INTISARI AGAMA BUDDHA Penyusun : Pandita S. Widyadharma BAB II - AJARAN SANG BUDDHA 1.

KITAB SUCI AGAMA BUDDHA Kitab Suci Agama Buddha yang tertulis dalam Bahasa Pali adalah TIPITAKA, yang terdiri dari : 1. Vinaya Pitaka Yang berisikan tata-tertib bagi para bhikkhu/bhikkhuni. 2. Sutta Pitaka Yang berisikan khotbah-khotbah Sang Buddha 3. Abidhamma Pitaka Yang berisikan Ajaran tentang metafisika dan ilmu kejiwaan. Sedangkan yang tertulis dalam bahasa Sansekerta adalah : 1. 2. 3. 4. Avatamsaka Sutra. Lankavatara Sutra. Saddharma Pundarika Sutra. Vajracchendika Prajna Paramita Sutra (Kim Kong Keng), dan lain-lain.

2. KESUNYATAAN DAN KENYATAAN 1. Paramatha-sacca : Kebenaran mutlak (absolute truth), dan harus memenuhi sy arat-syarat sebagai berikut : 1. Harus benar. 2. Tidak terikat oleh waktu ; waktu dulu, sekarang dan waktu yang akan datang sama saja. 3. Tidak terikat oleh tempat ; di sini, di Amerika ataupun di bulan sam a saja. 2. Sammuti-sacca : Kebenaran relatif ; berarti bahwa sesuatu itu benar, tetap i masih terikat oleh waktu dan tempat. 3. EHIPASSIKO Ehipassiko berarti "datang dan alamilah sendiri". Umat Buddha tidak diminta untu k percaya saja, tetapi justru untuk mengalami sendiri segala sesuatu. Ini menunj ukkan khas Buddhis, berbeda dengan apa yang diajarkan oleh Agama-agama lain. 4. EMPAT KESUNYATAAN MULIA I. Kesunyataan Mulia tentang Dukkha Hidup dalam bentuk apa pun adalah dukkha (penderitaan) : a. dilahirkan, usia tua, sakit, mati adalah penderitaan. b. berhubungan dengan orang yang tidak disukai adalah penderitaan. c. ditinggalkan oleh orang yang dicintai adalah penderitaan. d. tidak memperoleh yang dicita-citakan adalah penderitaan. e. masih memiliki lima khanda adalah penderitaan. Dukkha dapat juga dibagi sbb. : a. dukkha-dukkha ialah penderitaan yang nyata, yang benar dirasak an sebagai penderitaan tubuh dan bathin, misalnya sakit kepala, sakit gigi, susa h hati dll. b. viparinäma-dukkha merupakan fakta bahwa semua perasaan sen ang dan bahagia --berdasarkan sifat ketidak-kekalan-- di dalamnya mengandung ben ih-benih kekecewaan, kekesalan dll. c. sankhärä-dukkha lima khanda adalah penderitaan ; selama masih ad a lima khanda tak mungkin terbebas dari sakit fisik.

II. Kesunyataan Mulia tentang asal mula Dukkha Sumber dari penderitaan adalah tanhä, yaitu nafsu keinginan yang tidak ada habis-h abisnya. Semakin diumbar semakin keras ia mencengkeram. Orang yang pasrah kepada tanhä sama saja dengan orang minum air asin untuk menghilangkan rasa hausnya. Ras a haus itu bukannya hilang, bahkan menjadi bertambah, karena air asin itu yang m engandung garam. Demikianlah, semakin orang pasrah kepada tanhä semakin keras tanhä itu mencengkeramnya. Dikenal tiga macam tanhä, yaitu : 1. a. b. c. d. e. f. Kämatanhä : kehausan akan kesenangan indriya, ialah kehausan akan : bentuk-bentuk (indah) suara-suara (merdu) wangi-wangian rasa-rasa (nikmat) sentuhan-sentuhan (lembut) bentuk-bentuk pikiran

2. Bhavatanhä : kehausan untuk lahir kembali sebagai manusia berdasarkan kepe rcayaan tentang adanya "atma (roh) yang kekal dan terpisah" (attavada). 3. Vibhavatanhä : kehausan untuk memusnahkan diri, berdasarkan kepercayaan, b ahwa setelah mati tamatlah riwayat tiap-tiap manusia (ucchedaväda). III. Kesunyataan Mulia tentang lenyapnya Dukkha Kalau tanhä dapat disingkirkan, maka kita akan berada dalam keadaan yang bahagia s ekali, karena terbebas dari semua penderitaan (bathin). Keadaan ini dinamakan Ni bbana. a. Sa-upadisesa-Nibbana = Nibbana masih bersisa. Dengan 'sisa' dim aksud bahwa lima khanda itu masih ada. b. An-upadisesa-Nibbana = Setelah meninggal dunia, seorang Arahat akan mencapai anupadisesa-nibbana, ialah Nibbana tanpa sisa atau juga dinamakan Pari-Nibbana. Sang Arahat telah beralih ke dalam keadaan yang tidak dapat diluki skan dengan kata-kata. Misalnya, kalau api padam, kejurusan mana api itu pergi? jawaban yang tepat : 't idak tahu' Sebab api itu padam karena kehabisan bahan bakar. IV. Kesunyataan Mulia tentang Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha Delapan Jalan Utama (Jalan Utama Beruas Delapan) yang akan membawa kita ke Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha, yaitu : Pañña 1. 2. Sila 3. 4. 5. Samädhi 6. 7. 8. Pengertian Benar (sammä-ditthi) Pikiran Benar (sammä-sankappa) Ucapan Benar (sammä-väcä) Perbuatan Benar (sammä-kammanta) Pencaharian Benar (sammä-ajiva) Daya-upaya Benar (sammä-väyäma) Perhatian Benar (sammä-sati) Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)

Delapan Jalan Utama ini dapat lebih lanjut diperinci sbb. : 1. Pengertian Benar (sammä-ditthi) menembus arti dari : a. Empat Kesunyataan Mulia b. Hukum Tilakkhana (Tiga Corak Umum) c. Hukum Paticca-Samuppäda d. Hukum Kamma

2. Pikiran Benar (sammä-sankappa) a. Pikiran yang bebas dari nafsu-nafsu keduniawian (nekkhamma-sankappa). b. Pikiran yang bebas dari kebencian (avyäpäda-sankappa) c. Pikiran yang bebas dari kekejaman (avihimsä-sankappa) 3. Ucapan Benar (sammä-väcä) Dapat dinamakan Ucapan Benar, jika dapat memenuhi empat syarat di bawah ini : a. Ucapan itu benar b. Ucapan itu beralasan c. Ucapan itu berfaedah d. Ucapan itu tepat pada waktunya 4. a. b. c. Perbuatan Benar (sammä-kammanta) Menghindari pembunuhan Menghindari pencurian Menghindari perbuatan a-susila

5. Pencaharian Benar (sammä-ajiva) Lima pencaharian salah harus dihindari (M. 117), yaitu : a. Penipuan b. Ketidak-setiaan c. Penujuman d. Kecurangan e. Memungut bunga yang tinggi (praktek lintah darat) Di samping itu seorang siswa harus pula menghindari lima macam perdagangan , yai tu : a. Berdagang alat senjata b. Berdagang mahluk hidup c. Berdagang daging (atau segala sesuatu yang berasal dari penganiayaan mah luk-mahluk hidup) d. Berdagang minum-minuman yang memabukkan atau yang dapat menimbulkan keta gihan e. Berdagang racun. 6. Daya-upaya Benar (sammä-väyäma) a. Dengan sekuat tenaga mencegah munculnya unsur-unsur jahat dan tidak baik di dalam bathin. b. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk memusnahkan unsur-unsur jahat dan ti dak baik, yang sudah ada di dalam bathin. c. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk membangkitkan unsur-unsur baik dan s ehat di dalam bathin. d. Berusaha keras untuk mempernyata, mengembangkan dan memperkuat unsur-uns ur baik dan sehat yang sudah ada di dalam bathin. 7. Perhatian Benar (sammä-sati) Sammä-sati ini terdiri dari latihan-latihan Vipassanä-Bhävanä (meditasi untuk memperoleh pandangan terang tentang hidup), yaitu : a. Käyä-nupassanä = Perenungan terhadap tubuh b. Vedanä-nupassanä = Perenungan terhadap perasaan. c. Cittä-nupassanä = Perenungan terhadap kesadaran. d. Dhammä-nupassanä = Perenungan terhadap bentuk-bentuk pikiran. 8. Konsentrasi Benar (sammä-samädhi) Latihan meditasi untuk mencapai Jhäna-Jhäna.

Siswa yang telah berhasil melaksanakan Delapan Jalan Utama memperoleh : 1. Sila-visuddhi Kesucian Sila sebagai hasil dari pelaksanaan Sil a dan terkikis habisnya Kilesa. 2. Citta-visuddhi Kesucian Bathin sebagai hasil dari pelaksanaan S amadhi dan terkikis habisnya Nivarana. 3. Ditthi-visuddhi Kesucian Pandangan sebagai hasil dari pe laksanaan Pañña dan terkikis habisnya Anusaya. Untuk lebih jelasnya, hal tersebut di atas akan diterangkan lebih lanjut seperti di bawah ini : Asava Delapan Jalan Utama 1. Kilesa Kilesa 3. Ucapan Benar 4. Perbuatan Benar 5. Pencaharian Benar > Sila Line 2. Nivarana Nivarana 6. Daya-upaya Benar 7. Perhatian Benar 8. Konsentrasi Benar > Samadhi 3. Anusaya 1. Pengertian Benar 2. Pikiran Benar > Pañña Asava = Kekotoran bathin, dapat dibagi dalam 3 (tiga) golongan besar, ya itu: 1. Kilesa = Kekotoran bathin yang kasar dan dapat jelas dilihat atau didengar. 2. Nivarana = Kekotoran bathin yang agak halus, yang agak suka r diketahui. 3. Anusaya = Kekotoran bathin yang halus sekali dan sangat su kar untuk diketahui. BHAVANA Agama Buddha mengenal 2 (dua) macam meditasi (Bhavana) : I. Samatha-bhavana = Meditasi untuk mendapatkan ketenangan ba thin melalui Jhäna-Jhäna. Jhäna pertama : a. Vitakka = Usaha dalam tingkat perm ulaan untuk memegang obyek. b. Vicära = Pikiran yang berhasil memegang obyek dengan kuat. c. Piti = Kegiuran d. Sukha = Kebahagiaan. e. Ekaggata = Pemusatan pikiran yang kuat. Jhäna kedua : Vicära, Piti, Sukha, Ekaggata. Jhäna ketiga : Piti, Sukha, Ekaggata. Jhäna keempat : Sukha, Ekaggata. Jhäna kelima : Ekaggata + keseimbangan bathin. Meditasi Samatha-bhävanä yang sangat dipujikan ialah Brahma-Vihära-bhävanä yang terdiri da ri : 1. Mettä-bhävanä = ek. 2. Karunä-bhävanä = edang menderita. 3. Muditä-bhävanä = giaan orang lain. 4. Upekkhä-bhävanä Usaha dalam tingkat permulaan untuk memegang oby Meditasi welas-asih terhadap semua mahluk yang s Meditasi yang mengandung simpati terhadap kebaha = Meditasi keseimbangan bathin.

Brahmä-Vihära-bhävanä dapat juga dipakai untuk melemahkan kecenderungan-kecenderungan un tuk melakukan perbuatan yang tidak baik.

Vyäpäda = Benci. Avijjä = Kegelapan bathin.nafsu keinginan Vyäpäda -. Tujuan dari latihan-latihan bhävanä ialah untuk menyingkirkan Nivarana (lihat pembah asan Asava) yang dianggap sebagai rintangan untuk memperoleh ketenangan bathin m aupun Pandangan Terang tentang hidup dan hakekat sesungguhnya dari benda-benda. 1 kali 3. Ariya-puggalä Ialah para bhikkhu dan orang-orang berkeluarga y ang setidak-tidaknya telah mencapai tingkat kesucian pertama. Tingkat-tingkat kesucian Tingkat kesucian Belenggu yang harus dipatahkan . 2. Mäna = Ketinggian hati yang halus. 4. malas dan kesu. Anägämi 4. Aruparäga = Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam tanpa bentuk. Maksimum 7 kali 2. 5. 5. 2. jiwa atau aku yang kekal. Thina-middha -. 9. Sakadägämi Melemahkan belenggu-belenggu nomor 4 dan 5. 3. 7. Ruparäga = Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam bentuk.lamban. Puthujjana Ialah para bhikkhu dan orang-orang berkeluarga y ang belum mencapai tingkat kesucian.keinginan jahat.keragu-raguan. Moha = dan mana yang baik. keinginan tidak baik. 8. 3. Arahat 6. karena tidak dapat menembus arti dar . tentang hakikat sesungguhnya dari benda-benda. Lahir kembali 1. 10. tidak dapat menbeda-bedakan mana yang buruk II. yaitu : 1. Vicikicchä -. Vicikicchä = Keragu-raguan terhadap Sang Buddha dan AjaranNya. Lobha = ulkan keserakahan. : 1. seorang Anägämi akan terlahir di sorga Suddhavasa dan disit u akan mencapai Tingkat Arahat. Uddhacca-kukkucca -. Uddhacca = Bathin yang belum seimbang benar. Mencapai Nibbana Keterangan Avijjä = : Perbedaan antara Avijjä dan Moha. Dosa = kan kebencian.Tiga Akar Perbuatan Tiga hal yang di bawah ini dapat disebut sebagai tiga akar atau sumber untuk mel akukan perbuatan. Kemelekatan yang sangat terhadap sesuatu sehingga menimb Penolakan yang sangat terhadap sesuatu sehingga menimbul Kebodohan . Sotäpanna 1. Tidak akan terlahir kembali di alam manusia 4. Setelah meninggal dunia. Latihan-latihan Vipassanä-bhävanä sudah diterangkan sewaktu membahas Perhatian Benar ( sammä-sati). 2. Kebodohan/kegelapan bathin. 3. Kämaräga = Nafsu Indriya. umat Buddha dapat dibagi dalam dua golongan : 1. Vipassanä-bhävanä = Meditasi untuk memperoleh Pandangan Terang tenta ng hidup. Dalam tingkat kesucian. Perincian dari Nivarana adalah sbb. Kämacchanda -.gelisah dan cemas. 2. kebencian dan amarah. Silabbataparämäsa = Kepercayaan tahyul bahwa upacara agama saja dapat membeb askan manusia dari penderitaan. Sakkäyaditthi = Pandangan sesat tentang adanya pribadi.

Attaväda Paham bahwa atma (roh) adalah kekal-abadi dan akan berlangsung sepan jang masa (tidak dibenarkan oleh Sang Buddha). Di samping paham anattä yang khas Buddhis terdapat juga dua paham lain yaitu : 1. berarti bahwa Hukum ini berlak u di mana-mana dan pada setiap waktu. Sabbe sankhärä dukkha Apa yang tidak kekal sebenarnya tidak memuaskan dan oleh karena itu adalah penderitaan. 3. roh p1 = C Pengalaman hidup .. A + p = A + p (A + p) + p1 = A + p + p1 (A + p + p1) + p2 = A + p + p1 + p2 (A-p-p1-p2) + . Umat Buddha melihat segala sesuatu dalam alam semesta ini sebagai suatu proses yang selalu dalam keadaan bergerak. Contoh dari sesuatu yang tidak tercipta adalah Nibbana.. 1. : Attaväda 1. Ucchedaväda Paham bahwa setelah mati atma (roh) itu pun akan turut lenyap (tidak dibenarkan oleh Sang Buddha). karena tidak dapat membedakan apa ya ng baik dan apa yang tidak baik.. B p + = + = p = B Atma. Penyusun : Pandita S. 2. A A 2. Hukum Kamm a. 3. Hukum Paticca-Samuppada. Moha = Kebodohan/kegelapan bathin. 4. Hukum Tilakkhana. A + p = Nihil Anattä 1. Sabbe sankhärä aniccä Segala sesuatu dalam alam semesta ini yang terdiri dari paduan unsur -unsur adalah tidak kekal. 2. + pn Ucchedaväda 1. Sabbe Dhammä Anattä Segala sesuatu yang tercipta dan tidak tercipta adalah tanpa inti ya ng kekal/abadi.PENDAHULUAN 5.. + pn = A + p + p1 + p2 + .HUKUM TILAKKHANA (TIGA CORAK UMUM) Hukum Tilakkhana ini termasuk Hukum Kesunyataan .i Empat Kesunyataan Mulia. yaitu : Uppada Petunjuk (timbul) Thiti Petunjuk (berlangsung) Bhanga (berakhir/lenyap) 2. Jadi tidak terikat oleh waktu dan tempat. Widyadharma BAB I . Uraian secara matematika tentang ketiga paham tersebut adalah sbb.

Dalam menangkap rangsan gan dari luar. Viññana (citta) Kita lalu akan menyadari bahwa bathin kita telah menangkap suatu rangsanga n. gula. hidung. Gabungan dari No. maka anattä diterangkan melalui analisa. 3. III = Kehidupan ke I. sehingga seo rang manusia dapat dikatakan terdiri dari rupa dan nama. II. ini tenaga kerjanya dst. Viññana = Kesadaran. Kesimpulan : Meskipun roti itu terdiri dari bahan-bahan yang tersebut di atas. tenaga kerja dll. II. bentuk-bentuk mental. Kelima kelompok kehidupan/kegemaran tersebut adalah : 1. maka bekerja-samanya lima khandha ini adalah sbb. telinga. tubuh. Contoh konkrit tentang paham anattä. Sankhära Rangsangan ini kita akan banding-bandingkan dengan pengalaman kita yang du lu-dulu melalui gambaran-gambaran pikiran yang tersimpan dalam bathin kita. Menurut Ajaran Sang Buddha. 2. tubu h yang merupakan bagian dari badan jasmani kita. III.HUKUM PATICCA-SAMUPPADA Paham anattä dapat pula diterangkan melalui cara sinthesa. Sañña = Pencerapan. yaitu melalui Hukum Pat . 4. Roti dibuat dengan memakai tepung. : Kesadaran > Pencerapan > Pikiran > Perasaan. LIMA KHANDHA Dalam Agama Buddha diajarkan bahwa seorang manusia terdiri dari lima kelompok ke hidupan/kegemaran (Khandha) yang saling bekerja-sama dengan erat sekali. 5. mentega. misalnya kalau kita membuat roti. lidah. 6. 3. 3. mengenal obyek. Vedanä Dengan membanding-bandingkan ini lalu timbul suatu perasaan senang (suka) atau tidak senang (tidak suka) terhadap rangsangan yang telah tertangkap melalui panca indera kita. di dalam diri seorang manusia hanya terdapat lima kh andha ini dan tidak dapat ditemukan suatu atma atau roh yang kekal dan abadi. api. Proses mental ini berlangsung sbb. Sañña Rangsangan tersebut mencerap ke dalam bathin kita melalui suatu bagian dar i otak kita. Rupa Kita menangkap suatu rangsangan melalui mata. ini apinya. 4. De ngan cara ini. ini menteganya. ini garamnya. C + p2 = D I. 5. Sankhära = Pikiran. ragi. Rupa = Bentuk.. badan jasmani. : 1. garam. Tetapi setelah menjadi roti tidak mungkin kita akan menunjuk satu bagian tertentu dan mengatakan : ini adalah tepungnya. maka bahan-bahan itu telah berubah sama s ekali.3. n amun setelah melalui proses pembuatan dan pembakaran di oven telah menjadi sesua tu yang baru sama sekali dan tidak mungkin lagi untuk mengembalikannya dalam ben tuknya yang semula. 4 dan 5 dapat juga dinamakan nama (bathin). 2. Vedanä = Perasaan. in i airnya. Karena setelah bahan-bahan itu di aduk menjadi satu dan dibakar di oven. 2. air. susu.

Sankhära Paccayä Viññänang Dengan adanya bentuk-bentuk karma. Saläyatana Paccayä Phassa. Dengan adanya perasaan. Imasming Sati Idang Hoti Dengan adanya ini. 3. 9.. kematian. yaitu : 1. sakit dll. Phassa Paccayä Vedanä. ialah semua kehendak atau keinginan dengan tidak membeda-beda kan apakah kehendak atau keinginan itu baik (bermoral) atau buruk (tidak bermora l). 2. Dengan adanya kemelekatan. Makna yang luas dan sebe narnya dari Kamma. maka terhentilah juga itu. Tanhä Paccayä Upädänang. berlangsung dan bersambung terus. maka terjadilah kelapukan. maka timbullah itu. adalah akibat dari kelahiran kembali. maka terjadilah perasaan. Imassa Nirodhä Idang Nirujjati Dengan terhentinya ini. Berdasarkan prinsip dari saling menjadikan. maka tidak adalah itu. Bhava Paccayä Jati. 7. maka terjadilah kesan-kesan. Vedanä Paccayä Tanhä. kehendak untuk berbuat (Pali : Cetana) itulah yang Kami namakan Kam . maka terjadilah kesadaran. Viññäna Paccayä Namarupang Dengan adanya kesadaran. Prinsip dari Huku m ini diberikan dalam empat formula pendek. dengan terhentinya kelahiran kembali. Dengan adanya kelahiran kembali. Jaramarana. . maka terjadilah tanhä (keinginan). 8. Demikianlah kehidupan itu timbul. kematian. maka seluruh kelangsungan dan kelanjutan hidup dan juga berhentinya hidup d apat diterangkan dalam formula dari duabelas nidana (sebab-musabab) : 1. yang dalam arti umum mel iputi semua jenis kehendak dan maksud perbuatan. maka terjadilah kemelekatan. 6. maka terhe nti pulalah kelapukan.. sakit dll. 7. Imassuppädä Idang Uppajjati Dengan timbulnya ini. HUKUM KAMMA Kamma adalah kata bahasa Pali yang berarti "perbuatan". 3. Avijjä Paccayä Sankhära Dengan adanya kebodohan (ketidak-tahuan). maka te rhenti pula bentuk-bentuk karma. maka terjadilah bathin dan badan jasmani. Dengan terhenti seluruhnya dari kebodohan. relatifitas dan saling bergantungan ini. maka kita akan sampai kepada penghentian dari proses itu. Kalau kita m engambil rumus tersebut dalam arti yang sebaliknya. 4. dengan terhentinya bentuk-bentuk karma. Kelapukan. Dengan adanya bathin dan badan jasmani.icca-Samuppada (Hukum Sebab-musabab Yang Saling Bergantungan). Jati Paccayä Jaramaranang.. bhikkhu. maka terjadilah enam indriya 5. maka terjadilah kelahiran kembali. kelu h-kesah. 10. 12. mengenai hal ini Sang Buddha pernah bersabda : "O.. Dengan adanya tanhä (keinginan). maka terjadilah bentuk-bentuk ka rma. Dengan adanya kesan-kesan. kematian. maka te rhenti pulalah kesadaran. la hir atau bathin dengan pikiran kata-kata atau tindakan. keluh-kesah. maka terjadilah itu. kesedihan dll. 2. Upädäna Paccayä Bhavo. Namarupang Paccayä Saläyatanang. 4. Dengan adanya enam indriya. 11. maka terjadilah proses tumimbal lahir. yang baik maupun yang buruk. Dengan adanya proses tumimbal lahir. Imasming Asati Idang Na Hoti Dengan tidak adanya ini.

a kan tetapi tidak menentukan seluruhnya.bahkan menggugurkan -. Apa yang telah lampau sebenarnya merupakan dasar di mana hidup yang sekara ng ini berlangsung dari satu saat ke lain saat dan apa yang akan datang masih ak an dijalankan. sehingga menjadi begitu lebar dan halus yang tidak dapat lagi dilihat oleh mata kita. sehingga perbuatan ini akan membawa satu kam ma-vipaka (akibat) yang baik dan memberi kekuatan kepada kita untuk melakukan ka mma yang lebih baik lagi. Pertama-tama akan terdengar percikan air dan kemudian akan terlihat lingkaran-lingkaran gelombang. saat sekarang inilah yang nyata dan ada "di tang an kita" sendiri untuk digunakan dengan sebaik-baiknya. Tertaburlah olehmu biji-biji benih dan engkau pulalah yang akan merasaka n buah-buah dari padanya". tetapi ada juga yang hampir tidak merasakan akibat apapun juga untuk perbuatan yang sama." Kamma bukanlah satu ajaran yang membuat manusia menjadi orang yang lekas berputu s-asa. yang menimpa diri kita. pembuat kebaikan akan mendapat kebaikan. pembuat kejahatan akan memetik kejahata n pula. Meman g segala sesuatu yang lampau mempengaruhi keadaan sekarang atau pada saat ini. Oleh karena itu. Terdapat dua belas jenis bentuk-bentuk kamma yang tidak diperinci di sini. 227) sbb : "Sesuai dengan benih yang telah ditaburkan begitulah buah yang akan dipetiknya. janganlah sekali-kali dilupakan hendaknya bahwa kamm a-vipaka itu senantiasa benar.ma. juga bukan ajaran tentang adanya satu nasib yang sudah ditakdirkan. tidak akan bany ak menderita karena perbuatan itu. oleh karena kamma itu meliputi apa yang telah lampau dan keadaan pada saat ini. Mengapa? Orang yang telah menimbun banyak kamma baik. Kita hendaknya selalu berbuat baik. ia akan dipantulkan kembali sampai mencapai tempat bekas di m ana batu tadi dijatuhkan. Perhatik anlah bagaimana lingkaran ini makin lama makin melebar. Sang Buddha pernah bersabda (Samyutta Nikaya I. sebab bilamana gerak gelombang yang halus itu me ncapai tepi kolam. pun tidak mar ah dan juga tidak memihak. yakinlah bahwa kamm a yang telah kita perbuat adalah benar. kamma-vipaka itu menunjukkan bahwa kita tel ah berbuat suatu kesalahan. perkataan atau pikira n. Singkatnya : Kamma Vipaka dapat diperlunak. Ini bukan berarti bahwa gerak tadi telah selesai. supaya akibatnya senantiasa akan bersi fat baik.bentu k-bentuk kamma yang lain. ditekan. yang dipercaya atau tidak diper caya akan berlangsung terus. Satu contoh yang klasik adalah sbb. Oleh sebab itu kita haru s hati-hati sekali dengan perbuatan kita. : Lemparkanlah batu ke dalam sebuah kolam yang tenang. Kamma dapat dibagi dalam tiga golongan : . sebaliknya orang yang tidak banyak melakukan kamma-kamma baik akan menderita hebat. dibelokkan. Bilamana kita mengalami sesuatu yang membahagiakan. Sesudah berkehendak orang lantas berbuat dengan badan. dan apa yang telah lampau bersama-sama d engan apa yang terjadi pada saat sekarang mempengaruhi pula hal-hal yang akan da tang. bahkan digugurk an. yang bermaksud menolong mahluk-mahluk lain. membuat mahluk-mahluk lain bahagia. Ada orang yang menderita hebat karena perbuatan kecil. hal. Begitulah semua akibat dari perbuatan kita akan kembali kepada kita seperti haln ya dengan gelombang di kolam yang kembali ke tempat dimana batu itu dijatuhkan. Ia tidak mencintai maupun membenci. Bentu k kamma yang lebih berat (bermutu) dapat menekan -. Segala sesuatu yang datang pada kita. Ia adalah hukum alam. Sebaliknya bila ada sesuatu yang menimpa kita dan membuat kita tidak senang. sesungguhnya benar adanya.

Bermeditasi berakibat dengan terlahir kembali di alam-alam sorga. 10 (sepuluh) jenis kamma baik 1. dinista dan dihina. 8. Pencurian akibatnya kemiskinan. 6. 5. Berdusta akibatnya menjadi sasaran penghinaan. 10. Hidup bersusila mengakibatkan terlahir kembali dalam keluarga luhur yang keadaannya berbah agia. 3. dalam hidupnya senantiasa berada d alam ketakutan 2. terlahir sebagai pria atau wanita yang tidak normal perasaan seksnya. 7. Kamma Perbuatan (kaya-kamma). Meluruskan pandangan orang lain berbuah dengan diperkuatnya keyakinan.1. berbicara tidak tegas. Perbuatan a-susila akibatnya mempunyai banyak musuh. Kamma Pikiran (mano-kamma). Kata-kata kasar dan kotor akibatnya sering didakwa yang bukan-bukan oleh orang lain. 8. 3. pendapat yang tercela. 6. tidak dipercaya oleh khal ayak ramai. 9. beristeri atau bersuami yang tidak disen angi. 10 (sepuluh) jenis kamma buruk 1. dirangsang oleh keinginan yang s enantiasa tak tercapai. 9. 4. penghidupannya senantiasa tergantung pada orang lain. 10. berpenyakitan. kemauan jahat / niat untuk mencelakakan mahluk lain akibatnya buruk rupa. Bergunjing akibatnya kehilangan sahabat-sahabat tanpa sebab yang berarti. 7. macam-macam penyakit. Pembunuhan akibatnya pendek umur. penyakit yang lama sembuhnya. Berendah hati dan hormat menyebabkan terlahir kembali dalam keluarga luhur. 3. Gemar beramal dan bermurah hati akan berakibat dengan diperolehnya kekayaan dalam kehidupan ini atau kehid upan yang akan datang. Bersimpati terhadap kebahagiaan orang lain menyebabkan terlahir dalam lingkungan yang menggembirakan. tidak dipercaya khalayak ramai. kurang bijaksana. Keserakahan akibatnya tidak tercapai keinginan yang sangat diharap-harapkan. 2. kurang cerdas. Kamma Ucapan (vaci-kamma). watak tercela. Dendam. Cenderung untuk membagi kebahagiaan kepada orang lain berbuah dengan terlahir kembali dalam keadaan berlebih-lebihan dalam banya k hal. 5. Sering mendengarkan Dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan. 4. . Omong kosong akibatnya bertubuh cacad. senantiasa dalam kesedihan karena te rpisah dari keadaan atau orang yang dicintai. Berbakti berbuah dengan diperolehnya penghargaan dari masyarakat. 8). 2. Pandangan salah akibatnya tidak melihat keadaan yang sewajarnya. Menyebarkan Dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan (sama dengan No.

yaitu : * läbha . Yang akan menjadi para pengikutnya yang luar biasa adalah dua saudaraNya Isidatt a dan Purana.rugi * yasa .ayasa terkenal . 4. Menyebabkan perpecahan dalam Sangha. 2.pasamsä dicela . Lebih lanjut lagi.aläbha untung . Nama ayahNya adalah Subrahma. Membunuh seorang Arahat. yaitu malu melakukan hal-hal yang tidak baik. Dipercayai bahwa Beliau akan dilahirkan saat kehidupan manusia diperpanjang sampai 84. Membunuh ayah.tak terkenal * nindä . 3. Beliau akan hidup di empat istana selama 8. Selanjutnya Beliau akan melepas kan keduniawian setelah melihat 4 tanda. 9. ATTHALOKA-DHAMMA Dalam penghidupan seorang manusia tidak dapat terlepas dari 8 (delapan) keadaan. BUDDHA METTEYA Metteya adalah Buddha masa depan yang sangat dinantikan dan belum dilahirkan. Jatimitta dan Vijaya diantara pengikut pria. Beliau akan menca . Nama sukuNya juga Metteya. Siddhattha dan Chandaka. Metteya akan dilahirkan di sebuah keluarga terpelajar yang terkenal dan namaNya adalah Ajita. yaitu takut akan akibat yang timbul dari perbuatan-perbuat an yang tidak baik. Beliau akan menikah dengan Chandamukhi dan akan mempunyai p utra Brahmavaddhana. Melukai seorang Buddha.Lima bentuk kamma celaka Lima perbuatan durhaka di bawah ini mempunyai akibat yang sangat berat ialah kel ahiran di alam neraka : 1. Siha akan menjadi pembantu pribadiNya. 2. Tempat kelahiranNya adalah K etumati di masa pemerintahan Chakkavatti Samkha dimana dia sendiri akan menjadi pengikut Buddha dan melepaskan kehidupan duniawi. bahagia . dan diantara para bhikkhuni ad alah Paduma dan Sumana.000 tahun yaitu Sirivaddha.HIRI DAN OTAPPA Dua ciri khas yang dianggap dua sifat yang membantu melindungi dunia dari kekaca uan : 1. Membunuh ibu. 8.000 tahun.dukkha gembira. Vaddhamana. 5. Se lanjutnya Beliau akan dianggap sebagai Buddha ke 25 menurut tradisi Pali. menderita dll. Hiri Perasaan malu. Yang akan menjadi murid-murid utamaNya d iantara para bhikkhu adalah Asoka dan Brahmadeva. dan ibuNy a adalah Brahmawati. Otappa Perasaan takut.sedih. Beliau akan dihitung sebagai Buddha ke 5 dan yang terakhir di aeon sekarang yaitu Kappa Bhadda. dan Suddhana.dipuji * sukha . Sanghaa dan Visakhaa diantara pengikut wanita.

2. Sejarah kerajaan tersebut menurut buku-buku kuno adalah sebagai ber ikut : Seorang raja bernama raja Okkaka yang memerintah daerah tersebut mempunyai empat orang putra (Okkamukha.7. Merasa gembira sekali. Atthasalini 415 BAB I MASA BERKELUARGA (Sumber : Riwayat Hidup Buddha Gotama. dan Sinipura) dan lima orang putri . Pada suatu waktu. Chullavamsa xxxviii. Keempat putra Raja tersebut. tidak lama kemudian mohon diri dari ayahandanya dan bersama dengan saudari-saudarinya berangkat menuju sebuah hutan disertai dengan rombongan ahli-ahli dalam berbagai bidang untuk membangun sebuah negara baru. Dalam kesempatan yang baik itu. 5. Hatthinika. Mendengar permintaan tersebut Raja menjadi kaget dan menolak untuk meluluskan pe rmohonan tersebut. Empat pasangan yang tersebut du luan merupakan leluhur dari Dinasti Sakya dan pasangan yang belakangan merupakan leluhur dari Dinasti Koliya. Ratu (yang juga adalah saudaranya) meninggal dunia dan Raja m enikah lagi dengan seorang gadis yang kemudian melahirkan seorang anak laki-laki . Mereka memilih sebuah hutan yang banyak ditumbuhi pohon-pohon sakka di lereng Gu nung Himalaya. yaitu adik dari Raja Anjana dari Devadah . Di tempat itulah mereka menikah diantara mereka bersaudara. Raja yang memerintah di kota Kapilavatthu adalah Raja Jayasena yang mempunyai seorang putra bernama Sihahanu dan seorang putri yang bernama Ya sodhara. terkecuali putri yan g tertua yang menikah dengan Raja dari Devadaha. Raja menjadi serba salah. 81 f. Di daerah lereng Pegunungan Himalaya inilah terletak sebuah kerajaan yang be rnama Kerajaan Sakka (pada waktu itu di daerah tersebut banyak sekali terdapat p ohon sakka). Beliau sering digambarkan atau diukir dalam mahkota-mahkota dan pe rmata-permata karena Beliau belum melepaskan kehidupan duniawi. Lihat juga pada: 1. maka kota yang kemudian mereka bangun diberi nama Kapil avatthu (vatthu = tempat). Ratu memohon kepada Raja agar anaknya yang baru dilahirkan diangkat menjadi Putra Mahkota. 4. di dekat tempat yang sejak lama dihuni oleh seorang pertapa berna ma Kapila. Pangeran Sihahanu menjadi Raja di Kapilav atthu dan menikah dengan Putri Kencana. Tetapi Ratu terus-menerus merengek-rengek serta mengingatkan Raja akan janjinya. Setelah Raja Jayasena meninggal dunia. 3. Penerbit : Cetiya Vatthu Daya.. apapun juga ya ng akan dimintanya.pai pencerahan di bawah pohon Naga. Mahavamsa xxxxxxii. 68. Raja telah melepaskan kata-kata dan berjanji kepada Rat u (yang baru) bahwa beliau akan meluluskan semua permintaan Ratu. Sebab itulah. Karena malu untuk tidak menepati j anji yang pernah diberikannya. Penyusun : Maha Pandita Sumedha Widyadhrama. 1999) Pendahuluan Pada zaman dahulu. Digha Nikaya iii. Milinda Panha 159. 73. Pada suatu hari. daerah Majjhima desa (daerah tengah dari Jambudipa ~sekarang India~) dihuni oleh suku bangsa Ariyaka yang datang dari Utara Pegunungan Himala ya. Karanda. Cetakan Keduabelas. maka akhirnya Raja memanggil keempat orang putran ya dan memerintahkan untuk membawa saudara-saudara perempuannya pergi ke suatu d aerah lain untuk membangun sebuah negara baru. Telah menjadi tradisi bahwa Buddha akan datang berdiam di dunia Dewa Tusita deng an nama Nath.

Sukkoda na. Ketika itu tepat purnam a sidhi di bulan Vaisak tahun 623 SM. Bayi itu kemudian berdiri tegak dan berjalan tujuh langkah di atas tujuh kuntum bunga teratai ke arah Utara. dan Ghanitodana dan dua orang putri yang diberi nama P amita dan Amita. sampai pada suatu waktu Ratu Maya m encapai umur kurang lebih 45 tahun. Amitodana. Amitodana mempunyai dua orang putra yaitu Mahanama dan Anuruddha dan s eorang putri bernama Rohini. Dengan ge mbira Ratu berjalan-jalan di taman dan berhenti di bawah pohon Sala. Pada waktu itulah Ratu merasa perutnya agak kurang enak. mengucap kan janji uposatha dan kemudian masuk ke kamar tidur. mengelilingi di pan sebanyak tiga kali untuk kemudian memasuki perut Ratu Maya dari sebelah kana n. Sang Bayi sendiri sudah bersih karena tiada darah atau noda-noda lain yang melek at pada tubuhnya. Memang sejak hari itu Ratu mengandung. Kemudian p ara istri Dewa-dewa Agung tersebut memandikannya di Danau Anotatta. bayi itu lalu mengucapkan kata-kata sebagai beri kut : . Ratu Maya ikut serta dalam perayaan Asalha yang berlangsung tujuh ha ri lamanya. Selanjutnya Ratu dipimpin masuk ke sebuah istana emas dan direba hkan di sebuah dipan yang bagus sekali. namun anak yang sanga t mereka dambakan belum juga mereka peroleh. dan dua orang putri yang diberi nama Maya dan Pajapat i (atau Gotami). Dengan cepat dayang-dayang membuat tirai di sekeliling Ratu. Ratu Maya mandi dengan air wangi. Pernikahan Raja Suddhodana dan Ratu Maya inilah yang diberkahi dengan kelahiran seorang putra tunggal yang di kemudian hari menjadi terkenal dengan nama Buddha Gotama. yaitu Putri Yasodhara.a. Nepal) yang indah sekali. Adik dari Raja Sihahanu. Di tempat itulah seekor gajah putih deng an memegang sekuntum bunga teratai di belalainya memasuki kamar. menikah dengan Raja Anjana dari Devadaha dan diberkahi dengan dua orang putra yang diberi nama Suppabuddha dan Dandapani. tibalah rombongan Ratu di Taman Lumbini (sekarang Rumminde di Pejwar. Ratu berpegangan pada dahan pohon Sala dan dalam sika p berdiri itulah Ratu melahirkan seorang bayi laki-laki. Lahirnya Pangeran Siddhatta Meskipun Raja Suddhodana dan Ratu Maya sudah lama menikah. Ratu Maya memperoleh mimpi yang aneh sekali. Ratu mohon perkenan dari Raja untuk dapa t bersalin di rumah ibunya di Devadaha. Ratu memberitahukan mimpi ini kepada Raja dan Raja lalu memanggil para brahmana untuk menanyakan arti mimpi tersebut. Setelah perayaan selesai. Dhotodana. Adik Raja Suddhodana yang bernama Sukkodana mempunyai seorang putra yait u Ananda. Pangeran Suddhodana menduduki tahta Kerajaan Saky a dan kemudian menikah dengan Putri Maya. yang ke lak menjadi istri dari Pangeran Siddhatta. Di kebun itu Ratu memerintahkan rombongan berhenti untuk beristirahat. Sewaktu tidur. menggosoknya dengan minyak wangi dan kemudian memakaikannya pakaian-pakaian yang biasa dipak ai para dewata. Mereka diberkahi dengan lima orang putra yang diberi nama Suddhodana. dan Ratu Maya dapat melihat dengan jelas bayi dalam kandungannya yang duduk dalam sikap meditasi dengan muka menghadap ke depan. Dalam perjalanan ke Devadaha. Empat Maha Brahma menerima Sang Bayi dengan jala emas dan kemudian dari langit t urun air dingin dan panas untuk memandikan Sang Bayi sehingga menjadi segar. Sepuluh bulan kemudian di bulan Vaisak. Sedangkan adik perempuannya yang bernama Amita memp unyai seorang putra yaitu Devadatta dan seorang putri bernama Yasodhara. Setelah berjalan tujuh langkah. Para brahmana menerangkan bahwa Ratu akan mengandung seorang bayi laki-laki yang kelak akan menjadi seorang Cakkavatti (Raja dari semua Raja) atau seorang Buddh a. Ketika itu. Ratu bermimpi bahwa empat orang Dewa Agung telah mengangkatnya dan membawanya ke Himava (Gunung Hima laya) dan meletakkannya di bawah pohon Sala di (lereng) Manosilatala. Setelah Raja Sihahanu mangkat.

yaitu : Rama. Para peramal tersebut. Diantara para B rahmana terdapat 8 orang Brahmana yang mahir dalam meramal nasib. yang kelak menjadi kuda Pangeran Siddhattha. kendi tempat harta pusaka. Orang sakit. Selanjutnya pertapa Asita mengatakan bahwa Pangeran kecil itu kelak tidak boleh melihat empat peristiwa. Akulah tertua dalam dunia ini. Bhoja. pertapa Asita terta wa gembira tetapi kemudian menangis. Hanya Kondañña (Brahmana yang termuda) sajala h yang dengan pasti mengatakan bahwa Sang bayi kelak akan menjadi Buddha." Artinya . natthi dani punabbhavo." Seorang pertapa yang bernama Asita (yang juga disebut Kaladevala) sewaktu bermed itasi di Pegunungan Himalaya. di bawah pohon ini Pangeran Siddhattha kelak mendapatkan Pene rangan Agung. Suyama dan Sudatta. Lakkhana. pertapa Asita menerangkan bahwa Sang bayi k elak akan menjadi Buddha. Tak akan ada tumimbal lahir lagi. Dhaja. meramalkan bahwa Sang bayi kelak akan menjadi Cakkavati (Raja dari semua Raja) atau akan menjadi Buddha. Nama y ang kemudian dipilih adalah Siddhattha yang berarti "Tercapailah segala cita-cit anya". yang kelak menjadi kusir Pangeran Siddhattha. Setelah melihat Sang bayi dan memperhatikan adanya 32 tanda dari seorang Mahapur isa ("orang besar"). Orang mati. Akulah teragung dalam dunia ini. Lima hari setelah lahirnya Sang bayi. 4. Kondañña. pertapa Asita memberi hormat kepada Sang bayi. Pada hari itu juga pertapa Asita berkunjung ke istana Raja Suddhodana untuk melihat bayi tersebut. * Nidhikumbhi. yaitu : 1. 3. Pertapa suci. yang kemudia n diikuti juga oleh Raja Suddhodana. Pada hari yang sama lahir (timbul) pula dalam dunia ini : * Putri Yasodhara. 2. maka Beliau akan segera m eninggalkan istana dan bertapa untuk menjadi Buddha. settho 'ham asmi lokassa. * Seekor gajah istana. bersama-sama dengan seratus delapan orang Brahmana untuk merayakan kelahiran anak pertamanya dan juga untuk memilih nama yang baik. jettho 'ham asmi lokassa. yang kemudian dikenal juga sebagai Rahulamata (ibu dari R ahula). Manti. kecuali Kondañña. "Akulah pemimpin dalam dunia ini. yang kelak mengundang Sang Buddha untuk berkunjung kembali ke Ka pilavatthu. namun karena usianya sudah lanjut maka ia sendiri tida k lagi dapat menunggu bayi itu kelak memulai memberikan Ajaran-Nya. * Pohon Bodhi. diberitahukan oleh para dewa dari alam Tavatimsa b ahwa seorang bayi telah lahir yang kelak akan menjadi Buddha. Inilah kelahiranku yang terakhir. . Menjawab pertanyaan Raja Suddhodana. Orang tua. ayam antima jati. Setelah memberi hormat. yang kelak menjadi pembantu tetap Sang Buddha. Raja Suddhodana memanggil sanak keluargany a berkumpul."Aggo 'ham asmi lokassa. * Kaludayi. * Kanthaka. * Ananda. Kalau pangeran kelak melihat empat peristiwa tersebut. * Channa.

Ratu Maya meninggal dunia dan terlahir kembali di surga Tusita. Tetapi sekarang ia tidak mati dan ternyata masih hidup. yang pada waktu itu membawa busur dan panah. satu kolam d engan bunga yang berwarna merah (Paduma). Namun Pangeran tidak memberinya dan mengatakan. Kalau ia mati. "Ti dak. Pangeran terkenal sebagai anak yang penuh kasih sayang terhad ap sesama mahluk hidup seperti terlihat dari kisah di bawah ini. Raja memerintahkan untuk menggali tiga kol am di halaman istana. Pangeran tiba terlebih dahulu dan memel uk belibis itu yang ternyata masih hidup. Dengan cepat mereka melaporkan peristiwa tersebut kepada Raja. yaitu Rupananda. Bayangan pohon jambu tidak mengikuti jalannya matahari tetapi tetap memayungi Pangeran kecil yang sedang bermeditasi. Sewaktu perayaan berlangsung dengan meriah. Karena Pangeran saat itu telah mencapai Jhana. Pangeran dengan hati-hati dan penuh ka sih sayang mencabut panah dari sayap belibis tersebut. Melihat keadaan yang ganjil ini untuk kedua kalinya Raja Suddhodana memberi hormat kepada anakny a. yaitu Nanda dan seorang putri. dayang-dayang yang ditugaskan untuk menjaga Pangeran merasa tertarik sekali dengan jalannya perayaan itu.Tujuh hari setelah Pangeran Siddhattha dilahirkan. Pada suatu hari Pangeran sedang berjalan-jalan di taman dengan saudara sepupunya . Devadatta. Dengan cekatan Devadatta membidikk an panahnya dan berhasil menembak jatuh seekor belibis. Akhirnya atas usul . Devadatta melihat sero mbongan belibis hutan terbang di atas mereka. Raja dengan diiri ngi para petani berbondong-bondong datang untuk menyaksikan peristiwa ganjil ter sebut. Raja memerintahkan seorang guru bernama Visvamitta untuk memberikan pelajaran kepada Pangeran dalam berbagai ilmu penget ahuan. yaitu suatu tingkatan pemusat an pikiran. Pangeran dan Devadatta b erlari-lari ke tempat belibis itu jatuh. pakaian dan tutup kepala dari negara Kasi. Selain tiga kolam tersebut. kemudian meremas-remas be berapa lembar daun hutan dan dipakaikan sebagai obat untuk menutupi luka bekas k ena anak panah. Raja Suddhodana mengajaknya untuk turut pergi ke perayaan membajak bersama-sama para petani dengan menggunakan sebuah a lat bajak yang terbuat dari emas. Pelayan-pelayan diperintahkan untuk melindungi Pangeran pergi. Mereka ing in menyaksikan perayaan tersebut dan meninggalkan Pangeran kecil di bawah bayang an pohon jambu. Devadatta minta agar belibis tersebut diserahkan kepadanya karen a ia yang menembaknya jatuh." Devadatta tetap menuntutnya dan Pa ngeran tetap pada pendiriannya dan tidak mau menyerahkannya. Masa Kanak-Kanak Setelah Pangeran berusia tujuh tahun. Dari pernikahan ini kemudian lahir seorang putra. Di kolam-kolam itu ditanami berbagai jenis bunga teratai ( lotus). Raja juga memesan wangiwangian. Ternyata Pangeran cerdas sekali. baik siang maupun malam hari sebagai lambang dari keagungannya. Setelah kembali mereka merasa heran sekali melihat Pangeran seda ng bermeditasi dan duduk bersila. Raja Suddhodana menyerahkan perawatan Sang bayi kepada Putri Pajapati (adik Ratu Maya) yang juga dinikahinya. belibis ini tidak akan aku serahkan kepadamu. Perayaan Membajak Setelah Pangeran berumur beberapa tahun. Setelah tiba waktunya untuk bersekolah. Satu kolam dengan bunga teratai yang berwarna biru (Upala). maka ia benar adalah milikmu. Benar saja mereka menemukan Pangeran kecil sedang bermeditasi dengan kaki bersila dan tidak menghiraukan kehadiran orang-orang yang sedang memperhatikann ya. dengan c epat dapat dipahami sehingga dalam waktu singkat tidak ada lagi hal-hal yang dap at diajarkan kepada Pangeran kecil. Sejak kanak-kanak. Karena a ku yang menolongnya. dan satu kolam lagi dengan bunga yang berwarna putih (Pundarika). yang waktu itu terkenal kare na menghasilkan barang-barang tersebut dengan mutu yang terbaik. maka sama sekali tidak terganggu oleh suara-suara yang berisik. maka ia adalah milikku. Ada lagi satu keajaiban lain. Semua pelajaran yang diberikan.

Raja memerintahkan untuk me mbuat tiga buah istana yang besar dan indah. Karena itu menuru t norma-norma keadilan yang berlaku. Pangeran bertanding melawan pangeran-pangeran lain ya ng datang dari segenap penjuru negara Sakya. Namun para orang tua tersebut ternyata ti dak mengacuhkannya. maka secara sah. perkenankanlah aku berjalan-jalan ke luar istana untuk melihat tata cara kehidupan penduduk yan . dimana berbagai ilmu peperangan dipertandin gkan. dan dijaga siang dan malam oleh orang-orang kepercayaan Raja. dan pertapa suci. Pangeran dinyatak an sebagai pemenang mutlak dari sayembara tersebut. Semua pertandingan seperti naik kuda. yaitu orang tua. Dengan mendapat sambutan yang meriah sekali dari para hadirin. maka Pangeran mohon kepada Raja ag ar segera mengadakan satu sayembara. menjinakkan kuda liar. dimana Pangeran akan memilih s eorang gadis untuk dijadikan istrinya. Dengan demikian Pangeran Siddhatta dan Putri Yasodhara memadu cinta di tiga ista nanya yang mewah sekali dan selalu dikelilingi oleh penari-penari dan dayang-day ang yang cantik-cantik Raja merasa puas dengan apa yang telah dikerjakannya dan berharap bahwa Pangeran kelak dapat menggantikannya sebagai Raja negara Sakya. Kemudian Raja mengirim undangan kepada para orang tua yang mempunyai ana k gadis untuk mengirimkan anak gadisnya ke pesta. Setelah Pangeran Siddhatta menikah dengan Putri Yasodhara. Selanjutnya Raja memerintahkan untuk membuat tembok tinggi mengelilingi istana dan kebun dengan pintu-pintu yang kokoh kuat. maka kekhawatiran Raj a Suddhodana agak berkurang sebab Raja selalu ingat dengan ramalan dari pertapa Asita bahwa Pangeran kelak akan menjadi Buddha. pilihan Pangeran jatuh kepada se orang gadis bernama Yasodhara yang ada ikatan keluarga dengan Pangeran karena ia adalah anak pamannya yang bernama Raja Suppabuddha dari negara Devadaha dan bib inya. Dewan lalu memb erikan keputusan sebagai berikut : " Hidup itu adalah milik dari orang yang mencoba menyelamatkannya. Pada suatu hari Pangeran mengunjungi ayahnya dan berkata. orang sakit. maka bagaimana ia kelak dapat memelihara dan melindungi istrinya. Dengan pernikahan ini. Dalam sebuah pesta besar yang kemudian diselenggarakan dan dihadiri oleh tidak k urang dari empat puluh ribu orang gadis cantik. satu istana untuk musim panas (Suramma) dan satu istana untuk musim hujan ( Subha). Setelah mendengarkan keteran gan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dari kedua belah pihak. Apabila ada dayangnya yang sakit maka dayang i tu akan segera disingkirkan. sehingga untuk membaw anya ke tempat pertandingan harus digotong oleh empat orang. Karena itu Raja memerintahkan pengawal-pengawalnya agar Pangeran dijaga jangan s ampai melihat empat hal tersebut. Untuk membentangkan busur yang dipakai oleh Pangeran saja mereka tidak mampu karena busur itu besar dan berat. Pange ran tidak ada tandingannya. Raja berharap Pangeran akan lebih diikat kepada hal-hal d uniawi. menggunakan pedang. Khusus dalam hal memanah. Melihat Empat Peristiwa Pangeran tidak bahagia dengan cara hidup yang dianggap seperti orang tawanan dan terpisah sama sekali dari dunia luar. bahkan juga pangeran-pangeran dari negara lain. "Ayah. Ketika hal ini diberitahukan kepada Pangeran. orang mati.Pangeran. satu istana untuk musim dingin (Ram ma). Semua dayang dan pengawalnya adalah orang-orang mud a belia. Sekarang tinggal menjaga supaya Pangeran jangan melihat empat peristiwa tentang kehidupan." Masa Remaja Sewaktu Pangeran meningkat usianya menjadi 16 tahun. Ratu Amita (adik Raja Suddhodana). dan memanah ternyata dimenangkan oleh Pangeran. Dalam sayembara itu. belibis harus menjadi mili k dari orang yang ingin menyelamatkan jiwanya yaitu Pangeran Siddhatta. Mereka mengatakan bahwa Pangeran tidak paham kesenian dan il mu peperangan. mereka berdua pergi ke Dewan Para Bijaksana dan mohon agar Dewan membe rikan keputusan yang adil dalam persoalan tersebut. Hidup tidak m ungkin menjadi milik dari orang yang mencoba menghancurkannya.

Berselang beberapa hari. kulitnya keriput. lemah dan sedih. tidak ada gunanya melarang sebab hal itu tentu akan membuat Pangeran sangat sedih. Dengan berat hati Raja memberikan izinnya. Rambut orang itu panjang dan sudah putih semua. yaitu usia tua . dan ia ingin merenungkan persoalan ini dengan lebih mendalam. ompong dan buruk seperti tukang minta-minta yang baru saja ia lihat." Sewaktu Pangeran sedang berjalan-jalan di kota. Di tempat tidur." Setelah pesta usai dan Pangeran masuk ke kamar tidur. Dengan suara le mah dan perlahan sekali ia meminta-minta makanan dan mengatakan kalau tidak dibe ri makanan. matanya sudah hampir buta. maka Raja memanggil Pangeran untuk menghadap. Setiap ora ng kalau sudah terlalu lama hidup di dunia akan menjadi seperti orang itu. Channa? Itu tidak mungkin seorang manusia. Mengapa sebagai seorang Pangeran dan juga orang-orang lain pada suatu hari harus menjadi tua. kul it mukanya kering dan keriput.g kelak akan kuperintah. ia masih merenung bahwa suatu hari semua oran g akan menjadi tua. rambutnya putih. maka Raja memberikan izin. dan tidak ada seorangpun yang dapat men cegahnya. ia pasti akan mati hari itu juga karena ia lapar sekali dan sudah be berapa hari tidak makan. "Pada suatu hari engkau semua akan menjadi tua. maka Raja menjadi sedih sekali dan ia merasa khawatir bahwa hal ini dapat menyebabkan Pangeran meninggalkan istana . Pangeran memerintahkan untuk s egera kembali ke istana karena pemandangan orang tua yang baru saja ia lihat tel ah membuatnya sedih sekali. Karena itu. Melihat orang tua itu. Ia ingin tahu apakah ada orang yang telah menemukan cara untuk menghentikan hal yang menyeramkan itu. Pada kesempatan ini. orang itu seperti ki ta dan karena sekarang ia sudah tua sekali maka keadaannya telah berubah seperti yang Tuanku lihat. pikiran itu masih tetap sa ja mengganggunya. tanpa ada y ang terkecuali dan begitu pula engkau yang tercantik. anakku. "Anakku. Giginya sudah ompong. pakaiannya compang-cam ping dan kotor sekali. Tetapi Pa ngeran acuh tak acuh saja. Hal i tu tidak dapat dielakkan. Sebaiknya Tuanku lupakan saja orang tua tersebut. tetapi sekarang tanpa terlebih dahulu mem beritahukannya kepada para penduduk. Setelah persoalan ini dilaporkan kepada Raja. Mengapa ia bungkuk sekal i? Mengapa ia gemetar sewaktu berjalan? Mengapa rambutnya putih dan bukan hitam seperti rambutku? Apa yang salah dengan matanya? Dan giginya dikemanakan? Apakah ada orang yang terlahir seperti itu? Coba katakan. dengan tiba-tiba seorang tua kel uar dari sebuah gubuk kecil. engkau bo leh keluar dari istana untuk melihat bagaimana penduduk hidup di kota. Ia sedang sibuk merenung dan dalam hati berkata kepad a mereka yang hadir. "Baik. Apakah artinya semua ini?" Channa menerangkan kepada Pangeran bahwa semua itulah keadaan seorang tua." Tetapi Pangeran tidak puas dengan jawaban Channa. meskipun ia kaya. Tidak ada penduduk berkumpul untuk m ." Karena permohonan ini wajar. dan tidak kelihatan gembira sewaktu berlangsungnya pe sta makan dan tari-tarian. sekarang engkau boleh pergi melihat -lihat kota sepuas hatimu. Tetapi se belumnya aku harus membuat persiapan sehingga segala sesuatunya baik dan patut u ntuk menerima kedatangan anakku yang baik. Raja memerintahkan kepada dayang-dayangnya untuk lebih sering meng adakan pesta-pesta makan dan tari-tarian. Hari itu pemandangan kota berlainan sekali. karena Beliau tahu. "Apakah itu. Pangeran kembali memohon kepada Raja agar diperkenankan lagi melihat-lihat kota Kapilavatthu. Pangeran pergi bersama-sama Channa dan berpakaian seperti a nak keluarga bangsawan karena ia tidak ingin dikenal sewaktu sedang berjalan-jal an. tetap i bukan keadaannya sewaktu dilahirkan." Setelah rakyat selesai menghias kota seperti diperintahkan oleh Raja. oh Channa yang baik. Pangeran terkesan sekali karena hal seperti ini baru pert ama kali dilihatnya. "Sewaktu masih muda. terpandang atau berkuasa? Malam itu diselenggarakan sebuah pesta besar untuk menghibur Pangeran. badannya kurus kering dan dengan su sah payah serta terbungkuk-bungkuk ditopang oleh sebuah tongkat berjalan tanpa m enghiraukan orang-orang di sekelilingnya yang sedang bergembira.

" Mendengar ini. meletakkan kepalanya di pangkuann ya dan dengan suara menghibur menanyakan. bahagia dan senang dengan pekerjaannya. Nanti Tuanku juga akan sakit." "Channa. Kemudian rombongan membawa usungan itu ke tepi sebuah sungai dan mel etakkannya di atas tumpukan kayu yang kemudian dinyalakan api. Berselang beberapa hari. dan cincin dari intan. "Channa. Pangeran melihat sesuatu yang membuat Beliau sangat sedih. semua makhluk hidup pada suatu waktu harus mati. "Channa. apakah ini yang dinamakan mati? Dan apakah semua orang pada suatu waktu akan mati?" "Betul. Pangeran yang dikenal sebagai orang yang penuh kasih sayang.engelu-elukannya. Seorang tukang celup pakaian sedang mencelup pakaian dalam beraneka ragam warna yang bagus-bagus dan kemudian menjemurnya. kerabu." "Apakah tidak ada orang yang dapat menolongnya? Apakah semua orang dapat diseran g penyakit? Apakah penyakit datang secara mendadak?" "Betul. tidak ada bendera-bendera. deng an cepat menghampiri orang itu. Orang itu sakit dan darahnya ber acun. Orang tersebut tetap diam saja dan tidak bergerak meskipun api telah membakarnya dari semua sudut. Tuanku. Tuanku. tunggul-tunggul. engaku mengapakah? " Orang sakit itu sudah tidak dapat menjawab. mengangkatnya. Tidak lama kemudian mer eka berpapasan dengan serombongan orang yang sedang menangis mengikuti sebuah us ungan dipikul oleh empat orang. matanya berputar-putar dan nafasnya megap-megap. lalu menjualnya kepada langganannya yang kemudian memakannya selagi masih panas. jangan sentuh orang itu lama-lama. masih banyakkah hal-hal buruk seperti ini selain sakit pes?" "Memang. Pangeran memperhatikan orang-orang kecil ini yang sederhana dan semua orang keli hatan sibuk sekali. Di muka dan badannya terdapat bercak-bercak ber warna ungu. emas. Oleh karena it ulah ia merintih-rintih dan tidak lagi dapat bicara. semua orang dalam dunia dapat terserang penyakit. Tidak ada oran g yang dapat mencegahnya. sehinggan tidak dapat mengucapkan sepatah kata . Untuk kedua kalinya dalam hidupnya. da n perak. dan Tuanku mungkin orangnya kalau Tuanku memegangnya seperti itu. bunga-bunga." "Mati! Channa. Ia diserang demam pes dan seluruh badannya terasa terbakar. Raja merasa sedih karena melihat Pangeran pada waktu akhir-akhir ini seperti kurang gembira sehubungan dengan kejadian-kejadian yang telah diliha tnya. dan p enduduk yang berpakaian rapi. Tuanku.Tuanku. Seorang pa ndai emas sedang membuat kalung. "Mengapakah engkau. Orang itu sudah mati. Tidak ada seora ngpun yang dapat mencegahnya. Pada kesempatan ini Pangeran yang berpakaian sebagai anak seorang bangsawan deng an diiringi Channa. Tukang kue sedang sibuk memanggang ro ti dan kue. Di atas usungan itu berbaring seorang yang sudah kurus sekali dalam keadaan tida k bergerak. Pangeran kembali mohon kepada Raja agar diperkenankan k embali melihat-lihat kota Kapilavatthu." Pangeran heran dan kaget sekali. Tuanku. mengapakah orang ini? Apakah yang salah dengan nafasnya? Me ngapa ia tidak bicara?" "Oh. Tetapi hari itu Pangeran melihat penduduk yang sed ang sibuk bekerja. berjalan-jalan di kota Kapilavatthu. ada ratusan penyakit yang sama hebatnya seperti sakit pes." "Tetapi adakah lagi orang lain seperti dia?" "Ada. Raja menyetujuinya karena beranggapan tidak ada gunanya lagi sekarang untuk mela rang. Tetapi Pangeran juga melihat seorang yang sedang merintih-rintih dan bergulingan di tanah dengan ked ua tangannya memegangi perutnya. gelang. Seorang pandai besi dengan badan penuh keringat sedang membuat pisau. Ia menangis tersedu-sedu. apakah itu? Mengapa orang itu berbaring di sana dan membiarkan orang la in membakar dirinya?" "Dia tidak tahu apa-apa lagi. Mohon de ngan sangat agar Tuanku meletakkannya kembali di tanah dan jangan menyentuhnya l agi sebab pes itu sangat menular. dan itu dapat terjadi setiap saat. katakanlah. Pangeran menjadi semakin sedih dan kembali ke istana untuk merenu ngkan hal ini.

Konon diceritakan bahwa perta pa itu adalah seorang dewa yang ingin membantu Pangeran Siddhatta." Karena ucapan ini maka bayi yang baru lahir kemudian diberi nama "Rahula". meskipun ia seorang Raja atau anak dari seo rang Raja. Nibbuta nuna so pita. Yassa yam idiso pati. aku mencarinya dalam ketenangan dan kesunyian hutan-hutan yang lebat. Dalam perjalanan pulang ke istana. Pertapa suci. Tiba-tiba Pange ran melihat seorang pertapa berjubah kuning dengan membawa mangkuk di tangan men ghampirinya. di sebuah taman . Tenanglah ayahnya. Tenanglah istrinya. Pangeran mengangkat kepalanya menghadap langit yang tinggi dan kemudian berkata. Pangeran memberi salam kepada pertapa tersebut dan menanyakan kegunaan mangkuk y ang sedang dipegangnya. . Pertapa itu menjawab. "Semua orang di dunia ini pada suatu waktu harus mati. Selain dari itu. aku tidak menginginka n hal-hal dan barang-barang duniawi. Pangeran bukannya bergembira tetapi mukanya justru menjad i pucat." Pangeran terkejut dan tergetar hatinya mendengar perkataan "Nibbuta" yang berart i: "tenang. dan di kamarnya ia merenungkan persoalan ini sepanjang hari. aku ini seorang pertapa." Sewaktu Pangeran mengunjungi Kapilavatthu untuk keempat kalinya. "Rahulajato." Yang berarti : "Tenanglah ibunya. satu ikatan telah terlahir. Pangeran bertemu dengan Kisa Gotami yang kare na kagumnya mengucapkan kata-kata sebagai berikut : "Nibbuta nuna sa mata. Sekarang maafkan. sehingga Beliau menghadiahkan Kisa Gotami sebuah kalung emas yang sedang dipakainya. aku harus meneruskan perjalanan. Apakah benar tidak ada jalan untuk menghentikannya? Pangeran pulang. Penerangan dan kebahagiaan sedang menunggu. Aku harus mencarinya dan menolong dunia i ni." Yang berarti : "Satu jerat telah terlahir. padam semua nafsu-nafsu". Pangeran berpikir bahwa sangat mengerikan keadaan yang disebut 'mati' itu y ang harus dialami oleh setiap orang. di manakah obat itu harus dicari?" "Pangeran yang mulia." Pangeran terkejut karena ternyata pertapa ini mempunyai pikiran dan cita-cita ya ng sama dengan dirinya.pun. Mendengar berita ini. datanglah dayang-dayang yang khusus mencari Pangeran untuk memberitahukan bahwa Putri Yasodhara telah melahirkan bayi laki-laki yang sehat. Pangeran merasa gembira sekali dan berkata di dalam hati. meninggalkan sanak keluarga untuk mencari obat agar o rang tidak menjadi tua. Nibbuta nuna sa nari. bandhanam jatam. "Oh." Kemudian pertapa itu berlalu dan terus menghilang. belum ada orang yang tahu bagaimana cara untuk menghentikannya. Mangkuk ini aku bawa untuk mengharapkan makanan dari mereka yang berbelas kasih. sakit. "Pangeran yang mulia. Pangeran berhenti dan duduk beristirahat di bawah pohon jambu. Aku menjauh kan diri dari keduniawian. jauh dari gangguan dan keramaian dunia. dan mati. "Aku juga harus menjad i pertapa seperti itu!" Tidak lama kemudian. Yang mempunyai suami seperti Anda.

relakan kepergianku justru sewaktu Ayah masih hidup. 6. ada yang air liurnya meleleh keluar. Tetapi Pangeran kelihatan tidak gembira. Anugerah supaya mereka yang pernah hadir pada pesta kelahiranku dapat mema damkan semua nafsu keinginannya. sehingga Beliau mengambil kep utusan untuk meninggalkan istana pada malam itu juga. Pangeran terbangun dan memandang ke sekelilingnya. usiaku sekarang sudah lanjut. Anugerah supaya Ayah tetap bersamaku. ada yang terlentang. sakit. halaman 141/2). Anugerah supaya tidak sakit.BAB II PELEPASAN AGUNG Pangeran Siddhattha Meninggalkan Istana Untuk menyambut kelahiran cucunya. ada yang mulutnya me nganga lebar. Anugerah supaya semua wanita yang ada di istana bersama sama dengan keraba t lain tetap hidup. Pa ngeran merasa seperti di pekuburan dengan mayat-mayat yang bergelimpangan. 2. Pada tengah malam. Peman dangan ini membuat Pangeran jijik dan muak sekali. Anugerah supaya tidak menjadi tua." Mendengar pernyataan di atas. ada yang menggulung tubuhnya sambil kepalanya terantuk-antuk di dadanya. aku lebih baik turun tahta daripada tidak meluluskan permin taanmu. akan kembali ke Kapilavatthu untuk mempersembahkan obat yang telah kutemukan ke hadapan Ayah. "Ayah. dan mati. Para pena ri menghentikan tariannya dan mereka pun ikut tidur di ruangan yang sama sambil menunggui Pangeran. dan mati. sehingga muka bayi tidak dapat terlihat . Pangeran m elihat gadis-gadis penari tergeletak tidur simpang siur di lantai dalam sikap ya ng beraneka ragam. 3. Anugerah supaya kerajaan ini tidak berubah dan tetap seperti sekarang. Raja Suddhodana menjadi kaget dan kecewa. kuda kesa yangannya." "Kalau begitu. Anugerah supaya aku dapat mengakhiri kelahiran. Pangeran kemudian pergi ke kamar Yasodhara untuk melihat istri dan an aknya sebelum pergi untuk bertapa." "Tentu saja. Pangeran memanggil Channa dan memerintahkan untuk menyiapkan Kanthaka. 5. mohon Ayah memberikan kepadaku: 1. sakit. Tangannya menutupi muka Sang bayi. Raja menyelenggarakan satu pesta yang besar d an meriah. Selanjutnya Pangeran masuk ke ruangan tempat para penari sedang menari diiringi musik yang merdu. kalau tidak diberi izin saya mohon Ayah berkenan memberikan kepadaku dela pan macam anugerah. dan lain-lain. 7. Raja men jawab bahwa hal-hal di atas itu berada di luar kemampuannya dan masih mencoba un tuk membujuknya dengan mengatakan. Anugerah supaya tidak mati. 4. Izin tidak diberikan seperti dapat kita ikuti dalam percakapan di bawah ini (dik utip dari buku Mahavastu II." Raja tetap tidak memberikan izinnya dan Pangeran tetap bersikeras untuk terus me laksanakan cita-citanya. Istrinya sedang tidur nyenyak dan memeluk bay inya. Tunggu saja dan tangguhkan kepergianmu sampai aku sudah mangkat. 8. Pangeran merebahkan diri di atas bantal yang dibuat dari benan g-benang emas dan karena letih. Pangeran kemudian memasuki kamar Yasodhara dan memandangi anaknya dengan gembira dan terharu karena tidak lama lagi Beliau akan meninggalkannya berhubung tekadn ya yang sudah bulat untuk mencari obat agar orang tidak menjadi tua." "Ayah. Hal ini menimbulkan amarah Raja. ada yang mengigau. anakku. dan mat i. ada yang tengkurap. "Anakku. Aku berjanji bila su dah berhasil. tidak lama kemudian Pangeran tertidur. Pangeran dengan hati-hati me ndekati Raja dan mohon izin untuk mencari obat terhadap usia tua. usia tua.

dan Yasodhara untuk jangan terlalu bersusah hati. Pangeran memerintahkan Channa untuk kembali ke istana. Meskipun menyesali kepergian Pangeran Siddhattha. Perkenankanlah hamba ikut Tuanku berkelana. "Tidak. Ibu . melepas semua perhiasannya dan memberikannya kepada Channa. Perjalanan diteruskan melintasi perbatasan negara Sakya. kuda itu berhen ti dan menengok lagi ke belakang agar dapat melihat wajah Pangeran untuk terakhi r kali. kesalahan apakah yang telah kuperb uat terhadapmu dan Channa. pedang serta pakaian Pangeran kepada Baginda Raja. memotong rambut di kepalanya dengan pedang dan melemparkannya ke udara (yang disambut oleh Dewa Sakka dan membawanya ke surga Tavatimsa untuk dipuja di Culam ani-cetiya). "Tidak ada gunanya hamba diam terus di istana tanpa Tuanku. jarum. Pangeran mendekati Kanthaka. sehingga engkau berdua membawa pergi Tuanku Pangeran sewaktu aku sedang tidur nyenyak?" Hal ini membuat Kanthaka sedih dan patah hati . Para pengawalnya semua sedang tidur nyenyak dan Channa dengan mudah dapat membuk a pintu agar Pangeran dapat keluar dari istana dan keluar kota. Pangeran semula ingin menggeser sedikit tangan istrinya tetapi hal itu diurungka n karena takut kalau hal ini menyebabkan Yasodhara terbangun dan rencananya untu k meninggalkan istana bisa gagal. Sete lah menukar pakaiannya dengan jubah bhikkhu. pisau. Aku akan mencari obat untuk menghentikan usia tua. Saat itu terang bulan d i bulan Asalha dan Pangeran berusia 29 tahun. Kanthaka. Segera setel ah aku memperolehnya. aku akan datang kembali dan dengan puas dapat melihat wajah a nak dan istriku." Kanthaka ikut dengan Channa tetapi belum seberapa jauh berjalan. Brahma Chatikara mempersembahkan keperluan seorang bhikkhu kepada P angeran yang terdiri dari delapan jenis barang. Ibu. Seolah-olah sudah diatur t erlebih dulu oleh para dewa. Pangeran akan menja di Raja negara Sakya. Setelah sampai di luar kota. Selanjutnya Channa memberitahukan bahwa Pangeran sekarang berada di tepi Sungai Anoma di negara Malla. menyampaikan salam perpisahan Pangeran kepada Ibunya dan Yasodhara beserta sege nap keluarga lainnya. mencukur kumisny a." Channa memberi hormat kepada Pangeran dan bersiap-siap untuk kembali. tetapi nanti setelah aku memperole h apa yang kucari. Koliya. Rahula. berikan kepada Ayahku da n sampaikan pesanku untuk Ayah. ikutlah pulang dengan Channa dan jangan menunggu aku lagi. Yasodhara memelu k leher Kanthaka dan bertanya. dan mati.. mengusap-usap dan men epuk-nepuk lehernya dengan penuh kasih sayang sambil berkata. ikat pinggang. Kuda itu nampaknya sedih sekali dan matanya basah dengan air mata. jubah dalam. bawa pakaian dan perhiasan ini kembali. Kanthaka. dan kepada semua orang yang ada di dunia ini. kain bawah. mangkuk makanan. bia rlah hari ini aku tidak melihat wajah anakku. Kembalinya Channa bersama Kanthaka (tanpa Pangeran) ke Kapilavatthu disambut ole h Raja dan seluruh penghuni istana dengan ratapan dan tangisan. Selanjutnya." "Jangan Channa. Pangeran hanya berkata dalam hati." Setelah itu Pangeran meninggalkan istana dengan menunggang Kanthaka yang berbulu putih diikuti oleh Channa yang memegang buntut kuda. dan Malla. "Oh. Pangeran berhenti sejenak dan memutar kudanya untuk melihat kota Kapilavatthu untuk terakhir kali (di tempat itu kemudian didirikan sebuah cetiya yang dinamakan Kanthakanivattana-cetiya). sakit. Yasodhara. yang membuat Dewa Mara menjadi marah dan mengancam akan terus membuntutinya. aku kembali ke istana untuk memberikannya kepada Ayah. dan saringan air. Pangeran tidak menggubris bujukan Dewa Mara. Channa menyerahkan perhiasan. yaitu: jubah luar. tetapi Raja tahu bahwa kepergi . "Ayolah. Rambut yang tersisa sepanjang dua anguli (± dua inci) semasa hidupnya tetap sepanjang itu dan tidak tumbuh-tumbuh lagi. Pangeran Siddhattha tidak mendapat kesukaran sewakt u hendak keluar dari pintu gerbang istana dan waktu hendak keluar dari pintu tem bok kota. Tetapi Kan thaka tidak mau diajak pergi. kemu dian dengan satu kali loncatan menyeberangi Sungai Anoma. Ketika itu Pangeran dicegat oleh Dewa Mara yang jahat dan membujuknya untuk kemb ali ke istana dan ia berjanji bahwa dalam waktu satu minggu. Pangeran turun dari ku da.

maka Pertapa Gotama lalu melakukan latihan yang lebih berat lagi. Anda sendiri dan kepada semua orang. Pertapa Gotama kemudian pergi ke Senanigama di Uruvela dan di tempat inilah Pert apa Gotama bersama-sama dengan 5 orang pertapa lain (Bhaddiya. ana kku. Karena itulah aku menjadi seorang pertapa. Tetapi Pertapa Gotama masih belum puas sebab ia masih belum mendapat jawaban ten tang bagaimana mengakhiri usia tua. Setelah berusaha beberapa lama dan melihat bahwa usaha ini tidak membawanya ke P . Pertapa Gotama mendapat pelajaran tentang cara bermeditas i yang paling tinggi sehingga mencapai keadaan "Bukan-Pencerapan Pun Bukan Bukan -Pencerapan"." "Kalau tawaranku tidak diterima. Raja Bimbisara dilaporkan tentang kedatang an seorang pertapa yang paras mukanya kelihatan agung dan sekarang sedang berist irahat di Pandavapabbata. sakit. Dari Uddaka-Ramaputta. Baginda. yah. selalu waspada. Mereka melatih d iri dengan menjemur diri di terik matahari pada siang hari dan pada waktu tengah malam berendam di sungai untuk waktu yang lama. Pangeran pada suatu pagi berjalan ke arah Rajagaha unt uk mulai dengan meminta-minta makanan kepada penduduk. Raja Bimbisara datang menemui pertapa Siddhattha dan kemudian menanyakan nama. Bertapa di Hutan Uruvela Dari tepi Sungai Anoma. dan mati. dan Kondañña) berlatih dalam berbagai cara penyiksaan diri.annya itu sesuai dengan ramalan pertapa Asita dan Kondañña dan mengharap-harap cemas bila kiranya Pangeran akan berhasil menjadi seorang Buddha. aku berjanji. yang pada zaman itu ter kenal sebagai seorang pertapa yang paling pandai. Pertapa Gotama kemudian berguru kepada Uddaka-Ramaputta. Di tempat ini pertapa Siddhattha (juga disebut Perta pa Gotama) berguru kepada Alara Kalama dan dalam waktu singkat sudah dapat menya mai kepandaian gurunya. Karena masih saja belum berhasi l. Ia merapatkan giginya dan menekan kuat-kuat langit-langit mulutnya sehingga keri ngat mengucur keluar dari ketiaknya." "Terima kasih banyak. n ama orang tuanya dan mengapa ia menjadi seorang pertapa. dan mati. Pangeran pergi ke kebun mangga di Anupiya." Dari Rajagaha. Kedatangan Pangeran di Ra jagaha ternyata mendapat perhatian dari seorang pembantu Raja Bimbisara yang ter us mengikutinya sampai di Pandavapabbata. Dengan sakit yang demikian hebat yang diderita tubuhnya ia berusaha agar batinny a jangan melekat. Vappa. Demikian hebat sakit yang dideritanya sehin gga dapat diumpamakan sebagai orang kuat yang gagah perkasa memegang seorang yan g lemah di kepala atau lehernya dan menekan dengan sekuat tenaga. Karena merasa bahwa dengan pengetahuan ini masih belum terjawab tentang sebab-mu sabab dari kelahiran dan bagaimana mengakhiri usia tua. Tetapi harap Anda berjanji untuk terlebih dulu mengunjungi Rajagaha apabila kelak berhasil menemukan obat tersebut. apa boleh buat. Aku sangat cinta kepada orang tuaku. Assaji. sakit dan mati. Setelah tujuh hari berdiam di Anupiya. maka gurunya minta agar ia terus berdiam di tempat ters ebut untuk bersama-sama membina murid-muridnya yang banyak sekali. tenang dan teguh serta ulet dalam usahanya. Baginda. tempat Pangeran beristirahat untuk mak an dari hasil perjalanan kelilingnya. pertapa Siddhattha meneruskan perjalanannya dan tiba di dekat tem pat pertapaan Alara Kalama. maka Per tapa Gotama melanjutkan perjalanannya untuk mencari orang yang dapat mengajar te ntang hal tersebut. Karena dalam waktu singkat Pertapa Gotama sudah memahami semua pel ajaran Uddaka-Ramaputta. Mahanama. sakit. Di tempat ini Pertapa Gotama diajar cara-cara bermeditasi dan pengertian tentang Hukum Kamma dan Tumimbal lahir." "Baiklah. "Mengapa Anda melakukan hal ini? Apakah Anda berselisih paham dengan ayah Anda? Tinggal saja denganku di sini dan aku akan menghadiahkan Anda setengah dari kera jaanku. istriku. Aku hendak mencari obat untuk menghent ikan usia tua. Mulai hari itu Raja selalu mengikuti keadaan Pangeran dengan menyuruh orang menyelidiki dan melapor kan kepada Raja segala sesuatu yang dikerjakan Pangeran dan dimana Beliau berada .

Setelah merenungkan tiga perumpamaan tersebut maka Pertapa Gotama mengambil kepu tusan untuk berhenti berpuasa. "Aku ingin membuat api. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang masih terikat kepada kesenangan nafsu -nafsu indria dan batinnya masih ingin menikmatinya pasti tak akan berhasil. ia berhenti dan mencoba cara yang lain. tetapi dengan mengeluarkan suara mendesis yang mengerikan keluar melalui l ubang telinga. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang tidak terikat lagi kepada kesenangan nafsu-nafsu indria tetapi batinnya masih ingin menikmatinya pasti juga tidak aka n berhasil." Orang ini tidak mungkin dapat membuat api dari kayu yang basah itu dan ia hanya akan memperoleh keletihan dan kesedihan. Setelah berusaha beberapa lama dan melihat bahwa usaha ini tidak membawanya ke P enerangan Agung. ia kemudian melihat bahwa cara ini tidak memba wanya ke Penerangan Agung. aku ingin mendapatkan hawa p anas. Ketiga: Kalau sekiranya sepotong kayu kering diletakkan di tanah yang kering dan seorang membawa sepotong kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan mengg osok-gosoknya) dan ia pikir. Seperti cara-cara yang terdahulu. maka pertapa dan Brahma na itu berada dalam keadaan yang baik sekali untuk memperoleh Penerangan Agung. Dengan sakit yang demikian hebat yang diderita tubuhnya. ia berhenti dan mencoba cara yang lain. "Aku ingin membuat api." Orang ini pasti dapat membuat api dari kayu kering itu. Selanjutnya ia berpuasa dan tidak makan apa-apa sampai berhari-hari atau mengura ngi makannya sedikit demi sedikit sampai makan hanya beberapa butir nasi satu ha ri. Secara tiba-tiba timbul dalam batinnya tiga buah peru mpamaan yang sebelumnya tak pernah terpikir. Pertama: Kalau sekiranya sepotong kayu diletakkan di dalam air dan seorang membawa sepoto ng kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan menggosok-gosoknya) dan ia pikir. selalu waspada. Warna kulitnya beruba menjadi hit am dan rambutnya banyak yang rontok. "Aku ingin membuat api. Tentu saja. ia berusaha agar batinn ya jangan melekat. Waktu siuman ia sudah tidak kuat lagi untuk berdiri. Kalau berdiri tidak bisa diam karena kakiny a gemetaran. Untung pada waktu itu lewat seorang anak penggemb ala kambing bernama Nanda yang melihatnya sedang tergeletak kehabisan tenaga di tepi sungai. Pertapa Gotama terjatuh dan pingsan di tepi sungai. aku ingin mendapatkan hawa panas.enerangan Agung. Kedua: Kalau sekiranya sepotong kayu basah diletakkan di tanah yang kering dan seorang membawa sepotong kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan menggo sok-gosoknya) dan ia pikir. Sehabis mandi di sungai dan ingin kembali ke gubu knya. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang tidak terikat lagi kepada kesenangan nafsu-nafsu indria dan batinnya juga tidak terikat lagi. Sejak hari itu Pertapa Gotama diberi makan air tajin untuk mengembalikan kekuatan dan kesehatannya dan tidak lama kem . kesehatannya memburuk dan badannya kurus sekali. Ia kemudian sedikit dem i sediki menahan nafasnya sampai nafasnya tidak lagi keluar melalu hidung atau m ulut. aku ingin mendapatkan hawa panas. tenang dan teguh serta ulet dalam usahanya. Kala perutnya d itekan maka tulang punggungnya dapat dipegang dan kalau punggungnya ditekan maka perutnya dapat dipegang. Ia merupakan tengkorak hidup dengan tulang-tulang dila pisi kulit dan dagingnya sudah tidak ada lagi. Dengan cepat ia memberikan pertapa itu air susu kambing sehingga de ngan perlahan-lahan tenaga Pertapa Gotama pulih kembali dan ia dapat melanjutkan perjalanannya ke gubuk tempat ia bertapa. Kemudian timbul sakit yang hebat di kepala dan di perut disusul d engan panas yang menjalar ke seluruh tubuh." Orang ini tidak mungkin dapat membuat api dari kayu yang basah itu dan ia hanya akan memperoleh keletihan dan kesedihan.

apaka h engkau sekarang bahagia dan apakah kehidupan yang disertai cinta saja sudah me muaskan?" "Tuanku yang terpuja. karena aku tidak menuntut banyak. S ujata ingin membayar kaul kepada dewa pohon karena permohonannya supaya diberi s eorang anak laki-laki terkabul. Nyonya. Ia agak terkejut waktu pelayannya dengan tergesa-gesa kembali dan memberitahukan . Sujata merasa kagum melihat dewa pohon dengan wa jah yang agung sedang bermeditasi. memberi persembahan kepada para dewata. "Oh. Sedikit tetesan air hujan sudah cukup untuk memenuhi mangkuk bunga lily. Dalam hatinya ia berkata. meskipun belum cukup untuk membuat tanah menjadi basah. Suaranya tidak boleh terla lu rendah atau keras. Tetapi adikku yang baik. menyambut suamiku yang pulang dari pek erjaan. Setelah makanan selesai dimasak . berangkatlah Sujata ke hutan. sehingga hampir-hampir saja putus. memasak . Mereka meninggalkannya dan pergi ke Taman Rusa di Benares." Sujata gembira sekali mendengar berita tersebut. engkau akan mendapat berkah yang sangat besar. Pertapa Gotama menyambut persembahan ini. Alangkah beruntungnya bahwa dewa pohon berkenan untuk menerima sendiri pe rsembahan Nyonya. Da lam hal ini persembahan makananmu telah banyak membantu karena sekarang badanku menjadi kuat dan segar kembali. Pertapa Gotama mengangkat kepalanya dan memandang dengan heran kepada rombongan penari ronggeng tersebut. Namun lima orang kawannya yang bersama-sama bertapa merasa kecewa sekali karena dengan berhenti berpuasa. Beliau sekarang sedang duduk bermeditasi di bawah pohon.udian Pertapa Gotama sudah dapat makan juga makanan lain." Mendengar nyanyian itu. coba katakan. talinya putus. Karena itu dengan persembahanmu ini. "Dengan maksud apakah engkau membawa makanan ini?" "Tuanku yang terpuja. dewa pohon itu sendiri telah datang dari khayangan untuk menerima langsung persembahan Nyonya. apalagi sekarang dengan dilahirkannya seorang anak laki-laki yang menuru . Sa mbil berjalan mereka bergurau dan bergembira dan seorang diantaranya menyanyi de ngan syair sebagai berikut: "Kalau tali gitar ditarik terlalu keras. Setelah habis makan terjadilah percaka pan antara Pertapa Gotama dengan Sujata seperti di bawah ini. Ia tidak tahu bahwa orang yang dikira sebagai dewa pohon sebenarnya adalah Pertapa Gotama. lagunya hilang. Semoga beban hidup akan engkau terima dengan ringan." Kemudian Pertapa Gotama menyingkap kain yang menutup kepala bayi dan meletakkan tangannya di dahinya sambil memberi berkah: "Semoga berkah dan keberuntungan selalu menjadi milikmu. Karena bodoh aku telah menarik demikian keras tali kehidupan. maka hatiku dengan mudah mendapat kepuasan. tetapi seorang putra raja yang telah enam tahun menjadi pertapa untuk mencari sinar terang yang dapat dip akai untuk memberi penerangan kepada manusia yang berada dalam kegelapan. Pada suatu hari serombongan penari ronggeng lewat dekat gubuk Pertapa Gotama. Memang seharu snya aku tidak boleh menarik tali itu terlalu keras atau terlalu kendur. Aku ya kin dalam waktu dekat ini aku akan berhasil memperoleh sinar terang tersebut. Pertapa Gotama dianggap telah gagal dalam pertapaannya dan tidak mungkin akan memperoleh Penerangan Agung. Setiap hari dengan senang hati aku mengurus pekerjaan rumah tangga. Hari itu Sujata mengirim pelayannya ke hutan unt uk membersihkan tempat di bawah pohon dimana ia ingin mempersembahkan makanan ya ng lezat-lezat kepada dewa pohon. Kalau di tarik terlalu kendur ia tak dapat mengeluarkan suara." Di dekat tempat itu tinggal pula seorang wanita muda kaya raya bernama Sujata. Aku bukanlah dewa pohon. sehingga dengan demiki an kesehatannya pulih kembali. Aku sudah m erasa bahagia dapat memandang wajah suamiku yang sabar atau melihat senyum bayi ini. Dengan hati-hati makanan ditempatk an ke dalam mangkuk dan dengan hormat dipersembahkan kepada Pertapa Gotama yang dikira Sujata adalah dewa pohon. Orang yang memainkannyalah yang harus pandai menimbang dan mengira. makanan yang telah aku persembahkan kepada Tuanku adalah u capan terima kasihku karena Tuanku telah meluluskan permohonanku agar dapat dibe ri seorang anak laki-laki. "Sungguh aneh keadaan di dunia ini bahwa seorang Bodhisatta (calon Buddha) harus menerima pelajaran dari seorang penari ronggeng.

keserakahan." "Semoga Tuanku berhasil mencapai cita-cita Tuan sebagaimana aku berhasil mencapa i cita-citaku. tidak menyukai kehidupan suci yang bersih dan baik. tinggi hati dan mem andang rendah kepada orang lain. Ia menuju ke tepi Sungai Nerañjara dalam perjalanannya ke Gaya. yang engkau p andang sebagai seorang dewa. Penerangan Agung Pertapa Gotama meneruskan perjalanannya dan pada sore hari tiba di Gaya. kebodohan. "Kau sudah mengajar kepada orang yang seharusnya menjadi gurumu. Dengan tekad yang bulat . urat-uratku dan tulang-tulangku akan musnah dan darahku habis menguap. dewa hawa nafsu. Semua usaha Mara untuk menakut-nakuti Pertapa Gotama dengan hu jan besar disertai angin kencang dan halilintar yang berbunyi tak henti-hentinya diikuti dengan pemandangan-pemandangan lain yang mengerikan ternyata gagal semu a dan akhirnya Mara menyambit dengan Cakkavudha yang ternyata berubah menjadi pa yung yang dengan tenang bergantung dan melindungi kepala Pertapa Gotama. Perjuangan hebat dalam batin Pertapa Gotama melawan keinginan dan nafsu-nafsu ti dak baik. seperti dapat diikuti dalam pembabaran berikut ini. Bumi telah menjadi saksi bahwa Pertapa Gotama lulus dari semua percobaan-percoba . Sakka. Mara sendiri me mbawa berbagai macam senjata dan duduk di atas gajah Girimekhala yang tingginya 150 league. Aku. dalam penjelasa nmu yang sederhana itu terdapat sari kebajikan yang lebih nyata dari kebajikan y ang tinggi. disertai bala tentaranya yang maha bes ar. kem udian mempersiapkan tempat duduk di sebelah Timur pohon itu dengan rumput kering yang diterima dari pemotong rumput bernama Sotthiya. "Dengan disaksikan oleh bumi. Bala tentara itu ke depan. "Kalau memang w aktunya sudah tiba. keinginan yang sangat dan melekat kepada benda-benda. mangkuk ini akan mengalir melawan arus dan bukan mengikuti a rus." Pertapa Gotama kemudian melanjutkan perjalanan dengan membawa mangkuk kosong. sebab buah yang m anis muncul dari pohon yang baik dan buah yang pahit keluar dari pohon yang penu h racun. malas dan tid ak suka mengerjakan apa-apa. perasaan lapar dan haus yang luar biasa.t buku-buku suci akan membawa berkah kalau kelak kami meninggal dunia. Melihat bala tentara yang demikian besar datang. Ia memi lih tempat untuk bermeditasi di bawah pohon Bodhi (Latin : Ficus Religiosa). yaitu meditasi dengan me nggunakan obyek keluar dan masuknya nafas. keras kepala. hantu-hantu jahat. Juga aku tahu bahwa kebaikan datang dari perbuatan baik dan kemalangan datang dari perbua tan jahat yang berlaku bagi semua orang dan pada setiap waktu." Suatu keajaiban terjadi karena mangkuk itu ternyata mengalir melawan arus. Pada saat itu muncul Mara. semua dewa yang sed ang berkumpul di sekeliling Pertapa Gotama. sedangkan tingginya 9 league. ia kemudian berkata dalam hati. Sebagaimana engkau sudah mendapat kepuasan. ke kanan dan ke kiri. takut terhadap jin-jin. yang bermaksud menghalang-halangi Pe rtapa Gotama memperoleh Penerangan Agung. keragu-r aguan. keinginan untuk dipuji dan dihormat i dan hanya melakukan hal-hal yang membuat dirinya terkenal. seperti Maha-Brahma." Kemudian Pertapa Gotama melakukan meditasi Anapanasati. Tiba di tepi sungai Pertapa Gotama melempar mangkuknya ke tengah sungai dan berkata. Apakah yang harus ditakuti oleh orang yang berkelakuan baik kalau nanti tiba saatnya harus mati?" Mendengar penjelasan Sujata maka Pertapa Gotama menjawab. minta didoakan supaya aku dapat berhasil melaksanak an cita-citaku. aku bertekad untuk tidak bangun dari temp at ini sebelum memperoleh Penerangan Agung dan mencapai Nibbana. Rajanaga Mahakala dan lain-lain cepat-cepat menyingkir dari tempat itu dan Pertapa Gotam a ditinggal sendirian dengan hanya berlindung kepada sepuluh Paramita yang sejak lama dilatihnya. Tidak berapa lama pikiran-pikiran yan g tidak baik mengganggu batinnya. meskipun engkau tidak belajar apa-apa namun engkau tahu jalan kebena ran dan menyebar keharumanmu ke semua pelosok. dalam buku-buku suci digambarkan sebagai perjuangan melawan Dewa Mara yang jahat. seperti keinginan kepada benda-benda duniawi. lebarnya 12 league dan ke b elakang sampai ke ujung cakrawala. meskipun kulitku. semoga aku pun akan mendapatkan apa yang aku cari. Di tempat itulah Pertapa G otama duduk bermeditasi dengan wajah menghadap ke Timur.

Batin-Nya menjadi tenang sekali dan penuh kedam aian karena sekarang Ia mengerti semua persoalan hidup dan Ia telah menjadi Budd ha. seluruh tempat itu penuh dengan kehadiran para dewa yang turut bergembira dan ingin melihat orang yang berhasil mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha. binatang hutan yang biasanya saling bermusuhan pada waktu itu dapat hidup berdampingan dengan damai. Kemampuan ini juga dinamakan Dibbacakkhuñana. Para d ewa yang menyingkir sewaktu Mara tiba dengan bala tentaranya datang kembali dan semua bersuka cita dengan keberhasilan Pertapa Gotama. Pertapa Gotama dengan suara lan tang mengeluarkan pekik kemenangan sebagai berikut: "Anekajati samsaram Sandhavissam anibbissam Gahakarakam gavesanto Dukkha jati punappunam Gahakaraka! dittho'si Punageham na kahasi Sabba to phasuka bhagga Gahakutam visamkhitam Visamkharagatam cittam Tanhanam khayamajjhaga. Hal ini terjadi pada waktu jaga pertama. Dengan muka bercahaya terang. Pertapa Gotama memperoleh Pubbenivasanussatiñan a. yaitu kebijaksanaan untuk dapat melihat dengan terang kematian dan tumimbal lahir kembali dari makhluk-makhluk sesuai dengan tumpukan karma mereka masing-masing. Pada waktu jaga ketiga. yaitu antara jam 18. Pada waktu jaga kedua. sekarang telah Kuketahui Engkau tak akan dapat membuat rumah lagi Semua atapmu telah Kurobohkan Semua sendi-sendimu telah Kubongkar Batin-Ku sekarang mencapai keadaan Nibbana Dan berakhirlah semua nafsu-nafsu keinginan. kesedihan. Dengan ini Ia telah menjadi orang yang paling bijaksana da lam dunia yang dapat menjawab pertanyaan yang disampaikan kepadaNya. . yaitu antara jam 22.00. Tumpukan karma yang berlainan inilah yang membuat satu makhluk be rbeda dari makhluk lain. setelah bertapa selama 6 tahun menjadi Buddha pada usia 35 tahun. pohon-pohon mendadak berbunga dan menyebark an bau harum ke seluruh penjuru.M. Setelah berhasil mengalahkan Mara. yaitu antara jam 02.00-22. penuh kebahagiaan. Pertapa Gotama memperoleh C utupapatañana. ketidakb ahagiaan. Pembuat Rumah. tumimbal lahir yang tiada habis-habisnya Oh. Gajah Girimekhala berlutut di hadapan Pertapa Gotama dan Mara menghilang dan lari bersama-sama dengan bala tentaranya. Demikianlah Pangeran Siddhattha yang dilahirkan pada saat purnama sidhi di bulan Vaisak tahun 623 S. yaitu kebijaksanaan yang dapat menyingkirkan secara menyelur uh semua Asava (kekotoran batin yang halus sekali).an dan layak untuk menjadi Buddha. Sekarang Ia mendapat jawaban tentang cara untuk mengakhiri penderitaan." Dikisahkan bahwa pada saat itu bumi bergetar karena gembira dan di udara sayup-s ayup terdengar suara musik yang merdu. meninggalkan istana pada usia 29 tahun.00 ." Artinya : "Dengan sia-sia Aku mencari Pembuat Rumah ini Berlari berputar-putar dalam lingkaran tumimbal lahir Menyakitkan. Dengan demikian Ia mengerti sebab dari semua keburukan dan juga mengerti cara un tuk menghilangkannya. yaitu kebij aksanaan dari Mata Dewa. yaitu kebijaksanaan untuk dapat melihat dengan terang kelahiran-kelahiranNya yang dulu. usia tua dan kematian.00 pagi.00-04. Pertapa Gotama memper oleh Asavakkhayañana. menikah pada usia 16 tahun.00-02.

Batin dan badan jasmani-Nya telah men jadi demikian bersih. maka datanglah seekor ular kobra yang besar sekali d an melibatkan badannya tujuh kali memutari badan Sang Buddha dan kepalanya memay ungi Sang Buddha supaya jangan sampai terkena air hujan. Mereka diterima sebagai upasaka-upasaka pertama yang berlindung kepada Sang Budd ha dan Dhamma. Virulhaka dari Se latan. Selama minggu kedua. tidak jauh dari pohon Bodhi. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Ajapala Nigrodha (p ohon beringin). Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Mucalinda. Kemudian mereka mohon diberikan suatu benda yang dapat mereka baw . Tetapi Sang Buddha menutup mata-Nya dan tidak mau melihat. Mereka. Lenyapnya 'Sang Aku' merupakan be rkah yang tertinggi. Dengan demikian Sang Buddha dapat menerima persembahan dari Tapussa dan Bhallika . Sang Buddha berjalan mondar-mandir di atas jembatan emas y ang diciptakan-Nya di udara karena melalui mata dewa-Nya. Di kamar permata itulah Sang Buddha bermeditasi mengenai Abhidhamma. Tiba-tiba empat orang dewa dari empat pe njuru alam (Catumaharaja yaitu Dhatarattha dari sebelah Timur. Sang Buddha men erima empat mangkuk tersebut dan dengan kekuatan gaib-Nya dijadikan satu mangkuk . setelah berpuasa selama tujuh minggu. Waktu hujan berhenti. Pada waktu itulah Sang Budd ha mengucapkan kata kata sebagai berikut: "Berbahagialah mereka yang bisa merasa puas. Setelah Sang Buddha selesai makan kedua pedagang itu memohon agar diterima seb agai pengikut. Pada h ari ke-50 pagi hari. sehingga batin-Nya tenang sekali dan penuh kedamaian." Selama minggu ketujuh. jingga dan campuran kelima warna tersebut. yaitu keadaan yang terbebas sama sekali dari gangguan-g angguan batiniah. Mengikuti apa yang t elah dilakukan oleh Sang Buddha dahulu. Kini warna-warna tersebu t diabadikan sebagai bendera umat Buddha. Sang Buddha mengetahui bahwa ada dewa-dewa di surga yang masih meragukan apakah Beliau benar telah men capai Penerangan Agung. Tapussa dan Bhallika. sekarang pun umat Buddha memberi penghor matan kepada pohon Bodhi.Tujuh Minggu Setelah Penerangan Agung Selama minggu pertama. dua orang pedagang le wat di dekat tempat Sang Buddha sedang duduk. Selama minggu keempat. putih. diiringi nyanyian yang merdu dan b isikan yang memabukkan. Virupakkha dari Barat. kuning. yaitu ajaran mengenai ilmu jiwa dan metafisika. Karena w aktu itu turun hujan lebat. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Rajayatana. dan Kuvera dari Utara) datang menolong dengan memb awa seorang satu mangkuk yang dipersembahkan kepada Sang Buddha. meng hampiri Sang Buddha dan mempersembahkan makanan dari beras dan madu. m erah. Sang Buddha agak tertegun sejenak karena mangkuk yang Beliau terima dari Sujata telah dihan yutkan di Sungai Neranjara dan sejak zaman dahulu tidak pernah seorang Buddha me nerima makanan dengan kedua tangan-Nya. Berbahagialah mereka yang bersimpati kepada makh luk-makhluk lain di dunia ini. Selama minggu ketiga. Sang Buddha berdiam di kamar batu permata yang diciptakan -Nya. sehingga mengeluarkan sinar-sinar berwarna biru. Di sinilah tiga orang anak Mara yai tu Tanha. Sang Buddha berdiri beberapa kaki dari pohon Bodhi dan mema ndanginya terus-menerus dengan mata tidak berkedip selama satu minggu sebagai uc apan terima kasih dan penghargaan kepada pohon yang telah memberi-Nya tempat unt uk berteduh sewaktu berjuang untuk mencapai tingkat Buddha. dan Raga masih berusaha untuk mengganggu-Nya. sehingga akhirnya ti ga orang dewi hawa nafsu meninggalkan Sang Buddha. Sang Buddha duduk bermeditasi di bawah pohon Bodhi dan me nikmati keadaan Nibbana. Berbahagialah mereka yang dapat men dengar dan melihat kesunyataan. Selama minggu kelima. Arati. Mereka menampakka n diri sebagai tiga orang gadis yang elok dan menggiurkan yang dengan berbagai m acam tarian yang erotis (penuh nafsu birahi). Berbahagialah yang hidup di dunia dengan tidak me lekat kepada apa pun dan mengatasi hawa nafsu. u lar itu berubah bentuknya menjadi seorang anak muda. berusaha untuk merayu dan menarik perhatian Sang Buddha. Selama minggu keenam.

turun dari Brahmaloka dan berdir i di hadapan Sang Buddha. Tapussa dan Bhallika dengan gemb ira menerima Kesa Dhatu tersebut dan setelah tiba di tempat mereka tinggal. tetapi para dewa segera me mberitahukan bahwa Alara seminggu yang lalu telah meninggal dunia." Perhatian-Nya kemudian ditujukan kepada Alara Kalama. demi belas kasih-Nya kepada para manusia. Sang Buddha meren ung apakah Dhamma yang Beliau temukan akan diajarkan kepada khalayak ramai atau tidak. Selanjutnya Sang Buddha mengalihkan perhatian-Nya kepada lima orang pertapa yang pernah bersama-sama melakukan pertapaan. Ia menggelengkan kepala dan kemudian meneruskan perjalanannya . namun para dewa juga mengatakan bah wa kemarin malam Uddaka meninggal dunia. Tapussa dan Bhallika melanjutkan perjalanannya. berkenan menga jar Dhamma." Hingga kini permohonan Brahma Sahampati kepada Sang Buddha tetap diperingati den gan permohonan kepada seorang bhikkhu untuk mengajar Dhamma yang berbunyi sebaga i berikut: "Brahma ca lokadhipati Sahampati Katañjali andhivaram ayacatha Santidha sattapparajakkhajatika Desetu Dhammam anukampimam pajam. Sebab Dhamma itu dalam sekali dan sulit untuk dimengerti sehingga timbul perasaa n enggan dalam diri Sang Buddha untuk mengajar Dhamma. Dalam perjalanan ke S ungai Gaya. Kemudian perh atian-Nya ditujukan kepada Uddaka Ramaputta. " Dengan mata dewa. Penguasa dunia ini. Te rpesona melihat Sang Buddha yang wajah-Nya demikian cemerlang. Sang Buddha mengusap kepala-Nya dengan tangan kanan dan memberikan beb erapa helai rambut (Kesa Dhatu = Relik Rambut). Karena itu Sang Buddha mengambil ketetapan hati untuk mengajar Dhamma demi belas kasih-Nya kepada umat manusia. Ada makhluk-makhluk yang dihinggapi sedikit kekotoran batin Ajarkanlah Dhamma demi kasih sayang kepada mereka. Sang Buddha segera berangkat menuju ke Taman Rusa Benares." Artinya: "Brahma Sahampati. Dalam dunia ini terdapat juga orang-orang yang sedikit dihinggapi ke kotoran batin dan mudah mengerti Dhamma yang akan diajarkan. Tetapi Upaka nampaknya sama seka li tidak terkesan. Tiba-tiba Brahma Sahampati. Penguasa dunia ini Merangkap kedua tangannya dan memohon. Kesediaan-Nya itu diutarakan dengan mengucapkan kata-kata sebagai berikut: "Aparuta tesam amatassa dvara Ye sotavanto pamucantu saddhami. sedangkan Sang Buddha sendiri juga melanjutkan perjalanan-Nya ke Benares . Upaka bertanya si apakah guru Sang Buddha.a pulang. Setelah makan. Sang Buddha dapat mengetahui bahwa memang ada orang-orang yang tidak lagi terikat kepada hal-hal duniawi dan mudah mengerti Dhamma." Artinya: "Terbukalah pintu Kehidupan Abadi Bagi mereka yang mau mendengar dan mempunyai keyakinan. Sang Buddha menjawab bahwa Beliau adalah orang Yang Mah a Tahu dan tidak mempunyai guru siapa pun juga. "Semoga Sang Tathagata. Kelima orang itu sekarang berada di Ta man Rusa di kota Benares ibukota negara Kasi. Sang Buddha bertemu dengan seorang pertapa Ajivaka bernama Upaka. mere ka mendirikan sebuah pagoda untuk memuja Kesa Dhatu ini. Setelah memberi hormat yang layak. Brahma Sahampati be rkata kepada Sang Buddha.

Aku telah menemukan jalan yang menuju ke keadaan terbebas dari kematian. kelima orang pertapa melihat Sang Buddha sedang memasuk i Taman Rusa.BAB III PEMUTARAN RODA DHAMMA Setelah tiba di Benares. yang belum pernah mereka lihat sebe lumnya. oh Bhikkhu. sewaktu kami masih berdiam bersama-sama Anda. yaitu Penerangan Agung. Akan k uberitahukan kepadamu. yang harus dihindari oleh seorang bhikk hu. Maka Sang Buddha m emberikan khotbah-Nya yang pertama yang kelak dikenal sebagai Dhammacakkappavatt ana Sutta (Khotbah Pemutaran Roda Dhamma). tetapi sekarang juga dalam kehidupan ini bahwa apa yang kukatakan itu adalah benar." Setelah itu kelima pertapa bersedia mendengarkan khotbah-Nya. Siapakah yang mau mengurus seorang pertapa yang telah gagal?" Waktu Sang Buddha datang lebih dekat. sifat khas dari orang yang te rikat kepada hal-hal duniawi. Kita hanya menyediakan tikar untuk tempat dudukn ya. Ia sekarang kelihatannya lebih mulia dan agung. kepadamu. Ia boleh menggunakannya kalau mau dan kalau tidak mau. Anda tela h berlatih dan menyiksa diri Anda seperti yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun juga di seluruh Jambudipa. tidak mulia dan tidak berfaedah. Dengarlah apa yang kukatakan. dan melatih diri seperti yang akan kuajarkan dalam waktu singkat engkau pun dapat mengerti. Setelah mengambil tempat duduk. Tetapi dengan segala cara penyiksaan diri itu ternyata Anda t idak berhasil menemukan apa yang Anda cari. namun sewaktu Sang Buddha mendekat. yang menimbulkan kesakitan yang heb at. Aku tidak pernah berhenti berusaha. Sebaiknya kita tidak usah menyapanya. Karena itulah kami menganggap Anda sebagai pemim pin dan guru kami. Per tapa Gotama sedang memasuki taman. Pinggiran ekstrim kedua ialah menyiksa diri. Pertapa. Kalau engkau ingin mendengar. sedangkan yang lain sibuk menyiapkan tempat duduk dan yang lain lagi be rgegas mengambil air untuk membasuh kaki Sang Buddha. hanya dilakukan oleh orang yang masih berkeluarga. b elajar. Dhammacakkappavattana Sutta Di bawah ini diuraikan singkatan dari khotbah tersebut." Tentu saja kelima pertapa merasa heran sekali mendengar ucapan Sang Buddha. "Dua pinggiran yang ekstrim. M ereka menjawab. "Kawan-kawan. Pinggiran ekstrim pertama ialah mengumbar nafsu-nafsu yang bersifat rendah. Ia tergelincir dari kehidupan suci dan kembali ke kehidupan yang penuh k esenangan dan kenikmatan. tidak mulia dan tidak berfaedah. mereka melihat sendiri Beliau menghentikan semua usaha untuk menemukan Penerangan Agung dan sekarang Beliau d atang kepada mereka untuk memberitahukan bahwa Beliau telah menemukan Penerangan Agung itu. Sang Buddha lalu berkata "Dengarlah. Seorang diantara mereka maju ke depan dan dengan hormat menyambut mangkuk dan ju bah-Nya. bukan nanti kelak kemudian hari. lihat. Seba b mereka melihat sendiri Beliau berhenti berpuasa. mereka melihat bahwa ada sesuatu yang beru bah dan Sang Buddha tidak sama dengan Pertapa Gotama yang dulu mereka kenal. Engkau dapat menyelami sendiri keadaan itu yang berada di atas hidup dan mati. Khotbah pertama diucapkan oleh Sang B uddha tepat pada saat purnama sidhi di bulan asalha. Setelah seka rang Anda kembali kehidupan yang penuh kesenangan dan kenikmatan dan berhenti be rusaha dan melatih diri. Meskipun mereka semula sudah sepakat untuk tidak menghormat kepada Sang Buddha. Aku tidak kembali ke kehidupan yang penuh kesenangan dan kenikmatan. Seorang dari lima pertapa itu mengatakan. Lagipula kita ja ngan memberi hormat kepadanya. Akan kuajarkan. oh Pertapa. Ak u sesungguhnya telah memperoleh Kebijaksanaan yang Tertinggi. Dan dapat mengajar kamu untuk juga memperoleh Kebijaksanaan tersebut untuk dirimu sendiri. ia adalah orang yang senang dengan kenikmatan dunia. mana mungkin Anda sekarang telah menemukannya?" "Kamu keliru. Karena itu mereka tidak percaya akan apa yang Sang Buddha katakan. mereka seolah-olah lupa kepada apa y ang mereka sepakati. Kita sebaiknya juga jangan menawarkan diri untuk menyambut mangkuk dan jubahnya. Jalan Tengah dengan menghindari kedua pingg . ia boleh berdiri saja . "Sahabat (avuso) Gotama.

Pengetahuan Tertinggi. Pandangan. ratap tangis. Kemudian timbul dalam diri-Ku. Dan dua hari kemudian. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Jalan Me nuju Lenyapnya Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. ditinggalkan. keinginan untuk hidup terus-menerus secara abadi dan keinginan untuk memusnahkan diri. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Lenyapn ya Dukkha: nafsu-nafsu keinginan (tanha) yang secara menyeluruh dapat disingkirk an. berhubungan den gan sesuatu yang tidak disukai. Selanjutnya. Secara singkat dapat dikatakan bahwa Lima Khanda (Lima Kelompok Kehidupan/Kegema ran) itu adalah penderitaan. sehingga kuperoleh Pandangan Terang. Selama pandangan-Ku terhadap Kesunyataan Mulia yang disebut di atas masih belum jelas benar mengenai tiga seginya dan dua belas jalannya. oh Bhikkhu. Kebijaksanaan . Sejak hari itu Sang Buddha tinggal di Taman Rusa dan tiap hari Beliau memberikan uraian Dhamma kepada lima orang pertapa tersebut. oh Bhikkhu. Dua hari setelah itu. pertapa. Dhamma telah dibabarkan dengan jelas . keinginan untuk menikmati na fsu-nafsu indria. Perbuatan Benar." Setelah Sang Buddha selesai berkhotbah. Selanjutnya oh Bhikkhu. Penglihatan. Penglihatan. "Mari (ehi) bhikkhu. Laksanakan kehidupan suci dan singkirkanlah penderitaan. brahma. Selanjutnya. Añña Kondañña yang sekarang tidak meragu-ragukan lagi ajaran Sang Buddha mohon untuk dap at diterima sebagai murid. Sang Buddha memberikan khotbah ked ua dengan judul Anattalakkhanasutta. dan Nibbana. dan dilepaskan. Penghidupan Benar. Anattalakkhanasutta . Pandangan. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Lenyapny a Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Asal Mul a Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. Ucapan Benar. Kemudian timbul dalam diri-Ku. melekat kepada ken ikmatan dan nafsu-nafsu yang minta diberi kepuasan. Kemudian timbul dalam diri-Ku. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Asal Mu la Dukkha: nafsu keinginan yang tidak habis-habisnya (tanha). Kebijaksanaan . Kebijaksanaan . oh Bhikkhu. Kebijaksanaan . oh Bhikkhu.iran yang ekstrim telah kuselami. Selanjutnya. sedih. pertapa Mahanama dan Assaji memperoleh Mata Dhamma dan di tahbiskan oleh Sang Buddha dengan menggunakan kalimat "ehi bhikkhu". oh Bhikkhu. Pikiran Benar. Penglihatan. Kebijaksa naan. Ketenangan. Daya upaya Benar. Pandangan. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang dukkha y ang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. Dengan demikian timbul dalam diriaKu Pandangan Terang dan Pengetahuan bahwa Aku sekarang telah terbebas sama sekali dari keharusan untuk terlahir kembali di dun ia ini dan kehidupanKu yang sekarang ini merupakan kehidupan-Ku yang terakhir. pertapa Vappa dan Bhaddiya memperoleh Mata Dhamma dan kemu dian ditahbiskan oleh Sang Buddha dengan menggunakan kalimat "ehi bhikkhu". oh Bhikkhu. sakit. dilenyapkan. Kemudian timbul dalam diri-Ku. Kondañña memperoleh Mata Dhamma karena dapat mengerti (añña) dengan jelas makna khotbah tersebut dan menjadi seorang Sotapanna ( makhluk suci tingkat kesatu). Penglihatan. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Dukkha: dilahirkan. mati. Aku belum dapat menunt ut dan menyatakan dengan pasti bahwa Aku telah memperoleh Penerangan Agung yang tiada bandingnya di alam-alam para dewa. Penerangan agung. brahmana dan man usia. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Jalan M enuju Lenyapnya Dukkha: Pengertian Benar." Dengan demikian Añña Kondañña menjadi bhikkhu pertama yang ditahbiskan dengan ucapan "eh i bhikkhu". diatasi. terpisah dari sesuatu yang disukai dan tidak mem peroleh sesuatu yang didambakan. oh Bhikkhu. usia tua. gelisah. Lima hari setelah memberikan khotbah pertama. Pandangan. mara. Sang Buddha meluluskan permohonan ini dan mentahbiska nnya dengan kata-kata. Perhatian Benar dan Konsentrasi Ben ar.

Vedana (perasaan). Yasa ada lah anak seorang pedagang kaya raya dan sebagaimana juga halnya dengan Pangeran Siddhattha. apakah terdapat kebahagiaan atau penderi taan?" "Di sana terdapat penderitaan. ia akan merasa jemu terhadap lima khandha tersebut. Sang Buddha lalu menanyakan pendapat mereka mengenai h al yang di bawah ini: "Oh. kasar atau halus.Singkatan dari khotbah ini adalah sebagai berikut: Rupa (badan jasmani). Setelah melepaskan nafsu-nafsu keinginan batinnya. kehidupan suci telah dilaksanakan da n selesailah tugas yang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu pun yang masih ha rus dikerjakan untuk memperoleh Penerangan Agung. Karena tidak melekat lagi kepada sesuatu maka akan timbul Pandangan Terang. maka ia tidak dapat berubah sekehe ndak hatinya dan karena itu menderita sebab semua kehendak dan keinginannya tida k dapat dipenuhi." "Mengenai sesuatu yang tidak kekal dan penderitaan. ia tidak melekat lagi k epada sesuatu. 'aku' dan 'diriku' ?" "Tidak tepat. menyenangkan atau tidak menyenangka n. Setelah merasa jemu. Yasa melihat satu pemandangan yang mengubah seluruh jalan hidupnya. sehi ngga ia mengetahui bahwa ia sudah terbebas. Selanjutnya engkau harus melakukan perenungan dengan memakai Kebijaksanaan bahwa semua itu bukanlah 'milikmu' atau 'kamu' atau 'dirimu'. oh Bhikkhu. Kalau sekiranya Khandha itu memilik i Atta (roh). Bhante. Siswa Yang Ariya yang mendengar uraian ini. Setelah melihat dengan jelas dari segi itu. mereka semua da pat membersihkan diri mereka dari segala kekotoran batin (Asava) dan terbebas se luruhnya dari kemelekatan (Upadana) dan mencapai tingkat kesucian yang tertinggi . Siswa Yang Ariya itu tahu bahwa ia s ekarang sudah terbebas dari tumimbal lahir. misalnya 'Semoga Khandha-ku begini dan bukan begitu. misalnya 'Semoga Khandhaku begini dan bukan begitu. Bhikkhu. Bhante. bertempat tinggal seorang anak muda bernama Yasa. maka ia dapat berubah sekehendak hatinya dan tidak akan menderita karena semua kehendak dan keinginannya dapat dipenuhi. Malam itu ia terbangun pada larut malam dan dari sinar lampu di kamarnya. Yasa m elihat pelayan-pelayannya sedang tidur dalam berbagai macam sikap yang membuatny a jemu dan muak sekali. yaitu Arahat. jauh atau dekat. Sañña (pencerapan)." Selanjutnya Sang Buddha mengajar untuk jangan melekat kepada lima khandha terseb ut dengan melakukan perenungan sebagai berikut: Karena kenyataannya memang demikian. oh Bhikkhu. Bhante. apakah tepat kalau dikatakan bahwa itu adalah 'milikku'.' Setelah mengajar kelima orang bhikkhu itu untuk menganalisa badan jasmani dan ba tin menjadi lima khandha. oh Bhikkhu. akan melihatnya dari seg i itu. Kehi dupan yang penuh kesenangan ini berlangsung untuk beberapa lama sampai pada satu malam di musim hujan. Karena tidak tahan lagi melihat keadaan . ia akan melepaskan nafsu-nafsu keing inan. apakah Khandha itu kekal atau tidak keka l?" "Mereka tidak kekal. Sankhara (p ikiran) dan Viññana (kesadaran) adalah Lima Khandha (lima kelompok kehidupan/kegemar an) yang semuanya tidak memiliki Atta (roh). bagaimana pendapatmu. Ia merasa seperti berada di tempat pekuburan dengan dike lilingi mayat-mayat yang bergelimpangan.' Tetapi karena Khandha itu Anatta (tanpa roh). Yasa pun memiliki tiga buah istana dan hidup dengan penuh kemewahan dikelilingi oleh gadis-gadis cantik yang menyajikan berbagai macam hiburan. harus diketahui sebagai Khandha (Kelompok Kchidupan/Kegemara n) semata-mata. Yasa Waktu itu di Benares. ditakdirkan untuk musnah ." "Di dalam sesuatu yang tidak kekal. Sewaktu kelima bhikkhu tersebut merenungkan khotbah Sang Buddha. maka lima khandha yang lampau a tau yang ada sekarang ini.

Ia berjalan menuju ke Taman Rusa di Isipatan a. Yasa yang untuk kedua kalinya mendengarkan u raian Sang Buddha mencapai tingkat kesucian yang tertinggi. menghampiri Sang Buddha. ayah Yasa berdiri. Setelah ay . Ayah Yasa menegur anaknya dan mendesak agar Yasa pulang kembali ke istananya den gan mengatakan. Setelah Sang Buddha selesai memberikan uraian. memberi hormat dan berjalan memutar denga n Sang Buddha tetap di sisi kanannya dan kembali pulang ke istananya. "Aku berlindung ke pada Buddha. ia bertemu dengan Sang Buddha dan bertanya apakah Sang Buddha mel ihat Yasa. hidup bersusila. "Kalau begitu baik juga kalau tempa t ini tidak menakutkan dan tidak mengerikan. Keesokan hari seluruh penghuni istana Yasa menjadi ribut karena Yasa tidak ada d i kamarnya dan juga tidak diketemukan di bagian lain dari istananya. "Yasa. maka dengan mengucapkan. Selanjutnya Sang Buddha memberikan uraian tentang Empat Kesunyataan Mulia yang d apat membebaskan manusia dari nafsu-nafsu keinginan. buruknya mengumbar nafsu-nafsu. dan Sangha. dan manfaat melepaskan diri dari semua ikatan duniawi. Sewaktu berpapasan dengan Yasa. Yasa memperoleh Mata Dhamma sewaktu masih duduk di tempat it u. hidup bersusila. Yasa kemudian mencapai tingkat Arahat sewaktu Sang Buddha mengulang uraian te rsebut di hadapan ayahnya. Pada waktu itulah Sang Buddha menarik kembali kekuatan gaibnya. yang sekurang-kurangny a terdiri dari lima orang bhikkhu). Mengetahui perm ohonannya diterima. Sebelum menjawab pertanyaan ayah Yasa. "Kepala keluarga yan g baik. dan manfaat melepaskan diri dari semua ikatan duniawi. Coba lah pikir. Semoga Sang Bhagava menerima aku sebagai upasak a mulai hari ini sampai akhir hidupku. Mari duduk di sini. Dhamma. Sang Buddha kemudian memberikan uraian yang disebut Anupubbikatha. ibumu sangat sedih." Dengan demikian ayah Yasa menjadi upasak a pertama yang berlindung kepada Buddha. "Alangkah menakutkan tempat ini! Alangkah mengeri kan tempat ini!" Yasa memakai sandalnya dan meninggalkan istananya dalam keadaan pikiran kalut dan penuh kecemasan. memberi hormat dan kemudian dud uk di sisi Sang Buddha. tumimbal lahir di surga sebagai akibat dari perbuatan baik." Yasa membuka sandalnya.itu. Sang Buddha menegur. Tidak jauh da ri tempat itu. Tapussa dan Bhallika adalah pengikut Sang B uddha yang pertama. sehingga Yasa da pat melihat ayahnya dan ayahnya dapat melihat Yasa. Yasa berpikir. Tetapi. ayah Yasa memperoleh Mata Dhamma dan mohon untuk diterima sebagai pengikut dengan mengucapkan. Dhamma. Di Taman Rusa ia melihat sandal anaknya. buruknya mengumbar nafsu-nafsu. apakah mungkin Yasa kembali ke kehidupan biasa dan menikmati kesenang an nafsu-nafsu indria?" "Aku rasa memang tidak mungkin. Yasa sebenarnya sedang duduk di sisi Sang Buddha. Hari ini Yasa ber hasil menyingkirkan semua kekotoran batin dan mencapai Pembebasan Sempurna. Hal ini sudah menjadi rejekinya. Ayahnya mem erintahkan pegawai-pegawainya untuk mencari ke segenap penjuru dan ia sendiri pe rgi mencari ke Isipatana. bolehka h saya mengundang Sang Bhagava supaya besok siang berkenan mengambil dana (makan an) di rumahku disertai anakku sebagai bhikkhu pengiring?" Sang Buddha menerima undangan ini dengan membisu (berdiam diri). Waktu itu menjelang pagi hari dan Sang Buddha sedang berjalan-jalan. tetapi mereka berlindung hanya kepada Buddha dan Dhamma karm a pada waktu itu belum ada Sangha (Pesamuan Para Bhikkhu. dan Sangha. yaitu Arahat. tetapi karena Sang Buddha menggunakan kekuatan gaib maka Yasa tidak melihat ayahnya dan ayahnya tid ak melihat Yasa. tumimbal lahir di surga sebagai ak ibat dari perbuatan baik. Ayolah pulang demi menyelamatkan nyaw a ibumu. Setelah Sang Buddha selesai memberikan uraian. "Tempat ini tidak menakutkan. Yasa memperoleh Mata Dhamma sebagaimana juga A nda memperolehnya pada hari ini dan menjadi seorang Ariya yang masih membutuhkan sesuatu yang lebih tinggi untuk mencapai Pembebasan Sempurna. Aku akan mengajarmu. yaitu uraian mengenai pentingnya berdana." Mendengar sapaan Sang Buddha. terlebih dulu Sang Buddh a memberikan uraian tentang pentingnya berdana. Kemudian dilanjutkan dengan uraian tentang Empat Kesunyataan Mulia yang dapat membebaskan manusia dari nafsu -nafsu keinginan." Yasa menengok ke arah Sang Buddha dan Sang Buddha menjawab. Seperti dijelaskan di halaman depan. Tempa t ini tidak mengerikan. beberapa waktu berselang.

Yasa mempunyai empat orang sahabat. Mereka menganggap bahwa ajaran-ajaran yang benarbenar sempurnalah yang dapat menggerakkan hati Yasa untuk meninggalkan kehidupan nya yang mewah. dan Sangha). Mereka adalah pengikut-pengikut wanita pertama yang berlindung kepada Tiga Musti ka (Buddha. dan Gavampati. Kalau tidak mendengar Dhamma. baik yang bersifat batiniah maupun yang bersifat badaniah. Karena itu mereka menemui bhikkhu Yasa yang kemudian membawa keempat kawannya it u menghadap Sang Buddha. .ahnya pulang. mereka pun mengambil keputusan untuk mengikuti jejak bhikkhu Yasa. "Aku telah terbebas dari semua ikatan-ikatan . Mereka mendengar bahwa Yasa s ekarang sudah menjadi bhikkhu. Melihat kesulitan ini maka Sang Buddha memperkenankan para bhikkhu untuk memberikan pentahbisan sendiri. semuanya anak-anak orang kaya ya ng bernama Vimala. Ibu dan istri Yasa keluar dan memberi ho rmat. Sang Buddha memanggil berkumpul murid-muridNya yang berjumlah e nam puluh orang Arahat dan berkata. dan mulia pada akhi rnya. Sekarang kamu harus mengembara guna kesejahteraan dan kese lamatan orang banyak. Setelah mendapat penjelasan tambahan. oh Bhikkhu. Dhamma. Mendengar sahabat mereka menjadi bhikkhu . demikia n pula kamu sekalian. mulia pada pertengahannya. Sang Buddha dan Yasa kembali ke Taman Rusa di Isipatana. Khotbahkanla h Dhamma yang mulia pada awalnya. Mereka memuji keindahan uraian tersebut dan mohon dap at diterima sebagai Upasika dengan berlindung kepada Buddha. Dengan demikian jumlah Arahat pada waktu itu sebelas orang. maka dengan melakukan perjalanan jauh dan melel ahkan mereka membawa orang itu menghadap Sang Buddha. Setelah mendengar khotbah Sang Buddha. Dengan demikian. Mereka adalah orang-orang yang da pat mengerti Dhamma dengan sempurna. BAB IV MASA MENYEBARKAN DHAMMA Mulai Menyebarkan Dhamma Pada suatu hari. Terdapat makhluk-makhluk yang matanya hanya di tutupi oleh sedikit debu. Subahu. Setelah itu. sehingga pada waktu itu terdapat enam puluh satu orang Arahat. Yasa mohon kepada Sang Buddha untuk ditahbiskan menjadi bhikkhu. tetapi seorang Arahat istim ewa karena mencapai Kebebasan dengan daya upaya sendiri)." Perbedaannya bahwa Sang Buddh a tidak mengucapkan "dan singkirkanlah penderitaan" karena Yasa pada waktu itu s udah mencapai tingkat Arahat. Dhamma telah dibab arkan dengan jelas. makan siang disiapkan dan kedua wanita itu melayani sendiri Sang Bu ddha dan Yasa dengan hidangan yang lezat-lezat. semuanya berjumlah lima puluh orang. mereka semua mem peroleh Mata Dhamma dan kemudian diterima menjadi bhikkhu. Sewaktu mengajar. keempat orang ini dalam waktu singkat menc apai tingkat Arahat. Sang Buddha kembali memberikan uraian tentang Anupubbikatha dan mereka berdua pu n rnemperoleh Mata Dhamma." Kemudian berangkatlah keenam puluh Arahat itu sendiri-sendiri ke berbagai jurusa n dan mengajar Dhamma kepada penduduk yang mereka jumpai. Janganlah pergi berduaan ke tempat yang sama. Tetapi bhikkhu Yasa mempunyai banyak teman lagi yang berada di tempat-tempat jau h. Umumkanlah tentang kehidupan suci yang benar-benar bersih dan sempurna dal am ungkapan dan dalam hakekatnya. Dhamma. mere ka kerap kali bertemu dengan orang yang ingin menjadi bhikkhu. Karena mereka sen diri belum bisa mentahbiskannya. Sehabis makan siang. Punnaji. Keesokan harinya dengan diiringi Yasa. Mereka semu a diterima menjadi bhikkhu dan dalam waktu singkat semuanya mencapai tingkat Ara hat. pada waktu itu sudah ada tujuh or ang Arahat (Sang Buddha sendiri juga seorang Arahat. dan Sangha untuk seumur hidup. "Ehi bhikkhu. mereka akan kehilangan k esempatan untuk memperoleh manfaat yang besar. Sang Buddha pergi ke istana ayah Yasa dan duduk di tempat yang telah disediakan. S ang Buddha mentahbiskannya dengan menggunakan kalimat yang juga digunakan untuk mentahbiskan lima murid-Nya yang pertama yaitu. Laksanakanlah kehidupan suci. Di Benares. Aku sendiri akan pergi ke Senanigama di Uru vela untuk mengajar Dhamma.

Yang kedua disebut Nadi Kassapa. bertempat tinggal di tempat lebih hilir dari Nadi Kassapa dan mempunyai pengikut sebanyak dua ratus orang. mer eka harus memakai jubah Kasaya (jubah yang dicelup dalam air larutan kulit kayu tertentu). Kemudian Sang Buddha berkata. "Oh. "Tid . Aku ingin bermalam di pondokmu. Selanjutnya kamu harus mengucapkan dan me reka harus mengulang ucapanmu. Aku akan bermalam di pondokmu. dan seterusnya. yang mana yang lebih penting. Kassapa Bersaudara Di tiga tempat sepanjang Sungai Neranjara. Rambut serta kumisnya harus dicukur. bersimpuh." Sang Buddha juga mengucapkan selamat malam kepada Uruvela Kassapa dan masuk ke d alam pondok. "Aku berlindung kepada Sang Buddha. Anak-anak muda. oh Bhikkhu. aku tidak keberatan Anda bermalam di pondo kku. Dua puluh sembilan orang sudah menikah. Sang Buddha duduk bermeditasi dan menunggu munculnya ular kobra ter sebut. Setelah tahu apa yang terjadi. Esok paginya. Inilah yang harus kamu lakukan. Salah satu contoh dapat diceritakan sebagai berikut: "Kalau Anda tidak keberatan. Yang tertua disebut Uruvela Kassapa. mereka dikirim ke tempat-tempat jauh untuk men gajarkan Dhamma. cobalah pikir." "Tentu saja tidak. Setelah ditahbiskan. Kassapa." "Kalau begitu baiklah. Selamat malam dan semoga Anda selamat. tiga puluh orang pemuda sedang bermain-main yang diberi nama B haddavaggiya. Melihat Sang Bud dha duduk di bawah pohon. maka Sang Buddha kemudian berkhotbah tentang Anupubbikatha dan Empat K esunyataan Mulia. pelacur tersebut menghilang dengan membawa pergi perhiasan yang mereka letakkan di satu tempat tertentu. Atas pertanyaan Sang Buddha. Teta pi semburan uap beracun maupun usaha untuk menggigit Sang Buddha ternyata sia-si a saja. untuk mentahbiskan orang di tempat-tempat yan g jauh. Yang ketiga dis ebut Gaya Kassapa. tidak apa-apa. Pada suatu hari. Uruvela Kassapa bertanya apakah Sang Buddha tidak diganggu oleh ular kobra. Waktu tengah malam. Dalam perjalanan dari Uruvela ke Benares. benar saja seekor ular kobra besar datang menghampiri Sang B uddha. aku berlindung kepada Sangha. merangkapkan kedua tangannya dalam sikap menghormat dan ke mudian berlutut di depan kaki bhikkhu. bertempat tinggal di sebela h hilir sungai dan mempunyai pengikut sebanyak tiga ratus orang. Gotama Yang Mulia. apakah Sang Buddha melihat seorang wanita lewat di dekat situ. bertempat tinggal di sebelah hulu sungai dan mempunyai pengikut sebanya k lima ratus orang. Ia terkejut melihat Sang Buddha sedang duduk bermeditasi."Aku perkenankan kamu. pertama yang diberikan Sang Buddha sendiri dengan memakai kalimat "ehi bhikkhu" dan yang kedua diberikan oleh muri d-muridNya yang dinamakan pentahbisan "Tisaranagamana"." jawab Uruvela Kassapa. Sang Buddha tiba di Uruvela dan mengunjungi Uruvela Kassapa. Selagi mereka sedang bermain-main dengan asyik. Tidak jauh dari tempat itu. "Oh." Mulai saat itu terdapat dua cara pentahbisan. mereka menanyakan. mereka mencari pelacur tersebut. Ia rn embawa seorang pelacur. Tetapi Anda harus tahu bahwa seekor ular kobra yang besar dan ganas sekali menjaga api suci yang terdapat di pondokku. tinggal tiga orang Kassapa bersaudara yang menjadi pemimpin kaum Jatila yang memuja api. Ular itu menyemburkan uap beracun dan mencoba menggigit Sang Buddha. aku berlindun g kepada Dhamma. Kalau Anda tidak keberatan. Menemukan dirimu sendiri atau menemukan seo rang pelacur?" Setelah mereka menjawab bahwa lebih penting menemukan diri mereka sendiri. pada suatu hari Sang Buddha tiba di pe rkebunan kapas dan beristirahat di bawah sebatang pohon yang rindang. Uruvela Kassapa datang menjenguk Sang Buddha dan mengira akan mene mukan mayat-Nya. hanya seorang belum. Tiap malam ular itu keluar dan aku k hawatir Anda akan celaka. Sang Buddha tetap duduk bermeditasi dengan mengembangkan gaya-gaya Metta (cinta kasih) dan badan-Nya seolah-olah dikelilingi oleh semacam perisai yang t idak dapat ditembus. Di tempat ini Sang Buddha harus memperlihatkan kekuatan gaib untuk menundukkan Uru vela Kassapa yang ternyata juga mahir dalam melakukan ilmu-ilmu gaib. Mereka semua memperoleh Mata Dhamma dan mohon ditahbiskan menj adi bhikkhu. mereka menceritakan apa yang telah terjadi.

penglihatan. Semua itu menyala-nyala. kesan-kesan tubuh dan semua perasaan yang meny enangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan tubuh (Ini adalah kelompok kelima). suara. sehingga akhi rnya ia bersama-sama pengikutnya pun menjadi bhikkhu. Dengan lima ratus orang pengikutnya. kesan-kesan lidah dan semua perasaan yang menyenan gkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan lidah (Ini adalah kelompok keempat). kehidupan suci telah dilaksanakan dan selesailah tugas yang h arus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih harus dikerjakan untuk . Tetapi Sang Buddha menahannya dan berkata bahwa Be liau mempunyai kemampuan untuk menjinakkan ular kobra. kesadaran hidung. yang melihat keadaan ini akan merasa jemu. kesa daran mata. Ringkasan dari khotbah itu adalah sebagai berikut: "Oh. Setelah beberapa waktu di Uruvela. Karena tidak melekat lagi kepada segala sesuatu akan timbul Pandangan Terang. Selanju tnya Nadi Kassapa diberi penjelasan tentang sia-sianya memuja api. bebauan. batinnya tidak melekat lagi kepada segala sesuatu.003 orang telah menjadi pengikut Sang Buddha. Hidung. sehingga ka ki dan tubuh Sang Buddha tidak basah kena air. kesadaran tubuh. sentuhan. Telinga. ratap tangis. kesadaran lidah. Dengan tergesa-gesa." jawab Sang Buddha dan membuka tutup mangkuk yang bias a dipakai untuk menerima dana makanan. Karena melepaskan nafsu-nafsu keinginan. Akhirnya Uruvela Kassapa dapat diyakinkan bahwa ia bukanlah tandingan Sang Buddh a dan ia juga tahu bahwa ia belum mencapai tingkat Arahat sebagaimana dikiranya semula. kesadaran batin. Pada kesempatan lain sewaktu turun hujan lebat dan semua tempat di daerah itu di genangi air banjir. Lidah. kesadaran telinga. air "membelah" membuka jalan. Keluarlah seekor ular kobra yang mendesis dengan ganas sehingga Uruvela Kassapa cepat-cepat ingin menyingkir. kesan-kesan batin dan semua perasaan yang menye nangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan batin ( Ini adalah kelompok keenam). Ia mengira bahwa suatu bencana hebat telah menimpa diri kakaknya. se hingga ia mengetahui bahwa ia sudah terbebas. Setelah tiba. menyala dengan api dari kelahiran. dan putus asa. kembali Sang Buddha memperlihatkan kekuatan gaib-Nya. menyala dengan api dari kesedihan. sakit. semuanya menyala. kesan-kesan telinga dan semua perasaan yang m enyenangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan tel inga (Ini adalah kelompok kedua). Tubuh. kebencian dan khayalan yang menyesatkan. rasa. Hal yang sama juga terjadi pada diri Gaya Kassapa beserta para pengikutnya. pikiran. kesan-kesan hidung dan semua perasaan yang me nyenangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan hidu ng (Ini adalah kelompok ketiga). ia kemudian membuang semua peralatan yang dipakainya dalam pemujaan api ke dalam sungai dan mohon dit ahbiskan menjadi bhikkhu. Nadi Kassapa yang bertempat tinggal di sebelah hilir sungai men jadi terkejut melihat banyak peralatan sembahyang terapung di sungai. Seorang siswa Yang Ariya. Ia tahu bahwa ini adalah kehidupan nya yang terakhir. Pada suatu hari. Nadi Kassapa melihat bahwa kakaknya sudah menjadi bhikkhu. ular itu ada di sini. ia akan melepaskan nafsu-nafsu keinginan. Dengan demikian tiga kelompok kaum Jatila yang berjumlah 1. Menyala dengan apa? Menyala dengan api dari keserakahan . Bhikkhu. Ia juga dapat diyakinkan bahwa pemujaan api tidak dapat membawa orang ke Pembebasan Sempurna. Apakah itu yang menyala? Mata. Di tem pat Sang Buddha berdiri atau berjalan. us ia tua dan kematian. duk a cita. Di tempat itu Sang Buddha mengumpulkan murid-muridNya dan memberikan khotbah yan g kemudian dikenal sebagai Adittapariyaya Sutta. Sang Buddha beserta rombongan melanjutkan per jalanan-Nya menuju Gayasisa di tepi Sungai Gaya. Karena mera sa jemu. kesan-kesan mata dan semua perasaan yang menyenangkan atau tidak men yenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan mata (Ini adalah kelompok per tama).ak. diikuti tiga ratus orang pengikutnya. Nadi Kassapa pergi ke tempat Uruvela Kassapa. Batin.

kota Rajagaha untuk menghimpun semua tata tertib bagi para bhikkhu dan bhikkhuni dan semua khotbah Sang Buddha yang pernah diberikan di tempat-tempat yang berlainan. Kassapa kemudian dengan tekun melaksanakan latihan Dhutanga. Sang Buddha melanjutkan perjalanannya me nuju Rajagaha dan berhenti di hutan kecil Latthivana. Pada hari ked elapan.memperoleh Penerangan Agung. Maha Kassapa mengatakan bahwa Beliau berbuat semuanya itu bukan hanya untuk kebahagi aan dirinya sendiri tetapi juga demi kebahagiaan orang lain di kelak kemudian ha ri. putra Sakya. dan mulia di akhirnya. Kemudian Sang Buddha bangkit dan meneruskan perjala nan-Nya menuju Rajagaha. Maha Kassapa Dalam perjalanan ke Rajagaha. sudah puas dengan pemberian yang sedikit (kecil ). Dalam waktu singkat tersiar berita bahwa Pertapa Gotama. yang telah men gumumkan kehidupan suci yang benar-benar bersih dan sempurna dalam ungkapan dan dalam hakekatnya. . Selama menjadi bhikkhu sampai berusia lanjut. yaitu menjadi Arahat. Mah a Kassapa selalu tinggal di hutan. seorang pertapa bernama Pipphali lewat di tempat itu. Menjawab pertanyaan. Maha Kassapa dipandang sebagai contoh yang baik sekali untuk orang-orang yan g benar-benar ingin melaksanakan hidup suci. Raja Bimbisara Di sebelah Tenggara Jambudipa terdapat sebuah negara besar dan berpengaruh." Setelah ditahbiskan. Raja Bimbisara adalah Maha raja negara Magadha dan Anga ters ebut dengan ibukota Rajagaha. Tiga bulan setelah Sang Buddha meninggal dunia. yait u negara Magadha yang berpenduduk padat dan kaya raya dan di sebelah Timurnya te rletak negara Anga. Sebagai penghormatan. engkau harus selalu menyadari dan memperhatikan tubuhmu dan terus-menerus mengambil tubuhmu sebagai obyek meditasi. ia mencapai tingkat kesucian Arahat. Sang Buddha mentahbiskannya dengan cara memberikan tiga buah nasehat. selalu memaka i baju bekas (pembungkus mayat). Sang Buddha tiba di suatu tempat perbatasan antara kota Rajagaha dan Nalanda dan beristirahat di bawah pohon beringin Bahuputtaka. Maha Kassapa mengetuai Sidang Ag ung (Sangha-Samaya) yang pertama dengan dihadiri oleh 500 orang Arahat di Goa Sa ttapanni. kepada orang-orang yang berlainan dan pada waktu yang berlainan pula selama 45 tahun. Melihat seorang Arahat yang demikian itu bermanfaat sekali aga r keinginan orang dapat terkabul. sekarang b erada di Rajagaha dan berdiam di hutan kecil Latthivana. Pada waktu itu. Kassa pa. Setelah beberapa lama diam di Gayasisa. mulia di pertengahannya. Beliau diberi nama Maha Kassapa (Kassapa Agung). Mereka semu a mencapai tingkat yang tertinggi. tiap hari mengumpulkan makanan. Ia menghampiri Sang Buddha dan setelah mengetahui bahwa yang diajak bicara adala h seorang Buddha. "Oh. batin bhikkhu-bhikkhu tersebut t erbebas seluruhnya dari kemelekatan dan bersih dari kekotoran batin. Kedua. memperhatikannya dan merenungkannya. selalu hidup menjauhi masyarakat ramai dan terkenal rajin sekali. yang muda. mengapa Beliau menuntut kehidupan yang demikian keras." Setelah Sang Buddha selesai memberikan khotbah. engka u harus mendengarkan Dhamma dengan baik. dan mengajar Dhamma yang mulia di awalnya. engkau harus selalu ingat bahwa pertama. engkau harus hidup sederhana dan pa tuh kepada para bhikkhu yang tua. Pipphali a dalah anak seorang Brahmana dari keluarga Kassapa yang bernama Kapila dengan ist rinya yang bernama Sumanadevi dari Desa Mahatittha di negara Magadha. Pipphali mohon diterima menjadi murid. Maha Kassapa meninggal dunia pada usia 120 tahun. Kassapa mohon untuk menukar jubahnya yang baru dengan jubah Sang Buddha yang sudah tua. Ke tiga. Bangga karena merasa mendapat kehormatan besar dapat memakai jubah bekas Sang Bu ddha. Beliau adalah seorang A rahat. dan yang setengah tua. Maha Kassapa sering dijadikan suri teladan tentang sikap yang baik dari seorang bhikkhu yang berdiam di hutan. seorang yang telah memperoleh Penerangan Agung.

Mendengar berita itu, Raja Bimbisara datang mengunjungi Sang Buddha dengan diiku ti pengiringnya. Setelah memberi hormat, Raja kemudian duduk di satu sisi. Tetap i para pengiringnya bersikap macam-macam dan ada yang bersikap acuh tak acuh. Ad a yang berlutut, ada yang hanya memberi hormat dengan ucapan, ada yang menyembah , ada yang memberitahukan namanya dan juga nama keluarganya, dan ada yang duduk diam saja. Sang Buddha, yang melihat sikap acuh tak acuh dan kurang hormat dari pengiring R aja, tahu bahwa mereka masih belum siap untuk menerima ajaran. Karena itu Sang B uddha memandang perlu agar Uruvela Kassapa terlebih dulu memberikan keterangan t entang sia-sianya pemujaan yang dulu ia lakukan. Hal ini perlu untuk menyingkirk an keragu-raguan sebelum mereka siap untuk mendengarkan Dhamma. Karena itu Sang Buddha berkata kepada Uruvela Kassapa, "Oh, Kassapa, kamu sudah lama berdiam di Uruvela dan menjadi pemimpin kaum Jatila yang pandai dalam upacara keagamaan. Ap akah sebabnya sehingga kamu berhenti melakukan pemujaan api yang biasa kamu laku kan? Aku bertanya padamu, oh Kassapa, mengapa kamu meninggalkan kebiasaan memuja api?" Uruvela Kassapa menjawab, "Semua Yañña atau upacara dengan mempersembahkan sesajen b ertujuan untuk memperoleh penglihatan, suara, rasa dan wanita yang menggiurkan, yang didambakan manusia. Persembahan sesajen itu menimbulkan harapan bahwa setel ah melakukan persembahan tersebut orang akan dapat memperoleh hasil yang diingin kan. Telah kuketahui sekarang bahwa kesenangan-kesenangan indria tersebut merupa kan kekotoran batin yang membuat orang dicengkeram oleh nafsu-nafsu. Karena itu aku tidak lagi tertarik melakukan praktek pemujaan api." Kemudian Sang Buddha bertanya lagi, "Setelah kini kamu tidak lagi tertarik kepad a penglihatan, suara dan rasa yang menjadi obyek bagi kesenangan indria, oh Kass apa, apa sebenarnya yang kamu cari di alam manusia dan alam dewa ini? Coba kamu ceritakan." Kassapa menjawab, "Aku telah berhasil mencapai keadaan yang penuh damai, tanpa d ikotori oleh nafsu-nafsu yang dapat menimbulkan penderitaan, tanpa keinginan unt uk melekat, tanpa kemelekatan kepada alam kesenangan indria, tanpa perubahan, ta npa tergantung pada kekuatan luar dan hanya dapat dipahami oleh pribadi masing-m asing. Karena hal-hal yang di atas itulah aku tidak lagi tertarik untuk melakuka n praktek pemujaan api yang dulu kulakukan." Selesai memberi jawaban, Kassapa bangun dari tempat duduknya. Dengan jubah menut upi satu pundaknya (sebagai sikap menghormat) ia berlutut tiga kali di bawah kak i Sang Buddha dan mengaku bahwa Sang Buddha adalah gurunya dan ia adalah murid-N ya. Setelah keragu-raguan para hadirin dapat disingkirkan dan batin mereka sudah sia p untuk menerima pelajaran, mulailah Sang Buddha memberikan khotbah tentang Anup ubbikatha dilanjutkan dengan Empat Kesunyataan Mulia. Selesai Sang Buddha memberikan khotbah, sebelas dari dua belas orang yang hadir memperoleh Mata Dhamma dan yang lain memperoleh keyakinan yang tak tergoyahkan t erhadap Sang Buddha, Dhamma, dan Sangha. Kemudian Raja menceritakan tentang keinginannya semenjak kecil. "Dulu, sewaktu masih menjadi Putra Mahkota dan belum naik tahta kerajaan, aku me mpunyai lima macam keinginan, yaitu pertama, semoga aku kelak naik di tahta kera jaan Magadha. Kedua, semoga seorang Arahat yang memperoleh Penerangan Agung data ng di negeriku sewaktu aku masih memerintah. Ketiga, semoga aku memperoleh kesem patan untuk mengunjungi Arahat tersebut. Keempat, semoga Arahat tersebut memberi kan khotbah kepadaku. Kelima, semoga aku mengerti apa yang harus dimengerti dari ajaran Arahat tersebut. Sekarang semua keinginanku yang berjumlah lima itu tela h terpenuhi." . Selanjutnya Raja Bimbisara memuji khotbah Sang Buddha dan menyatakan dirinya seb agai upasaka untuk seumur hidup dan mengundang Sang Buddha beserta para pengikut -Nya untuk datang besok siang mengambil dana (makanan) di istana. Kemudian bangu n dari tempat duduknya, jalan memutar dengan Sang Buddha tetap di sebelah kanan dan pulang ke istana. Tiba di istana, Raja memerintahkan untuk menyiapkan hidang an yang lezat-lezat. Keesokan hari, Raja memerintahkan pengawalnya untuk mengund ang Sang Buddha dengan pengiring-Nya datang ke istana. Setelah Sang Buddha tiba di istana dan mengambil tempat duduk yang disediakan, Raja sendiri turut melayan

i memberikan hidangan. Kemudian Raja memikirkan tempat yang layak yang dapat dig unakan oleh Sang Buddha sebagai tempat tinggal. Raja teringat kepada Veluvanaram a (hutan pohon bambu) yang letaknya tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat d engan desa di sekelilingnya. Tempat itu mudah untuk dicapai dan menyenangkan, ti dak berisik waktu siang hari dan tenang di malam hari, cocok sekali untuk dipaka i sebagai tempat menyepi oleh mereka yang ingin berlatih untuk mendapatkan Panda ngan Terang. Dengan batin yang dipenuhi pikiran tersebut, Raja Bimbisara kemudian menuang air ke lantai dari kendi emas dan menerangkan bahwa Beliau berhasrat menyerahkan Ve luvanarama untuk dipakai oleh Sang Buddha beserta pengiring-Nya, sebagai tempat tinggal. Sang Buddha menerima pemberian tersebut dan menggembirakan hati Raja de ngan menerangkan tentang keuntungan besar yang dapat diperoleh dari dana tersebu t. Sang Buddha beserta pengiring-Nya pulang dan pindah ke tempat yang baru. Ini mer upakan sumbangan tempat tinggal untuk pata bhikkhu yang pertama, mulai hari itu Sang Buddha memperbolehkan para bhikkhu menerima pemberian serupa itu. Sariputta Dan Moggallana Di Rajagaha, waktu itu hidup dua orang pemuda dari kasta brahmana yang kaya raya , yang sejak kecil bersahabat. Yang satu bernama Upatissa, anak seorang wanita b ernama Rupasari, yang lain bernama Kolita, anak seorang wanita bernama Moggalli. Mereka berdua berguru kepada Sanjaya, seorang pertapa dari golongan Paribbajaka, yang mempunyai dua ratus lima puluh orang murid. Upatissa dan Kolita termasuk d ua orang murid yang pandai dan sering mewakili gurunya memberi bimbingan kepada murid-murid yang lain. Meskipun sudah belajar lama dan memiliki seluruh kepandai an gurunya, tetapi mereka berdua masih belum puas. Mereka kemudian berjanji bahw a siapa di antara mereka kelak yang lebih dulu memperoleh ajaran sempurna akan m emberitahukan hal itu kepada yang lain. Pada suatu hari Ayasma Assaji, seorang dari lima orang bhikkhu pertama, kembali ke Rajagaha untuk memberi laporan kepada Sang Buddha tentang perjalanannya ke be rbagai tempat untuk mengajar Dhamma. Sebagaimana biasa, Ayasma Assaji tiap pagi mengumpulkan makanan dan waktu itulah Beliau terlihat oleh Upatissa. Upatissa terkesan sekali melihat sikap Ayasma As saji yang demikian tenang dan agung. Setiap gerakannya memberi kesan berwibawa d an menuntut penghormatan dari orang yang melihatnya. Baik berjalan ke depan atau bertindak ke belakang, atau membentangkan, atau menekuk tangannya, ia selalu ke lihatan penuh keseimbangan dengan kepala agak tunduk sedikit dan mata ditujukan ke arah depan Pemandangan ini membuat Upatissa terpesona dan membangkitkan perasaan ingin tahu . Seketika itu ia ingin menegur, tetapi kemudian membatalkannya karena ia mengan ggap waktunya kurang tepat berhubung waktu itu Ayasma Assaji sedang mengumpulkan makanan. Ia menunggu sampai Ayasma Assaji selesai makan dan kemudian mendekati serta memberi hormat, "Saudara, pembawaan Anda luar biasa dan wajah Anda terang sekali. Dengan menjalankan kehidupan suci ini kepada siapakah Anda mengabdi? Sia pakah guru Anda? Dan ajaran siapakah yang Anda ikuti?" Ayasma Assaji menjawab, "Saudara, dengan menjalankan kehidupan suci ini aku meng abdi kepada seorang Pertapa Agung, anak dari suku Sakya, yang telah menjadi bhik khu dari keluarga Sakya. Pertapa Agung itulah yang menjadi guruku. Dan ajaran-Ny a yang aku ikuti." "Apakah yang diajar guru Anda, Saudara?" "Aku seorang pendatang baru. Aku baru saja ditahbiskan. Aku belum berapa lama me ngikuti ajaran ini, sehingga aku tidak dapat memberikan pelajaran itu secara ter perinci. Tetapi aku akan memberitahukan Anda garis besarnya." "Baik sekali, Saudara. Bagi saya sama saja apakah Anda memberitahukan garis besa rnya atau secara terperinci. Aku ingin mendengar intisari dari ajaran tersebut, yang lain tidak dapat membantu apa-apa." Ayasma Assaji kemudian mengucapkan syair di bawah ini: "Ye dhamma hetuppabhava,

Tessam hetum Tathagato, Tesañca yo nirodho ca, Evam vadi mahasamano." Artinya : "Semua benda yang timbul karena satu 'sebab' 'Sebabnya' telah diberitahukan oleh Sang Tathagata, Dan juga lenyapnya kembali, Itulah yang diajarkan Sang Pertapa Agung. " Mendengar syair tersebut, Upatissa seketika memperoleh Mata Dhamma (Dhammacakkhu ) dan berkata dalam hatinya, "Yankiñci samudayadhammam Sabbantam nirodha dhammam." Artinya: "Segala sesuatu yang timbul karena satu 'sebab' Di dalamnya pun terdapat 'sebab' yang membuat ia musnah kembali. " Kemudian Upatissa menanyakan tempat tinggal Sang Buddha. Setelah diberitahukan b ahwa Sang Buddha pada saat itu berdiam di Veluvanarama, Upatissa kemudian mohon diri dari Ayasma Assaji dan berjanji akan datang mengunjungi Sang Buddha bersama sahabatnya yang bernama Kolita. Upatissa kembali ke tempat gurunya, Sanjaya, dan memberitahukan Kolita peristiwa apa yang baru saja ia alami. Ia mengulang syair yang diucapkan Ayasma Assaji da n seketika itu pula Kolita memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. Kemudian mereka berdua melaporkan berita ini kepada Sanjaya dan mohon diperkena nkan untuk mengunjungi Sang Buddha. Tetapi Sanjaya menolak untuk memberi izin. A khirnya, tanpa izin, mereka berdua dengan diikuti dua ratus lima puluh orang mur idnya pergi juga berkunjung kepada Sang Buddha dan mohon ditahbiskan menjadi bhi kkhu. Dari kelompok ini dapat diceritakan bahwa mereka semua mencapai tingkat Ar ahat, bahkan para muridnya terlebih dulu mencapai tingkat kesucian tersebut, kem udian disusul oleh Kolita dan yang terakhir Upatissa. Tujuh hari setelah ditahbiskan menjadi bhikkhu, Kolita menyepi di Desa Kallavala muttagama di kota Magadha. Di tempat itu Kolita giat melatih meditasi untuk memp eroleh Pandangan Terang. Pada suatu ketika ia merasa ngantuk sekali. Sang Buddha menghampirinya dan memberikan petunjuk untuk menanggulangi perasaan ngantuk, "Apa pun pencerapanmu pada waktu kamu diserang perasaan mengantuk, Moggallana (K olita di kemudian hari terkenal dengan nama ini yang berarti : anak Moggalli), k amu harus terus menyadari pencerapan tersebut. Cara ini dapat menolong untuk men gusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini tidak menolong, kamu harus memusatkan pikiranmu kepada Dhamma ya ng pernah kamu dengar atau pelajari. Cara ini dapat menolong untuk mengusir pera saan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus mengulang dengan suara keras Dh amma yang pernah kamu dengar atau pelajari. Cara ini dapat menolong untuk mengus ir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus menggosok-gosok kupingmu dengan jeriji dan mengusap-usap tubuhmu dengan tangan. Cara ini dapat menolong untuk m engusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus bangun dan mencuci matamu denga n air, kemudian memandang ke sekelilingmu dan mengamat-amati bintang di langit. Cara ini dapat menolong untuk mengusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus memusatkan pikiranmu kepada pen cerapan dari cahaya terang, dan pikiranmu selalu membayangkan 'cahaya siang hari ' baik pada waktu siang hari maupun pada waktu malam hari, membuka batinmu dari selubung yang menutupinya dan mengembangkan batinmu bermandi cahaya terang. Cara

ini dapat menolong untuk mengusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus berbaring dengan 'sikap seekor singa', yaitu miring ke kanan dengan kaki kiri di atas kaki kanan, batin dalam k eadaan 'sadar' dan pikiran terpusat kepada saat kamu ingin bangun. Setelah bangu n kamu harus segera bangkit sambil merenung 'Aku tidak ingin memanjakan diriku d engan berbaring, menyender atau tidur'. Ini Moggallana, yang kamu harus selalu i ngat." "Selanjutnya, Moggallana, kamu harus selalu ingat 'aku tidak boleh merasa ingin terlalu dihormat kalau masuk ke rumah seorang umat biasa'. Sebab kalau seorang b hikkhu masuk ke rumah seorang umat biasa dengan perasaan ingin terlalu dihormat dan pada waktu itu mungkin ada urusan rumah tangga yang sangat penting yang haru s diselesaikan terlebih dulu sehingga bhikkhu itu 'terlupakan', maka akan timbul pikiran dalam batin bhikkhu tersebut, "Siapakah yang menghasut orang ini terhad ap diriku? Orang ini kelihatannya sekarang 'acuh tak acuh'. Karena merasa tak di acuhkan lagi timbul perasaan malu, karena malu pikirannya kacau, karena pikirann ya kacau ia tidak dapat mengendalikan dirinya dengan baik, karena tidak dapat me ngendalikan diri dengan baik, ia gagal melakukan meditasi." "Selain dari itu, Moggallana, kamu harus selalu ingat, 'aku tidak ingin mengucap kan sesuatu yang dapat menimbulkan pertengkaran atau mencari-cari kesalahan oran g lain'. Sebab kalau orang berbicara tentang sesuatu yang dapat menimbulkan pert engkaran atau mencari-cari kesalahan orang lain, maka hal itu mengakibatkan perd ebatan yang panjang. Dengan adanya perdebatan yang panjang, ia tak dapat memusat kan pikirannya. Karena tak dapat memusatkan pikirannya, ia tak dapat mengendalik an diri, karena ia tak dapat mengendalikan diri, ia gagal melakukan meditasi." "Sekarang, Moggallana, aku tidak selalu memujikan orang berkumpul dan juga aku t idak selalu menolaknya. Aku tidak memujikan berkumpul dengan orang banyak, baik itu bhikkhu atau orang biasa. Tetapi kalau ada tempat sunyi dan tidak terganggu oleh suara berisik dari orang yang lalu lalang, cocok sekali untuk seorang perta pa yang menyukai kesunyian, cocok untuk dipakai sebagai tempat menyepi oleh mere ka yang lebih menyukai hidup menyendiri, maka berdiam di tempat demikian itu sel alu aku pujikan." Setelah diberikan petunjuk di atas, Moggallana menanyakan tentang kesimpulan ter akhir bagi orang yang sudah cenderung untuk menyingkirkan nafsu-nafsu keinginan dan sudah siap untuk memperoleh hasil 'di luar duniawi'. Sang Buddha menjawab, "Moggallana, seorang bhikkhu yang melaksanakan Dhamma ini, tahu bahwa tidak ada sesuatu pun yang berharga untuk dilekati. Setelah tahu hal tersebut, ia kemudian mengamat-amati benda-benda itu dengan Kebijaksanaan Tinggi, setelah mengamat-am ati benda-benda itu dengan Kebijaksanaan Tinggi, ia dapat menyelami hakekat bend a-benda tersebut, maka sewaktu mengalami perasaan menyenangkan, tidak menyenangk an atau netral ia memandangnya sebagai sesuatu yang tidak kekal. Jadi, ia memand angnya dengan perasaan jemu untuk kemudian menyingkir dan melepaskan diri dari p erasaan tersebut. Dengan merenung seperti itu, ia tidak melekat lagi kepada apa pun dalam dunia in i, karena tidak lagi melekat, ia tidak dapat lagi diganggu, karena tidak dapat l agi diganggu, ia dapat rnenyingkirkan semua kekotoran batin dan mengetahui bahwa ini adalah kehidupannya yang terakhir, kehidupan suci telah dilaksanakan dan se lesailah tugas yang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih ha rus dikerjakan untuk memperoleh Penerangan Agung. Dengan kesimpulan terakhir ini lah, Moggallana, seorang bhikkhu dapat dipandang sudah cenderung untuk menyingki rkan nafsu-nafsu keinginannya dan sudah siap untuk memperoleh hasil 'di luar dun iawi'." Dengan melaksanakan petunjuk tesebut, Moggallana berhasil mencapai tingkat Araha t hari itu juga. Lima belas hari setelah ditahbiskan, Upatissa (yang kemudian terkenal sebagai Sa riputta, anak Sari), berdiam bersama-sama Sang Buddha di Goa Sukarakhata dari Gu nung Gijjhakuta (Puncak Burung Nasar) di kota Rajagaha. Seorang pertapa golongan Paribbajaka bernama Dighanakha dari keluarga Aggivesana pada suatu hari menghampiri Sang Buddha dan setelah saling mengucapkan kata-kat a menghormat, ia berdiri di satu sisi. Ia kemudian memberikan pandangannya denga n mengatakan, "Yang Mulia Gotama, semua benda tidak menyenangkan hatiku. Aku tid

pandangan yang demikian itu pasti tidak menyenangkan hatimu dan sudah semestinya kamu tidak tertarik lagi kepadanya.ak merasa tertarik kepadanya. kamu harus melihatnya sebagai tanpa aku." Setelah itu Sang Buddha menguraikan tentang adanya tiga pandangan mengenai hal t ersebut. Siswa Yang Ariya. mereka tertarik kepada semua benda. "Tubuh ini. "Selain dari itu. ia akan melepaskan diri dari nafsu-nafsu keinginan. Ia berasal dari ayah dan ibu. kamu harus melihatnya s ebagai penyakit. maka peras aan tidak menyenangkan dan netral tidak bisa muncul. perasaan terdiri atas tiga jenis. maka perasaan menyenangkan dan tidak menyenangkan tidak bisa muncul. air. ia akan bebas dari kemelekatan. Karena jemu. Kalau perasaan tidak menyenangkan timbul. kehidupan suci telah dilaksanakan dan selesailah tugas y ang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih harus dikerjakan u ntuk memperoleh Penerangan Agung. dan hilang sama sekali. Bhikkhu yang demikian itu tidak mungkin akan b ertengkar lagi mengenai sesuatu pandangan. tid ak menyenangkan. Dalam batin yang bebas dari kemelekatan akan timbul pengetahuan bahwa batinnya s ekarang benar-benar telah bebas. Siswa Yang Ariya itu tahu bahwa ini adalah kehi dupannya yang terakhir. kamu dapat melepaskan keinginan terhadap kesenangan-kesenangan i ndria. mereka tidak tertarik. penderitaan." Ia ditakdirkan untuk lapuk dan membusuk. yang mengetahui hakekat yang sebenarnya. yaitu ta nah. Setelah menyelami keadaan ini. Aggivesana. seorang bijaksana akan menyingkirkan pandangan it u dan juga tidak menganut pandangan pandangan yang lain. mereka tidak tertarik kepada apa pun juga." . Ada kelompok lain berpegang teguh kepada pandangan bahwa semua benda tidak menye nangkan hati mereka. merasa jemu terhadap perasaan yang menyenangkan. sulit untuk dipertahankan. Kelompok ketiga mempunyai pandangan bahwa ada benda-benda yang menyenangkan hati dan mereka tert arik kepada benda-benda tersebut. dan yang netral. "Ada kelompok pertapa dan Brahmana. dan selalu harus dibersihkan dan digosok (unt uk membersihkan kotoran yang melekat di kulit). selalu memerlukan wangi-wangian dan sabun untuk m enutupi bau yang menyerang keluar. i a telah melepaskan ketiga pandangan tersebut. menyusut. Apa pun dalil keduniawian yang dikemu kakan orang. Aggivesana. Pan dangan kelompok kedua condong untuk membenci atau mempunyai pikiran buruk terhad ap benda-benda. Aggivesana. Seorang bijaksana melihat bahwa kalau ia mengambil sikap dan mengatakan bahwa in i yang benar dan yang dua itu salah. tidak menyenangkan. Tanpa nafsu-nafsu keinginan. Kalau perasaan menyenangkan timbul. yang mempunyai pandangan bahwa s emua benda menyenangkan hati mereka. terdiri atas empat unsur pokok (Mahabhutarupa). Kamu harus melihatnya sebagai sesuatu y ang tidak kekal. Kalau melihat semua ini dengan terang. Dengan adanya pertengkaran akan timbul perasaan benci. P andangan kelompok pertama ialah condong ingin memiliki benda-benda tersebut. ia akan bertentangan pendapat dengan mereka yang mempunyai kedua pandangan yang lain itu. Dengan adanya pertentangan pendapat akan timbul pertengkaran. menc iut." Setelah menjelaskan tentang ketiga pandangan salah tersebut. hawa udara. sebagai bisul yang terkena anak panah dan menimbulkan kepedihan dan kesakitan. Dengan adanya perasaan be nci akan timbul permusuhan. ia dapat mengikutinya. dan api. Terhadap benda-benda lain yang tidak menyenangkan hati. Sang Buddha kemudia n memberikan uraian tentang cara bagaimana orang dapat menyingkirkan kemelekatan . tetapi ia tidak menganutnya dan juga tidak m elekat kepada salah satu dalil. Dengan melakukan ini. Itulah tiga jenis perasaan yang tidak kekal dan timbul oleh sesuatu sebab dan di lahirkan oleh sebab. maka perasaan menyenangkan dan netral tidak bisa muncul. Kalau perasaan netral timbul. Perasaan itu ditakdirkan untuk mati kembali." "Kalau begitu. Pandangan kelompok ketiga ialah condong ingin memiliki beberapa benda-benda dan membenci benda-benda yang lain. dibesarkan dengan m akanan nasi dan sayur-sayuran. yaitu yang menyenangkan. dan netral.

2." Merenungkan arti yang terkandung dalam khotbah tersebut. atau menunjukkan jalan kepada yang tersesat. Mattaññuta ca bhattasmim. Nibbanam paramam vadanti Buddha. yaitu: 1. Ia memuji khotbah yang baru saja didengar dan menyatakan diri sebagai upasaka. Kusalassa upasampada. Mereka semuanya Arahat dan memiliki 6 (enam) kekuatan gaib (abhiñña)." Dengan cara-cara inilah Moggallana dan Sariputta memperoleh Penerangan Agung dan menjadi Arahat. sungguh indah Bhante. 3. dan Sangha. 4. menjelaskannya sebagai seorang yang telah menegakkan apa yang telah roboh. Setelah khotbah selesai. .5) : "Sabba papassa akaranam. Adhicitte ca ayogo. Khanti paramam tapo titikkha. atau menyalakan api sewaktu keadaan gelap gulita. a tau membuka apa yang tertutup. Semuanya ditahbiskan dengan memakai ucapan "Ehi bhikkhu". Etam Buddhana sasanam. seribu dua ratus lima puluh orang Ar ahat datang berkumpul. Ovada Patimokkha yang diucapkan Sang Buddha adalah sebagai berikut (Dhammapada 1 83. Sang Buddha sendiri pernah menerangkan di hadapan para bhikkhu dan bhikkhuni bah wa Sariputta adalah murid-Nya yang terpandai dalam kebijaksanaan dan Moggallana yang terpandai dalam kekuatan gaib. Aku berlindung kepada Sang Buddha.terbebas dari ker agu-raguan terhadap keampuhan dan keunggulan Dhamma. Pertemuan Besar Para Arahat Ketika Sang Buddha berada di kota Rajagaha. Dhamma. Sacittapariyo dapanam. anupaghato. batinnya terbebas dari semua kekotoran batin dengan jalan menyingkirkan kemelekatan. Patimokkhe ca samvaro. Pertemuan para Arahat tersebut dinamakan Caturangasannipata atau Pertemuan Besar Yang Diberkahi dengan Empat Faktor. "Indah. Semoga Sang Bhagava menerima aku sebagai upasaka yang berli ndung kepada Sang Ti-Ratana untuk seumur hidup. Kalau Sang Buddha dinamakan Dhammaraja (Raja Dhamma) maka Sariputta diberi gelar Dhammasenapati (Jenderal Dhamma). Waktu itu Sang Buddha mengucapkan Ovadda Patimokkha. Mendengar khotbah kepada Dighanakha ia berpikir. "Sang Bhaga va menganjurkan untuk melepaskan ikatan kepada semua benda melalui Kebijaksanaan Tertinggi. Dighanakha memperoleh Mata Dhamma dan.Selama itu Sariputta berdiri di sisi Sang Buddha dengan kipas di tangan dan meng ipasi Sang Bhagava. Na hi pabbajjito parupaghati. " Artinya: "Janganlah berbuat kejahatan. Samano hoti param vihethayanto. Pantham ca sayanasanam. Dengan panjang lebar Bhante telah menguraikan Dham ma. Tempat mereka berkumpul adalah di Veluvanarama (hutan pohon bambu) dan waktu itu tengah hari pada saat purnama sidhi di bulan Magha. Mereka berkumpul tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Etam Budhana sasanam. Anupavado.

Dan senantiasa berpikir luhur. Beliau memerintahkan agar disiapkan tempat untu k rombongan yang akan tiba. Akhirnya Raja Suddhodana mengutus Kaludayi untuk mengundang Sang Buddha. Raja turun dari keretanya dan bersama-sama dengan pengiringnya berjalan kaki menuju ke tempat tinggal Sang Buddha. Hidup dengan menyepi. Kesabaran adalah cara bertapa yang paling baik. Sang Buddha bersabda. Berita dengan cepat sampai kepada Raja Suddhodana bahwa Sang Buddha dan rombonga n sedang menuju ke Kapilavatthu. Perjalanan yang jauhnya enam puluh Yojana (1 Yojana = 16 Km) ditempuh dalam waktu enam pul uh hari. maka Beliau mengirim berturut-turut sembilan orang utusan untuk mengundang Sang Buddha pulang ke Kapilavatthu. Mengendalikan diri sesuai dengan tata tertib. Waktu rombongan mendekati Nigrodharama. yaitu bertemunya kembali Raja Suddho dana dengan anaknya dapat dituturkan sebagai berikut (Mhvu. Waktu rombongan tiba. Lebih baik Aku terbang setinggi orang dewasa dan berjalan-jalan di udara. Raja dapat melihat anaknya sedang berjalan-jalan di udara dan mer asa sangat kagum. setelah mereka menden garkan khotbah Sang Buddha dan mencapai tingkat Arahat. tidak melukai. III. Kaluday i adalah kawan bermain Pangeran Siddhattha waktu kecil dan lahir pada hari. Kaludayi berangkat menuju Rajagaha. Sang Buddha merenung. Tidak menghina. dan tahun yang sama. Makanlah secukupnya. ib ukota negara Magadha. kalau sekiranya Sang Tathagata bangun untuk menghormatnya. Namun utusan-utusan tersebu t 'lupa' untuk menyampaikan undangan dari Raja Suddhodana. Waktu mendengar Sang Buddha memberikan khotbah. Itulah ajaran semua Buddha. Mengenai peristiwa penting dan menarik ini. 114-121). menjadi pertapa dan sekarang telah memperoleh Penerangan Agung dan mengaku sebagai Raja Dhamma. Sucikan hati dan pikiranmu. Ia mohon untuk diterima sebagai bhikkhu dan Sang Buddha mentahbiskannya dengan memakai kalimat "ehi bhikkhu"." Peristiwa yang bersejarah ini hingga kini masih tetap dirayakan sebagai Magha-Pu ja. Ia duduk saja dan tidak berdiri untuk menyambut kedatangan ayah-Nya yan g sudah tua dan sangat dihormati oleh seluruh rakyat Sakya. terutama oleh para bhikkhu di Muangthai / Thailand. yaitu tiap hari ditempuh satu Yojana. bula n.' Tetapi tidak ada ma khluk atau kelompok makhluk yang kepalanya tidak dibelah tujuh. Tiba di pinggir hutan Nigrodharama. Kembali Ke Kapilavatthu Setelah Raja Suddhodana menerima berita bahwa Sang Buddha berada di Rajagaha. Beliau bukan pertapa yang menindas orang lain.Perbanyaklah perbuatan baik. "Bangsa Sakya terk enal sebagai bangsa yang tinggi hati. Itulah ajaran semua Buddha. Nibbanalah yang tertinggi dari semuanya. Raja Suddhodana berikut pengiring dengan disertai penduduk Kapilavatthu. Sang Buddha yang sedang berjalan-jalan di udara setinggi orang dewasa n . Kalau Aku menyambut mereka dengan tetap du duk di tempat duduk-Ku. Sang Buddha menerima baik undangan tersebut dan setelah Kaludayi berdiam tujuh hari di Rajagaha. berangkatlah Sang Bhagava beserta rombongan dua puluh ribu bhikkhu menuju Kapilavatthu. Kemudian Kaludayi menyampaikan undangan Raja Suddhodana kepada S ang Buddha untuk berkunjung ke Kapilavatthu. Kaludayi pun mencapai tingkat Arahat. berduyun-duyun datang ke Nigrodharama. mereka mungkin akan mencela sikap-Ku dan mengatakan." Kemudian Sang Buddha terbang ke udara dan berjalan-jalan setinggi orang dewasa. 'Su ngguh keterlaluan yang dilakukan Pangeran yang telah meninggalkan tahta. Tempat itu terletak di luar kota dan dikenal dengan nama Nigrodharama (hutan pohon beringin). Beliau bukan pula pertapa yang menyebabkan kesusahan orang lain. Dari kejauhan.

Dengan mandi dan menyelam dalam air de wata itulah Aku telah tiba di pantai seberang. Sekarang Mahapajapati dapat menya ksikan sendiri peristiwa yang membuat para hadirin bersorak-sorak. Dengan air itu Yasodhara membasahi dan mencuci m ata Mahapajapati berulang kali disertai doa semoga air itu dapat mengembalikan p englihatan Mahapajapati. Tiba-tiba di udara muncul seekor banteng besar dengan tengkuk yang bergetar-getar lari dari a rah Timur dan lenyap disebelah Barat. maka semua peristiwa yang terjadi harus diceritakan oleh Yasodhara. Sekarang siapak ah yang memandikan anakku dengan air bersih dan menyegarkan apabila anakku meras a lelah?" Sang Buddha menjawab. sehingga dapat diliha t oleh segenap yang hadir. Sedikit demi sedikit Mahapajapati dapat melihat kem bali sehingga penglihatannya pulih seluruhnya. Mahapajapati matanya buta karena sed ih dan terlalu banyak menangis sewaktu Pangeran Siddhattha meninggalkan istana d an pergi bertapa di hutan Uruvela. murni adalah arus air yang datang dari pantai kebajikan yang tak t ernoda dan dipujikan oleh para bijaksana. Raja Suddhodana menanyakan apakah sekarang Sa ng Buddha baik-baik saja. Yang hadir bersorak-sorak gembira melihat kemukjizatan tersebut. kedua kali waktu aku lihat anakku bermeditasi di bawah Po hon jambu dan ini untuk yang ketiga kalinya. "Dulu para pelayan tiap hari memandikan dan menggosok-gosok badan anakku dengan minyak kayu cendana yang baunya harum semerbak. "Ini adalah untuk ketiga kalinya aku menundukkan kepalaku di bawah kakimu. oh Yang Maha Tahu. Orang seperti Aku tak dapat lagi digan ggu oleh perasaan enak dan tidak enak. Waktu itu hadir juga Yasodhara yang menuntun Mahapajapati. Hilang sudah keragu-raguan dan sekarang semua hadirin yakin bahwa Pangeran Siddh attha sesungguhnya telah menjadi Buddha. kemudian lari dari arah Barat dan lenyap d i sebelah Timur. Yang Maha Tahu. Satu mukjizat telah terjadi. Setelah pemandangan yang di atas lenyap sama sekali. Aku telah melepaskan diri dari semua benda dan telah terbeba s dengan musnahnya nafsu-nafsu keinginan. Tetapi sekarang anakku mengembar a di waktu malam yang dingin dari satu hutan ke hutan yang lain. Yasodhara merasa terharu sekali melihat keadaan Mahapajapati. pertama kali waktu seorang pertapa meramalkan bahwa anakku kela k akan menjadi Buddha. Pada waktu itulah Sang Buddha mempertontonkan kekuatan gaib-Nya yang hanya dapat dilakukan oleh seorang Buddha. sehingga memb uat hatinya gembira sekali. Setelah itu air memancar dari sebelah atas badan dan api berkobar-kobar dari badan sebelah bawah. Kemudian mereka semua berlutut memberi hormat kepada Sang Buddha. Baginda. Dengan kedua t angan dirangkapkan di depan dada. Sang Buddha kemudian menghilang." Raja Suddhodana berkata. Yaso dhara menampung dengan kedua tangannya air yang keluar dari badan Sang Buddha se waktu melakukan Mukjizat Ganda. Api berkobar-kobar di badan sebelah atas dan air dingin melalui lima ratus pancaran turun dari badan sebelah bawah. Raja Suddhodana berkata. Setelah melakukan Mukjizat Ganda. tak ternoda oleh kekotoran-kekotoran batin di dunia ini. duri. Apakah kaki anakku tidak pernah merasa sakit?" Sang Buddha menjawab. yaitu Yamakapatihariya atau Mukjizat Ganda. . kemudian Sang Buddha terlih at duduk dengan tenang di tempat duduk-Nya. Kemudian muncul lagi dan lari dari arah Utara dan lenyap di sebelah Selatan. Kemudian menuruti bisikan hatinya. Mahapajapati mendengar hadirin bersorak-sorak. Raja Suddhodana menghampiri anaknya dan berkat a. sel anjutnya lari dari sebelah Selatan dan lenyap di sebelah Utara. Dengan penuh kesujudan. "Oh. "Dulu anakku selalu memakai sandal terbuat dari kain w ol halus yang berjalan di atas permadani yang empuk dan dipayungi dengan payung putih. Tetapi sekarang kaki anakku yang halus dan berwarna tembaga serta penuh g aris-garis ajaib itu harus berjalan di atas rumput kasar. tetapi karena tidak dapat melihat .aik lebih tinggi sedikit dan berdiri setinggi pohon palem. "Aku adalah Sang Penakluk. dan batu kerikil .

Ketetapan hati. "Dulu anakku makan dari piring perak dan minum dari mangkuk emas. makan yang lembut dan kasar. tempat tidur atau makana n. sebagaimana layaknya disa jikan kepada seorang raja." Raja Suddhodana berkata. anakku adalah orang yang paling bercahaya di antara orang-orang dari suku Sakya. Sungguh aneh anakku berbuat hal seperti itu. kebijaksanaan dan pikiran yang terpusat adalah sais-Ku. dengan dilengka pi jendela putar yang serasi. "Oh. oh Baginda. Meskipun hingga kini masih tersedia kereta. Padhana yang terdiri atas Sanvara (pengekangan diri dar i nafsu-nafsu). Semua duk a cita dan kesedihan telah Kutinggalkan. apakah anakku tidak lelah?" Sang Buddha menjawab. kereta perang. di tempat ini pun yang dihuni oleh manusia terdapat para Brahma dan Dewa Agung yang senantiasa mengikuti petunjuk-petunjuk-Ku dan lagi pu la Aku dapat pergi kemana pun yang Kukehendaki. Tetapi sekarang anakku memakai pakaian dari kain kasar yang terbuat dari serat kayu merah." Raja Suddhodana berkata. kasar atau lembut. Seorang diri Aku mengembara ke tempat-tempat yang jauh. Lagipula Kantha ka. anakku tidur di dipan tinggi yang dilapisi kulit kambing hutan dengan ban tal yang empuk dilapisi sutra halus. dengan bumbu atau tanpa bu mbu. Selalu tersedi a makanan yang lezat-lezat dengan bumbu yang terpilih. sedang lantai ditutup dengan permadani y ang terbuat dari bahan wol dan kapas. kuda dan gajah. "Dulu. Apakah tubuh Yang Maha Bijaksana tidak merasa sakit?" Sang Buddha menjawab. Sang Tathagata. Baginda. "Kekuatan gaib adalah kereta-Ku. "Dulu. "Dulu. Tetapi sekarang anakku dengan tanpa perasaan muak. kereta yang mahal dan bergemerlapan dengan emas dan tembaga selalu tersed ia untuk dipakai dan kemana pun anakku pergi selalu ikut serta sebuah payung put ih. ma kan hidangan asin atau tidak asin. dimana pelayan wanita yang memakai perhiasan dan k alungan bunga menunggu dengan sabar kata-kata yang akan keluar dari mulut Tuanny a. Bhavana. "Dulu. maka Aku. sebuah pusaka. kuda yang terkenal paling bagus dan paling cepat di seluruh negeri selalu me nyertai anakku. dan juga para Penakluk tidak menghiraukan apakah yang diterimanya menyenangka n atau tidak menyenangkan. para penyanyi selalu menyanyikan lagu-lagu yan g anakku senangi. Dan rupanya a nakku menyukainya. Dan anakku adalah orang yang bercahaya di antara orang-orang d ." Sang Buddha menjawab. Sungguh aneh anakku berbuat seper ti ini. tidak menghiraukan pakaian. Coba katakan. (melaksanakan med itasi) dan Anurakkhana (menjaga watak sendiri) adalah kuda-kuda-Ku. namun anakku lebih senang berjalan kaki dari satu kerajaan ke kerajaa n lain. "Para Penakluk. Dengan terbebas dari duka cita dan kese dihan. anakku tinggal di istana yang kamarnya (di lantai atas) menyerupai tempat kediaman para dewa dan diterangi oleh sekumpulan kunang-kunang. Kaki dipan terbuat dari emas dan dibalut de ngan untaian bunga yang harum semerbak. Aku selalu menjaga batin-Ku agar selalu berbelas-kasih kepada semua makhl uk. sebagaimana dewa Sakka yang paling berca haya di antara dewa-dewa di langit. Sekarang anakku memakai rumput dan daun-da unan sebagai kasur dan tidur di atas tanah yang kasar dan berbatu. diiringi musik yang merdu." Raja Suddhodana berkata." Raja Suddhodana berkata. dan sebuah lambang kerajaan. orang seperti Aku tidak akan tidur dengan tidak nyenyak." Sang Buddha menjawab. "Sekarang. oh Baginda."Sewaktu anakku masih memakai kain buatan Benares dan memakai baju bersih yang b erbau wangi bunga teratai dan cempaka." Raja Suddhodana berkata. Pahana (melenyapkan kekotoran batin). sebatang pedang." Sang Buddha menjawab. "Seperti juga Buddha-Buddha dari zaman dulu dan Buddha-Buddha di zaman yang akan datang. yang pakai bumbu atau yang tidak pakai bumbu dengan pikiran yang terkendali guna kepentingan dun ia ini.

tetapi baru sekarang ini mereka menyaksikan seorang dari kasta Khatt iya. Apakah anakku tidak takut? Coba terangkan hal i ni kepadaku." jawab Sang Buddha dengan tenang. dimana pada malam hari binatang buas berkeliaran mencari mangsa. Karena tidak mendapat undangan makan di istana. Lagipula sekarang Aku memiliki Delapan Mustika yang tid ak ada bandingannya di dunia ini. berjalan keliling mengumpulk an makanan. "Sekarang pun seluruh dunia masih tetap menjadi milik-Ku dan Aku tetap masih mem iliki ribuan orang anak. Seorang diri Aku berkelana. se perti angin tidak dapat dijerat oleh jala. dapat merasa takut?" Raja Suddhodana kembali bertanya. Karena itu. Dan anakku mengatakan bahwa ini sudah menj adi kebiasaan kita?" "Oh. di istana." Sang Buddha menjawab." Selesai percakapan ini. seorang pertapa yang selalu waspada dan tidak tergoy ahkan oleh celaan atau pujian. "Mengapakah anakku melakukan perbuatan yang sangat memalukan ini? Mengapa anakku tidak datang saja ke istana untuk mengambil makanan? Apakah pantas seorang putr a Raja minta-minta makanan di kota. sebagaimana Dewa Sakka yang paling bercahaya di antara dewa-dewa di langit. oh Baginda. Baginda. Aku sekarang bercahaya di antara bhi kkhu-bhikkhu seperti Brahma di antara dewa-dewa di langit. di hutan anakku seorang diri berada di tengah-tengah teriaka n burung hantu dan jeritan anjing-anjing hutan. tetapi makhluk-makhluk itu tidak akan mengganggu walaupun sele mbar rambut-Ku karena Aku telah menyingkirkan semua perasaan takut. Raja Suddhodana kemudian menegur. "Meskipun semua gerombolan Yakka datang bersama gajah-gajah liar yang mengarungi hutan belantara. Justru karen a tanpa perasaan takut itulah Aku menang dan berhasil keluar dari lingkaran tumi mbal lahir. bagaimana Anda dapat katakan bahwa Sang Penakluk. kalau saja anakku tidak melepaskan tujuh rupa pusaka (lam bang seorang Raja) dan menjadi seorang pertapa." Sang Buddha menjawab. "Aku sekarang menyanyikan lagu dengan khotbah dan pembabaran Dhamma dan terbebas karena memperoleh Kebijaksanaan Tertinggi. tetapi ini adalah kebiasaan para Buddha. tempat dulu ia sering mondar-mandir dengan m enggunakan kereta emas? Mengapa anakku membuat malu ayah seperti ini?" "Aku tidak membuat ayah malu. "Apa? kebiasaan kita? Bagaimana mungkin?! Tidak pernah seorang anggota keluarga kita minta-minta makanan seperti ini. Hal ini segera diberitahukan kepada Raja Suddhodana dan Raja menjadi terkejut da n malu sekali. maka keesokan harinya Sang Buddh a bersama-sama dengan pengikutNya memasuki kota Kapilavatthu untuk mengumpulkan makanan. Memang sering mereka l ihat seorang pertapa atau Brahmana berjalan berkeliling mengumpulkan makanan dar i penduduk. memang ini bukan merupakann kebiasaan seorang anggota keluarga ker ajaan. Pemimp in yang tidak dipimpin oleh siapa pun. Raja Suddhodana memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seora ng Sotapanna. oh Baginda. putra dari seorang Raja yang masih memerintah. Hal ini memang sudah menjadi kebiasaan kami." Raja Suddhodana berkata. oh Yang Maha Kuat. seperti seekor singa tidak takut kepada suara. Semua Buddha di zaman dulu hidup dengan jalan mengumpulkan makanan dari para penduduk.ari suku Sakya." Setelah Raja Suddhodana tetap mendesak agar Sang Buddha beserta pengikut-Nya men gambil makanana di istana. maka pergilah Sang Buddha beserta rombongan menuju ke istana . "Dulu." Sang Buddha menjawab. Dengan tergesa-gesa Raja keluar dari istana dan pergi menemui San g Buddha. "Sebenarnya seluruh dunia bisa menjadi tanah milikmu dan seribu orang anak dapat pula menjadi milikmu. selalu dijaga oleh pengawal bersenjata yang mahir menggunakan pedan g. Penduduk kota Kapilavatthu menjadi heboh sekali. kamar anakku yang menyerupai tempat kediama n para dewa. Tetapi sekarang.

Sang Buddha bertanya. Beliau sekarang termasuk gol ongan Buddha. waktu mendengar bahwa anakku makan hanya satu kali sehari. Apakah pantas bila aku datang menemuinya? Beliau pasti tidak dan j uga tidak mungkin membutuhkanku lagi." "Kalau begitu. Setelah Putri sendiri juga mengambil tempat duduk." Kemudian Sang Buddha menceritakan Candakinnara Jataka. dan setia kepada-Ku. Kalau Beliau datang menemuiku. "Yang Maha Bijaksana. waktu mendengar bahwa anakku ti dak tidur di dipan yang tinggi dan mewah. berduyun-duyun orang. Tetapi Yasodhara berada di kamarnya dan berpikir. "Pangeran Siddhattha sekarang sudah mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha. Raja Suddhodana berkata kepad a Sang Buddha. Sang Buddha berpesan ke pada ayahNya. marilah kita pergi menjenguknya. Jangan berkata apa-apa atau melarangnya. Kemudian Putri Yasodhara melepaskan rasa rindunya dengan meletakkan kepalanya di atas kaki Sang Buddha dan menangis tersedu-sedu sehingga kaki Sang Buddha basah dengan air mata. yaitu kisah tentang kehid upan-Nya yang lampau bersama-sama Yasodhara. Putri pun tidak lagi memakainya. Pada suatu hari mereka sedang bersuka ria di dekat sungai kecil dengan bernyanyi . Waktu tiba di depan kamar. lebih baik aku tunggu saja dan lihat apa yang ak an terjadi." Waktu Putri Yasodhara diberi kabar tentang kedatangan Sang Buddha. Putri pun tidur di atas dipan yang ren dah dan sederhana. waktu Putri mendengar bahwa anakku memakai jubah kuning. waktu Putri mendengar bahwa. Yasodhara ada di kamarnya. anakku tidak lagi memakai untaia n bunga dan wewangian. Putri tidak menggubrisnya sama sekali. Putri segera memerintahkan semua pelayannya memakai baju kuning untuk memberi hormat selamat datang kepada Sang Buddha." Sang Buddha menjawab. aku akan memberi Beliau penghormatan yang layak. "Bukan di kehidupan ini saja. Sungguh bajik menantuku Yasodhara ini." Setelah berbicara dengan para pengunjung-Nya untuk beberapa waktu lamanya. datang menemuinya untuk se kedar berbincang-bincang dan memberi hormat. Setelah Sang Buddha memasuki kamar. Putri pun makan hanya satu kali sehari. dihormat. dan dipuja oleh d emikian banyak orang. "Biarkan saja Yasodhara memberi hormat kepada-Ku sebagaimana yang dikehendaki. Sang Buddha menyerahkan mangkuk-Nya kepada Raja Suddhodana dan berjalan di muka menuju kamar Putri Yasodhara. waktu keluarganya mengir im pesan bahwa mereka bersedia menanggung semua keperluan hidupnya. P utri pun memakai baju kuning. "Oh. Sang Buddha berdiri diam saja dan dengan batin yang waspada memancarkan gaya-gay a kasih sayang dan belas kasih kepada Putri yang sedang menangis memegangi kakiNya." kata Sang Buddha. yang hidup di Gunung Hi mava dengan istrinya yang bernama Canda. dengan cepat Putri Yasodhara menyambutnya sa mbil berlutut dan memegang kaki Sang Buddha. "Di manakah Yasodhara?" Raja Suddhodana menjawab. yang dulu pernah mengenal Pangeran Siddhattha. seperti di bawah ini: "Dalam salah satu kehidupan yang lampau. Mereka semua merasa gembira sekali dapat bertemu lagi dengan Sang Pangeran yang dicintai dan kagum melihat Sang Pan geran.BAB IV MASA MENYEBARKAN DHAMMA Putri Yasodhara Setelah Sang Buddha beserta rombongan selesai makan tengah hari. dicintai. yang sekarang sudah menjadi Buddha. membersihkan kaki Sang Buddha yang basah dengan air mata untuk kemudian dengan hormat mempersilak an Sang Buddha dan Raja Suddhodana mengambil tempat duduk masing-masing yang sud ah disediakan. Sang Bodhisatta dilahirkan sebagai seek or Kinnara (burung dengan kepala manusia) bernama Canda. Setelah lewat beberapa waktu. oh Baginda. Putri yang sedang menangis. Karena itu. juga dalam kehidupan-kehidupan yang la mpau Yasodhara selalu melindungi berbakti. apakah pantas kalau aku sekara ng datang menemuinya? Aku rasa.

Raja memanah Canda dan matilah Canda. Beliau menciptakan seekor monyet betina dan b eberapa bidadari dan bertanya. putra mahkota d ari Kerajaan Sakya. Raja Benares datang menghibur dengan mengatakan. memeluk mayat suamin ya dan menangis tersedu-sedu. Sang Buddha memangg il Nanda dan dengan kekuatan gaib. "Sang Bhagava akan mengambil kembal i mangkuk-Nya di pintu istana.P.-nyanyi dan menari-nari. Seketika itu Raja jatuh cinta kepada nya. Nanda merasa menyesal dan menderita sekali karena terus mem ikirkan istrinya yang cantik. Aku ingin melepaskan jubah dan pulang ke istana. Bimbadevi.N hal 741). makan hidangan yang telah disediakan. Di buku-buku suci Ti Pitaka (lihat D. sebagai putra mahkota menggantika n kedudukan Pangeran Siddhattha. apabila engkau bersedia menjadi permaisuriku. Pada waktu itu Raja Benares sedang berburu di hutan dan melihat Canda sedang bernyanyi dan menari. Hal ini dilihat oleh bhikkhu lain yang kemudian me negurnya." Canda tidak menghiraukan hiburan Raja Benares dan terus meratap dan menangis sam bil memprotes kepada para Dewata Agung yang membiarkan suaminya mati dibunuh ora ng. Pangeran Nanda mengembalikan mangkuk kepada Sang Buddha. melihat suaminya mengikuti Sang Buddha dan berpikir." Tiba di vihara. Kemud ian Pangeran Nanda berpikir. Pangeran Nanda berpikir." jawab Nanda. Bhaddakaccanna. Dewa Sakka turun ke dunia dan menghidupkan ke mbali Canda." . Aku mempersembahkan segenap cint aku dan seluruh isi kerajaanku. "Suami saya mungkin pergi ke vihara dan akan pamitan setelah tiba di sana. manakah yang lebih cantik. Hari itu Raja Suddhodana mencapai tingkat kesucian Sakadagami dan Putri Pajapati menjadi seorang Sotapanna. Setelah ditahbiskan. Karena Pangeran Siddhattha. Sang Bu ddha kemudian bertanya. Demikian keras protes Canda." Tetapi Sang Buddha terus berjalan ke luar. maka Raja Suddhodana ingin me nobatkan Pangeran Nanda yang berumur 35 tahun. Raja Suddhodana ingin pul a menikahkan Pangeran Nanda dengan Putri Janapada Kalyani dan memberikan sebuah istana untuk tempat tinggal kedua mempelai. cepa t-cepatlah pulang. apakah engkau mau menjadi bhikkhu?" Pangeran Nan da menjawab. Bimbasundari. "Mengapakah Anda kelihatannya begitu sedih?" "Saudara. Sang Buddha berjalan ke luar istana dengan diikuti Pangeran Nanda yang membawa m angkuk Sang Buddha. Sang Buddha datang di tempat upacara. "Kekasihku. Bhaddakacca dan Subhaddaka. coba katakan. tetapi sering juga meny ebutnya sebagai Bimba. "Sang Buddha akan mengambil kembali mangkuk-Nya di pintu pagar istana. Istrinya. "Nanda. jangan pergi terlalu lama. Canda." Sang Buddha kemudian mentahbiskannya menjadi bhikkhu . Raja Suddhodana mengundang Sang Buddha untuk menghadiri upacara yang penting tersebut dan memberkahi kedua mempelai. dan Bimba. sehingga menggerakkan hati Raja Dewa Sakka. Bhikkhu ini kemu dian pergi melaporkan peristiwa tersebut kepada Sang Buddha. adik dari Ratu Maya. Bhante. telah menjadi seorang pertapa. istrimu atau monyet betina itu?" "Bhante. Pangeran Nanda Pangeran Nanda adalah seorang saudara tiri Pangeran Siddhattha. Janapada Kalyani dapat diumpamakan sebagai monyet betina kalau dibandin gkan dengan para bidadari. " Engkau tak usah bersedih atas kematian suamimu. Agama Buddha aliran Utara lebih menyukai nama Yasodhara. Yasodhara sewaktu-waktu diseb ut sebagai Rahulamata." Karena itu Putri berpesan. Dengan menyamar sebagai seorang Brahmana. Aku tidak menyukai kehidupan sebagai bhikkhu. aku sebenarnya menyesal. Canda ialah yang sekarang dilahirkan sebagai Pangeran Siddhattha da n Canda ialah Putri Yasodhara. memb eri berkah kepada semua orang yang hadir dan kemudian pamitan pulang setelah mem beri mangkuk-Nya kepada Pangeran Nanda. "Nanda." Mempelai wanita. Putri Janapada Kalyani. "Mau. dan dianggap sebagai Putri da ri Dandapani. yaitu anak dari Putri Pajapati. Pada hari ketiga Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu. Pada waktu yang sama.

Ayah banyak memiliki harta. Sekarang Rahula dibawa kemari dan dita hbiskan menjadi samanera. Putri Yasodhara mendandani Panger an Rahula dengan pakaian yang bagus dan mengajaknya ke sebuah jendela. berikanlah aku harta pusaka. Ibu. tetapi semua harta dunia penuh denga n penderitaan. Keesokan harinya. Ia kemudian dengan tekun mengikuti semua petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh S ang Buddha dan dalam waktu singkat mencapai tingkat kesucian yang tertinggi dan tidak lagi mempunyai keinginan untuk kembali ke istana. "Sayang. setelah mendengarkan khotbah Sang Buddha. Tiba di taman. Sang Buddha minta kepada Sariputta untuk mentahbiskan Rahula men jadi Samanera. Mendengar berita bahwa Rahula telah ditahbiskan menjadi samanera. Pangeran Rahula Pada hari ketujuh Sang Buddha di Kapilavatthu. Aku mohon dengan sangat agar mulai hari ini tidak lagi ada seorang b hikkhu atau samanera yang ditahbiskan tanpa izin dari orang tuanya. "Ayah." Pangeran Rahula yang masih murni dan belum tahu apa-apa pergi mendekati Sang Bud dha dan sambil memegang jari tangan Sang Buddha dan menatap muka-Nya. Ananda Setelah Sang Buddha beberapa lama diam di Kapilavatthu."Bergembiralah. Ayah." Tiba di vihara. Kemudian ia menambahkan. Putri Yasodhara kem udian bertanya kepada Rahula. Dengan demikian ia akan mewari si harta pusaka yang paling mulia." Tidak ada orang yang mencoba menghalang-halangi dan Sang Buddha sendiri juga mem biarkan saja Rahula merengek-rengek sambil terus mengikuti jalan di samping-Nya. aku mohon dengan sangat. Aku mohon diberi harta pusaka. Raja Suddhodan a menjadi sedih sekali." Selesai makan siang. Lebih baik Aku memberinya warisan yang berupa Tujuh Faktor Penera ngan Agung yang Aku peroleh di bawah pohon bodhi. yaitu satu orang dari setiap keluarga. Setelah ayahmu meninggalkan istana. Aku sangat menyesal dan tidak senang akan apa yang tel ah terjadi. " Waktu dulu anakku meninggalkan istana membuat aku sedih. Pergilah kepadanya dan mintalah hadiah sambil berkata. Raja Suddhodana menc apai tingkat kesucian Anagami. Kalau aku kelak menjadi Raja. aku adalah Pangeran Rahula. pertapa yang kulitnya kuning emas itu dan kelihatannya sebagai Brahma d ikelilingi oleh ribuan murid-Nya adalah ayahmu. Waktu Nanda meninggalkan istana hatiku menjadi hancur dan menderita sekali. aku kelak akan menja di raja." "Kalau begitu. Dari jend ela itu mereka dapat melihat Sang Buddha sedang makan siang. Beliau punya banyak harta pusaka . "Ayah." jawab Nanda. "Anakku sayang. Rahula men gatakan apa yang tadi dipesankan oleh ibunya. Sang Buddha berpikir. Yasodhara tak dapat lagi menahan air matanya yang menitik keluar dan berkata. "Rahula minta warisan harta pusaka ayahnya. tidak lagi diketahui apa yang terjadi deng an harta tersebut. Aku jamin bahwa engkau akan memiliki bidadari tersebut." jawab Rahula. b ila saja engkau mau bekerja keras. aku akan menjadi raja -di-raja. "Ayah. berikanlah kepadaku warisan. dengan segala senang hati aku ingin terus menjadi bhikkhu. ba hkan bayangan Ayah membuat hatiku senang. aku ingin memiliki harta pusaka." Sang Buddha menyetujui permohonan Raja Suddhodana dan mulai hari itu tidak menta hbiskan bhikkhu atau samanera tanpa terlebih dulu mendapat izin dari orang tuany a. tahukah engkau siapa orang itu?" "Beliau adalah Buddha. Kemudian Sang Bud . Sang Buddha meninggalkan istana dan Rahula mengikuti sambil terus merengek-rengek. Kemudian aku mencurahkan cinta dan perhatianku kepada cucuku Rahula dan mencinta i melebihi cintaku kepada siapa pun juga. karena seorang anak adalah pewaris dari apa yang menjadi milik ayahnya. sedih dan sakit sekali. 80. Nanda. Raja lalu pergi menemui Sang Buddha dan dengan sopan menegur dengan kata-kata.000 orang telah ditah biskan menjadi bhikkhu.

maka orang akan bercerita bahwa Ananda menjadi pembantu tetap karena in gin mendapat jubah bagus. 4. jangan membiarkan orang lain menganjurkan engkau untuk memohon pekerjaan tersebut. dan Meghiya. Bhagu. Tetapi semua nya ditolak. Ananda mengatakan. Kalau Sang Buddha menerima hadiah. Apa pun juga yang Sang Buddha khotbahkan sewaktu ia tidak hadir. untuk memohon kepada Sang Bhagava agar dapat diterima menjadi pembantu tetap. 4. maka hadiah tersebut tidak boleh diberi kan kepada Ananda. 3. Kimbila. Dev adatta. Ananda mencapai tingkat kesucian Sotapanna dan Devadatta tidak men capai tingkat kesucian. Empat hal yang Ananda mohon supaya ditolak adalah: 1. 2. Ananda. Setiap waktu ia diperbolehkan untuk bertanya kepada Sang Buddha. 2. Nagita. Radha. Bahwa Ananda tidak boleh diminta untuk tidur di kamar pribadi Sang Buddha yang harum baunya (Gandhakuti). menawarkan diri untuk menjadi pembantu tetap. makanan enak. Sang Bhagava boleh mengatakan-Nya. Kalau Sang Buddha menerima undangan pribadi. yang selama itu diam saja . dan tahun yang sama dengan Sang Buddha dan t erkenal sekali karena sumbangannya untuk kemajuan dan perkembangan Buddha Dhamma . "Kalau S ang Bhagava memang memerlukan Ananda sebagai pembantu tetap. Para Arahat kemudian menganjurkan Ananda. maka Sang Bud dha harus memenuhinya. supaya ia boleh membawanya mengha dap kepada Sang Buddha. Kalau hal ini tidak diperkenankan. apa sebenarnya fae . Empat hal yang Ananda mohon Sang Buddha menerimanya : 1. 3. Selama 20 tahun setelah mencapai Penerangan Agung. Setiap hari secara bergantian bhikkhu Nagasamala. Sang Buddha belum mempunyai s eorang pembantu tetap. tempat tinggal yang menyenangkan dan aga r bisa ikut serta kalau Sang Buddha mendapat undangan. Upavana. seperti Sari putta dan Moggallana. tetapi memperoleh kekuatan gaib yang luar biasa yang ter tinggi yang dapat dicapai seorang manusia. Jawaban Ananda dalam hal ini sungguh menarik sekali. meskipun tidak teratur. apabila i a merasa ada sesuatu yang diragu-ragukan. dan samanera Cunda membantu dan melayani Sang Bhagava (Buddha). Sewaktu dalam perjalanan. Apabila Sang Buddha menerima pemberian jubah yang bagus. dan tukang pangkas rambut mereka yang bernama Upali. Dikisahkan bahwa lima orang dari mereka dalam waktu singkat mencapai tingkat kes ucian Arahat. Pada suatu hari dalam khotbah-Nya di Rajagaha. Atas kemauan sendiri engkau dapat menj adi pembantu tetap Sang Buddha. supaya Sa ng Buddha bersedia mengulangnya kembali. Semua murid utama-Nya yang terdiri dari delapan puluh Arahat. "Ananda. Kalau Ananda menerima sebuah undangan atas nama Sang Buddha. Ananda mengatakan kalau Sang Buddha melakukan satu dari empat hal yang tersebut di atas.dha dengan rombongan berangkat ke Rajagaha." Baru setelah itulah Ananda menawarkan diri untuk menjadi pembantu tetap asal saj a Sang Buddha berkenan meluluskan delapan permintaannya. maka undangan itu tidak terma suk untuk dirinya. Sunakkhata. Sang Buddha berhenti di hutan mangga Anupiya dan di te mpat itu Beliau dikunjungi oleh Anuruddha. orang akan bertanya-tanya. Ananda dilahirkan pada hari." Kemudian Sang Buddha berkata. bulan. maka jubah itu ti dak boleh diberikan kepada Ananda. Sang Bhagava menyinggung tentang perlunya ditunjuk seorang pembantu tetap karena merasa usia-Nya yang sudah menin gkat. Kalau ada orang datang dari tempat jauh. yaitu untuk menolak emp at hal dan meluluskan empat hal lainnya. S agata. Bhaddiya.

Ananda berjalan ke tengah Sungai Rohini dan di situlah da ri tubuhnya keluar api yang membakar badan jasmaninya. Keluarganya di kedua tepi sungai mengumpulkan abu sisa badan jasmaninya. Hanya kalau delapan permohonan ini dikabulkan. serta tiga ora ng putri bernama Mahasubhadda. Karena itu Anan da juga dinamakan Bendahara Dhamma (Dhamma-bhandagarika). kota Rajagaha yang dike tuai oleh Maha Kassapa. maka Ananda dapat mengulang semua khotbah Sang Buddha. maka timbul hasrat dalam dirinya untuk mengunjungi Sang Buddha. Dan Ananda jugalah. ha ri masih gelap. mengambilkan air. Kemudian Sang B . Patut pula dicatat sebagai jasa Ananda bahwa berkat sokongannya yang kuat. Ia bermaksud untuk mengunjungi Sang Buddha pagi-pagi sekali keesokan harinya. yang menjadi per mulaan berdirinya Sangha Bhikkhuni. sehingga ia berpikir barangkali a da pesta pernikahan atau mungkin untuk menerima kedatangan seorang Raja. Istrinya bernama Punnalakkhana. menemani ke manapun Sang Buddha pergi. maka ia diberi nama Anathapindika yang berarti "Pemberi makan orang yang melarat". membersihkan kamar-Nya dan hal-hal lain lagi. Anathapindika Anathapindika dilahirkan di Savatthi. mengikuti-Nya sebagai sebua h bayangan. ia melihat bahwa jutawan dari Rajagaha ini sedang sibuk mempersiapkan hidangan untuk Sang Buddha dan para pengikut-Nya. Sang Buddha menyapanya dengan memanggil nama pribadinya. sehingga dari tubuhnya keluar cahaya yang menerangi jalan yang harus dilal uinya. Di rumah kakak iparnya di Rajagaha. Waktu ia berangkat ke Sitavana. Justru karena hubungan erat inilah. dibagi dua dan kemudian mereka mendirikan dua buah stupa sebagai penghormatan kepada An anda. ia akan mendapat kepercayaan khalayak ramai dan mereka tahu bahwa Sang Buddha mempu nyai kepercayaan besar terhadap dirinya. hatinya merasa takut se kali sehingga ia menggigil. Anan da pergi ke tepi Sungai Rohini. Ananda mengulang khotbah-khotbah (Su tta) Sang Buddha. Pada suatu hari Sang Buddha tiba di hutan Sitavana dalam perjalanan dari Kapilav atthu ke Rajagaha. Culasubhadda. Ananda adalah putra tunggal dari Pangeran Suk kodana. Dem ikian mewahnya hidangan yang sedang disiapkan. Ketika hendak melintasi tanah pekuburan. maka mulai hari itu Ana nda resmi menjadi Buddha-upatthaka (pembantu tetap Sang Buddha). dan Sumana. Selama 25 tahun lamanya Ananda melayani Sang Buddha. Setelah Sang Buddha setuju dan memberik an anugerah (Vara) berupa Delapan Hak Istimewa tersebut. mencuci kaki-Nya. atas perintah Sang Buddha merancang jubah bhikkhu dengan men gambil contoh sawah-sawah di Magadha. Nama sebenarnya adalah Sudatta. sehingga malam itu ia terbangun sampai tiga kali dari tidurnya. Di sidang tersebut. Pada hari akan meninggal dunia. Dibantu dengan ingatan kuat yang dim ilikinya. sedangkan Upali mengulang tata tertib (Vinaya) para bhikkhu da n bhikkhuni. Ayahnya seorang jutawan yang bernama Suman a. Di tempat inilah untuk pertama kali Anathapindika bertemu den gan Sang Buddha. adik Raja Suddhodana.dah dari pengabdian tersebut. tetapi karena kedermawanannya dan selalu bers edia menolong orang yang melarat. maka Ananda mempunyai kesempatan istimewa un tuk mendengarkan semua khotbah Sang Buddha. Putri Pajapati berhasil diterima menjadi bhikkhuni oleh Sang Buddha. sehingga akhirnya tibalah Anathapindika di Sitavana. Lagipula seorang makhluk halus (yakkha) bernama Sivaka yang baik hati mem beri ia semangat. Ananda mencapai tingkat Arahat tiga bulan setelah Sang Buddha mangkat. Setelah memberikan khotbah kepada para keluarganya yang berkumpul di kedua tepi sungai. Setelah diberitahu bahwa semua hidangan itu disiapkan untuk menerima kedatangan Sang Bu ddha. Seperti diketahui di halaman muka. yang menjadi perbatasan antara Kapilavatthu dan negara Koliya. Me mikirkan kunjungan ini membuat Anathapindika demikian tegang. satu di Kapilavatthu dan satu lagi di negara Koliya. waktu Anathapindika berkunjung ke Rajagaha untuk urusan dagang. yaitu pad a hari pembukaan Sidang Agung Pertama di Goa Sattapanni. Pada wakt u itu Sang Buddha sedang jalan hilir mudik sambil menghirup udara pagi hari yang segar. Tetapi kepercayaannya terhadap Sang Buddha demikian kuat. Ananda meninggal dunia pada usia 120 tahun. kakak dari seorang jutawan di Rajagaha mempunyai seorang putra bernama Kala.

saya mengerti. maka akhirnya ia setuju menjual tamannya asalkan saja Anathapindika sanggup menutupi taman tersebut deng an uang emas. Tetapi Pangeran Jeta men jawab bahwa tamannya tidak dijual. Seisi rumahnya berpegangan teguh kepada Pañca-Sila dan pada hari-hari Uposatha (ta nggal 1. Selesai makan siang yang ia layani sendiri. maka kemudian dikenal Anandab odhi. Sang Bud dha menerimanya dengan mengatakan. Anathapindika mencari sebidang tanah yang luas dan sunyi untuk membuat tempat tinggal bagi Sang Buddha dan para pengikut-Nya. 14/15. Mengetahui bahwa Sang Buddha menerima tawaran untuk ber-vassa di Savatthi.uddha memberikan uraian Dhamma yang membuat Anathapindika menjadi seorang Sotapa nna. Anathapindika dua kali sehari mengunjungi Sang Buddha dan sering membawa banyak sahabatnya. Sugata. Karena kedermawanannya. Setiba di rumahnya. Ia tidak menikah dan t . Oleh karena itu bersam a-sama penduduk Savatthi lain ia minta kepada Ananda untuk membuat tempat di man a mereka dapat memuja dan memuliakan nama Sang Buddha. Lima ratus tempat duduk selalu siap di rumahnya untuk menerima siap a saja yang datang. ia sendiri tidak pernah menanyakan sesuatu karena khawatir membuat Sang Buddha lelah. Anathapindika sibuk mempersiapkan sendiri semua kebutuhan un tuk keesokan harinya dan menolak tawaran kakak iparnya dan Raja Bimbisara yang i ngin membantunya. Waktu mau pamitan pulang. khususnya pada waktu Beliau sudah berusia lanjut dan di vihara inilah Sang Buddha memberikan khotbah-Nya yang terbanyak. ia meninggalkan pesan kepada sah abat-sahabat dan kenalan-kenalannya agar menyiapkan tempat tinggal. Tetapi anehnya." jawab Anathapindika. Anathapindika mengundang Sang Buddha untuk keesokan ha rinya makan siang di rumahnya. Di pihak lain. Dikisahkan bahwa Sang Buddha berada di vihara Jetavanarama tersebut selama sembi lan belas vassa. tiba-tiba Pan geran Jeta datang dan minta agar sisa tanah yang belum tertutup uang emas diangg ap sebagai sumbangan Pangeran Jeta kepada Sang Buddha. taman-taman. penduduk desa dan mereka yang kebetulan datang ke rumahnya. Tetapi menjelang semua tanah akan tertutup dengan mata uang emas. Ketiga putrinya juga semua turut membantu ayahn ya mengurus segala kebutuhan para bhikkhu. menyukai tempat yang sunyi. Karena Anathapindika terus mendesak. Karena penanaman pohon ini dihadiri oleh Ananda. Anathapindika segera menyuruh pelayannya untuk menge luarkan uang emas dari gudang hartanya dan menutupi taman dengan mata uang emas. Atas saran Sang Buddha. s atu cangkokan dari pohon Bodhi di Gaya ditanam di dekat pintu-masuk Jetavanarama . Dayak a berarti penyokong Sang Buddha. rumah-rumah untuk istirahat dan hadiah-hadiah dalam rangka menyambut kunjungan Sang Buddha ke Savatthi. menikah dan k emudian mengikuti suaminya. Ia ingat ke pada taman Pangeran Jeta yang memenuhi syarat yang dikemukakan Sang Buddha. Anathapindika diberi gelar "Pemimpin para Dayaka". "Para Tathagata. meskipun Anathapindika sanggup membayar sepul uh juta uang emas. Putri pertama dan kedua telah mencapai tingkat kesucian Sotapanna. Putri yang ketiga memperoleh tingkat kesucian Sakadagami. Sepanjang jalan dari Rajagaha ke Savatthi. oh kepala keluarga. Anathapindika merasa se dih sekali karena tidak ada sesuatu yang dapat dipujanya. Setelah menyelesaikan urusan dagangnya di Rajagaha Anathapindika pulang ke Savat thi. Anathapindika meng undang Sang Buddha untuk ber-vassa (istirahat musim hujan) di Savatthi. Kalau datang ia selalu membawa hadiah-hadiah untuk para bhikkhu muda dan samanera. Sang Buddha sendiri sering m emberikan uraian Dhamma kepadanya. Setelah itu Anathapindika memerintahkan untuk membuat sebuah vihara yang besar dan megah dengan biaya yan g besar sekali. maka setibanya di Savatthi." "Saya mengerti. Pada suatu waktu. Dengan tidak pikir panjang. 8. Tiap hari Anathapindika memberi makan kepada seratus orang bhikkhu dan menyediak an juga makanan untuk para tamu. 22/23 menurut penanggalan bulan) mereka berpuasa. oh Bhagava. Ia m enghubungi Pangeran Jeta dan mengutarakan maksudnya untuk membeli tanah tersebut bagi tempat tinggal Sang Buddha dan para pengikut-Nya. ketika Sang Buddha sedang berkeliling.

" Visakha menjawab. Ayahnya bernama Dhanajaya. seketika itu ia sembuh dari sakitnya. ia mohon kepada Raja Pasenadi untu k membuat tempat tinggal di tempat tersebut. dan Sariputta datang mengunjunginya bersama-sama Ananda. Pada suatu hari di Saketa diadakan perayaan dan semua orang pergi ke sungai untu k mandi. Dhanajaya berhenti di satu tempat yang berada tujuh "League" dari Savatthi (1 league = 4. "Aku punya banyak baju di rumah. lima ratus orang budak dengan memakai lima ratus kereta. Putranya semula tidak tertarik mendengarkan Dhamm namun berkat dorongan ayahnya ia kemudian sering mendengarkan khotbah Sang Buddha dan mencapai tingkat kesucia n Sotapanna. bajunya basah kuyup. Tiba di bangsal. yang mencari seorang untuk dinikahkan dengan anaknya. yang waktu itu berumur lima belas tahun. Tambahan lagi Visakha memang seorang gadis cantik yang memiliki Lima Kecantikan (Pañca-Kalyani). di dekat Savatthi kini masih dapat dilihat di temp at yang bernama Sabet-mahet (Nepal Selatan). Beliau mengirim permohonan kepada R aja Bimbisara. Tiba di tempat yang dituju. mungkin aku t erjatuh dan cedera anggota tubuhku. Melihat bahwa tempat itu menyenangkan sekali." Jawaban Visakha ternyata mengesankan sekali orang suruhan Migara. Gadis sepertiku dapat diumpamakan sebagai barang dagangan yang tidak boleh mempu nyai cacat. Visakha. yang kemudian berkembang menjadi kota yan g dinamakan Saketa. Dalam perjalanan menuju Savatthi. Raja Bimbisara lalu memilih Dhanajaya. Mereka heran melihat Visakha dengan tenang berjalan memasuki bangsal. ia meninggal dunia dengan tenang dan bertumimbal lahir di s urga Tusita. dan ibunya bernama Suma na. Hanya Visakha yang tidak turut berlari dan ja lan saja seperti biasa. Waktu Visakha berusia tujuh tahun. Ia bangkit dari tempat tidurnya d an menyuguhkan kedua Thera tersebut dengan makanan dari pancinya sendiri. Paññavaddhana . putra dari Mendaka. Untuk memenuhi permoh onan Raja Pasenadi. Ia ingin turut menyaksikan perayaan tersebut dan bersama kawan -kawannya ia pergi ke tepi sungai. yang waktu itu memerintah kerajaan Magadha dan Anga untuk mencari kan seorang yang banyak jasa untuk tinggal di kerajaannya.800 atau 5. sekarang bajumu basah kuyup. Tidak lama kemudian. Anathapindika meninggal dunia sebelum Sang Buddha mangkat. ia mengirim pesan khusus kepada Sariputta. Visakha Visakha dilahirkan di kota Bhaddiya. Kalau aku lari. Permohonan itu dikabulkan dan Dhana jaya membuat rumah di tempat tersebut.inggal bersama-sama ayahnya. ayah Visakha.564 m). Visakha kemudian mengundan g Sang Buddha beserta murid-Nya untuk makan siang keesokan harinya di rumah kake knya. Wa ktu itu Mendaka minta Visakha mengunjungi Sang Buddha dan diberi lima ratus oran g pengikut. meskipun bajunya basah kuyup dengan air hujan. Sang Buddha mengunjungi kota Bhaddiya. seorang jutawa n dari Savatthi. Mereka bertanya. Di bangsal itu iuga turut berteduh beberapa orang suruhan Migara. "Mengapa engkau tadi tid ak lari. Waktu ia sakit keras. Visakha juga ikut tinggal bersama kedua orang tuanya di Sake ta. Selama empat belas hari berikutnya. berdandan dan memakai baju yang bagus. Tiba-tiba hujan besar turun dan semua gadis kawan Visakha berlari mencari tempat untuk berteduh di sebuah bangsal. negara Anga. Hal ini akan membawa kerugian besar bagiku. Dikisahkan bahwa Raja Pasenadi dari negara Kosala ingin sekali mempunyai seorang yang banyak jasanya tinggal di kerajaannya. Mendaka menjamu Sang Buddha beserta rombonga n di rumahnya. yang terletak di sebelah Timur Magadha. mereka mendengarkan khotbah Sang Buddha dan Visakha memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. Mereka segera menyerahkan sebuah karangan bunga sebagai tanda pinangan untuk men . untuk p indah ke Savatthi. Pada waktu itu Sariputta memberikan uraian Dhamma dan selag i Anathapindika memusatkan pikirannya kepada perbuatan-perbuatannya yang baik da n mulia. Reruntuhan dari Jetavanarama.

7. Visakha menerima baik karangan bunga tersebut dan orang suruhan Migara men gikuti Visakha pulang ke rumah orang tuanya. menolak untuk memb eri hormat. yang jijik melihat mereka bertelanjang bulat. Visakha minggir sedikit agar Migara dapat melihat bhikkhu terse but. setelah para wali meneliti dan mendengar segala keterangan dari yang b ersangkutan dan para saksi. 8. Perhiasan itu terbuat dari emas dan ditabur dengan berlian. Kalau Kalau Kalau Harus Harus duduk. 4. Semua hadiah diterima baik oleh Visakha untuk k emudian dibagi-bagikan lagi kepada penduduk Savatthi yang kurang mampu. 10. Memberi kepada orang yang memberi dan juga kepada orang yang tidak memberi Selanjutnya Dhanajaya mengangkat delapan orang kepala keluarga yang terhormat un tuk menjadi wali Visakha dan meneliti tiap dakwaan yang kelak mungkin akan ditud uhkan terhadap tingkah laku anaknya. makan. Setelah itu Visakha memberi perintah untuk membuat persiapan pulang ke rumah ora . mereka berkesimpulan bahwa Visakha tidak bersalah. Perhiasan ini berat sekali dan hanya bisa dipakai oleh orang yang tenaganya kuat. Pada hari pernikahan. tembaga. tidur. tetapi Migara ingin menunggu saat yang tepat. Tidak lama setelah Visakha berada di rumahnya. beras dan kacang-kacangan masing-masing lima ratus pedati. lima ratus pedati penuh dengan emas. pinangan i ni pun diterima dengan baik. Pada suatu hari. 2. Sepuluh pesan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Visakha kemudian berkata kepada bhikkhu tersebut. 3. Migara (mertua Visakha) adalah pengikut para pertapa Nigantha. Di sam ping itu juga ternak yang memenuhi lapangan seluas tiga per empat "league" panja ngnya dan delapan "cambuk" lebarnya. Masih ditambah lagi dengan perhiasan Mahalatapasadhana yang mahal sekali dengan disertai sepulu h pesan yang harus ditaati oleh Visakha selama berada di rumah suaminya. tetapi Migara tidak memperdulikannya dan terus saja makan. alat meluku dan alat pertanian lainnya lima ratus pedati. Migara melontarkan beberapa dakwaan terhadap Visakha ." Migara marah sekali dan mengancam untuk mengirim pulang Visakha ke rumah orang t uanya. Keesokan harinya Visakha beserta rombongan berangkat menuju ke Savatthi. Oleh kedua orang tuanya. mentega. Sekarang harus dibuat persiapan untuk merayakan pernikahan Visakha. Selama waktu itu. Tetapi Visakha. yaitu pertapa yan g hidup bertelanjang bulat. lima ratus pandai emas bekerja siang dan malam untuk membuat perhiasan yang dinamakan Mahalatapasadhana. 5. perak. lima ratus kereta dengan membawa t iga orang budak wanita tiap-tiap kereta disertai segala keperluan mereka. Migar a mengundang para pertapa Nigantha datang ke rumahnya dan memerintahkan Visakha untuk melayaninya dengan baik. Tidak memberi kepada orang yang tidak memberi. duduklah dengan tenang dan bahagia. yang berdiri berhimpit-himpitan ditambah de ngan enam puluh ribu sapi jantan dan enam puluh ribu sapi perah. Hanya memberi kepada orang yang memberi. menjaga baik api di rumah. mutiara dan batu-batu permata lainnya. Bhante. 9. 6. . Di hadapan para wali tersebut. Para pertapa Nigantha mendesak Migara untuk mengirim pulang Visakha. Raja Pasenad i sendiri berkenan untuk ikut dengan rombongan yang menyertai mempelai laki-laki pergi ke Saketa. ketika Migara sedang makan dan Visakha berdiri di sampingnya sa mbil mengipasinya. kain sutra. Tetapi Visakha minta agar persoalan itu dibawa ke depan para walinya. Di tempat itu mereka berdiam selama empat bulan. Api dari dalam rumah tidak boleh dibawa ke luar rumah.ikah. Semua p enduduk Savatthi keluar dari rumahnya untuk menyambut kedatangan Visakha dan mem persembahkan aneka ragam hadiah. Tetapi. Dhanajaya membekali putrinya dengan lima ratus pedati penu h dengan uang. "Jalan terus saja. tidurlah dengan tenang dan bahagia. seorang bhikkhu datang untuk mengumpulkan makanan dan berdiri di depan pintu. mertua saya sedang makan hidangan basi. makanlah dengan tenang dan bahagia. menghormat dewa-dewa di rumah. Api dari luar rumah tidak boleh dibawa masuk ke dalam rumah.

Beliau membagi waktu-Nya antara Jetavana dan Pubbarama. maka mulai hari itu ia menghormat Visakha sebagai ibun ya dan mulai hari itu Visakha mendapat nama baru. Sang Buddha mem berikan uraian Dhamma dan atas permintaan Visakha. tetapi roman mukanya ma sih seperti gadis berumur enam belas tahun. waktu Visakha kembali untuk mengambilnya ternyata bah wa Ananda telah menyimpannya di ruang dalam. seperti aturan yang mengharuskan para bhikkhu memakai "baju mandi" kalau mandi. 8. 4. yaitu "Migaramata" yang berart i "Ibu Migara". dan c icit yang semuanya hidup. Karena itu Visakha mengambil keput usan untuk membelinya sendiri dan uangnya digunakan untuk membuat sebuah vihara yang disebut Migaramatupasada di taman sebelah Timur (Pubbarama) Savatthi. yaitu: 1. Beberapa aturan. Meskipun sudah berusia lanjut. Selama hidupnya ia diperkenankan u yang selesai ber-vassa. Setelah selesai bersantap. malamnya Beliau diam di Pubbarama atau sebaliknya. 6. Selama hidupnya ia diperkenankan menjaga bhikkhu sakit. Tetapi kemudian Migara melihat kesalahannya dan merasa meny esal. Selama hidupnya ia diperkenankan datang di Savatthi. Selama hidupnya ia diperkenankan kit. Migara harus mengundang Sang Buddha dan murid-Nya makan siang di ruma hnya. pergi berkeliling mendatangi para bhikkhu dan bhikkhuni untuk me nanyakan kebutuhannya. Setiap hari ia memberi makan kepada lima ratus orang bhikkhu. Selama hidupnya ia diperkenankan yang pergi dari Savatthi. 2. Setelah mendengar khotbah Sang Buddha. tiap putra dan pu tri kembali mempunyai dua puluh orang anak dan tiap cucunya kembali mempunyai du a puluh orang anak. Setiap sore ia datang ke vihara mengunjungi Sang Buddha dan setelah mendengarkan uraian Dhamma. kalau sedang berada di Savatthi. Belakangan. Waktu Sang Buddha dan para murid-Nya tiba. Beliau mempunyai delapan ribu empat ratus dua puluh orang anak. Selama hidupnya ia diperkenankan dak. Migara memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. Visakha mohon dan diberikan delapan "anugerah" oleh Sang Buddha. Suatu hari Visakha mengunjungi Sang Buddha dan sebelum memasuki vihara ia membuk a perhiasan Mahalatapasadhana yang dipakainya. 5. Visakha menolak untuk mengambilnya kembali. dikeluarkan atas sar an Visakha. kalau sian gnya berada di Jetavana. Selama hidupnya ia diperkenankan sakit. Tetapi. Migara lalu menyingkir pergi dan meme rintahkan Visakha untuk melayani-Nya. penduduk Savatthi selalu mengundang Visakha kalau mereka mengadakan pes . Waktu Visakha meninggal dunia pada usia seratus dua puluh ta hun. Selama hidupnya ia diperkenankan khuni. 3. Selama dua puluh tahun terakhir dalam kehidupan Sang Buddha. Sewaktu-waktu ia diutus oleh Sang Buddha untuk mendamaikan perselisihan-perselis ihan yang timbul di antara para bhikkhuni. Visakha sangat terkenal sebagai orang yang dapat membawa keberuntungan. cucu. Migara turut mendengarkan dar i belakang tirai. tetapi memerintahkan untuk menjualnya dan hasilnya digunakan untuk kepe rluan para bhikkhu. 7. ternyata tidak ada orang yang mampu membelinya karen a perhiasan itu memang sangat mahal harganya. Waktu pulang. Oleh kar ena itu. Sekarang Visakha bebas untuk melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan sebagaimana y ang ia kehendaki. Ia mohon maaf kepada Visakha dan permohonan ini diterima oleh Visakha deng an syarat. pelayannya lupa unt uk membawanya. Oleh karena ia memperoleh tingkat Sotapann a atas jasa dari Visakha.ng tuanya di Saketa. untuk memberikan jubah kepada para bhikkh untuk memberi makanan kepada bhikkhu yang untuk memberi makanan kepada para bhikkhu untuk memberi makanan kepada bhikkhu yang untuk memberi makanan kepada mereka yang untuk memberi obat kepada bhikkhu yang sa untuk memberi beras untuk keperluan menda untuk memberi baju mandi kepada para bhik Visakha mempunyai sepuluh orang putra dan sepuluh orang putri.

pada tahun kelima Sang Buddha mendapat Penerangan Agung. Beliau adalah pengasuh-Nya. Visakha diperkirakan lebih muda sedikit dari Anathapindika. apakah mungkin orang itu mencapai tingkat kesucian S otapanna. Vesali. setelah terlebih dulu memotong rambutnya da n memakai jubah kuning. (Menurut Buddhaghosa. Mereka mengikuti dengan berjalan kaki. istri Raja Suddhodana menja di seorang Sotapanna. menikah dengan anak laki-laki dari Anathapindika. waktu itu Putri Pajapati Gotami. karena adik peremp uannya yang bungsu. sebelum akhirnya mereka mencapai Nibbana). Sang Buddha. Waktu itu Putri Pajapati sudah mengambil keputusan untuk menjadi bhikk huni dan menunggu waktu yang tepat untuk mohon ditahbiskan oleh Sang Buddha. Tiga tah un kemudian. Visakha mendapat tempat yang mulia dalam hati mereka yang pernah menge nalnya. tingkah laku yang halus. sehingga waktu ti ba di Vesali kaki mereka luka-luka dan bengkak serta badan penuh debu. Raja Suddhodana mencapai tingkat Arahat setelah mendengarkan khotbah tersebut dan masih dapat menikmati berkah dan kedamaian Nibbana selama tujuh hari sebelum mangkat. oh Bhagava. Bersama-sarna lima ratus w anita muda yang suaminya telah diterima menjadi bhikkhu. ucapan ya ng ramah. Raja Suddh odana sakit keras. Ananda me nemui para wanita tersebut yang sedang menangis di depan pintu dan kemudian mene ruskan permohonan mereka untuk dapat diterima menjadi bhikkhuni. Kemudian Ananda mengubah cara mengemukakannya dan bertanya. Putri Pajapati pergi ke Nigrodharama dan mohon agar mereka semua ditahbiskan menjadi bhikkhuni. ibu tiri-Nya dan yang pernah memberikan-N ya air susu. Sang Buddha diam di Nigrodha rama. Sakadagami. Visakha pun mendapat gelar "Pemimpin da ri para Dayika". Tetapi Putri Pajapati dan lima ratus wanita muda itu tidak putus asa dan mengiku ti perjalanan Sang Buddha ke Vesali. lima ratus orang Sakya yang masih muda ditahbiskan menjadi bhikkhu. datang ke Kapilavatthu dengan terbang melalui udara. bibi Sang Bhagava. di bawah payung kerajaan yang berwarna putih . Kembali Sang Bu ddha menolak sampai tiga kali. Sang Buddh a kembali mengunjungi Kapilavatthu dan memberi nasehat kepada kedua belah pihak untuk tidak menyelesaikan sengketa tersebut dengan berperang. oh Bhagava. "Kalau seorang wanita. Dayika adalah seorang wanita yang menjadi penyokong Sang Buddha ." "Kalau begitu. Setelah sengketa tersebut dapat didamaikan. Waktu inilah yang dianggap tepat oleh Putri Pajapati. Dengan sikapnya yang luhur. Permoho nan ini tiga kali ditolak dan kemudian Sang Buddha meninggalkan Kapilavatthu kem bali ke Vesali. oh Bhagava. ya itu Kala. Visakha bertumimbal lahir di surga Nimmanarati dan menj adi pelayan dari raja dewa Sunimmita. Sang Buddha kemudian memberikan urai an Dhamma yang dikenal sebagai Kalahavivadasutta. yang menjadi perbatasan antara kedua negara. Sang Buddha kemudian memberikan khotbah kepada a yahnya yang berada di tempat tidur. dari kehidupan berkeluarga memasuki kehidupan seorang bhikkhuni dan menjalankan dengan tekun ajaran dan tata tertib yang dite tapkan oleh Sang Tathagata. Raja Suddhodana k elihatannya sudah lemah sekali. Kapilavatthu. Sujata. tetapi sebaiknya s engketa tersebut diselesaikan melalui perundingan. setelah mendengarkan khotbah-khotbah Sang Buddha.ta perayaan lain. Maha Pajapati Gotami Pada tahun kedua setelah mendapat Penerangan Agung. Setelah meninggal dunia." . Ananda. menghormat kepada orang yang lebih tua dan kebaikan hatinya kepada sem ua orang. waktu ibu-Nya sendiri meninggal dunia. Sebagaimana halnya dengan Anathapindika. Kapilavatthu. Beliau mengasuh dan menyusui -Nya dari dadanya sendiri. Setelah mendengar khotbah ters ebut. Karena itu. Anagami atau Arahat?" "Seorang wanita dapat mencapainya. Maha Pajapati Gotami. Sesudah itu Sang Buddha menar ik diri di Nigrodharama. alangkah baiknya wanita itu d apat diterima menjadi bhikkhuni. yang waktu itu berada di balairung Kutagarasalla . Visakha dan Anathapi ndika akan menikmati hidup bahagia di alam surga selama seratus tiga puluh satu kappa. Tidak lama kemudian timbul perselisihan antara negara Sakya dan negara Koliya pe rihal air Sungai Rohini. telah besar pahalanya.

Setiap setengah bulan. Dalam Bhikkhuni Sangha pun terdapat dua orang muri d utama." Kemudian Ananda diberitahukan tentang delapan "aturan keras" tersebut: 1. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar s elama hidupnya. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. 6. 3. kota-kota. seorang calon bhikkhu ni harus mohon ditahbiskan menjadi bhikkhu dari Sangha para bhikkhu dan dari San gha para bhikkhuni. yaitu Khema dan Uppalavanna. Beliau pamit dari Sang Buddha dan m . Maha Pajapati mem beri hormat kepada Sang Buddha dan kemudian berdiri di satu sisi. Dengan gembira Maha Pajapati menerima delapan "aturan keras" tersebut dan kemudi an ditahbiskan menjadi bhikkhuni pertama. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. Seorang bhikkhuni tidak boleh menjalankan vassa di tempat dimana tidak ter dapat seorang bhikkhu. Maha Pajapati bersedia menerima delapan "aturan keras" (Garudham ma). Beliau melatihnya dengan tekun dan tidak lama kemudian m encapai tingkat Arahat. 5. Aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. Seorang bhikkhu tidak boleh dicaci-maki atau dihina dengan cara apa pun ju ga oleh seorang bhikkhuni. Pada satu kesempatan di hadapan Bhikkhu Sangha dan Bhikkhuni Sangha. sebagaimana Sariputta dan Moggallana menja di murid utama dari Bhikkhu Sangha. Selesai menjalankan masa percobaan selama dua tahun. Aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama h idupnya. Seorang bhikkhuni. maka Beliau dapat ditahbiskan. Bimbadevi. Sang Buddha menyatakan bahwa Maha Pajapati adalah pemimpin dari para bhikkhuni yang terkemu ka (Rattaññu). Dan aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. Setelah vassa. yang sewaktu-waktu juga disebut sebagai Rahulamata. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilangg ar selama hidupnya. Sang Bhagava m emberikan uraian Dhamma dan kemudian memberikan kepadanya obyek untuk melakukan meditasi (Kammatthana). Beliau mengetahui bahwa hidupnya di dunia ini sudah tidak lama lagi. Setelah ditahbiskan. Yasodhara (ibu Rahula) dan Rupananda (anak Maha Pajapati) juga turut memasuki Bhikkhuni Sangha. memberi hormat dengan kedu a tangan dirangkapkan di dada kepada seorang bhikkhu yang baru saja ditahbiskan. Ananda. Bhaddakacca adalah yang terkemuka dari mereka yang memiliki kekuatan gaib (Mahabhiññappatta) dan Rupananda adalah yang terkemuka dari mereka yang memili ki kekuatan meditasi (Jhayi). Bimba. dan dicurigai. Dengan demikian berdirilah Bhikkhuni Sangha yang dipimpin oleh Maha Pajapati Got ami dan berkembang terus di desa-desa. harus menyambut dengan sopan. 4. 2. didengar. 8. meskipun sudah ditahbiskan selama seratus tahun. dan bahkan di istana raja-raja . Yasodhara. Seorang bhikkhuni yang melakukan pelanggaran harus menjalani hukuman (mana tta) selama setengah bulan lamanya di Sangha para bhikkhu dan di Sangha para bhi kkhuni. berdiri dari tempat duduknya. Mulai hari ini seorang bhikkhuni dilarang memperingati (menegur) seorang b hikkhu. sebelum ia dapat ditahbiskan menj adi bhikkhuni. sebaliknya seorang bhikkhu tidak dilarang untuk memperingati (menegur) s eorang bhikkhuni. seorang bhikkhuni harus memohon dua hal dari Sangha para bhikkhu. 7. Kemudian sewaktu Maha Pajapati sedang berada di Vesali. seorang bhikkhuni harus mohon kepada Sangha para bhikkhu da n Sangha para bhikkhuni untuk mendapat teguran dan peringatan tentang apa yang d ilihat. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh d ilanggar selama hidupnya. semuanya mencapai tingkat Arahat. Pengikut Maha Pajapati yang berjumlah lima ratus orang juga ditahbiskan menjadi bhikkhuni dan kemudian setelah mendengarkan Nandakovadasutta."Kalau. Setelah itu Ananda pergi menemui Maha Pajapati dan memberitahukan tentang delapa n "aturan keras" tersebut yang harus diterima. yaitu (tanggal dan) hari untuk melakukan latihan dan hari untuk m endapatkan nasehat-nasehat (teguran-teguran).

setelah mandi lantas duduk bermeditasi sela ma satu jam.00 sampai pukul 03. Jadwal Kegiatan Sehari-hari Kegiatan Sang Buddha tiap hari adalah sebagai berikut : Pagi hari (pukul 04. Pukul 06.00) Sang Buddha bangun pukul 04. Siang hari (pukul 12.00-pukul 04.00 pagi.00 pagi.00 pagi.00) Waktu ini biasanya digunakan untuk menjawab pertanyaan dari para bhikkhu.00) Dari pukul 02.00 pagi. maka Beliau s egera mengunjunginya. Dengan demikian Sang Buddha memberikan kegembiraan kepada orang yang bijaksana.00 pagi memakai jubah-Nya dan pergi ke desa atau kota untuk mengumpulka n makanan atau pergi mengunjungi orang yang memerlukan pertolongan Beliau. Kalau ada orang yang minta diterima sebagai murid/pengikut. Sang B uddha tidur satu jam dan bangun pada pukul 04. selama satu jam. mempertinggi pengeta huan orang biasa dan memberi penerangan kepada orang yang sedang dihinggapi kege lapan batin. maka Beliau k eluar dari kamar untuk bertemu dengan ratusan orang yang berkumpul di ruang khot bah (Dhammasala). Pukul 03. Sang B uddha menjawab semua pertanyaan dengan disertai nasehat dan petunjuk mengenai me ditasi. barangkali ada orang yang memerlukan pert olongan-Nya. Di Dhammasala. Kalau pergi bersama-sama dengan mu rid-Nya. mereka merupakan barisan yang panjang karena berjalan satu per satu. Waktu jaga ketiga (pukul 02. Sang Buddha melihat dengan mata dewa ke seluruh dunia.00) Para dewa datang untuk mendengarkan Dhamma yang khusus ditujukan kepada mereka. Beliau selalu memberikan khotbah Dhamma. maka Beliau mentahbiskannya di tempat tersebut. Empat Puluh Lima Tahun Mengajar Dhamma Tahun ke-1 Setelah memperoleh Penerangan Agung. sehingga ti ap orang merasa bahwa khotbah itu ditujukan kepada dirinya.00) Waktu ini para bhikkhu kembali datang untuk mendengar khotbah Dhamma atau untuk bertanya tentang hal-hal yang masih mereka ragukan. Sang Buddha mondar-mandir di luar kamar (me lakukan meditasi berjalan) sambil menghirup udara pagi. barangkali ada orang yang memerlukan Beliau. Kalau Beliau melihat ada yang memerlukan pertolongan. Waktu jaga kedua (pukul 22.00-pukul 22.00-pukul 12. Mereka tidak dapat dilihat dengan mata biasa.00-pukul 02. Dari pukul 05. Pa da waktu Sang Buddha menerima juga undangan makan di rumah seorang umat. Sang Buddha memberikan khotbah dengan cara yang khas. Kalau hari itu tidak ada orang yang memerlukan pertolongan Beliau. Sang Buddha berjalan dari rumah ke rumah dengan mata dit ujukan ke tanah dan menerima makanan apa saja yang dimasukkan ke dalam mangkuk-N ya dengan tidak mengucapkan sesuatu kata pun. Tiba di desa atau kota. Waktu jaga pertama (pukul 18. Kalau mereka pulang.00.00-pukul 18. Sang Buddha menjalankan vassa (istirahat mu .eninggal dunia pada usia seratus dua puluh tahun. maka Sang Buddha beristirahat di kamar-Nya dan deng an mata dewa melihat ke seluruh dunia. Selain para bhikkhu juga uma t biasa banyak yang datang menemui Sang Buddha. Sehabis bersantap.

almarhum Ratu Maya. Tahun ke-6 Ber-vassa di Mankulapabbata (Lereng Mankula). Waktu itu orang yang berkumpul di sekitar Savatthi dan para dewa yang berada di surga Tava timsa dapat melihat satu sama lain dengan jelas. Ciñca adalah seorang wanita cantik yang banyak akalnya. Di Nigrodh arama. Kisahnya adalah sebagai berikut : Para pertapa dari golongan paribbajika merasa sangat terdesak dengan adanya Sang Buddha yang semakin lama semakin masyhur namanya. Pada suatu malam. meskipun sebelumnya Beliau melarang murid-muridNya untuk m emperlihatkan kekuatan gaib di depan umum. tiga puluh "league" dari Savatthi. Waktu itu Raja Suddhodana sakit. Wanita ini dibujuk oleh para pertapa dari golongan paribbajika untuk pura-pura mengunjungi Sang Buddha di vihara Jetavana. selama tiga bulan Sang Buddha ber-v assa di surga tersebut. Ciñca pergi ke vihara Jetavana dan sengaja berjalan di tempat-te mpat yang mudah dilihat oleh khalayak ramai. Sang Buddha mengunjungi Raja di Kapilavatthu dan memberikan khotbah Dhamma kepad a ayah-Nya. Beliau berjalan turun dari surga Tavatimsa melalui tangga yang terb uat dari batu pualam. mereka merencanak an satu tipu muslihat untuk menjatuhkan nama Sang Buddha dengan menggunakan Ciñca sebagai umpan. untuk pertama kalinya Sang Buddha memperlihatkan kekuatan gaib-Nya yang d isebut Yamakapatihariya. Ciñca menjawab bahwa ia tadi malam ti dur bersama-sama Sang Buddha. Pagi harinya ia berjalan meninggalkan vihara dengan jug a dilihat oleh banyak orang. Vesali. Beberapa bulan kemudian dengan berpura-pura hamil (ia mengikat sepotong kayu di bagian perutnya) Ciñca pergi mengunjungi Sang Buddha yang sedang berkhotbah di had apan umat. Ketika itulah Ciñca dengan tiba-tiba membuat onar dengan menuduh Sang B . Karena itu. setelah mendengar khotbah tersebut. yaitu Mukjizat Ganda di bawah pohon Gandamba di Savatthi. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan keluarganya dan orang Sakya la in bahwa Beliau memang benar telah mencapai tingkat Buddha. Tahun ke-7 Sang Buddha mengunjungi surga Tavatimsa. yang hanya dapat dilakukan oleh s eorang Buddha. di Sankassa. berusaha untuk menjatuhkan nama Sang Buddha dengan menggunakan seorang wanita bernama Ciñca-manavika yang melancarkan f itnahan keji terhadap diri Sang Buddha. Sang Buddha bertemu deng an Anathapindika dan menyetujui untuk menjalankan vassa yang akan datang di Sava tthi. berkat kekuatan gaib Sang Buddh a. Waktu itu kemasyhuran Sang Buddha mencapai titik tertinggi dan waktu itu pula go longan pertapa yang merasa terdesak hebat. Tahun ke-4 Sang Buddha ber-vassa di Veluvana. Ketika ditanya. Sangha bhikkhuni di bawah pimpinan Maha Pajapati terbentuk di tahun ini. Hanya Beliau yang boleh memperlihatka n kekuatan gaib di depan umum. Di tahun ini untuk kedua kalinya S ang Buddha memperlihatkan Yamakapatihariya. Tahun ke-3 Atas permintaan Raja Suddhodana.sim hujan) di Isipatana. Ibu-Nya. Dalam perjalanan kembali dari Kapilavatthu ke Rajagaha. yaitu Mukjizat Ganda. Rajagaha. Tahun ke-2 Sang Buddha menjalankan vassa di Veluvana. tetapi murid-muridNya dilarang melakukan hal-hal tersebut. Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu. bersama pa ra dewa lainnya diberi pelajaran Abhidhamma. Akhir vassa. Rajagaha. Raja Suddhodana mencapai tingkat Arahat dan meninggal dunia tujuh hari kemudian. Malam itu ia tidur di emper vihara dekat kamar Sang Buddha. Tahun ke-5 Sang Buddha ber-vassa di Kutagarasala.

Kalau ada yang m enegur ia harus menjawab bahwa ia akan menemui Sang Buddha dan akan bermalam di kamarnya. Tali itu putus dan kayu menimpa jari kaki Ciñca hingga terluka. Mendengar tuduhan itu. didalangi oleh golongan pertapa paribbajika yang masih penasaran. Ketika Sang Buddha kemudian ditanya mengenai peristiwa tersebut. 'Lihat. tetapi ia sebenarnya adalah seorang . Secara senda gurau. sehingga Ananda mengusulkan untuk pindah saj a ke kota lain. Kemudian Beliau mengatakan bahwa dalam tujuh hari persoalan i ni sudah dapat dijernihkan. Di suatu kedai arak. Jadi saat ini Beliau difitnah adalah akibat dari perbuata n-Nya yang tersebut di atas. Besok pagi-pagi sekali ia h arus kembali dan supaya dilihat orang banyak berjalan dari jurusan Jetavana. Waktu Sang Buddha kemudian ditanya. R aja kemudian memerintahkan petugas menangkap para pertapa paribbajika. Pencarian kemudian dilakukan oleh petugas-pe tugas raja dan tidak lama kemudian mereka menemukan mayat Sundari di dekat Gandh akuti (kamar) Sang Buddha. Di depan Raja. Waktu kakinya menginjak tanah di luar pagar vihara . Munali mengeluarkan kata-kata. akhirnya para pertapa ini mengakui semua perbuatan mereka dan menarik kembali tuduhan palsu yang pernah mereka lontarkan terhadap diri Sang Buddha. Setelah Sundari dibunuh. siapa sesungguhnya yang menjadi pembunuh Sundari. Beliau menerangkan bahwa itu adalah akibat dari perbuatan-Nya juga. Tetapi sebenarnya. Te tapi Dewa Sakka menjadi marah sekali. Beb erapa hari kemudian para pertapa tersebut memberi upah kepada beberapa orang baj ingan untuk membunuh Sundari dan menyembunyikan mayatnya di tempat sampah dekat Jetavana. Setelah mayat Sundari ditemukan di dekat Gandhakuti Sang Buddha. sedangkan di dekatnya berjalan seorang wanita. Raja Pasenadi t idak mau menerima begitu saja tuduhan atas diri Sang Buddha. yai tu bahwa dalam salah satu kehidupannya yang lampau. mereka men gakui perbuatan mereka membunuh Sundari atas suruhan para pertapa paribbajika. dan membawa buah-buahan dan beberapa barang lain lagi. Beliau mencerit akan kisah di bawah ini: "Ketika itu Sang Bodhisatta bernama Munali dan terkenal sebagai orang yang senan g berfoya-foya. ia hanya melewati saja kamar Sang Buddha dan pergi bermalam di vihara kaum paribbajika yang berdekatan. Merek a segera ditangkap dan dibawa menghadap Raja Pasenadi. Selama tujuh hari Sang Buddha diam saja di kamar-Nya dan tidak pergi ke kota untuk mengumpulkan makanan.uddha sebagai orang yang tidak bertanggung jawab dan tebal muka karena tidak mau memberi bekal untuk persalinannya. Kisahn ya adalah sebagai berikut: Seorang wanita bernama Sundari dibujuk oleh para pertapa paribbajika untuk mempe rlihatkan diri sedang pergi ke Jetavana dengan berdandan rapi dan memakai wangiwangian. Di kemudian hari terjadi lagi fitnahan yang serupa oleh seorang wanita bernama S undari. "Hal ini kami berterima kasi h kepada bhikkhu-bhikkhu dari suku Sakya!" Akibatnya. mengapa Beliau sampai mendapat fitnahan sepe rti itu. Pada suatu hari ia melihat Surabhi (seorang Pacceka Buddha) seda ng memakai jubahnya di sebelah luar tembok kota. Tetapi Sang Buddha menolak usul tersebut dan mengatakan bahwa me rupakan satu kesalahan besar untuk pergi menyingkir ke tempat lain hanya atas da sar laporan palsu. dengan menangis mereka menghadap Raja Pasenadi untuk me laporkan tentang hilangnya Sundari. seorang penyelidik mendengar beberapa orang yang terlalu ba nyak minum arak sedang bertengkar tentang pembagian upah membunuh Sundari. Raja lalu mengirim banyak petugas ke seluruh penjuru untuk menyelidiki dengan ce rmat. Sang Buddha tidak berkata apa-apa dan hanya diam saja. Beliau memerintahkan seekor tikus untuk me nggigit tali yang mengikat kayu di sekitar perut Ciñca. Dengan menggotong mayat Sundari di atas sebuah usungan. para bhikkhu yang mengumpulkan makanan dihina habis-habisan oleh pend uduk kota. kakinya terus amblas dan seluruh badannya masuk ke tanah untuk kemudian terlah ir di alam neraka. Khalayak ramai lal u menyeretnya ke luar vihara. mereka mengaraknya melew ati jalan-jalan di kota sambil meneriakkan tuduhan. Beliau pernah mencaci-maki s eorang Pacceka Buddha. perta pa ini bukanlah orang yang hidup membujang. Setelah d iperiksa. Ke mudian mereka dijatuhi hukuman sesuai dengan perbuatannya.

Di hutan." Sang Buddha menjawab. Setelah bekerja. Dan sederhana dalam makan dan minum. Sang Buddha bertemu dengan Nakulapita dan istrinya. Yang menarik bajak-Ku menuju pelabuhan yang aman. Tahun ke-9 Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Kosambi.cabul. aku membajak dan menanam bibit. Dan di tempat yang dilalui tak akan ada lagi yang menangis. c ambuk atau sapinya. Tetapi Sang Buddha menolak pemberian tersebut dengan mengatakan bahwa seorang Bu ddha tidak pernah menerima imbalan untuk berkhotbah. Ketika diam di Bhesakalavana dek at Gunung Sumsumara. Siapa saja yang melaksanakan cara membajak seperti ini. pengunjam bajak. Kis ahnya ini adalah sebagai berikut (S. selalu maju dan tak pernah mundur. A ku makan'. Kemauan keras adalah regu penopang beban-Ku. Tahun ke-11 Tahun ini Sang Buddha diam di Desa Ekanala dan mentahbiskan Kasi-bharadvaja. Sang Buddha ber-vassa di hutan Parileyyaka. "Keyakinan adalah bibit-Ku dan hujan adalah tata tertib-Ku Pandangan terang adalah bajak-Ku disertai kayu lengkung yang sesuai. yang di kehidupan lampau pernah menjadi ayah dan ibu-Nya sampai lima ratus kali. dan setelah membajak dan menanam bibit. Tahu malu (hiri) adalah tiang bajak-Ku dan pikiran adalah talinya." "Tetapi kami tidak pernah melihat regu Guru Gotama. Aku makan." Bharadvaja merasa gembira sekali dan segera menghaturkan sebuah mangkuk besar be risi nasi campur susu. Sang Buddha dijaga dan dilayani oleh seekor gajah yang b aik hati. Bha radvaja membuang makanan tersebut ke sungai karena tidak ada orang yang dapat me . Meskipun demikian Guru Gotama masih berani mengatakan bahwa. Buah yang akan dipetik adalah makanan abadi. Waspada dalam perbuatan. aku makan. Itulah cara-Ku membajak. Mer eka semua dimaafkan dan dengan demikian perselisihan itu didamaikan. Karena letih menghadapi perselisihan yang tak mau didamaikan. Aku juga membajak dan menanam bibit. Apakah And a juga membajak dan menanam bibit dan setelah membajak dan menanam bibit lalu ma kan?" "Betul. 'Aku juga membajak dan menanam bibit. Melihat Sang Budd ha.I-171) : Sang Buddha mengunjungi Bharadvaja pada upacara menanam padi dan berdiri di deka t tempat pembagian makanan para petani yang ikut menanam padi. Ketika itu para bhikkhu di Kosambi sudah insyaf dan datang mengunjungi Sang Buddha untuk minta maaf. dan setelah membajak dan menanam bi bit. Sang Buddha pergi ke Savatthi.' Akibat dari ucapan yang salah inilah yang membuat Sang Buddha dalam kehi dupan ini mendapat fitnahan dari Sundari. Sehabis vassa. bajaknya. sebagaimana ia sendiri juga turut bekerja untuk dapat makan hasilnya. Bharadvaja menegur agar Sang Buddha pun harus ikut membajak dan menanam padi . Atas saran Sang Buddha." Tahun ke-8 Tahun ini Beliau berada di wilayah kaum Bhagga. Pemusatan pikiran adalah pengunjam bajak-Ku dan cambuk-Ku. waspada dalam ucapan. Akan terbebas dari penderitaan dan kesedihan. Tahun ke-10 Di tahun ini terjadi perselisihan diantara para bhikkhu di Kosambi. Aku mencabut rumput dengan Kesunyataan menyelesaikan tugas. Percakap an yang menarik itu dapat kita ikuti seperti di bawah ini (S.I-171) : "Pertapa. Adalah apa yang Aku selalu dambakan.

I-10): Ketika itu yakkha Alavaka menghampiri Sang Buddha dan membentak. "Baiklah. Yasodhara. oh Pertapa. terdengar suara gemercak dan api serta asap terlihat d i atas air. Meghiya meras a tertarik sekali dan mohon izin dari Sang Buddha untuk bermeditasi di tempat te rsebut. Di tempat ini Rahula memperoleh upasampada dan menjadi bhikkhu. 5. "Pergilah. tetapi ka rena terus didesak akhirnya Sang Buddha memberi izin juga. Bharadvaja menjadi kagum sekali dan sambil berlutut di kaki Sang Buddha menyatak an dirinya sebagai pengikut Sang Buddha untuk seumur hidup. Tahun ke-12 Ber-vassa di Veranja atas permohonan seorang Brahmana bernama Veranja. tetapi ditolak oleh Sang Buddha. "Baiklah.ncernakan makanan yang pernah dipersembahkan kepada Sang Buddha. Suppabuddha m eninggal dunia." Sang Buddha lalu masuk dan menjawab. sehingga Sang Buddha dan rom bongan-Nya harus makan makanan yang disediakan oleh lima ratus orang pedagang ku da. Daya upaya untuk menyingkirkan pikiran yang tidak baik dan memperoleh piki ran yang baik. seseorang hanya diperkenankan m enjadi bhikkhu apabila telah mencapai usia dua puluh tahun dan Rahula pada waktu itu telah mencapai usia tersebut. Meghiya pergi bermeditasi sendiri di kebun mangga. Nasehat yang baik yang menuju kepada pengekangan hawa nafsu. Ketika it u berjangkit kekurangan makanan di tempat tersebut. Menurut Vinaya. 4. ia menjadi bhikkhu dan berhasil mencapai tingkat kesucian Arahat." Untuk kedua kalinya yakkha Alavaka berkata. Tahun ke-13 Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata dan dilayani oleh seorang bhikk hu bernama Meghiya. Ketika itu Sang Buddha me mberi ia nasehat seperti berikut: Meghiya. Tahun ke-14 Sang Buddha ber-vassa di Jetavanarama. Dalam keadaan mabuk. oh P ertapa!" Sang Buddha berjalan pergi dan berkata. Tahun ke-15 Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu dan tahun itu bekas mertuanya. Kisahnya adalah sebagai berikut ( SN. sebab ia masih mempunyai perasaan dendam bahwa Sang Buddha telah menyia-nyiakan kehidupan anaknya. Tingkah laku yang baik dibimbing oleh sila-sila yang penting sebagai latih an. ketenangan. "Masuklah. sehingg a dengan sangat kecewa ia kembali menemui Sang Buddha. sahabat. "Baiklah. Melihat sebidang kebun mangga di dekat sungai. Ketika makanan itu menyentuh air sungai. Seorang sahabat baik (kalyana mitta). 3. Savatthi. Memperoleh pandangan terang tentang timbul dan lenyapnya kembali benda-ben da. untuk membebaskan pikiran yang belum matang diperlukan lima hal yang be rguna sekali untuk membuat ia matang : 1. Moggallana menawarkan diri untuk menyediakan makanan yang layak dengan mengg unakan kekuatan gaib." . p embebasan. sahabat." Yakkha Alavaka kembali membentak. tetapi tidak lama kemudian ia dihinggapi oleh pikiran penuh hawa nafsu. "Pergilah. dan Nibbana. Tidak lama kemudian. Tahun ke-16 Kejadian penting selama Sang Buddha diam di Alavi di tahun ini adalah penaklukan dari yakkha Alavaka yang menteror kota Alavi. oh Pertapa!" Sang Buddha berjalan pergi dan berkata. Sang Buddha minta ia menunggu kedatangan seorang bhikkhu lain. kemauan tidak baik dan jahat. Suppabuddha tidak mengizinkan Sang Buddha b erjalan di jalanan Kapilavatthu. 2. sahabat. Penerangan Agung.

KESUNYATAAN adalah yang paling manis dari semua rasa. oh Pertapa!" Sang Buddha masuk sambil menjawab. tiba di alam sana (setelah mati). Orang menyeberangi lautan dengan Kewaspadaan." Untuk keempat kalinya yakkha Alavaka berkata." "Masuklah. sahabat." Yakkha bertanya lagi. para Brahma atau di dunia ini dari pertapa. engkau boleh berbuat apa yang engka u kehendaki. Orang mengatasi derita dengan Keuletan. tekun. "Pergilah. "Baiklah. jika ditaati dengan sungguh-sungguh akan membawa kebahagiaan." "Akan kuajukan sebuah pertanyaan. . "Orang menyeberangi arus dengan Keyakinan. "Bagaimanakah orang menyeberangi arus (penjelmaan)? Bagaimanakah orang menyeberangi lautan (tumimbal lahir)? Bagaimanakah orang mengatasi derita? Bagaimanakah orang menyucikan diri?" Sang Buddha menjawab. engkau dapat menga jukan pertanyaan apa saja yang engkau kehendaki. Barang siapa berbuat apa yang benar. Pertapa. oh Pertapa!" Sang Buddha berjalan pergi sambil berkata." Untuk ketiga kalinya yakkha Alavaka berkata. "Pergilah. "Apakah harta termulia bagi seorang manusia dalam dunia ini? Perbuatan manakah yang membawa kebahagiaan? Apakah yang paling manis dari semua rasa? Cara hidup bagaimanakah yang disebut termulia?" Sang Buddha menjawab. "KEYAKINAN merupakan harta termulia bagi manusia dalam dunia ini. oh Pertapa!" Sang Buddha masuk kembali sambil berkata." Yakkha tersebut kemudian bertanya. "Baiklah. "Memiliki keyakinan kepada para Arahat dan Dhamma untuk mencapai Nibbana."Masuklah. Tetapi sahabat. dan penuh perhatian me mperoleh Kebijaksanaan. "Baiklah. sahabat. bagaimanak ah orang tidak usah menyesal?" Sang Buddha menjawab. Dan dengan pengendalian diri orang yang rajin. Aku tidak melihat suatu makhluk pun di dunia termasuk para Mara." "Sahabat. Orang menyucikan dirinya dengan Kebijaksanaan. dan para ma nusia yang sanggup mengacaukan pikiran-Ku atau mencabut jantung-Ku atau memegang kaki-Ku dan melempar Aku ke seberang sungai. oh Pertapa!" Sang Buddha menjawab. "Aku tidak akan pergi. para Brahmana. Apabila Anda tidak dapat menjawab per tanyaanku. sahabat." Yakkha bertanya lagi. "Bagaimanakah orang mencapai Kebijaksanaan? Bagaimanakah orang memperoleh Kekayaan? Bagaimanakah orang memperoleh Kemasyhuran? Bagaimanakah orang mengikat sahabat-sahabat? Setelah meninggalkan alam sini. DHAMMA. Hidup dengan diberkahi KEBIJAKSANAAN disebut hidup yang termulia. dan para dewa. akan kukacaukan pikiranmu atau kucabut jantungmu atau akan kupegang k akimu dan kulemparkan ke seberang sungai.

sebab ketika hidupnya banyak laki-laki yan g tertarik dan mengagumi Sirima. sadar. bahkan diberi dengan cuma-cuma j uga mereka tidak sudi. 174) Ketika Sang Buddha mendengar bahwa gadis itu sakit keras maka dengan melakukan p erjalanan sejauh tiga puluh "league" (1 league = 4. tempat timbunan pikiran. Dimana tak terdapat kekekalan dan kelanggengan. Waktu itu Sang Buddha memujinya d engan mengucapkan syair seperti berikut: "Dunia ini diselubungi kegelapan. sehingga para hadirin yang lain. p engendalian diri. Apakah ada watak lain yang lebih agung dari mencintai hal-hal yang benar. pe ngendalian diri. "Mengapa aku harus bertanya kepada para pertapa dan Brahmana lain? Hari ini aku merasa beruntung dapat mengetahui sesuatu untuk kebaikan diriku di kemudian hari . Dengan sesungguhnya aku mengatakan bahwa Sang Buddha datang ke Alavi untuk keunt unganku. Sang Buddh . Rajagaha. Ayolah! Tanyakan kepada para pertapa lain dan para Brahmana. Badan yang penuh dengan luka." (Dhammapada. Jawabannya mengandung arti filsafat tinggi. kesabaran/dapat memaafkan kesalahan orang lain dan kedermawana n. ia memperoleh Kekayaan. Ternyata tidak seorang pun yang mau membelinya. Juga di tahun ini seorang pelacur terkenal bernama Sirima. dari kota ke kota untuk men ghormat kepada Yang Maha Suci Buddha dan kepada Dhamma Yang Maha Sempurna. tidak akan menyesal setelah mati. Ketika itu Sang Buddha minta kepada Raja untuk mengumumkan siapa diantara yang h adir ingin membeli mayat dari Sirima. kakak dari tabib Jiva ka." Tahun ke-17 Tahun ini Sang Buddha berada di Savatthi. Pada kesempatan itulah Sang Buddha memberikan penerangan kepada khalayak ramai dengan mengucapkan syair seperti berikut : "Lihatlah lukisan ini yang berupa khayalan. kesabaran/dapat memaafkan kesalahan orang lain dan kedermawanan ?" Yakkha menjawab. 147) Sang Buddha kemudian ber-vassa di Veluvanarama. Dalam pertemuan tersebut.Barang siapa bertekad teguh. Tiga tahun yang lampau gadis ini mendengar khotbah Sang Bud dha tentang pentingnya bermeditasi terhadap kematian.564 m). tidak dapat mengerti jawaban gadis tersebut. tetapi mengunjungi Alavi lagi karena m erasa kasihan kepada seorang petani miskin. Sang Buddha mengajukan pertanyaan kepada gadis tersebut dan semua pertanyaan dap at dijawabnya dengan baik.800 atau 5. Hanya sedikit saja yang dapat melihatnya dengan terang. Tempat tumpukan penyakit. yang kemudian menjadi seorang Sotapa nna setelah mendengar khotbah Sang Buddha. Seperti juga burung yang ingin melepaskan diri dari jaring. Tahun ke-18 Di tahun ini Sang Buddha kembali mengunjungi Alavi untuk kepentingan anak peremp uan seorang penenun. Barang siapa suka memberi akan mengikat Sahabat-sahabat. Sang Buddha menghadiri pemakaman Sirima. Hanya sedikit saja yang pergi ke alam bahagia. dirangkai menjadi satu. meninggal dunia. Orang berkeluarga yang memiliki sifat-sifat: mencintai hal-hal yang benar." (Dhammapada. yang tidak memperhatikan khotbah Sang Buddha dengan baik . Hari ini dapat kuketahui pemberian kepada siapa yang dapat membawa paha la terbesar. Mulai hari ini aku akan berkelana dari desa ke desa. Kemasyhuran diperoleh dengan mencintai hal-hal yang benar (sacca).

Tahun ke-20 Di tahun ini Ananda ditunjuk sebagai pembantu tetap Sang Buddha dan selama dua p uluh lima tahun Ananda menjadi pembantu tetap. Bhaggava menjawab. sehingga wak tu meninggal dunia. Kalau ingin me lewati hutan Jalini. Baginda . Meskipun hal ini sangat sulit sekali. jangan lari!" Mereka menggigil dan gemetaran dan tidak dapa t melarikan diri lagi. "Karena ia akan bekerja seorang diri. maka ayahnya mengirirn Ahimsaka ke sebuah sekolah di Takkasila. Sebelum pergi gurunya kembali berpesan. "Ingat." Raja kemudian berkata. Dengan mudah Angulimala membunuh orang-orang tersebut dan memotong jari tangan kanannya. terlebih dulu engkau harus membayar uang sekolah kepadaku. jika engkau memberiku seribu bua h jari tangan kanan manusia. Raja menjadi takut sekali dan keesokan harinya memanggil penasehatnya untuk ditanyakan tentang sebab mengapa semua senjata mengeluarkan cahaya. Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata. "Ia akan bekerja seorang diri. Baginda. Karma itu anak-anak yang lain rnerasa iri hati kepada Ahimsaka. ber empat." Raja Kosala bertanya. "Kalau begitu. "Apakah ia akan merampok seorang diri atau dengan berkawa n?" Bhaggava menjawab. mala = kalung). "Sekarang engkau sudah tamat belajar di sekolah ini. maka kita dengan mudah dapat menangkapnya. "Tetapi. Tahun ke-19 Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata. Sesudah itu ia membuat kalung dari jari-jari tersebut dan mengg antung kalung itu di lehernya Karena kalung dari jari-jari tersebut.a berkunjung ke rumahnya dan masih sempat memberikan uraian Dhamma. Kisahnya adalah sebagai berikut : Angulimala adalah anak seorang penasehat raja negara Kosala. Mereka sedikit demi sedikit menghasut guru mereka. Ayahnya bernama Bha ggava dan ibunya Mantani. gurunya memanggil Ahimsaka dan berk ata." Ketika Ahimsaka mencapai umur untuk bersekolah. semu a senjata di seluruh negeri. anakku itu kelak akan menjadi seorang penyamun. Nama aslinya adalah Ahimsaka. mengapa senjata-senjata itu lalu mengeluarkan cah aya gemerlapan?" "Baginda. berdua. Sekarang Angulimala menjadi seorang pembunuh kejam yang ditakuti." jawab gurunya. Di hutan ia mencegat para pelancong yang lewat. kenapa kita tidak sekarang saja membunuhny a?" Bhaggava menjawab. termasuk yang ada di istana. maka Ahimsaka membawa pedangnya dan pergi ke hutan Jalini di negara Kosala. tetapi sebelum engkau pulang. sehingga akhirnya guru terseb ut juga membenci Ahimsaka. begitu mereka menden gar "Aku Angulimila. terpintar dan juga yang terpatuh dari semua murid di sekolah tersebut. mengeluarkan cahaya ge merlapan. Cukup. Guru?" "Engkau tidak usah membayar dengan uang. para pedagang atau pelancong jalan berkelompok. seorang penyamun yang luar biasa. berdua puluh. bersepuluh. Tetapi. dan bertiga puluh. membunuhnya dan mengambil jari tangan kanannya. Karena ingin mematuhi perintah guru nya. ia kemudian mendapat nama baru sebagai Angulimala (Anguli = jari. gadis itu mencapai Sotapatti phala. Ahi msaka berjanji kepada gurunya untuk melaksanakan apa yang diminta oleh gurunya." "Berapakah yang harus kubayar. Setelah selesai belajar di sekolah tersebut. Karena itu tidak ada lagi orang yang berani lewa . Ahimsaka merupakan murid yang terkuat. Di tahun ini pula Sang Buddha menaklukkan seorang penyamun ganas bernama Angulim ala. namun sebagai murid yang sangat patuh." Kembali Raja bertanya. jangan membawa dua buah jari tan gan dari orang yang sama." Sampai hari itu Ahimsaka belum pernah menyakiti orang lain dan karena itu ia tid ak tahu bagaimana harus memotong jari orang. "Istriku baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki. Hari ia dilahirkan. yaitu sampai saat Sang Buddha man gkat di Kusinara.

buas. "Baik juga pertapa ini berdiri di depan ibuku. sebaiknya Anda jangan pergi ke hutan itu. Karena itu. meskipun dulu aku ber lari-lari menangkap gajah. Ia berpikir. Tetapi Sang Buddha hanya terseny um.t hutan tersebut." Pagi hari itu. Apalagi ia mencintai anaknya lebih dari dirinya sendiri." Mereka menasehati Sang Buddha sampai tiga kali. I bunya. tetapi membunuh pertapa ini dan memotong jari tangannya. Ketika itu ibu Angulimala sudah terlebih dulu memasuki hutan. "Sekarang. aku akan membunuhnya . "Bhikkhu. sebagaimana biasa. sungguh mengherankan. Ia berka ta kepada suaminya. kuda. rusa atau binatang lainnya." Kemudian ia berjalan pergi ke hutan dengan membawa bekal makanan seperlunya. Sang Buddha melihat ke seluruh penjuru dunia u ntuk mencari orang yang mungkin dapat ditolong-Nya dalam bidang kerohanian. masih kekurangan satu orang lagi yang akan dijadikan korban. Karena itu. ia masih harus membunuh seorang lagi untuk memenuhi permintaan g urunya berupa seribu buah jari tangan kanan manusia. Ia datang seorang diri. Kembalilah s ekarang juga ke tempat darimana Anda datang. mendengar tentang persiapan yang dilakukan Raja Kosala. mungkin aku pun akan dibunuhnya. Tetapi bag aimanapun juga. tetapi meskipun badannya penuh dengan keringat ia tetap tak dapat menyentuh badan Sang Buddha yang sedang berjalan dengan tenang. Ia pikir. sebaiknya Anda jangan berjalan terus. berusaha mencegahNya dengan mengatakan. Berbulan-bulan lamanya ia berada di hutan tanpa memperoleh cukup makan. Ia telah membunuh ratusan orang. "Tidak pernah aku seletih ini. dan pakaian yang bersih. dengan membawa mangkuk-Nya Sang Buddha b erjalan menuju ke hutan tempat Angulimala bersembunyi menunggu mangsanya yang te rakhir. Aku memang kasihan kepadanya. Aneh sekali aku tak dapat mengejar pertapa in . Ia berpikir. Penduduk desa yang melihat Sang Buddha berjalan menuju hutan. Banyak orang y ang sudah meninggalkan rumah dan desanya. yang meskipun sudah jemu dengan perbuatan membunuh dan ingin kembali menjadi orang yang baik. sebab siapa tahu mungkin saja hari ini ia akan data ng ke tempat ini. A ku tidak mau mati percuma. Dengan demikian aku tidak usah membunuh ibuku. sedangkan kami sendiri hari ini juga a kan meninggalkan tempat ini." Tetapi ibunya adalah seorang wanita yang halus budi pekertinya dan mempunyai hat i yang baik. mandi. Angulimala berpikir. sehingga semua sendi-sendinya merasa sakit sekali dan tidak kuat lagi untuk berlari. Ketika itu Angulimila sudah membunuh 999 orang. Sang Buddha lalu bertekad untuk menolong Angulimala. ia berlari mendekati Sang Buddha. kereta perang. Sekarang Raja sedang membuat persiapan untuk menangkap dan membunuhnya. Aku tidak akan mengganggunya. Karena itu. Tiba-tiba Sang Buddha berdi ri di antara Angulimala dan ibunya. B adannya sudah berbau busuk. Teta pi sekarang. Ia benci sekali dengan hidup seperti itu. memotong jari tangannya untuk mencukupi jumlah seribu yang diminta guruku. Dan korban yang terakhir ini justru adalah ibu nya sendiri. "Alangkah kasihannya wanita ini. meskipun ibuku sendiri yang datang. Angulimala berlari-lari untuk menyergap dan membunuh Sang Bud dha. Raja Kosala mempersiapkan tentara yang untuk menangkap Angulimala. Ap akah kamu tidak dapat pergi menemui anak kita dan membujuknya supaya berhenti me mbunuh?" "Istriku tercinta. ibun ya dan juga khalayak ramai. Keti ka itu Sang Buddha melihat Angulimala. Manyani. tidur. Ia adalah ora ng yang kejam. Angulimala kemudian menja di letih. Di sana bersembunyi seorang penyamun yang bernama Angulimala. "Aku harus pergi seorang diri ke hutan untuk menyelamatkan anakku." Dengan pedang terhunus. dan jahat. Sang Buddha berjalan s aja dengan tenang. Ia juga pasti akan membunuh Anda. Angulimala kemudian memindahkan tempat kerjanya dan di tempat yang baru ia kemba li mencegat dan membunuh orang yang lewat. mengucapkan terima kasih dan melanjutkan perjalanan-Nya memasuki hutan. Angulimala melihat ibunya datang dan berpikir. anak itu sekarang sudah terlalu ganas." Ia menghunus pedangnya dan berlari mendekati ibunya. Karena merasa kasihan. Ia mungkin sudah berub ah seluruhnya dan kalau aku pergi menemuinya. "Anak kita yang tercinta sekarang telah menjadi seorang pemb unuh. tetapi apa yang dapat aku lakukan? Aku harus memegang janjiku dan membunuhnya.

Angulimala k emudian mencapai tingkat Arahat. Ibu Angulimala yang menyaksikan seluruh peristiwa ini dari dekat. Sang Buddha kemudian memberitahukan Angulimala agar j angan mempunyai rasa dendam dan harus menganggap kejadian ini sebagai hukuman at as kejahatan yang pernah ia lakukan. "Aku berhenti. berhenti Bhikkhu!" Sang Buddha menjawab. Tetapi dicegah oleh Sang Buddha. apakah yang Baginda akan la kukan?" Raja Kosala menjawab. Suatu hari ketika sedang mengumpulkan makanan." Kemudian ia berteriak. "Kalau demikian halnya. "Hai berhenti. Ada seorang penyamun yang ganas sekali di kerajaanku. "Seor ang bhikkhu tidak boleh bohong. Angulimala. Ketika Angulimala memasu ki ruangan. "Oh." jawab Raja Kosala. Baginda Yang Agung. merasa kagum sekali kepada Sang Buddha. Yang Mulia. terlebih dulu da tang mengunjungi Sang Buddha untuk mohon restu Beliau. "Oh. Tetapi kamu tidak mempunyai betas kasih terhadap makhluk hidup. Tentu ada m aksud tertentu dalam ucapan tersebut.i. setelah terlebih dulu dibacakan kali mat-kalimat: "Yatoham bhagini ariyaya Jatiya jato Nabhijanami sañcicca Panam jivita voropeta Tena saccena sotthi te Hotu sotthi gabbhassa. apakah Baginda mendapat kesukaran ? Apakah Raja Bimbisara menyatakan perang kepada Anda atau Pangeran dari Licchav i atau mungkin dari kerajaan lain?" "Bukan. aku akan berlutut di hadapannya. Bhikkhu ini. Sang Buddha member inya petunjuk untuk memberi wanita itu air. Umpamanya Baginda melihat Ang ulimala sekarang sudah bercukur gundul. memakai jubah kuning. Baginda Yang Agung. sebelum memasuki hutan untuk menangkap Angulimala. Angulimala diserang oleh orang-or ang yang sedang berkelahi. Dikisahkan sewaktu Angulimala sudah mencapai ti ngkat Arahat. Raja Kosala. semua prajurit Raja melarikan diri. Setelah berlatih dengan tekun. Namany a Angulimala. Karena itu Aku berhenti dan kamu tidak berhenti. "Bagaimana Anda mengatakan berhenti." Angulimala rupanya sangat terkesan dengan syair yang diucapkan Sang Buddha. Di vihara i a ditahbiskan menjadi bhikkhu. mengatakan bahwa ia berhenti." Kemudian ia bertanya kepada Sang Buddha. Angulimala! Tetapi. sehingga ia berkeinginan menolong w anita tersebut. Ia datang berkunjung deng an membawa lima ratus orang prajurit berkuda. meninggalkan kehid upan sebagai seorang penyamun dan berhenti membunuh. Sang Buddha memberi berkah dan kemudian mengajaknya pergi ke vihara. pa dahal Anda berlari lebih cepat dari aku?" Sang Buddha mengucapkan syair seperti di bawah ini : "Sebagaimana biasa. Karena Aku berbelas kasih terhadap semua makhluk hidup. Ia m embuang pedangnya dan berlutut di hadapan Sang Buddha. Aku sekarang memang sangat letih. Sang Buddha bertanya. apakah engkau sendiri b erhenti?" Angulimala tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Sang Buddha dan berpikir. yang dalam waktu demiki an singkat dapat menaklukkan Angulimala dan mengubahnya menjadi orang baik. Sewaktu ia menceritakan peristiwa tersebut kepada Sang Buddha da n menanyakan cara untuk menolong penderitaan wanita tersebut. meskipun berjalan lebih cepat dari aku." Kemudian Sang Buddha memanggil Angulimala untuk keluar. ia mendengar seorang wanita sedang merintih-rintih kesakitan waktu hendak bersalin. Aku hendak menangkapnya. Aku berhenti. Setelah itu Sang Buddha memberikan khotbah Dhamma. Sang Buddha lalu berkata. Hal ini menggugah hatinya." Yang berarti: .

Devadatta mohon kepada S ang Buddha agar Sang Buddha menunjuknya sebagai Ketua Sangha. Devadatta ditahbiskan menjadi bhikkhu bersama-sama dengan Ananda. adik dari Raja Suddho dana. "Ak . Satu hal pasti yang dapat ditemukan dalam sutta-sutta ialah tentang mangkatnya R aja Bimbisara. karena kelak sebelum wakt unya. Anuruddha dan Upali di Anupiya. Kisahnya adalah sebagai berikut : Devadatta adalah anak dari Pangeran Suppabuddha dan Amita."Saudari. Savatthi. pada tahun ketiga setelah memperoleh Pene rangan Agung. sehingga Beliau sangat men ghormat pada Devadatta. semoga Anda Dan bayi dalam kandungan selamat. Rajagaha. Saudara perempuannya bernama Yasodhara atau Bhaddakaccana dan menikah deng an Pangeran Siddhattha. Devadatta mendapat tempat terhormat dal am Sangha. Atas permohonan itu Sang Buddha menjawab. Keja dian ini menggembirakan sekali hati Devadatta. Tahun itu Sang Buddha ber-vassa di Veluvanarama. setelah diberi air tersebut. Ajatasattu mengunjungi Devadatta dengan diiringi lima ratus kereta. Bhagu. Untuk beberapa waktu lamanya. di hadapan pertemuan para bhikkhu. Tahun ke-21 sampai dengan tahun ke-44 Selama tahun-tahun tersebut di atas. di samping memberikan lima ratus piring makanan setiap hari. Pada vassa berikutnya. Sampai hari ini kalimat-kalimat tersebut dikenal sebagai Angulimala-sutt a dan dipakai untuk membuat air guna memudahkan persalinan. Demikianlah kisah mengenai Angulimala. K etika itulah Devadatta dengan paksa ingin mengambil alih pimpinan Sangha dari Sa ng Buddha. tidak dapat dipastikan secara berurutan. Ia bersalin rupa menj adi anak kecil dengan memakai kalung dari beberapa ekor ular. Pertama ia mencoba untuk mempengaruhi Pangeran Ajatasattu. yang bertumimbal lahir sebagai Manomayakayikadeva. sedangkan vassa ke-44 dijalankan di Beluva. sejak dilahirkan sebagai seorang Ariya Aku tidak ingat dengan sengaja Membunuh suatu makhluk hidup Dengan pernyataan yang benar ini. Bhaddiya. Kemudian an ak kecil itu lenyap dan Devadatta berdiri di depan Ajatasattu. sewaktu Sang Buddha dalam perjalanan dari Kapilavatthu menuju ke Rajagaha. Penaklukan Angulimala sering kali dicatat sebagai satu dari sekian banyak perbua tan Sang Buddha yang menolong manusia karena rasa belas kasih yang sangat besar terhadap umat manusia. Mogg allana menceritakan hal tersebut kepada Sang Buddha. Tetapi di kemudian hari. sehingga membuat Ajatasattu ketakutan. Kisah ini pun dapat dipakai sebagai contoh untuk membuktikan bahwa kamma (perbua tan) baik yang orang lakukan dapat memusnahkan kamma buruk yang pernah ia lakuka n. bahkan Sang Buddha sendiri pernah memujinya sebagai orang yang mempun yai kekuatan gaib yang tinggi. men getahui niat jahat Devadatta tersebut dan memberitahukan kepada Moggallana. Tiap pagi dan petang hari. tetapi Sang Buddha menjawab bahwa persoalan itu tidak perlu dibicarakan sekarang. sehingga timbul niat jahatnya unt uk mengambil alih kedudukan Sang Buddha sebagai Ketua Sangha. Devadatta mempunyai maks ud yang tidak baik terhadap Sang Buddha karena ia merasa iri atas kemasyhuran Sa ng Buddha. yaitu k ekuatan gaib tertinggi yang dapat dicapai oleh orang yang belum mencapai tingkat kesucian. Seorang murid Moggallana. berhubung Sang Bud dha sekarang sudah lanjut usianya. s ebuah desa kecil yang mungkin terletak di dekat Vesali. te mpat-tempat mana yang telah dikunjungi oleh Sang Buddha dan dimana Sang Buddha b er-vassa. Devadatta akan membocorkannya sendiri. wanita itu segera bersalin dengan s elamat. Tidak lama kemudian. Tetapi dapat diketahui bahwa delapan belas vassa dijalankan di Jetavanarama dan lima vassa di Pubbarama. Devadatta berhasil memperoleh Puthujjanika-iddhi. yang kemudian menjadi Buddha. Peristiwa tersebu t memberi kesan yang dalam sekali di hati Ajatasattu. delapan tahun sebelum Sang Buddha sendiri mencapai Parinibbana. Tiba-tiba ia jatuh di atas pangkuan Ajatasattu. Kimbila ." Dan benar saja.

yaitu tempat tabib Jivaka untuk mendapa t pengobatan seperlunya. peman ah tersebut demikian terpesona dengan keagungan Sang Buddha. Setelah ketiga usahanya gagal semua. seorang yang hina-dina. meskipun terlebih dulu telah dipesan dan diperingati deng an keras oleh Sang Buddha untuk tidak berbuat apa-apa. Sang Buddha lalu memberikan urai an Dhamma kepada para pemanah tersebut. siang dan malam para murid-Nya me njaga tempat tinggal Sang Buddha. pecahan batu tersebut masih dapat melukai kaki Sang Buddha. Namun Sang Budd ha menolak untuk membatalkan perjalanan-Nya.u tidak akan mengalihkan Pimpinan Sangha kepada Sariputta atau Moggallana. Meskipun demikian. maka mustahil Aku akan mengalihkannya kepada engkau. seda ngkan ia sendiri akan membunuh Sang Buddha. Setelah kejadian ini. 4. Pada waktu itulah Ajatasattu dihasut oleh Devadatta untuk membunuh ayahnya." Devadat ta merasa tersinggung sekali dikatakan sebagai orang yang hina-dina. Ananda lari ke depan dan menempatkan dirinya antara Sang Buddha dan gajah dengan maksud untuk melindungi dan menjadi tameng d ari Guru Junjungannya. Devadatta lalu membujuk seorang pawang gajah unt uk melepaskan seekor gajah (yang terlebih dulu dibuat mabuk dengan memberinya mi numan arak) di jalan yang akan dilalui Sang Buddha. Dengan cepat berita ini tersiar dan Sang Buddha pun diberi tahu. kecuali "tidur di bawah pohon" selama musim hujan. semua bhikkhu harus tidur di bawah pohon dan tidak boleh tidur d i dalam rumah. Sang Buddha memberikan uraian Dhamma kepada orang tersebut dan kemudian menyuruh nya pulang dengan mengambil jalan tertentu. kemudian satu per satu meninggalkan tempat penjagaannya. Sang Buddha menjawab bahwa para bhikkhu yang ingin mengikuti peraturan tersebut boleh melakukannya. Hanya dengan menggunakan "iddhi". Mereka semua datang ke tempat Sang Buddha. Tetapi Sang Buddha menerangkan bahwa hal terse but tidak perlu. Tiba-tiba du a tonggak besar muncul dari dalam tanah untuk menahan jatuhnya batu tersebut. Para pemanah istana tersebut ditempatkan di berbagai tempat dan diatur sedemikan rupa. ia mendorong sebuah batu besar yang dimaksudkan untuk menimpa mati Sang Buddha. Pemanah yang pertama pergi melapor kepad a Devadatta dan mengatakan bahwa ia tidak sanggup membunuh Sang Buddha. Semua bhikkhu dilarang keras makan daging dan ikan. 2. s ehingga pemanah tersebut membuang panahnya dan mengaku kepada Sang Buddha. Suatu har i. Devadatta kemudian berusaha untuk memecah b elah Sangha. apa y ang sebenarnya menjadi tugasnya. Sewaktu mereka sudah berkumpul. sehingga akhirnya tidak ada seorang pun yang masih hidup untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Semua bhikkhu tidak boleh menerima undangan makan di rumah umat. karena S ang Buddha mempunyai kekuatan gaib yang luar biasa tingginya. tetapi me reka hanya boleh makan makanan yang diperoleh dengan jalan minta-minta. Kawan-kawannya yang letih menunggu. sehingga seluruh ba dannya menjadi kaku. Ia minta kepada Sang Buddha untuk menyetujui bahwa semua bhikkhu ha rus mentaati peraturan seperti di bawah ini: 1. Tetapi Be . Sang Buddha menegurnya dengan kata-kata yang ramah-tamah. Semua bhikkhu harus tinggal di hutan. 3. Sang Buddha berhasil berada di depa n Ananda dan dengan pancaran cinta kasih dapat menjinakkan kembali gajah tersebu t. Tetapi. 5. Gajah itu besar dan buas dan terkenal dengan nama Nalagiri. Devadatta lalu mengambil keputusan untuk membunuh sendiri Sang Buddha. sewaktu Sang Buddha sedang berjalan di lereng Gunung Gijjhakuta. Di hutan. karena tertarik oleh kekuatan gaib da ri Sang Buddha. saat Sang Buddha mendekati pemanah pertama yang harus membunuhnya. berhubung tidak ada seorang pun di dunia ini yang mampu membunu h seorang Buddha. S ang Buddha kemudian diusung ke Ambavana. Setelah usahanya kembali gagal. yaitu dengan membuat bumi mengerut. Sewaktu gajah mabuk tersebut dilepa s dan memburu ke arah Sang Buddha. Ajatasattu menyetujui dan memerintahkan beberapa orang pemanah istana untuk memb antu Devadatta membunuh Sang Buddha. Semua bhikkhu harus memakai jubah dari kain bekas pembungkus mayat dan tid ak boleh menerima persembahan jubah dari umat.

Ia masuk ke neraka Avici dan akan berada di alam tersebut selama seratus ribu ka ppa untuk kemudian lahir kembali ke dunia dan menjadi seorang Pacceka Buddha.liau menolak untuk membuat peraturan ini berlaku bagi semua bhikkhu. Devadatta berhasil membuj uk lima ratus orang bhikkhu yang baru ditahbiskan untuk menyertainya pergi ke Ga yasisa. Kemudian aku berhenti di pinggi r jalan dan mencari tempat duduk di bawah pohon yang rindang. Sewaktu turun dari usungan dan kakinya menyentuh tanah. Ketika berita ini disampaikan kepada Sang Buddha. Tahun ke-45 Di tahun ini Sang Buddha mangkat dan mencapai Parinibbana di Kusinara pada saat purnama sidhi di bulan Vaisak (Mei) sebelum waktu ber-vassa. Waktu tiba di dekat Jetavanna. B. Penolakan ini membuat Devadatta gembira karena sekarang ia mempunyai alasan untu k menyebarluaskan berita bahwa Sang Buddha dan murid-murid-Nya masih terlalu ter ikat kepada kemewahan dan kehidupan yang serba cukup. Sariputta berkhotbah di depan para bhikkhu dan menerangkan bahwa De vadatta sekarang sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Sang Buddha. Devadatta muntah darah dan kemudian sakit keras selam a sembilan bulan. ia minta murid-muridnya membawa ia menghadap Sang Buddha. Devadatta minta Sariputta untuk meneruskan khotbahnya. ia masih sempat menyatakan bahwa ia hanya mencari perlindungan kepada Sang Buddh a. Beliau mengatakan bahwa hal it u tidaklah mungkin dalam kehidupan ini. Ketika ia hampir hilang masuk ke dalam tanah. Sang Buddha kemudian memerintahkan Sariputta dan Moggallana pergi ke Gayasisa un tuk bicara dengan para bhikkhu yang terkena bujukan. Mendengar berita tersebut. Ketika Sariputta dan Moggallana tiba di Gayasisa. BAB V HARI-HARI TERAKHIR Maha Parinibbana Suttanta (D. lima ratus orang bhikkhu tersebut bersedia kembali kepada Sang Buddha dan meninggalkan Devadatta bersama-sama Sariputta dan Moggallana. mereka diterima dengan gembira oleh Devadatta. sedangkan ia sendiri pergi tidur. yaitu semacam bunga yang hanya dapat ditemukan.V) Ayasma Maha Kassapa bercerita kepada para bhikkhu : "Pada suatu waktu aku bersama-sama dengan kira-kira lima ratus bhikkhu sedang be rada dalam perjalanan dari Pava menuju Kusinara. sebab Devadatta mengira bahwa Sariputta dan Moggallana berdua j uga ingin bergabung dengannya. namun Devadatta memberitahukan Ananda bahwa ia akan mengadakan pertemua n uposatha tersendiri tanpa dihadiri oleh Sang Buddha." Pada waktu itu lewat di depanku seorang pertapa "tak berpakaian" dengan membawa bunga Pohon Karang.D. Waktu merasa sudah letih seka li. Sewaktu Devadatta mengetahui bahwa ia tidak lama lagi dapat hidup di dunia ini. Pengik ut Devadatta yang setia. tanah itu membuka dan ia terjerumus masuk ke dalam tanah. bila terjadi . membangunkan Devadatta dari tidurnya dan menc eritakan apa yang telah terjadi.II-16) CULLAVAGGA XI (Vin. Meskipun sudah diperingati oleh Sang Buddha tentang akibat yang menyedihkan untuk orang yang memecah belah Sangha. ia minta rombongannya berhenti sebentar karena ia ingin membersihkan badan terlebih dulu di sebuah telaga yang terdapat di pinggir jalan. Malam itu Devadatta berkhotbah sampai larut malam. Devadatta dibawa dengan sebuah usungan. Pada akhir khotbahnya. Diantaranya terdapat bhikkhuni Thullananda yang terus-menerus memuji Devadatta d an seorang dari suku Sakya bernama Dandapani. II. Kokalika.

Oleh karena itulah aku dapat memperoleh bunga Mandarava (Poho n Karang) ini." Kemudian dijawab. maka aku harap Sangha diam dan kepada mereka yang berkeberatan aku persilakan untuk bicara. Setelah itu timbul pertanyaan. har ap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan. oleh Sangha telah disetujui untuk membacakan Dham . sebelum mereka yang ber bicara tentang yang "bukan Vinaya" menjadi kuat dan mereka yang berbicara tentan g Vinaya menjadi lemah. dengan penuh kesadaran dan pikiran terpusat. "Segala sesuatu yang terdiri dari paduan unsur-u nsur adalah tidak kekal. meskipun Bhikkhu Ananda masih seor ang siswa. tidak diperkenankan u ntuk berada di Rajagaha?" Ayasma Maha Kassapa lalu berkata kepada Sangha. "Bhante. Avuso." Kemudian Ayasma Maha Kassapa memilih 499 orang bhikkhu. tetapi ia sudah tidak mungkin lagi melakukan hal-hal yang salah karen a dorongan keinginan rendah. Selain itu Bhikkhu Ananda memahami Dhamma dan Vinaya dengan seksama d i bawah asuhan langsung Sang Bhagava. nafsu-nafsu yang menggelapkan batin dan ketakutan. kita telah dikekang oleh Beliau dengan mengatakan. sebelum apa yang "bukan Dhamma" mendapat angin dan berkembang. kebencian. 'Ini boleh kamu lakukan. yang telah ditahbisk an pada usia lanjut. "Di manakah akan diadakan pembacaan Dhamma dan Vi naya?" Kemudian diusulkan oleh beberapa orang bhikkhu "Di Rajagaha terdapat banyak umat yang bersedia memberikan makanan dan tempat penginapan pun jumlahnya berlebih-l ebihan. aku mengenal Guru Anda. "Apakah Anda kenal Guru k ami?" Ia menjawab. sebelum mereka yang berbicara tentang yang "bukan Dhamma" menjadi kuat dan mereka yang berbicara tentang Dhamma menjadi lemah. janganlah meratap! Sekarang kita telah terbebas dari Pertapa Tua itu. "Cukup. Subhadda kemudian turut bicara. Avuso. dan Vinaya akan terdesak. janganlah meratap! Bukank ah sejak semula Sang Bhagava menerangkan bahwa segala sesuatu yang disenangi dan dicintai suatu ketika pasti akan berubah dan akan berpisah darimu? Apa yang tim bul karena suatu sebab. tetapi Beliau telah mangkat s eminggu yang lalu. pada waktu kelima rat us bhikkhu tersebut membacakan Dhamma dan Vinaya di Rajagaha agar jangan ada bhi kkhu lain yang bervassa di Rajagaha. yang semuanya telah menc apai tingkat Arahat. Kalau sekiranya Sangha menyetujui. maka para bhikkhu yang masih belum terbebas dari hawa nafsu.peristiwa penting. merenung. Su dah terlalu lama. Para Bhante yang terhormat. terdiri dari paduan unsur-unsur dan dikodratkan akan lapuk. Sangha sedang mempertimbangkan untuk menyetujui kelima ratus bhikkhu ini membicarakan Dhamma dan Vinaya sewaktu merek a bervassa di Rajagaha. kita akan membacakan Dhamma dan Vinaya." Dengan demikian Bhikkhu Ananda pun terpilih. Avuso. 'Semoga itu ta k akan berubah dan hancur kembali!" Pada waktu itu hadir pula seorang bhikkhu bernama Subhadda. harap Bhante memilih bhikkhu-bhikkhu y ang akan membacakannya. Kelima ratus bhikkhu tersebut. Lalu aku menyapa pertapa tersebut. Kalau Sangha menyetujuinya. Setelah itu seorang bhikkhu berkata. itu tidak boleh kamu lakukan!' Sekarang kita dapat berbuat sesuka hati kita dan kita tidak usah melakukan hal-hal yang kita tidak senangi. bagaimana engkau masih menginginkan. "Cukup. janganlah bersedih. "Kalau demikian halnya. Bagaimana kalau waktu bervassa di Rajagaha kita membacakan Dhamma dan Vi naya." Mendengar berita tersebut. Avuso. janganlah be rsedih. menjadi seorang makhluk. sebelum apa yang "bukan Vinaya" mendapat angin dan berkembang. beberapa orang lagi berguling-gulingan di atas tanah dan menangis sambil meratap. Karena itu aku mengusulkan agar Bhikkhu An anda pun diikutsertakan. "Terlalu cepat San g Bhagava memasuki parinibbana! Terlalu cepat Yang Terbahagia memasuki parinibba na! Terlalu cepat Sang Mata Dunia lenyap dari pandangan kami!" Tetapi para bhikkhu yang telah terbebas dari hawa nafsu. Mana mungkin hal ini tak akan terjadi?" Tetapi aku berkata. Kalau Sangha menganggap baik m aka Sangha dapat memberi persetujuan agar kelima ratus bhikkhu ini membacakan Dh amma dan Vinaya pada waktu mereka bervassa di Rajagaha. dan Dhamma akan terdesak. "Para Bhante yang terhormat." Lalu aku berkata. "Benar. dan bhikkhu-bhikkhu lain selama vassa (musim hujan). "Mari. mengangkat tangan mereka dan menangis tersedu-sedu. Dan selama vassa itu jan gan ada bhikkhu lain yang bervassa di Rajagaha. Inilah usulku.

" "Mengenai siapa?" "Mengenai Bhikkhu Dhaniya. Bhante. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan. Bhikkhu Upali. "Kemudian. Kalau Sangha menganggap baik. sebagai seorang siswa.. Setibanya di Rajagaha mereka melihat banyak kayu-kayu yang patah serta lapuk di tempat mereka menginap." Lalu dijawab oleh Bhikkhu Upali. Sebenarnya. aku dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai Vinaya yang akan diajukan oleh Ayasma Maha Kassap a. "Para Bhante yang terhormat.." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. Ia lalu memiringkan tubuhnya. Bhante. Bhikkhu Ananda sedang merenung." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. Kemudi an pertemuan dibuka oleh Ayasma Maha Kassapa. selama bulan pertama kita akan memperbaiki bagian-bagian yang patah serta lapuk dan kemudian baru membaca kan Dhamma dan Vinaya." . Kemudian ditanyakan tentang apa yang d ianggap sebagai pelanggaran dan apa yang dianggap sebagai bukan pelanggaran." Kemudian Ayasma Maha Kassapa bertanya. anak seorang pembuat jambangan tanah. pada saat itu dengan tiba-tiba batinnya tela h bersih dari kekotoran batin dan Bhikkhu Ananda mencapai tingkat Arahat." Kemudian kelima ratus bhikkhu tersebut berangkat menuju Rajagaha untuk membacaka n Dhamma dan Vinaya. Begitulah apa yang kumengerti. Bhikkhu Upali." "Mengenai siapa?" "Mengenai beberapa bhikkhu. Kalau Sangha menganggap baik. harap Sangha mende ngarkan apa yang akan ucapkan. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang pertama?" "Di Vesali. Dan setelah merasa amat letih. Bhante. "Besok kita akan berkumpul.ma dan Vinaya sewaktu mereka bervassa di Rajagaha dan juga telah disetujui agar jangan ada bhikkhu lain yang bervassa di Rajagaha. aku tidak layak menghadiri pertemuan itu." "Tentang persoalan apa?" "Tentang manusia. karena tidak ada yang bicara. "Kemudian. Besok akan dimulai pembacaan Dhamma dan Vinaya. Mari. tetapi sebelum kepalanya menyentuh kasur dan kakinya sudah terangkat dari tanah." "Tentang persoalan apa?" "Tentang hubungan kelamin. "Para Bhante yang terhormat. ak u akan mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Bhikkhu Upali mengenai Vina ya. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat. selanjutnya ditanyakan tentang apa yang dite tapkan dan apa yang kemudian ditambahkan. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang kedua?" "Di Rajagaha. ." "Tentang persoalan apa?" "Tentang mengambil sesuatu yang tidak diberikan. "Memperbaiki bagian-bagian bangunan yan g patah serta lapuk dipujikan oleh Sang Bhagava. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat. Bhikkhu Ananda ingin membaringkan dirinya di atas ka sur. Mereka berpikir. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang ketiga?" "Di Vesali. Kemudian di bulan pertama mereka sibuk memperbaiki bagian-bagian yang rusak dan mengganti kayu-kayu yang patah serta lapuk dengan yang baik. "Bhikkhu Upali." "Mengenai siapa?" "Mengenai Bhikkhu Sudinna dari Desa Kalandaka." Setelah itu Bhikkhu An anda giat melatih meditasi dengan obyek badan jasmaninya sampai larut malam.

di tempat peristirahatan Raja di Ambalatthika antara Rajagaha dan Nalan da. Bhikkhu Upali. ." Lalu dijawab oleh Bhikkhu Ananda. Kalau Sangha menganggap baik. aku akan menja wab pertanyaan-pertanyaan mengenai Dhamma yang akan diajukan oleh Ayasma Maha Ka ssapa. kalau dikehendaki oleh Sangha. "Bhikkhu Ananda." "Dengan siapa?" "Dengan pertapa Suppiya dan seorang Brahmin muda bernama Brahmadatta. "Dan di manakah Samaññaphala-sutta disabdakan. Bhante. "Para Bhante yang terhormat . di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang keempat?" "Di Vesali. Kemudian ditanyakan tentang apa yang d ianggap sebagai pelanggaran dan apa yang dianggap sebagai bukan pelanggaran. lalu tentang asal mulanya dam te ntang orang-orangnya yang terlibat." "Dengan siapa?" "Dengan Ajatasattu." "Tetapi apakah ditanyakan kepada Sang Bhagava. Setelah itu ditanyakan tentang peraturan-peraturan yang lain baik yang berlaku u ntuk para bhikkhu maupun yang berlaku untuk para bhikkhuni. lalu tentang orang-orangny a." Ada pula yang mengatakan. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan. "Selain 4 peraturan Parajika dan 13 peraturan Sanghadisesa. Bhikkhu Ananda?" "Di Rajagaha. Setelah itu Bhikkhu Ananda ditanya tentang lima Nikaya yang semuanya dijawab den gan terang dan jelas. semua peraturan yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting.Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. Kemudian Ayasma Maha Kassapa berkata." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya." Ada lagi yang mengatakan.. "Kemudian." Ada hadirin yang mengatakan. di taman mangga Jivaka. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat. maka peratu ran-peraturan yang kecil dan kurang penting dapat ditiadakan. aku akan m ulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Bhikkhu Ananda mengenai Dhamma." Kemudian Bhikkhu Ananda ditanya tentang asal mulanya." "Mengenai persoalan apa?" "Mengenai apa yang terpuji dan apa yang tidak terpuji. Kalau Sangha menganggap baik. "Setelah Aku mangkat. semua yang lain termasuk peraturan-peratur an kecil dan kurang penting. pada waktu Sang Bhagava hendak mencapai parinibbana. putra dari Videhi. Bhante." Kemudian Bhikkhu Ananda ditanya tentang asal mulanya. Kemudian Bhikkhu Ananda memberitahukan para hadirin.. "Selain 4 (empat) peraturan Parajika. Beliau telah meninggalkan pesan. apa yang dimaksud dengan peratura n-peraturan yang kecil dan kurang penting?" "Tidak." "Mengenai siapa?" "Mengenai bhikkhu-bhikkhu dari tepi Sungai Vaggumuda. "Para Bhante yang terhormat. Ananda.. "Para Bhante yang terhormat. Semua pertanyaan dij awab oleh Bhikkhu Upali dengan terang dan jelas. di manakah Brahmajala-sutta disabdakan?" "Bhante. lalu tentang orang-orangny a." "Tentang persoalan apa?" "Tentang mereka yang menggunakan tipu muslihat dengan mengaku mencapai tingkat k esucian atau memiliki kekuatan-kekuatan gaib. harap Sangha mend engarkan apa yang akan aku ucapkan. Bhante. selanjutnya ditanyakan tentang apa yang dite tapkan dan apa yang kemudian ditambahkan." Kemudian Ayasma Maha Kassapa bertanya. aku tidak menanyakan apa yang dimaksud dengan peraturan-peratura n yang kecil dan kurang penting.

"Selain 4 peraturan Parajika." Kemudian para Thera berkata kepada Bhikkhu Ananda "Bhikkhu Ananda. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran. yaitu berbuat sesuatu yang tidak pantas. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku katakan .. Beliau te lah menetapkan tata tertib untuk murid-murid-Nya. "Pada waktu Buddha Gotama masih hidup. aku mengakui telah melakukan pelanggaran berbuat sesuatu yang tidak pan tas. sehingg . bukan karena rasa kurang hormat aku telah menjahit jubah musim hujan Sang Bhagava. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. Segala sesuatu harus berjalan terus sesu ai dengan apa yang sudah ditetapkan. Segala sesuatu harus berjalan terus sesuai de ngan apa yang sudah ditetapkan. Kalau Sangha menganggap baik." Kemudian Ayasma Maha Kassapa berkata. ini merupakan suatu pelanggaran." Ada lagi yang mengatakan." "Para Bhante yang terhormat.. Segala ses uatu harus berjalan terus sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan. K alau ada yang tidak setuju. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. Kalau para Bhante setuju dengan tidak menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan d an tidak akan menghapus sesuatu yang sudah ditetapkan dan segala sesuatu harus b erjalan terus sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan.dan 4 peraturan Patidesaniya.. ini pun merupakan suatu pelanggaran karena Anda mengizinkan par a wanita memberi penghormat terlebih dulu terhadap jenazah Sang Bhagava. "Selain 4 peraturan Parajika . maka Sangha telah setuju. 13 peraturan Sanghadisesa dan 2 peraturan Aniyata. "Para Bhante yang terhormat. yaitu melakukan suatu kelalaian.dan 92 peraturan Pacittiya." "Bhikkhu Ananda. karena kurang waspada aku tidak menanyakan kepada S ang Bhagava. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran. Inilah usulku . namun karena ketaatan kepad a para Bhante. Sewaktu Buddha Gotama masih hi dup. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan ku rang penting. putra-putra Sakya. Kalau kita menghapuskan peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. setelah dengan tidak disengaja menginjaknya. Tata tertib para bhikkhu ada juga yang berhubungan dengan umat dan umat pun me ngetahui mengenai hal tersebut. Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan dan tidak akan mengha pus sesuatu yang sudah ditetapkan. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan maka Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan dan tidak akan m enghapus sesuatu yang sudah ditetapkan." Ada juga yang mengatakan. apa yang dimaksud dengan peraturan-peraturan kecil yang kurang pent ing. 2 peraturan Aniyata dan 30 peraturan Nissagiya. karena Anda telah lalai untuk menanyakan kepada Sang Bhagava . semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. Karena Sangha diam. 13 peraturan Sanghadisesa. Begitulah apa yang kumengerti. diharap bicara. Para Bhante yang terhormat. tetapi setelah Buddh a Gotama mencapai parinibbana mereka tidak lagi melatih diri dalam tata tertib t ersebut.. setelah Anda menginjaknya terlebih dulu. aku mengaku melakukan pelanggaran. mungkin di antara mereka ada yang berkata." Ada pula yang mengatakan. yaitu melakukan suatu kelalaia n. Mereka tahu bahwa ini "diperbolehkan" dan itu pasti "tidak diperbolehkan" untuk para pertapa. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. maka Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang bel um ditetapkan dan tidak akan menghapus sesuatu yang sudah ditetapkan. "Selain 4 peraturan Parajika .." "Para Bhante yang terhormat. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. ini pun merupakan suatu pelanggaran karena Anda menjahit jubah musim hujan Sang Bhagava." "Bhikkhu Ananda. maka Sangha harap diam. memang mereka melatih diri dalam tata tertib tersebut. namun karena ketaatanku kepada para Bhante. apa yang dimaksud dengan peraturan-peraturan kecil dan kurang penting."Selain 4 peraturan Parajika.

Sangha harus melaksanakan hukuman berat (brahmadanda) terhadap Bhik khu Channa. demi welas asih-Nya terhadap dunia." Bhikkhu Ananda. agar wanita dapat diterima sebagai b hikkhuni. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. Akuilah bahwa Anda telah melak ukan pelanggaran." "Kalau begitu. karena aku pikir. Berselang b eberapa hari tibalah mereka di Kosambi. demi kebaikan. agar wanita dapat diterima sebagai bhikkhuni oleh karena a ku pikir. kesejahteraan dan kebahagiaan para dewa dan umat manusia." "Para Bhante yang terhormat.a air mata mereka mengotori jenazah Sang Bhagava. Beliau juga telah meninggalkan pesan. karena pada saat itu pikiranku tergoda oleh Mara. yaitu melakukan suatu kelalaian. sehingga mereka nanti tidak berada dalam waktu yang tidak tep at (kalau para Thera telah berkumpul). pergilah bersama dengan lima ratus bhikkhu lain." "Para Bhante yang terhormat. aku mengaku telah melakukan pelanggaran. "Paduka Tuan. lebih baik aku memberikan waktu t erlebih dulu kepada para wanita untuk memberi penghormatan terakhir terhadap jen azah Sang Bhagava. aku mengaku telah melakukan pelanggaran." Beberapa waktu setelah pembacaan Dhamma dan Vinaya selesai. Karena melakukan usaha dan memohon dengan sangat kepada Sang Bhagava. apakah Anda menanyakan apa yang dimaksud dengan hukuman berat itu?" "Aku telah menanyakan kepada Sang Bhagava. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante. " "Tetapi para Bhante yang terhormat. "Ananda. Beliau mengatakan.. ini pun merupakan suatu pelanggaran.. tidak boleh menasehatinya dan tidak boleh memberi petunjuk kepadanya.demi kebaikan. yaitu berbuat sesuatu yan g tidak baik. Bhikkhu Ananda. yang memberikan air susunya sendiri kepada bayi Siddhattha setelah ibu-Nya me ninggal dunia. telah dikabarkan bahwa Bhikkhu Ananda telah tiba di . ibu tiri-Nya. "Semoga Sang Bhagava berkenan untuk hidup ter us sampai satu kappa. yaitu melakukan suatu kel alaian. aku telah melakukan usaha dan memohon dengan sangat kepada Sang Bhagava. Mereka lalu memohon kepa da Raja Udena. kesejahteraan dan kebahagiaan para dewa dan umat manusia. Kemudian berangkatlah Bhikkhu Ananda dengan lima ratus bhikkhu lain. ini pun merupakan suatu pelanggaran. bila Sang Tathagata sudah tid ak ada lagi. "Para Bhante yang terhormat. yaitu berbuat sesuatu yang tidak pantas. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran berbuat sesuatu yang tidak baik. laksanakanlah hukuman berat itu terhadap Bhikkhu Channa. "Maha Pajapati adalah bibi Sang Bhagava. Bhikkhu Ananda." "Baiklah. "Ananda. m aka aku telah lalai tidak memohon kepada Sang Bhagava. Bhante." "Kalau demikian halnya. aku mengaku telah melakukan pelanggaran. Karena meskipun diberi isya rat-isyarat dan tanda-tanda yang jelas dapat diraba maksudnya. demi kebahagiaan orang banyak. semoga Sang Sugata berkenan untuk hidup terus demi kesejah teraan orang banyak. tidak jauh dari taman hiburan Raja Udena . bagaimana mungkin aku dapat melaksanakan huk uman berat tersebut kepada Bhikkhu Channa karena Bhikkhu Channa orangnya kuat da n kekar badannya. Di taman itu Raja Udena sedang bersenang-senang dengan para selirnya. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran." jawab Bhikkhu Ananda. tetapi bhikkhu-bhikkhu lain tidak boleh bicara dengannya. Bhikkhu Channa boleh mengatakan apa saja yang ia suka. " Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran. apa yang dimaksud dengan hukuman bera t itu. Kemudian p ara selir mendengar bahwa Bhikkhu Ananda telah tiba di dekat taman tersebut dan sedang beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang." "Tetapi. yaitu berbuat sesuatu yan g tidak pantas." Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. yang merawat-Ny a." "Bhikkhu Ananda. Anda telah lalai untuk memohon kepada Sang Bhagava. Bhikkhu Ananda mengh adap para Thera dan berkata : "Pada waktu Sang Bhagava hendak memasuki parinibba na. "Semoga Sang Bhagava berk enan . namun karena ketaatanku terhadap para Bhante. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante.

" Maka oleh karena itu. Para selir yang telah tenang hatinya. "Bhikkhu Channa. "Pertapa-pertapa. Pada waktu itulah Bhikkhu Ananda memberitahukan Bhikkhu Channa. Anda boleh mengatakan apa saja yang Anda suka. Paduka Tuan. Apakah pertapa Ananda ingin berdagang pakaian atau apakah ia ingin menawarkannya untuk dijual di toko?" Setelah itu Raja Udena sendiri pergi menemui Bhikkhu Ananda dan setelah memberi hormat sebagaimana layaknya lalu mengambil tempat duduk. Setelah bertemu. gembira dan bahagia lalu memberikan lima ratus baju dalam kepada Bhikkhu Ananda dan kemudian mereka kembali ke tama n Raja Udena. hemat dan tidak boros." "Apakah mereka memberikan sesuatu kepada Bhante?" "Mereka memberikan lima ratus pakaian dalam kepadaku. apa yang Bhante ingin lakukan dengan penyeka kaki yang lama?" "Kami akan membuat kain-kain untuk menyeka debu. apakah yang Bhante ingin lakukan dengan lima ratus pakaian dalam itu?" "Aku akan membagi-bagikannya kepada para bhikkhu yang jubahnya telah tipis. putra-putra Sakya. tidak ada bhikkhu yang boleh bicara kepadaku." "Tetapi. Setelah tiba di sana. Raja Udena kemudian bertanya. apakah para selirku tadi telah datang kemari?" "Benar. hancurlah sudah aku ini. ia memberikan lagi lima ratus baju dalam kepada Bhikkhu An anda. Bhikkhu Ananda kemudian memberikan wej angan tentang Dhamma yang membuat hati para selir menjadi tenang." Setelah itu Raja Udena berpikir.dekat taman dan sekarang sedang beristirahat di bawah sebuah pohon rindang. Di tempat itu Bhikkhu Channa." "Tetapi. apa yang Bhante ingin lakukan dengan jubah bekas dari para bhikkhu ters ebut?" "Kami akan memakainya sebagai jubah luar." "Pergilah kamu menemui Guru Ananda." Pergilah para selir Raja Udena menemui Bhikkhu Ananda. apa yang Bhante ingin lakukan dengan kain penyeka debu yang lama?" "Setelah mencabik-cabiknya dan mengaduknya dengan tanah fiat. mereka m emberi hormat dan mengambil tempat duduk. apa yang Bhante ingin lakukan dengan tutup kasur yang lama?" "Kami akan memakainya untuk penutup lantai. "Perkenankanlah kami menemui Guru Ananda. mereka ditanya oleh Raja Udena. tidak ada bhikkhu yang boleh memberi nasehat kepadaku dan tidak ada bhikkhu yang boleh memberi petunjuk kepadaku. memakai se gala sesuatu dengan cara yang teratur. tetapi bhikkhu-b hikkhu lain tidak diperkenankan untuk bicara kepada Anda. "Apakah kamu telah bertemu dengan Guru Ananda?" "Kami telah bertemu dengan Guru Ananda." . apa yang Bhante ingin lakukan dengan penutup lantai yang lama?" "Kami akan membuat penyeka-penyeka kaki." "Tetapi. Inilah untuk pertama kali Bhikkhu Ananda mendapat hadiah seribu potong baj u dalam. Raja Udena merasa kecewa dan mengecam Bhikkhu Ananda." "Tetapi. yang setelah memberi hormat sebagaimana layaknya." Bhikkhu Channa lalu menjawab. "Bagaimana mungkin pertapa Ananda menerima sekian banyak baju dalam. Bhante. tidak diperkenankan un tuk menasehati Anda dan tidak diperkenankan untuk memberi petunjuk-petunjuk kepa da Anda. apakah yang dimaksud dengan hukuman berat itu?" "Bhikkhu Channa. mempersilakan Bhikkhu Ananda mengambil tempat duduk." Mendengar itu. apa yang Bhante ingin lakukan dengan jubah luar yang bekas pakai itu?" "Kami akan menggunakan jubah-jubah bekas itu untuk membuat penutup kasur." "Tetapi." "Tetapi. "Bhante." "Tetapi. Setelah itu bhikkhu Ananda pergi ke Vihara Ghosita." "Tetapi. Sangha telah menjatuhkan hukuman berat terhadap diri Anda. "Bhante. kami akan gunakan untuk memplester lantai." "Apakah kamu memberikan sesuatu kepada Guru Ananda?" "Kami telah memberikan lima ratus pakaian dalam kepada Guru Ananda. gembira dan ba hagia.

me ngatakan: "Beliau adalah Arahat.Kemudian ia jatuh pingsan di tempat itu. Beliau memberitahukan d unia ini. para dewa. Pembimbing Manusia Yang Tiada Taranya. Yang Terbahagia. Sang Buddha. disertai para pe rtapa. ada yang memberi hormat hanya dengan ucapan. sesuatu yang Beliau sendiri telah menge rti melalui pengetahuan yang luar biasa." Dijawab oleh Bhikkhu Ananda. dan ada juga yang terus duduk tanpa mengucap . brahmana. ada yang member itahukan nama dan nama keluarganya. Berita yang tersiar luas tentang Pertapa Gotama yang sekarang menjadi Buddha. Tiba di sana." Dengan demikian Bhikkhu Channa menjadi Arahat. sekarang telah tiba di Kesap utta. cemas dan muak dikenakan hukuman berat. Nissagiya : pelanggaran yang menyebabkan sesuatu barang disita. Setelah itu Bhikkhu Channa mencari Bhikkhu Ananda dan setelah bertemu. dan brahma. ada juga yang memberi hormat dengan berlutut. maka suku Kalama dari Kesaputta datang mengunjungi Sang Buddha. Yang Dirahmati. baik dalam teori maupun dalam pelaksanaannya. Suku Kalama. Bhikkhu C hanna lalu berkata. Di tempat itulah ia kemudian de ngan giat. sehingga d alam waktu yang tidak terlalu lama ia mencapai tingkat Arahat "Hancurlah tumimba l lahir. Sanghadisesa : pelanggaran yang harus diselesaikan dalam rapat resmi dari Sangha . Setelah siuman. Keterangan: Parajika : pelanggaran yang membuat seorang bhikkhu/ bhikkhuni dipecat/diusir ke luar Sangha. Sempurna Dalam Pengetah uan dan Pelaksanaannya. BAB VI TAMBAHAN KALAMA SUTTA A-I-191 Demikianlah telah kudengar: 1. Guru Para Dewa dan Manusia. Suatu ketika Yang Dirahmati (Sang Buddha) mengembara di negara Kosala dengan rombongan besar bhikkhu dan memasuki kota Kesaputta. Yang memperoleh Penerangan Agung. Bhik khu Channa lalu pergi mencari tempat yang sunyi." (Bhikkhu Channa yang dim aksud di sini ialah bekas kusir dari Pangeran Siddhattha Gotama). ada yang memberi hormat dengan merangkapkan kedua tangan di depan dada dan kemudian duduk di satu sisi. dan indah pada akhirnya. "Bhante yang terhormat. Aniyata : pelanggaran yang masih belum ditentukan masuk golongan yang mana. ada yang menyembah. hidup suci telah dilaksanakan. pada saat itu pulalah h ukuman berat terhadap diri Anda telah dicabut kembali. bersama-sama dengan alam para dewa. seorang putra dari suku Sakya yang pergi bertapa. sekarang cabutlah kembali hukuman be rat terhadap diriku. Sungguh berharga sekali dapat melihat Arahat tersebut!" Karena itu. yang menjadi penduduk kota Kesaputta mendengar bahwa Pertapa Gotama . telah dilakukan apa yang harus dilakukan dan tidak ada lagi yang tersisa. dan manusia. tekun dan dengan semangat yang menyala-nyala melatih diri. indah pada pertengahannya. Secara sempurna Beliau menerangkan tentang penghid upan suci yang benar-benar bersih. pada saat Anda mencapai tingkat Arahat. mara. "Bhikkhu Channa. Beliau mengajarkan Dhamma yang indah pa da awalnya. karena merasa malu. Pacittiya : pelanggaran yang menyebabkan seseorang harus menjalankan hukuman "pe nebusan dosa".

"Sekarang. merendahkan. seseorang yang membenci. menghina. "Sekarang. melakukan perzinahan. 2. mengucapkan kata-kata yang tidak benar. mengambil sesuatu yang ti dak diberikan. juga apa yang dikatakan sesuai dengan logika atau ke simpulan belaka. "Yang Mulia. apakah orang itu tidak mungkin aka n membunuh makhluk hidup. melakukan perz inahan. seseorang yang diliputi kegelapan batin (moha). Janganlah percaya begitu saja apa yang tertulis di dalam kitab-kitab suci. seseorang yang serakah dicengkeram oleh keserakaha n dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. Dan mereka ini juga menerangkan dan membahas denga n panjang lebar ajaran mereka sendiri. di cengkeram oleh kegelapan batin dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi." "Sekarang. "Benar. siapa diantara para pertapa dan brahmana yang berbicara benar dan siapa yang berdusta. "Sekarang. warga suku Kalama." 4. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian. Lalu datang pula pertapa da n brahmana lain ke Kesaputta. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian. Yang Mulia. meren dahkan. bagaimana pendapatmu. mengucapkan kata-kata yang tidak benar. apakah orang itu tidak mungkin aka n membunuh makhluk hidup. kemudian seorang berkata. melakukan perz inahan. kalau setelah diselidiki sendiri. Dalam hal yang meragukan memang akan menimbulkan kebingungan . dan mencela habis-habisan ajaran orang lain. menghina. janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. dicengkeram oleh kebencia n dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. kamu mengetahui." 5. hal ini tercela. mengambil sesuatu yang tidak diberikan. sudah sewajarnyalah kamu ragu-ragu. Oleh karena itu. maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut. tetapi mencaci maki. 'H al ini tidak berguna. bukankah hal itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan b aginya untuk waktu yang lama?" "Memang demikian. warga suku Kalama? Kalau kebencian (dosa) ti mbul dalam diri seorang manusia." 3. warga suku Kalama. atau karena ingin menghormat seora ng pertapa yang menjadi gurumu. mengambil sesuatu yang tidak diberikan. bagaimana pendapatmu. apakah itu akan membawa keuntungan atau kerugia n?" "Akan membawa kerugian. bagaimana pendapatmu. apakah itu membawa keuntungan atau kerugian? " "Akan membawa kerugian. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seksama. apaka h orang itu tidak mungkin akan membunuh makhluk hidup. ata u sesuatu yang didesas-desuskan. warga suku Kalama? Kalau kegelapan batin (mo ha) timbul dalam diri seorang manusia. juga ap a yang kelihatannya cocok dengan pandanganmu." "Sekarang. hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan. mengucapkan kata-kata yang tidak benar. banyak per tapa dan brahmana yang berkunjung ke Kesaputta. Kami yang mendengar merasa ragu-rag u dan bingung. apakah itu akan membawa keuntungan atau k erugian?" "Akan membawa kerugian. warga suku Kalama. sudah sewajarn yalah kamu bingung." 6.kan kata apa pun. Tetapi. bukankah hal itu akan mengakibatk an kerugian dan penderitaan baginya untuk waktu yang lama?" . dan mencaci-maki. Mereka menerangkan dan membahas dengan panjang lebar ajaran mereka sendiri. bukankah hal itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan b aginya untuk waktu yang lama?" "Memang demikian. Setelah mereka semua duduk. Yang Mulia. Yang Mulia. Yang Mulia. atau oleh karena sesuatu yang sudah merupakan tradisi. hal ini tidak dibenarkan oleh para Bijaks ana. warga suku Kalama? Kalau keserakahan (lobha) timbul dalam diri seorang manusia. warga suku Kalama. warga suku Kalama. dan mencela habis-habisan ajaran orang lain. warga suku Kalama. Yang Mulia." "Sekarang. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian.

bagaimana pendapatmu. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas d ari keserakahan (lobha). Yang Mulia. Yang Mulia. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan orang lain. juga apa yang katanya sesuai dengan logika atau kesimpul an belaka. 'Hal ini berguna." "Bukankah orang ini.' maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut. Yang Mulia. bagaimana pendapatmu? Apakah hal-hal terseb ut baik atau tidak baik?" "Tidak baik. apakah itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan?" "Akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan. "Kalau begitu. atau oleh karena sesuatu yang merupakan tradisi. atau oleh karena ses uatu yang merupakan tradisi." "Bukankah orang ini. yang telah terbebas dari keserakahan dan tidak lagi dicengk eram oleh keserakahan. Demikianlah pendapat k ami.' maka sudah selayaknya kamu menerima dan hidup sesuai dengan hal-hal tersebut. warga suku Kalama. Yang Mulia. "Sekarang. tidak aka n mendapatkan kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya. hal ini kalau terus di lakukan akan membawa keberuntungan dan kebahagiaan. hal ini tercela. Yang Mulia. "Karena itu. "Bagaimana pendapatmu. akan berhenti membunuh makhluk hidup." 11. warga suku Kalama. juga apa yang katan ya sesuai dengan logika atau kesimpulan belaka. atau ses uatu yang didesas-desuskan. Janganlah percaya begitu saja apa yang dikatakan di dalam kitab-kitab suci. hal ini tidak dibenarkan oleh para Bijaks ana. setelah diselidiki sendiri. apakah hal ini merupakan keuntungan atau kerugia n?" "Keuntungan. apakah hal ini merupakan keuntungan atau kerugian?" "Keuntungan. itulah yang Kumaksud dengan mengatakan. hal i ni tidak tercela. atau karena ingin menghormat seorang pertapa yang menjadi gurum u." 9. 'H al ini tidak berguna. bagaimana pendapatmu." 12. Yang Mulia." 7. warga suku Kalama. Yang Mulia. Yang Mulia. kamu mengetahui. Janganlah perca ya begitu saja apa yang dikatakan di dalam kitab-kitab suci." 8. 'Janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. juga apa yang katanya merupakan hasil dari suatu penelitian. tidak akan mendapatkan kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya. juga apa yang terlihat cocok dengan pandanganmu. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas dari kebencian (dosa). kalau setelah diselidiki sendiri. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan orang lain. berhenti mengambil sesuatu yang tidak d iberikan (mencuri). "Sekarang. yang telah terbebas dari kebencian tidak lagi dicengkeram o leh kebencian . hal ini dibenarkan oleh para Bijaksana.' Tetapi. berhenti melakukan perzinahan berhenti mengucapkan kata-kata yang tidak benar. "Kesimpulannya." "Apakah hal-hal tersebut dibenarkan atau tidak dibenarkan oleh para Bijaksana?" "Tidak dibenarkan. dan oleh karena ia dapat mengendalikan dirinya dengan bai k.' Tetapi." "Kalau terus dilakukan." 10. kamu mengetahui. juga apa yang terlihat cocok den gan pandanganmu. Yang Mulia. warga suku Kalama." "Apakah hal-hal tersebut tercela atau tidak tercela?" "Tercela.. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seks ama. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas dari kegelapan batin (moha). atau karena ingin menghorm at seorang pertapa yang menjadi gurumu."Memang demikian. juga apa yang katanya merupakan hasil dari suatu penelitian. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seksama. 'Jang anlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan.. atau sesuatu yang didesas-desuskan. apakah hal ini merupakan keuntungan atau k .

tidak akan mendapat kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya. Kalau seki ranya tidak ada alam lain setelah meninggal dunia. Ini adalah berkah pertama yang diperolehnya. Mana mungkin bencana dapat meni mpa diriku yang tidak berbuat jahat? Ini adalah berkah ketiga yang diperolehnya. ia diam dengan batin penuh c inta kasih." "Apakah hal-hal tersebut dibenarkan atau tidak dibenarkan oleh para Bijaksana?" "Dibenarkan. Dhamma. "Demikianlah. terbebas dari permusuhan dan pera saan tertekan. orang itu diumpamakan seperti d iam di seperempat alam. ke samping. belas kasih. Yang Mulia. kamu me ngetahui hal ini berguna." 13. saat badan jasmaninya hancur setelah mati. warga suku Kalama. ' Itulah sebabnya. kepada semua makhluk. kemudian di setengah alam. Demikianlah pendapat kami. Yang Mulia. belas kasih. yang hatinya terbebas dari permusuhan.erugian?" "Keuntungan. terbebas dari permusuhan dan perasaan tertekan. hal ini tidak tercela. tidak ada akibat dari perbuat an baik dan jahat. Dengan demikian.. simpati. simpati. warga suku Kalama. dan Sangha.. Yang Terbaha gia." "Apakah hal-hal tersebut tercela atau tidak tercela?" "Tidak tercela. mulai hari ini sampai seumur hidup kami. Kalau sekiranya tidak ada bencana menimpa yang berbuat jahat. Yang Mulia. tidak ternoda dan beersih. yaitu : 16." 14. maka sudah selayaknya kamu menerima dan hidup sesuai dengan hal-hal tersebut. orang itu dalam kehid upan ini juga akan memperoleh berkah yang menyenangkan. "Kalau begitu." "Kalau terus dilakukan. Yang Mulia. Kalau sekiranya ada alam lain setelah meninggal dunia. Yang Dirahmati. ke segenap penjuru." . Kalau sekiranya bencana menimpa yang berbuat jahat. seorang siswa Yang Ariya telah terbebas dari k eserakahan dan kebencian. itulah yang Kumaksud dengan mengatakan. bagaimana pendapatmu? Apakah hal-hal terse but menguntungkan atau tidak menguntungkan?" "Menguntungkan. Siswa Ariya tersebut dalam kehidupan ini akan memperoleh empat berkah (deng an mengulang apa yang diucapkan Sang Buddha). berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan oran g lain. tak ternoda dan bersih. dan keseimbangan batin yang ditujukan ke segen ap penjuru alam. maka dalam kehidup an ini memperoleh empat berkah. siswa Ariya tersebut yang hatinya terbebas d ari permusuhan dan perasaan tertekan. Dan dengan cara yang sama ke atas.. Siswa yang demikian itu. mengapa Aku mengucapkan kata-kata tersebut. warga suku Kalama. Ini adalah berkah kedua yang diperolehnya. warga suku Kalama. "Sekarang. sedangkan batinnya dipenuhi oleh kasih. kemudian di tiga per empat al am dan akhirnya di seluruh alam. Semoga Yang Mulia berkenan menerima kami sebagai u pasaka dan upasika. hal ini dibenarkan oleh para Bi jaksana. namun aku sama sekali tidak bermaksud berbuat jahat terhadap siapa pun juga. t erbebas dari perasaan tertekan. hal ini kalau terus dilakukan akan membawa keberuntungan dan kebahagiaa n.. ke bawah." "Bukankah orang ini. "Memang demikianlah halnya." 17. Yang Mulia! Dengan ini kami menyatakan kami berlindung kepada San g Buddha. berkembang terus tanpa batas. 'Ja nganlah percaya begitu saja . dan keseimbangan batin yang berkembang terus tanpa batas. Sungguh indah. Memang demikianlah. Ini adalah berkah keempat yang diperolehnya. apakah akan membawa kebahagiaan atau tidak?" "Tentu akan membawa kebahagiaan. yang telah terbebas dari kegelapan batin dan tidak lagi dic engkeram oleh kegelapan batin ." 15. Tetapi apabila setelah diselidiki sendiri. Yang Mulia. ada akibat dari perbu atan baik dan jahat. ia akan bertumim bal lahir di alam surga. maka aku tahu bah wa diriku bersih dari kedua segi. dan tidak lagi bingung tetapi dapat mengendalikan diri nya dengan baik dan pikirannya terpusat. namun kehidupan ini ia telah terbebas dari perasaan bermusuha n dan tertekan.

atau pikiran. atau neraka. kebenciannya. memperlihatkan k egusarannya. diberi tempat menginap. dan kecurigaannya. baik atau buruk. lekas naik darah. atau di alam mana pun ia bertu mimbal lahir. Terdapat orang yang suka iri hati. ia juga kelak yang akan menjadi pewari snya.. t amak.31) KAMMA DAN TUMIMBAL LAHIR A. orang itu pasti akan menerima salah satu dari kedua akibat ini. Dengan melakukan perbuatan ini. Perbuatan a pa pun yang ia lakukan. "Bagaimanapun tersembunyi cara dan tujuannya. maka orang itu. gemar memukul dan membunuh. Terdapat lelaki dan perempuan yang membunuh makh luk hidup. ia adalah pewa ris dari perbuatannya. atau pedang. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderita an. atau ne raka. maka ia akan menderita banyak penyakit.205 Pemilik dari perbuatan (kamma. Terdapat orang yang gemar membunuh makhluk hidup. kepada per buatannya ia terikat. atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. Atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia." Karena itu Aku menyatakan.. lampu. Dengan melakukan perbuatan ini. ia juga kelak yang akan mewarisinya.pali. Terdapat orang yang tak pernah memberikan makanan. namun perbuatannya juga merupakan pelindungnya. berhati kejam. dan mengikuti pandangan yang keliru. dan sebagainya kepada para bhikkhu atau pandita. sering menceritakan kebur ukan orang.SIGALOVADA SUTTANTA (D. Dan dalam tumimbal lahirnya itu. marah. minuman. akan terjatuh di alam-alam re ndah yang penuh kesedihan dan penderitaan. Dengan melakukan perbua tan ini. obat-obatan.III. "Pemilik dari perbuatan adalah rnakhluk. tongkat. kepada perb uatannya ia terikat. penghormatan." M. batu. penghargaan. namun perbuatannya juga merupakan pelindungnya. baik atau buruk. tanpa mempunyai rasa kasihan kepad a makhluk-makhluk hidup. dan diberikan persembahan dengan penuh sopan santun. mereka akan menerima a kibat dari perbuatan mereka sendiri. berbicara yang tidak benar. transportasi." Demikianlah tumimbal lahir dari makhluk-makhluk. Perbuatannya adalah rahim dari mana ia lahir. iri bila orang l ain menerima hadiah. Perbuatannya adalah rahim darimana ia lahir. ia adalah pe waris dari perbuatannya. atau neraka. maka ia akan mempunyai rupa yang buruk. Terdapat orang yang mempunyai kebiasaan menyakiti makhluk lain dengan menggunaka n tinju. maka ia akan mempunyai pengaruh sedikit sekali. ia akan ter jatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan. menggunakan kata-kata kasar.123 Pemilik dan pewaris adalah makhluk . bunga. Tetapi Aku katakan kepadamu. wangi-wangian. me lakukan perbuatan asusila. Dengan tidak pernah melakukad perbu . keras kepala. Terdapat orang yang cepat marah. perbuatanlah yang kelak akan membedakan ma nusia menjadi mulia dan rendah. dan sembunyi-sembunyi pula cara dan tuj uannya. maka umu rnya akan pendek. dimuliak an. mengambil milik orang lain. atau neraka. "Sesuai dengan kammanya. Atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di ala m mana pun ia bertumimbal lahir. tempat tinggal. Atau apabila ia terlahir kan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. jubah. Perbuatan apa pun yang ia lakukan. suka bicara hal-hal yang tidak perlu. ketika badan jasmaninya hancur setelah meninggal. mengu capkan kata-kata dan memikirkan sesuatu. yaitu siksaan di nera ka atau terlahir sebagai binatang yang merangkak. tempat menginap. Dengan perbuatan yang dilakukannya ini.X. untuk hal kecil saja yang dic eritakan kepadanya ia sudah menjadi murka. ucapan . Dan ia terikat erat kepada perbuatan yang dilakukan dengan badan jasmani. Ata u apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia. mereka akan bertumimbal lahir. kejam. penuh rasa dengki dan benci. karma. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan. Dengan sembunyi-sembunyi ia melakukan perbuatan-perbuatan.skrt) adalah makhluk.

mempunyai wibawa yang besar. den tanpa pengaruh ? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang cantik parasnya. iri jika orang lain menerima had iah. ia akan terjatuh di alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderit aan atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. tanpa harta. dan tanpa pengaruh ? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang buruk parasnya dan sangat jahat kelihatan nya. tidak dengki dan benci. den kecurigaannya. transportasi. bunga. 197 Apakah sebabnya. Terdapat orang yang tinggi hati dan penuh kesombongan. A. ada perempuan yang buruk rupanya dan sangat jahat kelih atannya. tanpa harta. ia sudah menjadi murka. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan at au apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertu mimbal lahir. jubah. tanpa wibawa. penghormatan. keras kep ala. penghargaan. tidak memberikan tempat duduk kepada yang patut diberi tempat duduk. j ubah. serta memiliki harta dan pengaruh? Ada perempuan yang bernama Mallika yang cepat marah. tetapi perempuan ini miskin. memiliki harta dan pengaruh? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang cantik parasnya. kebenciannya dan kecurigaannya. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedih an dan penderitaan atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di a lam mana pun ia bertumimbal lahir. Bhante? Apakah yang dima ksud dengan kamma tidak baik? Apa yang tercela? Apa yang terpuji? Apa yang harus dilakukan? Apa yang tidak baik dilakukan? Perbuatan apakah yang mengakibatkan c elaka dan penderitaan untuk waktu yang lama? Perbuatan mana yang dapat membawa b erkah dan kebahagiaan untuk waktu yang lama?" Dengan tidak melakukan perbuatan i ni. elok se kali. Dan ia juga tidak suka iri hati. diberikan tempat menginap. maka ia akan menjadi orang yang miskin. diberikan tempat menginap. Tetapi ia mempersembahkan makanan. penghormatan. tidak membe rikan tempat menginap kepada yang patut untuk diberikan tempat menginap. dan juga tidak m emberikan persembahan kepada yang patut diberi persembahan. lekas naik darah. dimuli akan. namun perempuan ini kaya raya. . kaya-raya. mempunyai wibawa yang besar. transportasi. dimuliakan. tidak iri jika orang la in menerima hadiah.IV. "Apakah yang dimaksud dengan kamma baik. Dengan tidak pernah melakukan perbuatan ini. penuh rasa dengki den benci. tanpa wibawa. Terdapat orang yang tidak mengunjungi para bhikkhu dan pandita untuk menanyakan kepada mereka. tidak m enjamu mereka yang patut dijamu. wangi-wangian. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang buruk dan sangat jahat kelihatannya tet api ia akan kaya raya. maka ia akan menjadi orang dungu. tidak memberikan penghormatan dan penghargaan k epada mereka yang patut diberikan penghormatan dan penghargaan. tempat tinggal. penghargaan.atan ini. sedap dipandang. maka ia akan menjadi orang rendah. tidak mau menghormat kepa da mereka yang patut dihormati. tempat menginap. mempunyai wibawa yang besar. tempat t inggal. Dan ia sering iri. hal kecil saja yang diceritaka n kepadanya menjadikannya murka. obat-obatan. serta memiliki harta dan pen garuh. untuk hal kecil saja yang diceritakan kepadanya. bunga . tempat menginap. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. dan tanpa pengaruh. Ada perempuan yang cepat marah. Dan ia tidak pernah mempersembahkan makanan. lekas naik darah. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang buruk dan sangat jahat kelihatannya. lampu. memperlihatkan kegusaranny a. obat-obatan. dan diber ikan persembahan dengan penuh sopan santun. di samping itu ia pun miskin. marah. kebenciannya. keras kepala. minuman. tanpa wibawa. dan perempuan ini miskin. minuman. dan sebagainya kepada para bhikkhu dan pandita. tidak mau berdiri untuk siapa ia patut berdiri. sedap dipandang. tanpa harta. marah. memperlihatkan kegusarannya. wangi-wangian. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. dan sebaga inya kepada para bhikkhu dan pandita. elok se kali. lampu. Bhante. dan diberikan persembahan dengan penuh sopan santun.

. atau di alam setan. minuman.. d an sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal akan bertumimb al lahir di alam neraka. di alam binatang. Bahkan sekurang-kuran gnya. dan ia tidak suka iri hati. A. melakukan sendiri.III. atau di alam setan. Bahkan sekurang-kurangnya. kebencian (dosa). atau di alam setan. akibat serin g melakukan perbuatan asusila membuat orang tersebut dijauhi dan dimusuhi oleh l ingkungannya.. terdapat tiga keadaan yang merupakan akar dari terjadinya kamma (per buatan). menganjurkan. menganjurkan. Ada perempuan lain yang tidak cepat marah. tidak diliputi dengki d en benci . dan kebodohan batin (moha ).. tanpa harta. baik di dunia ini. dan sering dilakukan akan membawa ora ng tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka.40 Membunuh makhluk hidup. atau di alam setan. serta memiliki harta dan pengaruh. melakukan sendiri. atau di alam setan. tanpa wibawa. menganjurkan. Berdusta. maupun di alam mana pun dengan paras yang cantik. menganjurkan.. dan sering dilakuka n akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka . Bahkan sekurang-kurangnya. melakukan sendiri.33 Oh Bhikkhu. di alam binatang. menganjurkan. atau di alam setan. di alam binatang. sedap dipandang. melakukan sendiri. tidak lekas naik darah. seperti anggur dan arak. Perbuatan. yang dilakukan berdasarkan lobha. yang timbul karena lobh a. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi.. atau di alam setan. dan ia memper sembahkan makanan. Minum minuman keras. dihasilkan oleh lobha. . tidak lekas naik darah. di alam binatang. akibat sering mengambil milik orang lain membuat orang tersebut kehilangan miliknya. dan ia suka iri hati dan diliputi deng ki dan benci.. Bahkan sekurang-kurangnya. Mengambil milik orang lain. maka perbuatan ini akan masak. di alam binatang. akibat sering minum minuman keras dan mengkonsumsi zat lain yang dapat melemahkan kesadaran akan membuat orang tersebut mabuk dan ketagihan. melakukan sendiri.. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. atau di alam setan. akibat serin g menggunakan kata-kata kasar membuat orang tersebut sering menerima kata-kata y ang tidak menyenangkan. Bahkan sekurang-kurangnya. akiba t sering membunuh mahluk hidup membuat orang tersebut pendek umur. menganjurkan.. elok sekali... Menggunakan kata-kata kasar. Bahkan sekurang-kurangnya. dan sering dilakuk an akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam nerak a. sedap dipandang.. A. Bahkan sekurang-kurangnya. dan elok seka li tetapi ia miskin. melakukan sendiri. Berbicara hal yang tidak perlu (omong-kosong). di alam binatang . mempunyai wibawa yang besar. di alam binatang. k aya raya.III. oh Bhikkhu. melakukan sendiri. ..Ada perempuan lain yang tidak cepat marah. Sering membicarakan keburukan orang lain. akibat sering berbicara hal yang tidak perlu (omong-kosong) membuat orang tersebut tidak dapat berbicara dengan jelas. Bahkan sekurang-k urangnya.tetapi i a tidak mempersembahkan makanan. dan tanpa pengaruh.. menganjurkan.. dan s ering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka. menganjurkan. . baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang cantik. Melakukan perbuatan asusila. dimana saja makhluk itu . yaitu: keserakahan (lobha). dan sering dilakuk an akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam nerak a. akibat dari orang yang suka menceritakan keburukan orang lain membuat ia diting galkan kawan-kawannya. melakukan sendiri.. akibat sering berdusta membuat orang tersebut mendapat tuduhan atas sesuatu yang tidak dilakukannya. di alam binatang. oh Bhikkhu. dan sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal l ahir di alam neraka. minuman. dan sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di ala m neraka.

Beliau menyampaika n kotbah pertamaNya di Isipatana kepada sekelompok bhikkhu. dan tidak ada lagi. Tissa dan Bharadvaja adalah bhikkhu utamaNya. lenyap. baik di kehidupan ini. dihasilkan o leh dosa. da .bertumimbal lahir. dan bilamana perbuatan itu masak. atau dalam kehidupan berikutnya. oh para Bhikkhu. bahwa dunia yang perkasa ini akan dilahap oleh api . atau dalam kehidupan berikutnya. akan menitis. yang timbul karena dosa. dan bilamana perbuatan itu masak. dan cerita tentang percakapan Yakkha Narad eva adalah yang paling menarik. di kehidupan berikutnya. Tetapi hal itu bukan berarti akhir dari penderitaan bagi makhluk-makhluk yang digelapkan oleh Avijja (kebodohan batin) d an dibelenggu oleh Tanha (nafsu keinginan) berlari berputar-putar dalam lingkara n tumimbal lahir. tidak rusak oleh angin dan panas matahari tetapi sehat dan tahan lama. Tetapi hal ini bukan berarti akhir penderitaan bag i makhluk-makhluk yang digelapkan oleh Avijja dan dibelenggu oleh Tanha berlari berputar-putar dalam lingkaran tumimbal lahir. S. Dan tak mungkinlah. bahwa sebelum mengalami sendiri akibat dari kamma yang dikehendaki. Perbuatan yang dilakukan berdasarkan dosa. maka makhluk itu akan memetik buah (hasil) dari perbuatannya. bahwa kamma (perbuatan) yang dikehendaki.000 tahun dan hidup dalam istana-istana yaitu H amsa. sabda-Ku. dan tidak ada lagi. yang timbul karena moha. A. dilaksanakan. Beliau adalah putra dari Brahmadatta dan Dhanavati dan termasuk dalam suku Kas sapa. maka makhluk itu akan memetik buah (hasil) dari perbuatannya. dan ditimbun orang dapat mengakhiri penderitaan. Demikianlah sabda-Ku. maka perbuatan ini akan masak dimana saja makhluk itu bertumimbal lahi r. dan salah satu dari 7 Budd ha yang disebutkan dalam daftar-daftar Pali. Maka akan datanglah waktunya. mungkin dalam kehidupan ini. dan ditimbun akan berhenti. Demikianlah sabda-Ku. Yasa dan Sirinanda. selama orang itu masih belum mengalami ak ibatnya. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. dan bilamana perbuatan itu masak.X. IstriNya mempersembahkan nasi susu. atau di dalam kehidupan -kehidupan mendatang. Keadaannya sama seperti benih yang tidak rusak dan tidak busuk. dalam kehidupan berikutnya. Selanjutnya Beliau melepaskan kehidupan duniawi. Banyak legenda dihubungkan denganNya.208 Tidak mungkinlah. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. mungkin dalam kehidupan ini. tumbuh dengan baik dan berkembang dengan sempurna. BUDDHA KASSAPA Buddha Kassapa adalah Buddha ke 24 dari tradisi Pali. Perbuatan yang dilakukan berdasarkan moha. Yana adalah pohon bodhiNya. bahwa samudra besar ini akan menj adi kering. Kassapa dilahirkan di Taman Rusa di Isipatana saat raja Kiki memerintah Varanasi . dil aksanakan. oh para Bhikkhu. Beliau menjalani k ehidupan berumah tangga selama 2.XXII Maka akan datanglah waktunya. maka perbuatan ini akan masak dimana saja makhluk itu bertumimbal lahi r. dihasilkan o leh moha. musnah. mungkin dalam kehidupan ini. dan menunjukkan keaj aiban gandaNya di kaki pohon Asana di bagian luar Sundaranagara. IstriNya adalah Sunanda dan Vijitasena adalah putraNya. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. Lagi pula ia juga dianggap sebagai Buddha ke 3 di aeon saat ini (Kappa Bhadda). dan Soma memberinya rumput untuk tempat dudu kNya tepat sebelum pencerahanNya. setelah ditebarkan di tan ah yang subur dan dipersiapkan dengan baik serta cukup mendapat air hujan. maka makhluk itu akan meme tik buah (hasil) dari perbuatannya.

.128 ff.. Digha Nikaya ii. 114 menye but Kassapa sebagai Kashyapa. Mahavastu i. Lihat juga pada: 1. Buddhavamsa xxv.n diantara para bhikkhuni Anula dan Uruvela adalah pengikutNya yang paling terke nal. Selama jaman Buddha Kassapa. Bodhisatva hidup sebagai seorang pemuda brahmin den gan nama Jotipala. 3.. Buddha Kassapa hidup selama 20. 4. Mahavamsa xv.000 tahun dan meninggal di Taman Setavya di Kashi ..7. PembantuNya adalah Sabbamitta..45 f. Konon wajah keemasan Maha Kacchana disebabka n karena persembahan sebuah batu bata emasnya untuk tempat pemujaan Kassapa. Teks-teks Sansekerta Buddhist seperti Divyavadana 333 f. Majjhima Nikaya ii.55 ff. 6. 2. Buddhavamsa Atthakatha 217 ff. Dipavamsa xv. 236 . 5. Dhammapada Atthakatha ii. Faxian (Fahsien) dan Xuangzang (Huan Tsang) juga menunjukkan keberadaan fisik te mpat-tempat pemujaan Kassapa. 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful