P. 1
Proposal Ta Ntok

Proposal Ta Ntok

|Views: 175|Likes:
Published by Nurma Rahmani Nst

More info:

Published by: Nurma Rahmani Nst on Jun 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/30/2012

pdf

text

original

ANALISIS SISTEM PENDISTRIBUSIAN AIR BERSIH PADA BANGUNAN BERTINGKAT DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE EPANET 2.

0

1.1. Latar Belakang Air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan. Manusia membutuhkan air dalam kuantitas dan kualitas tertentu dalam melakukan aktivitas dan menopang kehidupannya. Di beberapa daerah, meningkatnya kebutuhan akan air bersih tidak diikuti dengan peningkatan kapasitas jaringan, penyediaan, dan pelayanan air dengan baik. Hal tersebut telah menimbulkan suatu kesulitan di mana air bersih yang tersedia tidak cukup bagi manusia yang membutuhkannya. Salah satu pusat aktivitas manusia yang membutuhkan banyak air untuk menjalankan kegiatannya adalah gedung. Dalam suatu gedung, manusia menggunakan air untuk minum, memasak, dan untuk kebutuhan di kamar mandi. Air bersih yang dibutuhkan pada suatu gedung bergantung pada jumlah orang yang melakukan aktivitas di dalamnya. Pendistribusian air bersih pada gedung-gedung bertingkat memerlukan suatu instalasi pendistribusian yang mampu memenuhi kebutuhan akan air bersih secara merata ke seluruh tempat pada gedung. Perbedaan tinggi tiap lantai gedung dari permukaan tanah pada gedung bertingkat tidak sama, ini menyebabkan besar tekanan air bersih yang keluar dari alat plumbing pada tiap lantai tidak sama. Untuk menghasilkan tekanan dan debit air yang optimal dibutuhkan perancangan instalasi yang baik. Untuk mengatasi keadaan ini, diperlukan pembangunan sistem distribusi air yang baik untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi konsumen dan evaluasi terhadap sistem penyediaan air bersih yang ada sekarang ini, terutama sistem jaringan pipa distribusinya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kendala-kendala yang mungkin terjadi pada jaringan pipa

distribusi sehingga hal tersebut menyebabkan ketidaklancaran pendistribusian air bersih ke tiap lantai. Pasokan air ke konsumen umumnya dilakukan melalui jaringan pipa distribusi air yang biasanya sangat kompleks dalam suatu gedung. Sistem distribusi air bersih umumnya merupakan suatu jaringan perpipaan yang tersusun atas sistem pipa, pompa dan perlengkapan lainnya. Kompleksitas dari jaringan perpipaan ini menghadirkan masalah dalam distribusi debit dan tekanan yang berkaitan dengan kriteria hidrolis yang harus terpenuhi dalam sistem pengaliran air bersih. Untuk menyelesaikan masalah tersebut diperlukan suatu model sistem jaringan pipa distribusi air yang melibatkan pengetahuan yang menyangkut persamaan-persamaan dalam hidrolika saluran tertutup. Persamaan dasar yang terkait dengan hidrolika ini adalah persamaan kontinuitas dan kekekalan energi. Di samping itu diperlukan juga persamaan lain, yaitu persamaan kehilangan tekanan (headloss). Dengan menggabungkan persamaanpersamaan tersebut dapat dibangun suatu sistem persamaan yang menggambarkan sistem jaringan pipa distribusi air bersih. Dalam perencanaan suatu bangunan bertingkat 10 (sepuluh) diperlukan suatu rancangan hidrolika tersendiri untuk menganalisis tercapainya kebutuhan air yang merata pada setiap lantai dengan elevasi dan tekanan yang berbeda. Pada Tugas Akhir ini penulis melakukan studi pada Gedung Pusat Bank SUMUT untuk menganalisis perencanaan plumbing sesuai dengan perhitungan struktur yang telah ada. Analisis sistem pendistribusian air pada gedung bertingkat 10 (sepuluh) membutuhkan koreksi dan ketelitian dalam perencanaannya, agar kontinuitas kebutuhan air setiap lantai dapat terpenuhi. Untuk mempermudah perencanaan instalasi plumbing, penulis menggunakan software EPANET 2.0.

Penulis tertarik meggunakan software EPANET 2.0 karena dengan software ini, dapat mempermudah untuk menghitung debit, kapasitas aliran, kehilangan tekanan (headloss), dan kecepatan aliran. Perhitungan distribusi air menggunakan software EPANET 2.0 dapat dilakukan dengan lebih cepat, mudah, dan akurat dibandingkan dengan melakukan perhitungan step by step secara manual. EPANET 2.0 adalah sebuah software yang dapat melakukan simulasi model sistem distribusi air pada jaringan pipa (Budiman, 2007). EPANET 2.0 memodelkan sistem distribusi air sebagai kumpulan node yang dihubungkan oleh link. Link yang dimaksud adalah pipa, pompa, dan katup (valve). Dengan menggunakan EPANET 2.0, dapat terlihat secara menyeluruh gambaran aliran air yang terjadi pada perpipaan distribusi pada waktu yang berkelanjutan. Sehingga dengan demikian dapat dilakukan evaluasi yang komprehensif terhadap sistem distribusi pada jaringan pipa. Untuk dapat menjalankan simulasi dengan software EPANET 2.0 diperlukan data-data pendukung seperti: Peta jaringan, posisi aksesoris, diameter, panjang dan jenis pipa, jenis-jenis katup (valve), dan kebutuhan debit pada tiap node.

1.2. Maksud dan Tujuan
Maksud

Maksud dari Tugas Akhir ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan sistem pendistribusian air bersih pada bangunan bertingkat 10 (sepuluh). Analisis dilakukan dengan melihat jumlah debit aliran, kecepatan aliran, tekanan, dan headloss, dari hasil perhitungan step by step dengan analisis hydraulic dan hasil perhitungan dari software Epanet 2.0. Tujuan Tujuan penyusunan Tugas Akhir ini yaitu:
a. Untuk mempelajari lebih banyak ilmu yang berhubungan dengan mekanika fluida

yang diaplikasikan dengan menggunakan software. b. Menerapkan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah. c. Mengembangkan daya pemikiran mahasiswa sesuai dengan spesialisasinya. d. Mengemukakan dan menyajikan ide sesuai dengan spesialisasi. e. Sebagai salah satu syarat akademis untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik pada Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

1.3. Ruang Lingkup Pada Tugas Akhir ini penulis akan membahas mengenai analisis pendistribusian air bersih pada bangunan bertingkat 10 (sepuluh). Ruang lingkup yang akan dibahas pada Tugas Akhir ini, yaitu:
1. Menghitung kebutuhan debit air pada Gedung Pusat Bank Sumut. 2. Menghitung kebutuhan tekanan aliran air bersih pada tiap lantai di Gedung Pusat

Bank Sumut.
3. Menghitung headloss yang terjadi pada tiap pipa. 4. Menganalisis pompa yang dibutuhkan pada pendistribusian air bersih dan

mengevaluasi efisiensi pompa yang digunakan di Gedung Pusat Bank Sumut saat ini.

5. Pemodelan jaringan distribusi air bersih dengan menggunakan software EPANET 2.0.

1.4.

Metodologi Penelitian Dalam menganalisis hasil studi ini maka penulis mencari bahan-bahan dan data-data yang diperlukan melalui: 1. Mengumpulkan literatur dari beberapa buku yang berkaitan dengan air bersih dan perpipaan.

2.

Mengumpulkan data-data yang diperlukan terdiri dari: a. Data Primer Merupakan data yang diperoleh dengan pengamatandan pengukuran langsungdi lapangan yaitu melihat kondisi jaringan dan aliran air bersih di lapangan. Data primer yang dibutuhkan pada studi ini antara lain: - Peta jaringan pipa air bersih - Ukuran dan jenis pipa yang digunakan - Volume reservoir

b. Data Sekunder Merupakan data yang diperoleh dari instansi-instansi yang terkait dalam permasalahan ini yang diperoleh dari Gedung Pusat Bank SUMUT. Data sekunder ini meliputi: ← - Denah bangunan ← - Potongan bangunan
← - Jumlah karyawan, dan lain-lain.

← 3. Pengolahan Data

Untuk pengolahan data dalam Tugas Akhir ini, hasil survei lapangan akan dimasukkan dalam analisis hidraulik software EPANET 2.0. Hasil dari software ini akan dijadikan bahan analisis kondisi jaringan eksisting di Gedung Pusat Bank SUMUT. Namun secara umum tahapan dalam analisis jaringan pipa memakai formula Hazen - Williams, Darcy - Weisbach, dan Chezy - Manning, yang juga digunakan dalam EPANET 2.0. a. Hazen – Williams Persamaan Hazen – Williams dapat ditulis sebagai (Giles, 1977): Q = CuCHWd2.63i0.54 Dengan Cu = 0.2785, atau persamaan dapat ditulis sebagai: Q = 0.2785CHWd2.63i0.54 dengan, CHW : koefisien Hazen - Williams. Harga CHW berkisar antara 110 hingga 140 untuk pipa normal, baru. Untuk pipa using yang sudah kropos (tuberculoted), harga CHW turun mencapai 90 atau 80 atau bahkan 50 untuk pipa baja dengan lapisan (Walski, 2006). Satuan CHW = m0.37/s. i D Q : kemiringan atau slope garis tengah ( i = hf /L ) : diameter pipa : debit aliran

Kehilangan energi berdasarkan persamaan Hazen – Williams dapat ditulis dalam satuan matrik sebagai: HfHW = 6,8705 L D1.17 V CHW
1.85

b. Persamaan Darcy – Weisbach Dengan rumus Chezy: V = C √RS

Dengan S = hf/L, R = d/4 untuk pipa dan nilai C = √ 8g/f , maka dapat menghasilkan persamaan: hf = fL d dimana, V2 2g hf = kehilangan energy akibat gesekan dalam pipa f = koefisien gesek Darcy – Weisbach L = panjang pipa d = diameter dalam pipa V = kecepatan rata-rata aliran dalam pipa g = kecepatan gravitasi bumi dengan harga f = 64/Re Kehilangan energi berdasarkan persamaan Darcy - Weisbach dapat ditulis dalam satuan matrik sebagai: HfDW = 0,05097 f L V2 D
c. Penggunaan software EPANET 2.0.

Langkah penggunaan software EPANET 2.0 dengan menggambar jaringan pipa, memasukkan jenis pipa yang digunakan, dan parameter-parameter lain (seperi volume reservoir, head pompa, jari-jari elbow dan lain-lain). Selanjutnya kita melakukan eksekusi pada software dan software akan melakukan analisis data-data yang di-input dan menghasilkan parameterparameter yang diinginkan antara lain debit, tekanan aliran air, headloss yang terjadi, analisis pompa yang dibutuhkan, dll.

4.

Membandingkan hasil dari perhitungan menggunakan software EPANET 2.0 dengan perhitungan secara manual.

5.

Menganalisis data hasil perhitungan dengan kondisi eksisting di lapangan.

1.5. Sistematika Penulisan

1. Pendahuluan Merupakan bingkai studi atau rancangan yang akan dilakukan meliputi latar belakang, maksud dan tujuan, ruang lingkup pembahasan dan metodologi penulisan. 2. Tinjauan Pustaka Merupakan penguraian berbagai literatur yang berkaitan dengan penelitian. Di dalamnya meliputi tentang air bersih, perpipaan, dan perhitungan sistem jaringan pipa. 3. Gambaran Objek Studi Merupakan deskripsi dari kondisi fisik Gedung Pusat Bank SUMUT, dalam hal ini instalasi/sistem plumbing. Dalam hal ini akan diuraikan mengenai jumlah karyawan dan debit yang dibutuhkan untuk menjalankan aktivitasnya. 4. Metodologi Penelitian Merupakan penguraian mengenai instalasi pipa air bersih dan perhitungan debit air yang dikeluarkan, serta jenis perpipaan yang digunakan.
5. Hasil dan Pembahasan

Memaparkan analisis dan hasil yang diperoleh dari evaluasi jaringan distribusi pipa air bersih, dengan software EPANET 2.0. 6. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan berisikan rangkuman dan solusi-solusi dari pembahasan masalah. Saran merupakan ide-ide penulis untuk mengatasi masalah yang terjadi.

DAFTAR PUSTAKA Chow, V. T. 1959. Open Channel Hydraulics. McGraw Hill Kodoatie, R.J. 2002. Hidrolika Terapan: Aliran Pada Saluran Terbuka dan Pipa. Penerbit Andi. Yogyakarta Linsey, R.K. 1985. Teknik Sumber Daya Air Jilid I. Penerbit Erlangga. Jakarta Linsey, R.K. 1995. Teknik Sumber Daya Air Jilid II. Penerbit Erlangga. Jakarta Triadmodjo, Bambang, 1996.Hidraulika II. Penerbit Beta Offset. Yogyakarta. Scbotsman, Zan, 1993. Instalasi. Penerbit Erlangga. Jakarta, Edisi Kelima 1993 Triadmadja, Radianta, 2009. Hidraulika Sistem Jaringan Perpipaan Air Minum. Penerbit Beta Offset. Yogyakarta. Sunggono, K.H. 1995. Buku Teknik Sipil. Nova : Bandung. Totok Sutrisno, C., dkk, 1996. Teknologi Penyediaan Air Bersih. PT. Rineka Cipta, Jakarta Rossman, L.A. 2000. EPANET 2.0 Users Manual. United State Enviromental Protection Agency, Cincinnati. Budiman, Jefry. 2007. Manual Singkat Penggunaan Program EPANET 2.0. ESP-USAID, Yogyakarta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->