanah. B. sedangkan ia sendiri pergi tidur. Penolakan ini membuat Devadatta gembira karena sekarang ia mempunyai alasan untu k menyebarluaskan berita bahwa Sang Buddha dan murid-murid-Nya masih terlalu ter ikat kepada kemewahan dan kehidupan yang serba cukup. namun Devadatta memberitahukan Ananda bahwa ia akan mengadakan pertemua n uposatha tersendiri tanpa dihadiri oleh Sang Buddha.

Sangha sedang mempertimbangkan untuk menyetujui kelima ratus bhikkhu ini membicarakan Dhamma dan Vinaya sewaktu merek a bervassa di Rajagaha. janganlah meratap! Sekarang kita telah terbebas dari Pertapa Tua itu. har ap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan. dan bhikkhu-bhikkhu lain selama vassa (musim hujan). tetapi ia sudah tidak mungkin lagi melakukan hal-hal yang salah karen a dorongan keinginan rendah. Setelah itu timbul pertanyaan. "Apakah Anda kenal Guru k ami?" Ia menjawab. janganlah meratap! Bukank ah sejak semula Sang Bhagava menerangkan bahwa segala sesuatu yang disenangi dan dicintai suatu ketika pasti akan berubah dan akan berpisah darimu? Apa yang tim bul karena suatu sebab. yang semuanya telah menc apai tingkat Arahat. "Benar. harap Bhante memilih bhikkhu-bhikkhu y ang akan membacakannya.peristiwa penting. sebelum mereka yang ber bicara tentang yang "bukan Vinaya" menjadi kuat dan mereka yang berbicara tentan g Vinaya menjadi lemah." Dengan demikian Bhikkhu Ananda pun terpilih. Avuso. tidak diperkenankan u ntuk berada di Rajagaha?" Ayasma Maha Kassapa lalu berkata kepada Sangha. "Di manakah akan diadakan pembacaan Dhamma dan Vi naya?" Kemudian diusulkan oleh beberapa orang bhikkhu "Di Rajagaha terdapat banyak umat yang bersedia memberikan makanan dan tempat penginapan pun jumlahnya berlebih-l ebihan." Kemudian dijawab. "Segala sesuatu yang terdiri dari paduan unsur-u nsur adalah tidak kekal. "Mari. "Cukup. dan Dhamma akan terdesak." Mendengar berita tersebut. yang telah ditahbisk an pada usia lanjut. Avuso. Bagaimana kalau waktu bervassa di Rajagaha kita membacakan Dhamma dan Vi naya. sebelum apa yang "bukan Vinaya" mendapat angin dan berkembang. bagaimana engkau masih menginginkan. Dan selama vassa itu jan gan ada bhikkhu lain yang bervassa di Rajagaha. Kalau Sangha menyetujuinya. Subhadda kemudian turut bicara. Karena itu aku mengusulkan agar Bhikkhu An anda pun diikutsertakan. "Bhante. Kelima ratus bhikkhu tersebut. Kalau sekiranya Sangha menyetujui. Mana mungkin hal ini tak akan terjadi?" Tetapi aku berkata. Para Bhante yang terhormat. "Para Bhante yang terhormat. tetapi Beliau telah mangkat s eminggu yang lalu." Kemudian Ayasma Maha Kassapa memilih 499 orang bhikkhu. 'Ini boleh kamu lakukan. oleh Sangha telah disetujui untuk membacakan Dham . sebelum apa yang "bukan Dhamma" mendapat angin dan berkembang. dengan penuh kesadaran dan pikiran terpusat. Selain itu Bhikkhu Ananda memahami Dhamma dan Vinaya dengan seksama d i bawah asuhan langsung Sang Bhagava. menjadi seorang makhluk. pada waktu kelima rat us bhikkhu tersebut membacakan Dhamma dan Vinaya di Rajagaha agar jangan ada bhi kkhu lain yang bervassa di Rajagaha. beberapa orang lagi berguling-gulingan di atas tanah dan menangis sambil meratap. Lalu aku menyapa pertapa tersebut. Su dah terlalu lama. nafsu-nafsu yang menggelapkan batin dan ketakutan. terdiri dari paduan unsur-unsur dan dikodratkan akan lapuk. Avuso. "Cukup. janganlah bersedih. kita akan membacakan Dhamma dan Vinaya. janganlah be rsedih. Setelah itu seorang bhikkhu berkata. dan Vinaya akan terdesak. mengangkat tangan mereka dan menangis tersedu-sedu. "Kalau demikian halnya. maka aku harap Sangha diam dan kepada mereka yang berkeberatan aku persilakan untuk bicara. Oleh karena itulah aku dapat memperoleh bunga Mandarava (Poho n Karang) ini. itu tidak boleh kamu lakukan!' Sekarang kita dapat berbuat sesuka hati kita dan kita tidak usah melakukan hal-hal yang kita tidak senangi. sebelum mereka yang berbicara tentang yang "bukan Dhamma" menjadi kuat dan mereka yang berbicara tentang Dhamma menjadi lemah. Kalau Sangha menganggap baik m aka Sangha dapat memberi persetujuan agar kelima ratus bhikkhu ini membacakan Dh amma dan Vinaya pada waktu mereka bervassa di Rajagaha. 'Semoga itu ta k akan berubah dan hancur kembali!" Pada waktu itu hadir pula seorang bhikkhu bernama Subhadda. meskipun Bhikkhu Ananda masih seor ang siswa. "Terlalu cepat San g Bhagava memasuki parinibbana! Terlalu cepat Yang Terbahagia memasuki parinibba na! Terlalu cepat Sang Mata Dunia lenyap dari pandangan kami!" Tetapi para bhikkhu yang telah terbebas dari hawa nafsu. Avuso. aku mengenal Guru Anda. Inilah usulku. kebencian." Lalu aku berkata. kita telah dikekang oleh Beliau dengan mengatakan. maka para bhikkhu yang masih belum terbebas dari hawa nafsu. merenung.

Kalau Sangha menganggap baik.. . Kalau Sangha menganggap baik. Besok akan dimulai pembacaan Dhamma dan Vinaya.. anak seorang pembuat jambangan tanah." "Mengenai siapa?" "Mengenai beberapa bhikkhu." Lalu dijawab oleh Bhikkhu Upali. Kemudian ditanyakan tentang apa yang d ianggap sebagai pelanggaran dan apa yang dianggap sebagai bukan pelanggaran." Setelah itu Bhikkhu An anda giat melatih meditasi dengan obyek badan jasmaninya sampai larut malam." Kemudian kelima ratus bhikkhu tersebut berangkat menuju Rajagaha untuk membacaka n Dhamma dan Vinaya.ma dan Vinaya sewaktu mereka bervassa di Rajagaha dan juga telah disetujui agar jangan ada bhikkhu lain yang bervassa di Rajagaha. Ia lalu memiringkan tubuhnya. sebagai seorang siswa. "Para Bhante yang terhormat. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan. ak u akan mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Bhikkhu Upali mengenai Vina ya. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang ketiga?" "Di Vesali. "Memperbaiki bagian-bagian bangunan yan g patah serta lapuk dipujikan oleh Sang Bhagava." "Tentang persoalan apa?" "Tentang manusia. aku dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai Vinaya yang akan diajukan oleh Ayasma Maha Kassap a. Bhikkhu Upali." "Mengenai siapa?" "Mengenai Bhikkhu Sudinna dari Desa Kalandaka." Kemudian Ayasma Maha Kassapa bertanya. Begitulah apa yang kumengerti. karena tidak ada yang bicara." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. Bhante. pada saat itu dengan tiba-tiba batinnya tela h bersih dari kekotoran batin dan Bhikkhu Ananda mencapai tingkat Arahat. "Kemudian." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. Kemudian di bulan pertama mereka sibuk memperbaiki bagian-bagian yang rusak dan mengganti kayu-kayu yang patah serta lapuk dengan yang baik. Kemudi an pertemuan dibuka oleh Ayasma Maha Kassapa." "Tentang persoalan apa?" "Tentang hubungan kelamin. aku tidak layak menghadiri pertemuan itu. Mereka berpikir. Bhikkhu Ananda ingin membaringkan dirinya di atas ka sur." . Bhante. harap Sangha mende ngarkan apa yang akan ucapkan. Mari. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat. Bhikkhu Upali. Bhikkhu Ananda sedang merenung. Sebenarnya. selanjutnya ditanyakan tentang apa yang dite tapkan dan apa yang kemudian ditambahkan." "Mengenai siapa?" "Mengenai Bhikkhu Dhaniya. "Bhikkhu Upali. "Besok kita akan berkumpul. Bhante. selama bulan pertama kita akan memperbaiki bagian-bagian yang patah serta lapuk dan kemudian baru membaca kan Dhamma dan Vinaya. "Kemudian. Dan setelah merasa amat letih. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang kedua?" "Di Rajagaha. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang pertama?" "Di Vesali. "Para Bhante yang terhormat." "Tentang persoalan apa?" "Tentang mengambil sesuatu yang tidak diberikan. tetapi sebelum kepalanya menyentuh kasur dan kakinya sudah terangkat dari tanah. Setibanya di Rajagaha mereka melihat banyak kayu-kayu yang patah serta lapuk di tempat mereka menginap. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat.

aku tidak menanyakan apa yang dimaksud dengan peraturan-peratura n yang kecil dan kurang penting. kalau dikehendaki oleh Sangha. Setelah itu Bhikkhu Ananda ditanya tentang lima Nikaya yang semuanya dijawab den gan terang dan jelas." "Dengan siapa?" "Dengan pertapa Suppiya dan seorang Brahmin muda bernama Brahmadatta. Bhante. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan. "Para Bhante yang terhormat . . Ananda." "Mengenai persoalan apa?" "Mengenai apa yang terpuji dan apa yang tidak terpuji. "Dan di manakah Samaññaphala-sutta disabdakan." Ada lagi yang mengatakan." Lalu dijawab oleh Bhikkhu Ananda. putra dari Videhi. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang keempat?" "Di Vesali." Ada hadirin yang mengatakan." "Mengenai siapa?" "Mengenai bhikkhu-bhikkhu dari tepi Sungai Vaggumuda." Kemudian Ayasma Maha Kassapa bertanya. "Para Bhante yang terhormat. Kemudian Ayasma Maha Kassapa berkata. di manakah Brahmajala-sutta disabdakan?" "Bhante. Kemudian ditanyakan tentang apa yang d ianggap sebagai pelanggaran dan apa yang dianggap sebagai bukan pelanggaran. di taman mangga Jivaka. Bhikkhu Ananda?" "Di Rajagaha. Kemudian Bhikkhu Ananda memberitahukan para hadirin. Kalau Sangha menganggap baik." "Tentang persoalan apa?" "Tentang mereka yang menggunakan tipu muslihat dengan mengaku mencapai tingkat k esucian atau memiliki kekuatan-kekuatan gaib. Beliau telah meninggalkan pesan..." Kemudian Bhikkhu Ananda ditanya tentang asal mulanya. "Setelah Aku mangkat. Bhante. di tempat peristirahatan Raja di Ambalatthika antara Rajagaha dan Nalan da. lalu tentang orang-orangny a. semua yang lain termasuk peraturan-peratur an kecil dan kurang penting. Bhante. maka peratu ran-peraturan yang kecil dan kurang penting dapat ditiadakan. aku akan menja wab pertanyaan-pertanyaan mengenai Dhamma yang akan diajukan oleh Ayasma Maha Ka ssapa. aku akan m ulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Bhikkhu Ananda mengenai Dhamma. Bhikkhu Upali.. "Bhikkhu Ananda. Kalau Sangha menganggap baik." "Tetapi apakah ditanyakan kepada Sang Bhagava. pada waktu Sang Bhagava hendak mencapai parinibbana.Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. lalu tentang asal mulanya dam te ntang orang-orangnya yang terlibat. selanjutnya ditanyakan tentang apa yang dite tapkan dan apa yang kemudian ditambahkan. "Kemudian. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat." Ada pula yang mengatakan. semua peraturan yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. Semua pertanyaan dij awab oleh Bhikkhu Upali dengan terang dan jelas. Setelah itu ditanyakan tentang peraturan-peraturan yang lain baik yang berlaku u ntuk para bhikkhu maupun yang berlaku untuk para bhikkhuni. lalu tentang orang-orangny a. harap Sangha mend engarkan apa yang akan aku ucapkan. "Para Bhante yang terhormat." Kemudian Bhikkhu Ananda ditanya tentang asal mulanya. "Selain 4 (empat) peraturan Parajika. apa yang dimaksud dengan peratura n-peraturan yang kecil dan kurang penting?" "Tidak. "Selain 4 peraturan Parajika dan 13 peraturan Sanghadisesa." "Dengan siapa?" "Dengan Ajatasattu.

" Kemudian Ayasma Maha Kassapa berkata. diharap bicara. ini pun merupakan suatu pelanggaran karena Anda mengizinkan par a wanita memberi penghormat terlebih dulu terhadap jenazah Sang Bhagava. Inilah usulku . yaitu berbuat sesuatu yang tidak pantas.dan 92 peraturan Pacittiya. K alau ada yang tidak setuju." "Bhikkhu Ananda. Segala sesuatu harus berjalan terus sesu ai dengan apa yang sudah ditetapkan. "Pada waktu Buddha Gotama masih hidup. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. Kalau Sangha menganggap baik." Kemudian para Thera berkata kepada Bhikkhu Ananda "Bhikkhu Ananda. 13 peraturan Sanghadisesa dan 2 peraturan Aniyata. bukan karena rasa kurang hormat aku telah menjahit jubah musim hujan Sang Bhagava. maka Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang bel um ditetapkan dan tidak akan menghapus sesuatu yang sudah ditetapkan. mungkin di antara mereka ada yang berkata. setelah dengan tidak disengaja menginjaknya. "Selain 4 peraturan Parajika . 13 peraturan Sanghadisesa." "Bhikkhu Ananda. namun karena ketaatanku kepada para Bhante. memang mereka melatih diri dalam tata tertib tersebut. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. 2 peraturan Aniyata dan 30 peraturan Nissagiya. Segala sesuatu harus berjalan terus sesuai de ngan apa yang sudah ditetapkan. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran.. aku mengakui telah melakukan pelanggaran berbuat sesuatu yang tidak pan tas. maka Sangha harap diam. putra-putra Sakya. namun karena ketaatan kepad a para Bhante." Ada juga yang mengatakan. Para Bhante yang terhormat.. Karena Sangha diam. "Selain 4 peraturan Parajika. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku katakan ." Ada pula yang mengatakan.. karena Anda telah lalai untuk menanyakan kepada Sang Bhagava . "Selain 4 peraturan Parajika ." "Para Bhante yang terhormat. Beliau te lah menetapkan tata tertib untuk murid-murid-Nya.. Segala ses uatu harus berjalan terus sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan maka Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan dan tidak akan m enghapus sesuatu yang sudah ditetapkan. apa yang dimaksud dengan peraturan-peraturan kecil yang kurang pent ing. ini merupakan suatu pelanggaran. Kalau kita menghapuskan peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. tetapi setelah Buddh a Gotama mencapai parinibbana mereka tidak lagi melatih diri dalam tata tertib t ersebut. aku mengaku melakukan pelanggaran. maka Sangha telah setuju. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. Begitulah apa yang kumengerti. Mereka tahu bahwa ini "diperbolehkan" dan itu pasti "tidak diperbolehkan" untuk para pertapa. Kalau para Bhante setuju dengan tidak menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan d an tidak akan menghapus sesuatu yang sudah ditetapkan dan segala sesuatu harus b erjalan terus sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan."Selain 4 peraturan Parajika. karena kurang waspada aku tidak menanyakan kepada S ang Bhagava. setelah Anda menginjaknya terlebih dulu." "Para Bhante yang terhormat. Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan dan tidak akan mengha pus sesuatu yang sudah ditetapkan. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan ku rang penting. "Para Bhante yang terhormat. apa yang dimaksud dengan peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. yaitu melakukan suatu kelalaia n.. sehingg .dan 4 peraturan Patidesaniya. yaitu melakukan suatu kelalaian. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran. Tata tertib para bhikkhu ada juga yang berhubungan dengan umat dan umat pun me ngetahui mengenai hal tersebut." Ada lagi yang mengatakan. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. ini pun merupakan suatu pelanggaran karena Anda menjahit jubah musim hujan Sang Bhagava. Sewaktu Buddha Gotama masih hi dup.

Karena melakukan usaha dan memohon dengan sangat kepada Sang Bhagava. ini pun merupakan suatu pelanggaran. telah dikabarkan bahwa Bhikkhu Ananda telah tiba di . karena pada saat itu pikiranku tergoda oleh Mara. Beliau juga telah meninggalkan pesan. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran." jawab Bhikkhu Ananda." "Kalau demikian halnya. agar wanita dapat diterima sebagai bhikkhuni oleh karena a ku pikir." "Bhikkhu Ananda. tidak boleh menasehatinya dan tidak boleh memberi petunjuk kepadanya. apakah Anda menanyakan apa yang dimaksud dengan hukuman berat itu?" "Aku telah menanyakan kepada Sang Bhagava. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante. yang memberikan air susunya sendiri kepada bayi Siddhattha setelah ibu-Nya me ninggal dunia. aku telah melakukan usaha dan memohon dengan sangat kepada Sang Bhagava. "Paduka Tuan. sehingga mereka nanti tidak berada dalam waktu yang tidak tep at (kalau para Thera telah berkumpul). Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran berbuat sesuatu yang tidak baik. " "Tetapi para Bhante yang terhormat. yaitu berbuat sesuatu yang tidak pantas. Bhikkhu Ananda. "Ananda. Di taman itu Raja Udena sedang bersenang-senang dengan para selirnya. Bhikkhu Ananda. "Semoga Sang Bhagava berkenan untuk hidup ter us sampai satu kappa. demi kebaikan. Bhante. yaitu berbuat sesuatu yan g tidak pantas." "Para Bhante yang terhormat." "Baiklah. demi kebahagiaan orang banyak.a air mata mereka mengotori jenazah Sang Bhagava. pergilah bersama dengan lima ratus bhikkhu lain. bagaimana mungkin aku dapat melaksanakan huk uman berat tersebut kepada Bhikkhu Channa karena Bhikkhu Channa orangnya kuat da n kekar badannya. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante. tidak jauh dari taman hiburan Raja Udena .. yaitu melakukan suatu kelalaian. Mereka lalu memohon kepa da Raja Udena. Anda telah lalai untuk memohon kepada Sang Bhagava. ibu tiri-Nya. Kemudian berangkatlah Bhikkhu Ananda dengan lima ratus bhikkhu lain." Beberapa waktu setelah pembacaan Dhamma dan Vinaya selesai. laksanakanlah hukuman berat itu terhadap Bhikkhu Channa. aku mengaku telah melakukan pelanggaran. "Maha Pajapati adalah bibi Sang Bhagava. Sangha harus melaksanakan hukuman berat (brahmadanda) terhadap Bhik khu Channa. kesejahteraan dan kebahagiaan para dewa dan umat manusia. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. karena aku pikir." "Kalau begitu. ini pun merupakan suatu pelanggaran. kesejahteraan dan kebahagiaan para dewa dan umat manusia. apa yang dimaksud dengan hukuman bera t itu." Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. Bhikkhu Ananda mengh adap para Thera dan berkata : "Pada waktu Sang Bhagava hendak memasuki parinibba na. "Semoga Sang Bhagava berk enan . Berselang b eberapa hari tibalah mereka di Kosambi. aku mengaku telah melakukan pelanggaran. semoga Sang Sugata berkenan untuk hidup terus demi kesejah teraan orang banyak.. Bhikkhu Channa boleh mengatakan apa saja yang ia suka. " Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran. bila Sang Tathagata sudah tid ak ada lagi. agar wanita dapat diterima sebagai b hikkhuni. demi welas asih-Nya terhadap dunia. m aka aku telah lalai tidak memohon kepada Sang Bhagava. Akuilah bahwa Anda telah melak ukan pelanggaran. Kemudian p ara selir mendengar bahwa Bhikkhu Ananda telah tiba di dekat taman tersebut dan sedang beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang. "Ananda. yaitu melakukan suatu kel alaian." "Tetapi. yaitu berbuat sesuatu yan g tidak baik.demi kebaikan. Karena meskipun diberi isya rat-isyarat dan tanda-tanda yang jelas dapat diraba maksudnya. yang merawat-Ny a. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante. "Para Bhante yang terhormat. tetapi bhikkhu-bhikkhu lain tidak boleh bicara dengannya." "Para Bhante yang terhormat. aku mengaku telah melakukan pelanggaran. lebih baik aku memberikan waktu t erlebih dulu kepada para wanita untuk memberi penghormatan terakhir terhadap jen azah Sang Bhagava." Bhikkhu Ananda. Beliau mengatakan.

mereka ditanya oleh Raja Udena. tidak ada bhikkhu yang boleh bicara kepadaku. Paduka Tuan. apa yang Bhante ingin lakukan dengan jubah luar yang bekas pakai itu?" "Kami akan menggunakan jubah-jubah bekas itu untuk membuat penutup kasur." "Tetapi. tidak ada bhikkhu yang boleh memberi nasehat kepadaku dan tidak ada bhikkhu yang boleh memberi petunjuk kepadaku." "Tetapi. Anda boleh mengatakan apa saja yang Anda suka. Bhikkhu Ananda kemudian memberikan wej angan tentang Dhamma yang membuat hati para selir menjadi tenang. Sangha telah menjatuhkan hukuman berat terhadap diri Anda. gembira dan ba hagia." "Tetapi. mereka m emberi hormat dan mengambil tempat duduk. apakah yang Bhante ingin lakukan dengan lima ratus pakaian dalam itu?" "Aku akan membagi-bagikannya kepada para bhikkhu yang jubahnya telah tipis." . ia memberikan lagi lima ratus baju dalam kepada Bhikkhu An anda. "Perkenankanlah kami menemui Guru Ananda. apa yang Bhante ingin lakukan dengan tutup kasur yang lama?" "Kami akan memakainya untuk penutup lantai." Setelah itu Raja Udena berpikir. putra-putra Sakya.dekat taman dan sekarang sedang beristirahat di bawah sebuah pohon rindang. apa yang Bhante ingin lakukan dengan kain penyeka debu yang lama?" "Setelah mencabik-cabiknya dan mengaduknya dengan tanah fiat. Raja Udena kemudian bertanya. Raja Udena merasa kecewa dan mengecam Bhikkhu Ananda. Bhante." Bhikkhu Channa lalu menjawab. hemat dan tidak boros. "Bagaimana mungkin pertapa Ananda menerima sekian banyak baju dalam. Apakah pertapa Ananda ingin berdagang pakaian atau apakah ia ingin menawarkannya untuk dijual di toko?" Setelah itu Raja Udena sendiri pergi menemui Bhikkhu Ananda dan setelah memberi hormat sebagaimana layaknya lalu mengambil tempat duduk." Pergilah para selir Raja Udena menemui Bhikkhu Ananda. apakah para selirku tadi telah datang kemari?" "Benar." Maka oleh karena itu. "Bhante. Para selir yang telah tenang hatinya. "Bhikkhu Channa. yang setelah memberi hormat sebagaimana layaknya. mempersilakan Bhikkhu Ananda mengambil tempat duduk. Setelah tiba di sana. gembira dan bahagia lalu memberikan lima ratus baju dalam kepada Bhikkhu Ananda dan kemudian mereka kembali ke tama n Raja Udena. tidak diperkenankan un tuk menasehati Anda dan tidak diperkenankan untuk memberi petunjuk-petunjuk kepa da Anda. Setelah itu bhikkhu Ananda pergi ke Vihara Ghosita. "Apakah kamu telah bertemu dengan Guru Ananda?" "Kami telah bertemu dengan Guru Ananda. Inilah untuk pertama kali Bhikkhu Ananda mendapat hadiah seribu potong baj u dalam. memakai se gala sesuatu dengan cara yang teratur. apa yang Bhante ingin lakukan dengan penutup lantai yang lama?" "Kami akan membuat penyeka-penyeka kaki. Setelah bertemu." "Apakah kamu memberikan sesuatu kepada Guru Ananda?" "Kami telah memberikan lima ratus pakaian dalam kepada Guru Ananda. Pada waktu itulah Bhikkhu Ananda memberitahukan Bhikkhu Channa. apa yang Bhante ingin lakukan dengan jubah bekas dari para bhikkhu ters ebut?" "Kami akan memakainya sebagai jubah luar. "Pertapa-pertapa. apakah yang dimaksud dengan hukuman berat itu?" "Bhikkhu Channa." "Tetapi. Di tempat itu Bhikkhu Channa. apa yang Bhante ingin lakukan dengan penyeka kaki yang lama?" "Kami akan membuat kain-kain untuk menyeka debu." Mendengar itu. tetapi bhikkhu-b hikkhu lain tidak diperkenankan untuk bicara kepada Anda." "Pergilah kamu menemui Guru Ananda." "Tetapi." "Tetapi." "Tetapi." "Apakah mereka memberikan sesuatu kepada Bhante?" "Mereka memberikan lima ratus pakaian dalam kepadaku. "Bhante. hancurlah sudah aku ini. kami akan gunakan untuk memplester lantai." "Tetapi.

Suku Kalama. brahmana. sehingga d alam waktu yang tidak terlalu lama ia mencapai tingkat Arahat "Hancurlah tumimba l lahir. dan manusia. sesuatu yang Beliau sendiri telah menge rti melalui pengetahuan yang luar biasa. Sanghadisesa : pelanggaran yang harus diselesaikan dalam rapat resmi dari Sangha . dan indah pada akhirnya. ada yang memberi hormat hanya dengan ucapan. Guru Para Dewa dan Manusia. Sang Buddha. dan brahma. Sungguh berharga sekali dapat melihat Arahat tersebut!" Karena itu. Aniyata : pelanggaran yang masih belum ditentukan masuk golongan yang mana. Suatu ketika Yang Dirahmati (Sang Buddha) mengembara di negara Kosala dengan rombongan besar bhikkhu dan memasuki kota Kesaputta. indah pada pertengahannya. Pacittiya : pelanggaran yang menyebabkan seseorang harus menjalankan hukuman "pe nebusan dosa". Beliau mengajarkan Dhamma yang indah pa da awalnya. Yang memperoleh Penerangan Agung. "Bhante yang terhormat. cemas dan muak dikenakan hukuman berat. Nissagiya : pelanggaran yang menyebabkan sesuatu barang disita. Bhikkhu C hanna lalu berkata. para dewa. maka suku Kalama dari Kesaputta datang mengunjungi Sang Buddha. me ngatakan: "Beliau adalah Arahat. Setelah itu Bhikkhu Channa mencari Bhikkhu Ananda dan setelah bertemu. dan ada juga yang terus duduk tanpa mengucap . "Bhikkhu Channa. sekarang cabutlah kembali hukuman be rat terhadap diriku. pada saat itu pulalah h ukuman berat terhadap diri Anda telah dicabut kembali. mara. karena merasa malu. telah dilakukan apa yang harus dilakukan dan tidak ada lagi yang tersisa. Secara sempurna Beliau menerangkan tentang penghid upan suci yang benar-benar bersih.Kemudian ia jatuh pingsan di tempat itu. BAB VI TAMBAHAN KALAMA SUTTA A-I-191 Demikianlah telah kudengar: 1. sekarang telah tiba di Kesap utta. ada yang memberi hormat dengan merangkapkan kedua tangan di depan dada dan kemudian duduk di satu sisi. hidup suci telah dilaksanakan. Tiba di sana. baik dalam teori maupun dalam pelaksanaannya. seorang putra dari suku Sakya yang pergi bertapa. ada juga yang memberi hormat dengan berlutut. yang menjadi penduduk kota Kesaputta mendengar bahwa Pertapa Gotama . Di tempat itulah ia kemudian de ngan giat. Pembimbing Manusia Yang Tiada Taranya." Dijawab oleh Bhikkhu Ananda. Sempurna Dalam Pengetah uan dan Pelaksanaannya. Keterangan: Parajika : pelanggaran yang membuat seorang bhikkhu/ bhikkhuni dipecat/diusir ke luar Sangha. disertai para pe rtapa. pada saat Anda mencapai tingkat Arahat. Bhik khu Channa lalu pergi mencari tempat yang sunyi." (Bhikkhu Channa yang dim aksud di sini ialah bekas kusir dari Pangeran Siddhattha Gotama). Setelah siuman. Beliau memberitahukan d unia ini. bersama-sama dengan alam para dewa. ada yang member itahukan nama dan nama keluarganya. Yang Dirahmati. Berita yang tersiar luas tentang Pertapa Gotama yang sekarang menjadi Buddha. ada yang menyembah. Yang Terbahagia. tekun dan dengan semangat yang menyala-nyala melatih diri." Dengan demikian Bhikkhu Channa menjadi Arahat.

mengucapkan kata-kata yang tidak benar." 3. melakukan perzinahan." "Sekarang. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seksama. merendahkan. Dalam hal yang meragukan memang akan menimbulkan kebingungan . bukankah hal itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan b aginya untuk waktu yang lama?" "Memang demikian. mengambil sesuatu yang ti dak diberikan. bagaimana pendapatmu. Yang Mulia. hal ini tercela. warga suku Kalama. "Benar. warga suku Kalama. janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. Setelah mereka semua duduk. "Sekarang. apakah itu membawa keuntungan atau kerugian? " "Akan membawa kerugian. kamu mengetahui. melakukan perz inahan. Yang Mulia." 5. juga ap a yang kelihatannya cocok dengan pandanganmu." "Sekarang. ata u sesuatu yang didesas-desuskan." "Sekarang. siapa diantara para pertapa dan brahmana yang berbicara benar dan siapa yang berdusta. warga suku Kalama." 6. bukankah hal itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan b aginya untuk waktu yang lama?" "Memang demikian. apakah orang itu tidak mungkin aka n membunuh makhluk hidup.kan kata apa pun. Yang Mulia. meren dahkan. sudah sewajarn yalah kamu bingung. mengambil sesuatu yang tidak diberikan. Kami yang mendengar merasa ragu-rag u dan bingung. banyak per tapa dan brahmana yang berkunjung ke Kesaputta. sudah sewajarnyalah kamu ragu-ragu. dan mencela habis-habisan ajaran orang lain. Oleh karena itu. Mereka menerangkan dan membahas dengan panjang lebar ajaran mereka sendiri. warga suku Kalama. mengucapkan kata-kata yang tidak benar. Yang Mulia. hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan. kemudian seorang berkata. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian. mengambil sesuatu yang tidak diberikan. tetapi mencaci maki. "Yang Mulia. "Sekarang. Dan mereka ini juga menerangkan dan membahas denga n panjang lebar ajaran mereka sendiri. Yang Mulia. "Sekarang. Tetapi. warga suku Kalama. bukankah hal itu akan mengakibatk an kerugian dan penderitaan baginya untuk waktu yang lama?" . hal ini tidak dibenarkan oleh para Bijaks ana. maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut. apakah itu akan membawa keuntungan atau kerugia n?" "Akan membawa kerugian. bagaimana pendapatmu. juga apa yang dikatakan sesuai dengan logika atau ke simpulan belaka. melakukan perz inahan. 2. atau oleh karena sesuatu yang sudah merupakan tradisi. apakah itu akan membawa keuntungan atau k erugian?" "Akan membawa kerugian. di cengkeram oleh kegelapan batin dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. dan mencela habis-habisan ajaran orang lain. dan mencaci-maki. warga suku Kalama? Kalau kegelapan batin (mo ha) timbul dalam diri seorang manusia. apakah orang itu tidak mungkin aka n membunuh makhluk hidup. atau karena ingin menghormat seora ng pertapa yang menjadi gurumu. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian. warga suku Kalama? Kalau keserakahan (lobha) timbul dalam diri seorang manusia. kalau setelah diselidiki sendiri. Janganlah percaya begitu saja apa yang tertulis di dalam kitab-kitab suci. mengucapkan kata-kata yang tidak benar. menghina. seseorang yang diliputi kegelapan batin (moha). apaka h orang itu tidak mungkin akan membunuh makhluk hidup. menghina. warga suku Kalama. dicengkeram oleh kebencia n dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. warga suku Kalama? Kalau kebencian (dosa) ti mbul dalam diri seorang manusia. Lalu datang pula pertapa da n brahmana lain ke Kesaputta. 'H al ini tidak berguna. seseorang yang serakah dicengkeram oleh keserakaha n dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. seseorang yang membenci. bagaimana pendapatmu." 4.

'Jang anlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. Yang Mulia." 9. "Sekarang.. setelah diselidiki sendiri. juga apa yang katanya merupakan hasil dari suatu penelitian. kamu mengetahui. atau oleh karena ses uatu yang merupakan tradisi.' maka sudah selayaknya kamu menerima dan hidup sesuai dengan hal-hal tersebut. hal ini tercela. Yang Mulia. hal ini dibenarkan oleh para Bijaksana." 11.. hal i ni tidak tercela. Yang Mulia. "Kalau begitu. hal ini tidak dibenarkan oleh para Bijaks ana. juga apa yang terlihat cocok dengan pandanganmu. "Kesimpulannya. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan orang lain. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas dari kegelapan batin (moha). warga suku Kalama. atau oleh karena sesuatu yang merupakan tradisi. itulah yang Kumaksud dengan mengatakan. dan oleh karena ia dapat mengendalikan dirinya dengan bai k. "Sekarang.' Tetapi. "Bagaimana pendapatmu. berhenti melakukan perzinahan berhenti mengucapkan kata-kata yang tidak benar. apakah hal ini merupakan keuntungan atau kerugia n?" "Keuntungan." 12. bagaimana pendapatmu? Apakah hal-hal terseb ut baik atau tidak baik?" "Tidak baik. warga suku Kalama. juga apa yang terlihat cocok den gan pandanganmu. Yang Mulia. warga suku Kalama. juga apa yang katan ya sesuai dengan logika atau kesimpulan belaka. berhenti mengambil sesuatu yang tidak d iberikan (mencuri)." "Apakah hal-hal tersebut dibenarkan atau tidak dibenarkan oleh para Bijaksana?" "Tidak dibenarkan." 10. tidak akan mendapatkan kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya. Yang Mulia. juga apa yang katanya merupakan hasil dari suatu penelitian. atau karena ingin menghormat seorang pertapa yang menjadi gurum u. bagaimana pendapatmu." "Bukankah orang ini. Janganlah perca ya begitu saja apa yang dikatakan di dalam kitab-kitab suci. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan orang lain." 7. bagaimana pendapatmu. Yang Mulia. apakah hal ini merupakan keuntungan atau kerugian?" "Keuntungan." "Apakah hal-hal tersebut tercela atau tidak tercela?" "Tercela. Yang Mulia. hal ini kalau terus di lakukan akan membawa keberuntungan dan kebahagiaan. warga suku Kalama. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seksama. apakah hal ini merupakan keuntungan atau k . atau sesuatu yang didesas-desuskan. yang telah terbebas dari kebencian tidak lagi dicengkeram o leh kebencian . warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas d ari keserakahan (lobha). akan berhenti membunuh makhluk hidup. 'H al ini tidak berguna. apakah itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan?" "Akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan. "Karena itu. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seks ama. atau ses uatu yang didesas-desuskan. kalau setelah diselidiki sendiri. Janganlah percaya begitu saja apa yang dikatakan di dalam kitab-kitab suci. hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan. tidak aka n mendapatkan kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya."Memang demikian. yang telah terbebas dari keserakahan dan tidak lagi dicengk eram oleh keserakahan. kamu mengetahui. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas dari kebencian (dosa). Yang Mulia." "Kalau terus dilakukan. 'Hal ini berguna.' maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut." 8. Demikianlah pendapat k ami. 'Janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. Yang Mulia.' Tetapi. juga apa yang katanya sesuai dengan logika atau kesimpul an belaka. atau karena ingin menghorm at seorang pertapa yang menjadi gurumu." "Bukankah orang ini.

' Itulah sebabnya. hal ini kalau terus dilakukan akan membawa keberuntungan dan kebahagiaa n. Demikianlah pendapat kami. Yang Mulia. namun aku sama sekali tidak bermaksud berbuat jahat terhadap siapa pun juga. yang telah terbebas dari kegelapan batin dan tidak lagi dic engkeram oleh kegelapan batin . Sungguh indah. Siswa yang demikian itu.erugian?" "Keuntungan.. belas kasih. kamu me ngetahui hal ini berguna. Yang Mulia! Dengan ini kami menyatakan kami berlindung kepada San g Buddha. dan Sangha. tidak ada akibat dari perbuat an baik dan jahat. Yang Mulia. orang itu dalam kehid upan ini juga akan memperoleh berkah yang menyenangkan. warga suku Kalama. apakah akan membawa kebahagiaan atau tidak?" "Tentu akan membawa kebahagiaan. terbebas dari permusuhan dan pera saan tertekan. Siswa Ariya tersebut dalam kehidupan ini akan memperoleh empat berkah (deng an mengulang apa yang diucapkan Sang Buddha). Yang Mulia. dan keseimbangan batin yang ditujukan ke segen ap penjuru alam. Dan dengan cara yang sama ke atas. 'Ja nganlah percaya begitu saja . ia akan bertumim bal lahir di alam surga. Kalau seki ranya tidak ada alam lain setelah meninggal dunia. Yang Dirahmati." 15. yang hatinya terbebas dari permusuhan. dan keseimbangan batin yang berkembang terus tanpa batas. Kalau sekiranya bencana menimpa yang berbuat jahat." 14. tidak ternoda dan beersih. kemudian di setengah alam. simpati. Tetapi apabila setelah diselidiki sendiri. itulah yang Kumaksud dengan mengatakan." 13. warga suku Kalama. siswa Ariya tersebut yang hatinya terbebas d ari permusuhan dan perasaan tertekan. Yang Mulia. "Sekarang. Memang demikianlah. tak ternoda dan bersih. ke segenap penjuru. maka aku tahu bah wa diriku bersih dari kedua segi." "Kalau terus dilakukan. ia diam dengan batin penuh c inta kasih. seorang siswa Yang Ariya telah terbebas dari k eserakahan dan kebencian. maka sudah selayaknya kamu menerima dan hidup sesuai dengan hal-hal tersebut. "Memang demikianlah halnya. kepada semua makhluk. ada akibat dari perbu atan baik dan jahat. Semoga Yang Mulia berkenan menerima kami sebagai u pasaka dan upasika. yaitu : 16. Kalau sekiranya tidak ada bencana menimpa yang berbuat jahat. terbebas dari permusuhan dan perasaan tertekan. belas kasih. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan oran g lain. Yang Mulia. mengapa Aku mengucapkan kata-kata tersebut. simpati. Kalau sekiranya ada alam lain setelah meninggal dunia.." "Apakah hal-hal tersebut dibenarkan atau tidak dibenarkan oleh para Bijaksana?" "Dibenarkan. hal ini dibenarkan oleh para Bi jaksana. hal ini tidak tercela." "Apakah hal-hal tersebut tercela atau tidak tercela?" "Tidak tercela. mulai hari ini sampai seumur hidup kami. maka dalam kehidup an ini memperoleh empat berkah. Ini adalah berkah kedua yang diperolehnya. "Kalau begitu. Ini adalah berkah pertama yang diperolehnya. dan tidak lagi bingung tetapi dapat mengendalikan diri nya dengan baik dan pikirannya terpusat. ke bawah. t erbebas dari perasaan tertekan. Mana mungkin bencana dapat meni mpa diriku yang tidak berbuat jahat? Ini adalah berkah ketiga yang diperolehnya. warga suku Kalama. sedangkan batinnya dipenuhi oleh kasih. kemudian di tiga per empat al am dan akhirnya di seluruh alam." "Bukankah orang ini. Dhamma." 17. Yang Terbaha gia.. Dengan demikian. orang itu diumpamakan seperti d iam di seperempat alam. ke samping. bagaimana pendapatmu? Apakah hal-hal terse but menguntungkan atau tidak menguntungkan?" "Menguntungkan.. warga suku Kalama. namun kehidupan ini ia telah terbebas dari perasaan bermusuha n dan tertekan. saat badan jasmaninya hancur setelah mati. "Demikianlah." . Ini adalah berkah keempat yang diperolehnya. tidak akan mendapat kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya. berkembang terus tanpa batas.

dimuliak an.. tempat tinggal. kepada per buatannya ia terikat. namun perbuatannya juga merupakan pelindungnya." M. karma. Terdapat orang yang mempunyai kebiasaan menyakiti makhluk lain dengan menggunaka n tinju. keras kepala. bunga.X. "Pemilik dari perbuatan adalah rnakhluk. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan. akan terjatuh di alam-alam re ndah yang penuh kesedihan dan penderitaan. Atau apabila ia terlahir kan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. atau neraka. mereka akan bertumimbal lahir. marah. Terdapat orang yang cepat marah.. me lakukan perbuatan asusila. ketika badan jasmaninya hancur setelah meninggal. "Bagaimanapun tersembunyi cara dan tujuannya. kejam. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderita an. Perbuatan apa pun yang ia lakukan. Perbuatan a pa pun yang ia lakukan.III. penghormatan. penghargaan. perbuatanlah yang kelak akan membedakan ma nusia menjadi mulia dan rendah. Dengan perbuatan yang dilakukannya ini. berbicara yang tidak benar. lampu." Karena itu Aku menyatakan. Terdapat orang yang tak pernah memberikan makanan.skrt) adalah makhluk. Dengan tidak pernah melakukad perbu . untuk hal kecil saja yang dic eritakan kepadanya ia sudah menjadi murka. tongkat.SIGALOVADA SUTTANTA (D. Perbuatannya adalah rahim darimana ia lahir. Dengan melakukan perbuatan ini. Terdapat orang yang suka iri hati. Ata u apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia. ia juga kelak yang akan menjadi pewari snya. penuh rasa dengki dan benci. ia juga kelak yang akan mewarisinya. memperlihatkan k egusarannya. t amak. Dengan melakukan perbua tan ini. dan mengikuti pandangan yang keliru. Dengan sembunyi-sembunyi ia melakukan perbuatan-perbuatan. namun perbuatannya juga merupakan pelindungnya. diberi tempat menginap. maka ia akan mempunyai pengaruh sedikit sekali. "Sesuai dengan kammanya. obat-obatan. baik atau buruk. mereka akan menerima a kibat dari perbuatan mereka sendiri. suka bicara hal-hal yang tidak perlu. baik atau buruk.31) KAMMA DAN TUMIMBAL LAHIR A. maka ia akan mempunyai rupa yang buruk. orang itu pasti akan menerima salah satu dari kedua akibat ini. lekas naik darah. dan sebagainya kepada para bhikkhu atau pandita. Atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di ala m mana pun ia bertumimbal lahir. mengu capkan kata-kata dan memikirkan sesuatu. berhati kejam. Perbuatannya adalah rahim dari mana ia lahir. atau pedang. transportasi. atau neraka. ia akan ter jatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan. yaitu siksaan di nera ka atau terlahir sebagai binatang yang merangkak. dan sembunyi-sembunyi pula cara dan tuj uannya. ia adalah pewa ris dari perbuatannya. minuman. kebenciannya. mengambil milik orang lain. tanpa mempunyai rasa kasihan kepad a makhluk-makhluk hidup. dan diberikan persembahan dengan penuh sopan santun. Dan ia terikat erat kepada perbuatan yang dilakukan dengan badan jasmani.123 Pemilik dan pewaris adalah makhluk . Dengan melakukan perbuatan ini. atau pikiran. iri bila orang l ain menerima hadiah. gemar memukul dan membunuh. tempat menginap.pali.205 Pemilik dari perbuatan (kamma. ucapan . atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. maka orang itu. wangi-wangian. Dan dalam tumimbal lahirnya itu. atau di alam mana pun ia bertu mimbal lahir. atau ne raka. kepada perb uatannya ia terikat. batu. atau neraka. ia adalah pe waris dari perbuatannya. dan kecurigaannya. Tetapi Aku katakan kepadamu. menggunakan kata-kata kasar. Terdapat lelaki dan perempuan yang membunuh makh luk hidup." Demikianlah tumimbal lahir dari makhluk-makhluk. sering menceritakan kebur ukan orang. jubah. maka ia akan menderita banyak penyakit. maka umu rnya akan pendek. Atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia. Terdapat orang yang gemar membunuh makhluk hidup.

untuk hal kecil saja yang diceritakan kepadanya. Bhante? Apakah yang dima ksud dengan kamma tidak baik? Apa yang tercela? Apa yang terpuji? Apa yang harus dilakukan? Apa yang tidak baik dilakukan? Perbuatan apakah yang mengakibatkan c elaka dan penderitaan untuk waktu yang lama? Perbuatan mana yang dapat membawa b erkah dan kebahagiaan untuk waktu yang lama?" Dengan tidak melakukan perbuatan i ni. kebenciannya dan kecurigaannya. Bhante. serta memiliki harta dan pengaruh? Ada perempuan yang bernama Mallika yang cepat marah. tanpa wibawa. hal kecil saja yang diceritaka n kepadanya menjadikannya murka. lekas naik darah. dan perempuan ini miskin. minuman.IV. maka ia akan menjadi orang rendah. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedih an dan penderitaan atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di a lam mana pun ia bertumimbal lahir. tanpa wibawa. diberikan tempat menginap. marah. lekas naik darah. ada perempuan yang buruk rupanya dan sangat jahat kelih atannya. j ubah. tanpa harta. tidak memberikan penghormatan dan penghargaan k epada mereka yang patut diberikan penghormatan dan penghargaan. mempunyai wibawa yang besar. namun perempuan ini kaya raya. wangi-wangian. tempat tinggal. dan sebaga inya kepada para bhikkhu dan pandita. Tetapi ia mempersembahkan makanan. iri jika orang lain menerima had iah. ia sudah menjadi murka. den tanpa pengaruh ? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang cantik parasnya.atan ini. maka ia akan menjadi orang dungu. tetapi perempuan ini miskin. memiliki harta dan pengaruh? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang cantik parasnya. tidak mau menghormat kepa da mereka yang patut dihormati. Terdapat orang yang tinggi hati dan penuh kesombongan. obat-obatan. dimuli akan. di samping itu ia pun miskin. elok se kali. . kebenciannya. memperlihatkan kegusaranny a. penghormatan. A. dan juga tidak m emberikan persembahan kepada yang patut diberi persembahan. tidak iri jika orang la in menerima hadiah. jubah. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan at au apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertu mimbal lahir. tempat menginap. penuh rasa dengki den benci. den kecurigaannya. ia akan terjatuh di alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderit aan atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. penghargaan. tidak m enjamu mereka yang patut dijamu. lampu. bunga . kaya-raya. keras kepala. Terdapat orang yang tidak mengunjungi para bhikkhu dan pandita untuk menanyakan kepada mereka. tanpa harta. Dan ia juga tidak suka iri hati. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. tidak dengki dan benci. sedap dipandang. Dan ia sering iri. dan tanpa pengaruh ? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang buruk parasnya dan sangat jahat kelihatan nya. bunga. dan diberikan persembahan dengan penuh sopan santun. transportasi. obat-obatan. mempunyai wibawa yang besar. lampu. elok se kali. tempat t inggal. mempunyai wibawa yang besar. serta memiliki harta dan pen garuh. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang buruk dan sangat jahat kelihatannya tet api ia akan kaya raya. Ada perempuan yang cepat marah. tanpa harta. penghargaan. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. tidak membe rikan tempat menginap kepada yang patut untuk diberikan tempat menginap. keras kep ala. Dan ia tidak pernah mempersembahkan makanan. tanpa wibawa. dan tanpa pengaruh. memperlihatkan kegusarannya. minuman. dan sebagainya kepada para bhikkhu dan pandita. dimuliakan. "Apakah yang dimaksud dengan kamma baik. marah. 197 Apakah sebabnya. tempat menginap. wangi-wangian. sedap dipandang. maka ia akan menjadi orang yang miskin. tidak mau berdiri untuk siapa ia patut berdiri. transportasi. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang buruk dan sangat jahat kelihatannya. tidak memberikan tempat duduk kepada yang patut diberi tempat duduk. dan diber ikan persembahan dengan penuh sopan santun. penghormatan. Dengan tidak pernah melakukan perbuatan ini. diberikan tempat menginap.

dan tanpa pengaruh. di alam binatang. terdapat tiga keadaan yang merupakan akar dari terjadinya kamma (per buatan).. tidak diliputi dengki d en benci . akibat sering berbicara hal yang tidak perlu (omong-kosong) membuat orang tersebut tidak dapat berbicara dengan jelas. dan ia memper sembahkan makanan.. akibat sering berdusta membuat orang tersebut mendapat tuduhan atas sesuatu yang tidak dilakukannya. . Perbuatan. menganjurkan. Bahkan sekurang-kurangnya. elok sekali. melakukan sendiri. Bahkan sekurang-kurangnya. Bahkan sekurang-kurangnya. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang cantik.III. Melakukan perbuatan asusila. menganjurkan.. dan sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal l ahir di alam neraka.33 Oh Bhikkhu. tanpa harta. melakukan sendiri. menganjurkan. Bahkan sekurang-kuran gnya. dan kebodohan batin (moha ). maka perbuatan ini akan masak. dimana saja makhluk itu . Ada perempuan lain yang tidak cepat marah. di alam binatang. melakukan sendiri. di alam binatang. melakukan sendiri..Ada perempuan lain yang tidak cepat marah. atau di alam setan. Berbicara hal yang tidak perlu (omong-kosong). Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi.. dan sering dilakukan akan membawa ora ng tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka.. Menggunakan kata-kata kasar. dan s ering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka. Bahkan sekurang-kurangnya. Berdusta. akiba t sering membunuh mahluk hidup membuat orang tersebut pendek umur. . mempunyai wibawa yang besar. dihasilkan oleh lobha.. dan sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di ala m neraka. atau di alam setan. Bahkan sekurang-k urangnya. dan sering dilakuk an akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam nerak a. tanpa wibawa. melakukan sendiri.. di alam binatang . .. d an sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal akan bertumimb al lahir di alam neraka. yang dilakukan berdasarkan lobha. melakukan sendiri.. atau di alam setan. baik di dunia ini. akibat serin g melakukan perbuatan asusila membuat orang tersebut dijauhi dan dimusuhi oleh l ingkungannya. minuman. sedap dipandang. A. menganjurkan.. minuman. di alam binatang. atau di alam setan. Minum minuman keras. oh Bhikkhu. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi.. tidak lekas naik darah. seperti anggur dan arak. menganjurkan. dan ia tidak suka iri hati. melakukan sendiri.. yang timbul karena lobh a. menganjurkan. atau di alam setan. melakukan sendiri. di alam binatang. Bahkan sekurang-kurangnya. atau di alam setan. Mengambil milik orang lain. menganjurkan. dan sering dilakuka n akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka .. atau di alam setan.. menganjurkan.tetapi i a tidak mempersembahkan makanan. dan sering dilakuk an akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam nerak a. dan ia suka iri hati dan diliputi deng ki dan benci. Sering membicarakan keburukan orang lain. serta memiliki harta dan pengaruh. atau di alam setan. di alam binatang. k aya raya.. kebencian (dosa). yaitu: keserakahan (lobha). tidak lekas naik darah. sedap dipandang. A. oh Bhikkhu. maupun di alam mana pun dengan paras yang cantik.40 Membunuh makhluk hidup. akibat serin g menggunakan kata-kata kasar membuat orang tersebut sering menerima kata-kata y ang tidak menyenangkan. akibat sering minum minuman keras dan mengkonsumsi zat lain yang dapat melemahkan kesadaran akan membuat orang tersebut mabuk dan ketagihan. Bahkan sekurang-kurangnya. akibat sering mengambil milik orang lain membuat orang tersebut kehilangan miliknya.III. dan elok seka li tetapi ia miskin. di alam binatang. akibat dari orang yang suka menceritakan keburukan orang lain membuat ia diting galkan kawan-kawannya.

maka perbuatan ini akan masak dimana saja makhluk itu bertumimbal lahi r. yang timbul karena dosa. Beliau adalah putra dari Brahmadatta dan Dhanavati dan termasuk dalam suku Kas sapa. bahwa dunia yang perkasa ini akan dilahap oleh api . Beliau menyampaika n kotbah pertamaNya di Isipatana kepada sekelompok bhikkhu. Maka akan datanglah waktunya. dan bilamana perbuatan itu masak. atau di dalam kehidupan -kehidupan mendatang. Banyak legenda dihubungkan denganNya. Perbuatan yang dilakukan berdasarkan moha. Tetapi hal itu bukan berarti akhir dari penderitaan bagi makhluk-makhluk yang digelapkan oleh Avijja (kebodohan batin) d an dibelenggu oleh Tanha (nafsu keinginan) berlari berputar-putar dalam lingkara n tumimbal lahir. da . sabda-Ku. setelah ditebarkan di tan ah yang subur dan dipersiapkan dengan baik serta cukup mendapat air hujan. Kassapa dilahirkan di Taman Rusa di Isipatana saat raja Kiki memerintah Varanasi . atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. Beliau menjalani k ehidupan berumah tangga selama 2. Perbuatan yang dilakukan berdasarkan dosa. dan cerita tentang percakapan Yakkha Narad eva adalah yang paling menarik. Yasa dan Sirinanda. maka makhluk itu akan memetik buah (hasil) dari perbuatannya. mungkin dalam kehidupan ini. tidak rusak oleh angin dan panas matahari tetapi sehat dan tahan lama. IstriNya adalah Sunanda dan Vijitasena adalah putraNya. atau dalam kehidupan berikutnya. maka perbuatan ini akan masak dimana saja makhluk itu bertumimbal lahi r. mungkin dalam kehidupan ini. dan Soma memberinya rumput untuk tempat dudu kNya tepat sebelum pencerahanNya. BUDDHA KASSAPA Buddha Kassapa adalah Buddha ke 24 dari tradisi Pali. dan tidak ada lagi. Tissa dan Bharadvaja adalah bhikkhu utamaNya. S. musnah. lenyap. dan ditimbun orang dapat mengakhiri penderitaan. Yana adalah pohon bodhiNya. dilaksanakan. Dan tak mungkinlah. A. dan salah satu dari 7 Budd ha yang disebutkan dalam daftar-daftar Pali. dihasilkan o leh moha.000 tahun dan hidup dalam istana-istana yaitu H amsa.208 Tidak mungkinlah. baik di kehidupan ini. Lagi pula ia juga dianggap sebagai Buddha ke 3 di aeon saat ini (Kappa Bhadda). bahwa kamma (perbuatan) yang dikehendaki. atau dalam kehidupan berikutnya. mungkin dalam kehidupan ini. yang timbul karena moha. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. Keadaannya sama seperti benih yang tidak rusak dan tidak busuk. di kehidupan berikutnya.bertumimbal lahir. oh para Bhikkhu. dan bilamana perbuatan itu masak. dihasilkan o leh dosa. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. maka makhluk itu akan memetik buah (hasil) dari perbuatannya. IstriNya mempersembahkan nasi susu. Demikianlah sabda-Ku. maka makhluk itu akan meme tik buah (hasil) dari perbuatannya. Tetapi hal ini bukan berarti akhir penderitaan bag i makhluk-makhluk yang digelapkan oleh Avijja dan dibelenggu oleh Tanha berlari berputar-putar dalam lingkaran tumimbal lahir. bahwa sebelum mengalami sendiri akibat dari kamma yang dikehendaki.X. bahwa samudra besar ini akan menj adi kering. Selanjutnya Beliau melepaskan kehidupan duniawi. dan tidak ada lagi. tumbuh dengan baik dan berkembang dengan sempurna. dalam kehidupan berikutnya. Demikianlah sabda-Ku. akan menitis. oh para Bhikkhu. dil aksanakan.XXII Maka akan datanglah waktunya. dan bilamana perbuatan itu masak. dan menunjukkan keaj aiban gandaNya di kaki pohon Asana di bagian luar Sundaranagara. dan ditimbun akan berhenti. selama orang itu masih belum mengalami ak ibatnya.

Buddhavamsa Atthakatha 217 ff.. Selama jaman Buddha Kassapa. Majjhima Nikaya ii.128 ff.45 f. Lihat juga pada: 1..n diantara para bhikkhuni Anula dan Uruvela adalah pengikutNya yang paling terke nal. 2. Mahavastu i. 236 .7. 4.. Konon wajah keemasan Maha Kacchana disebabka n karena persembahan sebuah batu bata emasnya untuk tempat pemujaan Kassapa. Mahavamsa xv. 7. Dipavamsa xv.. 114 menye but Kassapa sebagai Kashyapa. 6. Buddhavamsa xxv. Teks-teks Sansekerta Buddhist seperti Divyavadana 333 f.. 3.000 tahun dan meninggal di Taman Setavya di Kashi . 5. Dhammapada Atthakatha ii. Bodhisatva hidup sebagai seorang pemuda brahmin den gan nama Jotipala.55 ff. Digha Nikaya ii. PembantuNya adalah Sabbamitta. Buddha Kassapa hidup selama 20. Faxian (Fahsien) dan Xuangzang (Huan Tsang) juga menunjukkan keberadaan fisik te mpat-tempat pemujaan Kassapa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful