P. 1
Contoh Proposal

Contoh Proposal

|Views: 207|Likes:
Published by sugihartini

More info:

Published by: sugihartini on Jun 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/01/2015

pdf

text

original

A. Judul: Evaluasi Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan Sekolah Menengah TekhnologiIndustry Yogyakarta B. Pendahuluan1.

Latar Belakang Masalah Sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan sekolah yang menyiapkanlulusannya untuk siap memasuki lapangan kerja (Depdikbud, 1997: 1). Pada jenissekolah ini, anak didik disiapkan untuk memiliki keterampilan agar setelah lulusnantinya mereka siap memasuki dunia kerja, seperti yang tertian dalam Undang-UndangNo 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional. Selanjutnya dijelaskan bahwapendidikan kejuruaan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu. Dengan demikian, pendidikan kejuruan memilikifungsi sebagai sarana persiapan untuk memasuki dunia kerja. Vocational education is a multifaceted system with diverse clientele and multiple goals, and it exist in a complex policy environment. Developing and implementing a system of performance standard for vocational educationrequires making demanding decisions on performance assessment,accountability, and actions (Eric, 1990: 4) Sesuai dengan fungsinya sebagai penghasil tenaga kerja yang siap memasukidunia kerja, maka siswa SMK harus disiapkan sedemikian rupa sehingga lulusannyamemiliki kualifikasi yang diharapkan dunia kerja sesuai bidangnya masingmasing. Halini perlu ditangani secara sungguh-sungguh karena dikawatirkan lulusan sekolahkejuruan kurang dapat beradaptasi dengan sarana dan fasilitas kerja yang terdapatdilingkungan kerja. Siswa sering mengalami kesulitan dalam mengantisipasi danmengatasi permasalan dalam bidang ilmu yang dipelajari selama sekolah dan kurangmampu secara tepat mengoperasikan mesin-mesin atau sarana dalam pelaksaan praktik di dunia industry. Kenyataan semacam ini bias diakibatkan oleh minimnya fasilitas,sehingga siswa tidak sepenuhnya melaksanakan praktik sesuai dengan tuntutankurikulum.Agar dapat menghadapi masalah tersebut maka perlu adanya upayaupayayang harus dilakukan sekolah, diantaranya adalah pengoptimalan pelaksanaan

pembelajaran. Menurut Jorin Pakpaham (2002: 240), pembelajaran dilaksanakan tidak cukup hanya terbatas diruang kelas, dilingkungan sekolah, tetapi semua potensi dansumber belajar yang ada di dunia kerja dan lembaga-lembaga pemerintah perludikoordinasikan sehingga mampu memberikan kesempatan belajar secara komprehensif kepada peserta didik dalam proses pembelajaran, sehingga pada akhirnya akan terciptalulusan yang professional dibidangnya. Sementara ini bentuk mata pelajaran praktik kejuruan yang disajikan di SMK, walaupun ditunjang dengan peralatan modern namunpada dasarnya hanya mampu menyajikan dasar-dasar keterampilan dan situasi tiruan(simulasi), karena itu sulit diharapkan untuk dapat membentuk keahlian professionalpada diri siswa. Dengan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) diharapkan dapatmenjembatani kesenjangan antara sekolah dan dunia kerja. dengan pembelajarandemikian diharapkan diharapkan akan menghasilkan sumberdaya manusia yangterdidik, telatih dan terampil serta siap berkompetisi secara professional.Pembentukan keahlian professional pada diri siswa dapat melalui pengalamannyata dalam bentuk pelatihan atau yang tercantum dalam kurikulum adalah praktik kerjalapangan. Model pelatihan di industry ( on the job training ) adalah pembentukanketerampilan kejuruan khusus ( specific skill ) di industry. Keterampilan khusus yangterkait dengan iklim, budaya dan karakteristik suatu industri, sehingga industry adalahpihak yang tepat dalam membekali keterampilan khusus (Sutarto, 1998: 102).Belajar sambil bekerja adalah inti latihan yang sesungguhnya, tidak mungkinada suatu latihan tanpa terjun langsung dilapangan pekerjaan yang nyata danberhubungan langsung dengan rekan kerja yang sebaya maupun yang lebih senior,dalam lingkungan pekerjaan yang sama dapat berlangsung transformasi gaya,pengetahuan, teknik, kebijaksanaan, dan bahkan tingkah laku senior yang lebihberpengalaman selanjutnya untuk diteruskan kepada yang lebih muda.Sekolah menengah kejuruan sebagai instrument pembangunan dalammenyiapkan tenaga kerja, diharapkan mampu mengantisipasi perubahan yang terjadidalam dunia kerja, karena dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan danteknologi, banyak peralatan baru yang diciptakan. Hal ini mengakibatkan perubahanpada tugas ( task ) maupun jenis pekerjaan yang ada di dunia kerja.perubahan yangada di

dunia kerja tersebut mengakibatkan perubahan yang mendasan yang pada akhirnyasangat berpengaruh terhadap persaingan untuk mendapat pekerjaan. pelaksanaan PKL di SMK terkesan hanya sekedar untuk memenuhi tuntutan kurikulum.Pelaksanaan PKL di SMK bidang kimia industry disamping bertujuan untuk membentuk keahlian professional siswa juga diharapkan mampu memberikan pengalanbagi siswa sehingga apabila sudah terjun ke dunia kerja nantinya mereka tidak canggung lagi dengan lingkungan kerja yang baru. sehingga akhirnya masih adasiswa yang melaksanakan PKL tidak sesuai dengan bidangnya. kesiapan guru pembimbing akan berpengaruh padapelaksanaan dan hasil akhir kegiatan tersebut.Penunjukan guru pembimbing di SMK tidak didasarkan pada latar belakangpendidikan dan pengalaman. akan tetapi hal itu sulit dari apayang diharapkan karena kenyataannya dilapangan tidaksemua siswa mendapat tempatyang ssuai dengan bidang keahliannya karena terbatasnya perusahaan yang bergerak dibidang kimia industry terutama diwilayah Yogyakarta. namun berdasarkan azaz pemerataan tugas danpenghasilan serta semua guru dianggap memiliki pengalaman dan mampu membimbingpelaksanaan PKL.Keberhasilan pelaksanaan PKL selain ditentukan oleh kesiapan programperencanaan. Identifikasi Masalah dan Pembatasan Masalah .. guru pembimbing adalah sebagai ujung tombak pelaksanaan kegiatan PKL. juga ditentukan oleh kesiapan siswa dan kesiapan team yang didalamnyatermasuk guru pembimbing. sehingga pelaksanaannya tidak pernahdipersiapkan dengan sungguh-sungguh dan matang. hal ini jelas akan bepengaruhterhadap proses pelaksanaan dan hasil akhir yang akan dicapai yaitu terbentuknyakeahlias siswa yang professional dibidang kimia industry. 2. sehingga tenagakerja dituntut bukan hanya memiliki kemampuan teknis belakatetapi juga harus lebihfkeksibel dan mampu belajar pengetahuan dan keterampilan baru.Namun pada kenyataanya. Latar belakang pendidikan danpengalaman guru pembimbing akan sangat memberikan kontribusi besar baik secarapsikologis maupun terhadap pemahaman pelaksanaan PKL bagi siswa.

m. pelaksanaan.b. Materi pembelajaran di tempat PKL yang kurang sesuai dengan keahlian siswa. Siswa belum memiliki kesiapan yang cukup untuk mengikuti program PKLc.f. Terbatasnya jumlah perusahaan yang relevan dengan bidang kimia industry diwilayah Yogyakarta. Pelaksanaan program PKL belum sesuai harapan dan kebutuhan siswa.h. Belum semua guru siap dalam pelaksanaan bimbingan PKL siswa.i. serta tujuan PKL siswa SMTI Yogyakarta:a.d.d. Terdapat perbedaan persepsi diantara guru pembimbing tentang tujuan PKLl.Dari uraian latar belakang tersebut maka dapat diidentifikasi babarapa masalahyang meuncul terkait dengan pelaksanaan PKL sebagai berikut:a. Minimnya informasi tentang pelaksanaan PKL yang diketahui siswa. Pelaksanaan KL belum mampumemberikan dasar kompetensi yang cukup bagisiswa.e.Berdasarkan identifikasi masalah tersebut. Belum optimalnya pengelolaan sarana dan prasarana penunjang yangmendukung peproses pembelajaran disekolah. Belum adanya buku pedoman pelaksanaan PKL yang jelas. Masih rendahnya kualitas pelaksanaan PKL oleh sekolah.j. Masih rendahnya kualitas pelaksanaanprogram PKL oleh sekolah. PKL belum mampu memberikan pengalaman yang cukup bagi siswa untuk memasuki dunia kerja. Tujuan Program dan Indicator Keberhasilan . 3. maka evaluasi ini difokuskan padaproses perencanaan. Guru kurang siap dalam pelaksanaan bimbingan PKL. Waktu elaksanaan PKL yang terlalu pendek. Perlunya kesiapan yang cukup bagi siswa untuk mengikuti program PKL.c. Pelaksanaan program PKL belum sesuai dengan kebutuhan siswa.k.b.e.g. PKL belum mampu membeerikan pengalaman yang cukup bagi siswa untuk memasuki dinia kerja.

Sebagai latihan kedisiplinan di lingkungan kerja. Sejauh mana kesiapan guru dalam pelaksanaan bimbingan PKL siswa? d.b. Siswa mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja. Sebagai perbandingan antara teori yang diperoleh dengan dengan penerapanyadi lapangan. Siswa terlatih kerja dilapangan.e. Sebagai latihan kerja dilapangan. maka pelaksanaan praktik kerja industry di SMTIYogyakarta bertujuan untuk:a. Sejauh mana kesiapan siswa untuk mengikuti program PKL? c.d. dan pembatasanmasalah yang dikemukakan diatas. Sebagai latihan penyesuaian di lingkungan kerja. maka masalah dalam penelitian pada pelaksanaanPKL di SMTI Yogyakarta program kimia industry. Sebagai latihan penyusunan laporan. Siswa mampu membandingkan antara teori yang diperoleh dengan denganpenerapanya di lapangan. Siswa mampu menyusun laporan.e.d. Sejauh mana kualitas pelaksanaan program PKL yang dilakukan oleh sekolah? e. 4. Apakah pelaksanaan PKL dapat memberikan manfaat bagi siwa maupunsekolah? .c.c. dapat dirumuskan sebagai berikut:a. Apakah pelaksanaan PKL sudah sesuai dengan kebutuhan siswa? b.Sedangkan indicator ketercapaian program/kegiatan ini adalah:a.Sesuai dengan pedoman pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan yangdikeluarkan oleh SMTI Yogyakarta. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah identifikasi masalah. Siswa berdisiplin di lingkungan kerja.b.

Tujuan Evaluasi Berdasarkan rumusan masalah diatas. maka tujuan yang ingin dicapai dalampenelitian ini adalah: .5.

Memberikan gambaran kepada sekolah tentang keksesuaian pelaksanaanprogram PKL dengan kebutuhan siswa dan tuntutan kurikulum. d.a. Memberikan informasi tentang kemampuan siswa dalam penguasaanpengetahuan pasca pelaksanaan PKL f. c. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat kemanfaatan program PKL yangdiselenggarakan sekolah. sehingga pohak sekoalh memahami secara seksama tentang bentuk praktik yang akan dilakukan oleh siwa selama kegiatan berlangsung. Memberikan informasi tentang sejauh mana kesesuaian antara tempat praktik yang ada dengan program keahlian yang dimiliki siswa.c. untuk mempersiapkan siswasebelum melaksanakan PKLdimasa yang akan dating. Untuk mengetahui sejauh mana kesiapan siswa dalam mengikuti program PKL. Hal inidapat dijadikan bahan pertimbangan serta evaluasi materi pembelajaran dankuriulum yang sesuai.e. e. Untuk mengetahui seberapa jauh kesiapan yang dilakukan oleh gurupembimbing dalam dalam pelaksanaan bimbingan PKL siswad.b. Memberikan informasi tentang keterampilan yang diperoleh siswa setelahmelaksanakan PKL . 6. Sebagai bahan evaluasi terhadap penyelenggaraan PKL yang telahdiprogramkan oleh sekolah. Untuk mengetahui kesesuaian pelaksanaan program PKL dengan kebutuhansiswa. Memberikan gambaran tentang cakupan materi PKl kesesuainnya denganindustry. b. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat kualitas pelaksanaan PKL yangdiselenggarakan sekolah. Manfaat Evaluasi a.

Praktik Kerja Lapangana.g. Pengertian Praktik Kerja Lapangan. Kajian Teori1. Memberikan informasi tentang sikap siswa selama melaksanakan PKL C. .

Menurut Smith (Jusuf Irianto. yaitu 1. yang oleh karena itu polayang dipilih adalah menugaskan siswa terjun langsung ke dunia kerja/usaha danindustry dalam bentuk PKL untuk mendapatkan pengalaman kerja dan membinakemampuan adaptasi dengan lingkungan kerja nyata. bahwa profil kapabilitas siswaberkaita dengan skill yang diperoleh dari PKL. 1981: 2) bahwa keberhasilan PKL mencakuptiga hal. ketiga jenis ini dibedakan oleh waktupelaksanaannya. Implementasi dari pelaksanaan PSG biasanya berupa: praktik kerja lapangan.Praktik kerja lapangan merupakan salah satu bentuk implementasi daroPendidikan Sistem Ganda (PSG) yaitu suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan danpelatihan kejuruan yang memadukan secara sistematik pendidikan disekolah dengandunia kerja. Sedangkan feedback bagisekolah adalah memperoleh masukan tentang kesesuaian antara kurikulum sekolahdengan “kurikulum“ dunia kerja.rentang .Idealism yang diusung oleh PSG adalah ingi mendekatkan kualitas tamatanyang meliputi kemampuan kerja dengan sikap profesionalnya.Secara pragmatis program PKL memiliki dampak positif baik bagi siswamaupu sekolah.Menurut Manulang (Moekijat. dan tidak sedang menghadapi ujian akhir. 2001: 6). Penentuan jadwal inididasarkan atas pertimbangan asumsi bahwa pada saat kelas 2 atau kelas 3. 3. dan magang industry. seorangsiswa dianggap cukup memiliki pengetahuan teoritis dan keterampilan dasar tentangpekerjaan yang akan dilakoninya. 2.praktik kerja industry. Menambah pengetahuan. Menambah keterampilan. Tujuan PKL salah satunya adalah untuk membelajarkan siswamempraktikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh di bangku sekolah sertamembelajarkan siswa beradaptasi dengan suasana dunia kerja. Merubahsikap.Kebijakan di SMK pada umumnya menerapkan jadwal pelaksanaan PKL baik di dalam maupun diuar negeri adalah pada tahun ke-2 atau pada saat kelas 2 dansebagian kecil lagi di kelas 3 pada awal tahun ajaran baru. Seiring dengan penguasaan keterampilandan keahlian siswa akan menambah peluang bagi pengembangan karirnya setelah lulusdan terjun kemasyarakat.

g. . Instruktur. merupakan tenaga pembimbing dari institusi terkait.b. Siswa. Guru. Peralatan. maka tahapan yang harus dilaksanakan meliputi:1. sehingga disampingmereka memperoleh pengalaman nyata. 2003: 2)Sekolah menengah kejuruan merupakan bentuk satuan pendidikan padapendidikan jalur profesi dan bagian dari pendidikan menengah yang mengutamakanpengembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu.e. dan pada beberapa kasusbias mencapai 1 tahun (Retailer.d.f. Peralatan harus relevan dengan bidang garapan siswa. sebelum melaksanakan praktik kerja di institusi terkait setiap siswahendaknya telah mempunyai pengetahuan yang memadai. material yang digunakan untuk membuat produk. b. merupakan susunan materi yang akan diajarkan kepada siswadalam mencapai ingkat keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.waktu pelaksanaan PKL ini antara 4 sampai dengan 6 bulan. perangkat bantu dalam memperoleh hasil secara cepat. Method.Perencanaan merupakan tahap awal sebelum melaksanakan sebuah program. juga mampu memberikan konstribusikepada instansi terkait.c. Bahan ajar. Tahap-Tahap Pelaksanaan PKL Agar pelaksanaan PKL berjalan dengan baik dan lancer serta tercapai apa yangmenjadi tujuan program. terdiri dari bahanpokon dan bahan penunjang. tepat danefisien. Bahan. SMK mempersiapkan siswa memasuki duia kerja dan pengembangan sikap professional. merupakan tenaga pendidik dari sekolah yang bertugas menyiapkansiswa memasuki pekerjaan yang ada di institusi terkait. danperencanaan akan sangat menentukan berhasil tidak suatu program mencapaitujuan. Beberapa aspek yang berperan dalam menentukan program PKL yangdiadakan sekolah antara lain:a. cara penyampaian materi yang digunakan untuk mencapai tujuanpembelajaran. Persiapan/perencanaan.

.

Penempatan siswa di intansi yang telah dihubungi. Memberikan pembekalan pada siswa.2. penyusunan programpembelajaran. Pengorganisasian.b. perangkat pelaksanaan program baik disekolah maupun di instansiterkait mengenai siapa. Kegiatan ini meliputi penyusunan struktur organisasi. Perangkat lunak/administrative.d. Pembiayaan. Unsure yang terlibat antara lain guru. Jadwal. danevaluai. Perencanaan. Pelaksanaan. dan evaluasi. dan perangkat supervise. Menyiapkan administrasi atau surat izin untuk instansi dan kepada orang tuasiswa.c. penyusunan kurikulum PKL. waktu pelaksanaan program hendaknya disesuaikan hendaknyadisesuaikan dengan pecapaian target kompetensi sesuai dengan standardkeahlian. agar pelaksanaannya berjalan dengan baik maka diperlukan komunikasi yang intensif antara sekolah dan instansi agar segala permasalah yang mungkin muncul dapatdiselesaikan dengan cepat.b. penyiapansystem monitoring. jurnal siswa.k. penyusunan mekanisme kerja. Tahap-tahapdalam pelaksanaan ini meliputi:a. Menentukan instansi dan menghubunginya.Tahap ini adalah tahap berlangsungnya pembelajaran di instansi. kepala sekolah staf administrasi. meliputi.i. . Waktu. biaya tetap yang harus ada dalam pelaksanaan PKL. administrasi program dankesiswaan. perangkat untuk melaksanakan KBM yangberbeda antara perangkat yang digunakan disekolah dan perangkat yangdigunakan di instansi. penyusunan uraian tugas. apa dan dimana kegiatatan tersebut akan berlangsung. peerencanaan kebutuhan.a. Sedangkan kegiatan koordinasiperencanaan meliputi. biaya dan sumber dana.Adapun dalam pelaksanaannya persiapan yang harus dilakukan sekolah antaralain.h.pemilihan proposal. instansi terkait dan orang tua.j. penyusunan program ujian kompetensi.

Meliputi koordinasi penilaian pembelajaran di sekolah dan diinstansi. 2. Evaluasi. Kegiatan ini meliputi koordinasi pembelajaran disekolah danpembelajaran di instansi. Meliputi 1. Sedangkan penilaian hasil belajar di institusimencakup komponen praktik keahlian yang dilakukan di instansi terkait. meliputi hasil belajar disekolah dan di instansi.d.2) Penilaian uji profesi.Penilaian merupakan proses akhir dari suatu kegiatan yang hasilnya bias dalambentuk angka-angka maupun kalimat-kalimat.b. Dari kegiatan evaluasi . komite sekolah.1) Penilain uji kompetensi yang merupakan terminal dari suatu paketpembelajaran untukmencapai kompetensi tertentu. Penilaian keahlian.Penilaian hasil belajar disekolah mencakup komponen kemampuan normative. kepala sekolah. guru. guru. komitesekolah. dan staf bidang kurikulum. diberikan kepada seseorang yang telahmenyelesaikan paket kegiatan tertentu sehingga dinilai layak. komite sekolah dan instansi terkait. instansi.adaptif dan teori kejuruan. Pelaksanaan. merupakan penilaian terminal dari suatu kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki oleh suatu jabatan profesi tertentu.3. kepalasekolah. mampu danberwenang untuk melaksanakan tugas/kegiatan sesuai dengankemampuannya.pengelola sokolah. Penilaian/evaluasi. Setiap program kegiatan yang dilaksanakan semesrtinya dan harus diakhiridengan evaluasi.c. Penilaian bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program. instansi. Evaluasia. Pelaksanaan evaluasi bertujuan untuk melihat kembali apakah programyang dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. dan staf bidang kurikulum. Unsure yang terlibat antara lain.serta penysusunan system koordinasi. Adapun penilaian meliputi:a. Pengertian Evaluasi.3) Sertifikasi pendidikan. Penilaian hasil belajar. Unsure yang terlibat antara lain. Unsure yang terlibat antara lain.

pengumpulan data dengan menggunakan instrument tertentu utuk mengambilkeputusan. langkah-langkah yang akan diambil. and there is no incentive to use alternative criteria.1990: 4) mendefinisikan “evaluasi sebagai suatu usaha memperoleh umpan balik atauefek dari suatu program pelatihan dan usaha mengukur nilai pelatihan yangbersangkutan berdasarkan informasi itu”. penyajian dan penilaian informasi untuk mengetahui sejauhmana suatuprogram telah mencapai tujuan. b.When evaluation based on an experimental design. M. The value frame work is that of theprogram’s administrators. Jusuf Irianto(2001: 21) menjelaskan bahwa “evaluasi program dimaksudkan sebagai pemenuhankeberadaan arti atau nilai signifikan sebuah program pelatihan dalam hbungannyadengan tujuan dan sasaran yang harus dikembangkan”. Didalam konteks pelaksanaan program.Para ahli evaluasi berbeda pendapat dalam mendefinisikana evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi akan diambil keputusanapakn program tersebut akan dilanjutkan.kebijaksanaankebijaksanaan. .criteria yang dimaksud adalah criteria keberhasilan pelaksanaan program dan yangdinilai dapat berupa hasil yang dicapai atau prose situ sendiri. Menurut Hamblan (Leslie Rac. Uraian ini didasarkan atas pengertian evaluasi yaitu suatu proses pengumpulaninformasi. Definisi tesebut menunjukan adanya criteria yang digunakan untuk menentukan nilai dan adanya hal yang dinilai. the evaluation criteria areimbedded in the program at its inception.Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah prosespengumpulan.Abdul Azis. direvisi. Evaluasi Program Program merupakan acuan kegiatan gabungan dari tujuan-tujuan. Selanjutnya. sehingga pengambilan keputusan dapat ditetapkan padaprogram selanjutnya.PdManajemen PendidikanProgram PascasarjanaUniversitas Negeri Yogyakartaazisyamhari@gmail.comPage 11 tersebut akan diketahui hal-hal yang telah dicapai maupun yang belum. Jadi pada dasarnya kegiatan evaluasi merupakan serangkaian kegiatan yangmenguji dan menilai pelaksanaan program. maupun dihentikan atau diganti samasekali.Stufflebeam mendefinisikan evaluasi sebagai berikut: Evaluation appraises the extent to which a program realizes certain goal. prosedur-prosedur. criteria apa yangtelah dicapai maupun yang belum.

Evaluasi membantu dalam memahami program.sumber-sumber yang akan digunakan. Oleh karena itu evaluasi sumatif dilakukan pada akhir program untuk memberikan informasi yang potensial tentang manfaat danpenggunaan program. Adapun evaluasi sumatif dibuat untuk menilai apakah suatu program akanditeruskan atau diberhentikan. Model ini dikembangkan oleh Malcolm Provus Diana penilain kesenjangandimaksudkan untuk mengetahui tingkat kesesuaian anara standard yang telahditentukan dalam program dengan penampilan actual dari program.1. c. Model Evaluasi. kurikuum dan pelatihan.serta apa penyebabnya yang selanjutnya akan diambil keputusan apakan programtersebut perlu dilajutkan dengan beberapa perbaikan atau bahkan diberhentikan. Evaluasi program sangat bermanfaat terutama bagipengambil keputusan karena dengan masukan hasil evaluasi program. dan unsure-unsur lain yang diperlukan untuk melaksanakan arah tindakan tertentu. 2. juga untuk mengetahuiprogram apa yang belum terlaksana dengan baik maupun program yang belum berjalan. Model inimenekankan pada kesenjangan yang sebetulnya merupakan persayaratan umum bagi . yaitu mengumpulkan data yang tepat agar dapat dilanjutkan denganpemberian pembinaan yang tepat. Evaluasi formatif digunakan untuk memperolehinformasi guna membentu memperbaiki proyek. Model kesenjangan.Evaluasi dapat dilaksanakan pada saat program sedang berjalan maupun sesudah proramtersebut dilakasanakan. Focusevaluasi inberkisar pada kebutuhan yang dirumuskan oleh karyawan atau orang-orang.Evaluasi program menurut Suharsimi (2007: 23) adalah langkah awal dalamsupervise. para pengambilkeputusan akan menentukan tindak lanjut dari program yang telah atau sedangdilaksanakan. Model evaluasi formatif dan sumatif Model evaluasi ini dikembangkan oleh Michel Sciven dan sudah dikenaloleh umum dari segi fungsinya.

Evaluasi proses. b. Strategimanakan yang sudah ada sebelumnya dan sudah cocok untuk mencapai tujuan yanglalu. Apakah strategi yang digunakan sudah sesuai dengan pencapaiantujuan. 2. 3. Apakah saranadan prasarana yang ada sudah dimanfaatkan dengan maksimal. Evaluasi input Model ini meliputi sumber dan strategi yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Model CIPP ( context. Tujuan pengembangan apa yang dapatmembentu tercapainya program. Apa yang dikatakan sebagai cirri khusus dari kegiatan yang dilaksanakandidalam program dan apa pula akibat yang ditimbulkan. Pertayan yang biasdiajukan dalam model ini antara lai: 1. c. dan sampel yang dilayani.Kebutuhan apa yang belum terpenuhi oleh program. Model ini merupaka upaya untuk menggambarkan dan merinci lingkungankebutuhan yang tidak terpenuhi. 4. 4. input. Evaluasi produk. d. Hambatan apasaja yang dijumpai selama pelaksanaan program dan bagaimana mengatasinya. Model evaluasi ini dilakukan untuk melihat atau mengukur keberhasilan dalampencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Apakah staf yang terlibat dalampelaksanaan program sudah siap melaksanakan kegiatan tersebut. Tujuan pengembangan apayang belum dapat tercapai oleh program. dan tujuanproyek. Apakah strategi yang diambil ini merupakan strategi resmi. 3. Evaluasi kontek. Tujuan-tjuan manakan yang paling mudahdicapai oleh program. Model evaluasi ini diarahkan pada seberapa jauh kegiatan yang dilaksanakandidalam program sudah terlaksana sesuai dengan rencana. baik umum maupun khusus suatu program. 1. 3.semua kegiatan evaluasi. 2. product )a. yaitu mengukur adanya perbedaan antara yang seharusnyadengan apa yang sudah dicapai. 3. 2. Ada 4 pertanyaan yang bias diajukan dalam model evaluasi ini. Data yang dihasilkan akan sangat berguna . Pertanyaan yang diajukan dalam model iniantara lain: 1. Apakan pelaksanaan program sudah berjalansesuai dengan jadwal yang direncanakan. process. 4. populasi.

disempurnakan. 2. Dalam evaluasi model ini pertanyaan yang bias diajukan antara lain: 1. input. proses. Jenis dan Pendekatan Penelitian Adapun jenis evaluasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah modelCIPP.Tujuan manakah yang sudah dicapai. disampingmenggunakan angket. sehingga pelaksanaan keempat elemen tersebut dalam satudimensi yang utuh sangat diharapkan. 2. Penilainprogram memerlukan perbandingan antara hasil program dan tujuan yangditetapkan. Hasiljangka panjang apakah yang namapak sebagai akibat dari pelaksanaan program.Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dan kualitatif. sesuai dengan namanya model ini menyoroti empat aspek sekaligus yaitu:konteks.apakah program akan dilanjutkan. data penelitian diperoleh melalui angket yang diberikankepada siswa dan guru pembimbing yang telah melaksanakan PKL. Evaluasi yang menggunakan model iniharus mempeertimbangkan dua hal: 1.sebaiknya menggabungkan dua atau lebih jenis yang ada. D. Bahwa kekuatan model ini terdapat padarangkaian keempatnya. namun dalampelaksanaannya dapat saja seorang peneliti hanya melakukan satu jenis evaluasi dantidak menggunakan jenis evaluaasi tersebut. Methodology Evaluasi. Jika dilaksanakan secara terpisah. 2. 4. 3. Kebutuhan pesertamanakah yang telah terpenuhi sebagai akibat dari pelaksanaan program. dan produk yang melibatkan keempatnya secara bertahap. Dipilihnya Sekolah Menengah Tekhnologi IndustryYogyakarta dengan pertimbangan bahwa SMTI Yogyakarta merupaka satu-s a t u n y a s e k o l a h m e n e n g a h k e j u r u a n y a n g k o n s e n d i b i d a n g i n d u s t r y d i Yogyakarta.Keempat evaluasi ini merupakan satu kesatuan yang utuh. untuk melengkapi data penelitian juga dilakukan observasi . Apakah yang mungkin dirumuskanberkaitan antara rincian proses dengan pencapaian tujuan.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini mengambil setting lokasi di Sekolah Menengah TekhnologiIndustry Yogyakarta. atau dihentikan.

input. yaitu sumber data berupa orang. Variable Penelitian5.Dalam penelitian ini sumber data dimaksud meliputi pengelola sekolah.tenaga kependidikan. dan produk (CIPP). yaitu sumber data berupa ternpat.Subjek berupa paper digunakan sebagai sumber data-data sekunder sesuai dengantujuan penelitian. person. dan c . Pengumpulan Dataa. Teknik Pengumpulan Data 1. Penentuan subjek penelitian berupa person dilakukan dengan teknik purposif. Berdasarkanklasifikasi tersebut. Sumber data dan Sample Yang dimaksud dengan sumber data di sini adalah subjek dari rnana datadiperolch. yaitu sumber data berupa simbol. Suharsimi Ariktmto (2002 : 107) mengklasifikasi sumber data menjaditiga jenis . ditetapkan kriteria-kriteria sesuai dengan tujuan penelitian. proses. paper. maka sumber data yang digunakan dalam penelitian iniadalah jenis person dan paper serta place. Objek sasaran yang dicermati dalampenelitian ini mengarah pada evaluasi kontek. Wawancara Mendalam (indepth interview) Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan wawancara mendalamuntuk mendapatkan informasi mengenai seluruh aspek yang diteliti dan relevandengan masalah penelitian. dan siswa 4. guru.Dengan teknik ini. Sedangkan sumber data berupa place dibutuhkan untuk memperkaya data penelitian melalui observasi.dokumentasi dan wawancara yang mendalam. b . Wawancara mendalam ( indepth interview )dilakukan dengan menggunakan instrument berupa pedoman wawancara (interview guide) . a . 3. place.

akan tetapi wawancara dapat berkembang sesuai dengasituasi masyarakat dan khususnya informan. Instrument yangdigunakan adalah pedoman wawancara2. Dokumentasi . peneliti berupayasecara jeli agar wawancara dapat menjawab tujuan penelitian. Meski demikian. Pedoman tersebut tidak sepenuhnya mengikat proseswawancara secara kaku..

misanyal arsip aktif maupunpasif. Angket atau kuestioner Angket atau kuestioner merupakan alat pengumpul data yang berupaserangkaianPengumpulan data dilakukan dengan mengirimkan daftar pertanyaan kepada responden. Instrument 6. Metodedilakukan untuk memperoleh data dengan jalan pengkajian atas berbagaidokumen resmi baik yang bersifat internal maupun eksternal. Bersifat internaldalam artian pengkajian langsung atas dokumen. Instrumen yang digunakan berupa angketdengan jawaban tertutup. 5. .Metode ini merupakan metode pengumpulan data dengan memanfaatkandata sekunder serta data tertulis lainnya dari obyek yang diteliti. lnstrumenyang digunakan untuk pengamatan berupa lembar pengamatan (observationcheklist). 4. Uji Instrumen6.3. ObservasiObservasi dilakukan untuk memperoleh informasi dengan jalan meninjauobyek penelitian untuk melihat realitas yang terjadi di lapangan. sedangkan bersifat eksternal dalam artian pengkajian terhadap sumbersumber pendukung atas pengkajian dokumen seperti arsip berita. Analisis Data.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->