P. 1
Sistem Pemerintahan Indonesia

Sistem Pemerintahan Indonesia

|Views: 123|Likes:
Published by Danar Izzuddin

More info:

Published by: Danar Izzuddin on Jun 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/04/2012

pdf

text

original

SISTEM PEMERINTAHAN PEMERINTAHAN INDONESIA MENURUT UNDANG ± UNDANG DASAR 1945

Berdasarkan undang ± undang dasar 1945 sistem pemerintahan Negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut : 1. Negara Indonesia berdasarkan atas hukum, tidak berdasarkan kekuasaan belaka. 2. Pemerintahan berdasarkan atas sistem konstitusi (hukum dasar) tidak bersifat absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas) 3. Kekuasaan Negara yang tertinggi berada di tangan majelis permusyawaratan rakyat. 4. Presiden adalah penyelenggara pemerintah Negara yang tertinggi dibawah MPR. Dalam menjalankan pemerintahan Negara kekuasaan dan tanggung jawab adalah ditangan prsiden. 5. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. Presiden harus mendapat persetujuan dewan perwakilan rakyat dalam membentuk undang ± undang dan untuk menetapkan anggaran dan belanja Negara. 6. Menteri Negara adalah pembantu presiden yang mengangkat dan memberhentikan mentri Negara. Menteri Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR. 7. Kekuasaan kepala Negara tidak terbatas. presiden harus memperhatikan dengan sungguh ± sungguh usaha DPR. Kekuasaan pemerintahan Negara Indonesia menurut undang±undang dasar 1 sampai dengan pasal 16. pasal 19 sampai dengan pasal 23 ayat (1) dan ayat (5), serta pasal 24 adalah: 1. Kekuasaan menjalan perundang ± undangan Negara atau kekuasaan eksekutif yang dilakukan oleh pemerintah. 2. Kekuasaan memberikan pertimbangan kenegaraan kepada pemerintah atau kekuasaan konsultatif yang dilakukan oleh DPA. 3. Kekuasaan membentuk perundang ± undang Negara atau kekuasaan legislatif yang dilakukan oleh DPR. 4. Kekuasaan mengadakan pemeriksaan keuangan Negara atau kekuasaan eksaminatif atau kekuasaan inspektif yang dilakukan oleh BPK. 5. Kekuasaan mempertahankan perundang ± undangan Negara atau kekuasaan yudikatif yang dilakukan oleh MA. Berdasarkan ketetapan MPR nomor III / MPR/1978 tentang kedudukan dan hubungan tata kerja lembaga tertinggi Negara dengan atau antara Lembaga ± lembaga Tinggi Negara ialah sebagai berikut. 1. Lembaga tertinggi Negara adalah majelis permusyawaratan rakyat. MPR sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam Negara dengan pelaksana kedaulatan rakyat memilih dan mengangkat presiden atau mandataris dan wakil presiden untuk melaksanakan garis ± garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan putusan ± putusan MPR lainnya. MPR dapat pula diberhentikan presiden sebelum masa jabatan berakhir atas permintaan sendiri, berhalangan tetap sesuai dengan pasal 8 UUD 1945, atau sungguh ± sungguh melanggar haluan Negara yang ditetapkan oleh MPR. 2. Lembaga ± lembaga tinggi Negara sesuai dengan urutan yang terdapat dalam UUD 1945 ialah presiden (pasal 4 ± 15), DPA (pasal 16), DPR (pasal 19-22), BPK (pasal 23), dan MA

Dewan pertimbangan Agung (DPA) adalah sebuah bahan penasehat pemerintah yang berkewajiban memberi jawaban atas pertanyaan presien. DKI Jakarta. Maluku Utara. Provinsi tersebut adalah Nanggroe Aceh Darussalam. Kalimantan Barat. kepada lembaga-lembaga negara lainnya. bahwa sistem pemerintahan Negara Republik Indonesia tidak menganut sistem pemisahan kekuasaan atau separation of power (Trias Politica) murni sebagaimana yang diajarkan Montesquieu. Menurut UUD 1945. Banten. Sulawesi Tenggara. e. Sulawesi Selatan. presiden dapat menyatakan perang. d. Dalam pelaksanaan tugasnya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah. Presiden adalah penyelenggara kekuasaan pemerintahan tertinggi dibawah MPR. Presiden dan wakilnya dipilih dan diangkat oleh MPR untuk masa jabatan 5 tahun. Jawa Tengah. Papua Barat. bahwa tiap kekuasaan itu harus dilakukan oleh suatu organisasi/badan tertentu yang tidak boleh saling campur tangan. Sulawesi Barat. pasal 1 ayat 2. Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Timur. Sumatra Barat. b. Riau. Jawa Barat. a. baik diminta maupun tidak diminta kepada kepada lembaga ± lembaga tinggi Negara. Bangka Belitung. Sulawesi Tengah. b. Badan pemeriksa keuangan (BPK) ialah Badan yang memeriksa tanggung jawab tentang keuangan Negara. Jambi. Mehkamah Agung (MA) adalah Badan yang melaksanakan kekuasaan kehakiman yang dalam pelaksanaan tugasnya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah dan pengaruh lainnya. 2) Bentuk pemerintahan adalah republik. Sumatra Utara. Maluku. Tidak membatasi kekuasaan itu dibagi atas 3 bagian saja dan juga tidak membatasi kekuasaan dilakukan oleh 3 organ saja c. Bengkulu. c. Sulawesi Utara. sedangkan sistem pemerintahan adalah presidensial. dan Sumatra Selatan. a. Namun pada pemilu tahun 2004. Nusa Tenggara Barat. Selain itu DPA berhak mengajukan pertimbangan kepada presiden. BPK memriksa semua pelaksanaan APBN. 3) Pemegang kekuasaan eksekutif adalah Presiden yang merangkap sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Lampung. Gorontalo. Kalimantan Selatan. Bali. karena Undang-Undang Dasar 1945 : a. Kalimantan Tengah. Pokok-pokok Sistem Pemerintahan Republik Indonesia 1) Bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi yang luas. Tidak membatasi secara tajam. Kalimantan Timur. . Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah sebauh badan legislative yang dipilih oleh masyarakat berkewajiban selain bersama ± sama dengan presiden membuat UU juga wajib mengawasi tindakkan ± tindakan presiden dalam pelaksanaan haluan Negara. Papua. MA dapat mempertimbangkan dalam bidang hukum. Kepulauan Riau. Presiden dan Wakil Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu paket untuk masa jabatan 2004 ± 2009. akan tetapi menganut sistem pembagian kekuasaan (distribution of power). Hasil pemeriksaannya dilaporkan kepada DPR. Wilayah negara terbagi dalam beberapa provinsi.(pasal 24). Dengan persetujuan DPR. Nusa Tenggara Timur. Dalam melaksanakan kegiatannya dibantu oleh seorang wakil presiden. Hal-hal yang mendukung argumentasi tersebut. Presiden atas nama pemerintah (eksekutif) bersama ± sama dengan DPR membentuk UU termasuk menetapkan APBN. Tidak membagi habis kekuasaan rakyat yang dilakukan MPR.

Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi dibawah Majelis Permusyawaratan Rakyat. Anggota DPD dipilih oleh rakyat melalui pemilu dengan sistem distrik perwakilan banyak. . Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Sebelum Diamandemen. Para anggota DPR dan DPD merupakan anggota MPR. Pokok-pokok sistem pemerintahan negara Indonesia berdasarkan UUD 1945 sebelum diamandemen tertuang dalam Penjelasan UUD 1945 tentang tujuh kunci pokok sistem pemerintahan negara tersebut sebagai berikut. 6. terdapat DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota yang anggotanya juga dipilih melaui pemilu. 6) Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya. 1. 3. 5) Parlemen terdiri atas 2 bagian (bikameral). karena Presiden tetap sebagai kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Anggota DPD adalah para wakil dari masing-masing provinsi yang berjumlah 4 orang dari tiap provinsi. serta bertanggung jawab kepada presiden.4) Kabinet atau menteri diangkat dan diberhentikan oleh presiden. yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). 5. Sistem Konstitusional. 7. yaitu pengadilan tinggi dan pengadilan negeri serta sebuah Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial. Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Presiden juga berada di luar pengawasan langsung DPR dan tidak bertanggung jawab pada parlemen. 4. 7) Sistem pemerintahan negara Indonesia setelah amandemen UUD 1945. 2. Namun sistem pemerintahan ini juga mengambil unsur-unsur dari sistem parlementer dan melakukan pembaharuan untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan yang ada dalam sistem presidensial. Selain lembaga DPR dan DPD. DPR terdiri atas para wakil rakyat yang dipilih melalui pemilu dengan sistem proporsional terbuka. DPR memiliki kekuasaan legislatif dan kekuasaan mengawasi jalannya pemerintahan. masih tetap menganut Sistem Pemerintahan Presidensial. Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum (rechtsstaat). Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas. menteri negara tidak bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Menteri negara ialah pembantu presiden.

Karena itui tidak adanya pengawasan dan tanpa persetujuan DPR. Pemerintah konstitusional bercirikan bahwa konstitusi negara itu berisi 1. Amandemen atas UUD 1945 telah dilakukan oleh MPR sebanyak empat kali. diharapkan dapat terbentuk sistem pemerintahan yang lebih baik dari yang sebelumnya. 2. kekuasaan yang besar pada presiden juga ada dampak positifnya yaitu presiden dapat mengendalikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan sehingga mampu menciptakan pemerintahan yang kompak dan solid. dalam praktik perjalanan sistem pemerintahan di Indonesia ternyata kekuasaan yang besar dalam diri presiden lebih banyak merugikan bangsa dan negara daripada keuntungan yang didapatkanya. sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 menganut sistem pemerintahan presidensial. adanya pembatasan kekuasaan pemerintahan atau eksekutif. Hamper semua kewenangan presiden yang di atur menurut UUD 1945 tersebut dilakukan tanpa melibatkan pertimbangan atau persetujuan DPR sebagai wakil rakyat. Mekipun adanya kelemahan. Namun. berdasarkan UUD 1945 yang telah diamandemen itulah menjadi pedoman bagi sistem pemerintaha Indonesia sekarang ini. jaminan atas hak asasi manusia dan hak-hak warga negara.Berdasarkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan. Sistem pemerintahan ini dijalankan semasa pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Suharto. Ciri dari sistem pemerintahan masa itu adalah adanya kekuasaan yang amat besar pada lembaga kepresidenan. 2001. Memasuki masa Reformasi ini. Sistem pemerintahan baru diharapkan berjalan mulai tahun 2004 setelah dilakukannya Pemilu 2004. perlu disusun pemerintahan yang konstitusional atau pemerintahan yang berdasarkan pada konstitusi. Sistem pemerintahan Diamandemen Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Setelah Sekarang ini sistem pemerintahan di Indonesia masih dalam masa transisi. yaitu pada tahun 1999. Berdasarkan hal itu. Sebelum diberlakukannya sistem pemerintahan baru berdasarkan UUD 1945 hasil amandemen keempat tahun 2002. Sistem pemerintahan lebih stabil. Konflik dan pertentangan antarpejabat negara dapat dihindari. maka kekuasaan presiden sangat besar dan cenderung dapat disalahgunakan. tidak mudah jatuh atau berganti. sistem pemerintahan Indonesia masih mendasarkan pada UUD 1945 dengan beberapa perubahan seiring dengan adanya transisi menuju sistem pemerintahan yang baru. Untuk itu. . Reformasi yang harus dilakukan adalah melakukan perubahan atau amandemen atas UUD 1945. 2000. dengan mengamandemen UUD 1945 menjadi konstitusi yang bersifat konstitusional. bangsa Indonesia bertekad untuk menciptakan sistem pemerintahan yang demokratis. dan 2002.

4. DPR tetap memiliki kekuasaan mengawasi presiden meskipun secara tidak langsung. Perubahan baru tersebut. 2. Contohnya dalam pengangkatan Duta untuk negara asing. 1. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Jadi. mekanisme cheks and balance. 4) Parlemen diberi kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk undang-undang dan . DPR memiliki kekuasaan legislatif dan kekuasaan mengawasi jalannya pemerintahan. Beberapa variasi dari sistem pemerintahan presidensial di Indonesia adalah sebagai berikut.Pokok-pokok sistem pemerintahan Indonesia adalah sebagai berikut. 5. dan pemberian kekuasaan yang lebih besar kepada parlemen untuk melakukan pengawasan dan fungsi anggaran. Bentuk pemerintahan adalah republik. Bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi daerah yang luas. 2) Presiden dalam mengangkat pejabat negara perlu pertimbangan dan/atau persetujuan DPR. Parlemen terdiri atas dua bagian (bikameral). Presiden sewaktu-waktu dapat diberhentikan oleh MPR atas usul dari DPR. Hal itu diperuntukan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama. Parlemen diberi kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk undang-undang dan hak budget (anggaran) Dengan demikian. tanda kehormatan. ada perubahan-perubahan baru dalam sistem pemerintahan Indonesia. sedangkan sistem pemerintahan presidensial. 3. Kabinet atau menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. 3. Contohnya pembuatan perjanjian internasional. Sistem pemerintahan ini juga mengambil unsure-unsur dari sistem pemerintahan parlementer dan melakukan pembaharuan untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan yang ada dalam sistem presidensial. tanda jasa. antara lain adanya pemilihan secara langsung. Para anggota dewan merupakan anggota MPR. DPR tetap memiliki kekuasaan megawasi presiden meskipun secara tidak langsung. Jadi. Panglima TNI dan kepala kepolisian. 6. Presiden dan wakil presiden dipilih dan diangkat oleh MPR untuk masa jabatan lima tahun. 2. Wilayah negara terbagi dalam beberapa provinsi. Presiden adalah kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. 4. 1. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Makamah Agung dan badan peradilan dibawahnya. 3) Presiden dalam mengeluarkan kebijakan tertentu perlu pertimbangan dan/atau persetujuan DPR. presiden dan wakil presiden akan dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu paket. pemberian gelar. Gubernur Bank Indonesia. Untuk masa jabatan 2004-2009. Presiden dalam mengeluarkan kebijakan tertentu perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR. b. sistem bikameral. Presiden dalam mengangkat penjabat negara perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR. pemberian amnesti dan abolisi. Beberapa variasi dari Sistem Pemerintahan Presidensial RI 1) Presiden sewaktu-waktu dapat diberhentikan oleh MPR atas usul DPR.

Sistem ini memberikan ketegasan cara pengendalian pemerintahan negara yang dibatasi oleh ketentuan konstitusi. Sistem Konstitusional Pemerintahan berdasar atas sistem konstitusi (hukum dasar). dicantumkan pokok-pokok Sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia sebagai berikut : a. seperti Ketetapan-Ketetapan MPR. Kedaulatan rakyat dipegang oleh suatu badan yang bernama MPR sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia Tugas Majelis adalah: 1) Menetapkan Undang-Undang Dasar. c. adanya pemilihan presiden langsung. sistem bikameral. Ini mengandung arti bahwa negara. tidak berdasarkan atas kekua-saan belaka (machtsaat). Indonesia adalah negara hukum (rechtssaat) Negara Indonesia berdasar atas hukum (rechtsstaat). b. termasuk di dalamnya pemerintah dan lembaga-lembaga negara lain. Kekuasaan negara tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. dengan sendirinya juga ketentuan dalam hukum lain yang merupakan produk konstitusional. sedang Presiden harus menjalankan haluan negara menurut garis-garis besar yang telah ditetapkan oleh Majelis. dan sebagainya. Undang-undang.hak budget (anggaran). dapat difahami bahwa dalam perkembangan sistem pemerintahan presidensial di negara Indonesia (terutama setelah amandemen UUD 1945) terdapat perubahan-perubahan sesuai dengan dinamika politik bangsa Indonesia. Hal itu diperuntukkan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama. Peraturan Pemerintah. dalam melaksanakan tugasnya/ tindakan apapun harus dilandasi oleh hukum dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Berikut ini dapat dilihat perbandingan model sistem pemerintahan negara republik Indonesia sebelum dan setelah dilaksanakan amandemen Undang-Undang Dasar 1945 : Masa Orde Baru (Sebelum amandemen UUD 1945) Di dalam Penjelasan UUD 1945. hukum. Majelis inilah yang memegang kekuasaan negara tertinggi. Secara umum dengan dilaksanakannya amandemen Undang-Undang Dasar 1945 pada era reformasi. 2) Menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara. pertahanan keamanan dan sebagainya. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas. . 3) Mengangkat kepala negara (Presiden) dan wakil kepala negara (wakil presiden). mekanisme cheks and balance dan pemberian kekuasaan yang lebih besar pada parlemen untuk melakukan pengawasan dan fungsi anggaran. hak asasi manusia. Perubahan baru tersebut antara lain. sistem politik. telah banyak membawa perubahan yang mendasar baik terhadap ketatanegaraan (kedudukan lembaga-lembaga negara).

Kedudukan Presiden dengan DPR adalah neben atau sejajar. Presiden. Presiden ialah penyelenggara peme-rintah Negara yang tertinggi menurut UUD. Menteri negara ialah pembantu Presiden. DPR juga mempunyai wewenang mengajukan usul kepada MPR untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban Presiden. Presiden adalah ³manda-taris´ dari Majelis yang berkewajiban menjalankan ketetapan-ketetapan Majelis. e. Presiden tidak bertanggungjawab ke-pada Dewan Perwakilan Rakyat. Oleh karena itu. tanggung jawab penuh ada di tangan Presiden. juga harus memperhatikan sungguh-sungguh suara-suara dari DPR karena DPR berhak mengadakan pengawasan terhadap Presiden (DPR adalah anggota MPR). artinya kedudukan Presiden tidak tergantung dari Dewan.. selain harus bertanggung jawab kepada MPR. g. Tercantum di dalam Pasal 1 ayat (3). Negara Indonesia adalah negara Hukum. tetapi juga dipercaya dan diberi tugas untuk melaksanakan kebijaksanaan rakyat yang berupa Garis-garis Besar Haluan Negara ataupun ketetapan MPR lainnya. tetapi bukan berarti ia ³diktator´ atau tidak terbatas. apabila dianggap sungguh-sungguh melanggar hukum berupa pengkhianatan terhadap negara. Dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara. penyuapan. Presiden tidak bertanggungjawab kepada Dewan. tetapi tergantung pada Presiden. d. Menteri-menteri merupakan pembantu presiden.Presiden yang diangkat oleh Majelis. Presiden tidak dapat membu-barkan DPR seperti dalam kabinet parlementer. Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas. Masa Reformasi (Setelah Amandemen UUD 1945) Undang-Undang Dasar 1945 berdasarkan Pasal II Aturan Tambahan terdiri atas Pembukaan dan pasal-pasal. Hal itu karena Presiden bukan saja dilantik oleh Majelis. tunduk dan bertanggungjawab kepada Majelis. menteri negara tidak ber-tanggungjawab kepada Dewan Perwa-kilan Rakyat. Tentang sistem pemerintahan negara republik Indonesia dapat dilihat di dalam pasal-pasal sebagai berikut : a. . korupsi. Meskipun kepala negara tidak bertanggung jawab kepada DPR. Presiden memilih. Presiden harus bekerja sama dengan DPR. Menterimentri itu tidak bertanggungjawab kapada DPR dan kedudukannya tidak tergantung dari Dewan. Dalam hal pembentukan undang-undang dan menetapkan APBN. dan DPR pun tidak dapat menjatuhkan Presiden. tindak pidana berat lainnya atau perbuatan tarcela. mengangkat dan memberhentikan mentri-mentri negara. Presiden harus mendapat persetujuan dari DPR. f. tanpa ada penjelasan.

22B). Presiden sebagai kepala negara. maka ketentuan bahwa Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR masih relevan. pengubahan dan pembubarannya diatur dalam undang-undang Pasal 17). namun secara substantif dapat dilihat pada pasal-pasal sebagai berikut : . Sistem Konstitusional Secara eksplisit tidak tertulis. Menteri negara ialah pembantu Presiden.Melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden. hak angket.Mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. MPR berwenang memberhentikan Presiden dalam masa jabatanya (Pasal 3 ayat 3). Sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) bahwa MPR terdiri dari anggota DPR dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). mempunyai wewenang dan tugas sebagai berikut : .Pasal 2 ayat (1) .Pasal 4 ayat (1) .Dapat memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut UUD. f. e. Sistem pemerintahan negara republik Indonesia masih tetap menerapkan sistem presidensial. 16. menyampaikan usul dan pendapat serta hak imunitas (Pasal 20 A ayat 2 dan 3). dan menyatakan pendapat.Pasal 5 ayat (1) dan (2) . Presiden dibantu oleh menteri-menteri negara. d. Dengan memperhatikan pasal-pasal tentang kekuasaan pemerintahan negara (Presiden) dari Pasal 4 s. g. Pasal 4 ayat (1) dan ayat (2).Dan lain-lain c. Presiden ialah penyelenggara peme-rintah Negara yang tertinggi menurut UUD. Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh presiden yang pembentukan. dan Dewan Perwakilan Rakyat (Pasal 19 s. Masih relevan dengan jiwa Pasal 3 ayat (2). MPR berdasarkan Pasal 3. juga hak mengajukan pertanyaan.Pasal 3 ayat (3) .d. selain mempunyai hak interpelasi. . . Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas.b. kekua-saannya dibatasi oleh undang-undang. Demikian juga DPR.d. Kekuasaan negara tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. . menteri negara tidak ber-tanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

Hal ini berarti bahwa sewaktu-waktu parlemen dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan mosi tidak percaya kepada kabinet. kekuasaan eksekutif berada pada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. yaitu: 1. Klasifikasi sistem pemerintahan presidensial dan parlementer didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. Inggris adalah negara pertama yang menjalankan model pemerintahan parlementer. Inggris disebut sebagai Mother of Parliaments (induk parlemen). negara-negara didunia menganut salah satu dari sistem pemerintahan tersebut. . Bhakan. Pemerintah atau kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet. sistem pemerintahan presidensial. 2.Sistem pemerintahan parlementer Sistem pemerintahan negara dibagi menjadi dua klasifikasi besar. Sistem pemerintahan disebut parlementer apabila badan eksekutif sebagai pelaksana kekuasaan eksekutif mendapat pengawasan langsung dari badan legislatif. Sistem pemerintahan disebut presidensial apabila badan eksekutif berada di luar pengawasan langsung badan legislatif. sedangkan Amerika Serikat merupakan tipe ideal dari negara dengan sistem pemerintahan presidensial. Anggota kabinet umumnya berasal dari parlemen. kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan parlementer. Pada umumnya. Badan legislatif atau parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Negara Inggris dianggap sebagai tipe ideal dari negara yang menganut sistem pemerintahan parlemen. berikut ini ciri-ciri. Ciri-ciri dari sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut: 1. Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang memenangkan pemiihan umum. Perdana menteri dipilih oleh parlemen untuk melaksakan kekuasaan eksekutif. 3. Untuk lebih jelasnya. 2. sistem pemerintahan parlementer. Dari dua negara tersebut. Kedua negara tersebut disebut sebagai tipe ideal karena menerapkan ciri-ciri yang dijalankannya. Dalam sistem ini. Partai politik yang menang dalam pemilihan umum memiliki peluang besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di parlemen. Kedua negara tersebut sampai sekarang tetap konsisten dalam menjalankan prinsip-prinsip dari sistem pemerintahannya. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. Parlemen memiliki kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif. 4. kemudian sistem pemerintahan diadopsi oleh negara-negara lain dibelahan dunia. Amerika Serikat juga sebagai pelopor dalam sistem pemerintahan presidensial. Adanya sistem pemerintahan lain dianggap sebagai variasi atau kombinasi dari dua sistem pemerintahan diatas.

Kepala negara tidak memiliki kekuasaan pemerintahan. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. 3. Presiden tidak dipilih oleh parlemen. badan eksekutif dan legislatif memiliki kedudukan yang independen. Untuk lebih jelasnya. 2. sedangkan kepala negara adalah presiden dalam negara republik atau raja/sultan dalam negara monarki. Penyelenggara negara berada ditangan presiden. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen. Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen. b. d. tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis. diadakan pemilihan umum lagi untuk membentukan parlemen baru. Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan. Kedua badan tersebut tidak berhubungan secara langsung seperti dalam sistem pemerintahan parlementer. Ia hanya berperan sebgai symbol kedaulatan dan keutuhan negara. 4. b. kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan presidensial. Kepala pemerintahan adalah perdana menteri. Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bias ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar. Selanjutnya. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Mereka dipilih oleh rakyat secara terpisah. Dalam sistem pemerintahan presidensial. c. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya. Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer: a. Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai meyoritas. 1. Kabinet dapat mengendalikan parlemen. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai.5. c. . Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer: a. Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer. Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif. Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Ciri-ciri dari sistem pemerintaha presidensial adalah sebagai berikut. Sebagai imbangan parlemen dapat menjatuhkan kabinet maka presiden atau raja atas saran dari perdana menteri dapat membubarkan parlemen. 6. berikut ini ciri-ciri. Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai. anggota kabinet dapat mengusai parlemen. Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan public jelas.

Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial: a. Misalnya. b. b. masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat. Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri. Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen. Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. d. c. 6. Presiden Indonesia adalah lima tahun. Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. . c. Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama. Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen.5. Sistem pertanggungjawaban kurang jelas. Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak. Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial: a.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->