P. 1
Buddha

Buddha

|Views: 149|Likes:
Published by Sylvia Ching

More info:

Published by: Sylvia Ching on Jun 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/30/2014

pdf

text

original

INTISARI AGAMA BUDDHA Penyusun : Pandita S. Widyadharma BAB II - AJARAN SANG BUDDHA 1.

KITAB SUCI AGAMA BUDDHA Kitab Suci Agama Buddha yang tertulis dalam Bahasa Pali adalah TIPITAKA, yang terdiri dari : 1. Vinaya Pitaka Yang berisikan tata-tertib bagi para bhikkhu/bhikkhuni. 2. Sutta Pitaka Yang berisikan khotbah-khotbah Sang Buddha 3. Abidhamma Pitaka Yang berisikan Ajaran tentang metafisika dan ilmu kejiwaan. Sedangkan yang tertulis dalam bahasa Sansekerta adalah : 1. 2. 3. 4. Avatamsaka Sutra. Lankavatara Sutra. Saddharma Pundarika Sutra. Vajracchendika Prajna Paramita Sutra (Kim Kong Keng), dan lain-lain.

2. KESUNYATAAN DAN KENYATAAN 1. Paramatha-sacca : Kebenaran mutlak (absolute truth), dan harus memenuhi sy arat-syarat sebagai berikut : 1. Harus benar. 2. Tidak terikat oleh waktu ; waktu dulu, sekarang dan waktu yang akan datang sama saja. 3. Tidak terikat oleh tempat ; di sini, di Amerika ataupun di bulan sam a saja. 2. Sammuti-sacca : Kebenaran relatif ; berarti bahwa sesuatu itu benar, tetap i masih terikat oleh waktu dan tempat. 3. EHIPASSIKO Ehipassiko berarti "datang dan alamilah sendiri". Umat Buddha tidak diminta untu k percaya saja, tetapi justru untuk mengalami sendiri segala sesuatu. Ini menunj ukkan khas Buddhis, berbeda dengan apa yang diajarkan oleh Agama-agama lain. 4. EMPAT KESUNYATAAN MULIA I. Kesunyataan Mulia tentang Dukkha Hidup dalam bentuk apa pun adalah dukkha (penderitaan) : a. dilahirkan, usia tua, sakit, mati adalah penderitaan. b. berhubungan dengan orang yang tidak disukai adalah penderitaan. c. ditinggalkan oleh orang yang dicintai adalah penderitaan. d. tidak memperoleh yang dicita-citakan adalah penderitaan. e. masih memiliki lima khanda adalah penderitaan. Dukkha dapat juga dibagi sbb. : a. dukkha-dukkha ialah penderitaan yang nyata, yang benar dirasak an sebagai penderitaan tubuh dan bathin, misalnya sakit kepala, sakit gigi, susa h hati dll. b. viparinäma-dukkha merupakan fakta bahwa semua perasaan sen ang dan bahagia --berdasarkan sifat ketidak-kekalan-- di dalamnya mengandung ben ih-benih kekecewaan, kekesalan dll. c. sankhärä-dukkha lima khanda adalah penderitaan ; selama masih ad a lima khanda tak mungkin terbebas dari sakit fisik.

II. Kesunyataan Mulia tentang asal mula Dukkha Sumber dari penderitaan adalah tanhä, yaitu nafsu keinginan yang tidak ada habis-h abisnya. Semakin diumbar semakin keras ia mencengkeram. Orang yang pasrah kepada tanhä sama saja dengan orang minum air asin untuk menghilangkan rasa hausnya. Ras a haus itu bukannya hilang, bahkan menjadi bertambah, karena air asin itu yang m engandung garam. Demikianlah, semakin orang pasrah kepada tanhä semakin keras tanhä itu mencengkeramnya. Dikenal tiga macam tanhä, yaitu : 1. a. b. c. d. e. f. Kämatanhä : kehausan akan kesenangan indriya, ialah kehausan akan : bentuk-bentuk (indah) suara-suara (merdu) wangi-wangian rasa-rasa (nikmat) sentuhan-sentuhan (lembut) bentuk-bentuk pikiran

2. Bhavatanhä : kehausan untuk lahir kembali sebagai manusia berdasarkan kepe rcayaan tentang adanya "atma (roh) yang kekal dan terpisah" (attavada). 3. Vibhavatanhä : kehausan untuk memusnahkan diri, berdasarkan kepercayaan, b ahwa setelah mati tamatlah riwayat tiap-tiap manusia (ucchedaväda). III. Kesunyataan Mulia tentang lenyapnya Dukkha Kalau tanhä dapat disingkirkan, maka kita akan berada dalam keadaan yang bahagia s ekali, karena terbebas dari semua penderitaan (bathin). Keadaan ini dinamakan Ni bbana. a. Sa-upadisesa-Nibbana = Nibbana masih bersisa. Dengan 'sisa' dim aksud bahwa lima khanda itu masih ada. b. An-upadisesa-Nibbana = Setelah meninggal dunia, seorang Arahat akan mencapai anupadisesa-nibbana, ialah Nibbana tanpa sisa atau juga dinamakan Pari-Nibbana. Sang Arahat telah beralih ke dalam keadaan yang tidak dapat diluki skan dengan kata-kata. Misalnya, kalau api padam, kejurusan mana api itu pergi? jawaban yang tepat : 't idak tahu' Sebab api itu padam karena kehabisan bahan bakar. IV. Kesunyataan Mulia tentang Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha Delapan Jalan Utama (Jalan Utama Beruas Delapan) yang akan membawa kita ke Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha, yaitu : Pañña 1. 2. Sila 3. 4. 5. Samädhi 6. 7. 8. Pengertian Benar (sammä-ditthi) Pikiran Benar (sammä-sankappa) Ucapan Benar (sammä-väcä) Perbuatan Benar (sammä-kammanta) Pencaharian Benar (sammä-ajiva) Daya-upaya Benar (sammä-väyäma) Perhatian Benar (sammä-sati) Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)

Delapan Jalan Utama ini dapat lebih lanjut diperinci sbb. : 1. Pengertian Benar (sammä-ditthi) menembus arti dari : a. Empat Kesunyataan Mulia b. Hukum Tilakkhana (Tiga Corak Umum) c. Hukum Paticca-Samuppäda d. Hukum Kamma

2. Pikiran Benar (sammä-sankappa) a. Pikiran yang bebas dari nafsu-nafsu keduniawian (nekkhamma-sankappa). b. Pikiran yang bebas dari kebencian (avyäpäda-sankappa) c. Pikiran yang bebas dari kekejaman (avihimsä-sankappa) 3. Ucapan Benar (sammä-väcä) Dapat dinamakan Ucapan Benar, jika dapat memenuhi empat syarat di bawah ini : a. Ucapan itu benar b. Ucapan itu beralasan c. Ucapan itu berfaedah d. Ucapan itu tepat pada waktunya 4. a. b. c. Perbuatan Benar (sammä-kammanta) Menghindari pembunuhan Menghindari pencurian Menghindari perbuatan a-susila

5. Pencaharian Benar (sammä-ajiva) Lima pencaharian salah harus dihindari (M. 117), yaitu : a. Penipuan b. Ketidak-setiaan c. Penujuman d. Kecurangan e. Memungut bunga yang tinggi (praktek lintah darat) Di samping itu seorang siswa harus pula menghindari lima macam perdagangan , yai tu : a. Berdagang alat senjata b. Berdagang mahluk hidup c. Berdagang daging (atau segala sesuatu yang berasal dari penganiayaan mah luk-mahluk hidup) d. Berdagang minum-minuman yang memabukkan atau yang dapat menimbulkan keta gihan e. Berdagang racun. 6. Daya-upaya Benar (sammä-väyäma) a. Dengan sekuat tenaga mencegah munculnya unsur-unsur jahat dan tidak baik di dalam bathin. b. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk memusnahkan unsur-unsur jahat dan ti dak baik, yang sudah ada di dalam bathin. c. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk membangkitkan unsur-unsur baik dan s ehat di dalam bathin. d. Berusaha keras untuk mempernyata, mengembangkan dan memperkuat unsur-uns ur baik dan sehat yang sudah ada di dalam bathin. 7. Perhatian Benar (sammä-sati) Sammä-sati ini terdiri dari latihan-latihan Vipassanä-Bhävanä (meditasi untuk memperoleh pandangan terang tentang hidup), yaitu : a. Käyä-nupassanä = Perenungan terhadap tubuh b. Vedanä-nupassanä = Perenungan terhadap perasaan. c. Cittä-nupassanä = Perenungan terhadap kesadaran. d. Dhammä-nupassanä = Perenungan terhadap bentuk-bentuk pikiran. 8. Konsentrasi Benar (sammä-samädhi) Latihan meditasi untuk mencapai Jhäna-Jhäna.

Siswa yang telah berhasil melaksanakan Delapan Jalan Utama memperoleh : 1. Sila-visuddhi Kesucian Sila sebagai hasil dari pelaksanaan Sil a dan terkikis habisnya Kilesa. 2. Citta-visuddhi Kesucian Bathin sebagai hasil dari pelaksanaan S amadhi dan terkikis habisnya Nivarana. 3. Ditthi-visuddhi Kesucian Pandangan sebagai hasil dari pe laksanaan Pañña dan terkikis habisnya Anusaya. Untuk lebih jelasnya, hal tersebut di atas akan diterangkan lebih lanjut seperti di bawah ini : Asava Delapan Jalan Utama 1. Kilesa Kilesa 3. Ucapan Benar 4. Perbuatan Benar 5. Pencaharian Benar > Sila Line 2. Nivarana Nivarana 6. Daya-upaya Benar 7. Perhatian Benar 8. Konsentrasi Benar > Samadhi 3. Anusaya 1. Pengertian Benar 2. Pikiran Benar > Pañña Asava = Kekotoran bathin, dapat dibagi dalam 3 (tiga) golongan besar, ya itu: 1. Kilesa = Kekotoran bathin yang kasar dan dapat jelas dilihat atau didengar. 2. Nivarana = Kekotoran bathin yang agak halus, yang agak suka r diketahui. 3. Anusaya = Kekotoran bathin yang halus sekali dan sangat su kar untuk diketahui. BHAVANA Agama Buddha mengenal 2 (dua) macam meditasi (Bhavana) : I. Samatha-bhavana = Meditasi untuk mendapatkan ketenangan ba thin melalui Jhäna-Jhäna. Jhäna pertama : a. Vitakka = Usaha dalam tingkat perm ulaan untuk memegang obyek. b. Vicära = Pikiran yang berhasil memegang obyek dengan kuat. c. Piti = Kegiuran d. Sukha = Kebahagiaan. e. Ekaggata = Pemusatan pikiran yang kuat. Jhäna kedua : Vicära, Piti, Sukha, Ekaggata. Jhäna ketiga : Piti, Sukha, Ekaggata. Jhäna keempat : Sukha, Ekaggata. Jhäna kelima : Ekaggata + keseimbangan bathin. Meditasi Samatha-bhävanä yang sangat dipujikan ialah Brahma-Vihära-bhävanä yang terdiri da ri : 1. Mettä-bhävanä = ek. 2. Karunä-bhävanä = edang menderita. 3. Muditä-bhävanä = giaan orang lain. 4. Upekkhä-bhävanä Usaha dalam tingkat permulaan untuk memegang oby Meditasi welas-asih terhadap semua mahluk yang s Meditasi yang mengandung simpati terhadap kebaha = Meditasi keseimbangan bathin.

Brahmä-Vihära-bhävanä dapat juga dipakai untuk melemahkan kecenderungan-kecenderungan un tuk melakukan perbuatan yang tidak baik.

Dalam tingkat kesucian. Setelah meninggal dunia. 7. seorang Anägämi akan terlahir di sorga Suddhavasa dan disit u akan mencapai Tingkat Arahat. Moha = dan mana yang baik. 2. Vipassanä-bhävanä = Meditasi untuk memperoleh Pandangan Terang tenta ng hidup. 5. Anägämi 4.keinginan jahat. kebencian dan amarah. 10. Thina-middha -. Aruparäga = Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam tanpa bentuk. 9. Tujuan dari latihan-latihan bhävanä ialah untuk menyingkirkan Nivarana (lihat pembah asan Asava) yang dianggap sebagai rintangan untuk memperoleh ketenangan bathin m aupun Pandangan Terang tentang hidup dan hakekat sesungguhnya dari benda-benda. Dosa = kan kebencian. yaitu : 1. 2. Avijjä = Kegelapan bathin. 1 kali 3. Ariya-puggalä Ialah para bhikkhu dan orang-orang berkeluarga y ang setidak-tidaknya telah mencapai tingkat kesucian pertama. 3. Sakkäyaditthi = Pandangan sesat tentang adanya pribadi. jiwa atau aku yang kekal. Lobha = ulkan keserakahan.keragu-raguan. Mäna = Ketinggian hati yang halus. : 1. Kemelekatan yang sangat terhadap sesuatu sehingga menimb Penolakan yang sangat terhadap sesuatu sehingga menimbul Kebodohan . Vicikicchä -.gelisah dan cemas. 8. keinginan tidak baik. Ruparäga = Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam bentuk. Lahir kembali 1. Uddhacca = Bathin yang belum seimbang benar.nafsu keinginan Vyäpäda -. malas dan kesu. tidak dapat menbeda-bedakan mana yang buruk II. Puthujjana Ialah para bhikkhu dan orang-orang berkeluarga y ang belum mencapai tingkat kesucian. Sotäpanna 1. Vyäpäda = Benci. Arahat 6.Tiga Akar Perbuatan Tiga hal yang di bawah ini dapat disebut sebagai tiga akar atau sumber untuk mel akukan perbuatan. Tidak akan terlahir kembali di alam manusia 4. umat Buddha dapat dibagi dalam dua golongan : 1. 2. Vicikicchä = Keragu-raguan terhadap Sang Buddha dan AjaranNya. 3. Uddhacca-kukkucca -. Sakadägämi Melemahkan belenggu-belenggu nomor 4 dan 5. Maksimum 7 kali 2. Silabbataparämäsa = Kepercayaan tahyul bahwa upacara agama saja dapat membeb askan manusia dari penderitaan. Latihan-latihan Vipassanä-bhävanä sudah diterangkan sewaktu membahas Perhatian Benar ( sammä-sati). Kebodohan/kegelapan bathin.lamban. Tingkat-tingkat kesucian Tingkat kesucian Belenggu yang harus dipatahkan . tentang hakikat sesungguhnya dari benda-benda. Mencapai Nibbana Keterangan Avijjä = : Perbedaan antara Avijjä dan Moha. Perincian dari Nivarana adalah sbb. 4. Kämaräga = Nafsu Indriya. 2. 3. karena tidak dapat menembus arti dar . Kämacchanda -. 5.

Umat Buddha melihat segala sesuatu dalam alam semesta ini sebagai suatu proses yang selalu dalam keadaan bergerak. Widyadharma BAB I . Jadi tidak terikat oleh waktu dan tempat. Ucchedaväda Paham bahwa setelah mati atma (roh) itu pun akan turut lenyap (tidak dibenarkan oleh Sang Buddha)..i Empat Kesunyataan Mulia. + pn Ucchedaväda 1.. Sabbe Dhammä Anattä Segala sesuatu yang tercipta dan tidak tercipta adalah tanpa inti ya ng kekal/abadi.HUKUM TILAKKHANA (TIGA CORAK UMUM) Hukum Tilakkhana ini termasuk Hukum Kesunyataan . Di samping paham anattä yang khas Buddhis terdapat juga dua paham lain yaitu : 1. Moha = Kebodohan/kegelapan bathin. Hukum Paticca-Samuppada. yaitu : Uppada Petunjuk (timbul) Thiti Petunjuk (berlangsung) Bhanga (berakhir/lenyap) 2. B p + = + = p = B Atma. Uraian secara matematika tentang ketiga paham tersebut adalah sbb.. Attaväda Paham bahwa atma (roh) adalah kekal-abadi dan akan berlangsung sepan jang masa (tidak dibenarkan oleh Sang Buddha). 3. A + p = Nihil Anattä 1. Hukum Tilakkhana. A + p = A + p (A + p) + p1 = A + p + p1 (A + p + p1) + p2 = A + p + p1 + p2 (A-p-p1-p2) + . 1. + pn = A + p + p1 + p2 + . karena tidak dapat membedakan apa ya ng baik dan apa yang tidak baik. 3. Hukum Kamm a.PENDAHULUAN 5. 2.. roh p1 = C Pengalaman hidup . Contoh dari sesuatu yang tidak tercipta adalah Nibbana. A A 2. Sabbe sankhärä dukkha Apa yang tidak kekal sebenarnya tidak memuaskan dan oleh karena itu adalah penderitaan. berarti bahwa Hukum ini berlak u di mana-mana dan pada setiap waktu. 2. : Attaväda 1. Penyusun : Pandita S. 4. Sabbe sankhärä aniccä Segala sesuatu dalam alam semesta ini yang terdiri dari paduan unsur -unsur adalah tidak kekal.

Sankhära = Pikiran. C + p2 = D I. gula. Tetapi setelah menjadi roti tidak mungkin kita akan menunjuk satu bagian tertentu dan mengatakan : ini adalah tepungnya. telinga. ini apinya. : Kesadaran > Pencerapan > Pikiran > Perasaan. tubu h yang merupakan bagian dari badan jasmani kita. in i airnya. Sañña = Pencerapan. n amun setelah melalui proses pembuatan dan pembakaran di oven telah menjadi sesua tu yang baru sama sekali dan tidak mungkin lagi untuk mengembalikannya dalam ben tuknya yang semula. Rupa Kita menangkap suatu rangsangan melalui mata. Kesimpulan : Meskipun roti itu terdiri dari bahan-bahan yang tersebut di atas.HUKUM PATICCA-SAMUPPADA Paham anattä dapat pula diterangkan melalui cara sinthesa. lidah. susu. maka anattä diterangkan melalui analisa. III = Kehidupan ke I. 3. 2. tubuh. 6. 3.. Viññana = Kesadaran. ini tenaga kerjanya dst. ragi. air. sehingga seo rang manusia dapat dikatakan terdiri dari rupa dan nama. Vedanä = Perasaan. 5. Proses mental ini berlangsung sbb. Dalam menangkap rangsan gan dari luar. LIMA KHANDHA Dalam Agama Buddha diajarkan bahwa seorang manusia terdiri dari lima kelompok ke hidupan/kegemaran (Khandha) yang saling bekerja-sama dengan erat sekali. mentega. II. garam. 4 dan 5 dapat juga dinamakan nama (bathin). Rupa = Bentuk. Roti dibuat dengan memakai tepung. II. Karena setelah bahan-bahan itu di aduk menjadi satu dan dibakar di oven. mengenal obyek. Contoh konkrit tentang paham anattä. III. 2. maka bahan-bahan itu telah berubah sama s ekali. 3. Gabungan dari No. yaitu melalui Hukum Pat . Sañña Rangsangan tersebut mencerap ke dalam bathin kita melalui suatu bagian dar i otak kita. hidung. 2. di dalam diri seorang manusia hanya terdapat lima kh andha ini dan tidak dapat ditemukan suatu atma atau roh yang kekal dan abadi. 4. Vedanä Dengan membanding-bandingkan ini lalu timbul suatu perasaan senang (suka) atau tidak senang (tidak suka) terhadap rangsangan yang telah tertangkap melalui panca indera kita. bentuk-bentuk mental.3. misalnya kalau kita membuat roti. De ngan cara ini. Viññana (citta) Kita lalu akan menyadari bahwa bathin kita telah menangkap suatu rangsanga n. ini garamnya. maka bekerja-samanya lima khandha ini adalah sbb. badan jasmani. ini menteganya. 4. 5. Menurut Ajaran Sang Buddha. : 1. tenaga kerja dll. Kelima kelompok kehidupan/kegemaran tersebut adalah : 1. Sankhära Rangsangan ini kita akan banding-bandingkan dengan pengalaman kita yang du lu-dulu melalui gambaran-gambaran pikiran yang tersimpan dalam bathin kita. api.

maka te rhenti pulalah kesadaran. Demikianlah kehidupan itu timbul. maka terjadilah kelahiran kembali. dengan terhentinya kelahiran kembali. Viññäna Paccayä Namarupang Dengan adanya kesadaran. yang dalam arti umum mel iputi semua jenis kehendak dan maksud perbuatan. 12. Imassa Nirodhä Idang Nirujjati Dengan terhentinya ini. maka terjadilah kelapukan. 8. Imasming Sati Idang Hoti Dengan adanya ini. Vedanä Paccayä Tanhä. Berdasarkan prinsip dari saling menjadikan. maka terjadilah bathin dan badan jasmani. maka terjadilah enam indriya 5. bhikkhu. maka terjadilah kesadaran. kematian. Namarupang Paccayä Saläyatanang. kematian. Kelapukan. Dengan terhenti seluruhnya dari kebodohan. sakit dll. Dengan adanya bathin dan badan jasmani. 11. Avijjä Paccayä Sankhära Dengan adanya kebodohan (ketidak-tahuan). mengenai hal ini Sang Buddha pernah bersabda : "O.. 4.icca-Samuppada (Hukum Sebab-musabab Yang Saling Bergantungan). dengan terhentinya bentuk-bentuk karma. maka terhentilah juga itu. maka terjadilah perasaan. kehendak untuk berbuat (Pali : Cetana) itulah yang Kami namakan Kam . berlangsung dan bersambung terus. 7. Bhava Paccayä Jati. . Dengan adanya kemelekatan. la hir atau bathin dengan pikiran kata-kata atau tindakan. 4. 3. 9. Jati Paccayä Jaramaranang. Imasming Asati Idang Na Hoti Dengan tidak adanya ini. Upädäna Paccayä Bhavo. maka terhe nti pulalah kelapukan. relatifitas dan saling bergantungan ini. yang baik maupun yang buruk. Saläyatana Paccayä Phassa. Dengan adanya tanhä (keinginan). kelu h-kesah. ialah semua kehendak atau keinginan dengan tidak membeda-beda kan apakah kehendak atau keinginan itu baik (bermoral) atau buruk (tidak bermora l).. Sankhära Paccayä Viññänang Dengan adanya bentuk-bentuk karma. 3. HUKUM KAMMA Kamma adalah kata bahasa Pali yang berarti "perbuatan". Makna yang luas dan sebe narnya dari Kamma. Dengan adanya enam indriya. maka terjadilah proses tumimbal lahir. 2. Jaramarana. adalah akibat dari kelahiran kembali. 7. Phassa Paccayä Vedanä. maka terjadilah tanhä (keinginan). Tanhä Paccayä Upädänang. Dengan adanya proses tumimbal lahir.. Kalau kita m engambil rumus tersebut dalam arti yang sebaliknya. maka kita akan sampai kepada penghentian dari proses itu. Imassuppädä Idang Uppajjati Dengan timbulnya ini. kesedihan dll. 6. 10. maka timbullah itu. maka terjadilah itu. maka seluruh kelangsungan dan kelanjutan hidup dan juga berhentinya hidup d apat diterangkan dalam formula dari duabelas nidana (sebab-musabab) : 1. Dengan adanya kesan-kesan. Dengan adanya perasaan. maka te rhenti pula bentuk-bentuk karma. maka tidak adalah itu. Prinsip dari Huku m ini diberikan dalam empat formula pendek.. maka terjadilah kemelekatan. sakit dll. maka terjadilah bentuk-bentuk ka rma. maka terjadilah kesan-kesan. Dengan adanya kelahiran kembali. keluh-kesah. 2. kematian. yaitu : 1.

Oleh sebab itu kita haru s hati-hati sekali dengan perbuatan kita. sesungguhnya benar adanya. sehingga menjadi begitu lebar dan halus yang tidak dapat lagi dilihat oleh mata kita. yakinlah bahwa kamm a yang telah kita perbuat adalah benar. Sebaliknya bila ada sesuatu yang menimpa kita dan membuat kita tidak senang. Perhatik anlah bagaimana lingkaran ini makin lama makin melebar. janganlah sekali-kali dilupakan hendaknya bahwa kamm a-vipaka itu senantiasa benar. bahkan digugurk an. a kan tetapi tidak menentukan seluruhnya. yang menimpa diri kita. 227) sbb : "Sesuai dengan benih yang telah ditaburkan begitulah buah yang akan dipetiknya. sehingga perbuatan ini akan membawa satu kam ma-vipaka (akibat) yang baik dan memberi kekuatan kepada kita untuk melakukan ka mma yang lebih baik lagi. membuat mahluk-mahluk lain bahagia.ma. oleh karena kamma itu meliputi apa yang telah lampau dan keadaan pada saat ini. Sesudah berkehendak orang lantas berbuat dengan badan. tetapi ada juga yang hampir tidak merasakan akibat apapun juga untuk perbuatan yang sama. hal. pun tidak mar ah dan juga tidak memihak. supaya akibatnya senantiasa akan bersi fat baik. yang dipercaya atau tidak diper caya akan berlangsung terus. Kamma dapat dibagi dalam tiga golongan : . Bilamana kita mengalami sesuatu yang membahagiakan. perkataan atau pikira n. Ia tidak mencintai maupun membenci. dibelokkan. pembuat kebaikan akan mendapat kebaikan. Meman g segala sesuatu yang lampau mempengaruhi keadaan sekarang atau pada saat ini. Singkatnya : Kamma Vipaka dapat diperlunak. Segala sesuatu yang datang pada kita. Sang Buddha pernah bersabda (Samyutta Nikaya I. tidak akan bany ak menderita karena perbuatan itu. dan apa yang telah lampau bersama-sama d engan apa yang terjadi pada saat sekarang mempengaruhi pula hal-hal yang akan da tang. sebab bilamana gerak gelombang yang halus itu me ncapai tepi kolam. sebaliknya orang yang tidak banyak melakukan kamma-kamma baik akan menderita hebat. Kita hendaknya selalu berbuat baik. Tertaburlah olehmu biji-biji benih dan engkau pulalah yang akan merasaka n buah-buah dari padanya". Satu contoh yang klasik adalah sbb." Kamma bukanlah satu ajaran yang membuat manusia menjadi orang yang lekas berputu s-asa. saat sekarang inilah yang nyata dan ada "di tang an kita" sendiri untuk digunakan dengan sebaik-baiknya. Bentu k kamma yang lebih berat (bermutu) dapat menekan -. Begitulah semua akibat dari perbuatan kita akan kembali kepada kita seperti haln ya dengan gelombang di kolam yang kembali ke tempat dimana batu itu dijatuhkan. pembuat kejahatan akan memetik kejahata n pula. Mengapa? Orang yang telah menimbun banyak kamma baik. Ini bukan berarti bahwa gerak tadi telah selesai. ia akan dipantulkan kembali sampai mencapai tempat bekas di m ana batu tadi dijatuhkan. Terdapat dua belas jenis bentuk-bentuk kamma yang tidak diperinci di sini. juga bukan ajaran tentang adanya satu nasib yang sudah ditakdirkan. Apa yang telah lampau sebenarnya merupakan dasar di mana hidup yang sekara ng ini berlangsung dari satu saat ke lain saat dan apa yang akan datang masih ak an dijalankan. : Lemparkanlah batu ke dalam sebuah kolam yang tenang. kamma-vipaka itu menunjukkan bahwa kita tel ah berbuat suatu kesalahan.bahkan menggugurkan -. yang bermaksud menolong mahluk-mahluk lain. Ia adalah hukum alam. ditekan. Ada orang yang menderita hebat karena perbuatan kecil. Pertama-tama akan terdengar percikan air dan kemudian akan terlihat lingkaran-lingkaran gelombang. Oleh karena itu.bentu k-bentuk kamma yang lain.

Bergunjing akibatnya kehilangan sahabat-sahabat tanpa sebab yang berarti. Hidup bersusila mengakibatkan terlahir kembali dalam keluarga luhur yang keadaannya berbah agia. penyakit yang lama sembuhnya. Kamma Pikiran (mano-kamma).1. Meluruskan pandangan orang lain berbuah dengan diperkuatnya keyakinan. 2. Pandangan salah akibatnya tidak melihat keadaan yang sewajarnya. 9. berbicara tidak tegas. 6. dalam hidupnya senantiasa berada d alam ketakutan 2. 6. senantiasa dalam kesedihan karena te rpisah dari keadaan atau orang yang dicintai. Cenderung untuk membagi kebahagiaan kepada orang lain berbuah dengan terlahir kembali dalam keadaan berlebih-lebihan dalam banya k hal. macam-macam penyakit. dinista dan dihina. 3. Bermeditasi berakibat dengan terlahir kembali di alam-alam sorga. tidak dipercaya khalayak ramai. Gemar beramal dan bermurah hati akan berakibat dengan diperolehnya kekayaan dalam kehidupan ini atau kehid upan yang akan datang. 2. 3. 7. 10 (sepuluh) jenis kamma baik 1. Berdusta akibatnya menjadi sasaran penghinaan. 8). kurang bijaksana. Bersimpati terhadap kebahagiaan orang lain menyebabkan terlahir dalam lingkungan yang menggembirakan. 7. Keserakahan akibatnya tidak tercapai keinginan yang sangat diharap-harapkan. 5. Perbuatan a-susila akibatnya mempunyai banyak musuh. Kamma Perbuatan (kaya-kamma). berpenyakitan. Berendah hati dan hormat menyebabkan terlahir kembali dalam keluarga luhur. Kata-kata kasar dan kotor akibatnya sering didakwa yang bukan-bukan oleh orang lain. 4. terlahir sebagai pria atau wanita yang tidak normal perasaan seksnya. beristeri atau bersuami yang tidak disen angi. kurang cerdas. 8. 5. 10. 10 (sepuluh) jenis kamma buruk 1. 8. Pembunuhan akibatnya pendek umur. 3. penghidupannya senantiasa tergantung pada orang lain. Sering mendengarkan Dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan. pendapat yang tercela. dirangsang oleh keinginan yang s enantiasa tak tercapai. Pencurian akibatnya kemiskinan. . Dendam. Kamma Ucapan (vaci-kamma). 4. Berbakti berbuah dengan diperolehnya penghargaan dari masyarakat. Menyebarkan Dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan (sama dengan No. kemauan jahat / niat untuk mencelakakan mahluk lain akibatnya buruk rupa. 10. watak tercela. 9. Omong kosong akibatnya bertubuh cacad. tidak dipercaya oleh khal ayak ramai.

5. Nama ayahNya adalah Subrahma. Vaddhamana. 2.000 tahun yaitu Sirivaddha. BUDDHA METTEYA Metteya adalah Buddha masa depan yang sangat dinantikan dan belum dilahirkan. yaitu : * läbha . Yang akan menjadi para pengikutnya yang luar biasa adalah dua saudaraNya Isidatt a dan Purana. Melukai seorang Buddha. yaitu malu melakukan hal-hal yang tidak baik. Menyebabkan perpecahan dalam Sangha. dan ibuNy a adalah Brahmawati. Beliau akan menikah dengan Chandamukhi dan akan mempunyai p utra Brahmavaddhana. Membunuh seorang Arahat. Beliau akan hidup di empat istana selama 8. Jatimitta dan Vijaya diantara pengikut pria. Tempat kelahiranNya adalah K etumati di masa pemerintahan Chakkavatti Samkha dimana dia sendiri akan menjadi pengikut Buddha dan melepaskan kehidupan duniawi. Hiri Perasaan malu. Nama sukuNya juga Metteya.dukkha gembira. Membunuh ibu.sedih. Yang akan menjadi murid-murid utamaNya d iantara para bhikkhu adalah Asoka dan Brahmadeva. Se lanjutnya Beliau akan dianggap sebagai Buddha ke 25 menurut tradisi Pali. Selanjutnya Beliau akan melepas kan keduniawian setelah melihat 4 tanda.000 tahun.pasamsä dicela .dipuji * sukha . 8. Siddhattha dan Chandaka. Metteya akan dilahirkan di sebuah keluarga terpelajar yang terkenal dan namaNya adalah Ajita. bahagia . Sanghaa dan Visakhaa diantara pengikut wanita. dan Suddhana. ATTHALOKA-DHAMMA Dalam penghidupan seorang manusia tidak dapat terlepas dari 8 (delapan) keadaan. Siha akan menjadi pembantu pribadiNya. Otappa Perasaan takut. Beliau akan menca . menderita dll. 3.Lima bentuk kamma celaka Lima perbuatan durhaka di bawah ini mempunyai akibat yang sangat berat ialah kel ahiran di alam neraka : 1. yaitu takut akan akibat yang timbul dari perbuatan-perbuat an yang tidak baik.tak terkenal * nindä . 2.aläbha untung .rugi * yasa .ayasa terkenal . Beliau akan dihitung sebagai Buddha ke 5 dan yang terakhir di aeon sekarang yaitu Kappa Bhadda. Lebih lanjut lagi. 9.HIRI DAN OTAPPA Dua ciri khas yang dianggap dua sifat yang membantu melindungi dunia dari kekaca uan : 1. dan diantara para bhikkhuni ad alah Paduma dan Sumana. 4. Dipercayai bahwa Beliau akan dilahirkan saat kehidupan manusia diperpanjang sampai 84. Membunuh ayah.

pai pencerahan di bawah pohon Naga. Raja menjadi serba salah. Telah menjadi tradisi bahwa Buddha akan datang berdiam di dunia Dewa Tusita deng an nama Nath.7. Digha Nikaya iii. Di daerah lereng Pegunungan Himalaya inilah terletak sebuah kerajaan yang be rnama Kerajaan Sakka (pada waktu itu di daerah tersebut banyak sekali terdapat p ohon sakka). terkecuali putri yan g tertua yang menikah dengan Raja dari Devadaha. Hatthinika. Beliau sering digambarkan atau diukir dalam mahkota-mahkota dan pe rmata-permata karena Beliau belum melepaskan kehidupan duniawi. 73. 3. Sejarah kerajaan tersebut menurut buku-buku kuno adalah sebagai ber ikut : Seorang raja bernama raja Okkaka yang memerintah daerah tersebut mempunyai empat orang putra (Okkamukha. tidak lama kemudian mohon diri dari ayahandanya dan bersama dengan saudari-saudarinya berangkat menuju sebuah hutan disertai dengan rombongan ahli-ahli dalam berbagai bidang untuk membangun sebuah negara baru. Keempat putra Raja tersebut. Cetakan Keduabelas. Raja telah melepaskan kata-kata dan berjanji kepada Rat u (yang baru) bahwa beliau akan meluluskan semua permintaan Ratu. 2. Penerbit : Cetiya Vatthu Daya. maka kota yang kemudian mereka bangun diberi nama Kapil avatthu (vatthu = tempat). Chullavamsa xxxviii. Tetapi Ratu terus-menerus merengek-rengek serta mengingatkan Raja akan janjinya. Mahavamsa xxxxxxii. Empat pasangan yang tersebut du luan merupakan leluhur dari Dinasti Sakya dan pasangan yang belakangan merupakan leluhur dari Dinasti Koliya. Lihat juga pada: 1. Pada suatu hari. 4. 68. Sebab itulah. Pada suatu waktu. di dekat tempat yang sejak lama dihuni oleh seorang pertapa berna ma Kapila. daerah Majjhima desa (daerah tengah dari Jambudipa ~sekarang India~) dihuni oleh suku bangsa Ariyaka yang datang dari Utara Pegunungan Himala ya. 1999) Pendahuluan Pada zaman dahulu. 5. Atthasalini 415 BAB I MASA BERKELUARGA (Sumber : Riwayat Hidup Buddha Gotama. Merasa gembira sekali. Di tempat itulah mereka menikah diantara mereka bersaudara. maka akhirnya Raja memanggil keempat orang putran ya dan memerintahkan untuk membawa saudara-saudara perempuannya pergi ke suatu d aerah lain untuk membangun sebuah negara baru. Raja yang memerintah di kota Kapilavatthu adalah Raja Jayasena yang mempunyai seorang putra bernama Sihahanu dan seorang putri yang bernama Ya sodhara. Mendengar permintaan tersebut Raja menjadi kaget dan menolak untuk meluluskan pe rmohonan tersebut. dan Sinipura) dan lima orang putri . Milinda Panha 159. 81 f. Setelah Raja Jayasena meninggal dunia. yaitu adik dari Raja Anjana dari Devadah . apapun juga ya ng akan dimintanya.. Karanda. Karena malu untuk tidak menepati j anji yang pernah diberikannya. Pangeran Sihahanu menjadi Raja di Kapilav atthu dan menikah dengan Putri Kencana. Penyusun : Maha Pandita Sumedha Widyadhrama. Mereka memilih sebuah hutan yang banyak ditumbuhi pohon-pohon sakka di lereng Gu nung Himalaya. Ratu memohon kepada Raja agar anaknya yang baru dilahirkan diangkat menjadi Putra Mahkota. Dalam kesempatan yang baik itu. Ratu (yang juga adalah saudaranya) meninggal dunia dan Raja m enikah lagi dengan seorang gadis yang kemudian melahirkan seorang anak laki-laki .

Bayi itu kemudian berdiri tegak dan berjalan tujuh langkah di atas tujuh kuntum bunga teratai ke arah Utara. Amitodana. Dengan ge mbira Ratu berjalan-jalan di taman dan berhenti di bawah pohon Sala. Ratu Maya mandi dengan air wangi. Empat Maha Brahma menerima Sang Bayi dengan jala emas dan kemudian dari langit t urun air dingin dan panas untuk memandikan Sang Bayi sehingga menjadi segar. Ratu bermimpi bahwa empat orang Dewa Agung telah mengangkatnya dan membawanya ke Himava (Gunung Hima laya) dan meletakkannya di bawah pohon Sala di (lereng) Manosilatala. Adik Raja Suddhodana yang bernama Sukkodana mempunyai seorang putra yait u Ananda. Sewaktu tidur. Ratu memberitahukan mimpi ini kepada Raja dan Raja lalu memanggil para brahmana untuk menanyakan arti mimpi tersebut. Sedangkan adik perempuannya yang bernama Amita memp unyai seorang putra yaitu Devadatta dan seorang putri bernama Yasodhara. dan Ghanitodana dan dua orang putri yang diberi nama P amita dan Amita. Di tempat itulah seekor gajah putih deng an memegang sekuntum bunga teratai di belalainya memasuki kamar. menggosoknya dengan minyak wangi dan kemudian memakaikannya pakaian-pakaian yang biasa dipak ai para dewata. Kemudian p ara istri Dewa-dewa Agung tersebut memandikannya di Danau Anotatta. sampai pada suatu waktu Ratu Maya m encapai umur kurang lebih 45 tahun. Ketika itu. Amitodana mempunyai dua orang putra yaitu Mahanama dan Anuruddha dan s eorang putri bernama Rohini. yang ke lak menjadi istri dari Pangeran Siddhatta. dan dua orang putri yang diberi nama Maya dan Pajapat i (atau Gotami). Dhotodana. Selanjutnya Ratu dipimpin masuk ke sebuah istana emas dan direba hkan di sebuah dipan yang bagus sekali. Sang Bayi sendiri sudah bersih karena tiada darah atau noda-noda lain yang melek at pada tubuhnya.a. Setelah Raja Sihahanu mangkat. Sukkoda na. Lahirnya Pangeran Siddhatta Meskipun Raja Suddhodana dan Ratu Maya sudah lama menikah. Para brahmana menerangkan bahwa Ratu akan mengandung seorang bayi laki-laki yang kelak akan menjadi seorang Cakkavatti (Raja dari semua Raja) atau seorang Buddh a. yaitu Putri Yasodhara. Ratu Maya ikut serta dalam perayaan Asalha yang berlangsung tujuh ha ri lamanya. Dalam perjalanan ke Devadaha. mengucap kan janji uposatha dan kemudian masuk ke kamar tidur. Ratu Maya memperoleh mimpi yang aneh sekali. Setelah perayaan selesai. Sepuluh bulan kemudian di bulan Vaisak. dan Ratu Maya dapat melihat dengan jelas bayi dalam kandungannya yang duduk dalam sikap meditasi dengan muka menghadap ke depan. Dengan cepat dayang-dayang membuat tirai di sekeliling Ratu. Memang sejak hari itu Ratu mengandung. Nepal) yang indah sekali. Pada waktu itulah Ratu merasa perutnya agak kurang enak. Adik dari Raja Sihahanu. namun anak yang sanga t mereka dambakan belum juga mereka peroleh. Ratu mohon perkenan dari Raja untuk dapa t bersalin di rumah ibunya di Devadaha. mengelilingi di pan sebanyak tiga kali untuk kemudian memasuki perut Ratu Maya dari sebelah kana n. Setelah berjalan tujuh langkah. Pangeran Suddhodana menduduki tahta Kerajaan Saky a dan kemudian menikah dengan Putri Maya. bayi itu lalu mengucapkan kata-kata sebagai beri kut : . Ratu berpegangan pada dahan pohon Sala dan dalam sika p berdiri itulah Ratu melahirkan seorang bayi laki-laki. Ketika itu tepat purnam a sidhi di bulan Vaisak tahun 623 SM. Mereka diberkahi dengan lima orang putra yang diberi nama Suddhodana. menikah dengan Raja Anjana dari Devadaha dan diberkahi dengan dua orang putra yang diberi nama Suppabuddha dan Dandapani. Di kebun itu Ratu memerintahkan rombongan berhenti untuk beristirahat. Pernikahan Raja Suddhodana dan Ratu Maya inilah yang diberkahi dengan kelahiran seorang putra tunggal yang di kemudian hari menjadi terkenal dengan nama Buddha Gotama. tibalah rombongan Ratu di Taman Lumbini (sekarang Rumminde di Pejwar.

Kalau pangeran kelak melihat empat peristiwa tersebut. pertapa Asita memberi hormat kepada Sang bayi. Orang sakit. namun karena usianya sudah lanjut maka ia sendiri tida k lagi dapat menunggu bayi itu kelak memulai memberikan Ajaran-Nya. yang kemudian dikenal juga sebagai Rahulamata (ibu dari R ahula). meramalkan bahwa Sang bayi kelak akan menjadi Cakkavati (Raja dari semua Raja) atau akan menjadi Buddha. Akulah teragung dalam dunia ini. Manti." Seorang pertapa yang bernama Asita (yang juga disebut Kaladevala) sewaktu bermed itasi di Pegunungan Himalaya. kecuali Kondañña. Raja Suddhodana memanggil sanak keluargany a berkumpul. Inilah kelahiranku yang terakhir. jettho 'ham asmi lokassa. Hanya Kondañña (Brahmana yang termuda) sajala h yang dengan pasti mengatakan bahwa Sang bayi kelak akan menjadi Buddha. * Nidhikumbhi. Nama y ang kemudian dipilih adalah Siddhattha yang berarti "Tercapailah segala cita-cit anya". yang kelak menjadi kuda Pangeran Siddhattha. yang kelak menjadi kusir Pangeran Siddhattha. 3. 2. * Channa. di bawah pohon ini Pangeran Siddhattha kelak mendapatkan Pene rangan Agung. Orang tua. Dhaja. yang kelak menjadi pembantu tetap Sang Buddha. Lakkhana. Tak akan ada tumimbal lahir lagi."Aggo 'ham asmi lokassa. Para peramal tersebut. Menjawab pertanyaan Raja Suddhodana. Selanjutnya pertapa Asita mengatakan bahwa Pangeran kecil itu kelak tidak boleh melihat empat peristiwa. * Kanthaka. settho 'ham asmi lokassa. Pada hari yang sama lahir (timbul) pula dalam dunia ini : * Putri Yasodhara. yaitu : 1. Kondañña. bersama-sama dengan seratus delapan orang Brahmana untuk merayakan kelahiran anak pertamanya dan juga untuk memilih nama yang baik. * Pohon Bodhi." Artinya . diberitahukan oleh para dewa dari alam Tavatimsa b ahwa seorang bayi telah lahir yang kelak akan menjadi Buddha. pertapa Asita menerangkan bahwa Sang bayi k elak akan menjadi Buddha. Suyama dan Sudatta. Akulah tertua dalam dunia ini. Setelah melihat Sang bayi dan memperhatikan adanya 32 tanda dari seorang Mahapur isa ("orang besar"). * Seekor gajah istana. 4. "Akulah pemimpin dalam dunia ini. . Bhoja. natthi dani punabbhavo. * Kaludayi. Setelah memberi hormat. yaitu : Rama. kendi tempat harta pusaka. * Ananda. Pertapa suci. yang kemudia n diikuti juga oleh Raja Suddhodana. Diantara para B rahmana terdapat 8 orang Brahmana yang mahir dalam meramal nasib. maka Beliau akan segera m eninggalkan istana dan bertapa untuk menjadi Buddha. Orang mati. ayam antima jati. yang kelak mengundang Sang Buddha untuk berkunjung kembali ke Ka pilavatthu. Lima hari setelah lahirnya Sang bayi. pertapa Asita terta wa gembira tetapi kemudian menangis. Pada hari itu juga pertapa Asita berkunjung ke istana Raja Suddhodana untuk melihat bayi tersebut.

maka ia adalah milikku. Masa Kanak-Kanak Setelah Pangeran berusia tujuh tahun. Setelah tiba waktunya untuk bersekolah. baik siang maupun malam hari sebagai lambang dari keagungannya." Devadatta tetap menuntutnya dan Pa ngeran tetap pada pendiriannya dan tidak mau menyerahkannya. Pada suatu hari Pangeran sedang berjalan-jalan di taman dengan saudara sepupunya . yang waktu itu terkenal kare na menghasilkan barang-barang tersebut dengan mutu yang terbaik. Karena a ku yang menolongnya. yaitu suatu tingkatan pemusat an pikiran. Tetapi sekarang ia tidak mati dan ternyata masih hidup. pakaian dan tutup kepala dari negara Kasi. Ada lagi satu keajaiban lain. Pangeran dan Devadatta b erlari-lari ke tempat belibis itu jatuh. Raja memerintahkan seorang guru bernama Visvamitta untuk memberikan pelajaran kepada Pangeran dalam berbagai ilmu penget ahuan. Akhirnya atas usul . dan satu kolam lagi dengan bunga yang berwarna putih (Pundarika). Raja memerintahkan untuk menggali tiga kol am di halaman istana. yaitu Rupananda. Dengan cepat mereka melaporkan peristiwa tersebut kepada Raja. Devadatta melihat sero mbongan belibis hutan terbang di atas mereka. kemudian meremas-remas be berapa lembar daun hutan dan dipakaikan sebagai obat untuk menutupi luka bekas k ena anak panah. Semua pelajaran yang diberikan. Ratu Maya meninggal dunia dan terlahir kembali di surga Tusita. Pangeran terkenal sebagai anak yang penuh kasih sayang terhad ap sesama mahluk hidup seperti terlihat dari kisah di bawah ini. Raja dengan diiri ngi para petani berbondong-bondong datang untuk menyaksikan peristiwa ganjil ter sebut. yang pada waktu itu membawa busur dan panah. dengan c epat dapat dipahami sehingga dalam waktu singkat tidak ada lagi hal-hal yang dap at diajarkan kepada Pangeran kecil. Namun Pangeran tidak memberinya dan mengatakan. Pangeran tiba terlebih dahulu dan memel uk belibis itu yang ternyata masih hidup. Ternyata Pangeran cerdas sekali. yaitu Nanda dan seorang putri. Di kolam-kolam itu ditanami berbagai jenis bunga teratai ( lotus). Dengan cekatan Devadatta membidikk an panahnya dan berhasil menembak jatuh seekor belibis. maka sama sekali tidak terganggu oleh suara-suara yang berisik. "Ti dak. maka ia benar adalah milikmu. Selain tiga kolam tersebut.Tujuh hari setelah Pangeran Siddhattha dilahirkan. Benar saja mereka menemukan Pangeran kecil sedang bermeditasi dengan kaki bersila dan tidak menghiraukan kehadiran orang-orang yang sedang memperhatikann ya. Karena Pangeran saat itu telah mencapai Jhana. Devadatta. Sejak kanak-kanak. Raja Suddhodana menyerahkan perawatan Sang bayi kepada Putri Pajapati (adik Ratu Maya) yang juga dinikahinya. dayang-dayang yang ditugaskan untuk menjaga Pangeran merasa tertarik sekali dengan jalannya perayaan itu. Sewaktu perayaan berlangsung dengan meriah. Kalau ia mati. Setelah kembali mereka merasa heran sekali melihat Pangeran seda ng bermeditasi dan duduk bersila. Satu kolam dengan bunga teratai yang berwarna biru (Upala). belibis ini tidak akan aku serahkan kepadamu. Raja Suddhodana mengajaknya untuk turut pergi ke perayaan membajak bersama-sama para petani dengan menggunakan sebuah a lat bajak yang terbuat dari emas. Bayangan pohon jambu tidak mengikuti jalannya matahari tetapi tetap memayungi Pangeran kecil yang sedang bermeditasi. Perayaan Membajak Setelah Pangeran berumur beberapa tahun. Dari pernikahan ini kemudian lahir seorang putra. Mereka ing in menyaksikan perayaan tersebut dan meninggalkan Pangeran kecil di bawah bayang an pohon jambu. Melihat keadaan yang ganjil ini untuk kedua kalinya Raja Suddhodana memberi hormat kepada anakny a. Pelayan-pelayan diperintahkan untuk melindungi Pangeran pergi. Pangeran dengan hati-hati dan penuh ka sih sayang mencabut panah dari sayap belibis tersebut. Devadatta minta agar belibis tersebut diserahkan kepadanya karen a ia yang menembaknya jatuh. Raja juga memesan wangiwangian. satu kolam d engan bunga yang berwarna merah (Paduma).

maka secara sah. Raja berharap Pangeran akan lebih diikat kepada hal-hal d uniawi. "Ayah. yaitu orang tua. dan dijaga siang dan malam oleh orang-orang kepercayaan Raja. maka bagaimana ia kelak dapat memelihara dan melindungi istrinya. Apabila ada dayangnya yang sakit maka dayang i tu akan segera disingkirkan. Pange ran tidak ada tandingannya. Karena itu Raja memerintahkan pengawal-pengawalnya agar Pangeran dijaga jangan s ampai melihat empat hal tersebut. Pangeran dinyatak an sebagai pemenang mutlak dari sayembara tersebut. sehingga untuk membaw anya ke tempat pertandingan harus digotong oleh empat orang. Melihat Empat Peristiwa Pangeran tidak bahagia dengan cara hidup yang dianggap seperti orang tawanan dan terpisah sama sekali dari dunia luar. orang mati. Dalam sebuah pesta besar yang kemudian diselenggarakan dan dihadiri oleh tidak k urang dari empat puluh ribu orang gadis cantik. Ratu Amita (adik Raja Suddhodana). Hidup tidak m ungkin menjadi milik dari orang yang mencoba menghancurkannya. orang sakit. Semua pertandingan seperti naik kuda. menjinakkan kuda liar. satu istana untuk musim dingin (Ram ma). maka Pangeran mohon kepada Raja ag ar segera mengadakan satu sayembara. Dalam sayembara itu. Setelah mendengarkan keteran gan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dari kedua belah pihak. dan pertapa suci. Mereka mengatakan bahwa Pangeran tidak paham kesenian dan il mu peperangan. Pada suatu hari Pangeran mengunjungi ayahnya dan berkata. Untuk membentangkan busur yang dipakai oleh Pangeran saja mereka tidak mampu karena busur itu besar dan berat. Namun para orang tua tersebut ternyata ti dak mengacuhkannya. belibis harus menjadi mili k dari orang yang ingin menyelamatkan jiwanya yaitu Pangeran Siddhatta. perkenankanlah aku berjalan-jalan ke luar istana untuk melihat tata cara kehidupan penduduk yan . Dewan lalu memb erikan keputusan sebagai berikut : " Hidup itu adalah milik dari orang yang mencoba menyelamatkannya. Dengan pernikahan ini. Karena itu menuru t norma-norma keadilan yang berlaku. dimana berbagai ilmu peperangan dipertandin gkan. dimana Pangeran akan memilih s eorang gadis untuk dijadikan istrinya. pilihan Pangeran jatuh kepada se orang gadis bernama Yasodhara yang ada ikatan keluarga dengan Pangeran karena ia adalah anak pamannya yang bernama Raja Suppabuddha dari negara Devadaha dan bib inya. mereka berdua pergi ke Dewan Para Bijaksana dan mohon agar Dewan membe rikan keputusan yang adil dalam persoalan tersebut. Ketika hal ini diberitahukan kepada Pangeran. Kemudian Raja mengirim undangan kepada para orang tua yang mempunyai ana k gadis untuk mengirimkan anak gadisnya ke pesta. maka kekhawatiran Raj a Suddhodana agak berkurang sebab Raja selalu ingat dengan ramalan dari pertapa Asita bahwa Pangeran kelak akan menjadi Buddha. Semua dayang dan pengawalnya adalah orang-orang mud a belia. Raja memerintahkan untuk me mbuat tiga buah istana yang besar dan indah. Setelah Pangeran Siddhatta menikah dengan Putri Yasodhara. Pangeran bertanding melawan pangeran-pangeran lain ya ng datang dari segenap penjuru negara Sakya. Selanjutnya Raja memerintahkan untuk membuat tembok tinggi mengelilingi istana dan kebun dengan pintu-pintu yang kokoh kuat.Pangeran. Khusus dalam hal memanah." Masa Remaja Sewaktu Pangeran meningkat usianya menjadi 16 tahun. Dengan demikian Pangeran Siddhatta dan Putri Yasodhara memadu cinta di tiga ista nanya yang mewah sekali dan selalu dikelilingi oleh penari-penari dan dayang-day ang yang cantik-cantik Raja merasa puas dengan apa yang telah dikerjakannya dan berharap bahwa Pangeran kelak dapat menggantikannya sebagai Raja negara Sakya. bahkan juga pangeran-pangeran dari negara lain. Sekarang tinggal menjaga supaya Pangeran jangan melihat empat peristiwa tentang kehidupan. dan memanah ternyata dimenangkan oleh Pangeran. Dengan mendapat sambutan yang meriah sekali dari para hadirin. menggunakan pedang. satu istana untuk musim panas (Suramma) dan satu istana untuk musim hujan ( Subha).

pakaiannya compang-cam ping dan kotor sekali. engkau bo leh keluar dari istana untuk melihat bagaimana penduduk hidup di kota. Pada kesempatan ini. tidak ada gunanya melarang sebab hal itu tentu akan membuat Pangeran sangat sedih. Mengapa sebagai seorang Pangeran dan juga orang-orang lain pada suatu hari harus menjadi tua. ia pasti akan mati hari itu juga karena ia lapar sekali dan sudah be berapa hari tidak makan. Melihat orang tua itu. Giginya sudah ompong." Setelah rakyat selesai menghias kota seperti diperintahkan oleh Raja. Berselang beberapa hari. "Apakah itu." Setelah pesta usai dan Pangeran masuk ke kamar tidur. kulitnya keriput. terpandang atau berkuasa? Malam itu diselenggarakan sebuah pesta besar untuk menghibur Pangeran. yaitu usia tua . oh Channa yang baik. maka Raja menjadi sedih sekali dan ia merasa khawatir bahwa hal ini dapat menyebabkan Pangeran meninggalkan istana . ompong dan buruk seperti tukang minta-minta yang baru saja ia lihat. Ia ingin tahu apakah ada orang yang telah menemukan cara untuk menghentikan hal yang menyeramkan itu." Sewaktu Pangeran sedang berjalan-jalan di kota. dan tidak ada seorangpun yang dapat men cegahnya. pikiran itu masih tetap sa ja mengganggunya. meskipun ia kaya. Hari itu pemandangan kota berlainan sekali. sekarang engkau boleh pergi melihat -lihat kota sepuas hatimu. dan tidak kelihatan gembira sewaktu berlangsungnya pe sta makan dan tari-tarian. Dengan suara le mah dan perlahan sekali ia meminta-minta makanan dan mengatakan kalau tidak dibe ri makanan. Hal i tu tidak dapat dielakkan." Tetapi Pangeran tidak puas dengan jawaban Channa. Pangeran kembali memohon kepada Raja agar diperkenankan lagi melihat-lihat kota Kapilavatthu. kul it mukanya kering dan keriput. Pangeran pergi bersama-sama Channa dan berpakaian seperti a nak keluarga bangsawan karena ia tidak ingin dikenal sewaktu sedang berjalan-jal an. karena Beliau tahu. orang itu seperti ki ta dan karena sekarang ia sudah tua sekali maka keadaannya telah berubah seperti yang Tuanku lihat. Raja memerintahkan kepada dayang-dayangnya untuk lebih sering meng adakan pesta-pesta makan dan tari-tarian. matanya sudah hampir buta. anakku." Karena permohonan ini wajar. "Baik. Pangeran terkesan sekali karena hal seperti ini baru pert ama kali dilihatnya. Setiap ora ng kalau sudah terlalu lama hidup di dunia akan menjadi seperti orang itu. Rambut orang itu panjang dan sudah putih semua. Pangeran memerintahkan untuk s egera kembali ke istana karena pemandangan orang tua yang baru saja ia lihat tel ah membuatnya sedih sekali. ia masih merenung bahwa suatu hari semua oran g akan menjadi tua. "Anakku. tanpa ada y ang terkecuali dan begitu pula engkau yang tercantik. lemah dan sedih.g kelak akan kuperintah. Channa? Itu tidak mungkin seorang manusia. Apakah artinya semua ini?" Channa menerangkan kepada Pangeran bahwa semua itulah keadaan seorang tua. tetapi sekarang tanpa terlebih dahulu mem beritahukannya kepada para penduduk. Ia sedang sibuk merenung dan dalam hati berkata kepad a mereka yang hadir. maka Raja memanggil Pangeran untuk menghadap. badannya kurus kering dan dengan su sah payah serta terbungkuk-bungkuk ditopang oleh sebuah tongkat berjalan tanpa m enghiraukan orang-orang di sekelilingnya yang sedang bergembira. "Sewaktu masih muda. Karena itu. maka Raja memberikan izin. Di tempat tidur. Dengan berat hati Raja memberikan izinnya. Tetapi Pa ngeran acuh tak acuh saja. Mengapa ia bungkuk sekal i? Mengapa ia gemetar sewaktu berjalan? Mengapa rambutnya putih dan bukan hitam seperti rambutku? Apa yang salah dengan matanya? Dan giginya dikemanakan? Apakah ada orang yang terlahir seperti itu? Coba katakan. dan ia ingin merenungkan persoalan ini dengan lebih mendalam. Tetapi se belumnya aku harus membuat persiapan sehingga segala sesuatunya baik dan patut u ntuk menerima kedatangan anakku yang baik. tetap i bukan keadaannya sewaktu dilahirkan. Sebaiknya Tuanku lupakan saja orang tua tersebut. Setelah persoalan ini dilaporkan kepada Raja. dengan tiba-tiba seorang tua kel uar dari sebuah gubuk kecil. rambutnya putih. Tidak ada penduduk berkumpul untuk m . "Pada suatu hari engkau semua akan menjadi tua.

Seorang tukang celup pakaian sedang mencelup pakaian dalam beraneka ragam warna yang bagus-bagus dan kemudian menjemurnya." "Apakah tidak ada orang yang dapat menolongnya? Apakah semua orang dapat diseran g penyakit? Apakah penyakit datang secara mendadak?" "Betul. semua makhluk hidup pada suatu waktu harus mati. Ia menangis tersedu-sedu. lalu menjualnya kepada langganannya yang kemudian memakannya selagi masih panas. gelang. Raja menyetujuinya karena beranggapan tidak ada gunanya lagi sekarang untuk mela rang. ada ratusan penyakit yang sama hebatnya seperti sakit pes. Pada kesempatan ini Pangeran yang berpakaian sebagai anak seorang bangsawan deng an diiringi Channa." Mendengar ini. Di muka dan badannya terdapat bercak-bercak ber warna ungu. meletakkan kepalanya di pangkuann ya dan dengan suara menghibur menanyakan." "Channa. dan itu dapat terjadi setiap saat. Pangeran melihat sesuatu yang membuat Beliau sangat sedih. tunggul-tunggul. Orang tersebut tetap diam saja dan tidak bergerak meskipun api telah membakarnya dari semua sudut. Raja merasa sedih karena melihat Pangeran pada waktu akhir-akhir ini seperti kurang gembira sehubungan dengan kejadian-kejadian yang telah diliha tnya. emas. da n perak. Tuanku. Berselang beberapa hari. bunga-bunga. engaku mengapakah? " Orang sakit itu sudah tidak dapat menjawab. Tuanku. Oleh karena it ulah ia merintih-rintih dan tidak lagi dapat bicara. kerabu. Seorang pandai besi dengan badan penuh keringat sedang membuat pisau. deng an cepat menghampiri orang itu. Kemudian rombongan membawa usungan itu ke tepi sebuah sungai dan mel etakkannya di atas tumpukan kayu yang kemudian dinyalakan api. bahagia dan senang dengan pekerjaannya. "Channa. Nanti Tuanku juga akan sakit. Tidak ada oran g yang dapat mencegahnya. jangan sentuh orang itu lama-lama. Tetapi hari itu Pangeran melihat penduduk yang sed ang sibuk bekerja. Ia diserang demam pes dan seluruh badannya terasa terbakar. tidak ada bendera-bendera. Tidak lama kemudian mer eka berpapasan dengan serombongan orang yang sedang menangis mengikuti sebuah us ungan dipikul oleh empat orang. Di atas usungan itu berbaring seorang yang sudah kurus sekali dalam keadaan tida k bergerak. "Channa. Tukang kue sedang sibuk memanggang ro ti dan kue. mengapakah orang ini? Apakah yang salah dengan nafasnya? Me ngapa ia tidak bicara?" "Oh. dan p enduduk yang berpakaian rapi. matanya berputar-putar dan nafasnya megap-megap. Mohon de ngan sangat agar Tuanku meletakkannya kembali di tanah dan jangan menyentuhnya l agi sebab pes itu sangat menular. Pangeran memperhatikan orang-orang kecil ini yang sederhana dan semua orang keli hatan sibuk sekali. mengangkatnya. Orang itu sakit dan darahnya ber acun. berjalan-jalan di kota Kapilavatthu. Tuanku. "Mengapakah engkau. Untuk kedua kalinya dalam hidupnya. Tetapi Pangeran juga melihat seorang yang sedang merintih-rintih dan bergulingan di tanah dengan ked ua tangannya memegangi perutnya. dan Tuanku mungkin orangnya kalau Tuanku memegangnya seperti itu." Pangeran heran dan kaget sekali. katakanlah. Tidak ada seora ngpun yang dapat mencegahnya.Tuanku." "Tetapi adakah lagi orang lain seperti dia?" "Ada. Pangeran menjadi semakin sedih dan kembali ke istana untuk merenu ngkan hal ini. semua orang dalam dunia dapat terserang penyakit. dan cincin dari intan. apakah ini yang dinamakan mati? Dan apakah semua orang pada suatu waktu akan mati?" "Betul. sehinggan tidak dapat mengucapkan sepatah kata .engelu-elukannya. apakah itu? Mengapa orang itu berbaring di sana dan membiarkan orang la in membakar dirinya?" "Dia tidak tahu apa-apa lagi. Tuanku. Orang itu sudah mati. Pangeran yang dikenal sebagai orang yang penuh kasih sayang. Seorang pa ndai emas sedang membuat kalung." "Mati! Channa. masih banyakkah hal-hal buruk seperti ini selain sakit pes?" "Memang. Pangeran kembali mohon kepada Raja agar diperkenankan k embali melihat-lihat kota Kapilavatthu.

Aku menjauh kan diri dari keduniawian. datanglah dayang-dayang yang khusus mencari Pangeran untuk memberitahukan bahwa Putri Yasodhara telah melahirkan bayi laki-laki yang sehat. "Aku juga harus menjad i pertapa seperti itu!" Tidak lama kemudian. "Pangeran yang mulia. Mangkuk ini aku bawa untuk mengharapkan makanan dari mereka yang berbelas kasih. Pangeran merasa gembira sekali dan berkata di dalam hati. "Rahulajato. sakit. di sebuah taman . Konon diceritakan bahwa perta pa itu adalah seorang dewa yang ingin membantu Pangeran Siddhatta. meninggalkan sanak keluarga untuk mencari obat agar o rang tidak menjadi tua. Pertapa itu menjawab." Kemudian pertapa itu berlalu dan terus menghilang. Nibbuta nuna so pita. Apakah benar tidak ada jalan untuk menghentikannya? Pangeran pulang. . Aku harus mencarinya dan menolong dunia i ni. satu ikatan telah terlahir." Pangeran terkejut dan tergetar hatinya mendengar perkataan "Nibbuta" yang berart i: "tenang. Yassa yam idiso pati. aku mencarinya dalam ketenangan dan kesunyian hutan-hutan yang lebat." Yang berarti : "Satu jerat telah terlahir. Selain dari itu. aku ini seorang pertapa. padam semua nafsu-nafsu". Pangeran berhenti dan duduk beristirahat di bawah pohon jambu. Pangeran bertemu dengan Kisa Gotami yang kare na kagumnya mengucapkan kata-kata sebagai berikut : "Nibbuta nuna sa mata. Pangeran berpikir bahwa sangat mengerikan keadaan yang disebut 'mati' itu y ang harus dialami oleh setiap orang. Penerangan dan kebahagiaan sedang menunggu. bandhanam jatam. dan di kamarnya ia merenungkan persoalan ini sepanjang hari. di manakah obat itu harus dicari?" "Pangeran yang mulia. Mendengar berita ini. Tenanglah istrinya." Pangeran terkejut karena ternyata pertapa ini mempunyai pikiran dan cita-cita ya ng sama dengan dirinya. aku harus meneruskan perjalanan. "Semua orang di dunia ini pada suatu waktu harus mati. Sekarang maafkan." Yang berarti : "Tenanglah ibunya. Pangeran bukannya bergembira tetapi mukanya justru menjad i pucat. "Oh. Pangeran memberi salam kepada pertapa tersebut dan menanyakan kegunaan mangkuk y ang sedang dipegangnya. Tiba-tiba Pange ran melihat seorang pertapa berjubah kuning dengan membawa mangkuk di tangan men ghampirinya." Sewaktu Pangeran mengunjungi Kapilavatthu untuk keempat kalinya. Yang mempunyai suami seperti Anda. Pangeran mengangkat kepalanya menghadap langit yang tinggi dan kemudian berkata. Dalam perjalanan pulang ke istana. jauh dari gangguan dan keramaian dunia. Nibbuta nuna sa nari. sehingga Beliau menghadiahkan Kisa Gotami sebuah kalung emas yang sedang dipakainya. aku tidak menginginka n hal-hal dan barang-barang duniawi. dan mati. Tenanglah ayahnya. belum ada orang yang tahu bagaimana cara untuk menghentikannya." Karena ucapan ini maka bayi yang baru lahir kemudian diberi nama "Rahula". meskipun ia seorang Raja atau anak dari seo rang Raja.pun. Pertapa suci.

sakit. Pangeran terbangun dan memandang ke sekelilingnya." "Kalau begitu. Tunggu saja dan tangguhkan kepergianmu sampai aku sudah mangkat." Raja tetap tidak memberikan izinnya dan Pangeran tetap bersikeras untuk terus me laksanakan cita-citanya. tidak lama kemudian Pangeran tertidur. ada yang air liurnya meleleh keluar. Pada tengah malam. Raja menyelenggarakan satu pesta yang besar d an meriah." Mendengar pernyataan di atas. Anugerah supaya Ayah tetap bersamaku. ada yang tengkurap. anakku. kuda kesa yangannya. 3. Para pena ri menghentikan tariannya dan mereka pun ikut tidur di ruangan yang sama sambil menunggui Pangeran. sakit. Anugerah supaya aku dapat mengakhiri kelahiran. Tangannya menutupi muka Sang bayi. Raja Suddhodana menjadi kaget dan kecewa. kalau tidak diberi izin saya mohon Ayah berkenan memberikan kepadaku dela pan macam anugerah. Raja men jawab bahwa hal-hal di atas itu berada di luar kemampuannya dan masih mencoba un tuk membujuknya dengan mengatakan. ada yang menggulung tubuhnya sambil kepalanya terantuk-antuk di dadanya. dan mat i. Selanjutnya Pangeran masuk ke ruangan tempat para penari sedang menari diiringi musik yang merdu. ada yang mengigau. aku lebih baik turun tahta daripada tidak meluluskan permin taanmu. dan mati. 7. Pangeran dengan hati-hati me ndekati Raja dan mohon izin untuk mencari obat terhadap usia tua. sehingga muka bayi tidak dapat terlihat . Pangeran memanggil Channa dan memerintahkan untuk menyiapkan Kanthaka. halaman 141/2). Pangeran merebahkan diri di atas bantal yang dibuat dari benan g-benang emas dan karena letih. ada yang terlentang. Anugerah supaya semua wanita yang ada di istana bersama sama dengan keraba t lain tetap hidup. Pangeran kemudian memasuki kamar Yasodhara dan memandangi anaknya dengan gembira dan terharu karena tidak lama lagi Beliau akan meninggalkannya berhubung tekadn ya yang sudah bulat untuk mencari obat agar orang tidak menjadi tua. akan kembali ke Kapilavatthu untuk mempersembahkan obat yang telah kutemukan ke hadapan Ayah. Hal ini menimbulkan amarah Raja. Anugerah supaya mereka yang pernah hadir pada pesta kelahiranku dapat mema damkan semua nafsu keinginannya. mohon Ayah memberikan kepadaku: 1. Aku berjanji bila su dah berhasil. usia tua. 8. Pangeran kemudian pergi ke kamar Yasodhara untuk melihat istri dan an aknya sebelum pergi untuk bertapa. Izin tidak diberikan seperti dapat kita ikuti dalam percakapan di bawah ini (dik utip dari buku Mahavastu II. Anugerah supaya tidak menjadi tua. 4. Anugerah supaya kerajaan ini tidak berubah dan tetap seperti sekarang. Anugerah supaya tidak mati. Istrinya sedang tidur nyenyak dan memeluk bay inya. Pa ngeran merasa seperti di pekuburan dengan mayat-mayat yang bergelimpangan. Anugerah supaya tidak sakit. dan lain-lain. ada yang mulutnya me nganga lebar. relakan kepergianku justru sewaktu Ayah masih hidup. 6. dan mati. sehingga Beliau mengambil kep utusan untuk meninggalkan istana pada malam itu juga. Tetapi Pangeran kelihatan tidak gembira. Pangeran m elihat gadis-gadis penari tergeletak tidur simpang siur di lantai dalam sikap ya ng beraneka ragam. "Anakku." "Ayah." "Tentu saja. 5. Peman dangan ini membuat Pangeran jijik dan muak sekali.BAB II PELEPASAN AGUNG Pangeran Siddhattha Meninggalkan Istana Untuk menyambut kelahiran cucunya. 2. "Ayah. usiaku sekarang sudah lanjut.

Perjalanan diteruskan melintasi perbatasan negara Sakya. Pangeran berhenti sejenak dan memutar kudanya untuk melihat kota Kapilavatthu untuk terakhir kali (di tempat itu kemudian didirikan sebuah cetiya yang dinamakan Kanthakanivattana-cetiya). "Oh. memotong rambut di kepalanya dengan pedang dan melemparkannya ke udara (yang disambut oleh Dewa Sakka dan membawanya ke surga Tavatimsa untuk dipuja di Culam ani-cetiya). jubah dalam. Ibu . mangkuk makanan. Saat itu terang bulan d i bulan Asalha dan Pangeran berusia 29 tahun. bawa pakaian dan perhiasan ini kembali. Perkenankanlah hamba ikut Tuanku berkelana. jarum. Pangeran semula ingin menggeser sedikit tangan istrinya tetapi hal itu diurungka n karena takut kalau hal ini menyebabkan Yasodhara terbangun dan rencananya untu k meninggalkan istana bisa gagal. bia rlah hari ini aku tidak melihat wajah anakku. dan saringan air. melepas semua perhiasannya dan memberikannya kepada Channa. yang membuat Dewa Mara menjadi marah dan mengancam akan terus membuntutinya. Kuda itu nampaknya sedih sekali dan matanya basah dengan air mata. "Ayolah. Segera setel ah aku memperolehnya. mencukur kumisny a. Yasodhara memelu k leher Kanthaka dan bertanya. Pangeran hanya berkata dalam hati. Ketika itu Pangeran dicegat oleh Dewa Mara yang jahat dan membujuknya untuk kemb ali ke istana dan ia berjanji bahwa dalam waktu satu minggu. yaitu: jubah luar. dan Malla. pedang serta pakaian Pangeran kepada Baginda Raja. "Tidak ada gunanya hamba diam terus di istana tanpa Tuanku. Ibu. ikutlah pulang dengan Channa dan jangan menunggu aku lagi. tetapi nanti setelah aku memperole h apa yang kucari. Tetapi Kan thaka tidak mau diajak pergi. menyampaikan salam perpisahan Pangeran kepada Ibunya dan Yasodhara beserta sege nap keluarga lainnya. dan kepada semua orang yang ada di dunia ini. Rahula. Kembalinya Channa bersama Kanthaka (tanpa Pangeran) ke Kapilavatthu disambut ole h Raja dan seluruh penghuni istana dengan ratapan dan tangisan. kain bawah. berikan kepada Ayahku da n sampaikan pesanku untuk Ayah. mengusap-usap dan men epuk-nepuk lehernya dengan penuh kasih sayang sambil berkata. Para pengawalnya semua sedang tidur nyenyak dan Channa dengan mudah dapat membuk a pintu agar Pangeran dapat keluar dari istana dan keluar kota. pisau. Setelah sampai di luar kota. aku akan datang kembali dan dengan puas dapat melihat wajah a nak dan istriku. Selanjutnya. "Tidak. Koliya. Rambut yang tersisa sepanjang dua anguli (± dua inci) semasa hidupnya tetap sepanjang itu dan tidak tumbuh-tumbuh lagi. sehingga engkau berdua membawa pergi Tuanku Pangeran sewaktu aku sedang tidur nyenyak?" Hal ini membuat Kanthaka sedih dan patah hati . kuda itu berhen ti dan menengok lagi ke belakang agar dapat melihat wajah Pangeran untuk terakhi r kali." Setelah itu Pangeran meninggalkan istana dengan menunggang Kanthaka yang berbulu putih diikuti oleh Channa yang memegang buntut kuda. Aku akan mencari obat untuk menghentikan usia tua. Brahma Chatikara mempersembahkan keperluan seorang bhikkhu kepada P angeran yang terdiri dari delapan jenis barang." "Jangan Channa. sakit. tetapi Raja tahu bahwa kepergi . Seolah-olah sudah diatur t erlebih dulu oleh para dewa. Kanthaka. dan Yasodhara untuk jangan terlalu bersusah hati. aku kembali ke istana untuk memberikannya kepada Ayah. Pangeran turun dari ku da. Yasodhara. Channa menyerahkan perhiasan." Channa memberi hormat kepada Pangeran dan bersiap-siap untuk kembali. kemu dian dengan satu kali loncatan menyeberangi Sungai Anoma.. Meskipun menyesali kepergian Pangeran Siddhattha. Sete lah menukar pakaiannya dengan jubah bhikkhu. Selanjutnya Channa memberitahukan bahwa Pangeran sekarang berada di tepi Sungai Anoma di negara Malla. ikat pinggang. dan mati. Kanthaka. kesalahan apakah yang telah kuperb uat terhadapmu dan Channa. Pangeran mendekati Kanthaka. Pangeran tidak menggubris bujukan Dewa Mara. Pangeran memerintahkan Channa untuk kembali ke istana. Pangeran akan menja di Raja negara Sakya." Kanthaka ikut dengan Channa tetapi belum seberapa jauh berjalan. Pangeran Siddhattha tidak mendapat kesukaran sewakt u hendak keluar dari pintu gerbang istana dan waktu hendak keluar dari pintu tem bok kota.

dan mati. "Mengapa Anda melakukan hal ini? Apakah Anda berselisih paham dengan ayah Anda? Tinggal saja denganku di sini dan aku akan menghadiahkan Anda setengah dari kera jaanku. Assaji. Kedatangan Pangeran di Ra jagaha ternyata mendapat perhatian dari seorang pembantu Raja Bimbisara yang ter us mengikutinya sampai di Pandavapabbata. Setelah tujuh hari berdiam di Anupiya. Pertapa Gotama kemudian berguru kepada Uddaka-Ramaputta." "Terima kasih banyak. Karena merasa bahwa dengan pengetahuan ini masih belum terjawab tentang sebab-mu sabab dari kelahiran dan bagaimana mengakhiri usia tua. selalu waspada. sakit. Karena masih saja belum berhasi l. Pangeran pergi ke kebun mangga di Anupiya. Bertapa di Hutan Uruvela Dari tepi Sungai Anoma. Dengan sakit yang demikian hebat yang diderita tubuhnya ia berusaha agar batinny a jangan melekat." "Kalau tawaranku tidak diterima. Di tempat ini pertapa Siddhattha (juga disebut Perta pa Gotama) berguru kepada Alara Kalama dan dalam waktu singkat sudah dapat menya mai kepandaian gurunya. istriku. maka Pertapa Gotama lalu melakukan latihan yang lebih berat lagi. sakit. Baginda. dan Kondañña) berlatih dalam berbagai cara penyiksaan diri. Raja Bimbisara dilaporkan tentang kedatang an seorang pertapa yang paras mukanya kelihatan agung dan sekarang sedang berist irahat di Pandavapabbata. yang pada zaman itu ter kenal sebagai seorang pertapa yang paling pandai. n ama orang tuanya dan mengapa ia menjadi seorang pertapa. Pertapa Gotama kemudian pergi ke Senanigama di Uruvela dan di tempat inilah Pert apa Gotama bersama-sama dengan 5 orang pertapa lain (Bhaddiya. tempat Pangeran beristirahat untuk mak an dari hasil perjalanan kelilingnya. Baginda. ana kku. Ia merapatkan giginya dan menekan kuat-kuat langit-langit mulutnya sehingga keri ngat mengucur keluar dari ketiaknya. Vappa. Setelah berusaha beberapa lama dan melihat bahwa usaha ini tidak membawanya ke P . Mereka melatih d iri dengan menjemur diri di terik matahari pada siang hari dan pada waktu tengah malam berendam di sungai untuk waktu yang lama. Anda sendiri dan kepada semua orang. Demikian hebat sakit yang dideritanya sehin gga dapat diumpamakan sebagai orang kuat yang gagah perkasa memegang seorang yan g lemah di kepala atau lehernya dan menekan dengan sekuat tenaga. Tetapi Pertapa Gotama masih belum puas sebab ia masih belum mendapat jawaban ten tang bagaimana mengakhiri usia tua. dan mati. aku berjanji. Pertapa Gotama mendapat pelajaran tentang cara bermeditas i yang paling tinggi sehingga mencapai keadaan "Bukan-Pencerapan Pun Bukan Bukan -Pencerapan". Di tempat ini Pertapa Gotama diajar cara-cara bermeditasi dan pengertian tentang Hukum Kamma dan Tumimbal lahir. tenang dan teguh serta ulet dalam usahanya. apa boleh buat. pertapa Siddhattha meneruskan perjalanannya dan tiba di dekat tem pat pertapaan Alara Kalama. Pangeran pada suatu pagi berjalan ke arah Rajagaha unt uk mulai dengan meminta-minta makanan kepada penduduk. Dari Uddaka-Ramaputta. maka Per tapa Gotama melanjutkan perjalanannya untuk mencari orang yang dapat mengajar te ntang hal tersebut. Mahanama. Karena itulah aku menjadi seorang pertapa. Karena dalam waktu singkat Pertapa Gotama sudah memahami semua pel ajaran Uddaka-Ramaputta.annya itu sesuai dengan ramalan pertapa Asita dan Kondañña dan mengharap-harap cemas bila kiranya Pangeran akan berhasil menjadi seorang Buddha. Tetapi harap Anda berjanji untuk terlebih dulu mengunjungi Rajagaha apabila kelak berhasil menemukan obat tersebut. sakit dan mati." Dari Rajagaha." "Baiklah. Aku hendak mencari obat untuk menghent ikan usia tua. Mulai hari itu Raja selalu mengikuti keadaan Pangeran dengan menyuruh orang menyelidiki dan melapor kan kepada Raja segala sesuatu yang dikerjakan Pangeran dan dimana Beliau berada . yah. maka gurunya minta agar ia terus berdiam di tempat ters ebut untuk bersama-sama membina murid-muridnya yang banyak sekali. Aku sangat cinta kepada orang tuaku. Raja Bimbisara datang menemui pertapa Siddhattha dan kemudian menanyakan nama.

Dengan sakit yang demikian hebat yang diderita tubuhnya. Setelah merenungkan tiga perumpamaan tersebut maka Pertapa Gotama mengambil kepu tusan untuk berhenti berpuasa. ia berhenti dan mencoba cara yang lain. Kalau berdiri tidak bisa diam karena kakiny a gemetaran. Dengan cepat ia memberikan pertapa itu air susu kambing sehingga de ngan perlahan-lahan tenaga Pertapa Gotama pulih kembali dan ia dapat melanjutkan perjalanannya ke gubuk tempat ia bertapa." Orang ini tidak mungkin dapat membuat api dari kayu yang basah itu dan ia hanya akan memperoleh keletihan dan kesedihan. "Aku ingin membuat api. Ketiga: Kalau sekiranya sepotong kayu kering diletakkan di tanah yang kering dan seorang membawa sepotong kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan mengg osok-gosoknya) dan ia pikir. Selanjutnya ia berpuasa dan tidak makan apa-apa sampai berhari-hari atau mengura ngi makannya sedikit demi sedikit sampai makan hanya beberapa butir nasi satu ha ri. Setelah berusaha beberapa lama dan melihat bahwa usaha ini tidak membawanya ke P enerangan Agung. tenang dan teguh serta ulet dalam usahanya. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang tidak terikat lagi kepada kesenangan nafsu-nafsu indria dan batinnya juga tidak terikat lagi. selalu waspada. Pertapa Gotama terjatuh dan pingsan di tepi sungai. Tentu saja. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang tidak terikat lagi kepada kesenangan nafsu-nafsu indria tetapi batinnya masih ingin menikmatinya pasti juga tidak aka n berhasil. aku ingin mendapatkan hawa p anas. Warna kulitnya beruba menjadi hit am dan rambutnya banyak yang rontok. "Aku ingin membuat api. Secara tiba-tiba timbul dalam batinnya tiga buah peru mpamaan yang sebelumnya tak pernah terpikir. Waktu siuman ia sudah tidak kuat lagi untuk berdiri. ia berusaha agar batinn ya jangan melekat. ia berhenti dan mencoba cara yang lain. aku ingin mendapatkan hawa panas. kesehatannya memburuk dan badannya kurus sekali. "Aku ingin membuat api. Pertama: Kalau sekiranya sepotong kayu diletakkan di dalam air dan seorang membawa sepoto ng kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan menggosok-gosoknya) dan ia pikir. Kedua: Kalau sekiranya sepotong kayu basah diletakkan di tanah yang kering dan seorang membawa sepotong kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan menggo sok-gosoknya) dan ia pikir. Sehabis mandi di sungai dan ingin kembali ke gubu knya. Untung pada waktu itu lewat seorang anak penggemb ala kambing bernama Nanda yang melihatnya sedang tergeletak kehabisan tenaga di tepi sungai." Orang ini pasti dapat membuat api dari kayu kering itu. Kala perutnya d itekan maka tulang punggungnya dapat dipegang dan kalau punggungnya ditekan maka perutnya dapat dipegang. Ia kemudian sedikit dem i sediki menahan nafasnya sampai nafasnya tidak lagi keluar melalu hidung atau m ulut. Seperti cara-cara yang terdahulu. ia kemudian melihat bahwa cara ini tidak memba wanya ke Penerangan Agung.enerangan Agung. Ia merupakan tengkorak hidup dengan tulang-tulang dila pisi kulit dan dagingnya sudah tidak ada lagi. Sejak hari itu Pertapa Gotama diberi makan air tajin untuk mengembalikan kekuatan dan kesehatannya dan tidak lama kem . Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang masih terikat kepada kesenangan nafsu -nafsu indria dan batinnya masih ingin menikmatinya pasti tak akan berhasil. maka pertapa dan Brahma na itu berada dalam keadaan yang baik sekali untuk memperoleh Penerangan Agung. Kemudian timbul sakit yang hebat di kepala dan di perut disusul d engan panas yang menjalar ke seluruh tubuh. tetapi dengan mengeluarkan suara mendesis yang mengerikan keluar melalui l ubang telinga. aku ingin mendapatkan hawa panas." Orang ini tidak mungkin dapat membuat api dari kayu yang basah itu dan ia hanya akan memperoleh keletihan dan kesedihan.

Tetapi adikku yang baik." Di dekat tempat itu tinggal pula seorang wanita muda kaya raya bernama Sujata. Memang seharu snya aku tidak boleh menarik tali itu terlalu keras atau terlalu kendur. Dalam hatinya ia berkata. Namun lima orang kawannya yang bersama-sama bertapa merasa kecewa sekali karena dengan berhenti berpuasa. "Dengan maksud apakah engkau membawa makanan ini?" "Tuanku yang terpuja. memberi persembahan kepada para dewata. Ia agak terkejut waktu pelayannya dengan tergesa-gesa kembali dan memberitahukan . Aku ya kin dalam waktu dekat ini aku akan berhasil memperoleh sinar terang tersebut. tetapi seorang putra raja yang telah enam tahun menjadi pertapa untuk mencari sinar terang yang dapat dip akai untuk memberi penerangan kepada manusia yang berada dalam kegelapan. makanan yang telah aku persembahkan kepada Tuanku adalah u capan terima kasihku karena Tuanku telah meluluskan permohonanku agar dapat dibe ri seorang anak laki-laki. Semoga beban hidup akan engkau terima dengan ringan. sehingga hampir-hampir saja putus. Suaranya tidak boleh terla lu rendah atau keras. Nyonya. Karena itu dengan persembahanmu ini. Alangkah beruntungnya bahwa dewa pohon berkenan untuk menerima sendiri pe rsembahan Nyonya. Ia tidak tahu bahwa orang yang dikira sebagai dewa pohon sebenarnya adalah Pertapa Gotama. Pertapa Gotama mengangkat kepalanya dan memandang dengan heran kepada rombongan penari ronggeng tersebut. apaka h engkau sekarang bahagia dan apakah kehidupan yang disertai cinta saja sudah me muaskan?" "Tuanku yang terpuja." Kemudian Pertapa Gotama menyingkap kain yang menutup kepala bayi dan meletakkan tangannya di dahinya sambil memberi berkah: "Semoga berkah dan keberuntungan selalu menjadi milikmu. S ujata ingin membayar kaul kepada dewa pohon karena permohonannya supaya diberi s eorang anak laki-laki terkabul. lagunya hilang. engkau akan mendapat berkah yang sangat besar. sehingga dengan demiki an kesehatannya pulih kembali. coba katakan. Setiap hari dengan senang hati aku mengurus pekerjaan rumah tangga. Aku sudah m erasa bahagia dapat memandang wajah suamiku yang sabar atau melihat senyum bayi ini." Sujata gembira sekali mendengar berita tersebut. Pertapa Gotama menyambut persembahan ini. "Sungguh aneh keadaan di dunia ini bahwa seorang Bodhisatta (calon Buddha) harus menerima pelajaran dari seorang penari ronggeng. Dengan hati-hati makanan ditempatk an ke dalam mangkuk dan dengan hormat dipersembahkan kepada Pertapa Gotama yang dikira Sujata adalah dewa pohon. memasak . karena aku tidak menuntut banyak. berangkatlah Sujata ke hutan. Beliau sekarang sedang duduk bermeditasi di bawah pohon. maka hatiku dengan mudah mendapat kepuasan." Mendengar nyanyian itu. Pertapa Gotama dianggap telah gagal dalam pertapaannya dan tidak mungkin akan memperoleh Penerangan Agung. Setelah habis makan terjadilah percaka pan antara Pertapa Gotama dengan Sujata seperti di bawah ini. Setelah makanan selesai dimasak .udian Pertapa Gotama sudah dapat makan juga makanan lain. Kalau di tarik terlalu kendur ia tak dapat mengeluarkan suara. Sedikit tetesan air hujan sudah cukup untuk memenuhi mangkuk bunga lily. Mereka meninggalkannya dan pergi ke Taman Rusa di Benares. talinya putus. dewa pohon itu sendiri telah datang dari khayangan untuk menerima langsung persembahan Nyonya. Karena bodoh aku telah menarik demikian keras tali kehidupan. Sujata merasa kagum melihat dewa pohon dengan wa jah yang agung sedang bermeditasi. Pada suatu hari serombongan penari ronggeng lewat dekat gubuk Pertapa Gotama. Da lam hal ini persembahan makananmu telah banyak membantu karena sekarang badanku menjadi kuat dan segar kembali. Orang yang memainkannyalah yang harus pandai menimbang dan mengira. menyambut suamiku yang pulang dari pek erjaan. Aku bukanlah dewa pohon. "Oh. Hari itu Sujata mengirim pelayannya ke hutan unt uk membersihkan tempat di bawah pohon dimana ia ingin mempersembahkan makanan ya ng lezat-lezat kepada dewa pohon. meskipun belum cukup untuk membuat tanah menjadi basah. Sa mbil berjalan mereka bergurau dan bergembira dan seorang diantaranya menyanyi de ngan syair sebagai berikut: "Kalau tali gitar ditarik terlalu keras. apalagi sekarang dengan dilahirkannya seorang anak laki-laki yang menuru .

" Kemudian Pertapa Gotama melakukan meditasi Anapanasati. semoga aku pun akan mendapatkan apa yang aku cari. semua dewa yang sed ang berkumpul di sekeliling Pertapa Gotama. Rajanaga Mahakala dan lain-lain cepat-cepat menyingkir dari tempat itu dan Pertapa Gotam a ditinggal sendirian dengan hanya berlindung kepada sepuluh Paramita yang sejak lama dilatihnya. yaitu meditasi dengan me nggunakan obyek keluar dan masuknya nafas. urat-uratku dan tulang-tulangku akan musnah dan darahku habis menguap. Tiba di tepi sungai Pertapa Gotama melempar mangkuknya ke tengah sungai dan berkata. disertai bala tentaranya yang maha bes ar. Aku. perasaan lapar dan haus yang luar biasa. dewa hawa nafsu. meskipun engkau tidak belajar apa-apa namun engkau tahu jalan kebena ran dan menyebar keharumanmu ke semua pelosok. mangkuk ini akan mengalir melawan arus dan bukan mengikuti a rus. Di tempat itulah Pertapa G otama duduk bermeditasi dengan wajah menghadap ke Timur. Ia menuju ke tepi Sungai Nerañjara dalam perjalanannya ke Gaya. hantu-hantu jahat. dalam buku-buku suci digambarkan sebagai perjuangan melawan Dewa Mara yang jahat. "Kau sudah mengajar kepada orang yang seharusnya menjadi gurumu. kebodohan. "Kalau memang w aktunya sudah tiba. minta didoakan supaya aku dapat berhasil melaksanak an cita-citaku. Bala tentara itu ke depan. Semua usaha Mara untuk menakut-nakuti Pertapa Gotama dengan hu jan besar disertai angin kencang dan halilintar yang berbunyi tak henti-hentinya diikuti dengan pemandangan-pemandangan lain yang mengerikan ternyata gagal semu a dan akhirnya Mara menyambit dengan Cakkavudha yang ternyata berubah menjadi pa yung yang dengan tenang bergantung dan melindungi kepala Pertapa Gotama. ia kemudian berkata dalam hati. sebab buah yang m anis muncul dari pohon yang baik dan buah yang pahit keluar dari pohon yang penu h racun. keinginan yang sangat dan melekat kepada benda-benda. Tidak berapa lama pikiran-pikiran yan g tidak baik mengganggu batinnya. seperti Maha-Brahma. yang engkau p andang sebagai seorang dewa. sedangkan tingginya 9 league. "Dengan disaksikan oleh bumi. Apakah yang harus ditakuti oleh orang yang berkelakuan baik kalau nanti tiba saatnya harus mati?" Mendengar penjelasan Sujata maka Pertapa Gotama menjawab. ke kanan dan ke kiri. tinggi hati dan mem andang rendah kepada orang lain. Bumi telah menjadi saksi bahwa Pertapa Gotama lulus dari semua percobaan-percoba . Juga aku tahu bahwa kebaikan datang dari perbuatan baik dan kemalangan datang dari perbua tan jahat yang berlaku bagi semua orang dan pada setiap waktu. keras kepala. keragu-r aguan. seperti keinginan kepada benda-benda duniawi." Suatu keajaiban terjadi karena mangkuk itu ternyata mengalir melawan arus. kem udian mempersiapkan tempat duduk di sebelah Timur pohon itu dengan rumput kering yang diterima dari pemotong rumput bernama Sotthiya. keserakahan. Perjuangan hebat dalam batin Pertapa Gotama melawan keinginan dan nafsu-nafsu ti dak baik. Sakka. takut terhadap jin-jin. dalam penjelasa nmu yang sederhana itu terdapat sari kebajikan yang lebih nyata dari kebajikan y ang tinggi. tidak menyukai kehidupan suci yang bersih dan baik. Sebagaimana engkau sudah mendapat kepuasan. malas dan tid ak suka mengerjakan apa-apa. yang bermaksud menghalang-halangi Pe rtapa Gotama memperoleh Penerangan Agung. Pada saat itu muncul Mara. seperti dapat diikuti dalam pembabaran berikut ini." "Semoga Tuanku berhasil mencapai cita-cita Tuan sebagaimana aku berhasil mencapa i cita-citaku." Pertapa Gotama kemudian melanjutkan perjalanan dengan membawa mangkuk kosong. Dengan tekad yang bulat . lebarnya 12 league dan ke b elakang sampai ke ujung cakrawala. Penerangan Agung Pertapa Gotama meneruskan perjalanannya dan pada sore hari tiba di Gaya. Mara sendiri me mbawa berbagai macam senjata dan duduk di atas gajah Girimekhala yang tingginya 150 league. aku bertekad untuk tidak bangun dari temp at ini sebelum memperoleh Penerangan Agung dan mencapai Nibbana. Ia memi lih tempat untuk bermeditasi di bawah pohon Bodhi (Latin : Ficus Religiosa).t buku-buku suci akan membawa berkah kalau kelak kami meninggal dunia. Melihat bala tentara yang demikian besar datang. keinginan untuk dipuji dan dihormat i dan hanya melakukan hal-hal yang membuat dirinya terkenal. meskipun kulitku.

yaitu kebijaksanaan untuk dapat melihat dengan terang kelahiran-kelahiranNya yang dulu. Gajah Girimekhala berlutut di hadapan Pertapa Gotama dan Mara menghilang dan lari bersama-sama dengan bala tentaranya. Pertapa Gotama memperoleh Pubbenivasanussatiñan a.00 pagi. Pertapa Gotama memperoleh C utupapatañana. usia tua dan kematian. Dengan muka bercahaya terang. yaitu kebijaksanaan yang dapat menyingkirkan secara menyelur uh semua Asava (kekotoran batin yang halus sekali).M.00-02. binatang hutan yang biasanya saling bermusuhan pada waktu itu dapat hidup berdampingan dengan damai. .00-04. penuh kebahagiaan. menikah pada usia 16 tahun. pohon-pohon mendadak berbunga dan menyebark an bau harum ke seluruh penjuru. Para d ewa yang menyingkir sewaktu Mara tiba dengan bala tentaranya datang kembali dan semua bersuka cita dengan keberhasilan Pertapa Gotama. tumimbal lahir yang tiada habis-habisnya Oh. yaitu kebijaksanaan untuk dapat melihat dengan terang kematian dan tumimbal lahir kembali dari makhluk-makhluk sesuai dengan tumpukan karma mereka masing-masing.an dan layak untuk menjadi Buddha. Pada waktu jaga kedua. seluruh tempat itu penuh dengan kehadiran para dewa yang turut bergembira dan ingin melihat orang yang berhasil mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha.00-22. Hal ini terjadi pada waktu jaga pertama. yaitu antara jam 02. meninggalkan istana pada usia 29 tahun.00. yaitu kebij aksanaan dari Mata Dewa. Pertapa Gotama memper oleh Asavakkhayañana. Kemampuan ini juga dinamakan Dibbacakkhuñana. ketidakb ahagiaan. yaitu antara jam 18. Setelah berhasil mengalahkan Mara." Artinya : "Dengan sia-sia Aku mencari Pembuat Rumah ini Berlari berputar-putar dalam lingkaran tumimbal lahir Menyakitkan. Dengan ini Ia telah menjadi orang yang paling bijaksana da lam dunia yang dapat menjawab pertanyaan yang disampaikan kepadaNya. kesedihan. Demikianlah Pangeran Siddhattha yang dilahirkan pada saat purnama sidhi di bulan Vaisak tahun 623 S. setelah bertapa selama 6 tahun menjadi Buddha pada usia 35 tahun. Batin-Nya menjadi tenang sekali dan penuh kedam aian karena sekarang Ia mengerti semua persoalan hidup dan Ia telah menjadi Budd ha. Pada waktu jaga ketiga." Dikisahkan bahwa pada saat itu bumi bergetar karena gembira dan di udara sayup-s ayup terdengar suara musik yang merdu. yaitu antara jam 22. Pembuat Rumah. Sekarang Ia mendapat jawaban tentang cara untuk mengakhiri penderitaan. Pertapa Gotama dengan suara lan tang mengeluarkan pekik kemenangan sebagai berikut: "Anekajati samsaram Sandhavissam anibbissam Gahakarakam gavesanto Dukkha jati punappunam Gahakaraka! dittho'si Punageham na kahasi Sabba to phasuka bhagga Gahakutam visamkhitam Visamkharagatam cittam Tanhanam khayamajjhaga. sekarang telah Kuketahui Engkau tak akan dapat membuat rumah lagi Semua atapmu telah Kurobohkan Semua sendi-sendimu telah Kubongkar Batin-Ku sekarang mencapai keadaan Nibbana Dan berakhirlah semua nafsu-nafsu keinginan. Tumpukan karma yang berlainan inilah yang membuat satu makhluk be rbeda dari makhluk lain.00 . Dengan demikian Ia mengerti sebab dari semua keburukan dan juga mengerti cara un tuk menghilangkannya.

Sang Buddha berjalan mondar-mandir di atas jembatan emas y ang diciptakan-Nya di udara karena melalui mata dewa-Nya. dan Raga masih berusaha untuk mengganggu-Nya. Selama minggu keenam. setelah berpuasa selama tujuh minggu. Sang Buddha duduk bermeditasi di bawah pohon Bodhi dan me nikmati keadaan Nibbana. Berbahagialah mereka yang bersimpati kepada makh luk-makhluk lain di dunia ini. jingga dan campuran kelima warna tersebut. Sang Buddha berdiri beberapa kaki dari pohon Bodhi dan mema ndanginya terus-menerus dengan mata tidak berkedip selama satu minggu sebagai uc apan terima kasih dan penghargaan kepada pohon yang telah memberi-Nya tempat unt uk berteduh sewaktu berjuang untuk mencapai tingkat Buddha. sehingga mengeluarkan sinar-sinar berwarna biru. Selama minggu kedua. Mereka menampakka n diri sebagai tiga orang gadis yang elok dan menggiurkan yang dengan berbagai m acam tarian yang erotis (penuh nafsu birahi). Mereka. Kemudian mereka mohon diberikan suatu benda yang dapat mereka baw . Arati. u lar itu berubah bentuknya menjadi seorang anak muda. berusaha untuk merayu dan menarik perhatian Sang Buddha. Sang Buddha berdiam di kamar batu permata yang diciptakan -Nya. Berbahagialah yang hidup di dunia dengan tidak me lekat kepada apa pun dan mengatasi hawa nafsu. Tiba-tiba empat orang dewa dari empat pe njuru alam (Catumaharaja yaitu Dhatarattha dari sebelah Timur. tidak jauh dari pohon Bodhi. sekarang pun umat Buddha memberi penghor matan kepada pohon Bodhi. yaitu ajaran mengenai ilmu jiwa dan metafisika. sehingga akhirnya ti ga orang dewi hawa nafsu meninggalkan Sang Buddha. maka datanglah seekor ular kobra yang besar sekali d an melibatkan badannya tujuh kali memutari badan Sang Buddha dan kepalanya memay ungi Sang Buddha supaya jangan sampai terkena air hujan. sehingga batin-Nya tenang sekali dan penuh kedamaian. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Mucalinda. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Ajapala Nigrodha (p ohon beringin). Tetapi Sang Buddha menutup mata-Nya dan tidak mau melihat. Di sinilah tiga orang anak Mara yai tu Tanha. Sang Buddha agak tertegun sejenak karena mangkuk yang Beliau terima dari Sujata telah dihan yutkan di Sungai Neranjara dan sejak zaman dahulu tidak pernah seorang Buddha me nerima makanan dengan kedua tangan-Nya. Sang Buddha men erima empat mangkuk tersebut dan dengan kekuatan gaib-Nya dijadikan satu mangkuk . Selama minggu keempat. Virupakkha dari Barat. Pada h ari ke-50 pagi hari. Di kamar permata itulah Sang Buddha bermeditasi mengenai Abhidhamma. Berbahagialah mereka yang dapat men dengar dan melihat kesunyataan. putih. Mereka diterima sebagai upasaka-upasaka pertama yang berlindung kepada Sang Budd ha dan Dhamma. m erah.Tujuh Minggu Setelah Penerangan Agung Selama minggu pertama. Waktu hujan berhenti. Setelah Sang Buddha selesai makan kedua pedagang itu memohon agar diterima seb agai pengikut. Mengikuti apa yang t elah dilakukan oleh Sang Buddha dahulu. Pada waktu itulah Sang Budd ha mengucapkan kata kata sebagai berikut: "Berbahagialah mereka yang bisa merasa puas. Karena w aktu itu turun hujan lebat. Lenyapnya 'Sang Aku' merupakan be rkah yang tertinggi. Selama minggu ketiga. dua orang pedagang le wat di dekat tempat Sang Buddha sedang duduk. Selama minggu kelima. Sang Buddha mengetahui bahwa ada dewa-dewa di surga yang masih meragukan apakah Beliau benar telah men capai Penerangan Agung." Selama minggu ketujuh. yaitu keadaan yang terbebas sama sekali dari gangguan-g angguan batiniah. Dengan demikian Sang Buddha dapat menerima persembahan dari Tapussa dan Bhallika . Kini warna-warna tersebu t diabadikan sebagai bendera umat Buddha. Virulhaka dari Se latan. kuning. Batin dan badan jasmani-Nya telah men jadi demikian bersih. Tapussa dan Bhallika. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Rajayatana. meng hampiri Sang Buddha dan mempersembahkan makanan dari beras dan madu. dan Kuvera dari Utara) datang menolong dengan memb awa seorang satu mangkuk yang dipersembahkan kepada Sang Buddha. diiringi nyanyian yang merdu dan b isikan yang memabukkan.

" Hingga kini permohonan Brahma Sahampati kepada Sang Buddha tetap diperingati den gan permohonan kepada seorang bhikkhu untuk mengajar Dhamma yang berbunyi sebaga i berikut: "Brahma ca lokadhipati Sahampati Katañjali andhivaram ayacatha Santidha sattapparajakkhajatika Desetu Dhammam anukampimam pajam. Sang Buddha dapat mengetahui bahwa memang ada orang-orang yang tidak lagi terikat kepada hal-hal duniawi dan mudah mengerti Dhamma. Sang Buddha mengusap kepala-Nya dengan tangan kanan dan memberikan beb erapa helai rambut (Kesa Dhatu = Relik Rambut)." Artinya: "Terbukalah pintu Kehidupan Abadi Bagi mereka yang mau mendengar dan mempunyai keyakinan. Tiba-tiba Brahma Sahampati. Sang Buddha menjawab bahwa Beliau adalah orang Yang Mah a Tahu dan tidak mempunyai guru siapa pun juga." Perhatian-Nya kemudian ditujukan kepada Alara Kalama. Brahma Sahampati be rkata kepada Sang Buddha.a pulang. Kesediaan-Nya itu diutarakan dengan mengucapkan kata-kata sebagai berikut: "Aparuta tesam amatassa dvara Ye sotavanto pamucantu saddhami. "Semoga Sang Tathagata. " Dengan mata dewa. Penguasa dunia ini. Tetapi Upaka nampaknya sama seka li tidak terkesan. Setelah memberi hormat yang layak. sedangkan Sang Buddha sendiri juga melanjutkan perjalanan-Nya ke Benares . Sang Buddha bertemu dengan seorang pertapa Ajivaka bernama Upaka. Dalam dunia ini terdapat juga orang-orang yang sedikit dihinggapi ke kotoran batin dan mudah mengerti Dhamma yang akan diajarkan. demi belas kasih-Nya kepada para manusia. Tapussa dan Bhallika dengan gemb ira menerima Kesa Dhatu tersebut dan setelah tiba di tempat mereka tinggal. Kemudian perh atian-Nya ditujukan kepada Uddaka Ramaputta. Ada makhluk-makhluk yang dihinggapi sedikit kekotoran batin Ajarkanlah Dhamma demi kasih sayang kepada mereka. Setelah makan. Selanjutnya Sang Buddha mengalihkan perhatian-Nya kepada lima orang pertapa yang pernah bersama-sama melakukan pertapaan. turun dari Brahmaloka dan berdir i di hadapan Sang Buddha." Artinya: "Brahma Sahampati. namun para dewa juga mengatakan bah wa kemarin malam Uddaka meninggal dunia. berkenan menga jar Dhamma. Te rpesona melihat Sang Buddha yang wajah-Nya demikian cemerlang. Sang Buddha meren ung apakah Dhamma yang Beliau temukan akan diajarkan kepada khalayak ramai atau tidak. Upaka bertanya si apakah guru Sang Buddha. Karena itu Sang Buddha mengambil ketetapan hati untuk mengajar Dhamma demi belas kasih-Nya kepada umat manusia. Kelima orang itu sekarang berada di Ta man Rusa di kota Benares ibukota negara Kasi. mere ka mendirikan sebuah pagoda untuk memuja Kesa Dhatu ini. Ia menggelengkan kepala dan kemudian meneruskan perjalanannya . Penguasa dunia ini Merangkap kedua tangannya dan memohon. Sebab Dhamma itu dalam sekali dan sulit untuk dimengerti sehingga timbul perasaa n enggan dalam diri Sang Buddha untuk mengajar Dhamma. tetapi para dewa segera me mberitahukan bahwa Alara seminggu yang lalu telah meninggal dunia. Tapussa dan Bhallika melanjutkan perjalanannya. Dalam perjalanan ke S ungai Gaya. Sang Buddha segera berangkat menuju ke Taman Rusa Benares.

yang harus dihindari oleh seorang bhikk hu. kelima orang pertapa melihat Sang Buddha sedang memasuk i Taman Rusa. mereka melihat bahwa ada sesuatu yang beru bah dan Sang Buddha tidak sama dengan Pertapa Gotama yang dulu mereka kenal. Ia sekarang kelihatannya lebih mulia dan agung. Karena itulah kami menganggap Anda sebagai pemim pin dan guru kami. yaitu Penerangan Agung. Setelah mengambil tempat duduk. Aku tidak pernah berhenti berusaha. Aku telah menemukan jalan yang menuju ke keadaan terbebas dari kematian. hanya dilakukan oleh orang yang masih berkeluarga. Setelah seka rang Anda kembali kehidupan yang penuh kesenangan dan kenikmatan dan berhenti be rusaha dan melatih diri. Pinggiran ekstrim kedua ialah menyiksa diri.BAB III PEMUTARAN RODA DHAMMA Setelah tiba di Benares. Pertapa." Tentu saja kelima pertapa merasa heran sekali mendengar ucapan Sang Buddha. Jalan Tengah dengan menghindari kedua pingg . sewaktu kami masih berdiam bersama-sama Anda. mereka seolah-olah lupa kepada apa y ang mereka sepakati. Engkau dapat menyelami sendiri keadaan itu yang berada di atas hidup dan mati. Lagipula kita ja ngan memberi hormat kepadanya. kepadamu. Dhammacakkappavattana Sutta Di bawah ini diuraikan singkatan dari khotbah tersebut. Aku tidak kembali ke kehidupan yang penuh kesenangan dan kenikmatan. Kita hanya menyediakan tikar untuk tempat dudukn ya. Seorang diantara mereka maju ke depan dan dengan hormat menyambut mangkuk dan ju bah-Nya. yang menimbulkan kesakitan yang heb at. Siapakah yang mau mengurus seorang pertapa yang telah gagal?" Waktu Sang Buddha datang lebih dekat. sifat khas dari orang yang te rikat kepada hal-hal duniawi. "Kawan-kawan. b elajar. Sang Buddha lalu berkata "Dengarlah. Anda tela h berlatih dan menyiksa diri Anda seperti yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun juga di seluruh Jambudipa. mereka melihat sendiri Beliau menghentikan semua usaha untuk menemukan Penerangan Agung dan sekarang Beliau d atang kepada mereka untuk memberitahukan bahwa Beliau telah menemukan Penerangan Agung itu. Kita sebaiknya juga jangan menawarkan diri untuk menyambut mangkuk dan jubahnya. ia adalah orang yang senang dengan kenikmatan dunia. Kalau engkau ingin mendengar. M ereka menjawab. mana mungkin Anda sekarang telah menemukannya?" "Kamu keliru. bukan nanti kelak kemudian hari. Meskipun mereka semula sudah sepakat untuk tidak menghormat kepada Sang Buddha. "Sahabat (avuso) Gotama. oh Bhikkhu. yang belum pernah mereka lihat sebe lumnya." Setelah itu kelima pertapa bersedia mendengarkan khotbah-Nya. Khotbah pertama diucapkan oleh Sang B uddha tepat pada saat purnama sidhi di bulan asalha. "Dua pinggiran yang ekstrim. Karena itu mereka tidak percaya akan apa yang Sang Buddha katakan. Akan k uberitahukan kepadamu. Dan dapat mengajar kamu untuk juga memperoleh Kebijaksanaan tersebut untuk dirimu sendiri. Tetapi dengan segala cara penyiksaan diri itu ternyata Anda t idak berhasil menemukan apa yang Anda cari. dan melatih diri seperti yang akan kuajarkan dalam waktu singkat engkau pun dapat mengerti. lihat. tidak mulia dan tidak berfaedah. namun sewaktu Sang Buddha mendekat. tidak mulia dan tidak berfaedah. Akan kuajarkan. tetapi sekarang juga dalam kehidupan ini bahwa apa yang kukatakan itu adalah benar. Ia tergelincir dari kehidupan suci dan kembali ke kehidupan yang penuh k esenangan dan kenikmatan. Maka Sang Buddha m emberikan khotbah-Nya yang pertama yang kelak dikenal sebagai Dhammacakkappavatt ana Sutta (Khotbah Pemutaran Roda Dhamma). Dengarlah apa yang kukatakan. Seorang dari lima pertapa itu mengatakan. Pinggiran ekstrim pertama ialah mengumbar nafsu-nafsu yang bersifat rendah. Per tapa Gotama sedang memasuki taman. Ak u sesungguhnya telah memperoleh Kebijaksanaan yang Tertinggi. Seba b mereka melihat sendiri Beliau berhenti berpuasa. ia boleh berdiri saja . sedangkan yang lain sibuk menyiapkan tempat duduk dan yang lain lagi be rgegas mengambil air untuk membasuh kaki Sang Buddha. Sebaiknya kita tidak usah menyapanya. oh Pertapa. Ia boleh menggunakannya kalau mau dan kalau tidak mau.

" Dengan demikian Añña Kondañña menjadi bhikkhu pertama yang ditahbiskan dengan ucapan "eh i bhikkhu". Kemudian timbul dalam diri-Ku. pertapa. Kebijaksa naan. Pandangan. Selanjutnya. Perhatian Benar dan Konsentrasi Ben ar. Pandangan. mati. Kemudian timbul dalam diri-Ku. Pikiran Benar. Penglihatan. oh Bhikkhu. Dengan demikian timbul dalam diriaKu Pandangan Terang dan Pengetahuan bahwa Aku sekarang telah terbebas sama sekali dari keharusan untuk terlahir kembali di dun ia ini dan kehidupanKu yang sekarang ini merupakan kehidupan-Ku yang terakhir. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Lenyapny a Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. Sang Buddha memberikan khotbah ked ua dengan judul Anattalakkhanasutta. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Asal Mul a Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. Daya upaya Benar. dan Nibbana. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Jalan M enuju Lenyapnya Dukkha: Pengertian Benar. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Jalan Me nuju Lenyapnya Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. Kebijaksanaan . Ketenangan. Penglihatan. Kebijaksanaan . Kemudian timbul dalam diri-Ku. melekat kepada ken ikmatan dan nafsu-nafsu yang minta diberi kepuasan. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Asal Mu la Dukkha: nafsu keinginan yang tidak habis-habisnya (tanha). Kebijaksanaan . sakit. Selanjutnya. Penghidupan Benar. Secara singkat dapat dikatakan bahwa Lima Khanda (Lima Kelompok Kehidupan/Kegema ran) itu adalah penderitaan. Sang Buddha meluluskan permohonan ini dan mentahbiska nnya dengan kata-kata. Dan dua hari kemudian. Laksanakan kehidupan suci dan singkirkanlah penderitaan. Selanjutnya oh Bhikkhu. brahmana dan man usia.iran yang ekstrim telah kuselami. Anattalakkhanasutta . oh Bhikkhu. oh Bhikkhu. Kebijaksanaan . Selama pandangan-Ku terhadap Kesunyataan Mulia yang disebut di atas masih belum jelas benar mengenai tiga seginya dan dua belas jalannya. keinginan untuk hidup terus-menerus secara abadi dan keinginan untuk memusnahkan diri. Dua hari setelah itu. ditinggalkan. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Dukkha: dilahirkan. Aku belum dapat menunt ut dan menyatakan dengan pasti bahwa Aku telah memperoleh Penerangan Agung yang tiada bandingnya di alam-alam para dewa. Pengetahuan Tertinggi. Pandangan. sedih. pertapa Vappa dan Bhaddiya memperoleh Mata Dhamma dan kemu dian ditahbiskan oleh Sang Buddha dengan menggunakan kalimat "ehi bhikkhu". oh Bhikkhu. sehingga kuperoleh Pandangan Terang. usia tua. berhubungan den gan sesuatu yang tidak disukai. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Lenyapn ya Dukkha: nafsu-nafsu keinginan (tanha) yang secara menyeluruh dapat disingkirk an. dan dilepaskan. "Mari (ehi) bhikkhu. gelisah. keinginan untuk menikmati na fsu-nafsu indria. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang dukkha y ang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. brahma. dilenyapkan. diatasi. Sejak hari itu Sang Buddha tinggal di Taman Rusa dan tiap hari Beliau memberikan uraian Dhamma kepada lima orang pertapa tersebut. Penerangan agung. oh Bhikkhu. pertapa Mahanama dan Assaji memperoleh Mata Dhamma dan di tahbiskan oleh Sang Buddha dengan menggunakan kalimat "ehi bhikkhu". Lima hari setelah memberikan khotbah pertama. Perbuatan Benar. mara. Ucapan Benar. Selanjutnya. oh Bhikkhu." Setelah Sang Buddha selesai berkhotbah. Penglihatan. Penglihatan. ratap tangis. Dhamma telah dibabarkan dengan jelas . Kemudian timbul dalam diri-Ku. oh Bhikkhu. Pandangan. Añña Kondañña yang sekarang tidak meragu-ragukan lagi ajaran Sang Buddha mohon untuk dap at diterima sebagai murid. Kondañña memperoleh Mata Dhamma karena dapat mengerti (añña) dengan jelas makna khotbah tersebut dan menjadi seorang Sotapanna ( makhluk suci tingkat kesatu). terpisah dari sesuatu yang disukai dan tidak mem peroleh sesuatu yang didambakan.

Siswa Yang Ariya yang mendengar uraian ini. Ia merasa seperti berada di tempat pekuburan dengan dike lilingi mayat-mayat yang bergelimpangan. misalnya 'Semoga Khandhaku begini dan bukan begitu. Bhante. misalnya 'Semoga Khandha-ku begini dan bukan begitu. Sang Buddha lalu menanyakan pendapat mereka mengenai h al yang di bawah ini: "Oh. Karena tidak melekat lagi kepada sesuatu maka akan timbul Pandangan Terang. Vedana (perasaan). mereka semua da pat membersihkan diri mereka dari segala kekotoran batin (Asava) dan terbebas se luruhnya dari kemelekatan (Upadana) dan mencapai tingkat kesucian yang tertinggi . oh Bhikkhu. Yasa melihat satu pemandangan yang mengubah seluruh jalan hidupnya. menyenangkan atau tidak menyenangka n. Yasa Waktu itu di Benares. kehidupan suci telah dilaksanakan da n selesailah tugas yang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu pun yang masih ha rus dikerjakan untuk memperoleh Penerangan Agung. akan melihatnya dari seg i itu. ditakdirkan untuk musnah . Setelah melihat dengan jelas dari segi itu. sehi ngga ia mengetahui bahwa ia sudah terbebas. harus diketahui sebagai Khandha (Kelompok Kchidupan/Kegemara n) semata-mata. Selanjutnya engkau harus melakukan perenungan dengan memakai Kebijaksanaan bahwa semua itu bukanlah 'milikmu' atau 'kamu' atau 'dirimu'. Setelah melepaskan nafsu-nafsu keinginan batinnya. ia akan merasa jemu terhadap lima khandha tersebut. apakah terdapat kebahagiaan atau penderi taan?" "Di sana terdapat penderitaan. yaitu Arahat. maka ia dapat berubah sekehendak hatinya dan tidak akan menderita karena semua kehendak dan keinginannya dapat dipenuhi. Bhante. Yasa m elihat pelayan-pelayannya sedang tidur dalam berbagai macam sikap yang membuatny a jemu dan muak sekali. Sankhara (p ikiran) dan Viññana (kesadaran) adalah Lima Khandha (lima kelompok kehidupan/kegemar an) yang semuanya tidak memiliki Atta (roh). Yasa ada lah anak seorang pedagang kaya raya dan sebagaimana juga halnya dengan Pangeran Siddhattha.' Setelah mengajar kelima orang bhikkhu itu untuk menganalisa badan jasmani dan ba tin menjadi lima khandha." "Di dalam sesuatu yang tidak kekal.' Tetapi karena Khandha itu Anatta (tanpa roh). apakah tepat kalau dikatakan bahwa itu adalah 'milikku'. oh Bhikkhu." "Mengenai sesuatu yang tidak kekal dan penderitaan. Sañña (pencerapan). Malam itu ia terbangun pada larut malam dan dari sinar lampu di kamarnya. bertempat tinggal seorang anak muda bernama Yasa. 'aku' dan 'diriku' ?" "Tidak tepat. maka lima khandha yang lampau a tau yang ada sekarang ini. kasar atau halus. Yasa pun memiliki tiga buah istana dan hidup dengan penuh kemewahan dikelilingi oleh gadis-gadis cantik yang menyajikan berbagai macam hiburan. oh Bhikkhu. Setelah merasa jemu.Singkatan dari khotbah ini adalah sebagai berikut: Rupa (badan jasmani). bagaimana pendapatmu. Kehi dupan yang penuh kesenangan ini berlangsung untuk beberapa lama sampai pada satu malam di musim hujan. Kalau sekiranya Khandha itu memilik i Atta (roh). maka ia tidak dapat berubah sekehe ndak hatinya dan karena itu menderita sebab semua kehendak dan keinginannya tida k dapat dipenuhi. Sewaktu kelima bhikkhu tersebut merenungkan khotbah Sang Buddha." Selanjutnya Sang Buddha mengajar untuk jangan melekat kepada lima khandha terseb ut dengan melakukan perenungan sebagai berikut: Karena kenyataannya memang demikian. ia akan melepaskan nafsu-nafsu keing inan. Karena tidak tahan lagi melihat keadaan . jauh atau dekat. apakah Khandha itu kekal atau tidak keka l?" "Mereka tidak kekal. ia tidak melekat lagi k epada sesuatu. Bhikkhu. Bhante. Siswa Yang Ariya itu tahu bahwa ia s ekarang sudah terbebas dari tumimbal lahir.

Tidak jauh da ri tempat itu. Yasa memperoleh Mata Dhamma sewaktu masih duduk di tempat it u. Yasa memperoleh Mata Dhamma sebagaimana juga A nda memperolehnya pada hari ini dan menjadi seorang Ariya yang masih membutuhkan sesuatu yang lebih tinggi untuk mencapai Pembebasan Sempurna. Tempa t ini tidak mengerikan. Coba lah pikir. "Yasa. "Kepala keluarga yan g baik.itu. Yasa yang untuk kedua kalinya mendengarkan u raian Sang Buddha mencapai tingkat kesucian yang tertinggi." Yasa membuka sandalnya. Ia berjalan menuju ke Taman Rusa di Isipatan a. Aku akan mengajarmu. tetapi mereka berlindung hanya kepada Buddha dan Dhamma karm a pada waktu itu belum ada Sangha (Pesamuan Para Bhikkhu. Yasa berpikir. tumimbal lahir di surga sebagai ak ibat dari perbuatan baik. Setelah Sang Buddha selesai memberikan uraian. yang sekurang-kurangny a terdiri dari lima orang bhikkhu). Pada waktu itulah Sang Buddha menarik kembali kekuatan gaibnya. Yasa sebenarnya sedang duduk di sisi Sang Buddha. Seperti dijelaskan di halaman depan. menghampiri Sang Buddha." Mendengar sapaan Sang Buddha. Sebelum menjawab pertanyaan ayah Yasa. tumimbal lahir di surga sebagai akibat dari perbuatan baik. apakah mungkin Yasa kembali ke kehidupan biasa dan menikmati kesenang an nafsu-nafsu indria?" "Aku rasa memang tidak mungkin. tetapi karena Sang Buddha menggunakan kekuatan gaib maka Yasa tidak melihat ayahnya dan ayahnya tid ak melihat Yasa. Ayolah pulang demi menyelamatkan nyaw a ibumu. yaitu uraian mengenai pentingnya berdana. memberi hormat dan kemudian dud uk di sisi Sang Buddha. Waktu itu menjelang pagi hari dan Sang Buddha sedang berjalan-jalan. Setelah ay . dan Sangha. ayah Yasa memperoleh Mata Dhamma dan mohon untuk diterima sebagai pengikut dengan mengucapkan. memberi hormat dan berjalan memutar denga n Sang Buddha tetap di sisi kanannya dan kembali pulang ke istananya. Yasa kemudian mencapai tingkat Arahat sewaktu Sang Buddha mengulang uraian te rsebut di hadapan ayahnya. bolehka h saya mengundang Sang Bhagava supaya besok siang berkenan mengambil dana (makan an) di rumahku disertai anakku sebagai bhikkhu pengiring?" Sang Buddha menerima undangan ini dengan membisu (berdiam diri). yaitu Arahat. ia bertemu dengan Sang Buddha dan bertanya apakah Sang Buddha mel ihat Yasa. Tapussa dan Bhallika adalah pengikut Sang B uddha yang pertama. dan manfaat melepaskan diri dari semua ikatan duniawi. "Tempat ini tidak menakutkan. Sewaktu berpapasan dengan Yasa. maka dengan mengucapkan. beberapa waktu berselang. "Alangkah menakutkan tempat ini! Alangkah mengeri kan tempat ini!" Yasa memakai sandalnya dan meninggalkan istananya dalam keadaan pikiran kalut dan penuh kecemasan. "Kalau begitu baik juga kalau tempa t ini tidak menakutkan dan tidak mengerikan. Hal ini sudah menjadi rejekinya. hidup bersusila." Dengan demikian ayah Yasa menjadi upasak a pertama yang berlindung kepada Buddha. Semoga Sang Bhagava menerima aku sebagai upasak a mulai hari ini sampai akhir hidupku. Tetapi. Selanjutnya Sang Buddha memberikan uraian tentang Empat Kesunyataan Mulia yang d apat membebaskan manusia dari nafsu-nafsu keinginan. ayah Yasa berdiri. terlebih dulu Sang Buddh a memberikan uraian tentang pentingnya berdana. Keesokan hari seluruh penghuni istana Yasa menjadi ribut karena Yasa tidak ada d i kamarnya dan juga tidak diketemukan di bagian lain dari istananya. Kemudian dilanjutkan dengan uraian tentang Empat Kesunyataan Mulia yang dapat membebaskan manusia dari nafsu -nafsu keinginan. dan manfaat melepaskan diri dari semua ikatan duniawi. Mari duduk di sini. Sang Buddha kemudian memberikan uraian yang disebut Anupubbikatha. "Aku berlindung ke pada Buddha. Ayahnya mem erintahkan pegawai-pegawainya untuk mencari ke segenap penjuru dan ia sendiri pe rgi mencari ke Isipatana. Dhamma. Hari ini Yasa ber hasil menyingkirkan semua kekotoran batin dan mencapai Pembebasan Sempurna. Setelah Sang Buddha selesai memberikan uraian. sehingga Yasa da pat melihat ayahnya dan ayahnya dapat melihat Yasa. Sang Buddha menegur. ibumu sangat sedih. Dhamma. dan Sangha." Yasa menengok ke arah Sang Buddha dan Sang Buddha menjawab. Di Taman Rusa ia melihat sandal anaknya. Mengetahui perm ohonannya diterima. buruknya mengumbar nafsu-nafsu. hidup bersusila. Ayah Yasa menegur anaknya dan mendesak agar Yasa pulang kembali ke istananya den gan mengatakan. buruknya mengumbar nafsu-nafsu.

semuanya berjumlah lima puluh orang." Perbedaannya bahwa Sang Buddh a tidak mengucapkan "dan singkirkanlah penderitaan" karena Yasa pada waktu itu s udah mencapai tingkat Arahat. dan mulia pada akhi rnya. Sang Buddha memanggil berkumpul murid-muridNya yang berjumlah e nam puluh orang Arahat dan berkata. "Ehi bhikkhu. dan Sangha). Yasa mohon kepada Sang Buddha untuk ditahbiskan menjadi bhikkhu. Mereka adalah pengikut-pengikut wanita pertama yang berlindung kepada Tiga Musti ka (Buddha. semuanya anak-anak orang kaya ya ng bernama Vimala. oh Bhikkhu. BAB IV MASA MENYEBARKAN DHAMMA Mulai Menyebarkan Dhamma Pada suatu hari. Khotbahkanla h Dhamma yang mulia pada awalnya. . Laksanakanlah kehidupan suci. Karena mereka sen diri belum bisa mentahbiskannya. S ang Buddha mentahbiskannya dengan menggunakan kalimat yang juga digunakan untuk mentahbiskan lima murid-Nya yang pertama yaitu. demikia n pula kamu sekalian. dan Gavampati. Sekarang kamu harus mengembara guna kesejahteraan dan kese lamatan orang banyak. Umumkanlah tentang kehidupan suci yang benar-benar bersih dan sempurna dal am ungkapan dan dalam hakekatnya. Ibu dan istri Yasa keluar dan memberi ho rmat. Mendengar sahabat mereka menjadi bhikkhu . Melihat kesulitan ini maka Sang Buddha memperkenankan para bhikkhu untuk memberikan pentahbisan sendiri. mulia pada pertengahannya. Setelah mendapat penjelasan tambahan. Janganlah pergi berduaan ke tempat yang sama. Kalau tidak mendengar Dhamma. Dhamma. mereka semua mem peroleh Mata Dhamma dan kemudian diterima menjadi bhikkhu. Di Benares. Sang Buddha kembali memberikan uraian tentang Anupubbikatha dan mereka berdua pu n rnemperoleh Mata Dhamma. Setelah itu. maka dengan melakukan perjalanan jauh dan melel ahkan mereka membawa orang itu menghadap Sang Buddha. Sewaktu mengajar. Aku sendiri akan pergi ke Senanigama di Uru vela untuk mengajar Dhamma. Dengan demikian jumlah Arahat pada waktu itu sebelas orang. tetapi seorang Arahat istim ewa karena mencapai Kebebasan dengan daya upaya sendiri).ahnya pulang. mereka akan kehilangan k esempatan untuk memperoleh manfaat yang besar. Sang Buddha pergi ke istana ayah Yasa dan duduk di tempat yang telah disediakan. Mereka adalah orang-orang yang da pat mengerti Dhamma dengan sempurna. Dhamma telah dibab arkan dengan jelas. keempat orang ini dalam waktu singkat menc apai tingkat Arahat. Tetapi bhikkhu Yasa mempunyai banyak teman lagi yang berada di tempat-tempat jau h. "Aku telah terbebas dari semua ikatan-ikatan . mere ka kerap kali bertemu dengan orang yang ingin menjadi bhikkhu. Sang Buddha dan Yasa kembali ke Taman Rusa di Isipatana. Sehabis makan siang. Yasa mempunyai empat orang sahabat." Kemudian berangkatlah keenam puluh Arahat itu sendiri-sendiri ke berbagai jurusa n dan mengajar Dhamma kepada penduduk yang mereka jumpai. Dhamma. Mereka memuji keindahan uraian tersebut dan mohon dap at diterima sebagai Upasika dengan berlindung kepada Buddha. mereka pun mengambil keputusan untuk mengikuti jejak bhikkhu Yasa. Subahu. pada waktu itu sudah ada tujuh or ang Arahat (Sang Buddha sendiri juga seorang Arahat. Keesokan harinya dengan diiringi Yasa. Setelah mendengar khotbah Sang Buddha. Punnaji. Dengan demikian. Terdapat makhluk-makhluk yang matanya hanya di tutupi oleh sedikit debu. sehingga pada waktu itu terdapat enam puluh satu orang Arahat. dan Sangha untuk seumur hidup. Mereka semu a diterima menjadi bhikkhu dan dalam waktu singkat semuanya mencapai tingkat Ara hat. Karena itu mereka menemui bhikkhu Yasa yang kemudian membawa keempat kawannya it u menghadap Sang Buddha. makan siang disiapkan dan kedua wanita itu melayani sendiri Sang Bu ddha dan Yasa dengan hidangan yang lezat-lezat. baik yang bersifat batiniah maupun yang bersifat badaniah. Mereka mendengar bahwa Yasa s ekarang sudah menjadi bhikkhu. Mereka menganggap bahwa ajaran-ajaran yang benarbenar sempurnalah yang dapat menggerakkan hati Yasa untuk meninggalkan kehidupan nya yang mewah.

Waktu tengah malam. Ia terkejut melihat Sang Buddha sedang duduk bermeditasi. Anak-anak muda. Sang Buddha tiba di Uruvela dan mengunjungi Uruvela Kassapa. aku berlindung kepada Sangha. Inilah yang harus kamu lakukan. Melihat Sang Bud dha duduk di bawah pohon. Teta pi semburan uap beracun maupun usaha untuk menggigit Sang Buddha ternyata sia-si a saja. cobalah pikir. pertama yang diberikan Sang Buddha sendiri dengan memakai kalimat "ehi bhikkhu" dan yang kedua diberikan oleh muri d-muridNya yang dinamakan pentahbisan "Tisaranagamana". aku tidak keberatan Anda bermalam di pondo kku. Tetapi Anda harus tahu bahwa seekor ular kobra yang besar dan ganas sekali menjaga api suci yang terdapat di pondokku. Uruvela Kassapa bertanya apakah Sang Buddha tidak diganggu oleh ular kobra. Uruvela Kassapa datang menjenguk Sang Buddha dan mengira akan mene mukan mayat-Nya. Tidak jauh dari tempat itu. Selanjutnya kamu harus mengucapkan dan me reka harus mengulang ucapanmu. hanya seorang belum. Dalam perjalanan dari Uruvela ke Benares. oh Bhikkhu. mereka menanyakan. merangkapkan kedua tangannya dalam sikap menghormat dan ke mudian berlutut di depan kaki bhikkhu. mer eka harus memakai jubah Kasaya (jubah yang dicelup dalam air larutan kulit kayu tertentu). Pada suatu hari. Selagi mereka sedang bermain-main dengan asyik. Sang Buddha duduk bermeditasi dan menunggu munculnya ular kobra ter sebut. benar saja seekor ular kobra besar datang menghampiri Sang B uddha. mereka menceritakan apa yang telah terjadi. Sang Buddha tetap duduk bermeditasi dengan mengembangkan gaya-gaya Metta (cinta kasih) dan badan-Nya seolah-olah dikelilingi oleh semacam perisai yang t idak dapat ditembus. Selamat malam dan semoga Anda selamat. Gotama Yang Mulia. untuk mentahbiskan orang di tempat-tempat yan g jauh. Mereka semua memperoleh Mata Dhamma dan mohon ditahbiskan menj adi bhikkhu." Mulai saat itu terdapat dua cara pentahbisan. Di tempat ini Sang Buddha harus memperlihatkan kekuatan gaib untuk menundukkan Uru vela Kassapa yang ternyata juga mahir dalam melakukan ilmu-ilmu gaib. mereka dikirim ke tempat-tempat jauh untuk men gajarkan Dhamma. bertempat tinggal di sebelah hulu sungai dan mempunyai pengikut sebanya k lima ratus orang. dan seterusnya. bertempat tinggal di sebela h hilir sungai dan mempunyai pengikut sebanyak tiga ratus orang. Salah satu contoh dapat diceritakan sebagai berikut: "Kalau Anda tidak keberatan. "Oh. Yang kedua disebut Nadi Kassapa." Sang Buddha juga mengucapkan selamat malam kepada Uruvela Kassapa dan masuk ke d alam pondok. Kassapa Bersaudara Di tiga tempat sepanjang Sungai Neranjara. Yang ketiga dis ebut Gaya Kassapa. "Tid . Setelah tahu apa yang terjadi. "Oh. yang mana yang lebih penting. Yang tertua disebut Uruvela Kassapa. apakah Sang Buddha melihat seorang wanita lewat di dekat situ." jawab Uruvela Kassapa. Aku ingin bermalam di pondokmu. Dua puluh sembilan orang sudah menikah. Kemudian Sang Buddha berkata. tidak apa-apa." "Tentu saja tidak. aku berlindun g kepada Dhamma. maka Sang Buddha kemudian berkhotbah tentang Anupubbikatha dan Empat K esunyataan Mulia. tinggal tiga orang Kassapa bersaudara yang menjadi pemimpin kaum Jatila yang memuja api. tiga puluh orang pemuda sedang bermain-main yang diberi nama B haddavaggiya."Aku perkenankan kamu. bertempat tinggal di tempat lebih hilir dari Nadi Kassapa dan mempunyai pengikut sebanyak dua ratus orang. "Aku berlindung kepada Sang Buddha. Atas pertanyaan Sang Buddha. Tiap malam ular itu keluar dan aku k hawatir Anda akan celaka. Kalau Anda tidak keberatan. Ular itu menyemburkan uap beracun dan mencoba menggigit Sang Buddha. Esok paginya. bersimpuh. mereka mencari pelacur tersebut. Ia rn embawa seorang pelacur. Kassapa. Aku akan bermalam di pondokmu. Menemukan dirimu sendiri atau menemukan seo rang pelacur?" Setelah mereka menjawab bahwa lebih penting menemukan diri mereka sendiri. Setelah ditahbiskan. Rambut serta kumisnya harus dicukur. pada suatu hari Sang Buddha tiba di pe rkebunan kapas dan beristirahat di bawah sebatang pohon yang rindang." "Kalau begitu baiklah. pelacur tersebut menghilang dengan membawa pergi perhiasan yang mereka letakkan di satu tempat tertentu.

sehingga akhi rnya ia bersama-sama pengikutnya pun menjadi bhikkhu. Ringkasan dari khotbah itu adalah sebagai berikut: "Oh. Setelah beberapa waktu di Uruvela. menyala dengan api dari kelahiran. Batin. Tubuh. kesadaran telinga. Seorang siswa Yang Ariya. yang melihat keadaan ini akan merasa jemu. penglihatan. Pada suatu hari. Nadi Kassapa melihat bahwa kakaknya sudah menjadi bhikkhu. Lidah. rasa. duk a cita." jawab Sang Buddha dan membuka tutup mangkuk yang bias a dipakai untuk menerima dana makanan. Di tempat itu Sang Buddha mengumpulkan murid-muridNya dan memberikan khotbah yan g kemudian dikenal sebagai Adittapariyaya Sutta.003 orang telah menjadi pengikut Sang Buddha. Akhirnya Uruvela Kassapa dapat diyakinkan bahwa ia bukanlah tandingan Sang Buddh a dan ia juga tahu bahwa ia belum mencapai tingkat Arahat sebagaimana dikiranya semula. kesadaran hidung. bebauan. kesan-kesan tubuh dan semua perasaan yang meny enangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan tubuh (Ini adalah kelompok kelima). Pada kesempatan lain sewaktu turun hujan lebat dan semua tempat di daerah itu di genangi air banjir. Dengan demikian tiga kelompok kaum Jatila yang berjumlah 1. sentuhan. kembali Sang Buddha memperlihatkan kekuatan gaib-Nya. kesadaran lidah. pikiran. Menyala dengan apa? Menyala dengan api dari keserakahan . sakit. Karena melepaskan nafsu-nafsu keinginan. ia akan melepaskan nafsu-nafsu keinginan. kesan-kesan mata dan semua perasaan yang menyenangkan atau tidak men yenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan mata (Ini adalah kelompok per tama). kesadaran batin. ular itu ada di sini. ratap tangis. Ia tahu bahwa ini adalah kehidupan nya yang terakhir. kesadaran tubuh. Sang Buddha beserta rombongan melanjutkan per jalanan-Nya menuju Gayasisa di tepi Sungai Gaya. Karena tidak melekat lagi kepada segala sesuatu akan timbul Pandangan Terang. batinnya tidak melekat lagi kepada segala sesuatu. ia kemudian membuang semua peralatan yang dipakainya dalam pemujaan api ke dalam sungai dan mohon dit ahbiskan menjadi bhikkhu. se hingga ia mengetahui bahwa ia sudah terbebas. kebencian dan khayalan yang menyesatkan. Semua itu menyala-nyala. suara. menyala dengan api dari kesedihan. Apakah itu yang menyala? Mata. Nadi Kassapa pergi ke tempat Uruvela Kassapa. Bhikkhu. air "membelah" membuka jalan. Di tem pat Sang Buddha berdiri atau berjalan. Karena mera sa jemu. kesan-kesan lidah dan semua perasaan yang menyenan gkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan lidah (Ini adalah kelompok keempat). Tetapi Sang Buddha menahannya dan berkata bahwa Be liau mempunyai kemampuan untuk menjinakkan ular kobra. kesan-kesan telinga dan semua perasaan yang m enyenangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan tel inga (Ini adalah kelompok kedua). Keluarlah seekor ular kobra yang mendesis dengan ganas sehingga Uruvela Kassapa cepat-cepat ingin menyingkir.ak. Telinga. Hal yang sama juga terjadi pada diri Gaya Kassapa beserta para pengikutnya. kehidupan suci telah dilaksanakan dan selesailah tugas yang h arus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih harus dikerjakan untuk . Selanju tnya Nadi Kassapa diberi penjelasan tentang sia-sianya memuja api. dan putus asa. Ia mengira bahwa suatu bencana hebat telah menimpa diri kakaknya. sehingga ka ki dan tubuh Sang Buddha tidak basah kena air. kesa daran mata. Setelah tiba. kesan-kesan hidung dan semua perasaan yang me nyenangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan hidu ng (Ini adalah kelompok ketiga). Nadi Kassapa yang bertempat tinggal di sebelah hilir sungai men jadi terkejut melihat banyak peralatan sembahyang terapung di sungai. Hidung. semuanya menyala. Dengan tergesa-gesa. kesan-kesan batin dan semua perasaan yang menye nangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan batin ( Ini adalah kelompok keenam). Ia juga dapat diyakinkan bahwa pemujaan api tidak dapat membawa orang ke Pembebasan Sempurna. diikuti tiga ratus orang pengikutnya. Dengan lima ratus orang pengikutnya. us ia tua dan kematian.

Selama menjadi bhikkhu sampai berusia lanjut. Ke tiga. Sang Buddha mentahbiskannya dengan cara memberikan tiga buah nasehat. dan mulia di akhirnya. sekarang b erada di Rajagaha dan berdiam di hutan kecil Latthivana. yait u negara Magadha yang berpenduduk padat dan kaya raya dan di sebelah Timurnya te rletak negara Anga. sudah puas dengan pemberian yang sedikit (kecil ). "Oh. Maha Kassapa sering dijadikan suri teladan tentang sikap yang baik dari seorang bhikkhu yang berdiam di hutan.memperoleh Penerangan Agung. Mereka semu a mencapai tingkat yang tertinggi. Sebagai penghormatan. Beliau adalah seorang A rahat. Pada hari ked elapan." Setelah ditahbiskan. mengapa Beliau menuntut kehidupan yang demikian keras. Maha Kassapa dipandang sebagai contoh yang baik sekali untuk orang-orang yan g benar-benar ingin melaksanakan hidup suci. yang telah men gumumkan kehidupan suci yang benar-benar bersih dan sempurna dalam ungkapan dan dalam hakekatnya. . Beliau diberi nama Maha Kassapa (Kassapa Agung). selalu memaka i baju bekas (pembungkus mayat). Maha Kassapa Dalam perjalanan ke Rajagaha. Kemudian Sang Buddha bangkit dan meneruskan perjala nan-Nya menuju Rajagaha. engkau harus selalu ingat bahwa pertama. dan mengajar Dhamma yang mulia di awalnya. Mah a Kassapa selalu tinggal di hutan. Kassapa mohon untuk menukar jubahnya yang baru dengan jubah Sang Buddha yang sudah tua. Kassa pa. Raja Bimbisara Di sebelah Tenggara Jambudipa terdapat sebuah negara besar dan berpengaruh. memperhatikannya dan merenungkannya. Kedua. mulia di pertengahannya. Bangga karena merasa mendapat kehormatan besar dapat memakai jubah bekas Sang Bu ddha. Pipphali a dalah anak seorang Brahmana dari keluarga Kassapa yang bernama Kapila dengan ist rinya yang bernama Sumanadevi dari Desa Mahatittha di negara Magadha. Tiga bulan setelah Sang Buddha meninggal dunia. yang muda. Maha Kassapa meninggal dunia pada usia 120 tahun. engkau harus selalu menyadari dan memperhatikan tubuhmu dan terus-menerus mengambil tubuhmu sebagai obyek meditasi. Raja Bimbisara adalah Maha raja negara Magadha dan Anga ters ebut dengan ibukota Rajagaha. putra Sakya. kota Rajagaha untuk menghimpun semua tata tertib bagi para bhikkhu dan bhikkhuni dan semua khotbah Sang Buddha yang pernah diberikan di tempat-tempat yang berlainan. Setelah beberapa lama diam di Gayasisa. Maha Kassapa mengatakan bahwa Beliau berbuat semuanya itu bukan hanya untuk kebahagi aan dirinya sendiri tetapi juga demi kebahagiaan orang lain di kelak kemudian ha ri. Maha Kassapa mengetuai Sidang Ag ung (Sangha-Samaya) yang pertama dengan dihadiri oleh 500 orang Arahat di Goa Sa ttapanni. Sang Buddha melanjutkan perjalanannya me nuju Rajagaha dan berhenti di hutan kecil Latthivana. seorang yang telah memperoleh Penerangan Agung. ia mencapai tingkat kesucian Arahat. dan yang setengah tua. tiap hari mengumpulkan makanan." Setelah Sang Buddha selesai memberikan khotbah. engkau harus hidup sederhana dan pa tuh kepada para bhikkhu yang tua. Melihat seorang Arahat yang demikian itu bermanfaat sekali aga r keinginan orang dapat terkabul. Pipphali mohon diterima menjadi murid. Dalam waktu singkat tersiar berita bahwa Pertapa Gotama. Pada waktu itu. selalu hidup menjauhi masyarakat ramai dan terkenal rajin sekali. engka u harus mendengarkan Dhamma dengan baik. seorang pertapa bernama Pipphali lewat di tempat itu. Ia menghampiri Sang Buddha dan setelah mengetahui bahwa yang diajak bicara adala h seorang Buddha. Menjawab pertanyaan. batin bhikkhu-bhikkhu tersebut t erbebas seluruhnya dari kemelekatan dan bersih dari kekotoran batin. Kassapa kemudian dengan tekun melaksanakan latihan Dhutanga. Sang Buddha tiba di suatu tempat perbatasan antara kota Rajagaha dan Nalanda dan beristirahat di bawah pohon beringin Bahuputtaka. yaitu menjadi Arahat. kepada orang-orang yang berlainan dan pada waktu yang berlainan pula selama 45 tahun.

Mendengar berita itu, Raja Bimbisara datang mengunjungi Sang Buddha dengan diiku ti pengiringnya. Setelah memberi hormat, Raja kemudian duduk di satu sisi. Tetap i para pengiringnya bersikap macam-macam dan ada yang bersikap acuh tak acuh. Ad a yang berlutut, ada yang hanya memberi hormat dengan ucapan, ada yang menyembah , ada yang memberitahukan namanya dan juga nama keluarganya, dan ada yang duduk diam saja. Sang Buddha, yang melihat sikap acuh tak acuh dan kurang hormat dari pengiring R aja, tahu bahwa mereka masih belum siap untuk menerima ajaran. Karena itu Sang B uddha memandang perlu agar Uruvela Kassapa terlebih dulu memberikan keterangan t entang sia-sianya pemujaan yang dulu ia lakukan. Hal ini perlu untuk menyingkirk an keragu-raguan sebelum mereka siap untuk mendengarkan Dhamma. Karena itu Sang Buddha berkata kepada Uruvela Kassapa, "Oh, Kassapa, kamu sudah lama berdiam di Uruvela dan menjadi pemimpin kaum Jatila yang pandai dalam upacara keagamaan. Ap akah sebabnya sehingga kamu berhenti melakukan pemujaan api yang biasa kamu laku kan? Aku bertanya padamu, oh Kassapa, mengapa kamu meninggalkan kebiasaan memuja api?" Uruvela Kassapa menjawab, "Semua Yañña atau upacara dengan mempersembahkan sesajen b ertujuan untuk memperoleh penglihatan, suara, rasa dan wanita yang menggiurkan, yang didambakan manusia. Persembahan sesajen itu menimbulkan harapan bahwa setel ah melakukan persembahan tersebut orang akan dapat memperoleh hasil yang diingin kan. Telah kuketahui sekarang bahwa kesenangan-kesenangan indria tersebut merupa kan kekotoran batin yang membuat orang dicengkeram oleh nafsu-nafsu. Karena itu aku tidak lagi tertarik melakukan praktek pemujaan api." Kemudian Sang Buddha bertanya lagi, "Setelah kini kamu tidak lagi tertarik kepad a penglihatan, suara dan rasa yang menjadi obyek bagi kesenangan indria, oh Kass apa, apa sebenarnya yang kamu cari di alam manusia dan alam dewa ini? Coba kamu ceritakan." Kassapa menjawab, "Aku telah berhasil mencapai keadaan yang penuh damai, tanpa d ikotori oleh nafsu-nafsu yang dapat menimbulkan penderitaan, tanpa keinginan unt uk melekat, tanpa kemelekatan kepada alam kesenangan indria, tanpa perubahan, ta npa tergantung pada kekuatan luar dan hanya dapat dipahami oleh pribadi masing-m asing. Karena hal-hal yang di atas itulah aku tidak lagi tertarik untuk melakuka n praktek pemujaan api yang dulu kulakukan." Selesai memberi jawaban, Kassapa bangun dari tempat duduknya. Dengan jubah menut upi satu pundaknya (sebagai sikap menghormat) ia berlutut tiga kali di bawah kak i Sang Buddha dan mengaku bahwa Sang Buddha adalah gurunya dan ia adalah murid-N ya. Setelah keragu-raguan para hadirin dapat disingkirkan dan batin mereka sudah sia p untuk menerima pelajaran, mulailah Sang Buddha memberikan khotbah tentang Anup ubbikatha dilanjutkan dengan Empat Kesunyataan Mulia. Selesai Sang Buddha memberikan khotbah, sebelas dari dua belas orang yang hadir memperoleh Mata Dhamma dan yang lain memperoleh keyakinan yang tak tergoyahkan t erhadap Sang Buddha, Dhamma, dan Sangha. Kemudian Raja menceritakan tentang keinginannya semenjak kecil. "Dulu, sewaktu masih menjadi Putra Mahkota dan belum naik tahta kerajaan, aku me mpunyai lima macam keinginan, yaitu pertama, semoga aku kelak naik di tahta kera jaan Magadha. Kedua, semoga seorang Arahat yang memperoleh Penerangan Agung data ng di negeriku sewaktu aku masih memerintah. Ketiga, semoga aku memperoleh kesem patan untuk mengunjungi Arahat tersebut. Keempat, semoga Arahat tersebut memberi kan khotbah kepadaku. Kelima, semoga aku mengerti apa yang harus dimengerti dari ajaran Arahat tersebut. Sekarang semua keinginanku yang berjumlah lima itu tela h terpenuhi." . Selanjutnya Raja Bimbisara memuji khotbah Sang Buddha dan menyatakan dirinya seb agai upasaka untuk seumur hidup dan mengundang Sang Buddha beserta para pengikut -Nya untuk datang besok siang mengambil dana (makanan) di istana. Kemudian bangu n dari tempat duduknya, jalan memutar dengan Sang Buddha tetap di sebelah kanan dan pulang ke istana. Tiba di istana, Raja memerintahkan untuk menyiapkan hidang an yang lezat-lezat. Keesokan hari, Raja memerintahkan pengawalnya untuk mengund ang Sang Buddha dengan pengiring-Nya datang ke istana. Setelah Sang Buddha tiba di istana dan mengambil tempat duduk yang disediakan, Raja sendiri turut melayan

i memberikan hidangan. Kemudian Raja memikirkan tempat yang layak yang dapat dig unakan oleh Sang Buddha sebagai tempat tinggal. Raja teringat kepada Veluvanaram a (hutan pohon bambu) yang letaknya tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat d engan desa di sekelilingnya. Tempat itu mudah untuk dicapai dan menyenangkan, ti dak berisik waktu siang hari dan tenang di malam hari, cocok sekali untuk dipaka i sebagai tempat menyepi oleh mereka yang ingin berlatih untuk mendapatkan Panda ngan Terang. Dengan batin yang dipenuhi pikiran tersebut, Raja Bimbisara kemudian menuang air ke lantai dari kendi emas dan menerangkan bahwa Beliau berhasrat menyerahkan Ve luvanarama untuk dipakai oleh Sang Buddha beserta pengiring-Nya, sebagai tempat tinggal. Sang Buddha menerima pemberian tersebut dan menggembirakan hati Raja de ngan menerangkan tentang keuntungan besar yang dapat diperoleh dari dana tersebu t. Sang Buddha beserta pengiring-Nya pulang dan pindah ke tempat yang baru. Ini mer upakan sumbangan tempat tinggal untuk pata bhikkhu yang pertama, mulai hari itu Sang Buddha memperbolehkan para bhikkhu menerima pemberian serupa itu. Sariputta Dan Moggallana Di Rajagaha, waktu itu hidup dua orang pemuda dari kasta brahmana yang kaya raya , yang sejak kecil bersahabat. Yang satu bernama Upatissa, anak seorang wanita b ernama Rupasari, yang lain bernama Kolita, anak seorang wanita bernama Moggalli. Mereka berdua berguru kepada Sanjaya, seorang pertapa dari golongan Paribbajaka, yang mempunyai dua ratus lima puluh orang murid. Upatissa dan Kolita termasuk d ua orang murid yang pandai dan sering mewakili gurunya memberi bimbingan kepada murid-murid yang lain. Meskipun sudah belajar lama dan memiliki seluruh kepandai an gurunya, tetapi mereka berdua masih belum puas. Mereka kemudian berjanji bahw a siapa di antara mereka kelak yang lebih dulu memperoleh ajaran sempurna akan m emberitahukan hal itu kepada yang lain. Pada suatu hari Ayasma Assaji, seorang dari lima orang bhikkhu pertama, kembali ke Rajagaha untuk memberi laporan kepada Sang Buddha tentang perjalanannya ke be rbagai tempat untuk mengajar Dhamma. Sebagaimana biasa, Ayasma Assaji tiap pagi mengumpulkan makanan dan waktu itulah Beliau terlihat oleh Upatissa. Upatissa terkesan sekali melihat sikap Ayasma As saji yang demikian tenang dan agung. Setiap gerakannya memberi kesan berwibawa d an menuntut penghormatan dari orang yang melihatnya. Baik berjalan ke depan atau bertindak ke belakang, atau membentangkan, atau menekuk tangannya, ia selalu ke lihatan penuh keseimbangan dengan kepala agak tunduk sedikit dan mata ditujukan ke arah depan Pemandangan ini membuat Upatissa terpesona dan membangkitkan perasaan ingin tahu . Seketika itu ia ingin menegur, tetapi kemudian membatalkannya karena ia mengan ggap waktunya kurang tepat berhubung waktu itu Ayasma Assaji sedang mengumpulkan makanan. Ia menunggu sampai Ayasma Assaji selesai makan dan kemudian mendekati serta memberi hormat, "Saudara, pembawaan Anda luar biasa dan wajah Anda terang sekali. Dengan menjalankan kehidupan suci ini kepada siapakah Anda mengabdi? Sia pakah guru Anda? Dan ajaran siapakah yang Anda ikuti?" Ayasma Assaji menjawab, "Saudara, dengan menjalankan kehidupan suci ini aku meng abdi kepada seorang Pertapa Agung, anak dari suku Sakya, yang telah menjadi bhik khu dari keluarga Sakya. Pertapa Agung itulah yang menjadi guruku. Dan ajaran-Ny a yang aku ikuti." "Apakah yang diajar guru Anda, Saudara?" "Aku seorang pendatang baru. Aku baru saja ditahbiskan. Aku belum berapa lama me ngikuti ajaran ini, sehingga aku tidak dapat memberikan pelajaran itu secara ter perinci. Tetapi aku akan memberitahukan Anda garis besarnya." "Baik sekali, Saudara. Bagi saya sama saja apakah Anda memberitahukan garis besa rnya atau secara terperinci. Aku ingin mendengar intisari dari ajaran tersebut, yang lain tidak dapat membantu apa-apa." Ayasma Assaji kemudian mengucapkan syair di bawah ini: "Ye dhamma hetuppabhava,

Tessam hetum Tathagato, Tesañca yo nirodho ca, Evam vadi mahasamano." Artinya : "Semua benda yang timbul karena satu 'sebab' 'Sebabnya' telah diberitahukan oleh Sang Tathagata, Dan juga lenyapnya kembali, Itulah yang diajarkan Sang Pertapa Agung. " Mendengar syair tersebut, Upatissa seketika memperoleh Mata Dhamma (Dhammacakkhu ) dan berkata dalam hatinya, "Yankiñci samudayadhammam Sabbantam nirodha dhammam." Artinya: "Segala sesuatu yang timbul karena satu 'sebab' Di dalamnya pun terdapat 'sebab' yang membuat ia musnah kembali. " Kemudian Upatissa menanyakan tempat tinggal Sang Buddha. Setelah diberitahukan b ahwa Sang Buddha pada saat itu berdiam di Veluvanarama, Upatissa kemudian mohon diri dari Ayasma Assaji dan berjanji akan datang mengunjungi Sang Buddha bersama sahabatnya yang bernama Kolita. Upatissa kembali ke tempat gurunya, Sanjaya, dan memberitahukan Kolita peristiwa apa yang baru saja ia alami. Ia mengulang syair yang diucapkan Ayasma Assaji da n seketika itu pula Kolita memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. Kemudian mereka berdua melaporkan berita ini kepada Sanjaya dan mohon diperkena nkan untuk mengunjungi Sang Buddha. Tetapi Sanjaya menolak untuk memberi izin. A khirnya, tanpa izin, mereka berdua dengan diikuti dua ratus lima puluh orang mur idnya pergi juga berkunjung kepada Sang Buddha dan mohon ditahbiskan menjadi bhi kkhu. Dari kelompok ini dapat diceritakan bahwa mereka semua mencapai tingkat Ar ahat, bahkan para muridnya terlebih dulu mencapai tingkat kesucian tersebut, kem udian disusul oleh Kolita dan yang terakhir Upatissa. Tujuh hari setelah ditahbiskan menjadi bhikkhu, Kolita menyepi di Desa Kallavala muttagama di kota Magadha. Di tempat itu Kolita giat melatih meditasi untuk memp eroleh Pandangan Terang. Pada suatu ketika ia merasa ngantuk sekali. Sang Buddha menghampirinya dan memberikan petunjuk untuk menanggulangi perasaan ngantuk, "Apa pun pencerapanmu pada waktu kamu diserang perasaan mengantuk, Moggallana (K olita di kemudian hari terkenal dengan nama ini yang berarti : anak Moggalli), k amu harus terus menyadari pencerapan tersebut. Cara ini dapat menolong untuk men gusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini tidak menolong, kamu harus memusatkan pikiranmu kepada Dhamma ya ng pernah kamu dengar atau pelajari. Cara ini dapat menolong untuk mengusir pera saan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus mengulang dengan suara keras Dh amma yang pernah kamu dengar atau pelajari. Cara ini dapat menolong untuk mengus ir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus menggosok-gosok kupingmu dengan jeriji dan mengusap-usap tubuhmu dengan tangan. Cara ini dapat menolong untuk m engusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus bangun dan mencuci matamu denga n air, kemudian memandang ke sekelilingmu dan mengamat-amati bintang di langit. Cara ini dapat menolong untuk mengusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus memusatkan pikiranmu kepada pen cerapan dari cahaya terang, dan pikiranmu selalu membayangkan 'cahaya siang hari ' baik pada waktu siang hari maupun pada waktu malam hari, membuka batinmu dari selubung yang menutupinya dan mengembangkan batinmu bermandi cahaya terang. Cara

ini dapat menolong untuk mengusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus berbaring dengan 'sikap seekor singa', yaitu miring ke kanan dengan kaki kiri di atas kaki kanan, batin dalam k eadaan 'sadar' dan pikiran terpusat kepada saat kamu ingin bangun. Setelah bangu n kamu harus segera bangkit sambil merenung 'Aku tidak ingin memanjakan diriku d engan berbaring, menyender atau tidur'. Ini Moggallana, yang kamu harus selalu i ngat." "Selanjutnya, Moggallana, kamu harus selalu ingat 'aku tidak boleh merasa ingin terlalu dihormat kalau masuk ke rumah seorang umat biasa'. Sebab kalau seorang b hikkhu masuk ke rumah seorang umat biasa dengan perasaan ingin terlalu dihormat dan pada waktu itu mungkin ada urusan rumah tangga yang sangat penting yang haru s diselesaikan terlebih dulu sehingga bhikkhu itu 'terlupakan', maka akan timbul pikiran dalam batin bhikkhu tersebut, "Siapakah yang menghasut orang ini terhad ap diriku? Orang ini kelihatannya sekarang 'acuh tak acuh'. Karena merasa tak di acuhkan lagi timbul perasaan malu, karena malu pikirannya kacau, karena pikirann ya kacau ia tidak dapat mengendalikan dirinya dengan baik, karena tidak dapat me ngendalikan diri dengan baik, ia gagal melakukan meditasi." "Selain dari itu, Moggallana, kamu harus selalu ingat, 'aku tidak ingin mengucap kan sesuatu yang dapat menimbulkan pertengkaran atau mencari-cari kesalahan oran g lain'. Sebab kalau orang berbicara tentang sesuatu yang dapat menimbulkan pert engkaran atau mencari-cari kesalahan orang lain, maka hal itu mengakibatkan perd ebatan yang panjang. Dengan adanya perdebatan yang panjang, ia tak dapat memusat kan pikirannya. Karena tak dapat memusatkan pikirannya, ia tak dapat mengendalik an diri, karena ia tak dapat mengendalikan diri, ia gagal melakukan meditasi." "Sekarang, Moggallana, aku tidak selalu memujikan orang berkumpul dan juga aku t idak selalu menolaknya. Aku tidak memujikan berkumpul dengan orang banyak, baik itu bhikkhu atau orang biasa. Tetapi kalau ada tempat sunyi dan tidak terganggu oleh suara berisik dari orang yang lalu lalang, cocok sekali untuk seorang perta pa yang menyukai kesunyian, cocok untuk dipakai sebagai tempat menyepi oleh mere ka yang lebih menyukai hidup menyendiri, maka berdiam di tempat demikian itu sel alu aku pujikan." Setelah diberikan petunjuk di atas, Moggallana menanyakan tentang kesimpulan ter akhir bagi orang yang sudah cenderung untuk menyingkirkan nafsu-nafsu keinginan dan sudah siap untuk memperoleh hasil 'di luar duniawi'. Sang Buddha menjawab, "Moggallana, seorang bhikkhu yang melaksanakan Dhamma ini, tahu bahwa tidak ada sesuatu pun yang berharga untuk dilekati. Setelah tahu hal tersebut, ia kemudian mengamat-amati benda-benda itu dengan Kebijaksanaan Tinggi, setelah mengamat-am ati benda-benda itu dengan Kebijaksanaan Tinggi, ia dapat menyelami hakekat bend a-benda tersebut, maka sewaktu mengalami perasaan menyenangkan, tidak menyenangk an atau netral ia memandangnya sebagai sesuatu yang tidak kekal. Jadi, ia memand angnya dengan perasaan jemu untuk kemudian menyingkir dan melepaskan diri dari p erasaan tersebut. Dengan merenung seperti itu, ia tidak melekat lagi kepada apa pun dalam dunia in i, karena tidak lagi melekat, ia tidak dapat lagi diganggu, karena tidak dapat l agi diganggu, ia dapat rnenyingkirkan semua kekotoran batin dan mengetahui bahwa ini adalah kehidupannya yang terakhir, kehidupan suci telah dilaksanakan dan se lesailah tugas yang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih ha rus dikerjakan untuk memperoleh Penerangan Agung. Dengan kesimpulan terakhir ini lah, Moggallana, seorang bhikkhu dapat dipandang sudah cenderung untuk menyingki rkan nafsu-nafsu keinginannya dan sudah siap untuk memperoleh hasil 'di luar dun iawi'." Dengan melaksanakan petunjuk tesebut, Moggallana berhasil mencapai tingkat Araha t hari itu juga. Lima belas hari setelah ditahbiskan, Upatissa (yang kemudian terkenal sebagai Sa riputta, anak Sari), berdiam bersama-sama Sang Buddha di Goa Sukarakhata dari Gu nung Gijjhakuta (Puncak Burung Nasar) di kota Rajagaha. Seorang pertapa golongan Paribbajaka bernama Dighanakha dari keluarga Aggivesana pada suatu hari menghampiri Sang Buddha dan setelah saling mengucapkan kata-kat a menghormat, ia berdiri di satu sisi. Ia kemudian memberikan pandangannya denga n mengatakan, "Yang Mulia Gotama, semua benda tidak menyenangkan hatiku. Aku tid

ia dapat mengikutinya. Dengan melakukan ini. Kalau perasaan menyenangkan timbul." . Karena jemu. Setelah menyelami keadaan ini. P andangan kelompok pertama ialah condong ingin memiliki benda-benda tersebut. air. yang mempunyai pandangan bahwa s emua benda menyenangkan hati mereka. Aggivesana. "Selain dari itu. Itulah tiga jenis perasaan yang tidak kekal dan timbul oleh sesuatu sebab dan di lahirkan oleh sebab. i a telah melepaskan ketiga pandangan tersebut. tetapi ia tidak menganutnya dan juga tidak m elekat kepada salah satu dalil. Bhikkhu yang demikian itu tidak mungkin akan b ertengkar lagi mengenai sesuatu pandangan. mereka tidak tertarik kepada apa pun juga. Pandangan kelompok ketiga ialah condong ingin memiliki beberapa benda-benda dan membenci benda-benda yang lain. ia akan melepaskan diri dari nafsu-nafsu keinginan. seorang bijaksana akan menyingkirkan pandangan it u dan juga tidak menganut pandangan pandangan yang lain." Setelah menjelaskan tentang ketiga pandangan salah tersebut. pandangan yang demikian itu pasti tidak menyenangkan hatimu dan sudah semestinya kamu tidak tertarik lagi kepadanya. ia akan bebas dari kemelekatan. mereka tidak tertarik. sebagai bisul yang terkena anak panah dan menimbulkan kepedihan dan kesakitan. kehidupan suci telah dilaksanakan dan selesailah tugas y ang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih harus dikerjakan u ntuk memperoleh Penerangan Agung. Kelompok ketiga mempunyai pandangan bahwa ada benda-benda yang menyenangkan hati dan mereka tert arik kepada benda-benda tersebut. maka perasaan menyenangkan dan tidak menyenangkan tidak bisa muncul. Kalau perasaan tidak menyenangkan timbul. yang mengetahui hakekat yang sebenarnya. yaitu yang menyenangkan. menyusut. Aggivesana. terdiri atas empat unsur pokok (Mahabhutarupa). dibesarkan dengan m akanan nasi dan sayur-sayuran. Ada kelompok lain berpegang teguh kepada pandangan bahwa semua benda tidak menye nangkan hati mereka. dan api. Pan dangan kelompok kedua condong untuk membenci atau mempunyai pikiran buruk terhad ap benda-benda. mereka tertarik kepada semua benda. perasaan terdiri atas tiga jenis. Perasaan itu ditakdirkan untuk mati kembali. dan hilang sama sekali. Sang Buddha kemudia n memberikan uraian tentang cara bagaimana orang dapat menyingkirkan kemelekatan . kamu dapat melepaskan keinginan terhadap kesenangan-kesenangan i ndria. Kalau melihat semua ini dengan terang. hawa udara. Tanpa nafsu-nafsu keinginan. Terhadap benda-benda lain yang tidak menyenangkan hati. selalu memerlukan wangi-wangian dan sabun untuk m enutupi bau yang menyerang keluar. tid ak menyenangkan. merasa jemu terhadap perasaan yang menyenangkan. Kalau perasaan netral timbul. "Ada kelompok pertapa dan Brahmana. "Tubuh ini.ak merasa tertarik kepadanya. Dengan adanya pertengkaran akan timbul perasaan benci. penderitaan. ia akan bertentangan pendapat dengan mereka yang mempunyai kedua pandangan yang lain itu. Seorang bijaksana melihat bahwa kalau ia mengambil sikap dan mengatakan bahwa in i yang benar dan yang dua itu salah. Dengan adanya pertentangan pendapat akan timbul pertengkaran. yaitu ta nah. Dengan adanya perasaan be nci akan timbul permusuhan." Setelah itu Sang Buddha menguraikan tentang adanya tiga pandangan mengenai hal t ersebut." "Kalau begitu. Apa pun dalil keduniawian yang dikemu kakan orang. Dalam batin yang bebas dari kemelekatan akan timbul pengetahuan bahwa batinnya s ekarang benar-benar telah bebas. Kamu harus melihatnya sebagai sesuatu y ang tidak kekal. menc iut. dan netral. Ia berasal dari ayah dan ibu. kamu harus melihatnya sebagai tanpa aku. tidak menyenangkan. Siswa Yang Ariya. Aggivesana." Ia ditakdirkan untuk lapuk dan membusuk. dan selalu harus dibersihkan dan digosok (unt uk membersihkan kotoran yang melekat di kulit). maka peras aan tidak menyenangkan dan netral tidak bisa muncul. maka perasaan menyenangkan dan netral tidak bisa muncul. kamu harus melihatnya s ebagai penyakit. sulit untuk dipertahankan. dan yang netral. Siswa Yang Ariya itu tahu bahwa ini adalah kehi dupannya yang terakhir.

Kalau Sang Buddha dinamakan Dhammaraja (Raja Dhamma) maka Sariputta diberi gelar Dhammasenapati (Jenderal Dhamma). Tempat mereka berkumpul adalah di Veluvanarama (hutan pohon bambu) dan waktu itu tengah hari pada saat purnama sidhi di bulan Magha. 2. Adhicitte ca ayogo. " Artinya: "Janganlah berbuat kejahatan. Setelah khotbah selesai. Dhamma. sungguh indah Bhante. Nibbanam paramam vadanti Buddha. Kusalassa upasampada. Dengan panjang lebar Bhante telah menguraikan Dham ma. dan Sangha. Patimokkhe ca samvaro.5) : "Sabba papassa akaranam. anupaghato. Mendengar khotbah kepada Dighanakha ia berpikir. 3. . seribu dua ratus lima puluh orang Ar ahat datang berkumpul. atau menyalakan api sewaktu keadaan gelap gulita. Mattaññuta ca bhattasmim. Sacittapariyo dapanam. Khanti paramam tapo titikkha. 4. Dighanakha memperoleh Mata Dhamma dan. Semuanya ditahbiskan dengan memakai ucapan "Ehi bhikkhu"." Merenungkan arti yang terkandung dalam khotbah tersebut. a tau membuka apa yang tertutup. Ovada Patimokkha yang diucapkan Sang Buddha adalah sebagai berikut (Dhammapada 1 83.terbebas dari ker agu-raguan terhadap keampuhan dan keunggulan Dhamma. Waktu itu Sang Buddha mengucapkan Ovadda Patimokkha. Pertemuan Besar Para Arahat Ketika Sang Buddha berada di kota Rajagaha. menjelaskannya sebagai seorang yang telah menegakkan apa yang telah roboh. Etam Budhana sasanam. atau menunjukkan jalan kepada yang tersesat. Semoga Sang Bhagava menerima aku sebagai upasaka yang berli ndung kepada Sang Ti-Ratana untuk seumur hidup. Mereka semuanya Arahat dan memiliki 6 (enam) kekuatan gaib (abhiñña). yaitu: 1." Dengan cara-cara inilah Moggallana dan Sariputta memperoleh Penerangan Agung dan menjadi Arahat. "Sang Bhaga va menganjurkan untuk melepaskan ikatan kepada semua benda melalui Kebijaksanaan Tertinggi. Sang Buddha sendiri pernah menerangkan di hadapan para bhikkhu dan bhikkhuni bah wa Sariputta adalah murid-Nya yang terpandai dalam kebijaksanaan dan Moggallana yang terpandai dalam kekuatan gaib.Selama itu Sariputta berdiri di sisi Sang Buddha dengan kipas di tangan dan meng ipasi Sang Bhagava. Ia memuji khotbah yang baru saja didengar dan menyatakan diri sebagai upasaka. Pantham ca sayanasanam. Na hi pabbajjito parupaghati. "Indah. Mereka berkumpul tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Samano hoti param vihethayanto. Aku berlindung kepada Sang Buddha. batinnya terbebas dari semua kekotoran batin dengan jalan menyingkirkan kemelekatan. Pertemuan para Arahat tersebut dinamakan Caturangasannipata atau Pertemuan Besar Yang Diberkahi dengan Empat Faktor. Etam Buddhana sasanam. Anupavado.

dan tahun yang sama. tidak melukai. Tiba di pinggir hutan Nigrodharama. Sang Buddha bersabda. Itulah ajaran semua Buddha. berduyun-duyun datang ke Nigrodharama. Waktu rombongan mendekati Nigrodharama. ib ukota negara Magadha. III. Ia duduk saja dan tidak berdiri untuk menyambut kedatangan ayah-Nya yan g sudah tua dan sangat dihormati oleh seluruh rakyat Sakya. Mengendalikan diri sesuai dengan tata tertib. Beliau bukan pula pertapa yang menyebabkan kesusahan orang lain. setelah mereka menden garkan khotbah Sang Buddha dan mencapai tingkat Arahat. Makanlah secukupnya. Beliau bukan pertapa yang menindas orang lain. menjadi pertapa dan sekarang telah memperoleh Penerangan Agung dan mengaku sebagai Raja Dhamma. Raja dapat melihat anaknya sedang berjalan-jalan di udara dan mer asa sangat kagum. Dan senantiasa berpikir luhur. Berita dengan cepat sampai kepada Raja Suddhodana bahwa Sang Buddha dan rombonga n sedang menuju ke Kapilavatthu. Kalau Aku menyambut mereka dengan tetap du duk di tempat duduk-Ku. yaitu bertemunya kembali Raja Suddho dana dengan anaknya dapat dituturkan sebagai berikut (Mhvu. Sang Buddha merenung. Sang Buddha yang sedang berjalan-jalan di udara setinggi orang dewasa n . Kemudian Kaludayi menyampaikan undangan Raja Suddhodana kepada S ang Buddha untuk berkunjung ke Kapilavatthu. Kaludayi pun mencapai tingkat Arahat. Sang Buddha menerima baik undangan tersebut dan setelah Kaludayi berdiam tujuh hari di Rajagaha. terutama oleh para bhikkhu di Muangthai / Thailand. 114-121). Beliau memerintahkan agar disiapkan tempat untu k rombongan yang akan tiba. Kembali Ke Kapilavatthu Setelah Raja Suddhodana menerima berita bahwa Sang Buddha berada di Rajagaha. Nibbanalah yang tertinggi dari semuanya. Tidak menghina. berangkatlah Sang Bhagava beserta rombongan dua puluh ribu bhikkhu menuju Kapilavatthu. Itulah ajaran semua Buddha. Raja Suddhodana berikut pengiring dengan disertai penduduk Kapilavatthu. kalau sekiranya Sang Tathagata bangun untuk menghormatnya. Hidup dengan menyepi. Kaluday i adalah kawan bermain Pangeran Siddhattha waktu kecil dan lahir pada hari. Raja turun dari keretanya dan bersama-sama dengan pengiringnya berjalan kaki menuju ke tempat tinggal Sang Buddha. yaitu tiap hari ditempuh satu Yojana. Ia mohon untuk diterima sebagai bhikkhu dan Sang Buddha mentahbiskannya dengan memakai kalimat "ehi bhikkhu". Namun utusan-utusan tersebu t 'lupa' untuk menyampaikan undangan dari Raja Suddhodana. 'Su ngguh keterlaluan yang dilakukan Pangeran yang telah meninggalkan tahta. Akhirnya Raja Suddhodana mengutus Kaludayi untuk mengundang Sang Buddha." Peristiwa yang bersejarah ini hingga kini masih tetap dirayakan sebagai Magha-Pu ja. bula n.Perbanyaklah perbuatan baik. Dari kejauhan. Lebih baik Aku terbang setinggi orang dewasa dan berjalan-jalan di udara. Tempat itu terletak di luar kota dan dikenal dengan nama Nigrodharama (hutan pohon beringin). maka Beliau mengirim berturut-turut sembilan orang utusan untuk mengundang Sang Buddha pulang ke Kapilavatthu. "Bangsa Sakya terk enal sebagai bangsa yang tinggi hati.' Tetapi tidak ada ma khluk atau kelompok makhluk yang kepalanya tidak dibelah tujuh. Waktu rombongan tiba. Mengenai peristiwa penting dan menarik ini. Kesabaran adalah cara bertapa yang paling baik. Waktu mendengar Sang Buddha memberikan khotbah. Kaludayi berangkat menuju Rajagaha. Sucikan hati dan pikiranmu. mereka mungkin akan mencela sikap-Ku dan mengatakan. Perjalanan yang jauhnya enam puluh Yojana (1 Yojana = 16 Km) ditempuh dalam waktu enam pul uh hari." Kemudian Sang Buddha terbang ke udara dan berjalan-jalan setinggi orang dewasa.

Satu mukjizat telah terjadi. maka semua peristiwa yang terjadi harus diceritakan oleh Yasodhara. Yang Maha Tahu. kemudian lari dari arah Barat dan lenyap d i sebelah Timur. Tiba-tiba di udara muncul seekor banteng besar dengan tengkuk yang bergetar-getar lari dari a rah Timur dan lenyap disebelah Barat. "Dulu para pelayan tiap hari memandikan dan menggosok-gosok badan anakku dengan minyak kayu cendana yang baunya harum semerbak. "Oh. Setelah itu air memancar dari sebelah atas badan dan api berkobar-kobar dari badan sebelah bawah. "Dulu anakku selalu memakai sandal terbuat dari kain w ol halus yang berjalan di atas permadani yang empuk dan dipayungi dengan payung putih. Dengan penuh kesujudan. Aku telah melepaskan diri dari semua benda dan telah terbeba s dengan musnahnya nafsu-nafsu keinginan. Api berkobar-kobar di badan sebelah atas dan air dingin melalui lima ratus pancaran turun dari badan sebelah bawah. kemudian Sang Buddha terlih at duduk dengan tenang di tempat duduk-Nya. kedua kali waktu aku lihat anakku bermeditasi di bawah Po hon jambu dan ini untuk yang ketiga kalinya. Setelah melakukan Mukjizat Ganda. Yasodhara merasa terharu sekali melihat keadaan Mahapajapati. yaitu Yamakapatihariya atau Mukjizat Ganda.aik lebih tinggi sedikit dan berdiri setinggi pohon palem. tetapi karena tidak dapat melihat . Raja Suddhodana berkata. Sekarang Mahapajapati dapat menya ksikan sendiri peristiwa yang membuat para hadirin bersorak-sorak. Raja Suddhodana menghampiri anaknya dan berkat a. Kemudian muncul lagi dan lari dari arah Utara dan lenyap di sebelah Selatan. Yang hadir bersorak-sorak gembira melihat kemukjizatan tersebut. Tetapi sekarang anakku mengembar a di waktu malam yang dingin dari satu hutan ke hutan yang lain. Apakah kaki anakku tidak pernah merasa sakit?" Sang Buddha menjawab. "Ini adalah untuk ketiga kalinya aku menundukkan kepalaku di bawah kakimu. Dengan mandi dan menyelam dalam air de wata itulah Aku telah tiba di pantai seberang. Orang seperti Aku tak dapat lagi digan ggu oleh perasaan enak dan tidak enak. Hilang sudah keragu-raguan dan sekarang semua hadirin yakin bahwa Pangeran Siddh attha sesungguhnya telah menjadi Buddha. sehingga memb uat hatinya gembira sekali. Tetapi sekarang kaki anakku yang halus dan berwarna tembaga serta penuh g aris-garis ajaib itu harus berjalan di atas rumput kasar. "Aku adalah Sang Penakluk. duri. Mahapajapati matanya buta karena sed ih dan terlalu banyak menangis sewaktu Pangeran Siddhattha meninggalkan istana d an pergi bertapa di hutan Uruvela. tak ternoda oleh kekotoran-kekotoran batin di dunia ini. Sekarang siapak ah yang memandikan anakku dengan air bersih dan menyegarkan apabila anakku meras a lelah?" Sang Buddha menjawab. Yaso dhara menampung dengan kedua tangannya air yang keluar dari badan Sang Buddha se waktu melakukan Mukjizat Ganda. pertama kali waktu seorang pertapa meramalkan bahwa anakku kela k akan menjadi Buddha. dan batu kerikil . Sedikit demi sedikit Mahapajapati dapat melihat kem bali sehingga penglihatannya pulih seluruhnya. Dengan air itu Yasodhara membasahi dan mencuci m ata Mahapajapati berulang kali disertai doa semoga air itu dapat mengembalikan p englihatan Mahapajapati. Kemudian menuruti bisikan hatinya. sehingga dapat diliha t oleh segenap yang hadir. Setelah pemandangan yang di atas lenyap sama sekali. murni adalah arus air yang datang dari pantai kebajikan yang tak t ernoda dan dipujikan oleh para bijaksana. Raja Suddhodana menanyakan apakah sekarang Sa ng Buddha baik-baik saja." Raja Suddhodana berkata. Kemudian mereka semua berlutut memberi hormat kepada Sang Buddha. sel anjutnya lari dari sebelah Selatan dan lenyap di sebelah Utara. Sang Buddha kemudian menghilang. Waktu itu hadir juga Yasodhara yang menuntun Mahapajapati. Baginda. oh Yang Maha Tahu. . Pada waktu itulah Sang Buddha mempertontonkan kekuatan gaib-Nya yang hanya dapat dilakukan oleh seorang Buddha. Dengan kedua t angan dirangkapkan di depan dada. Mahapajapati mendengar hadirin bersorak-sorak.

"Dulu. ma kan hidangan asin atau tidak asin. Ketetapan hati. dengan dilengka pi jendela putar yang serasi. "Dulu. Sungguh aneh anakku berbuat seper ti ini. Tetapi sekarang anakku dengan tanpa perasaan muak." Raja Suddhodana berkata." Sang Buddha menjawab. dan juga para Penakluk tidak menghiraukan apakah yang diterimanya menyenangka n atau tidak menyenangkan. makan yang lembut dan kasar. di tempat ini pun yang dihuni oleh manusia terdapat para Brahma dan Dewa Agung yang senantiasa mengikuti petunjuk-petunjuk-Ku dan lagi pu la Aku dapat pergi kemana pun yang Kukehendaki." Raja Suddhodana berkata. Dengan terbebas dari duka cita dan kese dihan. dengan bumbu atau tanpa bu mbu. "Seperti juga Buddha-Buddha dari zaman dulu dan Buddha-Buddha di zaman yang akan datang. anakku tinggal di istana yang kamarnya (di lantai atas) menyerupai tempat kediaman para dewa dan diterangi oleh sekumpulan kunang-kunang. Apakah tubuh Yang Maha Bijaksana tidak merasa sakit?" Sang Buddha menjawab. "Para Penakluk. (melaksanakan med itasi) dan Anurakkhana (menjaga watak sendiri) adalah kuda-kuda-Ku. para penyanyi selalu menyanyikan lagu-lagu yan g anakku senangi. namun anakku lebih senang berjalan kaki dari satu kerajaan ke kerajaa n lain. anakku adalah orang yang paling bercahaya di antara orang-orang dari suku Sakya. Dan rupanya a nakku menyukainya. sebuah pusaka. Selalu tersedi a makanan yang lezat-lezat dengan bumbu yang terpilih. orang seperti Aku tidak akan tidur dengan tidak nyenyak. yang pakai bumbu atau yang tidak pakai bumbu dengan pikiran yang terkendali guna kepentingan dun ia ini. Sang Tathagata. maka Aku. "Kekuatan gaib adalah kereta-Ku. Aku selalu menjaga batin-Ku agar selalu berbelas-kasih kepada semua makhl uk. Padhana yang terdiri atas Sanvara (pengekangan diri dar i nafsu-nafsu). Pahana (melenyapkan kekotoran batin). Kaki dipan terbuat dari emas dan dibalut de ngan untaian bunga yang harum semerbak. anakku tidur di dipan tinggi yang dilapisi kulit kambing hutan dengan ban tal yang empuk dilapisi sutra halus."Sewaktu anakku masih memakai kain buatan Benares dan memakai baju bersih yang b erbau wangi bunga teratai dan cempaka. Seorang diri Aku mengembara ke tempat-tempat yang jauh. Tetapi sekarang anakku memakai pakaian dari kain kasar yang terbuat dari serat kayu merah. Sekarang anakku memakai rumput dan daun-da unan sebagai kasur dan tidur di atas tanah yang kasar dan berbatu. dan sebuah lambang kerajaan. sebagaimana layaknya disa jikan kepada seorang raja. "Sekarang." Sang Buddha menjawab. oh Baginda. "Dulu. sebagaimana dewa Sakka yang paling berca haya di antara dewa-dewa di langit." Sang Buddha menjawab. apakah anakku tidak lelah?" Sang Buddha menjawab. Semua duk a cita dan kesedihan telah Kutinggalkan." Raja Suddhodana berkata." Raja Suddhodana berkata. Bhavana. tempat tidur atau makana n. kuda yang terkenal paling bagus dan paling cepat di seluruh negeri selalu me nyertai anakku. Lagipula Kantha ka. kereta perang. sebatang pedang. kasar atau lembut. kebijaksanaan dan pikiran yang terpusat adalah sais-Ku. dimana pelayan wanita yang memakai perhiasan dan k alungan bunga menunggu dengan sabar kata-kata yang akan keluar dari mulut Tuanny a. "Oh. "Dulu. Baginda. oh Baginda. Meskipun hingga kini masih tersedia kereta. Dan anakku adalah orang yang bercahaya di antara orang-orang d . kuda dan gajah. tidak menghiraukan pakaian. Coba katakan." Raja Suddhodana berkata. sedang lantai ditutup dengan permadani y ang terbuat dari bahan wol dan kapas. diiringi musik yang merdu. kereta yang mahal dan bergemerlapan dengan emas dan tembaga selalu tersed ia untuk dipakai dan kemana pun anakku pergi selalu ikut serta sebuah payung put ih. Sungguh aneh anakku berbuat hal seperti itu. "Dulu anakku makan dari piring perak dan minum dari mangkuk emas.

"Apa? kebiasaan kita? Bagaimana mungkin?! Tidak pernah seorang anggota keluarga kita minta-minta makanan seperti ini. Raja Suddhodana kemudian menegur. dimana pada malam hari binatang buas berkeliaran mencari mangsa. Penduduk kota Kapilavatthu menjadi heboh sekali. se perti angin tidak dapat dijerat oleh jala. Karena itu. putra dari seorang Raja yang masih memerintah. Apakah anakku tidak takut? Coba terangkan hal i ni kepadaku." Selesai percakapan ini. selalu dijaga oleh pengawal bersenjata yang mahir menggunakan pedan g. seperti seekor singa tidak takut kepada suara." Setelah Raja Suddhodana tetap mendesak agar Sang Buddha beserta pengikut-Nya men gambil makanana di istana. berjalan keliling mengumpulk an makanan. Memang sering mereka l ihat seorang pertapa atau Brahmana berjalan berkeliling mengumpulkan makanan dar i penduduk." Sang Buddha menjawab. Dan anakku mengatakan bahwa ini sudah menj adi kebiasaan kita?" "Oh. dapat merasa takut?" Raja Suddhodana kembali bertanya. Aku sekarang bercahaya di antara bhi kkhu-bhikkhu seperti Brahma di antara dewa-dewa di langit. di istana. oh Baginda. kalau saja anakku tidak melepaskan tujuh rupa pusaka (lam bang seorang Raja) dan menjadi seorang pertapa. "Sebenarnya seluruh dunia bisa menjadi tanah milikmu dan seribu orang anak dapat pula menjadi milikmu. Hal ini memang sudah menjadi kebiasaan kami. tetapi ini adalah kebiasaan para Buddha. Seorang diri Aku berkelana. di hutan anakku seorang diri berada di tengah-tengah teriaka n burung hantu dan jeritan anjing-anjing hutan. tetapi baru sekarang ini mereka menyaksikan seorang dari kasta Khatt iya. "Dulu." Raja Suddhodana berkata. Hal ini segera diberitahukan kepada Raja Suddhodana dan Raja menjadi terkejut da n malu sekali. kamar anakku yang menyerupai tempat kediama n para dewa. Karena tidak mendapat undangan makan di istana. "Aku sekarang menyanyikan lagu dengan khotbah dan pembabaran Dhamma dan terbebas karena memperoleh Kebijaksanaan Tertinggi. "Meskipun semua gerombolan Yakka datang bersama gajah-gajah liar yang mengarungi hutan belantara. oh Baginda." jawab Sang Buddha dengan tenang. Tetapi sekarang." Sang Buddha menjawab." Sang Buddha menjawab.ari suku Sakya. tempat dulu ia sering mondar-mandir dengan m enggunakan kereta emas? Mengapa anakku membuat malu ayah seperti ini?" "Aku tidak membuat ayah malu. Lagipula sekarang Aku memiliki Delapan Mustika yang tid ak ada bandingannya di dunia ini. sebagaimana Dewa Sakka yang paling bercahaya di antara dewa-dewa di langit. maka pergilah Sang Buddha beserta rombongan menuju ke istana . tetapi makhluk-makhluk itu tidak akan mengganggu walaupun sele mbar rambut-Ku karena Aku telah menyingkirkan semua perasaan takut. oh Yang Maha Kuat. bagaimana Anda dapat katakan bahwa Sang Penakluk. maka keesokan harinya Sang Buddh a bersama-sama dengan pengikutNya memasuki kota Kapilavatthu untuk mengumpulkan makanan. Semua Buddha di zaman dulu hidup dengan jalan mengumpulkan makanan dari para penduduk. memang ini bukan merupakann kebiasaan seorang anggota keluarga ker ajaan. Pemimp in yang tidak dipimpin oleh siapa pun. "Sekarang pun seluruh dunia masih tetap menjadi milik-Ku dan Aku tetap masih mem iliki ribuan orang anak. Baginda. "Mengapakah anakku melakukan perbuatan yang sangat memalukan ini? Mengapa anakku tidak datang saja ke istana untuk mengambil makanan? Apakah pantas seorang putr a Raja minta-minta makanan di kota. Raja Suddhodana memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seora ng Sotapanna. seorang pertapa yang selalu waspada dan tidak tergoy ahkan oleh celaan atau pujian. Dengan tergesa-gesa Raja keluar dari istana dan pergi menemui San g Buddha. Justru karen a tanpa perasaan takut itulah Aku menang dan berhasil keluar dari lingkaran tumi mbal lahir.

aku akan memberi Beliau penghormatan yang layak. "Bukan di kehidupan ini saja. "Oh. oh Baginda. Sungguh bajik menantuku Yasodhara ini. Putri segera memerintahkan semua pelayannya memakai baju kuning untuk memberi hormat selamat datang kepada Sang Buddha. marilah kita pergi menjenguknya. Waktu tiba di depan kamar. Yasodhara ada di kamarnya. dengan cepat Putri Yasodhara menyambutnya sa mbil berlutut dan memegang kaki Sang Buddha. dan dipuja oleh d emikian banyak orang. lebih baik aku tunggu saja dan lihat apa yang ak an terjadi." "Kalau begitu." kata Sang Buddha. Pada suatu hari mereka sedang bersuka ria di dekat sungai kecil dengan bernyanyi . Sang Buddha berdiri diam saja dan dengan batin yang waspada memancarkan gaya-gay a kasih sayang dan belas kasih kepada Putri yang sedang menangis memegangi kakiNya. waktu Putri mendengar bahwa anakku memakai jubah kuning. Putri pun tidak lagi memakainya. Jangan berkata apa-apa atau melarangnya. Tetapi Yasodhara berada di kamarnya dan berpikir. seperti di bawah ini: "Dalam salah satu kehidupan yang lampau. Setelah Sang Buddha memasuki kamar. apakah pantas kalau aku sekara ng datang menemuinya? Aku rasa. Sang Bodhisatta dilahirkan sebagai seek or Kinnara (burung dengan kepala manusia) bernama Canda. Mereka semua merasa gembira sekali dapat bertemu lagi dengan Sang Pangeran yang dicintai dan kagum melihat Sang Pan geran. berduyun-duyun orang. dicintai. P utri pun memakai baju kuning. Kemudian Putri Yasodhara melepaskan rasa rindunya dengan meletakkan kepalanya di atas kaki Sang Buddha dan menangis tersedu-sedu sehingga kaki Sang Buddha basah dengan air mata. yang dulu pernah mengenal Pangeran Siddhattha. Beliau sekarang termasuk gol ongan Buddha. membersihkan kaki Sang Buddha yang basah dengan air mata untuk kemudian dengan hormat mempersilak an Sang Buddha dan Raja Suddhodana mengambil tempat duduk masing-masing yang sud ah disediakan. waktu keluarganya mengir im pesan bahwa mereka bersedia menanggung semua keperluan hidupnya. dan setia kepada-Ku. waktu Putri mendengar bahwa. waktu mendengar bahwa anakku makan hanya satu kali sehari. Sang Buddha berpesan ke pada ayahNya. Putri yang sedang menangis." Kemudian Sang Buddha menceritakan Candakinnara Jataka. Putri tidak menggubrisnya sama sekali. "Biarkan saja Yasodhara memberi hormat kepada-Ku sebagaimana yang dikehendaki. Setelah Putri sendiri juga mengambil tempat duduk. "Pangeran Siddhattha sekarang sudah mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha. Karena itu. juga dalam kehidupan-kehidupan yang la mpau Yasodhara selalu melindungi berbakti. yang hidup di Gunung Hi mava dengan istrinya yang bernama Canda. Raja Suddhodana berkata kepad a Sang Buddha. "Di manakah Yasodhara?" Raja Suddhodana menjawab. Setelah lewat beberapa waktu. waktu mendengar bahwa anakku ti dak tidur di dipan yang tinggi dan mewah." Sang Buddha menjawab. Kalau Beliau datang menemuiku." Waktu Putri Yasodhara diberi kabar tentang kedatangan Sang Buddha. Apakah pantas bila aku datang menemuinya? Beliau pasti tidak dan j uga tidak mungkin membutuhkanku lagi." Setelah berbicara dengan para pengunjung-Nya untuk beberapa waktu lamanya. yaitu kisah tentang kehid upan-Nya yang lampau bersama-sama Yasodhara. Putri pun makan hanya satu kali sehari. Sang Buddha bertanya. anakku tidak lagi memakai untaia n bunga dan wewangian.BAB IV MASA MENYEBARKAN DHAMMA Putri Yasodhara Setelah Sang Buddha beserta rombongan selesai makan tengah hari. "Yang Maha Bijaksana. dihormat. Sang Buddha menyerahkan mangkuk-Nya kepada Raja Suddhodana dan berjalan di muka menuju kamar Putri Yasodhara. datang menemuinya untuk se kedar berbincang-bincang dan memberi hormat. yang sekarang sudah menjadi Buddha. Putri pun tidur di atas dipan yang ren dah dan sederhana.

Hari itu Raja Suddhodana mencapai tingkat kesucian Sakadagami dan Putri Pajapati menjadi seorang Sotapanna. Pangeran Nanda Pangeran Nanda adalah seorang saudara tiri Pangeran Siddhattha. cepa t-cepatlah pulang. "Mau. Sang Buddha datang di tempat upacara. istrimu atau monyet betina itu?" "Bhante. Di buku-buku suci Ti Pitaka (lihat D. maka Raja Suddhodana ingin me nobatkan Pangeran Nanda yang berumur 35 tahun. apabila engkau bersedia menjadi permaisuriku. Pada hari ketiga Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu. telah menjadi seorang pertapa. Bhante. " Engkau tak usah bersedih atas kematian suamimu. dan dianggap sebagai Putri da ri Dandapani. jangan pergi terlalu lama. Canda ialah yang sekarang dilahirkan sebagai Pangeran Siddhattha da n Canda ialah Putri Yasodhara. Setelah ditahbiskan. adik dari Ratu Maya. aku sebenarnya menyesal. Karena Pangeran Siddhattha.N hal 741). Bhikkhu ini kemu dian pergi melaporkan peristiwa tersebut kepada Sang Buddha. memeluk mayat suamin ya dan menangis tersedu-sedu. Aku tidak menyukai kehidupan sebagai bhikkhu. Raja Benares datang menghibur dengan mengatakan. sehingga menggerakkan hati Raja Dewa Sakka. Nanda merasa menyesal dan menderita sekali karena terus mem ikirkan istrinya yang cantik. melihat suaminya mengikuti Sang Buddha dan berpikir." Mempelai wanita. Pangeran Nanda mengembalikan mangkuk kepada Sang Buddha. "Suami saya mungkin pergi ke vihara dan akan pamitan setelah tiba di sana. memb eri berkah kepada semua orang yang hadir dan kemudian pamitan pulang setelah mem beri mangkuk-Nya kepada Pangeran Nanda. yaitu anak dari Putri Pajapati. Putri Janapada Kalyani." jawab Nanda. putra mahkota d ari Kerajaan Sakya. Agama Buddha aliran Utara lebih menyukai nama Yasodhara. "Kekasihku. Bimbasundari. Dengan menyamar sebagai seorang Brahmana." Tiba di vihara. Aku mempersembahkan segenap cint aku dan seluruh isi kerajaanku.P. Bhaddakacca dan Subhaddaka. Dewa Sakka turun ke dunia dan menghidupkan ke mbali Canda. apakah engkau mau menjadi bhikkhu?" Pangeran Nan da menjawab. tetapi sering juga meny ebutnya sebagai Bimba. Raja memanah Canda dan matilah Canda. "Nanda. Pangeran Nanda berpikir.-nyanyi dan menari-nari. sebagai putra mahkota menggantika n kedudukan Pangeran Siddhattha." Karena itu Putri berpesan. dan Bimba." Canda tidak menghiraukan hiburan Raja Benares dan terus meratap dan menangis sam bil memprotes kepada para Dewata Agung yang membiarkan suaminya mati dibunuh ora ng. Istrinya. coba katakan." Sang Buddha kemudian mentahbiskannya menjadi bhikkhu ." . "Mengapakah Anda kelihatannya begitu sedih?" "Saudara. Bhaddakaccanna. Aku ingin melepaskan jubah dan pulang ke istana. Pada waktu itu Raja Benares sedang berburu di hutan dan melihat Canda sedang bernyanyi dan menari. Kemud ian Pangeran Nanda berpikir. Bimbadevi. Beliau menciptakan seekor monyet betina dan b eberapa bidadari dan bertanya. Hal ini dilihat oleh bhikkhu lain yang kemudian me negurnya. Janapada Kalyani dapat diumpamakan sebagai monyet betina kalau dibandin gkan dengan para bidadari. Seketika itu Raja jatuh cinta kepada nya. Sang Bu ddha kemudian bertanya. Raja Suddhodana mengundang Sang Buddha untuk menghadiri upacara yang penting tersebut dan memberkahi kedua mempelai. "Sang Buddha akan mengambil kembali mangkuk-Nya di pintu pagar istana. Raja Suddhodana ingin pul a menikahkan Pangeran Nanda dengan Putri Janapada Kalyani dan memberikan sebuah istana untuk tempat tinggal kedua mempelai." Tetapi Sang Buddha terus berjalan ke luar. Demikian keras protes Canda. Canda. "Nanda. Pada waktu yang sama. "Sang Bhagava akan mengambil kembal i mangkuk-Nya di pintu istana. manakah yang lebih cantik. Sang Buddha berjalan ke luar istana dengan diikuti Pangeran Nanda yang membawa m angkuk Sang Buddha. makan hidangan yang telah disediakan. Yasodhara sewaktu-waktu diseb ut sebagai Rahulamata. Sang Buddha memangg il Nanda dan dengan kekuatan gaib.

Pangeran Rahula Pada hari ketujuh Sang Buddha di Kapilavatthu. aku adalah Pangeran Rahula. sedih dan sakit sekali. " Waktu dulu anakku meninggalkan istana membuat aku sedih. Kemudian Sang Bud . aku kelak akan menja di raja." Tidak ada orang yang mencoba menghalang-halangi dan Sang Buddha sendiri juga mem biarkan saja Rahula merengek-rengek sambil terus mengikuti jalan di samping-Nya. Raja Suddhodan a menjadi sedih sekali. aku ingin memiliki harta pusaka. Mendengar berita bahwa Rahula telah ditahbiskan menjadi samanera. Ananda Setelah Sang Buddha beberapa lama diam di Kapilavatthu. Sang Buddha minta kepada Sariputta untuk mentahbiskan Rahula men jadi Samanera. berikanlah kepadaku warisan. Raja Suddhodana menc apai tingkat kesucian Anagami. Dari jend ela itu mereka dapat melihat Sang Buddha sedang makan siang." Selesai makan siang. Raja lalu pergi menemui Sang Buddha dan dengan sopan menegur dengan kata-kata."Bergembiralah." Tiba di vihara. Rahula men gatakan apa yang tadi dipesankan oleh ibunya. Putri Yasodhara kem udian bertanya kepada Rahula. Ayah banyak memiliki harta. Sang Buddha meninggalkan istana dan Rahula mengikuti sambil terus merengek-rengek. tidak lagi diketahui apa yang terjadi deng an harta tersebut. Beliau punya banyak harta pusaka . Kemudian ia menambahkan. Setelah ayahmu meninggalkan istana. yaitu satu orang dari setiap keluarga. Aku mohon diberi harta pusaka. "Anakku sayang. Sekarang Rahula dibawa kemari dan dita hbiskan menjadi samanera. Pergilah kepadanya dan mintalah hadiah sambil berkata. Nanda. "Ayah. dengan segala senang hati aku ingin terus menjadi bhikkhu. Dengan demikian ia akan mewari si harta pusaka yang paling mulia. berikanlah aku harta pusaka. Yasodhara tak dapat lagi menahan air matanya yang menitik keluar dan berkata. "Rahula minta warisan harta pusaka ayahnya. Aku jamin bahwa engkau akan memiliki bidadari tersebut. Ayah." jawab Nanda. 80. pertapa yang kulitnya kuning emas itu dan kelihatannya sebagai Brahma d ikelilingi oleh ribuan murid-Nya adalah ayahmu. Aku sangat menyesal dan tidak senang akan apa yang tel ah terjadi.000 orang telah ditah biskan menjadi bhikkhu. tahukah engkau siapa orang itu?" "Beliau adalah Buddha. Sang Buddha berpikir. ba hkan bayangan Ayah membuat hatiku senang. Lebih baik Aku memberinya warisan yang berupa Tujuh Faktor Penera ngan Agung yang Aku peroleh di bawah pohon bodhi." Pangeran Rahula yang masih murni dan belum tahu apa-apa pergi mendekati Sang Bud dha dan sambil memegang jari tangan Sang Buddha dan menatap muka-Nya." "Kalau begitu. Ibu. setelah mendengarkan khotbah Sang Buddha. karena seorang anak adalah pewaris dari apa yang menjadi milik ayahnya. Keesokan harinya. aku mohon dengan sangat. "Ayah. Kalau aku kelak menjadi Raja. Waktu Nanda meninggalkan istana hatiku menjadi hancur dan menderita sekali. "Sayang. Ia kemudian dengan tekun mengikuti semua petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh S ang Buddha dan dalam waktu singkat mencapai tingkat kesucian yang tertinggi dan tidak lagi mempunyai keinginan untuk kembali ke istana. "Ayah. Putri Yasodhara mendandani Panger an Rahula dengan pakaian yang bagus dan mengajaknya ke sebuah jendela." Sang Buddha menyetujui permohonan Raja Suddhodana dan mulai hari itu tidak menta hbiskan bhikkhu atau samanera tanpa terlebih dulu mendapat izin dari orang tuany a. aku akan menjadi raja -di-raja. b ila saja engkau mau bekerja keras." jawab Rahula. Tiba di taman. Aku mohon dengan sangat agar mulai hari ini tidak lagi ada seorang b hikkhu atau samanera yang ditahbiskan tanpa izin dari orang tuanya. Kemudian aku mencurahkan cinta dan perhatianku kepada cucuku Rahula dan mencinta i melebihi cintaku kepada siapa pun juga. tetapi semua harta dunia penuh denga n penderitaan.

3. Tetapi semua nya ditolak. "Kalau S ang Bhagava memang memerlukan Ananda sebagai pembantu tetap. maka Sang Bud dha harus memenuhinya. untuk memohon kepada Sang Bhagava agar dapat diterima menjadi pembantu tetap. Ananda mencapai tingkat kesucian Sotapanna dan Devadatta tidak men capai tingkat kesucian. "Ananda. yaitu untuk menolak emp at hal dan meluluskan empat hal lainnya. supaya ia boleh membawanya mengha dap kepada Sang Buddha. Semua murid utama-Nya yang terdiri dari delapan puluh Arahat. Kimbila. 2. Dev adatta. Sang Bhagava boleh mengatakan-Nya. Ananda. Selama 20 tahun setelah mencapai Penerangan Agung. Nagita. Empat hal yang Ananda mohon supaya ditolak adalah: 1. Bhaddiya. Sang Buddha berhenti di hutan mangga Anupiya dan di te mpat itu Beliau dikunjungi oleh Anuruddha. apabila i a merasa ada sesuatu yang diragu-ragukan. 2. maka hadiah tersebut tidak boleh diberi kan kepada Ananda. maka orang akan bercerita bahwa Ananda menjadi pembantu tetap karena in gin mendapat jubah bagus." Baru setelah itulah Ananda menawarkan diri untuk menjadi pembantu tetap asal saj a Sang Buddha berkenan meluluskan delapan permintaannya. meskipun tidak teratur. 3. Kalau Sang Buddha menerima undangan pribadi. Sewaktu dalam perjalanan. Para Arahat kemudian menganjurkan Ananda. Atas kemauan sendiri engkau dapat menj adi pembantu tetap Sang Buddha. maka jubah itu ti dak boleh diberikan kepada Ananda. Pada suatu hari dalam khotbah-Nya di Rajagaha. Radha. Apabila Sang Buddha menerima pemberian jubah yang bagus. menawarkan diri untuk menjadi pembantu tetap. maka undangan itu tidak terma suk untuk dirinya. dan samanera Cunda membantu dan melayani Sang Bhagava (Buddha). dan tukang pangkas rambut mereka yang bernama Upali. Setiap hari secara bergantian bhikkhu Nagasamala. orang akan bertanya-tanya. 4. Sang Buddha belum mempunyai s eorang pembantu tetap. Ananda mengatakan kalau Sang Buddha melakukan satu dari empat hal yang tersebut di atas. Empat hal yang Ananda mohon Sang Buddha menerimanya : 1. S agata. Bahwa Ananda tidak boleh diminta untuk tidur di kamar pribadi Sang Buddha yang harum baunya (Gandhakuti).dha dengan rombongan berangkat ke Rajagaha. Kalau Ananda menerima sebuah undangan atas nama Sang Buddha. jangan membiarkan orang lain menganjurkan engkau untuk memohon pekerjaan tersebut. tetapi memperoleh kekuatan gaib yang luar biasa yang ter tinggi yang dapat dicapai seorang manusia. Ananda dilahirkan pada hari. Apa pun juga yang Sang Buddha khotbahkan sewaktu ia tidak hadir. Kalau hal ini tidak diperkenankan. tempat tinggal yang menyenangkan dan aga r bisa ikut serta kalau Sang Buddha mendapat undangan. apa sebenarnya fae . 4. supaya Sa ng Buddha bersedia mengulangnya kembali. seperti Sari putta dan Moggallana. makanan enak. Kalau Sang Buddha menerima hadiah. Sang Bhagava menyinggung tentang perlunya ditunjuk seorang pembantu tetap karena merasa usia-Nya yang sudah menin gkat. Dikisahkan bahwa lima orang dari mereka dalam waktu singkat mencapai tingkat kes ucian Arahat. Jawaban Ananda dalam hal ini sungguh menarik sekali. bulan. Kalau ada orang datang dari tempat jauh. dan Meghiya. yang selama itu diam saja . Sunakkhata." Kemudian Sang Buddha berkata. Bhagu. Setiap waktu ia diperbolehkan untuk bertanya kepada Sang Buddha. Ananda mengatakan. Upavana. dan tahun yang sama dengan Sang Buddha dan t erkenal sekali karena sumbangannya untuk kemajuan dan perkembangan Buddha Dhamma .

Ayahnya seorang jutawan yang bernama Suman a. dibagi dua dan kemudian mereka mendirikan dua buah stupa sebagai penghormatan kepada An anda. Ananda mencapai tingkat Arahat tiga bulan setelah Sang Buddha mangkat. membersihkan kamar-Nya dan hal-hal lain lagi. maka Ananda mempunyai kesempatan istimewa un tuk mendengarkan semua khotbah Sang Buddha. Dibantu dengan ingatan kuat yang dim ilikinya. mengikuti-Nya sebagai sebua h bayangan. sedangkan Upali mengulang tata tertib (Vinaya) para bhikkhu da n bhikkhuni. Ananda adalah putra tunggal dari Pangeran Suk kodana. Putri Pajapati berhasil diterima menjadi bhikkhuni oleh Sang Buddha. Tetapi kepercayaannya terhadap Sang Buddha demikian kuat. Anathapindika Anathapindika dilahirkan di Savatthi. Setelah memberikan khotbah kepada para keluarganya yang berkumpul di kedua tepi sungai. sehingga akhirnya tibalah Anathapindika di Sitavana. maka ia diberi nama Anathapindika yang berarti "Pemberi makan orang yang melarat". adik Raja Suddhodana. Culasubhadda. Setelah Sang Buddha setuju dan memberik an anugerah (Vara) berupa Delapan Hak Istimewa tersebut. kakak dari seorang jutawan di Rajagaha mempunyai seorang putra bernama Kala. Di tempat inilah untuk pertama kali Anathapindika bertemu den gan Sang Buddha. Anan da pergi ke tepi Sungai Rohini. kota Rajagaha yang dike tuai oleh Maha Kassapa. Sang Buddha menyapanya dengan memanggil nama pribadinya. Di rumah kakak iparnya di Rajagaha. maka mulai hari itu Ana nda resmi menjadi Buddha-upatthaka (pembantu tetap Sang Buddha). yang menjadi perbatasan antara Kapilavatthu dan negara Koliya. Dan Ananda jugalah. Ananda meninggal dunia pada usia 120 tahun. Justru karena hubungan erat inilah. ia akan mendapat kepercayaan khalayak ramai dan mereka tahu bahwa Sang Buddha mempu nyai kepercayaan besar terhadap dirinya. Lagipula seorang makhluk halus (yakkha) bernama Sivaka yang baik hati mem beri ia semangat. Setelah diberitahu bahwa semua hidangan itu disiapkan untuk menerima kedatangan Sang Bu ddha. Waktu ia berangkat ke Sitavana. atas perintah Sang Buddha merancang jubah bhikkhu dengan men gambil contoh sawah-sawah di Magadha. serta tiga ora ng putri bernama Mahasubhadda. Dem ikian mewahnya hidangan yang sedang disiapkan. Me mikirkan kunjungan ini membuat Anathapindika demikian tegang.dah dari pengabdian tersebut. hatinya merasa takut se kali sehingga ia menggigil. satu di Kapilavatthu dan satu lagi di negara Koliya. Hanya kalau delapan permohonan ini dikabulkan. Patut pula dicatat sebagai jasa Ananda bahwa berkat sokongannya yang kuat. Pada hari akan meninggal dunia. Ananda berjalan ke tengah Sungai Rohini dan di situlah da ri tubuhnya keluar api yang membakar badan jasmaninya. sehingga dari tubuhnya keluar cahaya yang menerangi jalan yang harus dilal uinya. Selama 25 tahun lamanya Ananda melayani Sang Buddha. Ananda mengulang khotbah-khotbah (Su tta) Sang Buddha. menemani ke manapun Sang Buddha pergi. Seperti diketahui di halaman muka. Ia bermaksud untuk mengunjungi Sang Buddha pagi-pagi sekali keesokan harinya. maka timbul hasrat dalam dirinya untuk mengunjungi Sang Buddha. dan Sumana. Di sidang tersebut. yaitu pad a hari pembukaan Sidang Agung Pertama di Goa Sattapanni. waktu Anathapindika berkunjung ke Rajagaha untuk urusan dagang. mengambilkan air. Keluarganya di kedua tepi sungai mengumpulkan abu sisa badan jasmaninya. Nama sebenarnya adalah Sudatta. Istrinya bernama Punnalakkhana. Kemudian Sang B . yang menjadi per mulaan berdirinya Sangha Bhikkhuni. sehingga ia berpikir barangkali a da pesta pernikahan atau mungkin untuk menerima kedatangan seorang Raja. tetapi karena kedermawanannya dan selalu bers edia menolong orang yang melarat. Pada suatu hari Sang Buddha tiba di hutan Sitavana dalam perjalanan dari Kapilav atthu ke Rajagaha. mencuci kaki-Nya. sehingga malam itu ia terbangun sampai tiga kali dari tidurnya. ha ri masih gelap. Pada wakt u itu Sang Buddha sedang jalan hilir mudik sambil menghirup udara pagi hari yang segar. maka Ananda dapat mengulang semua khotbah Sang Buddha. Ketika hendak melintasi tanah pekuburan. Karena itu Anan da juga dinamakan Bendahara Dhamma (Dhamma-bhandagarika). ia melihat bahwa jutawan dari Rajagaha ini sedang sibuk mempersiapkan hidangan untuk Sang Buddha dan para pengikut-Nya.

" "Saya mengerti. Karena Anathapindika terus mendesak. taman-taman. Sugata. maka kemudian dikenal Anandab odhi. Tetapi Pangeran Jeta men jawab bahwa tamannya tidak dijual. Dengan tidak pikir panjang. saya mengerti. Ia ingat ke pada taman Pangeran Jeta yang memenuhi syarat yang dikemukakan Sang Buddha. Selesai makan siang yang ia layani sendiri. Tiap hari Anathapindika memberi makan kepada seratus orang bhikkhu dan menyediak an juga makanan untuk para tamu. menikah dan k emudian mengikuti suaminya. Anathapindika segera menyuruh pelayannya untuk menge luarkan uang emas dari gudang hartanya dan menutupi taman dengan mata uang emas. Di pihak lain. ia meninggalkan pesan kepada sah abat-sahabat dan kenalan-kenalannya agar menyiapkan tempat tinggal. Atas saran Sang Buddha. ketika Sang Buddha sedang berkeliling. Ia m enghubungi Pangeran Jeta dan mengutarakan maksudnya untuk membeli tanah tersebut bagi tempat tinggal Sang Buddha dan para pengikut-Nya. oh kepala keluarga. Ketiga putrinya juga semua turut membantu ayahn ya mengurus segala kebutuhan para bhikkhu. Waktu mau pamitan pulang. Sepanjang jalan dari Rajagaha ke Savatthi. Lima ratus tempat duduk selalu siap di rumahnya untuk menerima siap a saja yang datang. Oleh karena itu bersam a-sama penduduk Savatthi lain ia minta kepada Ananda untuk membuat tempat di man a mereka dapat memuja dan memuliakan nama Sang Buddha. khususnya pada waktu Beliau sudah berusia lanjut dan di vihara inilah Sang Buddha memberikan khotbah-Nya yang terbanyak. Kalau datang ia selalu membawa hadiah-hadiah untuk para bhikkhu muda dan samanera. "Para Tathagata. Dayak a berarti penyokong Sang Buddha. Putri pertama dan kedua telah mencapai tingkat kesucian Sotapanna. Tetapi menjelang semua tanah akan tertutup dengan mata uang emas. Anathapindika merasa se dih sekali karena tidak ada sesuatu yang dapat dipujanya. Anathapindika diberi gelar "Pemimpin para Dayaka". Seisi rumahnya berpegangan teguh kepada Pañca-Sila dan pada hari-hari Uposatha (ta nggal 1.uddha memberikan uraian Dhamma yang membuat Anathapindika menjadi seorang Sotapa nna. Setiba di rumahnya. Anathapindika sibuk mempersiapkan sendiri semua kebutuhan un tuk keesokan harinya dan menolak tawaran kakak iparnya dan Raja Bimbisara yang i ngin membantunya. s atu cangkokan dari pohon Bodhi di Gaya ditanam di dekat pintu-masuk Jetavanarama . Anathapindika mencari sebidang tanah yang luas dan sunyi untuk membuat tempat tinggal bagi Sang Buddha dan para pengikut-Nya. Dikisahkan bahwa Sang Buddha berada di vihara Jetavanarama tersebut selama sembi lan belas vassa. Anathapindika mengundang Sang Buddha untuk keesokan ha rinya makan siang di rumahnya. tiba-tiba Pan geran Jeta datang dan minta agar sisa tanah yang belum tertutup uang emas diangg ap sebagai sumbangan Pangeran Jeta kepada Sang Buddha. Ia tidak menikah dan t . 14/15. Mengetahui bahwa Sang Buddha menerima tawaran untuk ber-vassa di Savatthi. Anathapindika meng undang Sang Buddha untuk ber-vassa (istirahat musim hujan) di Savatthi. maka akhirnya ia setuju menjual tamannya asalkan saja Anathapindika sanggup menutupi taman tersebut deng an uang emas. Putri yang ketiga memperoleh tingkat kesucian Sakadagami. Setelah menyelesaikan urusan dagangnya di Rajagaha Anathapindika pulang ke Savat thi. Pada suatu waktu. Anathapindika dua kali sehari mengunjungi Sang Buddha dan sering membawa banyak sahabatnya. Karena penanaman pohon ini dihadiri oleh Ananda. meskipun Anathapindika sanggup membayar sepul uh juta uang emas. 22/23 menurut penanggalan bulan) mereka berpuasa. Sang Buddha sendiri sering m emberikan uraian Dhamma kepadanya. Sang Bud dha menerimanya dengan mengatakan." jawab Anathapindika. penduduk desa dan mereka yang kebetulan datang ke rumahnya. Tetapi anehnya. oh Bhagava. menyukai tempat yang sunyi. maka setibanya di Savatthi. ia sendiri tidak pernah menanyakan sesuatu karena khawatir membuat Sang Buddha lelah. Setelah itu Anathapindika memerintahkan untuk membuat sebuah vihara yang besar dan megah dengan biaya yan g besar sekali. rumah-rumah untuk istirahat dan hadiah-hadiah dalam rangka menyambut kunjungan Sang Buddha ke Savatthi. Karena kedermawanannya. 8.

Selama empat belas hari berikutnya. mereka mendengarkan khotbah Sang Buddha dan Visakha memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. Waktu Visakha berusia tujuh tahun. Waktu ia sakit keras. dan Sariputta datang mengunjunginya bersama-sama Ananda. Tidak lama kemudian. Pada waktu itu Sariputta memberikan uraian Dhamma dan selag i Anathapindika memusatkan pikirannya kepada perbuatan-perbuatannya yang baik da n mulia. meskipun bajunya basah kuyup dengan air hujan. ia mengirim pesan khusus kepada Sariputta. Ia bangkit dari tempat tidurnya d an menyuguhkan kedua Thera tersebut dengan makanan dari pancinya sendiri. "Aku punya banyak baju di rumah. "Mengapa engkau tadi tid ak lari. Mereka bertanya.inggal bersama-sama ayahnya. dan ibunya bernama Suma na. mungkin aku t erjatuh dan cedera anggota tubuhku. Tambahan lagi Visakha memang seorang gadis cantik yang memiliki Lima Kecantikan (Pañca-Kalyani). Beliau mengirim permohonan kepada R aja Bimbisara. sekarang bajumu basah kuyup. seorang jutawa n dari Savatthi. Hanya Visakha yang tidak turut berlari dan ja lan saja seperti biasa. yang mencari seorang untuk dinikahkan dengan anaknya. Permohonan itu dikabulkan dan Dhana jaya membuat rumah di tempat tersebut. Raja Bimbisara lalu memilih Dhanajaya." Jawaban Visakha ternyata mengesankan sekali orang suruhan Migara. ia meninggal dunia dengan tenang dan bertumimbal lahir di s urga Tusita. ia mohon kepada Raja Pasenadi untu k membuat tempat tinggal di tempat tersebut. Di bangsal itu iuga turut berteduh beberapa orang suruhan Migara. Mereka segera menyerahkan sebuah karangan bunga sebagai tanda pinangan untuk men . Anathapindika meninggal dunia sebelum Sang Buddha mangkat. Visakha kemudian mengundan g Sang Buddha beserta murid-Nya untuk makan siang keesokan harinya di rumah kake knya. putra dari Mendaka. Dalam perjalanan menuju Savatthi. Putranya semula tidak tertarik mendengarkan Dhamm namun berkat dorongan ayahnya ia kemudian sering mendengarkan khotbah Sang Buddha dan mencapai tingkat kesucia n Sotapanna. berdandan dan memakai baju yang bagus." Visakha menjawab. Visakha. Paññavaddhana .800 atau 5. bajunya basah kuyup. Tiba di bangsal. lima ratus orang budak dengan memakai lima ratus kereta.564 m). Visakha juga ikut tinggal bersama kedua orang tuanya di Sake ta. Wa ktu itu Mendaka minta Visakha mengunjungi Sang Buddha dan diberi lima ratus oran g pengikut. Mendaka menjamu Sang Buddha beserta rombonga n di rumahnya. Tiba-tiba hujan besar turun dan semua gadis kawan Visakha berlari mencari tempat untuk berteduh di sebuah bangsal. ayah Visakha. Ia ingin turut menyaksikan perayaan tersebut dan bersama kawan -kawannya ia pergi ke tepi sungai. Pada suatu hari di Saketa diadakan perayaan dan semua orang pergi ke sungai untu k mandi. Kalau aku lari. Dhanajaya berhenti di satu tempat yang berada tujuh "League" dari Savatthi (1 league = 4. untuk p indah ke Savatthi. di dekat Savatthi kini masih dapat dilihat di temp at yang bernama Sabet-mahet (Nepal Selatan). yang kemudian berkembang menjadi kota yan g dinamakan Saketa. Reruntuhan dari Jetavanarama. Ayahnya bernama Dhanajaya. yang terletak di sebelah Timur Magadha. yang waktu itu berumur lima belas tahun. Gadis sepertiku dapat diumpamakan sebagai barang dagangan yang tidak boleh mempu nyai cacat. Visakha Visakha dilahirkan di kota Bhaddiya. Hal ini akan membawa kerugian besar bagiku. Dikisahkan bahwa Raja Pasenadi dari negara Kosala ingin sekali mempunyai seorang yang banyak jasanya tinggal di kerajaannya. seketika itu ia sembuh dari sakitnya. Sang Buddha mengunjungi kota Bhaddiya. yang waktu itu memerintah kerajaan Magadha dan Anga untuk mencari kan seorang yang banyak jasa untuk tinggal di kerajaannya. Untuk memenuhi permoh onan Raja Pasenadi. negara Anga. Mereka heran melihat Visakha dengan tenang berjalan memasuki bangsal. Tiba di tempat yang dituju. Melihat bahwa tempat itu menyenangkan sekali.

Tetapi Visakha. Sekarang harus dibuat persiapan untuk merayakan pernikahan Visakha. 3. pinangan i ni pun diterima dengan baik. Visakha kemudian berkata kepada bhikkhu tersebut. Keesokan harinya Visakha beserta rombongan berangkat menuju ke Savatthi. tembaga. Masih ditambah lagi dengan perhiasan Mahalatapasadhana yang mahal sekali dengan disertai sepulu h pesan yang harus ditaati oleh Visakha selama berada di rumah suaminya. Di tempat itu mereka berdiam selama empat bulan. 7. duduklah dengan tenang dan bahagia. beras dan kacang-kacangan masing-masing lima ratus pedati. kain sutra. lima ratus pedati penuh dengan emas. tidur. Bhante. Di sam ping itu juga ternak yang memenuhi lapangan seluas tiga per empat "league" panja ngnya dan delapan "cambuk" lebarnya. lima ratus pandai emas bekerja siang dan malam untuk membuat perhiasan yang dinamakan Mahalatapasadhana. Sepuluh pesan tersebut adalah sebagai berikut: 1. seorang bhikkhu datang untuk mengumpulkan makanan dan berdiri di depan pintu. menghormat dewa-dewa di rumah. 8. Selama waktu itu. 5. lima ratus kereta dengan membawa t iga orang budak wanita tiap-tiap kereta disertai segala keperluan mereka. Tidak lama setelah Visakha berada di rumahnya. Raja Pasenad i sendiri berkenan untuk ikut dengan rombongan yang menyertai mempelai laki-laki pergi ke Saketa. Migara (mertua Visakha) adalah pengikut para pertapa Nigantha.ikah. Visakha menerima baik karangan bunga tersebut dan orang suruhan Migara men gikuti Visakha pulang ke rumah orang tuanya. perak. Dhanajaya membekali putrinya dengan lima ratus pedati penu h dengan uang. alat meluku dan alat pertanian lainnya lima ratus pedati. mertua saya sedang makan hidangan basi. 10. ketika Migara sedang makan dan Visakha berdiri di sampingnya sa mbil mengipasinya. makan. yaitu pertapa yan g hidup bertelanjang bulat. setelah para wali meneliti dan mendengar segala keterangan dari yang b ersangkutan dan para saksi. Pada hari pernikahan. Oleh kedua orang tuanya. Para pertapa Nigantha mendesak Migara untuk mengirim pulang Visakha. 2. Hanya memberi kepada orang yang memberi. Visakha minggir sedikit agar Migara dapat melihat bhikkhu terse but. . mutiara dan batu-batu permata lainnya. Tetapi Visakha minta agar persoalan itu dibawa ke depan para walinya. mentega. "Jalan terus saja. Di hadapan para wali tersebut. mereka berkesimpulan bahwa Visakha tidak bersalah. yang jijik melihat mereka bertelanjang bulat. Tidak memberi kepada orang yang tidak memberi. 4. tidurlah dengan tenang dan bahagia. 9. menolak untuk memb eri hormat. Semua p enduduk Savatthi keluar dari rumahnya untuk menyambut kedatangan Visakha dan mem persembahkan aneka ragam hadiah. Kalau Kalau Kalau Harus Harus duduk. Api dari dalam rumah tidak boleh dibawa ke luar rumah. 6. Migar a mengundang para pertapa Nigantha datang ke rumahnya dan memerintahkan Visakha untuk melayaninya dengan baik. makanlah dengan tenang dan bahagia. Tetapi. tetapi Migara tidak memperdulikannya dan terus saja makan." Migara marah sekali dan mengancam untuk mengirim pulang Visakha ke rumah orang t uanya. Api dari luar rumah tidak boleh dibawa masuk ke dalam rumah. Migara melontarkan beberapa dakwaan terhadap Visakha . Perhiasan itu terbuat dari emas dan ditabur dengan berlian. menjaga baik api di rumah. Perhiasan ini berat sekali dan hanya bisa dipakai oleh orang yang tenaganya kuat. Setelah itu Visakha memberi perintah untuk membuat persiapan pulang ke rumah ora . Pada suatu hari. Memberi kepada orang yang memberi dan juga kepada orang yang tidak memberi Selanjutnya Dhanajaya mengangkat delapan orang kepala keluarga yang terhormat un tuk menjadi wali Visakha dan meneliti tiap dakwaan yang kelak mungkin akan ditud uhkan terhadap tingkah laku anaknya. Semua hadiah diterima baik oleh Visakha untuk k emudian dibagi-bagikan lagi kepada penduduk Savatthi yang kurang mampu. yang berdiri berhimpit-himpitan ditambah de ngan enam puluh ribu sapi jantan dan enam puluh ribu sapi perah. tetapi Migara ingin menunggu saat yang tepat.

Setelah selesai bersantap. Sekarang Visakha bebas untuk melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan sebagaimana y ang ia kehendaki. Visakha menolak untuk mengambilnya kembali. Ia mohon maaf kepada Visakha dan permohonan ini diterima oleh Visakha deng an syarat. tiap putra dan pu tri kembali mempunyai dua puluh orang anak dan tiap cucunya kembali mempunyai du a puluh orang anak. Belakangan. Visakha mohon dan diberikan delapan "anugerah" oleh Sang Buddha. Tetapi. Migara memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. malamnya Beliau diam di Pubbarama atau sebaliknya. pergi berkeliling mendatangi para bhikkhu dan bhikkhuni untuk me nanyakan kebutuhannya. seperti aturan yang mengharuskan para bhikkhu memakai "baju mandi" kalau mandi. Selama hidupnya ia diperkenankan dak. cucu. 5. Migara lalu menyingkir pergi dan meme rintahkan Visakha untuk melayani-Nya. Selama hidupnya ia diperkenankan datang di Savatthi. Oleh karena ia memperoleh tingkat Sotapann a atas jasa dari Visakha. dan c icit yang semuanya hidup. yaitu: 1. ternyata tidak ada orang yang mampu membelinya karen a perhiasan itu memang sangat mahal harganya. Selama hidupnya ia diperkenankan sakit. Visakha sangat terkenal sebagai orang yang dapat membawa keberuntungan. tetapi roman mukanya ma sih seperti gadis berumur enam belas tahun. Selama dua puluh tahun terakhir dalam kehidupan Sang Buddha. Setiap sore ia datang ke vihara mengunjungi Sang Buddha dan setelah mendengarkan uraian Dhamma. maka mulai hari itu ia menghormat Visakha sebagai ibun ya dan mulai hari itu Visakha mendapat nama baru. Meskipun sudah berusia lanjut. Selama hidupnya ia diperkenankan menjaga bhikkhu sakit. 3. waktu Visakha kembali untuk mengambilnya ternyata bah wa Ananda telah menyimpannya di ruang dalam. Migara turut mendengarkan dar i belakang tirai. 6. 2. untuk memberikan jubah kepada para bhikkh untuk memberi makanan kepada bhikkhu yang untuk memberi makanan kepada para bhikkhu untuk memberi makanan kepada bhikkhu yang untuk memberi makanan kepada mereka yang untuk memberi obat kepada bhikkhu yang sa untuk memberi beras untuk keperluan menda untuk memberi baju mandi kepada para bhik Visakha mempunyai sepuluh orang putra dan sepuluh orang putri. dikeluarkan atas sar an Visakha. Oleh kar ena itu. 7. Beliau mempunyai delapan ribu empat ratus dua puluh orang anak. Waktu pulang. Selama hidupnya ia diperkenankan u yang selesai ber-vassa. Waktu Sang Buddha dan para murid-Nya tiba. penduduk Savatthi selalu mengundang Visakha kalau mereka mengadakan pes . 8. Setelah mendengar khotbah Sang Buddha. Migara harus mengundang Sang Buddha dan murid-Nya makan siang di ruma hnya. Selama hidupnya ia diperkenankan khuni. 4. Waktu Visakha meninggal dunia pada usia seratus dua puluh ta hun. pelayannya lupa unt uk membawanya. Beliau membagi waktu-Nya antara Jetavana dan Pubbarama. yaitu "Migaramata" yang berart i "Ibu Migara". Karena itu Visakha mengambil keput usan untuk membelinya sendiri dan uangnya digunakan untuk membuat sebuah vihara yang disebut Migaramatupasada di taman sebelah Timur (Pubbarama) Savatthi. Selama hidupnya ia diperkenankan yang pergi dari Savatthi. Tetapi kemudian Migara melihat kesalahannya dan merasa meny esal. Sang Buddha mem berikan uraian Dhamma dan atas permintaan Visakha. Beberapa aturan. kalau sedang berada di Savatthi.ng tuanya di Saketa. tetapi memerintahkan untuk menjualnya dan hasilnya digunakan untuk kepe rluan para bhikkhu. Sewaktu-waktu ia diutus oleh Sang Buddha untuk mendamaikan perselisihan-perselis ihan yang timbul di antara para bhikkhuni. Selama hidupnya ia diperkenankan kit. kalau sian gnya berada di Jetavana. Setiap hari ia memberi makan kepada lima ratus orang bhikkhu. Suatu hari Visakha mengunjungi Sang Buddha dan sebelum memasuki vihara ia membuk a perhiasan Mahalatapasadhana yang dipakainya.

Visakha bertumimbal lahir di surga Nimmanarati dan menj adi pelayan dari raja dewa Sunimmita. dari kehidupan berkeluarga memasuki kehidupan seorang bhikkhuni dan menjalankan dengan tekun ajaran dan tata tertib yang dite tapkan oleh Sang Tathagata. Kembali Sang Bu ddha menolak sampai tiga kali. waktu ibu-Nya sendiri meninggal dunia. Setelah mendengar khotbah ters ebut. Waktu itu Putri Pajapati sudah mengambil keputusan untuk menjadi bhikk huni dan menunggu waktu yang tepat untuk mohon ditahbiskan oleh Sang Buddha." "Kalau begitu. Permoho nan ini tiga kali ditolak dan kemudian Sang Buddha meninggalkan Kapilavatthu kem bali ke Vesali. Anagami atau Arahat?" "Seorang wanita dapat mencapainya. bibi Sang Bhagava." . yang menjadi perbatasan antara kedua negara. sehingga waktu ti ba di Vesali kaki mereka luka-luka dan bengkak serta badan penuh debu. Sang Buddha. Visakha diperkirakan lebih muda sedikit dari Anathapindika. Ananda. datang ke Kapilavatthu dengan terbang melalui udara. Tetapi Putri Pajapati dan lima ratus wanita muda itu tidak putus asa dan mengiku ti perjalanan Sang Buddha ke Vesali. di bawah payung kerajaan yang berwarna putih . oh Bhagava. Maha Pajapati Gotami Pada tahun kedua setelah mendapat Penerangan Agung. Kapilavatthu. Bersama-sarna lima ratus w anita muda yang suaminya telah diterima menjadi bhikkhu.ta perayaan lain. (Menurut Buddhaghosa. Visakha dan Anathapi ndika akan menikmati hidup bahagia di alam surga selama seratus tiga puluh satu kappa. ibu tiri-Nya dan yang pernah memberikan-N ya air susu. setelah mendengarkan khotbah-khotbah Sang Buddha. waktu itu Putri Pajapati Gotami. Dayika adalah seorang wanita yang menjadi penyokong Sang Buddha . Sakadagami. Sang Buddha kemudian memberikan urai an Dhamma yang dikenal sebagai Kalahavivadasutta. apakah mungkin orang itu mencapai tingkat kesucian S otapanna. Sang Buddha kemudian memberikan khotbah kepada a yahnya yang berada di tempat tidur. Visakha mendapat tempat yang mulia dalam hati mereka yang pernah menge nalnya. Sujata. Sesudah itu Sang Buddha menar ik diri di Nigrodharama. Visakha pun mendapat gelar "Pemimpin da ri para Dayika". Mereka mengikuti dengan berjalan kaki. menikah dengan anak laki-laki dari Anathapindika. Kapilavatthu. ya itu Kala. Beliau mengasuh dan menyusui -Nya dari dadanya sendiri. istri Raja Suddhodana menja di seorang Sotapanna. Sebagaimana halnya dengan Anathapindika. Ananda me nemui para wanita tersebut yang sedang menangis di depan pintu dan kemudian mene ruskan permohonan mereka untuk dapat diterima menjadi bhikkhuni. tingkah laku yang halus. Tidak lama kemudian timbul perselisihan antara negara Sakya dan negara Koliya pe rihal air Sungai Rohini. Karena itu. Raja Suddh odana sakit keras. Maha Pajapati Gotami. ucapan ya ng ramah. "Kalau seorang wanita. Waktu inilah yang dianggap tepat oleh Putri Pajapati. Raja Suddhodana k elihatannya sudah lemah sekali. Vesali. alangkah baiknya wanita itu d apat diterima menjadi bhikkhuni. Putri Pajapati pergi ke Nigrodharama dan mohon agar mereka semua ditahbiskan menjadi bhikkhuni. telah besar pahalanya. oh Bhagava. pada tahun kelima Sang Buddha mendapat Penerangan Agung. Raja Suddhodana mencapai tingkat Arahat setelah mendengarkan khotbah tersebut dan masih dapat menikmati berkah dan kedamaian Nibbana selama tujuh hari sebelum mangkat. lima ratus orang Sakya yang masih muda ditahbiskan menjadi bhikkhu. Beliau adalah pengasuh-Nya. Tiga tah un kemudian. Setelah sengketa tersebut dapat didamaikan. karena adik peremp uannya yang bungsu. tetapi sebaiknya s engketa tersebut diselesaikan melalui perundingan. Setelah meninggal dunia. oh Bhagava. yang waktu itu berada di balairung Kutagarasalla . Kemudian Ananda mengubah cara mengemukakannya dan bertanya. setelah terlebih dulu memotong rambutnya da n memakai jubah kuning. sebelum akhirnya mereka mencapai Nibbana). menghormat kepada orang yang lebih tua dan kebaikan hatinya kepada sem ua orang. Sang Buddha diam di Nigrodha rama. Sang Buddh a kembali mengunjungi Kapilavatthu dan memberi nasehat kepada kedua belah pihak untuk tidak menyelesaikan sengketa tersebut dengan berperang. Dengan sikapnya yang luhur.

Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh d ilanggar selama hidupnya. Bhaddakacca adalah yang terkemuka dari mereka yang memiliki kekuatan gaib (Mahabhiññappatta) dan Rupananda adalah yang terkemuka dari mereka yang memili ki kekuatan meditasi (Jhayi). Beliau mengetahui bahwa hidupnya di dunia ini sudah tidak lama lagi. dan dicurigai. seorang bhikkhuni harus mohon kepada Sangha para bhikkhu da n Sangha para bhikkhuni untuk mendapat teguran dan peringatan tentang apa yang d ilihat. Sang Buddha menyatakan bahwa Maha Pajapati adalah pemimpin dari para bhikkhuni yang terkemu ka (Rattaññu). Maha Pajapati mem beri hormat kepada Sang Buddha dan kemudian berdiri di satu sisi. Setelah vassa. 7. Dengan demikian berdirilah Bhikkhuni Sangha yang dipimpin oleh Maha Pajapati Got ami dan berkembang terus di desa-desa. Kemudian sewaktu Maha Pajapati sedang berada di Vesali. Pengikut Maha Pajapati yang berjumlah lima ratus orang juga ditahbiskan menjadi bhikkhuni dan kemudian setelah mendengarkan Nandakovadasutta. didengar. seorang calon bhikkhu ni harus mohon ditahbiskan menjadi bhikkhu dari Sangha para bhikkhu dan dari San gha para bhikkhuni. Bimba. kota-kota. Aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama h idupnya. Sang Bhagava m emberikan uraian Dhamma dan kemudian memberikan kepadanya obyek untuk melakukan meditasi (Kammatthana). Seorang bhikkhu tidak boleh dicaci-maki atau dihina dengan cara apa pun ju ga oleh seorang bhikkhuni."Kalau. 6. meskipun sudah ditahbiskan selama seratus tahun. 4. yaitu (tanggal dan) hari untuk melakukan latihan dan hari untuk m endapatkan nasehat-nasehat (teguran-teguran). sebelum ia dapat ditahbiskan menj adi bhikkhuni. Aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. Dalam Bhikkhuni Sangha pun terdapat dua orang muri d utama. Dengan gembira Maha Pajapati menerima delapan "aturan keras" tersebut dan kemudi an ditahbiskan menjadi bhikkhuni pertama. Setiap setengah bulan. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar s elama hidupnya. semuanya mencapai tingkat Arahat. 8. maka Beliau dapat ditahbiskan. Beliau pamit dari Sang Buddha dan m . yang sewaktu-waktu juga disebut sebagai Rahulamata. Setelah itu Ananda pergi menemui Maha Pajapati dan memberitahukan tentang delapa n "aturan keras" tersebut yang harus diterima. 3. sebaliknya seorang bhikkhu tidak dilarang untuk memperingati (menegur) s eorang bhikkhuni. Seorang bhikkhuni. memberi hormat dengan kedu a tangan dirangkapkan di dada kepada seorang bhikkhu yang baru saja ditahbiskan. Bimbadevi. 5. harus menyambut dengan sopan. Yasodhara. 2. Selesai menjalankan masa percobaan selama dua tahun. Ananda. Setelah ditahbiskan. Mulai hari ini seorang bhikkhuni dilarang memperingati (menegur) seorang b hikkhu. Seorang bhikkhuni tidak boleh menjalankan vassa di tempat dimana tidak ter dapat seorang bhikkhu. Yasodhara (ibu Rahula) dan Rupananda (anak Maha Pajapati) juga turut memasuki Bhikkhuni Sangha. Maha Pajapati bersedia menerima delapan "aturan keras" (Garudham ma). Pada satu kesempatan di hadapan Bhikkhu Sangha dan Bhikkhuni Sangha. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. berdiri dari tempat duduknya. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilangg ar selama hidupnya. sebagaimana Sariputta dan Moggallana menja di murid utama dari Bhikkhu Sangha. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. dan bahkan di istana raja-raja ." Kemudian Ananda diberitahukan tentang delapan "aturan keras" tersebut: 1. Beliau melatihnya dengan tekun dan tidak lama kemudian m encapai tingkat Arahat. seorang bhikkhuni harus memohon dua hal dari Sangha para bhikkhu. Seorang bhikkhuni yang melakukan pelanggaran harus menjalani hukuman (mana tta) selama setengah bulan lamanya di Sangha para bhikkhu dan di Sangha para bhi kkhuni. Dan aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. yaitu Khema dan Uppalavanna.

Waktu jaga kedua (pukul 22. Pa da waktu Sang Buddha menerima juga undangan makan di rumah seorang umat. Siang hari (pukul 12. Sang Buddha menjalankan vassa (istirahat mu . maka Beliau s egera mengunjunginya.00) Sang Buddha bangun pukul 04. setelah mandi lantas duduk bermeditasi sela ma satu jam. Sehabis bersantap.00-pukul 04. Selain para bhikkhu juga uma t biasa banyak yang datang menemui Sang Buddha. Kalau ada orang yang minta diterima sebagai murid/pengikut. Waktu jaga pertama (pukul 18. Jadwal Kegiatan Sehari-hari Kegiatan Sang Buddha tiap hari adalah sebagai berikut : Pagi hari (pukul 04. selama satu jam. Dengan demikian Sang Buddha memberikan kegembiraan kepada orang yang bijaksana.eninggal dunia pada usia seratus dua puluh tahun. Sang Buddha berjalan dari rumah ke rumah dengan mata dit ujukan ke tanah dan menerima makanan apa saja yang dimasukkan ke dalam mangkuk-N ya dengan tidak mengucapkan sesuatu kata pun. mereka merupakan barisan yang panjang karena berjalan satu per satu.00 sampai pukul 03.00) Waktu ini biasanya digunakan untuk menjawab pertanyaan dari para bhikkhu. Empat Puluh Lima Tahun Mengajar Dhamma Tahun ke-1 Setelah memperoleh Penerangan Agung. maka Beliau k eluar dari kamar untuk bertemu dengan ratusan orang yang berkumpul di ruang khot bah (Dhammasala). Kalau hari itu tidak ada orang yang memerlukan pertolongan Beliau.00-pukul 02.00) Para dewa datang untuk mendengarkan Dhamma yang khusus ditujukan kepada mereka. Sang B uddha tidur satu jam dan bangun pada pukul 04. Kalau mereka pulang. maka Beliau mentahbiskannya di tempat tersebut. maka Sang Buddha beristirahat di kamar-Nya dan deng an mata dewa melihat ke seluruh dunia. Beliau selalu memberikan khotbah Dhamma. Tiba di desa atau kota. barangkali ada orang yang memerlukan pert olongan-Nya. Pukul 03.00.00 pagi memakai jubah-Nya dan pergi ke desa atau kota untuk mengumpulka n makanan atau pergi mengunjungi orang yang memerlukan pertolongan Beliau. Kalau pergi bersama-sama dengan mu rid-Nya.00 pagi. barangkali ada orang yang memerlukan Beliau. Kalau Beliau melihat ada yang memerlukan pertolongan.00-pukul 22. Waktu jaga ketiga (pukul 02.00-pukul 18. Sang Buddha melihat dengan mata dewa ke seluruh dunia.00 pagi. Di Dhammasala.00-pukul 12. mempertinggi pengeta huan orang biasa dan memberi penerangan kepada orang yang sedang dihinggapi kege lapan batin.00 pagi.00) Dari pukul 02. sehingga ti ap orang merasa bahwa khotbah itu ditujukan kepada dirinya. Pukul 06. Sang B uddha menjawab semua pertanyaan dengan disertai nasehat dan petunjuk mengenai me ditasi.00) Waktu ini para bhikkhu kembali datang untuk mendengar khotbah Dhamma atau untuk bertanya tentang hal-hal yang masih mereka ragukan. Sang Buddha mondar-mandir di luar kamar (me lakukan meditasi berjalan) sambil menghirup udara pagi.00 pagi. Dari pukul 05. Mereka tidak dapat dilihat dengan mata biasa. Sang Buddha memberikan khotbah dengan cara yang khas.

selama tiga bulan Sang Buddha ber-v assa di surga tersebut.sim hujan) di Isipatana. Ciñca pergi ke vihara Jetavana dan sengaja berjalan di tempat-te mpat yang mudah dilihat oleh khalayak ramai. Ibu-Nya. Ciñca adalah seorang wanita cantik yang banyak akalnya. Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu. Kisahnya adalah sebagai berikut : Para pertapa dari golongan paribbajika merasa sangat terdesak dengan adanya Sang Buddha yang semakin lama semakin masyhur namanya. setelah mendengar khotbah tersebut. Vesali. Sangha bhikkhuni di bawah pimpinan Maha Pajapati terbentuk di tahun ini. Sang Buddha bertemu deng an Anathapindika dan menyetujui untuk menjalankan vassa yang akan datang di Sava tthi. yang hanya dapat dilakukan oleh s eorang Buddha. Wanita ini dibujuk oleh para pertapa dari golongan paribbajika untuk pura-pura mengunjungi Sang Buddha di vihara Jetavana. Dalam perjalanan kembali dari Kapilavatthu ke Rajagaha. berusaha untuk menjatuhkan nama Sang Buddha dengan menggunakan seorang wanita bernama Ciñca-manavika yang melancarkan f itnahan keji terhadap diri Sang Buddha. Beliau berjalan turun dari surga Tavatimsa melalui tangga yang terb uat dari batu pualam. untuk pertama kalinya Sang Buddha memperlihatkan kekuatan gaib-Nya yang d isebut Yamakapatihariya. Karena itu. Ciñca menjawab bahwa ia tadi malam ti dur bersama-sama Sang Buddha. Akhir vassa. tetapi murid-muridNya dilarang melakukan hal-hal tersebut. berkat kekuatan gaib Sang Buddh a. Tahun ke-3 Atas permintaan Raja Suddhodana. Hanya Beliau yang boleh memperlihatka n kekuatan gaib di depan umum. Tahun ke-2 Sang Buddha menjalankan vassa di Veluvana. Waktu itu orang yang berkumpul di sekitar Savatthi dan para dewa yang berada di surga Tava timsa dapat melihat satu sama lain dengan jelas. Raja Suddhodana mencapai tingkat Arahat dan meninggal dunia tujuh hari kemudian. Sang Buddha mengunjungi Raja di Kapilavatthu dan memberikan khotbah Dhamma kepad a ayah-Nya. Waktu itu kemasyhuran Sang Buddha mencapai titik tertinggi dan waktu itu pula go longan pertapa yang merasa terdesak hebat. Beberapa bulan kemudian dengan berpura-pura hamil (ia mengikat sepotong kayu di bagian perutnya) Ciñca pergi mengunjungi Sang Buddha yang sedang berkhotbah di had apan umat. tiga puluh "league" dari Savatthi. Di Nigrodh arama. Tahun ke-4 Sang Buddha ber-vassa di Veluvana. Pagi harinya ia berjalan meninggalkan vihara dengan jug a dilihat oleh banyak orang. Malam itu ia tidur di emper vihara dekat kamar Sang Buddha. Pada suatu malam. Tahun ke-6 Ber-vassa di Mankulapabbata (Lereng Mankula). Tahun ke-5 Sang Buddha ber-vassa di Kutagarasala. Rajagaha. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan keluarganya dan orang Sakya la in bahwa Beliau memang benar telah mencapai tingkat Buddha. di Sankassa. Di tahun ini untuk kedua kalinya S ang Buddha memperlihatkan Yamakapatihariya. Ketika itulah Ciñca dengan tiba-tiba membuat onar dengan menuduh Sang B . almarhum Ratu Maya. yaitu Mukjizat Ganda. meskipun sebelumnya Beliau melarang murid-muridNya untuk m emperlihatkan kekuatan gaib di depan umum. Ketika ditanya. yaitu Mukjizat Ganda di bawah pohon Gandamba di Savatthi. mereka merencanak an satu tipu muslihat untuk menjatuhkan nama Sang Buddha dengan menggunakan Ciñca sebagai umpan. Tahun ke-7 Sang Buddha mengunjungi surga Tavatimsa. bersama pa ra dewa lainnya diberi pelajaran Abhidhamma. Rajagaha. Waktu itu Raja Suddhodana sakit.

tetapi ia sebenarnya adalah seorang . Pada suatu hari ia melihat Surabhi (seorang Pacceka Buddha) seda ng memakai jubahnya di sebelah luar tembok kota. akhirnya para pertapa ini mengakui semua perbuatan mereka dan menarik kembali tuduhan palsu yang pernah mereka lontarkan terhadap diri Sang Buddha. didalangi oleh golongan pertapa paribbajika yang masih penasaran. Raja Pasenadi t idak mau menerima begitu saja tuduhan atas diri Sang Buddha. Setelah d iperiksa. Beliau menerangkan bahwa itu adalah akibat dari perbuatan-Nya juga. "Hal ini kami berterima kasi h kepada bhikkhu-bhikkhu dari suku Sakya!" Akibatnya. sehingga Ananda mengusulkan untuk pindah saj a ke kota lain. Tetapi sebenarnya. siapa sesungguhnya yang menjadi pembunuh Sundari. mereka mengaraknya melew ati jalan-jalan di kota sambil meneriakkan tuduhan. Di depan Raja. Di suatu kedai arak. Besok pagi-pagi sekali ia h arus kembali dan supaya dilihat orang banyak berjalan dari jurusan Jetavana. Raja lalu mengirim banyak petugas ke seluruh penjuru untuk menyelidiki dengan ce rmat. Dengan menggotong mayat Sundari di atas sebuah usungan. sedangkan di dekatnya berjalan seorang wanita.uddha sebagai orang yang tidak bertanggung jawab dan tebal muka karena tidak mau memberi bekal untuk persalinannya. Kemudian Beliau mengatakan bahwa dalam tujuh hari persoalan i ni sudah dapat dijernihkan. Khalayak ramai lal u menyeretnya ke luar vihara. seorang penyelidik mendengar beberapa orang yang terlalu ba nyak minum arak sedang bertengkar tentang pembagian upah membunuh Sundari. Setelah Sundari dibunuh. Waktu Sang Buddha kemudian ditanya. Sang Buddha tidak berkata apa-apa dan hanya diam saja. para bhikkhu yang mengumpulkan makanan dihina habis-habisan oleh pend uduk kota. Jadi saat ini Beliau difitnah adalah akibat dari perbuata n-Nya yang tersebut di atas. Beliau mencerit akan kisah di bawah ini: "Ketika itu Sang Bodhisatta bernama Munali dan terkenal sebagai orang yang senan g berfoya-foya. Tali itu putus dan kayu menimpa jari kaki Ciñca hingga terluka. mengapa Beliau sampai mendapat fitnahan sepe rti itu. Beliau memerintahkan seekor tikus untuk me nggigit tali yang mengikat kayu di sekitar perut Ciñca. Beliau pernah mencaci-maki s eorang Pacceka Buddha. Secara senda gurau. Waktu kakinya menginjak tanah di luar pagar vihara . dengan menangis mereka menghadap Raja Pasenadi untuk me laporkan tentang hilangnya Sundari. 'Lihat. kakinya terus amblas dan seluruh badannya masuk ke tanah untuk kemudian terlah ir di alam neraka. Selama tujuh hari Sang Buddha diam saja di kamar-Nya dan tidak pergi ke kota untuk mengumpulkan makanan. Munali mengeluarkan kata-kata. ia hanya melewati saja kamar Sang Buddha dan pergi bermalam di vihara kaum paribbajika yang berdekatan. dan membawa buah-buahan dan beberapa barang lain lagi. Merek a segera ditangkap dan dibawa menghadap Raja Pasenadi. Kalau ada yang m enegur ia harus menjawab bahwa ia akan menemui Sang Buddha dan akan bermalam di kamarnya. yai tu bahwa dalam salah satu kehidupannya yang lampau. Tetapi Sang Buddha menolak usul tersebut dan mengatakan bahwa me rupakan satu kesalahan besar untuk pergi menyingkir ke tempat lain hanya atas da sar laporan palsu. Setelah mayat Sundari ditemukan di dekat Gandhakuti Sang Buddha. mereka men gakui perbuatan mereka membunuh Sundari atas suruhan para pertapa paribbajika. R aja kemudian memerintahkan petugas menangkap para pertapa paribbajika. Beb erapa hari kemudian para pertapa tersebut memberi upah kepada beberapa orang baj ingan untuk membunuh Sundari dan menyembunyikan mayatnya di tempat sampah dekat Jetavana. Ketika Sang Buddha kemudian ditanya mengenai peristiwa tersebut. Ke mudian mereka dijatuhi hukuman sesuai dengan perbuatannya. perta pa ini bukanlah orang yang hidup membujang. Kisahn ya adalah sebagai berikut: Seorang wanita bernama Sundari dibujuk oleh para pertapa paribbajika untuk mempe rlihatkan diri sedang pergi ke Jetavana dengan berdandan rapi dan memakai wangiwangian. Mendengar tuduhan itu. Di kemudian hari terjadi lagi fitnahan yang serupa oleh seorang wanita bernama S undari. Te tapi Dewa Sakka menjadi marah sekali. Pencarian kemudian dilakukan oleh petugas-pe tugas raja dan tidak lama kemudian mereka menemukan mayat Sundari di dekat Gandh akuti (kamar) Sang Buddha.

Kis ahnya ini adalah sebagai berikut (S. Ketika itu para bhikkhu di Kosambi sudah insyaf dan datang mengunjungi Sang Buddha untuk minta maaf. aku membajak dan menanam bibit. Dan sederhana dalam makan dan minum." Tahun ke-8 Tahun ini Beliau berada di wilayah kaum Bhagga. Percakap an yang menarik itu dapat kita ikuti seperti di bawah ini (S. A ku makan'. Aku juga membajak dan menanam bibit. Siapa saja yang melaksanakan cara membajak seperti ini. waspada dalam ucapan. Tetapi Sang Buddha menolak pemberian tersebut dengan mengatakan bahwa seorang Bu ddha tidak pernah menerima imbalan untuk berkhotbah." Bharadvaja merasa gembira sekali dan segera menghaturkan sebuah mangkuk besar be risi nasi campur susu. Bha radvaja membuang makanan tersebut ke sungai karena tidak ada orang yang dapat me . Sang Buddha bertemu dengan Nakulapita dan istrinya. Aku mencabut rumput dengan Kesunyataan menyelesaikan tugas. aku makan. Pemusatan pikiran adalah pengunjam bajak-Ku dan cambuk-Ku. Kemauan keras adalah regu penopang beban-Ku. Yang menarik bajak-Ku menuju pelabuhan yang aman.cabul." Sang Buddha menjawab. Ketika diam di Bhesakalavana dek at Gunung Sumsumara. Bharadvaja menegur agar Sang Buddha pun harus ikut membajak dan menanam padi . Karena letih menghadapi perselisihan yang tak mau didamaikan." "Tetapi kami tidak pernah melihat regu Guru Gotama. 'Aku juga membajak dan menanam bibit. Tahun ke-11 Tahun ini Sang Buddha diam di Desa Ekanala dan mentahbiskan Kasi-bharadvaja. Apakah And a juga membajak dan menanam bibit dan setelah membajak dan menanam bibit lalu ma kan?" "Betul. bajaknya. pengunjam bajak.I-171) : Sang Buddha mengunjungi Bharadvaja pada upacara menanam padi dan berdiri di deka t tempat pembagian makanan para petani yang ikut menanam padi. "Keyakinan adalah bibit-Ku dan hujan adalah tata tertib-Ku Pandangan terang adalah bajak-Ku disertai kayu lengkung yang sesuai. Setelah bekerja. Meskipun demikian Guru Gotama masih berani mengatakan bahwa. Di hutan. sebagaimana ia sendiri juga turut bekerja untuk dapat makan hasilnya. Melihat Sang Budd ha. Sehabis vassa. selalu maju dan tak pernah mundur. Akan terbebas dari penderitaan dan kesedihan. dan setelah membajak dan menanam bibit. Dan di tempat yang dilalui tak akan ada lagi yang menangis. Tahun ke-10 Di tahun ini terjadi perselisihan diantara para bhikkhu di Kosambi. Sang Buddha ber-vassa di hutan Parileyyaka.I-171) : "Pertapa. yang di kehidupan lampau pernah menjadi ayah dan ibu-Nya sampai lima ratus kali. Tahun ke-9 Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Kosambi. Buah yang akan dipetik adalah makanan abadi. Atas saran Sang Buddha. Itulah cara-Ku membajak. Sang Buddha pergi ke Savatthi. Adalah apa yang Aku selalu dambakan. c ambuk atau sapinya. Mer eka semua dimaafkan dan dengan demikian perselisihan itu didamaikan. Sang Buddha dijaga dan dilayani oleh seekor gajah yang b aik hati. dan setelah membajak dan menanam bi bit. Waspada dalam perbuatan. Aku makan. Tahu malu (hiri) adalah tiang bajak-Ku dan pikiran adalah talinya.' Akibat dari ucapan yang salah inilah yang membuat Sang Buddha dalam kehi dupan ini mendapat fitnahan dari Sundari.

sehingg a dengan sangat kecewa ia kembali menemui Sang Buddha. tetapi ka rena terus didesak akhirnya Sang Buddha memberi izin juga. 5. "Pergilah. oh Pertapa!" Sang Buddha berjalan pergi dan berkata. Tahun ke-14 Sang Buddha ber-vassa di Jetavanarama. Moggallana menawarkan diri untuk menyediakan makanan yang layak dengan mengg unakan kekuatan gaib. Ketika itu Sang Buddha me mberi ia nasehat seperti berikut: Meghiya. 2. Tahun ke-15 Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu dan tahun itu bekas mertuanya. Sang Buddha minta ia menunggu kedatangan seorang bhikkhu lain. Dalam keadaan mabuk. ia menjadi bhikkhu dan berhasil mencapai tingkat kesucian Arahat. Penerangan Agung. "Baiklah.ncernakan makanan yang pernah dipersembahkan kepada Sang Buddha. "Baiklah. Tahun ke-12 Ber-vassa di Veranja atas permohonan seorang Brahmana bernama Veranja. Suppabuddha m eninggal dunia.I-10): Ketika itu yakkha Alavaka menghampiri Sang Buddha dan membentak. Di tempat ini Rahula memperoleh upasampada dan menjadi bhikkhu. Tahun ke-16 Kejadian penting selama Sang Buddha diam di Alavi di tahun ini adalah penaklukan dari yakkha Alavaka yang menteror kota Alavi. Melihat sebidang kebun mangga di dekat sungai. "Masuklah." . Yasodhara." Untuk kedua kalinya yakkha Alavaka berkata. Ketika it u berjangkit kekurangan makanan di tempat tersebut. Daya upaya untuk menyingkirkan pikiran yang tidak baik dan memperoleh piki ran yang baik. ketenangan. dan Nibbana. "Baiklah. 3. sahabat. seseorang hanya diperkenankan m enjadi bhikkhu apabila telah mencapai usia dua puluh tahun dan Rahula pada waktu itu telah mencapai usia tersebut. kemauan tidak baik dan jahat. Seorang sahabat baik (kalyana mitta). "Pergilah. Suppabuddha tidak mengizinkan Sang Buddha b erjalan di jalanan Kapilavatthu. Savatthi. tetapi tidak lama kemudian ia dihinggapi oleh pikiran penuh hawa nafsu. sahabat. sebab ia masih mempunyai perasaan dendam bahwa Sang Buddha telah menyia-nyiakan kehidupan anaknya. Meghiya meras a tertarik sekali dan mohon izin dari Sang Buddha untuk bermeditasi di tempat te rsebut." Yakkha Alavaka kembali membentak. Meghiya pergi bermeditasi sendiri di kebun mangga. Kisahnya adalah sebagai berikut ( SN. Menurut Vinaya. oh P ertapa!" Sang Buddha berjalan pergi dan berkata. Tahun ke-13 Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata dan dilayani oleh seorang bhikk hu bernama Meghiya. Tingkah laku yang baik dibimbing oleh sila-sila yang penting sebagai latih an." Sang Buddha lalu masuk dan menjawab. terdengar suara gemercak dan api serta asap terlihat d i atas air. oh Pertapa. Bharadvaja menjadi kagum sekali dan sambil berlutut di kaki Sang Buddha menyatak an dirinya sebagai pengikut Sang Buddha untuk seumur hidup. Nasehat yang baik yang menuju kepada pengekangan hawa nafsu. Memperoleh pandangan terang tentang timbul dan lenyapnya kembali benda-ben da. untuk membebaskan pikiran yang belum matang diperlukan lima hal yang be rguna sekali untuk membuat ia matang : 1. p embebasan. tetapi ditolak oleh Sang Buddha. Tidak lama kemudian. 4. sahabat. sehingga Sang Buddha dan rom bongan-Nya harus makan makanan yang disediakan oleh lima ratus orang pedagang ku da. Ketika makanan itu menyentuh air sungai.

oh Pertapa!" Sang Buddha berjalan pergi sambil berkata. ." Untuk keempat kalinya yakkha Alavaka berkata. "Bagaimanakah orang menyeberangi arus (penjelmaan)? Bagaimanakah orang menyeberangi lautan (tumimbal lahir)? Bagaimanakah orang mengatasi derita? Bagaimanakah orang menyucikan diri?" Sang Buddha menjawab. Orang menyeberangi lautan dengan Kewaspadaan. "Bagaimanakah orang mencapai Kebijaksanaan? Bagaimanakah orang memperoleh Kekayaan? Bagaimanakah orang memperoleh Kemasyhuran? Bagaimanakah orang mengikat sahabat-sahabat? Setelah meninggalkan alam sini." Yakkha bertanya lagi. para Brahmana. KESUNYATAAN adalah yang paling manis dari semua rasa. para Brahma atau di dunia ini dari pertapa. sahabat. "Pergilah. jika ditaati dengan sungguh-sungguh akan membawa kebahagiaan. Hidup dengan diberkahi KEBIJAKSANAAN disebut hidup yang termulia." Yakkha bertanya lagi. Barang siapa berbuat apa yang benar. "Aku tidak akan pergi. sahabat. DHAMMA. oh Pertapa!" Sang Buddha masuk sambil menjawab." Untuk ketiga kalinya yakkha Alavaka berkata. Tetapi sahabat. oh Pertapa!" Sang Buddha menjawab." "Sahabat. sahabat." "Akan kuajukan sebuah pertanyaan. "Pergilah." Yakkha tersebut kemudian bertanya." "Masuklah. engkau boleh berbuat apa yang engka u kehendaki. "Baiklah. Aku tidak melihat suatu makhluk pun di dunia termasuk para Mara. Orang mengatasi derita dengan Keuletan. dan para ma nusia yang sanggup mengacaukan pikiran-Ku atau mencabut jantung-Ku atau memegang kaki-Ku dan melempar Aku ke seberang sungai. "Memiliki keyakinan kepada para Arahat dan Dhamma untuk mencapai Nibbana. "Baiklah."Masuklah. "KEYAKINAN merupakan harta termulia bagi manusia dalam dunia ini. "Orang menyeberangi arus dengan Keyakinan. bagaimanak ah orang tidak usah menyesal?" Sang Buddha menjawab. Orang menyucikan dirinya dengan Kebijaksanaan. oh Pertapa!" Sang Buddha masuk kembali sambil berkata. Dan dengan pengendalian diri orang yang rajin. tiba di alam sana (setelah mati). "Baiklah. "Apakah harta termulia bagi seorang manusia dalam dunia ini? Perbuatan manakah yang membawa kebahagiaan? Apakah yang paling manis dari semua rasa? Cara hidup bagaimanakah yang disebut termulia?" Sang Buddha menjawab. Apabila Anda tidak dapat menjawab per tanyaanku. tekun. akan kukacaukan pikiranmu atau kucabut jantungmu atau akan kupegang k akimu dan kulemparkan ke seberang sungai. dan penuh perhatian me mperoleh Kebijaksanaan. dan para dewa. Pertapa. engkau dapat menga jukan pertanyaan apa saja yang engkau kehendaki.

yang tidak memperhatikan khotbah Sang Buddha dengan baik . Hanya sedikit saja yang dapat melihatnya dengan terang. Pada kesempatan itulah Sang Buddha memberikan penerangan kepada khalayak ramai dengan mengucapkan syair seperti berikut : "Lihatlah lukisan ini yang berupa khayalan. Sang Buddh ." (Dhammapada.800 atau 5. Kemasyhuran diperoleh dengan mencintai hal-hal yang benar (sacca). Barang siapa suka memberi akan mengikat Sahabat-sahabat. Ternyata tidak seorang pun yang mau membelinya. Orang berkeluarga yang memiliki sifat-sifat: mencintai hal-hal yang benar. Jawabannya mengandung arti filsafat tinggi. yang kemudian menjadi seorang Sotapa nna setelah mendengar khotbah Sang Buddha. Dalam pertemuan tersebut. Dimana tak terdapat kekekalan dan kelanggengan. dari kota ke kota untuk men ghormat kepada Yang Maha Suci Buddha dan kepada Dhamma Yang Maha Sempurna. sadar. Hanya sedikit saja yang pergi ke alam bahagia. 147) Sang Buddha kemudian ber-vassa di Veluvanarama. Mulai hari ini aku akan berkelana dari desa ke desa. Rajagaha. "Mengapa aku harus bertanya kepada para pertapa dan Brahmana lain? Hari ini aku merasa beruntung dapat mengetahui sesuatu untuk kebaikan diriku di kemudian hari . Seperti juga burung yang ingin melepaskan diri dari jaring. Dengan sesungguhnya aku mengatakan bahwa Sang Buddha datang ke Alavi untuk keunt unganku. tempat timbunan pikiran. Waktu itu Sang Buddha memujinya d engan mengucapkan syair seperti berikut: "Dunia ini diselubungi kegelapan. Badan yang penuh dengan luka. kakak dari tabib Jiva ka. Tahun ke-18 Di tahun ini Sang Buddha kembali mengunjungi Alavi untuk kepentingan anak peremp uan seorang penenun. ia memperoleh Kekayaan. tidak akan menyesal setelah mati. Tempat tumpukan penyakit. p engendalian diri. pe ngendalian diri. Sang Buddha mengajukan pertanyaan kepada gadis tersebut dan semua pertanyaan dap at dijawabnya dengan baik. Hari ini dapat kuketahui pemberian kepada siapa yang dapat membawa paha la terbesar. sehingga para hadirin yang lain. Juga di tahun ini seorang pelacur terkenal bernama Sirima. bahkan diberi dengan cuma-cuma j uga mereka tidak sudi.564 m).Barang siapa bertekad teguh. Tiga tahun yang lampau gadis ini mendengar khotbah Sang Bud dha tentang pentingnya bermeditasi terhadap kematian." (Dhammapada. Sang Buddha menghadiri pemakaman Sirima. kesabaran/dapat memaafkan kesalahan orang lain dan kedermawana n. tetapi mengunjungi Alavi lagi karena m erasa kasihan kepada seorang petani miskin. Ayolah! Tanyakan kepada para pertapa lain dan para Brahmana. kesabaran/dapat memaafkan kesalahan orang lain dan kedermawanan ?" Yakkha menjawab. tidak dapat mengerti jawaban gadis tersebut. sebab ketika hidupnya banyak laki-laki yan g tertarik dan mengagumi Sirima. Apakah ada watak lain yang lebih agung dari mencintai hal-hal yang benar." Tahun ke-17 Tahun ini Sang Buddha berada di Savatthi. meninggal dunia. Ketika itu Sang Buddha minta kepada Raja untuk mengumumkan siapa diantara yang h adir ingin membeli mayat dari Sirima. dirangkai menjadi satu. 174) Ketika Sang Buddha mendengar bahwa gadis itu sakit keras maka dengan melakukan p erjalanan sejauh tiga puluh "league" (1 league = 4.

seorang penyamun yang luar biasa. semu a senjata di seluruh negeri. Cukup. Mereka sedikit demi sedikit menghasut guru mereka. Karena ingin mematuhi perintah guru nya. Ahimsaka merupakan murid yang terkuat. Karena itu tidak ada lagi orang yang berani lewa . Meskipun hal ini sangat sulit sekali. Sebelum pergi gurunya kembali berpesan. Tahun ke-19 Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata. mengapa senjata-senjata itu lalu mengeluarkan cah aya gemerlapan?" "Baginda. "Karena ia akan bekerja seorang diri. "Istriku baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki. yaitu sampai saat Sang Buddha man gkat di Kusinara. para pedagang atau pelancong jalan berkelompok. Baginda. Sekarang Angulimala menjadi seorang pembunuh kejam yang ditakuti. Kisahnya adalah sebagai berikut : Angulimala adalah anak seorang penasehat raja negara Kosala. "Kalau begitu. "Sekarang engkau sudah tamat belajar di sekolah ini." Sampai hari itu Ahimsaka belum pernah menyakiti orang lain dan karena itu ia tid ak tahu bagaimana harus memotong jari orang. Setelah selesai belajar di sekolah tersebut. Di hutan ia mencegat para pelancong yang lewat. Ayahnya bernama Bha ggava dan ibunya Mantani. jika engkau memberiku seribu bua h jari tangan kanan manusia. Sesudah itu ia membuat kalung dari jari-jari tersebut dan mengg antung kalung itu di lehernya Karena kalung dari jari-jari tersebut. Tahun ke-20 Di tahun ini Ananda ditunjuk sebagai pembantu tetap Sang Buddha dan selama dua p uluh lima tahun Ananda menjadi pembantu tetap. gurunya memanggil Ahimsaka dan berk ata. sehingga wak tu meninggal dunia. Raja menjadi takut sekali dan keesokan harinya memanggil penasehatnya untuk ditanyakan tentang sebab mengapa semua senjata mengeluarkan cahaya. namun sebagai murid yang sangat patuh. "Ingat. terpintar dan juga yang terpatuh dari semua murid di sekolah tersebut. berdua. "Tetapi. Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata. "Apakah ia akan merampok seorang diri atau dengan berkawa n?" Bhaggava menjawab. mala = kalung)." Kembali Raja bertanya. jangan lari!" Mereka menggigil dan gemetaran dan tidak dapa t melarikan diri lagi. tetapi sebelum engkau pulang. dan bertiga puluh. termasuk yang ada di istana. Hari ia dilahirkan. "Ia akan bekerja seorang diri. ia kemudian mendapat nama baru sebagai Angulimala (Anguli = jari. Dengan mudah Angulimala membunuh orang-orang tersebut dan memotong jari tangan kanannya. gadis itu mencapai Sotapatti phala. terlebih dulu engkau harus membayar uang sekolah kepadaku." Ketika Ahimsaka mencapai umur untuk bersekolah. sehingga akhirnya guru terseb ut juga membenci Ahimsaka. maka kita dengan mudah dapat menangkapnya.a berkunjung ke rumahnya dan masih sempat memberikan uraian Dhamma." jawab gurunya. Tetapi." "Berapakah yang harus kubayar. ber empat. maka Ahimsaka membawa pedangnya dan pergi ke hutan Jalini di negara Kosala. Ahi msaka berjanji kepada gurunya untuk melaksanakan apa yang diminta oleh gurunya. Nama aslinya adalah Ahimsaka. Guru?" "Engkau tidak usah membayar dengan uang. mengeluarkan cahaya ge merlapan. jangan membawa dua buah jari tan gan dari orang yang sama. Baginda . berdua puluh. membunuhnya dan mengambil jari tangan kanannya. Karma itu anak-anak yang lain rnerasa iri hati kepada Ahimsaka. Di tahun ini pula Sang Buddha menaklukkan seorang penyamun ganas bernama Angulim ala. bersepuluh." Raja Kosala bertanya. Bhaggava menjawab." Raja kemudian berkata. anakku itu kelak akan menjadi seorang penyamun. Kalau ingin me lewati hutan Jalini. maka ayahnya mengirirn Ahimsaka ke sebuah sekolah di Takkasila. begitu mereka menden gar "Aku Angulimila. kenapa kita tidak sekarang saja membunuhny a?" Bhaggava menjawab.

Karena itu. Karena itu." Kemudian ia berjalan pergi ke hutan dengan membawa bekal makanan seperlunya. Tetapi Sang Buddha hanya terseny um. "Alangkah kasihannya wanita ini." Mereka menasehati Sang Buddha sampai tiga kali. masih kekurangan satu orang lagi yang akan dijadikan korban. Ia benci sekali dengan hidup seperti itu. anak itu sekarang sudah terlalu ganas. Dengan demikian aku tidak usah membunuh ibuku. Di sana bersembunyi seorang penyamun yang bernama Angulimala. Manyani. meskipun dulu aku ber lari-lari menangkap gajah." Tetapi ibunya adalah seorang wanita yang halus budi pekertinya dan mempunyai hat i yang baik. Tetapi bag aimanapun juga. Ia berpikir. Sekarang Raja sedang membuat persiapan untuk menangkap dan membunuhnya. Aneh sekali aku tak dapat mengejar pertapa in . "Anak kita yang tercinta sekarang telah menjadi seorang pemb unuh. tetapi apa yang dapat aku lakukan? Aku harus memegang janjiku dan membunuhnya. Tiba-tiba Sang Buddha berdi ri di antara Angulimala dan ibunya. dengan membawa mangkuk-Nya Sang Buddha b erjalan menuju ke hutan tempat Angulimala bersembunyi menunggu mangsanya yang te rakhir. tetapi membunuh pertapa ini dan memotong jari tangannya. kereta perang. Apalagi ia mencintai anaknya lebih dari dirinya sendiri. aku akan membunuhnya . Sang Buddha berjalan s aja dengan tenang. Ketika itu Angulimila sudah membunuh 999 orang. ibun ya dan juga khalayak ramai. tidur. Dan korban yang terakhir ini justru adalah ibu nya sendiri. Angulimala kemudian menja di letih. Sang Buddha melihat ke seluruh penjuru dunia u ntuk mencari orang yang mungkin dapat ditolong-Nya dalam bidang kerohanian. sehingga semua sendi-sendinya merasa sakit sekali dan tidak kuat lagi untuk berlari. A ku tidak mau mati percuma. "Tidak pernah aku seletih ini. Keti ka itu Sang Buddha melihat Angulimala. ia masih harus membunuh seorang lagi untuk memenuhi permintaan g urunya berupa seribu buah jari tangan kanan manusia. Berbulan-bulan lamanya ia berada di hutan tanpa memperoleh cukup makan. Ia juga pasti akan membunuh Anda. sungguh mengherankan. Angulimala kemudian memindahkan tempat kerjanya dan di tempat yang baru ia kemba li mencegat dan membunuh orang yang lewat." Pagi hari itu. Ia berpikir. memotong jari tangannya untuk mencukupi jumlah seribu yang diminta guruku. Ia pikir. Ap akah kamu tidak dapat pergi menemui anak kita dan membujuknya supaya berhenti me mbunuh?" "Istriku tercinta. berusaha mencegahNya dengan mengatakan. sebagaimana biasa. Angulimala berlari-lari untuk menyergap dan membunuh Sang Bud dha. Teta pi sekarang. Angulimala melihat ibunya datang dan berpikir. "Baik juga pertapa ini berdiri di depan ibuku. Ia adalah ora ng yang kejam. kuda. ia berlari mendekati Sang Buddha. mendengar tentang persiapan yang dilakukan Raja Kosala. I bunya. Sang Buddha lalu bertekad untuk menolong Angulimala. sebaiknya Anda jangan berjalan terus. meskipun ibuku sendiri yang datang. tetapi meskipun badannya penuh dengan keringat ia tetap tak dapat menyentuh badan Sang Buddha yang sedang berjalan dengan tenang. Kembalilah s ekarang juga ke tempat darimana Anda datang. Karena merasa kasihan. Ketika itu ibu Angulimala sudah terlebih dulu memasuki hutan. "Aku harus pergi seorang diri ke hutan untuk menyelamatkan anakku. Ia datang seorang diri. Aku tidak akan mengganggunya. sebab siapa tahu mungkin saja hari ini ia akan data ng ke tempat ini. dan pakaian yang bersih. Penduduk desa yang melihat Sang Buddha berjalan menuju hutan. Karena itu. mandi. Ia telah membunuh ratusan orang. Raja Kosala mempersiapkan tentara yang untuk menangkap Angulimala. rusa atau binatang lainnya. dan jahat. B adannya sudah berbau busuk. mungkin aku pun akan dibunuhnya. yang meskipun sudah jemu dengan perbuatan membunuh dan ingin kembali menjadi orang yang baik.t hutan tersebut. buas. Ia mungkin sudah berub ah seluruhnya dan kalau aku pergi menemuinya. Ia berka ta kepada suaminya." Dengan pedang terhunus. sedangkan kami sendiri hari ini juga a kan meninggalkan tempat ini. Angulimala berpikir. Aku memang kasihan kepadanya. "Sekarang. Banyak orang y ang sudah meninggalkan rumah dan desanya. sebaiknya Anda jangan pergi ke hutan itu." Ia menghunus pedangnya dan berlari mendekati ibunya. "Bhikkhu. mengucapkan terima kasih dan melanjutkan perjalanan-Nya memasuki hutan.

" Angulimala rupanya sangat terkesan dengan syair yang diucapkan Sang Buddha. Sang Buddha bertanya. Hal ini menggugah hatinya. merasa kagum sekali kepada Sang Buddha. "Oh. Aku berhenti. Yang Mulia. Suatu hari ketika sedang mengumpulkan makanan. Dikisahkan sewaktu Angulimala sudah mencapai ti ngkat Arahat. ia mendengar seorang wanita sedang merintih-rintih kesakitan waktu hendak bersalin. "Bagaimana Anda mengatakan berhenti. Karena itu Aku berhenti dan kamu tidak berhenti. Ibu Angulimala yang menyaksikan seluruh peristiwa ini dari dekat. Umpamanya Baginda melihat Ang ulimala sekarang sudah bercukur gundul. sebelum memasuki hutan untuk menangkap Angulimala. Ia datang berkunjung deng an membawa lima ratus orang prajurit berkuda. Sang Buddha member inya petunjuk untuk memberi wanita itu air. Aku sekarang memang sangat letih. terlebih dulu da tang mengunjungi Sang Buddha untuk mohon restu Beliau. semua prajurit Raja melarikan diri. "Seor ang bhikkhu tidak boleh bohong." Kemudian ia berteriak. Ketika Angulimala memasu ki ruangan." Yang berarti: . Di vihara i a ditahbiskan menjadi bhikkhu. Angulimala! Tetapi. aku akan berlutut di hadapannya. Setelah berlatih dengan tekun. Baginda Yang Agung. Ia m embuang pedangnya dan berlutut di hadapan Sang Buddha. memakai jubah kuning. Aku hendak menangkapnya. Tentu ada m aksud tertentu dalam ucapan tersebut." Kemudian ia bertanya kepada Sang Buddha. Bhikkhu ini. Tetapi kamu tidak mempunyai betas kasih terhadap makhluk hidup. Sang Buddha kemudian memberitahukan Angulimala agar j angan mempunyai rasa dendam dan harus menganggap kejadian ini sebagai hukuman at as kejahatan yang pernah ia lakukan. Sang Buddha memberi berkah dan kemudian mengajaknya pergi ke vihara. "Kalau demikian halnya. apakah yang Baginda akan la kukan?" Raja Kosala menjawab. Angulimala k emudian mencapai tingkat Arahat.i. Tetapi dicegah oleh Sang Buddha. meninggalkan kehid upan sebagai seorang penyamun dan berhenti membunuh. meskipun berjalan lebih cepat dari aku. Setelah itu Sang Buddha memberikan khotbah Dhamma. Raja Kosala. Karena Aku berbelas kasih terhadap semua makhluk hidup. apakah engkau sendiri b erhenti?" Angulimala tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Sang Buddha dan berpikir. yang dalam waktu demiki an singkat dapat menaklukkan Angulimala dan mengubahnya menjadi orang baik. setelah terlebih dulu dibacakan kali mat-kalimat: "Yatoham bhagini ariyaya Jatiya jato Nabhijanami sañcicca Panam jivita voropeta Tena saccena sotthi te Hotu sotthi gabbhassa. "Aku berhenti. apakah Baginda mendapat kesukaran ? Apakah Raja Bimbisara menyatakan perang kepada Anda atau Pangeran dari Licchav i atau mungkin dari kerajaan lain?" "Bukan. berhenti Bhikkhu!" Sang Buddha menjawab." Kemudian Sang Buddha memanggil Angulimala untuk keluar. pa dahal Anda berlari lebih cepat dari aku?" Sang Buddha mengucapkan syair seperti di bawah ini : "Sebagaimana biasa. "Oh. Sewaktu ia menceritakan peristiwa tersebut kepada Sang Buddha da n menanyakan cara untuk menolong penderitaan wanita tersebut. Angulimala diserang oleh orang-or ang yang sedang berkelahi. "Hai berhenti. mengatakan bahwa ia berhenti. Baginda Yang Agung. Angulimala. Ada seorang penyamun yang ganas sekali di kerajaanku. Sang Buddha lalu berkata. Namany a Angulimala. sehingga ia berkeinginan menolong w anita tersebut." jawab Raja Kosala.

tidak dapat dipastikan secara berurutan. tetapi Sang Buddha menjawab bahwa persoalan itu tidak perlu dibicarakan sekarang. wanita itu segera bersalin dengan s elamat. Tiba-tiba ia jatuh di atas pangkuan Ajatasattu. sehingga Beliau sangat men ghormat pada Devadatta. sewaktu Sang Buddha dalam perjalanan dari Kapilavatthu menuju ke Rajagaha. Devadatta akan membocorkannya sendiri. Pada vassa berikutnya. Penaklukan Angulimala sering kali dicatat sebagai satu dari sekian banyak perbua tan Sang Buddha yang menolong manusia karena rasa belas kasih yang sangat besar terhadap umat manusia. men getahui niat jahat Devadatta tersebut dan memberitahukan kepada Moggallana. Tetapi dapat diketahui bahwa delapan belas vassa dijalankan di Jetavanarama dan lima vassa di Pubbarama. Saudara perempuannya bernama Yasodhara atau Bhaddakaccana dan menikah deng an Pangeran Siddhattha. Kimbila . Bhagu. te mpat-tempat mana yang telah dikunjungi oleh Sang Buddha dan dimana Sang Buddha b er-vassa. Kisahnya adalah sebagai berikut : Devadatta adalah anak dari Pangeran Suppabuddha dan Amita. Keja dian ini menggembirakan sekali hati Devadatta. Untuk beberapa waktu lamanya. Seorang murid Moggallana. Peristiwa tersebu t memberi kesan yang dalam sekali di hati Ajatasattu. semoga Anda Dan bayi dalam kandungan selamat. bahkan Sang Buddha sendiri pernah memujinya sebagai orang yang mempun yai kekuatan gaib yang tinggi. sehingga membuat Ajatasattu ketakutan. "Ak . Bhaddiya. Pertama ia mencoba untuk mempengaruhi Pangeran Ajatasattu. sedangkan vassa ke-44 dijalankan di Beluva. berhubung Sang Bud dha sekarang sudah lanjut usianya. yaitu k ekuatan gaib tertinggi yang dapat dicapai oleh orang yang belum mencapai tingkat kesucian. setelah diberi air tersebut. pada tahun ketiga setelah memperoleh Pene rangan Agung. Ajatasattu mengunjungi Devadatta dengan diiringi lima ratus kereta. Devadatta mendapat tempat terhormat dal am Sangha. Anuruddha dan Upali di Anupiya. Satu hal pasti yang dapat ditemukan dalam sutta-sutta ialah tentang mangkatnya R aja Bimbisara."Saudari. di hadapan pertemuan para bhikkhu. Atas permohonan itu Sang Buddha menjawab. delapan tahun sebelum Sang Buddha sendiri mencapai Parinibbana. di samping memberikan lima ratus piring makanan setiap hari. Ia bersalin rupa menj adi anak kecil dengan memakai kalung dari beberapa ekor ular." Dan benar saja. Tahun itu Sang Buddha ber-vassa di Veluvanarama. s ebuah desa kecil yang mungkin terletak di dekat Vesali. Devadatta mohon kepada S ang Buddha agar Sang Buddha menunjuknya sebagai Ketua Sangha. Tetapi di kemudian hari. yang kemudian menjadi Buddha. Tidak lama kemudian. Sampai hari ini kalimat-kalimat tersebut dikenal sebagai Angulimala-sutt a dan dipakai untuk membuat air guna memudahkan persalinan. Savatthi. Tiap pagi dan petang hari. Kisah ini pun dapat dipakai sebagai contoh untuk membuktikan bahwa kamma (perbua tan) baik yang orang lakukan dapat memusnahkan kamma buruk yang pernah ia lakuka n. sejak dilahirkan sebagai seorang Ariya Aku tidak ingat dengan sengaja Membunuh suatu makhluk hidup Dengan pernyataan yang benar ini. Demikianlah kisah mengenai Angulimala. Devadatta mempunyai maks ud yang tidak baik terhadap Sang Buddha karena ia merasa iri atas kemasyhuran Sa ng Buddha. yang bertumimbal lahir sebagai Manomayakayikadeva. adik dari Raja Suddho dana. K etika itulah Devadatta dengan paksa ingin mengambil alih pimpinan Sangha dari Sa ng Buddha. sehingga timbul niat jahatnya unt uk mengambil alih kedudukan Sang Buddha sebagai Ketua Sangha. Tahun ke-21 sampai dengan tahun ke-44 Selama tahun-tahun tersebut di atas. Mogg allana menceritakan hal tersebut kepada Sang Buddha. Rajagaha. Kemudian an ak kecil itu lenyap dan Devadatta berdiri di depan Ajatasattu. Devadatta ditahbiskan menjadi bhikkhu bersama-sama dengan Ananda. Devadatta berhasil memperoleh Puthujjanika-iddhi. karena kelak sebelum wakt unya.

Ananda lari ke depan dan menempatkan dirinya antara Sang Buddha dan gajah dengan maksud untuk melindungi dan menjadi tameng d ari Guru Junjungannya. kemudian satu per satu meninggalkan tempat penjagaannya. peman ah tersebut demikian terpesona dengan keagungan Sang Buddha. Devadatta lalu mengambil keputusan untuk membunuh sendiri Sang Buddha. Sang Buddha menegurnya dengan kata-kata yang ramah-tamah. siang dan malam para murid-Nya me njaga tempat tinggal Sang Buddha." Devadat ta merasa tersinggung sekali dikatakan sebagai orang yang hina-dina. Gajah itu besar dan buas dan terkenal dengan nama Nalagiri. ia mendorong sebuah batu besar yang dimaksudkan untuk menimpa mati Sang Buddha. Meskipun demikian. Kawan-kawannya yang letih menunggu. Semua bhikkhu harus tinggal di hutan. apa y ang sebenarnya menjadi tugasnya. Devadatta lalu membujuk seorang pawang gajah unt uk melepaskan seekor gajah (yang terlebih dulu dibuat mabuk dengan memberinya mi numan arak) di jalan yang akan dilalui Sang Buddha. 2. Pada waktu itulah Ajatasattu dihasut oleh Devadatta untuk membunuh ayahnya. Dengan cepat berita ini tersiar dan Sang Buddha pun diberi tahu. Tetapi Be . Setelah kejadian ini. 3. Semua bhikkhu dilarang keras makan daging dan ikan. Tiba-tiba du a tonggak besar muncul dari dalam tanah untuk menahan jatuhnya batu tersebut. Suatu har i. Ajatasattu menyetujui dan memerintahkan beberapa orang pemanah istana untuk memb antu Devadatta membunuh Sang Buddha. karena tertarik oleh kekuatan gaib da ri Sang Buddha. yaitu dengan membuat bumi mengerut. seda ngkan ia sendiri akan membunuh Sang Buddha. tetapi me reka hanya boleh makan makanan yang diperoleh dengan jalan minta-minta. 4. Sang Buddha lalu memberikan urai an Dhamma kepada para pemanah tersebut. sehingga seluruh ba dannya menjadi kaku. yaitu tempat tabib Jivaka untuk mendapa t pengobatan seperlunya. Mereka semua datang ke tempat Sang Buddha. berhubung tidak ada seorang pun di dunia ini yang mampu membunu h seorang Buddha. s ehingga pemanah tersebut membuang panahnya dan mengaku kepada Sang Buddha. Semua bhikkhu harus memakai jubah dari kain bekas pembungkus mayat dan tid ak boleh menerima persembahan jubah dari umat. S ang Buddha kemudian diusung ke Ambavana. Di hutan. Pemanah yang pertama pergi melapor kepad a Devadatta dan mengatakan bahwa ia tidak sanggup membunuh Sang Buddha. Setelah ketiga usahanya gagal semua. Hanya dengan menggunakan "iddhi". meskipun terlebih dulu telah dipesan dan diperingati deng an keras oleh Sang Buddha untuk tidak berbuat apa-apa. semua bhikkhu harus tidur di bawah pohon dan tidak boleh tidur d i dalam rumah. Semua bhikkhu tidak boleh menerima undangan makan di rumah umat. sehingga akhirnya tidak ada seorang pun yang masih hidup untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. maka mustahil Aku akan mengalihkannya kepada engkau. Tetapi Sang Buddha menerangkan bahwa hal terse but tidak perlu. Sang Buddha menjawab bahwa para bhikkhu yang ingin mengikuti peraturan tersebut boleh melakukannya. seorang yang hina-dina. Sewaktu gajah mabuk tersebut dilepa s dan memburu ke arah Sang Buddha. Namun Sang Budd ha menolak untuk membatalkan perjalanan-Nya.u tidak akan mengalihkan Pimpinan Sangha kepada Sariputta atau Moggallana. Ia minta kepada Sang Buddha untuk menyetujui bahwa semua bhikkhu ha rus mentaati peraturan seperti di bawah ini: 1. 5. sewaktu Sang Buddha sedang berjalan di lereng Gunung Gijjhakuta. Setelah usahanya kembali gagal. Sewaktu mereka sudah berkumpul. pecahan batu tersebut masih dapat melukai kaki Sang Buddha. Devadatta kemudian berusaha untuk memecah b elah Sangha. Para pemanah istana tersebut ditempatkan di berbagai tempat dan diatur sedemikan rupa. karena S ang Buddha mempunyai kekuatan gaib yang luar biasa tingginya. saat Sang Buddha mendekati pemanah pertama yang harus membunuhnya. Tetapi. kecuali "tidur di bawah pohon" selama musim hujan. Sang Buddha berhasil berada di depa n Ananda dan dengan pancaran cinta kasih dapat menjinakkan kembali gajah tersebu t. Sang Buddha memberikan uraian Dhamma kepada orang tersebut dan kemudian menyuruh nya pulang dengan mengambil jalan tertentu.

namun Devadatta memberitahukan Ananda bahwa ia akan mengadakan pertemua n uposatha tersendiri tanpa dihadiri oleh Sang Buddha. Penolakan ini membuat Devadatta gembira karena sekarang ia mempunyai alasan untu k menyebarluaskan berita bahwa Sang Buddha dan murid-murid-Nya masih terlalu ter ikat kepada kemewahan dan kehidupan yang serba cukup. Pada akhir khotbahnya. Devadatta muntah darah dan kemudian sakit keras selam a sembilan bulan. mereka diterima dengan gembira oleh Devadatta. Ketika berita ini disampaikan kepada Sang Buddha. tanah itu membuka dan ia terjerumus masuk ke dalam tanah.liau menolak untuk membuat peraturan ini berlaku bagi semua bhikkhu. Pengik ut Devadatta yang setia. Meskipun sudah diperingati oleh Sang Buddha tentang akibat yang menyedihkan untuk orang yang memecah belah Sangha. Beliau mengatakan bahwa hal it u tidaklah mungkin dalam kehidupan ini. ia minta rombongannya berhenti sebentar karena ia ingin membersihkan badan terlebih dulu di sebuah telaga yang terdapat di pinggir jalan. Tahun ke-45 Di tahun ini Sang Buddha mangkat dan mencapai Parinibbana di Kusinara pada saat purnama sidhi di bulan Vaisak (Mei) sebelum waktu ber-vassa. Devadatta minta Sariputta untuk meneruskan khotbahnya. Waktu tiba di dekat Jetavanna. lima ratus orang bhikkhu tersebut bersedia kembali kepada Sang Buddha dan meninggalkan Devadatta bersama-sama Sariputta dan Moggallana. BAB V HARI-HARI TERAKHIR Maha Parinibbana Suttanta (D. ia masih sempat menyatakan bahwa ia hanya mencari perlindungan kepada Sang Buddh a. Devadatta berhasil membuj uk lima ratus orang bhikkhu yang baru ditahbiskan untuk menyertainya pergi ke Ga yasisa. sedangkan ia sendiri pergi tidur. bila terjadi . Sewaktu turun dari usungan dan kakinya menyentuh tanah.II-16) CULLAVAGGA XI (Vin.D. sebab Devadatta mengira bahwa Sariputta dan Moggallana berdua j uga ingin bergabung dengannya. Waktu merasa sudah letih seka li. Ketika ia hampir hilang masuk ke dalam tanah. Ketika Sariputta dan Moggallana tiba di Gayasisa. Kokalika. yaitu semacam bunga yang hanya dapat ditemukan. B. Kemudian aku berhenti di pinggi r jalan dan mencari tempat duduk di bawah pohon yang rindang. II. Diantaranya terdapat bhikkhuni Thullananda yang terus-menerus memuji Devadatta d an seorang dari suku Sakya bernama Dandapani. ia minta murid-muridnya membawa ia menghadap Sang Buddha. Devadatta dibawa dengan sebuah usungan. Sariputta berkhotbah di depan para bhikkhu dan menerangkan bahwa De vadatta sekarang sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Sang Buddha. Mendengar berita tersebut. Malam itu Devadatta berkhotbah sampai larut malam.V) Ayasma Maha Kassapa bercerita kepada para bhikkhu : "Pada suatu waktu aku bersama-sama dengan kira-kira lima ratus bhikkhu sedang be rada dalam perjalanan dari Pava menuju Kusinara. Ia masuk ke neraka Avici dan akan berada di alam tersebut selama seratus ribu ka ppa untuk kemudian lahir kembali ke dunia dan menjadi seorang Pacceka Buddha. Sewaktu Devadatta mengetahui bahwa ia tidak lama lagi dapat hidup di dunia ini. Sang Buddha kemudian memerintahkan Sariputta dan Moggallana pergi ke Gayasisa un tuk bicara dengan para bhikkhu yang terkena bujukan. membangunkan Devadatta dari tidurnya dan menc eritakan apa yang telah terjadi." Pada waktu itu lewat di depanku seorang pertapa "tak berpakaian" dengan membawa bunga Pohon Karang.

pada waktu kelima rat us bhikkhu tersebut membacakan Dhamma dan Vinaya di Rajagaha agar jangan ada bhi kkhu lain yang bervassa di Rajagaha.peristiwa penting. oleh Sangha telah disetujui untuk membacakan Dham . merenung. tidak diperkenankan u ntuk berada di Rajagaha?" Ayasma Maha Kassapa lalu berkata kepada Sangha. maka para bhikkhu yang masih belum terbebas dari hawa nafsu. "Benar. Kelima ratus bhikkhu tersebut. tetapi Beliau telah mangkat s eminggu yang lalu. Karena itu aku mengusulkan agar Bhikkhu An anda pun diikutsertakan. aku mengenal Guru Anda. yang semuanya telah menc apai tingkat Arahat." Kemudian dijawab. menjadi seorang makhluk. sebelum apa yang "bukan Dhamma" mendapat angin dan berkembang. Para Bhante yang terhormat. maka aku harap Sangha diam dan kepada mereka yang berkeberatan aku persilakan untuk bicara. janganlah be rsedih. Kalau sekiranya Sangha menyetujui. kebencian. Kalau Sangha menganggap baik m aka Sangha dapat memberi persetujuan agar kelima ratus bhikkhu ini membacakan Dh amma dan Vinaya pada waktu mereka bervassa di Rajagaha. Lalu aku menyapa pertapa tersebut. dan bhikkhu-bhikkhu lain selama vassa (musim hujan). meskipun Bhikkhu Ananda masih seor ang siswa. dan Dhamma akan terdesak." Dengan demikian Bhikkhu Ananda pun terpilih. "Terlalu cepat San g Bhagava memasuki parinibbana! Terlalu cepat Yang Terbahagia memasuki parinibba na! Terlalu cepat Sang Mata Dunia lenyap dari pandangan kami!" Tetapi para bhikkhu yang telah terbebas dari hawa nafsu. "Kalau demikian halnya. Sangha sedang mempertimbangkan untuk menyetujui kelima ratus bhikkhu ini membicarakan Dhamma dan Vinaya sewaktu merek a bervassa di Rajagaha. Avuso. yang telah ditahbisk an pada usia lanjut. mengangkat tangan mereka dan menangis tersedu-sedu. kita akan membacakan Dhamma dan Vinaya. Oleh karena itulah aku dapat memperoleh bunga Mandarava (Poho n Karang) ini. Mana mungkin hal ini tak akan terjadi?" Tetapi aku berkata." Mendengar berita tersebut. sebelum apa yang "bukan Vinaya" mendapat angin dan berkembang. sebelum mereka yang berbicara tentang yang "bukan Dhamma" menjadi kuat dan mereka yang berbicara tentang Dhamma menjadi lemah. Avuso. janganlah meratap! Sekarang kita telah terbebas dari Pertapa Tua itu. "Segala sesuatu yang terdiri dari paduan unsur-u nsur adalah tidak kekal. nafsu-nafsu yang menggelapkan batin dan ketakutan. "Di manakah akan diadakan pembacaan Dhamma dan Vi naya?" Kemudian diusulkan oleh beberapa orang bhikkhu "Di Rajagaha terdapat banyak umat yang bersedia memberikan makanan dan tempat penginapan pun jumlahnya berlebih-l ebihan. dan Vinaya akan terdesak. Setelah itu seorang bhikkhu berkata. sebelum mereka yang ber bicara tentang yang "bukan Vinaya" menjadi kuat dan mereka yang berbicara tentan g Vinaya menjadi lemah. Bagaimana kalau waktu bervassa di Rajagaha kita membacakan Dhamma dan Vi naya. janganlah bersedih. tetapi ia sudah tidak mungkin lagi melakukan hal-hal yang salah karen a dorongan keinginan rendah. "Cukup. "Apakah Anda kenal Guru k ami?" Ia menjawab. harap Bhante memilih bhikkhu-bhikkhu y ang akan membacakannya. har ap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan. kita telah dikekang oleh Beliau dengan mengatakan. Inilah usulku. Subhadda kemudian turut bicara. Su dah terlalu lama. Setelah itu timbul pertanyaan. Kalau Sangha menyetujuinya." Kemudian Ayasma Maha Kassapa memilih 499 orang bhikkhu. janganlah meratap! Bukank ah sejak semula Sang Bhagava menerangkan bahwa segala sesuatu yang disenangi dan dicintai suatu ketika pasti akan berubah dan akan berpisah darimu? Apa yang tim bul karena suatu sebab. 'Semoga itu ta k akan berubah dan hancur kembali!" Pada waktu itu hadir pula seorang bhikkhu bernama Subhadda. terdiri dari paduan unsur-unsur dan dikodratkan akan lapuk. Avuso. beberapa orang lagi berguling-gulingan di atas tanah dan menangis sambil meratap. Dan selama vassa itu jan gan ada bhikkhu lain yang bervassa di Rajagaha." Lalu aku berkata. "Bhante. Selain itu Bhikkhu Ananda memahami Dhamma dan Vinaya dengan seksama d i bawah asuhan langsung Sang Bhagava. "Cukup. "Mari. itu tidak boleh kamu lakukan!' Sekarang kita dapat berbuat sesuka hati kita dan kita tidak usah melakukan hal-hal yang kita tidak senangi. bagaimana engkau masih menginginkan. 'Ini boleh kamu lakukan. Avuso. "Para Bhante yang terhormat. dengan penuh kesadaran dan pikiran terpusat.

" Kemudian Ayasma Maha Kassapa bertanya." "Mengenai siapa?" "Mengenai Bhikkhu Sudinna dari Desa Kalandaka. Besok akan dimulai pembacaan Dhamma dan Vinaya. "Para Bhante yang terhormat." ." Kemudian kelima ratus bhikkhu tersebut berangkat menuju Rajagaha untuk membacaka n Dhamma dan Vinaya. sebagai seorang siswa. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat. Kemudi an pertemuan dibuka oleh Ayasma Maha Kassapa." "Mengenai siapa?" "Mengenai Bhikkhu Dhaniya. Mereka berpikir.ma dan Vinaya sewaktu mereka bervassa di Rajagaha dan juga telah disetujui agar jangan ada bhikkhu lain yang bervassa di Rajagaha. Setibanya di Rajagaha mereka melihat banyak kayu-kayu yang patah serta lapuk di tempat mereka menginap." "Mengenai siapa?" "Mengenai beberapa bhikkhu. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan. Kalau Sangha menganggap baik. harap Sangha mende ngarkan apa yang akan ucapkan. "Memperbaiki bagian-bagian bangunan yan g patah serta lapuk dipujikan oleh Sang Bhagava. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang pertama?" "Di Vesali. Bhante. Bhikkhu Upali." Lalu dijawab oleh Bhikkhu Upali. "Kemudian. Kemudian di bulan pertama mereka sibuk memperbaiki bagian-bagian yang rusak dan mengganti kayu-kayu yang patah serta lapuk dengan yang baik. aku dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai Vinaya yang akan diajukan oleh Ayasma Maha Kassap a. Ia lalu memiringkan tubuhnya. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat. Begitulah apa yang kumengerti. Bhante. anak seorang pembuat jambangan tanah. Kalau Sangha menganggap baik. karena tidak ada yang bicara. pada saat itu dengan tiba-tiba batinnya tela h bersih dari kekotoran batin dan Bhikkhu Ananda mencapai tingkat Arahat." "Tentang persoalan apa?" "Tentang hubungan kelamin. "Para Bhante yang terhormat. Bhikkhu Ananda ingin membaringkan dirinya di atas ka sur. ak u akan mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Bhikkhu Upali mengenai Vina ya. aku tidak layak menghadiri pertemuan itu. Bhikkhu Ananda sedang merenung." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. Dan setelah merasa amat letih." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang ketiga?" "Di Vesali.." "Tentang persoalan apa?" "Tentang manusia. "Kemudian. selanjutnya ditanyakan tentang apa yang dite tapkan dan apa yang kemudian ditambahkan.. Sebenarnya. tetapi sebelum kepalanya menyentuh kasur dan kakinya sudah terangkat dari tanah. selama bulan pertama kita akan memperbaiki bagian-bagian yang patah serta lapuk dan kemudian baru membaca kan Dhamma dan Vinaya. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang kedua?" "Di Rajagaha. "Besok kita akan berkumpul. "Bhikkhu Upali." "Tentang persoalan apa?" "Tentang mengambil sesuatu yang tidak diberikan. Bhante." Setelah itu Bhikkhu An anda giat melatih meditasi dengan obyek badan jasmaninya sampai larut malam. . Kemudian ditanyakan tentang apa yang d ianggap sebagai pelanggaran dan apa yang dianggap sebagai bukan pelanggaran. Bhikkhu Upali. Mari.

Kalau Sangha menganggap baik. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan. aku akan m ulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Bhikkhu Ananda mengenai Dhamma. aku tidak menanyakan apa yang dimaksud dengan peraturan-peratura n yang kecil dan kurang penting." Ada lagi yang mengatakan. "Selain 4 peraturan Parajika dan 13 peraturan Sanghadisesa. harap Sangha mend engarkan apa yang akan aku ucapkan. "Setelah Aku mangkat. Semua pertanyaan dij awab oleh Bhikkhu Upali dengan terang dan jelas." "Tentang persoalan apa?" "Tentang mereka yang menggunakan tipu muslihat dengan mengaku mencapai tingkat k esucian atau memiliki kekuatan-kekuatan gaib.. pada waktu Sang Bhagava hendak mencapai parinibbana. Setelah itu ditanyakan tentang peraturan-peraturan yang lain baik yang berlaku u ntuk para bhikkhu maupun yang berlaku untuk para bhikkhuni. Bhante. semua yang lain termasuk peraturan-peratur an kecil dan kurang penting. lalu tentang orang-orangny a. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang keempat?" "Di Vesali." "Dengan siapa?" "Dengan pertapa Suppiya dan seorang Brahmin muda bernama Brahmadatta. Bhante." "Mengenai persoalan apa?" "Mengenai apa yang terpuji dan apa yang tidak terpuji. di manakah Brahmajala-sutta disabdakan?" "Bhante. Kalau Sangha menganggap baik. lalu tentang asal mulanya dam te ntang orang-orangnya yang terlibat.. Beliau telah meninggalkan pesan. Bhikkhu Ananda?" "Di Rajagaha. di taman mangga Jivaka." "Mengenai siapa?" "Mengenai bhikkhu-bhikkhu dari tepi Sungai Vaggumuda. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat. maka peratu ran-peraturan yang kecil dan kurang penting dapat ditiadakan. . selanjutnya ditanyakan tentang apa yang dite tapkan dan apa yang kemudian ditambahkan.. "Para Bhante yang terhormat. Bhikkhu Upali." Ada pula yang mengatakan. "Selain 4 (empat) peraturan Parajika. Kemudian ditanyakan tentang apa yang d ianggap sebagai pelanggaran dan apa yang dianggap sebagai bukan pelanggaran. aku akan menja wab pertanyaan-pertanyaan mengenai Dhamma yang akan diajukan oleh Ayasma Maha Ka ssapa. di tempat peristirahatan Raja di Ambalatthika antara Rajagaha dan Nalan da." Ada hadirin yang mengatakan. Setelah itu Bhikkhu Ananda ditanya tentang lima Nikaya yang semuanya dijawab den gan terang dan jelas. "Dan di manakah Samaññaphala-sutta disabdakan. Ananda. lalu tentang orang-orangny a. kalau dikehendaki oleh Sangha." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. "Para Bhante yang terhormat . semua peraturan yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. Kemudian Bhikkhu Ananda memberitahukan para hadirin. "Para Bhante yang terhormat. "Bhikkhu Ananda." "Tetapi apakah ditanyakan kepada Sang Bhagava." Kemudian Bhikkhu Ananda ditanya tentang asal mulanya. "Kemudian. putra dari Videhi." "Dengan siapa?" "Dengan Ajatasattu. Bhante. Kemudian Ayasma Maha Kassapa berkata." Lalu dijawab oleh Bhikkhu Ananda.Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya." Kemudian Bhikkhu Ananda ditanya tentang asal mulanya." Kemudian Ayasma Maha Kassapa bertanya. apa yang dimaksud dengan peratura n-peraturan yang kecil dan kurang penting?" "Tidak.

Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran.. mungkin di antara mereka ada yang berkata.. Tata tertib para bhikkhu ada juga yang berhubungan dengan umat dan umat pun me ngetahui mengenai hal tersebut. diharap bicara. setelah dengan tidak disengaja menginjaknya. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. Segala sesuatu harus berjalan terus sesuai de ngan apa yang sudah ditetapkan." Kemudian para Thera berkata kepada Bhikkhu Ananda "Bhikkhu Ananda. bukan karena rasa kurang hormat aku telah menjahit jubah musim hujan Sang Bhagava. Kalau para Bhante setuju dengan tidak menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan d an tidak akan menghapus sesuatu yang sudah ditetapkan dan segala sesuatu harus b erjalan terus sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan.. Segala sesuatu harus berjalan terus sesu ai dengan apa yang sudah ditetapkan. Inilah usulku . Kalau kita menghapuskan peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. "Selain 4 peraturan Parajika . harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan maka Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan dan tidak akan m enghapus sesuatu yang sudah ditetapkan." Ada pula yang mengatakan."Selain 4 peraturan Parajika. namun karena ketaatan kepad a para Bhante." "Bhikkhu Ananda. karena Anda telah lalai untuk menanyakan kepada Sang Bhagava . K alau ada yang tidak setuju. memang mereka melatih diri dalam tata tertib tersebut. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. Segala ses uatu harus berjalan terus sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan." Ada lagi yang mengatakan." Kemudian Ayasma Maha Kassapa berkata. ini pun merupakan suatu pelanggaran karena Anda mengizinkan par a wanita memberi penghormat terlebih dulu terhadap jenazah Sang Bhagava. Begitulah apa yang kumengerti. 13 peraturan Sanghadisesa dan 2 peraturan Aniyata. Beliau te lah menetapkan tata tertib untuk murid-murid-Nya. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku katakan . apa yang dimaksud dengan peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. apa yang dimaksud dengan peraturan-peraturan kecil yang kurang pent ing. "Selain 4 peraturan Parajika . Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan dan tidak akan mengha pus sesuatu yang sudah ditetapkan. putra-putra Sakya. Karena Sangha diam. "Para Bhante yang terhormat. namun karena ketaatanku kepada para Bhante. aku mengaku melakukan pelanggaran.dan 4 peraturan Patidesaniya. karena kurang waspada aku tidak menanyakan kepada S ang Bhagava. Para Bhante yang terhormat. yaitu berbuat sesuatu yang tidak pantas. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran.. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. maka Sangha telah setuju. ini merupakan suatu pelanggaran. tetapi setelah Buddh a Gotama mencapai parinibbana mereka tidak lagi melatih diri dalam tata tertib t ersebut. maka Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang bel um ditetapkan dan tidak akan menghapus sesuatu yang sudah ditetapkan." "Bhikkhu Ananda. "Selain 4 peraturan Parajika. aku mengakui telah melakukan pelanggaran berbuat sesuatu yang tidak pan tas. maka Sangha harap diam. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan ku rang penting. ini pun merupakan suatu pelanggaran karena Anda menjahit jubah musim hujan Sang Bhagava." "Para Bhante yang terhormat. Mereka tahu bahwa ini "diperbolehkan" dan itu pasti "tidak diperbolehkan" untuk para pertapa. sehingg . 13 peraturan Sanghadisesa. 2 peraturan Aniyata dan 30 peraturan Nissagiya. yaitu melakukan suatu kelalaia n. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran." Ada juga yang mengatakan. Sewaktu Buddha Gotama masih hi dup." "Para Bhante yang terhormat.. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting.dan 92 peraturan Pacittiya. "Pada waktu Buddha Gotama masih hidup. setelah Anda menginjaknya terlebih dulu. yaitu melakukan suatu kelalaian. Kalau Sangha menganggap baik.

demi welas asih-Nya terhadap dunia. aku mengaku telah melakukan pelanggaran. "Paduka Tuan." "Para Bhante yang terhormat. "Semoga Sang Bhagava berk enan . Bhikkhu Ananda. aku telah melakukan usaha dan memohon dengan sangat kepada Sang Bhagava. Anda telah lalai untuk memohon kepada Sang Bhagava." "Tetapi. m aka aku telah lalai tidak memohon kepada Sang Bhagava." "Kalau demikian halnya. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante. Di taman itu Raja Udena sedang bersenang-senang dengan para selirnya." "Baiklah. bila Sang Tathagata sudah tid ak ada lagi. lebih baik aku memberikan waktu t erlebih dulu kepada para wanita untuk memberi penghormatan terakhir terhadap jen azah Sang Bhagava. yang memberikan air susunya sendiri kepada bayi Siddhattha setelah ibu-Nya me ninggal dunia. aku mengaku telah melakukan pelanggaran. sehingga mereka nanti tidak berada dalam waktu yang tidak tep at (kalau para Thera telah berkumpul). ini pun merupakan suatu pelanggaran. agar wanita dapat diterima sebagai b hikkhuni. yaitu melakukan suatu kel alaian. Bhikkhu Channa boleh mengatakan apa saja yang ia suka." Bhikkhu Ananda. tidak jauh dari taman hiburan Raja Udena . yaitu berbuat sesuatu yang tidak pantas. Akuilah bahwa Anda telah melak ukan pelanggaran. " "Tetapi para Bhante yang terhormat. bagaimana mungkin aku dapat melaksanakan huk uman berat tersebut kepada Bhikkhu Channa karena Bhikkhu Channa orangnya kuat da n kekar badannya. "Para Bhante yang terhormat.. Beliau juga telah meninggalkan pesan. yaitu berbuat sesuatu yan g tidak pantas. "Semoga Sang Bhagava berkenan untuk hidup ter us sampai satu kappa. yaitu melakukan suatu kelalaian." Beberapa waktu setelah pembacaan Dhamma dan Vinaya selesai. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante.. "Ananda. apakah Anda menanyakan apa yang dimaksud dengan hukuman berat itu?" "Aku telah menanyakan kepada Sang Bhagava.a air mata mereka mengotori jenazah Sang Bhagava. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran berbuat sesuatu yang tidak baik. karena pada saat itu pikiranku tergoda oleh Mara. Bhikkhu Ananda. yang merawat-Ny a. kesejahteraan dan kebahagiaan para dewa dan umat manusia. demi kebahagiaan orang banyak. ibu tiri-Nya. Berselang b eberapa hari tibalah mereka di Kosambi. apa yang dimaksud dengan hukuman bera t itu. laksanakanlah hukuman berat itu terhadap Bhikkhu Channa." jawab Bhikkhu Ananda. " Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran. agar wanita dapat diterima sebagai bhikkhuni oleh karena a ku pikir." "Para Bhante yang terhormat. Beliau mengatakan. Kemudian berangkatlah Bhikkhu Ananda dengan lima ratus bhikkhu lain. semoga Sang Sugata berkenan untuk hidup terus demi kesejah teraan orang banyak. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante." "Bhikkhu Ananda. Sangha harus melaksanakan hukuman berat (brahmadanda) terhadap Bhik khu Channa. Mereka lalu memohon kepa da Raja Udena. tidak boleh menasehatinya dan tidak boleh memberi petunjuk kepadanya. yaitu berbuat sesuatu yan g tidak baik. aku mengaku telah melakukan pelanggaran. ini pun merupakan suatu pelanggaran. Bhikkhu Ananda mengh adap para Thera dan berkata : "Pada waktu Sang Bhagava hendak memasuki parinibba na. telah dikabarkan bahwa Bhikkhu Ananda telah tiba di . kesejahteraan dan kebahagiaan para dewa dan umat manusia. "Ananda. demi kebaikan. Karena melakukan usaha dan memohon dengan sangat kepada Sang Bhagava. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran.demi kebaikan. pergilah bersama dengan lima ratus bhikkhu lain. karena aku pikir." "Kalau begitu." Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. "Maha Pajapati adalah bibi Sang Bhagava. Bhante. tetapi bhikkhu-bhikkhu lain tidak boleh bicara dengannya. Kemudian p ara selir mendengar bahwa Bhikkhu Ananda telah tiba di dekat taman tersebut dan sedang beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang. Karena meskipun diberi isya rat-isyarat dan tanda-tanda yang jelas dapat diraba maksudnya. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran.

" "Apakah kamu memberikan sesuatu kepada Guru Ananda?" "Kami telah memberikan lima ratus pakaian dalam kepada Guru Ananda.dekat taman dan sekarang sedang beristirahat di bawah sebuah pohon rindang. apakah yang Bhante ingin lakukan dengan lima ratus pakaian dalam itu?" "Aku akan membagi-bagikannya kepada para bhikkhu yang jubahnya telah tipis. apa yang Bhante ingin lakukan dengan penutup lantai yang lama?" "Kami akan membuat penyeka-penyeka kaki. kami akan gunakan untuk memplester lantai. Inilah untuk pertama kali Bhikkhu Ananda mendapat hadiah seribu potong baj u dalam. apa yang Bhante ingin lakukan dengan jubah luar yang bekas pakai itu?" "Kami akan menggunakan jubah-jubah bekas itu untuk membuat penutup kasur. apa yang Bhante ingin lakukan dengan penyeka kaki yang lama?" "Kami akan membuat kain-kain untuk menyeka debu. Anda boleh mengatakan apa saja yang Anda suka." "Tetapi. Pada waktu itulah Bhikkhu Ananda memberitahukan Bhikkhu Channa. Para selir yang telah tenang hatinya. mempersilakan Bhikkhu Ananda mengambil tempat duduk." Bhikkhu Channa lalu menjawab. "Bhikkhu Channa. apa yang Bhante ingin lakukan dengan jubah bekas dari para bhikkhu ters ebut?" "Kami akan memakainya sebagai jubah luar." "Tetapi." "Tetapi. Setelah itu bhikkhu Ananda pergi ke Vihara Ghosita. "Perkenankanlah kami menemui Guru Ananda." . "Bhante. Raja Udena merasa kecewa dan mengecam Bhikkhu Ananda. tidak ada bhikkhu yang boleh memberi nasehat kepadaku dan tidak ada bhikkhu yang boleh memberi petunjuk kepadaku. Bhikkhu Ananda kemudian memberikan wej angan tentang Dhamma yang membuat hati para selir menjadi tenang." Pergilah para selir Raja Udena menemui Bhikkhu Ananda. Raja Udena kemudian bertanya." Maka oleh karena itu. gembira dan ba hagia. tidak ada bhikkhu yang boleh bicara kepadaku." "Tetapi. apakah yang dimaksud dengan hukuman berat itu?" "Bhikkhu Channa." "Pergilah kamu menemui Guru Ananda." "Tetapi." Mendengar itu. Bhante. "Bagaimana mungkin pertapa Ananda menerima sekian banyak baju dalam." "Tetapi. Setelah tiba di sana. tetapi bhikkhu-b hikkhu lain tidak diperkenankan untuk bicara kepada Anda. apa yang Bhante ingin lakukan dengan tutup kasur yang lama?" "Kami akan memakainya untuk penutup lantai. Apakah pertapa Ananda ingin berdagang pakaian atau apakah ia ingin menawarkannya untuk dijual di toko?" Setelah itu Raja Udena sendiri pergi menemui Bhikkhu Ananda dan setelah memberi hormat sebagaimana layaknya lalu mengambil tempat duduk. Paduka Tuan. gembira dan bahagia lalu memberikan lima ratus baju dalam kepada Bhikkhu Ananda dan kemudian mereka kembali ke tama n Raja Udena. Setelah bertemu. "Bhante." "Tetapi. "Apakah kamu telah bertemu dengan Guru Ananda?" "Kami telah bertemu dengan Guru Ananda. tidak diperkenankan un tuk menasehati Anda dan tidak diperkenankan untuk memberi petunjuk-petunjuk kepa da Anda. putra-putra Sakya. apakah para selirku tadi telah datang kemari?" "Benar. apa yang Bhante ingin lakukan dengan kain penyeka debu yang lama?" "Setelah mencabik-cabiknya dan mengaduknya dengan tanah fiat. ia memberikan lagi lima ratus baju dalam kepada Bhikkhu An anda." Setelah itu Raja Udena berpikir. hancurlah sudah aku ini. memakai se gala sesuatu dengan cara yang teratur. Sangha telah menjatuhkan hukuman berat terhadap diri Anda. mereka m emberi hormat dan mengambil tempat duduk. "Pertapa-pertapa. mereka ditanya oleh Raja Udena. hemat dan tidak boros." "Apakah mereka memberikan sesuatu kepada Bhante?" "Mereka memberikan lima ratus pakaian dalam kepadaku." "Tetapi. yang setelah memberi hormat sebagaimana layaknya. Di tempat itu Bhikkhu Channa.

sekarang telah tiba di Kesap utta. hidup suci telah dilaksanakan. karena merasa malu. indah pada pertengahannya." (Bhikkhu Channa yang dim aksud di sini ialah bekas kusir dari Pangeran Siddhattha Gotama). disertai para pe rtapa. "Bhante yang terhormat. brahmana. Pacittiya : pelanggaran yang menyebabkan seseorang harus menjalankan hukuman "pe nebusan dosa". Bhikkhu C hanna lalu berkata. Bhik khu Channa lalu pergi mencari tempat yang sunyi. Guru Para Dewa dan Manusia. Sempurna Dalam Pengetah uan dan Pelaksanaannya. "Bhikkhu Channa. sehingga d alam waktu yang tidak terlalu lama ia mencapai tingkat Arahat "Hancurlah tumimba l lahir. baik dalam teori maupun dalam pelaksanaannya. dan indah pada akhirnya. para dewa. seorang putra dari suku Sakya yang pergi bertapa. Di tempat itulah ia kemudian de ngan giat. telah dilakukan apa yang harus dilakukan dan tidak ada lagi yang tersisa. Sungguh berharga sekali dapat melihat Arahat tersebut!" Karena itu. Aniyata : pelanggaran yang masih belum ditentukan masuk golongan yang mana. Yang memperoleh Penerangan Agung. maka suku Kalama dari Kesaputta datang mengunjungi Sang Buddha. tekun dan dengan semangat yang menyala-nyala melatih diri. Nissagiya : pelanggaran yang menyebabkan sesuatu barang disita. Sang Buddha. BAB VI TAMBAHAN KALAMA SUTTA A-I-191 Demikianlah telah kudengar: 1. sekarang cabutlah kembali hukuman be rat terhadap diriku. Berita yang tersiar luas tentang Pertapa Gotama yang sekarang menjadi Buddha. ada yang memberi hormat dengan merangkapkan kedua tangan di depan dada dan kemudian duduk di satu sisi. Pembimbing Manusia Yang Tiada Taranya. ada yang menyembah.Kemudian ia jatuh pingsan di tempat itu. cemas dan muak dikenakan hukuman berat. ada juga yang memberi hormat dengan berlutut. pada saat Anda mencapai tingkat Arahat. Yang Dirahmati. Beliau memberitahukan d unia ini. dan manusia. Tiba di sana. dan ada juga yang terus duduk tanpa mengucap . Suatu ketika Yang Dirahmati (Sang Buddha) mengembara di negara Kosala dengan rombongan besar bhikkhu dan memasuki kota Kesaputta. Secara sempurna Beliau menerangkan tentang penghid upan suci yang benar-benar bersih. ada yang memberi hormat hanya dengan ucapan. bersama-sama dengan alam para dewa. Sanghadisesa : pelanggaran yang harus diselesaikan dalam rapat resmi dari Sangha . Setelah siuman. Beliau mengajarkan Dhamma yang indah pa da awalnya. yang menjadi penduduk kota Kesaputta mendengar bahwa Pertapa Gotama . sesuatu yang Beliau sendiri telah menge rti melalui pengetahuan yang luar biasa. pada saat itu pulalah h ukuman berat terhadap diri Anda telah dicabut kembali." Dengan demikian Bhikkhu Channa menjadi Arahat. me ngatakan: "Beliau adalah Arahat. Setelah itu Bhikkhu Channa mencari Bhikkhu Ananda dan setelah bertemu." Dijawab oleh Bhikkhu Ananda. Keterangan: Parajika : pelanggaran yang membuat seorang bhikkhu/ bhikkhuni dipecat/diusir ke luar Sangha. ada yang member itahukan nama dan nama keluarganya. Yang Terbahagia. mara. dan brahma. Suku Kalama.

dicengkeram oleh kebencia n dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian.kan kata apa pun. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seksama. kemudian seorang berkata. melakukan perz inahan. Oleh karena itu. mengambil sesuatu yang tidak diberikan. atau oleh karena sesuatu yang sudah merupakan tradisi. apakah orang itu tidak mungkin aka n membunuh makhluk hidup. maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut. menghina. hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan. bagaimana pendapatmu." 3. sudah sewajarn yalah kamu bingung. warga suku Kalama. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian. bukankah hal itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan b aginya untuk waktu yang lama?" "Memang demikian. dan mencela habis-habisan ajaran orang lain. Lalu datang pula pertapa da n brahmana lain ke Kesaputta. "Benar. 2. melakukan perz inahan. "Sekarang. Yang Mulia. kamu mengetahui. hal ini tercela. sudah sewajarnyalah kamu ragu-ragu. mengambil sesuatu yang ti dak diberikan. dan mencela habis-habisan ajaran orang lain. juga apa yang dikatakan sesuai dengan logika atau ke simpulan belaka. "Sekarang. Tetapi. mengucapkan kata-kata yang tidak benar. bagaimana pendapatmu. apaka h orang itu tidak mungkin akan membunuh makhluk hidup. apakah itu akan membawa keuntungan atau k erugian?" "Akan membawa kerugian." 5. warga suku Kalama? Kalau kebencian (dosa) ti mbul dalam diri seorang manusia. "Yang Mulia. apakah itu membawa keuntungan atau kerugian? " "Akan membawa kerugian. Yang Mulia. warga suku Kalama. 'H al ini tidak berguna. warga suku Kalama? Kalau kegelapan batin (mo ha) timbul dalam diri seorang manusia. ata u sesuatu yang didesas-desuskan. seseorang yang serakah dicengkeram oleh keserakaha n dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian. atau karena ingin menghormat seora ng pertapa yang menjadi gurumu." 4. melakukan perzinahan. apakah orang itu tidak mungkin aka n membunuh makhluk hidup. warga suku Kalama. bukankah hal itu akan mengakibatk an kerugian dan penderitaan baginya untuk waktu yang lama?" . meren dahkan. seseorang yang membenci. warga suku Kalama. banyak per tapa dan brahmana yang berkunjung ke Kesaputta. merendahkan. bagaimana pendapatmu. janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu." "Sekarang. hal ini tidak dibenarkan oleh para Bijaks ana. Dalam hal yang meragukan memang akan menimbulkan kebingungan . di cengkeram oleh kegelapan batin dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. warga suku Kalama. Yang Mulia. juga ap a yang kelihatannya cocok dengan pandanganmu. Setelah mereka semua duduk. Yang Mulia. apakah itu akan membawa keuntungan atau kerugia n?" "Akan membawa kerugian. mengucapkan kata-kata yang tidak benar. Mereka menerangkan dan membahas dengan panjang lebar ajaran mereka sendiri." "Sekarang. siapa diantara para pertapa dan brahmana yang berbicara benar dan siapa yang berdusta." 6. warga suku Kalama? Kalau keserakahan (lobha) timbul dalam diri seorang manusia. mengucapkan kata-kata yang tidak benar. Dan mereka ini juga menerangkan dan membahas denga n panjang lebar ajaran mereka sendiri. dan mencaci-maki. bukankah hal itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan b aginya untuk waktu yang lama?" "Memang demikian." "Sekarang. "Sekarang. menghina. warga suku Kalama. Kami yang mendengar merasa ragu-rag u dan bingung. Janganlah percaya begitu saja apa yang tertulis di dalam kitab-kitab suci. seseorang yang diliputi kegelapan batin (moha). Yang Mulia. tetapi mencaci maki. kalau setelah diselidiki sendiri. mengambil sesuatu yang tidak diberikan.

Yang Mulia. apakah hal ini merupakan keuntungan atau kerugian?" "Keuntungan. "Kesimpulannya. juga apa yang terlihat cocok dengan pandanganmu. hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan.' Tetapi. hal ini dibenarkan oleh para Bijaksana. "Kalau begitu. yang telah terbebas dari keserakahan dan tidak lagi dicengk eram oleh keserakahan.' maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut. Janganlah percaya begitu saja apa yang dikatakan di dalam kitab-kitab suci. Yang Mulia. hal ini kalau terus di lakukan akan membawa keberuntungan dan kebahagiaan. hal ini tidak dibenarkan oleh para Bijaks ana. "Karena itu. kamu mengetahui. tidak akan mendapatkan kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya. warga suku Kalama. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan orang lain. 'Hal ini berguna. kalau setelah diselidiki sendiri. kamu mengetahui.' Tetapi. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seksama. itulah yang Kumaksud dengan mengatakan. berhenti melakukan perzinahan berhenti mengucapkan kata-kata yang tidak benar. atau sesuatu yang didesas-desuskan. apakah hal ini merupakan keuntungan atau k . hal i ni tidak tercela. juga apa yang terlihat cocok den gan pandanganmu." "Bukankah orang ini. Janganlah perca ya begitu saja apa yang dikatakan di dalam kitab-kitab suci. Yang Mulia. 'H al ini tidak berguna." "Bukankah orang ini.. atau oleh karena sesuatu yang merupakan tradisi. juga apa yang katan ya sesuai dengan logika atau kesimpulan belaka. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seks ama." 12. "Sekarang. yang telah terbebas dari kebencian tidak lagi dicengkeram o leh kebencian . warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas d ari keserakahan (lobha). warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas dari kebencian (dosa). apakah hal ini merupakan keuntungan atau kerugia n?" "Keuntungan. "Sekarang. bagaimana pendapatmu.." "Apakah hal-hal tersebut tercela atau tidak tercela?" "Tercela. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan orang lain. juga apa yang katanya merupakan hasil dari suatu penelitian. tidak aka n mendapatkan kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya."Memang demikian. berhenti mengambil sesuatu yang tidak d iberikan (mencuri). Yang Mulia. atau oleh karena ses uatu yang merupakan tradisi. warga suku Kalama. warga suku Kalama. 'Janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu." 11. Yang Mulia." 10. Demikianlah pendapat k ami. "Bagaimana pendapatmu. dan oleh karena ia dapat mengendalikan dirinya dengan bai k." 9. setelah diselidiki sendiri." 8. bagaimana pendapatmu. akan berhenti membunuh makhluk hidup. hal ini tercela. Yang Mulia.' maka sudah selayaknya kamu menerima dan hidup sesuai dengan hal-hal tersebut. juga apa yang katanya sesuai dengan logika atau kesimpul an belaka. bagaimana pendapatmu? Apakah hal-hal terseb ut baik atau tidak baik?" "Tidak baik." 7. 'Jang anlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. apakah itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan?" "Akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan." "Kalau terus dilakukan. atau karena ingin menghormat seorang pertapa yang menjadi gurum u. juga apa yang katanya merupakan hasil dari suatu penelitian. Yang Mulia. warga suku Kalama. atau ses uatu yang didesas-desuskan. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas dari kegelapan batin (moha). atau karena ingin menghorm at seorang pertapa yang menjadi gurumu. Yang Mulia." "Apakah hal-hal tersebut dibenarkan atau tidak dibenarkan oleh para Bijaksana?" "Tidak dibenarkan. Yang Mulia.

simpati. ke samping. warga suku Kalama. kemudian di tiga per empat al am dan akhirnya di seluruh alam. Kalau sekiranya ada alam lain setelah meninggal dunia. tidak akan mendapat kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya. tidak ternoda dan beersih. seorang siswa Yang Ariya telah terbebas dari k eserakahan dan kebencian. kepada semua makhluk. dan tidak lagi bingung tetapi dapat mengendalikan diri nya dengan baik dan pikirannya terpusat. tidak ada akibat dari perbuat an baik dan jahat. dan Sangha. warga suku Kalama." "Apakah hal-hal tersebut tercela atau tidak tercela?" "Tidak tercela. ' Itulah sebabnya. yang hatinya terbebas dari permusuhan. Mana mungkin bencana dapat meni mpa diriku yang tidak berbuat jahat? Ini adalah berkah ketiga yang diperolehnya. siswa Ariya tersebut yang hatinya terbebas d ari permusuhan dan perasaan tertekan." 13. belas kasih. namun kehidupan ini ia telah terbebas dari perasaan bermusuha n dan tertekan. Kalau sekiranya bencana menimpa yang berbuat jahat.erugian?" "Keuntungan. ia akan bertumim bal lahir di alam surga. mulai hari ini sampai seumur hidup kami. simpati. dan keseimbangan batin yang berkembang terus tanpa batas. apakah akan membawa kebahagiaan atau tidak?" "Tentu akan membawa kebahagiaan. Yang Mulia! Dengan ini kami menyatakan kami berlindung kepada San g Buddha. yaitu : 16. terbebas dari permusuhan dan pera saan tertekan. t erbebas dari perasaan tertekan. Kalau seki ranya tidak ada alam lain setelah meninggal dunia. "Demikianlah. warga suku Kalama." "Bukankah orang ini. yang telah terbebas dari kegelapan batin dan tidak lagi dic engkeram oleh kegelapan batin . Dengan demikian. kemudian di setengah alam. berkembang terus tanpa batas. "Kalau begitu." . ada akibat dari perbu atan baik dan jahat." "Apakah hal-hal tersebut dibenarkan atau tidak dibenarkan oleh para Bijaksana?" "Dibenarkan." 14. Kalau sekiranya tidak ada bencana menimpa yang berbuat jahat. Siswa Ariya tersebut dalam kehidupan ini akan memperoleh empat berkah (deng an mengulang apa yang diucapkan Sang Buddha). itulah yang Kumaksud dengan mengatakan. Yang Terbaha gia.. Yang Dirahmati. maka dalam kehidup an ini memperoleh empat berkah. maka sudah selayaknya kamu menerima dan hidup sesuai dengan hal-hal tersebut. Yang Mulia.. tak ternoda dan bersih. Dhamma.." 17. Ini adalah berkah kedua yang diperolehnya. orang itu diumpamakan seperti d iam di seperempat alam. maka aku tahu bah wa diriku bersih dari kedua segi. Semoga Yang Mulia berkenan menerima kami sebagai u pasaka dan upasika. Yang Mulia. Tetapi apabila setelah diselidiki sendiri. dan keseimbangan batin yang ditujukan ke segen ap penjuru alam. 'Ja nganlah percaya begitu saja . belas kasih. mengapa Aku mengucapkan kata-kata tersebut.. sedangkan batinnya dipenuhi oleh kasih. Ini adalah berkah pertama yang diperolehnya. Yang Mulia. Ini adalah berkah keempat yang diperolehnya. orang itu dalam kehid upan ini juga akan memperoleh berkah yang menyenangkan. Memang demikianlah. hal ini dibenarkan oleh para Bi jaksana. Yang Mulia. ke bawah. "Memang demikianlah halnya. Siswa yang demikian itu. hal ini kalau terus dilakukan akan membawa keberuntungan dan kebahagiaa n. namun aku sama sekali tidak bermaksud berbuat jahat terhadap siapa pun juga. hal ini tidak tercela. warga suku Kalama. ia diam dengan batin penuh c inta kasih. Dan dengan cara yang sama ke atas. "Sekarang. kamu me ngetahui hal ini berguna." "Kalau terus dilakukan." 15. ke segenap penjuru. Demikianlah pendapat kami. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan oran g lain. saat badan jasmaninya hancur setelah mati. terbebas dari permusuhan dan perasaan tertekan. Yang Mulia. bagaimana pendapatmu? Apakah hal-hal terse but menguntungkan atau tidak menguntungkan?" "Menguntungkan. Sungguh indah.

memperlihatkan k egusarannya." Demikianlah tumimbal lahir dari makhluk-makhluk. kepada perb uatannya ia terikat. atau pikiran. wangi-wangian. obat-obatan. ucapan . minuman. atau ne raka. kejam. gemar memukul dan membunuh. ia juga kelak yang akan mewarisinya. t amak. Dengan melakukan perbuatan ini. ia adalah pe waris dari perbuatannya. atau di alam mana pun ia bertu mimbal lahir. marah. diberi tempat menginap. dan mengikuti pandangan yang keliru. Terdapat lelaki dan perempuan yang membunuh makh luk hidup. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderita an. tongkat. akan terjatuh di alam-alam re ndah yang penuh kesedihan dan penderitaan. dimuliak an. Dengan perbuatan yang dilakukannya ini. Perbuatannya adalah rahim darimana ia lahir. maka umu rnya akan pendek. mengu capkan kata-kata dan memikirkan sesuatu. maka orang itu.205 Pemilik dari perbuatan (kamma." Karena itu Aku menyatakan.skrt) adalah makhluk.31) KAMMA DAN TUMIMBAL LAHIR A." M. Tetapi Aku katakan kepadamu. maka ia akan mempunyai rupa yang buruk. Atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di ala m mana pun ia bertumimbal lahir. bunga.123 Pemilik dan pewaris adalah makhluk . Perbuatannya adalah rahim dari mana ia lahir. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan. atau pedang. namun perbuatannya juga merupakan pelindungnya. penghargaan. maka ia akan menderita banyak penyakit. perbuatanlah yang kelak akan membedakan ma nusia menjadi mulia dan rendah. sering menceritakan kebur ukan orang. Atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia. penuh rasa dengki dan benci. Terdapat orang yang cepat marah. kebenciannya. Perbuatan apa pun yang ia lakukan. atau neraka. karma.III. Terdapat orang yang suka iri hati. Perbuatan a pa pun yang ia lakukan. ia juga kelak yang akan menjadi pewari snya. berbicara yang tidak benar. suka bicara hal-hal yang tidak perlu. kepada per buatannya ia terikat. ia akan ter jatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan. berhati kejam. mengambil milik orang lain. atau neraka. dan kecurigaannya. Dan dalam tumimbal lahirnya itu. transportasi. Dengan tidak pernah melakukad perbu . jubah. lekas naik darah. penghormatan. dan sembunyi-sembunyi pula cara dan tuj uannya. ia adalah pewa ris dari perbuatannya. atau neraka.SIGALOVADA SUTTANTA (D.. tempat menginap.. orang itu pasti akan menerima salah satu dari kedua akibat ini. atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. lampu. dan sebagainya kepada para bhikkhu atau pandita. ketika badan jasmaninya hancur setelah meninggal. Dan ia terikat erat kepada perbuatan yang dilakukan dengan badan jasmani. dan diberikan persembahan dengan penuh sopan santun. namun perbuatannya juga merupakan pelindungnya.X. Terdapat orang yang gemar membunuh makhluk hidup. keras kepala. Dengan sembunyi-sembunyi ia melakukan perbuatan-perbuatan. "Sesuai dengan kammanya. maka ia akan mempunyai pengaruh sedikit sekali. Dengan melakukan perbuatan ini. Ata u apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia. "Pemilik dari perbuatan adalah rnakhluk. tempat tinggal. untuk hal kecil saja yang dic eritakan kepadanya ia sudah menjadi murka. Dengan melakukan perbua tan ini.pali. baik atau buruk. iri bila orang l ain menerima hadiah. mereka akan bertumimbal lahir. yaitu siksaan di nera ka atau terlahir sebagai binatang yang merangkak. "Bagaimanapun tersembunyi cara dan tujuannya. Terdapat orang yang tak pernah memberikan makanan. menggunakan kata-kata kasar. baik atau buruk. Terdapat orang yang mempunyai kebiasaan menyakiti makhluk lain dengan menggunaka n tinju. mereka akan menerima a kibat dari perbuatan mereka sendiri. me lakukan perbuatan asusila. Atau apabila ia terlahir kan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. tanpa mempunyai rasa kasihan kepad a makhluk-makhluk hidup. batu.

sedap dipandang. dan perempuan ini miskin. Terdapat orang yang tidak mengunjungi para bhikkhu dan pandita untuk menanyakan kepada mereka. tidak dengki dan benci. Ada perempuan yang cepat marah. mempunyai wibawa yang besar. iri jika orang lain menerima had iah. Dan ia juga tidak suka iri hati. A.IV. marah. hal kecil saja yang diceritaka n kepadanya menjadikannya murka. Terdapat orang yang tinggi hati dan penuh kesombongan. namun perempuan ini kaya raya. minuman. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedih an dan penderitaan atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di a lam mana pun ia bertumimbal lahir. tanpa harta. tidak memberikan tempat duduk kepada yang patut diberi tempat duduk. jubah. tanpa harta. ada perempuan yang buruk rupanya dan sangat jahat kelih atannya. mempunyai wibawa yang besar. tetapi perempuan ini miskin. tidak m enjamu mereka yang patut dijamu. tanpa wibawa. dimuliakan. penghargaan. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang buruk dan sangat jahat kelihatannya. bunga . "Apakah yang dimaksud dengan kamma baik. lampu. elok se kali. tidak membe rikan tempat menginap kepada yang patut untuk diberikan tempat menginap. wangi-wangian. serta memiliki harta dan pengaruh? Ada perempuan yang bernama Mallika yang cepat marah. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan at au apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertu mimbal lahir. sedap dipandang. tidak iri jika orang la in menerima hadiah. tempat t inggal. tidak mau menghormat kepa da mereka yang patut dihormati. . kaya-raya. elok se kali. tanpa harta. lekas naik darah. lampu. tanpa wibawa. memperlihatkan kegusaranny a. maka ia akan menjadi orang dungu. tanpa wibawa. marah. den tanpa pengaruh ? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang cantik parasnya. ia akan terjatuh di alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderit aan atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. Dan ia tidak pernah mempersembahkan makanan. serta memiliki harta dan pen garuh. wangi-wangian. keras kepala. Bhante? Apakah yang dima ksud dengan kamma tidak baik? Apa yang tercela? Apa yang terpuji? Apa yang harus dilakukan? Apa yang tidak baik dilakukan? Perbuatan apakah yang mengakibatkan c elaka dan penderitaan untuk waktu yang lama? Perbuatan mana yang dapat membawa b erkah dan kebahagiaan untuk waktu yang lama?" Dengan tidak melakukan perbuatan i ni. Dan ia sering iri. keras kep ala. obat-obatan. memiliki harta dan pengaruh? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang cantik parasnya. dan tanpa pengaruh ? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang buruk parasnya dan sangat jahat kelihatan nya. memperlihatkan kegusarannya. di samping itu ia pun miskin. penghormatan. penghargaan. tempat menginap. lekas naik darah. Dengan tidak pernah melakukan perbuatan ini. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang buruk dan sangat jahat kelihatannya tet api ia akan kaya raya. dan diber ikan persembahan dengan penuh sopan santun. dan tanpa pengaruh. kebenciannya. tidak memberikan penghormatan dan penghargaan k epada mereka yang patut diberikan penghormatan dan penghargaan. tempat menginap. untuk hal kecil saja yang diceritakan kepadanya. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. penghormatan. tidak mau berdiri untuk siapa ia patut berdiri.atan ini. transportasi. 197 Apakah sebabnya. dimuli akan. kebenciannya dan kecurigaannya. dan sebaga inya kepada para bhikkhu dan pandita. j ubah. maka ia akan menjadi orang rendah. dan sebagainya kepada para bhikkhu dan pandita. dan juga tidak m emberikan persembahan kepada yang patut diberi persembahan. obat-obatan. Tetapi ia mempersembahkan makanan. Bhante. ia sudah menjadi murka. bunga. diberikan tempat menginap. den kecurigaannya. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. transportasi. minuman. diberikan tempat menginap. dan diberikan persembahan dengan penuh sopan santun. maka ia akan menjadi orang yang miskin. mempunyai wibawa yang besar. tempat tinggal. penuh rasa dengki den benci.

dan sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal l ahir di alam neraka. sedap dipandang. mempunyai wibawa yang besar. elok sekali.. Menggunakan kata-kata kasar. oh Bhikkhu. minuman. tidak diliputi dengki d en benci .. atau di alam setan. atau di alam setan. akibat serin g menggunakan kata-kata kasar membuat orang tersebut sering menerima kata-kata y ang tidak menyenangkan. menganjurkan. atau di alam setan. Bahkan sekurang-k urangnya... Minum minuman keras. atau di alam setan. oh Bhikkhu. dan ia tidak suka iri hati.. tidak lekas naik darah. d an sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal akan bertumimb al lahir di alam neraka.. menganjurkan. dan kebodohan batin (moha ).III. melakukan sendiri. Bahkan sekurang-kurangnya. Bahkan sekurang-kurangnya.tetapi i a tidak mempersembahkan makanan.Ada perempuan lain yang tidak cepat marah. yang timbul karena lobh a. A.33 Oh Bhikkhu. di alam binatang . akibat sering mengambil milik orang lain membuat orang tersebut kehilangan miliknya. tanpa wibawa. menganjurkan. atau di alam setan. dan tanpa pengaruh. . melakukan sendiri. akibat sering minum minuman keras dan mengkonsumsi zat lain yang dapat melemahkan kesadaran akan membuat orang tersebut mabuk dan ketagihan. k aya raya. dihasilkan oleh lobha.III. akibat serin g melakukan perbuatan asusila membuat orang tersebut dijauhi dan dimusuhi oleh l ingkungannya. Ada perempuan lain yang tidak cepat marah.. minuman. akibat sering berdusta membuat orang tersebut mendapat tuduhan atas sesuatu yang tidak dilakukannya. di alam binatang. Melakukan perbuatan asusila. melakukan sendiri. melakukan sendiri. menganjurkan.40 Membunuh makhluk hidup. yang dilakukan berdasarkan lobha. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. dan sering dilakukan akan membawa ora ng tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka.. akibat dari orang yang suka menceritakan keburukan orang lain membuat ia diting galkan kawan-kawannya. Berbicara hal yang tidak perlu (omong-kosong). di alam binatang... di alam binatang. tidak lekas naik darah. dan s ering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka. Bahkan sekurang-kurangnya. maupun di alam mana pun dengan paras yang cantik. dan ia suka iri hati dan diliputi deng ki dan benci. terdapat tiga keadaan yang merupakan akar dari terjadinya kamma (per buatan). dan sering dilakuka n akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka . tanpa harta. melakukan sendiri. kebencian (dosa). . menganjurkan. Bahkan sekurang-kuran gnya. atau di alam setan. atau di alam setan. Bahkan sekurang-kurangnya. melakukan sendiri. Bahkan sekurang-kurangnya. . di alam binatang. dan sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di ala m neraka... baik di dunia ini. Sering membicarakan keburukan orang lain. akiba t sering membunuh mahluk hidup membuat orang tersebut pendek umur. melakukan sendiri. menganjurkan. dan elok seka li tetapi ia miskin. dimana saja makhluk itu . Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. serta memiliki harta dan pengaruh. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang cantik.. akibat sering berbicara hal yang tidak perlu (omong-kosong) membuat orang tersebut tidak dapat berbicara dengan jelas. atau di alam setan.. di alam binatang.. A. dan ia memper sembahkan makanan. Perbuatan. maka perbuatan ini akan masak. di alam binatang. seperti anggur dan arak. Mengambil milik orang lain. di alam binatang. sedap dipandang. yaitu: keserakahan (lobha). melakukan sendiri. menganjurkan.. dan sering dilakuk an akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam nerak a. menganjurkan. Berdusta. Bahkan sekurang-kurangnya. dan sering dilakuk an akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam nerak a.

IstriNya mempersembahkan nasi susu. dan bilamana perbuatan itu masak. yang timbul karena moha. lenyap. di kehidupan berikutnya. setelah ditebarkan di tan ah yang subur dan dipersiapkan dengan baik serta cukup mendapat air hujan. Tetapi hal ini bukan berarti akhir penderitaan bag i makhluk-makhluk yang digelapkan oleh Avijja dan dibelenggu oleh Tanha berlari berputar-putar dalam lingkaran tumimbal lahir. dan tidak ada lagi. musnah. Perbuatan yang dilakukan berdasarkan dosa.X. yang timbul karena dosa. tumbuh dengan baik dan berkembang dengan sempurna. dihasilkan o leh dosa. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. maka makhluk itu akan memetik buah (hasil) dari perbuatannya. dihasilkan o leh moha. Dan tak mungkinlah. bahwa sebelum mengalami sendiri akibat dari kamma yang dikehendaki. dan Soma memberinya rumput untuk tempat dudu kNya tepat sebelum pencerahanNya. A. dan salah satu dari 7 Budd ha yang disebutkan dalam daftar-daftar Pali. Beliau adalah putra dari Brahmadatta dan Dhanavati dan termasuk dalam suku Kas sapa. sabda-Ku. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. bahwa dunia yang perkasa ini akan dilahap oleh api . dan ditimbun akan berhenti. dan ditimbun orang dapat mengakhiri penderitaan. S. atau dalam kehidupan berikutnya. dan bilamana perbuatan itu masak. atau di dalam kehidupan -kehidupan mendatang. IstriNya adalah Sunanda dan Vijitasena adalah putraNya. dan menunjukkan keaj aiban gandaNya di kaki pohon Asana di bagian luar Sundaranagara. Tissa dan Bharadvaja adalah bhikkhu utamaNya. Keadaannya sama seperti benih yang tidak rusak dan tidak busuk. baik di kehidupan ini. oh para Bhikkhu. oh para Bhikkhu. Selanjutnya Beliau melepaskan kehidupan duniawi. Tetapi hal itu bukan berarti akhir dari penderitaan bagi makhluk-makhluk yang digelapkan oleh Avijja (kebodohan batin) d an dibelenggu oleh Tanha (nafsu keinginan) berlari berputar-putar dalam lingkara n tumimbal lahir. BUDDHA KASSAPA Buddha Kassapa adalah Buddha ke 24 dari tradisi Pali. Banyak legenda dihubungkan denganNya. Yasa dan Sirinanda. dil aksanakan. Beliau menyampaika n kotbah pertamaNya di Isipatana kepada sekelompok bhikkhu. akan menitis. bahwa samudra besar ini akan menj adi kering. dan tidak ada lagi. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. bahwa kamma (perbuatan) yang dikehendaki. Demikianlah sabda-Ku. Lagi pula ia juga dianggap sebagai Buddha ke 3 di aeon saat ini (Kappa Bhadda). maka makhluk itu akan meme tik buah (hasil) dari perbuatannya. dan cerita tentang percakapan Yakkha Narad eva adalah yang paling menarik.XXII Maka akan datanglah waktunya. tidak rusak oleh angin dan panas matahari tetapi sehat dan tahan lama. Yana adalah pohon bodhiNya. maka makhluk itu akan memetik buah (hasil) dari perbuatannya. selama orang itu masih belum mengalami ak ibatnya. maka perbuatan ini akan masak dimana saja makhluk itu bertumimbal lahi r. atau dalam kehidupan berikutnya. da . Kassapa dilahirkan di Taman Rusa di Isipatana saat raja Kiki memerintah Varanasi . Demikianlah sabda-Ku. mungkin dalam kehidupan ini. dilaksanakan. Perbuatan yang dilakukan berdasarkan moha. mungkin dalam kehidupan ini.bertumimbal lahir.208 Tidak mungkinlah. Beliau menjalani k ehidupan berumah tangga selama 2. dalam kehidupan berikutnya. Maka akan datanglah waktunya.000 tahun dan hidup dalam istana-istana yaitu H amsa. maka perbuatan ini akan masak dimana saja makhluk itu bertumimbal lahi r. dan bilamana perbuatan itu masak. mungkin dalam kehidupan ini.

. Dhammapada Atthakatha ii. Teks-teks Sansekerta Buddhist seperti Divyavadana 333 f. 5. Faxian (Fahsien) dan Xuangzang (Huan Tsang) juga menunjukkan keberadaan fisik te mpat-tempat pemujaan Kassapa. Digha Nikaya ii.128 ff. Mahavamsa xv. 114 menye but Kassapa sebagai Kashyapa. PembantuNya adalah Sabbamitta. 4. Buddha Kassapa hidup selama 20. Konon wajah keemasan Maha Kacchana disebabka n karena persembahan sebuah batu bata emasnya untuk tempat pemujaan Kassapa. 236 .... Majjhima Nikaya ii..45 f. Mahavastu i.55 ff.n diantara para bhikkhuni Anula dan Uruvela adalah pengikutNya yang paling terke nal. 7. Bodhisatva hidup sebagai seorang pemuda brahmin den gan nama Jotipala. Lihat juga pada: 1. Buddhavamsa Atthakatha 217 ff.000 tahun dan meninggal di Taman Setavya di Kashi . Dipavamsa xv.7. 3. Selama jaman Buddha Kassapa. Buddhavamsa xxv. 6. 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->