UJIAN NASIONAL 2007; ANTARA KUASA NEGARA DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

SKRIPSI

Oleh : BUDI SANTOSO NIM. DO1303185

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA

FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Juli 2007

MOTTO “Curang demi demi keberhasilan itu boleh di Indonesia, bahwa pendidikan bukan soal kecerdasan, tetapi soal kelicinan menyelamatkan diri, bahwa guru yang baik bukan guru yang jujur tetapi guru yang menolong meski harus menghiainati hati nurani, bahwa pelajaran moral ituhanya teori saja, dalam hidup yang penting fleksibel tergantung situasi ” Denni B Saragih (Koordinator Komunitas Air Mata Guru diMedan) “Profesi guru adalah profesi akalbudi dan nurani. Maka dapat dikatakan, lembaga pendidikan adalah tempat unruk melatih peserta didik berpikir, mendengarkan dan mengasah nurani. Kenyataannya latihan mendengarkan atau mengasah nurani tidak pernah terjadi. Demi kehebatan akal budi, pesan nurani dilanggar saja. Nurani tidak pernah didengarkan” Baskoro Poedjinoegroho E

PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI
Skripsi oleh BUDI SANTOSO ini telah dipertahankan di depan tim penguji Skripsi. Surabaya, 1 Agustus 2007 Mengesahkan, Fakultas Tarbiyah Institus Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Dekan, Drs. Nur Hamim, M. Ag. NIP. Ketua, Drs. Adb.Kadir NIP. Sekretaris, Dra. Nur Hayati NIP. Penguji I, ……………………………………. NIP. Penguji II, ……………………………………

Sistematika Pembahasan BAB II MEKANISME PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL 2007 . HALAMAN JUDUL PERSETUJUAN PEMBIMBING PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI MOTTO PERSEMBAHAN ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I A. D. C. Pendekatan Penelitian 3. B. Teknik Pembahasan F.DAFTAR ISI Halaman. PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan dan Kegunaan Penelitian Definisi Operasional Metode Penelitian 1. Sumber Data 5. Jenis Data 4. Jenis Penelitian 2. E.

Tentang Mutu Pendidikan 2. Pengertian Evaluasi Pendidikan 2. C. 2. 4. 1. Prinsip Evaluasi B.A. Tujuan Evaluasi Pendidikan 3. B. BAB III A. Apparatuses) 3. Refleksi Ujian Nasional 2007 Mimpi Pendidikan Bermutu . Evaluasi 1. B. a. Mekanisme Pelaksanaan Ujian Nasional 2007 Pro Kontra Ujian nasional 2007 KUASA NEGARA DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Kuasa Negara Sekilas Tentang Kekuasaan dan Negara Strategi Pelanggengan Kekuasaan oleh Negara Hegemoni IRA (IdeologicalState Apparatuses) dan RSA (Repressive State Negara dan Pendidikan Negara dan Ujian Nasional 2007 Peningkatan Mutu Pendidikan 1. Ujian Nasional 2007 dan Peningkatan Mutu Pendidikan BAB IV ANALISA DATA A. b. Fungsi Evaluasi Pendidikan 4.

BAB V A. Format Pendidikan Masa Depan PENUTUP Kesimpulan dan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN .C.

serta keterampilan yang diperlukan dirinya. kreatif.ABSTRAK Kata kunci: ujian nasional. masyarakat. kecerdasan. Dikatakan lebih terpuruk dikarenakan berbagai kecurangan yang terjadi pada pelaksanaan ujian nasional semakin menajauhkan tujuan dari pendidikan itu sendiri yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pertanyaannya sekarang adalah apakah dengan dilaksanakannya ujian nasional 2007 mutu pendidikan akan otomatis terangkat atau malah sebaliknya?. hal ini bisa dilihat sebagai bentuk penguasaan negara terhadap rakyat. berakhlak mulia. Rakyat dipaksa untuk mengikuti segala kebijakan yang dikeluarkannya. kepentingan pribadi atau golongan. maka setiap warga negara berkewajiban untuk mematuhinya. Namun di sisi lain.berarti kita mencetak generasigenerasi yang akan menghancurkan negara yang telah dengan susah payah dirintis oleh para Founding Fathers kita. . kuasa negara. cakap. kepribadian. evaluasi. Berbagai argumentasi baik yang pro ataupun yang kontra telah menyertainya. bangsa dan negara. pengendalian diri. dan mutu pendidikan Ujian nasional 2007 telah berlalu. Jika proses pendidikan sudah diarahkan pada kepentingan sesaat. sehat. berilmu. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Kita tentu tidak ingin kesucian makna dari pendidikan di atas ternodai oleh tindakan-tindakan yang mengotorinya. pelaksanaan dan evaluasinya. harus diakui merupakan gerbang terdepan dalam mencetak generasi penerus bangsa. Sebagai sebuah kebijakan negara. akhlak mulia. Oleh karena itu diperlukan usaha yang sungguhsungguh dalam hal perencanaan. Pendidikan yang dimaknai dengan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan.

melainkan pada beragamnya suku. batin dan sebagainya. sebagai tokoh pendidikan nasional telah memberikan inspirasi mengenai pembagian wilayah dari pendidikan itu sendiri WJS. Ki Hajar Dewantara. negara kapulauan yang memiliki kurang lebih 17. Poerwodarminto. di sisi lain. agama dan budaya. diartikan sebagai : Perbuatan (hal. Bila dirunut secara seksama. cara) mendidik. Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka. Berbagai realitas di atas ternyata belum dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Namun.BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Indonesia. 250. Ketidakmampuan mengelola berbagai kekayaan alam ini salah satunya disebabkan karena ketidakmampuan dalam hal pengelolaan. 1982). Ilmu pengetahuan tentang mendidik dan Pemeliharaan badan. 1 . berbagai perbedaan (Differences) jika tidak dapat diproduksi secara cermat dapat mendatangkan malapetaka yang dahsyat dan tak terperikan. maka akan menghadirkan keanekaragaman yang indah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). bangsa.1Dunia pendidikan sebagai garda depan dalam menciptakan generasi penerus bangsa ternyata masih memprihatinkan dan bahkan mengenaskan. Kekayaannya tidak terbatas hanya pada kekayaan alamnya saja. maka akar masalah dari permasalahan tersebut terletak pada dunia pendidikan.000 pulau besar dan kecil harus diakui merupakan negara yang sangat kaya raya. Kekayaan-kekayaan ini jika dapat diproduksi dengan baik.

yang kemudian di sebut dengan “Tri Pusat Pendidikan” yang meliputi : keluarga. scola.Ibid. orang-orang Yunani biasanya mengisi waktu luang mereka dengan cara mengunjungi suatu tempat atau sesorang pandai tertentu untuk mempertanyakan dan mempelajari hal-ikhwal yang mereka rasakan memang perlu dan butuh untuk mereka ketahui. Ke-5 2003). Keempatnya memiliki arti sama yakni: waktu luang yang digunakan secara khusus utuk belajar. Mereka menyebut kegiatan ini dengan skhole. Secara historis etimologis.3Penggunaan kata ini tentunya dilatarbelakangi oleh proses awal dari pelaksanaan sekolah itu sendiri. telah beralih sebagian dari fungsi Scola Maternal (pengasuhan ibu sampai usia tertentu {dalam term Ki Hajar Dewantara sebagai lingkungan keluarga}). Pada jaman dahulu.4 Sejak saat itulah. 7 . yang merupakan proses dan lembaga sosialisasi tertua umat manusia. scolae atau schola. sekolah merupakan turunan dari skhole. 5. 4 Ibid. menjadi Scola In Loco Parentis (lembaga pengasuhan anak pada waktu senggang diluar rumah. scolae atau schola (bahasa Latin) yang secara harfiah berarti: waktu luang. 5 Ibid. Itulah pula sebabnya. sekolah dan masyarakat Sekolah2 sebagai kawah candradimuka dari proses penciptaan generasi penerus bangsa (setelah keluarga tentunya) ternyata belum mampu mencapai tujuan yang diharapkan. sebagai pengganti ayah dan ibu). atau waktu senggang. mengapa lembaga pengasuhan ini kemudian biasa juga disebut “Ibu Asuh” atau “Ibu yang Memberikan Ilmu” (Alma Mater). 6. Sekolah Itu Candu (Yogyakarta: Pustaka Pelajar cet.5 2 3 Sekolah berarti : Bangunan atau lembaga untuk belajar dan memberi pelajaran. Roem Tomatimasang. scola. 889.

9Kontroversi tentang UN ini memang sangat mengemuka. Redaksi lengkapnya sebagai berikut : Bab XII Pendanaan Pendidikan bagian keempat tentang Pengalokasian Dana Pendidikan Pasal 49 ayat 1 “Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Pada Sektor Pendidikan dan minimal 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah” 8 Anggaran Pendidikan. ada beberapa kegelisahan yang menggelayut dibenak penulis. 6 . I 2007 hal. salah satunya dengan pengalokasian dana 20 % dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara. Rabu.Dari akar historis di atas. Disebutkan sekitar 14.6 juta orang atau 9. Berbagai kebijakan pendidikan lainnya yang juga mendapatkan perhatian luas terkait dengan kekontroversialannya adalah Surat Keputusan No. 12.V.1 % (sebesar Rp. 153/U/2003 tentang akhir nasional (UN). namun permasalahan ini bukan hanya persoalan tunggal yang dihadapi masyarakat di Indonesia. 25 Januari 2007. sedangkan untuk tahun 2007 ini anggaran pendidikan berjumlah 43.6 Berbagai usaha memang telah dilakukan pemerintah. 7. Pustaka Merah Putih Yogyakarta cet.All. 39. Kompas (Jakarta). Kompas (Jakarta). anggaran pendidikan yang dialokasikan untuk dunia pendidikan pada tahun 2006 ternyata hanya mencapai 9. 18 Oktober 2006. karena berasal dari kata yang memiliki arti “mengisi waktu luang” inilah jangan-jangan proses pembelajaran di sekolah dilakukan apa adanya tanpa bentuk managerial yang jelas dan terciptanya out put pembelajaran yang dapat diandalkan. “Perang Total Melawan Buta Aksara”. Dodi Nandika.4 Triliun. 39 Triliun) dari total 20 % anggaran yang ada. Lebih Asyik Tanpa UN ”pengantar” (Yogyakarta : LkiS.55 persen dari penduduk usia 15 tahun ke atas belum melek aksara.7Namun dalam kenyataan di lapangan berbicara lain. Di negara dengan jumlah rakyat terbesar ke tiga di dunia ini (setelah Cina dan India) masih banyak penduduknya yang tidak mempunyai kamampuan di bidang baca dan tulis alias masih buta huruf.8Ironis memang. 2007). 9 Naylul Izza Et. 7 UU Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen.

Alokasi dana yang dianggarkan untuk pelaksanaan UN 2007 ini tidak tanggung-tanggung. 41-42. 18 Maret 2007. Rasiyo (Kadinas Pendidikan dan Kebudayaan Jatim pada acara perbincangan di TVRI Jatim. berilmu.12Dana ini digunakan untuk pengadaan soal. cakap.10Selain itu juga dianggap memberatkan siswa dan mengebiri peran guru dalam menilai kemampuan muridnya. distribusi soal dan sebagainya. Permendiknas No. dan kondisi dari peserta didik itu sendiri.13 Pelaksanaan UN 2007 mengalami pemajuan jadwal. standar nilai kelulusan. 14 Advertorial. 14 Pemajuan jadwal ini mendapat berbagai respon yang beragam. Jika biasanya UN dilaksanakan pada bulan Mei. 12. kreatif. biaya pengawasan. pelaksanaan. Diperkuat dengan satatemen DR. tanggal 17-19 April untuk tingkat SMA dan sederajat. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Sabtu. baik pro maupun yang kontra. Minggu. 12 Mendiknas Tolak Revisi PP SNP. berakhlak mulia. yakni mencapai 250 Miliar. Pembiayaan UN diambilkan dari dana pemerintah dan pemerintah daerah. Lebih spesifiknya. 9 Desember 2006. Kompas (Jakarta). 40-41. Sabtu. sehat. Advertorial. 11. 11 10 . Kompas (Jakarta). Merupakan kolom khusus yang di gunakan oleh Depdiknas untk publikasi mengenai pelaksanaan UN 2007). Pengumuman pelaksanaan yang baru dilakukan pada bulan November 2006 sangat UU Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen.11Permasalahan mendasar dari pelaksanaan UN antara lain meliputi: alokasi dana yang disediakan. 13 Biaya penyelenggaraan ujian nasional sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah. 27 September 2007.banyak pihak beranggapan bahwa dengan adanya UN ini akan semakin menjauhkan siswa dari tujuan pendidikan yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 9 Desember 2006.20 tahun 2005 pasal 19. serta tanggal 24-26 April 2007 untuk tingkat SMP atau sederajat. Kompas (Jakarta). maka untuk tahun ini UN akan dilaksanakan pada bulan April.

18 Maret 2007 dengan tema “Jelang UN 2007”. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran.15Hal ini terasa sangat miris jika dibenturkan dengan pernyataan dari Depdiknas yang menggunakan pameo “Lebih Cepat Lebih Baik”. Diperkuat dengan : Surya. Acara ini juga dihadiri oleh : Prof. 18 BSNP adalah Badan Standar Nasional Pendidikan yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005. Rasiyo (kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Jatim pada acara perbincangan di TVRI Jatim hari Ahad. Kompas (Jakarta) 5 Februari 2007. meskipun sederhana tetapi terkesan menganggap gampang persoalan. Sebab pada bulan Mei. 9 Desember 2006. 14. Heru Mulyanto (ketua Tim Pemantau Independen (TPI) UN 2007 Jatim). 41. Jika pada UN M. 9 Desember 2006. 41. Dari pihak Depdiknas mengatakan bahwa pemajuan jadwal ini dilakukan dengan pertimbangan: target proses kegiatan belajar mengajar sudah usai pada bulan April. Diperkuat dengan statemen dari DR. ”Berbagai Kelemahan Pelaksanaan Ujian Nasional 2007”. dan peristiwa Mei. untuk dapat lulus BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan)18memberikan keluwesan dengan memberikan dua alternatif standar kelulusan. karena sangat mengganggu rencana kerja tahunan para guru. 22. (Surabaya) 16 Februari 2007. Dengan waktu yang jelas berkurang dengan tetapnya jumlah materi yang harus diberikan kepada siswa tentu bukan perkara mudah untuk melakukannya. DR. Pertama.17 Standar kelulusan memang naik. sehingga siswa tidak perlu menunggu waktu lebih lama menghadapi UN dan dengan pemajuan jadwal ini diharapkan para siswa dapat lebih konsentrasi. penilaian kelulusan pada UN 2007 menyangkut batas minimal nilai untuk setiap pelajaran yang diujikan.Basuki Sugita. Depdiknas. Bertugas: mengelola arsip permanen dari hasil ujian nasional dan hal-hal yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan ujian nasional diatur dalam prosedur operasi standar 15 . negeri ini memiliki banyak acara yang akan dihadiri oleh banyak massa yaitu: peringatan hari buruh internasional. Namun di luar itu.disesalkan. Kompas (Jakarta). seakan tidak mengetahui bagaimana sulitnya mengubah jadwal pembelajaran oleh guru. hari pendidikan nasional. 17 Advertorial.16Penggunaan pameo ini. 16 Advertorial Kompas (Jakarta). Sunarto (Kepala Badan Akreditasi Jatim) dan Drs.

12.2006 standar minimal kelulusan 4. 9 Desember 2006. 41. 3) Lulus dari satuan pendidikan.20Mereka menganggap pelaksanaan UN semakin memberatkan siswa dan memangkas kreatifitas siswa dan guru. pada UN 2007 formula standar kelulusan adalah :19 1) Nilai rata-rata 5. 9 Desember 2006.00 (nilai minimal setiap pelajaran sekolah ditentukan oleh masing-masing sekolah). yakni Malaysia (nilai kelulusan 8).00 pada salah satu mata pelajaran. Thailand 7. 41. 22 Advertorial.00. Nilai pada dua mata pelajaran lainnya masing-masing minimal 6. Kompas. Singapura 8. Peningkatan standar nilai memang Advertorial. Kompas. 2) Lulus ujian sekolah sekolah dengan rata-rata minimum 6.00 berbagai mata pelajaran yang diujikan. 9 Desember 2006.22Kalau pertimbangan ini yang dipakai. tidak ada nilai di bawah 4. 21 Advertorial. maka kita terkesan mabuk akan standar nilai saja tanpa melihat kesiapan dari bangsa kita untuk mencapainya. (Jakarta). Pemerintah Akhirnya Digugat.21 Berbagai perubahan yang berkenaan dengan UN bermuara pada keinginan pemerintah untuk mencapai target minimal nilai kelulusan 6 pada tahun 2008.25 atau memiliki nilai minimal 4.26 maka. 4) Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. 41-42. Kompas (Jakarta). yaitu menyelesaikan seluruh program pembelajaran dengan memperoleh nilai minimum. Berbagai gugatan mengenai pelaksanaan UNpun sudah dilayangkan. 5) Lulus Ujian Nasional (UN). Statemen dari Yunan Yusuf (Ketua BSNP) 20 19 . (Jakarta). Kompas (Jakarta) 28 Juli 2006. Mega proyek ini dicanangkan dengan pertimbangan persaingan dengan negeri tetangga.

dan strategi politik dengan prinsip.penting. Dimulai dari pemunculan isu pamajuan jadwal yang dilakukan (bulan November 2006). Di sinilah terlihat arogansi dari Negara (state) untuk memaksakan kehendaknya kepada rakyat (Civil Society). keragaman budaya. kenapa baru bulan November pengumuman itu diumumkan?. politik dengan pendidikan dan sebagainya. Kondisi seperti inilah yang oleh Yasraf Amir Piliang disebut dengan transpolitika. semakin remang batas antara dunia politik dengan ekonomi. pemerintah terkesan terburu-buru dalam pelaksanaannya. cara. Ada beberapa hal yang dapat dibaca dari Proyek pelaksanaan UN 2007 ini. Semakin hari semakin tidak jelas batas antara kepentingan pribadi dan golongan dengan kepentingan publik. Dari sini pula. mulai dari aksi cabut mandat yang dilakukan berbarengan dengan peringatan peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) yang di komandoi oleh Hariman Siregar dan tuntutan reshuffle kabinet yang dinilai tidak becus dalam melaksanakan roda pemerintahan yang menjadi tanggungjawabnya. Mulai dari luas wilayah. dan fasilitas pendidikan yang ada di masing-masing sekolah. namun yang perlu dipertimbangkan juga adalah kondisi negara kita dengan negara-negara yang dicontohkan berbeda. . cara. mulai tampak peran “bengis” negara dalam memaksakan kehendaknya kepada rakyat sipil. Rakyat dipaksa untuk mengikuti segala kepentingan negara demi proses pelanggengan kekuasaan. Transpolitika adalah: bersilang dan bersimbiosisnya prinsip. Hal ini juga terkait dengan isu-isu yang muncul di sekitar istana negara. Setiap isu yang muncul selalu ada skenario politik yang bermain. dan strategi bidang-bidang lain di luarnya. Jika program ajaran baru dimulai pada bulan Juli.

merupakan salah satu bentuk bantuan terhadap sekolah. 5. Dinamika Politik Di Dalam Era Virtualita (Yogyakarta : Jalasutra. 12. 24 Sutta Dharmasaputra.23 Kasus Voucher pendidikan yang mengemuka pada bulan Oktober 2006 semakin menguatkan dugaan kita akan kondisi transpolitika di atas. ada klarifikasi dari Syahrul J Bungamayang (Sekjen Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro) yang mengatakan bahwa ada perbedaan antara Kosgoro pimpinan Efendi Jusuf dengan Kosgoro 1957 pimpinan Agung Laksono. yang membuat kabur prinsip politik itu sendiri. Transpolitika. 3 November 2006). 5.25 Namun anehnya lagi. sedangkan Kosgoro 1957 (berdiri tahun 2003) adalah organisasi kemasyarakatan pendukung/bernaung di bawah partai Golkar. Kasus ini berawal dari safari Ramadhan Agung Laksono. Teguh Juwarno penyaluran bantuan pendidikan itu merupakan amanat undangundang yang harus dilaksanakan oleh pejabat Depdiknas. Kompas (Jakarta). Piliang. 470 juta. 25 Voucher Pendidikan. 23 . salah satu penerima voucher tersebut adalah SMUN Gegesik. Landasan hukum dari penyaluran bantuan pendidikan ini didasarkan pada Yasraf. Kompas (Jakarta). XX.”Voucher Diknas Beraroma KKN”.”Voucher Diknas Beraroma KKN”. Dalam kesempatan ini Agung membagi-bagikan voucher kepada beberapa sekolah yang “katanya” bernaung di bawah Kosgoro 1957 senilai Rp.seperti: media. Kasus yang membawa nama ketua DPR Agung Laksono tersebut semakin menambah runyam kondisi pendidikan kita. Apakah sebuah SMUN bernaung di bawah ormas?.26 Voucher pendidikan. budaya popular. sehingga bukan merupakan skandal. Cirebon. 2005).24 Mengenai Keberadaan Kosgoro ini. 26 Sutta Dharmasaputra. A. 3 November 2006). (pendidikanpun termasuk didalamnya). Kompas (Jakarta) 20 Oktober 2006. Kosgoro adalah lembaga independen. Menurut Staf Khusus Menteri Pendidikan Nasional Bidang Komunikasi Publik. seksualitas.

presidenpun tidak lupa mengunjungi sekolah-sekolah yang berada di sekitar tempat kunjungannya. . 10 November 2006. Kompas (Jakarta). yaitu untuk SD (Rp. 55 juta) dan SMA (Rp. SMP (Rp. 12. 5. 27 Oktober 2006. 20 Juta).55 juta). sekolah mana yang mendapatkan dan bagaimana mekanismenya. Kompas (Jakarta). Tetapi bermuara pada keberadaan Agung Laksono sebagai salah satu ketua partai politik dan ketua DPR. jika memang sesuai dengan prosedur yang ada. bahkan tak jarang 27 28 Depdiknas: Itu Amanat UU. Dalam setiap kunjungan kerjanya.27 Voucher ini terbagi menjadi tiga jenis. Voucher Pendidikan. karena kapanpun dan dimanapun jabatannya sebagai ketua partai politik dan ketua DPR tetap disandangnya. Politisasi dunia pendidikan semakin tak terelakkkan. Kitapun tentunya masih ingat ketika pemilihan Presiden tahun 2004 kemarin. 29 DPR Malah Berperan Menjadi Tukang Pos.pasal 49 ayat (3) UU Sisdiknas yang berbunyi “Dana pendidikan dari pemerintah dan pemerintah daerah untuk satuan pendidikan diberikan dalam bentuk hibah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku”. Tetapi alangkah baiknya jika yang memberikan voucher tersebut bukan diri Agung Laksono. Namun ironisnya.28Sedangkan jumlah keseluruhan anggaran untuk voucher pendidikan tahun 2006 berjumlah Rp 660 Miliar (2 % dari anggaran pendidikan). Jika pemberian itu dikaitkan dengan Ormas yang dipimpinnya juga tidak masalah. 3 November 2006. 12. Betapa isu pendidikan menjadi sebuah hot issue yang selalu diusung oleh masing-masing calon. janji tinggallah janji dan bukti tinggallah sebuah mimpi. Kompas (Jakarta).29 Permasalahan mendasar dari voucher tersebut bukanlah pada besaran angka.

Mencerdaskan kehidupan bangsa. Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. antara Kuasa 30 Tugas negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut: Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Negara sebagai pihak yang berwenang mengatur segala persoalan bangsa harus segera menghadirkan kepastian bagi warga negaranya. Memajukan kesejahteraan umum. Hal-hal seperti inilah yang semakin menguatkan dugaan bahwa presiden dan para pejabat publik lainnya menggunakan pendidikan sebagai lahan mencari simpati rakyat. Jika kondisi pendidikan kita sudah dijadikan ajang perekrutan massa (politisasi). sebagaimana dituangkan dalam pembukaan UUD 194530 harus direalisasikan.presidenpun sempat masuk kelas dan mengajar para siswa. . maka apakah UN bisa mewakili seluruh proses yang telah dilakukan oleh anak didik? Dan apakah hasil dari UN ini dapat dipakai sebagai wahana peningkatan mutu pendidikan di negara kita? Dari pemaparan di atas. Begitupun juga dengan UN 2007. Maka tak salah jika muncul anggapan bahwa para pejabat hanya suka tebar pesona. Berbagai persoalan di bidang pendidikan yang diutarakan di atas perlu segera mendapatkan solusi terbaik. perdamaian abadi dan keadilan sosial. jika tujuan awalnya digunakan sebagai bentuk evaluasi dari proses pembelajaran. penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang ujian nasional 2007 dengan judul: Ujian Nasional 2007. maka tujuan pendidikan nasional yang diamanahkan dalam undangundangpun akan semakin menjauh dari kenyataan. Tugas negara.

dapat ditarik rumusan permasalahan sebagai berikut: Bagaimana mekanisme pelaksanaan ujian nasional 2007? Bagaimana peran negara dalam dunia pendidikan khususnya dalam ujian nasional 2007 sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia ? TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. penulisan skripsi ini merupakan bagian dari kewajiban penulis sebagai persyaratan penyelesaian jenjang . Hasil dari penulisan ini diharapkan berguna bagi penambah wawasan di bidang pendidikan dan diharapkan pula dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pembuatan formulasi evaluasi yang benar-benar sesuai dengan realitas bangsa Indonesia. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang di atas. Untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan Ujian Nasional 2007 beserta pro dan kontranya 2.Negara dan Peningkatan Mutu Pendidikan yang lebih memfokuskan pada mekanisme pelaksanaan dari ujian nasional 2007. Selain itu. Untuk mengetahui peran negara dalam dunia pendidikan khususnya dalam ujian nasional 2007 sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia? Sedangkan Kegunaan dari pembuatan skripsi ini merupakan bagian dari limpahan respon terhadap permasalahan yang diangkat.

II 2002). Orang yang diberi kewenangan untuk mengurus.pendidikan S1 di Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Sunan Ampel Surabaya. mempunyai kesatuan politik. Balai Pustaka. maka perlu kiranya adanya penjelasan mengenai istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini. 604.31 2) Kuasa memiliki beberapa arti. DEFINISI OPERASIONAL Untuk menghindari pembahasan yang bias terkait dengan penelitian ini. kuat dan Pengaruh yang ada pada seseorang karena jabatannya. 33 Tim Penyusun Kamus Pusat bahasa. 32 31 .34 Permendiknas No. kekuatan.32 3) Negara adalah: organisasi disuatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. cet. kesanggupan. Adapun istilah-istilah yang banyak digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Ujian nasional adalah: kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik secara nasional untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kewenangan atas sesuatu atau untuk menentukan (memerintah. yakni sebagai berikut: Kemampuan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta. 604. sanggup. mewakili mengurus) sesuatu. berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya. 34 Ibid.33Dan kelompok sosial yang menduduki wilayah tertentu yang diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif. Mampu.1 Poerwodarminto. 20 Tahun 2005 Pasal. 528.

baik buruk sesuatu. taraf atau derajat.4) Mutu memiliki arti sebagai berikut: Karat.38Sedangkan metodika adalah: kumpulan metode-metode yang merupakan jalan-jalan atau cara-cara yang nantinya akan ditempuh guna lebih mendalami obyek studi. 1994). Jenis Penelitian Ibid. dan Teknik Pembahasan. kadar emas. 8.36 5) Pendidikan adalah: usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. 36 35 . Metode-Metode Penelitian Masyarakat (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. manikam. 505. masyarakat. 7.39Dalam bagian ini akan dijelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan metodologi penelitian yang meliputi: Jenis Penelitian. yaitu cara kerja untuk dapat memahami obyek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Jenis Data. Sehubungan dengan upaya ilmiah. (nilai logam mulia). mutiara. karat. tingkat. maka metode menyangkut masalah cara kerja. Dahlan Al Barry. bangsa dan negara.37 METODE PENELITIAN Metode. Sumber Data. emas kertas. derajat. membungkam/diam (karena sedih). 39 Ibid. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. kepribadian.35Atau Kualitas. akhlak mulia. manik. UU Sisdiknas. 38 Koentjoroningrat. Pius A Partanto dan M. Kamus Ilmiah Populer (Surabaya : Arkola. pengendalian diri. berasal dari bahasa Yunani “Methodos” yang berarti cara atau jalan. Guru dan Dosen (Pasal 1). 665-666. kwalitas. 7. Pendekatan penelitian. 37 Ibid. kecerdasan. 1977).

pemecahan masalah didasarkan pada kerangka teori baru tersebut. Dalam hal itu. 42 Lexy J. 41 Panitia Penyusunan Panduan Penulisan Skripsi. bahan kepustakaan digunakan sebagai sumber ide dasar untuk melakukan deduksi dan merumuskan pendapat baru dari pengetahuan yang ada.40Skripsi hasil kajian pustaka ditulis untuk memecahkan suatu masalah yang didasarkan pada hasil telaah kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan dengan tema kajian. Moeloeng.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Resourch) yaitu: penelitian yang menggunakan data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam materi yang terdapat dalam kepustakaan.43 Sedangkan Kirk dan Miller berpendapat. 3. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung : Remaja Rosdakarya. 25.1996). Akhirnya.44 Nasution. penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya. 3. Metode Resourch (Jakarta: Bumi Aksara. 44 Ibid. digunakan paradigma dan pendekatan kualitatif.1998). Lihat juga Mardialis.42Pedekatan kualitatif menurut Bogdan dan Taylor diartikan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. 145.1996). Panduan Penulisan Skripsi (Surabaya: IAIN Sunan Ampel Surabaya. 40 . 1. 1995).41 Pendekatan Penelitian Dalam penelitian skripsi ini. 15. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: Bumi Aksara. 43 Ibid.

Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Reka Sarasin.45 45 Noeng Muhadjir. 29. bukan dalam bentuk angka. .Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah dalam bentuk kata verbal. 1996).

47. Dalam hal ini. peristiwa-peristiwa yang kongkrit kemudian diambil generalisasi-generalisasi yang bersifat umum. seperti surat kabar. Metodologi Penelitian Filsafat (Jakarta: PT. Diantaranya: teknik induksi.Sumber Data Sumber data dalam penelitian adalah: subyek dari mana data dapat diperoleh. Sudarto. maka diperlukan berbagai teknik pembahasan. 1997). Sumber data primer adalah: keterangan-keterangan yang pertama kali dicatat langsung oleh para penulis diberbagai buku atau pustaka yang membahas mengenai ujian nasional. Sumber data yang digunakan meliputi sumber data primer dan sumber data sekunder. Induksi merupakan cara berpikir yang berangkat dari faktafakta yang lebih khusus. 102. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta. Teknik Pembahasan Untuk memudahkan terbentuknya mind thought dalam proses penelitian dari skripsi ini. Sumber data sekunder adalah: keterangan-keterangan yang pertama kali dicatat langsung oleh para penulis diberbagai media. teknik reflektif. Kuasa Negara dan Peningkatan Mutu Pendidikan. jurnal. dikemukakan beberapa teknik pembahasan yang digunakan dalam penulisan skripsi ini. Raja Grafindo Persada.46 Dalam skripsi ini.47 46 Suharsimi Arikunto. 1991). digunakan beberapa sumber data sebagai bahan penggodokan dari materi yang diangkat. dan internet. Dengan rincian pengertian sebagai berikut: 1) Teknik Induksi adalah: Pendekatan induksi berusaha untuk mengambil kesimpulan mengenai semua anggota kelas. teknik deduksi. setelah menyelidiki sebagian saja atau mengenai anggota kelas tertentu yang belum diselidiki. 47 . majalah. teknik historis dan teknik komparatif.

51 Noeng Muhadjir. Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta. 66-67. Nazir.51 SISTEMETIKA PEMBAHASAN Dalam pembahasan penulisan skripsi ini.49Teknik ini dapat dilakukan dengan merefleksikan segala hal yang berhubungan dengan permasalahan penelitian di atas. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta. 1991) . 50 Moh. 206.55. 1996). metodologi penelitian. Metodologi Penelitian Kualitatif. Rake Sarasin.2) Teknik Deduksi adalah: Cara berfikir yang berangkat dari pengetahuan yang bersifat umum dan bertitik tolak dari Pengetahuan umum itu untuk menilai kejadian khusus. 66. Suharsimi Arikunto.48 3) Teknik Reflektif adalah: teknik berpikir yang prosesnya mondar-mandir antara yang empirik dan yang abstrak. tujuan dan kegunaan penelitian. 49 Noeng Muhadjir. 48 . dilanjutkan dengan mengembangkan teori (konsep). definisi operasional. mungkin modifikasi. rumusan masalah. mungkin pula mengganti dengan yang baru.50 5) Teknik Komparatif adalah: memperbandingkan kategori-kategori serta serta ciricirinya untuk merumuskan teorinya (konsepnya). maka disajikan sistematika pembahasannya sebagai berikut: BAB I: merupakan bagian pendahuluan dari skripsi ini yang berisikan tentang: latar belakang. 1998). Metode Penelitian (Jakarta : Gholia Indonesia. agar sistematis dan kronologis. 4) Teknik Historis adalah: menguraikan sejarah munculnya suatu hal yang menjadi obyek penelitian atau peneliti dalam perspektif waktu terjadinya fenomena-fenomena yang diselidiki. serta sistematika pembahasan.

BAB III: dalam bab ini akan dibahas mengenai bagaimana peran negara dalam ujian nasional 2007. BAB V: merupakan bab penutup dan kesimpulan serta dari rentetan pembahasan skripsi yang dibuat. . Mekanisme ujian nasional 2007.BAB II: merupakan bab yang membahas mengenai ujian nasional 2007 yang mencakup: evaluasi (pengertian. antara kuasa negara dan peningkatan mutu pendidikan. fungsi. negara dan pendidikan dan negara dan ujian nasional 2007. tujuan. dan prinsip evaluasi). teknik pelanggengan kekuasaan oleh negara (untuk menelusuri hal ini penulis menspesifikasikan bidang kajian pada pemikiran Antonio Gramsci mengenai Hegemoni dan Louis Althusser mengenai Ideological State Apparatus/ISA dan Repressive State Apparatus/RSA). Selain itu. BAB IV: membahas mengenai analisa secara keseluruhan dari ujian nasional 2007. Dari sinilah diharapkan dapat diketemukan formulasi yang tepat sebagai alat ukur keberhasilan pendidikan di negeri ini. 20 tahun 2003 mengenai arti pendidikan dan tujuan pendidikan yang tentunya berbasis kepada kondisi riil bangsa Indonesia. serta Pro dan kontra mengenai ujian nasional 2007. pada bab ini juga akan dibahas mengenai peningkatan mutu pendidikan dan apakah hasil dari UN dapat dijadikan sebagai patokan tingkat mutu pendidikan suatu negara. meliputi: Sekilas tentang kekuasaan dan negara. Hal ini dikembalikan lagi kepada UU Sisdiknas No.

Sebagai bahan pertimbangan atau ukuran keberhasilan proses pembelajaran digunakanlah evaluasi. untuk selanjutnya diadakan perbaikan sebagai langkah umtuk meningkatkan keberhasilan. sedangkan out put adalah keluaran atau hasil dari proses pembelajaran atau dapat pula dikatakan sebagai lulusan. capaian dari peserta didik dalam menguasai materi dan keberhasilan pendidik dalam menyampaikan materi dapat diketahui. relasi antar individu dan sebagainya juga berpengaruh terhadap metode yang digunakan dalam penyampaian materi dari pendidik/guru (dalam proses pembelajaran). masyarakat. ada konsekwensi logis yang selalu menyertainya. Ujian Nasional. pengendalian diri. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) No. In put dapat diartikan sebagai dari manakah siswa atau anak didik berasal (keluarga. 20 tahun 2003 disebutkan: Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk Adalah: usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Proses adalah pelaksanaan dari pada pendidikan itu sendiri. proses dan out put. utamanya dilakukan dalam sekolah. kecerdasan. akhlak mulia. yakni: in put.52kita selalu saja akan dihadapkan pada tiga proses utama. bangsa dan Negara (UU Sisdiknas. merupakan bagian dari proses evaluasi. Setelah diadakannya evaluasi ini. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. kepribadian. Di tengah-tengah proses pembelajaran (Midle Test) dan diakhir proses pembelajaran (Post Test).BAB II MEKANISME PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL 2007 Dalam membicarakan masalah pendidikan. Evaluasi dapat dilaksanakan diawal pertemuan (Pre Test). lingkungan dan masyarakat). Guru dan Dosen (Pasal 1)) 52 . Dari masing-masing tahapan di atas. Misalnya asal usul dari peserta didik akan berpengaruh terhadap pribadi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran.

berdasarkan data tersebut kemudian dicoba membuat suatu keputusan. satuan. dengan akar kata Al Qimah berarti nilai. memperoleh. M. secara harfiah. 1996). 1 56 Ngalim Purwanto. MP. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan.56Sesuai dengan pengertian tersebut maka setiap kegiatan evaluasi atau penilaian merupakann suatu proses yang sengaja direncanakan untuk memperoleh informasi atau data.55 Dalam arti luas. 1. (Bandung : PT Remaja RosdaKarya. cet. Chabib Thoha. (Jakarta : PT Gramedia. jenjang dan jenis pendidikan (Pasal 59 ayat 1:). evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai: penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. Echols dan Hasan Shadily. Pengertian Evaluasi Pendidikan Secara etimologis. 1996). evaluasi adalah suatu proses merencanakan. Kamus bahasa Inggris-Indonesia. 2002). Dan John M. Teknik Evaluasi Pendidikan (Jakarta : PT Rajagrafindo. jalur. 220. 55 Ibid.I.53Dalam bahasa arab. A. berarti penilaian. 3 53 .akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan (Pasal 57 ayat 1:) dan Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. EVALUASI 1.XXIII. 54 Anas Sudijono. Evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran. Pengantar Evaluasi Pendidikan (Jakarta : RajaGrafindo Persada. dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatifalternatif keputusan (Mehren dan Lehmann).54Dengan demikian.cet. berasal dari kata At Taqdir. 1996). Sebelum membahas mengenai Ujian Nasional. alangkah baiknya kita bahas terlebih dahulu mengenai evaluasi itu sendiri.III. cet. 1.

57 Selain kata evaluasi. diartikan sebagai proses untuk menentukan luas atau kuantitas sesuatu. hal ini dapat diperoleh melalui jalan tes atau cara lain.60 Sumadi Suryabrata mendefinisikan tes sebagai: “Pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dan atau perintah-perintah yang harus dijalankan.59 Hasil suatu pengukuran belum memiliki arti jika belum ditafsirkan dengan jalan membandingkan hasil pengukuran dengan atandar atau patokan yang telah ditentukan sebelumnya. 61 Ibid. Chabib Thoha. ada beberapa kata yang serupa dengannya.2. assesment atau penaksiran dan tes. yang mendasarkan harus bagaimana testee menjawab pertanyaan-pertanyaaan atau melakukan perintah-perintah itu penyelidik mengambil kesimpulan dengan cara membandingkannya dengan standar atau testee yang lain”. Pendapat dan keputusan tentu saja dipengaruhi oleh kesan pribadi dan sistem nilai yang ada pada si pembuat keputusan. Sedangkan pengertian tes lebih ditekankan pada penggunaan alat pengukuran. 2 59 Ibid.. Dalam penilaian pendidikan. Teknik Evaluasi Pendidikan. . atau usaha untuk mengetahui keadaan sesuatu seperti adanya yang dapat dikuantitaskan. 2. Kata-kata tersebut adalah measurement atau pengukuran. 1 Ibid. 60 Ibid.Kegiatan evaluasi memerlukan penggunaan informasi yang diperoleh melalui pengukuran maupun dengan cara lain untuk menentukan pendapat dan membuat keputusan-keputusan pendidikan. Namun sebenarnya ketiga kata tersebut terdapat perbedaan. patokan itu dapat berupa batas minimal kompetensi materi pelajaran yang harus dikuasai atau rata-rata nilai yang diperoleh oleh kelompok.58 Measurement.61 57 58 M. 2.

Gronlund (1976) merumuskan pengertian evaluasi sebagai berikut: “Evaluation …. Norman E.63 Dengan kata-kata yang berbeda. 64 Ibid. melainkan merupakan kegiatan yang dilakukan pada permulaan. dan pada akhir program setelah program itu dianggap selesai.64 Dari rumusan tersebut di atas. 3. a systematic process of determining the extent to which instructional objectives are achieved by pupils”. khususnya evaluasi pengajaran. melainkan sekedar mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran. tidak sampai ke taraf evaluasi. 3. 62 63 Ibid. selama program berlangsung. .Untuk pengertian assesment. 3-4. Ini berarti bahwa evaluasi (dalam pengajaran) merupakan kegiatan yang terencana dan dilakukan secara berkesinambungan.62 Dalam hubungannya dengan proses pengajaran. Ngalim Purwanto. 65 Ibid. yaitu:65 1. 3. Kegiatan evaluasi merupakan proses yang sistematis. tetapi mengandung pengertian yang sama. (evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauhmana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa). Evaluasi bukan hanya merupakan kegiatan akhir atau penutup dari suatu program tertentu. sedikitnya adalah tiga aspek yang perlu diperhatikan untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan evaluasi. Wrightstone dan kawan-kawan (1956) mengemukakan rumusan evaluasi pendidikan sebagai berikut: “Educational evaluation is the estimation of the growth and progress of pupils toward objectives or values in the curiculum”(evaluasi pendidikan adalah penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa ke arah tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan di dalam kurikulum).. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan.

Setiap kegiatan evaluasi. Adapun tujuan pengajaran merupakan kriteria pokok dalam penilaian. program caturwulan ataupun program semester. nilai ujian akhir catur wulan. Dalam kegiatan pengajaran. nilai akhir semester. data yang dimaksud mungkin berupa perilaku atau penampilan siswa selama mengikuti pelajaran. tidak mungkin menilai sejauh mana pencapaian hasil belajar siswa. Perlu dikemukakan disini bahwa. ketepatan keputusan hasil evaluasi sangat bergantung kepada kesahihan dan obyektifitas data yang digunakan dalam pengambilan keputusan.Yang dimaksud dengan program disini adalah program satuan pelajaran yang akan dilaksanakan dalam satu pertemuan atau lebih. empat tahun ajaran atau enam tahun ajaran dan sebagainya. Berdasarkan data itulah selanjutnya diambil suatu keputusan sesuai dengan maksud dan tujuan evaluasi yang sedang dilaksanakan. Tanpa menentukan atau merumuskan tujuan-tujuan terlebih dahulu.tidak dapat dilepaskan dari tujuan-tujuan pengajaran yang hendak dicapai. . diperlukan berbagai informasi atau data yang menyangkut obyek yang sedang dievaluasi. Hal ini adalah karena setiap kegiatan penilaian memerlukan suatu kriteria tertentu sebagai acuan dalam menentukan batas ketercapaian obyek yang dinilai. 3. dan juga program pendidikan yang dirancang untuk satu tahun ajaran. Di dalam kegiatan evaluasi. 2. nilai midsemester. -khususnya evaluasi pengajaran. dan sebagainya. hasil ulangan atau tugas-tugas pekerjaan rumah.

6. 68 Ibid. Feedback from tests helps the teacher provide more appropriate instructional guidance for individual students as well as for the class as a 66 67 Daryanto. cet. Julian C. Stanley dan Kenneth mengklasifikasikan tujuan evaluasi dalam pendidikan dalam tiga fungsi yang saling terkait satu dengan yang lainnya. Tujuan Evaluasi Pendidikan Tujuan utama melakukan evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan intruksional oleh siswa. Teknik Evaluasi Pendidikan. . Evaluasi Pendidikan.66 Muchtar Buchori mengemukakan bahwa tujuan khusus evaluasi pendidikan ada dua. sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya.. Rineka Cipta. dan 2. 2) Test profide a means of feedback to the teacher. (Jakarta: PT. yaitu:67 1. M. 2005). Tujuan evaluasi secara umum dapat dikaitkan dengan fungsi evaluasi dalam pendidikan. tujuan evaluasi dalam intruksional adalah melihat: The proccess of constructing a test simulated teachers to clarify and refine meningful course objectives (proses pembentukan sebuah tes yang disimulasikan guru untuk mengklarifikasi dan menemukan kembali makna dari obyek pembelajaran ). Untuk mengetahui tingkat efisien metode-metode pendidikan yang dipergunakan pendidikan selama jangka waktu tertentu tadi.III. 7. 11. Untuk mengetahui kemajuan belajar peserta didik setelah menyadari pendidikan selama jangka waktu tertentu. Chabib Thoha.2. yaitu:68 a) 1) Intructional.

2) Tests are useful for program evaluation and research (tes berguna sebagai program evaluasi dan penelitian ).whole (tes memberikan sebuah makna umpan balik kepada guru. Umpan balik ini membantu guru dalam menyediakan bimbingan instruksi yang tepat bagi siswa secara individual dan untuk siswa seluruh kelas pada umumnya ). 4) Examinations are useful means of overlearning (Ujian berguna sebagai makna yang lebih dari pembelajaran). As a general rule. 3) Properly constructed tests can motivate learning. siswa mengejar penguasaan obyek secara lebih cerdas jika mereka ahli dalam hal evaluasi). Seperti pada umumnya. students pursue mastery of objectives more deligently if they expect to be evaluated (pembentukan tes yang tepat dapat memotivasi belajar. . tujuan evaluasi dalam masalah administrasi pendidikan adalah sebagai berikut: 1) Tests provide a mechanism for “quality control” for school or school system national or local norms can provide a basis for assessing certain curricular strengths and weaknesses (tes memberikan sebuah mekanisme untuk mengkontrol kualitas sekolah atau sistem pendidikan nasional atau lokal yang dapat menyediakan sebuah dasar untuk penaksiran yang pasti dari kelebihan dan kekurangan sebuah kurikulum ). b) Administrative.

“Test can be of value in diagnosing an individual’s special aptitudes an abilities. tujuan evaluasi memotivasi belajar kepada peserta didik. seorang individu yang merupakann aspek penting dari proses konseling . kepentingan. evaluasi dapat dipakai sebagai kerangka acuan kemana dia harus bergerak menuju tujuan pendidikan. Menghasilkan ukuran dari bakat sekolah. tujuan evaluasi dalam melakukan bimbingan kepada peserta didik dijelaskan. an personalities often an important aspect of the counselling process (tes dapat berupa penilaian pada diagnosis bakat khusus kemampuan seorang individu.)” Menurut Sumadi Suryabrata. evaluasi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan. b) Didaktik/Intruksional. achievement. 4) Test can increase the quality of selection decisions (tes dapat meningkatkan kualitas dari pemilihan keputusan). Klasifikasi berdasarkan fungsinya. interest. c) Guidance. 5) Test can be useful means of accreditation mastery Or certification (tes dapat dimaksudkan sebagai akreditasi atau sertifikasi).3) Tests enable better decisions in clasification and placement (tes memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik pada klasifikasi dan penempatan). tujuan evaluasi pendidikan dapat dikelompokkan dalam tiga klasifikasi. yaitu: 1. Obtaining measures of scholastic aptitude. a) Psikologik. pendekatan. memberikan pertimbangan dalam menentukan bahan .

2. 3. c) Keputusan didaktik instruksional.pengajaran dan metode mengajar serta dalam rangka mengadakan bimbingan-bimbingan secara khusus kepada peserta didik. bertujuan untuk pengisisan buku rapor. . dan b) Evaluasi sumatif berfungsi untuk mengukur keberhasilan seluruh program pendidikan yang dilaksanakan pada akhir pelaksanaan proses belajar mengajar (akhir semester/tahun). b) Keputusan institusional. menentukan indeks prestasi. pengisian STTB. tujuan evaluasi dapat digunakan untuk mengambil: a) Keputusan individual. Klasifikasi berdasarkan keputusan pendidikan. dan keputusan-keputusan penelitian. c) Administrratif/Managerial. dan tentang ketentuan kenaikan siswa. Klasifikasi Formatif dan Sumatif a) Evaluasi formatif diperlukan untuk mendapatkan umpan balik guna menyempurnakan perbaikan proses belajar mengajar.

materi atau bahan pengajaran. Hasil-hasil evaluasi yang telah dilaksanakan oleh guru terhadap siswanya dapat dijadikan sumber informasi atau data bagi pelayanan BK oleh para konselor sekolah atau guru pembimbing lainnya. Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan. Fungsi Evaluasi Pendidikan Secara lebih rinci. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pengajaran. Komponen-komponen dimaksud antara lain adalah tujuan. yang berarti pula untuk menentukan kenaikan kelas atau lulus-tidaknya seorang siswa dari suatu lembaga pendidikan tertentu (fungsi sumatif). 69 Ngalim Purwanto. alat dan sumber belajar. Untuk keperluan Bimbingan dan Konseling (BK). 5-7 . Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan siswa setelah mengalami atau melakukan kegiatan belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu. dan prosedur serta alat evaluasi.3. fungsi evaluasi dalam pendidikan dan pengajaran dapat dikelompokkan menjadi empat fungsi. yaitu:69 1. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan. Pengajaran sebagai suatu sistem terdiri atas beberapa komponen yang saling berkaitan satu sama lain. 2. 3. Hasil evaluasi yang diperoleh itu selanjutnya dapat digunakan untuk memperbaiki cara belajar siswa (fungsi Formatif) dan atau untuk mengisi rapor atau Surat Tanda Tamat Belajar. 4. Fungsi ini berguna bagi guru dan atau supervisor untuk mengadakan perbaikan program beserta pelaksanaannya pada masa yang akan datang atau pada pertemuan berikutnya. metode dan kegiatan belajar mengajar.

b) Evaluasi berfungsi Diagnostik Apabila alat yang digunakan dalam evaluasi cukup memenuhi persyaratan. Seleksi itu sendiri mempunyai berbagai tujuan. anak tersebut akan ditempatkan bersama siswa-siswa yang memiliki bakat dan minat bersama (spesifikasi) d) Evaluasi berfungsi sebagai pengukuran keberhasilan. 4. 2.Secara lebih spesifik. Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya. Untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu. Setelah diketahui bakat dan minatnya. evaluasi berfungsi sebagai berikut:70 a) Evaluasi berfungsi Selektif Dengan cara mengadakan evaluasi. 14-16 . Jadi dengan mengadakan evaluasi. guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi terhadap siswanya. 3. akan lebih mudah dicari untuk mengatasi. Evaluasi Pendidikan . Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah dan sebagainya. Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa. guru akan mengetahui kelemahan siswa. Di samping itu diketahui pula sebab musabab kelemahan itu. Dengan diketahuinya sebab-sebab kelemahan ini. maka dengan melihat hasilnya. 70 Daryanto. sebenarnya guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahannya. c) Evaluasi berfungsi sebagai Penempatan Evaluasi dalam hal ini digunakan sebagai langkah untuk mengetahui bakat dan minat sesorang. antara lain: 1.

Keberhasilan suatu program (pendidikan) ditentukan oleh beberapa faktor yaitu: guru. sarana dan sistem kurikulum. 11 M. (Jakarta : Bumi Aksara. orang tua serta masyarakat dan pengguna jasa pendidikan. maka fungsinya juga berbedabeda. kurikulum.71 Selain fungsi-fungsi di atas.Fungsi ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana tingkat keberhasilan suatu program. Fungsi pendidikan bagi orang tua antara lain: a) Mengukur mutu hasil pendidikan b) Mengetahui kemajuan dan kemunduran sekolah 71 72 Suharsimi Arikunto. 10-11 . Teknik Evaluasi Pendidikan. 1995). metode mengajar. dan c) Menumbuhkan motivasi dalam belajar 3. Chabib Thoha. Fungsi pendidikan bagi guru diantaranya untuk: a) Mengetahui kemajuan belajar peserta didik b) Mengetahui kedudukan masing-masing individu peserta didik dalam kelompoknya c) Mengetahui kelemahan-kelemahan dalam cara belajar mengajar d) Memperbaiki proses pembelajaran e) Menentukan kelulusan peserta didik 2. berfungsi sebagai: a) Mengetahui kemampuan dan hasil belajar b) Memperbaiki cara belajar. bila dilihat dari pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran yakni guru. . peserta didik. Secara spesifiknya akan disajikan berikut ini:72 1. Dasar-Dasar Evaluasi. Fungsi pendidikan bagi peserta didik.

73 74 Pius A Partanto dan M. evaluasi harus ada keterpaduan antara tujuan intruksional. aturan pokok. (Surabaya : Arkola: 1994). materi dan metode yang digunakan. Evaluasi Pendidikan. pokok. . dapat diartikan sebagai asas. Prinsip Evaluasi Pendidikan Prinsip. Fungsi pendidikan bagi orang tua antara lain: a) Mengatahui hasil belajar anaknya b) Meningkatkan pengawasan dan bimbingan serta bantuan kepada anaknya dalam usaha belajar c) Mengarahkan pemilihan jurusan atau jenis sekolah pendidikan lanjutan bagi anaknya 5. Daryanto. fundamen. 19-20. Kamus Ilmiah Populer.c) Membuat keputusan kepada anak didik.73 Dalam proses pelaksanaan evaluasi prinsip-prinsip yang harus diperhatikan antara lain:74 1. penting. Oleh karena itu. Fungsi pendidikan bagi masyarakat dan pemakai jasa pendidikan a) Mengetahui kemajuan sekolah b) Ikut mengadakan kritik dan saran perbaikan bagi kurikulum pendidikan pada sekolah c) Lebih meningkatkan partisipasi masyarakat dalam usahanya membantu lembaga pendidikan 4. Keterpaduan Evaluasi merupakan bagian integral dari proses pembelajaran. Dahlan Al Barry. dan d) Mengadakan perbaikan kurikulum 4. permulaan. 625.

Tidak dibenarkan menyusun alat evaluasi hasil belajar atau evaluasi pencapaian belajar yang mengukur bahan yang belum disajikan dalam proses pembelajaran demikian pula tidak diterima apabila alat evaluasi berisi butir yang tidak berkaitan dengan bidang kemampuan yang hendak diukur. 3.2. evaluasi juga perlu diterapkan sebagai upaya perbaikan sikap dan tingkah laku ditinjau dari segi pedagogis. 4. Akuntabilitas Sejauhmana keberhasilan program pembelajaran perlu disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan pendidikan sebagai laporan pertanggungjawaban (accountability). Keterlibatan Siswa Siswa sebagai subjek pembelajaran harus diakui keberadaannya. 345). Koherensi75 Dengan prinsip koherensi dimaksudkan evaluasi harus berkaitan dengan materi pembelajaran yang sudah disajikan dan sesuai dengan ranah kemampuan yang hendak diukur. Bagi siswa. berhubungan. Dahlan Al Barry. 75 . bersangkut paut (Pius A Partanto dan M. 5. Evaluasi dan hasilnya hendaknya dapat dipakai sebagai motivasi untuk siswa dalam kegiatan belajarnya. Pedagogis Di samping sebagai alat penilai hasil atau pencapaian belajar. Begitupun dalam proses evaluasi. evaluasi merupakan kebutuhan sebagai bahan untuk tindakan belajar selanjutnya. Berarti: bersifat harmonis/konsisten/melekat.

Ed. 24. 2) Prinsip kesinambungan (Istimror/kontinuitas).yaitu aspek nilai atau sikap (affektive domain) dan keterampilan (psychomotor domain) yang melekat pada masing-masing individu peserta didik.76 ada satu prinsip umum yang harus ada dalam evaluasi. 76 . 2003 ). Dengan kata lain. IV. Anas Sudijono berpendapat prinsip dasar evaluasi hasil belajar meliputi:77 1) Prinsip keseluruhan (Komprehensif). 77 Ngalim Purwanto. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta : Bumi Aksara. evaluasi hasil belajar di samping dapat mengungkapkan aspek proses berpikir (cognitive domain) juga dapat mengungkap aspek kejiwaan lainnya. yaitu prinsip Trianggulasi-atau hubungan erat tiga komponen-. evaluasi hasil belajar harus dapat mencakup berbagai aspek yang dapat menggambarkan perkembangan atau perubahan tingkah laku yang terjadi pada peserta didik sebagai makhluk hidup bukan benda mati. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan. Dalam hubungan ini. utuh atau menyeluruh. Revisi. evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik apabila evaluasi tersebut dilaksanakan secara bulat.Menurut Suharsimi Arikunto. evaluasi hasil belajar yang dilakukan secara teratur dan sambung menyambung dari waktu ke waktu. maksudnya. 31-33. yaitu antara: a) Tujuan pembelajaran b) Kegiatan pembelajaran c) Evaluasi Ketiga komponen tersebut harus saling berhubungan untuk mencapai hasil pendidikan yang diharapkan. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi yang dapat menggambarkan mengenai kemajuan atau perkembangan peserta Suharsimi Arikunto. cet.

Salamun. .Perhitungan kelulusan Makalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur disampaikan dalam seminar nasional dengan tema ”UN Pendongkrak atau Perusak Kualitas Pendidikan” oleh DR. telah digunakan berbagai macam bentuk evaluasi. Untuk lebih lengkapnya. Sehubungan dengan itu.menurut keadaan yang senyatanya. MEKANISME UJIAN NASIONAL 2007 Ujian Nasional 2007 ini merupakan kelanjutan dari proses evaluasi yang dilakukan pemerintah untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses pembelajaran. dalam melaksanakan evaluasi hasil belajar. tidak dicampuri oleh kpentingan-kepentingan yang bersifat subyektif. serang evaluator harus senantiasa berpikir dan bertindak wajar.Pelajaran 1985/1986 1987/1988 Mulai Thn Pelajaran Keterangan Ujian Negara Ujian Sekolah EBTANAS disertai NEM. Gedung Gema IAIN Sunan Ampel Surabaya. 3) Prinsip obyektifitas. B. 10 Mei 2007.78 BEBERAPA PERUBAHAN EVALUASI BELAJAR No 1 2 3 4 5 78 Tahun Ajaran 1971 dan sebelumnya 1972 sd 1984 Mulai Thn. bahwa evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik jika terlepas dari faktor-faktor yang sifatnya subyektif. Dalam sejarah pelaksanaan evaluasi di Indonesia. berikut disajikan tabel pelaksanaan evaluasi dari tahun sebelum 1971 sampai tahun 2007. Selain itu juga berguna untuk dapat memperoleh kepastian dan kemantapan dalam menentukan langkah-langkah atau merumuskan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang perlu diambil di masa selanjutnya. bentuk soal objektif untuk 6 mata pelajaran EBTANAS bentuk soal objektif dan Essay EBTANAS.didik.

mempertimbangkan nilai Raport Cawu I & II berupa nilai P dan Q EBTANAS. berupa nilai P dan Q. Beberapa perubahan evaluasi belajar Untuk pelaksanaan Ujian Nasional 2007 ini disandarkan pada beberapa ketetapan hukum sebagai landasan yuridis formal pelaksanaannya. Ujian Nasional hanya 3 Mata Pelajaran Tahun 2003. Ujian Nasional. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah .Istilah kelulusan diganti dgn ketamatan.25. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 3. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 4.00. EBTANAS SMP/SMA/SMK tetap dilaksanakan dengan standar kelulusan tidak boleh terdapat nilai mata pelajaran kurang dari sama dengan 3. 2. standar kelulusan lebih dari 4. yaitu: 1.00. Tabel 1. standar kelulusan lebih dari 4.1.1988/1989 6 1996/1997 7 8 1997/1998 1999/2000 9 2001/2002 10 2002/2003 . NA=P+Q+(nR) / 2+n EBTANAS. nilai raport cawu I & II berupa nilai P&Q ditiadakan. perhitungan kelulusan dgn. sedangkan rata-rata nilai mata pelajaran harus lebih dari atau sama dengan 6. Tahun 2004.25 tetapi rata-rata mata pelajaran lebih dari 4. pertimbangan ketamatan :Nilai akademis dan Non akademis EBTANAS SD dihapus. mempertimbangkan nilai Raport semester 1&2. standar kelulusan lebih dari 4. Tahun 2005. bentuk soal kembali ke objektif EBTANAS. dan sikap perilaku siswa.00.Sekarang dgn. Penentuan kelulusan memperhatikan aspek akademis dan non akademis baik dari Ujian Sekolah.50.

Dalam publikasi tahun 2000 yang merupakan hasil riset dari selama tiga tahun. . kehidupan dan kesehatan. mengapa subyek ujian nasional tersebut adalah matematika dan bahasa (Inggris dan Indonesia)?. 79 Arman Hakim Nasution. matematika dan sains.5. PISA menilai kapasitas pelajar di atas umur 15 tahun di 32 negara anggota OEDC dalam hal keterampilan dan pengetahuan untuk menghadapi tantangan kerja ke depan. statistik. fisika. dan energi transfer. bahasa inggris dan matematika/ekonomi/bahasa asing lainnya. jumlah buku baru yang dibaca atau dipinjam dalam sebulan. dan kemampuan membaca bentuk grafis. Kompas (Surabaya) 21 Februari 2007. Melek matematis dilihat dari pemahaman geometri ruang al jabar.79 Pertanyaan menarik ini bisa dijawab dengan membandingkan aktifitas PISA yang dikoordinir oleh Organization For Economic Development Cooperation and Development sejak tahun 2000. dan interpretasi grafik serta diagram matematis. Pertanyaan yang sering muncul dari kalangan orang tua. Melek membaca antara lain dilihat dari lamanya waktu yang dikonsumsi siswa untuk membaca setiap bulan. 6. tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2006/2007. Adapun melek sains antara lain dilihat dari pengetahuan bumi dan lingkungan. serta teknologi yang dikemas dalam tugas-tugas biologi. Pada hasil publikasi riset tahun 2000 tersebut ada tiga domain literacy (melek) yang dinilai. kimia. “Logiskah Ajakan Tak Gelar UN?”. Dasar pemikiran pelaksanaan ujian nasional yang menguji kemampuan siswa dengan standar nasional pada tiga mata pelajaran . Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 45 Tahun 2006. yaitu membaca (prioritas utama). yaitu bahasa indonesia.

Ujian nasional bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran yang ditentukan dari kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. . dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan.  Bukan satusatunya penentu kelulusan b. Ujian sekolah/madrasah bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran pada semua kelompok mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. Sedangkan mengenai tujuan diadakannya Ujian Nasional 2007 ini adalah sebagai berikut: 1. c. Seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.Dari ranking yang dibuat. Hasil dari PISA tersebut ternyata berkorelasi positif dengan daya saing suatu bangsa yang diindikasikan Global Competitiveness Index sebagai indek daya saing dalam menggerakkan kemakmuran ekonomi suatu bangsa. Hasil ujian nasional dan/atau ujian sekolah/madrasah berfungsi sebagai salah satu pertimbangan untuk : a. Penentuan kelulusan peserta didik dari suatu satuan pendidikan. ternyata hanya Jepang dan Korea di Asia yang mempunyai ranking tinggi menyaingi negara maju seperti Finlandia yang mampu mentransformulasikan ekonominya dari basis sumber daya alam sebagaimana Indonesia menajdi knowledge-based Economic sehingga mampu menjadi negara makmur hanya dalam 15 tahun. Pemetaan mutu satuan dan/atau program pendidikan.

dan Standar Isi 3. Mengenai naskah soal yang diberikan dalam ujian nasional 2007 ini ada beberapa ketentuan yang digariskan oleh Departemen Pendidikan Nasional. 1 tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 tahun 2006 tentang Ujian Nasional tahun pelajaran 2006/2007. Untuk lebih jelasnya berikut disajikan bagan naskah soal ujian nasional 2007 Terdapat pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 80 . 4. Naskah Soal UN disusun berdasarkan SKL (Standar Kompetensi Kelulusan) UN 200780 2. Akreditasi satuan pendidikan. SKL 2007 irisan (interseksi) dari kurikulum 1994. yakni sebagai berikut: 1. Butir Soal UN dipilih dan dirakit dari Bank Soal yang dikembangkan oleh Puspendik (Pusat Penelitian Pendidikan). 2004. e. Naskah soal UN ditelaah dan ditetapkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) Naskah soal ujian nasional 2007 merupakan kolaborasi dari kurikulum 1994. Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. kurikulum 2004 dan standar isi.d.

sehingga siswa tidak perlu menunggu waktu lebih lama menghadapi UN dan dengan pemajuan jadwal ini diharapkan para siswa dapat lebih konsentrasi. para peserta didik harus memenuhi kriteria berikut ini: Advertorial. Depdiknas mengatakan bahwa pemajuan jadwal ini dilakukan dengan pertimbangan : target proses kegiatan belajar mengajar sudah usai pada bulan April. Ujian dilaksanakan secara serentak.2. untuk persyaratan lulus satuan pendidikan. negeri ini memiliki banyak acara yang akan dihadiri oleh banyak massa yaitu : peringatan hari buruh internasional. 3. hari pendidikan nasional. (Jakarta) 9 Desember 2006. Jika pada tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan pada bulan Mei. Ujian dilakukan satu kali. (Surabaya) 16 Februari 2007. Jadwal Ujian Kompetensi Keahlian SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) ditetapkan oleh sekolah dan harus selesai 1 (satu) minggu sebelum ujian Utama. 41-42. maka untuk tahun 2007 dilaksanakan pada bulan April. Kompas. serta tanggal 24-26 April 2007 untuk tingkat SMP atau sederajat. (Jakarta) 9 Desember 2006). 82 Salamon. Secara lebih spesifik. Sebab pada bulan Mei. 81 . Kompas. 4. dan peristiwa Mei.DIAGRAM NASKAH SOAL UJIAN NASIONAL 2006/2007 Error: Reference source not foundtabel 1. 41-42 diperkuat dengan : Surya. 13. Ujian susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan dibuktikan dengan surat keterangan yang sah.81 Untuk ketentuannya dapat diperjelas dengan penjelasan berikut:82 1. 2. yang terdiri atas ujian utama dan ujian susulan. Diagram Naskah Soal Ujian Nasional 2006/2007 Pelaksanaan ujian nasional 2007 ini ada perubahan.83 Selanjutnya. Makalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 83 Advertorial. ujian nasional 2007 dilaksanakan pada: tanggal 17-19 April untuk tingkat SMA dan sederajat.

dan khusus untuk SMK. nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Depdiknas juga membentuk dan memberikan berbagai aturan yang terkait dengan pengawasan.00 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. olahraga. untuk Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut : 1) Memiliki nilai rata-rata minimal 5. 4. 19 Tahun 2005 pasal 72 ayat (1) .00.84 Bagi para peserta didik yang telah dinyatakan lulus dari satuan pendidikan berhak mendapatkan ijazah. Kemudian. kecurangan dan ketidakjujuran) dalam pelaksanaan Ujian Nasional 2007. Dengan memberikan ketentuan sebagai berikut: 84 Sesuai dengan PP No.25. Lulus ujian nasional. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran. 3.1. dan khusus SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7. Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kelompok mata pelajaran estetika.00 Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan (kebocoran soal. dan kesehatan.00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN atau 2) Memiliki nilai minimal 4. dengan tidak ada nilai di bawah 4.00 pada salah satu mata pelajaran dengan nilai dua mata pelajaran lainnya minimal 6. 2. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan ahlak mulia.

3. 3. Sebagai alat kelengkapan pengawasan ujian nasional 2007. d) Pendistribusian naskah soal ujian nasional dilaksanakan tanggal 12. 20 April 2007 untuk SMP/MTs/SMPLB dan SMALB. Tim pengawas perguruan tinggi tergabung dalam . 1) Jenis Naskah UN dibedakan antara Paket A dan Paket B. Setiap ruangan diawasi oleh dua orang pengawas ruang UN.1. jujur. 4. b) Pengembalian Sampul Naskah Soal dan LJUN. Penempatan pengawas ruang UN dilakukan oleh penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota dengan prinsip sistem silang murni antar sekolah/ madrasah dalam satu rayon/sub rayon. teliti dan memegang teguh kerahasiaan. Denah tempat duduk siswa dan pengawas a) Pengawas Ruang bertanggung jawab penuh terhadap penyelenggaraan UN termasuk memasukkan LJUN (Lembar Jawaban Ujian Nasional) ke dalam sampul dibedakan LJUN Paket A dan LJUN Paket B serta disegel. 13 April 2007 untuk SMA/MA dan SMK dan tanggal 19. c) Penandatanganan perjanjian kerjasama tentang subsidi bantuan pelaksanaan ujian nasional. Tim pengawas ruang UN terdiri dari unsur guru yang memiliki sikap dan perilaku disiplin. 2. bertanggung jawab. Error: Reference source not foundTabel 1. Depdiknas juga bekerjasama dengan perguruan tinggi se-Indonesia untuk turut serta mengawasi pelaksanaan ujian nasional 2007. 2) Denah tempat duduk siswa dan pengawas. Guru mata pelajaran tidak diperbolehkan mengawasi dan berada di lingkungan sekolah saat pelaksanaan UN berlangsung untuk mata pelajaran yang diajarkan.

Tidak hanya cukup disini saja proses pengamanan yang dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai hal yang tidak diinginkan. 85 . DR. 2) Di daerah yang tidak terdapat PTN dapat menggunakan dosen PTN terdekat dan atau dosen perguruan tinggi swasta (PTS) 3) Anggota TPI harus memiliki integritas pribadi dan mampu menjaga kerahasiaan dalam melaksanakan tugasnya serta bersedia menandatangani kontrak kerja dengan BSNP. Tingkat Kabupaten/Kota dan Tingkat Sekolah. Penyimpanan naskah soal di Polres (h-5) 5. Fasichul Lisan (Rektor Unair Surabaya). Dengan persyaratan sebagai berikut:85 1) Dosen perguruan tinggi negeri (PTN).Tim Pemantau Independen (TPI) di Tingkat Provinsi. 4) Anggota TPI bersedia melaksanakan tugas kegiatan pemantauan sesuai dengan jadwal. Depdiknas juga bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk ikut serta dalam rangka mensukseskan pelaksanaan ujian nasional 2007. Langkah-langkah pengamanan diatur juga dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. Penerimaan dan penyimpanan master soal dari pusat 2. Penggandaan naskah 3. Pendistribusian naskah soal 4. Widyaiswara LPMP yang ditetapkan oleh BSNP. untuk wilayah Jawa Timur di ketua oleh Prof. Penyimpanan naskah soal di Polsek (h-2) 6. meliputi: 1. Penyelenggaraan ujian nasional TPI di bawah koordinasi Perguruan Tinggi.

Naskah soal terdiri dari 3 mata pelajaran per lembar 1 muka (tidak bolak balik sehingga bisa dipakai untuk “oret-oretan”) 2.7. dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Hindari terjadinya pencurian atau kerusakan karena hujan/ tikus/ rayap./kota . Pengumuman hasil ujian nasional Untuk penyimpanan naskah setelah tiba di kabupaten atau kota. Pengawasan pelaksanaan ujian nasional 8. Pengembalian hasil lembar jawaban ujian nasional : ./kota ke provinsi 10. Proses pemindaian (scanning) 11.dari sekolah penyelenggara ke panitia sub rayon . 2) Disimpan di Polres untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan 3) Harus di suatu tempat yang terkunci dengan minimal 2 (dua) buah gembok : a) kunci gembok pertama dibawa petugas kepolisian termasuk kunci cadangan b) Kunci gembok kedua dibawa petugas dinas pendidikan termasuk kunci cadangan Naskah Soal terdiri dari beberapa hal sebagaimana berikut (dilengkapi dengan alur distribusi soal): 1.dari panitia sub rayon ke penyelenggara kab. dll.dari penyelenggara kab. Paket b 4. Pengumpulan hasil ujian nasional oleh pengawas ruang 9. Paket a 3. No paket soal : lembar depan berwarna kuning muda : lembar depan berwarna biru muda : ditulis pada halaman tengah bawah .

Tanggal 16 Juni 2007 untuk SMA. SMPLB dan SMALB. orang tua dan guru dapat melihat hasil dari ujian nasional 2007 melalui Pengumuman kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan paling lambat : 1. Setelah berbagai persiapan dan pelaksanaan ujian nasional selesai. konsep dan cara yang berbeda. Tanggal 23 Juni 2007 untuk SMP. Makalah dalam seminar Nasional “UN sebagai pendongkrak atau perusak kualitas pendidikan” 10 Mei 2007 86 . Sejak itu pemerintah berketetapan untuk mengembalikan sistem ujian seperti tahun 1950-an yaitu menerapkan ujian nasional. maka para peserta didik. Kendaraan di cek kelayakan jalannya agar tidak terjadi gangguan di tengah jalan. Mendiknas Malik Fadjar dan Menko Kesra Yusuf Kalla membuat perbandingan ujian nasional dengan sistem ujian pada 1950-an dan ujian di Malaysia dan Singapura. Depdiknas sebagai penyelenggara pendidikan di negara ini memberikan berbagai argumentasi mengenai latar belakang dilaksanakannya ujian nasional 2007. Kedua. Argumentasi tersebut adalah sebagai berikut: Pertama. Ternyata tingkat kesulitan soal-soal ujian kita sangat menurun dan juah. Dimohon membawa kendaraan minimal truk engkel yang tertutup/boks 6. Setiap orang tentunya memiliki pemahaman. “Ada UN Nggak Ada UN Sama Saja (Wujuduhu Ka Adamihi)”. Segi positif dari pelaksanaan ujian nasional 2007 menurut Masdar Hilmy86adalah sebagai berikut: Masdar Hilmy. MA. C. ujian nasional bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan secara nasional. Begitupun juga dengan ujian nasional 2007. Pada tahun 2003. berbagai kalangan baik yang pro maupun yang kontra saling memberikan argumentasinya. PRO-KONTRA UJIAN NASIONAL 2007 Pro kontra terhadap kebijakan pemerintah merupakan suatu hal yang wajar.5. dan SMK 2. MTs.

bimbingan belajar diyakini mampu membiasakan siswa menjawab berbagai variasi soal secara cepat dan cepat. secara perlahan sarana.88ujian nasional telah mampu menciptakan motivasi belajar (Incentive Learning) untuk pelajaran yang diujikan.87 Menurut Fathurrofiq. Menciptakan outcame berbekal teori kuat. terjadinya konfigurasi hasil belajar secara merata karena mengacu pada satu alat evaluasi pembelajaran yang sama 3. Sebagai alat mengetahui pemetaan kualitas pendidikan secara nasional. Upaya yang paling lazim adalah melalui bimbingan belajar. Kompas (Surabaya). tenaga pendidikan dan pembiayaan juga distandarkan. hasil belajar relatif bisa diawasi dan dikontrol secara berjenjang dan berkelanjutan. munculnya juara olimpiade fisika internasional 2. Bahkan 87 88 Harus Ada Perubahan Kebijakan. semisal mapping soal. Fathurrofiq. Tidak berhenti dengan strategi bimbingan belajar. ada sekolah yang menambah strategi lain. 7 Mei 2007.1. sebagai alat pengukur prestasi belajar siswa secara nasional. Kompas (Jakarta). Berbagai kiat telah dilakukan sekolah demi meluluskan siswa-siswinya. “Rekayasa Pendidikan Pasca UN”. . 27 April 2007. 14. Sebagai alat pengontrol/pengendali kualitas pendidikan secara nasional.Rasiyo berpendapat. DR. Selain melaksanakan ujian nasional. Dengan sistem drill soal. hasil belajar menjadi terukur secara nasional. ujian nasional diperlukan untuk standardisasi metode evaluasi pendidikan di Indonesia secara bertahap. bisa diketahui persebaran hasil belajar seluruh lembaga pendidikan dasar-menengah atas di seluruh tanah air 4. pemetaan materi substansial. A.

Pasal 58 UU Sisdiknas memberikan otoritas kepada pendidik untuk melakukan evaluasi hasil belajar peserta didik. Sebagai contoh. Seperti halnya Muhammad Taufik. juga terdapat pihak yang mengkritisi bahkan menolak diadakannya ujian nasional 2007.vhrmedia. dasar hukum pelaksanaan ujian nasional bermasalah.89Dalam pandangannya. Sebaliknya. tetapi Pasal 67 PP 19/2005 menyatakan: (1). Pasal-pasal mengenai ujian nasional bertentangan dengan UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang lebih tinggi. antara lain: Pertama. Dalam permasalahan mengenai ujian nasional 2007 ini. “Carut-marut Ujian Nasional” www. PP 19/2005 itu bertentangan dengan Pasal 58 UU Sisdiknas. bahkan antar pasal dan ayat dalam PP itu terdapat kontradiksi. PP itu justru mengundang masalah baru. Pemerintah menugaskan BSNP untuk menyelenggarakan ujian nasional yang diikuti 89 M. Lebih dari sekedar ingin lulus. ada beberapa hal yang menyebabkan ia bersikap menolak pelaksanaan ujian nasional 2007.net diakses tanggal 20 April 2007 .satu sekolah di Surabaya menciptakan klinik belajar untuk sejumlah siswa yang mengalami kesulitan belajar. Berbagai argumenpun diberikan sebagai legitimasi terhadap sikap mereka. Taufik. kiat-kiat itu diharapkan bisa mengantarkan sekolah mendulang prestasi di ajang ujian nasional. Sebab saat ini Ujian Nasional tetap menjadi ajang pertaruhan reputasi sekolah di mata publik dan para pemangku kepentingan. selain pihak yang mendukung (pro) terhadap diadakannya ujian nasional. PP 19/2005 tentang Standardisasi Nasional Pendidikan (SNP) yang diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi pelaksanaan ujian nasional sekaligus mengakhiri kontroversi ternyata tidak demikian.

dalam wilayah yuridis saja ujian nasional sudah bermasalah sebenarnya. (c) lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. “Tingginya” standar kelulusan menjadi . Ketentuan mengenai ujian nasional diatur lebih lanjut dengan peraturan menteri. Apalagi turunanturunannya! Kedua. (2). Dalam penyelenggaraan ujian nasional BSNP bekerja sama dengan instansi terkait di lingkungan pemerintah. (3). kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional banyak terjadi. Sebanyak 83 murid Sekolah Kejuruan Menengah Dhuafa melakukan aksi menolak mengikuti ujian nasional karena ditengarai ada kebocoran soal ujian. Jadi. Kontradiksi antar pasal juga terlihat jelas pada Ayat 1 dan 2 Pasal 72. Kasus di Medan seperti diurai di atas adalah contoh paling telanjang sebagai ekses dari ujian nasional tahun ini. dan kesehatan. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Namun. dan satuan pendidikan. Ayat 1 menyatakan: Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: (a) menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Demikian juga yang terjadi di Padang. kelompok mata pelajaran estetika. pemerintah provinsi. pemerintah kabupaten/kota. dan (d) lulus ujian nasional. dan kelompok mata pelajaran jasmani. olahraga.peserta didik pada setiap satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan jalur nonformal kesetaraan. (b) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Ayat 2 menyatakan: Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan peraturan menteri.

Pendidik sering kali disalahkan oleh pemerintah. Benny Setiawan menyebut hal demikian sebagai sistem pendidikan yang mengikuti tren pasar. Demikian pula dengan para guru (pendidik). namun juga bagi pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan pendidikan seperti sekolah dan pihak pendidikan. daerah sama sekali tidak memiliki kemandirian. Jakarta sering kali dijadikan miniatur pendidikan Indonesia. bahkan peserta didik. selalu berubah-ubahnya pola pelaksanaan ujian nasional juga menjadi permasalahan tersendiri. Dengan demikian.01.00. Artinya. Pada tahun sebelumnya (2005) angka minimal kelulusan 4. yakni 5. Ia dipaksa untuk mengikuti tren Jakarta yang belum tentu sesuai dengan potensi lokal. Tahun lalu ujian nasional memiliki syarat kelulusan dengan patokan angka nilai minimal 4. Tahun ini angka syarat minimal kelulusan menjadi kombinatif. artinya dari tahun ke tahun pemerintah tidak konsisten atas pilihannya sendiri.00 misalnya. orang tua.00 pada satu mata pelajaran namun pada pelajaran yang lain mendapat nilai 6. Pendidikan Indonesia masih suka bongkar pasang sesuai keinginan orang-orang pusat (Jakarta). Selalu ada proses tambal sulam atas kebijakan yang memang bermasalah sejak awal ini. sehingga apa yang terjadi di Jakarta dengan serta-merta diterapkan di daerah. Melihat hal demikian.momok tersendiri tidak hanya bagi para siswa. namun itu adalah nilai rata-rata minimal dari tiga pelajaran yang diujikan. siswa itu bisa tetap lulus. Sebenarnya angka minimal kelulusan menjadi naik. jika seorang siswa memperoleh nilai 4. Ketiga. Hal ini dikarenakan mereka dianggap tidak mampu membimbing peserta didik .26. Akibatnya pola kecurangan selalu menjadi isu yang melekat setiap kali ujian nasional dilangsungkan.

Jika hanya bahasa Indonesia. Peran serta pendidik (guru) tidak pernah dihargai sedikitpun. bahasa Inggris. secara filosofis dan substantif ujian nasional tidak mencerminkan tujuan pendidikan yang sesungguhnya. Kelima. Namun.secara maksimal. korban dari semua ini adalah siswa didik dan para guru. Di sisi lain. Ada siswa yang cukup mumpuni di satu mata pelajaran. maka pola pelakasanaan ujian nasional yang masih berlaku seperti sekarang ini telah mengantarkan para terdidik menuju cara pandang yang pragmatis. Ketidakmampuan ini ditunjukkan oleh hasil ujian nasional. Mereka selalu menjadi “kelinci percobaan” dari sistem yang silih berganti diterapkan. hal ini berbeda ketika hasil ujian nasional menunjukkan hasil yang maksimal. namun pada pelajaran lain tidak. pendidik (guru) dituding sebagai penyebab utama. . dan matematika yang menjadi ukuran kelulusan. Cara pandang yang demikian telah mengantarkan generasi kita menjadi generasi yang –meminjam istilah Komarudin Hidayat – tidak memiliki visi dan komitmen. Jika pendidikan bertujuan menjadikan manusia seutuhnya. ujian nasional telah mencabut guru dari otoritasnya untuk menilai. Keempat. mengevaluasi siswanya apakah berhak lulus atau tidak. Karena yang paling sering berinteraksi dengan para murid tentulah guru. dalih ujian nasional bisa menjadikan siswa bersungguh-sungguh dan mau bekerja keras menggapai kelulusan terbantahkan dengan banyaknya kasus kecurangan dalam ritual tahunan sekolah ini. lembaga bimbingan belajar sering kali mendapat acungan jempol dari berbagai pihak. Ketika hasil ujian nasional jelek. kemampuan tiap orang berbeda. Dalam konteks ini ujian nasional kemudian menjadi diskriminatif. untuk apa mempelajari materi-materi yang lain? Selain itu.

90ia memaparkan berbagai kelemahan dari pelaksanaan ujian nasional 2007. Implikasi lain dari pemajuan jadwal ini juga diderita oleh para siswa kelas IX dan XII. try out. sebagaimana manusia diciptakan berbeda-beda. . Masdar Hilmy. Lain halnya dengan M. 5 Februari 2007. membuat orang merasa asing dengan dirinya sendiri.Sesungguhnya ujian nasional bukanlah sebuah masalah. Kompas. Basuki Sugita. menyangkut jadwal ujian nasional. Bukan sebaliknya. 14. Beberapa kelemahan tersebut adalah sebagai berikut: pertama. Praktis sejak itu rencana kerja setahun guru kelas IX (tingkat SMP sederajat) dan kelas XII (tingkat SMA sederajat) menjadi berantakan. mengingat semakin dekatnya pelaksanaan ujian nasional maka berbagai programpun dilaksanakan seperti. ujian nasional dan sistem pendidikan secara umum seharusnya bisa mengakomodasi keragaman itu. “Berbagai Kelemahan UN”. Itulah yang disebut memanusiakan manusia: dunia pendidikan memberikan ruang bagi penemuan jati diri orang-orang di dalamnya. Sedangkan Masdar Hilmy berpendapat. “Ada UN Nggak Ada UN Sama Saja (Wujuduhu Ka Adamihi)”. jika tidak menjadi faktor satu-satunya penentu siswa lulus atau tidak. Pergeseran jadwal ini berimplikasi luas karena baru diumumkan pada medio November 2006. maka untuk tahun ajaran 2006/2007 dilaksanakan pada bulan April. penambahan waktu belajar (sampai sore hari) dan yang lebih menyakitkan adalah berkurangnya mata pelajaran yang harus diterima. ada beberapa sisi negatif dari ujian nasional 2007 ini yaitu:91 90 91 Basuki Sugita. Sebab. jika pada tahun sebelumnya ujian nasional dilaksanakan pada bulan Mei.

seperti kebocoran soal dan bisnis soal Rutinitas proyek Menciptakanideologi persaingan yang tidak sehat . Mengundang kejahatan. Lebih banyak berorientasi pada penyerapan. UN tidak mampu membaca potensi-potensi lokal daerah 8.1. ada dua aspek penting dalam pendidikan yang tertinggal. padahal yang diujikan hanya tiga mata pelajaran. akibat miskinnya daya saing dan inovasi industri. 7. Tidak mencerminkan pendiidkan berbasis realitas: UN tidak langsung berkorelasi terhadap penyelesaian berbagai macam persoalan kehidupan seperti sektor pertanian yang semakin terpuruk. Tidak berorientasi life skill. 3. 10. bukan inventiri. gempa bumi dan sebaginya. industri yang hanya sekadar pemain pinggiran. 6. Tidak merepresentasikan potensi lokal daerah. UN tidak dapat mengatrol dari kreatifitas siswa dalam bidangbidang yang diujikan untuk menciptakanhal-hal yang bermanfaat untuk kemaslahatan umum. kualitas belajar hanya bisa dinarasikan secara kualitatif . siswa yang lulus UN dengan nilai tinggi tidak dijamin mampu memecahkan berbagai persoalan dalam hidupnya. 9. Kualitas belajar tidak bisa diangkakan. bencana alam dan kemansiaan akibat human errors seperti tragedi tsunami. bukan seluruh mata pelajaran 2. 4. pada kenyataannya. pengangguran semakin membludak. Sebagai palu godam tingkat kelulusan siswa. bukan pemain utama. Tidak merefleksikan taksonomi Bloom. 5. yaitu afektif dan motorik.

Jawa Pos 11 April 2007. 92 93 Fathurrofiq. Menjamurnya Bimbingan Belajar. ujian nasional tidak memacu budaya belajar tetapi memicu kecurangan dan cara belajar ala bimbingan belajar93.11. “Nihilisasi Budaya Belajar”. Adapun cara belajar dengan drill soal. dan trik-trik mengerjakan soal obyektif menunjukkan sikap instan dalam penguasaan ilmu pengetahuan.92Menurutnya. kompetensi dan kecerdasan dalam. . Kompas (Jakarta). sikap menghalalkan segala cara demi tujuan lulus dan sukses Ujian Nasional. Kecurangan dalam ujian nasional terasa sekali menunjukkan mentalitas menerabas. 34. Panas setahun dihapus hujan sehari Hal senada juga diungkapkan Fathurrofiq. Implikasinya. rasa dan karsa anak didik terhadap substansi kompetensi ilmu pengetahuan. 16 Mei 2007. Kecurangan dan cara belajar ala bimbingan belajar seolah menegaskan lagi pendapat (Alm) Koentjoroningrat tentang mentalitas menerabas dan budaya instan bangsa ini. Cara belajar ini tidak menunjukkan eksplorasi cipta. try out. menguasai ilmu pengetahuan hanya diukur dari kemampuan memilih jawaban secara cepat dan tepat untuk mendapatkan skor tertinggi. Ujian Nasional alih-alih sebagai kebijakan untuk peningkatan mutu pendidikan justru telah menihilisasi budaya belajar. menghafal soal. 14.

Pada masa Airlangga inilah pemujaan terhadap Wisnu lebih diutamakan. antara lain kekuasaan militer. gerak dan tindakan kita tidak akan lepas dari kekuasaan. Ada berbagai jenis kekuasaan yang melingkari hidup kita. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari keinginan manusia untuk berkuasa dan menguasai orang lain. Contoh . kekuasaan ekonomi dan kekuasaan politik.BAB III KUASA NEGARA DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN A. Di antara berbagai jenis kekuasaaan tersebut. Kekuasaan (Power) selalu menarik mengingat dalam setiap langkah. Hal ini membuat penganut Syiwa merasa disingkirkan dan diasingkan. KUASA NEGARA 1. kekuasaan memang sudah menjadi bumbu penyedap dalam denyut nadi bangsa. Tentunya kita masih ingat bagaimana kekuasaan selalu saja diperebutkan. hingga pelengseran mantan presiden Soeharto tahun 1998. pengambil-alihan kekuasaan Majapahit oleh Demak. Akar masalah dari perselisihan ini adalah raja Airlangga. Raden Wijaya dan Raja Kertanegara dari kerajaan Singosari. Tantripala (Guru Ken Arok/beragama Budha)94 pernah 94 Konflik yang muncul semasa hidup Ken Arok adalah pertarungan antara paham hindu Syiwa dan Wisnu. kekuasaan politik dipandang sebagai kekuasaan yang paling dominan. Hal lain yang membuat pengikut Syiwa tidak senang pada Airlangga adalah mengenai pengkastaan. Airlangga mengeluarkan kebijakan penghapusan kasta Paria (budak) dan membolehkan seseorang berpindah kasta didasarkan pada dharma baktinya kepada negara (bukan dari keturunan). Sekilas Tentang Kekuasaan dan Negara Konsep kekuasaan merupakan pembahasan yang sudah lama dibahas oleh para pemikir. Mulai dari kisah Ken Arok dan Tunggul Ametung di Tumapel. karena dari sinilah pangkal berbagai kebijakan yang menyangkut hajat hidup masyarakat. perang kemerdekaan melawan menjajah. Dalam sejarah bangsa Indonesia.

R. yaitu: kekuasaan politik.berujar bahwa karunia terbesar yang paling diinginkan manusia dari para dewa ialah kekuatan menguasai dan mempengaruhi sesamanya.96 Teori mengenai sifat kekuasaan biasanya digolongkan ke dalam dua kategori besar. Teori ini mempunyai konsepsi mengenai alam sebagai mekanisme konkritnya adalah diangkatnya Tunggul Ametung menjadi Akuwu di Tumapel. 2002). 2003). Arok (pembangun) yang bernama asal Temu merupakan penganut Syiwa. Dalam teori organik. manusia menyadari bahwa kekuasaan yang membuat hidup menjadi mungkin dan bermanfaat bagi mereka. Teori ini menganggap kekuasaan sebagai sarana atau mesin sebagai kesepakatan bersama antara individu untuk memuaskan keinginankeinginannya. 95 Pramoedya Ananta Toer. Kesatuan moral atau sosial berhasil dari kehendak kolektif untuk berhubungan bersama-sama dan memfungsikan diri sebagai anggota masyarakat.A. Arok Dedes (Yogyakarta : Hasta Mitra.95 Kekuasaan politik hanya bagian dari apa yang disebut dengan kekuasaan sosial. kekuasaan merupakan lembaga etis dengan tujuan moral. Kekuasaan dan Pendidikan (Magelang : Indonesia Tera. kekuasaan ekonomi dan kekuasaan normatif atau ideologi. Teori organik beranggapan bahwa kesatuan politik seperti negara merupakan tuntutan dari dalam diri manusia untuk berasosiasi dengan orang lain. Sebagai makhluk sosial. 68. padahal dia adalah sudra dan seorang penjahat. 97 Ibid. 73.97 Pandangan mekanistik cenderung mengabaikan sifat sosial manusia dan memandang kekuasaan sebagai suatu lembaga artifisial yang didasarkan atas tuntutan-tuntutan individu. Gianfranco Poggi membedakan kekuasaan sosial atas tiga jenis. . Tilaar. Pertama kali ia berguru kepada Tantripala kemudian berguru kepada Dah Hyang Lohgawe (Penganut Syiwa) yang kemudian juga membantu Arok merebut kekuasaan dari Tunggul Ametung. yaitu: organik (Plato dan Aristoteles) dan mekanistik (teori kontrak sosial). 72. 96 H.

yang bekerja sesuai dengan hukum-hukum tertentu yang secara otomatis menimbulkan harmoni kepentingan-kepentingan alami.98 Paulo Freire, telah membuat salah satu dari banyak konsep kekuasaan yang paling radikal dalam teori sosial kontemporer miliknya. Kekuasaan dipandang sebagai kekuatan yang positif dan juga negatif; sifatnya dialektis tetapi Mode Of Operation-nya selalu represif. Menurut Freire, kekuasaan bekerja pada dan melalui masyarakat. Di satu sisi, ini berarti bahwa dominasi tidak pernah sepenuhnya mutlak, yang dalam hal ini kekuasaan bersifat eksklusif dan sebagai kekuatan negatif. Di sisi yang lain, kekuasaan merupakan daya dorong dari semua perilaku manusia dimana masyarakat mempertahankan hidupnya, berjuang dan berusaha mewujudkan cita-cita kehidupannya yang lebih baik. Secara umum teori Freire tentang kekuasaan dan gambarannya mengenai sifatnya yang dialektis menunjukkan bahwa fungsi kekuasaan ini sangat penting dan merasuk ke berbagai segi kehidupan. Dalam hal ini, kekuasaan tidak dipahami hanya dalam wilayah publik dan pribadi di mana pemerintah, kelas-kelas yang dominan dan kelompok-kelompok lainnya memainkan peran. Kekuasaan itu ada di tangan siapa saja dan menemukan bentuknya dalam ruang publik yang saling berposisi yang secara tradisional telah kehilangan kekuasaannya dan bentuk-bentuk

resistensinya.99 Pandangan Freire tentang kekuasaan bukan hanya merupakan cara pandang yang menjadi alternatif dan berguna bagi para teoritisi radikal yang terperangkap dalam keputusasaan dan sinisme, tetapi juga menekankan bahwa
Ibid, 73. Paulo Freire. Politik Pendidikan: Kebudayaan, Kekuasaan dan Pembebasan (Yogyakarta : Terj. ReaD dan Pustaka Pelajar, Cet. V.2004), 16.
99 98

kekuasaan itu selalu diikuti dengan pertentangan, ketegangan dan kontradiksi dalam berbagai institusi sosial, seperti sekolah dimana kekuasan seringkali dianggap sebagai kekuatan positif yang resisten. Akhirnya, Paulo Freire mengetahui bahwa kekuasaan sebagai sebuah bentuk dominasi tidak dipaksakan pemerintah secara sederhana melalui tangan-tangannya, seperti polisi, tentara dan departemen kehakiman. Dominasi dipraktekkan lewat kekuasaan, teknologi dan ideologi yang secara bersama-sama menghasilkan pengetahuan, hubungan sosial dan ekspresi budaya yang berfungsi secara aktif untuk membuat masyarakat diam. Pembicaraan dominasi tidak hanya mengacu pada ekspresi budaya yang mempengaruhi kaum tertindas dalam kesehariannya, namun juga menyangkut bagaimana kaum tertindas ini menginternalisasi pengaruh dan turut melestarikan penindasan tersebut. Pembicaraan ini merupakan topik yang sangat penting di dalam buku Freire dan mengindikasikan bagaimana dominasi itu dipraktekkan secara subyektif melalui proses internalisasi dan “pengendapan diri” dalam bentuk-bentuk kebutuhan pribadi. Apa yang sedang kita bicarakan adalah pemikiran Freire tentang betapa pentingnya usaha untuk menyelidiki dominasi yang menindas secara psikis, dan oleh karenanya juga perlu pengamatan internal terhadap bentuk-bentuk emansipasi sosial dan individu.100 Konsep dominasi dan bagaimana kekuasaan bekerja secara represif terhadap jiwa manusia memperluas konsep belajar, termasuk bagaimana manusia belajar tanpa berkata-kata, bagaimana kebiasaan kemudian menjadi sejarah yang beku, dan bagaimana pengetahuan itu sendiri menghambat perkembangan subjektifitas tertentu dan cara manusia menjalani kehidupan di dunia. Persepsi
100

Ibid, 17.

terhadap pengetahuan sangat penting karena akan menunjukkan bagaimana perbedaan-perbedaan konsep pengetahuan yang emansipatoris mungkin akan ditolak oleh orang yang mendapatkan keuntungan darinya. Dalam kasus yang seperti ini, masyarakat tertindas mendapatkan akses terhadap logika dominasi mungkin dikarenakan mereka mempertahankan pengetahuan yang bertentangan dengan pandangan dunia mereka. Pengetahuan justru turut mempertahankan status quo dominasi ini karena menjadi kekuatan aktif yang bersifat negatif dan menolak untuk melihat adanya kemungkinan lain dalam kehidupan ini. Dengan kondisi yang seperti ini, dari sudut pandang pendidikan muncul pertanyaan, bagaimana para pendidik yang radikal menilai dan mendiskusikan pihak-pihak yang melakukan represi dan yang melupakan tujuan inti dari dominasi? bagaimana penjelasan terhadap kondisi yang tetap menolak untuk mengetahui dan menyelidiki bahwa pengetahuan mengandung kemungkinan yang bertentangan dengan dominasi itu sendiri?101 Pesan yang ingin disampaikan Freire dari konsep pendidikannya relatif cukup jelas jika pendidik yang radikal mengetahui makna kebebasan, mereka pertama-tama harus menyadari bentuk-bentuk dominasi, dimana dominasi itu tumbuh subur dan masalah apa yang dihadapai mereka yang tertindas oleh dominasi secara subyektif maupun obyektif. Akan tetapai proyek ini tidak akan mungkin terlaksana jika mereka tidak mengetahui karakteristik sejarah dan kebudayaan yang spesifik, bentuk-bentuk sosial, siapa kelompok penindas dan siapa yang tertindas, sebagai titik awal melakukan analisa. 102

101 102

Ibid, 18. Ibid, 18-19

tetapi kekuasaan datang dari manamana. Micheal Foucault berpendapat kekuasaan itu terlaksana bukan pertama-tama melalui kekerasan atau dari hasil persetujuan (Hobbes. 217. Panopticon (panoptik) merupakan konsep yang menjelaskan tentang relasi antara orang yang . dalam sebuah ruang kekuasaan. Kekuasaan bukan pertama-tama bukan represi (Freud. negara memiliki otoritas kekuasaan yang nyata bahkan dilegitimasi oleh perundang-undangan yang di produksinya. direhabilitasi-merehabilitasi. Hal ini dikarenakan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka Cet. bukannya bahwa kekuasaan mencakup semua.103Tujuan dari semua itu adalah kepatuhan. atau manipulasi ideologi (Marx). Reich) atau pertarungan kekuatan (Machiavelli. 103 Haryatmoko. Marx) dan bukan juga fungsi dominasi suatu kelas yang didasarkan pada penguasaan atas ekonomi. 777.Berbeda dengan tokoh-tokoh lain yang membahas mengenai kekuasaan.2002). Strategi kekuaaan menurut Foucault menggunakan berbagai cara. cet. Tetapi tentang kekuasaan ini Foucault mengatakan bahwa kekuasaan ada di mana-mana. Locke). persuasi atau bisa juga melalui paksaan dan larangan.II. Kompas Media Nusantara. Organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. 104 . diawasi-mengawasi. abnormal-menormalkan. Ibid. tetapi seluruh struktur tindakan yang menekan dan mendorong tindakan-tindakan lain melalui rangsangan. dikontrol-mengontrol. maka frame pemikiran kita akan terus mengarah kepada negara. Negara dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti:105 1. Padotik menimbulkan kesadaran diawasi. 2004). dokontrol secara terus menerus.104 Berbicara mengenai kekuasaan. 2. norma dan pengawasan panoptik. yaitu: disiplin. Etika Politik dan Kekuasaan (Jakarta : PT. Panoptik merupakan cara yang efektif dalam menimbulkan kepatuhan dan bahkan ketakutan akan penguasa atau kekuasaan. Kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang terorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif.II. hal. 105 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 221.

Plato dalam bukunya “Politea” yang berarti negara mendefinisikan negara sebagai “Keinginan kerjasama antarmanusia dalam rangka memenuhi kepentingan bersama”106. keadilan. Pembahasan mengenai negara telah sejak lama dibahas. 108 Nezar Patria & Andi Arif. Ilmu Politik. (Jakarta. pengaturan. 82. . mengingat realita sosial waktu itulah yang melatarbelakangi munculnya pendefinisian ini. 107 106 . wilayah” negeri (Aceh) atau tempat tinggal seorang raja atau pangeran.mempunyai kesatuan politik. (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 2003). seperti birokrasi. sistem administrasi. bahkan ratusan tahun yang lalu. kontrol/pengendalian. 79. Jadi dalam istilah negara itu sudah terkandung makna pemerintah dan rakyat. mengarahkan atau memerintah. Sedangkan secara definisi normal seringkali disinonimkan dengan publik. Rineka Cipta. Dalam bahasa daerah dari suku di Indonesia menerima arti “daerah. negara membutuhkan kekuasaan yang mutlak untuk mendidik warganya dengan nilai-nilai moral yang rasional.cet. Sehingga negara (state) menurut istilah.108 Inu Kencana Syafiie. bentuk pemerintahan. dan bisa bermakna yang berhubungan dengan rakyat atau negara. yang berarti kota. kekuasaan. PT. 2000).II. berhubungan dengan kondisi tindakan. dominasi. Ibid. 24. negara adalah: persekutuan dari keluarga dan desa guna memperoleh hidup yang sebaik-baiknya. Negara menurut asal usul kata berasal dari bahasa sansekerta “Nagari” atau “nagara”. Inti dari pemikiran kedua tokoh ini. sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya.107Kedua pengertian ini terasa sangat sederhana. Antonio Gramsci Negara dan Hegemoni. memaksakan. sedangkan Aristoteles berpendapat. berdaulat.

Mereka menawarkan model negara dengan mainstream liberalisme. Pada masa ini.Pada abad pertengahan. pikiran dan hasrat masing-masing individu (roh subyektif). Locke. Pada masa itu. Ibid. Para filosuf seperti Thomas Hobbes. karena ia secara obyektif mengungkapkan apa yang bagi rakyat hanya ada secara subyektif. 111 Ibid.109 Pada abad renaisance. sedangkan masyarakat hanya mewakili kepentingan pribadi dan terpecah-pecah. muncul Karl Marx yang menganggap eksistensi negara justru diakibatkan oleh 109 110 Ibid. 24. Mereka mengajukan model negara yang dapat menjamin otonomi manusia dari kekuasaan dari luar dirinya. negara dianggap sebagai wakil gereja di dunia dan gereja adalah wakil tuhan untuk menegakkan kehidupan moral di dunia.111 Pandangan liberalisme ini merupakan cikal bakal dari kapitalisme yang pada akhir abad ke-19 menunjukkan wajahnya yang beringas. sebagai hasil dari gaya pemikiran renaisance yang mengagungkan otonomi manusia. dimana roh obyektif tersebut merupakan cerminan dari kehendak. 24. dan Rousseau mencoba melakukan kritik terhadap kekuasaan negara. Pada jaman ini lahir pandangan bahwa negara merupakan wakil dari kepentingan umum atau publik. Dengan demikian. terjadi proses sekularisasi yang memisahkan kekuasaan negara dan gereja. negara merupakan institusi yang paling paham akan kehendak individu. Ini lantas menjadi legitimasi kekuasaan mutlak dari negara. 24. negara adalah ungkapan roh obyektif. rakyat tidak mengetahui kehendaknya. yang mengetahui adalah negara. Menurutnya. .110Pendapat ini diperkuat dengan konsepsi Hegel tentang negara. ide tersebut mengalami rekonstruksi dalam lingkup kekuasaan teologis gereja.

115 Ibid. 85.115 Thomas Hobbes mengartikan negara dengan suatu tubuh yang dibuat oleh orang banyak beramai-ramai. negara tidak mengabdi pada kepentingan seluruh masyarakat. maka harus ada pemerintah yang berdaulat. Inu Kencana.adanya ketidakberesan yang sifatnya fundamental dari masyarakat. 25. negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah. Roousseau mengartikan bahwa negara adalah perserikatan dari rakyat bersama-sama yang melindungi dan mempertahankan hak masing-masing diri dalam harta benda anggota-anggota yang tetap hidup dengan bebas merdeka. Menurut Prof. masing-masing berjanji akan memakainya menjadi alat untuk keamanan dan perlindungan bagi mereka.114 Di sisi lain. banyak dari kalangan ilmuwan itu mengartikan negara itu dengan berbagai bentuk. melainkan hanya kepentingan klas-klas sosial tertentu saja. 23. 85. Menurutnya.113Sedangkan Miriam Budiarjo. 116 Ibid. Sedangkan J. yang juga menjadi tujuan rakyat/masyarakat yang diliputinya.J. menjadi alat suatu klas dominan untuk mempertahankan kedudukan mereka.116 112 113 Ibid. Kranenburg negara merupakan suatu sistem dari tugas-tugas umum dan organisasi-organisasi yang diatur dalam usaha negara untuk mencapai tujuannya. 84.112 Menurut Max Webber. . menegaskan negara adalah suatu daerah teritorial yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warganya ketaatan pada peraturan perundang-undangan melalui penguasaan (kontrol) monopolistis dari kekuasaaan yang sah. 114 Ibid.

Meskipun hingga saat ini. Dalam sejarah keberadaan manusia. Namun menurut Inu Kencana disebutkan sebagai berikut: 1) Negara Kerajaan Negara kerajaan kepala negaranya dijabat secara turun temurun. syah atau lain-lainnya sesuai budaya negara tersebut. Seperti juga dengan kerajaan. ada perdebatan mengenai arti bentuk negara dengan bentuk pemerintahan.Deliar Noor mengatakan bahwa negara adalah semacam bentuk suatu ikatan. Kedua. Memang batasan yang tegas antara itu tidak ada. semacam bentuk kumpulan yang pada akhirnya dapat menggunakan paksaan terhadap para anggotaanggotanya. mencakup sebagian segisegi hidup itu. Misalnya Inggris dan Jepang. Kita tidak dapat memandang rendah bentuk negara kerajaan ini. dikarenakan kepala negaranya hanya dianggap sebagai simbol. telah ada berbagai macam bentuk negara. maharani. Ikatan ini ada dua macam. pertama yang mencakup keseluruhan hidup manusia. sultan. negara republik juga dapat memiliki . misalnya: kaisar. Sedangkan kepala pemerintahannya yang menjalankan roda pemerintahan (eksekutif) dapat diserahkan kepada perdana menteri (PM) yang memimpin kabinet (dewan menteri-menteri) atau dapat pula dijabat sendiri oleh kepala negara tersebut di atas. dengan gelar berbagai jenis. ratu. 2) Negara Republik Adalah suatu negara yang kepala negaranya dijabat oleh seorang presiden.

Ada 4 syarat pokok berdirinya suatu negara. Perbedaan ini tergantung kepada besar kecilnya. Wilayh suatu 117 Ibid. Adanya pemerintah. pemerintah merupakan pelaksana dari program negara. mereka juga memiliki aparat-aparat pemerintahan sebagai avant garde dari pelaksanaan program pemerintahan. Tetapi. yaitu:117 1. maka degara republik tersebut berarti menganut sistem pemerintahan yang presidensial. kecuali sistem pemerintahannya memberikan posisi dominan kepada presiden. keduanya dapat dibagi lagi atas bentuk serikat (republik serikat atau kerajaan serikat) atau bentuk kesatuan (republik kesatuan dan kerajaan kesatuan). suatu negara akan diakui eksistensinya jika terdapat wilayah atau daerah sebagai ruang bagi warga negaranya. Mereka berhak dan menentukan nasib rakyat suatu negara akan dibawa kemana. Untuk mendirikan sebuah negara. Hal ini dicantumkanm dalam konstitusi negara tersebut. . Untuk melaksanakan fungsi ini. sentralisasi atau desentralisasi yang diberikan negara itu dalam hubungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Adanya wilayah. diperlukan syarat-syarat tertentu. apabila presiden selain kepala negara juga sekaligus merangkap sebagai kepala pemerintahan yang memimpin kabinet.perdana menteri yang akan memimpin kabinet. 86. Selain itu. 2. yaitu dengan jalan tidak dapat dijatuhkannya presiden dijatuhkan oleh mosi tidak percaya parlemen (Legislatif). yang sudah barang tentu prsiden (kepala negara) terpilih tidak lebih dari sekedar simbol. Baik negara kerajaan maupun republik. pemerintah mengeluarkan perundang-undangan yang menjadi legitimasi bagi seluruh kebijakan yang diambil.

4. perebutan wilayah di jalur Gaza antara Israel dan Palestina yang tak terselesaikan hingga kini. 3. Dan berposisi sebagai obyek ketika mereka tidak memiliki kekuatan untuk menentukan masa depan negaranya. Selain itu. Adanya warga negara. tetapi juga mengarah kepada pengakuan negara lain. jika mereka ditindas oleh kekuasaan negara yang represif dan dikekang hak-haknya sebagai warga negera maka merekapun berposisi sebagai obyek. posisi warga negara bisa dikatakan sebagai subyek dan obyek. Pengakuan ini ada yang bersifat de facto dan de jure. Adanya pengakuan. Kita tentu masih ingat konfrontasi Indonesia dan Malaysia yang bersengketa mengenai perebutan pulau Ligitan dan Sipadan. Ia menjadi subyek tatkala ia memiliki otoritas untuk menentukan arah negaranya. pengakuan disini tidak hanya berasal dari warga negaranya dengan kepatuhan dan ketaatan warga negara terhadap berbagai kebijakan yang dikeluarkan negara. .negara seringkali menj di problem serius antar negara.

2002). Kedua konsep tersebut adalah hegemoni dari Antonio Gramsci dan IRA (Ideological State Apparatus) dan RSA (Repressive State Apparatus) dari Louis Althusser. kekuasaan dan sebagainya suatu negara atas negara lain. 364. hegemoni diartikan sebagai: pengaruh kepemimpinan. Piliang.2. a. cet. maka untuk menganalisisnya hanya digunakan dua konsep yang selama ini dianggap relevan sebagai alat bedahnya. Transpolitika Dinamika Politik di dalam Era Virtualitas (Yogyakarta : Jalasutra. Untuk lebih mengerucutkan pembahasan mengenai strategi pelanggengan kekuasaan.118 Dalam kamus besar bahasa Indonesia. Hegemoni Istilah Hegemoni berasal dari bahasa Yunani egomonia yang berarti penguasa atau pemimpin. 24. Strategi Pelanggengan Kekuasaan Oleh Negara Albert Camus pernah berkata “Power tend to corrupt and absolutly power absolutly corrupt (kekuasaan mengarah kepada korupsi dan kekuasaan yang mutlak jelas mengarah kepada korupsi ). 118 . lingkar kekuasaan tidak akan jauh dari korupsi dan kepemilikan kekuasaan yang memudahkan seseorang untuk mendapatkan fasilitas yang diinginkan menimbulkan keinginan untuk melanggengkan kekuasaannya.119 Yasraf A. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka. Maksudnya.II. 119 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2005). dominasi.

di dalam abad informasi dewasa ini. pemikiran hegemoni Gramsci merupakan bagian awal dari rentetan pemikiran-pemikirannya. terj. Gagasan-gagasan Politik Gramsci (Yogyakarta : Insist dan Pustaka Pelajar. Secara sederhana. revolusi intelektual dan moral.121 Dalam pengertian tradisionalnya. hegemoni diartikan sebagai sistem kekuasaan atau dominasi politik. khususnya dalam pengertian kelas berkuasa. 1999). dan budaya massa. Bagi Lenin. Secara berurutan. seperti gender.123Kelas pekerja harus mengembangkan kekuatan nasional. hegemoni digunakan untuk menunjukkan perlunya kelas pekerja untuk membangun aliansi dengan petani dengan tujuan meruntuhkan gerakan Tsarisme. Akan tetapi. 121 Yasraf A. hubungan kekuatan : ekonomikorporasi. masyarakat sipil. Piliang. konsep hegemoninya merupakan awalan untuk melakukan tindakan selanjutnya. berjuang untuk membebaskan semua kelas atau kelompok yang tertindas. 123 Roger Simon. pemikiran awam (Common Sense). 122 Ibid. 24.122 Istilah hegemoni. pada 22 Januari 1891. agama. 20. pertama kali dipakai oleh Plekhanov pada tahun 1880an. yang masing-masing mempunyai mekanisme dan logikanya masing-masing. Selain itu masih ada pembahasan mengenai revolusi pasif dan watak kekuasaan. hegemoni merupakan strategi untuk revolusi. 24. Di dalam tradisi marxisme. 120 . fenomena hegemoni berlangsung di dalam dunia politik dan budaya massa (iklan). Transpolitika. konsep pemikirannya meliputi: Aliansi untuk mencapai konsensus. yaitu hegemoni dalam budaya massa (dan iklan). nasional-kerakyatan.Konsep hegemoni yang dijelaskan oleh Antonio Gramsci120 selama ini diinterpretasikan ke dalam berbagai relasi selain relasi politik. sebagai dua bidang yang terpisah. Dalam term awalnya. ras. blok historis dan perang posisi. Artinya. Artinya. gaya hidup. istilah tersebut kemudian diperluas ke arah hubungan kekuasaan diantara kelas-kelas sosial. suatu strategi yang harus dijalankan oleh kelas pekerja dan anggota-anggotanya untuk Antonio Gramsci lahir di Ales sebuah kota kecil di Sardinia Italia. hegemoni politik mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan dari relasi hegemoni khusus.

melainkan hubungan persetujuan dengan menggunakan kepemimpinan politik dan ideologi. Hubungan kekuatan yang terhimpun harus merepresentasikan kekuatan ekonomi-korporasi dan nasional kerakyatan.memperoleh dukungan dari mayoritas.124Gramsci menambahkan dimensi baru pada masalah ini dengan memperluas pengertiannya sehingga hegemoni juga mencakup peran kelas kapitalis beserta anggotanya. 21. Dalam melaksanakan hegemoni. otoritas dan hegemoni. Aliansi ini tidak hanya terjadi antar serikat pekerja. diperlukan kelas intelektual sebagai otak dari seluruh proses yang dijalankan. 126 Ibid. 19-20. kekerasan dan kesopanan. 19. baik dalam merebut kekuasaan negara maupun dalam mempertahankan kekuasaaan yang sudah diperoleh. Ibid. Aliansi ini merupakan cara yang harus dilaksanakan jika menginginkan terlaksananya hegemoni. Gramsci menggunakan Centaur Yunani. sebagai simbol dari “perspektif ganda” suatu tindakan politik-kekuatan dan konsensus. yaitu bentuk setengah binatang dan setengah manusia. 125 124 . Titik awal konsep Gramsci tentang hegemoni adalah. bahwa suatu kelas dan anggotanya menjalankan kekuasaan terhadap kelas-kelas di bawahnya dengan cara kekuasaan dan persuasi.125Hegemoni bukanlah hubungan dominasi dengan menggunakan kekuasaan. tetapi harus diperluas lagi dengan mengikutsertakan kelompok-kelompok sosial lain dalam aliansi guna mencapai konsensus sebagai langkah awal dalam melaksanakan aksi.126 Sebagai kata kunci dalam menjalankan hegemoni. Ibid. diperlukan aliansi antara kelas sebagai kekuatan penopangnya.

dominasi ekonomis borjuis menghadapi tantangan berat.Intelektual127 disini harus mampu membaca keinginan mayoritas masyarakat (Common Sense) agar memudahkan dalam penyikapan isu-isu yang dilancarkan. 128-129. Hegemoni bersandar pada kesatuan ideologis antara elit ekonomis. Gramsci membagi hagemoni menjadi tiga bagian. dan intelektual yang berlangsung bersamaan dengan keengganan Gramsci membagi kelompok intelektual menjadi dua golongan. namun tidak digunakan untuk transformasi sosial. Pertama. integrasi budaya maupun politik mudah runtuh. politis. Kedua. Artinya. Hegemoni Minimum (Minimal Hegemony). yaitu:128 1. sekalipun sistem yang ada telah mencapai kebutuhan atau sasarannya. namun “mentalitas” massa tidak sungguh-sungguh selaras dengan pemikiran yang dominan dari subyek ekonomi. dalam masyarakat kapitalis modern. Hegemoni Merosot (Decadent Hegemony). 128 Nezar Patria & Andi Arif. 3. Dia menunjukkan adanya potensi disintegrasi di sana. adalah mereka yang memiliki daya intelektualitas. Hubungan tersebut tidak diliputi dengan kontradiksi dan antagonisme baik secara sosial maupun secara etis. Hegemoni ini ditandai dengan afiliasi (gabungan) massa yang mendekati totalitas. 127 . Masyarakat menunjukkan tingkat satuan moral dan intelektual yang kokoh. Atau secara lebih mudahnya. Karena itu. dan merupakan barisan terdepan yang riil dan organik dari lapisan kelas ekonomi papan atas yang disitu mereka termasuk di dalamnya. Bentuk ini merupakan bentuk hegemoni yang paling rendah dibanding dua bentuk di atas. Inteletual Organik. Hegemoni Integral. adalah mereka yang menyadari identitas dari yang diwakili dan yang mewakili. Intelektual Tradisional adalah: intelektual organik yang berasal dari kelas kapitalis. Ini tampak dalam hubungan organis antara pemerintah dan yang di perintah. Dengan sifat potensial ini dimaksudkan bahwa disintegrasi itu tampak dalam konflik yang tersembunyi “Di bawah permukaan kenyataan sosial”. 2.

politik.terhadap setiap campur tangan massa dalam hidup bernegara. kelompok-kelompok hegemonis tidak mau menyesuaikan kepentingan dan aspirasi-aspirasi mereka dengan klas lain dalam masyarakat. sosial. maupun ekonomi yang secara potensial bertentangan dengan “negara baru” yang dicita-citakan oleh kelompok hegemonis itu. Mereka malah mempertahankan peraturan melalui transformasi penyatuan para pemimpin budaya. Dengan demikian. .

1996). . 5.131Rumusan yang jelas mengenai ideologi memang tidak dapat kita lepaskan dari pendapat beberapa tokoh yang mengeluarkan statemen 129 130 Jorge Larrain. dengan begitu perlu diimani. misalnya. Sesekali ia disebut sebagai “jalan kebenaran” yang menyerupai firman. baik dalam pengertian orang awam (Common Sense) maupun dalam pemakaian di dunia keilmuan. 48. baik berupa relasi simetris maupun keyakinan superioritas suatu bangsa terhadap yang lain. Konsep Ideologi (Yogyakarta : LKPSM. Ideologi juga diberi makna sebagai seperangkat keyakinan ketika suatu bangsa mempercayai peran yang harus dimainkannya dalam berelasi dengan bangsa lain yang memiliki karakter berbeda dengannya. 1. yang terdapat dalam ilmu-ilmu pengetahuan sosial.129 Ideologi secara konsep sering dipahami secara berbeda-beda. Aiken. 2002).130 Istilah ideologi ditemukan oleh filosof Perancis Destutt de Tracy (1754-1836). Di lain waktu ideologi dianggap sebagai gambaran palsu tentang dunia. terj. 2001). Abad Ideologi (Jogjakarta : Yayasan Bentang Budaya. tidak hanya karena beragamnya pendapat teoritis yang menunjuk arti dan fungsi yang berbeda-beda. Nuswantoro. terj. 131 Henry D. Ia bisa menjadi guiding principle suatu masyarakat atau bangsa dan mengantarkannya kepada satu tatanan obsesif.b. kesetaraan manusia atau keadilan dan kemakmuran. akan tetapi karena ideologi adalah konsep yang sarat dengan konotasi politik dan digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari dengan makna yang beragam. Daniel Bell: Matinya Ideologi (Magelang : IndonesiaTera. IRA (Ideological State Apparatuses)/RSA(Repressive State Apparatuses) Ideologi adalah salah satu dari sekian banyak konsep yang paling ekuivokal (meragukan) dan elusif (sukar ditangkap).

Cet. 267.2006). Pergolakan Pemikiran antara Fundamentalisme Islam dan Fundamentalisme Neo-Liberal. (Yogyakarta : Jala Sutra. . Sejak buaian hingga kuburan. Cultural Studies. xvi. manusia hidup dengan ideologi. harapan. xvi. Louis Althusser mengartikan ideologi sebagai “Expresses a will. atau sebuah romantisme dari sebuah realitas merupakan bagian dari ideologi. Atau dengan redaksi yang lain dikatakannya sebagai sesuatu yang profoundly unconcious. sebagai hal-hal yang secara mendalam tidak disadari. or a nostalgia. 2006). Psikoanalisis. Terj. Tentang Ideologi: Strukturalisme Marxis.133 Ideologi adalah segala yang sudah tertanam dalam diri individu sepanjang hidupnya: history turn into nature. baik secara personal maupun kolektif. Kita tentu masih ingat bagaimana Hitler dengan ideologi fasisnya membelalakkan pandangan dunia dan ideologi fundamentalisme Islam yang begitu ditakuti oleh Amerika dengan bingkai terorisme. 267. NU STUDIES . (Jakarta : Erlangga. Phobia akan sebuah tindakan yang berasal dari ideologi melahirkan kewaspadaan ekstra dari berbagai pihak yang merasa terancam.132Pengertian ini mengisyaratkan bahwa segala sesuatu yang menampilkan sebuah keinginan.tentang ideologi. NU STUDIES. produk sejarah yang seolah-olah menjelma sesuatu yang alamiah. a hope.134 Lain halnya dengan Marx yang mengartikan ideologi sebagai “kesadaran palsu” sebagai “camera obscura” yang memutarbalikkan realitas.135 Peran ideologi memang sangat signifikan dalam kehidupan.III. 133 Louis Althusser. Peristiwa 132 Ahmad Baso. rather than describing a reality”. 134 Ibid. 135 Ahmad Baso.

136 Dari ujung kaki hingga ujung rambut. ideologi menjadi bagian dari mekanisme pengaturan diri. Perang berhadapan dengan ideologi memang sangat sulit di berangus. bahkan peran ideologi lebih berbahaya ketimbang kejahatan-kejahatan dan kekerasan-kekerasan fisik. Penjelasan akhir tentang pengaturan tubuh adalah kepercayaan atau ungkapan tentang “sesuatu yang sudah dari sananya”. pengelolaan tubuh dan jiwa. . 14. merupakan bagian dari argumentasi dari Amerika untuk menyerang Afghanistan dan Irak (selanjutnya mungkin Iran) yang dikatakan sebagai basis terorisme internasional dan membahayakan keamanan dunia. Guntur Romli. Ideologi akan merasuk kedalam relung hati dan nalar berpikir seseorang dalam bertindak.pengeboman menara kembar WTC New York 11 September didengungkan sebagai aksentuasi dari ideologi Islam radikal. Ideologi tidak bisa ditembus butir-butir peluru. ”Jamaah Islamiyah dan Bahaya Ideologi” Kompas (Jakarta). Baru-baru ini kita juga mendengar berita mengenai penyerangan sebuah kelompok Islam terhadap sekelompok demonstran pada peringatan May Day 2007 di Yogyakarta yang dicurigai sebagai kelompok berideologi komunis. hingga rambut yang harus dipotong dan dirawat. Bagaimana kuku jempol harus dibersihkan dan dipotong agar tidak menimbulkan bau. Kita tidak menyadari kapan pemahaman tentang 136 M. saling serang antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. 5 Mei 2007. semuanya dijelaskan dengan aturanaturan yang tidak dapat ditemukan dasar epistemologisnya. Dan. Ideologi membuat kita saling curiga. Kita seakan-akan terbelenggu oleh pelabelan berbasis ideologi.

menerima saja. sehingga tak ada lagi pertanyaan-pertanyaan mendasar yang perlu diajukan. Kita ternyata percaya saja.137 Kepercayaan yang tertanam tanpa disadari itulah yang dinamakan ideologi. ISA Keluarga. dan mengapa cara itu yang yang kita gunakan. 139 Ibid.pengelolaan tubuh terbentuk dalam benak kita. ISA serikat buruh. dan sebagainya)139 137 138 Louis Altusser. Kitapun percaya pada diri kita yang menjelma kenyataaan. xvii. melengkapi pencapaian tujuan tertentu dengan mekanisme ajeg yang dibentuk struktur-struktur di dalam dan di luar sana. beginilah wajarnya. . 20. ISA Hukum. olahraga. diri yang sudah jadi organ. termasuk pelbagai partai yang berbeda). ISA komunikasi (pers. Tubuh ini. dan sebagainya) dan ISA budaya (kesusasteraan.138 Menyadari begitu sentralnya peran ideologi. Institusi-institusi tersebut adalah: ISA Agama. beginilah adanya. seni. Tentang Ideologi. ISA Politik (sistem politik. Ibid. Begitu terbiasanya kita dengan semua yang ada di dalam dan di sekitar diri sejak bayi sampai dewasa. Penanaman ideologi ini diperlukan sebagai bagian dari prinsip kekuasaan yakni untuk melanggengkan kekuasaaan. radio dan televisi. pikiran ini. Kita tak ingat siapa yang menjelaskan cara berpikir yang kita pakai sekarang. Lous Althusser memberikan informasi kepada kita tentang berbagai institusi yang berperan sebagai aparatus negara ideologis. ISA Pendidikan. maka negarapun menformat metode penenaman ideologi bagi warganya dengan berbagai cara. xvii. diri ini.

yaitu orang yang merasa menjadi bagian dari ide-ide yang ditawarkan oleh sebuah produk. akan tetapi sebuah sistem yang mempunyai mekanisme yang jauh lebih kompleks. dinamis. 141 Ibid. 140 . P Thompson bukanlah sebuah sistem yang di dalamnya terjadi pemaksaan konsep. Transpolitika. ide atau kepercayaan terhadap masyarakat secara vertikal dari atas. Dinamika Politik Di Dalam Era Virtualitas (Yogyakarta : Jalasutra. bukan lewat kekuatan senjata. Hal ini dikarenakan sejak lahirnya konsep pendidikan tidak akan lepas dari dunia politik yang merupakan basic dari negara. 276. cara sebuah ideologi mencari pengikutnya adalah melalui mekanisme ajakan atau interpelasi. Di dalamnya maknamakna dikerahkan di dalam praktik wacana komunikasi sosial sehari-hari dengan model discourse yang sangat kompleks. progresif dan sebagainya. A. Negara dan Pendidikan Bebicara mengenai korelasi antara negara dan pendidikan memang selalu menarik untuk dibincangkan.Ideologi menurut John. Untuk dapat memproduksi dirinya. sebuah ideologi harus selalu memanggil subyeknya secara simpatik.140 Menurut Althusser. Sukses sebuah iklan sangat ditentukan dari kemampuannya menjadikan setiap orang menjadi subyek. Yasraf. Mekanisme mangajak secara persuasif ini sama dengan mekanisme iklan yang selalu memanggil setiap orang untuk menjadi subyek dari produk yang ditawarkannya. Piliang. meskipun tujuan utamanya adalah pelanggengan relasi dominasi. 28. seperti berjiwa muda.141 3. jantan. 2005).

Sirozi. untuk mengikis paham Syi’ah Zaidiyah yang dikembangkan oleh dinasti Buwaih sebelumnya dan dalam rangka menghadang paham Ismailiyah yang dipropagandakan oleh Dinasti Fathimiyah di Mesir. masing-masing tahun 1925 dan 1930. Harus dibubarkan. Dalam pandangan kolonial Belanda. Politik Pendidikan (Jakarta : RajaGrafindo Persada. tetapi juga kurikulum dan jabatan “profesorship”. Selain itu. Madrasah Nizhamiyah merupakan instrumen kebajikan politik yang salah satu fungsi utamannya adalah untuk menanamkan doktrin kenegaraan yang memperkuat kerajaan. 2005). Upaya untuk menutup peluang pengembangan institusi dan sistem pendidikan Islam nusantara. Proses pendidikan yang berporos pada dunia pesantren menjadi ancaman yang dianggap cukup serius bagi penguasa kolonial. tampaknya terkait dengan kebijakan politik kolonial. Ibid.143 Mengenai hal ini Rasyid mengatakan : M. dan dianggap legal. Atas penilaian ini pula maka. 2-3. setengah abad setelah berdirinya universitas Al Azhar di Kairo. pondok pesantren adalah sarang pemberontak.142 Dalam sejarah Islam.Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia juga disinggung mengenai permasalahan ini. kita tentunya tahu mengenai eksistensi dari madrasah Nizamiyah di Baghdad. tujuan pendirian madrasah oleh Nizam Al Mulk adalah untuk mencetak birokrat-birokrat yang akan menduduki jabatan kenegaraan. guru besar. Institusi pendidikan yang memenuhi ketentuan undang-undang tersebut memperoleh subsidi dari pemerintah. Hal ini terbukti dari dikeluarkannya undang-undang sekolah liar (Wilden Scholen Ordonantie). Bani Saljuk terkenal sangat fanatik terhadap madzhab Sunni. VI-VII. Nizam Al Mulk. Madrasah Nizamiyah didirikan di setiap kota di Irak dan Khurasan. Patronase Nizam Al Mulk tidak hanya menyangkut masalah keuangan dan pengadaan sarana. sekitar tahun 1926 pondok pesantren sudah tidak lagi termuat dalam statistik pemerintah Hindia Belanda. Atau paling tidak. 143 142 . melalui lembaga tersebut akan lahir warga negara yang mengerti akan nilai-nilai yang dianut oleh pemerintah. Kita tentu masih ingat bagaimana sikap pemerintah Hindia Belanda memperlakukan pendidikan di nusantara. Madrasah Nizhamiyah didirikan oleh penguasa Bani Saljuk. seorang Perdana Menteri dari Alp Arselan dan Malik Syah pada tahun 457 H. Singkat kata. Sedang yang tidak memenuhi ketentuang dimaksud dinilai sebagai sekolah liar.

maka pendidikan melakukan pembenahan lewat arus bawah. syariat Islam sulit nahkan mustahil untuk ditegakkan. Menurut Plato. 6. 2000. Memajukan kesejahteraan umum 3. Mencerdaskan kehidupan bangsa 4. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia 2. buku tersebut juga membahas hubungan antara ideologi dan institusi negara dengan tujuan dan metode pendidikan. Bila politik (kekuasaan) berfungsi mengayomi dari atas. Beberapa tugas negara yang termaktub dalam pembukaan UUD ’45 adalah sebagai berikut: 1. Pendidikan harus disesuaikan secara cermat dengan reproduksi sistem. perdamaian abadi dan keadilan sosial Keempat poin di atas mensyaratkan adanya pendidikan yang bermutu.767). 145 144 . pengetahuan tentang bentuk-bentuk masyarakat alternatif ditekan dengan hati-hati.“Kedudukan politik dalam Islam sama pentingnya dengan pendidikan. dan mereka yang memasok kebutuhan ekonomi negara menempati status terendah diantara semuanya. kajian tentang hubungan antara pendidikan dan politik (negara) dimulai oleh Plato dalam bukunya Republik (berarti Negara). kecuali dalam kalangan yang terbatas dari elit penguasa” (Kuper & Kuper. Dalam undang-undang sistem pendidikan nasional 2003 dijelaskan pendidikan nasional Ibid. “Para filosof memiliki otoritas tertinggi. Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. para pengawas pendidikan berpendidikan menengah bertindak sebagai kekuatan militer dan polisi. Di negara kita. Tanpa otoritas politik. kelas yang lebih rendah dididik untuk patuh dan diyakinkan dengan mitos-mitos politik bahwa status mereka itu terbentuk oleh sebab-sebab alamiah. Kekuasaan adalah sarana untuk mempertahankan syiar Islam…. 3.145Walaupun utamanya membahas berbagai persoalan kenegaraan. Umat tidak akan mengerti syariat tanpa pendidikan. Pendidikan bergerak dalam usaha menyadarkan umat untuk menjalankan syariat.”144 Di negara-negara barat. pendidikan merupakan salah satu pilar bangsa. para penyair seharusnya hanya menggambarkan tingkah laku terpuji.

berilmu. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 9. tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2006/2007.memiliki fungsi dan tujuan. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. mandiri. sehat. Pelaksanaan ujian nasional berlandaskan pada: 6. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 8. berakhlak mulia. dalam Undang-undang Sisdiknas 2003 Pasal 50 ayat 2 disebutkan: Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional . Secara lebih spesifik. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 10. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Negara dan Ujian Nasional 2007 Negara (dalam hal ini Depdiknas) sebagai pelaksana ujian nasional 2007 memiliki kewenangan demi suksesnya agenda tahunan tersebut. kreatif. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 45 Tahun 2006. cakap. 4.

pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional” dan Pasal 57 ayat 1: ”Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan.” Sedangkan pada Pasal 59 ayat 1: Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola, satuan, jalur, jenjang dan jenis pendidikan.” Tujuan pelaksanaan ujian nasional 2007 adalah bagian ejawantah dari UU Sisdiknas di atas, secara khusus, ujian nasional bertujuan sebagai berikut: 3. Ujian Nasional bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran yang ditentukan dari kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. 4. Ujian Sekolah/Madrasah bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran pada semua kelompok mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. Hasil ujian nasional dan/atau ujian sekolah/madrasah digunakan sebagai salah satu pertimbangan (fungsi) untuk : f. Penentuan kelulusan peserta didik dari suatu satuan pendidikan;  Bukan satu-satunya penentu kelulusan g. Seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya; h. Pemetaan mutu satuan dan/atau program pendidikan; i. Akreditasi satuan pendidikan;

Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Ujian nasional 2007 telah berlalu, berbagai berita kecurangan menyeruak diantara berita reshuffle jilid II Kabinet Indonesia Bersatu. Di Medan, forum guru yang tergabung dalam Komunitas Air Mata Guru menemukan berbagai kecurangan dalam pelaksanaaan UN. Ada beberapa sekolah yang memberikan jawaban dari pertanyan UN kepada para siswanya. Caranya beragam, ada yang membacakan langsung jawaban dan ada yang dengan menulis jawaban di kertas lalu diperlihatkan kepada para siswa.146 Di Jawa Timur, praktek kecurangan juga merebak, misalnya di Banyuwangi kecurangan berbentuk guru memberi jawaban kepada siswa, di Jombang kecurangan berupa penyebaran jawaban via sms, di Pasuruan berupa pengawas yang menjadi joki, dan di Tuban berupa penempelan jawaban di kamar mandi.147 Menurut pandangan DR. Warsono148 pelaksanaan UN 2007 ini mengindikasikan hal-hal sebagai berikut, pertama.Politik sekolah, bahwa pelaksanaan Ujian Nasional digunakan sekolah untuk mendongkrak popularitas sekolah. Sehingga, berbagai carapun digunakan untuk mencapai target lulus. Dengan keberhasilan kelulusan yang mencapai 100%, secara otomatis prestise sekolah tersebut akan melejit dan akan sangat berpengaruh terhadap penerimaan siswa baru di tahun ajaran berikutnya.
146

Pengakuan Komunitas Air Mata Guru dalam acara Republik Mimpi di Metro TV, Minggu 6 Mei

2007. Siswa Dapat Bocoran, Jawa Pos (Banyuwangi, Tuban, Jombang), 27 April 2007, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya pada acara seminar “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya, 5 Mei 2007.
148 147

Kedua, adanya ujian nasional dengan standar kelulusan yang telah ditetapkan pemerintah, mengisyaratkan ketidakpercayaan pemerintah terhadap para guru dalam melaksanakan pembelajaran, baik saat perencanaan, pemberian materi dan evaluasi yang dilakukan oleh guru. Ironis memang jika pemerintah sudah tidak percaya lagi dengan para guru. Guru sebagai profesi akal budi dan nurani dan lembaga pendidikan adalah tempat untuk melatih peserta didik berpikir, mendengar, dan mengasah nurani149sudah kehilangan kepercayaan dari pemerintah.

B. PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN 1. Tentang Mutu Pendidikan Secara etimologis, Mutu, memiliki arti sebagai berikut: Karat, baik buruk sesuatu, kwalitas, taraf atau derajat.150Menurut Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barry, mutu berarti: Kualitas; derajat; tingkat; manikam; mutiara; emas kertas; manik; karat; (nilai logam mulia); kadar emas; membungkam/diam (karena sedih).151 Sedangkan menurut pengertian konsepsional, mutu pendidikan dapat diartikan sebagai ”kemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan

149

Baskoro Poedjinoegroho E , “Sekolah Mencabik-Cabik Nurani”, Kompas, (Jakarta) 2 Mei 2007, WJS. Poerwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka 1982), 665-666. Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barry, Kamus Ilmiah Populer (Surabaya : Arkola, 1994), 505.

6.
150 151

Spektrum Problematika Pendidikan Di Indonesia (Jogjakarta : PT. Pendidikan Berbasis Mutu : Prinsip-Prinsip Perumusan Dan Tata Laksana Penerapan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Tilaar. 153 Muchtar Buchory. mutu seringkali ditafsirkan dengan beragam definisi. 159. 40. 154 Jerome S. 155 Moch. Administrasi Pendidikan Dan Manajemen Biaya Pendidikan (Bandung: CV.155 Sampai saat ini. Berbagai cara berpikir telah dikembangkan untuk mencoba memberikan suatu pengertian mutu pendidikan. tetapi dalam kenyataannya konsepsi tentang mutu ini masih tetap bergerak dalam bentuknya yang masih bersifat rethorical.R. artinya bahwa mutu pendidikan masih bergerak dari gagasan Ace Suryadi dan H. Mutu bukanlah benda magis atau sesuatu yang rumit. 2005). Pengertian tersebut merujuk kepada nilai tambah yang diberikan oleh pendidikan dan pihak-pihak yang memproses serta menikmati hasil-hasil pendidikan. Arcaro.154 Sebagai suatu konsep. 1994). Tiara Wacana. arti mutu pendidikan ini berkenaan dengan apa yang dihasilkan dan siapa pemakai pendidikan. Alvabeta. 152 . Analisa Kebijakan Pendidikan (Bandung : Remaja Rosdakarya 1994). 2003). mutu pendidikan cenderung masih merupakan suatu konsep yang abstrak. Terj.seumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seoptimal mungkin”152 Mutu pendidikan adalah suatu kualitas dalam sistem pengelolaan serta fungsi pendidikan yang mana akan menghasilkan mutu atau kualitas kelulusan siswa/mahasiswa dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan pengalaman guna masa depan.153 Mutu adalah sebuah proses terstruktur untuk memperbaiki keluaran yang dihasilkan.A. 89 – 90. bergantung pada pihak dan sudut pandang mana konsep terebut dipersepsikan. Idochi Anwar. 75. Dengan demikian.

itu semua tergantung pada anggapan kita tentang hakikat dari suatu program pendidikan. belum kita terjemahkan secara tepat ke dalam ukuran dan tindakan yang lebih nyata.R. cet.satu ke gagasan yang lain. Secara teknis. 161.156 Para pemikir neo klasik seperti Douglas Windham (1986) dan Johnson (1975) menempatkan konsep mutu pendidikan secara lebih operasional dengan menggunakan model efisiensi. Mengenai konsep efisiensi mana yang lebih sesuai dipakai dalam pendidikan.II. Tilaar. Dengan kata lain. Menurut pengertian tersebut. efisiensi akan tercipta jika. 161. Sebaliknya. jika pendidikan dianggap sebagai Ace Suryadi dan H. Analisis Kebijakan Pendidikan.A. 156 . Efisiensi itu sendiri merupakan suatu model yang dipinjam dari teknologi dan ekonomi.1994).157 Secara ekonomis. efisiensi bukan merupakan konsep yang berdiri sendiri dan akan menjadi kurang memiliki arti jika tidak mengacu pada efektifitas. atau jika masukan yang sekecil mungkin agar dapat menghasilkan keluaran yang sudah ditetapkan. Remaja Rosdakarya. efisiensi selalu dikaitkan dengan efektifitas optimal yang diperoleh dengan harga masukan yang paling seminimal mungkin. keluaran dan atau masukan sudah diterapkan ukuran nilai kepuasan (utility) atau harga (price). efisiensi akan tercipta jika keluaran yang diinginkan dapat dihasilkan secara optimal dengan harga masukan yang relatif tetap. maka konsep efisiensi ekonomi lebih sesuai untuk dijadikan rujukan. Suatu Pengantar (Bandung : PT. Dengan demikian. 157 Ibid. konsep efektifitas merupakan bagian dari konsep efisiensi karena tingkat efektifitas berkaitan erat dengan pencapaian tujuan relatif terhadap harganya. Jika pendidikan kita anggap sebagai suatu komoditi pada suatu sistem ekonomi pasar yang kompetitif.

Suatu program pendidikan yang efisien.158 Efisiensi pendidikan memiliki kaitan langsung dengan pendayagunaan sumber-sumber pendidikan yang terbatas secara optimal sehingga memberikan dampak yang optimal juga. Pendekatan pertama. maka asumsi pemerataan. cenderung ditandai dengan pola penyebaran dan pendayagunaan sumber-sumber pendidikan yang sudah ditata secara efisien. Dalam pengertian ini. disebut pendekatan nilai instrinsik pendidikan. Dengan demikian. . Pendekatan kedua.public goods. sistem atau program pendidikan yang efisien ialah yang mampu mendistribusikan sumber-sumber pendidikan secara adil dan merata agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mendayagunakan sumber-sumber pendidikan tersebut dan mencapai hasil yang maksimal. 162. sedangkan taraf menunjukkan kedudukan dalam skala. mutu mengandung sifat dan taraf. keadilan dan efisiensi teknologis lebih dianggap relevan untuk menilai suatu program pendidikan bermutu. keadilan dan pemerataan. Sifat adalah sesuatu yang menerangkan keadaan. pendekatan ini disebut dengan pendekatan ekonomi. 162-163. mendasarkan diri pada deskripsi mengenai relevansi pendidikan dengan dunia kerja. Ibid. program pendidikan yang efisien adalah yang mampu menciptakan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan akan sumber-sumber pendidikan sehingga upaya pencapaian tujuan tidak mengalami hambatan.159 Secara substantive. Keragaman cara pandang mengenai sifat dan taraf itu memungkinkan perbedaan pendekatan terhadap mutu pendidikan. mutu pendidikan tidak dapat dipisahkan dari konsep efektifitas. yang diekspresikan dalam ukuran- 158 159 Ibid.

161 Konsep tersebut didasarkan atas asumsi bahwa pendidikan sebagai sistem terbuka mengandung subsistem masukan dan umpan balik secara internal serta eksternal. Konsep proses menurut Sudjana dan Susanta (1989) merujuk kepada kegiatan penanganan transformasi masukan-masukan melalui subsistem pemrosesan menjadi keluaran-serta hasil-hasil yang berasal dari masukan dan tindakan berikutnya-melalui umpan balik dan evaluasi keluaran.162 Subsistem tindakan kerja adalah komponen organisasi yang menentukan ukuran kemampuan sistem dalam melaksanakan apa yang seharusnya dikerjakan. kepribadian. mutu proses pendidikan dapat diukur dengan indikator-indikator sebagaimana dirinci oleh Makmun (1997) 160 161 Moch. dan kemampuan intelektual yang sesuai dengan harapan dan tujuan pendidikan nasional. 40-41. Berdasarkan pemahaman demikian maka mutu proses menunjukkan kebermutuan subsistem dalam proses.160 Pemahaman atas mutu proses pendidikan perlu dibenahi oleh pengertian proses. komunikasi dan monitoring. 163 Ibid. Ibid. yang meliputi tindakan kerja.163 Ditelaah dari sudut kinerja sistemnya. Administrasi Pendidikan Dan Manajemen Biaya Pendidikan. 41. Idochi Anwar.ukuran sikap. 41. Subsistem komunikasi berfungsi memproses dan memberikan informasi yang memadai mengenai seluruh tahapan tindakan sistem dan subsistem. . 41. Sedangkan fungsi subsistem monitoring adalah kontrol sistem terhadap kegiatan dan akuntabilitas subsistem dalam hubungan sinergiknya di seluruh sistem. 162 Ibid.

166 Pendapat lain menyatakan bahwa Mutu Pendidikan dalam tingkat dasar sampai atas adalah kemampuan sistem pendidikan dasar sampai tingkat atas baik dari segi pengelolaan maupun dari segi proses pendidikan itu sendiri.164 Mutu pendidikan atau mutu sekolah (yang) tertuju pada mutu lulusan merupakan sesuatu yang mustahil. Efektifitas. pelaku. 6-7 166 Ibid. jika tidak melalui proses pendidikan yang bermutu pula. satu kegiatan. waktu.165 Mutu pendidikan bersifat menyeluruh. Dan Instrumen). serta waktu lainnya.al. Refika Aditama. Adalah sesuatu yang tidak mungkin. menyangkut semua komponen. hasil pendidikan yang bermutu dapat dicapai hanya dengan satu komponen atau kegiatan yang bermutu. serta sumber belajar yang memadai. fasilitas. (Bandung : PT. manajemen yang tepat.yaitu: Efisiensi. Produktifitas. dan kegiatan pendidikan atau disebut sebagai mutu total atau “Total Quality”. media. pendidikan atau sekolah menghasilkan lulusan yang bermutu. komponen. Kesehatan organisasi dan Semangat berinovasi. 41. Proses pendidikan yang bermutu harus didukung oleh personalia. terkait dan membutuhkan dukungan dari kegiatan. terjadi proses pendidikan yang bermutu jika tidak didukung oleh faktor-faktor penunjang proses pendidikan yang bermutu pula. Relevansi. Merupakan sesuatu yang mustahil pula. Hal tersebut juga didukung oleh sarana dan prasarana pendidikan. 165 164 . seperti administrator. Nana Syaodih Sukmadinata. 2003). guru. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah (Konsep. serta lingkungan yang mendukung. et. pelaku. pelaksana. Akuntabilitas. diarahkan Ibid. Prinsip. komponen. baik mutu maupun jumlahnya dan biaya yang mencukupi. 7. Kegiatan pendidikan cukup kompleks. konselor dan yang bermutu dan profesional.

167 168 Ace Suryadi –H. . dan aspek-aspek lain yang menyangkut otonomi dan profesionalisasi. tetapi belum kita sentuh. Beberapa bukti empiris yang pada dasarnya mengarah pada suatu kesimpulan bahwa hanya melalui upaya pengerahan kekuatan daerah (desentralisasi) yang dapat menolong kita untuk secara sustainable meningkatkan mutu pendidikan.167 Peningkatan mutu pendidikan yang telah kita laksanakan baru menyentuh sisi teknis dari pendidikan. 159. Managemen mutu pendidikan merupakan alat yang dapat digunakan oleh para profesional pendidikan dalam memperbaiki sistem pendidikan bangsa kita. akuntabilitas.secara efektif untuk meningkatkan nilai tambah dari faktor – faktor input agar menghasilkan output setinggi – tingginya. 2.Tilaar. Analisis Kebijakan Pendidikan. Banyak sisi lainnya yang memiliki dampak penting dalam peningkatan mutu pendidikan. pengembangan sumber daya manusia menuju aktualisasi diri.A. kemandirian. 169 Ibid.R. 9-11. Peningkatan mutu pendidikan menuntut kepemimpinan profesional dalam bidang pendidikan. Nana Syaodih Sukmadinata. antara lain:169 1.168 Dalam melaksanakan program peningkatan mutu pendidikan. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah. Seperti: mobilisasi kekuatan daerah. all. 108. Kesulitan yang dihadapi para profesional pendidikan adalah ketidakmampuan mereka dalam menghadapi “kegagalan sistem” yang mencegah mereka dari pengembangan atau penerapan cara atau proses baru unuk memperbaiki mutu pendidikan yang ada. et. maka ada beberapa prinsip yang perlu dipegang sebagai acuannya.

akuntabilitas. Guru akan menggunakan pendekatan yang baru atau modelmodel mengajar. guru. ia akan menggunakan proses baru dalam menyusun biaya. Norma dan kepercayaan lama harus diubah. Jika semua guru dan staf sekolah memiliki komitmen pada perubahan. Banyak profesional dibidang pendidikan yang kurang memiliki pengetahuan dan keahlian dalam menyiapkan para siswa memasuki pasar kerja yang bersifat global. membimbing. pimpinan dapat dengan mudah mendorong mereka menemukan cara baru untuk memperbaiki efisiensi. Ketakutan pada perubahan atau takut melakukan . Sekolah harus belajar bekerjasama dengan sumber-sumber yang terbatas. staf. dan rekognisi. menyelesaikan masalah dan mengembangkan program baru. Para profesional pendidikan harus membantu para siswa dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan guna bersaing didunia global. Kunci utama peningkatan mutu pendidikan adalah komitmen pada perubahan. 6. 5. produktifitas. kerja sama. Uang tidak menjadi penent dalam peningkatan mutu. Mutu pendidikan dapat diperbaiki jika administrator.3. Demikian juga dengan staf administrasi. team work. pengawas dan pimpinan kantor diknas mengembangkan sikap yang terpusat pada kepemimpinan. dan kualitas layanan pendidikan. dan melatih dalam membantu perkembangan siswa. 4. Peningkatan mutu pendidikan harus melakukan loncatan-loncatan. Uang bukan kunci utama dalam usaha peningkatanmutu.

“UN dan Peningkatan Mutu Pendidikan” Kompas (Jakarta) 14 Mei 2007. 7. baik terhadap siswa. 8. UN yang hanya menguji tiga Kunandar. orang tua maupun masyarakat. Program peningkatan mutu dalam bidang komersial tidak dapat dipakai secara langsung dalam pendidikan. peningkatan mutu dapat dicapai melalui perubahan yang berkelanjutantidak dengan program-program singkat.perubahan akan mengakibatkan ketidaktahuan bagaimana mengatasi tuntutantuntutan baru. Depdiknas. apakah ujian nasional dapat meningkatkan mutu pendidikan? menurut Kunandar170. memungkinkan para profesional pendidikan dapt memperlihatkan dan mendokumentasikan nilai tambah dari pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan. 170 . Salah satu komponen kunci dalam program mutu adalah sistem pengukuran. Kunandar adalah widyaiswara di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) DKI Jakarta. Masyarakat dan manajemen pendidikan harus menjauhkan diri dari kebiasaan menggunakna “program singkat”. Budaya. Ujian Nasional 2007 dan Peningkatan Mutu Pendidikan Ujian nasional 2007 telah berlalu. 14. untuk mengukur peningkatan mutu pendidikan berlandaskan ujian nasional sangatlah tidak tepat. Dengan menggunakan sistem pengukuran. Adu argumen telah dikemukakan oleh masing-masing pihak. baik yang pro maupun yang kontra. Pertanyaannya kemudian. 2. Para profesional pendidikan harus dibekali oleh program yang khusus dirancang untuk menunjang pendidikan. tetapi membutuhkan penyesuaianpenyesuaian dan penyempurnaan. karena: Pertama. Ditjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. lingkungan dan proses kerja tiap organisasi berbeda.

Kedua. Robert Bala dalam artikelnya menawarkan konsep “Reengineering Proses Pembelajaran”. proses dan out put bahkan outcame pendidikan. Kompas (Jakarta). Sudah saatnya pemerintah menempatkan semua mata pelajaran secara sama (tidak menganakemaskan mata pelajaran tertentu dan memarjinalkan mata pelajaran yang lainnya). Kesan adanya “Mark Up” nilai dalam UN sulit dihindari. 7. 171 Robert Bala. termasuk non akademis. Bagaimana bias mutu pendidikan dikatakan meningkat dengan standar kelulusan yang rendah. Ujian nasional sebagai alat pengukuran hasil proses pembelajaran selama ini memang harus mendapatkan evaluasi bersama.00 untuk tiga mata pelajaran yang di-UN-kan sulit dijadikan parameter peningkatan mutu pendidikan. input.171Menurutnya. Tradisi kelulusan 100 persen seolah “menghipnotis” para pelaku pendidikan di lapangan. dengan standar kelulusan nilai rata-rata 5. . kepala sekolah. Meningkatkan mutu pendidikan tentu saja tidak sesederhana hanya dengan menguji tiga amta pelajaran lalu dijadikan generalisasi dan justifikasi tentang mutu pendidika. dalam penyelenggaraan UN ada indikasi terjadi rekayasa hasil UN di lapangan. 17 April 2007. Ketiga. dan dinas pendidikan agar siswanya dapat lulus 100 persen. Re-Engineering Proses Pembelajaran. Menjustifikasi mutu pendidikan hanya dari tiga mata pelajaran tersebut merupakan sikap yang kurang bijaksana dan terlalu menyederhanakan persoalan. Untuk mengukur standar mutu pendidikan harus dilihat struktur pendidikan secara menyeluruh.mata pelajaran tidak serta merta dapat dijadikan indikator tentang mutu pendidikan. Maka dibentuklah “tim sukses” dengan tugas agar siswanya dapat lulus 100 persen. terutama guru.

Sebagi solusinya ia menawarkan: 1) Pendidikan adalah medium atau ruang kreatif. b. 2) Kemampuan kreatif dan inovatif bisa dicapai jika cakupan wilayahnya kecil. artinya: a. Keterampilan. Guru diberi kewenangan untuk mengembangkan silabus pendidikan berbasis pada lokalitas tanpa melupakan realitas global.komponen perekayasaan ulang perlu dilakukan sebagai cara untuk melihat dan meningkatkan mutu pendidikan. ia berpendapat bahwa pendidikan kita saat ini masih terseok-seok di ranah Technoware an sich. Pemerintah daerahlah yang yang lebih mengenal konteksnya merancang ujian yang lebih sesuai. Berhubungan dengan Ujian Nasional 2007. Komponen rekayasa ini meliputi: 1. keahlian. Siswa diberi kebebasan dan kepercayan untuk memiliki kemampuan suportif dan inovatif serta kreatif dengan pemahaman akan “Pengetahuan Bagaimana (Know How)” dan berujung pada lahirnya “Pengetahuan Mengapa (Know Why)” yang kreasi berdaya saing internasional. Institusi ynag mengoordinasi proses produksi (Orgaware) Keempat komponen tersebut harus saling melengkapi satu dengan yang lain. bahkan kreatifitas manusia (Humanware) 3. Dokumen fakta (Infoware) 4. Fasilitas fisik (Technoware) 2. atau . sehingga: a.

. Sekolahlah yang berhak atau bertanggungjawab meluluskan seseorang.b.

Memajukan kesejahteraan umum 7. REFLEKSI UJIAN NASIONAL 2007 Ujian nasional 2007 telah usai. berbagai pro dan kontra telah mewarnai perjalanannya. Pelaksanaaan ujian nasional 2007 tidak terlepas dari kondisi lokalitas (dalam negeri) tetapi juga bertalian erat dengan kondisi global (internasional). 2) Ayat (2) : setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Mencerdaskan kehidupan bangsa 8. Dalam konteks lokalitas. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia 6. kita tentu sudah paham bahwa pelaksanaan ujian nasional 2007 merupakan bagian dari usaha pemerintah untuk melaksanakan amanat UndangUndang Dasar 1945 baik yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 maupun yang terdapat pada batang tubuhnya. Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 disebutkan beberapa tugas negara yaitu: 5.BAB IV ANALISA DATA A. Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Selanjutnya dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) tahun 2003 disebutkan: . perdamaian abadi dan keadilan sosial Sedangkan pasal-pasal yang bertalian erat dengan pendidikan terdapat pada Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 yang berbunyi: 1) Ayat (1) : setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.

a) Pasal 5 ayat 1 : setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. yaitu standar isi. hal-hal yang terkait dengan reformasi pendidikan adalah: a) Presiden mendeklarasikan guru sebagai profesi pada desember 2004 b) Pembentukan direktorat jenderal peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan (ditjen PMPTK) c) Disahkannya uu guru dan dosen pada tahun 2005 2. hal-hal yang terkait dengan hal ini adalah: a) PP 19 tahun 2005 telah dikeluarkan standar nasional pendidikan. biaya serta sarana dan prasarana. pendidik dan tenaga pendidikan. penilaian. Pada kurun waktu 2004-2009. Standarisasi Pendidikan. Reformasi Pendidikan. pengelolaan. Program-program tersebut meliputi:172 1. 5 Mei 2007 172 . proses. c) Pasal 11 ayat 2 : pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun. ada berbagai kebijakan pemerintah dalam hal pendidikan yang berdampak massal. b) Pasal 6 ayat 1 : setiap warga negara yang berusia tujuh samapai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. kompetensi. b) Pelaksanaan UN untuk mengukur pencapaian standar kompetensi c) Akreditasi program dan satuan pendidikan Presentasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur disampaikan pada diskusi publik “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara Dalam Belitan Neoliberalisme ” Kampus Sastra Unair Surabaya.

3. Pendanaan biaya operasional sekolah, meliputi: a) Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan BOS buku b) Program bantuan operasional manajemen mutu (BOMM) SMK dan SMA 4. Subsidi kepada peserta didik, meliputi: a) Bantuan khusus murid (BKM) untuk siswa miskin tingkat SMA dan SMK b) Beasiswa untuk mahasiswa yang berprestasi dan mahasiswa miskin c) Subsidi keaksaraan untuk daerah buta aksara 5. Penyediaan dan rehabilitasi prasarana dan sarana pendidikan, meliputi: a) Rehabilitasi gedung SD/MI/SDLB, SMP/MTS/SMPLB, dan

SMA/MA/SMK/SMALB b) Unit Sekolah Baru (USB) TK, SMP/MTS/SMPLB, dan

SMA/MA/SMK/SMALB c) Ruang Kelas Baru (RKB) TK, SMP/MTS/SMPLB dan

SMA/MA/SMK/SMALB d) Pengadaan buku teks untuk SD/MI/SDLB DAN SMP/MTS/SMPLB e) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yaitu: Jardiknas dan Inherent f) Fasilitas taman bacaan masyarakat (TBM) di kab./kota dan kecamatan 6. Peningkatan mutu proses pembelajaran, meliputi: a) Desentralisasi Kurikulum

b) Penerapan kurikulum berbasis kompetensi melalui KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) c) Pembelajaran berbasis TV pada SMP bekerjasama dengan TVRI d) Pembelajaran berbasis TIK pada SMA, SMK dan Perguruan Tinggi (PT) 7. Penguatan tata kelola, meliputi: a) Penerapan manajemen berbasis kinerja b) E-Procurement c) Peningkatan kompetensi aparat dibidang akuntansi dan keuangan d) Aplikasi sistem dan proseduri akuntansi/keuangan sesuai standar akuntansi instansi e) Inventarisasi barang negara f) Penerapan SIM berbasis TIK (e-government) Mengenai konteks global yang dimaksudkan adalah adanya program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan PBB sejak tahun 2000 dengan deadline waktu tahun 2015. Program ini meliputi 8 titik fokus utama, yaitu: 1. Bidang kemiskinan, dengan target menghapuskan

kemiskinan dan kelaparan sampai separuh. 2. Bidang pendidikan, dengan target pendidikan dasar utuk

semua (Education For All) 3. Bidang kesetaraan gender, dengan target menghapuskan

diskriminasi gender dan pemberdayaan perempuan

4.

Bidang kematian anak, dengan target mengurangi tingkat

kematian bayi dan anak di bawah usia lima tahun 5. Bidang kesehatan ibu, dengan target memeprbaiki

kesehatan ibu dan mengurangi angka kematian ibu sampai tiga perempatnya 6. Bidang penyakit, dengan target mencegah penyebaran

HIV/AIDS, malaria dan penyakit infeksi lainnya 7. Bidang lingkungan, dengan target mengintegrasikan

prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam program nasional dan merehabilitasi sumber daya alam yang rusak 8. Bidang kerjasama, dengan target membangun tatanan

perdagangan dan keuangan yang terbuka dan akuntabel, mengupayakan jalan keluar menyeluruh atas utang negara berkembang dan miskin, akses obat-obatan yang penting di negara berkembang, alih teknologi dan penciptaan lapangan kerja Dalam laporan A Failure Within Reach (2006) yang didasarkan pada capaian program MDGs di atas, Indonesia menempati kelompok terbawah bersama Banglades, Laos, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Papua Nugini dan Filipina.173 Hal lain yang juga dapat dijadikan landasan peningkatan mutu pendidikan adalah adanya Human Development Index/HDI (Indek peningkatan kualitas sumber daya manusia) yang meliputi: perekonomian, kesehatan dan pendidikan. Bila diukur dengan landasan ini posisi Indonesia masih jauh tertinggal.

173

Razali Ritonga, “MDGs dan Komitmen Pemerintah”, Kompas (Jakarta), 27 Maret 2007, 6.

olahraga.(d)Lulus Ujian Nasional. antara lain: 11. Malaysia. secara perlahan sarana. Kondisi pendidikan kita yang masih terpuruk jugalah yang merupakan latar historis dilaksanakannya ujian nasional 2007. Pada pelaksanaannya yang ke 4 yakni tahun 2007. masih terdapat berbagai kekurangan-kekurangan yang terjadi. Harus diakui pendidikan merupakan tulang punggung negara dalam mencetak generasi penerus bangsa. tenaga pendidikan. dan pembiayaan juga distandarkan. 27 April 2007. (b) Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan ahlak mulia. Jika menunggu semua standar. Banyak sekolah (jika kita enggan menggunakan kata seluruhnya) telah menyediakan waktu khusus untuk menghadapi kedatangan Ujian nasional 2007. (c) Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Ujian nasional 2007 yang digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan kelulusan siswa. Thailand) maka pada tahun 2003 mulailah dilaksanakannya ujian nasional. dan kelompok mata pelajaran jasmani. dengan bergulirnya waktu niatan baik diawal program ini mengalami degradasi dari waktu ke waktu. 175 174 . Syarat lainnya adalah: (a) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran. dan kesehatan. A. UN tidak pernah terlaksana. Ada yang berupa penyediaan hari sabtu untuk membahas mengenai soalUjian Nasional Harus Diperbaiki.174 Namun. Hal.Melihat kondisi negara yang terpuruk inilah maka eksistensi pendidikan perlu mendapat perhatian yang lebih. kelompok mata pelajaran estetika. ini berakibat pada terjadinya perlakuan yang berbeda dalam menghadapi ujian nasional.175 ternyata dianggap sebagai faktor kunci kelulusan. Dengan niatan awal untuk mengejar ketertinggalan standar kelulusan dengan negara tetangga (Singapura. Hal ini juga sesuai dengan apa yang dikatakan oleh kepala pdinas pendidikan dan kebudayaan Jawa Timur DR. Kompas (Surabaya). Rasiyo bahwa selain melaksanakan UN. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.

soal ujian nasional tahun sebelumnya atau dengan cara menghadirkan lembaga bimbingan belajar ke sekolah. membangun kemauan. kecerdasan. Prinsip Penyelenggara Pendidikan meliputi: (a). mengingat ada beberapa prinsip evaluasi yang tidak tercakup. nilai kultural. Pendidikan diselenggarakan suatu proses pembudayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Dilihat dari sisi evaluasi. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar agar menjadi manusia yang beriman dan bertawwa Dalam UU Sisdiknas disebutkan.177Sedangkan pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam UU Sisdiknas disebutkan. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. bangsa dan Negara. Ada berbagai kejadian yang itu jauh dari sisi pendidikan. pengendalian diri. maka ujian nasional 2007 juga terasa kurang dapat di terima. artinya bersifat mendidik. antara lain: Pedagogis. nilai keagamaan. dan kemajemukan bangsa. akhlak mulia. Fakta di lapangan ternyata berbicara lain. kepribadian. (f). (b). dan mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam proses pembelajaran. (c). masyarakat. Terkuaknya berbagai kecurangan yang terjadi menandakan bahwa ujian nasional 2007 jauh dari prinsip pedagogis (hal ini pula bertentangan dengan prinsip penyelenggara pendidikan176). (d). Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. pendidikan adalah: Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. 12. menulis. (e). Guru dan Dosen (Pasal 1)) 176 . 177 (UU Sisdiknas. Hal ini juga terasa sangat jauh dari arti pendidikan dan tujuan pendidikan nasional itu sendiri.

berilmu.kepada Tuhan Yang Maha Esa. menghafal soal. “Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan” (Yogyakarta & Bandung. 14 Mei 2007. “UN dan Peningkatan Mutu Pendidikan”. berarti merubah ukuran luas kertas sehingga menjadi lebih kecil. kegiatan pembelajaran (yang tereduksi dengan latihan soal-soal. 13. Fungsi dan Tujuan Kunandar. kreatif. sehingga Ibid. ”Pendidikan dan Regenerasi Bangsa”. Bab II Dasar. maka terjadi ketidaksesuaian baik antara tujuan pembelajaran. 6. 180 Yonky Karman. Ujian nasional 2007 yang mengujikan tiga mata pelajaran. Kalau hal ini terjadi. 179 178 . Dalam teori trianggulasi dikenal tiga keterpaduan yang harus ada dalam pelaksanaan evaluasi. yaitu: Tujuan pembelajaran. dll). 2004).178 Hal ini juga akan sangat berbenturan jika dihadapkan pada prinsip trianggulasinya Suharsimi Arikunto. sehat. cakap. Membuat siswa hanya berkonsentrasi pada tiga mata pelajaran yang diujikan. berakhlak mulia. 48. Kompas. melipat bahasa artinya mengurangi jumlah kata. Hal ini juga berkesesuaian dengan apa yang dikatakan oleh Yasraf Amir Piliang dengan dunia yang dilipat. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Kegiatan pembelajaran dan Evaluasi. berarti ujian nasional 2007 telah mengebiri hakikat pendidikan179 dan pendangkalan tradisi intelektual180karena dengan mengedepankan tiga mata pelajaran yang diujikan. Kondisi ini bisa menyebabkan sekolah beralih fungsi dari wahana internalisasi nilai-nilai positif menjadi hanya sebagai bimbingan belajar untuk tiga mata pelajaran yang di ujikan. maka terjadi pengabaian terhadap bidang-bidang studi lain yang penting dalam nation and character building. Jalasutra. 12 Mei 2007. 14.181 Semisal Melipat kertas. akan tetapi sekaligus menambah ukuran tebalnya. dan evaluasi. 181 Yasraf Amir Piliang. dianggap mereduksi makna belajar. Kompas. Dilihat dari sisi ini.

linguistic. menjelaskan dalam teori multiple intelligence bahwa kecerdasan anak didik majemuk. Jenis-jenis kecerdasan yang dimaksud Gardner di antaranya logic-mathematic. tetapi sekaligus mempersempit ruang relasi fisik dan sosial di dalamnya. tetapi sekaligus meningkatkan entropi (entropy) atau ketidakpastian maknanya. akan tetapi sekaligus membunuh relasi sosial yang nyata.net diakses tanggal 20 April 2007. “Carut-marut Ujian Nasional” www. melipat ruang artinya memperpendek waktu yang digunakan untuk menempuh jarak ruang. .menjadi lebih padat dan ringkas.182 182 M.vhrmedia. setiap ada pelipatan. misalnya dimensi citra (image). kinesthetic. Maka jika dihubungkan dengan permasalahan di atas. akan tetapi melenyapkan dimensi-dimensi kedalaman dan transendentalnya. dan relasi sosial yang komplek menjadi dimensi yang lebih ringkas. Dengan demikian. melipat spiritual artinya meredusir dimensi-dimensi spiritual yang komplek menjadi dimensi tanda dan gaya (gaya hidup). melipat waktu artinya memampatkan waktu dalam pengertian memperkecil waktu yang diperlukan untuk satu pergerakan atau perpindahan (movement). pasti ada hal-hal yang di persingkat/dikurangi dan disisi lain akan ada hal-hal yang ditambahi. Howard Gardner. dimensi. akan tetapi sekaligus mempersempit waktu refleksi dan perenungan didalamnya. Taufik. dan interpersonal. personal. spatial. melipat sosial artinya meredusir sistem. ahli psikologi pendidikan dari Amerika Serikat. Setiap anak memiliki salah satu atau beberapa kecerdasan yang menonjol. tetapi mungkin lemah dalam kecerdasan yang lain. Ujian Nasional sebagai satu-satunya penentu kelulusan anak didik adalah sebuah pengingkaran terhadap kodrat manusia yang berbeda-beda dalam bentuk dan kemampuannya.

sehingga perhatian guru. Jawa Pos (Jakarta). Sekolah Andalkan Bimbingan Belajar. 12. dan murid terarah pada ujian nasional. Posisi guru digantikan oleh Trainer dari bimbingan belajar. Ini dampak dari sistem. 16 Maret 2007. 184 Bimbingan Tes Masuk Lewat “Tender”. 11 April 2007.14. Orang akan menganggap sekolah yang tingkat kelulusannya tinggi sebagai sekolah yang lebih baik atau bermutu tinggi dibandingkan dengan sekolah yang persentase kelulusannya rendah. Fenomena bimbingan tes ini cukup merisaukan. Persentase kelulusan ini akan mengubah citra sekolah. Kelanjutan dari fenomena ini adalah kita melupakan arti proses dalam pembelajaran dan membuat para siswa menjadi orang-orang yang lebih mementingkan hasil dari pada proses. Kompas (Surabaya). membuat sekolah “Kebakaran Jenggot”. Kompas (Jakarta). 7 Maret 2007. Makna itu kini sudah terkalahkan karena semua sibuk dengan ujian nasional dan prediksi soal-soalnya. artinya para pengelola sekolah berjuang sekuat tenaga untuk membuat formulasi yang ampuh bagaimana siswanya dapat lulus 100 persen. Dan. Padahal seharusnya belajar itu ialah suatu yang mempunyai makna bagi siswa.183 15. 16. 183 . Menurut Lodi Paat (pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta)184 bahwa Belajar menjadi sebatas bagaimana menyelesaikan soal-soal ujian nasional dan trik-trik untuk menjawabnya. Dengan dilaksanakannya ujian nasional 2007. Penentuan kelulusan yang menjadi kewenangan pemerintah dapat dimaknai dengan pengambilalihan wewenang guru sebagai orang yang paling paham mengenai proses pembelajaran dan mengetahui bagaimana kompetensi kognitif. dan Unas Jadi Lahan Bisnis menggiurkan. sebab hal ini berarti pihak sekolah dan orang tua murid tidak percaya (distrust) dengan kemampuan para guru. formulasi yang banyak dilakukan di sekolah-sekolah adalah dengan menggandeng lembaga bimbingan belajar atau bimbingan tes.

dan intelektual yang berlangsung bersamaan dengan keengganan terhadap setiap campur tangan massa dalam hidup bernegara. or a nostalgia. Warga negara dibuat tidak berdaya dan harus sami’na wa atho’na dengan segala kebijakan pemerintah. hal ini dapat dipahami sebagai salah satu bentuk penerapannya. Pengambilalihan wewenang ini juga dapat dimaknai sebagai ketidakpercayaan pemerintah terhadap eksistensi guru. Dengan demikian. maupun ekonomi yang secara potensial bertentangan dengan “negara baru” yang dicita-citakan oleh kelompok hegemonis itu. Dalam konsep hegemoni Gramsci. 185 . yaitu: Hegemoni yang bersandar pada kesatuan ideologis antara elit ekonomis. a hope. politik. kelompokkelompok hegemonis tidak mau menyesuaikan kepentingan dan aspirasi-aspirasi mereka dengan klas lain dalam masyarakat. hegemoni dalam taraf ini adalah hegemoni kelas tiga atau hegemoni minimum (Minimum Hegemony). Hal ini juga dapat dibaca sebagai bentuk hegemoni dan penerapan Repressive State Apparatuse/Ideological State Apparatuse negara terhadap warga negaranya. Dalam lingkaran konsep Ideological State Apparatuse dan Repressive State Apparatuse.185Lulus berarti sukses. lulus berarti sama dengan memiliki masa depan cerah. warga negara yang sudah tertanam pada otaknya bahwa dengan ujian nasional mereka akan dapat melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan ini berbanding lurus dengan akan adanya masa depan yang lebih baik (A Will And A Hope). politis.afektif dan psikomotor dari anak didiknya. harapan atau kenangan indah masa lalu yang digambarkan dari realitas. Mereka malah mempertahankan peraturan melalui transformasi penyatuan para pemimpin budaya. Dalam sisi ideologi. tidak lulus berarti gagal. sosial. rather than describing a reality” yaitu perwujudan dari sebuah keinginan. Sejalan dengan kategori itu. tidak Perlu diingat bahwa konsep ideologi dari Althusser adalah “Expresses a will.

Yang diperkuat dengan berbagai aparat negara yang bersifat memaksa (Represif). yaitu pendidikan untuk mendorong setiap generasi menyusun kembali sistem nilai yang diwarisi. Jawa Pos (Surabaya) 27 April 2007. Siswa Dapat Bocoran. Pertama. suka menghalalkan segala cara. korupsi hanya dapat dihapuskan dari kehidupan kita secara berangsur-angsur. mengindikasikan semakin jauhnya nilai-nilai pendidikan kejujuran. Editorial Media Indonesia. manipulatif. Kompas.lulus artinya suram bahkan gelap nasibnya di kemudian hari. “Ujian Nasional Yang Menghakimi”. pendidikan untuk membasmi korupsi sebaiknya berupa persilangan (Intersection) antara pendidikan watak dan pendidikan kewarganegaraan. pemberian jawaban via sms. apalagi jika dibenturkan lagi dengan tujuan pendidikan nasional. Berbagai kecurangan yang menyeruak ke permukaan dalam pelaksanaan ujian nasional 2007187. Kedua. kolutif. penempelan kunci jawaban di kamar mandi. 21.186 Dengan adanya kepercayaan yang seperti inilah akhirnya masyarakat tidak mampu untuk melawan. Dan juga berupa instruksi kepala dinas pendidikan untuk membocorkan soal dan siswa pandai yang ditunjuk menukar jawaban kepada teman-teman seruangan. Bagai pungguk merindukan bulan!. Hal ini berimbas pada munculnya para generasi muda yang tidak jujur. pencurian bahan ujian oleh salah satu kepala sekolah di Ngawi. Berbagai bentuk kecurangan itu antara lain: pemberian jawaban oleh guru. dan Isu Kecurangan Merebak Di Mana-mana. bisa dilakukan dalam ujian. Tujuan pendidikan yang menginginkan adanya perubahan perilaku pada peserta didik mustahil tercapai. 187 186 . Ketiga. Padahal pendidikan watak merupakan hal yang sangat penting untuk menyelesaikan degradasi moral negara ini. Kompas (Jakarta) 19 April 2007. “Pendidikan Anti Korupsi”. pendidikan untuk mengurangi korupsi harus berupa pendidikan nilai. 17. Menurut Mochtar Buchori188 ada tiga gagasan mengenai pendidikan anti korupsi. 21 April 2007. Ketidakberdayaan masyarakat ini dikarenakan adanya sistem yang bermain yaitu berupa kebijakan dari negara yang harus mereka taati. 188 Muchtar Buchori. 19 April 2007.

Lambat laun kondisi seperti ini akan menjadi sebuah life style (gaya hidup). Semisal keinginan kita untuk mendapatkan berbagai informasi telah disediakan oleh teknologi yang namanya internet.Fenomena ini juga dapat dipahami sebagai sebuah dampak dari pengaruh ruang dan waktu yang dilipat/pelipatan ruang dan waktu. dan segera/instan. 12. Kompas. 16 Mei 2007. Ujian nasional alih-alih sebagai kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan justru telah menihilisasi budaya belajar. indikatornya berupa keinginan manusia untuk melakukan segala sesuatu dengan cepat/instan. . Kelanjutan dari fenomena ini adalah terciptanya generasi yang suka menghalalkan segala cara. Adapun cara yang belajar dengan drill soal. Cara belajar ini tidak menuntut eksplorasi cipta.189 189 Fathurrofiq. sikap menghalalkan segala cara demi tujuan lulus ujian. try out. Pendapat Koentjoroningrat tentang mentalitas menerabas dan budaya instan bangsa terasa terjadi sudah. yang berarti kemudahan yang luar biasa. Implikasinya. Maka dalam hal kecurangan ujian ini para siswa enggan untuk berusaha dan berkeinginan untuk mendapatkan hasil yang secepatnya (lulus) tanpa jerih payah. kompetensi dan kecerdasan dalam menguasai ilmu pengetahuan hanya diukur dari kemampuan memilih jawaban secara cepat dan tepat untuk mendapatkan skor tertinggi. “Nihilisasi Budaya Belajar”. kita bisa mengaksesnya kapanpun dan dimanapun kita suka. rasa dan karsa anak didik terhadap substansi kompetensi ilmu pengetahuan. Jika dalam sisi sosiologis. Kecurangan dakam ujian nasional terasa sekali menunjukkan mentalitas menerabas. grusa-grusu. menghafal soal dan trik-trik mengerjakan soal obyektif menunjukkan sikap instan dalam penguasaan ilmu pengetahuan.

Ada pesta coratcoret.191Kita patut bertanya. berakhlak mulia. inikah hasil proses pembelajaran di negeri ini? Kejadian lainnya yang juga mengiringi pengumuman kelulusan adalah berita gantung diri siswi bernama Endang Lestari (Siswi SMPN 1 Kerjo kabupaten Karang Anyar Jawa Tengah) karena tidak lulus ujian nasional. Di Surabaya misalnya. Jawa Pos (Surabaya). Siswa Gantung Diri. sudah tidak ada lagi sekolah yang tidak lulus 100 persen. 13 Juni 2007 Lulus. Sedangkan untuk SMA swasta. Di Samarinda. ada siswa yang hanya mengenakan celana dalam dalam aksinya. perlakuan yang tak senonohpun terjadi. Persentase kelulusan baik di tingkat SMP/sederajat dan SMA/sederajat memang lebih baik dari tahun kemarin. . bahkan ada yang meneruskannnya dengan aksi “raba” pada siswi yang terjaring “operasinya”. 24.192Hal ini semakin membuat miris harapan kita menciptakan generasi yang cerdas. 17 Juni 2007 192 Tidak Lulus UN.190Namun yang menjadi permasalahan adalah “pesta kelulusan” yang dilakukan sangat tidak mencerminkan manusia yang terdidik. bahkan di Bojonegoro selain berkonvoi. para siswa yang lulus ujian disiram dengan air comberan oleh warga. Terdapat hanya 6 sekolah dari 22 sekolah SMA negeri di Surabaya yang terdapat siswa tidak lulus. ada konvoi sepeda motor. Jawa Pos (Samarinda). Disiram dan Diraba. 190 191 Masih Ada Konvoi Di Jalanan. beriman dan bertaqwa kepada tuhan dan tujuan lainnya yang terdapat dalam tujuan pendidikan nasional. 25 Juni 2007. terdapat 10 SMA awasta yang siswanya tidak lulus. Kompas (Karanganyar). dari 137 sekolah yang ada.18.

193 Sebagai salah satu bagian dari proses evaluasi. dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan. jenjang. MIMPI PENDIDIKAN BERMUTU Pelaksanaan ujian nasional 2007 ini merupakan bagian dari proses evaluasi pendidikan. penjaminan. maka hasil dari ujian nasional 2007 tentu saja tidak dapat dijadikan sebagai penjamin mutu pendidikan secara 193 Peraturan Pemerintah No 19 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan .B. Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian. dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur.

Unsur–unsur pimpinan mendorong guru dan staf untuk mencapai tujuan akhir organisasi yaitu penyempurnaan yanag berkelanjutan. pengawas. seseorang mengukur keberhasilannya dari keberhasilan orang– orang (semua anggota) dalam organisasi. Tiap orang bertanggung jawab menghilangkan hambatan yang mencegah performansi yang tinggi. Learning to Be dan d). 14-15. Perencanaan. maka dibutuhkan sesuatu yang berguna agar dana sebanyak itu tidak sia-sia. meliputi: 1. Berorientasi siswa 4. nyaman. Imbal jasa 194 . Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengan . b). Tugas majelis sekolah. Kebijakan mutu dan harapan 2. Pembelajaran. Pengelolaan tenaga yang efektif. Sistem naik kelas sampai batas tertentu dapat menjadi hambatan untuk mencapai mutu secara optimal.Learning to Know. maka sekolah efektif merupakan isinya.(Nana Syaodih Sukmadinata et al. d) Dalam piramida kepemimpinan mutu. majelis sekolah. Lingkungan “aman. dan administrator memberikan fokus serta pengarahan terhadap sekolah.nasional. Manejemen peningkatan mutu pendidikan merupakan wadah atau kerangkanya. manusiawi” 4. meliputi: a). perencanaan. Untuk mencapai visi mutu dalam pendidikan. semua unsur dalam organisasi sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas. maka sejumlah karakteristik dari sekolah efektif (efektif school). Manajemen peningkatan mutu pendidikan memiliki karakteristik yang perlu dipahami oleh pendidikan (sekolah) yang akan menerapkannya. jika sekolah ingin sukses dalam menerapkannya. Visi mengarahkan orang pada tujuan yang akan dicapai. In put. c) Perbaikan mutu berkelanjutan.Refika Aditama.197 Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apa gunanya Ujian Nasional?. g) Tiap orang ingin menjadi orang yang unggul. Proses 1. Pengembangan. Semua orang dalam piramida kepemimpinan mutu adalah pemimpin. Kepemimpinan Untuk menerapkan program mutu dalam pendidikan. b) Tanggung jawab berbagi. Perangkat atau karakter peningkatan mutu pendidikan tersebut adalah sebagai berikut : a. mengingat ada berbagai komponen lain yang harus dipenuhi.( Bandung: PT. b). Dengan kata lain. Semisal kepemimpinan194. Manajemen (pembagian tugas. c). Penilaian dan d). 195 Manajemen. Tantangan utama untuk pendidikan bermutu adalah menghilangkan hambatan–hambatan organisasional yang menghambat orang untuk berhasil. Kepemimpinan yang kuat atau demokratis a) kemampuan manajerial b) kemampuan memobilisasi c) memiliki otonomi luas 3. Learning to Do. Kepemimpinen demikian berpegang pada prinsip – prinsip sebagai berikut : a) Dalam kepemimpinan mutu. berorientasi pada: a). efisiensi b. diperlukan kepemimpinan yang berorientasi pada mutu. kendali mutu. pengawas dan administrator harus menyediakan bahan serta alat–alat (resources) yag dibutuhkan guru dan staf e) Peran guru dan staf. manajemen195. Sebagai salah satu program dari pemerintah yang menghabiskan dana kurang lebih 250 Milyar.Learning to Life Together 2. 2006). guru196 dan kurikulum. guru harus menanamkan visi pendidikan kepada siswa f) Sebagai pemimpin mutu. Sumber daya (kesediaan masyarakat) 3. c).

ketulusan.(Jakarta: PT. bisa menggunakan sistem 5. toleransi. pendidikan dasar. Spektrum Problematika Pendidikan DiIndonesia. silaturrahmi dan lain–lain. (UU Sistem Pendidikan Nasional 2003 bab. Out put 1. Muchtar Buchory. Memiliki budaya mutu (kerja sama. yang akan dapat memperbaiki situasi pendidikan kita adalah para guru yang sehari–hari bekerja dilapangan. 4) Hubungan guru denagn murid – muridnya. mau berubah. Sebaliknya. solidaritas. merasa memiliki. guru kita benar–benar menentukan nasib pendidikan kita. kesenian. disiplin. maka pekerjaan mereka akan menjadi lebih ringan. Sedangkan dua faktor yang terakhir merupakan persoalan–persoalan yang dapat diselesaikan oleh para guru sendiri. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. kepramukaan. menilai. Lomba karya ilmiah. Tiara Wacana. Memiliki akuntabilitas a) Laporan prestasi b) Respon atau tanggapan masyarakat c. kerapian/ketertiban. (Jogjakarta: PT. kerajinan. kebersihan. Depdiknas atau Diknas Provinsi bisa memberikan bantuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang bersangkutan. dari guru TK sampai Guru Besar. terbuka) 6. Prestasi non Akademis : Olah raga. 2004). (UU tentang guru dan Dosen Bab Ketentuan Umum. Kelima faktor tersebut ialah : 1) Jenis kewenangan ( Authority ) yang benar – benar diserahkan pada guru 2) Kualitas atasan yang mengawasi dan mengontrol perilaku guru 3) Kebebasan yang diberikan kepada guru. Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa .) . namun fungsinya bukan menjadi penentu kelulusan siswa akan tetapi menjadi alat pemetaan daerah yang tingkat kompetensinya masih rendah. mengajar.(Abdul Rahman Saleh. Taraf Serap.Pelaksanaan ujian nasional dapat terus dilaksanakan. 1994). tahun ke tahun. Dengan demikian. lomba keagamaan 2. baik didalam maupun diluar kelas. mau meningkatkan diri. 90-91 197 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. serta kualitas pekerjaan merekapun akan menurun. mengarahkan.Raja Grafindo. cerdas. dan pendidikan menengah. Ketentuan umum pasal 1. melatih. 5) Pengetahuan guru tentang dirinya sendiri dan kepercayaan terhadap diri sendiri Kita lihat bahwa faktor pertama merupakan persoalan–persoalan yang terletak pada daerah kekuasaan birokrasi pendidikan. dinamis) 7. isi. membimbing. Guru–guru dapat disamakan dengan pasukan tempur yang menentukan kemenangan atau kekalahan dalam peperanagn. Para birokrat pendidiakan dalam pandangan sebenarnya adalah semata–mata pendukung bagi guru atau prajurit lapangan ini. Maka tugas gurupun menjadi lebih berat. maka birokrasi pendidikan justru memberikan beban tambahan kepada para guru. Para ahli pendidikan mengatakan ada lima faktor yang sangat mempengaruhi kualitas perilaku guru dalam melaksanakan tugasnya. adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. Tim kerja (kompak. Prestasi akdemis : Nem. Partisipasi masyarakat yang tinggi 8. Melelui tindakan hari ke hari. pasal 1) Menurut pendapat ahli pendidikan. Kalau birokrasi pendidikan benar-benar mendukung para guru. kalau melalui tindakan–tindakan birokrasi tertentu. bulan ke bulan. Untuk mengukur standar kompetensi siswa.20-21 196 Guru. STTB. dan mengevaluasi peserta didik pada pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal.

masih banyak bangunan sekolah yang rusak. kemudian hitung persentase kelulusannya. yakni telah mengebiri hakikat pendidikan dan pendangkalan tradisi intelektual.200dan sarana prasarana yang terbatas dan tidak akan mungkin dapat mengikuti standar ujian secara nasional (Jakarta). Rosyid. Kompas (Tulungagung). Akhirnya. ujian nasional harus direformulasi lagi agar lebih berguna dalam proses pendidikan di negara ini. Jawa Pos (Surabaya).”. maka kita mengenal adanya istilah “Dar’ul Mafaasid Muqoddamun ‘Ala Jalbil Mashoolih/menghindari kemadhorotan itu didahulukan dari pada melakukan kebaikan.sampling. asuh dan asah yang dikembangkan oleh Ki Hajar Dewantara niscaya aktual kembali di tengah tantangan global dan terpelantingnya Siswa Hanya Mengejar Angka Kelulusan.Rosyid.198Selanjutnya mengenai kelulusan siswa sebaiknya diserahkan kepada guru mata pelajaran sebagai indikator kompetensi siswa. Misalnya. 2007 dan Siswa Kelas III dan IV di Papua Barat Belajar Berjejalan dalam Satu Ruangan. 12. 11 April 2007 199 Ibid. menyeluruh. 198 . Selain itu. satuan pendidikan dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala. Artinya. Oleh karena itu. kesiapan daerah dalam menghadapi ujian nasional masih timpang. Siswa Hanya Mengejar Angka Kelulusan. Namun ada banyak kemadhorotan dalam pelaksanaannya. Papua). Prinsip asih. kemajuan dan perbaikan hasil belaajr peserta didik secar berkesinambungan” dan ayat (2) yang berbunyi: “Evaluasi peserta didik. pelaksanaan ujian nasional 2007 memang suatu perbuatan yang baik. ambil sampel ujian dari wilayah sabang sampai merauke. Kompas (Teluk Wondama. wawancara dengan Daniel M. wawancara dengan Daniel M. berbagai kecurangan yang muncul. besaran dana yang dikeluarkan dan sebagainya. transparan dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan” 200 120 gedung SD di Tulungagung Rusak.199 Kalau permasalahan ini dihubungkan dengan kaidah ushul Fiqh. 2 Juni 2007. berbagai anomali pendidikan perlu diurai dengan dengan kembali pada semangat dasar pendidikan yang berorientasi pada anak dengan menempatkannya sebagai bagian dunia global. Selain itu hal ini sesuai dengan UU Sisdiknas Pasal 58 ayat (I) yang berbunyi “Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses.

Tiga pilar menjadi acuan kebijakan yang membebaskan dan pendagogis. Kompas (Jakarta).simplifikasi praksis (praktik dan refleksi) pendidikan yang beraroma politik kekuasaan. .201 201 Anomali Dunia Pendidikan. 2 Mei 2007. Tajuk Rencana. belajar untuk berbuat. dan belajar untuk hidup bersama. yakni mengembangkan peserta didik belajar untuk tahu. 6.

mencari perlindungan dan pertolongan eskatologis yang diyakini dapat membalikkan keadaan. My Team. 1. “Memelihara Asa”. berbagai keresahan sosial (Social Unrest) karena bertubi-tubinya impitan sosial. maka akan semakin sulit kita lepas dari belitan krisis multidimensi. Kegiatan yang sama juga dilakukan oleh mantan penjaga 203 202 . dapat menimbulkan perlawanan bahkan “pemberontakan” terhadap otoritas politik yang dianggap membuat keadaan kian sulit. daripada yang sangat sulit menjadi lebih baik. Di tengah kondisi bangsa yang carut marut seperti saat ini.merupakan salah satu program di salah satu televisi Swasta yang mengumpulkan para pemain bola di seluruh nusantara untuk diseleksi menjadi sebuah tim sepak bola. karena tanpa adanya asa untuk memperbaiki bangsa. ekonomi. Fenomena kekinian yang merepresentasikan dari gejala yang pertama adalah semakin banyaknya tindakan-tindakan masyarakat sebagai bentuk distrust kepada pemerintah (otoritas politik/negara). dan politik sangat berpotensi memunculkan gerakan-gerakan lanjutan tidak kondusif lainnya. Setiap sendi kehidupan bangsa saling kait mengait antara satu dengan yang lain. Isu tentangnya terus bergulir seiring dengan berjalannya waktu. satuan Azsumardi Azra. kita dituntut untuk dapat melepaskan berbagai ego kepentingan untuk memformat pendidikan masa depan. FORMAT PENDIDIKAN MASA DEPAN Membicarakan pendidikan serasa tiada habisnya. Pertama. semisal: adanya program My Team203. Perbincangan mengenai pendidikan tentu tidak dapat kita pisahkan dengan kondisi bangsa secara keseluruhan. Para pemimpin diharapkan mampu memotivasi rakyatnya untuk tetap mempertahankan asa dalam diri. 13 Maret 2007. Bila dibaca secara cermat. Kompas (Jakarta). Penelitian mengenai gerakan sosial (Social Movement) di Indonesia yang dilakukan oleh sejarawan Sartono Kartodirdjo202 menunjukkan. Kedua.C. program ini merupakan bagian dari kekecewaan dan ketidakpercayaan (distrust) masyarakat terhadap pemerintah (dalam hal ini PSSI sebagai pemegang otoritas persepakbolaan nasional) dikarenakan terpuruknya prestasi persepakbolaan nasional.

ada Satgas PDI-P. bukan sebaliknya. Berbagai fenomena di atas. sekolah alternatif Qoryah Toyyibah. Front Pembela Islam205. Kalibening Salatiga Jawa tengah. 5 Mei 2007) . Fenomena sekolah alternatif ini menurut Daniel Rasyid disebabkan potret sekolah yang suram. banyak terjadi ”bullying”. pemerintah membangun persepsi. namun hanya tertarik untuk “menyelesaikan kurikulum” secapat mungkin. Pemuda Pancasila. tidak jarang mereka juga melakukan pengrusakan. anak dipaksa menyesuaikan jadwal dan kurikulum. mereka terlibat bentrok dengan Forum Keluarga Besar Betawi yang memperebutkan lahan parkir. Lebih Asyik Tanpa UAN. makalah disampaikan pada seminar nasional “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya. Peristiwa ini mengakibatkan tewasnya dua anggota FBR. ancaman peredaran narkotika di sekitar sekolah. tapi berorientasi birokratik. Dalam melaksanakan operasinya. sistem persekolahan saat ini amat kaku. 204 Di NU kita kenal Banser (Barisan Serbaguna). sekolah tidak ramah anak. yang telah dapat menerbitkan buku semisal. 206 Organisasi ini merupakan organisasi etnis Betawi yang beroperasi di Jakarta. “Deschooling: Memastikan Hak Anak atas Pendidikan”. dikarenakan: sekolah merupakan sumber pungutan (liar) yang tidak dipertanggungjawabkan dengan baik. Garda Bangsa. Mereka banyak beroperasi pada wilayah perparkiran di ibu kota. sekolah gagal menjadi agen perubahan. semisal dengan adanya berbagai sekolah alternatif207 seperti mulai gawang tim nasional era 1980-an Rony Pasla yang mendidik generasi muda pecinta sepak bola. Forum Betawi Rembug/FBR206 dan sebagainya).petugas pengamanan (pengawal pribadi/Bodyguard. tidak sesuai dengan kebutuhan anak yang beragam dan khas. sekolah seolah-olah memonopoli pendidikan. 207 Contoh konkrit pelaksanaan sekolah alternatif antara lain: sekolah Jorank Doank binaan artis Dik Doank. Beberapa waktu lalu. guru banyak bermental “pegawai” gajian. tidak bisa menjadi contoh manusia kreatif. Barisan Pemuda Ka’bah dan sebagainya. (Daniel Mohammad Rosyid. seolah-oleh satu-satunya tempat belajar hanyalah sekolah. apalagi sekolah menjanjikan ijazah. seperti ketika mereka menyerbu kantor majalah Play Boy Indonesia. model pembelajarannya masih berpusat pada guru. ternyata juga telah merasuk ke dalam dunia pendidikan. guru tidak tertarik dengan bakat dan minat anak didik. 205 Organisasi di bawah komando Habib Rizieq ini sering melakukan sweeping terhadap tempattempat hiburan malam di Jabotabek. satuan petugas (satgas) masingmasing partai politik dan ormas204. guru dan kepala sekolah tidak berorientasi ke siswa sebagai konsumen.

e).(Fathurofiq. Belum optimalnya peningkatan pembinaan sekolah menengah kejuruan dan h). Itu hanya bisa tercapai bila sistem pendidikan nasional tidak semata berorientasi pada penjenjangan vertikal. E) 209 Syair Iwan Fals dalam “Rubah” (Album 50:50) bunyi lengkapnya adalah “Pendidikan adalah anak tiri yang kesepian. Presentasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur disampaikan pada diskusi publik “Perlindungan Dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara Dalam Belitan Neoliberalisme ” Kampus Sastra Unair Surabaya. b). seragam. Di samping itu. 23 Januari 2007. dan kurikulum yang berbeda dari kaidah formal. Homeschooling harus dikembalikan pada prakarsa. sebaliknya. Kompas (Surabaya).”Hal ini bermakna pendidikan masih diabaikan oleh pemegang kebijakan. di Jawa Timur misalnya.209 Tantangan terbesar pendidikan nasional adalah menghasilkan anak didik yang yang mampu mengelola kehidupannya secara mandiri.208Melihat kondisi pendidikan kita seperti ini. Belum meratanya kesempatan memperoleh pendidikan untuk anak usia dini. f).anak dengan bakat dan keunggulan seperti: atlet.Banyaknya gedung sekolah/madrasah yang rusak berat. sikap pro aktif. dan kemandirian masyarakat. ada dua hal pokok yang harus diperhatikan dalam fenomena isu Homeschooling. Kompas (Jakarta). tetapi pada ekspansi horizontal berupa hadirnya pilihan lembaga pendidikan yang mengelola Fenomena Homeshooling bisa dilihat dalam dua sisi. komunitas seperti ini sangat memahami prinsip multikecerdasan. Belum optimalnya pemahaman kebudayaan di lingkungan peserta didik (Ibid. g). meliputi: a). pekerja anak. Kedua. Sekolah yang berencana membuka program Homeschooling sebatas menfasilitasi penyediaan guru dan menawarkan kurikulumnya tanpa harus ada ikatan-ikatan institusional seketat sekolah formal. (“Sekolah-Rumah Perlu Pengakuan Negara”. c). Keluarga seperti ini memilih persekolahan di rumah sebagai jawaban atas sulitnya membebaskan sekolah formal dari praktik pengekangan terhadap hak tumbuh kembang anak secara wajar. Masih banyaknya warga masyarakat yang buta huruf. Pertama. “Relevankah “Homeschooling” di Jawa Timur?”. Bertolak dari titik ini. Masih rendahnya kualitas pendidikan. penyanyi anak. Kedua. program Homeschooling adalah untuk melayani kemandirian masyarakat dalam memilih pendidikan. Jelasnya. anak suku terasing. negara mengeluarkan kebijakan yang mendatangkan pro kontra dan keresahan di masyarakat semacam Ujian nasional. Pertama. Masih rendahnya kualitas guru sesuai dengan tuntutan undang-undang no 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. d). merupakan wujud ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara dalam hal pelaksanaan pendidikan. 5 Mei 2007 208 . Homeschooling yang memiliki fleksibilitas lebih luas memungkinkan dikembangkan untuk memfasilitasi pendidikan anak-anak bermasalah. 10 Januari 2007) Menurut Fathurrofiq. serta orang dewasa penyandang buta aksara yang sibuk dengan urusan pekerjaan rumah dan rumah tangga. Belum tuntasnya wajib belajar 9 tahun. ada banyak permasalahan pendidikan yang sangat urgent untuk dicarikan solusinya. menempatkannya sebagai anak tiri yang kesepian. tanpa terjebak aspek akademik semata.maraknya Home Schooling. Tempat belajar dan jam belaajr diatur dengan kesepakatan pengajar dan peserta ajar. Dengan demikian. Padahal masih banyak permasalahan pendidikan yang harus diprioritaskan. Homeschooling muncul karena kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang besemangat pencerdasan tanpa terikat dengan kaidah formal sekolah. yaitu: jam belaajr. anak jalanan. Alih-alih mengeluarkan kebijakan yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat kita. upaya peningkatan mutu pendidikan entah dengan ujian nasional atau tidak haruslah bermuara pada keluaran membangkitkan harapan pada si anak didik. tata tertib. Homeschooling yang tumbuh kembang di kalangan masyarakat kelas menengah ke atas yang memahami falsafah pendidikan dalam konteks pencerahan dan pembebasan.

Regenarasi bangsa tidak cukup hanya lewat beranak cucu. “Kerdil dan Lembek”. 6 211 210 . maka terjadilah regenerasi bangsa. Untuk mewujudkannya. ia menghargai yang dipelajari. Dengan demikian. sehingga keluaran seleksi pendidikan nantinya tidak menghasilkan mereka yang lulus atau tidak lulus. 15 212 Ibid. Kompas (Jakarta). Jika pendidikan berhasil melahirkan manusia Indonesia mencapai masa kritis yang mampu memberi arah perkembangan bangsa. 24 Februari 2007. Sebuah bangsa bertahan melebihi satu generasi karena identitas diri yang ditopang kontinuitas nilai dan visinya. Sebagai makhluk dengan tubuh dan jiwa. Yonky Karman. yaitu pada orientasi nilai dan Orientasi proses. bukan mematikan. 15 atau dalam kesempatan lain ia menyebutkan istilah Munafik bagi bangsa ini. kita merupakan bangsa yang mudah terbawa arus. ”Pendidikan dan Regenerasi Bangsa”. muncul komitmen pribadi untuk melakukan yang sudah dihargai itu. “Bangsa Tujuh Huruf”. tetapi anak-anak didik yang mengetahui kemana ia melanjutkan pendidikannya demi kehidupan. regenerasi bisa dibedakan antara perkembangbiakan fisik (Physical Propagation) dan Spiritual (Spiritual Propagation). Kompas. Ia tidak boleh hanya berpihak kepada yang pintar dan lulus. tidak percaya diri yang dalam bahasa Budiarto Shambazy diistilahkan dengan “Microsoft”. apa yang yang diyakini sebagai baik dilakukan secara konsisten tanpa Ibid. Lalu. Budiarto Shambazy. Setelah pelajar mengerti sesuatu. yang berarti Kerdil (Mikro) dan lembek (Soft). 9 Desember 2006. tetapi mengabdi kepada yang kalah dan gagal. 19 April 2007 Harus diakui. Kompas (Jakarta). Orientasi nilai. tetapi juga lewat penerusan nilai dan visi.212 Pertama. Editorial Media Indonesia (Jakarta).210 Pendidikan di Indonesia seharusnya mengubah mentalitas dan mengeluarkan bangsa dari keterbelakangan211. Salah satu parameter keberhasilan program pembelajaran adalah internalisasi nilai dalam beberapa tahap (kognitif-afektif-konatif-praktek). pendidikan harus menekankan pada dua hal. Akhirnya. Budiarto Shambazy.keterampilan. pendidikan harus menjadi instrumen yang menghidupkan. “Ujian Nasional Yang Menghakimi”. 12 Mei 2007.

tidak akan bertatap muka mereka itu. tetapi kegiatan berbagi pengetahuan sekaligus ketidaktahuan.hambatan internal (misalnya. pendidikan melahirkan jiwa baru. Tekanan pembelajaran bukan hanya kecerdasan intelektual. Guru hanya fasilitator dan pendamping murid. tetapi juga perkembangbiakan nilai. Proses pembelajaran dilakukan dalam suasana berbagai di antara guru dan murid. 214 Y. rasa takut) dan eksternal (misalnya tekanan dari orang lain). Kedua. yaitu tahu. Benedict Anderson.2002). Jiwa bangsa diteruskan saat generasi pengajar mentransfer nilai kepada generasi pelajar yang nantinya bertumbuh menjadi generasi pengajar yang baru. pusat dan fokus pendidikan. INSIST & Pustaka Pelajar. 213 . 2 Desember 2006. 6. Bangsa adalah sesuatu yang terbayang karena para anggota bangsa terkecil sekalipun tidak bakal tahu dan takkan kenal sebagian besar anggota lain. (Yogyakarta. Maka mengajar bukan hanya transfer nilai pengetahuan. tetapi juga kecerdasan yang komprehensif. segala apa yang kita lakukan adalah bagian dari rasa cinta kita kepada bangsa213 dan negara. Orientasi Proses. Suatu bangsa mengada tatkala sejumlah orang (jumlah yang cukup besar) dalam suatu masyarakat menganggap diri mereka (membayangkan diri mereka) membentuk sebuah nasion. atau berperilaku seolah mereka telah membentuk sebuah bangsa. peduli. tanggungjawab dan respek. Kompas (Jakarta). Cinta menurut Erich Fromm dalam The Art Of Loving mengandung empat syarat. Pembelajaran seperti ini menempatkan pelajar sebagai subyek. Intisari sebuah bangsa adalah bahwa di dalamnya setiap individu memiliki anyak hal yang menjadi kepunyaan bersama (contoh: setiap orang Indonesia memiliki keindonesiaan yang sekaligus menjadi kepunyaaan bersama bangsa Indonesia) dan sekaligus melupakan banyak hal lain yang menjadi kepunyaan bersama. bahkan mungkin tidak pula pernah mendengar tentang mereka. Bukan hanya transfer pengetahuan atau pembekalan keterampilan. Akhirnya.F La Kahija. Maka.214 Bangsa atau nasion: ia adalah komunitas politis dan dibayangkan sebagai sesuatu yang bersifat terbatas secara inheren sekaligus berkedaulatan. Imagined Communities KomunitasKomunitas Terbayang. Terj. “Mencintai Kearifan Lokal”. 8.

yaitu bahasa Indonesia. Sebagai alat kelengkapan pengawasan Ujian Nasional 2007. kurikulum 2006 dan standar isi. tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2006/2007. bahasa Inggris dan matematika/ekonomi/bahasa asing lainnya. Mengenai mekanisme pelaksanaan ujian nasional 2007 ini disandarkan pada beberapa ketetapan hukum sebagai landasan yuridis formal pelaksanaannya. Depdiknas juga bekerjasama dengan perguruan tinggi se-Indonesia untuk turut serta mengawasi pelaksanaan Ujian Nasional 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 45 Tahun 2006. Tim pengawas perguruan tinggi . yaitu sebagai berikut: 1. Dasar pemikiran pelaksanaan ujian nasional yang menguji kemampuan siswa dengan standar nasional pada tiga mata pelajaran . Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.BAB V PENUTUP Setelah membahas mengenai landasan teori dan menganalisisnya. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Mengenai isi materi soalnya merupakan kolaborasi dari kurikulum 2004. maka pada bab V atau bab penutup ini akan disajikan jawaban atas rumusan masalah yang terdapat pada bab I. yaitu: Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

or a nostalgia. Halini merupakan bagian dari tanggungjawab pemerintah/negara sebagaimana tercantum pada pembukaan UUD 1945. Hegemoni bukanlah hubungan dominasi dengan menggunakan kekuasaan. Masih ada proses lain yang dijalankan yakni dengan metode Ideological State Apparatuse dan Ideological State Apparatuse. Langkah awal untuk menjalankan hegemoni adalah dengan membentuk aliansi dengan konsensus sebagai landasan geraknya. rather than describing a reality” benarbenar dijalankan. hegemoni dapat dilaksanakan dengan bantuan para intelektual organik. Peran negara dalam dunia pendidikan menempatkannya pada posisi yang sangat menentukan. selain itu. Keinginan untuk lulus dan harapan untuk mendapatkan hidup . Terbukti dengan beberapa peraturan yang dikeluarkan sebagai landasan hukum pelaksanaan ujian nasional 2007. Depdiknas juga bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk ikut serta dalam rangka mensukseskan pelaksanaan Ujian Nasional 2007 2. Penguasaan dengan hegemoni saja tidak cukup. Tingkat Kabupaten/Kota dan Tingkat Sekolah Tidak hanya cukup disini saja proses pengamanan yang dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai hal yang tidak diinginkan.tergabung dalam Tim Pemantau Independen (TPI) di Tingkat Provinsi. Dalam hal ideologi yang secara sederhana berarti “Expresses a will. a hope. Jika dilihat dari analisis hegemoni maka tindakan yang dilakukan pemerintah merupakan salah satu bentuknya. Mengenai peran negara dalam pelaksanaan ujian nasional 2007 memang sangat dominan sekali. melainkan hubungan persetujuan dengan menggunakan kepemimpinan politik dan ideologi.

syarat-syarat kelulusan dan sebagainya yang secara tidak sadar merupakan paksaan kepada warga negaranya. negara atau pemerintah menggunakan berbagai undang-undang yang mengatur pelaksanaan ujian nasional 2007.yang lebih baik dengan lulus Ujian nasional benar-benar tertanam pada kesadaran masyarakat kita. kepala sekolah (pemimpin) dan managemen yang dilaksanakan. Jadi ujian nasional bisa dikatakan hanya sebagai bagian kecil dari proses peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. meliputi: kualitas guru. . Demikian akhir dari pembahasan skripsi ini. mengenai peningkatan mutu pendidikan dilihat dari sisi ujian nasional saja tidaklah mungkin. Mengingat mutu pendidikan tidak dapat dilihat hanya dari tingkat kelulusan siswa tetapi harus secara holistik. Selanjutnya. Hal ini juga dibumbuhi dengan nostalgia masa lalu yang menempatkan kita sebagi bangsa yang pernah berjaya di masa lampau. semoga dapat bermanfaat bagi usaha peningkatan mutu pendidikan di negara ini. Secara repressive. Terbukti dengan begitu antusisnya mereka mempersiapkan ujian nasional 2007.

dan Hasan Shadily. (Bandung. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. 2006) Bala. “Administrasi Pendidikan Pendidikan”.DAFTAR PUSTAKA Anderson. Sabtu. “Dasar-Dasar Evaluasi”. 21 April 2007 Daryanto. Moch. Psikoanalisis. “Re-Engineering Proses Pembelajaran” Kompas (Jakarta). (Jakarta. Kompas (Jakarta). Insist & Pustaka Pelajar. (Jakarta. 2005) Echols. cet. 2002) Althusser.2006) Arcaro Jerome S.2002) Aiken. Kompas (Jakarta). 13 Maret 2007 Baso. Pergolakan Pemikiran antara Fundamentalisme Islam dan Fundamentalisme Neo-Liberal”.III. Rineka Cipta. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta : Rineka Cipta. Idochi. Henry D. (Yogyakarta. IV. 1995) ________________. terj. Rineka Cipta. Terj. 9 Desember 2006 Azra. (Jogjakarta. (Jakarta. “Kamus bahasa Inggris-Indonesia”. “Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan”. Erlangga. Bumi Aksara. Cet. “Evaluasi Pendidikan”.XXIII. 2003) Dan Manajemen Biaya Arikunto. “Pendidikan Berbasis Mutu : Prinsip-Prinsip Perumusan dan Tata Laksana Penerapan”. Louis.III. Azyumardi. Benedict. Pustaka Pelajar. (Yogyakarta. 17 April 2007 Buchory. Muchtar. Suharsimi. Cultural Studies”.( PT. Alvabeta. Revisi. (Jakarta.cet. (Yogyakarta. cet. Tiara Wacana.1991) ________________. 2003 ) ________________. 1998) Advertorial. terj. Robert. PT. Ed. PT Gramedia. Imagined Communities Komunitas-Komunitas Terbayang. Yayasan Bentang Budaya. “NU STUDIES. “Abad Ideologi”. Bumi Aksara. Jala Sutra. “Memelihara Asa”. Ahmad. “Tentang Ideologi: Strukturalisme Marxis. Jogja:1994) _______________. (Jakarta. (Jakarta. John M. 2005 Anwar. “Pendidikan Anti Korupsi” Kompas (Jakarta). “Spektrum Problematika Pendidikan di Indonesia”. CV. Terj. 1996) .

Politik Pendidikan: Kebudayaan. “Etika Politik dan Kekuasaan”. “Ada UN Nggak Ada UN Sama Saja (Wujuduhu Ka Adamihi)”. Kompas (Surabaya).11 April 2007. Kompas (Jakarta). (Samarinda). Siswa Hanya Mengejar Angka Kelulusan. 13 Juni 2007. Kompas (Jakarta). Tuban. PT.II. Paulo. (Banyuwangi. makalah dalam seminar Nasional “UN sebagai pendongkrak atau perusak kualitas pendidikan” 10 Mei 2007 Jawa Pos (Surabaya). V. 11 April 2007 wawancara dengan Rosyid. Disiram dan Diraba” _________. 19 April 2007 Freire. Masdar. Cet. 2004) Hilmy. (Surabaya). “Mencintai Kearifan Lokal”. “Nihilisasi Budaya Belajar”. 17 Juni 2007. “Rekayasa Pendidikan Pasca UN”. 27 April 2007. “Siswa Dapat Bocoran” _________. Yonky. 7 Mei 2007 _________. Kompas (Jakarta). 12 Mei 2007 Koentjoroningrat. 23 Januari 2007 Haryatmoko. 1977) Kompas (Jakarta). 2 Desember 2006 Karman. (Jakarta). Kompas (Jakarta). Kompas Media Nusantara. Y. “Relevankah “Homeschooling” di Jawa Timur?”. Daniel M. Jakarta. “Menjamurnya Bimbingan Belajar” _________. Kekuasaan dan Pembebasan”. Metode-Metode Penelitian Masyarakat (Jakarta. 16 Mei 2007 _________. “Ujian Nasional Yang Menghakimi”. “Unas Jadi Lahan Bisnis menggiurkan” _________. “Nihilisasi Budaya Belajar”. (Yogyakarta. ReaD dan Pustaka Pelajar. (Surabaya) 27 April 2007. “Masih Ada Konvoi di Jalanan” _________. Terj.F La. “Siswa Dapat Bocoran” _________. 11 April 2007. Kahija. 16 Mei 2007 _________. “Lulus. Gramedia Pustaka Utama. Jombang). (Jakarta.Editorial Media Indonesia.2004) Fathurrofiq. Kompas (Jakarta). cet. ”Anggaran Pendidikan” . 18 Oktober 2006. ”Pendidikan dan Regenerasi Bangsa”. (Surabaya).

(Jakarta). (Jakarta). 1996) Mardialis. 2007 “120 gedung SD di Tulungagung Rusak. Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Reka Sarasin.”Voucher Pendidikan” _________. ”Depdiknas: Itu Amanat UU” _________. Arman Hakim. _________. 21 Februari 2007 .” _________. (Teluk Wondama. ”Voucher Pendidikan” _________. (Tulungagung). 3 November 2006. (Karanganyar). _________. 2 Juni 2007 Siswa Kelas III dan IV di Papua Barat Belajar Berjejalan dalam Satu Ruangan. ”Isu Kecurangan Merebak di Mana-mana” _________. Larrain. 12. 10 Januari 2007 “Sekolah-Rumah Perlu Pengakuan Negara”. “Harus Ada Perubahan Kebijakan. 27 September 2007. “Sekolah Andalkan Bimbingan Belajar” _________.. terj. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya. 1996) Moeloeng. (Surabaya). (Jakarta) 19 April 2007. (Yogyakarta. (Surabaya). (Jakarta). “Tidak Lulus UN. “Mendiknas Tolak Revisi PP SNP” _________. 25 Juni 2007. (Surabaya). Noeng. (Jakarta). “Bimbingan Tes Masuk Lewat “Tender”. 16 Maret 2007. Kompas (Jakarta). 27 Oktober 2006. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. Kunandar “UN dan Peningkatan Mutu Pendidikan” Kompas (Jakarta) 14 Mei 2007. “Konsep Ideologi”. Siswa Gantung Diri “ _________. 7 Maret 2007. 27 April 2007. (Jakarta) 20 Oktober 2006. 10 November 2006. “Ujian Nasional Harus Diperbaiki” _________. (Jakarta: Bumi Aksara. 27 April 2007. 1996) Nasution._________. (Jakarta). (Jakarta). “Logiskah Ajakan Tak Gelar UN?”. _________. Papua). Lexy J. “DPR Malah Berperan Menjadi Tukang Pos“ _________. Jorge. 1995) Muhadjir. LKPSM.

makalah disampaikan pada seminar nasional “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya. 5 Mei 2007 . Jalasutra.cet.II. LkiS. Gholia Indonesia. “Antonio Gramsci Negara dan Hegemoni”. Dahlan Al Barry. Pustaka Pelajar. (Jakarta: Bumi Aksara. Baskoro E. Metode Resourch. (Surabaya : Arkola. “Panduan Penulisan Skripsi” (Surabaya: IAIN Sunan Ampel Surabaya. Jalasutra. 25 Januari 2007 Naylul Izza. PT Remaja RosdaKarya.Kompas (Jakarta). WJS.Nandika. 2005) __________________. Minggu 6 Mei 2007 Poedjinoegroho. 1994) Panitia Penyusunan Panduan Penulisan Skripsi. Guntur”Jamaah Islamiyah dan Bahaya Ideologi”. ”Lebih Asyik Tanpa UN”. “Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan”. Nezar & Andi Arif. Pius A dan M. “Kamus Ilmiah Populer”. “Deschooling: Memastikan Hak Anak atas Pendidikan”. Moh. (Yogyakarta. ”Daniel Bell: Matinya Ideologi”. IndonesiaTera. et. “Transpolitika Dinamika Politik di dalam Era Virtualitas”. Rabu. Dodi “Perang Total Melawan Buta Aksara”Kompas (Jakarta). (Yogyakarta & Bandung. “Sekolah Mencabik-Cabik Nurani(Opini)” Kompas. “Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan”. 2007) Nasution. Yasraf Amir. Daniel Mohammad. 2 Mei 2007 Poerwodarminto. (Bandung. ( Yogyakarta. (Magelang. Metode Penelitian (Jakarta. 5 Mei 2007 Rosyid. 2001) Patria.1991) Nuswantoro.1998) Purwanto. 2004) Pengakuan Komunitas Air Mata Guru dalam acara Republik Mimpi di Metro TV. 2003) Piliang. (Yogyakarta.all.1996) Nazir. Kamus Umum Bahasa Indonesia. 2002) Romli. Ngalim MP. M. (Jakarta : Balai Pustaka 1982) Partanto.

24 Februari 2007 ________________. Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa. (Yogyakarta. Roger.Ritonga. (Jakarta. 27 Maret 2007 Syafiie. Nana Syaodih et. (Jakarta. “Ilmu Politik”. 2003) Sudijono. 1997) Saleh. 2004) Shambazy. Remaja Rosdakarya. RajaGrafindo Salamun. Rineka Cipta.Insist dan Pustaka Pelajar.Raja Grafindo.all. “Gagasan-gagasan Politik Gramsci”. 2000) Simon. Makalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur disampaikan dalam seminar nasional dengan tema ”UN Pendongkrak atau Perusak Kualitas Pendidikan” di Gedung Gema IAIN Sunan Ampel Surabaya. (Magelang . Hasta Mitra. “Politik Pendidikan” (Jakarta . Abdul Rahman. “MDGs dan Komitmen Pemerintah”.A. PT. “Bangsa Tujuh Huruf”.II.A. PT. Razali. Anas. H. M.. 1999) Sirozi. “Arok Dedes”. Pramoedya Ananta. Suatu Pengantar”. “Kekuasaan dan Pendidikan”. M. Kompas (Jakarta). (Bandung. Tilaar. Jum’at. (terj. Prinsip. (Surabaya) 16 Februari 2007 Surya. Yogyakarta. ”Pengantar Persada.”Voucher Diknas Beraroma KKN” Kompas (Jakarta).1994) Sukmadinata. RajaGrafindo Persada. Ace dan H. Kompas (Jakarta). (Bandung. PT.cet.I. 9 Desember 2006 Surya. “Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah (Konsep. Metodologi Penelitian Filsafat (Jakarta : PT.R. Refika Aditama. 10 Mei 2007 Sugita.1996) Evaluasi Pendidikan”. (Surabaya) 16 Februari 2007 Toer. Inu Kencana. 2002) Tilaar. Indonesia Tera. “Analisis Kebijakan Pendidikan. Budiarto.R. Dan Instrumen)”. 2003) . 2005) Suryadi. “Kerdil dan Lembek”. Raja Grafindo Persada. cet. (Jakarta: PT.. 3 November 2006 Sudarto. ”Berbagai Kelemahan Pelaksanaan Ujian Nasional 2007” Sutta Dharmasaputra.Basuki. Kompas (Jakarta).

(Yogyakarta.III. Ke-5 2003) Thoha. Kompas (Jakarta).Balai Pustaka Cet.net Tomatimasang. Roem. 2007 Warsono (Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya).2002) Tajuk Rencana. Rajagrafindo. M. 5 Mei 2007 . Pustaka Pelajar cet.1996) “Teknik Evaluasi Pendidikan”. “Carut-marut Ujian Nasional” www.II. Pustaka Merah Putih Yogyakarta cet. “Kamus Besar Bahasa Indonesia”. Sekolah Itu Candu.Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. (Jakarta. “Strategi Pendidikan Nasional Menghadapi Belitan Arus Neoliberalisasi” pada acara seminar “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya. 2 Mei 2007 Anomali Dunia Pendidikan Taufik. Chabib. PT UU Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen. (Jakarta. I.vhrmedia. M.cet.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful