UJIAN NASIONAL 2007; ANTARA KUASA NEGARA DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

SKRIPSI

Oleh : BUDI SANTOSO NIM. DO1303185

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA

FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Juli 2007

MOTTO “Curang demi demi keberhasilan itu boleh di Indonesia, bahwa pendidikan bukan soal kecerdasan, tetapi soal kelicinan menyelamatkan diri, bahwa guru yang baik bukan guru yang jujur tetapi guru yang menolong meski harus menghiainati hati nurani, bahwa pelajaran moral ituhanya teori saja, dalam hidup yang penting fleksibel tergantung situasi ” Denni B Saragih (Koordinator Komunitas Air Mata Guru diMedan) “Profesi guru adalah profesi akalbudi dan nurani. Maka dapat dikatakan, lembaga pendidikan adalah tempat unruk melatih peserta didik berpikir, mendengarkan dan mengasah nurani. Kenyataannya latihan mendengarkan atau mengasah nurani tidak pernah terjadi. Demi kehebatan akal budi, pesan nurani dilanggar saja. Nurani tidak pernah didengarkan” Baskoro Poedjinoegroho E

PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI
Skripsi oleh BUDI SANTOSO ini telah dipertahankan di depan tim penguji Skripsi. Surabaya, 1 Agustus 2007 Mengesahkan, Fakultas Tarbiyah Institus Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Dekan, Drs. Nur Hamim, M. Ag. NIP. Ketua, Drs. Adb.Kadir NIP. Sekretaris, Dra. Nur Hayati NIP. Penguji I, ……………………………………. NIP. Penguji II, ……………………………………

DAFTAR ISI Halaman. B. E. Sumber Data 5. Jenis Penelitian 2. Sistematika Pembahasan BAB II MEKANISME PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL 2007 . C. HALAMAN JUDUL PERSETUJUAN PEMBIMBING PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI MOTTO PERSEMBAHAN ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I A. Jenis Data 4. Pendekatan Penelitian 3. D. Teknik Pembahasan F. PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan dan Kegunaan Penelitian Definisi Operasional Metode Penelitian 1.

BAB III A. Mekanisme Pelaksanaan Ujian Nasional 2007 Pro Kontra Ujian nasional 2007 KUASA NEGARA DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Kuasa Negara Sekilas Tentang Kekuasaan dan Negara Strategi Pelanggengan Kekuasaan oleh Negara Hegemoni IRA (IdeologicalState Apparatuses) dan RSA (Repressive State Negara dan Pendidikan Negara dan Ujian Nasional 2007 Peningkatan Mutu Pendidikan 1. Ujian Nasional 2007 dan Peningkatan Mutu Pendidikan BAB IV ANALISA DATA A. Fungsi Evaluasi Pendidikan 4. 2. Pengertian Evaluasi Pendidikan 2. b. Apparatuses) 3. Tujuan Evaluasi Pendidikan 3. B. Refleksi Ujian Nasional 2007 Mimpi Pendidikan Bermutu . 4. Tentang Mutu Pendidikan 2. a. Prinsip Evaluasi B. C. Evaluasi 1. 1. B.A.

BAB V A. Format Pendidikan Masa Depan PENUTUP Kesimpulan dan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN .C.

hal ini bisa dilihat sebagai bentuk penguasaan negara terhadap rakyat. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. sehat. Jika proses pendidikan sudah diarahkan pada kepentingan sesaat. kuasa negara. evaluasi. akhlak mulia. kepentingan pribadi atau golongan. Sebagai sebuah kebijakan negara. berilmu. Kita tentu tidak ingin kesucian makna dari pendidikan di atas ternodai oleh tindakan-tindakan yang mengotorinya. Namun di sisi lain. Rakyat dipaksa untuk mengikuti segala kebijakan yang dikeluarkannya. kreatif. Pertanyaannya sekarang adalah apakah dengan dilaksanakannya ujian nasional 2007 mutu pendidikan akan otomatis terangkat atau malah sebaliknya?. pelaksanaan dan evaluasinya. Pendidikan yang dimaknai dengan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. . masyarakat. Dikatakan lebih terpuruk dikarenakan berbagai kecurangan yang terjadi pada pelaksanaan ujian nasional semakin menajauhkan tujuan dari pendidikan itu sendiri yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berbagai argumentasi baik yang pro ataupun yang kontra telah menyertainya. maka setiap warga negara berkewajiban untuk mematuhinya. bangsa dan negara.berarti kita mencetak generasigenerasi yang akan menghancurkan negara yang telah dengan susah payah dirintis oleh para Founding Fathers kita. dan mutu pendidikan Ujian nasional 2007 telah berlalu. harus diakui merupakan gerbang terdepan dalam mencetak generasi penerus bangsa. kepribadian. kecerdasan. berakhlak mulia. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.ABSTRAK Kata kunci: ujian nasional. cakap. Oleh karena itu diperlukan usaha yang sungguhsungguh dalam hal perencanaan. pengendalian diri.

Ilmu pengetahuan tentang mendidik dan Pemeliharaan badan. negara kapulauan yang memiliki kurang lebih 17. batin dan sebagainya. berbagai perbedaan (Differences) jika tidak dapat diproduksi secara cermat dapat mendatangkan malapetaka yang dahsyat dan tak terperikan.1Dunia pendidikan sebagai garda depan dalam menciptakan generasi penerus bangsa ternyata masih memprihatinkan dan bahkan mengenaskan. sebagai tokoh pendidikan nasional telah memberikan inspirasi mengenai pembagian wilayah dari pendidikan itu sendiri WJS. Berbagai realitas di atas ternyata belum dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Poerwodarminto. bangsa. Kekayaan-kekayaan ini jika dapat diproduksi dengan baik. melainkan pada beragamnya suku. 1 . agama dan budaya. Ketidakmampuan mengelola berbagai kekayaan alam ini salah satunya disebabkan karena ketidakmampuan dalam hal pengelolaan.000 pulau besar dan kecil harus diakui merupakan negara yang sangat kaya raya.BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Indonesia. cara) mendidik. Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka. maka akar masalah dari permasalahan tersebut terletak pada dunia pendidikan. Bila dirunut secara seksama. Namun. di sisi lain. Ki Hajar Dewantara. Kekayaannya tidak terbatas hanya pada kekayaan alamnya saja. diartikan sebagai : Perbuatan (hal. maka akan menghadirkan keanekaragaman yang indah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 250. 1982).

sekolah merupakan turunan dari skhole.3Penggunaan kata ini tentunya dilatarbelakangi oleh proses awal dari pelaksanaan sekolah itu sendiri. mengapa lembaga pengasuhan ini kemudian biasa juga disebut “Ibu Asuh” atau “Ibu yang Memberikan Ilmu” (Alma Mater). 5 Ibid. 889. 7 .Ibid. yang merupakan proses dan lembaga sosialisasi tertua umat manusia. Pada jaman dahulu. 5.yang kemudian di sebut dengan “Tri Pusat Pendidikan” yang meliputi : keluarga. 6. atau waktu senggang. orang-orang Yunani biasanya mengisi waktu luang mereka dengan cara mengunjungi suatu tempat atau sesorang pandai tertentu untuk mempertanyakan dan mempelajari hal-ikhwal yang mereka rasakan memang perlu dan butuh untuk mereka ketahui. Roem Tomatimasang. scola. Mereka menyebut kegiatan ini dengan skhole. scolae atau schola (bahasa Latin) yang secara harfiah berarti: waktu luang. Itulah pula sebabnya. telah beralih sebagian dari fungsi Scola Maternal (pengasuhan ibu sampai usia tertentu {dalam term Ki Hajar Dewantara sebagai lingkungan keluarga}).5 2 3 Sekolah berarti : Bangunan atau lembaga untuk belajar dan memberi pelajaran. Secara historis etimologis. scolae atau schola. sebagai pengganti ayah dan ibu). scola.4 Sejak saat itulah. menjadi Scola In Loco Parentis (lembaga pengasuhan anak pada waktu senggang diluar rumah. Ke-5 2003). 4 Ibid. Sekolah Itu Candu (Yogyakarta: Pustaka Pelajar cet. sekolah dan masyarakat Sekolah2 sebagai kawah candradimuka dari proses penciptaan generasi penerus bangsa (setelah keluarga tentunya) ternyata belum mampu mencapai tujuan yang diharapkan. Keempatnya memiliki arti sama yakni: waktu luang yang digunakan secara khusus utuk belajar.

Disebutkan sekitar 14. karena berasal dari kata yang memiliki arti “mengisi waktu luang” inilah jangan-jangan proses pembelajaran di sekolah dilakukan apa adanya tanpa bentuk managerial yang jelas dan terciptanya out put pembelajaran yang dapat diandalkan. ada beberapa kegelisahan yang menggelayut dibenak penulis.7Namun dalam kenyataan di lapangan berbicara lain. Redaksi lengkapnya sebagai berikut : Bab XII Pendanaan Pendidikan bagian keempat tentang Pengalokasian Dana Pendidikan Pasal 49 ayat 1 “Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Pada Sektor Pendidikan dan minimal 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah” 8 Anggaran Pendidikan. 6 . Lebih Asyik Tanpa UN ”pengantar” (Yogyakarta : LkiS. Dodi Nandika. 7.V.6 juta orang atau 9.8Ironis memang. I 2007 hal.9Kontroversi tentang UN ini memang sangat mengemuka. 153/U/2003 tentang akhir nasional (UN). 25 Januari 2007. salah satunya dengan pengalokasian dana 20 % dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara.55 persen dari penduduk usia 15 tahun ke atas belum melek aksara. sedangkan untuk tahun 2007 ini anggaran pendidikan berjumlah 43. Pustaka Merah Putih Yogyakarta cet. 39.6 Berbagai usaha memang telah dilakukan pemerintah. Kompas (Jakarta). 7 UU Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen. Di negara dengan jumlah rakyat terbesar ke tiga di dunia ini (setelah Cina dan India) masih banyak penduduknya yang tidak mempunyai kamampuan di bidang baca dan tulis alias masih buta huruf. namun permasalahan ini bukan hanya persoalan tunggal yang dihadapi masyarakat di Indonesia. 18 Oktober 2006. “Perang Total Melawan Buta Aksara”.4 Triliun. 2007).Dari akar historis di atas. Berbagai kebijakan pendidikan lainnya yang juga mendapatkan perhatian luas terkait dengan kekontroversialannya adalah Surat Keputusan No. 39 Triliun) dari total 20 % anggaran yang ada. Rabu. 9 Naylul Izza Et.1 % (sebesar Rp. Kompas (Jakarta). anggaran pendidikan yang dialokasikan untuk dunia pendidikan pada tahun 2006 ternyata hanya mencapai 9. 12.All.

12. pelaksanaan. cakap. Kompas (Jakarta). sehat. tanggal 17-19 April untuk tingkat SMA dan sederajat. 9 Desember 2006. Diperkuat dengan satatemen DR. Merupakan kolom khusus yang di gunakan oleh Depdiknas untk publikasi mengenai pelaksanaan UN 2007). 27 September 2007. Permendiknas No. Pengumuman pelaksanaan yang baru dilakukan pada bulan November 2006 sangat UU Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen. baik pro maupun yang kontra. berilmu.20 tahun 2005 pasal 19. 41-42.13 Pelaksanaan UN 2007 mengalami pemajuan jadwal. 11. 18 Maret 2007.banyak pihak beranggapan bahwa dengan adanya UN ini akan semakin menjauhkan siswa dari tujuan pendidikan yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Lebih spesifiknya. Kompas (Jakarta). Jika biasanya UN dilaksanakan pada bulan Mei.12Dana ini digunakan untuk pengadaan soal. Kompas (Jakarta). 13 Biaya penyelenggaraan ujian nasional sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Advertorial. distribusi soal dan sebagainya. biaya pengawasan. berakhlak mulia. 14 Advertorial. 40-41. Pembiayaan UN diambilkan dari dana pemerintah dan pemerintah daerah. Rasiyo (Kadinas Pendidikan dan Kebudayaan Jatim pada acara perbincangan di TVRI Jatim. Alokasi dana yang dianggarkan untuk pelaksanaan UN 2007 ini tidak tanggung-tanggung. 14 Pemajuan jadwal ini mendapat berbagai respon yang beragam. dan kondisi dari peserta didik itu sendiri. kreatif. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. maka untuk tahun ini UN akan dilaksanakan pada bulan April. Sabtu. yakni mencapai 250 Miliar. Sabtu. 9 Desember 2006. standar nilai kelulusan. Minggu.10Selain itu juga dianggap memberatkan siswa dan mengebiri peran guru dalam menilai kemampuan muridnya.11Permasalahan mendasar dari pelaksanaan UN antara lain meliputi: alokasi dana yang disediakan. 12 Mendiknas Tolak Revisi PP SNP. serta tanggal 24-26 April 2007 untuk tingkat SMP atau sederajat. 11 10 .

negeri ini memiliki banyak acara yang akan dihadiri oleh banyak massa yaitu: peringatan hari buruh internasional. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran. DR. meskipun sederhana tetapi terkesan menganggap gampang persoalan. 41. 18 BSNP adalah Badan Standar Nasional Pendidikan yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005. Jika pada UN M. 9 Desember 2006. 22. untuk dapat lulus BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan)18memberikan keluwesan dengan memberikan dua alternatif standar kelulusan. Depdiknas. hari pendidikan nasional.disesalkan. Sebab pada bulan Mei. sehingga siswa tidak perlu menunggu waktu lebih lama menghadapi UN dan dengan pemajuan jadwal ini diharapkan para siswa dapat lebih konsentrasi. Dengan waktu yang jelas berkurang dengan tetapnya jumlah materi yang harus diberikan kepada siswa tentu bukan perkara mudah untuk melakukannya. seakan tidak mengetahui bagaimana sulitnya mengubah jadwal pembelajaran oleh guru. penilaian kelulusan pada UN 2007 menyangkut batas minimal nilai untuk setiap pelajaran yang diujikan. dan peristiwa Mei. Acara ini juga dihadiri oleh : Prof. Rasiyo (kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Jatim pada acara perbincangan di TVRI Jatim hari Ahad. Namun di luar itu. ”Berbagai Kelemahan Pelaksanaan Ujian Nasional 2007”. Kompas (Jakarta). karena sangat mengganggu rencana kerja tahunan para guru. Pertama. Diperkuat dengan statemen dari DR. 41. Kompas (Jakarta) 5 Februari 2007.Basuki Sugita. Dari pihak Depdiknas mengatakan bahwa pemajuan jadwal ini dilakukan dengan pertimbangan: target proses kegiatan belajar mengajar sudah usai pada bulan April. Sunarto (Kepala Badan Akreditasi Jatim) dan Drs.15Hal ini terasa sangat miris jika dibenturkan dengan pernyataan dari Depdiknas yang menggunakan pameo “Lebih Cepat Lebih Baik”. (Surabaya) 16 Februari 2007. Diperkuat dengan : Surya. 18 Maret 2007 dengan tema “Jelang UN 2007”. Bertugas: mengelola arsip permanen dari hasil ujian nasional dan hal-hal yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan ujian nasional diatur dalam prosedur operasi standar 15 . 9 Desember 2006.16Penggunaan pameo ini. 14. Heru Mulyanto (ketua Tim Pemantau Independen (TPI) UN 2007 Jatim). 17 Advertorial. 16 Advertorial Kompas (Jakarta).17 Standar kelulusan memang naik.

21 Advertorial. 41.00 pada salah satu mata pelajaran. Thailand 7.00 (nilai minimal setiap pelajaran sekolah ditentukan oleh masing-masing sekolah).00 berbagai mata pelajaran yang diujikan. Kompas (Jakarta). Singapura 8.2006 standar minimal kelulusan 4. Pemerintah Akhirnya Digugat. yaitu menyelesaikan seluruh program pembelajaran dengan memperoleh nilai minimum. Nilai pada dua mata pelajaran lainnya masing-masing minimal 6. Kompas. 3) Lulus dari satuan pendidikan. 9 Desember 2006. 2) Lulus ujian sekolah sekolah dengan rata-rata minimum 6. maka kita terkesan mabuk akan standar nilai saja tanpa melihat kesiapan dari bangsa kita untuk mencapainya. pada UN 2007 formula standar kelulusan adalah :19 1) Nilai rata-rata 5. Statemen dari Yunan Yusuf (Ketua BSNP) 20 19 . (Jakarta). Peningkatan standar nilai memang Advertorial. yakni Malaysia (nilai kelulusan 8).00.22Kalau pertimbangan ini yang dipakai. Kompas (Jakarta) 28 Juli 2006. Berbagai gugatan mengenai pelaksanaan UNpun sudah dilayangkan.26 maka.21 Berbagai perubahan yang berkenaan dengan UN bermuara pada keinginan pemerintah untuk mencapai target minimal nilai kelulusan 6 pada tahun 2008. 9 Desember 2006. 41-42. 5) Lulus Ujian Nasional (UN). tidak ada nilai di bawah 4.25 atau memiliki nilai minimal 4. 9 Desember 2006. Mega proyek ini dicanangkan dengan pertimbangan persaingan dengan negeri tetangga. 12. (Jakarta). 4) Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. 22 Advertorial. Kompas.20Mereka menganggap pelaksanaan UN semakin memberatkan siswa dan memangkas kreatifitas siswa dan guru. 41.

keragaman budaya. dan fasilitas pendidikan yang ada di masing-masing sekolah. mulai dari aksi cabut mandat yang dilakukan berbarengan dengan peringatan peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) yang di komandoi oleh Hariman Siregar dan tuntutan reshuffle kabinet yang dinilai tidak becus dalam melaksanakan roda pemerintahan yang menjadi tanggungjawabnya. mulai tampak peran “bengis” negara dalam memaksakan kehendaknya kepada rakyat sipil. Dari sini pula. Transpolitika adalah: bersilang dan bersimbiosisnya prinsip. cara. semakin remang batas antara dunia politik dengan ekonomi. Kondisi seperti inilah yang oleh Yasraf Amir Piliang disebut dengan transpolitika. dan strategi bidang-bidang lain di luarnya. Rakyat dipaksa untuk mengikuti segala kepentingan negara demi proses pelanggengan kekuasaan. Ada beberapa hal yang dapat dibaca dari Proyek pelaksanaan UN 2007 ini. dan strategi politik dengan prinsip. cara. Hal ini juga terkait dengan isu-isu yang muncul di sekitar istana negara. pemerintah terkesan terburu-buru dalam pelaksanaannya. Setiap isu yang muncul selalu ada skenario politik yang bermain.penting. Semakin hari semakin tidak jelas batas antara kepentingan pribadi dan golongan dengan kepentingan publik. politik dengan pendidikan dan sebagainya. namun yang perlu dipertimbangkan juga adalah kondisi negara kita dengan negara-negara yang dicontohkan berbeda. kenapa baru bulan November pengumuman itu diumumkan?. Dimulai dari pemunculan isu pamajuan jadwal yang dilakukan (bulan November 2006). . Mulai dari luas wilayah. Di sinilah terlihat arogansi dari Negara (state) untuk memaksakan kehendaknya kepada rakyat (Civil Society). Jika program ajaran baru dimulai pada bulan Juli.

Menurut Staf Khusus Menteri Pendidikan Nasional Bidang Komunikasi Publik. salah satu penerima voucher tersebut adalah SMUN Gegesik. merupakan salah satu bentuk bantuan terhadap sekolah.”Voucher Diknas Beraroma KKN”. Kosgoro adalah lembaga independen. budaya popular.23 Kasus Voucher pendidikan yang mengemuka pada bulan Oktober 2006 semakin menguatkan dugaan kita akan kondisi transpolitika di atas. 3 November 2006). Kasus yang membawa nama ketua DPR Agung Laksono tersebut semakin menambah runyam kondisi pendidikan kita. Landasan hukum dari penyaluran bantuan pendidikan ini didasarkan pada Yasraf. Cirebon. Dinamika Politik Di Dalam Era Virtualita (Yogyakarta : Jalasutra.24 Mengenai Keberadaan Kosgoro ini. 26 Sutta Dharmasaputra. 23 . ada klarifikasi dari Syahrul J Bungamayang (Sekjen Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro) yang mengatakan bahwa ada perbedaan antara Kosgoro pimpinan Efendi Jusuf dengan Kosgoro 1957 pimpinan Agung Laksono. Dalam kesempatan ini Agung membagi-bagikan voucher kepada beberapa sekolah yang “katanya” bernaung di bawah Kosgoro 1957 senilai Rp. Apakah sebuah SMUN bernaung di bawah ormas?. Kompas (Jakarta). Kompas (Jakarta). sehingga bukan merupakan skandal.26 Voucher pendidikan. 2005). Transpolitika. XX. (pendidikanpun termasuk didalamnya). 5.”Voucher Diknas Beraroma KKN”. Teguh Juwarno penyaluran bantuan pendidikan itu merupakan amanat undangundang yang harus dilaksanakan oleh pejabat Depdiknas. seksualitas.seperti: media. sedangkan Kosgoro 1957 (berdiri tahun 2003) adalah organisasi kemasyarakatan pendukung/bernaung di bawah partai Golkar. Piliang. A. 3 November 2006). 5. yang membuat kabur prinsip politik itu sendiri. Kasus ini berawal dari safari Ramadhan Agung Laksono. 12. 25 Voucher Pendidikan. Kompas (Jakarta) 20 Oktober 2006. 24 Sutta Dharmasaputra. 470 juta.25 Namun anehnya lagi.

Jika pemberian itu dikaitkan dengan Ormas yang dipimpinnya juga tidak masalah. SMP (Rp. presidenpun tidak lupa mengunjungi sekolah-sekolah yang berada di sekitar tempat kunjungannya. . 5. Kitapun tentunya masih ingat ketika pemilihan Presiden tahun 2004 kemarin. 55 juta) dan SMA (Rp.28Sedangkan jumlah keseluruhan anggaran untuk voucher pendidikan tahun 2006 berjumlah Rp 660 Miliar (2 % dari anggaran pendidikan). bahkan tak jarang 27 28 Depdiknas: Itu Amanat UU. Kompas (Jakarta). 3 November 2006. 12. 12. 29 DPR Malah Berperan Menjadi Tukang Pos. jika memang sesuai dengan prosedur yang ada.55 juta). Voucher Pendidikan.pasal 49 ayat (3) UU Sisdiknas yang berbunyi “Dana pendidikan dari pemerintah dan pemerintah daerah untuk satuan pendidikan diberikan dalam bentuk hibah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku”.27 Voucher ini terbagi menjadi tiga jenis. Kompas (Jakarta). Kompas (Jakarta). Tetapi alangkah baiknya jika yang memberikan voucher tersebut bukan diri Agung Laksono. karena kapanpun dan dimanapun jabatannya sebagai ketua partai politik dan ketua DPR tetap disandangnya.29 Permasalahan mendasar dari voucher tersebut bukanlah pada besaran angka. janji tinggallah janji dan bukti tinggallah sebuah mimpi. yaitu untuk SD (Rp. 20 Juta). sekolah mana yang mendapatkan dan bagaimana mekanismenya. Politisasi dunia pendidikan semakin tak terelakkkan. 10 November 2006. Namun ironisnya. Tetapi bermuara pada keberadaan Agung Laksono sebagai salah satu ketua partai politik dan ketua DPR. Betapa isu pendidikan menjadi sebuah hot issue yang selalu diusung oleh masing-masing calon. 27 Oktober 2006. Dalam setiap kunjungan kerjanya.

Memajukan kesejahteraan umum. Berbagai persoalan di bidang pendidikan yang diutarakan di atas perlu segera mendapatkan solusi terbaik. Tugas negara. penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang ujian nasional 2007 dengan judul: Ujian Nasional 2007. antara Kuasa 30 Tugas negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut: Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Hal-hal seperti inilah yang semakin menguatkan dugaan bahwa presiden dan para pejabat publik lainnya menggunakan pendidikan sebagai lahan mencari simpati rakyat. Jika kondisi pendidikan kita sudah dijadikan ajang perekrutan massa (politisasi). Negara sebagai pihak yang berwenang mengatur segala persoalan bangsa harus segera menghadirkan kepastian bagi warga negaranya. sebagaimana dituangkan dalam pembukaan UUD 194530 harus direalisasikan. Mencerdaskan kehidupan bangsa.presidenpun sempat masuk kelas dan mengajar para siswa. Begitupun juga dengan UN 2007. jika tujuan awalnya digunakan sebagai bentuk evaluasi dari proses pembelajaran. maka tujuan pendidikan nasional yang diamanahkan dalam undangundangpun akan semakin menjauh dari kenyataan. . Maka tak salah jika muncul anggapan bahwa para pejabat hanya suka tebar pesona. Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. maka apakah UN bisa mewakili seluruh proses yang telah dilakukan oleh anak didik? Dan apakah hasil dari UN ini dapat dipakai sebagai wahana peningkatan mutu pendidikan di negara kita? Dari pemaparan di atas. perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan Ujian Nasional 2007 beserta pro dan kontranya 2.Negara dan Peningkatan Mutu Pendidikan yang lebih memfokuskan pada mekanisme pelaksanaan dari ujian nasional 2007. dapat ditarik rumusan permasalahan sebagai berikut: Bagaimana mekanisme pelaksanaan ujian nasional 2007? Bagaimana peran negara dalam dunia pendidikan khususnya dalam ujian nasional 2007 sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia ? TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. penulisan skripsi ini merupakan bagian dari kewajiban penulis sebagai persyaratan penyelesaian jenjang . Selain itu. Hasil dari penulisan ini diharapkan berguna bagi penambah wawasan di bidang pendidikan dan diharapkan pula dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pembuatan formulasi evaluasi yang benar-benar sesuai dengan realitas bangsa Indonesia. Untuk mengetahui peran negara dalam dunia pendidikan khususnya dalam ujian nasional 2007 sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia? Sedangkan Kegunaan dari pembuatan skripsi ini merupakan bagian dari limpahan respon terhadap permasalahan yang diangkat. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang di atas.

31 2) Kuasa memiliki beberapa arti. 604. maka perlu kiranya adanya penjelasan mengenai istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini. 33 Tim Penyusun Kamus Pusat bahasa. Mampu.33Dan kelompok sosial yang menduduki wilayah tertentu yang diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif. kuat dan Pengaruh yang ada pada seseorang karena jabatannya. sanggup. Balai Pustaka. Adapun istilah-istilah yang banyak digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Ujian nasional adalah: kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik secara nasional untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Orang yang diberi kewenangan untuk mengurus.34 Permendiknas No. 528. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta. Kewenangan atas sesuatu atau untuk menentukan (memerintah. 32 31 . kesanggupan. cet.1 Poerwodarminto. mewakili mengurus) sesuatu. 20 Tahun 2005 Pasal. yakni sebagai berikut: Kemampuan. DEFINISI OPERASIONAL Untuk menghindari pembahasan yang bias terkait dengan penelitian ini. kekuatan.pendidikan S1 di Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Sunan Ampel Surabaya. berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya.II 2002). 34 Ibid. 604.32 3) Negara adalah: organisasi disuatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. mempunyai kesatuan politik.

7. maka metode menyangkut masalah cara kerja. derajat. 505. 8. Guru dan Dosen (Pasal 1). Jenis Data.37 METODE PENELITIAN Metode. Pius A Partanto dan M. berasal dari bahasa Yunani “Methodos” yang berarti cara atau jalan. yaitu cara kerja untuk dapat memahami obyek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Sehubungan dengan upaya ilmiah. (nilai logam mulia). 36 35 . manikam. karat.39Dalam bagian ini akan dijelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan metodologi penelitian yang meliputi: Jenis Penelitian. pengendalian diri. 39 Ibid. mutiara. Pendekatan penelitian. 37 Ibid. bangsa dan negara. taraf atau derajat. Dahlan Al Barry. tingkat. UU Sisdiknas. 1994). 665-666. 1977).35Atau Kualitas. masyarakat. kepribadian. Metode-Metode Penelitian Masyarakat (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. akhlak mulia. Jenis Penelitian Ibid. kwalitas.36 5) Pendidikan adalah: usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. manik. serta keterampilan yang diperlukan dirinya.38Sedangkan metodika adalah: kumpulan metode-metode yang merupakan jalan-jalan atau cara-cara yang nantinya akan ditempuh guna lebih mendalami obyek studi. Kamus Ilmiah Populer (Surabaya : Arkola. membungkam/diam (karena sedih). dan Teknik Pembahasan. baik buruk sesuatu. kecerdasan.4) Mutu memiliki arti sebagai berikut: Karat. emas kertas. 38 Koentjoroningrat. kadar emas. Sumber Data. 7.

145. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: Bumi Aksara.1996). 3. 40 . 1. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung : Remaja Rosdakarya. penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya.44 Nasution.42Pedekatan kualitatif menurut Bogdan dan Taylor diartikan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Metode Resourch (Jakarta: Bumi Aksara.43 Sedangkan Kirk dan Miller berpendapat.1998). 43 Ibid. Dalam hal itu. digunakan paradigma dan pendekatan kualitatif. Panduan Penulisan Skripsi (Surabaya: IAIN Sunan Ampel Surabaya.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Resourch) yaitu: penelitian yang menggunakan data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam materi yang terdapat dalam kepustakaan. 42 Lexy J. Lihat juga Mardialis.41 Pendekatan Penelitian Dalam penelitian skripsi ini. Moeloeng. pemecahan masalah didasarkan pada kerangka teori baru tersebut. bahan kepustakaan digunakan sebagai sumber ide dasar untuk melakukan deduksi dan merumuskan pendapat baru dari pengetahuan yang ada. Akhirnya. 41 Panitia Penyusunan Panduan Penulisan Skripsi.1996). 1995). 44 Ibid.40Skripsi hasil kajian pustaka ditulis untuk memecahkan suatu masalah yang didasarkan pada hasil telaah kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan dengan tema kajian. 15. 25. 3.

45 45 Noeng Muhadjir. Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Reka Sarasin. 29. 1996). . bukan dalam bentuk angka.Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah dalam bentuk kata verbal.

teknik reflektif. Diantaranya: teknik induksi. Induksi merupakan cara berpikir yang berangkat dari faktafakta yang lebih khusus. 1991). 1997). jurnal. Teknik Pembahasan Untuk memudahkan terbentuknya mind thought dalam proses penelitian dari skripsi ini. digunakan beberapa sumber data sebagai bahan penggodokan dari materi yang diangkat. 47 . peristiwa-peristiwa yang kongkrit kemudian diambil generalisasi-generalisasi yang bersifat umum. 47. teknik historis dan teknik komparatif. 102.Sumber Data Sumber data dalam penelitian adalah: subyek dari mana data dapat diperoleh.47 46 Suharsimi Arikunto. teknik deduksi. dan internet. Raja Grafindo Persada. Dengan rincian pengertian sebagai berikut: 1) Teknik Induksi adalah: Pendekatan induksi berusaha untuk mengambil kesimpulan mengenai semua anggota kelas. Sumber data yang digunakan meliputi sumber data primer dan sumber data sekunder. dikemukakan beberapa teknik pembahasan yang digunakan dalam penulisan skripsi ini. setelah menyelidiki sebagian saja atau mengenai anggota kelas tertentu yang belum diselidiki. Kuasa Negara dan Peningkatan Mutu Pendidikan. maka diperlukan berbagai teknik pembahasan. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta. Dalam hal ini. Sudarto. majalah. Sumber data sekunder adalah: keterangan-keterangan yang pertama kali dicatat langsung oleh para penulis diberbagai media. seperti surat kabar. Sumber data primer adalah: keterangan-keterangan yang pertama kali dicatat langsung oleh para penulis diberbagai buku atau pustaka yang membahas mengenai ujian nasional. Metodologi Penelitian Filsafat (Jakarta: PT.46 Dalam skripsi ini.

1998). Rake Sarasin. 49 Noeng Muhadjir.50 5) Teknik Komparatif adalah: memperbandingkan kategori-kategori serta serta ciricirinya untuk merumuskan teorinya (konsepnya). metodologi penelitian. Metode Penelitian (Jakarta : Gholia Indonesia. Nazir. 206. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta.2) Teknik Deduksi adalah: Cara berfikir yang berangkat dari pengetahuan yang bersifat umum dan bertitik tolak dari Pengetahuan umum itu untuk menilai kejadian khusus. 4) Teknik Historis adalah: menguraikan sejarah munculnya suatu hal yang menjadi obyek penelitian atau peneliti dalam perspektif waktu terjadinya fenomena-fenomena yang diselidiki. rumusan masalah. agar sistematis dan kronologis. maka disajikan sistematika pembahasannya sebagai berikut: BAB I: merupakan bagian pendahuluan dari skripsi ini yang berisikan tentang: latar belakang. 51 Noeng Muhadjir. 66. mungkin modifikasi. definisi operasional. serta sistematika pembahasan.51 SISTEMETIKA PEMBAHASAN Dalam pembahasan penulisan skripsi ini.55. Suharsimi Arikunto. tujuan dan kegunaan penelitian. Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta. Metodologi Penelitian Kualitatif. mungkin pula mengganti dengan yang baru. 66-67.49Teknik ini dapat dilakukan dengan merefleksikan segala hal yang berhubungan dengan permasalahan penelitian di atas. 1991) . 1996). 48 . 50 Moh. dilanjutkan dengan mengembangkan teori (konsep).48 3) Teknik Reflektif adalah: teknik berpikir yang prosesnya mondar-mandir antara yang empirik dan yang abstrak.

fungsi. meliputi: Sekilas tentang kekuasaan dan negara. BAB III: dalam bab ini akan dibahas mengenai bagaimana peran negara dalam ujian nasional 2007. Mekanisme ujian nasional 2007. antara kuasa negara dan peningkatan mutu pendidikan. pada bab ini juga akan dibahas mengenai peningkatan mutu pendidikan dan apakah hasil dari UN dapat dijadikan sebagai patokan tingkat mutu pendidikan suatu negara. BAB V: merupakan bab penutup dan kesimpulan serta dari rentetan pembahasan skripsi yang dibuat. BAB IV: membahas mengenai analisa secara keseluruhan dari ujian nasional 2007. 20 tahun 2003 mengenai arti pendidikan dan tujuan pendidikan yang tentunya berbasis kepada kondisi riil bangsa Indonesia. Selain itu. negara dan pendidikan dan negara dan ujian nasional 2007. teknik pelanggengan kekuasaan oleh negara (untuk menelusuri hal ini penulis menspesifikasikan bidang kajian pada pemikiran Antonio Gramsci mengenai Hegemoni dan Louis Althusser mengenai Ideological State Apparatus/ISA dan Repressive State Apparatus/RSA). Dari sinilah diharapkan dapat diketemukan formulasi yang tepat sebagai alat ukur keberhasilan pendidikan di negeri ini. . tujuan.BAB II: merupakan bab yang membahas mengenai ujian nasional 2007 yang mencakup: evaluasi (pengertian. Hal ini dikembalikan lagi kepada UU Sisdiknas No. serta Pro dan kontra mengenai ujian nasional 2007. dan prinsip evaluasi).

Guru dan Dosen (Pasal 1)) 52 . bangsa dan Negara (UU Sisdiknas. Ujian Nasional. Di tengah-tengah proses pembelajaran (Midle Test) dan diakhir proses pembelajaran (Post Test). ada konsekwensi logis yang selalu menyertainya. In put dapat diartikan sebagai dari manakah siswa atau anak didik berasal (keluarga. kecerdasan. kepribadian. Dari masing-masing tahapan di atas. utamanya dilakukan dalam sekolah. yakni: in put. Proses adalah pelaksanaan dari pada pendidikan itu sendiri. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) No. Setelah diadakannya evaluasi ini.52kita selalu saja akan dihadapkan pada tiga proses utama. Sebagai bahan pertimbangan atau ukuran keberhasilan proses pembelajaran digunakanlah evaluasi. pengendalian diri. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Evaluasi dapat dilaksanakan diawal pertemuan (Pre Test). masyarakat. lingkungan dan masyarakat). akhlak mulia. merupakan bagian dari proses evaluasi. relasi antar individu dan sebagainya juga berpengaruh terhadap metode yang digunakan dalam penyampaian materi dari pendidik/guru (dalam proses pembelajaran).BAB II MEKANISME PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL 2007 Dalam membicarakan masalah pendidikan. capaian dari peserta didik dalam menguasai materi dan keberhasilan pendidik dalam menyampaikan materi dapat diketahui. proses dan out put. Misalnya asal usul dari peserta didik akan berpengaruh terhadap pribadi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. sedangkan out put adalah keluaran atau hasil dari proses pembelajaran atau dapat pula dikatakan sebagai lulusan. untuk selanjutnya diadakan perbaikan sebagai langkah umtuk meningkatkan keberhasilan. 20 tahun 2003 disebutkan: Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk Adalah: usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan.

1996). Sebelum membahas mengenai Ujian Nasional. 1. dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatifalternatif keputusan (Mehren dan Lehmann).XXIII. 54 Anas Sudijono. 3 53 . (Bandung : PT Remaja RosdaKarya. cet. 2002). Kamus bahasa Inggris-Indonesia. alangkah baiknya kita bahas terlebih dahulu mengenai evaluasi itu sendiri. Teknik Evaluasi Pendidikan (Jakarta : PT Rajagrafindo.54Dengan demikian. M. Dan John M. jalur. 1. 1 56 Ngalim Purwanto. 1996). evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai: penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. 220.cet. cet. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan. 55 Ibid.53Dalam bahasa arab. evaluasi adalah suatu proses merencanakan. berarti penilaian. Echols dan Hasan Shadily. A.III. secara harfiah. 1996). Evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran. Chabib Thoha.56Sesuai dengan pengertian tersebut maka setiap kegiatan evaluasi atau penilaian merupakann suatu proses yang sengaja direncanakan untuk memperoleh informasi atau data. berasal dari kata At Taqdir. jenjang dan jenis pendidikan (Pasal 59 ayat 1:). Pengertian Evaluasi Pendidikan Secara etimologis.akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan (Pasal 57 ayat 1:) dan Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. MP. dengan akar kata Al Qimah berarti nilai.I.55 Dalam arti luas. memperoleh. (Jakarta : PT Gramedia. satuan. EVALUASI 1. Pengantar Evaluasi Pendidikan (Jakarta : RajaGrafindo Persada. berdasarkan data tersebut kemudian dicoba membuat suatu keputusan.

61 57 58 M. 2 59 Ibid. Sedangkan pengertian tes lebih ditekankan pada penggunaan alat pengukuran. Chabib Thoha.58 Measurement. Pendapat dan keputusan tentu saja dipengaruhi oleh kesan pribadi dan sistem nilai yang ada pada si pembuat keputusan. . ada beberapa kata yang serupa dengannya. Teknik Evaluasi Pendidikan. yang mendasarkan harus bagaimana testee menjawab pertanyaan-pertanyaaan atau melakukan perintah-perintah itu penyelidik mengambil kesimpulan dengan cara membandingkannya dengan standar atau testee yang lain”. diartikan sebagai proses untuk menentukan luas atau kuantitas sesuatu.. atau usaha untuk mengetahui keadaan sesuatu seperti adanya yang dapat dikuantitaskan.Kegiatan evaluasi memerlukan penggunaan informasi yang diperoleh melalui pengukuran maupun dengan cara lain untuk menentukan pendapat dan membuat keputusan-keputusan pendidikan. Kata-kata tersebut adalah measurement atau pengukuran. Dalam penilaian pendidikan. 2.60 Sumadi Suryabrata mendefinisikan tes sebagai: “Pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dan atau perintah-perintah yang harus dijalankan. 2. hal ini dapat diperoleh melalui jalan tes atau cara lain.57 Selain kata evaluasi. 1 Ibid. 61 Ibid. 60 Ibid. assesment atau penaksiran dan tes.59 Hasil suatu pengukuran belum memiliki arti jika belum ditafsirkan dengan jalan membandingkan hasil pengukuran dengan atandar atau patokan yang telah ditentukan sebelumnya. Namun sebenarnya ketiga kata tersebut terdapat perbedaan. patokan itu dapat berupa batas minimal kompetensi materi pelajaran yang harus dikuasai atau rata-rata nilai yang diperoleh oleh kelompok.2.

62 63 Ibid. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan. melainkan merupakan kegiatan yang dilakukan pada permulaan. yaitu:65 1.63 Dengan kata-kata yang berbeda. 64 Ibid. Ini berarti bahwa evaluasi (dalam pengajaran) merupakan kegiatan yang terencana dan dilakukan secara berkesinambungan. sedikitnya adalah tiga aspek yang perlu diperhatikan untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan evaluasi. dan pada akhir program setelah program itu dianggap selesai. khususnya evaluasi pengajaran. 65 Ibid. tetapi mengandung pengertian yang sama. a systematic process of determining the extent to which instructional objectives are achieved by pupils”. melainkan sekedar mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran. . selama program berlangsung.62 Dalam hubungannya dengan proses pengajaran. Ngalim Purwanto. 3. 3-4. Wrightstone dan kawan-kawan (1956) mengemukakan rumusan evaluasi pendidikan sebagai berikut: “Educational evaluation is the estimation of the growth and progress of pupils toward objectives or values in the curiculum”(evaluasi pendidikan adalah penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa ke arah tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan di dalam kurikulum).Untuk pengertian assesment.64 Dari rumusan tersebut di atas. 3. Evaluasi bukan hanya merupakan kegiatan akhir atau penutup dari suatu program tertentu. tidak sampai ke taraf evaluasi. Kegiatan evaluasi merupakan proses yang sistematis. Norman E. (evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauhmana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa).. Gronlund (1976) merumuskan pengertian evaluasi sebagai berikut: “Evaluation …. 3.

ketepatan keputusan hasil evaluasi sangat bergantung kepada kesahihan dan obyektifitas data yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Perlu dikemukakan disini bahwa. Setiap kegiatan evaluasi. Di dalam kegiatan evaluasi. Dalam kegiatan pengajaran. nilai ujian akhir catur wulan. -khususnya evaluasi pengajaran. 2. data yang dimaksud mungkin berupa perilaku atau penampilan siswa selama mengikuti pelajaran. hasil ulangan atau tugas-tugas pekerjaan rumah. dan sebagainya. nilai akhir semester. tidak mungkin menilai sejauh mana pencapaian hasil belajar siswa. Tanpa menentukan atau merumuskan tujuan-tujuan terlebih dahulu.Yang dimaksud dengan program disini adalah program satuan pelajaran yang akan dilaksanakan dalam satu pertemuan atau lebih. Adapun tujuan pengajaran merupakan kriteria pokok dalam penilaian. Berdasarkan data itulah selanjutnya diambil suatu keputusan sesuai dengan maksud dan tujuan evaluasi yang sedang dilaksanakan. diperlukan berbagai informasi atau data yang menyangkut obyek yang sedang dievaluasi.tidak dapat dilepaskan dari tujuan-tujuan pengajaran yang hendak dicapai. empat tahun ajaran atau enam tahun ajaran dan sebagainya. nilai midsemester. . Hal ini adalah karena setiap kegiatan penilaian memerlukan suatu kriteria tertentu sebagai acuan dalam menentukan batas ketercapaian obyek yang dinilai. 3. dan juga program pendidikan yang dirancang untuk satu tahun ajaran. program caturwulan ataupun program semester.

yaitu:68 a) 1) Intructional.. cet. Julian C.2. 68 Ibid. 2005). 6. Stanley dan Kenneth mengklasifikasikan tujuan evaluasi dalam pendidikan dalam tiga fungsi yang saling terkait satu dengan yang lainnya. . tujuan evaluasi dalam intruksional adalah melihat: The proccess of constructing a test simulated teachers to clarify and refine meningful course objectives (proses pembentukan sebuah tes yang disimulasikan guru untuk mengklarifikasi dan menemukan kembali makna dari obyek pembelajaran ). Chabib Thoha. Tujuan Evaluasi Pendidikan Tujuan utama melakukan evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan intruksional oleh siswa. (Jakarta: PT. dan 2. yaitu:67 1. Untuk mengetahui tingkat efisien metode-metode pendidikan yang dipergunakan pendidikan selama jangka waktu tertentu tadi.66 Muchtar Buchori mengemukakan bahwa tujuan khusus evaluasi pendidikan ada dua. sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya. Evaluasi Pendidikan. 11. M. Rineka Cipta. Tujuan evaluasi secara umum dapat dikaitkan dengan fungsi evaluasi dalam pendidikan.III. 7. Untuk mengetahui kemajuan belajar peserta didik setelah menyadari pendidikan selama jangka waktu tertentu. Teknik Evaluasi Pendidikan. Feedback from tests helps the teacher provide more appropriate instructional guidance for individual students as well as for the class as a 66 67 Daryanto. 2) Test profide a means of feedback to the teacher.

students pursue mastery of objectives more deligently if they expect to be evaluated (pembentukan tes yang tepat dapat memotivasi belajar. Umpan balik ini membantu guru dalam menyediakan bimbingan instruksi yang tepat bagi siswa secara individual dan untuk siswa seluruh kelas pada umumnya ). . 4) Examinations are useful means of overlearning (Ujian berguna sebagai makna yang lebih dari pembelajaran). b) Administrative. siswa mengejar penguasaan obyek secara lebih cerdas jika mereka ahli dalam hal evaluasi). tujuan evaluasi dalam masalah administrasi pendidikan adalah sebagai berikut: 1) Tests provide a mechanism for “quality control” for school or school system national or local norms can provide a basis for assessing certain curricular strengths and weaknesses (tes memberikan sebuah mekanisme untuk mengkontrol kualitas sekolah atau sistem pendidikan nasional atau lokal yang dapat menyediakan sebuah dasar untuk penaksiran yang pasti dari kelebihan dan kekurangan sebuah kurikulum ).whole (tes memberikan sebuah makna umpan balik kepada guru. Seperti pada umumnya. 3) Properly constructed tests can motivate learning. As a general rule. 2) Tests are useful for program evaluation and research (tes berguna sebagai program evaluasi dan penelitian ).

Klasifikasi berdasarkan fungsinya. b) Didaktik/Intruksional. tujuan evaluasi memotivasi belajar kepada peserta didik. memberikan pertimbangan dalam menentukan bahan . an personalities often an important aspect of the counselling process (tes dapat berupa penilaian pada diagnosis bakat khusus kemampuan seorang individu. a) Psikologik. Obtaining measures of scholastic aptitude. “Test can be of value in diagnosing an individual’s special aptitudes an abilities. seorang individu yang merupakann aspek penting dari proses konseling . pendekatan. Menghasilkan ukuran dari bakat sekolah. yaitu: 1. interest. 5) Test can be useful means of accreditation mastery Or certification (tes dapat dimaksudkan sebagai akreditasi atau sertifikasi). kepentingan. evaluasi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan. tujuan evaluasi pendidikan dapat dikelompokkan dalam tiga klasifikasi. tujuan evaluasi dalam melakukan bimbingan kepada peserta didik dijelaskan. 4) Test can increase the quality of selection decisions (tes dapat meningkatkan kualitas dari pemilihan keputusan). evaluasi dapat dipakai sebagai kerangka acuan kemana dia harus bergerak menuju tujuan pendidikan.3) Tests enable better decisions in clasification and placement (tes memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik pada klasifikasi dan penempatan). c) Guidance. achievement.)” Menurut Sumadi Suryabrata.

Klasifikasi berdasarkan keputusan pendidikan. b) Keputusan institusional. dan keputusan-keputusan penelitian. 2. 3. . bertujuan untuk pengisisan buku rapor.pengajaran dan metode mengajar serta dalam rangka mengadakan bimbingan-bimbingan secara khusus kepada peserta didik. c) Administrratif/Managerial. c) Keputusan didaktik instruksional. Klasifikasi Formatif dan Sumatif a) Evaluasi formatif diperlukan untuk mendapatkan umpan balik guna menyempurnakan perbaikan proses belajar mengajar. pengisian STTB. dan tentang ketentuan kenaikan siswa. menentukan indeks prestasi. dan b) Evaluasi sumatif berfungsi untuk mengukur keberhasilan seluruh program pendidikan yang dilaksanakan pada akhir pelaksanaan proses belajar mengajar (akhir semester/tahun). tujuan evaluasi dapat digunakan untuk mengambil: a) Keputusan individual.

2. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan. fungsi evaluasi dalam pendidikan dan pengajaran dapat dikelompokkan menjadi empat fungsi. Pengajaran sebagai suatu sistem terdiri atas beberapa komponen yang saling berkaitan satu sama lain. materi atau bahan pengajaran. yang berarti pula untuk menentukan kenaikan kelas atau lulus-tidaknya seorang siswa dari suatu lembaga pendidikan tertentu (fungsi sumatif). Untuk keperluan Bimbingan dan Konseling (BK). yaitu:69 1. dan prosedur serta alat evaluasi. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pengajaran. 4. Fungsi ini berguna bagi guru dan atau supervisor untuk mengadakan perbaikan program beserta pelaksanaannya pada masa yang akan datang atau pada pertemuan berikutnya. Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan siswa setelah mengalami atau melakukan kegiatan belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu. alat dan sumber belajar. Komponen-komponen dimaksud antara lain adalah tujuan. Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan. Hasil evaluasi yang diperoleh itu selanjutnya dapat digunakan untuk memperbaiki cara belajar siswa (fungsi Formatif) dan atau untuk mengisi rapor atau Surat Tanda Tamat Belajar. metode dan kegiatan belajar mengajar. 69 Ngalim Purwanto. 5-7 . 3.3. Fungsi Evaluasi Pendidikan Secara lebih rinci. Hasil-hasil evaluasi yang telah dilaksanakan oleh guru terhadap siswanya dapat dijadikan sumber informasi atau data bagi pelayanan BK oleh para konselor sekolah atau guru pembimbing lainnya.

Dengan diketahuinya sebab-sebab kelemahan ini. 14-16 . akan lebih mudah dicari untuk mengatasi. 2. b) Evaluasi berfungsi Diagnostik Apabila alat yang digunakan dalam evaluasi cukup memenuhi persyaratan. Untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu. Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa. sebenarnya guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahannya.Secara lebih spesifik. Seleksi itu sendiri mempunyai berbagai tujuan. Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya. Di samping itu diketahui pula sebab musabab kelemahan itu. 4. Setelah diketahui bakat dan minatnya. guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi terhadap siswanya. Evaluasi Pendidikan . anak tersebut akan ditempatkan bersama siswa-siswa yang memiliki bakat dan minat bersama (spesifikasi) d) Evaluasi berfungsi sebagai pengukuran keberhasilan. 3. maka dengan melihat hasilnya. guru akan mengetahui kelemahan siswa. antara lain: 1. evaluasi berfungsi sebagai berikut:70 a) Evaluasi berfungsi Selektif Dengan cara mengadakan evaluasi. Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah dan sebagainya. 70 Daryanto. Jadi dengan mengadakan evaluasi. c) Evaluasi berfungsi sebagai Penempatan Evaluasi dalam hal ini digunakan sebagai langkah untuk mengetahui bakat dan minat sesorang.

. berfungsi sebagai: a) Mengetahui kemampuan dan hasil belajar b) Memperbaiki cara belajar. Dasar-Dasar Evaluasi. orang tua serta masyarakat dan pengguna jasa pendidikan. Chabib Thoha. kurikulum. bila dilihat dari pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran yakni guru. Teknik Evaluasi Pendidikan. metode mengajar.Fungsi ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana tingkat keberhasilan suatu program. 10-11 . sarana dan sistem kurikulum. maka fungsinya juga berbedabeda. Keberhasilan suatu program (pendidikan) ditentukan oleh beberapa faktor yaitu: guru. Fungsi pendidikan bagi orang tua antara lain: a) Mengukur mutu hasil pendidikan b) Mengetahui kemajuan dan kemunduran sekolah 71 72 Suharsimi Arikunto. Secara spesifiknya akan disajikan berikut ini:72 1. 11 M. peserta didik. Fungsi pendidikan bagi guru diantaranya untuk: a) Mengetahui kemajuan belajar peserta didik b) Mengetahui kedudukan masing-masing individu peserta didik dalam kelompoknya c) Mengetahui kelemahan-kelemahan dalam cara belajar mengajar d) Memperbaiki proses pembelajaran e) Menentukan kelulusan peserta didik 2. 1995). Fungsi pendidikan bagi peserta didik.71 Selain fungsi-fungsi di atas. dan c) Menumbuhkan motivasi dalam belajar 3. (Jakarta : Bumi Aksara.

Daryanto. 73 74 Pius A Partanto dan M. evaluasi harus ada keterpaduan antara tujuan intruksional. dapat diartikan sebagai asas. materi dan metode yang digunakan. Prinsip Evaluasi Pendidikan Prinsip. fundamen. 625.c) Membuat keputusan kepada anak didik. Fungsi pendidikan bagi orang tua antara lain: a) Mengatahui hasil belajar anaknya b) Meningkatkan pengawasan dan bimbingan serta bantuan kepada anaknya dalam usaha belajar c) Mengarahkan pemilihan jurusan atau jenis sekolah pendidikan lanjutan bagi anaknya 5.73 Dalam proses pelaksanaan evaluasi prinsip-prinsip yang harus diperhatikan antara lain:74 1. . Kamus Ilmiah Populer. permulaan. 19-20. penting. Evaluasi Pendidikan. Oleh karena itu. Keterpaduan Evaluasi merupakan bagian integral dari proses pembelajaran. dan d) Mengadakan perbaikan kurikulum 4. (Surabaya : Arkola: 1994). pokok. Dahlan Al Barry. Fungsi pendidikan bagi masyarakat dan pemakai jasa pendidikan a) Mengetahui kemajuan sekolah b) Ikut mengadakan kritik dan saran perbaikan bagi kurikulum pendidikan pada sekolah c) Lebih meningkatkan partisipasi masyarakat dalam usahanya membantu lembaga pendidikan 4. aturan pokok.

345). Dahlan Al Barry. evaluasi merupakan kebutuhan sebagai bahan untuk tindakan belajar selanjutnya. Begitupun dalam proses evaluasi. Tidak dibenarkan menyusun alat evaluasi hasil belajar atau evaluasi pencapaian belajar yang mengukur bahan yang belum disajikan dalam proses pembelajaran demikian pula tidak diterima apabila alat evaluasi berisi butir yang tidak berkaitan dengan bidang kemampuan yang hendak diukur. 5. evaluasi juga perlu diterapkan sebagai upaya perbaikan sikap dan tingkah laku ditinjau dari segi pedagogis. Koherensi75 Dengan prinsip koherensi dimaksudkan evaluasi harus berkaitan dengan materi pembelajaran yang sudah disajikan dan sesuai dengan ranah kemampuan yang hendak diukur. Evaluasi dan hasilnya hendaknya dapat dipakai sebagai motivasi untuk siswa dalam kegiatan belajarnya. 75 . bersangkut paut (Pius A Partanto dan M. Bagi siswa. berhubungan. Pedagogis Di samping sebagai alat penilai hasil atau pencapaian belajar. Keterlibatan Siswa Siswa sebagai subjek pembelajaran harus diakui keberadaannya. Akuntabilitas Sejauhmana keberhasilan program pembelajaran perlu disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan pendidikan sebagai laporan pertanggungjawaban (accountability).2. 3. 4. Berarti: bersifat harmonis/konsisten/melekat.

yaitu antara: a) Tujuan pembelajaran b) Kegiatan pembelajaran c) Evaluasi Ketiga komponen tersebut harus saling berhubungan untuk mencapai hasil pendidikan yang diharapkan. Anas Sudijono berpendapat prinsip dasar evaluasi hasil belajar meliputi:77 1) Prinsip keseluruhan (Komprehensif). 31-33. Dalam hubungan ini. evaluasi hasil belajar harus dapat mencakup berbagai aspek yang dapat menggambarkan perkembangan atau perubahan tingkah laku yang terjadi pada peserta didik sebagai makhluk hidup bukan benda mati. evaluasi hasil belajar di samping dapat mengungkapkan aspek proses berpikir (cognitive domain) juga dapat mengungkap aspek kejiwaan lainnya. evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik apabila evaluasi tersebut dilaksanakan secara bulat. maksudnya. IV. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi yang dapat menggambarkan mengenai kemajuan atau perkembangan peserta Suharsimi Arikunto. Dengan kata lain. Revisi.yaitu aspek nilai atau sikap (affektive domain) dan keterampilan (psychomotor domain) yang melekat pada masing-masing individu peserta didik. Ed. 2003 ). evaluasi hasil belajar yang dilakukan secara teratur dan sambung menyambung dari waktu ke waktu. cet. 24. 76 . Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta : Bumi Aksara. yaitu prinsip Trianggulasi-atau hubungan erat tiga komponen-. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan. utuh atau menyeluruh. 77 Ngalim Purwanto.76 ada satu prinsip umum yang harus ada dalam evaluasi. 2) Prinsip kesinambungan (Istimror/kontinuitas).Menurut Suharsimi Arikunto.

Gedung Gema IAIN Sunan Ampel Surabaya. bahwa evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik jika terlepas dari faktor-faktor yang sifatnya subyektif. Sehubungan dengan itu.Pelajaran 1985/1986 1987/1988 Mulai Thn Pelajaran Keterangan Ujian Negara Ujian Sekolah EBTANAS disertai NEM. Untuk lebih lengkapnya.78 BEBERAPA PERUBAHAN EVALUASI BELAJAR No 1 2 3 4 5 78 Tahun Ajaran 1971 dan sebelumnya 1972 sd 1984 Mulai Thn. serang evaluator harus senantiasa berpikir dan bertindak wajar. MEKANISME UJIAN NASIONAL 2007 Ujian Nasional 2007 ini merupakan kelanjutan dari proses evaluasi yang dilakukan pemerintah untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses pembelajaran. berikut disajikan tabel pelaksanaan evaluasi dari tahun sebelum 1971 sampai tahun 2007. Dalam sejarah pelaksanaan evaluasi di Indonesia. Salamun. 3) Prinsip obyektifitas. dalam melaksanakan evaluasi hasil belajar.menurut keadaan yang senyatanya. 10 Mei 2007. B.Perhitungan kelulusan Makalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur disampaikan dalam seminar nasional dengan tema ”UN Pendongkrak atau Perusak Kualitas Pendidikan” oleh DR. tidak dicampuri oleh kpentingan-kepentingan yang bersifat subyektif. .didik. telah digunakan berbagai macam bentuk evaluasi. Selain itu juga berguna untuk dapat memperoleh kepastian dan kemantapan dalam menentukan langkah-langkah atau merumuskan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang perlu diambil di masa selanjutnya. bentuk soal objektif untuk 6 mata pelajaran EBTANAS bentuk soal objektif dan Essay EBTANAS.

NA=P+Q+(nR) / 2+n EBTANAS. Tahun 2005. sedangkan rata-rata nilai mata pelajaran harus lebih dari atau sama dengan 6. nilai raport cawu I & II berupa nilai P&Q ditiadakan. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah . Tahun 2004. Penentuan kelulusan memperhatikan aspek akademis dan non akademis baik dari Ujian Sekolah. 2.Istilah kelulusan diganti dgn ketamatan. standar kelulusan lebih dari 4.1988/1989 6 1996/1997 7 8 1997/1998 1999/2000 9 2001/2002 10 2002/2003 . berupa nilai P dan Q. mempertimbangkan nilai Raport semester 1&2. EBTANAS SMP/SMA/SMK tetap dilaksanakan dengan standar kelulusan tidak boleh terdapat nilai mata pelajaran kurang dari sama dengan 3. Ujian Nasional hanya 3 Mata Pelajaran Tahun 2003.Sekarang dgn. mempertimbangkan nilai Raport Cawu I & II berupa nilai P dan Q EBTANAS. bentuk soal kembali ke objektif EBTANAS.50. dan sikap perilaku siswa.25. pertimbangan ketamatan :Nilai akademis dan Non akademis EBTANAS SD dihapus. Beberapa perubahan evaluasi belajar Untuk pelaksanaan Ujian Nasional 2007 ini disandarkan pada beberapa ketetapan hukum sebagai landasan yuridis formal pelaksanaannya. perhitungan kelulusan dgn. Ujian Nasional.1.00. standar kelulusan lebih dari 4. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 4. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Tabel 1.00. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 3. standar kelulusan lebih dari 4.25 tetapi rata-rata mata pelajaran lebih dari 4.00. yaitu: 1.

Melek matematis dilihat dari pemahaman geometri ruang al jabar. Kompas (Surabaya) 21 Februari 2007. dan kemampuan membaca bentuk grafis. kimia.79 Pertanyaan menarik ini bisa dijawab dengan membandingkan aktifitas PISA yang dikoordinir oleh Organization For Economic Development Cooperation and Development sejak tahun 2000. Adapun melek sains antara lain dilihat dari pengetahuan bumi dan lingkungan. matematika dan sains. 6. tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2006/2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 45 Tahun 2006. kehidupan dan kesehatan. PISA menilai kapasitas pelajar di atas umur 15 tahun di 32 negara anggota OEDC dalam hal keterampilan dan pengetahuan untuk menghadapi tantangan kerja ke depan. Dasar pemikiran pelaksanaan ujian nasional yang menguji kemampuan siswa dengan standar nasional pada tiga mata pelajaran . dan interpretasi grafik serta diagram matematis. . Melek membaca antara lain dilihat dari lamanya waktu yang dikonsumsi siswa untuk membaca setiap bulan. serta teknologi yang dikemas dalam tugas-tugas biologi. fisika. Pada hasil publikasi riset tahun 2000 tersebut ada tiga domain literacy (melek) yang dinilai. statistik. “Logiskah Ajakan Tak Gelar UN?”. bahasa inggris dan matematika/ekonomi/bahasa asing lainnya. dan energi transfer. mengapa subyek ujian nasional tersebut adalah matematika dan bahasa (Inggris dan Indonesia)?.5. yaitu bahasa indonesia. Pertanyaan yang sering muncul dari kalangan orang tua. yaitu membaca (prioritas utama). 79 Arman Hakim Nasution. Dalam publikasi tahun 2000 yang merupakan hasil riset dari selama tiga tahun. jumlah buku baru yang dibaca atau dipinjam dalam sebulan.

Sedangkan mengenai tujuan diadakannya Ujian Nasional 2007 ini adalah sebagai berikut: 1. .  Bukan satusatunya penentu kelulusan b. Ujian nasional bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran yang ditentukan dari kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. ternyata hanya Jepang dan Korea di Asia yang mempunyai ranking tinggi menyaingi negara maju seperti Finlandia yang mampu mentransformulasikan ekonominya dari basis sumber daya alam sebagaimana Indonesia menajdi knowledge-based Economic sehingga mampu menjadi negara makmur hanya dalam 15 tahun. Ujian sekolah/madrasah bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran pada semua kelompok mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. Pemetaan mutu satuan dan/atau program pendidikan. dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. 2. c.Dari ranking yang dibuat. Penentuan kelulusan peserta didik dari suatu satuan pendidikan. Hasil dari PISA tersebut ternyata berkorelasi positif dengan daya saing suatu bangsa yang diindikasikan Global Competitiveness Index sebagai indek daya saing dalam menggerakkan kemakmuran ekonomi suatu bangsa. Hasil ujian nasional dan/atau ujian sekolah/madrasah berfungsi sebagai salah satu pertimbangan untuk : a. Seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.

SKL 2007 irisan (interseksi) dari kurikulum 1994.d. yakni sebagai berikut: 1. dan Standar Isi 3. Untuk lebih jelasnya berikut disajikan bagan naskah soal ujian nasional 2007 Terdapat pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. e. Naskah Soal UN disusun berdasarkan SKL (Standar Kompetensi Kelulusan) UN 200780 2. Butir Soal UN dipilih dan dirakit dari Bank Soal yang dikembangkan oleh Puspendik (Pusat Penelitian Pendidikan). 1 tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 tahun 2006 tentang Ujian Nasional tahun pelajaran 2006/2007. 80 . 2004. Naskah soal UN ditelaah dan ditetapkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) Naskah soal ujian nasional 2007 merupakan kolaborasi dari kurikulum 1994. 4. Mengenai naskah soal yang diberikan dalam ujian nasional 2007 ini ada beberapa ketentuan yang digariskan oleh Departemen Pendidikan Nasional. kurikulum 2004 dan standar isi. Akreditasi satuan pendidikan. Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.

Ujian susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan dibuktikan dengan surat keterangan yang sah. para peserta didik harus memenuhi kriteria berikut ini: Advertorial. maka untuk tahun 2007 dilaksanakan pada bulan April. Secara lebih spesifik. 13. ujian nasional 2007 dilaksanakan pada: tanggal 17-19 April untuk tingkat SMA dan sederajat. hari pendidikan nasional. 81 . Diagram Naskah Soal Ujian Nasional 2006/2007 Pelaksanaan ujian nasional 2007 ini ada perubahan. 82 Salamon. untuk persyaratan lulus satuan pendidikan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan pada bulan Mei.2. 3. Kompas. Jadwal Ujian Kompetensi Keahlian SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) ditetapkan oleh sekolah dan harus selesai 1 (satu) minggu sebelum ujian Utama. (Jakarta) 9 Desember 2006.81 Untuk ketentuannya dapat diperjelas dengan penjelasan berikut:82 1.83 Selanjutnya. (Jakarta) 9 Desember 2006). 41-42 diperkuat dengan : Surya. Sebab pada bulan Mei. Ujian dilakukan satu kali. Makalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 83 Advertorial. negeri ini memiliki banyak acara yang akan dihadiri oleh banyak massa yaitu : peringatan hari buruh internasional.DIAGRAM NASKAH SOAL UJIAN NASIONAL 2006/2007 Error: Reference source not foundtabel 1. Ujian dilaksanakan secara serentak. Depdiknas mengatakan bahwa pemajuan jadwal ini dilakukan dengan pertimbangan : target proses kegiatan belajar mengajar sudah usai pada bulan April. yang terdiri atas ujian utama dan ujian susulan. 2. (Surabaya) 16 Februari 2007. 4. dan peristiwa Mei. serta tanggal 24-26 April 2007 untuk tingkat SMP atau sederajat. sehingga siswa tidak perlu menunggu waktu lebih lama menghadapi UN dan dengan pemajuan jadwal ini diharapkan para siswa dapat lebih konsentrasi. Kompas. 41-42.

00 pada salah satu mata pelajaran dengan nilai dua mata pelajaran lainnya minimal 6. 2.25. olahraga. dengan tidak ada nilai di bawah 4. kecurangan dan ketidakjujuran) dalam pelaksanaan Ujian Nasional 2007. Kemudian.84 Bagi para peserta didik yang telah dinyatakan lulus dari satuan pendidikan berhak mendapatkan ijazah.00.00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN atau 2) Memiliki nilai minimal 4. 19 Tahun 2005 pasal 72 ayat (1) . dan khusus untuk SMK. Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Depdiknas juga membentuk dan memberikan berbagai aturan yang terkait dengan pengawasan. kelompok mata pelajaran estetika. nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7. 3.00 Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan (kebocoran soal. dan kelompok mata pelajaran jasmani. untuk Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut : 1) Memiliki nilai rata-rata minimal 5.00 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. 4. Lulus ujian nasional. Dengan memberikan ketentuan sebagai berikut: 84 Sesuai dengan PP No. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran. dan khusus SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7. dan kesehatan. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan ahlak mulia.

teliti dan memegang teguh kerahasiaan. Denah tempat duduk siswa dan pengawas a) Pengawas Ruang bertanggung jawab penuh terhadap penyelenggaraan UN termasuk memasukkan LJUN (Lembar Jawaban Ujian Nasional) ke dalam sampul dibedakan LJUN Paket A dan LJUN Paket B serta disegel. Penempatan pengawas ruang UN dilakukan oleh penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota dengan prinsip sistem silang murni antar sekolah/ madrasah dalam satu rayon/sub rayon. c) Penandatanganan perjanjian kerjasama tentang subsidi bantuan pelaksanaan ujian nasional. d) Pendistribusian naskah soal ujian nasional dilaksanakan tanggal 12. Error: Reference source not foundTabel 1. 13 April 2007 untuk SMA/MA dan SMK dan tanggal 19. 20 April 2007 untuk SMP/MTs/SMPLB dan SMALB. 1) Jenis Naskah UN dibedakan antara Paket A dan Paket B. 4. 2) Denah tempat duduk siswa dan pengawas. jujur. 2. Setiap ruangan diawasi oleh dua orang pengawas ruang UN. bertanggung jawab. Tim pengawas ruang UN terdiri dari unsur guru yang memiliki sikap dan perilaku disiplin. Guru mata pelajaran tidak diperbolehkan mengawasi dan berada di lingkungan sekolah saat pelaksanaan UN berlangsung untuk mata pelajaran yang diajarkan. Tim pengawas perguruan tinggi tergabung dalam . Depdiknas juga bekerjasama dengan perguruan tinggi se-Indonesia untuk turut serta mengawasi pelaksanaan ujian nasional 2007. Sebagai alat kelengkapan pengawasan ujian nasional 2007. b) Pengembalian Sampul Naskah Soal dan LJUN.1. 3.3.

Langkah-langkah pengamanan diatur juga dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. 2) Di daerah yang tidak terdapat PTN dapat menggunakan dosen PTN terdekat dan atau dosen perguruan tinggi swasta (PTS) 3) Anggota TPI harus memiliki integritas pribadi dan mampu menjaga kerahasiaan dalam melaksanakan tugasnya serta bersedia menandatangani kontrak kerja dengan BSNP. untuk wilayah Jawa Timur di ketua oleh Prof. Dengan persyaratan sebagai berikut:85 1) Dosen perguruan tinggi negeri (PTN). 85 . Tidak hanya cukup disini saja proses pengamanan yang dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai hal yang tidak diinginkan. 4) Anggota TPI bersedia melaksanakan tugas kegiatan pemantauan sesuai dengan jadwal. Penerimaan dan penyimpanan master soal dari pusat 2. Depdiknas juga bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk ikut serta dalam rangka mensukseskan pelaksanaan ujian nasional 2007. meliputi: 1. Penyelenggaraan ujian nasional TPI di bawah koordinasi Perguruan Tinggi.Tim Pemantau Independen (TPI) di Tingkat Provinsi. Widyaiswara LPMP yang ditetapkan oleh BSNP. Tingkat Kabupaten/Kota dan Tingkat Sekolah. Fasichul Lisan (Rektor Unair Surabaya). Penyimpanan naskah soal di Polres (h-5) 5. DR. Pendistribusian naskah soal 4. Penyimpanan naskah soal di Polsek (h-2) 6. Penggandaan naskah 3.

Naskah soal terdiri dari 3 mata pelajaran per lembar 1 muka (tidak bolak balik sehingga bisa dipakai untuk “oret-oretan”) 2. dll. Proses pemindaian (scanning) 11. No paket soal : lembar depan berwarna kuning muda : lembar depan berwarna biru muda : ditulis pada halaman tengah bawah ./kota . 2) Disimpan di Polres untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan 3) Harus di suatu tempat yang terkunci dengan minimal 2 (dua) buah gembok : a) kunci gembok pertama dibawa petugas kepolisian termasuk kunci cadangan b) Kunci gembok kedua dibawa petugas dinas pendidikan termasuk kunci cadangan Naskah Soal terdiri dari beberapa hal sebagaimana berikut (dilengkapi dengan alur distribusi soal): 1. Paket a 3./kota ke provinsi 10. Pengumuman hasil ujian nasional Untuk penyimpanan naskah setelah tiba di kabupaten atau kota. Pengumpulan hasil ujian nasional oleh pengawas ruang 9. Pengawasan pelaksanaan ujian nasional 8. Paket b 4.dari penyelenggara kab.7.dari sekolah penyelenggara ke panitia sub rayon .dari panitia sub rayon ke penyelenggara kab. Pengembalian hasil lembar jawaban ujian nasional : . dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Hindari terjadinya pencurian atau kerusakan karena hujan/ tikus/ rayap.

berbagai kalangan baik yang pro maupun yang kontra saling memberikan argumentasinya. Makalah dalam seminar Nasional “UN sebagai pendongkrak atau perusak kualitas pendidikan” 10 Mei 2007 86 . Tanggal 23 Juni 2007 untuk SMP. Mendiknas Malik Fadjar dan Menko Kesra Yusuf Kalla membuat perbandingan ujian nasional dengan sistem ujian pada 1950-an dan ujian di Malaysia dan Singapura. Setiap orang tentunya memiliki pemahaman. Kedua. SMPLB dan SMALB. Pada tahun 2003. dan SMK 2. Segi positif dari pelaksanaan ujian nasional 2007 menurut Masdar Hilmy86adalah sebagai berikut: Masdar Hilmy. ujian nasional bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan secara nasional. MTs. “Ada UN Nggak Ada UN Sama Saja (Wujuduhu Ka Adamihi)”. Argumentasi tersebut adalah sebagai berikut: Pertama. PRO-KONTRA UJIAN NASIONAL 2007 Pro kontra terhadap kebijakan pemerintah merupakan suatu hal yang wajar. Ternyata tingkat kesulitan soal-soal ujian kita sangat menurun dan juah. maka para peserta didik. Kendaraan di cek kelayakan jalannya agar tidak terjadi gangguan di tengah jalan. Sejak itu pemerintah berketetapan untuk mengembalikan sistem ujian seperti tahun 1950-an yaitu menerapkan ujian nasional. C. Tanggal 16 Juni 2007 untuk SMA. Setelah berbagai persiapan dan pelaksanaan ujian nasional selesai. konsep dan cara yang berbeda. Dimohon membawa kendaraan minimal truk engkel yang tertutup/boks 6. orang tua dan guru dapat melihat hasil dari ujian nasional 2007 melalui Pengumuman kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan paling lambat : 1. Depdiknas sebagai penyelenggara pendidikan di negara ini memberikan berbagai argumentasi mengenai latar belakang dilaksanakannya ujian nasional 2007. MA. Begitupun juga dengan ujian nasional 2007.5.

87 Menurut Fathurrofiq. Sebagai alat mengetahui pemetaan kualitas pendidikan secara nasional. 7 Mei 2007. Menciptakan outcame berbekal teori kuat. munculnya juara olimpiade fisika internasional 2.Rasiyo berpendapat. ujian nasional diperlukan untuk standardisasi metode evaluasi pendidikan di Indonesia secara bertahap. Kompas (Surabaya). secara perlahan sarana. semisal mapping soal. Upaya yang paling lazim adalah melalui bimbingan belajar. Sebagai alat pengontrol/pengendali kualitas pendidikan secara nasional. . bisa diketahui persebaran hasil belajar seluruh lembaga pendidikan dasar-menengah atas di seluruh tanah air 4. 14. DR. sebagai alat pengukur prestasi belajar siswa secara nasional. ada sekolah yang menambah strategi lain. terjadinya konfigurasi hasil belajar secara merata karena mengacu pada satu alat evaluasi pembelajaran yang sama 3. bimbingan belajar diyakini mampu membiasakan siswa menjawab berbagai variasi soal secara cepat dan cepat.1. Kompas (Jakarta). hasil belajar menjadi terukur secara nasional. Dengan sistem drill soal. Bahkan 87 88 Harus Ada Perubahan Kebijakan. tenaga pendidikan dan pembiayaan juga distandarkan. Selain melaksanakan ujian nasional. “Rekayasa Pendidikan Pasca UN”.88ujian nasional telah mampu menciptakan motivasi belajar (Incentive Learning) untuk pelajaran yang diujikan. 27 April 2007. A. Fathurrofiq. Tidak berhenti dengan strategi bimbingan belajar. pemetaan materi substansial. Berbagai kiat telah dilakukan sekolah demi meluluskan siswa-siswinya. hasil belajar relatif bisa diawasi dan dikontrol secara berjenjang dan berkelanjutan.

Taufik. Pemerintah menugaskan BSNP untuk menyelenggarakan ujian nasional yang diikuti 89 M. tetapi Pasal 67 PP 19/2005 menyatakan: (1). ada beberapa hal yang menyebabkan ia bersikap menolak pelaksanaan ujian nasional 2007. Lebih dari sekedar ingin lulus.89Dalam pandangannya. Pasal-pasal mengenai ujian nasional bertentangan dengan UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang lebih tinggi. juga terdapat pihak yang mengkritisi bahkan menolak diadakannya ujian nasional 2007. Pasal 58 UU Sisdiknas memberikan otoritas kepada pendidik untuk melakukan evaluasi hasil belajar peserta didik. “Carut-marut Ujian Nasional” www. selain pihak yang mendukung (pro) terhadap diadakannya ujian nasional. Berbagai argumenpun diberikan sebagai legitimasi terhadap sikap mereka.satu sekolah di Surabaya menciptakan klinik belajar untuk sejumlah siswa yang mengalami kesulitan belajar. bahkan antar pasal dan ayat dalam PP itu terdapat kontradiksi. kiat-kiat itu diharapkan bisa mengantarkan sekolah mendulang prestasi di ajang ujian nasional. PP 19/2005 tentang Standardisasi Nasional Pendidikan (SNP) yang diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi pelaksanaan ujian nasional sekaligus mengakhiri kontroversi ternyata tidak demikian. Sebagai contoh.net diakses tanggal 20 April 2007 . dasar hukum pelaksanaan ujian nasional bermasalah. PP itu justru mengundang masalah baru. Sebaliknya. Sebab saat ini Ujian Nasional tetap menjadi ajang pertaruhan reputasi sekolah di mata publik dan para pemangku kepentingan. Dalam permasalahan mengenai ujian nasional 2007 ini. PP 19/2005 itu bertentangan dengan Pasal 58 UU Sisdiknas. Seperti halnya Muhammad Taufik. antara lain: Pertama.vhrmedia.

dan kesehatan. dan kelompok mata pelajaran jasmani. (3). Ketentuan mengenai ujian nasional diatur lebih lanjut dengan peraturan menteri. Ayat 2 menyatakan: Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan peraturan menteri. Ayat 1 menyatakan: Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: (a) menyelesaikan seluruh program pembelajaran. dan satuan pendidikan. (b) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. kelompok mata pelajaran estetika. Apalagi turunanturunannya! Kedua. Namun. kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional banyak terjadi. (c) lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. “Tingginya” standar kelulusan menjadi . Sebanyak 83 murid Sekolah Kejuruan Menengah Dhuafa melakukan aksi menolak mengikuti ujian nasional karena ditengarai ada kebocoran soal ujian. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Kasus di Medan seperti diurai di atas adalah contoh paling telanjang sebagai ekses dari ujian nasional tahun ini. Jadi. olahraga. (2). Kontradiksi antar pasal juga terlihat jelas pada Ayat 1 dan 2 Pasal 72. pemerintah provinsi. dan (d) lulus ujian nasional. pemerintah kabupaten/kota. Dalam penyelenggaraan ujian nasional BSNP bekerja sama dengan instansi terkait di lingkungan pemerintah. dalam wilayah yuridis saja ujian nasional sudah bermasalah sebenarnya.peserta didik pada setiap satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan jalur nonformal kesetaraan. Demikian juga yang terjadi di Padang.

Ketiga. Benny Setiawan menyebut hal demikian sebagai sistem pendidikan yang mengikuti tren pasar. Pendidik sering kali disalahkan oleh pemerintah. Hal ini dikarenakan mereka dianggap tidak mampu membimbing peserta didik . selalu berubah-ubahnya pola pelaksanaan ujian nasional juga menjadi permasalahan tersendiri.00. Sebenarnya angka minimal kelulusan menjadi naik. yakni 5. Demikian pula dengan para guru (pendidik). Artinya. Melihat hal demikian. Pendidikan Indonesia masih suka bongkar pasang sesuai keinginan orang-orang pusat (Jakarta). Akibatnya pola kecurangan selalu menjadi isu yang melekat setiap kali ujian nasional dilangsungkan.01. jika seorang siswa memperoleh nilai 4. namun itu adalah nilai rata-rata minimal dari tiga pelajaran yang diujikan.00 misalnya. Pada tahun sebelumnya (2005) angka minimal kelulusan 4. Selalu ada proses tambal sulam atas kebijakan yang memang bermasalah sejak awal ini. Dengan demikian. artinya dari tahun ke tahun pemerintah tidak konsisten atas pilihannya sendiri. namun juga bagi pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan pendidikan seperti sekolah dan pihak pendidikan. siswa itu bisa tetap lulus. daerah sama sekali tidak memiliki kemandirian. Tahun lalu ujian nasional memiliki syarat kelulusan dengan patokan angka nilai minimal 4.00 pada satu mata pelajaran namun pada pelajaran yang lain mendapat nilai 6. Tahun ini angka syarat minimal kelulusan menjadi kombinatif. bahkan peserta didik.26. sehingga apa yang terjadi di Jakarta dengan serta-merta diterapkan di daerah. Ia dipaksa untuk mengikuti tren Jakarta yang belum tentu sesuai dengan potensi lokal.momok tersendiri tidak hanya bagi para siswa. Jakarta sering kali dijadikan miniatur pendidikan Indonesia. orang tua.

Ada siswa yang cukup mumpuni di satu mata pelajaran. Mereka selalu menjadi “kelinci percobaan” dari sistem yang silih berganti diterapkan. secara filosofis dan substantif ujian nasional tidak mencerminkan tujuan pendidikan yang sesungguhnya. untuk apa mempelajari materi-materi yang lain? Selain itu. hal ini berbeda ketika hasil ujian nasional menunjukkan hasil yang maksimal. Namun. Peran serta pendidik (guru) tidak pernah dihargai sedikitpun. lembaga bimbingan belajar sering kali mendapat acungan jempol dari berbagai pihak. namun pada pelajaran lain tidak. . Cara pandang yang demikian telah mengantarkan generasi kita menjadi generasi yang –meminjam istilah Komarudin Hidayat – tidak memiliki visi dan komitmen. Di sisi lain. Karena yang paling sering berinteraksi dengan para murid tentulah guru. ujian nasional telah mencabut guru dari otoritasnya untuk menilai. Jika hanya bahasa Indonesia. dalih ujian nasional bisa menjadikan siswa bersungguh-sungguh dan mau bekerja keras menggapai kelulusan terbantahkan dengan banyaknya kasus kecurangan dalam ritual tahunan sekolah ini. Ketidakmampuan ini ditunjukkan oleh hasil ujian nasional. Keempat. korban dari semua ini adalah siswa didik dan para guru. Jika pendidikan bertujuan menjadikan manusia seutuhnya. Ketika hasil ujian nasional jelek. Dalam konteks ini ujian nasional kemudian menjadi diskriminatif. dan matematika yang menjadi ukuran kelulusan. bahasa Inggris.secara maksimal. mengevaluasi siswanya apakah berhak lulus atau tidak. maka pola pelakasanaan ujian nasional yang masih berlaku seperti sekarang ini telah mengantarkan para terdidik menuju cara pandang yang pragmatis. Kelima. kemampuan tiap orang berbeda. pendidik (guru) dituding sebagai penyebab utama.

mengingat semakin dekatnya pelaksanaan ujian nasional maka berbagai programpun dilaksanakan seperti. jika pada tahun sebelumnya ujian nasional dilaksanakan pada bulan Mei. try out. Masdar Hilmy. 14. jika tidak menjadi faktor satu-satunya penentu siswa lulus atau tidak. Sebab. maka untuk tahun ajaran 2006/2007 dilaksanakan pada bulan April. penambahan waktu belajar (sampai sore hari) dan yang lebih menyakitkan adalah berkurangnya mata pelajaran yang harus diterima. “Ada UN Nggak Ada UN Sama Saja (Wujuduhu Ka Adamihi)”. . Sedangkan Masdar Hilmy berpendapat. 5 Februari 2007.90ia memaparkan berbagai kelemahan dari pelaksanaan ujian nasional 2007. Basuki Sugita. Pergeseran jadwal ini berimplikasi luas karena baru diumumkan pada medio November 2006. Implikasi lain dari pemajuan jadwal ini juga diderita oleh para siswa kelas IX dan XII. “Berbagai Kelemahan UN”. Praktis sejak itu rencana kerja setahun guru kelas IX (tingkat SMP sederajat) dan kelas XII (tingkat SMA sederajat) menjadi berantakan. Lain halnya dengan M. Bukan sebaliknya. sebagaimana manusia diciptakan berbeda-beda. Kompas. Beberapa kelemahan tersebut adalah sebagai berikut: pertama. Itulah yang disebut memanusiakan manusia: dunia pendidikan memberikan ruang bagi penemuan jati diri orang-orang di dalamnya. ujian nasional dan sistem pendidikan secara umum seharusnya bisa mengakomodasi keragaman itu. membuat orang merasa asing dengan dirinya sendiri.Sesungguhnya ujian nasional bukanlah sebuah masalah. ada beberapa sisi negatif dari ujian nasional 2007 ini yaitu:91 90 91 Basuki Sugita. menyangkut jadwal ujian nasional.

Tidak merefleksikan taksonomi Bloom. kualitas belajar hanya bisa dinarasikan secara kualitatif . bukan inventiri. Lebih banyak berorientasi pada penyerapan. ada dua aspek penting dalam pendidikan yang tertinggal. UN tidak dapat mengatrol dari kreatifitas siswa dalam bidangbidang yang diujikan untuk menciptakanhal-hal yang bermanfaat untuk kemaslahatan umum. Mengundang kejahatan. pada kenyataannya. bencana alam dan kemansiaan akibat human errors seperti tragedi tsunami. bukan pemain utama. 10.1. seperti kebocoran soal dan bisnis soal Rutinitas proyek Menciptakanideologi persaingan yang tidak sehat . padahal yang diujikan hanya tiga mata pelajaran. gempa bumi dan sebaginya. 3. Tidak merepresentasikan potensi lokal daerah. UN tidak mampu membaca potensi-potensi lokal daerah 8. Kualitas belajar tidak bisa diangkakan. yaitu afektif dan motorik. 5. Tidak berorientasi life skill. 6. akibat miskinnya daya saing dan inovasi industri. siswa yang lulus UN dengan nilai tinggi tidak dijamin mampu memecahkan berbagai persoalan dalam hidupnya. pengangguran semakin membludak. industri yang hanya sekadar pemain pinggiran. bukan seluruh mata pelajaran 2. Sebagai palu godam tingkat kelulusan siswa. 4. Tidak mencerminkan pendiidkan berbasis realitas: UN tidak langsung berkorelasi terhadap penyelesaian berbagai macam persoalan kehidupan seperti sektor pertanian yang semakin terpuruk. 7. 9.

menghafal soal. 92 93 Fathurrofiq.11. Implikasinya. Panas setahun dihapus hujan sehari Hal senada juga diungkapkan Fathurrofiq. Menjamurnya Bimbingan Belajar. 16 Mei 2007. try out.92Menurutnya. menguasai ilmu pengetahuan hanya diukur dari kemampuan memilih jawaban secara cepat dan tepat untuk mendapatkan skor tertinggi. Kompas (Jakarta). 14. kompetensi dan kecerdasan dalam. ujian nasional tidak memacu budaya belajar tetapi memicu kecurangan dan cara belajar ala bimbingan belajar93. 34. dan trik-trik mengerjakan soal obyektif menunjukkan sikap instan dalam penguasaan ilmu pengetahuan. Kecurangan dan cara belajar ala bimbingan belajar seolah menegaskan lagi pendapat (Alm) Koentjoroningrat tentang mentalitas menerabas dan budaya instan bangsa ini. . Jawa Pos 11 April 2007. rasa dan karsa anak didik terhadap substansi kompetensi ilmu pengetahuan. Ujian Nasional alih-alih sebagai kebijakan untuk peningkatan mutu pendidikan justru telah menihilisasi budaya belajar. sikap menghalalkan segala cara demi tujuan lulus dan sukses Ujian Nasional. “Nihilisasi Budaya Belajar”. Kecurangan dalam ujian nasional terasa sekali menunjukkan mentalitas menerabas. Cara belajar ini tidak menunjukkan eksplorasi cipta. Adapun cara belajar dengan drill soal.

Contoh . gerak dan tindakan kita tidak akan lepas dari kekuasaan. Kekuasaan (Power) selalu menarik mengingat dalam setiap langkah. Hal lain yang membuat pengikut Syiwa tidak senang pada Airlangga adalah mengenai pengkastaan. pengambil-alihan kekuasaan Majapahit oleh Demak. Di antara berbagai jenis kekuasaaan tersebut. Mulai dari kisah Ken Arok dan Tunggul Ametung di Tumapel. Pada masa Airlangga inilah pemujaan terhadap Wisnu lebih diutamakan. Ada berbagai jenis kekuasaan yang melingkari hidup kita. kekuasaan politik dipandang sebagai kekuasaan yang paling dominan. karena dari sinilah pangkal berbagai kebijakan yang menyangkut hajat hidup masyarakat. kekuasaan ekonomi dan kekuasaan politik. antara lain kekuasaan militer. Raden Wijaya dan Raja Kertanegara dari kerajaan Singosari. Tentunya kita masih ingat bagaimana kekuasaan selalu saja diperebutkan. Sekilas Tentang Kekuasaan dan Negara Konsep kekuasaan merupakan pembahasan yang sudah lama dibahas oleh para pemikir. kekuasaan memang sudah menjadi bumbu penyedap dalam denyut nadi bangsa. KUASA NEGARA 1. hingga pelengseran mantan presiden Soeharto tahun 1998. Hal ini membuat penganut Syiwa merasa disingkirkan dan diasingkan.BAB III KUASA NEGARA DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN A. Tantripala (Guru Ken Arok/beragama Budha)94 pernah 94 Konflik yang muncul semasa hidup Ken Arok adalah pertarungan antara paham hindu Syiwa dan Wisnu. Dalam sejarah bangsa Indonesia. perang kemerdekaan melawan menjajah. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari keinginan manusia untuk berkuasa dan menguasai orang lain. Airlangga mengeluarkan kebijakan penghapusan kasta Paria (budak) dan membolehkan seseorang berpindah kasta didasarkan pada dharma baktinya kepada negara (bukan dari keturunan). Akar masalah dari perselisihan ini adalah raja Airlangga.

manusia menyadari bahwa kekuasaan yang membuat hidup menjadi mungkin dan bermanfaat bagi mereka. Sebagai makhluk sosial. Kesatuan moral atau sosial berhasil dari kehendak kolektif untuk berhubungan bersama-sama dan memfungsikan diri sebagai anggota masyarakat. Teori organik beranggapan bahwa kesatuan politik seperti negara merupakan tuntutan dari dalam diri manusia untuk berasosiasi dengan orang lain. 96 H. 73. Arok Dedes (Yogyakarta : Hasta Mitra. 95 Pramoedya Ananta Toer.R. Gianfranco Poggi membedakan kekuasaan sosial atas tiga jenis. 72.95 Kekuasaan politik hanya bagian dari apa yang disebut dengan kekuasaan sosial. 2002).97 Pandangan mekanistik cenderung mengabaikan sifat sosial manusia dan memandang kekuasaan sebagai suatu lembaga artifisial yang didasarkan atas tuntutan-tuntutan individu. Teori ini menganggap kekuasaan sebagai sarana atau mesin sebagai kesepakatan bersama antara individu untuk memuaskan keinginankeinginannya. yaitu: kekuasaan politik. Teori ini mempunyai konsepsi mengenai alam sebagai mekanisme konkritnya adalah diangkatnya Tunggul Ametung menjadi Akuwu di Tumapel. . padahal dia adalah sudra dan seorang penjahat. Arok (pembangun) yang bernama asal Temu merupakan penganut Syiwa. 2003). kekuasaan merupakan lembaga etis dengan tujuan moral. Dalam teori organik.96 Teori mengenai sifat kekuasaan biasanya digolongkan ke dalam dua kategori besar. 68. Pertama kali ia berguru kepada Tantripala kemudian berguru kepada Dah Hyang Lohgawe (Penganut Syiwa) yang kemudian juga membantu Arok merebut kekuasaan dari Tunggul Ametung. yaitu: organik (Plato dan Aristoteles) dan mekanistik (teori kontrak sosial). Tilaar.A. Kekuasaan dan Pendidikan (Magelang : Indonesia Tera.berujar bahwa karunia terbesar yang paling diinginkan manusia dari para dewa ialah kekuatan menguasai dan mempengaruhi sesamanya. 97 Ibid. kekuasaan ekonomi dan kekuasaan normatif atau ideologi.

yang bekerja sesuai dengan hukum-hukum tertentu yang secara otomatis menimbulkan harmoni kepentingan-kepentingan alami.98 Paulo Freire, telah membuat salah satu dari banyak konsep kekuasaan yang paling radikal dalam teori sosial kontemporer miliknya. Kekuasaan dipandang sebagai kekuatan yang positif dan juga negatif; sifatnya dialektis tetapi Mode Of Operation-nya selalu represif. Menurut Freire, kekuasaan bekerja pada dan melalui masyarakat. Di satu sisi, ini berarti bahwa dominasi tidak pernah sepenuhnya mutlak, yang dalam hal ini kekuasaan bersifat eksklusif dan sebagai kekuatan negatif. Di sisi yang lain, kekuasaan merupakan daya dorong dari semua perilaku manusia dimana masyarakat mempertahankan hidupnya, berjuang dan berusaha mewujudkan cita-cita kehidupannya yang lebih baik. Secara umum teori Freire tentang kekuasaan dan gambarannya mengenai sifatnya yang dialektis menunjukkan bahwa fungsi kekuasaan ini sangat penting dan merasuk ke berbagai segi kehidupan. Dalam hal ini, kekuasaan tidak dipahami hanya dalam wilayah publik dan pribadi di mana pemerintah, kelas-kelas yang dominan dan kelompok-kelompok lainnya memainkan peran. Kekuasaan itu ada di tangan siapa saja dan menemukan bentuknya dalam ruang publik yang saling berposisi yang secara tradisional telah kehilangan kekuasaannya dan bentuk-bentuk

resistensinya.99 Pandangan Freire tentang kekuasaan bukan hanya merupakan cara pandang yang menjadi alternatif dan berguna bagi para teoritisi radikal yang terperangkap dalam keputusasaan dan sinisme, tetapi juga menekankan bahwa
Ibid, 73. Paulo Freire. Politik Pendidikan: Kebudayaan, Kekuasaan dan Pembebasan (Yogyakarta : Terj. ReaD dan Pustaka Pelajar, Cet. V.2004), 16.
99 98

kekuasaan itu selalu diikuti dengan pertentangan, ketegangan dan kontradiksi dalam berbagai institusi sosial, seperti sekolah dimana kekuasan seringkali dianggap sebagai kekuatan positif yang resisten. Akhirnya, Paulo Freire mengetahui bahwa kekuasaan sebagai sebuah bentuk dominasi tidak dipaksakan pemerintah secara sederhana melalui tangan-tangannya, seperti polisi, tentara dan departemen kehakiman. Dominasi dipraktekkan lewat kekuasaan, teknologi dan ideologi yang secara bersama-sama menghasilkan pengetahuan, hubungan sosial dan ekspresi budaya yang berfungsi secara aktif untuk membuat masyarakat diam. Pembicaraan dominasi tidak hanya mengacu pada ekspresi budaya yang mempengaruhi kaum tertindas dalam kesehariannya, namun juga menyangkut bagaimana kaum tertindas ini menginternalisasi pengaruh dan turut melestarikan penindasan tersebut. Pembicaraan ini merupakan topik yang sangat penting di dalam buku Freire dan mengindikasikan bagaimana dominasi itu dipraktekkan secara subyektif melalui proses internalisasi dan “pengendapan diri” dalam bentuk-bentuk kebutuhan pribadi. Apa yang sedang kita bicarakan adalah pemikiran Freire tentang betapa pentingnya usaha untuk menyelidiki dominasi yang menindas secara psikis, dan oleh karenanya juga perlu pengamatan internal terhadap bentuk-bentuk emansipasi sosial dan individu.100 Konsep dominasi dan bagaimana kekuasaan bekerja secara represif terhadap jiwa manusia memperluas konsep belajar, termasuk bagaimana manusia belajar tanpa berkata-kata, bagaimana kebiasaan kemudian menjadi sejarah yang beku, dan bagaimana pengetahuan itu sendiri menghambat perkembangan subjektifitas tertentu dan cara manusia menjalani kehidupan di dunia. Persepsi
100

Ibid, 17.

terhadap pengetahuan sangat penting karena akan menunjukkan bagaimana perbedaan-perbedaan konsep pengetahuan yang emansipatoris mungkin akan ditolak oleh orang yang mendapatkan keuntungan darinya. Dalam kasus yang seperti ini, masyarakat tertindas mendapatkan akses terhadap logika dominasi mungkin dikarenakan mereka mempertahankan pengetahuan yang bertentangan dengan pandangan dunia mereka. Pengetahuan justru turut mempertahankan status quo dominasi ini karena menjadi kekuatan aktif yang bersifat negatif dan menolak untuk melihat adanya kemungkinan lain dalam kehidupan ini. Dengan kondisi yang seperti ini, dari sudut pandang pendidikan muncul pertanyaan, bagaimana para pendidik yang radikal menilai dan mendiskusikan pihak-pihak yang melakukan represi dan yang melupakan tujuan inti dari dominasi? bagaimana penjelasan terhadap kondisi yang tetap menolak untuk mengetahui dan menyelidiki bahwa pengetahuan mengandung kemungkinan yang bertentangan dengan dominasi itu sendiri?101 Pesan yang ingin disampaikan Freire dari konsep pendidikannya relatif cukup jelas jika pendidik yang radikal mengetahui makna kebebasan, mereka pertama-tama harus menyadari bentuk-bentuk dominasi, dimana dominasi itu tumbuh subur dan masalah apa yang dihadapai mereka yang tertindas oleh dominasi secara subyektif maupun obyektif. Akan tetapai proyek ini tidak akan mungkin terlaksana jika mereka tidak mengetahui karakteristik sejarah dan kebudayaan yang spesifik, bentuk-bentuk sosial, siapa kelompok penindas dan siapa yang tertindas, sebagai titik awal melakukan analisa. 102

101 102

Ibid, 18. Ibid, 18-19

dikontrol-mengontrol. Padotik menimbulkan kesadaran diawasi. yaitu: disiplin. Panoptik merupakan cara yang efektif dalam menimbulkan kepatuhan dan bahkan ketakutan akan penguasa atau kekuasaan. Organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. 777. dalam sebuah ruang kekuasaan. Kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang terorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka Cet. Kekuasaan bukan pertama-tama bukan represi (Freud. atau manipulasi ideologi (Marx). 103 Haryatmoko. abnormal-menormalkan. Etika Politik dan Kekuasaan (Jakarta : PT. maka frame pemikiran kita akan terus mengarah kepada negara. negara memiliki otoritas kekuasaan yang nyata bahkan dilegitimasi oleh perundang-undangan yang di produksinya. tetapi seluruh struktur tindakan yang menekan dan mendorong tindakan-tindakan lain melalui rangsangan. Marx) dan bukan juga fungsi dominasi suatu kelas yang didasarkan pada penguasaan atas ekonomi. direhabilitasi-merehabilitasi. persuasi atau bisa juga melalui paksaan dan larangan. norma dan pengawasan panoptik.II.103Tujuan dari semua itu adalah kepatuhan. hal. dokontrol secara terus menerus. 2. bukannya bahwa kekuasaan mencakup semua. Tetapi tentang kekuasaan ini Foucault mengatakan bahwa kekuasaan ada di mana-mana. diawasi-mengawasi. Micheal Foucault berpendapat kekuasaan itu terlaksana bukan pertama-tama melalui kekerasan atau dari hasil persetujuan (Hobbes. 221.Berbeda dengan tokoh-tokoh lain yang membahas mengenai kekuasaan. Ibid.II. 2004). Locke). Negara dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti:105 1. 217. Kompas Media Nusantara. cet. Hal ini dikarenakan. 104 .2002). Panopticon (panoptik) merupakan konsep yang menjelaskan tentang relasi antara orang yang . tetapi kekuasaan datang dari manamana. Strategi kekuaaan menurut Foucault menggunakan berbagai cara. Reich) atau pertarungan kekuatan (Machiavelli. 105 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa.104 Berbicara mengenai kekuasaan.

Inti dari pemikiran kedua tokoh ini.107Kedua pengertian ini terasa sangat sederhana. Jadi dalam istilah negara itu sudah terkandung makna pemerintah dan rakyat. 2003). sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya. Plato dalam bukunya “Politea” yang berarti negara mendefinisikan negara sebagai “Keinginan kerjasama antarmanusia dalam rangka memenuhi kepentingan bersama”106. bahkan ratusan tahun yang lalu. mengarahkan atau memerintah. 107 106 . Negara menurut asal usul kata berasal dari bahasa sansekerta “Nagari” atau “nagara”. (Jakarta. dominasi. yang berarti kota. Sehingga negara (state) menurut istilah. sistem administrasi. berdaulat. kontrol/pengendalian. wilayah” negeri (Aceh) atau tempat tinggal seorang raja atau pangeran. Rineka Cipta. 2000).II. seperti birokrasi. memaksakan.cet. PT.mempunyai kesatuan politik. . (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. mengingat realita sosial waktu itulah yang melatarbelakangi munculnya pendefinisian ini. negara adalah: persekutuan dari keluarga dan desa guna memperoleh hidup yang sebaik-baiknya. Antonio Gramsci Negara dan Hegemoni. 79. 24. 108 Nezar Patria & Andi Arif. Ibid. Sedangkan secara definisi normal seringkali disinonimkan dengan publik. 82. negara membutuhkan kekuasaan yang mutlak untuk mendidik warganya dengan nilai-nilai moral yang rasional. Ilmu Politik. berhubungan dengan kondisi tindakan. kekuasaan. dan bisa bermakna yang berhubungan dengan rakyat atau negara. Pembahasan mengenai negara telah sejak lama dibahas. pengaturan. sedangkan Aristoteles berpendapat. keadilan. Dalam bahasa daerah dari suku di Indonesia menerima arti “daerah.108 Inu Kencana Syafiie. bentuk pemerintahan.

Ibid. ide tersebut mengalami rekonstruksi dalam lingkup kekuasaan teologis gereja. . Ini lantas menjadi legitimasi kekuasaan mutlak dari negara.Pada abad pertengahan. Dengan demikian. karena ia secara obyektif mengungkapkan apa yang bagi rakyat hanya ada secara subyektif. 24. negara adalah ungkapan roh obyektif.110Pendapat ini diperkuat dengan konsepsi Hegel tentang negara. Pada masa itu. Para filosuf seperti Thomas Hobbes. 111 Ibid.111 Pandangan liberalisme ini merupakan cikal bakal dari kapitalisme yang pada akhir abad ke-19 menunjukkan wajahnya yang beringas. 24. negara merupakan institusi yang paling paham akan kehendak individu. sebagai hasil dari gaya pemikiran renaisance yang mengagungkan otonomi manusia. Mereka mengajukan model negara yang dapat menjamin otonomi manusia dari kekuasaan dari luar dirinya. sedangkan masyarakat hanya mewakili kepentingan pribadi dan terpecah-pecah. 24. dan Rousseau mencoba melakukan kritik terhadap kekuasaan negara. Mereka menawarkan model negara dengan mainstream liberalisme. Menurutnya. Pada jaman ini lahir pandangan bahwa negara merupakan wakil dari kepentingan umum atau publik. Locke. dimana roh obyektif tersebut merupakan cerminan dari kehendak. rakyat tidak mengetahui kehendaknya. pikiran dan hasrat masing-masing individu (roh subyektif). Pada masa ini.109 Pada abad renaisance. muncul Karl Marx yang menganggap eksistensi negara justru diakibatkan oleh 109 110 Ibid. terjadi proses sekularisasi yang memisahkan kekuasaan negara dan gereja. negara dianggap sebagai wakil gereja di dunia dan gereja adalah wakil tuhan untuk menegakkan kehidupan moral di dunia. yang mengetahui adalah negara.

melainkan hanya kepentingan klas-klas sosial tertentu saja.J. banyak dari kalangan ilmuwan itu mengartikan negara itu dengan berbagai bentuk. 114 Ibid. Kranenburg negara merupakan suatu sistem dari tugas-tugas umum dan organisasi-organisasi yang diatur dalam usaha negara untuk mencapai tujuannya.113Sedangkan Miriam Budiarjo. maka harus ada pemerintah yang berdaulat.115 Thomas Hobbes mengartikan negara dengan suatu tubuh yang dibuat oleh orang banyak beramai-ramai. 115 Ibid. 116 Ibid. negara tidak mengabdi pada kepentingan seluruh masyarakat. Sedangkan J.adanya ketidakberesan yang sifatnya fundamental dari masyarakat. . 84. yang juga menjadi tujuan rakyat/masyarakat yang diliputinya. 85.114 Di sisi lain. negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah. 25. 23. menegaskan negara adalah suatu daerah teritorial yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warganya ketaatan pada peraturan perundang-undangan melalui penguasaan (kontrol) monopolistis dari kekuasaaan yang sah. masing-masing berjanji akan memakainya menjadi alat untuk keamanan dan perlindungan bagi mereka.116 112 113 Ibid. Inu Kencana. Menurutnya.112 Menurut Max Webber. Menurut Prof. menjadi alat suatu klas dominan untuk mempertahankan kedudukan mereka. Roousseau mengartikan bahwa negara adalah perserikatan dari rakyat bersama-sama yang melindungi dan mempertahankan hak masing-masing diri dalam harta benda anggota-anggota yang tetap hidup dengan bebas merdeka. 85.

mencakup sebagian segisegi hidup itu. maharani. Meskipun hingga saat ini. semacam bentuk kumpulan yang pada akhirnya dapat menggunakan paksaan terhadap para anggotaanggotanya. syah atau lain-lainnya sesuai budaya negara tersebut. misalnya: kaisar. Sedangkan kepala pemerintahannya yang menjalankan roda pemerintahan (eksekutif) dapat diserahkan kepada perdana menteri (PM) yang memimpin kabinet (dewan menteri-menteri) atau dapat pula dijabat sendiri oleh kepala negara tersebut di atas. Dalam sejarah keberadaan manusia. 2) Negara Republik Adalah suatu negara yang kepala negaranya dijabat oleh seorang presiden. telah ada berbagai macam bentuk negara. ada perdebatan mengenai arti bentuk negara dengan bentuk pemerintahan. negara republik juga dapat memiliki . pertama yang mencakup keseluruhan hidup manusia. Kedua. Ikatan ini ada dua macam. sultan. dengan gelar berbagai jenis. Memang batasan yang tegas antara itu tidak ada. Namun menurut Inu Kencana disebutkan sebagai berikut: 1) Negara Kerajaan Negara kerajaan kepala negaranya dijabat secara turun temurun. dikarenakan kepala negaranya hanya dianggap sebagai simbol. Kita tidak dapat memandang rendah bentuk negara kerajaan ini.Deliar Noor mengatakan bahwa negara adalah semacam bentuk suatu ikatan. Seperti juga dengan kerajaan. Misalnya Inggris dan Jepang. ratu.

2. keduanya dapat dibagi lagi atas bentuk serikat (republik serikat atau kerajaan serikat) atau bentuk kesatuan (republik kesatuan dan kerajaan kesatuan). Adanya wilayah. yaitu dengan jalan tidak dapat dijatuhkannya presiden dijatuhkan oleh mosi tidak percaya parlemen (Legislatif). kecuali sistem pemerintahannya memberikan posisi dominan kepada presiden. mereka juga memiliki aparat-aparat pemerintahan sebagai avant garde dari pelaksanaan program pemerintahan. sentralisasi atau desentralisasi yang diberikan negara itu dalam hubungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat. 86. Tetapi. yaitu:117 1. Baik negara kerajaan maupun republik. Perbedaan ini tergantung kepada besar kecilnya. . pemerintah mengeluarkan perundang-undangan yang menjadi legitimasi bagi seluruh kebijakan yang diambil. Ada 4 syarat pokok berdirinya suatu negara. Mereka berhak dan menentukan nasib rakyat suatu negara akan dibawa kemana. suatu negara akan diakui eksistensinya jika terdapat wilayah atau daerah sebagai ruang bagi warga negaranya.perdana menteri yang akan memimpin kabinet. Untuk mendirikan sebuah negara. Adanya pemerintah. Selain itu. apabila presiden selain kepala negara juga sekaligus merangkap sebagai kepala pemerintahan yang memimpin kabinet. pemerintah merupakan pelaksana dari program negara. Wilayh suatu 117 Ibid. Untuk melaksanakan fungsi ini. Hal ini dicantumkanm dalam konstitusi negara tersebut. maka degara republik tersebut berarti menganut sistem pemerintahan yang presidensial. diperlukan syarat-syarat tertentu. yang sudah barang tentu prsiden (kepala negara) terpilih tidak lebih dari sekedar simbol.

3. jika mereka ditindas oleh kekuasaan negara yang represif dan dikekang hak-haknya sebagai warga negera maka merekapun berposisi sebagai obyek. tetapi juga mengarah kepada pengakuan negara lain. . 4. Adanya warga negara. Selain itu. Kita tentu masih ingat konfrontasi Indonesia dan Malaysia yang bersengketa mengenai perebutan pulau Ligitan dan Sipadan.negara seringkali menj di problem serius antar negara. perebutan wilayah di jalur Gaza antara Israel dan Palestina yang tak terselesaikan hingga kini. Dan berposisi sebagai obyek ketika mereka tidak memiliki kekuatan untuk menentukan masa depan negaranya. Ia menjadi subyek tatkala ia memiliki otoritas untuk menentukan arah negaranya. Adanya pengakuan. posisi warga negara bisa dikatakan sebagai subyek dan obyek. Pengakuan ini ada yang bersifat de facto dan de jure. pengakuan disini tidak hanya berasal dari warga negaranya dengan kepatuhan dan ketaatan warga negara terhadap berbagai kebijakan yang dikeluarkan negara.

Transpolitika Dinamika Politik di dalam Era Virtualitas (Yogyakarta : Jalasutra. 119 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa.2. maka untuk menganalisisnya hanya digunakan dua konsep yang selama ini dianggap relevan sebagai alat bedahnya. 2002). Piliang. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka. a. Untuk lebih mengerucutkan pembahasan mengenai strategi pelanggengan kekuasaan.118 Dalam kamus besar bahasa Indonesia. dominasi. 24. 2005). lingkar kekuasaan tidak akan jauh dari korupsi dan kepemilikan kekuasaan yang memudahkan seseorang untuk mendapatkan fasilitas yang diinginkan menimbulkan keinginan untuk melanggengkan kekuasaannya. cet. hegemoni diartikan sebagai: pengaruh kepemimpinan. Kedua konsep tersebut adalah hegemoni dari Antonio Gramsci dan IRA (Ideological State Apparatus) dan RSA (Repressive State Apparatus) dari Louis Althusser. kekuasaan dan sebagainya suatu negara atas negara lain. 118 . Strategi Pelanggengan Kekuasaan Oleh Negara Albert Camus pernah berkata “Power tend to corrupt and absolutly power absolutly corrupt (kekuasaan mengarah kepada korupsi dan kekuasaan yang mutlak jelas mengarah kepada korupsi ).II.119 Yasraf A. Hegemoni Istilah Hegemoni berasal dari bahasa Yunani egomonia yang berarti penguasa atau pemimpin. 364. Maksudnya.

24. Bagi Lenin. 20. Transpolitika. Gagasan-gagasan Politik Gramsci (Yogyakarta : Insist dan Pustaka Pelajar. pemikiran awam (Common Sense). 1999). 121 Yasraf A. yaitu hegemoni dalam budaya massa (dan iklan). Piliang.123Kelas pekerja harus mengembangkan kekuatan nasional. konsep hegemoninya merupakan awalan untuk melakukan tindakan selanjutnya. hegemoni politik mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan dari relasi hegemoni khusus. fenomena hegemoni berlangsung di dalam dunia politik dan budaya massa (iklan). blok historis dan perang posisi. di dalam abad informasi dewasa ini. 24. nasional-kerakyatan. Artinya. 123 Roger Simon. gaya hidup. yang masing-masing mempunyai mekanisme dan logikanya masing-masing. pada 22 Januari 1891. suatu strategi yang harus dijalankan oleh kelas pekerja dan anggota-anggotanya untuk Antonio Gramsci lahir di Ales sebuah kota kecil di Sardinia Italia.122 Istilah hegemoni. pertama kali dipakai oleh Plekhanov pada tahun 1880an. berjuang untuk membebaskan semua kelas atau kelompok yang tertindas. terj. konsep pemikirannya meliputi: Aliansi untuk mencapai konsensus. Secara sederhana. Dalam term awalnya. hegemoni diartikan sebagai sistem kekuasaan atau dominasi politik. 120 . istilah tersebut kemudian diperluas ke arah hubungan kekuasaan diantara kelas-kelas sosial. hegemoni merupakan strategi untuk revolusi. Artinya.121 Dalam pengertian tradisionalnya. seperti gender. Selain itu masih ada pembahasan mengenai revolusi pasif dan watak kekuasaan. dan budaya massa. hegemoni digunakan untuk menunjukkan perlunya kelas pekerja untuk membangun aliansi dengan petani dengan tujuan meruntuhkan gerakan Tsarisme. agama. ras. Akan tetapi. Di dalam tradisi marxisme. masyarakat sipil. sebagai dua bidang yang terpisah. pemikiran hegemoni Gramsci merupakan bagian awal dari rentetan pemikiran-pemikirannya. Secara berurutan. revolusi intelektual dan moral. hubungan kekuatan : ekonomikorporasi. 122 Ibid.Konsep hegemoni yang dijelaskan oleh Antonio Gramsci120 selama ini diinterpretasikan ke dalam berbagai relasi selain relasi politik. khususnya dalam pengertian kelas berkuasa.

Aliansi ini tidak hanya terjadi antar serikat pekerja. 125 124 . tetapi harus diperluas lagi dengan mengikutsertakan kelompok-kelompok sosial lain dalam aliansi guna mencapai konsensus sebagai langkah awal dalam melaksanakan aksi. kekerasan dan kesopanan. 19. Ibid. Ibid.124Gramsci menambahkan dimensi baru pada masalah ini dengan memperluas pengertiannya sehingga hegemoni juga mencakup peran kelas kapitalis beserta anggotanya. Gramsci menggunakan Centaur Yunani. 126 Ibid.126 Sebagai kata kunci dalam menjalankan hegemoni. Titik awal konsep Gramsci tentang hegemoni adalah. 19-20. sebagai simbol dari “perspektif ganda” suatu tindakan politik-kekuatan dan konsensus.memperoleh dukungan dari mayoritas. diperlukan kelas intelektual sebagai otak dari seluruh proses yang dijalankan. bahwa suatu kelas dan anggotanya menjalankan kekuasaan terhadap kelas-kelas di bawahnya dengan cara kekuasaan dan persuasi. diperlukan aliansi antara kelas sebagai kekuatan penopangnya. baik dalam merebut kekuasaan negara maupun dalam mempertahankan kekuasaaan yang sudah diperoleh. 21. Hubungan kekuatan yang terhimpun harus merepresentasikan kekuatan ekonomi-korporasi dan nasional kerakyatan. Aliansi ini merupakan cara yang harus dilaksanakan jika menginginkan terlaksananya hegemoni. otoritas dan hegemoni. melainkan hubungan persetujuan dengan menggunakan kepemimpinan politik dan ideologi.125Hegemoni bukanlah hubungan dominasi dengan menggunakan kekuasaan. Dalam melaksanakan hegemoni. yaitu bentuk setengah binatang dan setengah manusia.

Intelektual Tradisional adalah: intelektual organik yang berasal dari kelas kapitalis. Inteletual Organik. dan merupakan barisan terdepan yang riil dan organik dari lapisan kelas ekonomi papan atas yang disitu mereka termasuk di dalamnya. Hegemoni Minimum (Minimal Hegemony). dan intelektual yang berlangsung bersamaan dengan keengganan Gramsci membagi kelompok intelektual menjadi dua golongan. 127 . dalam masyarakat kapitalis modern. yaitu:128 1. Masyarakat menunjukkan tingkat satuan moral dan intelektual yang kokoh. integrasi budaya maupun politik mudah runtuh. Atau secara lebih mudahnya. adalah mereka yang menyadari identitas dari yang diwakili dan yang mewakili.Intelektual127 disini harus mampu membaca keinginan mayoritas masyarakat (Common Sense) agar memudahkan dalam penyikapan isu-isu yang dilancarkan. 128 Nezar Patria & Andi Arif. Hegemoni Merosot (Decadent Hegemony). Artinya. Hubungan tersebut tidak diliputi dengan kontradiksi dan antagonisme baik secara sosial maupun secara etis. 3. politis. Hegemoni ini ditandai dengan afiliasi (gabungan) massa yang mendekati totalitas. Karena itu. Dia menunjukkan adanya potensi disintegrasi di sana. namun tidak digunakan untuk transformasi sosial. adalah mereka yang memiliki daya intelektualitas. 2. Ini tampak dalam hubungan organis antara pemerintah dan yang di perintah. dominasi ekonomis borjuis menghadapi tantangan berat. Dengan sifat potensial ini dimaksudkan bahwa disintegrasi itu tampak dalam konflik yang tersembunyi “Di bawah permukaan kenyataan sosial”. namun “mentalitas” massa tidak sungguh-sungguh selaras dengan pemikiran yang dominan dari subyek ekonomi. sekalipun sistem yang ada telah mencapai kebutuhan atau sasarannya. Pertama. Kedua. Hegemoni bersandar pada kesatuan ideologis antara elit ekonomis. 128-129. Gramsci membagi hagemoni menjadi tiga bagian. Hegemoni Integral. Bentuk ini merupakan bentuk hegemoni yang paling rendah dibanding dua bentuk di atas.

maupun ekonomi yang secara potensial bertentangan dengan “negara baru” yang dicita-citakan oleh kelompok hegemonis itu.terhadap setiap campur tangan massa dalam hidup bernegara. kelompok-kelompok hegemonis tidak mau menyesuaikan kepentingan dan aspirasi-aspirasi mereka dengan klas lain dalam masyarakat. . Mereka malah mempertahankan peraturan melalui transformasi penyatuan para pemimpin budaya. sosial. Dengan demikian. politik.

b. baik dalam pengertian orang awam (Common Sense) maupun dalam pemakaian di dunia keilmuan. Aiken. misalnya. terj. terj. 1996). Nuswantoro. Ideologi juga diberi makna sebagai seperangkat keyakinan ketika suatu bangsa mempercayai peran yang harus dimainkannya dalam berelasi dengan bangsa lain yang memiliki karakter berbeda dengannya. Ia bisa menjadi guiding principle suatu masyarakat atau bangsa dan mengantarkannya kepada satu tatanan obsesif. 131 Henry D. baik berupa relasi simetris maupun keyakinan superioritas suatu bangsa terhadap yang lain. 2002). IRA (Ideological State Apparatuses)/RSA(Repressive State Apparatuses) Ideologi adalah salah satu dari sekian banyak konsep yang paling ekuivokal (meragukan) dan elusif (sukar ditangkap). akan tetapi karena ideologi adalah konsep yang sarat dengan konotasi politik dan digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari dengan makna yang beragam. 2001). Daniel Bell: Matinya Ideologi (Magelang : IndonesiaTera. yang terdapat dalam ilmu-ilmu pengetahuan sosial. kesetaraan manusia atau keadilan dan kemakmuran.131Rumusan yang jelas mengenai ideologi memang tidak dapat kita lepaskan dari pendapat beberapa tokoh yang mengeluarkan statemen 129 130 Jorge Larrain.130 Istilah ideologi ditemukan oleh filosof Perancis Destutt de Tracy (1754-1836). . 1. dengan begitu perlu diimani. Konsep Ideologi (Yogyakarta : LKPSM. Abad Ideologi (Jogjakarta : Yayasan Bentang Budaya. Di lain waktu ideologi dianggap sebagai gambaran palsu tentang dunia.129 Ideologi secara konsep sering dipahami secara berbeda-beda. Sesekali ia disebut sebagai “jalan kebenaran” yang menyerupai firman. 48. tidak hanya karena beragamnya pendapat teoritis yang menunjuk arti dan fungsi yang berbeda-beda. 5.

2006). 267. Pergolakan Pemikiran antara Fundamentalisme Islam dan Fundamentalisme Neo-Liberal. NU STUDIES .132Pengertian ini mengisyaratkan bahwa segala sesuatu yang menampilkan sebuah keinginan. Terj. Kita tentu masih ingat bagaimana Hitler dengan ideologi fasisnya membelalakkan pandangan dunia dan ideologi fundamentalisme Islam yang begitu ditakuti oleh Amerika dengan bingkai terorisme. (Yogyakarta : Jala Sutra. produk sejarah yang seolah-olah menjelma sesuatu yang alamiah. 133 Louis Althusser. rather than describing a reality”. a hope. Psikoanalisis. 134 Ibid. Peristiwa 132 Ahmad Baso. Cet. Atau dengan redaksi yang lain dikatakannya sebagai sesuatu yang profoundly unconcious. (Jakarta : Erlangga.tentang ideologi. 135 Ahmad Baso.III. Sejak buaian hingga kuburan. atau sebuah romantisme dari sebuah realitas merupakan bagian dari ideologi. Tentang Ideologi: Strukturalisme Marxis. or a nostalgia. harapan. 267. xvi.135 Peran ideologi memang sangat signifikan dalam kehidupan. Phobia akan sebuah tindakan yang berasal dari ideologi melahirkan kewaspadaan ekstra dari berbagai pihak yang merasa terancam. manusia hidup dengan ideologi. Louis Althusser mengartikan ideologi sebagai “Expresses a will. 2006). NU STUDIES. sebagai hal-hal yang secara mendalam tidak disadari. . baik secara personal maupun kolektif. Cultural Studies.133 Ideologi adalah segala yang sudah tertanam dalam diri individu sepanjang hidupnya: history turn into nature. xvi.134 Lain halnya dengan Marx yang mengartikan ideologi sebagai “kesadaran palsu” sebagai “camera obscura” yang memutarbalikkan realitas.

pengeboman menara kembar WTC New York 11 September didengungkan sebagai aksentuasi dari ideologi Islam radikal. 14. bahkan peran ideologi lebih berbahaya ketimbang kejahatan-kejahatan dan kekerasan-kekerasan fisik. Perang berhadapan dengan ideologi memang sangat sulit di berangus. Kita tidak menyadari kapan pemahaman tentang 136 M. pengelolaan tubuh dan jiwa. hingga rambut yang harus dipotong dan dirawat. merupakan bagian dari argumentasi dari Amerika untuk menyerang Afghanistan dan Irak (selanjutnya mungkin Iran) yang dikatakan sebagai basis terorisme internasional dan membahayakan keamanan dunia. . Ideologi membuat kita saling curiga. Guntur Romli. ideologi menjadi bagian dari mekanisme pengaturan diri. semuanya dijelaskan dengan aturanaturan yang tidak dapat ditemukan dasar epistemologisnya. Bagaimana kuku jempol harus dibersihkan dan dipotong agar tidak menimbulkan bau. 5 Mei 2007. saling serang antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. Baru-baru ini kita juga mendengar berita mengenai penyerangan sebuah kelompok Islam terhadap sekelompok demonstran pada peringatan May Day 2007 di Yogyakarta yang dicurigai sebagai kelompok berideologi komunis. Kita seakan-akan terbelenggu oleh pelabelan berbasis ideologi. ”Jamaah Islamiyah dan Bahaya Ideologi” Kompas (Jakarta). Ideologi akan merasuk kedalam relung hati dan nalar berpikir seseorang dalam bertindak. Penjelasan akhir tentang pengaturan tubuh adalah kepercayaan atau ungkapan tentang “sesuatu yang sudah dari sananya”. Dan. Ideologi tidak bisa ditembus butir-butir peluru.136 Dari ujung kaki hingga ujung rambut.

termasuk pelbagai partai yang berbeda). ISA Pendidikan. ISA Keluarga. Penanaman ideologi ini diperlukan sebagai bagian dari prinsip kekuasaan yakni untuk melanggengkan kekuasaaan. Kita ternyata percaya saja. menerima saja. Institusi-institusi tersebut adalah: ISA Agama. Kitapun percaya pada diri kita yang menjelma kenyataaan.137 Kepercayaan yang tertanam tanpa disadari itulah yang dinamakan ideologi. seni. ISA Politik (sistem politik. Kita tak ingat siapa yang menjelaskan cara berpikir yang kita pakai sekarang. diri ini. ISA komunikasi (pers. ISA serikat buruh. Lous Althusser memberikan informasi kepada kita tentang berbagai institusi yang berperan sebagai aparatus negara ideologis. beginilah adanya. Tubuh ini. Begitu terbiasanya kita dengan semua yang ada di dalam dan di sekitar diri sejak bayi sampai dewasa.pengelolaan tubuh terbentuk dalam benak kita. Ibid. beginilah wajarnya. dan mengapa cara itu yang yang kita gunakan. xvii. 139 Ibid. . sehingga tak ada lagi pertanyaan-pertanyaan mendasar yang perlu diajukan. maka negarapun menformat metode penenaman ideologi bagi warganya dengan berbagai cara. melengkapi pencapaian tujuan tertentu dengan mekanisme ajeg yang dibentuk struktur-struktur di dalam dan di luar sana. 20. Tentang Ideologi. radio dan televisi. dan sebagainya) dan ISA budaya (kesusasteraan. olahraga. dan sebagainya)139 137 138 Louis Altusser. pikiran ini. ISA Hukum. xvii. diri yang sudah jadi organ.138 Menyadari begitu sentralnya peran ideologi.

progresif dan sebagainya. jantan. 141 Ibid. yaitu orang yang merasa menjadi bagian dari ide-ide yang ditawarkan oleh sebuah produk. bukan lewat kekuatan senjata.141 3. 276. Negara dan Pendidikan Bebicara mengenai korelasi antara negara dan pendidikan memang selalu menarik untuk dibincangkan. akan tetapi sebuah sistem yang mempunyai mekanisme yang jauh lebih kompleks. Di dalamnya maknamakna dikerahkan di dalam praktik wacana komunikasi sosial sehari-hari dengan model discourse yang sangat kompleks. sebuah ideologi harus selalu memanggil subyeknya secara simpatik. Piliang. dinamis. Dinamika Politik Di Dalam Era Virtualitas (Yogyakarta : Jalasutra. meskipun tujuan utamanya adalah pelanggengan relasi dominasi. Transpolitika. Hal ini dikarenakan sejak lahirnya konsep pendidikan tidak akan lepas dari dunia politik yang merupakan basic dari negara. ide atau kepercayaan terhadap masyarakat secara vertikal dari atas. seperti berjiwa muda. 28. A. 2005). P Thompson bukanlah sebuah sistem yang di dalamnya terjadi pemaksaan konsep.Ideologi menurut John. Yasraf. 140 . Mekanisme mangajak secara persuasif ini sama dengan mekanisme iklan yang selalu memanggil setiap orang untuk menjadi subyek dari produk yang ditawarkannya. cara sebuah ideologi mencari pengikutnya adalah melalui mekanisme ajakan atau interpelasi.140 Menurut Althusser. Untuk dapat memproduksi dirinya. Sukses sebuah iklan sangat ditentukan dari kemampuannya menjadikan setiap orang menjadi subyek.

Singkat kata. tujuan pendirian madrasah oleh Nizam Al Mulk adalah untuk mencetak birokrat-birokrat yang akan menduduki jabatan kenegaraan. masing-masing tahun 1925 dan 1930.143 Mengenai hal ini Rasyid mengatakan : M. Dalam pandangan kolonial Belanda. Ibid. Hal ini terbukti dari dikeluarkannya undang-undang sekolah liar (Wilden Scholen Ordonantie). dan dianggap legal. 2-3. Institusi pendidikan yang memenuhi ketentuan undang-undang tersebut memperoleh subsidi dari pemerintah. Sedang yang tidak memenuhi ketentuang dimaksud dinilai sebagai sekolah liar. Atas penilaian ini pula maka. Proses pendidikan yang berporos pada dunia pesantren menjadi ancaman yang dianggap cukup serius bagi penguasa kolonial. sekitar tahun 1926 pondok pesantren sudah tidak lagi termuat dalam statistik pemerintah Hindia Belanda.Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia juga disinggung mengenai permasalahan ini. Atau paling tidak. setengah abad setelah berdirinya universitas Al Azhar di Kairo. Madrasah Nizamiyah didirikan di setiap kota di Irak dan Khurasan. Patronase Nizam Al Mulk tidak hanya menyangkut masalah keuangan dan pengadaan sarana. kita tentunya tahu mengenai eksistensi dari madrasah Nizamiyah di Baghdad. 143 142 . Nizam Al Mulk. Bani Saljuk terkenal sangat fanatik terhadap madzhab Sunni. 2005). tetapi juga kurikulum dan jabatan “profesorship”. seorang Perdana Menteri dari Alp Arselan dan Malik Syah pada tahun 457 H. pondok pesantren adalah sarang pemberontak. Harus dibubarkan. VI-VII. guru besar. tampaknya terkait dengan kebijakan politik kolonial.142 Dalam sejarah Islam. Sirozi. Kita tentu masih ingat bagaimana sikap pemerintah Hindia Belanda memperlakukan pendidikan di nusantara. Madrasah Nizhamiyah merupakan instrumen kebajikan politik yang salah satu fungsi utamannya adalah untuk menanamkan doktrin kenegaraan yang memperkuat kerajaan. Selain itu. Politik Pendidikan (Jakarta : RajaGrafindo Persada. untuk mengikis paham Syi’ah Zaidiyah yang dikembangkan oleh dinasti Buwaih sebelumnya dan dalam rangka menghadang paham Ismailiyah yang dipropagandakan oleh Dinasti Fathimiyah di Mesir. Madrasah Nizhamiyah didirikan oleh penguasa Bani Saljuk. melalui lembaga tersebut akan lahir warga negara yang mengerti akan nilai-nilai yang dianut oleh pemerintah. Upaya untuk menutup peluang pengembangan institusi dan sistem pendidikan Islam nusantara.

para pengawas pendidikan berpendidikan menengah bertindak sebagai kekuatan militer dan polisi. Bila politik (kekuasaan) berfungsi mengayomi dari atas.767). Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. dan mereka yang memasok kebutuhan ekonomi negara menempati status terendah diantara semuanya. 145 144 . Tanpa otoritas politik. kelas yang lebih rendah dididik untuk patuh dan diyakinkan dengan mitos-mitos politik bahwa status mereka itu terbentuk oleh sebab-sebab alamiah. Di negara kita.”144 Di negara-negara barat. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia 2. pengetahuan tentang bentuk-bentuk masyarakat alternatif ditekan dengan hati-hati. pendidikan merupakan salah satu pilar bangsa. Beberapa tugas negara yang termaktub dalam pembukaan UUD ’45 adalah sebagai berikut: 1. maka pendidikan melakukan pembenahan lewat arus bawah. Pendidikan bergerak dalam usaha menyadarkan umat untuk menjalankan syariat. 6.145Walaupun utamanya membahas berbagai persoalan kenegaraan. Kekuasaan adalah sarana untuk mempertahankan syiar Islam…. “Para filosof memiliki otoritas tertinggi. perdamaian abadi dan keadilan sosial Keempat poin di atas mensyaratkan adanya pendidikan yang bermutu. Memajukan kesejahteraan umum 3. 3. Pendidikan harus disesuaikan secara cermat dengan reproduksi sistem. Umat tidak akan mengerti syariat tanpa pendidikan.“Kedudukan politik dalam Islam sama pentingnya dengan pendidikan. Mencerdaskan kehidupan bangsa 4. kajian tentang hubungan antara pendidikan dan politik (negara) dimulai oleh Plato dalam bukunya Republik (berarti Negara). buku tersebut juga membahas hubungan antara ideologi dan institusi negara dengan tujuan dan metode pendidikan. para penyair seharusnya hanya menggambarkan tingkah laku terpuji. Dalam undang-undang sistem pendidikan nasional 2003 dijelaskan pendidikan nasional Ibid. 2000. syariat Islam sulit nahkan mustahil untuk ditegakkan. Menurut Plato. kecuali dalam kalangan yang terbatas dari elit penguasa” (Kuper & Kuper.

dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 8. dalam Undang-undang Sisdiknas 2003 Pasal 50 ayat 2 disebutkan: Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional .memiliki fungsi dan tujuan. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Secara lebih spesifik. Negara dan Ujian Nasional 2007 Negara (dalam hal ini Depdiknas) sebagai pelaksana ujian nasional 2007 memiliki kewenangan demi suksesnya agenda tahunan tersebut. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 10. berakhlak mulia. mandiri. berilmu. sehat. 7. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2006/2007. cakap. 4. kreatif. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 45 Tahun 2006. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 9. Pelaksanaan ujian nasional berlandaskan pada: 6.

pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional” dan Pasal 57 ayat 1: ”Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan.” Sedangkan pada Pasal 59 ayat 1: Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola, satuan, jalur, jenjang dan jenis pendidikan.” Tujuan pelaksanaan ujian nasional 2007 adalah bagian ejawantah dari UU Sisdiknas di atas, secara khusus, ujian nasional bertujuan sebagai berikut: 3. Ujian Nasional bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran yang ditentukan dari kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. 4. Ujian Sekolah/Madrasah bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran pada semua kelompok mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. Hasil ujian nasional dan/atau ujian sekolah/madrasah digunakan sebagai salah satu pertimbangan (fungsi) untuk : f. Penentuan kelulusan peserta didik dari suatu satuan pendidikan;  Bukan satu-satunya penentu kelulusan g. Seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya; h. Pemetaan mutu satuan dan/atau program pendidikan; i. Akreditasi satuan pendidikan;

Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Ujian nasional 2007 telah berlalu, berbagai berita kecurangan menyeruak diantara berita reshuffle jilid II Kabinet Indonesia Bersatu. Di Medan, forum guru yang tergabung dalam Komunitas Air Mata Guru menemukan berbagai kecurangan dalam pelaksanaaan UN. Ada beberapa sekolah yang memberikan jawaban dari pertanyan UN kepada para siswanya. Caranya beragam, ada yang membacakan langsung jawaban dan ada yang dengan menulis jawaban di kertas lalu diperlihatkan kepada para siswa.146 Di Jawa Timur, praktek kecurangan juga merebak, misalnya di Banyuwangi kecurangan berbentuk guru memberi jawaban kepada siswa, di Jombang kecurangan berupa penyebaran jawaban via sms, di Pasuruan berupa pengawas yang menjadi joki, dan di Tuban berupa penempelan jawaban di kamar mandi.147 Menurut pandangan DR. Warsono148 pelaksanaan UN 2007 ini mengindikasikan hal-hal sebagai berikut, pertama.Politik sekolah, bahwa pelaksanaan Ujian Nasional digunakan sekolah untuk mendongkrak popularitas sekolah. Sehingga, berbagai carapun digunakan untuk mencapai target lulus. Dengan keberhasilan kelulusan yang mencapai 100%, secara otomatis prestise sekolah tersebut akan melejit dan akan sangat berpengaruh terhadap penerimaan siswa baru di tahun ajaran berikutnya.
146

Pengakuan Komunitas Air Mata Guru dalam acara Republik Mimpi di Metro TV, Minggu 6 Mei

2007. Siswa Dapat Bocoran, Jawa Pos (Banyuwangi, Tuban, Jombang), 27 April 2007, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya pada acara seminar “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya, 5 Mei 2007.
148 147

Kedua, adanya ujian nasional dengan standar kelulusan yang telah ditetapkan pemerintah, mengisyaratkan ketidakpercayaan pemerintah terhadap para guru dalam melaksanakan pembelajaran, baik saat perencanaan, pemberian materi dan evaluasi yang dilakukan oleh guru. Ironis memang jika pemerintah sudah tidak percaya lagi dengan para guru. Guru sebagai profesi akal budi dan nurani dan lembaga pendidikan adalah tempat untuk melatih peserta didik berpikir, mendengar, dan mengasah nurani149sudah kehilangan kepercayaan dari pemerintah.

B. PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN 1. Tentang Mutu Pendidikan Secara etimologis, Mutu, memiliki arti sebagai berikut: Karat, baik buruk sesuatu, kwalitas, taraf atau derajat.150Menurut Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barry, mutu berarti: Kualitas; derajat; tingkat; manikam; mutiara; emas kertas; manik; karat; (nilai logam mulia); kadar emas; membungkam/diam (karena sedih).151 Sedangkan menurut pengertian konsepsional, mutu pendidikan dapat diartikan sebagai ”kemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan

149

Baskoro Poedjinoegroho E , “Sekolah Mencabik-Cabik Nurani”, Kompas, (Jakarta) 2 Mei 2007, WJS. Poerwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka 1982), 665-666. Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barry, Kamus Ilmiah Populer (Surabaya : Arkola, 1994), 505.

6.
150 151

40. Mutu bukanlah benda magis atau sesuatu yang rumit. bergantung pada pihak dan sudut pandang mana konsep terebut dipersepsikan.seumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seoptimal mungkin”152 Mutu pendidikan adalah suatu kualitas dalam sistem pengelolaan serta fungsi pendidikan yang mana akan menghasilkan mutu atau kualitas kelulusan siswa/mahasiswa dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan pengalaman guna masa depan. Arcaro. 75. 153 Muchtar Buchory.155 Sampai saat ini. Dengan demikian. Pendidikan Berbasis Mutu : Prinsip-Prinsip Perumusan Dan Tata Laksana Penerapan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. tetapi dalam kenyataannya konsepsi tentang mutu ini masih tetap bergerak dalam bentuknya yang masih bersifat rethorical. 155 Moch. 1994). Analisa Kebijakan Pendidikan (Bandung : Remaja Rosdakarya 1994). Berbagai cara berpikir telah dikembangkan untuk mencoba memberikan suatu pengertian mutu pendidikan. 154 Jerome S.154 Sebagai suatu konsep.R. Terj. Pengertian tersebut merujuk kepada nilai tambah yang diberikan oleh pendidikan dan pihak-pihak yang memproses serta menikmati hasil-hasil pendidikan. 89 – 90. Tiara Wacana. Administrasi Pendidikan Dan Manajemen Biaya Pendidikan (Bandung: CV. Idochi Anwar. mutu seringkali ditafsirkan dengan beragam definisi.A. Spektrum Problematika Pendidikan Di Indonesia (Jogjakarta : PT. 2005). 159. arti mutu pendidikan ini berkenaan dengan apa yang dihasilkan dan siapa pemakai pendidikan. Alvabeta. mutu pendidikan cenderung masih merupakan suatu konsep yang abstrak. Tilaar.153 Mutu adalah sebuah proses terstruktur untuk memperbaiki keluaran yang dihasilkan. 2003). artinya bahwa mutu pendidikan masih bergerak dari gagasan Ace Suryadi dan H. 152 .

atau jika masukan yang sekecil mungkin agar dapat menghasilkan keluaran yang sudah ditetapkan. belum kita terjemahkan secara tepat ke dalam ukuran dan tindakan yang lebih nyata. Mengenai konsep efisiensi mana yang lebih sesuai dipakai dalam pendidikan. cet. Jika pendidikan kita anggap sebagai suatu komoditi pada suatu sistem ekonomi pasar yang kompetitif. Menurut pengertian tersebut. efisiensi selalu dikaitkan dengan efektifitas optimal yang diperoleh dengan harga masukan yang paling seminimal mungkin. efisiensi akan tercipta jika. Remaja Rosdakarya. Tilaar. keluaran dan atau masukan sudah diterapkan ukuran nilai kepuasan (utility) atau harga (price). Sebaliknya. maka konsep efisiensi ekonomi lebih sesuai untuk dijadikan rujukan. 156 .157 Secara ekonomis. 161. efisiensi akan tercipta jika keluaran yang diinginkan dapat dihasilkan secara optimal dengan harga masukan yang relatif tetap. 161. itu semua tergantung pada anggapan kita tentang hakikat dari suatu program pendidikan.156 Para pemikir neo klasik seperti Douglas Windham (1986) dan Johnson (1975) menempatkan konsep mutu pendidikan secara lebih operasional dengan menggunakan model efisiensi. 157 Ibid. Dengan kata lain.A. efisiensi bukan merupakan konsep yang berdiri sendiri dan akan menjadi kurang memiliki arti jika tidak mengacu pada efektifitas. Suatu Pengantar (Bandung : PT.R. Analisis Kebijakan Pendidikan. konsep efektifitas merupakan bagian dari konsep efisiensi karena tingkat efektifitas berkaitan erat dengan pencapaian tujuan relatif terhadap harganya.II.satu ke gagasan yang lain. Secara teknis. Dengan demikian. Efisiensi itu sendiri merupakan suatu model yang dipinjam dari teknologi dan ekonomi. jika pendidikan dianggap sebagai Ace Suryadi dan H.1994).

maka asumsi pemerataan. 162-163. Dengan demikian.public goods. mendasarkan diri pada deskripsi mengenai relevansi pendidikan dengan dunia kerja. program pendidikan yang efisien adalah yang mampu menciptakan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan akan sumber-sumber pendidikan sehingga upaya pencapaian tujuan tidak mengalami hambatan. 162. mutu pendidikan tidak dapat dipisahkan dari konsep efektifitas.159 Secara substantive. Ibid. pendekatan ini disebut dengan pendekatan ekonomi. Pendekatan pertama. keadilan dan efisiensi teknologis lebih dianggap relevan untuk menilai suatu program pendidikan bermutu. . Keragaman cara pandang mengenai sifat dan taraf itu memungkinkan perbedaan pendekatan terhadap mutu pendidikan. yang diekspresikan dalam ukuran- 158 159 Ibid. disebut pendekatan nilai instrinsik pendidikan. sistem atau program pendidikan yang efisien ialah yang mampu mendistribusikan sumber-sumber pendidikan secara adil dan merata agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mendayagunakan sumber-sumber pendidikan tersebut dan mencapai hasil yang maksimal. sedangkan taraf menunjukkan kedudukan dalam skala. cenderung ditandai dengan pola penyebaran dan pendayagunaan sumber-sumber pendidikan yang sudah ditata secara efisien. keadilan dan pemerataan.158 Efisiensi pendidikan memiliki kaitan langsung dengan pendayagunaan sumber-sumber pendidikan yang terbatas secara optimal sehingga memberikan dampak yang optimal juga. Dalam pengertian ini. Sifat adalah sesuatu yang menerangkan keadaan. mutu mengandung sifat dan taraf. Suatu program pendidikan yang efisien. Pendekatan kedua.

Konsep proses menurut Sudjana dan Susanta (1989) merujuk kepada kegiatan penanganan transformasi masukan-masukan melalui subsistem pemrosesan menjadi keluaran-serta hasil-hasil yang berasal dari masukan dan tindakan berikutnya-melalui umpan balik dan evaluasi keluaran. komunikasi dan monitoring. Administrasi Pendidikan Dan Manajemen Biaya Pendidikan. dan kemampuan intelektual yang sesuai dengan harapan dan tujuan pendidikan nasional.160 Pemahaman atas mutu proses pendidikan perlu dibenahi oleh pengertian proses. 41. mutu proses pendidikan dapat diukur dengan indikator-indikator sebagaimana dirinci oleh Makmun (1997) 160 161 Moch. .ukuran sikap. 163 Ibid. Ibid.162 Subsistem tindakan kerja adalah komponen organisasi yang menentukan ukuran kemampuan sistem dalam melaksanakan apa yang seharusnya dikerjakan. Subsistem komunikasi berfungsi memproses dan memberikan informasi yang memadai mengenai seluruh tahapan tindakan sistem dan subsistem. 162 Ibid. Sedangkan fungsi subsistem monitoring adalah kontrol sistem terhadap kegiatan dan akuntabilitas subsistem dalam hubungan sinergiknya di seluruh sistem. 40-41. 41. Idochi Anwar. 41. yang meliputi tindakan kerja.163 Ditelaah dari sudut kinerja sistemnya. Berdasarkan pemahaman demikian maka mutu proses menunjukkan kebermutuan subsistem dalam proses. kepribadian.161 Konsep tersebut didasarkan atas asumsi bahwa pendidikan sebagai sistem terbuka mengandung subsistem masukan dan umpan balik secara internal serta eksternal.

baik mutu maupun jumlahnya dan biaya yang mencukupi. Efektifitas.166 Pendapat lain menyatakan bahwa Mutu Pendidikan dalam tingkat dasar sampai atas adalah kemampuan sistem pendidikan dasar sampai tingkat atas baik dari segi pengelolaan maupun dari segi proses pendidikan itu sendiri. serta sumber belajar yang memadai. pelaksana. Proses pendidikan yang bermutu harus didukung oleh personalia. terkait dan membutuhkan dukungan dari kegiatan. hasil pendidikan yang bermutu dapat dicapai hanya dengan satu komponen atau kegiatan yang bermutu. serta lingkungan yang mendukung. Relevansi. menyangkut semua komponen. Hal tersebut juga didukung oleh sarana dan prasarana pendidikan. diarahkan Ibid. pelaku. 6-7 166 Ibid. 165 164 . pendidikan atau sekolah menghasilkan lulusan yang bermutu. guru.yaitu: Efisiensi. 7. konselor dan yang bermutu dan profesional. Nana Syaodih Sukmadinata. Prinsip. Kegiatan pendidikan cukup kompleks. Refika Aditama. waktu. Produktifitas.164 Mutu pendidikan atau mutu sekolah (yang) tertuju pada mutu lulusan merupakan sesuatu yang mustahil. Merupakan sesuatu yang mustahil pula. Akuntabilitas. (Bandung : PT. terjadi proses pendidikan yang bermutu jika tidak didukung oleh faktor-faktor penunjang proses pendidikan yang bermutu pula. komponen. komponen. et. serta waktu lainnya. media. manajemen yang tepat. seperti administrator.165 Mutu pendidikan bersifat menyeluruh. Dan Instrumen). jika tidak melalui proses pendidikan yang bermutu pula. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah (Konsep. fasilitas. satu kegiatan. dan kegiatan pendidikan atau disebut sebagai mutu total atau “Total Quality”. 2003). 41. pelaku. Adalah sesuatu yang tidak mungkin. Kesehatan organisasi dan Semangat berinovasi.al.

Analisis Kebijakan Pendidikan. Nana Syaodih Sukmadinata. Peningkatan mutu pendidikan menuntut kepemimpinan profesional dalam bidang pendidikan. antara lain:169 1. kemandirian. Banyak sisi lainnya yang memiliki dampak penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Seperti: mobilisasi kekuatan daerah.A. Managemen mutu pendidikan merupakan alat yang dapat digunakan oleh para profesional pendidikan dalam memperbaiki sistem pendidikan bangsa kita. akuntabilitas. 167 168 Ace Suryadi –H.Tilaar.168 Dalam melaksanakan program peningkatan mutu pendidikan.R.secara efektif untuk meningkatkan nilai tambah dari faktor – faktor input agar menghasilkan output setinggi – tingginya. Beberapa bukti empiris yang pada dasarnya mengarah pada suatu kesimpulan bahwa hanya melalui upaya pengerahan kekuatan daerah (desentralisasi) yang dapat menolong kita untuk secara sustainable meningkatkan mutu pendidikan. pengembangan sumber daya manusia menuju aktualisasi diri. maka ada beberapa prinsip yang perlu dipegang sebagai acuannya. tetapi belum kita sentuh. 108. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah. dan aspek-aspek lain yang menyangkut otonomi dan profesionalisasi. 9-11. et. Kesulitan yang dihadapi para profesional pendidikan adalah ketidakmampuan mereka dalam menghadapi “kegagalan sistem” yang mencegah mereka dari pengembangan atau penerapan cara atau proses baru unuk memperbaiki mutu pendidikan yang ada. 159. all. 2.167 Peningkatan mutu pendidikan yang telah kita laksanakan baru menyentuh sisi teknis dari pendidikan. . 169 Ibid.

Demikian juga dengan staf administrasi. Banyak profesional dibidang pendidikan yang kurang memiliki pengetahuan dan keahlian dalam menyiapkan para siswa memasuki pasar kerja yang bersifat global. dan kualitas layanan pendidikan. produktifitas. 5. menyelesaikan masalah dan mengembangkan program baru. Ketakutan pada perubahan atau takut melakukan . 6. Sekolah harus belajar bekerjasama dengan sumber-sumber yang terbatas. dan rekognisi. akuntabilitas. Norma dan kepercayaan lama harus diubah. Jika semua guru dan staf sekolah memiliki komitmen pada perubahan. guru. pengawas dan pimpinan kantor diknas mengembangkan sikap yang terpusat pada kepemimpinan. kerja sama. Kunci utama peningkatan mutu pendidikan adalah komitmen pada perubahan. staf.3. membimbing. dan melatih dalam membantu perkembangan siswa. Mutu pendidikan dapat diperbaiki jika administrator. 4. Para profesional pendidikan harus membantu para siswa dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan guna bersaing didunia global. team work. pimpinan dapat dengan mudah mendorong mereka menemukan cara baru untuk memperbaiki efisiensi. Guru akan menggunakan pendekatan yang baru atau modelmodel mengajar. ia akan menggunakan proses baru dalam menyusun biaya. Uang tidak menjadi penent dalam peningkatan mutu. Peningkatan mutu pendidikan harus melakukan loncatan-loncatan. Uang bukan kunci utama dalam usaha peningkatanmutu.

peningkatan mutu dapat dicapai melalui perubahan yang berkelanjutantidak dengan program-program singkat. Salah satu komponen kunci dalam program mutu adalah sistem pengukuran. Dengan menggunakan sistem pengukuran. Para profesional pendidikan harus dibekali oleh program yang khusus dirancang untuk menunjang pendidikan. 8. Depdiknas. Program peningkatan mutu dalam bidang komersial tidak dapat dipakai secara langsung dalam pendidikan. Masyarakat dan manajemen pendidikan harus menjauhkan diri dari kebiasaan menggunakna “program singkat”. Adu argumen telah dikemukakan oleh masing-masing pihak.perubahan akan mengakibatkan ketidaktahuan bagaimana mengatasi tuntutantuntutan baru. apakah ujian nasional dapat meningkatkan mutu pendidikan? menurut Kunandar170. Budaya. UN yang hanya menguji tiga Kunandar. 2. “UN dan Peningkatan Mutu Pendidikan” Kompas (Jakarta) 14 Mei 2007. 170 . tetapi membutuhkan penyesuaianpenyesuaian dan penyempurnaan. memungkinkan para profesional pendidikan dapt memperlihatkan dan mendokumentasikan nilai tambah dari pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan. baik terhadap siswa. baik yang pro maupun yang kontra. Ditjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. orang tua maupun masyarakat. 7. Kunandar adalah widyaiswara di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) DKI Jakarta. Pertanyaannya kemudian. 14. Ujian Nasional 2007 dan Peningkatan Mutu Pendidikan Ujian nasional 2007 telah berlalu. karena: Pertama. lingkungan dan proses kerja tiap organisasi berbeda. untuk mengukur peningkatan mutu pendidikan berlandaskan ujian nasional sangatlah tidak tepat.

input. . Ketiga. Sudah saatnya pemerintah menempatkan semua mata pelajaran secara sama (tidak menganakemaskan mata pelajaran tertentu dan memarjinalkan mata pelajaran yang lainnya). proses dan out put bahkan outcame pendidikan. Kesan adanya “Mark Up” nilai dalam UN sulit dihindari. Menjustifikasi mutu pendidikan hanya dari tiga mata pelajaran tersebut merupakan sikap yang kurang bijaksana dan terlalu menyederhanakan persoalan. Kompas (Jakarta). dan dinas pendidikan agar siswanya dapat lulus 100 persen. Untuk mengukur standar mutu pendidikan harus dilihat struktur pendidikan secara menyeluruh. 17 April 2007. Meningkatkan mutu pendidikan tentu saja tidak sesederhana hanya dengan menguji tiga amta pelajaran lalu dijadikan generalisasi dan justifikasi tentang mutu pendidika. Tradisi kelulusan 100 persen seolah “menghipnotis” para pelaku pendidikan di lapangan. Re-Engineering Proses Pembelajaran. Maka dibentuklah “tim sukses” dengan tugas agar siswanya dapat lulus 100 persen. dengan standar kelulusan nilai rata-rata 5. dalam penyelenggaraan UN ada indikasi terjadi rekayasa hasil UN di lapangan. Kedua.171Menurutnya. kepala sekolah.00 untuk tiga mata pelajaran yang di-UN-kan sulit dijadikan parameter peningkatan mutu pendidikan. 171 Robert Bala. terutama guru. Robert Bala dalam artikelnya menawarkan konsep “Reengineering Proses Pembelajaran”.mata pelajaran tidak serta merta dapat dijadikan indikator tentang mutu pendidikan. Ujian nasional sebagai alat pengukuran hasil proses pembelajaran selama ini memang harus mendapatkan evaluasi bersama. 7. Bagaimana bias mutu pendidikan dikatakan meningkat dengan standar kelulusan yang rendah. termasuk non akademis.

ia berpendapat bahwa pendidikan kita saat ini masih terseok-seok di ranah Technoware an sich. Sebagi solusinya ia menawarkan: 1) Pendidikan adalah medium atau ruang kreatif. Siswa diberi kebebasan dan kepercayan untuk memiliki kemampuan suportif dan inovatif serta kreatif dengan pemahaman akan “Pengetahuan Bagaimana (Know How)” dan berujung pada lahirnya “Pengetahuan Mengapa (Know Why)” yang kreasi berdaya saing internasional.komponen perekayasaan ulang perlu dilakukan sebagai cara untuk melihat dan meningkatkan mutu pendidikan. bahkan kreatifitas manusia (Humanware) 3. 2) Kemampuan kreatif dan inovatif bisa dicapai jika cakupan wilayahnya kecil. Berhubungan dengan Ujian Nasional 2007. Guru diberi kewenangan untuk mengembangkan silabus pendidikan berbasis pada lokalitas tanpa melupakan realitas global. artinya: a. Keterampilan. Pemerintah daerahlah yang yang lebih mengenal konteksnya merancang ujian yang lebih sesuai. Fasilitas fisik (Technoware) 2. Institusi ynag mengoordinasi proses produksi (Orgaware) Keempat komponen tersebut harus saling melengkapi satu dengan yang lain. keahlian. sehingga: a. b. atau . Dokumen fakta (Infoware) 4. Komponen rekayasa ini meliputi: 1.

b. Sekolahlah yang berhak atau bertanggungjawab meluluskan seseorang. .

Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Mencerdaskan kehidupan bangsa 8. 2) Ayat (2) : setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Pelaksanaaan ujian nasional 2007 tidak terlepas dari kondisi lokalitas (dalam negeri) tetapi juga bertalian erat dengan kondisi global (internasional).BAB IV ANALISA DATA A. perdamaian abadi dan keadilan sosial Sedangkan pasal-pasal yang bertalian erat dengan pendidikan terdapat pada Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 yang berbunyi: 1) Ayat (1) : setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. berbagai pro dan kontra telah mewarnai perjalanannya. Selanjutnya dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) tahun 2003 disebutkan: . Dalam konteks lokalitas. Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 disebutkan beberapa tugas negara yaitu: 5. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia 6. REFLEKSI UJIAN NASIONAL 2007 Ujian nasional 2007 telah usai. Memajukan kesejahteraan umum 7. kita tentu sudah paham bahwa pelaksanaan ujian nasional 2007 merupakan bagian dari usaha pemerintah untuk melaksanakan amanat UndangUndang Dasar 1945 baik yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 maupun yang terdapat pada batang tubuhnya.

penilaian.a) Pasal 5 ayat 1 : setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. b) Pelaksanaan UN untuk mengukur pencapaian standar kompetensi c) Akreditasi program dan satuan pendidikan Presentasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur disampaikan pada diskusi publik “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara Dalam Belitan Neoliberalisme ” Kampus Sastra Unair Surabaya. Program-program tersebut meliputi:172 1. biaya serta sarana dan prasarana. b) Pasal 6 ayat 1 : setiap warga negara yang berusia tujuh samapai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. c) Pasal 11 ayat 2 : pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun. hal-hal yang terkait dengan hal ini adalah: a) PP 19 tahun 2005 telah dikeluarkan standar nasional pendidikan. ada berbagai kebijakan pemerintah dalam hal pendidikan yang berdampak massal. pengelolaan. Reformasi Pendidikan. proses. 5 Mei 2007 172 . yaitu standar isi. kompetensi. Standarisasi Pendidikan. pendidik dan tenaga pendidikan. Pada kurun waktu 2004-2009. hal-hal yang terkait dengan reformasi pendidikan adalah: a) Presiden mendeklarasikan guru sebagai profesi pada desember 2004 b) Pembentukan direktorat jenderal peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan (ditjen PMPTK) c) Disahkannya uu guru dan dosen pada tahun 2005 2.

3. Pendanaan biaya operasional sekolah, meliputi: a) Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan BOS buku b) Program bantuan operasional manajemen mutu (BOMM) SMK dan SMA 4. Subsidi kepada peserta didik, meliputi: a) Bantuan khusus murid (BKM) untuk siswa miskin tingkat SMA dan SMK b) Beasiswa untuk mahasiswa yang berprestasi dan mahasiswa miskin c) Subsidi keaksaraan untuk daerah buta aksara 5. Penyediaan dan rehabilitasi prasarana dan sarana pendidikan, meliputi: a) Rehabilitasi gedung SD/MI/SDLB, SMP/MTS/SMPLB, dan

SMA/MA/SMK/SMALB b) Unit Sekolah Baru (USB) TK, SMP/MTS/SMPLB, dan

SMA/MA/SMK/SMALB c) Ruang Kelas Baru (RKB) TK, SMP/MTS/SMPLB dan

SMA/MA/SMK/SMALB d) Pengadaan buku teks untuk SD/MI/SDLB DAN SMP/MTS/SMPLB e) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yaitu: Jardiknas dan Inherent f) Fasilitas taman bacaan masyarakat (TBM) di kab./kota dan kecamatan 6. Peningkatan mutu proses pembelajaran, meliputi: a) Desentralisasi Kurikulum

b) Penerapan kurikulum berbasis kompetensi melalui KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) c) Pembelajaran berbasis TV pada SMP bekerjasama dengan TVRI d) Pembelajaran berbasis TIK pada SMA, SMK dan Perguruan Tinggi (PT) 7. Penguatan tata kelola, meliputi: a) Penerapan manajemen berbasis kinerja b) E-Procurement c) Peningkatan kompetensi aparat dibidang akuntansi dan keuangan d) Aplikasi sistem dan proseduri akuntansi/keuangan sesuai standar akuntansi instansi e) Inventarisasi barang negara f) Penerapan SIM berbasis TIK (e-government) Mengenai konteks global yang dimaksudkan adalah adanya program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan PBB sejak tahun 2000 dengan deadline waktu tahun 2015. Program ini meliputi 8 titik fokus utama, yaitu: 1. Bidang kemiskinan, dengan target menghapuskan

kemiskinan dan kelaparan sampai separuh. 2. Bidang pendidikan, dengan target pendidikan dasar utuk

semua (Education For All) 3. Bidang kesetaraan gender, dengan target menghapuskan

diskriminasi gender dan pemberdayaan perempuan

4.

Bidang kematian anak, dengan target mengurangi tingkat

kematian bayi dan anak di bawah usia lima tahun 5. Bidang kesehatan ibu, dengan target memeprbaiki

kesehatan ibu dan mengurangi angka kematian ibu sampai tiga perempatnya 6. Bidang penyakit, dengan target mencegah penyebaran

HIV/AIDS, malaria dan penyakit infeksi lainnya 7. Bidang lingkungan, dengan target mengintegrasikan

prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam program nasional dan merehabilitasi sumber daya alam yang rusak 8. Bidang kerjasama, dengan target membangun tatanan

perdagangan dan keuangan yang terbuka dan akuntabel, mengupayakan jalan keluar menyeluruh atas utang negara berkembang dan miskin, akses obat-obatan yang penting di negara berkembang, alih teknologi dan penciptaan lapangan kerja Dalam laporan A Failure Within Reach (2006) yang didasarkan pada capaian program MDGs di atas, Indonesia menempati kelompok terbawah bersama Banglades, Laos, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Papua Nugini dan Filipina.173 Hal lain yang juga dapat dijadikan landasan peningkatan mutu pendidikan adalah adanya Human Development Index/HDI (Indek peningkatan kualitas sumber daya manusia) yang meliputi: perekonomian, kesehatan dan pendidikan. Bila diukur dengan landasan ini posisi Indonesia masih jauh tertinggal.

173

Razali Ritonga, “MDGs dan Komitmen Pemerintah”, Kompas (Jakarta), 27 Maret 2007, 6.

(d)Lulus Ujian Nasional. Dengan niatan awal untuk mengejar ketertinggalan standar kelulusan dengan negara tetangga (Singapura. dengan bergulirnya waktu niatan baik diawal program ini mengalami degradasi dari waktu ke waktu. 175 174 . Ada yang berupa penyediaan hari sabtu untuk membahas mengenai soalUjian Nasional Harus Diperbaiki. Syarat lainnya adalah: (a) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran. A. Hal ini juga sesuai dengan apa yang dikatakan oleh kepala pdinas pendidikan dan kebudayaan Jawa Timur DR. Ujian nasional 2007 yang digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan kelulusan siswa. ini berakibat pada terjadinya perlakuan yang berbeda dalam menghadapi ujian nasional. Pada pelaksanaannya yang ke 4 yakni tahun 2007. Banyak sekolah (jika kita enggan menggunakan kata seluruhnya) telah menyediakan waktu khusus untuk menghadapi kedatangan Ujian nasional 2007. kelompok mata pelajaran estetika. Rasiyo bahwa selain melaksanakan UN. olahraga. Hal.175 ternyata dianggap sebagai faktor kunci kelulusan. dan pembiayaan juga distandarkan. (b) Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan ahlak mulia. Malaysia. dan kelompok mata pelajaran jasmani.174 Namun. UN tidak pernah terlaksana. Kondisi pendidikan kita yang masih terpuruk jugalah yang merupakan latar historis dilaksanakannya ujian nasional 2007. (c) Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Kompas (Surabaya). secara perlahan sarana. dan kesehatan. Jika menunggu semua standar. Harus diakui pendidikan merupakan tulang punggung negara dalam mencetak generasi penerus bangsa. Thailand) maka pada tahun 2003 mulailah dilaksanakannya ujian nasional. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. antara lain: 11.Melihat kondisi negara yang terpuruk inilah maka eksistensi pendidikan perlu mendapat perhatian yang lebih. 27 April 2007. tenaga pendidikan. masih terdapat berbagai kekurangan-kekurangan yang terjadi.

nilai keagamaan. nilai kultural. dan mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Prinsip Penyelenggara Pendidikan meliputi: (a). Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. Hal ini juga terasa sangat jauh dari arti pendidikan dan tujuan pendidikan nasional itu sendiri. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. Dilihat dari sisi evaluasi.soal ujian nasional tahun sebelumnya atau dengan cara menghadirkan lembaga bimbingan belajar ke sekolah. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. Dalam UU Sisdiknas disebutkan. pengendalian diri. membangun kemauan. Ada berbagai kejadian yang itu jauh dari sisi pendidikan. Guru dan Dosen (Pasal 1)) 176 . 12. 177 (UU Sisdiknas. artinya bersifat mendidik. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. (b). akhlak mulia.177Sedangkan pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. kepribadian. bangsa dan Negara. menulis. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. (e). (d). pendidikan adalah: Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. antara lain: Pedagogis. Fakta di lapangan ternyata berbicara lain. kecerdasan. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. (c). masyarakat. Terkuaknya berbagai kecurangan yang terjadi menandakan bahwa ujian nasional 2007 jauh dari prinsip pedagogis (hal ini pula bertentangan dengan prinsip penyelenggara pendidikan176). maka ujian nasional 2007 juga terasa kurang dapat di terima. Pendidikan diselenggarakan suatu proses pembudayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar agar menjadi manusia yang beriman dan bertawwa Dalam UU Sisdiknas disebutkan. mengingat ada beberapa prinsip evaluasi yang tidak tercakup. (f). dan kemajemukan bangsa.

178 Hal ini juga akan sangat berbenturan jika dihadapkan pada prinsip trianggulasinya Suharsimi Arikunto. 181 Yasraf Amir Piliang. Kalau hal ini terjadi. Bab II Dasar. “Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan” (Yogyakarta & Bandung. berilmu. 14. Kondisi ini bisa menyebabkan sekolah beralih fungsi dari wahana internalisasi nilai-nilai positif menjadi hanya sebagai bimbingan belajar untuk tiga mata pelajaran yang di ujikan. berarti ujian nasional 2007 telah mengebiri hakikat pendidikan179 dan pendangkalan tradisi intelektual180karena dengan mengedepankan tiga mata pelajaran yang diujikan. cakap. Fungsi dan Tujuan Kunandar. 14 Mei 2007. akan tetapi sekaligus menambah ukuran tebalnya. Membuat siswa hanya berkonsentrasi pada tiga mata pelajaran yang diujikan. maka terjadi ketidaksesuaian baik antara tujuan pembelajaran. berakhlak mulia. kegiatan pembelajaran (yang tereduksi dengan latihan soal-soal. berarti merubah ukuran luas kertas sehingga menjadi lebih kecil. ”Pendidikan dan Regenerasi Bangsa”. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. 48. sehingga Ibid.181 Semisal Melipat kertas. kreatif. Kompas. Ujian nasional 2007 yang mengujikan tiga mata pelajaran. “UN dan Peningkatan Mutu Pendidikan”. Hal ini juga berkesesuaian dengan apa yang dikatakan oleh Yasraf Amir Piliang dengan dunia yang dilipat. dan evaluasi. melipat bahasa artinya mengurangi jumlah kata. Kegiatan pembelajaran dan Evaluasi. maka terjadi pengabaian terhadap bidang-bidang studi lain yang penting dalam nation and character building. 12 Mei 2007. sehat. dianggap mereduksi makna belajar. 6. Kompas. 179 178 . 2004). menghafal soal. Dalam teori trianggulasi dikenal tiga keterpaduan yang harus ada dalam pelaksanaan evaluasi. 180 Yonky Karman. 13.kepada Tuhan Yang Maha Esa. yaitu: Tujuan pembelajaran. Dilihat dari sisi ini. Jalasutra. dll).

melipat ruang artinya memperpendek waktu yang digunakan untuk menempuh jarak ruang. “Carut-marut Ujian Nasional” www. tetapi sekaligus meningkatkan entropi (entropy) atau ketidakpastian maknanya. melipat sosial artinya meredusir sistem. . misalnya dimensi citra (image).menjadi lebih padat dan ringkas.vhrmedia. personal. akan tetapi melenyapkan dimensi-dimensi kedalaman dan transendentalnya. tetapi mungkin lemah dalam kecerdasan yang lain. setiap ada pelipatan. akan tetapi sekaligus mempersempit waktu refleksi dan perenungan didalamnya. Taufik. dan relasi sosial yang komplek menjadi dimensi yang lebih ringkas. dimensi.net diakses tanggal 20 April 2007. Dengan demikian. ahli psikologi pendidikan dari Amerika Serikat. Maka jika dihubungkan dengan permasalahan di atas.182 182 M. melipat spiritual artinya meredusir dimensi-dimensi spiritual yang komplek menjadi dimensi tanda dan gaya (gaya hidup). pasti ada hal-hal yang di persingkat/dikurangi dan disisi lain akan ada hal-hal yang ditambahi. Setiap anak memiliki salah satu atau beberapa kecerdasan yang menonjol. menjelaskan dalam teori multiple intelligence bahwa kecerdasan anak didik majemuk. kinesthetic. Ujian Nasional sebagai satu-satunya penentu kelulusan anak didik adalah sebuah pengingkaran terhadap kodrat manusia yang berbeda-beda dalam bentuk dan kemampuannya. Jenis-jenis kecerdasan yang dimaksud Gardner di antaranya logic-mathematic. spatial. linguistic. melipat waktu artinya memampatkan waktu dalam pengertian memperkecil waktu yang diperlukan untuk satu pergerakan atau perpindahan (movement). dan interpersonal. Howard Gardner. tetapi sekaligus mempersempit ruang relasi fisik dan sosial di dalamnya. akan tetapi sekaligus membunuh relasi sosial yang nyata.

dan murid terarah pada ujian nasional. Makna itu kini sudah terkalahkan karena semua sibuk dengan ujian nasional dan prediksi soal-soalnya. Dan. 16. Kompas (Jakarta). Ini dampak dari sistem. 183 . Jawa Pos (Jakarta). Sekolah Andalkan Bimbingan Belajar. 184 Bimbingan Tes Masuk Lewat “Tender”. Fenomena bimbingan tes ini cukup merisaukan. Menurut Lodi Paat (pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta)184 bahwa Belajar menjadi sebatas bagaimana menyelesaikan soal-soal ujian nasional dan trik-trik untuk menjawabnya. membuat sekolah “Kebakaran Jenggot”. Orang akan menganggap sekolah yang tingkat kelulusannya tinggi sebagai sekolah yang lebih baik atau bermutu tinggi dibandingkan dengan sekolah yang persentase kelulusannya rendah. Posisi guru digantikan oleh Trainer dari bimbingan belajar. Persentase kelulusan ini akan mengubah citra sekolah. dan Unas Jadi Lahan Bisnis menggiurkan. Dengan dilaksanakannya ujian nasional 2007. 7 Maret 2007. 12. Penentuan kelulusan yang menjadi kewenangan pemerintah dapat dimaknai dengan pengambilalihan wewenang guru sebagai orang yang paling paham mengenai proses pembelajaran dan mengetahui bagaimana kompetensi kognitif. Padahal seharusnya belajar itu ialah suatu yang mempunyai makna bagi siswa. 11 April 2007. formulasi yang banyak dilakukan di sekolah-sekolah adalah dengan menggandeng lembaga bimbingan belajar atau bimbingan tes. artinya para pengelola sekolah berjuang sekuat tenaga untuk membuat formulasi yang ampuh bagaimana siswanya dapat lulus 100 persen.183 15. 16 Maret 2007. sehingga perhatian guru. sebab hal ini berarti pihak sekolah dan orang tua murid tidak percaya (distrust) dengan kemampuan para guru. Kelanjutan dari fenomena ini adalah kita melupakan arti proses dalam pembelajaran dan membuat para siswa menjadi orang-orang yang lebih mementingkan hasil dari pada proses. Kompas (Surabaya).14.

sosial.afektif dan psikomotor dari anak didiknya. rather than describing a reality” yaitu perwujudan dari sebuah keinginan. a hope. Dalam konsep hegemoni Gramsci.185Lulus berarti sukses. lulus berarti sama dengan memiliki masa depan cerah. Dalam lingkaran konsep Ideological State Apparatuse dan Repressive State Apparatuse. Mereka malah mempertahankan peraturan melalui transformasi penyatuan para pemimpin budaya. Hal ini juga dapat dibaca sebagai bentuk hegemoni dan penerapan Repressive State Apparatuse/Ideological State Apparatuse negara terhadap warga negaranya. hal ini dapat dipahami sebagai salah satu bentuk penerapannya. Dalam sisi ideologi. yaitu: Hegemoni yang bersandar pada kesatuan ideologis antara elit ekonomis. harapan atau kenangan indah masa lalu yang digambarkan dari realitas. Warga negara dibuat tidak berdaya dan harus sami’na wa atho’na dengan segala kebijakan pemerintah. Pengambilalihan wewenang ini juga dapat dimaknai sebagai ketidakpercayaan pemerintah terhadap eksistensi guru. politis. or a nostalgia. maupun ekonomi yang secara potensial bertentangan dengan “negara baru” yang dicita-citakan oleh kelompok hegemonis itu. dan intelektual yang berlangsung bersamaan dengan keengganan terhadap setiap campur tangan massa dalam hidup bernegara. tidak Perlu diingat bahwa konsep ideologi dari Althusser adalah “Expresses a will. tidak lulus berarti gagal. Sejalan dengan kategori itu. Dengan demikian. 185 . kelompokkelompok hegemonis tidak mau menyesuaikan kepentingan dan aspirasi-aspirasi mereka dengan klas lain dalam masyarakat. politik. warga negara yang sudah tertanam pada otaknya bahwa dengan ujian nasional mereka akan dapat melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan ini berbanding lurus dengan akan adanya masa depan yang lebih baik (A Will And A Hope). hegemoni dalam taraf ini adalah hegemoni kelas tiga atau hegemoni minimum (Minimum Hegemony).

kolutif. Dan juga berupa instruksi kepala dinas pendidikan untuk membocorkan soal dan siswa pandai yang ditunjuk menukar jawaban kepada teman-teman seruangan. pendidikan untuk mengurangi korupsi harus berupa pendidikan nilai. Padahal pendidikan watak merupakan hal yang sangat penting untuk menyelesaikan degradasi moral negara ini. Menurut Mochtar Buchori188 ada tiga gagasan mengenai pendidikan anti korupsi. 21.186 Dengan adanya kepercayaan yang seperti inilah akhirnya masyarakat tidak mampu untuk melawan. korupsi hanya dapat dihapuskan dari kehidupan kita secara berangsur-angsur. Bagai pungguk merindukan bulan!. “Pendidikan Anti Korupsi”. Hal ini berimbas pada munculnya para generasi muda yang tidak jujur. 19 April 2007. Kedua. Yang diperkuat dengan berbagai aparat negara yang bersifat memaksa (Represif). pendidikan untuk membasmi korupsi sebaiknya berupa persilangan (Intersection) antara pendidikan watak dan pendidikan kewarganegaraan. Berbagai kecurangan yang menyeruak ke permukaan dalam pelaksanaan ujian nasional 2007187. 188 Muchtar Buchori.lulus artinya suram bahkan gelap nasibnya di kemudian hari. penempelan kunci jawaban di kamar mandi. Tujuan pendidikan yang menginginkan adanya perubahan perilaku pada peserta didik mustahil tercapai. yaitu pendidikan untuk mendorong setiap generasi menyusun kembali sistem nilai yang diwarisi. Berbagai bentuk kecurangan itu antara lain: pemberian jawaban oleh guru. dan Isu Kecurangan Merebak Di Mana-mana. Pertama. bisa dilakukan dalam ujian. pemberian jawaban via sms. Kompas (Jakarta) 19 April 2007. manipulatif. 17. Ketidakberdayaan masyarakat ini dikarenakan adanya sistem yang bermain yaitu berupa kebijakan dari negara yang harus mereka taati. Ketiga. Kompas. mengindikasikan semakin jauhnya nilai-nilai pendidikan kejujuran. Editorial Media Indonesia. Jawa Pos (Surabaya) 27 April 2007. suka menghalalkan segala cara. apalagi jika dibenturkan lagi dengan tujuan pendidikan nasional. 187 186 . 21 April 2007. pencurian bahan ujian oleh salah satu kepala sekolah di Ngawi. “Ujian Nasional Yang Menghakimi”. Siswa Dapat Bocoran.

Cara belajar ini tidak menuntut eksplorasi cipta. Implikasinya.Fenomena ini juga dapat dipahami sebagai sebuah dampak dari pengaruh ruang dan waktu yang dilipat/pelipatan ruang dan waktu. kompetensi dan kecerdasan dalam menguasai ilmu pengetahuan hanya diukur dari kemampuan memilih jawaban secara cepat dan tepat untuk mendapatkan skor tertinggi. . Kompas. 12. “Nihilisasi Budaya Belajar”. try out. Lambat laun kondisi seperti ini akan menjadi sebuah life style (gaya hidup). Kelanjutan dari fenomena ini adalah terciptanya generasi yang suka menghalalkan segala cara. Jika dalam sisi sosiologis. Semisal keinginan kita untuk mendapatkan berbagai informasi telah disediakan oleh teknologi yang namanya internet. kita bisa mengaksesnya kapanpun dan dimanapun kita suka. Pendapat Koentjoroningrat tentang mentalitas menerabas dan budaya instan bangsa terasa terjadi sudah. rasa dan karsa anak didik terhadap substansi kompetensi ilmu pengetahuan. grusa-grusu. dan segera/instan. Adapun cara yang belajar dengan drill soal. indikatornya berupa keinginan manusia untuk melakukan segala sesuatu dengan cepat/instan. sikap menghalalkan segala cara demi tujuan lulus ujian. Maka dalam hal kecurangan ujian ini para siswa enggan untuk berusaha dan berkeinginan untuk mendapatkan hasil yang secepatnya (lulus) tanpa jerih payah. menghafal soal dan trik-trik mengerjakan soal obyektif menunjukkan sikap instan dalam penguasaan ilmu pengetahuan. 16 Mei 2007. Kecurangan dakam ujian nasional terasa sekali menunjukkan mentalitas menerabas.189 189 Fathurrofiq. yang berarti kemudahan yang luar biasa. Ujian nasional alih-alih sebagai kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan justru telah menihilisasi budaya belajar.

terdapat 10 SMA awasta yang siswanya tidak lulus. ada siswa yang hanya mengenakan celana dalam dalam aksinya.190Namun yang menjadi permasalahan adalah “pesta kelulusan” yang dilakukan sangat tidak mencerminkan manusia yang terdidik. 13 Juni 2007 Lulus. berakhlak mulia. Disiram dan Diraba. 25 Juni 2007. Kompas (Karanganyar). para siswa yang lulus ujian disiram dengan air comberan oleh warga. Di Surabaya misalnya. dari 137 sekolah yang ada.191Kita patut bertanya. Terdapat hanya 6 sekolah dari 22 sekolah SMA negeri di Surabaya yang terdapat siswa tidak lulus. Di Samarinda. inikah hasil proses pembelajaran di negeri ini? Kejadian lainnya yang juga mengiringi pengumuman kelulusan adalah berita gantung diri siswi bernama Endang Lestari (Siswi SMPN 1 Kerjo kabupaten Karang Anyar Jawa Tengah) karena tidak lulus ujian nasional. Persentase kelulusan baik di tingkat SMP/sederajat dan SMA/sederajat memang lebih baik dari tahun kemarin. perlakuan yang tak senonohpun terjadi.192Hal ini semakin membuat miris harapan kita menciptakan generasi yang cerdas. Jawa Pos (Surabaya).18. ada konvoi sepeda motor. Siswa Gantung Diri. Ada pesta coratcoret. 24. Jawa Pos (Samarinda). 190 191 Masih Ada Konvoi Di Jalanan. beriman dan bertaqwa kepada tuhan dan tujuan lainnya yang terdapat dalam tujuan pendidikan nasional. bahkan ada yang meneruskannnya dengan aksi “raba” pada siswi yang terjaring “operasinya”. bahkan di Bojonegoro selain berkonvoi. . 17 Juni 2007 192 Tidak Lulus UN. sudah tidak ada lagi sekolah yang tidak lulus 100 persen. Sedangkan untuk SMA swasta.

Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian. jenjang. dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur. maka hasil dari ujian nasional 2007 tentu saja tidak dapat dijadikan sebagai penjamin mutu pendidikan secara 193 Peraturan Pemerintah No 19 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan . MIMPI PENDIDIKAN BERMUTU Pelaksanaan ujian nasional 2007 ini merupakan bagian dari proses evaluasi pendidikan. penjaminan.B.193 Sebagai salah satu bagian dari proses evaluasi. dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan.

maka sejumlah karakteristik dari sekolah efektif (efektif school). 2006). jika sekolah ingin sukses dalam menerapkannya. Pembelajaran. 14-15. maka dibutuhkan sesuatu yang berguna agar dana sebanyak itu tidak sia-sia. Sebagai salah satu program dari pemerintah yang menghabiskan dana kurang lebih 250 Milyar. mengingat ada berbagai komponen lain yang harus dipenuhi. Kepemimpinan Untuk menerapkan program mutu dalam pendidikan. maka sekolah efektif merupakan isinya. Pengembangan. Semisal kepemimpinan194. Tantangan utama untuk pendidikan bermutu adalah menghilangkan hambatan–hambatan organisasional yang menghambat orang untuk berhasil. c). Sistem naik kelas sampai batas tertentu dapat menjadi hambatan untuk mencapai mutu secara optimal. d) Dalam piramida kepemimpinan mutu. 195 Manajemen. In put.(Nana Syaodih Sukmadinata et al. semua unsur dalam organisasi sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas. seseorang mengukur keberhasilannya dari keberhasilan orang– orang (semua anggota) dalam organisasi. Pengelolaan tenaga yang efektif.nasional. b). Dengan kata lain.197 Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apa gunanya Ujian Nasional?. diperlukan kepemimpinan yang berorientasi pada mutu. Penilaian dan d). Learning to Be dan d). nyaman. manusiawi” 4. Manejemen peningkatan mutu pendidikan merupakan wadah atau kerangkanya. pengawas dan administrator harus menyediakan bahan serta alat–alat (resources) yag dibutuhkan guru dan staf e) Peran guru dan staf. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengan . dan administrator memberikan fokus serta pengarahan terhadap sekolah. pengawas. b) Tanggung jawab berbagi.( Bandung: PT. Proses 1.Learning to Life Together 2. manajemen195. Lingkungan “aman. Kebijakan mutu dan harapan 2. kendali mutu. Visi mengarahkan orang pada tujuan yang akan dicapai. Manajemen peningkatan mutu pendidikan memiliki karakteristik yang perlu dipahami oleh pendidikan (sekolah) yang akan menerapkannya.Learning to Know. Kepemimpinan yang kuat atau demokratis a) kemampuan manajerial b) kemampuan memobilisasi c) memiliki otonomi luas 3. Perangkat atau karakter peningkatan mutu pendidikan tersebut adalah sebagai berikut : a. Berorientasi siswa 4. Learning to Do. Tiap orang bertanggung jawab menghilangkan hambatan yang mencegah performansi yang tinggi. berorientasi pada: a). Unsur–unsur pimpinan mendorong guru dan staf untuk mencapai tujuan akhir organisasi yaitu penyempurnaan yanag berkelanjutan. Semua orang dalam piramida kepemimpinan mutu adalah pemimpin. meliputi: a). majelis sekolah. efisiensi b. meliputi: 1. Perencanaan.Refika Aditama. b). g) Tiap orang ingin menjadi orang yang unggul. Untuk mencapai visi mutu dalam pendidikan. guru196 dan kurikulum. perencanaan. Manajemen (pembagian tugas. guru harus menanamkan visi pendidikan kepada siswa f) Sebagai pemimpin mutu. c) Perbaikan mutu berkelanjutan. Imbal jasa 194 . Sumber daya (kesediaan masyarakat) 3. Kepemimpinen demikian berpegang pada prinsip – prinsip sebagai berikut : a) Dalam kepemimpinan mutu. c). Tugas majelis sekolah.

adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. 4) Hubungan guru denagn murid – muridnya. kesenian. solidaritas. mengajar. bisa menggunakan sistem 5.(Abdul Rahman Saleh. 2004). dari guru TK sampai Guru Besar. maka birokrasi pendidikan justru memberikan beban tambahan kepada para guru. Dengan demikian. Out put 1. Memiliki budaya mutu (kerja sama. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. terbuka) 6. merasa memiliki. kalau melalui tindakan–tindakan birokrasi tertentu. mau berubah. silaturrahmi dan lain–lain.Raja Grafindo. 1994). bulan ke bulan. STTB. kebersihan. mengarahkan. melatih. Memiliki akuntabilitas a) Laporan prestasi b) Respon atau tanggapan masyarakat c. 5) Pengetahuan guru tentang dirinya sendiri dan kepercayaan terhadap diri sendiri Kita lihat bahwa faktor pertama merupakan persoalan–persoalan yang terletak pada daerah kekuasaan birokrasi pendidikan. Untuk mengukur standar kompetensi siswa. kepramukaan. yang akan dapat memperbaiki situasi pendidikan kita adalah para guru yang sehari–hari bekerja dilapangan. lomba keagamaan 2. Muchtar Buchory. toleransi. pasal 1) Menurut pendapat ahli pendidikan. (Jogjakarta: PT. (UU Sistem Pendidikan Nasional 2003 bab. Kalau birokrasi pendidikan benar-benar mendukung para guru. Para ahli pendidikan mengatakan ada lima faktor yang sangat mempengaruhi kualitas perilaku guru dalam melaksanakan tugasnya. namun fungsinya bukan menjadi penentu kelulusan siswa akan tetapi menjadi alat pemetaan daerah yang tingkat kompetensinya masih rendah. mau meningkatkan diri. baik didalam maupun diluar kelas. pendidikan dasar. Kelima faktor tersebut ialah : 1) Jenis kewenangan ( Authority ) yang benar – benar diserahkan pada guru 2) Kualitas atasan yang mengawasi dan mengontrol perilaku guru 3) Kebebasan yang diberikan kepada guru. menilai. cerdas. Prestasi akdemis : Nem. Melelui tindakan hari ke hari. disiplin. Guru–guru dapat disamakan dengan pasukan tempur yang menentukan kemenangan atau kekalahan dalam peperanagn. kerajinan. Para birokrat pendidiakan dalam pandangan sebenarnya adalah semata–mata pendukung bagi guru atau prajurit lapangan ini.(Jakarta: PT.) . Tiara Wacana.20-21 196 Guru. Taraf Serap. isi. membimbing. Prestasi non Akademis : Olah raga. maka pekerjaan mereka akan menjadi lebih ringan. Partisipasi masyarakat yang tinggi 8. Sedangkan dua faktor yang terakhir merupakan persoalan–persoalan yang dapat diselesaikan oleh para guru sendiri.Pelaksanaan ujian nasional dapat terus dilaksanakan. dan pendidikan menengah. 90-91 197 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. dan mengevaluasi peserta didik pada pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. (UU tentang guru dan Dosen Bab Ketentuan Umum. Ketentuan umum pasal 1. Maka tugas gurupun menjadi lebih berat. kerapian/ketertiban. tahun ke tahun. ketulusan. Tim kerja (kompak. serta kualitas pekerjaan merekapun akan menurun. Lomba karya ilmiah. guru kita benar–benar menentukan nasib pendidikan kita. Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa . Spektrum Problematika Pendidikan DiIndonesia. Sebaliknya. dinamis) 7. Depdiknas atau Diknas Provinsi bisa memberikan bantuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang bersangkutan.

ambil sampel ujian dari wilayah sabang sampai merauke. kemudian hitung persentase kelulusannya. ujian nasional harus direformulasi lagi agar lebih berguna dalam proses pendidikan di negara ini. yakni telah mengebiri hakikat pendidikan dan pendangkalan tradisi intelektual. Artinya. transparan dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan” 200 120 gedung SD di Tulungagung Rusak. Misalnya.sampling. kesiapan daerah dalam menghadapi ujian nasional masih timpang.”. Rosyid. 198 . satuan pendidikan dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala. berbagai kecurangan yang muncul. wawancara dengan Daniel M. pelaksanaan ujian nasional 2007 memang suatu perbuatan yang baik. Siswa Hanya Mengejar Angka Kelulusan. Papua). menyeluruh. masih banyak bangunan sekolah yang rusak. Akhirnya.200dan sarana prasarana yang terbatas dan tidak akan mungkin dapat mengikuti standar ujian secara nasional (Jakarta).Rosyid. Selain itu hal ini sesuai dengan UU Sisdiknas Pasal 58 ayat (I) yang berbunyi “Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses.199 Kalau permasalahan ini dihubungkan dengan kaidah ushul Fiqh. 11 April 2007 199 Ibid. 2007 dan Siswa Kelas III dan IV di Papua Barat Belajar Berjejalan dalam Satu Ruangan. wawancara dengan Daniel M. kemajuan dan perbaikan hasil belaajr peserta didik secar berkesinambungan” dan ayat (2) yang berbunyi: “Evaluasi peserta didik. berbagai anomali pendidikan perlu diurai dengan dengan kembali pada semangat dasar pendidikan yang berorientasi pada anak dengan menempatkannya sebagai bagian dunia global. Oleh karena itu. Selain itu. Namun ada banyak kemadhorotan dalam pelaksanaannya. Kompas (Teluk Wondama. asuh dan asah yang dikembangkan oleh Ki Hajar Dewantara niscaya aktual kembali di tengah tantangan global dan terpelantingnya Siswa Hanya Mengejar Angka Kelulusan. maka kita mengenal adanya istilah “Dar’ul Mafaasid Muqoddamun ‘Ala Jalbil Mashoolih/menghindari kemadhorotan itu didahulukan dari pada melakukan kebaikan. 12.198Selanjutnya mengenai kelulusan siswa sebaiknya diserahkan kepada guru mata pelajaran sebagai indikator kompetensi siswa. 2 Juni 2007. Prinsip asih. Kompas (Tulungagung). besaran dana yang dikeluarkan dan sebagainya. Jawa Pos (Surabaya).

. dan belajar untuk hidup bersama. 6. Tajuk Rencana.201 201 Anomali Dunia Pendidikan. 2 Mei 2007. Tiga pilar menjadi acuan kebijakan yang membebaskan dan pendagogis. belajar untuk berbuat. yakni mengembangkan peserta didik belajar untuk tahu.simplifikasi praksis (praktik dan refleksi) pendidikan yang beraroma politik kekuasaan. Kompas (Jakarta).

dan politik sangat berpotensi memunculkan gerakan-gerakan lanjutan tidak kondusif lainnya. daripada yang sangat sulit menjadi lebih baik. 13 Maret 2007. satuan Azsumardi Azra. 1.C. ekonomi. program ini merupakan bagian dari kekecewaan dan ketidakpercayaan (distrust) masyarakat terhadap pemerintah (dalam hal ini PSSI sebagai pemegang otoritas persepakbolaan nasional) dikarenakan terpuruknya prestasi persepakbolaan nasional. Penelitian mengenai gerakan sosial (Social Movement) di Indonesia yang dilakukan oleh sejarawan Sartono Kartodirdjo202 menunjukkan. Kegiatan yang sama juga dilakukan oleh mantan penjaga 203 202 . karena tanpa adanya asa untuk memperbaiki bangsa. “Memelihara Asa”. maka akan semakin sulit kita lepas dari belitan krisis multidimensi. FORMAT PENDIDIKAN MASA DEPAN Membicarakan pendidikan serasa tiada habisnya. berbagai keresahan sosial (Social Unrest) karena bertubi-tubinya impitan sosial. Para pemimpin diharapkan mampu memotivasi rakyatnya untuk tetap mempertahankan asa dalam diri.merupakan salah satu program di salah satu televisi Swasta yang mengumpulkan para pemain bola di seluruh nusantara untuk diseleksi menjadi sebuah tim sepak bola. Kedua. Bila dibaca secara cermat. My Team. Pertama. Fenomena kekinian yang merepresentasikan dari gejala yang pertama adalah semakin banyaknya tindakan-tindakan masyarakat sebagai bentuk distrust kepada pemerintah (otoritas politik/negara). Setiap sendi kehidupan bangsa saling kait mengait antara satu dengan yang lain. Kompas (Jakarta). Perbincangan mengenai pendidikan tentu tidak dapat kita pisahkan dengan kondisi bangsa secara keseluruhan. mencari perlindungan dan pertolongan eskatologis yang diyakini dapat membalikkan keadaan. Di tengah kondisi bangsa yang carut marut seperti saat ini. kita dituntut untuk dapat melepaskan berbagai ego kepentingan untuk memformat pendidikan masa depan. Isu tentangnya terus bergulir seiring dengan berjalannya waktu. dapat menimbulkan perlawanan bahkan “pemberontakan” terhadap otoritas politik yang dianggap membuat keadaan kian sulit. semisal: adanya program My Team203.

Berbagai fenomena di atas. anak dipaksa menyesuaikan jadwal dan kurikulum. Kalibening Salatiga Jawa tengah. ancaman peredaran narkotika di sekitar sekolah. sekolah seolah-olah memonopoli pendidikan. Lebih Asyik Tanpa UAN. model pembelajarannya masih berpusat pada guru. pemerintah membangun persepsi. ternyata juga telah merasuk ke dalam dunia pendidikan. sekolah alternatif Qoryah Toyyibah. Forum Betawi Rembug/FBR206 dan sebagainya). namun hanya tertarik untuk “menyelesaikan kurikulum” secapat mungkin. bukan sebaliknya. makalah disampaikan pada seminar nasional “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya. dikarenakan: sekolah merupakan sumber pungutan (liar) yang tidak dipertanggungjawabkan dengan baik. seperti ketika mereka menyerbu kantor majalah Play Boy Indonesia. 204 Di NU kita kenal Banser (Barisan Serbaguna). ada Satgas PDI-P. mereka terlibat bentrok dengan Forum Keluarga Besar Betawi yang memperebutkan lahan parkir. seolah-oleh satu-satunya tempat belajar hanyalah sekolah. Front Pembela Islam205. yang telah dapat menerbitkan buku semisal. sistem persekolahan saat ini amat kaku. “Deschooling: Memastikan Hak Anak atas Pendidikan”. Fenomena sekolah alternatif ini menurut Daniel Rasyid disebabkan potret sekolah yang suram. tidak bisa menjadi contoh manusia kreatif. Peristiwa ini mengakibatkan tewasnya dua anggota FBR. sekolah tidak ramah anak. 206 Organisasi ini merupakan organisasi etnis Betawi yang beroperasi di Jakarta. tapi berorientasi birokratik. 205 Organisasi di bawah komando Habib Rizieq ini sering melakukan sweeping terhadap tempattempat hiburan malam di Jabotabek. Garda Bangsa. satuan petugas (satgas) masingmasing partai politik dan ormas204. Mereka banyak beroperasi pada wilayah perparkiran di ibu kota. 5 Mei 2007) . Barisan Pemuda Ka’bah dan sebagainya. guru tidak tertarik dengan bakat dan minat anak didik. Beberapa waktu lalu. tidak jarang mereka juga melakukan pengrusakan. 207 Contoh konkrit pelaksanaan sekolah alternatif antara lain: sekolah Jorank Doank binaan artis Dik Doank. apalagi sekolah menjanjikan ijazah. semisal dengan adanya berbagai sekolah alternatif207 seperti mulai gawang tim nasional era 1980-an Rony Pasla yang mendidik generasi muda pecinta sepak bola. banyak terjadi ”bullying”. (Daniel Mohammad Rosyid. sekolah gagal menjadi agen perubahan. tidak sesuai dengan kebutuhan anak yang beragam dan khas. Dalam melaksanakan operasinya. Pemuda Pancasila.petugas pengamanan (pengawal pribadi/Bodyguard. guru dan kepala sekolah tidak berorientasi ke siswa sebagai konsumen. guru banyak bermental “pegawai” gajian.

merupakan wujud ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara dalam hal pelaksanaan pendidikan. Pertama. Kompas (Surabaya). Belum optimalnya pemahaman kebudayaan di lingkungan peserta didik (Ibid. negara mengeluarkan kebijakan yang mendatangkan pro kontra dan keresahan di masyarakat semacam Ujian nasional. menempatkannya sebagai anak tiri yang kesepian. g). di Jawa Timur misalnya. sebaliknya. c). Pertama. Keluarga seperti ini memilih persekolahan di rumah sebagai jawaban atas sulitnya membebaskan sekolah formal dari praktik pengekangan terhadap hak tumbuh kembang anak secara wajar. anak jalanan. Homeschooling muncul karena kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang besemangat pencerdasan tanpa terikat dengan kaidah formal sekolah. dan kemandirian masyarakat.(Fathurofiq.anak dengan bakat dan keunggulan seperti: atlet. (“Sekolah-Rumah Perlu Pengakuan Negara”. Belum meratanya kesempatan memperoleh pendidikan untuk anak usia dini. Homeschooling harus dikembalikan pada prakarsa.209 Tantangan terbesar pendidikan nasional adalah menghasilkan anak didik yang yang mampu mengelola kehidupannya secara mandiri. Kedua. serta orang dewasa penyandang buta aksara yang sibuk dengan urusan pekerjaan rumah dan rumah tangga. Kedua. dan kurikulum yang berbeda dari kaidah formal. b). Belum optimalnya peningkatan pembinaan sekolah menengah kejuruan dan h). Sekolah yang berencana membuka program Homeschooling sebatas menfasilitasi penyediaan guru dan menawarkan kurikulumnya tanpa harus ada ikatan-ikatan institusional seketat sekolah formal. Masih rendahnya kualitas pendidikan. d).Banyaknya gedung sekolah/madrasah yang rusak berat. Tempat belajar dan jam belaajr diatur dengan kesepakatan pengajar dan peserta ajar. Kompas (Jakarta). Homeschooling yang tumbuh kembang di kalangan masyarakat kelas menengah ke atas yang memahami falsafah pendidikan dalam konteks pencerahan dan pembebasan. tetapi pada ekspansi horizontal berupa hadirnya pilihan lembaga pendidikan yang mengelola Fenomena Homeshooling bisa dilihat dalam dua sisi.208Melihat kondisi pendidikan kita seperti ini. f). Padahal masih banyak permasalahan pendidikan yang harus diprioritaskan. e). program Homeschooling adalah untuk melayani kemandirian masyarakat dalam memilih pendidikan. tanpa terjebak aspek akademik semata. upaya peningkatan mutu pendidikan entah dengan ujian nasional atau tidak haruslah bermuara pada keluaran membangkitkan harapan pada si anak didik. sikap pro aktif. Alih-alih mengeluarkan kebijakan yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat kita. “Relevankah “Homeschooling” di Jawa Timur?”. yaitu: jam belaajr. ada dua hal pokok yang harus diperhatikan dalam fenomena isu Homeschooling. E) 209 Syair Iwan Fals dalam “Rubah” (Album 50:50) bunyi lengkapnya adalah “Pendidikan adalah anak tiri yang kesepian. 5 Mei 2007 208 . Masih rendahnya kualitas guru sesuai dengan tuntutan undang-undang no 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Belum tuntasnya wajib belajar 9 tahun. Presentasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur disampaikan pada diskusi publik “Perlindungan Dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara Dalam Belitan Neoliberalisme ” Kampus Sastra Unair Surabaya.”Hal ini bermakna pendidikan masih diabaikan oleh pemegang kebijakan. ada banyak permasalahan pendidikan yang sangat urgent untuk dicarikan solusinya. meliputi: a). penyanyi anak. komunitas seperti ini sangat memahami prinsip multikecerdasan. Dengan demikian. 10 Januari 2007) Menurut Fathurrofiq. Jelasnya. tata tertib. pekerja anak.maraknya Home Schooling. seragam. Homeschooling yang memiliki fleksibilitas lebih luas memungkinkan dikembangkan untuk memfasilitasi pendidikan anak-anak bermasalah. Masih banyaknya warga masyarakat yang buta huruf. anak suku terasing. 23 Januari 2007. Itu hanya bisa tercapai bila sistem pendidikan nasional tidak semata berorientasi pada penjenjangan vertikal. Bertolak dari titik ini. Di samping itu.

Budiarto Shambazy.212 Pertama. Yonky Karman. Kompas. Editorial Media Indonesia (Jakarta). Jika pendidikan berhasil melahirkan manusia Indonesia mencapai masa kritis yang mampu memberi arah perkembangan bangsa. Budiarto Shambazy. Kompas (Jakarta). Kompas (Jakarta). ia menghargai yang dipelajari. Setelah pelajar mengerti sesuatu. tetapi mengabdi kepada yang kalah dan gagal. Untuk mewujudkannya. tetapi anak-anak didik yang mengetahui kemana ia melanjutkan pendidikannya demi kehidupan. Sebuah bangsa bertahan melebihi satu generasi karena identitas diri yang ditopang kontinuitas nilai dan visinya. Akhirnya. 15 atau dalam kesempatan lain ia menyebutkan istilah Munafik bagi bangsa ini. tetapi juga lewat penerusan nilai dan visi. 12 Mei 2007. muncul komitmen pribadi untuk melakukan yang sudah dihargai itu. maka terjadilah regenerasi bangsa. pendidikan harus menjadi instrumen yang menghidupkan. Salah satu parameter keberhasilan program pembelajaran adalah internalisasi nilai dalam beberapa tahap (kognitif-afektif-konatif-praktek). apa yang yang diyakini sebagai baik dilakukan secara konsisten tanpa Ibid. Orientasi nilai. pendidikan harus menekankan pada dua hal. tidak percaya diri yang dalam bahasa Budiarto Shambazy diistilahkan dengan “Microsoft”. ”Pendidikan dan Regenerasi Bangsa”. 24 Februari 2007. Regenarasi bangsa tidak cukup hanya lewat beranak cucu. 9 Desember 2006. Ia tidak boleh hanya berpihak kepada yang pintar dan lulus. “Bangsa Tujuh Huruf”. 19 April 2007 Harus diakui. kita merupakan bangsa yang mudah terbawa arus. “Kerdil dan Lembek”. Lalu. “Ujian Nasional Yang Menghakimi”. bukan mematikan. yaitu pada orientasi nilai dan Orientasi proses. regenerasi bisa dibedakan antara perkembangbiakan fisik (Physical Propagation) dan Spiritual (Spiritual Propagation).keterampilan. 15 212 Ibid. 6 211 210 .210 Pendidikan di Indonesia seharusnya mengubah mentalitas dan mengeluarkan bangsa dari keterbelakangan211. sehingga keluaran seleksi pendidikan nantinya tidak menghasilkan mereka yang lulus atau tidak lulus. yang berarti Kerdil (Mikro) dan lembek (Soft). Dengan demikian. Sebagai makhluk dengan tubuh dan jiwa.

Proses pembelajaran dilakukan dalam suasana berbagai di antara guru dan murid. Benedict Anderson. peduli. tetapi juga perkembangbiakan nilai. segala apa yang kita lakukan adalah bagian dari rasa cinta kita kepada bangsa213 dan negara. tetapi juga kecerdasan yang komprehensif.F La Kahija. “Mencintai Kearifan Lokal”. yaitu tahu. 8. tidak akan bertatap muka mereka itu. 2 Desember 2006. Terj. Maka mengajar bukan hanya transfer nilai pengetahuan. Suatu bangsa mengada tatkala sejumlah orang (jumlah yang cukup besar) dalam suatu masyarakat menganggap diri mereka (membayangkan diri mereka) membentuk sebuah nasion. (Yogyakarta. Kedua. 6. Orientasi Proses. atau berperilaku seolah mereka telah membentuk sebuah bangsa. Maka. Guru hanya fasilitator dan pendamping murid. Bukan hanya transfer pengetahuan atau pembekalan keterampilan. Tekanan pembelajaran bukan hanya kecerdasan intelektual. tetapi kegiatan berbagi pengetahuan sekaligus ketidaktahuan. Jiwa bangsa diteruskan saat generasi pengajar mentransfer nilai kepada generasi pelajar yang nantinya bertumbuh menjadi generasi pengajar yang baru. rasa takut) dan eksternal (misalnya tekanan dari orang lain). pendidikan melahirkan jiwa baru. Cinta menurut Erich Fromm dalam The Art Of Loving mengandung empat syarat. 213 . Imagined Communities KomunitasKomunitas Terbayang. 214 Y. Bangsa adalah sesuatu yang terbayang karena para anggota bangsa terkecil sekalipun tidak bakal tahu dan takkan kenal sebagian besar anggota lain. bahkan mungkin tidak pula pernah mendengar tentang mereka.2002). Kompas (Jakarta). Akhirnya. tanggungjawab dan respek. Intisari sebuah bangsa adalah bahwa di dalamnya setiap individu memiliki anyak hal yang menjadi kepunyaan bersama (contoh: setiap orang Indonesia memiliki keindonesiaan yang sekaligus menjadi kepunyaaan bersama bangsa Indonesia) dan sekaligus melupakan banyak hal lain yang menjadi kepunyaan bersama.214 Bangsa atau nasion: ia adalah komunitas politis dan dibayangkan sebagai sesuatu yang bersifat terbatas secara inheren sekaligus berkedaulatan.hambatan internal (misalnya. Pembelajaran seperti ini menempatkan pelajar sebagai subyek. INSIST & Pustaka Pelajar. pusat dan fokus pendidikan.

Dasar pemikiran pelaksanaan ujian nasional yang menguji kemampuan siswa dengan standar nasional pada tiga mata pelajaran . Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. yaitu: Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Depdiknas juga bekerjasama dengan perguruan tinggi se-Indonesia untuk turut serta mengawasi pelaksanaan Ujian Nasional 2007. tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2006/2007. Sebagai alat kelengkapan pengawasan Ujian Nasional 2007. Mengenai isi materi soalnya merupakan kolaborasi dari kurikulum 2004. kurikulum 2006 dan standar isi. maka pada bab V atau bab penutup ini akan disajikan jawaban atas rumusan masalah yang terdapat pada bab I.BAB V PENUTUP Setelah membahas mengenai landasan teori dan menganalisisnya. bahasa Inggris dan matematika/ekonomi/bahasa asing lainnya. Tim pengawas perguruan tinggi . Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. yaitu bahasa Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 45 Tahun 2006. yaitu sebagai berikut: 1. Mengenai mekanisme pelaksanaan ujian nasional 2007 ini disandarkan pada beberapa ketetapan hukum sebagai landasan yuridis formal pelaksanaannya.

or a nostalgia. Halini merupakan bagian dari tanggungjawab pemerintah/negara sebagaimana tercantum pada pembukaan UUD 1945. Masih ada proses lain yang dijalankan yakni dengan metode Ideological State Apparatuse dan Ideological State Apparatuse. Keinginan untuk lulus dan harapan untuk mendapatkan hidup . Penguasaan dengan hegemoni saja tidak cukup. selain itu. Depdiknas juga bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk ikut serta dalam rangka mensukseskan pelaksanaan Ujian Nasional 2007 2. a hope. Mengenai peran negara dalam pelaksanaan ujian nasional 2007 memang sangat dominan sekali. Peran negara dalam dunia pendidikan menempatkannya pada posisi yang sangat menentukan. Dalam hal ideologi yang secara sederhana berarti “Expresses a will. rather than describing a reality” benarbenar dijalankan. Jika dilihat dari analisis hegemoni maka tindakan yang dilakukan pemerintah merupakan salah satu bentuknya. Hegemoni bukanlah hubungan dominasi dengan menggunakan kekuasaan. Terbukti dengan beberapa peraturan yang dikeluarkan sebagai landasan hukum pelaksanaan ujian nasional 2007. Tingkat Kabupaten/Kota dan Tingkat Sekolah Tidak hanya cukup disini saja proses pengamanan yang dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai hal yang tidak diinginkan. hegemoni dapat dilaksanakan dengan bantuan para intelektual organik. melainkan hubungan persetujuan dengan menggunakan kepemimpinan politik dan ideologi. Langkah awal untuk menjalankan hegemoni adalah dengan membentuk aliansi dengan konsensus sebagai landasan geraknya.tergabung dalam Tim Pemantau Independen (TPI) di Tingkat Provinsi.

Selanjutnya. Hal ini juga dibumbuhi dengan nostalgia masa lalu yang menempatkan kita sebagi bangsa yang pernah berjaya di masa lampau. Jadi ujian nasional bisa dikatakan hanya sebagai bagian kecil dari proses peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. kepala sekolah (pemimpin) dan managemen yang dilaksanakan. semoga dapat bermanfaat bagi usaha peningkatan mutu pendidikan di negara ini. Demikian akhir dari pembahasan skripsi ini. Terbukti dengan begitu antusisnya mereka mempersiapkan ujian nasional 2007. meliputi: kualitas guru. negara atau pemerintah menggunakan berbagai undang-undang yang mengatur pelaksanaan ujian nasional 2007.yang lebih baik dengan lulus Ujian nasional benar-benar tertanam pada kesadaran masyarakat kita. . Mengingat mutu pendidikan tidak dapat dilihat hanya dari tingkat kelulusan siswa tetapi harus secara holistik. Secara repressive. syarat-syarat kelulusan dan sebagainya yang secara tidak sadar merupakan paksaan kepada warga negaranya. mengenai peningkatan mutu pendidikan dilihat dari sisi ujian nasional saja tidaklah mungkin.

Revisi. 2005 Anwar. Insist & Pustaka Pelajar. Erlangga. “Tentang Ideologi: Strukturalisme Marxis. Terj. (Jakarta.2006) Arcaro Jerome S. 2002) Althusser. Jala Sutra. Sabtu. Kompas (Jakarta). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta : Rineka Cipta. Terj. 1996) . Psikoanalisis. PT Gramedia.1991) ________________. Rineka Cipta. 17 April 2007 Buchory. “Evaluasi Pendidikan”. Henry D. (Jakarta. (Yogyakarta. (Jakarta. John M. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Cet. Robert. 1998) Advertorial. (Jakarta. CV. “Administrasi Pendidikan Pendidikan”. 2005) Echols. PT. Kompas (Jakarta). “Abad Ideologi”. “Pendidikan Anti Korupsi” Kompas (Jakarta).XXIII. Bumi Aksara. 1995) ________________.DAFTAR PUSTAKA Anderson.III. 9 Desember 2006 Azra. dan Hasan Shadily. 2006) Bala. cet. “Re-Engineering Proses Pembelajaran” Kompas (Jakarta). Imagined Communities Komunitas-Komunitas Terbayang. Benedict. (Jakarta. (Jogjakarta. Alvabeta. Ed. (Yogyakarta. “Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan”. IV. “Memelihara Asa”. “Spektrum Problematika Pendidikan di Indonesia”. 2003 ) ________________. Tiara Wacana. Cultural Studies”.III. 2003) Dan Manajemen Biaya Arikunto. (Bandung. 13 Maret 2007 Baso. (Jakarta. Moch. “Dasar-Dasar Evaluasi”. Ahmad.2002) Aiken.cet. Pustaka Pelajar. Idochi. Louis. Suharsimi. terj. (Yogyakarta. “Kamus bahasa Inggris-Indonesia”. Pergolakan Pemikiran antara Fundamentalisme Islam dan Fundamentalisme Neo-Liberal”. Muchtar. “NU STUDIES. 21 April 2007 Daryanto. Bumi Aksara. Jogja:1994) _______________. “Pendidikan Berbasis Mutu : Prinsip-Prinsip Perumusan dan Tata Laksana Penerapan”.( PT. Rineka Cipta. Azyumardi. terj. cet. Yayasan Bentang Budaya.

PT. 12 Mei 2007 Koentjoroningrat. “Lulus. “Nihilisasi Budaya Belajar”. “Masih Ada Konvoi di Jalanan” _________. “Relevankah “Homeschooling” di Jawa Timur?”. “Unas Jadi Lahan Bisnis menggiurkan” _________. Terj. 16 Mei 2007 _________. (Yogyakarta. 19 April 2007 Freire. Paulo. 17 Juni 2007. ”Anggaran Pendidikan” . (Surabaya).2004) Fathurrofiq. (Jakarta. ReaD dan Pustaka Pelajar. (Jakarta). “Menjamurnya Bimbingan Belajar” _________. Kompas (Jakarta). 7 Mei 2007 _________. Kompas (Jakarta). 1977) Kompas (Jakarta). 13 Juni 2007. (Surabaya). Daniel M. Yonky. Politik Pendidikan: Kebudayaan. Metode-Metode Penelitian Masyarakat (Jakarta. (Surabaya) 27 April 2007. Kompas (Jakarta). Kompas (Jakarta). makalah dalam seminar Nasional “UN sebagai pendongkrak atau perusak kualitas pendidikan” 10 Mei 2007 Jawa Pos (Surabaya). 2 Desember 2006 Karman. “Etika Politik dan Kekuasaan”. ”Pendidikan dan Regenerasi Bangsa”. Tuban. Cet.F La. Kekuasaan dan Pembebasan”. Masdar. Kompas Media Nusantara. Disiram dan Diraba” _________. “Rekayasa Pendidikan Pasca UN”. cet. 16 Mei 2007 _________. “Nihilisasi Budaya Belajar”. “Siswa Dapat Bocoran” _________. 2004) Hilmy. 23 Januari 2007 Haryatmoko. Kahija. “Siswa Dapat Bocoran” _________. Jakarta. V. 27 April 2007.11 April 2007. 11 April 2007. (Samarinda). “Ada UN Nggak Ada UN Sama Saja (Wujuduhu Ka Adamihi)”. “Ujian Nasional Yang Menghakimi”. “Mencintai Kearifan Lokal”. Y. Kompas (Surabaya). Gramedia Pustaka Utama. Kompas (Jakarta). (Banyuwangi. Siswa Hanya Mengejar Angka Kelulusan. Jombang). 18 Oktober 2006.II. 11 April 2007 wawancara dengan Rosyid.Editorial Media Indonesia.

“Mendiknas Tolak Revisi PP SNP” _________. 7 Maret 2007. (Surabaya). Siswa Gantung Diri “ _________. (Jakarta).” _________. 10 Januari 2007 “Sekolah-Rumah Perlu Pengakuan Negara”. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal._________. Papua). Kompas (Jakarta). _________. (Teluk Wondama. terj. 2 Juni 2007 Siswa Kelas III dan IV di Papua Barat Belajar Berjejalan dalam Satu Ruangan. “Sekolah Andalkan Bimbingan Belajar” _________. Arman Hakim. 10 November 2006. (Surabaya). ”Isu Kecurangan Merebak di Mana-mana” _________. 27 April 2007. 1996) Mardialis. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya. 27 April 2007. (Jakarta). 21 Februari 2007 . (Jakarta) 20 Oktober 2006. (Jakarta) 19 April 2007. (Tulungagung). “Bimbingan Tes Masuk Lewat “Tender”. (Jakarta). Kunandar “UN dan Peningkatan Mutu Pendidikan” Kompas (Jakarta) 14 Mei 2007. _________. (Jakarta). (Jakarta: Bumi Aksara. “Ujian Nasional Harus Diperbaiki” _________. “DPR Malah Berperan Menjadi Tukang Pos“ _________. (Jakarta). (Jakarta). “Tidak Lulus UN.”Voucher Pendidikan” _________. ”Depdiknas: Itu Amanat UU” _________. Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Reka Sarasin. 3 November 2006. (Surabaya). (Karanganyar). “Logiskah Ajakan Tak Gelar UN?”. 27 Oktober 2006. LKPSM. 2007 “120 gedung SD di Tulungagung Rusak. 16 Maret 2007. 27 September 2007. Jorge. (Yogyakarta. Lexy J. Larrain.. Noeng. 12. 1996) Nasution. ”Voucher Pendidikan” _________. _________. 25 Juni 2007. “Konsep Ideologi”. 1995) Muhadjir. “Harus Ada Perubahan Kebijakan. 1996) Moeloeng.

“Transpolitika Dinamika Politik di dalam Era Virtualitas”. “Kamus Ilmiah Populer”. Dodi “Perang Total Melawan Buta Aksara”Kompas (Jakarta).II. (Jakarta : Balai Pustaka 1982) Partanto. makalah disampaikan pada seminar nasional “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya. (Yogyakarta. 2002) Romli. ”Daniel Bell: Matinya Ideologi”. M. 25 Januari 2007 Naylul Izza. Metode Resourch. Minggu 6 Mei 2007 Poedjinoegroho. (Yogyakarta & Bandung. 2005) __________________. Nezar & Andi Arif. PT Remaja RosdaKarya. 2003) Piliang. et. LkiS. ”Lebih Asyik Tanpa UN”. Jalasutra. Ngalim MP. Gholia Indonesia.all. WJS. IndonesiaTera. Daniel Mohammad.1991) Nuswantoro. 2001) Patria. (Jakarta: Bumi Aksara. Baskoro E. (Yogyakarta. “Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan”. 2007) Nasution. Dahlan Al Barry. (Magelang. Metode Penelitian (Jakarta. “Panduan Penulisan Skripsi” (Surabaya: IAIN Sunan Ampel Surabaya. Yasraf Amir. (Bandung. “Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan”.Nandika. (Surabaya : Arkola. “Antonio Gramsci Negara dan Hegemoni”. “Deschooling: Memastikan Hak Anak atas Pendidikan”. Guntur”Jamaah Islamiyah dan Bahaya Ideologi”. 2 Mei 2007 Poerwodarminto. ( Yogyakarta. Kamus Umum Bahasa Indonesia.cet. 1994) Panitia Penyusunan Panduan Penulisan Skripsi.1998) Purwanto.1996) Nazir. “Sekolah Mencabik-Cabik Nurani(Opini)” Kompas. Rabu. 5 Mei 2007 .Kompas (Jakarta). Pustaka Pelajar. 5 Mei 2007 Rosyid. Pius A dan M. Jalasutra. Moh. 2004) Pengakuan Komunitas Air Mata Guru dalam acara Republik Mimpi di Metro TV.

R. Prinsip. 2004) Shambazy. (Yogyakarta. (Jakarta. 2005) Suryadi. 10 Mei 2007 Sugita.A. Hasta Mitra. M. (terj. 1997) Saleh. Ace dan H.Raja Grafindo. Indonesia Tera. H. ”Berbagai Kelemahan Pelaksanaan Ujian Nasional 2007” Sutta Dharmasaputra. (Magelang . Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa.1996) Evaluasi Pendidikan”.II.I. Budiarto. (Jakarta: PT. 9 Desember 2006 Surya. 27 Maret 2007 Syafiie. PT. Roger. Metodologi Penelitian Filsafat (Jakarta : PT. Remaja Rosdakarya. Suatu Pengantar”.Basuki. Kompas (Jakarta). 3 November 2006 Sudarto.cet.Insist dan Pustaka Pelajar. Dan Instrumen)”. 1999) Sirozi. 2002) Tilaar. (Bandung. Rineka Cipta. (Surabaya) 16 Februari 2007 Toer. Yogyakarta.. 2000) Simon. 2003) .all. Raja Grafindo Persada. 24 Februari 2007 ________________.R. RajaGrafindo Persada. Refika Aditama. “Bangsa Tujuh Huruf”. “Kerdil dan Lembek”. Razali. PT. Jum’at. Anas. Abdul Rahman. M.Ritonga. cet. “Analisis Kebijakan Pendidikan. “MDGs dan Komitmen Pemerintah”. Tilaar. RajaGrafindo Salamun. Nana Syaodih et. ”Pengantar Persada.A..1994) Sukmadinata. PT. Pramoedya Ananta. Makalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur disampaikan dalam seminar nasional dengan tema ”UN Pendongkrak atau Perusak Kualitas Pendidikan” di Gedung Gema IAIN Sunan Ampel Surabaya. “Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah (Konsep.”Voucher Diknas Beraroma KKN” Kompas (Jakarta). “Gagasan-gagasan Politik Gramsci”. Kompas (Jakarta). “Politik Pendidikan” (Jakarta . (Surabaya) 16 Februari 2007 Surya. (Jakarta. 2003) Sudijono. “Ilmu Politik”. “Kekuasaan dan Pendidikan”. Kompas (Jakarta). Inu Kencana. (Bandung. “Arok Dedes”.

vhrmedia.II. Pustaka Merah Putih Yogyakarta cet.Balai Pustaka Cet. Pustaka Pelajar cet. Ke-5 2003) Thoha. (Jakarta.Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. I. Roem.cet.III. Sekolah Itu Candu. “Carut-marut Ujian Nasional” www.2002) Tajuk Rencana. 2007 Warsono (Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya). Chabib. “Kamus Besar Bahasa Indonesia”. M. “Strategi Pendidikan Nasional Menghadapi Belitan Arus Neoliberalisasi” pada acara seminar “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya. 2 Mei 2007 Anomali Dunia Pendidikan Taufik.net Tomatimasang. Rajagrafindo. Kompas (Jakarta).1996) “Teknik Evaluasi Pendidikan”. M. (Yogyakarta. PT UU Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen. 5 Mei 2007 . (Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful