P. 1
Bimbingan Dan Konseling Islam

Bimbingan Dan Konseling Islam

|Views: 993|Likes:
Published by Renny Pnen D'cyank

More info:

Published by: Renny Pnen D'cyank on Jun 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2013

pdf

text

original

Bimbingan dan konseling islam

Selamat Datang di Blog Bimbingan Konseling Islam ((Semoga Anda Terinspirasi))

Laman
• • • • Beranda Informasi Beasiswa Informasi BKI Tentang Saya

Selasa, 11 Januari 2011
Teori-Teori Konseling
TEORI-TEORI KONSELING DISUSUN OLEH Riyan Hidayat : 09.11.08.0050 Jurusan : Bimbingan Konseling Islam (BKI)

Fakultas tarbiyah Institut agama islam negeri ( iain ) Raden intan lampung 2010

DAFTAR ISI Cover Halaman Teori-Teori Konseling 2 1. Teori konseling “trait & factor” 6 2. Konseling “rational emotive” 9 3. Teori Behavioral 11 4. Teori Gestalt 12 5. Teori Humanistik 13 6. teori konseling “client-centered”(berpusat pada klien) 15 7. Konseling Psikologi Individual 16 8. Konseling Analisis Transaksional 17 Daftar Pustaka

B.G. Kurikulum yang berbeda akan berbeda menuntut kapasitas dan minat yang berbeda dan hal ini dapat di tentukan. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah pada dasarnya merupakan usaha menjawab permasalahan-permasalahan yang terjadi pada dunia bimbingan dan konseling. di era globalisasi. Keadaan seperti ini pada dasarnya menuntut konselor untuk secara simultan mengembangkan kemampuan konselingnya dengan didasarkan pada teori-teori konseling yang up to date. dan E.1980. Konsep Utama Menurut teori ini. maka identifkasi karakteristik para pekerja yang berhasil merupakan suatu informasi yang berguna dalam membantu individu memilih karir. Baik siswa maupun konselor hendaknya mendiagnosa potensi siswa untuk mengawali penempatan dalam kurikulum atau pekerjaan. TEORI KONSELING “TRAIT & FACTOR” Beberapa tokoh utama teori sifat dan faktor adalah Walter Bingham. Proses Konseling Peranan konselor menurut teori sifat dan faktor adalah memberitahukan konseli tentang berbagai kemampuannya yang diperoleh konselor melalui testing.jurnal dan buku-buku. c. tetapi juga masalah-masalah lain seperti narkoba.Oleh karena itu.kepribadian merupakan suatu sistem sifat atau faktor yang saling berkaitan satu dengan lainnya seperti kecakapan. . tetapi tokoh yang paling menonjol dan terkenal ialah Williamson karena pandangan dan konsepnya telah banyak dipublikasikan dalam berbagai artikel.Donald G.Individu akan belajar dengan lebih mudah dan efektif apabila potensi dan bakatnya sesuai dengan tuntunan kurikulum.dan karena kemampuan kualitas relatif stabil remaja. Saat ini. b. (b) Sintesis. e. Hal mendasar bagi konseling sifat dan faktor adalah asumsi bahwa individu berusaha untuk menggunakan pemahaman diri dan pengetahuan kecakapan dirinya sebagai dasar bagi pengembangan potensinya.(3) membantu orang untuk memahami diri dan lingkungannya.Studi ilmiah yang telah dilakukan adalah (1) mengukur dan menilai ciriciri seseorang dengan tes psikologis.Individu berusaha untuk medapatkan dan memelihara kehidupannya dan memanfaatkan kecakapan dalam mencapai kepuasan kerja dengan kehidupan rumah tangga.sikap dan tempramen.maka tes objektif dapat di gunakan untuk mengidentifikasikan karakteristik-karakteristik. Fenomena yang terjadi di sekolah sebagai wahana pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling menjadi lahan yang baik bagi perkembangan teori konseling. Menurut teori proses konseling di bagi menjadi lima tahap atau langkah utama yaitu : (a) Analisis. (2) mendefinisikan atau menggambarkan diri seseorang. Maksud konseling menurut Williamson adalah untuk membantu perkembangan kesempurnaan berbagai aspek kehidupan manusia. d. Permasalahan tidak saja berkutat kepada kesulitan balajar. 1. Karena setiap individu sebagai suatu pola kecakapan dan kemampuan yang terorganisasikan secara unk. Hal ini tampak pada hasilhasil penelitian yang dipublikasikan pada jurnal-jurnal penelitian baik skala nasional maupun internasional. Dikatakan bahwa selanjutnya tugas konseling sifat dan faktor adalah membantu individu dalam memperoleh kemajuan memahami dan mengelola diri secara membantunya menilai kekuatan dan kelemahan diri dalam kegiatan dengan perubahan kemajuan tujuan-tujuan hidup dan karir (Shertzer & Stone. A. Pola-pola kepribadian dan minat berkorelasi dengan oerilaku kerja tertentu. permasalahan yang muncul di sekolah juga menjadi semakin kompleks.minat. Setiap orang menyukai kecakapan dan keingingan untuk mengidentifikasikan secara kognitif kemampuannya sendiri. Teori sifat dan faktor ini sering pula di sebut sebagai konseling direktif atau konseling yang berpusat pada konselor. (c) Diagnosis.171) Asumsi pokokyang mendasari teori konseling sifat dan faktor adalah: a. dan (4) memprediksikan keberhasilan yang mungkin di capai di masa mendatang.TEORI-TEORI KONSELING TEORI KONSELING Perkembangan teori konseling saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat.Berdasarkan hasil testing pula ia mengetahui kelemahan dan kekuatan kepribadian konseli. Permasalahan ini secara langsung akan berdampak kepada konselor sebagai ujung tombak pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Williamson. (d) Konseling dan (e) Tindak lanjut.Paterson.Hasil di agnosa juga dapat di jadikan dasar memprogram kehidupan rumaah tangga.John Darley. penyimpangan seksual dan masih banyak lagi.

Analisis dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat seperti :catatan komulatif. b) Menghilangkan gangguan-gangguan emosional yang merusak diri sendiri seperti :rasa takut. Konseling merpakan hubungan memabntu konseli untuk menemukan sumber diri sendiri maupun sumber di luar dirinya. Secara lebih khusus Ellis menyebutkan bahwa dengan terapi rasional-emotif akan tercapai pribadi yang tertadai dengan: a) Minat kepada diri sendiri. e.catatn anekdot.kekuatanya.pandangan atau sikap konselor dan kemudian menunjukkan data mendukung atau tidak mendukung dari hasil diagnosis. A. Tehnik Konseling Tehnik konseling sifatnya khusus bagi setiap individu dan masalahnya. c) Pengarahan diri.tes psikologis.Orang mempunyai derajat tinggi dalam sugestibilitas dan emosionalitas yang negatif (kecemasan.tujuan konseling rasional-emotif adala sebagai berikut: a) Memperbiki dan merubah sikap.Para ahli psikologis klinis sering mengkhususkan diri dalam bidang konseling perkawinan dan keluarga. b) Minat sosial. Konselor mulai bertlak dari pilihan. Unsur pokok terapi rasional-emotif adalah asumsi bahwa berpikir dan emosi bukan dua proses yang terpisah.rsa marah. . dan (b) usaha memperbaikinya adalah harus kembali kepada sebab-sebab permulaan. b. 2. Sintesis merupakan langkah untuk merangkum dan mengatur data hasil analisis yang sedemikian rupa sehingga menunjukkan bakat klien.persepsi cara berfikir. Tindak lanjut. Konseli harus memahami kekuatan dan kelemahan dirinya. Pemberian nasihat dan perencanaan program kegiatan.Sebeum konseling dilaksanakan.tepaat relevan. Konsep Utama Ellis memandang bahwa manusia itu bersifat rasional dan juga irasional.penuh pemahaman dan terhindar dari hal-hal yang mengancam konseli.untuk menunjukan bahwa: (a) kesulitannya disebabkan oleh persepsi yang terganggu dan pikiran-pikiran yang tidak logis.kelemahan serta. Tujuan Konseling Rasional-Emotif Berdasarakan pandangan dan asumsi tentang hakekat manusia dan kepribadiannya serta konsep-konsep teoritik dan RET. Konselor harus menerima konseli dalam hubungan yang hangat.otobiografi. Analisis merupakan tahapan kegiatan yang terdiri daripengumpulan informasi dan data mengenai konseli.sesuai dengan kemampuannya.rasa bersalah.merasa was-was. sebagai konseling dari cara berfikir. c.rasa berdosa.bersifat pribadi.baik di lembaga atau di sekolah dan masyarakat dalam upaya mencapai perkemangan dan penyesuaian optimal. Menurut Ellis pikiran dan emosi dua hal yang saling bertumpang tindih. d) Toleransi terhadap orang lain. mencakup bantuan kepada klien dalam menghadapi masalh baru dengan mengingatkannya kepada masalah sumbernya sehinggaa menjamin keberhasilan konseling. B.intim. C.Setiap teknik hanya dapat dipergunakan bagi masalah dan klien secara khusus.Konselor yang efektif akan membantu klien untuk menguba pikiran. Padangan yang penting dalam teori ini adalah konsep bahwa banyak perilaku emosional individu yang berpangkal pada “selftalk” atau “omong diri” atau internalisasi kalimat-kalimat yaitu orang yang menyatakan kepada dirinya sendiri tentang pkiran dan emosi yang bersifat negatif. Proses Konseling Tugas konselor menurut ellis ialah membantu individu yang tidak bahagia dan menghadapi hambatan.persaan dan perilaku yang tidak logis. permusuhan dan sebagainya).rasa berdosa. Penggunaan hubungan intim (rapport). KONSELING “RATIONAL EMOTIVE” Tokoh teori ini adalah Albert Ellis. dan kemampuan penyesuaian diri. c.Teknik-teknik yang digunakan dalam konseling ialah: a. Memperbaiki nasihat dan perencanaan program kegiatan.wawancara. Diagnosis sebernarnya merupakan langkah pertama dalam bimbingan hendaknya dapat menemukan ketetapan dan pola yang dapat mengarah kepermasalahan.sebab-sebabnya serta sifat-sifat klien.keyakinan serta pandangan-pandangan klien yang irasional dan logis menjadi rasional dan logis agar klien dapat mengembangkan dirimeningkatkan self actualizationya seoptimal mungkin melalui prilaku kognitif dan afektif yang postif. d.a.format distribusi waktu.tujuan. C.rasa cemas.Orang berprilaku dalam cara-cara tertentu karena ia percaya bahwa ia harus bertindak dalam cara itu.dan sebagainya. Emosi di sebabkan dan di kendalikan oleh pikiran. b. e) Fleksibilitas.dan dalam prakteknya kedua hal itu saling terkait.dan dibantu untuk mengggunakan kekuatannya dalam upaya mengatasi kelemahannya. baik klien maupun konselor harus mempunyai informasi yag dapat di percaya.

Emotif-eksperensial. Kognitif-eksperensial. 1989) menyatakan bahwa tidak ada batasan yang jelas mengenai pribadi yang sehat atau tidak sehat. 4) dualisme seperti pikiran dan tubuh. Pavlov. lebih ditentukan dengan belajar. Tehnik-tehnik Behavioristik a.dan menyesuaikan dirisendiri dengan model sosial yang di buat itu. g) Berfikir ilmiah. Walaupun teori ini (yang klasik) sudah banyak ditentang oleh aliran-aliran baru dalam konseling. Skinner dan masih banyak yang lainnya. Emotif-eksperensial. Tehnik ‘self modeling’ atau ‘diri sebagai model’ yakni teknik yang digunakan untuk meminta klien atau mengadakan “komitmen” dengan konselor untuk menghilangkan perasaan atau perilaku tertentu. Teknik sosiodarma. Aktif-direktif b. 3. Hal ini disebabkan para tokoh aliran ini mengakui bahwa perilaku maladaptif adalah seperti perilaku adaptif.afektif dan behavioral yang disesuaikan dengan kondisi klien. yaitu dipelajari. yang digunakan menggambarkan perilaku-perilaku tertentu. yakni tehnik yang digunakan untuk mendorong klien kearah perilaku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) atau pun punisment (hukuman). tetapi teori ini tetap saja eksis dengan melakukan beberapa modifikasi. Sehingga. Tokoh pendekatan ini antara lain adalah Bandura.makaia di puji “baik” bila mundur dalam arti masih negatif. tujuan konseling dalam pendekatan ini adalah mengajak konseli untuk belajar perilaku baru. Tehnik-tehnik terapi Terapi rasional-emotif menggunkan berbagai teknik-teknik yang bersifat kognitif. yang digunakan untuk mengekspresikan berbagai jenis persaan menekan melalui suatu suasanan yang di dramatisasi sedemikian rupa sehingga klien dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri. D. c. yaitu perilaku yang dikehendaki oleh lingkungan yang dominan.Khususnya situasi-situasi interpersonal yang kompleks dalam bentuk percakapan sosial.Bila perilaku klien mengalami kemajuan dalam arti positif. Kondisional. kebiasaan dan aspek perkembangan kepribadian.Berikut ini akan dikemukakan beberapa macam tehnik.Tehnik ini dilakukan agar klien dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan cara imitasi (peniruan). b. b. 3) perbedaan individu karena adanya perbedaan pengalaman. Teknik social modeling (pemodelan social). sekolah. Teknik Assertive Training. yaitu teknik yang digunakan untuk melatih da mendorong membiasakan klien untuk secara terus menerus menyesuaikan dirinya dengan perilaku tertentu yang di inginkan. Pendekatan ini berasumsi bahwa perilaku manusia merupakan serangkaian hasil belajar.yakni teknik yang digunakan untuk memberikan perilakuperilaku baru pada klien. Uraian tersebut menunjukkan bahwa manusia adalah sosok yang sangat deterministik.interaksi dengaan memecahkan masalah-masalah. Sebagai suatu bentuk hubungan yang bersifat membantu terapi rasional-emotif mempunyai karakteristi: a. d. Teknik Live models (model dari kehidupan nyata).mengobservasi. i) Berani mengambil resiko. yang tidak memiliki inisiatif dan hanya bisa melakukan sesuatu karena merespon sebuah perintah. 2005) menyatakan bahwa pandangan teori behavioristik terhadap terhadap manusia adalah 1) perilaku organisme bukan merupakan suatu fenomena mental.f) Menerima ketidakpastian. Chamblers & Goldstein (dalam Gilliland. Perbedaan mencolok . tubuh dan jiwa bukan merupakan hal yang ilmiah. Behavioristik. Skinner (dalam Soedarmadji dan Sutujono. masyarakat atau orang lain yang berpengaruh (significant other). Teknik Reinforcement (penguatan). Teknik-teknik emotif (afektif) a. TEORI BEHAVIORAL Pendekatan behavioral merupakan sebuah pendekatan dalam konseling yang secara umum masih dipergunakan oleh para konselor. c. tetapi secara umum lingkungan dimana individu berada mempunyai pengaruh yang sangat besar. c. Manusia identik dengan robot. sikap. tidak dapat diperkirakan dan tidak dapat mengatur perilaku manusia dan 5) walaupun perkembangan kepribadian dibatasi oleh sifat genetik. f. Terapi perilaku sangat berbeda dengan pendekatan-pendekatan konseling yang lain. Manusia dianggap sebagai mahkluk yang tidak mempunyai daya apa-apa (determinitif). e. Apa dilakukan oleh seseorang merupakan hasil produksi dari lingkungan yang dominan seperti orang tua. h) Penerimaan diri. 2) perkembangan kepribadian bersifat deterministik.maka dikatakan “tidak baik”.

wujud atau organisasi. “suatu arah buka suatu tujuan”. Para ahli ini secara mendasar mengemukakan teori-teorinya berdasar pada pendekatan humanistik. Pendekatan humanistik yang dikembangkan oleh Abraham Maslow mendasarkan pemikirannya pada teori tentang kebutuhan manusia. Rogers. Hanya saja. tujuan konseling yang akan dicapai oleh pendekatan ini adalah melakukan revisi terhadap cara pandang konseli. Lebih lanjut. melainkan suatu proses. b) kebutuhan rasa aman. Pribadi/individu yang tidak sehat menurut Rogers adalah mereka yang mengalami ketaksejajaran (incongruence) antara konsep diri (self-concept) dengan kenyataan yang ada. Gestalt dalam bahasa Jeman mempunyai arti bentuk. 1989) menyatakan bahwa kata Gestalt mempunyai makna keseluruhan (whole) atau konfigurasi (configuration). Viktor Frankl dan masih banyak lagi yang lainnya. Ini menunjukkan bahwa manusia tidak statis (mandeg) tetapi lebih pada usaha untuk terus menjadi sesuatu (becoming). untuk mencapai hal itu. Simkin (dalam Gilliland. 2005). merupakan keseluruhan pengalaman individu (the totally of experience). Integrasi ini merupakan hal penting dan menjadi fungsi dasar bagi manusia. Kata itu mengandung pengertian kebulatan atau keparipurnaan (Schultz. maka keadaan maladjusment atau vulnerability akan muncul. dan 3) Empathic Understanding. 5. dan 4) Keinginan untuk terus tumbuh (willingness to continue growing). ketakutan. (c) perumusan prosedur treatment yang spesifik yang sesuai dengan masalah dan (d) penafsiran yang obyektif terhadap hasil terapi (Corey. jika persepsi seseorang terhadap pengalaman itu terganggu atau ditolak. 3) mempergunakan sumber-sumber dalam diri untuk melakukan evaluasi (internal source of evaluation). dimana palayanan konseling dipusatkan kepada individu. Keadaan incongruence ini dapat menimbulkan berbagai “penyakit” psikologis atau “neurotic behavior” seperti kecemasan. 4. Rogers menunjukkan bahwa individu yang sehat adalah mereka yang 1) Terbuka dengan pengalaman baru (opennes to experience). 2) Unconditional Positive Regard. 2) Percaya pada diri sendiri (trust in themselves). Perkembangan teori humanistik semakin pesat setelah Rogers mengembangkan teori person centered Therapy. Hal ini mempunyai makna bahwa pribadi yang sehat bukan merupakan sesuatu yang ada sejak manusia dilahirkan. Perilaku manusia akan termotivasi untuk mencukupi kebutuhannya sampai dengan tingkat kebutuhan yang paling tinggi yaitu aktualisasi diri. hanya saja. Dengan demikian. TEORI HUMANISTIK Pendekatan humanistik muncul karena ketidakcocokan dengan paradigma pendekatan Behavioristik. tetapi merupakan suatu proses pembentukan yang tidak pernah selesai. Pandangan teori Rogerian terhadap manusia adalah 1) organisme. Rogers (dalam Soedarmadji & Sutijono. 2) Medan phenomenal.ditandai pada (a) pemusatan perhatian pada bentuk perilaku yang tampak dan spesifik. dalam pelaksanaan strategi konseling ada perbedaan-perbedaan. Pendekatan Rogerian bisa dikatakan tidak memiliki strategi khusus dalam menangani masalah konseli. Laura dilahirkan di . Dimana kebutuhan manusia terdiri dari a) kebutuhan biologis dan phisik. Tokoh aliran humanistik antara lain adalah Abraham Maslow. Proses perkembangan teori Gestalt tidak bisa dilepaskan dari sosok Laura (Lore) Posner (1905-1990). maka dikutuhkan kualitas konselor seperti 1) Genuineness. Hal ini dikarenakan dalam praktik konseling. Dia adalah isteri Frederick perls yang secara signifikan turut mengembangkan teori Gestalt. Hirarki kebutuhan yang diuraikan oleh Maslow menunjukkan bahwa bahwa manusia akan terdorong untuk mencukupi kebutuhannya dan berusaha untuk menyelesaikan kebutuhan-kebutuhannya (accomplished). disorganisasi dan selalu menentukan nilai absolut. 2005) berpendapat bahwa pribadi yang sehat bukan merupakan keadaan dari ada. c) kebutuhan untuk memiliki dan mencintai. TEORI GESTALT Teori Gestalt diperkenalkan oleh Frederick Perls. dan 3) Self. kualitas hubungan antara konselor dan konseli menjadi proritas utama untuk mengentas permasalahan konseli. (b) kecermatan dan penguraian tujuan treatment. Dengan demikian Perls lebih mengutamakan adanya integrasi bagian-bagian terkecil kepada suatu hal yang menyeluruh. d) kebutuhan harga diri dan e) kebutuhan aktualisasi diri. merupakan bagian dari medan phenomenal yang terdiferensiasikan dan terdiri dari pola-pola pengamatan dan penillaian sadar dari “I” atau “Me”. 1991). merupakan keseluruhan individu (the total individual. Dengan demikian.

konseling berupaya untuk meminimalkan rasa diri terancam dan memaksimalakan serta menompang eksplorasi diri. hingga pada tahun 1930 akhirnya mereka menikah. mereka hanya akan dapat mengalami dirinya pada saat ini. Pengikut Gestalt selalu mempergunakan kata tanya “Apa/What” dan “Bagaimana/How”. Hal ini dikarenakan pertanyaan mengapa mempunyai kecenderungan untuk mengetahui alasan klien. Pada garis besarnya langkah-langkah proses terapi dalam konseling ialah sebagai berikut: a. 2) pekerjaan rumah.Apalagi . 1) teknik kursi kosong. Pada tahun 1926. 5) seseorang mampu untuk membuat pilihan karena kesadarannya.dalam proses disorganisasi dan reorganisasi diri. emosi.permisif.dan konseling rogerian. dan 5) konseling kelompok 6. manusia sehat memiliki ciri-ciri antara lain 1) percaya pada kemampuan sendiri. Lari dari kenyataan yang terjadi saat ini akanmembuat klien mandeg atau stagnasi. Jika hal ini dilakukan. pemikiran. pemikiran.konseling non-direktif. Awal mulanya dia adalah seorang pianis sampai dengan umur 18 tahun. konselor Gestalt akan berusaha untuk memahami secara langsung bagaimana konseli berpikir. 4) seseorang mempunyai potensi untuk secara penuh menyadari keseluruhan sensasi. maka secara tidak langsung konselor telah mengajak klien untuk kembali ke masa lalunya. 3) seseorang memilih bagaimana merespon stimuli eksternal. Pengakuan (menyadari) bahwa satu-satunya kenyataan yang kita miliki ialah kenyataan saat ini. Dengan demikian. sehingga konselor akan “hadir secara penuh” (fully present) dalam proses konseling sehingga yang pada akhirnya memunculkan kontak yang murni (genuine contacs) antara konselor dengan konseli. Pada awalnya. Teori Gestalt memandang manusia dengan asumsi-asumsi sebagai berikut. Konsep Utama Pendekatan konseling atau yang berpusat pada klien menekankan pada kecakapan klien untuk isu yang penting bagi dirinya sendiri dan pemecahan masalahnnya sendiri.Pforzheim Jerman. Mereka menjauhi pertanyaan “Mengapa/Why”. Beberapa teknik yang dipegunakan antara lain. Pada tahun 1952. Sebagai orang yang pernah mempelajari teori psikoanalisa (walaupun ditolaknya) Frankl menunjukkan bahwa orang-orang tidak sehat memiliki ciri-ciri sebagaimana yang disebutkan oleh teori psikoanalisa sebagai deffense mechanism.Carl R. emosi. sensasi dan persepsi) yang dapat dipahami tanpa melihat manusia itu secara keseluruhan. bagaimana konseli merasakan sesuatu dan bagaimana konseli melakukan sesuatu. Laura dan Perls secara aktif melakukan kolaborasi untuk mengembangkan teori Gestalt. 3) memiliki kematangan. orang serupa itu tidak melihat ke belakang atau ke depan untuk menemukan arti atau maksud dalam kehidupan (Schultz. Proses Konseling Konseling yang berpusat pada klien memusatkan pada pengalaman individu. 3) perilaku yang diarahkan. 2) bertanggungjawab. Dan dapat menerapkan secara konsisten dengan teknik konseling. 6) seseorang mempunyai kemampuan untuk menentukan kehidupan secara efektif. TEORI KONSELING “CLIENT-CENTERED”(BERPUSAT PADA KLIEN) Konseling berpusat pada klien sering pula disebut sebagai teori diri (self-teory). atau bahkan dia menolak bahwa mereka memiliki masalah. Individu atas kemauannya sendiri datang kepada konselor atau terapis untuk meminyta bantuan. Perilaku menyimpang pada manusia seringkali tidak disadari oleh seseorang. 4) humor. mereka mendirikan New York Institute for Gestalt Therapy. Dengan begitu. dia merupakan aktor dalam dunianya dan bukan reaktor. 1) manusia merupakan suatu komposisi yang menyeluruh (whole) yang diciptakan dari adanya interrelasi bagian-bagian. 7) seseorang tidak mengalami masa lalu dan masa yang akan datang. perhatian. pertanyaan mengapa akan mengarahkan klien untuk berbuat rasionalisasi dan mengadakan penipuan diri (self-deception) serta lari dari kenyataan yang terjadi saat ini.Konselor yang efektif yang berpusat pada klien adalah seorang yang dapat mengembangkan sikaop pada organisasi dirinya. dan persepsinya. Menurut teori Gestalt. dan 4) memiliki keseimbangan diri. 2) seseorang juga merupakan bagian dari lingkungannya dan tidak dapat dipahami dengan memisahkannya.dan penerimaan yang dapat membuat klien untuk menjelajai struktur dirinya dalam hubungan dengan pengalaman uniknya. tujuan konseling dalam keonseling Gestalt adalah reowning.Yang paling penting hubungan kualitas konseling adalah pembentukan suasana hangat. B. 1991). A. yang kemudian pindah untuk mendalami teori-teori Gestalt. Pendekatan Gestalt mengarahkan konseli untuk secara langsung mengalami masalahnya daripada hanya sekedar berbicara situasi yang seringkali bersifat abstrak. tidak ada satu bagian tubuh (tubuh. Selain itu. Laura juga seorang pengikut aliran Psikoanalisa. dan 8) seseorang itu pada dasarnya baik dan bukan buruk.Roger di pandang sebagai pelopor dan tokoh konseling tersebut.

Kepribadian terdiri atas tiga “ego state” yang dapat di pindah dari keadaan yang satu keadaan yang lain.mengembangkan kasih sayang terhadap orang lain dan meningkatkan kegiatan.klien dengan menghadapakan mereka. c) Proses memperkuat minat sosial.dukungan kembali dan funsi paranetal lainnya.Alder menyebutukan bahwa dalam kehidupan masyarakat. Situasi terapuetik ditetapkan sejak situasi permulaan telah didasarkan . Tujuan konseling adalah membantu klien dalam memperogram pribadinya agar dapat membuat ego state berfungsi pada saat tepat.konselor harus memperhatikan sifat ramah.analisis skript atau kuesioner digunakan untuk mengenal keputusan yang telah dibuat sebelumnya. A.secara seimbang.melalui empati.Banyak teknik analisis transaksional dan gestalt dapat di gabungkan secara baik.Penjelasan konselor hendaknya sederhana dan terarah sehingga jelas bagi klien dan cocok dengan pengalamananya sendiri.gejalaa dan masalahnya.harus ditafsirkan dan di komunikasikan kepada klien sehingga dapat diterima.psikologi individual menekannkan pentingnya membantu klien untuk memperoleh tilikan terhadap kondisinya. Konsep Utama Berne membagi psikoterapi konvesional menjadi dua kelompok ertama kelompok yang melibatkan sugesti.maskkulinitas merupakan simbol superioritas.Menurut Ansbacher & Anbacher (Shertzer & Stone. c.dalam komponen ini hipotesis gaya hidup yang dikembangkan dalam komponen pertama.bersahabat dan menerima klien sebgaimana adannya.dan kedua adalah kelompok yang melbatka pendekatan “rasional” . Teknik konfrontasi juga banyak digunakan dalam analisis transaksional dan pengauan pertanyaan dan merupakan pendekatan dasar. Proses Konseling Tujun konseling Alder adalah mengurangi intensitas perasaan rendah diri (inferior) memperbaiki kebiasaankebiasaan yang salah dalam persepsi. Pendekatan Alder dalam proses konseling berdasarkan bahwa klien telah membuat kesalahan gaya hidup dan konsepsi merekndakanya tentang kenyataan.Ketiga komponen tersebut: a) Memeroleh pemahaman gaya hidup klien yang spesifik. b) Proses menjelaskan kepada klien.dan penafsiran konselor. Alder memisahkan diri dari psikoanalisa Freud karena ketidaksetujuannya keada pandangan Freud.sebagai suatu sistem yang komperatif dalam memahami individu dalam kaitannya dengan lingkungan sosial. Hal yang penting lainnya adalah konsep minat kemasyarakatan (comunity interest) sebagai bagian dari kualitas manusiawi. KONSELING PSIKOLOGI INDIVIDUAL Psikologi individual dikembangkan oleh Alfred Alder.1980. A. Konselor mendorong memberikan klien agar mampu mengemukakan perasaannya secara bebas berkenaan dengan masalahnya untuk “menolong”dirinya sendiri. Tetapi analisis transaksional membuat orang dapat menganlisis transaksi dirinya sendiri.individu itu datangya atas petunjuk orang lain. B. B.bahwa yag bertanggung jawab pada hal ini adalah klien.Orang lain kemudian akan menyatakan dalam kaitan dengan stimulus. KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL Eric Berne dianggap sebagai pioner yang menerapkan teori analisa transaksional dalam psikoterapi. 7. 8. Minat sosial ini mendorong individu untuk mencapai superioritas. b.204) ada tiga komponen pokok dalam memperoleh. Pendekatam konseling biasannya melibatkan pola hidup sekarang yang nampak dan menelusuri kebelakang hingga konselor dan klien memperoleh kejelasan mengenai tujuan superioritasnnya.Konselor hendakanya membantu mereka untuk mencapai pandangan terhadap kenyataan yang lebih baik dan benar.dan feminitas simbol inferioritas.Kecemasan timbul disebabkan oleh konsenterasi dalam mencapai superioritas pribadi tanpa memperhitungkan kebutuhan orang lain. Konsep Utama Konstruk utama psikologi individual adalah bahwa perilaku manusia di pandang sebagai suatu kompensasi terhadap perasaan inferioritas (harga diri kurang). Teknik-teknik daftar cek.Dalam unsur ini konselor membentuk hipotesis mengenai gaya hidup dan sitaasi klien. Proses Konseling Tugas utama konselor yang menggunakan analisa transaksional adalah mengejar bahasa dan ide-ide sistem untuk mendiagnosa transaksi dan membantu individu untuk hidup dalam ego state dewasa ego lainya berfungsi secara tetap.Klien berpasrtisipasi aktif dalam diagnosis dan diajarkan untuk membuat tafsiran sendiri dan pertimbangan nilai sendiri.intuisi.Teori analisi transaksional berdasarkan pada munculan manifestasi dan pola-pola perilaku dengan klien.Dalam terapi ini hubungan klien dengan konselor pandang sebagai suatu transaksional. Untuk brelangsungnya konseling kontrak antara konselor dan klien sangat .menetapkan tujuan hidup hidup. dan menunjukan minat dn kepedulian. Hal ini di disebut sebagai “transactional stimuls”.

Kontribusi Berberapa keuntungan konseling analisis transaksional adalah antara lain: a) Terminologi yang sederhana dapat di pelajari dengan mudah diterapakan dengan segera pada perilaku yang kompleks.saya yakin bahwa dengan bermimpi saya akan menjadikannya sesuatu motivasi dalam diri saya..Teori-teori Konseling. Indonesia Saya adalah seorang yang mempunyai mimpi yang besar.Mimpi tidak di nanti tetapi di ciptakan !! Lihat profil lengkapku Now Playing : Lagu Jawa .Pustaka Bani Quraisy..blogspot...merupakan cara untuk membawa perbaikan klien.blogspot. b) Klien diharapkan dan mendorong untuk mencoba dalam hubungan diluar konseling untuk mengubah perilaku yang salah.Rek Ayo Rek Daily Calendar Get Blogger Templates FREE Label Kampus (2) Daftar Blog Saya . C.   DAFTAR PUSTAKA Surya Mohamad. d) Penekanan pada pengalaman masa kini dan lingkungan sosial. Lampung. My Time Doll Mengenai Saya go-blog.com di 05:15 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Cari Blog Ini Memuat.Bandung 2003 Diposkan oleh go-blog.C. Saya teringat tentang kata ayah saya.di perlukan.com Bandar Lampung.V. c) Perilaku klien “disini dan sekarang”..

Didukung oleh Blogger....ico Bimbingan dan konseling islam Pengertian Hadits Sebagai Sumber Hukum Islam 2 bulan yang lalu Tampilan slide Loading. Template Watermark. .01/16 (9)  Motivasi dalam konseling  Mengenal Siswa  Dasar-dasar Pemahaman Perilaku  ORIENTASI DAN RUANG LINGKUP BIMBINGAN DAN KONSELI.BODY{cursor: url("http://downloads.totallyfreecursors.com/cursor_files/monkeyani.gif").blogspot.cur").com.com/favicon.totallyfreecursors.  Perkembangan Bakat Khusus  Psikologi Sosial Menurut Perspektif Islam  Teori-Teori Konseling  Pengertian Hadits Sebagai Sumber Hukum Islam  Metode Pendidikan Islam Fish kursor kursor HTML.com/thumbnails/monkey-ani. auto.• http://bimbingandankonselingislam.} go-blogspot. url("http://downloads.. Total Tayangan Laman Pengikut Arsip Blog • ▼ 2011 (9) ○ ▼ 01/09 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->