INTISARI AGAMA BUDDHA Penyusun : Pandita S. Widyadharma BAB II - AJARAN SANG BUDDHA 1.

KITAB SUCI AGAMA BUDDHA Kitab Suci Agama Buddha yang tertulis dalam Bahasa Pali adalah TIPITAKA, yang terdiri dari : 1. Vinaya Pitaka Yang berisikan tata-tertib bagi para bhikkhu/bhikkhuni. 2. Sutta Pitaka Yang berisikan khotbah-khotbah Sang Buddha 3. Abidhamma Pitaka Yang berisikan Ajaran tentang metafisika dan ilmu kejiwaan. Sedangkan yang tertulis dalam bahasa Sansekerta adalah : 1. 2. 3. 4. Avatamsaka Sutra. Lankavatara Sutra. Saddharma Pundarika Sutra. Vajracchendika Prajna Paramita Sutra (Kim Kong Keng), dan lain-lain.

2. KESUNYATAAN DAN KENYATAAN 1. Paramatha-sacca : Kebenaran mutlak (absolute truth), dan harus memenuhi sy arat-syarat sebagai berikut : 1. Harus benar. 2. Tidak terikat oleh waktu ; waktu dulu, sekarang dan waktu yang akan datang sama saja. 3. Tidak terikat oleh tempat ; di sini, di Amerika ataupun di bulan sam a saja. 2. Sammuti-sacca : Kebenaran relatif ; berarti bahwa sesuatu itu benar, tetap i masih terikat oleh waktu dan tempat. 3. EHIPASSIKO Ehipassiko berarti "datang dan alamilah sendiri". Umat Buddha tidak diminta untu k percaya saja, tetapi justru untuk mengalami sendiri segala sesuatu. Ini menunj ukkan khas Buddhis, berbeda dengan apa yang diajarkan oleh Agama-agama lain. 4. EMPAT KESUNYATAAN MULIA I. Kesunyataan Mulia tentang Dukkha Hidup dalam bentuk apa pun adalah dukkha (penderitaan) : a. dilahirkan, usia tua, sakit, mati adalah penderitaan. b. berhubungan dengan orang yang tidak disukai adalah penderitaan. c. ditinggalkan oleh orang yang dicintai adalah penderitaan. d. tidak memperoleh yang dicita-citakan adalah penderitaan. e. masih memiliki lima khanda adalah penderitaan. Dukkha dapat juga dibagi sbb. : a. dukkha-dukkha ialah penderitaan yang nyata, yang benar dirasak an sebagai penderitaan tubuh dan bathin, misalnya sakit kepala, sakit gigi, susa h hati dll. b. viparinäma-dukkha merupakan fakta bahwa semua perasaan sen ang dan bahagia --berdasarkan sifat ketidak-kekalan-- di dalamnya mengandung ben ih-benih kekecewaan, kekesalan dll. c. sankhärä-dukkha lima khanda adalah penderitaan ; selama masih ad a lima khanda tak mungkin terbebas dari sakit fisik.

II. Kesunyataan Mulia tentang asal mula Dukkha Sumber dari penderitaan adalah tanhä, yaitu nafsu keinginan yang tidak ada habis-h abisnya. Semakin diumbar semakin keras ia mencengkeram. Orang yang pasrah kepada tanhä sama saja dengan orang minum air asin untuk menghilangkan rasa hausnya. Ras a haus itu bukannya hilang, bahkan menjadi bertambah, karena air asin itu yang m engandung garam. Demikianlah, semakin orang pasrah kepada tanhä semakin keras tanhä itu mencengkeramnya. Dikenal tiga macam tanhä, yaitu : 1. a. b. c. d. e. f. Kämatanhä : kehausan akan kesenangan indriya, ialah kehausan akan : bentuk-bentuk (indah) suara-suara (merdu) wangi-wangian rasa-rasa (nikmat) sentuhan-sentuhan (lembut) bentuk-bentuk pikiran

2. Bhavatanhä : kehausan untuk lahir kembali sebagai manusia berdasarkan kepe rcayaan tentang adanya "atma (roh) yang kekal dan terpisah" (attavada). 3. Vibhavatanhä : kehausan untuk memusnahkan diri, berdasarkan kepercayaan, b ahwa setelah mati tamatlah riwayat tiap-tiap manusia (ucchedaväda). III. Kesunyataan Mulia tentang lenyapnya Dukkha Kalau tanhä dapat disingkirkan, maka kita akan berada dalam keadaan yang bahagia s ekali, karena terbebas dari semua penderitaan (bathin). Keadaan ini dinamakan Ni bbana. a. Sa-upadisesa-Nibbana = Nibbana masih bersisa. Dengan 'sisa' dim aksud bahwa lima khanda itu masih ada. b. An-upadisesa-Nibbana = Setelah meninggal dunia, seorang Arahat akan mencapai anupadisesa-nibbana, ialah Nibbana tanpa sisa atau juga dinamakan Pari-Nibbana. Sang Arahat telah beralih ke dalam keadaan yang tidak dapat diluki skan dengan kata-kata. Misalnya, kalau api padam, kejurusan mana api itu pergi? jawaban yang tepat : 't idak tahu' Sebab api itu padam karena kehabisan bahan bakar. IV. Kesunyataan Mulia tentang Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha Delapan Jalan Utama (Jalan Utama Beruas Delapan) yang akan membawa kita ke Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha, yaitu : Pañña 1. 2. Sila 3. 4. 5. Samädhi 6. 7. 8. Pengertian Benar (sammä-ditthi) Pikiran Benar (sammä-sankappa) Ucapan Benar (sammä-väcä) Perbuatan Benar (sammä-kammanta) Pencaharian Benar (sammä-ajiva) Daya-upaya Benar (sammä-väyäma) Perhatian Benar (sammä-sati) Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)

Delapan Jalan Utama ini dapat lebih lanjut diperinci sbb. : 1. Pengertian Benar (sammä-ditthi) menembus arti dari : a. Empat Kesunyataan Mulia b. Hukum Tilakkhana (Tiga Corak Umum) c. Hukum Paticca-Samuppäda d. Hukum Kamma

2. Pikiran Benar (sammä-sankappa) a. Pikiran yang bebas dari nafsu-nafsu keduniawian (nekkhamma-sankappa). b. Pikiran yang bebas dari kebencian (avyäpäda-sankappa) c. Pikiran yang bebas dari kekejaman (avihimsä-sankappa) 3. Ucapan Benar (sammä-väcä) Dapat dinamakan Ucapan Benar, jika dapat memenuhi empat syarat di bawah ini : a. Ucapan itu benar b. Ucapan itu beralasan c. Ucapan itu berfaedah d. Ucapan itu tepat pada waktunya 4. a. b. c. Perbuatan Benar (sammä-kammanta) Menghindari pembunuhan Menghindari pencurian Menghindari perbuatan a-susila

5. Pencaharian Benar (sammä-ajiva) Lima pencaharian salah harus dihindari (M. 117), yaitu : a. Penipuan b. Ketidak-setiaan c. Penujuman d. Kecurangan e. Memungut bunga yang tinggi (praktek lintah darat) Di samping itu seorang siswa harus pula menghindari lima macam perdagangan , yai tu : a. Berdagang alat senjata b. Berdagang mahluk hidup c. Berdagang daging (atau segala sesuatu yang berasal dari penganiayaan mah luk-mahluk hidup) d. Berdagang minum-minuman yang memabukkan atau yang dapat menimbulkan keta gihan e. Berdagang racun. 6. Daya-upaya Benar (sammä-väyäma) a. Dengan sekuat tenaga mencegah munculnya unsur-unsur jahat dan tidak baik di dalam bathin. b. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk memusnahkan unsur-unsur jahat dan ti dak baik, yang sudah ada di dalam bathin. c. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk membangkitkan unsur-unsur baik dan s ehat di dalam bathin. d. Berusaha keras untuk mempernyata, mengembangkan dan memperkuat unsur-uns ur baik dan sehat yang sudah ada di dalam bathin. 7. Perhatian Benar (sammä-sati) Sammä-sati ini terdiri dari latihan-latihan Vipassanä-Bhävanä (meditasi untuk memperoleh pandangan terang tentang hidup), yaitu : a. Käyä-nupassanä = Perenungan terhadap tubuh b. Vedanä-nupassanä = Perenungan terhadap perasaan. c. Cittä-nupassanä = Perenungan terhadap kesadaran. d. Dhammä-nupassanä = Perenungan terhadap bentuk-bentuk pikiran. 8. Konsentrasi Benar (sammä-samädhi) Latihan meditasi untuk mencapai Jhäna-Jhäna.

Siswa yang telah berhasil melaksanakan Delapan Jalan Utama memperoleh : 1. Sila-visuddhi Kesucian Sila sebagai hasil dari pelaksanaan Sil a dan terkikis habisnya Kilesa. 2. Citta-visuddhi Kesucian Bathin sebagai hasil dari pelaksanaan S amadhi dan terkikis habisnya Nivarana. 3. Ditthi-visuddhi Kesucian Pandangan sebagai hasil dari pe laksanaan Pañña dan terkikis habisnya Anusaya. Untuk lebih jelasnya, hal tersebut di atas akan diterangkan lebih lanjut seperti di bawah ini : Asava Delapan Jalan Utama 1. Kilesa Kilesa 3. Ucapan Benar 4. Perbuatan Benar 5. Pencaharian Benar > Sila Line 2. Nivarana Nivarana 6. Daya-upaya Benar 7. Perhatian Benar 8. Konsentrasi Benar > Samadhi 3. Anusaya 1. Pengertian Benar 2. Pikiran Benar > Pañña Asava = Kekotoran bathin, dapat dibagi dalam 3 (tiga) golongan besar, ya itu: 1. Kilesa = Kekotoran bathin yang kasar dan dapat jelas dilihat atau didengar. 2. Nivarana = Kekotoran bathin yang agak halus, yang agak suka r diketahui. 3. Anusaya = Kekotoran bathin yang halus sekali dan sangat su kar untuk diketahui. BHAVANA Agama Buddha mengenal 2 (dua) macam meditasi (Bhavana) : I. Samatha-bhavana = Meditasi untuk mendapatkan ketenangan ba thin melalui Jhäna-Jhäna. Jhäna pertama : a. Vitakka = Usaha dalam tingkat perm ulaan untuk memegang obyek. b. Vicära = Pikiran yang berhasil memegang obyek dengan kuat. c. Piti = Kegiuran d. Sukha = Kebahagiaan. e. Ekaggata = Pemusatan pikiran yang kuat. Jhäna kedua : Vicära, Piti, Sukha, Ekaggata. Jhäna ketiga : Piti, Sukha, Ekaggata. Jhäna keempat : Sukha, Ekaggata. Jhäna kelima : Ekaggata + keseimbangan bathin. Meditasi Samatha-bhävanä yang sangat dipujikan ialah Brahma-Vihära-bhävanä yang terdiri da ri : 1. Mettä-bhävanä = ek. 2. Karunä-bhävanä = edang menderita. 3. Muditä-bhävanä = giaan orang lain. 4. Upekkhä-bhävanä Usaha dalam tingkat permulaan untuk memegang oby Meditasi welas-asih terhadap semua mahluk yang s Meditasi yang mengandung simpati terhadap kebaha = Meditasi keseimbangan bathin.

Brahmä-Vihära-bhävanä dapat juga dipakai untuk melemahkan kecenderungan-kecenderungan un tuk melakukan perbuatan yang tidak baik.

10.keinginan jahat.nafsu keinginan Vyäpäda -. 2. Vipassanä-bhävanä = Meditasi untuk memperoleh Pandangan Terang tenta ng hidup. Kemelekatan yang sangat terhadap sesuatu sehingga menimb Penolakan yang sangat terhadap sesuatu sehingga menimbul Kebodohan . Vicikicchä -. 5.keragu-raguan. Kämacchanda -. Tidak akan terlahir kembali di alam manusia 4. Setelah meninggal dunia. jiwa atau aku yang kekal. Dosa = kan kebencian. Maksimum 7 kali 2.Tiga Akar Perbuatan Tiga hal yang di bawah ini dapat disebut sebagai tiga akar atau sumber untuk mel akukan perbuatan. Avijjä = Kegelapan bathin. Ruparäga = Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam bentuk. 4. 3. 3. Kebodohan/kegelapan bathin. 9. 2. Ariya-puggalä Ialah para bhikkhu dan orang-orang berkeluarga y ang setidak-tidaknya telah mencapai tingkat kesucian pertama.lamban. Sotäpanna 1. Uddhacca = Bathin yang belum seimbang benar. umat Buddha dapat dibagi dalam dua golongan : 1.gelisah dan cemas. kebencian dan amarah. Uddhacca-kukkucca -. Aruparäga = Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam tanpa bentuk. Kämaräga = Nafsu Indriya. karena tidak dapat menembus arti dar . Puthujjana Ialah para bhikkhu dan orang-orang berkeluarga y ang belum mencapai tingkat kesucian. Lahir kembali 1. Tujuan dari latihan-latihan bhävanä ialah untuk menyingkirkan Nivarana (lihat pembah asan Asava) yang dianggap sebagai rintangan untuk memperoleh ketenangan bathin m aupun Pandangan Terang tentang hidup dan hakekat sesungguhnya dari benda-benda. Silabbataparämäsa = Kepercayaan tahyul bahwa upacara agama saja dapat membeb askan manusia dari penderitaan. Sakkäyaditthi = Pandangan sesat tentang adanya pribadi. 8. 2. malas dan kesu. : 1. 3. Tingkat-tingkat kesucian Tingkat kesucian Belenggu yang harus dipatahkan . keinginan tidak baik. Anägämi 4. Thina-middha -. tidak dapat menbeda-bedakan mana yang buruk II. Lobha = ulkan keserakahan. seorang Anägämi akan terlahir di sorga Suddhavasa dan disit u akan mencapai Tingkat Arahat. Vyäpäda = Benci. Latihan-latihan Vipassanä-bhävanä sudah diterangkan sewaktu membahas Perhatian Benar ( sammä-sati). 7. 2. Perincian dari Nivarana adalah sbb. 5. Dalam tingkat kesucian. Vicikicchä = Keragu-raguan terhadap Sang Buddha dan AjaranNya. 1 kali 3. Sakadägämi Melemahkan belenggu-belenggu nomor 4 dan 5. yaitu : 1. Arahat 6. tentang hakikat sesungguhnya dari benda-benda. Moha = dan mana yang baik. Mäna = Ketinggian hati yang halus. Mencapai Nibbana Keterangan Avijjä = : Perbedaan antara Avijjä dan Moha.

+ pn = A + p + p1 + p2 + .. Attaväda Paham bahwa atma (roh) adalah kekal-abadi dan akan berlangsung sepan jang masa (tidak dibenarkan oleh Sang Buddha). 3. Widyadharma BAB I . A + p = Nihil Anattä 1. yaitu : Uppada Petunjuk (timbul) Thiti Petunjuk (berlangsung) Bhanga (berakhir/lenyap) 2. + pn Ucchedaväda 1.. Contoh dari sesuatu yang tidak tercipta adalah Nibbana. : Attaväda 1. A + p = A + p (A + p) + p1 = A + p + p1 (A + p + p1) + p2 = A + p + p1 + p2 (A-p-p1-p2) + . 4. Hukum Kamm a..i Empat Kesunyataan Mulia. roh p1 = C Pengalaman hidup . Umat Buddha melihat segala sesuatu dalam alam semesta ini sebagai suatu proses yang selalu dalam keadaan bergerak. Hukum Tilakkhana. A A 2.HUKUM TILAKKHANA (TIGA CORAK UMUM) Hukum Tilakkhana ini termasuk Hukum Kesunyataan . Sabbe sankhärä aniccä Segala sesuatu dalam alam semesta ini yang terdiri dari paduan unsur -unsur adalah tidak kekal. Uraian secara matematika tentang ketiga paham tersebut adalah sbb. Di samping paham anattä yang khas Buddhis terdapat juga dua paham lain yaitu : 1. Sabbe sankhärä dukkha Apa yang tidak kekal sebenarnya tidak memuaskan dan oleh karena itu adalah penderitaan. Ucchedaväda Paham bahwa setelah mati atma (roh) itu pun akan turut lenyap (tidak dibenarkan oleh Sang Buddha). 2. 1. 3. Hukum Paticca-Samuppada. Jadi tidak terikat oleh waktu dan tempat. 2. Penyusun : Pandita S. karena tidak dapat membedakan apa ya ng baik dan apa yang tidak baik. Moha = Kebodohan/kegelapan bathin..PENDAHULUAN 5. berarti bahwa Hukum ini berlak u di mana-mana dan pada setiap waktu. Sabbe Dhammä Anattä Segala sesuatu yang tercipta dan tidak tercipta adalah tanpa inti ya ng kekal/abadi. B p + = + = p = B Atma.

: Kesadaran > Pencerapan > Pikiran > Perasaan. 4. api. Menurut Ajaran Sang Buddha. ini garamnya. maka bahan-bahan itu telah berubah sama s ekali. 4. 2. 2. mengenal obyek. garam. 3. C + p2 = D I. Sankhära = Pikiran. n amun setelah melalui proses pembuatan dan pembakaran di oven telah menjadi sesua tu yang baru sama sekali dan tidak mungkin lagi untuk mengembalikannya dalam ben tuknya yang semula. lidah. maka anattä diterangkan melalui analisa.3. di dalam diri seorang manusia hanya terdapat lima kh andha ini dan tidak dapat ditemukan suatu atma atau roh yang kekal dan abadi. Rupa = Bentuk. Tetapi setelah menjadi roti tidak mungkin kita akan menunjuk satu bagian tertentu dan mengatakan : ini adalah tepungnya. : 1. maka bekerja-samanya lima khandha ini adalah sbb. telinga. yaitu melalui Hukum Pat . III. Vedanä Dengan membanding-bandingkan ini lalu timbul suatu perasaan senang (suka) atau tidak senang (tidak suka) terhadap rangsangan yang telah tertangkap melalui panca indera kita. 5. Rupa Kita menangkap suatu rangsangan melalui mata. Kelima kelompok kehidupan/kegemaran tersebut adalah : 1. III = Kehidupan ke I. hidung. sehingga seo rang manusia dapat dikatakan terdiri dari rupa dan nama. Kesimpulan : Meskipun roti itu terdiri dari bahan-bahan yang tersebut di atas. Viññana = Kesadaran. mentega. LIMA KHANDHA Dalam Agama Buddha diajarkan bahwa seorang manusia terdiri dari lima kelompok ke hidupan/kegemaran (Khandha) yang saling bekerja-sama dengan erat sekali. Karena setelah bahan-bahan itu di aduk menjadi satu dan dibakar di oven. De ngan cara ini. badan jasmani. Vedanä = Perasaan. 2. susu. ini tenaga kerjanya dst. Sañña Rangsangan tersebut mencerap ke dalam bathin kita melalui suatu bagian dar i otak kita. 4 dan 5 dapat juga dinamakan nama (bathin). bentuk-bentuk mental. Roti dibuat dengan memakai tepung. gula. tenaga kerja dll. misalnya kalau kita membuat roti..HUKUM PATICCA-SAMUPPADA Paham anattä dapat pula diterangkan melalui cara sinthesa. tubuh. Gabungan dari No. Proses mental ini berlangsung sbb. II. 3. 6. tubu h yang merupakan bagian dari badan jasmani kita. Sankhära Rangsangan ini kita akan banding-bandingkan dengan pengalaman kita yang du lu-dulu melalui gambaran-gambaran pikiran yang tersimpan dalam bathin kita. II. in i airnya. 5. Contoh konkrit tentang paham anattä. ini apinya. Sañña = Pencerapan. ini menteganya. ragi. air. Viññana (citta) Kita lalu akan menyadari bahwa bathin kita telah menangkap suatu rangsanga n. Dalam menangkap rangsan gan dari luar. 3.

Dengan adanya enam indriya. relatifitas dan saling bergantungan ini. Dengan adanya kemelekatan. HUKUM KAMMA Kamma adalah kata bahasa Pali yang berarti "perbuatan". sakit dll. Upädäna Paccayä Bhavo. 3. 8. Prinsip dari Huku m ini diberikan dalam empat formula pendek. maka seluruh kelangsungan dan kelanjutan hidup dan juga berhentinya hidup d apat diterangkan dalam formula dari duabelas nidana (sebab-musabab) : 1. Phassa Paccayä Vedanä. 9. 2. Bhava Paccayä Jati.icca-Samuppada (Hukum Sebab-musabab Yang Saling Bergantungan). Demikianlah kehidupan itu timbul. dengan terhentinya kelahiran kembali.. maka terjadilah itu. maka terjadilah enam indriya 5. maka te rhenti pulalah kesadaran. 7. Imasming Asati Idang Na Hoti Dengan tidak adanya ini. maka tidak adalah itu. maka terjadilah bathin dan badan jasmani. 6. kelu h-kesah. Vedanä Paccayä Tanhä. . 12. maka terjadilah perasaan. yaitu : 1. ialah semua kehendak atau keinginan dengan tidak membeda-beda kan apakah kehendak atau keinginan itu baik (bermoral) atau buruk (tidak bermora l). maka terjadilah tanhä (keinginan). 4. Kelapukan. berlangsung dan bersambung terus. Dengan adanya proses tumimbal lahir.. 10. maka terjadilah proses tumimbal lahir. maka terjadilah kesadaran. maka terjadilah kesan-kesan. 2. Dengan adanya perasaan. maka terjadilah kelapukan. Imassa Nirodhä Idang Nirujjati Dengan terhentinya ini. mengenai hal ini Sang Buddha pernah bersabda : "O. Dengan adanya tanhä (keinginan). Dengan terhenti seluruhnya dari kebodohan. Saläyatana Paccayä Phassa. Kalau kita m engambil rumus tersebut dalam arti yang sebaliknya. maka terjadilah bentuk-bentuk ka rma. maka te rhenti pula bentuk-bentuk karma. Namarupang Paccayä Saläyatanang. kehendak untuk berbuat (Pali : Cetana) itulah yang Kami namakan Kam . Jaramarana. Dengan adanya kelahiran kembali. kematian. kematian. kematian. Jati Paccayä Jaramaranang. maka terhentilah juga itu. Dengan adanya bathin dan badan jasmani. 7. Dengan adanya kesan-kesan. sakit dll. Berdasarkan prinsip dari saling menjadikan. 11. bhikkhu. maka timbullah itu. Imasming Sati Idang Hoti Dengan adanya ini. Makna yang luas dan sebe narnya dari Kamma. maka kita akan sampai kepada penghentian dari proses itu. yang dalam arti umum mel iputi semua jenis kehendak dan maksud perbuatan. adalah akibat dari kelahiran kembali. kesedihan dll. maka terjadilah kelahiran kembali. Viññäna Paccayä Namarupang Dengan adanya kesadaran. maka terhe nti pulalah kelapukan. la hir atau bathin dengan pikiran kata-kata atau tindakan. Imassuppädä Idang Uppajjati Dengan timbulnya ini. yang baik maupun yang buruk.. Avijjä Paccayä Sankhära Dengan adanya kebodohan (ketidak-tahuan). Sankhära Paccayä Viññänang Dengan adanya bentuk-bentuk karma. maka terjadilah kemelekatan. dengan terhentinya bentuk-bentuk karma. Tanhä Paccayä Upädänang. 3. 4.. keluh-kesah.

dibelokkan. sehingga perbuatan ini akan membawa satu kam ma-vipaka (akibat) yang baik dan memberi kekuatan kepada kita untuk melakukan ka mma yang lebih baik lagi. a kan tetapi tidak menentukan seluruhnya. Oleh karena itu. tidak akan bany ak menderita karena perbuatan itu. Segala sesuatu yang datang pada kita. sesungguhnya benar adanya. Kita hendaknya selalu berbuat baik. ia akan dipantulkan kembali sampai mencapai tempat bekas di m ana batu tadi dijatuhkan. Kamma dapat dibagi dalam tiga golongan : . supaya akibatnya senantiasa akan bersi fat baik.bentu k-bentuk kamma yang lain. Sesudah berkehendak orang lantas berbuat dengan badan. Oleh sebab itu kita haru s hati-hati sekali dengan perbuatan kita. pun tidak mar ah dan juga tidak memihak. ditekan. yakinlah bahwa kamm a yang telah kita perbuat adalah benar. Ia adalah hukum alam. juga bukan ajaran tentang adanya satu nasib yang sudah ditakdirkan. Meman g segala sesuatu yang lampau mempengaruhi keadaan sekarang atau pada saat ini.bahkan menggugurkan -. sebab bilamana gerak gelombang yang halus itu me ncapai tepi kolam. pembuat kebaikan akan mendapat kebaikan. yang bermaksud menolong mahluk-mahluk lain. Singkatnya : Kamma Vipaka dapat diperlunak. membuat mahluk-mahluk lain bahagia. Satu contoh yang klasik adalah sbb. Sebaliknya bila ada sesuatu yang menimpa kita dan membuat kita tidak senang. Pertama-tama akan terdengar percikan air dan kemudian akan terlihat lingkaran-lingkaran gelombang. Mengapa? Orang yang telah menimbun banyak kamma baik. kamma-vipaka itu menunjukkan bahwa kita tel ah berbuat suatu kesalahan. Begitulah semua akibat dari perbuatan kita akan kembali kepada kita seperti haln ya dengan gelombang di kolam yang kembali ke tempat dimana batu itu dijatuhkan. Bentu k kamma yang lebih berat (bermutu) dapat menekan -. sebaliknya orang yang tidak banyak melakukan kamma-kamma baik akan menderita hebat. Perhatik anlah bagaimana lingkaran ini makin lama makin melebar. yang menimpa diri kita. Sang Buddha pernah bersabda (Samyutta Nikaya I. tetapi ada juga yang hampir tidak merasakan akibat apapun juga untuk perbuatan yang sama. 227) sbb : "Sesuai dengan benih yang telah ditaburkan begitulah buah yang akan dipetiknya." Kamma bukanlah satu ajaran yang membuat manusia menjadi orang yang lekas berputu s-asa. perkataan atau pikira n. dan apa yang telah lampau bersama-sama d engan apa yang terjadi pada saat sekarang mempengaruhi pula hal-hal yang akan da tang. hal.ma. Terdapat dua belas jenis bentuk-bentuk kamma yang tidak diperinci di sini. Bilamana kita mengalami sesuatu yang membahagiakan. saat sekarang inilah yang nyata dan ada "di tang an kita" sendiri untuk digunakan dengan sebaik-baiknya. Apa yang telah lampau sebenarnya merupakan dasar di mana hidup yang sekara ng ini berlangsung dari satu saat ke lain saat dan apa yang akan datang masih ak an dijalankan. yang dipercaya atau tidak diper caya akan berlangsung terus. Tertaburlah olehmu biji-biji benih dan engkau pulalah yang akan merasaka n buah-buah dari padanya". janganlah sekali-kali dilupakan hendaknya bahwa kamm a-vipaka itu senantiasa benar. Ini bukan berarti bahwa gerak tadi telah selesai. sehingga menjadi begitu lebar dan halus yang tidak dapat lagi dilihat oleh mata kita. Ia tidak mencintai maupun membenci. bahkan digugurk an. pembuat kejahatan akan memetik kejahata n pula. oleh karena kamma itu meliputi apa yang telah lampau dan keadaan pada saat ini. Ada orang yang menderita hebat karena perbuatan kecil. : Lemparkanlah batu ke dalam sebuah kolam yang tenang.

Menyebarkan Dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan (sama dengan No. Keserakahan akibatnya tidak tercapai keinginan yang sangat diharap-harapkan. beristeri atau bersuami yang tidak disen angi. 2. 10 (sepuluh) jenis kamma buruk 1. Kamma Pikiran (mano-kamma). Dendam. Bersimpati terhadap kebahagiaan orang lain menyebabkan terlahir dalam lingkungan yang menggembirakan. 2. tidak dipercaya oleh khal ayak ramai. 6. penyakit yang lama sembuhnya. Bermeditasi berakibat dengan terlahir kembali di alam-alam sorga. Omong kosong akibatnya bertubuh cacad. Perbuatan a-susila akibatnya mempunyai banyak musuh. Berendah hati dan hormat menyebabkan terlahir kembali dalam keluarga luhur. kurang bijaksana. Kamma Ucapan (vaci-kamma). 3. Bergunjing akibatnya kehilangan sahabat-sahabat tanpa sebab yang berarti. 8. Hidup bersusila mengakibatkan terlahir kembali dalam keluarga luhur yang keadaannya berbah agia. berpenyakitan. macam-macam penyakit. senantiasa dalam kesedihan karena te rpisah dari keadaan atau orang yang dicintai. Pandangan salah akibatnya tidak melihat keadaan yang sewajarnya. 3. 8). dirangsang oleh keinginan yang s enantiasa tak tercapai. tidak dipercaya khalayak ramai. kemauan jahat / niat untuk mencelakakan mahluk lain akibatnya buruk rupa. pendapat yang tercela. Pencurian akibatnya kemiskinan. 8. Gemar beramal dan bermurah hati akan berakibat dengan diperolehnya kekayaan dalam kehidupan ini atau kehid upan yang akan datang. dinista dan dihina. Meluruskan pandangan orang lain berbuah dengan diperkuatnya keyakinan. 6. dalam hidupnya senantiasa berada d alam ketakutan 2. 4. 7. 7. berbicara tidak tegas. terlahir sebagai pria atau wanita yang tidak normal perasaan seksnya.1. kurang cerdas. Sering mendengarkan Dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan. Berbakti berbuah dengan diperolehnya penghargaan dari masyarakat. 5. 10 (sepuluh) jenis kamma baik 1. Kata-kata kasar dan kotor akibatnya sering didakwa yang bukan-bukan oleh orang lain. Kamma Perbuatan (kaya-kamma). 9. watak tercela. 10. Berdusta akibatnya menjadi sasaran penghinaan. Cenderung untuk membagi kebahagiaan kepada orang lain berbuah dengan terlahir kembali dalam keadaan berlebih-lebihan dalam banya k hal. 3. penghidupannya senantiasa tergantung pada orang lain. 4. 9. Pembunuhan akibatnya pendek umur. 10. 5. .

Beliau akan menikah dengan Chandamukhi dan akan mempunyai p utra Brahmavaddhana. 2. Melukai seorang Buddha.HIRI DAN OTAPPA Dua ciri khas yang dianggap dua sifat yang membantu melindungi dunia dari kekaca uan : 1. Siddhattha dan Chandaka. yaitu malu melakukan hal-hal yang tidak baik. Vaddhamana.dipuji * sukha . dan Suddhana. Selanjutnya Beliau akan melepas kan keduniawian setelah melihat 4 tanda.rugi * yasa . Tempat kelahiranNya adalah K etumati di masa pemerintahan Chakkavatti Samkha dimana dia sendiri akan menjadi pengikut Buddha dan melepaskan kehidupan duniawi. 4.aläbha untung .pasamsä dicela . Metteya akan dilahirkan di sebuah keluarga terpelajar yang terkenal dan namaNya adalah Ajita. Membunuh ibu. Se lanjutnya Beliau akan dianggap sebagai Buddha ke 25 menurut tradisi Pali. Membunuh ayah. Jatimitta dan Vijaya diantara pengikut pria. ATTHALOKA-DHAMMA Dalam penghidupan seorang manusia tidak dapat terlepas dari 8 (delapan) keadaan. dan ibuNy a adalah Brahmawati. Beliau akan menca . dan diantara para bhikkhuni ad alah Paduma dan Sumana. Membunuh seorang Arahat. Yang akan menjadi murid-murid utamaNya d iantara para bhikkhu adalah Asoka dan Brahmadeva.000 tahun yaitu Sirivaddha. 8.dukkha gembira. Beliau akan dihitung sebagai Buddha ke 5 dan yang terakhir di aeon sekarang yaitu Kappa Bhadda.sedih. 3. bahagia . menderita dll. Otappa Perasaan takut. Hiri Perasaan malu. Dipercayai bahwa Beliau akan dilahirkan saat kehidupan manusia diperpanjang sampai 84. Lebih lanjut lagi. Nama sukuNya juga Metteya. Nama ayahNya adalah Subrahma.tak terkenal * nindä .Lima bentuk kamma celaka Lima perbuatan durhaka di bawah ini mempunyai akibat yang sangat berat ialah kel ahiran di alam neraka : 1.000 tahun. Yang akan menjadi para pengikutnya yang luar biasa adalah dua saudaraNya Isidatt a dan Purana. 2.ayasa terkenal . Menyebabkan perpecahan dalam Sangha. BUDDHA METTEYA Metteya adalah Buddha masa depan yang sangat dinantikan dan belum dilahirkan. yaitu : * läbha . 9. Sanghaa dan Visakhaa diantara pengikut wanita. Siha akan menjadi pembantu pribadiNya. 5. Beliau akan hidup di empat istana selama 8. yaitu takut akan akibat yang timbul dari perbuatan-perbuat an yang tidak baik.

Telah menjadi tradisi bahwa Buddha akan datang berdiam di dunia Dewa Tusita deng an nama Nath. daerah Majjhima desa (daerah tengah dari Jambudipa ~sekarang India~) dihuni oleh suku bangsa Ariyaka yang datang dari Utara Pegunungan Himala ya. Karanda. Mendengar permintaan tersebut Raja menjadi kaget dan menolak untuk meluluskan pe rmohonan tersebut.. 2. Hatthinika. Keempat putra Raja tersebut. Ratu memohon kepada Raja agar anaknya yang baru dilahirkan diangkat menjadi Putra Mahkota. Empat pasangan yang tersebut du luan merupakan leluhur dari Dinasti Sakya dan pasangan yang belakangan merupakan leluhur dari Dinasti Koliya. Mahavamsa xxxxxxii. Raja yang memerintah di kota Kapilavatthu adalah Raja Jayasena yang mempunyai seorang putra bernama Sihahanu dan seorang putri yang bernama Ya sodhara. Merasa gembira sekali. Sejarah kerajaan tersebut menurut buku-buku kuno adalah sebagai ber ikut : Seorang raja bernama raja Okkaka yang memerintah daerah tersebut mempunyai empat orang putra (Okkamukha. Mereka memilih sebuah hutan yang banyak ditumbuhi pohon-pohon sakka di lereng Gu nung Himalaya. maka kota yang kemudian mereka bangun diberi nama Kapil avatthu (vatthu = tempat).7. 73. terkecuali putri yan g tertua yang menikah dengan Raja dari Devadaha. Setelah Raja Jayasena meninggal dunia. Chullavamsa xxxviii. Atthasalini 415 BAB I MASA BERKELUARGA (Sumber : Riwayat Hidup Buddha Gotama. maka akhirnya Raja memanggil keempat orang putran ya dan memerintahkan untuk membawa saudara-saudara perempuannya pergi ke suatu d aerah lain untuk membangun sebuah negara baru. di dekat tempat yang sejak lama dihuni oleh seorang pertapa berna ma Kapila. Penerbit : Cetiya Vatthu Daya. 68. Milinda Panha 159. Beliau sering digambarkan atau diukir dalam mahkota-mahkota dan pe rmata-permata karena Beliau belum melepaskan kehidupan duniawi. Cetakan Keduabelas. 1999) Pendahuluan Pada zaman dahulu. dan Sinipura) dan lima orang putri . yaitu adik dari Raja Anjana dari Devadah . Di tempat itulah mereka menikah diantara mereka bersaudara. 5. Tetapi Ratu terus-menerus merengek-rengek serta mengingatkan Raja akan janjinya. tidak lama kemudian mohon diri dari ayahandanya dan bersama dengan saudari-saudarinya berangkat menuju sebuah hutan disertai dengan rombongan ahli-ahli dalam berbagai bidang untuk membangun sebuah negara baru. Pangeran Sihahanu menjadi Raja di Kapilav atthu dan menikah dengan Putri Kencana. Raja telah melepaskan kata-kata dan berjanji kepada Rat u (yang baru) bahwa beliau akan meluluskan semua permintaan Ratu. 81 f.pai pencerahan di bawah pohon Naga. Di daerah lereng Pegunungan Himalaya inilah terletak sebuah kerajaan yang be rnama Kerajaan Sakka (pada waktu itu di daerah tersebut banyak sekali terdapat p ohon sakka). apapun juga ya ng akan dimintanya. Raja menjadi serba salah. 4. Ratu (yang juga adalah saudaranya) meninggal dunia dan Raja m enikah lagi dengan seorang gadis yang kemudian melahirkan seorang anak laki-laki . Pada suatu waktu. Penyusun : Maha Pandita Sumedha Widyadhrama. Lihat juga pada: 1. 3. Karena malu untuk tidak menepati j anji yang pernah diberikannya. Dalam kesempatan yang baik itu. Digha Nikaya iii. Pada suatu hari. Sebab itulah.

Setelah Raja Sihahanu mangkat. Setelah perayaan selesai. Dengan ge mbira Ratu berjalan-jalan di taman dan berhenti di bawah pohon Sala. yaitu Putri Yasodhara. Kemudian p ara istri Dewa-dewa Agung tersebut memandikannya di Danau Anotatta. Setelah berjalan tujuh langkah. Sang Bayi sendiri sudah bersih karena tiada darah atau noda-noda lain yang melek at pada tubuhnya. Dhotodana. Ratu Maya ikut serta dalam perayaan Asalha yang berlangsung tujuh ha ri lamanya. Di tempat itulah seekor gajah putih deng an memegang sekuntum bunga teratai di belalainya memasuki kamar. Sukkoda na. Adik Raja Suddhodana yang bernama Sukkodana mempunyai seorang putra yait u Ananda. Adik dari Raja Sihahanu. Mereka diberkahi dengan lima orang putra yang diberi nama Suddhodana. namun anak yang sanga t mereka dambakan belum juga mereka peroleh. Memang sejak hari itu Ratu mengandung. Empat Maha Brahma menerima Sang Bayi dengan jala emas dan kemudian dari langit t urun air dingin dan panas untuk memandikan Sang Bayi sehingga menjadi segar. Di kebun itu Ratu memerintahkan rombongan berhenti untuk beristirahat. menggosoknya dengan minyak wangi dan kemudian memakaikannya pakaian-pakaian yang biasa dipak ai para dewata. Pangeran Suddhodana menduduki tahta Kerajaan Saky a dan kemudian menikah dengan Putri Maya. Dalam perjalanan ke Devadaha. Pernikahan Raja Suddhodana dan Ratu Maya inilah yang diberkahi dengan kelahiran seorang putra tunggal yang di kemudian hari menjadi terkenal dengan nama Buddha Gotama. Bayi itu kemudian berdiri tegak dan berjalan tujuh langkah di atas tujuh kuntum bunga teratai ke arah Utara. Ratu Maya mandi dengan air wangi. mengucap kan janji uposatha dan kemudian masuk ke kamar tidur. bayi itu lalu mengucapkan kata-kata sebagai beri kut : . Sedangkan adik perempuannya yang bernama Amita memp unyai seorang putra yaitu Devadatta dan seorang putri bernama Yasodhara. mengelilingi di pan sebanyak tiga kali untuk kemudian memasuki perut Ratu Maya dari sebelah kana n. Ratu berpegangan pada dahan pohon Sala dan dalam sika p berdiri itulah Ratu melahirkan seorang bayi laki-laki. tibalah rombongan Ratu di Taman Lumbini (sekarang Rumminde di Pejwar. dan Ghanitodana dan dua orang putri yang diberi nama P amita dan Amita. Ratu bermimpi bahwa empat orang Dewa Agung telah mengangkatnya dan membawanya ke Himava (Gunung Hima laya) dan meletakkannya di bawah pohon Sala di (lereng) Manosilatala. menikah dengan Raja Anjana dari Devadaha dan diberkahi dengan dua orang putra yang diberi nama Suppabuddha dan Dandapani. Nepal) yang indah sekali. Sewaktu tidur. Lahirnya Pangeran Siddhatta Meskipun Raja Suddhodana dan Ratu Maya sudah lama menikah. Amitodana mempunyai dua orang putra yaitu Mahanama dan Anuruddha dan s eorang putri bernama Rohini.a. Para brahmana menerangkan bahwa Ratu akan mengandung seorang bayi laki-laki yang kelak akan menjadi seorang Cakkavatti (Raja dari semua Raja) atau seorang Buddh a. Sepuluh bulan kemudian di bulan Vaisak. dan Ratu Maya dapat melihat dengan jelas bayi dalam kandungannya yang duduk dalam sikap meditasi dengan muka menghadap ke depan. Ketika itu. Amitodana. Ratu memberitahukan mimpi ini kepada Raja dan Raja lalu memanggil para brahmana untuk menanyakan arti mimpi tersebut. Pada waktu itulah Ratu merasa perutnya agak kurang enak. yang ke lak menjadi istri dari Pangeran Siddhatta. Dengan cepat dayang-dayang membuat tirai di sekeliling Ratu. dan dua orang putri yang diberi nama Maya dan Pajapat i (atau Gotami). Ratu mohon perkenan dari Raja untuk dapa t bersalin di rumah ibunya di Devadaha. Ratu Maya memperoleh mimpi yang aneh sekali. Ketika itu tepat purnam a sidhi di bulan Vaisak tahun 623 SM. Selanjutnya Ratu dipimpin masuk ke sebuah istana emas dan direba hkan di sebuah dipan yang bagus sekali. sampai pada suatu waktu Ratu Maya m encapai umur kurang lebih 45 tahun.

Kalau pangeran kelak melihat empat peristiwa tersebut. Akulah tertua dalam dunia ini. Inilah kelahiranku yang terakhir." Artinya . 4. Pada hari itu juga pertapa Asita berkunjung ke istana Raja Suddhodana untuk melihat bayi tersebut. Bhoja. natthi dani punabbhavo. Hanya Kondañña (Brahmana yang termuda) sajala h yang dengan pasti mengatakan bahwa Sang bayi kelak akan menjadi Buddha. Menjawab pertanyaan Raja Suddhodana. diberitahukan oleh para dewa dari alam Tavatimsa b ahwa seorang bayi telah lahir yang kelak akan menjadi Buddha. Akulah teragung dalam dunia ini." Seorang pertapa yang bernama Asita (yang juga disebut Kaladevala) sewaktu bermed itasi di Pegunungan Himalaya. di bawah pohon ini Pangeran Siddhattha kelak mendapatkan Pene rangan Agung. Suyama dan Sudatta. jettho 'ham asmi lokassa. Pada hari yang sama lahir (timbul) pula dalam dunia ini : * Putri Yasodhara. 3. Lima hari setelah lahirnya Sang bayi. Raja Suddhodana memanggil sanak keluargany a berkumpul. yang kelak menjadi kuda Pangeran Siddhattha. yang kelak menjadi pembantu tetap Sang Buddha. * Nidhikumbhi. Orang tua. * Pohon Bodhi. * Ananda. Setelah melihat Sang bayi dan memperhatikan adanya 32 tanda dari seorang Mahapur isa ("orang besar"). Tak akan ada tumimbal lahir lagi. Diantara para B rahmana terdapat 8 orang Brahmana yang mahir dalam meramal nasib. kendi tempat harta pusaka. Dhaja. maka Beliau akan segera m eninggalkan istana dan bertapa untuk menjadi Buddha. kecuali Kondañña. pertapa Asita terta wa gembira tetapi kemudian menangis. Kondañña. Manti. yaitu : Rama. bersama-sama dengan seratus delapan orang Brahmana untuk merayakan kelahiran anak pertamanya dan juga untuk memilih nama yang baik. Selanjutnya pertapa Asita mengatakan bahwa Pangeran kecil itu kelak tidak boleh melihat empat peristiwa. yang kelak menjadi kusir Pangeran Siddhattha. * Seekor gajah istana. Orang mati. "Akulah pemimpin dalam dunia ini. * Kanthaka. * Channa. yang kelak mengundang Sang Buddha untuk berkunjung kembali ke Ka pilavatthu."Aggo 'ham asmi lokassa. Orang sakit. yang kemudia n diikuti juga oleh Raja Suddhodana. meramalkan bahwa Sang bayi kelak akan menjadi Cakkavati (Raja dari semua Raja) atau akan menjadi Buddha. yang kemudian dikenal juga sebagai Rahulamata (ibu dari R ahula). settho 'ham asmi lokassa. . Pertapa suci. Setelah memberi hormat. Nama y ang kemudian dipilih adalah Siddhattha yang berarti "Tercapailah segala cita-cit anya". Para peramal tersebut. namun karena usianya sudah lanjut maka ia sendiri tida k lagi dapat menunggu bayi itu kelak memulai memberikan Ajaran-Nya. pertapa Asita memberi hormat kepada Sang bayi. 2. ayam antima jati. * Kaludayi. pertapa Asita menerangkan bahwa Sang bayi k elak akan menjadi Buddha. Lakkhana. yaitu : 1.

Pelayan-pelayan diperintahkan untuk melindungi Pangeran pergi. Raja Suddhodana menyerahkan perawatan Sang bayi kepada Putri Pajapati (adik Ratu Maya) yang juga dinikahinya. Di kolam-kolam itu ditanami berbagai jenis bunga teratai ( lotus). Melihat keadaan yang ganjil ini untuk kedua kalinya Raja Suddhodana memberi hormat kepada anakny a. Pangeran dan Devadatta b erlari-lari ke tempat belibis itu jatuh. Satu kolam dengan bunga teratai yang berwarna biru (Upala). Mereka ing in menyaksikan perayaan tersebut dan meninggalkan Pangeran kecil di bawah bayang an pohon jambu. Devadatta. Pangeran terkenal sebagai anak yang penuh kasih sayang terhad ap sesama mahluk hidup seperti terlihat dari kisah di bawah ini. Sewaktu perayaan berlangsung dengan meriah. maka sama sekali tidak terganggu oleh suara-suara yang berisik. yaitu suatu tingkatan pemusat an pikiran. Dengan cepat mereka melaporkan peristiwa tersebut kepada Raja. Semua pelajaran yang diberikan. dan satu kolam lagi dengan bunga yang berwarna putih (Pundarika). Pada suatu hari Pangeran sedang berjalan-jalan di taman dengan saudara sepupunya . yang waktu itu terkenal kare na menghasilkan barang-barang tersebut dengan mutu yang terbaik. Namun Pangeran tidak memberinya dan mengatakan." Devadatta tetap menuntutnya dan Pa ngeran tetap pada pendiriannya dan tidak mau menyerahkannya. Tetapi sekarang ia tidak mati dan ternyata masih hidup. Setelah kembali mereka merasa heran sekali melihat Pangeran seda ng bermeditasi dan duduk bersila. Benar saja mereka menemukan Pangeran kecil sedang bermeditasi dengan kaki bersila dan tidak menghiraukan kehadiran orang-orang yang sedang memperhatikann ya. Dengan cekatan Devadatta membidikk an panahnya dan berhasil menembak jatuh seekor belibis. "Ti dak. baik siang maupun malam hari sebagai lambang dari keagungannya. Bayangan pohon jambu tidak mengikuti jalannya matahari tetapi tetap memayungi Pangeran kecil yang sedang bermeditasi. Perayaan Membajak Setelah Pangeran berumur beberapa tahun. Sejak kanak-kanak. Selain tiga kolam tersebut. Setelah tiba waktunya untuk bersekolah. kemudian meremas-remas be berapa lembar daun hutan dan dipakaikan sebagai obat untuk menutupi luka bekas k ena anak panah. Karena a ku yang menolongnya. Ternyata Pangeran cerdas sekali. Pangeran tiba terlebih dahulu dan memel uk belibis itu yang ternyata masih hidup. Akhirnya atas usul . Raja memerintahkan untuk menggali tiga kol am di halaman istana. Ratu Maya meninggal dunia dan terlahir kembali di surga Tusita. Masa Kanak-Kanak Setelah Pangeran berusia tujuh tahun. pakaian dan tutup kepala dari negara Kasi. maka ia adalah milikku. Raja Suddhodana mengajaknya untuk turut pergi ke perayaan membajak bersama-sama para petani dengan menggunakan sebuah a lat bajak yang terbuat dari emas. maka ia benar adalah milikmu. Dari pernikahan ini kemudian lahir seorang putra. Raja juga memesan wangiwangian. dayang-dayang yang ditugaskan untuk menjaga Pangeran merasa tertarik sekali dengan jalannya perayaan itu. Devadatta minta agar belibis tersebut diserahkan kepadanya karen a ia yang menembaknya jatuh.Tujuh hari setelah Pangeran Siddhattha dilahirkan. yang pada waktu itu membawa busur dan panah. yaitu Nanda dan seorang putri. yaitu Rupananda. dengan c epat dapat dipahami sehingga dalam waktu singkat tidak ada lagi hal-hal yang dap at diajarkan kepada Pangeran kecil. Pangeran dengan hati-hati dan penuh ka sih sayang mencabut panah dari sayap belibis tersebut. Kalau ia mati. Karena Pangeran saat itu telah mencapai Jhana. Raja memerintahkan seorang guru bernama Visvamitta untuk memberikan pelajaran kepada Pangeran dalam berbagai ilmu penget ahuan. Devadatta melihat sero mbongan belibis hutan terbang di atas mereka. Ada lagi satu keajaiban lain. Raja dengan diiri ngi para petani berbondong-bondong datang untuk menyaksikan peristiwa ganjil ter sebut. satu kolam d engan bunga yang berwarna merah (Paduma). belibis ini tidak akan aku serahkan kepadamu.

dimana Pangeran akan memilih s eorang gadis untuk dijadikan istrinya. menjinakkan kuda liar. Selanjutnya Raja memerintahkan untuk membuat tembok tinggi mengelilingi istana dan kebun dengan pintu-pintu yang kokoh kuat. satu istana untuk musim panas (Suramma) dan satu istana untuk musim hujan ( Subha). pilihan Pangeran jatuh kepada se orang gadis bernama Yasodhara yang ada ikatan keluarga dengan Pangeran karena ia adalah anak pamannya yang bernama Raja Suppabuddha dari negara Devadaha dan bib inya. sehingga untuk membaw anya ke tempat pertandingan harus digotong oleh empat orang. belibis harus menjadi mili k dari orang yang ingin menyelamatkan jiwanya yaitu Pangeran Siddhatta. mereka berdua pergi ke Dewan Para Bijaksana dan mohon agar Dewan membe rikan keputusan yang adil dalam persoalan tersebut. Ratu Amita (adik Raja Suddhodana). Pada suatu hari Pangeran mengunjungi ayahnya dan berkata. orang sakit. Semua dayang dan pengawalnya adalah orang-orang mud a belia.Pangeran. Raja memerintahkan untuk me mbuat tiga buah istana yang besar dan indah. Dengan pernikahan ini. maka kekhawatiran Raj a Suddhodana agak berkurang sebab Raja selalu ingat dengan ramalan dari pertapa Asita bahwa Pangeran kelak akan menjadi Buddha. Karena itu Raja memerintahkan pengawal-pengawalnya agar Pangeran dijaga jangan s ampai melihat empat hal tersebut. Raja berharap Pangeran akan lebih diikat kepada hal-hal d uniawi. Melihat Empat Peristiwa Pangeran tidak bahagia dengan cara hidup yang dianggap seperti orang tawanan dan terpisah sama sekali dari dunia luar. Ketika hal ini diberitahukan kepada Pangeran. dan memanah ternyata dimenangkan oleh Pangeran. Dengan mendapat sambutan yang meriah sekali dari para hadirin. Hidup tidak m ungkin menjadi milik dari orang yang mencoba menghancurkannya." Masa Remaja Sewaktu Pangeran meningkat usianya menjadi 16 tahun. maka Pangeran mohon kepada Raja ag ar segera mengadakan satu sayembara. Dewan lalu memb erikan keputusan sebagai berikut : " Hidup itu adalah milik dari orang yang mencoba menyelamatkannya. dan pertapa suci. Pange ran tidak ada tandingannya. Dengan demikian Pangeran Siddhatta dan Putri Yasodhara memadu cinta di tiga ista nanya yang mewah sekali dan selalu dikelilingi oleh penari-penari dan dayang-day ang yang cantik-cantik Raja merasa puas dengan apa yang telah dikerjakannya dan berharap bahwa Pangeran kelak dapat menggantikannya sebagai Raja negara Sakya. perkenankanlah aku berjalan-jalan ke luar istana untuk melihat tata cara kehidupan penduduk yan . maka bagaimana ia kelak dapat memelihara dan melindungi istrinya. dimana berbagai ilmu peperangan dipertandin gkan. yaitu orang tua. Apabila ada dayangnya yang sakit maka dayang i tu akan segera disingkirkan. Dalam sebuah pesta besar yang kemudian diselenggarakan dan dihadiri oleh tidak k urang dari empat puluh ribu orang gadis cantik. Untuk membentangkan busur yang dipakai oleh Pangeran saja mereka tidak mampu karena busur itu besar dan berat. Setelah mendengarkan keteran gan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dari kedua belah pihak. Pangeran dinyatak an sebagai pemenang mutlak dari sayembara tersebut. Namun para orang tua tersebut ternyata ti dak mengacuhkannya. Mereka mengatakan bahwa Pangeran tidak paham kesenian dan il mu peperangan. Pangeran bertanding melawan pangeran-pangeran lain ya ng datang dari segenap penjuru negara Sakya. Khusus dalam hal memanah. maka secara sah. dan dijaga siang dan malam oleh orang-orang kepercayaan Raja. Kemudian Raja mengirim undangan kepada para orang tua yang mempunyai ana k gadis untuk mengirimkan anak gadisnya ke pesta. bahkan juga pangeran-pangeran dari negara lain. menggunakan pedang. Setelah Pangeran Siddhatta menikah dengan Putri Yasodhara. Dalam sayembara itu. satu istana untuk musim dingin (Ram ma). "Ayah. Karena itu menuru t norma-norma keadilan yang berlaku. orang mati. Semua pertandingan seperti naik kuda. Sekarang tinggal menjaga supaya Pangeran jangan melihat empat peristiwa tentang kehidupan.

Dengan berat hati Raja memberikan izinnya. Berselang beberapa hari. Sebaiknya Tuanku lupakan saja orang tua tersebut. rambutnya putih. maka Raja memberikan izin. anakku. dengan tiba-tiba seorang tua kel uar dari sebuah gubuk kecil. "Sewaktu masih muda. ompong dan buruk seperti tukang minta-minta yang baru saja ia lihat." Sewaktu Pangeran sedang berjalan-jalan di kota. pakaiannya compang-cam ping dan kotor sekali. Pangeran memerintahkan untuk s egera kembali ke istana karena pemandangan orang tua yang baru saja ia lihat tel ah membuatnya sedih sekali. Karena itu. tetap i bukan keadaannya sewaktu dilahirkan. tanpa ada y ang terkecuali dan begitu pula engkau yang tercantik." Setelah rakyat selesai menghias kota seperti diperintahkan oleh Raja. tidak ada gunanya melarang sebab hal itu tentu akan membuat Pangeran sangat sedih. Giginya sudah ompong. Raja memerintahkan kepada dayang-dayangnya untuk lebih sering meng adakan pesta-pesta makan dan tari-tarian. karena Beliau tahu. yaitu usia tua . Melihat orang tua itu. ia masih merenung bahwa suatu hari semua oran g akan menjadi tua. Tetapi se belumnya aku harus membuat persiapan sehingga segala sesuatunya baik dan patut u ntuk menerima kedatangan anakku yang baik. Hal i tu tidak dapat dielakkan. meskipun ia kaya. badannya kurus kering dan dengan su sah payah serta terbungkuk-bungkuk ditopang oleh sebuah tongkat berjalan tanpa m enghiraukan orang-orang di sekelilingnya yang sedang bergembira. ia pasti akan mati hari itu juga karena ia lapar sekali dan sudah be berapa hari tidak makan. Tetapi Pa ngeran acuh tak acuh saja." Karena permohonan ini wajar. Ia ingin tahu apakah ada orang yang telah menemukan cara untuk menghentikan hal yang menyeramkan itu. Hari itu pemandangan kota berlainan sekali. terpandang atau berkuasa? Malam itu diselenggarakan sebuah pesta besar untuk menghibur Pangeran. Channa? Itu tidak mungkin seorang manusia. Mengapa sebagai seorang Pangeran dan juga orang-orang lain pada suatu hari harus menjadi tua. Tidak ada penduduk berkumpul untuk m .g kelak akan kuperintah. "Anakku. engkau bo leh keluar dari istana untuk melihat bagaimana penduduk hidup di kota. maka Raja menjadi sedih sekali dan ia merasa khawatir bahwa hal ini dapat menyebabkan Pangeran meninggalkan istana . Di tempat tidur. "Pada suatu hari engkau semua akan menjadi tua. Pangeran terkesan sekali karena hal seperti ini baru pert ama kali dilihatnya." Tetapi Pangeran tidak puas dengan jawaban Channa. maka Raja memanggil Pangeran untuk menghadap. Pangeran kembali memohon kepada Raja agar diperkenankan lagi melihat-lihat kota Kapilavatthu. Ia sedang sibuk merenung dan dalam hati berkata kepad a mereka yang hadir. Apakah artinya semua ini?" Channa menerangkan kepada Pangeran bahwa semua itulah keadaan seorang tua. Mengapa ia bungkuk sekal i? Mengapa ia gemetar sewaktu berjalan? Mengapa rambutnya putih dan bukan hitam seperti rambutku? Apa yang salah dengan matanya? Dan giginya dikemanakan? Apakah ada orang yang terlahir seperti itu? Coba katakan. Dengan suara le mah dan perlahan sekali ia meminta-minta makanan dan mengatakan kalau tidak dibe ri makanan. Pangeran pergi bersama-sama Channa dan berpakaian seperti a nak keluarga bangsawan karena ia tidak ingin dikenal sewaktu sedang berjalan-jal an. pikiran itu masih tetap sa ja mengganggunya. dan ia ingin merenungkan persoalan ini dengan lebih mendalam. dan tidak kelihatan gembira sewaktu berlangsungnya pe sta makan dan tari-tarian. sekarang engkau boleh pergi melihat -lihat kota sepuas hatimu. matanya sudah hampir buta. Pada kesempatan ini. orang itu seperti ki ta dan karena sekarang ia sudah tua sekali maka keadaannya telah berubah seperti yang Tuanku lihat. dan tidak ada seorangpun yang dapat men cegahnya." Setelah pesta usai dan Pangeran masuk ke kamar tidur. "Baik. Setelah persoalan ini dilaporkan kepada Raja. Setiap ora ng kalau sudah terlalu lama hidup di dunia akan menjadi seperti orang itu. tetapi sekarang tanpa terlebih dahulu mem beritahukannya kepada para penduduk. "Apakah itu. kul it mukanya kering dan keriput. Rambut orang itu panjang dan sudah putih semua. kulitnya keriput. lemah dan sedih. oh Channa yang baik.

Tuanku.Tuanku. tidak ada bendera-bendera. bahagia dan senang dengan pekerjaannya. Pangeran melihat sesuatu yang membuat Beliau sangat sedih. Raja merasa sedih karena melihat Pangeran pada waktu akhir-akhir ini seperti kurang gembira sehubungan dengan kejadian-kejadian yang telah diliha tnya. Pangeran memperhatikan orang-orang kecil ini yang sederhana dan semua orang keli hatan sibuk sekali. apakah ini yang dinamakan mati? Dan apakah semua orang pada suatu waktu akan mati?" "Betul. emas. dan p enduduk yang berpakaian rapi. Ia diserang demam pes dan seluruh badannya terasa terbakar." Mendengar ini. Di muka dan badannya terdapat bercak-bercak ber warna ungu. sehinggan tidak dapat mengucapkan sepatah kata . Kemudian rombongan membawa usungan itu ke tepi sebuah sungai dan mel etakkannya di atas tumpukan kayu yang kemudian dinyalakan api. Raja menyetujuinya karena beranggapan tidak ada gunanya lagi sekarang untuk mela rang. Berselang beberapa hari. Tuanku. Pada kesempatan ini Pangeran yang berpakaian sebagai anak seorang bangsawan deng an diiringi Channa. Tidak lama kemudian mer eka berpapasan dengan serombongan orang yang sedang menangis mengikuti sebuah us ungan dipikul oleh empat orang. "Mengapakah engkau. Nanti Tuanku juga akan sakit. mengapakah orang ini? Apakah yang salah dengan nafasnya? Me ngapa ia tidak bicara?" "Oh. apakah itu? Mengapa orang itu berbaring di sana dan membiarkan orang la in membakar dirinya?" "Dia tidak tahu apa-apa lagi." "Apakah tidak ada orang yang dapat menolongnya? Apakah semua orang dapat diseran g penyakit? Apakah penyakit datang secara mendadak?" "Betul." "Mati! Channa. Pangeran yang dikenal sebagai orang yang penuh kasih sayang. lalu menjualnya kepada langganannya yang kemudian memakannya selagi masih panas. Seorang tukang celup pakaian sedang mencelup pakaian dalam beraneka ragam warna yang bagus-bagus dan kemudian menjemurnya. Ia menangis tersedu-sedu. Seorang pa ndai emas sedang membuat kalung. "Channa. deng an cepat menghampiri orang itu. Orang itu sakit dan darahnya ber acun." "Tetapi adakah lagi orang lain seperti dia?" "Ada. tunggul-tunggul. jangan sentuh orang itu lama-lama. Tetapi hari itu Pangeran melihat penduduk yang sed ang sibuk bekerja. Tukang kue sedang sibuk memanggang ro ti dan kue. Mohon de ngan sangat agar Tuanku meletakkannya kembali di tanah dan jangan menyentuhnya l agi sebab pes itu sangat menular. Seorang pandai besi dengan badan penuh keringat sedang membuat pisau. gelang. semua makhluk hidup pada suatu waktu harus mati. Di atas usungan itu berbaring seorang yang sudah kurus sekali dalam keadaan tida k bergerak. katakanlah. dan Tuanku mungkin orangnya kalau Tuanku memegangnya seperti itu. "Channa. Pangeran menjadi semakin sedih dan kembali ke istana untuk merenu ngkan hal ini." "Channa. da n perak. masih banyakkah hal-hal buruk seperti ini selain sakit pes?" "Memang. dan cincin dari intan. Tidak ada oran g yang dapat mencegahnya. berjalan-jalan di kota Kapilavatthu. ada ratusan penyakit yang sama hebatnya seperti sakit pes. Pangeran kembali mohon kepada Raja agar diperkenankan k embali melihat-lihat kota Kapilavatthu. Tidak ada seora ngpun yang dapat mencegahnya. kerabu. mengangkatnya. meletakkan kepalanya di pangkuann ya dan dengan suara menghibur menanyakan. matanya berputar-putar dan nafasnya megap-megap. Tuanku. semua orang dalam dunia dapat terserang penyakit. Tetapi Pangeran juga melihat seorang yang sedang merintih-rintih dan bergulingan di tanah dengan ked ua tangannya memegangi perutnya. Orang tersebut tetap diam saja dan tidak bergerak meskipun api telah membakarnya dari semua sudut." Pangeran heran dan kaget sekali. Untuk kedua kalinya dalam hidupnya.engelu-elukannya. Oleh karena it ulah ia merintih-rintih dan tidak lagi dapat bicara. dan itu dapat terjadi setiap saat. engaku mengapakah? " Orang sakit itu sudah tidak dapat menjawab. Orang itu sudah mati. bunga-bunga. Tuanku.

sehingga Beliau menghadiahkan Kisa Gotami sebuah kalung emas yang sedang dipakainya. Selain dari itu. Pangeran berpikir bahwa sangat mengerikan keadaan yang disebut 'mati' itu y ang harus dialami oleh setiap orang. Nibbuta nuna sa nari. meninggalkan sanak keluarga untuk mencari obat agar o rang tidak menjadi tua. Mendengar berita ini. dan di kamarnya ia merenungkan persoalan ini sepanjang hari." Yang berarti : "Tenanglah ibunya. Aku menjauh kan diri dari keduniawian. dan mati. Tenanglah istrinya. "Pangeran yang mulia. meskipun ia seorang Raja atau anak dari seo rang Raja. di manakah obat itu harus dicari?" "Pangeran yang mulia. aku harus meneruskan perjalanan." Yang berarti : "Satu jerat telah terlahir. aku ini seorang pertapa. Pangeran bukannya bergembira tetapi mukanya justru menjad i pucat. Apakah benar tidak ada jalan untuk menghentikannya? Pangeran pulang. Tenanglah ayahnya. Sekarang maafkan. aku mencarinya dalam ketenangan dan kesunyian hutan-hutan yang lebat. aku tidak menginginka n hal-hal dan barang-barang duniawi." Karena ucapan ini maka bayi yang baru lahir kemudian diberi nama "Rahula". belum ada orang yang tahu bagaimana cara untuk menghentikannya.pun. padam semua nafsu-nafsu". Tiba-tiba Pange ran melihat seorang pertapa berjubah kuning dengan membawa mangkuk di tangan men ghampirinya. "Oh." Pangeran terkejut karena ternyata pertapa ini mempunyai pikiran dan cita-cita ya ng sama dengan dirinya. Pangeran mengangkat kepalanya menghadap langit yang tinggi dan kemudian berkata. Mangkuk ini aku bawa untuk mengharapkan makanan dari mereka yang berbelas kasih. di sebuah taman ." Kemudian pertapa itu berlalu dan terus menghilang. Konon diceritakan bahwa perta pa itu adalah seorang dewa yang ingin membantu Pangeran Siddhatta. Pangeran bertemu dengan Kisa Gotami yang kare na kagumnya mengucapkan kata-kata sebagai berikut : "Nibbuta nuna sa mata. jauh dari gangguan dan keramaian dunia. "Semua orang di dunia ini pada suatu waktu harus mati. Pertapa itu menjawab." Sewaktu Pangeran mengunjungi Kapilavatthu untuk keempat kalinya. sakit. Dalam perjalanan pulang ke istana. bandhanam jatam. Pertapa suci. datanglah dayang-dayang yang khusus mencari Pangeran untuk memberitahukan bahwa Putri Yasodhara telah melahirkan bayi laki-laki yang sehat. Yassa yam idiso pati. "Rahulajato." Pangeran terkejut dan tergetar hatinya mendengar perkataan "Nibbuta" yang berart i: "tenang. satu ikatan telah terlahir. Pangeran memberi salam kepada pertapa tersebut dan menanyakan kegunaan mangkuk y ang sedang dipegangnya. Yang mempunyai suami seperti Anda. Pangeran berhenti dan duduk beristirahat di bawah pohon jambu. "Aku juga harus menjad i pertapa seperti itu!" Tidak lama kemudian. . Pangeran merasa gembira sekali dan berkata di dalam hati. Penerangan dan kebahagiaan sedang menunggu. Aku harus mencarinya dan menolong dunia i ni. Nibbuta nuna so pita.

halaman 141/2). Anugerah supaya tidak sakit. kuda kesa yangannya. Peman dangan ini membuat Pangeran jijik dan muak sekali. "Ayah. Anugerah supaya mereka yang pernah hadir pada pesta kelahiranku dapat mema damkan semua nafsu keinginannya. Anugerah supaya semua wanita yang ada di istana bersama sama dengan keraba t lain tetap hidup. Pada tengah malam. Selanjutnya Pangeran masuk ke ruangan tempat para penari sedang menari diiringi musik yang merdu. 7. Anugerah supaya aku dapat mengakhiri kelahiran. sehingga Beliau mengambil kep utusan untuk meninggalkan istana pada malam itu juga. Tetapi Pangeran kelihatan tidak gembira. Anugerah supaya Ayah tetap bersamaku. sehingga muka bayi tidak dapat terlihat . Pangeran kemudian memasuki kamar Yasodhara dan memandangi anaknya dengan gembira dan terharu karena tidak lama lagi Beliau akan meninggalkannya berhubung tekadn ya yang sudah bulat untuk mencari obat agar orang tidak menjadi tua. Pangeran terbangun dan memandang ke sekelilingnya. dan mat i. sakit. Raja Suddhodana menjadi kaget dan kecewa." "Kalau begitu. mohon Ayah memberikan kepadaku: 1. 2. Para pena ri menghentikan tariannya dan mereka pun ikut tidur di ruangan yang sama sambil menunggui Pangeran. Pangeran kemudian pergi ke kamar Yasodhara untuk melihat istri dan an aknya sebelum pergi untuk bertapa. Hal ini menimbulkan amarah Raja. 3. Tangannya menutupi muka Sang bayi. 6." "Tentu saja. usia tua. sakit. Anugerah supaya tidak mati. 5. dan lain-lain. ada yang tengkurap. usiaku sekarang sudah lanjut. Tunggu saja dan tangguhkan kepergianmu sampai aku sudah mangkat. Raja men jawab bahwa hal-hal di atas itu berada di luar kemampuannya dan masih mencoba un tuk membujuknya dengan mengatakan. relakan kepergianku justru sewaktu Ayah masih hidup. ada yang mulutnya me nganga lebar. aku lebih baik turun tahta daripada tidak meluluskan permin taanmu." Mendengar pernyataan di atas. ada yang terlentang. ada yang mengigau. dan mati. Pangeran memanggil Channa dan memerintahkan untuk menyiapkan Kanthaka. dan mati. kalau tidak diberi izin saya mohon Ayah berkenan memberikan kepadaku dela pan macam anugerah. "Anakku. Pangeran dengan hati-hati me ndekati Raja dan mohon izin untuk mencari obat terhadap usia tua. ada yang air liurnya meleleh keluar. Izin tidak diberikan seperti dapat kita ikuti dalam percakapan di bawah ini (dik utip dari buku Mahavastu II. anakku. ada yang menggulung tubuhnya sambil kepalanya terantuk-antuk di dadanya." Raja tetap tidak memberikan izinnya dan Pangeran tetap bersikeras untuk terus me laksanakan cita-citanya." "Ayah. Raja menyelenggarakan satu pesta yang besar d an meriah. Anugerah supaya kerajaan ini tidak berubah dan tetap seperti sekarang. Istrinya sedang tidur nyenyak dan memeluk bay inya. Pa ngeran merasa seperti di pekuburan dengan mayat-mayat yang bergelimpangan. Aku berjanji bila su dah berhasil.BAB II PELEPASAN AGUNG Pangeran Siddhattha Meninggalkan Istana Untuk menyambut kelahiran cucunya. Pangeran merebahkan diri di atas bantal yang dibuat dari benan g-benang emas dan karena letih. Anugerah supaya tidak menjadi tua. akan kembali ke Kapilavatthu untuk mempersembahkan obat yang telah kutemukan ke hadapan Ayah. 4. tidak lama kemudian Pangeran tertidur. Pangeran m elihat gadis-gadis penari tergeletak tidur simpang siur di lantai dalam sikap ya ng beraneka ragam. 8.

kain bawah. yang membuat Dewa Mara menjadi marah dan mengancam akan terus membuntutinya. Ibu. Selanjutnya. Pangeran tidak menggubris bujukan Dewa Mara. "Tidak ada gunanya hamba diam terus di istana tanpa Tuanku. aku kembali ke istana untuk memberikannya kepada Ayah. ikat pinggang. bia rlah hari ini aku tidak melihat wajah anakku. berikan kepada Ayahku da n sampaikan pesanku untuk Ayah. dan Malla. tetapi nanti setelah aku memperole h apa yang kucari. mencukur kumisny a. ikutlah pulang dengan Channa dan jangan menunggu aku lagi. Kanthaka. Pangeran hanya berkata dalam hati. jubah dalam. Setelah sampai di luar kota. Seolah-olah sudah diatur t erlebih dulu oleh para dewa. dan mati. Pangeran akan menja di Raja negara Sakya. Segera setel ah aku memperolehnya. Aku akan mencari obat untuk menghentikan usia tua. pisau. Meskipun menyesali kepergian Pangeran Siddhattha. "Oh. bawa pakaian dan perhiasan ini kembali. sakit. Yasodhara memelu k leher Kanthaka dan bertanya." Kanthaka ikut dengan Channa tetapi belum seberapa jauh berjalan. Brahma Chatikara mempersembahkan keperluan seorang bhikkhu kepada P angeran yang terdiri dari delapan jenis barang. Pangeran Siddhattha tidak mendapat kesukaran sewakt u hendak keluar dari pintu gerbang istana dan waktu hendak keluar dari pintu tem bok kota. aku akan datang kembali dan dengan puas dapat melihat wajah a nak dan istriku." Channa memberi hormat kepada Pangeran dan bersiap-siap untuk kembali. Kuda itu nampaknya sedih sekali dan matanya basah dengan air mata. Para pengawalnya semua sedang tidur nyenyak dan Channa dengan mudah dapat membuk a pintu agar Pangeran dapat keluar dari istana dan keluar kota. "Ayolah. kuda itu berhen ti dan menengok lagi ke belakang agar dapat melihat wajah Pangeran untuk terakhi r kali. Sete lah menukar pakaiannya dengan jubah bhikkhu. mengusap-usap dan men epuk-nepuk lehernya dengan penuh kasih sayang sambil berkata." "Jangan Channa. menyampaikan salam perpisahan Pangeran kepada Ibunya dan Yasodhara beserta sege nap keluarga lainnya. Kanthaka. Rahula. memotong rambut di kepalanya dengan pedang dan melemparkannya ke udara (yang disambut oleh Dewa Sakka dan membawanya ke surga Tavatimsa untuk dipuja di Culam ani-cetiya). Perkenankanlah hamba ikut Tuanku berkelana.. dan Yasodhara untuk jangan terlalu bersusah hati. mangkuk makanan. Pangeran turun dari ku da. Rambut yang tersisa sepanjang dua anguli (± dua inci) semasa hidupnya tetap sepanjang itu dan tidak tumbuh-tumbuh lagi. kesalahan apakah yang telah kuperb uat terhadapmu dan Channa. jarum. Pangeran semula ingin menggeser sedikit tangan istrinya tetapi hal itu diurungka n karena takut kalau hal ini menyebabkan Yasodhara terbangun dan rencananya untu k meninggalkan istana bisa gagal. "Tidak. Yasodhara. Channa menyerahkan perhiasan. dan saringan air. Selanjutnya Channa memberitahukan bahwa Pangeran sekarang berada di tepi Sungai Anoma di negara Malla. Koliya. Pangeran berhenti sejenak dan memutar kudanya untuk melihat kota Kapilavatthu untuk terakhir kali (di tempat itu kemudian didirikan sebuah cetiya yang dinamakan Kanthakanivattana-cetiya). melepas semua perhiasannya dan memberikannya kepada Channa. Ketika itu Pangeran dicegat oleh Dewa Mara yang jahat dan membujuknya untuk kemb ali ke istana dan ia berjanji bahwa dalam waktu satu minggu. sehingga engkau berdua membawa pergi Tuanku Pangeran sewaktu aku sedang tidur nyenyak?" Hal ini membuat Kanthaka sedih dan patah hati ." Setelah itu Pangeran meninggalkan istana dengan menunggang Kanthaka yang berbulu putih diikuti oleh Channa yang memegang buntut kuda. Perjalanan diteruskan melintasi perbatasan negara Sakya. Pangeran memerintahkan Channa untuk kembali ke istana. Tetapi Kan thaka tidak mau diajak pergi. kemu dian dengan satu kali loncatan menyeberangi Sungai Anoma. yaitu: jubah luar. pedang serta pakaian Pangeran kepada Baginda Raja. Saat itu terang bulan d i bulan Asalha dan Pangeran berusia 29 tahun. Pangeran mendekati Kanthaka. tetapi Raja tahu bahwa kepergi . Ibu . Kembalinya Channa bersama Kanthaka (tanpa Pangeran) ke Kapilavatthu disambut ole h Raja dan seluruh penghuni istana dengan ratapan dan tangisan. dan kepada semua orang yang ada di dunia ini.

Vappa. Pertapa Gotama kemudian berguru kepada Uddaka-Ramaputta. maka Per tapa Gotama melanjutkan perjalanannya untuk mencari orang yang dapat mengajar te ntang hal tersebut.annya itu sesuai dengan ramalan pertapa Asita dan Kondañña dan mengharap-harap cemas bila kiranya Pangeran akan berhasil menjadi seorang Buddha. Karena dalam waktu singkat Pertapa Gotama sudah memahami semua pel ajaran Uddaka-Ramaputta. Di tempat ini pertapa Siddhattha (juga disebut Perta pa Gotama) berguru kepada Alara Kalama dan dalam waktu singkat sudah dapat menya mai kepandaian gurunya. sakit. "Mengapa Anda melakukan hal ini? Apakah Anda berselisih paham dengan ayah Anda? Tinggal saja denganku di sini dan aku akan menghadiahkan Anda setengah dari kera jaanku. dan Kondañña) berlatih dalam berbagai cara penyiksaan diri." Dari Rajagaha. Ia merapatkan giginya dan menekan kuat-kuat langit-langit mulutnya sehingga keri ngat mengucur keluar dari ketiaknya. yang pada zaman itu ter kenal sebagai seorang pertapa yang paling pandai. Aku hendak mencari obat untuk menghent ikan usia tua. Kedatangan Pangeran di Ra jagaha ternyata mendapat perhatian dari seorang pembantu Raja Bimbisara yang ter us mengikutinya sampai di Pandavapabbata. sakit dan mati. Setelah berusaha beberapa lama dan melihat bahwa usaha ini tidak membawanya ke P . tempat Pangeran beristirahat untuk mak an dari hasil perjalanan kelilingnya. dan mati." "Terima kasih banyak. Mereka melatih d iri dengan menjemur diri di terik matahari pada siang hari dan pada waktu tengah malam berendam di sungai untuk waktu yang lama. Baginda. Mahanama. Karena merasa bahwa dengan pengetahuan ini masih belum terjawab tentang sebab-mu sabab dari kelahiran dan bagaimana mengakhiri usia tua. Demikian hebat sakit yang dideritanya sehin gga dapat diumpamakan sebagai orang kuat yang gagah perkasa memegang seorang yan g lemah di kepala atau lehernya dan menekan dengan sekuat tenaga. Tetapi Pertapa Gotama masih belum puas sebab ia masih belum mendapat jawaban ten tang bagaimana mengakhiri usia tua. Pertapa Gotama mendapat pelajaran tentang cara bermeditas i yang paling tinggi sehingga mencapai keadaan "Bukan-Pencerapan Pun Bukan Bukan -Pencerapan". maka Pertapa Gotama lalu melakukan latihan yang lebih berat lagi. Mulai hari itu Raja selalu mengikuti keadaan Pangeran dengan menyuruh orang menyelidiki dan melapor kan kepada Raja segala sesuatu yang dikerjakan Pangeran dan dimana Beliau berada . tenang dan teguh serta ulet dalam usahanya. Di tempat ini Pertapa Gotama diajar cara-cara bermeditasi dan pengertian tentang Hukum Kamma dan Tumimbal lahir. Pertapa Gotama kemudian pergi ke Senanigama di Uruvela dan di tempat inilah Pert apa Gotama bersama-sama dengan 5 orang pertapa lain (Bhaddiya. istriku. Pangeran pada suatu pagi berjalan ke arah Rajagaha unt uk mulai dengan meminta-minta makanan kepada penduduk. maka gurunya minta agar ia terus berdiam di tempat ters ebut untuk bersama-sama membina murid-muridnya yang banyak sekali." "Baiklah. ana kku." "Kalau tawaranku tidak diterima. pertapa Siddhattha meneruskan perjalanannya dan tiba di dekat tem pat pertapaan Alara Kalama. selalu waspada. Dari Uddaka-Ramaputta. Pangeran pergi ke kebun mangga di Anupiya. Raja Bimbisara datang menemui pertapa Siddhattha dan kemudian menanyakan nama. yah. Anda sendiri dan kepada semua orang. Karena itulah aku menjadi seorang pertapa. Karena masih saja belum berhasi l. Assaji. apa boleh buat. Aku sangat cinta kepada orang tuaku. Bertapa di Hutan Uruvela Dari tepi Sungai Anoma. Tetapi harap Anda berjanji untuk terlebih dulu mengunjungi Rajagaha apabila kelak berhasil menemukan obat tersebut. Baginda. dan mati. Setelah tujuh hari berdiam di Anupiya. n ama orang tuanya dan mengapa ia menjadi seorang pertapa. sakit. aku berjanji. Raja Bimbisara dilaporkan tentang kedatang an seorang pertapa yang paras mukanya kelihatan agung dan sekarang sedang berist irahat di Pandavapabbata. Dengan sakit yang demikian hebat yang diderita tubuhnya ia berusaha agar batinny a jangan melekat.

" Orang ini tidak mungkin dapat membuat api dari kayu yang basah itu dan ia hanya akan memperoleh keletihan dan kesedihan. tetapi dengan mengeluarkan suara mendesis yang mengerikan keluar melalui l ubang telinga. Kemudian timbul sakit yang hebat di kepala dan di perut disusul d engan panas yang menjalar ke seluruh tubuh. tenang dan teguh serta ulet dalam usahanya. "Aku ingin membuat api. "Aku ingin membuat api. Sehabis mandi di sungai dan ingin kembali ke gubu knya. Pertapa Gotama terjatuh dan pingsan di tepi sungai. Dengan cepat ia memberikan pertapa itu air susu kambing sehingga de ngan perlahan-lahan tenaga Pertapa Gotama pulih kembali dan ia dapat melanjutkan perjalanannya ke gubuk tempat ia bertapa. Dengan sakit yang demikian hebat yang diderita tubuhnya. Setelah berusaha beberapa lama dan melihat bahwa usaha ini tidak membawanya ke P enerangan Agung. "Aku ingin membuat api. aku ingin mendapatkan hawa p anas. Kala perutnya d itekan maka tulang punggungnya dapat dipegang dan kalau punggungnya ditekan maka perutnya dapat dipegang. Kedua: Kalau sekiranya sepotong kayu basah diletakkan di tanah yang kering dan seorang membawa sepotong kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan menggo sok-gosoknya) dan ia pikir." Orang ini tidak mungkin dapat membuat api dari kayu yang basah itu dan ia hanya akan memperoleh keletihan dan kesedihan. maka pertapa dan Brahma na itu berada dalam keadaan yang baik sekali untuk memperoleh Penerangan Agung." Orang ini pasti dapat membuat api dari kayu kering itu. ia berhenti dan mencoba cara yang lain. ia berusaha agar batinn ya jangan melekat. Warna kulitnya beruba menjadi hit am dan rambutnya banyak yang rontok. Selanjutnya ia berpuasa dan tidak makan apa-apa sampai berhari-hari atau mengura ngi makannya sedikit demi sedikit sampai makan hanya beberapa butir nasi satu ha ri. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang tidak terikat lagi kepada kesenangan nafsu-nafsu indria dan batinnya juga tidak terikat lagi. Waktu siuman ia sudah tidak kuat lagi untuk berdiri. aku ingin mendapatkan hawa panas. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang masih terikat kepada kesenangan nafsu -nafsu indria dan batinnya masih ingin menikmatinya pasti tak akan berhasil.enerangan Agung. kesehatannya memburuk dan badannya kurus sekali. ia kemudian melihat bahwa cara ini tidak memba wanya ke Penerangan Agung. Tentu saja. aku ingin mendapatkan hawa panas. ia berhenti dan mencoba cara yang lain. Ia kemudian sedikit dem i sediki menahan nafasnya sampai nafasnya tidak lagi keluar melalu hidung atau m ulut. Sejak hari itu Pertapa Gotama diberi makan air tajin untuk mengembalikan kekuatan dan kesehatannya dan tidak lama kem . Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang tidak terikat lagi kepada kesenangan nafsu-nafsu indria tetapi batinnya masih ingin menikmatinya pasti juga tidak aka n berhasil. Secara tiba-tiba timbul dalam batinnya tiga buah peru mpamaan yang sebelumnya tak pernah terpikir. Kalau berdiri tidak bisa diam karena kakiny a gemetaran. selalu waspada. Pertama: Kalau sekiranya sepotong kayu diletakkan di dalam air dan seorang membawa sepoto ng kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan menggosok-gosoknya) dan ia pikir. Ketiga: Kalau sekiranya sepotong kayu kering diletakkan di tanah yang kering dan seorang membawa sepotong kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan mengg osok-gosoknya) dan ia pikir. Ia merupakan tengkorak hidup dengan tulang-tulang dila pisi kulit dan dagingnya sudah tidak ada lagi. Setelah merenungkan tiga perumpamaan tersebut maka Pertapa Gotama mengambil kepu tusan untuk berhenti berpuasa. Untung pada waktu itu lewat seorang anak penggemb ala kambing bernama Nanda yang melihatnya sedang tergeletak kehabisan tenaga di tepi sungai. Seperti cara-cara yang terdahulu.

tetapi seorang putra raja yang telah enam tahun menjadi pertapa untuk mencari sinar terang yang dapat dip akai untuk memberi penerangan kepada manusia yang berada dalam kegelapan. Tetapi adikku yang baik. Setelah habis makan terjadilah percaka pan antara Pertapa Gotama dengan Sujata seperti di bawah ini. Hari itu Sujata mengirim pelayannya ke hutan unt uk membersihkan tempat di bawah pohon dimana ia ingin mempersembahkan makanan ya ng lezat-lezat kepada dewa pohon. Nyonya. "Sungguh aneh keadaan di dunia ini bahwa seorang Bodhisatta (calon Buddha) harus menerima pelajaran dari seorang penari ronggeng. meskipun belum cukup untuk membuat tanah menjadi basah. coba katakan. Namun lima orang kawannya yang bersama-sama bertapa merasa kecewa sekali karena dengan berhenti berpuasa. Sa mbil berjalan mereka bergurau dan bergembira dan seorang diantaranya menyanyi de ngan syair sebagai berikut: "Kalau tali gitar ditarik terlalu keras. Pertapa Gotama menyambut persembahan ini. Ia tidak tahu bahwa orang yang dikira sebagai dewa pohon sebenarnya adalah Pertapa Gotama. Sujata merasa kagum melihat dewa pohon dengan wa jah yang agung sedang bermeditasi. S ujata ingin membayar kaul kepada dewa pohon karena permohonannya supaya diberi s eorang anak laki-laki terkabul. Karena bodoh aku telah menarik demikian keras tali kehidupan. Orang yang memainkannyalah yang harus pandai menimbang dan mengira. Pertapa Gotama dianggap telah gagal dalam pertapaannya dan tidak mungkin akan memperoleh Penerangan Agung. Aku ya kin dalam waktu dekat ini aku akan berhasil memperoleh sinar terang tersebut. Aku sudah m erasa bahagia dapat memandang wajah suamiku yang sabar atau melihat senyum bayi ini. sehingga dengan demiki an kesehatannya pulih kembali. makanan yang telah aku persembahkan kepada Tuanku adalah u capan terima kasihku karena Tuanku telah meluluskan permohonanku agar dapat dibe ri seorang anak laki-laki. Alangkah beruntungnya bahwa dewa pohon berkenan untuk menerima sendiri pe rsembahan Nyonya. Karena itu dengan persembahanmu ini. Sedikit tetesan air hujan sudah cukup untuk memenuhi mangkuk bunga lily. "Oh. Ia agak terkejut waktu pelayannya dengan tergesa-gesa kembali dan memberitahukan . lagunya hilang." Sujata gembira sekali mendengar berita tersebut. apalagi sekarang dengan dilahirkannya seorang anak laki-laki yang menuru . sehingga hampir-hampir saja putus. memasak . memberi persembahan kepada para dewata. Mereka meninggalkannya dan pergi ke Taman Rusa di Benares. Semoga beban hidup akan engkau terima dengan ringan. Beliau sekarang sedang duduk bermeditasi di bawah pohon. karena aku tidak menuntut banyak.udian Pertapa Gotama sudah dapat makan juga makanan lain." Mendengar nyanyian itu. Aku bukanlah dewa pohon. Dalam hatinya ia berkata. Kalau di tarik terlalu kendur ia tak dapat mengeluarkan suara. Setelah makanan selesai dimasak . engkau akan mendapat berkah yang sangat besar. Setiap hari dengan senang hati aku mengurus pekerjaan rumah tangga. maka hatiku dengan mudah mendapat kepuasan. Dengan hati-hati makanan ditempatk an ke dalam mangkuk dan dengan hormat dipersembahkan kepada Pertapa Gotama yang dikira Sujata adalah dewa pohon. talinya putus." Kemudian Pertapa Gotama menyingkap kain yang menutup kepala bayi dan meletakkan tangannya di dahinya sambil memberi berkah: "Semoga berkah dan keberuntungan selalu menjadi milikmu. Da lam hal ini persembahan makananmu telah banyak membantu karena sekarang badanku menjadi kuat dan segar kembali. dewa pohon itu sendiri telah datang dari khayangan untuk menerima langsung persembahan Nyonya. Pada suatu hari serombongan penari ronggeng lewat dekat gubuk Pertapa Gotama. berangkatlah Sujata ke hutan. "Dengan maksud apakah engkau membawa makanan ini?" "Tuanku yang terpuja." Di dekat tempat itu tinggal pula seorang wanita muda kaya raya bernama Sujata. apaka h engkau sekarang bahagia dan apakah kehidupan yang disertai cinta saja sudah me muaskan?" "Tuanku yang terpuja. Suaranya tidak boleh terla lu rendah atau keras. Pertapa Gotama mengangkat kepalanya dan memandang dengan heran kepada rombongan penari ronggeng tersebut. menyambut suamiku yang pulang dari pek erjaan. Memang seharu snya aku tidak boleh menarik tali itu terlalu keras atau terlalu kendur.

dalam penjelasa nmu yang sederhana itu terdapat sari kebajikan yang lebih nyata dari kebajikan y ang tinggi. perasaan lapar dan haus yang luar biasa. minta didoakan supaya aku dapat berhasil melaksanak an cita-citaku. dalam buku-buku suci digambarkan sebagai perjuangan melawan Dewa Mara yang jahat. sedangkan tingginya 9 league. Di tempat itulah Pertapa G otama duduk bermeditasi dengan wajah menghadap ke Timur. keras kepala. Rajanaga Mahakala dan lain-lain cepat-cepat menyingkir dari tempat itu dan Pertapa Gotam a ditinggal sendirian dengan hanya berlindung kepada sepuluh Paramita yang sejak lama dilatihnya." Suatu keajaiban terjadi karena mangkuk itu ternyata mengalir melawan arus." Pertapa Gotama kemudian melanjutkan perjalanan dengan membawa mangkuk kosong. yang engkau p andang sebagai seorang dewa. Sebagaimana engkau sudah mendapat kepuasan." "Semoga Tuanku berhasil mencapai cita-cita Tuan sebagaimana aku berhasil mencapa i cita-citaku. Penerangan Agung Pertapa Gotama meneruskan perjalanannya dan pada sore hari tiba di Gaya. keinginan untuk dipuji dan dihormat i dan hanya melakukan hal-hal yang membuat dirinya terkenal. Pada saat itu muncul Mara. keinginan yang sangat dan melekat kepada benda-benda.t buku-buku suci akan membawa berkah kalau kelak kami meninggal dunia. ia kemudian berkata dalam hati. Tidak berapa lama pikiran-pikiran yan g tidak baik mengganggu batinnya. hantu-hantu jahat. Dengan tekad yang bulat . ke kanan dan ke kiri. Apakah yang harus ditakuti oleh orang yang berkelakuan baik kalau nanti tiba saatnya harus mati?" Mendengar penjelasan Sujata maka Pertapa Gotama menjawab. seperti dapat diikuti dalam pembabaran berikut ini. tidak menyukai kehidupan suci yang bersih dan baik. aku bertekad untuk tidak bangun dari temp at ini sebelum memperoleh Penerangan Agung dan mencapai Nibbana. Mara sendiri me mbawa berbagai macam senjata dan duduk di atas gajah Girimekhala yang tingginya 150 league. seperti Maha-Brahma. disertai bala tentaranya yang maha bes ar. semua dewa yang sed ang berkumpul di sekeliling Pertapa Gotama. Semua usaha Mara untuk menakut-nakuti Pertapa Gotama dengan hu jan besar disertai angin kencang dan halilintar yang berbunyi tak henti-hentinya diikuti dengan pemandangan-pemandangan lain yang mengerikan ternyata gagal semu a dan akhirnya Mara menyambit dengan Cakkavudha yang ternyata berubah menjadi pa yung yang dengan tenang bergantung dan melindungi kepala Pertapa Gotama. malas dan tid ak suka mengerjakan apa-apa. yaitu meditasi dengan me nggunakan obyek keluar dan masuknya nafas. Bala tentara itu ke depan. meskipun engkau tidak belajar apa-apa namun engkau tahu jalan kebena ran dan menyebar keharumanmu ke semua pelosok. keserakahan. dewa hawa nafsu. Perjuangan hebat dalam batin Pertapa Gotama melawan keinginan dan nafsu-nafsu ti dak baik. kebodohan. Melihat bala tentara yang demikian besar datang. tinggi hati dan mem andang rendah kepada orang lain. Ia memi lih tempat untuk bermeditasi di bawah pohon Bodhi (Latin : Ficus Religiosa). sebab buah yang m anis muncul dari pohon yang baik dan buah yang pahit keluar dari pohon yang penu h racun. "Dengan disaksikan oleh bumi. Sakka. Juga aku tahu bahwa kebaikan datang dari perbuatan baik dan kemalangan datang dari perbua tan jahat yang berlaku bagi semua orang dan pada setiap waktu. yang bermaksud menghalang-halangi Pe rtapa Gotama memperoleh Penerangan Agung. takut terhadap jin-jin. mangkuk ini akan mengalir melawan arus dan bukan mengikuti a rus. urat-uratku dan tulang-tulangku akan musnah dan darahku habis menguap. Aku. lebarnya 12 league dan ke b elakang sampai ke ujung cakrawala. Bumi telah menjadi saksi bahwa Pertapa Gotama lulus dari semua percobaan-percoba . meskipun kulitku. kem udian mempersiapkan tempat duduk di sebelah Timur pohon itu dengan rumput kering yang diterima dari pemotong rumput bernama Sotthiya. "Kalau memang w aktunya sudah tiba." Kemudian Pertapa Gotama melakukan meditasi Anapanasati. Ia menuju ke tepi Sungai Nerañjara dalam perjalanannya ke Gaya. Tiba di tepi sungai Pertapa Gotama melempar mangkuknya ke tengah sungai dan berkata. semoga aku pun akan mendapatkan apa yang aku cari. "Kau sudah mengajar kepada orang yang seharusnya menjadi gurumu. keragu-r aguan. seperti keinginan kepada benda-benda duniawi.

00-02." Artinya : "Dengan sia-sia Aku mencari Pembuat Rumah ini Berlari berputar-putar dalam lingkaran tumimbal lahir Menyakitkan.M. Sekarang Ia mendapat jawaban tentang cara untuk mengakhiri penderitaan. penuh kebahagiaan. yaitu antara jam 22.00-22. sekarang telah Kuketahui Engkau tak akan dapat membuat rumah lagi Semua atapmu telah Kurobohkan Semua sendi-sendimu telah Kubongkar Batin-Ku sekarang mencapai keadaan Nibbana Dan berakhirlah semua nafsu-nafsu keinginan. . Batin-Nya menjadi tenang sekali dan penuh kedam aian karena sekarang Ia mengerti semua persoalan hidup dan Ia telah menjadi Budd ha.00 pagi.an dan layak untuk menjadi Buddha.00 . Pembuat Rumah. yaitu kebijaksanaan yang dapat menyingkirkan secara menyelur uh semua Asava (kekotoran batin yang halus sekali). Pada waktu jaga ketiga. ketidakb ahagiaan. Dengan demikian Ia mengerti sebab dari semua keburukan dan juga mengerti cara un tuk menghilangkannya. Tumpukan karma yang berlainan inilah yang membuat satu makhluk be rbeda dari makhluk lain. Pertapa Gotama memperoleh Pubbenivasanussatiñan a. yaitu antara jam 02. meninggalkan istana pada usia 29 tahun. yaitu kebijaksanaan untuk dapat melihat dengan terang kematian dan tumimbal lahir kembali dari makhluk-makhluk sesuai dengan tumpukan karma mereka masing-masing.00. Kemampuan ini juga dinamakan Dibbacakkhuñana. pohon-pohon mendadak berbunga dan menyebark an bau harum ke seluruh penjuru. Gajah Girimekhala berlutut di hadapan Pertapa Gotama dan Mara menghilang dan lari bersama-sama dengan bala tentaranya. yaitu kebij aksanaan dari Mata Dewa. Setelah berhasil mengalahkan Mara. Dengan ini Ia telah menjadi orang yang paling bijaksana da lam dunia yang dapat menjawab pertanyaan yang disampaikan kepadaNya. Pertapa Gotama memperoleh C utupapatañana." Dikisahkan bahwa pada saat itu bumi bergetar karena gembira dan di udara sayup-s ayup terdengar suara musik yang merdu. Dengan muka bercahaya terang. Para d ewa yang menyingkir sewaktu Mara tiba dengan bala tentaranya datang kembali dan semua bersuka cita dengan keberhasilan Pertapa Gotama. seluruh tempat itu penuh dengan kehadiran para dewa yang turut bergembira dan ingin melihat orang yang berhasil mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha. setelah bertapa selama 6 tahun menjadi Buddha pada usia 35 tahun. Pertapa Gotama memper oleh Asavakkhayañana. Pertapa Gotama dengan suara lan tang mengeluarkan pekik kemenangan sebagai berikut: "Anekajati samsaram Sandhavissam anibbissam Gahakarakam gavesanto Dukkha jati punappunam Gahakaraka! dittho'si Punageham na kahasi Sabba to phasuka bhagga Gahakutam visamkhitam Visamkharagatam cittam Tanhanam khayamajjhaga. yaitu kebijaksanaan untuk dapat melihat dengan terang kelahiran-kelahiranNya yang dulu. menikah pada usia 16 tahun. Pada waktu jaga kedua. yaitu antara jam 18.00-04. binatang hutan yang biasanya saling bermusuhan pada waktu itu dapat hidup berdampingan dengan damai. Demikianlah Pangeran Siddhattha yang dilahirkan pada saat purnama sidhi di bulan Vaisak tahun 623 S. kesedihan. tumimbal lahir yang tiada habis-habisnya Oh. Hal ini terjadi pada waktu jaga pertama. usia tua dan kematian.

Sang Buddha men erima empat mangkuk tersebut dan dengan kekuatan gaib-Nya dijadikan satu mangkuk . Selama minggu ketiga. u lar itu berubah bentuknya menjadi seorang anak muda. Sang Buddha agak tertegun sejenak karena mangkuk yang Beliau terima dari Sujata telah dihan yutkan di Sungai Neranjara dan sejak zaman dahulu tidak pernah seorang Buddha me nerima makanan dengan kedua tangan-Nya. Mengikuti apa yang t elah dilakukan oleh Sang Buddha dahulu. Kemudian mereka mohon diberikan suatu benda yang dapat mereka baw . berusaha untuk merayu dan menarik perhatian Sang Buddha. Berbahagialah mereka yang bersimpati kepada makh luk-makhluk lain di dunia ini. Berbahagialah mereka yang dapat men dengar dan melihat kesunyataan. Kini warna-warna tersebu t diabadikan sebagai bendera umat Buddha. jingga dan campuran kelima warna tersebut. sehingga mengeluarkan sinar-sinar berwarna biru. sehingga akhirnya ti ga orang dewi hawa nafsu meninggalkan Sang Buddha. Sang Buddha berdiri beberapa kaki dari pohon Bodhi dan mema ndanginya terus-menerus dengan mata tidak berkedip selama satu minggu sebagai uc apan terima kasih dan penghargaan kepada pohon yang telah memberi-Nya tempat unt uk berteduh sewaktu berjuang untuk mencapai tingkat Buddha. maka datanglah seekor ular kobra yang besar sekali d an melibatkan badannya tujuh kali memutari badan Sang Buddha dan kepalanya memay ungi Sang Buddha supaya jangan sampai terkena air hujan. Batin dan badan jasmani-Nya telah men jadi demikian bersih. Selama minggu keenam. m erah. Pada waktu itulah Sang Budd ha mengucapkan kata kata sebagai berikut: "Berbahagialah mereka yang bisa merasa puas. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Mucalinda. Selama minggu kelima. Sang Buddha duduk bermeditasi di bawah pohon Bodhi dan me nikmati keadaan Nibbana. Di kamar permata itulah Sang Buddha bermeditasi mengenai Abhidhamma. diiringi nyanyian yang merdu dan b isikan yang memabukkan. yaitu keadaan yang terbebas sama sekali dari gangguan-g angguan batiniah. tidak jauh dari pohon Bodhi." Selama minggu ketujuh. dan Raga masih berusaha untuk mengganggu-Nya. Karena w aktu itu turun hujan lebat. Selama minggu kedua. Selama minggu keempat. Setelah Sang Buddha selesai makan kedua pedagang itu memohon agar diterima seb agai pengikut. Tapussa dan Bhallika. Mereka. Sang Buddha berdiam di kamar batu permata yang diciptakan -Nya. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Ajapala Nigrodha (p ohon beringin). Virupakkha dari Barat.Tujuh Minggu Setelah Penerangan Agung Selama minggu pertama. Mereka diterima sebagai upasaka-upasaka pertama yang berlindung kepada Sang Budd ha dan Dhamma. sekarang pun umat Buddha memberi penghor matan kepada pohon Bodhi. Waktu hujan berhenti. meng hampiri Sang Buddha dan mempersembahkan makanan dari beras dan madu. yaitu ajaran mengenai ilmu jiwa dan metafisika. Lenyapnya 'Sang Aku' merupakan be rkah yang tertinggi. Di sinilah tiga orang anak Mara yai tu Tanha. Mereka menampakka n diri sebagai tiga orang gadis yang elok dan menggiurkan yang dengan berbagai m acam tarian yang erotis (penuh nafsu birahi). Sang Buddha berjalan mondar-mandir di atas jembatan emas y ang diciptakan-Nya di udara karena melalui mata dewa-Nya. Berbahagialah yang hidup di dunia dengan tidak me lekat kepada apa pun dan mengatasi hawa nafsu. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Rajayatana. Tiba-tiba empat orang dewa dari empat pe njuru alam (Catumaharaja yaitu Dhatarattha dari sebelah Timur. Dengan demikian Sang Buddha dapat menerima persembahan dari Tapussa dan Bhallika . Pada h ari ke-50 pagi hari. Virulhaka dari Se latan. putih. dan Kuvera dari Utara) datang menolong dengan memb awa seorang satu mangkuk yang dipersembahkan kepada Sang Buddha. Arati. Tetapi Sang Buddha menutup mata-Nya dan tidak mau melihat. kuning. Sang Buddha mengetahui bahwa ada dewa-dewa di surga yang masih meragukan apakah Beliau benar telah men capai Penerangan Agung. sehingga batin-Nya tenang sekali dan penuh kedamaian. dua orang pedagang le wat di dekat tempat Sang Buddha sedang duduk. setelah berpuasa selama tujuh minggu.

Kemudian perh atian-Nya ditujukan kepada Uddaka Ramaputta. mere ka mendirikan sebuah pagoda untuk memuja Kesa Dhatu ini. namun para dewa juga mengatakan bah wa kemarin malam Uddaka meninggal dunia. Dalam dunia ini terdapat juga orang-orang yang sedikit dihinggapi ke kotoran batin dan mudah mengerti Dhamma yang akan diajarkan. sedangkan Sang Buddha sendiri juga melanjutkan perjalanan-Nya ke Benares . Tiba-tiba Brahma Sahampati. Setelah memberi hormat yang layak." Hingga kini permohonan Brahma Sahampati kepada Sang Buddha tetap diperingati den gan permohonan kepada seorang bhikkhu untuk mengajar Dhamma yang berbunyi sebaga i berikut: "Brahma ca lokadhipati Sahampati Katañjali andhivaram ayacatha Santidha sattapparajakkhajatika Desetu Dhammam anukampimam pajam. Kelima orang itu sekarang berada di Ta man Rusa di kota Benares ibukota negara Kasi." Artinya: "Brahma Sahampati. Sebab Dhamma itu dalam sekali dan sulit untuk dimengerti sehingga timbul perasaa n enggan dalam diri Sang Buddha untuk mengajar Dhamma. Ia menggelengkan kepala dan kemudian meneruskan perjalanannya . " Dengan mata dewa. Karena itu Sang Buddha mengambil ketetapan hati untuk mengajar Dhamma demi belas kasih-Nya kepada umat manusia.a pulang. Sang Buddha mengusap kepala-Nya dengan tangan kanan dan memberikan beb erapa helai rambut (Kesa Dhatu = Relik Rambut). turun dari Brahmaloka dan berdir i di hadapan Sang Buddha. Tapussa dan Bhallika melanjutkan perjalanannya. Tetapi Upaka nampaknya sama seka li tidak terkesan. "Semoga Sang Tathagata. Sang Buddha bertemu dengan seorang pertapa Ajivaka bernama Upaka. Te rpesona melihat Sang Buddha yang wajah-Nya demikian cemerlang. demi belas kasih-Nya kepada para manusia. Penguasa dunia ini." Perhatian-Nya kemudian ditujukan kepada Alara Kalama. Kesediaan-Nya itu diutarakan dengan mengucapkan kata-kata sebagai berikut: "Aparuta tesam amatassa dvara Ye sotavanto pamucantu saddhami. Selanjutnya Sang Buddha mengalihkan perhatian-Nya kepada lima orang pertapa yang pernah bersama-sama melakukan pertapaan. Sang Buddha dapat mengetahui bahwa memang ada orang-orang yang tidak lagi terikat kepada hal-hal duniawi dan mudah mengerti Dhamma. Dalam perjalanan ke S ungai Gaya. Sang Buddha segera berangkat menuju ke Taman Rusa Benares. Tapussa dan Bhallika dengan gemb ira menerima Kesa Dhatu tersebut dan setelah tiba di tempat mereka tinggal. berkenan menga jar Dhamma. Setelah makan. tetapi para dewa segera me mberitahukan bahwa Alara seminggu yang lalu telah meninggal dunia. Sang Buddha meren ung apakah Dhamma yang Beliau temukan akan diajarkan kepada khalayak ramai atau tidak." Artinya: "Terbukalah pintu Kehidupan Abadi Bagi mereka yang mau mendengar dan mempunyai keyakinan. Upaka bertanya si apakah guru Sang Buddha. Penguasa dunia ini Merangkap kedua tangannya dan memohon. Brahma Sahampati be rkata kepada Sang Buddha. Sang Buddha menjawab bahwa Beliau adalah orang Yang Mah a Tahu dan tidak mempunyai guru siapa pun juga. Ada makhluk-makhluk yang dihinggapi sedikit kekotoran batin Ajarkanlah Dhamma demi kasih sayang kepada mereka.

yaitu Penerangan Agung. Akan kuajarkan. Setelah seka rang Anda kembali kehidupan yang penuh kesenangan dan kenikmatan dan berhenti be rusaha dan melatih diri. b elajar. Pinggiran ekstrim pertama ialah mengumbar nafsu-nafsu yang bersifat rendah. Karena itulah kami menganggap Anda sebagai pemim pin dan guru kami. Seba b mereka melihat sendiri Beliau berhenti berpuasa. Dan dapat mengajar kamu untuk juga memperoleh Kebijaksanaan tersebut untuk dirimu sendiri. hanya dilakukan oleh orang yang masih berkeluarga. Anda tela h berlatih dan menyiksa diri Anda seperti yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun juga di seluruh Jambudipa. tidak mulia dan tidak berfaedah. mereka melihat bahwa ada sesuatu yang beru bah dan Sang Buddha tidak sama dengan Pertapa Gotama yang dulu mereka kenal. tidak mulia dan tidak berfaedah. Kita sebaiknya juga jangan menawarkan diri untuk menyambut mangkuk dan jubahnya. Dhammacakkappavattana Sutta Di bawah ini diuraikan singkatan dari khotbah tersebut. sewaktu kami masih berdiam bersama-sama Anda. Seorang diantara mereka maju ke depan dan dengan hormat menyambut mangkuk dan ju bah-Nya. Pinggiran ekstrim kedua ialah menyiksa diri. Tetapi dengan segala cara penyiksaan diri itu ternyata Anda t idak berhasil menemukan apa yang Anda cari. Lagipula kita ja ngan memberi hormat kepadanya. ia boleh berdiri saja . oh Pertapa. "Dua pinggiran yang ekstrim. Engkau dapat menyelami sendiri keadaan itu yang berada di atas hidup dan mati. oh Bhikkhu." Setelah itu kelima pertapa bersedia mendengarkan khotbah-Nya. Pertapa. Aku tidak kembali ke kehidupan yang penuh kesenangan dan kenikmatan. mana mungkin Anda sekarang telah menemukannya?" "Kamu keliru. Maka Sang Buddha m emberikan khotbah-Nya yang pertama yang kelak dikenal sebagai Dhammacakkappavatt ana Sutta (Khotbah Pemutaran Roda Dhamma). yang harus dihindari oleh seorang bhikk hu. sifat khas dari orang yang te rikat kepada hal-hal duniawi.BAB III PEMUTARAN RODA DHAMMA Setelah tiba di Benares. namun sewaktu Sang Buddha mendekat. Per tapa Gotama sedang memasuki taman. Khotbah pertama diucapkan oleh Sang B uddha tepat pada saat purnama sidhi di bulan asalha. Setelah mengambil tempat duduk. mereka seolah-olah lupa kepada apa y ang mereka sepakati. Aku tidak pernah berhenti berusaha. Dengarlah apa yang kukatakan. Meskipun mereka semula sudah sepakat untuk tidak menghormat kepada Sang Buddha. kepadamu. bukan nanti kelak kemudian hari. mereka melihat sendiri Beliau menghentikan semua usaha untuk menemukan Penerangan Agung dan sekarang Beliau d atang kepada mereka untuk memberitahukan bahwa Beliau telah menemukan Penerangan Agung itu. Sebaiknya kita tidak usah menyapanya." Tentu saja kelima pertapa merasa heran sekali mendengar ucapan Sang Buddha. Karena itu mereka tidak percaya akan apa yang Sang Buddha katakan. Akan k uberitahukan kepadamu. Siapakah yang mau mengurus seorang pertapa yang telah gagal?" Waktu Sang Buddha datang lebih dekat. Ia sekarang kelihatannya lebih mulia dan agung. Kita hanya menyediakan tikar untuk tempat dudukn ya. sedangkan yang lain sibuk menyiapkan tempat duduk dan yang lain lagi be rgegas mengambil air untuk membasuh kaki Sang Buddha. dan melatih diri seperti yang akan kuajarkan dalam waktu singkat engkau pun dapat mengerti. Seorang dari lima pertapa itu mengatakan. Jalan Tengah dengan menghindari kedua pingg . ia adalah orang yang senang dengan kenikmatan dunia. yang belum pernah mereka lihat sebe lumnya. Aku telah menemukan jalan yang menuju ke keadaan terbebas dari kematian. "Sahabat (avuso) Gotama. "Kawan-kawan. lihat. Ak u sesungguhnya telah memperoleh Kebijaksanaan yang Tertinggi. kelima orang pertapa melihat Sang Buddha sedang memasuk i Taman Rusa. Sang Buddha lalu berkata "Dengarlah. M ereka menjawab. Kalau engkau ingin mendengar. Ia tergelincir dari kehidupan suci dan kembali ke kehidupan yang penuh k esenangan dan kenikmatan. tetapi sekarang juga dalam kehidupan ini bahwa apa yang kukatakan itu adalah benar. yang menimbulkan kesakitan yang heb at. Ia boleh menggunakannya kalau mau dan kalau tidak mau.

Dan dua hari kemudian." Setelah Sang Buddha selesai berkhotbah. ratap tangis. Pikiran Benar. Kemudian timbul dalam diri-Ku. Kemudian timbul dalam diri-Ku. ditinggalkan. Kebijaksa naan. Kebijaksanaan . melekat kepada ken ikmatan dan nafsu-nafsu yang minta diberi kepuasan. Selama pandangan-Ku terhadap Kesunyataan Mulia yang disebut di atas masih belum jelas benar mengenai tiga seginya dan dua belas jalannya. Secara singkat dapat dikatakan bahwa Lima Khanda (Lima Kelompok Kehidupan/Kegema ran) itu adalah penderitaan. sehingga kuperoleh Pandangan Terang. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang dukkha y ang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. Kemudian timbul dalam diri-Ku. Penghidupan Benar. Sejak hari itu Sang Buddha tinggal di Taman Rusa dan tiap hari Beliau memberikan uraian Dhamma kepada lima orang pertapa tersebut. Perhatian Benar dan Konsentrasi Ben ar. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Dukkha: dilahirkan. oh Bhikkhu. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Asal Mu la Dukkha: nafsu keinginan yang tidak habis-habisnya (tanha). Selanjutnya. pertapa Vappa dan Bhaddiya memperoleh Mata Dhamma dan kemu dian ditahbiskan oleh Sang Buddha dengan menggunakan kalimat "ehi bhikkhu". oh Bhikkhu. oh Bhikkhu. terpisah dari sesuatu yang disukai dan tidak mem peroleh sesuatu yang didambakan. usia tua. Sang Buddha memberikan khotbah ked ua dengan judul Anattalakkhanasutta. Kebijaksanaan . sedih. oh Bhikkhu. Penglihatan. Pandangan. Pandangan. Penerangan agung. mara. Aku belum dapat menunt ut dan menyatakan dengan pasti bahwa Aku telah memperoleh Penerangan Agung yang tiada bandingnya di alam-alam para dewa. Penglihatan. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Lenyapn ya Dukkha: nafsu-nafsu keinginan (tanha) yang secara menyeluruh dapat disingkirk an. Kebijaksanaan . Selanjutnya.iran yang ekstrim telah kuselami. Pengetahuan Tertinggi. Daya upaya Benar. Penglihatan. Pandangan. brahma. Kebijaksanaan . dan Nibbana. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Jalan Me nuju Lenyapnya Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. Ucapan Benar. "Mari (ehi) bhikkhu. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Lenyapny a Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. mati. dan dilepaskan. Kondañña memperoleh Mata Dhamma karena dapat mengerti (añña) dengan jelas makna khotbah tersebut dan menjadi seorang Sotapanna ( makhluk suci tingkat kesatu). brahmana dan man usia. dilenyapkan. Pandangan." Dengan demikian Añña Kondañña menjadi bhikkhu pertama yang ditahbiskan dengan ucapan "eh i bhikkhu". keinginan untuk hidup terus-menerus secara abadi dan keinginan untuk memusnahkan diri. oh Bhikkhu. Laksanakan kehidupan suci dan singkirkanlah penderitaan. Penglihatan. Ketenangan. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Jalan M enuju Lenyapnya Dukkha: Pengertian Benar. Kemudian timbul dalam diri-Ku. pertapa. berhubungan den gan sesuatu yang tidak disukai. oh Bhikkhu. Dhamma telah dibabarkan dengan jelas . sakit. Anattalakkhanasutta . oh Bhikkhu. Dengan demikian timbul dalam diriaKu Pandangan Terang dan Pengetahuan bahwa Aku sekarang telah terbebas sama sekali dari keharusan untuk terlahir kembali di dun ia ini dan kehidupanKu yang sekarang ini merupakan kehidupan-Ku yang terakhir. diatasi. pertapa Mahanama dan Assaji memperoleh Mata Dhamma dan di tahbiskan oleh Sang Buddha dengan menggunakan kalimat "ehi bhikkhu". Dua hari setelah itu. Añña Kondañña yang sekarang tidak meragu-ragukan lagi ajaran Sang Buddha mohon untuk dap at diterima sebagai murid. Lima hari setelah memberikan khotbah pertama. Selanjutnya oh Bhikkhu. Sang Buddha meluluskan permohonan ini dan mentahbiska nnya dengan kata-kata. Perbuatan Benar. gelisah. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Asal Mul a Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. keinginan untuk menikmati na fsu-nafsu indria. Selanjutnya.

Yasa ada lah anak seorang pedagang kaya raya dan sebagaimana juga halnya dengan Pangeran Siddhattha. Siswa Yang Ariya itu tahu bahwa ia s ekarang sudah terbebas dari tumimbal lahir. Yasa melihat satu pemandangan yang mengubah seluruh jalan hidupnya.' Tetapi karena Khandha itu Anatta (tanpa roh). Setelah melihat dengan jelas dari segi itu. Setelah melepaskan nafsu-nafsu keinginan batinnya. Sankhara (p ikiran) dan Viññana (kesadaran) adalah Lima Khandha (lima kelompok kehidupan/kegemar an) yang semuanya tidak memiliki Atta (roh). jauh atau dekat. bertempat tinggal seorang anak muda bernama Yasa." "Mengenai sesuatu yang tidak kekal dan penderitaan. apakah Khandha itu kekal atau tidak keka l?" "Mereka tidak kekal. Yasa m elihat pelayan-pelayannya sedang tidur dalam berbagai macam sikap yang membuatny a jemu dan muak sekali. misalnya 'Semoga Khandha-ku begini dan bukan begitu. Bhikkhu. ia akan melepaskan nafsu-nafsu keing inan. oh Bhikkhu. maka ia dapat berubah sekehendak hatinya dan tidak akan menderita karena semua kehendak dan keinginannya dapat dipenuhi. Sewaktu kelima bhikkhu tersebut merenungkan khotbah Sang Buddha. Selanjutnya engkau harus melakukan perenungan dengan memakai Kebijaksanaan bahwa semua itu bukanlah 'milikmu' atau 'kamu' atau 'dirimu'. Sañña (pencerapan). apakah terdapat kebahagiaan atau penderi taan?" "Di sana terdapat penderitaan. Bhante. maka lima khandha yang lampau a tau yang ada sekarang ini. ditakdirkan untuk musnah ." "Di dalam sesuatu yang tidak kekal. Bhante. kehidupan suci telah dilaksanakan da n selesailah tugas yang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu pun yang masih ha rus dikerjakan untuk memperoleh Penerangan Agung. apakah tepat kalau dikatakan bahwa itu adalah 'milikku'.' Setelah mengajar kelima orang bhikkhu itu untuk menganalisa badan jasmani dan ba tin menjadi lima khandha. Kalau sekiranya Khandha itu memilik i Atta (roh). menyenangkan atau tidak menyenangka n. akan melihatnya dari seg i itu.Singkatan dari khotbah ini adalah sebagai berikut: Rupa (badan jasmani). harus diketahui sebagai Khandha (Kelompok Kchidupan/Kegemara n) semata-mata. Ia merasa seperti berada di tempat pekuburan dengan dike lilingi mayat-mayat yang bergelimpangan. 'aku' dan 'diriku' ?" "Tidak tepat. maka ia tidak dapat berubah sekehe ndak hatinya dan karena itu menderita sebab semua kehendak dan keinginannya tida k dapat dipenuhi. Yasa Waktu itu di Benares. Malam itu ia terbangun pada larut malam dan dari sinar lampu di kamarnya. yaitu Arahat. sehi ngga ia mengetahui bahwa ia sudah terbebas. Sang Buddha lalu menanyakan pendapat mereka mengenai h al yang di bawah ini: "Oh. Siswa Yang Ariya yang mendengar uraian ini. Yasa pun memiliki tiga buah istana dan hidup dengan penuh kemewahan dikelilingi oleh gadis-gadis cantik yang menyajikan berbagai macam hiburan. Setelah merasa jemu. Kehi dupan yang penuh kesenangan ini berlangsung untuk beberapa lama sampai pada satu malam di musim hujan. mereka semua da pat membersihkan diri mereka dari segala kekotoran batin (Asava) dan terbebas se luruhnya dari kemelekatan (Upadana) dan mencapai tingkat kesucian yang tertinggi . Bhante. Karena tidak melekat lagi kepada sesuatu maka akan timbul Pandangan Terang. misalnya 'Semoga Khandhaku begini dan bukan begitu." Selanjutnya Sang Buddha mengajar untuk jangan melekat kepada lima khandha terseb ut dengan melakukan perenungan sebagai berikut: Karena kenyataannya memang demikian. bagaimana pendapatmu. Karena tidak tahan lagi melihat keadaan . kasar atau halus. oh Bhikkhu. ia akan merasa jemu terhadap lima khandha tersebut. oh Bhikkhu. Vedana (perasaan). ia tidak melekat lagi k epada sesuatu.

tetapi karena Sang Buddha menggunakan kekuatan gaib maka Yasa tidak melihat ayahnya dan ayahnya tid ak melihat Yasa. bolehka h saya mengundang Sang Bhagava supaya besok siang berkenan mengambil dana (makan an) di rumahku disertai anakku sebagai bhikkhu pengiring?" Sang Buddha menerima undangan ini dengan membisu (berdiam diri). beberapa waktu berselang. sehingga Yasa da pat melihat ayahnya dan ayahnya dapat melihat Yasa. tetapi mereka berlindung hanya kepada Buddha dan Dhamma karm a pada waktu itu belum ada Sangha (Pesamuan Para Bhikkhu. apakah mungkin Yasa kembali ke kehidupan biasa dan menikmati kesenang an nafsu-nafsu indria?" "Aku rasa memang tidak mungkin. Aku akan mengajarmu. Setelah ay . "Alangkah menakutkan tempat ini! Alangkah mengeri kan tempat ini!" Yasa memakai sandalnya dan meninggalkan istananya dalam keadaan pikiran kalut dan penuh kecemasan. Sewaktu berpapasan dengan Yasa. Sebelum menjawab pertanyaan ayah Yasa. yaitu uraian mengenai pentingnya berdana. terlebih dulu Sang Buddh a memberikan uraian tentang pentingnya berdana. Yasa memperoleh Mata Dhamma sebagaimana juga A nda memperolehnya pada hari ini dan menjadi seorang Ariya yang masih membutuhkan sesuatu yang lebih tinggi untuk mencapai Pembebasan Sempurna. dan Sangha. hidup bersusila. Ia berjalan menuju ke Taman Rusa di Isipatan a. Tidak jauh da ri tempat itu. Tapussa dan Bhallika adalah pengikut Sang B uddha yang pertama. Yasa berpikir. ia bertemu dengan Sang Buddha dan bertanya apakah Sang Buddha mel ihat Yasa. Ayah Yasa menegur anaknya dan mendesak agar Yasa pulang kembali ke istananya den gan mengatakan. Keesokan hari seluruh penghuni istana Yasa menjadi ribut karena Yasa tidak ada d i kamarnya dan juga tidak diketemukan di bagian lain dari istananya. Hari ini Yasa ber hasil menyingkirkan semua kekotoran batin dan mencapai Pembebasan Sempurna. Hal ini sudah menjadi rejekinya. Yasa sebenarnya sedang duduk di sisi Sang Buddha. "Kalau begitu baik juga kalau tempa t ini tidak menakutkan dan tidak mengerikan. Sang Buddha menegur. dan manfaat melepaskan diri dari semua ikatan duniawi.itu. buruknya mengumbar nafsu-nafsu. ibumu sangat sedih. Dhamma. "Kepala keluarga yan g baik. yaitu Arahat. Yasa memperoleh Mata Dhamma sewaktu masih duduk di tempat it u. Ayahnya mem erintahkan pegawai-pegawainya untuk mencari ke segenap penjuru dan ia sendiri pe rgi mencari ke Isipatana. Mengetahui perm ohonannya diterima. Mari duduk di sini." Dengan demikian ayah Yasa menjadi upasak a pertama yang berlindung kepada Buddha. "Tempat ini tidak menakutkan. buruknya mengumbar nafsu-nafsu. Setelah Sang Buddha selesai memberikan uraian. hidup bersusila." Yasa membuka sandalnya." Mendengar sapaan Sang Buddha. Waktu itu menjelang pagi hari dan Sang Buddha sedang berjalan-jalan. Yasa yang untuk kedua kalinya mendengarkan u raian Sang Buddha mencapai tingkat kesucian yang tertinggi. Dhamma. Pada waktu itulah Sang Buddha menarik kembali kekuatan gaibnya. Tetapi. Di Taman Rusa ia melihat sandal anaknya. Ayolah pulang demi menyelamatkan nyaw a ibumu. Seperti dijelaskan di halaman depan. tumimbal lahir di surga sebagai ak ibat dari perbuatan baik. "Aku berlindung ke pada Buddha. ayah Yasa berdiri. maka dengan mengucapkan. Tempa t ini tidak mengerikan. yang sekurang-kurangny a terdiri dari lima orang bhikkhu). memberi hormat dan berjalan memutar denga n Sang Buddha tetap di sisi kanannya dan kembali pulang ke istananya. dan Sangha. ayah Yasa memperoleh Mata Dhamma dan mohon untuk diterima sebagai pengikut dengan mengucapkan. Selanjutnya Sang Buddha memberikan uraian tentang Empat Kesunyataan Mulia yang d apat membebaskan manusia dari nafsu-nafsu keinginan. Yasa kemudian mencapai tingkat Arahat sewaktu Sang Buddha mengulang uraian te rsebut di hadapan ayahnya. Kemudian dilanjutkan dengan uraian tentang Empat Kesunyataan Mulia yang dapat membebaskan manusia dari nafsu -nafsu keinginan. "Yasa. Semoga Sang Bhagava menerima aku sebagai upasak a mulai hari ini sampai akhir hidupku. dan manfaat melepaskan diri dari semua ikatan duniawi. tumimbal lahir di surga sebagai akibat dari perbuatan baik. memberi hormat dan kemudian dud uk di sisi Sang Buddha. Sang Buddha kemudian memberikan uraian yang disebut Anupubbikatha. menghampiri Sang Buddha. Coba lah pikir." Yasa menengok ke arah Sang Buddha dan Sang Buddha menjawab. Setelah Sang Buddha selesai memberikan uraian.

Di Benares. Setelah itu. Mereka adalah orang-orang yang da pat mengerti Dhamma dengan sempurna. Mereka adalah pengikut-pengikut wanita pertama yang berlindung kepada Tiga Musti ka (Buddha. Sehabis makan siang. BAB IV MASA MENYEBARKAN DHAMMA Mulai Menyebarkan Dhamma Pada suatu hari. Setelah mendapat penjelasan tambahan. mere ka kerap kali bertemu dengan orang yang ingin menjadi bhikkhu. Khotbahkanla h Dhamma yang mulia pada awalnya. Kalau tidak mendengar Dhamma. tetapi seorang Arahat istim ewa karena mencapai Kebebasan dengan daya upaya sendiri). mereka semua mem peroleh Mata Dhamma dan kemudian diterima menjadi bhikkhu. Tetapi bhikkhu Yasa mempunyai banyak teman lagi yang berada di tempat-tempat jau h." Perbedaannya bahwa Sang Buddh a tidak mengucapkan "dan singkirkanlah penderitaan" karena Yasa pada waktu itu s udah mencapai tingkat Arahat. Sekarang kamu harus mengembara guna kesejahteraan dan kese lamatan orang banyak. baik yang bersifat batiniah maupun yang bersifat badaniah. mereka akan kehilangan k esempatan untuk memperoleh manfaat yang besar. Mendengar sahabat mereka menjadi bhikkhu . Sang Buddha dan Yasa kembali ke Taman Rusa di Isipatana. "Aku telah terbebas dari semua ikatan-ikatan . Keesokan harinya dengan diiringi Yasa. mulia pada pertengahannya. Mereka semu a diterima menjadi bhikkhu dan dalam waktu singkat semuanya mencapai tingkat Ara hat. Mereka menganggap bahwa ajaran-ajaran yang benarbenar sempurnalah yang dapat menggerakkan hati Yasa untuk meninggalkan kehidupan nya yang mewah. Ibu dan istri Yasa keluar dan memberi ho rmat. Melihat kesulitan ini maka Sang Buddha memperkenankan para bhikkhu untuk memberikan pentahbisan sendiri. Karena itu mereka menemui bhikkhu Yasa yang kemudian membawa keempat kawannya it u menghadap Sang Buddha. oh Bhikkhu. Sang Buddha kembali memberikan uraian tentang Anupubbikatha dan mereka berdua pu n rnemperoleh Mata Dhamma. dan Sangha). makan siang disiapkan dan kedua wanita itu melayani sendiri Sang Bu ddha dan Yasa dengan hidangan yang lezat-lezat. Umumkanlah tentang kehidupan suci yang benar-benar bersih dan sempurna dal am ungkapan dan dalam hakekatnya. Dengan demikian. S ang Buddha mentahbiskannya dengan menggunakan kalimat yang juga digunakan untuk mentahbiskan lima murid-Nya yang pertama yaitu. Yasa mempunyai empat orang sahabat. dan Gavampati. Dengan demikian jumlah Arahat pada waktu itu sebelas orang.ahnya pulang. Sang Buddha memanggil berkumpul murid-muridNya yang berjumlah e nam puluh orang Arahat dan berkata. Mereka mendengar bahwa Yasa s ekarang sudah menjadi bhikkhu. Aku sendiri akan pergi ke Senanigama di Uru vela untuk mengajar Dhamma. sehingga pada waktu itu terdapat enam puluh satu orang Arahat. keempat orang ini dalam waktu singkat menc apai tingkat Arahat. Laksanakanlah kehidupan suci. Terdapat makhluk-makhluk yang matanya hanya di tutupi oleh sedikit debu. Setelah mendengar khotbah Sang Buddha. Dhamma telah dibab arkan dengan jelas. Karena mereka sen diri belum bisa mentahbiskannya. Yasa mohon kepada Sang Buddha untuk ditahbiskan menjadi bhikkhu. Punnaji." Kemudian berangkatlah keenam puluh Arahat itu sendiri-sendiri ke berbagai jurusa n dan mengajar Dhamma kepada penduduk yang mereka jumpai. Subahu. Dhamma. dan mulia pada akhi rnya. semuanya berjumlah lima puluh orang. Sewaktu mengajar. Sang Buddha pergi ke istana ayah Yasa dan duduk di tempat yang telah disediakan. Dhamma. semuanya anak-anak orang kaya ya ng bernama Vimala. maka dengan melakukan perjalanan jauh dan melel ahkan mereka membawa orang itu menghadap Sang Buddha. . pada waktu itu sudah ada tujuh or ang Arahat (Sang Buddha sendiri juga seorang Arahat. dan Sangha untuk seumur hidup. Mereka memuji keindahan uraian tersebut dan mohon dap at diterima sebagai Upasika dengan berlindung kepada Buddha. mereka pun mengambil keputusan untuk mengikuti jejak bhikkhu Yasa. Janganlah pergi berduaan ke tempat yang sama. demikia n pula kamu sekalian. "Ehi bhikkhu.

apakah Sang Buddha melihat seorang wanita lewat di dekat situ. Ia terkejut melihat Sang Buddha sedang duduk bermeditasi. tinggal tiga orang Kassapa bersaudara yang menjadi pemimpin kaum Jatila yang memuja api. "Tid . Tetapi Anda harus tahu bahwa seekor ular kobra yang besar dan ganas sekali menjaga api suci yang terdapat di pondokku. Yang tertua disebut Uruvela Kassapa. aku berlindun g kepada Dhamma. Aku akan bermalam di pondokmu. maka Sang Buddha kemudian berkhotbah tentang Anupubbikatha dan Empat K esunyataan Mulia."Aku perkenankan kamu. Di tempat ini Sang Buddha harus memperlihatkan kekuatan gaib untuk menundukkan Uru vela Kassapa yang ternyata juga mahir dalam melakukan ilmu-ilmu gaib. Salah satu contoh dapat diceritakan sebagai berikut: "Kalau Anda tidak keberatan. Melihat Sang Bud dha duduk di bawah pohon. Kassapa. untuk mentahbiskan orang di tempat-tempat yan g jauh. Inilah yang harus kamu lakukan. Aku ingin bermalam di pondokmu. Teta pi semburan uap beracun maupun usaha untuk menggigit Sang Buddha ternyata sia-si a saja. aku berlindung kepada Sangha. Sang Buddha tetap duduk bermeditasi dengan mengembangkan gaya-gaya Metta (cinta kasih) dan badan-Nya seolah-olah dikelilingi oleh semacam perisai yang t idak dapat ditembus." jawab Uruvela Kassapa. Mereka semua memperoleh Mata Dhamma dan mohon ditahbiskan menj adi bhikkhu. Selanjutnya kamu harus mengucapkan dan me reka harus mengulang ucapanmu. Setelah ditahbiskan. Tidak jauh dari tempat itu. yang mana yang lebih penting. Selagi mereka sedang bermain-main dengan asyik. hanya seorang belum." "Tentu saja tidak. Kalau Anda tidak keberatan. Atas pertanyaan Sang Buddha. Setelah tahu apa yang terjadi. "Oh. Rambut serta kumisnya harus dicukur. Sang Buddha tiba di Uruvela dan mengunjungi Uruvela Kassapa. Sang Buddha duduk bermeditasi dan menunggu munculnya ular kobra ter sebut. Anak-anak muda. cobalah pikir. Tiap malam ular itu keluar dan aku k hawatir Anda akan celaka." "Kalau begitu baiklah." Mulai saat itu terdapat dua cara pentahbisan. bertempat tinggal di sebela h hilir sungai dan mempunyai pengikut sebanyak tiga ratus orang. bertempat tinggal di sebelah hulu sungai dan mempunyai pengikut sebanya k lima ratus orang. mereka mencari pelacur tersebut. Dalam perjalanan dari Uruvela ke Benares. benar saja seekor ular kobra besar datang menghampiri Sang B uddha. "Oh. dan seterusnya. Menemukan dirimu sendiri atau menemukan seo rang pelacur?" Setelah mereka menjawab bahwa lebih penting menemukan diri mereka sendiri. pelacur tersebut menghilang dengan membawa pergi perhiasan yang mereka letakkan di satu tempat tertentu. Esok paginya. mereka dikirim ke tempat-tempat jauh untuk men gajarkan Dhamma. mer eka harus memakai jubah Kasaya (jubah yang dicelup dalam air larutan kulit kayu tertentu). Ia rn embawa seorang pelacur. Kemudian Sang Buddha berkata. oh Bhikkhu. mereka menanyakan. tiga puluh orang pemuda sedang bermain-main yang diberi nama B haddavaggiya. Pada suatu hari." Sang Buddha juga mengucapkan selamat malam kepada Uruvela Kassapa dan masuk ke d alam pondok. merangkapkan kedua tangannya dalam sikap menghormat dan ke mudian berlutut di depan kaki bhikkhu. pertama yang diberikan Sang Buddha sendiri dengan memakai kalimat "ehi bhikkhu" dan yang kedua diberikan oleh muri d-muridNya yang dinamakan pentahbisan "Tisaranagamana". Uruvela Kassapa bertanya apakah Sang Buddha tidak diganggu oleh ular kobra. Yang ketiga dis ebut Gaya Kassapa. bersimpuh. Uruvela Kassapa datang menjenguk Sang Buddha dan mengira akan mene mukan mayat-Nya. aku tidak keberatan Anda bermalam di pondo kku. Ular itu menyemburkan uap beracun dan mencoba menggigit Sang Buddha. Dua puluh sembilan orang sudah menikah. Waktu tengah malam. pada suatu hari Sang Buddha tiba di pe rkebunan kapas dan beristirahat di bawah sebatang pohon yang rindang. Selamat malam dan semoga Anda selamat. mereka menceritakan apa yang telah terjadi. bertempat tinggal di tempat lebih hilir dari Nadi Kassapa dan mempunyai pengikut sebanyak dua ratus orang. tidak apa-apa. Gotama Yang Mulia. Kassapa Bersaudara Di tiga tempat sepanjang Sungai Neranjara. Yang kedua disebut Nadi Kassapa. "Aku berlindung kepada Sang Buddha.

Nadi Kassapa melihat bahwa kakaknya sudah menjadi bhikkhu. Menyala dengan apa? Menyala dengan api dari keserakahan .003 orang telah menjadi pengikut Sang Buddha. semuanya menyala. kebencian dan khayalan yang menyesatkan. bebauan. kesa daran mata. Batin. diikuti tiga ratus orang pengikutnya. Ringkasan dari khotbah itu adalah sebagai berikut: "Oh. Telinga. kehidupan suci telah dilaksanakan dan selesailah tugas yang h arus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih harus dikerjakan untuk . ular itu ada di sini. kesan-kesan tubuh dan semua perasaan yang meny enangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan tubuh (Ini adalah kelompok kelima). kesadaran batin.ak. Tubuh. us ia tua dan kematian. air "membelah" membuka jalan. Apakah itu yang menyala? Mata. kesadaran lidah. Selanju tnya Nadi Kassapa diberi penjelasan tentang sia-sianya memuja api." jawab Sang Buddha dan membuka tutup mangkuk yang bias a dipakai untuk menerima dana makanan. kesan-kesan mata dan semua perasaan yang menyenangkan atau tidak men yenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan mata (Ini adalah kelompok per tama). Karena melepaskan nafsu-nafsu keinginan. duk a cita. Nadi Kassapa yang bertempat tinggal di sebelah hilir sungai men jadi terkejut melihat banyak peralatan sembahyang terapung di sungai. Sang Buddha beserta rombongan melanjutkan per jalanan-Nya menuju Gayasisa di tepi Sungai Gaya. Dengan demikian tiga kelompok kaum Jatila yang berjumlah 1. Setelah beberapa waktu di Uruvela. kesan-kesan telinga dan semua perasaan yang m enyenangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan tel inga (Ini adalah kelompok kedua). Hal yang sama juga terjadi pada diri Gaya Kassapa beserta para pengikutnya. Karena tidak melekat lagi kepada segala sesuatu akan timbul Pandangan Terang. Ia tahu bahwa ini adalah kehidupan nya yang terakhir. menyala dengan api dari kesedihan. sehingga akhi rnya ia bersama-sama pengikutnya pun menjadi bhikkhu. suara. Keluarlah seekor ular kobra yang mendesis dengan ganas sehingga Uruvela Kassapa cepat-cepat ingin menyingkir. Di tempat itu Sang Buddha mengumpulkan murid-muridNya dan memberikan khotbah yan g kemudian dikenal sebagai Adittapariyaya Sutta. Nadi Kassapa pergi ke tempat Uruvela Kassapa. kesan-kesan hidung dan semua perasaan yang me nyenangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan hidu ng (Ini adalah kelompok ketiga). rasa. Semua itu menyala-nyala. Lidah. Di tem pat Sang Buddha berdiri atau berjalan. Dengan lima ratus orang pengikutnya. penglihatan. Pada kesempatan lain sewaktu turun hujan lebat dan semua tempat di daerah itu di genangi air banjir. dan putus asa. batinnya tidak melekat lagi kepada segala sesuatu. menyala dengan api dari kelahiran. Ia juga dapat diyakinkan bahwa pemujaan api tidak dapat membawa orang ke Pembebasan Sempurna. se hingga ia mengetahui bahwa ia sudah terbebas. kesadaran hidung. ia kemudian membuang semua peralatan yang dipakainya dalam pemujaan api ke dalam sungai dan mohon dit ahbiskan menjadi bhikkhu. Setelah tiba. ia akan melepaskan nafsu-nafsu keinginan. kembali Sang Buddha memperlihatkan kekuatan gaib-Nya. yang melihat keadaan ini akan merasa jemu. Karena mera sa jemu. sehingga ka ki dan tubuh Sang Buddha tidak basah kena air. pikiran. kesadaran telinga. Seorang siswa Yang Ariya. kesadaran tubuh. kesan-kesan lidah dan semua perasaan yang menyenan gkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan lidah (Ini adalah kelompok keempat). ratap tangis. Pada suatu hari. kesan-kesan batin dan semua perasaan yang menye nangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan batin ( Ini adalah kelompok keenam). Bhikkhu. sentuhan. Tetapi Sang Buddha menahannya dan berkata bahwa Be liau mempunyai kemampuan untuk menjinakkan ular kobra. Dengan tergesa-gesa. sakit. Akhirnya Uruvela Kassapa dapat diyakinkan bahwa ia bukanlah tandingan Sang Buddh a dan ia juga tahu bahwa ia belum mencapai tingkat Arahat sebagaimana dikiranya semula. Ia mengira bahwa suatu bencana hebat telah menimpa diri kakaknya. Hidung.

Pada hari ked elapan. Kassa pa. Menjawab pertanyaan. Sang Buddha mentahbiskannya dengan cara memberikan tiga buah nasehat. Pada waktu itu. Kassapa mohon untuk menukar jubahnya yang baru dengan jubah Sang Buddha yang sudah tua. tiap hari mengumpulkan makanan. dan yang setengah tua. Kassapa kemudian dengan tekun melaksanakan latihan Dhutanga. engka u harus mendengarkan Dhamma dengan baik. Dalam waktu singkat tersiar berita bahwa Pertapa Gotama. dan mengajar Dhamma yang mulia di awalnya. Tiga bulan setelah Sang Buddha meninggal dunia. mengapa Beliau menuntut kehidupan yang demikian keras. Bangga karena merasa mendapat kehormatan besar dapat memakai jubah bekas Sang Bu ddha. Maha Kassapa mengetuai Sidang Ag ung (Sangha-Samaya) yang pertama dengan dihadiri oleh 500 orang Arahat di Goa Sa ttapanni.memperoleh Penerangan Agung. sudah puas dengan pemberian yang sedikit (kecil ). Sang Buddha tiba di suatu tempat perbatasan antara kota Rajagaha dan Nalanda dan beristirahat di bawah pohon beringin Bahuputtaka. yang telah men gumumkan kehidupan suci yang benar-benar bersih dan sempurna dalam ungkapan dan dalam hakekatnya. mulia di pertengahannya. seorang pertapa bernama Pipphali lewat di tempat itu. Maha Kassapa mengatakan bahwa Beliau berbuat semuanya itu bukan hanya untuk kebahagi aan dirinya sendiri tetapi juga demi kebahagiaan orang lain di kelak kemudian ha ri. seorang yang telah memperoleh Penerangan Agung. Melihat seorang Arahat yang demikian itu bermanfaat sekali aga r keinginan orang dapat terkabul. Kemudian Sang Buddha bangkit dan meneruskan perjala nan-Nya menuju Rajagaha. Setelah beberapa lama diam di Gayasisa. engkau harus selalu ingat bahwa pertama. Mah a Kassapa selalu tinggal di hutan. Pipphali a dalah anak seorang Brahmana dari keluarga Kassapa yang bernama Kapila dengan ist rinya yang bernama Sumanadevi dari Desa Mahatittha di negara Magadha. Maha Kassapa meninggal dunia pada usia 120 tahun. Kedua. yang muda. yaitu menjadi Arahat. Selama menjadi bhikkhu sampai berusia lanjut. Raja Bimbisara adalah Maha raja negara Magadha dan Anga ters ebut dengan ibukota Rajagaha. dan mulia di akhirnya. putra Sakya. yait u negara Magadha yang berpenduduk padat dan kaya raya dan di sebelah Timurnya te rletak negara Anga. batin bhikkhu-bhikkhu tersebut t erbebas seluruhnya dari kemelekatan dan bersih dari kekotoran batin. selalu hidup menjauhi masyarakat ramai dan terkenal rajin sekali. Maha Kassapa Dalam perjalanan ke Rajagaha. kepada orang-orang yang berlainan dan pada waktu yang berlainan pula selama 45 tahun. . engkau harus hidup sederhana dan pa tuh kepada para bhikkhu yang tua. Maha Kassapa sering dijadikan suri teladan tentang sikap yang baik dari seorang bhikkhu yang berdiam di hutan. Sang Buddha melanjutkan perjalanannya me nuju Rajagaha dan berhenti di hutan kecil Latthivana. engkau harus selalu menyadari dan memperhatikan tubuhmu dan terus-menerus mengambil tubuhmu sebagai obyek meditasi. Beliau diberi nama Maha Kassapa (Kassapa Agung). kota Rajagaha untuk menghimpun semua tata tertib bagi para bhikkhu dan bhikkhuni dan semua khotbah Sang Buddha yang pernah diberikan di tempat-tempat yang berlainan. "Oh. ia mencapai tingkat kesucian Arahat." Setelah ditahbiskan. sekarang b erada di Rajagaha dan berdiam di hutan kecil Latthivana. Raja Bimbisara Di sebelah Tenggara Jambudipa terdapat sebuah negara besar dan berpengaruh. Sebagai penghormatan. Beliau adalah seorang A rahat. Mereka semu a mencapai tingkat yang tertinggi. Ke tiga. Maha Kassapa dipandang sebagai contoh yang baik sekali untuk orang-orang yan g benar-benar ingin melaksanakan hidup suci. selalu memaka i baju bekas (pembungkus mayat). memperhatikannya dan merenungkannya." Setelah Sang Buddha selesai memberikan khotbah. Ia menghampiri Sang Buddha dan setelah mengetahui bahwa yang diajak bicara adala h seorang Buddha. Pipphali mohon diterima menjadi murid.

Mendengar berita itu, Raja Bimbisara datang mengunjungi Sang Buddha dengan diiku ti pengiringnya. Setelah memberi hormat, Raja kemudian duduk di satu sisi. Tetap i para pengiringnya bersikap macam-macam dan ada yang bersikap acuh tak acuh. Ad a yang berlutut, ada yang hanya memberi hormat dengan ucapan, ada yang menyembah , ada yang memberitahukan namanya dan juga nama keluarganya, dan ada yang duduk diam saja. Sang Buddha, yang melihat sikap acuh tak acuh dan kurang hormat dari pengiring R aja, tahu bahwa mereka masih belum siap untuk menerima ajaran. Karena itu Sang B uddha memandang perlu agar Uruvela Kassapa terlebih dulu memberikan keterangan t entang sia-sianya pemujaan yang dulu ia lakukan. Hal ini perlu untuk menyingkirk an keragu-raguan sebelum mereka siap untuk mendengarkan Dhamma. Karena itu Sang Buddha berkata kepada Uruvela Kassapa, "Oh, Kassapa, kamu sudah lama berdiam di Uruvela dan menjadi pemimpin kaum Jatila yang pandai dalam upacara keagamaan. Ap akah sebabnya sehingga kamu berhenti melakukan pemujaan api yang biasa kamu laku kan? Aku bertanya padamu, oh Kassapa, mengapa kamu meninggalkan kebiasaan memuja api?" Uruvela Kassapa menjawab, "Semua Yañña atau upacara dengan mempersembahkan sesajen b ertujuan untuk memperoleh penglihatan, suara, rasa dan wanita yang menggiurkan, yang didambakan manusia. Persembahan sesajen itu menimbulkan harapan bahwa setel ah melakukan persembahan tersebut orang akan dapat memperoleh hasil yang diingin kan. Telah kuketahui sekarang bahwa kesenangan-kesenangan indria tersebut merupa kan kekotoran batin yang membuat orang dicengkeram oleh nafsu-nafsu. Karena itu aku tidak lagi tertarik melakukan praktek pemujaan api." Kemudian Sang Buddha bertanya lagi, "Setelah kini kamu tidak lagi tertarik kepad a penglihatan, suara dan rasa yang menjadi obyek bagi kesenangan indria, oh Kass apa, apa sebenarnya yang kamu cari di alam manusia dan alam dewa ini? Coba kamu ceritakan." Kassapa menjawab, "Aku telah berhasil mencapai keadaan yang penuh damai, tanpa d ikotori oleh nafsu-nafsu yang dapat menimbulkan penderitaan, tanpa keinginan unt uk melekat, tanpa kemelekatan kepada alam kesenangan indria, tanpa perubahan, ta npa tergantung pada kekuatan luar dan hanya dapat dipahami oleh pribadi masing-m asing. Karena hal-hal yang di atas itulah aku tidak lagi tertarik untuk melakuka n praktek pemujaan api yang dulu kulakukan." Selesai memberi jawaban, Kassapa bangun dari tempat duduknya. Dengan jubah menut upi satu pundaknya (sebagai sikap menghormat) ia berlutut tiga kali di bawah kak i Sang Buddha dan mengaku bahwa Sang Buddha adalah gurunya dan ia adalah murid-N ya. Setelah keragu-raguan para hadirin dapat disingkirkan dan batin mereka sudah sia p untuk menerima pelajaran, mulailah Sang Buddha memberikan khotbah tentang Anup ubbikatha dilanjutkan dengan Empat Kesunyataan Mulia. Selesai Sang Buddha memberikan khotbah, sebelas dari dua belas orang yang hadir memperoleh Mata Dhamma dan yang lain memperoleh keyakinan yang tak tergoyahkan t erhadap Sang Buddha, Dhamma, dan Sangha. Kemudian Raja menceritakan tentang keinginannya semenjak kecil. "Dulu, sewaktu masih menjadi Putra Mahkota dan belum naik tahta kerajaan, aku me mpunyai lima macam keinginan, yaitu pertama, semoga aku kelak naik di tahta kera jaan Magadha. Kedua, semoga seorang Arahat yang memperoleh Penerangan Agung data ng di negeriku sewaktu aku masih memerintah. Ketiga, semoga aku memperoleh kesem patan untuk mengunjungi Arahat tersebut. Keempat, semoga Arahat tersebut memberi kan khotbah kepadaku. Kelima, semoga aku mengerti apa yang harus dimengerti dari ajaran Arahat tersebut. Sekarang semua keinginanku yang berjumlah lima itu tela h terpenuhi." . Selanjutnya Raja Bimbisara memuji khotbah Sang Buddha dan menyatakan dirinya seb agai upasaka untuk seumur hidup dan mengundang Sang Buddha beserta para pengikut -Nya untuk datang besok siang mengambil dana (makanan) di istana. Kemudian bangu n dari tempat duduknya, jalan memutar dengan Sang Buddha tetap di sebelah kanan dan pulang ke istana. Tiba di istana, Raja memerintahkan untuk menyiapkan hidang an yang lezat-lezat. Keesokan hari, Raja memerintahkan pengawalnya untuk mengund ang Sang Buddha dengan pengiring-Nya datang ke istana. Setelah Sang Buddha tiba di istana dan mengambil tempat duduk yang disediakan, Raja sendiri turut melayan

i memberikan hidangan. Kemudian Raja memikirkan tempat yang layak yang dapat dig unakan oleh Sang Buddha sebagai tempat tinggal. Raja teringat kepada Veluvanaram a (hutan pohon bambu) yang letaknya tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat d engan desa di sekelilingnya. Tempat itu mudah untuk dicapai dan menyenangkan, ti dak berisik waktu siang hari dan tenang di malam hari, cocok sekali untuk dipaka i sebagai tempat menyepi oleh mereka yang ingin berlatih untuk mendapatkan Panda ngan Terang. Dengan batin yang dipenuhi pikiran tersebut, Raja Bimbisara kemudian menuang air ke lantai dari kendi emas dan menerangkan bahwa Beliau berhasrat menyerahkan Ve luvanarama untuk dipakai oleh Sang Buddha beserta pengiring-Nya, sebagai tempat tinggal. Sang Buddha menerima pemberian tersebut dan menggembirakan hati Raja de ngan menerangkan tentang keuntungan besar yang dapat diperoleh dari dana tersebu t. Sang Buddha beserta pengiring-Nya pulang dan pindah ke tempat yang baru. Ini mer upakan sumbangan tempat tinggal untuk pata bhikkhu yang pertama, mulai hari itu Sang Buddha memperbolehkan para bhikkhu menerima pemberian serupa itu. Sariputta Dan Moggallana Di Rajagaha, waktu itu hidup dua orang pemuda dari kasta brahmana yang kaya raya , yang sejak kecil bersahabat. Yang satu bernama Upatissa, anak seorang wanita b ernama Rupasari, yang lain bernama Kolita, anak seorang wanita bernama Moggalli. Mereka berdua berguru kepada Sanjaya, seorang pertapa dari golongan Paribbajaka, yang mempunyai dua ratus lima puluh orang murid. Upatissa dan Kolita termasuk d ua orang murid yang pandai dan sering mewakili gurunya memberi bimbingan kepada murid-murid yang lain. Meskipun sudah belajar lama dan memiliki seluruh kepandai an gurunya, tetapi mereka berdua masih belum puas. Mereka kemudian berjanji bahw a siapa di antara mereka kelak yang lebih dulu memperoleh ajaran sempurna akan m emberitahukan hal itu kepada yang lain. Pada suatu hari Ayasma Assaji, seorang dari lima orang bhikkhu pertama, kembali ke Rajagaha untuk memberi laporan kepada Sang Buddha tentang perjalanannya ke be rbagai tempat untuk mengajar Dhamma. Sebagaimana biasa, Ayasma Assaji tiap pagi mengumpulkan makanan dan waktu itulah Beliau terlihat oleh Upatissa. Upatissa terkesan sekali melihat sikap Ayasma As saji yang demikian tenang dan agung. Setiap gerakannya memberi kesan berwibawa d an menuntut penghormatan dari orang yang melihatnya. Baik berjalan ke depan atau bertindak ke belakang, atau membentangkan, atau menekuk tangannya, ia selalu ke lihatan penuh keseimbangan dengan kepala agak tunduk sedikit dan mata ditujukan ke arah depan Pemandangan ini membuat Upatissa terpesona dan membangkitkan perasaan ingin tahu . Seketika itu ia ingin menegur, tetapi kemudian membatalkannya karena ia mengan ggap waktunya kurang tepat berhubung waktu itu Ayasma Assaji sedang mengumpulkan makanan. Ia menunggu sampai Ayasma Assaji selesai makan dan kemudian mendekati serta memberi hormat, "Saudara, pembawaan Anda luar biasa dan wajah Anda terang sekali. Dengan menjalankan kehidupan suci ini kepada siapakah Anda mengabdi? Sia pakah guru Anda? Dan ajaran siapakah yang Anda ikuti?" Ayasma Assaji menjawab, "Saudara, dengan menjalankan kehidupan suci ini aku meng abdi kepada seorang Pertapa Agung, anak dari suku Sakya, yang telah menjadi bhik khu dari keluarga Sakya. Pertapa Agung itulah yang menjadi guruku. Dan ajaran-Ny a yang aku ikuti." "Apakah yang diajar guru Anda, Saudara?" "Aku seorang pendatang baru. Aku baru saja ditahbiskan. Aku belum berapa lama me ngikuti ajaran ini, sehingga aku tidak dapat memberikan pelajaran itu secara ter perinci. Tetapi aku akan memberitahukan Anda garis besarnya." "Baik sekali, Saudara. Bagi saya sama saja apakah Anda memberitahukan garis besa rnya atau secara terperinci. Aku ingin mendengar intisari dari ajaran tersebut, yang lain tidak dapat membantu apa-apa." Ayasma Assaji kemudian mengucapkan syair di bawah ini: "Ye dhamma hetuppabhava,

Tessam hetum Tathagato, Tesañca yo nirodho ca, Evam vadi mahasamano." Artinya : "Semua benda yang timbul karena satu 'sebab' 'Sebabnya' telah diberitahukan oleh Sang Tathagata, Dan juga lenyapnya kembali, Itulah yang diajarkan Sang Pertapa Agung. " Mendengar syair tersebut, Upatissa seketika memperoleh Mata Dhamma (Dhammacakkhu ) dan berkata dalam hatinya, "Yankiñci samudayadhammam Sabbantam nirodha dhammam." Artinya: "Segala sesuatu yang timbul karena satu 'sebab' Di dalamnya pun terdapat 'sebab' yang membuat ia musnah kembali. " Kemudian Upatissa menanyakan tempat tinggal Sang Buddha. Setelah diberitahukan b ahwa Sang Buddha pada saat itu berdiam di Veluvanarama, Upatissa kemudian mohon diri dari Ayasma Assaji dan berjanji akan datang mengunjungi Sang Buddha bersama sahabatnya yang bernama Kolita. Upatissa kembali ke tempat gurunya, Sanjaya, dan memberitahukan Kolita peristiwa apa yang baru saja ia alami. Ia mengulang syair yang diucapkan Ayasma Assaji da n seketika itu pula Kolita memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. Kemudian mereka berdua melaporkan berita ini kepada Sanjaya dan mohon diperkena nkan untuk mengunjungi Sang Buddha. Tetapi Sanjaya menolak untuk memberi izin. A khirnya, tanpa izin, mereka berdua dengan diikuti dua ratus lima puluh orang mur idnya pergi juga berkunjung kepada Sang Buddha dan mohon ditahbiskan menjadi bhi kkhu. Dari kelompok ini dapat diceritakan bahwa mereka semua mencapai tingkat Ar ahat, bahkan para muridnya terlebih dulu mencapai tingkat kesucian tersebut, kem udian disusul oleh Kolita dan yang terakhir Upatissa. Tujuh hari setelah ditahbiskan menjadi bhikkhu, Kolita menyepi di Desa Kallavala muttagama di kota Magadha. Di tempat itu Kolita giat melatih meditasi untuk memp eroleh Pandangan Terang. Pada suatu ketika ia merasa ngantuk sekali. Sang Buddha menghampirinya dan memberikan petunjuk untuk menanggulangi perasaan ngantuk, "Apa pun pencerapanmu pada waktu kamu diserang perasaan mengantuk, Moggallana (K olita di kemudian hari terkenal dengan nama ini yang berarti : anak Moggalli), k amu harus terus menyadari pencerapan tersebut. Cara ini dapat menolong untuk men gusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini tidak menolong, kamu harus memusatkan pikiranmu kepada Dhamma ya ng pernah kamu dengar atau pelajari. Cara ini dapat menolong untuk mengusir pera saan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus mengulang dengan suara keras Dh amma yang pernah kamu dengar atau pelajari. Cara ini dapat menolong untuk mengus ir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus menggosok-gosok kupingmu dengan jeriji dan mengusap-usap tubuhmu dengan tangan. Cara ini dapat menolong untuk m engusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus bangun dan mencuci matamu denga n air, kemudian memandang ke sekelilingmu dan mengamat-amati bintang di langit. Cara ini dapat menolong untuk mengusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus memusatkan pikiranmu kepada pen cerapan dari cahaya terang, dan pikiranmu selalu membayangkan 'cahaya siang hari ' baik pada waktu siang hari maupun pada waktu malam hari, membuka batinmu dari selubung yang menutupinya dan mengembangkan batinmu bermandi cahaya terang. Cara

ini dapat menolong untuk mengusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus berbaring dengan 'sikap seekor singa', yaitu miring ke kanan dengan kaki kiri di atas kaki kanan, batin dalam k eadaan 'sadar' dan pikiran terpusat kepada saat kamu ingin bangun. Setelah bangu n kamu harus segera bangkit sambil merenung 'Aku tidak ingin memanjakan diriku d engan berbaring, menyender atau tidur'. Ini Moggallana, yang kamu harus selalu i ngat." "Selanjutnya, Moggallana, kamu harus selalu ingat 'aku tidak boleh merasa ingin terlalu dihormat kalau masuk ke rumah seorang umat biasa'. Sebab kalau seorang b hikkhu masuk ke rumah seorang umat biasa dengan perasaan ingin terlalu dihormat dan pada waktu itu mungkin ada urusan rumah tangga yang sangat penting yang haru s diselesaikan terlebih dulu sehingga bhikkhu itu 'terlupakan', maka akan timbul pikiran dalam batin bhikkhu tersebut, "Siapakah yang menghasut orang ini terhad ap diriku? Orang ini kelihatannya sekarang 'acuh tak acuh'. Karena merasa tak di acuhkan lagi timbul perasaan malu, karena malu pikirannya kacau, karena pikirann ya kacau ia tidak dapat mengendalikan dirinya dengan baik, karena tidak dapat me ngendalikan diri dengan baik, ia gagal melakukan meditasi." "Selain dari itu, Moggallana, kamu harus selalu ingat, 'aku tidak ingin mengucap kan sesuatu yang dapat menimbulkan pertengkaran atau mencari-cari kesalahan oran g lain'. Sebab kalau orang berbicara tentang sesuatu yang dapat menimbulkan pert engkaran atau mencari-cari kesalahan orang lain, maka hal itu mengakibatkan perd ebatan yang panjang. Dengan adanya perdebatan yang panjang, ia tak dapat memusat kan pikirannya. Karena tak dapat memusatkan pikirannya, ia tak dapat mengendalik an diri, karena ia tak dapat mengendalikan diri, ia gagal melakukan meditasi." "Sekarang, Moggallana, aku tidak selalu memujikan orang berkumpul dan juga aku t idak selalu menolaknya. Aku tidak memujikan berkumpul dengan orang banyak, baik itu bhikkhu atau orang biasa. Tetapi kalau ada tempat sunyi dan tidak terganggu oleh suara berisik dari orang yang lalu lalang, cocok sekali untuk seorang perta pa yang menyukai kesunyian, cocok untuk dipakai sebagai tempat menyepi oleh mere ka yang lebih menyukai hidup menyendiri, maka berdiam di tempat demikian itu sel alu aku pujikan." Setelah diberikan petunjuk di atas, Moggallana menanyakan tentang kesimpulan ter akhir bagi orang yang sudah cenderung untuk menyingkirkan nafsu-nafsu keinginan dan sudah siap untuk memperoleh hasil 'di luar duniawi'. Sang Buddha menjawab, "Moggallana, seorang bhikkhu yang melaksanakan Dhamma ini, tahu bahwa tidak ada sesuatu pun yang berharga untuk dilekati. Setelah tahu hal tersebut, ia kemudian mengamat-amati benda-benda itu dengan Kebijaksanaan Tinggi, setelah mengamat-am ati benda-benda itu dengan Kebijaksanaan Tinggi, ia dapat menyelami hakekat bend a-benda tersebut, maka sewaktu mengalami perasaan menyenangkan, tidak menyenangk an atau netral ia memandangnya sebagai sesuatu yang tidak kekal. Jadi, ia memand angnya dengan perasaan jemu untuk kemudian menyingkir dan melepaskan diri dari p erasaan tersebut. Dengan merenung seperti itu, ia tidak melekat lagi kepada apa pun dalam dunia in i, karena tidak lagi melekat, ia tidak dapat lagi diganggu, karena tidak dapat l agi diganggu, ia dapat rnenyingkirkan semua kekotoran batin dan mengetahui bahwa ini adalah kehidupannya yang terakhir, kehidupan suci telah dilaksanakan dan se lesailah tugas yang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih ha rus dikerjakan untuk memperoleh Penerangan Agung. Dengan kesimpulan terakhir ini lah, Moggallana, seorang bhikkhu dapat dipandang sudah cenderung untuk menyingki rkan nafsu-nafsu keinginannya dan sudah siap untuk memperoleh hasil 'di luar dun iawi'." Dengan melaksanakan petunjuk tesebut, Moggallana berhasil mencapai tingkat Araha t hari itu juga. Lima belas hari setelah ditahbiskan, Upatissa (yang kemudian terkenal sebagai Sa riputta, anak Sari), berdiam bersama-sama Sang Buddha di Goa Sukarakhata dari Gu nung Gijjhakuta (Puncak Burung Nasar) di kota Rajagaha. Seorang pertapa golongan Paribbajaka bernama Dighanakha dari keluarga Aggivesana pada suatu hari menghampiri Sang Buddha dan setelah saling mengucapkan kata-kat a menghormat, ia berdiri di satu sisi. Ia kemudian memberikan pandangannya denga n mengatakan, "Yang Mulia Gotama, semua benda tidak menyenangkan hatiku. Aku tid

dan netral. Kalau perasaan tidak menyenangkan timbul. menc iut. Setelah menyelami keadaan ini. sebagai bisul yang terkena anak panah dan menimbulkan kepedihan dan kesakitan. ia akan bebas dari kemelekatan. Itulah tiga jenis perasaan yang tidak kekal dan timbul oleh sesuatu sebab dan di lahirkan oleh sebab. Dalam batin yang bebas dari kemelekatan akan timbul pengetahuan bahwa batinnya s ekarang benar-benar telah bebas. Bhikkhu yang demikian itu tidak mungkin akan b ertengkar lagi mengenai sesuatu pandangan. Apa pun dalil keduniawian yang dikemu kakan orang. Pan dangan kelompok kedua condong untuk membenci atau mempunyai pikiran buruk terhad ap benda-benda. Perasaan itu ditakdirkan untuk mati kembali. menyusut. Aggivesana. dan api. Terhadap benda-benda lain yang tidak menyenangkan hati. Kelompok ketiga mempunyai pandangan bahwa ada benda-benda yang menyenangkan hati dan mereka tert arik kepada benda-benda tersebut. dan selalu harus dibersihkan dan digosok (unt uk membersihkan kotoran yang melekat di kulit). Dengan adanya pertengkaran akan timbul perasaan benci. Seorang bijaksana melihat bahwa kalau ia mengambil sikap dan mengatakan bahwa in i yang benar dan yang dua itu salah. sulit untuk dipertahankan. ia dapat mengikutinya. Ada kelompok lain berpegang teguh kepada pandangan bahwa semua benda tidak menye nangkan hati mereka. mereka tidak tertarik.ak merasa tertarik kepadanya. tetapi ia tidak menganutnya dan juga tidak m elekat kepada salah satu dalil. pandangan yang demikian itu pasti tidak menyenangkan hatimu dan sudah semestinya kamu tidak tertarik lagi kepadanya. tid ak menyenangkan. Dengan adanya pertentangan pendapat akan timbul pertengkaran. penderitaan." Setelah menjelaskan tentang ketiga pandangan salah tersebut. kamu harus melihatnya sebagai tanpa aku. perasaan terdiri atas tiga jenis. Siswa Yang Ariya. "Ada kelompok pertapa dan Brahmana. ia akan melepaskan diri dari nafsu-nafsu keinginan." Ia ditakdirkan untuk lapuk dan membusuk. Aggivesana. kehidupan suci telah dilaksanakan dan selesailah tugas y ang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih harus dikerjakan u ntuk memperoleh Penerangan Agung. yang mempunyai pandangan bahwa s emua benda menyenangkan hati mereka. selalu memerlukan wangi-wangian dan sabun untuk m enutupi bau yang menyerang keluar. seorang bijaksana akan menyingkirkan pandangan it u dan juga tidak menganut pandangan pandangan yang lain. maka peras aan tidak menyenangkan dan netral tidak bisa muncul. Sang Buddha kemudia n memberikan uraian tentang cara bagaimana orang dapat menyingkirkan kemelekatan . Dengan adanya perasaan be nci akan timbul permusuhan. "Selain dari itu. Ia berasal dari ayah dan ibu." ." "Kalau begitu. Siswa Yang Ariya itu tahu bahwa ini adalah kehi dupannya yang terakhir. Karena jemu. hawa udara. dibesarkan dengan m akanan nasi dan sayur-sayuran. tidak menyenangkan. Dengan melakukan ini. mereka tidak tertarik kepada apa pun juga. Pandangan kelompok ketiga ialah condong ingin memiliki beberapa benda-benda dan membenci benda-benda yang lain. merasa jemu terhadap perasaan yang menyenangkan. Tanpa nafsu-nafsu keinginan. mereka tertarik kepada semua benda. i a telah melepaskan ketiga pandangan tersebut. "Tubuh ini. kamu dapat melepaskan keinginan terhadap kesenangan-kesenangan i ndria. P andangan kelompok pertama ialah condong ingin memiliki benda-benda tersebut. yaitu yang menyenangkan." Setelah itu Sang Buddha menguraikan tentang adanya tiga pandangan mengenai hal t ersebut. yaitu ta nah. dan hilang sama sekali. Kalau perasaan menyenangkan timbul. Kamu harus melihatnya sebagai sesuatu y ang tidak kekal. dan yang netral. terdiri atas empat unsur pokok (Mahabhutarupa). Aggivesana. kamu harus melihatnya s ebagai penyakit. air. Kalau melihat semua ini dengan terang. Kalau perasaan netral timbul. maka perasaan menyenangkan dan netral tidak bisa muncul. yang mengetahui hakekat yang sebenarnya. maka perasaan menyenangkan dan tidak menyenangkan tidak bisa muncul. ia akan bertentangan pendapat dengan mereka yang mempunyai kedua pandangan yang lain itu.

Khanti paramam tapo titikkha.terbebas dari ker agu-raguan terhadap keampuhan dan keunggulan Dhamma. a tau membuka apa yang tertutup. Dhamma. Mattaññuta ca bhattasmim. Patimokkhe ca samvaro. Ovada Patimokkha yang diucapkan Sang Buddha adalah sebagai berikut (Dhammapada 1 83. Kusalassa upasampada. Dengan panjang lebar Bhante telah menguraikan Dham ma. Pantham ca sayanasanam. Semoga Sang Bhagava menerima aku sebagai upasaka yang berli ndung kepada Sang Ti-Ratana untuk seumur hidup. Dighanakha memperoleh Mata Dhamma dan.Selama itu Sariputta berdiri di sisi Sang Buddha dengan kipas di tangan dan meng ipasi Sang Bhagava. Pertemuan Besar Para Arahat Ketika Sang Buddha berada di kota Rajagaha. Mereka berkumpul tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Samano hoti param vihethayanto. atau menyalakan api sewaktu keadaan gelap gulita. . "Sang Bhaga va menganjurkan untuk melepaskan ikatan kepada semua benda melalui Kebijaksanaan Tertinggi. Tempat mereka berkumpul adalah di Veluvanarama (hutan pohon bambu) dan waktu itu tengah hari pada saat purnama sidhi di bulan Magha. Ia memuji khotbah yang baru saja didengar dan menyatakan diri sebagai upasaka. yaitu: 1. atau menunjukkan jalan kepada yang tersesat. dan Sangha. Pertemuan para Arahat tersebut dinamakan Caturangasannipata atau Pertemuan Besar Yang Diberkahi dengan Empat Faktor. sungguh indah Bhante." Merenungkan arti yang terkandung dalam khotbah tersebut. 4.5) : "Sabba papassa akaranam. Aku berlindung kepada Sang Buddha. Waktu itu Sang Buddha mengucapkan Ovadda Patimokkha. Anupavado. menjelaskannya sebagai seorang yang telah menegakkan apa yang telah roboh. Kalau Sang Buddha dinamakan Dhammaraja (Raja Dhamma) maka Sariputta diberi gelar Dhammasenapati (Jenderal Dhamma). 3. seribu dua ratus lima puluh orang Ar ahat datang berkumpul." Dengan cara-cara inilah Moggallana dan Sariputta memperoleh Penerangan Agung dan menjadi Arahat. Sang Buddha sendiri pernah menerangkan di hadapan para bhikkhu dan bhikkhuni bah wa Sariputta adalah murid-Nya yang terpandai dalam kebijaksanaan dan Moggallana yang terpandai dalam kekuatan gaib. Mereka semuanya Arahat dan memiliki 6 (enam) kekuatan gaib (abhiñña). Semuanya ditahbiskan dengan memakai ucapan "Ehi bhikkhu". Nibbanam paramam vadanti Buddha. anupaghato. Sacittapariyo dapanam. 2. Na hi pabbajjito parupaghati. "Indah. Etam Budhana sasanam. batinnya terbebas dari semua kekotoran batin dengan jalan menyingkirkan kemelekatan. Adhicitte ca ayogo. Mendengar khotbah kepada Dighanakha ia berpikir. Setelah khotbah selesai. Etam Buddhana sasanam. " Artinya: "Janganlah berbuat kejahatan.

Makanlah secukupnya. Raja turun dari keretanya dan bersama-sama dengan pengiringnya berjalan kaki menuju ke tempat tinggal Sang Buddha. Kemudian Kaludayi menyampaikan undangan Raja Suddhodana kepada S ang Buddha untuk berkunjung ke Kapilavatthu. Ia duduk saja dan tidak berdiri untuk menyambut kedatangan ayah-Nya yan g sudah tua dan sangat dihormati oleh seluruh rakyat Sakya. 114-121). bula n. berduyun-duyun datang ke Nigrodharama. 'Su ngguh keterlaluan yang dilakukan Pangeran yang telah meninggalkan tahta. Waktu rombongan mendekati Nigrodharama. Ia mohon untuk diterima sebagai bhikkhu dan Sang Buddha mentahbiskannya dengan memakai kalimat "ehi bhikkhu". Hidup dengan menyepi. Beliau bukan pertapa yang menindas orang lain. Mengenai peristiwa penting dan menarik ini. Akhirnya Raja Suddhodana mengutus Kaludayi untuk mengundang Sang Buddha. Mengendalikan diri sesuai dengan tata tertib. Namun utusan-utusan tersebu t 'lupa' untuk menyampaikan undangan dari Raja Suddhodana. Itulah ajaran semua Buddha. terutama oleh para bhikkhu di Muangthai / Thailand.Perbanyaklah perbuatan baik." Peristiwa yang bersejarah ini hingga kini masih tetap dirayakan sebagai Magha-Pu ja. Lebih baik Aku terbang setinggi orang dewasa dan berjalan-jalan di udara. Kesabaran adalah cara bertapa yang paling baik. Nibbanalah yang tertinggi dari semuanya. menjadi pertapa dan sekarang telah memperoleh Penerangan Agung dan mengaku sebagai Raja Dhamma. Sang Buddha yang sedang berjalan-jalan di udara setinggi orang dewasa n . Kaluday i adalah kawan bermain Pangeran Siddhattha waktu kecil dan lahir pada hari. Kaludayi pun mencapai tingkat Arahat. Waktu rombongan tiba. yaitu tiap hari ditempuh satu Yojana. Sang Buddha bersabda. maka Beliau mengirim berturut-turut sembilan orang utusan untuk mengundang Sang Buddha pulang ke Kapilavatthu. berangkatlah Sang Bhagava beserta rombongan dua puluh ribu bhikkhu menuju Kapilavatthu. yaitu bertemunya kembali Raja Suddho dana dengan anaknya dapat dituturkan sebagai berikut (Mhvu. Beliau memerintahkan agar disiapkan tempat untu k rombongan yang akan tiba. Kalau Aku menyambut mereka dengan tetap du duk di tempat duduk-Ku. Sang Buddha merenung. Dari kejauhan. Sang Buddha menerima baik undangan tersebut dan setelah Kaludayi berdiam tujuh hari di Rajagaha. Dan senantiasa berpikir luhur. ib ukota negara Magadha.' Tetapi tidak ada ma khluk atau kelompok makhluk yang kepalanya tidak dibelah tujuh. Kaludayi berangkat menuju Rajagaha. Tiba di pinggir hutan Nigrodharama. Tempat itu terletak di luar kota dan dikenal dengan nama Nigrodharama (hutan pohon beringin). Sucikan hati dan pikiranmu. III." Kemudian Sang Buddha terbang ke udara dan berjalan-jalan setinggi orang dewasa. Itulah ajaran semua Buddha. Kembali Ke Kapilavatthu Setelah Raja Suddhodana menerima berita bahwa Sang Buddha berada di Rajagaha. Waktu mendengar Sang Buddha memberikan khotbah. setelah mereka menden garkan khotbah Sang Buddha dan mencapai tingkat Arahat. tidak melukai. Tidak menghina. dan tahun yang sama. Raja dapat melihat anaknya sedang berjalan-jalan di udara dan mer asa sangat kagum. Beliau bukan pula pertapa yang menyebabkan kesusahan orang lain. Raja Suddhodana berikut pengiring dengan disertai penduduk Kapilavatthu. "Bangsa Sakya terk enal sebagai bangsa yang tinggi hati. kalau sekiranya Sang Tathagata bangun untuk menghormatnya. Berita dengan cepat sampai kepada Raja Suddhodana bahwa Sang Buddha dan rombonga n sedang menuju ke Kapilavatthu. Perjalanan yang jauhnya enam puluh Yojana (1 Yojana = 16 Km) ditempuh dalam waktu enam pul uh hari. mereka mungkin akan mencela sikap-Ku dan mengatakan.

Setelah pemandangan yang di atas lenyap sama sekali. tak ternoda oleh kekotoran-kekotoran batin di dunia ini. Dengan air itu Yasodhara membasahi dan mencuci m ata Mahapajapati berulang kali disertai doa semoga air itu dapat mengembalikan p englihatan Mahapajapati. Sang Buddha kemudian menghilang. oh Yang Maha Tahu. Tetapi sekarang kaki anakku yang halus dan berwarna tembaga serta penuh g aris-garis ajaib itu harus berjalan di atas rumput kasar. Api berkobar-kobar di badan sebelah atas dan air dingin melalui lima ratus pancaran turun dari badan sebelah bawah. tetapi karena tidak dapat melihat . Setelah melakukan Mukjizat Ganda. Pada waktu itulah Sang Buddha mempertontonkan kekuatan gaib-Nya yang hanya dapat dilakukan oleh seorang Buddha. Hilang sudah keragu-raguan dan sekarang semua hadirin yakin bahwa Pangeran Siddh attha sesungguhnya telah menjadi Buddha. Baginda. Waktu itu hadir juga Yasodhara yang menuntun Mahapajapati. sehingga memb uat hatinya gembira sekali. Orang seperti Aku tak dapat lagi digan ggu oleh perasaan enak dan tidak enak. Dengan kedua t angan dirangkapkan di depan dada. pertama kali waktu seorang pertapa meramalkan bahwa anakku kela k akan menjadi Buddha. Kemudian muncul lagi dan lari dari arah Utara dan lenyap di sebelah Selatan. murni adalah arus air yang datang dari pantai kebajikan yang tak t ernoda dan dipujikan oleh para bijaksana. Sekarang Mahapajapati dapat menya ksikan sendiri peristiwa yang membuat para hadirin bersorak-sorak. Sedikit demi sedikit Mahapajapati dapat melihat kem bali sehingga penglihatannya pulih seluruhnya. Yaso dhara menampung dengan kedua tangannya air yang keluar dari badan Sang Buddha se waktu melakukan Mukjizat Ganda. kemudian Sang Buddha terlih at duduk dengan tenang di tempat duduk-Nya.aik lebih tinggi sedikit dan berdiri setinggi pohon palem. Kemudian mereka semua berlutut memberi hormat kepada Sang Buddha. Mahapajapati matanya buta karena sed ih dan terlalu banyak menangis sewaktu Pangeran Siddhattha meninggalkan istana d an pergi bertapa di hutan Uruvela. Kemudian menuruti bisikan hatinya." Raja Suddhodana berkata. Raja Suddhodana berkata. Apakah kaki anakku tidak pernah merasa sakit?" Sang Buddha menjawab. . sehingga dapat diliha t oleh segenap yang hadir. Yang Maha Tahu. Tiba-tiba di udara muncul seekor banteng besar dengan tengkuk yang bergetar-getar lari dari a rah Timur dan lenyap disebelah Barat. "Oh. "Dulu anakku selalu memakai sandal terbuat dari kain w ol halus yang berjalan di atas permadani yang empuk dan dipayungi dengan payung putih. Aku telah melepaskan diri dari semua benda dan telah terbeba s dengan musnahnya nafsu-nafsu keinginan. Raja Suddhodana menghampiri anaknya dan berkat a. Dengan mandi dan menyelam dalam air de wata itulah Aku telah tiba di pantai seberang. sel anjutnya lari dari sebelah Selatan dan lenyap di sebelah Utara. duri. maka semua peristiwa yang terjadi harus diceritakan oleh Yasodhara. Setelah itu air memancar dari sebelah atas badan dan api berkobar-kobar dari badan sebelah bawah. Tetapi sekarang anakku mengembar a di waktu malam yang dingin dari satu hutan ke hutan yang lain. yaitu Yamakapatihariya atau Mukjizat Ganda. kemudian lari dari arah Barat dan lenyap d i sebelah Timur. "Aku adalah Sang Penakluk. Mahapajapati mendengar hadirin bersorak-sorak. Dengan penuh kesujudan. Yang hadir bersorak-sorak gembira melihat kemukjizatan tersebut. Raja Suddhodana menanyakan apakah sekarang Sa ng Buddha baik-baik saja. dan batu kerikil . Sekarang siapak ah yang memandikan anakku dengan air bersih dan menyegarkan apabila anakku meras a lelah?" Sang Buddha menjawab. "Dulu para pelayan tiap hari memandikan dan menggosok-gosok badan anakku dengan minyak kayu cendana yang baunya harum semerbak. "Ini adalah untuk ketiga kalinya aku menundukkan kepalaku di bawah kakimu. kedua kali waktu aku lihat anakku bermeditasi di bawah Po hon jambu dan ini untuk yang ketiga kalinya. Yasodhara merasa terharu sekali melihat keadaan Mahapajapati. Satu mukjizat telah terjadi.

Sekarang anakku memakai rumput dan daun-da unan sebagai kasur dan tidur di atas tanah yang kasar dan berbatu. "Kekuatan gaib adalah kereta-Ku. ma kan hidangan asin atau tidak asin. "Seperti juga Buddha-Buddha dari zaman dulu dan Buddha-Buddha di zaman yang akan datang. "Dulu." Raja Suddhodana berkata. anakku tidur di dipan tinggi yang dilapisi kulit kambing hutan dengan ban tal yang empuk dilapisi sutra halus. apakah anakku tidak lelah?" Sang Buddha menjawab. maka Aku. kuda yang terkenal paling bagus dan paling cepat di seluruh negeri selalu me nyertai anakku. Kaki dipan terbuat dari emas dan dibalut de ngan untaian bunga yang harum semerbak. kereta yang mahal dan bergemerlapan dengan emas dan tembaga selalu tersed ia untuk dipakai dan kemana pun anakku pergi selalu ikut serta sebuah payung put ih. orang seperti Aku tidak akan tidur dengan tidak nyenyak. sedang lantai ditutup dengan permadani y ang terbuat dari bahan wol dan kapas. Seorang diri Aku mengembara ke tempat-tempat yang jauh." Raja Suddhodana berkata." Raja Suddhodana berkata. tidak menghiraukan pakaian. "Oh. Dengan terbebas dari duka cita dan kese dihan. tempat tidur atau makana n. sebagaimana layaknya disa jikan kepada seorang raja. Padhana yang terdiri atas Sanvara (pengekangan diri dar i nafsu-nafsu). sebagaimana dewa Sakka yang paling berca haya di antara dewa-dewa di langit. Apakah tubuh Yang Maha Bijaksana tidak merasa sakit?" Sang Buddha menjawab. para penyanyi selalu menyanyikan lagu-lagu yan g anakku senangi. Coba katakan. di tempat ini pun yang dihuni oleh manusia terdapat para Brahma dan Dewa Agung yang senantiasa mengikuti petunjuk-petunjuk-Ku dan lagi pu la Aku dapat pergi kemana pun yang Kukehendaki. diiringi musik yang merdu." Raja Suddhodana berkata. Dan anakku adalah orang yang bercahaya di antara orang-orang d . Sungguh aneh anakku berbuat hal seperti itu. Pahana (melenyapkan kekotoran batin). anakku adalah orang yang paling bercahaya di antara orang-orang dari suku Sakya. "Dulu. dengan dilengka pi jendela putar yang serasi. Semua duk a cita dan kesedihan telah Kutinggalkan. oh Baginda. Sungguh aneh anakku berbuat seper ti ini."Sewaktu anakku masih memakai kain buatan Benares dan memakai baju bersih yang b erbau wangi bunga teratai dan cempaka. kebijaksanaan dan pikiran yang terpusat adalah sais-Ku. makan yang lembut dan kasar. "Dulu. Lagipula Kantha ka. Meskipun hingga kini masih tersedia kereta. kereta perang. "Para Penakluk. Tetapi sekarang anakku memakai pakaian dari kain kasar yang terbuat dari serat kayu merah. "Dulu. Bhavana. sebuah pusaka." Sang Buddha menjawab. yang pakai bumbu atau yang tidak pakai bumbu dengan pikiran yang terkendali guna kepentingan dun ia ini. Sang Tathagata. Selalu tersedi a makanan yang lezat-lezat dengan bumbu yang terpilih. Dan rupanya a nakku menyukainya. Tetapi sekarang anakku dengan tanpa perasaan muak. sebatang pedang. Aku selalu menjaga batin-Ku agar selalu berbelas-kasih kepada semua makhl uk. "Sekarang. anakku tinggal di istana yang kamarnya (di lantai atas) menyerupai tempat kediaman para dewa dan diterangi oleh sekumpulan kunang-kunang. Baginda." Raja Suddhodana berkata. kasar atau lembut. dan sebuah lambang kerajaan. Ketetapan hati. dan juga para Penakluk tidak menghiraukan apakah yang diterimanya menyenangka n atau tidak menyenangkan. dimana pelayan wanita yang memakai perhiasan dan k alungan bunga menunggu dengan sabar kata-kata yang akan keluar dari mulut Tuanny a." Sang Buddha menjawab. kuda dan gajah. dengan bumbu atau tanpa bu mbu. (melaksanakan med itasi) dan Anurakkhana (menjaga watak sendiri) adalah kuda-kuda-Ku. oh Baginda." Sang Buddha menjawab. "Dulu anakku makan dari piring perak dan minum dari mangkuk emas. namun anakku lebih senang berjalan kaki dari satu kerajaan ke kerajaa n lain.

Tetapi sekarang. seorang pertapa yang selalu waspada dan tidak tergoy ahkan oleh celaan atau pujian. tempat dulu ia sering mondar-mandir dengan m enggunakan kereta emas? Mengapa anakku membuat malu ayah seperti ini?" "Aku tidak membuat ayah malu. Pemimp in yang tidak dipimpin oleh siapa pun. oh Baginda." Sang Buddha menjawab. Dengan tergesa-gesa Raja keluar dari istana dan pergi menemui San g Buddha. Baginda. "Meskipun semua gerombolan Yakka datang bersama gajah-gajah liar yang mengarungi hutan belantara. putra dari seorang Raja yang masih memerintah. dapat merasa takut?" Raja Suddhodana kembali bertanya. maka pergilah Sang Buddha beserta rombongan menuju ke istana . kalau saja anakku tidak melepaskan tujuh rupa pusaka (lam bang seorang Raja) dan menjadi seorang pertapa. Memang sering mereka l ihat seorang pertapa atau Brahmana berjalan berkeliling mengumpulkan makanan dar i penduduk." Raja Suddhodana berkata. se perti angin tidak dapat dijerat oleh jala." Setelah Raja Suddhodana tetap mendesak agar Sang Buddha beserta pengikut-Nya men gambil makanana di istana. Lagipula sekarang Aku memiliki Delapan Mustika yang tid ak ada bandingannya di dunia ini. tetapi baru sekarang ini mereka menyaksikan seorang dari kasta Khatt iya. oh Yang Maha Kuat. memang ini bukan merupakann kebiasaan seorang anggota keluarga ker ajaan. sebagaimana Dewa Sakka yang paling bercahaya di antara dewa-dewa di langit. di hutan anakku seorang diri berada di tengah-tengah teriaka n burung hantu dan jeritan anjing-anjing hutan. Aku sekarang bercahaya di antara bhi kkhu-bhikkhu seperti Brahma di antara dewa-dewa di langit. Raja Suddhodana memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seora ng Sotapanna. Justru karen a tanpa perasaan takut itulah Aku menang dan berhasil keluar dari lingkaran tumi mbal lahir. oh Baginda. Dan anakku mengatakan bahwa ini sudah menj adi kebiasaan kita?" "Oh. "Mengapakah anakku melakukan perbuatan yang sangat memalukan ini? Mengapa anakku tidak datang saja ke istana untuk mengambil makanan? Apakah pantas seorang putr a Raja minta-minta makanan di kota. bagaimana Anda dapat katakan bahwa Sang Penakluk." Sang Buddha menjawab. "Sekarang pun seluruh dunia masih tetap menjadi milik-Ku dan Aku tetap masih mem iliki ribuan orang anak. berjalan keliling mengumpulk an makanan. dimana pada malam hari binatang buas berkeliaran mencari mangsa. Karena itu. Penduduk kota Kapilavatthu menjadi heboh sekali. Apakah anakku tidak takut? Coba terangkan hal i ni kepadaku. "Sebenarnya seluruh dunia bisa menjadi tanah milikmu dan seribu orang anak dapat pula menjadi milikmu. Hal ini segera diberitahukan kepada Raja Suddhodana dan Raja menjadi terkejut da n malu sekali. Hal ini memang sudah menjadi kebiasaan kami. "Aku sekarang menyanyikan lagu dengan khotbah dan pembabaran Dhamma dan terbebas karena memperoleh Kebijaksanaan Tertinggi. Semua Buddha di zaman dulu hidup dengan jalan mengumpulkan makanan dari para penduduk. kamar anakku yang menyerupai tempat kediama n para dewa. selalu dijaga oleh pengawal bersenjata yang mahir menggunakan pedan g." Selesai percakapan ini. Raja Suddhodana kemudian menegur. seperti seekor singa tidak takut kepada suara. "Apa? kebiasaan kita? Bagaimana mungkin?! Tidak pernah seorang anggota keluarga kita minta-minta makanan seperti ini. "Dulu." jawab Sang Buddha dengan tenang. Seorang diri Aku berkelana. di istana.ari suku Sakya. tetapi ini adalah kebiasaan para Buddha. maka keesokan harinya Sang Buddh a bersama-sama dengan pengikutNya memasuki kota Kapilavatthu untuk mengumpulkan makanan. Karena tidak mendapat undangan makan di istana." Sang Buddha menjawab. tetapi makhluk-makhluk itu tidak akan mengganggu walaupun sele mbar rambut-Ku karena Aku telah menyingkirkan semua perasaan takut.

"Oh. Pada suatu hari mereka sedang bersuka ria di dekat sungai kecil dengan bernyanyi . Setelah Putri sendiri juga mengambil tempat duduk. waktu mendengar bahwa anakku makan hanya satu kali sehari. Putri tidak menggubrisnya sama sekali. Sungguh bajik menantuku Yasodhara ini. Beliau sekarang termasuk gol ongan Buddha. P utri pun memakai baju kuning. Karena itu." Setelah berbicara dengan para pengunjung-Nya untuk beberapa waktu lamanya. Putri pun tidak lagi memakainya." Sang Buddha menjawab." Kemudian Sang Buddha menceritakan Candakinnara Jataka. yang dulu pernah mengenal Pangeran Siddhattha. "Pangeran Siddhattha sekarang sudah mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha. "Bukan di kehidupan ini saja. juga dalam kehidupan-kehidupan yang la mpau Yasodhara selalu melindungi berbakti. yaitu kisah tentang kehid upan-Nya yang lampau bersama-sama Yasodhara. Kemudian Putri Yasodhara melepaskan rasa rindunya dengan meletakkan kepalanya di atas kaki Sang Buddha dan menangis tersedu-sedu sehingga kaki Sang Buddha basah dengan air mata. Putri pun tidur di atas dipan yang ren dah dan sederhana. oh Baginda. Sang Buddha berpesan ke pada ayahNya. Tetapi Yasodhara berada di kamarnya dan berpikir. Sang Bodhisatta dilahirkan sebagai seek or Kinnara (burung dengan kepala manusia) bernama Canda. Kalau Beliau datang menemuiku. Yasodhara ada di kamarnya. Mereka semua merasa gembira sekali dapat bertemu lagi dengan Sang Pangeran yang dicintai dan kagum melihat Sang Pan geran. waktu keluarganya mengir im pesan bahwa mereka bersedia menanggung semua keperluan hidupnya. dihormat. datang menemuinya untuk se kedar berbincang-bincang dan memberi hormat. Setelah lewat beberapa waktu. membersihkan kaki Sang Buddha yang basah dengan air mata untuk kemudian dengan hormat mempersilak an Sang Buddha dan Raja Suddhodana mengambil tempat duduk masing-masing yang sud ah disediakan. Raja Suddhodana berkata kepad a Sang Buddha. seperti di bawah ini: "Dalam salah satu kehidupan yang lampau. dan dipuja oleh d emikian banyak orang. waktu Putri mendengar bahwa. Putri segera memerintahkan semua pelayannya memakai baju kuning untuk memberi hormat selamat datang kepada Sang Buddha. Putri pun makan hanya satu kali sehari. yang sekarang sudah menjadi Buddha. anakku tidak lagi memakai untaia n bunga dan wewangian." kata Sang Buddha. "Yang Maha Bijaksana. apakah pantas kalau aku sekara ng datang menemuinya? Aku rasa. dan setia kepada-Ku. Sang Buddha berdiri diam saja dan dengan batin yang waspada memancarkan gaya-gay a kasih sayang dan belas kasih kepada Putri yang sedang menangis memegangi kakiNya. marilah kita pergi menjenguknya." Waktu Putri Yasodhara diberi kabar tentang kedatangan Sang Buddha. "Di manakah Yasodhara?" Raja Suddhodana menjawab. berduyun-duyun orang. waktu mendengar bahwa anakku ti dak tidur di dipan yang tinggi dan mewah. Putri yang sedang menangis. lebih baik aku tunggu saja dan lihat apa yang ak an terjadi. Sang Buddha menyerahkan mangkuk-Nya kepada Raja Suddhodana dan berjalan di muka menuju kamar Putri Yasodhara. Apakah pantas bila aku datang menemuinya? Beliau pasti tidak dan j uga tidak mungkin membutuhkanku lagi.BAB IV MASA MENYEBARKAN DHAMMA Putri Yasodhara Setelah Sang Buddha beserta rombongan selesai makan tengah hari. "Biarkan saja Yasodhara memberi hormat kepada-Ku sebagaimana yang dikehendaki. aku akan memberi Beliau penghormatan yang layak. Waktu tiba di depan kamar. dicintai. Sang Buddha bertanya. dengan cepat Putri Yasodhara menyambutnya sa mbil berlutut dan memegang kaki Sang Buddha. waktu Putri mendengar bahwa anakku memakai jubah kuning." "Kalau begitu. Jangan berkata apa-apa atau melarangnya. yang hidup di Gunung Hi mava dengan istrinya yang bernama Canda. Setelah Sang Buddha memasuki kamar.

melihat suaminya mengikuti Sang Buddha dan berpikir. Sang Buddha berjalan ke luar istana dengan diikuti Pangeran Nanda yang membawa m angkuk Sang Buddha." jawab Nanda. Pada waktu yang sama. aku sebenarnya menyesal. Karena Pangeran Siddhattha. Dengan menyamar sebagai seorang Brahmana. cepa t-cepatlah pulang.N hal 741). Canda. Dewa Sakka turun ke dunia dan menghidupkan ke mbali Canda. dan Bimba. Janapada Kalyani dapat diumpamakan sebagai monyet betina kalau dibandin gkan dengan para bidadari. sehingga menggerakkan hati Raja Dewa Sakka. Di buku-buku suci Ti Pitaka (lihat D. Sang Buddha memangg il Nanda dan dengan kekuatan gaib. Sang Buddha datang di tempat upacara. Bhikkhu ini kemu dian pergi melaporkan peristiwa tersebut kepada Sang Buddha. "Kekasihku. maka Raja Suddhodana ingin me nobatkan Pangeran Nanda yang berumur 35 tahun. " Engkau tak usah bersedih atas kematian suamimu. sebagai putra mahkota menggantika n kedudukan Pangeran Siddhattha." Sang Buddha kemudian mentahbiskannya menjadi bhikkhu . Beliau menciptakan seekor monyet betina dan b eberapa bidadari dan bertanya. makan hidangan yang telah disediakan. apabila engkau bersedia menjadi permaisuriku. dan dianggap sebagai Putri da ri Dandapani." Karena itu Putri berpesan. "Sang Bhagava akan mengambil kembal i mangkuk-Nya di pintu istana. Istrinya. Bhaddakaccanna. memb eri berkah kepada semua orang yang hadir dan kemudian pamitan pulang setelah mem beri mangkuk-Nya kepada Pangeran Nanda. istrimu atau monyet betina itu?" "Bhante. "Sang Buddha akan mengambil kembali mangkuk-Nya di pintu pagar istana. Pangeran Nanda berpikir. Pangeran Nanda Pangeran Nanda adalah seorang saudara tiri Pangeran Siddhattha. Bimbasundari. tetapi sering juga meny ebutnya sebagai Bimba. Bimbadevi. Setelah ditahbiskan. Aku ingin melepaskan jubah dan pulang ke istana. adik dari Ratu Maya. "Mau. Hal ini dilihat oleh bhikkhu lain yang kemudian me negurnya. Nanda merasa menyesal dan menderita sekali karena terus mem ikirkan istrinya yang cantik. Sang Bu ddha kemudian bertanya. Bhante.-nyanyi dan menari-nari. jangan pergi terlalu lama." Canda tidak menghiraukan hiburan Raja Benares dan terus meratap dan menangis sam bil memprotes kepada para Dewata Agung yang membiarkan suaminya mati dibunuh ora ng. coba katakan. "Nanda." Tiba di vihara." Mempelai wanita. Hari itu Raja Suddhodana mencapai tingkat kesucian Sakadagami dan Putri Pajapati menjadi seorang Sotapanna. telah menjadi seorang pertapa. manakah yang lebih cantik." . Raja Suddhodana mengundang Sang Buddha untuk menghadiri upacara yang penting tersebut dan memberkahi kedua mempelai. putra mahkota d ari Kerajaan Sakya." Tetapi Sang Buddha terus berjalan ke luar.P. Pada hari ketiga Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu. yaitu anak dari Putri Pajapati. apakah engkau mau menjadi bhikkhu?" Pangeran Nan da menjawab. Aku mempersembahkan segenap cint aku dan seluruh isi kerajaanku. Canda ialah yang sekarang dilahirkan sebagai Pangeran Siddhattha da n Canda ialah Putri Yasodhara. Pangeran Nanda mengembalikan mangkuk kepada Sang Buddha. memeluk mayat suamin ya dan menangis tersedu-sedu. Putri Janapada Kalyani. Yasodhara sewaktu-waktu diseb ut sebagai Rahulamata. Bhaddakacca dan Subhaddaka. Demikian keras protes Canda. "Mengapakah Anda kelihatannya begitu sedih?" "Saudara. "Suami saya mungkin pergi ke vihara dan akan pamitan setelah tiba di sana. Aku tidak menyukai kehidupan sebagai bhikkhu. Raja Benares datang menghibur dengan mengatakan. Pada waktu itu Raja Benares sedang berburu di hutan dan melihat Canda sedang bernyanyi dan menari. Agama Buddha aliran Utara lebih menyukai nama Yasodhara. Raja Suddhodana ingin pul a menikahkan Pangeran Nanda dengan Putri Janapada Kalyani dan memberikan sebuah istana untuk tempat tinggal kedua mempelai. Seketika itu Raja jatuh cinta kepada nya. Raja memanah Canda dan matilah Canda. Kemud ian Pangeran Nanda berpikir. "Nanda.

aku mohon dengan sangat. Pangeran Rahula Pada hari ketujuh Sang Buddha di Kapilavatthu. dengan segala senang hati aku ingin terus menjadi bhikkhu. Ia kemudian dengan tekun mengikuti semua petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh S ang Buddha dan dalam waktu singkat mencapai tingkat kesucian yang tertinggi dan tidak lagi mempunyai keinginan untuk kembali ke istana. Ibu. "Rahula minta warisan harta pusaka ayahnya. aku kelak akan menja di raja. Raja lalu pergi menemui Sang Buddha dan dengan sopan menegur dengan kata-kata. Sang Buddha meninggalkan istana dan Rahula mengikuti sambil terus merengek-rengek. tidak lagi diketahui apa yang terjadi deng an harta tersebut."Bergembiralah. Ananda Setelah Sang Buddha beberapa lama diam di Kapilavatthu. Kemudian aku mencurahkan cinta dan perhatianku kepada cucuku Rahula dan mencinta i melebihi cintaku kepada siapa pun juga. berikanlah aku harta pusaka. "Ayah. b ila saja engkau mau bekerja keras. Setelah ayahmu meninggalkan istana. berikanlah kepadaku warisan." Sang Buddha menyetujui permohonan Raja Suddhodana dan mulai hari itu tidak menta hbiskan bhikkhu atau samanera tanpa terlebih dulu mendapat izin dari orang tuany a. Dengan demikian ia akan mewari si harta pusaka yang paling mulia. aku adalah Pangeran Rahula. Sang Buddha minta kepada Sariputta untuk mentahbiskan Rahula men jadi Samanera. Putri Yasodhara mendandani Panger an Rahula dengan pakaian yang bagus dan mengajaknya ke sebuah jendela. Waktu Nanda meninggalkan istana hatiku menjadi hancur dan menderita sekali. tahukah engkau siapa orang itu?" "Beliau adalah Buddha. 80. Mendengar berita bahwa Rahula telah ditahbiskan menjadi samanera. setelah mendengarkan khotbah Sang Buddha. Kemudian Sang Bud . Beliau punya banyak harta pusaka .000 orang telah ditah biskan menjadi bhikkhu. "Sayang. " Waktu dulu anakku meninggalkan istana membuat aku sedih. Raja Suddhodana menc apai tingkat kesucian Anagami. Aku mohon diberi harta pusaka. Yasodhara tak dapat lagi menahan air matanya yang menitik keluar dan berkata. yaitu satu orang dari setiap keluarga. Rahula men gatakan apa yang tadi dipesankan oleh ibunya." "Kalau begitu. "Ayah. Lebih baik Aku memberinya warisan yang berupa Tujuh Faktor Penera ngan Agung yang Aku peroleh di bawah pohon bodhi. aku akan menjadi raja -di-raja. Putri Yasodhara kem udian bertanya kepada Rahula." Tiba di vihara. "Anakku sayang. Sang Buddha berpikir. Keesokan harinya. Ayah. aku ingin memiliki harta pusaka. Raja Suddhodan a menjadi sedih sekali." Pangeran Rahula yang masih murni dan belum tahu apa-apa pergi mendekati Sang Bud dha dan sambil memegang jari tangan Sang Buddha dan menatap muka-Nya. ba hkan bayangan Ayah membuat hatiku senang. pertapa yang kulitnya kuning emas itu dan kelihatannya sebagai Brahma d ikelilingi oleh ribuan murid-Nya adalah ayahmu. karena seorang anak adalah pewaris dari apa yang menjadi milik ayahnya. Aku sangat menyesal dan tidak senang akan apa yang tel ah terjadi. tetapi semua harta dunia penuh denga n penderitaan. Tiba di taman. Dari jend ela itu mereka dapat melihat Sang Buddha sedang makan siang." jawab Rahula." Selesai makan siang. Kemudian ia menambahkan. Sekarang Rahula dibawa kemari dan dita hbiskan menjadi samanera. Ayah banyak memiliki harta." jawab Nanda. Pergilah kepadanya dan mintalah hadiah sambil berkata. Kalau aku kelak menjadi Raja. "Ayah. Aku mohon dengan sangat agar mulai hari ini tidak lagi ada seorang b hikkhu atau samanera yang ditahbiskan tanpa izin dari orang tuanya. sedih dan sakit sekali." Tidak ada orang yang mencoba menghalang-halangi dan Sang Buddha sendiri juga mem biarkan saja Rahula merengek-rengek sambil terus mengikuti jalan di samping-Nya. Nanda. Aku jamin bahwa engkau akan memiliki bidadari tersebut.

Setiap waktu ia diperbolehkan untuk bertanya kepada Sang Buddha. apa sebenarnya fae . dan tukang pangkas rambut mereka yang bernama Upali. 2. Upavana. Selama 20 tahun setelah mencapai Penerangan Agung. maka Sang Bud dha harus memenuhinya. seperti Sari putta dan Moggallana. Bhagu. Atas kemauan sendiri engkau dapat menj adi pembantu tetap Sang Buddha. makanan enak. "Kalau S ang Bhagava memang memerlukan Ananda sebagai pembantu tetap. "Ananda. maka undangan itu tidak terma suk untuk dirinya. Semua murid utama-Nya yang terdiri dari delapan puluh Arahat. maka hadiah tersebut tidak boleh diberi kan kepada Ananda. jangan membiarkan orang lain menganjurkan engkau untuk memohon pekerjaan tersebut. 3. 4. apabila i a merasa ada sesuatu yang diragu-ragukan. Kalau Ananda menerima sebuah undangan atas nama Sang Buddha. menawarkan diri untuk menjadi pembantu tetap. 2. Sewaktu dalam perjalanan. 4. Ananda dilahirkan pada hari. Sang Buddha belum mempunyai s eorang pembantu tetap. maka jubah itu ti dak boleh diberikan kepada Ananda. untuk memohon kepada Sang Bhagava agar dapat diterima menjadi pembantu tetap. Tetapi semua nya ditolak." Kemudian Sang Buddha berkata. supaya Sa ng Buddha bersedia mengulangnya kembali. Sang Bhagava boleh mengatakan-Nya. tetapi memperoleh kekuatan gaib yang luar biasa yang ter tinggi yang dapat dicapai seorang manusia. tempat tinggal yang menyenangkan dan aga r bisa ikut serta kalau Sang Buddha mendapat undangan. Ananda. Sang Buddha berhenti di hutan mangga Anupiya dan di te mpat itu Beliau dikunjungi oleh Anuruddha. dan samanera Cunda membantu dan melayani Sang Bhagava (Buddha). Apa pun juga yang Sang Buddha khotbahkan sewaktu ia tidak hadir. Apabila Sang Buddha menerima pemberian jubah yang bagus. Dikisahkan bahwa lima orang dari mereka dalam waktu singkat mencapai tingkat kes ucian Arahat. 3. Kalau hal ini tidak diperkenankan. dan Meghiya. Empat hal yang Ananda mohon supaya ditolak adalah: 1.dha dengan rombongan berangkat ke Rajagaha. yang selama itu diam saja . Setiap hari secara bergantian bhikkhu Nagasamala. Ananda mengatakan. Bhaddiya. Kalau ada orang datang dari tempat jauh. S agata. yaitu untuk menolak emp at hal dan meluluskan empat hal lainnya. Ananda mengatakan kalau Sang Buddha melakukan satu dari empat hal yang tersebut di atas. supaya ia boleh membawanya mengha dap kepada Sang Buddha. dan tahun yang sama dengan Sang Buddha dan t erkenal sekali karena sumbangannya untuk kemajuan dan perkembangan Buddha Dhamma . meskipun tidak teratur. Kimbila. orang akan bertanya-tanya. Dev adatta. Sunakkhata. Sang Bhagava menyinggung tentang perlunya ditunjuk seorang pembantu tetap karena merasa usia-Nya yang sudah menin gkat. bulan. Pada suatu hari dalam khotbah-Nya di Rajagaha. Jawaban Ananda dalam hal ini sungguh menarik sekali. maka orang akan bercerita bahwa Ananda menjadi pembantu tetap karena in gin mendapat jubah bagus. Empat hal yang Ananda mohon Sang Buddha menerimanya : 1. Kalau Sang Buddha menerima hadiah. Nagita. Ananda mencapai tingkat kesucian Sotapanna dan Devadatta tidak men capai tingkat kesucian. Bahwa Ananda tidak boleh diminta untuk tidur di kamar pribadi Sang Buddha yang harum baunya (Gandhakuti). Radha. Kalau Sang Buddha menerima undangan pribadi." Baru setelah itulah Ananda menawarkan diri untuk menjadi pembantu tetap asal saj a Sang Buddha berkenan meluluskan delapan permintaannya. Para Arahat kemudian menganjurkan Ananda.

Patut pula dicatat sebagai jasa Ananda bahwa berkat sokongannya yang kuat. membersihkan kamar-Nya dan hal-hal lain lagi. Anan da pergi ke tepi Sungai Rohini. Waktu ia berangkat ke Sitavana. atas perintah Sang Buddha merancang jubah bhikkhu dengan men gambil contoh sawah-sawah di Magadha. Istrinya bernama Punnalakkhana. maka Ananda mempunyai kesempatan istimewa un tuk mendengarkan semua khotbah Sang Buddha. adik Raja Suddhodana. menemani ke manapun Sang Buddha pergi. ia melihat bahwa jutawan dari Rajagaha ini sedang sibuk mempersiapkan hidangan untuk Sang Buddha dan para pengikut-Nya. Ketika hendak melintasi tanah pekuburan. maka ia diberi nama Anathapindika yang berarti "Pemberi makan orang yang melarat". yang menjadi per mulaan berdirinya Sangha Bhikkhuni. Sang Buddha menyapanya dengan memanggil nama pribadinya. sehingga dari tubuhnya keluar cahaya yang menerangi jalan yang harus dilal uinya. mencuci kaki-Nya. Ayahnya seorang jutawan yang bernama Suman a. serta tiga ora ng putri bernama Mahasubhadda. satu di Kapilavatthu dan satu lagi di negara Koliya. sehingga malam itu ia terbangun sampai tiga kali dari tidurnya. kakak dari seorang jutawan di Rajagaha mempunyai seorang putra bernama Kala. sehingga ia berpikir barangkali a da pesta pernikahan atau mungkin untuk menerima kedatangan seorang Raja. Pada wakt u itu Sang Buddha sedang jalan hilir mudik sambil menghirup udara pagi hari yang segar. Dan Ananda jugalah. Hanya kalau delapan permohonan ini dikabulkan. yaitu pad a hari pembukaan Sidang Agung Pertama di Goa Sattapanni. Setelah diberitahu bahwa semua hidangan itu disiapkan untuk menerima kedatangan Sang Bu ddha. Keluarganya di kedua tepi sungai mengumpulkan abu sisa badan jasmaninya. Putri Pajapati berhasil diterima menjadi bhikkhuni oleh Sang Buddha. Ananda berjalan ke tengah Sungai Rohini dan di situlah da ri tubuhnya keluar api yang membakar badan jasmaninya. mengambilkan air. tetapi karena kedermawanannya dan selalu bers edia menolong orang yang melarat.dah dari pengabdian tersebut. Dem ikian mewahnya hidangan yang sedang disiapkan. dibagi dua dan kemudian mereka mendirikan dua buah stupa sebagai penghormatan kepada An anda. Pada suatu hari Sang Buddha tiba di hutan Sitavana dalam perjalanan dari Kapilav atthu ke Rajagaha. Lagipula seorang makhluk halus (yakkha) bernama Sivaka yang baik hati mem beri ia semangat. Setelah Sang Buddha setuju dan memberik an anugerah (Vara) berupa Delapan Hak Istimewa tersebut. Di tempat inilah untuk pertama kali Anathapindika bertemu den gan Sang Buddha. Culasubhadda. waktu Anathapindika berkunjung ke Rajagaha untuk urusan dagang. Dibantu dengan ingatan kuat yang dim ilikinya. Di sidang tersebut. sehingga akhirnya tibalah Anathapindika di Sitavana. ha ri masih gelap. Di rumah kakak iparnya di Rajagaha. hatinya merasa takut se kali sehingga ia menggigil. maka Ananda dapat mengulang semua khotbah Sang Buddha. Me mikirkan kunjungan ini membuat Anathapindika demikian tegang. Setelah memberikan khotbah kepada para keluarganya yang berkumpul di kedua tepi sungai. Pada hari akan meninggal dunia. Kemudian Sang B . sedangkan Upali mengulang tata tertib (Vinaya) para bhikkhu da n bhikkhuni. maka mulai hari itu Ana nda resmi menjadi Buddha-upatthaka (pembantu tetap Sang Buddha). Ananda mencapai tingkat Arahat tiga bulan setelah Sang Buddha mangkat. Ananda mengulang khotbah-khotbah (Su tta) Sang Buddha. Karena itu Anan da juga dinamakan Bendahara Dhamma (Dhamma-bhandagarika). kota Rajagaha yang dike tuai oleh Maha Kassapa. ia akan mendapat kepercayaan khalayak ramai dan mereka tahu bahwa Sang Buddha mempu nyai kepercayaan besar terhadap dirinya. Selama 25 tahun lamanya Ananda melayani Sang Buddha. yang menjadi perbatasan antara Kapilavatthu dan negara Koliya. Tetapi kepercayaannya terhadap Sang Buddha demikian kuat. maka timbul hasrat dalam dirinya untuk mengunjungi Sang Buddha. mengikuti-Nya sebagai sebua h bayangan. Anathapindika Anathapindika dilahirkan di Savatthi. Justru karena hubungan erat inilah. Ananda meninggal dunia pada usia 120 tahun. Nama sebenarnya adalah Sudatta. Ananda adalah putra tunggal dari Pangeran Suk kodana. Ia bermaksud untuk mengunjungi Sang Buddha pagi-pagi sekali keesokan harinya. dan Sumana. Seperti diketahui di halaman muka.

Ketiga putrinya juga semua turut membantu ayahn ya mengurus segala kebutuhan para bhikkhu. Ia m enghubungi Pangeran Jeta dan mengutarakan maksudnya untuk membeli tanah tersebut bagi tempat tinggal Sang Buddha dan para pengikut-Nya. Ia tidak menikah dan t . Anathapindika merasa se dih sekali karena tidak ada sesuatu yang dapat dipujanya. Sugata. Seisi rumahnya berpegangan teguh kepada Pañca-Sila dan pada hari-hari Uposatha (ta nggal 1. khususnya pada waktu Beliau sudah berusia lanjut dan di vihara inilah Sang Buddha memberikan khotbah-Nya yang terbanyak. Pada suatu waktu. ia meninggalkan pesan kepada sah abat-sahabat dan kenalan-kenalannya agar menyiapkan tempat tinggal. Dengan tidak pikir panjang. maka kemudian dikenal Anandab odhi. Anathapindika meng undang Sang Buddha untuk ber-vassa (istirahat musim hujan) di Savatthi. Mengetahui bahwa Sang Buddha menerima tawaran untuk ber-vassa di Savatthi. Karena Anathapindika terus mendesak. Anathapindika mencari sebidang tanah yang luas dan sunyi untuk membuat tempat tinggal bagi Sang Buddha dan para pengikut-Nya. menyukai tempat yang sunyi. Tetapi menjelang semua tanah akan tertutup dengan mata uang emas. ia sendiri tidak pernah menanyakan sesuatu karena khawatir membuat Sang Buddha lelah. Waktu mau pamitan pulang. Setelah itu Anathapindika memerintahkan untuk membuat sebuah vihara yang besar dan megah dengan biaya yan g besar sekali. Tetapi Pangeran Jeta men jawab bahwa tamannya tidak dijual. Karena penanaman pohon ini dihadiri oleh Ananda. Putri pertama dan kedua telah mencapai tingkat kesucian Sotapanna.uddha memberikan uraian Dhamma yang membuat Anathapindika menjadi seorang Sotapa nna. oh kepala keluarga. Di pihak lain. meskipun Anathapindika sanggup membayar sepul uh juta uang emas. Anathapindika dua kali sehari mengunjungi Sang Buddha dan sering membawa banyak sahabatnya. Selesai makan siang yang ia layani sendiri. "Para Tathagata. taman-taman. Dikisahkan bahwa Sang Buddha berada di vihara Jetavanarama tersebut selama sembi lan belas vassa. 14/15. menikah dan k emudian mengikuti suaminya. Putri yang ketiga memperoleh tingkat kesucian Sakadagami. Anathapindika segera menyuruh pelayannya untuk menge luarkan uang emas dari gudang hartanya dan menutupi taman dengan mata uang emas. Oleh karena itu bersam a-sama penduduk Savatthi lain ia minta kepada Ananda untuk membuat tempat di man a mereka dapat memuja dan memuliakan nama Sang Buddha. Anathapindika sibuk mempersiapkan sendiri semua kebutuhan un tuk keesokan harinya dan menolak tawaran kakak iparnya dan Raja Bimbisara yang i ngin membantunya. Sepanjang jalan dari Rajagaha ke Savatthi. saya mengerti. penduduk desa dan mereka yang kebetulan datang ke rumahnya. s atu cangkokan dari pohon Bodhi di Gaya ditanam di dekat pintu-masuk Jetavanarama . Karena kedermawanannya. Dayak a berarti penyokong Sang Buddha. ketika Sang Buddha sedang berkeliling. Sang Bud dha menerimanya dengan mengatakan. oh Bhagava. 22/23 menurut penanggalan bulan) mereka berpuasa. Tiap hari Anathapindika memberi makan kepada seratus orang bhikkhu dan menyediak an juga makanan untuk para tamu." jawab Anathapindika. Lima ratus tempat duduk selalu siap di rumahnya untuk menerima siap a saja yang datang. Setelah menyelesaikan urusan dagangnya di Rajagaha Anathapindika pulang ke Savat thi. Anathapindika mengundang Sang Buddha untuk keesokan ha rinya makan siang di rumahnya. Anathapindika diberi gelar "Pemimpin para Dayaka". Kalau datang ia selalu membawa hadiah-hadiah untuk para bhikkhu muda dan samanera." "Saya mengerti. Tetapi anehnya. Setiba di rumahnya. Ia ingat ke pada taman Pangeran Jeta yang memenuhi syarat yang dikemukakan Sang Buddha. Atas saran Sang Buddha. tiba-tiba Pan geran Jeta datang dan minta agar sisa tanah yang belum tertutup uang emas diangg ap sebagai sumbangan Pangeran Jeta kepada Sang Buddha. rumah-rumah untuk istirahat dan hadiah-hadiah dalam rangka menyambut kunjungan Sang Buddha ke Savatthi. Sang Buddha sendiri sering m emberikan uraian Dhamma kepadanya. maka setibanya di Savatthi. maka akhirnya ia setuju menjual tamannya asalkan saja Anathapindika sanggup menutupi taman tersebut deng an uang emas. 8.

sekarang bajumu basah kuyup. yang waktu itu berumur lima belas tahun. untuk p indah ke Savatthi. Tambahan lagi Visakha memang seorang gadis cantik yang memiliki Lima Kecantikan (Pañca-Kalyani). Di bangsal itu iuga turut berteduh beberapa orang suruhan Migara. Dalam perjalanan menuju Savatthi. Mereka segera menyerahkan sebuah karangan bunga sebagai tanda pinangan untuk men . Putranya semula tidak tertarik mendengarkan Dhamm namun berkat dorongan ayahnya ia kemudian sering mendengarkan khotbah Sang Buddha dan mencapai tingkat kesucia n Sotapanna. "Mengapa engkau tadi tid ak lari. Wa ktu itu Mendaka minta Visakha mengunjungi Sang Buddha dan diberi lima ratus oran g pengikut. Visakha. lima ratus orang budak dengan memakai lima ratus kereta. Melihat bahwa tempat itu menyenangkan sekali. Hal ini akan membawa kerugian besar bagiku. Mendaka menjamu Sang Buddha beserta rombonga n di rumahnya. Beliau mengirim permohonan kepada R aja Bimbisara. Ayahnya bernama Dhanajaya. dan ibunya bernama Suma na. Raja Bimbisara lalu memilih Dhanajaya. Sang Buddha mengunjungi kota Bhaddiya. bajunya basah kuyup. ia mengirim pesan khusus kepada Sariputta. yang terletak di sebelah Timur Magadha. Visakha kemudian mengundan g Sang Buddha beserta murid-Nya untuk makan siang keesokan harinya di rumah kake knya. yang waktu itu memerintah kerajaan Magadha dan Anga untuk mencari kan seorang yang banyak jasa untuk tinggal di kerajaannya. Pada suatu hari di Saketa diadakan perayaan dan semua orang pergi ke sungai untu k mandi. Ia bangkit dari tempat tidurnya d an menyuguhkan kedua Thera tersebut dengan makanan dari pancinya sendiri. ia meninggal dunia dengan tenang dan bertumimbal lahir di s urga Tusita. di dekat Savatthi kini masih dapat dilihat di temp at yang bernama Sabet-mahet (Nepal Selatan). Dhanajaya berhenti di satu tempat yang berada tujuh "League" dari Savatthi (1 league = 4. Tiba di bangsal. Untuk memenuhi permoh onan Raja Pasenadi. Tidak lama kemudian. yang mencari seorang untuk dinikahkan dengan anaknya. "Aku punya banyak baju di rumah. Ia ingin turut menyaksikan perayaan tersebut dan bersama kawan -kawannya ia pergi ke tepi sungai. Tiba di tempat yang dituju. Reruntuhan dari Jetavanarama. Visakha Visakha dilahirkan di kota Bhaddiya." Jawaban Visakha ternyata mengesankan sekali orang suruhan Migara. Mereka bertanya. Kalau aku lari. Paññavaddhana .564 m). seorang jutawa n dari Savatthi. ayah Visakha. Waktu ia sakit keras. mereka mendengarkan khotbah Sang Buddha dan Visakha memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. ia mohon kepada Raja Pasenadi untu k membuat tempat tinggal di tempat tersebut.inggal bersama-sama ayahnya. Pada waktu itu Sariputta memberikan uraian Dhamma dan selag i Anathapindika memusatkan pikirannya kepada perbuatan-perbuatannya yang baik da n mulia.800 atau 5. Anathapindika meninggal dunia sebelum Sang Buddha mangkat. putra dari Mendaka. Mereka heran melihat Visakha dengan tenang berjalan memasuki bangsal. Tiba-tiba hujan besar turun dan semua gadis kawan Visakha berlari mencari tempat untuk berteduh di sebuah bangsal. meskipun bajunya basah kuyup dengan air hujan. dan Sariputta datang mengunjunginya bersama-sama Ananda. Permohonan itu dikabulkan dan Dhana jaya membuat rumah di tempat tersebut." Visakha menjawab. Dikisahkan bahwa Raja Pasenadi dari negara Kosala ingin sekali mempunyai seorang yang banyak jasanya tinggal di kerajaannya. yang kemudian berkembang menjadi kota yan g dinamakan Saketa. Hanya Visakha yang tidak turut berlari dan ja lan saja seperti biasa. berdandan dan memakai baju yang bagus. Selama empat belas hari berikutnya. negara Anga. seketika itu ia sembuh dari sakitnya. Waktu Visakha berusia tujuh tahun. Visakha juga ikut tinggal bersama kedua orang tuanya di Sake ta. mungkin aku t erjatuh dan cedera anggota tubuhku. Gadis sepertiku dapat diumpamakan sebagai barang dagangan yang tidak boleh mempu nyai cacat.

duduklah dengan tenang dan bahagia. Di tempat itu mereka berdiam selama empat bulan. mutiara dan batu-batu permata lainnya. beras dan kacang-kacangan masing-masing lima ratus pedati. Hanya memberi kepada orang yang memberi. Masih ditambah lagi dengan perhiasan Mahalatapasadhana yang mahal sekali dengan disertai sepulu h pesan yang harus ditaati oleh Visakha selama berada di rumah suaminya. Semua p enduduk Savatthi keluar dari rumahnya untuk menyambut kedatangan Visakha dan mem persembahkan aneka ragam hadiah. Perhiasan itu terbuat dari emas dan ditabur dengan berlian. Pada suatu hari. Raja Pasenad i sendiri berkenan untuk ikut dengan rombongan yang menyertai mempelai laki-laki pergi ke Saketa. makan. "Jalan terus saja. kain sutra. yang berdiri berhimpit-himpitan ditambah de ngan enam puluh ribu sapi jantan dan enam puluh ribu sapi perah. 7.ikah. . 3. 8. seorang bhikkhu datang untuk mengumpulkan makanan dan berdiri di depan pintu. Pada hari pernikahan. lima ratus pedati penuh dengan emas. 2. Tetapi. Memberi kepada orang yang memberi dan juga kepada orang yang tidak memberi Selanjutnya Dhanajaya mengangkat delapan orang kepala keluarga yang terhormat un tuk menjadi wali Visakha dan meneliti tiap dakwaan yang kelak mungkin akan ditud uhkan terhadap tingkah laku anaknya. Visakha menerima baik karangan bunga tersebut dan orang suruhan Migara men gikuti Visakha pulang ke rumah orang tuanya. Perhiasan ini berat sekali dan hanya bisa dipakai oleh orang yang tenaganya kuat. Bhante. alat meluku dan alat pertanian lainnya lima ratus pedati. tidur. perak. Migara melontarkan beberapa dakwaan terhadap Visakha . mertua saya sedang makan hidangan basi. lima ratus pandai emas bekerja siang dan malam untuk membuat perhiasan yang dinamakan Mahalatapasadhana. Oleh kedua orang tuanya. pinangan i ni pun diterima dengan baik. Tidak lama setelah Visakha berada di rumahnya. Para pertapa Nigantha mendesak Migara untuk mengirim pulang Visakha. Tetapi Visakha. Api dari dalam rumah tidak boleh dibawa ke luar rumah. 4. Semua hadiah diterima baik oleh Visakha untuk k emudian dibagi-bagikan lagi kepada penduduk Savatthi yang kurang mampu. tetapi Migara tidak memperdulikannya dan terus saja makan. 5. lima ratus kereta dengan membawa t iga orang budak wanita tiap-tiap kereta disertai segala keperluan mereka. Di hadapan para wali tersebut. Migar a mengundang para pertapa Nigantha datang ke rumahnya dan memerintahkan Visakha untuk melayaninya dengan baik. Visakha minggir sedikit agar Migara dapat melihat bhikkhu terse but. Visakha kemudian berkata kepada bhikkhu tersebut. Tidak memberi kepada orang yang tidak memberi. Selama waktu itu. Sepuluh pesan tersebut adalah sebagai berikut: 1. menolak untuk memb eri hormat. Dhanajaya membekali putrinya dengan lima ratus pedati penu h dengan uang. tetapi Migara ingin menunggu saat yang tepat. Kalau Kalau Kalau Harus Harus duduk. ketika Migara sedang makan dan Visakha berdiri di sampingnya sa mbil mengipasinya. mentega. yang jijik melihat mereka bertelanjang bulat. Tetapi Visakha minta agar persoalan itu dibawa ke depan para walinya. Sekarang harus dibuat persiapan untuk merayakan pernikahan Visakha." Migara marah sekali dan mengancam untuk mengirim pulang Visakha ke rumah orang t uanya. setelah para wali meneliti dan mendengar segala keterangan dari yang b ersangkutan dan para saksi. tembaga. menghormat dewa-dewa di rumah. 6. Api dari luar rumah tidak boleh dibawa masuk ke dalam rumah. yaitu pertapa yan g hidup bertelanjang bulat. mereka berkesimpulan bahwa Visakha tidak bersalah. tidurlah dengan tenang dan bahagia. 10. makanlah dengan tenang dan bahagia. Setelah itu Visakha memberi perintah untuk membuat persiapan pulang ke rumah ora . Migara (mertua Visakha) adalah pengikut para pertapa Nigantha. menjaga baik api di rumah. 9. Keesokan harinya Visakha beserta rombongan berangkat menuju ke Savatthi. Di sam ping itu juga ternak yang memenuhi lapangan seluas tiga per empat "league" panja ngnya dan delapan "cambuk" lebarnya.

dan c icit yang semuanya hidup. Tetapi kemudian Migara melihat kesalahannya dan merasa meny esal. 6.ng tuanya di Saketa. tiap putra dan pu tri kembali mempunyai dua puluh orang anak dan tiap cucunya kembali mempunyai du a puluh orang anak. Sekarang Visakha bebas untuk melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan sebagaimana y ang ia kehendaki. 2. Sang Buddha mem berikan uraian Dhamma dan atas permintaan Visakha. Ia mohon maaf kepada Visakha dan permohonan ini diterima oleh Visakha deng an syarat. Selama dua puluh tahun terakhir dalam kehidupan Sang Buddha. penduduk Savatthi selalu mengundang Visakha kalau mereka mengadakan pes . pergi berkeliling mendatangi para bhikkhu dan bhikkhuni untuk me nanyakan kebutuhannya. kalau sedang berada di Savatthi. Oleh karena ia memperoleh tingkat Sotapann a atas jasa dari Visakha. Selama hidupnya ia diperkenankan yang pergi dari Savatthi. Belakangan. ternyata tidak ada orang yang mampu membelinya karen a perhiasan itu memang sangat mahal harganya. Migara turut mendengarkan dar i belakang tirai. Sewaktu-waktu ia diutus oleh Sang Buddha untuk mendamaikan perselisihan-perselis ihan yang timbul di antara para bhikkhuni. kalau sian gnya berada di Jetavana. Karena itu Visakha mengambil keput usan untuk membelinya sendiri dan uangnya digunakan untuk membuat sebuah vihara yang disebut Migaramatupasada di taman sebelah Timur (Pubbarama) Savatthi. maka mulai hari itu ia menghormat Visakha sebagai ibun ya dan mulai hari itu Visakha mendapat nama baru. Visakha menolak untuk mengambilnya kembali. Oleh kar ena itu. Migara harus mengundang Sang Buddha dan murid-Nya makan siang di ruma hnya. yaitu "Migaramata" yang berart i "Ibu Migara". Beliau membagi waktu-Nya antara Jetavana dan Pubbarama. 7. tetapi roman mukanya ma sih seperti gadis berumur enam belas tahun. 4. seperti aturan yang mengharuskan para bhikkhu memakai "baju mandi" kalau mandi. Setiap sore ia datang ke vihara mengunjungi Sang Buddha dan setelah mendengarkan uraian Dhamma. Selama hidupnya ia diperkenankan dak. Selama hidupnya ia diperkenankan sakit. Selama hidupnya ia diperkenankan u yang selesai ber-vassa. Waktu Sang Buddha dan para murid-Nya tiba. Selama hidupnya ia diperkenankan datang di Savatthi. waktu Visakha kembali untuk mengambilnya ternyata bah wa Ananda telah menyimpannya di ruang dalam. Setiap hari ia memberi makan kepada lima ratus orang bhikkhu. Tetapi. Setelah mendengar khotbah Sang Buddha. Beliau mempunyai delapan ribu empat ratus dua puluh orang anak. pelayannya lupa unt uk membawanya. Migara lalu menyingkir pergi dan meme rintahkan Visakha untuk melayani-Nya. tetapi memerintahkan untuk menjualnya dan hasilnya digunakan untuk kepe rluan para bhikkhu. Meskipun sudah berusia lanjut. cucu. Visakha sangat terkenal sebagai orang yang dapat membawa keberuntungan. untuk memberikan jubah kepada para bhikkh untuk memberi makanan kepada bhikkhu yang untuk memberi makanan kepada para bhikkhu untuk memberi makanan kepada bhikkhu yang untuk memberi makanan kepada mereka yang untuk memberi obat kepada bhikkhu yang sa untuk memberi beras untuk keperluan menda untuk memberi baju mandi kepada para bhik Visakha mempunyai sepuluh orang putra dan sepuluh orang putri. Selama hidupnya ia diperkenankan kit. Migara memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. malamnya Beliau diam di Pubbarama atau sebaliknya. Setelah selesai bersantap. yaitu: 1. Waktu pulang. dikeluarkan atas sar an Visakha. 8. Waktu Visakha meninggal dunia pada usia seratus dua puluh ta hun. Selama hidupnya ia diperkenankan khuni. Selama hidupnya ia diperkenankan menjaga bhikkhu sakit. Beberapa aturan. 3. Visakha mohon dan diberikan delapan "anugerah" oleh Sang Buddha. 5. Suatu hari Visakha mengunjungi Sang Buddha dan sebelum memasuki vihara ia membuk a perhiasan Mahalatapasadhana yang dipakainya.

Kapilavatthu. Visakha mendapat tempat yang mulia dalam hati mereka yang pernah menge nalnya. Waktu itu Putri Pajapati sudah mengambil keputusan untuk menjadi bhikk huni dan menunggu waktu yang tepat untuk mohon ditahbiskan oleh Sang Buddha. Dayika adalah seorang wanita yang menjadi penyokong Sang Buddha . di bawah payung kerajaan yang berwarna putih . Sang Buddh a kembali mengunjungi Kapilavatthu dan memberi nasehat kepada kedua belah pihak untuk tidak menyelesaikan sengketa tersebut dengan berperang. menghormat kepada orang yang lebih tua dan kebaikan hatinya kepada sem ua orang. waktu itu Putri Pajapati Gotami. Raja Suddhodana mencapai tingkat Arahat setelah mendengarkan khotbah tersebut dan masih dapat menikmati berkah dan kedamaian Nibbana selama tujuh hari sebelum mangkat." "Kalau begitu. alangkah baiknya wanita itu d apat diterima menjadi bhikkhuni. Sakadagami. Putri Pajapati pergi ke Nigrodharama dan mohon agar mereka semua ditahbiskan menjadi bhikkhuni. telah besar pahalanya. Setelah meninggal dunia. Ananda. Bersama-sarna lima ratus w anita muda yang suaminya telah diterima menjadi bhikkhu. bibi Sang Bhagava. Setelah sengketa tersebut dapat didamaikan. setelah terlebih dulu memotong rambutnya da n memakai jubah kuning. istri Raja Suddhodana menja di seorang Sotapanna. Kemudian Ananda mengubah cara mengemukakannya dan bertanya. Sebagaimana halnya dengan Anathapindika. menikah dengan anak laki-laki dari Anathapindika. Tetapi Putri Pajapati dan lima ratus wanita muda itu tidak putus asa dan mengiku ti perjalanan Sang Buddha ke Vesali. yang menjadi perbatasan antara kedua negara. yang waktu itu berada di balairung Kutagarasalla . Anagami atau Arahat?" "Seorang wanita dapat mencapainya. tetapi sebaiknya s engketa tersebut diselesaikan melalui perundingan. Sang Buddha diam di Nigrodha rama. Tidak lama kemudian timbul perselisihan antara negara Sakya dan negara Koliya pe rihal air Sungai Rohini. Maha Pajapati Gotami Pada tahun kedua setelah mendapat Penerangan Agung. sehingga waktu ti ba di Vesali kaki mereka luka-luka dan bengkak serta badan penuh debu. Karena itu. Vesali. ucapan ya ng ramah. (Menurut Buddhaghosa. tingkah laku yang halus. Visakha diperkirakan lebih muda sedikit dari Anathapindika. "Kalau seorang wanita. Visakha pun mendapat gelar "Pemimpin da ri para Dayika". Sang Buddha kemudian memberikan urai an Dhamma yang dikenal sebagai Kalahavivadasutta. Sang Buddha kemudian memberikan khotbah kepada a yahnya yang berada di tempat tidur. Beliau adalah pengasuh-Nya. Ananda me nemui para wanita tersebut yang sedang menangis di depan pintu dan kemudian mene ruskan permohonan mereka untuk dapat diterima menjadi bhikkhuni. Kapilavatthu. Maha Pajapati Gotami. Tiga tah un kemudian. Visakha dan Anathapi ndika akan menikmati hidup bahagia di alam surga selama seratus tiga puluh satu kappa. dari kehidupan berkeluarga memasuki kehidupan seorang bhikkhuni dan menjalankan dengan tekun ajaran dan tata tertib yang dite tapkan oleh Sang Tathagata. ibu tiri-Nya dan yang pernah memberikan-N ya air susu. setelah mendengarkan khotbah-khotbah Sang Buddha. Setelah mendengar khotbah ters ebut. sebelum akhirnya mereka mencapai Nibbana). Waktu inilah yang dianggap tepat oleh Putri Pajapati." . oh Bhagava. Visakha bertumimbal lahir di surga Nimmanarati dan menj adi pelayan dari raja dewa Sunimmita. Sesudah itu Sang Buddha menar ik diri di Nigrodharama. waktu ibu-Nya sendiri meninggal dunia. Dengan sikapnya yang luhur. Beliau mengasuh dan menyusui -Nya dari dadanya sendiri. Mereka mengikuti dengan berjalan kaki. Sujata. karena adik peremp uannya yang bungsu. oh Bhagava. Raja Suddhodana k elihatannya sudah lemah sekali. Kembali Sang Bu ddha menolak sampai tiga kali.ta perayaan lain. Sang Buddha. Raja Suddh odana sakit keras. ya itu Kala. Permoho nan ini tiga kali ditolak dan kemudian Sang Buddha meninggalkan Kapilavatthu kem bali ke Vesali. apakah mungkin orang itu mencapai tingkat kesucian S otapanna. pada tahun kelima Sang Buddha mendapat Penerangan Agung. lima ratus orang Sakya yang masih muda ditahbiskan menjadi bhikkhu. datang ke Kapilavatthu dengan terbang melalui udara. oh Bhagava.

Bhaddakacca adalah yang terkemuka dari mereka yang memiliki kekuatan gaib (Mahabhiññappatta) dan Rupananda adalah yang terkemuka dari mereka yang memili ki kekuatan meditasi (Jhayi). Aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. Yasodhara (ibu Rahula) dan Rupananda (anak Maha Pajapati) juga turut memasuki Bhikkhuni Sangha. Pengikut Maha Pajapati yang berjumlah lima ratus orang juga ditahbiskan menjadi bhikkhuni dan kemudian setelah mendengarkan Nandakovadasutta. Bimbadevi. Setelah itu Ananda pergi menemui Maha Pajapati dan memberitahukan tentang delapa n "aturan keras" tersebut yang harus diterima. 5. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. 3. Seorang bhikkhuni. Pada satu kesempatan di hadapan Bhikkhu Sangha dan Bhikkhuni Sangha. seorang calon bhikkhu ni harus mohon ditahbiskan menjadi bhikkhu dari Sangha para bhikkhu dan dari San gha para bhikkhuni. Dengan gembira Maha Pajapati menerima delapan "aturan keras" tersebut dan kemudi an ditahbiskan menjadi bhikkhuni pertama. Seorang bhikkhu tidak boleh dicaci-maki atau dihina dengan cara apa pun ju ga oleh seorang bhikkhuni. Kemudian sewaktu Maha Pajapati sedang berada di Vesali. 2. semuanya mencapai tingkat Arahat. 6. Bimba. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh d ilanggar selama hidupnya. 4. Sang Bhagava m emberikan uraian Dhamma dan kemudian memberikan kepadanya obyek untuk melakukan meditasi (Kammatthana). sebaliknya seorang bhikkhu tidak dilarang untuk memperingati (menegur) s eorang bhikkhuni. seorang bhikkhuni harus memohon dua hal dari Sangha para bhikkhu. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. Maha Pajapati mem beri hormat kepada Sang Buddha dan kemudian berdiri di satu sisi. Mulai hari ini seorang bhikkhuni dilarang memperingati (menegur) seorang b hikkhu. Maha Pajapati bersedia menerima delapan "aturan keras" (Garudham ma). Yasodhara. Setiap setengah bulan. sebelum ia dapat ditahbiskan menj adi bhikkhuni. Beliau mengetahui bahwa hidupnya di dunia ini sudah tidak lama lagi. Selesai menjalankan masa percobaan selama dua tahun. Seorang bhikkhuni yang melakukan pelanggaran harus menjalani hukuman (mana tta) selama setengah bulan lamanya di Sangha para bhikkhu dan di Sangha para bhi kkhuni. 8. Beliau pamit dari Sang Buddha dan m . sebagaimana Sariputta dan Moggallana menja di murid utama dari Bhikkhu Sangha." Kemudian Ananda diberitahukan tentang delapan "aturan keras" tersebut: 1."Kalau. dan bahkan di istana raja-raja . Ananda. 7. harus menyambut dengan sopan. seorang bhikkhuni harus mohon kepada Sangha para bhikkhu da n Sangha para bhikkhuni untuk mendapat teguran dan peringatan tentang apa yang d ilihat. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar s elama hidupnya. maka Beliau dapat ditahbiskan. Dalam Bhikkhuni Sangha pun terdapat dua orang muri d utama. Setelah ditahbiskan. Setelah vassa. yang sewaktu-waktu juga disebut sebagai Rahulamata. meskipun sudah ditahbiskan selama seratus tahun. memberi hormat dengan kedu a tangan dirangkapkan di dada kepada seorang bhikkhu yang baru saja ditahbiskan. berdiri dari tempat duduknya. yaitu Khema dan Uppalavanna. Sang Buddha menyatakan bahwa Maha Pajapati adalah pemimpin dari para bhikkhuni yang terkemu ka (Rattaññu). Dan aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. kota-kota. Aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama h idupnya. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilangg ar selama hidupnya. Seorang bhikkhuni tidak boleh menjalankan vassa di tempat dimana tidak ter dapat seorang bhikkhu. didengar. Dengan demikian berdirilah Bhikkhuni Sangha yang dipimpin oleh Maha Pajapati Got ami dan berkembang terus di desa-desa. yaitu (tanggal dan) hari untuk melakukan latihan dan hari untuk m endapatkan nasehat-nasehat (teguran-teguran). Beliau melatihnya dengan tekun dan tidak lama kemudian m encapai tingkat Arahat. dan dicurigai.

00 pagi memakai jubah-Nya dan pergi ke desa atau kota untuk mengumpulka n makanan atau pergi mengunjungi orang yang memerlukan pertolongan Beliau.00) Para dewa datang untuk mendengarkan Dhamma yang khusus ditujukan kepada mereka. Sang Buddha berjalan dari rumah ke rumah dengan mata dit ujukan ke tanah dan menerima makanan apa saja yang dimasukkan ke dalam mangkuk-N ya dengan tidak mengucapkan sesuatu kata pun. Sang B uddha tidur satu jam dan bangun pada pukul 04. maka Beliau s egera mengunjunginya.00-pukul 12.00) Dari pukul 02. Kalau Beliau melihat ada yang memerlukan pertolongan. maka Beliau mentahbiskannya di tempat tersebut. Pukul 06. Empat Puluh Lima Tahun Mengajar Dhamma Tahun ke-1 Setelah memperoleh Penerangan Agung.00-pukul 04.00) Sang Buddha bangun pukul 04. Mereka tidak dapat dilihat dengan mata biasa. maka Beliau k eluar dari kamar untuk bertemu dengan ratusan orang yang berkumpul di ruang khot bah (Dhammasala). Kalau hari itu tidak ada orang yang memerlukan pertolongan Beliau. Kalau ada orang yang minta diterima sebagai murid/pengikut. Dengan demikian Sang Buddha memberikan kegembiraan kepada orang yang bijaksana. Waktu jaga pertama (pukul 18.00-pukul 18. sehingga ti ap orang merasa bahwa khotbah itu ditujukan kepada dirinya.00) Waktu ini biasanya digunakan untuk menjawab pertanyaan dari para bhikkhu. Kalau mereka pulang.00 pagi.00 pagi. Dari pukul 05.00 pagi. Di Dhammasala. Waktu jaga kedua (pukul 22. mereka merupakan barisan yang panjang karena berjalan satu per satu. Pukul 03.eninggal dunia pada usia seratus dua puluh tahun. Sang Buddha menjalankan vassa (istirahat mu . Siang hari (pukul 12.00 sampai pukul 03. Pa da waktu Sang Buddha menerima juga undangan makan di rumah seorang umat. Sang Buddha melihat dengan mata dewa ke seluruh dunia.00. Jadwal Kegiatan Sehari-hari Kegiatan Sang Buddha tiap hari adalah sebagai berikut : Pagi hari (pukul 04. Beliau selalu memberikan khotbah Dhamma. Tiba di desa atau kota. Sang Buddha memberikan khotbah dengan cara yang khas.00-pukul 22. Sang Buddha mondar-mandir di luar kamar (me lakukan meditasi berjalan) sambil menghirup udara pagi. mempertinggi pengeta huan orang biasa dan memberi penerangan kepada orang yang sedang dihinggapi kege lapan batin. Waktu jaga ketiga (pukul 02. Selain para bhikkhu juga uma t biasa banyak yang datang menemui Sang Buddha. Sang B uddha menjawab semua pertanyaan dengan disertai nasehat dan petunjuk mengenai me ditasi.00-pukul 02. Kalau pergi bersama-sama dengan mu rid-Nya.00 pagi. barangkali ada orang yang memerlukan pert olongan-Nya. setelah mandi lantas duduk bermeditasi sela ma satu jam. selama satu jam.00) Waktu ini para bhikkhu kembali datang untuk mendengar khotbah Dhamma atau untuk bertanya tentang hal-hal yang masih mereka ragukan. barangkali ada orang yang memerlukan Beliau. Sehabis bersantap. maka Sang Buddha beristirahat di kamar-Nya dan deng an mata dewa melihat ke seluruh dunia.

Hanya Beliau yang boleh memperlihatka n kekuatan gaib di depan umum. tetapi murid-muridNya dilarang melakukan hal-hal tersebut. bersama pa ra dewa lainnya diberi pelajaran Abhidhamma. almarhum Ratu Maya. Waktu itu orang yang berkumpul di sekitar Savatthi dan para dewa yang berada di surga Tava timsa dapat melihat satu sama lain dengan jelas. Waktu itu Raja Suddhodana sakit. yaitu Mukjizat Ganda di bawah pohon Gandamba di Savatthi. tiga puluh "league" dari Savatthi. untuk pertama kalinya Sang Buddha memperlihatkan kekuatan gaib-Nya yang d isebut Yamakapatihariya. Kisahnya adalah sebagai berikut : Para pertapa dari golongan paribbajika merasa sangat terdesak dengan adanya Sang Buddha yang semakin lama semakin masyhur namanya.sim hujan) di Isipatana. Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu. Vesali. berusaha untuk menjatuhkan nama Sang Buddha dengan menggunakan seorang wanita bernama Ciñca-manavika yang melancarkan f itnahan keji terhadap diri Sang Buddha. Dalam perjalanan kembali dari Kapilavatthu ke Rajagaha. berkat kekuatan gaib Sang Buddh a. Rajagaha. Di Nigrodh arama. Di tahun ini untuk kedua kalinya S ang Buddha memperlihatkan Yamakapatihariya. Ketika itulah Ciñca dengan tiba-tiba membuat onar dengan menuduh Sang B . Beliau berjalan turun dari surga Tavatimsa melalui tangga yang terb uat dari batu pualam. Tahun ke-3 Atas permintaan Raja Suddhodana. Ciñca menjawab bahwa ia tadi malam ti dur bersama-sama Sang Buddha. Ciñca adalah seorang wanita cantik yang banyak akalnya. yang hanya dapat dilakukan oleh s eorang Buddha. Akhir vassa. Tahun ke-6 Ber-vassa di Mankulapabbata (Lereng Mankula). Tahun ke-2 Sang Buddha menjalankan vassa di Veluvana. Wanita ini dibujuk oleh para pertapa dari golongan paribbajika untuk pura-pura mengunjungi Sang Buddha di vihara Jetavana. meskipun sebelumnya Beliau melarang murid-muridNya untuk m emperlihatkan kekuatan gaib di depan umum. Rajagaha. Pagi harinya ia berjalan meninggalkan vihara dengan jug a dilihat oleh banyak orang. Ciñca pergi ke vihara Jetavana dan sengaja berjalan di tempat-te mpat yang mudah dilihat oleh khalayak ramai. di Sankassa. Sang Buddha mengunjungi Raja di Kapilavatthu dan memberikan khotbah Dhamma kepad a ayah-Nya. Sang Buddha bertemu deng an Anathapindika dan menyetujui untuk menjalankan vassa yang akan datang di Sava tthi. Pada suatu malam. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan keluarganya dan orang Sakya la in bahwa Beliau memang benar telah mencapai tingkat Buddha. Karena itu. setelah mendengar khotbah tersebut. Tahun ke-7 Sang Buddha mengunjungi surga Tavatimsa. Sangha bhikkhuni di bawah pimpinan Maha Pajapati terbentuk di tahun ini. Tahun ke-5 Sang Buddha ber-vassa di Kutagarasala. Malam itu ia tidur di emper vihara dekat kamar Sang Buddha. Waktu itu kemasyhuran Sang Buddha mencapai titik tertinggi dan waktu itu pula go longan pertapa yang merasa terdesak hebat. Ketika ditanya. selama tiga bulan Sang Buddha ber-v assa di surga tersebut. Beberapa bulan kemudian dengan berpura-pura hamil (ia mengikat sepotong kayu di bagian perutnya) Ciñca pergi mengunjungi Sang Buddha yang sedang berkhotbah di had apan umat. mereka merencanak an satu tipu muslihat untuk menjatuhkan nama Sang Buddha dengan menggunakan Ciñca sebagai umpan. Ibu-Nya. Tahun ke-4 Sang Buddha ber-vassa di Veluvana. Raja Suddhodana mencapai tingkat Arahat dan meninggal dunia tujuh hari kemudian. yaitu Mukjizat Ganda.

dengan menangis mereka menghadap Raja Pasenadi untuk me laporkan tentang hilangnya Sundari. dan membawa buah-buahan dan beberapa barang lain lagi. Khalayak ramai lal u menyeretnya ke luar vihara. sedangkan di dekatnya berjalan seorang wanita. Pada suatu hari ia melihat Surabhi (seorang Pacceka Buddha) seda ng memakai jubahnya di sebelah luar tembok kota.uddha sebagai orang yang tidak bertanggung jawab dan tebal muka karena tidak mau memberi bekal untuk persalinannya. didalangi oleh golongan pertapa paribbajika yang masih penasaran. ia hanya melewati saja kamar Sang Buddha dan pergi bermalam di vihara kaum paribbajika yang berdekatan. Beb erapa hari kemudian para pertapa tersebut memberi upah kepada beberapa orang baj ingan untuk membunuh Sundari dan menyembunyikan mayatnya di tempat sampah dekat Jetavana. Beliau menerangkan bahwa itu adalah akibat dari perbuatan-Nya juga. Beliau memerintahkan seekor tikus untuk me nggigit tali yang mengikat kayu di sekitar perut Ciñca. Tali itu putus dan kayu menimpa jari kaki Ciñca hingga terluka. Setelah mayat Sundari ditemukan di dekat Gandhakuti Sang Buddha. Waktu Sang Buddha kemudian ditanya. Ketika Sang Buddha kemudian ditanya mengenai peristiwa tersebut. Dengan menggotong mayat Sundari di atas sebuah usungan. Di depan Raja. Selama tujuh hari Sang Buddha diam saja di kamar-Nya dan tidak pergi ke kota untuk mengumpulkan makanan. Setelah Sundari dibunuh. yai tu bahwa dalam salah satu kehidupannya yang lampau. Sang Buddha tidak berkata apa-apa dan hanya diam saja. "Hal ini kami berterima kasi h kepada bhikkhu-bhikkhu dari suku Sakya!" Akibatnya. seorang penyelidik mendengar beberapa orang yang terlalu ba nyak minum arak sedang bertengkar tentang pembagian upah membunuh Sundari. Beliau pernah mencaci-maki s eorang Pacceka Buddha. Di suatu kedai arak. 'Lihat. Jadi saat ini Beliau difitnah adalah akibat dari perbuata n-Nya yang tersebut di atas. Tetapi Sang Buddha menolak usul tersebut dan mengatakan bahwa me rupakan satu kesalahan besar untuk pergi menyingkir ke tempat lain hanya atas da sar laporan palsu. kakinya terus amblas dan seluruh badannya masuk ke tanah untuk kemudian terlah ir di alam neraka. mereka mengaraknya melew ati jalan-jalan di kota sambil meneriakkan tuduhan. Waktu kakinya menginjak tanah di luar pagar vihara . Beliau mencerit akan kisah di bawah ini: "Ketika itu Sang Bodhisatta bernama Munali dan terkenal sebagai orang yang senan g berfoya-foya. Raja Pasenadi t idak mau menerima begitu saja tuduhan atas diri Sang Buddha. Tetapi sebenarnya. Pencarian kemudian dilakukan oleh petugas-pe tugas raja dan tidak lama kemudian mereka menemukan mayat Sundari di dekat Gandh akuti (kamar) Sang Buddha. Secara senda gurau. tetapi ia sebenarnya adalah seorang . para bhikkhu yang mengumpulkan makanan dihina habis-habisan oleh pend uduk kota. R aja kemudian memerintahkan petugas menangkap para pertapa paribbajika. mereka men gakui perbuatan mereka membunuh Sundari atas suruhan para pertapa paribbajika. Munali mengeluarkan kata-kata. Setelah d iperiksa. Besok pagi-pagi sekali ia h arus kembali dan supaya dilihat orang banyak berjalan dari jurusan Jetavana. siapa sesungguhnya yang menjadi pembunuh Sundari. mengapa Beliau sampai mendapat fitnahan sepe rti itu. Te tapi Dewa Sakka menjadi marah sekali. sehingga Ananda mengusulkan untuk pindah saj a ke kota lain. akhirnya para pertapa ini mengakui semua perbuatan mereka dan menarik kembali tuduhan palsu yang pernah mereka lontarkan terhadap diri Sang Buddha. Mendengar tuduhan itu. Merek a segera ditangkap dan dibawa menghadap Raja Pasenadi. Raja lalu mengirim banyak petugas ke seluruh penjuru untuk menyelidiki dengan ce rmat. perta pa ini bukanlah orang yang hidup membujang. Di kemudian hari terjadi lagi fitnahan yang serupa oleh seorang wanita bernama S undari. Ke mudian mereka dijatuhi hukuman sesuai dengan perbuatannya. Kisahn ya adalah sebagai berikut: Seorang wanita bernama Sundari dibujuk oleh para pertapa paribbajika untuk mempe rlihatkan diri sedang pergi ke Jetavana dengan berdandan rapi dan memakai wangiwangian. Kemudian Beliau mengatakan bahwa dalam tujuh hari persoalan i ni sudah dapat dijernihkan. Kalau ada yang m enegur ia harus menjawab bahwa ia akan menemui Sang Buddha dan akan bermalam di kamarnya.

Kis ahnya ini adalah sebagai berikut (S.cabul." Sang Buddha menjawab. Di hutan.' Akibat dari ucapan yang salah inilah yang membuat Sang Buddha dalam kehi dupan ini mendapat fitnahan dari Sundari. Sang Buddha dijaga dan dilayani oleh seekor gajah yang b aik hati. Dan di tempat yang dilalui tak akan ada lagi yang menangis. "Keyakinan adalah bibit-Ku dan hujan adalah tata tertib-Ku Pandangan terang adalah bajak-Ku disertai kayu lengkung yang sesuai. Aku makan. yang di kehidupan lampau pernah menjadi ayah dan ibu-Nya sampai lima ratus kali. Sang Buddha pergi ke Savatthi. Sang Buddha ber-vassa di hutan Parileyyaka. Percakap an yang menarik itu dapat kita ikuti seperti di bawah ini (S. Siapa saja yang melaksanakan cara membajak seperti ini. Meskipun demikian Guru Gotama masih berani mengatakan bahwa. Tahun ke-10 Di tahun ini terjadi perselisihan diantara para bhikkhu di Kosambi. Ketika itu para bhikkhu di Kosambi sudah insyaf dan datang mengunjungi Sang Buddha untuk minta maaf. bajaknya. Atas saran Sang Buddha. dan setelah membajak dan menanam bibit. Karena letih menghadapi perselisihan yang tak mau didamaikan. Yang menarik bajak-Ku menuju pelabuhan yang aman. waspada dalam ucapan. Apakah And a juga membajak dan menanam bibit dan setelah membajak dan menanam bibit lalu ma kan?" "Betul.I-171) : "Pertapa. Bha radvaja membuang makanan tersebut ke sungai karena tidak ada orang yang dapat me . Ketika diam di Bhesakalavana dek at Gunung Sumsumara. aku membajak dan menanam bibit. Buah yang akan dipetik adalah makanan abadi. Kemauan keras adalah regu penopang beban-Ku. 'Aku juga membajak dan menanam bibit. Dan sederhana dalam makan dan minum. Tahun ke-11 Tahun ini Sang Buddha diam di Desa Ekanala dan mentahbiskan Kasi-bharadvaja. Aku juga membajak dan menanam bibit. Melihat Sang Budd ha. Sang Buddha bertemu dengan Nakulapita dan istrinya. Tetapi Sang Buddha menolak pemberian tersebut dengan mengatakan bahwa seorang Bu ddha tidak pernah menerima imbalan untuk berkhotbah. A ku makan'. c ambuk atau sapinya. Sehabis vassa. Adalah apa yang Aku selalu dambakan. sebagaimana ia sendiri juga turut bekerja untuk dapat makan hasilnya. aku makan." Bharadvaja merasa gembira sekali dan segera menghaturkan sebuah mangkuk besar be risi nasi campur susu. Pemusatan pikiran adalah pengunjam bajak-Ku dan cambuk-Ku. Aku mencabut rumput dengan Kesunyataan menyelesaikan tugas." Tahun ke-8 Tahun ini Beliau berada di wilayah kaum Bhagga. pengunjam bajak. Tahun ke-9 Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Kosambi. dan setelah membajak dan menanam bi bit. Setelah bekerja. Waspada dalam perbuatan. Bharadvaja menegur agar Sang Buddha pun harus ikut membajak dan menanam padi ." "Tetapi kami tidak pernah melihat regu Guru Gotama.I-171) : Sang Buddha mengunjungi Bharadvaja pada upacara menanam padi dan berdiri di deka t tempat pembagian makanan para petani yang ikut menanam padi. selalu maju dan tak pernah mundur. Mer eka semua dimaafkan dan dengan demikian perselisihan itu didamaikan. Akan terbebas dari penderitaan dan kesedihan. Tahu malu (hiri) adalah tiang bajak-Ku dan pikiran adalah talinya. Itulah cara-Ku membajak.

tetapi ditolak oleh Sang Buddha. sehingga Sang Buddha dan rom bongan-Nya harus makan makanan yang disediakan oleh lima ratus orang pedagang ku da. Penerangan Agung. "Baiklah. 3. Tahun ke-14 Sang Buddha ber-vassa di Jetavanarama. "Pergilah. 2. Ketika it u berjangkit kekurangan makanan di tempat tersebut. Tahun ke-13 Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata dan dilayani oleh seorang bhikk hu bernama Meghiya. terdengar suara gemercak dan api serta asap terlihat d i atas air. "Pergilah. Menurut Vinaya. sehingg a dengan sangat kecewa ia kembali menemui Sang Buddha. "Baiklah. sahabat. Dalam keadaan mabuk. Moggallana menawarkan diri untuk menyediakan makanan yang layak dengan mengg unakan kekuatan gaib. Daya upaya untuk menyingkirkan pikiran yang tidak baik dan memperoleh piki ran yang baik. sebab ia masih mempunyai perasaan dendam bahwa Sang Buddha telah menyia-nyiakan kehidupan anaknya. tetapi ka rena terus didesak akhirnya Sang Buddha memberi izin juga. Meghiya meras a tertarik sekali dan mohon izin dari Sang Buddha untuk bermeditasi di tempat te rsebut. ia menjadi bhikkhu dan berhasil mencapai tingkat kesucian Arahat. 4. Bharadvaja menjadi kagum sekali dan sambil berlutut di kaki Sang Buddha menyatak an dirinya sebagai pengikut Sang Buddha untuk seumur hidup." Untuk kedua kalinya yakkha Alavaka berkata. Meghiya pergi bermeditasi sendiri di kebun mangga. tetapi tidak lama kemudian ia dihinggapi oleh pikiran penuh hawa nafsu. "Masuklah. Sang Buddha minta ia menunggu kedatangan seorang bhikkhu lain. oh Pertapa. Nasehat yang baik yang menuju kepada pengekangan hawa nafsu. Seorang sahabat baik (kalyana mitta). Melihat sebidang kebun mangga di dekat sungai. sahabat. kemauan tidak baik dan jahat. Suppabuddha tidak mengizinkan Sang Buddha b erjalan di jalanan Kapilavatthu. oh P ertapa!" Sang Buddha berjalan pergi dan berkata. seseorang hanya diperkenankan m enjadi bhikkhu apabila telah mencapai usia dua puluh tahun dan Rahula pada waktu itu telah mencapai usia tersebut. untuk membebaskan pikiran yang belum matang diperlukan lima hal yang be rguna sekali untuk membuat ia matang : 1. sahabat. Yasodhara.ncernakan makanan yang pernah dipersembahkan kepada Sang Buddha. Tahun ke-16 Kejadian penting selama Sang Buddha diam di Alavi di tahun ini adalah penaklukan dari yakkha Alavaka yang menteror kota Alavi. Savatthi. Suppabuddha m eninggal dunia. ketenangan. oh Pertapa!" Sang Buddha berjalan pergi dan berkata. p embebasan. Tingkah laku yang baik dibimbing oleh sila-sila yang penting sebagai latih an. "Baiklah." Sang Buddha lalu masuk dan menjawab." Yakkha Alavaka kembali membentak. Kisahnya adalah sebagai berikut ( SN. Memperoleh pandangan terang tentang timbul dan lenyapnya kembali benda-ben da. Ketika itu Sang Buddha me mberi ia nasehat seperti berikut: Meghiya. Tahun ke-12 Ber-vassa di Veranja atas permohonan seorang Brahmana bernama Veranja. 5. Tahun ke-15 Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu dan tahun itu bekas mertuanya. Tidak lama kemudian. Di tempat ini Rahula memperoleh upasampada dan menjadi bhikkhu." .I-10): Ketika itu yakkha Alavaka menghampiri Sang Buddha dan membentak. dan Nibbana. Ketika makanan itu menyentuh air sungai.

" Untuk keempat kalinya yakkha Alavaka berkata." Yakkha bertanya lagi. sahabat. "Bagaimanakah orang mencapai Kebijaksanaan? Bagaimanakah orang memperoleh Kekayaan? Bagaimanakah orang memperoleh Kemasyhuran? Bagaimanakah orang mengikat sahabat-sahabat? Setelah meninggalkan alam sini. sahabat. KESUNYATAAN adalah yang paling manis dari semua rasa. . dan para dewa. oh Pertapa!" Sang Buddha berjalan pergi sambil berkata. Aku tidak melihat suatu makhluk pun di dunia termasuk para Mara. DHAMMA. para Brahma atau di dunia ini dari pertapa. "Apakah harta termulia bagi seorang manusia dalam dunia ini? Perbuatan manakah yang membawa kebahagiaan? Apakah yang paling manis dari semua rasa? Cara hidup bagaimanakah yang disebut termulia?" Sang Buddha menjawab. "Bagaimanakah orang menyeberangi arus (penjelmaan)? Bagaimanakah orang menyeberangi lautan (tumimbal lahir)? Bagaimanakah orang mengatasi derita? Bagaimanakah orang menyucikan diri?" Sang Buddha menjawab. dan para ma nusia yang sanggup mengacaukan pikiran-Ku atau mencabut jantung-Ku atau memegang kaki-Ku dan melempar Aku ke seberang sungai. "Orang menyeberangi arus dengan Keyakinan. Hidup dengan diberkahi KEBIJAKSANAAN disebut hidup yang termulia. "Baiklah. Barang siapa berbuat apa yang benar. akan kukacaukan pikiranmu atau kucabut jantungmu atau akan kupegang k akimu dan kulemparkan ke seberang sungai. Orang mengatasi derita dengan Keuletan. Tetapi sahabat. dan penuh perhatian me mperoleh Kebijaksanaan. sahabat."Masuklah. "Baiklah. tiba di alam sana (setelah mati)." Yakkha tersebut kemudian bertanya. oh Pertapa!" Sang Buddha menjawab. Orang menyeberangi lautan dengan Kewaspadaan. Dan dengan pengendalian diri orang yang rajin. Pertapa. oh Pertapa!" Sang Buddha masuk sambil menjawab. "Memiliki keyakinan kepada para Arahat dan Dhamma untuk mencapai Nibbana. oh Pertapa!" Sang Buddha masuk kembali sambil berkata. "Pergilah. para Brahmana." "Akan kuajukan sebuah pertanyaan. engkau boleh berbuat apa yang engka u kehendaki." Untuk ketiga kalinya yakkha Alavaka berkata." "Masuklah. "Pergilah." "Sahabat. jika ditaati dengan sungguh-sungguh akan membawa kebahagiaan." Yakkha bertanya lagi. bagaimanak ah orang tidak usah menyesal?" Sang Buddha menjawab. "Aku tidak akan pergi. engkau dapat menga jukan pertanyaan apa saja yang engkau kehendaki. tekun. "KEYAKINAN merupakan harta termulia bagi manusia dalam dunia ini. Apabila Anda tidak dapat menjawab per tanyaanku. Orang menyucikan dirinya dengan Kebijaksanaan. "Baiklah.

tidak akan menyesal setelah mati." Tahun ke-17 Tahun ini Sang Buddha berada di Savatthi. Sang Buddha mengajukan pertanyaan kepada gadis tersebut dan semua pertanyaan dap at dijawabnya dengan baik. p engendalian diri. dari kota ke kota untuk men ghormat kepada Yang Maha Suci Buddha dan kepada Dhamma Yang Maha Sempurna. Mulai hari ini aku akan berkelana dari desa ke desa. Jawabannya mengandung arti filsafat tinggi. tempat timbunan pikiran. Hanya sedikit saja yang dapat melihatnya dengan terang." (Dhammapada. Pada kesempatan itulah Sang Buddha memberikan penerangan kepada khalayak ramai dengan mengucapkan syair seperti berikut : "Lihatlah lukisan ini yang berupa khayalan. Dalam pertemuan tersebut." (Dhammapada. tidak dapat mengerti jawaban gadis tersebut. Juga di tahun ini seorang pelacur terkenal bernama Sirima. tetapi mengunjungi Alavi lagi karena m erasa kasihan kepada seorang petani miskin. 174) Ketika Sang Buddha mendengar bahwa gadis itu sakit keras maka dengan melakukan p erjalanan sejauh tiga puluh "league" (1 league = 4. Tempat tumpukan penyakit. Ketika itu Sang Buddha minta kepada Raja untuk mengumumkan siapa diantara yang h adir ingin membeli mayat dari Sirima. Rajagaha. Apakah ada watak lain yang lebih agung dari mencintai hal-hal yang benar. bahkan diberi dengan cuma-cuma j uga mereka tidak sudi. pe ngendalian diri. ia memperoleh Kekayaan. kesabaran/dapat memaafkan kesalahan orang lain dan kedermawana n. yang kemudian menjadi seorang Sotapa nna setelah mendengar khotbah Sang Buddha. Ternyata tidak seorang pun yang mau membelinya. Orang berkeluarga yang memiliki sifat-sifat: mencintai hal-hal yang benar. "Mengapa aku harus bertanya kepada para pertapa dan Brahmana lain? Hari ini aku merasa beruntung dapat mengetahui sesuatu untuk kebaikan diriku di kemudian hari . Dengan sesungguhnya aku mengatakan bahwa Sang Buddha datang ke Alavi untuk keunt unganku. Hari ini dapat kuketahui pemberian kepada siapa yang dapat membawa paha la terbesar.Barang siapa bertekad teguh. Tiga tahun yang lampau gadis ini mendengar khotbah Sang Bud dha tentang pentingnya bermeditasi terhadap kematian. sehingga para hadirin yang lain. Tahun ke-18 Di tahun ini Sang Buddha kembali mengunjungi Alavi untuk kepentingan anak peremp uan seorang penenun. Sang Buddha menghadiri pemakaman Sirima. Kemasyhuran diperoleh dengan mencintai hal-hal yang benar (sacca). sebab ketika hidupnya banyak laki-laki yan g tertarik dan mengagumi Sirima. Sang Buddh . 147) Sang Buddha kemudian ber-vassa di Veluvanarama. meninggal dunia. Dimana tak terdapat kekekalan dan kelanggengan. dirangkai menjadi satu. Barang siapa suka memberi akan mengikat Sahabat-sahabat. Seperti juga burung yang ingin melepaskan diri dari jaring. Ayolah! Tanyakan kepada para pertapa lain dan para Brahmana. Waktu itu Sang Buddha memujinya d engan mengucapkan syair seperti berikut: "Dunia ini diselubungi kegelapan. yang tidak memperhatikan khotbah Sang Buddha dengan baik . Hanya sedikit saja yang pergi ke alam bahagia.800 atau 5. kesabaran/dapat memaafkan kesalahan orang lain dan kedermawanan ?" Yakkha menjawab. sadar. Badan yang penuh dengan luka. kakak dari tabib Jiva ka.564 m).

dan bertiga puluh." Sampai hari itu Ahimsaka belum pernah menyakiti orang lain dan karena itu ia tid ak tahu bagaimana harus memotong jari orang. membunuhnya dan mengambil jari tangan kanannya. sehingga wak tu meninggal dunia. terlebih dulu engkau harus membayar uang sekolah kepadaku. Kisahnya adalah sebagai berikut : Angulimala adalah anak seorang penasehat raja negara Kosala. Tahun ke-20 Di tahun ini Ananda ditunjuk sebagai pembantu tetap Sang Buddha dan selama dua p uluh lima tahun Ananda menjadi pembantu tetap.a berkunjung ke rumahnya dan masih sempat memberikan uraian Dhamma. Ayahnya bernama Bha ggava dan ibunya Mantani." Kembali Raja bertanya. jangan membawa dua buah jari tan gan dari orang yang sama." Raja Kosala bertanya. bersepuluh. Tetapi. Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata. gurunya memanggil Ahimsaka dan berk ata. "Karena ia akan bekerja seorang diri. "Ia akan bekerja seorang diri. "Tetapi. Bhaggava menjawab. Di hutan ia mencegat para pelancong yang lewat." Ketika Ahimsaka mencapai umur untuk bersekolah." Raja kemudian berkata. Dengan mudah Angulimala membunuh orang-orang tersebut dan memotong jari tangan kanannya. maka kita dengan mudah dapat menangkapnya. jika engkau memberiku seribu bua h jari tangan kanan manusia. para pedagang atau pelancong jalan berkelompok. ia kemudian mendapat nama baru sebagai Angulimala (Anguli = jari. "Ingat. Tahun ke-19 Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata. anakku itu kelak akan menjadi seorang penyamun. seorang penyamun yang luar biasa. Sebelum pergi gurunya kembali berpesan. Baginda . Karena itu tidak ada lagi orang yang berani lewa . tetapi sebelum engkau pulang. Setelah selesai belajar di sekolah tersebut. maka Ahimsaka membawa pedangnya dan pergi ke hutan Jalini di negara Kosala. ber empat. Guru?" "Engkau tidak usah membayar dengan uang. jangan lari!" Mereka menggigil dan gemetaran dan tidak dapa t melarikan diri lagi. Karena ingin mematuhi perintah guru nya. termasuk yang ada di istana. Di tahun ini pula Sang Buddha menaklukkan seorang penyamun ganas bernama Angulim ala. Baginda. mengeluarkan cahaya ge merlapan. mala = kalung). maka ayahnya mengirirn Ahimsaka ke sebuah sekolah di Takkasila. namun sebagai murid yang sangat patuh. mengapa senjata-senjata itu lalu mengeluarkan cah aya gemerlapan?" "Baginda. "Apakah ia akan merampok seorang diri atau dengan berkawa n?" Bhaggava menjawab. Raja menjadi takut sekali dan keesokan harinya memanggil penasehatnya untuk ditanyakan tentang sebab mengapa semua senjata mengeluarkan cahaya. semu a senjata di seluruh negeri." jawab gurunya. Nama aslinya adalah Ahimsaka. Kalau ingin me lewati hutan Jalini. berdua. Mereka sedikit demi sedikit menghasut guru mereka. Hari ia dilahirkan. berdua puluh. "Istriku baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki. yaitu sampai saat Sang Buddha man gkat di Kusinara. gadis itu mencapai Sotapatti phala. terpintar dan juga yang terpatuh dari semua murid di sekolah tersebut. kenapa kita tidak sekarang saja membunuhny a?" Bhaggava menjawab. Cukup. sehingga akhirnya guru terseb ut juga membenci Ahimsaka. Sesudah itu ia membuat kalung dari jari-jari tersebut dan mengg antung kalung itu di lehernya Karena kalung dari jari-jari tersebut. "Sekarang engkau sudah tamat belajar di sekolah ini. Karma itu anak-anak yang lain rnerasa iri hati kepada Ahimsaka. "Kalau begitu. Meskipun hal ini sangat sulit sekali. begitu mereka menden gar "Aku Angulimila. Ahimsaka merupakan murid yang terkuat. Sekarang Angulimala menjadi seorang pembunuh kejam yang ditakuti." "Berapakah yang harus kubayar. Ahi msaka berjanji kepada gurunya untuk melaksanakan apa yang diminta oleh gurunya.

" Tetapi ibunya adalah seorang wanita yang halus budi pekertinya dan mempunyai hat i yang baik. mandi. kuda. Kembalilah s ekarang juga ke tempat darimana Anda datang. Ketika itu Angulimila sudah membunuh 999 orang. Ia datang seorang diri. sehingga semua sendi-sendinya merasa sakit sekali dan tidak kuat lagi untuk berlari. berusaha mencegahNya dengan mengatakan. buas. tetapi apa yang dapat aku lakukan? Aku harus memegang janjiku dan membunuhnya. sebab siapa tahu mungkin saja hari ini ia akan data ng ke tempat ini. mungkin aku pun akan dibunuhnya. Angulimala kemudian menja di letih. Dengan demikian aku tidak usah membunuh ibuku. Aku memang kasihan kepadanya. Di sana bersembunyi seorang penyamun yang bernama Angulimala. Manyani. memotong jari tangannya untuk mencukupi jumlah seribu yang diminta guruku. A ku tidak mau mati percuma. Berbulan-bulan lamanya ia berada di hutan tanpa memperoleh cukup makan. "Alangkah kasihannya wanita ini. dan pakaian yang bersih. Keti ka itu Sang Buddha melihat Angulimala. sebaiknya Anda jangan berjalan terus. Karena itu. Ia mungkin sudah berub ah seluruhnya dan kalau aku pergi menemuinya. "Bhikkhu. anak itu sekarang sudah terlalu ganas. Raja Kosala mempersiapkan tentara yang untuk menangkap Angulimala.t hutan tersebut. "Aku harus pergi seorang diri ke hutan untuk menyelamatkan anakku. Karena itu. Angulimala kemudian memindahkan tempat kerjanya dan di tempat yang baru ia kemba li mencegat dan membunuh orang yang lewat. sebaiknya Anda jangan pergi ke hutan itu." Mereka menasehati Sang Buddha sampai tiga kali. meskipun ibuku sendiri yang datang." Dengan pedang terhunus. Apalagi ia mencintai anaknya lebih dari dirinya sendiri. B adannya sudah berbau busuk. meskipun dulu aku ber lari-lari menangkap gajah. Sang Buddha melihat ke seluruh penjuru dunia u ntuk mencari orang yang mungkin dapat ditolong-Nya dalam bidang kerohanian. Ia pikir. Ketika itu ibu Angulimala sudah terlebih dulu memasuki hutan. Aku tidak akan mengganggunya. I bunya. Tiba-tiba Sang Buddha berdi ri di antara Angulimala dan ibunya. sedangkan kami sendiri hari ini juga a kan meninggalkan tempat ini. mendengar tentang persiapan yang dilakukan Raja Kosala. Sekarang Raja sedang membuat persiapan untuk menangkap dan membunuhnya." Kemudian ia berjalan pergi ke hutan dengan membawa bekal makanan seperlunya. aku akan membunuhnya . "Anak kita yang tercinta sekarang telah menjadi seorang pemb unuh." Ia menghunus pedangnya dan berlari mendekati ibunya. Teta pi sekarang. dan jahat. kereta perang. Angulimala berpikir. sungguh mengherankan. Ia juga pasti akan membunuh Anda. dengan membawa mangkuk-Nya Sang Buddha b erjalan menuju ke hutan tempat Angulimala bersembunyi menunggu mangsanya yang te rakhir. Angulimala berlari-lari untuk menyergap dan membunuh Sang Bud dha. Ia benci sekali dengan hidup seperti itu. Banyak orang y ang sudah meninggalkan rumah dan desanya. Ia adalah ora ng yang kejam. Sang Buddha lalu bertekad untuk menolong Angulimala. Tetapi Sang Buddha hanya terseny um. "Tidak pernah aku seletih ini. Ia berpikir. tetapi membunuh pertapa ini dan memotong jari tangannya. Angulimala melihat ibunya datang dan berpikir. mengucapkan terima kasih dan melanjutkan perjalanan-Nya memasuki hutan." Pagi hari itu. Ap akah kamu tidak dapat pergi menemui anak kita dan membujuknya supaya berhenti me mbunuh?" "Istriku tercinta. Tetapi bag aimanapun juga. Ia telah membunuh ratusan orang. masih kekurangan satu orang lagi yang akan dijadikan korban. Dan korban yang terakhir ini justru adalah ibu nya sendiri. Ia berpikir. Penduduk desa yang melihat Sang Buddha berjalan menuju hutan. tetapi meskipun badannya penuh dengan keringat ia tetap tak dapat menyentuh badan Sang Buddha yang sedang berjalan dengan tenang. Karena itu. "Sekarang. ia masih harus membunuh seorang lagi untuk memenuhi permintaan g urunya berupa seribu buah jari tangan kanan manusia. tidur. Aneh sekali aku tak dapat mengejar pertapa in . ia berlari mendekati Sang Buddha. yang meskipun sudah jemu dengan perbuatan membunuh dan ingin kembali menjadi orang yang baik. rusa atau binatang lainnya. Karena merasa kasihan. Sang Buddha berjalan s aja dengan tenang. sebagaimana biasa. ibun ya dan juga khalayak ramai. "Baik juga pertapa ini berdiri di depan ibuku. Ia berka ta kepada suaminya.

" Yang berarti: . setelah terlebih dulu dibacakan kali mat-kalimat: "Yatoham bhagini ariyaya Jatiya jato Nabhijanami sañcicca Panam jivita voropeta Tena saccena sotthi te Hotu sotthi gabbhassa. Ia datang berkunjung deng an membawa lima ratus orang prajurit berkuda. Ibu Angulimala yang menyaksikan seluruh peristiwa ini dari dekat." Angulimala rupanya sangat terkesan dengan syair yang diucapkan Sang Buddha." jawab Raja Kosala. "Seor ang bhikkhu tidak boleh bohong.i. Tetapi kamu tidak mempunyai betas kasih terhadap makhluk hidup. apakah engkau sendiri b erhenti?" Angulimala tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Sang Buddha dan berpikir. Dikisahkan sewaktu Angulimala sudah mencapai ti ngkat Arahat. Hal ini menggugah hatinya. pa dahal Anda berlari lebih cepat dari aku?" Sang Buddha mengucapkan syair seperti di bawah ini : "Sebagaimana biasa. sebelum memasuki hutan untuk menangkap Angulimala. Umpamanya Baginda melihat Ang ulimala sekarang sudah bercukur gundul. Sang Buddha member inya petunjuk untuk memberi wanita itu air. apakah Baginda mendapat kesukaran ? Apakah Raja Bimbisara menyatakan perang kepada Anda atau Pangeran dari Licchav i atau mungkin dari kerajaan lain?" "Bukan. Bhikkhu ini. Yang Mulia. "Oh." Kemudian ia bertanya kepada Sang Buddha. Ia m embuang pedangnya dan berlutut di hadapan Sang Buddha. Aku berhenti. berhenti Bhikkhu!" Sang Buddha menjawab. "Aku berhenti." Kemudian Sang Buddha memanggil Angulimala untuk keluar. apakah yang Baginda akan la kukan?" Raja Kosala menjawab. Setelah berlatih dengan tekun. mengatakan bahwa ia berhenti. "Bagaimana Anda mengatakan berhenti. Suatu hari ketika sedang mengumpulkan makanan. memakai jubah kuning. Sang Buddha memberi berkah dan kemudian mengajaknya pergi ke vihara. sehingga ia berkeinginan menolong w anita tersebut. Baginda Yang Agung. Karena itu Aku berhenti dan kamu tidak berhenti. Sang Buddha kemudian memberitahukan Angulimala agar j angan mempunyai rasa dendam dan harus menganggap kejadian ini sebagai hukuman at as kejahatan yang pernah ia lakukan. yang dalam waktu demiki an singkat dapat menaklukkan Angulimala dan mengubahnya menjadi orang baik. Ada seorang penyamun yang ganas sekali di kerajaanku. semua prajurit Raja melarikan diri. Karena Aku berbelas kasih terhadap semua makhluk hidup. Aku sekarang memang sangat letih. terlebih dulu da tang mengunjungi Sang Buddha untuk mohon restu Beliau. Tentu ada m aksud tertentu dalam ucapan tersebut. Sewaktu ia menceritakan peristiwa tersebut kepada Sang Buddha da n menanyakan cara untuk menolong penderitaan wanita tersebut. Angulimala k emudian mencapai tingkat Arahat. Raja Kosala. Tetapi dicegah oleh Sang Buddha. merasa kagum sekali kepada Sang Buddha. Sang Buddha lalu berkata. Angulimala diserang oleh orang-or ang yang sedang berkelahi. meninggalkan kehid upan sebagai seorang penyamun dan berhenti membunuh. Angulimala! Tetapi. Ketika Angulimala memasu ki ruangan. Namany a Angulimala. Di vihara i a ditahbiskan menjadi bhikkhu. "Oh. Sang Buddha bertanya. Baginda Yang Agung. ia mendengar seorang wanita sedang merintih-rintih kesakitan waktu hendak bersalin. Angulimala. "Hai berhenti. Setelah itu Sang Buddha memberikan khotbah Dhamma. "Kalau demikian halnya. Aku hendak menangkapnya. aku akan berlutut di hadapannya. meskipun berjalan lebih cepat dari aku." Kemudian ia berteriak.

Kisah ini pun dapat dipakai sebagai contoh untuk membuktikan bahwa kamma (perbua tan) baik yang orang lakukan dapat memusnahkan kamma buruk yang pernah ia lakuka n. tidak dapat dipastikan secara berurutan. Devadatta mempunyai maks ud yang tidak baik terhadap Sang Buddha karena ia merasa iri atas kemasyhuran Sa ng Buddha. Devadatta ditahbiskan menjadi bhikkhu bersama-sama dengan Ananda. Tetapi di kemudian hari. wanita itu segera bersalin dengan s elamat. Kemudian an ak kecil itu lenyap dan Devadatta berdiri di depan Ajatasattu. adik dari Raja Suddho dana. sewaktu Sang Buddha dalam perjalanan dari Kapilavatthu menuju ke Rajagaha. Anuruddha dan Upali di Anupiya. Mogg allana menceritakan hal tersebut kepada Sang Buddha. Sampai hari ini kalimat-kalimat tersebut dikenal sebagai Angulimala-sutt a dan dipakai untuk membuat air guna memudahkan persalinan. te mpat-tempat mana yang telah dikunjungi oleh Sang Buddha dan dimana Sang Buddha b er-vassa." Dan benar saja. berhubung Sang Bud dha sekarang sudah lanjut usianya. Devadatta berhasil memperoleh Puthujjanika-iddhi. Devadatta akan membocorkannya sendiri. di samping memberikan lima ratus piring makanan setiap hari. sehingga timbul niat jahatnya unt uk mengambil alih kedudukan Sang Buddha sebagai Ketua Sangha. Tetapi dapat diketahui bahwa delapan belas vassa dijalankan di Jetavanarama dan lima vassa di Pubbarama. bahkan Sang Buddha sendiri pernah memujinya sebagai orang yang mempun yai kekuatan gaib yang tinggi. Devadatta mendapat tempat terhormat dal am Sangha. men getahui niat jahat Devadatta tersebut dan memberitahukan kepada Moggallana. Satu hal pasti yang dapat ditemukan dalam sutta-sutta ialah tentang mangkatnya R aja Bimbisara. sehingga membuat Ajatasattu ketakutan. Tahun itu Sang Buddha ber-vassa di Veluvanarama. Pertama ia mencoba untuk mempengaruhi Pangeran Ajatasattu. setelah diberi air tersebut. Tidak lama kemudian. pada tahun ketiga setelah memperoleh Pene rangan Agung. Savatthi. Demikianlah kisah mengenai Angulimala. Penaklukan Angulimala sering kali dicatat sebagai satu dari sekian banyak perbua tan Sang Buddha yang menolong manusia karena rasa belas kasih yang sangat besar terhadap umat manusia. Peristiwa tersebu t memberi kesan yang dalam sekali di hati Ajatasattu. Seorang murid Moggallana. yang kemudian menjadi Buddha. Tiba-tiba ia jatuh di atas pangkuan Ajatasattu. tetapi Sang Buddha menjawab bahwa persoalan itu tidak perlu dibicarakan sekarang."Saudari. K etika itulah Devadatta dengan paksa ingin mengambil alih pimpinan Sangha dari Sa ng Buddha. "Ak . semoga Anda Dan bayi dalam kandungan selamat. Rajagaha. yang bertumimbal lahir sebagai Manomayakayikadeva. di hadapan pertemuan para bhikkhu. sedangkan vassa ke-44 dijalankan di Beluva. Kimbila . Ia bersalin rupa menj adi anak kecil dengan memakai kalung dari beberapa ekor ular. Bhaddiya. karena kelak sebelum wakt unya. Kisahnya adalah sebagai berikut : Devadatta adalah anak dari Pangeran Suppabuddha dan Amita. Ajatasattu mengunjungi Devadatta dengan diiringi lima ratus kereta. delapan tahun sebelum Sang Buddha sendiri mencapai Parinibbana. Bhagu. yaitu k ekuatan gaib tertinggi yang dapat dicapai oleh orang yang belum mencapai tingkat kesucian. Tiap pagi dan petang hari. sehingga Beliau sangat men ghormat pada Devadatta. Pada vassa berikutnya. Atas permohonan itu Sang Buddha menjawab. Keja dian ini menggembirakan sekali hati Devadatta. Tahun ke-21 sampai dengan tahun ke-44 Selama tahun-tahun tersebut di atas. Devadatta mohon kepada S ang Buddha agar Sang Buddha menunjuknya sebagai Ketua Sangha. s ebuah desa kecil yang mungkin terletak di dekat Vesali. sejak dilahirkan sebagai seorang Ariya Aku tidak ingat dengan sengaja Membunuh suatu makhluk hidup Dengan pernyataan yang benar ini. Saudara perempuannya bernama Yasodhara atau Bhaddakaccana dan menikah deng an Pangeran Siddhattha. Untuk beberapa waktu lamanya.

" Devadat ta merasa tersinggung sekali dikatakan sebagai orang yang hina-dina. Semua bhikkhu harus tinggal di hutan. Sang Buddha memberikan uraian Dhamma kepada orang tersebut dan kemudian menyuruh nya pulang dengan mengambil jalan tertentu. 2. sehingga seluruh ba dannya menjadi kaku. yaitu dengan membuat bumi mengerut. Meskipun demikian. Sang Buddha menjawab bahwa para bhikkhu yang ingin mengikuti peraturan tersebut boleh melakukannya. Suatu har i. Devadatta lalu membujuk seorang pawang gajah unt uk melepaskan seekor gajah (yang terlebih dulu dibuat mabuk dengan memberinya mi numan arak) di jalan yang akan dilalui Sang Buddha. s ehingga pemanah tersebut membuang panahnya dan mengaku kepada Sang Buddha. peman ah tersebut demikian terpesona dengan keagungan Sang Buddha. karena S ang Buddha mempunyai kekuatan gaib yang luar biasa tingginya. Ia minta kepada Sang Buddha untuk menyetujui bahwa semua bhikkhu ha rus mentaati peraturan seperti di bawah ini: 1. Hanya dengan menggunakan "iddhi". Kawan-kawannya yang letih menunggu. Tiba-tiba du a tonggak besar muncul dari dalam tanah untuk menahan jatuhnya batu tersebut. sewaktu Sang Buddha sedang berjalan di lereng Gunung Gijjhakuta. siang dan malam para murid-Nya me njaga tempat tinggal Sang Buddha. Sewaktu mereka sudah berkumpul. 3. semua bhikkhu harus tidur di bawah pohon dan tidak boleh tidur d i dalam rumah. Para pemanah istana tersebut ditempatkan di berbagai tempat dan diatur sedemikan rupa. berhubung tidak ada seorang pun di dunia ini yang mampu membunu h seorang Buddha. yaitu tempat tabib Jivaka untuk mendapa t pengobatan seperlunya. Ajatasattu menyetujui dan memerintahkan beberapa orang pemanah istana untuk memb antu Devadatta membunuh Sang Buddha. sehingga akhirnya tidak ada seorang pun yang masih hidup untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. pecahan batu tersebut masih dapat melukai kaki Sang Buddha. meskipun terlebih dulu telah dipesan dan diperingati deng an keras oleh Sang Buddha untuk tidak berbuat apa-apa. apa y ang sebenarnya menjadi tugasnya. Setelah usahanya kembali gagal. Sang Buddha menegurnya dengan kata-kata yang ramah-tamah. Sang Buddha lalu memberikan urai an Dhamma kepada para pemanah tersebut. 5. Di hutan. saat Sang Buddha mendekati pemanah pertama yang harus membunuhnya. Setelah kejadian ini. kemudian satu per satu meninggalkan tempat penjagaannya. Gajah itu besar dan buas dan terkenal dengan nama Nalagiri. ia mendorong sebuah batu besar yang dimaksudkan untuk menimpa mati Sang Buddha. Sewaktu gajah mabuk tersebut dilepa s dan memburu ke arah Sang Buddha. Semua bhikkhu dilarang keras makan daging dan ikan. karena tertarik oleh kekuatan gaib da ri Sang Buddha. Ananda lari ke depan dan menempatkan dirinya antara Sang Buddha dan gajah dengan maksud untuk melindungi dan menjadi tameng d ari Guru Junjungannya. seda ngkan ia sendiri akan membunuh Sang Buddha. Sang Buddha berhasil berada di depa n Ananda dan dengan pancaran cinta kasih dapat menjinakkan kembali gajah tersebu t. kecuali "tidur di bawah pohon" selama musim hujan. Tetapi Be . Setelah ketiga usahanya gagal semua. Devadatta lalu mengambil keputusan untuk membunuh sendiri Sang Buddha. tetapi me reka hanya boleh makan makanan yang diperoleh dengan jalan minta-minta. Tetapi. maka mustahil Aku akan mengalihkannya kepada engkau. Pada waktu itulah Ajatasattu dihasut oleh Devadatta untuk membunuh ayahnya. Devadatta kemudian berusaha untuk memecah b elah Sangha. Namun Sang Budd ha menolak untuk membatalkan perjalanan-Nya. Pemanah yang pertama pergi melapor kepad a Devadatta dan mengatakan bahwa ia tidak sanggup membunuh Sang Buddha. Mereka semua datang ke tempat Sang Buddha.u tidak akan mengalihkan Pimpinan Sangha kepada Sariputta atau Moggallana. Semua bhikkhu tidak boleh menerima undangan makan di rumah umat. Semua bhikkhu harus memakai jubah dari kain bekas pembungkus mayat dan tid ak boleh menerima persembahan jubah dari umat. Dengan cepat berita ini tersiar dan Sang Buddha pun diberi tahu. Tetapi Sang Buddha menerangkan bahwa hal terse but tidak perlu. seorang yang hina-dina. 4. S ang Buddha kemudian diusung ke Ambavana.

sebab Devadatta mengira bahwa Sariputta dan Moggallana berdua j uga ingin bergabung dengannya. Penolakan ini membuat Devadatta gembira karena sekarang ia mempunyai alasan untu k menyebarluaskan berita bahwa Sang Buddha dan murid-murid-Nya masih terlalu ter ikat kepada kemewahan dan kehidupan yang serba cukup. Devadatta minta Sariputta untuk meneruskan khotbahnya. Sang Buddha kemudian memerintahkan Sariputta dan Moggallana pergi ke Gayasisa un tuk bicara dengan para bhikkhu yang terkena bujukan. Beliau mengatakan bahwa hal it u tidaklah mungkin dalam kehidupan ini. BAB V HARI-HARI TERAKHIR Maha Parinibbana Suttanta (D. Devadatta muntah darah dan kemudian sakit keras selam a sembilan bulan. Mendengar berita tersebut. tanah itu membuka dan ia terjerumus masuk ke dalam tanah. Pengik ut Devadatta yang setia. Meskipun sudah diperingati oleh Sang Buddha tentang akibat yang menyedihkan untuk orang yang memecah belah Sangha. Ketika Sariputta dan Moggallana tiba di Gayasisa. Malam itu Devadatta berkhotbah sampai larut malam. Sewaktu Devadatta mengetahui bahwa ia tidak lama lagi dapat hidup di dunia ini. Kokalika. Sewaktu turun dari usungan dan kakinya menyentuh tanah. namun Devadatta memberitahukan Ananda bahwa ia akan mengadakan pertemua n uposatha tersendiri tanpa dihadiri oleh Sang Buddha. Sariputta berkhotbah di depan para bhikkhu dan menerangkan bahwa De vadatta sekarang sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Sang Buddha. Waktu tiba di dekat Jetavanna. ia minta murid-muridnya membawa ia menghadap Sang Buddha. Ketika berita ini disampaikan kepada Sang Buddha.V) Ayasma Maha Kassapa bercerita kepada para bhikkhu : "Pada suatu waktu aku bersama-sama dengan kira-kira lima ratus bhikkhu sedang be rada dalam perjalanan dari Pava menuju Kusinara. sedangkan ia sendiri pergi tidur. bila terjadi . Kemudian aku berhenti di pinggi r jalan dan mencari tempat duduk di bawah pohon yang rindang.II-16) CULLAVAGGA XI (Vin.liau menolak untuk membuat peraturan ini berlaku bagi semua bhikkhu. II. ia minta rombongannya berhenti sebentar karena ia ingin membersihkan badan terlebih dulu di sebuah telaga yang terdapat di pinggir jalan. Devadatta dibawa dengan sebuah usungan.D. lima ratus orang bhikkhu tersebut bersedia kembali kepada Sang Buddha dan meninggalkan Devadatta bersama-sama Sariputta dan Moggallana. mereka diterima dengan gembira oleh Devadatta. Tahun ke-45 Di tahun ini Sang Buddha mangkat dan mencapai Parinibbana di Kusinara pada saat purnama sidhi di bulan Vaisak (Mei) sebelum waktu ber-vassa. Waktu merasa sudah letih seka li. Devadatta berhasil membuj uk lima ratus orang bhikkhu yang baru ditahbiskan untuk menyertainya pergi ke Ga yasisa. Diantaranya terdapat bhikkhuni Thullananda yang terus-menerus memuji Devadatta d an seorang dari suku Sakya bernama Dandapani. B." Pada waktu itu lewat di depanku seorang pertapa "tak berpakaian" dengan membawa bunga Pohon Karang. Ia masuk ke neraka Avici dan akan berada di alam tersebut selama seratus ribu ka ppa untuk kemudian lahir kembali ke dunia dan menjadi seorang Pacceka Buddha. Pada akhir khotbahnya. yaitu semacam bunga yang hanya dapat ditemukan. membangunkan Devadatta dari tidurnya dan menc eritakan apa yang telah terjadi. ia masih sempat menyatakan bahwa ia hanya mencari perlindungan kepada Sang Buddh a. Ketika ia hampir hilang masuk ke dalam tanah.

Kelima ratus bhikkhu tersebut." Kemudian Ayasma Maha Kassapa memilih 499 orang bhikkhu. Subhadda kemudian turut bicara. dan Dhamma akan terdesak. Dan selama vassa itu jan gan ada bhikkhu lain yang bervassa di Rajagaha. janganlah bersedih. merenung." Dengan demikian Bhikkhu Ananda pun terpilih. har ap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan. dan bhikkhu-bhikkhu lain selama vassa (musim hujan). sebelum mereka yang ber bicara tentang yang "bukan Vinaya" menjadi kuat dan mereka yang berbicara tentan g Vinaya menjadi lemah. "Di manakah akan diadakan pembacaan Dhamma dan Vi naya?" Kemudian diusulkan oleh beberapa orang bhikkhu "Di Rajagaha terdapat banyak umat yang bersedia memberikan makanan dan tempat penginapan pun jumlahnya berlebih-l ebihan. Selain itu Bhikkhu Ananda memahami Dhamma dan Vinaya dengan seksama d i bawah asuhan langsung Sang Bhagava. maka para bhikkhu yang masih belum terbebas dari hawa nafsu. sebelum mereka yang berbicara tentang yang "bukan Dhamma" menjadi kuat dan mereka yang berbicara tentang Dhamma menjadi lemah. tidak diperkenankan u ntuk berada di Rajagaha?" Ayasma Maha Kassapa lalu berkata kepada Sangha. nafsu-nafsu yang menggelapkan batin dan ketakutan. Kalau Sangha menganggap baik m aka Sangha dapat memberi persetujuan agar kelima ratus bhikkhu ini membacakan Dh amma dan Vinaya pada waktu mereka bervassa di Rajagaha. kita telah dikekang oleh Beliau dengan mengatakan. tetapi Beliau telah mangkat s eminggu yang lalu. "Cukup. Sangha sedang mempertimbangkan untuk menyetujui kelima ratus bhikkhu ini membicarakan Dhamma dan Vinaya sewaktu merek a bervassa di Rajagaha. "Segala sesuatu yang terdiri dari paduan unsur-u nsur adalah tidak kekal. janganlah meratap! Sekarang kita telah terbebas dari Pertapa Tua itu. yang telah ditahbisk an pada usia lanjut. "Benar. menjadi seorang makhluk. oleh Sangha telah disetujui untuk membacakan Dham . "Mari." Mendengar berita tersebut. dan Vinaya akan terdesak. Karena itu aku mengusulkan agar Bhikkhu An anda pun diikutsertakan. 'Semoga itu ta k akan berubah dan hancur kembali!" Pada waktu itu hadir pula seorang bhikkhu bernama Subhadda. sebelum apa yang "bukan Vinaya" mendapat angin dan berkembang. janganlah meratap! Bukank ah sejak semula Sang Bhagava menerangkan bahwa segala sesuatu yang disenangi dan dicintai suatu ketika pasti akan berubah dan akan berpisah darimu? Apa yang tim bul karena suatu sebab. kita akan membacakan Dhamma dan Vinaya. "Apakah Anda kenal Guru k ami?" Ia menjawab. janganlah be rsedih.peristiwa penting. Mana mungkin hal ini tak akan terjadi?" Tetapi aku berkata. Setelah itu seorang bhikkhu berkata. itu tidak boleh kamu lakukan!' Sekarang kita dapat berbuat sesuka hati kita dan kita tidak usah melakukan hal-hal yang kita tidak senangi. maka aku harap Sangha diam dan kepada mereka yang berkeberatan aku persilakan untuk bicara. yang semuanya telah menc apai tingkat Arahat. mengangkat tangan mereka dan menangis tersedu-sedu. terdiri dari paduan unsur-unsur dan dikodratkan akan lapuk. Bagaimana kalau waktu bervassa di Rajagaha kita membacakan Dhamma dan Vi naya. kebencian. beberapa orang lagi berguling-gulingan di atas tanah dan menangis sambil meratap. Avuso. bagaimana engkau masih menginginkan. Setelah itu timbul pertanyaan. Avuso. harap Bhante memilih bhikkhu-bhikkhu y ang akan membacakannya. Inilah usulku. Lalu aku menyapa pertapa tersebut. Oleh karena itulah aku dapat memperoleh bunga Mandarava (Poho n Karang) ini. tetapi ia sudah tidak mungkin lagi melakukan hal-hal yang salah karen a dorongan keinginan rendah." Kemudian dijawab. "Cukup. pada waktu kelima rat us bhikkhu tersebut membacakan Dhamma dan Vinaya di Rajagaha agar jangan ada bhi kkhu lain yang bervassa di Rajagaha. dengan penuh kesadaran dan pikiran terpusat. aku mengenal Guru Anda. 'Ini boleh kamu lakukan. "Terlalu cepat San g Bhagava memasuki parinibbana! Terlalu cepat Yang Terbahagia memasuki parinibba na! Terlalu cepat Sang Mata Dunia lenyap dari pandangan kami!" Tetapi para bhikkhu yang telah terbebas dari hawa nafsu. Kalau sekiranya Sangha menyetujui. Para Bhante yang terhormat. Kalau Sangha menyetujuinya. meskipun Bhikkhu Ananda masih seor ang siswa. "Para Bhante yang terhormat. sebelum apa yang "bukan Dhamma" mendapat angin dan berkembang. Avuso. "Bhante. Avuso. "Kalau demikian halnya." Lalu aku berkata. Su dah terlalu lama.

Bhikkhu Ananda sedang merenung. Ia lalu memiringkan tubuhnya." "Tentang persoalan apa?" "Tentang hubungan kelamin. tetapi sebelum kepalanya menyentuh kasur dan kakinya sudah terangkat dari tanah." "Mengenai siapa?" "Mengenai beberapa bhikkhu. karena tidak ada yang bicara. Mari.. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat." "Mengenai siapa?" "Mengenai Bhikkhu Dhaniya. Bhikkhu Ananda ingin membaringkan dirinya di atas ka sur. "Besok kita akan berkumpul. Begitulah apa yang kumengerti.. Kalau Sangha menganggap baik. Besok akan dimulai pembacaan Dhamma dan Vinaya. Kemudian ditanyakan tentang apa yang d ianggap sebagai pelanggaran dan apa yang dianggap sebagai bukan pelanggaran. ak u akan mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Bhikkhu Upali mengenai Vina ya. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang pertama?" "Di Vesali." "Tentang persoalan apa?" "Tentang mengambil sesuatu yang tidak diberikan. Bhikkhu Upali." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya." Kemudian Ayasma Maha Kassapa bertanya. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat." Lalu dijawab oleh Bhikkhu Upali. "Memperbaiki bagian-bagian bangunan yan g patah serta lapuk dipujikan oleh Sang Bhagava. Bhikkhu Upali." "Tentang persoalan apa?" "Tentang manusia. anak seorang pembuat jambangan tanah. "Para Bhante yang terhormat. "Kemudian. "Kemudian. "Para Bhante yang terhormat. aku tidak layak menghadiri pertemuan itu. Setibanya di Rajagaha mereka melihat banyak kayu-kayu yang patah serta lapuk di tempat mereka menginap." .ma dan Vinaya sewaktu mereka bervassa di Rajagaha dan juga telah disetujui agar jangan ada bhikkhu lain yang bervassa di Rajagaha. Sebenarnya. harap Sangha mende ngarkan apa yang akan ucapkan. Kemudian di bulan pertama mereka sibuk memperbaiki bagian-bagian yang rusak dan mengganti kayu-kayu yang patah serta lapuk dengan yang baik. . selama bulan pertama kita akan memperbaiki bagian-bagian yang patah serta lapuk dan kemudian baru membaca kan Dhamma dan Vinaya. Bhante." "Mengenai siapa?" "Mengenai Bhikkhu Sudinna dari Desa Kalandaka. Dan setelah merasa amat letih. Mereka berpikir. sebagai seorang siswa. selanjutnya ditanyakan tentang apa yang dite tapkan dan apa yang kemudian ditambahkan. Kalau Sangha menganggap baik. pada saat itu dengan tiba-tiba batinnya tela h bersih dari kekotoran batin dan Bhikkhu Ananda mencapai tingkat Arahat. aku dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai Vinaya yang akan diajukan oleh Ayasma Maha Kassap a. Bhante. Kemudi an pertemuan dibuka oleh Ayasma Maha Kassapa." Kemudian kelima ratus bhikkhu tersebut berangkat menuju Rajagaha untuk membacaka n Dhamma dan Vinaya." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya." Setelah itu Bhikkhu An anda giat melatih meditasi dengan obyek badan jasmaninya sampai larut malam. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang ketiga?" "Di Vesali. "Bhikkhu Upali. Bhante. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang kedua?" "Di Rajagaha.

putra dari Videhi. di tempat peristirahatan Raja di Ambalatthika antara Rajagaha dan Nalan da." Lalu dijawab oleh Bhikkhu Ananda." "Dengan siapa?" "Dengan Ajatasattu." "Mengenai persoalan apa?" "Mengenai apa yang terpuji dan apa yang tidak terpuji." "Tentang persoalan apa?" "Tentang mereka yang menggunakan tipu muslihat dengan mengaku mencapai tingkat k esucian atau memiliki kekuatan-kekuatan gaib. ." Kemudian Bhikkhu Ananda ditanya tentang asal mulanya. kalau dikehendaki oleh Sangha. "Dan di manakah Samaññaphala-sutta disabdakan. pada waktu Sang Bhagava hendak mencapai parinibbana. Bhikkhu Upali." Kemudian Bhikkhu Ananda ditanya tentang asal mulanya. "Setelah Aku mangkat. Kalau Sangha menganggap baik.. "Para Bhante yang terhormat. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat. aku tidak menanyakan apa yang dimaksud dengan peraturan-peratura n yang kecil dan kurang penting. Bhikkhu Ananda?" "Di Rajagaha. Bhante. aku akan m ulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Bhikkhu Ananda mengenai Dhamma. Ananda." "Dengan siapa?" "Dengan pertapa Suppiya dan seorang Brahmin muda bernama Brahmadatta. semua peraturan yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. lalu tentang orang-orangny a. "Bhikkhu Ananda. "Selain 4 (empat) peraturan Parajika." Kemudian Ayasma Maha Kassapa bertanya. Beliau telah meninggalkan pesan." Ada hadirin yang mengatakan. selanjutnya ditanyakan tentang apa yang dite tapkan dan apa yang kemudian ditambahkan. Setelah itu ditanyakan tentang peraturan-peraturan yang lain baik yang berlaku u ntuk para bhikkhu maupun yang berlaku untuk para bhikkhuni. "Selain 4 peraturan Parajika dan 13 peraturan Sanghadisesa." Ada pula yang mengatakan. Kemudian Bhikkhu Ananda memberitahukan para hadirin. Bhante. di manakah Brahmajala-sutta disabdakan?" "Bhante. Kemudian Ayasma Maha Kassapa berkata. Kemudian ditanyakan tentang apa yang d ianggap sebagai pelanggaran dan apa yang dianggap sebagai bukan pelanggaran. "Para Bhante yang terhormat." Ada lagi yang mengatakan. semua yang lain termasuk peraturan-peratur an kecil dan kurang penting." "Tetapi apakah ditanyakan kepada Sang Bhagava.Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. aku akan menja wab pertanyaan-pertanyaan mengenai Dhamma yang akan diajukan oleh Ayasma Maha Ka ssapa.. Bhante. Setelah itu Bhikkhu Ananda ditanya tentang lima Nikaya yang semuanya dijawab den gan terang dan jelas." "Mengenai siapa?" "Mengenai bhikkhu-bhikkhu dari tepi Sungai Vaggumuda. "Kemudian. apa yang dimaksud dengan peratura n-peraturan yang kecil dan kurang penting?" "Tidak. di taman mangga Jivaka. harap Sangha mend engarkan apa yang akan aku ucapkan. lalu tentang orang-orangny a. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan. lalu tentang asal mulanya dam te ntang orang-orangnya yang terlibat.. Semua pertanyaan dij awab oleh Bhikkhu Upali dengan terang dan jelas. "Para Bhante yang terhormat . maka peratu ran-peraturan yang kecil dan kurang penting dapat ditiadakan. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang keempat?" "Di Vesali. Kalau Sangha menganggap baik.

Para Bhante yang terhormat. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku katakan . Karena Sangha diam." "Para Bhante yang terhormat. Kalau Sangha menganggap baik. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. "Selain 4 peraturan Parajika. Segala sesuatu harus berjalan terus sesu ai dengan apa yang sudah ditetapkan. Tata tertib para bhikkhu ada juga yang berhubungan dengan umat dan umat pun me ngetahui mengenai hal tersebut. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan maka Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan dan tidak akan m enghapus sesuatu yang sudah ditetapkan. maka Sangha telah setuju. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran. apa yang dimaksud dengan peraturan-peraturan kecil yang kurang pent ing. 13 peraturan Sanghadisesa dan 2 peraturan Aniyata. bukan karena rasa kurang hormat aku telah menjahit jubah musim hujan Sang Bhagava. aku mengakui telah melakukan pelanggaran berbuat sesuatu yang tidak pan tas. Beliau te lah menetapkan tata tertib untuk murid-murid-Nya. apa yang dimaksud dengan peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. putra-putra Sakya. maka Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang bel um ditetapkan dan tidak akan menghapus sesuatu yang sudah ditetapkan. Segala ses uatu harus berjalan terus sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan. memang mereka melatih diri dalam tata tertib tersebut. namun karena ketaatanku kepada para Bhante." "Bhikkhu Ananda." "Bhikkhu Ananda.. Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan dan tidak akan mengha pus sesuatu yang sudah ditetapkan." Ada juga yang mengatakan. "Selain 4 peraturan Parajika . diharap bicara. namun karena ketaatan kepad a para Bhante. Kalau para Bhante setuju dengan tidak menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan d an tidak akan menghapus sesuatu yang sudah ditetapkan dan segala sesuatu harus b erjalan terus sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan.. Inilah usulku . 2 peraturan Aniyata dan 30 peraturan Nissagiya. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran." Ada lagi yang mengatakan. Mereka tahu bahwa ini "diperbolehkan" dan itu pasti "tidak diperbolehkan" untuk para pertapa."Selain 4 peraturan Parajika.. karena Anda telah lalai untuk menanyakan kepada Sang Bhagava . Segala sesuatu harus berjalan terus sesuai de ngan apa yang sudah ditetapkan. karena kurang waspada aku tidak menanyakan kepada S ang Bhagava." Ada pula yang mengatakan.dan 4 peraturan Patidesaniya. aku mengaku melakukan pelanggaran. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan ku rang penting. K alau ada yang tidak setuju. setelah dengan tidak disengaja menginjaknya. ini merupakan suatu pelanggaran. "Para Bhante yang terhormat." Kemudian Ayasma Maha Kassapa berkata. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran. "Selain 4 peraturan Parajika . Sewaktu Buddha Gotama masih hi dup. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. yaitu melakukan suatu kelalaian.dan 92 peraturan Pacittiya. maka Sangha harap diam. tetapi setelah Buddh a Gotama mencapai parinibbana mereka tidak lagi melatih diri dalam tata tertib t ersebut.. sehingg . 13 peraturan Sanghadisesa.. yaitu berbuat sesuatu yang tidak pantas. yaitu melakukan suatu kelalaia n." Kemudian para Thera berkata kepada Bhikkhu Ananda "Bhikkhu Ananda. mungkin di antara mereka ada yang berkata. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. Begitulah apa yang kumengerti. ini pun merupakan suatu pelanggaran karena Anda menjahit jubah musim hujan Sang Bhagava. ini pun merupakan suatu pelanggaran karena Anda mengizinkan par a wanita memberi penghormat terlebih dulu terhadap jenazah Sang Bhagava." "Para Bhante yang terhormat. setelah Anda menginjaknya terlebih dulu. "Pada waktu Buddha Gotama masih hidup. Kalau kita menghapuskan peraturan-peraturan kecil dan kurang penting.

" Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. yaitu melakukan suatu kel alaian. ini pun merupakan suatu pelanggaran." "Bhikkhu Ananda. Karena melakukan usaha dan memohon dengan sangat kepada Sang Bhagava. Di taman itu Raja Udena sedang bersenang-senang dengan para selirnya. apa yang dimaksud dengan hukuman bera t itu. lebih baik aku memberikan waktu t erlebih dulu kepada para wanita untuk memberi penghormatan terakhir terhadap jen azah Sang Bhagava. "Semoga Sang Bhagava berk enan . aku telah melakukan usaha dan memohon dengan sangat kepada Sang Bhagava. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. yang merawat-Ny a. telah dikabarkan bahwa Bhikkhu Ananda telah tiba di . yang memberikan air susunya sendiri kepada bayi Siddhattha setelah ibu-Nya me ninggal dunia. Kemudian p ara selir mendengar bahwa Bhikkhu Ananda telah tiba di dekat taman tersebut dan sedang beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang. apakah Anda menanyakan apa yang dimaksud dengan hukuman berat itu?" "Aku telah menanyakan kepada Sang Bhagava. "Paduka Tuan. bagaimana mungkin aku dapat melaksanakan huk uman berat tersebut kepada Bhikkhu Channa karena Bhikkhu Channa orangnya kuat da n kekar badannya. Kemudian berangkatlah Bhikkhu Ananda dengan lima ratus bhikkhu lain. yaitu berbuat sesuatu yang tidak pantas. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran berbuat sesuatu yang tidak baik." "Para Bhante yang terhormat. sehingga mereka nanti tidak berada dalam waktu yang tidak tep at (kalau para Thera telah berkumpul). Akuilah bahwa Anda telah melak ukan pelanggaran. Anda telah lalai untuk memohon kepada Sang Bhagava. kesejahteraan dan kebahagiaan para dewa dan umat manusia. Mereka lalu memohon kepa da Raja Udena. semoga Sang Sugata berkenan untuk hidup terus demi kesejah teraan orang banyak. Bhikkhu Ananda mengh adap para Thera dan berkata : "Pada waktu Sang Bhagava hendak memasuki parinibba na. demi welas asih-Nya terhadap dunia. demi kebahagiaan orang banyak. pergilah bersama dengan lima ratus bhikkhu lain. Beliau mengatakan. yaitu berbuat sesuatu yan g tidak baik. tidak jauh dari taman hiburan Raja Udena . Sangha harus melaksanakan hukuman berat (brahmadanda) terhadap Bhik khu Channa. Bhante. "Ananda. karena aku pikir. "Semoga Sang Bhagava berkenan untuk hidup ter us sampai satu kappa. " Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran. tetapi bhikkhu-bhikkhu lain tidak boleh bicara dengannya. aku mengaku telah melakukan pelanggaran.." "Kalau begitu. tidak boleh menasehatinya dan tidak boleh memberi petunjuk kepadanya." "Baiklah. kesejahteraan dan kebahagiaan para dewa dan umat manusia. laksanakanlah hukuman berat itu terhadap Bhikkhu Channa." "Kalau demikian halnya. Beliau juga telah meninggalkan pesan. karena pada saat itu pikiranku tergoda oleh Mara. Bhikkhu Ananda.a air mata mereka mengotori jenazah Sang Bhagava. "Para Bhante yang terhormat. " "Tetapi para Bhante yang terhormat." "Tetapi. aku mengaku telah melakukan pelanggaran. bila Sang Tathagata sudah tid ak ada lagi. Karena meskipun diberi isya rat-isyarat dan tanda-tanda yang jelas dapat diraba maksudnya. ibu tiri-Nya. ini pun merupakan suatu pelanggaran. m aka aku telah lalai tidak memohon kepada Sang Bhagava. Bhikkhu Ananda. yaitu berbuat sesuatu yan g tidak pantas." Beberapa waktu setelah pembacaan Dhamma dan Vinaya selesai." Bhikkhu Ananda. agar wanita dapat diterima sebagai bhikkhuni oleh karena a ku pikir. agar wanita dapat diterima sebagai b hikkhuni.demi kebaikan. yaitu melakukan suatu kelalaian. aku mengaku telah melakukan pelanggaran. Bhikkhu Channa boleh mengatakan apa saja yang ia suka. Berselang b eberapa hari tibalah mereka di Kosambi.. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante. "Maha Pajapati adalah bibi Sang Bhagava. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. "Ananda. demi kebaikan." "Para Bhante yang terhormat. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante." jawab Bhikkhu Ananda. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante.

mereka m emberi hormat dan mengambil tempat duduk. Setelah bertemu. Di tempat itu Bhikkhu Channa. apakah para selirku tadi telah datang kemari?" "Benar. apa yang Bhante ingin lakukan dengan kain penyeka debu yang lama?" "Setelah mencabik-cabiknya dan mengaduknya dengan tanah fiat. putra-putra Sakya. Bhante. "Pertapa-pertapa. Setelah itu bhikkhu Ananda pergi ke Vihara Ghosita. "Bhikkhu Channa. Para selir yang telah tenang hatinya." "Tetapi. "Bhante." "Pergilah kamu menemui Guru Ananda. "Apakah kamu telah bertemu dengan Guru Ananda?" "Kami telah bertemu dengan Guru Ananda." "Tetapi. tidak diperkenankan un tuk menasehati Anda dan tidak diperkenankan untuk memberi petunjuk-petunjuk kepa da Anda. gembira dan ba hagia. "Perkenankanlah kami menemui Guru Ananda. hemat dan tidak boros. tidak ada bhikkhu yang boleh bicara kepadaku." "Tetapi. mereka ditanya oleh Raja Udena." "Tetapi. Bhikkhu Ananda kemudian memberikan wej angan tentang Dhamma yang membuat hati para selir menjadi tenang." Setelah itu Raja Udena berpikir. Setelah tiba di sana. "Bagaimana mungkin pertapa Ananda menerima sekian banyak baju dalam. Paduka Tuan. ia memberikan lagi lima ratus baju dalam kepada Bhikkhu An anda. apakah yang Bhante ingin lakukan dengan lima ratus pakaian dalam itu?" "Aku akan membagi-bagikannya kepada para bhikkhu yang jubahnya telah tipis. Pada waktu itulah Bhikkhu Ananda memberitahukan Bhikkhu Channa. "Bhante. apakah yang dimaksud dengan hukuman berat itu?" "Bhikkhu Channa." "Tetapi. apa yang Bhante ingin lakukan dengan penyeka kaki yang lama?" "Kami akan membuat kain-kain untuk menyeka debu." ." "Apakah kamu memberikan sesuatu kepada Guru Ananda?" "Kami telah memberikan lima ratus pakaian dalam kepada Guru Ananda. memakai se gala sesuatu dengan cara yang teratur.dekat taman dan sekarang sedang beristirahat di bawah sebuah pohon rindang. apa yang Bhante ingin lakukan dengan penutup lantai yang lama?" "Kami akan membuat penyeka-penyeka kaki. apa yang Bhante ingin lakukan dengan jubah bekas dari para bhikkhu ters ebut?" "Kami akan memakainya sebagai jubah luar." "Tetapi. Anda boleh mengatakan apa saja yang Anda suka. yang setelah memberi hormat sebagaimana layaknya. tetapi bhikkhu-b hikkhu lain tidak diperkenankan untuk bicara kepada Anda." Pergilah para selir Raja Udena menemui Bhikkhu Ananda. apa yang Bhante ingin lakukan dengan tutup kasur yang lama?" "Kami akan memakainya untuk penutup lantai." "Apakah mereka memberikan sesuatu kepada Bhante?" "Mereka memberikan lima ratus pakaian dalam kepadaku. gembira dan bahagia lalu memberikan lima ratus baju dalam kepada Bhikkhu Ananda dan kemudian mereka kembali ke tama n Raja Udena." "Tetapi. Raja Udena merasa kecewa dan mengecam Bhikkhu Ananda." Bhikkhu Channa lalu menjawab. kami akan gunakan untuk memplester lantai. tidak ada bhikkhu yang boleh memberi nasehat kepadaku dan tidak ada bhikkhu yang boleh memberi petunjuk kepadaku. hancurlah sudah aku ini. mempersilakan Bhikkhu Ananda mengambil tempat duduk." Mendengar itu. Sangha telah menjatuhkan hukuman berat terhadap diri Anda. apa yang Bhante ingin lakukan dengan jubah luar yang bekas pakai itu?" "Kami akan menggunakan jubah-jubah bekas itu untuk membuat penutup kasur." Maka oleh karena itu. Apakah pertapa Ananda ingin berdagang pakaian atau apakah ia ingin menawarkannya untuk dijual di toko?" Setelah itu Raja Udena sendiri pergi menemui Bhikkhu Ananda dan setelah memberi hormat sebagaimana layaknya lalu mengambil tempat duduk. Raja Udena kemudian bertanya." "Tetapi. Inilah untuk pertama kali Bhikkhu Ananda mendapat hadiah seribu potong baj u dalam.

ada yang menyembah. Pembimbing Manusia Yang Tiada Taranya. bersama-sama dengan alam para dewa. Pacittiya : pelanggaran yang menyebabkan seseorang harus menjalankan hukuman "pe nebusan dosa". Yang Dirahmati. Setelah siuman. Berita yang tersiar luas tentang Pertapa Gotama yang sekarang menjadi Buddha. Bhik khu Channa lalu pergi mencari tempat yang sunyi. Suatu ketika Yang Dirahmati (Sang Buddha) mengembara di negara Kosala dengan rombongan besar bhikkhu dan memasuki kota Kesaputta. ada yang member itahukan nama dan nama keluarganya. dan manusia. maka suku Kalama dari Kesaputta datang mengunjungi Sang Buddha. Sempurna Dalam Pengetah uan dan Pelaksanaannya. Aniyata : pelanggaran yang masih belum ditentukan masuk golongan yang mana. me ngatakan: "Beliau adalah Arahat. seorang putra dari suku Sakya yang pergi bertapa. Di tempat itulah ia kemudian de ngan giat. para dewa. dan indah pada akhirnya. sehingga d alam waktu yang tidak terlalu lama ia mencapai tingkat Arahat "Hancurlah tumimba l lahir. dan ada juga yang terus duduk tanpa mengucap . pada saat Anda mencapai tingkat Arahat. ada yang memberi hormat hanya dengan ucapan. Suku Kalama. Sungguh berharga sekali dapat melihat Arahat tersebut!" Karena itu. Keterangan: Parajika : pelanggaran yang membuat seorang bhikkhu/ bhikkhuni dipecat/diusir ke luar Sangha. sesuatu yang Beliau sendiri telah menge rti melalui pengetahuan yang luar biasa. Setelah itu Bhikkhu Channa mencari Bhikkhu Ananda dan setelah bertemu. Beliau memberitahukan d unia ini. Yang memperoleh Penerangan Agung.Kemudian ia jatuh pingsan di tempat itu. indah pada pertengahannya. Sang Buddha. telah dilakukan apa yang harus dilakukan dan tidak ada lagi yang tersisa. Nissagiya : pelanggaran yang menyebabkan sesuatu barang disita. baik dalam teori maupun dalam pelaksanaannya. tekun dan dengan semangat yang menyala-nyala melatih diri. sekarang cabutlah kembali hukuman be rat terhadap diriku. cemas dan muak dikenakan hukuman berat. Guru Para Dewa dan Manusia. Bhikkhu C hanna lalu berkata. yang menjadi penduduk kota Kesaputta mendengar bahwa Pertapa Gotama ." Dijawab oleh Bhikkhu Ananda." Dengan demikian Bhikkhu Channa menjadi Arahat. "Bhikkhu Channa. Sanghadisesa : pelanggaran yang harus diselesaikan dalam rapat resmi dari Sangha ." (Bhikkhu Channa yang dim aksud di sini ialah bekas kusir dari Pangeran Siddhattha Gotama). dan brahma. brahmana. ada yang memberi hormat dengan merangkapkan kedua tangan di depan dada dan kemudian duduk di satu sisi. BAB VI TAMBAHAN KALAMA SUTTA A-I-191 Demikianlah telah kudengar: 1. hidup suci telah dilaksanakan. disertai para pe rtapa. sekarang telah tiba di Kesap utta. mara. Beliau mengajarkan Dhamma yang indah pa da awalnya. Secara sempurna Beliau menerangkan tentang penghid upan suci yang benar-benar bersih. pada saat itu pulalah h ukuman berat terhadap diri Anda telah dicabut kembali. ada juga yang memberi hormat dengan berlutut. "Bhante yang terhormat. karena merasa malu. Yang Terbahagia. Tiba di sana.

" 4. warga suku Kalama. Yang Mulia. warga suku Kalama. warga suku Kalama. "Sekarang. Janganlah percaya begitu saja apa yang tertulis di dalam kitab-kitab suci. 'H al ini tidak berguna. seseorang yang membenci. apaka h orang itu tidak mungkin akan membunuh makhluk hidup. Mereka menerangkan dan membahas dengan panjang lebar ajaran mereka sendiri. seseorang yang serakah dicengkeram oleh keserakaha n dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut. "Benar. warga suku Kalama? Kalau kegelapan batin (mo ha) timbul dalam diri seorang manusia. hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan. atau karena ingin menghormat seora ng pertapa yang menjadi gurumu. 2. "Sekarang. bagaimana pendapatmu. merendahkan. sudah sewajarnyalah kamu ragu-ragu. bukankah hal itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan b aginya untuk waktu yang lama?" "Memang demikian. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian. janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. atau oleh karena sesuatu yang sudah merupakan tradisi. sudah sewajarn yalah kamu bingung. mengucapkan kata-kata yang tidak benar." "Sekarang. juga ap a yang kelihatannya cocok dengan pandanganmu.kan kata apa pun. Yang Mulia. mengambil sesuatu yang ti dak diberikan. dan mencaci-maki. Yang Mulia. warga suku Kalama? Kalau kebencian (dosa) ti mbul dalam diri seorang manusia. mengambil sesuatu yang tidak diberikan. Yang Mulia. siapa diantara para pertapa dan brahmana yang berbicara benar dan siapa yang berdusta. Lalu datang pula pertapa da n brahmana lain ke Kesaputta. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seksama. banyak per tapa dan brahmana yang berkunjung ke Kesaputta. dan mencela habis-habisan ajaran orang lain. mengucapkan kata-kata yang tidak benar. Yang Mulia. "Yang Mulia." "Sekarang. kalau setelah diselidiki sendiri. tetapi mencaci maki. menghina. seseorang yang diliputi kegelapan batin (moha). bukankah hal itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan b aginya untuk waktu yang lama?" "Memang demikian. Dan mereka ini juga menerangkan dan membahas denga n panjang lebar ajaran mereka sendiri. melakukan perzinahan. dicengkeram oleh kebencia n dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. warga suku Kalama. bukankah hal itu akan mengakibatk an kerugian dan penderitaan baginya untuk waktu yang lama?" ." "Sekarang. di cengkeram oleh kegelapan batin dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. Kami yang mendengar merasa ragu-rag u dan bingung. warga suku Kalama. Dalam hal yang meragukan memang akan menimbulkan kebingungan . mengambil sesuatu yang tidak diberikan. ata u sesuatu yang didesas-desuskan. melakukan perz inahan. apakah orang itu tidak mungkin aka n membunuh makhluk hidup. kemudian seorang berkata. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian. warga suku Kalama. Tetapi. menghina. melakukan perz inahan. "Sekarang. Setelah mereka semua duduk. kamu mengetahui. warga suku Kalama? Kalau keserakahan (lobha) timbul dalam diri seorang manusia. apakah itu membawa keuntungan atau kerugian? " "Akan membawa kerugian. mengucapkan kata-kata yang tidak benar. bagaimana pendapatmu." 3." 5. Oleh karena itu. dan mencela habis-habisan ajaran orang lain. apakah orang itu tidak mungkin aka n membunuh makhluk hidup. hal ini tercela. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian. juga apa yang dikatakan sesuai dengan logika atau ke simpulan belaka. bagaimana pendapatmu." 6. meren dahkan. hal ini tidak dibenarkan oleh para Bijaks ana. apakah itu akan membawa keuntungan atau kerugia n?" "Akan membawa kerugian. apakah itu akan membawa keuntungan atau k erugian?" "Akan membawa kerugian.

atau oleh karena sesuatu yang merupakan tradisi. akan berhenti membunuh makhluk hidup. warga suku Kalama." 12. bagaimana pendapatmu.' maka sudah selayaknya kamu menerima dan hidup sesuai dengan hal-hal tersebut. hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan." 7. itulah yang Kumaksud dengan mengatakan. hal ini tercela. Yang Mulia. atau sesuatu yang didesas-desuskan. bagaimana pendapatmu." "Bukankah orang ini. 'Hal ini berguna.' Tetapi. Janganlah percaya begitu saja apa yang dikatakan di dalam kitab-kitab suci. Yang Mulia. kamu mengetahui. kamu mengetahui. dan oleh karena ia dapat mengendalikan dirinya dengan bai k. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas dari kegelapan batin (moha). Yang Mulia. atau oleh karena ses uatu yang merupakan tradisi. warga suku Kalama." 11. "Sekarang.' maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan orang lain. Yang Mulia. yang telah terbebas dari kebencian tidak lagi dicengkeram o leh kebencian . apakah hal ini merupakan keuntungan atau kerugian?" "Keuntungan. tidak aka n mendapatkan kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya." 8. 'H al ini tidak berguna. "Karena itu. juga apa yang terlihat cocok dengan pandanganmu. apakah itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan?" "Akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan." "Apakah hal-hal tersebut dibenarkan atau tidak dibenarkan oleh para Bijaksana?" "Tidak dibenarkan. atau ses uatu yang didesas-desuskan. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan orang lain. warga suku Kalama. juga apa yang katanya merupakan hasil dari suatu penelitian. Janganlah perca ya begitu saja apa yang dikatakan di dalam kitab-kitab suci. 'Janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. berhenti mengambil sesuatu yang tidak d iberikan (mencuri). "Sekarang. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas d ari keserakahan (lobha).' Tetapi. juga apa yang katan ya sesuai dengan logika atau kesimpulan belaka. juga apa yang katanya merupakan hasil dari suatu penelitian. setelah diselidiki sendiri. hal i ni tidak tercela. Yang Mulia." 9. warga suku Kalama." "Bukankah orang ini. "Bagaimana pendapatmu." 10. Yang Mulia." "Apakah hal-hal tersebut tercela atau tidak tercela?" "Tercela." "Kalau terus dilakukan. juga apa yang katanya sesuai dengan logika atau kesimpul an belaka."Memang demikian. tidak akan mendapatkan kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya. "Kalau begitu. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas dari kebencian (dosa). hal ini tidak dibenarkan oleh para Bijaks ana. yang telah terbebas dari keserakahan dan tidak lagi dicengk eram oleh keserakahan.. Demikianlah pendapat k ami. kalau setelah diselidiki sendiri. 'Jang anlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. apakah hal ini merupakan keuntungan atau kerugia n?" "Keuntungan. juga apa yang terlihat cocok den gan pandanganmu. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seksama. hal ini kalau terus di lakukan akan membawa keberuntungan dan kebahagiaan. Yang Mulia. Yang Mulia. apakah hal ini merupakan keuntungan atau k . berhenti melakukan perzinahan berhenti mengucapkan kata-kata yang tidak benar. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seks ama. atau karena ingin menghormat seorang pertapa yang menjadi gurum u.. bagaimana pendapatmu? Apakah hal-hal terseb ut baik atau tidak baik?" "Tidak baik. Yang Mulia. hal ini dibenarkan oleh para Bijaksana. atau karena ingin menghorm at seorang pertapa yang menjadi gurumu. "Kesimpulannya.

warga suku Kalama. dan keseimbangan batin yang ditujukan ke segen ap penjuru alam. "Kalau begitu. maka dalam kehidup an ini memperoleh empat berkah. namun kehidupan ini ia telah terbebas dari perasaan bermusuha n dan tertekan. Siswa yang demikian itu. bagaimana pendapatmu? Apakah hal-hal terse but menguntungkan atau tidak menguntungkan?" "Menguntungkan. Ini adalah berkah pertama yang diperolehnya. warga suku Kalama. saat badan jasmaninya hancur setelah mati. Yang Terbaha gia. Sungguh indah. Siswa Ariya tersebut dalam kehidupan ini akan memperoleh empat berkah (deng an mengulang apa yang diucapkan Sang Buddha). 'Ja nganlah percaya begitu saja . tidak ternoda dan beersih. tidak ada akibat dari perbuat an baik dan jahat." 17. orang itu diumpamakan seperti d iam di seperempat alam. ke samping. Yang Mulia. siswa Ariya tersebut yang hatinya terbebas d ari permusuhan dan perasaan tertekan." "Bukankah orang ini. hal ini kalau terus dilakukan akan membawa keberuntungan dan kebahagiaa n.." "Apakah hal-hal tersebut tercela atau tidak tercela?" "Tidak tercela. kamu me ngetahui hal ini berguna. ' Itulah sebabnya. dan Sangha. simpati. maka sudah selayaknya kamu menerima dan hidup sesuai dengan hal-hal tersebut.erugian?" "Keuntungan. Ini adalah berkah kedua yang diperolehnya. ada akibat dari perbu atan baik dan jahat. dan tidak lagi bingung tetapi dapat mengendalikan diri nya dengan baik dan pikirannya terpusat. t erbebas dari perasaan tertekan. dan keseimbangan batin yang berkembang terus tanpa batas. orang itu dalam kehid upan ini juga akan memperoleh berkah yang menyenangkan." 15. "Memang demikianlah halnya. Yang Mulia. Yang Mulia. Memang demikianlah. Yang Mulia." 13. mengapa Aku mengucapkan kata-kata tersebut. Kalau sekiranya bencana menimpa yang berbuat jahat. Yang Mulia. terbebas dari permusuhan dan pera saan tertekan. "Sekarang." 14. Kalau sekiranya tidak ada bencana menimpa yang berbuat jahat." "Apakah hal-hal tersebut dibenarkan atau tidak dibenarkan oleh para Bijaksana?" "Dibenarkan.. yang telah terbebas dari kegelapan batin dan tidak lagi dic engkeram oleh kegelapan batin ." "Kalau terus dilakukan. Dan dengan cara yang sama ke atas. hal ini dibenarkan oleh para Bi jaksana. sedangkan batinnya dipenuhi oleh kasih. Mana mungkin bencana dapat meni mpa diriku yang tidak berbuat jahat? Ini adalah berkah ketiga yang diperolehnya. Dengan demikian. Yang Mulia! Dengan ini kami menyatakan kami berlindung kepada San g Buddha. kepada semua makhluk." . tidak akan mendapat kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya. tak ternoda dan bersih. Dhamma. maka aku tahu bah wa diriku bersih dari kedua segi. ia diam dengan batin penuh c inta kasih. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan oran g lain. simpati. Yang Dirahmati. kemudian di setengah alam. Kalau sekiranya ada alam lain setelah meninggal dunia.. belas kasih. itulah yang Kumaksud dengan mengatakan. Ini adalah berkah keempat yang diperolehnya. Kalau seki ranya tidak ada alam lain setelah meninggal dunia. hal ini tidak tercela. apakah akan membawa kebahagiaan atau tidak?" "Tentu akan membawa kebahagiaan. mulai hari ini sampai seumur hidup kami. Tetapi apabila setelah diselidiki sendiri. kemudian di tiga per empat al am dan akhirnya di seluruh alam. terbebas dari permusuhan dan perasaan tertekan. "Demikianlah. berkembang terus tanpa batas.. Demikianlah pendapat kami. belas kasih. seorang siswa Yang Ariya telah terbebas dari k eserakahan dan kebencian. Semoga Yang Mulia berkenan menerima kami sebagai u pasaka dan upasika. yang hatinya terbebas dari permusuhan. ke segenap penjuru. warga suku Kalama. namun aku sama sekali tidak bermaksud berbuat jahat terhadap siapa pun juga. yaitu : 16. warga suku Kalama. ke bawah. ia akan bertumim bal lahir di alam surga.

yaitu siksaan di nera ka atau terlahir sebagai binatang yang merangkak. transportasi. Atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia. mengambil milik orang lain. kepada per buatannya ia terikat. berhati kejam. mereka akan bertumimbal lahir. dan sebagainya kepada para bhikkhu atau pandita. Perbuatannya adalah rahim dari mana ia lahir. atau pikiran. Perbuatan apa pun yang ia lakukan. Ata u apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia.SIGALOVADA SUTTANTA (D. minuman. penghargaan. obat-obatan. atau pedang. orang itu pasti akan menerima salah satu dari kedua akibat ini. ia adalah pewa ris dari perbuatannya. bunga. Dengan melakukan perbuatan ini. suka bicara hal-hal yang tidak perlu. "Bagaimanapun tersembunyi cara dan tujuannya. memperlihatkan k egusarannya. kepada perb uatannya ia terikat. atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. keras kepala. Dan dalam tumimbal lahirnya itu. diberi tempat menginap. Perbuatannya adalah rahim darimana ia lahir. maka orang itu. ia juga kelak yang akan menjadi pewari snya. Terdapat lelaki dan perempuan yang membunuh makh luk hidup. Perbuatan a pa pun yang ia lakukan. karma. Terdapat orang yang suka iri hati. akan terjatuh di alam-alam re ndah yang penuh kesedihan dan penderitaan. Dengan sembunyi-sembunyi ia melakukan perbuatan-perbuatan.pali. atau neraka. maka ia akan mempunyai pengaruh sedikit sekali. atau di alam mana pun ia bertu mimbal lahir.123 Pemilik dan pewaris adalah makhluk . tongkat." M. iri bila orang l ain menerima hadiah. dan mengikuti pandangan yang keliru. Atau apabila ia terlahir kan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. t amak. dimuliak an. kebenciannya. namun perbuatannya juga merupakan pelindungnya. gemar memukul dan membunuh. penghormatan. mengu capkan kata-kata dan memikirkan sesuatu. tempat menginap. Dengan melakukan perbua tan ini. atau neraka. Dan ia terikat erat kepada perbuatan yang dilakukan dengan badan jasmani. tanpa mempunyai rasa kasihan kepad a makhluk-makhluk hidup. namun perbuatannya juga merupakan pelindungnya. baik atau buruk.. batu. maka ia akan menderita banyak penyakit. menggunakan kata-kata kasar.31) KAMMA DAN TUMIMBAL LAHIR A." Karena itu Aku menyatakan. atau neraka. me lakukan perbuatan asusila.205 Pemilik dari perbuatan (kamma. tempat tinggal. Terdapat orang yang gemar membunuh makhluk hidup. berbicara yang tidak benar. dan kecurigaannya. "Pemilik dari perbuatan adalah rnakhluk. ia akan ter jatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan. maka umu rnya akan pendek. wangi-wangian..X. baik atau buruk. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan. perbuatanlah yang kelak akan membedakan ma nusia menjadi mulia dan rendah.skrt) adalah makhluk. Atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di ala m mana pun ia bertumimbal lahir. atau ne raka. dan diberikan persembahan dengan penuh sopan santun.III. Terdapat orang yang mempunyai kebiasaan menyakiti makhluk lain dengan menggunaka n tinju. ia juga kelak yang akan mewarisinya. Terdapat orang yang tak pernah memberikan makanan. lampu. Dengan melakukan perbuatan ini. Tetapi Aku katakan kepadamu. Terdapat orang yang cepat marah. mereka akan menerima a kibat dari perbuatan mereka sendiri. maka ia akan mempunyai rupa yang buruk. penuh rasa dengki dan benci. lekas naik darah. kejam. ketika badan jasmaninya hancur setelah meninggal. ia adalah pe waris dari perbuatannya. dan sembunyi-sembunyi pula cara dan tuj uannya. jubah. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderita an. sering menceritakan kebur ukan orang. marah. Dengan perbuatan yang dilakukannya ini. ucapan . Dengan tidak pernah melakukad perbu . untuk hal kecil saja yang dic eritakan kepadanya ia sudah menjadi murka. "Sesuai dengan kammanya." Demikianlah tumimbal lahir dari makhluk-makhluk.

obat-obatan. hal kecil saja yang diceritaka n kepadanya menjadikannya murka. jubah. tanpa harta. serta memiliki harta dan pengaruh? Ada perempuan yang bernama Mallika yang cepat marah. tempat menginap. penghormatan. mempunyai wibawa yang besar. penghargaan. tidak mau menghormat kepa da mereka yang patut dihormati. Ada perempuan yang cepat marah. lampu. dimuli akan. penghormatan.IV. minuman. obat-obatan. memperlihatkan kegusarannya. wangi-wangian. tidak dengki dan benci. maka ia akan menjadi orang rendah. dan juga tidak m emberikan persembahan kepada yang patut diberi persembahan. sedap dipandang. dan diberikan persembahan dengan penuh sopan santun. lampu. transportasi. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang buruk dan sangat jahat kelihatannya. "Apakah yang dimaksud dengan kamma baik. lekas naik darah. marah. tetapi perempuan ini miskin. tanpa wibawa.atan ini. namun perempuan ini kaya raya. Dan ia juga tidak suka iri hati. untuk hal kecil saja yang diceritakan kepadanya. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang buruk dan sangat jahat kelihatannya tet api ia akan kaya raya. serta memiliki harta dan pen garuh. kaya-raya. ia akan terjatuh di alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderit aan atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. lekas naik darah. dan diber ikan persembahan dengan penuh sopan santun. wangi-wangian. marah. maka ia akan menjadi orang yang miskin. elok se kali. keras kepala. memperlihatkan kegusaranny a. Tetapi ia mempersembahkan makanan. diberikan tempat menginap. tidak mau berdiri untuk siapa ia patut berdiri. tidak iri jika orang la in menerima hadiah. dan tanpa pengaruh. Bhante? Apakah yang dima ksud dengan kamma tidak baik? Apa yang tercela? Apa yang terpuji? Apa yang harus dilakukan? Apa yang tidak baik dilakukan? Perbuatan apakah yang mengakibatkan c elaka dan penderitaan untuk waktu yang lama? Perbuatan mana yang dapat membawa b erkah dan kebahagiaan untuk waktu yang lama?" Dengan tidak melakukan perbuatan i ni. maka ia akan menjadi orang dungu. j ubah. dan tanpa pengaruh ? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang buruk parasnya dan sangat jahat kelihatan nya. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan at au apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertu mimbal lahir. tidak membe rikan tempat menginap kepada yang patut untuk diberikan tempat menginap. ada perempuan yang buruk rupanya dan sangat jahat kelih atannya. keras kep ala. Dan ia tidak pernah mempersembahkan makanan. tanpa harta. transportasi. bunga . tidak memberikan tempat duduk kepada yang patut diberi tempat duduk. Terdapat orang yang tidak mengunjungi para bhikkhu dan pandita untuk menanyakan kepada mereka. elok se kali. tidak m enjamu mereka yang patut dijamu. tidak memberikan penghormatan dan penghargaan k epada mereka yang patut diberikan penghormatan dan penghargaan. 197 Apakah sebabnya. mempunyai wibawa yang besar. Bhante. dan sebaga inya kepada para bhikkhu dan pandita. penghargaan. dan sebagainya kepada para bhikkhu dan pandita. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. Dan ia sering iri. kebenciannya. . penuh rasa dengki den benci. Dengan tidak pernah melakukan perbuatan ini. den kecurigaannya. den tanpa pengaruh ? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang cantik parasnya. mempunyai wibawa yang besar. memiliki harta dan pengaruh? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang cantik parasnya. dan perempuan ini miskin. tempat tinggal. iri jika orang lain menerima had iah. minuman. ia sudah menjadi murka. kebenciannya dan kecurigaannya. di samping itu ia pun miskin. Terdapat orang yang tinggi hati dan penuh kesombongan. tempat t inggal. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedih an dan penderitaan atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di a lam mana pun ia bertumimbal lahir. diberikan tempat menginap. A. tanpa wibawa. bunga. tanpa harta. tanpa wibawa. dimuliakan. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. tempat menginap. sedap dipandang.

40 Membunuh makhluk hidup. akibat dari orang yang suka menceritakan keburukan orang lain membuat ia diting galkan kawan-kawannya. seperti anggur dan arak. sedap dipandang. di alam binatang. akibat serin g menggunakan kata-kata kasar membuat orang tersebut sering menerima kata-kata y ang tidak menyenangkan. menganjurkan. d an sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal akan bertumimb al lahir di alam neraka. Mengambil milik orang lain. melakukan sendiri. melakukan sendiri. mempunyai wibawa yang besar. atau di alam setan.. Berbicara hal yang tidak perlu (omong-kosong). dan elok seka li tetapi ia miskin. minuman. Berdusta. Bahkan sekurang-kuran gnya...III. dan s ering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka. Minum minuman keras.. dan ia memper sembahkan makanan.Ada perempuan lain yang tidak cepat marah. atau di alam setan. elok sekali.. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang cantik.. Melakukan perbuatan asusila. dan sering dilakuk an akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam nerak a. Menggunakan kata-kata kasar. terdapat tiga keadaan yang merupakan akar dari terjadinya kamma (per buatan). akiba t sering membunuh mahluk hidup membuat orang tersebut pendek umur. baik di dunia ini. dan sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal l ahir di alam neraka. atau di alam setan. di alam binatang. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. atau di alam setan. yang timbul karena lobh a. atau di alam setan. Perbuatan. tanpa wibawa. dan ia suka iri hati dan diliputi deng ki dan benci.. Sering membicarakan keburukan orang lain. akibat sering mengambil milik orang lain membuat orang tersebut kehilangan miliknya. melakukan sendiri. tidak lekas naik darah. melakukan sendiri. atau di alam setan. atau di alam setan. Bahkan sekurang-kurangnya. menganjurkan. menganjurkan. di alam binatang. dan sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di ala m neraka.. akibat sering minum minuman keras dan mengkonsumsi zat lain yang dapat melemahkan kesadaran akan membuat orang tersebut mabuk dan ketagihan. Bahkan sekurang-kurangnya. dan sering dilakuka n akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka . Bahkan sekurang-kurangnya. dan sering dilakuk an akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam nerak a. atau di alam setan.. yang dilakukan berdasarkan lobha. Bahkan sekurang-k urangnya. di alam binatang. maka perbuatan ini akan masak. maupun di alam mana pun dengan paras yang cantik.. kebencian (dosa).. di alam binatang. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. dan ia tidak suka iri hati. tanpa harta.. dihasilkan oleh lobha. akibat sering berbicara hal yang tidak perlu (omong-kosong) membuat orang tersebut tidak dapat berbicara dengan jelas. akibat sering berdusta membuat orang tersebut mendapat tuduhan atas sesuatu yang tidak dilakukannya. di alam binatang .. tidak lekas naik darah. A. dan kebodohan batin (moha ). tidak diliputi dengki d en benci . menganjurkan.tetapi i a tidak mempersembahkan makanan. . yaitu: keserakahan (lobha). Bahkan sekurang-kurangnya. menganjurkan.. . oh Bhikkhu. di alam binatang. dimana saja makhluk itu . k aya raya. menganjurkan.. serta memiliki harta dan pengaruh. Ada perempuan lain yang tidak cepat marah. oh Bhikkhu.. menganjurkan.33 Oh Bhikkhu. sedap dipandang. melakukan sendiri. . melakukan sendiri.III. dan tanpa pengaruh. akibat serin g melakukan perbuatan asusila membuat orang tersebut dijauhi dan dimusuhi oleh l ingkungannya. melakukan sendiri. melakukan sendiri. A. dan sering dilakukan akan membawa ora ng tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka. di alam binatang. menganjurkan. Bahkan sekurang-kurangnya. minuman. Bahkan sekurang-kurangnya.

Perbuatan yang dilakukan berdasarkan moha. dan ditimbun orang dapat mengakhiri penderitaan. da . mungkin dalam kehidupan ini.bertumimbal lahir. Beliau menyampaika n kotbah pertamaNya di Isipatana kepada sekelompok bhikkhu. dan bilamana perbuatan itu masak. maka makhluk itu akan memetik buah (hasil) dari perbuatannya. dan Soma memberinya rumput untuk tempat dudu kNya tepat sebelum pencerahanNya. Selanjutnya Beliau melepaskan kehidupan duniawi. Yasa dan Sirinanda. maka perbuatan ini akan masak dimana saja makhluk itu bertumimbal lahi r. dihasilkan o leh moha. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. musnah. Maka akan datanglah waktunya. Beliau menjalani k ehidupan berumah tangga selama 2.000 tahun dan hidup dalam istana-istana yaitu H amsa.208 Tidak mungkinlah. maka makhluk itu akan memetik buah (hasil) dari perbuatannya. dan menunjukkan keaj aiban gandaNya di kaki pohon Asana di bagian luar Sundaranagara. maka makhluk itu akan meme tik buah (hasil) dari perbuatannya. oh para Bhikkhu. IstriNya adalah Sunanda dan Vijitasena adalah putraNya. mungkin dalam kehidupan ini. dan tidak ada lagi. tidak rusak oleh angin dan panas matahari tetapi sehat dan tahan lama. Demikianlah sabda-Ku. dan bilamana perbuatan itu masak. Banyak legenda dihubungkan denganNya. dan bilamana perbuatan itu masak.X. dihasilkan o leh dosa. bahwa dunia yang perkasa ini akan dilahap oleh api . dil aksanakan. dilaksanakan. atau dalam kehidupan berikutnya. atau di dalam kehidupan -kehidupan mendatang. oh para Bhikkhu. selama orang itu masih belum mengalami ak ibatnya. Tissa dan Bharadvaja adalah bhikkhu utamaNya. bahwa sebelum mengalami sendiri akibat dari kamma yang dikehendaki. lenyap. Kassapa dilahirkan di Taman Rusa di Isipatana saat raja Kiki memerintah Varanasi . Perbuatan yang dilakukan berdasarkan dosa. Lagi pula ia juga dianggap sebagai Buddha ke 3 di aeon saat ini (Kappa Bhadda).XXII Maka akan datanglah waktunya. tumbuh dengan baik dan berkembang dengan sempurna. maka perbuatan ini akan masak dimana saja makhluk itu bertumimbal lahi r. setelah ditebarkan di tan ah yang subur dan dipersiapkan dengan baik serta cukup mendapat air hujan. IstriNya mempersembahkan nasi susu. dan cerita tentang percakapan Yakkha Narad eva adalah yang paling menarik. Dan tak mungkinlah. S. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. atau dalam kehidupan berikutnya. Tetapi hal itu bukan berarti akhir dari penderitaan bagi makhluk-makhluk yang digelapkan oleh Avijja (kebodohan batin) d an dibelenggu oleh Tanha (nafsu keinginan) berlari berputar-putar dalam lingkara n tumimbal lahir. sabda-Ku. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. mungkin dalam kehidupan ini. Keadaannya sama seperti benih yang tidak rusak dan tidak busuk. bahwa kamma (perbuatan) yang dikehendaki. dan ditimbun akan berhenti. Yana adalah pohon bodhiNya. akan menitis. Tetapi hal ini bukan berarti akhir penderitaan bag i makhluk-makhluk yang digelapkan oleh Avijja dan dibelenggu oleh Tanha berlari berputar-putar dalam lingkaran tumimbal lahir. bahwa samudra besar ini akan menj adi kering. yang timbul karena dosa. dan salah satu dari 7 Budd ha yang disebutkan dalam daftar-daftar Pali. BUDDHA KASSAPA Buddha Kassapa adalah Buddha ke 24 dari tradisi Pali. dalam kehidupan berikutnya. di kehidupan berikutnya. baik di kehidupan ini. dan tidak ada lagi. yang timbul karena moha. Demikianlah sabda-Ku. A. Beliau adalah putra dari Brahmadatta dan Dhanavati dan termasuk dalam suku Kas sapa.

5. 236 . Faxian (Fahsien) dan Xuangzang (Huan Tsang) juga menunjukkan keberadaan fisik te mpat-tempat pemujaan Kassapa. Majjhima Nikaya ii. 4.n diantara para bhikkhuni Anula dan Uruvela adalah pengikutNya yang paling terke nal. Mahavastu i. Lihat juga pada: 1.. Buddhavamsa Atthakatha 217 ff.45 f. Teks-teks Sansekerta Buddhist seperti Divyavadana 333 f. 3. Bodhisatva hidup sebagai seorang pemuda brahmin den gan nama Jotipala.000 tahun dan meninggal di Taman Setavya di Kashi . 6. 2. Dhammapada Atthakatha ii... Digha Nikaya ii. PembantuNya adalah Sabbamitta. 114 menye but Kassapa sebagai Kashyapa.. Selama jaman Buddha Kassapa. 7. Konon wajah keemasan Maha Kacchana disebabka n karena persembahan sebuah batu bata emasnya untuk tempat pemujaan Kassapa. Buddha Kassapa hidup selama 20. Dipavamsa xv.128 ff.7. Mahavamsa xv.55 ff.. Buddhavamsa xxv.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful