P. 1
Revised Naskah Akademik Kurikulum Bahasa Inggris Smp

Revised Naskah Akademik Kurikulum Bahasa Inggris Smp

|Views: 2,291|Likes:
Published by Yuslie Republik

More info:

Published by: Yuslie Republik on Jun 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2013

pdf

text

original

Berdasarkan landasan teori yang dibahas dalam Bab II, logika yang
digunakan dalam pendidikan bahasa Inggris adalah:
1.Kurikum ini berbasis kompetensi (Celce-Murcia et al. 1995), dan
kompetensi utama yang hendak dicapai adalah kompetensi komunikatif
yang secara teksnis berarti kompetensi wacana.
2.Karena kompetensi utamanya adalah kompetensi wacana, maka teori
bahasa yang digunakan adalah teori bahasa yang melihat bahasa sebagai
teks/wacana (Halliday 1978) atau sebagai sistem semiotika sosial. Teori
ini memandang komunikasi lisan maupun tulis sebagai proses penciptaan
wacana.

3.Berdasarkan teori Halliday tersebut, The New London Group (para ahli
pendidikan bahasa ), pada tahun 1996, mengembangkan teori pendidikan
bahasa asing dalam perspektif pendidikan literasi yang tujuan utamanya
adalah untuk mengembangkan kemampuan berwacana dalam bahasa dan
budaya baru. Kemampuan ini dirumuskan oleh Gee (dalam Kern 2000:35)

21

sebagai “ways of behaving, interacting, valuing, thinking, believing,
speaking, and often reading and writing that accepted as instantiations of
particular roles…by specific group of people”.

4.Teori psikologi tentang perkembangan bahasa yang digunakan adalah teori
Vygotsky (1978), terutama konsep Zone of Proximal Development, yang
menekankan pentingnya kehadiran orang lain dalam proses pemerolehan
bahasa. Kern merumuskan pendapat Vygotsky bahwa literasi (dan kognisi
pada umumnya) bukan “property” yang idiosinkratik dan personal yang
dimiliki seseorang, melainkan sebuah fenomena yang diciptakan oleh
sebuah masyarakat dan digunakan dan diubah oleh masyarakat tersebut
(Kern 2000:35). Perkembangan kultural anak, menurut Vygotsky
(1978:57) diaktualisasikan dalam dua tahap: pertama pada tahap sosial
atau interpsychological, dan kemudian pada tahap individual atau
intrapsycological.
Dapat disimpulkan, seluruh landasan teori yang digunakan dalam kurikulum
ini berada dalam wilayah sosiokultural. Bahasa dan pembelajarannya didekati
dari perspektif sosiokultural.
Untuk memperjelas perbedaan pendekatan pengajaran yang digunakan
terlebih dahulu, yakni pendekatan structural dan pendekatan komunikatif,
tabel Kern (2000:304) berikut ini menyajikannya secara singkat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->