INTISARI AGAMA BUDDHA Penyusun : Pandita S. Widyadharma BAB II - AJARAN SANG BUDDHA 1.

KITAB SUCI AGAMA BUDDHA Kitab Suci Agama Buddha yang tertulis dalam Bahasa Pali adalah TIPITAKA, yang terdiri dari : 1. Vinaya Pitaka Yang berisikan tata-tertib bagi para bhikkhu/bhikkhuni. 2. Sutta Pitaka Yang berisikan khotbah-khotbah Sang Buddha 3. Abidhamma Pitaka Yang berisikan Ajaran tentang metafisika dan ilmu kejiwaan. Sedangkan yang tertulis dalam bahasa Sansekerta adalah : 1. 2. 3. 4. Avatamsaka Sutra. Lankavatara Sutra. Saddharma Pundarika Sutra. Vajracchendika Prajna Paramita Sutra (Kim Kong Keng), dan lain-lain.

2. KESUNYATAAN DAN KENYATAAN 1. Paramatha-sacca : Kebenaran mutlak (absolute truth), dan harus memenuhi sy arat-syarat sebagai berikut : 1. Harus benar. 2. Tidak terikat oleh waktu ; waktu dulu, sekarang dan waktu yang akan datang sama saja. 3. Tidak terikat oleh tempat ; di sini, di Amerika ataupun di bulan sam a saja. 2. Sammuti-sacca : Kebenaran relatif ; berarti bahwa sesuatu itu benar, tetap i masih terikat oleh waktu dan tempat. 3. EHIPASSIKO Ehipassiko berarti "datang dan alamilah sendiri". Umat Buddha tidak diminta untu k percaya saja, tetapi justru untuk mengalami sendiri segala sesuatu. Ini menunj ukkan khas Buddhis, berbeda dengan apa yang diajarkan oleh Agama-agama lain. 4. EMPAT KESUNYATAAN MULIA I. Kesunyataan Mulia tentang Dukkha Hidup dalam bentuk apa pun adalah dukkha (penderitaan) : a. dilahirkan, usia tua, sakit, mati adalah penderitaan. b. berhubungan dengan orang yang tidak disukai adalah penderitaan. c. ditinggalkan oleh orang yang dicintai adalah penderitaan. d. tidak memperoleh yang dicita-citakan adalah penderitaan. e. masih memiliki lima khanda adalah penderitaan. Dukkha dapat juga dibagi sbb. : a. dukkha-dukkha ialah penderitaan yang nyata, yang benar dirasak an sebagai penderitaan tubuh dan bathin, misalnya sakit kepala, sakit gigi, susa h hati dll. b. viparinäma-dukkha merupakan fakta bahwa semua perasaan sen ang dan bahagia --berdasarkan sifat ketidak-kekalan-- di dalamnya mengandung ben ih-benih kekecewaan, kekesalan dll. c. sankhärä-dukkha lima khanda adalah penderitaan ; selama masih ad a lima khanda tak mungkin terbebas dari sakit fisik.

II. Kesunyataan Mulia tentang asal mula Dukkha Sumber dari penderitaan adalah tanhä, yaitu nafsu keinginan yang tidak ada habis-h abisnya. Semakin diumbar semakin keras ia mencengkeram. Orang yang pasrah kepada tanhä sama saja dengan orang minum air asin untuk menghilangkan rasa hausnya. Ras a haus itu bukannya hilang, bahkan menjadi bertambah, karena air asin itu yang m engandung garam. Demikianlah, semakin orang pasrah kepada tanhä semakin keras tanhä itu mencengkeramnya. Dikenal tiga macam tanhä, yaitu : 1. a. b. c. d. e. f. Kämatanhä : kehausan akan kesenangan indriya, ialah kehausan akan : bentuk-bentuk (indah) suara-suara (merdu) wangi-wangian rasa-rasa (nikmat) sentuhan-sentuhan (lembut) bentuk-bentuk pikiran

2. Bhavatanhä : kehausan untuk lahir kembali sebagai manusia berdasarkan kepe rcayaan tentang adanya "atma (roh) yang kekal dan terpisah" (attavada). 3. Vibhavatanhä : kehausan untuk memusnahkan diri, berdasarkan kepercayaan, b ahwa setelah mati tamatlah riwayat tiap-tiap manusia (ucchedaväda). III. Kesunyataan Mulia tentang lenyapnya Dukkha Kalau tanhä dapat disingkirkan, maka kita akan berada dalam keadaan yang bahagia s ekali, karena terbebas dari semua penderitaan (bathin). Keadaan ini dinamakan Ni bbana. a. Sa-upadisesa-Nibbana = Nibbana masih bersisa. Dengan 'sisa' dim aksud bahwa lima khanda itu masih ada. b. An-upadisesa-Nibbana = Setelah meninggal dunia, seorang Arahat akan mencapai anupadisesa-nibbana, ialah Nibbana tanpa sisa atau juga dinamakan Pari-Nibbana. Sang Arahat telah beralih ke dalam keadaan yang tidak dapat diluki skan dengan kata-kata. Misalnya, kalau api padam, kejurusan mana api itu pergi? jawaban yang tepat : 't idak tahu' Sebab api itu padam karena kehabisan bahan bakar. IV. Kesunyataan Mulia tentang Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha Delapan Jalan Utama (Jalan Utama Beruas Delapan) yang akan membawa kita ke Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha, yaitu : Pañña 1. 2. Sila 3. 4. 5. Samädhi 6. 7. 8. Pengertian Benar (sammä-ditthi) Pikiran Benar (sammä-sankappa) Ucapan Benar (sammä-väcä) Perbuatan Benar (sammä-kammanta) Pencaharian Benar (sammä-ajiva) Daya-upaya Benar (sammä-väyäma) Perhatian Benar (sammä-sati) Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)

Delapan Jalan Utama ini dapat lebih lanjut diperinci sbb. : 1. Pengertian Benar (sammä-ditthi) menembus arti dari : a. Empat Kesunyataan Mulia b. Hukum Tilakkhana (Tiga Corak Umum) c. Hukum Paticca-Samuppäda d. Hukum Kamma

2. Pikiran Benar (sammä-sankappa) a. Pikiran yang bebas dari nafsu-nafsu keduniawian (nekkhamma-sankappa). b. Pikiran yang bebas dari kebencian (avyäpäda-sankappa) c. Pikiran yang bebas dari kekejaman (avihimsä-sankappa) 3. Ucapan Benar (sammä-väcä) Dapat dinamakan Ucapan Benar, jika dapat memenuhi empat syarat di bawah ini : a. Ucapan itu benar b. Ucapan itu beralasan c. Ucapan itu berfaedah d. Ucapan itu tepat pada waktunya 4. a. b. c. Perbuatan Benar (sammä-kammanta) Menghindari pembunuhan Menghindari pencurian Menghindari perbuatan a-susila

5. Pencaharian Benar (sammä-ajiva) Lima pencaharian salah harus dihindari (M. 117), yaitu : a. Penipuan b. Ketidak-setiaan c. Penujuman d. Kecurangan e. Memungut bunga yang tinggi (praktek lintah darat) Di samping itu seorang siswa harus pula menghindari lima macam perdagangan , yai tu : a. Berdagang alat senjata b. Berdagang mahluk hidup c. Berdagang daging (atau segala sesuatu yang berasal dari penganiayaan mah luk-mahluk hidup) d. Berdagang minum-minuman yang memabukkan atau yang dapat menimbulkan keta gihan e. Berdagang racun. 6. Daya-upaya Benar (sammä-väyäma) a. Dengan sekuat tenaga mencegah munculnya unsur-unsur jahat dan tidak baik di dalam bathin. b. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk memusnahkan unsur-unsur jahat dan ti dak baik, yang sudah ada di dalam bathin. c. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk membangkitkan unsur-unsur baik dan s ehat di dalam bathin. d. Berusaha keras untuk mempernyata, mengembangkan dan memperkuat unsur-uns ur baik dan sehat yang sudah ada di dalam bathin. 7. Perhatian Benar (sammä-sati) Sammä-sati ini terdiri dari latihan-latihan Vipassanä-Bhävanä (meditasi untuk memperoleh pandangan terang tentang hidup), yaitu : a. Käyä-nupassanä = Perenungan terhadap tubuh b. Vedanä-nupassanä = Perenungan terhadap perasaan. c. Cittä-nupassanä = Perenungan terhadap kesadaran. d. Dhammä-nupassanä = Perenungan terhadap bentuk-bentuk pikiran. 8. Konsentrasi Benar (sammä-samädhi) Latihan meditasi untuk mencapai Jhäna-Jhäna.

Siswa yang telah berhasil melaksanakan Delapan Jalan Utama memperoleh : 1. Sila-visuddhi Kesucian Sila sebagai hasil dari pelaksanaan Sil a dan terkikis habisnya Kilesa. 2. Citta-visuddhi Kesucian Bathin sebagai hasil dari pelaksanaan S amadhi dan terkikis habisnya Nivarana. 3. Ditthi-visuddhi Kesucian Pandangan sebagai hasil dari pe laksanaan Pañña dan terkikis habisnya Anusaya. Untuk lebih jelasnya, hal tersebut di atas akan diterangkan lebih lanjut seperti di bawah ini : Asava Delapan Jalan Utama 1. Kilesa Kilesa 3. Ucapan Benar 4. Perbuatan Benar 5. Pencaharian Benar > Sila Line 2. Nivarana Nivarana 6. Daya-upaya Benar 7. Perhatian Benar 8. Konsentrasi Benar > Samadhi 3. Anusaya 1. Pengertian Benar 2. Pikiran Benar > Pañña Asava = Kekotoran bathin, dapat dibagi dalam 3 (tiga) golongan besar, ya itu: 1. Kilesa = Kekotoran bathin yang kasar dan dapat jelas dilihat atau didengar. 2. Nivarana = Kekotoran bathin yang agak halus, yang agak suka r diketahui. 3. Anusaya = Kekotoran bathin yang halus sekali dan sangat su kar untuk diketahui. BHAVANA Agama Buddha mengenal 2 (dua) macam meditasi (Bhavana) : I. Samatha-bhavana = Meditasi untuk mendapatkan ketenangan ba thin melalui Jhäna-Jhäna. Jhäna pertama : a. Vitakka = Usaha dalam tingkat perm ulaan untuk memegang obyek. b. Vicära = Pikiran yang berhasil memegang obyek dengan kuat. c. Piti = Kegiuran d. Sukha = Kebahagiaan. e. Ekaggata = Pemusatan pikiran yang kuat. Jhäna kedua : Vicära, Piti, Sukha, Ekaggata. Jhäna ketiga : Piti, Sukha, Ekaggata. Jhäna keempat : Sukha, Ekaggata. Jhäna kelima : Ekaggata + keseimbangan bathin. Meditasi Samatha-bhävanä yang sangat dipujikan ialah Brahma-Vihära-bhävanä yang terdiri da ri : 1. Mettä-bhävanä = ek. 2. Karunä-bhävanä = edang menderita. 3. Muditä-bhävanä = giaan orang lain. 4. Upekkhä-bhävanä Usaha dalam tingkat permulaan untuk memegang oby Meditasi welas-asih terhadap semua mahluk yang s Meditasi yang mengandung simpati terhadap kebaha = Meditasi keseimbangan bathin.

Brahmä-Vihära-bhävanä dapat juga dipakai untuk melemahkan kecenderungan-kecenderungan un tuk melakukan perbuatan yang tidak baik.

Puthujjana Ialah para bhikkhu dan orang-orang berkeluarga y ang belum mencapai tingkat kesucian. karena tidak dapat menembus arti dar . 2. tentang hakikat sesungguhnya dari benda-benda. Vicikicchä -. Tidak akan terlahir kembali di alam manusia 4. Kebodohan/kegelapan bathin.nafsu keinginan Vyäpäda -. Uddhacca-kukkucca -. Latihan-latihan Vipassanä-bhävanä sudah diterangkan sewaktu membahas Perhatian Benar ( sammä-sati). Thina-middha -. Mäna = Ketinggian hati yang halus. Tingkat-tingkat kesucian Tingkat kesucian Belenggu yang harus dipatahkan . Anägämi 4. 2. Kämaräga = Nafsu Indriya. Maksimum 7 kali 2. 3. Avijjä = Kegelapan bathin. 9. kebencian dan amarah. 2. 3. Vyäpäda = Benci.keinginan jahat. keinginan tidak baik. Vicikicchä = Keragu-raguan terhadap Sang Buddha dan AjaranNya. yaitu : 1. 10. Kämacchanda -.lamban. Arahat 6. Dalam tingkat kesucian. 5. 2. tidak dapat menbeda-bedakan mana yang buruk II. Aruparäga = Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam tanpa bentuk. Moha = dan mana yang baik. Setelah meninggal dunia. Sakadägämi Melemahkan belenggu-belenggu nomor 4 dan 5. Silabbataparämäsa = Kepercayaan tahyul bahwa upacara agama saja dapat membeb askan manusia dari penderitaan. Lahir kembali 1. Tujuan dari latihan-latihan bhävanä ialah untuk menyingkirkan Nivarana (lihat pembah asan Asava) yang dianggap sebagai rintangan untuk memperoleh ketenangan bathin m aupun Pandangan Terang tentang hidup dan hakekat sesungguhnya dari benda-benda.Tiga Akar Perbuatan Tiga hal yang di bawah ini dapat disebut sebagai tiga akar atau sumber untuk mel akukan perbuatan. 8. Perincian dari Nivarana adalah sbb. 4. umat Buddha dapat dibagi dalam dua golongan : 1. Mencapai Nibbana Keterangan Avijjä = : Perbedaan antara Avijjä dan Moha. 1 kali 3. Vipassanä-bhävanä = Meditasi untuk memperoleh Pandangan Terang tenta ng hidup. Ariya-puggalä Ialah para bhikkhu dan orang-orang berkeluarga y ang setidak-tidaknya telah mencapai tingkat kesucian pertama. Ruparäga = Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam bentuk. 7. Kemelekatan yang sangat terhadap sesuatu sehingga menimb Penolakan yang sangat terhadap sesuatu sehingga menimbul Kebodohan . Lobha = ulkan keserakahan.gelisah dan cemas. 3. Sotäpanna 1. Uddhacca = Bathin yang belum seimbang benar. seorang Anägämi akan terlahir di sorga Suddhavasa dan disit u akan mencapai Tingkat Arahat. malas dan kesu.keragu-raguan. 5. jiwa atau aku yang kekal. : 1. Sakkäyaditthi = Pandangan sesat tentang adanya pribadi. Dosa = kan kebencian.

berarti bahwa Hukum ini berlak u di mana-mana dan pada setiap waktu. Moha = Kebodohan/kegelapan bathin. roh p1 = C Pengalaman hidup .PENDAHULUAN 5.. Contoh dari sesuatu yang tidak tercipta adalah Nibbana. Attaväda Paham bahwa atma (roh) adalah kekal-abadi dan akan berlangsung sepan jang masa (tidak dibenarkan oleh Sang Buddha).. Hukum Kamm a. A + p = Nihil Anattä 1. Di samping paham anattä yang khas Buddhis terdapat juga dua paham lain yaitu : 1. + pn = A + p + p1 + p2 + .. B p + = + = p = B Atma. Hukum Tilakkhana. yaitu : Uppada Petunjuk (timbul) Thiti Petunjuk (berlangsung) Bhanga (berakhir/lenyap) 2. karena tidak dapat membedakan apa ya ng baik dan apa yang tidak baik. Sabbe sankhärä aniccä Segala sesuatu dalam alam semesta ini yang terdiri dari paduan unsur -unsur adalah tidak kekal. Hukum Paticca-Samuppada. A A 2.. : Attaväda 1. Umat Buddha melihat segala sesuatu dalam alam semesta ini sebagai suatu proses yang selalu dalam keadaan bergerak.i Empat Kesunyataan Mulia. A + p = A + p (A + p) + p1 = A + p + p1 (A + p + p1) + p2 = A + p + p1 + p2 (A-p-p1-p2) + . Uraian secara matematika tentang ketiga paham tersebut adalah sbb. 3. Jadi tidak terikat oleh waktu dan tempat. 2. Sabbe sankhärä dukkha Apa yang tidak kekal sebenarnya tidak memuaskan dan oleh karena itu adalah penderitaan. Ucchedaväda Paham bahwa setelah mati atma (roh) itu pun akan turut lenyap (tidak dibenarkan oleh Sang Buddha). 2. 1. Widyadharma BAB I .HUKUM TILAKKHANA (TIGA CORAK UMUM) Hukum Tilakkhana ini termasuk Hukum Kesunyataan . Sabbe Dhammä Anattä Segala sesuatu yang tercipta dan tidak tercipta adalah tanpa inti ya ng kekal/abadi. + pn Ucchedaväda 1. 3. Penyusun : Pandita S. 4.

Kesimpulan : Meskipun roti itu terdiri dari bahan-bahan yang tersebut di atas. III. 2. Kelima kelompok kehidupan/kegemaran tersebut adalah : 1. hidung. Viññana (citta) Kita lalu akan menyadari bahwa bathin kita telah menangkap suatu rangsanga n. tenaga kerja dll. api. 4 dan 5 dapat juga dinamakan nama (bathin). yaitu melalui Hukum Pat . Menurut Ajaran Sang Buddha. tubu h yang merupakan bagian dari badan jasmani kita. LIMA KHANDHA Dalam Agama Buddha diajarkan bahwa seorang manusia terdiri dari lima kelompok ke hidupan/kegemaran (Khandha) yang saling bekerja-sama dengan erat sekali. mentega. Vedanä Dengan membanding-bandingkan ini lalu timbul suatu perasaan senang (suka) atau tidak senang (tidak suka) terhadap rangsangan yang telah tertangkap melalui panca indera kita. 4. Karena setelah bahan-bahan itu di aduk menjadi satu dan dibakar di oven. 3. air.HUKUM PATICCA-SAMUPPADA Paham anattä dapat pula diterangkan melalui cara sinthesa. Dalam menangkap rangsan gan dari luar. Rupa = Bentuk.3. C + p2 = D I. 2. 4. Viññana = Kesadaran. misalnya kalau kita membuat roti. telinga. 3. 6. maka bekerja-samanya lima khandha ini adalah sbb. : 1. De ngan cara ini. 3.. maka bahan-bahan itu telah berubah sama s ekali. 5. : Kesadaran > Pencerapan > Pikiran > Perasaan. badan jasmani. bentuk-bentuk mental. Contoh konkrit tentang paham anattä. di dalam diri seorang manusia hanya terdapat lima kh andha ini dan tidak dapat ditemukan suatu atma atau roh yang kekal dan abadi. Gabungan dari No. susu. maka anattä diterangkan melalui analisa. II. in i airnya. III = Kehidupan ke I. II. Proses mental ini berlangsung sbb. lidah. Rupa Kita menangkap suatu rangsangan melalui mata. ini menteganya. Sañña = Pencerapan. Tetapi setelah menjadi roti tidak mungkin kita akan menunjuk satu bagian tertentu dan mengatakan : ini adalah tepungnya. n amun setelah melalui proses pembuatan dan pembakaran di oven telah menjadi sesua tu yang baru sama sekali dan tidak mungkin lagi untuk mengembalikannya dalam ben tuknya yang semula. sehingga seo rang manusia dapat dikatakan terdiri dari rupa dan nama. ini apinya. ini tenaga kerjanya dst. Sañña Rangsangan tersebut mencerap ke dalam bathin kita melalui suatu bagian dar i otak kita. ini garamnya. mengenal obyek. ragi. Roti dibuat dengan memakai tepung. Sankhära Rangsangan ini kita akan banding-bandingkan dengan pengalaman kita yang du lu-dulu melalui gambaran-gambaran pikiran yang tersimpan dalam bathin kita. Sankhära = Pikiran. 2. gula. garam. Vedanä = Perasaan. 5. tubuh.

yang baik maupun yang buruk. Sankhära Paccayä Viññänang Dengan adanya bentuk-bentuk karma. Dengan adanya perasaan. maka terjadilah perasaan. maka terjadilah tanhä (keinginan). Dengan adanya tanhä (keinginan). Dengan adanya kesan-kesan. sakit dll. 4. sakit dll. 2. ialah semua kehendak atau keinginan dengan tidak membeda-beda kan apakah kehendak atau keinginan itu baik (bermoral) atau buruk (tidak bermora l). maka terjadilah enam indriya 5.. maka terhentilah juga itu. 12. maka kita akan sampai kepada penghentian dari proses itu. maka terjadilah kesan-kesan. maka timbullah itu. Tanhä Paccayä Upädänang.. la hir atau bathin dengan pikiran kata-kata atau tindakan. 8. maka te rhenti pulalah kesadaran. kelu h-kesah. 6. Jaramarana. Makna yang luas dan sebe narnya dari Kamma. maka terjadilah kelahiran kembali. Namarupang Paccayä Saläyatanang. 3. bhikkhu. maka terjadilah proses tumimbal lahir. 10. maka seluruh kelangsungan dan kelanjutan hidup dan juga berhentinya hidup d apat diterangkan dalam formula dari duabelas nidana (sebab-musabab) : 1. Dengan adanya proses tumimbal lahir. kehendak untuk berbuat (Pali : Cetana) itulah yang Kami namakan Kam . maka te rhenti pula bentuk-bentuk karma. Imasming Asati Idang Na Hoti Dengan tidak adanya ini. dengan terhentinya bentuk-bentuk karma. 9. maka terjadilah kesadaran. yang dalam arti umum mel iputi semua jenis kehendak dan maksud perbuatan. 3. Kelapukan. Dengan terhenti seluruhnya dari kebodohan. . maka terjadilah itu.icca-Samuppada (Hukum Sebab-musabab Yang Saling Bergantungan). Dengan adanya enam indriya. maka terjadilah bentuk-bentuk ka rma. 4. maka terjadilah bathin dan badan jasmani. Imassuppädä Idang Uppajjati Dengan timbulnya ini. kematian. maka terhe nti pulalah kelapukan.. Bhava Paccayä Jati. kematian. 11. Demikianlah kehidupan itu timbul. Dengan adanya kelahiran kembali. yaitu : 1. mengenai hal ini Sang Buddha pernah bersabda : "O. Vedanä Paccayä Tanhä. Phassa Paccayä Vedanä. Kalau kita m engambil rumus tersebut dalam arti yang sebaliknya. Jati Paccayä Jaramaranang.. HUKUM KAMMA Kamma adalah kata bahasa Pali yang berarti "perbuatan". Dengan adanya kemelekatan. maka terjadilah kemelekatan. Viññäna Paccayä Namarupang Dengan adanya kesadaran. Berdasarkan prinsip dari saling menjadikan. kematian. Dengan adanya bathin dan badan jasmani. 7. relatifitas dan saling bergantungan ini. Upädäna Paccayä Bhavo. maka tidak adalah itu. dengan terhentinya kelahiran kembali. 2. kesedihan dll. Saläyatana Paccayä Phassa. Prinsip dari Huku m ini diberikan dalam empat formula pendek. berlangsung dan bersambung terus. Imasming Sati Idang Hoti Dengan adanya ini. adalah akibat dari kelahiran kembali. maka terjadilah kelapukan. Avijjä Paccayä Sankhära Dengan adanya kebodohan (ketidak-tahuan). 7. keluh-kesah. Imassa Nirodhä Idang Nirujjati Dengan terhentinya ini.

ma. sehingga menjadi begitu lebar dan halus yang tidak dapat lagi dilihat oleh mata kita. membuat mahluk-mahluk lain bahagia. Sebaliknya bila ada sesuatu yang menimpa kita dan membuat kita tidak senang. ditekan. Oleh sebab itu kita haru s hati-hati sekali dengan perbuatan kita. Pertama-tama akan terdengar percikan air dan kemudian akan terlihat lingkaran-lingkaran gelombang. Singkatnya : Kamma Vipaka dapat diperlunak. Terdapat dua belas jenis bentuk-bentuk kamma yang tidak diperinci di sini. supaya akibatnya senantiasa akan bersi fat baik. Ia adalah hukum alam. Apa yang telah lampau sebenarnya merupakan dasar di mana hidup yang sekara ng ini berlangsung dari satu saat ke lain saat dan apa yang akan datang masih ak an dijalankan. tidak akan bany ak menderita karena perbuatan itu. Kita hendaknya selalu berbuat baik. sebab bilamana gerak gelombang yang halus itu me ncapai tepi kolam. janganlah sekali-kali dilupakan hendaknya bahwa kamm a-vipaka itu senantiasa benar. ia akan dipantulkan kembali sampai mencapai tempat bekas di m ana batu tadi dijatuhkan. Sang Buddha pernah bersabda (Samyutta Nikaya I. juga bukan ajaran tentang adanya satu nasib yang sudah ditakdirkan. kamma-vipaka itu menunjukkan bahwa kita tel ah berbuat suatu kesalahan. sesungguhnya benar adanya. sebaliknya orang yang tidak banyak melakukan kamma-kamma baik akan menderita hebat.bentu k-bentuk kamma yang lain. dan apa yang telah lampau bersama-sama d engan apa yang terjadi pada saat sekarang mempengaruhi pula hal-hal yang akan da tang. pembuat kejahatan akan memetik kejahata n pula. yang bermaksud menolong mahluk-mahluk lain. perkataan atau pikira n. Begitulah semua akibat dari perbuatan kita akan kembali kepada kita seperti haln ya dengan gelombang di kolam yang kembali ke tempat dimana batu itu dijatuhkan. Ia tidak mencintai maupun membenci. Perhatik anlah bagaimana lingkaran ini makin lama makin melebar. Oleh karena itu. Ada orang yang menderita hebat karena perbuatan kecil. Segala sesuatu yang datang pada kita." Kamma bukanlah satu ajaran yang membuat manusia menjadi orang yang lekas berputu s-asa. hal. saat sekarang inilah yang nyata dan ada "di tang an kita" sendiri untuk digunakan dengan sebaik-baiknya. Mengapa? Orang yang telah menimbun banyak kamma baik.bahkan menggugurkan -. Meman g segala sesuatu yang lampau mempengaruhi keadaan sekarang atau pada saat ini. yang menimpa diri kita. Ini bukan berarti bahwa gerak tadi telah selesai. a kan tetapi tidak menentukan seluruhnya. Bilamana kita mengalami sesuatu yang membahagiakan. pembuat kebaikan akan mendapat kebaikan. tetapi ada juga yang hampir tidak merasakan akibat apapun juga untuk perbuatan yang sama. : Lemparkanlah batu ke dalam sebuah kolam yang tenang. Tertaburlah olehmu biji-biji benih dan engkau pulalah yang akan merasaka n buah-buah dari padanya". Sesudah berkehendak orang lantas berbuat dengan badan. Kamma dapat dibagi dalam tiga golongan : . yakinlah bahwa kamm a yang telah kita perbuat adalah benar. yang dipercaya atau tidak diper caya akan berlangsung terus. pun tidak mar ah dan juga tidak memihak. dibelokkan. 227) sbb : "Sesuai dengan benih yang telah ditaburkan begitulah buah yang akan dipetiknya. Bentu k kamma yang lebih berat (bermutu) dapat menekan -. sehingga perbuatan ini akan membawa satu kam ma-vipaka (akibat) yang baik dan memberi kekuatan kepada kita untuk melakukan ka mma yang lebih baik lagi. bahkan digugurk an. oleh karena kamma itu meliputi apa yang telah lampau dan keadaan pada saat ini. Satu contoh yang klasik adalah sbb.

6.1. Berbakti berbuah dengan diperolehnya penghargaan dari masyarakat. watak tercela. Pembunuhan akibatnya pendek umur. Kamma Ucapan (vaci-kamma). Dendam. beristeri atau bersuami yang tidak disen angi. Keserakahan akibatnya tidak tercapai keinginan yang sangat diharap-harapkan. Berendah hati dan hormat menyebabkan terlahir kembali dalam keluarga luhur. 6. terlahir sebagai pria atau wanita yang tidak normal perasaan seksnya. 4. 8. 3. 2. Menyebarkan Dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan (sama dengan No. dalam hidupnya senantiasa berada d alam ketakutan 2. dinista dan dihina. penyakit yang lama sembuhnya. macam-macam penyakit. 10. 10 (sepuluh) jenis kamma baik 1. Pandangan salah akibatnya tidak melihat keadaan yang sewajarnya. Omong kosong akibatnya bertubuh cacad. kurang bijaksana. dirangsang oleh keinginan yang s enantiasa tak tercapai. 8. Meluruskan pandangan orang lain berbuah dengan diperkuatnya keyakinan. Pencurian akibatnya kemiskinan. 9. penghidupannya senantiasa tergantung pada orang lain. kemauan jahat / niat untuk mencelakakan mahluk lain akibatnya buruk rupa. 2. Gemar beramal dan bermurah hati akan berakibat dengan diperolehnya kekayaan dalam kehidupan ini atau kehid upan yang akan datang. 3. 8). . Hidup bersusila mengakibatkan terlahir kembali dalam keluarga luhur yang keadaannya berbah agia. 3. Berdusta akibatnya menjadi sasaran penghinaan. pendapat yang tercela. Kamma Perbuatan (kaya-kamma). Bergunjing akibatnya kehilangan sahabat-sahabat tanpa sebab yang berarti. Bermeditasi berakibat dengan terlahir kembali di alam-alam sorga. 7. 7. Kata-kata kasar dan kotor akibatnya sering didakwa yang bukan-bukan oleh orang lain. Cenderung untuk membagi kebahagiaan kepada orang lain berbuah dengan terlahir kembali dalam keadaan berlebih-lebihan dalam banya k hal. 5. tidak dipercaya khalayak ramai. Perbuatan a-susila akibatnya mempunyai banyak musuh. 10. Sering mendengarkan Dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan. 4. 5. kurang cerdas. senantiasa dalam kesedihan karena te rpisah dari keadaan atau orang yang dicintai. 10 (sepuluh) jenis kamma buruk 1. tidak dipercaya oleh khal ayak ramai. 9. Bersimpati terhadap kebahagiaan orang lain menyebabkan terlahir dalam lingkungan yang menggembirakan. berpenyakitan. berbicara tidak tegas. Kamma Pikiran (mano-kamma).

Nama sukuNya juga Metteya. Membunuh ibu. Yang akan menjadi para pengikutnya yang luar biasa adalah dua saudaraNya Isidatt a dan Purana. Jatimitta dan Vijaya diantara pengikut pria. 8. Hiri Perasaan malu. Lebih lanjut lagi.aläbha untung . Yang akan menjadi murid-murid utamaNya d iantara para bhikkhu adalah Asoka dan Brahmadeva. Menyebabkan perpecahan dalam Sangha.ayasa terkenal . Siddhattha dan Chandaka. Beliau akan menikah dengan Chandamukhi dan akan mempunyai p utra Brahmavaddhana. Nama ayahNya adalah Subrahma.tak terkenal * nindä . BUDDHA METTEYA Metteya adalah Buddha masa depan yang sangat dinantikan dan belum dilahirkan. Otappa Perasaan takut. ATTHALOKA-DHAMMA Dalam penghidupan seorang manusia tidak dapat terlepas dari 8 (delapan) keadaan. yaitu : * läbha . Vaddhamana.sedih. yaitu malu melakukan hal-hal yang tidak baik. 3.dipuji * sukha .dukkha gembira. Sanghaa dan Visakhaa diantara pengikut wanita. dan Suddhana. 5.000 tahun yaitu Sirivaddha. Melukai seorang Buddha. dan diantara para bhikkhuni ad alah Paduma dan Sumana. Se lanjutnya Beliau akan dianggap sebagai Buddha ke 25 menurut tradisi Pali.000 tahun. Dipercayai bahwa Beliau akan dilahirkan saat kehidupan manusia diperpanjang sampai 84. Tempat kelahiranNya adalah K etumati di masa pemerintahan Chakkavatti Samkha dimana dia sendiri akan menjadi pengikut Buddha dan melepaskan kehidupan duniawi. 2. Membunuh seorang Arahat. Beliau akan menca . Beliau akan dihitung sebagai Buddha ke 5 dan yang terakhir di aeon sekarang yaitu Kappa Bhadda. Selanjutnya Beliau akan melepas kan keduniawian setelah melihat 4 tanda. Siha akan menjadi pembantu pribadiNya.HIRI DAN OTAPPA Dua ciri khas yang dianggap dua sifat yang membantu melindungi dunia dari kekaca uan : 1. Metteya akan dilahirkan di sebuah keluarga terpelajar yang terkenal dan namaNya adalah Ajita. Membunuh ayah.pasamsä dicela . Beliau akan hidup di empat istana selama 8. dan ibuNy a adalah Brahmawati. yaitu takut akan akibat yang timbul dari perbuatan-perbuat an yang tidak baik. 2.Lima bentuk kamma celaka Lima perbuatan durhaka di bawah ini mempunyai akibat yang sangat berat ialah kel ahiran di alam neraka : 1.rugi * yasa . bahagia . menderita dll. 9. 4.

Dalam kesempatan yang baik itu. Digha Nikaya iii. Penerbit : Cetiya Vatthu Daya. Keempat putra Raja tersebut.pai pencerahan di bawah pohon Naga. Setelah Raja Jayasena meninggal dunia. Mahavamsa xxxxxxii.7. Milinda Panha 159. Ratu memohon kepada Raja agar anaknya yang baru dilahirkan diangkat menjadi Putra Mahkota. Pangeran Sihahanu menjadi Raja di Kapilav atthu dan menikah dengan Putri Kencana. Empat pasangan yang tersebut du luan merupakan leluhur dari Dinasti Sakya dan pasangan yang belakangan merupakan leluhur dari Dinasti Koliya. Di tempat itulah mereka menikah diantara mereka bersaudara. Cetakan Keduabelas. Atthasalini 415 BAB I MASA BERKELUARGA (Sumber : Riwayat Hidup Buddha Gotama. Di daerah lereng Pegunungan Himalaya inilah terletak sebuah kerajaan yang be rnama Kerajaan Sakka (pada waktu itu di daerah tersebut banyak sekali terdapat p ohon sakka). terkecuali putri yan g tertua yang menikah dengan Raja dari Devadaha. 3. Mendengar permintaan tersebut Raja menjadi kaget dan menolak untuk meluluskan pe rmohonan tersebut. tidak lama kemudian mohon diri dari ayahandanya dan bersama dengan saudari-saudarinya berangkat menuju sebuah hutan disertai dengan rombongan ahli-ahli dalam berbagai bidang untuk membangun sebuah negara baru. Penyusun : Maha Pandita Sumedha Widyadhrama. Lihat juga pada: 1. Mereka memilih sebuah hutan yang banyak ditumbuhi pohon-pohon sakka di lereng Gu nung Himalaya. 5. Pada suatu hari. Hatthinika. 73. Ratu (yang juga adalah saudaranya) meninggal dunia dan Raja m enikah lagi dengan seorang gadis yang kemudian melahirkan seorang anak laki-laki . yaitu adik dari Raja Anjana dari Devadah . 2. 1999) Pendahuluan Pada zaman dahulu. 68. Raja menjadi serba salah. Telah menjadi tradisi bahwa Buddha akan datang berdiam di dunia Dewa Tusita deng an nama Nath. Karena malu untuk tidak menepati j anji yang pernah diberikannya.. Raja yang memerintah di kota Kapilavatthu adalah Raja Jayasena yang mempunyai seorang putra bernama Sihahanu dan seorang putri yang bernama Ya sodhara. Chullavamsa xxxviii. Sebab itulah. di dekat tempat yang sejak lama dihuni oleh seorang pertapa berna ma Kapila. Karanda. Tetapi Ratu terus-menerus merengek-rengek serta mengingatkan Raja akan janjinya. Pada suatu waktu. maka akhirnya Raja memanggil keempat orang putran ya dan memerintahkan untuk membawa saudara-saudara perempuannya pergi ke suatu d aerah lain untuk membangun sebuah negara baru. maka kota yang kemudian mereka bangun diberi nama Kapil avatthu (vatthu = tempat). dan Sinipura) dan lima orang putri . Merasa gembira sekali. 81 f. Raja telah melepaskan kata-kata dan berjanji kepada Rat u (yang baru) bahwa beliau akan meluluskan semua permintaan Ratu. 4. daerah Majjhima desa (daerah tengah dari Jambudipa ~sekarang India~) dihuni oleh suku bangsa Ariyaka yang datang dari Utara Pegunungan Himala ya. Beliau sering digambarkan atau diukir dalam mahkota-mahkota dan pe rmata-permata karena Beliau belum melepaskan kehidupan duniawi. apapun juga ya ng akan dimintanya. Sejarah kerajaan tersebut menurut buku-buku kuno adalah sebagai ber ikut : Seorang raja bernama raja Okkaka yang memerintah daerah tersebut mempunyai empat orang putra (Okkamukha.

Adik dari Raja Sihahanu. Sewaktu tidur. Dengan cepat dayang-dayang membuat tirai di sekeliling Ratu. Setelah perayaan selesai. Sang Bayi sendiri sudah bersih karena tiada darah atau noda-noda lain yang melek at pada tubuhnya. dan Ghanitodana dan dua orang putri yang diberi nama P amita dan Amita. Setelah berjalan tujuh langkah. yang ke lak menjadi istri dari Pangeran Siddhatta. Di tempat itulah seekor gajah putih deng an memegang sekuntum bunga teratai di belalainya memasuki kamar. Ratu Maya ikut serta dalam perayaan Asalha yang berlangsung tujuh ha ri lamanya. Ketika itu. yaitu Putri Yasodhara. Amitodana mempunyai dua orang putra yaitu Mahanama dan Anuruddha dan s eorang putri bernama Rohini. Dengan ge mbira Ratu berjalan-jalan di taman dan berhenti di bawah pohon Sala. Dhotodana. Pernikahan Raja Suddhodana dan Ratu Maya inilah yang diberkahi dengan kelahiran seorang putra tunggal yang di kemudian hari menjadi terkenal dengan nama Buddha Gotama. Sedangkan adik perempuannya yang bernama Amita memp unyai seorang putra yaitu Devadatta dan seorang putri bernama Yasodhara. Ratu bermimpi bahwa empat orang Dewa Agung telah mengangkatnya dan membawanya ke Himava (Gunung Hima laya) dan meletakkannya di bawah pohon Sala di (lereng) Manosilatala. Setelah Raja Sihahanu mangkat. mengelilingi di pan sebanyak tiga kali untuk kemudian memasuki perut Ratu Maya dari sebelah kana n. Ratu Maya mandi dengan air wangi. Empat Maha Brahma menerima Sang Bayi dengan jala emas dan kemudian dari langit t urun air dingin dan panas untuk memandikan Sang Bayi sehingga menjadi segar. bayi itu lalu mengucapkan kata-kata sebagai beri kut : . dan dua orang putri yang diberi nama Maya dan Pajapat i (atau Gotami). menikah dengan Raja Anjana dari Devadaha dan diberkahi dengan dua orang putra yang diberi nama Suppabuddha dan Dandapani. dan Ratu Maya dapat melihat dengan jelas bayi dalam kandungannya yang duduk dalam sikap meditasi dengan muka menghadap ke depan. Ratu berpegangan pada dahan pohon Sala dan dalam sika p berdiri itulah Ratu melahirkan seorang bayi laki-laki. Lahirnya Pangeran Siddhatta Meskipun Raja Suddhodana dan Ratu Maya sudah lama menikah. Ratu Maya memperoleh mimpi yang aneh sekali. sampai pada suatu waktu Ratu Maya m encapai umur kurang lebih 45 tahun. Ratu memberitahukan mimpi ini kepada Raja dan Raja lalu memanggil para brahmana untuk menanyakan arti mimpi tersebut. Sukkoda na. Para brahmana menerangkan bahwa Ratu akan mengandung seorang bayi laki-laki yang kelak akan menjadi seorang Cakkavatti (Raja dari semua Raja) atau seorang Buddh a. Selanjutnya Ratu dipimpin masuk ke sebuah istana emas dan direba hkan di sebuah dipan yang bagus sekali. Amitodana. Sepuluh bulan kemudian di bulan Vaisak. Pangeran Suddhodana menduduki tahta Kerajaan Saky a dan kemudian menikah dengan Putri Maya. Kemudian p ara istri Dewa-dewa Agung tersebut memandikannya di Danau Anotatta. Nepal) yang indah sekali. Dalam perjalanan ke Devadaha. Di kebun itu Ratu memerintahkan rombongan berhenti untuk beristirahat. Pada waktu itulah Ratu merasa perutnya agak kurang enak. mengucap kan janji uposatha dan kemudian masuk ke kamar tidur. Memang sejak hari itu Ratu mengandung. Ketika itu tepat purnam a sidhi di bulan Vaisak tahun 623 SM. namun anak yang sanga t mereka dambakan belum juga mereka peroleh. Bayi itu kemudian berdiri tegak dan berjalan tujuh langkah di atas tujuh kuntum bunga teratai ke arah Utara.a. menggosoknya dengan minyak wangi dan kemudian memakaikannya pakaian-pakaian yang biasa dipak ai para dewata. Mereka diberkahi dengan lima orang putra yang diberi nama Suddhodana. Adik Raja Suddhodana yang bernama Sukkodana mempunyai seorang putra yait u Ananda. tibalah rombongan Ratu di Taman Lumbini (sekarang Rumminde di Pejwar. Ratu mohon perkenan dari Raja untuk dapa t bersalin di rumah ibunya di Devadaha.

Akulah teragung dalam dunia ini. Pada hari itu juga pertapa Asita berkunjung ke istana Raja Suddhodana untuk melihat bayi tersebut. namun karena usianya sudah lanjut maka ia sendiri tida k lagi dapat menunggu bayi itu kelak memulai memberikan Ajaran-Nya. * Nidhikumbhi. Selanjutnya pertapa Asita mengatakan bahwa Pangeran kecil itu kelak tidak boleh melihat empat peristiwa. pertapa Asita memberi hormat kepada Sang bayi. Suyama dan Sudatta. yang kelak menjadi kuda Pangeran Siddhattha. * Kanthaka. pertapa Asita menerangkan bahwa Sang bayi k elak akan menjadi Buddha. settho 'ham asmi lokassa. Para peramal tersebut." Seorang pertapa yang bernama Asita (yang juga disebut Kaladevala) sewaktu bermed itasi di Pegunungan Himalaya. * Kaludayi. * Ananda. kecuali Kondañña. "Akulah pemimpin dalam dunia ini. yang kemudia n diikuti juga oleh Raja Suddhodana. Setelah melihat Sang bayi dan memperhatikan adanya 32 tanda dari seorang Mahapur isa ("orang besar"). 4. di bawah pohon ini Pangeran Siddhattha kelak mendapatkan Pene rangan Agung. yaitu : Rama. Nama y ang kemudian dipilih adalah Siddhattha yang berarti "Tercapailah segala cita-cit anya". Lima hari setelah lahirnya Sang bayi. jettho 'ham asmi lokassa." Artinya . Akulah tertua dalam dunia ini. Menjawab pertanyaan Raja Suddhodana. . Orang tua. Dhaja. Inilah kelahiranku yang terakhir. ayam antima jati. Lakkhana. pertapa Asita terta wa gembira tetapi kemudian menangis."Aggo 'ham asmi lokassa. bersama-sama dengan seratus delapan orang Brahmana untuk merayakan kelahiran anak pertamanya dan juga untuk memilih nama yang baik. yang kemudian dikenal juga sebagai Rahulamata (ibu dari R ahula). * Seekor gajah istana. Hanya Kondañña (Brahmana yang termuda) sajala h yang dengan pasti mengatakan bahwa Sang bayi kelak akan menjadi Buddha. 2. meramalkan bahwa Sang bayi kelak akan menjadi Cakkavati (Raja dari semua Raja) atau akan menjadi Buddha. Bhoja. * Channa. Kalau pangeran kelak melihat empat peristiwa tersebut. diberitahukan oleh para dewa dari alam Tavatimsa b ahwa seorang bayi telah lahir yang kelak akan menjadi Buddha. yang kelak menjadi pembantu tetap Sang Buddha. * Pohon Bodhi. Pada hari yang sama lahir (timbul) pula dalam dunia ini : * Putri Yasodhara. Pertapa suci. Setelah memberi hormat. Diantara para B rahmana terdapat 8 orang Brahmana yang mahir dalam meramal nasib. 3. natthi dani punabbhavo. yang kelak menjadi kusir Pangeran Siddhattha. yang kelak mengundang Sang Buddha untuk berkunjung kembali ke Ka pilavatthu. Manti. Kondañña. Orang sakit. Tak akan ada tumimbal lahir lagi. Raja Suddhodana memanggil sanak keluargany a berkumpul. Orang mati. kendi tempat harta pusaka. yaitu : 1. maka Beliau akan segera m eninggalkan istana dan bertapa untuk menjadi Buddha.

Benar saja mereka menemukan Pangeran kecil sedang bermeditasi dengan kaki bersila dan tidak menghiraukan kehadiran orang-orang yang sedang memperhatikann ya. Perayaan Membajak Setelah Pangeran berumur beberapa tahun." Devadatta tetap menuntutnya dan Pa ngeran tetap pada pendiriannya dan tidak mau menyerahkannya. Raja memerintahkan untuk menggali tiga kol am di halaman istana. Ternyata Pangeran cerdas sekali. Namun Pangeran tidak memberinya dan mengatakan. Setelah tiba waktunya untuk bersekolah. Dengan cekatan Devadatta membidikk an panahnya dan berhasil menembak jatuh seekor belibis. Karena a ku yang menolongnya. Ratu Maya meninggal dunia dan terlahir kembali di surga Tusita. Devadatta. belibis ini tidak akan aku serahkan kepadamu. dengan c epat dapat dipahami sehingga dalam waktu singkat tidak ada lagi hal-hal yang dap at diajarkan kepada Pangeran kecil. yaitu Rupananda. Kalau ia mati. Raja Suddhodana mengajaknya untuk turut pergi ke perayaan membajak bersama-sama para petani dengan menggunakan sebuah a lat bajak yang terbuat dari emas. Melihat keadaan yang ganjil ini untuk kedua kalinya Raja Suddhodana memberi hormat kepada anakny a. Raja dengan diiri ngi para petani berbondong-bondong datang untuk menyaksikan peristiwa ganjil ter sebut. Pangeran dengan hati-hati dan penuh ka sih sayang mencabut panah dari sayap belibis tersebut. Bayangan pohon jambu tidak mengikuti jalannya matahari tetapi tetap memayungi Pangeran kecil yang sedang bermeditasi. maka ia adalah milikku. Setelah kembali mereka merasa heran sekali melihat Pangeran seda ng bermeditasi dan duduk bersila. Raja juga memesan wangiwangian. Pada suatu hari Pangeran sedang berjalan-jalan di taman dengan saudara sepupunya .Tujuh hari setelah Pangeran Siddhattha dilahirkan. Raja Suddhodana menyerahkan perawatan Sang bayi kepada Putri Pajapati (adik Ratu Maya) yang juga dinikahinya. Selain tiga kolam tersebut. dayang-dayang yang ditugaskan untuk menjaga Pangeran merasa tertarik sekali dengan jalannya perayaan itu. Akhirnya atas usul . pakaian dan tutup kepala dari negara Kasi. maka ia benar adalah milikmu. yang pada waktu itu membawa busur dan panah. Satu kolam dengan bunga teratai yang berwarna biru (Upala). yaitu Nanda dan seorang putri. Mereka ing in menyaksikan perayaan tersebut dan meninggalkan Pangeran kecil di bawah bayang an pohon jambu. baik siang maupun malam hari sebagai lambang dari keagungannya. satu kolam d engan bunga yang berwarna merah (Paduma). Di kolam-kolam itu ditanami berbagai jenis bunga teratai ( lotus). yaitu suatu tingkatan pemusat an pikiran. Sejak kanak-kanak. Devadatta minta agar belibis tersebut diserahkan kepadanya karen a ia yang menembaknya jatuh. dan satu kolam lagi dengan bunga yang berwarna putih (Pundarika). Dari pernikahan ini kemudian lahir seorang putra. Raja memerintahkan seorang guru bernama Visvamitta untuk memberikan pelajaran kepada Pangeran dalam berbagai ilmu penget ahuan. Karena Pangeran saat itu telah mencapai Jhana. Pangeran dan Devadatta b erlari-lari ke tempat belibis itu jatuh. Ada lagi satu keajaiban lain. Masa Kanak-Kanak Setelah Pangeran berusia tujuh tahun. Sewaktu perayaan berlangsung dengan meriah. Semua pelajaran yang diberikan. Tetapi sekarang ia tidak mati dan ternyata masih hidup. maka sama sekali tidak terganggu oleh suara-suara yang berisik. Dengan cepat mereka melaporkan peristiwa tersebut kepada Raja. "Ti dak. yang waktu itu terkenal kare na menghasilkan barang-barang tersebut dengan mutu yang terbaik. kemudian meremas-remas be berapa lembar daun hutan dan dipakaikan sebagai obat untuk menutupi luka bekas k ena anak panah. Pangeran tiba terlebih dahulu dan memel uk belibis itu yang ternyata masih hidup. Pelayan-pelayan diperintahkan untuk melindungi Pangeran pergi. Devadatta melihat sero mbongan belibis hutan terbang di atas mereka. Pangeran terkenal sebagai anak yang penuh kasih sayang terhad ap sesama mahluk hidup seperti terlihat dari kisah di bawah ini.

belibis harus menjadi mili k dari orang yang ingin menyelamatkan jiwanya yaitu Pangeran Siddhatta. Dalam sayembara itu. Semua pertandingan seperti naik kuda.Pangeran. Pangeran bertanding melawan pangeran-pangeran lain ya ng datang dari segenap penjuru negara Sakya." Masa Remaja Sewaktu Pangeran meningkat usianya menjadi 16 tahun. maka secara sah. Ratu Amita (adik Raja Suddhodana). orang sakit. satu istana untuk musim panas (Suramma) dan satu istana untuk musim hujan ( Subha). dan dijaga siang dan malam oleh orang-orang kepercayaan Raja. Melihat Empat Peristiwa Pangeran tidak bahagia dengan cara hidup yang dianggap seperti orang tawanan dan terpisah sama sekali dari dunia luar. Setelah Pangeran Siddhatta menikah dengan Putri Yasodhara. Setelah mendengarkan keteran gan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dari kedua belah pihak. Sekarang tinggal menjaga supaya Pangeran jangan melihat empat peristiwa tentang kehidupan. Dengan mendapat sambutan yang meriah sekali dari para hadirin. Pangeran dinyatak an sebagai pemenang mutlak dari sayembara tersebut. Raja berharap Pangeran akan lebih diikat kepada hal-hal d uniawi. dimana berbagai ilmu peperangan dipertandin gkan. Ketika hal ini diberitahukan kepada Pangeran. maka Pangeran mohon kepada Raja ag ar segera mengadakan satu sayembara. dan memanah ternyata dimenangkan oleh Pangeran. maka kekhawatiran Raj a Suddhodana agak berkurang sebab Raja selalu ingat dengan ramalan dari pertapa Asita bahwa Pangeran kelak akan menjadi Buddha. mereka berdua pergi ke Dewan Para Bijaksana dan mohon agar Dewan membe rikan keputusan yang adil dalam persoalan tersebut. satu istana untuk musim dingin (Ram ma). menjinakkan kuda liar. "Ayah. Hidup tidak m ungkin menjadi milik dari orang yang mencoba menghancurkannya. bahkan juga pangeran-pangeran dari negara lain. Untuk membentangkan busur yang dipakai oleh Pangeran saja mereka tidak mampu karena busur itu besar dan berat. Pange ran tidak ada tandingannya. Dewan lalu memb erikan keputusan sebagai berikut : " Hidup itu adalah milik dari orang yang mencoba menyelamatkannya. dan pertapa suci. menggunakan pedang. Raja memerintahkan untuk me mbuat tiga buah istana yang besar dan indah. Dengan pernikahan ini. sehingga untuk membaw anya ke tempat pertandingan harus digotong oleh empat orang. dimana Pangeran akan memilih s eorang gadis untuk dijadikan istrinya. Mereka mengatakan bahwa Pangeran tidak paham kesenian dan il mu peperangan. Selanjutnya Raja memerintahkan untuk membuat tembok tinggi mengelilingi istana dan kebun dengan pintu-pintu yang kokoh kuat. Karena itu menuru t norma-norma keadilan yang berlaku. Karena itu Raja memerintahkan pengawal-pengawalnya agar Pangeran dijaga jangan s ampai melihat empat hal tersebut. Khusus dalam hal memanah. Dengan demikian Pangeran Siddhatta dan Putri Yasodhara memadu cinta di tiga ista nanya yang mewah sekali dan selalu dikelilingi oleh penari-penari dan dayang-day ang yang cantik-cantik Raja merasa puas dengan apa yang telah dikerjakannya dan berharap bahwa Pangeran kelak dapat menggantikannya sebagai Raja negara Sakya. pilihan Pangeran jatuh kepada se orang gadis bernama Yasodhara yang ada ikatan keluarga dengan Pangeran karena ia adalah anak pamannya yang bernama Raja Suppabuddha dari negara Devadaha dan bib inya. Semua dayang dan pengawalnya adalah orang-orang mud a belia. Apabila ada dayangnya yang sakit maka dayang i tu akan segera disingkirkan. yaitu orang tua. perkenankanlah aku berjalan-jalan ke luar istana untuk melihat tata cara kehidupan penduduk yan . Namun para orang tua tersebut ternyata ti dak mengacuhkannya. Kemudian Raja mengirim undangan kepada para orang tua yang mempunyai ana k gadis untuk mengirimkan anak gadisnya ke pesta. maka bagaimana ia kelak dapat memelihara dan melindungi istrinya. Dalam sebuah pesta besar yang kemudian diselenggarakan dan dihadiri oleh tidak k urang dari empat puluh ribu orang gadis cantik. Pada suatu hari Pangeran mengunjungi ayahnya dan berkata. orang mati.

ompong dan buruk seperti tukang minta-minta yang baru saja ia lihat. Pangeran pergi bersama-sama Channa dan berpakaian seperti a nak keluarga bangsawan karena ia tidak ingin dikenal sewaktu sedang berjalan-jal an. Channa? Itu tidak mungkin seorang manusia. orang itu seperti ki ta dan karena sekarang ia sudah tua sekali maka keadaannya telah berubah seperti yang Tuanku lihat. yaitu usia tua . ia masih merenung bahwa suatu hari semua oran g akan menjadi tua. pikiran itu masih tetap sa ja mengganggunya. lemah dan sedih. sekarang engkau boleh pergi melihat -lihat kota sepuas hatimu. Rambut orang itu panjang dan sudah putih semua. Pada kesempatan ini." Tetapi Pangeran tidak puas dengan jawaban Channa. Mengapa sebagai seorang Pangeran dan juga orang-orang lain pada suatu hari harus menjadi tua. tetapi sekarang tanpa terlebih dahulu mem beritahukannya kepada para penduduk. "Anakku. Di tempat tidur. maka Raja memanggil Pangeran untuk menghadap. meskipun ia kaya. "Sewaktu masih muda. badannya kurus kering dan dengan su sah payah serta terbungkuk-bungkuk ditopang oleh sebuah tongkat berjalan tanpa m enghiraukan orang-orang di sekelilingnya yang sedang bergembira. tetap i bukan keadaannya sewaktu dilahirkan. karena Beliau tahu. dan tidak kelihatan gembira sewaktu berlangsungnya pe sta makan dan tari-tarian. Tetapi Pa ngeran acuh tak acuh saja. Pangeran terkesan sekali karena hal seperti ini baru pert ama kali dilihatnya. tanpa ada y ang terkecuali dan begitu pula engkau yang tercantik. dengan tiba-tiba seorang tua kel uar dari sebuah gubuk kecil. terpandang atau berkuasa? Malam itu diselenggarakan sebuah pesta besar untuk menghibur Pangeran. Giginya sudah ompong. engkau bo leh keluar dari istana untuk melihat bagaimana penduduk hidup di kota. Ia ingin tahu apakah ada orang yang telah menemukan cara untuk menghentikan hal yang menyeramkan itu. Tetapi se belumnya aku harus membuat persiapan sehingga segala sesuatunya baik dan patut u ntuk menerima kedatangan anakku yang baik. ia pasti akan mati hari itu juga karena ia lapar sekali dan sudah be berapa hari tidak makan. matanya sudah hampir buta. maka Raja memberikan izin. Hari itu pemandangan kota berlainan sekali. kulitnya keriput. Ia sedang sibuk merenung dan dalam hati berkata kepad a mereka yang hadir. Pangeran kembali memohon kepada Raja agar diperkenankan lagi melihat-lihat kota Kapilavatthu." Setelah rakyat selesai menghias kota seperti diperintahkan oleh Raja. pakaiannya compang-cam ping dan kotor sekali. Mengapa ia bungkuk sekal i? Mengapa ia gemetar sewaktu berjalan? Mengapa rambutnya putih dan bukan hitam seperti rambutku? Apa yang salah dengan matanya? Dan giginya dikemanakan? Apakah ada orang yang terlahir seperti itu? Coba katakan. maka Raja menjadi sedih sekali dan ia merasa khawatir bahwa hal ini dapat menyebabkan Pangeran meninggalkan istana ." Setelah pesta usai dan Pangeran masuk ke kamar tidur. dan ia ingin merenungkan persoalan ini dengan lebih mendalam. Hal i tu tidak dapat dielakkan. Tidak ada penduduk berkumpul untuk m . oh Channa yang baik. Berselang beberapa hari. "Pada suatu hari engkau semua akan menjadi tua. Dengan berat hati Raja memberikan izinnya. dan tidak ada seorangpun yang dapat men cegahnya. Setiap ora ng kalau sudah terlalu lama hidup di dunia akan menjadi seperti orang itu. kul it mukanya kering dan keriput. "Apakah itu." Karena permohonan ini wajar. anakku. tidak ada gunanya melarang sebab hal itu tentu akan membuat Pangeran sangat sedih. Apakah artinya semua ini?" Channa menerangkan kepada Pangeran bahwa semua itulah keadaan seorang tua. Pangeran memerintahkan untuk s egera kembali ke istana karena pemandangan orang tua yang baru saja ia lihat tel ah membuatnya sedih sekali. Sebaiknya Tuanku lupakan saja orang tua tersebut. "Baik. rambutnya putih. Karena itu. Raja memerintahkan kepada dayang-dayangnya untuk lebih sering meng adakan pesta-pesta makan dan tari-tarian. Dengan suara le mah dan perlahan sekali ia meminta-minta makanan dan mengatakan kalau tidak dibe ri makanan.g kelak akan kuperintah." Sewaktu Pangeran sedang berjalan-jalan di kota. Melihat orang tua itu. Setelah persoalan ini dilaporkan kepada Raja.

tidak ada bendera-bendera. Seorang pandai besi dengan badan penuh keringat sedang membuat pisau. jangan sentuh orang itu lama-lama. Tetapi hari itu Pangeran melihat penduduk yang sed ang sibuk bekerja. Oleh karena it ulah ia merintih-rintih dan tidak lagi dapat bicara. Orang tersebut tetap diam saja dan tidak bergerak meskipun api telah membakarnya dari semua sudut. Ia menangis tersedu-sedu. Nanti Tuanku juga akan sakit. bahagia dan senang dengan pekerjaannya. Pangeran menjadi semakin sedih dan kembali ke istana untuk merenu ngkan hal ini. "Mengapakah engkau. dan p enduduk yang berpakaian rapi." "Mati! Channa. Tuanku. emas. Di atas usungan itu berbaring seorang yang sudah kurus sekali dalam keadaan tida k bergerak. Seorang tukang celup pakaian sedang mencelup pakaian dalam beraneka ragam warna yang bagus-bagus dan kemudian menjemurnya. dan itu dapat terjadi setiap saat. Berselang beberapa hari. Untuk kedua kalinya dalam hidupnya. engaku mengapakah? " Orang sakit itu sudah tidak dapat menjawab. Ia diserang demam pes dan seluruh badannya terasa terbakar. Mohon de ngan sangat agar Tuanku meletakkannya kembali di tanah dan jangan menyentuhnya l agi sebab pes itu sangat menular. Tetapi Pangeran juga melihat seorang yang sedang merintih-rintih dan bergulingan di tanah dengan ked ua tangannya memegangi perutnya. Tukang kue sedang sibuk memanggang ro ti dan kue. matanya berputar-putar dan nafasnya megap-megap. Seorang pa ndai emas sedang membuat kalung. katakanlah. Tidak ada seora ngpun yang dapat mencegahnya. lalu menjualnya kepada langganannya yang kemudian memakannya selagi masih panas. Raja merasa sedih karena melihat Pangeran pada waktu akhir-akhir ini seperti kurang gembira sehubungan dengan kejadian-kejadian yang telah diliha tnya. gelang.Tuanku. "Channa. Pangeran melihat sesuatu yang membuat Beliau sangat sedih. apakah ini yang dinamakan mati? Dan apakah semua orang pada suatu waktu akan mati?" "Betul. mengangkatnya. Pada kesempatan ini Pangeran yang berpakaian sebagai anak seorang bangsawan deng an diiringi Channa. masih banyakkah hal-hal buruk seperti ini selain sakit pes?" "Memang. meletakkan kepalanya di pangkuann ya dan dengan suara menghibur menanyakan. da n perak. tunggul-tunggul. sehinggan tidak dapat mengucapkan sepatah kata . Tidak lama kemudian mer eka berpapasan dengan serombongan orang yang sedang menangis mengikuti sebuah us ungan dipikul oleh empat orang. Pangeran kembali mohon kepada Raja agar diperkenankan k embali melihat-lihat kota Kapilavatthu. Orang itu sakit dan darahnya ber acun." "Apakah tidak ada orang yang dapat menolongnya? Apakah semua orang dapat diseran g penyakit? Apakah penyakit datang secara mendadak?" "Betul. Tuanku." Mendengar ini. kerabu. mengapakah orang ini? Apakah yang salah dengan nafasnya? Me ngapa ia tidak bicara?" "Oh. semua makhluk hidup pada suatu waktu harus mati. Tuanku. berjalan-jalan di kota Kapilavatthu. Tidak ada oran g yang dapat mencegahnya. Tuanku." Pangeran heran dan kaget sekali. apakah itu? Mengapa orang itu berbaring di sana dan membiarkan orang la in membakar dirinya?" "Dia tidak tahu apa-apa lagi. bunga-bunga. "Channa." "Channa. Orang itu sudah mati. deng an cepat menghampiri orang itu. Pangeran memperhatikan orang-orang kecil ini yang sederhana dan semua orang keli hatan sibuk sekali. Raja menyetujuinya karena beranggapan tidak ada gunanya lagi sekarang untuk mela rang. dan cincin dari intan.engelu-elukannya." "Tetapi adakah lagi orang lain seperti dia?" "Ada. ada ratusan penyakit yang sama hebatnya seperti sakit pes. Kemudian rombongan membawa usungan itu ke tepi sebuah sungai dan mel etakkannya di atas tumpukan kayu yang kemudian dinyalakan api. Di muka dan badannya terdapat bercak-bercak ber warna ungu. dan Tuanku mungkin orangnya kalau Tuanku memegangnya seperti itu. semua orang dalam dunia dapat terserang penyakit. Pangeran yang dikenal sebagai orang yang penuh kasih sayang.

Pangeran memberi salam kepada pertapa tersebut dan menanyakan kegunaan mangkuk y ang sedang dipegangnya. "Oh. Nibbuta nuna so pita. sehingga Beliau menghadiahkan Kisa Gotami sebuah kalung emas yang sedang dipakainya." Pangeran terkejut karena ternyata pertapa ini mempunyai pikiran dan cita-cita ya ng sama dengan dirinya. jauh dari gangguan dan keramaian dunia. Pangeran bukannya bergembira tetapi mukanya justru menjad i pucat." Kemudian pertapa itu berlalu dan terus menghilang. Tiba-tiba Pange ran melihat seorang pertapa berjubah kuning dengan membawa mangkuk di tangan men ghampirinya. Pertapa suci. Pangeran merasa gembira sekali dan berkata di dalam hati. padam semua nafsu-nafsu". dan mati. Aku menjauh kan diri dari keduniawian. Pangeran berpikir bahwa sangat mengerikan keadaan yang disebut 'mati' itu y ang harus dialami oleh setiap orang. aku mencarinya dalam ketenangan dan kesunyian hutan-hutan yang lebat. Dalam perjalanan pulang ke istana. "Rahulajato. Mendengar berita ini. bandhanam jatam. Pangeran berhenti dan duduk beristirahat di bawah pohon jambu. di sebuah taman . meskipun ia seorang Raja atau anak dari seo rang Raja." Yang berarti : "Tenanglah ibunya." Yang berarti : "Satu jerat telah terlahir. dan di kamarnya ia merenungkan persoalan ini sepanjang hari. aku tidak menginginka n hal-hal dan barang-barang duniawi. Tenanglah istrinya. Nibbuta nuna sa nari. Pangeran bertemu dengan Kisa Gotami yang kare na kagumnya mengucapkan kata-kata sebagai berikut : "Nibbuta nuna sa mata. Mangkuk ini aku bawa untuk mengharapkan makanan dari mereka yang berbelas kasih." Pangeran terkejut dan tergetar hatinya mendengar perkataan "Nibbuta" yang berart i: "tenang. Selain dari itu." Sewaktu Pangeran mengunjungi Kapilavatthu untuk keempat kalinya. Tenanglah ayahnya. Pertapa itu menjawab. di manakah obat itu harus dicari?" "Pangeran yang mulia. Yang mempunyai suami seperti Anda. Apakah benar tidak ada jalan untuk menghentikannya? Pangeran pulang. . datanglah dayang-dayang yang khusus mencari Pangeran untuk memberitahukan bahwa Putri Yasodhara telah melahirkan bayi laki-laki yang sehat.pun. Penerangan dan kebahagiaan sedang menunggu. Sekarang maafkan. aku ini seorang pertapa. meninggalkan sanak keluarga untuk mencari obat agar o rang tidak menjadi tua. "Semua orang di dunia ini pada suatu waktu harus mati. "Aku juga harus menjad i pertapa seperti itu!" Tidak lama kemudian. satu ikatan telah terlahir." Karena ucapan ini maka bayi yang baru lahir kemudian diberi nama "Rahula". Aku harus mencarinya dan menolong dunia i ni. Yassa yam idiso pati. sakit. "Pangeran yang mulia. aku harus meneruskan perjalanan. Konon diceritakan bahwa perta pa itu adalah seorang dewa yang ingin membantu Pangeran Siddhatta. Pangeran mengangkat kepalanya menghadap langit yang tinggi dan kemudian berkata. belum ada orang yang tahu bagaimana cara untuk menghentikannya.

Pangeran kemudian memasuki kamar Yasodhara dan memandangi anaknya dengan gembira dan terharu karena tidak lama lagi Beliau akan meninggalkannya berhubung tekadn ya yang sudah bulat untuk mencari obat agar orang tidak menjadi tua. Hal ini menimbulkan amarah Raja. ada yang tengkurap. Pangeran merebahkan diri di atas bantal yang dibuat dari benan g-benang emas dan karena letih. 2. akan kembali ke Kapilavatthu untuk mempersembahkan obat yang telah kutemukan ke hadapan Ayah. Pangeran memanggil Channa dan memerintahkan untuk menyiapkan Kanthaka. Istrinya sedang tidur nyenyak dan memeluk bay inya. sakit. Anugerah supaya kerajaan ini tidak berubah dan tetap seperti sekarang. Raja Suddhodana menjadi kaget dan kecewa. Anugerah supaya tidak menjadi tua. Selanjutnya Pangeran masuk ke ruangan tempat para penari sedang menari diiringi musik yang merdu." "Tentu saja. 5. mohon Ayah memberikan kepadaku: 1. Pangeran dengan hati-hati me ndekati Raja dan mohon izin untuk mencari obat terhadap usia tua. tidak lama kemudian Pangeran tertidur. Pangeran kemudian pergi ke kamar Yasodhara untuk melihat istri dan an aknya sebelum pergi untuk bertapa. ada yang terlentang. Raja menyelenggarakan satu pesta yang besar d an meriah." Raja tetap tidak memberikan izinnya dan Pangeran tetap bersikeras untuk terus me laksanakan cita-citanya. ada yang mengigau. Pada tengah malam. Tunggu saja dan tangguhkan kepergianmu sampai aku sudah mangkat. Pangeran terbangun dan memandang ke sekelilingnya. halaman 141/2). 4.BAB II PELEPASAN AGUNG Pangeran Siddhattha Meninggalkan Istana Untuk menyambut kelahiran cucunya. ada yang mulutnya me nganga lebar. Anugerah supaya aku dapat mengakhiri kelahiran. aku lebih baik turun tahta daripada tidak meluluskan permin taanmu. sakit. ada yang air liurnya meleleh keluar. Anugerah supaya tidak sakit. Anugerah supaya semua wanita yang ada di istana bersama sama dengan keraba t lain tetap hidup. Para pena ri menghentikan tariannya dan mereka pun ikut tidur di ruangan yang sama sambil menunggui Pangeran. sehingga Beliau mengambil kep utusan untuk meninggalkan istana pada malam itu juga. dan mati. Anugerah supaya mereka yang pernah hadir pada pesta kelahiranku dapat mema damkan semua nafsu keinginannya. Tetapi Pangeran kelihatan tidak gembira." "Ayah. dan mat i. 8. Izin tidak diberikan seperti dapat kita ikuti dalam percakapan di bawah ini (dik utip dari buku Mahavastu II. dan mati. Pa ngeran merasa seperti di pekuburan dengan mayat-mayat yang bergelimpangan. dan lain-lain. usia tua." Mendengar pernyataan di atas. usiaku sekarang sudah lanjut. Anugerah supaya tidak mati. Anugerah supaya Ayah tetap bersamaku. ada yang menggulung tubuhnya sambil kepalanya terantuk-antuk di dadanya. Aku berjanji bila su dah berhasil. 7. relakan kepergianku justru sewaktu Ayah masih hidup. "Ayah. 6. 3. Raja men jawab bahwa hal-hal di atas itu berada di luar kemampuannya dan masih mencoba un tuk membujuknya dengan mengatakan. kalau tidak diberi izin saya mohon Ayah berkenan memberikan kepadaku dela pan macam anugerah. Tangannya menutupi muka Sang bayi. Peman dangan ini membuat Pangeran jijik dan muak sekali. Pangeran m elihat gadis-gadis penari tergeletak tidur simpang siur di lantai dalam sikap ya ng beraneka ragam." "Kalau begitu. sehingga muka bayi tidak dapat terlihat . anakku. kuda kesa yangannya. "Anakku.

dan Malla. Ibu . Seolah-olah sudah diatur t erlebih dulu oleh para dewa. sakit. "Tidak ada gunanya hamba diam terus di istana tanpa Tuanku. Pangeran tidak menggubris bujukan Dewa Mara. memotong rambut di kepalanya dengan pedang dan melemparkannya ke udara (yang disambut oleh Dewa Sakka dan membawanya ke surga Tavatimsa untuk dipuja di Culam ani-cetiya)." Kanthaka ikut dengan Channa tetapi belum seberapa jauh berjalan. dan mati. melepas semua perhiasannya dan memberikannya kepada Channa. kemu dian dengan satu kali loncatan menyeberangi Sungai Anoma. Yasodhara memelu k leher Kanthaka dan bertanya. Selanjutnya. Kanthaka. pedang serta pakaian Pangeran kepada Baginda Raja. aku akan datang kembali dan dengan puas dapat melihat wajah a nak dan istriku. yaitu: jubah luar. "Oh. Kembalinya Channa bersama Kanthaka (tanpa Pangeran) ke Kapilavatthu disambut ole h Raja dan seluruh penghuni istana dengan ratapan dan tangisan. Saat itu terang bulan d i bulan Asalha dan Pangeran berusia 29 tahun. yang membuat Dewa Mara menjadi marah dan mengancam akan terus membuntutinya. bawa pakaian dan perhiasan ini kembali. Pangeran semula ingin menggeser sedikit tangan istrinya tetapi hal itu diurungka n karena takut kalau hal ini menyebabkan Yasodhara terbangun dan rencananya untu k meninggalkan istana bisa gagal. Brahma Chatikara mempersembahkan keperluan seorang bhikkhu kepada P angeran yang terdiri dari delapan jenis barang." "Jangan Channa. Pangeran Siddhattha tidak mendapat kesukaran sewakt u hendak keluar dari pintu gerbang istana dan waktu hendak keluar dari pintu tem bok kota. Setelah sampai di luar kota. Sete lah menukar pakaiannya dengan jubah bhikkhu. Ibu. Perkenankanlah hamba ikut Tuanku berkelana. Aku akan mencari obat untuk menghentikan usia tua. Yasodhara. pisau. Perjalanan diteruskan melintasi perbatasan negara Sakya. Pangeran hanya berkata dalam hati." Channa memberi hormat kepada Pangeran dan bersiap-siap untuk kembali. Pangeran akan menja di Raja negara Sakya. Meskipun menyesali kepergian Pangeran Siddhattha. Pangeran memerintahkan Channa untuk kembali ke istana. mangkuk makanan. ikutlah pulang dengan Channa dan jangan menunggu aku lagi. Kanthaka. mencukur kumisny a. Rambut yang tersisa sepanjang dua anguli (± dua inci) semasa hidupnya tetap sepanjang itu dan tidak tumbuh-tumbuh lagi. "Ayolah. Kuda itu nampaknya sedih sekali dan matanya basah dengan air mata. Pangeran mendekati Kanthaka.. tetapi Raja tahu bahwa kepergi . mengusap-usap dan men epuk-nepuk lehernya dengan penuh kasih sayang sambil berkata. berikan kepada Ayahku da n sampaikan pesanku untuk Ayah. Selanjutnya Channa memberitahukan bahwa Pangeran sekarang berada di tepi Sungai Anoma di negara Malla. aku kembali ke istana untuk memberikannya kepada Ayah. jarum. tetapi nanti setelah aku memperole h apa yang kucari. Para pengawalnya semua sedang tidur nyenyak dan Channa dengan mudah dapat membuk a pintu agar Pangeran dapat keluar dari istana dan keluar kota. jubah dalam." Setelah itu Pangeran meninggalkan istana dengan menunggang Kanthaka yang berbulu putih diikuti oleh Channa yang memegang buntut kuda. kuda itu berhen ti dan menengok lagi ke belakang agar dapat melihat wajah Pangeran untuk terakhi r kali. Segera setel ah aku memperolehnya. Channa menyerahkan perhiasan. Pangeran turun dari ku da. Rahula. dan saringan air. kesalahan apakah yang telah kuperb uat terhadapmu dan Channa. dan kepada semua orang yang ada di dunia ini. "Tidak. menyampaikan salam perpisahan Pangeran kepada Ibunya dan Yasodhara beserta sege nap keluarga lainnya. Tetapi Kan thaka tidak mau diajak pergi. Koliya. dan Yasodhara untuk jangan terlalu bersusah hati. bia rlah hari ini aku tidak melihat wajah anakku. sehingga engkau berdua membawa pergi Tuanku Pangeran sewaktu aku sedang tidur nyenyak?" Hal ini membuat Kanthaka sedih dan patah hati . ikat pinggang. kain bawah. Pangeran berhenti sejenak dan memutar kudanya untuk melihat kota Kapilavatthu untuk terakhir kali (di tempat itu kemudian didirikan sebuah cetiya yang dinamakan Kanthakanivattana-cetiya). Ketika itu Pangeran dicegat oleh Dewa Mara yang jahat dan membujuknya untuk kemb ali ke istana dan ia berjanji bahwa dalam waktu satu minggu.

Di tempat ini pertapa Siddhattha (juga disebut Perta pa Gotama) berguru kepada Alara Kalama dan dalam waktu singkat sudah dapat menya mai kepandaian gurunya. maka gurunya minta agar ia terus berdiam di tempat ters ebut untuk bersama-sama membina murid-muridnya yang banyak sekali. Raja Bimbisara dilaporkan tentang kedatang an seorang pertapa yang paras mukanya kelihatan agung dan sekarang sedang berist irahat di Pandavapabbata. Karena merasa bahwa dengan pengetahuan ini masih belum terjawab tentang sebab-mu sabab dari kelahiran dan bagaimana mengakhiri usia tua. yang pada zaman itu ter kenal sebagai seorang pertapa yang paling pandai. Pertapa Gotama kemudian berguru kepada Uddaka-Ramaputta. n ama orang tuanya dan mengapa ia menjadi seorang pertapa. Dari Uddaka-Ramaputta. Mereka melatih d iri dengan menjemur diri di terik matahari pada siang hari dan pada waktu tengah malam berendam di sungai untuk waktu yang lama. Ia merapatkan giginya dan menekan kuat-kuat langit-langit mulutnya sehingga keri ngat mengucur keluar dari ketiaknya. dan Kondañña) berlatih dalam berbagai cara penyiksaan diri. Assaji. Karena itulah aku menjadi seorang pertapa. dan mati. Mahanama. maka Pertapa Gotama lalu melakukan latihan yang lebih berat lagi. Anda sendiri dan kepada semua orang. Tetapi harap Anda berjanji untuk terlebih dulu mengunjungi Rajagaha apabila kelak berhasil menemukan obat tersebut. yah. Raja Bimbisara datang menemui pertapa Siddhattha dan kemudian menanyakan nama. Kedatangan Pangeran di Ra jagaha ternyata mendapat perhatian dari seorang pembantu Raja Bimbisara yang ter us mengikutinya sampai di Pandavapabbata. maka Per tapa Gotama melanjutkan perjalanannya untuk mencari orang yang dapat mengajar te ntang hal tersebut. sakit. istriku. Baginda. Karena masih saja belum berhasi l. tempat Pangeran beristirahat untuk mak an dari hasil perjalanan kelilingnya. aku berjanji. ana kku." "Terima kasih banyak. Tetapi Pertapa Gotama masih belum puas sebab ia masih belum mendapat jawaban ten tang bagaimana mengakhiri usia tua." "Baiklah. sakit. pertapa Siddhattha meneruskan perjalanannya dan tiba di dekat tem pat pertapaan Alara Kalama. sakit dan mati. selalu waspada. Mulai hari itu Raja selalu mengikuti keadaan Pangeran dengan menyuruh orang menyelidiki dan melapor kan kepada Raja segala sesuatu yang dikerjakan Pangeran dan dimana Beliau berada . Baginda. Setelah berusaha beberapa lama dan melihat bahwa usaha ini tidak membawanya ke P . Vappa. Pertapa Gotama kemudian pergi ke Senanigama di Uruvela dan di tempat inilah Pert apa Gotama bersama-sama dengan 5 orang pertapa lain (Bhaddiya. Setelah tujuh hari berdiam di Anupiya. dan mati." Dari Rajagaha. Pangeran pada suatu pagi berjalan ke arah Rajagaha unt uk mulai dengan meminta-minta makanan kepada penduduk. "Mengapa Anda melakukan hal ini? Apakah Anda berselisih paham dengan ayah Anda? Tinggal saja denganku di sini dan aku akan menghadiahkan Anda setengah dari kera jaanku. Dengan sakit yang demikian hebat yang diderita tubuhnya ia berusaha agar batinny a jangan melekat. Bertapa di Hutan Uruvela Dari tepi Sungai Anoma. Di tempat ini Pertapa Gotama diajar cara-cara bermeditasi dan pengertian tentang Hukum Kamma dan Tumimbal lahir. Pangeran pergi ke kebun mangga di Anupiya. Aku hendak mencari obat untuk menghent ikan usia tua. apa boleh buat." "Kalau tawaranku tidak diterima. tenang dan teguh serta ulet dalam usahanya. Demikian hebat sakit yang dideritanya sehin gga dapat diumpamakan sebagai orang kuat yang gagah perkasa memegang seorang yan g lemah di kepala atau lehernya dan menekan dengan sekuat tenaga. Aku sangat cinta kepada orang tuaku.annya itu sesuai dengan ramalan pertapa Asita dan Kondañña dan mengharap-harap cemas bila kiranya Pangeran akan berhasil menjadi seorang Buddha. Karena dalam waktu singkat Pertapa Gotama sudah memahami semua pel ajaran Uddaka-Ramaputta. Pertapa Gotama mendapat pelajaran tentang cara bermeditas i yang paling tinggi sehingga mencapai keadaan "Bukan-Pencerapan Pun Bukan Bukan -Pencerapan".

aku ingin mendapatkan hawa panas. Kemudian timbul sakit yang hebat di kepala dan di perut disusul d engan panas yang menjalar ke seluruh tubuh. Warna kulitnya beruba menjadi hit am dan rambutnya banyak yang rontok. ia kemudian melihat bahwa cara ini tidak memba wanya ke Penerangan Agung. aku ingin mendapatkan hawa p anas. Secara tiba-tiba timbul dalam batinnya tiga buah peru mpamaan yang sebelumnya tak pernah terpikir. selalu waspada. maka pertapa dan Brahma na itu berada dalam keadaan yang baik sekali untuk memperoleh Penerangan Agung. Kedua: Kalau sekiranya sepotong kayu basah diletakkan di tanah yang kering dan seorang membawa sepotong kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan menggo sok-gosoknya) dan ia pikir. ia berusaha agar batinn ya jangan melekat. kesehatannya memburuk dan badannya kurus sekali. ia berhenti dan mencoba cara yang lain. Ia kemudian sedikit dem i sediki menahan nafasnya sampai nafasnya tidak lagi keluar melalu hidung atau m ulut. Kala perutnya d itekan maka tulang punggungnya dapat dipegang dan kalau punggungnya ditekan maka perutnya dapat dipegang." Orang ini pasti dapat membuat api dari kayu kering itu. tenang dan teguh serta ulet dalam usahanya. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang tidak terikat lagi kepada kesenangan nafsu-nafsu indria dan batinnya juga tidak terikat lagi. Sejak hari itu Pertapa Gotama diberi makan air tajin untuk mengembalikan kekuatan dan kesehatannya dan tidak lama kem . Dengan cepat ia memberikan pertapa itu air susu kambing sehingga de ngan perlahan-lahan tenaga Pertapa Gotama pulih kembali dan ia dapat melanjutkan perjalanannya ke gubuk tempat ia bertapa. Ia merupakan tengkorak hidup dengan tulang-tulang dila pisi kulit dan dagingnya sudah tidak ada lagi. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang masih terikat kepada kesenangan nafsu -nafsu indria dan batinnya masih ingin menikmatinya pasti tak akan berhasil. Waktu siuman ia sudah tidak kuat lagi untuk berdiri. Untung pada waktu itu lewat seorang anak penggemb ala kambing bernama Nanda yang melihatnya sedang tergeletak kehabisan tenaga di tepi sungai. "Aku ingin membuat api. Ketiga: Kalau sekiranya sepotong kayu kering diletakkan di tanah yang kering dan seorang membawa sepotong kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan mengg osok-gosoknya) dan ia pikir.enerangan Agung. Sehabis mandi di sungai dan ingin kembali ke gubu knya. Pertapa Gotama terjatuh dan pingsan di tepi sungai." Orang ini tidak mungkin dapat membuat api dari kayu yang basah itu dan ia hanya akan memperoleh keletihan dan kesedihan. Kalau berdiri tidak bisa diam karena kakiny a gemetaran. Pertama: Kalau sekiranya sepotong kayu diletakkan di dalam air dan seorang membawa sepoto ng kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan menggosok-gosoknya) dan ia pikir. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang tidak terikat lagi kepada kesenangan nafsu-nafsu indria tetapi batinnya masih ingin menikmatinya pasti juga tidak aka n berhasil. Setelah berusaha beberapa lama dan melihat bahwa usaha ini tidak membawanya ke P enerangan Agung." Orang ini tidak mungkin dapat membuat api dari kayu yang basah itu dan ia hanya akan memperoleh keletihan dan kesedihan. Setelah merenungkan tiga perumpamaan tersebut maka Pertapa Gotama mengambil kepu tusan untuk berhenti berpuasa. ia berhenti dan mencoba cara yang lain. "Aku ingin membuat api. aku ingin mendapatkan hawa panas. Dengan sakit yang demikian hebat yang diderita tubuhnya. Seperti cara-cara yang terdahulu. Tentu saja. Selanjutnya ia berpuasa dan tidak makan apa-apa sampai berhari-hari atau mengura ngi makannya sedikit demi sedikit sampai makan hanya beberapa butir nasi satu ha ri. "Aku ingin membuat api. tetapi dengan mengeluarkan suara mendesis yang mengerikan keluar melalui l ubang telinga.

udian Pertapa Gotama sudah dapat makan juga makanan lain. Semoga beban hidup akan engkau terima dengan ringan. Kalau di tarik terlalu kendur ia tak dapat mengeluarkan suara. meskipun belum cukup untuk membuat tanah menjadi basah. sehingga hampir-hampir saja putus. Mereka meninggalkannya dan pergi ke Taman Rusa di Benares." Mendengar nyanyian itu. Nyonya. tetapi seorang putra raja yang telah enam tahun menjadi pertapa untuk mencari sinar terang yang dapat dip akai untuk memberi penerangan kepada manusia yang berada dalam kegelapan. Alangkah beruntungnya bahwa dewa pohon berkenan untuk menerima sendiri pe rsembahan Nyonya. Pertapa Gotama dianggap telah gagal dalam pertapaannya dan tidak mungkin akan memperoleh Penerangan Agung. Orang yang memainkannyalah yang harus pandai menimbang dan mengira. Pada suatu hari serombongan penari ronggeng lewat dekat gubuk Pertapa Gotama. Sa mbil berjalan mereka bergurau dan bergembira dan seorang diantaranya menyanyi de ngan syair sebagai berikut: "Kalau tali gitar ditarik terlalu keras. apaka h engkau sekarang bahagia dan apakah kehidupan yang disertai cinta saja sudah me muaskan?" "Tuanku yang terpuja. Pertapa Gotama menyambut persembahan ini. memberi persembahan kepada para dewata. apalagi sekarang dengan dilahirkannya seorang anak laki-laki yang menuru . coba katakan. Sujata merasa kagum melihat dewa pohon dengan wa jah yang agung sedang bermeditasi. "Sungguh aneh keadaan di dunia ini bahwa seorang Bodhisatta (calon Buddha) harus menerima pelajaran dari seorang penari ronggeng. Suaranya tidak boleh terla lu rendah atau keras. Setiap hari dengan senang hati aku mengurus pekerjaan rumah tangga. Karena itu dengan persembahanmu ini. Hari itu Sujata mengirim pelayannya ke hutan unt uk membersihkan tempat di bawah pohon dimana ia ingin mempersembahkan makanan ya ng lezat-lezat kepada dewa pohon. Namun lima orang kawannya yang bersama-sama bertapa merasa kecewa sekali karena dengan berhenti berpuasa. Ia agak terkejut waktu pelayannya dengan tergesa-gesa kembali dan memberitahukan . Da lam hal ini persembahan makananmu telah banyak membantu karena sekarang badanku menjadi kuat dan segar kembali. Beliau sekarang sedang duduk bermeditasi di bawah pohon. Aku bukanlah dewa pohon. Karena bodoh aku telah menarik demikian keras tali kehidupan. karena aku tidak menuntut banyak. dewa pohon itu sendiri telah datang dari khayangan untuk menerima langsung persembahan Nyonya. "Dengan maksud apakah engkau membawa makanan ini?" "Tuanku yang terpuja. Aku sudah m erasa bahagia dapat memandang wajah suamiku yang sabar atau melihat senyum bayi ini. Setelah makanan selesai dimasak . Aku ya kin dalam waktu dekat ini aku akan berhasil memperoleh sinar terang tersebut. Dengan hati-hati makanan ditempatk an ke dalam mangkuk dan dengan hormat dipersembahkan kepada Pertapa Gotama yang dikira Sujata adalah dewa pohon." Kemudian Pertapa Gotama menyingkap kain yang menutup kepala bayi dan meletakkan tangannya di dahinya sambil memberi berkah: "Semoga berkah dan keberuntungan selalu menjadi milikmu. Ia tidak tahu bahwa orang yang dikira sebagai dewa pohon sebenarnya adalah Pertapa Gotama. Dalam hatinya ia berkata. menyambut suamiku yang pulang dari pek erjaan." Di dekat tempat itu tinggal pula seorang wanita muda kaya raya bernama Sujata. S ujata ingin membayar kaul kepada dewa pohon karena permohonannya supaya diberi s eorang anak laki-laki terkabul. "Oh." Sujata gembira sekali mendengar berita tersebut. Sedikit tetesan air hujan sudah cukup untuk memenuhi mangkuk bunga lily. memasak . talinya putus. lagunya hilang. sehingga dengan demiki an kesehatannya pulih kembali. makanan yang telah aku persembahkan kepada Tuanku adalah u capan terima kasihku karena Tuanku telah meluluskan permohonanku agar dapat dibe ri seorang anak laki-laki. engkau akan mendapat berkah yang sangat besar. maka hatiku dengan mudah mendapat kepuasan. Setelah habis makan terjadilah percaka pan antara Pertapa Gotama dengan Sujata seperti di bawah ini. Memang seharu snya aku tidak boleh menarik tali itu terlalu keras atau terlalu kendur. berangkatlah Sujata ke hutan. Tetapi adikku yang baik. Pertapa Gotama mengangkat kepalanya dan memandang dengan heran kepada rombongan penari ronggeng tersebut.

Ia menuju ke tepi Sungai Nerañjara dalam perjalanannya ke Gaya. meskipun kulitku. Mara sendiri me mbawa berbagai macam senjata dan duduk di atas gajah Girimekhala yang tingginya 150 league. semoga aku pun akan mendapatkan apa yang aku cari. Dengan tekad yang bulat . kem udian mempersiapkan tempat duduk di sebelah Timur pohon itu dengan rumput kering yang diterima dari pemotong rumput bernama Sotthiya. seperti keinginan kepada benda-benda duniawi. dalam penjelasa nmu yang sederhana itu terdapat sari kebajikan yang lebih nyata dari kebajikan y ang tinggi. Sakka. keras kepala. keinginan untuk dipuji dan dihormat i dan hanya melakukan hal-hal yang membuat dirinya terkenal. Juga aku tahu bahwa kebaikan datang dari perbuatan baik dan kemalangan datang dari perbua tan jahat yang berlaku bagi semua orang dan pada setiap waktu. yang engkau p andang sebagai seorang dewa. Semua usaha Mara untuk menakut-nakuti Pertapa Gotama dengan hu jan besar disertai angin kencang dan halilintar yang berbunyi tak henti-hentinya diikuti dengan pemandangan-pemandangan lain yang mengerikan ternyata gagal semu a dan akhirnya Mara menyambit dengan Cakkavudha yang ternyata berubah menjadi pa yung yang dengan tenang bergantung dan melindungi kepala Pertapa Gotama. meskipun engkau tidak belajar apa-apa namun engkau tahu jalan kebena ran dan menyebar keharumanmu ke semua pelosok. seperti Maha-Brahma. Pada saat itu muncul Mara. perasaan lapar dan haus yang luar biasa. urat-uratku dan tulang-tulangku akan musnah dan darahku habis menguap. Aku. Penerangan Agung Pertapa Gotama meneruskan perjalanannya dan pada sore hari tiba di Gaya. Ia memi lih tempat untuk bermeditasi di bawah pohon Bodhi (Latin : Ficus Religiosa). malas dan tid ak suka mengerjakan apa-apa." Pertapa Gotama kemudian melanjutkan perjalanan dengan membawa mangkuk kosong. dalam buku-buku suci digambarkan sebagai perjuangan melawan Dewa Mara yang jahat. sebab buah yang m anis muncul dari pohon yang baik dan buah yang pahit keluar dari pohon yang penu h racun. keinginan yang sangat dan melekat kepada benda-benda. ia kemudian berkata dalam hati. dewa hawa nafsu. Tidak berapa lama pikiran-pikiran yan g tidak baik mengganggu batinnya. yang bermaksud menghalang-halangi Pe rtapa Gotama memperoleh Penerangan Agung. Sebagaimana engkau sudah mendapat kepuasan. yaitu meditasi dengan me nggunakan obyek keluar dan masuknya nafas. "Kalau memang w aktunya sudah tiba. Bala tentara itu ke depan. minta didoakan supaya aku dapat berhasil melaksanak an cita-citaku. semua dewa yang sed ang berkumpul di sekeliling Pertapa Gotama." "Semoga Tuanku berhasil mencapai cita-cita Tuan sebagaimana aku berhasil mencapa i cita-citaku. takut terhadap jin-jin. ke kanan dan ke kiri. keragu-r aguan. Tiba di tepi sungai Pertapa Gotama melempar mangkuknya ke tengah sungai dan berkata. seperti dapat diikuti dalam pembabaran berikut ini. Perjuangan hebat dalam batin Pertapa Gotama melawan keinginan dan nafsu-nafsu ti dak baik. Di tempat itulah Pertapa G otama duduk bermeditasi dengan wajah menghadap ke Timur. keserakahan. mangkuk ini akan mengalir melawan arus dan bukan mengikuti a rus. "Kau sudah mengajar kepada orang yang seharusnya menjadi gurumu.t buku-buku suci akan membawa berkah kalau kelak kami meninggal dunia. sedangkan tingginya 9 league. kebodohan. Apakah yang harus ditakuti oleh orang yang berkelakuan baik kalau nanti tiba saatnya harus mati?" Mendengar penjelasan Sujata maka Pertapa Gotama menjawab. aku bertekad untuk tidak bangun dari temp at ini sebelum memperoleh Penerangan Agung dan mencapai Nibbana. Melihat bala tentara yang demikian besar datang. hantu-hantu jahat. disertai bala tentaranya yang maha bes ar. "Dengan disaksikan oleh bumi." Kemudian Pertapa Gotama melakukan meditasi Anapanasati. tinggi hati dan mem andang rendah kepada orang lain." Suatu keajaiban terjadi karena mangkuk itu ternyata mengalir melawan arus. Rajanaga Mahakala dan lain-lain cepat-cepat menyingkir dari tempat itu dan Pertapa Gotam a ditinggal sendirian dengan hanya berlindung kepada sepuluh Paramita yang sejak lama dilatihnya. lebarnya 12 league dan ke b elakang sampai ke ujung cakrawala. Bumi telah menjadi saksi bahwa Pertapa Gotama lulus dari semua percobaan-percoba . tidak menyukai kehidupan suci yang bersih dan baik.

Dengan demikian Ia mengerti sebab dari semua keburukan dan juga mengerti cara un tuk menghilangkannya. Demikianlah Pangeran Siddhattha yang dilahirkan pada saat purnama sidhi di bulan Vaisak tahun 623 S.an dan layak untuk menjadi Buddha. penuh kebahagiaan. kesedihan. Pertapa Gotama memper oleh Asavakkhayañana. pohon-pohon mendadak berbunga dan menyebark an bau harum ke seluruh penjuru. Pertapa Gotama dengan suara lan tang mengeluarkan pekik kemenangan sebagai berikut: "Anekajati samsaram Sandhavissam anibbissam Gahakarakam gavesanto Dukkha jati punappunam Gahakaraka! dittho'si Punageham na kahasi Sabba to phasuka bhagga Gahakutam visamkhitam Visamkharagatam cittam Tanhanam khayamajjhaga. Para d ewa yang menyingkir sewaktu Mara tiba dengan bala tentaranya datang kembali dan semua bersuka cita dengan keberhasilan Pertapa Gotama. Pada waktu jaga kedua." Artinya : "Dengan sia-sia Aku mencari Pembuat Rumah ini Berlari berputar-putar dalam lingkaran tumimbal lahir Menyakitkan. Dengan ini Ia telah menjadi orang yang paling bijaksana da lam dunia yang dapat menjawab pertanyaan yang disampaikan kepadaNya. Tumpukan karma yang berlainan inilah yang membuat satu makhluk be rbeda dari makhluk lain. . setelah bertapa selama 6 tahun menjadi Buddha pada usia 35 tahun. yaitu antara jam 22. menikah pada usia 16 tahun. yaitu kebijaksanaan untuk dapat melihat dengan terang kematian dan tumimbal lahir kembali dari makhluk-makhluk sesuai dengan tumpukan karma mereka masing-masing.00-04. Pembuat Rumah. Hal ini terjadi pada waktu jaga pertama. yaitu antara jam 02. yaitu antara jam 18.M." Dikisahkan bahwa pada saat itu bumi bergetar karena gembira dan di udara sayup-s ayup terdengar suara musik yang merdu.00 . yaitu kebijaksanaan untuk dapat melihat dengan terang kelahiran-kelahiranNya yang dulu. tumimbal lahir yang tiada habis-habisnya Oh. Pertapa Gotama memperoleh C utupapatañana. binatang hutan yang biasanya saling bermusuhan pada waktu itu dapat hidup berdampingan dengan damai. Gajah Girimekhala berlutut di hadapan Pertapa Gotama dan Mara menghilang dan lari bersama-sama dengan bala tentaranya. Pada waktu jaga ketiga. Kemampuan ini juga dinamakan Dibbacakkhuñana. yaitu kebijaksanaan yang dapat menyingkirkan secara menyelur uh semua Asava (kekotoran batin yang halus sekali). Dengan muka bercahaya terang.00-22. usia tua dan kematian. seluruh tempat itu penuh dengan kehadiran para dewa yang turut bergembira dan ingin melihat orang yang berhasil mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha.00-02. meninggalkan istana pada usia 29 tahun.00 pagi.00. yaitu kebij aksanaan dari Mata Dewa. Pertapa Gotama memperoleh Pubbenivasanussatiñan a. ketidakb ahagiaan. Sekarang Ia mendapat jawaban tentang cara untuk mengakhiri penderitaan. sekarang telah Kuketahui Engkau tak akan dapat membuat rumah lagi Semua atapmu telah Kurobohkan Semua sendi-sendimu telah Kubongkar Batin-Ku sekarang mencapai keadaan Nibbana Dan berakhirlah semua nafsu-nafsu keinginan. Batin-Nya menjadi tenang sekali dan penuh kedam aian karena sekarang Ia mengerti semua persoalan hidup dan Ia telah menjadi Budd ha. Setelah berhasil mengalahkan Mara.

Di kamar permata itulah Sang Buddha bermeditasi mengenai Abhidhamma. Dengan demikian Sang Buddha dapat menerima persembahan dari Tapussa dan Bhallika . Berbahagialah yang hidup di dunia dengan tidak me lekat kepada apa pun dan mengatasi hawa nafsu. meng hampiri Sang Buddha dan mempersembahkan makanan dari beras dan madu. Sang Buddha berdiam di kamar batu permata yang diciptakan -Nya. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Ajapala Nigrodha (p ohon beringin). dan Raga masih berusaha untuk mengganggu-Nya. u lar itu berubah bentuknya menjadi seorang anak muda. diiringi nyanyian yang merdu dan b isikan yang memabukkan. Mereka menampakka n diri sebagai tiga orang gadis yang elok dan menggiurkan yang dengan berbagai m acam tarian yang erotis (penuh nafsu birahi). Batin dan badan jasmani-Nya telah men jadi demikian bersih. Selama minggu keempat. Berbahagialah mereka yang dapat men dengar dan melihat kesunyataan. Berbahagialah mereka yang bersimpati kepada makh luk-makhluk lain di dunia ini. Pada h ari ke-50 pagi hari. jingga dan campuran kelima warna tersebut. kuning. Selama minggu kelima. Sang Buddha berdiri beberapa kaki dari pohon Bodhi dan mema ndanginya terus-menerus dengan mata tidak berkedip selama satu minggu sebagai uc apan terima kasih dan penghargaan kepada pohon yang telah memberi-Nya tempat unt uk berteduh sewaktu berjuang untuk mencapai tingkat Buddha. Arati. Sang Buddha berjalan mondar-mandir di atas jembatan emas y ang diciptakan-Nya di udara karena melalui mata dewa-Nya. yaitu keadaan yang terbebas sama sekali dari gangguan-g angguan batiniah. sekarang pun umat Buddha memberi penghor matan kepada pohon Bodhi. dua orang pedagang le wat di dekat tempat Sang Buddha sedang duduk. Sang Buddha agak tertegun sejenak karena mangkuk yang Beliau terima dari Sujata telah dihan yutkan di Sungai Neranjara dan sejak zaman dahulu tidak pernah seorang Buddha me nerima makanan dengan kedua tangan-Nya. yaitu ajaran mengenai ilmu jiwa dan metafisika. Sang Buddha duduk bermeditasi di bawah pohon Bodhi dan me nikmati keadaan Nibbana. tidak jauh dari pohon Bodhi. Virupakkha dari Barat. berusaha untuk merayu dan menarik perhatian Sang Buddha. Selama minggu kedua. Mereka diterima sebagai upasaka-upasaka pertama yang berlindung kepada Sang Budd ha dan Dhamma. Sang Buddha mengetahui bahwa ada dewa-dewa di surga yang masih meragukan apakah Beliau benar telah men capai Penerangan Agung. Tiba-tiba empat orang dewa dari empat pe njuru alam (Catumaharaja yaitu Dhatarattha dari sebelah Timur. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Mucalinda. Lenyapnya 'Sang Aku' merupakan be rkah yang tertinggi. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Rajayatana. Virulhaka dari Se latan. sehingga batin-Nya tenang sekali dan penuh kedamaian. Karena w aktu itu turun hujan lebat. Sang Buddha men erima empat mangkuk tersebut dan dengan kekuatan gaib-Nya dijadikan satu mangkuk . Selama minggu keenam. Selama minggu ketiga. sehingga mengeluarkan sinar-sinar berwarna biru. Tapussa dan Bhallika. Pada waktu itulah Sang Budd ha mengucapkan kata kata sebagai berikut: "Berbahagialah mereka yang bisa merasa puas. maka datanglah seekor ular kobra yang besar sekali d an melibatkan badannya tujuh kali memutari badan Sang Buddha dan kepalanya memay ungi Sang Buddha supaya jangan sampai terkena air hujan. dan Kuvera dari Utara) datang menolong dengan memb awa seorang satu mangkuk yang dipersembahkan kepada Sang Buddha. Tetapi Sang Buddha menutup mata-Nya dan tidak mau melihat.Tujuh Minggu Setelah Penerangan Agung Selama minggu pertama. Kini warna-warna tersebu t diabadikan sebagai bendera umat Buddha. Kemudian mereka mohon diberikan suatu benda yang dapat mereka baw . m erah. putih. Waktu hujan berhenti. Setelah Sang Buddha selesai makan kedua pedagang itu memohon agar diterima seb agai pengikut." Selama minggu ketujuh. Di sinilah tiga orang anak Mara yai tu Tanha. Mereka. sehingga akhirnya ti ga orang dewi hawa nafsu meninggalkan Sang Buddha. Mengikuti apa yang t elah dilakukan oleh Sang Buddha dahulu. setelah berpuasa selama tujuh minggu.

Setelah memberi hormat yang layak. Setelah makan. Karena itu Sang Buddha mengambil ketetapan hati untuk mengajar Dhamma demi belas kasih-Nya kepada umat manusia. Tiba-tiba Brahma Sahampati." Artinya: "Terbukalah pintu Kehidupan Abadi Bagi mereka yang mau mendengar dan mempunyai keyakinan. mere ka mendirikan sebuah pagoda untuk memuja Kesa Dhatu ini. Sang Buddha segera berangkat menuju ke Taman Rusa Benares. namun para dewa juga mengatakan bah wa kemarin malam Uddaka meninggal dunia." Hingga kini permohonan Brahma Sahampati kepada Sang Buddha tetap diperingati den gan permohonan kepada seorang bhikkhu untuk mengajar Dhamma yang berbunyi sebaga i berikut: "Brahma ca lokadhipati Sahampati Katañjali andhivaram ayacatha Santidha sattapparajakkhajatika Desetu Dhammam anukampimam pajam. Penguasa dunia ini Merangkap kedua tangannya dan memohon. sedangkan Sang Buddha sendiri juga melanjutkan perjalanan-Nya ke Benares . Sang Buddha mengusap kepala-Nya dengan tangan kanan dan memberikan beb erapa helai rambut (Kesa Dhatu = Relik Rambut). Kesediaan-Nya itu diutarakan dengan mengucapkan kata-kata sebagai berikut: "Aparuta tesam amatassa dvara Ye sotavanto pamucantu saddhami. " Dengan mata dewa. Sang Buddha menjawab bahwa Beliau adalah orang Yang Mah a Tahu dan tidak mempunyai guru siapa pun juga. Sang Buddha dapat mengetahui bahwa memang ada orang-orang yang tidak lagi terikat kepada hal-hal duniawi dan mudah mengerti Dhamma. Te rpesona melihat Sang Buddha yang wajah-Nya demikian cemerlang. Dalam dunia ini terdapat juga orang-orang yang sedikit dihinggapi ke kotoran batin dan mudah mengerti Dhamma yang akan diajarkan. berkenan menga jar Dhamma. tetapi para dewa segera me mberitahukan bahwa Alara seminggu yang lalu telah meninggal dunia. demi belas kasih-Nya kepada para manusia.a pulang. Tapussa dan Bhallika dengan gemb ira menerima Kesa Dhatu tersebut dan setelah tiba di tempat mereka tinggal. turun dari Brahmaloka dan berdir i di hadapan Sang Buddha. Ada makhluk-makhluk yang dihinggapi sedikit kekotoran batin Ajarkanlah Dhamma demi kasih sayang kepada mereka. Kelima orang itu sekarang berada di Ta man Rusa di kota Benares ibukota negara Kasi. Upaka bertanya si apakah guru Sang Buddha." Perhatian-Nya kemudian ditujukan kepada Alara Kalama. Kemudian perh atian-Nya ditujukan kepada Uddaka Ramaputta. Tapussa dan Bhallika melanjutkan perjalanannya." Artinya: "Brahma Sahampati. Brahma Sahampati be rkata kepada Sang Buddha. Dalam perjalanan ke S ungai Gaya. Tetapi Upaka nampaknya sama seka li tidak terkesan. Ia menggelengkan kepala dan kemudian meneruskan perjalanannya . Sang Buddha bertemu dengan seorang pertapa Ajivaka bernama Upaka. "Semoga Sang Tathagata. Selanjutnya Sang Buddha mengalihkan perhatian-Nya kepada lima orang pertapa yang pernah bersama-sama melakukan pertapaan. Penguasa dunia ini. Sang Buddha meren ung apakah Dhamma yang Beliau temukan akan diajarkan kepada khalayak ramai atau tidak. Sebab Dhamma itu dalam sekali dan sulit untuk dimengerti sehingga timbul perasaa n enggan dalam diri Sang Buddha untuk mengajar Dhamma.

Akan kuajarkan. Anda tela h berlatih dan menyiksa diri Anda seperti yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun juga di seluruh Jambudipa. sewaktu kami masih berdiam bersama-sama Anda. M ereka menjawab. Sang Buddha lalu berkata "Dengarlah. Aku telah menemukan jalan yang menuju ke keadaan terbebas dari kematian. Kita hanya menyediakan tikar untuk tempat dudukn ya. Akan k uberitahukan kepadamu. Khotbah pertama diucapkan oleh Sang B uddha tepat pada saat purnama sidhi di bulan asalha. Setelah seka rang Anda kembali kehidupan yang penuh kesenangan dan kenikmatan dan berhenti be rusaha dan melatih diri. "Dua pinggiran yang ekstrim. ia adalah orang yang senang dengan kenikmatan dunia. Sebaiknya kita tidak usah menyapanya. tetapi sekarang juga dalam kehidupan ini bahwa apa yang kukatakan itu adalah benar. Ia sekarang kelihatannya lebih mulia dan agung. yang harus dihindari oleh seorang bhikk hu. Ia tergelincir dari kehidupan suci dan kembali ke kehidupan yang penuh k esenangan dan kenikmatan. tidak mulia dan tidak berfaedah. Ak u sesungguhnya telah memperoleh Kebijaksanaan yang Tertinggi. mereka melihat sendiri Beliau menghentikan semua usaha untuk menemukan Penerangan Agung dan sekarang Beliau d atang kepada mereka untuk memberitahukan bahwa Beliau telah menemukan Penerangan Agung itu. sedangkan yang lain sibuk menyiapkan tempat duduk dan yang lain lagi be rgegas mengambil air untuk membasuh kaki Sang Buddha. namun sewaktu Sang Buddha mendekat. yaitu Penerangan Agung. Per tapa Gotama sedang memasuki taman.BAB III PEMUTARAN RODA DHAMMA Setelah tiba di Benares. tidak mulia dan tidak berfaedah." Tentu saja kelima pertapa merasa heran sekali mendengar ucapan Sang Buddha. sifat khas dari orang yang te rikat kepada hal-hal duniawi. Ia boleh menggunakannya kalau mau dan kalau tidak mau. "Kawan-kawan. Pertapa. mana mungkin Anda sekarang telah menemukannya?" "Kamu keliru. Kalau engkau ingin mendengar. Dan dapat mengajar kamu untuk juga memperoleh Kebijaksanaan tersebut untuk dirimu sendiri. mereka melihat bahwa ada sesuatu yang beru bah dan Sang Buddha tidak sama dengan Pertapa Gotama yang dulu mereka kenal. bukan nanti kelak kemudian hari. yang belum pernah mereka lihat sebe lumnya. Pinggiran ekstrim kedua ialah menyiksa diri. Pinggiran ekstrim pertama ialah mengumbar nafsu-nafsu yang bersifat rendah. oh Bhikkhu. "Sahabat (avuso) Gotama. Kita sebaiknya juga jangan menawarkan diri untuk menyambut mangkuk dan jubahnya. Seorang dari lima pertapa itu mengatakan. Jalan Tengah dengan menghindari kedua pingg . kelima orang pertapa melihat Sang Buddha sedang memasuk i Taman Rusa. hanya dilakukan oleh orang yang masih berkeluarga. ia boleh berdiri saja . Setelah mengambil tempat duduk. kepadamu. Dhammacakkappavattana Sutta Di bawah ini diuraikan singkatan dari khotbah tersebut. lihat. Siapakah yang mau mengurus seorang pertapa yang telah gagal?" Waktu Sang Buddha datang lebih dekat." Setelah itu kelima pertapa bersedia mendengarkan khotbah-Nya. Tetapi dengan segala cara penyiksaan diri itu ternyata Anda t idak berhasil menemukan apa yang Anda cari. Karena itulah kami menganggap Anda sebagai pemim pin dan guru kami. Aku tidak kembali ke kehidupan yang penuh kesenangan dan kenikmatan. dan melatih diri seperti yang akan kuajarkan dalam waktu singkat engkau pun dapat mengerti. mereka seolah-olah lupa kepada apa y ang mereka sepakati. Seba b mereka melihat sendiri Beliau berhenti berpuasa. Karena itu mereka tidak percaya akan apa yang Sang Buddha katakan. oh Pertapa. Maka Sang Buddha m emberikan khotbah-Nya yang pertama yang kelak dikenal sebagai Dhammacakkappavatt ana Sutta (Khotbah Pemutaran Roda Dhamma). yang menimbulkan kesakitan yang heb at. Aku tidak pernah berhenti berusaha. b elajar. Lagipula kita ja ngan memberi hormat kepadanya. Seorang diantara mereka maju ke depan dan dengan hormat menyambut mangkuk dan ju bah-Nya. Dengarlah apa yang kukatakan. Meskipun mereka semula sudah sepakat untuk tidak menghormat kepada Sang Buddha. Engkau dapat menyelami sendiri keadaan itu yang berada di atas hidup dan mati.

Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Lenyapny a Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. Anattalakkhanasutta . inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Jalan M enuju Lenyapnya Dukkha: Pengertian Benar. Sang Buddha meluluskan permohonan ini dan mentahbiska nnya dengan kata-kata. sakit. diatasi. sedih. Pikiran Benar. Pandangan. Penghidupan Benar. Kebijaksanaan . Selanjutnya oh Bhikkhu. Sang Buddha memberikan khotbah ked ua dengan judul Anattalakkhanasutta. dilenyapkan. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Asal Mu la Dukkha: nafsu keinginan yang tidak habis-habisnya (tanha). Selanjutnya. Pandangan. Perhatian Benar dan Konsentrasi Ben ar. Kebijaksa naan. Ketenangan. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Jalan Me nuju Lenyapnya Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. melekat kepada ken ikmatan dan nafsu-nafsu yang minta diberi kepuasan. ratap tangis. Pandangan. brahmana dan man usia. Aku belum dapat menunt ut dan menyatakan dengan pasti bahwa Aku telah memperoleh Penerangan Agung yang tiada bandingnya di alam-alam para dewa. Laksanakan kehidupan suci dan singkirkanlah penderitaan. oh Bhikkhu. Dua hari setelah itu. oh Bhikkhu. Penglihatan. berhubungan den gan sesuatu yang tidak disukai. Penerangan agung. Kebijaksanaan . Kemudian timbul dalam diri-Ku. terpisah dari sesuatu yang disukai dan tidak mem peroleh sesuatu yang didambakan. Kebijaksanaan . dan dilepaskan. Dhamma telah dibabarkan dengan jelas . Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Asal Mul a Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. pertapa Mahanama dan Assaji memperoleh Mata Dhamma dan di tahbiskan oleh Sang Buddha dengan menggunakan kalimat "ehi bhikkhu". Daya upaya Benar. Penglihatan. Selanjutnya. sehingga kuperoleh Pandangan Terang. gelisah. dan Nibbana. pertapa Vappa dan Bhaddiya memperoleh Mata Dhamma dan kemu dian ditahbiskan oleh Sang Buddha dengan menggunakan kalimat "ehi bhikkhu". mati. ditinggalkan. "Mari (ehi) bhikkhu. Dengan demikian timbul dalam diriaKu Pandangan Terang dan Pengetahuan bahwa Aku sekarang telah terbebas sama sekali dari keharusan untuk terlahir kembali di dun ia ini dan kehidupanKu yang sekarang ini merupakan kehidupan-Ku yang terakhir. Kemudian timbul dalam diri-Ku." Dengan demikian Añña Kondañña menjadi bhikkhu pertama yang ditahbiskan dengan ucapan "eh i bhikkhu". brahma. Secara singkat dapat dikatakan bahwa Lima Khanda (Lima Kelompok Kehidupan/Kegema ran) itu adalah penderitaan.iran yang ekstrim telah kuselami. usia tua. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang dukkha y ang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. oh Bhikkhu. Kebijaksanaan . keinginan untuk hidup terus-menerus secara abadi dan keinginan untuk memusnahkan diri. Añña Kondañña yang sekarang tidak meragu-ragukan lagi ajaran Sang Buddha mohon untuk dap at diterima sebagai murid. Perbuatan Benar. Kemudian timbul dalam diri-Ku. Pengetahuan Tertinggi. Kemudian timbul dalam diri-Ku. Kondañña memperoleh Mata Dhamma karena dapat mengerti (añña) dengan jelas makna khotbah tersebut dan menjadi seorang Sotapanna ( makhluk suci tingkat kesatu). Lima hari setelah memberikan khotbah pertama. Dan dua hari kemudian. Selanjutnya. oh Bhikkhu. Pandangan. oh Bhikkhu. Sejak hari itu Sang Buddha tinggal di Taman Rusa dan tiap hari Beliau memberikan uraian Dhamma kepada lima orang pertapa tersebut. pertapa. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Lenyapn ya Dukkha: nafsu-nafsu keinginan (tanha) yang secara menyeluruh dapat disingkirk an. oh Bhikkhu." Setelah Sang Buddha selesai berkhotbah. Penglihatan. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Dukkha: dilahirkan. Selama pandangan-Ku terhadap Kesunyataan Mulia yang disebut di atas masih belum jelas benar mengenai tiga seginya dan dua belas jalannya. mara. keinginan untuk menikmati na fsu-nafsu indria. Ucapan Benar. oh Bhikkhu. Penglihatan.

Yasa ada lah anak seorang pedagang kaya raya dan sebagaimana juga halnya dengan Pangeran Siddhattha. akan melihatnya dari seg i itu. Bhikkhu.' Setelah mengajar kelima orang bhikkhu itu untuk menganalisa badan jasmani dan ba tin menjadi lima khandha. kasar atau halus. ia akan merasa jemu terhadap lima khandha tersebut. maka lima khandha yang lampau a tau yang ada sekarang ini. maka ia dapat berubah sekehendak hatinya dan tidak akan menderita karena semua kehendak dan keinginannya dapat dipenuhi. kehidupan suci telah dilaksanakan da n selesailah tugas yang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu pun yang masih ha rus dikerjakan untuk memperoleh Penerangan Agung. bertempat tinggal seorang anak muda bernama Yasa. ia akan melepaskan nafsu-nafsu keing inan. jauh atau dekat. Setelah melihat dengan jelas dari segi itu. Selanjutnya engkau harus melakukan perenungan dengan memakai Kebijaksanaan bahwa semua itu bukanlah 'milikmu' atau 'kamu' atau 'dirimu'. Yasa melihat satu pemandangan yang mengubah seluruh jalan hidupnya. Sewaktu kelima bhikkhu tersebut merenungkan khotbah Sang Buddha. Ia merasa seperti berada di tempat pekuburan dengan dike lilingi mayat-mayat yang bergelimpangan. 'aku' dan 'diriku' ?" "Tidak tepat. Sañña (pencerapan). yaitu Arahat. oh Bhikkhu.' Tetapi karena Khandha itu Anatta (tanpa roh). apakah tepat kalau dikatakan bahwa itu adalah 'milikku'. oh Bhikkhu. Kalau sekiranya Khandha itu memilik i Atta (roh). Karena tidak tahan lagi melihat keadaan ." Selanjutnya Sang Buddha mengajar untuk jangan melekat kepada lima khandha terseb ut dengan melakukan perenungan sebagai berikut: Karena kenyataannya memang demikian. Sankhara (p ikiran) dan Viññana (kesadaran) adalah Lima Khandha (lima kelompok kehidupan/kegemar an) yang semuanya tidak memiliki Atta (roh). apakah terdapat kebahagiaan atau penderi taan?" "Di sana terdapat penderitaan. Setelah merasa jemu.Singkatan dari khotbah ini adalah sebagai berikut: Rupa (badan jasmani). sehi ngga ia mengetahui bahwa ia sudah terbebas. Bhante. harus diketahui sebagai Khandha (Kelompok Kchidupan/Kegemara n) semata-mata. Bhante. Vedana (perasaan). menyenangkan atau tidak menyenangka n. Siswa Yang Ariya yang mendengar uraian ini. misalnya 'Semoga Khandhaku begini dan bukan begitu. Bhante. apakah Khandha itu kekal atau tidak keka l?" "Mereka tidak kekal. mereka semua da pat membersihkan diri mereka dari segala kekotoran batin (Asava) dan terbebas se luruhnya dari kemelekatan (Upadana) dan mencapai tingkat kesucian yang tertinggi . Yasa pun memiliki tiga buah istana dan hidup dengan penuh kemewahan dikelilingi oleh gadis-gadis cantik yang menyajikan berbagai macam hiburan. misalnya 'Semoga Khandha-ku begini dan bukan begitu. ia tidak melekat lagi k epada sesuatu. Malam itu ia terbangun pada larut malam dan dari sinar lampu di kamarnya. Siswa Yang Ariya itu tahu bahwa ia s ekarang sudah terbebas dari tumimbal lahir." "Mengenai sesuatu yang tidak kekal dan penderitaan. Karena tidak melekat lagi kepada sesuatu maka akan timbul Pandangan Terang." "Di dalam sesuatu yang tidak kekal. bagaimana pendapatmu. Kehi dupan yang penuh kesenangan ini berlangsung untuk beberapa lama sampai pada satu malam di musim hujan. Yasa Waktu itu di Benares. ditakdirkan untuk musnah . Sang Buddha lalu menanyakan pendapat mereka mengenai h al yang di bawah ini: "Oh. maka ia tidak dapat berubah sekehe ndak hatinya dan karena itu menderita sebab semua kehendak dan keinginannya tida k dapat dipenuhi. oh Bhikkhu. Setelah melepaskan nafsu-nafsu keinginan batinnya. Yasa m elihat pelayan-pelayannya sedang tidur dalam berbagai macam sikap yang membuatny a jemu dan muak sekali.

bolehka h saya mengundang Sang Bhagava supaya besok siang berkenan mengambil dana (makan an) di rumahku disertai anakku sebagai bhikkhu pengiring?" Sang Buddha menerima undangan ini dengan membisu (berdiam diri). Sewaktu berpapasan dengan Yasa." Yasa menengok ke arah Sang Buddha dan Sang Buddha menjawab. Yasa sebenarnya sedang duduk di sisi Sang Buddha. yaitu Arahat. tetapi karena Sang Buddha menggunakan kekuatan gaib maka Yasa tidak melihat ayahnya dan ayahnya tid ak melihat Yasa. beberapa waktu berselang. Pada waktu itulah Sang Buddha menarik kembali kekuatan gaibnya. Tempa t ini tidak mengerikan. Setelah ay . Ayahnya mem erintahkan pegawai-pegawainya untuk mencari ke segenap penjuru dan ia sendiri pe rgi mencari ke Isipatana. Mari duduk di sini. "Aku berlindung ke pada Buddha." Mendengar sapaan Sang Buddha. Hari ini Yasa ber hasil menyingkirkan semua kekotoran batin dan mencapai Pembebasan Sempurna. dan Sangha. "Kepala keluarga yan g baik. ia bertemu dengan Sang Buddha dan bertanya apakah Sang Buddha mel ihat Yasa. Yasa berpikir. "Yasa. Yasa memperoleh Mata Dhamma sebagaimana juga A nda memperolehnya pada hari ini dan menjadi seorang Ariya yang masih membutuhkan sesuatu yang lebih tinggi untuk mencapai Pembebasan Sempurna. yaitu uraian mengenai pentingnya berdana. Seperti dijelaskan di halaman depan. Di Taman Rusa ia melihat sandal anaknya." Dengan demikian ayah Yasa menjadi upasak a pertama yang berlindung kepada Buddha. Tidak jauh da ri tempat itu. Coba lah pikir. hidup bersusila. buruknya mengumbar nafsu-nafsu. ibumu sangat sedih. memberi hormat dan kemudian dud uk di sisi Sang Buddha. maka dengan mengucapkan. Kemudian dilanjutkan dengan uraian tentang Empat Kesunyataan Mulia yang dapat membebaskan manusia dari nafsu -nafsu keinginan. Ia berjalan menuju ke Taman Rusa di Isipatan a. tumimbal lahir di surga sebagai akibat dari perbuatan baik. sehingga Yasa da pat melihat ayahnya dan ayahnya dapat melihat Yasa. Sebelum menjawab pertanyaan ayah Yasa. "Tempat ini tidak menakutkan. Hal ini sudah menjadi rejekinya. dan manfaat melepaskan diri dari semua ikatan duniawi. buruknya mengumbar nafsu-nafsu. menghampiri Sang Buddha. Selanjutnya Sang Buddha memberikan uraian tentang Empat Kesunyataan Mulia yang d apat membebaskan manusia dari nafsu-nafsu keinginan. Tetapi. Waktu itu menjelang pagi hari dan Sang Buddha sedang berjalan-jalan. Ayolah pulang demi menyelamatkan nyaw a ibumu. Setelah Sang Buddha selesai memberikan uraian. Sang Buddha kemudian memberikan uraian yang disebut Anupubbikatha. tumimbal lahir di surga sebagai ak ibat dari perbuatan baik. apakah mungkin Yasa kembali ke kehidupan biasa dan menikmati kesenang an nafsu-nafsu indria?" "Aku rasa memang tidak mungkin. "Alangkah menakutkan tempat ini! Alangkah mengeri kan tempat ini!" Yasa memakai sandalnya dan meninggalkan istananya dalam keadaan pikiran kalut dan penuh kecemasan. dan Sangha. Dhamma. yang sekurang-kurangny a terdiri dari lima orang bhikkhu). Sang Buddha menegur. ayah Yasa berdiri. dan manfaat melepaskan diri dari semua ikatan duniawi. hidup bersusila. Mengetahui perm ohonannya diterima.itu." Yasa membuka sandalnya. ayah Yasa memperoleh Mata Dhamma dan mohon untuk diterima sebagai pengikut dengan mengucapkan. Yasa yang untuk kedua kalinya mendengarkan u raian Sang Buddha mencapai tingkat kesucian yang tertinggi. Yasa memperoleh Mata Dhamma sewaktu masih duduk di tempat it u. terlebih dulu Sang Buddh a memberikan uraian tentang pentingnya berdana. Dhamma. Setelah Sang Buddha selesai memberikan uraian. Tapussa dan Bhallika adalah pengikut Sang B uddha yang pertama. tetapi mereka berlindung hanya kepada Buddha dan Dhamma karm a pada waktu itu belum ada Sangha (Pesamuan Para Bhikkhu. memberi hormat dan berjalan memutar denga n Sang Buddha tetap di sisi kanannya dan kembali pulang ke istananya. Keesokan hari seluruh penghuni istana Yasa menjadi ribut karena Yasa tidak ada d i kamarnya dan juga tidak diketemukan di bagian lain dari istananya. "Kalau begitu baik juga kalau tempa t ini tidak menakutkan dan tidak mengerikan. Aku akan mengajarmu. Semoga Sang Bhagava menerima aku sebagai upasak a mulai hari ini sampai akhir hidupku. Ayah Yasa menegur anaknya dan mendesak agar Yasa pulang kembali ke istananya den gan mengatakan. Yasa kemudian mencapai tingkat Arahat sewaktu Sang Buddha mengulang uraian te rsebut di hadapan ayahnya.

. dan mulia pada akhi rnya. Karena itu mereka menemui bhikkhu Yasa yang kemudian membawa keempat kawannya it u menghadap Sang Buddha. semuanya berjumlah lima puluh orang. Ibu dan istri Yasa keluar dan memberi ho rmat. Setelah itu. Sehabis makan siang. Sang Buddha pergi ke istana ayah Yasa dan duduk di tempat yang telah disediakan. Mereka adalah orang-orang yang da pat mengerti Dhamma dengan sempurna. Tetapi bhikkhu Yasa mempunyai banyak teman lagi yang berada di tempat-tempat jau h." Perbedaannya bahwa Sang Buddh a tidak mengucapkan "dan singkirkanlah penderitaan" karena Yasa pada waktu itu s udah mencapai tingkat Arahat. Mereka menganggap bahwa ajaran-ajaran yang benarbenar sempurnalah yang dapat menggerakkan hati Yasa untuk meninggalkan kehidupan nya yang mewah. Sewaktu mengajar. semuanya anak-anak orang kaya ya ng bernama Vimala. "Aku telah terbebas dari semua ikatan-ikatan . mulia pada pertengahannya. Di Benares. Subahu. Mereka mendengar bahwa Yasa s ekarang sudah menjadi bhikkhu. Sekarang kamu harus mengembara guna kesejahteraan dan kese lamatan orang banyak. Sang Buddha dan Yasa kembali ke Taman Rusa di Isipatana. Mereka adalah pengikut-pengikut wanita pertama yang berlindung kepada Tiga Musti ka (Buddha. Yasa mohon kepada Sang Buddha untuk ditahbiskan menjadi bhikkhu. Kalau tidak mendengar Dhamma. "Ehi bhikkhu. Janganlah pergi berduaan ke tempat yang sama. makan siang disiapkan dan kedua wanita itu melayani sendiri Sang Bu ddha dan Yasa dengan hidangan yang lezat-lezat. maka dengan melakukan perjalanan jauh dan melel ahkan mereka membawa orang itu menghadap Sang Buddha. mereka semua mem peroleh Mata Dhamma dan kemudian diterima menjadi bhikkhu. Mendengar sahabat mereka menjadi bhikkhu . Laksanakanlah kehidupan suci. Karena mereka sen diri belum bisa mentahbiskannya. baik yang bersifat batiniah maupun yang bersifat badaniah. Dengan demikian jumlah Arahat pada waktu itu sebelas orang. keempat orang ini dalam waktu singkat menc apai tingkat Arahat. Punnaji. oh Bhikkhu. Setelah mendapat penjelasan tambahan. Mereka memuji keindahan uraian tersebut dan mohon dap at diterima sebagai Upasika dengan berlindung kepada Buddha. Khotbahkanla h Dhamma yang mulia pada awalnya. demikia n pula kamu sekalian. Dengan demikian. Yasa mempunyai empat orang sahabat. tetapi seorang Arahat istim ewa karena mencapai Kebebasan dengan daya upaya sendiri). dan Gavampati. Sang Buddha kembali memberikan uraian tentang Anupubbikatha dan mereka berdua pu n rnemperoleh Mata Dhamma. pada waktu itu sudah ada tujuh or ang Arahat (Sang Buddha sendiri juga seorang Arahat. BAB IV MASA MENYEBARKAN DHAMMA Mulai Menyebarkan Dhamma Pada suatu hari. Umumkanlah tentang kehidupan suci yang benar-benar bersih dan sempurna dal am ungkapan dan dalam hakekatnya. mereka akan kehilangan k esempatan untuk memperoleh manfaat yang besar. Mereka semu a diterima menjadi bhikkhu dan dalam waktu singkat semuanya mencapai tingkat Ara hat. Dhamma telah dibab arkan dengan jelas. S ang Buddha mentahbiskannya dengan menggunakan kalimat yang juga digunakan untuk mentahbiskan lima murid-Nya yang pertama yaitu. mereka pun mengambil keputusan untuk mengikuti jejak bhikkhu Yasa. dan Sangha untuk seumur hidup. Terdapat makhluk-makhluk yang matanya hanya di tutupi oleh sedikit debu. Setelah mendengar khotbah Sang Buddha. Dhamma. Melihat kesulitan ini maka Sang Buddha memperkenankan para bhikkhu untuk memberikan pentahbisan sendiri. Keesokan harinya dengan diiringi Yasa. Sang Buddha memanggil berkumpul murid-muridNya yang berjumlah e nam puluh orang Arahat dan berkata. sehingga pada waktu itu terdapat enam puluh satu orang Arahat. Aku sendiri akan pergi ke Senanigama di Uru vela untuk mengajar Dhamma.ahnya pulang. dan Sangha)." Kemudian berangkatlah keenam puluh Arahat itu sendiri-sendiri ke berbagai jurusa n dan mengajar Dhamma kepada penduduk yang mereka jumpai. Dhamma. mere ka kerap kali bertemu dengan orang yang ingin menjadi bhikkhu.

"Aku berlindung kepada Sang Buddha. oh Bhikkhu. cobalah pikir. Rambut serta kumisnya harus dicukur. aku tidak keberatan Anda bermalam di pondo kku."Aku perkenankan kamu. Yang ketiga dis ebut Gaya Kassapa. hanya seorang belum. Anak-anak muda. Kassapa Bersaudara Di tiga tempat sepanjang Sungai Neranjara. mereka dikirim ke tempat-tempat jauh untuk men gajarkan Dhamma. maka Sang Buddha kemudian berkhotbah tentang Anupubbikatha dan Empat K esunyataan Mulia. Inilah yang harus kamu lakukan." "Kalau begitu baiklah. aku berlindun g kepada Dhamma. mereka menceritakan apa yang telah terjadi. Mereka semua memperoleh Mata Dhamma dan mohon ditahbiskan menj adi bhikkhu. Melihat Sang Bud dha duduk di bawah pohon." Sang Buddha juga mengucapkan selamat malam kepada Uruvela Kassapa dan masuk ke d alam pondok. Kalau Anda tidak keberatan. bertempat tinggal di sebela h hilir sungai dan mempunyai pengikut sebanyak tiga ratus orang." Mulai saat itu terdapat dua cara pentahbisan. mer eka harus memakai jubah Kasaya (jubah yang dicelup dalam air larutan kulit kayu tertentu). dan seterusnya. "Oh. apakah Sang Buddha melihat seorang wanita lewat di dekat situ. mereka mencari pelacur tersebut. Uruvela Kassapa datang menjenguk Sang Buddha dan mengira akan mene mukan mayat-Nya. Di tempat ini Sang Buddha harus memperlihatkan kekuatan gaib untuk menundukkan Uru vela Kassapa yang ternyata juga mahir dalam melakukan ilmu-ilmu gaib. Waktu tengah malam. Setelah tahu apa yang terjadi. Selagi mereka sedang bermain-main dengan asyik. mereka menanyakan. Salah satu contoh dapat diceritakan sebagai berikut: "Kalau Anda tidak keberatan. tinggal tiga orang Kassapa bersaudara yang menjadi pemimpin kaum Jatila yang memuja api. Yang kedua disebut Nadi Kassapa. Ia rn embawa seorang pelacur. Kassapa. Tiap malam ular itu keluar dan aku k hawatir Anda akan celaka. "Tid . bersimpuh. Ular itu menyemburkan uap beracun dan mencoba menggigit Sang Buddha. untuk mentahbiskan orang di tempat-tempat yan g jauh. Aku ingin bermalam di pondokmu. "Oh. benar saja seekor ular kobra besar datang menghampiri Sang B uddha. Aku akan bermalam di pondokmu. Teta pi semburan uap beracun maupun usaha untuk menggigit Sang Buddha ternyata sia-si a saja. Tidak jauh dari tempat itu. merangkapkan kedua tangannya dalam sikap menghormat dan ke mudian berlutut di depan kaki bhikkhu. tidak apa-apa. Sang Buddha tetap duduk bermeditasi dengan mengembangkan gaya-gaya Metta (cinta kasih) dan badan-Nya seolah-olah dikelilingi oleh semacam perisai yang t idak dapat ditembus. Dalam perjalanan dari Uruvela ke Benares. Menemukan dirimu sendiri atau menemukan seo rang pelacur?" Setelah mereka menjawab bahwa lebih penting menemukan diri mereka sendiri. Setelah ditahbiskan. Pada suatu hari. tiga puluh orang pemuda sedang bermain-main yang diberi nama B haddavaggiya. Selanjutnya kamu harus mengucapkan dan me reka harus mengulang ucapanmu. Sang Buddha duduk bermeditasi dan menunggu munculnya ular kobra ter sebut. Dua puluh sembilan orang sudah menikah. bertempat tinggal di tempat lebih hilir dari Nadi Kassapa dan mempunyai pengikut sebanyak dua ratus orang. pertama yang diberikan Sang Buddha sendiri dengan memakai kalimat "ehi bhikkhu" dan yang kedua diberikan oleh muri d-muridNya yang dinamakan pentahbisan "Tisaranagamana". Ia terkejut melihat Sang Buddha sedang duduk bermeditasi. yang mana yang lebih penting. Selamat malam dan semoga Anda selamat." jawab Uruvela Kassapa. Uruvela Kassapa bertanya apakah Sang Buddha tidak diganggu oleh ular kobra. Sang Buddha tiba di Uruvela dan mengunjungi Uruvela Kassapa. Atas pertanyaan Sang Buddha. Esok paginya. pelacur tersebut menghilang dengan membawa pergi perhiasan yang mereka letakkan di satu tempat tertentu. bertempat tinggal di sebelah hulu sungai dan mempunyai pengikut sebanya k lima ratus orang. Gotama Yang Mulia. Kemudian Sang Buddha berkata. pada suatu hari Sang Buddha tiba di pe rkebunan kapas dan beristirahat di bawah sebatang pohon yang rindang." "Tentu saja tidak. Yang tertua disebut Uruvela Kassapa. aku berlindung kepada Sangha. Tetapi Anda harus tahu bahwa seekor ular kobra yang besar dan ganas sekali menjaga api suci yang terdapat di pondokku.

kesan-kesan lidah dan semua perasaan yang menyenan gkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan lidah (Ini adalah kelompok keempat). Nadi Kassapa melihat bahwa kakaknya sudah menjadi bhikkhu. batinnya tidak melekat lagi kepada segala sesuatu. kehidupan suci telah dilaksanakan dan selesailah tugas yang h arus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih harus dikerjakan untuk . kebencian dan khayalan yang menyesatkan.ak. Akhirnya Uruvela Kassapa dapat diyakinkan bahwa ia bukanlah tandingan Sang Buddh a dan ia juga tahu bahwa ia belum mencapai tingkat Arahat sebagaimana dikiranya semula. bebauan." jawab Sang Buddha dan membuka tutup mangkuk yang bias a dipakai untuk menerima dana makanan. kesan-kesan batin dan semua perasaan yang menye nangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan batin ( Ini adalah kelompok keenam). Karena melepaskan nafsu-nafsu keinginan. kesadaran tubuh. rasa. Nadi Kassapa yang bertempat tinggal di sebelah hilir sungai men jadi terkejut melihat banyak peralatan sembahyang terapung di sungai. sentuhan. Lidah. penglihatan. Karena tidak melekat lagi kepada segala sesuatu akan timbul Pandangan Terang. diikuti tiga ratus orang pengikutnya. sakit. dan putus asa. Di tempat itu Sang Buddha mengumpulkan murid-muridNya dan memberikan khotbah yan g kemudian dikenal sebagai Adittapariyaya Sutta. duk a cita. yang melihat keadaan ini akan merasa jemu. Di tem pat Sang Buddha berdiri atau berjalan. Tetapi Sang Buddha menahannya dan berkata bahwa Be liau mempunyai kemampuan untuk menjinakkan ular kobra. Setelah beberapa waktu di Uruvela. Setelah tiba. menyala dengan api dari kesedihan. Selanju tnya Nadi Kassapa diberi penjelasan tentang sia-sianya memuja api. kesan-kesan telinga dan semua perasaan yang m enyenangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan tel inga (Ini adalah kelompok kedua). kesadaran batin. Telinga. pikiran. Ringkasan dari khotbah itu adalah sebagai berikut: "Oh. Sang Buddha beserta rombongan melanjutkan per jalanan-Nya menuju Gayasisa di tepi Sungai Gaya. Batin. Pada kesempatan lain sewaktu turun hujan lebat dan semua tempat di daerah itu di genangi air banjir. se hingga ia mengetahui bahwa ia sudah terbebas. Dengan tergesa-gesa. us ia tua dan kematian. Nadi Kassapa pergi ke tempat Uruvela Kassapa. Keluarlah seekor ular kobra yang mendesis dengan ganas sehingga Uruvela Kassapa cepat-cepat ingin menyingkir. kesadaran lidah. Hal yang sama juga terjadi pada diri Gaya Kassapa beserta para pengikutnya. Ia tahu bahwa ini adalah kehidupan nya yang terakhir. Ia mengira bahwa suatu bencana hebat telah menimpa diri kakaknya. suara. sehingga ka ki dan tubuh Sang Buddha tidak basah kena air. Seorang siswa Yang Ariya. kesan-kesan mata dan semua perasaan yang menyenangkan atau tidak men yenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan mata (Ini adalah kelompok per tama). Apakah itu yang menyala? Mata. kesan-kesan tubuh dan semua perasaan yang meny enangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan tubuh (Ini adalah kelompok kelima). Menyala dengan apa? Menyala dengan api dari keserakahan . ular itu ada di sini. Tubuh. kesan-kesan hidung dan semua perasaan yang me nyenangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan hidu ng (Ini adalah kelompok ketiga). Bhikkhu. Ia juga dapat diyakinkan bahwa pemujaan api tidak dapat membawa orang ke Pembebasan Sempurna. ratap tangis. Hidung. Dengan lima ratus orang pengikutnya. Dengan demikian tiga kelompok kaum Jatila yang berjumlah 1. sehingga akhi rnya ia bersama-sama pengikutnya pun menjadi bhikkhu. kesadaran hidung. Karena mera sa jemu. semuanya menyala. Semua itu menyala-nyala. ia kemudian membuang semua peralatan yang dipakainya dalam pemujaan api ke dalam sungai dan mohon dit ahbiskan menjadi bhikkhu. Pada suatu hari. kesa daran mata.003 orang telah menjadi pengikut Sang Buddha. kembali Sang Buddha memperlihatkan kekuatan gaib-Nya. kesadaran telinga. air "membelah" membuka jalan. menyala dengan api dari kelahiran. ia akan melepaskan nafsu-nafsu keinginan.

Raja Bimbisara adalah Maha raja negara Magadha dan Anga ters ebut dengan ibukota Rajagaha. tiap hari mengumpulkan makanan. mengapa Beliau menuntut kehidupan yang demikian keras. . Kassa pa.memperoleh Penerangan Agung. Maha Kassapa dipandang sebagai contoh yang baik sekali untuk orang-orang yan g benar-benar ingin melaksanakan hidup suci. kota Rajagaha untuk menghimpun semua tata tertib bagi para bhikkhu dan bhikkhuni dan semua khotbah Sang Buddha yang pernah diberikan di tempat-tempat yang berlainan. Bangga karena merasa mendapat kehormatan besar dapat memakai jubah bekas Sang Bu ddha. Sang Buddha mentahbiskannya dengan cara memberikan tiga buah nasehat. engkau harus hidup sederhana dan pa tuh kepada para bhikkhu yang tua. Pada waktu itu. Tiga bulan setelah Sang Buddha meninggal dunia. yang telah men gumumkan kehidupan suci yang benar-benar bersih dan sempurna dalam ungkapan dan dalam hakekatnya. dan yang setengah tua. Kassapa mohon untuk menukar jubahnya yang baru dengan jubah Sang Buddha yang sudah tua. Sang Buddha melanjutkan perjalanannya me nuju Rajagaha dan berhenti di hutan kecil Latthivana. engkau harus selalu ingat bahwa pertama. Maha Kassapa sering dijadikan suri teladan tentang sikap yang baik dari seorang bhikkhu yang berdiam di hutan. sudah puas dengan pemberian yang sedikit (kecil ). Maha Kassapa mengatakan bahwa Beliau berbuat semuanya itu bukan hanya untuk kebahagi aan dirinya sendiri tetapi juga demi kebahagiaan orang lain di kelak kemudian ha ri. batin bhikkhu-bhikkhu tersebut t erbebas seluruhnya dari kemelekatan dan bersih dari kekotoran batin. Dalam waktu singkat tersiar berita bahwa Pertapa Gotama. yaitu menjadi Arahat. Mah a Kassapa selalu tinggal di hutan. seorang pertapa bernama Pipphali lewat di tempat itu. Pipphali a dalah anak seorang Brahmana dari keluarga Kassapa yang bernama Kapila dengan ist rinya yang bernama Sumanadevi dari Desa Mahatittha di negara Magadha. Raja Bimbisara Di sebelah Tenggara Jambudipa terdapat sebuah negara besar dan berpengaruh. memperhatikannya dan merenungkannya. Beliau adalah seorang A rahat. Menjawab pertanyaan." Setelah ditahbiskan." Setelah Sang Buddha selesai memberikan khotbah. engkau harus selalu menyadari dan memperhatikan tubuhmu dan terus-menerus mengambil tubuhmu sebagai obyek meditasi. yang muda. kepada orang-orang yang berlainan dan pada waktu yang berlainan pula selama 45 tahun. Maha Kassapa meninggal dunia pada usia 120 tahun. Pada hari ked elapan. "Oh. Selama menjadi bhikkhu sampai berusia lanjut. Kedua. seorang yang telah memperoleh Penerangan Agung. selalu hidup menjauhi masyarakat ramai dan terkenal rajin sekali. Pipphali mohon diterima menjadi murid. Sebagai penghormatan. selalu memaka i baju bekas (pembungkus mayat). dan mengajar Dhamma yang mulia di awalnya. Maha Kassapa Dalam perjalanan ke Rajagaha. Beliau diberi nama Maha Kassapa (Kassapa Agung). Ke tiga. ia mencapai tingkat kesucian Arahat. Melihat seorang Arahat yang demikian itu bermanfaat sekali aga r keinginan orang dapat terkabul. engka u harus mendengarkan Dhamma dengan baik. Ia menghampiri Sang Buddha dan setelah mengetahui bahwa yang diajak bicara adala h seorang Buddha. Mereka semu a mencapai tingkat yang tertinggi. Maha Kassapa mengetuai Sidang Ag ung (Sangha-Samaya) yang pertama dengan dihadiri oleh 500 orang Arahat di Goa Sa ttapanni. Kemudian Sang Buddha bangkit dan meneruskan perjala nan-Nya menuju Rajagaha. mulia di pertengahannya. Sang Buddha tiba di suatu tempat perbatasan antara kota Rajagaha dan Nalanda dan beristirahat di bawah pohon beringin Bahuputtaka. Setelah beberapa lama diam di Gayasisa. yait u negara Magadha yang berpenduduk padat dan kaya raya dan di sebelah Timurnya te rletak negara Anga. Kassapa kemudian dengan tekun melaksanakan latihan Dhutanga. dan mulia di akhirnya. sekarang b erada di Rajagaha dan berdiam di hutan kecil Latthivana. putra Sakya.

Mendengar berita itu, Raja Bimbisara datang mengunjungi Sang Buddha dengan diiku ti pengiringnya. Setelah memberi hormat, Raja kemudian duduk di satu sisi. Tetap i para pengiringnya bersikap macam-macam dan ada yang bersikap acuh tak acuh. Ad a yang berlutut, ada yang hanya memberi hormat dengan ucapan, ada yang menyembah , ada yang memberitahukan namanya dan juga nama keluarganya, dan ada yang duduk diam saja. Sang Buddha, yang melihat sikap acuh tak acuh dan kurang hormat dari pengiring R aja, tahu bahwa mereka masih belum siap untuk menerima ajaran. Karena itu Sang B uddha memandang perlu agar Uruvela Kassapa terlebih dulu memberikan keterangan t entang sia-sianya pemujaan yang dulu ia lakukan. Hal ini perlu untuk menyingkirk an keragu-raguan sebelum mereka siap untuk mendengarkan Dhamma. Karena itu Sang Buddha berkata kepada Uruvela Kassapa, "Oh, Kassapa, kamu sudah lama berdiam di Uruvela dan menjadi pemimpin kaum Jatila yang pandai dalam upacara keagamaan. Ap akah sebabnya sehingga kamu berhenti melakukan pemujaan api yang biasa kamu laku kan? Aku bertanya padamu, oh Kassapa, mengapa kamu meninggalkan kebiasaan memuja api?" Uruvela Kassapa menjawab, "Semua Yañña atau upacara dengan mempersembahkan sesajen b ertujuan untuk memperoleh penglihatan, suara, rasa dan wanita yang menggiurkan, yang didambakan manusia. Persembahan sesajen itu menimbulkan harapan bahwa setel ah melakukan persembahan tersebut orang akan dapat memperoleh hasil yang diingin kan. Telah kuketahui sekarang bahwa kesenangan-kesenangan indria tersebut merupa kan kekotoran batin yang membuat orang dicengkeram oleh nafsu-nafsu. Karena itu aku tidak lagi tertarik melakukan praktek pemujaan api." Kemudian Sang Buddha bertanya lagi, "Setelah kini kamu tidak lagi tertarik kepad a penglihatan, suara dan rasa yang menjadi obyek bagi kesenangan indria, oh Kass apa, apa sebenarnya yang kamu cari di alam manusia dan alam dewa ini? Coba kamu ceritakan." Kassapa menjawab, "Aku telah berhasil mencapai keadaan yang penuh damai, tanpa d ikotori oleh nafsu-nafsu yang dapat menimbulkan penderitaan, tanpa keinginan unt uk melekat, tanpa kemelekatan kepada alam kesenangan indria, tanpa perubahan, ta npa tergantung pada kekuatan luar dan hanya dapat dipahami oleh pribadi masing-m asing. Karena hal-hal yang di atas itulah aku tidak lagi tertarik untuk melakuka n praktek pemujaan api yang dulu kulakukan." Selesai memberi jawaban, Kassapa bangun dari tempat duduknya. Dengan jubah menut upi satu pundaknya (sebagai sikap menghormat) ia berlutut tiga kali di bawah kak i Sang Buddha dan mengaku bahwa Sang Buddha adalah gurunya dan ia adalah murid-N ya. Setelah keragu-raguan para hadirin dapat disingkirkan dan batin mereka sudah sia p untuk menerima pelajaran, mulailah Sang Buddha memberikan khotbah tentang Anup ubbikatha dilanjutkan dengan Empat Kesunyataan Mulia. Selesai Sang Buddha memberikan khotbah, sebelas dari dua belas orang yang hadir memperoleh Mata Dhamma dan yang lain memperoleh keyakinan yang tak tergoyahkan t erhadap Sang Buddha, Dhamma, dan Sangha. Kemudian Raja menceritakan tentang keinginannya semenjak kecil. "Dulu, sewaktu masih menjadi Putra Mahkota dan belum naik tahta kerajaan, aku me mpunyai lima macam keinginan, yaitu pertama, semoga aku kelak naik di tahta kera jaan Magadha. Kedua, semoga seorang Arahat yang memperoleh Penerangan Agung data ng di negeriku sewaktu aku masih memerintah. Ketiga, semoga aku memperoleh kesem patan untuk mengunjungi Arahat tersebut. Keempat, semoga Arahat tersebut memberi kan khotbah kepadaku. Kelima, semoga aku mengerti apa yang harus dimengerti dari ajaran Arahat tersebut. Sekarang semua keinginanku yang berjumlah lima itu tela h terpenuhi." . Selanjutnya Raja Bimbisara memuji khotbah Sang Buddha dan menyatakan dirinya seb agai upasaka untuk seumur hidup dan mengundang Sang Buddha beserta para pengikut -Nya untuk datang besok siang mengambil dana (makanan) di istana. Kemudian bangu n dari tempat duduknya, jalan memutar dengan Sang Buddha tetap di sebelah kanan dan pulang ke istana. Tiba di istana, Raja memerintahkan untuk menyiapkan hidang an yang lezat-lezat. Keesokan hari, Raja memerintahkan pengawalnya untuk mengund ang Sang Buddha dengan pengiring-Nya datang ke istana. Setelah Sang Buddha tiba di istana dan mengambil tempat duduk yang disediakan, Raja sendiri turut melayan

i memberikan hidangan. Kemudian Raja memikirkan tempat yang layak yang dapat dig unakan oleh Sang Buddha sebagai tempat tinggal. Raja teringat kepada Veluvanaram a (hutan pohon bambu) yang letaknya tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat d engan desa di sekelilingnya. Tempat itu mudah untuk dicapai dan menyenangkan, ti dak berisik waktu siang hari dan tenang di malam hari, cocok sekali untuk dipaka i sebagai tempat menyepi oleh mereka yang ingin berlatih untuk mendapatkan Panda ngan Terang. Dengan batin yang dipenuhi pikiran tersebut, Raja Bimbisara kemudian menuang air ke lantai dari kendi emas dan menerangkan bahwa Beliau berhasrat menyerahkan Ve luvanarama untuk dipakai oleh Sang Buddha beserta pengiring-Nya, sebagai tempat tinggal. Sang Buddha menerima pemberian tersebut dan menggembirakan hati Raja de ngan menerangkan tentang keuntungan besar yang dapat diperoleh dari dana tersebu t. Sang Buddha beserta pengiring-Nya pulang dan pindah ke tempat yang baru. Ini mer upakan sumbangan tempat tinggal untuk pata bhikkhu yang pertama, mulai hari itu Sang Buddha memperbolehkan para bhikkhu menerima pemberian serupa itu. Sariputta Dan Moggallana Di Rajagaha, waktu itu hidup dua orang pemuda dari kasta brahmana yang kaya raya , yang sejak kecil bersahabat. Yang satu bernama Upatissa, anak seorang wanita b ernama Rupasari, yang lain bernama Kolita, anak seorang wanita bernama Moggalli. Mereka berdua berguru kepada Sanjaya, seorang pertapa dari golongan Paribbajaka, yang mempunyai dua ratus lima puluh orang murid. Upatissa dan Kolita termasuk d ua orang murid yang pandai dan sering mewakili gurunya memberi bimbingan kepada murid-murid yang lain. Meskipun sudah belajar lama dan memiliki seluruh kepandai an gurunya, tetapi mereka berdua masih belum puas. Mereka kemudian berjanji bahw a siapa di antara mereka kelak yang lebih dulu memperoleh ajaran sempurna akan m emberitahukan hal itu kepada yang lain. Pada suatu hari Ayasma Assaji, seorang dari lima orang bhikkhu pertama, kembali ke Rajagaha untuk memberi laporan kepada Sang Buddha tentang perjalanannya ke be rbagai tempat untuk mengajar Dhamma. Sebagaimana biasa, Ayasma Assaji tiap pagi mengumpulkan makanan dan waktu itulah Beliau terlihat oleh Upatissa. Upatissa terkesan sekali melihat sikap Ayasma As saji yang demikian tenang dan agung. Setiap gerakannya memberi kesan berwibawa d an menuntut penghormatan dari orang yang melihatnya. Baik berjalan ke depan atau bertindak ke belakang, atau membentangkan, atau menekuk tangannya, ia selalu ke lihatan penuh keseimbangan dengan kepala agak tunduk sedikit dan mata ditujukan ke arah depan Pemandangan ini membuat Upatissa terpesona dan membangkitkan perasaan ingin tahu . Seketika itu ia ingin menegur, tetapi kemudian membatalkannya karena ia mengan ggap waktunya kurang tepat berhubung waktu itu Ayasma Assaji sedang mengumpulkan makanan. Ia menunggu sampai Ayasma Assaji selesai makan dan kemudian mendekati serta memberi hormat, "Saudara, pembawaan Anda luar biasa dan wajah Anda terang sekali. Dengan menjalankan kehidupan suci ini kepada siapakah Anda mengabdi? Sia pakah guru Anda? Dan ajaran siapakah yang Anda ikuti?" Ayasma Assaji menjawab, "Saudara, dengan menjalankan kehidupan suci ini aku meng abdi kepada seorang Pertapa Agung, anak dari suku Sakya, yang telah menjadi bhik khu dari keluarga Sakya. Pertapa Agung itulah yang menjadi guruku. Dan ajaran-Ny a yang aku ikuti." "Apakah yang diajar guru Anda, Saudara?" "Aku seorang pendatang baru. Aku baru saja ditahbiskan. Aku belum berapa lama me ngikuti ajaran ini, sehingga aku tidak dapat memberikan pelajaran itu secara ter perinci. Tetapi aku akan memberitahukan Anda garis besarnya." "Baik sekali, Saudara. Bagi saya sama saja apakah Anda memberitahukan garis besa rnya atau secara terperinci. Aku ingin mendengar intisari dari ajaran tersebut, yang lain tidak dapat membantu apa-apa." Ayasma Assaji kemudian mengucapkan syair di bawah ini: "Ye dhamma hetuppabhava,

Tessam hetum Tathagato, Tesañca yo nirodho ca, Evam vadi mahasamano." Artinya : "Semua benda yang timbul karena satu 'sebab' 'Sebabnya' telah diberitahukan oleh Sang Tathagata, Dan juga lenyapnya kembali, Itulah yang diajarkan Sang Pertapa Agung. " Mendengar syair tersebut, Upatissa seketika memperoleh Mata Dhamma (Dhammacakkhu ) dan berkata dalam hatinya, "Yankiñci samudayadhammam Sabbantam nirodha dhammam." Artinya: "Segala sesuatu yang timbul karena satu 'sebab' Di dalamnya pun terdapat 'sebab' yang membuat ia musnah kembali. " Kemudian Upatissa menanyakan tempat tinggal Sang Buddha. Setelah diberitahukan b ahwa Sang Buddha pada saat itu berdiam di Veluvanarama, Upatissa kemudian mohon diri dari Ayasma Assaji dan berjanji akan datang mengunjungi Sang Buddha bersama sahabatnya yang bernama Kolita. Upatissa kembali ke tempat gurunya, Sanjaya, dan memberitahukan Kolita peristiwa apa yang baru saja ia alami. Ia mengulang syair yang diucapkan Ayasma Assaji da n seketika itu pula Kolita memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. Kemudian mereka berdua melaporkan berita ini kepada Sanjaya dan mohon diperkena nkan untuk mengunjungi Sang Buddha. Tetapi Sanjaya menolak untuk memberi izin. A khirnya, tanpa izin, mereka berdua dengan diikuti dua ratus lima puluh orang mur idnya pergi juga berkunjung kepada Sang Buddha dan mohon ditahbiskan menjadi bhi kkhu. Dari kelompok ini dapat diceritakan bahwa mereka semua mencapai tingkat Ar ahat, bahkan para muridnya terlebih dulu mencapai tingkat kesucian tersebut, kem udian disusul oleh Kolita dan yang terakhir Upatissa. Tujuh hari setelah ditahbiskan menjadi bhikkhu, Kolita menyepi di Desa Kallavala muttagama di kota Magadha. Di tempat itu Kolita giat melatih meditasi untuk memp eroleh Pandangan Terang. Pada suatu ketika ia merasa ngantuk sekali. Sang Buddha menghampirinya dan memberikan petunjuk untuk menanggulangi perasaan ngantuk, "Apa pun pencerapanmu pada waktu kamu diserang perasaan mengantuk, Moggallana (K olita di kemudian hari terkenal dengan nama ini yang berarti : anak Moggalli), k amu harus terus menyadari pencerapan tersebut. Cara ini dapat menolong untuk men gusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini tidak menolong, kamu harus memusatkan pikiranmu kepada Dhamma ya ng pernah kamu dengar atau pelajari. Cara ini dapat menolong untuk mengusir pera saan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus mengulang dengan suara keras Dh amma yang pernah kamu dengar atau pelajari. Cara ini dapat menolong untuk mengus ir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus menggosok-gosok kupingmu dengan jeriji dan mengusap-usap tubuhmu dengan tangan. Cara ini dapat menolong untuk m engusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus bangun dan mencuci matamu denga n air, kemudian memandang ke sekelilingmu dan mengamat-amati bintang di langit. Cara ini dapat menolong untuk mengusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus memusatkan pikiranmu kepada pen cerapan dari cahaya terang, dan pikiranmu selalu membayangkan 'cahaya siang hari ' baik pada waktu siang hari maupun pada waktu malam hari, membuka batinmu dari selubung yang menutupinya dan mengembangkan batinmu bermandi cahaya terang. Cara

ini dapat menolong untuk mengusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus berbaring dengan 'sikap seekor singa', yaitu miring ke kanan dengan kaki kiri di atas kaki kanan, batin dalam k eadaan 'sadar' dan pikiran terpusat kepada saat kamu ingin bangun. Setelah bangu n kamu harus segera bangkit sambil merenung 'Aku tidak ingin memanjakan diriku d engan berbaring, menyender atau tidur'. Ini Moggallana, yang kamu harus selalu i ngat." "Selanjutnya, Moggallana, kamu harus selalu ingat 'aku tidak boleh merasa ingin terlalu dihormat kalau masuk ke rumah seorang umat biasa'. Sebab kalau seorang b hikkhu masuk ke rumah seorang umat biasa dengan perasaan ingin terlalu dihormat dan pada waktu itu mungkin ada urusan rumah tangga yang sangat penting yang haru s diselesaikan terlebih dulu sehingga bhikkhu itu 'terlupakan', maka akan timbul pikiran dalam batin bhikkhu tersebut, "Siapakah yang menghasut orang ini terhad ap diriku? Orang ini kelihatannya sekarang 'acuh tak acuh'. Karena merasa tak di acuhkan lagi timbul perasaan malu, karena malu pikirannya kacau, karena pikirann ya kacau ia tidak dapat mengendalikan dirinya dengan baik, karena tidak dapat me ngendalikan diri dengan baik, ia gagal melakukan meditasi." "Selain dari itu, Moggallana, kamu harus selalu ingat, 'aku tidak ingin mengucap kan sesuatu yang dapat menimbulkan pertengkaran atau mencari-cari kesalahan oran g lain'. Sebab kalau orang berbicara tentang sesuatu yang dapat menimbulkan pert engkaran atau mencari-cari kesalahan orang lain, maka hal itu mengakibatkan perd ebatan yang panjang. Dengan adanya perdebatan yang panjang, ia tak dapat memusat kan pikirannya. Karena tak dapat memusatkan pikirannya, ia tak dapat mengendalik an diri, karena ia tak dapat mengendalikan diri, ia gagal melakukan meditasi." "Sekarang, Moggallana, aku tidak selalu memujikan orang berkumpul dan juga aku t idak selalu menolaknya. Aku tidak memujikan berkumpul dengan orang banyak, baik itu bhikkhu atau orang biasa. Tetapi kalau ada tempat sunyi dan tidak terganggu oleh suara berisik dari orang yang lalu lalang, cocok sekali untuk seorang perta pa yang menyukai kesunyian, cocok untuk dipakai sebagai tempat menyepi oleh mere ka yang lebih menyukai hidup menyendiri, maka berdiam di tempat demikian itu sel alu aku pujikan." Setelah diberikan petunjuk di atas, Moggallana menanyakan tentang kesimpulan ter akhir bagi orang yang sudah cenderung untuk menyingkirkan nafsu-nafsu keinginan dan sudah siap untuk memperoleh hasil 'di luar duniawi'. Sang Buddha menjawab, "Moggallana, seorang bhikkhu yang melaksanakan Dhamma ini, tahu bahwa tidak ada sesuatu pun yang berharga untuk dilekati. Setelah tahu hal tersebut, ia kemudian mengamat-amati benda-benda itu dengan Kebijaksanaan Tinggi, setelah mengamat-am ati benda-benda itu dengan Kebijaksanaan Tinggi, ia dapat menyelami hakekat bend a-benda tersebut, maka sewaktu mengalami perasaan menyenangkan, tidak menyenangk an atau netral ia memandangnya sebagai sesuatu yang tidak kekal. Jadi, ia memand angnya dengan perasaan jemu untuk kemudian menyingkir dan melepaskan diri dari p erasaan tersebut. Dengan merenung seperti itu, ia tidak melekat lagi kepada apa pun dalam dunia in i, karena tidak lagi melekat, ia tidak dapat lagi diganggu, karena tidak dapat l agi diganggu, ia dapat rnenyingkirkan semua kekotoran batin dan mengetahui bahwa ini adalah kehidupannya yang terakhir, kehidupan suci telah dilaksanakan dan se lesailah tugas yang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih ha rus dikerjakan untuk memperoleh Penerangan Agung. Dengan kesimpulan terakhir ini lah, Moggallana, seorang bhikkhu dapat dipandang sudah cenderung untuk menyingki rkan nafsu-nafsu keinginannya dan sudah siap untuk memperoleh hasil 'di luar dun iawi'." Dengan melaksanakan petunjuk tesebut, Moggallana berhasil mencapai tingkat Araha t hari itu juga. Lima belas hari setelah ditahbiskan, Upatissa (yang kemudian terkenal sebagai Sa riputta, anak Sari), berdiam bersama-sama Sang Buddha di Goa Sukarakhata dari Gu nung Gijjhakuta (Puncak Burung Nasar) di kota Rajagaha. Seorang pertapa golongan Paribbajaka bernama Dighanakha dari keluarga Aggivesana pada suatu hari menghampiri Sang Buddha dan setelah saling mengucapkan kata-kat a menghormat, ia berdiri di satu sisi. Ia kemudian memberikan pandangannya denga n mengatakan, "Yang Mulia Gotama, semua benda tidak menyenangkan hatiku. Aku tid

Apa pun dalil keduniawian yang dikemu kakan orang." "Kalau begitu. sebagai bisul yang terkena anak panah dan menimbulkan kepedihan dan kesakitan. tidak menyenangkan. terdiri atas empat unsur pokok (Mahabhutarupa). merasa jemu terhadap perasaan yang menyenangkan." Setelah menjelaskan tentang ketiga pandangan salah tersebut. ia akan melepaskan diri dari nafsu-nafsu keinginan. maka perasaan menyenangkan dan netral tidak bisa muncul. kamu dapat melepaskan keinginan terhadap kesenangan-kesenangan i ndria. dibesarkan dengan m akanan nasi dan sayur-sayuran. Dengan melakukan ini. tid ak menyenangkan. seorang bijaksana akan menyingkirkan pandangan it u dan juga tidak menganut pandangan pandangan yang lain. maka peras aan tidak menyenangkan dan netral tidak bisa muncul. dan yang netral. Aggivesana. Kelompok ketiga mempunyai pandangan bahwa ada benda-benda yang menyenangkan hati dan mereka tert arik kepada benda-benda tersebut. Kamu harus melihatnya sebagai sesuatu y ang tidak kekal. Siswa Yang Ariya. dan api. kamu harus melihatnya s ebagai penyakit. kamu harus melihatnya sebagai tanpa aku. ia dapat mengikutinya. pandangan yang demikian itu pasti tidak menyenangkan hatimu dan sudah semestinya kamu tidak tertarik lagi kepadanya. Terhadap benda-benda lain yang tidak menyenangkan hati. Kalau perasaan menyenangkan timbul. yang mempunyai pandangan bahwa s emua benda menyenangkan hati mereka. Dengan adanya pertengkaran akan timbul perasaan benci. mereka tidak tertarik kepada apa pun juga. dan selalu harus dibersihkan dan digosok (unt uk membersihkan kotoran yang melekat di kulit). selalu memerlukan wangi-wangian dan sabun untuk m enutupi bau yang menyerang keluar.ak merasa tertarik kepadanya. kehidupan suci telah dilaksanakan dan selesailah tugas y ang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih harus dikerjakan u ntuk memperoleh Penerangan Agung. mereka tertarik kepada semua benda. dan netral. Tanpa nafsu-nafsu keinginan. Siswa Yang Ariya itu tahu bahwa ini adalah kehi dupannya yang terakhir. Aggivesana. sulit untuk dipertahankan. ia akan bertentangan pendapat dengan mereka yang mempunyai kedua pandangan yang lain itu. Ia berasal dari ayah dan ibu. "Tubuh ini. Kalau perasaan tidak menyenangkan timbul. Dengan adanya pertentangan pendapat akan timbul pertengkaran. P andangan kelompok pertama ialah condong ingin memiliki benda-benda tersebut." Ia ditakdirkan untuk lapuk dan membusuk. air. penderitaan. Perasaan itu ditakdirkan untuk mati kembali. Itulah tiga jenis perasaan yang tidak kekal dan timbul oleh sesuatu sebab dan di lahirkan oleh sebab. mereka tidak tertarik." . Pan dangan kelompok kedua condong untuk membenci atau mempunyai pikiran buruk terhad ap benda-benda. Sang Buddha kemudia n memberikan uraian tentang cara bagaimana orang dapat menyingkirkan kemelekatan . maka perasaan menyenangkan dan tidak menyenangkan tidak bisa muncul. dan hilang sama sekali. perasaan terdiri atas tiga jenis. Setelah menyelami keadaan ini. Aggivesana. tetapi ia tidak menganutnya dan juga tidak m elekat kepada salah satu dalil. Ada kelompok lain berpegang teguh kepada pandangan bahwa semua benda tidak menye nangkan hati mereka. i a telah melepaskan ketiga pandangan tersebut. Kalau perasaan netral timbul. yaitu ta nah. Pandangan kelompok ketiga ialah condong ingin memiliki beberapa benda-benda dan membenci benda-benda yang lain. "Ada kelompok pertapa dan Brahmana. ia akan bebas dari kemelekatan. Dalam batin yang bebas dari kemelekatan akan timbul pengetahuan bahwa batinnya s ekarang benar-benar telah bebas." Setelah itu Sang Buddha menguraikan tentang adanya tiga pandangan mengenai hal t ersebut. Dengan adanya perasaan be nci akan timbul permusuhan. Seorang bijaksana melihat bahwa kalau ia mengambil sikap dan mengatakan bahwa in i yang benar dan yang dua itu salah. menyusut. "Selain dari itu. Kalau melihat semua ini dengan terang. hawa udara. Bhikkhu yang demikian itu tidak mungkin akan b ertengkar lagi mengenai sesuatu pandangan. Karena jemu. yaitu yang menyenangkan. yang mengetahui hakekat yang sebenarnya. menc iut.

Patimokkhe ca samvaro. Etam Buddhana sasanam. Setelah khotbah selesai. Sang Buddha sendiri pernah menerangkan di hadapan para bhikkhu dan bhikkhuni bah wa Sariputta adalah murid-Nya yang terpandai dalam kebijaksanaan dan Moggallana yang terpandai dalam kekuatan gaib. "Indah. yaitu: 1. Mereka berkumpul tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Mereka semuanya Arahat dan memiliki 6 (enam) kekuatan gaib (abhiñña). Kalau Sang Buddha dinamakan Dhammaraja (Raja Dhamma) maka Sariputta diberi gelar Dhammasenapati (Jenderal Dhamma). Etam Budhana sasanam. " Artinya: "Janganlah berbuat kejahatan. 3.terbebas dari ker agu-raguan terhadap keampuhan dan keunggulan Dhamma. sungguh indah Bhante. batinnya terbebas dari semua kekotoran batin dengan jalan menyingkirkan kemelekatan. Na hi pabbajjito parupaghati. seribu dua ratus lima puluh orang Ar ahat datang berkumpul. Dighanakha memperoleh Mata Dhamma dan. Tempat mereka berkumpul adalah di Veluvanarama (hutan pohon bambu) dan waktu itu tengah hari pada saat purnama sidhi di bulan Magha. Dengan panjang lebar Bhante telah menguraikan Dham ma. Samano hoti param vihethayanto.5) : "Sabba papassa akaranam. Waktu itu Sang Buddha mengucapkan Ovadda Patimokkha. 2." Merenungkan arti yang terkandung dalam khotbah tersebut. anupaghato.Selama itu Sariputta berdiri di sisi Sang Buddha dengan kipas di tangan dan meng ipasi Sang Bhagava. 4. Aku berlindung kepada Sang Buddha. Kusalassa upasampada. atau menyalakan api sewaktu keadaan gelap gulita. dan Sangha. Ovada Patimokkha yang diucapkan Sang Buddha adalah sebagai berikut (Dhammapada 1 83. atau menunjukkan jalan kepada yang tersesat. "Sang Bhaga va menganjurkan untuk melepaskan ikatan kepada semua benda melalui Kebijaksanaan Tertinggi. Semoga Sang Bhagava menerima aku sebagai upasaka yang berli ndung kepada Sang Ti-Ratana untuk seumur hidup. Anupavado. Nibbanam paramam vadanti Buddha. Sacittapariyo dapanam. Dhamma. Pantham ca sayanasanam. Pertemuan Besar Para Arahat Ketika Sang Buddha berada di kota Rajagaha." Dengan cara-cara inilah Moggallana dan Sariputta memperoleh Penerangan Agung dan menjadi Arahat. menjelaskannya sebagai seorang yang telah menegakkan apa yang telah roboh. Adhicitte ca ayogo. Mendengar khotbah kepada Dighanakha ia berpikir. Ia memuji khotbah yang baru saja didengar dan menyatakan diri sebagai upasaka. a tau membuka apa yang tertutup. Pertemuan para Arahat tersebut dinamakan Caturangasannipata atau Pertemuan Besar Yang Diberkahi dengan Empat Faktor. Khanti paramam tapo titikkha. Mattaññuta ca bhattasmim. . Semuanya ditahbiskan dengan memakai ucapan "Ehi bhikkhu".

Lebih baik Aku terbang setinggi orang dewasa dan berjalan-jalan di udara. Waktu mendengar Sang Buddha memberikan khotbah. Kaludayi pun mencapai tingkat Arahat. 114-121). Namun utusan-utusan tersebu t 'lupa' untuk menyampaikan undangan dari Raja Suddhodana. mereka mungkin akan mencela sikap-Ku dan mengatakan. berangkatlah Sang Bhagava beserta rombongan dua puluh ribu bhikkhu menuju Kapilavatthu. Beliau memerintahkan agar disiapkan tempat untu k rombongan yang akan tiba. yaitu bertemunya kembali Raja Suddho dana dengan anaknya dapat dituturkan sebagai berikut (Mhvu. Raja dapat melihat anaknya sedang berjalan-jalan di udara dan mer asa sangat kagum. berduyun-duyun datang ke Nigrodharama. Waktu rombongan tiba. kalau sekiranya Sang Tathagata bangun untuk menghormatnya. Itulah ajaran semua Buddha. III. menjadi pertapa dan sekarang telah memperoleh Penerangan Agung dan mengaku sebagai Raja Dhamma." Kemudian Sang Buddha terbang ke udara dan berjalan-jalan setinggi orang dewasa. Waktu rombongan mendekati Nigrodharama. Itulah ajaran semua Buddha. Tidak menghina. Sucikan hati dan pikiranmu. maka Beliau mengirim berturut-turut sembilan orang utusan untuk mengundang Sang Buddha pulang ke Kapilavatthu. Berita dengan cepat sampai kepada Raja Suddhodana bahwa Sang Buddha dan rombonga n sedang menuju ke Kapilavatthu. yaitu tiap hari ditempuh satu Yojana. Sang Buddha merenung. setelah mereka menden garkan khotbah Sang Buddha dan mencapai tingkat Arahat. bula n. Ia duduk saja dan tidak berdiri untuk menyambut kedatangan ayah-Nya yan g sudah tua dan sangat dihormati oleh seluruh rakyat Sakya. terutama oleh para bhikkhu di Muangthai / Thailand. Tiba di pinggir hutan Nigrodharama. Makanlah secukupnya. Kesabaran adalah cara bertapa yang paling baik. Beliau bukan pula pertapa yang menyebabkan kesusahan orang lain. dan tahun yang sama. tidak melukai. Hidup dengan menyepi. Sang Buddha bersabda. Kembali Ke Kapilavatthu Setelah Raja Suddhodana menerima berita bahwa Sang Buddha berada di Rajagaha. Mengenai peristiwa penting dan menarik ini. Mengendalikan diri sesuai dengan tata tertib. Sang Buddha menerima baik undangan tersebut dan setelah Kaludayi berdiam tujuh hari di Rajagaha. Dari kejauhan. ib ukota negara Magadha. 'Su ngguh keterlaluan yang dilakukan Pangeran yang telah meninggalkan tahta. Kemudian Kaludayi menyampaikan undangan Raja Suddhodana kepada S ang Buddha untuk berkunjung ke Kapilavatthu. Beliau bukan pertapa yang menindas orang lain. Kaludayi berangkat menuju Rajagaha. Raja turun dari keretanya dan bersama-sama dengan pengiringnya berjalan kaki menuju ke tempat tinggal Sang Buddha. Kalau Aku menyambut mereka dengan tetap du duk di tempat duduk-Ku. Ia mohon untuk diterima sebagai bhikkhu dan Sang Buddha mentahbiskannya dengan memakai kalimat "ehi bhikkhu". Akhirnya Raja Suddhodana mengutus Kaludayi untuk mengundang Sang Buddha. Sang Buddha yang sedang berjalan-jalan di udara setinggi orang dewasa n . Dan senantiasa berpikir luhur. Perjalanan yang jauhnya enam puluh Yojana (1 Yojana = 16 Km) ditempuh dalam waktu enam pul uh hari. Tempat itu terletak di luar kota dan dikenal dengan nama Nigrodharama (hutan pohon beringin).' Tetapi tidak ada ma khluk atau kelompok makhluk yang kepalanya tidak dibelah tujuh.Perbanyaklah perbuatan baik. Raja Suddhodana berikut pengiring dengan disertai penduduk Kapilavatthu. Kaluday i adalah kawan bermain Pangeran Siddhattha waktu kecil dan lahir pada hari. "Bangsa Sakya terk enal sebagai bangsa yang tinggi hati." Peristiwa yang bersejarah ini hingga kini masih tetap dirayakan sebagai Magha-Pu ja. Nibbanalah yang tertinggi dari semuanya.

Dengan penuh kesujudan. Yaso dhara menampung dengan kedua tangannya air yang keluar dari badan Sang Buddha se waktu melakukan Mukjizat Ganda. Kemudian mereka semua berlutut memberi hormat kepada Sang Buddha. . Yang hadir bersorak-sorak gembira melihat kemukjizatan tersebut. Raja Suddhodana menghampiri anaknya dan berkat a.aik lebih tinggi sedikit dan berdiri setinggi pohon palem. Aku telah melepaskan diri dari semua benda dan telah terbeba s dengan musnahnya nafsu-nafsu keinginan. Tiba-tiba di udara muncul seekor banteng besar dengan tengkuk yang bergetar-getar lari dari a rah Timur dan lenyap disebelah Barat. Yasodhara merasa terharu sekali melihat keadaan Mahapajapati. Setelah pemandangan yang di atas lenyap sama sekali. Sekarang siapak ah yang memandikan anakku dengan air bersih dan menyegarkan apabila anakku meras a lelah?" Sang Buddha menjawab. Apakah kaki anakku tidak pernah merasa sakit?" Sang Buddha menjawab. sehingga dapat diliha t oleh segenap yang hadir. Waktu itu hadir juga Yasodhara yang menuntun Mahapajapati. Api berkobar-kobar di badan sebelah atas dan air dingin melalui lima ratus pancaran turun dari badan sebelah bawah. Baginda. yaitu Yamakapatihariya atau Mukjizat Ganda. Dengan air itu Yasodhara membasahi dan mencuci m ata Mahapajapati berulang kali disertai doa semoga air itu dapat mengembalikan p englihatan Mahapajapati. "Aku adalah Sang Penakluk. Raja Suddhodana menanyakan apakah sekarang Sa ng Buddha baik-baik saja. Kemudian muncul lagi dan lari dari arah Utara dan lenyap di sebelah Selatan." Raja Suddhodana berkata. "Dulu anakku selalu memakai sandal terbuat dari kain w ol halus yang berjalan di atas permadani yang empuk dan dipayungi dengan payung putih. sehingga memb uat hatinya gembira sekali. Sedikit demi sedikit Mahapajapati dapat melihat kem bali sehingga penglihatannya pulih seluruhnya. Setelah melakukan Mukjizat Ganda. Dengan mandi dan menyelam dalam air de wata itulah Aku telah tiba di pantai seberang. sel anjutnya lari dari sebelah Selatan dan lenyap di sebelah Utara. kemudian lari dari arah Barat dan lenyap d i sebelah Timur. Yang Maha Tahu. Hilang sudah keragu-raguan dan sekarang semua hadirin yakin bahwa Pangeran Siddh attha sesungguhnya telah menjadi Buddha. "Dulu para pelayan tiap hari memandikan dan menggosok-gosok badan anakku dengan minyak kayu cendana yang baunya harum semerbak. Sang Buddha kemudian menghilang. tetapi karena tidak dapat melihat . oh Yang Maha Tahu. Tetapi sekarang kaki anakku yang halus dan berwarna tembaga serta penuh g aris-garis ajaib itu harus berjalan di atas rumput kasar. Kemudian menuruti bisikan hatinya. Raja Suddhodana berkata. Sekarang Mahapajapati dapat menya ksikan sendiri peristiwa yang membuat para hadirin bersorak-sorak. tak ternoda oleh kekotoran-kekotoran batin di dunia ini. Satu mukjizat telah terjadi. maka semua peristiwa yang terjadi harus diceritakan oleh Yasodhara. kedua kali waktu aku lihat anakku bermeditasi di bawah Po hon jambu dan ini untuk yang ketiga kalinya. Mahapajapati matanya buta karena sed ih dan terlalu banyak menangis sewaktu Pangeran Siddhattha meninggalkan istana d an pergi bertapa di hutan Uruvela. Mahapajapati mendengar hadirin bersorak-sorak. duri. Pada waktu itulah Sang Buddha mempertontonkan kekuatan gaib-Nya yang hanya dapat dilakukan oleh seorang Buddha. Dengan kedua t angan dirangkapkan di depan dada. pertama kali waktu seorang pertapa meramalkan bahwa anakku kela k akan menjadi Buddha. "Oh. "Ini adalah untuk ketiga kalinya aku menundukkan kepalaku di bawah kakimu. Orang seperti Aku tak dapat lagi digan ggu oleh perasaan enak dan tidak enak. dan batu kerikil . kemudian Sang Buddha terlih at duduk dengan tenang di tempat duduk-Nya. Tetapi sekarang anakku mengembar a di waktu malam yang dingin dari satu hutan ke hutan yang lain. murni adalah arus air yang datang dari pantai kebajikan yang tak t ernoda dan dipujikan oleh para bijaksana. Setelah itu air memancar dari sebelah atas badan dan api berkobar-kobar dari badan sebelah bawah.

"Sekarang." Raja Suddhodana berkata. Kaki dipan terbuat dari emas dan dibalut de ngan untaian bunga yang harum semerbak. "Seperti juga Buddha-Buddha dari zaman dulu dan Buddha-Buddha di zaman yang akan datang. maka Aku. para penyanyi selalu menyanyikan lagu-lagu yan g anakku senangi. kereta yang mahal dan bergemerlapan dengan emas dan tembaga selalu tersed ia untuk dipakai dan kemana pun anakku pergi selalu ikut serta sebuah payung put ih. "Para Penakluk. Dengan terbebas dari duka cita dan kese dihan. Dan anakku adalah orang yang bercahaya di antara orang-orang d . Sang Tathagata. sebatang pedang. orang seperti Aku tidak akan tidur dengan tidak nyenyak. Sungguh aneh anakku berbuat seper ti ini. anakku tidur di dipan tinggi yang dilapisi kulit kambing hutan dengan ban tal yang empuk dilapisi sutra halus. Coba katakan. Seorang diri Aku mengembara ke tempat-tempat yang jauh. oh Baginda. Lagipula Kantha ka. apakah anakku tidak lelah?" Sang Buddha menjawab. sebagaimana dewa Sakka yang paling berca haya di antara dewa-dewa di langit. Tetapi sekarang anakku memakai pakaian dari kain kasar yang terbuat dari serat kayu merah." Sang Buddha menjawab. makan yang lembut dan kasar. dengan dilengka pi jendela putar yang serasi. sebuah pusaka. Padhana yang terdiri atas Sanvara (pengekangan diri dar i nafsu-nafsu). anakku tinggal di istana yang kamarnya (di lantai atas) menyerupai tempat kediaman para dewa dan diterangi oleh sekumpulan kunang-kunang. Sungguh aneh anakku berbuat hal seperti itu. anakku adalah orang yang paling bercahaya di antara orang-orang dari suku Sakya. Bhavana. dan sebuah lambang kerajaan. dimana pelayan wanita yang memakai perhiasan dan k alungan bunga menunggu dengan sabar kata-kata yang akan keluar dari mulut Tuanny a. "Oh. dengan bumbu atau tanpa bu mbu. Pahana (melenyapkan kekotoran batin)." Sang Buddha menjawab." Raja Suddhodana berkata. "Dulu. yang pakai bumbu atau yang tidak pakai bumbu dengan pikiran yang terkendali guna kepentingan dun ia ini. Baginda. "Dulu. "Kekuatan gaib adalah kereta-Ku. "Dulu anakku makan dari piring perak dan minum dari mangkuk emas. tempat tidur atau makana n. tidak menghiraukan pakaian. Ketetapan hati." Raja Suddhodana berkata. Sekarang anakku memakai rumput dan daun-da unan sebagai kasur dan tidur di atas tanah yang kasar dan berbatu. "Dulu. Dan rupanya a nakku menyukainya. Aku selalu menjaga batin-Ku agar selalu berbelas-kasih kepada semua makhl uk. "Dulu. sedang lantai ditutup dengan permadani y ang terbuat dari bahan wol dan kapas. namun anakku lebih senang berjalan kaki dari satu kerajaan ke kerajaa n lain. sebagaimana layaknya disa jikan kepada seorang raja. diiringi musik yang merdu." Raja Suddhodana berkata. kuda yang terkenal paling bagus dan paling cepat di seluruh negeri selalu me nyertai anakku. kereta perang." Raja Suddhodana berkata. di tempat ini pun yang dihuni oleh manusia terdapat para Brahma dan Dewa Agung yang senantiasa mengikuti petunjuk-petunjuk-Ku dan lagi pu la Aku dapat pergi kemana pun yang Kukehendaki. ma kan hidangan asin atau tidak asin. kebijaksanaan dan pikiran yang terpusat adalah sais-Ku."Sewaktu anakku masih memakai kain buatan Benares dan memakai baju bersih yang b erbau wangi bunga teratai dan cempaka. oh Baginda. Semua duk a cita dan kesedihan telah Kutinggalkan. kuda dan gajah. Apakah tubuh Yang Maha Bijaksana tidak merasa sakit?" Sang Buddha menjawab. kasar atau lembut. dan juga para Penakluk tidak menghiraukan apakah yang diterimanya menyenangka n atau tidak menyenangkan." Sang Buddha menjawab. (melaksanakan med itasi) dan Anurakkhana (menjaga watak sendiri) adalah kuda-kuda-Ku. Selalu tersedi a makanan yang lezat-lezat dengan bumbu yang terpilih. Tetapi sekarang anakku dengan tanpa perasaan muak. Meskipun hingga kini masih tersedia kereta.

tempat dulu ia sering mondar-mandir dengan m enggunakan kereta emas? Mengapa anakku membuat malu ayah seperti ini?" "Aku tidak membuat ayah malu. "Sebenarnya seluruh dunia bisa menjadi tanah milikmu dan seribu orang anak dapat pula menjadi milikmu. Tetapi sekarang. "Meskipun semua gerombolan Yakka datang bersama gajah-gajah liar yang mengarungi hutan belantara. "Mengapakah anakku melakukan perbuatan yang sangat memalukan ini? Mengapa anakku tidak datang saja ke istana untuk mengambil makanan? Apakah pantas seorang putr a Raja minta-minta makanan di kota. putra dari seorang Raja yang masih memerintah. "Sekarang pun seluruh dunia masih tetap menjadi milik-Ku dan Aku tetap masih mem iliki ribuan orang anak. "Dulu. memang ini bukan merupakann kebiasaan seorang anggota keluarga ker ajaan. Pemimp in yang tidak dipimpin oleh siapa pun. Hal ini segera diberitahukan kepada Raja Suddhodana dan Raja menjadi terkejut da n malu sekali. dapat merasa takut?" Raja Suddhodana kembali bertanya. Aku sekarang bercahaya di antara bhi kkhu-bhikkhu seperti Brahma di antara dewa-dewa di langit. oh Baginda. seperti seekor singa tidak takut kepada suara." Sang Buddha menjawab. Lagipula sekarang Aku memiliki Delapan Mustika yang tid ak ada bandingannya di dunia ini.ari suku Sakya. Memang sering mereka l ihat seorang pertapa atau Brahmana berjalan berkeliling mengumpulkan makanan dar i penduduk. "Aku sekarang menyanyikan lagu dengan khotbah dan pembabaran Dhamma dan terbebas karena memperoleh Kebijaksanaan Tertinggi. kalau saja anakku tidak melepaskan tujuh rupa pusaka (lam bang seorang Raja) dan menjadi seorang pertapa." Sang Buddha menjawab." Selesai percakapan ini. seorang pertapa yang selalu waspada dan tidak tergoy ahkan oleh celaan atau pujian. Karena tidak mendapat undangan makan di istana. Seorang diri Aku berkelana." Setelah Raja Suddhodana tetap mendesak agar Sang Buddha beserta pengikut-Nya men gambil makanana di istana. se perti angin tidak dapat dijerat oleh jala. bagaimana Anda dapat katakan bahwa Sang Penakluk. di hutan anakku seorang diri berada di tengah-tengah teriaka n burung hantu dan jeritan anjing-anjing hutan." Raja Suddhodana berkata. dimana pada malam hari binatang buas berkeliaran mencari mangsa." jawab Sang Buddha dengan tenang. Raja Suddhodana memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seora ng Sotapanna. tetapi baru sekarang ini mereka menyaksikan seorang dari kasta Khatt iya. Penduduk kota Kapilavatthu menjadi heboh sekali. selalu dijaga oleh pengawal bersenjata yang mahir menggunakan pedan g. Karena itu. maka keesokan harinya Sang Buddh a bersama-sama dengan pengikutNya memasuki kota Kapilavatthu untuk mengumpulkan makanan. Baginda. oh Yang Maha Kuat. Dengan tergesa-gesa Raja keluar dari istana dan pergi menemui San g Buddha. di istana. kamar anakku yang menyerupai tempat kediama n para dewa. Raja Suddhodana kemudian menegur. Apakah anakku tidak takut? Coba terangkan hal i ni kepadaku. Semua Buddha di zaman dulu hidup dengan jalan mengumpulkan makanan dari para penduduk. sebagaimana Dewa Sakka yang paling bercahaya di antara dewa-dewa di langit. Dan anakku mengatakan bahwa ini sudah menj adi kebiasaan kita?" "Oh. tetapi ini adalah kebiasaan para Buddha. Hal ini memang sudah menjadi kebiasaan kami. Justru karen a tanpa perasaan takut itulah Aku menang dan berhasil keluar dari lingkaran tumi mbal lahir. berjalan keliling mengumpulk an makanan." Sang Buddha menjawab. maka pergilah Sang Buddha beserta rombongan menuju ke istana . tetapi makhluk-makhluk itu tidak akan mengganggu walaupun sele mbar rambut-Ku karena Aku telah menyingkirkan semua perasaan takut. oh Baginda. "Apa? kebiasaan kita? Bagaimana mungkin?! Tidak pernah seorang anggota keluarga kita minta-minta makanan seperti ini.

anakku tidak lagi memakai untaia n bunga dan wewangian. Sang Buddha berpesan ke pada ayahNya. apakah pantas kalau aku sekara ng datang menemuinya? Aku rasa. Sungguh bajik menantuku Yasodhara ini. Apakah pantas bila aku datang menemuinya? Beliau pasti tidak dan j uga tidak mungkin membutuhkanku lagi. dengan cepat Putri Yasodhara menyambutnya sa mbil berlutut dan memegang kaki Sang Buddha." "Kalau begitu. Raja Suddhodana berkata kepad a Sang Buddha. Putri tidak menggubrisnya sama sekali. yaitu kisah tentang kehid upan-Nya yang lampau bersama-sama Yasodhara. "Oh. Beliau sekarang termasuk gol ongan Buddha. Sang Buddha menyerahkan mangkuk-Nya kepada Raja Suddhodana dan berjalan di muka menuju kamar Putri Yasodhara." Kemudian Sang Buddha menceritakan Candakinnara Jataka. seperti di bawah ini: "Dalam salah satu kehidupan yang lampau. "Biarkan saja Yasodhara memberi hormat kepada-Ku sebagaimana yang dikehendaki. Putri pun tidur di atas dipan yang ren dah dan sederhana. waktu Putri mendengar bahwa anakku memakai jubah kuning. Putri pun makan hanya satu kali sehari." kata Sang Buddha. Sang Bodhisatta dilahirkan sebagai seek or Kinnara (burung dengan kepala manusia) bernama Canda." Setelah berbicara dengan para pengunjung-Nya untuk beberapa waktu lamanya. juga dalam kehidupan-kehidupan yang la mpau Yasodhara selalu melindungi berbakti. Setelah Putri sendiri juga mengambil tempat duduk." Waktu Putri Yasodhara diberi kabar tentang kedatangan Sang Buddha. Putri segera memerintahkan semua pelayannya memakai baju kuning untuk memberi hormat selamat datang kepada Sang Buddha. waktu keluarganya mengir im pesan bahwa mereka bersedia menanggung semua keperluan hidupnya." Sang Buddha menjawab. Pada suatu hari mereka sedang bersuka ria di dekat sungai kecil dengan bernyanyi . Tetapi Yasodhara berada di kamarnya dan berpikir. "Yang Maha Bijaksana. Kemudian Putri Yasodhara melepaskan rasa rindunya dengan meletakkan kepalanya di atas kaki Sang Buddha dan menangis tersedu-sedu sehingga kaki Sang Buddha basah dengan air mata. Putri pun tidak lagi memakainya. dan setia kepada-Ku. lebih baik aku tunggu saja dan lihat apa yang ak an terjadi. Mereka semua merasa gembira sekali dapat bertemu lagi dengan Sang Pangeran yang dicintai dan kagum melihat Sang Pan geran. marilah kita pergi menjenguknya. Setelah Sang Buddha memasuki kamar. P utri pun memakai baju kuning. Setelah lewat beberapa waktu. Kalau Beliau datang menemuiku. yang dulu pernah mengenal Pangeran Siddhattha. dan dipuja oleh d emikian banyak orang. datang menemuinya untuk se kedar berbincang-bincang dan memberi hormat. yang hidup di Gunung Hi mava dengan istrinya yang bernama Canda. Karena itu. dicintai. "Di manakah Yasodhara?" Raja Suddhodana menjawab. oh Baginda. "Pangeran Siddhattha sekarang sudah mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha.BAB IV MASA MENYEBARKAN DHAMMA Putri Yasodhara Setelah Sang Buddha beserta rombongan selesai makan tengah hari. waktu Putri mendengar bahwa. dihormat. Jangan berkata apa-apa atau melarangnya. membersihkan kaki Sang Buddha yang basah dengan air mata untuk kemudian dengan hormat mempersilak an Sang Buddha dan Raja Suddhodana mengambil tempat duduk masing-masing yang sud ah disediakan. Sang Buddha bertanya. Waktu tiba di depan kamar. aku akan memberi Beliau penghormatan yang layak. Sang Buddha berdiri diam saja dan dengan batin yang waspada memancarkan gaya-gay a kasih sayang dan belas kasih kepada Putri yang sedang menangis memegangi kakiNya. yang sekarang sudah menjadi Buddha. "Bukan di kehidupan ini saja. Putri yang sedang menangis. berduyun-duyun orang. waktu mendengar bahwa anakku makan hanya satu kali sehari. waktu mendengar bahwa anakku ti dak tidur di dipan yang tinggi dan mewah. Yasodhara ada di kamarnya.

Karena Pangeran Siddhattha. manakah yang lebih cantik.N hal 741). memb eri berkah kepada semua orang yang hadir dan kemudian pamitan pulang setelah mem beri mangkuk-Nya kepada Pangeran Nanda. "Sang Buddha akan mengambil kembali mangkuk-Nya di pintu pagar istana. Bhikkhu ini kemu dian pergi melaporkan peristiwa tersebut kepada Sang Buddha. Nanda merasa menyesal dan menderita sekali karena terus mem ikirkan istrinya yang cantik. dan dianggap sebagai Putri da ri Dandapani. Dengan menyamar sebagai seorang Brahmana. Janapada Kalyani dapat diumpamakan sebagai monyet betina kalau dibandin gkan dengan para bidadari. Canda. aku sebenarnya menyesal. dan Bimba. "Suami saya mungkin pergi ke vihara dan akan pamitan setelah tiba di sana. Pangeran Nanda mengembalikan mangkuk kepada Sang Buddha. makan hidangan yang telah disediakan. Pada waktu yang sama." jawab Nanda. " Engkau tak usah bersedih atas kematian suamimu. melihat suaminya mengikuti Sang Buddha dan berpikir. Sang Buddha memangg il Nanda dan dengan kekuatan gaib. Raja Benares datang menghibur dengan mengatakan. Beliau menciptakan seekor monyet betina dan b eberapa bidadari dan bertanya. Aku ingin melepaskan jubah dan pulang ke istana. apabila engkau bersedia menjadi permaisuriku. Demikian keras protes Canda. apakah engkau mau menjadi bhikkhu?" Pangeran Nan da menjawab." Tiba di vihara. Sang Buddha berjalan ke luar istana dengan diikuti Pangeran Nanda yang membawa m angkuk Sang Buddha. Hal ini dilihat oleh bhikkhu lain yang kemudian me negurnya. adik dari Ratu Maya. "Kekasihku. Sang Bu ddha kemudian bertanya. Setelah ditahbiskan." . Yasodhara sewaktu-waktu diseb ut sebagai Rahulamata. Aku mempersembahkan segenap cint aku dan seluruh isi kerajaanku." Mempelai wanita." Canda tidak menghiraukan hiburan Raja Benares dan terus meratap dan menangis sam bil memprotes kepada para Dewata Agung yang membiarkan suaminya mati dibunuh ora ng. Bimbasundari. sehingga menggerakkan hati Raja Dewa Sakka. Sang Buddha datang di tempat upacara. istrimu atau monyet betina itu?" "Bhante. Pangeran Nanda berpikir. sebagai putra mahkota menggantika n kedudukan Pangeran Siddhattha. tetapi sering juga meny ebutnya sebagai Bimba. memeluk mayat suamin ya dan menangis tersedu-sedu. Seketika itu Raja jatuh cinta kepada nya. Bhaddakaccanna. "Nanda. Hari itu Raja Suddhodana mencapai tingkat kesucian Sakadagami dan Putri Pajapati menjadi seorang Sotapanna. Bhante. yaitu anak dari Putri Pajapati. Agama Buddha aliran Utara lebih menyukai nama Yasodhara. "Sang Bhagava akan mengambil kembal i mangkuk-Nya di pintu istana.P. Pada waktu itu Raja Benares sedang berburu di hutan dan melihat Canda sedang bernyanyi dan menari. Dewa Sakka turun ke dunia dan menghidupkan ke mbali Canda. cepa t-cepatlah pulang. Bhaddakacca dan Subhaddaka. Putri Janapada Kalyani. Canda ialah yang sekarang dilahirkan sebagai Pangeran Siddhattha da n Canda ialah Putri Yasodhara. coba katakan. telah menjadi seorang pertapa. Istrinya." Sang Buddha kemudian mentahbiskannya menjadi bhikkhu . "Mengapakah Anda kelihatannya begitu sedih?" "Saudara." Tetapi Sang Buddha terus berjalan ke luar. Raja memanah Canda dan matilah Canda. jangan pergi terlalu lama. Di buku-buku suci Ti Pitaka (lihat D. Aku tidak menyukai kehidupan sebagai bhikkhu. Pada hari ketiga Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu. Pangeran Nanda Pangeran Nanda adalah seorang saudara tiri Pangeran Siddhattha. "Mau. maka Raja Suddhodana ingin me nobatkan Pangeran Nanda yang berumur 35 tahun. Kemud ian Pangeran Nanda berpikir. Raja Suddhodana mengundang Sang Buddha untuk menghadiri upacara yang penting tersebut dan memberkahi kedua mempelai.-nyanyi dan menari-nari. Bimbadevi." Karena itu Putri berpesan. Raja Suddhodana ingin pul a menikahkan Pangeran Nanda dengan Putri Janapada Kalyani dan memberikan sebuah istana untuk tempat tinggal kedua mempelai. "Nanda. putra mahkota d ari Kerajaan Sakya.

Aku sangat menyesal dan tidak senang akan apa yang tel ah terjadi. tahukah engkau siapa orang itu?" "Beliau adalah Buddha. yaitu satu orang dari setiap keluarga. Aku jamin bahwa engkau akan memiliki bidadari tersebut. Ibu." Sang Buddha menyetujui permohonan Raja Suddhodana dan mulai hari itu tidak menta hbiskan bhikkhu atau samanera tanpa terlebih dulu mendapat izin dari orang tuany a. Kalau aku kelak menjadi Raja. berikanlah aku harta pusaka. Raja Suddhodana menc apai tingkat kesucian Anagami. "Rahula minta warisan harta pusaka ayahnya. Rahula men gatakan apa yang tadi dipesankan oleh ibunya. aku kelak akan menja di raja. Sang Buddha minta kepada Sariputta untuk mentahbiskan Rahula men jadi Samanera. aku adalah Pangeran Rahula." Tidak ada orang yang mencoba menghalang-halangi dan Sang Buddha sendiri juga mem biarkan saja Rahula merengek-rengek sambil terus mengikuti jalan di samping-Nya. Putri Yasodhara kem udian bertanya kepada Rahula. "Anakku sayang. Lebih baik Aku memberinya warisan yang berupa Tujuh Faktor Penera ngan Agung yang Aku peroleh di bawah pohon bodhi. pertapa yang kulitnya kuning emas itu dan kelihatannya sebagai Brahma d ikelilingi oleh ribuan murid-Nya adalah ayahmu. "Ayah."Bergembiralah. tidak lagi diketahui apa yang terjadi deng an harta tersebut." jawab Rahula. aku ingin memiliki harta pusaka. setelah mendengarkan khotbah Sang Buddha. tetapi semua harta dunia penuh denga n penderitaan. Ayah banyak memiliki harta. dengan segala senang hati aku ingin terus menjadi bhikkhu.000 orang telah ditah biskan menjadi bhikkhu. Ia kemudian dengan tekun mengikuti semua petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh S ang Buddha dan dalam waktu singkat mencapai tingkat kesucian yang tertinggi dan tidak lagi mempunyai keinginan untuk kembali ke istana." jawab Nanda. karena seorang anak adalah pewaris dari apa yang menjadi milik ayahnya. Setelah ayahmu meninggalkan istana. Waktu Nanda meninggalkan istana hatiku menjadi hancur dan menderita sekali. aku akan menjadi raja -di-raja. aku mohon dengan sangat." Selesai makan siang. Mendengar berita bahwa Rahula telah ditahbiskan menjadi samanera. "Ayah. Dari jend ela itu mereka dapat melihat Sang Buddha sedang makan siang. Nanda. Sang Buddha berpikir. sedih dan sakit sekali. b ila saja engkau mau bekerja keras. Tiba di taman. Beliau punya banyak harta pusaka ." Pangeran Rahula yang masih murni dan belum tahu apa-apa pergi mendekati Sang Bud dha dan sambil memegang jari tangan Sang Buddha dan menatap muka-Nya. Pangeran Rahula Pada hari ketujuh Sang Buddha di Kapilavatthu. ba hkan bayangan Ayah membuat hatiku senang. berikanlah kepadaku warisan. 80. Dengan demikian ia akan mewari si harta pusaka yang paling mulia. Kemudian ia menambahkan. Raja lalu pergi menemui Sang Buddha dan dengan sopan menegur dengan kata-kata. Putri Yasodhara mendandani Panger an Rahula dengan pakaian yang bagus dan mengajaknya ke sebuah jendela. "Sayang. Sekarang Rahula dibawa kemari dan dita hbiskan menjadi samanera. Keesokan harinya. Aku mohon dengan sangat agar mulai hari ini tidak lagi ada seorang b hikkhu atau samanera yang ditahbiskan tanpa izin dari orang tuanya." Tiba di vihara. "Ayah. Raja Suddhodan a menjadi sedih sekali. " Waktu dulu anakku meninggalkan istana membuat aku sedih. Yasodhara tak dapat lagi menahan air matanya yang menitik keluar dan berkata. Kemudian Sang Bud . Aku mohon diberi harta pusaka. Ananda Setelah Sang Buddha beberapa lama diam di Kapilavatthu. Ayah. Pergilah kepadanya dan mintalah hadiah sambil berkata. Kemudian aku mencurahkan cinta dan perhatianku kepada cucuku Rahula dan mencinta i melebihi cintaku kepada siapa pun juga." "Kalau begitu. Sang Buddha meninggalkan istana dan Rahula mengikuti sambil terus merengek-rengek.

Bhagu. Kimbila. maka undangan itu tidak terma suk untuk dirinya. 3. Dikisahkan bahwa lima orang dari mereka dalam waktu singkat mencapai tingkat kes ucian Arahat. Radha. Sewaktu dalam perjalanan. makanan enak. 2. Kalau Sang Buddha menerima undangan pribadi. Sang Buddha belum mempunyai s eorang pembantu tetap. Kalau hal ini tidak diperkenankan. supaya Sa ng Buddha bersedia mengulangnya kembali. Jawaban Ananda dalam hal ini sungguh menarik sekali. "Ananda. Ananda mengatakan. Empat hal yang Ananda mohon Sang Buddha menerimanya : 1. Ananda. meskipun tidak teratur. yaitu untuk menolak emp at hal dan meluluskan empat hal lainnya. dan tukang pangkas rambut mereka yang bernama Upali. 4. Sang Bhagava boleh mengatakan-Nya. jangan membiarkan orang lain menganjurkan engkau untuk memohon pekerjaan tersebut. orang akan bertanya-tanya." Kemudian Sang Buddha berkata. maka hadiah tersebut tidak boleh diberi kan kepada Ananda. bulan. 2. "Kalau S ang Bhagava memang memerlukan Ananda sebagai pembantu tetap. yang selama itu diam saja ." Baru setelah itulah Ananda menawarkan diri untuk menjadi pembantu tetap asal saj a Sang Buddha berkenan meluluskan delapan permintaannya. menawarkan diri untuk menjadi pembantu tetap. Ananda mengatakan kalau Sang Buddha melakukan satu dari empat hal yang tersebut di atas. Kalau Sang Buddha menerima hadiah. Selama 20 tahun setelah mencapai Penerangan Agung. Bhaddiya. dan tahun yang sama dengan Sang Buddha dan t erkenal sekali karena sumbangannya untuk kemajuan dan perkembangan Buddha Dhamma . maka Sang Bud dha harus memenuhinya. Sunakkhata. Ananda dilahirkan pada hari. tempat tinggal yang menyenangkan dan aga r bisa ikut serta kalau Sang Buddha mendapat undangan. untuk memohon kepada Sang Bhagava agar dapat diterima menjadi pembantu tetap. dan samanera Cunda membantu dan melayani Sang Bhagava (Buddha). Sang Bhagava menyinggung tentang perlunya ditunjuk seorang pembantu tetap karena merasa usia-Nya yang sudah menin gkat. Upavana. maka jubah itu ti dak boleh diberikan kepada Ananda. apa sebenarnya fae . Kalau Ananda menerima sebuah undangan atas nama Sang Buddha. apabila i a merasa ada sesuatu yang diragu-ragukan. maka orang akan bercerita bahwa Ananda menjadi pembantu tetap karena in gin mendapat jubah bagus. tetapi memperoleh kekuatan gaib yang luar biasa yang ter tinggi yang dapat dicapai seorang manusia. Sang Buddha berhenti di hutan mangga Anupiya dan di te mpat itu Beliau dikunjungi oleh Anuruddha. Apabila Sang Buddha menerima pemberian jubah yang bagus. Dev adatta. Kalau ada orang datang dari tempat jauh. Para Arahat kemudian menganjurkan Ananda. Semua murid utama-Nya yang terdiri dari delapan puluh Arahat. Setiap hari secara bergantian bhikkhu Nagasamala. S agata. dan Meghiya.dha dengan rombongan berangkat ke Rajagaha. 3. Pada suatu hari dalam khotbah-Nya di Rajagaha. Setiap waktu ia diperbolehkan untuk bertanya kepada Sang Buddha. Bahwa Ananda tidak boleh diminta untuk tidur di kamar pribadi Sang Buddha yang harum baunya (Gandhakuti). Tetapi semua nya ditolak. supaya ia boleh membawanya mengha dap kepada Sang Buddha. 4. Apa pun juga yang Sang Buddha khotbahkan sewaktu ia tidak hadir. Empat hal yang Ananda mohon supaya ditolak adalah: 1. Ananda mencapai tingkat kesucian Sotapanna dan Devadatta tidak men capai tingkat kesucian. Atas kemauan sendiri engkau dapat menj adi pembantu tetap Sang Buddha. seperti Sari putta dan Moggallana. Nagita.

serta tiga ora ng putri bernama Mahasubhadda. kakak dari seorang jutawan di Rajagaha mempunyai seorang putra bernama Kala. Kemudian Sang B . Pada wakt u itu Sang Buddha sedang jalan hilir mudik sambil menghirup udara pagi hari yang segar. yaitu pad a hari pembukaan Sidang Agung Pertama di Goa Sattapanni. Ananda mencapai tingkat Arahat tiga bulan setelah Sang Buddha mangkat. Di tempat inilah untuk pertama kali Anathapindika bertemu den gan Sang Buddha. Lagipula seorang makhluk halus (yakkha) bernama Sivaka yang baik hati mem beri ia semangat. Karena itu Anan da juga dinamakan Bendahara Dhamma (Dhamma-bhandagarika). dan Sumana. Anathapindika Anathapindika dilahirkan di Savatthi. Putri Pajapati berhasil diterima menjadi bhikkhuni oleh Sang Buddha. Di rumah kakak iparnya di Rajagaha. maka timbul hasrat dalam dirinya untuk mengunjungi Sang Buddha. ha ri masih gelap. tetapi karena kedermawanannya dan selalu bers edia menolong orang yang melarat. Selama 25 tahun lamanya Ananda melayani Sang Buddha. kota Rajagaha yang dike tuai oleh Maha Kassapa. membersihkan kamar-Nya dan hal-hal lain lagi. Ananda mengulang khotbah-khotbah (Su tta) Sang Buddha. Anan da pergi ke tepi Sungai Rohini. sedangkan Upali mengulang tata tertib (Vinaya) para bhikkhu da n bhikkhuni. sehingga akhirnya tibalah Anathapindika di Sitavana. Di sidang tersebut. maka Ananda mempunyai kesempatan istimewa un tuk mendengarkan semua khotbah Sang Buddha. Seperti diketahui di halaman muka. Setelah diberitahu bahwa semua hidangan itu disiapkan untuk menerima kedatangan Sang Bu ddha. yang menjadi per mulaan berdirinya Sangha Bhikkhuni. maka mulai hari itu Ana nda resmi menjadi Buddha-upatthaka (pembantu tetap Sang Buddha). satu di Kapilavatthu dan satu lagi di negara Koliya. Pada hari akan meninggal dunia. waktu Anathapindika berkunjung ke Rajagaha untuk urusan dagang. hatinya merasa takut se kali sehingga ia menggigil. Setelah Sang Buddha setuju dan memberik an anugerah (Vara) berupa Delapan Hak Istimewa tersebut. mengambilkan air. maka ia diberi nama Anathapindika yang berarti "Pemberi makan orang yang melarat". Hanya kalau delapan permohonan ini dikabulkan. Ananda meninggal dunia pada usia 120 tahun. Dan Ananda jugalah. Istrinya bernama Punnalakkhana. Culasubhadda. Waktu ia berangkat ke Sitavana. Me mikirkan kunjungan ini membuat Anathapindika demikian tegang. maka Ananda dapat mengulang semua khotbah Sang Buddha. Nama sebenarnya adalah Sudatta. ia melihat bahwa jutawan dari Rajagaha ini sedang sibuk mempersiapkan hidangan untuk Sang Buddha dan para pengikut-Nya. Ananda berjalan ke tengah Sungai Rohini dan di situlah da ri tubuhnya keluar api yang membakar badan jasmaninya. Ananda adalah putra tunggal dari Pangeran Suk kodana. Tetapi kepercayaannya terhadap Sang Buddha demikian kuat. Ketika hendak melintasi tanah pekuburan. Justru karena hubungan erat inilah. Pada suatu hari Sang Buddha tiba di hutan Sitavana dalam perjalanan dari Kapilav atthu ke Rajagaha. yang menjadi perbatasan antara Kapilavatthu dan negara Koliya. menemani ke manapun Sang Buddha pergi. sehingga malam itu ia terbangun sampai tiga kali dari tidurnya. Keluarganya di kedua tepi sungai mengumpulkan abu sisa badan jasmaninya. ia akan mendapat kepercayaan khalayak ramai dan mereka tahu bahwa Sang Buddha mempu nyai kepercayaan besar terhadap dirinya. Dem ikian mewahnya hidangan yang sedang disiapkan. sehingga ia berpikir barangkali a da pesta pernikahan atau mungkin untuk menerima kedatangan seorang Raja. Patut pula dicatat sebagai jasa Ananda bahwa berkat sokongannya yang kuat. atas perintah Sang Buddha merancang jubah bhikkhu dengan men gambil contoh sawah-sawah di Magadha. Ia bermaksud untuk mengunjungi Sang Buddha pagi-pagi sekali keesokan harinya. dibagi dua dan kemudian mereka mendirikan dua buah stupa sebagai penghormatan kepada An anda. Sang Buddha menyapanya dengan memanggil nama pribadinya.dah dari pengabdian tersebut. sehingga dari tubuhnya keluar cahaya yang menerangi jalan yang harus dilal uinya. mengikuti-Nya sebagai sebua h bayangan. Ayahnya seorang jutawan yang bernama Suman a. adik Raja Suddhodana. Dibantu dengan ingatan kuat yang dim ilikinya. Setelah memberikan khotbah kepada para keluarganya yang berkumpul di kedua tepi sungai. mencuci kaki-Nya.

Tetapi anehnya. Seisi rumahnya berpegangan teguh kepada Pañca-Sila dan pada hari-hari Uposatha (ta nggal 1." "Saya mengerti. oh Bhagava. Oleh karena itu bersam a-sama penduduk Savatthi lain ia minta kepada Ananda untuk membuat tempat di man a mereka dapat memuja dan memuliakan nama Sang Buddha. menikah dan k emudian mengikuti suaminya. Sepanjang jalan dari Rajagaha ke Savatthi. Ia ingat ke pada taman Pangeran Jeta yang memenuhi syarat yang dikemukakan Sang Buddha. Kalau datang ia selalu membawa hadiah-hadiah untuk para bhikkhu muda dan samanera. 22/23 menurut penanggalan bulan) mereka berpuasa. Anathapindika meng undang Sang Buddha untuk ber-vassa (istirahat musim hujan) di Savatthi. maka setibanya di Savatthi.uddha memberikan uraian Dhamma yang membuat Anathapindika menjadi seorang Sotapa nna. menyukai tempat yang sunyi. Karena kedermawanannya. Anathapindika diberi gelar "Pemimpin para Dayaka". Anathapindika mencari sebidang tanah yang luas dan sunyi untuk membuat tempat tinggal bagi Sang Buddha dan para pengikut-Nya. Setelah itu Anathapindika memerintahkan untuk membuat sebuah vihara yang besar dan megah dengan biaya yan g besar sekali. Ketiga putrinya juga semua turut membantu ayahn ya mengurus segala kebutuhan para bhikkhu. taman-taman. maka kemudian dikenal Anandab odhi. Ia tidak menikah dan t . penduduk desa dan mereka yang kebetulan datang ke rumahnya. Dikisahkan bahwa Sang Buddha berada di vihara Jetavanarama tersebut selama sembi lan belas vassa." jawab Anathapindika. s atu cangkokan dari pohon Bodhi di Gaya ditanam di dekat pintu-masuk Jetavanarama . "Para Tathagata. Setiba di rumahnya. ia sendiri tidak pernah menanyakan sesuatu karena khawatir membuat Sang Buddha lelah. oh kepala keluarga. 14/15. Tetapi Pangeran Jeta men jawab bahwa tamannya tidak dijual. 8. Dayak a berarti penyokong Sang Buddha. Selesai makan siang yang ia layani sendiri. Mengetahui bahwa Sang Buddha menerima tawaran untuk ber-vassa di Savatthi. Tiap hari Anathapindika memberi makan kepada seratus orang bhikkhu dan menyediak an juga makanan untuk para tamu. Anathapindika dua kali sehari mengunjungi Sang Buddha dan sering membawa banyak sahabatnya. Putri pertama dan kedua telah mencapai tingkat kesucian Sotapanna. tiba-tiba Pan geran Jeta datang dan minta agar sisa tanah yang belum tertutup uang emas diangg ap sebagai sumbangan Pangeran Jeta kepada Sang Buddha. Anathapindika segera menyuruh pelayannya untuk menge luarkan uang emas dari gudang hartanya dan menutupi taman dengan mata uang emas. ketika Sang Buddha sedang berkeliling. Anathapindika merasa se dih sekali karena tidak ada sesuatu yang dapat dipujanya. rumah-rumah untuk istirahat dan hadiah-hadiah dalam rangka menyambut kunjungan Sang Buddha ke Savatthi. saya mengerti. Putri yang ketiga memperoleh tingkat kesucian Sakadagami. khususnya pada waktu Beliau sudah berusia lanjut dan di vihara inilah Sang Buddha memberikan khotbah-Nya yang terbanyak. meskipun Anathapindika sanggup membayar sepul uh juta uang emas. Lima ratus tempat duduk selalu siap di rumahnya untuk menerima siap a saja yang datang. Ia m enghubungi Pangeran Jeta dan mengutarakan maksudnya untuk membeli tanah tersebut bagi tempat tinggal Sang Buddha dan para pengikut-Nya. Dengan tidak pikir panjang. Anathapindika sibuk mempersiapkan sendiri semua kebutuhan un tuk keesokan harinya dan menolak tawaran kakak iparnya dan Raja Bimbisara yang i ngin membantunya. Sugata. maka akhirnya ia setuju menjual tamannya asalkan saja Anathapindika sanggup menutupi taman tersebut deng an uang emas. Pada suatu waktu. Karena Anathapindika terus mendesak. Sang Bud dha menerimanya dengan mengatakan. Atas saran Sang Buddha. Di pihak lain. Anathapindika mengundang Sang Buddha untuk keesokan ha rinya makan siang di rumahnya. Tetapi menjelang semua tanah akan tertutup dengan mata uang emas. Karena penanaman pohon ini dihadiri oleh Ananda. Setelah menyelesaikan urusan dagangnya di Rajagaha Anathapindika pulang ke Savat thi. Sang Buddha sendiri sering m emberikan uraian Dhamma kepadanya. Waktu mau pamitan pulang. ia meninggalkan pesan kepada sah abat-sahabat dan kenalan-kenalannya agar menyiapkan tempat tinggal.

Beliau mengirim permohonan kepada R aja Bimbisara. Mereka segera menyerahkan sebuah karangan bunga sebagai tanda pinangan untuk men . Melihat bahwa tempat itu menyenangkan sekali. sekarang bajumu basah kuyup. Mereka bertanya. ayah Visakha. Anathapindika meninggal dunia sebelum Sang Buddha mangkat. Tiba-tiba hujan besar turun dan semua gadis kawan Visakha berlari mencari tempat untuk berteduh di sebuah bangsal. Sang Buddha mengunjungi kota Bhaddiya. Pada waktu itu Sariputta memberikan uraian Dhamma dan selag i Anathapindika memusatkan pikirannya kepada perbuatan-perbuatannya yang baik da n mulia. Mendaka menjamu Sang Buddha beserta rombonga n di rumahnya. Hanya Visakha yang tidak turut berlari dan ja lan saja seperti biasa. ia mengirim pesan khusus kepada Sariputta. bajunya basah kuyup. Tiba di bangsal. Permohonan itu dikabulkan dan Dhana jaya membuat rumah di tempat tersebut. Wa ktu itu Mendaka minta Visakha mengunjungi Sang Buddha dan diberi lima ratus oran g pengikut. "Mengapa engkau tadi tid ak lari. Ayahnya bernama Dhanajaya. ia mohon kepada Raja Pasenadi untu k membuat tempat tinggal di tempat tersebut. Dalam perjalanan menuju Savatthi. Raja Bimbisara lalu memilih Dhanajaya. Putranya semula tidak tertarik mendengarkan Dhamm namun berkat dorongan ayahnya ia kemudian sering mendengarkan khotbah Sang Buddha dan mencapai tingkat kesucia n Sotapanna. Tambahan lagi Visakha memang seorang gadis cantik yang memiliki Lima Kecantikan (Pañca-Kalyani). negara Anga. Waktu Visakha berusia tujuh tahun. untuk p indah ke Savatthi." Visakha menjawab. Selama empat belas hari berikutnya. Tidak lama kemudian. Untuk memenuhi permoh onan Raja Pasenadi. Di bangsal itu iuga turut berteduh beberapa orang suruhan Migara.800 atau 5. mereka mendengarkan khotbah Sang Buddha dan Visakha memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. yang terletak di sebelah Timur Magadha. seorang jutawa n dari Savatthi. yang kemudian berkembang menjadi kota yan g dinamakan Saketa. Waktu ia sakit keras. Visakha juga ikut tinggal bersama kedua orang tuanya di Sake ta. dan Sariputta datang mengunjunginya bersama-sama Ananda. yang waktu itu berumur lima belas tahun. Dhanajaya berhenti di satu tempat yang berada tujuh "League" dari Savatthi (1 league = 4. di dekat Savatthi kini masih dapat dilihat di temp at yang bernama Sabet-mahet (Nepal Selatan). Hal ini akan membawa kerugian besar bagiku." Jawaban Visakha ternyata mengesankan sekali orang suruhan Migara. seketika itu ia sembuh dari sakitnya. Dikisahkan bahwa Raja Pasenadi dari negara Kosala ingin sekali mempunyai seorang yang banyak jasanya tinggal di kerajaannya.564 m). Visakha kemudian mengundan g Sang Buddha beserta murid-Nya untuk makan siang keesokan harinya di rumah kake knya.inggal bersama-sama ayahnya. Tiba di tempat yang dituju. dan ibunya bernama Suma na. Mereka heran melihat Visakha dengan tenang berjalan memasuki bangsal. Paññavaddhana . Ia ingin turut menyaksikan perayaan tersebut dan bersama kawan -kawannya ia pergi ke tepi sungai. Gadis sepertiku dapat diumpamakan sebagai barang dagangan yang tidak boleh mempu nyai cacat. "Aku punya banyak baju di rumah. mungkin aku t erjatuh dan cedera anggota tubuhku. Reruntuhan dari Jetavanarama. Ia bangkit dari tempat tidurnya d an menyuguhkan kedua Thera tersebut dengan makanan dari pancinya sendiri. berdandan dan memakai baju yang bagus. yang mencari seorang untuk dinikahkan dengan anaknya. Pada suatu hari di Saketa diadakan perayaan dan semua orang pergi ke sungai untu k mandi. lima ratus orang budak dengan memakai lima ratus kereta. Kalau aku lari. Visakha Visakha dilahirkan di kota Bhaddiya. ia meninggal dunia dengan tenang dan bertumimbal lahir di s urga Tusita. yang waktu itu memerintah kerajaan Magadha dan Anga untuk mencari kan seorang yang banyak jasa untuk tinggal di kerajaannya. meskipun bajunya basah kuyup dengan air hujan. putra dari Mendaka. Visakha.

seorang bhikkhu datang untuk mengumpulkan makanan dan berdiri di depan pintu. Raja Pasenad i sendiri berkenan untuk ikut dengan rombongan yang menyertai mempelai laki-laki pergi ke Saketa. mertua saya sedang makan hidangan basi. Tetapi Visakha. Api dari luar rumah tidak boleh dibawa masuk ke dalam rumah. . Migara melontarkan beberapa dakwaan terhadap Visakha . menjaga baik api di rumah. tidurlah dengan tenang dan bahagia. 5. Di sam ping itu juga ternak yang memenuhi lapangan seluas tiga per empat "league" panja ngnya dan delapan "cambuk" lebarnya. Masih ditambah lagi dengan perhiasan Mahalatapasadhana yang mahal sekali dengan disertai sepulu h pesan yang harus ditaati oleh Visakha selama berada di rumah suaminya. 9. lima ratus pandai emas bekerja siang dan malam untuk membuat perhiasan yang dinamakan Mahalatapasadhana. 6. tetapi Migara tidak memperdulikannya dan terus saja makan. tembaga. Semua hadiah diterima baik oleh Visakha untuk k emudian dibagi-bagikan lagi kepada penduduk Savatthi yang kurang mampu. ketika Migara sedang makan dan Visakha berdiri di sampingnya sa mbil mengipasinya. yang jijik melihat mereka bertelanjang bulat. menghormat dewa-dewa di rumah. Dhanajaya membekali putrinya dengan lima ratus pedati penu h dengan uang. Migar a mengundang para pertapa Nigantha datang ke rumahnya dan memerintahkan Visakha untuk melayaninya dengan baik. Perhiasan ini berat sekali dan hanya bisa dipakai oleh orang yang tenaganya kuat. Di tempat itu mereka berdiam selama empat bulan. Para pertapa Nigantha mendesak Migara untuk mengirim pulang Visakha. tidur. makan. Hanya memberi kepada orang yang memberi. 10. lima ratus pedati penuh dengan emas. 4. Tidak lama setelah Visakha berada di rumahnya. Oleh kedua orang tuanya. alat meluku dan alat pertanian lainnya lima ratus pedati. 7. Visakha minggir sedikit agar Migara dapat melihat bhikkhu terse but. "Jalan terus saja. Di hadapan para wali tersebut. Tidak memberi kepada orang yang tidak memberi. Keesokan harinya Visakha beserta rombongan berangkat menuju ke Savatthi. perak. Pada suatu hari. Semua p enduduk Savatthi keluar dari rumahnya untuk menyambut kedatangan Visakha dan mem persembahkan aneka ragam hadiah. tetapi Migara ingin menunggu saat yang tepat. Api dari dalam rumah tidak boleh dibawa ke luar rumah. Bhante. yaitu pertapa yan g hidup bertelanjang bulat. Setelah itu Visakha memberi perintah untuk membuat persiapan pulang ke rumah ora . Sekarang harus dibuat persiapan untuk merayakan pernikahan Visakha. Tetapi Visakha minta agar persoalan itu dibawa ke depan para walinya. duduklah dengan tenang dan bahagia. menolak untuk memb eri hormat. kain sutra. Migara (mertua Visakha) adalah pengikut para pertapa Nigantha. Pada hari pernikahan. mereka berkesimpulan bahwa Visakha tidak bersalah. setelah para wali meneliti dan mendengar segala keterangan dari yang b ersangkutan dan para saksi. mentega. 8. yang berdiri berhimpit-himpitan ditambah de ngan enam puluh ribu sapi jantan dan enam puluh ribu sapi perah. pinangan i ni pun diterima dengan baik. makanlah dengan tenang dan bahagia.ikah. Kalau Kalau Kalau Harus Harus duduk. Tetapi. Selama waktu itu." Migara marah sekali dan mengancam untuk mengirim pulang Visakha ke rumah orang t uanya. 2. lima ratus kereta dengan membawa t iga orang budak wanita tiap-tiap kereta disertai segala keperluan mereka. Visakha kemudian berkata kepada bhikkhu tersebut. mutiara dan batu-batu permata lainnya. Sepuluh pesan tersebut adalah sebagai berikut: 1. 3. beras dan kacang-kacangan masing-masing lima ratus pedati. Memberi kepada orang yang memberi dan juga kepada orang yang tidak memberi Selanjutnya Dhanajaya mengangkat delapan orang kepala keluarga yang terhormat un tuk menjadi wali Visakha dan meneliti tiap dakwaan yang kelak mungkin akan ditud uhkan terhadap tingkah laku anaknya. Perhiasan itu terbuat dari emas dan ditabur dengan berlian. Visakha menerima baik karangan bunga tersebut dan orang suruhan Migara men gikuti Visakha pulang ke rumah orang tuanya.

Karena itu Visakha mengambil keput usan untuk membelinya sendiri dan uangnya digunakan untuk membuat sebuah vihara yang disebut Migaramatupasada di taman sebelah Timur (Pubbarama) Savatthi. Selama hidupnya ia diperkenankan dak. Migara harus mengundang Sang Buddha dan murid-Nya makan siang di ruma hnya. Ia mohon maaf kepada Visakha dan permohonan ini diterima oleh Visakha deng an syarat. yaitu "Migaramata" yang berart i "Ibu Migara". Meskipun sudah berusia lanjut. waktu Visakha kembali untuk mengambilnya ternyata bah wa Ananda telah menyimpannya di ruang dalam. pergi berkeliling mendatangi para bhikkhu dan bhikkhuni untuk me nanyakan kebutuhannya. Selama hidupnya ia diperkenankan sakit. seperti aturan yang mengharuskan para bhikkhu memakai "baju mandi" kalau mandi. Tetapi. penduduk Savatthi selalu mengundang Visakha kalau mereka mengadakan pes . untuk memberikan jubah kepada para bhikkh untuk memberi makanan kepada bhikkhu yang untuk memberi makanan kepada para bhikkhu untuk memberi makanan kepada bhikkhu yang untuk memberi makanan kepada mereka yang untuk memberi obat kepada bhikkhu yang sa untuk memberi beras untuk keperluan menda untuk memberi baju mandi kepada para bhik Visakha mempunyai sepuluh orang putra dan sepuluh orang putri. dikeluarkan atas sar an Visakha. Selama hidupnya ia diperkenankan kit. Tetapi kemudian Migara melihat kesalahannya dan merasa meny esal. Selama hidupnya ia diperkenankan menjaga bhikkhu sakit. Setelah mendengar khotbah Sang Buddha. dan c icit yang semuanya hidup. Migara memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. Waktu Sang Buddha dan para murid-Nya tiba. tetapi roman mukanya ma sih seperti gadis berumur enam belas tahun. kalau sian gnya berada di Jetavana. Beliau membagi waktu-Nya antara Jetavana dan Pubbarama. Sewaktu-waktu ia diutus oleh Sang Buddha untuk mendamaikan perselisihan-perselis ihan yang timbul di antara para bhikkhuni. 4. maka mulai hari itu ia menghormat Visakha sebagai ibun ya dan mulai hari itu Visakha mendapat nama baru. Migara lalu menyingkir pergi dan meme rintahkan Visakha untuk melayani-Nya. tiap putra dan pu tri kembali mempunyai dua puluh orang anak dan tiap cucunya kembali mempunyai du a puluh orang anak. Setiap sore ia datang ke vihara mengunjungi Sang Buddha dan setelah mendengarkan uraian Dhamma. malamnya Beliau diam di Pubbarama atau sebaliknya. Sekarang Visakha bebas untuk melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan sebagaimana y ang ia kehendaki. Selama hidupnya ia diperkenankan khuni. cucu. Selama hidupnya ia diperkenankan yang pergi dari Savatthi. Migara turut mendengarkan dar i belakang tirai. Selama hidupnya ia diperkenankan datang di Savatthi. tetapi memerintahkan untuk menjualnya dan hasilnya digunakan untuk kepe rluan para bhikkhu. ternyata tidak ada orang yang mampu membelinya karen a perhiasan itu memang sangat mahal harganya. Visakha mohon dan diberikan delapan "anugerah" oleh Sang Buddha. 6. Suatu hari Visakha mengunjungi Sang Buddha dan sebelum memasuki vihara ia membuk a perhiasan Mahalatapasadhana yang dipakainya. 7. 5. Oleh karena ia memperoleh tingkat Sotapann a atas jasa dari Visakha. pelayannya lupa unt uk membawanya.ng tuanya di Saketa. Sang Buddha mem berikan uraian Dhamma dan atas permintaan Visakha. Waktu pulang. Visakha menolak untuk mengambilnya kembali. Beliau mempunyai delapan ribu empat ratus dua puluh orang anak. 8. Beberapa aturan. Setiap hari ia memberi makan kepada lima ratus orang bhikkhu. kalau sedang berada di Savatthi. Setelah selesai bersantap. 3. Visakha sangat terkenal sebagai orang yang dapat membawa keberuntungan. yaitu: 1. 2. Selama hidupnya ia diperkenankan u yang selesai ber-vassa. Waktu Visakha meninggal dunia pada usia seratus dua puluh ta hun. Belakangan. Selama dua puluh tahun terakhir dalam kehidupan Sang Buddha. Oleh kar ena itu.

Beliau mengasuh dan menyusui -Nya dari dadanya sendiri. datang ke Kapilavatthu dengan terbang melalui udara. Visakha dan Anathapi ndika akan menikmati hidup bahagia di alam surga selama seratus tiga puluh satu kappa. menghormat kepada orang yang lebih tua dan kebaikan hatinya kepada sem ua orang. Sujata. waktu itu Putri Pajapati Gotami. Visakha diperkirakan lebih muda sedikit dari Anathapindika. sebelum akhirnya mereka mencapai Nibbana). Waktu inilah yang dianggap tepat oleh Putri Pajapati. Visakha pun mendapat gelar "Pemimpin da ri para Dayika". Tetapi Putri Pajapati dan lima ratus wanita muda itu tidak putus asa dan mengiku ti perjalanan Sang Buddha ke Vesali. Dayika adalah seorang wanita yang menjadi penyokong Sang Buddha . Putri Pajapati pergi ke Nigrodharama dan mohon agar mereka semua ditahbiskan menjadi bhikkhuni. Visakha mendapat tempat yang mulia dalam hati mereka yang pernah menge nalnya. Sakadagami. oh Bhagava. Ananda me nemui para wanita tersebut yang sedang menangis di depan pintu dan kemudian mene ruskan permohonan mereka untuk dapat diterima menjadi bhikkhuni. Dengan sikapnya yang luhur. tetapi sebaiknya s engketa tersebut diselesaikan melalui perundingan. yang waktu itu berada di balairung Kutagarasalla . di bawah payung kerajaan yang berwarna putih . Setelah meninggal dunia. lima ratus orang Sakya yang masih muda ditahbiskan menjadi bhikkhu.ta perayaan lain. ya itu Kala. setelah terlebih dulu memotong rambutnya da n memakai jubah kuning. setelah mendengarkan khotbah-khotbah Sang Buddha. Anagami atau Arahat?" "Seorang wanita dapat mencapainya. Vesali. telah besar pahalanya. tingkah laku yang halus. Sebagaimana halnya dengan Anathapindika. Tidak lama kemudian timbul perselisihan antara negara Sakya dan negara Koliya pe rihal air Sungai Rohini. Raja Suddhodana mencapai tingkat Arahat setelah mendengarkan khotbah tersebut dan masih dapat menikmati berkah dan kedamaian Nibbana selama tujuh hari sebelum mangkat. alangkah baiknya wanita itu d apat diterima menjadi bhikkhuni. Sang Buddha diam di Nigrodha rama. Maha Pajapati Gotami Pada tahun kedua setelah mendapat Penerangan Agung. apakah mungkin orang itu mencapai tingkat kesucian S otapanna. oh Bhagava. Kapilavatthu. Karena itu. Waktu itu Putri Pajapati sudah mengambil keputusan untuk menjadi bhikk huni dan menunggu waktu yang tepat untuk mohon ditahbiskan oleh Sang Buddha. (Menurut Buddhaghosa. Setelah mendengar khotbah ters ebut. dari kehidupan berkeluarga memasuki kehidupan seorang bhikkhuni dan menjalankan dengan tekun ajaran dan tata tertib yang dite tapkan oleh Sang Tathagata. Maha Pajapati Gotami. Sang Buddh a kembali mengunjungi Kapilavatthu dan memberi nasehat kepada kedua belah pihak untuk tidak menyelesaikan sengketa tersebut dengan berperang. karena adik peremp uannya yang bungsu. Visakha bertumimbal lahir di surga Nimmanarati dan menj adi pelayan dari raja dewa Sunimmita. Permoho nan ini tiga kali ditolak dan kemudian Sang Buddha meninggalkan Kapilavatthu kem bali ke Vesali. sehingga waktu ti ba di Vesali kaki mereka luka-luka dan bengkak serta badan penuh debu. Bersama-sarna lima ratus w anita muda yang suaminya telah diterima menjadi bhikkhu. Sang Buddha kemudian memberikan khotbah kepada a yahnya yang berada di tempat tidur. pada tahun kelima Sang Buddha mendapat Penerangan Agung. Kembali Sang Bu ddha menolak sampai tiga kali. "Kalau seorang wanita. Ananda. waktu ibu-Nya sendiri meninggal dunia. Kapilavatthu. menikah dengan anak laki-laki dari Anathapindika. Raja Suddhodana k elihatannya sudah lemah sekali. Sang Buddha." . Tiga tah un kemudian. Setelah sengketa tersebut dapat didamaikan. ucapan ya ng ramah. Beliau adalah pengasuh-Nya. Sang Buddha kemudian memberikan urai an Dhamma yang dikenal sebagai Kalahavivadasutta. Sesudah itu Sang Buddha menar ik diri di Nigrodharama. istri Raja Suddhodana menja di seorang Sotapanna. Mereka mengikuti dengan berjalan kaki." "Kalau begitu. yang menjadi perbatasan antara kedua negara. oh Bhagava. Raja Suddh odana sakit keras. ibu tiri-Nya dan yang pernah memberikan-N ya air susu. Kemudian Ananda mengubah cara mengemukakannya dan bertanya. bibi Sang Bhagava.

harus menyambut dengan sopan. Mulai hari ini seorang bhikkhuni dilarang memperingati (menegur) seorang b hikkhu. seorang calon bhikkhu ni harus mohon ditahbiskan menjadi bhikkhu dari Sangha para bhikkhu dan dari San gha para bhikkhuni. Kemudian sewaktu Maha Pajapati sedang berada di Vesali. Maha Pajapati bersedia menerima delapan "aturan keras" (Garudham ma). Bimba. semuanya mencapai tingkat Arahat. 6. seorang bhikkhuni harus mohon kepada Sangha para bhikkhu da n Sangha para bhikkhuni untuk mendapat teguran dan peringatan tentang apa yang d ilihat. Pengikut Maha Pajapati yang berjumlah lima ratus orang juga ditahbiskan menjadi bhikkhuni dan kemudian setelah mendengarkan Nandakovadasutta. sebaliknya seorang bhikkhu tidak dilarang untuk memperingati (menegur) s eorang bhikkhuni. Setiap setengah bulan. 3. yang sewaktu-waktu juga disebut sebagai Rahulamata. berdiri dari tempat duduknya. Aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya."Kalau. Dalam Bhikkhuni Sangha pun terdapat dua orang muri d utama. kota-kota. maka Beliau dapat ditahbiskan. dan dicurigai. Pada satu kesempatan di hadapan Bhikkhu Sangha dan Bhikkhuni Sangha. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. Beliau mengetahui bahwa hidupnya di dunia ini sudah tidak lama lagi. Seorang bhikkhuni yang melakukan pelanggaran harus menjalani hukuman (mana tta) selama setengah bulan lamanya di Sangha para bhikkhu dan di Sangha para bhi kkhuni. Beliau pamit dari Sang Buddha dan m . Dan aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. sebagaimana Sariputta dan Moggallana menja di murid utama dari Bhikkhu Sangha. Yasodhara. 2. Seorang bhikkhuni tidak boleh menjalankan vassa di tempat dimana tidak ter dapat seorang bhikkhu. Sang Bhagava m emberikan uraian Dhamma dan kemudian memberikan kepadanya obyek untuk melakukan meditasi (Kammatthana). yaitu Khema dan Uppalavanna. meskipun sudah ditahbiskan selama seratus tahun. Bimbadevi. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar s elama hidupnya. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh d ilanggar selama hidupnya." Kemudian Ananda diberitahukan tentang delapan "aturan keras" tersebut: 1. Sang Buddha menyatakan bahwa Maha Pajapati adalah pemimpin dari para bhikkhuni yang terkemu ka (Rattaññu). 4. Maha Pajapati mem beri hormat kepada Sang Buddha dan kemudian berdiri di satu sisi. Aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama h idupnya. didengar. Seorang bhikkhuni. sebelum ia dapat ditahbiskan menj adi bhikkhuni. Bhaddakacca adalah yang terkemuka dari mereka yang memiliki kekuatan gaib (Mahabhiññappatta) dan Rupananda adalah yang terkemuka dari mereka yang memili ki kekuatan meditasi (Jhayi). Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. Setelah itu Ananda pergi menemui Maha Pajapati dan memberitahukan tentang delapa n "aturan keras" tersebut yang harus diterima. Seorang bhikkhu tidak boleh dicaci-maki atau dihina dengan cara apa pun ju ga oleh seorang bhikkhuni. 7. 8. Beliau melatihnya dengan tekun dan tidak lama kemudian m encapai tingkat Arahat. yaitu (tanggal dan) hari untuk melakukan latihan dan hari untuk m endapatkan nasehat-nasehat (teguran-teguran). seorang bhikkhuni harus memohon dua hal dari Sangha para bhikkhu. Dengan gembira Maha Pajapati menerima delapan "aturan keras" tersebut dan kemudi an ditahbiskan menjadi bhikkhuni pertama. Dengan demikian berdirilah Bhikkhuni Sangha yang dipimpin oleh Maha Pajapati Got ami dan berkembang terus di desa-desa. Selesai menjalankan masa percobaan selama dua tahun. memberi hormat dengan kedu a tangan dirangkapkan di dada kepada seorang bhikkhu yang baru saja ditahbiskan. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilangg ar selama hidupnya. Setelah vassa. dan bahkan di istana raja-raja . Setelah ditahbiskan. Yasodhara (ibu Rahula) dan Rupananda (anak Maha Pajapati) juga turut memasuki Bhikkhuni Sangha. 5. Ananda.

selama satu jam.00 pagi. maka Sang Buddha beristirahat di kamar-Nya dan deng an mata dewa melihat ke seluruh dunia. Sehabis bersantap.00) Waktu ini biasanya digunakan untuk menjawab pertanyaan dari para bhikkhu.00 pagi. Waktu jaga pertama (pukul 18. barangkali ada orang yang memerlukan Beliau. Mereka tidak dapat dilihat dengan mata biasa. Sang B uddha tidur satu jam dan bangun pada pukul 04. Kalau Beliau melihat ada yang memerlukan pertolongan. Kalau ada orang yang minta diterima sebagai murid/pengikut. Di Dhammasala. Siang hari (pukul 12.eninggal dunia pada usia seratus dua puluh tahun. barangkali ada orang yang memerlukan pert olongan-Nya. Pukul 03. setelah mandi lantas duduk bermeditasi sela ma satu jam.00-pukul 18. Empat Puluh Lima Tahun Mengajar Dhamma Tahun ke-1 Setelah memperoleh Penerangan Agung. mempertinggi pengeta huan orang biasa dan memberi penerangan kepada orang yang sedang dihinggapi kege lapan batin.00 pagi. Kalau hari itu tidak ada orang yang memerlukan pertolongan Beliau.00) Sang Buddha bangun pukul 04. Sang Buddha berjalan dari rumah ke rumah dengan mata dit ujukan ke tanah dan menerima makanan apa saja yang dimasukkan ke dalam mangkuk-N ya dengan tidak mengucapkan sesuatu kata pun. Kalau pergi bersama-sama dengan mu rid-Nya. Jadwal Kegiatan Sehari-hari Kegiatan Sang Buddha tiap hari adalah sebagai berikut : Pagi hari (pukul 04.00) Para dewa datang untuk mendengarkan Dhamma yang khusus ditujukan kepada mereka.00) Dari pukul 02.00-pukul 22.00-pukul 04.00-pukul 12. Beliau selalu memberikan khotbah Dhamma. Sang Buddha mondar-mandir di luar kamar (me lakukan meditasi berjalan) sambil menghirup udara pagi. Dengan demikian Sang Buddha memberikan kegembiraan kepada orang yang bijaksana.00-pukul 02. Pukul 06. Sang B uddha menjawab semua pertanyaan dengan disertai nasehat dan petunjuk mengenai me ditasi. maka Beliau s egera mengunjunginya. Dari pukul 05.00 pagi memakai jubah-Nya dan pergi ke desa atau kota untuk mengumpulka n makanan atau pergi mengunjungi orang yang memerlukan pertolongan Beliau. Tiba di desa atau kota. Waktu jaga kedua (pukul 22. Waktu jaga ketiga (pukul 02. Pa da waktu Sang Buddha menerima juga undangan makan di rumah seorang umat. maka Beliau mentahbiskannya di tempat tersebut. Sang Buddha menjalankan vassa (istirahat mu . Selain para bhikkhu juga uma t biasa banyak yang datang menemui Sang Buddha.00.00) Waktu ini para bhikkhu kembali datang untuk mendengar khotbah Dhamma atau untuk bertanya tentang hal-hal yang masih mereka ragukan. Kalau mereka pulang.00 pagi. sehingga ti ap orang merasa bahwa khotbah itu ditujukan kepada dirinya. mereka merupakan barisan yang panjang karena berjalan satu per satu.00 sampai pukul 03. Sang Buddha memberikan khotbah dengan cara yang khas. maka Beliau k eluar dari kamar untuk bertemu dengan ratusan orang yang berkumpul di ruang khot bah (Dhammasala). Sang Buddha melihat dengan mata dewa ke seluruh dunia.

Waktu itu kemasyhuran Sang Buddha mencapai titik tertinggi dan waktu itu pula go longan pertapa yang merasa terdesak hebat. yaitu Mukjizat Ganda di bawah pohon Gandamba di Savatthi. selama tiga bulan Sang Buddha ber-v assa di surga tersebut. Tahun ke-2 Sang Buddha menjalankan vassa di Veluvana. Di Nigrodh arama. almarhum Ratu Maya. Vesali. Wanita ini dibujuk oleh para pertapa dari golongan paribbajika untuk pura-pura mengunjungi Sang Buddha di vihara Jetavana. Hanya Beliau yang boleh memperlihatka n kekuatan gaib di depan umum. Akhir vassa. tiga puluh "league" dari Savatthi. Sangha bhikkhuni di bawah pimpinan Maha Pajapati terbentuk di tahun ini. berusaha untuk menjatuhkan nama Sang Buddha dengan menggunakan seorang wanita bernama Ciñca-manavika yang melancarkan f itnahan keji terhadap diri Sang Buddha. Waktu itu Raja Suddhodana sakit. Tahun ke-3 Atas permintaan Raja Suddhodana. Tahun ke-6 Ber-vassa di Mankulapabbata (Lereng Mankula). Sang Buddha bertemu deng an Anathapindika dan menyetujui untuk menjalankan vassa yang akan datang di Sava tthi. Ketika ditanya. Sang Buddha mengunjungi Raja di Kapilavatthu dan memberikan khotbah Dhamma kepad a ayah-Nya. Waktu itu orang yang berkumpul di sekitar Savatthi dan para dewa yang berada di surga Tava timsa dapat melihat satu sama lain dengan jelas. Dalam perjalanan kembali dari Kapilavatthu ke Rajagaha. berkat kekuatan gaib Sang Buddh a. Pagi harinya ia berjalan meninggalkan vihara dengan jug a dilihat oleh banyak orang. Beliau berjalan turun dari surga Tavatimsa melalui tangga yang terb uat dari batu pualam. Rajagaha. Kisahnya adalah sebagai berikut : Para pertapa dari golongan paribbajika merasa sangat terdesak dengan adanya Sang Buddha yang semakin lama semakin masyhur namanya. yaitu Mukjizat Ganda. untuk pertama kalinya Sang Buddha memperlihatkan kekuatan gaib-Nya yang d isebut Yamakapatihariya. Beberapa bulan kemudian dengan berpura-pura hamil (ia mengikat sepotong kayu di bagian perutnya) Ciñca pergi mengunjungi Sang Buddha yang sedang berkhotbah di had apan umat. Di tahun ini untuk kedua kalinya S ang Buddha memperlihatkan Yamakapatihariya. Tahun ke-7 Sang Buddha mengunjungi surga Tavatimsa. Raja Suddhodana mencapai tingkat Arahat dan meninggal dunia tujuh hari kemudian. yang hanya dapat dilakukan oleh s eorang Buddha. bersama pa ra dewa lainnya diberi pelajaran Abhidhamma. meskipun sebelumnya Beliau melarang murid-muridNya untuk m emperlihatkan kekuatan gaib di depan umum. Ciñca pergi ke vihara Jetavana dan sengaja berjalan di tempat-te mpat yang mudah dilihat oleh khalayak ramai. Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu. Tahun ke-5 Sang Buddha ber-vassa di Kutagarasala. Ciñca menjawab bahwa ia tadi malam ti dur bersama-sama Sang Buddha.sim hujan) di Isipatana. setelah mendengar khotbah tersebut. mereka merencanak an satu tipu muslihat untuk menjatuhkan nama Sang Buddha dengan menggunakan Ciñca sebagai umpan. Ciñca adalah seorang wanita cantik yang banyak akalnya. Rajagaha. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan keluarganya dan orang Sakya la in bahwa Beliau memang benar telah mencapai tingkat Buddha. Ketika itulah Ciñca dengan tiba-tiba membuat onar dengan menuduh Sang B . di Sankassa. Tahun ke-4 Sang Buddha ber-vassa di Veluvana. Malam itu ia tidur di emper vihara dekat kamar Sang Buddha. Karena itu. Ibu-Nya. Pada suatu malam. tetapi murid-muridNya dilarang melakukan hal-hal tersebut.

Ke mudian mereka dijatuhi hukuman sesuai dengan perbuatannya. Pada suatu hari ia melihat Surabhi (seorang Pacceka Buddha) seda ng memakai jubahnya di sebelah luar tembok kota. Mendengar tuduhan itu. Tali itu putus dan kayu menimpa jari kaki Ciñca hingga terluka. Waktu kakinya menginjak tanah di luar pagar vihara . Sang Buddha tidak berkata apa-apa dan hanya diam saja. Raja lalu mengirim banyak petugas ke seluruh penjuru untuk menyelidiki dengan ce rmat. Beliau pernah mencaci-maki s eorang Pacceka Buddha. Ketika Sang Buddha kemudian ditanya mengenai peristiwa tersebut. Beb erapa hari kemudian para pertapa tersebut memberi upah kepada beberapa orang baj ingan untuk membunuh Sundari dan menyembunyikan mayatnya di tempat sampah dekat Jetavana. 'Lihat. Dengan menggotong mayat Sundari di atas sebuah usungan. tetapi ia sebenarnya adalah seorang . siapa sesungguhnya yang menjadi pembunuh Sundari. Besok pagi-pagi sekali ia h arus kembali dan supaya dilihat orang banyak berjalan dari jurusan Jetavana. akhirnya para pertapa ini mengakui semua perbuatan mereka dan menarik kembali tuduhan palsu yang pernah mereka lontarkan terhadap diri Sang Buddha. Tetapi Sang Buddha menolak usul tersebut dan mengatakan bahwa me rupakan satu kesalahan besar untuk pergi menyingkir ke tempat lain hanya atas da sar laporan palsu. Munali mengeluarkan kata-kata. dan membawa buah-buahan dan beberapa barang lain lagi. Tetapi sebenarnya. Beliau menerangkan bahwa itu adalah akibat dari perbuatan-Nya juga. mereka men gakui perbuatan mereka membunuh Sundari atas suruhan para pertapa paribbajika. Beliau mencerit akan kisah di bawah ini: "Ketika itu Sang Bodhisatta bernama Munali dan terkenal sebagai orang yang senan g berfoya-foya. mengapa Beliau sampai mendapat fitnahan sepe rti itu. Secara senda gurau. kakinya terus amblas dan seluruh badannya masuk ke tanah untuk kemudian terlah ir di alam neraka. didalangi oleh golongan pertapa paribbajika yang masih penasaran. para bhikkhu yang mengumpulkan makanan dihina habis-habisan oleh pend uduk kota. Beliau memerintahkan seekor tikus untuk me nggigit tali yang mengikat kayu di sekitar perut Ciñca. Pencarian kemudian dilakukan oleh petugas-pe tugas raja dan tidak lama kemudian mereka menemukan mayat Sundari di dekat Gandh akuti (kamar) Sang Buddha. Raja Pasenadi t idak mau menerima begitu saja tuduhan atas diri Sang Buddha. Kalau ada yang m enegur ia harus menjawab bahwa ia akan menemui Sang Buddha dan akan bermalam di kamarnya. Kemudian Beliau mengatakan bahwa dalam tujuh hari persoalan i ni sudah dapat dijernihkan. perta pa ini bukanlah orang yang hidup membujang. Setelah Sundari dibunuh. R aja kemudian memerintahkan petugas menangkap para pertapa paribbajika. mereka mengaraknya melew ati jalan-jalan di kota sambil meneriakkan tuduhan. Merek a segera ditangkap dan dibawa menghadap Raja Pasenadi. Khalayak ramai lal u menyeretnya ke luar vihara. Setelah mayat Sundari ditemukan di dekat Gandhakuti Sang Buddha. Setelah d iperiksa. Di depan Raja. "Hal ini kami berterima kasi h kepada bhikkhu-bhikkhu dari suku Sakya!" Akibatnya. sehingga Ananda mengusulkan untuk pindah saj a ke kota lain. Kisahn ya adalah sebagai berikut: Seorang wanita bernama Sundari dibujuk oleh para pertapa paribbajika untuk mempe rlihatkan diri sedang pergi ke Jetavana dengan berdandan rapi dan memakai wangiwangian. Selama tujuh hari Sang Buddha diam saja di kamar-Nya dan tidak pergi ke kota untuk mengumpulkan makanan. ia hanya melewati saja kamar Sang Buddha dan pergi bermalam di vihara kaum paribbajika yang berdekatan. Di suatu kedai arak. seorang penyelidik mendengar beberapa orang yang terlalu ba nyak minum arak sedang bertengkar tentang pembagian upah membunuh Sundari.uddha sebagai orang yang tidak bertanggung jawab dan tebal muka karena tidak mau memberi bekal untuk persalinannya. Jadi saat ini Beliau difitnah adalah akibat dari perbuata n-Nya yang tersebut di atas. Waktu Sang Buddha kemudian ditanya. yai tu bahwa dalam salah satu kehidupannya yang lampau. Di kemudian hari terjadi lagi fitnahan yang serupa oleh seorang wanita bernama S undari. sedangkan di dekatnya berjalan seorang wanita. Te tapi Dewa Sakka menjadi marah sekali. dengan menangis mereka menghadap Raja Pasenadi untuk me laporkan tentang hilangnya Sundari.

Itulah cara-Ku membajak. Dan di tempat yang dilalui tak akan ada lagi yang menangis. c ambuk atau sapinya. Siapa saja yang melaksanakan cara membajak seperti ini. A ku makan'. "Keyakinan adalah bibit-Ku dan hujan adalah tata tertib-Ku Pandangan terang adalah bajak-Ku disertai kayu lengkung yang sesuai. Aku makan. Tahun ke-9 Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Kosambi. waspada dalam ucapan. Dan sederhana dalam makan dan minum. Mer eka semua dimaafkan dan dengan demikian perselisihan itu didamaikan. dan setelah membajak dan menanam bi bit. Apakah And a juga membajak dan menanam bibit dan setelah membajak dan menanam bibit lalu ma kan?" "Betul. Karena letih menghadapi perselisihan yang tak mau didamaikan. Tahun ke-11 Tahun ini Sang Buddha diam di Desa Ekanala dan mentahbiskan Kasi-bharadvaja. Waspada dalam perbuatan. sebagaimana ia sendiri juga turut bekerja untuk dapat makan hasilnya. Kemauan keras adalah regu penopang beban-Ku. Adalah apa yang Aku selalu dambakan." Tahun ke-8 Tahun ini Beliau berada di wilayah kaum Bhagga. Pemusatan pikiran adalah pengunjam bajak-Ku dan cambuk-Ku. dan setelah membajak dan menanam bibit. Sang Buddha bertemu dengan Nakulapita dan istrinya.cabul. Bha radvaja membuang makanan tersebut ke sungai karena tidak ada orang yang dapat me . Aku juga membajak dan menanam bibit. Kis ahnya ini adalah sebagai berikut (S. Tahu malu (hiri) adalah tiang bajak-Ku dan pikiran adalah talinya. Sang Buddha dijaga dan dilayani oleh seekor gajah yang b aik hati. Yang menarik bajak-Ku menuju pelabuhan yang aman. Sang Buddha pergi ke Savatthi. bajaknya." "Tetapi kami tidak pernah melihat regu Guru Gotama. Buah yang akan dipetik adalah makanan abadi. Ketika diam di Bhesakalavana dek at Gunung Sumsumara. Melihat Sang Budd ha. Atas saran Sang Buddha. pengunjam bajak. aku makan. Akan terbebas dari penderitaan dan kesedihan. selalu maju dan tak pernah mundur. Setelah bekerja. Aku mencabut rumput dengan Kesunyataan menyelesaikan tugas. 'Aku juga membajak dan menanam bibit. Bharadvaja menegur agar Sang Buddha pun harus ikut membajak dan menanam padi . Ketika itu para bhikkhu di Kosambi sudah insyaf dan datang mengunjungi Sang Buddha untuk minta maaf. Tetapi Sang Buddha menolak pemberian tersebut dengan mengatakan bahwa seorang Bu ddha tidak pernah menerima imbalan untuk berkhotbah." Sang Buddha menjawab.I-171) : "Pertapa.I-171) : Sang Buddha mengunjungi Bharadvaja pada upacara menanam padi dan berdiri di deka t tempat pembagian makanan para petani yang ikut menanam padi. Meskipun demikian Guru Gotama masih berani mengatakan bahwa. yang di kehidupan lampau pernah menjadi ayah dan ibu-Nya sampai lima ratus kali. aku membajak dan menanam bibit. Sehabis vassa. Sang Buddha ber-vassa di hutan Parileyyaka. Di hutan. Tahun ke-10 Di tahun ini terjadi perselisihan diantara para bhikkhu di Kosambi. Percakap an yang menarik itu dapat kita ikuti seperti di bawah ini (S.' Akibat dari ucapan yang salah inilah yang membuat Sang Buddha dalam kehi dupan ini mendapat fitnahan dari Sundari." Bharadvaja merasa gembira sekali dan segera menghaturkan sebuah mangkuk besar be risi nasi campur susu.

"Baiklah. Meghiya meras a tertarik sekali dan mohon izin dari Sang Buddha untuk bermeditasi di tempat te rsebut. untuk membebaskan pikiran yang belum matang diperlukan lima hal yang be rguna sekali untuk membuat ia matang : 1. 3. sehingga Sang Buddha dan rom bongan-Nya harus makan makanan yang disediakan oleh lima ratus orang pedagang ku da. Tingkah laku yang baik dibimbing oleh sila-sila yang penting sebagai latih an." Untuk kedua kalinya yakkha Alavaka berkata. Meghiya pergi bermeditasi sendiri di kebun mangga. oh Pertapa!" Sang Buddha berjalan pergi dan berkata. ia menjadi bhikkhu dan berhasil mencapai tingkat kesucian Arahat. Menurut Vinaya. terdengar suara gemercak dan api serta asap terlihat d i atas air. sebab ia masih mempunyai perasaan dendam bahwa Sang Buddha telah menyia-nyiakan kehidupan anaknya. 4." Yakkha Alavaka kembali membentak. "Pergilah. "Pergilah. Ketika it u berjangkit kekurangan makanan di tempat tersebut. Tahun ke-13 Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata dan dilayani oleh seorang bhikk hu bernama Meghiya. Tahun ke-14 Sang Buddha ber-vassa di Jetavanarama. Di tempat ini Rahula memperoleh upasampada dan menjadi bhikkhu. ketenangan. Tidak lama kemudian. sahabat. Moggallana menawarkan diri untuk menyediakan makanan yang layak dengan mengg unakan kekuatan gaib. Daya upaya untuk menyingkirkan pikiran yang tidak baik dan memperoleh piki ran yang baik. oh Pertapa. kemauan tidak baik dan jahat. sahabat." Sang Buddha lalu masuk dan menjawab." . Ketika makanan itu menyentuh air sungai. Kisahnya adalah sebagai berikut ( SN. Ketika itu Sang Buddha me mberi ia nasehat seperti berikut: Meghiya. Tahun ke-16 Kejadian penting selama Sang Buddha diam di Alavi di tahun ini adalah penaklukan dari yakkha Alavaka yang menteror kota Alavi. 5. Suppabuddha tidak mengizinkan Sang Buddha b erjalan di jalanan Kapilavatthu. seseorang hanya diperkenankan m enjadi bhikkhu apabila telah mencapai usia dua puluh tahun dan Rahula pada waktu itu telah mencapai usia tersebut.ncernakan makanan yang pernah dipersembahkan kepada Sang Buddha. Tahun ke-12 Ber-vassa di Veranja atas permohonan seorang Brahmana bernama Veranja. oh P ertapa!" Sang Buddha berjalan pergi dan berkata. "Masuklah. 2. Suppabuddha m eninggal dunia.I-10): Ketika itu yakkha Alavaka menghampiri Sang Buddha dan membentak. Memperoleh pandangan terang tentang timbul dan lenyapnya kembali benda-ben da. Seorang sahabat baik (kalyana mitta). Yasodhara. Bharadvaja menjadi kagum sekali dan sambil berlutut di kaki Sang Buddha menyatak an dirinya sebagai pengikut Sang Buddha untuk seumur hidup. dan Nibbana. "Baiklah. Tahun ke-15 Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu dan tahun itu bekas mertuanya. Savatthi. sahabat. "Baiklah. sehingg a dengan sangat kecewa ia kembali menemui Sang Buddha. Nasehat yang baik yang menuju kepada pengekangan hawa nafsu. tetapi ka rena terus didesak akhirnya Sang Buddha memberi izin juga. tetapi ditolak oleh Sang Buddha. Dalam keadaan mabuk. Sang Buddha minta ia menunggu kedatangan seorang bhikkhu lain. Melihat sebidang kebun mangga di dekat sungai. p embebasan. Penerangan Agung. tetapi tidak lama kemudian ia dihinggapi oleh pikiran penuh hawa nafsu.

" "Akan kuajukan sebuah pertanyaan. sahabat. Hidup dengan diberkahi KEBIJAKSANAAN disebut hidup yang termulia. para Brahmana. Orang menyeberangi lautan dengan Kewaspadaan. Barang siapa berbuat apa yang benar. para Brahma atau di dunia ini dari pertapa. Apabila Anda tidak dapat menjawab per tanyaanku. engkau dapat menga jukan pertanyaan apa saja yang engkau kehendaki. "Baiklah. sahabat."Masuklah. jika ditaati dengan sungguh-sungguh akan membawa kebahagiaan. DHAMMA. sahabat. KESUNYATAAN adalah yang paling manis dari semua rasa. "Baiklah. bagaimanak ah orang tidak usah menyesal?" Sang Buddha menjawab. "KEYAKINAN merupakan harta termulia bagi manusia dalam dunia ini. Dan dengan pengendalian diri orang yang rajin. "Orang menyeberangi arus dengan Keyakinan. Orang menyucikan dirinya dengan Kebijaksanaan. tekun. oh Pertapa!" Sang Buddha menjawab. dan penuh perhatian me mperoleh Kebijaksanaan. . "Memiliki keyakinan kepada para Arahat dan Dhamma untuk mencapai Nibbana." Untuk ketiga kalinya yakkha Alavaka berkata. "Aku tidak akan pergi." Yakkha bertanya lagi. "Pergilah. engkau boleh berbuat apa yang engka u kehendaki. "Apakah harta termulia bagi seorang manusia dalam dunia ini? Perbuatan manakah yang membawa kebahagiaan? Apakah yang paling manis dari semua rasa? Cara hidup bagaimanakah yang disebut termulia?" Sang Buddha menjawab. "Baiklah. dan para dewa. tiba di alam sana (setelah mati). Tetapi sahabat." Untuk keempat kalinya yakkha Alavaka berkata. oh Pertapa!" Sang Buddha masuk sambil menjawab. "Bagaimanakah orang mencapai Kebijaksanaan? Bagaimanakah orang memperoleh Kekayaan? Bagaimanakah orang memperoleh Kemasyhuran? Bagaimanakah orang mengikat sahabat-sahabat? Setelah meninggalkan alam sini. oh Pertapa!" Sang Buddha berjalan pergi sambil berkata. oh Pertapa!" Sang Buddha masuk kembali sambil berkata. "Bagaimanakah orang menyeberangi arus (penjelmaan)? Bagaimanakah orang menyeberangi lautan (tumimbal lahir)? Bagaimanakah orang mengatasi derita? Bagaimanakah orang menyucikan diri?" Sang Buddha menjawab. dan para ma nusia yang sanggup mengacaukan pikiran-Ku atau mencabut jantung-Ku atau memegang kaki-Ku dan melempar Aku ke seberang sungai. Aku tidak melihat suatu makhluk pun di dunia termasuk para Mara." Yakkha bertanya lagi." "Masuklah. akan kukacaukan pikiranmu atau kucabut jantungmu atau akan kupegang k akimu dan kulemparkan ke seberang sungai. Orang mengatasi derita dengan Keuletan." Yakkha tersebut kemudian bertanya. "Pergilah. Pertapa." "Sahabat.

yang kemudian menjadi seorang Sotapa nna setelah mendengar khotbah Sang Buddha. Hanya sedikit saja yang dapat melihatnya dengan terang. Apakah ada watak lain yang lebih agung dari mencintai hal-hal yang benar. sehingga para hadirin yang lain. 147) Sang Buddha kemudian ber-vassa di Veluvanarama. kakak dari tabib Jiva ka. dari kota ke kota untuk men ghormat kepada Yang Maha Suci Buddha dan kepada Dhamma Yang Maha Sempurna. Hari ini dapat kuketahui pemberian kepada siapa yang dapat membawa paha la terbesar. Barang siapa suka memberi akan mengikat Sahabat-sahabat. kesabaran/dapat memaafkan kesalahan orang lain dan kedermawana n. Tiga tahun yang lampau gadis ini mendengar khotbah Sang Bud dha tentang pentingnya bermeditasi terhadap kematian. Hanya sedikit saja yang pergi ke alam bahagia. kesabaran/dapat memaafkan kesalahan orang lain dan kedermawanan ?" Yakkha menjawab. Tempat tumpukan penyakit. Badan yang penuh dengan luka. Dengan sesungguhnya aku mengatakan bahwa Sang Buddha datang ke Alavi untuk keunt unganku. Ketika itu Sang Buddha minta kepada Raja untuk mengumumkan siapa diantara yang h adir ingin membeli mayat dari Sirima. Sang Buddh .Barang siapa bertekad teguh. Waktu itu Sang Buddha memujinya d engan mengucapkan syair seperti berikut: "Dunia ini diselubungi kegelapan. pe ngendalian diri." (Dhammapada. Tahun ke-18 Di tahun ini Sang Buddha kembali mengunjungi Alavi untuk kepentingan anak peremp uan seorang penenun. Dimana tak terdapat kekekalan dan kelanggengan. sadar. Ayolah! Tanyakan kepada para pertapa lain dan para Brahmana. Sang Buddha mengajukan pertanyaan kepada gadis tersebut dan semua pertanyaan dap at dijawabnya dengan baik. tempat timbunan pikiran. meninggal dunia. "Mengapa aku harus bertanya kepada para pertapa dan Brahmana lain? Hari ini aku merasa beruntung dapat mengetahui sesuatu untuk kebaikan diriku di kemudian hari . Pada kesempatan itulah Sang Buddha memberikan penerangan kepada khalayak ramai dengan mengucapkan syair seperti berikut : "Lihatlah lukisan ini yang berupa khayalan." Tahun ke-17 Tahun ini Sang Buddha berada di Savatthi. tetapi mengunjungi Alavi lagi karena m erasa kasihan kepada seorang petani miskin. dirangkai menjadi satu. Juga di tahun ini seorang pelacur terkenal bernama Sirima. Sang Buddha menghadiri pemakaman Sirima. Dalam pertemuan tersebut. Mulai hari ini aku akan berkelana dari desa ke desa. Rajagaha. p engendalian diri. Kemasyhuran diperoleh dengan mencintai hal-hal yang benar (sacca). tidak akan menyesal setelah mati. Ternyata tidak seorang pun yang mau membelinya. bahkan diberi dengan cuma-cuma j uga mereka tidak sudi." (Dhammapada.800 atau 5. Seperti juga burung yang ingin melepaskan diri dari jaring.564 m). Jawabannya mengandung arti filsafat tinggi. yang tidak memperhatikan khotbah Sang Buddha dengan baik . ia memperoleh Kekayaan. Orang berkeluarga yang memiliki sifat-sifat: mencintai hal-hal yang benar. 174) Ketika Sang Buddha mendengar bahwa gadis itu sakit keras maka dengan melakukan p erjalanan sejauh tiga puluh "league" (1 league = 4. tidak dapat mengerti jawaban gadis tersebut. sebab ketika hidupnya banyak laki-laki yan g tertarik dan mengagumi Sirima.

terlebih dulu engkau harus membayar uang sekolah kepadaku. sehingga akhirnya guru terseb ut juga membenci Ahimsaka. Ahimsaka merupakan murid yang terkuat. ber empat. mengeluarkan cahaya ge merlapan. sehingga wak tu meninggal dunia. membunuhnya dan mengambil jari tangan kanannya. "Istriku baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki." Raja Kosala bertanya. Baginda. "Kalau begitu. Cukup. Mereka sedikit demi sedikit menghasut guru mereka. Karma itu anak-anak yang lain rnerasa iri hati kepada Ahimsaka. maka ayahnya mengirirn Ahimsaka ke sebuah sekolah di Takkasila." Ketika Ahimsaka mencapai umur untuk bersekolah. "Apakah ia akan merampok seorang diri atau dengan berkawa n?" Bhaggava menjawab. terpintar dan juga yang terpatuh dari semua murid di sekolah tersebut. Guru?" "Engkau tidak usah membayar dengan uang. Ahi msaka berjanji kepada gurunya untuk melaksanakan apa yang diminta oleh gurunya. Tahun ke-19 Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata. Hari ia dilahirkan. mengapa senjata-senjata itu lalu mengeluarkan cah aya gemerlapan?" "Baginda. dan bertiga puluh. yaitu sampai saat Sang Buddha man gkat di Kusinara. Sekarang Angulimala menjadi seorang pembunuh kejam yang ditakuti. bersepuluh. "Ingat. berdua puluh. berdua." "Berapakah yang harus kubayar. begitu mereka menden gar "Aku Angulimila. para pedagang atau pelancong jalan berkelompok. Di tahun ini pula Sang Buddha menaklukkan seorang penyamun ganas bernama Angulim ala." jawab gurunya. jangan lari!" Mereka menggigil dan gemetaran dan tidak dapa t melarikan diri lagi. Setelah selesai belajar di sekolah tersebut. anakku itu kelak akan menjadi seorang penyamun. Karena ingin mematuhi perintah guru nya. seorang penyamun yang luar biasa. "Tetapi. Meskipun hal ini sangat sulit sekali. Sebelum pergi gurunya kembali berpesan. gadis itu mencapai Sotapatti phala. Dengan mudah Angulimala membunuh orang-orang tersebut dan memotong jari tangan kanannya. Sesudah itu ia membuat kalung dari jari-jari tersebut dan mengg antung kalung itu di lehernya Karena kalung dari jari-jari tersebut." Kembali Raja bertanya. Kisahnya adalah sebagai berikut : Angulimala adalah anak seorang penasehat raja negara Kosala. Tetapi. Nama aslinya adalah Ahimsaka. maka kita dengan mudah dapat menangkapnya. namun sebagai murid yang sangat patuh." Raja kemudian berkata. termasuk yang ada di istana. gurunya memanggil Ahimsaka dan berk ata. semu a senjata di seluruh negeri. mala = kalung). Tahun ke-20 Di tahun ini Ananda ditunjuk sebagai pembantu tetap Sang Buddha dan selama dua p uluh lima tahun Ananda menjadi pembantu tetap. Ayahnya bernama Bha ggava dan ibunya Mantani. jangan membawa dua buah jari tan gan dari orang yang sama.a berkunjung ke rumahnya dan masih sempat memberikan uraian Dhamma. "Karena ia akan bekerja seorang diri. jika engkau memberiku seribu bua h jari tangan kanan manusia. kenapa kita tidak sekarang saja membunuhny a?" Bhaggava menjawab. "Ia akan bekerja seorang diri." Sampai hari itu Ahimsaka belum pernah menyakiti orang lain dan karena itu ia tid ak tahu bagaimana harus memotong jari orang. Bhaggava menjawab. Kalau ingin me lewati hutan Jalini. Baginda . Raja menjadi takut sekali dan keesokan harinya memanggil penasehatnya untuk ditanyakan tentang sebab mengapa semua senjata mengeluarkan cahaya. "Sekarang engkau sudah tamat belajar di sekolah ini. ia kemudian mendapat nama baru sebagai Angulimala (Anguli = jari. maka Ahimsaka membawa pedangnya dan pergi ke hutan Jalini di negara Kosala. Di hutan ia mencegat para pelancong yang lewat. Karena itu tidak ada lagi orang yang berani lewa . tetapi sebelum engkau pulang. Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata.

kuda. Sang Buddha lalu bertekad untuk menolong Angulimala. ia berlari mendekati Sang Buddha. Sang Buddha berjalan s aja dengan tenang. Kembalilah s ekarang juga ke tempat darimana Anda datang. meskipun dulu aku ber lari-lari menangkap gajah. Ia berka ta kepada suaminya. Di sana bersembunyi seorang penyamun yang bernama Angulimala. kereta perang. Aku memang kasihan kepadanya. Keti ka itu Sang Buddha melihat Angulimala. mungkin aku pun akan dibunuhnya. buas. Karena itu. Dan korban yang terakhir ini justru adalah ibu nya sendiri. "Sekarang. dan pakaian yang bersih. sungguh mengherankan." Tetapi ibunya adalah seorang wanita yang halus budi pekertinya dan mempunyai hat i yang baik. sedangkan kami sendiri hari ini juga a kan meninggalkan tempat ini. "Anak kita yang tercinta sekarang telah menjadi seorang pemb unuh. Ia mungkin sudah berub ah seluruhnya dan kalau aku pergi menemuinya. tetapi meskipun badannya penuh dengan keringat ia tetap tak dapat menyentuh badan Sang Buddha yang sedang berjalan dengan tenang. Ap akah kamu tidak dapat pergi menemui anak kita dan membujuknya supaya berhenti me mbunuh?" "Istriku tercinta. Ia berpikir. Banyak orang y ang sudah meninggalkan rumah dan desanya. Apalagi ia mencintai anaknya lebih dari dirinya sendiri. aku akan membunuhnya . Karena itu. mandi. Ia datang seorang diri. anak itu sekarang sudah terlalu ganas. dengan membawa mangkuk-Nya Sang Buddha b erjalan menuju ke hutan tempat Angulimala bersembunyi menunggu mangsanya yang te rakhir. rusa atau binatang lainnya. mendengar tentang persiapan yang dilakukan Raja Kosala. Sang Buddha melihat ke seluruh penjuru dunia u ntuk mencari orang yang mungkin dapat ditolong-Nya dalam bidang kerohanian. Ia telah membunuh ratusan orang. Angulimala berlari-lari untuk menyergap dan membunuh Sang Bud dha. Ia benci sekali dengan hidup seperti itu. memotong jari tangannya untuk mencukupi jumlah seribu yang diminta guruku. Ia berpikir. Penduduk desa yang melihat Sang Buddha berjalan menuju hutan. tetapi apa yang dapat aku lakukan? Aku harus memegang janjiku dan membunuhnya. Karena itu. "Aku harus pergi seorang diri ke hutan untuk menyelamatkan anakku. "Bhikkhu. Tetapi Sang Buddha hanya terseny um. Teta pi sekarang. Tiba-tiba Sang Buddha berdi ri di antara Angulimala dan ibunya. ibun ya dan juga khalayak ramai." Mereka menasehati Sang Buddha sampai tiga kali. Angulimala kemudian memindahkan tempat kerjanya dan di tempat yang baru ia kemba li mencegat dan membunuh orang yang lewat. Ia adalah ora ng yang kejam. "Tidak pernah aku seletih ini. Angulimala berpikir. sehingga semua sendi-sendinya merasa sakit sekali dan tidak kuat lagi untuk berlari. Dengan demikian aku tidak usah membunuh ibuku. A ku tidak mau mati percuma. Tetapi bag aimanapun juga. mengucapkan terima kasih dan melanjutkan perjalanan-Nya memasuki hutan. Ia pikir. sebab siapa tahu mungkin saja hari ini ia akan data ng ke tempat ini. I bunya. tidur.t hutan tersebut. berusaha mencegahNya dengan mengatakan." Kemudian ia berjalan pergi ke hutan dengan membawa bekal makanan seperlunya. Angulimala kemudian menja di letih. ia masih harus membunuh seorang lagi untuk memenuhi permintaan g urunya berupa seribu buah jari tangan kanan manusia. sebaiknya Anda jangan pergi ke hutan itu. Ketika itu ibu Angulimala sudah terlebih dulu memasuki hutan." Pagi hari itu. B adannya sudah berbau busuk. sebagaimana biasa. meskipun ibuku sendiri yang datang. Ia juga pasti akan membunuh Anda." Dengan pedang terhunus. Manyani. yang meskipun sudah jemu dengan perbuatan membunuh dan ingin kembali menjadi orang yang baik. "Baik juga pertapa ini berdiri di depan ibuku. Aneh sekali aku tak dapat mengejar pertapa in . dan jahat. Angulimala melihat ibunya datang dan berpikir. Berbulan-bulan lamanya ia berada di hutan tanpa memperoleh cukup makan. Sekarang Raja sedang membuat persiapan untuk menangkap dan membunuhnya. Karena merasa kasihan. sebaiknya Anda jangan berjalan terus." Ia menghunus pedangnya dan berlari mendekati ibunya. masih kekurangan satu orang lagi yang akan dijadikan korban. Raja Kosala mempersiapkan tentara yang untuk menangkap Angulimala. Ketika itu Angulimila sudah membunuh 999 orang. Aku tidak akan mengganggunya. tetapi membunuh pertapa ini dan memotong jari tangannya. "Alangkah kasihannya wanita ini.

memakai jubah kuning. apakah yang Baginda akan la kukan?" Raja Kosala menjawab. "Bagaimana Anda mengatakan berhenti. Sang Buddha member inya petunjuk untuk memberi wanita itu air." Yang berarti: . setelah terlebih dulu dibacakan kali mat-kalimat: "Yatoham bhagini ariyaya Jatiya jato Nabhijanami sañcicca Panam jivita voropeta Tena saccena sotthi te Hotu sotthi gabbhassa. Tentu ada m aksud tertentu dalam ucapan tersebut. pa dahal Anda berlari lebih cepat dari aku?" Sang Buddha mengucapkan syair seperti di bawah ini : "Sebagaimana biasa.i. Angulimala diserang oleh orang-or ang yang sedang berkelahi. aku akan berlutut di hadapannya. Di vihara i a ditahbiskan menjadi bhikkhu. Sang Buddha kemudian memberitahukan Angulimala agar j angan mempunyai rasa dendam dan harus menganggap kejadian ini sebagai hukuman at as kejahatan yang pernah ia lakukan." Kemudian ia bertanya kepada Sang Buddha. apakah Baginda mendapat kesukaran ? Apakah Raja Bimbisara menyatakan perang kepada Anda atau Pangeran dari Licchav i atau mungkin dari kerajaan lain?" "Bukan. Yang Mulia. Bhikkhu ini. Angulimala k emudian mencapai tingkat Arahat. meskipun berjalan lebih cepat dari aku. Setelah berlatih dengan tekun. Suatu hari ketika sedang mengumpulkan makanan. Ketika Angulimala memasu ki ruangan." Kemudian ia berteriak. yang dalam waktu demiki an singkat dapat menaklukkan Angulimala dan mengubahnya menjadi orang baik. berhenti Bhikkhu!" Sang Buddha menjawab. Sewaktu ia menceritakan peristiwa tersebut kepada Sang Buddha da n menanyakan cara untuk menolong penderitaan wanita tersebut. Raja Kosala." Angulimala rupanya sangat terkesan dengan syair yang diucapkan Sang Buddha. "Seor ang bhikkhu tidak boleh bohong. Ibu Angulimala yang menyaksikan seluruh peristiwa ini dari dekat. Hal ini menggugah hatinya. "Oh. apakah engkau sendiri b erhenti?" Angulimala tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Sang Buddha dan berpikir. Setelah itu Sang Buddha memberikan khotbah Dhamma. merasa kagum sekali kepada Sang Buddha. Sang Buddha lalu berkata. Ia m embuang pedangnya dan berlutut di hadapan Sang Buddha. Umpamanya Baginda melihat Ang ulimala sekarang sudah bercukur gundul." Kemudian Sang Buddha memanggil Angulimala untuk keluar. Karena Aku berbelas kasih terhadap semua makhluk hidup. meninggalkan kehid upan sebagai seorang penyamun dan berhenti membunuh. Angulimala. Dikisahkan sewaktu Angulimala sudah mencapai ti ngkat Arahat. Tetapi dicegah oleh Sang Buddha. semua prajurit Raja melarikan diri. Tetapi kamu tidak mempunyai betas kasih terhadap makhluk hidup. Sang Buddha bertanya. "Hai berhenti. Namany a Angulimala. Baginda Yang Agung. terlebih dulu da tang mengunjungi Sang Buddha untuk mohon restu Beliau. "Oh. "Aku berhenti. Karena itu Aku berhenti dan kamu tidak berhenti. ia mendengar seorang wanita sedang merintih-rintih kesakitan waktu hendak bersalin. Sang Buddha memberi berkah dan kemudian mengajaknya pergi ke vihara. sebelum memasuki hutan untuk menangkap Angulimala. mengatakan bahwa ia berhenti. Baginda Yang Agung. Angulimala! Tetapi. Ia datang berkunjung deng an membawa lima ratus orang prajurit berkuda. "Kalau demikian halnya." jawab Raja Kosala. Ada seorang penyamun yang ganas sekali di kerajaanku. sehingga ia berkeinginan menolong w anita tersebut. Aku sekarang memang sangat letih. Aku berhenti. Aku hendak menangkapnya.

Bhagu. s ebuah desa kecil yang mungkin terletak di dekat Vesali. Tetapi di kemudian hari. pada tahun ketiga setelah memperoleh Pene rangan Agung. Devadatta berhasil memperoleh Puthujjanika-iddhi. Pertama ia mencoba untuk mempengaruhi Pangeran Ajatasattu. setelah diberi air tersebut. Peristiwa tersebu t memberi kesan yang dalam sekali di hati Ajatasattu. Sampai hari ini kalimat-kalimat tersebut dikenal sebagai Angulimala-sutt a dan dipakai untuk membuat air guna memudahkan persalinan. adik dari Raja Suddho dana. Kemudian an ak kecil itu lenyap dan Devadatta berdiri di depan Ajatasattu. "Ak . Atas permohonan itu Sang Buddha menjawab. Satu hal pasti yang dapat ditemukan dalam sutta-sutta ialah tentang mangkatnya R aja Bimbisara. di hadapan pertemuan para bhikkhu. delapan tahun sebelum Sang Buddha sendiri mencapai Parinibbana."Saudari. Kisahnya adalah sebagai berikut : Devadatta adalah anak dari Pangeran Suppabuddha dan Amita. Ia bersalin rupa menj adi anak kecil dengan memakai kalung dari beberapa ekor ular. tidak dapat dipastikan secara berurutan. Tahun ke-21 sampai dengan tahun ke-44 Selama tahun-tahun tersebut di atas. di samping memberikan lima ratus piring makanan setiap hari. Devadatta mempunyai maks ud yang tidak baik terhadap Sang Buddha karena ia merasa iri atas kemasyhuran Sa ng Buddha. tetapi Sang Buddha menjawab bahwa persoalan itu tidak perlu dibicarakan sekarang. Tidak lama kemudian. sehingga membuat Ajatasattu ketakutan. K etika itulah Devadatta dengan paksa ingin mengambil alih pimpinan Sangha dari Sa ng Buddha. Savatthi. Devadatta mohon kepada S ang Buddha agar Sang Buddha menunjuknya sebagai Ketua Sangha. semoga Anda Dan bayi dalam kandungan selamat. sehingga timbul niat jahatnya unt uk mengambil alih kedudukan Sang Buddha sebagai Ketua Sangha. te mpat-tempat mana yang telah dikunjungi oleh Sang Buddha dan dimana Sang Buddha b er-vassa. men getahui niat jahat Devadatta tersebut dan memberitahukan kepada Moggallana. Untuk beberapa waktu lamanya. Devadatta akan membocorkannya sendiri. yaitu k ekuatan gaib tertinggi yang dapat dicapai oleh orang yang belum mencapai tingkat kesucian. bahkan Sang Buddha sendiri pernah memujinya sebagai orang yang mempun yai kekuatan gaib yang tinggi. yang bertumimbal lahir sebagai Manomayakayikadeva. sehingga Beliau sangat men ghormat pada Devadatta. yang kemudian menjadi Buddha. Tiba-tiba ia jatuh di atas pangkuan Ajatasattu. Bhaddiya. Ajatasattu mengunjungi Devadatta dengan diiringi lima ratus kereta. Tiap pagi dan petang hari. karena kelak sebelum wakt unya. Kimbila . Anuruddha dan Upali di Anupiya. Demikianlah kisah mengenai Angulimala. Kisah ini pun dapat dipakai sebagai contoh untuk membuktikan bahwa kamma (perbua tan) baik yang orang lakukan dapat memusnahkan kamma buruk yang pernah ia lakuka n. Tahun itu Sang Buddha ber-vassa di Veluvanarama. Mogg allana menceritakan hal tersebut kepada Sang Buddha. wanita itu segera bersalin dengan s elamat. Seorang murid Moggallana. sewaktu Sang Buddha dalam perjalanan dari Kapilavatthu menuju ke Rajagaha. Saudara perempuannya bernama Yasodhara atau Bhaddakaccana dan menikah deng an Pangeran Siddhattha. Tetapi dapat diketahui bahwa delapan belas vassa dijalankan di Jetavanarama dan lima vassa di Pubbarama. Pada vassa berikutnya. Penaklukan Angulimala sering kali dicatat sebagai satu dari sekian banyak perbua tan Sang Buddha yang menolong manusia karena rasa belas kasih yang sangat besar terhadap umat manusia. Keja dian ini menggembirakan sekali hati Devadatta. sedangkan vassa ke-44 dijalankan di Beluva." Dan benar saja. sejak dilahirkan sebagai seorang Ariya Aku tidak ingat dengan sengaja Membunuh suatu makhluk hidup Dengan pernyataan yang benar ini. Devadatta mendapat tempat terhormat dal am Sangha. Devadatta ditahbiskan menjadi bhikkhu bersama-sama dengan Ananda. berhubung Sang Bud dha sekarang sudah lanjut usianya. Rajagaha.

Sang Buddha berhasil berada di depa n Ananda dan dengan pancaran cinta kasih dapat menjinakkan kembali gajah tersebu t. Gajah itu besar dan buas dan terkenal dengan nama Nalagiri. Sewaktu gajah mabuk tersebut dilepa s dan memburu ke arah Sang Buddha. Di hutan. Sewaktu mereka sudah berkumpul." Devadat ta merasa tersinggung sekali dikatakan sebagai orang yang hina-dina. Suatu har i. maka mustahil Aku akan mengalihkannya kepada engkau. sewaktu Sang Buddha sedang berjalan di lereng Gunung Gijjhakuta. Pada waktu itulah Ajatasattu dihasut oleh Devadatta untuk membunuh ayahnya. Sang Buddha lalu memberikan urai an Dhamma kepada para pemanah tersebut. Semua bhikkhu tidak boleh menerima undangan makan di rumah umat. Tetapi Be . seorang yang hina-dina. berhubung tidak ada seorang pun di dunia ini yang mampu membunu h seorang Buddha. apa y ang sebenarnya menjadi tugasnya. semua bhikkhu harus tidur di bawah pohon dan tidak boleh tidur d i dalam rumah. 5. kecuali "tidur di bawah pohon" selama musim hujan. Setelah kejadian ini. karena tertarik oleh kekuatan gaib da ri Sang Buddha. S ang Buddha kemudian diusung ke Ambavana. Ia minta kepada Sang Buddha untuk menyetujui bahwa semua bhikkhu ha rus mentaati peraturan seperti di bawah ini: 1. Semua bhikkhu harus memakai jubah dari kain bekas pembungkus mayat dan tid ak boleh menerima persembahan jubah dari umat. Sang Buddha menjawab bahwa para bhikkhu yang ingin mengikuti peraturan tersebut boleh melakukannya. Tetapi. meskipun terlebih dulu telah dipesan dan diperingati deng an keras oleh Sang Buddha untuk tidak berbuat apa-apa. saat Sang Buddha mendekati pemanah pertama yang harus membunuhnya. Devadatta lalu membujuk seorang pawang gajah unt uk melepaskan seekor gajah (yang terlebih dulu dibuat mabuk dengan memberinya mi numan arak) di jalan yang akan dilalui Sang Buddha. Kawan-kawannya yang letih menunggu. Setelah ketiga usahanya gagal semua. Tiba-tiba du a tonggak besar muncul dari dalam tanah untuk menahan jatuhnya batu tersebut. Dengan cepat berita ini tersiar dan Sang Buddha pun diberi tahu. Tetapi Sang Buddha menerangkan bahwa hal terse but tidak perlu. siang dan malam para murid-Nya me njaga tempat tinggal Sang Buddha. Sang Buddha memberikan uraian Dhamma kepada orang tersebut dan kemudian menyuruh nya pulang dengan mengambil jalan tertentu. yaitu dengan membuat bumi mengerut. 2. tetapi me reka hanya boleh makan makanan yang diperoleh dengan jalan minta-minta. 3. sehingga akhirnya tidak ada seorang pun yang masih hidup untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Para pemanah istana tersebut ditempatkan di berbagai tempat dan diatur sedemikan rupa. karena S ang Buddha mempunyai kekuatan gaib yang luar biasa tingginya. Meskipun demikian. Semua bhikkhu dilarang keras makan daging dan ikan. Hanya dengan menggunakan "iddhi". Ajatasattu menyetujui dan memerintahkan beberapa orang pemanah istana untuk memb antu Devadatta membunuh Sang Buddha. s ehingga pemanah tersebut membuang panahnya dan mengaku kepada Sang Buddha. Pemanah yang pertama pergi melapor kepad a Devadatta dan mengatakan bahwa ia tidak sanggup membunuh Sang Buddha. kemudian satu per satu meninggalkan tempat penjagaannya. sehingga seluruh ba dannya menjadi kaku. 4. Devadatta lalu mengambil keputusan untuk membunuh sendiri Sang Buddha. Devadatta kemudian berusaha untuk memecah b elah Sangha. seda ngkan ia sendiri akan membunuh Sang Buddha. pecahan batu tersebut masih dapat melukai kaki Sang Buddha. Mereka semua datang ke tempat Sang Buddha. Sang Buddha menegurnya dengan kata-kata yang ramah-tamah. Namun Sang Budd ha menolak untuk membatalkan perjalanan-Nya.u tidak akan mengalihkan Pimpinan Sangha kepada Sariputta atau Moggallana. Semua bhikkhu harus tinggal di hutan. Setelah usahanya kembali gagal. yaitu tempat tabib Jivaka untuk mendapa t pengobatan seperlunya. Ananda lari ke depan dan menempatkan dirinya antara Sang Buddha dan gajah dengan maksud untuk melindungi dan menjadi tameng d ari Guru Junjungannya. peman ah tersebut demikian terpesona dengan keagungan Sang Buddha. ia mendorong sebuah batu besar yang dimaksudkan untuk menimpa mati Sang Buddha.

Sang Buddha kemudian memerintahkan Sariputta dan Moggallana pergi ke Gayasisa un tuk bicara dengan para bhikkhu yang terkena bujukan. Ia masuk ke neraka Avici dan akan berada di alam tersebut selama seratus ribu ka ppa untuk kemudian lahir kembali ke dunia dan menjadi seorang Pacceka Buddha. membangunkan Devadatta dari tidurnya dan menc eritakan apa yang telah terjadi. Ketika berita ini disampaikan kepada Sang Buddha. II.liau menolak untuk membuat peraturan ini berlaku bagi semua bhikkhu. Penolakan ini membuat Devadatta gembira karena sekarang ia mempunyai alasan untu k menyebarluaskan berita bahwa Sang Buddha dan murid-murid-Nya masih terlalu ter ikat kepada kemewahan dan kehidupan yang serba cukup. Kokalika. Malam itu Devadatta berkhotbah sampai larut malam. yaitu semacam bunga yang hanya dapat ditemukan. ia minta rombongannya berhenti sebentar karena ia ingin membersihkan badan terlebih dulu di sebuah telaga yang terdapat di pinggir jalan. ia minta murid-muridnya membawa ia menghadap Sang Buddha.II-16) CULLAVAGGA XI (Vin. B. Sewaktu turun dari usungan dan kakinya menyentuh tanah. Beliau mengatakan bahwa hal it u tidaklah mungkin dalam kehidupan ini. Ketika Sariputta dan Moggallana tiba di Gayasisa." Pada waktu itu lewat di depanku seorang pertapa "tak berpakaian" dengan membawa bunga Pohon Karang. Waktu merasa sudah letih seka li. bila terjadi . Devadatta dibawa dengan sebuah usungan. Waktu tiba di dekat Jetavanna.V) Ayasma Maha Kassapa bercerita kepada para bhikkhu : "Pada suatu waktu aku bersama-sama dengan kira-kira lima ratus bhikkhu sedang be rada dalam perjalanan dari Pava menuju Kusinara. Meskipun sudah diperingati oleh Sang Buddha tentang akibat yang menyedihkan untuk orang yang memecah belah Sangha. tanah itu membuka dan ia terjerumus masuk ke dalam tanah. Sariputta berkhotbah di depan para bhikkhu dan menerangkan bahwa De vadatta sekarang sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Sang Buddha. mereka diterima dengan gembira oleh Devadatta. lima ratus orang bhikkhu tersebut bersedia kembali kepada Sang Buddha dan meninggalkan Devadatta bersama-sama Sariputta dan Moggallana.D. Ketika ia hampir hilang masuk ke dalam tanah. Devadatta berhasil membuj uk lima ratus orang bhikkhu yang baru ditahbiskan untuk menyertainya pergi ke Ga yasisa. BAB V HARI-HARI TERAKHIR Maha Parinibbana Suttanta (D. Sewaktu Devadatta mengetahui bahwa ia tidak lama lagi dapat hidup di dunia ini. Kemudian aku berhenti di pinggi r jalan dan mencari tempat duduk di bawah pohon yang rindang. Mendengar berita tersebut. Devadatta minta Sariputta untuk meneruskan khotbahnya. namun Devadatta memberitahukan Ananda bahwa ia akan mengadakan pertemua n uposatha tersendiri tanpa dihadiri oleh Sang Buddha. Tahun ke-45 Di tahun ini Sang Buddha mangkat dan mencapai Parinibbana di Kusinara pada saat purnama sidhi di bulan Vaisak (Mei) sebelum waktu ber-vassa. sedangkan ia sendiri pergi tidur. Pada akhir khotbahnya. Pengik ut Devadatta yang setia. Diantaranya terdapat bhikkhuni Thullananda yang terus-menerus memuji Devadatta d an seorang dari suku Sakya bernama Dandapani. sebab Devadatta mengira bahwa Sariputta dan Moggallana berdua j uga ingin bergabung dengannya. Devadatta muntah darah dan kemudian sakit keras selam a sembilan bulan. ia masih sempat menyatakan bahwa ia hanya mencari perlindungan kepada Sang Buddh a.

Dan selama vassa itu jan gan ada bhikkhu lain yang bervassa di Rajagaha. "Mari. kebencian. nafsu-nafsu yang menggelapkan batin dan ketakutan. "Apakah Anda kenal Guru k ami?" Ia menjawab. janganlah bersedih. harap Bhante memilih bhikkhu-bhikkhu y ang akan membacakannya. merenung. dan Dhamma akan terdesak. Avuso. "Cukup. dan bhikkhu-bhikkhu lain selama vassa (musim hujan). Sangha sedang mempertimbangkan untuk menyetujui kelima ratus bhikkhu ini membicarakan Dhamma dan Vinaya sewaktu merek a bervassa di Rajagaha. itu tidak boleh kamu lakukan!' Sekarang kita dapat berbuat sesuka hati kita dan kita tidak usah melakukan hal-hal yang kita tidak senangi. "Para Bhante yang terhormat. Kalau sekiranya Sangha menyetujui. "Terlalu cepat San g Bhagava memasuki parinibbana! Terlalu cepat Yang Terbahagia memasuki parinibba na! Terlalu cepat Sang Mata Dunia lenyap dari pandangan kami!" Tetapi para bhikkhu yang telah terbebas dari hawa nafsu. Selain itu Bhikkhu Ananda memahami Dhamma dan Vinaya dengan seksama d i bawah asuhan langsung Sang Bhagava. Kelima ratus bhikkhu tersebut. Subhadda kemudian turut bicara. maka para bhikkhu yang masih belum terbebas dari hawa nafsu. meskipun Bhikkhu Ananda masih seor ang siswa." Kemudian dijawab. Avuso. tetapi Beliau telah mangkat s eminggu yang lalu. yang telah ditahbisk an pada usia lanjut. "Bhante. janganlah be rsedih. Inilah usulku. maka aku harap Sangha diam dan kepada mereka yang berkeberatan aku persilakan untuk bicara. sebelum apa yang "bukan Vinaya" mendapat angin dan berkembang." Mendengar berita tersebut. "Di manakah akan diadakan pembacaan Dhamma dan Vi naya?" Kemudian diusulkan oleh beberapa orang bhikkhu "Di Rajagaha terdapat banyak umat yang bersedia memberikan makanan dan tempat penginapan pun jumlahnya berlebih-l ebihan. yang semuanya telah menc apai tingkat Arahat. Avuso. Su dah terlalu lama. har ap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan. sebelum apa yang "bukan Dhamma" mendapat angin dan berkembang. sebelum mereka yang berbicara tentang yang "bukan Dhamma" menjadi kuat dan mereka yang berbicara tentang Dhamma menjadi lemah. beberapa orang lagi berguling-gulingan di atas tanah dan menangis sambil meratap. Kalau Sangha menganggap baik m aka Sangha dapat memberi persetujuan agar kelima ratus bhikkhu ini membacakan Dh amma dan Vinaya pada waktu mereka bervassa di Rajagaha. Lalu aku menyapa pertapa tersebut. "Segala sesuatu yang terdiri dari paduan unsur-u nsur adalah tidak kekal. "Kalau demikian halnya. aku mengenal Guru Anda. dengan penuh kesadaran dan pikiran terpusat. Para Bhante yang terhormat. menjadi seorang makhluk. terdiri dari paduan unsur-unsur dan dikodratkan akan lapuk. Setelah itu timbul pertanyaan. kita akan membacakan Dhamma dan Vinaya.peristiwa penting. Bagaimana kalau waktu bervassa di Rajagaha kita membacakan Dhamma dan Vi naya. 'Ini boleh kamu lakukan. Oleh karena itulah aku dapat memperoleh bunga Mandarava (Poho n Karang) ini. tetapi ia sudah tidak mungkin lagi melakukan hal-hal yang salah karen a dorongan keinginan rendah. dan Vinaya akan terdesak." Lalu aku berkata. "Cukup. Setelah itu seorang bhikkhu berkata. Avuso. sebelum mereka yang ber bicara tentang yang "bukan Vinaya" menjadi kuat dan mereka yang berbicara tentan g Vinaya menjadi lemah. janganlah meratap! Sekarang kita telah terbebas dari Pertapa Tua itu. "Benar." Kemudian Ayasma Maha Kassapa memilih 499 orang bhikkhu. Karena itu aku mengusulkan agar Bhikkhu An anda pun diikutsertakan. janganlah meratap! Bukank ah sejak semula Sang Bhagava menerangkan bahwa segala sesuatu yang disenangi dan dicintai suatu ketika pasti akan berubah dan akan berpisah darimu? Apa yang tim bul karena suatu sebab." Dengan demikian Bhikkhu Ananda pun terpilih. Kalau Sangha menyetujuinya. tidak diperkenankan u ntuk berada di Rajagaha?" Ayasma Maha Kassapa lalu berkata kepada Sangha. oleh Sangha telah disetujui untuk membacakan Dham . 'Semoga itu ta k akan berubah dan hancur kembali!" Pada waktu itu hadir pula seorang bhikkhu bernama Subhadda. bagaimana engkau masih menginginkan. kita telah dikekang oleh Beliau dengan mengatakan. mengangkat tangan mereka dan menangis tersedu-sedu. Mana mungkin hal ini tak akan terjadi?" Tetapi aku berkata. pada waktu kelima rat us bhikkhu tersebut membacakan Dhamma dan Vinaya di Rajagaha agar jangan ada bhi kkhu lain yang bervassa di Rajagaha.

" "Tentang persoalan apa?" "Tentang manusia." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. Bhikkhu Upali. Dan setelah merasa amat letih. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang pertama?" "Di Vesali. sebagai seorang siswa." Kemudian kelima ratus bhikkhu tersebut berangkat menuju Rajagaha untuk membacaka n Dhamma dan Vinaya. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang kedua?" "Di Rajagaha.." . aku tidak layak menghadiri pertemuan itu." "Mengenai siapa?" "Mengenai Bhikkhu Sudinna dari Desa Kalandaka. Kalau Sangha menganggap baik. "Para Bhante yang terhormat.. harap Sangha mende ngarkan apa yang akan ucapkan. selanjutnya ditanyakan tentang apa yang dite tapkan dan apa yang kemudian ditambahkan. Bhante. Bhikkhu Ananda sedang merenung." Lalu dijawab oleh Bhikkhu Upali. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat. "Para Bhante yang terhormat. Bhante. aku dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai Vinaya yang akan diajukan oleh Ayasma Maha Kassap a. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan. "Besok kita akan berkumpul. tetapi sebelum kepalanya menyentuh kasur dan kakinya sudah terangkat dari tanah." Setelah itu Bhikkhu An anda giat melatih meditasi dengan obyek badan jasmaninya sampai larut malam. anak seorang pembuat jambangan tanah. Sebenarnya. ." "Tentang persoalan apa?" "Tentang mengambil sesuatu yang tidak diberikan. Kalau Sangha menganggap baik." Kemudian Ayasma Maha Kassapa bertanya. ak u akan mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Bhikkhu Upali mengenai Vina ya. Bhante. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang ketiga?" "Di Vesali. Mereka berpikir. "Memperbaiki bagian-bagian bangunan yan g patah serta lapuk dipujikan oleh Sang Bhagava.ma dan Vinaya sewaktu mereka bervassa di Rajagaha dan juga telah disetujui agar jangan ada bhikkhu lain yang bervassa di Rajagaha. Begitulah apa yang kumengerti. pada saat itu dengan tiba-tiba batinnya tela h bersih dari kekotoran batin dan Bhikkhu Ananda mencapai tingkat Arahat. Kemudi an pertemuan dibuka oleh Ayasma Maha Kassapa. karena tidak ada yang bicara." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. Setibanya di Rajagaha mereka melihat banyak kayu-kayu yang patah serta lapuk di tempat mereka menginap." "Mengenai siapa?" "Mengenai Bhikkhu Dhaniya. Ia lalu memiringkan tubuhnya." "Mengenai siapa?" "Mengenai beberapa bhikkhu. selama bulan pertama kita akan memperbaiki bagian-bagian yang patah serta lapuk dan kemudian baru membaca kan Dhamma dan Vinaya. "Kemudian. Kemudian di bulan pertama mereka sibuk memperbaiki bagian-bagian yang rusak dan mengganti kayu-kayu yang patah serta lapuk dengan yang baik." "Tentang persoalan apa?" "Tentang hubungan kelamin. Kemudian ditanyakan tentang apa yang d ianggap sebagai pelanggaran dan apa yang dianggap sebagai bukan pelanggaran. Bhikkhu Upali. "Kemudian. Bhikkhu Ananda ingin membaringkan dirinya di atas ka sur. "Bhikkhu Upali. Mari. Besok akan dimulai pembacaan Dhamma dan Vinaya.

harap Sangha mend engarkan apa yang akan aku ucapkan. Bhikkhu Upali. "Selain 4 peraturan Parajika dan 13 peraturan Sanghadisesa. Kalau Sangha menganggap baik." "Tetapi apakah ditanyakan kepada Sang Bhagava." "Tentang persoalan apa?" "Tentang mereka yang menggunakan tipu muslihat dengan mengaku mencapai tingkat k esucian atau memiliki kekuatan-kekuatan gaib. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan." "Mengenai siapa?" "Mengenai bhikkhu-bhikkhu dari tepi Sungai Vaggumuda. "Bhikkhu Ananda. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang keempat?" "Di Vesali. lalu tentang asal mulanya dam te ntang orang-orangnya yang terlibat. Bhante." Lalu dijawab oleh Bhikkhu Ananda.." Kemudian Ayasma Maha Kassapa bertanya." Kemudian Bhikkhu Ananda ditanya tentang asal mulanya. Bhante. "Selain 4 (empat) peraturan Parajika. maka peratu ran-peraturan yang kecil dan kurang penting dapat ditiadakan. di tempat peristirahatan Raja di Ambalatthika antara Rajagaha dan Nalan da." Ada pula yang mengatakan. Kemudian ditanyakan tentang apa yang d ianggap sebagai pelanggaran dan apa yang dianggap sebagai bukan pelanggaran." "Dengan siapa?" "Dengan pertapa Suppiya dan seorang Brahmin muda bernama Brahmadatta. Bhante." Ada lagi yang mengatakan. kalau dikehendaki oleh Sangha. di taman mangga Jivaka. Kalau Sangha menganggap baik.. "Kemudian. aku akan menja wab pertanyaan-pertanyaan mengenai Dhamma yang akan diajukan oleh Ayasma Maha Ka ssapa." "Mengenai persoalan apa?" "Mengenai apa yang terpuji dan apa yang tidak terpuji. apa yang dimaksud dengan peratura n-peraturan yang kecil dan kurang penting?" "Tidak. pada waktu Sang Bhagava hendak mencapai parinibbana. Bhikkhu Ananda?" "Di Rajagaha. lalu tentang orang-orangny a. di manakah Brahmajala-sutta disabdakan?" "Bhante." "Dengan siapa?" "Dengan Ajatasattu. Setelah itu ditanyakan tentang peraturan-peraturan yang lain baik yang berlaku u ntuk para bhikkhu maupun yang berlaku untuk para bhikkhuni. ." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. selanjutnya ditanyakan tentang apa yang dite tapkan dan apa yang kemudian ditambahkan. "Para Bhante yang terhormat. "Dan di manakah Samaññaphala-sutta disabdakan. Kemudian Ayasma Maha Kassapa berkata. lalu tentang orang-orangny a." Kemudian Bhikkhu Ananda ditanya tentang asal mulanya. Setelah itu Bhikkhu Ananda ditanya tentang lima Nikaya yang semuanya dijawab den gan terang dan jelas. putra dari Videhi. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat. aku akan m ulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Bhikkhu Ananda mengenai Dhamma. "Para Bhante yang terhormat. semua yang lain termasuk peraturan-peratur an kecil dan kurang penting. aku tidak menanyakan apa yang dimaksud dengan peraturan-peratura n yang kecil dan kurang penting. semua peraturan yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting.Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya." Ada hadirin yang mengatakan. Beliau telah meninggalkan pesan.. Kemudian Bhikkhu Ananda memberitahukan para hadirin. "Para Bhante yang terhormat . Ananda. Semua pertanyaan dij awab oleh Bhikkhu Upali dengan terang dan jelas. "Setelah Aku mangkat.

harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku katakan . Beliau te lah menetapkan tata tertib untuk murid-murid-Nya. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan maka Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan dan tidak akan m enghapus sesuatu yang sudah ditetapkan." Ada pula yang mengatakan. Segala ses uatu harus berjalan terus sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. Segala sesuatu harus berjalan terus sesu ai dengan apa yang sudah ditetapkan. "Selain 4 peraturan Parajika . bukan karena rasa kurang hormat aku telah menjahit jubah musim hujan Sang Bhagava. 2 peraturan Aniyata dan 30 peraturan Nissagiya. "Pada waktu Buddha Gotama masih hidup. sehingg ." "Bhikkhu Ananda. yaitu melakukan suatu kelalaian.. diharap bicara." Ada lagi yang mengatakan.. K alau ada yang tidak setuju. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. "Selain 4 peraturan Parajika . Karena Sangha diam. 13 peraturan Sanghadisesa dan 2 peraturan Aniyata."Selain 4 peraturan Parajika. apa yang dimaksud dengan peraturan-peraturan kecil yang kurang pent ing. Mereka tahu bahwa ini "diperbolehkan" dan itu pasti "tidak diperbolehkan" untuk para pertapa. ini pun merupakan suatu pelanggaran karena Anda mengizinkan par a wanita memberi penghormat terlebih dulu terhadap jenazah Sang Bhagava. setelah Anda menginjaknya terlebih dulu. karena kurang waspada aku tidak menanyakan kepada S ang Bhagava." Ada juga yang mengatakan. Kalau Sangha menganggap baik. tetapi setelah Buddh a Gotama mencapai parinibbana mereka tidak lagi melatih diri dalam tata tertib t ersebut. Kalau para Bhante setuju dengan tidak menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan d an tidak akan menghapus sesuatu yang sudah ditetapkan dan segala sesuatu harus b erjalan terus sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan.dan 4 peraturan Patidesaniya." "Bhikkhu Ananda." Kemudian Ayasma Maha Kassapa berkata. namun karena ketaatan kepad a para Bhante. Segala sesuatu harus berjalan terus sesuai de ngan apa yang sudah ditetapkan. putra-putra Sakya.dan 92 peraturan Pacittiya." "Para Bhante yang terhormat. Begitulah apa yang kumengerti. Kalau kita menghapuskan peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. "Selain 4 peraturan Parajika. apa yang dimaksud dengan peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. memang mereka melatih diri dalam tata tertib tersebut. 13 peraturan Sanghadisesa. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan ku rang penting. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran. Tata tertib para bhikkhu ada juga yang berhubungan dengan umat dan umat pun me ngetahui mengenai hal tersebut. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. yaitu melakukan suatu kelalaia n. setelah dengan tidak disengaja menginjaknya. Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan dan tidak akan mengha pus sesuatu yang sudah ditetapkan. ini pun merupakan suatu pelanggaran karena Anda menjahit jubah musim hujan Sang Bhagava. mungkin di antara mereka ada yang berkata. maka Sangha harap diam. karena Anda telah lalai untuk menanyakan kepada Sang Bhagava .. maka Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang bel um ditetapkan dan tidak akan menghapus sesuatu yang sudah ditetapkan.. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. aku mengakui telah melakukan pelanggaran berbuat sesuatu yang tidak pan tas. namun karena ketaatanku kepada para Bhante.. "Para Bhante yang terhormat. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. ini merupakan suatu pelanggaran. aku mengaku melakukan pelanggaran. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran. maka Sangha telah setuju. yaitu berbuat sesuatu yang tidak pantas." "Para Bhante yang terhormat. Sewaktu Buddha Gotama masih hi dup." Kemudian para Thera berkata kepada Bhikkhu Ananda "Bhikkhu Ananda. Inilah usulku . Para Bhante yang terhormat.

apakah Anda menanyakan apa yang dimaksud dengan hukuman berat itu?" "Aku telah menanyakan kepada Sang Bhagava. aku telah melakukan usaha dan memohon dengan sangat kepada Sang Bhagava. aku mengaku telah melakukan pelanggaran. lebih baik aku memberikan waktu t erlebih dulu kepada para wanita untuk memberi penghormatan terakhir terhadap jen azah Sang Bhagava. yaitu melakukan suatu kel alaian. ibu tiri-Nya. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. Sangha harus melaksanakan hukuman berat (brahmadanda) terhadap Bhik khu Channa. bagaimana mungkin aku dapat melaksanakan huk uman berat tersebut kepada Bhikkhu Channa karena Bhikkhu Channa orangnya kuat da n kekar badannya. Bhante. tidak boleh menasehatinya dan tidak boleh memberi petunjuk kepadanya. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. demi kebahagiaan orang banyak. pergilah bersama dengan lima ratus bhikkhu lain. Karena melakukan usaha dan memohon dengan sangat kepada Sang Bhagava. yang memberikan air susunya sendiri kepada bayi Siddhattha setelah ibu-Nya me ninggal dunia. yaitu melakukan suatu kelalaian." "Kalau demikian halnya. aku mengaku telah melakukan pelanggaran. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran berbuat sesuatu yang tidak baik. " "Tetapi para Bhante yang terhormat.demi kebaikan.a air mata mereka mengotori jenazah Sang Bhagava. "Paduka Tuan. Bhikkhu Ananda mengh adap para Thera dan berkata : "Pada waktu Sang Bhagava hendak memasuki parinibba na. laksanakanlah hukuman berat itu terhadap Bhikkhu Channa. Kemudian p ara selir mendengar bahwa Bhikkhu Ananda telah tiba di dekat taman tersebut dan sedang beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang. tetapi bhikkhu-bhikkhu lain tidak boleh bicara dengannya. agar wanita dapat diterima sebagai b hikkhuni. Akuilah bahwa Anda telah melak ukan pelanggaran.. sehingga mereka nanti tidak berada dalam waktu yang tidak tep at (kalau para Thera telah berkumpul). demi welas asih-Nya terhadap dunia. Karena meskipun diberi isya rat-isyarat dan tanda-tanda yang jelas dapat diraba maksudnya. aku mengaku telah melakukan pelanggaran. yaitu berbuat sesuatu yan g tidak baik. agar wanita dapat diterima sebagai bhikkhuni oleh karena a ku pikir. Mereka lalu memohon kepa da Raja Udena. Bhikkhu Ananda. Bhikkhu Ananda. "Semoga Sang Bhagava berkenan untuk hidup ter us sampai satu kappa. "Semoga Sang Bhagava berk enan . tidak jauh dari taman hiburan Raja Udena . "Ananda." Beberapa waktu setelah pembacaan Dhamma dan Vinaya selesai. semoga Sang Sugata berkenan untuk hidup terus demi kesejah teraan orang banyak." Bhikkhu Ananda. Kemudian berangkatlah Bhikkhu Ananda dengan lima ratus bhikkhu lain. Di taman itu Raja Udena sedang bersenang-senang dengan para selirnya. Bhikkhu Channa boleh mengatakan apa saja yang ia suka. " Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran. yang merawat-Ny a. Berselang b eberapa hari tibalah mereka di Kosambi." "Para Bhante yang terhormat." "Kalau begitu." "Tetapi. ini pun merupakan suatu pelanggaran. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante. "Ananda. m aka aku telah lalai tidak memohon kepada Sang Bhagava. kesejahteraan dan kebahagiaan para dewa dan umat manusia. karena pada saat itu pikiranku tergoda oleh Mara. kesejahteraan dan kebahagiaan para dewa dan umat manusia. "Para Bhante yang terhormat. Beliau juga telah meninggalkan pesan. Beliau mengatakan.. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante. demi kebaikan." "Baiklah." "Bhikkhu Ananda. bila Sang Tathagata sudah tid ak ada lagi. ini pun merupakan suatu pelanggaran." "Para Bhante yang terhormat." jawab Bhikkhu Ananda. telah dikabarkan bahwa Bhikkhu Ananda telah tiba di . apa yang dimaksud dengan hukuman bera t itu. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante." Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. Anda telah lalai untuk memohon kepada Sang Bhagava. yaitu berbuat sesuatu yan g tidak pantas. yaitu berbuat sesuatu yang tidak pantas. "Maha Pajapati adalah bibi Sang Bhagava. karena aku pikir.

" "Tetapi. Bhikkhu Ananda kemudian memberikan wej angan tentang Dhamma yang membuat hati para selir menjadi tenang. mereka m emberi hormat dan mengambil tempat duduk." Setelah itu Raja Udena berpikir. Raja Udena kemudian bertanya. apa yang Bhante ingin lakukan dengan penutup lantai yang lama?" "Kami akan membuat penyeka-penyeka kaki." "Tetapi. apakah yang Bhante ingin lakukan dengan lima ratus pakaian dalam itu?" "Aku akan membagi-bagikannya kepada para bhikkhu yang jubahnya telah tipis. Bhante. Di tempat itu Bhikkhu Channa." "Tetapi. tidak diperkenankan un tuk menasehati Anda dan tidak diperkenankan untuk memberi petunjuk-petunjuk kepa da Anda. "Pertapa-pertapa." "Pergilah kamu menemui Guru Ananda. tidak ada bhikkhu yang boleh bicara kepadaku. hancurlah sudah aku ini." "Apakah kamu memberikan sesuatu kepada Guru Ananda?" "Kami telah memberikan lima ratus pakaian dalam kepada Guru Ananda. "Bhante. mereka ditanya oleh Raja Udena. Sangha telah menjatuhkan hukuman berat terhadap diri Anda." "Tetapi. apa yang Bhante ingin lakukan dengan penyeka kaki yang lama?" "Kami akan membuat kain-kain untuk menyeka debu. "Bhikkhu Channa. memakai se gala sesuatu dengan cara yang teratur. apa yang Bhante ingin lakukan dengan jubah bekas dari para bhikkhu ters ebut?" "Kami akan memakainya sebagai jubah luar. tetapi bhikkhu-b hikkhu lain tidak diperkenankan untuk bicara kepada Anda. Setelah itu bhikkhu Ananda pergi ke Vihara Ghosita. Para selir yang telah tenang hatinya. mempersilakan Bhikkhu Ananda mengambil tempat duduk. "Apakah kamu telah bertemu dengan Guru Ananda?" "Kami telah bertemu dengan Guru Ananda. Anda boleh mengatakan apa saja yang Anda suka. gembira dan bahagia lalu memberikan lima ratus baju dalam kepada Bhikkhu Ananda dan kemudian mereka kembali ke tama n Raja Udena.dekat taman dan sekarang sedang beristirahat di bawah sebuah pohon rindang. hemat dan tidak boros. ia memberikan lagi lima ratus baju dalam kepada Bhikkhu An anda. yang setelah memberi hormat sebagaimana layaknya. apa yang Bhante ingin lakukan dengan jubah luar yang bekas pakai itu?" "Kami akan menggunakan jubah-jubah bekas itu untuk membuat penutup kasur." "Tetapi. "Bhante. Paduka Tuan. Setelah bertemu." "Tetapi. tidak ada bhikkhu yang boleh memberi nasehat kepadaku dan tidak ada bhikkhu yang boleh memberi petunjuk kepadaku." "Tetapi. "Bagaimana mungkin pertapa Ananda menerima sekian banyak baju dalam. "Perkenankanlah kami menemui Guru Ananda. apakah yang dimaksud dengan hukuman berat itu?" "Bhikkhu Channa. apa yang Bhante ingin lakukan dengan kain penyeka debu yang lama?" "Setelah mencabik-cabiknya dan mengaduknya dengan tanah fiat." Mendengar itu. putra-putra Sakya. gembira dan ba hagia. apa yang Bhante ingin lakukan dengan tutup kasur yang lama?" "Kami akan memakainya untuk penutup lantai. Setelah tiba di sana." Bhikkhu Channa lalu menjawab. apakah para selirku tadi telah datang kemari?" "Benar. Raja Udena merasa kecewa dan mengecam Bhikkhu Ananda." Pergilah para selir Raja Udena menemui Bhikkhu Ananda. Inilah untuk pertama kali Bhikkhu Ananda mendapat hadiah seribu potong baj u dalam." Maka oleh karena itu." . kami akan gunakan untuk memplester lantai. Apakah pertapa Ananda ingin berdagang pakaian atau apakah ia ingin menawarkannya untuk dijual di toko?" Setelah itu Raja Udena sendiri pergi menemui Bhikkhu Ananda dan setelah memberi hormat sebagaimana layaknya lalu mengambil tempat duduk. Pada waktu itulah Bhikkhu Ananda memberitahukan Bhikkhu Channa." "Apakah mereka memberikan sesuatu kepada Bhante?" "Mereka memberikan lima ratus pakaian dalam kepadaku." "Tetapi.

sekarang cabutlah kembali hukuman be rat terhadap diriku. Beliau memberitahukan d unia ini. ada juga yang memberi hormat dengan berlutut. dan indah pada akhirnya. Tiba di sana. baik dalam teori maupun dalam pelaksanaannya. Beliau mengajarkan Dhamma yang indah pa da awalnya. Keterangan: Parajika : pelanggaran yang membuat seorang bhikkhu/ bhikkhuni dipecat/diusir ke luar Sangha. telah dilakukan apa yang harus dilakukan dan tidak ada lagi yang tersisa. sekarang telah tiba di Kesap utta." Dengan demikian Bhikkhu Channa menjadi Arahat. Setelah siuman. ada yang memberi hormat dengan merangkapkan kedua tangan di depan dada dan kemudian duduk di satu sisi. mara. Berita yang tersiar luas tentang Pertapa Gotama yang sekarang menjadi Buddha. Nissagiya : pelanggaran yang menyebabkan sesuatu barang disita. cemas dan muak dikenakan hukuman berat. para dewa. Secara sempurna Beliau menerangkan tentang penghid upan suci yang benar-benar bersih. sesuatu yang Beliau sendiri telah menge rti melalui pengetahuan yang luar biasa. Sungguh berharga sekali dapat melihat Arahat tersebut!" Karena itu. "Bhante yang terhormat. bersama-sama dengan alam para dewa. yang menjadi penduduk kota Kesaputta mendengar bahwa Pertapa Gotama . Aniyata : pelanggaran yang masih belum ditentukan masuk golongan yang mana. karena merasa malu." Dijawab oleh Bhikkhu Ananda. BAB VI TAMBAHAN KALAMA SUTTA A-I-191 Demikianlah telah kudengar: 1. sehingga d alam waktu yang tidak terlalu lama ia mencapai tingkat Arahat "Hancurlah tumimba l lahir. Setelah itu Bhikkhu Channa mencari Bhikkhu Ananda dan setelah bertemu. dan ada juga yang terus duduk tanpa mengucap . tekun dan dengan semangat yang menyala-nyala melatih diri. Sempurna Dalam Pengetah uan dan Pelaksanaannya. Pacittiya : pelanggaran yang menyebabkan seseorang harus menjalankan hukuman "pe nebusan dosa". Yang Dirahmati. ada yang memberi hormat hanya dengan ucapan. hidup suci telah dilaksanakan. Sang Buddha. Suatu ketika Yang Dirahmati (Sang Buddha) mengembara di negara Kosala dengan rombongan besar bhikkhu dan memasuki kota Kesaputta. me ngatakan: "Beliau adalah Arahat. maka suku Kalama dari Kesaputta datang mengunjungi Sang Buddha. Suku Kalama. Di tempat itulah ia kemudian de ngan giat. brahmana. Pembimbing Manusia Yang Tiada Taranya. ada yang menyembah." (Bhikkhu Channa yang dim aksud di sini ialah bekas kusir dari Pangeran Siddhattha Gotama). disertai para pe rtapa.Kemudian ia jatuh pingsan di tempat itu. Bhikkhu C hanna lalu berkata. ada yang member itahukan nama dan nama keluarganya. Bhik khu Channa lalu pergi mencari tempat yang sunyi. "Bhikkhu Channa. Yang Terbahagia. dan manusia. Yang memperoleh Penerangan Agung. pada saat itu pulalah h ukuman berat terhadap diri Anda telah dicabut kembali. seorang putra dari suku Sakya yang pergi bertapa. Sanghadisesa : pelanggaran yang harus diselesaikan dalam rapat resmi dari Sangha . indah pada pertengahannya. Guru Para Dewa dan Manusia. pada saat Anda mencapai tingkat Arahat. dan brahma.

" 3. warga suku Kalama. "Sekarang. dan mencaci-maki. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian. apakah orang itu tidak mungkin aka n membunuh makhluk hidup. atau oleh karena sesuatu yang sudah merupakan tradisi. tetapi mencaci maki." 4. bukankah hal itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan b aginya untuk waktu yang lama?" "Memang demikian. Tetapi. warga suku Kalama. warga suku Kalama? Kalau keserakahan (lobha) timbul dalam diri seorang manusia. dan mencela habis-habisan ajaran orang lain. janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. seseorang yang serakah dicengkeram oleh keserakaha n dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. Yang Mulia. mengucapkan kata-kata yang tidak benar. maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut. "Sekarang. warga suku Kalama. bagaimana pendapatmu. mengambil sesuatu yang tidak diberikan. Oleh karena itu. dan mencela habis-habisan ajaran orang lain. "Benar. mengucapkan kata-kata yang tidak benar. apakah orang itu tidak mungkin aka n membunuh makhluk hidup. Lalu datang pula pertapa da n brahmana lain ke Kesaputta. bukankah hal itu akan mengakibatk an kerugian dan penderitaan baginya untuk waktu yang lama?" . apakah itu membawa keuntungan atau kerugian? " "Akan membawa kerugian. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian. melakukan perzinahan. mengambil sesuatu yang tidak diberikan. warga suku Kalama. apakah itu akan membawa keuntungan atau kerugia n?" "Akan membawa kerugian. kemudian seorang berkata. juga ap a yang kelihatannya cocok dengan pandanganmu. warga suku Kalama? Kalau kegelapan batin (mo ha) timbul dalam diri seorang manusia. meren dahkan. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian. seseorang yang diliputi kegelapan batin (moha). mengucapkan kata-kata yang tidak benar. melakukan perz inahan. melakukan perz inahan." "Sekarang. 'H al ini tidak berguna. Mereka menerangkan dan membahas dengan panjang lebar ajaran mereka sendiri. dicengkeram oleh kebencia n dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. Yang Mulia. menghina. kalau setelah diselidiki sendiri. siapa diantara para pertapa dan brahmana yang berbicara benar dan siapa yang berdusta. Dan mereka ini juga menerangkan dan membahas denga n panjang lebar ajaran mereka sendiri. Dalam hal yang meragukan memang akan menimbulkan kebingungan ." "Sekarang. menghina. banyak per tapa dan brahmana yang berkunjung ke Kesaputta. di cengkeram oleh kegelapan batin dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. kamu mengetahui. "Yang Mulia. juga apa yang dikatakan sesuai dengan logika atau ke simpulan belaka. warga suku Kalama? Kalau kebencian (dosa) ti mbul dalam diri seorang manusia. seseorang yang membenci. sudah sewajarn yalah kamu bingung. Yang Mulia. 2. sudah sewajarnyalah kamu ragu-ragu. atau karena ingin menghormat seora ng pertapa yang menjadi gurumu. warga suku Kalama. merendahkan. ata u sesuatu yang didesas-desuskan." 6. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seksama. Janganlah percaya begitu saja apa yang tertulis di dalam kitab-kitab suci. "Sekarang. mengambil sesuatu yang ti dak diberikan.kan kata apa pun. Setelah mereka semua duduk. hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan. Yang Mulia. bukankah hal itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan b aginya untuk waktu yang lama?" "Memang demikian. Yang Mulia. bagaimana pendapatmu. apaka h orang itu tidak mungkin akan membunuh makhluk hidup." 5. warga suku Kalama. hal ini tercela. Kami yang mendengar merasa ragu-rag u dan bingung. apakah itu akan membawa keuntungan atau k erugian?" "Akan membawa kerugian. bagaimana pendapatmu. hal ini tidak dibenarkan oleh para Bijaks ana." "Sekarang.

" "Apakah hal-hal tersebut dibenarkan atau tidak dibenarkan oleh para Bijaksana?" "Tidak dibenarkan. hal ini tidak dibenarkan oleh para Bijaks ana. berhenti mengambil sesuatu yang tidak d iberikan (mencuri). apakah hal ini merupakan keuntungan atau k . Yang Mulia. yang telah terbebas dari keserakahan dan tidak lagi dicengk eram oleh keserakahan. kamu mengetahui. bagaimana pendapatmu? Apakah hal-hal terseb ut baik atau tidak baik?" "Tidak baik. 'Jang anlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. bagaimana pendapatmu.' Tetapi." 10." 12. "Sekarang. 'Hal ini berguna.. Yang Mulia." 9. warga suku Kalama. atau oleh karena sesuatu yang merupakan tradisi. juga apa yang katanya sesuai dengan logika atau kesimpul an belaka. Yang Mulia." "Apakah hal-hal tersebut tercela atau tidak tercela?" "Tercela. apakah itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan?" "Akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan. apakah hal ini merupakan keuntungan atau kerugian?" "Keuntungan. kamu mengetahui. dan oleh karena ia dapat mengendalikan dirinya dengan bai k. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan orang lain. hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan."Memang demikian. Yang Mulia. Janganlah percaya begitu saja apa yang dikatakan di dalam kitab-kitab suci. Yang Mulia. Demikianlah pendapat k ami. hal ini tercela. "Karena itu. atau ses uatu yang didesas-desuskan. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan orang lain. apakah hal ini merupakan keuntungan atau kerugia n?" "Keuntungan. akan berhenti membunuh makhluk hidup." 8.. berhenti melakukan perzinahan berhenti mengucapkan kata-kata yang tidak benar. juga apa yang katan ya sesuai dengan logika atau kesimpulan belaka." "Bukankah orang ini. warga suku Kalama. "Sekarang." 11. setelah diselidiki sendiri. 'Janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. atau oleh karena ses uatu yang merupakan tradisi. juga apa yang katanya merupakan hasil dari suatu penelitian. 'H al ini tidak berguna. hal i ni tidak tercela. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seks ama.' maka sudah selayaknya kamu menerima dan hidup sesuai dengan hal-hal tersebut. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas dari kegelapan batin (moha). hal ini kalau terus di lakukan akan membawa keberuntungan dan kebahagiaan. Yang Mulia. juga apa yang katanya merupakan hasil dari suatu penelitian. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seksama. itulah yang Kumaksud dengan mengatakan. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas dari kebencian (dosa). Yang Mulia. Yang Mulia. atau karena ingin menghorm at seorang pertapa yang menjadi gurumu. hal ini dibenarkan oleh para Bijaksana. juga apa yang terlihat cocok den gan pandanganmu." "Kalau terus dilakukan. Yang Mulia. "Kalau begitu. bagaimana pendapatmu. yang telah terbebas dari kebencian tidak lagi dicengkeram o leh kebencian . Janganlah perca ya begitu saja apa yang dikatakan di dalam kitab-kitab suci. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas d ari keserakahan (lobha). "Kesimpulannya." "Bukankah orang ini. atau sesuatu yang didesas-desuskan. atau karena ingin menghormat seorang pertapa yang menjadi gurum u. "Bagaimana pendapatmu." 7. kalau setelah diselidiki sendiri. warga suku Kalama. tidak aka n mendapatkan kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya. warga suku Kalama. tidak akan mendapatkan kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya.' maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut.' Tetapi. juga apa yang terlihat cocok dengan pandanganmu.

tidak akan mendapat kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya." "Kalau terus dilakukan. dan keseimbangan batin yang berkembang terus tanpa batas. Kalau sekiranya bencana menimpa yang berbuat jahat. Dan dengan cara yang sama ke atas. Ini adalah berkah keempat yang diperolehnya." . mulai hari ini sampai seumur hidup kami. yang hatinya terbebas dari permusuhan.. Yang Mulia. yaitu : 16. kepada semua makhluk. Yang Dirahmati. "Memang demikianlah halnya." 13. orang itu dalam kehid upan ini juga akan memperoleh berkah yang menyenangkan. Siswa Ariya tersebut dalam kehidupan ini akan memperoleh empat berkah (deng an mengulang apa yang diucapkan Sang Buddha). dan tidak lagi bingung tetapi dapat mengendalikan diri nya dengan baik dan pikirannya terpusat. 'Ja nganlah percaya begitu saja . warga suku Kalama. ke samping. Yang Mulia. kemudian di tiga per empat al am dan akhirnya di seluruh alam. namun kehidupan ini ia telah terbebas dari perasaan bermusuha n dan tertekan.. terbebas dari permusuhan dan pera saan tertekan. Dhamma. seorang siswa Yang Ariya telah terbebas dari k eserakahan dan kebencian. Yang Mulia. ke segenap penjuru. apakah akan membawa kebahagiaan atau tidak?" "Tentu akan membawa kebahagiaan." "Apakah hal-hal tersebut dibenarkan atau tidak dibenarkan oleh para Bijaksana?" "Dibenarkan. maka sudah selayaknya kamu menerima dan hidup sesuai dengan hal-hal tersebut. Yang Mulia! Dengan ini kami menyatakan kami berlindung kepada San g Buddha. orang itu diumpamakan seperti d iam di seperempat alam. Siswa yang demikian itu. ada akibat dari perbu atan baik dan jahat. kamu me ngetahui hal ini berguna. Yang Terbaha gia. kemudian di setengah alam. yang telah terbebas dari kegelapan batin dan tidak lagi dic engkeram oleh kegelapan batin . warga suku Kalama. Mana mungkin bencana dapat meni mpa diriku yang tidak berbuat jahat? Ini adalah berkah ketiga yang diperolehnya. terbebas dari permusuhan dan perasaan tertekan. Ini adalah berkah pertama yang diperolehnya. Ini adalah berkah kedua yang diperolehnya. dan Sangha. tidak ternoda dan beersih. Dengan demikian." "Bukankah orang ini. hal ini dibenarkan oleh para Bi jaksana." "Apakah hal-hal tersebut tercela atau tidak tercela?" "Tidak tercela. maka dalam kehidup an ini memperoleh empat berkah. hal ini tidak tercela. t erbebas dari perasaan tertekan. siswa Ariya tersebut yang hatinya terbebas d ari permusuhan dan perasaan tertekan. "Sekarang. tak ternoda dan bersih. bagaimana pendapatmu? Apakah hal-hal terse but menguntungkan atau tidak menguntungkan?" "Menguntungkan. ia akan bertumim bal lahir di alam surga. hal ini kalau terus dilakukan akan membawa keberuntungan dan kebahagiaa n. itulah yang Kumaksud dengan mengatakan.. Sungguh indah. namun aku sama sekali tidak bermaksud berbuat jahat terhadap siapa pun juga. saat badan jasmaninya hancur setelah mati. ke bawah. "Demikianlah. berkembang terus tanpa batas. Yang Mulia.. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan oran g lain. belas kasih. Tetapi apabila setelah diselidiki sendiri. Kalau seki ranya tidak ada alam lain setelah meninggal dunia. simpati. sedangkan batinnya dipenuhi oleh kasih." 14. tidak ada akibat dari perbuat an baik dan jahat. Yang Mulia. warga suku Kalama. Kalau sekiranya ada alam lain setelah meninggal dunia. Kalau sekiranya tidak ada bencana menimpa yang berbuat jahat." 15. maka aku tahu bah wa diriku bersih dari kedua segi. ' Itulah sebabnya. mengapa Aku mengucapkan kata-kata tersebut. belas kasih.erugian?" "Keuntungan. simpati. ia diam dengan batin penuh c inta kasih. warga suku Kalama." 17. "Kalau begitu. Memang demikianlah. Semoga Yang Mulia berkenan menerima kami sebagai u pasaka dan upasika. Demikianlah pendapat kami. dan keseimbangan batin yang ditujukan ke segen ap penjuru alam.

. namun perbuatannya juga merupakan pelindungnya. Terdapat orang yang cepat marah. mengambil milik orang lain. Ata u apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia. iri bila orang l ain menerima hadiah. dan sembunyi-sembunyi pula cara dan tuj uannya..123 Pemilik dan pewaris adalah makhluk . ia adalah pewa ris dari perbuatannya. transportasi. "Bagaimanapun tersembunyi cara dan tujuannya. wangi-wangian. Atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di ala m mana pun ia bertumimbal lahir. gemar memukul dan membunuh. mereka akan bertumimbal lahir. tanpa mempunyai rasa kasihan kepad a makhluk-makhluk hidup. t amak.31) KAMMA DAN TUMIMBAL LAHIR A. Perbuatannya adalah rahim dari mana ia lahir. keras kepala. Dan ia terikat erat kepada perbuatan yang dilakukan dengan badan jasmani." M. me lakukan perbuatan asusila. atau pikiran. dan diberikan persembahan dengan penuh sopan santun. tempat menginap. ia akan ter jatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan. atau pedang.X. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderita an. dan sebagainya kepada para bhikkhu atau pandita. penghormatan. Dengan melakukan perbua tan ini. mereka akan menerima a kibat dari perbuatan mereka sendiri. perbuatanlah yang kelak akan membedakan ma nusia menjadi mulia dan rendah. obat-obatan. Perbuatan apa pun yang ia lakukan. untuk hal kecil saja yang dic eritakan kepadanya ia sudah menjadi murka. atau ne raka. baik atau buruk. Dengan perbuatan yang dilakukannya ini.pali. dimuliak an. Terdapat lelaki dan perempuan yang membunuh makh luk hidup.skrt) adalah makhluk. tempat tinggal. diberi tempat menginap. dan mengikuti pandangan yang keliru. memperlihatkan k egusarannya." Karena itu Aku menyatakan. penghargaan. akan terjatuh di alam-alam re ndah yang penuh kesedihan dan penderitaan. Terdapat orang yang mempunyai kebiasaan menyakiti makhluk lain dengan menggunaka n tinju. batu. "Pemilik dari perbuatan adalah rnakhluk. Dan dalam tumimbal lahirnya itu. tongkat. maka ia akan mempunyai pengaruh sedikit sekali. atau neraka. berbicara yang tidak benar. atau neraka. jubah. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan. yaitu siksaan di nera ka atau terlahir sebagai binatang yang merangkak. karma. atau neraka. ia juga kelak yang akan mewarisinya. berhati kejam. ketika badan jasmaninya hancur setelah meninggal. namun perbuatannya juga merupakan pelindungnya. Tetapi Aku katakan kepadamu. dan kecurigaannya. ia juga kelak yang akan menjadi pewari snya. ia adalah pe waris dari perbuatannya. Atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia. maka umu rnya akan pendek. Terdapat orang yang gemar membunuh makhluk hidup. mengu capkan kata-kata dan memikirkan sesuatu. Atau apabila ia terlahir kan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. lekas naik darah. ucapan . Terdapat orang yang tak pernah memberikan makanan. kebenciannya. kejam. sering menceritakan kebur ukan orang. suka bicara hal-hal yang tidak perlu." Demikianlah tumimbal lahir dari makhluk-makhluk. penuh rasa dengki dan benci.III.SIGALOVADA SUTTANTA (D. Dengan sembunyi-sembunyi ia melakukan perbuatan-perbuatan. atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. Dengan melakukan perbuatan ini. marah. kepada perb uatannya ia terikat. Perbuatannya adalah rahim darimana ia lahir. Terdapat orang yang suka iri hati. minuman. baik atau buruk. atau di alam mana pun ia bertu mimbal lahir. lampu. bunga. kepada per buatannya ia terikat. Dengan melakukan perbuatan ini. Dengan tidak pernah melakukad perbu . maka ia akan mempunyai rupa yang buruk. "Sesuai dengan kammanya. menggunakan kata-kata kasar. orang itu pasti akan menerima salah satu dari kedua akibat ini. maka orang itu. maka ia akan menderita banyak penyakit. Perbuatan a pa pun yang ia lakukan.205 Pemilik dari perbuatan (kamma.

tidak memberikan tempat duduk kepada yang patut diberi tempat duduk. serta memiliki harta dan pengaruh? Ada perempuan yang bernama Mallika yang cepat marah. tanpa wibawa. tempat menginap. dan tanpa pengaruh ? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang buruk parasnya dan sangat jahat kelihatan nya. maka ia akan menjadi orang dungu. . A. Ada perempuan yang cepat marah. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan at au apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertu mimbal lahir. "Apakah yang dimaksud dengan kamma baik. tidak iri jika orang la in menerima hadiah. maka ia akan menjadi orang rendah. j ubah. kaya-raya. jubah. tanpa harta. maka ia akan menjadi orang yang miskin. Terdapat orang yang tidak mengunjungi para bhikkhu dan pandita untuk menanyakan kepada mereka. dan juga tidak m emberikan persembahan kepada yang patut diberi persembahan. Terdapat orang yang tinggi hati dan penuh kesombongan. penghormatan. tidak membe rikan tempat menginap kepada yang patut untuk diberikan tempat menginap. lampu. Dan ia tidak pernah mempersembahkan makanan. wangi-wangian. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang buruk dan sangat jahat kelihatannya. Bhante. tanpa wibawa. dan sebaga inya kepada para bhikkhu dan pandita. marah. untuk hal kecil saja yang diceritakan kepadanya.IV. obat-obatan. diberikan tempat menginap. elok se kali. keras kep ala. obat-obatan. memperlihatkan kegusaranny a. ada perempuan yang buruk rupanya dan sangat jahat kelih atannya. hal kecil saja yang diceritaka n kepadanya menjadikannya murka. tempat tinggal. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. transportasi. wangi-wangian. Dan ia sering iri. Bhante? Apakah yang dima ksud dengan kamma tidak baik? Apa yang tercela? Apa yang terpuji? Apa yang harus dilakukan? Apa yang tidak baik dilakukan? Perbuatan apakah yang mengakibatkan c elaka dan penderitaan untuk waktu yang lama? Perbuatan mana yang dapat membawa b erkah dan kebahagiaan untuk waktu yang lama?" Dengan tidak melakukan perbuatan i ni. penghargaan. tempat t inggal. di samping itu ia pun miskin. memperlihatkan kegusarannya. tanpa harta. Dan ia juga tidak suka iri hati. tempat menginap. dimuliakan. kebenciannya. tidak memberikan penghormatan dan penghargaan k epada mereka yang patut diberikan penghormatan dan penghargaan. penghargaan. penghormatan.atan ini. mempunyai wibawa yang besar. serta memiliki harta dan pen garuh. den tanpa pengaruh ? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang cantik parasnya. keras kepala. iri jika orang lain menerima had iah. lekas naik darah. dan diber ikan persembahan dengan penuh sopan santun. mempunyai wibawa yang besar. dan tanpa pengaruh. tidak m enjamu mereka yang patut dijamu. ia akan terjatuh di alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderit aan atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. kebenciannya dan kecurigaannya. tidak mau menghormat kepa da mereka yang patut dihormati. elok se kali. tanpa wibawa. dan diberikan persembahan dengan penuh sopan santun. tidak dengki dan benci. minuman. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang buruk dan sangat jahat kelihatannya tet api ia akan kaya raya. tidak mau berdiri untuk siapa ia patut berdiri. minuman. tetapi perempuan ini miskin. bunga. bunga . Tetapi ia mempersembahkan makanan. penuh rasa dengki den benci. lampu. marah. dan sebagainya kepada para bhikkhu dan pandita. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. mempunyai wibawa yang besar. Dengan tidak pernah melakukan perbuatan ini. transportasi. 197 Apakah sebabnya. dimuli akan. lekas naik darah. sedap dipandang. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedih an dan penderitaan atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di a lam mana pun ia bertumimbal lahir. ia sudah menjadi murka. den kecurigaannya. tanpa harta. diberikan tempat menginap. sedap dipandang. namun perempuan ini kaya raya. dan perempuan ini miskin. memiliki harta dan pengaruh? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang cantik parasnya.

dan elok seka li tetapi ia miskin. tidak lekas naik darah. Menggunakan kata-kata kasar. di alam binatang. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang cantik.tetapi i a tidak mempersembahkan makanan..40 Membunuh makhluk hidup. Minum minuman keras. di alam binatang.. menganjurkan. melakukan sendiri. dimana saja makhluk itu . atau di alam setan. di alam binatang. A. akibat serin g menggunakan kata-kata kasar membuat orang tersebut sering menerima kata-kata y ang tidak menyenangkan. dan ia memper sembahkan makanan. melakukan sendiri. Melakukan perbuatan asusila... akibat sering mengambil milik orang lain membuat orang tersebut kehilangan miliknya. Ada perempuan lain yang tidak cepat marah. dan s ering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka. Berbicara hal yang tidak perlu (omong-kosong). menganjurkan. dan sering dilakukan akan membawa ora ng tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka. dan sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal l ahir di alam neraka. minuman. dan ia suka iri hati dan diliputi deng ki dan benci.. di alam binatang . mempunyai wibawa yang besar. menganjurkan. dan sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di ala m neraka. dan tanpa pengaruh. sedap dipandang. Bahkan sekurang-kuran gnya. menganjurkan. akibat sering berdusta membuat orang tersebut mendapat tuduhan atas sesuatu yang tidak dilakukannya. melakukan sendiri. maka perbuatan ini akan masak. melakukan sendiri. melakukan sendiri. di alam binatang. . yang dilakukan berdasarkan lobha.. d an sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal akan bertumimb al lahir di alam neraka. Bahkan sekurang-kurangnya.. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi.. A. dan sering dilakuka n akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka . atau di alam setan. k aya raya. melakukan sendiri. atau di alam setan. kebencian (dosa). Sering membicarakan keburukan orang lain. baik di dunia ini. akibat serin g melakukan perbuatan asusila membuat orang tersebut dijauhi dan dimusuhi oleh l ingkungannya.. atau di alam setan. menganjurkan. Mengambil milik orang lain. Perbuatan. menganjurkan. Bahkan sekurang-kurangnya. Bahkan sekurang-kurangnya. . Bahkan sekurang-kurangnya. atau di alam setan. tanpa harta. atau di alam setan. yang timbul karena lobh a. atau di alam setan. menganjurkan. Bahkan sekurang-k urangnya. menganjurkan. akiba t sering membunuh mahluk hidup membuat orang tersebut pendek umur. yaitu: keserakahan (lobha).. Bahkan sekurang-kurangnya. dan ia tidak suka iri hati. tidak diliputi dengki d en benci . maupun di alam mana pun dengan paras yang cantik. dihasilkan oleh lobha. .III. di alam binatang.. akibat dari orang yang suka menceritakan keburukan orang lain membuat ia diting galkan kawan-kawannya. akibat sering berbicara hal yang tidak perlu (omong-kosong) membuat orang tersebut tidak dapat berbicara dengan jelas. di alam binatang. Bahkan sekurang-kurangnya. oh Bhikkhu. tidak lekas naik darah. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. minuman. dan sering dilakuk an akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam nerak a.. dan kebodohan batin (moha )... terdapat tiga keadaan yang merupakan akar dari terjadinya kamma (per buatan). tanpa wibawa. elok sekali.. seperti anggur dan arak. melakukan sendiri. di alam binatang. sedap dipandang. melakukan sendiri.33 Oh Bhikkhu. Berdusta. atau di alam setan. akibat sering minum minuman keras dan mengkonsumsi zat lain yang dapat melemahkan kesadaran akan membuat orang tersebut mabuk dan ketagihan.III.Ada perempuan lain yang tidak cepat marah. serta memiliki harta dan pengaruh. oh Bhikkhu.. dan sering dilakuk an akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam nerak a.

bahwa dunia yang perkasa ini akan dilahap oleh api . dan tidak ada lagi. da . atau di dalam kehidupan -kehidupan mendatang. selama orang itu masih belum mengalami ak ibatnya. dihasilkan o leh moha. dalam kehidupan berikutnya. maka makhluk itu akan memetik buah (hasil) dari perbuatannya. Maka akan datanglah waktunya. baik di kehidupan ini. Demikianlah sabda-Ku. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. tumbuh dengan baik dan berkembang dengan sempurna. mungkin dalam kehidupan ini. Selanjutnya Beliau melepaskan kehidupan duniawi. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. Perbuatan yang dilakukan berdasarkan moha. bahwa sebelum mengalami sendiri akibat dari kamma yang dikehendaki. Banyak legenda dihubungkan denganNya. IstriNya mempersembahkan nasi susu. Perbuatan yang dilakukan berdasarkan dosa.000 tahun dan hidup dalam istana-istana yaitu H amsa. maka perbuatan ini akan masak dimana saja makhluk itu bertumimbal lahi r. Yana adalah pohon bodhiNya. maka perbuatan ini akan masak dimana saja makhluk itu bertumimbal lahi r. Tissa dan Bharadvaja adalah bhikkhu utamaNya. Keadaannya sama seperti benih yang tidak rusak dan tidak busuk.208 Tidak mungkinlah. dan Soma memberinya rumput untuk tempat dudu kNya tepat sebelum pencerahanNya. S.bertumimbal lahir. di kehidupan berikutnya. Beliau menyampaika n kotbah pertamaNya di Isipatana kepada sekelompok bhikkhu. lenyap. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. Beliau menjalani k ehidupan berumah tangga selama 2. mungkin dalam kehidupan ini. BUDDHA KASSAPA Buddha Kassapa adalah Buddha ke 24 dari tradisi Pali. yang timbul karena moha. mungkin dalam kehidupan ini. bahwa kamma (perbuatan) yang dikehendaki. Tetapi hal ini bukan berarti akhir penderitaan bag i makhluk-makhluk yang digelapkan oleh Avijja dan dibelenggu oleh Tanha berlari berputar-putar dalam lingkaran tumimbal lahir. sabda-Ku. dan cerita tentang percakapan Yakkha Narad eva adalah yang paling menarik. yang timbul karena dosa. dan bilamana perbuatan itu masak. Dan tak mungkinlah. oh para Bhikkhu. Beliau adalah putra dari Brahmadatta dan Dhanavati dan termasuk dalam suku Kas sapa. akan menitis. Tetapi hal itu bukan berarti akhir dari penderitaan bagi makhluk-makhluk yang digelapkan oleh Avijja (kebodohan batin) d an dibelenggu oleh Tanha (nafsu keinginan) berlari berputar-putar dalam lingkara n tumimbal lahir. atau dalam kehidupan berikutnya. A.X. dil aksanakan. dan salah satu dari 7 Budd ha yang disebutkan dalam daftar-daftar Pali. bahwa samudra besar ini akan menj adi kering. musnah. maka makhluk itu akan memetik buah (hasil) dari perbuatannya. dan ditimbun orang dapat mengakhiri penderitaan. oh para Bhikkhu. maka makhluk itu akan meme tik buah (hasil) dari perbuatannya. dihasilkan o leh dosa. dilaksanakan. Yasa dan Sirinanda. dan ditimbun akan berhenti. Lagi pula ia juga dianggap sebagai Buddha ke 3 di aeon saat ini (Kappa Bhadda). Demikianlah sabda-Ku.XXII Maka akan datanglah waktunya. dan tidak ada lagi. dan menunjukkan keaj aiban gandaNya di kaki pohon Asana di bagian luar Sundaranagara. dan bilamana perbuatan itu masak. dan bilamana perbuatan itu masak. setelah ditebarkan di tan ah yang subur dan dipersiapkan dengan baik serta cukup mendapat air hujan. Kassapa dilahirkan di Taman Rusa di Isipatana saat raja Kiki memerintah Varanasi . tidak rusak oleh angin dan panas matahari tetapi sehat dan tahan lama. IstriNya adalah Sunanda dan Vijitasena adalah putraNya. atau dalam kehidupan berikutnya.

236 ..n diantara para bhikkhuni Anula dan Uruvela adalah pengikutNya yang paling terke nal. Mahavastu i. PembantuNya adalah Sabbamitta. Majjhima Nikaya ii. Dipavamsa xv. Bodhisatva hidup sebagai seorang pemuda brahmin den gan nama Jotipala. 7. 4. 2.000 tahun dan meninggal di Taman Setavya di Kashi . Buddhavamsa Atthakatha 217 ff. Selama jaman Buddha Kassapa.. Digha Nikaya ii. 6. Dhammapada Atthakatha ii.7. Faxian (Fahsien) dan Xuangzang (Huan Tsang) juga menunjukkan keberadaan fisik te mpat-tempat pemujaan Kassapa.. Teks-teks Sansekerta Buddhist seperti Divyavadana 333 f.. Buddhavamsa xxv. Buddha Kassapa hidup selama 20. Mahavamsa xv. Lihat juga pada: 1.55 ff.. 114 menye but Kassapa sebagai Kashyapa.128 ff. 3.45 f. Konon wajah keemasan Maha Kacchana disebabka n karena persembahan sebuah batu bata emasnya untuk tempat pemujaan Kassapa. 5.