INTISARI AGAMA BUDDHA Penyusun : Pandita S. Widyadharma BAB II - AJARAN SANG BUDDHA 1.

KITAB SUCI AGAMA BUDDHA Kitab Suci Agama Buddha yang tertulis dalam Bahasa Pali adalah TIPITAKA, yang terdiri dari : 1. Vinaya Pitaka Yang berisikan tata-tertib bagi para bhikkhu/bhikkhuni. 2. Sutta Pitaka Yang berisikan khotbah-khotbah Sang Buddha 3. Abidhamma Pitaka Yang berisikan Ajaran tentang metafisika dan ilmu kejiwaan. Sedangkan yang tertulis dalam bahasa Sansekerta adalah : 1. 2. 3. 4. Avatamsaka Sutra. Lankavatara Sutra. Saddharma Pundarika Sutra. Vajracchendika Prajna Paramita Sutra (Kim Kong Keng), dan lain-lain.

2. KESUNYATAAN DAN KENYATAAN 1. Paramatha-sacca : Kebenaran mutlak (absolute truth), dan harus memenuhi sy arat-syarat sebagai berikut : 1. Harus benar. 2. Tidak terikat oleh waktu ; waktu dulu, sekarang dan waktu yang akan datang sama saja. 3. Tidak terikat oleh tempat ; di sini, di Amerika ataupun di bulan sam a saja. 2. Sammuti-sacca : Kebenaran relatif ; berarti bahwa sesuatu itu benar, tetap i masih terikat oleh waktu dan tempat. 3. EHIPASSIKO Ehipassiko berarti "datang dan alamilah sendiri". Umat Buddha tidak diminta untu k percaya saja, tetapi justru untuk mengalami sendiri segala sesuatu. Ini menunj ukkan khas Buddhis, berbeda dengan apa yang diajarkan oleh Agama-agama lain. 4. EMPAT KESUNYATAAN MULIA I. Kesunyataan Mulia tentang Dukkha Hidup dalam bentuk apa pun adalah dukkha (penderitaan) : a. dilahirkan, usia tua, sakit, mati adalah penderitaan. b. berhubungan dengan orang yang tidak disukai adalah penderitaan. c. ditinggalkan oleh orang yang dicintai adalah penderitaan. d. tidak memperoleh yang dicita-citakan adalah penderitaan. e. masih memiliki lima khanda adalah penderitaan. Dukkha dapat juga dibagi sbb. : a. dukkha-dukkha ialah penderitaan yang nyata, yang benar dirasak an sebagai penderitaan tubuh dan bathin, misalnya sakit kepala, sakit gigi, susa h hati dll. b. viparinäma-dukkha merupakan fakta bahwa semua perasaan sen ang dan bahagia --berdasarkan sifat ketidak-kekalan-- di dalamnya mengandung ben ih-benih kekecewaan, kekesalan dll. c. sankhärä-dukkha lima khanda adalah penderitaan ; selama masih ad a lima khanda tak mungkin terbebas dari sakit fisik.

II. Kesunyataan Mulia tentang asal mula Dukkha Sumber dari penderitaan adalah tanhä, yaitu nafsu keinginan yang tidak ada habis-h abisnya. Semakin diumbar semakin keras ia mencengkeram. Orang yang pasrah kepada tanhä sama saja dengan orang minum air asin untuk menghilangkan rasa hausnya. Ras a haus itu bukannya hilang, bahkan menjadi bertambah, karena air asin itu yang m engandung garam. Demikianlah, semakin orang pasrah kepada tanhä semakin keras tanhä itu mencengkeramnya. Dikenal tiga macam tanhä, yaitu : 1. a. b. c. d. e. f. Kämatanhä : kehausan akan kesenangan indriya, ialah kehausan akan : bentuk-bentuk (indah) suara-suara (merdu) wangi-wangian rasa-rasa (nikmat) sentuhan-sentuhan (lembut) bentuk-bentuk pikiran

2. Bhavatanhä : kehausan untuk lahir kembali sebagai manusia berdasarkan kepe rcayaan tentang adanya "atma (roh) yang kekal dan terpisah" (attavada). 3. Vibhavatanhä : kehausan untuk memusnahkan diri, berdasarkan kepercayaan, b ahwa setelah mati tamatlah riwayat tiap-tiap manusia (ucchedaväda). III. Kesunyataan Mulia tentang lenyapnya Dukkha Kalau tanhä dapat disingkirkan, maka kita akan berada dalam keadaan yang bahagia s ekali, karena terbebas dari semua penderitaan (bathin). Keadaan ini dinamakan Ni bbana. a. Sa-upadisesa-Nibbana = Nibbana masih bersisa. Dengan 'sisa' dim aksud bahwa lima khanda itu masih ada. b. An-upadisesa-Nibbana = Setelah meninggal dunia, seorang Arahat akan mencapai anupadisesa-nibbana, ialah Nibbana tanpa sisa atau juga dinamakan Pari-Nibbana. Sang Arahat telah beralih ke dalam keadaan yang tidak dapat diluki skan dengan kata-kata. Misalnya, kalau api padam, kejurusan mana api itu pergi? jawaban yang tepat : 't idak tahu' Sebab api itu padam karena kehabisan bahan bakar. IV. Kesunyataan Mulia tentang Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha Delapan Jalan Utama (Jalan Utama Beruas Delapan) yang akan membawa kita ke Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha, yaitu : Pañña 1. 2. Sila 3. 4. 5. Samädhi 6. 7. 8. Pengertian Benar (sammä-ditthi) Pikiran Benar (sammä-sankappa) Ucapan Benar (sammä-väcä) Perbuatan Benar (sammä-kammanta) Pencaharian Benar (sammä-ajiva) Daya-upaya Benar (sammä-väyäma) Perhatian Benar (sammä-sati) Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)

Delapan Jalan Utama ini dapat lebih lanjut diperinci sbb. : 1. Pengertian Benar (sammä-ditthi) menembus arti dari : a. Empat Kesunyataan Mulia b. Hukum Tilakkhana (Tiga Corak Umum) c. Hukum Paticca-Samuppäda d. Hukum Kamma

2. Pikiran Benar (sammä-sankappa) a. Pikiran yang bebas dari nafsu-nafsu keduniawian (nekkhamma-sankappa). b. Pikiran yang bebas dari kebencian (avyäpäda-sankappa) c. Pikiran yang bebas dari kekejaman (avihimsä-sankappa) 3. Ucapan Benar (sammä-väcä) Dapat dinamakan Ucapan Benar, jika dapat memenuhi empat syarat di bawah ini : a. Ucapan itu benar b. Ucapan itu beralasan c. Ucapan itu berfaedah d. Ucapan itu tepat pada waktunya 4. a. b. c. Perbuatan Benar (sammä-kammanta) Menghindari pembunuhan Menghindari pencurian Menghindari perbuatan a-susila

5. Pencaharian Benar (sammä-ajiva) Lima pencaharian salah harus dihindari (M. 117), yaitu : a. Penipuan b. Ketidak-setiaan c. Penujuman d. Kecurangan e. Memungut bunga yang tinggi (praktek lintah darat) Di samping itu seorang siswa harus pula menghindari lima macam perdagangan , yai tu : a. Berdagang alat senjata b. Berdagang mahluk hidup c. Berdagang daging (atau segala sesuatu yang berasal dari penganiayaan mah luk-mahluk hidup) d. Berdagang minum-minuman yang memabukkan atau yang dapat menimbulkan keta gihan e. Berdagang racun. 6. Daya-upaya Benar (sammä-väyäma) a. Dengan sekuat tenaga mencegah munculnya unsur-unsur jahat dan tidak baik di dalam bathin. b. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk memusnahkan unsur-unsur jahat dan ti dak baik, yang sudah ada di dalam bathin. c. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk membangkitkan unsur-unsur baik dan s ehat di dalam bathin. d. Berusaha keras untuk mempernyata, mengembangkan dan memperkuat unsur-uns ur baik dan sehat yang sudah ada di dalam bathin. 7. Perhatian Benar (sammä-sati) Sammä-sati ini terdiri dari latihan-latihan Vipassanä-Bhävanä (meditasi untuk memperoleh pandangan terang tentang hidup), yaitu : a. Käyä-nupassanä = Perenungan terhadap tubuh b. Vedanä-nupassanä = Perenungan terhadap perasaan. c. Cittä-nupassanä = Perenungan terhadap kesadaran. d. Dhammä-nupassanä = Perenungan terhadap bentuk-bentuk pikiran. 8. Konsentrasi Benar (sammä-samädhi) Latihan meditasi untuk mencapai Jhäna-Jhäna.

Siswa yang telah berhasil melaksanakan Delapan Jalan Utama memperoleh : 1. Sila-visuddhi Kesucian Sila sebagai hasil dari pelaksanaan Sil a dan terkikis habisnya Kilesa. 2. Citta-visuddhi Kesucian Bathin sebagai hasil dari pelaksanaan S amadhi dan terkikis habisnya Nivarana. 3. Ditthi-visuddhi Kesucian Pandangan sebagai hasil dari pe laksanaan Pañña dan terkikis habisnya Anusaya. Untuk lebih jelasnya, hal tersebut di atas akan diterangkan lebih lanjut seperti di bawah ini : Asava Delapan Jalan Utama 1. Kilesa Kilesa 3. Ucapan Benar 4. Perbuatan Benar 5. Pencaharian Benar > Sila Line 2. Nivarana Nivarana 6. Daya-upaya Benar 7. Perhatian Benar 8. Konsentrasi Benar > Samadhi 3. Anusaya 1. Pengertian Benar 2. Pikiran Benar > Pañña Asava = Kekotoran bathin, dapat dibagi dalam 3 (tiga) golongan besar, ya itu: 1. Kilesa = Kekotoran bathin yang kasar dan dapat jelas dilihat atau didengar. 2. Nivarana = Kekotoran bathin yang agak halus, yang agak suka r diketahui. 3. Anusaya = Kekotoran bathin yang halus sekali dan sangat su kar untuk diketahui. BHAVANA Agama Buddha mengenal 2 (dua) macam meditasi (Bhavana) : I. Samatha-bhavana = Meditasi untuk mendapatkan ketenangan ba thin melalui Jhäna-Jhäna. Jhäna pertama : a. Vitakka = Usaha dalam tingkat perm ulaan untuk memegang obyek. b. Vicära = Pikiran yang berhasil memegang obyek dengan kuat. c. Piti = Kegiuran d. Sukha = Kebahagiaan. e. Ekaggata = Pemusatan pikiran yang kuat. Jhäna kedua : Vicära, Piti, Sukha, Ekaggata. Jhäna ketiga : Piti, Sukha, Ekaggata. Jhäna keempat : Sukha, Ekaggata. Jhäna kelima : Ekaggata + keseimbangan bathin. Meditasi Samatha-bhävanä yang sangat dipujikan ialah Brahma-Vihära-bhävanä yang terdiri da ri : 1. Mettä-bhävanä = ek. 2. Karunä-bhävanä = edang menderita. 3. Muditä-bhävanä = giaan orang lain. 4. Upekkhä-bhävanä Usaha dalam tingkat permulaan untuk memegang oby Meditasi welas-asih terhadap semua mahluk yang s Meditasi yang mengandung simpati terhadap kebaha = Meditasi keseimbangan bathin.

Brahmä-Vihära-bhävanä dapat juga dipakai untuk melemahkan kecenderungan-kecenderungan un tuk melakukan perbuatan yang tidak baik.

Perincian dari Nivarana adalah sbb. 3. Lahir kembali 1. 10. Tingkat-tingkat kesucian Tingkat kesucian Belenggu yang harus dipatahkan . Ariya-puggalä Ialah para bhikkhu dan orang-orang berkeluarga y ang setidak-tidaknya telah mencapai tingkat kesucian pertama. tidak dapat menbeda-bedakan mana yang buruk II.lamban. Puthujjana Ialah para bhikkhu dan orang-orang berkeluarga y ang belum mencapai tingkat kesucian. Uddhacca-kukkucca -. Kämaräga = Nafsu Indriya. Tidak akan terlahir kembali di alam manusia 4. 5. umat Buddha dapat dibagi dalam dua golongan : 1. 9. 7. seorang Anägämi akan terlahir di sorga Suddhavasa dan disit u akan mencapai Tingkat Arahat. 2.keinginan jahat. Ruparäga = Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam bentuk.Tiga Akar Perbuatan Tiga hal yang di bawah ini dapat disebut sebagai tiga akar atau sumber untuk mel akukan perbuatan. Dalam tingkat kesucian. Dosa = kan kebencian. Anägämi 4. Maksimum 7 kali 2. 2. Avijjä = Kegelapan bathin. kebencian dan amarah. malas dan kesu. Kebodohan/kegelapan bathin. Silabbataparämäsa = Kepercayaan tahyul bahwa upacara agama saja dapat membeb askan manusia dari penderitaan. yaitu : 1. jiwa atau aku yang kekal. 4. 1 kali 3. Sotäpanna 1.keragu-raguan. karena tidak dapat menembus arti dar . keinginan tidak baik. Vyäpäda = Benci. Vicikicchä = Keragu-raguan terhadap Sang Buddha dan AjaranNya. 3. 8.gelisah dan cemas. Sakadägämi Melemahkan belenggu-belenggu nomor 4 dan 5. Setelah meninggal dunia. : 1. tentang hakikat sesungguhnya dari benda-benda. 5. Mäna = Ketinggian hati yang halus. Aruparäga = Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam tanpa bentuk. Kämacchanda -. Tujuan dari latihan-latihan bhävanä ialah untuk menyingkirkan Nivarana (lihat pembah asan Asava) yang dianggap sebagai rintangan untuk memperoleh ketenangan bathin m aupun Pandangan Terang tentang hidup dan hakekat sesungguhnya dari benda-benda. Vipassanä-bhävanä = Meditasi untuk memperoleh Pandangan Terang tenta ng hidup. Moha = dan mana yang baik. Uddhacca = Bathin yang belum seimbang benar. Sakkäyaditthi = Pandangan sesat tentang adanya pribadi. Latihan-latihan Vipassanä-bhävanä sudah diterangkan sewaktu membahas Perhatian Benar ( sammä-sati). Kemelekatan yang sangat terhadap sesuatu sehingga menimb Penolakan yang sangat terhadap sesuatu sehingga menimbul Kebodohan . Thina-middha -. Mencapai Nibbana Keterangan Avijjä = : Perbedaan antara Avijjä dan Moha. 2. Lobha = ulkan keserakahan. 2. Vicikicchä -. 3. Arahat 6.nafsu keinginan Vyäpäda -.

2. Widyadharma BAB I . Sabbe Dhammä Anattä Segala sesuatu yang tercipta dan tidak tercipta adalah tanpa inti ya ng kekal/abadi.. Hukum Paticca-Samuppada. : Attaväda 1. Umat Buddha melihat segala sesuatu dalam alam semesta ini sebagai suatu proses yang selalu dalam keadaan bergerak. + pn Ucchedaväda 1. A A 2. karena tidak dapat membedakan apa ya ng baik dan apa yang tidak baik. Hukum Tilakkhana. Jadi tidak terikat oleh waktu dan tempat. + pn = A + p + p1 + p2 + . Hukum Kamm a. roh p1 = C Pengalaman hidup . 3. Moha = Kebodohan/kegelapan bathin.i Empat Kesunyataan Mulia. yaitu : Uppada Petunjuk (timbul) Thiti Petunjuk (berlangsung) Bhanga (berakhir/lenyap) 2. Sabbe sankhärä aniccä Segala sesuatu dalam alam semesta ini yang terdiri dari paduan unsur -unsur adalah tidak kekal. B p + = + = p = B Atma. 2.PENDAHULUAN 5. 3. A + p = A + p (A + p) + p1 = A + p + p1 (A + p + p1) + p2 = A + p + p1 + p2 (A-p-p1-p2) + . Sabbe sankhärä dukkha Apa yang tidak kekal sebenarnya tidak memuaskan dan oleh karena itu adalah penderitaan. Ucchedaväda Paham bahwa setelah mati atma (roh) itu pun akan turut lenyap (tidak dibenarkan oleh Sang Buddha). 1. berarti bahwa Hukum ini berlak u di mana-mana dan pada setiap waktu. 4. A + p = Nihil Anattä 1.. Attaväda Paham bahwa atma (roh) adalah kekal-abadi dan akan berlangsung sepan jang masa (tidak dibenarkan oleh Sang Buddha).. Di samping paham anattä yang khas Buddhis terdapat juga dua paham lain yaitu : 1. Contoh dari sesuatu yang tidak tercipta adalah Nibbana. Penyusun : Pandita S. Uraian secara matematika tentang ketiga paham tersebut adalah sbb..HUKUM TILAKKHANA (TIGA CORAK UMUM) Hukum Tilakkhana ini termasuk Hukum Kesunyataan .

maka bekerja-samanya lima khandha ini adalah sbb. badan jasmani. Kelima kelompok kehidupan/kegemaran tersebut adalah : 1. 4. 3. lidah. Gabungan dari No. 3. Karena setelah bahan-bahan itu di aduk menjadi satu dan dibakar di oven. sehingga seo rang manusia dapat dikatakan terdiri dari rupa dan nama. in i airnya. hidung. misalnya kalau kita membuat roti. Roti dibuat dengan memakai tepung. Proses mental ini berlangsung sbb. 2. maka anattä diterangkan melalui analisa. tubu h yang merupakan bagian dari badan jasmani kita. Sankhära = Pikiran. C + p2 = D I. II. 6. Vedanä = Perasaan. mengenal obyek. tenaga kerja dll. Dalam menangkap rangsan gan dari luar. Viññana = Kesadaran. mentega. 4. yaitu melalui Hukum Pat . Vedanä Dengan membanding-bandingkan ini lalu timbul suatu perasaan senang (suka) atau tidak senang (tidak suka) terhadap rangsangan yang telah tertangkap melalui panca indera kita. LIMA KHANDHA Dalam Agama Buddha diajarkan bahwa seorang manusia terdiri dari lima kelompok ke hidupan/kegemaran (Khandha) yang saling bekerja-sama dengan erat sekali. 5. ini menteganya. : 1. 2. Tetapi setelah menjadi roti tidak mungkin kita akan menunjuk satu bagian tertentu dan mengatakan : ini adalah tepungnya. Sañña = Pencerapan. tubuh. 3.3. di dalam diri seorang manusia hanya terdapat lima kh andha ini dan tidak dapat ditemukan suatu atma atau roh yang kekal dan abadi. III. Sankhära Rangsangan ini kita akan banding-bandingkan dengan pengalaman kita yang du lu-dulu melalui gambaran-gambaran pikiran yang tersimpan dalam bathin kita. Contoh konkrit tentang paham anattä. n amun setelah melalui proses pembuatan dan pembakaran di oven telah menjadi sesua tu yang baru sama sekali dan tidak mungkin lagi untuk mengembalikannya dalam ben tuknya yang semula. Sañña Rangsangan tersebut mencerap ke dalam bathin kita melalui suatu bagian dar i otak kita. Viññana (citta) Kita lalu akan menyadari bahwa bathin kita telah menangkap suatu rangsanga n. III = Kehidupan ke I. ini apinya. telinga. 2.HUKUM PATICCA-SAMUPPADA Paham anattä dapat pula diterangkan melalui cara sinthesa. ini tenaga kerjanya dst. II. Rupa = Bentuk. gula. Menurut Ajaran Sang Buddha. susu. air. api. maka bahan-bahan itu telah berubah sama s ekali. bentuk-bentuk mental. Kesimpulan : Meskipun roti itu terdiri dari bahan-bahan yang tersebut di atas. garam. ragi.. 4 dan 5 dapat juga dinamakan nama (bathin). 5. De ngan cara ini. ini garamnya. : Kesadaran > Pencerapan > Pikiran > Perasaan. Rupa Kita menangkap suatu rangsangan melalui mata.

maka te rhenti pula bentuk-bentuk karma. maka terjadilah kelapukan. maka terhe nti pulalah kelapukan. sakit dll. Dengan adanya enam indriya. maka terjadilah tanhä (keinginan). 4. Dengan adanya tanhä (keinginan). kesedihan dll. maka terjadilah kesadaran. Dengan adanya perasaan. Bhava Paccayä Jati. Dengan adanya kesan-kesan. Avijjä Paccayä Sankhära Dengan adanya kebodohan (ketidak-tahuan). maka terjadilah proses tumimbal lahir. bhikkhu. dengan terhentinya bentuk-bentuk karma. 12. maka terjadilah enam indriya 5. 7. 9. yang baik maupun yang buruk. Jati Paccayä Jaramaranang.. 3. maka terjadilah kemelekatan. Viññäna Paccayä Namarupang Dengan adanya kesadaran. Vedanä Paccayä Tanhä. la hir atau bathin dengan pikiran kata-kata atau tindakan. 10. kematian. Saläyatana Paccayä Phassa. Berdasarkan prinsip dari saling menjadikan. 4. 7. Namarupang Paccayä Saläyatanang. 3. Dengan adanya proses tumimbal lahir. maka kita akan sampai kepada penghentian dari proses itu. dengan terhentinya kelahiran kembali. maka timbullah itu. Dengan adanya kelahiran kembali. ialah semua kehendak atau keinginan dengan tidak membeda-beda kan apakah kehendak atau keinginan itu baik (bermoral) atau buruk (tidak bermora l). maka tidak adalah itu. HUKUM KAMMA Kamma adalah kata bahasa Pali yang berarti "perbuatan". Imasming Sati Idang Hoti Dengan adanya ini. maka terjadilah perasaan. Imasming Asati Idang Na Hoti Dengan tidak adanya ini. maka terhentilah juga itu. kehendak untuk berbuat (Pali : Cetana) itulah yang Kami namakan Kam . Upädäna Paccayä Bhavo. Kelapukan. berlangsung dan bersambung terus. maka terjadilah bentuk-bentuk ka rma. mengenai hal ini Sang Buddha pernah bersabda : "O. maka te rhenti pulalah kesadaran. Jaramarana. 2. Imassuppädä Idang Uppajjati Dengan timbulnya ini. Imassa Nirodhä Idang Nirujjati Dengan terhentinya ini. 11. Dengan adanya bathin dan badan jasmani. maka terjadilah kesan-kesan.. maka terjadilah itu. Dengan terhenti seluruhnya dari kebodohan. maka seluruh kelangsungan dan kelanjutan hidup dan juga berhentinya hidup d apat diterangkan dalam formula dari duabelas nidana (sebab-musabab) : 1. Makna yang luas dan sebe narnya dari Kamma. Demikianlah kehidupan itu timbul. kematian. 8. yaitu : 1. Sankhära Paccayä Viññänang Dengan adanya bentuk-bentuk karma. maka terjadilah bathin dan badan jasmani.icca-Samuppada (Hukum Sebab-musabab Yang Saling Bergantungan). relatifitas dan saling bergantungan ini.. kematian. yang dalam arti umum mel iputi semua jenis kehendak dan maksud perbuatan. .. kelu h-kesah. adalah akibat dari kelahiran kembali. keluh-kesah. Prinsip dari Huku m ini diberikan dalam empat formula pendek. 6. Phassa Paccayä Vedanä. 2. maka terjadilah kelahiran kembali. Tanhä Paccayä Upädänang. Dengan adanya kemelekatan. sakit dll. Kalau kita m engambil rumus tersebut dalam arti yang sebaliknya.

supaya akibatnya senantiasa akan bersi fat baik. Apa yang telah lampau sebenarnya merupakan dasar di mana hidup yang sekara ng ini berlangsung dari satu saat ke lain saat dan apa yang akan datang masih ak an dijalankan. pun tidak mar ah dan juga tidak memihak. kamma-vipaka itu menunjukkan bahwa kita tel ah berbuat suatu kesalahan. tidak akan bany ak menderita karena perbuatan itu. sesungguhnya benar adanya. Sesudah berkehendak orang lantas berbuat dengan badan. Ada orang yang menderita hebat karena perbuatan kecil. sebaliknya orang yang tidak banyak melakukan kamma-kamma baik akan menderita hebat. yang dipercaya atau tidak diper caya akan berlangsung terus. Segala sesuatu yang datang pada kita. Mengapa? Orang yang telah menimbun banyak kamma baik. membuat mahluk-mahluk lain bahagia. Bentu k kamma yang lebih berat (bermutu) dapat menekan -.bentu k-bentuk kamma yang lain. : Lemparkanlah batu ke dalam sebuah kolam yang tenang. Ini bukan berarti bahwa gerak tadi telah selesai. saat sekarang inilah yang nyata dan ada "di tang an kita" sendiri untuk digunakan dengan sebaik-baiknya. janganlah sekali-kali dilupakan hendaknya bahwa kamm a-vipaka itu senantiasa benar. Perhatik anlah bagaimana lingkaran ini makin lama makin melebar. Terdapat dua belas jenis bentuk-bentuk kamma yang tidak diperinci di sini. Oleh karena itu. Begitulah semua akibat dari perbuatan kita akan kembali kepada kita seperti haln ya dengan gelombang di kolam yang kembali ke tempat dimana batu itu dijatuhkan. Ia tidak mencintai maupun membenci.bahkan menggugurkan -. yakinlah bahwa kamm a yang telah kita perbuat adalah benar.ma. sehingga menjadi begitu lebar dan halus yang tidak dapat lagi dilihat oleh mata kita. Tertaburlah olehmu biji-biji benih dan engkau pulalah yang akan merasaka n buah-buah dari padanya". ditekan. ia akan dipantulkan kembali sampai mencapai tempat bekas di m ana batu tadi dijatuhkan. Sang Buddha pernah bersabda (Samyutta Nikaya I. tetapi ada juga yang hampir tidak merasakan akibat apapun juga untuk perbuatan yang sama. pembuat kebaikan akan mendapat kebaikan. perkataan atau pikira n." Kamma bukanlah satu ajaran yang membuat manusia menjadi orang yang lekas berputu s-asa. a kan tetapi tidak menentukan seluruhnya. Kita hendaknya selalu berbuat baik. Meman g segala sesuatu yang lampau mempengaruhi keadaan sekarang atau pada saat ini. dan apa yang telah lampau bersama-sama d engan apa yang terjadi pada saat sekarang mempengaruhi pula hal-hal yang akan da tang. sebab bilamana gerak gelombang yang halus itu me ncapai tepi kolam. oleh karena kamma itu meliputi apa yang telah lampau dan keadaan pada saat ini. Satu contoh yang klasik adalah sbb. hal. Oleh sebab itu kita haru s hati-hati sekali dengan perbuatan kita. 227) sbb : "Sesuai dengan benih yang telah ditaburkan begitulah buah yang akan dipetiknya. juga bukan ajaran tentang adanya satu nasib yang sudah ditakdirkan. yang menimpa diri kita. Bilamana kita mengalami sesuatu yang membahagiakan. Sebaliknya bila ada sesuatu yang menimpa kita dan membuat kita tidak senang. Singkatnya : Kamma Vipaka dapat diperlunak. Ia adalah hukum alam. yang bermaksud menolong mahluk-mahluk lain. Kamma dapat dibagi dalam tiga golongan : . sehingga perbuatan ini akan membawa satu kam ma-vipaka (akibat) yang baik dan memberi kekuatan kepada kita untuk melakukan ka mma yang lebih baik lagi. pembuat kejahatan akan memetik kejahata n pula. dibelokkan. Pertama-tama akan terdengar percikan air dan kemudian akan terlihat lingkaran-lingkaran gelombang. bahkan digugurk an.

kurang cerdas. kurang bijaksana. tidak dipercaya oleh khal ayak ramai. pendapat yang tercela. . 8. 4. penyakit yang lama sembuhnya. penghidupannya senantiasa tergantung pada orang lain. kemauan jahat / niat untuk mencelakakan mahluk lain akibatnya buruk rupa.1. 4. Berdusta akibatnya menjadi sasaran penghinaan. Kata-kata kasar dan kotor akibatnya sering didakwa yang bukan-bukan oleh orang lain. 2. 6. Pandangan salah akibatnya tidak melihat keadaan yang sewajarnya. Perbuatan a-susila akibatnya mempunyai banyak musuh. Kamma Perbuatan (kaya-kamma). Bersimpati terhadap kebahagiaan orang lain menyebabkan terlahir dalam lingkungan yang menggembirakan. watak tercela. Bermeditasi berakibat dengan terlahir kembali di alam-alam sorga. 5. Berbakti berbuah dengan diperolehnya penghargaan dari masyarakat. 3. Sering mendengarkan Dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan. Cenderung untuk membagi kebahagiaan kepada orang lain berbuah dengan terlahir kembali dalam keadaan berlebih-lebihan dalam banya k hal. 3. 10. terlahir sebagai pria atau wanita yang tidak normal perasaan seksnya. Menyebarkan Dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan (sama dengan No. 7. Pencurian akibatnya kemiskinan. Omong kosong akibatnya bertubuh cacad. macam-macam penyakit. 10. 7. 8). Berendah hati dan hormat menyebabkan terlahir kembali dalam keluarga luhur. berpenyakitan. 2. 6. 9. dinista dan dihina. dirangsang oleh keinginan yang s enantiasa tak tercapai. Gemar beramal dan bermurah hati akan berakibat dengan diperolehnya kekayaan dalam kehidupan ini atau kehid upan yang akan datang. 9. Dendam. 3. tidak dipercaya khalayak ramai. berbicara tidak tegas. 10 (sepuluh) jenis kamma baik 1. Hidup bersusila mengakibatkan terlahir kembali dalam keluarga luhur yang keadaannya berbah agia. 10 (sepuluh) jenis kamma buruk 1. senantiasa dalam kesedihan karena te rpisah dari keadaan atau orang yang dicintai. dalam hidupnya senantiasa berada d alam ketakutan 2. Kamma Pikiran (mano-kamma). 5. Meluruskan pandangan orang lain berbuah dengan diperkuatnya keyakinan. Kamma Ucapan (vaci-kamma). beristeri atau bersuami yang tidak disen angi. Pembunuhan akibatnya pendek umur. 8. Bergunjing akibatnya kehilangan sahabat-sahabat tanpa sebab yang berarti. Keserakahan akibatnya tidak tercapai keinginan yang sangat diharap-harapkan.

Se lanjutnya Beliau akan dianggap sebagai Buddha ke 25 menurut tradisi Pali.dipuji * sukha .dukkha gembira. 8. Beliau akan dihitung sebagai Buddha ke 5 dan yang terakhir di aeon sekarang yaitu Kappa Bhadda. Hiri Perasaan malu. dan Suddhana.pasamsä dicela .Lima bentuk kamma celaka Lima perbuatan durhaka di bawah ini mempunyai akibat yang sangat berat ialah kel ahiran di alam neraka : 1. Nama ayahNya adalah Subrahma. 2. yaitu : * läbha .tak terkenal * nindä .000 tahun yaitu Sirivaddha. 9.aläbha untung .sedih. BUDDHA METTEYA Metteya adalah Buddha masa depan yang sangat dinantikan dan belum dilahirkan. 5. Vaddhamana. Nama sukuNya juga Metteya. ATTHALOKA-DHAMMA Dalam penghidupan seorang manusia tidak dapat terlepas dari 8 (delapan) keadaan. 2. bahagia . Yang akan menjadi murid-murid utamaNya d iantara para bhikkhu adalah Asoka dan Brahmadeva. 4. Siha akan menjadi pembantu pribadiNya. Otappa Perasaan takut. Beliau akan hidup di empat istana selama 8.000 tahun. Sanghaa dan Visakhaa diantara pengikut wanita. Membunuh ayah.HIRI DAN OTAPPA Dua ciri khas yang dianggap dua sifat yang membantu melindungi dunia dari kekaca uan : 1. Tempat kelahiranNya adalah K etumati di masa pemerintahan Chakkavatti Samkha dimana dia sendiri akan menjadi pengikut Buddha dan melepaskan kehidupan duniawi. Membunuh ibu. Beliau akan menca . yaitu malu melakukan hal-hal yang tidak baik. dan ibuNy a adalah Brahmawati. Membunuh seorang Arahat.ayasa terkenal . Menyebabkan perpecahan dalam Sangha. Melukai seorang Buddha. Yang akan menjadi para pengikutnya yang luar biasa adalah dua saudaraNya Isidatt a dan Purana. Jatimitta dan Vijaya diantara pengikut pria. Dipercayai bahwa Beliau akan dilahirkan saat kehidupan manusia diperpanjang sampai 84. yaitu takut akan akibat yang timbul dari perbuatan-perbuat an yang tidak baik.rugi * yasa . Selanjutnya Beliau akan melepas kan keduniawian setelah melihat 4 tanda. Beliau akan menikah dengan Chandamukhi dan akan mempunyai p utra Brahmavaddhana. menderita dll. dan diantara para bhikkhuni ad alah Paduma dan Sumana. 3. Metteya akan dilahirkan di sebuah keluarga terpelajar yang terkenal dan namaNya adalah Ajita. Lebih lanjut lagi. Siddhattha dan Chandaka.

Di daerah lereng Pegunungan Himalaya inilah terletak sebuah kerajaan yang be rnama Kerajaan Sakka (pada waktu itu di daerah tersebut banyak sekali terdapat p ohon sakka). daerah Majjhima desa (daerah tengah dari Jambudipa ~sekarang India~) dihuni oleh suku bangsa Ariyaka yang datang dari Utara Pegunungan Himala ya. Penyusun : Maha Pandita Sumedha Widyadhrama. 4. Di tempat itulah mereka menikah diantara mereka bersaudara. apapun juga ya ng akan dimintanya. Karanda. 1999) Pendahuluan Pada zaman dahulu. Merasa gembira sekali. Mahavamsa xxxxxxii. dan Sinipura) dan lima orang putri . Lihat juga pada: 1. Hatthinika. Pada suatu waktu. Setelah Raja Jayasena meninggal dunia. maka kota yang kemudian mereka bangun diberi nama Kapil avatthu (vatthu = tempat). Raja telah melepaskan kata-kata dan berjanji kepada Rat u (yang baru) bahwa beliau akan meluluskan semua permintaan Ratu. Pada suatu hari. Ratu memohon kepada Raja agar anaknya yang baru dilahirkan diangkat menjadi Putra Mahkota. Penerbit : Cetiya Vatthu Daya. Chullavamsa xxxviii. Milinda Panha 159. Karena malu untuk tidak menepati j anji yang pernah diberikannya. Mereka memilih sebuah hutan yang banyak ditumbuhi pohon-pohon sakka di lereng Gu nung Himalaya.7. Dalam kesempatan yang baik itu. di dekat tempat yang sejak lama dihuni oleh seorang pertapa berna ma Kapila. Digha Nikaya iii. Pangeran Sihahanu menjadi Raja di Kapilav atthu dan menikah dengan Putri Kencana.. terkecuali putri yan g tertua yang menikah dengan Raja dari Devadaha. 2. 5. Ratu (yang juga adalah saudaranya) meninggal dunia dan Raja m enikah lagi dengan seorang gadis yang kemudian melahirkan seorang anak laki-laki . 81 f. Mendengar permintaan tersebut Raja menjadi kaget dan menolak untuk meluluskan pe rmohonan tersebut. yaitu adik dari Raja Anjana dari Devadah . Empat pasangan yang tersebut du luan merupakan leluhur dari Dinasti Sakya dan pasangan yang belakangan merupakan leluhur dari Dinasti Koliya. 68. Sejarah kerajaan tersebut menurut buku-buku kuno adalah sebagai ber ikut : Seorang raja bernama raja Okkaka yang memerintah daerah tersebut mempunyai empat orang putra (Okkamukha. Raja menjadi serba salah. Atthasalini 415 BAB I MASA BERKELUARGA (Sumber : Riwayat Hidup Buddha Gotama.pai pencerahan di bawah pohon Naga. Beliau sering digambarkan atau diukir dalam mahkota-mahkota dan pe rmata-permata karena Beliau belum melepaskan kehidupan duniawi. Keempat putra Raja tersebut. Cetakan Keduabelas. Tetapi Ratu terus-menerus merengek-rengek serta mengingatkan Raja akan janjinya. 73. Telah menjadi tradisi bahwa Buddha akan datang berdiam di dunia Dewa Tusita deng an nama Nath. 3. maka akhirnya Raja memanggil keempat orang putran ya dan memerintahkan untuk membawa saudara-saudara perempuannya pergi ke suatu d aerah lain untuk membangun sebuah negara baru. Raja yang memerintah di kota Kapilavatthu adalah Raja Jayasena yang mempunyai seorang putra bernama Sihahanu dan seorang putri yang bernama Ya sodhara. Sebab itulah. tidak lama kemudian mohon diri dari ayahandanya dan bersama dengan saudari-saudarinya berangkat menuju sebuah hutan disertai dengan rombongan ahli-ahli dalam berbagai bidang untuk membangun sebuah negara baru.

Sedangkan adik perempuannya yang bernama Amita memp unyai seorang putra yaitu Devadatta dan seorang putri bernama Yasodhara. Memang sejak hari itu Ratu mengandung. Adik Raja Suddhodana yang bernama Sukkodana mempunyai seorang putra yait u Ananda. sampai pada suatu waktu Ratu Maya m encapai umur kurang lebih 45 tahun. Sukkoda na. Nepal) yang indah sekali. Dalam perjalanan ke Devadaha. bayi itu lalu mengucapkan kata-kata sebagai beri kut : . Di kebun itu Ratu memerintahkan rombongan berhenti untuk beristirahat. Dengan cepat dayang-dayang membuat tirai di sekeliling Ratu. Amitodana mempunyai dua orang putra yaitu Mahanama dan Anuruddha dan s eorang putri bernama Rohini. mengucap kan janji uposatha dan kemudian masuk ke kamar tidur. menikah dengan Raja Anjana dari Devadaha dan diberkahi dengan dua orang putra yang diberi nama Suppabuddha dan Dandapani. tibalah rombongan Ratu di Taman Lumbini (sekarang Rumminde di Pejwar. Ratu memberitahukan mimpi ini kepada Raja dan Raja lalu memanggil para brahmana untuk menanyakan arti mimpi tersebut. Empat Maha Brahma menerima Sang Bayi dengan jala emas dan kemudian dari langit t urun air dingin dan panas untuk memandikan Sang Bayi sehingga menjadi segar. menggosoknya dengan minyak wangi dan kemudian memakaikannya pakaian-pakaian yang biasa dipak ai para dewata. Selanjutnya Ratu dipimpin masuk ke sebuah istana emas dan direba hkan di sebuah dipan yang bagus sekali. Sang Bayi sendiri sudah bersih karena tiada darah atau noda-noda lain yang melek at pada tubuhnya. mengelilingi di pan sebanyak tiga kali untuk kemudian memasuki perut Ratu Maya dari sebelah kana n. Dengan ge mbira Ratu berjalan-jalan di taman dan berhenti di bawah pohon Sala. dan Ratu Maya dapat melihat dengan jelas bayi dalam kandungannya yang duduk dalam sikap meditasi dengan muka menghadap ke depan. Ratu Maya memperoleh mimpi yang aneh sekali. Sepuluh bulan kemudian di bulan Vaisak. dan dua orang putri yang diberi nama Maya dan Pajapat i (atau Gotami). Ketika itu. Kemudian p ara istri Dewa-dewa Agung tersebut memandikannya di Danau Anotatta. Amitodana. Pangeran Suddhodana menduduki tahta Kerajaan Saky a dan kemudian menikah dengan Putri Maya. Lahirnya Pangeran Siddhatta Meskipun Raja Suddhodana dan Ratu Maya sudah lama menikah. Mereka diberkahi dengan lima orang putra yang diberi nama Suddhodana. Sewaktu tidur. Ratu bermimpi bahwa empat orang Dewa Agung telah mengangkatnya dan membawanya ke Himava (Gunung Hima laya) dan meletakkannya di bawah pohon Sala di (lereng) Manosilatala. Adik dari Raja Sihahanu. namun anak yang sanga t mereka dambakan belum juga mereka peroleh. Setelah perayaan selesai. Pada waktu itulah Ratu merasa perutnya agak kurang enak. Di tempat itulah seekor gajah putih deng an memegang sekuntum bunga teratai di belalainya memasuki kamar. Ketika itu tepat purnam a sidhi di bulan Vaisak tahun 623 SM. Dhotodana. Setelah berjalan tujuh langkah. Bayi itu kemudian berdiri tegak dan berjalan tujuh langkah di atas tujuh kuntum bunga teratai ke arah Utara. yang ke lak menjadi istri dari Pangeran Siddhatta. dan Ghanitodana dan dua orang putri yang diberi nama P amita dan Amita. Setelah Raja Sihahanu mangkat. Ratu Maya mandi dengan air wangi.a. Pernikahan Raja Suddhodana dan Ratu Maya inilah yang diberkahi dengan kelahiran seorang putra tunggal yang di kemudian hari menjadi terkenal dengan nama Buddha Gotama. Ratu Maya ikut serta dalam perayaan Asalha yang berlangsung tujuh ha ri lamanya. Ratu mohon perkenan dari Raja untuk dapa t bersalin di rumah ibunya di Devadaha. Ratu berpegangan pada dahan pohon Sala dan dalam sika p berdiri itulah Ratu melahirkan seorang bayi laki-laki. yaitu Putri Yasodhara. Para brahmana menerangkan bahwa Ratu akan mengandung seorang bayi laki-laki yang kelak akan menjadi seorang Cakkavatti (Raja dari semua Raja) atau seorang Buddh a.

* Ananda. . Raja Suddhodana memanggil sanak keluargany a berkumpul. Tak akan ada tumimbal lahir lagi. meramalkan bahwa Sang bayi kelak akan menjadi Cakkavati (Raja dari semua Raja) atau akan menjadi Buddha. maka Beliau akan segera m eninggalkan istana dan bertapa untuk menjadi Buddha. * Kaludayi. Menjawab pertanyaan Raja Suddhodana. "Akulah pemimpin dalam dunia ini. Hanya Kondañña (Brahmana yang termuda) sajala h yang dengan pasti mengatakan bahwa Sang bayi kelak akan menjadi Buddha. Orang sakit. * Channa. Inilah kelahiranku yang terakhir. pertapa Asita terta wa gembira tetapi kemudian menangis. pertapa Asita memberi hormat kepada Sang bayi. ayam antima jati. Para peramal tersebut. di bawah pohon ini Pangeran Siddhattha kelak mendapatkan Pene rangan Agung. Manti. Lima hari setelah lahirnya Sang bayi. Pertapa suci. yang kelak menjadi pembantu tetap Sang Buddha. Selanjutnya pertapa Asita mengatakan bahwa Pangeran kecil itu kelak tidak boleh melihat empat peristiwa. settho 'ham asmi lokassa. yang kemudia n diikuti juga oleh Raja Suddhodana. yang kelak menjadi kuda Pangeran Siddhattha. Setelah melihat Sang bayi dan memperhatikan adanya 32 tanda dari seorang Mahapur isa ("orang besar"). Suyama dan Sudatta. Pada hari itu juga pertapa Asita berkunjung ke istana Raja Suddhodana untuk melihat bayi tersebut."Aggo 'ham asmi lokassa. 2. yang kemudian dikenal juga sebagai Rahulamata (ibu dari R ahula). * Nidhikumbhi. * Seekor gajah istana. pertapa Asita menerangkan bahwa Sang bayi k elak akan menjadi Buddha." Artinya . yaitu : Rama. * Kanthaka. yaitu : 1. * Pohon Bodhi. Bhoja. Kondañña. Akulah tertua dalam dunia ini. Pada hari yang sama lahir (timbul) pula dalam dunia ini : * Putri Yasodhara. kecuali Kondañña. bersama-sama dengan seratus delapan orang Brahmana untuk merayakan kelahiran anak pertamanya dan juga untuk memilih nama yang baik. Setelah memberi hormat. Orang mati. yang kelak menjadi kusir Pangeran Siddhattha. Nama y ang kemudian dipilih adalah Siddhattha yang berarti "Tercapailah segala cita-cit anya". Dhaja. Diantara para B rahmana terdapat 8 orang Brahmana yang mahir dalam meramal nasib. yang kelak mengundang Sang Buddha untuk berkunjung kembali ke Ka pilavatthu. diberitahukan oleh para dewa dari alam Tavatimsa b ahwa seorang bayi telah lahir yang kelak akan menjadi Buddha. jettho 'ham asmi lokassa. kendi tempat harta pusaka. natthi dani punabbhavo. 4. Akulah teragung dalam dunia ini. Kalau pangeran kelak melihat empat peristiwa tersebut. Lakkhana. Orang tua. 3. namun karena usianya sudah lanjut maka ia sendiri tida k lagi dapat menunggu bayi itu kelak memulai memberikan Ajaran-Nya." Seorang pertapa yang bernama Asita (yang juga disebut Kaladevala) sewaktu bermed itasi di Pegunungan Himalaya.

Dari pernikahan ini kemudian lahir seorang putra. Selain tiga kolam tersebut. Mereka ing in menyaksikan perayaan tersebut dan meninggalkan Pangeran kecil di bawah bayang an pohon jambu. Pada suatu hari Pangeran sedang berjalan-jalan di taman dengan saudara sepupunya . Akhirnya atas usul . Di kolam-kolam itu ditanami berbagai jenis bunga teratai ( lotus). Pangeran dan Devadatta b erlari-lari ke tempat belibis itu jatuh. Bayangan pohon jambu tidak mengikuti jalannya matahari tetapi tetap memayungi Pangeran kecil yang sedang bermeditasi. yaitu Rupananda. belibis ini tidak akan aku serahkan kepadamu. Pangeran dengan hati-hati dan penuh ka sih sayang mencabut panah dari sayap belibis tersebut. Perayaan Membajak Setelah Pangeran berumur beberapa tahun. Devadatta.Tujuh hari setelah Pangeran Siddhattha dilahirkan. Melihat keadaan yang ganjil ini untuk kedua kalinya Raja Suddhodana memberi hormat kepada anakny a. dan satu kolam lagi dengan bunga yang berwarna putih (Pundarika). baik siang maupun malam hari sebagai lambang dari keagungannya. Raja Suddhodana menyerahkan perawatan Sang bayi kepada Putri Pajapati (adik Ratu Maya) yang juga dinikahinya. dayang-dayang yang ditugaskan untuk menjaga Pangeran merasa tertarik sekali dengan jalannya perayaan itu. yang pada waktu itu membawa busur dan panah. maka sama sekali tidak terganggu oleh suara-suara yang berisik. Sejak kanak-kanak. pakaian dan tutup kepala dari negara Kasi. "Ti dak. maka ia benar adalah milikmu." Devadatta tetap menuntutnya dan Pa ngeran tetap pada pendiriannya dan tidak mau menyerahkannya. Raja Suddhodana mengajaknya untuk turut pergi ke perayaan membajak bersama-sama para petani dengan menggunakan sebuah a lat bajak yang terbuat dari emas. Setelah tiba waktunya untuk bersekolah. satu kolam d engan bunga yang berwarna merah (Paduma). Karena Pangeran saat itu telah mencapai Jhana. maka ia adalah milikku. Setelah kembali mereka merasa heran sekali melihat Pangeran seda ng bermeditasi dan duduk bersila. Dengan cepat mereka melaporkan peristiwa tersebut kepada Raja. Ada lagi satu keajaiban lain. Pangeran tiba terlebih dahulu dan memel uk belibis itu yang ternyata masih hidup. Pelayan-pelayan diperintahkan untuk melindungi Pangeran pergi. Pangeran terkenal sebagai anak yang penuh kasih sayang terhad ap sesama mahluk hidup seperti terlihat dari kisah di bawah ini. Tetapi sekarang ia tidak mati dan ternyata masih hidup. Ternyata Pangeran cerdas sekali. Namun Pangeran tidak memberinya dan mengatakan. Dengan cekatan Devadatta membidikk an panahnya dan berhasil menembak jatuh seekor belibis. yang waktu itu terkenal kare na menghasilkan barang-barang tersebut dengan mutu yang terbaik. Benar saja mereka menemukan Pangeran kecil sedang bermeditasi dengan kaki bersila dan tidak menghiraukan kehadiran orang-orang yang sedang memperhatikann ya. Raja memerintahkan untuk menggali tiga kol am di halaman istana. Devadatta melihat sero mbongan belibis hutan terbang di atas mereka. Raja dengan diiri ngi para petani berbondong-bondong datang untuk menyaksikan peristiwa ganjil ter sebut. dengan c epat dapat dipahami sehingga dalam waktu singkat tidak ada lagi hal-hal yang dap at diajarkan kepada Pangeran kecil. yaitu suatu tingkatan pemusat an pikiran. Sewaktu perayaan berlangsung dengan meriah. Kalau ia mati. kemudian meremas-remas be berapa lembar daun hutan dan dipakaikan sebagai obat untuk menutupi luka bekas k ena anak panah. Satu kolam dengan bunga teratai yang berwarna biru (Upala). yaitu Nanda dan seorang putri. Karena a ku yang menolongnya. Raja juga memesan wangiwangian. Masa Kanak-Kanak Setelah Pangeran berusia tujuh tahun. Raja memerintahkan seorang guru bernama Visvamitta untuk memberikan pelajaran kepada Pangeran dalam berbagai ilmu penget ahuan. Ratu Maya meninggal dunia dan terlahir kembali di surga Tusita. Devadatta minta agar belibis tersebut diserahkan kepadanya karen a ia yang menembaknya jatuh. Semua pelajaran yang diberikan.

Pada suatu hari Pangeran mengunjungi ayahnya dan berkata. Mereka mengatakan bahwa Pangeran tidak paham kesenian dan il mu peperangan. Karena itu menuru t norma-norma keadilan yang berlaku. Raja berharap Pangeran akan lebih diikat kepada hal-hal d uniawi. menggunakan pedang. Untuk membentangkan busur yang dipakai oleh Pangeran saja mereka tidak mampu karena busur itu besar dan berat. dan dijaga siang dan malam oleh orang-orang kepercayaan Raja. Apabila ada dayangnya yang sakit maka dayang i tu akan segera disingkirkan. maka kekhawatiran Raj a Suddhodana agak berkurang sebab Raja selalu ingat dengan ramalan dari pertapa Asita bahwa Pangeran kelak akan menjadi Buddha. satu istana untuk musim panas (Suramma) dan satu istana untuk musim hujan ( Subha). Setelah mendengarkan keteran gan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dari kedua belah pihak. menjinakkan kuda liar. Dengan mendapat sambutan yang meriah sekali dari para hadirin. perkenankanlah aku berjalan-jalan ke luar istana untuk melihat tata cara kehidupan penduduk yan . Pange ran tidak ada tandingannya. Semua dayang dan pengawalnya adalah orang-orang mud a belia. Karena itu Raja memerintahkan pengawal-pengawalnya agar Pangeran dijaga jangan s ampai melihat empat hal tersebut. Dengan demikian Pangeran Siddhatta dan Putri Yasodhara memadu cinta di tiga ista nanya yang mewah sekali dan selalu dikelilingi oleh penari-penari dan dayang-day ang yang cantik-cantik Raja merasa puas dengan apa yang telah dikerjakannya dan berharap bahwa Pangeran kelak dapat menggantikannya sebagai Raja negara Sakya. yaitu orang tua. Khusus dalam hal memanah. orang mati. dimana berbagai ilmu peperangan dipertandin gkan. Raja memerintahkan untuk me mbuat tiga buah istana yang besar dan indah. dimana Pangeran akan memilih s eorang gadis untuk dijadikan istrinya. Pangeran dinyatak an sebagai pemenang mutlak dari sayembara tersebut. sehingga untuk membaw anya ke tempat pertandingan harus digotong oleh empat orang. bahkan juga pangeran-pangeran dari negara lain. dan memanah ternyata dimenangkan oleh Pangeran. Namun para orang tua tersebut ternyata ti dak mengacuhkannya. Kemudian Raja mengirim undangan kepada para orang tua yang mempunyai ana k gadis untuk mengirimkan anak gadisnya ke pesta. Setelah Pangeran Siddhatta menikah dengan Putri Yasodhara. dan pertapa suci. Dewan lalu memb erikan keputusan sebagai berikut : " Hidup itu adalah milik dari orang yang mencoba menyelamatkannya. Semua pertandingan seperti naik kuda. Dalam sayembara itu.Pangeran. maka secara sah. Ketika hal ini diberitahukan kepada Pangeran. Pangeran bertanding melawan pangeran-pangeran lain ya ng datang dari segenap penjuru negara Sakya. Dalam sebuah pesta besar yang kemudian diselenggarakan dan dihadiri oleh tidak k urang dari empat puluh ribu orang gadis cantik." Masa Remaja Sewaktu Pangeran meningkat usianya menjadi 16 tahun. pilihan Pangeran jatuh kepada se orang gadis bernama Yasodhara yang ada ikatan keluarga dengan Pangeran karena ia adalah anak pamannya yang bernama Raja Suppabuddha dari negara Devadaha dan bib inya. "Ayah. satu istana untuk musim dingin (Ram ma). Melihat Empat Peristiwa Pangeran tidak bahagia dengan cara hidup yang dianggap seperti orang tawanan dan terpisah sama sekali dari dunia luar. maka Pangeran mohon kepada Raja ag ar segera mengadakan satu sayembara. Sekarang tinggal menjaga supaya Pangeran jangan melihat empat peristiwa tentang kehidupan. Hidup tidak m ungkin menjadi milik dari orang yang mencoba menghancurkannya. mereka berdua pergi ke Dewan Para Bijaksana dan mohon agar Dewan membe rikan keputusan yang adil dalam persoalan tersebut. Ratu Amita (adik Raja Suddhodana). orang sakit. belibis harus menjadi mili k dari orang yang ingin menyelamatkan jiwanya yaitu Pangeran Siddhatta. Selanjutnya Raja memerintahkan untuk membuat tembok tinggi mengelilingi istana dan kebun dengan pintu-pintu yang kokoh kuat. maka bagaimana ia kelak dapat memelihara dan melindungi istrinya. Dengan pernikahan ini.

Hal i tu tidak dapat dielakkan. tetap i bukan keadaannya sewaktu dilahirkan." Sewaktu Pangeran sedang berjalan-jalan di kota. dan tidak kelihatan gembira sewaktu berlangsungnya pe sta makan dan tari-tarian. "Pada suatu hari engkau semua akan menjadi tua. Pangeran memerintahkan untuk s egera kembali ke istana karena pemandangan orang tua yang baru saja ia lihat tel ah membuatnya sedih sekali. Sebaiknya Tuanku lupakan saja orang tua tersebut. terpandang atau berkuasa? Malam itu diselenggarakan sebuah pesta besar untuk menghibur Pangeran. Pangeran kembali memohon kepada Raja agar diperkenankan lagi melihat-lihat kota Kapilavatthu. Dengan berat hati Raja memberikan izinnya. anakku. Tetapi se belumnya aku harus membuat persiapan sehingga segala sesuatunya baik dan patut u ntuk menerima kedatangan anakku yang baik. Setelah persoalan ini dilaporkan kepada Raja. "Baik. kul it mukanya kering dan keriput. dan ia ingin merenungkan persoalan ini dengan lebih mendalam. maka Raja menjadi sedih sekali dan ia merasa khawatir bahwa hal ini dapat menyebabkan Pangeran meninggalkan istana . Apakah artinya semua ini?" Channa menerangkan kepada Pangeran bahwa semua itulah keadaan seorang tua. kulitnya keriput. Tidak ada penduduk berkumpul untuk m . Setiap ora ng kalau sudah terlalu lama hidup di dunia akan menjadi seperti orang itu. rambutnya putih. ompong dan buruk seperti tukang minta-minta yang baru saja ia lihat. tanpa ada y ang terkecuali dan begitu pula engkau yang tercantik. Rambut orang itu panjang dan sudah putih semua. Pangeran terkesan sekali karena hal seperti ini baru pert ama kali dilihatnya. Hari itu pemandangan kota berlainan sekali. Ia ingin tahu apakah ada orang yang telah menemukan cara untuk menghentikan hal yang menyeramkan itu. pakaiannya compang-cam ping dan kotor sekali. dan tidak ada seorangpun yang dapat men cegahnya.g kelak akan kuperintah. Berselang beberapa hari. maka Raja memanggil Pangeran untuk menghadap. Pada kesempatan ini. badannya kurus kering dan dengan su sah payah serta terbungkuk-bungkuk ditopang oleh sebuah tongkat berjalan tanpa m enghiraukan orang-orang di sekelilingnya yang sedang bergembira. ia masih merenung bahwa suatu hari semua oran g akan menjadi tua. "Sewaktu masih muda. Channa? Itu tidak mungkin seorang manusia. Karena itu. sekarang engkau boleh pergi melihat -lihat kota sepuas hatimu." Tetapi Pangeran tidak puas dengan jawaban Channa. Mengapa sebagai seorang Pangeran dan juga orang-orang lain pada suatu hari harus menjadi tua. dengan tiba-tiba seorang tua kel uar dari sebuah gubuk kecil." Karena permohonan ini wajar. "Anakku." Setelah pesta usai dan Pangeran masuk ke kamar tidur." Setelah rakyat selesai menghias kota seperti diperintahkan oleh Raja. "Apakah itu. Melihat orang tua itu. matanya sudah hampir buta. yaitu usia tua . ia pasti akan mati hari itu juga karena ia lapar sekali dan sudah be berapa hari tidak makan. orang itu seperti ki ta dan karena sekarang ia sudah tua sekali maka keadaannya telah berubah seperti yang Tuanku lihat. karena Beliau tahu. tetapi sekarang tanpa terlebih dahulu mem beritahukannya kepada para penduduk. Ia sedang sibuk merenung dan dalam hati berkata kepad a mereka yang hadir. Pangeran pergi bersama-sama Channa dan berpakaian seperti a nak keluarga bangsawan karena ia tidak ingin dikenal sewaktu sedang berjalan-jal an. engkau bo leh keluar dari istana untuk melihat bagaimana penduduk hidup di kota. pikiran itu masih tetap sa ja mengganggunya. Dengan suara le mah dan perlahan sekali ia meminta-minta makanan dan mengatakan kalau tidak dibe ri makanan. Di tempat tidur. Mengapa ia bungkuk sekal i? Mengapa ia gemetar sewaktu berjalan? Mengapa rambutnya putih dan bukan hitam seperti rambutku? Apa yang salah dengan matanya? Dan giginya dikemanakan? Apakah ada orang yang terlahir seperti itu? Coba katakan. Tetapi Pa ngeran acuh tak acuh saja. Giginya sudah ompong. meskipun ia kaya. tidak ada gunanya melarang sebab hal itu tentu akan membuat Pangeran sangat sedih. Raja memerintahkan kepada dayang-dayangnya untuk lebih sering meng adakan pesta-pesta makan dan tari-tarian. lemah dan sedih. maka Raja memberikan izin. oh Channa yang baik.

Orang itu sudah mati. Oleh karena it ulah ia merintih-rintih dan tidak lagi dapat bicara. Raja merasa sedih karena melihat Pangeran pada waktu akhir-akhir ini seperti kurang gembira sehubungan dengan kejadian-kejadian yang telah diliha tnya. meletakkan kepalanya di pangkuann ya dan dengan suara menghibur menanyakan. mengapakah orang ini? Apakah yang salah dengan nafasnya? Me ngapa ia tidak bicara?" "Oh. ada ratusan penyakit yang sama hebatnya seperti sakit pes. Pangeran yang dikenal sebagai orang yang penuh kasih sayang. Tuanku. Tukang kue sedang sibuk memanggang ro ti dan kue. dan itu dapat terjadi setiap saat. dan p enduduk yang berpakaian rapi. dan cincin dari intan. Di atas usungan itu berbaring seorang yang sudah kurus sekali dalam keadaan tida k bergerak. Tuanku. Pangeran melihat sesuatu yang membuat Beliau sangat sedih. lalu menjualnya kepada langganannya yang kemudian memakannya selagi masih panas.Tuanku. "Channa. emas. gelang. matanya berputar-putar dan nafasnya megap-megap. semua makhluk hidup pada suatu waktu harus mati. Orang itu sakit dan darahnya ber acun. bahagia dan senang dengan pekerjaannya. Kemudian rombongan membawa usungan itu ke tepi sebuah sungai dan mel etakkannya di atas tumpukan kayu yang kemudian dinyalakan api. Raja menyetujuinya karena beranggapan tidak ada gunanya lagi sekarang untuk mela rang. Ia diserang demam pes dan seluruh badannya terasa terbakar. Tuanku. "Mengapakah engkau. Berselang beberapa hari. Nanti Tuanku juga akan sakit. kerabu. da n perak. Mohon de ngan sangat agar Tuanku meletakkannya kembali di tanah dan jangan menyentuhnya l agi sebab pes itu sangat menular. tunggul-tunggul. Seorang tukang celup pakaian sedang mencelup pakaian dalam beraneka ragam warna yang bagus-bagus dan kemudian menjemurnya." "Mati! Channa. Pangeran memperhatikan orang-orang kecil ini yang sederhana dan semua orang keli hatan sibuk sekali." "Channa. Pangeran kembali mohon kepada Raja agar diperkenankan k embali melihat-lihat kota Kapilavatthu. Pada kesempatan ini Pangeran yang berpakaian sebagai anak seorang bangsawan deng an diiringi Channa. dan Tuanku mungkin orangnya kalau Tuanku memegangnya seperti itu. katakanlah." "Apakah tidak ada orang yang dapat menolongnya? Apakah semua orang dapat diseran g penyakit? Apakah penyakit datang secara mendadak?" "Betul. Tidak lama kemudian mer eka berpapasan dengan serombongan orang yang sedang menangis mengikuti sebuah us ungan dipikul oleh empat orang. Untuk kedua kalinya dalam hidupnya. Tetapi Pangeran juga melihat seorang yang sedang merintih-rintih dan bergulingan di tanah dengan ked ua tangannya memegangi perutnya. berjalan-jalan di kota Kapilavatthu. Tidak ada oran g yang dapat mencegahnya. Ia menangis tersedu-sedu.engelu-elukannya. Orang tersebut tetap diam saja dan tidak bergerak meskipun api telah membakarnya dari semua sudut. mengangkatnya. bunga-bunga. sehinggan tidak dapat mengucapkan sepatah kata . Pangeran menjadi semakin sedih dan kembali ke istana untuk merenu ngkan hal ini." "Tetapi adakah lagi orang lain seperti dia?" "Ada. Di muka dan badannya terdapat bercak-bercak ber warna ungu. deng an cepat menghampiri orang itu. engaku mengapakah? " Orang sakit itu sudah tidak dapat menjawab. Tuanku." Pangeran heran dan kaget sekali. tidak ada bendera-bendera. "Channa. Seorang pandai besi dengan badan penuh keringat sedang membuat pisau. Seorang pa ndai emas sedang membuat kalung. jangan sentuh orang itu lama-lama. masih banyakkah hal-hal buruk seperti ini selain sakit pes?" "Memang. semua orang dalam dunia dapat terserang penyakit. apakah itu? Mengapa orang itu berbaring di sana dan membiarkan orang la in membakar dirinya?" "Dia tidak tahu apa-apa lagi. Tidak ada seora ngpun yang dapat mencegahnya." Mendengar ini. Tetapi hari itu Pangeran melihat penduduk yang sed ang sibuk bekerja. apakah ini yang dinamakan mati? Dan apakah semua orang pada suatu waktu akan mati?" "Betul.

sakit. sehingga Beliau menghadiahkan Kisa Gotami sebuah kalung emas yang sedang dipakainya. Yassa yam idiso pati. "Aku juga harus menjad i pertapa seperti itu!" Tidak lama kemudian.pun. aku ini seorang pertapa. Nibbuta nuna so pita. satu ikatan telah terlahir." Yang berarti : "Tenanglah ibunya. di sebuah taman . Pertapa suci. Apakah benar tidak ada jalan untuk menghentikannya? Pangeran pulang. jauh dari gangguan dan keramaian dunia. bandhanam jatam. "Oh." Kemudian pertapa itu berlalu dan terus menghilang. Dalam perjalanan pulang ke istana." Sewaktu Pangeran mengunjungi Kapilavatthu untuk keempat kalinya. Penerangan dan kebahagiaan sedang menunggu. meninggalkan sanak keluarga untuk mencari obat agar o rang tidak menjadi tua. Aku harus mencarinya dan menolong dunia i ni. di manakah obat itu harus dicari?" "Pangeran yang mulia. Sekarang maafkan. Pertapa itu menjawab." Yang berarti : "Satu jerat telah terlahir. aku tidak menginginka n hal-hal dan barang-barang duniawi. Nibbuta nuna sa nari. "Semua orang di dunia ini pada suatu waktu harus mati. meskipun ia seorang Raja atau anak dari seo rang Raja." Pangeran terkejut karena ternyata pertapa ini mempunyai pikiran dan cita-cita ya ng sama dengan dirinya. belum ada orang yang tahu bagaimana cara untuk menghentikannya. aku harus meneruskan perjalanan. dan di kamarnya ia merenungkan persoalan ini sepanjang hari. Pangeran merasa gembira sekali dan berkata di dalam hati. Mangkuk ini aku bawa untuk mengharapkan makanan dari mereka yang berbelas kasih. "Pangeran yang mulia. Yang mempunyai suami seperti Anda. Pangeran bukannya bergembira tetapi mukanya justru menjad i pucat. Pangeran mengangkat kepalanya menghadap langit yang tinggi dan kemudian berkata. aku mencarinya dalam ketenangan dan kesunyian hutan-hutan yang lebat. dan mati. Tenanglah ayahnya. Pangeran berpikir bahwa sangat mengerikan keadaan yang disebut 'mati' itu y ang harus dialami oleh setiap orang. Pangeran bertemu dengan Kisa Gotami yang kare na kagumnya mengucapkan kata-kata sebagai berikut : "Nibbuta nuna sa mata. Pangeran memberi salam kepada pertapa tersebut dan menanyakan kegunaan mangkuk y ang sedang dipegangnya. Selain dari itu. Aku menjauh kan diri dari keduniawian. Tenanglah istrinya. ." Pangeran terkejut dan tergetar hatinya mendengar perkataan "Nibbuta" yang berart i: "tenang." Karena ucapan ini maka bayi yang baru lahir kemudian diberi nama "Rahula". Pangeran berhenti dan duduk beristirahat di bawah pohon jambu. Tiba-tiba Pange ran melihat seorang pertapa berjubah kuning dengan membawa mangkuk di tangan men ghampirinya. Konon diceritakan bahwa perta pa itu adalah seorang dewa yang ingin membantu Pangeran Siddhatta. padam semua nafsu-nafsu". "Rahulajato. datanglah dayang-dayang yang khusus mencari Pangeran untuk memberitahukan bahwa Putri Yasodhara telah melahirkan bayi laki-laki yang sehat. Mendengar berita ini.

ada yang menggulung tubuhnya sambil kepalanya terantuk-antuk di dadanya. usiaku sekarang sudah lanjut. Pada tengah malam. Anugerah supaya mereka yang pernah hadir pada pesta kelahiranku dapat mema damkan semua nafsu keinginannya. relakan kepergianku justru sewaktu Ayah masih hidup. Pangeran terbangun dan memandang ke sekelilingnya. Para pena ri menghentikan tariannya dan mereka pun ikut tidur di ruangan yang sama sambil menunggui Pangeran. sehingga Beliau mengambil kep utusan untuk meninggalkan istana pada malam itu juga. Tangannya menutupi muka Sang bayi. Pangeran merebahkan diri di atas bantal yang dibuat dari benan g-benang emas dan karena letih. sakit. Tunggu saja dan tangguhkan kepergianmu sampai aku sudah mangkat. Aku berjanji bila su dah berhasil. ada yang air liurnya meleleh keluar.BAB II PELEPASAN AGUNG Pangeran Siddhattha Meninggalkan Istana Untuk menyambut kelahiran cucunya. Pangeran kemudian memasuki kamar Yasodhara dan memandangi anaknya dengan gembira dan terharu karena tidak lama lagi Beliau akan meninggalkannya berhubung tekadn ya yang sudah bulat untuk mencari obat agar orang tidak menjadi tua." "Kalau begitu. Raja men jawab bahwa hal-hal di atas itu berada di luar kemampuannya dan masih mencoba un tuk membujuknya dengan mengatakan. dan mati. Pangeran dengan hati-hati me ndekati Raja dan mohon izin untuk mencari obat terhadap usia tua. Anugerah supaya kerajaan ini tidak berubah dan tetap seperti sekarang. 2. ada yang mengigau. ada yang tengkurap. 3. sehingga muka bayi tidak dapat terlihat . 6." "Ayah. Pangeran memanggil Channa dan memerintahkan untuk menyiapkan Kanthaka. halaman 141/2). usia tua. ada yang terlentang. ada yang mulutnya me nganga lebar. dan lain-lain." Raja tetap tidak memberikan izinnya dan Pangeran tetap bersikeras untuk terus me laksanakan cita-citanya. Anugerah supaya tidak menjadi tua. kuda kesa yangannya. Raja Suddhodana menjadi kaget dan kecewa." Mendengar pernyataan di atas. "Anakku. akan kembali ke Kapilavatthu untuk mempersembahkan obat yang telah kutemukan ke hadapan Ayah. 8. Anugerah supaya tidak mati. Anugerah supaya aku dapat mengakhiri kelahiran. 7. Hal ini menimbulkan amarah Raja. 5. Tetapi Pangeran kelihatan tidak gembira. sakit. dan mat i. Anugerah supaya tidak sakit. Anugerah supaya Ayah tetap bersamaku. mohon Ayah memberikan kepadaku: 1. Anugerah supaya semua wanita yang ada di istana bersama sama dengan keraba t lain tetap hidup. Izin tidak diberikan seperti dapat kita ikuti dalam percakapan di bawah ini (dik utip dari buku Mahavastu II." "Tentu saja. tidak lama kemudian Pangeran tertidur. 4. Selanjutnya Pangeran masuk ke ruangan tempat para penari sedang menari diiringi musik yang merdu. anakku. Pangeran m elihat gadis-gadis penari tergeletak tidur simpang siur di lantai dalam sikap ya ng beraneka ragam. Pa ngeran merasa seperti di pekuburan dengan mayat-mayat yang bergelimpangan. Istrinya sedang tidur nyenyak dan memeluk bay inya. aku lebih baik turun tahta daripada tidak meluluskan permin taanmu. kalau tidak diberi izin saya mohon Ayah berkenan memberikan kepadaku dela pan macam anugerah. Peman dangan ini membuat Pangeran jijik dan muak sekali. dan mati. Raja menyelenggarakan satu pesta yang besar d an meriah. "Ayah. Pangeran kemudian pergi ke kamar Yasodhara untuk melihat istri dan an aknya sebelum pergi untuk bertapa.

memotong rambut di kepalanya dengan pedang dan melemparkannya ke udara (yang disambut oleh Dewa Sakka dan membawanya ke surga Tavatimsa untuk dipuja di Culam ani-cetiya). yang membuat Dewa Mara menjadi marah dan mengancam akan terus membuntutinya. Selanjutnya. "Oh. Pangeran semula ingin menggeser sedikit tangan istrinya tetapi hal itu diurungka n karena takut kalau hal ini menyebabkan Yasodhara terbangun dan rencananya untu k meninggalkan istana bisa gagal. Pangeran akan menja di Raja negara Sakya. pedang serta pakaian Pangeran kepada Baginda Raja. mencukur kumisny a. Kembalinya Channa bersama Kanthaka (tanpa Pangeran) ke Kapilavatthu disambut ole h Raja dan seluruh penghuni istana dengan ratapan dan tangisan. aku akan datang kembali dan dengan puas dapat melihat wajah a nak dan istriku. Pangeran hanya berkata dalam hati. Pangeran Siddhattha tidak mendapat kesukaran sewakt u hendak keluar dari pintu gerbang istana dan waktu hendak keluar dari pintu tem bok kota. Channa menyerahkan perhiasan." Kanthaka ikut dengan Channa tetapi belum seberapa jauh berjalan. dan mati. dan Malla. Pangeran memerintahkan Channa untuk kembali ke istana. jubah dalam. berikan kepada Ayahku da n sampaikan pesanku untuk Ayah. Perjalanan diteruskan melintasi perbatasan negara Sakya. kain bawah. Pangeran turun dari ku da. Rahula. Saat itu terang bulan d i bulan Asalha dan Pangeran berusia 29 tahun. dan saringan air." Channa memberi hormat kepada Pangeran dan bersiap-siap untuk kembali. Yasodhara. Setelah sampai di luar kota. Ibu . tetapi Raja tahu bahwa kepergi ." "Jangan Channa." Setelah itu Pangeran meninggalkan istana dengan menunggang Kanthaka yang berbulu putih diikuti oleh Channa yang memegang buntut kuda. Segera setel ah aku memperolehnya. Ibu. Kanthaka. Yasodhara memelu k leher Kanthaka dan bertanya. Kanthaka. Para pengawalnya semua sedang tidur nyenyak dan Channa dengan mudah dapat membuk a pintu agar Pangeran dapat keluar dari istana dan keluar kota. "Tidak ada gunanya hamba diam terus di istana tanpa Tuanku. Koliya. menyampaikan salam perpisahan Pangeran kepada Ibunya dan Yasodhara beserta sege nap keluarga lainnya. Ketika itu Pangeran dicegat oleh Dewa Mara yang jahat dan membujuknya untuk kemb ali ke istana dan ia berjanji bahwa dalam waktu satu minggu. bawa pakaian dan perhiasan ini kembali. kesalahan apakah yang telah kuperb uat terhadapmu dan Channa. sehingga engkau berdua membawa pergi Tuanku Pangeran sewaktu aku sedang tidur nyenyak?" Hal ini membuat Kanthaka sedih dan patah hati . dan Yasodhara untuk jangan terlalu bersusah hati. Pangeran tidak menggubris bujukan Dewa Mara. tetapi nanti setelah aku memperole h apa yang kucari. melepas semua perhiasannya dan memberikannya kepada Channa. ikutlah pulang dengan Channa dan jangan menunggu aku lagi. Rambut yang tersisa sepanjang dua anguli (± dua inci) semasa hidupnya tetap sepanjang itu dan tidak tumbuh-tumbuh lagi. kuda itu berhen ti dan menengok lagi ke belakang agar dapat melihat wajah Pangeran untuk terakhi r kali. pisau. kemu dian dengan satu kali loncatan menyeberangi Sungai Anoma.. Pangeran berhenti sejenak dan memutar kudanya untuk melihat kota Kapilavatthu untuk terakhir kali (di tempat itu kemudian didirikan sebuah cetiya yang dinamakan Kanthakanivattana-cetiya). Seolah-olah sudah diatur t erlebih dulu oleh para dewa. Perkenankanlah hamba ikut Tuanku berkelana. Pangeran mendekati Kanthaka. Kuda itu nampaknya sedih sekali dan matanya basah dengan air mata. aku kembali ke istana untuk memberikannya kepada Ayah. "Ayolah. bia rlah hari ini aku tidak melihat wajah anakku. mengusap-usap dan men epuk-nepuk lehernya dengan penuh kasih sayang sambil berkata. Brahma Chatikara mempersembahkan keperluan seorang bhikkhu kepada P angeran yang terdiri dari delapan jenis barang. Aku akan mencari obat untuk menghentikan usia tua. Sete lah menukar pakaiannya dengan jubah bhikkhu. Meskipun menyesali kepergian Pangeran Siddhattha. mangkuk makanan. sakit. Selanjutnya Channa memberitahukan bahwa Pangeran sekarang berada di tepi Sungai Anoma di negara Malla. "Tidak. Tetapi Kan thaka tidak mau diajak pergi. ikat pinggang. dan kepada semua orang yang ada di dunia ini. jarum. yaitu: jubah luar.

sakit dan mati. sakit. Aku sangat cinta kepada orang tuaku. dan mati. maka Per tapa Gotama melanjutkan perjalanannya untuk mencari orang yang dapat mengajar te ntang hal tersebut." "Baiklah. Aku hendak mencari obat untuk menghent ikan usia tua.annya itu sesuai dengan ramalan pertapa Asita dan Kondañña dan mengharap-harap cemas bila kiranya Pangeran akan berhasil menjadi seorang Buddha. pertapa Siddhattha meneruskan perjalanannya dan tiba di dekat tem pat pertapaan Alara Kalama. Pertapa Gotama mendapat pelajaran tentang cara bermeditas i yang paling tinggi sehingga mencapai keadaan "Bukan-Pencerapan Pun Bukan Bukan -Pencerapan". Raja Bimbisara dilaporkan tentang kedatang an seorang pertapa yang paras mukanya kelihatan agung dan sekarang sedang berist irahat di Pandavapabbata. Vappa. aku berjanji. maka gurunya minta agar ia terus berdiam di tempat ters ebut untuk bersama-sama membina murid-muridnya yang banyak sekali. Di tempat ini Pertapa Gotama diajar cara-cara bermeditasi dan pengertian tentang Hukum Kamma dan Tumimbal lahir. istriku. Bertapa di Hutan Uruvela Dari tepi Sungai Anoma. sakit. Mereka melatih d iri dengan menjemur diri di terik matahari pada siang hari dan pada waktu tengah malam berendam di sungai untuk waktu yang lama. Setelah tujuh hari berdiam di Anupiya. Assaji. tempat Pangeran beristirahat untuk mak an dari hasil perjalanan kelilingnya. yah." Dari Rajagaha. yang pada zaman itu ter kenal sebagai seorang pertapa yang paling pandai. Karena merasa bahwa dengan pengetahuan ini masih belum terjawab tentang sebab-mu sabab dari kelahiran dan bagaimana mengakhiri usia tua. Baginda. dan Kondañña) berlatih dalam berbagai cara penyiksaan diri. Mulai hari itu Raja selalu mengikuti keadaan Pangeran dengan menyuruh orang menyelidiki dan melapor kan kepada Raja segala sesuatu yang dikerjakan Pangeran dan dimana Beliau berada . Mahanama. Karena dalam waktu singkat Pertapa Gotama sudah memahami semua pel ajaran Uddaka-Ramaputta. Demikian hebat sakit yang dideritanya sehin gga dapat diumpamakan sebagai orang kuat yang gagah perkasa memegang seorang yan g lemah di kepala atau lehernya dan menekan dengan sekuat tenaga. Baginda. apa boleh buat. tenang dan teguh serta ulet dalam usahanya." "Kalau tawaranku tidak diterima. dan mati. Ia merapatkan giginya dan menekan kuat-kuat langit-langit mulutnya sehingga keri ngat mengucur keluar dari ketiaknya. Tetapi harap Anda berjanji untuk terlebih dulu mengunjungi Rajagaha apabila kelak berhasil menemukan obat tersebut. Raja Bimbisara datang menemui pertapa Siddhattha dan kemudian menanyakan nama. Dari Uddaka-Ramaputta. Anda sendiri dan kepada semua orang. Pangeran pada suatu pagi berjalan ke arah Rajagaha unt uk mulai dengan meminta-minta makanan kepada penduduk. Pangeran pergi ke kebun mangga di Anupiya. Di tempat ini pertapa Siddhattha (juga disebut Perta pa Gotama) berguru kepada Alara Kalama dan dalam waktu singkat sudah dapat menya mai kepandaian gurunya. ana kku. Tetapi Pertapa Gotama masih belum puas sebab ia masih belum mendapat jawaban ten tang bagaimana mengakhiri usia tua. selalu waspada. "Mengapa Anda melakukan hal ini? Apakah Anda berselisih paham dengan ayah Anda? Tinggal saja denganku di sini dan aku akan menghadiahkan Anda setengah dari kera jaanku. Pertapa Gotama kemudian pergi ke Senanigama di Uruvela dan di tempat inilah Pert apa Gotama bersama-sama dengan 5 orang pertapa lain (Bhaddiya. maka Pertapa Gotama lalu melakukan latihan yang lebih berat lagi. Kedatangan Pangeran di Ra jagaha ternyata mendapat perhatian dari seorang pembantu Raja Bimbisara yang ter us mengikutinya sampai di Pandavapabbata. Karena itulah aku menjadi seorang pertapa. Pertapa Gotama kemudian berguru kepada Uddaka-Ramaputta. Karena masih saja belum berhasi l. Dengan sakit yang demikian hebat yang diderita tubuhnya ia berusaha agar batinny a jangan melekat. Setelah berusaha beberapa lama dan melihat bahwa usaha ini tidak membawanya ke P . n ama orang tuanya dan mengapa ia menjadi seorang pertapa." "Terima kasih banyak.

Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang masih terikat kepada kesenangan nafsu -nafsu indria dan batinnya masih ingin menikmatinya pasti tak akan berhasil. Ia merupakan tengkorak hidup dengan tulang-tulang dila pisi kulit dan dagingnya sudah tidak ada lagi. Untung pada waktu itu lewat seorang anak penggemb ala kambing bernama Nanda yang melihatnya sedang tergeletak kehabisan tenaga di tepi sungai. aku ingin mendapatkan hawa panas. Sejak hari itu Pertapa Gotama diberi makan air tajin untuk mengembalikan kekuatan dan kesehatannya dan tidak lama kem . kesehatannya memburuk dan badannya kurus sekali. "Aku ingin membuat api. Secara tiba-tiba timbul dalam batinnya tiga buah peru mpamaan yang sebelumnya tak pernah terpikir. ia berhenti dan mencoba cara yang lain. ia kemudian melihat bahwa cara ini tidak memba wanya ke Penerangan Agung. Ketiga: Kalau sekiranya sepotong kayu kering diletakkan di tanah yang kering dan seorang membawa sepotong kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan mengg osok-gosoknya) dan ia pikir. Ia kemudian sedikit dem i sediki menahan nafasnya sampai nafasnya tidak lagi keluar melalu hidung atau m ulut. Warna kulitnya beruba menjadi hit am dan rambutnya banyak yang rontok. Kala perutnya d itekan maka tulang punggungnya dapat dipegang dan kalau punggungnya ditekan maka perutnya dapat dipegang. "Aku ingin membuat api. tenang dan teguh serta ulet dalam usahanya. Kemudian timbul sakit yang hebat di kepala dan di perut disusul d engan panas yang menjalar ke seluruh tubuh. Selanjutnya ia berpuasa dan tidak makan apa-apa sampai berhari-hari atau mengura ngi makannya sedikit demi sedikit sampai makan hanya beberapa butir nasi satu ha ri." Orang ini pasti dapat membuat api dari kayu kering itu. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang tidak terikat lagi kepada kesenangan nafsu-nafsu indria tetapi batinnya masih ingin menikmatinya pasti juga tidak aka n berhasil. aku ingin mendapatkan hawa p anas. Setelah merenungkan tiga perumpamaan tersebut maka Pertapa Gotama mengambil kepu tusan untuk berhenti berpuasa." Orang ini tidak mungkin dapat membuat api dari kayu yang basah itu dan ia hanya akan memperoleh keletihan dan kesedihan. Waktu siuman ia sudah tidak kuat lagi untuk berdiri. tetapi dengan mengeluarkan suara mendesis yang mengerikan keluar melalui l ubang telinga. aku ingin mendapatkan hawa panas. Sehabis mandi di sungai dan ingin kembali ke gubu knya.enerangan Agung. selalu waspada. ia berusaha agar batinn ya jangan melekat. Pertapa Gotama terjatuh dan pingsan di tepi sungai. Setelah berusaha beberapa lama dan melihat bahwa usaha ini tidak membawanya ke P enerangan Agung." Orang ini tidak mungkin dapat membuat api dari kayu yang basah itu dan ia hanya akan memperoleh keletihan dan kesedihan. maka pertapa dan Brahma na itu berada dalam keadaan yang baik sekali untuk memperoleh Penerangan Agung. Kedua: Kalau sekiranya sepotong kayu basah diletakkan di tanah yang kering dan seorang membawa sepotong kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan menggo sok-gosoknya) dan ia pikir. Begitu pula para pertapa dan Brahmana yang tidak terikat lagi kepada kesenangan nafsu-nafsu indria dan batinnya juga tidak terikat lagi. Pertama: Kalau sekiranya sepotong kayu diletakkan di dalam air dan seorang membawa sepoto ng kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan menggosok-gosoknya) dan ia pikir. Kalau berdiri tidak bisa diam karena kakiny a gemetaran. Tentu saja. "Aku ingin membuat api. Dengan cepat ia memberikan pertapa itu air susu kambing sehingga de ngan perlahan-lahan tenaga Pertapa Gotama pulih kembali dan ia dapat melanjutkan perjalanannya ke gubuk tempat ia bertapa. ia berhenti dan mencoba cara yang lain. Seperti cara-cara yang terdahulu. Dengan sakit yang demikian hebat yang diderita tubuhnya.

Nyonya. Dalam hatinya ia berkata. Semoga beban hidup akan engkau terima dengan ringan. Kalau di tarik terlalu kendur ia tak dapat mengeluarkan suara. maka hatiku dengan mudah mendapat kepuasan." Sujata gembira sekali mendengar berita tersebut. Ia tidak tahu bahwa orang yang dikira sebagai dewa pohon sebenarnya adalah Pertapa Gotama. Pertapa Gotama mengangkat kepalanya dan memandang dengan heran kepada rombongan penari ronggeng tersebut. apaka h engkau sekarang bahagia dan apakah kehidupan yang disertai cinta saja sudah me muaskan?" "Tuanku yang terpuja. Sa mbil berjalan mereka bergurau dan bergembira dan seorang diantaranya menyanyi de ngan syair sebagai berikut: "Kalau tali gitar ditarik terlalu keras. menyambut suamiku yang pulang dari pek erjaan. sehingga dengan demiki an kesehatannya pulih kembali. Sedikit tetesan air hujan sudah cukup untuk memenuhi mangkuk bunga lily. Karena itu dengan persembahanmu ini. Alangkah beruntungnya bahwa dewa pohon berkenan untuk menerima sendiri pe rsembahan Nyonya. "Sungguh aneh keadaan di dunia ini bahwa seorang Bodhisatta (calon Buddha) harus menerima pelajaran dari seorang penari ronggeng. dewa pohon itu sendiri telah datang dari khayangan untuk menerima langsung persembahan Nyonya. Pada suatu hari serombongan penari ronggeng lewat dekat gubuk Pertapa Gotama. memberi persembahan kepada para dewata.udian Pertapa Gotama sudah dapat makan juga makanan lain. "Dengan maksud apakah engkau membawa makanan ini?" "Tuanku yang terpuja. Suaranya tidak boleh terla lu rendah atau keras. Orang yang memainkannyalah yang harus pandai menimbang dan mengira. Aku sudah m erasa bahagia dapat memandang wajah suamiku yang sabar atau melihat senyum bayi ini. Pertapa Gotama menyambut persembahan ini. talinya putus. Setelah makanan selesai dimasak . memasak . Pertapa Gotama dianggap telah gagal dalam pertapaannya dan tidak mungkin akan memperoleh Penerangan Agung. Setiap hari dengan senang hati aku mengurus pekerjaan rumah tangga. Setelah habis makan terjadilah percaka pan antara Pertapa Gotama dengan Sujata seperti di bawah ini. karena aku tidak menuntut banyak. Karena bodoh aku telah menarik demikian keras tali kehidupan. Aku bukanlah dewa pohon. Beliau sekarang sedang duduk bermeditasi di bawah pohon." Kemudian Pertapa Gotama menyingkap kain yang menutup kepala bayi dan meletakkan tangannya di dahinya sambil memberi berkah: "Semoga berkah dan keberuntungan selalu menjadi milikmu. lagunya hilang. Tetapi adikku yang baik. tetapi seorang putra raja yang telah enam tahun menjadi pertapa untuk mencari sinar terang yang dapat dip akai untuk memberi penerangan kepada manusia yang berada dalam kegelapan." Di dekat tempat itu tinggal pula seorang wanita muda kaya raya bernama Sujata. Da lam hal ini persembahan makananmu telah banyak membantu karena sekarang badanku menjadi kuat dan segar kembali. engkau akan mendapat berkah yang sangat besar. sehingga hampir-hampir saja putus." Mendengar nyanyian itu. Namun lima orang kawannya yang bersama-sama bertapa merasa kecewa sekali karena dengan berhenti berpuasa. Hari itu Sujata mengirim pelayannya ke hutan unt uk membersihkan tempat di bawah pohon dimana ia ingin mempersembahkan makanan ya ng lezat-lezat kepada dewa pohon. Sujata merasa kagum melihat dewa pohon dengan wa jah yang agung sedang bermeditasi. Aku ya kin dalam waktu dekat ini aku akan berhasil memperoleh sinar terang tersebut. meskipun belum cukup untuk membuat tanah menjadi basah. Memang seharu snya aku tidak boleh menarik tali itu terlalu keras atau terlalu kendur. Dengan hati-hati makanan ditempatk an ke dalam mangkuk dan dengan hormat dipersembahkan kepada Pertapa Gotama yang dikira Sujata adalah dewa pohon. berangkatlah Sujata ke hutan. Mereka meninggalkannya dan pergi ke Taman Rusa di Benares. coba katakan. S ujata ingin membayar kaul kepada dewa pohon karena permohonannya supaya diberi s eorang anak laki-laki terkabul. Ia agak terkejut waktu pelayannya dengan tergesa-gesa kembali dan memberitahukan . apalagi sekarang dengan dilahirkannya seorang anak laki-laki yang menuru . "Oh. makanan yang telah aku persembahkan kepada Tuanku adalah u capan terima kasihku karena Tuanku telah meluluskan permohonanku agar dapat dibe ri seorang anak laki-laki.

semoga aku pun akan mendapatkan apa yang aku cari. keserakahan. hantu-hantu jahat. tinggi hati dan mem andang rendah kepada orang lain. dewa hawa nafsu. takut terhadap jin-jin. Melihat bala tentara yang demikian besar datang. Mara sendiri me mbawa berbagai macam senjata dan duduk di atas gajah Girimekhala yang tingginya 150 league. aku bertekad untuk tidak bangun dari temp at ini sebelum memperoleh Penerangan Agung dan mencapai Nibbana. kem udian mempersiapkan tempat duduk di sebelah Timur pohon itu dengan rumput kering yang diterima dari pemotong rumput bernama Sotthiya. urat-uratku dan tulang-tulangku akan musnah dan darahku habis menguap. Tiba di tepi sungai Pertapa Gotama melempar mangkuknya ke tengah sungai dan berkata. Aku. seperti Maha-Brahma. yang engkau p andang sebagai seorang dewa. sedangkan tingginya 9 league. sebab buah yang m anis muncul dari pohon yang baik dan buah yang pahit keluar dari pohon yang penu h racun. Pada saat itu muncul Mara. Bala tentara itu ke depan.t buku-buku suci akan membawa berkah kalau kelak kami meninggal dunia. Rajanaga Mahakala dan lain-lain cepat-cepat menyingkir dari tempat itu dan Pertapa Gotam a ditinggal sendirian dengan hanya berlindung kepada sepuluh Paramita yang sejak lama dilatihnya. dalam buku-buku suci digambarkan sebagai perjuangan melawan Dewa Mara yang jahat. yaitu meditasi dengan me nggunakan obyek keluar dan masuknya nafas. Ia menuju ke tepi Sungai Nerañjara dalam perjalanannya ke Gaya. malas dan tid ak suka mengerjakan apa-apa. Bumi telah menjadi saksi bahwa Pertapa Gotama lulus dari semua percobaan-percoba . disertai bala tentaranya yang maha bes ar. Apakah yang harus ditakuti oleh orang yang berkelakuan baik kalau nanti tiba saatnya harus mati?" Mendengar penjelasan Sujata maka Pertapa Gotama menjawab. Dengan tekad yang bulat . Sakka. Semua usaha Mara untuk menakut-nakuti Pertapa Gotama dengan hu jan besar disertai angin kencang dan halilintar yang berbunyi tak henti-hentinya diikuti dengan pemandangan-pemandangan lain yang mengerikan ternyata gagal semu a dan akhirnya Mara menyambit dengan Cakkavudha yang ternyata berubah menjadi pa yung yang dengan tenang bergantung dan melindungi kepala Pertapa Gotama. seperti keinginan kepada benda-benda duniawi. meskipun engkau tidak belajar apa-apa namun engkau tahu jalan kebena ran dan menyebar keharumanmu ke semua pelosok. keras kepala. ia kemudian berkata dalam hati. semua dewa yang sed ang berkumpul di sekeliling Pertapa Gotama. Perjuangan hebat dalam batin Pertapa Gotama melawan keinginan dan nafsu-nafsu ti dak baik. mangkuk ini akan mengalir melawan arus dan bukan mengikuti a rus. seperti dapat diikuti dalam pembabaran berikut ini. "Kau sudah mengajar kepada orang yang seharusnya menjadi gurumu. "Dengan disaksikan oleh bumi. minta didoakan supaya aku dapat berhasil melaksanak an cita-citaku. ke kanan dan ke kiri. keinginan yang sangat dan melekat kepada benda-benda." Suatu keajaiban terjadi karena mangkuk itu ternyata mengalir melawan arus. yang bermaksud menghalang-halangi Pe rtapa Gotama memperoleh Penerangan Agung. Ia memi lih tempat untuk bermeditasi di bawah pohon Bodhi (Latin : Ficus Religiosa). keragu-r aguan. "Kalau memang w aktunya sudah tiba. keinginan untuk dipuji dan dihormat i dan hanya melakukan hal-hal yang membuat dirinya terkenal. Tidak berapa lama pikiran-pikiran yan g tidak baik mengganggu batinnya." Kemudian Pertapa Gotama melakukan meditasi Anapanasati. lebarnya 12 league dan ke b elakang sampai ke ujung cakrawala. Sebagaimana engkau sudah mendapat kepuasan. perasaan lapar dan haus yang luar biasa. Penerangan Agung Pertapa Gotama meneruskan perjalanannya dan pada sore hari tiba di Gaya." "Semoga Tuanku berhasil mencapai cita-cita Tuan sebagaimana aku berhasil mencapa i cita-citaku. Juga aku tahu bahwa kebaikan datang dari perbuatan baik dan kemalangan datang dari perbua tan jahat yang berlaku bagi semua orang dan pada setiap waktu. Di tempat itulah Pertapa G otama duduk bermeditasi dengan wajah menghadap ke Timur. dalam penjelasa nmu yang sederhana itu terdapat sari kebajikan yang lebih nyata dari kebajikan y ang tinggi." Pertapa Gotama kemudian melanjutkan perjalanan dengan membawa mangkuk kosong. meskipun kulitku. kebodohan. tidak menyukai kehidupan suci yang bersih dan baik.

binatang hutan yang biasanya saling bermusuhan pada waktu itu dapat hidup berdampingan dengan damai. seluruh tempat itu penuh dengan kehadiran para dewa yang turut bergembira dan ingin melihat orang yang berhasil mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha. Sekarang Ia mendapat jawaban tentang cara untuk mengakhiri penderitaan. ketidakb ahagiaan. yaitu kebijaksanaan untuk dapat melihat dengan terang kelahiran-kelahiranNya yang dulu. yaitu kebijaksanaan yang dapat menyingkirkan secara menyelur uh semua Asava (kekotoran batin yang halus sekali). setelah bertapa selama 6 tahun menjadi Buddha pada usia 35 tahun. Pada waktu jaga kedua. Demikianlah Pangeran Siddhattha yang dilahirkan pada saat purnama sidhi di bulan Vaisak tahun 623 S. Batin-Nya menjadi tenang sekali dan penuh kedam aian karena sekarang Ia mengerti semua persoalan hidup dan Ia telah menjadi Budd ha. yaitu antara jam 18. usia tua dan kematian." Dikisahkan bahwa pada saat itu bumi bergetar karena gembira dan di udara sayup-s ayup terdengar suara musik yang merdu. Dengan ini Ia telah menjadi orang yang paling bijaksana da lam dunia yang dapat menjawab pertanyaan yang disampaikan kepadaNya.00-04. Dengan demikian Ia mengerti sebab dari semua keburukan dan juga mengerti cara un tuk menghilangkannya." Artinya : "Dengan sia-sia Aku mencari Pembuat Rumah ini Berlari berputar-putar dalam lingkaran tumimbal lahir Menyakitkan. Pertapa Gotama dengan suara lan tang mengeluarkan pekik kemenangan sebagai berikut: "Anekajati samsaram Sandhavissam anibbissam Gahakarakam gavesanto Dukkha jati punappunam Gahakaraka! dittho'si Punageham na kahasi Sabba to phasuka bhagga Gahakutam visamkhitam Visamkharagatam cittam Tanhanam khayamajjhaga. Pembuat Rumah. pohon-pohon mendadak berbunga dan menyebark an bau harum ke seluruh penjuru. Pertapa Gotama memper oleh Asavakkhayañana. Para d ewa yang menyingkir sewaktu Mara tiba dengan bala tentaranya datang kembali dan semua bersuka cita dengan keberhasilan Pertapa Gotama. meninggalkan istana pada usia 29 tahun. Pada waktu jaga ketiga.00 pagi. Pertapa Gotama memperoleh C utupapatañana. penuh kebahagiaan. Tumpukan karma yang berlainan inilah yang membuat satu makhluk be rbeda dari makhluk lain. . Hal ini terjadi pada waktu jaga pertama. yaitu antara jam 22. Gajah Girimekhala berlutut di hadapan Pertapa Gotama dan Mara menghilang dan lari bersama-sama dengan bala tentaranya. yaitu antara jam 02.00. Pertapa Gotama memperoleh Pubbenivasanussatiñan a.00-22. tumimbal lahir yang tiada habis-habisnya Oh. kesedihan. menikah pada usia 16 tahun.an dan layak untuk menjadi Buddha.M.00-02.00 . Kemampuan ini juga dinamakan Dibbacakkhuñana. yaitu kebijaksanaan untuk dapat melihat dengan terang kematian dan tumimbal lahir kembali dari makhluk-makhluk sesuai dengan tumpukan karma mereka masing-masing. Dengan muka bercahaya terang. Setelah berhasil mengalahkan Mara. sekarang telah Kuketahui Engkau tak akan dapat membuat rumah lagi Semua atapmu telah Kurobohkan Semua sendi-sendimu telah Kubongkar Batin-Ku sekarang mencapai keadaan Nibbana Dan berakhirlah semua nafsu-nafsu keinginan. yaitu kebij aksanaan dari Mata Dewa.

diiringi nyanyian yang merdu dan b isikan yang memabukkan. sehingga akhirnya ti ga orang dewi hawa nafsu meninggalkan Sang Buddha. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Ajapala Nigrodha (p ohon beringin). dan Kuvera dari Utara) datang menolong dengan memb awa seorang satu mangkuk yang dipersembahkan kepada Sang Buddha. Tapussa dan Bhallika. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Rajayatana. Sang Buddha berdiri beberapa kaki dari pohon Bodhi dan mema ndanginya terus-menerus dengan mata tidak berkedip selama satu minggu sebagai uc apan terima kasih dan penghargaan kepada pohon yang telah memberi-Nya tempat unt uk berteduh sewaktu berjuang untuk mencapai tingkat Buddha. Mereka menampakka n diri sebagai tiga orang gadis yang elok dan menggiurkan yang dengan berbagai m acam tarian yang erotis (penuh nafsu birahi). Sang Buddha agak tertegun sejenak karena mangkuk yang Beliau terima dari Sujata telah dihan yutkan di Sungai Neranjara dan sejak zaman dahulu tidak pernah seorang Buddha me nerima makanan dengan kedua tangan-Nya. Pada waktu itulah Sang Budd ha mengucapkan kata kata sebagai berikut: "Berbahagialah mereka yang bisa merasa puas. jingga dan campuran kelima warna tersebut. Sang Buddha bermeditasi di bawah pohon Mucalinda. Setelah Sang Buddha selesai makan kedua pedagang itu memohon agar diterima seb agai pengikut. Tiba-tiba empat orang dewa dari empat pe njuru alam (Catumaharaja yaitu Dhatarattha dari sebelah Timur. yaitu keadaan yang terbebas sama sekali dari gangguan-g angguan batiniah. Karena w aktu itu turun hujan lebat. maka datanglah seekor ular kobra yang besar sekali d an melibatkan badannya tujuh kali memutari badan Sang Buddha dan kepalanya memay ungi Sang Buddha supaya jangan sampai terkena air hujan. Virulhaka dari Se latan. Mereka diterima sebagai upasaka-upasaka pertama yang berlindung kepada Sang Budd ha dan Dhamma.Tujuh Minggu Setelah Penerangan Agung Selama minggu pertama. dua orang pedagang le wat di dekat tempat Sang Buddha sedang duduk. sekarang pun umat Buddha memberi penghor matan kepada pohon Bodhi. Dengan demikian Sang Buddha dapat menerima persembahan dari Tapussa dan Bhallika . Selama minggu keenam. Arati. Selama minggu kedua. Selama minggu ketiga. Di kamar permata itulah Sang Buddha bermeditasi mengenai Abhidhamma. Lenyapnya 'Sang Aku' merupakan be rkah yang tertinggi. Selama minggu keempat. yaitu ajaran mengenai ilmu jiwa dan metafisika. Virupakkha dari Barat. u lar itu berubah bentuknya menjadi seorang anak muda." Selama minggu ketujuh. dan Raga masih berusaha untuk mengganggu-Nya. Berbahagialah yang hidup di dunia dengan tidak me lekat kepada apa pun dan mengatasi hawa nafsu. Mengikuti apa yang t elah dilakukan oleh Sang Buddha dahulu. sehingga batin-Nya tenang sekali dan penuh kedamaian. Tetapi Sang Buddha menutup mata-Nya dan tidak mau melihat. Kemudian mereka mohon diberikan suatu benda yang dapat mereka baw . Berbahagialah mereka yang bersimpati kepada makh luk-makhluk lain di dunia ini. Pada h ari ke-50 pagi hari. Sang Buddha berdiam di kamar batu permata yang diciptakan -Nya. Sang Buddha men erima empat mangkuk tersebut dan dengan kekuatan gaib-Nya dijadikan satu mangkuk . putih. Mereka. Batin dan badan jasmani-Nya telah men jadi demikian bersih. sehingga mengeluarkan sinar-sinar berwarna biru. Berbahagialah mereka yang dapat men dengar dan melihat kesunyataan. Kini warna-warna tersebu t diabadikan sebagai bendera umat Buddha. meng hampiri Sang Buddha dan mempersembahkan makanan dari beras dan madu. kuning. Sang Buddha berjalan mondar-mandir di atas jembatan emas y ang diciptakan-Nya di udara karena melalui mata dewa-Nya. berusaha untuk merayu dan menarik perhatian Sang Buddha. Selama minggu kelima. m erah. Sang Buddha duduk bermeditasi di bawah pohon Bodhi dan me nikmati keadaan Nibbana. Di sinilah tiga orang anak Mara yai tu Tanha. setelah berpuasa selama tujuh minggu. Sang Buddha mengetahui bahwa ada dewa-dewa di surga yang masih meragukan apakah Beliau benar telah men capai Penerangan Agung. tidak jauh dari pohon Bodhi. Waktu hujan berhenti.

Karena itu Sang Buddha mengambil ketetapan hati untuk mengajar Dhamma demi belas kasih-Nya kepada umat manusia. Sang Buddha menjawab bahwa Beliau adalah orang Yang Mah a Tahu dan tidak mempunyai guru siapa pun juga. Sang Buddha dapat mengetahui bahwa memang ada orang-orang yang tidak lagi terikat kepada hal-hal duniawi dan mudah mengerti Dhamma. mere ka mendirikan sebuah pagoda untuk memuja Kesa Dhatu ini. Tapussa dan Bhallika melanjutkan perjalanannya. Tetapi Upaka nampaknya sama seka li tidak terkesan. berkenan menga jar Dhamma. Penguasa dunia ini. Setelah makan." Artinya: "Terbukalah pintu Kehidupan Abadi Bagi mereka yang mau mendengar dan mempunyai keyakinan. Dalam perjalanan ke S ungai Gaya. sedangkan Sang Buddha sendiri juga melanjutkan perjalanan-Nya ke Benares . Setelah memberi hormat yang layak. Brahma Sahampati be rkata kepada Sang Buddha.a pulang. Ada makhluk-makhluk yang dihinggapi sedikit kekotoran batin Ajarkanlah Dhamma demi kasih sayang kepada mereka. Sebab Dhamma itu dalam sekali dan sulit untuk dimengerti sehingga timbul perasaa n enggan dalam diri Sang Buddha untuk mengajar Dhamma. tetapi para dewa segera me mberitahukan bahwa Alara seminggu yang lalu telah meninggal dunia." Perhatian-Nya kemudian ditujukan kepada Alara Kalama. Selanjutnya Sang Buddha mengalihkan perhatian-Nya kepada lima orang pertapa yang pernah bersama-sama melakukan pertapaan. Kesediaan-Nya itu diutarakan dengan mengucapkan kata-kata sebagai berikut: "Aparuta tesam amatassa dvara Ye sotavanto pamucantu saddhami. Sang Buddha meren ung apakah Dhamma yang Beliau temukan akan diajarkan kepada khalayak ramai atau tidak. Upaka bertanya si apakah guru Sang Buddha. turun dari Brahmaloka dan berdir i di hadapan Sang Buddha. " Dengan mata dewa." Artinya: "Brahma Sahampati." Hingga kini permohonan Brahma Sahampati kepada Sang Buddha tetap diperingati den gan permohonan kepada seorang bhikkhu untuk mengajar Dhamma yang berbunyi sebaga i berikut: "Brahma ca lokadhipati Sahampati Katañjali andhivaram ayacatha Santidha sattapparajakkhajatika Desetu Dhammam anukampimam pajam. Te rpesona melihat Sang Buddha yang wajah-Nya demikian cemerlang. Dalam dunia ini terdapat juga orang-orang yang sedikit dihinggapi ke kotoran batin dan mudah mengerti Dhamma yang akan diajarkan. Ia menggelengkan kepala dan kemudian meneruskan perjalanannya . Sang Buddha mengusap kepala-Nya dengan tangan kanan dan memberikan beb erapa helai rambut (Kesa Dhatu = Relik Rambut). Sang Buddha segera berangkat menuju ke Taman Rusa Benares. demi belas kasih-Nya kepada para manusia. Kelima orang itu sekarang berada di Ta man Rusa di kota Benares ibukota negara Kasi. Sang Buddha bertemu dengan seorang pertapa Ajivaka bernama Upaka. Tiba-tiba Brahma Sahampati. "Semoga Sang Tathagata. Tapussa dan Bhallika dengan gemb ira menerima Kesa Dhatu tersebut dan setelah tiba di tempat mereka tinggal. Kemudian perh atian-Nya ditujukan kepada Uddaka Ramaputta. Penguasa dunia ini Merangkap kedua tangannya dan memohon. namun para dewa juga mengatakan bah wa kemarin malam Uddaka meninggal dunia.

Kita sebaiknya juga jangan menawarkan diri untuk menyambut mangkuk dan jubahnya. Siapakah yang mau mengurus seorang pertapa yang telah gagal?" Waktu Sang Buddha datang lebih dekat. mereka melihat sendiri Beliau menghentikan semua usaha untuk menemukan Penerangan Agung dan sekarang Beliau d atang kepada mereka untuk memberitahukan bahwa Beliau telah menemukan Penerangan Agung itu. Engkau dapat menyelami sendiri keadaan itu yang berada di atas hidup dan mati. Lagipula kita ja ngan memberi hormat kepadanya. Pinggiran ekstrim pertama ialah mengumbar nafsu-nafsu yang bersifat rendah. Setelah mengambil tempat duduk. Dengarlah apa yang kukatakan. tidak mulia dan tidak berfaedah. Ia boleh menggunakannya kalau mau dan kalau tidak mau. mereka seolah-olah lupa kepada apa y ang mereka sepakati. "Sahabat (avuso) Gotama. Aku tidak pernah berhenti berusaha. mana mungkin Anda sekarang telah menemukannya?" "Kamu keliru. Setelah seka rang Anda kembali kehidupan yang penuh kesenangan dan kenikmatan dan berhenti be rusaha dan melatih diri. Khotbah pertama diucapkan oleh Sang B uddha tepat pada saat purnama sidhi di bulan asalha. tidak mulia dan tidak berfaedah. sewaktu kami masih berdiam bersama-sama Anda. sedangkan yang lain sibuk menyiapkan tempat duduk dan yang lain lagi be rgegas mengambil air untuk membasuh kaki Sang Buddha. Seorang diantara mereka maju ke depan dan dengan hormat menyambut mangkuk dan ju bah-Nya. Aku tidak kembali ke kehidupan yang penuh kesenangan dan kenikmatan. Meskipun mereka semula sudah sepakat untuk tidak menghormat kepada Sang Buddha. Jalan Tengah dengan menghindari kedua pingg . Tetapi dengan segala cara penyiksaan diri itu ternyata Anda t idak berhasil menemukan apa yang Anda cari. Pertapa. Sang Buddha lalu berkata "Dengarlah. dan melatih diri seperti yang akan kuajarkan dalam waktu singkat engkau pun dapat mengerti. oh Pertapa. hanya dilakukan oleh orang yang masih berkeluarga. Pinggiran ekstrim kedua ialah menyiksa diri. "Kawan-kawan. ia boleh berdiri saja . ia adalah orang yang senang dengan kenikmatan dunia. Kita hanya menyediakan tikar untuk tempat dudukn ya. Ak u sesungguhnya telah memperoleh Kebijaksanaan yang Tertinggi. Seorang dari lima pertapa itu mengatakan. Karena itu mereka tidak percaya akan apa yang Sang Buddha katakan. Sebaiknya kita tidak usah menyapanya. kepadamu. yang menimbulkan kesakitan yang heb at. M ereka menjawab. Ia tergelincir dari kehidupan suci dan kembali ke kehidupan yang penuh k esenangan dan kenikmatan. Dan dapat mengajar kamu untuk juga memperoleh Kebijaksanaan tersebut untuk dirimu sendiri. oh Bhikkhu. Dhammacakkappavattana Sutta Di bawah ini diuraikan singkatan dari khotbah tersebut. mereka melihat bahwa ada sesuatu yang beru bah dan Sang Buddha tidak sama dengan Pertapa Gotama yang dulu mereka kenal. Seba b mereka melihat sendiri Beliau berhenti berpuasa. Akan kuajarkan. kelima orang pertapa melihat Sang Buddha sedang memasuk i Taman Rusa. Akan k uberitahukan kepadamu. tetapi sekarang juga dalam kehidupan ini bahwa apa yang kukatakan itu adalah benar. yaitu Penerangan Agung." Setelah itu kelima pertapa bersedia mendengarkan khotbah-Nya. yang belum pernah mereka lihat sebe lumnya. sifat khas dari orang yang te rikat kepada hal-hal duniawi.BAB III PEMUTARAN RODA DHAMMA Setelah tiba di Benares. Per tapa Gotama sedang memasuki taman. "Dua pinggiran yang ekstrim. Anda tela h berlatih dan menyiksa diri Anda seperti yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun juga di seluruh Jambudipa. lihat. Maka Sang Buddha m emberikan khotbah-Nya yang pertama yang kelak dikenal sebagai Dhammacakkappavatt ana Sutta (Khotbah Pemutaran Roda Dhamma). bukan nanti kelak kemudian hari. Kalau engkau ingin mendengar." Tentu saja kelima pertapa merasa heran sekali mendengar ucapan Sang Buddha. b elajar. Karena itulah kami menganggap Anda sebagai pemim pin dan guru kami. yang harus dihindari oleh seorang bhikk hu. namun sewaktu Sang Buddha mendekat. Aku telah menemukan jalan yang menuju ke keadaan terbebas dari kematian. Ia sekarang kelihatannya lebih mulia dan agung.

Kondañña memperoleh Mata Dhamma karena dapat mengerti (añña) dengan jelas makna khotbah tersebut dan menjadi seorang Sotapanna ( makhluk suci tingkat kesatu). Kebijaksanaan . sedih. diatasi. Pandangan. "Mari (ehi) bhikkhu." Setelah Sang Buddha selesai berkhotbah. Daya upaya Benar. Kemudian timbul dalam diri-Ku. Perbuatan Benar. mati. Pandangan. Penglihatan. dan dilepaskan. Selanjutnya. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang dukkha y ang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. sehingga kuperoleh Pandangan Terang. keinginan untuk menikmati na fsu-nafsu indria. Lima hari setelah memberikan khotbah pertama. ditinggalkan. Anattalakkhanasutta . dilenyapkan. Dua hari setelah itu. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Lenyapn ya Dukkha: nafsu-nafsu keinginan (tanha) yang secara menyeluruh dapat disingkirk an. dan Nibbana. Pikiran Benar. Penglihatan. Secara singkat dapat dikatakan bahwa Lima Khanda (Lima Kelompok Kehidupan/Kegema ran) itu adalah penderitaan. Sejak hari itu Sang Buddha tinggal di Taman Rusa dan tiap hari Beliau memberikan uraian Dhamma kepada lima orang pertapa tersebut. Ketenangan. Pandangan. Selama pandangan-Ku terhadap Kesunyataan Mulia yang disebut di atas masih belum jelas benar mengenai tiga seginya dan dua belas jalannya. Kebijaksa naan. Kemudian timbul dalam diri-Ku. oh Bhikkhu. Kebijaksanaan . Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Jalan Me nuju Lenyapnya Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. Kebijaksanaan . Penerangan agung. Laksanakan kehidupan suci dan singkirkanlah penderitaan. terpisah dari sesuatu yang disukai dan tidak mem peroleh sesuatu yang didambakan. Dengan demikian timbul dalam diriaKu Pandangan Terang dan Pengetahuan bahwa Aku sekarang telah terbebas sama sekali dari keharusan untuk terlahir kembali di dun ia ini dan kehidupanKu yang sekarang ini merupakan kehidupan-Ku yang terakhir. Penglihatan. Selanjutnya. mara. Pengetahuan Tertinggi. Ucapan Benar. berhubungan den gan sesuatu yang tidak disukai. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Jalan M enuju Lenyapnya Dukkha: Pengertian Benar. Perhatian Benar dan Konsentrasi Ben ar. pertapa Vappa dan Bhaddiya memperoleh Mata Dhamma dan kemu dian ditahbiskan oleh Sang Buddha dengan menggunakan kalimat "ehi bhikkhu". pertapa Mahanama dan Assaji memperoleh Mata Dhamma dan di tahbiskan oleh Sang Buddha dengan menggunakan kalimat "ehi bhikkhu". Pandangan. pertapa. usia tua. oh Bhikkhu. ratap tangis. Dhamma telah dibabarkan dengan jelas . oh Bhikkhu. keinginan untuk hidup terus-menerus secara abadi dan keinginan untuk memusnahkan diri. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Asal Mu la Dukkha: nafsu keinginan yang tidak habis-habisnya (tanha). oh Bhikkhu. Penghidupan Benar. Añña Kondañña yang sekarang tidak meragu-ragukan lagi ajaran Sang Buddha mohon untuk dap at diterima sebagai murid. melekat kepada ken ikmatan dan nafsu-nafsu yang minta diberi kepuasan. Kemudian timbul dalam diri-Ku. Aku belum dapat menunt ut dan menyatakan dengan pasti bahwa Aku telah memperoleh Penerangan Agung yang tiada bandingnya di alam-alam para dewa. inilah yang dinamakan Kesunyataan Mulia tentang Dukkha: dilahirkan. Penglihatan. Sang Buddha meluluskan permohonan ini dan mentahbiska nnya dengan kata-kata. oh Bhikkhu. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Lenyapny a Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. sakit. Pengetahuan dan Penerangan bahwa ini adalah Kesunyataan Mulia tentang Asal Mul a Dukkha yang harus dimengerti dan yang telah Kumengerti. gelisah. oh Bhikkhu. Kebijaksanaan . Sang Buddha memberikan khotbah ked ua dengan judul Anattalakkhanasutta. Selanjutnya oh Bhikkhu. brahmana dan man usia.iran yang ekstrim telah kuselami. oh Bhikkhu. brahma. Dan dua hari kemudian. Selanjutnya." Dengan demikian Añña Kondañña menjadi bhikkhu pertama yang ditahbiskan dengan ucapan "eh i bhikkhu". Kemudian timbul dalam diri-Ku.

Bhante.' Setelah mengajar kelima orang bhikkhu itu untuk menganalisa badan jasmani dan ba tin menjadi lima khandha. Yasa Waktu itu di Benares. Malam itu ia terbangun pada larut malam dan dari sinar lampu di kamarnya." "Mengenai sesuatu yang tidak kekal dan penderitaan. Yasa m elihat pelayan-pelayannya sedang tidur dalam berbagai macam sikap yang membuatny a jemu dan muak sekali." "Di dalam sesuatu yang tidak kekal. 'aku' dan 'diriku' ?" "Tidak tepat. Sewaktu kelima bhikkhu tersebut merenungkan khotbah Sang Buddha. bagaimana pendapatmu. Yasa pun memiliki tiga buah istana dan hidup dengan penuh kemewahan dikelilingi oleh gadis-gadis cantik yang menyajikan berbagai macam hiburan. sehi ngga ia mengetahui bahwa ia sudah terbebas. ditakdirkan untuk musnah . Setelah melepaskan nafsu-nafsu keinginan batinnya. Siswa Yang Ariya itu tahu bahwa ia s ekarang sudah terbebas dari tumimbal lahir.Singkatan dari khotbah ini adalah sebagai berikut: Rupa (badan jasmani). Bhante. kasar atau halus. Vedana (perasaan). Kehi dupan yang penuh kesenangan ini berlangsung untuk beberapa lama sampai pada satu malam di musim hujan. yaitu Arahat. Sankhara (p ikiran) dan Viññana (kesadaran) adalah Lima Khandha (lima kelompok kehidupan/kegemar an) yang semuanya tidak memiliki Atta (roh). Ia merasa seperti berada di tempat pekuburan dengan dike lilingi mayat-mayat yang bergelimpangan. apakah tepat kalau dikatakan bahwa itu adalah 'milikku'. apakah terdapat kebahagiaan atau penderi taan?" "Di sana terdapat penderitaan. maka ia dapat berubah sekehendak hatinya dan tidak akan menderita karena semua kehendak dan keinginannya dapat dipenuhi. maka ia tidak dapat berubah sekehe ndak hatinya dan karena itu menderita sebab semua kehendak dan keinginannya tida k dapat dipenuhi. Yasa melihat satu pemandangan yang mengubah seluruh jalan hidupnya. harus diketahui sebagai Khandha (Kelompok Kchidupan/Kegemara n) semata-mata. maka lima khandha yang lampau a tau yang ada sekarang ini. ia akan merasa jemu terhadap lima khandha tersebut. Kalau sekiranya Khandha itu memilik i Atta (roh). Sañña (pencerapan). jauh atau dekat. menyenangkan atau tidak menyenangka n.' Tetapi karena Khandha itu Anatta (tanpa roh). mereka semua da pat membersihkan diri mereka dari segala kekotoran batin (Asava) dan terbebas se luruhnya dari kemelekatan (Upadana) dan mencapai tingkat kesucian yang tertinggi . oh Bhikkhu. kehidupan suci telah dilaksanakan da n selesailah tugas yang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu pun yang masih ha rus dikerjakan untuk memperoleh Penerangan Agung. Karena tidak melekat lagi kepada sesuatu maka akan timbul Pandangan Terang. misalnya 'Semoga Khandha-ku begini dan bukan begitu. Yasa ada lah anak seorang pedagang kaya raya dan sebagaimana juga halnya dengan Pangeran Siddhattha. Siswa Yang Ariya yang mendengar uraian ini. apakah Khandha itu kekal atau tidak keka l?" "Mereka tidak kekal. Selanjutnya engkau harus melakukan perenungan dengan memakai Kebijaksanaan bahwa semua itu bukanlah 'milikmu' atau 'kamu' atau 'dirimu'. oh Bhikkhu. Setelah melihat dengan jelas dari segi itu. Sang Buddha lalu menanyakan pendapat mereka mengenai h al yang di bawah ini: "Oh. ia tidak melekat lagi k epada sesuatu. oh Bhikkhu. misalnya 'Semoga Khandhaku begini dan bukan begitu. bertempat tinggal seorang anak muda bernama Yasa. Bhikkhu. Setelah merasa jemu. akan melihatnya dari seg i itu. ia akan melepaskan nafsu-nafsu keing inan. Bhante. Karena tidak tahan lagi melihat keadaan ." Selanjutnya Sang Buddha mengajar untuk jangan melekat kepada lima khandha terseb ut dengan melakukan perenungan sebagai berikut: Karena kenyataannya memang demikian.

dan manfaat melepaskan diri dari semua ikatan duniawi. Pada waktu itulah Sang Buddha menarik kembali kekuatan gaibnya. Seperti dijelaskan di halaman depan. memberi hormat dan kemudian dud uk di sisi Sang Buddha. "Alangkah menakutkan tempat ini! Alangkah mengeri kan tempat ini!" Yasa memakai sandalnya dan meninggalkan istananya dalam keadaan pikiran kalut dan penuh kecemasan. Mengetahui perm ohonannya diterima. Ayah Yasa menegur anaknya dan mendesak agar Yasa pulang kembali ke istananya den gan mengatakan. Aku akan mengajarmu. dan Sangha. Yasa kemudian mencapai tingkat Arahat sewaktu Sang Buddha mengulang uraian te rsebut di hadapan ayahnya. Tempa t ini tidak mengerikan. dan manfaat melepaskan diri dari semua ikatan duniawi. dan Sangha. tumimbal lahir di surga sebagai akibat dari perbuatan baik.itu. "Tempat ini tidak menakutkan. Sang Buddha menegur." Dengan demikian ayah Yasa menjadi upasak a pertama yang berlindung kepada Buddha. Setelah ay . hidup bersusila. maka dengan mengucapkan. "Yasa. Sewaktu berpapasan dengan Yasa. tumimbal lahir di surga sebagai ak ibat dari perbuatan baik. Di Taman Rusa ia melihat sandal anaknya. memberi hormat dan berjalan memutar denga n Sang Buddha tetap di sisi kanannya dan kembali pulang ke istananya. Ayahnya mem erintahkan pegawai-pegawainya untuk mencari ke segenap penjuru dan ia sendiri pe rgi mencari ke Isipatana. Yasa memperoleh Mata Dhamma sebagaimana juga A nda memperolehnya pada hari ini dan menjadi seorang Ariya yang masih membutuhkan sesuatu yang lebih tinggi untuk mencapai Pembebasan Sempurna. yaitu uraian mengenai pentingnya berdana. ia bertemu dengan Sang Buddha dan bertanya apakah Sang Buddha mel ihat Yasa. Tidak jauh da ri tempat itu. Setelah Sang Buddha selesai memberikan uraian. Mari duduk di sini. Keesokan hari seluruh penghuni istana Yasa menjadi ribut karena Yasa tidak ada d i kamarnya dan juga tidak diketemukan di bagian lain dari istananya. sehingga Yasa da pat melihat ayahnya dan ayahnya dapat melihat Yasa. buruknya mengumbar nafsu-nafsu. tetapi mereka berlindung hanya kepada Buddha dan Dhamma karm a pada waktu itu belum ada Sangha (Pesamuan Para Bhikkhu. Tapussa dan Bhallika adalah pengikut Sang B uddha yang pertama. Tetapi. Ayolah pulang demi menyelamatkan nyaw a ibumu. ayah Yasa berdiri. Selanjutnya Sang Buddha memberikan uraian tentang Empat Kesunyataan Mulia yang d apat membebaskan manusia dari nafsu-nafsu keinginan. Yasa berpikir." Yasa menengok ke arah Sang Buddha dan Sang Buddha menjawab. Yasa memperoleh Mata Dhamma sewaktu masih duduk di tempat it u. terlebih dulu Sang Buddh a memberikan uraian tentang pentingnya berdana. beberapa waktu berselang." Mendengar sapaan Sang Buddha. Yasa sebenarnya sedang duduk di sisi Sang Buddha. Yasa yang untuk kedua kalinya mendengarkan u raian Sang Buddha mencapai tingkat kesucian yang tertinggi. Ia berjalan menuju ke Taman Rusa di Isipatan a. Sebelum menjawab pertanyaan ayah Yasa. hidup bersusila. ibumu sangat sedih. bolehka h saya mengundang Sang Bhagava supaya besok siang berkenan mengambil dana (makan an) di rumahku disertai anakku sebagai bhikkhu pengiring?" Sang Buddha menerima undangan ini dengan membisu (berdiam diri). yaitu Arahat. apakah mungkin Yasa kembali ke kehidupan biasa dan menikmati kesenang an nafsu-nafsu indria?" "Aku rasa memang tidak mungkin. Dhamma. Hal ini sudah menjadi rejekinya. Semoga Sang Bhagava menerima aku sebagai upasak a mulai hari ini sampai akhir hidupku. tetapi karena Sang Buddha menggunakan kekuatan gaib maka Yasa tidak melihat ayahnya dan ayahnya tid ak melihat Yasa. Sang Buddha kemudian memberikan uraian yang disebut Anupubbikatha. Coba lah pikir. Kemudian dilanjutkan dengan uraian tentang Empat Kesunyataan Mulia yang dapat membebaskan manusia dari nafsu -nafsu keinginan. "Kalau begitu baik juga kalau tempa t ini tidak menakutkan dan tidak mengerikan. Dhamma." Yasa membuka sandalnya. "Kepala keluarga yan g baik. Hari ini Yasa ber hasil menyingkirkan semua kekotoran batin dan mencapai Pembebasan Sempurna. buruknya mengumbar nafsu-nafsu. yang sekurang-kurangny a terdiri dari lima orang bhikkhu). Setelah Sang Buddha selesai memberikan uraian. ayah Yasa memperoleh Mata Dhamma dan mohon untuk diterima sebagai pengikut dengan mengucapkan. Waktu itu menjelang pagi hari dan Sang Buddha sedang berjalan-jalan. menghampiri Sang Buddha. "Aku berlindung ke pada Buddha.

Sewaktu mengajar. Punnaji. demikia n pula kamu sekalian. Mereka adalah orang-orang yang da pat mengerti Dhamma dengan sempurna. Mendengar sahabat mereka menjadi bhikkhu . Janganlah pergi berduaan ke tempat yang sama. Aku sendiri akan pergi ke Senanigama di Uru vela untuk mengajar Dhamma. Khotbahkanla h Dhamma yang mulia pada awalnya. Umumkanlah tentang kehidupan suci yang benar-benar bersih dan sempurna dal am ungkapan dan dalam hakekatnya. makan siang disiapkan dan kedua wanita itu melayani sendiri Sang Bu ddha dan Yasa dengan hidangan yang lezat-lezat. dan Sangha). baik yang bersifat batiniah maupun yang bersifat badaniah. Sehabis makan siang. Dhamma. Keesokan harinya dengan diiringi Yasa. sehingga pada waktu itu terdapat enam puluh satu orang Arahat. mereka pun mengambil keputusan untuk mengikuti jejak bhikkhu Yasa. mere ka kerap kali bertemu dengan orang yang ingin menjadi bhikkhu. S ang Buddha mentahbiskannya dengan menggunakan kalimat yang juga digunakan untuk mentahbiskan lima murid-Nya yang pertama yaitu. Karena itu mereka menemui bhikkhu Yasa yang kemudian membawa keempat kawannya it u menghadap Sang Buddha. pada waktu itu sudah ada tujuh or ang Arahat (Sang Buddha sendiri juga seorang Arahat. keempat orang ini dalam waktu singkat menc apai tingkat Arahat. mereka semua mem peroleh Mata Dhamma dan kemudian diterima menjadi bhikkhu. Tetapi bhikkhu Yasa mempunyai banyak teman lagi yang berada di tempat-tempat jau h. Mereka memuji keindahan uraian tersebut dan mohon dap at diterima sebagai Upasika dengan berlindung kepada Buddha. Setelah itu. semuanya berjumlah lima puluh orang. Subahu. semuanya anak-anak orang kaya ya ng bernama Vimala. Sang Buddha memanggil berkumpul murid-muridNya yang berjumlah e nam puluh orang Arahat dan berkata. dan Sangha untuk seumur hidup. Setelah mendapat penjelasan tambahan. "Ehi bhikkhu. tetapi seorang Arahat istim ewa karena mencapai Kebebasan dengan daya upaya sendiri)." Perbedaannya bahwa Sang Buddh a tidak mengucapkan "dan singkirkanlah penderitaan" karena Yasa pada waktu itu s udah mencapai tingkat Arahat. Mereka mendengar bahwa Yasa s ekarang sudah menjadi bhikkhu. Kalau tidak mendengar Dhamma. Sang Buddha dan Yasa kembali ke Taman Rusa di Isipatana. oh Bhikkhu. Karena mereka sen diri belum bisa mentahbiskannya. Mereka adalah pengikut-pengikut wanita pertama yang berlindung kepada Tiga Musti ka (Buddha. Sang Buddha kembali memberikan uraian tentang Anupubbikatha dan mereka berdua pu n rnemperoleh Mata Dhamma. Yasa mohon kepada Sang Buddha untuk ditahbiskan menjadi bhikkhu. Terdapat makhluk-makhluk yang matanya hanya di tutupi oleh sedikit debu.ahnya pulang. Laksanakanlah kehidupan suci. Dengan demikian jumlah Arahat pada waktu itu sebelas orang. "Aku telah terbebas dari semua ikatan-ikatan . Dengan demikian. maka dengan melakukan perjalanan jauh dan melel ahkan mereka membawa orang itu menghadap Sang Buddha. mereka akan kehilangan k esempatan untuk memperoleh manfaat yang besar. Mereka semu a diterima menjadi bhikkhu dan dalam waktu singkat semuanya mencapai tingkat Ara hat. Sekarang kamu harus mengembara guna kesejahteraan dan kese lamatan orang banyak. Mereka menganggap bahwa ajaran-ajaran yang benarbenar sempurnalah yang dapat menggerakkan hati Yasa untuk meninggalkan kehidupan nya yang mewah. BAB IV MASA MENYEBARKAN DHAMMA Mulai Menyebarkan Dhamma Pada suatu hari. Ibu dan istri Yasa keluar dan memberi ho rmat. Dhamma. . Sang Buddha pergi ke istana ayah Yasa dan duduk di tempat yang telah disediakan. Setelah mendengar khotbah Sang Buddha. Melihat kesulitan ini maka Sang Buddha memperkenankan para bhikkhu untuk memberikan pentahbisan sendiri. dan Gavampati. Yasa mempunyai empat orang sahabat. Dhamma telah dibab arkan dengan jelas. dan mulia pada akhi rnya. Di Benares. mulia pada pertengahannya." Kemudian berangkatlah keenam puluh Arahat itu sendiri-sendiri ke berbagai jurusa n dan mengajar Dhamma kepada penduduk yang mereka jumpai.

" Mulai saat itu terdapat dua cara pentahbisan. bertempat tinggal di sebelah hulu sungai dan mempunyai pengikut sebanya k lima ratus orang. Melihat Sang Bud dha duduk di bawah pohon. bertempat tinggal di tempat lebih hilir dari Nadi Kassapa dan mempunyai pengikut sebanyak dua ratus orang. Setelah ditahbiskan. mereka menceritakan apa yang telah terjadi. Tiap malam ular itu keluar dan aku k hawatir Anda akan celaka. "Tid . Yang ketiga dis ebut Gaya Kassapa. Di tempat ini Sang Buddha harus memperlihatkan kekuatan gaib untuk menundukkan Uru vela Kassapa yang ternyata juga mahir dalam melakukan ilmu-ilmu gaib. Ia rn embawa seorang pelacur. bertempat tinggal di sebela h hilir sungai dan mempunyai pengikut sebanyak tiga ratus orang. Sang Buddha tetap duduk bermeditasi dengan mengembangkan gaya-gaya Metta (cinta kasih) dan badan-Nya seolah-olah dikelilingi oleh semacam perisai yang t idak dapat ditembus. "Aku berlindung kepada Sang Buddha. Selanjutnya kamu harus mengucapkan dan me reka harus mengulang ucapanmu. Salah satu contoh dapat diceritakan sebagai berikut: "Kalau Anda tidak keberatan. Pada suatu hari. Waktu tengah malam. mereka menanyakan. pertama yang diberikan Sang Buddha sendiri dengan memakai kalimat "ehi bhikkhu" dan yang kedua diberikan oleh muri d-muridNya yang dinamakan pentahbisan "Tisaranagamana". Tetapi Anda harus tahu bahwa seekor ular kobra yang besar dan ganas sekali menjaga api suci yang terdapat di pondokku. aku berlindun g kepada Dhamma. Selagi mereka sedang bermain-main dengan asyik. Kassapa. Dua puluh sembilan orang sudah menikah. Uruvela Kassapa datang menjenguk Sang Buddha dan mengira akan mene mukan mayat-Nya. mer eka harus memakai jubah Kasaya (jubah yang dicelup dalam air larutan kulit kayu tertentu). Teta pi semburan uap beracun maupun usaha untuk menggigit Sang Buddha ternyata sia-si a saja. maka Sang Buddha kemudian berkhotbah tentang Anupubbikatha dan Empat K esunyataan Mulia. aku tidak keberatan Anda bermalam di pondo kku. hanya seorang belum. pada suatu hari Sang Buddha tiba di pe rkebunan kapas dan beristirahat di bawah sebatang pohon yang rindang. pelacur tersebut menghilang dengan membawa pergi perhiasan yang mereka letakkan di satu tempat tertentu. bersimpuh. Yang tertua disebut Uruvela Kassapa. tidak apa-apa. Uruvela Kassapa bertanya apakah Sang Buddha tidak diganggu oleh ular kobra. Yang kedua disebut Nadi Kassapa. Aku akan bermalam di pondokmu. Esok paginya. Menemukan dirimu sendiri atau menemukan seo rang pelacur?" Setelah mereka menjawab bahwa lebih penting menemukan diri mereka sendiri. Tidak jauh dari tempat itu." jawab Uruvela Kassapa. Dalam perjalanan dari Uruvela ke Benares. apakah Sang Buddha melihat seorang wanita lewat di dekat situ. aku berlindung kepada Sangha. Mereka semua memperoleh Mata Dhamma dan mohon ditahbiskan menj adi bhikkhu. "Oh." "Kalau begitu baiklah. Setelah tahu apa yang terjadi. tinggal tiga orang Kassapa bersaudara yang menjadi pemimpin kaum Jatila yang memuja api. Selamat malam dan semoga Anda selamat. cobalah pikir. untuk mentahbiskan orang di tempat-tempat yan g jauh. Anak-anak muda. benar saja seekor ular kobra besar datang menghampiri Sang B uddha. Atas pertanyaan Sang Buddha. Kalau Anda tidak keberatan. Inilah yang harus kamu lakukan. Sang Buddha tiba di Uruvela dan mengunjungi Uruvela Kassapa. Ular itu menyemburkan uap beracun dan mencoba menggigit Sang Buddha. Kemudian Sang Buddha berkata."Aku perkenankan kamu. tiga puluh orang pemuda sedang bermain-main yang diberi nama B haddavaggiya. Kassapa Bersaudara Di tiga tempat sepanjang Sungai Neranjara. oh Bhikkhu. mereka mencari pelacur tersebut. Rambut serta kumisnya harus dicukur. yang mana yang lebih penting." Sang Buddha juga mengucapkan selamat malam kepada Uruvela Kassapa dan masuk ke d alam pondok." "Tentu saja tidak. Ia terkejut melihat Sang Buddha sedang duduk bermeditasi. dan seterusnya. "Oh. mereka dikirim ke tempat-tempat jauh untuk men gajarkan Dhamma. merangkapkan kedua tangannya dalam sikap menghormat dan ke mudian berlutut di depan kaki bhikkhu. Sang Buddha duduk bermeditasi dan menunggu munculnya ular kobra ter sebut. Aku ingin bermalam di pondokmu. Gotama Yang Mulia.

dan putus asa. Setelah beberapa waktu di Uruvela. ia akan melepaskan nafsu-nafsu keinginan. yang melihat keadaan ini akan merasa jemu. Seorang siswa Yang Ariya. sentuhan. Ia juga dapat diyakinkan bahwa pemujaan api tidak dapat membawa orang ke Pembebasan Sempurna. duk a cita. kesan-kesan batin dan semua perasaan yang menye nangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan batin ( Ini adalah kelompok keenam). sakit. Hal yang sama juga terjadi pada diri Gaya Kassapa beserta para pengikutnya. sehingga ka ki dan tubuh Sang Buddha tidak basah kena air. Tubuh. Batin. Semua itu menyala-nyala. Ia tahu bahwa ini adalah kehidupan nya yang terakhir. Keluarlah seekor ular kobra yang mendesis dengan ganas sehingga Uruvela Kassapa cepat-cepat ingin menyingkir. bebauan. Nadi Kassapa pergi ke tempat Uruvela Kassapa. kesadaran telinga. ular itu ada di sini. ratap tangis. kesan-kesan telinga dan semua perasaan yang m enyenangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan tel inga (Ini adalah kelompok kedua). penglihatan. Karena melepaskan nafsu-nafsu keinginan. se hingga ia mengetahui bahwa ia sudah terbebas. Pada suatu hari. Di tem pat Sang Buddha berdiri atau berjalan. kesadaran hidung. kembali Sang Buddha memperlihatkan kekuatan gaib-Nya. Di tempat itu Sang Buddha mengumpulkan murid-muridNya dan memberikan khotbah yan g kemudian dikenal sebagai Adittapariyaya Sutta. Tetapi Sang Buddha menahannya dan berkata bahwa Be liau mempunyai kemampuan untuk menjinakkan ular kobra. suara. Telinga. Lidah. kesan-kesan hidung dan semua perasaan yang me nyenangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan hidu ng (Ini adalah kelompok ketiga). Selanju tnya Nadi Kassapa diberi penjelasan tentang sia-sianya memuja api.ak. Nadi Kassapa melihat bahwa kakaknya sudah menjadi bhikkhu. Nadi Kassapa yang bertempat tinggal di sebelah hilir sungai men jadi terkejut melihat banyak peralatan sembahyang terapung di sungai. Sang Buddha beserta rombongan melanjutkan per jalanan-Nya menuju Gayasisa di tepi Sungai Gaya." jawab Sang Buddha dan membuka tutup mangkuk yang bias a dipakai untuk menerima dana makanan. Menyala dengan apa? Menyala dengan api dari keserakahan . Apakah itu yang menyala? Mata. air "membelah" membuka jalan. kesan-kesan tubuh dan semua perasaan yang meny enangkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan tubuh (Ini adalah kelompok kelima). menyala dengan api dari kelahiran. kesadaran batin. kesa daran mata. Ia mengira bahwa suatu bencana hebat telah menimpa diri kakaknya. Dengan demikian tiga kelompok kaum Jatila yang berjumlah 1. kehidupan suci telah dilaksanakan dan selesailah tugas yang h arus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih harus dikerjakan untuk . Akhirnya Uruvela Kassapa dapat diyakinkan bahwa ia bukanlah tandingan Sang Buddh a dan ia juga tahu bahwa ia belum mencapai tingkat Arahat sebagaimana dikiranya semula. kesan-kesan mata dan semua perasaan yang menyenangkan atau tidak men yenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan mata (Ini adalah kelompok per tama). Karena mera sa jemu. diikuti tiga ratus orang pengikutnya. kesan-kesan lidah dan semua perasaan yang menyenan gkan atau tidak menyenangkan atau netral yang timbul dari kesan-kesan lidah (Ini adalah kelompok keempat). kesadaran tubuh. us ia tua dan kematian. batinnya tidak melekat lagi kepada segala sesuatu. Dengan tergesa-gesa. ia kemudian membuang semua peralatan yang dipakainya dalam pemujaan api ke dalam sungai dan mohon dit ahbiskan menjadi bhikkhu. Setelah tiba. Dengan lima ratus orang pengikutnya. kebencian dan khayalan yang menyesatkan. Karena tidak melekat lagi kepada segala sesuatu akan timbul Pandangan Terang. semuanya menyala. Hidung. rasa.003 orang telah menjadi pengikut Sang Buddha. sehingga akhi rnya ia bersama-sama pengikutnya pun menjadi bhikkhu. menyala dengan api dari kesedihan. pikiran. kesadaran lidah. Pada kesempatan lain sewaktu turun hujan lebat dan semua tempat di daerah itu di genangi air banjir. Ringkasan dari khotbah itu adalah sebagai berikut: "Oh. Bhikkhu.

seorang pertapa bernama Pipphali lewat di tempat itu. Pipphali mohon diterima menjadi murid. dan mengajar Dhamma yang mulia di awalnya. Maha Kassapa mengetuai Sidang Ag ung (Sangha-Samaya) yang pertama dengan dihadiri oleh 500 orang Arahat di Goa Sa ttapanni. batin bhikkhu-bhikkhu tersebut t erbebas seluruhnya dari kemelekatan dan bersih dari kekotoran batin. yang telah men gumumkan kehidupan suci yang benar-benar bersih dan sempurna dalam ungkapan dan dalam hakekatnya. dan mulia di akhirnya." Setelah Sang Buddha selesai memberikan khotbah. engka u harus mendengarkan Dhamma dengan baik. Maha Kassapa dipandang sebagai contoh yang baik sekali untuk orang-orang yan g benar-benar ingin melaksanakan hidup suci. dan yang setengah tua. Sang Buddha melanjutkan perjalanannya me nuju Rajagaha dan berhenti di hutan kecil Latthivana. yaitu menjadi Arahat. Beliau adalah seorang A rahat. Kedua. Maha Kassapa meninggal dunia pada usia 120 tahun. Menjawab pertanyaan." Setelah ditahbiskan. selalu memaka i baju bekas (pembungkus mayat). Mereka semu a mencapai tingkat yang tertinggi. Kemudian Sang Buddha bangkit dan meneruskan perjala nan-Nya menuju Rajagaha. Melihat seorang Arahat yang demikian itu bermanfaat sekali aga r keinginan orang dapat terkabul. Sang Buddha tiba di suatu tempat perbatasan antara kota Rajagaha dan Nalanda dan beristirahat di bawah pohon beringin Bahuputtaka. kota Rajagaha untuk menghimpun semua tata tertib bagi para bhikkhu dan bhikkhuni dan semua khotbah Sang Buddha yang pernah diberikan di tempat-tempat yang berlainan. Mah a Kassapa selalu tinggal di hutan. Tiga bulan setelah Sang Buddha meninggal dunia.memperoleh Penerangan Agung. putra Sakya. Pipphali a dalah anak seorang Brahmana dari keluarga Kassapa yang bernama Kapila dengan ist rinya yang bernama Sumanadevi dari Desa Mahatittha di negara Magadha. mulia di pertengahannya. Dalam waktu singkat tersiar berita bahwa Pertapa Gotama. Kassapa mohon untuk menukar jubahnya yang baru dengan jubah Sang Buddha yang sudah tua. Kassa pa. selalu hidup menjauhi masyarakat ramai dan terkenal rajin sekali. Sang Buddha mentahbiskannya dengan cara memberikan tiga buah nasehat. Setelah beberapa lama diam di Gayasisa. tiap hari mengumpulkan makanan. engkau harus selalu menyadari dan memperhatikan tubuhmu dan terus-menerus mengambil tubuhmu sebagai obyek meditasi. Maha Kassapa mengatakan bahwa Beliau berbuat semuanya itu bukan hanya untuk kebahagi aan dirinya sendiri tetapi juga demi kebahagiaan orang lain di kelak kemudian ha ri. Pada waktu itu. Selama menjadi bhikkhu sampai berusia lanjut. "Oh. Kassapa kemudian dengan tekun melaksanakan latihan Dhutanga. sekarang b erada di Rajagaha dan berdiam di hutan kecil Latthivana. ia mencapai tingkat kesucian Arahat. Raja Bimbisara adalah Maha raja negara Magadha dan Anga ters ebut dengan ibukota Rajagaha. Ia menghampiri Sang Buddha dan setelah mengetahui bahwa yang diajak bicara adala h seorang Buddha. seorang yang telah memperoleh Penerangan Agung. . Pada hari ked elapan. engkau harus hidup sederhana dan pa tuh kepada para bhikkhu yang tua. Beliau diberi nama Maha Kassapa (Kassapa Agung). Ke tiga. engkau harus selalu ingat bahwa pertama. Sebagai penghormatan. mengapa Beliau menuntut kehidupan yang demikian keras. kepada orang-orang yang berlainan dan pada waktu yang berlainan pula selama 45 tahun. yait u negara Magadha yang berpenduduk padat dan kaya raya dan di sebelah Timurnya te rletak negara Anga. Raja Bimbisara Di sebelah Tenggara Jambudipa terdapat sebuah negara besar dan berpengaruh. memperhatikannya dan merenungkannya. yang muda. Maha Kassapa sering dijadikan suri teladan tentang sikap yang baik dari seorang bhikkhu yang berdiam di hutan. Bangga karena merasa mendapat kehormatan besar dapat memakai jubah bekas Sang Bu ddha. sudah puas dengan pemberian yang sedikit (kecil ). Maha Kassapa Dalam perjalanan ke Rajagaha.

Mendengar berita itu, Raja Bimbisara datang mengunjungi Sang Buddha dengan diiku ti pengiringnya. Setelah memberi hormat, Raja kemudian duduk di satu sisi. Tetap i para pengiringnya bersikap macam-macam dan ada yang bersikap acuh tak acuh. Ad a yang berlutut, ada yang hanya memberi hormat dengan ucapan, ada yang menyembah , ada yang memberitahukan namanya dan juga nama keluarganya, dan ada yang duduk diam saja. Sang Buddha, yang melihat sikap acuh tak acuh dan kurang hormat dari pengiring R aja, tahu bahwa mereka masih belum siap untuk menerima ajaran. Karena itu Sang B uddha memandang perlu agar Uruvela Kassapa terlebih dulu memberikan keterangan t entang sia-sianya pemujaan yang dulu ia lakukan. Hal ini perlu untuk menyingkirk an keragu-raguan sebelum mereka siap untuk mendengarkan Dhamma. Karena itu Sang Buddha berkata kepada Uruvela Kassapa, "Oh, Kassapa, kamu sudah lama berdiam di Uruvela dan menjadi pemimpin kaum Jatila yang pandai dalam upacara keagamaan. Ap akah sebabnya sehingga kamu berhenti melakukan pemujaan api yang biasa kamu laku kan? Aku bertanya padamu, oh Kassapa, mengapa kamu meninggalkan kebiasaan memuja api?" Uruvela Kassapa menjawab, "Semua Yañña atau upacara dengan mempersembahkan sesajen b ertujuan untuk memperoleh penglihatan, suara, rasa dan wanita yang menggiurkan, yang didambakan manusia. Persembahan sesajen itu menimbulkan harapan bahwa setel ah melakukan persembahan tersebut orang akan dapat memperoleh hasil yang diingin kan. Telah kuketahui sekarang bahwa kesenangan-kesenangan indria tersebut merupa kan kekotoran batin yang membuat orang dicengkeram oleh nafsu-nafsu. Karena itu aku tidak lagi tertarik melakukan praktek pemujaan api." Kemudian Sang Buddha bertanya lagi, "Setelah kini kamu tidak lagi tertarik kepad a penglihatan, suara dan rasa yang menjadi obyek bagi kesenangan indria, oh Kass apa, apa sebenarnya yang kamu cari di alam manusia dan alam dewa ini? Coba kamu ceritakan." Kassapa menjawab, "Aku telah berhasil mencapai keadaan yang penuh damai, tanpa d ikotori oleh nafsu-nafsu yang dapat menimbulkan penderitaan, tanpa keinginan unt uk melekat, tanpa kemelekatan kepada alam kesenangan indria, tanpa perubahan, ta npa tergantung pada kekuatan luar dan hanya dapat dipahami oleh pribadi masing-m asing. Karena hal-hal yang di atas itulah aku tidak lagi tertarik untuk melakuka n praktek pemujaan api yang dulu kulakukan." Selesai memberi jawaban, Kassapa bangun dari tempat duduknya. Dengan jubah menut upi satu pundaknya (sebagai sikap menghormat) ia berlutut tiga kali di bawah kak i Sang Buddha dan mengaku bahwa Sang Buddha adalah gurunya dan ia adalah murid-N ya. Setelah keragu-raguan para hadirin dapat disingkirkan dan batin mereka sudah sia p untuk menerima pelajaran, mulailah Sang Buddha memberikan khotbah tentang Anup ubbikatha dilanjutkan dengan Empat Kesunyataan Mulia. Selesai Sang Buddha memberikan khotbah, sebelas dari dua belas orang yang hadir memperoleh Mata Dhamma dan yang lain memperoleh keyakinan yang tak tergoyahkan t erhadap Sang Buddha, Dhamma, dan Sangha. Kemudian Raja menceritakan tentang keinginannya semenjak kecil. "Dulu, sewaktu masih menjadi Putra Mahkota dan belum naik tahta kerajaan, aku me mpunyai lima macam keinginan, yaitu pertama, semoga aku kelak naik di tahta kera jaan Magadha. Kedua, semoga seorang Arahat yang memperoleh Penerangan Agung data ng di negeriku sewaktu aku masih memerintah. Ketiga, semoga aku memperoleh kesem patan untuk mengunjungi Arahat tersebut. Keempat, semoga Arahat tersebut memberi kan khotbah kepadaku. Kelima, semoga aku mengerti apa yang harus dimengerti dari ajaran Arahat tersebut. Sekarang semua keinginanku yang berjumlah lima itu tela h terpenuhi." . Selanjutnya Raja Bimbisara memuji khotbah Sang Buddha dan menyatakan dirinya seb agai upasaka untuk seumur hidup dan mengundang Sang Buddha beserta para pengikut -Nya untuk datang besok siang mengambil dana (makanan) di istana. Kemudian bangu n dari tempat duduknya, jalan memutar dengan Sang Buddha tetap di sebelah kanan dan pulang ke istana. Tiba di istana, Raja memerintahkan untuk menyiapkan hidang an yang lezat-lezat. Keesokan hari, Raja memerintahkan pengawalnya untuk mengund ang Sang Buddha dengan pengiring-Nya datang ke istana. Setelah Sang Buddha tiba di istana dan mengambil tempat duduk yang disediakan, Raja sendiri turut melayan

i memberikan hidangan. Kemudian Raja memikirkan tempat yang layak yang dapat dig unakan oleh Sang Buddha sebagai tempat tinggal. Raja teringat kepada Veluvanaram a (hutan pohon bambu) yang letaknya tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat d engan desa di sekelilingnya. Tempat itu mudah untuk dicapai dan menyenangkan, ti dak berisik waktu siang hari dan tenang di malam hari, cocok sekali untuk dipaka i sebagai tempat menyepi oleh mereka yang ingin berlatih untuk mendapatkan Panda ngan Terang. Dengan batin yang dipenuhi pikiran tersebut, Raja Bimbisara kemudian menuang air ke lantai dari kendi emas dan menerangkan bahwa Beliau berhasrat menyerahkan Ve luvanarama untuk dipakai oleh Sang Buddha beserta pengiring-Nya, sebagai tempat tinggal. Sang Buddha menerima pemberian tersebut dan menggembirakan hati Raja de ngan menerangkan tentang keuntungan besar yang dapat diperoleh dari dana tersebu t. Sang Buddha beserta pengiring-Nya pulang dan pindah ke tempat yang baru. Ini mer upakan sumbangan tempat tinggal untuk pata bhikkhu yang pertama, mulai hari itu Sang Buddha memperbolehkan para bhikkhu menerima pemberian serupa itu. Sariputta Dan Moggallana Di Rajagaha, waktu itu hidup dua orang pemuda dari kasta brahmana yang kaya raya , yang sejak kecil bersahabat. Yang satu bernama Upatissa, anak seorang wanita b ernama Rupasari, yang lain bernama Kolita, anak seorang wanita bernama Moggalli. Mereka berdua berguru kepada Sanjaya, seorang pertapa dari golongan Paribbajaka, yang mempunyai dua ratus lima puluh orang murid. Upatissa dan Kolita termasuk d ua orang murid yang pandai dan sering mewakili gurunya memberi bimbingan kepada murid-murid yang lain. Meskipun sudah belajar lama dan memiliki seluruh kepandai an gurunya, tetapi mereka berdua masih belum puas. Mereka kemudian berjanji bahw a siapa di antara mereka kelak yang lebih dulu memperoleh ajaran sempurna akan m emberitahukan hal itu kepada yang lain. Pada suatu hari Ayasma Assaji, seorang dari lima orang bhikkhu pertama, kembali ke Rajagaha untuk memberi laporan kepada Sang Buddha tentang perjalanannya ke be rbagai tempat untuk mengajar Dhamma. Sebagaimana biasa, Ayasma Assaji tiap pagi mengumpulkan makanan dan waktu itulah Beliau terlihat oleh Upatissa. Upatissa terkesan sekali melihat sikap Ayasma As saji yang demikian tenang dan agung. Setiap gerakannya memberi kesan berwibawa d an menuntut penghormatan dari orang yang melihatnya. Baik berjalan ke depan atau bertindak ke belakang, atau membentangkan, atau menekuk tangannya, ia selalu ke lihatan penuh keseimbangan dengan kepala agak tunduk sedikit dan mata ditujukan ke arah depan Pemandangan ini membuat Upatissa terpesona dan membangkitkan perasaan ingin tahu . Seketika itu ia ingin menegur, tetapi kemudian membatalkannya karena ia mengan ggap waktunya kurang tepat berhubung waktu itu Ayasma Assaji sedang mengumpulkan makanan. Ia menunggu sampai Ayasma Assaji selesai makan dan kemudian mendekati serta memberi hormat, "Saudara, pembawaan Anda luar biasa dan wajah Anda terang sekali. Dengan menjalankan kehidupan suci ini kepada siapakah Anda mengabdi? Sia pakah guru Anda? Dan ajaran siapakah yang Anda ikuti?" Ayasma Assaji menjawab, "Saudara, dengan menjalankan kehidupan suci ini aku meng abdi kepada seorang Pertapa Agung, anak dari suku Sakya, yang telah menjadi bhik khu dari keluarga Sakya. Pertapa Agung itulah yang menjadi guruku. Dan ajaran-Ny a yang aku ikuti." "Apakah yang diajar guru Anda, Saudara?" "Aku seorang pendatang baru. Aku baru saja ditahbiskan. Aku belum berapa lama me ngikuti ajaran ini, sehingga aku tidak dapat memberikan pelajaran itu secara ter perinci. Tetapi aku akan memberitahukan Anda garis besarnya." "Baik sekali, Saudara. Bagi saya sama saja apakah Anda memberitahukan garis besa rnya atau secara terperinci. Aku ingin mendengar intisari dari ajaran tersebut, yang lain tidak dapat membantu apa-apa." Ayasma Assaji kemudian mengucapkan syair di bawah ini: "Ye dhamma hetuppabhava,

Tessam hetum Tathagato, Tesañca yo nirodho ca, Evam vadi mahasamano." Artinya : "Semua benda yang timbul karena satu 'sebab' 'Sebabnya' telah diberitahukan oleh Sang Tathagata, Dan juga lenyapnya kembali, Itulah yang diajarkan Sang Pertapa Agung. " Mendengar syair tersebut, Upatissa seketika memperoleh Mata Dhamma (Dhammacakkhu ) dan berkata dalam hatinya, "Yankiñci samudayadhammam Sabbantam nirodha dhammam." Artinya: "Segala sesuatu yang timbul karena satu 'sebab' Di dalamnya pun terdapat 'sebab' yang membuat ia musnah kembali. " Kemudian Upatissa menanyakan tempat tinggal Sang Buddha. Setelah diberitahukan b ahwa Sang Buddha pada saat itu berdiam di Veluvanarama, Upatissa kemudian mohon diri dari Ayasma Assaji dan berjanji akan datang mengunjungi Sang Buddha bersama sahabatnya yang bernama Kolita. Upatissa kembali ke tempat gurunya, Sanjaya, dan memberitahukan Kolita peristiwa apa yang baru saja ia alami. Ia mengulang syair yang diucapkan Ayasma Assaji da n seketika itu pula Kolita memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. Kemudian mereka berdua melaporkan berita ini kepada Sanjaya dan mohon diperkena nkan untuk mengunjungi Sang Buddha. Tetapi Sanjaya menolak untuk memberi izin. A khirnya, tanpa izin, mereka berdua dengan diikuti dua ratus lima puluh orang mur idnya pergi juga berkunjung kepada Sang Buddha dan mohon ditahbiskan menjadi bhi kkhu. Dari kelompok ini dapat diceritakan bahwa mereka semua mencapai tingkat Ar ahat, bahkan para muridnya terlebih dulu mencapai tingkat kesucian tersebut, kem udian disusul oleh Kolita dan yang terakhir Upatissa. Tujuh hari setelah ditahbiskan menjadi bhikkhu, Kolita menyepi di Desa Kallavala muttagama di kota Magadha. Di tempat itu Kolita giat melatih meditasi untuk memp eroleh Pandangan Terang. Pada suatu ketika ia merasa ngantuk sekali. Sang Buddha menghampirinya dan memberikan petunjuk untuk menanggulangi perasaan ngantuk, "Apa pun pencerapanmu pada waktu kamu diserang perasaan mengantuk, Moggallana (K olita di kemudian hari terkenal dengan nama ini yang berarti : anak Moggalli), k amu harus terus menyadari pencerapan tersebut. Cara ini dapat menolong untuk men gusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini tidak menolong, kamu harus memusatkan pikiranmu kepada Dhamma ya ng pernah kamu dengar atau pelajari. Cara ini dapat menolong untuk mengusir pera saan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus mengulang dengan suara keras Dh amma yang pernah kamu dengar atau pelajari. Cara ini dapat menolong untuk mengus ir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus menggosok-gosok kupingmu dengan jeriji dan mengusap-usap tubuhmu dengan tangan. Cara ini dapat menolong untuk m engusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus bangun dan mencuci matamu denga n air, kemudian memandang ke sekelilingmu dan mengamat-amati bintang di langit. Cara ini dapat menolong untuk mengusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus memusatkan pikiranmu kepada pen cerapan dari cahaya terang, dan pikiranmu selalu membayangkan 'cahaya siang hari ' baik pada waktu siang hari maupun pada waktu malam hari, membuka batinmu dari selubung yang menutupinya dan mengembangkan batinmu bermandi cahaya terang. Cara

ini dapat menolong untuk mengusir perasaan mengantuk." "Kalau cara ini masih belum menolong, kamu harus berbaring dengan 'sikap seekor singa', yaitu miring ke kanan dengan kaki kiri di atas kaki kanan, batin dalam k eadaan 'sadar' dan pikiran terpusat kepada saat kamu ingin bangun. Setelah bangu n kamu harus segera bangkit sambil merenung 'Aku tidak ingin memanjakan diriku d engan berbaring, menyender atau tidur'. Ini Moggallana, yang kamu harus selalu i ngat." "Selanjutnya, Moggallana, kamu harus selalu ingat 'aku tidak boleh merasa ingin terlalu dihormat kalau masuk ke rumah seorang umat biasa'. Sebab kalau seorang b hikkhu masuk ke rumah seorang umat biasa dengan perasaan ingin terlalu dihormat dan pada waktu itu mungkin ada urusan rumah tangga yang sangat penting yang haru s diselesaikan terlebih dulu sehingga bhikkhu itu 'terlupakan', maka akan timbul pikiran dalam batin bhikkhu tersebut, "Siapakah yang menghasut orang ini terhad ap diriku? Orang ini kelihatannya sekarang 'acuh tak acuh'. Karena merasa tak di acuhkan lagi timbul perasaan malu, karena malu pikirannya kacau, karena pikirann ya kacau ia tidak dapat mengendalikan dirinya dengan baik, karena tidak dapat me ngendalikan diri dengan baik, ia gagal melakukan meditasi." "Selain dari itu, Moggallana, kamu harus selalu ingat, 'aku tidak ingin mengucap kan sesuatu yang dapat menimbulkan pertengkaran atau mencari-cari kesalahan oran g lain'. Sebab kalau orang berbicara tentang sesuatu yang dapat menimbulkan pert engkaran atau mencari-cari kesalahan orang lain, maka hal itu mengakibatkan perd ebatan yang panjang. Dengan adanya perdebatan yang panjang, ia tak dapat memusat kan pikirannya. Karena tak dapat memusatkan pikirannya, ia tak dapat mengendalik an diri, karena ia tak dapat mengendalikan diri, ia gagal melakukan meditasi." "Sekarang, Moggallana, aku tidak selalu memujikan orang berkumpul dan juga aku t idak selalu menolaknya. Aku tidak memujikan berkumpul dengan orang banyak, baik itu bhikkhu atau orang biasa. Tetapi kalau ada tempat sunyi dan tidak terganggu oleh suara berisik dari orang yang lalu lalang, cocok sekali untuk seorang perta pa yang menyukai kesunyian, cocok untuk dipakai sebagai tempat menyepi oleh mere ka yang lebih menyukai hidup menyendiri, maka berdiam di tempat demikian itu sel alu aku pujikan." Setelah diberikan petunjuk di atas, Moggallana menanyakan tentang kesimpulan ter akhir bagi orang yang sudah cenderung untuk menyingkirkan nafsu-nafsu keinginan dan sudah siap untuk memperoleh hasil 'di luar duniawi'. Sang Buddha menjawab, "Moggallana, seorang bhikkhu yang melaksanakan Dhamma ini, tahu bahwa tidak ada sesuatu pun yang berharga untuk dilekati. Setelah tahu hal tersebut, ia kemudian mengamat-amati benda-benda itu dengan Kebijaksanaan Tinggi, setelah mengamat-am ati benda-benda itu dengan Kebijaksanaan Tinggi, ia dapat menyelami hakekat bend a-benda tersebut, maka sewaktu mengalami perasaan menyenangkan, tidak menyenangk an atau netral ia memandangnya sebagai sesuatu yang tidak kekal. Jadi, ia memand angnya dengan perasaan jemu untuk kemudian menyingkir dan melepaskan diri dari p erasaan tersebut. Dengan merenung seperti itu, ia tidak melekat lagi kepada apa pun dalam dunia in i, karena tidak lagi melekat, ia tidak dapat lagi diganggu, karena tidak dapat l agi diganggu, ia dapat rnenyingkirkan semua kekotoran batin dan mengetahui bahwa ini adalah kehidupannya yang terakhir, kehidupan suci telah dilaksanakan dan se lesailah tugas yang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih ha rus dikerjakan untuk memperoleh Penerangan Agung. Dengan kesimpulan terakhir ini lah, Moggallana, seorang bhikkhu dapat dipandang sudah cenderung untuk menyingki rkan nafsu-nafsu keinginannya dan sudah siap untuk memperoleh hasil 'di luar dun iawi'." Dengan melaksanakan petunjuk tesebut, Moggallana berhasil mencapai tingkat Araha t hari itu juga. Lima belas hari setelah ditahbiskan, Upatissa (yang kemudian terkenal sebagai Sa riputta, anak Sari), berdiam bersama-sama Sang Buddha di Goa Sukarakhata dari Gu nung Gijjhakuta (Puncak Burung Nasar) di kota Rajagaha. Seorang pertapa golongan Paribbajaka bernama Dighanakha dari keluarga Aggivesana pada suatu hari menghampiri Sang Buddha dan setelah saling mengucapkan kata-kat a menghormat, ia berdiri di satu sisi. Ia kemudian memberikan pandangannya denga n mengatakan, "Yang Mulia Gotama, semua benda tidak menyenangkan hatiku. Aku tid

Dengan adanya perasaan be nci akan timbul permusuhan. Pan dangan kelompok kedua condong untuk membenci atau mempunyai pikiran buruk terhad ap benda-benda. yang mengetahui hakekat yang sebenarnya. P andangan kelompok pertama ialah condong ingin memiliki benda-benda tersebut. tidak menyenangkan. Aggivesana.ak merasa tertarik kepadanya. kamu harus melihatnya sebagai tanpa aku. yang mempunyai pandangan bahwa s emua benda menyenangkan hati mereka. Kalau melihat semua ini dengan terang. "Ada kelompok pertapa dan Brahmana. Dengan adanya pertentangan pendapat akan timbul pertengkaran. "Tubuh ini. Siswa Yang Ariya itu tahu bahwa ini adalah kehi dupannya yang terakhir. i a telah melepaskan ketiga pandangan tersebut. penderitaan. menc iut. Apa pun dalil keduniawian yang dikemu kakan orang. menyusut. Aggivesana. ia akan melepaskan diri dari nafsu-nafsu keinginan. Kalau perasaan menyenangkan timbul. Aggivesana. Setelah menyelami keadaan ini. Bhikkhu yang demikian itu tidak mungkin akan b ertengkar lagi mengenai sesuatu pandangan. maka perasaan menyenangkan dan tidak menyenangkan tidak bisa muncul." "Kalau begitu. Karena jemu." Setelah itu Sang Buddha menguraikan tentang adanya tiga pandangan mengenai hal t ersebut. maka perasaan menyenangkan dan netral tidak bisa muncul. merasa jemu terhadap perasaan yang menyenangkan. perasaan terdiri atas tiga jenis. Tanpa nafsu-nafsu keinginan. selalu memerlukan wangi-wangian dan sabun untuk m enutupi bau yang menyerang keluar. dan hilang sama sekali. Pandangan kelompok ketiga ialah condong ingin memiliki beberapa benda-benda dan membenci benda-benda yang lain. Ada kelompok lain berpegang teguh kepada pandangan bahwa semua benda tidak menye nangkan hati mereka. dibesarkan dengan m akanan nasi dan sayur-sayuran. Dengan melakukan ini. mereka tidak tertarik kepada apa pun juga. Siswa Yang Ariya. Kelompok ketiga mempunyai pandangan bahwa ada benda-benda yang menyenangkan hati dan mereka tert arik kepada benda-benda tersebut. kehidupan suci telah dilaksanakan dan selesailah tugas y ang harus dikerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang masih harus dikerjakan u ntuk memperoleh Penerangan Agung. air. dan selalu harus dibersihkan dan digosok (unt uk membersihkan kotoran yang melekat di kulit). Kalau perasaan netral timbul. Dalam batin yang bebas dari kemelekatan akan timbul pengetahuan bahwa batinnya s ekarang benar-benar telah bebas. "Selain dari itu." Setelah menjelaskan tentang ketiga pandangan salah tersebut. kamu harus melihatnya s ebagai penyakit. dan api. Terhadap benda-benda lain yang tidak menyenangkan hati. Sang Buddha kemudia n memberikan uraian tentang cara bagaimana orang dapat menyingkirkan kemelekatan . pandangan yang demikian itu pasti tidak menyenangkan hatimu dan sudah semestinya kamu tidak tertarik lagi kepadanya. mereka tertarik kepada semua benda. terdiri atas empat unsur pokok (Mahabhutarupa). sebagai bisul yang terkena anak panah dan menimbulkan kepedihan dan kesakitan. dan yang netral. Kamu harus melihatnya sebagai sesuatu y ang tidak kekal. tetapi ia tidak menganutnya dan juga tidak m elekat kepada salah satu dalil. maka peras aan tidak menyenangkan dan netral tidak bisa muncul." Ia ditakdirkan untuk lapuk dan membusuk. yaitu ta nah. kamu dapat melepaskan keinginan terhadap kesenangan-kesenangan i ndria. hawa udara. mereka tidak tertarik. ia dapat mengikutinya. Itulah tiga jenis perasaan yang tidak kekal dan timbul oleh sesuatu sebab dan di lahirkan oleh sebab. seorang bijaksana akan menyingkirkan pandangan it u dan juga tidak menganut pandangan pandangan yang lain. dan netral. sulit untuk dipertahankan. Dengan adanya pertengkaran akan timbul perasaan benci. Seorang bijaksana melihat bahwa kalau ia mengambil sikap dan mengatakan bahwa in i yang benar dan yang dua itu salah. Kalau perasaan tidak menyenangkan timbul. Perasaan itu ditakdirkan untuk mati kembali. tid ak menyenangkan. yaitu yang menyenangkan. ia akan bertentangan pendapat dengan mereka yang mempunyai kedua pandangan yang lain itu. ia akan bebas dari kemelekatan." . Ia berasal dari ayah dan ibu.

Aku berlindung kepada Sang Buddha. Mendengar khotbah kepada Dighanakha ia berpikir. Setelah khotbah selesai. Etam Budhana sasanam. " Artinya: "Janganlah berbuat kejahatan. Tempat mereka berkumpul adalah di Veluvanarama (hutan pohon bambu) dan waktu itu tengah hari pada saat purnama sidhi di bulan Magha. 2. Anupavado. Pertemuan para Arahat tersebut dinamakan Caturangasannipata atau Pertemuan Besar Yang Diberkahi dengan Empat Faktor. Adhicitte ca ayogo. Pertemuan Besar Para Arahat Ketika Sang Buddha berada di kota Rajagaha. Kusalassa upasampada. a tau membuka apa yang tertutup. seribu dua ratus lima puluh orang Ar ahat datang berkumpul. anupaghato. Kalau Sang Buddha dinamakan Dhammaraja (Raja Dhamma) maka Sariputta diberi gelar Dhammasenapati (Jenderal Dhamma). Semoga Sang Bhagava menerima aku sebagai upasaka yang berli ndung kepada Sang Ti-Ratana untuk seumur hidup. . Pantham ca sayanasanam. 4. Khanti paramam tapo titikkha. sungguh indah Bhante. "Indah. "Sang Bhaga va menganjurkan untuk melepaskan ikatan kepada semua benda melalui Kebijaksanaan Tertinggi. Sang Buddha sendiri pernah menerangkan di hadapan para bhikkhu dan bhikkhuni bah wa Sariputta adalah murid-Nya yang terpandai dalam kebijaksanaan dan Moggallana yang terpandai dalam kekuatan gaib. Nibbanam paramam vadanti Buddha." Merenungkan arti yang terkandung dalam khotbah tersebut. Samano hoti param vihethayanto. 3. dan Sangha. Ovada Patimokkha yang diucapkan Sang Buddha adalah sebagai berikut (Dhammapada 1 83. Dengan panjang lebar Bhante telah menguraikan Dham ma. Dhamma. Na hi pabbajjito parupaghati." Dengan cara-cara inilah Moggallana dan Sariputta memperoleh Penerangan Agung dan menjadi Arahat.Selama itu Sariputta berdiri di sisi Sang Buddha dengan kipas di tangan dan meng ipasi Sang Bhagava.terbebas dari ker agu-raguan terhadap keampuhan dan keunggulan Dhamma. Etam Buddhana sasanam. yaitu: 1. Patimokkhe ca samvaro.5) : "Sabba papassa akaranam. Mereka berkumpul tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Sacittapariyo dapanam. Mereka semuanya Arahat dan memiliki 6 (enam) kekuatan gaib (abhiñña). atau menyalakan api sewaktu keadaan gelap gulita. Mattaññuta ca bhattasmim. Dighanakha memperoleh Mata Dhamma dan. Ia memuji khotbah yang baru saja didengar dan menyatakan diri sebagai upasaka. Waktu itu Sang Buddha mengucapkan Ovadda Patimokkha. atau menunjukkan jalan kepada yang tersesat. Semuanya ditahbiskan dengan memakai ucapan "Ehi bhikkhu". menjelaskannya sebagai seorang yang telah menegakkan apa yang telah roboh. batinnya terbebas dari semua kekotoran batin dengan jalan menyingkirkan kemelekatan.

' Tetapi tidak ada ma khluk atau kelompok makhluk yang kepalanya tidak dibelah tujuh. bula n. Makanlah secukupnya. Sang Buddha merenung. dan tahun yang sama. Nibbanalah yang tertinggi dari semuanya. mereka mungkin akan mencela sikap-Ku dan mengatakan. Kesabaran adalah cara bertapa yang paling baik.Perbanyaklah perbuatan baik. Mengenai peristiwa penting dan menarik ini." Kemudian Sang Buddha terbang ke udara dan berjalan-jalan setinggi orang dewasa. Mengendalikan diri sesuai dengan tata tertib. maka Beliau mengirim berturut-turut sembilan orang utusan untuk mengundang Sang Buddha pulang ke Kapilavatthu. terutama oleh para bhikkhu di Muangthai / Thailand. setelah mereka menden garkan khotbah Sang Buddha dan mencapai tingkat Arahat. Itulah ajaran semua Buddha. Tiba di pinggir hutan Nigrodharama. Kemudian Kaludayi menyampaikan undangan Raja Suddhodana kepada S ang Buddha untuk berkunjung ke Kapilavatthu. berangkatlah Sang Bhagava beserta rombongan dua puluh ribu bhikkhu menuju Kapilavatthu. Kembali Ke Kapilavatthu Setelah Raja Suddhodana menerima berita bahwa Sang Buddha berada di Rajagaha. Ia mohon untuk diterima sebagai bhikkhu dan Sang Buddha mentahbiskannya dengan memakai kalimat "ehi bhikkhu". Kaludayi pun mencapai tingkat Arahat. Sang Buddha menerima baik undangan tersebut dan setelah Kaludayi berdiam tujuh hari di Rajagaha. Beliau bukan pula pertapa yang menyebabkan kesusahan orang lain. Waktu rombongan mendekati Nigrodharama. Tempat itu terletak di luar kota dan dikenal dengan nama Nigrodharama (hutan pohon beringin). tidak melukai. Waktu rombongan tiba. Itulah ajaran semua Buddha. Kaluday i adalah kawan bermain Pangeran Siddhattha waktu kecil dan lahir pada hari. Kalau Aku menyambut mereka dengan tetap du duk di tempat duduk-Ku. 114-121). Raja turun dari keretanya dan bersama-sama dengan pengiringnya berjalan kaki menuju ke tempat tinggal Sang Buddha. Perjalanan yang jauhnya enam puluh Yojana (1 Yojana = 16 Km) ditempuh dalam waktu enam pul uh hari. Beliau bukan pertapa yang menindas orang lain. Hidup dengan menyepi. Raja dapat melihat anaknya sedang berjalan-jalan di udara dan mer asa sangat kagum. Waktu mendengar Sang Buddha memberikan khotbah. Namun utusan-utusan tersebu t 'lupa' untuk menyampaikan undangan dari Raja Suddhodana. Sucikan hati dan pikiranmu." Peristiwa yang bersejarah ini hingga kini masih tetap dirayakan sebagai Magha-Pu ja. 'Su ngguh keterlaluan yang dilakukan Pangeran yang telah meninggalkan tahta. berduyun-duyun datang ke Nigrodharama. Kaludayi berangkat menuju Rajagaha. III. menjadi pertapa dan sekarang telah memperoleh Penerangan Agung dan mengaku sebagai Raja Dhamma. "Bangsa Sakya terk enal sebagai bangsa yang tinggi hati. Beliau memerintahkan agar disiapkan tempat untu k rombongan yang akan tiba. Lebih baik Aku terbang setinggi orang dewasa dan berjalan-jalan di udara. Sang Buddha yang sedang berjalan-jalan di udara setinggi orang dewasa n . yaitu bertemunya kembali Raja Suddho dana dengan anaknya dapat dituturkan sebagai berikut (Mhvu. Dan senantiasa berpikir luhur. yaitu tiap hari ditempuh satu Yojana. Berita dengan cepat sampai kepada Raja Suddhodana bahwa Sang Buddha dan rombonga n sedang menuju ke Kapilavatthu. Dari kejauhan. Raja Suddhodana berikut pengiring dengan disertai penduduk Kapilavatthu. ib ukota negara Magadha. Akhirnya Raja Suddhodana mengutus Kaludayi untuk mengundang Sang Buddha. Ia duduk saja dan tidak berdiri untuk menyambut kedatangan ayah-Nya yan g sudah tua dan sangat dihormati oleh seluruh rakyat Sakya. Sang Buddha bersabda. Tidak menghina. kalau sekiranya Sang Tathagata bangun untuk menghormatnya.

Dengan penuh kesujudan. Aku telah melepaskan diri dari semua benda dan telah terbeba s dengan musnahnya nafsu-nafsu keinginan. murni adalah arus air yang datang dari pantai kebajikan yang tak t ernoda dan dipujikan oleh para bijaksana. sehingga memb uat hatinya gembira sekali. Raja Suddhodana menghampiri anaknya dan berkat a. Setelah itu air memancar dari sebelah atas badan dan api berkobar-kobar dari badan sebelah bawah. Pada waktu itulah Sang Buddha mempertontonkan kekuatan gaib-Nya yang hanya dapat dilakukan oleh seorang Buddha. oh Yang Maha Tahu. Waktu itu hadir juga Yasodhara yang menuntun Mahapajapati. Dengan kedua t angan dirangkapkan di depan dada. yaitu Yamakapatihariya atau Mukjizat Ganda. Yasodhara merasa terharu sekali melihat keadaan Mahapajapati. sel anjutnya lari dari sebelah Selatan dan lenyap di sebelah Utara. Tetapi sekarang kaki anakku yang halus dan berwarna tembaga serta penuh g aris-garis ajaib itu harus berjalan di atas rumput kasar. "Ini adalah untuk ketiga kalinya aku menundukkan kepalaku di bawah kakimu." Raja Suddhodana berkata. pertama kali waktu seorang pertapa meramalkan bahwa anakku kela k akan menjadi Buddha. Apakah kaki anakku tidak pernah merasa sakit?" Sang Buddha menjawab. "Oh. Yang Maha Tahu. Kemudian menuruti bisikan hatinya. Mahapajapati matanya buta karena sed ih dan terlalu banyak menangis sewaktu Pangeran Siddhattha meninggalkan istana d an pergi bertapa di hutan Uruvela.aik lebih tinggi sedikit dan berdiri setinggi pohon palem. maka semua peristiwa yang terjadi harus diceritakan oleh Yasodhara. kemudian lari dari arah Barat dan lenyap d i sebelah Timur. Raja Suddhodana menanyakan apakah sekarang Sa ng Buddha baik-baik saja. Mahapajapati mendengar hadirin bersorak-sorak. "Aku adalah Sang Penakluk. duri. tetapi karena tidak dapat melihat . . Sang Buddha kemudian menghilang. Baginda. Setelah pemandangan yang di atas lenyap sama sekali. Yang hadir bersorak-sorak gembira melihat kemukjizatan tersebut. kemudian Sang Buddha terlih at duduk dengan tenang di tempat duduk-Nya. kedua kali waktu aku lihat anakku bermeditasi di bawah Po hon jambu dan ini untuk yang ketiga kalinya. Yaso dhara menampung dengan kedua tangannya air yang keluar dari badan Sang Buddha se waktu melakukan Mukjizat Ganda. dan batu kerikil . Sedikit demi sedikit Mahapajapati dapat melihat kem bali sehingga penglihatannya pulih seluruhnya. Setelah melakukan Mukjizat Ganda. Tetapi sekarang anakku mengembar a di waktu malam yang dingin dari satu hutan ke hutan yang lain. Sekarang Mahapajapati dapat menya ksikan sendiri peristiwa yang membuat para hadirin bersorak-sorak. Raja Suddhodana berkata. Api berkobar-kobar di badan sebelah atas dan air dingin melalui lima ratus pancaran turun dari badan sebelah bawah. "Dulu para pelayan tiap hari memandikan dan menggosok-gosok badan anakku dengan minyak kayu cendana yang baunya harum semerbak. sehingga dapat diliha t oleh segenap yang hadir. Dengan air itu Yasodhara membasahi dan mencuci m ata Mahapajapati berulang kali disertai doa semoga air itu dapat mengembalikan p englihatan Mahapajapati. tak ternoda oleh kekotoran-kekotoran batin di dunia ini. Kemudian muncul lagi dan lari dari arah Utara dan lenyap di sebelah Selatan. Sekarang siapak ah yang memandikan anakku dengan air bersih dan menyegarkan apabila anakku meras a lelah?" Sang Buddha menjawab. Satu mukjizat telah terjadi. Kemudian mereka semua berlutut memberi hormat kepada Sang Buddha. Hilang sudah keragu-raguan dan sekarang semua hadirin yakin bahwa Pangeran Siddh attha sesungguhnya telah menjadi Buddha. "Dulu anakku selalu memakai sandal terbuat dari kain w ol halus yang berjalan di atas permadani yang empuk dan dipayungi dengan payung putih. Orang seperti Aku tak dapat lagi digan ggu oleh perasaan enak dan tidak enak. Tiba-tiba di udara muncul seekor banteng besar dengan tengkuk yang bergetar-getar lari dari a rah Timur dan lenyap disebelah Barat. Dengan mandi dan menyelam dalam air de wata itulah Aku telah tiba di pantai seberang.

kereta perang. Sungguh aneh anakku berbuat hal seperti itu. Pahana (melenyapkan kekotoran batin). Dengan terbebas dari duka cita dan kese dihan. yang pakai bumbu atau yang tidak pakai bumbu dengan pikiran yang terkendali guna kepentingan dun ia ini. tempat tidur atau makana n. "Oh. diiringi musik yang merdu." Sang Buddha menjawab." Sang Buddha menjawab." Raja Suddhodana berkata. "Dulu. dan juga para Penakluk tidak menghiraukan apakah yang diterimanya menyenangka n atau tidak menyenangkan. maka Aku. Lagipula Kantha ka. Sang Tathagata. "Dulu anakku makan dari piring perak dan minum dari mangkuk emas. Semua duk a cita dan kesedihan telah Kutinggalkan. apakah anakku tidak lelah?" Sang Buddha menjawab. "Dulu. kereta yang mahal dan bergemerlapan dengan emas dan tembaga selalu tersed ia untuk dipakai dan kemana pun anakku pergi selalu ikut serta sebuah payung put ih." Raja Suddhodana berkata. Kaki dipan terbuat dari emas dan dibalut de ngan untaian bunga yang harum semerbak. Selalu tersedi a makanan yang lezat-lezat dengan bumbu yang terpilih. tidak menghiraukan pakaian. (melaksanakan med itasi) dan Anurakkhana (menjaga watak sendiri) adalah kuda-kuda-Ku. "Seperti juga Buddha-Buddha dari zaman dulu dan Buddha-Buddha di zaman yang akan datang. "Sekarang. orang seperti Aku tidak akan tidur dengan tidak nyenyak. Tetapi sekarang anakku memakai pakaian dari kain kasar yang terbuat dari serat kayu merah. sebagaimana layaknya disa jikan kepada seorang raja. Sungguh aneh anakku berbuat seper ti ini. anakku tidur di dipan tinggi yang dilapisi kulit kambing hutan dengan ban tal yang empuk dilapisi sutra halus. sedang lantai ditutup dengan permadani y ang terbuat dari bahan wol dan kapas. "Para Penakluk. di tempat ini pun yang dihuni oleh manusia terdapat para Brahma dan Dewa Agung yang senantiasa mengikuti petunjuk-petunjuk-Ku dan lagi pu la Aku dapat pergi kemana pun yang Kukehendaki. anakku adalah orang yang paling bercahaya di antara orang-orang dari suku Sakya. kebijaksanaan dan pikiran yang terpusat adalah sais-Ku." Raja Suddhodana berkata. Apakah tubuh Yang Maha Bijaksana tidak merasa sakit?" Sang Buddha menjawab. Baginda. sebatang pedang. Ketetapan hati. Seorang diri Aku mengembara ke tempat-tempat yang jauh. dan sebuah lambang kerajaan." Raja Suddhodana berkata. makan yang lembut dan kasar. Coba katakan." Raja Suddhodana berkata. kasar atau lembut. Dan rupanya a nakku menyukainya. dengan dilengka pi jendela putar yang serasi. Meskipun hingga kini masih tersedia kereta. sebuah pusaka. dimana pelayan wanita yang memakai perhiasan dan k alungan bunga menunggu dengan sabar kata-kata yang akan keluar dari mulut Tuanny a. anakku tinggal di istana yang kamarnya (di lantai atas) menyerupai tempat kediaman para dewa dan diterangi oleh sekumpulan kunang-kunang. Sekarang anakku memakai rumput dan daun-da unan sebagai kasur dan tidur di atas tanah yang kasar dan berbatu. oh Baginda. Tetapi sekarang anakku dengan tanpa perasaan muak. sebagaimana dewa Sakka yang paling berca haya di antara dewa-dewa di langit. oh Baginda. dengan bumbu atau tanpa bu mbu. "Dulu. Padhana yang terdiri atas Sanvara (pengekangan diri dar i nafsu-nafsu). Dan anakku adalah orang yang bercahaya di antara orang-orang d . para penyanyi selalu menyanyikan lagu-lagu yan g anakku senangi. namun anakku lebih senang berjalan kaki dari satu kerajaan ke kerajaa n lain. Bhavana."Sewaktu anakku masih memakai kain buatan Benares dan memakai baju bersih yang b erbau wangi bunga teratai dan cempaka." Sang Buddha menjawab. kuda dan gajah. kuda yang terkenal paling bagus dan paling cepat di seluruh negeri selalu me nyertai anakku. Aku selalu menjaga batin-Ku agar selalu berbelas-kasih kepada semua makhl uk. ma kan hidangan asin atau tidak asin. "Kekuatan gaib adalah kereta-Ku. "Dulu.

dimana pada malam hari binatang buas berkeliaran mencari mangsa." Sang Buddha menjawab. di hutan anakku seorang diri berada di tengah-tengah teriaka n burung hantu dan jeritan anjing-anjing hutan. Hal ini segera diberitahukan kepada Raja Suddhodana dan Raja menjadi terkejut da n malu sekali. tetapi baru sekarang ini mereka menyaksikan seorang dari kasta Khatt iya. di istana." Sang Buddha menjawab. selalu dijaga oleh pengawal bersenjata yang mahir menggunakan pedan g. Pemimp in yang tidak dipimpin oleh siapa pun. tetapi makhluk-makhluk itu tidak akan mengganggu walaupun sele mbar rambut-Ku karena Aku telah menyingkirkan semua perasaan takut. Raja Suddhodana memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seora ng Sotapanna. "Mengapakah anakku melakukan perbuatan yang sangat memalukan ini? Mengapa anakku tidak datang saja ke istana untuk mengambil makanan? Apakah pantas seorang putr a Raja minta-minta makanan di kota. Semua Buddha di zaman dulu hidup dengan jalan mengumpulkan makanan dari para penduduk. Penduduk kota Kapilavatthu menjadi heboh sekali. Raja Suddhodana kemudian menegur. Baginda. kamar anakku yang menyerupai tempat kediama n para dewa." Sang Buddha menjawab. bagaimana Anda dapat katakan bahwa Sang Penakluk. tempat dulu ia sering mondar-mandir dengan m enggunakan kereta emas? Mengapa anakku membuat malu ayah seperti ini?" "Aku tidak membuat ayah malu. se perti angin tidak dapat dijerat oleh jala. Memang sering mereka l ihat seorang pertapa atau Brahmana berjalan berkeliling mengumpulkan makanan dar i penduduk." jawab Sang Buddha dengan tenang. sebagaimana Dewa Sakka yang paling bercahaya di antara dewa-dewa di langit. Apakah anakku tidak takut? Coba terangkan hal i ni kepadaku. Karena itu. "Apa? kebiasaan kita? Bagaimana mungkin?! Tidak pernah seorang anggota keluarga kita minta-minta makanan seperti ini." Raja Suddhodana berkata." Selesai percakapan ini. Dengan tergesa-gesa Raja keluar dari istana dan pergi menemui San g Buddha. memang ini bukan merupakann kebiasaan seorang anggota keluarga ker ajaan. "Aku sekarang menyanyikan lagu dengan khotbah dan pembabaran Dhamma dan terbebas karena memperoleh Kebijaksanaan Tertinggi. Justru karen a tanpa perasaan takut itulah Aku menang dan berhasil keluar dari lingkaran tumi mbal lahir. Lagipula sekarang Aku memiliki Delapan Mustika yang tid ak ada bandingannya di dunia ini. seorang pertapa yang selalu waspada dan tidak tergoy ahkan oleh celaan atau pujian. tetapi ini adalah kebiasaan para Buddha. oh Baginda. "Sekarang pun seluruh dunia masih tetap menjadi milik-Ku dan Aku tetap masih mem iliki ribuan orang anak. putra dari seorang Raja yang masih memerintah. "Meskipun semua gerombolan Yakka datang bersama gajah-gajah liar yang mengarungi hutan belantara. "Dulu. Karena tidak mendapat undangan makan di istana. Hal ini memang sudah menjadi kebiasaan kami. maka keesokan harinya Sang Buddh a bersama-sama dengan pengikutNya memasuki kota Kapilavatthu untuk mengumpulkan makanan. oh Yang Maha Kuat.ari suku Sakya. Aku sekarang bercahaya di antara bhi kkhu-bhikkhu seperti Brahma di antara dewa-dewa di langit." Setelah Raja Suddhodana tetap mendesak agar Sang Buddha beserta pengikut-Nya men gambil makanana di istana. kalau saja anakku tidak melepaskan tujuh rupa pusaka (lam bang seorang Raja) dan menjadi seorang pertapa. maka pergilah Sang Buddha beserta rombongan menuju ke istana . berjalan keliling mengumpulk an makanan. oh Baginda. "Sebenarnya seluruh dunia bisa menjadi tanah milikmu dan seribu orang anak dapat pula menjadi milikmu. Tetapi sekarang. Seorang diri Aku berkelana. dapat merasa takut?" Raja Suddhodana kembali bertanya. seperti seekor singa tidak takut kepada suara. Dan anakku mengatakan bahwa ini sudah menj adi kebiasaan kita?" "Oh.

dicintai. dan setia kepada-Ku. "Biarkan saja Yasodhara memberi hormat kepada-Ku sebagaimana yang dikehendaki. Setelah lewat beberapa waktu." Kemudian Sang Buddha menceritakan Candakinnara Jataka. Setelah Putri sendiri juga mengambil tempat duduk. seperti di bawah ini: "Dalam salah satu kehidupan yang lampau. "Yang Maha Bijaksana. membersihkan kaki Sang Buddha yang basah dengan air mata untuk kemudian dengan hormat mempersilak an Sang Buddha dan Raja Suddhodana mengambil tempat duduk masing-masing yang sud ah disediakan. Putri tidak menggubrisnya sama sekali. waktu Putri mendengar bahwa. Waktu tiba di depan kamar. lebih baik aku tunggu saja dan lihat apa yang ak an terjadi. yang dulu pernah mengenal Pangeran Siddhattha. Putri pun tidak lagi memakainya. apakah pantas kalau aku sekara ng datang menemuinya? Aku rasa. Sungguh bajik menantuku Yasodhara ini. Mereka semua merasa gembira sekali dapat bertemu lagi dengan Sang Pangeran yang dicintai dan kagum melihat Sang Pan geran." Setelah berbicara dengan para pengunjung-Nya untuk beberapa waktu lamanya. anakku tidak lagi memakai untaia n bunga dan wewangian. aku akan memberi Beliau penghormatan yang layak." kata Sang Buddha. waktu mendengar bahwa anakku ti dak tidur di dipan yang tinggi dan mewah. "Bukan di kehidupan ini saja. Beliau sekarang termasuk gol ongan Buddha. yang sekarang sudah menjadi Buddha. Putri yang sedang menangis. berduyun-duyun orang. Raja Suddhodana berkata kepad a Sang Buddha. Sang Buddha berpesan ke pada ayahNya. dengan cepat Putri Yasodhara menyambutnya sa mbil berlutut dan memegang kaki Sang Buddha." Waktu Putri Yasodhara diberi kabar tentang kedatangan Sang Buddha. Kemudian Putri Yasodhara melepaskan rasa rindunya dengan meletakkan kepalanya di atas kaki Sang Buddha dan menangis tersedu-sedu sehingga kaki Sang Buddha basah dengan air mata. Kalau Beliau datang menemuiku." Sang Buddha menjawab. oh Baginda. waktu keluarganya mengir im pesan bahwa mereka bersedia menanggung semua keperluan hidupnya. yaitu kisah tentang kehid upan-Nya yang lampau bersama-sama Yasodhara. waktu Putri mendengar bahwa anakku memakai jubah kuning. "Di manakah Yasodhara?" Raja Suddhodana menjawab. P utri pun memakai baju kuning. "Pangeran Siddhattha sekarang sudah mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha. Putri pun tidur di atas dipan yang ren dah dan sederhana. "Oh. datang menemuinya untuk se kedar berbincang-bincang dan memberi hormat." "Kalau begitu. Putri segera memerintahkan semua pelayannya memakai baju kuning untuk memberi hormat selamat datang kepada Sang Buddha. dihormat. Putri pun makan hanya satu kali sehari. Sang Buddha menyerahkan mangkuk-Nya kepada Raja Suddhodana dan berjalan di muka menuju kamar Putri Yasodhara. waktu mendengar bahwa anakku makan hanya satu kali sehari. Sang Buddha bertanya. Karena itu. Yasodhara ada di kamarnya. Pada suatu hari mereka sedang bersuka ria di dekat sungai kecil dengan bernyanyi . Sang Bodhisatta dilahirkan sebagai seek or Kinnara (burung dengan kepala manusia) bernama Canda. Setelah Sang Buddha memasuki kamar. Tetapi Yasodhara berada di kamarnya dan berpikir. Apakah pantas bila aku datang menemuinya? Beliau pasti tidak dan j uga tidak mungkin membutuhkanku lagi.BAB IV MASA MENYEBARKAN DHAMMA Putri Yasodhara Setelah Sang Buddha beserta rombongan selesai makan tengah hari. yang hidup di Gunung Hi mava dengan istrinya yang bernama Canda. juga dalam kehidupan-kehidupan yang la mpau Yasodhara selalu melindungi berbakti. marilah kita pergi menjenguknya. Jangan berkata apa-apa atau melarangnya. Sang Buddha berdiri diam saja dan dengan batin yang waspada memancarkan gaya-gay a kasih sayang dan belas kasih kepada Putri yang sedang menangis memegangi kakiNya. dan dipuja oleh d emikian banyak orang.

tetapi sering juga meny ebutnya sebagai Bimba. Dengan menyamar sebagai seorang Brahmana. Beliau menciptakan seekor monyet betina dan b eberapa bidadari dan bertanya. "Sang Buddha akan mengambil kembali mangkuk-Nya di pintu pagar istana. Pangeran Nanda Pangeran Nanda adalah seorang saudara tiri Pangeran Siddhattha.N hal 741). Sang Bu ddha kemudian bertanya. memb eri berkah kepada semua orang yang hadir dan kemudian pamitan pulang setelah mem beri mangkuk-Nya kepada Pangeran Nanda. Bhaddakacca dan Subhaddaka. Hari itu Raja Suddhodana mencapai tingkat kesucian Sakadagami dan Putri Pajapati menjadi seorang Sotapanna. yaitu anak dari Putri Pajapati. "Nanda. dan Bimba. "Sang Bhagava akan mengambil kembal i mangkuk-Nya di pintu istana. Aku ingin melepaskan jubah dan pulang ke istana. telah menjadi seorang pertapa. Sang Buddha datang di tempat upacara." Canda tidak menghiraukan hiburan Raja Benares dan terus meratap dan menangis sam bil memprotes kepada para Dewata Agung yang membiarkan suaminya mati dibunuh ora ng. Nanda merasa menyesal dan menderita sekali karena terus mem ikirkan istrinya yang cantik. Pada waktu yang sama. Raja Suddhodana mengundang Sang Buddha untuk menghadiri upacara yang penting tersebut dan memberkahi kedua mempelai. Sang Buddha berjalan ke luar istana dengan diikuti Pangeran Nanda yang membawa m angkuk Sang Buddha. Setelah ditahbiskan. aku sebenarnya menyesal. Demikian keras protes Canda. " Engkau tak usah bersedih atas kematian suamimu. Raja memanah Canda dan matilah Canda. Karena Pangeran Siddhattha. Pada hari ketiga Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu. sebagai putra mahkota menggantika n kedudukan Pangeran Siddhattha. adik dari Ratu Maya. Raja Benares datang menghibur dengan mengatakan. Janapada Kalyani dapat diumpamakan sebagai monyet betina kalau dibandin gkan dengan para bidadari. Canda ialah yang sekarang dilahirkan sebagai Pangeran Siddhattha da n Canda ialah Putri Yasodhara. Bhikkhu ini kemu dian pergi melaporkan peristiwa tersebut kepada Sang Buddha. Aku tidak menyukai kehidupan sebagai bhikkhu. "Nanda. Aku mempersembahkan segenap cint aku dan seluruh isi kerajaanku. putra mahkota d ari Kerajaan Sakya. Istrinya. maka Raja Suddhodana ingin me nobatkan Pangeran Nanda yang berumur 35 tahun. apakah engkau mau menjadi bhikkhu?" Pangeran Nan da menjawab." Tetapi Sang Buddha terus berjalan ke luar. cepa t-cepatlah pulang. Kemud ian Pangeran Nanda berpikir. "Suami saya mungkin pergi ke vihara dan akan pamitan setelah tiba di sana. Raja Suddhodana ingin pul a menikahkan Pangeran Nanda dengan Putri Janapada Kalyani dan memberikan sebuah istana untuk tempat tinggal kedua mempelai. Hal ini dilihat oleh bhikkhu lain yang kemudian me negurnya. manakah yang lebih cantik. Pangeran Nanda berpikir. dan dianggap sebagai Putri da ri Dandapani. Pada waktu itu Raja Benares sedang berburu di hutan dan melihat Canda sedang bernyanyi dan menari. Sang Buddha memangg il Nanda dan dengan kekuatan gaib. melihat suaminya mengikuti Sang Buddha dan berpikir. memeluk mayat suamin ya dan menangis tersedu-sedu." . Putri Janapada Kalyani. Pangeran Nanda mengembalikan mangkuk kepada Sang Buddha." Karena itu Putri berpesan. Yasodhara sewaktu-waktu diseb ut sebagai Rahulamata. Bhante. "Mau. jangan pergi terlalu lama." Mempelai wanita. Bimbasundari. Bhaddakaccanna. Agama Buddha aliran Utara lebih menyukai nama Yasodhara. Seketika itu Raja jatuh cinta kepada nya.P. sehingga menggerakkan hati Raja Dewa Sakka. Canda. istrimu atau monyet betina itu?" "Bhante. Bimbadevi." Tiba di vihara. coba katakan.-nyanyi dan menari-nari." Sang Buddha kemudian mentahbiskannya menjadi bhikkhu . Di buku-buku suci Ti Pitaka (lihat D." jawab Nanda. apabila engkau bersedia menjadi permaisuriku. Dewa Sakka turun ke dunia dan menghidupkan ke mbali Canda. "Mengapakah Anda kelihatannya begitu sedih?" "Saudara. "Kekasihku. makan hidangan yang telah disediakan.

" Tiba di vihara. Sang Buddha berpikir.000 orang telah ditah biskan menjadi bhikkhu. Aku jamin bahwa engkau akan memiliki bidadari tersebut. Dari jend ela itu mereka dapat melihat Sang Buddha sedang makan siang." "Kalau begitu. aku mohon dengan sangat. 80. sedih dan sakit sekali. Tiba di taman. Yasodhara tak dapat lagi menahan air matanya yang menitik keluar dan berkata. karena seorang anak adalah pewaris dari apa yang menjadi milik ayahnya. Sang Buddha meninggalkan istana dan Rahula mengikuti sambil terus merengek-rengek. Kalau aku kelak menjadi Raja. Sekarang Rahula dibawa kemari dan dita hbiskan menjadi samanera. Aku sangat menyesal dan tidak senang akan apa yang tel ah terjadi. "Ayah. "Ayah. ba hkan bayangan Ayah membuat hatiku senang. Kemudian ia menambahkan. dengan segala senang hati aku ingin terus menjadi bhikkhu." Sang Buddha menyetujui permohonan Raja Suddhodana dan mulai hari itu tidak menta hbiskan bhikkhu atau samanera tanpa terlebih dulu mendapat izin dari orang tuany a. Aku mohon diberi harta pusaka. tetapi semua harta dunia penuh denga n penderitaan." Pangeran Rahula yang masih murni dan belum tahu apa-apa pergi mendekati Sang Bud dha dan sambil memegang jari tangan Sang Buddha dan menatap muka-Nya. yaitu satu orang dari setiap keluarga. tahukah engkau siapa orang itu?" "Beliau adalah Buddha. Waktu Nanda meninggalkan istana hatiku menjadi hancur dan menderita sekali. Raja Suddhodana menc apai tingkat kesucian Anagami. Dengan demikian ia akan mewari si harta pusaka yang paling mulia. Keesokan harinya. pertapa yang kulitnya kuning emas itu dan kelihatannya sebagai Brahma d ikelilingi oleh ribuan murid-Nya adalah ayahmu. Mendengar berita bahwa Rahula telah ditahbiskan menjadi samanera. "Sayang. Pergilah kepadanya dan mintalah hadiah sambil berkata." Tidak ada orang yang mencoba menghalang-halangi dan Sang Buddha sendiri juga mem biarkan saja Rahula merengek-rengek sambil terus mengikuti jalan di samping-Nya. tidak lagi diketahui apa yang terjadi deng an harta tersebut. "Anakku sayang. Kemudian aku mencurahkan cinta dan perhatianku kepada cucuku Rahula dan mencinta i melebihi cintaku kepada siapa pun juga. aku adalah Pangeran Rahula. "Ayah. Rahula men gatakan apa yang tadi dipesankan oleh ibunya. " Waktu dulu anakku meninggalkan istana membuat aku sedih. Aku mohon dengan sangat agar mulai hari ini tidak lagi ada seorang b hikkhu atau samanera yang ditahbiskan tanpa izin dari orang tuanya. Ayah. Nanda. Pangeran Rahula Pada hari ketujuh Sang Buddha di Kapilavatthu. aku kelak akan menja di raja. Ananda Setelah Sang Buddha beberapa lama diam di Kapilavatthu. setelah mendengarkan khotbah Sang Buddha. b ila saja engkau mau bekerja keras. aku ingin memiliki harta pusaka. Putri Yasodhara mendandani Panger an Rahula dengan pakaian yang bagus dan mengajaknya ke sebuah jendela. Ayah banyak memiliki harta. Kemudian Sang Bud . Raja lalu pergi menemui Sang Buddha dan dengan sopan menegur dengan kata-kata." jawab Nanda. Ia kemudian dengan tekun mengikuti semua petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh S ang Buddha dan dalam waktu singkat mencapai tingkat kesucian yang tertinggi dan tidak lagi mempunyai keinginan untuk kembali ke istana. Ibu." jawab Rahula. "Rahula minta warisan harta pusaka ayahnya. Setelah ayahmu meninggalkan istana. Raja Suddhodan a menjadi sedih sekali. Lebih baik Aku memberinya warisan yang berupa Tujuh Faktor Penera ngan Agung yang Aku peroleh di bawah pohon bodhi. Putri Yasodhara kem udian bertanya kepada Rahula. Beliau punya banyak harta pusaka . berikanlah kepadaku warisan. aku akan menjadi raja -di-raja. Sang Buddha minta kepada Sariputta untuk mentahbiskan Rahula men jadi Samanera."Bergembiralah. berikanlah aku harta pusaka." Selesai makan siang.

2.dha dengan rombongan berangkat ke Rajagaha. Sewaktu dalam perjalanan. Kalau Sang Buddha menerima hadiah. jangan membiarkan orang lain menganjurkan engkau untuk memohon pekerjaan tersebut. supaya Sa ng Buddha bersedia mengulangnya kembali. 4. Jawaban Ananda dalam hal ini sungguh menarik sekali. maka Sang Bud dha harus memenuhinya. Ananda mengatakan. Empat hal yang Ananda mohon supaya ditolak adalah: 1. seperti Sari putta dan Moggallana. Bhagu. 3. Ananda mengatakan kalau Sang Buddha melakukan satu dari empat hal yang tersebut di atas. Kalau ada orang datang dari tempat jauh. Sang Buddha berhenti di hutan mangga Anupiya dan di te mpat itu Beliau dikunjungi oleh Anuruddha. 4. Dikisahkan bahwa lima orang dari mereka dalam waktu singkat mencapai tingkat kes ucian Arahat. Ananda mencapai tingkat kesucian Sotapanna dan Devadatta tidak men capai tingkat kesucian. Sang Bhagava menyinggung tentang perlunya ditunjuk seorang pembantu tetap karena merasa usia-Nya yang sudah menin gkat. Bhaddiya. maka undangan itu tidak terma suk untuk dirinya. orang akan bertanya-tanya. Ananda. Kalau Sang Buddha menerima undangan pribadi. Empat hal yang Ananda mohon Sang Buddha menerimanya : 1. Selama 20 tahun setelah mencapai Penerangan Agung. Sunakkhata. 2. supaya ia boleh membawanya mengha dap kepada Sang Buddha. dan tahun yang sama dengan Sang Buddha dan t erkenal sekali karena sumbangannya untuk kemajuan dan perkembangan Buddha Dhamma . yang selama itu diam saja . Ananda dilahirkan pada hari. "Kalau S ang Bhagava memang memerlukan Ananda sebagai pembantu tetap. "Ananda. Pada suatu hari dalam khotbah-Nya di Rajagaha. S agata. apa sebenarnya fae . tempat tinggal yang menyenangkan dan aga r bisa ikut serta kalau Sang Buddha mendapat undangan." Kemudian Sang Buddha berkata. Para Arahat kemudian menganjurkan Ananda. untuk memohon kepada Sang Bhagava agar dapat diterima menjadi pembantu tetap. Kimbila. maka jubah itu ti dak boleh diberikan kepada Ananda. Upavana. Apabila Sang Buddha menerima pemberian jubah yang bagus. Setiap waktu ia diperbolehkan untuk bertanya kepada Sang Buddha. Sang Buddha belum mempunyai s eorang pembantu tetap. dan samanera Cunda membantu dan melayani Sang Bhagava (Buddha)." Baru setelah itulah Ananda menawarkan diri untuk menjadi pembantu tetap asal saj a Sang Buddha berkenan meluluskan delapan permintaannya. meskipun tidak teratur. Apa pun juga yang Sang Buddha khotbahkan sewaktu ia tidak hadir. maka hadiah tersebut tidak boleh diberi kan kepada Ananda. Kalau hal ini tidak diperkenankan. Nagita. Radha. Dev adatta. Bahwa Ananda tidak boleh diminta untuk tidur di kamar pribadi Sang Buddha yang harum baunya (Gandhakuti). Setiap hari secara bergantian bhikkhu Nagasamala. maka orang akan bercerita bahwa Ananda menjadi pembantu tetap karena in gin mendapat jubah bagus. bulan. dan tukang pangkas rambut mereka yang bernama Upali. menawarkan diri untuk menjadi pembantu tetap. tetapi memperoleh kekuatan gaib yang luar biasa yang ter tinggi yang dapat dicapai seorang manusia. 3. makanan enak. dan Meghiya. yaitu untuk menolak emp at hal dan meluluskan empat hal lainnya. Semua murid utama-Nya yang terdiri dari delapan puluh Arahat. Tetapi semua nya ditolak. Sang Bhagava boleh mengatakan-Nya. apabila i a merasa ada sesuatu yang diragu-ragukan. Kalau Ananda menerima sebuah undangan atas nama Sang Buddha. Atas kemauan sendiri engkau dapat menj adi pembantu tetap Sang Buddha.

Di rumah kakak iparnya di Rajagaha. yang menjadi per mulaan berdirinya Sangha Bhikkhuni. Dem ikian mewahnya hidangan yang sedang disiapkan. ia akan mendapat kepercayaan khalayak ramai dan mereka tahu bahwa Sang Buddha mempu nyai kepercayaan besar terhadap dirinya. Ketika hendak melintasi tanah pekuburan. Sang Buddha menyapanya dengan memanggil nama pribadinya. sehingga ia berpikir barangkali a da pesta pernikahan atau mungkin untuk menerima kedatangan seorang Raja. Setelah memberikan khotbah kepada para keluarganya yang berkumpul di kedua tepi sungai. adik Raja Suddhodana. serta tiga ora ng putri bernama Mahasubhadda. Selama 25 tahun lamanya Ananda melayani Sang Buddha. Ananda meninggal dunia pada usia 120 tahun. Ananda mencapai tingkat Arahat tiga bulan setelah Sang Buddha mangkat. Keluarganya di kedua tepi sungai mengumpulkan abu sisa badan jasmaninya. sedangkan Upali mengulang tata tertib (Vinaya) para bhikkhu da n bhikkhuni. hatinya merasa takut se kali sehingga ia menggigil. Karena itu Anan da juga dinamakan Bendahara Dhamma (Dhamma-bhandagarika). Dan Ananda jugalah. maka ia diberi nama Anathapindika yang berarti "Pemberi makan orang yang melarat". Pada wakt u itu Sang Buddha sedang jalan hilir mudik sambil menghirup udara pagi hari yang segar. sehingga akhirnya tibalah Anathapindika di Sitavana. Lagipula seorang makhluk halus (yakkha) bernama Sivaka yang baik hati mem beri ia semangat. mengikuti-Nya sebagai sebua h bayangan. Culasubhadda. Ananda berjalan ke tengah Sungai Rohini dan di situlah da ri tubuhnya keluar api yang membakar badan jasmaninya. Di tempat inilah untuk pertama kali Anathapindika bertemu den gan Sang Buddha. dibagi dua dan kemudian mereka mendirikan dua buah stupa sebagai penghormatan kepada An anda. sehingga dari tubuhnya keluar cahaya yang menerangi jalan yang harus dilal uinya. atas perintah Sang Buddha merancang jubah bhikkhu dengan men gambil contoh sawah-sawah di Magadha. menemani ke manapun Sang Buddha pergi. waktu Anathapindika berkunjung ke Rajagaha untuk urusan dagang. Setelah Sang Buddha setuju dan memberik an anugerah (Vara) berupa Delapan Hak Istimewa tersebut. Istrinya bernama Punnalakkhana. Pada suatu hari Sang Buddha tiba di hutan Sitavana dalam perjalanan dari Kapilav atthu ke Rajagaha. tetapi karena kedermawanannya dan selalu bers edia menolong orang yang melarat. Ananda adalah putra tunggal dari Pangeran Suk kodana. Setelah diberitahu bahwa semua hidangan itu disiapkan untuk menerima kedatangan Sang Bu ddha. Kemudian Sang B . Justru karena hubungan erat inilah. kota Rajagaha yang dike tuai oleh Maha Kassapa. mengambilkan air. Dibantu dengan ingatan kuat yang dim ilikinya. Di sidang tersebut. Pada hari akan meninggal dunia. Seperti diketahui di halaman muka. maka Ananda dapat mengulang semua khotbah Sang Buddha. Anan da pergi ke tepi Sungai Rohini. kakak dari seorang jutawan di Rajagaha mempunyai seorang putra bernama Kala. Anathapindika Anathapindika dilahirkan di Savatthi. maka mulai hari itu Ana nda resmi menjadi Buddha-upatthaka (pembantu tetap Sang Buddha). Tetapi kepercayaannya terhadap Sang Buddha demikian kuat. ia melihat bahwa jutawan dari Rajagaha ini sedang sibuk mempersiapkan hidangan untuk Sang Buddha dan para pengikut-Nya. satu di Kapilavatthu dan satu lagi di negara Koliya. maka timbul hasrat dalam dirinya untuk mengunjungi Sang Buddha. yaitu pad a hari pembukaan Sidang Agung Pertama di Goa Sattapanni. maka Ananda mempunyai kesempatan istimewa un tuk mendengarkan semua khotbah Sang Buddha. Hanya kalau delapan permohonan ini dikabulkan. Ayahnya seorang jutawan yang bernama Suman a. ha ri masih gelap. dan Sumana. membersihkan kamar-Nya dan hal-hal lain lagi. yang menjadi perbatasan antara Kapilavatthu dan negara Koliya. Me mikirkan kunjungan ini membuat Anathapindika demikian tegang. sehingga malam itu ia terbangun sampai tiga kali dari tidurnya. Ananda mengulang khotbah-khotbah (Su tta) Sang Buddha. Waktu ia berangkat ke Sitavana.dah dari pengabdian tersebut. mencuci kaki-Nya. Ia bermaksud untuk mengunjungi Sang Buddha pagi-pagi sekali keesokan harinya. Patut pula dicatat sebagai jasa Ananda bahwa berkat sokongannya yang kuat. Nama sebenarnya adalah Sudatta. Putri Pajapati berhasil diterima menjadi bhikkhuni oleh Sang Buddha.

Anathapindika segera menyuruh pelayannya untuk menge luarkan uang emas dari gudang hartanya dan menutupi taman dengan mata uang emas. Anathapindika merasa se dih sekali karena tidak ada sesuatu yang dapat dipujanya. Anathapindika meng undang Sang Buddha untuk ber-vassa (istirahat musim hujan) di Savatthi. maka akhirnya ia setuju menjual tamannya asalkan saja Anathapindika sanggup menutupi taman tersebut deng an uang emas. rumah-rumah untuk istirahat dan hadiah-hadiah dalam rangka menyambut kunjungan Sang Buddha ke Savatthi. Anathapindika mencari sebidang tanah yang luas dan sunyi untuk membuat tempat tinggal bagi Sang Buddha dan para pengikut-Nya. Seisi rumahnya berpegangan teguh kepada Pañca-Sila dan pada hari-hari Uposatha (ta nggal 1. Waktu mau pamitan pulang. Di pihak lain. Tetapi Pangeran Jeta men jawab bahwa tamannya tidak dijual. Tiap hari Anathapindika memberi makan kepada seratus orang bhikkhu dan menyediak an juga makanan untuk para tamu. maka setibanya di Savatthi. Selesai makan siang yang ia layani sendiri. Ketiga putrinya juga semua turut membantu ayahn ya mengurus segala kebutuhan para bhikkhu. menikah dan k emudian mengikuti suaminya. Kalau datang ia selalu membawa hadiah-hadiah untuk para bhikkhu muda dan samanera. oh Bhagava. taman-taman. Anathapindika mengundang Sang Buddha untuk keesokan ha rinya makan siang di rumahnya. ia sendiri tidak pernah menanyakan sesuatu karena khawatir membuat Sang Buddha lelah." jawab Anathapindika. Lima ratus tempat duduk selalu siap di rumahnya untuk menerima siap a saja yang datang. Tetapi menjelang semua tanah akan tertutup dengan mata uang emas. maka kemudian dikenal Anandab odhi. penduduk desa dan mereka yang kebetulan datang ke rumahnya. Dayak a berarti penyokong Sang Buddha. ia meninggalkan pesan kepada sah abat-sahabat dan kenalan-kenalannya agar menyiapkan tempat tinggal. 8.uddha memberikan uraian Dhamma yang membuat Anathapindika menjadi seorang Sotapa nna. Dengan tidak pikir panjang. khususnya pada waktu Beliau sudah berusia lanjut dan di vihara inilah Sang Buddha memberikan khotbah-Nya yang terbanyak. Sugata. Karena penanaman pohon ini dihadiri oleh Ananda. Anathapindika diberi gelar "Pemimpin para Dayaka". oh kepala keluarga. Mengetahui bahwa Sang Buddha menerima tawaran untuk ber-vassa di Savatthi. s atu cangkokan dari pohon Bodhi di Gaya ditanam di dekat pintu-masuk Jetavanarama . Anathapindika dua kali sehari mengunjungi Sang Buddha dan sering membawa banyak sahabatnya. Ia ingat ke pada taman Pangeran Jeta yang memenuhi syarat yang dikemukakan Sang Buddha. 22/23 menurut penanggalan bulan) mereka berpuasa. Oleh karena itu bersam a-sama penduduk Savatthi lain ia minta kepada Ananda untuk membuat tempat di man a mereka dapat memuja dan memuliakan nama Sang Buddha. "Para Tathagata. meskipun Anathapindika sanggup membayar sepul uh juta uang emas. Putri yang ketiga memperoleh tingkat kesucian Sakadagami. Setelah menyelesaikan urusan dagangnya di Rajagaha Anathapindika pulang ke Savat thi. Karena Anathapindika terus mendesak. menyukai tempat yang sunyi. Sang Bud dha menerimanya dengan mengatakan. 14/15. tiba-tiba Pan geran Jeta datang dan minta agar sisa tanah yang belum tertutup uang emas diangg ap sebagai sumbangan Pangeran Jeta kepada Sang Buddha. Atas saran Sang Buddha. Ia tidak menikah dan t . Pada suatu waktu. Sang Buddha sendiri sering m emberikan uraian Dhamma kepadanya. Dikisahkan bahwa Sang Buddha berada di vihara Jetavanarama tersebut selama sembi lan belas vassa. Sepanjang jalan dari Rajagaha ke Savatthi. Setelah itu Anathapindika memerintahkan untuk membuat sebuah vihara yang besar dan megah dengan biaya yan g besar sekali. ketika Sang Buddha sedang berkeliling. Ia m enghubungi Pangeran Jeta dan mengutarakan maksudnya untuk membeli tanah tersebut bagi tempat tinggal Sang Buddha dan para pengikut-Nya. Putri pertama dan kedua telah mencapai tingkat kesucian Sotapanna." "Saya mengerti. Anathapindika sibuk mempersiapkan sendiri semua kebutuhan un tuk keesokan harinya dan menolak tawaran kakak iparnya dan Raja Bimbisara yang i ngin membantunya. Karena kedermawanannya. Tetapi anehnya. saya mengerti. Setiba di rumahnya.

Waktu ia sakit keras. Permohonan itu dikabulkan dan Dhana jaya membuat rumah di tempat tersebut. Selama empat belas hari berikutnya. berdandan dan memakai baju yang bagus. putra dari Mendaka. Tiba-tiba hujan besar turun dan semua gadis kawan Visakha berlari mencari tempat untuk berteduh di sebuah bangsal. ia mohon kepada Raja Pasenadi untu k membuat tempat tinggal di tempat tersebut.800 atau 5. Ayahnya bernama Dhanajaya. Visakha juga ikut tinggal bersama kedua orang tuanya di Sake ta. Raja Bimbisara lalu memilih Dhanajaya. Paññavaddhana . untuk p indah ke Savatthi. "Aku punya banyak baju di rumah. Di bangsal itu iuga turut berteduh beberapa orang suruhan Migara. Tambahan lagi Visakha memang seorang gadis cantik yang memiliki Lima Kecantikan (Pañca-Kalyani). Reruntuhan dari Jetavanarama. Hanya Visakha yang tidak turut berlari dan ja lan saja seperti biasa. Visakha Visakha dilahirkan di kota Bhaddiya. di dekat Savatthi kini masih dapat dilihat di temp at yang bernama Sabet-mahet (Nepal Selatan). Hal ini akan membawa kerugian besar bagiku. yang waktu itu berumur lima belas tahun. Untuk memenuhi permoh onan Raja Pasenadi. Wa ktu itu Mendaka minta Visakha mengunjungi Sang Buddha dan diberi lima ratus oran g pengikut. Visakha kemudian mengundan g Sang Buddha beserta murid-Nya untuk makan siang keesokan harinya di rumah kake knya. dan Sariputta datang mengunjunginya bersama-sama Ananda. "Mengapa engkau tadi tid ak lari. sekarang bajumu basah kuyup. Ia ingin turut menyaksikan perayaan tersebut dan bersama kawan -kawannya ia pergi ke tepi sungai.564 m). Pada suatu hari di Saketa diadakan perayaan dan semua orang pergi ke sungai untu k mandi. Mereka bertanya. Dalam perjalanan menuju Savatthi. mungkin aku t erjatuh dan cedera anggota tubuhku. Dikisahkan bahwa Raja Pasenadi dari negara Kosala ingin sekali mempunyai seorang yang banyak jasanya tinggal di kerajaannya. yang waktu itu memerintah kerajaan Magadha dan Anga untuk mencari kan seorang yang banyak jasa untuk tinggal di kerajaannya. Tidak lama kemudian. Putranya semula tidak tertarik mendengarkan Dhamm namun berkat dorongan ayahnya ia kemudian sering mendengarkan khotbah Sang Buddha dan mencapai tingkat kesucia n Sotapanna. Visakha. Tiba di tempat yang dituju. seketika itu ia sembuh dari sakitnya. Dhanajaya berhenti di satu tempat yang berada tujuh "League" dari Savatthi (1 league = 4. Ia bangkit dari tempat tidurnya d an menyuguhkan kedua Thera tersebut dengan makanan dari pancinya sendiri. Kalau aku lari. Tiba di bangsal." Jawaban Visakha ternyata mengesankan sekali orang suruhan Migara. Beliau mengirim permohonan kepada R aja Bimbisara. Anathapindika meninggal dunia sebelum Sang Buddha mangkat. ia meninggal dunia dengan tenang dan bertumimbal lahir di s urga Tusita. Mereka segera menyerahkan sebuah karangan bunga sebagai tanda pinangan untuk men . Pada waktu itu Sariputta memberikan uraian Dhamma dan selag i Anathapindika memusatkan pikirannya kepada perbuatan-perbuatannya yang baik da n mulia. Sang Buddha mengunjungi kota Bhaddiya. yang kemudian berkembang menjadi kota yan g dinamakan Saketa. seorang jutawa n dari Savatthi. Mereka heran melihat Visakha dengan tenang berjalan memasuki bangsal. lima ratus orang budak dengan memakai lima ratus kereta. mereka mendengarkan khotbah Sang Buddha dan Visakha memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. negara Anga. ia mengirim pesan khusus kepada Sariputta. meskipun bajunya basah kuyup dengan air hujan. yang terletak di sebelah Timur Magadha. ayah Visakha." Visakha menjawab. yang mencari seorang untuk dinikahkan dengan anaknya. Mendaka menjamu Sang Buddha beserta rombonga n di rumahnya. Melihat bahwa tempat itu menyenangkan sekali. bajunya basah kuyup.inggal bersama-sama ayahnya. dan ibunya bernama Suma na. Gadis sepertiku dapat diumpamakan sebagai barang dagangan yang tidak boleh mempu nyai cacat. Waktu Visakha berusia tujuh tahun.

Di tempat itu mereka berdiam selama empat bulan. Para pertapa Nigantha mendesak Migara untuk mengirim pulang Visakha. tetapi Migara tidak memperdulikannya dan terus saja makan. lima ratus kereta dengan membawa t iga orang budak wanita tiap-tiap kereta disertai segala keperluan mereka. duduklah dengan tenang dan bahagia. Tetapi Visakha. Dhanajaya membekali putrinya dengan lima ratus pedati penu h dengan uang. Migara (mertua Visakha) adalah pengikut para pertapa Nigantha.ikah. 7. 4. tetapi Migara ingin menunggu saat yang tepat. menjaga baik api di rumah. Oleh kedua orang tuanya. Api dari luar rumah tidak boleh dibawa masuk ke dalam rumah. perak. Tetapi. Selama waktu itu. 6. setelah para wali meneliti dan mendengar segala keterangan dari yang b ersangkutan dan para saksi. lima ratus pedati penuh dengan emas. makanlah dengan tenang dan bahagia. Api dari dalam rumah tidak boleh dibawa ke luar rumah. Pada hari pernikahan. 2. Di hadapan para wali tersebut. kain sutra. Tidak memberi kepada orang yang tidak memberi." Migara marah sekali dan mengancam untuk mengirim pulang Visakha ke rumah orang t uanya. 10. menghormat dewa-dewa di rumah. Keesokan harinya Visakha beserta rombongan berangkat menuju ke Savatthi. mereka berkesimpulan bahwa Visakha tidak bersalah. menolak untuk memb eri hormat. Setelah itu Visakha memberi perintah untuk membuat persiapan pulang ke rumah ora . beras dan kacang-kacangan masing-masing lima ratus pedati. Visakha minggir sedikit agar Migara dapat melihat bhikkhu terse but. Migar a mengundang para pertapa Nigantha datang ke rumahnya dan memerintahkan Visakha untuk melayaninya dengan baik. Sekarang harus dibuat persiapan untuk merayakan pernikahan Visakha. Pada suatu hari. yaitu pertapa yan g hidup bertelanjang bulat. mertua saya sedang makan hidangan basi. 9. Kalau Kalau Kalau Harus Harus duduk. Tidak lama setelah Visakha berada di rumahnya. alat meluku dan alat pertanian lainnya lima ratus pedati. lima ratus pandai emas bekerja siang dan malam untuk membuat perhiasan yang dinamakan Mahalatapasadhana. tidurlah dengan tenang dan bahagia. Visakha menerima baik karangan bunga tersebut dan orang suruhan Migara men gikuti Visakha pulang ke rumah orang tuanya. Perhiasan ini berat sekali dan hanya bisa dipakai oleh orang yang tenaganya kuat. Sepuluh pesan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Visakha kemudian berkata kepada bhikkhu tersebut. yang jijik melihat mereka bertelanjang bulat. Semua p enduduk Savatthi keluar dari rumahnya untuk menyambut kedatangan Visakha dan mem persembahkan aneka ragam hadiah. Migara melontarkan beberapa dakwaan terhadap Visakha . mentega. 8. . Hanya memberi kepada orang yang memberi. yang berdiri berhimpit-himpitan ditambah de ngan enam puluh ribu sapi jantan dan enam puluh ribu sapi perah. Memberi kepada orang yang memberi dan juga kepada orang yang tidak memberi Selanjutnya Dhanajaya mengangkat delapan orang kepala keluarga yang terhormat un tuk menjadi wali Visakha dan meneliti tiap dakwaan yang kelak mungkin akan ditud uhkan terhadap tingkah laku anaknya. makan. mutiara dan batu-batu permata lainnya. Di sam ping itu juga ternak yang memenuhi lapangan seluas tiga per empat "league" panja ngnya dan delapan "cambuk" lebarnya. ketika Migara sedang makan dan Visakha berdiri di sampingnya sa mbil mengipasinya. seorang bhikkhu datang untuk mengumpulkan makanan dan berdiri di depan pintu. Bhante. 5. Perhiasan itu terbuat dari emas dan ditabur dengan berlian. Masih ditambah lagi dengan perhiasan Mahalatapasadhana yang mahal sekali dengan disertai sepulu h pesan yang harus ditaati oleh Visakha selama berada di rumah suaminya. "Jalan terus saja. Semua hadiah diterima baik oleh Visakha untuk k emudian dibagi-bagikan lagi kepada penduduk Savatthi yang kurang mampu. Raja Pasenad i sendiri berkenan untuk ikut dengan rombongan yang menyertai mempelai laki-laki pergi ke Saketa. Tetapi Visakha minta agar persoalan itu dibawa ke depan para walinya. tidur. tembaga. pinangan i ni pun diterima dengan baik. 3.

Selama hidupnya ia diperkenankan datang di Savatthi. dan c icit yang semuanya hidup. Migara lalu menyingkir pergi dan meme rintahkan Visakha untuk melayani-Nya. Sang Buddha mem berikan uraian Dhamma dan atas permintaan Visakha. tetapi roman mukanya ma sih seperti gadis berumur enam belas tahun. Karena itu Visakha mengambil keput usan untuk membelinya sendiri dan uangnya digunakan untuk membuat sebuah vihara yang disebut Migaramatupasada di taman sebelah Timur (Pubbarama) Savatthi. 5. Tetapi. Migara harus mengundang Sang Buddha dan murid-Nya makan siang di ruma hnya. 8. tiap putra dan pu tri kembali mempunyai dua puluh orang anak dan tiap cucunya kembali mempunyai du a puluh orang anak. Beliau membagi waktu-Nya antara Jetavana dan Pubbarama. penduduk Savatthi selalu mengundang Visakha kalau mereka mengadakan pes . Waktu Visakha meninggal dunia pada usia seratus dua puluh ta hun. 4. kalau sedang berada di Savatthi. Oleh karena ia memperoleh tingkat Sotapann a atas jasa dari Visakha. Selama hidupnya ia diperkenankan kit. dikeluarkan atas sar an Visakha. Belakangan. Suatu hari Visakha mengunjungi Sang Buddha dan sebelum memasuki vihara ia membuk a perhiasan Mahalatapasadhana yang dipakainya. 3. Migara turut mendengarkan dar i belakang tirai. Selama hidupnya ia diperkenankan khuni. Meskipun sudah berusia lanjut. Selama hidupnya ia diperkenankan yang pergi dari Savatthi. Setelah mendengar khotbah Sang Buddha. Selama hidupnya ia diperkenankan sakit. tetapi memerintahkan untuk menjualnya dan hasilnya digunakan untuk kepe rluan para bhikkhu. yaitu "Migaramata" yang berart i "Ibu Migara". kalau sian gnya berada di Jetavana. Setelah selesai bersantap. 7. pelayannya lupa unt uk membawanya. Selama dua puluh tahun terakhir dalam kehidupan Sang Buddha. Visakha menolak untuk mengambilnya kembali. untuk memberikan jubah kepada para bhikkh untuk memberi makanan kepada bhikkhu yang untuk memberi makanan kepada para bhikkhu untuk memberi makanan kepada bhikkhu yang untuk memberi makanan kepada mereka yang untuk memberi obat kepada bhikkhu yang sa untuk memberi beras untuk keperluan menda untuk memberi baju mandi kepada para bhik Visakha mempunyai sepuluh orang putra dan sepuluh orang putri.ng tuanya di Saketa. pergi berkeliling mendatangi para bhikkhu dan bhikkhuni untuk me nanyakan kebutuhannya. Waktu Sang Buddha dan para murid-Nya tiba. ternyata tidak ada orang yang mampu membelinya karen a perhiasan itu memang sangat mahal harganya. waktu Visakha kembali untuk mengambilnya ternyata bah wa Ananda telah menyimpannya di ruang dalam. malamnya Beliau diam di Pubbarama atau sebaliknya. Sewaktu-waktu ia diutus oleh Sang Buddha untuk mendamaikan perselisihan-perselis ihan yang timbul di antara para bhikkhuni. Oleh kar ena itu. Selama hidupnya ia diperkenankan menjaga bhikkhu sakit. Ia mohon maaf kepada Visakha dan permohonan ini diterima oleh Visakha deng an syarat. seperti aturan yang mengharuskan para bhikkhu memakai "baju mandi" kalau mandi. Tetapi kemudian Migara melihat kesalahannya dan merasa meny esal. Selama hidupnya ia diperkenankan dak. Beberapa aturan. Beliau mempunyai delapan ribu empat ratus dua puluh orang anak. Setiap hari ia memberi makan kepada lima ratus orang bhikkhu. Selama hidupnya ia diperkenankan u yang selesai ber-vassa. Setiap sore ia datang ke vihara mengunjungi Sang Buddha dan setelah mendengarkan uraian Dhamma. cucu. Waktu pulang. Sekarang Visakha bebas untuk melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan sebagaimana y ang ia kehendaki. Visakha sangat terkenal sebagai orang yang dapat membawa keberuntungan. 6. Visakha mohon dan diberikan delapan "anugerah" oleh Sang Buddha. maka mulai hari itu ia menghormat Visakha sebagai ibun ya dan mulai hari itu Visakha mendapat nama baru. Migara memperoleh Mata Dhamma dan menjadi seorang Sotapanna. 2. yaitu: 1.

Setelah mendengar khotbah ters ebut. Waktu inilah yang dianggap tepat oleh Putri Pajapati. Permoho nan ini tiga kali ditolak dan kemudian Sang Buddha meninggalkan Kapilavatthu kem bali ke Vesali. Kapilavatthu. istri Raja Suddhodana menja di seorang Sotapanna. setelah mendengarkan khotbah-khotbah Sang Buddha. oh Bhagava. menikah dengan anak laki-laki dari Anathapindika. (Menurut Buddhaghosa. Sang Buddha." . Putri Pajapati pergi ke Nigrodharama dan mohon agar mereka semua ditahbiskan menjadi bhikkhuni. telah besar pahalanya. Waktu itu Putri Pajapati sudah mengambil keputusan untuk menjadi bhikk huni dan menunggu waktu yang tepat untuk mohon ditahbiskan oleh Sang Buddha.ta perayaan lain. Visakha pun mendapat gelar "Pemimpin da ri para Dayika". Kembali Sang Bu ddha menolak sampai tiga kali. Setelah meninggal dunia. Visakha diperkirakan lebih muda sedikit dari Anathapindika. Kapilavatthu. Sesudah itu Sang Buddha menar ik diri di Nigrodharama. dari kehidupan berkeluarga memasuki kehidupan seorang bhikkhuni dan menjalankan dengan tekun ajaran dan tata tertib yang dite tapkan oleh Sang Tathagata. oh Bhagava. ibu tiri-Nya dan yang pernah memberikan-N ya air susu. Sang Buddha kemudian memberikan urai an Dhamma yang dikenal sebagai Kalahavivadasutta. Karena itu. Tetapi Putri Pajapati dan lima ratus wanita muda itu tidak putus asa dan mengiku ti perjalanan Sang Buddha ke Vesali. yang menjadi perbatasan antara kedua negara. sebelum akhirnya mereka mencapai Nibbana). ucapan ya ng ramah. pada tahun kelima Sang Buddha mendapat Penerangan Agung. Sebagaimana halnya dengan Anathapindika. Vesali. Sakadagami. tingkah laku yang halus. waktu itu Putri Pajapati Gotami. datang ke Kapilavatthu dengan terbang melalui udara. di bawah payung kerajaan yang berwarna putih . lima ratus orang Sakya yang masih muda ditahbiskan menjadi bhikkhu. waktu ibu-Nya sendiri meninggal dunia. Ananda. "Kalau seorang wanita. menghormat kepada orang yang lebih tua dan kebaikan hatinya kepada sem ua orang. Dayika adalah seorang wanita yang menjadi penyokong Sang Buddha . alangkah baiknya wanita itu d apat diterima menjadi bhikkhuni. Mereka mengikuti dengan berjalan kaki. Beliau mengasuh dan menyusui -Nya dari dadanya sendiri. sehingga waktu ti ba di Vesali kaki mereka luka-luka dan bengkak serta badan penuh debu. Visakha mendapat tempat yang mulia dalam hati mereka yang pernah menge nalnya. Raja Suddh odana sakit keras. Raja Suddhodana k elihatannya sudah lemah sekali. tetapi sebaiknya s engketa tersebut diselesaikan melalui perundingan. Tidak lama kemudian timbul perselisihan antara negara Sakya dan negara Koliya pe rihal air Sungai Rohini. karena adik peremp uannya yang bungsu. ya itu Kala. Maha Pajapati Gotami. yang waktu itu berada di balairung Kutagarasalla . Sang Buddha diam di Nigrodha rama. Visakha dan Anathapi ndika akan menikmati hidup bahagia di alam surga selama seratus tiga puluh satu kappa. Raja Suddhodana mencapai tingkat Arahat setelah mendengarkan khotbah tersebut dan masih dapat menikmati berkah dan kedamaian Nibbana selama tujuh hari sebelum mangkat. apakah mungkin orang itu mencapai tingkat kesucian S otapanna. Ananda me nemui para wanita tersebut yang sedang menangis di depan pintu dan kemudian mene ruskan permohonan mereka untuk dapat diterima menjadi bhikkhuni. Dengan sikapnya yang luhur. Bersama-sarna lima ratus w anita muda yang suaminya telah diterima menjadi bhikkhu. setelah terlebih dulu memotong rambutnya da n memakai jubah kuning. bibi Sang Bhagava. Kemudian Ananda mengubah cara mengemukakannya dan bertanya. Sang Buddh a kembali mengunjungi Kapilavatthu dan memberi nasehat kepada kedua belah pihak untuk tidak menyelesaikan sengketa tersebut dengan berperang. Sang Buddha kemudian memberikan khotbah kepada a yahnya yang berada di tempat tidur. Maha Pajapati Gotami Pada tahun kedua setelah mendapat Penerangan Agung. Tiga tah un kemudian. oh Bhagava." "Kalau begitu. Beliau adalah pengasuh-Nya. Anagami atau Arahat?" "Seorang wanita dapat mencapainya. Setelah sengketa tersebut dapat didamaikan. Visakha bertumimbal lahir di surga Nimmanarati dan menj adi pelayan dari raja dewa Sunimmita. Sujata.

berdiri dari tempat duduknya. 5. Setelah vassa. Maha Pajapati mem beri hormat kepada Sang Buddha dan kemudian berdiri di satu sisi. Seorang bhikkhuni tidak boleh menjalankan vassa di tempat dimana tidak ter dapat seorang bhikkhu. Kemudian sewaktu Maha Pajapati sedang berada di Vesali. semuanya mencapai tingkat Arahat. sebelum ia dapat ditahbiskan menj adi bhikkhuni. dan dicurigai. Dengan gembira Maha Pajapati menerima delapan "aturan keras" tersebut dan kemudi an ditahbiskan menjadi bhikkhuni pertama. Ananda. Bimbadevi. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. Sang Bhagava m emberikan uraian Dhamma dan kemudian memberikan kepadanya obyek untuk melakukan meditasi (Kammatthana). seorang calon bhikkhu ni harus mohon ditahbiskan menjadi bhikkhu dari Sangha para bhikkhu dan dari San gha para bhikkhuni. seorang bhikkhuni harus mohon kepada Sangha para bhikkhu da n Sangha para bhikkhuni untuk mendapat teguran dan peringatan tentang apa yang d ilihat. 2. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh d ilanggar selama hidupnya. Beliau melatihnya dengan tekun dan tidak lama kemudian m encapai tingkat Arahat. 4. Sang Buddha menyatakan bahwa Maha Pajapati adalah pemimpin dari para bhikkhuni yang terkemu ka (Rattaññu). seorang bhikkhuni harus memohon dua hal dari Sangha para bhikkhu. 6. Dengan demikian berdirilah Bhikkhuni Sangha yang dipimpin oleh Maha Pajapati Got ami dan berkembang terus di desa-desa. Bimba. yang sewaktu-waktu juga disebut sebagai Rahulamata. Seorang bhikkhuni." Kemudian Ananda diberitahukan tentang delapan "aturan keras" tersebut: 1. Aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama h idupnya. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. 3. dan bahkan di istana raja-raja . Bhaddakacca adalah yang terkemuka dari mereka yang memiliki kekuatan gaib (Mahabhiññappatta) dan Rupananda adalah yang terkemuka dari mereka yang memili ki kekuatan meditasi (Jhayi). Dan aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. Setelah itu Ananda pergi menemui Maha Pajapati dan memberitahukan tentang delapa n "aturan keras" tersebut yang harus diterima. Pengikut Maha Pajapati yang berjumlah lima ratus orang juga ditahbiskan menjadi bhikkhuni dan kemudian setelah mendengarkan Nandakovadasutta. Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar s elama hidupnya. kota-kota. Seorang bhikkhuni yang melakukan pelanggaran harus menjalani hukuman (mana tta) selama setengah bulan lamanya di Sangha para bhikkhu dan di Sangha para bhi kkhuni. Beliau mengetahui bahwa hidupnya di dunia ini sudah tidak lama lagi. Selesai menjalankan masa percobaan selama dua tahun. yaitu (tanggal dan) hari untuk melakukan latihan dan hari untuk m endapatkan nasehat-nasehat (teguran-teguran). Setiap setengah bulan. maka Beliau dapat ditahbiskan. sebagaimana Sariputta dan Moggallana menja di murid utama dari Bhikkhu Sangha. Yasodhara (ibu Rahula) dan Rupananda (anak Maha Pajapati) juga turut memasuki Bhikkhuni Sangha. Seorang bhikkhu tidak boleh dicaci-maki atau dihina dengan cara apa pun ju ga oleh seorang bhikkhuni. Beliau pamit dari Sang Buddha dan m . meskipun sudah ditahbiskan selama seratus tahun. Yasodhara. 8. sebaliknya seorang bhikkhu tidak dilarang untuk memperingati (menegur) s eorang bhikkhuni. memberi hormat dengan kedu a tangan dirangkapkan di dada kepada seorang bhikkhu yang baru saja ditahbiskan."Kalau. didengar. Mulai hari ini seorang bhikkhuni dilarang memperingati (menegur) seorang b hikkhu. Maha Pajapati bersedia menerima delapan "aturan keras" (Garudham ma). Aturan ini pun harus dipatuhi dan tidak boleh dilangg ar selama hidupnya. Dalam Bhikkhuni Sangha pun terdapat dua orang muri d utama. harus menyambut dengan sopan. 7. Pada satu kesempatan di hadapan Bhikkhu Sangha dan Bhikkhuni Sangha. Aturan ini harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama hidupnya. yaitu Khema dan Uppalavanna. Setelah ditahbiskan.

00 pagi.00) Sang Buddha bangun pukul 04. Beliau selalu memberikan khotbah Dhamma. Sang B uddha tidur satu jam dan bangun pada pukul 04.00 pagi. Kalau ada orang yang minta diterima sebagai murid/pengikut.00 pagi. Selain para bhikkhu juga uma t biasa banyak yang datang menemui Sang Buddha.00 sampai pukul 03. maka Beliau k eluar dari kamar untuk bertemu dengan ratusan orang yang berkumpul di ruang khot bah (Dhammasala).00-pukul 02. Kalau mereka pulang. mereka merupakan barisan yang panjang karena berjalan satu per satu. Kalau pergi bersama-sama dengan mu rid-Nya. maka Beliau mentahbiskannya di tempat tersebut. Kalau hari itu tidak ada orang yang memerlukan pertolongan Beliau. selama satu jam. Kalau Beliau melihat ada yang memerlukan pertolongan. barangkali ada orang yang memerlukan Beliau. Pukul 06.00) Waktu ini biasanya digunakan untuk menjawab pertanyaan dari para bhikkhu.00) Waktu ini para bhikkhu kembali datang untuk mendengar khotbah Dhamma atau untuk bertanya tentang hal-hal yang masih mereka ragukan. Jadwal Kegiatan Sehari-hari Kegiatan Sang Buddha tiap hari adalah sebagai berikut : Pagi hari (pukul 04.00) Para dewa datang untuk mendengarkan Dhamma yang khusus ditujukan kepada mereka. Dari pukul 05. Dengan demikian Sang Buddha memberikan kegembiraan kepada orang yang bijaksana. Siang hari (pukul 12. Sang B uddha menjawab semua pertanyaan dengan disertai nasehat dan petunjuk mengenai me ditasi.00 pagi.00-pukul 04. maka Beliau s egera mengunjunginya.00. Sang Buddha mondar-mandir di luar kamar (me lakukan meditasi berjalan) sambil menghirup udara pagi. Sang Buddha melihat dengan mata dewa ke seluruh dunia. Sang Buddha memberikan khotbah dengan cara yang khas.00 pagi memakai jubah-Nya dan pergi ke desa atau kota untuk mengumpulka n makanan atau pergi mengunjungi orang yang memerlukan pertolongan Beliau. Pukul 03. sehingga ti ap orang merasa bahwa khotbah itu ditujukan kepada dirinya.00-pukul 12.00-pukul 18. Pa da waktu Sang Buddha menerima juga undangan makan di rumah seorang umat. Sehabis bersantap. maka Sang Buddha beristirahat di kamar-Nya dan deng an mata dewa melihat ke seluruh dunia. barangkali ada orang yang memerlukan pert olongan-Nya.00) Dari pukul 02. Mereka tidak dapat dilihat dengan mata biasa. Sang Buddha berjalan dari rumah ke rumah dengan mata dit ujukan ke tanah dan menerima makanan apa saja yang dimasukkan ke dalam mangkuk-N ya dengan tidak mengucapkan sesuatu kata pun. Sang Buddha menjalankan vassa (istirahat mu . Waktu jaga ketiga (pukul 02. Tiba di desa atau kota. mempertinggi pengeta huan orang biasa dan memberi penerangan kepada orang yang sedang dihinggapi kege lapan batin. Waktu jaga pertama (pukul 18.eninggal dunia pada usia seratus dua puluh tahun.00-pukul 22. Empat Puluh Lima Tahun Mengajar Dhamma Tahun ke-1 Setelah memperoleh Penerangan Agung. setelah mandi lantas duduk bermeditasi sela ma satu jam. Waktu jaga kedua (pukul 22. Di Dhammasala.

Sangha bhikkhuni di bawah pimpinan Maha Pajapati terbentuk di tahun ini. Tahun ke-2 Sang Buddha menjalankan vassa di Veluvana. Rajagaha. bersama pa ra dewa lainnya diberi pelajaran Abhidhamma. selama tiga bulan Sang Buddha ber-v assa di surga tersebut. Dalam perjalanan kembali dari Kapilavatthu ke Rajagaha. Malam itu ia tidur di emper vihara dekat kamar Sang Buddha. Akhir vassa. Kisahnya adalah sebagai berikut : Para pertapa dari golongan paribbajika merasa sangat terdesak dengan adanya Sang Buddha yang semakin lama semakin masyhur namanya. Rajagaha. almarhum Ratu Maya. tetapi murid-muridNya dilarang melakukan hal-hal tersebut. Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu. Karena itu. mereka merencanak an satu tipu muslihat untuk menjatuhkan nama Sang Buddha dengan menggunakan Ciñca sebagai umpan. di Sankassa. Di Nigrodh arama. Waktu itu kemasyhuran Sang Buddha mencapai titik tertinggi dan waktu itu pula go longan pertapa yang merasa terdesak hebat. Ciñca pergi ke vihara Jetavana dan sengaja berjalan di tempat-te mpat yang mudah dilihat oleh khalayak ramai. Waktu itu orang yang berkumpul di sekitar Savatthi dan para dewa yang berada di surga Tava timsa dapat melihat satu sama lain dengan jelas. Waktu itu Raja Suddhodana sakit. Vesali. meskipun sebelumnya Beliau melarang murid-muridNya untuk m emperlihatkan kekuatan gaib di depan umum. berusaha untuk menjatuhkan nama Sang Buddha dengan menggunakan seorang wanita bernama Ciñca-manavika yang melancarkan f itnahan keji terhadap diri Sang Buddha. Pagi harinya ia berjalan meninggalkan vihara dengan jug a dilihat oleh banyak orang. yaitu Mukjizat Ganda di bawah pohon Gandamba di Savatthi. Ciñca adalah seorang wanita cantik yang banyak akalnya. Sang Buddha bertemu deng an Anathapindika dan menyetujui untuk menjalankan vassa yang akan datang di Sava tthi. Hanya Beliau yang boleh memperlihatka n kekuatan gaib di depan umum. Tahun ke-6 Ber-vassa di Mankulapabbata (Lereng Mankula).sim hujan) di Isipatana. Ciñca menjawab bahwa ia tadi malam ti dur bersama-sama Sang Buddha. Tahun ke-5 Sang Buddha ber-vassa di Kutagarasala. Tahun ke-3 Atas permintaan Raja Suddhodana. Ibu-Nya. Beberapa bulan kemudian dengan berpura-pura hamil (ia mengikat sepotong kayu di bagian perutnya) Ciñca pergi mengunjungi Sang Buddha yang sedang berkhotbah di had apan umat. Ketika ditanya. Beliau berjalan turun dari surga Tavatimsa melalui tangga yang terb uat dari batu pualam. setelah mendengar khotbah tersebut. Tahun ke-4 Sang Buddha ber-vassa di Veluvana. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan keluarganya dan orang Sakya la in bahwa Beliau memang benar telah mencapai tingkat Buddha. Sang Buddha mengunjungi Raja di Kapilavatthu dan memberikan khotbah Dhamma kepad a ayah-Nya. Wanita ini dibujuk oleh para pertapa dari golongan paribbajika untuk pura-pura mengunjungi Sang Buddha di vihara Jetavana. untuk pertama kalinya Sang Buddha memperlihatkan kekuatan gaib-Nya yang d isebut Yamakapatihariya. tiga puluh "league" dari Savatthi. Ketika itulah Ciñca dengan tiba-tiba membuat onar dengan menuduh Sang B . yaitu Mukjizat Ganda. Pada suatu malam. Tahun ke-7 Sang Buddha mengunjungi surga Tavatimsa. Di tahun ini untuk kedua kalinya S ang Buddha memperlihatkan Yamakapatihariya. Raja Suddhodana mencapai tingkat Arahat dan meninggal dunia tujuh hari kemudian. yang hanya dapat dilakukan oleh s eorang Buddha. berkat kekuatan gaib Sang Buddh a.

Te tapi Dewa Sakka menjadi marah sekali. Di kemudian hari terjadi lagi fitnahan yang serupa oleh seorang wanita bernama S undari. Tetapi Sang Buddha menolak usul tersebut dan mengatakan bahwa me rupakan satu kesalahan besar untuk pergi menyingkir ke tempat lain hanya atas da sar laporan palsu. Tali itu putus dan kayu menimpa jari kaki Ciñca hingga terluka. Kalau ada yang m enegur ia harus menjawab bahwa ia akan menemui Sang Buddha dan akan bermalam di kamarnya. Setelah mayat Sundari ditemukan di dekat Gandhakuti Sang Buddha. Merek a segera ditangkap dan dibawa menghadap Raja Pasenadi. Setelah d iperiksa. Jadi saat ini Beliau difitnah adalah akibat dari perbuata n-Nya yang tersebut di atas. Beliau pernah mencaci-maki s eorang Pacceka Buddha. Beliau mencerit akan kisah di bawah ini: "Ketika itu Sang Bodhisatta bernama Munali dan terkenal sebagai orang yang senan g berfoya-foya. Sang Buddha tidak berkata apa-apa dan hanya diam saja. sehingga Ananda mengusulkan untuk pindah saj a ke kota lain. Beliau memerintahkan seekor tikus untuk me nggigit tali yang mengikat kayu di sekitar perut Ciñca. Mendengar tuduhan itu. Kemudian Beliau mengatakan bahwa dalam tujuh hari persoalan i ni sudah dapat dijernihkan. Secara senda gurau. Besok pagi-pagi sekali ia h arus kembali dan supaya dilihat orang banyak berjalan dari jurusan Jetavana. didalangi oleh golongan pertapa paribbajika yang masih penasaran. ia hanya melewati saja kamar Sang Buddha dan pergi bermalam di vihara kaum paribbajika yang berdekatan. Dengan menggotong mayat Sundari di atas sebuah usungan. "Hal ini kami berterima kasi h kepada bhikkhu-bhikkhu dari suku Sakya!" Akibatnya. Pada suatu hari ia melihat Surabhi (seorang Pacceka Buddha) seda ng memakai jubahnya di sebelah luar tembok kota. Pencarian kemudian dilakukan oleh petugas-pe tugas raja dan tidak lama kemudian mereka menemukan mayat Sundari di dekat Gandh akuti (kamar) Sang Buddha. Di suatu kedai arak. Beb erapa hari kemudian para pertapa tersebut memberi upah kepada beberapa orang baj ingan untuk membunuh Sundari dan menyembunyikan mayatnya di tempat sampah dekat Jetavana. yai tu bahwa dalam salah satu kehidupannya yang lampau. mereka men gakui perbuatan mereka membunuh Sundari atas suruhan para pertapa paribbajika. mengapa Beliau sampai mendapat fitnahan sepe rti itu. Munali mengeluarkan kata-kata. akhirnya para pertapa ini mengakui semua perbuatan mereka dan menarik kembali tuduhan palsu yang pernah mereka lontarkan terhadap diri Sang Buddha. dan membawa buah-buahan dan beberapa barang lain lagi. kakinya terus amblas dan seluruh badannya masuk ke tanah untuk kemudian terlah ir di alam neraka. Setelah Sundari dibunuh.uddha sebagai orang yang tidak bertanggung jawab dan tebal muka karena tidak mau memberi bekal untuk persalinannya. perta pa ini bukanlah orang yang hidup membujang. para bhikkhu yang mengumpulkan makanan dihina habis-habisan oleh pend uduk kota. siapa sesungguhnya yang menjadi pembunuh Sundari. dengan menangis mereka menghadap Raja Pasenadi untuk me laporkan tentang hilangnya Sundari. Kisahn ya adalah sebagai berikut: Seorang wanita bernama Sundari dibujuk oleh para pertapa paribbajika untuk mempe rlihatkan diri sedang pergi ke Jetavana dengan berdandan rapi dan memakai wangiwangian. seorang penyelidik mendengar beberapa orang yang terlalu ba nyak minum arak sedang bertengkar tentang pembagian upah membunuh Sundari. Waktu kakinya menginjak tanah di luar pagar vihara . Raja lalu mengirim banyak petugas ke seluruh penjuru untuk menyelidiki dengan ce rmat. tetapi ia sebenarnya adalah seorang . Ke mudian mereka dijatuhi hukuman sesuai dengan perbuatannya. Tetapi sebenarnya. sedangkan di dekatnya berjalan seorang wanita. R aja kemudian memerintahkan petugas menangkap para pertapa paribbajika. Khalayak ramai lal u menyeretnya ke luar vihara. 'Lihat. Beliau menerangkan bahwa itu adalah akibat dari perbuatan-Nya juga. Raja Pasenadi t idak mau menerima begitu saja tuduhan atas diri Sang Buddha. Waktu Sang Buddha kemudian ditanya. Ketika Sang Buddha kemudian ditanya mengenai peristiwa tersebut. Selama tujuh hari Sang Buddha diam saja di kamar-Nya dan tidak pergi ke kota untuk mengumpulkan makanan. mereka mengaraknya melew ati jalan-jalan di kota sambil meneriakkan tuduhan. Di depan Raja.

yang di kehidupan lampau pernah menjadi ayah dan ibu-Nya sampai lima ratus kali. Tahu malu (hiri) adalah tiang bajak-Ku dan pikiran adalah talinya. selalu maju dan tak pernah mundur. Sang Buddha bertemu dengan Nakulapita dan istrinya." "Tetapi kami tidak pernah melihat regu Guru Gotama. Aku mencabut rumput dengan Kesunyataan menyelesaikan tugas. bajaknya.I-171) : Sang Buddha mengunjungi Bharadvaja pada upacara menanam padi dan berdiri di deka t tempat pembagian makanan para petani yang ikut menanam padi.' Akibat dari ucapan yang salah inilah yang membuat Sang Buddha dalam kehi dupan ini mendapat fitnahan dari Sundari. Buah yang akan dipetik adalah makanan abadi. 'Aku juga membajak dan menanam bibit. Pemusatan pikiran adalah pengunjam bajak-Ku dan cambuk-Ku. Sang Buddha ber-vassa di hutan Parileyyaka. Percakap an yang menarik itu dapat kita ikuti seperti di bawah ini (S. A ku makan'. Waspada dalam perbuatan. Mer eka semua dimaafkan dan dengan demikian perselisihan itu didamaikan. aku membajak dan menanam bibit. Tahun ke-10 Di tahun ini terjadi perselisihan diantara para bhikkhu di Kosambi. Kemauan keras adalah regu penopang beban-Ku. Karena letih menghadapi perselisihan yang tak mau didamaikan. pengunjam bajak. Adalah apa yang Aku selalu dambakan. sebagaimana ia sendiri juga turut bekerja untuk dapat makan hasilnya. Di hutan. waspada dalam ucapan. dan setelah membajak dan menanam bi bit. Dan sederhana dalam makan dan minum.cabul. Bharadvaja menegur agar Sang Buddha pun harus ikut membajak dan menanam padi . aku makan. Ketika diam di Bhesakalavana dek at Gunung Sumsumara. Yang menarik bajak-Ku menuju pelabuhan yang aman. Kis ahnya ini adalah sebagai berikut (S." Sang Buddha menjawab." Tahun ke-8 Tahun ini Beliau berada di wilayah kaum Bhagga. Sang Buddha pergi ke Savatthi." Bharadvaja merasa gembira sekali dan segera menghaturkan sebuah mangkuk besar be risi nasi campur susu. Atas saran Sang Buddha. Siapa saja yang melaksanakan cara membajak seperti ini. Ketika itu para bhikkhu di Kosambi sudah insyaf dan datang mengunjungi Sang Buddha untuk minta maaf. Itulah cara-Ku membajak. Akan terbebas dari penderitaan dan kesedihan. Tahun ke-11 Tahun ini Sang Buddha diam di Desa Ekanala dan mentahbiskan Kasi-bharadvaja. Aku makan. Sang Buddha dijaga dan dilayani oleh seekor gajah yang b aik hati. Apakah And a juga membajak dan menanam bibit dan setelah membajak dan menanam bibit lalu ma kan?" "Betul. Meskipun demikian Guru Gotama masih berani mengatakan bahwa. Tahun ke-9 Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Kosambi. Bha radvaja membuang makanan tersebut ke sungai karena tidak ada orang yang dapat me . Setelah bekerja. "Keyakinan adalah bibit-Ku dan hujan adalah tata tertib-Ku Pandangan terang adalah bajak-Ku disertai kayu lengkung yang sesuai.I-171) : "Pertapa. Tetapi Sang Buddha menolak pemberian tersebut dengan mengatakan bahwa seorang Bu ddha tidak pernah menerima imbalan untuk berkhotbah. dan setelah membajak dan menanam bibit. Aku juga membajak dan menanam bibit. Sehabis vassa. Melihat Sang Budd ha. Dan di tempat yang dilalui tak akan ada lagi yang menangis. c ambuk atau sapinya.

Melihat sebidang kebun mangga di dekat sungai. Ketika it u berjangkit kekurangan makanan di tempat tersebut. Dalam keadaan mabuk. tetapi ditolak oleh Sang Buddha.I-10): Ketika itu yakkha Alavaka menghampiri Sang Buddha dan membentak. sahabat. Memperoleh pandangan terang tentang timbul dan lenyapnya kembali benda-ben da. Daya upaya untuk menyingkirkan pikiran yang tidak baik dan memperoleh piki ran yang baik. 4. "Pergilah. oh Pertapa. sahabat. Ketika makanan itu menyentuh air sungai. 5. Sang Buddha minta ia menunggu kedatangan seorang bhikkhu lain. 2. Meghiya meras a tertarik sekali dan mohon izin dari Sang Buddha untuk bermeditasi di tempat te rsebut. Tahun ke-12 Ber-vassa di Veranja atas permohonan seorang Brahmana bernama Veranja. sehingg a dengan sangat kecewa ia kembali menemui Sang Buddha. sebab ia masih mempunyai perasaan dendam bahwa Sang Buddha telah menyia-nyiakan kehidupan anaknya. oh Pertapa!" Sang Buddha berjalan pergi dan berkata. Tahun ke-16 Kejadian penting selama Sang Buddha diam di Alavi di tahun ini adalah penaklukan dari yakkha Alavaka yang menteror kota Alavi. untuk membebaskan pikiran yang belum matang diperlukan lima hal yang be rguna sekali untuk membuat ia matang : 1." Sang Buddha lalu masuk dan menjawab. tetapi ka rena terus didesak akhirnya Sang Buddha memberi izin juga. "Baiklah. sahabat. tetapi tidak lama kemudian ia dihinggapi oleh pikiran penuh hawa nafsu. Tingkah laku yang baik dibimbing oleh sila-sila yang penting sebagai latih an. Menurut Vinaya. Tahun ke-14 Sang Buddha ber-vassa di Jetavanarama." . Tahun ke-13 Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata dan dilayani oleh seorang bhikk hu bernama Meghiya. Tahun ke-15 Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu dan tahun itu bekas mertuanya. Suppabuddha m eninggal dunia. Di tempat ini Rahula memperoleh upasampada dan menjadi bhikkhu. Penerangan Agung. 3. terdengar suara gemercak dan api serta asap terlihat d i atas air. kemauan tidak baik dan jahat. Yasodhara. Seorang sahabat baik (kalyana mitta). dan Nibbana. Kisahnya adalah sebagai berikut ( SN. p embebasan. ia menjadi bhikkhu dan berhasil mencapai tingkat kesucian Arahat. seseorang hanya diperkenankan m enjadi bhikkhu apabila telah mencapai usia dua puluh tahun dan Rahula pada waktu itu telah mencapai usia tersebut. Moggallana menawarkan diri untuk menyediakan makanan yang layak dengan mengg unakan kekuatan gaib. ketenangan." Yakkha Alavaka kembali membentak. "Masuklah. Savatthi. Ketika itu Sang Buddha me mberi ia nasehat seperti berikut: Meghiya. Meghiya pergi bermeditasi sendiri di kebun mangga. "Baiklah. "Baiklah. Tidak lama kemudian. Suppabuddha tidak mengizinkan Sang Buddha b erjalan di jalanan Kapilavatthu. sehingga Sang Buddha dan rom bongan-Nya harus makan makanan yang disediakan oleh lima ratus orang pedagang ku da. oh P ertapa!" Sang Buddha berjalan pergi dan berkata.ncernakan makanan yang pernah dipersembahkan kepada Sang Buddha." Untuk kedua kalinya yakkha Alavaka berkata. Nasehat yang baik yang menuju kepada pengekangan hawa nafsu. Bharadvaja menjadi kagum sekali dan sambil berlutut di kaki Sang Buddha menyatak an dirinya sebagai pengikut Sang Buddha untuk seumur hidup. "Pergilah.

Apabila Anda tidak dapat menjawab per tanyaanku. dan penuh perhatian me mperoleh Kebijaksanaan. Orang menyucikan dirinya dengan Kebijaksanaan." "Akan kuajukan sebuah pertanyaan. Barang siapa berbuat apa yang benar." Untuk ketiga kalinya yakkha Alavaka berkata." "Masuklah. oh Pertapa!" Sang Buddha masuk sambil menjawab. Orang mengatasi derita dengan Keuletan. sahabat."Masuklah. akan kukacaukan pikiranmu atau kucabut jantungmu atau akan kupegang k akimu dan kulemparkan ke seberang sungai." Yakkha tersebut kemudian bertanya. engkau boleh berbuat apa yang engka u kehendaki. para Brahmana. jika ditaati dengan sungguh-sungguh akan membawa kebahagiaan. "Memiliki keyakinan kepada para Arahat dan Dhamma untuk mencapai Nibbana. "Pergilah. engkau dapat menga jukan pertanyaan apa saja yang engkau kehendaki. Dan dengan pengendalian diri orang yang rajin. "Bagaimanakah orang menyeberangi arus (penjelmaan)? Bagaimanakah orang menyeberangi lautan (tumimbal lahir)? Bagaimanakah orang mengatasi derita? Bagaimanakah orang menyucikan diri?" Sang Buddha menjawab. bagaimanak ah orang tidak usah menyesal?" Sang Buddha menjawab. Tetapi sahabat. oh Pertapa!" Sang Buddha masuk kembali sambil berkata." Yakkha bertanya lagi. sahabat. "Baiklah." "Sahabat. tiba di alam sana (setelah mati). "Baiklah. DHAMMA. Orang menyeberangi lautan dengan Kewaspadaan. "Apakah harta termulia bagi seorang manusia dalam dunia ini? Perbuatan manakah yang membawa kebahagiaan? Apakah yang paling manis dari semua rasa? Cara hidup bagaimanakah yang disebut termulia?" Sang Buddha menjawab. oh Pertapa!" Sang Buddha menjawab." Yakkha bertanya lagi. para Brahma atau di dunia ini dari pertapa. tekun. "Orang menyeberangi arus dengan Keyakinan. Pertapa. . "KEYAKINAN merupakan harta termulia bagi manusia dalam dunia ini. "Bagaimanakah orang mencapai Kebijaksanaan? Bagaimanakah orang memperoleh Kekayaan? Bagaimanakah orang memperoleh Kemasyhuran? Bagaimanakah orang mengikat sahabat-sahabat? Setelah meninggalkan alam sini. oh Pertapa!" Sang Buddha berjalan pergi sambil berkata. "Baiklah. "Pergilah." Untuk keempat kalinya yakkha Alavaka berkata. "Aku tidak akan pergi. dan para ma nusia yang sanggup mengacaukan pikiran-Ku atau mencabut jantung-Ku atau memegang kaki-Ku dan melempar Aku ke seberang sungai. sahabat. Hidup dengan diberkahi KEBIJAKSANAAN disebut hidup yang termulia. Aku tidak melihat suatu makhluk pun di dunia termasuk para Mara. dan para dewa. KESUNYATAAN adalah yang paling manis dari semua rasa.

Ketika itu Sang Buddha minta kepada Raja untuk mengumumkan siapa diantara yang h adir ingin membeli mayat dari Sirima. Hanya sedikit saja yang dapat melihatnya dengan terang. Ayolah! Tanyakan kepada para pertapa lain dan para Brahmana. Sang Buddha mengajukan pertanyaan kepada gadis tersebut dan semua pertanyaan dap at dijawabnya dengan baik.800 atau 5. Barang siapa suka memberi akan mengikat Sahabat-sahabat. p engendalian diri. 147) Sang Buddha kemudian ber-vassa di Veluvanarama. pe ngendalian diri. Kemasyhuran diperoleh dengan mencintai hal-hal yang benar (sacca). Dimana tak terdapat kekekalan dan kelanggengan. Tempat tumpukan penyakit. Dengan sesungguhnya aku mengatakan bahwa Sang Buddha datang ke Alavi untuk keunt unganku. tempat timbunan pikiran. Mulai hari ini aku akan berkelana dari desa ke desa. Juga di tahun ini seorang pelacur terkenal bernama Sirima. Seperti juga burung yang ingin melepaskan diri dari jaring.Barang siapa bertekad teguh. Ternyata tidak seorang pun yang mau membelinya. Tahun ke-18 Di tahun ini Sang Buddha kembali mengunjungi Alavi untuk kepentingan anak peremp uan seorang penenun. "Mengapa aku harus bertanya kepada para pertapa dan Brahmana lain? Hari ini aku merasa beruntung dapat mengetahui sesuatu untuk kebaikan diriku di kemudian hari . sehingga para hadirin yang lain. kesabaran/dapat memaafkan kesalahan orang lain dan kedermawanan ?" Yakkha menjawab. 174) Ketika Sang Buddha mendengar bahwa gadis itu sakit keras maka dengan melakukan p erjalanan sejauh tiga puluh "league" (1 league = 4. Hanya sedikit saja yang pergi ke alam bahagia." Tahun ke-17 Tahun ini Sang Buddha berada di Savatthi. Jawabannya mengandung arti filsafat tinggi.564 m). Waktu itu Sang Buddha memujinya d engan mengucapkan syair seperti berikut: "Dunia ini diselubungi kegelapan. dari kota ke kota untuk men ghormat kepada Yang Maha Suci Buddha dan kepada Dhamma Yang Maha Sempurna. Sang Buddh . yang kemudian menjadi seorang Sotapa nna setelah mendengar khotbah Sang Buddha. tetapi mengunjungi Alavi lagi karena m erasa kasihan kepada seorang petani miskin. Rajagaha." (Dhammapada. kakak dari tabib Jiva ka. kesabaran/dapat memaafkan kesalahan orang lain dan kedermawana n. ia memperoleh Kekayaan. Badan yang penuh dengan luka. tidak akan menyesal setelah mati. tidak dapat mengerti jawaban gadis tersebut. Apakah ada watak lain yang lebih agung dari mencintai hal-hal yang benar. Orang berkeluarga yang memiliki sifat-sifat: mencintai hal-hal yang benar. meninggal dunia." (Dhammapada. sebab ketika hidupnya banyak laki-laki yan g tertarik dan mengagumi Sirima. Dalam pertemuan tersebut. yang tidak memperhatikan khotbah Sang Buddha dengan baik . Tiga tahun yang lampau gadis ini mendengar khotbah Sang Bud dha tentang pentingnya bermeditasi terhadap kematian. Sang Buddha menghadiri pemakaman Sirima. Hari ini dapat kuketahui pemberian kepada siapa yang dapat membawa paha la terbesar. Pada kesempatan itulah Sang Buddha memberikan penerangan kepada khalayak ramai dengan mengucapkan syair seperti berikut : "Lihatlah lukisan ini yang berupa khayalan. dirangkai menjadi satu. bahkan diberi dengan cuma-cuma j uga mereka tidak sudi. sadar.

Tahun ini Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata. mala = kalung). jangan membawa dua buah jari tan gan dari orang yang sama." Kembali Raja bertanya. Sebelum pergi gurunya kembali berpesan. "Kalau begitu. kenapa kita tidak sekarang saja membunuhny a?" Bhaggava menjawab. Setelah selesai belajar di sekolah tersebut. "Istriku baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki.a berkunjung ke rumahnya dan masih sempat memberikan uraian Dhamma. mengeluarkan cahaya ge merlapan. gadis itu mencapai Sotapatti phala. terpintar dan juga yang terpatuh dari semua murid di sekolah tersebut. Sesudah itu ia membuat kalung dari jari-jari tersebut dan mengg antung kalung itu di lehernya Karena kalung dari jari-jari tersebut. Raja menjadi takut sekali dan keesokan harinya memanggil penasehatnya untuk ditanyakan tentang sebab mengapa semua senjata mengeluarkan cahaya. Bhaggava menjawab. Guru?" "Engkau tidak usah membayar dengan uang. Meskipun hal ini sangat sulit sekali. Sekarang Angulimala menjadi seorang pembunuh kejam yang ditakuti. Dengan mudah Angulimala membunuh orang-orang tersebut dan memotong jari tangan kanannya." jawab gurunya. "Apakah ia akan merampok seorang diri atau dengan berkawa n?" Bhaggava menjawab. yaitu sampai saat Sang Buddha man gkat di Kusinara. dan bertiga puluh. jika engkau memberiku seribu bua h jari tangan kanan manusia. Ahimsaka merupakan murid yang terkuat. Di hutan ia mencegat para pelancong yang lewat. "Ingat. Di tahun ini pula Sang Buddha menaklukkan seorang penyamun ganas bernama Angulim ala. seorang penyamun yang luar biasa. Ayahnya bernama Bha ggava dan ibunya Mantani. Mereka sedikit demi sedikit menghasut guru mereka. sehingga wak tu meninggal dunia. Tetapi. "Sekarang engkau sudah tamat belajar di sekolah ini. Tahun ke-19 Sang Buddha ber-vassa di Calikapabbata. Karena itu tidak ada lagi orang yang berani lewa . namun sebagai murid yang sangat patuh." Raja Kosala bertanya. "Karena ia akan bekerja seorang diri. gurunya memanggil Ahimsaka dan berk ata." Ketika Ahimsaka mencapai umur untuk bersekolah. bersepuluh. Baginda. begitu mereka menden gar "Aku Angulimila. termasuk yang ada di istana. sehingga akhirnya guru terseb ut juga membenci Ahimsaka. Karena ingin mematuhi perintah guru nya. jangan lari!" Mereka menggigil dan gemetaran dan tidak dapa t melarikan diri lagi. Kisahnya adalah sebagai berikut : Angulimala adalah anak seorang penasehat raja negara Kosala. para pedagang atau pelancong jalan berkelompok. anakku itu kelak akan menjadi seorang penyamun. semu a senjata di seluruh negeri. "Tetapi. "Ia akan bekerja seorang diri. Tahun ke-20 Di tahun ini Ananda ditunjuk sebagai pembantu tetap Sang Buddha dan selama dua p uluh lima tahun Ananda menjadi pembantu tetap. Hari ia dilahirkan. ia kemudian mendapat nama baru sebagai Angulimala (Anguli = jari. membunuhnya dan mengambil jari tangan kanannya. ber empat. Ahi msaka berjanji kepada gurunya untuk melaksanakan apa yang diminta oleh gurunya. Karma itu anak-anak yang lain rnerasa iri hati kepada Ahimsaka. maka kita dengan mudah dapat menangkapnya. Nama aslinya adalah Ahimsaka. maka ayahnya mengirirn Ahimsaka ke sebuah sekolah di Takkasila. Baginda ." Sampai hari itu Ahimsaka belum pernah menyakiti orang lain dan karena itu ia tid ak tahu bagaimana harus memotong jari orang." Raja kemudian berkata. mengapa senjata-senjata itu lalu mengeluarkan cah aya gemerlapan?" "Baginda. tetapi sebelum engkau pulang. Kalau ingin me lewati hutan Jalini. Cukup. berdua puluh." "Berapakah yang harus kubayar. berdua. maka Ahimsaka membawa pedangnya dan pergi ke hutan Jalini di negara Kosala. terlebih dulu engkau harus membayar uang sekolah kepadaku.

Ia berka ta kepada suaminya. Angulimala melihat ibunya datang dan berpikir. Teta pi sekarang. Ia berpikir. Ia pikir. yang meskipun sudah jemu dengan perbuatan membunuh dan ingin kembali menjadi orang yang baik. dan pakaian yang bersih. Ia benci sekali dengan hidup seperti itu. Berbulan-bulan lamanya ia berada di hutan tanpa memperoleh cukup makan. mungkin aku pun akan dibunuhnya. kuda. Ia adalah ora ng yang kejam. meskipun ibuku sendiri yang datang. mengucapkan terima kasih dan melanjutkan perjalanan-Nya memasuki hutan. kereta perang. Ia datang seorang diri. memotong jari tangannya untuk mencukupi jumlah seribu yang diminta guruku. Sang Buddha lalu bertekad untuk menolong Angulimala. Karena itu. Tiba-tiba Sang Buddha berdi ri di antara Angulimala dan ibunya. Dengan demikian aku tidak usah membunuh ibuku. Aku memang kasihan kepadanya. "Tidak pernah aku seletih ini. Apalagi ia mencintai anaknya lebih dari dirinya sendiri. anak itu sekarang sudah terlalu ganas. aku akan membunuhnya . tidur. ia masih harus membunuh seorang lagi untuk memenuhi permintaan g urunya berupa seribu buah jari tangan kanan manusia. Aku tidak akan mengganggunya. Angulimala kemudian menja di letih." Pagi hari itu. Sekarang Raja sedang membuat persiapan untuk menangkap dan membunuhnya. Raja Kosala mempersiapkan tentara yang untuk menangkap Angulimala. A ku tidak mau mati percuma. Kembalilah s ekarang juga ke tempat darimana Anda datang. Tetapi Sang Buddha hanya terseny um. ibun ya dan juga khalayak ramai. berusaha mencegahNya dengan mengatakan. mandi. Angulimala berlari-lari untuk menyergap dan membunuh Sang Bud dha. ia berlari mendekati Sang Buddha. meskipun dulu aku ber lari-lari menangkap gajah. masih kekurangan satu orang lagi yang akan dijadikan korban. Sang Buddha berjalan s aja dengan tenang. "Alangkah kasihannya wanita ini. sebagaimana biasa. Angulimala berpikir. I bunya. "Sekarang. Karena merasa kasihan. tetapi apa yang dapat aku lakukan? Aku harus memegang janjiku dan membunuhnya. "Aku harus pergi seorang diri ke hutan untuk menyelamatkan anakku. Banyak orang y ang sudah meninggalkan rumah dan desanya. Aneh sekali aku tak dapat mengejar pertapa in ." Mereka menasehati Sang Buddha sampai tiga kali. dengan membawa mangkuk-Nya Sang Buddha b erjalan menuju ke hutan tempat Angulimala bersembunyi menunggu mangsanya yang te rakhir." Dengan pedang terhunus. Ia mungkin sudah berub ah seluruhnya dan kalau aku pergi menemuinya. Angulimala kemudian memindahkan tempat kerjanya dan di tempat yang baru ia kemba li mencegat dan membunuh orang yang lewat. buas. Ia telah membunuh ratusan orang." Tetapi ibunya adalah seorang wanita yang halus budi pekertinya dan mempunyai hat i yang baik. Karena itu. Karena itu. sungguh mengherankan.t hutan tersebut. Keti ka itu Sang Buddha melihat Angulimala. "Anak kita yang tercinta sekarang telah menjadi seorang pemb unuh. B adannya sudah berbau busuk. sedangkan kami sendiri hari ini juga a kan meninggalkan tempat ini. sehingga semua sendi-sendinya merasa sakit sekali dan tidak kuat lagi untuk berlari. sebaiknya Anda jangan berjalan terus. Tetapi bag aimanapun juga. Penduduk desa yang melihat Sang Buddha berjalan menuju hutan. Ketika itu ibu Angulimala sudah terlebih dulu memasuki hutan." Ia menghunus pedangnya dan berlari mendekati ibunya. dan jahat. tetapi meskipun badannya penuh dengan keringat ia tetap tak dapat menyentuh badan Sang Buddha yang sedang berjalan dengan tenang. Dan korban yang terakhir ini justru adalah ibu nya sendiri. Ketika itu Angulimila sudah membunuh 999 orang. rusa atau binatang lainnya." Kemudian ia berjalan pergi ke hutan dengan membawa bekal makanan seperlunya. mendengar tentang persiapan yang dilakukan Raja Kosala. "Baik juga pertapa ini berdiri di depan ibuku. Ap akah kamu tidak dapat pergi menemui anak kita dan membujuknya supaya berhenti me mbunuh?" "Istriku tercinta. Sang Buddha melihat ke seluruh penjuru dunia u ntuk mencari orang yang mungkin dapat ditolong-Nya dalam bidang kerohanian. sebab siapa tahu mungkin saja hari ini ia akan data ng ke tempat ini. Di sana bersembunyi seorang penyamun yang bernama Angulimala. Manyani. tetapi membunuh pertapa ini dan memotong jari tangannya. "Bhikkhu. Ia juga pasti akan membunuh Anda. Ia berpikir. sebaiknya Anda jangan pergi ke hutan itu.

aku akan berlutut di hadapannya. "Seor ang bhikkhu tidak boleh bohong. pa dahal Anda berlari lebih cepat dari aku?" Sang Buddha mengucapkan syair seperti di bawah ini : "Sebagaimana biasa. Sang Buddha bertanya. memakai jubah kuning. meskipun berjalan lebih cepat dari aku. Sang Buddha member inya petunjuk untuk memberi wanita itu air. sehingga ia berkeinginan menolong w anita tersebut. Baginda Yang Agung. Tentu ada m aksud tertentu dalam ucapan tersebut." Angulimala rupanya sangat terkesan dengan syair yang diucapkan Sang Buddha. Bhikkhu ini. setelah terlebih dulu dibacakan kali mat-kalimat: "Yatoham bhagini ariyaya Jatiya jato Nabhijanami sañcicca Panam jivita voropeta Tena saccena sotthi te Hotu sotthi gabbhassa. Setelah berlatih dengan tekun. Ketika Angulimala memasu ki ruangan. Ada seorang penyamun yang ganas sekali di kerajaanku. Suatu hari ketika sedang mengumpulkan makanan. Setelah itu Sang Buddha memberikan khotbah Dhamma. apakah yang Baginda akan la kukan?" Raja Kosala menjawab. meninggalkan kehid upan sebagai seorang penyamun dan berhenti membunuh. mengatakan bahwa ia berhenti. Umpamanya Baginda melihat Ang ulimala sekarang sudah bercukur gundul. "Oh. yang dalam waktu demiki an singkat dapat menaklukkan Angulimala dan mengubahnya menjadi orang baik. Aku berhenti. Namany a Angulimala. Sang Buddha memberi berkah dan kemudian mengajaknya pergi ke vihara.i." Kemudian ia bertanya kepada Sang Buddha. berhenti Bhikkhu!" Sang Buddha menjawab. Ia datang berkunjung deng an membawa lima ratus orang prajurit berkuda. Raja Kosala. Sang Buddha lalu berkata. "Hai berhenti. sebelum memasuki hutan untuk menangkap Angulimala. "Aku berhenti. Hal ini menggugah hatinya. Yang Mulia." jawab Raja Kosala. ia mendengar seorang wanita sedang merintih-rintih kesakitan waktu hendak bersalin. Aku hendak menangkapnya. merasa kagum sekali kepada Sang Buddha." Yang berarti: . Sewaktu ia menceritakan peristiwa tersebut kepada Sang Buddha da n menanyakan cara untuk menolong penderitaan wanita tersebut. semua prajurit Raja melarikan diri. terlebih dulu da tang mengunjungi Sang Buddha untuk mohon restu Beliau. "Bagaimana Anda mengatakan berhenti. Baginda Yang Agung. Karena Aku berbelas kasih terhadap semua makhluk hidup. apakah Baginda mendapat kesukaran ? Apakah Raja Bimbisara menyatakan perang kepada Anda atau Pangeran dari Licchav i atau mungkin dari kerajaan lain?" "Bukan. Ia m embuang pedangnya dan berlutut di hadapan Sang Buddha. "Kalau demikian halnya. Angulimala! Tetapi. Tetapi kamu tidak mempunyai betas kasih terhadap makhluk hidup. Karena itu Aku berhenti dan kamu tidak berhenti. Dikisahkan sewaktu Angulimala sudah mencapai ti ngkat Arahat. Angulimala diserang oleh orang-or ang yang sedang berkelahi." Kemudian Sang Buddha memanggil Angulimala untuk keluar. apakah engkau sendiri b erhenti?" Angulimala tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Sang Buddha dan berpikir. Di vihara i a ditahbiskan menjadi bhikkhu. Sang Buddha kemudian memberitahukan Angulimala agar j angan mempunyai rasa dendam dan harus menganggap kejadian ini sebagai hukuman at as kejahatan yang pernah ia lakukan. Angulimala k emudian mencapai tingkat Arahat. Ibu Angulimala yang menyaksikan seluruh peristiwa ini dari dekat. Aku sekarang memang sangat letih. "Oh. Angulimala." Kemudian ia berteriak. Tetapi dicegah oleh Sang Buddha.

Bhagu. Rajagaha. Anuruddha dan Upali di Anupiya. Kemudian an ak kecil itu lenyap dan Devadatta berdiri di depan Ajatasattu. wanita itu segera bersalin dengan s elamat. Atas permohonan itu Sang Buddha menjawab. K etika itulah Devadatta dengan paksa ingin mengambil alih pimpinan Sangha dari Sa ng Buddha. semoga Anda Dan bayi dalam kandungan selamat. Pertama ia mencoba untuk mempengaruhi Pangeran Ajatasattu. Tahun itu Sang Buddha ber-vassa di Veluvanarama. Saudara perempuannya bernama Yasodhara atau Bhaddakaccana dan menikah deng an Pangeran Siddhattha. delapan tahun sebelum Sang Buddha sendiri mencapai Parinibbana. yang bertumimbal lahir sebagai Manomayakayikadeva. bahkan Sang Buddha sendiri pernah memujinya sebagai orang yang mempun yai kekuatan gaib yang tinggi. Tetapi dapat diketahui bahwa delapan belas vassa dijalankan di Jetavanarama dan lima vassa di Pubbarama. pada tahun ketiga setelah memperoleh Pene rangan Agung. sedangkan vassa ke-44 dijalankan di Beluva. Penaklukan Angulimala sering kali dicatat sebagai satu dari sekian banyak perbua tan Sang Buddha yang menolong manusia karena rasa belas kasih yang sangat besar terhadap umat manusia. sehingga membuat Ajatasattu ketakutan. sehingga Beliau sangat men ghormat pada Devadatta. men getahui niat jahat Devadatta tersebut dan memberitahukan kepada Moggallana. Seorang murid Moggallana. Devadatta ditahbiskan menjadi bhikkhu bersama-sama dengan Ananda. Devadatta mohon kepada S ang Buddha agar Sang Buddha menunjuknya sebagai Ketua Sangha. Bhaddiya. Sampai hari ini kalimat-kalimat tersebut dikenal sebagai Angulimala-sutt a dan dipakai untuk membuat air guna memudahkan persalinan. yang kemudian menjadi Buddha. "Ak . Ajatasattu mengunjungi Devadatta dengan diiringi lima ratus kereta. Devadatta mempunyai maks ud yang tidak baik terhadap Sang Buddha karena ia merasa iri atas kemasyhuran Sa ng Buddha. Kisahnya adalah sebagai berikut : Devadatta adalah anak dari Pangeran Suppabuddha dan Amita. Savatthi. adik dari Raja Suddho dana. karena kelak sebelum wakt unya. sewaktu Sang Buddha dalam perjalanan dari Kapilavatthu menuju ke Rajagaha. Peristiwa tersebu t memberi kesan yang dalam sekali di hati Ajatasattu. sehingga timbul niat jahatnya unt uk mengambil alih kedudukan Sang Buddha sebagai Ketua Sangha. tetapi Sang Buddha menjawab bahwa persoalan itu tidak perlu dibicarakan sekarang. te mpat-tempat mana yang telah dikunjungi oleh Sang Buddha dan dimana Sang Buddha b er-vassa. berhubung Sang Bud dha sekarang sudah lanjut usianya. Kimbila . tidak dapat dipastikan secara berurutan. di samping memberikan lima ratus piring makanan setiap hari. Keja dian ini menggembirakan sekali hati Devadatta. Devadatta mendapat tempat terhormat dal am Sangha. di hadapan pertemuan para bhikkhu. Tetapi di kemudian hari. Pada vassa berikutnya. Tiba-tiba ia jatuh di atas pangkuan Ajatasattu. Ia bersalin rupa menj adi anak kecil dengan memakai kalung dari beberapa ekor ular. setelah diberi air tersebut. Untuk beberapa waktu lamanya. Demikianlah kisah mengenai Angulimala. Tahun ke-21 sampai dengan tahun ke-44 Selama tahun-tahun tersebut di atas. s ebuah desa kecil yang mungkin terletak di dekat Vesali. Mogg allana menceritakan hal tersebut kepada Sang Buddha. sejak dilahirkan sebagai seorang Ariya Aku tidak ingat dengan sengaja Membunuh suatu makhluk hidup Dengan pernyataan yang benar ini. Devadatta akan membocorkannya sendiri. Kisah ini pun dapat dipakai sebagai contoh untuk membuktikan bahwa kamma (perbua tan) baik yang orang lakukan dapat memusnahkan kamma buruk yang pernah ia lakuka n. Devadatta berhasil memperoleh Puthujjanika-iddhi. Tidak lama kemudian. Tiap pagi dan petang hari."Saudari. yaitu k ekuatan gaib tertinggi yang dapat dicapai oleh orang yang belum mencapai tingkat kesucian." Dan benar saja. Satu hal pasti yang dapat ditemukan dalam sutta-sutta ialah tentang mangkatnya R aja Bimbisara.

Sang Buddha menjawab bahwa para bhikkhu yang ingin mengikuti peraturan tersebut boleh melakukannya. Kawan-kawannya yang letih menunggu. Sang Buddha lalu memberikan urai an Dhamma kepada para pemanah tersebut. saat Sang Buddha mendekati pemanah pertama yang harus membunuhnya. Semua bhikkhu tidak boleh menerima undangan makan di rumah umat. apa y ang sebenarnya menjadi tugasnya. tetapi me reka hanya boleh makan makanan yang diperoleh dengan jalan minta-minta. 4. Setelah ketiga usahanya gagal semua. seorang yang hina-dina. Tetapi. 3. Tetapi Be . Sewaktu gajah mabuk tersebut dilepa s dan memburu ke arah Sang Buddha. karena tertarik oleh kekuatan gaib da ri Sang Buddha. Ia minta kepada Sang Buddha untuk menyetujui bahwa semua bhikkhu ha rus mentaati peraturan seperti di bawah ini: 1. berhubung tidak ada seorang pun di dunia ini yang mampu membunu h seorang Buddha. Devadatta lalu mengambil keputusan untuk membunuh sendiri Sang Buddha. kemudian satu per satu meninggalkan tempat penjagaannya. Pada waktu itulah Ajatasattu dihasut oleh Devadatta untuk membunuh ayahnya. karena S ang Buddha mempunyai kekuatan gaib yang luar biasa tingginya. peman ah tersebut demikian terpesona dengan keagungan Sang Buddha. semua bhikkhu harus tidur di bawah pohon dan tidak boleh tidur d i dalam rumah. Hanya dengan menggunakan "iddhi". Setelah usahanya kembali gagal. maka mustahil Aku akan mengalihkannya kepada engkau." Devadat ta merasa tersinggung sekali dikatakan sebagai orang yang hina-dina. yaitu dengan membuat bumi mengerut. sewaktu Sang Buddha sedang berjalan di lereng Gunung Gijjhakuta. kecuali "tidur di bawah pohon" selama musim hujan. Tiba-tiba du a tonggak besar muncul dari dalam tanah untuk menahan jatuhnya batu tersebut. Sang Buddha memberikan uraian Dhamma kepada orang tersebut dan kemudian menyuruh nya pulang dengan mengambil jalan tertentu. ia mendorong sebuah batu besar yang dimaksudkan untuk menimpa mati Sang Buddha. Sang Buddha berhasil berada di depa n Ananda dan dengan pancaran cinta kasih dapat menjinakkan kembali gajah tersebu t. Dengan cepat berita ini tersiar dan Sang Buddha pun diberi tahu. s ehingga pemanah tersebut membuang panahnya dan mengaku kepada Sang Buddha. siang dan malam para murid-Nya me njaga tempat tinggal Sang Buddha. Di hutan. Mereka semua datang ke tempat Sang Buddha. seda ngkan ia sendiri akan membunuh Sang Buddha. Meskipun demikian. Devadatta lalu membujuk seorang pawang gajah unt uk melepaskan seekor gajah (yang terlebih dulu dibuat mabuk dengan memberinya mi numan arak) di jalan yang akan dilalui Sang Buddha. Setelah kejadian ini. S ang Buddha kemudian diusung ke Ambavana. meskipun terlebih dulu telah dipesan dan diperingati deng an keras oleh Sang Buddha untuk tidak berbuat apa-apa. Suatu har i. Semua bhikkhu harus tinggal di hutan. 2. Gajah itu besar dan buas dan terkenal dengan nama Nalagiri. sehingga seluruh ba dannya menjadi kaku.u tidak akan mengalihkan Pimpinan Sangha kepada Sariputta atau Moggallana. pecahan batu tersebut masih dapat melukai kaki Sang Buddha. yaitu tempat tabib Jivaka untuk mendapa t pengobatan seperlunya. Sewaktu mereka sudah berkumpul. Pemanah yang pertama pergi melapor kepad a Devadatta dan mengatakan bahwa ia tidak sanggup membunuh Sang Buddha. Namun Sang Budd ha menolak untuk membatalkan perjalanan-Nya. Tetapi Sang Buddha menerangkan bahwa hal terse but tidak perlu. Ananda lari ke depan dan menempatkan dirinya antara Sang Buddha dan gajah dengan maksud untuk melindungi dan menjadi tameng d ari Guru Junjungannya. sehingga akhirnya tidak ada seorang pun yang masih hidup untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. 5. Semua bhikkhu dilarang keras makan daging dan ikan. Sang Buddha menegurnya dengan kata-kata yang ramah-tamah. Semua bhikkhu harus memakai jubah dari kain bekas pembungkus mayat dan tid ak boleh menerima persembahan jubah dari umat. Ajatasattu menyetujui dan memerintahkan beberapa orang pemanah istana untuk memb antu Devadatta membunuh Sang Buddha. Para pemanah istana tersebut ditempatkan di berbagai tempat dan diatur sedemikan rupa. Devadatta kemudian berusaha untuk memecah b elah Sangha.

Penolakan ini membuat Devadatta gembira karena sekarang ia mempunyai alasan untu k menyebarluaskan berita bahwa Sang Buddha dan murid-murid-Nya masih terlalu ter ikat kepada kemewahan dan kehidupan yang serba cukup. Malam itu Devadatta berkhotbah sampai larut malam. ia masih sempat menyatakan bahwa ia hanya mencari perlindungan kepada Sang Buddh a. Ia masuk ke neraka Avici dan akan berada di alam tersebut selama seratus ribu ka ppa untuk kemudian lahir kembali ke dunia dan menjadi seorang Pacceka Buddha.liau menolak untuk membuat peraturan ini berlaku bagi semua bhikkhu. Sariputta berkhotbah di depan para bhikkhu dan menerangkan bahwa De vadatta sekarang sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Sang Buddha. tanah itu membuka dan ia terjerumus masuk ke dalam tanah. Sewaktu turun dari usungan dan kakinya menyentuh tanah. Sang Buddha kemudian memerintahkan Sariputta dan Moggallana pergi ke Gayasisa un tuk bicara dengan para bhikkhu yang terkena bujukan. bila terjadi .V) Ayasma Maha Kassapa bercerita kepada para bhikkhu : "Pada suatu waktu aku bersama-sama dengan kira-kira lima ratus bhikkhu sedang be rada dalam perjalanan dari Pava menuju Kusinara. yaitu semacam bunga yang hanya dapat ditemukan. Diantaranya terdapat bhikkhuni Thullananda yang terus-menerus memuji Devadatta d an seorang dari suku Sakya bernama Dandapani. namun Devadatta memberitahukan Ananda bahwa ia akan mengadakan pertemua n uposatha tersendiri tanpa dihadiri oleh Sang Buddha. ia minta rombongannya berhenti sebentar karena ia ingin membersihkan badan terlebih dulu di sebuah telaga yang terdapat di pinggir jalan. BAB V HARI-HARI TERAKHIR Maha Parinibbana Suttanta (D. Devadatta muntah darah dan kemudian sakit keras selam a sembilan bulan. Beliau mengatakan bahwa hal it u tidaklah mungkin dalam kehidupan ini. B. Kemudian aku berhenti di pinggi r jalan dan mencari tempat duduk di bawah pohon yang rindang. Meskipun sudah diperingati oleh Sang Buddha tentang akibat yang menyedihkan untuk orang yang memecah belah Sangha. Ketika berita ini disampaikan kepada Sang Buddha. sedangkan ia sendiri pergi tidur. mereka diterima dengan gembira oleh Devadatta. lima ratus orang bhikkhu tersebut bersedia kembali kepada Sang Buddha dan meninggalkan Devadatta bersama-sama Sariputta dan Moggallana. Ketika ia hampir hilang masuk ke dalam tanah. Pada akhir khotbahnya. Ketika Sariputta dan Moggallana tiba di Gayasisa. membangunkan Devadatta dari tidurnya dan menc eritakan apa yang telah terjadi. Sewaktu Devadatta mengetahui bahwa ia tidak lama lagi dapat hidup di dunia ini. Tahun ke-45 Di tahun ini Sang Buddha mangkat dan mencapai Parinibbana di Kusinara pada saat purnama sidhi di bulan Vaisak (Mei) sebelum waktu ber-vassa. Kokalika. sebab Devadatta mengira bahwa Sariputta dan Moggallana berdua j uga ingin bergabung dengannya. Mendengar berita tersebut. Waktu merasa sudah letih seka li." Pada waktu itu lewat di depanku seorang pertapa "tak berpakaian" dengan membawa bunga Pohon Karang.II-16) CULLAVAGGA XI (Vin. Waktu tiba di dekat Jetavanna. II.D. Devadatta dibawa dengan sebuah usungan. Devadatta minta Sariputta untuk meneruskan khotbahnya. Devadatta berhasil membuj uk lima ratus orang bhikkhu yang baru ditahbiskan untuk menyertainya pergi ke Ga yasisa. Pengik ut Devadatta yang setia. ia minta murid-muridnya membawa ia menghadap Sang Buddha.

nafsu-nafsu yang menggelapkan batin dan ketakutan. menjadi seorang makhluk. pada waktu kelima rat us bhikkhu tersebut membacakan Dhamma dan Vinaya di Rajagaha agar jangan ada bhi kkhu lain yang bervassa di Rajagaha. kebencian." Mendengar berita tersebut. harap Bhante memilih bhikkhu-bhikkhu y ang akan membacakannya." Kemudian Ayasma Maha Kassapa memilih 499 orang bhikkhu. Para Bhante yang terhormat. sebelum mereka yang berbicara tentang yang "bukan Dhamma" menjadi kuat dan mereka yang berbicara tentang Dhamma menjadi lemah. tidak diperkenankan u ntuk berada di Rajagaha?" Ayasma Maha Kassapa lalu berkata kepada Sangha. terdiri dari paduan unsur-unsur dan dikodratkan akan lapuk. "Apakah Anda kenal Guru k ami?" Ia menjawab. Bagaimana kalau waktu bervassa di Rajagaha kita membacakan Dhamma dan Vi naya. janganlah bersedih. Kalau Sangha menganggap baik m aka Sangha dapat memberi persetujuan agar kelima ratus bhikkhu ini membacakan Dh amma dan Vinaya pada waktu mereka bervassa di Rajagaha. dan bhikkhu-bhikkhu lain selama vassa (musim hujan). bagaimana engkau masih menginginkan. Avuso. oleh Sangha telah disetujui untuk membacakan Dham . "Segala sesuatu yang terdiri dari paduan unsur-u nsur adalah tidak kekal. sebelum apa yang "bukan Vinaya" mendapat angin dan berkembang. Setelah itu seorang bhikkhu berkata. "Kalau demikian halnya. Avuso. "Terlalu cepat San g Bhagava memasuki parinibbana! Terlalu cepat Yang Terbahagia memasuki parinibba na! Terlalu cepat Sang Mata Dunia lenyap dari pandangan kami!" Tetapi para bhikkhu yang telah terbebas dari hawa nafsu. "Cukup. Avuso. Avuso. tetapi ia sudah tidak mungkin lagi melakukan hal-hal yang salah karen a dorongan keinginan rendah. Subhadda kemudian turut bicara. Kelima ratus bhikkhu tersebut. dan Vinaya akan terdesak. sebelum mereka yang ber bicara tentang yang "bukan Vinaya" menjadi kuat dan mereka yang berbicara tentan g Vinaya menjadi lemah. Lalu aku menyapa pertapa tersebut. janganlah meratap! Bukank ah sejak semula Sang Bhagava menerangkan bahwa segala sesuatu yang disenangi dan dicintai suatu ketika pasti akan berubah dan akan berpisah darimu? Apa yang tim bul karena suatu sebab. Kalau sekiranya Sangha menyetujui.peristiwa penting. Kalau Sangha menyetujuinya. "Para Bhante yang terhormat. yang semuanya telah menc apai tingkat Arahat. janganlah be rsedih. sebelum apa yang "bukan Dhamma" mendapat angin dan berkembang. maka para bhikkhu yang masih belum terbebas dari hawa nafsu." Kemudian dijawab. meskipun Bhikkhu Ananda masih seor ang siswa. "Di manakah akan diadakan pembacaan Dhamma dan Vi naya?" Kemudian diusulkan oleh beberapa orang bhikkhu "Di Rajagaha terdapat banyak umat yang bersedia memberikan makanan dan tempat penginapan pun jumlahnya berlebih-l ebihan. mengangkat tangan mereka dan menangis tersedu-sedu. kita telah dikekang oleh Beliau dengan mengatakan. beberapa orang lagi berguling-gulingan di atas tanah dan menangis sambil meratap. "Mari. Selain itu Bhikkhu Ananda memahami Dhamma dan Vinaya dengan seksama d i bawah asuhan langsung Sang Bhagava. aku mengenal Guru Anda. janganlah meratap! Sekarang kita telah terbebas dari Pertapa Tua itu. dengan penuh kesadaran dan pikiran terpusat. Oleh karena itulah aku dapat memperoleh bunga Mandarava (Poho n Karang) ini. Su dah terlalu lama. Setelah itu timbul pertanyaan. merenung. Karena itu aku mengusulkan agar Bhikkhu An anda pun diikutsertakan. Dan selama vassa itu jan gan ada bhikkhu lain yang bervassa di Rajagaha. yang telah ditahbisk an pada usia lanjut. Sangha sedang mempertimbangkan untuk menyetujui kelima ratus bhikkhu ini membicarakan Dhamma dan Vinaya sewaktu merek a bervassa di Rajagaha. "Benar. "Bhante. maka aku harap Sangha diam dan kepada mereka yang berkeberatan aku persilakan untuk bicara. kita akan membacakan Dhamma dan Vinaya. 'Semoga itu ta k akan berubah dan hancur kembali!" Pada waktu itu hadir pula seorang bhikkhu bernama Subhadda. 'Ini boleh kamu lakukan. tetapi Beliau telah mangkat s eminggu yang lalu. har ap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan." Lalu aku berkata." Dengan demikian Bhikkhu Ananda pun terpilih. Inilah usulku. "Cukup. Mana mungkin hal ini tak akan terjadi?" Tetapi aku berkata. dan Dhamma akan terdesak. itu tidak boleh kamu lakukan!' Sekarang kita dapat berbuat sesuka hati kita dan kita tidak usah melakukan hal-hal yang kita tidak senangi.

harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan. Ia lalu memiringkan tubuhnya. Dan setelah merasa amat letih. Begitulah apa yang kumengerti. Mari. selama bulan pertama kita akan memperbaiki bagian-bagian yang patah serta lapuk dan kemudian baru membaca kan Dhamma dan Vinaya. Bhante." Lalu dijawab oleh Bhikkhu Upali." "Tentang persoalan apa?" "Tentang manusia." .. tetapi sebelum kepalanya menyentuh kasur dan kakinya sudah terangkat dari tanah." Setelah itu Bhikkhu An anda giat melatih meditasi dengan obyek badan jasmaninya sampai larut malam." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. selanjutnya ditanyakan tentang apa yang dite tapkan dan apa yang kemudian ditambahkan. Kemudi an pertemuan dibuka oleh Ayasma Maha Kassapa. Kalau Sangha menganggap baik. Bhikkhu Upali." Kemudian Ayasma Maha Kassapa bertanya." "Mengenai siapa?" "Mengenai beberapa bhikkhu. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat. Bhikkhu Ananda sedang merenung. sebagai seorang siswa. . Besok akan dimulai pembacaan Dhamma dan Vinaya." "Mengenai siapa?" "Mengenai Bhikkhu Dhaniya. "Kemudian. "Para Bhante yang terhormat. "Besok kita akan berkumpul. Kemudian di bulan pertama mereka sibuk memperbaiki bagian-bagian yang rusak dan mengganti kayu-kayu yang patah serta lapuk dengan yang baik. Bhante. ak u akan mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Bhikkhu Upali mengenai Vina ya. aku tidak layak menghadiri pertemuan itu. anak seorang pembuat jambangan tanah. Setibanya di Rajagaha mereka melihat banyak kayu-kayu yang patah serta lapuk di tempat mereka menginap." "Tentang persoalan apa?" "Tentang mengambil sesuatu yang tidak diberikan. karena tidak ada yang bicara. Bhante. "Kemudian. Kemudian ditanyakan tentang apa yang d ianggap sebagai pelanggaran dan apa yang dianggap sebagai bukan pelanggaran. aku dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai Vinaya yang akan diajukan oleh Ayasma Maha Kassap a. Sebenarnya. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang ketiga?" "Di Vesali. Kalau Sangha menganggap baik." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya." "Mengenai siapa?" "Mengenai Bhikkhu Sudinna dari Desa Kalandaka. Bhikkhu Upali.. "Bhikkhu Upali. Bhikkhu Ananda ingin membaringkan dirinya di atas ka sur. "Para Bhante yang terhormat. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang pertama?" "Di Vesali. pada saat itu dengan tiba-tiba batinnya tela h bersih dari kekotoran batin dan Bhikkhu Ananda mencapai tingkat Arahat." "Tentang persoalan apa?" "Tentang hubungan kelamin.ma dan Vinaya sewaktu mereka bervassa di Rajagaha dan juga telah disetujui agar jangan ada bhikkhu lain yang bervassa di Rajagaha. "Memperbaiki bagian-bagian bangunan yan g patah serta lapuk dipujikan oleh Sang Bhagava. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat. harap Sangha mende ngarkan apa yang akan ucapkan. Mereka berpikir." Kemudian kelima ratus bhikkhu tersebut berangkat menuju Rajagaha untuk membacaka n Dhamma dan Vinaya. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang kedua?" "Di Rajagaha.

di taman mangga Jivaka." Ada hadirin yang mengatakan." "Tentang persoalan apa?" "Tentang mereka yang menggunakan tipu muslihat dengan mengaku mencapai tingkat k esucian atau memiliki kekuatan-kekuatan gaib. maka peratu ran-peraturan yang kecil dan kurang penting dapat ditiadakan. "Para Bhante yang terhormat. lalu tentang asal mulanya dam te ntang orang-orangnya yang terlibat. Kemudian ditanyakan tentang apa yang d ianggap sebagai pelanggaran dan apa yang dianggap sebagai bukan pelanggaran. "Dan di manakah Samaññaphala-sutta disabdakan." Ada pula yang mengatakan. semua peraturan yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting." "Tetapi apakah ditanyakan kepada Sang Bhagava. "Selain 4 (empat) peraturan Parajika. selanjutnya ditanyakan tentang apa yang dite tapkan dan apa yang kemudian ditambahkan.. "Kemudian. Setelah itu ditanyakan tentang peraturan-peraturan yang lain baik yang berlaku u ntuk para bhikkhu maupun yang berlaku untuk para bhikkhuni. Bhante. Bhante. harap Sangha mend engarkan apa yang akan aku ucapkan. "Para Bhante yang terhormat." Kemudian Ayasma Maha Kassapa bertanya." Lalu dijawab oleh Bhikkhu Ananda. kalau dikehendaki oleh Sangha. Kalau Sangha menganggap baik.Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya.. di tempat peristirahatan Raja di Ambalatthika antara Rajagaha dan Nalan da. "Bhikkhu Ananda. . Kalau Sangha menganggap baik. pada waktu Sang Bhagava hendak mencapai parinibbana. semua yang lain termasuk peraturan-peratur an kecil dan kurang penting." Kemudian ditanyakan tentang pokok persoalannya. Ananda. "Selain 4 peraturan Parajika dan 13 peraturan Sanghadisesa. Beliau telah meninggalkan pesan." "Mengenai siapa?" "Mengenai bhikkhu-bhikkhu dari tepi Sungai Vaggumuda. "Setelah Aku mangkat. Kemudian Bhikkhu Ananda memberitahukan para hadirin. lalu tentang orang-orangny a." Kemudian Bhikkhu Ananda ditanya tentang asal mulanya. aku akan m ulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Bhikkhu Ananda mengenai Dhamma. di manakah ditetapkannya pelanggaran Parajika yang keempat?" "Di Vesali." Kemudian Bhikkhu Ananda ditanya tentang asal mulanya. Setelah itu Bhikkhu Ananda ditanya tentang lima Nikaya yang semuanya dijawab den gan terang dan jelas. di manakah Brahmajala-sutta disabdakan?" "Bhante." "Dengan siapa?" "Dengan pertapa Suppiya dan seorang Brahmin muda bernama Brahmadatta. aku akan menja wab pertanyaan-pertanyaan mengenai Dhamma yang akan diajukan oleh Ayasma Maha Ka ssapa. aku tidak menanyakan apa yang dimaksud dengan peraturan-peratura n yang kecil dan kurang penting. apa yang dimaksud dengan peratura n-peraturan yang kecil dan kurang penting?" "Tidak. "Para Bhante yang terhormat . harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan. Bhikkhu Upali. lalu tentang asal mulanya dan te ntang orang-orangnya yang terlibat. putra dari Videhi. Bhante." "Dengan siapa?" "Dengan Ajatasattu. Bhikkhu Ananda?" "Di Rajagaha. Kemudian Ayasma Maha Kassapa berkata." Ada lagi yang mengatakan. lalu tentang orang-orangny a." "Mengenai persoalan apa?" "Mengenai apa yang terpuji dan apa yang tidak terpuji. Semua pertanyaan dij awab oleh Bhikkhu Upali dengan terang dan jelas..

sehingg . karena Anda telah lalai untuk menanyakan kepada Sang Bhagava . maka Sangha harap diam. apa yang dimaksud dengan peraturan-peraturan kecil yang kurang pent ing. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. "Selain 4 peraturan Parajika .. ini pun merupakan suatu pelanggaran karena Anda menjahit jubah musim hujan Sang Bhagava. Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan dan tidak akan mengha pus sesuatu yang sudah ditetapkan. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku ucapkan maka Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan dan tidak akan m enghapus sesuatu yang sudah ditetapkan. 13 peraturan Sanghadisesa dan 2 peraturan Aniyata.dan 92 peraturan Pacittiya.. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. Inilah usulku ... Segala sesuatu harus berjalan terus sesuai de ngan apa yang sudah ditetapkan. maka Sangha telah setuju. karena kurang waspada aku tidak menanyakan kepada S ang Bhagava. 2 peraturan Aniyata dan 30 peraturan Nissagiya."Selain 4 peraturan Parajika. setelah dengan tidak disengaja menginjaknya. Kalau Sangha menganggap baik. Sewaktu Buddha Gotama masih hi dup. yaitu melakukan suatu kelalaian. tetapi setelah Buddh a Gotama mencapai parinibbana mereka tidak lagi melatih diri dalam tata tertib t ersebut. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan ku rang penting. namun karena ketaatan kepad a para Bhante. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. Tata tertib para bhikkhu ada juga yang berhubungan dengan umat dan umat pun me ngetahui mengenai hal tersebut. Kalau kita menghapuskan peraturan-peraturan kecil dan kurang penting." Ada juga yang mengatakan. aku mengaku melakukan pelanggaran. Karena Sangha diam." Kemudian para Thera berkata kepada Bhikkhu Ananda "Bhikkhu Ananda. apa yang dimaksud dengan peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. Segala ses uatu harus berjalan terus sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan. Para Bhante yang terhormat. "Para Bhante yang terhormat. aku mengakui telah melakukan pelanggaran berbuat sesuatu yang tidak pan tas." "Para Bhante yang terhormat. setelah Anda menginjaknya terlebih dulu. "Pada waktu Buddha Gotama masih hidup. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran. bukan karena rasa kurang hormat aku telah menjahit jubah musim hujan Sang Bhagava. Mereka tahu bahwa ini "diperbolehkan" dan itu pasti "tidak diperbolehkan" untuk para pertapa. yaitu melakukan suatu kelalaia n." "Bhikkhu Ananda. 13 peraturan Sanghadisesa. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran.dan 4 peraturan Patidesaniya. "Selain 4 peraturan Parajika. maka Sangha tidak akan menetapkan sesuatu yang bel um ditetapkan dan tidak akan menghapus sesuatu yang sudah ditetapkan." Ada lagi yang mengatakan. Beliau te lah menetapkan tata tertib untuk murid-murid-Nya." "Para Bhante yang terhormat. semua yang lain adalah peraturan-peraturan kecil dan kurang penting. "Selain 4 peraturan Parajika . mungkin di antara mereka ada yang berkata. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran. namun karena ketaatanku kepada para Bhante. Kalau para Bhante setuju dengan tidak menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan d an tidak akan menghapus sesuatu yang sudah ditetapkan dan segala sesuatu harus b erjalan terus sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan. Begitulah apa yang kumengerti. yaitu berbuat sesuatu yang tidak pantas. memang mereka melatih diri dalam tata tertib tersebut." Kemudian Ayasma Maha Kassapa berkata." "Bhikkhu Ananda. K alau ada yang tidak setuju. diharap bicara.. harap Sangha mendengarkan apa yang akan aku katakan . Segala sesuatu harus berjalan terus sesu ai dengan apa yang sudah ditetapkan. ini merupakan suatu pelanggaran. ini pun merupakan suatu pelanggaran karena Anda mengizinkan par a wanita memberi penghormat terlebih dulu terhadap jenazah Sang Bhagava." Ada pula yang mengatakan. putra-putra Sakya.

" "Kalau demikian halnya. " "Tetapi para Bhante yang terhormat. yang memberikan air susunya sendiri kepada bayi Siddhattha setelah ibu-Nya me ninggal dunia. demi kebahagiaan orang banyak. aku mengaku telah melakukan pelanggaran. bagaimana mungkin aku dapat melaksanakan huk uman berat tersebut kepada Bhikkhu Channa karena Bhikkhu Channa orangnya kuat da n kekar badannya. apa yang dimaksud dengan hukuman bera t itu." "Para Bhante yang terhormat." Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. kesejahteraan dan kebahagiaan para dewa dan umat manusia. yang merawat-Ny a. "Paduka Tuan. Mereka lalu memohon kepa da Raja Udena. kesejahteraan dan kebahagiaan para dewa dan umat manusia. sehingga mereka nanti tidak berada dalam waktu yang tidak tep at (kalau para Thera telah berkumpul)." "Para Bhante yang terhormat. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante. yaitu berbuat sesuatu yang tidak pantas." Bhikkhu Ananda. "Maha Pajapati adalah bibi Sang Bhagava. Karena meskipun diberi isya rat-isyarat dan tanda-tanda yang jelas dapat diraba maksudnya. m aka aku telah lalai tidak memohon kepada Sang Bhagava. "Ananda. semoga Sang Sugata berkenan untuk hidup terus demi kesejah teraan orang banyak." jawab Bhikkhu Ananda. laksanakanlah hukuman berat itu terhadap Bhikkhu Channa. apakah Anda menanyakan apa yang dimaksud dengan hukuman berat itu?" "Aku telah menanyakan kepada Sang Bhagava. tidak boleh menasehatinya dan tidak boleh memberi petunjuk kepadanya. bila Sang Tathagata sudah tid ak ada lagi. Beliau juga telah meninggalkan pesan. ibu tiri-Nya. lebih baik aku memberikan waktu t erlebih dulu kepada para wanita untuk memberi penghormatan terakhir terhadap jen azah Sang Bhagava." "Baiklah. aku telah melakukan usaha dan memohon dengan sangat kepada Sang Bhagava. Di taman itu Raja Udena sedang bersenang-senang dengan para selirnya. Kemudian p ara selir mendengar bahwa Bhikkhu Ananda telah tiba di dekat taman tersebut dan sedang beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang." "Bhikkhu Ananda.. "Ananda. Kemudian berangkatlah Bhikkhu Ananda dengan lima ratus bhikkhu lain. Bhikkhu Channa boleh mengatakan apa saja yang ia suka. "Para Bhante yang terhormat. "Semoga Sang Bhagava berkenan untuk hidup ter us sampai satu kappa. yaitu berbuat sesuatu yan g tidak pantas. Bhante. Karena melakukan usaha dan memohon dengan sangat kepada Sang Bhagava. aku mengaku telah melakukan pelanggaran. Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran berbuat sesuatu yang tidak baik. Sangha harus melaksanakan hukuman berat (brahmadanda) terhadap Bhik khu Channa. tidak jauh dari taman hiburan Raja Udena . aku mengaku telah melakukan pelanggaran. yaitu melakukan suatu kel alaian. demi welas asih-Nya terhadap dunia. "Semoga Sang Bhagava berk enan . ini pun merupakan suatu pelanggaran. karena pada saat itu pikiranku tergoda oleh Mara. Berselang b eberapa hari tibalah mereka di Kosambi. Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran.demi kebaikan." "Kalau begitu. Akuilah bahwa Anda telah melak ukan pelanggaran. karena aku pikir. yaitu melakukan suatu kelalaian.. pergilah bersama dengan lima ratus bhikkhu lain. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante." Beberapa waktu setelah pembacaan Dhamma dan Vinaya selesai. Anda telah lalai untuk memohon kepada Sang Bhagava. agar wanita dapat diterima sebagai b hikkhuni. yaitu berbuat sesuatu yan g tidak baik. Bhikkhu Ananda. Bhikkhu Ananda mengh adap para Thera dan berkata : "Pada waktu Sang Bhagava hendak memasuki parinibba na. demi kebaikan. tetapi bhikkhu-bhikkhu lain tidak boleh bicara dengannya. ini pun merupakan suatu pelanggaran. " Akuilah bahwa Anda telah melakukan pelanggaran. telah dikabarkan bahwa Bhikkhu Ananda telah tiba di . Aku tidak melihatnya sebagai suatu pelanggaran. agar wanita dapat diterima sebagai bhikkhuni oleh karena a ku pikir. Beliau mengatakan.a air mata mereka mengotori jenazah Sang Bhagava." "Tetapi. namun karena ketaatanku terhadap para Bhante. Bhikkhu Ananda.

apakah yang dimaksud dengan hukuman berat itu?" "Bhikkhu Channa. tidak ada bhikkhu yang boleh memberi nasehat kepadaku dan tidak ada bhikkhu yang boleh memberi petunjuk kepadaku. tidak diperkenankan un tuk menasehati Anda dan tidak diperkenankan untuk memberi petunjuk-petunjuk kepa da Anda. yang setelah memberi hormat sebagaimana layaknya. kami akan gunakan untuk memplester lantai. hancurlah sudah aku ini. apa yang Bhante ingin lakukan dengan kain penyeka debu yang lama?" "Setelah mencabik-cabiknya dan mengaduknya dengan tanah fiat. apa yang Bhante ingin lakukan dengan tutup kasur yang lama?" "Kami akan memakainya untuk penutup lantai. Pada waktu itulah Bhikkhu Ananda memberitahukan Bhikkhu Channa. Setelah tiba di sana. Bhante." "Tetapi." "Tetapi. "Pertapa-pertapa. Bhikkhu Ananda kemudian memberikan wej angan tentang Dhamma yang membuat hati para selir menjadi tenang. apa yang Bhante ingin lakukan dengan penutup lantai yang lama?" "Kami akan membuat penyeka-penyeka kaki. Inilah untuk pertama kali Bhikkhu Ananda mendapat hadiah seribu potong baj u dalam. hemat dan tidak boros. mempersilakan Bhikkhu Ananda mengambil tempat duduk. Apakah pertapa Ananda ingin berdagang pakaian atau apakah ia ingin menawarkannya untuk dijual di toko?" Setelah itu Raja Udena sendiri pergi menemui Bhikkhu Ananda dan setelah memberi hormat sebagaimana layaknya lalu mengambil tempat duduk. Setelah itu bhikkhu Ananda pergi ke Vihara Ghosita." "Tetapi." "Pergilah kamu menemui Guru Ananda. "Bhikkhu Channa." "Tetapi." "Tetapi. gembira dan bahagia lalu memberikan lima ratus baju dalam kepada Bhikkhu Ananda dan kemudian mereka kembali ke tama n Raja Udena. mereka ditanya oleh Raja Udena. "Bhante." . apa yang Bhante ingin lakukan dengan jubah luar yang bekas pakai itu?" "Kami akan menggunakan jubah-jubah bekas itu untuk membuat penutup kasur." "Tetapi. "Bhante. Di tempat itu Bhikkhu Channa." Pergilah para selir Raja Udena menemui Bhikkhu Ananda." Maka oleh karena itu. Setelah bertemu. "Apakah kamu telah bertemu dengan Guru Ananda?" "Kami telah bertemu dengan Guru Ananda. apakah para selirku tadi telah datang kemari?" "Benar. putra-putra Sakya. Para selir yang telah tenang hatinya. tetapi bhikkhu-b hikkhu lain tidak diperkenankan untuk bicara kepada Anda. tidak ada bhikkhu yang boleh bicara kepadaku. memakai se gala sesuatu dengan cara yang teratur. mereka m emberi hormat dan mengambil tempat duduk." "Tetapi." Bhikkhu Channa lalu menjawab. "Bagaimana mungkin pertapa Ananda menerima sekian banyak baju dalam." Setelah itu Raja Udena berpikir. Raja Udena merasa kecewa dan mengecam Bhikkhu Ananda. apa yang Bhante ingin lakukan dengan jubah bekas dari para bhikkhu ters ebut?" "Kami akan memakainya sebagai jubah luar. "Perkenankanlah kami menemui Guru Ananda.dekat taman dan sekarang sedang beristirahat di bawah sebuah pohon rindang. apa yang Bhante ingin lakukan dengan penyeka kaki yang lama?" "Kami akan membuat kain-kain untuk menyeka debu. Raja Udena kemudian bertanya." Mendengar itu. ia memberikan lagi lima ratus baju dalam kepada Bhikkhu An anda." "Tetapi. gembira dan ba hagia." "Apakah mereka memberikan sesuatu kepada Bhante?" "Mereka memberikan lima ratus pakaian dalam kepadaku. apakah yang Bhante ingin lakukan dengan lima ratus pakaian dalam itu?" "Aku akan membagi-bagikannya kepada para bhikkhu yang jubahnya telah tipis. Anda boleh mengatakan apa saja yang Anda suka. Paduka Tuan. Sangha telah menjatuhkan hukuman berat terhadap diri Anda." "Apakah kamu memberikan sesuatu kepada Guru Ananda?" "Kami telah memberikan lima ratus pakaian dalam kepada Guru Ananda.

Sempurna Dalam Pengetah uan dan Pelaksanaannya. cemas dan muak dikenakan hukuman berat. dan brahma. Aniyata : pelanggaran yang masih belum ditentukan masuk golongan yang mana. Secara sempurna Beliau menerangkan tentang penghid upan suci yang benar-benar bersih. Yang Terbahagia. ada yang menyembah. Yang memperoleh Penerangan Agung." Dengan demikian Bhikkhu Channa menjadi Arahat. Beliau memberitahukan d unia ini. me ngatakan: "Beliau adalah Arahat. Nissagiya : pelanggaran yang menyebabkan sesuatu barang disita. ada yang memberi hormat hanya dengan ucapan. maka suku Kalama dari Kesaputta datang mengunjungi Sang Buddha. dan indah pada akhirnya. disertai para pe rtapa. sesuatu yang Beliau sendiri telah menge rti melalui pengetahuan yang luar biasa. pada saat Anda mencapai tingkat Arahat. Guru Para Dewa dan Manusia. Setelah itu Bhikkhu Channa mencari Bhikkhu Ananda dan setelah bertemu. ada yang memberi hormat dengan merangkapkan kedua tangan di depan dada dan kemudian duduk di satu sisi. "Bhante yang terhormat. Beliau mengajarkan Dhamma yang indah pa da awalnya. sehingga d alam waktu yang tidak terlalu lama ia mencapai tingkat Arahat "Hancurlah tumimba l lahir. bersama-sama dengan alam para dewa. Suatu ketika Yang Dirahmati (Sang Buddha) mengembara di negara Kosala dengan rombongan besar bhikkhu dan memasuki kota Kesaputta. Di tempat itulah ia kemudian de ngan giat. tekun dan dengan semangat yang menyala-nyala melatih diri. sekarang telah tiba di Kesap utta. Bhikkhu C hanna lalu berkata. karena merasa malu. Bhik khu Channa lalu pergi mencari tempat yang sunyi. yang menjadi penduduk kota Kesaputta mendengar bahwa Pertapa Gotama ." Dijawab oleh Bhikkhu Ananda. Berita yang tersiar luas tentang Pertapa Gotama yang sekarang menjadi Buddha. dan manusia. indah pada pertengahannya. Keterangan: Parajika : pelanggaran yang membuat seorang bhikkhu/ bhikkhuni dipecat/diusir ke luar Sangha. Pacittiya : pelanggaran yang menyebabkan seseorang harus menjalankan hukuman "pe nebusan dosa". para dewa. BAB VI TAMBAHAN KALAMA SUTTA A-I-191 Demikianlah telah kudengar: 1. Yang Dirahmati. ada juga yang memberi hormat dengan berlutut. Sungguh berharga sekali dapat melihat Arahat tersebut!" Karena itu. hidup suci telah dilaksanakan. Suku Kalama. seorang putra dari suku Sakya yang pergi bertapa. pada saat itu pulalah h ukuman berat terhadap diri Anda telah dicabut kembali." (Bhikkhu Channa yang dim aksud di sini ialah bekas kusir dari Pangeran Siddhattha Gotama). mara. Tiba di sana. dan ada juga yang terus duduk tanpa mengucap . Sang Buddha. telah dilakukan apa yang harus dilakukan dan tidak ada lagi yang tersisa. baik dalam teori maupun dalam pelaksanaannya. Pembimbing Manusia Yang Tiada Taranya. brahmana. "Bhikkhu Channa.Kemudian ia jatuh pingsan di tempat itu. Sanghadisesa : pelanggaran yang harus diselesaikan dalam rapat resmi dari Sangha . sekarang cabutlah kembali hukuman be rat terhadap diriku. Setelah siuman. ada yang member itahukan nama dan nama keluarganya.

mengambil sesuatu yang tidak diberikan. apakah itu membawa keuntungan atau kerugian? " "Akan membawa kerugian. mengambil sesuatu yang ti dak diberikan. juga ap a yang kelihatannya cocok dengan pandanganmu. "Benar. warga suku Kalama. 2. apaka h orang itu tidak mungkin akan membunuh makhluk hidup. meren dahkan. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seksama. hal ini tidak dibenarkan oleh para Bijaks ana. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian. juga apa yang dikatakan sesuai dengan logika atau ke simpulan belaka. Lalu datang pula pertapa da n brahmana lain ke Kesaputta. bukankah hal itu akan mengakibatk an kerugian dan penderitaan baginya untuk waktu yang lama?" . warga suku Kalama? Kalau keserakahan (lobha) timbul dalam diri seorang manusia. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian." "Sekarang. warga suku Kalama? Kalau kegelapan batin (mo ha) timbul dalam diri seorang manusia." 4. atau karena ingin menghormat seora ng pertapa yang menjadi gurumu. apakah orang itu tidak mungkin aka n membunuh makhluk hidup. maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut. atau oleh karena sesuatu yang sudah merupakan tradisi. siapa diantara para pertapa dan brahmana yang berbicara benar dan siapa yang berdusta. seseorang yang diliputi kegelapan batin (moha). mengucapkan kata-kata yang tidak benar. "Sekarang. seseorang yang membenci. di cengkeram oleh kegelapan batin dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. Tetapi. warga suku Kalama? Kalau kebencian (dosa) ti mbul dalam diri seorang manusia. apakah itu akan membawa keuntungan atau kerugia n?" "Akan membawa kerugian. bukankah hal itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan b aginya untuk waktu yang lama?" "Memang demikian. tetapi mencaci maki. bagaimana pendapatmu.kan kata apa pun. sudah sewajarn yalah kamu bingung. Dan mereka ini juga menerangkan dan membahas denga n panjang lebar ajaran mereka sendiri. melakukan perzinahan. "Yang Mulia. melakukan perz inahan. menghina. merendahkan. Kami yang mendengar merasa ragu-rag u dan bingung. bagaimana pendapatmu. warga suku Kalama. dan juga menyebabkan orang lain berbuat demikian. kamu mengetahui. Yang Mulia. seseorang yang serakah dicengkeram oleh keserakaha n dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. menghina. hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan. apakah orang itu tidak mungkin aka n membunuh makhluk hidup. "Sekarang. dicengkeram oleh kebencia n dan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. bukankah hal itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan b aginya untuk waktu yang lama?" "Memang demikian. bagaimana pendapatmu." "Sekarang. banyak per tapa dan brahmana yang berkunjung ke Kesaputta. Mereka menerangkan dan membahas dengan panjang lebar ajaran mereka sendiri." "Sekarang. mengambil sesuatu yang tidak diberikan. warga suku Kalama. warga suku Kalama. Yang Mulia. warga suku Kalama. Yang Mulia. mengucapkan kata-kata yang tidak benar. dan mencela habis-habisan ajaran orang lain. melakukan perz inahan. hal ini tercela. 'H al ini tidak berguna. kemudian seorang berkata. sudah sewajarnyalah kamu ragu-ragu. Dalam hal yang meragukan memang akan menimbulkan kebingungan . Yang Mulia. apakah itu akan membawa keuntungan atau k erugian?" "Akan membawa kerugian." 6." 3. kalau setelah diselidiki sendiri. warga suku Kalama. Janganlah percaya begitu saja apa yang tertulis di dalam kitab-kitab suci. "Sekarang. Setelah mereka semua duduk. dan mencela habis-habisan ajaran orang lain. Yang Mulia. janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. Oleh karena itu. mengucapkan kata-kata yang tidak benar. dan mencaci-maki. ata u sesuatu yang didesas-desuskan." 5.

hal ini kalau terus dilakukan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan. hal ini tidak dibenarkan oleh para Bijaks ana. atau ses uatu yang didesas-desuskan. warga suku Kalama. Yang Mulia." 7." 8. setelah diselidiki sendiri. "Karena itu. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan orang lain. juga apa yang terlihat cocok den gan pandanganmu. Yang Mulia.' Tetapi." 12. juga apa yang katanya sesuai dengan logika atau kesimpul an belaka. juga apa yang terlihat cocok dengan pandanganmu. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seksama." 10. berhenti melakukan perzinahan berhenti mengucapkan kata-kata yang tidak benar. "Kalau begitu. Yang Mulia. apakah itu akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan?" "Akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan. tidak aka n mendapatkan kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya. bagaimana pendapatmu. Yang Mulia. kamu mengetahui." "Bukankah orang ini." "Apakah hal-hal tersebut tercela atau tidak tercela?" "Tercela.' maka sudah selayaknya kamu menolak hal-hal tersebut. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas dari kebencian (dosa).' maka sudah selayaknya kamu menerima dan hidup sesuai dengan hal-hal tersebut. juga apa yang katanya merupakan hasil dari suatu penelitian. berhenti mengambil sesuatu yang tidak d iberikan (mencuri). "Sekarang. hal i ni tidak tercela. yang telah terbebas dari kebencian tidak lagi dicengkeram o leh kebencian . Yang Mulia. Yang Mulia. akan berhenti membunuh makhluk hidup. bagaimana pendapatmu? Apakah hal-hal terseb ut baik atau tidak baik?" "Tidak baik.' Tetapi. apakah hal ini merupakan keuntungan atau kerugian?" "Keuntungan. "Kesimpulannya." 11. "Bagaimana pendapatmu." "Kalau terus dilakukan. Janganlah percaya begitu saja apa yang dikatakan di dalam kitab-kitab suci. apakah hal ini merupakan keuntungan atau k ." "Apakah hal-hal tersebut dibenarkan atau tidak dibenarkan oleh para Bijaksana?" "Tidak dibenarkan. juga apa yang katan ya sesuai dengan logika atau kesimpulan belaka. Yang Mulia. Demikianlah pendapat k ami." 9.. atau oleh karena ses uatu yang merupakan tradisi. atau karena ingin menghormat seorang pertapa yang menjadi gurum u.. hal ini dibenarkan oleh para Bijaksana. 'Janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. yang telah terbebas dari keserakahan dan tidak lagi dicengk eram oleh keserakahan. kalau setelah diselidiki sendiri. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan orang lain. juga apa yang katanya telah direnungkan dengan seks ama. 'Hal ini berguna. tidak akan mendapatkan kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya. Yang Mulia. warga suku Kalama."Memang demikian. warga suku Kalama. atau karena ingin menghorm at seorang pertapa yang menjadi gurumu. apakah hal ini merupakan keuntungan atau kerugia n?" "Keuntungan. juga apa yang katanya merupakan hasil dari suatu penelitian." "Bukankah orang ini. "Sekarang. atau sesuatu yang didesas-desuskan. Janganlah perca ya begitu saja apa yang dikatakan di dalam kitab-kitab suci. Yang Mulia. hal ini tercela. kamu mengetahui. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas dari kegelapan batin (moha). bagaimana pendapatmu. 'Jang anlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu. 'H al ini tidak berguna. atau oleh karena sesuatu yang merupakan tradisi. itulah yang Kumaksud dengan mengatakan. dan oleh karena ia dapat mengendalikan dirinya dengan bai k. warga suku Kalama. warga suku Kalama? Apabila seseorang telah terbebas d ari keserakahan (lobha). hal ini kalau terus di lakukan akan membawa keberuntungan dan kebahagiaan.

Dengan demikian. Ini adalah berkah keempat yang diperolehnya. tidak ada akibat dari perbuat an baik dan jahat. Yang Mulia. yaitu : 16. yang hatinya terbebas dari permusuhan. dan keseimbangan batin yang berkembang terus tanpa batas. ' Itulah sebabnya.. warga suku Kalama. mengapa Aku mengucapkan kata-kata tersebut. belas kasih.." . kemudian di tiga per empat al am dan akhirnya di seluruh alam." "Kalau terus dilakukan." "Apakah hal-hal tersebut tercela atau tidak tercela?" "Tidak tercela. 'Ja nganlah percaya begitu saja . Demikianlah pendapat kami. Tetapi apabila setelah diselidiki sendiri. "Demikianlah. ke samping. namun aku sama sekali tidak bermaksud berbuat jahat terhadap siapa pun juga. "Kalau begitu. "Memang demikianlah halnya. hal ini tidak tercela. maka aku tahu bah wa diriku bersih dari kedua segi. belas kasih. Kalau seki ranya tidak ada alam lain setelah meninggal dunia. Yang Mulia! Dengan ini kami menyatakan kami berlindung kepada San g Buddha." 13. warga suku Kalama. maka sudah selayaknya kamu menerima dan hidup sesuai dengan hal-hal tersebut. Yang Mulia. Kalau sekiranya tidak ada bencana menimpa yang berbuat jahat. ada akibat dari perbu atan baik dan jahat. orang itu dalam kehid upan ini juga akan memperoleh berkah yang menyenangkan. apakah akan membawa kebahagiaan atau tidak?" "Tentu akan membawa kebahagiaan. terbebas dari permusuhan dan pera saan tertekan. Semoga Yang Mulia berkenan menerima kami sebagai u pasaka dan upasika. kemudian di setengah alam. Ini adalah berkah kedua yang diperolehnya. ke bawah. hal ini dibenarkan oleh para Bi jaksana." 17. yang telah terbebas dari kegelapan batin dan tidak lagi dic engkeram oleh kegelapan batin . itulah yang Kumaksud dengan mengatakan. ke segenap penjuru. Sungguh indah.. ia diam dengan batin penuh c inta kasih. Yang Terbaha gia. Dhamma. maka dalam kehidup an ini memperoleh empat berkah. Yang Mulia. "Sekarang. tidak akan mendapat kerugian dan penderitaan untuk waktu yang lama?" "Memang demikian halnya. ia akan bertumim bal lahir di alam surga. orang itu diumpamakan seperti d iam di seperempat alam." 14. Ini adalah berkah pertama yang diperolehnya. Dan dengan cara yang sama ke atas. mulai hari ini sampai seumur hidup kami.. dan tidak lagi bingung tetapi dapat mengendalikan diri nya dengan baik dan pikirannya terpusat. simpati. dan Sangha. berhenti menjadi penyebab yang menyesatkan oran g lain. Kalau sekiranya ada alam lain setelah meninggal dunia. terbebas dari permusuhan dan perasaan tertekan. siswa Ariya tersebut yang hatinya terbebas d ari permusuhan dan perasaan tertekan. Mana mungkin bencana dapat meni mpa diriku yang tidak berbuat jahat? Ini adalah berkah ketiga yang diperolehnya. namun kehidupan ini ia telah terbebas dari perasaan bermusuha n dan tertekan. Siswa Ariya tersebut dalam kehidupan ini akan memperoleh empat berkah (deng an mengulang apa yang diucapkan Sang Buddha). warga suku Kalama. bagaimana pendapatmu? Apakah hal-hal terse but menguntungkan atau tidak menguntungkan?" "Menguntungkan." "Bukankah orang ini. seorang siswa Yang Ariya telah terbebas dari k eserakahan dan kebencian. Yang Mulia. dan keseimbangan batin yang ditujukan ke segen ap penjuru alam. Memang demikianlah. Siswa yang demikian itu. Yang Dirahmati. simpati. tidak ternoda dan beersih. kepada semua makhluk. Yang Mulia. tak ternoda dan bersih. berkembang terus tanpa batas. warga suku Kalama. saat badan jasmaninya hancur setelah mati. hal ini kalau terus dilakukan akan membawa keberuntungan dan kebahagiaa n. kamu me ngetahui hal ini berguna. Kalau sekiranya bencana menimpa yang berbuat jahat. t erbebas dari perasaan tertekan.erugian?" "Keuntungan. sedangkan batinnya dipenuhi oleh kasih." 15." "Apakah hal-hal tersebut dibenarkan atau tidak dibenarkan oleh para Bijaksana?" "Dibenarkan.

ia juga kelak yang akan mewarisinya. namun perbuatannya juga merupakan pelindungnya. Dengan perbuatan yang dilakukannya ini. batu. "Bagaimanapun tersembunyi cara dan tujuannya. Dengan melakukan perbuatan ini. ia juga kelak yang akan menjadi pewari snya. lampu. ketika badan jasmaninya hancur setelah meninggal.. dimuliak an. maka ia akan menderita banyak penyakit. Terdapat orang yang suka iri hati. dan kecurigaannya. ia akan ter jatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan. mereka akan menerima a kibat dari perbuatan mereka sendiri. maka ia akan mempunyai pengaruh sedikit sekali. iri bila orang l ain menerima hadiah. tongkat. suka bicara hal-hal yang tidak perlu. lekas naik darah. kejam. Tetapi Aku katakan kepadamu. Dengan tidak pernah melakukad perbu . Dengan melakukan perbuatan ini. menggunakan kata-kata kasar. diberi tempat menginap. Terdapat orang yang cepat marah. Dan ia terikat erat kepada perbuatan yang dilakukan dengan badan jasmani.. ia adalah pe waris dari perbuatannya. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderita an.pali. atau pedang. dan diberikan persembahan dengan penuh sopan santun. me lakukan perbuatan asusila. memperlihatkan k egusarannya. Atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia. Terdapat lelaki dan perempuan yang membunuh makh luk hidup. Perbuatan apa pun yang ia lakukan. tanpa mempunyai rasa kasihan kepad a makhluk-makhluk hidup. baik atau buruk. ia adalah pewa ris dari perbuatannya. atau neraka. orang itu pasti akan menerima salah satu dari kedua akibat ini. atau ne raka. bunga. Perbuatan a pa pun yang ia lakukan. karma. minuman. namun perbuatannya juga merupakan pelindungnya. atau neraka.X. Atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di ala m mana pun ia bertumimbal lahir. dan sembunyi-sembunyi pula cara dan tuj uannya. Terdapat orang yang gemar membunuh makhluk hidup. obat-obatan. berbicara yang tidak benar." Karena itu Aku menyatakan. kepada per buatannya ia terikat. Terdapat orang yang tak pernah memberikan makanan.SIGALOVADA SUTTANTA (D. sering menceritakan kebur ukan orang. penghormatan. atau neraka. atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. perbuatanlah yang kelak akan membedakan ma nusia menjadi mulia dan rendah. Dengan melakukan perbua tan ini. marah. gemar memukul dan membunuh. baik atau buruk. dan sebagainya kepada para bhikkhu atau pandita. akan terjatuh di alam-alam re ndah yang penuh kesedihan dan penderitaan. penuh rasa dengki dan benci.205 Pemilik dari perbuatan (kamma. atau di alam mana pun ia bertu mimbal lahir. tempat menginap. jubah. "Pemilik dari perbuatan adalah rnakhluk. transportasi. kepada perb uatannya ia terikat. berhati kejam. "Sesuai dengan kammanya. maka umu rnya akan pendek. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan. mengambil milik orang lain. Dan dalam tumimbal lahirnya itu. kebenciannya. mengu capkan kata-kata dan memikirkan sesuatu. untuk hal kecil saja yang dic eritakan kepadanya ia sudah menjadi murka." M.31) KAMMA DAN TUMIMBAL LAHIR A. Dengan sembunyi-sembunyi ia melakukan perbuatan-perbuatan." Demikianlah tumimbal lahir dari makhluk-makhluk. penghargaan. keras kepala.123 Pemilik dan pewaris adalah makhluk . Perbuatannya adalah rahim dari mana ia lahir. mereka akan bertumimbal lahir. dan mengikuti pandangan yang keliru. maka orang itu. Perbuatannya adalah rahim darimana ia lahir. maka ia akan mempunyai rupa yang buruk. tempat tinggal. atau pikiran. Atau apabila ia terlahir kan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. ucapan . yaitu siksaan di nera ka atau terlahir sebagai binatang yang merangkak. wangi-wangian. Terdapat orang yang mempunyai kebiasaan menyakiti makhluk lain dengan menggunaka n tinju. Ata u apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia. t amak.III.skrt) adalah makhluk.

maka ia akan menjadi orang yang miskin. ada perempuan yang buruk rupanya dan sangat jahat kelih atannya. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderitaan at au apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertu mimbal lahir. dimuliakan. dan sebagainya kepada para bhikkhu dan pandita. penghargaan. mempunyai wibawa yang besar. tempat menginap. kebenciannya. dan juga tidak m emberikan persembahan kepada yang patut diberi persembahan. memperlihatkan kegusarannya. tidak dengki dan benci. marah. iri jika orang lain menerima had iah. A. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang buruk dan sangat jahat kelihatannya tet api ia akan kaya raya. Bhante. tanpa wibawa. diberikan tempat menginap. Terdapat orang yang tinggi hati dan penuh kesombongan. sedap dipandang. lekas naik darah. penghargaan. jubah. serta memiliki harta dan pengaruh? Ada perempuan yang bernama Mallika yang cepat marah. transportasi. tidak m enjamu mereka yang patut dijamu. lampu. obat-obatan. 197 Apakah sebabnya. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. "Apakah yang dimaksud dengan kamma baik. tanpa wibawa. tidak memberikan tempat duduk kepada yang patut diberi tempat duduk. dimuli akan. marah.IV. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. Dengan tidak pernah melakukan perbuatan ini. Ada perempuan yang cepat marah. minuman. transportasi. lampu. namun perempuan ini kaya raya. Dan ia juga tidak suka iri hati. sedap dipandang. elok se kali. tempat menginap. tidak mau menghormat kepa da mereka yang patut dihormati. di samping itu ia pun miskin. penuh rasa dengki den benci. ia akan terjatuh di alam-alam rendah yang penuh kesedihan dan penderit aan atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di alam mana pun ia bertumimbal lahir. Dan ia tidak pernah mempersembahkan makanan. serta memiliki harta dan pen garuh. tidak iri jika orang la in menerima hadiah. tanpa wibawa. elok se kali. tidak memberikan penghormatan dan penghargaan k epada mereka yang patut diberikan penghormatan dan penghargaan. den kecurigaannya. bunga . bunga. ia sudah menjadi murka. tidak membe rikan tempat menginap kepada yang patut untuk diberikan tempat menginap. dan diber ikan persembahan dengan penuh sopan santun. untuk hal kecil saja yang diceritakan kepadanya. tanpa harta. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang buruk dan sangat jahat kelihatannya. mempunyai wibawa yang besar. lekas naik darah. den tanpa pengaruh ? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang cantik parasnya. Dan ia sering iri. dan tanpa pengaruh ? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang buruk parasnya dan sangat jahat kelihatan nya. diberikan tempat menginap. maka ia akan menjadi orang dungu. j ubah. tempat tinggal. kebenciannya dan kecurigaannya. wangi-wangian. minuman. Tetapi ia mempersembahkan makanan. keras kepala. memiliki harta dan pengaruh? Dan apakah sebabnya ada perempuan yang cantik parasnya. tempat t inggal. dan perempuan ini miskin. kaya-raya. tidak mau berdiri untuk siapa ia patut berdiri. obat-obatan. tanpa harta. memperlihatkan kegusaranny a. dan diberikan persembahan dengan penuh sopan santun. penghormatan. tanpa harta. Terdapat orang yang tidak mengunjungi para bhikkhu dan pandita untuk menanyakan kepada mereka. ia akan terjatuh ke alam-alam rendah yang penuh kesedih an dan penderitaan atau apabila ia terlahirkan kembali sebagai manusia atau di a lam mana pun ia bertumimbal lahir. penghormatan. hal kecil saja yang diceritaka n kepadanya menjadikannya murka. tetapi perempuan ini miskin. dan sebaga inya kepada para bhikkhu dan pandita. Bhante? Apakah yang dima ksud dengan kamma tidak baik? Apa yang tercela? Apa yang terpuji? Apa yang harus dilakukan? Apa yang tidak baik dilakukan? Perbuatan apakah yang mengakibatkan c elaka dan penderitaan untuk waktu yang lama? Perbuatan mana yang dapat membawa b erkah dan kebahagiaan untuk waktu yang lama?" Dengan tidak melakukan perbuatan i ni. keras kep ala. dan tanpa pengaruh. . wangi-wangian.atan ini. mempunyai wibawa yang besar. maka ia akan menjadi orang rendah.

seperti anggur dan arak.. elok sekali.. melakukan sendiri. k aya raya.. atau di alam setan. Perbuatan. Berbicara hal yang tidak perlu (omong-kosong). Bahkan sekurang-kurangnya. dan sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di ala m neraka.40 Membunuh makhluk hidup. Mengambil milik orang lain. Menggunakan kata-kata kasar.33 Oh Bhikkhu. atau di alam setan. melakukan sendiri. . di alam binatang . Sering membicarakan keburukan orang lain. dimana saja makhluk itu .. akibat serin g melakukan perbuatan asusila membuat orang tersebut dijauhi dan dimusuhi oleh l ingkungannya. dan ia suka iri hati dan diliputi deng ki dan benci. dan sering dilakuk an akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam nerak a. tanpa harta. dan sering dilakuk an akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam nerak a. Bahkan sekurang-kurangnya. di alam binatang. minuman. Bahkan sekurang-k urangnya. melakukan sendiri. kebencian (dosa).III. maupun di alam mana pun dengan paras yang cantik... akibat sering mengambil milik orang lain membuat orang tersebut kehilangan miliknya. dan sering dilakuka n akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka . sedap dipandang.III. akiba t sering membunuh mahluk hidup membuat orang tersebut pendek umur. sedap dipandang. dan kebodohan batin (moha ). tanpa wibawa. baik di dunia ini.. Melakukan perbuatan asusila. di alam binatang. menganjurkan.Ada perempuan lain yang tidak cepat marah. atau di alam setan.. yang dilakukan berdasarkan lobha. mempunyai wibawa yang besar.tetapi i a tidak mempersembahkan makanan. menganjurkan. d an sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal akan bertumimb al lahir di alam neraka. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. yang timbul karena lobh a. menganjurkan. di alam binatang. tidak lekas naik darah. serta memiliki harta dan pengaruh. menganjurkan. melakukan sendiri. akibat serin g menggunakan kata-kata kasar membuat orang tersebut sering menerima kata-kata y ang tidak menyenangkan. maka perbuatan ini akan masak. Perempuan ini setelah meninggal akan bertumimbal lahir lagi. akibat sering berbicara hal yang tidak perlu (omong-kosong) membuat orang tersebut tidak dapat berbicara dengan jelas. dan elok seka li tetapi ia miskin. di alam binatang.. atau di alam setan. dihasilkan oleh lobha. di alam binatang. terdapat tiga keadaan yang merupakan akar dari terjadinya kamma (per buatan).. atau di alam setan. A. oh Bhikkhu. Ada perempuan lain yang tidak cepat marah... Berdusta. akibat sering minum minuman keras dan mengkonsumsi zat lain yang dapat melemahkan kesadaran akan membuat orang tersebut mabuk dan ketagihan. melakukan sendiri. menganjurkan.. akibat sering berdusta membuat orang tersebut mendapat tuduhan atas sesuatu yang tidak dilakukannya. A. Bahkan sekurang-kuran gnya. melakukan sendiri. Bahkan sekurang-kurangnya. tidak lekas naik darah. atau di alam setan. . dan sering dilakukan akan membawa ora ng tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka. atau di alam setan. melakukan sendiri.. di alam binatang. dan ia tidak suka iri hati. menganjurkan. Bahkan sekurang-kurangnya. minuman. atau di alam setan. Bahkan sekurang-kurangnya. tidak diliputi dengki d en benci . Bahkan sekurang-kurangnya. menganjurkan. . yaitu: keserakahan (lobha). menganjurkan.. di alam binatang.. dan s ering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal lahir di alam neraka. oh Bhikkhu. dan ia memper sembahkan makanan. akibat dari orang yang suka menceritakan keburukan orang lain membuat ia diting galkan kawan-kawannya. melakukan sendiri. dan sering dilakukan akan membawa orang tersebut setelah meninggal bertumimbal l ahir di alam neraka. baik di dunia ini m aupun di alam mana pun dengan paras yang cantik. Minum minuman keras. dan tanpa pengaruh.

dihasilkan o leh dosa. IstriNya adalah Sunanda dan Vijitasena adalah putraNya. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. dil aksanakan. Kassapa dilahirkan di Taman Rusa di Isipatana saat raja Kiki memerintah Varanasi . di kehidupan berikutnya. musnah. baik di kehidupan ini. dan ditimbun orang dapat mengakhiri penderitaan. dan ditimbun akan berhenti. Tissa dan Bharadvaja adalah bhikkhu utamaNya.X. akan menitis. Tetapi hal ini bukan berarti akhir penderitaan bag i makhluk-makhluk yang digelapkan oleh Avijja dan dibelenggu oleh Tanha berlari berputar-putar dalam lingkaran tumimbal lahir. mungkin dalam kehidupan ini. Maka akan datanglah waktunya. maka perbuatan ini akan masak dimana saja makhluk itu bertumimbal lahi r.bertumimbal lahir. Demikianlah sabda-Ku. yang timbul karena moha. Demikianlah sabda-Ku. maka makhluk itu akan memetik buah (hasil) dari perbuatannya. bahwa samudra besar ini akan menj adi kering. maka makhluk itu akan meme tik buah (hasil) dari perbuatannya. mungkin dalam kehidupan ini. Perbuatan yang dilakukan berdasarkan moha. dihasilkan o leh moha. dilaksanakan. Lagi pula ia juga dianggap sebagai Buddha ke 3 di aeon saat ini (Kappa Bhadda). S. dan bilamana perbuatan itu masak. Selanjutnya Beliau melepaskan kehidupan duniawi. dan tidak ada lagi. selama orang itu masih belum mengalami ak ibatnya. lenyap. Yasa dan Sirinanda.208 Tidak mungkinlah. sabda-Ku. BUDDHA KASSAPA Buddha Kassapa adalah Buddha ke 24 dari tradisi Pali. maka perbuatan ini akan masak dimana saja makhluk itu bertumimbal lahi r. A. da . Banyak legenda dihubungkan denganNya. atau di dalam kehidupan -kehidupan mendatang. tumbuh dengan baik dan berkembang dengan sempurna. dan bilamana perbuatan itu masak. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang. Yana adalah pohon bodhiNya. Tetapi hal itu bukan berarti akhir dari penderitaan bagi makhluk-makhluk yang digelapkan oleh Avijja (kebodohan batin) d an dibelenggu oleh Tanha (nafsu keinginan) berlari berputar-putar dalam lingkara n tumimbal lahir. dan bilamana perbuatan itu masak. atau dalam kehidupan-kehidupan mendatang.XXII Maka akan datanglah waktunya. Beliau menjalani k ehidupan berumah tangga selama 2. oh para Bhikkhu. oh para Bhikkhu. IstriNya mempersembahkan nasi susu. dan menunjukkan keaj aiban gandaNya di kaki pohon Asana di bagian luar Sundaranagara. bahwa sebelum mengalami sendiri akibat dari kamma yang dikehendaki. dan tidak ada lagi. atau dalam kehidupan berikutnya. tidak rusak oleh angin dan panas matahari tetapi sehat dan tahan lama. bahwa kamma (perbuatan) yang dikehendaki.000 tahun dan hidup dalam istana-istana yaitu H amsa. yang timbul karena dosa. dan salah satu dari 7 Budd ha yang disebutkan dalam daftar-daftar Pali. Beliau menyampaika n kotbah pertamaNya di Isipatana kepada sekelompok bhikkhu. Perbuatan yang dilakukan berdasarkan dosa. setelah ditebarkan di tan ah yang subur dan dipersiapkan dengan baik serta cukup mendapat air hujan. atau dalam kehidupan berikutnya. dan cerita tentang percakapan Yakkha Narad eva adalah yang paling menarik. Beliau adalah putra dari Brahmadatta dan Dhanavati dan termasuk dalam suku Kas sapa. Dan tak mungkinlah. dan Soma memberinya rumput untuk tempat dudu kNya tepat sebelum pencerahanNya. Keadaannya sama seperti benih yang tidak rusak dan tidak busuk. bahwa dunia yang perkasa ini akan dilahap oleh api . maka makhluk itu akan memetik buah (hasil) dari perbuatannya. mungkin dalam kehidupan ini. dalam kehidupan berikutnya.

6.. Lihat juga pada: 1. 3. Buddhavamsa Atthakatha 217 ff.55 ff. 2..7. Mahavastu i. Faxian (Fahsien) dan Xuangzang (Huan Tsang) juga menunjukkan keberadaan fisik te mpat-tempat pemujaan Kassapa. Majjhima Nikaya ii.. 5.45 f. Digha Nikaya ii. Dipavamsa xv. Buddha Kassapa hidup selama 20. Teks-teks Sansekerta Buddhist seperti Divyavadana 333 f.000 tahun dan meninggal di Taman Setavya di Kashi . PembantuNya adalah Sabbamitta. Bodhisatva hidup sebagai seorang pemuda brahmin den gan nama Jotipala. 114 menye but Kassapa sebagai Kashyapa. Mahavamsa xv..128 ff. 4.n diantara para bhikkhuni Anula dan Uruvela adalah pengikutNya yang paling terke nal. Selama jaman Buddha Kassapa.. Konon wajah keemasan Maha Kacchana disebabka n karena persembahan sebuah batu bata emasnya untuk tempat pemujaan Kassapa. 236 . Buddhavamsa xxv. Dhammapada Atthakatha ii. 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful