INTISARI AGAMA BUDDHA Penyusun : Pandita S. Widyadharma BAB II - AJARAN SANG BUDDHA 1.

KITAB SUCI AGAMA BUDDHA Kitab Suci Agama Buddha yang tertulis dalam Bahasa Pali adalah TIPITAKA, yang terdiri dari : 1. Vinaya Pitaka Yang berisikan tata-tertib bagi para bhikkhu/bhikkhuni. 2. Sutta Pitaka Yang berisikan khotbah-khotbah Sang Buddha 3. Abidhamma Pitaka Yang berisikan Ajaran tentang metafisika dan ilmu kejiwaan. Sedangkan yang tertulis dalam bahasa Sansekerta adalah : 1. 2. 3. 4. Avatamsaka Sutra. Lankavatara Sutra. Saddharma Pundarika Sutra. Vajracchendika Prajna Paramita Sutra (Kim Kong Keng), dan lain-lain.

2. KESUNYATAAN DAN KENYATAAN 1. Paramatha-sacca : Kebenaran mutlak (absolute truth), dan harus memenuhi sy arat-syarat sebagai berikut : 1. Harus benar. 2. Tidak terikat oleh waktu ; waktu dulu, sekarang dan waktu yang akan datang sama saja. 3. Tidak terikat oleh tempat ; di sini, di Amerika ataupun di bulan sam a saja. 2. Sammuti-sacca : Kebenaran relatif ; berarti bahwa sesuatu itu benar, tetap i masih terikat oleh waktu dan tempat. 3. EHIPASSIKO Ehipassiko berarti "datang dan alamilah sendiri". Umat Buddha tidak diminta untu k percaya saja, tetapi justru untuk mengalami sendiri segala sesuatu. Ini menunj ukkan khas Buddhis, berbeda dengan apa yang diajarkan oleh Agama-agama lain. 4. EMPAT KESUNYATAAN MULIA I. Kesunyataan Mulia tentang Dukkha Hidup dalam bentuk apa pun adalah dukkha (penderitaan) : a. dilahirkan, usia tua, sakit, mati adalah penderitaan. b. berhubungan dengan orang yang tidak disukai adalah penderitaan. c. ditinggalkan oleh orang yang dicintai adalah penderitaan. d. tidak memperoleh yang dicita-citakan adalah penderitaan. e. masih memiliki lima khanda adalah penderitaan. Dukkha dapat juga dibagi sbb. : a. dukkha-dukkha ialah penderitaan yang nyata, yang benar dirasak an sebagai penderitaan tubuh dan bathin, misalnya sakit kepala, sakit gigi, susa h hati dll. b. viparinäma-dukkha merupakan fakta bahwa semua perasaan sen ang dan bahagia --berdasarkan sifat ketidak-kekalan-- di dalamnya mengandung ben ih-benih kekecewaan, kekesalan dll. c. sankhärä-dukkha lima khanda adalah penderitaan ; selama masih ad a lima khanda tak mungkin terbebas dari sakit fisik.

II. Kesunyataan Mulia tentang asal mula Dukkha Sumber dari penderitaan adalah tanhä, yaitu nafsu keinginan yang tidak ada habis-h abisnya. Semakin diumbar semakin keras ia mencengkeram. Orang yang pasrah kepada tanhä sama saja dengan orang minum air asin untuk menghilangkan rasa hausnya. Ras a haus itu bukannya hilang, bahkan menjadi bertambah, karena air asin itu yang m engandung garam. Demikianlah, semakin orang pasrah kepada tanhä semakin keras tanhä itu mencengkeramnya. Dikenal tiga macam tanhä, yaitu : 1. a. b. c. d. e. f. Kämatanhä : kehausan akan kesenangan indriya, ialah kehausan akan : bentuk-bentuk (indah) suara-suara (merdu) wangi-wangian rasa-rasa (nikmat) sentuhan-sentuhan (lembut) bentuk-bentuk pikiran

2. Bhavatanhä : kehausan untuk lahir kembali sebagai manusia berdasarkan kepe rcayaan tentang adanya "atma (roh) yang kekal dan terpisah" (attavada). 3. Vibhavatanhä : kehausan untuk memusnahkan diri, berdasarkan kepercayaan, b ahwa setelah mati tamatlah riwayat tiap-tiap manusia (ucchedaväda). III. Kesunyataan Mulia tentang lenyapnya Dukkha Kalau tanhä dapat disingkirkan, maka kita akan berada dalam keadaan yang bahagia s ekali, karena terbebas dari semua penderitaan (bathin). Keadaan ini dinamakan Ni bbana. a. Sa-upadisesa-Nibbana = Nibbana masih bersisa. Dengan 'sisa' dim aksud bahwa lima khanda itu masih ada. b. An-upadisesa-Nibbana = Setelah meninggal dunia, seorang Arahat akan mencapai anupadisesa-nibbana, ialah Nibbana tanpa sisa atau juga dinamakan Pari-Nibbana. Sang Arahat telah beralih ke dalam keadaan yang tidak dapat diluki skan dengan kata-kata. Misalnya, kalau api padam, kejurusan mana api itu pergi? jawaban yang tepat : 't idak tahu' Sebab api itu padam karena kehabisan bahan bakar. IV. Kesunyataan Mulia tentang Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha Delapan Jalan Utama (Jalan Utama Beruas Delapan) yang akan membawa kita ke Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha, yaitu : Pañña 1. 2. Sila 3. 4. 5. Samädhi 6. 7. 8. Pengertian Benar (sammä-ditthi) Pikiran Benar (sammä-sankappa) Ucapan Benar (sammä-väcä) Perbuatan Benar (sammä-kammanta) Pencaharian Benar (sammä-ajiva) Daya-upaya Benar (sammä-väyäma) Perhatian Benar (sammä-sati) Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)

Delapan Jalan Utama ini dapat lebih lanjut diperinci sbb. : 1. Pengertian Benar (sammä-ditthi) menembus arti dari : a. Empat Kesunyataan Mulia b. Hukum Tilakkhana (Tiga Corak Umum) c. Hukum Paticca-Samuppäda d. Hukum Kamma

2. Pikiran Benar (sammä-sankappa) a. Pikiran yang bebas dari nafsu-nafsu keduniawian (nekkhamma-sankappa). b. Pikiran yang bebas dari kebencian (avyäpäda-sankappa) c. Pikiran yang bebas dari kekejaman (avihimsä-sankappa) 3. Ucapan Benar (sammä-väcä) Dapat dinamakan Ucapan Benar, jika dapat memenuhi empat syarat di bawah ini : a. Ucapan itu benar b. Ucapan itu beralasan c. Ucapan itu berfaedah d. Ucapan itu tepat pada waktunya 4. a. b. c. Perbuatan Benar (sammä-kammanta) Menghindari pembunuhan Menghindari pencurian Menghindari perbuatan a-susila

5. Pencaharian Benar (sammä-ajiva) Lima pencaharian salah harus dihindari (M. 117), yaitu : a. Penipuan b. Ketidak-setiaan c. Penujuman d. Kecurangan e. Memungut bunga yang tinggi (praktek lintah darat) Di samping itu seorang siswa harus pula menghindari lima macam perdagangan , yai tu : a. Berdagang alat senjata b. Berdagang mahluk hidup c. Berdagang daging (atau segala sesuatu yang berasal dari penganiayaan mah luk-mahluk hidup) d. Berdagang minum-minuman yang memabukkan atau yang dapat menimbulkan keta gihan e. Berdagang racun. 6. Daya-upaya Benar (sammä-väyäma) a. Dengan sekuat tenaga mencegah munculnya unsur-unsur jahat dan tidak baik di dalam bathin. b. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk memusnahkan unsur-unsur jahat dan ti dak baik, yang sudah ada di dalam bathin. c. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk membangkitkan unsur-unsur baik dan s ehat di dalam bathin. d. Berusaha keras untuk mempernyata, mengembangkan dan memperkuat unsur-uns ur baik dan sehat yang sudah ada di dalam bathin. 7. Perhatian Benar (sammä-sati) Sammä-sati ini terdiri dari latihan-latihan Vipassanä-Bhävanä (meditasi untuk memperoleh pandangan terang tentang hidup), yaitu : a. Käyä-nupassanä = Perenungan terhadap tubuh b. Vedanä-nupassanä = Perenungan terhadap perasaan. c. Cittä-nupassanä = Perenungan terhadap kesadaran. d. Dhammä-nupassanä = Perenungan terhadap bentuk-bentuk pikiran. 8. Konsentrasi Benar (sammä-samädhi) Latihan meditasi untuk mencapai Jhäna-Jhäna.

Siswa yang telah berhasil melaksanakan Delapan Jalan Utama memperoleh : 1. Sila-visuddhi Kesucian Sila sebagai hasil dari pelaksanaan Sil a dan terkikis habisnya Kilesa. 2. Citta-visuddhi Kesucian Bathin sebagai hasil dari pelaksanaan S amadhi dan terkikis habisnya Nivarana. 3. Ditthi-visuddhi Kesucian Pandangan sebagai hasil dari pe laksanaan Pañña dan terkikis habisnya Anusaya. Untuk lebih jelasnya, hal tersebut di atas akan diterangkan lebih lanjut seperti di bawah ini : Asava Delapan Jalan Utama 1. Kilesa Kilesa 3. Ucapan Benar 4. Perbuatan Benar 5. Pencaharian Benar > Sila Line 2. Nivarana Nivarana 6. Daya-upaya Benar 7. Perhatian Benar 8. Konsentrasi Benar > Samadhi 3. Anusaya 1. Pengertian Benar 2. Pikiran Benar > Pañña Asava = Kekotoran bathin, dapat dibagi dalam 3 (tiga) golongan besar, ya itu: 1. Kilesa = Kekotoran bathin yang kasar dan dapat jelas dilihat atau didengar. 2. Nivarana = Kekotoran bathin yang agak halus, yang agak suka r diketahui. 3. Anusaya = Kekotoran bathin yang halus sekali dan sangat su kar untuk diketahui. BHAVANA Agama Buddha mengenal 2 (dua) macam meditasi (Bhavana) : I. Samatha-bhavana = Meditasi untuk mendapatkan ketenangan ba thin melalui Jhäna-Jhäna. Jhäna pertama : a. Vitakka = Usaha dalam tingkat perm ulaan untuk memegang obyek. b. Vicära = Pikiran yang berhasil memegang obyek dengan kuat. c. Piti = Kegiuran d. Sukha = Kebahagiaan. e. Ekaggata = Pemusatan pikiran yang kuat. Jhäna kedua : Vicära, Piti, Sukha, Ekaggata. Jhäna ketiga : Piti, Sukha, Ekaggata. Jhäna keempat : Sukha, Ekaggata. Jhäna kelima : Ekaggata + keseimbangan bathin. Meditasi Samatha-bhävanä yang sangat dipujikan ialah Brahma-Vihära-bhävanä yang terdiri da ri : 1. Mettä-bhävanä = ek. 2. Karunä-bhävanä = edang menderita. 3. Muditä-bhävanä = giaan orang lain. 4. Upekkhä-bhävanä Usaha dalam tingkat permulaan untuk memegang oby Meditasi welas-asih terhadap semua mahluk yang s Meditasi yang mengandung simpati terhadap kebaha = Meditasi keseimbangan bathin.

Brahmä-Vihära-bhävanä dapat juga dipakai untuk melemahkan kecenderungan-kecenderungan un tuk melakukan perbuatan yang tidak baik.

Ariya-puggalä Ialah para bhikkhu dan orang-orang berkeluarga y ang setidak-tidaknya telah mencapai tingkat kesucian pertama. kebencian dan amarah. Aruparäga = Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam tanpa bentuk. Dosa = kan kebencian. 4. Kämaräga = Nafsu Indriya. Puthujjana Ialah para bhikkhu dan orang-orang berkeluarga y ang belum mencapai tingkat kesucian. Maksimum 7 kali 2. umat Buddha dapat dibagi dalam dua golongan : 1. Latihan-latihan Vipassanä-bhävanä sudah diterangkan sewaktu membahas Perhatian Benar ( sammä-sati). Sotäpanna 1. 3. Uddhacca-kukkucca -. 1 kali 3. 2.Tiga Akar Perbuatan Tiga hal yang di bawah ini dapat disebut sebagai tiga akar atau sumber untuk mel akukan perbuatan.gelisah dan cemas.keinginan jahat. Setelah meninggal dunia. Vipassanä-bhävanä = Meditasi untuk memperoleh Pandangan Terang tenta ng hidup. Vyäpäda = Benci. Kämacchanda -. Vicikicchä = Keragu-raguan terhadap Sang Buddha dan AjaranNya. 9. Vicikicchä -. Tujuan dari latihan-latihan bhävanä ialah untuk menyingkirkan Nivarana (lihat pembah asan Asava) yang dianggap sebagai rintangan untuk memperoleh ketenangan bathin m aupun Pandangan Terang tentang hidup dan hakekat sesungguhnya dari benda-benda. 2. karena tidak dapat menembus arti dar . 2. Perincian dari Nivarana adalah sbb. 8. Dalam tingkat kesucian. tentang hakikat sesungguhnya dari benda-benda. yaitu : 1. 3. Ruparäga = Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam bentuk. Moha = dan mana yang baik. Kebodohan/kegelapan bathin. Uddhacca = Bathin yang belum seimbang benar. Sakkäyaditthi = Pandangan sesat tentang adanya pribadi. Mencapai Nibbana Keterangan Avijjä = : Perbedaan antara Avijjä dan Moha. Tingkat-tingkat kesucian Tingkat kesucian Belenggu yang harus dipatahkan . 7. malas dan kesu. Thina-middha -. jiwa atau aku yang kekal. 10. 3. Arahat 6. Lobha = ulkan keserakahan. Lahir kembali 1. Avijjä = Kegelapan bathin. keinginan tidak baik. Kemelekatan yang sangat terhadap sesuatu sehingga menimb Penolakan yang sangat terhadap sesuatu sehingga menimbul Kebodohan .keragu-raguan. Sakadägämi Melemahkan belenggu-belenggu nomor 4 dan 5. seorang Anägämi akan terlahir di sorga Suddhavasa dan disit u akan mencapai Tingkat Arahat. 2. : 1.nafsu keinginan Vyäpäda -. Silabbataparämäsa = Kepercayaan tahyul bahwa upacara agama saja dapat membeb askan manusia dari penderitaan. tidak dapat menbeda-bedakan mana yang buruk II. 5. 5.lamban. Mäna = Ketinggian hati yang halus. Anägämi 4. Tidak akan terlahir kembali di alam manusia 4.

3. Moha = Kebodohan/kegelapan bathin. roh p1 = C Pengalaman hidup . Widyadharma BAB I . Hukum Kamm a. Jadi tidak terikat oleh waktu dan tempat. Sabbe sankhärä dukkha Apa yang tidak kekal sebenarnya tidak memuaskan dan oleh karena itu adalah penderitaan. + pn Ucchedaväda 1. Hukum Tilakkhana. Sabbe Dhammä Anattä Segala sesuatu yang tercipta dan tidak tercipta adalah tanpa inti ya ng kekal/abadi. 2.HUKUM TILAKKHANA (TIGA CORAK UMUM) Hukum Tilakkhana ini termasuk Hukum Kesunyataan . Di samping paham anattä yang khas Buddhis terdapat juga dua paham lain yaitu : 1. Attaväda Paham bahwa atma (roh) adalah kekal-abadi dan akan berlangsung sepan jang masa (tidak dibenarkan oleh Sang Buddha). Ucchedaväda Paham bahwa setelah mati atma (roh) itu pun akan turut lenyap (tidak dibenarkan oleh Sang Buddha). berarti bahwa Hukum ini berlak u di mana-mana dan pada setiap waktu. Hukum Paticca-Samuppada. A + p = A + p (A + p) + p1 = A + p + p1 (A + p + p1) + p2 = A + p + p1 + p2 (A-p-p1-p2) + . Sabbe sankhärä aniccä Segala sesuatu dalam alam semesta ini yang terdiri dari paduan unsur -unsur adalah tidak kekal. : Attaväda 1. Contoh dari sesuatu yang tidak tercipta adalah Nibbana. + pn = A + p + p1 + p2 + . 4. A + p = Nihil Anattä 1. Penyusun : Pandita S.. yaitu : Uppada Petunjuk (timbul) Thiti Petunjuk (berlangsung) Bhanga (berakhir/lenyap) 2..PENDAHULUAN 5. 3. 2.. A A 2. karena tidak dapat membedakan apa ya ng baik dan apa yang tidak baik.i Empat Kesunyataan Mulia. B p + = + = p = B Atma. 1.. Umat Buddha melihat segala sesuatu dalam alam semesta ini sebagai suatu proses yang selalu dalam keadaan bergerak. Uraian secara matematika tentang ketiga paham tersebut adalah sbb.

tubu h yang merupakan bagian dari badan jasmani kita. Kesimpulan : Meskipun roti itu terdiri dari bahan-bahan yang tersebut di atas. bentuk-bentuk mental. ini garamnya.HUKUM PATICCA-SAMUPPADA Paham anattä dapat pula diterangkan melalui cara sinthesa. air. Tetapi setelah menjadi roti tidak mungkin kita akan menunjuk satu bagian tertentu dan mengatakan : ini adalah tepungnya. 4. Rupa Kita menangkap suatu rangsangan melalui mata. lidah. 3. Contoh konkrit tentang paham anattä. 2. 4. ini tenaga kerjanya dst. maka anattä diterangkan melalui analisa.. Vedanä = Perasaan. 2. 3. yaitu melalui Hukum Pat . api. : Kesadaran > Pencerapan > Pikiran > Perasaan. tenaga kerja dll. maka bekerja-samanya lima khandha ini adalah sbb. Sankhära = Pikiran. tubuh. De ngan cara ini. II. III. ini apinya. di dalam diri seorang manusia hanya terdapat lima kh andha ini dan tidak dapat ditemukan suatu atma atau roh yang kekal dan abadi. Proses mental ini berlangsung sbb. : 1. telinga. maka bahan-bahan itu telah berubah sama s ekali. misalnya kalau kita membuat roti. 3. garam.3. mentega. Viññana (citta) Kita lalu akan menyadari bahwa bathin kita telah menangkap suatu rangsanga n. Dalam menangkap rangsan gan dari luar. 5. Sañña = Pencerapan. mengenal obyek. susu. Sankhära Rangsangan ini kita akan banding-bandingkan dengan pengalaman kita yang du lu-dulu melalui gambaran-gambaran pikiran yang tersimpan dalam bathin kita. in i airnya. 4 dan 5 dapat juga dinamakan nama (bathin). C + p2 = D I. Menurut Ajaran Sang Buddha. Sañña Rangsangan tersebut mencerap ke dalam bathin kita melalui suatu bagian dar i otak kita. Rupa = Bentuk. 6. gula. Viññana = Kesadaran. 2. hidung. III = Kehidupan ke I. 5. ragi. n amun setelah melalui proses pembuatan dan pembakaran di oven telah menjadi sesua tu yang baru sama sekali dan tidak mungkin lagi untuk mengembalikannya dalam ben tuknya yang semula. Roti dibuat dengan memakai tepung. II. badan jasmani. Gabungan dari No. sehingga seo rang manusia dapat dikatakan terdiri dari rupa dan nama. ini menteganya. Kelima kelompok kehidupan/kegemaran tersebut adalah : 1. LIMA KHANDHA Dalam Agama Buddha diajarkan bahwa seorang manusia terdiri dari lima kelompok ke hidupan/kegemaran (Khandha) yang saling bekerja-sama dengan erat sekali. Karena setelah bahan-bahan itu di aduk menjadi satu dan dibakar di oven. Vedanä Dengan membanding-bandingkan ini lalu timbul suatu perasaan senang (suka) atau tidak senang (tidak suka) terhadap rangsangan yang telah tertangkap melalui panca indera kita.

maka te rhenti pula bentuk-bentuk karma. Makna yang luas dan sebe narnya dari Kamma. la hir atau bathin dengan pikiran kata-kata atau tindakan. bhikkhu. maka terjadilah tanhä (keinginan). berlangsung dan bersambung terus. maka kita akan sampai kepada penghentian dari proses itu. Upädäna Paccayä Bhavo. . sakit dll. 2. 8. kelu h-kesah. Dengan adanya bathin dan badan jasmani. maka terhe nti pulalah kelapukan. Dengan adanya kelahiran kembali. Dengan adanya tanhä (keinginan). kematian. Berdasarkan prinsip dari saling menjadikan. 6. maka terjadilah proses tumimbal lahir. dengan terhentinya kelahiran kembali. 7. kehendak untuk berbuat (Pali : Cetana) itulah yang Kami namakan Kam . Dengan terhenti seluruhnya dari kebodohan. 4. Dengan adanya proses tumimbal lahir. mengenai hal ini Sang Buddha pernah bersabda : "O. Bhava Paccayä Jati. 3. HUKUM KAMMA Kamma adalah kata bahasa Pali yang berarti "perbuatan". 4.. Imassuppädä Idang Uppajjati Dengan timbulnya ini. maka te rhenti pulalah kesadaran. maka seluruh kelangsungan dan kelanjutan hidup dan juga berhentinya hidup d apat diterangkan dalam formula dari duabelas nidana (sebab-musabab) : 1. yang baik maupun yang buruk. maka terjadilah kesan-kesan. Avijjä Paccayä Sankhära Dengan adanya kebodohan (ketidak-tahuan). 2. Dengan adanya perasaan. Kelapukan. yang dalam arti umum mel iputi semua jenis kehendak dan maksud perbuatan. maka terjadilah enam indriya 5. Vedanä Paccayä Tanhä. 7. maka timbullah itu.icca-Samuppada (Hukum Sebab-musabab Yang Saling Bergantungan). Tanhä Paccayä Upädänang. Prinsip dari Huku m ini diberikan dalam empat formula pendek.. kematian. 3. Imassa Nirodhä Idang Nirujjati Dengan terhentinya ini. Jati Paccayä Jaramaranang. Sankhära Paccayä Viññänang Dengan adanya bentuk-bentuk karma. maka terhentilah juga itu. Kalau kita m engambil rumus tersebut dalam arti yang sebaliknya. maka terjadilah kelahiran kembali. sakit dll. maka terjadilah kelapukan. maka tidak adalah itu. Imasming Asati Idang Na Hoti Dengan tidak adanya ini. Namarupang Paccayä Saläyatanang. 9. kematian. kesedihan dll. keluh-kesah. maka terjadilah kemelekatan.. Dengan adanya kemelekatan. yaitu : 1. Saläyatana Paccayä Phassa. adalah akibat dari kelahiran kembali. maka terjadilah bathin dan badan jasmani. 11. Imasming Sati Idang Hoti Dengan adanya ini. ialah semua kehendak atau keinginan dengan tidak membeda-beda kan apakah kehendak atau keinginan itu baik (bermoral) atau buruk (tidak bermora l). relatifitas dan saling bergantungan ini. Demikianlah kehidupan itu timbul. maka terjadilah itu. dengan terhentinya bentuk-bentuk karma. maka terjadilah kesadaran. Jaramarana. Dengan adanya kesan-kesan. Dengan adanya enam indriya. maka terjadilah perasaan. Phassa Paccayä Vedanä.. 10. 12. Viññäna Paccayä Namarupang Dengan adanya kesadaran. maka terjadilah bentuk-bentuk ka rma.

Begitulah semua akibat dari perbuatan kita akan kembali kepada kita seperti haln ya dengan gelombang di kolam yang kembali ke tempat dimana batu itu dijatuhkan. yang dipercaya atau tidak diper caya akan berlangsung terus. Singkatnya : Kamma Vipaka dapat diperlunak. Kamma dapat dibagi dalam tiga golongan : . Meman g segala sesuatu yang lampau mempengaruhi keadaan sekarang atau pada saat ini. Mengapa? Orang yang telah menimbun banyak kamma baik.bahkan menggugurkan -. sebab bilamana gerak gelombang yang halus itu me ncapai tepi kolam. juga bukan ajaran tentang adanya satu nasib yang sudah ditakdirkan. perkataan atau pikira n. Ia adalah hukum alam. Tertaburlah olehmu biji-biji benih dan engkau pulalah yang akan merasaka n buah-buah dari padanya". yang bermaksud menolong mahluk-mahluk lain. Terdapat dua belas jenis bentuk-bentuk kamma yang tidak diperinci di sini. Sang Buddha pernah bersabda (Samyutta Nikaya I. Ia tidak mencintai maupun membenci. oleh karena kamma itu meliputi apa yang telah lampau dan keadaan pada saat ini. dibelokkan. Satu contoh yang klasik adalah sbb. sesungguhnya benar adanya. 227) sbb : "Sesuai dengan benih yang telah ditaburkan begitulah buah yang akan dipetiknya. ia akan dipantulkan kembali sampai mencapai tempat bekas di m ana batu tadi dijatuhkan. Perhatik anlah bagaimana lingkaran ini makin lama makin melebar. yang menimpa diri kita. pun tidak mar ah dan juga tidak memihak. Oleh sebab itu kita haru s hati-hati sekali dengan perbuatan kita. kamma-vipaka itu menunjukkan bahwa kita tel ah berbuat suatu kesalahan. bahkan digugurk an. ditekan. yakinlah bahwa kamm a yang telah kita perbuat adalah benar. tidak akan bany ak menderita karena perbuatan itu. Oleh karena itu. Kita hendaknya selalu berbuat baik. membuat mahluk-mahluk lain bahagia. sehingga perbuatan ini akan membawa satu kam ma-vipaka (akibat) yang baik dan memberi kekuatan kepada kita untuk melakukan ka mma yang lebih baik lagi. janganlah sekali-kali dilupakan hendaknya bahwa kamm a-vipaka itu senantiasa benar. tetapi ada juga yang hampir tidak merasakan akibat apapun juga untuk perbuatan yang sama. sebaliknya orang yang tidak banyak melakukan kamma-kamma baik akan menderita hebat.bentu k-bentuk kamma yang lain. Pertama-tama akan terdengar percikan air dan kemudian akan terlihat lingkaran-lingkaran gelombang. sehingga menjadi begitu lebar dan halus yang tidak dapat lagi dilihat oleh mata kita. Ada orang yang menderita hebat karena perbuatan kecil. saat sekarang inilah yang nyata dan ada "di tang an kita" sendiri untuk digunakan dengan sebaik-baiknya. Ini bukan berarti bahwa gerak tadi telah selesai. Segala sesuatu yang datang pada kita. Sesudah berkehendak orang lantas berbuat dengan badan. Bentu k kamma yang lebih berat (bermutu) dapat menekan -. dan apa yang telah lampau bersama-sama d engan apa yang terjadi pada saat sekarang mempengaruhi pula hal-hal yang akan da tang. hal. supaya akibatnya senantiasa akan bersi fat baik. a kan tetapi tidak menentukan seluruhnya. Bilamana kita mengalami sesuatu yang membahagiakan. pembuat kebaikan akan mendapat kebaikan. : Lemparkanlah batu ke dalam sebuah kolam yang tenang.ma. pembuat kejahatan akan memetik kejahata n pula. Apa yang telah lampau sebenarnya merupakan dasar di mana hidup yang sekara ng ini berlangsung dari satu saat ke lain saat dan apa yang akan datang masih ak an dijalankan. Sebaliknya bila ada sesuatu yang menimpa kita dan membuat kita tidak senang." Kamma bukanlah satu ajaran yang membuat manusia menjadi orang yang lekas berputu s-asa.

7. 9. 5. penghidupannya senantiasa tergantung pada orang lain. Cenderung untuk membagi kebahagiaan kepada orang lain berbuah dengan terlahir kembali dalam keadaan berlebih-lebihan dalam banya k hal. senantiasa dalam kesedihan karena te rpisah dari keadaan atau orang yang dicintai. dalam hidupnya senantiasa berada d alam ketakutan 2. 4. Kamma Perbuatan (kaya-kamma). Bergunjing akibatnya kehilangan sahabat-sahabat tanpa sebab yang berarti.1. tidak dipercaya khalayak ramai. 8). Bersimpati terhadap kebahagiaan orang lain menyebabkan terlahir dalam lingkungan yang menggembirakan. dinista dan dihina. Pandangan salah akibatnya tidak melihat keadaan yang sewajarnya. . 9. Berdusta akibatnya menjadi sasaran penghinaan. penyakit yang lama sembuhnya. watak tercela. 8. kurang bijaksana. Kamma Ucapan (vaci-kamma). pendapat yang tercela. Menyebarkan Dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan (sama dengan No. macam-macam penyakit. beristeri atau bersuami yang tidak disen angi. Hidup bersusila mengakibatkan terlahir kembali dalam keluarga luhur yang keadaannya berbah agia. 3. dirangsang oleh keinginan yang s enantiasa tak tercapai. Berbakti berbuah dengan diperolehnya penghargaan dari masyarakat. Meluruskan pandangan orang lain berbuah dengan diperkuatnya keyakinan. 10 (sepuluh) jenis kamma baik 1. 2. 3. Dendam. Kamma Pikiran (mano-kamma). 10. tidak dipercaya oleh khal ayak ramai. Pencurian akibatnya kemiskinan. berbicara tidak tegas. 2. Pembunuhan akibatnya pendek umur. kurang cerdas. berpenyakitan. 10 (sepuluh) jenis kamma buruk 1. terlahir sebagai pria atau wanita yang tidak normal perasaan seksnya. 3. 5. Gemar beramal dan bermurah hati akan berakibat dengan diperolehnya kekayaan dalam kehidupan ini atau kehid upan yang akan datang. Berendah hati dan hormat menyebabkan terlahir kembali dalam keluarga luhur. kemauan jahat / niat untuk mencelakakan mahluk lain akibatnya buruk rupa. Sering mendengarkan Dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan. 4. 10. Bermeditasi berakibat dengan terlahir kembali di alam-alam sorga. Kata-kata kasar dan kotor akibatnya sering didakwa yang bukan-bukan oleh orang lain. 6. 8. 7. Perbuatan a-susila akibatnya mempunyai banyak musuh. 6. Keserakahan akibatnya tidak tercapai keinginan yang sangat diharap-harapkan. Omong kosong akibatnya bertubuh cacad.

Dipercayai bahwa Beliau akan dilahirkan saat kehidupan manusia diperpanjang sampai 84. Sanghaa dan Visakhaa diantara pengikut wanita. 3. Beliau akan menca . BUDDHA METTEYA Metteya adalah Buddha masa depan yang sangat dinantikan dan belum dilahirkan.tak terkenal * nindä .aläbha untung . Jatimitta dan Vijaya diantara pengikut pria. ATTHALOKA-DHAMMA Dalam penghidupan seorang manusia tidak dapat terlepas dari 8 (delapan) keadaan. Beliau akan hidup di empat istana selama 8.dukkha gembira. Lebih lanjut lagi. Nama ayahNya adalah Subrahma. Hiri Perasaan malu. Se lanjutnya Beliau akan dianggap sebagai Buddha ke 25 menurut tradisi Pali.000 tahun. 2.HIRI DAN OTAPPA Dua ciri khas yang dianggap dua sifat yang membantu melindungi dunia dari kekaca uan : 1. Beliau akan dihitung sebagai Buddha ke 5 dan yang terakhir di aeon sekarang yaitu Kappa Bhadda. Membunuh ayah. 8.000 tahun yaitu Sirivaddha. dan diantara para bhikkhuni ad alah Paduma dan Sumana. Menyebabkan perpecahan dalam Sangha. 2. Yang akan menjadi para pengikutnya yang luar biasa adalah dua saudaraNya Isidatt a dan Purana.dipuji * sukha . Metteya akan dilahirkan di sebuah keluarga terpelajar yang terkenal dan namaNya adalah Ajita. Siha akan menjadi pembantu pribadiNya. bahagia . yaitu takut akan akibat yang timbul dari perbuatan-perbuat an yang tidak baik. 9. Nama sukuNya juga Metteya.Lima bentuk kamma celaka Lima perbuatan durhaka di bawah ini mempunyai akibat yang sangat berat ialah kel ahiran di alam neraka : 1. Melukai seorang Buddha. Membunuh ibu. 4. dan ibuNy a adalah Brahmawati.pasamsä dicela . dan Suddhana. menderita dll. Vaddhamana. Selanjutnya Beliau akan melepas kan keduniawian setelah melihat 4 tanda. yaitu malu melakukan hal-hal yang tidak baik.sedih. yaitu : * läbha . Siddhattha dan Chandaka. Beliau akan menikah dengan Chandamukhi dan akan mempunyai p utra Brahmavaddhana. Tempat kelahiranNya adalah K etumati di masa pemerintahan Chakkavatti Samkha dimana dia sendiri akan menjadi pengikut Buddha dan melepaskan kehidupan duniawi.ayasa terkenal . Yang akan menjadi murid-murid utamaNya d iantara para bhikkhu adalah Asoka dan Brahmadeva.rugi * yasa . Otappa Perasaan takut. Membunuh seorang Arahat. 5.

apapun juga ya ng akan dimintanya. 5. Raja telah melepaskan kata-kata dan berjanji kepada Rat u (yang baru) bahwa beliau akan meluluskan semua permintaan Ratu. 1999) Pendahuluan Pada zaman dahulu. maka akhirnya Raja memanggil keempat orang putran ya dan memerintahkan untuk membawa saudara-saudara perempuannya pergi ke suatu d aerah lain untuk membangun sebuah negara baru. Lihat juga pada: 1. Dalam kesempatan yang baik itu. 81 f. yaitu adik dari Raja Anjana dari Devadah . Di tempat itulah mereka menikah diantara mereka bersaudara. Atthasalini 415 BAB I MASA BERKELUARGA (Sumber : Riwayat Hidup Buddha Gotama. Milinda Panha 159. Tetapi Ratu terus-menerus merengek-rengek serta mengingatkan Raja akan janjinya. Pada suatu waktu. 4. 2. Karanda. Mahavamsa xxxxxxii. 3. di dekat tempat yang sejak lama dihuni oleh seorang pertapa berna ma Kapila. Ratu (yang juga adalah saudaranya) meninggal dunia dan Raja m enikah lagi dengan seorang gadis yang kemudian melahirkan seorang anak laki-laki . Raja menjadi serba salah. Mereka memilih sebuah hutan yang banyak ditumbuhi pohon-pohon sakka di lereng Gu nung Himalaya. Raja yang memerintah di kota Kapilavatthu adalah Raja Jayasena yang mempunyai seorang putra bernama Sihahanu dan seorang putri yang bernama Ya sodhara. Di daerah lereng Pegunungan Himalaya inilah terletak sebuah kerajaan yang be rnama Kerajaan Sakka (pada waktu itu di daerah tersebut banyak sekali terdapat p ohon sakka).pai pencerahan di bawah pohon Naga.. Digha Nikaya iii. Karena malu untuk tidak menepati j anji yang pernah diberikannya. daerah Majjhima desa (daerah tengah dari Jambudipa ~sekarang India~) dihuni oleh suku bangsa Ariyaka yang datang dari Utara Pegunungan Himala ya. terkecuali putri yan g tertua yang menikah dengan Raja dari Devadaha. Setelah Raja Jayasena meninggal dunia. Mendengar permintaan tersebut Raja menjadi kaget dan menolak untuk meluluskan pe rmohonan tersebut. Empat pasangan yang tersebut du luan merupakan leluhur dari Dinasti Sakya dan pasangan yang belakangan merupakan leluhur dari Dinasti Koliya. maka kota yang kemudian mereka bangun diberi nama Kapil avatthu (vatthu = tempat). Cetakan Keduabelas. Sejarah kerajaan tersebut menurut buku-buku kuno adalah sebagai ber ikut : Seorang raja bernama raja Okkaka yang memerintah daerah tersebut mempunyai empat orang putra (Okkamukha. Keempat putra Raja tersebut. tidak lama kemudian mohon diri dari ayahandanya dan bersama dengan saudari-saudarinya berangkat menuju sebuah hutan disertai dengan rombongan ahli-ahli dalam berbagai bidang untuk membangun sebuah negara baru. Chullavamsa xxxviii. Penyusun : Maha Pandita Sumedha Widyadhrama. Merasa gembira sekali. Ratu memohon kepada Raja agar anaknya yang baru dilahirkan diangkat menjadi Putra Mahkota. Penerbit : Cetiya Vatthu Daya. Sebab itulah. Pada suatu hari. Telah menjadi tradisi bahwa Buddha akan datang berdiam di dunia Dewa Tusita deng an nama Nath. dan Sinipura) dan lima orang putri . 68. 73. Hatthinika. Beliau sering digambarkan atau diukir dalam mahkota-mahkota dan pe rmata-permata karena Beliau belum melepaskan kehidupan duniawi. Pangeran Sihahanu menjadi Raja di Kapilav atthu dan menikah dengan Putri Kencana.7.

Di tempat itulah seekor gajah putih deng an memegang sekuntum bunga teratai di belalainya memasuki kamar. Pada waktu itulah Ratu merasa perutnya agak kurang enak. Setelah berjalan tujuh langkah. namun anak yang sanga t mereka dambakan belum juga mereka peroleh. dan dua orang putri yang diberi nama Maya dan Pajapat i (atau Gotami). Setelah Raja Sihahanu mangkat. Adik dari Raja Sihahanu. Sukkoda na. mengelilingi di pan sebanyak tiga kali untuk kemudian memasuki perut Ratu Maya dari sebelah kana n. yang ke lak menjadi istri dari Pangeran Siddhatta. Sedangkan adik perempuannya yang bernama Amita memp unyai seorang putra yaitu Devadatta dan seorang putri bernama Yasodhara. Mereka diberkahi dengan lima orang putra yang diberi nama Suddhodana. Sewaktu tidur. Amitodana.a. Dengan ge mbira Ratu berjalan-jalan di taman dan berhenti di bawah pohon Sala. Dengan cepat dayang-dayang membuat tirai di sekeliling Ratu. Bayi itu kemudian berdiri tegak dan berjalan tujuh langkah di atas tujuh kuntum bunga teratai ke arah Utara. Amitodana mempunyai dua orang putra yaitu Mahanama dan Anuruddha dan s eorang putri bernama Rohini. Empat Maha Brahma menerima Sang Bayi dengan jala emas dan kemudian dari langit t urun air dingin dan panas untuk memandikan Sang Bayi sehingga menjadi segar. tibalah rombongan Ratu di Taman Lumbini (sekarang Rumminde di Pejwar. dan Ratu Maya dapat melihat dengan jelas bayi dalam kandungannya yang duduk dalam sikap meditasi dengan muka menghadap ke depan. Ratu Maya ikut serta dalam perayaan Asalha yang berlangsung tujuh ha ri lamanya. dan Ghanitodana dan dua orang putri yang diberi nama P amita dan Amita. Ratu mohon perkenan dari Raja untuk dapa t bersalin di rumah ibunya di Devadaha. Lahirnya Pangeran Siddhatta Meskipun Raja Suddhodana dan Ratu Maya sudah lama menikah. Selanjutnya Ratu dipimpin masuk ke sebuah istana emas dan direba hkan di sebuah dipan yang bagus sekali. Setelah perayaan selesai. menggosoknya dengan minyak wangi dan kemudian memakaikannya pakaian-pakaian yang biasa dipak ai para dewata. sampai pada suatu waktu Ratu Maya m encapai umur kurang lebih 45 tahun. Adik Raja Suddhodana yang bernama Sukkodana mempunyai seorang putra yait u Ananda. Dalam perjalanan ke Devadaha. Ratu bermimpi bahwa empat orang Dewa Agung telah mengangkatnya dan membawanya ke Himava (Gunung Hima laya) dan meletakkannya di bawah pohon Sala di (lereng) Manosilatala. Pangeran Suddhodana menduduki tahta Kerajaan Saky a dan kemudian menikah dengan Putri Maya. menikah dengan Raja Anjana dari Devadaha dan diberkahi dengan dua orang putra yang diberi nama Suppabuddha dan Dandapani. Memang sejak hari itu Ratu mengandung. Ratu memberitahukan mimpi ini kepada Raja dan Raja lalu memanggil para brahmana untuk menanyakan arti mimpi tersebut. Sang Bayi sendiri sudah bersih karena tiada darah atau noda-noda lain yang melek at pada tubuhnya. bayi itu lalu mengucapkan kata-kata sebagai beri kut : . Ratu Maya mandi dengan air wangi. Ketika itu tepat purnam a sidhi di bulan Vaisak tahun 623 SM. Nepal) yang indah sekali. Ratu Maya memperoleh mimpi yang aneh sekali. Kemudian p ara istri Dewa-dewa Agung tersebut memandikannya di Danau Anotatta. Dhotodana. Para brahmana menerangkan bahwa Ratu akan mengandung seorang bayi laki-laki yang kelak akan menjadi seorang Cakkavatti (Raja dari semua Raja) atau seorang Buddh a. Di kebun itu Ratu memerintahkan rombongan berhenti untuk beristirahat. mengucap kan janji uposatha dan kemudian masuk ke kamar tidur. Pernikahan Raja Suddhodana dan Ratu Maya inilah yang diberkahi dengan kelahiran seorang putra tunggal yang di kemudian hari menjadi terkenal dengan nama Buddha Gotama. Ketika itu. yaitu Putri Yasodhara. Ratu berpegangan pada dahan pohon Sala dan dalam sika p berdiri itulah Ratu melahirkan seorang bayi laki-laki. Sepuluh bulan kemudian di bulan Vaisak.

" Artinya . pertapa Asita memberi hormat kepada Sang bayi. maka Beliau akan segera m eninggalkan istana dan bertapa untuk menjadi Buddha. di bawah pohon ini Pangeran Siddhattha kelak mendapatkan Pene rangan Agung. meramalkan bahwa Sang bayi kelak akan menjadi Cakkavati (Raja dari semua Raja) atau akan menjadi Buddha. * Nidhikumbhi. Pertapa suci. Orang tua. pertapa Asita terta wa gembira tetapi kemudian menangis. yang kelak menjadi kuda Pangeran Siddhattha. Tak akan ada tumimbal lahir lagi. "Akulah pemimpin dalam dunia ini. settho 'ham asmi lokassa. * Ananda. * Kaludayi. pertapa Asita menerangkan bahwa Sang bayi k elak akan menjadi Buddha. Akulah teragung dalam dunia ini. Dhaja. Orang sakit. Menjawab pertanyaan Raja Suddhodana. * Channa. * Pohon Bodhi. yang kelak menjadi kusir Pangeran Siddhattha. Setelah memberi hormat. kendi tempat harta pusaka. Selanjutnya pertapa Asita mengatakan bahwa Pangeran kecil itu kelak tidak boleh melihat empat peristiwa."Aggo 'ham asmi lokassa. natthi dani punabbhavo. Akulah tertua dalam dunia ini. Nama y ang kemudian dipilih adalah Siddhattha yang berarti "Tercapailah segala cita-cit anya". * Seekor gajah istana. yaitu : 1. Manti. Inilah kelahiranku yang terakhir. yaitu : Rama. bersama-sama dengan seratus delapan orang Brahmana untuk merayakan kelahiran anak pertamanya dan juga untuk memilih nama yang baik. Lakkhana. namun karena usianya sudah lanjut maka ia sendiri tida k lagi dapat menunggu bayi itu kelak memulai memberikan Ajaran-Nya. Pada hari yang sama lahir (timbul) pula dalam dunia ini : * Putri Yasodhara." Seorang pertapa yang bernama Asita (yang juga disebut Kaladevala) sewaktu bermed itasi di Pegunungan Himalaya. . diberitahukan oleh para dewa dari alam Tavatimsa b ahwa seorang bayi telah lahir yang kelak akan menjadi Buddha. 3. Suyama dan Sudatta. yang kemudian dikenal juga sebagai Rahulamata (ibu dari R ahula). yang kemudia n diikuti juga oleh Raja Suddhodana. Kalau pangeran kelak melihat empat peristiwa tersebut. 2. Hanya Kondañña (Brahmana yang termuda) sajala h yang dengan pasti mengatakan bahwa Sang bayi kelak akan menjadi Buddha. Orang mati. Pada hari itu juga pertapa Asita berkunjung ke istana Raja Suddhodana untuk melihat bayi tersebut. Lima hari setelah lahirnya Sang bayi. yang kelak menjadi pembantu tetap Sang Buddha. Kondañña. * Kanthaka. Diantara para B rahmana terdapat 8 orang Brahmana yang mahir dalam meramal nasib. Para peramal tersebut. kecuali Kondañña. jettho 'ham asmi lokassa. ayam antima jati. Setelah melihat Sang bayi dan memperhatikan adanya 32 tanda dari seorang Mahapur isa ("orang besar"). Raja Suddhodana memanggil sanak keluargany a berkumpul. Bhoja. yang kelak mengundang Sang Buddha untuk berkunjung kembali ke Ka pilavatthu. 4.

Devadatta. Ternyata Pangeran cerdas sekali. Setelah tiba waktunya untuk bersekolah. dayang-dayang yang ditugaskan untuk menjaga Pangeran merasa tertarik sekali dengan jalannya perayaan itu. Masa Kanak-Kanak Setelah Pangeran berusia tujuh tahun. Pangeran dan Devadatta b erlari-lari ke tempat belibis itu jatuh. yaitu Rupananda. pakaian dan tutup kepala dari negara Kasi. Namun Pangeran tidak memberinya dan mengatakan. Dengan cepat mereka melaporkan peristiwa tersebut kepada Raja. Raja Suddhodana mengajaknya untuk turut pergi ke perayaan membajak bersama-sama para petani dengan menggunakan sebuah a lat bajak yang terbuat dari emas. Pangeran tiba terlebih dahulu dan memel uk belibis itu yang ternyata masih hidup. Raja juga memesan wangiwangian. Benar saja mereka menemukan Pangeran kecil sedang bermeditasi dengan kaki bersila dan tidak menghiraukan kehadiran orang-orang yang sedang memperhatikann ya. Raja memerintahkan seorang guru bernama Visvamitta untuk memberikan pelajaran kepada Pangeran dalam berbagai ilmu penget ahuan. maka sama sekali tidak terganggu oleh suara-suara yang berisik. Dengan cekatan Devadatta membidikk an panahnya dan berhasil menembak jatuh seekor belibis. Kalau ia mati. Selain tiga kolam tersebut. Di kolam-kolam itu ditanami berbagai jenis bunga teratai ( lotus). Devadatta melihat sero mbongan belibis hutan terbang di atas mereka. Semua pelajaran yang diberikan. Setelah kembali mereka merasa heran sekali melihat Pangeran seda ng bermeditasi dan duduk bersila. dengan c epat dapat dipahami sehingga dalam waktu singkat tidak ada lagi hal-hal yang dap at diajarkan kepada Pangeran kecil. Raja memerintahkan untuk menggali tiga kol am di halaman istana. Pangeran dengan hati-hati dan penuh ka sih sayang mencabut panah dari sayap belibis tersebut. Raja Suddhodana menyerahkan perawatan Sang bayi kepada Putri Pajapati (adik Ratu Maya) yang juga dinikahinya. Perayaan Membajak Setelah Pangeran berumur beberapa tahun. Bayangan pohon jambu tidak mengikuti jalannya matahari tetapi tetap memayungi Pangeran kecil yang sedang bermeditasi. satu kolam d engan bunga yang berwarna merah (Paduma). Dari pernikahan ini kemudian lahir seorang putra. Pangeran terkenal sebagai anak yang penuh kasih sayang terhad ap sesama mahluk hidup seperti terlihat dari kisah di bawah ini. Devadatta minta agar belibis tersebut diserahkan kepadanya karen a ia yang menembaknya jatuh. Ada lagi satu keajaiban lain. yaitu Nanda dan seorang putri. maka ia benar adalah milikmu. dan satu kolam lagi dengan bunga yang berwarna putih (Pundarika). baik siang maupun malam hari sebagai lambang dari keagungannya. Karena Pangeran saat itu telah mencapai Jhana. maka ia adalah milikku. Sejak kanak-kanak. yang pada waktu itu membawa busur dan panah. "Ti dak. Ratu Maya meninggal dunia dan terlahir kembali di surga Tusita. Tetapi sekarang ia tidak mati dan ternyata masih hidup. Raja dengan diiri ngi para petani berbondong-bondong datang untuk menyaksikan peristiwa ganjil ter sebut.Tujuh hari setelah Pangeran Siddhattha dilahirkan. Pelayan-pelayan diperintahkan untuk melindungi Pangeran pergi. Akhirnya atas usul ." Devadatta tetap menuntutnya dan Pa ngeran tetap pada pendiriannya dan tidak mau menyerahkannya. Mereka ing in menyaksikan perayaan tersebut dan meninggalkan Pangeran kecil di bawah bayang an pohon jambu. Sewaktu perayaan berlangsung dengan meriah. Satu kolam dengan bunga teratai yang berwarna biru (Upala). kemudian meremas-remas be berapa lembar daun hutan dan dipakaikan sebagai obat untuk menutupi luka bekas k ena anak panah. Karena a ku yang menolongnya. yang waktu itu terkenal kare na menghasilkan barang-barang tersebut dengan mutu yang terbaik. Melihat keadaan yang ganjil ini untuk kedua kalinya Raja Suddhodana memberi hormat kepada anakny a. Pada suatu hari Pangeran sedang berjalan-jalan di taman dengan saudara sepupunya . belibis ini tidak akan aku serahkan kepadamu. yaitu suatu tingkatan pemusat an pikiran.

menjinakkan kuda liar. Pada suatu hari Pangeran mengunjungi ayahnya dan berkata. Raja memerintahkan untuk me mbuat tiga buah istana yang besar dan indah. Semua pertandingan seperti naik kuda. yaitu orang tua. Khusus dalam hal memanah. satu istana untuk musim dingin (Ram ma). Melihat Empat Peristiwa Pangeran tidak bahagia dengan cara hidup yang dianggap seperti orang tawanan dan terpisah sama sekali dari dunia luar. Selanjutnya Raja memerintahkan untuk membuat tembok tinggi mengelilingi istana dan kebun dengan pintu-pintu yang kokoh kuat. Ratu Amita (adik Raja Suddhodana). Pange ran tidak ada tandingannya. orang mati. satu istana untuk musim panas (Suramma) dan satu istana untuk musim hujan ( Subha). Hidup tidak m ungkin menjadi milik dari orang yang mencoba menghancurkannya. orang sakit. Setelah Pangeran Siddhatta menikah dengan Putri Yasodhara. Sekarang tinggal menjaga supaya Pangeran jangan melihat empat peristiwa tentang kehidupan. Semua dayang dan pengawalnya adalah orang-orang mud a belia. Apabila ada dayangnya yang sakit maka dayang i tu akan segera disingkirkan. bahkan juga pangeran-pangeran dari negara lain. dan dijaga siang dan malam oleh orang-orang kepercayaan Raja. "Ayah. maka Pangeran mohon kepada Raja ag ar segera mengadakan satu sayembara. Pangeran dinyatak an sebagai pemenang mutlak dari sayembara tersebut. dan memanah ternyata dimenangkan oleh Pangeran. dimana Pangeran akan memilih s eorang gadis untuk dijadikan istrinya." Masa Remaja Sewaktu Pangeran meningkat usianya menjadi 16 tahun. maka kekhawatiran Raj a Suddhodana agak berkurang sebab Raja selalu ingat dengan ramalan dari pertapa Asita bahwa Pangeran kelak akan menjadi Buddha. Namun para orang tua tersebut ternyata ti dak mengacuhkannya. dimana berbagai ilmu peperangan dipertandin gkan. perkenankanlah aku berjalan-jalan ke luar istana untuk melihat tata cara kehidupan penduduk yan . belibis harus menjadi mili k dari orang yang ingin menyelamatkan jiwanya yaitu Pangeran Siddhatta. Karena itu menuru t norma-norma keadilan yang berlaku. Dewan lalu memb erikan keputusan sebagai berikut : " Hidup itu adalah milik dari orang yang mencoba menyelamatkannya. maka bagaimana ia kelak dapat memelihara dan melindungi istrinya. sehingga untuk membaw anya ke tempat pertandingan harus digotong oleh empat orang. dan pertapa suci. Dengan pernikahan ini. Pangeran bertanding melawan pangeran-pangeran lain ya ng datang dari segenap penjuru negara Sakya.Pangeran. Mereka mengatakan bahwa Pangeran tidak paham kesenian dan il mu peperangan. maka secara sah. Dengan mendapat sambutan yang meriah sekali dari para hadirin. Ketika hal ini diberitahukan kepada Pangeran. Karena itu Raja memerintahkan pengawal-pengawalnya agar Pangeran dijaga jangan s ampai melihat empat hal tersebut. mereka berdua pergi ke Dewan Para Bijaksana dan mohon agar Dewan membe rikan keputusan yang adil dalam persoalan tersebut. Dengan demikian Pangeran Siddhatta dan Putri Yasodhara memadu cinta di tiga ista nanya yang mewah sekali dan selalu dikelilingi oleh penari-penari dan dayang-day ang yang cantik-cantik Raja merasa puas dengan apa yang telah dikerjakannya dan berharap bahwa Pangeran kelak dapat menggantikannya sebagai Raja negara Sakya. Dalam sayembara itu. Setelah mendengarkan keteran gan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dari kedua belah pihak. pilihan Pangeran jatuh kepada se orang gadis bernama Yasodhara yang ada ikatan keluarga dengan Pangeran karena ia adalah anak pamannya yang bernama Raja Suppabuddha dari negara Devadaha dan bib inya. Dalam sebuah pesta besar yang kemudian diselenggarakan dan dihadiri oleh tidak k urang dari empat puluh ribu orang gadis cantik. Untuk membentangkan busur yang dipakai oleh Pangeran saja mereka tidak mampu karena busur itu besar dan berat. Raja berharap Pangeran akan lebih diikat kepada hal-hal d uniawi. Kemudian Raja mengirim undangan kepada para orang tua yang mempunyai ana k gadis untuk mengirimkan anak gadisnya ke pesta. menggunakan pedang.

Pada kesempatan ini. Dengan suara le mah dan perlahan sekali ia meminta-minta makanan dan mengatakan kalau tidak dibe ri makanan. dan tidak ada seorangpun yang dapat men cegahnya. Mengapa sebagai seorang Pangeran dan juga orang-orang lain pada suatu hari harus menjadi tua. tanpa ada y ang terkecuali dan begitu pula engkau yang tercantik.g kelak akan kuperintah. Pangeran memerintahkan untuk s egera kembali ke istana karena pemandangan orang tua yang baru saja ia lihat tel ah membuatnya sedih sekali. ompong dan buruk seperti tukang minta-minta yang baru saja ia lihat. yaitu usia tua . Tidak ada penduduk berkumpul untuk m . matanya sudah hampir buta. Melihat orang tua itu. Rambut orang itu panjang dan sudah putih semua. badannya kurus kering dan dengan su sah payah serta terbungkuk-bungkuk ditopang oleh sebuah tongkat berjalan tanpa m enghiraukan orang-orang di sekelilingnya yang sedang bergembira. Setiap ora ng kalau sudah terlalu lama hidup di dunia akan menjadi seperti orang itu." Setelah pesta usai dan Pangeran masuk ke kamar tidur. Giginya sudah ompong." Tetapi Pangeran tidak puas dengan jawaban Channa. kulitnya keriput. "Apakah itu. Dengan berat hati Raja memberikan izinnya. "Baik. Pangeran terkesan sekali karena hal seperti ini baru pert ama kali dilihatnya. meskipun ia kaya. orang itu seperti ki ta dan karena sekarang ia sudah tua sekali maka keadaannya telah berubah seperti yang Tuanku lihat. Di tempat tidur. Hal i tu tidak dapat dielakkan. Hari itu pemandangan kota berlainan sekali. Karena itu. sekarang engkau boleh pergi melihat -lihat kota sepuas hatimu. Ia ingin tahu apakah ada orang yang telah menemukan cara untuk menghentikan hal yang menyeramkan itu. rambutnya putih. ia pasti akan mati hari itu juga karena ia lapar sekali dan sudah be berapa hari tidak makan. Pangeran pergi bersama-sama Channa dan berpakaian seperti a nak keluarga bangsawan karena ia tidak ingin dikenal sewaktu sedang berjalan-jal an. Berselang beberapa hari. oh Channa yang baik. tetap i bukan keadaannya sewaktu dilahirkan. Raja memerintahkan kepada dayang-dayangnya untuk lebih sering meng adakan pesta-pesta makan dan tari-tarian. "Sewaktu masih muda. Ia sedang sibuk merenung dan dalam hati berkata kepad a mereka yang hadir. kul it mukanya kering dan keriput. lemah dan sedih. "Anakku. Sebaiknya Tuanku lupakan saja orang tua tersebut. karena Beliau tahu. engkau bo leh keluar dari istana untuk melihat bagaimana penduduk hidup di kota. Mengapa ia bungkuk sekal i? Mengapa ia gemetar sewaktu berjalan? Mengapa rambutnya putih dan bukan hitam seperti rambutku? Apa yang salah dengan matanya? Dan giginya dikemanakan? Apakah ada orang yang terlahir seperti itu? Coba katakan. Tetapi se belumnya aku harus membuat persiapan sehingga segala sesuatunya baik dan patut u ntuk menerima kedatangan anakku yang baik. ia masih merenung bahwa suatu hari semua oran g akan menjadi tua. Apakah artinya semua ini?" Channa menerangkan kepada Pangeran bahwa semua itulah keadaan seorang tua. Pangeran kembali memohon kepada Raja agar diperkenankan lagi melihat-lihat kota Kapilavatthu. pikiran itu masih tetap sa ja mengganggunya. maka Raja memberikan izin. maka Raja menjadi sedih sekali dan ia merasa khawatir bahwa hal ini dapat menyebabkan Pangeran meninggalkan istana . anakku. dan ia ingin merenungkan persoalan ini dengan lebih mendalam. Tetapi Pa ngeran acuh tak acuh saja." Setelah rakyat selesai menghias kota seperti diperintahkan oleh Raja. maka Raja memanggil Pangeran untuk menghadap." Sewaktu Pangeran sedang berjalan-jalan di kota. tidak ada gunanya melarang sebab hal itu tentu akan membuat Pangeran sangat sedih. Setelah persoalan ini dilaporkan kepada Raja. dan tidak kelihatan gembira sewaktu berlangsungnya pe sta makan dan tari-tarian. terpandang atau berkuasa? Malam itu diselenggarakan sebuah pesta besar untuk menghibur Pangeran." Karena permohonan ini wajar. "Pada suatu hari engkau semua akan menjadi tua. Channa? Itu tidak mungkin seorang manusia. tetapi sekarang tanpa terlebih dahulu mem beritahukannya kepada para penduduk. dengan tiba-tiba seorang tua kel uar dari sebuah gubuk kecil. pakaiannya compang-cam ping dan kotor sekali.

lalu menjualnya kepada langganannya yang kemudian memakannya selagi masih panas. Pangeran menjadi semakin sedih dan kembali ke istana untuk merenu ngkan hal ini. deng an cepat menghampiri orang itu. Tuanku. da n perak." Pangeran heran dan kaget sekali. Seorang pa ndai emas sedang membuat kalung. Pangeran kembali mohon kepada Raja agar diperkenankan k embali melihat-lihat kota Kapilavatthu. Tetapi hari itu Pangeran melihat penduduk yang sed ang sibuk bekerja. mengapakah orang ini? Apakah yang salah dengan nafasnya? Me ngapa ia tidak bicara?" "Oh. dan cincin dari intan. engaku mengapakah? " Orang sakit itu sudah tidak dapat menjawab. Tuanku. Kemudian rombongan membawa usungan itu ke tepi sebuah sungai dan mel etakkannya di atas tumpukan kayu yang kemudian dinyalakan api. apakah ini yang dinamakan mati? Dan apakah semua orang pada suatu waktu akan mati?" "Betul." "Mati! Channa. Ia diserang demam pes dan seluruh badannya terasa terbakar. emas. Tuanku. Tukang kue sedang sibuk memanggang ro ti dan kue. Di atas usungan itu berbaring seorang yang sudah kurus sekali dalam keadaan tida k bergerak. Orang tersebut tetap diam saja dan tidak bergerak meskipun api telah membakarnya dari semua sudut. masih banyakkah hal-hal buruk seperti ini selain sakit pes?" "Memang. Tidak ada oran g yang dapat mencegahnya. Raja merasa sedih karena melihat Pangeran pada waktu akhir-akhir ini seperti kurang gembira sehubungan dengan kejadian-kejadian yang telah diliha tnya. kerabu. Berselang beberapa hari. "Mengapakah engkau. katakanlah. mengangkatnya. berjalan-jalan di kota Kapilavatthu. Pangeran melihat sesuatu yang membuat Beliau sangat sedih. Pangeran yang dikenal sebagai orang yang penuh kasih sayang. Tidak ada seora ngpun yang dapat mencegahnya." "Tetapi adakah lagi orang lain seperti dia?" "Ada. gelang. "Channa. Tuanku. Ia menangis tersedu-sedu. bahagia dan senang dengan pekerjaannya. Nanti Tuanku juga akan sakit. sehinggan tidak dapat mengucapkan sepatah kata . Mohon de ngan sangat agar Tuanku meletakkannya kembali di tanah dan jangan menyentuhnya l agi sebab pes itu sangat menular. Seorang tukang celup pakaian sedang mencelup pakaian dalam beraneka ragam warna yang bagus-bagus dan kemudian menjemurnya." "Channa. "Channa. dan itu dapat terjadi setiap saat." Mendengar ini. Seorang pandai besi dengan badan penuh keringat sedang membuat pisau.Tuanku. meletakkan kepalanya di pangkuann ya dan dengan suara menghibur menanyakan. tunggul-tunggul. dan p enduduk yang berpakaian rapi. Di muka dan badannya terdapat bercak-bercak ber warna ungu. ada ratusan penyakit yang sama hebatnya seperti sakit pes. apakah itu? Mengapa orang itu berbaring di sana dan membiarkan orang la in membakar dirinya?" "Dia tidak tahu apa-apa lagi. semua orang dalam dunia dapat terserang penyakit. Untuk kedua kalinya dalam hidupnya. Tetapi Pangeran juga melihat seorang yang sedang merintih-rintih dan bergulingan di tanah dengan ked ua tangannya memegangi perutnya.engelu-elukannya. bunga-bunga. Raja menyetujuinya karena beranggapan tidak ada gunanya lagi sekarang untuk mela rang. Orang itu sakit dan darahnya ber acun." "Apakah tidak ada orang yang dapat menolongnya? Apakah semua orang dapat diseran g penyakit? Apakah penyakit datang secara mendadak?" "Betul. dan Tuanku mungkin orangnya kalau Tuanku memegangnya seperti itu. Oleh karena it ulah ia merintih-rintih dan tidak lagi dapat bicara. Pangeran memperhatikan orang-orang kecil ini yang sederhana dan semua orang keli hatan sibuk sekali. Pada kesempatan ini Pangeran yang berpakaian sebagai anak seorang bangsawan deng an diiringi Channa. matanya berputar-putar dan nafasnya megap-megap. semua makhluk hidup pada suatu waktu harus mati. jangan sentuh orang itu lama-lama. Orang itu sudah mati. tidak ada bendera-bendera. Tidak lama kemudian mer eka berpapasan dengan serombongan orang yang sedang menangis mengikuti sebuah us ungan dipikul oleh empat orang.

sehingga Beliau menghadiahkan Kisa Gotami sebuah kalung emas yang sedang dipakainya. Pangeran bertemu dengan Kisa Gotami yang kare na kagumnya mengucapkan kata-kata sebagai berikut : "Nibbuta nuna sa mata. Pangeran berpikir bahwa sangat mengerikan keadaan yang disebut 'mati' itu y ang harus dialami oleh setiap orang. satu ikatan telah terlahir. Aku harus mencarinya dan menolong dunia i ni." Pangeran terkejut karena ternyata pertapa ini mempunyai pikiran dan cita-cita ya ng sama dengan dirinya. jauh dari gangguan dan keramaian dunia. Pangeran mengangkat kepalanya menghadap langit yang tinggi dan kemudian berkata. aku mencarinya dalam ketenangan dan kesunyian hutan-hutan yang lebat." Sewaktu Pangeran mengunjungi Kapilavatthu untuk keempat kalinya. padam semua nafsu-nafsu". belum ada orang yang tahu bagaimana cara untuk menghentikannya. di manakah obat itu harus dicari?" "Pangeran yang mulia. Konon diceritakan bahwa perta pa itu adalah seorang dewa yang ingin membantu Pangeran Siddhatta. Selain dari itu." Yang berarti : "Satu jerat telah terlahir." Karena ucapan ini maka bayi yang baru lahir kemudian diberi nama "Rahula". Pangeran bukannya bergembira tetapi mukanya justru menjad i pucat. Pertapa suci. "Aku juga harus menjad i pertapa seperti itu!" Tidak lama kemudian. aku tidak menginginka n hal-hal dan barang-barang duniawi." Pangeran terkejut dan tergetar hatinya mendengar perkataan "Nibbuta" yang berart i: "tenang. Tenanglah ayahnya. Yang mempunyai suami seperti Anda. Nibbuta nuna so pita. Pangeran memberi salam kepada pertapa tersebut dan menanyakan kegunaan mangkuk y ang sedang dipegangnya. "Semua orang di dunia ini pada suatu waktu harus mati." Kemudian pertapa itu berlalu dan terus menghilang. meskipun ia seorang Raja atau anak dari seo rang Raja. sakit. di sebuah taman . bandhanam jatam." Yang berarti : "Tenanglah ibunya. aku ini seorang pertapa. Sekarang maafkan. Tenanglah istrinya. Apakah benar tidak ada jalan untuk menghentikannya? Pangeran pulang. Penerangan dan kebahagiaan sedang menunggu. dan di kamarnya ia merenungkan persoalan ini sepanjang hari. datanglah dayang-dayang yang khusus mencari Pangeran untuk memberitahukan bahwa Putri Yasodhara telah melahirkan bayi laki-laki yang sehat. dan mati. Tiba-tiba Pange ran melihat seorang pertapa berjubah kuning dengan membawa mangkuk di tangan men ghampirinya. Yassa yam idiso pati. Pertapa itu menjawab. Mangkuk ini aku bawa untuk mengharapkan makanan dari mereka yang berbelas kasih. Pangeran merasa gembira sekali dan berkata di dalam hati. Dalam perjalanan pulang ke istana. meninggalkan sanak keluarga untuk mencari obat agar o rang tidak menjadi tua. "Rahulajato. Mendengar berita ini. Aku menjauh kan diri dari keduniawian. "Pangeran yang mulia. Pangeran berhenti dan duduk beristirahat di bawah pohon jambu. "Oh. . aku harus meneruskan perjalanan. Nibbuta nuna sa nari.pun.

sehingga Beliau mengambil kep utusan untuk meninggalkan istana pada malam itu juga. kuda kesa yangannya. Pangeran merebahkan diri di atas bantal yang dibuat dari benan g-benang emas dan karena letih. ada yang air liurnya meleleh keluar. Pangeran kemudian memasuki kamar Yasodhara dan memandangi anaknya dengan gembira dan terharu karena tidak lama lagi Beliau akan meninggalkannya berhubung tekadn ya yang sudah bulat untuk mencari obat agar orang tidak menjadi tua. anakku. Pada tengah malam. Pangeran kemudian pergi ke kamar Yasodhara untuk melihat istri dan an aknya sebelum pergi untuk bertapa. Raja menyelenggarakan satu pesta yang besar d an meriah. 6. Aku berjanji bila su dah berhasil. ada yang terlentang. sehingga muka bayi tidak dapat terlihat . Peman dangan ini membuat Pangeran jijik dan muak sekali. Tangannya menutupi muka Sang bayi. Selanjutnya Pangeran masuk ke ruangan tempat para penari sedang menari diiringi musik yang merdu. Para pena ri menghentikan tariannya dan mereka pun ikut tidur di ruangan yang sama sambil menunggui Pangeran. "Ayah. Anugerah supaya Ayah tetap bersamaku. Tunggu saja dan tangguhkan kepergianmu sampai aku sudah mangkat. Pangeran memanggil Channa dan memerintahkan untuk menyiapkan Kanthaka. aku lebih baik turun tahta daripada tidak meluluskan permin taanmu. akan kembali ke Kapilavatthu untuk mempersembahkan obat yang telah kutemukan ke hadapan Ayah. usiaku sekarang sudah lanjut." Mendengar pernyataan di atas. Anugerah supaya tidak sakit. 2. dan lain-lain. Hal ini menimbulkan amarah Raja. Pangeran terbangun dan memandang ke sekelilingnya. 5. Izin tidak diberikan seperti dapat kita ikuti dalam percakapan di bawah ini (dik utip dari buku Mahavastu II. 3. ada yang menggulung tubuhnya sambil kepalanya terantuk-antuk di dadanya. Anugerah supaya mereka yang pernah hadir pada pesta kelahiranku dapat mema damkan semua nafsu keinginannya. Anugerah supaya aku dapat mengakhiri kelahiran. Anugerah supaya tidak mati. ada yang mulutnya me nganga lebar. Pa ngeran merasa seperti di pekuburan dengan mayat-mayat yang bergelimpangan. mohon Ayah memberikan kepadaku: 1. usia tua. 4." Raja tetap tidak memberikan izinnya dan Pangeran tetap bersikeras untuk terus me laksanakan cita-citanya. sakit. kalau tidak diberi izin saya mohon Ayah berkenan memberikan kepadaku dela pan macam anugerah." "Ayah. Raja Suddhodana menjadi kaget dan kecewa. Anugerah supaya semua wanita yang ada di istana bersama sama dengan keraba t lain tetap hidup. ada yang mengigau. dan mati. Pangeran dengan hati-hati me ndekati Raja dan mohon izin untuk mencari obat terhadap usia tua." "Tentu saja. Anugerah supaya tidak menjadi tua. Istrinya sedang tidur nyenyak dan memeluk bay inya. Raja men jawab bahwa hal-hal di atas itu berada di luar kemampuannya dan masih mencoba un tuk membujuknya dengan mengatakan. sakit. Tetapi Pangeran kelihatan tidak gembira. 7. dan mat i. dan mati. tidak lama kemudian Pangeran tertidur. Anugerah supaya kerajaan ini tidak berubah dan tetap seperti sekarang. relakan kepergianku justru sewaktu Ayah masih hidup." "Kalau begitu. "Anakku. halaman 141/2). 8.BAB II PELEPASAN AGUNG Pangeran Siddhattha Meninggalkan Istana Untuk menyambut kelahiran cucunya. Pangeran m elihat gadis-gadis penari tergeletak tidur simpang siur di lantai dalam sikap ya ng beraneka ragam. ada yang tengkurap.

Pangeran semula ingin menggeser sedikit tangan istrinya tetapi hal itu diurungka n karena takut kalau hal ini menyebabkan Yasodhara terbangun dan rencananya untu k meninggalkan istana bisa gagal. "Oh.. Yasodhara. dan mati. Pangeran tidak menggubris bujukan Dewa Mara. pedang serta pakaian Pangeran kepada Baginda Raja. Pangeran akan menja di Raja negara Sakya." Kanthaka ikut dengan Channa tetapi belum seberapa jauh berjalan. dan Malla." "Jangan Channa. bawa pakaian dan perhiasan ini kembali. tetapi nanti setelah aku memperole h apa yang kucari. kain bawah. mangkuk makanan. "Tidak ada gunanya hamba diam terus di istana tanpa Tuanku. "Ayolah. dan kepada semua orang yang ada di dunia ini. mengusap-usap dan men epuk-nepuk lehernya dengan penuh kasih sayang sambil berkata. Ibu . Koliya. jubah dalam. Kanthaka. kuda itu berhen ti dan menengok lagi ke belakang agar dapat melihat wajah Pangeran untuk terakhi r kali. aku akan datang kembali dan dengan puas dapat melihat wajah a nak dan istriku. Pangeran Siddhattha tidak mendapat kesukaran sewakt u hendak keluar dari pintu gerbang istana dan waktu hendak keluar dari pintu tem bok kota. Aku akan mencari obat untuk menghentikan usia tua. dan saringan air. Para pengawalnya semua sedang tidur nyenyak dan Channa dengan mudah dapat membuk a pintu agar Pangeran dapat keluar dari istana dan keluar kota. Selanjutnya. yaitu: jubah luar. tetapi Raja tahu bahwa kepergi . Setelah sampai di luar kota. Saat itu terang bulan d i bulan Asalha dan Pangeran berusia 29 tahun. memotong rambut di kepalanya dengan pedang dan melemparkannya ke udara (yang disambut oleh Dewa Sakka dan membawanya ke surga Tavatimsa untuk dipuja di Culam ani-cetiya). Selanjutnya Channa memberitahukan bahwa Pangeran sekarang berada di tepi Sungai Anoma di negara Malla. "Tidak. Ibu. bia rlah hari ini aku tidak melihat wajah anakku. Pangeran hanya berkata dalam hati. mencukur kumisny a." Channa memberi hormat kepada Pangeran dan bersiap-siap untuk kembali. Kanthaka. Tetapi Kan thaka tidak mau diajak pergi. yang membuat Dewa Mara menjadi marah dan mengancam akan terus membuntutinya. Brahma Chatikara mempersembahkan keperluan seorang bhikkhu kepada P angeran yang terdiri dari delapan jenis barang. Rahula. Channa menyerahkan perhiasan. dan Yasodhara untuk jangan terlalu bersusah hati. Pangeran memerintahkan Channa untuk kembali ke istana. Pangeran mendekati Kanthaka. melepas semua perhiasannya dan memberikannya kepada Channa. Sete lah menukar pakaiannya dengan jubah bhikkhu. Pangeran turun dari ku da. ikutlah pulang dengan Channa dan jangan menunggu aku lagi. Perkenankanlah hamba ikut Tuanku berkelana. Yasodhara memelu k leher Kanthaka dan bertanya. Segera setel ah aku memperolehnya. Kembalinya Channa bersama Kanthaka (tanpa Pangeran) ke Kapilavatthu disambut ole h Raja dan seluruh penghuni istana dengan ratapan dan tangisan. Seolah-olah sudah diatur t erlebih dulu oleh para dewa. berikan kepada Ayahku da n sampaikan pesanku untuk Ayah. Rambut yang tersisa sepanjang dua anguli (± dua inci) semasa hidupnya tetap sepanjang itu dan tidak tumbuh-tumbuh lagi. Ketika itu Pangeran dicegat oleh Dewa Mara yang jahat dan membujuknya untuk kemb ali ke istana dan ia berjanji bahwa dalam waktu satu minggu. Perjalanan diteruskan melintasi perbatasan negara Sakya. sakit. jarum. sehingga engkau berdua membawa pergi Tuanku Pangeran sewaktu aku sedang tidur nyenyak?" Hal ini membuat Kanthaka sedih dan patah hati . aku kembali ke istana untuk memberikannya kepada Ayah. Pangeran berhenti sejenak dan memutar kudanya untuk melihat kota Kapilavatthu untuk terakhir kali (di tempat itu kemudian didirikan sebuah cetiya yang dinamakan Kanthakanivattana-cetiya). ikat pinggang. Kuda itu nampaknya sedih sekali dan matanya basah dengan air mata. kesalahan apakah yang telah kuperb uat terhadapmu dan Channa. pisau. kemu dian dengan satu kali loncatan menyeberangi Sungai Anoma." Setelah itu Pangeran meninggalkan istana dengan menunggang Kanthaka yang berbulu putih diikuti oleh Channa yang memegang buntut kuda. Meskipun menyesali kepergian Pangeran Siddhattha. menyampaikan salam perpisahan Pangeran kepada Ibunya dan Yasodhara beserta sege nap keluarga lainnya.

dan mati. maka gurunya minta agar ia terus berdiam di tempat ters ebut untuk bersama-sama membina murid-muridnya yang banyak sekali. Pertapa Gotama kemudian berguru kepada Uddaka-Ramaputta." "Kalau tawaranku tidak diterima. dan Kondañña) berlatih dalam berbagai cara penyiksaan diri. Di tempat ini pertapa Siddhattha (juga disebut Perta pa Gotama) berguru kepada Alara Kalama dan dalam waktu singkat sudah dapat menya mai kepandaian gurunya. yang pada zaman itu ter kenal sebagai seorang pertapa yang paling pandai." "Terima kasih banyak. Demikian hebat sakit yang dideritanya sehin gga dapat diumpamakan sebagai orang kuat yang gagah perkasa memegang seorang yan g lemah di kepala atau lehernya dan menekan dengan sekuat tenaga. Pertapa Gotama mendapat pelajaran tentang cara bermeditas i yang paling tinggi sehingga mencapai keadaan "Bukan-Pencerapan Pun Bukan Bukan -Pencerapan". Pertapa Gotama kemudian pergi ke Senanigama di Uruvela dan di tempat inilah Pert apa Gotama bersama-sama dengan 5 orang pertapa lain (Bhaddiya. selalu waspada. Raja Bimbisara dilaporkan tentang kedatang an seorang pertapa yang paras mukanya kelihatan agung dan sekarang sedang berist irahat di Pandavapabbata. "Mengapa Anda melakukan hal ini? Apakah Anda berselisih paham dengan ayah Anda? Tinggal saja denganku di sini dan aku akan menghadiahkan Anda setengah dari kera jaanku. tenang dan teguh serta ulet dalam usahanya. sakit dan mati. ana kku. Aku sangat cinta kepada orang tuaku. Setelah tujuh hari berdiam di Anupiya. Vappa. sakit. pertapa Siddhattha meneruskan perjalanannya dan tiba di dekat tem pat pertapaan Alara Kalama. apa boleh buat. istriku." Dari Rajagaha. Setelah berusaha beberapa lama dan melihat bahwa usaha ini tidak membawanya ke P . Mereka melatih d iri dengan menjemur diri di terik matahari pada siang hari dan pada waktu tengah malam berendam di sungai untuk waktu yang lama. n ama orang tuanya dan mengapa ia menjadi seorang pertapa. Tetapi harap Anda berjanji untuk terlebih dulu mengunjungi Rajagaha apabila kelak berhasil menemukan obat tersebut. tempat Pangeran beristirahat untuk mak an dari hasil perjalanan kelilingnya. Pangeran pada suatu pagi berjalan ke arah Rajagaha unt uk mulai dengan meminta-minta makanan kepada penduduk. Kedatangan Pangeran di Ra jagaha ternyata mendapat perhatian dari seorang pembantu Raja Bimbisara yang ter us mengikutinya sampai di Pandavapabbata. Raja Bimbisara datang menemui pertapa Siddhattha dan kemudian menanyakan nama. dan mati. maka Per tapa Gotama melanjutkan perjalanannya untuk mencari orang yang dapat mengajar te ntang hal tersebut. Assaji. Karena masih saja belum berhasi l. Baginda. Dengan sakit yang demikian hebat yang diderita tubuhnya ia berusaha agar batinny a jangan melekat. Karena dalam waktu singkat Pertapa Gotama sudah memahami semua pel ajaran Uddaka-Ramaputta. Aku hendak mencari obat untuk menghent ikan usia tua. maka Pertapa Gotama lalu melakukan latihan yang lebih berat lagi. sakit. Baginda. Mulai hari itu Raja selalu mengikuti keadaan Pangeran dengan menyuruh orang menyelidiki dan melapor kan kepada Raja segala sesuatu yang dikerjakan Pangeran dan dimana Beliau berada . Ia merapatkan giginya dan menekan kuat-kuat langit-langit mulutnya sehingga keri ngat mengucur keluar dari ketiaknya. Dari Uddaka-Ramaputta. Pangeran pergi ke kebun mangga di Anupiya. Tetapi Pertapa Gotama masih belum puas sebab ia masih belum mendapat jawaban ten tang bagaimana mengakhiri usia tua. Di tempat ini Pertapa Gotama diajar cara-cara bermeditasi dan pengertian tentang Hukum Kamma dan Tumimbal lahir. yah. Karena itulah aku menjadi seorang pertapa. Mahanama. Anda sendiri dan kepada semua orang." "Baiklah. Karena merasa bahwa dengan pengetahuan ini masih belum terjawab tentang sebab-mu sabab dari kelahiran dan bagaimana mengakhiri usia tua. Bertapa di Hutan Uruvela Dari tepi Sungai Anoma. aku berjanji.annya itu sesuai dengan ramalan pertapa Asita dan Kondañña dan mengharap-harap cemas bila kiranya Pangeran akan berhasil menjadi seorang Buddha.

ia berusaha agar batinn ya jangan melekat. Sehabis mandi di sungai dan ingin kembali ke gubu knya. Ia kemudian sedikit dem i sediki menahan nafasnya sampai nafasnya tidak lagi keluar melalu hidung atau m ulut. Kalau berdiri tidak bisa diam karena kakiny a gemetaran. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang tidak terikat lagi kepada kesenangan nafsu-nafsu indria dan batinnya juga tidak terikat lagi. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang masih terikat kepada kesenangan nafsu -nafsu indria dan batinnya masih ingin menikmatinya pasti tak akan berhasil. aku ingin mendapatkan hawa panas. Tentu saja. Seperti cara-cara yang terdahulu. selalu waspada. tetapi dengan mengeluarkan suara mendesis yang mengerikan keluar melalui l ubang telinga. Dengan sakit yang demikian hebat yang diderita tubuhnya. Dengan cepat ia memberikan pertapa itu air susu kambing sehingga de ngan perlahan-lahan tenaga Pertapa Gotama pulih kembali dan ia dapat melanjutkan perjalanannya ke gubuk tempat ia bertapa. Waktu siuman ia sudah tidak kuat lagi untuk berdiri. Pertama: Kalau sekiranya sepotong kayu diletakkan di dalam air dan seorang membawa sepoto ng kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan menggosok-gosoknya) dan ia pikir. Warna kulitnya beruba menjadi hit am dan rambutnya banyak yang rontok. Setelah merenungkan tiga perumpamaan tersebut maka Pertapa Gotama mengambil kepu tusan untuk berhenti berpuasa. Selanjutnya ia berpuasa dan tidak makan apa-apa sampai berhari-hari atau mengura ngi makannya sedikit demi sedikit sampai makan hanya beberapa butir nasi satu ha ri. "Aku ingin membuat api. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang tidak terikat lagi kepada kesenangan nafsu-nafsu indria tetapi batinnya masih ingin menikmatinya pasti juga tidak aka n berhasil. aku ingin mendapatkan hawa panas. Setelah berusaha beberapa lama dan melihat bahwa usaha ini tidak membawanya ke P enerangan Agung. Untung pada waktu itu lewat seorang anak penggemb ala kambing bernama Nanda yang melihatnya sedang tergeletak kehabisan tenaga di tepi sungai." Orang ini pasti dapat membuat api dari kayu kering itu. ia kemudian melihat bahwa cara ini tidak memba wanya ke Penerangan Agung. tenang dan teguh serta ulet dalam usahanya. ia berhenti dan mencoba cara yang lain. ia berhenti dan mencoba cara yang lain. "Aku ingin membuat api." Orang ini tidak mungkin dapat membuat api dari kayu yang basah itu dan ia hanya akan memperoleh keletihan dan kesedihan. Sejak hari itu Pertapa Gotama diberi makan air tajin untuk mengembalikan kekuatan dan kesehatannya dan tidak lama kem . "Aku ingin membuat api. maka pertapa dan Brahma na itu berada dalam keadaan yang baik sekali untuk memperoleh Penerangan Agung. Ketiga: Kalau sekiranya sepotong kayu kering diletakkan di tanah yang kering dan seorang membawa sepotong kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan mengg osok-gosoknya) dan ia pikir. aku ingin mendapatkan hawa p anas. Ia merupakan tengkorak hidup dengan tulang-tulang dila pisi kulit dan dagingnya sudah tidak ada lagi.enerangan Agung. kesehatannya memburuk dan badannya kurus sekali. Kemudian timbul sakit yang hebat di kepala dan di perut disusul d engan panas yang menjalar ke seluruh tubuh." Orang ini tidak mungkin dapat membuat api dari kayu yang basah itu dan ia hanya akan memperoleh keletihan dan kesedihan. Kedua: Kalau sekiranya sepotong kayu basah diletakkan di tanah yang kering dan seorang membawa sepotong kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan menggo sok-gosoknya) dan ia pikir. Kala perutnya d itekan maka tulang punggungnya dapat dipegang dan kalau punggungnya ditekan maka perutnya dapat dipegang. Pertapa Gotama terjatuh dan pingsan di tepi sungai. Secara tiba-tiba timbul dalam batinnya tiga buah peru mpamaan yang sebelumnya tak pernah terpikir.

tetapi seorang putra raja yang telah enam tahun menjadi pertapa untuk mencari sinar terang yang dapat dip akai untuk memberi penerangan kepada manusia yang berada dalam kegelapan. makanan yang telah aku persembahkan kepada Tuanku adalah u capan terima kasihku karena Tuanku telah meluluskan permohonanku agar dapat dibe ri seorang anak laki-laki. Alangkah beruntungnya bahwa dewa pohon berkenan untuk menerima sendiri pe rsembahan Nyonya. memberi persembahan kepada para dewata. engkau akan mendapat berkah yang sangat besar. berangkatlah Sujata ke hutan. Sa mbil berjalan mereka bergurau dan bergembira dan seorang diantaranya menyanyi de ngan syair sebagai berikut: "Kalau tali gitar ditarik terlalu keras. talinya putus. Beliau sekarang sedang duduk bermeditasi di bawah pohon. Orang yang memainkannyalah yang harus pandai menimbang dan mengira. menyambut suamiku yang pulang dari pek erjaan. Kalau di tarik terlalu kendur ia tak dapat mengeluarkan suara. Karena itu dengan persembahanmu ini. Memang seharu snya aku tidak boleh menarik tali itu terlalu keras atau terlalu kendur. sehingga hampir-hampir saja putus. Namun lima orang kawannya yang bersama-sama bertapa merasa kecewa sekali karena dengan berhenti berpuasa. lagunya hilang. Ia agak terkejut waktu pelayannya dengan tergesa-gesa kembali dan memberitahukan . Sujata merasa kagum melihat dewa pohon dengan wa jah yang agung sedang bermeditasi. Hari itu Sujata mengirim pelayannya ke hutan unt uk membersihkan tempat di bawah pohon dimana ia ingin mempersembahkan makanan ya ng lezat-lezat kepada dewa pohon. dewa pohon itu sendiri telah datang dari khayangan untuk menerima langsung persembahan Nyonya. sehingga dengan demiki an kesehatannya pulih kembali. Karena bodoh aku telah menarik demikian keras tali kehidupan. coba katakan.udian Pertapa Gotama sudah dapat makan juga makanan lain. Sedikit tetesan air hujan sudah cukup untuk memenuhi mangkuk bunga lily. Aku ya kin dalam waktu dekat ini aku akan berhasil memperoleh sinar terang tersebut." Kemudian Pertapa Gotama menyingkap kain yang menutup kepala bayi dan meletakkan tangannya di dahinya sambil memberi berkah: "Semoga berkah dan keberuntungan selalu menjadi milikmu. Dalam hatinya ia berkata. Pada suatu hari serombongan penari ronggeng lewat dekat gubuk Pertapa Gotama. "Sungguh aneh keadaan di dunia ini bahwa seorang Bodhisatta (calon Buddha) harus menerima pelajaran dari seorang penari ronggeng. Mereka meninggalkannya dan pergi ke Taman Rusa di Benares." Mendengar nyanyian itu. maka hatiku dengan mudah mendapat kepuasan. S ujata ingin membayar kaul kepada dewa pohon karena permohonannya supaya diberi s eorang anak laki-laki terkabul. karena aku tidak menuntut banyak. Setiap hari dengan senang hati aku mengurus pekerjaan rumah tangga. Aku bukanlah dewa pohon. Da lam hal ini persembahan makananmu telah banyak membantu karena sekarang badanku menjadi kuat dan segar kembali. Semoga beban hidup akan engkau terima dengan ringan. Pertapa Gotama dianggap telah gagal dalam pertapaannya dan tidak mungkin akan memperoleh Penerangan Agung. Pertapa Gotama mengangkat kepalanya dan memandang dengan heran kepada rombongan penari ronggeng tersebut. apalagi sekarang dengan dilahirkannya seorang anak laki-laki yang menuru . Aku sudah m erasa bahagia dapat memandang wajah suamiku yang sabar atau melihat senyum bayi ini. Setelah habis makan terjadilah percaka pan antara Pertapa Gotama dengan Sujata seperti di bawah ini. Ia tidak tahu bahwa orang yang dikira sebagai dewa pohon sebenarnya adalah Pertapa Gotama. Pertapa Gotama menyambut persembahan ini. memasak . "Oh. apaka h engkau sekarang bahagia dan apakah kehidupan yang disertai cinta saja sudah me muaskan?" "Tuanku yang terpuja. Suaranya tidak boleh terla lu rendah atau keras. meskipun belum cukup untuk membuat tanah menjadi basah." Sujata gembira sekali mendengar berita tersebut. "Dengan maksud apakah engkau membawa makanan ini?" "Tuanku yang terpuja." Di dekat tempat itu tinggal pula seorang wanita muda kaya raya bernama Sujata. Dengan hati-hati makanan ditempatk an ke dalam mangkuk dan dengan hormat dipersembahkan kepada Pertapa Gotama yang dikira Sujata adalah dewa pohon. Setelah makanan selesai dimasak . Nyonya. Tetapi adikku yang baik.

Pada saat itu muncul Mara. Sebagaimana engkau sudah mendapat kepuasan. yang engkau p andang sebagai seorang dewa. aku bertekad untuk tidak bangun dari temp at ini sebelum memperoleh Penerangan Agung dan mencapai Nibbana. disertai bala tentaranya yang maha bes ar. "Kau sudah mengajar kepada orang yang seharusnya menjadi gurumu. lebarnya 12 league dan ke b elakang sampai ke ujung cakrawala. kebodohan. dewa hawa nafsu. mangkuk ini akan mengalir melawan arus dan bukan mengikuti a rus. dalam penjelasa nmu yang sederhana itu terdapat sari kebajikan yang lebih nyata dari kebajikan y ang tinggi." Suatu keajaiban terjadi karena mangkuk itu ternyata mengalir melawan arus. "Kalau memang w aktunya sudah tiba." Kemudian Pertapa Gotama melakukan meditasi Anapanasati. urat-uratku dan tulang-tulangku akan musnah dan darahku habis menguap. Di tempat itulah Pertapa G otama duduk bermeditasi dengan wajah menghadap ke Timur." Pertapa Gotama kemudian melanjutkan perjalanan dengan membawa mangkuk kosong. "Dengan disaksikan oleh bumi. keinginan untuk dipuji dan dihormat i dan hanya melakukan hal-hal yang membuat dirinya terkenal. malas dan tid ak suka mengerjakan apa-apa. Penerangan Agung Pertapa Gotama meneruskan perjalanannya dan pada sore hari tiba di Gaya. tidak menyukai kehidupan suci yang bersih dan baik." "Semoga Tuanku berhasil mencapai cita-cita Tuan sebagaimana aku berhasil mencapa i cita-citaku. dalam buku-buku suci digambarkan sebagai perjuangan melawan Dewa Mara yang jahat. meskipun kulitku. Sakka. Tidak berapa lama pikiran-pikiran yan g tidak baik mengganggu batinnya. Rajanaga Mahakala dan lain-lain cepat-cepat menyingkir dari tempat itu dan Pertapa Gotam a ditinggal sendirian dengan hanya berlindung kepada sepuluh Paramita yang sejak lama dilatihnya. Aku. Ia memi lih tempat untuk bermeditasi di bawah pohon Bodhi (Latin : Ficus Religiosa). Apakah yang harus ditakuti oleh orang yang berkelakuan baik kalau nanti tiba saatnya harus mati?" Mendengar penjelasan Sujata maka Pertapa Gotama menjawab. sebab buah yang m anis muncul dari pohon yang baik dan buah yang pahit keluar dari pohon yang penu h racun. seperti keinginan kepada benda-benda duniawi. ke kanan dan ke kiri. seperti dapat diikuti dalam pembabaran berikut ini. tinggi hati dan mem andang rendah kepada orang lain. Bumi telah menjadi saksi bahwa Pertapa Gotama lulus dari semua percobaan-percoba . meskipun engkau tidak belajar apa-apa namun engkau tahu jalan kebena ran dan menyebar keharumanmu ke semua pelosok. seperti Maha-Brahma. Juga aku tahu bahwa kebaikan datang dari perbuatan baik dan kemalangan datang dari perbua tan jahat yang berlaku bagi semua orang dan pada setiap waktu. minta didoakan supaya aku dapat berhasil melaksanak an cita-citaku. perasaan lapar dan haus yang luar biasa. Ia menuju ke tepi Sungai Nerañjara dalam perjalanannya ke Gaya. Mara sendiri me mbawa berbagai macam senjata dan duduk di atas gajah Girimekhala yang tingginya 150 league. Perjuangan hebat dalam batin Pertapa Gotama melawan keinginan dan nafsu-nafsu ti dak baik. yaitu meditasi dengan me nggunakan obyek keluar dan masuknya nafas. Dengan tekad yang bulat . ia kemudian berkata dalam hati. keinginan yang sangat dan melekat kepada benda-benda. Melihat bala tentara yang demikian besar datang. Tiba di tepi sungai Pertapa Gotama melempar mangkuknya ke tengah sungai dan berkata. keras kepala. keragu-r aguan. Semua usaha Mara untuk menakut-nakuti Pertapa Gotama dengan hu jan besar disertai angin kencang dan halilintar yang berbunyi tak henti-hentinya diikuti dengan pemandangan-pemandangan lain yang mengerikan ternyata gagal semu a dan akhirnya Mara menyambit dengan Cakkavudha yang ternyata berubah menjadi pa yung yang dengan tenang bergantung dan melindungi kepala Pertapa Gotama. hantu-hantu jahat. Bala tentara itu ke depan. semua dewa yang sed ang berkumpul di sekeliling Pertapa Gotama. sedangkan tingginya 9 league.t buku-buku suci akan membawa berkah kalau kelak kami meninggal dunia. takut terhadap jin-jin. yang bermaksud menghalang-halangi Pe rtapa Gotama memperoleh Penerangan Agung. keserakahan. semoga aku pun akan mendapatkan apa yang aku cari. kem udian mempersiapkan tempat duduk di sebelah Timur pohon itu dengan rumput kering yang diterima dari pemotong rumput bernama Sotthiya.

00." Dikisahkan bahwa pada saat itu bumi bergetar karena gembira dan di udara sayup-s ayup terdengar suara musik yang merdu. Setelah berhasil mengalahkan Mara. Sekarang Ia mendapat jawaban tentang cara untuk mengakhiri penderitaan.00-02. Pertapa Gotama memper oleh Asavakkhayañana. yaitu antara jam 22. Gajah Girimekhala berlutut di hadapan Pertapa Gotama dan Mara menghilang dan lari bersama-sama dengan bala tentaranya. yaitu kebij aksanaan dari Mata Dewa. pohon-pohon mendadak berbunga dan menyebark an bau harum ke seluruh penjuru." Artinya : "Dengan sia-sia Aku mencari Pembuat Rumah ini Berlari berputar-putar dalam lingkaran tumimbal lahir Menyakitkan. Tumpukan karma yang berlainan inilah yang membuat satu makhluk be rbeda dari makhluk lain. Pada waktu jaga kedua. binatang hutan yang biasanya saling bermusuhan pada waktu itu dapat hidup berdampingan dengan damai. seluruh tempat itu penuh dengan kehadiran para dewa yang turut bergembira dan ingin melihat orang yang berhasil mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha. Pertapa Gotama memperoleh C utupapatañana. penuh kebahagiaan. Demikianlah Pangeran Siddhattha yang dilahirkan pada saat purnama sidhi di bulan Vaisak tahun 623 S. yaitu kebijaksanaan untuk dapat melihat dengan terang kelahiran-kelahiranNya yang dulu. yaitu antara jam 18. kesedihan.00-04. Dengan ini Ia telah menjadi orang yang paling bijaksana da lam dunia yang dapat menjawab pertanyaan yang disampaikan kepadaNya. yaitu kebijaksanaan yang dapat menyingkirkan secara menyelur uh semua Asava (kekotoran batin yang halus sekali). Dengan muka bercahaya terang. sekarang telah Kuketahui Engkau tak akan dapat membuat rumah lagi Semua atapmu telah Kurobohkan Semua sendi-sendimu telah Kubongkar Batin-Ku sekarang mencapai keadaan Nibbana Dan berakhirlah semua nafsu-nafsu keinginan. ketidakb ahagiaan. setelah bertapa selama 6 tahun menjadi Buddha pada usia 35 tahun. Para d ewa yang menyingkir sewaktu Mara tiba dengan bala tentaranya datang kembali dan semua bersuka cita dengan keberhasilan Pertapa Gotama.00-22. menikah pada usia 16 tahun.00 . tumimbal lahir yang tiada habis-habisnya Oh.00 pagi. Dengan demikian Ia mengerti sebab dari semua keburukan dan juga mengerti cara un tuk menghilangkannya. Pada waktu jaga ketiga. Pertapa Gotama dengan suara lan tang mengeluarkan pekik kemenangan sebagai berikut: "Anekajati samsaram Sandhavissam anibbissam Gahakarakam gavesanto Dukkha jati punappunam Gahakaraka! dittho'si Punageham na kahasi Sabba to phasuka bhagga Gahakutam visamkhitam Visamkharagatam cittam Tanhanam khayamajjhaga. Kemampuan ini juga dinamakan Dibbacakkhuñana. . yaitu antara jam 02. usia tua dan kematian. Pertapa Gotama memperoleh Pubbenivasanussatiñan a. Batin-Nya menjadi tenang sekali dan penuh kedam aian karena sekarang Ia mengerti semua persoalan hidup dan Ia telah menjadi Budd ha. meninggalkan istana pada usia 29 tahun. Hal ini terjadi pada waktu jaga pertama.M.an dan layak untuk menjadi Buddha. yaitu kebijaksanaan untuk dapat melihat dengan terang kematian dan tumimbal lahir kembali dari makhluk-makhluk sesuai dengan tumpukan karma mereka masing-masing. Pembuat Rumah.

Batin dan badan jasmani-Nya telah men jadi demikian bersih. meng hampiri Sang Buddha dan mempersembahkan makanan dari beras dan madu. sehingga mengeluarkan sinar-sinar berwarna biru. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Mucalinda. Selama minggu ketiga. Setelah Sang Buddha selesai makan kedua pedagang itu memohon agar diterima seb agai pengikut. Waktu hujan berhenti. Berbahagialah yang hidup di dunia dengan tidak me lekat kepada apa pun dan mengatasi hawa nafsu. Di sinilah tiga orang anak Mara yai tu Tanha. Di kamar permata itulah Sang Buddha bermeditasi mengenai Abhidhamma. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Rajayatana. sehingga batin-Nya tenang sekali dan penuh kedamaian. Berbahagialah mereka yang bersimpati kepada makh luk-makhluk lain di dunia ini. yaitu keadaan yang terbebas sama sekali dari gangguan-g angguan batiniah. dan Raga masih berusaha untuk mengganggu-Nya. Virupakkha dari Barat. putih. jingga dan campuran kelima warna tersebut.Tujuh Minggu Setelah Penerangan Agung Selama minggu pertama. Mengikuti apa yang t elah dilakukan oleh Sang Buddha dahulu. Mereka diterima sebagai upasaka-upasaka pertama yang berlindung kepada Sang Budd ha dan Dhamma. Tapussa dan Bhallika. m erah. Sang Buddha men erima empat mangkuk tersebut dan dengan kekuatan gaib-Nya dijadikan satu mangkuk . tidak jauh dari pohon Bodhi. Pada waktu itulah Sang Budd ha mengucapkan kata kata sebagai berikut: "Berbahagialah mereka yang bisa merasa puas. sekarang pun umat Buddha memberi penghor matan kepada pohon Bodhi. maka datanglah seekor ular kobra yang besar sekali d an melibatkan badannya tujuh kali memutari badan Sang Buddha dan kepalanya memay ungi Sang Buddha supaya jangan sampai terkena air hujan. Selama minggu kelima. diiringi nyanyian yang merdu dan b isikan yang memabukkan. Selama minggu keempat. Mereka menampakka n diri sebagai tiga orang gadis yang elok dan menggiurkan yang dengan berbagai m acam tarian yang erotis (penuh nafsu birahi). Kini warna-warna tersebu t diabadikan sebagai bendera umat Buddha. dua orang pedagang le wat di dekat tempat Sang Buddha sedang duduk. Mereka. Sang Buddha mengetahui bahwa ada dewa-dewa di surga yang masih meragukan apakah Beliau benar telah men capai Penerangan Agung. Tiba-tiba empat orang dewa dari empat pe njuru alam (Catumaharaja yaitu Dhatarattha dari sebelah Timur. Lenyapnya 'Sang Aku' merupakan be rkah yang tertinggi. Kemudian mereka mohon diberikan suatu benda yang dapat mereka baw . Arati. Selama minggu kedua. Virulhaka dari Se latan. Sang Buddha duduk bermeditasi di bawah pohon Bodhi dan me nikmati keadaan Nibbana. Karena w aktu itu turun hujan lebat. Sang Buddha berdiri beberapa kaki dari pohon Bodhi dan mema ndanginya terus-menerus dengan mata tidak berkedip selama satu minggu sebagai uc apan terima kasih dan penghargaan kepada pohon yang telah memberi-Nya tempat unt uk berteduh sewaktu berjuang untuk mencapai tingkat Buddha. berusaha untuk merayu dan menarik perhatian Sang Buddha. Pada h ari ke-50 pagi hari. setelah berpuasa selama tujuh minggu. Tetapi Sang Buddha menutup mata-Nya dan tidak mau melihat. Berbahagialah mereka yang dapat men dengar dan melihat kesunyataan. Sang Buddha berjalan mondar-mandir di atas jembatan emas y ang diciptakan-Nya di udara karena melalui mata dewa-Nya. Selama minggu keenam. yaitu ajaran mengenai ilmu jiwa dan metafisika. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Ajapala Nigrodha (p ohon beringin). Sang Buddha berdiam di kamar batu permata yang diciptakan -Nya. kuning. sehingga akhirnya ti ga orang dewi hawa nafsu meninggalkan Sang Buddha. Sang Buddha agak tertegun sejenak karena mangkuk yang Beliau terima dari Sujata telah dihan yutkan di Sungai Neranjara dan sejak zaman dahulu tidak pernah seorang Buddha me nerima makanan dengan kedua tangan-Nya. u lar itu berubah bentuknya menjadi seorang anak muda. Dengan demikian Sang Buddha dapat menerima persembahan dari Tapussa dan Bhallika . dan Kuvera dari Utara) datang menolong dengan memb awa seorang satu mangkuk yang dipersembahkan kepada Sang Buddha." Selama minggu ketujuh.

Sang Buddha bertemu dengan seorang pertapa Ajivaka bernama Upaka.a pulang. Dalam dunia ini terdapat juga orang-orang yang sedikit dihinggapi ke kotoran batin dan mudah mengerti Dhamma yang akan diajarkan. namun para dewa juga mengatakan bah wa kemarin malam Uddaka meninggal dunia. Dalam perjalanan ke S ungai Gaya. Tetapi Upaka nampaknya sama seka li tidak terkesan. "Semoga Sang Tathagata. sedangkan Sang Buddha sendiri juga melanjutkan perjalanan-Nya ke Benares . Sang Buddha mengusap kepala-Nya dengan tangan kanan dan memberikan beb erapa helai rambut (Kesa Dhatu = Relik Rambut). Kelima orang itu sekarang berada di Ta man Rusa di kota Benares ibukota negara Kasi. Penguasa dunia ini Merangkap kedua tangannya dan memohon. mere ka mendirikan sebuah pagoda untuk memuja Kesa Dhatu ini. Ada makhluk-makhluk yang dihinggapi sedikit kekotoran batin Ajarkanlah Dhamma demi kasih sayang kepada mereka. Kesediaan-Nya itu diutarakan dengan mengucapkan kata-kata sebagai berikut: "Aparuta tesam amatassa dvara Ye sotavanto pamucantu saddhami. Sang Buddha segera berangkat menuju ke Taman Rusa Benares. Karena itu Sang Buddha mengambil ketetapan hati untuk mengajar Dhamma demi belas kasih-Nya kepada umat manusia. Tiba-tiba Brahma Sahampati. Setelah makan. Te rpesona melihat Sang Buddha yang wajah-Nya demikian cemerlang. Setelah memberi hormat yang layak. Penguasa dunia ini." Hingga kini permohonan Brahma Sahampati kepada Sang Buddha tetap diperingati den gan permohonan kepada seorang bhikkhu untuk mengajar Dhamma yang berbunyi sebaga i berikut: "Brahma ca lokadhipati Sahampati Katañjali andhivaram ayacatha Santidha sattapparajakkhajatika Desetu Dhammam anukampimam pajam. Kemudian perh atian-Nya ditujukan kepada Uddaka Ramaputta." Artinya: "Terbukalah pintu Kehidupan Abadi Bagi mereka yang mau mendengar dan mempunyai keyakinan. tetapi para dewa segera me mberitahukan bahwa Alara seminggu yang lalu telah meninggal dunia. Selanjutnya Sang Buddha mengalihkan perhatian-Nya kepada lima orang pertapa yang pernah bersama-sama melakukan pertapaan. demi belas kasih-Nya kepada para manusia. Sang Buddha meren ung apakah Dhamma yang Beliau temukan akan diajarkan kepada khalayak ramai atau tidak. Sang Buddha dapat mengetahui bahwa memang ada orang-orang yang tidak lagi terikat kepada hal-hal duniawi dan mudah mengerti Dhamma. Brahma Sahampati be rkata kepada Sang Buddha. Sebab Dhamma itu dalam sekali dan sulit untuk dimengerti sehingga timbul perasaa n enggan dalam diri Sang Buddha untuk mengajar Dhamma. turun dari Brahmaloka dan berdir i di hadapan Sang Buddha." Perhatian-Nya kemudian ditujukan kepada Alara Kalama. Sang Buddha menjawab bahwa Beliau adalah orang Yang Mah a Tahu dan tidak mempunyai guru siapa pun juga. Upaka bertanya si apakah guru Sang Buddha. Tapussa dan Bhallika melanjutkan perjalanannya. Ia menggelengkan kepala dan kemudian meneruskan perjalanannya ." Artinya: "Brahma Sahampati. Tapussa dan Bhallika dengan gemb ira menerima Kesa Dhatu tersebut dan setelah tiba di tempat mereka tinggal. berkenan menga jar Dhamma. " Dengan mata dewa.

Dengarlah apa yang kukatakan. yaitu Penerangan Agung. Kalau engkau ingin mendengar. mereka melihat bahwa ada sesuatu yang beru bah dan Sang Buddha tidak sama dengan Pertapa Gotama yang dulu mereka kenal. Kita hanya menyediakan tikar untuk tempat dudukn ya. M ereka menjawab. Jalan Tengah dengan menghindari kedua pingg . mereka seolah-olah lupa kepada apa y ang mereka sepakati.BAB III PEMUTARAN RODA DHAMMA Setelah tiba di Benares. Aku tidak kembali ke kehidupan yang penuh kesenangan dan kenikmatan. Ia tergelincir dari kehidupan suci dan kembali ke kehidupan yang penuh k esenangan dan kenikmatan. kepadamu." Setelah itu kelima pertapa bersedia mendengarkan khotbah-Nya. Sang Buddha lalu berkata "Dengarlah. namun sewaktu Sang Buddha mendekat. dan melatih diri seperti yang akan kuajarkan dalam waktu singkat engkau pun dapat mengerti. b elajar. Dhammacakkappavattana Sutta Di bawah ini diuraikan singkatan dari khotbah tersebut. Ak u sesungguhnya telah memperoleh Kebijaksanaan yang Tertinggi. Siapakah yang mau mengurus seorang pertapa yang telah gagal?" Waktu Sang Buddha datang lebih dekat. tidak mulia dan tidak berfaedah. mana mungkin Anda sekarang telah menemukannya?" "Kamu keliru." Tentu saja kelima pertapa merasa heran sekali mendengar ucapan Sang Buddha. Pinggiran ekstrim pertama ialah mengumbar nafsu-nafsu yang bersifat rendah. Engkau dapat menyelami sendiri keadaan itu yang berada di atas hidup dan mati. Ia boleh menggunakannya kalau mau dan kalau tidak mau. "Dua pinggiran yang ekstrim. Setelah seka rang Anda kembali kehidupan yang penuh kesenangan dan kenikmatan dan berhenti be rusaha dan melatih diri. yang menimbulkan kesakitan yang heb at. Sebaiknya kita tidak usah menyapanya. sifat khas dari orang yang te rikat kepada hal-hal duniawi. Pertapa. bukan nanti kelak kemudian hari. Ia sekarang kelihatannya lebih mulia dan agung. Akan kuajarkan. Dan dapat mengajar kamu untuk juga memperoleh Kebijaksanaan tersebut untuk dirimu sendiri. oh Bhikkhu. "Sahabat (avuso) Gotama. ia boleh berdiri saja . Lagipula kita ja ngan memberi hormat kepadanya. hanya dilakukan oleh orang yang masih berkeluarga. Seba b mereka melihat sendiri Beliau berhenti berpuasa. sewaktu kami masih berdiam bersama-sama Anda. Karena itulah kami menganggap Anda sebagai pemim pin dan guru kami. Pinggiran ekstrim kedua ialah menyiksa diri. tidak mulia dan tidak berfaedah. kelima orang pertapa melihat Sang Buddha sedang memasuk i Taman Rusa. "Kawan-kawan. Seorang dari lima pertapa itu mengatakan. Per tapa Gotama sedang memasuki taman. yang belum pernah mereka lihat sebe lumnya. lihat. Seorang diantara mereka maju ke depan dan dengan hormat menyambut mangkuk dan ju bah-Nya. Aku telah menemukan jalan yang menuju ke keadaan terbebas dari kematian. Maka Sang Buddha m emberikan khotbah-Nya yang pertama yang kelak dikenal sebagai Dhammacakkappavatt ana Sutta (Khotbah Pemutaran Roda Dhamma). sedangkan yang lain sibuk menyiapkan tempat duduk dan yang lain lagi be rgegas mengambil air untuk membasuh kaki Sang Buddha. yang harus dihindari oleh seorang bhikk hu. Akan k uberitahukan kepadamu. Anda tela h berlatih dan menyiksa diri Anda seperti yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun juga di seluruh Jambudipa. Meskipun mereka semula sudah sepakat untuk tidak menghormat kepada Sang Buddha. oh Pertapa. Kita sebaiknya juga jangan menawarkan diri untuk menyambut mangkuk dan jubahnya. Khotbah pertama diucapkan oleh Sang B uddha tepat pada saat purnama sidhi di bulan asalha. Aku tidak pernah berhenti berusaha. tetapi sekarang juga dalam kehidupan ini bahwa apa yang kukatakan itu adalah benar. Tetapi dengan segala cara penyiksaan diri itu ternyata Anda t idak berhasil menemukan apa yang Anda cari. ia adalah orang yang senang dengan kenikmatan dunia. Setelah mengambil tempat duduk. mereka melihat sendiri Beliau menghentikan semua usaha untuk menemukan Penerangan Agung dan sekarang Beliau d atang kepada mereka untuk memberitahukan bahwa Beliau telah menemukan Penerangan Agung itu. Karena itu mereka tidak percaya akan apa yang Sang Buddha katakan.

Ucapan Benar. Selama pandangan-Ku terhadap Kesunyataan Mulia yang disebut di atas masih belum jelas benar mengenai tiga seginya dan dua belas jalannya. berhubungan den gan sesuatu yang tidak disukai. Laksanakan kehidupan suci dan singkirkanlah penderitaan. oh Bhikkhu. Aku belum dapat menunt ut dan menyatakan dengan pasti bahwa Aku telah memperoleh Penerangan Agung yang tiada bandingnya di alam-alam para dewa. keinginan untuk hidup terus-menerus secara abadi dan keinginan untuk memusnahkan diri. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Asal Mu la Dukkha: nafsu keinginan yang tidak habis-habisnya (tanha)." Setelah Sang Buddha selesai berkhotbah. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Lenyapny a Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. Anattalakkhanasutta . dilenyapkan. keinginan untuk menikmati na fsu-nafsu indria. ditinggalkan. "Mari (ehi) bhikkhu. Penglihatan. brahmana dan man usia. Perhatian Benar dan Konsentrasi Ben ar. melekat kepada ken ikmatan dan nafsu-nafsu yang minta diberi kepuasan. Lima hari setelah memberikan khotbah pertama. Penglihatan. Kebijaksanaan . Dhamma telah dibabarkan dengan jelas . Penglihatan. dan dilepaskan. pertapa Mahanama dan Assaji memperoleh Mata Dhamma dan di tahbiskan oleh Sang Buddha dengan menggunakan kalimat "ehi bhikkhu". Kebijaksanaan . mati. Kemudian timbul dalam diri-Ku. sakit. Ketenangan. oh Bhikkhu. Selanjutnya oh Bhikkhu. Selanjutnya. oh Bhikkhu. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Dukkha: dilahirkan. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Jalan Me nuju Lenyapnya Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. Selanjutnya. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Asal Mul a Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. sehingga kuperoleh Pandangan Terang. Daya upaya Benar. Sejak hari itu Sang Buddha tinggal di Taman Rusa dan tiap hari Beliau memberikan uraian Dhamma kepada lima orang pertapa tersebut. Sang Buddha memberikan khotbah ked ua dengan judul Anattalakkhanasutta. Pandangan. Añña Kondañña yang sekarang tidak meragu-ragukan lagi ajaran Sang Buddha mohon untuk dap at diterima sebagai murid. sedih. Pandangan. oh Bhikkhu. pertapa Vappa dan Bhaddiya memperoleh Mata Dhamma dan kemu dian ditahbiskan oleh Sang Buddha dengan menggunakan kalimat "ehi bhikkhu". Selanjutnya. oh Bhikkhu. Kemudian timbul dalam diri-Ku. Kebijaksa naan. Pandangan. Penglihatan. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang dukkha y ang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. Kondañña memperoleh Mata Dhamma karena dapat mengerti (añña) dengan jelas makna khotbah tersebut dan menjadi seorang Sotapanna ( makhluk suci tingkat kesatu). terpisah dari sesuatu yang disukai dan tidak mem peroleh sesuatu yang didambakan. Kemudian timbul dalam diri-Ku. diatasi. usia tua. Perbuatan Benar. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Lenyapn ya Dukkha: nafsu-nafsu keinginan (tanha) yang secara menyeluruh dapat disingkirk an. Dua hari setelah itu. oh Bhikkhu. mara. Penghidupan Benar. Penerangan agung. Dengan demikian timbul dalam diriaKu Pandangan Terang dan Pengetahuan bahwa Aku sekarang telah terbebas sama sekali dari keharusan untuk terlahir kembali di dun ia ini dan kehidupanKu yang sekarang ini merupakan kehidupan-Ku yang terakhir. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Jalan M enuju Lenyapnya Dukkha: Pengertian Benar.iran yang ekstrim telah kuselami. oh Bhikkhu. Sang Buddha meluluskan permohonan ini dan mentahbiska nnya dengan kata-kata. Pandangan. ratap tangis. Kebijaksanaan . Kebijaksanaan . Secara singkat dapat dikatakan bahwa Lima Khanda (Lima Kelompok Kehidupan/Kegema ran) itu adalah penderitaan." Dengan demikian Añña Kondañña menjadi bhikkhu pertama yang ditahbiskan dengan ucapan "eh i bhikkhu". dan Nibbana. Pikiran Benar. Dan dua hari kemudian. brahma. pertapa. gelisah. Kemudian timbul dalam diri-Ku. Pengetahuan Tertinggi.

Sañña (pencerapan). Yasa Waktu itu di Benares. Siswa Yang Ariya itu tahu bahwa ia s ekarang sudah terbebas dari tumimbal lahir. Setelah melepaskan nafsu-nafsu keinginan batinnya. misalnya 'Semoga Khandha-ku begini dan bukan begitu. mereka semua da pat membersihkan diri mereka dari segala kekotoran batin (Asava) dan terbebas se luruhnya dari kemelekatan (Upadana) dan mencapai tingkat kesucian yang tertinggi . Vedana (perasaan)." "Mengenai sesuatu yang tidak kekal dan penderitaan. menyenangkan atau tidak menyenangka n. Bhante. Yasa m elihat pelayan-pelayannya sedang tidur dalam berbagai macam sikap yang membuatny a jemu dan muak sekali. Bhante. Bhante. akan melihatnya dari seg i itu. harus diketahui sebagai Khandha (Kelompok Kchidupan/Kegemara n) semata-mata. Kalau sekiranya Khandha itu memilik i Atta (roh). 'aku' dan 'diriku' ?" "Tidak tepat. Yasa pun memiliki tiga buah istana dan hidup dengan penuh kemewahan dikelilingi oleh gadis-gadis cantik yang menyajikan berbagai macam hiburan. Malam itu ia terbangun pada larut malam dan dari sinar lampu di kamarnya. ia tidak melekat lagi k epada sesuatu. Ia merasa seperti berada di tempat pekuburan dengan dike lilingi mayat-mayat yang bergelimpangan. bagaimana pendapatmu." "Di dalam sesuatu yang tidak kekal. Selanjutnya engkau harus melakukan perenungan dengan memakai Kebijaksanaan bahwa semua itu bukanlah 'milikmu' atau 'kamu' atau 'dirimu'.' Tetapi karena Khandha itu Anatta (tanpa roh). maka ia dapat berubah sekehendak hatinya dan tidak akan menderita karena semua kehendak dan keinginannya dapat dipenuhi. ia akan melepaskan nafsu-nafsu keing inan. yaitu Arahat. Setelah melihat dengan jelas dari segi itu. Sewaktu kelima bhikkhu tersebut merenungkan khotbah Sang Buddha. Karena tidak melekat lagi kepada sesuatu maka akan timbul Pandangan Terang. Yasa melihat satu pemandangan yang mengubah seluruh jalan hidupnya. oh Bhikkhu. Bhikkhu." Selanjutnya Sang Buddha mengajar untuk jangan melekat kepada lima khandha terseb ut dengan melakukan perenungan sebagai berikut: Karena kenyataannya memang demikian. apakah terdapat kebahagiaan atau penderi taan?" "Di sana terdapat penderitaan. misalnya 'Semoga Khandhaku begini dan bukan begitu. sehi ngga ia mengetahui bahwa ia sudah terbebas. Setelah merasa jemu. ditakdirkan untuk musnah . maka ia tidak dapat berubah sekehe ndak hatinya dan karena itu menderita sebab semua kehendak dan keinginannya tida k dapat dipenuhi. Kehi dupan yang penuh kesenangan ini berlangsung untuk beberapa lama sampai pada satu malam di musim hujan. bertempat tinggal seorang anak muda bernama Yasa. Sankhara (p ikiran) dan Viññana (kesadaran) adalah Lima Khandha (lima kelompok kehidupan/kegemar an) yang semuanya tidak memiliki Atta (roh). ia akan merasa jemu terhadap lima khandha tersebut. oh Bhikkhu. apakah Khandha itu kekal atau tidak keka l?" "Mereka tidak kekal. jauh atau dekat. Sang Buddha lalu menanyakan pendapat mereka mengenai h al yang di bawah ini: "Oh. kasar atau halus. kehidupan suci telah dilaksanakan da n selesailah tugas yang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu pun yang masih ha rus dikerjakan untuk memperoleh Penerangan Agung. apakah tepat kalau dikatakan bahwa itu adalah 'milikku'. maka lima khandha yang lampau a tau yang ada sekarang ini.Singkatan dari khotbah ini adalah sebagai berikut: Rupa (badan jasmani). Siswa Yang Ariya yang mendengar uraian ini. oh Bhikkhu. Karena tidak tahan lagi melihat keadaan . Yasa ada lah anak seorang pedagang kaya raya dan sebagaimana juga halnya dengan Pangeran Siddhattha.' Setelah mengajar kelima orang bhikkhu itu untuk menganalisa badan jasmani dan ba tin menjadi lima khandha.

apakah mungkin Yasa kembali ke kehidupan biasa dan menikmati kesenang an nafsu-nafsu indria?" "Aku rasa memang tidak mungkin." Dengan demikian ayah Yasa menjadi upasak a pertama yang berlindung kepada Buddha. yaitu Arahat.itu. dan Sangha. Tidak jauh da ri tempat itu. ibumu sangat sedih. ayah Yasa memperoleh Mata Dhamma dan mohon untuk diterima sebagai pengikut dengan mengucapkan. yang sekurang-kurangny a terdiri dari lima orang bhikkhu). Setelah ay . beberapa waktu berselang. tumimbal lahir di surga sebagai ak ibat dari perbuatan baik. "Aku berlindung ke pada Buddha. memberi hormat dan berjalan memutar denga n Sang Buddha tetap di sisi kanannya dan kembali pulang ke istananya. Ia berjalan menuju ke Taman Rusa di Isipatan a. terlebih dulu Sang Buddh a memberikan uraian tentang pentingnya berdana. Yasa memperoleh Mata Dhamma sewaktu masih duduk di tempat it u. Ayahnya mem erintahkan pegawai-pegawainya untuk mencari ke segenap penjuru dan ia sendiri pe rgi mencari ke Isipatana. "Kalau begitu baik juga kalau tempa t ini tidak menakutkan dan tidak mengerikan. Semoga Sang Bhagava menerima aku sebagai upasak a mulai hari ini sampai akhir hidupku. Yasa yang untuk kedua kalinya mendengarkan u raian Sang Buddha mencapai tingkat kesucian yang tertinggi. Dhamma. hidup bersusila. ayah Yasa berdiri. Ayolah pulang demi menyelamatkan nyaw a ibumu. yaitu uraian mengenai pentingnya berdana. ia bertemu dengan Sang Buddha dan bertanya apakah Sang Buddha mel ihat Yasa. Mari duduk di sini. "Tempat ini tidak menakutkan. buruknya mengumbar nafsu-nafsu. Keesokan hari seluruh penghuni istana Yasa menjadi ribut karena Yasa tidak ada d i kamarnya dan juga tidak diketemukan di bagian lain dari istananya. Pada waktu itulah Sang Buddha menarik kembali kekuatan gaibnya. dan manfaat melepaskan diri dari semua ikatan duniawi. hidup bersusila. memberi hormat dan kemudian dud uk di sisi Sang Buddha. dan manfaat melepaskan diri dari semua ikatan duniawi. "Yasa. maka dengan mengucapkan. "Kepala keluarga yan g baik. buruknya mengumbar nafsu-nafsu. Di Taman Rusa ia melihat sandal anaknya. Tetapi. Seperti dijelaskan di halaman depan. Coba lah pikir. Sebelum menjawab pertanyaan ayah Yasa. Ayah Yasa menegur anaknya dan mendesak agar Yasa pulang kembali ke istananya den gan mengatakan. bolehka h saya mengundang Sang Bhagava supaya besok siang berkenan mengambil dana (makan an) di rumahku disertai anakku sebagai bhikkhu pengiring?" Sang Buddha menerima undangan ini dengan membisu (berdiam diri). menghampiri Sang Buddha. Waktu itu menjelang pagi hari dan Sang Buddha sedang berjalan-jalan. Tapussa dan Bhallika adalah pengikut Sang B uddha yang pertama." Yasa membuka sandalnya. sehingga Yasa da pat melihat ayahnya dan ayahnya dapat melihat Yasa. Sang Buddha menegur. Sang Buddha kemudian memberikan uraian yang disebut Anupubbikatha. Aku akan mengajarmu. Yasa memperoleh Mata Dhamma sebagaimana juga A nda memperolehnya pada hari ini dan menjadi seorang Ariya yang masih membutuhkan sesuatu yang lebih tinggi untuk mencapai Pembebasan Sempurna. Yasa berpikir." Yasa menengok ke arah Sang Buddha dan Sang Buddha menjawab. Setelah Sang Buddha selesai memberikan uraian. tetapi karena Sang Buddha menggunakan kekuatan gaib maka Yasa tidak melihat ayahnya dan ayahnya tid ak melihat Yasa. dan Sangha. "Alangkah menakutkan tempat ini! Alangkah mengeri kan tempat ini!" Yasa memakai sandalnya dan meninggalkan istananya dalam keadaan pikiran kalut dan penuh kecemasan. Selanjutnya Sang Buddha memberikan uraian tentang Empat Kesunyataan Mulia yang d apat membebaskan manusia dari nafsu-nafsu keinginan. Mengetahui perm ohonannya diterima. Dhamma. tumimbal lahir di surga sebagai akibat dari perbuatan baik. Yasa sebenarnya sedang duduk di sisi Sang Buddha. Setelah Sang Buddha selesai memberikan uraian. Kemudian dilanjutkan dengan uraian tentang Empat Kesunyataan Mulia yang dapat membebaskan manusia dari nafsu -nafsu keinginan. tetapi mereka berlindung hanya kepada Buddha dan Dhamma karm a pada waktu itu belum ada Sangha (Pesamuan Para Bhikkhu. Yasa kemudian mencapai tingkat Arahat sewaktu Sang Buddha mengulang uraian te rsebut di hadapan ayahnya. Hal ini sudah menjadi rejekinya. Hari ini Yasa ber hasil menyingkirkan semua kekotoran batin dan mencapai Pembebasan Sempurna. Tempa t ini tidak mengerikan." Mendengar sapaan Sang Buddha. Sewaktu berpapasan dengan Yasa.

Sekarang kamu harus mengembara guna kesejahteraan dan kese lamatan orang banyak. mereka semua mem peroleh Mata Dhamma dan kemudian diterima menjadi bhikkhu. Aku sendiri akan pergi ke Senanigama di Uru vela untuk mengajar Dhamma. Dhamma telah dibab arkan dengan jelas. Mereka memuji keindahan uraian tersebut dan mohon dap at diterima sebagai Upasika dengan berlindung kepada Buddha. "Aku telah terbebas dari semua ikatan-ikatan . mere ka kerap kali bertemu dengan orang yang ingin menjadi bhikkhu. Setelah itu. Sang Buddha memanggil berkumpul murid-muridNya yang berjumlah e nam puluh orang Arahat dan berkata. . Yasa mempunyai empat orang sahabat. Mereka adalah pengikut-pengikut wanita pertama yang berlindung kepada Tiga Musti ka (Buddha. Mendengar sahabat mereka menjadi bhikkhu . BAB IV MASA MENYEBARKAN DHAMMA Mulai Menyebarkan Dhamma Pada suatu hari." Perbedaannya bahwa Sang Buddh a tidak mengucapkan "dan singkirkanlah penderitaan" karena Yasa pada waktu itu s udah mencapai tingkat Arahat. Tetapi bhikkhu Yasa mempunyai banyak teman lagi yang berada di tempat-tempat jau h. oh Bhikkhu. Di Benares. Subahu. maka dengan melakukan perjalanan jauh dan melel ahkan mereka membawa orang itu menghadap Sang Buddha. Sang Buddha pergi ke istana ayah Yasa dan duduk di tempat yang telah disediakan. Kalau tidak mendengar Dhamma. Janganlah pergi berduaan ke tempat yang sama. semuanya berjumlah lima puluh orang. Setelah mendengar khotbah Sang Buddha. Karena itu mereka menemui bhikkhu Yasa yang kemudian membawa keempat kawannya it u menghadap Sang Buddha. Laksanakanlah kehidupan suci." Kemudian berangkatlah keenam puluh Arahat itu sendiri-sendiri ke berbagai jurusa n dan mengajar Dhamma kepada penduduk yang mereka jumpai. Sewaktu mengajar. Keesokan harinya dengan diiringi Yasa. Sang Buddha dan Yasa kembali ke Taman Rusa di Isipatana. tetapi seorang Arahat istim ewa karena mencapai Kebebasan dengan daya upaya sendiri). Ibu dan istri Yasa keluar dan memberi ho rmat. Yasa mohon kepada Sang Buddha untuk ditahbiskan menjadi bhikkhu. Melihat kesulitan ini maka Sang Buddha memperkenankan para bhikkhu untuk memberikan pentahbisan sendiri. Umumkanlah tentang kehidupan suci yang benar-benar bersih dan sempurna dal am ungkapan dan dalam hakekatnya. mereka akan kehilangan k esempatan untuk memperoleh manfaat yang besar. Mereka menganggap bahwa ajaran-ajaran yang benarbenar sempurnalah yang dapat menggerakkan hati Yasa untuk meninggalkan kehidupan nya yang mewah. Sehabis makan siang. Khotbahkanla h Dhamma yang mulia pada awalnya. dan Sangha). dan mulia pada akhi rnya. baik yang bersifat batiniah maupun yang bersifat badaniah. "Ehi bhikkhu. Punnaji. Dhamma. Terdapat makhluk-makhluk yang matanya hanya di tutupi oleh sedikit debu. Setelah mendapat penjelasan tambahan. dan Sangha untuk seumur hidup. mulia pada pertengahannya. Dengan demikian jumlah Arahat pada waktu itu sebelas orang. dan Gavampati. Dengan demikian. keempat orang ini dalam waktu singkat menc apai tingkat Arahat. sehingga pada waktu itu terdapat enam puluh satu orang Arahat. Mereka semu a diterima menjadi bhikkhu dan dalam waktu singkat semuanya mencapai tingkat Ara hat. mereka pun mengambil keputusan untuk mengikuti jejak bhikkhu Yasa. makan siang disiapkan dan kedua wanita itu melayani sendiri Sang Bu ddha dan Yasa dengan hidangan yang lezat-lezat. semuanya anak-anak orang kaya ya ng bernama Vimala. pada waktu itu sudah ada tujuh or ang Arahat (Sang Buddha sendiri juga seorang Arahat. Mereka adalah orang-orang yang da pat mengerti Dhamma dengan sempurna.ahnya pulang. Mereka mendengar bahwa Yasa s ekarang sudah menjadi bhikkhu. Karena mereka sen diri belum bisa mentahbiskannya. demikia n pula kamu sekalian. Sang Buddha kembali memberikan uraian tentang Anupubbikatha dan mereka berdua pu n rnemperoleh Mata Dhamma. S ang Buddha mentahbiskannya dengan menggunakan kalimat yang juga digunakan untuk mentahbiskan lima murid-Nya yang pertama yaitu. Dhamma.

Selagi mereka sedang bermain-main dengan asyik. Menemukan dirimu sendiri atau menemukan seo rang pelacur?" Setelah mereka menjawab bahwa lebih penting menemukan diri mereka sendiri. Gotama Yang Mulia. benar saja seekor ular kobra besar datang menghampiri Sang B uddha." Sang Buddha juga mengucapkan selamat malam kepada Uruvela Kassapa dan masuk ke d alam pondok. Yang kedua disebut Nadi Kassapa. mer eka harus memakai jubah Kasaya (jubah yang dicelup dalam air larutan kulit kayu tertentu). Aku akan bermalam di pondokmu. Teta pi semburan uap beracun maupun usaha untuk menggigit Sang Buddha ternyata sia-si a saja. Aku ingin bermalam di pondokmu. Rambut serta kumisnya harus dicukur. bersimpuh. Sang Buddha duduk bermeditasi dan menunggu munculnya ular kobra ter sebut. bertempat tinggal di sebela h hilir sungai dan mempunyai pengikut sebanyak tiga ratus orang. Melihat Sang Bud dha duduk di bawah pohon. Sang Buddha tetap duduk bermeditasi dengan mengembangkan gaya-gaya Metta (cinta kasih) dan badan-Nya seolah-olah dikelilingi oleh semacam perisai yang t idak dapat ditembus. pada suatu hari Sang Buddha tiba di pe rkebunan kapas dan beristirahat di bawah sebatang pohon yang rindang. tinggal tiga orang Kassapa bersaudara yang menjadi pemimpin kaum Jatila yang memuja api." "Tentu saja tidak. Tiap malam ular itu keluar dan aku k hawatir Anda akan celaka. Atas pertanyaan Sang Buddha. mereka menanyakan. Sang Buddha tiba di Uruvela dan mengunjungi Uruvela Kassapa. Tidak jauh dari tempat itu. Kassapa. Inilah yang harus kamu lakukan. untuk mentahbiskan orang di tempat-tempat yan g jauh. cobalah pikir. merangkapkan kedua tangannya dalam sikap menghormat dan ke mudian berlutut di depan kaki bhikkhu. Anak-anak muda. Yang ketiga dis ebut Gaya Kassapa. "Oh." "Kalau begitu baiklah. hanya seorang belum. pertama yang diberikan Sang Buddha sendiri dengan memakai kalimat "ehi bhikkhu" dan yang kedua diberikan oleh muri d-muridNya yang dinamakan pentahbisan "Tisaranagamana". Yang tertua disebut Uruvela Kassapa. Uruvela Kassapa datang menjenguk Sang Buddha dan mengira akan mene mukan mayat-Nya. bertempat tinggal di sebelah hulu sungai dan mempunyai pengikut sebanya k lima ratus orang. Dua puluh sembilan orang sudah menikah. Di tempat ini Sang Buddha harus memperlihatkan kekuatan gaib untuk menundukkan Uru vela Kassapa yang ternyata juga mahir dalam melakukan ilmu-ilmu gaib. aku tidak keberatan Anda bermalam di pondo kku. oh Bhikkhu. Kalau Anda tidak keberatan. Uruvela Kassapa bertanya apakah Sang Buddha tidak diganggu oleh ular kobra. Ular itu menyemburkan uap beracun dan mencoba menggigit Sang Buddha." Mulai saat itu terdapat dua cara pentahbisan. Setelah ditahbiskan. Selamat malam dan semoga Anda selamat. aku berlindung kepada Sangha. Ia terkejut melihat Sang Buddha sedang duduk bermeditasi. Tetapi Anda harus tahu bahwa seekor ular kobra yang besar dan ganas sekali menjaga api suci yang terdapat di pondokku. "Oh. aku berlindun g kepada Dhamma."Aku perkenankan kamu. Pada suatu hari. Waktu tengah malam. "Tid . Kassapa Bersaudara Di tiga tempat sepanjang Sungai Neranjara. mereka mencari pelacur tersebut. tiga puluh orang pemuda sedang bermain-main yang diberi nama B haddavaggiya. Kemudian Sang Buddha berkata. pelacur tersebut menghilang dengan membawa pergi perhiasan yang mereka letakkan di satu tempat tertentu. maka Sang Buddha kemudian berkhotbah tentang Anupubbikatha dan Empat K esunyataan Mulia." jawab Uruvela Kassapa. Salah satu contoh dapat diceritakan sebagai berikut: "Kalau Anda tidak keberatan. Setelah tahu apa yang terjadi. mereka menceritakan apa yang telah terjadi. Esok paginya. tidak apa-apa. yang mana yang lebih penting. bertempat tinggal di tempat lebih hilir dari Nadi Kassapa dan mempunyai pengikut sebanyak dua ratus orang. Dalam perjalanan dari Uruvela ke Benares. Ia rn embawa seorang pelacur. dan seterusnya. Mereka semua memperoleh Mata Dhamma dan mohon ditahbiskan menj adi bhikkhu. "Aku berlindung kepada Sang Buddha. apakah Sang Buddha melihat seorang wanita lewat di dekat situ. Selanjutnya kamu harus mengucapkan dan me reka harus mengulang ucapanmu. mereka dikirim ke tempat-tempat jauh untuk men gajarkan Dhamma.

ia akan melepaskan nafsu-nafsu keinginan. Pada kesempatan lain sewaktu turun hujan lebat dan semua tempat di daerah itu di genangi air banjir. us ia tua dan kematian. rasa. Dengan tergesa-gesa. Di tem pat Sang Buddha berdiri atau berjalan. kesan-kesan batin dan semua perasaan yang menye nangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan batin ( Ini adalah kelompok keenam). se hingga ia mengetahui bahwa ia sudah terbebas. Lidah. Telinga. air "membelah" membuka jalan. kesadaran hidung. Menyala dengan apa? Menyala dengan api dari keserakahan .003 orang telah menjadi pengikut Sang Buddha. kesan-kesan telinga dan semua perasaan yang m enyenangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan tel inga (Ini adalah kelompok kedua). kesadaran telinga. kembali Sang Buddha memperlihatkan kekuatan gaib-Nya. kesan-kesan lidah dan semua perasaan yang menyenan gkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan lidah (Ini adalah kelompok keempat). dan putus asa. Sang Buddha beserta rombongan melanjutkan per jalanan-Nya menuju Gayasisa di tepi Sungai Gaya. Nadi Kassapa yang bertempat tinggal di sebelah hilir sungai men jadi terkejut melihat banyak peralatan sembahyang terapung di sungai.ak. kesan-kesan mata dan semua perasaan yang menyenangkan atau tidak men yenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan mata (Ini adalah kelompok per tama). yang melihat keadaan ini akan merasa jemu." jawab Sang Buddha dan membuka tutup mangkuk yang bias a dipakai untuk menerima dana makanan. Batin. Ia mengira bahwa suatu bencana hebat telah menimpa diri kakaknya. Ia tahu bahwa ini adalah kehidupan nya yang terakhir. Apakah itu yang menyala? Mata. Selanju tnya Nadi Kassapa diberi penjelasan tentang sia-sianya memuja api. kesadaran batin. ia kemudian membuang semua peralatan yang dipakainya dalam pemujaan api ke dalam sungai dan mohon dit ahbiskan menjadi bhikkhu. Semua itu menyala-nyala. ratap tangis. kebencian dan khayalan yang menyesatkan. sehingga ka ki dan tubuh Sang Buddha tidak basah kena air. Setelah beberapa waktu di Uruvela. Nadi Kassapa pergi ke tempat Uruvela Kassapa. Seorang siswa Yang Ariya. menyala dengan api dari kelahiran. ular itu ada di sini. Nadi Kassapa melihat bahwa kakaknya sudah menjadi bhikkhu. sentuhan. sehingga akhi rnya ia bersama-sama pengikutnya pun menjadi bhikkhu. Dengan lima ratus orang pengikutnya. kehidupan suci telah dilaksanakan dan selesailah tugas yang h arus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih harus dikerjakan untuk . kesadaran tubuh. Tubuh. penglihatan. Akhirnya Uruvela Kassapa dapat diyakinkan bahwa ia bukanlah tandingan Sang Buddh a dan ia juga tahu bahwa ia belum mencapai tingkat Arahat sebagaimana dikiranya semula. batinnya tidak melekat lagi kepada segala sesuatu. Hidung. Karena melepaskan nafsu-nafsu keinginan. Hal yang sama juga terjadi pada diri Gaya Kassapa beserta para pengikutnya. Keluarlah seekor ular kobra yang mendesis dengan ganas sehingga Uruvela Kassapa cepat-cepat ingin menyingkir. Pada suatu hari. Setelah tiba. bebauan. Dengan demikian tiga kelompok kaum Jatila yang berjumlah 1. kesa daran mata. diikuti tiga ratus orang pengikutnya. kesan-kesan hidung dan semua perasaan yang me nyenangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan hidu ng (Ini adalah kelompok ketiga). menyala dengan api dari kesedihan. Karena mera sa jemu. suara. Bhikkhu. semuanya menyala. kesadaran lidah. kesan-kesan tubuh dan semua perasaan yang meny enangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan tubuh (Ini adalah kelompok kelima). pikiran. Ia juga dapat diyakinkan bahwa pemujaan api tidak dapat membawa orang ke Pembebasan Sempurna. Di tempat itu Sang Buddha mengumpulkan murid-muridNya dan memberikan khotbah yan g kemudian dikenal sebagai Adittapariyaya Sutta. Ringkasan dari khotbah itu adalah sebagai berikut: "Oh. Karena tidak melekat lagi kepada segala sesuatu akan timbul Pandangan Terang. duk a cita. Tetapi Sang Buddha menahannya dan berkata bahwa Be liau mempunyai kemampuan untuk menjinakkan ular kobra. sakit.

Pipphali a dalah anak seorang Brahmana dari keluarga Kassapa yang bernama Kapila dengan ist rinya yang bernama Sumanadevi dari Desa Mahatittha di negara Magadha. selalu hidup menjauhi masyarakat ramai dan terkenal rajin sekali. Kassapa mohon untuk menukar jubahnya yang baru dengan jubah Sang Buddha yang sudah tua. dan yang setengah tua. yaitu menjadi Arahat. kota Rajagaha untuk menghimpun semua tata tertib bagi para bhikkhu dan bhikkhuni dan semua khotbah Sang Buddha yang pernah diberikan di tempat-tempat yang berlainan. Mah a Kassapa selalu tinggal di hutan. Maha Kassapa sering dijadikan suri teladan tentang sikap yang baik dari seorang bhikkhu yang berdiam di hutan. Melihat seorang Arahat yang demikian itu bermanfaat sekali aga r keinginan orang dapat terkabul. dan mengajar Dhamma yang mulia di awalnya. Bangga karena merasa mendapat kehormatan besar dapat memakai jubah bekas Sang Bu ddha. mengapa Beliau menuntut kehidupan yang demikian keras. seorang yang telah memperoleh Penerangan Agung. Tiga bulan setelah Sang Buddha meninggal dunia. Maha Kassapa mengatakan bahwa Beliau berbuat semuanya itu bukan hanya untuk kebahagi aan dirinya sendiri tetapi juga demi kebahagiaan orang lain di kelak kemudian ha ri. batin bhikkhu-bhikkhu tersebut t erbebas seluruhnya dari kemelekatan dan bersih dari kekotoran batin. Sebagai penghormatan. dan mulia di akhirnya. engkau harus selalu menyadari dan memperhatikan tubuhmu dan terus-menerus mengambil tubuhmu sebagai obyek meditasi. Sang Buddha tiba di suatu tempat perbatasan antara kota Rajagaha dan Nalanda dan beristirahat di bawah pohon beringin Bahuputtaka. . Ke tiga.memperoleh Penerangan Agung. ia mencapai tingkat kesucian Arahat. Pipphali mohon diterima menjadi murid. Sang Buddha melanjutkan perjalanannya me nuju Rajagaha dan berhenti di hutan kecil Latthivana. Beliau adalah seorang A rahat. Maha Kassapa mengetuai Sidang Ag ung (Sangha-Samaya) yang pertama dengan dihadiri oleh 500 orang Arahat di Goa Sa ttapanni. sudah puas dengan pemberian yang sedikit (kecil ). seorang pertapa bernama Pipphali lewat di tempat itu. putra Sakya. engka u harus mendengarkan Dhamma dengan baik. yang telah men gumumkan kehidupan suci yang benar-benar bersih dan sempurna dalam ungkapan dan dalam hakekatnya. Raja Bimbisara Di sebelah Tenggara Jambudipa terdapat sebuah negara besar dan berpengaruh." Setelah ditahbiskan. Kedua. Pada waktu itu. Dalam waktu singkat tersiar berita bahwa Pertapa Gotama. Selama menjadi bhikkhu sampai berusia lanjut. "Oh. Pada hari ked elapan. Ia menghampiri Sang Buddha dan setelah mengetahui bahwa yang diajak bicara adala h seorang Buddha. yait u negara Magadha yang berpenduduk padat dan kaya raya dan di sebelah Timurnya te rletak negara Anga. Kassapa kemudian dengan tekun melaksanakan latihan Dhutanga. sekarang b erada di Rajagaha dan berdiam di hutan kecil Latthivana. Kassa pa. Maha Kassapa dipandang sebagai contoh yang baik sekali untuk orang-orang yan g benar-benar ingin melaksanakan hidup suci. mulia di pertengahannya. Mereka semu a mencapai tingkat yang tertinggi. kepada orang-orang yang berlainan dan pada waktu yang berlainan pula selama 45 tahun. Setelah beberapa lama diam di Gayasisa. Maha Kassapa Dalam perjalanan ke Rajagaha. Menjawab pertanyaan. Beliau diberi nama Maha Kassapa (Kassapa Agung). Sang Buddha mentahbiskannya dengan cara memberikan tiga buah nasehat. Maha Kassapa meninggal dunia pada usia 120 tahun. yang muda." Setelah Sang Buddha selesai memberikan khotbah. Raja Bimbisara adalah Maha raja negara Magadha dan Anga ters ebut dengan ibukota Rajagaha. Kemudian Sang Buddha bangkit dan meneruskan perjala nan-Nya menuju Rajagaha. memperhatikannya dan merenungkannya. selalu memaka i baju bekas (pembungkus mayat). tiap hari mengumpulkan makanan. engkau harus hidup sederhana dan pa tuh kepada para bhikkhu yang tua. engkau harus selalu ingat bahwa pertama.

Mendengar berita itu, Raja Bimbisara datang mengunjungi Sang Buddha dengan diiku ti pengiringnya. Setelah memberi hormat, Raja kemudian duduk di satu sisi. Tetap i para pengiringnya bersikap macam-macam dan ada yang bersikap acuh tak acuh. Ad a yang berlutut, ada yang hanya memberi hormat dengan ucapan, ada yang menyembah , ada yang memberitahukan namanya dan juga nama keluarganya, dan ada yang duduk diam saja. Sang Buddha, yang melihat sikap acuh tak acuh dan kurang hormat dari pengiring R aja, tahu bahwa mereka masih belum siap untuk menerima ajaran. Karena itu Sang B uddha memandang perlu agar Uruvela Kassapa terlebih dulu memberikan keterangan t entang sia-sianya pemujaan yang dulu ia lakukan. Hal ini perlu untuk menyingkirk an keragu-raguan sebelum mereka siap untuk mendengarkan Dhamma. Karena itu Sang Buddha berkata kepada Uruvela Kassapa, "Oh, Kassapa, kamu sudah lama berdiam di Uruvela dan menjadi pemimpin kaum Jatila yang pandai dalam upacara keagamaan. Ap akah sebabnya sehingga kamu berhenti melakukan pemujaan api yang biasa kamu laku kan? Aku bertanya padamu, oh Kassapa, mengapa kamu meninggalkan kebiasaan memuja api?" Uruvela Kassapa menjawab, "Semua Yañña atau upacara dengan mempersembahkan sesajen b ertujuan untuk memperoleh penglihatan, suara, rasa dan wanita yang menggiurkan, yang didambakan manusia. Persembahan sesajen itu menimbulkan harapan bahwa setel ah melakukan persembahan tersebut orang akan dapat memperoleh hasil yang diingin kan. Telah kuketahui sekarang bahwa kesenangan-kesenangan indria tersebut merupa kan kekotoran batin yang membuat orang dicengkeram oleh nafsu-nafsu. Karena itu aku tidak lagi tertarik melakukan praktek pemujaan api." Kemudian Sang Buddha bertanya lagi, "Setelah kini kamu tidak lagi tertarik kepad a penglihatan, suara dan rasa yang menjadi obyek bagi kesenangan indria, oh Kass apa, apa sebenarnya yang kamu cari di alam manusia dan alam dewa ini? Coba kamu ceritakan." Kassapa menjawab, "Aku telah berhasil mencapai keadaan yang penuh damai, tanpa d ikotori oleh nafsu-nafsu yang dapat menimbulkan penderitaan, tanpa keinginan unt uk melekat, tanpa kemelekatan kepada alam kesenangan indria, tanpa perubahan, ta npa tergantung pada kekuatan luar dan hanya dapat dipahami oleh pribadi masing-m asing. Karena hal-hal yang di atas itulah aku tidak lagi tertarik untuk melakuka n praktek pemujaan api yang dulu kulakukan." Selesai memberi jawaban, Kassapa bangun dari tempat duduknya. Dengan jubah menut upi satu pundaknya (sebagai sikap menghormat) ia berlutut tiga kali di bawah kak i Sang Buddha dan mengaku bahwa Sang Buddha adalah gurunya dan ia adalah murid-N ya. Setelah keragu-raguan para hadirin dapat disingkirkan dan batin mereka sudah sia p untuk menerima pelajaran, mulailah Sang Buddha memberikan khotbah tentang Anup ubbikatha dilanjutkan dengan Empat Kesunyataan Mulia. Selesai Sang Buddha memberikan khotbah, sebelas dari dua belas orang yang hadir memperoleh Mata Dhamma dan yang lain memperoleh keyakinan yang tak tergoyahkan t erhadap Sang Buddha, Dhamma, dan Sangha. Kemudian Raja menceritakan tentang keinginannya semenjak kecil. "Dulu, sewaktu masih menjadi Putra Mahkota dan belum naik tahta kerajaan, aku me mpunyai lima macam keinginan, yaitu pertama, semoga aku kelak naik di tahta kera jaan Magadha. Kedua, semoga seorang Arahat yang memperoleh Penerangan Agung data ng di negeriku sewaktu aku masih memerintah. Ketiga, semoga aku memperoleh kesem patan untuk mengunjungi Arahat tersebut. Keempat, semoga Arahat tersebut memberi kan khotbah kepadaku. Kelima, semoga aku mengerti apa yang harus dimengerti dari ajaran Arahat tersebut. Sekarang semua keinginanku yang berjumlah lima itu tela h terpenuhi." . Selanjutnya Raja Bimbisara memuji khotbah Sang Buddha dan menyatakan dirinya seb agai upasaka untuk seumur hidup dan mengundang Sang Buddha beserta para pengikut -Nya untuk datang besok siang mengambil dana (makanan) di istana. Kemudian bangu n dari tempat duduknya, jalan memutar dengan Sang Buddha tetap di sebelah kanan dan pulang ke istana. Tiba di istana, Raja memerintahkan untuk menyiapkan hidang an yang lezat-lezat. Keesokan hari, Raja memerintahkan pengawalnya untuk mengund ang Sang Buddha dengan pengiring-Nya datang ke istana. Setelah Sang Buddha tiba di istana dan mengambil tempat duduk yang disediakan, Raja sendiri turut melayan

i memberikan hidangan. Kemudian Raja memikirkan tempat yang layak yang dapat dig unakan oleh Sang Buddha sebagai tempat tinggal. Raja teringat kepada Veluvanaram a (hutan pohon bambu) yang letaknya tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat d engan desa di sekelilingnya. Tempat itu mudah untuk dicapai dan menyenangkan, ti dak berisik waktu siang hari dan tenang di malam hari, cocok sekali untuk dipaka i sebagai tempat menyepi oleh mereka yang ingin berlatih untuk mendapatkan Panda ngan Terang. Dengan batin yang dipenuhi pikiran tersebut, Raja Bimbisara kemudian menuang air ke lantai dari kendi emas dan menerangkan bahwa Beliau berhasrat menyerahkan Ve luvanarama untuk dipakai oleh Sang Buddha beserta pengiring-Nya, sebagai tempat tinggal. Sang Buddha menerima pemberian tersebut dan menggembirakan hati Raja de ngan menerangkan tentang keuntungan besar yang dapat diperoleh dari dana tersebu t. Sang Buddha beserta pengiring-Nya pulang dan pindah ke tempat yang baru. Ini mer upakan sumbangan tempat tinggal untuk pata bhikkhu yang pertama, mulai hari itu Sang Buddha memperbolehkan para bhikkhu menerima pemberian serupa itu. Sariputta Dan Moggallana Di Rajagaha, waktu itu hidup dua orang pemuda dari kasta brahmana yang kaya raya , yang sejak kecil bersahabat. Yang satu bernama Upatissa, anak seorang wanita b ernama Rupasari, yang lain bernama Kolita, anak seorang wanita bernama Moggalli. Mereka berdua berguru kepada Sanjaya, seorang pertapa dari golongan Paribbajaka, yang mempunyai dua ratus lima puluh orang murid. Upatissa dan Kolita termasuk d ua orang murid yang pandai dan sering mewakili gurunya memberi bimbingan kepada murid-murid yang lain. Meskipun sudah belajar lama dan memiliki seluruh kepandai an gurunya, tetapi mereka berdua masih belum puas. Mereka kemudian berjanji bahw a siapa di antara mereka kelak yang lebih dulu memperoleh ajaran sempurna akan m emberitahukan hal itu kepada yang lain. Pada suatu hari Ayasma Assaji, seorang dari lima orang bhikkhu pertama, kembali ke Rajagaha untuk memberi laporan kepada Sang Buddha tentang perjalanannya ke be rbagai tempat untuk mengajar Dhamma. Sebagaimana biasa, Ayasma Assaji tiap pagi mengumpulkan makanan dan waktu itulah Beliau terlihat oleh Upatissa. Upatissa terkesan sekali melihat sikap Ayasma As saji yang demikian tenang dan agung. Setiap gerakannya memberi kesan berwibawa d an menuntut penghormatan dari orang yang melihatnya. Baik berjalan ke depan atau bertindak ke belakang, atau membentangkan, atau menekuk tangannya, ia selalu ke lihatan penuh keseimbangan dengan kepala agak tunduk sedikit dan mata ditujukan ke arah depan Pemandangan ini membuat Upatissa terpesona dan membangkitkan perasaan ingin tahu . Seketika itu ia ingin menegur, tetapi kemudian membatalkannya karena ia mengan ggap waktunya kurang tepat berhubung waktu itu Ayasma Assaji sedang mengumpulkan makanan. Ia menunggu sampai Ayasma Assaji selesai makan dan kemudian mendekati serta memberi hormat, "Saudara, pembawaan Anda luar biasa dan wajah Anda terang sekali. Dengan menjalankan kehidupan suci ini kepada siapakah Anda mengabdi? Sia pakah guru Anda? Dan ajaran siapakah yang Anda ikuti?" Ayasma Assaji menjawab, "Saudara, dengan menjalankan kehidupan suci ini aku meng abdi kepada seorang Pertapa Agung, anak dari suku Sakya, yang telah menjadi bhik khu dari keluarga Sakya. Pertapa Agung itulah yang menjadi guruku. Dan ajaran-Ny a yang aku ikuti." "Apakah yang diajar guru Anda, Saudara?" "Aku seorang pendatang baru. Aku baru saja ditahbiskan. Aku belum berapa lama me ngikuti ajaran ini, sehingga aku tidak dapat memberikan pelajaran itu secara ter perinci. Tetapi aku akan memberitahukan Anda garis besarnya." "Baik sekali, Saudara. Bagi saya sama saja apakah Anda memberitahukan garis besa rnya atau secara terperinci. Aku ingin mendengar intisari dari ajaran tersebut, yang lain tidak dapat membantu apa-apa." Ayasma Assaji kemudian mengucapkan syair di bawah ini: "Ye dhamma hetuppabhava,

Tessam hetum Tathagato, Tesañca yo nirodho ca, Evam vadi mahasamano." Artinya : "Semua benda yang timbul karena satu 'sebab' 'Sebabnya' telah diberitahukan oleh Sang Tathagata, Dan juga lenyapnya kembali, Itulah yang diajarkan Sang Pertapa Agung. " Mendengar syair tersebut, Upatissa seketika memperoleh Mata Dhamma (Dhammacakkhu ) dan berkata dalam hatinya, "Yankiñci samudayadhammam Sabbantam nirodha dhammam." Artinya: "Segala sesuatu yang timbul karena satu 'sebab' Di dalamnya pun terdapat 'sebab' yang membuat ia musnah kembali. " Kemudian Upatissa menanyakan tempat tinggal Sang Buddha. Setelah diberitahukan b ahwa Sang Buddha pada saat itu berdiam di Veluvanarama, Upatissa kemudian mohon diri dari Ayasma Assaji dan berjanji akan datang mengunjungi Sang Buddha bersama sahabatnya yang bernama Kolita. Upatissa kembali ke tempat gurunya, Sanjaya, dan memberitahukan Kolita peristiwa apa yang baru saja ia alami. Ia mengulang syair yang diucapkan Ayasma Assaji da n seketika itu pula Kolita memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. Kemudian mereka berdua melaporkan berita ini kepada Sanjaya dan mohon diperkena nkan untuk mengunjungi Sang Buddha. Tetapi Sanjaya menolak untuk memberi izin. A khirnya, tanpa izin, mereka berdua dengan diikuti dua ratus lima puluh orang mur idnya pergi juga berkunjung kepada Sang Buddha dan mohon ditahbiskan menjadi bhi kkhu. Dari kelompok ini dapat diceritakan bahwa mereka semua mencapai tingkat Ar ahat, bahkan para muridnya terlebih dulu mencapai tingkat kesucian tersebut, kem udian disusul oleh Kolita dan yang terakhir Upatissa. Tujuh hari setelah ditahbiskan menjadi bhikkhu, Kolita menyepi di Desa Kallavala muttagama di kota Magadha. Di tempat itu Kolita giat melatih meditasi untuk memp eroleh Pandangan Terang. Pada suatu ketika ia merasa ngantuk sekali. Sang Buddha menghampirinya dan memberikan petunjuk untuk menanggulangi perasaan ngantuk, "Apa pun pencerapanmu pada waktu kamu diserang perasaan mengantuk, Moggallana (K olita di kemudian hari terkenal dengan nama ini yang berarti : anak Moggalli), k amu harus terus menyadari pencerapan tersebut. Cara ini dapat menolong untuk men gusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini tidak menolong, kamu harus memusatkan pikiranmu kepada Dhamma ya ng pernah kamu dengar atau pelajari. Cara ini dapat menolong untuk mengusir pera saan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus mengulang dengan suara keras Dh amma yang pernah kamu dengar atau pelajari. Cara ini dapat menolong untuk mengus ir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus menggosok-gosok kupingmu dengan jeriji dan mengusap-usap tubuhmu dengan tangan. Cara ini dapat menolong untuk m engusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus bangun dan mencuci matamu denga n air, kemudian memandang ke sekelilingmu dan mengamat-amati bintang di langit. Cara ini dapat menolong untuk mengusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus memusatkan pikiranmu kepada pen cerapan dari cahaya terang, dan pikiranmu selalu membayangkan 'cahaya siang hari ' baik pada waktu siang hari maupun pada waktu malam hari, membuka batinmu dari selubung yang menutupinya dan mengembangkan batinmu bermandi cahaya terang. Cara

ini dapat menolong untuk mengusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus berbaring dengan 'sikap seekor singa', yaitu miring ke kanan dengan kaki kiri di atas kaki kanan, batin dalam k eadaan 'sadar' dan pikiran terpusat kepada saat kamu ingin bangun. Setelah bangu n kamu harus segera bangkit sambil merenung 'Aku tidak ingin memanjakan diriku d engan berbaring, menyender atau tidur'. Ini Moggallana, yang kamu harus selalu i ngat." "Selanjutnya, Moggallana, kamu harus selalu ingat 'aku tidak boleh merasa ingin terlalu dihormat kalau masuk ke rumah seorang umat biasa'. Sebab kalau seorang b hikkhu masuk ke rumah seorang umat biasa dengan perasaan ingin terlalu dihormat dan pada waktu itu mungkin ada urusan rumah tangga yang sangat penting yang haru s diselesaikan terlebih dulu sehingga bhikkhu itu 'terlupakan', maka akan timbul pikiran dalam batin bhikkhu tersebut, "Siapakah yang menghasut orang ini terhad ap diriku? Orang ini kelihatannya sekarang 'acuh tak acuh'. Karena merasa tak di acuhkan lagi timbul perasaan malu, karena malu pikirannya kacau, karena pikirann ya kacau ia tidak dapat mengendalikan dirinya dengan baik, karena tidak dapat me ngendalikan diri dengan baik, ia gagal melakukan meditasi." "Selain dari itu, Moggallana, kamu harus selalu ingat, 'aku tidak ingin mengucap kan sesuatu yang dapat menimbulkan pertengkaran atau mencari-cari kesalahan oran g lain'. Sebab kalau orang berbicara tentang sesuatu yang dapat menimbulkan pert engkaran atau mencari-cari kesalahan orang lain, maka hal itu mengakibatkan perd ebatan yang panjang. Dengan adanya perdebatan yang panjang, ia tak dapat memusat kan pikirannya. Karena tak dapat memusatkan pikirannya, ia tak dapat mengendalik an diri, karena ia tak dapat mengendalikan diri, ia gagal melakukan meditasi." "Sekarang, Moggallana, aku tidak selalu memujikan orang berkumpul dan juga aku t idak selalu menolaknya. Aku tidak memujikan berkumpul dengan orang banyak, baik itu bhikkhu atau orang biasa. Tetapi kalau ada tempat sunyi dan tidak terganggu oleh suara berisik dari orang yang lalu lalang, cocok sekali untuk seorang perta pa yang menyukai kesunyian, cocok untuk dipakai sebagai tempat menyepi oleh mere ka yang lebih menyukai hidup menyendiri, maka berdiam di tempat demikian itu sel alu aku pujikan." Setelah diberikan petunjuk di atas, Moggallana menanyakan tentang kesimpulan ter akhir bagi orang yang sudah cenderung untuk menyingkirkan nafsu-nafsu keinginan dan sudah siap untuk memperoleh hasil 'di luar duniawi'. Sang Buddha menjawab, "Moggallana, seorang bhikkhu yang melaksanakan Dhamma ini, tahu bahwa tidak ada sesuatu pun yang berharga untuk dilekati. Setelah tahu hal tersebut, ia kemudian mengamat-amati benda-benda itu dengan Kebijaksanaan Tinggi, setelah mengamat-am ati benda-benda itu dengan Kebijaksanaan Tinggi, ia dapat menyelami hakekat bend a-benda tersebut, maka sewaktu mengalami perasaan menyenangkan, tidak menyenangk an atau netral ia memandangnya sebagai sesuatu yang tidak kekal. Jadi, ia memand angnya dengan perasaan jemu untuk kemudian menyingkir dan melepaskan diri dari p erasaan tersebut. Dengan merenung seperti itu, ia tidak melekat lagi kepada apa pun dalam dunia in i, karena tidak lagi melekat, ia tidak dapat lagi diganggu, karena tidak dapat l agi diganggu, ia dapat rnenyingkirkan semua kekotoran batin dan mengetahui bahwa ini adalah kehidupannya yang terakhir, kehidupan suci telah dilaksanakan dan se lesailah tugas yang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih ha rus dikerjakan untuk memperoleh Penerangan Agung. Dengan kesimpulan terakhir ini lah, Moggallana, seorang bhikkhu dapat dipandang sudah cenderung untuk menyingki rkan nafsu-nafsu keinginannya dan sudah siap untuk memperoleh hasil 'di luar dun iawi'." Dengan melaksanakan petunjuk tesebut, Moggallana berhasil mencapai tingkat Araha t hari itu juga. Lima belas hari setelah ditahbiskan, Upatissa (yang kemudian terkenal sebagai Sa riputta, anak Sari), berdiam bersama-sama Sang Buddha di Goa Sukarakhata dari Gu nung Gijjhakuta (Puncak Burung Nasar) di kota Rajagaha. Seorang pertapa golongan Paribbajaka bernama Dighanakha dari keluarga Aggivesana pada suatu hari menghampiri Sang Buddha dan setelah saling mengucapkan kata-kat a menghormat, ia berdiri di satu sisi. Ia kemudian memberikan pandangannya denga n mengatakan, "Yang Mulia Gotama, semua benda tidak menyenangkan hatiku. Aku tid

" . yang mempunyai pandangan bahwa s emua benda menyenangkan hati mereka. Dengan adanya perasaan be nci akan timbul permusuhan. tidak menyenangkan. dibesarkan dengan m akanan nasi dan sayur-sayuran. kamu harus melihatnya sebagai tanpa aku. Ia berasal dari ayah dan ibu. dan hilang sama sekali. dan selalu harus dibersihkan dan digosok (unt uk membersihkan kotoran yang melekat di kulit). "Selain dari itu. air." "Kalau begitu. Perasaan itu ditakdirkan untuk mati kembali. yaitu ta nah. tid ak menyenangkan. perasaan terdiri atas tiga jenis. yang mengetahui hakekat yang sebenarnya. Aggivesana. "Tubuh ini. maka peras aan tidak menyenangkan dan netral tidak bisa muncul. Kalau perasaan menyenangkan timbul. sulit untuk dipertahankan. maka perasaan menyenangkan dan netral tidak bisa muncul. Karena jemu. dan yang netral. dan netral. ia akan bebas dari kemelekatan. mereka tidak tertarik kepada apa pun juga. hawa udara. Seorang bijaksana melihat bahwa kalau ia mengambil sikap dan mengatakan bahwa in i yang benar dan yang dua itu salah. Aggivesana. P andangan kelompok pertama ialah condong ingin memiliki benda-benda tersebut. Pandangan kelompok ketiga ialah condong ingin memiliki beberapa benda-benda dan membenci benda-benda yang lain. Setelah menyelami keadaan ini. penderitaan. Dengan adanya pertengkaran akan timbul perasaan benci. i a telah melepaskan ketiga pandangan tersebut. sebagai bisul yang terkena anak panah dan menimbulkan kepedihan dan kesakitan. mereka tertarik kepada semua benda. tetapi ia tidak menganutnya dan juga tidak m elekat kepada salah satu dalil. Dengan adanya pertentangan pendapat akan timbul pertengkaran." Ia ditakdirkan untuk lapuk dan membusuk. kamu dapat melepaskan keinginan terhadap kesenangan-kesenangan i ndria." Setelah itu Sang Buddha menguraikan tentang adanya tiga pandangan mengenai hal t ersebut. Pan dangan kelompok kedua condong untuk membenci atau mempunyai pikiran buruk terhad ap benda-benda. merasa jemu terhadap perasaan yang menyenangkan. selalu memerlukan wangi-wangian dan sabun untuk m enutupi bau yang menyerang keluar. Kelompok ketiga mempunyai pandangan bahwa ada benda-benda yang menyenangkan hati dan mereka tert arik kepada benda-benda tersebut. mereka tidak tertarik. ia dapat mengikutinya. kamu harus melihatnya s ebagai penyakit. Siswa Yang Ariya itu tahu bahwa ini adalah kehi dupannya yang terakhir. Ada kelompok lain berpegang teguh kepada pandangan bahwa semua benda tidak menye nangkan hati mereka. Bhikkhu yang demikian itu tidak mungkin akan b ertengkar lagi mengenai sesuatu pandangan. kehidupan suci telah dilaksanakan dan selesailah tugas y ang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih harus dikerjakan u ntuk memperoleh Penerangan Agung. Dengan melakukan ini. menc iut. Kalau perasaan netral timbul. Dalam batin yang bebas dari kemelekatan akan timbul pengetahuan bahwa batinnya s ekarang benar-benar telah bebas. terdiri atas empat unsur pokok (Mahabhutarupa). Sang Buddha kemudia n memberikan uraian tentang cara bagaimana orang dapat menyingkirkan kemelekatan ." Setelah menjelaskan tentang ketiga pandangan salah tersebut. ia akan melepaskan diri dari nafsu-nafsu keinginan. dan api. seorang bijaksana akan menyingkirkan pandangan it u dan juga tidak menganut pandangan pandangan yang lain. Siswa Yang Ariya. "Ada kelompok pertapa dan Brahmana. pandangan yang demikian itu pasti tidak menyenangkan hatimu dan sudah semestinya kamu tidak tertarik lagi kepadanya. maka perasaan menyenangkan dan tidak menyenangkan tidak bisa muncul. Tanpa nafsu-nafsu keinginan. Apa pun dalil keduniawian yang dikemu kakan orang. ia akan bertentangan pendapat dengan mereka yang mempunyai kedua pandangan yang lain itu.ak merasa tertarik kepadanya. Terhadap benda-benda lain yang tidak menyenangkan hati. Kamu harus melihatnya sebagai sesuatu y ang tidak kekal. Aggivesana. menyusut. Kalau melihat semua ini dengan terang. Itulah tiga jenis perasaan yang tidak kekal dan timbul oleh sesuatu sebab dan di lahirkan oleh sebab. yaitu yang menyenangkan. Kalau perasaan tidak menyenangkan timbul.

Khanti paramam tapo titikkha. Pertemuan para Arahat tersebut dinamakan Caturangasannipata atau Pertemuan Besar Yang Diberkahi dengan Empat Faktor. "Indah. Mattaññuta ca bhattasmim.5) : "Sabba papassa akaranam. Pertemuan Besar Para Arahat Ketika Sang Buddha berada di kota Rajagaha. Mereka berkumpul tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Kusalassa upasampada. Anupavado. Dhamma. Adhicitte ca ayogo. Etam Buddhana sasanam. dan Sangha. Mereka semuanya Arahat dan memiliki 6 (enam) kekuatan gaib (abhiñña). atau menunjukkan jalan kepada yang tersesat. a tau membuka apa yang tertutup. Aku berlindung kepada Sang Buddha. Semoga Sang Bhagava menerima aku sebagai upasaka yang berli ndung kepada Sang Ti-Ratana untuk seumur hidup. Na hi pabbajjito parupaghati. Sang Buddha sendiri pernah menerangkan di hadapan para bhikkhu dan bhikkhuni bah wa Sariputta adalah murid-Nya yang terpandai dalam kebijaksanaan dan Moggallana yang terpandai dalam kekuatan gaib. Dengan panjang lebar Bhante telah menguraikan Dham ma. 2. 4. Ovada Patimokkha yang diucapkan Sang Buddha adalah sebagai berikut (Dhammapada 1 83. Tempat mereka berkumpul adalah di Veluvanarama (hutan pohon bambu) dan waktu itu tengah hari pada saat purnama sidhi di bulan Magha.Selama itu Sariputta berdiri di sisi Sang Buddha dengan kipas di tangan dan meng ipasi Sang Bhagava. sungguh indah Bhante. "Sang Bhaga va menganjurkan untuk melepaskan ikatan kepada semua benda melalui Kebijaksanaan Tertinggi. batinnya terbebas dari semua kekotoran batin dengan jalan menyingkirkan kemelekatan. Patimokkhe ca samvaro. " Artinya: "Janganlah berbuat kejahatan. Waktu itu Sang Buddha mengucapkan Ovadda Patimokkha. Nibbanam paramam vadanti Buddha. yaitu: 1. menjelaskannya sebagai seorang yang telah menegakkan apa yang telah roboh. Sacittapariyo dapanam. Kalau Sang Buddha dinamakan Dhammaraja (Raja Dhamma) maka Sariputta diberi gelar Dhammasenapati (Jenderal Dhamma). Dighanakha memperoleh Mata Dhamma dan. . seribu dua ratus lima puluh orang Ar ahat datang berkumpul. Ia memuji khotbah yang baru saja didengar dan menyatakan diri sebagai upasaka. atau menyalakan api sewaktu keadaan gelap gulita. Pantham ca sayanasanam. Semuanya ditahbiskan dengan memakai ucapan "Ehi bhikkhu". Setelah khotbah selesai." Merenungkan arti yang terkandung dalam khotbah tersebut. anupaghato. Samano hoti param vihethayanto.terbebas dari ker agu-raguan terhadap keampuhan dan keunggulan Dhamma." Dengan cara-cara inilah Moggallana dan Sariputta memperoleh Penerangan Agung dan menjadi Arahat. Etam Budhana sasanam. 3. Mendengar khotbah kepada Dighanakha ia berpikir.

III. Sang Buddha bersabda. maka Beliau mengirim berturut-turut sembilan orang utusan untuk mengundang Sang Buddha pulang ke Kapilavatthu. tidak melukai." Peristiwa yang bersejarah ini hingga kini masih tetap dirayakan sebagai Magha-Pu ja. terutama oleh para bhikkhu di Muangthai / Thailand. Raja turun dari keretanya dan bersama-sama dengan pengiringnya berjalan kaki menuju ke tempat tinggal Sang Buddha. Sang Buddha yang sedang berjalan-jalan di udara setinggi orang dewasa n . Kaludayi berangkat menuju Rajagaha. Tempat itu terletak di luar kota dan dikenal dengan nama Nigrodharama (hutan pohon beringin). Mengendalikan diri sesuai dengan tata tertib. kalau sekiranya Sang Tathagata bangun untuk menghormatnya. Beliau bukan pula pertapa yang menyebabkan kesusahan orang lain. Tiba di pinggir hutan Nigrodharama." Kemudian Sang Buddha terbang ke udara dan berjalan-jalan setinggi orang dewasa. yaitu bertemunya kembali Raja Suddho dana dengan anaknya dapat dituturkan sebagai berikut (Mhvu. setelah mereka menden garkan khotbah Sang Buddha dan mencapai tingkat Arahat. Sucikan hati dan pikiranmu. 'Su ngguh keterlaluan yang dilakukan Pangeran yang telah meninggalkan tahta. Ia duduk saja dan tidak berdiri untuk menyambut kedatangan ayah-Nya yan g sudah tua dan sangat dihormati oleh seluruh rakyat Sakya. Makanlah secukupnya. Kalau Aku menyambut mereka dengan tetap du duk di tempat duduk-Ku. Namun utusan-utusan tersebu t 'lupa' untuk menyampaikan undangan dari Raja Suddhodana. berangkatlah Sang Bhagava beserta rombongan dua puluh ribu bhikkhu menuju Kapilavatthu. Waktu mendengar Sang Buddha memberikan khotbah. Itulah ajaran semua Buddha. 114-121). "Bangsa Sakya terk enal sebagai bangsa yang tinggi hati. Kemudian Kaludayi menyampaikan undangan Raja Suddhodana kepada S ang Buddha untuk berkunjung ke Kapilavatthu. Sang Buddha merenung. dan tahun yang sama. Dari kejauhan. Waktu rombongan mendekati Nigrodharama. Raja Suddhodana berikut pengiring dengan disertai penduduk Kapilavatthu. Hidup dengan menyepi. yaitu tiap hari ditempuh satu Yojana. Beliau bukan pertapa yang menindas orang lain. Mengenai peristiwa penting dan menarik ini.Perbanyaklah perbuatan baik. Nibbanalah yang tertinggi dari semuanya. Raja dapat melihat anaknya sedang berjalan-jalan di udara dan mer asa sangat kagum. bula n.' Tetapi tidak ada ma khluk atau kelompok makhluk yang kepalanya tidak dibelah tujuh. Itulah ajaran semua Buddha. ib ukota negara Magadha. Ia mohon untuk diterima sebagai bhikkhu dan Sang Buddha mentahbiskannya dengan memakai kalimat "ehi bhikkhu". mereka mungkin akan mencela sikap-Ku dan mengatakan. Kaludayi pun mencapai tingkat Arahat. Perjalanan yang jauhnya enam puluh Yojana (1 Yojana = 16 Km) ditempuh dalam waktu enam pul uh hari. menjadi pertapa dan sekarang telah memperoleh Penerangan Agung dan mengaku sebagai Raja Dhamma. berduyun-duyun datang ke Nigrodharama. Kaluday i adalah kawan bermain Pangeran Siddhattha waktu kecil dan lahir pada hari. Lebih baik Aku terbang setinggi orang dewasa dan berjalan-jalan di udara. Beliau memerintahkan agar disiapkan tempat untu k rombongan yang akan tiba. Akhirnya Raja Suddhodana mengutus Kaludayi untuk mengundang Sang Buddha. Dan senantiasa berpikir luhur. Berita dengan cepat sampai kepada Raja Suddhodana bahwa Sang Buddha dan rombonga n sedang menuju ke Kapilavatthu. Kembali Ke Kapilavatthu Setelah Raja Suddhodana menerima berita bahwa Sang Buddha berada di Rajagaha. Tidak menghina. Sang Buddha menerima baik undangan tersebut dan setelah Kaludayi berdiam tujuh hari di Rajagaha. Kesabaran adalah cara bertapa yang paling baik. Waktu rombongan tiba.

Kemudian menuruti bisikan hatinya. Dengan penuh kesujudan. Hilang sudah keragu-raguan dan sekarang semua hadirin yakin bahwa Pangeran Siddh attha sesungguhnya telah menjadi Buddha. maka semua peristiwa yang terjadi harus diceritakan oleh Yasodhara. Sekarang Mahapajapati dapat menya ksikan sendiri peristiwa yang membuat para hadirin bersorak-sorak. kedua kali waktu aku lihat anakku bermeditasi di bawah Po hon jambu dan ini untuk yang ketiga kalinya. Apakah kaki anakku tidak pernah merasa sakit?" Sang Buddha menjawab. Dengan air itu Yasodhara membasahi dan mencuci m ata Mahapajapati berulang kali disertai doa semoga air itu dapat mengembalikan p englihatan Mahapajapati. "Aku adalah Sang Penakluk. Waktu itu hadir juga Yasodhara yang menuntun Mahapajapati. Mahapajapati matanya buta karena sed ih dan terlalu banyak menangis sewaktu Pangeran Siddhattha meninggalkan istana d an pergi bertapa di hutan Uruvela. Setelah itu air memancar dari sebelah atas badan dan api berkobar-kobar dari badan sebelah bawah. kemudian lari dari arah Barat dan lenyap d i sebelah Timur. Kemudian muncul lagi dan lari dari arah Utara dan lenyap di sebelah Selatan. tetapi karena tidak dapat melihat . sel anjutnya lari dari sebelah Selatan dan lenyap di sebelah Utara. Api berkobar-kobar di badan sebelah atas dan air dingin melalui lima ratus pancaran turun dari badan sebelah bawah. oh Yang Maha Tahu. duri. kemudian Sang Buddha terlih at duduk dengan tenang di tempat duduk-Nya. Mahapajapati mendengar hadirin bersorak-sorak. Yang hadir bersorak-sorak gembira melihat kemukjizatan tersebut. Yasodhara merasa terharu sekali melihat keadaan Mahapajapati. "Dulu para pelayan tiap hari memandikan dan menggosok-gosok badan anakku dengan minyak kayu cendana yang baunya harum semerbak. Orang seperti Aku tak dapat lagi digan ggu oleh perasaan enak dan tidak enak. Tetapi sekarang anakku mengembar a di waktu malam yang dingin dari satu hutan ke hutan yang lain. Dengan kedua t angan dirangkapkan di depan dada. tak ternoda oleh kekotoran-kekotoran batin di dunia ini. murni adalah arus air yang datang dari pantai kebajikan yang tak t ernoda dan dipujikan oleh para bijaksana. Sang Buddha kemudian menghilang. Dengan mandi dan menyelam dalam air de wata itulah Aku telah tiba di pantai seberang. Tiba-tiba di udara muncul seekor banteng besar dengan tengkuk yang bergetar-getar lari dari a rah Timur dan lenyap disebelah Barat. Aku telah melepaskan diri dari semua benda dan telah terbeba s dengan musnahnya nafsu-nafsu keinginan. Yang Maha Tahu. pertama kali waktu seorang pertapa meramalkan bahwa anakku kela k akan menjadi Buddha. Tetapi sekarang kaki anakku yang halus dan berwarna tembaga serta penuh g aris-garis ajaib itu harus berjalan di atas rumput kasar." Raja Suddhodana berkata. Sekarang siapak ah yang memandikan anakku dengan air bersih dan menyegarkan apabila anakku meras a lelah?" Sang Buddha menjawab. Satu mukjizat telah terjadi. Pada waktu itulah Sang Buddha mempertontonkan kekuatan gaib-Nya yang hanya dapat dilakukan oleh seorang Buddha. Raja Suddhodana menanyakan apakah sekarang Sa ng Buddha baik-baik saja. Setelah melakukan Mukjizat Ganda. "Dulu anakku selalu memakai sandal terbuat dari kain w ol halus yang berjalan di atas permadani yang empuk dan dipayungi dengan payung putih. Kemudian mereka semua berlutut memberi hormat kepada Sang Buddha. dan batu kerikil . sehingga dapat diliha t oleh segenap yang hadir. "Ini adalah untuk ketiga kalinya aku menundukkan kepalaku di bawah kakimu. Setelah pemandangan yang di atas lenyap sama sekali. Yaso dhara menampung dengan kedua tangannya air yang keluar dari badan Sang Buddha se waktu melakukan Mukjizat Ganda. "Oh. Sedikit demi sedikit Mahapajapati dapat melihat kem bali sehingga penglihatannya pulih seluruhnya. sehingga memb uat hatinya gembira sekali. . Raja Suddhodana menghampiri anaknya dan berkat a. Baginda.aik lebih tinggi sedikit dan berdiri setinggi pohon palem. Raja Suddhodana berkata. yaitu Yamakapatihariya atau Mukjizat Ganda.

tempat tidur atau makana n. "Para Penakluk. dimana pelayan wanita yang memakai perhiasan dan k alungan bunga menunggu dengan sabar kata-kata yang akan keluar dari mulut Tuanny a. oh Baginda. kebijaksanaan dan pikiran yang terpusat adalah sais-Ku. anakku tidur di dipan tinggi yang dilapisi kulit kambing hutan dengan ban tal yang empuk dilapisi sutra halus. sebagaimana layaknya disa jikan kepada seorang raja. dan juga para Penakluk tidak menghiraukan apakah yang diterimanya menyenangka n atau tidak menyenangkan. sedang lantai ditutup dengan permadani y ang terbuat dari bahan wol dan kapas. dengan bumbu atau tanpa bu mbu. sebagaimana dewa Sakka yang paling berca haya di antara dewa-dewa di langit. kereta yang mahal dan bergemerlapan dengan emas dan tembaga selalu tersed ia untuk dipakai dan kemana pun anakku pergi selalu ikut serta sebuah payung put ih. Ketetapan hati. dan sebuah lambang kerajaan. "Dulu. Selalu tersedi a makanan yang lezat-lezat dengan bumbu yang terpilih. Meskipun hingga kini masih tersedia kereta. Padhana yang terdiri atas Sanvara (pengekangan diri dar i nafsu-nafsu). Sungguh aneh anakku berbuat seper ti ini. orang seperti Aku tidak akan tidur dengan tidak nyenyak. diiringi musik yang merdu. "Oh. "Seperti juga Buddha-Buddha dari zaman dulu dan Buddha-Buddha di zaman yang akan datang. "Dulu." Raja Suddhodana berkata. Tetapi sekarang anakku memakai pakaian dari kain kasar yang terbuat dari serat kayu merah. "Kekuatan gaib adalah kereta-Ku. "Sekarang." Raja Suddhodana berkata." Sang Buddha menjawab. anakku tinggal di istana yang kamarnya (di lantai atas) menyerupai tempat kediaman para dewa dan diterangi oleh sekumpulan kunang-kunang."Sewaktu anakku masih memakai kain buatan Benares dan memakai baju bersih yang b erbau wangi bunga teratai dan cempaka. Seorang diri Aku mengembara ke tempat-tempat yang jauh. Lagipula Kantha ka. Kaki dipan terbuat dari emas dan dibalut de ngan untaian bunga yang harum semerbak." Raja Suddhodana berkata. Sungguh aneh anakku berbuat hal seperti itu. Coba katakan. "Dulu. apakah anakku tidak lelah?" Sang Buddha menjawab. Sang Tathagata." Sang Buddha menjawab. Dan rupanya a nakku menyukainya. Apakah tubuh Yang Maha Bijaksana tidak merasa sakit?" Sang Buddha menjawab. Bhavana. sebuah pusaka." Sang Buddha menjawab. "Dulu anakku makan dari piring perak dan minum dari mangkuk emas. maka Aku. kereta perang. kasar atau lembut. Dan anakku adalah orang yang bercahaya di antara orang-orang d . oh Baginda. kuda yang terkenal paling bagus dan paling cepat di seluruh negeri selalu me nyertai anakku. dengan dilengka pi jendela putar yang serasi." Raja Suddhodana berkata. Pahana (melenyapkan kekotoran batin). ma kan hidangan asin atau tidak asin. Dengan terbebas dari duka cita dan kese dihan. Aku selalu menjaga batin-Ku agar selalu berbelas-kasih kepada semua makhl uk. namun anakku lebih senang berjalan kaki dari satu kerajaan ke kerajaa n lain. kuda dan gajah." Raja Suddhodana berkata. Baginda. di tempat ini pun yang dihuni oleh manusia terdapat para Brahma dan Dewa Agung yang senantiasa mengikuti petunjuk-petunjuk-Ku dan lagi pu la Aku dapat pergi kemana pun yang Kukehendaki. (melaksanakan med itasi) dan Anurakkhana (menjaga watak sendiri) adalah kuda-kuda-Ku. makan yang lembut dan kasar. Sekarang anakku memakai rumput dan daun-da unan sebagai kasur dan tidur di atas tanah yang kasar dan berbatu. sebatang pedang. tidak menghiraukan pakaian. "Dulu. yang pakai bumbu atau yang tidak pakai bumbu dengan pikiran yang terkendali guna kepentingan dun ia ini. Tetapi sekarang anakku dengan tanpa perasaan muak. anakku adalah orang yang paling bercahaya di antara orang-orang dari suku Sakya. para penyanyi selalu menyanyikan lagu-lagu yan g anakku senangi. Semua duk a cita dan kesedihan telah Kutinggalkan.

Hal ini segera diberitahukan kepada Raja Suddhodana dan Raja menjadi terkejut da n malu sekali. di hutan anakku seorang diri berada di tengah-tengah teriaka n burung hantu dan jeritan anjing-anjing hutan. bagaimana Anda dapat katakan bahwa Sang Penakluk. tetapi baru sekarang ini mereka menyaksikan seorang dari kasta Khatt iya. "Aku sekarang menyanyikan lagu dengan khotbah dan pembabaran Dhamma dan terbebas karena memperoleh Kebijaksanaan Tertinggi. tempat dulu ia sering mondar-mandir dengan m enggunakan kereta emas? Mengapa anakku membuat malu ayah seperti ini?" "Aku tidak membuat ayah malu. "Apa? kebiasaan kita? Bagaimana mungkin?! Tidak pernah seorang anggota keluarga kita minta-minta makanan seperti ini. putra dari seorang Raja yang masih memerintah. memang ini bukan merupakann kebiasaan seorang anggota keluarga ker ajaan. oh Yang Maha Kuat. selalu dijaga oleh pengawal bersenjata yang mahir menggunakan pedan g. "Meskipun semua gerombolan Yakka datang bersama gajah-gajah liar yang mengarungi hutan belantara. se perti angin tidak dapat dijerat oleh jala. Justru karen a tanpa perasaan takut itulah Aku menang dan berhasil keluar dari lingkaran tumi mbal lahir. Dengan tergesa-gesa Raja keluar dari istana dan pergi menemui San g Buddha." Raja Suddhodana berkata. Memang sering mereka l ihat seorang pertapa atau Brahmana berjalan berkeliling mengumpulkan makanan dar i penduduk. maka keesokan harinya Sang Buddh a bersama-sama dengan pengikutNya memasuki kota Kapilavatthu untuk mengumpulkan makanan." Selesai percakapan ini. di istana. Baginda. kamar anakku yang menyerupai tempat kediama n para dewa. Raja Suddhodana kemudian menegur. Tetapi sekarang. Lagipula sekarang Aku memiliki Delapan Mustika yang tid ak ada bandingannya di dunia ini. tetapi makhluk-makhluk itu tidak akan mengganggu walaupun sele mbar rambut-Ku karena Aku telah menyingkirkan semua perasaan takut. Pemimp in yang tidak dipimpin oleh siapa pun. "Sebenarnya seluruh dunia bisa menjadi tanah milikmu dan seribu orang anak dapat pula menjadi milikmu. maka pergilah Sang Buddha beserta rombongan menuju ke istana . Hal ini memang sudah menjadi kebiasaan kami. seorang pertapa yang selalu waspada dan tidak tergoy ahkan oleh celaan atau pujian. "Dulu. Karena tidak mendapat undangan makan di istana." jawab Sang Buddha dengan tenang. Aku sekarang bercahaya di antara bhi kkhu-bhikkhu seperti Brahma di antara dewa-dewa di langit. tetapi ini adalah kebiasaan para Buddha. berjalan keliling mengumpulk an makanan. Apakah anakku tidak takut? Coba terangkan hal i ni kepadaku. sebagaimana Dewa Sakka yang paling bercahaya di antara dewa-dewa di langit." Sang Buddha menjawab. kalau saja anakku tidak melepaskan tujuh rupa pusaka (lam bang seorang Raja) dan menjadi seorang pertapa." Sang Buddha menjawab. dimana pada malam hari binatang buas berkeliaran mencari mangsa. seperti seekor singa tidak takut kepada suara. Seorang diri Aku berkelana. dapat merasa takut?" Raja Suddhodana kembali bertanya. Semua Buddha di zaman dulu hidup dengan jalan mengumpulkan makanan dari para penduduk." Sang Buddha menjawab. oh Baginda. "Mengapakah anakku melakukan perbuatan yang sangat memalukan ini? Mengapa anakku tidak datang saja ke istana untuk mengambil makanan? Apakah pantas seorang putr a Raja minta-minta makanan di kota. oh Baginda.ari suku Sakya. Penduduk kota Kapilavatthu menjadi heboh sekali. Dan anakku mengatakan bahwa ini sudah menj adi kebiasaan kita?" "Oh. "Sekarang pun seluruh dunia masih tetap menjadi milik-Ku dan Aku tetap masih mem iliki ribuan orang anak." Setelah Raja Suddhodana tetap mendesak agar Sang Buddha beserta pengikut-Nya men gambil makanana di istana. Raja Suddhodana memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seora ng Sotapanna. Karena itu.

dihormat. anakku tidak lagi memakai untaia n bunga dan wewangian. Kalau Beliau datang menemuiku. marilah kita pergi menjenguknya. "Biarkan saja Yasodhara memberi hormat kepada-Ku sebagaimana yang dikehendaki. "Bukan di kehidupan ini saja. waktu mendengar bahwa anakku ti dak tidur di dipan yang tinggi dan mewah. yang sekarang sudah menjadi Buddha. seperti di bawah ini: "Dalam salah satu kehidupan yang lampau. Sang Buddha berdiri diam saja dan dengan batin yang waspada memancarkan gaya-gay a kasih sayang dan belas kasih kepada Putri yang sedang menangis memegangi kakiNya. Putri yang sedang menangis. Setelah Putri sendiri juga mengambil tempat duduk. Apakah pantas bila aku datang menemuinya? Beliau pasti tidak dan j uga tidak mungkin membutuhkanku lagi. membersihkan kaki Sang Buddha yang basah dengan air mata untuk kemudian dengan hormat mempersilak an Sang Buddha dan Raja Suddhodana mengambil tempat duduk masing-masing yang sud ah disediakan. Tetapi Yasodhara berada di kamarnya dan berpikir. juga dalam kehidupan-kehidupan yang la mpau Yasodhara selalu melindungi berbakti. Putri tidak menggubrisnya sama sekali. waktu Putri mendengar bahwa anakku memakai jubah kuning. Setelah Sang Buddha memasuki kamar. berduyun-duyun orang. waktu mendengar bahwa anakku makan hanya satu kali sehari. Pada suatu hari mereka sedang bersuka ria di dekat sungai kecil dengan bernyanyi . datang menemuinya untuk se kedar berbincang-bincang dan memberi hormat. dengan cepat Putri Yasodhara menyambutnya sa mbil berlutut dan memegang kaki Sang Buddha. waktu Putri mendengar bahwa. Sang Buddha menyerahkan mangkuk-Nya kepada Raja Suddhodana dan berjalan di muka menuju kamar Putri Yasodhara. Yasodhara ada di kamarnya.BAB IV MASA MENYEBARKAN DHAMMA Putri Yasodhara Setelah Sang Buddha beserta rombongan selesai makan tengah hari." "Kalau begitu. Putri segera memerintahkan semua pelayannya memakai baju kuning untuk memberi hormat selamat datang kepada Sang Buddha. dan setia kepada-Ku. dicintai. Putri pun makan hanya satu kali sehari. dan dipuja oleh d emikian banyak orang. Kemudian Putri Yasodhara melepaskan rasa rindunya dengan meletakkan kepalanya di atas kaki Sang Buddha dan menangis tersedu-sedu sehingga kaki Sang Buddha basah dengan air mata." kata Sang Buddha. aku akan memberi Beliau penghormatan yang layak. Beliau sekarang termasuk gol ongan Buddha. "Di manakah Yasodhara?" Raja Suddhodana menjawab." Kemudian Sang Buddha menceritakan Candakinnara Jataka. Raja Suddhodana berkata kepad a Sang Buddha. Karena itu. Jangan berkata apa-apa atau melarangnya. "Yang Maha Bijaksana. yaitu kisah tentang kehid upan-Nya yang lampau bersama-sama Yasodhara. waktu keluarganya mengir im pesan bahwa mereka bersedia menanggung semua keperluan hidupnya. P utri pun memakai baju kuning. yang dulu pernah mengenal Pangeran Siddhattha." Sang Buddha menjawab. Putri pun tidak lagi memakainya." Setelah berbicara dengan para pengunjung-Nya untuk beberapa waktu lamanya. Sang Buddha berpesan ke pada ayahNya. apakah pantas kalau aku sekara ng datang menemuinya? Aku rasa. Sang Buddha bertanya. "Oh. Sang Bodhisatta dilahirkan sebagai seek or Kinnara (burung dengan kepala manusia) bernama Canda. yang hidup di Gunung Hi mava dengan istrinya yang bernama Canda." Waktu Putri Yasodhara diberi kabar tentang kedatangan Sang Buddha. oh Baginda. Putri pun tidur di atas dipan yang ren dah dan sederhana. Sungguh bajik menantuku Yasodhara ini. "Pangeran Siddhattha sekarang sudah mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha. Waktu tiba di depan kamar. Mereka semua merasa gembira sekali dapat bertemu lagi dengan Sang Pangeran yang dicintai dan kagum melihat Sang Pan geran. Setelah lewat beberapa waktu. lebih baik aku tunggu saja dan lihat apa yang ak an terjadi.

Raja Suddhodana mengundang Sang Buddha untuk menghadiri upacara yang penting tersebut dan memberkahi kedua mempelai. cepa t-cepatlah pulang. "Mau. Sang Bu ddha kemudian bertanya. dan Bimba. Pangeran Nanda berpikir. "Sang Buddha akan mengambil kembali mangkuk-Nya di pintu pagar istana. Sang Buddha datang di tempat upacara. Kemud ian Pangeran Nanda berpikir. Sang Buddha memangg il Nanda dan dengan kekuatan gaib." Mempelai wanita. Bimbadevi. Pada hari ketiga Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu. "Kekasihku." jawab Nanda. Setelah ditahbiskan. Hari itu Raja Suddhodana mencapai tingkat kesucian Sakadagami dan Putri Pajapati menjadi seorang Sotapanna. sebagai putra mahkota menggantika n kedudukan Pangeran Siddhattha. sehingga menggerakkan hati Raja Dewa Sakka. "Nanda.N hal 741). "Sang Bhagava akan mengambil kembal i mangkuk-Nya di pintu istana. Pangeran Nanda mengembalikan mangkuk kepada Sang Buddha.P. Istrinya. Bhikkhu ini kemu dian pergi melaporkan peristiwa tersebut kepada Sang Buddha. Raja memanah Canda dan matilah Canda. manakah yang lebih cantik. Dewa Sakka turun ke dunia dan menghidupkan ke mbali Canda. maka Raja Suddhodana ingin me nobatkan Pangeran Nanda yang berumur 35 tahun. Di buku-buku suci Ti Pitaka (lihat D. Bhaddakacca dan Subhaddaka. Karena Pangeran Siddhattha." Canda tidak menghiraukan hiburan Raja Benares dan terus meratap dan menangis sam bil memprotes kepada para Dewata Agung yang membiarkan suaminya mati dibunuh ora ng. Nanda merasa menyesal dan menderita sekali karena terus mem ikirkan istrinya yang cantik. Bhante. Janapada Kalyani dapat diumpamakan sebagai monyet betina kalau dibandin gkan dengan para bidadari. putra mahkota d ari Kerajaan Sakya. Hal ini dilihat oleh bhikkhu lain yang kemudian me negurnya. makan hidangan yang telah disediakan. Putri Janapada Kalyani. Dengan menyamar sebagai seorang Brahmana. " Engkau tak usah bersedih atas kematian suamimu. Raja Benares datang menghibur dengan mengatakan. Pada waktu yang sama. telah menjadi seorang pertapa. Raja Suddhodana ingin pul a menikahkan Pangeran Nanda dengan Putri Janapada Kalyani dan memberikan sebuah istana untuk tempat tinggal kedua mempelai. Agama Buddha aliran Utara lebih menyukai nama Yasodhara. "Suami saya mungkin pergi ke vihara dan akan pamitan setelah tiba di sana. aku sebenarnya menyesal. "Nanda. Demikian keras protes Canda. Pangeran Nanda Pangeran Nanda adalah seorang saudara tiri Pangeran Siddhattha. melihat suaminya mengikuti Sang Buddha dan berpikir. dan dianggap sebagai Putri da ri Dandapani. jangan pergi terlalu lama." . Pada waktu itu Raja Benares sedang berburu di hutan dan melihat Canda sedang bernyanyi dan menari. Aku ingin melepaskan jubah dan pulang ke istana. memeluk mayat suamin ya dan menangis tersedu-sedu." Tetapi Sang Buddha terus berjalan ke luar." Sang Buddha kemudian mentahbiskannya menjadi bhikkhu . Aku tidak menyukai kehidupan sebagai bhikkhu. Bhaddakaccanna. memb eri berkah kepada semua orang yang hadir dan kemudian pamitan pulang setelah mem beri mangkuk-Nya kepada Pangeran Nanda. Beliau menciptakan seekor monyet betina dan b eberapa bidadari dan bertanya. istrimu atau monyet betina itu?" "Bhante. Bimbasundari. yaitu anak dari Putri Pajapati. Sang Buddha berjalan ke luar istana dengan diikuti Pangeran Nanda yang membawa m angkuk Sang Buddha. apabila engkau bersedia menjadi permaisuriku. Aku mempersembahkan segenap cint aku dan seluruh isi kerajaanku. Yasodhara sewaktu-waktu diseb ut sebagai Rahulamata.-nyanyi dan menari-nari. Canda. Seketika itu Raja jatuh cinta kepada nya. adik dari Ratu Maya." Tiba di vihara. apakah engkau mau menjadi bhikkhu?" Pangeran Nan da menjawab." Karena itu Putri berpesan. coba katakan. Canda ialah yang sekarang dilahirkan sebagai Pangeran Siddhattha da n Canda ialah Putri Yasodhara. tetapi sering juga meny ebutnya sebagai Bimba. "Mengapakah Anda kelihatannya begitu sedih?" "Saudara.

"Sayang. Putri Yasodhara kem udian bertanya kepada Rahula. Ayah. aku adalah Pangeran Rahula. pertapa yang kulitnya kuning emas itu dan kelihatannya sebagai Brahma d ikelilingi oleh ribuan murid-Nya adalah ayahmu." jawab Rahula. Dari jend ela itu mereka dapat melihat Sang Buddha sedang makan siang." Tiba di vihara."Bergembiralah. Pangeran Rahula Pada hari ketujuh Sang Buddha di Kapilavatthu. Pergilah kepadanya dan mintalah hadiah sambil berkata. Aku mohon diberi harta pusaka." Pangeran Rahula yang masih murni dan belum tahu apa-apa pergi mendekati Sang Bud dha dan sambil memegang jari tangan Sang Buddha dan menatap muka-Nya. aku ingin memiliki harta pusaka. "Anakku sayang. Sekarang Rahula dibawa kemari dan dita hbiskan menjadi samanera. Ia kemudian dengan tekun mengikuti semua petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh S ang Buddha dan dalam waktu singkat mencapai tingkat kesucian yang tertinggi dan tidak lagi mempunyai keinginan untuk kembali ke istana. Tiba di taman. setelah mendengarkan khotbah Sang Buddha. ba hkan bayangan Ayah membuat hatiku senang. Kemudian ia menambahkan. 80." "Kalau begitu. Sang Buddha meninggalkan istana dan Rahula mengikuti sambil terus merengek-rengek. Aku sangat menyesal dan tidak senang akan apa yang tel ah terjadi. Lebih baik Aku memberinya warisan yang berupa Tujuh Faktor Penera ngan Agung yang Aku peroleh di bawah pohon bodhi.000 orang telah ditah biskan menjadi bhikkhu. Raja lalu pergi menemui Sang Buddha dan dengan sopan menegur dengan kata-kata. berikanlah kepadaku warisan. Ayah banyak memiliki harta. "Rahula minta warisan harta pusaka ayahnya. Sang Buddha berpikir. Aku mohon dengan sangat agar mulai hari ini tidak lagi ada seorang b hikkhu atau samanera yang ditahbiskan tanpa izin dari orang tuanya. Beliau punya banyak harta pusaka . Ananda Setelah Sang Buddha beberapa lama diam di Kapilavatthu. aku mohon dengan sangat. "Ayah. Ibu." jawab Nanda. Mendengar berita bahwa Rahula telah ditahbiskan menjadi samanera. aku kelak akan menja di raja. dengan segala senang hati aku ingin terus menjadi bhikkhu. Kemudian aku mencurahkan cinta dan perhatianku kepada cucuku Rahula dan mencinta i melebihi cintaku kepada siapa pun juga. Kalau aku kelak menjadi Raja. berikanlah aku harta pusaka. aku akan menjadi raja -di-raja. Setelah ayahmu meninggalkan istana. karena seorang anak adalah pewaris dari apa yang menjadi milik ayahnya. " Waktu dulu anakku meninggalkan istana membuat aku sedih. sedih dan sakit sekali. Dengan demikian ia akan mewari si harta pusaka yang paling mulia. Waktu Nanda meninggalkan istana hatiku menjadi hancur dan menderita sekali. Aku jamin bahwa engkau akan memiliki bidadari tersebut. b ila saja engkau mau bekerja keras. "Ayah." Selesai makan siang. Nanda. tahukah engkau siapa orang itu?" "Beliau adalah Buddha. Raja Suddhodan a menjadi sedih sekali." Tidak ada orang yang mencoba menghalang-halangi dan Sang Buddha sendiri juga mem biarkan saja Rahula merengek-rengek sambil terus mengikuti jalan di samping-Nya. Raja Suddhodana menc apai tingkat kesucian Anagami. tidak lagi diketahui apa yang terjadi deng an harta tersebut. Kemudian Sang Bud . Sang Buddha minta kepada Sariputta untuk mentahbiskan Rahula men jadi Samanera. Rahula men gatakan apa yang tadi dipesankan oleh ibunya. Putri Yasodhara mendandani Panger an Rahula dengan pakaian yang bagus dan mengajaknya ke sebuah jendela." Sang Buddha menyetujui permohonan Raja Suddhodana dan mulai hari itu tidak menta hbiskan bhikkhu atau samanera tanpa terlebih dulu mendapat izin dari orang tuany a. Keesokan harinya. "Ayah. tetapi semua harta dunia penuh denga n penderitaan. Yasodhara tak dapat lagi menahan air matanya yang menitik keluar dan berkata. yaitu satu orang dari setiap keluarga.

Apa pun juga yang Sang Buddha khotbahkan sewaktu ia tidak hadir. Dikisahkan bahwa lima orang dari mereka dalam waktu singkat mencapai tingkat kes ucian Arahat. Selama 20 tahun setelah mencapai Penerangan Agung. maka jubah itu ti dak boleh diberikan kepada Ananda. makanan enak. bulan. Bhagu. Kalau Sang Buddha menerima undangan pribadi. S agata. Sang Bhagava menyinggung tentang perlunya ditunjuk seorang pembantu tetap karena merasa usia-Nya yang sudah menin gkat. "Kalau S ang Bhagava memang memerlukan Ananda sebagai pembantu tetap. Ananda mengatakan kalau Sang Buddha melakukan satu dari empat hal yang tersebut di atas. meskipun tidak teratur. supaya Sa ng Buddha bersedia mengulangnya kembali. Semua murid utama-Nya yang terdiri dari delapan puluh Arahat. Empat hal yang Ananda mohon Sang Buddha menerimanya : 1. maka Sang Bud dha harus memenuhinya. Nagita. Setiap hari secara bergantian bhikkhu Nagasamala. Bahwa Ananda tidak boleh diminta untuk tidur di kamar pribadi Sang Buddha yang harum baunya (Gandhakuti). seperti Sari putta dan Moggallana. maka hadiah tersebut tidak boleh diberi kan kepada Ananda. menawarkan diri untuk menjadi pembantu tetap. Ananda dilahirkan pada hari. Kimbila. dan Meghiya. apa sebenarnya fae . Tetapi semua nya ditolak. Jawaban Ananda dalam hal ini sungguh menarik sekali. Para Arahat kemudian menganjurkan Ananda. dan tahun yang sama dengan Sang Buddha dan t erkenal sekali karena sumbangannya untuk kemajuan dan perkembangan Buddha Dhamma . Kalau Sang Buddha menerima hadiah. Bhaddiya. Sewaktu dalam perjalanan. 4. 2. Radha. Sang Bhagava boleh mengatakan-Nya. Setiap waktu ia diperbolehkan untuk bertanya kepada Sang Buddha. Dev adatta." Baru setelah itulah Ananda menawarkan diri untuk menjadi pembantu tetap asal saj a Sang Buddha berkenan meluluskan delapan permintaannya. 4. Upavana. Apabila Sang Buddha menerima pemberian jubah yang bagus. 2.dha dengan rombongan berangkat ke Rajagaha. Kalau ada orang datang dari tempat jauh. dan tukang pangkas rambut mereka yang bernama Upali. yang selama itu diam saja . Kalau Ananda menerima sebuah undangan atas nama Sang Buddha. Atas kemauan sendiri engkau dapat menj adi pembantu tetap Sang Buddha. dan samanera Cunda membantu dan melayani Sang Bhagava (Buddha). orang akan bertanya-tanya. Empat hal yang Ananda mohon supaya ditolak adalah: 1. jangan membiarkan orang lain menganjurkan engkau untuk memohon pekerjaan tersebut. untuk memohon kepada Sang Bhagava agar dapat diterima menjadi pembantu tetap. "Ananda. Sang Buddha belum mempunyai s eorang pembantu tetap. yaitu untuk menolak emp at hal dan meluluskan empat hal lainnya. tempat tinggal yang menyenangkan dan aga r bisa ikut serta kalau Sang Buddha mendapat undangan. Ananda mengatakan. maka undangan itu tidak terma suk untuk dirinya. maka orang akan bercerita bahwa Ananda menjadi pembantu tetap karena in gin mendapat jubah bagus. Kalau hal ini tidak diperkenankan. Ananda. 3." Kemudian Sang Buddha berkata. Sunakkhata. 3. Ananda mencapai tingkat kesucian Sotapanna dan Devadatta tidak men capai tingkat kesucian. Pada suatu hari dalam khotbah-Nya di Rajagaha. apabila i a merasa ada sesuatu yang diragu-ragukan. supaya ia boleh membawanya mengha dap kepada Sang Buddha. Sang Buddha berhenti di hutan mangga Anupiya dan di te mpat itu Beliau dikunjungi oleh Anuruddha. tetapi memperoleh kekuatan gaib yang luar biasa yang ter tinggi yang dapat dicapai seorang manusia.

Ia bermaksud untuk mengunjungi Sang Buddha pagi-pagi sekali keesokan harinya. Anan da pergi ke tepi Sungai Rohini. Ananda meninggal dunia pada usia 120 tahun. mencuci kaki-Nya. Di tempat inilah untuk pertama kali Anathapindika bertemu den gan Sang Buddha. Ananda mengulang khotbah-khotbah (Su tta) Sang Buddha. Dan Ananda jugalah. tetapi karena kedermawanannya dan selalu bers edia menolong orang yang melarat. membersihkan kamar-Nya dan hal-hal lain lagi. Dem ikian mewahnya hidangan yang sedang disiapkan. ha ri masih gelap. waktu Anathapindika berkunjung ke Rajagaha untuk urusan dagang. Dibantu dengan ingatan kuat yang dim ilikinya. yang menjadi per mulaan berdirinya Sangha Bhikkhuni. Pada hari akan meninggal dunia. Di rumah kakak iparnya di Rajagaha. sedangkan Upali mengulang tata tertib (Vinaya) para bhikkhu da n bhikkhuni. Putri Pajapati berhasil diterima menjadi bhikkhuni oleh Sang Buddha. yang menjadi perbatasan antara Kapilavatthu dan negara Koliya. Seperti diketahui di halaman muka. atas perintah Sang Buddha merancang jubah bhikkhu dengan men gambil contoh sawah-sawah di Magadha. maka timbul hasrat dalam dirinya untuk mengunjungi Sang Buddha. kakak dari seorang jutawan di Rajagaha mempunyai seorang putra bernama Kala. sehingga akhirnya tibalah Anathapindika di Sitavana. sehingga ia berpikir barangkali a da pesta pernikahan atau mungkin untuk menerima kedatangan seorang Raja. yaitu pad a hari pembukaan Sidang Agung Pertama di Goa Sattapanni. Ketika hendak melintasi tanah pekuburan. menemani ke manapun Sang Buddha pergi. Setelah memberikan khotbah kepada para keluarganya yang berkumpul di kedua tepi sungai. Di sidang tersebut. mengikuti-Nya sebagai sebua h bayangan. Sang Buddha menyapanya dengan memanggil nama pribadinya. ia melihat bahwa jutawan dari Rajagaha ini sedang sibuk mempersiapkan hidangan untuk Sang Buddha dan para pengikut-Nya. Hanya kalau delapan permohonan ini dikabulkan. Keluarganya di kedua tepi sungai mengumpulkan abu sisa badan jasmaninya. adik Raja Suddhodana. Ayahnya seorang jutawan yang bernama Suman a. Pada wakt u itu Sang Buddha sedang jalan hilir mudik sambil menghirup udara pagi hari yang segar. Me mikirkan kunjungan ini membuat Anathapindika demikian tegang. satu di Kapilavatthu dan satu lagi di negara Koliya. Ananda mencapai tingkat Arahat tiga bulan setelah Sang Buddha mangkat. Setelah diberitahu bahwa semua hidangan itu disiapkan untuk menerima kedatangan Sang Bu ddha. hatinya merasa takut se kali sehingga ia menggigil. Tetapi kepercayaannya terhadap Sang Buddha demikian kuat. ia akan mendapat kepercayaan khalayak ramai dan mereka tahu bahwa Sang Buddha mempu nyai kepercayaan besar terhadap dirinya. Lagipula seorang makhluk halus (yakkha) bernama Sivaka yang baik hati mem beri ia semangat. Waktu ia berangkat ke Sitavana. serta tiga ora ng putri bernama Mahasubhadda. sehingga dari tubuhnya keluar cahaya yang menerangi jalan yang harus dilal uinya. Pada suatu hari Sang Buddha tiba di hutan Sitavana dalam perjalanan dari Kapilav atthu ke Rajagaha. Kemudian Sang B . Nama sebenarnya adalah Sudatta. dibagi dua dan kemudian mereka mendirikan dua buah stupa sebagai penghormatan kepada An anda. mengambilkan air. Patut pula dicatat sebagai jasa Ananda bahwa berkat sokongannya yang kuat. maka ia diberi nama Anathapindika yang berarti "Pemberi makan orang yang melarat". kota Rajagaha yang dike tuai oleh Maha Kassapa. Ananda berjalan ke tengah Sungai Rohini dan di situlah da ri tubuhnya keluar api yang membakar badan jasmaninya. maka Ananda dapat mengulang semua khotbah Sang Buddha. Karena itu Anan da juga dinamakan Bendahara Dhamma (Dhamma-bhandagarika). dan Sumana. Ananda adalah putra tunggal dari Pangeran Suk kodana. Anathapindika Anathapindika dilahirkan di Savatthi. Istrinya bernama Punnalakkhana.dah dari pengabdian tersebut. Justru karena hubungan erat inilah. maka mulai hari itu Ana nda resmi menjadi Buddha-upatthaka (pembantu tetap Sang Buddha). Culasubhadda. Setelah Sang Buddha setuju dan memberik an anugerah (Vara) berupa Delapan Hak Istimewa tersebut. sehingga malam itu ia terbangun sampai tiga kali dari tidurnya. Selama 25 tahun lamanya Ananda melayani Sang Buddha. maka Ananda mempunyai kesempatan istimewa un tuk mendengarkan semua khotbah Sang Buddha.

Tiap hari Anathapindika memberi makan kepada seratus orang bhikkhu dan menyediak an juga makanan untuk para tamu. Lima ratus tempat duduk selalu siap di rumahnya untuk menerima siap a saja yang datang. khususnya pada waktu Beliau sudah berusia lanjut dan di vihara inilah Sang Buddha memberikan khotbah-Nya yang terbanyak. Karena kedermawanannya. 14/15. Atas saran Sang Buddha. Dikisahkan bahwa Sang Buddha berada di vihara Jetavanarama tersebut selama sembi lan belas vassa. Putri yang ketiga memperoleh tingkat kesucian Sakadagami. Dayak a berarti penyokong Sang Buddha. Putri pertama dan kedua telah mencapai tingkat kesucian Sotapanna. menyukai tempat yang sunyi. Sepanjang jalan dari Rajagaha ke Savatthi. ia sendiri tidak pernah menanyakan sesuatu karena khawatir membuat Sang Buddha lelah. tiba-tiba Pan geran Jeta datang dan minta agar sisa tanah yang belum tertutup uang emas diangg ap sebagai sumbangan Pangeran Jeta kepada Sang Buddha." "Saya mengerti. saya mengerti." jawab Anathapindika. meskipun Anathapindika sanggup membayar sepul uh juta uang emas. Oleh karena itu bersam a-sama penduduk Savatthi lain ia minta kepada Ananda untuk membuat tempat di man a mereka dapat memuja dan memuliakan nama Sang Buddha. Kalau datang ia selalu membawa hadiah-hadiah untuk para bhikkhu muda dan samanera. Sang Buddha sendiri sering m emberikan uraian Dhamma kepadanya. 8. Karena penanaman pohon ini dihadiri oleh Ananda. Karena Anathapindika terus mendesak. Setelah itu Anathapindika memerintahkan untuk membuat sebuah vihara yang besar dan megah dengan biaya yan g besar sekali. Anathapindika segera menyuruh pelayannya untuk menge luarkan uang emas dari gudang hartanya dan menutupi taman dengan mata uang emas. Ia ingat ke pada taman Pangeran Jeta yang memenuhi syarat yang dikemukakan Sang Buddha. ia meninggalkan pesan kepada sah abat-sahabat dan kenalan-kenalannya agar menyiapkan tempat tinggal. Anathapindika merasa se dih sekali karena tidak ada sesuatu yang dapat dipujanya. Waktu mau pamitan pulang. Tetapi Pangeran Jeta men jawab bahwa tamannya tidak dijual. Sang Bud dha menerimanya dengan mengatakan. 22/23 menurut penanggalan bulan) mereka berpuasa. Selesai makan siang yang ia layani sendiri. Anathapindika mencari sebidang tanah yang luas dan sunyi untuk membuat tempat tinggal bagi Sang Buddha dan para pengikut-Nya. Di pihak lain. Ketiga putrinya juga semua turut membantu ayahn ya mengurus segala kebutuhan para bhikkhu. maka setibanya di Savatthi. Tetapi anehnya. Dengan tidak pikir panjang. Anathapindika diberi gelar "Pemimpin para Dayaka". Anathapindika mengundang Sang Buddha untuk keesokan ha rinya makan siang di rumahnya. rumah-rumah untuk istirahat dan hadiah-hadiah dalam rangka menyambut kunjungan Sang Buddha ke Savatthi. Sugata. oh Bhagava. ketika Sang Buddha sedang berkeliling. "Para Tathagata. Setelah menyelesaikan urusan dagangnya di Rajagaha Anathapindika pulang ke Savat thi. penduduk desa dan mereka yang kebetulan datang ke rumahnya. maka kemudian dikenal Anandab odhi. maka akhirnya ia setuju menjual tamannya asalkan saja Anathapindika sanggup menutupi taman tersebut deng an uang emas. Setiba di rumahnya. Ia tidak menikah dan t .uddha memberikan uraian Dhamma yang membuat Anathapindika menjadi seorang Sotapa nna. Tetapi menjelang semua tanah akan tertutup dengan mata uang emas. Pada suatu waktu. oh kepala keluarga. s atu cangkokan dari pohon Bodhi di Gaya ditanam di dekat pintu-masuk Jetavanarama . Anathapindika dua kali sehari mengunjungi Sang Buddha dan sering membawa banyak sahabatnya. Anathapindika sibuk mempersiapkan sendiri semua kebutuhan un tuk keesokan harinya dan menolak tawaran kakak iparnya dan Raja Bimbisara yang i ngin membantunya. Anathapindika meng undang Sang Buddha untuk ber-vassa (istirahat musim hujan) di Savatthi. Ia m enghubungi Pangeran Jeta dan mengutarakan maksudnya untuk membeli tanah tersebut bagi tempat tinggal Sang Buddha dan para pengikut-Nya. menikah dan k emudian mengikuti suaminya. taman-taman. Seisi rumahnya berpegangan teguh kepada Pañca-Sila dan pada hari-hari Uposatha (ta nggal 1. Mengetahui bahwa Sang Buddha menerima tawaran untuk ber-vassa di Savatthi.

ia meninggal dunia dengan tenang dan bertumimbal lahir di s urga Tusita." Jawaban Visakha ternyata mengesankan sekali orang suruhan Migara. yang waktu itu memerintah kerajaan Magadha dan Anga untuk mencari kan seorang yang banyak jasa untuk tinggal di kerajaannya. Pada waktu itu Sariputta memberikan uraian Dhamma dan selag i Anathapindika memusatkan pikirannya kepada perbuatan-perbuatannya yang baik da n mulia. ayah Visakha. Ia bangkit dari tempat tidurnya d an menyuguhkan kedua Thera tersebut dengan makanan dari pancinya sendiri. Visakha kemudian mengundan g Sang Buddha beserta murid-Nya untuk makan siang keesokan harinya di rumah kake knya. seketika itu ia sembuh dari sakitnya. Mendaka menjamu Sang Buddha beserta rombonga n di rumahnya. sekarang bajumu basah kuyup. di dekat Savatthi kini masih dapat dilihat di temp at yang bernama Sabet-mahet (Nepal Selatan). Hanya Visakha yang tidak turut berlari dan ja lan saja seperti biasa. Dalam perjalanan menuju Savatthi. Mereka segera menyerahkan sebuah karangan bunga sebagai tanda pinangan untuk men . "Mengapa engkau tadi tid ak lari. Mereka heran melihat Visakha dengan tenang berjalan memasuki bangsal.inggal bersama-sama ayahnya. Untuk memenuhi permoh onan Raja Pasenadi.564 m). "Aku punya banyak baju di rumah. dan ibunya bernama Suma na. bajunya basah kuyup. Tiba di tempat yang dituju. yang kemudian berkembang menjadi kota yan g dinamakan Saketa. Dikisahkan bahwa Raja Pasenadi dari negara Kosala ingin sekali mempunyai seorang yang banyak jasanya tinggal di kerajaannya. mungkin aku t erjatuh dan cedera anggota tubuhku. yang waktu itu berumur lima belas tahun. Tambahan lagi Visakha memang seorang gadis cantik yang memiliki Lima Kecantikan (Pañca-Kalyani). Sang Buddha mengunjungi kota Bhaddiya. Mereka bertanya. Putranya semula tidak tertarik mendengarkan Dhamm namun berkat dorongan ayahnya ia kemudian sering mendengarkan khotbah Sang Buddha dan mencapai tingkat kesucia n Sotapanna. Waktu Visakha berusia tujuh tahun. Raja Bimbisara lalu memilih Dhanajaya. Hal ini akan membawa kerugian besar bagiku. Visakha Visakha dilahirkan di kota Bhaddiya. yang terletak di sebelah Timur Magadha. dan Sariputta datang mengunjunginya bersama-sama Ananda. Permohonan itu dikabulkan dan Dhana jaya membuat rumah di tempat tersebut. yang mencari seorang untuk dinikahkan dengan anaknya. Beliau mengirim permohonan kepada R aja Bimbisara. Paññavaddhana . lima ratus orang budak dengan memakai lima ratus kereta. Tidak lama kemudian. Visakha juga ikut tinggal bersama kedua orang tuanya di Sake ta. Wa ktu itu Mendaka minta Visakha mengunjungi Sang Buddha dan diberi lima ratus oran g pengikut. Ayahnya bernama Dhanajaya.800 atau 5. berdandan dan memakai baju yang bagus. Ia ingin turut menyaksikan perayaan tersebut dan bersama kawan -kawannya ia pergi ke tepi sungai." Visakha menjawab. Dhanajaya berhenti di satu tempat yang berada tujuh "League" dari Savatthi (1 league = 4. putra dari Mendaka. meskipun bajunya basah kuyup dengan air hujan. Reruntuhan dari Jetavanarama. Waktu ia sakit keras. Di bangsal itu iuga turut berteduh beberapa orang suruhan Migara. negara Anga. ia mengirim pesan khusus kepada Sariputta. ia mohon kepada Raja Pasenadi untu k membuat tempat tinggal di tempat tersebut. untuk p indah ke Savatthi. mereka mendengarkan khotbah Sang Buddha dan Visakha memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. seorang jutawa n dari Savatthi. Tiba-tiba hujan besar turun dan semua gadis kawan Visakha berlari mencari tempat untuk berteduh di sebuah bangsal. Tiba di bangsal. Gadis sepertiku dapat diumpamakan sebagai barang dagangan yang tidak boleh mempu nyai cacat. Anathapindika meninggal dunia sebelum Sang Buddha mangkat. Melihat bahwa tempat itu menyenangkan sekali. Kalau aku lari. Pada suatu hari di Saketa diadakan perayaan dan semua orang pergi ke sungai untu k mandi. Selama empat belas hari berikutnya. Visakha.

tidurlah dengan tenang dan bahagia. Pada hari pernikahan. 5. Migara (mertua Visakha) adalah pengikut para pertapa Nigantha. Api dari luar rumah tidak boleh dibawa masuk ke dalam rumah." Migara marah sekali dan mengancam untuk mengirim pulang Visakha ke rumah orang t uanya. . mereka berkesimpulan bahwa Visakha tidak bersalah. "Jalan terus saja. Visakha menerima baik karangan bunga tersebut dan orang suruhan Migara men gikuti Visakha pulang ke rumah orang tuanya. Tetapi. yang berdiri berhimpit-himpitan ditambah de ngan enam puluh ribu sapi jantan dan enam puluh ribu sapi perah. Tidak memberi kepada orang yang tidak memberi. Visakha kemudian berkata kepada bhikkhu tersebut. 9. mutiara dan batu-batu permata lainnya. tidur. 7. pinangan i ni pun diterima dengan baik. Di hadapan para wali tersebut. Sekarang harus dibuat persiapan untuk merayakan pernikahan Visakha. Oleh kedua orang tuanya. Keesokan harinya Visakha beserta rombongan berangkat menuju ke Savatthi.ikah. makan. Masih ditambah lagi dengan perhiasan Mahalatapasadhana yang mahal sekali dengan disertai sepulu h pesan yang harus ditaati oleh Visakha selama berada di rumah suaminya. menolak untuk memb eri hormat. perak. Tetapi Visakha. lima ratus pandai emas bekerja siang dan malam untuk membuat perhiasan yang dinamakan Mahalatapasadhana. ketika Migara sedang makan dan Visakha berdiri di sampingnya sa mbil mengipasinya. menjaga baik api di rumah. tetapi Migara ingin menunggu saat yang tepat. yang jijik melihat mereka bertelanjang bulat. 6. Kalau Kalau Kalau Harus Harus duduk. yaitu pertapa yan g hidup bertelanjang bulat. Sepuluh pesan tersebut adalah sebagai berikut: 1. 4. Hanya memberi kepada orang yang memberi. tetapi Migara tidak memperdulikannya dan terus saja makan. alat meluku dan alat pertanian lainnya lima ratus pedati. mentega. Raja Pasenad i sendiri berkenan untuk ikut dengan rombongan yang menyertai mempelai laki-laki pergi ke Saketa. Tidak lama setelah Visakha berada di rumahnya. Visakha minggir sedikit agar Migara dapat melihat bhikkhu terse but. Semua hadiah diterima baik oleh Visakha untuk k emudian dibagi-bagikan lagi kepada penduduk Savatthi yang kurang mampu. mertua saya sedang makan hidangan basi. Tetapi Visakha minta agar persoalan itu dibawa ke depan para walinya. Selama waktu itu. lima ratus kereta dengan membawa t iga orang budak wanita tiap-tiap kereta disertai segala keperluan mereka. Memberi kepada orang yang memberi dan juga kepada orang yang tidak memberi Selanjutnya Dhanajaya mengangkat delapan orang kepala keluarga yang terhormat un tuk menjadi wali Visakha dan meneliti tiap dakwaan yang kelak mungkin akan ditud uhkan terhadap tingkah laku anaknya. 2. lima ratus pedati penuh dengan emas. tembaga. 8. menghormat dewa-dewa di rumah. Migar a mengundang para pertapa Nigantha datang ke rumahnya dan memerintahkan Visakha untuk melayaninya dengan baik. makanlah dengan tenang dan bahagia. setelah para wali meneliti dan mendengar segala keterangan dari yang b ersangkutan dan para saksi. Api dari dalam rumah tidak boleh dibawa ke luar rumah. kain sutra. Semua p enduduk Savatthi keluar dari rumahnya untuk menyambut kedatangan Visakha dan mem persembahkan aneka ragam hadiah. Migara melontarkan beberapa dakwaan terhadap Visakha . seorang bhikkhu datang untuk mengumpulkan makanan dan berdiri di depan pintu. Dhanajaya membekali putrinya dengan lima ratus pedati penu h dengan uang. Pada suatu hari. Setelah itu Visakha memberi perintah untuk membuat persiapan pulang ke rumah ora . Di tempat itu mereka berdiam selama empat bulan. beras dan kacang-kacangan masing-masing lima ratus pedati. Perhiasan itu terbuat dari emas dan ditabur dengan berlian. 3. Bhante. 10. Perhiasan ini berat sekali dan hanya bisa dipakai oleh orang yang tenaganya kuat. Di sam ping itu juga ternak yang memenuhi lapangan seluas tiga per empat "league" panja ngnya dan delapan "cambuk" lebarnya. duduklah dengan tenang dan bahagia. Para pertapa Nigantha mendesak Migara untuk mengirim pulang Visakha.

Setiap sore ia datang ke vihara mengunjungi Sang Buddha dan setelah mendengarkan uraian Dhamma. 5. 2. 3. Setelah selesai bersantap. dikeluarkan atas sar an Visakha. Visakha mohon dan diberikan delapan "anugerah" oleh Sang Buddha. yaitu "Migaramata" yang berart i "Ibu Migara". Tetapi kemudian Migara melihat kesalahannya dan merasa meny esal. Karena itu Visakha mengambil keput usan untuk membelinya sendiri dan uangnya digunakan untuk membuat sebuah vihara yang disebut Migaramatupasada di taman sebelah Timur (Pubbarama) Savatthi. Beliau mempunyai delapan ribu empat ratus dua puluh orang anak. Waktu pulang. Suatu hari Visakha mengunjungi Sang Buddha dan sebelum memasuki vihara ia membuk a perhiasan Mahalatapasadhana yang dipakainya. Visakha sangat terkenal sebagai orang yang dapat membawa keberuntungan. dan c icit yang semuanya hidup. 6. ternyata tidak ada orang yang mampu membelinya karen a perhiasan itu memang sangat mahal harganya. yaitu: 1. Selama hidupnya ia diperkenankan khuni. Waktu Sang Buddha dan para murid-Nya tiba. seperti aturan yang mengharuskan para bhikkhu memakai "baju mandi" kalau mandi. Selama hidupnya ia diperkenankan dak. Migara memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. malamnya Beliau diam di Pubbarama atau sebaliknya. Tetapi. tiap putra dan pu tri kembali mempunyai dua puluh orang anak dan tiap cucunya kembali mempunyai du a puluh orang anak. Belakangan. Sang Buddha mem berikan uraian Dhamma dan atas permintaan Visakha. Migara harus mengundang Sang Buddha dan murid-Nya makan siang di ruma hnya. Setiap hari ia memberi makan kepada lima ratus orang bhikkhu. 8. Selama hidupnya ia diperkenankan u yang selesai ber-vassa. untuk memberikan jubah kepada para bhikkh untuk memberi makanan kepada bhikkhu yang untuk memberi makanan kepada para bhikkhu untuk memberi makanan kepada bhikkhu yang untuk memberi makanan kepada mereka yang untuk memberi obat kepada bhikkhu yang sa untuk memberi beras untuk keperluan menda untuk memberi baju mandi kepada para bhik Visakha mempunyai sepuluh orang putra dan sepuluh orang putri.ng tuanya di Saketa. Migara lalu menyingkir pergi dan meme rintahkan Visakha untuk melayani-Nya. Beberapa aturan. Oleh karena ia memperoleh tingkat Sotapann a atas jasa dari Visakha. Visakha menolak untuk mengambilnya kembali. Beliau membagi waktu-Nya antara Jetavana dan Pubbarama. Sewaktu-waktu ia diutus oleh Sang Buddha untuk mendamaikan perselisihan-perselis ihan yang timbul di antara para bhikkhuni. Meskipun sudah berusia lanjut. kalau sian gnya berada di Jetavana. Waktu Visakha meninggal dunia pada usia seratus dua puluh ta hun. Setelah mendengar khotbah Sang Buddha. Oleh kar ena itu. tetapi memerintahkan untuk menjualnya dan hasilnya digunakan untuk kepe rluan para bhikkhu. Selama hidupnya ia diperkenankan kit. Selama hidupnya ia diperkenankan menjaga bhikkhu sakit. pergi berkeliling mendatangi para bhikkhu dan bhikkhuni untuk me nanyakan kebutuhannya. Sekarang Visakha bebas untuk melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan sebagaimana y ang ia kehendaki. kalau sedang berada di Savatthi. tetapi roman mukanya ma sih seperti gadis berumur enam belas tahun. Ia mohon maaf kepada Visakha dan permohonan ini diterima oleh Visakha deng an syarat. maka mulai hari itu ia menghormat Visakha sebagai ibun ya dan mulai hari itu Visakha mendapat nama baru. Migara turut mendengarkan dar i belakang tirai. Selama hidupnya ia diperkenankan sakit. Selama hidupnya ia diperkenankan yang pergi dari Savatthi. 4. 7. penduduk Savatthi selalu mengundang Visakha kalau mereka mengadakan pes . waktu Visakha kembali untuk mengambilnya ternyata bah wa Ananda telah menyimpannya di ruang dalam. Selama dua puluh tahun terakhir dalam kehidupan Sang Buddha. Selama hidupnya ia diperkenankan datang di Savatthi. pelayannya lupa unt uk membawanya. cucu.

Sebagaimana halnya dengan Anathapindika. Vesali. bibi Sang Bhagava." "Kalau begitu. tingkah laku yang halus.ta perayaan lain. Waktu itu Putri Pajapati sudah mengambil keputusan untuk menjadi bhikk huni dan menunggu waktu yang tepat untuk mohon ditahbiskan oleh Sang Buddha. alangkah baiknya wanita itu d apat diterima menjadi bhikkhuni. Maha Pajapati Gotami. menghormat kepada orang yang lebih tua dan kebaikan hatinya kepada sem ua orang. Beliau mengasuh dan menyusui -Nya dari dadanya sendiri. Beliau adalah pengasuh-Nya. setelah terlebih dulu memotong rambutnya da n memakai jubah kuning. apakah mungkin orang itu mencapai tingkat kesucian S otapanna. Raja Suddh odana sakit keras. Kemudian Ananda mengubah cara mengemukakannya dan bertanya. Sang Buddha. Karena itu. Mereka mengikuti dengan berjalan kaki. datang ke Kapilavatthu dengan terbang melalui udara. oh Bhagava. Ananda me nemui para wanita tersebut yang sedang menangis di depan pintu dan kemudian mene ruskan permohonan mereka untuk dapat diterima menjadi bhikkhuni. waktu itu Putri Pajapati Gotami." . Permoho nan ini tiga kali ditolak dan kemudian Sang Buddha meninggalkan Kapilavatthu kem bali ke Vesali. Setelah meninggal dunia. di bawah payung kerajaan yang berwarna putih . oh Bhagava. Kapilavatthu. Tetapi Putri Pajapati dan lima ratus wanita muda itu tidak putus asa dan mengiku ti perjalanan Sang Buddha ke Vesali. sebelum akhirnya mereka mencapai Nibbana). karena adik peremp uannya yang bungsu. Sang Buddh a kembali mengunjungi Kapilavatthu dan memberi nasehat kepada kedua belah pihak untuk tidak menyelesaikan sengketa tersebut dengan berperang. waktu ibu-Nya sendiri meninggal dunia. sehingga waktu ti ba di Vesali kaki mereka luka-luka dan bengkak serta badan penuh debu. Putri Pajapati pergi ke Nigrodharama dan mohon agar mereka semua ditahbiskan menjadi bhikkhuni. Kapilavatthu. yang waktu itu berada di balairung Kutagarasalla . tetapi sebaiknya s engketa tersebut diselesaikan melalui perundingan. istri Raja Suddhodana menja di seorang Sotapanna. Dengan sikapnya yang luhur. Setelah mendengar khotbah ters ebut. Tiga tah un kemudian. Sang Buddha kemudian memberikan khotbah kepada a yahnya yang berada di tempat tidur. Visakha mendapat tempat yang mulia dalam hati mereka yang pernah menge nalnya. lima ratus orang Sakya yang masih muda ditahbiskan menjadi bhikkhu. Raja Suddhodana k elihatannya sudah lemah sekali. ya itu Kala. Visakha pun mendapat gelar "Pemimpin da ri para Dayika". telah besar pahalanya. Anagami atau Arahat?" "Seorang wanita dapat mencapainya. Setelah sengketa tersebut dapat didamaikan. dari kehidupan berkeluarga memasuki kehidupan seorang bhikkhuni dan menjalankan dengan tekun ajaran dan tata tertib yang dite tapkan oleh Sang Tathagata. Sakadagami. Sang Buddha kemudian memberikan urai an Dhamma yang dikenal sebagai Kalahavivadasutta. yang menjadi perbatasan antara kedua negara. Visakha bertumimbal lahir di surga Nimmanarati dan menj adi pelayan dari raja dewa Sunimmita. Kembali Sang Bu ddha menolak sampai tiga kali. Tidak lama kemudian timbul perselisihan antara negara Sakya dan negara Koliya pe rihal air Sungai Rohini. setelah mendengarkan khotbah-khotbah Sang Buddha. Maha Pajapati Gotami Pada tahun kedua setelah mendapat Penerangan Agung. pada tahun kelima Sang Buddha mendapat Penerangan Agung. (Menurut Buddhaghosa. Waktu inilah yang dianggap tepat oleh Putri Pajapati. Dayika adalah seorang wanita yang menjadi penyokong Sang Buddha . Bersama-sarna lima ratus w anita muda yang suaminya telah diterima menjadi bhikkhu. oh Bhagava. "Kalau seorang wanita. Raja Suddhodana mencapai tingkat Arahat setelah mendengarkan khotbah tersebut dan masih dapat menikmati berkah dan kedamaian Nibbana selama tujuh hari sebelum mangkat. ucapan ya ng ramah. Visakha diperkirakan lebih muda sedikit dari Anathapindika. Visakha dan Anathapi ndika akan menikmati hidup bahagia di alam surga selama seratus tiga puluh satu kappa. Ananda. menikah dengan anak laki-laki dari Anathapindika. ibu tiri-Nya dan yang pernah memberikan-N ya air susu. Sujata. Sang Buddha diam di Nigrodha rama. Sesudah itu Sang Buddha menar ik diri di Nigrodharama.

sebaliknya seorang bhikkhu tidak dilarang untuk memperingati (menegur) s eorang bhikkhuni. 7. Pada satu kesempatan di hadapan Bhikkhu Sangha dan Bhikkhuni Sangha. Dalam Bhikkhuni Sangha pun terdapat dua orang muri d utama. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. memberi hormat dengan kedu a tangan dirangkapkan di dada kepada seorang bhikkhu yang baru saja ditahbiskan. yaitu (tanggal dan) hari untuk melakukan latihan dan hari untuk m endapatkan nasehat-nasehat (teguran-teguran). maka Beliau dapat ditahbiskan. Seorang bhikkhuni yang melakukan pelanggaran harus menjalani hukuman (mana tta) selama setengah bulan lamanya di Sangha para bhikkhu dan di Sangha para bhi kkhuni. sebagaimana Sariputta dan Moggallana menja di murid utama dari Bhikkhu Sangha. Seorang bhikkhuni. yaitu Khema dan Uppalavanna. Bimbadevi. yang sewaktu-waktu juga disebut sebagai Rahulamata. seorang calon bhikkhu ni harus mohon ditahbiskan menjadi bhikkhu dari Sangha para bhikkhu dan dari San gha para bhikkhuni. Yasodhara. 2. Seorang bhikkhu tidak boleh dicaci-maki atau dihina dengan cara apa pun ju ga oleh seorang bhikkhuni. Setelah ditahbiskan. seorang bhikkhuni harus mohon kepada Sangha para bhikkhu da n Sangha para bhikkhuni untuk mendapat teguran dan peringatan tentang apa yang d ilihat. Maha Pajapati bersedia menerima delapan "aturan keras" (Garudham ma). Sang Buddha menyatakan bahwa Maha Pajapati adalah pemimpin dari para bhikkhuni yang terkemu ka (Rattaññu). Dengan demikian berdirilah Bhikkhuni Sangha yang dipimpin oleh Maha Pajapati Got ami dan berkembang terus di desa-desa. Bhaddakacca adalah yang terkemuka dari mereka yang memiliki kekuatan gaib (Mahabhiññappatta) dan Rupananda adalah yang terkemuka dari mereka yang memili ki kekuatan meditasi (Jhayi). Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. sebelum ia dapat ditahbiskan menj adi bhikkhuni. Selesai menjalankan masa percobaan selama dua tahun. Beliau melatihnya dengan tekun dan tidak lama kemudian m encapai tingkat Arahat." Kemudian Ananda diberitahukan tentang delapan "aturan keras" tersebut: 1. Dengan gembira Maha Pajapati menerima delapan "aturan keras" tersebut dan kemudi an ditahbiskan menjadi bhikkhuni pertama. 6. Setelah vassa. harus menyambut dengan sopan. meskipun sudah ditahbiskan selama seratus tahun. Setelah itu Ananda pergi menemui Maha Pajapati dan memberitahukan tentang delapa n "aturan keras" tersebut yang harus diterima. berdiri dari tempat duduknya. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar s elama hidupnya. Ananda. 8. dan bahkan di istana raja-raja . Setiap setengah bulan. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh d ilanggar selama hidupnya. 3. Maha Pajapati mem beri hormat kepada Sang Buddha dan kemudian berdiri di satu sisi. Mulai hari ini seorang bhikkhuni dilarang memperingati (menegur) seorang b hikkhu. Beliau mengetahui bahwa hidupnya di dunia ini sudah tidak lama lagi. Kemudian sewaktu Maha Pajapati sedang berada di Vesali. kota-kota. Aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. Beliau pamit dari Sang Buddha dan m . didengar. Yasodhara (ibu Rahula) dan Rupananda (anak Maha Pajapati) juga turut memasuki Bhikkhuni Sangha. 5. seorang bhikkhuni harus memohon dua hal dari Sangha para bhikkhu. semuanya mencapai tingkat Arahat. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilangg ar selama hidupnya. Sang Bhagava m emberikan uraian Dhamma dan kemudian memberikan kepadanya obyek untuk melakukan meditasi (Kammatthana). Aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama h idupnya. Bimba. 4. dan dicurigai."Kalau. Pengikut Maha Pajapati yang berjumlah lima ratus orang juga ditahbiskan menjadi bhikkhuni dan kemudian setelah mendengarkan Nandakovadasutta. Dan aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. Seorang bhikkhuni tidak boleh menjalankan vassa di tempat dimana tidak ter dapat seorang bhikkhu.

Waktu jaga pertama (pukul 18. mereka merupakan barisan yang panjang karena berjalan satu per satu. Dari pukul 05.00 pagi. Sehabis bersantap.00-pukul 12. Pukul 03.00 pagi memakai jubah-Nya dan pergi ke desa atau kota untuk mengumpulka n makanan atau pergi mengunjungi orang yang memerlukan pertolongan Beliau.00. Kalau hari itu tidak ada orang yang memerlukan pertolongan Beliau.00) Waktu ini biasanya digunakan untuk menjawab pertanyaan dari para bhikkhu. Selain para bhikkhu juga uma t biasa banyak yang datang menemui Sang Buddha. maka Beliau k eluar dari kamar untuk bertemu dengan ratusan orang yang berkumpul di ruang khot bah (Dhammasala). Kalau mereka pulang.00-pukul 22.eninggal dunia pada usia seratus dua puluh tahun. Waktu jaga kedua (pukul 22. Dengan demikian Sang Buddha memberikan kegembiraan kepada orang yang bijaksana. Kalau pergi bersama-sama dengan mu rid-Nya.00 pagi. Pa da waktu Sang Buddha menerima juga undangan makan di rumah seorang umat. Mereka tidak dapat dilihat dengan mata biasa. Sang Buddha berjalan dari rumah ke rumah dengan mata dit ujukan ke tanah dan menerima makanan apa saja yang dimasukkan ke dalam mangkuk-N ya dengan tidak mengucapkan sesuatu kata pun.00-pukul 04. Sang B uddha tidur satu jam dan bangun pada pukul 04. maka Sang Buddha beristirahat di kamar-Nya dan deng an mata dewa melihat ke seluruh dunia. maka Beliau mentahbiskannya di tempat tersebut.00-pukul 18. setelah mandi lantas duduk bermeditasi sela ma satu jam.00 pagi. Waktu jaga ketiga (pukul 02. Sang Buddha menjalankan vassa (istirahat mu .00) Para dewa datang untuk mendengarkan Dhamma yang khusus ditujukan kepada mereka. Sang B uddha menjawab semua pertanyaan dengan disertai nasehat dan petunjuk mengenai me ditasi. Kalau Beliau melihat ada yang memerlukan pertolongan. barangkali ada orang yang memerlukan Beliau.00-pukul 02.00) Dari pukul 02. barangkali ada orang yang memerlukan pert olongan-Nya. Empat Puluh Lima Tahun Mengajar Dhamma Tahun ke-1 Setelah memperoleh Penerangan Agung.00) Sang Buddha bangun pukul 04. Tiba di desa atau kota. Sang Buddha melihat dengan mata dewa ke seluruh dunia. Sang Buddha memberikan khotbah dengan cara yang khas. selama satu jam. Kalau ada orang yang minta diterima sebagai murid/pengikut. Di Dhammasala. mempertinggi pengeta huan orang biasa dan memberi penerangan kepada orang yang sedang dihinggapi kege lapan batin. sehingga ti ap orang merasa bahwa khotbah itu ditujukan kepada dirinya.00 sampai pukul 03. Sang Buddha mondar-mandir di luar kamar (me lakukan meditasi berjalan) sambil menghirup udara pagi. Siang hari (pukul 12. Beliau selalu memberikan khotbah Dhamma.00 pagi. maka Beliau s egera mengunjunginya.00) Waktu ini para bhikkhu kembali datang untuk mendengar khotbah Dhamma atau untuk bertanya tentang hal-hal yang masih mereka ragukan. Pukul 06. Jadwal Kegiatan Sehari-hari Kegiatan Sang Buddha tiap hari adalah sebagai berikut : Pagi hari (pukul 04.

bersama pa ra dewa lainnya diberi pelajaran Abhidhamma. tetapi murid-muridNya dilarang melakukan hal-hal tersebut. almarhum Ratu Maya. Pagi harinya ia berjalan meninggalkan vihara dengan jug a dilihat oleh banyak orang. Waktu itu orang yang berkumpul di sekitar Savatthi dan para dewa yang berada di surga Tava timsa dapat melihat satu sama lain dengan jelas. Ibu-Nya. Tahun ke-7 Sang Buddha mengunjungi surga Tavatimsa. Di Nigrodh arama. Tahun ke-4 Sang Buddha ber-vassa di Veluvana. Ciñca menjawab bahwa ia tadi malam ti dur bersama-sama Sang Buddha. Wanita ini dibujuk oleh para pertapa dari golongan paribbajika untuk pura-pura mengunjungi Sang Buddha di vihara Jetavana. Sang Buddha bertemu deng an Anathapindika dan menyetujui untuk menjalankan vassa yang akan datang di Sava tthi. Vesali. Beliau berjalan turun dari surga Tavatimsa melalui tangga yang terb uat dari batu pualam. Sang Buddha mengunjungi Raja di Kapilavatthu dan memberikan khotbah Dhamma kepad a ayah-Nya. Rajagaha. Ciñca pergi ke vihara Jetavana dan sengaja berjalan di tempat-te mpat yang mudah dilihat oleh khalayak ramai. Hanya Beliau yang boleh memperlihatka n kekuatan gaib di depan umum. Kisahnya adalah sebagai berikut : Para pertapa dari golongan paribbajika merasa sangat terdesak dengan adanya Sang Buddha yang semakin lama semakin masyhur namanya. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan keluarganya dan orang Sakya la in bahwa Beliau memang benar telah mencapai tingkat Buddha. selama tiga bulan Sang Buddha ber-v assa di surga tersebut. Dalam perjalanan kembali dari Kapilavatthu ke Rajagaha. berusaha untuk menjatuhkan nama Sang Buddha dengan menggunakan seorang wanita bernama Ciñca-manavika yang melancarkan f itnahan keji terhadap diri Sang Buddha. Malam itu ia tidur di emper vihara dekat kamar Sang Buddha. tiga puluh "league" dari Savatthi. Pada suatu malam. Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu. yang hanya dapat dilakukan oleh s eorang Buddha. Di tahun ini untuk kedua kalinya S ang Buddha memperlihatkan Yamakapatihariya. Raja Suddhodana mencapai tingkat Arahat dan meninggal dunia tujuh hari kemudian. yaitu Mukjizat Ganda. Waktu itu Raja Suddhodana sakit. Karena itu. Rajagaha. Ketika itulah Ciñca dengan tiba-tiba membuat onar dengan menuduh Sang B . Tahun ke-6 Ber-vassa di Mankulapabbata (Lereng Mankula). setelah mendengar khotbah tersebut. Waktu itu kemasyhuran Sang Buddha mencapai titik tertinggi dan waktu itu pula go longan pertapa yang merasa terdesak hebat. berkat kekuatan gaib Sang Buddh a. Akhir vassa. untuk pertama kalinya Sang Buddha memperlihatkan kekuatan gaib-Nya yang d isebut Yamakapatihariya.sim hujan) di Isipatana. Beberapa bulan kemudian dengan berpura-pura hamil (ia mengikat sepotong kayu di bagian perutnya) Ciñca pergi mengunjungi Sang Buddha yang sedang berkhotbah di had apan umat. yaitu Mukjizat Ganda di bawah pohon Gandamba di Savatthi. Sangha bhikkhuni di bawah pimpinan Maha Pajapati terbentuk di tahun ini. mereka merencanak an satu tipu muslihat untuk menjatuhkan nama Sang Buddha dengan menggunakan Ciñca sebagai umpan. Ciñca adalah seorang wanita cantik yang banyak akalnya. meskipun sebelumnya Beliau melarang murid-muridNya untuk m emperlihatkan kekuatan gaib di depan umum. Ketika ditanya. di Sankassa. Tahun ke-5 Sang Buddha ber-vassa di Kutagarasala. Tahun ke-2 Sang Buddha menjalankan vassa di Veluvana. Tahun ke-3 Atas permintaan Raja Suddhodana.

siapa sesungguhnya yang menjadi pembunuh Sundari. mereka mengaraknya melew ati jalan-jalan di kota sambil meneriakkan tuduhan. "Hal ini kami berterima kasi h kepada bhikkhu-bhikkhu dari suku Sakya!" Akibatnya. Jadi saat ini Beliau difitnah adalah akibat dari perbuata n-Nya yang tersebut di atas. Merek a segera ditangkap dan dibawa menghadap Raja Pasenadi. Di depan Raja. Kalau ada yang m enegur ia harus menjawab bahwa ia akan menemui Sang Buddha dan akan bermalam di kamarnya. kakinya terus amblas dan seluruh badannya masuk ke tanah untuk kemudian terlah ir di alam neraka. Setelah d iperiksa. Setelah Sundari dibunuh. Di kemudian hari terjadi lagi fitnahan yang serupa oleh seorang wanita bernama S undari. mengapa Beliau sampai mendapat fitnahan sepe rti itu. Mendengar tuduhan itu. Selama tujuh hari Sang Buddha diam saja di kamar-Nya dan tidak pergi ke kota untuk mengumpulkan makanan. Kisahn ya adalah sebagai berikut: Seorang wanita bernama Sundari dibujuk oleh para pertapa paribbajika untuk mempe rlihatkan diri sedang pergi ke Jetavana dengan berdandan rapi dan memakai wangiwangian. dengan menangis mereka menghadap Raja Pasenadi untuk me laporkan tentang hilangnya Sundari. didalangi oleh golongan pertapa paribbajika yang masih penasaran. Tetapi sebenarnya. 'Lihat. Tetapi Sang Buddha menolak usul tersebut dan mengatakan bahwa me rupakan satu kesalahan besar untuk pergi menyingkir ke tempat lain hanya atas da sar laporan palsu. Pencarian kemudian dilakukan oleh petugas-pe tugas raja dan tidak lama kemudian mereka menemukan mayat Sundari di dekat Gandh akuti (kamar) Sang Buddha. Dengan menggotong mayat Sundari di atas sebuah usungan. Ketika Sang Buddha kemudian ditanya mengenai peristiwa tersebut. Raja Pasenadi t idak mau menerima begitu saja tuduhan atas diri Sang Buddha. mereka men gakui perbuatan mereka membunuh Sundari atas suruhan para pertapa paribbajika. Besok pagi-pagi sekali ia h arus kembali dan supaya dilihat orang banyak berjalan dari jurusan Jetavana. tetapi ia sebenarnya adalah seorang . Te tapi Dewa Sakka menjadi marah sekali. Kemudian Beliau mengatakan bahwa dalam tujuh hari persoalan i ni sudah dapat dijernihkan. yai tu bahwa dalam salah satu kehidupannya yang lampau. Beliau pernah mencaci-maki s eorang Pacceka Buddha. Ke mudian mereka dijatuhi hukuman sesuai dengan perbuatannya. ia hanya melewati saja kamar Sang Buddha dan pergi bermalam di vihara kaum paribbajika yang berdekatan. Beliau menerangkan bahwa itu adalah akibat dari perbuatan-Nya juga. sedangkan di dekatnya berjalan seorang wanita. perta pa ini bukanlah orang yang hidup membujang. sehingga Ananda mengusulkan untuk pindah saj a ke kota lain. Raja lalu mengirim banyak petugas ke seluruh penjuru untuk menyelidiki dengan ce rmat. Waktu kakinya menginjak tanah di luar pagar vihara . Beb erapa hari kemudian para pertapa tersebut memberi upah kepada beberapa orang baj ingan untuk membunuh Sundari dan menyembunyikan mayatnya di tempat sampah dekat Jetavana. akhirnya para pertapa ini mengakui semua perbuatan mereka dan menarik kembali tuduhan palsu yang pernah mereka lontarkan terhadap diri Sang Buddha. dan membawa buah-buahan dan beberapa barang lain lagi. R aja kemudian memerintahkan petugas menangkap para pertapa paribbajika. Secara senda gurau. Di suatu kedai arak. Beliau memerintahkan seekor tikus untuk me nggigit tali yang mengikat kayu di sekitar perut Ciñca. seorang penyelidik mendengar beberapa orang yang terlalu ba nyak minum arak sedang bertengkar tentang pembagian upah membunuh Sundari. Pada suatu hari ia melihat Surabhi (seorang Pacceka Buddha) seda ng memakai jubahnya di sebelah luar tembok kota. Khalayak ramai lal u menyeretnya ke luar vihara. para bhikkhu yang mengumpulkan makanan dihina habis-habisan oleh pend uduk kota. Waktu Sang Buddha kemudian ditanya.uddha sebagai orang yang tidak bertanggung jawab dan tebal muka karena tidak mau memberi bekal untuk persalinannya. Setelah mayat Sundari ditemukan di dekat Gandhakuti Sang Buddha. Beliau mencerit akan kisah di bawah ini: "Ketika itu Sang Bodhisatta bernama Munali dan terkenal sebagai orang yang senan g berfoya-foya. Tali itu putus dan kayu menimpa jari kaki Ciñca hingga terluka. Munali mengeluarkan kata-kata. Sang Buddha tidak berkata apa-apa dan hanya diam saja.

Itulah cara-Ku membajak. waspada dalam ucapan. Waspada dalam perbuatan." Bharadvaja merasa gembira sekali dan segera menghaturkan sebuah mangkuk besar be risi nasi campur susu. Adalah apa yang Aku selalu dambakan. Ketika itu para bhikkhu di Kosambi sudah insyaf dan datang mengunjungi Sang Buddha untuk minta maaf.cabul. Tahun ke-9 Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Kosambi. Aku juga membajak dan menanam bibit. A ku makan'. Bharadvaja menegur agar Sang Buddha pun harus ikut membajak dan menanam padi . Akan terbebas dari penderitaan dan kesedihan. pengunjam bajak. dan setelah membajak dan menanam bibit. Ketika diam di Bhesakalavana dek at Gunung Sumsumara. sebagaimana ia sendiri juga turut bekerja untuk dapat makan hasilnya. dan setelah membajak dan menanam bi bit. yang di kehidupan lampau pernah menjadi ayah dan ibu-Nya sampai lima ratus kali. Sang Buddha pergi ke Savatthi. Yang menarik bajak-Ku menuju pelabuhan yang aman. Percakap an yang menarik itu dapat kita ikuti seperti di bawah ini (S. Aku mencabut rumput dengan Kesunyataan menyelesaikan tugas. Sang Buddha ber-vassa di hutan Parileyyaka. Sehabis vassa.' Akibat dari ucapan yang salah inilah yang membuat Sang Buddha dalam kehi dupan ini mendapat fitnahan dari Sundari. Meskipun demikian Guru Gotama masih berani mengatakan bahwa." "Tetapi kami tidak pernah melihat regu Guru Gotama. Bha radvaja membuang makanan tersebut ke sungai karena tidak ada orang yang dapat me . Atas saran Sang Buddha. Apakah And a juga membajak dan menanam bibit dan setelah membajak dan menanam bibit lalu ma kan?" "Betul. bajaknya. 'Aku juga membajak dan menanam bibit. Karena letih menghadapi perselisihan yang tak mau didamaikan.I-171) : "Pertapa. c ambuk atau sapinya. Kemauan keras adalah regu penopang beban-Ku. Sang Buddha bertemu dengan Nakulapita dan istrinya." Tahun ke-8 Tahun ini Beliau berada di wilayah kaum Bhagga. selalu maju dan tak pernah mundur. "Keyakinan adalah bibit-Ku dan hujan adalah tata tertib-Ku Pandangan terang adalah bajak-Ku disertai kayu lengkung yang sesuai. aku makan. Melihat Sang Budd ha.I-171) : Sang Buddha mengunjungi Bharadvaja pada upacara menanam padi dan berdiri di deka t tempat pembagian makanan para petani yang ikut menanam padi. Pemusatan pikiran adalah pengunjam bajak-Ku dan cambuk-Ku. Mer eka semua dimaafkan dan dengan demikian perselisihan itu didamaikan. Aku makan. Setelah bekerja. Tahu malu (hiri) adalah tiang bajak-Ku dan pikiran adalah talinya. Tahun ke-11 Tahun ini Sang Buddha diam di Desa Ekanala dan mentahbiskan Kasi-bharadvaja. Kis ahnya ini adalah sebagai berikut (S. Dan sederhana dalam makan dan minum. Sang Buddha dijaga dan dilayani oleh seekor gajah yang b aik hati. Buah yang akan dipetik adalah makanan abadi. Siapa saja yang melaksanakan cara membajak seperti ini. Dan di tempat yang dilalui tak akan ada lagi yang menangis. aku membajak dan menanam bibit. Tahun ke-10 Di tahun ini terjadi perselisihan diantara para bhikkhu di Kosambi. Di hutan." Sang Buddha menjawab. Tetapi Sang Buddha menolak pemberian tersebut dengan mengatakan bahwa seorang Bu ddha tidak pernah menerima imbalan untuk berkhotbah.

Bharadvaja menjadi kagum sekali dan sambil berlutut di kaki Sang Buddha menyatak an dirinya sebagai pengikut Sang Buddha untuk seumur hidup. oh Pertapa!" Sang Buddha berjalan pergi dan berkata. p embebasan. sehingga Sang Buddha dan rom bongan-Nya harus makan makanan yang disediakan oleh lima ratus orang pedagang ku da. dan Nibbana. 4. ia menjadi bhikkhu dan berhasil mencapai tingkat kesucian Arahat. oh Pertapa. tetapi ditolak oleh Sang Buddha. "Baiklah. Meghiya meras a tertarik sekali dan mohon izin dari Sang Buddha untuk bermeditasi di tempat te rsebut. 5." . sebab ia masih mempunyai perasaan dendam bahwa Sang Buddha telah menyia-nyiakan kehidupan anaknya. Suppabuddha tidak mengizinkan Sang Buddha b erjalan di jalanan Kapilavatthu. "Pergilah. Tahun ke-16 Kejadian penting selama Sang Buddha diam di Alavi di tahun ini adalah penaklukan dari yakkha Alavaka yang menteror kota Alavi. Suppabuddha m eninggal dunia. Memperoleh pandangan terang tentang timbul dan lenyapnya kembali benda-ben da. terdengar suara gemercak dan api serta asap terlihat d i atas air. 3. Tingkah laku yang baik dibimbing oleh sila-sila yang penting sebagai latih an. sehingg a dengan sangat kecewa ia kembali menemui Sang Buddha. Daya upaya untuk menyingkirkan pikiran yang tidak baik dan memperoleh piki ran yang baik. Menurut Vinaya. Nasehat yang baik yang menuju kepada pengekangan hawa nafsu. "Pergilah. Melihat sebidang kebun mangga di dekat sungai. seseorang hanya diperkenankan m enjadi bhikkhu apabila telah mencapai usia dua puluh tahun dan Rahula pada waktu itu telah mencapai usia tersebut. Di tempat ini Rahula memperoleh upasampada dan menjadi bhikkhu. sahabat. Kisahnya adalah sebagai berikut ( SN. Dalam keadaan mabuk. 2. sahabat. Sang Buddha minta ia menunggu kedatangan seorang bhikkhu lain.ncernakan makanan yang pernah dipersembahkan kepada Sang Buddha." Sang Buddha lalu masuk dan menjawab." Yakkha Alavaka kembali membentak." Untuk kedua kalinya yakkha Alavaka berkata. Tahun ke-12 Ber-vassa di Veranja atas permohonan seorang Brahmana bernama Veranja. Ketika makanan itu menyentuh air sungai. sahabat. Meghiya pergi bermeditasi sendiri di kebun mangga. Yasodhara. Ketika it u berjangkit kekurangan makanan di tempat tersebut. Moggallana menawarkan diri untuk menyediakan makanan yang layak dengan mengg unakan kekuatan gaib. Tahun ke-15 Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu dan tahun itu bekas mertuanya. "Baiklah. Penerangan Agung.I-10): Ketika itu yakkha Alavaka menghampiri Sang Buddha dan membentak. Ketika itu Sang Buddha me mberi ia nasehat seperti berikut: Meghiya. Tidak lama kemudian. oh P ertapa!" Sang Buddha berjalan pergi dan berkata. Tahun ke-14 Sang Buddha ber-vassa di Jetavanarama. untuk membebaskan pikiran yang belum matang diperlukan lima hal yang be rguna sekali untuk membuat ia matang : 1. kemauan tidak baik dan jahat. Seorang sahabat baik (kalyana mitta). Savatthi. tetapi tidak lama kemudian ia dihinggapi oleh pikiran penuh hawa nafsu. Tahun ke-13 Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata dan dilayani oleh seorang bhikk hu bernama Meghiya. "Masuklah. "Baiklah. tetapi ka rena terus didesak akhirnya Sang Buddha memberi izin juga. ketenangan.

tekun. "Baiklah. dan penuh perhatian me mperoleh Kebijaksanaan. engkau dapat menga jukan pertanyaan apa saja yang engkau kehendaki. Barang siapa berbuat apa yang benar." "Sahabat. Pertapa." "Masuklah. sahabat. para Brahma atau di dunia ini dari pertapa." Untuk ketiga kalinya yakkha Alavaka berkata. "Baiklah. "Orang menyeberangi arus dengan Keyakinan. Orang mengatasi derita dengan Keuletan. "Bagaimanakah orang menyeberangi arus (penjelmaan)? Bagaimanakah orang menyeberangi lautan (tumimbal lahir)? Bagaimanakah orang mengatasi derita? Bagaimanakah orang menyucikan diri?" Sang Buddha menjawab. . oh Pertapa!" Sang Buddha berjalan pergi sambil berkata. Orang menyeberangi lautan dengan Kewaspadaan. "Baiklah. "KEYAKINAN merupakan harta termulia bagi manusia dalam dunia ini. bagaimanak ah orang tidak usah menyesal?" Sang Buddha menjawab. dan para ma nusia yang sanggup mengacaukan pikiran-Ku atau mencabut jantung-Ku atau memegang kaki-Ku dan melempar Aku ke seberang sungai. "Bagaimanakah orang mencapai Kebijaksanaan? Bagaimanakah orang memperoleh Kekayaan? Bagaimanakah orang memperoleh Kemasyhuran? Bagaimanakah orang mengikat sahabat-sahabat? Setelah meninggalkan alam sini. "Apakah harta termulia bagi seorang manusia dalam dunia ini? Perbuatan manakah yang membawa kebahagiaan? Apakah yang paling manis dari semua rasa? Cara hidup bagaimanakah yang disebut termulia?" Sang Buddha menjawab. engkau boleh berbuat apa yang engka u kehendaki. "Aku tidak akan pergi." Yakkha tersebut kemudian bertanya. "Memiliki keyakinan kepada para Arahat dan Dhamma untuk mencapai Nibbana. para Brahmana. akan kukacaukan pikiranmu atau kucabut jantungmu atau akan kupegang k akimu dan kulemparkan ke seberang sungai. Tetapi sahabat." Untuk keempat kalinya yakkha Alavaka berkata. jika ditaati dengan sungguh-sungguh akan membawa kebahagiaan. dan para dewa. tiba di alam sana (setelah mati). Orang menyucikan dirinya dengan Kebijaksanaan." Yakkha bertanya lagi. "Pergilah." Yakkha bertanya lagi. Aku tidak melihat suatu makhluk pun di dunia termasuk para Mara. DHAMMA. oh Pertapa!" Sang Buddha menjawab."Masuklah. "Pergilah. Hidup dengan diberkahi KEBIJAKSANAAN disebut hidup yang termulia. oh Pertapa!" Sang Buddha masuk kembali sambil berkata." "Akan kuajukan sebuah pertanyaan. KESUNYATAAN adalah yang paling manis dari semua rasa. Dan dengan pengendalian diri orang yang rajin. Apabila Anda tidak dapat menjawab per tanyaanku. sahabat. oh Pertapa!" Sang Buddha masuk sambil menjawab. sahabat.

Tahun ke-18 Di tahun ini Sang Buddha kembali mengunjungi Alavi untuk kepentingan anak peremp uan seorang penenun. Ayolah! Tanyakan kepada para pertapa lain dan para Brahmana. 147) Sang Buddha kemudian ber-vassa di Veluvanarama.800 atau 5. kesabaran/dapat memaafkan kesalahan orang lain dan kedermawanan ?" Yakkha menjawab. Hari ini dapat kuketahui pemberian kepada siapa yang dapat membawa paha la terbesar. sadar. Juga di tahun ini seorang pelacur terkenal bernama Sirima. Tiga tahun yang lampau gadis ini mendengar khotbah Sang Bud dha tentang pentingnya bermeditasi terhadap kematian. Kemasyhuran diperoleh dengan mencintai hal-hal yang benar (sacca). tetapi mengunjungi Alavi lagi karena m erasa kasihan kepada seorang petani miskin. Mulai hari ini aku akan berkelana dari desa ke desa. Dalam pertemuan tersebut. tempat timbunan pikiran. dari kota ke kota untuk men ghormat kepada Yang Maha Suci Buddha dan kepada Dhamma Yang Maha Sempurna. yang tidak memperhatikan khotbah Sang Buddha dengan baik . 174) Ketika Sang Buddha mendengar bahwa gadis itu sakit keras maka dengan melakukan p erjalanan sejauh tiga puluh "league" (1 league = 4. dirangkai menjadi satu. p engendalian diri. Badan yang penuh dengan luka. Sang Buddha menghadiri pemakaman Sirima. meninggal dunia. Hanya sedikit saja yang dapat melihatnya dengan terang." (Dhammapada. Seperti juga burung yang ingin melepaskan diri dari jaring. Waktu itu Sang Buddha memujinya d engan mengucapkan syair seperti berikut: "Dunia ini diselubungi kegelapan. bahkan diberi dengan cuma-cuma j uga mereka tidak sudi. tidak dapat mengerti jawaban gadis tersebut. kesabaran/dapat memaafkan kesalahan orang lain dan kedermawana n. sebab ketika hidupnya banyak laki-laki yan g tertarik dan mengagumi Sirima. yang kemudian menjadi seorang Sotapa nna setelah mendengar khotbah Sang Buddha. Dimana tak terdapat kekekalan dan kelanggengan. pe ngendalian diri. Tempat tumpukan penyakit. Ketika itu Sang Buddha minta kepada Raja untuk mengumumkan siapa diantara yang h adir ingin membeli mayat dari Sirima. Ternyata tidak seorang pun yang mau membelinya. Rajagaha. kakak dari tabib Jiva ka. ia memperoleh Kekayaan." Tahun ke-17 Tahun ini Sang Buddha berada di Savatthi. sehingga para hadirin yang lain. Hanya sedikit saja yang pergi ke alam bahagia. Apakah ada watak lain yang lebih agung dari mencintai hal-hal yang benar. Barang siapa suka memberi akan mengikat Sahabat-sahabat.564 m). "Mengapa aku harus bertanya kepada para pertapa dan Brahmana lain? Hari ini aku merasa beruntung dapat mengetahui sesuatu untuk kebaikan diriku di kemudian hari . Orang berkeluarga yang memiliki sifat-sifat: mencintai hal-hal yang benar. Jawabannya mengandung arti filsafat tinggi." (Dhammapada. Sang Buddh .Barang siapa bertekad teguh. tidak akan menyesal setelah mati. Pada kesempatan itulah Sang Buddha memberikan penerangan kepada khalayak ramai dengan mengucapkan syair seperti berikut : "Lihatlah lukisan ini yang berupa khayalan. Sang Buddha mengajukan pertanyaan kepada gadis tersebut dan semua pertanyaan dap at dijawabnya dengan baik. Dengan sesungguhnya aku mengatakan bahwa Sang Buddha datang ke Alavi untuk keunt unganku.

Ahi msaka berjanji kepada gurunya untuk melaksanakan apa yang diminta oleh gurunya. "Tetapi. Kisahnya adalah sebagai berikut : Angulimala adalah anak seorang penasehat raja negara Kosala. terlebih dulu engkau harus membayar uang sekolah kepadaku. anakku itu kelak akan menjadi seorang penyamun. Baginda. "Istriku baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki. semu a senjata di seluruh negeri. dan bertiga puluh. Hari ia dilahirkan. maka kita dengan mudah dapat menangkapnya.a berkunjung ke rumahnya dan masih sempat memberikan uraian Dhamma. "Kalau begitu. Ahimsaka merupakan murid yang terkuat. Kalau ingin me lewati hutan Jalini. sehingga akhirnya guru terseb ut juga membenci Ahimsaka." Kembali Raja bertanya. Nama aslinya adalah Ahimsaka. terpintar dan juga yang terpatuh dari semua murid di sekolah tersebut. "Ia akan bekerja seorang diri. jangan lari!" Mereka menggigil dan gemetaran dan tidak dapa t melarikan diri lagi. mengeluarkan cahaya ge merlapan. Karena itu tidak ada lagi orang yang berani lewa . Di hutan ia mencegat para pelancong yang lewat. Bhaggava menjawab. Baginda . Setelah selesai belajar di sekolah tersebut. Meskipun hal ini sangat sulit sekali. "Ingat. gurunya memanggil Ahimsaka dan berk ata. Tetapi. Di tahun ini pula Sang Buddha menaklukkan seorang penyamun ganas bernama Angulim ala. "Sekarang engkau sudah tamat belajar di sekolah ini." jawab gurunya. Cukup. berdua. Mereka sedikit demi sedikit menghasut guru mereka." "Berapakah yang harus kubayar." Raja kemudian berkata. Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata. membunuhnya dan mengambil jari tangan kanannya. sehingga wak tu meninggal dunia. para pedagang atau pelancong jalan berkelompok. Sekarang Angulimala menjadi seorang pembunuh kejam yang ditakuti. termasuk yang ada di istana. namun sebagai murid yang sangat patuh. Dengan mudah Angulimala membunuh orang-orang tersebut dan memotong jari tangan kanannya. Sebelum pergi gurunya kembali berpesan. berdua puluh. Karma itu anak-anak yang lain rnerasa iri hati kepada Ahimsaka." Raja Kosala bertanya. "Apakah ia akan merampok seorang diri atau dengan berkawa n?" Bhaggava menjawab." Sampai hari itu Ahimsaka belum pernah menyakiti orang lain dan karena itu ia tid ak tahu bagaimana harus memotong jari orang." Ketika Ahimsaka mencapai umur untuk bersekolah. begitu mereka menden gar "Aku Angulimila. Sesudah itu ia membuat kalung dari jari-jari tersebut dan mengg antung kalung itu di lehernya Karena kalung dari jari-jari tersebut. mala = kalung). jangan membawa dua buah jari tan gan dari orang yang sama. Ayahnya bernama Bha ggava dan ibunya Mantani. Raja menjadi takut sekali dan keesokan harinya memanggil penasehatnya untuk ditanyakan tentang sebab mengapa semua senjata mengeluarkan cahaya. jika engkau memberiku seribu bua h jari tangan kanan manusia. ia kemudian mendapat nama baru sebagai Angulimala (Anguli = jari. Karena ingin mematuhi perintah guru nya. kenapa kita tidak sekarang saja membunuhny a?" Bhaggava menjawab. tetapi sebelum engkau pulang. Tahun ke-19 Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata. Guru?" "Engkau tidak usah membayar dengan uang. mengapa senjata-senjata itu lalu mengeluarkan cah aya gemerlapan?" "Baginda. yaitu sampai saat Sang Buddha man gkat di Kusinara. bersepuluh. Tahun ke-20 Di tahun ini Ananda ditunjuk sebagai pembantu tetap Sang Buddha dan selama dua p uluh lima tahun Ananda menjadi pembantu tetap. maka ayahnya mengirirn Ahimsaka ke sebuah sekolah di Takkasila. maka Ahimsaka membawa pedangnya dan pergi ke hutan Jalini di negara Kosala. ber empat. "Karena ia akan bekerja seorang diri. seorang penyamun yang luar biasa. gadis itu mencapai Sotapatti phala.

Apalagi ia mencintai anaknya lebih dari dirinya sendiri. Raja Kosala mempersiapkan tentara yang untuk menangkap Angulimala. Ia benci sekali dengan hidup seperti itu. "Alangkah kasihannya wanita ini. Banyak orang y ang sudah meninggalkan rumah dan desanya. meskipun dulu aku ber lari-lari menangkap gajah. Aku memang kasihan kepadanya. tidur. meskipun ibuku sendiri yang datang. Sang Buddha berjalan s aja dengan tenang. mendengar tentang persiapan yang dilakukan Raja Kosala. aku akan membunuhnya . Angulimala melihat ibunya datang dan berpikir. sebab siapa tahu mungkin saja hari ini ia akan data ng ke tempat ini. Ia berka ta kepada suaminya. Penduduk desa yang melihat Sang Buddha berjalan menuju hutan. Keti ka itu Sang Buddha melihat Angulimala. Ia datang seorang diri. Ia mungkin sudah berub ah seluruhnya dan kalau aku pergi menemuinya. "Aku harus pergi seorang diri ke hutan untuk menyelamatkan anakku. buas. Ia berpikir.t hutan tersebut. Kembalilah s ekarang juga ke tempat darimana Anda datang." Mereka menasehati Sang Buddha sampai tiga kali. ia berlari mendekati Sang Buddha. Berbulan-bulan lamanya ia berada di hutan tanpa memperoleh cukup makan. kereta perang. dan pakaian yang bersih. mungkin aku pun akan dibunuhnya. Sang Buddha lalu bertekad untuk menolong Angulimala. tetapi apa yang dapat aku lakukan? Aku harus memegang janjiku dan membunuhnya. Sang Buddha melihat ke seluruh penjuru dunia u ntuk mencari orang yang mungkin dapat ditolong-Nya dalam bidang kerohanian. mandi. Di sana bersembunyi seorang penyamun yang bernama Angulimala. Ketika itu ibu Angulimala sudah terlebih dulu memasuki hutan. Karena itu. anak itu sekarang sudah terlalu ganas." Tetapi ibunya adalah seorang wanita yang halus budi pekertinya dan mempunyai hat i yang baik. sebaiknya Anda jangan pergi ke hutan itu. sehingga semua sendi-sendinya merasa sakit sekali dan tidak kuat lagi untuk berlari. Tiba-tiba Sang Buddha berdi ri di antara Angulimala dan ibunya. Ap akah kamu tidak dapat pergi menemui anak kita dan membujuknya supaya berhenti me mbunuh?" "Istriku tercinta. Aku tidak akan mengganggunya." Kemudian ia berjalan pergi ke hutan dengan membawa bekal makanan seperlunya. Tetapi Sang Buddha hanya terseny um. dengan membawa mangkuk-Nya Sang Buddha b erjalan menuju ke hutan tempat Angulimala bersembunyi menunggu mangsanya yang te rakhir. Angulimala berlari-lari untuk menyergap dan membunuh Sang Bud dha. Manyani. "Bhikkhu. B adannya sudah berbau busuk. Angulimala kemudian menja di letih. "Anak kita yang tercinta sekarang telah menjadi seorang pemb unuh. yang meskipun sudah jemu dengan perbuatan membunuh dan ingin kembali menjadi orang yang baik. Teta pi sekarang. Karena merasa kasihan. sedangkan kami sendiri hari ini juga a kan meninggalkan tempat ini. Dengan demikian aku tidak usah membunuh ibuku. rusa atau binatang lainnya. tetapi meskipun badannya penuh dengan keringat ia tetap tak dapat menyentuh badan Sang Buddha yang sedang berjalan dengan tenang." Pagi hari itu. berusaha mencegahNya dengan mengatakan. ibun ya dan juga khalayak ramai. sebagaimana biasa. Ia adalah ora ng yang kejam. mengucapkan terima kasih dan melanjutkan perjalanan-Nya memasuki hutan. Ia pikir. memotong jari tangannya untuk mencukupi jumlah seribu yang diminta guruku. Karena itu. kuda. sungguh mengherankan. sebaiknya Anda jangan berjalan terus. "Sekarang." Dengan pedang terhunus. Ketika itu Angulimila sudah membunuh 999 orang. Dan korban yang terakhir ini justru adalah ibu nya sendiri. "Tidak pernah aku seletih ini. ia masih harus membunuh seorang lagi untuk memenuhi permintaan g urunya berupa seribu buah jari tangan kanan manusia." Ia menghunus pedangnya dan berlari mendekati ibunya. Ia telah membunuh ratusan orang. dan jahat. masih kekurangan satu orang lagi yang akan dijadikan korban. tetapi membunuh pertapa ini dan memotong jari tangannya. Sekarang Raja sedang membuat persiapan untuk menangkap dan membunuhnya. Ia berpikir. A ku tidak mau mati percuma. Ia juga pasti akan membunuh Anda. I bunya. Angulimala kemudian memindahkan tempat kerjanya dan di tempat yang baru ia kemba li mencegat dan membunuh orang yang lewat. Tetapi bag aimanapun juga. Aneh sekali aku tak dapat mengejar pertapa in . Karena itu. Angulimala berpikir. "Baik juga pertapa ini berdiri di depan ibuku.

Angulimala. Sang Buddha lalu berkata. Ketika Angulimala memasu ki ruangan. Sang Buddha bertanya. Sang Buddha member inya petunjuk untuk memberi wanita itu air. "Hai berhenti. Sang Buddha memberi berkah dan kemudian mengajaknya pergi ke vihara. "Oh. Tetapi kamu tidak mempunyai betas kasih terhadap makhluk hidup. Raja Kosala. semua prajurit Raja melarikan diri. Aku hendak menangkapnya. merasa kagum sekali kepada Sang Buddha. "Oh." Angulimala rupanya sangat terkesan dengan syair yang diucapkan Sang Buddha. "Kalau demikian halnya. sehingga ia berkeinginan menolong w anita tersebut. Sang Buddha kemudian memberitahukan Angulimala agar j angan mempunyai rasa dendam dan harus menganggap kejadian ini sebagai hukuman at as kejahatan yang pernah ia lakukan. Angulimala! Tetapi. Aku sekarang memang sangat letih. Bhikkhu ini. aku akan berlutut di hadapannya. Namany a Angulimala. "Bagaimana Anda mengatakan berhenti. Ada seorang penyamun yang ganas sekali di kerajaanku. Sewaktu ia menceritakan peristiwa tersebut kepada Sang Buddha da n menanyakan cara untuk menolong penderitaan wanita tersebut." Kemudian ia bertanya kepada Sang Buddha. Ia datang berkunjung deng an membawa lima ratus orang prajurit berkuda. Karena itu Aku berhenti dan kamu tidak berhenti. Suatu hari ketika sedang mengumpulkan makanan. memakai jubah kuning. Angulimala diserang oleh orang-or ang yang sedang berkelahi. Hal ini menggugah hatinya. Karena Aku berbelas kasih terhadap semua makhluk hidup." Yang berarti: . Ia m embuang pedangnya dan berlutut di hadapan Sang Buddha. apakah Baginda mendapat kesukaran ? Apakah Raja Bimbisara menyatakan perang kepada Anda atau Pangeran dari Licchav i atau mungkin dari kerajaan lain?" "Bukan. Di vihara i a ditahbiskan menjadi bhikkhu. Baginda Yang Agung. Dikisahkan sewaktu Angulimala sudah mencapai ti ngkat Arahat. Baginda Yang Agung. setelah terlebih dulu dibacakan kali mat-kalimat: "Yatoham bhagini ariyaya Jatiya jato Nabhijanami sañcicca Panam jivita voropeta Tena saccena sotthi te Hotu sotthi gabbhassa. mengatakan bahwa ia berhenti. Setelah berlatih dengan tekun. Aku berhenti. apakah yang Baginda akan la kukan?" Raja Kosala menjawab. Tetapi dicegah oleh Sang Buddha. Yang Mulia." jawab Raja Kosala. berhenti Bhikkhu!" Sang Buddha menjawab. pa dahal Anda berlari lebih cepat dari aku?" Sang Buddha mengucapkan syair seperti di bawah ini : "Sebagaimana biasa. Setelah itu Sang Buddha memberikan khotbah Dhamma. sebelum memasuki hutan untuk menangkap Angulimala. meskipun berjalan lebih cepat dari aku. Umpamanya Baginda melihat Ang ulimala sekarang sudah bercukur gundul.i. Angulimala k emudian mencapai tingkat Arahat." Kemudian Sang Buddha memanggil Angulimala untuk keluar. apakah engkau sendiri b erhenti?" Angulimala tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Sang Buddha dan berpikir. terlebih dulu da tang mengunjungi Sang Buddha untuk mohon restu Beliau. "Aku berhenti. "Seor ang bhikkhu tidak boleh bohong. Tentu ada m aksud tertentu dalam ucapan tersebut. yang dalam waktu demiki an singkat dapat menaklukkan Angulimala dan mengubahnya menjadi orang baik. ia mendengar seorang wanita sedang merintih-rintih kesakitan waktu hendak bersalin. meninggalkan kehid upan sebagai seorang penyamun dan berhenti membunuh. Ibu Angulimala yang menyaksikan seluruh peristiwa ini dari dekat." Kemudian ia berteriak.

Savatthi. Tidak lama kemudian. Tiba-tiba ia jatuh di atas pangkuan Ajatasattu. Devadatta berhasil memperoleh Puthujjanika-iddhi. semoga Anda Dan bayi dalam kandungan selamat. men getahui niat jahat Devadatta tersebut dan memberitahukan kepada Moggallana. sehingga membuat Ajatasattu ketakutan. Demikianlah kisah mengenai Angulimala. Tahun itu Sang Buddha ber-vassa di Veluvanarama. Atas permohonan itu Sang Buddha menjawab. pada tahun ketiga setelah memperoleh Pene rangan Agung. Tetapi di kemudian hari. Kimbila . Tahun ke-21 sampai dengan tahun ke-44 Selama tahun-tahun tersebut di atas. K etika itulah Devadatta dengan paksa ingin mengambil alih pimpinan Sangha dari Sa ng Buddha. Pada vassa berikutnya. delapan tahun sebelum Sang Buddha sendiri mencapai Parinibbana. Devadatta mohon kepada S ang Buddha agar Sang Buddha menunjuknya sebagai Ketua Sangha. Tiap pagi dan petang hari."Saudari. Ia bersalin rupa menj adi anak kecil dengan memakai kalung dari beberapa ekor ular. Untuk beberapa waktu lamanya. sejak dilahirkan sebagai seorang Ariya Aku tidak ingat dengan sengaja Membunuh suatu makhluk hidup Dengan pernyataan yang benar ini. Bhaddiya. Devadatta mempunyai maks ud yang tidak baik terhadap Sang Buddha karena ia merasa iri atas kemasyhuran Sa ng Buddha. Kisah ini pun dapat dipakai sebagai contoh untuk membuktikan bahwa kamma (perbua tan) baik yang orang lakukan dapat memusnahkan kamma buruk yang pernah ia lakuka n. sehingga Beliau sangat men ghormat pada Devadatta. bahkan Sang Buddha sendiri pernah memujinya sebagai orang yang mempun yai kekuatan gaib yang tinggi. Peristiwa tersebu t memberi kesan yang dalam sekali di hati Ajatasattu. Satu hal pasti yang dapat ditemukan dalam sutta-sutta ialah tentang mangkatnya R aja Bimbisara." Dan benar saja. Seorang murid Moggallana. Pertama ia mencoba untuk mempengaruhi Pangeran Ajatasattu. yang kemudian menjadi Buddha. Ajatasattu mengunjungi Devadatta dengan diiringi lima ratus kereta. sehingga timbul niat jahatnya unt uk mengambil alih kedudukan Sang Buddha sebagai Ketua Sangha. setelah diberi air tersebut. yang bertumimbal lahir sebagai Manomayakayikadeva. s ebuah desa kecil yang mungkin terletak di dekat Vesali. Kemudian an ak kecil itu lenyap dan Devadatta berdiri di depan Ajatasattu. Mogg allana menceritakan hal tersebut kepada Sang Buddha. tetapi Sang Buddha menjawab bahwa persoalan itu tidak perlu dibicarakan sekarang. Keja dian ini menggembirakan sekali hati Devadatta. Sampai hari ini kalimat-kalimat tersebut dikenal sebagai Angulimala-sutt a dan dipakai untuk membuat air guna memudahkan persalinan. karena kelak sebelum wakt unya. Tetapi dapat diketahui bahwa delapan belas vassa dijalankan di Jetavanarama dan lima vassa di Pubbarama. berhubung Sang Bud dha sekarang sudah lanjut usianya. Devadatta akan membocorkannya sendiri. yaitu k ekuatan gaib tertinggi yang dapat dicapai oleh orang yang belum mencapai tingkat kesucian. Rajagaha. te mpat-tempat mana yang telah dikunjungi oleh Sang Buddha dan dimana Sang Buddha b er-vassa. Penaklukan Angulimala sering kali dicatat sebagai satu dari sekian banyak perbua tan Sang Buddha yang menolong manusia karena rasa belas kasih yang sangat besar terhadap umat manusia. di hadapan pertemuan para bhikkhu. sedangkan vassa ke-44 dijalankan di Beluva. Devadatta mendapat tempat terhormat dal am Sangha. Saudara perempuannya bernama Yasodhara atau Bhaddakaccana dan menikah deng an Pangeran Siddhattha. Kisahnya adalah sebagai berikut : Devadatta adalah anak dari Pangeran Suppabuddha dan Amita. Bhagu. "Ak . wanita itu segera bersalin dengan s elamat. di samping memberikan lima ratus piring makanan setiap hari. tidak dapat dipastikan secara berurutan. sewaktu Sang Buddha dalam perjalanan dari Kapilavatthu menuju ke Rajagaha. Devadatta ditahbiskan menjadi bhikkhu bersama-sama dengan Ananda. adik dari Raja Suddho dana. Anuruddha dan Upali di Anupiya.

pecahan batu tersebut masih dapat melukai kaki Sang Buddha. maka mustahil Aku akan mengalihkannya kepada engkau. Meskipun demikian." Devadat ta merasa tersinggung sekali dikatakan sebagai orang yang hina-dina. Semua bhikkhu dilarang keras makan daging dan ikan. Sang Buddha berhasil berada di depa n Ananda dan dengan pancaran cinta kasih dapat menjinakkan kembali gajah tersebu t. yaitu dengan membuat bumi mengerut. 5. Sang Buddha menjawab bahwa para bhikkhu yang ingin mengikuti peraturan tersebut boleh melakukannya. Tetapi Sang Buddha menerangkan bahwa hal terse but tidak perlu. Gajah itu besar dan buas dan terkenal dengan nama Nalagiri. Setelah kejadian ini. sehingga seluruh ba dannya menjadi kaku. Hanya dengan menggunakan "iddhi". 4. karena tertarik oleh kekuatan gaib da ri Sang Buddha. Suatu har i. seorang yang hina-dina. Sang Buddha lalu memberikan urai an Dhamma kepada para pemanah tersebut. 3. Dengan cepat berita ini tersiar dan Sang Buddha pun diberi tahu. Sewaktu mereka sudah berkumpul. peman ah tersebut demikian terpesona dengan keagungan Sang Buddha. S ang Buddha kemudian diusung ke Ambavana. Tetapi. Setelah ketiga usahanya gagal semua. sewaktu Sang Buddha sedang berjalan di lereng Gunung Gijjhakuta. Tetapi Be . Devadatta lalu membujuk seorang pawang gajah unt uk melepaskan seekor gajah (yang terlebih dulu dibuat mabuk dengan memberinya mi numan arak) di jalan yang akan dilalui Sang Buddha. Di hutan. Kawan-kawannya yang letih menunggu. Semua bhikkhu harus tinggal di hutan. Devadatta lalu mengambil keputusan untuk membunuh sendiri Sang Buddha. Mereka semua datang ke tempat Sang Buddha. semua bhikkhu harus tidur di bawah pohon dan tidak boleh tidur d i dalam rumah. Devadatta kemudian berusaha untuk memecah b elah Sangha. karena S ang Buddha mempunyai kekuatan gaib yang luar biasa tingginya. Sang Buddha memberikan uraian Dhamma kepada orang tersebut dan kemudian menyuruh nya pulang dengan mengambil jalan tertentu. Namun Sang Budd ha menolak untuk membatalkan perjalanan-Nya. Pemanah yang pertama pergi melapor kepad a Devadatta dan mengatakan bahwa ia tidak sanggup membunuh Sang Buddha. Setelah usahanya kembali gagal. sehingga akhirnya tidak ada seorang pun yang masih hidup untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Sewaktu gajah mabuk tersebut dilepa s dan memburu ke arah Sang Buddha. siang dan malam para murid-Nya me njaga tempat tinggal Sang Buddha. Pada waktu itulah Ajatasattu dihasut oleh Devadatta untuk membunuh ayahnya. tetapi me reka hanya boleh makan makanan yang diperoleh dengan jalan minta-minta. Tiba-tiba du a tonggak besar muncul dari dalam tanah untuk menahan jatuhnya batu tersebut. saat Sang Buddha mendekati pemanah pertama yang harus membunuhnya. Ananda lari ke depan dan menempatkan dirinya antara Sang Buddha dan gajah dengan maksud untuk melindungi dan menjadi tameng d ari Guru Junjungannya. Semua bhikkhu harus memakai jubah dari kain bekas pembungkus mayat dan tid ak boleh menerima persembahan jubah dari umat. ia mendorong sebuah batu besar yang dimaksudkan untuk menimpa mati Sang Buddha. Sang Buddha menegurnya dengan kata-kata yang ramah-tamah. kemudian satu per satu meninggalkan tempat penjagaannya. seda ngkan ia sendiri akan membunuh Sang Buddha. Ajatasattu menyetujui dan memerintahkan beberapa orang pemanah istana untuk memb antu Devadatta membunuh Sang Buddha. apa y ang sebenarnya menjadi tugasnya. Para pemanah istana tersebut ditempatkan di berbagai tempat dan diatur sedemikan rupa. s ehingga pemanah tersebut membuang panahnya dan mengaku kepada Sang Buddha. yaitu tempat tabib Jivaka untuk mendapa t pengobatan seperlunya.u tidak akan mengalihkan Pimpinan Sangha kepada Sariputta atau Moggallana. 2. kecuali "tidur di bawah pohon" selama musim hujan. Ia minta kepada Sang Buddha untuk menyetujui bahwa semua bhikkhu ha rus mentaati peraturan seperti di bawah ini: 1. berhubung tidak ada seorang pun di dunia ini yang mampu membunu h seorang Buddha. Semua bhikkhu tidak boleh menerima undangan makan di rumah umat. meskipun terlebih dulu telah dipesan dan diperingati deng an keras oleh Sang Buddha untuk tidak berbuat apa-apa.

Waktu tiba di dekat Jetavanna. mereka diterima dengan gembira oleh Devadatta.V) Ayasma Maha Kassapa bercerita kepada para bhikkhu : "Pada suatu waktu aku bersama-sama dengan kira-kira lima ratus bhikkhu sedang be rada dalam perjalanan dari Pava menuju Kusinara.D.II-16) CULLAVAGGA XI (Vin. sedangkan ia sendiri pergi tidur." Pada waktu itu lewat di depanku seorang pertapa "tak berpakaian" dengan membawa bunga Pohon Karang. Mendengar berita tersebut. ia masih sempat menyatakan bahwa ia hanya mencari perlindungan kepada Sang Buddh a. Devadatta minta Sariputta untuk meneruskan khotbahnya. II. Meskipun sudah diperingati oleh Sang Buddha tentang akibat yang menyedihkan untuk orang yang memecah belah Sangha.liau menolak untuk membuat peraturan ini berlaku bagi semua bhikkhu. ia minta murid-muridnya membawa ia menghadap Sang Buddha. lima ratus orang bhikkhu tersebut bersedia kembali kepada Sang Buddha dan meninggalkan Devadatta bersama-sama Sariputta dan Moggallana. Beliau mengatakan bahwa hal it u tidaklah mungkin dalam kehidupan ini. Sewaktu turun dari usungan dan kakinya menyentuh tanah. namun Devadatta memberitahukan Ananda bahwa ia akan mengadakan pertemua n uposatha tersendiri tanpa dihadiri oleh Sang Buddha. Kemudian aku berhenti di pinggi r jalan dan mencari tempat duduk di bawah pohon yang rindang. Devadatta dibawa dengan sebuah usungan. Ketika ia hampir hilang masuk ke dalam tanah. Pengik ut Devadatta yang setia. Devadatta berhasil membuj uk lima ratus orang bhikkhu yang baru ditahbiskan untuk menyertainya pergi ke Ga yasisa. tanah itu membuka dan ia terjerumus masuk ke dalam tanah. Ketika Sariputta dan Moggallana tiba di Gayasisa. Pada akhir khotbahnya. Penolakan ini membuat Devadatta gembira karena sekarang ia mempunyai alasan untu k menyebarluaskan berita bahwa Sang Buddha dan murid-murid-Nya masih terlalu ter ikat kepada kemewahan dan kehidupan yang serba cukup. yaitu semacam bunga yang hanya dapat ditemukan. B. sebab Devadatta mengira bahwa Sariputta dan Moggallana berdua j uga ingin bergabung dengannya. Waktu merasa sudah letih seka li. Malam itu Devadatta berkhotbah sampai larut malam. Tahun ke-45 Di tahun ini Sang Buddha mangkat dan mencapai Parinibbana di Kusinara pada saat purnama sidhi di bulan Vaisak (Mei) sebelum waktu ber-vassa. Sewaktu Devadatta mengetahui bahwa ia tidak lama lagi dapat hidup di dunia ini. Kokalika. Sariputta berkhotbah di depan para bhikkhu dan menerangkan bahwa De vadatta sekarang sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Sang Buddha. membangunkan Devadatta dari tidurnya dan menc eritakan apa yang telah terjadi. Devadatta muntah darah dan kemudian sakit keras selam a sembilan bulan. ia minta rombongannya berhenti sebentar karena ia ingin membersihkan badan terlebih dulu di sebuah telaga yang terdapat di pinggir jalan. Ketika berita ini disampaikan kepada Sang Buddha. BAB V HARI-HARI TERAKHIR Maha Parinibbana Suttanta (D. Diantaranya terdapat bhikkhuni Thullananda yang terus-menerus memuji Devadatta d an seorang dari suku Sakya bernama Dandapani. bila terjadi . Ia masuk ke neraka Avici dan akan berada di alam tersebut selama seratus ribu ka ppa untuk kemudian lahir kembali ke dunia dan menjadi seorang Pacceka Buddha. Sang Buddha kemudian memerintahkan Sariputta dan Moggallana pergi ke Gayasisa un tuk bicara dengan para bhikkhu yang terkena bujukan.

mengangkat tangan mereka dan menangis tersedu-sedu. sebelum apa yang "bukan Vinaya" mendapat angin dan berkembang. Sangha sedang mempertimbangkan untuk menyetujui kelima ratus bhikkhu ini membicarakan Dhamma dan Vinaya sewaktu merek a bervassa di Rajagaha. yang telah ditahbisk an pada usia lanjut. Para Bhante yang terhormat. tidak diperkenankan u ntuk berada di Rajagaha?" Ayasma Maha Kassapa lalu berkata kepada Sangha. yang semuanya telah menc apai tingkat Arahat." Kemudian Ayasma Maha Kassapa memilih 499 orang bhikkhu. itu tidak boleh kamu lakukan!' Sekarang kita dapat berbuat sesuka hati kita dan kita tidak usah melakukan hal-hal yang kita tidak senangi. kebencian. "Cukup. "Bhante. kita akan membacakan Dhamma dan Vinaya. "Kalau demikian halnya. "Segala sesuatu yang terdiri dari paduan unsur-u nsur adalah tidak kekal. sebelum apa yang "bukan Dhamma" mendapat angin dan berkembang. aku mengenal Guru Anda. 'Semoga itu ta k akan berubah dan hancur kembali!" Pada waktu itu hadir pula seorang bhikkhu bernama Subhadda. "Di manakah akan diadakan pembacaan Dhamma dan Vi naya?" Kemudian diusulkan oleh beberapa orang bhikkhu "Di Rajagaha terdapat banyak umat yang bersedia memberikan makanan dan tempat penginapan pun jumlahnya berlebih-l ebihan. maka aku harap Sangha diam dan kepada mereka yang berkeberatan aku persilakan untuk bicara. kita telah dikekang oleh Beliau dengan mengatakan. Bagaimana kalau waktu bervassa di Rajagaha kita membacakan Dhamma dan Vi naya. Mana mungkin hal ini tak akan terjadi?" Tetapi aku berkata. maka para bhikkhu yang masih belum terbebas dari hawa nafsu. har ap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan. 'Ini boleh kamu lakukan. Avuso. janganlah meratap! Bukank ah sejak semula Sang Bhagava menerangkan bahwa segala sesuatu yang disenangi dan dicintai suatu ketika pasti akan berubah dan akan berpisah darimu? Apa yang tim bul karena suatu sebab. bagaimana engkau masih menginginkan.peristiwa penting. Kalau sekiranya Sangha menyetujui. "Apakah Anda kenal Guru k ami?" Ia menjawab. beberapa orang lagi berguling-gulingan di atas tanah dan menangis sambil meratap. pada waktu kelima rat us bhikkhu tersebut membacakan Dhamma dan Vinaya di Rajagaha agar jangan ada bhi kkhu lain yang bervassa di Rajagaha. Setelah itu seorang bhikkhu berkata. Avuso. dan bhikkhu-bhikkhu lain selama vassa (musim hujan). harap Bhante memilih bhikkhu-bhikkhu y ang akan membacakannya. "Terlalu cepat San g Bhagava memasuki parinibbana! Terlalu cepat Yang Terbahagia memasuki parinibba na! Terlalu cepat Sang Mata Dunia lenyap dari pandangan kami!" Tetapi para bhikkhu yang telah terbebas dari hawa nafsu. Oleh karena itulah aku dapat memperoleh bunga Mandarava (Poho n Karang) ini. janganlah meratap! Sekarang kita telah terbebas dari Pertapa Tua itu. Avuso." Mendengar berita tersebut. Subhadda kemudian turut bicara. oleh Sangha telah disetujui untuk membacakan Dham . "Mari. sebelum mereka yang berbicara tentang yang "bukan Dhamma" menjadi kuat dan mereka yang berbicara tentang Dhamma menjadi lemah. merenung. Lalu aku menyapa pertapa tersebut." Kemudian dijawab. dan Dhamma akan terdesak." Dengan demikian Bhikkhu Ananda pun terpilih. Setelah itu timbul pertanyaan. Karena itu aku mengusulkan agar Bhikkhu An anda pun diikutsertakan. Avuso. Kalau Sangha menganggap baik m aka Sangha dapat memberi persetujuan agar kelima ratus bhikkhu ini membacakan Dh amma dan Vinaya pada waktu mereka bervassa di Rajagaha. terdiri dari paduan unsur-unsur dan dikodratkan akan lapuk. janganlah bersedih. sebelum mereka yang ber bicara tentang yang "bukan Vinaya" menjadi kuat dan mereka yang berbicara tentan g Vinaya menjadi lemah. tetapi Beliau telah mangkat s eminggu yang lalu. tetapi ia sudah tidak mungkin lagi melakukan hal-hal yang salah karen a dorongan keinginan rendah. Kelima ratus bhikkhu tersebut." Lalu aku berkata. Kalau Sangha menyetujuinya. janganlah be rsedih. meskipun Bhikkhu Ananda masih seor ang siswa. Su dah terlalu lama. "Benar. Dan selama vassa itu jan gan ada bhikkhu lain yang bervassa di Rajagaha. dengan penuh kesadaran dan pikiran terpusat. Inilah usulku. nafsu-nafsu yang menggelapkan batin dan ketakutan. "Cukup. "Para Bhante yang terhormat. menjadi seorang makhluk. Selain itu Bhikkhu Ananda memahami Dhamma dan Vinaya dengan seksama d i bawah asuhan langsung Sang Bhagava. dan Vinaya akan terdesak.

pada saat itu dengan tiba-tiba batinnya tela h bersih dari kekotoran batin dan Bhikkhu Ananda mencapai tingkat Arahat. Kemudian di bulan pertama mereka sibuk memperbaiki bagian-bagian yang rusak dan mengganti kayu-kayu yang patah serta lapuk dengan yang baik." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. "Para Bhante yang terhormat. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang ketiga?" "Di Vesali. "Bhikkhu Upali. ak u akan mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Bhikkhu Upali mengenai Vina ya. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang pertama?" "Di Vesali." "Tentang persoalan apa?" "Tentang mengambil sesuatu yang tidak diberikan. Begitulah apa yang kumengerti." Setelah itu Bhikkhu An anda giat melatih meditasi dengan obyek badan jasmaninya sampai larut malam." "Tentang persoalan apa?" "Tentang manusia." Kemudian kelima ratus bhikkhu tersebut berangkat menuju Rajagaha untuk membacaka n Dhamma dan Vinaya. sebagai seorang siswa. "Besok kita akan berkumpul." "Mengenai siapa?" "Mengenai beberapa bhikkhu. "Kemudian. Mari." "Mengenai siapa?" "Mengenai Bhikkhu Sudinna dari Desa Kalandaka. selama bulan pertama kita akan memperbaiki bagian-bagian yang patah serta lapuk dan kemudian baru membaca kan Dhamma dan Vinaya. Bhante. aku tidak layak menghadiri pertemuan itu." . Ia lalu memiringkan tubuhnya. harap Sangha mende ngarkan apa yang akan ucapkan. Bhikkhu Upali. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan.ma dan Vinaya sewaktu mereka bervassa di Rajagaha dan juga telah disetujui agar jangan ada bhikkhu lain yang bervassa di Rajagaha. Kemudian ditanyakan tentang apa yang d ianggap sebagai pelanggaran dan apa yang dianggap sebagai bukan pelanggaran." "Mengenai siapa?" "Mengenai Bhikkhu Dhaniya." Kemudian Ayasma Maha Kassapa bertanya. "Kemudian. anak seorang pembuat jambangan tanah. "Memperbaiki bagian-bagian bangunan yan g patah serta lapuk dipujikan oleh Sang Bhagava. Bhante. Bhikkhu Ananda sedang merenung. aku dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai Vinaya yang akan diajukan oleh Ayasma Maha Kassap a." "Tentang persoalan apa?" "Tentang hubungan kelamin.. Bhante. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. Kemudi an pertemuan dibuka oleh Ayasma Maha Kassapa. Bhikkhu Ananda ingin membaringkan dirinya di atas ka sur. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang kedua?" "Di Rajagaha. Kalau Sangha menganggap baik. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat. Sebenarnya.. Kalau Sangha menganggap baik. Dan setelah merasa amat letih. Mereka berpikir. Bhikkhu Upali. selanjutnya ditanyakan tentang apa yang dite tapkan dan apa yang kemudian ditambahkan. "Para Bhante yang terhormat. karena tidak ada yang bicara. . tetapi sebelum kepalanya menyentuh kasur dan kakinya sudah terangkat dari tanah." Lalu dijawab oleh Bhikkhu Upali. Besok akan dimulai pembacaan Dhamma dan Vinaya. Setibanya di Rajagaha mereka melihat banyak kayu-kayu yang patah serta lapuk di tempat mereka menginap.

Bhante." "Dengan siapa?" "Dengan pertapa Suppiya dan seorang Brahmin muda bernama Brahmadatta. Kemudian Ayasma Maha Kassapa berkata. Kalau Sangha menganggap baik. di manakah Brahmajala-sutta disabdakan?" "Bhante. semua peraturan yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. "Bhikkhu Ananda. aku akan m ulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Bhikkhu Ananda mengenai Dhamma. lalu tentang asal mulanya dam te ntang orang-orangnya yang terlibat. Bhikkhu Upali. Kalau Sangha menganggap baik. kalau dikehendaki oleh Sangha. Beliau telah meninggalkan pesan. "Setelah Aku mangkat." Ada pula yang mengatakan." "Tetapi apakah ditanyakan kepada Sang Bhagava. "Kemudian. . lalu tentang orang-orangny a." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya." "Mengenai persoalan apa?" "Mengenai apa yang terpuji dan apa yang tidak terpuji. maka peratu ran-peraturan yang kecil dan kurang penting dapat ditiadakan. Semua pertanyaan dij awab oleh Bhikkhu Upali dengan terang dan jelas. di tempat peristirahatan Raja di Ambalatthika antara Rajagaha dan Nalan da.." Ada lagi yang mengatakan. harap Sangha mend engarkan apa yang akan aku ucapkan.Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. "Para Bhante yang terhormat . apa yang dimaksud dengan peratura n-peraturan yang kecil dan kurang penting?" "Tidak. di taman mangga Jivaka.." "Dengan siapa?" "Dengan Ajatasattu. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang keempat?" "Di Vesali. lalu tentang orang-orangny a. "Selain 4 (empat) peraturan Parajika. selanjutnya ditanyakan tentang apa yang dite tapkan dan apa yang kemudian ditambahkan. Bhikkhu Ananda?" "Di Rajagaha." Kemudian Bhikkhu Ananda ditanya tentang asal mulanya. Kemudian ditanyakan tentang apa yang d ianggap sebagai pelanggaran dan apa yang dianggap sebagai bukan pelanggaran. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan." "Mengenai siapa?" "Mengenai bhikkhu-bhikkhu dari tepi Sungai Vaggumuda." Lalu dijawab oleh Bhikkhu Ananda." Kemudian Bhikkhu Ananda ditanya tentang asal mulanya. Kemudian Bhikkhu Ananda memberitahukan para hadirin. Setelah itu ditanyakan tentang peraturan-peraturan yang lain baik yang berlaku u ntuk para bhikkhu maupun yang berlaku untuk para bhikkhuni. semua yang lain termasuk peraturan-peratur an kecil dan kurang penting." Kemudian Ayasma Maha Kassapa bertanya." "Tentang persoalan apa?" "Tentang mereka yang menggunakan tipu muslihat dengan mengaku mencapai tingkat k esucian atau memiliki kekuatan-kekuatan gaib. Bhante. Ananda. "Para Bhante yang terhormat. Setelah itu Bhikkhu Ananda ditanya tentang lima Nikaya yang semuanya dijawab den gan terang dan jelas." Ada hadirin yang mengatakan. aku akan menja wab pertanyaan-pertanyaan mengenai Dhamma yang akan diajukan oleh Ayasma Maha Ka ssapa.. aku tidak menanyakan apa yang dimaksud dengan peraturan-peratura n yang kecil dan kurang penting. "Para Bhante yang terhormat. "Dan di manakah Samaññaphala-sutta disabdakan. "Selain 4 peraturan Parajika dan 13 peraturan Sanghadisesa. pada waktu Sang Bhagava hendak mencapai parinibbana. putra dari Videhi. Bhante.

maka Sangha harap diam. Karena Sangha diam. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran." "Para Bhante yang terhormat. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan maka Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan dan tidak akan m enghapus sesuatu yang sudah ditetapkan. "Selain 4 peraturan Parajika .dan 92 peraturan Pacittiya.. yaitu melakukan suatu kelalaian. Segala sesuatu harus berjalan terus sesu ai dengan apa yang sudah ditetapkan. ini pun merupakan suatu pelanggaran karena Anda mengizinkan par a wanita memberi penghormat terlebih dulu terhadap jenazah Sang Bhagava. ini merupakan suatu pelanggaran." "Bhikkhu Ananda. 2 peraturan Aniyata dan 30 peraturan Nissagiya." Ada juga yang mengatakan. setelah dengan tidak disengaja menginjaknya. sehingg .. aku mengakui telah melakukan pelanggaran berbuat sesuatu yang tidak pan tas. apa yang dimaksud dengan peraturan-peraturan kecil yang kurang pent ing." Ada pula yang mengatakan. namun karena ketaatanku kepada para Bhante. Kalau Sangha menganggap baik. Segala ses uatu harus berjalan terus sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan. Mereka tahu bahwa ini "diperbolehkan" dan itu pasti "tidak diperbolehkan" untuk para pertapa. 13 peraturan Sanghadisesa dan 2 peraturan Aniyata. apa yang dimaksud dengan peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. putra-putra Sakya. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran.. bukan karena rasa kurang hormat aku telah menjahit jubah musim hujan Sang Bhagava. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. diharap bicara. yaitu melakukan suatu kelalaia n. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. Kalau kita menghapuskan peraturan-peraturan kecil dan kurang penting." "Para Bhante yang terhormat. "Selain 4 peraturan Parajika. K alau ada yang tidak setuju. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran. ini pun merupakan suatu pelanggaran karena Anda menjahit jubah musim hujan Sang Bhagava.dan 4 peraturan Patidesaniya. Sewaktu Buddha Gotama masih hi dup. karena kurang waspada aku tidak menanyakan kepada S ang Bhagava. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku katakan . semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan ku rang penting. Beliau te lah menetapkan tata tertib untuk murid-murid-Nya. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran.. Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan dan tidak akan mengha pus sesuatu yang sudah ditetapkan. Inilah usulku ." Ada lagi yang mengatakan. yaitu berbuat sesuatu yang tidak pantas. tetapi setelah Buddh a Gotama mencapai parinibbana mereka tidak lagi melatih diri dalam tata tertib t ersebut. Para Bhante yang terhormat. setelah Anda menginjaknya terlebih dulu. karena Anda telah lalai untuk menanyakan kepada Sang Bhagava . "Pada waktu Buddha Gotama masih hidup. namun karena ketaatan kepad a para Bhante. Tata tertib para bhikkhu ada juga yang berhubungan dengan umat dan umat pun me ngetahui mengenai hal tersebut. maka Sangha telah setuju."Selain 4 peraturan Parajika. Segala sesuatu harus berjalan terus sesuai de ngan apa yang sudah ditetapkan. mungkin di antara mereka ada yang berkata. maka Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang bel um ditetapkan dan tidak akan menghapus sesuatu yang sudah ditetapkan. memang mereka melatih diri dalam tata tertib tersebut.." Kemudian para Thera berkata kepada Bhikkhu Ananda "Bhikkhu Ananda. Begitulah apa yang kumengerti. 13 peraturan Sanghadisesa." "Bhikkhu Ananda. "Selain 4 peraturan Parajika . semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. Kalau para Bhante setuju dengan tidak menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan d an tidak akan menghapus sesuatu yang sudah ditetapkan dan segala sesuatu harus b erjalan terus sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan. aku mengaku melakukan pelanggaran." Kemudian Ayasma Maha Kassapa berkata. "Para Bhante yang terhormat.

Kemudian berangkatlah Bhikkhu Ananda dengan lima ratus bhikkhu lain. yaitu berbuat sesuatu yan g tidak baik." "Para Bhante yang terhormat. "Para Bhante yang terhormat. apa yang dimaksud dengan hukuman bera t itu. Beliau juga telah meninggalkan pesan.demi kebaikan. "Ananda. Bhikkhu Ananda. aku telah melakukan usaha dan memohon dengan sangat kepada Sang Bhagava. demi kebaikan. Bhikkhu Channa boleh mengatakan apa saja yang ia suka. aku mengaku telah melakukan pelanggaran. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante. tetapi bhikkhu-bhikkhu lain tidak boleh bicara dengannya. yang memberikan air susunya sendiri kepada bayi Siddhattha setelah ibu-Nya me ninggal dunia. pergilah bersama dengan lima ratus bhikkhu lain. tidak boleh menasehatinya dan tidak boleh memberi petunjuk kepadanya. Karena melakukan usaha dan memohon dengan sangat kepada Sang Bhagava." Bhikkhu Ananda.a air mata mereka mengotori jenazah Sang Bhagava. ibu tiri-Nya. kesejahteraan dan kebahagiaan para dewa dan umat manusia. semoga Sang Sugata berkenan untuk hidup terus demi kesejah teraan orang banyak. "Semoga Sang Bhagava berkenan untuk hidup ter us sampai satu kappa. m aka aku telah lalai tidak memohon kepada Sang Bhagava. agar wanita dapat diterima sebagai bhikkhuni oleh karena a ku pikir. Akuilah bahwa Anda telah melak ukan pelanggaran. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante. "Maha Pajapati adalah bibi Sang Bhagava. Kemudian p ara selir mendengar bahwa Bhikkhu Ananda telah tiba di dekat taman tersebut dan sedang beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang." jawab Bhikkhu Ananda. Bhikkhu Ananda mengh adap para Thera dan berkata : "Pada waktu Sang Bhagava hendak memasuki parinibba na. "Semoga Sang Bhagava berk enan . telah dikabarkan bahwa Bhikkhu Ananda telah tiba di . agar wanita dapat diterima sebagai b hikkhuni." "Para Bhante yang terhormat. " "Tetapi para Bhante yang terhormat." Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. Di taman itu Raja Udena sedang bersenang-senang dengan para selirnya. yaitu berbuat sesuatu yang tidak pantas. "Ananda." "Bhikkhu Ananda." "Kalau demikian halnya. apakah Anda menanyakan apa yang dimaksud dengan hukuman berat itu?" "Aku telah menanyakan kepada Sang Bhagava. Berselang b eberapa hari tibalah mereka di Kosambi. sehingga mereka nanti tidak berada dalam waktu yang tidak tep at (kalau para Thera telah berkumpul). aku mengaku telah melakukan pelanggaran." "Baiklah. Anda telah lalai untuk memohon kepada Sang Bhagava. lebih baik aku memberikan waktu t erlebih dulu kepada para wanita untuk memberi penghormatan terakhir terhadap jen azah Sang Bhagava." Beberapa waktu setelah pembacaan Dhamma dan Vinaya selesai. "Paduka Tuan. Bhikkhu Ananda." "Kalau begitu. yaitu berbuat sesuatu yan g tidak pantas. kesejahteraan dan kebahagiaan para dewa dan umat manusia. karena pada saat itu pikiranku tergoda oleh Mara. yaitu melakukan suatu kelalaian. Bhante. yang merawat-Ny a. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante. Mereka lalu memohon kepa da Raja Udena. bagaimana mungkin aku dapat melaksanakan huk uman berat tersebut kepada Bhikkhu Channa karena Bhikkhu Channa orangnya kuat da n kekar badannya. ini pun merupakan suatu pelanggaran. bila Sang Tathagata sudah tid ak ada lagi. Beliau mengatakan." "Tetapi. Sangha harus melaksanakan hukuman berat (brahmadanda) terhadap Bhik khu Channa. Karena meskipun diberi isya rat-isyarat dan tanda-tanda yang jelas dapat diraba maksudnya. aku mengaku telah melakukan pelanggaran. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. tidak jauh dari taman hiburan Raja Udena .. ini pun merupakan suatu pelanggaran. yaitu melakukan suatu kel alaian. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran.. " Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran. demi welas asih-Nya terhadap dunia. demi kebahagiaan orang banyak. karena aku pikir. laksanakanlah hukuman berat itu terhadap Bhikkhu Channa. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran berbuat sesuatu yang tidak baik.

Paduka Tuan. apakah yang Bhante ingin lakukan dengan lima ratus pakaian dalam itu?" "Aku akan membagi-bagikannya kepada para bhikkhu yang jubahnya telah tipis. mempersilakan Bhikkhu Ananda mengambil tempat duduk." Bhikkhu Channa lalu menjawab. gembira dan ba hagia. mereka ditanya oleh Raja Udena. "Pertapa-pertapa. tidak ada bhikkhu yang boleh bicara kepadaku." "Tetapi. Di tempat itu Bhikkhu Channa. hancurlah sudah aku ini." "Apakah mereka memberikan sesuatu kepada Bhante?" "Mereka memberikan lima ratus pakaian dalam kepadaku. Raja Udena kemudian bertanya. Setelah itu bhikkhu Ananda pergi ke Vihara Ghosita. ia memberikan lagi lima ratus baju dalam kepada Bhikkhu An anda. tidak diperkenankan un tuk menasehati Anda dan tidak diperkenankan untuk memberi petunjuk-petunjuk kepa da Anda. Pada waktu itulah Bhikkhu Ananda memberitahukan Bhikkhu Channa." "Tetapi." "Pergilah kamu menemui Guru Ananda." "Tetapi. kami akan gunakan untuk memplester lantai. "Perkenankanlah kami menemui Guru Ananda. apa yang Bhante ingin lakukan dengan jubah bekas dari para bhikkhu ters ebut?" "Kami akan memakainya sebagai jubah luar. Raja Udena merasa kecewa dan mengecam Bhikkhu Ananda. "Apakah kamu telah bertemu dengan Guru Ananda?" "Kami telah bertemu dengan Guru Ananda." Pergilah para selir Raja Udena menemui Bhikkhu Ananda." "Tetapi. Bhante." "Tetapi." "Apakah kamu memberikan sesuatu kepada Guru Ananda?" "Kami telah memberikan lima ratus pakaian dalam kepada Guru Ananda. apa yang Bhante ingin lakukan dengan penyeka kaki yang lama?" "Kami akan membuat kain-kain untuk menyeka debu." Maka oleh karena itu. yang setelah memberi hormat sebagaimana layaknya. Sangha telah menjatuhkan hukuman berat terhadap diri Anda. Setelah bertemu." Mendengar itu." Setelah itu Raja Udena berpikir. "Bhante. "Bhikkhu Channa. hemat dan tidak boros. apakah para selirku tadi telah datang kemari?" "Benar. apa yang Bhante ingin lakukan dengan jubah luar yang bekas pakai itu?" "Kami akan menggunakan jubah-jubah bekas itu untuk membuat penutup kasur. apa yang Bhante ingin lakukan dengan tutup kasur yang lama?" "Kami akan memakainya untuk penutup lantai. tetapi bhikkhu-b hikkhu lain tidak diperkenankan untuk bicara kepada Anda. "Bhante. tidak ada bhikkhu yang boleh memberi nasehat kepadaku dan tidak ada bhikkhu yang boleh memberi petunjuk kepadaku. Para selir yang telah tenang hatinya. putra-putra Sakya. memakai se gala sesuatu dengan cara yang teratur. Apakah pertapa Ananda ingin berdagang pakaian atau apakah ia ingin menawarkannya untuk dijual di toko?" Setelah itu Raja Udena sendiri pergi menemui Bhikkhu Ananda dan setelah memberi hormat sebagaimana layaknya lalu mengambil tempat duduk." "Tetapi." "Tetapi. Anda boleh mengatakan apa saja yang Anda suka. Bhikkhu Ananda kemudian memberikan wej angan tentang Dhamma yang membuat hati para selir menjadi tenang. apa yang Bhante ingin lakukan dengan penutup lantai yang lama?" "Kami akan membuat penyeka-penyeka kaki. Setelah tiba di sana. Inilah untuk pertama kali Bhikkhu Ananda mendapat hadiah seribu potong baj u dalam. apakah yang dimaksud dengan hukuman berat itu?" "Bhikkhu Channa. "Bagaimana mungkin pertapa Ananda menerima sekian banyak baju dalam." . apa yang Bhante ingin lakukan dengan kain penyeka debu yang lama?" "Setelah mencabik-cabiknya dan mengaduknya dengan tanah fiat.dekat taman dan sekarang sedang beristirahat di bawah sebuah pohon rindang. mereka m emberi hormat dan mengambil tempat duduk. gembira dan bahagia lalu memberikan lima ratus baju dalam kepada Bhikkhu Ananda dan kemudian mereka kembali ke tama n Raja Udena." "Tetapi.

" (Bhikkhu Channa yang dim aksud di sini ialah bekas kusir dari Pangeran Siddhattha Gotama). Pembimbing Manusia Yang Tiada Taranya. Keterangan: Parajika : pelanggaran yang membuat seorang bhikkhu/ bhikkhuni dipecat/diusir ke luar Sangha. ada yang menyembah. Berita yang tersiar luas tentang Pertapa Gotama yang sekarang menjadi Buddha. Nissagiya : pelanggaran yang menyebabkan sesuatu barang disita. sesuatu yang Beliau sendiri telah menge rti melalui pengetahuan yang luar biasa. Suku Kalama. para dewa. Aniyata : pelanggaran yang masih belum ditentukan masuk golongan yang mana. yang menjadi penduduk kota Kesaputta mendengar bahwa Pertapa Gotama . Sungguh berharga sekali dapat melihat Arahat tersebut!" Karena itu. Suatu ketika Yang Dirahmati (Sang Buddha) mengembara di negara Kosala dengan rombongan besar bhikkhu dan memasuki kota Kesaputta. brahmana. ada yang memberi hormat hanya dengan ucapan. disertai para pe rtapa. ada yang memberi hormat dengan merangkapkan kedua tangan di depan dada dan kemudian duduk di satu sisi. "Bhikkhu Channa. Sang Buddha. tekun dan dengan semangat yang menyala-nyala melatih diri. Sanghadisesa : pelanggaran yang harus diselesaikan dalam rapat resmi dari Sangha . Setelah siuman. Tiba di sana." Dengan demikian Bhikkhu Channa menjadi Arahat. mara. hidup suci telah dilaksanakan.Kemudian ia jatuh pingsan di tempat itu. ada yang member itahukan nama dan nama keluarganya. sekarang cabutlah kembali hukuman be rat terhadap diriku. me ngatakan: "Beliau adalah Arahat. sekarang telah tiba di Kesap utta. Yang Dirahmati. Yang Terbahagia. Setelah itu Bhikkhu Channa mencari Bhikkhu Ananda dan setelah bertemu. pada saat Anda mencapai tingkat Arahat. seorang putra dari suku Sakya yang pergi bertapa. Beliau mengajarkan Dhamma yang indah pa da awalnya. dan indah pada akhirnya. cemas dan muak dikenakan hukuman berat. dan brahma. Beliau memberitahukan d unia ini. sehingga d alam waktu yang tidak terlalu lama ia mencapai tingkat Arahat "Hancurlah tumimba l lahir. Sempurna Dalam Pengetah uan dan Pelaksanaannya. telah dilakukan apa yang harus dilakukan dan tidak ada lagi yang tersisa. Yang memperoleh Penerangan Agung. dan ada juga yang terus duduk tanpa mengucap . pada saat itu pulalah h ukuman berat terhadap diri Anda telah dicabut kembali. indah pada pertengahannya. dan manusia. karena merasa malu. Di tempat itulah ia kemudian de ngan giat. BAB VI TAMBAHAN KALAMA SUTTA A-I-191 Demikianlah telah kudengar: 1. "Bhante yang terhormat." Dijawab oleh Bhikkhu Ananda. ada juga yang memberi hormat dengan berlutut. baik dalam teori maupun dalam pelaksanaannya. maka suku Kalama dari Kesaputta datang mengunjungi Sang Buddha. Bhikkhu C hanna lalu berkata. Secara sempurna Beliau menerangkan tentang penghid upan suci yang benar-benar bersih. Guru Para Dewa dan Manusia. bersama-sama dengan alam para dewa. Bhik khu Channa lalu pergi mencari tempat yang sunyi. Pacittiya : pelanggaran yang menyebabkan seseorang harus menjalankan hukuman "pe nebusan dosa".

Tetapi. Janganlah percaya begitu saja apa yang tertulis di dalam kitab-kitab suci. apakah itu membawa keuntungan atau kerugian? " "Akan membawa kerugian. warga suku Kalama? Kalau keserakahan (lobha) timbul dalam diri seorang manusia. kamu mengetahui. "Sekarang. warga suku Kalama. mengucapkan kata-kata yang tidak benar. dan mencela habis-habisan ajaran orang lain. sudah sewajarn yalah kamu bingung. meren dahkan. Dalam hal yang meragukan memang akan menimbulkan kebingungan . "Sekarang. bukankah hal itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan b aginya untuk waktu yang lama?" "Memang demikian. juga apa yang dikatakan sesuai dengan logika atau ke simpulan belaka. janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. apaka h orang itu tidak mungkin akan membunuh makhluk hidup. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian. melakukan perz inahan. Oleh karena itu. bukankah hal itu akan mengakibatk an kerugian dan penderitaan baginya untuk waktu yang lama?" .kan kata apa pun. hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan. dicengkeram oleh kebencia n dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. warga suku Kalama. hal ini tercela." 6. bagaimana pendapatmu. Yang Mulia. merendahkan. 'H al ini tidak berguna. bagaimana pendapatmu. seseorang yang serakah dicengkeram oleh keserakaha n dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. Kami yang mendengar merasa ragu-rag u dan bingung. 2. Yang Mulia. seseorang yang diliputi kegelapan batin (moha). ata u sesuatu yang didesas-desuskan. atau karena ingin menghormat seora ng pertapa yang menjadi gurumu. apakah itu akan membawa keuntungan atau k erugian?" "Akan membawa kerugian. Yang Mulia." 4." "Sekarang. apakah itu akan membawa keuntungan atau kerugia n?" "Akan membawa kerugian. atau oleh karena sesuatu yang sudah merupakan tradisi. melakukan perzinahan. warga suku Kalama? Kalau kegelapan batin (mo ha) timbul dalam diri seorang manusia. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian. tetapi mencaci maki. banyak per tapa dan brahmana yang berkunjung ke Kesaputta. dan mencaci-maki." "Sekarang. menghina. kemudian seorang berkata. mengambil sesuatu yang tidak diberikan. mengucapkan kata-kata yang tidak benar. apakah orang itu tidak mungkin aka n membunuh makhluk hidup. maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut. kalau setelah diselidiki sendiri. warga suku Kalama? Kalau kebencian (dosa) ti mbul dalam diri seorang manusia." 3. Setelah mereka semua duduk. dan mencela habis-habisan ajaran orang lain. warga suku Kalama. "Sekarang. Dan mereka ini juga menerangkan dan membahas denga n panjang lebar ajaran mereka sendiri. mengambil sesuatu yang ti dak diberikan. warga suku Kalama. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seksama. "Yang Mulia. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian. "Benar. di cengkeram oleh kegelapan batin dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. mengucapkan kata-kata yang tidak benar." "Sekarang. warga suku Kalama. siapa diantara para pertapa dan brahmana yang berbicara benar dan siapa yang berdusta. melakukan perz inahan. apakah orang itu tidak mungkin aka n membunuh makhluk hidup. seseorang yang membenci. Yang Mulia. menghina. Lalu datang pula pertapa da n brahmana lain ke Kesaputta. sudah sewajarnyalah kamu ragu-ragu. bukankah hal itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan b aginya untuk waktu yang lama?" "Memang demikian. warga suku Kalama. Yang Mulia." 5. bagaimana pendapatmu. juga ap a yang kelihatannya cocok dengan pandanganmu. mengambil sesuatu yang tidak diberikan. hal ini tidak dibenarkan oleh para Bijaks ana. Mereka menerangkan dan membahas dengan panjang lebar ajaran mereka sendiri.

" "Apakah hal-hal tersebut tercela atau tidak tercela?" "Tercela." 9. Demikianlah pendapat k ami. Yang Mulia." 12. setelah diselidiki sendiri. kamu mengetahui. apakah hal ini merupakan keuntungan atau kerugian?" "Keuntungan. Yang Mulia. atau sesuatu yang didesas-desuskan. hal ini kalau terus di lakukan akan membawa keberuntungan dan kebahagiaan.' Tetapi." "Bukankah orang ini. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seksama. tidak aka n mendapatkan kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya. hal ini tercela. warga suku Kalama. berhenti melakukan perzinahan berhenti mengucapkan kata-kata yang tidak benar. berhenti mengambil sesuatu yang tidak d iberikan (mencuri). juga apa yang katanya merupakan hasil dari suatu penelitian. Yang Mulia. Yang Mulia. "Karena itu." "Apakah hal-hal tersebut dibenarkan atau tidak dibenarkan oleh para Bijaksana?" "Tidak dibenarkan." 7. "Bagaimana pendapatmu. hal ini tidak dibenarkan oleh para Bijaks ana. hal ini dibenarkan oleh para Bijaksana. 'Hal ini berguna.' maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut. dan oleh karena ia dapat mengendalikan dirinya dengan bai k." "Bukankah orang ini.. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas dari kebencian (dosa). Yang Mulia. apakah itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan?" "Akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas dari kegelapan batin (moha). atau karena ingin menghorm at seorang pertapa yang menjadi gurumu." "Kalau terus dilakukan. 'Janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. juga apa yang terlihat cocok dengan pandanganmu. warga suku Kalama. bagaimana pendapatmu. "Kalau begitu. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seks ama. hal i ni tidak tercela." 10. juga apa yang katanya sesuai dengan logika atau kesimpul an belaka. Yang Mulia. apakah hal ini merupakan keuntungan atau kerugia n?" "Keuntungan. atau karena ingin menghormat seorang pertapa yang menjadi gurum u. warga suku Kalama. hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan. 'Jang anlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan orang lain. Janganlah percaya begitu saja apa yang dikatakan di dalam kitab-kitab suci. juga apa yang katan ya sesuai dengan logika atau kesimpulan belaka.' maka sudah selayaknya kamu menerima dan hidup sesuai dengan hal-hal tersebut. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas d ari keserakahan (lobha). "Sekarang. atau oleh karena ses uatu yang merupakan tradisi. Yang Mulia. warga suku Kalama. Yang Mulia." 11. "Sekarang. Janganlah perca ya begitu saja apa yang dikatakan di dalam kitab-kitab suci."Memang demikian. Yang Mulia." 8. atau oleh karena sesuatu yang merupakan tradisi. bagaimana pendapatmu. kalau setelah diselidiki sendiri. yang telah terbebas dari keserakahan dan tidak lagi dicengk eram oleh keserakahan. atau ses uatu yang didesas-desuskan. juga apa yang katanya merupakan hasil dari suatu penelitian. itulah yang Kumaksud dengan mengatakan. "Kesimpulannya. bagaimana pendapatmu? Apakah hal-hal terseb ut baik atau tidak baik?" "Tidak baik. 'H al ini tidak berguna. juga apa yang terlihat cocok den gan pandanganmu. yang telah terbebas dari kebencian tidak lagi dicengkeram o leh kebencian . apakah hal ini merupakan keuntungan atau k . kamu mengetahui. akan berhenti membunuh makhluk hidup. tidak akan mendapatkan kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya..' Tetapi. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan orang lain.

mulai hari ini sampai seumur hidup kami. namun aku sama sekali tidak bermaksud berbuat jahat terhadap siapa pun juga.. Yang Mulia. Dengan demikian. berkembang terus tanpa batas. Siswa Ariya tersebut dalam kehidupan ini akan memperoleh empat berkah (deng an mengulang apa yang diucapkan Sang Buddha). apakah akan membawa kebahagiaan atau tidak?" "Tentu akan membawa kebahagiaan. simpati. kamu me ngetahui hal ini berguna. Demikianlah pendapat kami. orang itu diumpamakan seperti d iam di seperempat alam. Kalau sekiranya tidak ada bencana menimpa yang berbuat jahat. Yang Mulia. tidak ternoda dan beersih. terbebas dari permusuhan dan perasaan tertekan. seorang siswa Yang Ariya telah terbebas dari k eserakahan dan kebencian. saat badan jasmaninya hancur setelah mati. Dhamma." "Apakah hal-hal tersebut tercela atau tidak tercela?" "Tidak tercela. ia diam dengan batin penuh c inta kasih. kemudian di setengah alam. terbebas dari permusuhan dan pera saan tertekan." . dan keseimbangan batin yang berkembang terus tanpa batas. mengapa Aku mengucapkan kata-kata tersebut. ia akan bertumim bal lahir di alam surga. Ini adalah berkah kedua yang diperolehnya. belas kasih. 'Ja nganlah percaya begitu saja . Ini adalah berkah keempat yang diperolehnya. warga suku Kalama. sedangkan batinnya dipenuhi oleh kasih. tidak akan mendapat kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya. hal ini dibenarkan oleh para Bi jaksana. maka dalam kehidup an ini memperoleh empat berkah. Siswa yang demikian itu. orang itu dalam kehid upan ini juga akan memperoleh berkah yang menyenangkan. yang hatinya terbebas dari permusuhan. Tetapi apabila setelah diselidiki sendiri." 14.erugian?" "Keuntungan. "Kalau begitu. Yang Mulia.. yang telah terbebas dari kegelapan batin dan tidak lagi dic engkeram oleh kegelapan batin . Sungguh indah. hal ini kalau terus dilakukan akan membawa keberuntungan dan kebahagiaa n. bagaimana pendapatmu? Apakah hal-hal terse but menguntungkan atau tidak menguntungkan?" "Menguntungkan. maka sudah selayaknya kamu menerima dan hidup sesuai dengan hal-hal tersebut. kepada semua makhluk. simpati." 17. "Sekarang. Yang Terbaha gia." 15. Dan dengan cara yang sama ke atas. namun kehidupan ini ia telah terbebas dari perasaan bermusuha n dan tertekan." "Bukankah orang ini. warga suku Kalama. t erbebas dari perasaan tertekan. belas kasih.. Yang Dirahmati. Kalau seki ranya tidak ada alam lain setelah meninggal dunia. ke samping. ke segenap penjuru. Yang Mulia. itulah yang Kumaksud dengan mengatakan. yaitu : 16. dan tidak lagi bingung tetapi dapat mengendalikan diri nya dengan baik dan pikirannya terpusat." 13. Kalau sekiranya bencana menimpa yang berbuat jahat. warga suku Kalama. kemudian di tiga per empat al am dan akhirnya di seluruh alam. warga suku Kalama. hal ini tidak tercela. maka aku tahu bah wa diriku bersih dari kedua segi. Yang Mulia. ' Itulah sebabnya. tak ternoda dan bersih. Semoga Yang Mulia berkenan menerima kami sebagai u pasaka dan upasika. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan oran g lain. Yang Mulia! Dengan ini kami menyatakan kami berlindung kepada San g Buddha. Memang demikianlah. Ini adalah berkah pertama yang diperolehnya." "Apakah hal-hal tersebut dibenarkan atau tidak dibenarkan oleh para Bijaksana?" "Dibenarkan. ada akibat dari perbu atan baik dan jahat. "Memang demikianlah halnya. Kalau sekiranya ada alam lain setelah meninggal dunia. dan Sangha. tidak ada akibat dari perbuat an baik dan jahat. siswa Ariya tersebut yang hatinya terbebas d ari permusuhan dan perasaan tertekan." "Kalau terus dilakukan. "Demikianlah. Mana mungkin bencana dapat meni mpa diriku yang tidak berbuat jahat? Ini adalah berkah ketiga yang diperolehnya. dan keseimbangan batin yang ditujukan ke segen ap penjuru alam.. ke bawah.

"Pemilik dari perbuatan adalah rnakhluk. Perbuatannya adalah rahim dari mana ia lahir. Dengan tidak pernah melakukad perbu . maka orang itu. Ata u apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia. ucapan . ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan. ia juga kelak yang akan mewarisinya. atau pikiran. maka ia akan menderita banyak penyakit. ia juga kelak yang akan menjadi pewari snya. Terdapat orang yang tak pernah memberikan makanan. penghormatan. obat-obatan. Dengan melakukan perbua tan ini. t amak. sering menceritakan kebur ukan orang. iri bila orang l ain menerima hadiah. Atau apabila ia terlahir kan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. Atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia. berhati kejam. Terdapat lelaki dan perempuan yang membunuh makh luk hidup. namun perbuatannya juga merupakan pelindungnya." Demikianlah tumimbal lahir dari makhluk-makhluk. "Sesuai dengan kammanya.123 Pemilik dan pewaris adalah makhluk . Dan ia terikat erat kepada perbuatan yang dilakukan dengan badan jasmani. dan sembunyi-sembunyi pula cara dan tuj uannya. dan kecurigaannya. untuk hal kecil saja yang dic eritakan kepadanya ia sudah menjadi murka. ia adalah pewa ris dari perbuatannya. berbicara yang tidak benar. keras kepala. Dengan sembunyi-sembunyi ia melakukan perbuatan-perbuatan. maka umu rnya akan pendek. atau neraka. Terdapat orang yang cepat marah. suka bicara hal-hal yang tidak perlu. Dengan melakukan perbuatan ini. ia akan ter jatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan. memperlihatkan k egusarannya. dan mengikuti pandangan yang keliru. mereka akan bertumimbal lahir. perbuatanlah yang kelak akan membedakan ma nusia menjadi mulia dan rendah.31) KAMMA DAN TUMIMBAL LAHIR A. mengambil milik orang lain. mereka akan menerima a kibat dari perbuatan mereka sendiri. lampu. tanpa mempunyai rasa kasihan kepad a makhluk-makhluk hidup. ketika badan jasmaninya hancur setelah meninggal. Perbuatan a pa pun yang ia lakukan. Dengan melakukan perbuatan ini. lekas naik darah. Perbuatan apa pun yang ia lakukan. mengu capkan kata-kata dan memikirkan sesuatu. kejam." M. Terdapat orang yang suka iri hati.. akan terjatuh di alam-alam re ndah yang penuh kesedihan dan penderitaan. me lakukan perbuatan asusila. transportasi. bunga. Atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di ala m mana pun ia bertumimbal lahir. batu. menggunakan kata-kata kasar.. penuh rasa dengki dan benci. Terdapat orang yang mempunyai kebiasaan menyakiti makhluk lain dengan menggunaka n tinju. diberi tempat menginap. Perbuatannya adalah rahim darimana ia lahir. wangi-wangian. jubah. baik atau buruk. dan diberikan persembahan dengan penuh sopan santun.205 Pemilik dari perbuatan (kamma. maka ia akan mempunyai pengaruh sedikit sekali. tempat menginap. atau di alam mana pun ia bertu mimbal lahir. kepada perb uatannya ia terikat. ia adalah pe waris dari perbuatannya. orang itu pasti akan menerima salah satu dari kedua akibat ini. yaitu siksaan di nera ka atau terlahir sebagai binatang yang merangkak. baik atau buruk. namun perbuatannya juga merupakan pelindungnya. tempat tinggal. Dengan perbuatan yang dilakukannya ini.X. atau ne raka. Tetapi Aku katakan kepadamu. kepada per buatannya ia terikat. atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. gemar memukul dan membunuh. penghargaan. dan sebagainya kepada para bhikkhu atau pandita. minuman. Terdapat orang yang gemar membunuh makhluk hidup. atau neraka. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderita an.SIGALOVADA SUTTANTA (D. marah. dimuliak an.III. tongkat. maka ia akan mempunyai rupa yang buruk." Karena itu Aku menyatakan.skrt) adalah makhluk. atau neraka. Dan dalam tumimbal lahirnya itu. kebenciannya. atau pedang. "Bagaimanapun tersembunyi cara dan tujuannya. karma.pali.

serta memiliki harta dan pen garuh. tetapi perempuan ini miskin. ada perempuan yang buruk rupanya dan sangat jahat kelih atannya. dan sebaga inya kepada para bhikkhu dan pandita. tanpa wibawa. tempat tinggal. lekas naik darah. tidak iri jika orang la in menerima hadiah. memperlihatkan kegusaranny a. A. penuh rasa dengki den benci. marah. maka ia akan menjadi orang yang miskin. dan tanpa pengaruh ? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang buruk parasnya dan sangat jahat kelihatan nya. tanpa harta. tidak membe rikan tempat menginap kepada yang patut untuk diberikan tempat menginap. lampu. penghargaan. tanpa wibawa. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedih an dan penderitaan atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di a lam mana pun ia bertumimbal lahir. dimuliakan. minuman. tanpa harta. lampu. Dan ia tidak pernah mempersembahkan makanan. diberikan tempat menginap. kebenciannya. Tetapi ia mempersembahkan makanan. minuman. . 197 Apakah sebabnya. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang buruk dan sangat jahat kelihatannya. obat-obatan. Dengan tidak pernah melakukan perbuatan ini. mempunyai wibawa yang besar. untuk hal kecil saja yang diceritakan kepadanya. Dan ia juga tidak suka iri hati. tidak memberikan penghormatan dan penghargaan k epada mereka yang patut diberikan penghormatan dan penghargaan. memiliki harta dan pengaruh? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang cantik parasnya. kaya-raya. keras kep ala. den tanpa pengaruh ? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang cantik parasnya. bunga. Terdapat orang yang tinggi hati dan penuh kesombongan.IV. transportasi. penghormatan. mempunyai wibawa yang besar. iri jika orang lain menerima had iah. bunga . Terdapat orang yang tidak mengunjungi para bhikkhu dan pandita untuk menanyakan kepada mereka. dan diber ikan persembahan dengan penuh sopan santun. tidak memberikan tempat duduk kepada yang patut diberi tempat duduk. ia akan terjatuh di alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderit aan atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. obat-obatan. mempunyai wibawa yang besar. maka ia akan menjadi orang dungu. Bhante? Apakah yang dima ksud dengan kamma tidak baik? Apa yang tercela? Apa yang terpuji? Apa yang harus dilakukan? Apa yang tidak baik dilakukan? Perbuatan apakah yang mengakibatkan c elaka dan penderitaan untuk waktu yang lama? Perbuatan mana yang dapat membawa b erkah dan kebahagiaan untuk waktu yang lama?" Dengan tidak melakukan perbuatan i ni. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. dan sebagainya kepada para bhikkhu dan pandita. diberikan tempat menginap. wangi-wangian. ia sudah menjadi murka. kebenciannya dan kecurigaannya. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. tempat menginap.atan ini. elok se kali. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang buruk dan sangat jahat kelihatannya tet api ia akan kaya raya. transportasi. tidak mau berdiri untuk siapa ia patut berdiri. "Apakah yang dimaksud dengan kamma baik. di samping itu ia pun miskin. Bhante. sedap dipandang. marah. dimuli akan. Dan ia sering iri. tidak mau menghormat kepa da mereka yang patut dihormati. penghargaan. dan diberikan persembahan dengan penuh sopan santun. tempat t inggal. den kecurigaannya. lekas naik darah. tidak m enjamu mereka yang patut dijamu. tidak dengki dan benci. tanpa harta. dan tanpa pengaruh. serta memiliki harta dan pengaruh? Ada perempuan yang bernama Mallika yang cepat marah. sedap dipandang. keras kepala. elok se kali. tanpa wibawa. memperlihatkan kegusarannya. hal kecil saja yang diceritaka n kepadanya menjadikannya murka. dan perempuan ini miskin. jubah. maka ia akan menjadi orang rendah. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan at au apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertu mimbal lahir. j ubah. dan juga tidak m emberikan persembahan kepada yang patut diberi persembahan. penghormatan. tempat menginap. Ada perempuan yang cepat marah. wangi-wangian. namun perempuan ini kaya raya.

Bahkan sekurang-kurangnya. menganjurkan. Sering membicarakan keburukan orang lain. atau di alam setan. d an sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal akan bertumimb al lahir di alam neraka. akibat serin g melakukan perbuatan asusila membuat orang tersebut dijauhi dan dimusuhi oleh l ingkungannya. Bahkan sekurang-kurangnya. minuman. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. atau di alam setan. melakukan sendiri. menganjurkan. dan sering dilakuka n akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka . yang timbul karena lobh a. mempunyai wibawa yang besar. k aya raya. di alam binatang. menganjurkan. . tidak diliputi dengki d en benci . dan sering dilakuk an akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam nerak a. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang cantik. akiba t sering membunuh mahluk hidup membuat orang tersebut pendek umur. terdapat tiga keadaan yang merupakan akar dari terjadinya kamma (per buatan)... Berbicara hal yang tidak perlu (omong-kosong). .. serta memiliki harta dan pengaruh. melakukan sendiri.Ada perempuan lain yang tidak cepat marah. di alam binatang . di alam binatang. A. di alam binatang.. Bahkan sekurang-kurangnya. Menggunakan kata-kata kasar. minuman. dan sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal l ahir di alam neraka. kebencian (dosa). Melakukan perbuatan asusila. di alam binatang.33 Oh Bhikkhu. . melakukan sendiri. akibat sering minum minuman keras dan mengkonsumsi zat lain yang dapat melemahkan kesadaran akan membuat orang tersebut mabuk dan ketagihan. dan ia tidak suka iri hati.. melakukan sendiri.tetapi i a tidak mempersembahkan makanan.III. Bahkan sekurang-kurangnya. A. atau di alam setan. dan sering dilakukan akan membawa ora ng tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka. Mengambil milik orang lain...40 Membunuh makhluk hidup. dan elok seka li tetapi ia miskin. Minum minuman keras. di alam binatang. Bahkan sekurang-kuran gnya. dan s ering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka. dihasilkan oleh lobha. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. baik di dunia ini. sedap dipandang. sedap dipandang. akibat sering berbicara hal yang tidak perlu (omong-kosong) membuat orang tersebut tidak dapat berbicara dengan jelas.. oh Bhikkhu... oh Bhikkhu.. atau di alam setan. atau di alam setan. elok sekali. melakukan sendiri. atau di alam setan. dan kebodohan batin (moha ). tidak lekas naik darah. maupun di alam mana pun dengan paras yang cantik.. menganjurkan. maka perbuatan ini akan masak. akibat dari orang yang suka menceritakan keburukan orang lain membuat ia diting galkan kawan-kawannya. akibat sering mengambil milik orang lain membuat orang tersebut kehilangan miliknya.. tanpa harta. menganjurkan. seperti anggur dan arak. dan sering dilakuk an akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam nerak a.III. Perbuatan.. tidak lekas naik darah. akibat sering berdusta membuat orang tersebut mendapat tuduhan atas sesuatu yang tidak dilakukannya. Berdusta. Bahkan sekurang-kurangnya. akibat serin g menggunakan kata-kata kasar membuat orang tersebut sering menerima kata-kata y ang tidak menyenangkan. menganjurkan. menganjurkan. atau di alam setan. melakukan sendiri.. di alam binatang. dimana saja makhluk itu .. melakukan sendiri. Bahkan sekurang-k urangnya. menganjurkan. dan ia suka iri hati dan diliputi deng ki dan benci. dan tanpa pengaruh. dan sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di ala m neraka. yaitu: keserakahan (lobha). tanpa wibawa. di alam binatang. yang dilakukan berdasarkan lobha. dan ia memper sembahkan makanan. Ada perempuan lain yang tidak cepat marah. melakukan sendiri. Bahkan sekurang-kurangnya. atau di alam setan.

Beliau menjalani k ehidupan berumah tangga selama 2. yang timbul karena moha. Dan tak mungkinlah. oh para Bhikkhu.208 Tidak mungkinlah. Demikianlah sabda-Ku. bahwa kamma (perbuatan) yang dikehendaki. Demikianlah sabda-Ku. oh para Bhikkhu. dilaksanakan. yang timbul karena dosa. Perbuatan yang dilakukan berdasarkan dosa. maka makhluk itu akan meme tik buah (hasil) dari perbuatannya. dalam kehidupan berikutnya. dan ditimbun orang dapat mengakhiri penderitaan. S. dan ditimbun akan berhenti. Beliau adalah putra dari Brahmadatta dan Dhanavati dan termasuk dalam suku Kas sapa. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. maka perbuatan ini akan masak dimana saja makhluk itu bertumimbal lahi r. Banyak legenda dihubungkan denganNya. dan Soma memberinya rumput untuk tempat dudu kNya tepat sebelum pencerahanNya. dihasilkan o leh dosa. musnah. Selanjutnya Beliau melepaskan kehidupan duniawi. IstriNya adalah Sunanda dan Vijitasena adalah putraNya. sabda-Ku. Maka akan datanglah waktunya. maka makhluk itu akan memetik buah (hasil) dari perbuatannya. maka perbuatan ini akan masak dimana saja makhluk itu bertumimbal lahi r. dan menunjukkan keaj aiban gandaNya di kaki pohon Asana di bagian luar Sundaranagara. Keadaannya sama seperti benih yang tidak rusak dan tidak busuk. mungkin dalam kehidupan ini. dan salah satu dari 7 Budd ha yang disebutkan dalam daftar-daftar Pali.000 tahun dan hidup dalam istana-istana yaitu H amsa.X. tumbuh dengan baik dan berkembang dengan sempurna. Yasa dan Sirinanda. Lagi pula ia juga dianggap sebagai Buddha ke 3 di aeon saat ini (Kappa Bhadda). atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang.bertumimbal lahir. dan bilamana perbuatan itu masak. Tetapi hal ini bukan berarti akhir penderitaan bag i makhluk-makhluk yang digelapkan oleh Avijja dan dibelenggu oleh Tanha berlari berputar-putar dalam lingkaran tumimbal lahir. selama orang itu masih belum mengalami ak ibatnya. Tetapi hal itu bukan berarti akhir dari penderitaan bagi makhluk-makhluk yang digelapkan oleh Avijja (kebodohan batin) d an dibelenggu oleh Tanha (nafsu keinginan) berlari berputar-putar dalam lingkara n tumimbal lahir. maka makhluk itu akan memetik buah (hasil) dari perbuatannya. Tissa dan Bharadvaja adalah bhikkhu utamaNya. IstriNya mempersembahkan nasi susu. mungkin dalam kehidupan ini. baik di kehidupan ini. atau dalam kehidupan berikutnya. Perbuatan yang dilakukan berdasarkan moha. Yana adalah pohon bodhiNya. dan bilamana perbuatan itu masak. bahwa samudra besar ini akan menj adi kering. da . di kehidupan berikutnya. mungkin dalam kehidupan ini.XXII Maka akan datanglah waktunya. BUDDHA KASSAPA Buddha Kassapa adalah Buddha ke 24 dari tradisi Pali. tidak rusak oleh angin dan panas matahari tetapi sehat dan tahan lama. Kassapa dilahirkan di Taman Rusa di Isipatana saat raja Kiki memerintah Varanasi . Beliau menyampaika n kotbah pertamaNya di Isipatana kepada sekelompok bhikkhu. dan tidak ada lagi. dan bilamana perbuatan itu masak. atau di dalam kehidupan -kehidupan mendatang. dan tidak ada lagi. A. dil aksanakan. bahwa sebelum mengalami sendiri akibat dari kamma yang dikehendaki. bahwa dunia yang perkasa ini akan dilahap oleh api . setelah ditebarkan di tan ah yang subur dan dipersiapkan dengan baik serta cukup mendapat air hujan. akan menitis. dihasilkan o leh moha. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. atau dalam kehidupan berikutnya. lenyap. dan cerita tentang percakapan Yakkha Narad eva adalah yang paling menarik.

45 f. Mahavastu i. 4.. Majjhima Nikaya ii.. Buddhavamsa xxv. 236 . 6. Buddhavamsa Atthakatha 217 ff. PembantuNya adalah Sabbamitta.. Bodhisatva hidup sebagai seorang pemuda brahmin den gan nama Jotipala.n diantara para bhikkhuni Anula dan Uruvela adalah pengikutNya yang paling terke nal.128 ff. 5. Faxian (Fahsien) dan Xuangzang (Huan Tsang) juga menunjukkan keberadaan fisik te mpat-tempat pemujaan Kassapa. Dipavamsa xv. Konon wajah keemasan Maha Kacchana disebabka n karena persembahan sebuah batu bata emasnya untuk tempat pemujaan Kassapa. 2.. Lihat juga pada: 1. Buddha Kassapa hidup selama 20. Teks-teks Sansekerta Buddhist seperti Divyavadana 333 f. 3.000 tahun dan meninggal di Taman Setavya di Kashi . Mahavamsa xv. 114 menye but Kassapa sebagai Kashyapa.55 ff.7. Dhammapada Atthakatha ii. Selama jaman Buddha Kassapa. 7.. Digha Nikaya ii.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful