Sistem kelistrikan lampu tanda belok / sein secara simpel untuk belajar kelistrikan mobil, sistem lampu tanda

belok secara garis besar terdiri dari 4 lampu, 2 depan dan 2 belakang, flaser sebagai auto relay dan switch pemindah arah lampu yang berkedip. Lampu depan dan belakang terhububg sacara paralel dan hanya di pisahkan antara lampu kanan dan kiri. Jadi begitu saklar mengarah ke kiri, maka lampu kiri akan berkedip-kedip sesuai kedipan dari flaser suto relay, begitu juga sebaliknya.

Lampu sein atau Reting atau turn signal merupakan salah satu komponen yang dianggap remeh namun sangat penting peranannya dalam konsep safety driving... Bayangkan anda jika mau belok tidak menggunakan Sein..sama halnya seperti bajaj...yang tau bajaj mau belok mana hanya Tuhan dan supirnya .........bahkan penumpangnya juga gak tau he..he..... Lampu Sein atau turn signal atau di beberapa daerah disebut dengan Reting....merupakan lampu pemberi tanda ketika kita mau belok...tanda ini di cirikan dengan lampu yang berkedip-kedip agar pengendara lain atau orang yang ada di jalan dapat menyadari bahwa sebuah kendaraan akan berganti arah. Bagaimana proses menyalanya lampu sein ini ?? Prosesnya cukup sederhana.. komponen pendukung sein antara lain :
y y y

Flasher Saklar sein Bohlam

.. Flasher pada umumnya ada dua tipe : 1... flasher electronic 2. Karena signal yang keluar dari terminal L pada flasher adalah + maka pada bohlam sudah stand by ground..sehingga ketika dapet + dari signal flasher bohlam akan hidup. flasher bimetal Flasher electronic memanfaatkan rangkaian timer atau rangkaian flip flop agar dapat memberikan signal on--off.Wiring diagramnya adalah sebagai berikut : [IMG] [/IMG] Flasher : Flasher adalah komponen memberikan signal + yang memiliki frekuensi yang sudah tetap misalnya 2. .5 kali per detik.

ketika sudah cukup panas maka plat merah akan memuai dan menarik plat hitam sehingga .Flasher bimetal memanfaatkan pemuaian metal akibat pemanasan. maka pelat mengalami pendinginan dan kemudian menyusut lagi.ketika sebuah pelat dipanaskan. ketika memuai.(pada saat yang bersamaan bohlam menyala). Ketika terminal kontak sudah terpisah maka arus pemanasan pelat terputus. Ketika arus pemanasan terputus. Spoiler for Keterangan Gambar :: plat warna merah pertama2 mengalami pemansan akibat kumparan yang melilitnya mendapatkan arus + dan juga arus . Karena menyusut lagi maka terminal kontak akan bersentuhan kembali..sehingga terminal kontak akan berpisah.. pelat akan melengkung (pada gambar warna merah). maka arus pemanasan kembali bekerja. dan demikian selanjutnya.....ketika terminal kontak bersentuhan.

ketika saklar di geser ke kanan maka terminal tengah akan memberikan signal + ke terminal kanan dan meneruskannya ke bohlam kanan...maka sein kanan akan menyala. kemungkinan dapat merusak flasher Jika Voltage dari bohlam lebih besar daripada standardnya dapat mengakibatkan lampu sein tidak dapat bekerja .dan demikian sebaliknya. kemudian 2 terminal pembagi di kiri dan kanan. sehingga plat hitam akan lurus kembali dan terminal kontak akan bersentuhan kembali... Bohlam : Bohlam untuk sein memiliki spesifikasi khusus..akan di tujukan untuk bohlam kiri atau kanan.. Secara umum Saklar sen terdri dari 3 terminal.. ketika berpisah (bohlam mati) maka plat merah akan lembali dingin. Biasanya Saklar sein ini terintegrasi dengan saklar kombinasi yang teletak pada setang setir anda. Jika tidak dapat mengakibatkan : y y y Jika watt bohlam yang diganti lebih kecil maka lampu sein akan berkedip dengan sangat cepat daripada biasanya Jika watt lampu sein diganti dengan yang jauh lebih besar.demikian seterusnya hingga saklar di putuskan...terminal kontak akan berpisah.... Saklar : Saklar bertugas membagi output signal + dari flasher.. 1 terminal input dari L berada di tengah.. sebaiknya jika bohlam sein rusak diganti dengan yang specnya sama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful