BLOK 14

Oleh : Hendrarto Dirdjoatmodjo, dr.,MS Bag.Biokimia FK.Unjani
POKOK BAHASAN Kelainan Metabolik sistem ekskresi dan urogenital SUBPOKOK BAHASAN Chronic Kidney Desease SASARAN BELAJAR Menjelaskan proses metabolisme biokimiawi ginjal. Menjelaskan proses gangguan metabolik pada ginjal

Fungsi utama ginjal : - Fungsi utama ginjal adalah ekskresi air dan substansi yang larut dalam air. - Berkaitan erat dengan fungsi ekskresi ginjal adalah fungsi regulasi keseimbangan elektrolit dan asam pada organisme - E kskresi dan homeostatis berada di bawah kontrol hormon ; selain itu ginjal berperan pada pembentukan beberapa hormon. - Yang terakhir, ginjal juga mengambil alih fungsi metabolisme intermedier, terutama pada pemecahan asam amino dan pada glukoneogenesis.

.

.

.

.Disintesa terutama oleh ginjal yang kemudian dilepaskan oleh adanya rangsangan hipoksia dan melalui darah dialirkan ke sumsum tulang . .Pada gagal ginjal yang kronis akan terjadi kerusakan sel yang mengsintesa eritropoietin dengan akibat terjadinya gangguan sintesa sel darah merah (anemia) .Suatu regulator terutama pada eritropoiesis yaitu merangsang proses proliferasi dan diferensiasi.Adalah suatu glikoprotein dengan 166 aa .Eritropoietin. suatu step sintesa sel darah merah.

.

.

Enzim ini dibentuk oleh ginjal sebagai prekursor (prorenin). renin bekerja pada angiotensinogen. - . dihidrolisa menjadi renin dan disekresikan kedalam darah. Sistem Renin Angiotensin Renin adalah suatau proteinase aspartat. Didalam darah.B. suatu glikoprotein plasma gugus 2 globulin yang disintesis oleh hati.

Angeotensin I diubah menjadi angiotensin II melalui suatu peptidil dipeptidase A. ..Mula mula angiotensinogen mejadi angeotensin I (dekapeptida) yang selanjutnya menjadi angiotensin II (oktapeptida). (angiotensin converting enzim / ACE) yang terdapat pada membran pembuluh darah terutama pada paru paru.

Angiotensin II yang berupa oktapeptida bekerja sebagai hormon dan neurotransmiter. Waktu paruh angiotensin II di dalam plasma hanya sebesar 1 menit. Pemecahannya terjadi sangat cepat dengan bantuan enzim enzim lain yang memecahkan peptida (terkenal sebagai angiotensinase). .. yang ditemukan pada banyak jaringan.

.

.

Didalam hati terjadi perubahan kolekalsiferol menjadi 25.Pada gagal ginjal kronis terjadi difesiensi enzim hidroksilase ini sehingga menyebabkan menurunnya aktivitas kalsiferol berakibat lanjut terjadinya osteomalasia. hidroksikolikalsiferol dan oleh ginjal diubah menjadi 1.kalsiferol ini dilepas ke darah dan mencapai organ organ antara lain ke dalam tulang mempunyai efek mineralisasi (deposit Ca). .25dihidroksikolekalsiferol oleh enzim hidroksilase . .Aktifasi Vitamin D (Kalsiferol) .

.

.

Metabolisme Intermedier Urin yang mengalami pemekatan/ terkonsentrasi dan transportasi menembus membran adalah proses yang memerlukan banyak energi.Pada tubuli proksimal diperlukan ATP yang berasal dari proses oksidatif .asam lemak. . benda keton dan beberapa jenis asam amino. karena itu banyak memerlukan .

Pada tubuli distalis dan ansa Henle.. untuk ini diperlukan substrat dari skerangka karboksilat dari asam amino . gliserol dan asam lemak. dalam jumlah lebih sedikit. glukosa merupakan sumber utama energi untuk keperluan metabilismenya. . .Disamping itu diperlukan pula laktat.Sel indotel dari tubuli proksimal mempunyai kemampuan untuk terjadinya glukoneogenesis.

amin oksidase dan glutaminase ) .Gugus amino diperlukan dalam bentuk ammonia untuk proses buffer pada urin .Enzim untuk degradasi peptida dan katabolisme asam amino mempunyai aktivitas yang tinggi pada ginjal (mis : amino acid oksidase..

.

. Seperti halnya didalam hati. Karena ginjal juga merupakan suatu organ yang menggunakan banyak glukosa. gliserol dan fruktosa juga dapat digunakan. .Semua bahan tersebut berasal dari plasma.Substrat untuk glukoneogenesis adalah terutama glutamin. . ginjal merupakan organ satu satunya yang menghasilkan glukosa agar agar dapat memberikannya ke jaringan jaringan lainnya pada organisme (glukoneogenesis). maka kebanyakan neraca glukosa tetap seimbang. Disamping itu asam amino lain dan metabolit laktat. Glukoneogenesis dan perolehan kembali glukosa. . glukoneogenesis didalam ginjal distimulasi oleh kortisol.Selain hati.B.

Karena ginjal mempunyai cukup enzim enzim gliserolkinase. .Medula ginjal mempunyai relatif banyak mitokondria sehingga hampir tegantung pada glikolisis . fosfoenolpiruvat karboksilase maka glikoneogenesis merupakan proses utama yang mempergunakan laktat dan gliserol..

.Disamping hati. ginjal adalah satu satunya organ yang mempunyai enzim glukosa 6-fosfatase yang menghirolisa glukosa 6 fosfat dan melepaskan glukosa ke darah (meninggikan glukosa darah) untuk sampai kejaringan lain..

.

Glumerulonefritis : .Sebagian kecil mempunyai aspek peradangan (mis : amiloidosis.Kerusakan pada glumerulus yang termediasi oleh immun (immun mediatet. autoantibodi) . multiplemieloma) .

glumeruli dapat mengalami kerusakan tampa disertai peradangan lokal mis : adanya deposit amiloid (amiloidosis) dan protein pada membran (multivlenieroma). Nepritis immun komplek : komplek antigen/ antibodi yang mengakibatkan kerusakan pada glumeruli. . C. Masuginevritis (autoantibodi) terjadi karena adanya reaksi atutoimmun pada membran basalis dan menyebabkan inflamasi lokal. melalui aktifitas komplemen yang menghasilkan inflamasi lokal b.a.

Nepritis immun komplek : a.. C. Masuginevritis (autoantibodi) terjadi karena adanya reaksi atutoimmun pada membran basalis dan menyebabkan inflamasi lokal. komplek antigen/ antibodi yang mengakibatkan kerusakan pada glumeruli. melalui aktifitas komplemen yang menghasilkan inflamasi lokal b. . glumeruli dapat mengalami kerusakan tampa disertai peradangan lokal mis : adanya deposit amiloid (amiloidosis) dan protein pada membran (multivlenieroma).

.

neprotik sindrome adalah kumpulan gejala : proteinurea.integritas filter glomeruli mengalami kerusakan sehingga protein dan sel darah merah terfiltrasikan sehingga terjadi protein urea dengan akibat terjadinya hipoproteinemia yang lebih lanjut menyebabkan idema. sebaliknya hipopriteinemia memicu sintesa lipoprotein. lipoprotein tidak terfiltrasikan.Neprotik sindrome . hipoproteinemia dan udemaperifer (sering disertai hiperlipidemia) - - . dengan akibatnya terjadi hiperlipidemia dan hiperkolesterolemia.

. menyebabkan terjadinya miopati otot dan otot jantung sebagai akibat penurunan kemampuan oksidasi asam lemak.Efek samping pada dialisis yaitu terjadinya defesiensi karnitin (sebagai akibat penurunan intake karnitin pada daging) yang mereduksi masa fungsional otot dan otot jantung..

kemunduran / kemorosotan yang ireversibel fungsi ginjal sebagai akibat kerusakan nefron dalam jumlah besar dan jangka panjang.Gagal ginjal kronis (Chronic Renal fairule) . metabolisme maupun sistim endrokin ginjal yang menyebabkan sindrome uremia. - . terjadinya gejala gejala sebagai akibat penurunan baik funfsi ekskretorial.

.

prolin dan sitrulin). asam urat dan kreatinin .Metabolisme intermedier pada gagal ginjal kronis. .Pada penyakit ini terjadi peningkatan mobilisasi / oksidasi asam amino (glutamin. .Keadaan ini diperberat oleh masukan kadar tinggi protein.Menyebabkan akumulasi produk hasilnya yaitu urea. glisin. .

.

. yang dengan asam keto (intermediate TCA) ..Karena bakteri usus dapat memecah urea menjadi ammonia. . hati mensintesanya menjadi asam amino non esensial.Diet karbohidrat dalam jumlah yang secukupnya dan asam amino dibatasi sedapat mungkin hanya asam amino esensial dapat menurunkan sintesa aa non esensial (cara ini merupakan dasar untuk memperlambat dialisis).

Referensi : 1. Large 2006 3.Thomas M Devlin. J. Thieme 2000 .Stefan Silbernagel. New York. Wiley Liss 2006 2.Koolman. Colour Atlas of Pathophisiology. Text book of Biochemistry With Clinical Correlation Sixth Edition. Colour Atlas of Biochemistry.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful