Peranan dan Fungsi Akor (Chord) : Teori Musik dan Ilmu Harmoni

Untuk memudahkan mempelajari peranan dan fungsi akor, maka saat kita mempelajari akor harus dibatasi pada satu tangga nada. Apa yang dimaksudkan dengan satu tangga nada? Yaitu berkaitan dengan cara mempelajari peranan dan fungsi akor, kita belajar dari satu jenis tangga nada saja. Ada beberapa jenis tangga nada, tapi yang paling sering digunakan adalah tangga nada mayor diatonis. Dan untuk semakin mempermudah juga, maka sebaiknya dibatasi pada satu kunci saja. Misal, pilih tangga nada mayor diatonis dengan kunci do sama dengan C atau natural. Bagaimana dengan jenis tangga nada yang lain? Misalnya, tangga nada minor, tangga nada pentatonik, dan lain-lain. Tentu saja peranan dan fungsi akor untuk masing-masing jenis tangga nada akan berbeda. Tangga nada minor masih bisa dihubungkan secara persaudaraan dengan tangga nada mayor diatonis, tapi untuk tangga nada pentatonis, atau jenis tangga nada lain, akan memiliki teori musik yang berbeda juga. Tapi, kita tidak perlu khawatir dengan hal ini, karena sebagian besar lagu yang ada di dunia ini, kurang lebih sekitar 90% adalah lagu yang dibuat berdasarkan tangga nada mayor diatonis. Di dalam ilmu harmoni klasik, berdasarkan teori musik dari barat, akor yang disusun dengan sistem tonal trisuara atau triad chord memiliki peranan dan fungsi akor masing-masing. Untuk lebih memudahkan dalam mempelajarinya, maka saya akan mulai menyebutkan nama akornya dalam satu wilayah tangga nada mayor diatonis yang paling mudah, yaitu tangga nada dengan kunci do sama dengan C atau natural.

Mengapa Kita Perlu Mempelajari Peranan dan Fungsi Akor ?
Peranan dan fungsi akor sangatlah penting di dalam ilmu harmoni. Lihat kembali artikel Ilmu Harmoni : Pengertian dan Dasar Ilmu Harmoni Dalam Musik . Dengan mempelajari dan mengetahui peranan dan fungsi akor, maka kita tidak akan ragu-ragu dalam memberikan nuansa bunyi musik pada suatu lagu. Kita akan tahu benar bagaimana cara memberikan langkah-langkah akor (progresi akor atau chord progression), sifat-sifat akor, karakter akor dan warna bunyinya jika masuk atau menuju ke akor yang lain, memberikan jembatan akor dengan

benar. C Mayor sebagai S dan D Mayor sebagai D. y y y y y y y . Mari kita lihat lebih mendalam. maka kita akan bisa melihat 3 (tiga) macam jenis akor yang utama. Do = D. maka akor G Mayor berfungsi sebagai Dominan (D). Pada tangga nada dengan do = G. Jadi sebagaiakor pokok adalah Tonika. Tiga akor mayor yang telah disebutkan di atas inilah yang disebut sebagai akor pokok atau akor utama ( primary chords). dan Dominan. yaitu akor mayor. maka akor pokoknya yang merupakan akor mayor adalah : Akor C Mayor yang berperan sebagai Tonika Akor F Mayor yang berperan sebagai Sub Dominan Akor G Mayor yang berperan sebagai Dominan Untuk selanjutnya Tonika akan disingkat T. Misalnya. tanpa ragu-ragu kita masukkan saja akor disonan pada suatu lagu. Sub Dominan disingkat S. G Mayor sebagai S dan A Mayor sebagai D. maka D Mayor adalah sebagai T. adalah sebagai berikut : Misalnya. dan akor half diminished. Sub Dominan. Dari sini kita akan lebih mudah memahami peranan dan fungsi akor. maka akor G Mayor berfungsi sebagai Tonika (T). ternyata akor G Mayor bisa memiliki peranan dan fungsi yang berbeda jika terjadi perbedaan kunci tangga nadanya. maka G Mayor adalah sebagai T. kita sudah tahu peranan dan fungsi dari masing-masing akor dalam ilmu harmoni. bahkan jika kita juga ingin memberikan bunyi disonan. Untuk tangga nada dengan kunci do = C. Do = G. Mengapa? Karena kita sudah tahu aturannya. Peranan dan Fungsi Akor Peranan dan fungsi akor yang disusun berdasarkan trisuara atau triad chord dalam tangga nada mayor diatonis dengan kunci do=C adalah sebagai berikut : Akor Pertama (I) atau C Mayor (C-E-G) disebut sebagai Tonika (Tonic) Akor Kedua (II) atau D Minor (D-F-A) disebut sebagai Super Tonika (Super Tonic) Akor Ketiga (III) atau E Minor (E-G-B) disebut sebagai Median (Mediant) Akor Keempat (IV) atau F Mayor (F-A-C) disebut sebagai Sub Dominan (Sub Dominant) Akor Kelima (V) atau G Mayor (G-B-D) disebut sebagai Dominan (Dominant) Akor Keenam (VI) atau A Minor (A-C-E) disebut sebagai Sub Median (Sub Mediant) Akor Ketujuh (VII) atau B Half Diminished (B-D-F) disebut sebagaiLeading Tone y y y y y y y Fungsi Akor : Akor Pokok Jika kita melihat pembagian akor berdasarkan peranan dan fungsinya. dan Dominan disingkat D. Akor pokok untuk tangga nada dengan kunci yang lain. Pada tangga nada dengan do = C. akor minor.

yaitu bahwa akor pokok atau akor utama atau primary chords bersifat akor mayor. maka akor A Minor berfungsi sebagai Median atau Dp. yaitu Super Tonika. Do = G. Pada beberapa teori musik dalam ilmu harmoni. kita ambil contoh dalam hal ini yaitu tangga nada mayor diatonis dengan kunci do = C) Super Tonika disebut sebagai Sub Dominan Pembantu (Sp). Sub Median disebut sebagai Tonika Pembantu (Tp). yaitu akor D Minor. yaitu akor A Minor. Bagaimana untuk tangga nada dengan kunci yang lain? Misalnya. maka akor A Minor berfungsi sebagai Super Tonika atau Sp. Do = F. yaitu saat mempelajari peranan dan fungsi akor harus hanya pada satu tangga nada mayor diatonis dalam satu kunci saja. Sebagai satu kesimpulan untuk sementara dalam artikel ini. maka akor A Minor berfungsi sebagai Sub Median atau Tp. maka akor G Mayor berfungsi sebagai Sub Dominan (S).y Pada tangga nada dengan do = D. B Minor sebagai Median (Dp) dan E Minor sebagai Sub Median (Tp). maka A Minor adalah sebagai Super Tonika (Sp). maka G Minor adalah sebagai Super Tonika (Sp). Istilah yang lain tersebut adalah : (harus selalu diingat. Pada tangga nada dengan do = G. y y y y y y y y y y y y y y . Median dan Sub Median disebut sebagai akor pembantu. Median dan Sub Median sebagai akor pembantu lebih disederhanakan berkaitan dengan peranan dan persaudaraannya dengan akor pokok. Sehingga dapat kita lihat sebagai berikut : Pada tangga nada dengan do = C. Fungsi Akor : Akor Pembantu Sedangkan akor minor dalam peranan dan fungsi akor di atas tadi. yaitu: Tonika Sub Dominan Dominan Sedangkan akor pembantu bersifat akor minor dan juga hanya ada 3 (tiga) saja. Pada tangga nada dengan do = F. A Minor sebagai Median (Dp) dan D Minor sebagai Sub Median (Tp). penyebutan Super Tonika. yaitu akor E Minor. dan dalam satu tangga nada mayor diatonis hanya ada 3 (tiga) akor saja. yaitu : Super Tonika (Sub Dominan pembantu atau Sp) Median (Dominan pembantu atau Dp) Sub Median (Tonika pembantu atau Tp) Untuk lebih memperdalam lagi maka akan saya bahas pada artikel berikutnya tentang pengertian dari masing-masing fungsi akor. Misalnya. Median disebut sebagai Dominan Pembantu (Dp).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful