UJIAN NASIONAL 2007; ANTARA KUASA NEGARA DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

SKRIPSI

Oleh : BUDI SANTOSO NIM. DO1303185

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA

FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Juli 2007

MOTTO “Curang demi demi keberhasilan itu boleh di Indonesia, bahwa pendidikan bukan soal kecerdasan, tetapi soal kelicinan menyelamatkan diri, bahwa guru yang baik bukan guru yang jujur tetapi guru yang menolong meski harus menghiainati hati nurani, bahwa pelajaran moral ituhanya teori saja, dalam hidup yang penting fleksibel tergantung situasi ” Denni B Saragih (Koordinator Komunitas Air Mata Guru diMedan) “Profesi guru adalah profesi akalbudi dan nurani. Maka dapat dikatakan, lembaga pendidikan adalah tempat unruk melatih peserta didik berpikir, mendengarkan dan mengasah nurani. Kenyataannya latihan mendengarkan atau mengasah nurani tidak pernah terjadi. Demi kehebatan akal budi, pesan nurani dilanggar saja. Nurani tidak pernah didengarkan” Baskoro Poedjinoegroho E

PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI
Skripsi oleh BUDI SANTOSO ini telah dipertahankan di depan tim penguji Skripsi. Surabaya, 1 Agustus 2007 Mengesahkan, Fakultas Tarbiyah Institus Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Dekan, Drs. Nur Hamim, M. Ag. NIP. Ketua, Drs. Adb.Kadir NIP. Sekretaris, Dra. Nur Hayati NIP. Penguji I, ……………………………………. NIP. Penguji II, ……………………………………

B. PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan dan Kegunaan Penelitian Definisi Operasional Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian 3. HALAMAN JUDUL PERSETUJUAN PEMBIMBING PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI MOTTO PERSEMBAHAN ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I A. Jenis Penelitian 2. Teknik Pembahasan F. Jenis Data 4. Sumber Data 5. E. Sistematika Pembahasan BAB II MEKANISME PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL 2007 .DAFTAR ISI Halaman. C. D.

Tujuan Evaluasi Pendidikan 3.A. B. Ujian Nasional 2007 dan Peningkatan Mutu Pendidikan BAB IV ANALISA DATA A. C. B. 2. 1. Prinsip Evaluasi B. Tentang Mutu Pendidikan 2. Refleksi Ujian Nasional 2007 Mimpi Pendidikan Bermutu . 4. b. Mekanisme Pelaksanaan Ujian Nasional 2007 Pro Kontra Ujian nasional 2007 KUASA NEGARA DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Kuasa Negara Sekilas Tentang Kekuasaan dan Negara Strategi Pelanggengan Kekuasaan oleh Negara Hegemoni IRA (IdeologicalState Apparatuses) dan RSA (Repressive State Negara dan Pendidikan Negara dan Ujian Nasional 2007 Peningkatan Mutu Pendidikan 1. Evaluasi 1. a. Fungsi Evaluasi Pendidikan 4. BAB III A. Apparatuses) 3. Pengertian Evaluasi Pendidikan 2.

Format Pendidikan Masa Depan PENUTUP Kesimpulan dan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN .C. BAB V A.

berilmu. Pendidikan yang dimaknai dengan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Jika proses pendidikan sudah diarahkan pada kepentingan sesaat. harus diakui merupakan gerbang terdepan dalam mencetak generasi penerus bangsa. kreatif. pengendalian diri. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. kuasa negara. cakap. Pertanyaannya sekarang adalah apakah dengan dilaksanakannya ujian nasional 2007 mutu pendidikan akan otomatis terangkat atau malah sebaliknya?. berakhlak mulia. evaluasi. serta keterampilan yang diperlukan dirinya.ABSTRAK Kata kunci: ujian nasional. pelaksanaan dan evaluasinya. Sebagai sebuah kebijakan negara.berarti kita mencetak generasigenerasi yang akan menghancurkan negara yang telah dengan susah payah dirintis oleh para Founding Fathers kita. Oleh karena itu diperlukan usaha yang sungguhsungguh dalam hal perencanaan. akhlak mulia. Dikatakan lebih terpuruk dikarenakan berbagai kecurangan yang terjadi pada pelaksanaan ujian nasional semakin menajauhkan tujuan dari pendidikan itu sendiri yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kita tentu tidak ingin kesucian makna dari pendidikan di atas ternodai oleh tindakan-tindakan yang mengotorinya. bangsa dan negara. kepentingan pribadi atau golongan. kecerdasan. Rakyat dipaksa untuk mengikuti segala kebijakan yang dikeluarkannya. dan mutu pendidikan Ujian nasional 2007 telah berlalu. kepribadian. masyarakat. maka setiap warga negara berkewajiban untuk mematuhinya. . sehat. Berbagai argumentasi baik yang pro ataupun yang kontra telah menyertainya. hal ini bisa dilihat sebagai bentuk penguasaan negara terhadap rakyat. Namun di sisi lain.

Kekayaannya tidak terbatas hanya pada kekayaan alamnya saja.000 pulau besar dan kecil harus diakui merupakan negara yang sangat kaya raya. Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka.1Dunia pendidikan sebagai garda depan dalam menciptakan generasi penerus bangsa ternyata masih memprihatinkan dan bahkan mengenaskan. negara kapulauan yang memiliki kurang lebih 17. di sisi lain. batin dan sebagainya.BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Indonesia. Poerwodarminto. sebagai tokoh pendidikan nasional telah memberikan inspirasi mengenai pembagian wilayah dari pendidikan itu sendiri WJS. Ilmu pengetahuan tentang mendidik dan Pemeliharaan badan. maka akan menghadirkan keanekaragaman yang indah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). cara) mendidik. berbagai perbedaan (Differences) jika tidak dapat diproduksi secara cermat dapat mendatangkan malapetaka yang dahsyat dan tak terperikan. agama dan budaya. Namun. 1982). Kekayaan-kekayaan ini jika dapat diproduksi dengan baik. diartikan sebagai : Perbuatan (hal. maka akar masalah dari permasalahan tersebut terletak pada dunia pendidikan. melainkan pada beragamnya suku. Ki Hajar Dewantara. bangsa. 250. 1 . Ketidakmampuan mengelola berbagai kekayaan alam ini salah satunya disebabkan karena ketidakmampuan dalam hal pengelolaan. Berbagai realitas di atas ternyata belum dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bila dirunut secara seksama.

889. scolae atau schola.5 2 3 Sekolah berarti : Bangunan atau lembaga untuk belajar dan memberi pelajaran. 5 Ibid. scola. scola. Itulah pula sebabnya. sebagai pengganti ayah dan ibu). sekolah merupakan turunan dari skhole. yang merupakan proses dan lembaga sosialisasi tertua umat manusia. Keempatnya memiliki arti sama yakni: waktu luang yang digunakan secara khusus utuk belajar. telah beralih sebagian dari fungsi Scola Maternal (pengasuhan ibu sampai usia tertentu {dalam term Ki Hajar Dewantara sebagai lingkungan keluarga}). 7 . Ke-5 2003). Sekolah Itu Candu (Yogyakarta: Pustaka Pelajar cet. Mereka menyebut kegiatan ini dengan skhole.yang kemudian di sebut dengan “Tri Pusat Pendidikan” yang meliputi : keluarga. scolae atau schola (bahasa Latin) yang secara harfiah berarti: waktu luang. 4 Ibid. mengapa lembaga pengasuhan ini kemudian biasa juga disebut “Ibu Asuh” atau “Ibu yang Memberikan Ilmu” (Alma Mater). orang-orang Yunani biasanya mengisi waktu luang mereka dengan cara mengunjungi suatu tempat atau sesorang pandai tertentu untuk mempertanyakan dan mempelajari hal-ikhwal yang mereka rasakan memang perlu dan butuh untuk mereka ketahui. Pada jaman dahulu. 5. menjadi Scola In Loco Parentis (lembaga pengasuhan anak pada waktu senggang diluar rumah. 6. sekolah dan masyarakat Sekolah2 sebagai kawah candradimuka dari proses penciptaan generasi penerus bangsa (setelah keluarga tentunya) ternyata belum mampu mencapai tujuan yang diharapkan. atau waktu senggang.Ibid. Roem Tomatimasang. Secara historis etimologis.3Penggunaan kata ini tentunya dilatarbelakangi oleh proses awal dari pelaksanaan sekolah itu sendiri.4 Sejak saat itulah.

9Kontroversi tentang UN ini memang sangat mengemuka. Disebutkan sekitar 14. Rabu. 9 Naylul Izza Et. Lebih Asyik Tanpa UN ”pengantar” (Yogyakarta : LkiS. ada beberapa kegelisahan yang menggelayut dibenak penulis.V. 7 UU Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen.6 Berbagai usaha memang telah dilakukan pemerintah.4 Triliun. Berbagai kebijakan pendidikan lainnya yang juga mendapatkan perhatian luas terkait dengan kekontroversialannya adalah Surat Keputusan No. 12.All. namun permasalahan ini bukan hanya persoalan tunggal yang dihadapi masyarakat di Indonesia. 39. anggaran pendidikan yang dialokasikan untuk dunia pendidikan pada tahun 2006 ternyata hanya mencapai 9. Pustaka Merah Putih Yogyakarta cet.1 % (sebesar Rp.Dari akar historis di atas. Kompas (Jakarta). 25 Januari 2007.8Ironis memang. 39 Triliun) dari total 20 % anggaran yang ada. I 2007 hal. Dodi Nandika. Di negara dengan jumlah rakyat terbesar ke tiga di dunia ini (setelah Cina dan India) masih banyak penduduknya yang tidak mempunyai kamampuan di bidang baca dan tulis alias masih buta huruf. Redaksi lengkapnya sebagai berikut : Bab XII Pendanaan Pendidikan bagian keempat tentang Pengalokasian Dana Pendidikan Pasal 49 ayat 1 “Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Pada Sektor Pendidikan dan minimal 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah” 8 Anggaran Pendidikan. 2007). 7. karena berasal dari kata yang memiliki arti “mengisi waktu luang” inilah jangan-jangan proses pembelajaran di sekolah dilakukan apa adanya tanpa bentuk managerial yang jelas dan terciptanya out put pembelajaran yang dapat diandalkan. 6 .6 juta orang atau 9. “Perang Total Melawan Buta Aksara”.7Namun dalam kenyataan di lapangan berbicara lain.55 persen dari penduduk usia 15 tahun ke atas belum melek aksara. Kompas (Jakarta). 153/U/2003 tentang akhir nasional (UN). sedangkan untuk tahun 2007 ini anggaran pendidikan berjumlah 43. 18 Oktober 2006. salah satunya dengan pengalokasian dana 20 % dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara.

baik pro maupun yang kontra. Pembiayaan UN diambilkan dari dana pemerintah dan pemerintah daerah. yakni mencapai 250 Miliar. standar nilai kelulusan. Kompas (Jakarta). Alokasi dana yang dianggarkan untuk pelaksanaan UN 2007 ini tidak tanggung-tanggung. biaya pengawasan. maka untuk tahun ini UN akan dilaksanakan pada bulan April. 14 Pemajuan jadwal ini mendapat berbagai respon yang beragam. distribusi soal dan sebagainya. Pengumuman pelaksanaan yang baru dilakukan pada bulan November 2006 sangat UU Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen.13 Pelaksanaan UN 2007 mengalami pemajuan jadwal. berilmu. dan kondisi dari peserta didik itu sendiri. 12 Mendiknas Tolak Revisi PP SNP. 11. Minggu. kreatif. sehat.20 tahun 2005 pasal 19. 18 Maret 2007. serta tanggal 24-26 April 2007 untuk tingkat SMP atau sederajat. 9 Desember 2006. 41-42. berakhlak mulia. 40-41. Permendiknas No. Diperkuat dengan satatemen DR. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Sabtu.12Dana ini digunakan untuk pengadaan soal. tanggal 17-19 April untuk tingkat SMA dan sederajat. 9 Desember 2006. 27 September 2007.11Permasalahan mendasar dari pelaksanaan UN antara lain meliputi: alokasi dana yang disediakan. cakap. 11 10 . 12. Sabtu.banyak pihak beranggapan bahwa dengan adanya UN ini akan semakin menjauhkan siswa dari tujuan pendidikan yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kompas (Jakarta). 13 Biaya penyelenggaraan ujian nasional sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah. 14 Advertorial.10Selain itu juga dianggap memberatkan siswa dan mengebiri peran guru dalam menilai kemampuan muridnya. Advertorial. Kompas (Jakarta). Lebih spesifiknya. Merupakan kolom khusus yang di gunakan oleh Depdiknas untk publikasi mengenai pelaksanaan UN 2007). pelaksanaan. Rasiyo (Kadinas Pendidikan dan Kebudayaan Jatim pada acara perbincangan di TVRI Jatim. Jika biasanya UN dilaksanakan pada bulan Mei.

41. Acara ini juga dihadiri oleh : Prof. karena sangat mengganggu rencana kerja tahunan para guru. Namun di luar itu. Kompas (Jakarta) 5 Februari 2007. Sebab pada bulan Mei. Dari pihak Depdiknas mengatakan bahwa pemajuan jadwal ini dilakukan dengan pertimbangan: target proses kegiatan belajar mengajar sudah usai pada bulan April. 41. seakan tidak mengetahui bagaimana sulitnya mengubah jadwal pembelajaran oleh guru. ”Berbagai Kelemahan Pelaksanaan Ujian Nasional 2007”.16Penggunaan pameo ini. 18 BSNP adalah Badan Standar Nasional Pendidikan yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005. meskipun sederhana tetapi terkesan menganggap gampang persoalan. (Surabaya) 16 Februari 2007. Bertugas: mengelola arsip permanen dari hasil ujian nasional dan hal-hal yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan ujian nasional diatur dalam prosedur operasi standar 15 . 9 Desember 2006. 18 Maret 2007 dengan tema “Jelang UN 2007”.15Hal ini terasa sangat miris jika dibenturkan dengan pernyataan dari Depdiknas yang menggunakan pameo “Lebih Cepat Lebih Baik”. negeri ini memiliki banyak acara yang akan dihadiri oleh banyak massa yaitu: peringatan hari buruh internasional.Basuki Sugita.disesalkan. 22. 17 Advertorial. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran. 14. untuk dapat lulus BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan)18memberikan keluwesan dengan memberikan dua alternatif standar kelulusan. 16 Advertorial Kompas (Jakarta). Pertama. Kompas (Jakarta). Diperkuat dengan statemen dari DR. dan peristiwa Mei. hari pendidikan nasional. Diperkuat dengan : Surya. Heru Mulyanto (ketua Tim Pemantau Independen (TPI) UN 2007 Jatim). DR. Depdiknas. sehingga siswa tidak perlu menunggu waktu lebih lama menghadapi UN dan dengan pemajuan jadwal ini diharapkan para siswa dapat lebih konsentrasi. Jika pada UN M.17 Standar kelulusan memang naik. penilaian kelulusan pada UN 2007 menyangkut batas minimal nilai untuk setiap pelajaran yang diujikan. Rasiyo (kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Jatim pada acara perbincangan di TVRI Jatim hari Ahad. 9 Desember 2006. Dengan waktu yang jelas berkurang dengan tetapnya jumlah materi yang harus diberikan kepada siswa tentu bukan perkara mudah untuk melakukannya. Sunarto (Kepala Badan Akreditasi Jatim) dan Drs.

Kompas (Jakarta). 22 Advertorial. 2) Lulus ujian sekolah sekolah dengan rata-rata minimum 6. 41. Statemen dari Yunan Yusuf (Ketua BSNP) 20 19 . Kompas (Jakarta) 28 Juli 2006. 3) Lulus dari satuan pendidikan.20Mereka menganggap pelaksanaan UN semakin memberatkan siswa dan memangkas kreatifitas siswa dan guru.21 Berbagai perubahan yang berkenaan dengan UN bermuara pada keinginan pemerintah untuk mencapai target minimal nilai kelulusan 6 pada tahun 2008. pada UN 2007 formula standar kelulusan adalah :19 1) Nilai rata-rata 5.00 pada salah satu mata pelajaran. (Jakarta). 5) Lulus Ujian Nasional (UN). tidak ada nilai di bawah 4. 4) Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.00. Kompas. 21 Advertorial.22Kalau pertimbangan ini yang dipakai. Nilai pada dua mata pelajaran lainnya masing-masing minimal 6.25 atau memiliki nilai minimal 4. Mega proyek ini dicanangkan dengan pertimbangan persaingan dengan negeri tetangga. Pemerintah Akhirnya Digugat. 12. Kompas. Thailand 7. Singapura 8. (Jakarta). 41-42.00 (nilai minimal setiap pelajaran sekolah ditentukan oleh masing-masing sekolah).00 berbagai mata pelajaran yang diujikan. 9 Desember 2006.2006 standar minimal kelulusan 4. yakni Malaysia (nilai kelulusan 8). yaitu menyelesaikan seluruh program pembelajaran dengan memperoleh nilai minimum. 41. Peningkatan standar nilai memang Advertorial. 9 Desember 2006.26 maka. maka kita terkesan mabuk akan standar nilai saja tanpa melihat kesiapan dari bangsa kita untuk mencapainya. 9 Desember 2006. Berbagai gugatan mengenai pelaksanaan UNpun sudah dilayangkan.

dan strategi politik dengan prinsip. Dari sini pula. . Transpolitika adalah: bersilang dan bersimbiosisnya prinsip. dan fasilitas pendidikan yang ada di masing-masing sekolah. pemerintah terkesan terburu-buru dalam pelaksanaannya. mulai tampak peran “bengis” negara dalam memaksakan kehendaknya kepada rakyat sipil. mulai dari aksi cabut mandat yang dilakukan berbarengan dengan peringatan peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) yang di komandoi oleh Hariman Siregar dan tuntutan reshuffle kabinet yang dinilai tidak becus dalam melaksanakan roda pemerintahan yang menjadi tanggungjawabnya. Mulai dari luas wilayah. Ada beberapa hal yang dapat dibaca dari Proyek pelaksanaan UN 2007 ini. cara. cara. Dimulai dari pemunculan isu pamajuan jadwal yang dilakukan (bulan November 2006). Di sinilah terlihat arogansi dari Negara (state) untuk memaksakan kehendaknya kepada rakyat (Civil Society). kenapa baru bulan November pengumuman itu diumumkan?. Hal ini juga terkait dengan isu-isu yang muncul di sekitar istana negara. Kondisi seperti inilah yang oleh Yasraf Amir Piliang disebut dengan transpolitika. Rakyat dipaksa untuk mengikuti segala kepentingan negara demi proses pelanggengan kekuasaan.penting. Setiap isu yang muncul selalu ada skenario politik yang bermain. politik dengan pendidikan dan sebagainya. keragaman budaya. Jika program ajaran baru dimulai pada bulan Juli. namun yang perlu dipertimbangkan juga adalah kondisi negara kita dengan negara-negara yang dicontohkan berbeda. semakin remang batas antara dunia politik dengan ekonomi. Semakin hari semakin tidak jelas batas antara kepentingan pribadi dan golongan dengan kepentingan publik. dan strategi bidang-bidang lain di luarnya.

salah satu penerima voucher tersebut adalah SMUN Gegesik. Landasan hukum dari penyaluran bantuan pendidikan ini didasarkan pada Yasraf.”Voucher Diknas Beraroma KKN”. ada klarifikasi dari Syahrul J Bungamayang (Sekjen Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro) yang mengatakan bahwa ada perbedaan antara Kosgoro pimpinan Efendi Jusuf dengan Kosgoro 1957 pimpinan Agung Laksono.26 Voucher pendidikan. 470 juta. Apakah sebuah SMUN bernaung di bawah ormas?. 24 Sutta Dharmasaputra. 23 .”Voucher Diknas Beraroma KKN”. Kompas (Jakarta). Kompas (Jakarta) 20 Oktober 2006.seperti: media.24 Mengenai Keberadaan Kosgoro ini. 25 Voucher Pendidikan. budaya popular. sehingga bukan merupakan skandal. Teguh Juwarno penyaluran bantuan pendidikan itu merupakan amanat undangundang yang harus dilaksanakan oleh pejabat Depdiknas. sedangkan Kosgoro 1957 (berdiri tahun 2003) adalah organisasi kemasyarakatan pendukung/bernaung di bawah partai Golkar. A. Transpolitika. Menurut Staf Khusus Menteri Pendidikan Nasional Bidang Komunikasi Publik.23 Kasus Voucher pendidikan yang mengemuka pada bulan Oktober 2006 semakin menguatkan dugaan kita akan kondisi transpolitika di atas. Kosgoro adalah lembaga independen. 26 Sutta Dharmasaputra. Kompas (Jakarta). Piliang. XX. Kasus ini berawal dari safari Ramadhan Agung Laksono.25 Namun anehnya lagi. (pendidikanpun termasuk didalamnya). 5. yang membuat kabur prinsip politik itu sendiri. 3 November 2006). Dalam kesempatan ini Agung membagi-bagikan voucher kepada beberapa sekolah yang “katanya” bernaung di bawah Kosgoro 1957 senilai Rp. merupakan salah satu bentuk bantuan terhadap sekolah. Cirebon. 12. 2005). seksualitas. 5. Kasus yang membawa nama ketua DPR Agung Laksono tersebut semakin menambah runyam kondisi pendidikan kita. Dinamika Politik Di Dalam Era Virtualita (Yogyakarta : Jalasutra. 3 November 2006).

Kompas (Jakarta). Kompas (Jakarta). 20 Juta). Dalam setiap kunjungan kerjanya.29 Permasalahan mendasar dari voucher tersebut bukanlah pada besaran angka. 12. 5. 55 juta) dan SMA (Rp. janji tinggallah janji dan bukti tinggallah sebuah mimpi. Kompas (Jakarta). Tetapi bermuara pada keberadaan Agung Laksono sebagai salah satu ketua partai politik dan ketua DPR. . Politisasi dunia pendidikan semakin tak terelakkkan. bahkan tak jarang 27 28 Depdiknas: Itu Amanat UU. Betapa isu pendidikan menjadi sebuah hot issue yang selalu diusung oleh masing-masing calon. karena kapanpun dan dimanapun jabatannya sebagai ketua partai politik dan ketua DPR tetap disandangnya. 3 November 2006.28Sedangkan jumlah keseluruhan anggaran untuk voucher pendidikan tahun 2006 berjumlah Rp 660 Miliar (2 % dari anggaran pendidikan). yaitu untuk SD (Rp. 12.pasal 49 ayat (3) UU Sisdiknas yang berbunyi “Dana pendidikan dari pemerintah dan pemerintah daerah untuk satuan pendidikan diberikan dalam bentuk hibah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku”. Namun ironisnya. Tetapi alangkah baiknya jika yang memberikan voucher tersebut bukan diri Agung Laksono. SMP (Rp. 27 Oktober 2006. 10 November 2006.27 Voucher ini terbagi menjadi tiga jenis.55 juta). sekolah mana yang mendapatkan dan bagaimana mekanismenya. Jika pemberian itu dikaitkan dengan Ormas yang dipimpinnya juga tidak masalah. Voucher Pendidikan. presidenpun tidak lupa mengunjungi sekolah-sekolah yang berada di sekitar tempat kunjungannya. 29 DPR Malah Berperan Menjadi Tukang Pos. Kitapun tentunya masih ingat ketika pemilihan Presiden tahun 2004 kemarin. jika memang sesuai dengan prosedur yang ada.

presidenpun sempat masuk kelas dan mengajar para siswa. Negara sebagai pihak yang berwenang mengatur segala persoalan bangsa harus segera menghadirkan kepastian bagi warga negaranya. perdamaian abadi dan keadilan sosial. maka tujuan pendidikan nasional yang diamanahkan dalam undangundangpun akan semakin menjauh dari kenyataan. Begitupun juga dengan UN 2007. Berbagai persoalan di bidang pendidikan yang diutarakan di atas perlu segera mendapatkan solusi terbaik. Memajukan kesejahteraan umum. Maka tak salah jika muncul anggapan bahwa para pejabat hanya suka tebar pesona. sebagaimana dituangkan dalam pembukaan UUD 194530 harus direalisasikan. antara Kuasa 30 Tugas negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut: Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. jika tujuan awalnya digunakan sebagai bentuk evaluasi dari proses pembelajaran. maka apakah UN bisa mewakili seluruh proses yang telah dilakukan oleh anak didik? Dan apakah hasil dari UN ini dapat dipakai sebagai wahana peningkatan mutu pendidikan di negara kita? Dari pemaparan di atas. penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang ujian nasional 2007 dengan judul: Ujian Nasional 2007. Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Jika kondisi pendidikan kita sudah dijadikan ajang perekrutan massa (politisasi). Hal-hal seperti inilah yang semakin menguatkan dugaan bahwa presiden dan para pejabat publik lainnya menggunakan pendidikan sebagai lahan mencari simpati rakyat. Mencerdaskan kehidupan bangsa. . Tugas negara.

penulisan skripsi ini merupakan bagian dari kewajiban penulis sebagai persyaratan penyelesaian jenjang . Selain itu. dapat ditarik rumusan permasalahan sebagai berikut: Bagaimana mekanisme pelaksanaan ujian nasional 2007? Bagaimana peran negara dalam dunia pendidikan khususnya dalam ujian nasional 2007 sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia ? TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan Ujian Nasional 2007 beserta pro dan kontranya 2.Negara dan Peningkatan Mutu Pendidikan yang lebih memfokuskan pada mekanisme pelaksanaan dari ujian nasional 2007. Hasil dari penulisan ini diharapkan berguna bagi penambah wawasan di bidang pendidikan dan diharapkan pula dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pembuatan formulasi evaluasi yang benar-benar sesuai dengan realitas bangsa Indonesia. Untuk mengetahui peran negara dalam dunia pendidikan khususnya dalam ujian nasional 2007 sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia? Sedangkan Kegunaan dari pembuatan skripsi ini merupakan bagian dari limpahan respon terhadap permasalahan yang diangkat. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang di atas.

32 3) Negara adalah: organisasi disuatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. kuat dan Pengaruh yang ada pada seseorang karena jabatannya. Mampu. 528. mempunyai kesatuan politik. Adapun istilah-istilah yang banyak digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Ujian nasional adalah: kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik secara nasional untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya. 32 31 .pendidikan S1 di Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Sunan Ampel Surabaya. 34 Ibid. 604. 33 Tim Penyusun Kamus Pusat bahasa. 604.34 Permendiknas No. kesanggupan. Balai Pustaka. kekuatan. mewakili mengurus) sesuatu. cet. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta. sanggup. yakni sebagai berikut: Kemampuan. maka perlu kiranya adanya penjelasan mengenai istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini. Orang yang diberi kewenangan untuk mengurus.1 Poerwodarminto. 20 Tahun 2005 Pasal.33Dan kelompok sosial yang menduduki wilayah tertentu yang diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif.II 2002). Kewenangan atas sesuatu atau untuk menentukan (memerintah.31 2) Kuasa memiliki beberapa arti. DEFINISI OPERASIONAL Untuk menghindari pembahasan yang bias terkait dengan penelitian ini.

baik buruk sesuatu. Pendekatan penelitian. 1977). 1994). Pius A Partanto dan M. 37 Ibid. Guru dan Dosen (Pasal 1). kadar emas. 36 35 .36 5) Pendidikan adalah: usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Sumber Data. kepribadian. kecerdasan. pengendalian diri.4) Mutu memiliki arti sebagai berikut: Karat. 665-666. 39 Ibid.35Atau Kualitas.38Sedangkan metodika adalah: kumpulan metode-metode yang merupakan jalan-jalan atau cara-cara yang nantinya akan ditempuh guna lebih mendalami obyek studi. emas kertas. Sehubungan dengan upaya ilmiah. kwalitas. Jenis Data. taraf atau derajat. 7.39Dalam bagian ini akan dijelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan metodologi penelitian yang meliputi: Jenis Penelitian. UU Sisdiknas. manik. yaitu cara kerja untuk dapat memahami obyek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. derajat. dan Teknik Pembahasan.37 METODE PENELITIAN Metode. Metode-Metode Penelitian Masyarakat (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. berasal dari bahasa Yunani “Methodos” yang berarti cara atau jalan. 7. akhlak mulia. bangsa dan negara. tingkat. 505. 38 Koentjoroningrat. masyarakat. Kamus Ilmiah Populer (Surabaya : Arkola. maka metode menyangkut masalah cara kerja. 8. Jenis Penelitian Ibid. (nilai logam mulia). manikam. mutiara. Dahlan Al Barry. membungkam/diam (karena sedih). karat.

44 Ibid. Dalam hal itu. 42 Lexy J. Akhirnya. 40 . Metode Resourch (Jakarta: Bumi Aksara. 15.1996). 41 Panitia Penyusunan Panduan Penulisan Skripsi. Panduan Penulisan Skripsi (Surabaya: IAIN Sunan Ampel Surabaya. bahan kepustakaan digunakan sebagai sumber ide dasar untuk melakukan deduksi dan merumuskan pendapat baru dari pengetahuan yang ada. 43 Ibid.44 Nasution. Lihat juga Mardialis.42Pedekatan kualitatif menurut Bogdan dan Taylor diartikan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. digunakan paradigma dan pendekatan kualitatif. 1. 145. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: Bumi Aksara.43 Sedangkan Kirk dan Miller berpendapat. 1995). Moeloeng. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung : Remaja Rosdakarya.1996). penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya. 3.40Skripsi hasil kajian pustaka ditulis untuk memecahkan suatu masalah yang didasarkan pada hasil telaah kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan dengan tema kajian.41 Pendekatan Penelitian Dalam penelitian skripsi ini.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Resourch) yaitu: penelitian yang menggunakan data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam materi yang terdapat dalam kepustakaan. 3. 25.1998). pemecahan masalah didasarkan pada kerangka teori baru tersebut.

Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah dalam bentuk kata verbal. . 29.45 45 Noeng Muhadjir. Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Reka Sarasin. bukan dalam bentuk angka. 1996).

teknik historis dan teknik komparatif. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta. 1991). maka diperlukan berbagai teknik pembahasan. 47 . teknik reflektif. 1997). Teknik Pembahasan Untuk memudahkan terbentuknya mind thought dalam proses penelitian dari skripsi ini. Metodologi Penelitian Filsafat (Jakarta: PT. Induksi merupakan cara berpikir yang berangkat dari faktafakta yang lebih khusus. Sumber data primer adalah: keterangan-keterangan yang pertama kali dicatat langsung oleh para penulis diberbagai buku atau pustaka yang membahas mengenai ujian nasional. Sumber data sekunder adalah: keterangan-keterangan yang pertama kali dicatat langsung oleh para penulis diberbagai media. Kuasa Negara dan Peningkatan Mutu Pendidikan. setelah menyelidiki sebagian saja atau mengenai anggota kelas tertentu yang belum diselidiki.46 Dalam skripsi ini. Diantaranya: teknik induksi. Dengan rincian pengertian sebagai berikut: 1) Teknik Induksi adalah: Pendekatan induksi berusaha untuk mengambil kesimpulan mengenai semua anggota kelas. majalah. dan internet. Sumber data yang digunakan meliputi sumber data primer dan sumber data sekunder. digunakan beberapa sumber data sebagai bahan penggodokan dari materi yang diangkat. Dalam hal ini. dikemukakan beberapa teknik pembahasan yang digunakan dalam penulisan skripsi ini. peristiwa-peristiwa yang kongkrit kemudian diambil generalisasi-generalisasi yang bersifat umum.Sumber Data Sumber data dalam penelitian adalah: subyek dari mana data dapat diperoleh. Sudarto. jurnal. seperti surat kabar. teknik deduksi. 47. 102. Raja Grafindo Persada.47 46 Suharsimi Arikunto.

Nazir. 66. 1998). 4) Teknik Historis adalah: menguraikan sejarah munculnya suatu hal yang menjadi obyek penelitian atau peneliti dalam perspektif waktu terjadinya fenomena-fenomena yang diselidiki. 1996). Rake Sarasin. Metodologi Penelitian Kualitatif.55. Metode Penelitian (Jakarta : Gholia Indonesia. rumusan masalah. mungkin modifikasi.2) Teknik Deduksi adalah: Cara berfikir yang berangkat dari pengetahuan yang bersifat umum dan bertitik tolak dari Pengetahuan umum itu untuk menilai kejadian khusus. maka disajikan sistematika pembahasannya sebagai berikut: BAB I: merupakan bagian pendahuluan dari skripsi ini yang berisikan tentang: latar belakang. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta. tujuan dan kegunaan penelitian.49Teknik ini dapat dilakukan dengan merefleksikan segala hal yang berhubungan dengan permasalahan penelitian di atas. 51 Noeng Muhadjir. serta sistematika pembahasan. 50 Moh.50 5) Teknik Komparatif adalah: memperbandingkan kategori-kategori serta serta ciricirinya untuk merumuskan teorinya (konsepnya). Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta. definisi operasional. 206.48 3) Teknik Reflektif adalah: teknik berpikir yang prosesnya mondar-mandir antara yang empirik dan yang abstrak. 48 . Suharsimi Arikunto. metodologi penelitian. 49 Noeng Muhadjir. mungkin pula mengganti dengan yang baru. dilanjutkan dengan mengembangkan teori (konsep). 1991) .51 SISTEMETIKA PEMBAHASAN Dalam pembahasan penulisan skripsi ini. agar sistematis dan kronologis. 66-67.

fungsi. Hal ini dikembalikan lagi kepada UU Sisdiknas No. meliputi: Sekilas tentang kekuasaan dan negara. BAB IV: membahas mengenai analisa secara keseluruhan dari ujian nasional 2007. BAB V: merupakan bab penutup dan kesimpulan serta dari rentetan pembahasan skripsi yang dibuat. dan prinsip evaluasi). Dari sinilah diharapkan dapat diketemukan formulasi yang tepat sebagai alat ukur keberhasilan pendidikan di negeri ini. negara dan pendidikan dan negara dan ujian nasional 2007. pada bab ini juga akan dibahas mengenai peningkatan mutu pendidikan dan apakah hasil dari UN dapat dijadikan sebagai patokan tingkat mutu pendidikan suatu negara. BAB III: dalam bab ini akan dibahas mengenai bagaimana peran negara dalam ujian nasional 2007.BAB II: merupakan bab yang membahas mengenai ujian nasional 2007 yang mencakup: evaluasi (pengertian. tujuan. serta Pro dan kontra mengenai ujian nasional 2007. antara kuasa negara dan peningkatan mutu pendidikan. teknik pelanggengan kekuasaan oleh negara (untuk menelusuri hal ini penulis menspesifikasikan bidang kajian pada pemikiran Antonio Gramsci mengenai Hegemoni dan Louis Althusser mengenai Ideological State Apparatus/ISA dan Repressive State Apparatus/RSA). . 20 tahun 2003 mengenai arti pendidikan dan tujuan pendidikan yang tentunya berbasis kepada kondisi riil bangsa Indonesia. Mekanisme ujian nasional 2007. Selain itu.

Setelah diadakannya evaluasi ini.52kita selalu saja akan dihadapkan pada tiga proses utama. Evaluasi dapat dilaksanakan diawal pertemuan (Pre Test). utamanya dilakukan dalam sekolah. Sebagai bahan pertimbangan atau ukuran keberhasilan proses pembelajaran digunakanlah evaluasi. In put dapat diartikan sebagai dari manakah siswa atau anak didik berasal (keluarga. kecerdasan. yakni: in put. Dari masing-masing tahapan di atas. capaian dari peserta didik dalam menguasai materi dan keberhasilan pendidik dalam menyampaikan materi dapat diketahui. merupakan bagian dari proses evaluasi. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) No.BAB II MEKANISME PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL 2007 Dalam membicarakan masalah pendidikan. Proses adalah pelaksanaan dari pada pendidikan itu sendiri. kepribadian. untuk selanjutnya diadakan perbaikan sebagai langkah umtuk meningkatkan keberhasilan. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Guru dan Dosen (Pasal 1)) 52 . lingkungan dan masyarakat). Di tengah-tengah proses pembelajaran (Midle Test) dan diakhir proses pembelajaran (Post Test). bangsa dan Negara (UU Sisdiknas. 20 tahun 2003 disebutkan: Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk Adalah: usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Misalnya asal usul dari peserta didik akan berpengaruh terhadap pribadi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. relasi antar individu dan sebagainya juga berpengaruh terhadap metode yang digunakan dalam penyampaian materi dari pendidik/guru (dalam proses pembelajaran). ada konsekwensi logis yang selalu menyertainya. sedangkan out put adalah keluaran atau hasil dari proses pembelajaran atau dapat pula dikatakan sebagai lulusan. Ujian Nasional. pengendalian diri. proses dan out put. akhlak mulia. masyarakat.

memperoleh. 54 Anas Sudijono. evaluasi adalah suatu proses merencanakan. Chabib Thoha. 1996). A. berdasarkan data tersebut kemudian dicoba membuat suatu keputusan. M. dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatifalternatif keputusan (Mehren dan Lehmann). MP.I. 220.56Sesuai dengan pengertian tersebut maka setiap kegiatan evaluasi atau penilaian merupakann suatu proses yang sengaja direncanakan untuk memperoleh informasi atau data. Pengantar Evaluasi Pendidikan (Jakarta : RajaGrafindo Persada. 3 53 . Echols dan Hasan Shadily. 1996). 1996).53Dalam bahasa arab. (Bandung : PT Remaja RosdaKarya.akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan (Pasal 57 ayat 1:) dan Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. cet. evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai: penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan.55 Dalam arti luas. Evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran. berarti penilaian. 1 56 Ngalim Purwanto. berasal dari kata At Taqdir. secara harfiah.54Dengan demikian. alangkah baiknya kita bahas terlebih dahulu mengenai evaluasi itu sendiri. dengan akar kata Al Qimah berarti nilai. jalur. Dan John M.cet. Sebelum membahas mengenai Ujian Nasional. 1. cet. EVALUASI 1. satuan.XXIII. 55 Ibid. Kamus bahasa Inggris-Indonesia. jenjang dan jenis pendidikan (Pasal 59 ayat 1:). Teknik Evaluasi Pendidikan (Jakarta : PT Rajagrafindo. 1.III. 2002). Pengertian Evaluasi Pendidikan Secara etimologis. (Jakarta : PT Gramedia. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan.

61 57 58 M. diartikan sebagai proses untuk menentukan luas atau kuantitas sesuatu.60 Sumadi Suryabrata mendefinisikan tes sebagai: “Pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dan atau perintah-perintah yang harus dijalankan. Pendapat dan keputusan tentu saja dipengaruhi oleh kesan pribadi dan sistem nilai yang ada pada si pembuat keputusan. Teknik Evaluasi Pendidikan. 1 Ibid. 2.58 Measurement. patokan itu dapat berupa batas minimal kompetensi materi pelajaran yang harus dikuasai atau rata-rata nilai yang diperoleh oleh kelompok. yang mendasarkan harus bagaimana testee menjawab pertanyaan-pertanyaaan atau melakukan perintah-perintah itu penyelidik mengambil kesimpulan dengan cara membandingkannya dengan standar atau testee yang lain”. 60 Ibid. 2 59 Ibid. assesment atau penaksiran dan tes.Kegiatan evaluasi memerlukan penggunaan informasi yang diperoleh melalui pengukuran maupun dengan cara lain untuk menentukan pendapat dan membuat keputusan-keputusan pendidikan. .59 Hasil suatu pengukuran belum memiliki arti jika belum ditafsirkan dengan jalan membandingkan hasil pengukuran dengan atandar atau patokan yang telah ditentukan sebelumnya. Sedangkan pengertian tes lebih ditekankan pada penggunaan alat pengukuran.2. Dalam penilaian pendidikan. Namun sebenarnya ketiga kata tersebut terdapat perbedaan. ada beberapa kata yang serupa dengannya. atau usaha untuk mengetahui keadaan sesuatu seperti adanya yang dapat dikuantitaskan. Chabib Thoha.. Kata-kata tersebut adalah measurement atau pengukuran. 2. hal ini dapat diperoleh melalui jalan tes atau cara lain. 61 Ibid.57 Selain kata evaluasi.

64 Dari rumusan tersebut di atas. melainkan merupakan kegiatan yang dilakukan pada permulaan. tidak sampai ke taraf evaluasi. Norman E. 3. Gronlund (1976) merumuskan pengertian evaluasi sebagai berikut: “Evaluation …. sedikitnya adalah tiga aspek yang perlu diperhatikan untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan evaluasi. melainkan sekedar mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran. Ngalim Purwanto. 3.63 Dengan kata-kata yang berbeda. a systematic process of determining the extent to which instructional objectives are achieved by pupils”. Evaluasi bukan hanya merupakan kegiatan akhir atau penutup dari suatu program tertentu. dan pada akhir program setelah program itu dianggap selesai. 64 Ibid. Ini berarti bahwa evaluasi (dalam pengajaran) merupakan kegiatan yang terencana dan dilakukan secara berkesinambungan.. selama program berlangsung. 62 63 Ibid. (evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauhmana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa). tetapi mengandung pengertian yang sama. khususnya evaluasi pengajaran. yaitu:65 1. Wrightstone dan kawan-kawan (1956) mengemukakan rumusan evaluasi pendidikan sebagai berikut: “Educational evaluation is the estimation of the growth and progress of pupils toward objectives or values in the curiculum”(evaluasi pendidikan adalah penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa ke arah tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan di dalam kurikulum). . 65 Ibid.62 Dalam hubungannya dengan proses pengajaran. 3-4. 3. Kegiatan evaluasi merupakan proses yang sistematis. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan.Untuk pengertian assesment.

Adapun tujuan pengajaran merupakan kriteria pokok dalam penilaian. nilai midsemester. Hal ini adalah karena setiap kegiatan penilaian memerlukan suatu kriteria tertentu sebagai acuan dalam menentukan batas ketercapaian obyek yang dinilai. Setiap kegiatan evaluasi. -khususnya evaluasi pengajaran.tidak dapat dilepaskan dari tujuan-tujuan pengajaran yang hendak dicapai. dan juga program pendidikan yang dirancang untuk satu tahun ajaran.Yang dimaksud dengan program disini adalah program satuan pelajaran yang akan dilaksanakan dalam satu pertemuan atau lebih. 2. ketepatan keputusan hasil evaluasi sangat bergantung kepada kesahihan dan obyektifitas data yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Di dalam kegiatan evaluasi. nilai akhir semester. hasil ulangan atau tugas-tugas pekerjaan rumah. dan sebagainya. Berdasarkan data itulah selanjutnya diambil suatu keputusan sesuai dengan maksud dan tujuan evaluasi yang sedang dilaksanakan. . empat tahun ajaran atau enam tahun ajaran dan sebagainya. nilai ujian akhir catur wulan. diperlukan berbagai informasi atau data yang menyangkut obyek yang sedang dievaluasi. program caturwulan ataupun program semester. Dalam kegiatan pengajaran. Perlu dikemukakan disini bahwa. tidak mungkin menilai sejauh mana pencapaian hasil belajar siswa. 3. Tanpa menentukan atau merumuskan tujuan-tujuan terlebih dahulu. data yang dimaksud mungkin berupa perilaku atau penampilan siswa selama mengikuti pelajaran.

yaitu:67 1. M. Tujuan evaluasi secara umum dapat dikaitkan dengan fungsi evaluasi dalam pendidikan. Chabib Thoha. Untuk mengetahui tingkat efisien metode-metode pendidikan yang dipergunakan pendidikan selama jangka waktu tertentu tadi. tujuan evaluasi dalam intruksional adalah melihat: The proccess of constructing a test simulated teachers to clarify and refine meningful course objectives (proses pembentukan sebuah tes yang disimulasikan guru untuk mengklarifikasi dan menemukan kembali makna dari obyek pembelajaran ). dan 2. Feedback from tests helps the teacher provide more appropriate instructional guidance for individual students as well as for the class as a 66 67 Daryanto. 6. 7. Tujuan Evaluasi Pendidikan Tujuan utama melakukan evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan intruksional oleh siswa. (Jakarta: PT. . cet. Julian C. Teknik Evaluasi Pendidikan. Evaluasi Pendidikan. sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya.III. 2005). Stanley dan Kenneth mengklasifikasikan tujuan evaluasi dalam pendidikan dalam tiga fungsi yang saling terkait satu dengan yang lainnya.. 68 Ibid. yaitu:68 a) 1) Intructional.2. Untuk mengetahui kemajuan belajar peserta didik setelah menyadari pendidikan selama jangka waktu tertentu. Rineka Cipta. 11.66 Muchtar Buchori mengemukakan bahwa tujuan khusus evaluasi pendidikan ada dua. 2) Test profide a means of feedback to the teacher.

siswa mengejar penguasaan obyek secara lebih cerdas jika mereka ahli dalam hal evaluasi). students pursue mastery of objectives more deligently if they expect to be evaluated (pembentukan tes yang tepat dapat memotivasi belajar. Umpan balik ini membantu guru dalam menyediakan bimbingan instruksi yang tepat bagi siswa secara individual dan untuk siswa seluruh kelas pada umumnya ). 4) Examinations are useful means of overlearning (Ujian berguna sebagai makna yang lebih dari pembelajaran). b) Administrative. As a general rule. Seperti pada umumnya. tujuan evaluasi dalam masalah administrasi pendidikan adalah sebagai berikut: 1) Tests provide a mechanism for “quality control” for school or school system national or local norms can provide a basis for assessing certain curricular strengths and weaknesses (tes memberikan sebuah mekanisme untuk mengkontrol kualitas sekolah atau sistem pendidikan nasional atau lokal yang dapat menyediakan sebuah dasar untuk penaksiran yang pasti dari kelebihan dan kekurangan sebuah kurikulum ). 2) Tests are useful for program evaluation and research (tes berguna sebagai program evaluasi dan penelitian ). 3) Properly constructed tests can motivate learning.whole (tes memberikan sebuah makna umpan balik kepada guru. .

a) Psikologik. pendekatan. “Test can be of value in diagnosing an individual’s special aptitudes an abilities. Menghasilkan ukuran dari bakat sekolah. 5) Test can be useful means of accreditation mastery Or certification (tes dapat dimaksudkan sebagai akreditasi atau sertifikasi). yaitu: 1. 4) Test can increase the quality of selection decisions (tes dapat meningkatkan kualitas dari pemilihan keputusan). memberikan pertimbangan dalam menentukan bahan . achievement. an personalities often an important aspect of the counselling process (tes dapat berupa penilaian pada diagnosis bakat khusus kemampuan seorang individu. evaluasi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan. Klasifikasi berdasarkan fungsinya. tujuan evaluasi pendidikan dapat dikelompokkan dalam tiga klasifikasi. kepentingan. tujuan evaluasi dalam melakukan bimbingan kepada peserta didik dijelaskan. Obtaining measures of scholastic aptitude. tujuan evaluasi memotivasi belajar kepada peserta didik. b) Didaktik/Intruksional.3) Tests enable better decisions in clasification and placement (tes memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik pada klasifikasi dan penempatan). c) Guidance.)” Menurut Sumadi Suryabrata. interest. seorang individu yang merupakann aspek penting dari proses konseling . evaluasi dapat dipakai sebagai kerangka acuan kemana dia harus bergerak menuju tujuan pendidikan.

. c) Administrratif/Managerial. dan tentang ketentuan kenaikan siswa. c) Keputusan didaktik instruksional. dan keputusan-keputusan penelitian. Klasifikasi Formatif dan Sumatif a) Evaluasi formatif diperlukan untuk mendapatkan umpan balik guna menyempurnakan perbaikan proses belajar mengajar. Klasifikasi berdasarkan keputusan pendidikan. bertujuan untuk pengisisan buku rapor. pengisian STTB. b) Keputusan institusional. dan b) Evaluasi sumatif berfungsi untuk mengukur keberhasilan seluruh program pendidikan yang dilaksanakan pada akhir pelaksanaan proses belajar mengajar (akhir semester/tahun). tujuan evaluasi dapat digunakan untuk mengambil: a) Keputusan individual. 3. menentukan indeks prestasi.pengajaran dan metode mengajar serta dalam rangka mengadakan bimbingan-bimbingan secara khusus kepada peserta didik. 2.

Fungsi Evaluasi Pendidikan Secara lebih rinci. 5-7 . Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan. metode dan kegiatan belajar mengajar. Untuk keperluan Bimbingan dan Konseling (BK). Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan. 69 Ngalim Purwanto. materi atau bahan pengajaran. 4. 2. 3. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pengajaran. dan prosedur serta alat evaluasi. Pengajaran sebagai suatu sistem terdiri atas beberapa komponen yang saling berkaitan satu sama lain. Komponen-komponen dimaksud antara lain adalah tujuan. alat dan sumber belajar. Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan siswa setelah mengalami atau melakukan kegiatan belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu. Hasil evaluasi yang diperoleh itu selanjutnya dapat digunakan untuk memperbaiki cara belajar siswa (fungsi Formatif) dan atau untuk mengisi rapor atau Surat Tanda Tamat Belajar. fungsi evaluasi dalam pendidikan dan pengajaran dapat dikelompokkan menjadi empat fungsi. Fungsi ini berguna bagi guru dan atau supervisor untuk mengadakan perbaikan program beserta pelaksanaannya pada masa yang akan datang atau pada pertemuan berikutnya.3. yang berarti pula untuk menentukan kenaikan kelas atau lulus-tidaknya seorang siswa dari suatu lembaga pendidikan tertentu (fungsi sumatif). Hasil-hasil evaluasi yang telah dilaksanakan oleh guru terhadap siswanya dapat dijadikan sumber informasi atau data bagi pelayanan BK oleh para konselor sekolah atau guru pembimbing lainnya. yaitu:69 1.

Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya. guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi terhadap siswanya. Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa. akan lebih mudah dicari untuk mengatasi. Untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu.Secara lebih spesifik. 70 Daryanto. Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah dan sebagainya. Evaluasi Pendidikan . Jadi dengan mengadakan evaluasi. 4. antara lain: 1. Seleksi itu sendiri mempunyai berbagai tujuan. evaluasi berfungsi sebagai berikut:70 a) Evaluasi berfungsi Selektif Dengan cara mengadakan evaluasi. Setelah diketahui bakat dan minatnya. guru akan mengetahui kelemahan siswa. 3. 14-16 . b) Evaluasi berfungsi Diagnostik Apabila alat yang digunakan dalam evaluasi cukup memenuhi persyaratan. anak tersebut akan ditempatkan bersama siswa-siswa yang memiliki bakat dan minat bersama (spesifikasi) d) Evaluasi berfungsi sebagai pengukuran keberhasilan. 2. Di samping itu diketahui pula sebab musabab kelemahan itu. sebenarnya guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahannya. c) Evaluasi berfungsi sebagai Penempatan Evaluasi dalam hal ini digunakan sebagai langkah untuk mengetahui bakat dan minat sesorang. Dengan diketahuinya sebab-sebab kelemahan ini. maka dengan melihat hasilnya.

Fungsi pendidikan bagi peserta didik. kurikulum. . peserta didik. sarana dan sistem kurikulum. Fungsi pendidikan bagi guru diantaranya untuk: a) Mengetahui kemajuan belajar peserta didik b) Mengetahui kedudukan masing-masing individu peserta didik dalam kelompoknya c) Mengetahui kelemahan-kelemahan dalam cara belajar mengajar d) Memperbaiki proses pembelajaran e) Menentukan kelulusan peserta didik 2. Dasar-Dasar Evaluasi.71 Selain fungsi-fungsi di atas. orang tua serta masyarakat dan pengguna jasa pendidikan. bila dilihat dari pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran yakni guru. Keberhasilan suatu program (pendidikan) ditentukan oleh beberapa faktor yaitu: guru. 1995). Chabib Thoha. 10-11 . berfungsi sebagai: a) Mengetahui kemampuan dan hasil belajar b) Memperbaiki cara belajar. Fungsi pendidikan bagi orang tua antara lain: a) Mengukur mutu hasil pendidikan b) Mengetahui kemajuan dan kemunduran sekolah 71 72 Suharsimi Arikunto. metode mengajar. Teknik Evaluasi Pendidikan.Fungsi ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana tingkat keberhasilan suatu program. maka fungsinya juga berbedabeda. Secara spesifiknya akan disajikan berikut ini:72 1. dan c) Menumbuhkan motivasi dalam belajar 3. (Jakarta : Bumi Aksara. 11 M.

(Surabaya : Arkola: 1994). penting. Fungsi pendidikan bagi masyarakat dan pemakai jasa pendidikan a) Mengetahui kemajuan sekolah b) Ikut mengadakan kritik dan saran perbaikan bagi kurikulum pendidikan pada sekolah c) Lebih meningkatkan partisipasi masyarakat dalam usahanya membantu lembaga pendidikan 4. pokok. Prinsip Evaluasi Pendidikan Prinsip.c) Membuat keputusan kepada anak didik. dan d) Mengadakan perbaikan kurikulum 4. 19-20. Evaluasi Pendidikan. materi dan metode yang digunakan. Oleh karena itu. Kamus Ilmiah Populer. dapat diartikan sebagai asas. permulaan. 625. fundamen. Daryanto. Keterpaduan Evaluasi merupakan bagian integral dari proses pembelajaran. Fungsi pendidikan bagi orang tua antara lain: a) Mengatahui hasil belajar anaknya b) Meningkatkan pengawasan dan bimbingan serta bantuan kepada anaknya dalam usaha belajar c) Mengarahkan pemilihan jurusan atau jenis sekolah pendidikan lanjutan bagi anaknya 5. aturan pokok. 73 74 Pius A Partanto dan M.73 Dalam proses pelaksanaan evaluasi prinsip-prinsip yang harus diperhatikan antara lain:74 1. evaluasi harus ada keterpaduan antara tujuan intruksional. . Dahlan Al Barry.

75 . evaluasi juga perlu diterapkan sebagai upaya perbaikan sikap dan tingkah laku ditinjau dari segi pedagogis. Tidak dibenarkan menyusun alat evaluasi hasil belajar atau evaluasi pencapaian belajar yang mengukur bahan yang belum disajikan dalam proses pembelajaran demikian pula tidak diterima apabila alat evaluasi berisi butir yang tidak berkaitan dengan bidang kemampuan yang hendak diukur. Koherensi75 Dengan prinsip koherensi dimaksudkan evaluasi harus berkaitan dengan materi pembelajaran yang sudah disajikan dan sesuai dengan ranah kemampuan yang hendak diukur. 345). Bagi siswa.2. 5. Evaluasi dan hasilnya hendaknya dapat dipakai sebagai motivasi untuk siswa dalam kegiatan belajarnya. bersangkut paut (Pius A Partanto dan M. Begitupun dalam proses evaluasi. 4. evaluasi merupakan kebutuhan sebagai bahan untuk tindakan belajar selanjutnya. Keterlibatan Siswa Siswa sebagai subjek pembelajaran harus diakui keberadaannya. Berarti: bersifat harmonis/konsisten/melekat. Dahlan Al Barry. Pedagogis Di samping sebagai alat penilai hasil atau pencapaian belajar. Akuntabilitas Sejauhmana keberhasilan program pembelajaran perlu disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan pendidikan sebagai laporan pertanggungjawaban (accountability). 3. berhubungan.

Anas Sudijono berpendapat prinsip dasar evaluasi hasil belajar meliputi:77 1) Prinsip keseluruhan (Komprehensif).76 ada satu prinsip umum yang harus ada dalam evaluasi. Ed. Revisi. cet. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi yang dapat menggambarkan mengenai kemajuan atau perkembangan peserta Suharsimi Arikunto. maksudnya. 24. utuh atau menyeluruh. 77 Ngalim Purwanto. Dalam hubungan ini. evaluasi hasil belajar di samping dapat mengungkapkan aspek proses berpikir (cognitive domain) juga dapat mengungkap aspek kejiwaan lainnya. yaitu antara: a) Tujuan pembelajaran b) Kegiatan pembelajaran c) Evaluasi Ketiga komponen tersebut harus saling berhubungan untuk mencapai hasil pendidikan yang diharapkan. evaluasi hasil belajar yang dilakukan secara teratur dan sambung menyambung dari waktu ke waktu. evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik apabila evaluasi tersebut dilaksanakan secara bulat.Menurut Suharsimi Arikunto. Dengan kata lain. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan. 31-33. IV. yaitu prinsip Trianggulasi-atau hubungan erat tiga komponen-. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta : Bumi Aksara. 2003 ). 76 .yaitu aspek nilai atau sikap (affektive domain) dan keterampilan (psychomotor domain) yang melekat pada masing-masing individu peserta didik. 2) Prinsip kesinambungan (Istimror/kontinuitas). evaluasi hasil belajar harus dapat mencakup berbagai aspek yang dapat menggambarkan perkembangan atau perubahan tingkah laku yang terjadi pada peserta didik sebagai makhluk hidup bukan benda mati.

bentuk soal objektif untuk 6 mata pelajaran EBTANAS bentuk soal objektif dan Essay EBTANAS.didik.Perhitungan kelulusan Makalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur disampaikan dalam seminar nasional dengan tema ”UN Pendongkrak atau Perusak Kualitas Pendidikan” oleh DR. 10 Mei 2007. Gedung Gema IAIN Sunan Ampel Surabaya.Pelajaran 1985/1986 1987/1988 Mulai Thn Pelajaran Keterangan Ujian Negara Ujian Sekolah EBTANAS disertai NEM. Untuk lebih lengkapnya.78 BEBERAPA PERUBAHAN EVALUASI BELAJAR No 1 2 3 4 5 78 Tahun Ajaran 1971 dan sebelumnya 1972 sd 1984 Mulai Thn. Salamun. Dalam sejarah pelaksanaan evaluasi di Indonesia. tidak dicampuri oleh kpentingan-kepentingan yang bersifat subyektif. B. . dalam melaksanakan evaluasi hasil belajar. 3) Prinsip obyektifitas. telah digunakan berbagai macam bentuk evaluasi. Selain itu juga berguna untuk dapat memperoleh kepastian dan kemantapan dalam menentukan langkah-langkah atau merumuskan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang perlu diambil di masa selanjutnya. Sehubungan dengan itu. bahwa evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik jika terlepas dari faktor-faktor yang sifatnya subyektif.menurut keadaan yang senyatanya. serang evaluator harus senantiasa berpikir dan bertindak wajar. berikut disajikan tabel pelaksanaan evaluasi dari tahun sebelum 1971 sampai tahun 2007. MEKANISME UJIAN NASIONAL 2007 Ujian Nasional 2007 ini merupakan kelanjutan dari proses evaluasi yang dilakukan pemerintah untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses pembelajaran.

mempertimbangkan nilai Raport Cawu I & II berupa nilai P dan Q EBTANAS. Beberapa perubahan evaluasi belajar Untuk pelaksanaan Ujian Nasional 2007 ini disandarkan pada beberapa ketetapan hukum sebagai landasan yuridis formal pelaksanaannya. nilai raport cawu I & II berupa nilai P&Q ditiadakan. NA=P+Q+(nR) / 2+n EBTANAS. Ujian Nasional hanya 3 Mata Pelajaran Tahun 2003. standar kelulusan lebih dari 4. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah . Penentuan kelulusan memperhatikan aspek akademis dan non akademis baik dari Ujian Sekolah. standar kelulusan lebih dari 4.25. mempertimbangkan nilai Raport semester 1&2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 3. yaitu: 1. perhitungan kelulusan dgn. EBTANAS SMP/SMA/SMK tetap dilaksanakan dengan standar kelulusan tidak boleh terdapat nilai mata pelajaran kurang dari sama dengan 3. Tahun 2004.00.Istilah kelulusan diganti dgn ketamatan.00.Sekarang dgn. standar kelulusan lebih dari 4. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 4.00. sedangkan rata-rata nilai mata pelajaran harus lebih dari atau sama dengan 6. pertimbangan ketamatan :Nilai akademis dan Non akademis EBTANAS SD dihapus.50. Tahun 2005. berupa nilai P dan Q.1. 2. Ujian Nasional. dan sikap perilaku siswa.25 tetapi rata-rata mata pelajaran lebih dari 4.1988/1989 6 1996/1997 7 8 1997/1998 1999/2000 9 2001/2002 10 2002/2003 . Tabel 1. bentuk soal kembali ke objektif EBTANAS. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

mengapa subyek ujian nasional tersebut adalah matematika dan bahasa (Inggris dan Indonesia)?. dan energi transfer. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 45 Tahun 2006. tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2006/2007. serta teknologi yang dikemas dalam tugas-tugas biologi. 6. statistik. 79 Arman Hakim Nasution. Adapun melek sains antara lain dilihat dari pengetahuan bumi dan lingkungan. jumlah buku baru yang dibaca atau dipinjam dalam sebulan. fisika. Dasar pemikiran pelaksanaan ujian nasional yang menguji kemampuan siswa dengan standar nasional pada tiga mata pelajaran . PISA menilai kapasitas pelajar di atas umur 15 tahun di 32 negara anggota OEDC dalam hal keterampilan dan pengetahuan untuk menghadapi tantangan kerja ke depan. matematika dan sains. bahasa inggris dan matematika/ekonomi/bahasa asing lainnya. dan interpretasi grafik serta diagram matematis. Melek matematis dilihat dari pemahaman geometri ruang al jabar. yaitu membaca (prioritas utama).5. “Logiskah Ajakan Tak Gelar UN?”. kehidupan dan kesehatan. . Pada hasil publikasi riset tahun 2000 tersebut ada tiga domain literacy (melek) yang dinilai. Kompas (Surabaya) 21 Februari 2007. yaitu bahasa indonesia. Melek membaca antara lain dilihat dari lamanya waktu yang dikonsumsi siswa untuk membaca setiap bulan.79 Pertanyaan menarik ini bisa dijawab dengan membandingkan aktifitas PISA yang dikoordinir oleh Organization For Economic Development Cooperation and Development sejak tahun 2000. Pertanyaan yang sering muncul dari kalangan orang tua. kimia. dan kemampuan membaca bentuk grafis. Dalam publikasi tahun 2000 yang merupakan hasil riset dari selama tiga tahun.

Ujian sekolah/madrasah bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran pada semua kelompok mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan.  Bukan satusatunya penentu kelulusan b. dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. Pemetaan mutu satuan dan/atau program pendidikan. Ujian nasional bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran yang ditentukan dari kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan mengenai tujuan diadakannya Ujian Nasional 2007 ini adalah sebagai berikut: 1.Dari ranking yang dibuat. Hasil dari PISA tersebut ternyata berkorelasi positif dengan daya saing suatu bangsa yang diindikasikan Global Competitiveness Index sebagai indek daya saing dalam menggerakkan kemakmuran ekonomi suatu bangsa. Seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. . ternyata hanya Jepang dan Korea di Asia yang mempunyai ranking tinggi menyaingi negara maju seperti Finlandia yang mampu mentransformulasikan ekonominya dari basis sumber daya alam sebagaimana Indonesia menajdi knowledge-based Economic sehingga mampu menjadi negara makmur hanya dalam 15 tahun. Penentuan kelulusan peserta didik dari suatu satuan pendidikan. 2. c. Hasil ujian nasional dan/atau ujian sekolah/madrasah berfungsi sebagai salah satu pertimbangan untuk : a.

80 . 4. Naskah soal UN ditelaah dan ditetapkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) Naskah soal ujian nasional 2007 merupakan kolaborasi dari kurikulum 1994. Naskah Soal UN disusun berdasarkan SKL (Standar Kompetensi Kelulusan) UN 200780 2. 1 tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 tahun 2006 tentang Ujian Nasional tahun pelajaran 2006/2007.d. kurikulum 2004 dan standar isi. Untuk lebih jelasnya berikut disajikan bagan naskah soal ujian nasional 2007 Terdapat pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. SKL 2007 irisan (interseksi) dari kurikulum 1994. dan Standar Isi 3. e. Butir Soal UN dipilih dan dirakit dari Bank Soal yang dikembangkan oleh Puspendik (Pusat Penelitian Pendidikan). Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. 2004. Mengenai naskah soal yang diberikan dalam ujian nasional 2007 ini ada beberapa ketentuan yang digariskan oleh Departemen Pendidikan Nasional. yakni sebagai berikut: 1. Akreditasi satuan pendidikan.

dan peristiwa Mei.2. 4. 2. yang terdiri atas ujian utama dan ujian susulan. Secara lebih spesifik. hari pendidikan nasional. untuk persyaratan lulus satuan pendidikan. Kompas. 3. Ujian dilaksanakan secara serentak.81 Untuk ketentuannya dapat diperjelas dengan penjelasan berikut:82 1. (Surabaya) 16 Februari 2007. Jika pada tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan pada bulan Mei. ujian nasional 2007 dilaksanakan pada: tanggal 17-19 April untuk tingkat SMA dan sederajat. 82 Salamon. Depdiknas mengatakan bahwa pemajuan jadwal ini dilakukan dengan pertimbangan : target proses kegiatan belajar mengajar sudah usai pada bulan April. (Jakarta) 9 Desember 2006). Jadwal Ujian Kompetensi Keahlian SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) ditetapkan oleh sekolah dan harus selesai 1 (satu) minggu sebelum ujian Utama. 41-42. negeri ini memiliki banyak acara yang akan dihadiri oleh banyak massa yaitu : peringatan hari buruh internasional. Kompas. serta tanggal 24-26 April 2007 untuk tingkat SMP atau sederajat. para peserta didik harus memenuhi kriteria berikut ini: Advertorial. Sebab pada bulan Mei. Ujian susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan dibuktikan dengan surat keterangan yang sah. (Jakarta) 9 Desember 2006.DIAGRAM NASKAH SOAL UJIAN NASIONAL 2006/2007 Error: Reference source not foundtabel 1. maka untuk tahun 2007 dilaksanakan pada bulan April.83 Selanjutnya. sehingga siswa tidak perlu menunggu waktu lebih lama menghadapi UN dan dengan pemajuan jadwal ini diharapkan para siswa dapat lebih konsentrasi. Diagram Naskah Soal Ujian Nasional 2006/2007 Pelaksanaan ujian nasional 2007 ini ada perubahan. Makalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 83 Advertorial. 81 . Ujian dilakukan satu kali. 41-42 diperkuat dengan : Surya. 13.

dengan tidak ada nilai di bawah 4.84 Bagi para peserta didik yang telah dinyatakan lulus dari satuan pendidikan berhak mendapatkan ijazah. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Dengan memberikan ketentuan sebagai berikut: 84 Sesuai dengan PP No. 4. untuk Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut : 1) Memiliki nilai rata-rata minimal 5. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan ahlak mulia. Lulus ujian nasional.00 Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan (kebocoran soal. olahraga. Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.00 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. Kemudian. nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7. 2.00. dan khusus SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7.25.00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN atau 2) Memiliki nilai minimal 4. kecurangan dan ketidakjujuran) dalam pelaksanaan Ujian Nasional 2007. dan khusus untuk SMK. dan kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran estetika.1. Depdiknas juga membentuk dan memberikan berbagai aturan yang terkait dengan pengawasan. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.00 pada salah satu mata pelajaran dengan nilai dua mata pelajaran lainnya minimal 6. 3. 19 Tahun 2005 pasal 72 ayat (1) . dan kesehatan.

13 April 2007 untuk SMA/MA dan SMK dan tanggal 19. 2) Denah tempat duduk siswa dan pengawas. Depdiknas juga bekerjasama dengan perguruan tinggi se-Indonesia untuk turut serta mengawasi pelaksanaan ujian nasional 2007. teliti dan memegang teguh kerahasiaan.3. 3. Sebagai alat kelengkapan pengawasan ujian nasional 2007. d) Pendistribusian naskah soal ujian nasional dilaksanakan tanggal 12. bertanggung jawab. Denah tempat duduk siswa dan pengawas a) Pengawas Ruang bertanggung jawab penuh terhadap penyelenggaraan UN termasuk memasukkan LJUN (Lembar Jawaban Ujian Nasional) ke dalam sampul dibedakan LJUN Paket A dan LJUN Paket B serta disegel. Error: Reference source not foundTabel 1. Setiap ruangan diawasi oleh dua orang pengawas ruang UN. jujur. 1) Jenis Naskah UN dibedakan antara Paket A dan Paket B.1. Tim pengawas perguruan tinggi tergabung dalam . b) Pengembalian Sampul Naskah Soal dan LJUN. Penempatan pengawas ruang UN dilakukan oleh penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota dengan prinsip sistem silang murni antar sekolah/ madrasah dalam satu rayon/sub rayon. 2. 4. c) Penandatanganan perjanjian kerjasama tentang subsidi bantuan pelaksanaan ujian nasional. Tim pengawas ruang UN terdiri dari unsur guru yang memiliki sikap dan perilaku disiplin. Guru mata pelajaran tidak diperbolehkan mengawasi dan berada di lingkungan sekolah saat pelaksanaan UN berlangsung untuk mata pelajaran yang diajarkan. 20 April 2007 untuk SMP/MTs/SMPLB dan SMALB.

Tim Pemantau Independen (TPI) di Tingkat Provinsi. Penyelenggaraan ujian nasional TPI di bawah koordinasi Perguruan Tinggi. Penyimpanan naskah soal di Polres (h-5) 5. Widyaiswara LPMP yang ditetapkan oleh BSNP. 4) Anggota TPI bersedia melaksanakan tugas kegiatan pemantauan sesuai dengan jadwal. Pendistribusian naskah soal 4. Dengan persyaratan sebagai berikut:85 1) Dosen perguruan tinggi negeri (PTN). DR. Tidak hanya cukup disini saja proses pengamanan yang dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai hal yang tidak diinginkan. 85 . Depdiknas juga bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk ikut serta dalam rangka mensukseskan pelaksanaan ujian nasional 2007. Tingkat Kabupaten/Kota dan Tingkat Sekolah. meliputi: 1. Penyimpanan naskah soal di Polsek (h-2) 6. Langkah-langkah pengamanan diatur juga dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. Penerimaan dan penyimpanan master soal dari pusat 2. Penggandaan naskah 3. untuk wilayah Jawa Timur di ketua oleh Prof. Fasichul Lisan (Rektor Unair Surabaya). 2) Di daerah yang tidak terdapat PTN dapat menggunakan dosen PTN terdekat dan atau dosen perguruan tinggi swasta (PTS) 3) Anggota TPI harus memiliki integritas pribadi dan mampu menjaga kerahasiaan dalam melaksanakan tugasnya serta bersedia menandatangani kontrak kerja dengan BSNP.

Naskah soal terdiri dari 3 mata pelajaran per lembar 1 muka (tidak bolak balik sehingga bisa dipakai untuk “oret-oretan”) 2. Proses pemindaian (scanning) 11. 2) Disimpan di Polres untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan 3) Harus di suatu tempat yang terkunci dengan minimal 2 (dua) buah gembok : a) kunci gembok pertama dibawa petugas kepolisian termasuk kunci cadangan b) Kunci gembok kedua dibawa petugas dinas pendidikan termasuk kunci cadangan Naskah Soal terdiri dari beberapa hal sebagaimana berikut (dilengkapi dengan alur distribusi soal): 1./kota ke provinsi 10.7. Pengawasan pelaksanaan ujian nasional 8.dari panitia sub rayon ke penyelenggara kab. No paket soal : lembar depan berwarna kuning muda : lembar depan berwarna biru muda : ditulis pada halaman tengah bawah ./kota . Pengumuman hasil ujian nasional Untuk penyimpanan naskah setelah tiba di kabupaten atau kota. Paket a 3. dll.dari sekolah penyelenggara ke panitia sub rayon .dari penyelenggara kab. dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Hindari terjadinya pencurian atau kerusakan karena hujan/ tikus/ rayap. Pengembalian hasil lembar jawaban ujian nasional : . Paket b 4. Pengumpulan hasil ujian nasional oleh pengawas ruang 9.

Mendiknas Malik Fadjar dan Menko Kesra Yusuf Kalla membuat perbandingan ujian nasional dengan sistem ujian pada 1950-an dan ujian di Malaysia dan Singapura. orang tua dan guru dapat melihat hasil dari ujian nasional 2007 melalui Pengumuman kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan paling lambat : 1. Tanggal 16 Juni 2007 untuk SMA. C. Kendaraan di cek kelayakan jalannya agar tidak terjadi gangguan di tengah jalan. ujian nasional bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan secara nasional. Argumentasi tersebut adalah sebagai berikut: Pertama. SMPLB dan SMALB. Tanggal 23 Juni 2007 untuk SMP. “Ada UN Nggak Ada UN Sama Saja (Wujuduhu Ka Adamihi)”. Setiap orang tentunya memiliki pemahaman. Pada tahun 2003. PRO-KONTRA UJIAN NASIONAL 2007 Pro kontra terhadap kebijakan pemerintah merupakan suatu hal yang wajar. Segi positif dari pelaksanaan ujian nasional 2007 menurut Masdar Hilmy86adalah sebagai berikut: Masdar Hilmy. MA. berbagai kalangan baik yang pro maupun yang kontra saling memberikan argumentasinya. konsep dan cara yang berbeda. MTs. Dimohon membawa kendaraan minimal truk engkel yang tertutup/boks 6. Makalah dalam seminar Nasional “UN sebagai pendongkrak atau perusak kualitas pendidikan” 10 Mei 2007 86 . Depdiknas sebagai penyelenggara pendidikan di negara ini memberikan berbagai argumentasi mengenai latar belakang dilaksanakannya ujian nasional 2007. dan SMK 2. Begitupun juga dengan ujian nasional 2007. maka para peserta didik. Sejak itu pemerintah berketetapan untuk mengembalikan sistem ujian seperti tahun 1950-an yaitu menerapkan ujian nasional.5. Kedua. Setelah berbagai persiapan dan pelaksanaan ujian nasional selesai. Ternyata tingkat kesulitan soal-soal ujian kita sangat menurun dan juah.

bisa diketahui persebaran hasil belajar seluruh lembaga pendidikan dasar-menengah atas di seluruh tanah air 4. Kompas (Jakarta). “Rekayasa Pendidikan Pasca UN”. Selain melaksanakan ujian nasional. semisal mapping soal. Kompas (Surabaya). pemetaan materi substansial. Tidak berhenti dengan strategi bimbingan belajar. Menciptakan outcame berbekal teori kuat. tenaga pendidikan dan pembiayaan juga distandarkan. A. terjadinya konfigurasi hasil belajar secara merata karena mengacu pada satu alat evaluasi pembelajaran yang sama 3. ujian nasional diperlukan untuk standardisasi metode evaluasi pendidikan di Indonesia secara bertahap. DR. Berbagai kiat telah dilakukan sekolah demi meluluskan siswa-siswinya.Rasiyo berpendapat. hasil belajar menjadi terukur secara nasional. 7 Mei 2007. 14.87 Menurut Fathurrofiq. bimbingan belajar diyakini mampu membiasakan siswa menjawab berbagai variasi soal secara cepat dan cepat. 27 April 2007. Bahkan 87 88 Harus Ada Perubahan Kebijakan. munculnya juara olimpiade fisika internasional 2. .1. Upaya yang paling lazim adalah melalui bimbingan belajar. Sebagai alat pengontrol/pengendali kualitas pendidikan secara nasional. Dengan sistem drill soal. secara perlahan sarana. ada sekolah yang menambah strategi lain. Fathurrofiq. hasil belajar relatif bisa diawasi dan dikontrol secara berjenjang dan berkelanjutan. sebagai alat pengukur prestasi belajar siswa secara nasional. Sebagai alat mengetahui pemetaan kualitas pendidikan secara nasional.88ujian nasional telah mampu menciptakan motivasi belajar (Incentive Learning) untuk pelajaran yang diujikan.

Sebab saat ini Ujian Nasional tetap menjadi ajang pertaruhan reputasi sekolah di mata publik dan para pemangku kepentingan. Berbagai argumenpun diberikan sebagai legitimasi terhadap sikap mereka. Taufik. Sebagai contoh. tetapi Pasal 67 PP 19/2005 menyatakan: (1).89Dalam pandangannya. bahkan antar pasal dan ayat dalam PP itu terdapat kontradiksi. Dalam permasalahan mengenai ujian nasional 2007 ini.net diakses tanggal 20 April 2007 . PP 19/2005 itu bertentangan dengan Pasal 58 UU Sisdiknas. PP 19/2005 tentang Standardisasi Nasional Pendidikan (SNP) yang diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi pelaksanaan ujian nasional sekaligus mengakhiri kontroversi ternyata tidak demikian. kiat-kiat itu diharapkan bisa mengantarkan sekolah mendulang prestasi di ajang ujian nasional. ada beberapa hal yang menyebabkan ia bersikap menolak pelaksanaan ujian nasional 2007.vhrmedia. antara lain: Pertama. Seperti halnya Muhammad Taufik.satu sekolah di Surabaya menciptakan klinik belajar untuk sejumlah siswa yang mengalami kesulitan belajar. selain pihak yang mendukung (pro) terhadap diadakannya ujian nasional. Pasal-pasal mengenai ujian nasional bertentangan dengan UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang lebih tinggi. Pemerintah menugaskan BSNP untuk menyelenggarakan ujian nasional yang diikuti 89 M. Pasal 58 UU Sisdiknas memberikan otoritas kepada pendidik untuk melakukan evaluasi hasil belajar peserta didik. juga terdapat pihak yang mengkritisi bahkan menolak diadakannya ujian nasional 2007. “Carut-marut Ujian Nasional” www. Sebaliknya. Lebih dari sekedar ingin lulus. dasar hukum pelaksanaan ujian nasional bermasalah. PP itu justru mengundang masalah baru.

(3). kelompok mata pelajaran estetika. Namun. dalam wilayah yuridis saja ujian nasional sudah bermasalah sebenarnya. pemerintah kabupaten/kota. pemerintah provinsi. Ayat 1 menyatakan: Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: (a) menyelesaikan seluruh program pembelajaran. “Tingginya” standar kelulusan menjadi . dan satuan pendidikan. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Dalam penyelenggaraan ujian nasional BSNP bekerja sama dengan instansi terkait di lingkungan pemerintah. dan (d) lulus ujian nasional. Jadi. Demikian juga yang terjadi di Padang. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Apalagi turunanturunannya! Kedua. Kontradiksi antar pasal juga terlihat jelas pada Ayat 1 dan 2 Pasal 72. Ayat 2 menyatakan: Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan peraturan menteri. Ketentuan mengenai ujian nasional diatur lebih lanjut dengan peraturan menteri. Sebanyak 83 murid Sekolah Kejuruan Menengah Dhuafa melakukan aksi menolak mengikuti ujian nasional karena ditengarai ada kebocoran soal ujian. Kasus di Medan seperti diurai di atas adalah contoh paling telanjang sebagai ekses dari ujian nasional tahun ini. dan kesehatan. olahraga. kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional banyak terjadi. (2).peserta didik pada setiap satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan jalur nonformal kesetaraan. (c) lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. (b) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.

01. Melihat hal demikian. Ketiga. orang tua. Selalu ada proses tambal sulam atas kebijakan yang memang bermasalah sejak awal ini. Artinya. daerah sama sekali tidak memiliki kemandirian. selalu berubah-ubahnya pola pelaksanaan ujian nasional juga menjadi permasalahan tersendiri. namun juga bagi pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan pendidikan seperti sekolah dan pihak pendidikan.26. sehingga apa yang terjadi di Jakarta dengan serta-merta diterapkan di daerah. Akibatnya pola kecurangan selalu menjadi isu yang melekat setiap kali ujian nasional dilangsungkan. siswa itu bisa tetap lulus. Pendidik sering kali disalahkan oleh pemerintah. artinya dari tahun ke tahun pemerintah tidak konsisten atas pilihannya sendiri. Benny Setiawan menyebut hal demikian sebagai sistem pendidikan yang mengikuti tren pasar. Jakarta sering kali dijadikan miniatur pendidikan Indonesia.00 pada satu mata pelajaran namun pada pelajaran yang lain mendapat nilai 6.momok tersendiri tidak hanya bagi para siswa. jika seorang siswa memperoleh nilai 4.00. Tahun lalu ujian nasional memiliki syarat kelulusan dengan patokan angka nilai minimal 4. yakni 5. Pada tahun sebelumnya (2005) angka minimal kelulusan 4. Demikian pula dengan para guru (pendidik). Ia dipaksa untuk mengikuti tren Jakarta yang belum tentu sesuai dengan potensi lokal. bahkan peserta didik. namun itu adalah nilai rata-rata minimal dari tiga pelajaran yang diujikan. Dengan demikian. Sebenarnya angka minimal kelulusan menjadi naik. Tahun ini angka syarat minimal kelulusan menjadi kombinatif.00 misalnya. Hal ini dikarenakan mereka dianggap tidak mampu membimbing peserta didik . Pendidikan Indonesia masih suka bongkar pasang sesuai keinginan orang-orang pusat (Jakarta).

bahasa Inggris. korban dari semua ini adalah siswa didik dan para guru. Di sisi lain. Karena yang paling sering berinteraksi dengan para murid tentulah guru. untuk apa mempelajari materi-materi yang lain? Selain itu.secara maksimal. Jika hanya bahasa Indonesia. Cara pandang yang demikian telah mengantarkan generasi kita menjadi generasi yang –meminjam istilah Komarudin Hidayat – tidak memiliki visi dan komitmen. secara filosofis dan substantif ujian nasional tidak mencerminkan tujuan pendidikan yang sesungguhnya. dalih ujian nasional bisa menjadikan siswa bersungguh-sungguh dan mau bekerja keras menggapai kelulusan terbantahkan dengan banyaknya kasus kecurangan dalam ritual tahunan sekolah ini. Dalam konteks ini ujian nasional kemudian menjadi diskriminatif. Jika pendidikan bertujuan menjadikan manusia seutuhnya. lembaga bimbingan belajar sering kali mendapat acungan jempol dari berbagai pihak. Mereka selalu menjadi “kelinci percobaan” dari sistem yang silih berganti diterapkan. Ada siswa yang cukup mumpuni di satu mata pelajaran. Kelima. Keempat. hal ini berbeda ketika hasil ujian nasional menunjukkan hasil yang maksimal. pendidik (guru) dituding sebagai penyebab utama. Peran serta pendidik (guru) tidak pernah dihargai sedikitpun. kemampuan tiap orang berbeda. mengevaluasi siswanya apakah berhak lulus atau tidak. namun pada pelajaran lain tidak. Namun. . Ketidakmampuan ini ditunjukkan oleh hasil ujian nasional. dan matematika yang menjadi ukuran kelulusan. Ketika hasil ujian nasional jelek. maka pola pelakasanaan ujian nasional yang masih berlaku seperti sekarang ini telah mengantarkan para terdidik menuju cara pandang yang pragmatis. ujian nasional telah mencabut guru dari otoritasnya untuk menilai.

penambahan waktu belajar (sampai sore hari) dan yang lebih menyakitkan adalah berkurangnya mata pelajaran yang harus diterima. try out. “Berbagai Kelemahan UN”. 14. Praktis sejak itu rencana kerja setahun guru kelas IX (tingkat SMP sederajat) dan kelas XII (tingkat SMA sederajat) menjadi berantakan. menyangkut jadwal ujian nasional. membuat orang merasa asing dengan dirinya sendiri. mengingat semakin dekatnya pelaksanaan ujian nasional maka berbagai programpun dilaksanakan seperti. ada beberapa sisi negatif dari ujian nasional 2007 ini yaitu:91 90 91 Basuki Sugita. ujian nasional dan sistem pendidikan secara umum seharusnya bisa mengakomodasi keragaman itu. Sedangkan Masdar Hilmy berpendapat.90ia memaparkan berbagai kelemahan dari pelaksanaan ujian nasional 2007. Pergeseran jadwal ini berimplikasi luas karena baru diumumkan pada medio November 2006. Sebab. Implikasi lain dari pemajuan jadwal ini juga diderita oleh para siswa kelas IX dan XII. “Ada UN Nggak Ada UN Sama Saja (Wujuduhu Ka Adamihi)”. sebagaimana manusia diciptakan berbeda-beda.Sesungguhnya ujian nasional bukanlah sebuah masalah. Basuki Sugita. Beberapa kelemahan tersebut adalah sebagai berikut: pertama. jika pada tahun sebelumnya ujian nasional dilaksanakan pada bulan Mei. maka untuk tahun ajaran 2006/2007 dilaksanakan pada bulan April. Bukan sebaliknya. . Itulah yang disebut memanusiakan manusia: dunia pendidikan memberikan ruang bagi penemuan jati diri orang-orang di dalamnya. jika tidak menjadi faktor satu-satunya penentu siswa lulus atau tidak. Kompas. Masdar Hilmy. 5 Februari 2007. Lain halnya dengan M.

bukan inventiri. 10. industri yang hanya sekadar pemain pinggiran. bukan pemain utama. gempa bumi dan sebaginya. 9. padahal yang diujikan hanya tiga mata pelajaran. akibat miskinnya daya saing dan inovasi industri. UN tidak mampu membaca potensi-potensi lokal daerah 8. 4. 7. 6. Tidak berorientasi life skill.1. siswa yang lulus UN dengan nilai tinggi tidak dijamin mampu memecahkan berbagai persoalan dalam hidupnya. pengangguran semakin membludak. Sebagai palu godam tingkat kelulusan siswa. Tidak merefleksikan taksonomi Bloom. ada dua aspek penting dalam pendidikan yang tertinggal. bukan seluruh mata pelajaran 2. Tidak merepresentasikan potensi lokal daerah. bencana alam dan kemansiaan akibat human errors seperti tragedi tsunami. 5. Mengundang kejahatan. Tidak mencerminkan pendiidkan berbasis realitas: UN tidak langsung berkorelasi terhadap penyelesaian berbagai macam persoalan kehidupan seperti sektor pertanian yang semakin terpuruk. yaitu afektif dan motorik. kualitas belajar hanya bisa dinarasikan secara kualitatif . Lebih banyak berorientasi pada penyerapan. pada kenyataannya. UN tidak dapat mengatrol dari kreatifitas siswa dalam bidangbidang yang diujikan untuk menciptakanhal-hal yang bermanfaat untuk kemaslahatan umum. seperti kebocoran soal dan bisnis soal Rutinitas proyek Menciptakanideologi persaingan yang tidak sehat . Kualitas belajar tidak bisa diangkakan. 3.

16 Mei 2007. menghafal soal. Panas setahun dihapus hujan sehari Hal senada juga diungkapkan Fathurrofiq. Menjamurnya Bimbingan Belajar. rasa dan karsa anak didik terhadap substansi kompetensi ilmu pengetahuan. . dan trik-trik mengerjakan soal obyektif menunjukkan sikap instan dalam penguasaan ilmu pengetahuan. Jawa Pos 11 April 2007. Kecurangan dalam ujian nasional terasa sekali menunjukkan mentalitas menerabas. 34.92Menurutnya. Kecurangan dan cara belajar ala bimbingan belajar seolah menegaskan lagi pendapat (Alm) Koentjoroningrat tentang mentalitas menerabas dan budaya instan bangsa ini. Adapun cara belajar dengan drill soal. sikap menghalalkan segala cara demi tujuan lulus dan sukses Ujian Nasional. Ujian Nasional alih-alih sebagai kebijakan untuk peningkatan mutu pendidikan justru telah menihilisasi budaya belajar. menguasai ilmu pengetahuan hanya diukur dari kemampuan memilih jawaban secara cepat dan tepat untuk mendapatkan skor tertinggi. Cara belajar ini tidak menunjukkan eksplorasi cipta. Kompas (Jakarta). Implikasinya. kompetensi dan kecerdasan dalam.11. try out. “Nihilisasi Budaya Belajar”. 14. ujian nasional tidak memacu budaya belajar tetapi memicu kecurangan dan cara belajar ala bimbingan belajar93. 92 93 Fathurrofiq.

Contoh . antara lain kekuasaan militer. KUASA NEGARA 1. karena dari sinilah pangkal berbagai kebijakan yang menyangkut hajat hidup masyarakat. Hal lain yang membuat pengikut Syiwa tidak senang pada Airlangga adalah mengenai pengkastaan. Pada masa Airlangga inilah pemujaan terhadap Wisnu lebih diutamakan. Mulai dari kisah Ken Arok dan Tunggul Ametung di Tumapel. Sekilas Tentang Kekuasaan dan Negara Konsep kekuasaan merupakan pembahasan yang sudah lama dibahas oleh para pemikir. Raden Wijaya dan Raja Kertanegara dari kerajaan Singosari. kekuasaan politik dipandang sebagai kekuasaan yang paling dominan. hingga pelengseran mantan presiden Soeharto tahun 1998. Akar masalah dari perselisihan ini adalah raja Airlangga. Dalam sejarah bangsa Indonesia. Airlangga mengeluarkan kebijakan penghapusan kasta Paria (budak) dan membolehkan seseorang berpindah kasta didasarkan pada dharma baktinya kepada negara (bukan dari keturunan). Tentunya kita masih ingat bagaimana kekuasaan selalu saja diperebutkan. Ada berbagai jenis kekuasaan yang melingkari hidup kita. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari keinginan manusia untuk berkuasa dan menguasai orang lain. pengambil-alihan kekuasaan Majapahit oleh Demak. perang kemerdekaan melawan menjajah. Di antara berbagai jenis kekuasaaan tersebut. kekuasaan ekonomi dan kekuasaan politik. Tantripala (Guru Ken Arok/beragama Budha)94 pernah 94 Konflik yang muncul semasa hidup Ken Arok adalah pertarungan antara paham hindu Syiwa dan Wisnu.BAB III KUASA NEGARA DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN A. gerak dan tindakan kita tidak akan lepas dari kekuasaan. kekuasaan memang sudah menjadi bumbu penyedap dalam denyut nadi bangsa. Kekuasaan (Power) selalu menarik mengingat dalam setiap langkah. Hal ini membuat penganut Syiwa merasa disingkirkan dan diasingkan.

A. Dalam teori organik. kekuasaan ekonomi dan kekuasaan normatif atau ideologi.berujar bahwa karunia terbesar yang paling diinginkan manusia dari para dewa ialah kekuatan menguasai dan mempengaruhi sesamanya. Kesatuan moral atau sosial berhasil dari kehendak kolektif untuk berhubungan bersama-sama dan memfungsikan diri sebagai anggota masyarakat. padahal dia adalah sudra dan seorang penjahat. 97 Ibid. 95 Pramoedya Ananta Toer. kekuasaan merupakan lembaga etis dengan tujuan moral. 2002). . 73. yaitu: kekuasaan politik. Kekuasaan dan Pendidikan (Magelang : Indonesia Tera. 72. 2003).95 Kekuasaan politik hanya bagian dari apa yang disebut dengan kekuasaan sosial. Sebagai makhluk sosial.96 Teori mengenai sifat kekuasaan biasanya digolongkan ke dalam dua kategori besar.97 Pandangan mekanistik cenderung mengabaikan sifat sosial manusia dan memandang kekuasaan sebagai suatu lembaga artifisial yang didasarkan atas tuntutan-tuntutan individu. Gianfranco Poggi membedakan kekuasaan sosial atas tiga jenis. Tilaar. manusia menyadari bahwa kekuasaan yang membuat hidup menjadi mungkin dan bermanfaat bagi mereka. 68. Teori ini menganggap kekuasaan sebagai sarana atau mesin sebagai kesepakatan bersama antara individu untuk memuaskan keinginankeinginannya.R. Teori organik beranggapan bahwa kesatuan politik seperti negara merupakan tuntutan dari dalam diri manusia untuk berasosiasi dengan orang lain. Pertama kali ia berguru kepada Tantripala kemudian berguru kepada Dah Hyang Lohgawe (Penganut Syiwa) yang kemudian juga membantu Arok merebut kekuasaan dari Tunggul Ametung. yaitu: organik (Plato dan Aristoteles) dan mekanistik (teori kontrak sosial). Arok Dedes (Yogyakarta : Hasta Mitra. Arok (pembangun) yang bernama asal Temu merupakan penganut Syiwa. Teori ini mempunyai konsepsi mengenai alam sebagai mekanisme konkritnya adalah diangkatnya Tunggul Ametung menjadi Akuwu di Tumapel. 96 H.

yang bekerja sesuai dengan hukum-hukum tertentu yang secara otomatis menimbulkan harmoni kepentingan-kepentingan alami.98 Paulo Freire, telah membuat salah satu dari banyak konsep kekuasaan yang paling radikal dalam teori sosial kontemporer miliknya. Kekuasaan dipandang sebagai kekuatan yang positif dan juga negatif; sifatnya dialektis tetapi Mode Of Operation-nya selalu represif. Menurut Freire, kekuasaan bekerja pada dan melalui masyarakat. Di satu sisi, ini berarti bahwa dominasi tidak pernah sepenuhnya mutlak, yang dalam hal ini kekuasaan bersifat eksklusif dan sebagai kekuatan negatif. Di sisi yang lain, kekuasaan merupakan daya dorong dari semua perilaku manusia dimana masyarakat mempertahankan hidupnya, berjuang dan berusaha mewujudkan cita-cita kehidupannya yang lebih baik. Secara umum teori Freire tentang kekuasaan dan gambarannya mengenai sifatnya yang dialektis menunjukkan bahwa fungsi kekuasaan ini sangat penting dan merasuk ke berbagai segi kehidupan. Dalam hal ini, kekuasaan tidak dipahami hanya dalam wilayah publik dan pribadi di mana pemerintah, kelas-kelas yang dominan dan kelompok-kelompok lainnya memainkan peran. Kekuasaan itu ada di tangan siapa saja dan menemukan bentuknya dalam ruang publik yang saling berposisi yang secara tradisional telah kehilangan kekuasaannya dan bentuk-bentuk

resistensinya.99 Pandangan Freire tentang kekuasaan bukan hanya merupakan cara pandang yang menjadi alternatif dan berguna bagi para teoritisi radikal yang terperangkap dalam keputusasaan dan sinisme, tetapi juga menekankan bahwa
Ibid, 73. Paulo Freire. Politik Pendidikan: Kebudayaan, Kekuasaan dan Pembebasan (Yogyakarta : Terj. ReaD dan Pustaka Pelajar, Cet. V.2004), 16.
99 98

kekuasaan itu selalu diikuti dengan pertentangan, ketegangan dan kontradiksi dalam berbagai institusi sosial, seperti sekolah dimana kekuasan seringkali dianggap sebagai kekuatan positif yang resisten. Akhirnya, Paulo Freire mengetahui bahwa kekuasaan sebagai sebuah bentuk dominasi tidak dipaksakan pemerintah secara sederhana melalui tangan-tangannya, seperti polisi, tentara dan departemen kehakiman. Dominasi dipraktekkan lewat kekuasaan, teknologi dan ideologi yang secara bersama-sama menghasilkan pengetahuan, hubungan sosial dan ekspresi budaya yang berfungsi secara aktif untuk membuat masyarakat diam. Pembicaraan dominasi tidak hanya mengacu pada ekspresi budaya yang mempengaruhi kaum tertindas dalam kesehariannya, namun juga menyangkut bagaimana kaum tertindas ini menginternalisasi pengaruh dan turut melestarikan penindasan tersebut. Pembicaraan ini merupakan topik yang sangat penting di dalam buku Freire dan mengindikasikan bagaimana dominasi itu dipraktekkan secara subyektif melalui proses internalisasi dan “pengendapan diri” dalam bentuk-bentuk kebutuhan pribadi. Apa yang sedang kita bicarakan adalah pemikiran Freire tentang betapa pentingnya usaha untuk menyelidiki dominasi yang menindas secara psikis, dan oleh karenanya juga perlu pengamatan internal terhadap bentuk-bentuk emansipasi sosial dan individu.100 Konsep dominasi dan bagaimana kekuasaan bekerja secara represif terhadap jiwa manusia memperluas konsep belajar, termasuk bagaimana manusia belajar tanpa berkata-kata, bagaimana kebiasaan kemudian menjadi sejarah yang beku, dan bagaimana pengetahuan itu sendiri menghambat perkembangan subjektifitas tertentu dan cara manusia menjalani kehidupan di dunia. Persepsi
100

Ibid, 17.

terhadap pengetahuan sangat penting karena akan menunjukkan bagaimana perbedaan-perbedaan konsep pengetahuan yang emansipatoris mungkin akan ditolak oleh orang yang mendapatkan keuntungan darinya. Dalam kasus yang seperti ini, masyarakat tertindas mendapatkan akses terhadap logika dominasi mungkin dikarenakan mereka mempertahankan pengetahuan yang bertentangan dengan pandangan dunia mereka. Pengetahuan justru turut mempertahankan status quo dominasi ini karena menjadi kekuatan aktif yang bersifat negatif dan menolak untuk melihat adanya kemungkinan lain dalam kehidupan ini. Dengan kondisi yang seperti ini, dari sudut pandang pendidikan muncul pertanyaan, bagaimana para pendidik yang radikal menilai dan mendiskusikan pihak-pihak yang melakukan represi dan yang melupakan tujuan inti dari dominasi? bagaimana penjelasan terhadap kondisi yang tetap menolak untuk mengetahui dan menyelidiki bahwa pengetahuan mengandung kemungkinan yang bertentangan dengan dominasi itu sendiri?101 Pesan yang ingin disampaikan Freire dari konsep pendidikannya relatif cukup jelas jika pendidik yang radikal mengetahui makna kebebasan, mereka pertama-tama harus menyadari bentuk-bentuk dominasi, dimana dominasi itu tumbuh subur dan masalah apa yang dihadapai mereka yang tertindas oleh dominasi secara subyektif maupun obyektif. Akan tetapai proyek ini tidak akan mungkin terlaksana jika mereka tidak mengetahui karakteristik sejarah dan kebudayaan yang spesifik, bentuk-bentuk sosial, siapa kelompok penindas dan siapa yang tertindas, sebagai titik awal melakukan analisa. 102

101 102

Ibid, 18. Ibid, 18-19

Padotik menimbulkan kesadaran diawasi.2002). dalam sebuah ruang kekuasaan. tetapi seluruh struktur tindakan yang menekan dan mendorong tindakan-tindakan lain melalui rangsangan. cet. Panoptik merupakan cara yang efektif dalam menimbulkan kepatuhan dan bahkan ketakutan akan penguasa atau kekuasaan.Berbeda dengan tokoh-tokoh lain yang membahas mengenai kekuasaan. negara memiliki otoritas kekuasaan yang nyata bahkan dilegitimasi oleh perundang-undangan yang di produksinya. Ibid. 105 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 777. Locke).II. Negara dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti:105 1. Kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang terorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif. Kekuasaan bukan pertama-tama bukan represi (Freud. 2004). norma dan pengawasan panoptik. atau manipulasi ideologi (Marx). Strategi kekuaaan menurut Foucault menggunakan berbagai cara. diawasi-mengawasi. maka frame pemikiran kita akan terus mengarah kepada negara. Organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. dikontrol-mengontrol. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka Cet. direhabilitasi-merehabilitasi. abnormal-menormalkan. 103 Haryatmoko. Tetapi tentang kekuasaan ini Foucault mengatakan bahwa kekuasaan ada di mana-mana. dokontrol secara terus menerus. yaitu: disiplin. Micheal Foucault berpendapat kekuasaan itu terlaksana bukan pertama-tama melalui kekerasan atau dari hasil persetujuan (Hobbes.104 Berbicara mengenai kekuasaan. persuasi atau bisa juga melalui paksaan dan larangan. 221. 2. Panopticon (panoptik) merupakan konsep yang menjelaskan tentang relasi antara orang yang . bukannya bahwa kekuasaan mencakup semua. Kompas Media Nusantara. Etika Politik dan Kekuasaan (Jakarta : PT. hal. tetapi kekuasaan datang dari manamana. 217.103Tujuan dari semua itu adalah kepatuhan. 104 . Hal ini dikarenakan. Marx) dan bukan juga fungsi dominasi suatu kelas yang didasarkan pada penguasaan atas ekonomi. Reich) atau pertarungan kekuatan (Machiavelli.II.

Negara menurut asal usul kata berasal dari bahasa sansekerta “Nagari” atau “nagara”. Sehingga negara (state) menurut istilah. 24. Sedangkan secara definisi normal seringkali disinonimkan dengan publik. Rineka Cipta. dan bisa bermakna yang berhubungan dengan rakyat atau negara. bentuk pemerintahan. 79. negara adalah: persekutuan dari keluarga dan desa guna memperoleh hidup yang sebaik-baiknya. bahkan ratusan tahun yang lalu. Dalam bahasa daerah dari suku di Indonesia menerima arti “daerah.II. wilayah” negeri (Aceh) atau tempat tinggal seorang raja atau pangeran. Ibid. Inti dari pemikiran kedua tokoh ini. Pembahasan mengenai negara telah sejak lama dibahas. 2000).cet.107Kedua pengertian ini terasa sangat sederhana. berdaulat. seperti birokrasi. kontrol/pengendalian. sedangkan Aristoteles berpendapat. memaksakan. keadilan. . sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya. mengarahkan atau memerintah. 107 106 . Jadi dalam istilah negara itu sudah terkandung makna pemerintah dan rakyat. (Jakarta. 82. dominasi.mempunyai kesatuan politik. (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 2003). Antonio Gramsci Negara dan Hegemoni. yang berarti kota. Plato dalam bukunya “Politea” yang berarti negara mendefinisikan negara sebagai “Keinginan kerjasama antarmanusia dalam rangka memenuhi kepentingan bersama”106. Ilmu Politik. sistem administrasi. pengaturan. negara membutuhkan kekuasaan yang mutlak untuk mendidik warganya dengan nilai-nilai moral yang rasional.108 Inu Kencana Syafiie. 108 Nezar Patria & Andi Arif. kekuasaan. berhubungan dengan kondisi tindakan. PT. mengingat realita sosial waktu itulah yang melatarbelakangi munculnya pendefinisian ini.

sedangkan masyarakat hanya mewakili kepentingan pribadi dan terpecah-pecah. Pada masa ini. 111 Ibid. 24. Ibid. Menurutnya. rakyat tidak mengetahui kehendaknya. pikiran dan hasrat masing-masing individu (roh subyektif). dan Rousseau mencoba melakukan kritik terhadap kekuasaan negara. terjadi proses sekularisasi yang memisahkan kekuasaan negara dan gereja. Dengan demikian.109 Pada abad renaisance.Pada abad pertengahan. Para filosuf seperti Thomas Hobbes. dimana roh obyektif tersebut merupakan cerminan dari kehendak. karena ia secara obyektif mengungkapkan apa yang bagi rakyat hanya ada secara subyektif. Mereka mengajukan model negara yang dapat menjamin otonomi manusia dari kekuasaan dari luar dirinya. 24. Ini lantas menjadi legitimasi kekuasaan mutlak dari negara. Pada masa itu. negara merupakan institusi yang paling paham akan kehendak individu.110Pendapat ini diperkuat dengan konsepsi Hegel tentang negara. Pada jaman ini lahir pandangan bahwa negara merupakan wakil dari kepentingan umum atau publik. negara adalah ungkapan roh obyektif. ide tersebut mengalami rekonstruksi dalam lingkup kekuasaan teologis gereja. Mereka menawarkan model negara dengan mainstream liberalisme. yang mengetahui adalah negara.111 Pandangan liberalisme ini merupakan cikal bakal dari kapitalisme yang pada akhir abad ke-19 menunjukkan wajahnya yang beringas. Locke. . negara dianggap sebagai wakil gereja di dunia dan gereja adalah wakil tuhan untuk menegakkan kehidupan moral di dunia. 24. muncul Karl Marx yang menganggap eksistensi negara justru diakibatkan oleh 109 110 Ibid. sebagai hasil dari gaya pemikiran renaisance yang mengagungkan otonomi manusia.

Menurut Prof.113Sedangkan Miriam Budiarjo. Sedangkan J. menegaskan negara adalah suatu daerah teritorial yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warganya ketaatan pada peraturan perundang-undangan melalui penguasaan (kontrol) monopolistis dari kekuasaaan yang sah. 25.J.114 Di sisi lain. maka harus ada pemerintah yang berdaulat.116 112 113 Ibid. negara tidak mengabdi pada kepentingan seluruh masyarakat. Menurutnya. menjadi alat suatu klas dominan untuk mempertahankan kedudukan mereka. melainkan hanya kepentingan klas-klas sosial tertentu saja. Roousseau mengartikan bahwa negara adalah perserikatan dari rakyat bersama-sama yang melindungi dan mempertahankan hak masing-masing diri dalam harta benda anggota-anggota yang tetap hidup dengan bebas merdeka. masing-masing berjanji akan memakainya menjadi alat untuk keamanan dan perlindungan bagi mereka.112 Menurut Max Webber.adanya ketidakberesan yang sifatnya fundamental dari masyarakat. 115 Ibid. Kranenburg negara merupakan suatu sistem dari tugas-tugas umum dan organisasi-organisasi yang diatur dalam usaha negara untuk mencapai tujuannya. banyak dari kalangan ilmuwan itu mengartikan negara itu dengan berbagai bentuk. 23. 116 Ibid. 85.115 Thomas Hobbes mengartikan negara dengan suatu tubuh yang dibuat oleh orang banyak beramai-ramai. negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah. . 84. 85. 114 Ibid. Inu Kencana. yang juga menjadi tujuan rakyat/masyarakat yang diliputinya.

telah ada berbagai macam bentuk negara. Kita tidak dapat memandang rendah bentuk negara kerajaan ini. Namun menurut Inu Kencana disebutkan sebagai berikut: 1) Negara Kerajaan Negara kerajaan kepala negaranya dijabat secara turun temurun.Deliar Noor mengatakan bahwa negara adalah semacam bentuk suatu ikatan. mencakup sebagian segisegi hidup itu. Kedua. pertama yang mencakup keseluruhan hidup manusia. Memang batasan yang tegas antara itu tidak ada. maharani. negara republik juga dapat memiliki . ratu. Meskipun hingga saat ini. Misalnya Inggris dan Jepang. Ikatan ini ada dua macam. Dalam sejarah keberadaan manusia. misalnya: kaisar. Sedangkan kepala pemerintahannya yang menjalankan roda pemerintahan (eksekutif) dapat diserahkan kepada perdana menteri (PM) yang memimpin kabinet (dewan menteri-menteri) atau dapat pula dijabat sendiri oleh kepala negara tersebut di atas. semacam bentuk kumpulan yang pada akhirnya dapat menggunakan paksaan terhadap para anggotaanggotanya. sultan. 2) Negara Republik Adalah suatu negara yang kepala negaranya dijabat oleh seorang presiden. dikarenakan kepala negaranya hanya dianggap sebagai simbol. dengan gelar berbagai jenis. syah atau lain-lainnya sesuai budaya negara tersebut. ada perdebatan mengenai arti bentuk negara dengan bentuk pemerintahan. Seperti juga dengan kerajaan.

Mereka berhak dan menentukan nasib rakyat suatu negara akan dibawa kemana. yaitu dengan jalan tidak dapat dijatuhkannya presiden dijatuhkan oleh mosi tidak percaya parlemen (Legislatif). yaitu:117 1.perdana menteri yang akan memimpin kabinet. Perbedaan ini tergantung kepada besar kecilnya. 86. . diperlukan syarat-syarat tertentu. Adanya wilayah. kecuali sistem pemerintahannya memberikan posisi dominan kepada presiden. Ada 4 syarat pokok berdirinya suatu negara. Untuk melaksanakan fungsi ini. mereka juga memiliki aparat-aparat pemerintahan sebagai avant garde dari pelaksanaan program pemerintahan. sentralisasi atau desentralisasi yang diberikan negara itu dalam hubungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat. keduanya dapat dibagi lagi atas bentuk serikat (republik serikat atau kerajaan serikat) atau bentuk kesatuan (republik kesatuan dan kerajaan kesatuan). pemerintah mengeluarkan perundang-undangan yang menjadi legitimasi bagi seluruh kebijakan yang diambil. Tetapi. suatu negara akan diakui eksistensinya jika terdapat wilayah atau daerah sebagai ruang bagi warga negaranya. apabila presiden selain kepala negara juga sekaligus merangkap sebagai kepala pemerintahan yang memimpin kabinet. Wilayh suatu 117 Ibid. yang sudah barang tentu prsiden (kepala negara) terpilih tidak lebih dari sekedar simbol. Hal ini dicantumkanm dalam konstitusi negara tersebut. Adanya pemerintah. 2. Untuk mendirikan sebuah negara. Baik negara kerajaan maupun republik. pemerintah merupakan pelaksana dari program negara. Selain itu. maka degara republik tersebut berarti menganut sistem pemerintahan yang presidensial.

Dan berposisi sebagai obyek ketika mereka tidak memiliki kekuatan untuk menentukan masa depan negaranya. Adanya warga negara. pengakuan disini tidak hanya berasal dari warga negaranya dengan kepatuhan dan ketaatan warga negara terhadap berbagai kebijakan yang dikeluarkan negara. Pengakuan ini ada yang bersifat de facto dan de jure. 4. posisi warga negara bisa dikatakan sebagai subyek dan obyek. Adanya pengakuan. 3.negara seringkali menj di problem serius antar negara. Selain itu. tetapi juga mengarah kepada pengakuan negara lain. perebutan wilayah di jalur Gaza antara Israel dan Palestina yang tak terselesaikan hingga kini. jika mereka ditindas oleh kekuasaan negara yang represif dan dikekang hak-haknya sebagai warga negera maka merekapun berposisi sebagai obyek. . Kita tentu masih ingat konfrontasi Indonesia dan Malaysia yang bersengketa mengenai perebutan pulau Ligitan dan Sipadan. Ia menjadi subyek tatkala ia memiliki otoritas untuk menentukan arah negaranya.

118 Dalam kamus besar bahasa Indonesia. maka untuk menganalisisnya hanya digunakan dua konsep yang selama ini dianggap relevan sebagai alat bedahnya. a.II. dominasi. 118 . Strategi Pelanggengan Kekuasaan Oleh Negara Albert Camus pernah berkata “Power tend to corrupt and absolutly power absolutly corrupt (kekuasaan mengarah kepada korupsi dan kekuasaan yang mutlak jelas mengarah kepada korupsi ). hegemoni diartikan sebagai: pengaruh kepemimpinan. Kedua konsep tersebut adalah hegemoni dari Antonio Gramsci dan IRA (Ideological State Apparatus) dan RSA (Repressive State Apparatus) dari Louis Althusser. Maksudnya. 2005). lingkar kekuasaan tidak akan jauh dari korupsi dan kepemilikan kekuasaan yang memudahkan seseorang untuk mendapatkan fasilitas yang diinginkan menimbulkan keinginan untuk melanggengkan kekuasaannya. Hegemoni Istilah Hegemoni berasal dari bahasa Yunani egomonia yang berarti penguasa atau pemimpin. Untuk lebih mengerucutkan pembahasan mengenai strategi pelanggengan kekuasaan. Piliang.2. cet. 2002). kekuasaan dan sebagainya suatu negara atas negara lain. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka. Transpolitika Dinamika Politik di dalam Era Virtualitas (Yogyakarta : Jalasutra. 24.119 Yasraf A. 364. 119 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa.

gaya hidup. Secara sederhana. Secara berurutan. khususnya dalam pengertian kelas berkuasa. pemikiran awam (Common Sense). dan budaya massa. terj. Akan tetapi. di dalam abad informasi dewasa ini. blok historis dan perang posisi. hegemoni diartikan sebagai sistem kekuasaan atau dominasi politik. Transpolitika. Di dalam tradisi marxisme. hegemoni politik mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan dari relasi hegemoni khusus. pemikiran hegemoni Gramsci merupakan bagian awal dari rentetan pemikiran-pemikirannya.123Kelas pekerja harus mengembangkan kekuatan nasional. konsep pemikirannya meliputi: Aliansi untuk mencapai konsensus. Dalam term awalnya. Artinya. Piliang. berjuang untuk membebaskan semua kelas atau kelompok yang tertindas.121 Dalam pengertian tradisionalnya. agama. 121 Yasraf A. ras.Konsep hegemoni yang dijelaskan oleh Antonio Gramsci120 selama ini diinterpretasikan ke dalam berbagai relasi selain relasi politik. sebagai dua bidang yang terpisah. konsep hegemoninya merupakan awalan untuk melakukan tindakan selanjutnya. 24. hegemoni digunakan untuk menunjukkan perlunya kelas pekerja untuk membangun aliansi dengan petani dengan tujuan meruntuhkan gerakan Tsarisme. Artinya. yaitu hegemoni dalam budaya massa (dan iklan). 123 Roger Simon. masyarakat sipil.122 Istilah hegemoni. hubungan kekuatan : ekonomikorporasi. Bagi Lenin. Selain itu masih ada pembahasan mengenai revolusi pasif dan watak kekuasaan. Gagasan-gagasan Politik Gramsci (Yogyakarta : Insist dan Pustaka Pelajar. pertama kali dipakai oleh Plekhanov pada tahun 1880an. fenomena hegemoni berlangsung di dalam dunia politik dan budaya massa (iklan). revolusi intelektual dan moral. 1999). yang masing-masing mempunyai mekanisme dan logikanya masing-masing. 24. 20. seperti gender. istilah tersebut kemudian diperluas ke arah hubungan kekuasaan diantara kelas-kelas sosial. nasional-kerakyatan. 120 . suatu strategi yang harus dijalankan oleh kelas pekerja dan anggota-anggotanya untuk Antonio Gramsci lahir di Ales sebuah kota kecil di Sardinia Italia. 122 Ibid. hegemoni merupakan strategi untuk revolusi. pada 22 Januari 1891.

tetapi harus diperluas lagi dengan mengikutsertakan kelompok-kelompok sosial lain dalam aliansi guna mencapai konsensus sebagai langkah awal dalam melaksanakan aksi. diperlukan aliansi antara kelas sebagai kekuatan penopangnya. baik dalam merebut kekuasaan negara maupun dalam mempertahankan kekuasaaan yang sudah diperoleh. melainkan hubungan persetujuan dengan menggunakan kepemimpinan politik dan ideologi.124Gramsci menambahkan dimensi baru pada masalah ini dengan memperluas pengertiannya sehingga hegemoni juga mencakup peran kelas kapitalis beserta anggotanya. Titik awal konsep Gramsci tentang hegemoni adalah.126 Sebagai kata kunci dalam menjalankan hegemoni. yaitu bentuk setengah binatang dan setengah manusia. bahwa suatu kelas dan anggotanya menjalankan kekuasaan terhadap kelas-kelas di bawahnya dengan cara kekuasaan dan persuasi. otoritas dan hegemoni. 19.125Hegemoni bukanlah hubungan dominasi dengan menggunakan kekuasaan. Ibid.memperoleh dukungan dari mayoritas. 125 124 . sebagai simbol dari “perspektif ganda” suatu tindakan politik-kekuatan dan konsensus. Hubungan kekuatan yang terhimpun harus merepresentasikan kekuatan ekonomi-korporasi dan nasional kerakyatan. Ibid. Aliansi ini tidak hanya terjadi antar serikat pekerja. 19-20. 126 Ibid. Aliansi ini merupakan cara yang harus dilaksanakan jika menginginkan terlaksananya hegemoni. kekerasan dan kesopanan. diperlukan kelas intelektual sebagai otak dari seluruh proses yang dijalankan. 21. Dalam melaksanakan hegemoni. Gramsci menggunakan Centaur Yunani.

128-129. Dengan sifat potensial ini dimaksudkan bahwa disintegrasi itu tampak dalam konflik yang tersembunyi “Di bawah permukaan kenyataan sosial”. Hegemoni Integral. Masyarakat menunjukkan tingkat satuan moral dan intelektual yang kokoh. Dia menunjukkan adanya potensi disintegrasi di sana. dan merupakan barisan terdepan yang riil dan organik dari lapisan kelas ekonomi papan atas yang disitu mereka termasuk di dalamnya. Hegemoni ini ditandai dengan afiliasi (gabungan) massa yang mendekati totalitas. adalah mereka yang menyadari identitas dari yang diwakili dan yang mewakili. Intelektual Tradisional adalah: intelektual organik yang berasal dari kelas kapitalis.Intelektual127 disini harus mampu membaca keinginan mayoritas masyarakat (Common Sense) agar memudahkan dalam penyikapan isu-isu yang dilancarkan. Kedua. Hubungan tersebut tidak diliputi dengan kontradiksi dan antagonisme baik secara sosial maupun secara etis. dominasi ekonomis borjuis menghadapi tantangan berat. Pertama. 2. Hegemoni Merosot (Decadent Hegemony). integrasi budaya maupun politik mudah runtuh. Artinya. Bentuk ini merupakan bentuk hegemoni yang paling rendah dibanding dua bentuk di atas. 3. Inteletual Organik. namun tidak digunakan untuk transformasi sosial. 127 . Atau secara lebih mudahnya. yaitu:128 1. adalah mereka yang memiliki daya intelektualitas. dalam masyarakat kapitalis modern. sekalipun sistem yang ada telah mencapai kebutuhan atau sasarannya. 128 Nezar Patria & Andi Arif. dan intelektual yang berlangsung bersamaan dengan keengganan Gramsci membagi kelompok intelektual menjadi dua golongan. Hegemoni Minimum (Minimal Hegemony). Karena itu. politis. Gramsci membagi hagemoni menjadi tiga bagian. namun “mentalitas” massa tidak sungguh-sungguh selaras dengan pemikiran yang dominan dari subyek ekonomi. Ini tampak dalam hubungan organis antara pemerintah dan yang di perintah. Hegemoni bersandar pada kesatuan ideologis antara elit ekonomis.

Mereka malah mempertahankan peraturan melalui transformasi penyatuan para pemimpin budaya. politik.terhadap setiap campur tangan massa dalam hidup bernegara. Dengan demikian. maupun ekonomi yang secara potensial bertentangan dengan “negara baru” yang dicita-citakan oleh kelompok hegemonis itu. . sosial. kelompok-kelompok hegemonis tidak mau menyesuaikan kepentingan dan aspirasi-aspirasi mereka dengan klas lain dalam masyarakat.

baik berupa relasi simetris maupun keyakinan superioritas suatu bangsa terhadap yang lain. Aiken. 48.129 Ideologi secara konsep sering dipahami secara berbeda-beda. Ideologi juga diberi makna sebagai seperangkat keyakinan ketika suatu bangsa mempercayai peran yang harus dimainkannya dalam berelasi dengan bangsa lain yang memiliki karakter berbeda dengannya. kesetaraan manusia atau keadilan dan kemakmuran. 2002). 5. akan tetapi karena ideologi adalah konsep yang sarat dengan konotasi politik dan digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari dengan makna yang beragam. Abad Ideologi (Jogjakarta : Yayasan Bentang Budaya. misalnya. Nuswantoro. terj. 1996). 131 Henry D. Daniel Bell: Matinya Ideologi (Magelang : IndonesiaTera. baik dalam pengertian orang awam (Common Sense) maupun dalam pemakaian di dunia keilmuan. dengan begitu perlu diimani. Sesekali ia disebut sebagai “jalan kebenaran” yang menyerupai firman. IRA (Ideological State Apparatuses)/RSA(Repressive State Apparatuses) Ideologi adalah salah satu dari sekian banyak konsep yang paling ekuivokal (meragukan) dan elusif (sukar ditangkap).131Rumusan yang jelas mengenai ideologi memang tidak dapat kita lepaskan dari pendapat beberapa tokoh yang mengeluarkan statemen 129 130 Jorge Larrain. yang terdapat dalam ilmu-ilmu pengetahuan sosial. Ia bisa menjadi guiding principle suatu masyarakat atau bangsa dan mengantarkannya kepada satu tatanan obsesif. terj. . 1. Di lain waktu ideologi dianggap sebagai gambaran palsu tentang dunia. 2001). tidak hanya karena beragamnya pendapat teoritis yang menunjuk arti dan fungsi yang berbeda-beda. Konsep Ideologi (Yogyakarta : LKPSM.130 Istilah ideologi ditemukan oleh filosof Perancis Destutt de Tracy (1754-1836).b.

produk sejarah yang seolah-olah menjelma sesuatu yang alamiah. Phobia akan sebuah tindakan yang berasal dari ideologi melahirkan kewaspadaan ekstra dari berbagai pihak yang merasa terancam.2006). rather than describing a reality”. xvi. atau sebuah romantisme dari sebuah realitas merupakan bagian dari ideologi.135 Peran ideologi memang sangat signifikan dalam kehidupan. a hope. Pergolakan Pemikiran antara Fundamentalisme Islam dan Fundamentalisme Neo-Liberal.tentang ideologi. Sejak buaian hingga kuburan.133 Ideologi adalah segala yang sudah tertanam dalam diri individu sepanjang hidupnya: history turn into nature. 134 Ibid. manusia hidup dengan ideologi. xvi. Terj. harapan. Psikoanalisis. 267. Cultural Studies. 135 Ahmad Baso. Tentang Ideologi: Strukturalisme Marxis. 2006). Atau dengan redaksi yang lain dikatakannya sebagai sesuatu yang profoundly unconcious.134 Lain halnya dengan Marx yang mengartikan ideologi sebagai “kesadaran palsu” sebagai “camera obscura” yang memutarbalikkan realitas. sebagai hal-hal yang secara mendalam tidak disadari.III. . or a nostalgia. Peristiwa 132 Ahmad Baso. 267. Kita tentu masih ingat bagaimana Hitler dengan ideologi fasisnya membelalakkan pandangan dunia dan ideologi fundamentalisme Islam yang begitu ditakuti oleh Amerika dengan bingkai terorisme. Louis Althusser mengartikan ideologi sebagai “Expresses a will. (Jakarta : Erlangga.132Pengertian ini mengisyaratkan bahwa segala sesuatu yang menampilkan sebuah keinginan. (Yogyakarta : Jala Sutra. baik secara personal maupun kolektif. Cet. NU STUDIES. NU STUDIES . 133 Louis Althusser.

saling serang antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. merupakan bagian dari argumentasi dari Amerika untuk menyerang Afghanistan dan Irak (selanjutnya mungkin Iran) yang dikatakan sebagai basis terorisme internasional dan membahayakan keamanan dunia. 5 Mei 2007. Baru-baru ini kita juga mendengar berita mengenai penyerangan sebuah kelompok Islam terhadap sekelompok demonstran pada peringatan May Day 2007 di Yogyakarta yang dicurigai sebagai kelompok berideologi komunis.pengeboman menara kembar WTC New York 11 September didengungkan sebagai aksentuasi dari ideologi Islam radikal. ”Jamaah Islamiyah dan Bahaya Ideologi” Kompas (Jakarta). . Perang berhadapan dengan ideologi memang sangat sulit di berangus. Ideologi tidak bisa ditembus butir-butir peluru. semuanya dijelaskan dengan aturanaturan yang tidak dapat ditemukan dasar epistemologisnya. bahkan peran ideologi lebih berbahaya ketimbang kejahatan-kejahatan dan kekerasan-kekerasan fisik. ideologi menjadi bagian dari mekanisme pengaturan diri. Penjelasan akhir tentang pengaturan tubuh adalah kepercayaan atau ungkapan tentang “sesuatu yang sudah dari sananya”. Kita tidak menyadari kapan pemahaman tentang 136 M. Bagaimana kuku jempol harus dibersihkan dan dipotong agar tidak menimbulkan bau. Kita seakan-akan terbelenggu oleh pelabelan berbasis ideologi. Guntur Romli. 14. pengelolaan tubuh dan jiwa. Dan. hingga rambut yang harus dipotong dan dirawat. Ideologi akan merasuk kedalam relung hati dan nalar berpikir seseorang dalam bertindak.136 Dari ujung kaki hingga ujung rambut. Ideologi membuat kita saling curiga.

pikiran ini. Penanaman ideologi ini diperlukan sebagai bagian dari prinsip kekuasaan yakni untuk melanggengkan kekuasaaan. Begitu terbiasanya kita dengan semua yang ada di dalam dan di sekitar diri sejak bayi sampai dewasa. termasuk pelbagai partai yang berbeda). ISA Politik (sistem politik. melengkapi pencapaian tujuan tertentu dengan mekanisme ajeg yang dibentuk struktur-struktur di dalam dan di luar sana. Kita ternyata percaya saja. ISA komunikasi (pers. Ibid. olahraga. menerima saja.138 Menyadari begitu sentralnya peran ideologi. xvii. diri yang sudah jadi organ. sehingga tak ada lagi pertanyaan-pertanyaan mendasar yang perlu diajukan. dan sebagainya)139 137 138 Louis Altusser. . ISA Pendidikan. Institusi-institusi tersebut adalah: ISA Agama. Kitapun percaya pada diri kita yang menjelma kenyataaan. xvii. beginilah wajarnya.pengelolaan tubuh terbentuk dalam benak kita. ISA Keluarga. Tubuh ini. Kita tak ingat siapa yang menjelaskan cara berpikir yang kita pakai sekarang. Tentang Ideologi. maka negarapun menformat metode penenaman ideologi bagi warganya dengan berbagai cara. dan mengapa cara itu yang yang kita gunakan. diri ini. ISA Hukum. 20. seni. ISA serikat buruh. Lous Althusser memberikan informasi kepada kita tentang berbagai institusi yang berperan sebagai aparatus negara ideologis. radio dan televisi.137 Kepercayaan yang tertanam tanpa disadari itulah yang dinamakan ideologi. dan sebagainya) dan ISA budaya (kesusasteraan. 139 Ibid. beginilah adanya.

Di dalamnya maknamakna dikerahkan di dalam praktik wacana komunikasi sosial sehari-hari dengan model discourse yang sangat kompleks. bukan lewat kekuatan senjata. akan tetapi sebuah sistem yang mempunyai mekanisme yang jauh lebih kompleks. P Thompson bukanlah sebuah sistem yang di dalamnya terjadi pemaksaan konsep. sebuah ideologi harus selalu memanggil subyeknya secara simpatik. ide atau kepercayaan terhadap masyarakat secara vertikal dari atas. jantan. Sukses sebuah iklan sangat ditentukan dari kemampuannya menjadikan setiap orang menjadi subyek. 140 . yaitu orang yang merasa menjadi bagian dari ide-ide yang ditawarkan oleh sebuah produk. seperti berjiwa muda. Yasraf. 2005).140 Menurut Althusser. Negara dan Pendidikan Bebicara mengenai korelasi antara negara dan pendidikan memang selalu menarik untuk dibincangkan. A. dinamis. Transpolitika. 276. meskipun tujuan utamanya adalah pelanggengan relasi dominasi. Mekanisme mangajak secara persuasif ini sama dengan mekanisme iklan yang selalu memanggil setiap orang untuk menjadi subyek dari produk yang ditawarkannya.141 3. Dinamika Politik Di Dalam Era Virtualitas (Yogyakarta : Jalasutra. Piliang. cara sebuah ideologi mencari pengikutnya adalah melalui mekanisme ajakan atau interpelasi.Ideologi menurut John. 141 Ibid. 28. Untuk dapat memproduksi dirinya. progresif dan sebagainya. Hal ini dikarenakan sejak lahirnya konsep pendidikan tidak akan lepas dari dunia politik yang merupakan basic dari negara.

Madrasah Nizamiyah didirikan di setiap kota di Irak dan Khurasan.143 Mengenai hal ini Rasyid mengatakan : M. Ibid. Singkat kata. Patronase Nizam Al Mulk tidak hanya menyangkut masalah keuangan dan pengadaan sarana. VI-VII. Hal ini terbukti dari dikeluarkannya undang-undang sekolah liar (Wilden Scholen Ordonantie). tujuan pendirian madrasah oleh Nizam Al Mulk adalah untuk mencetak birokrat-birokrat yang akan menduduki jabatan kenegaraan. Madrasah Nizhamiyah didirikan oleh penguasa Bani Saljuk. masing-masing tahun 1925 dan 1930. setengah abad setelah berdirinya universitas Al Azhar di Kairo. Kita tentu masih ingat bagaimana sikap pemerintah Hindia Belanda memperlakukan pendidikan di nusantara.142 Dalam sejarah Islam. tetapi juga kurikulum dan jabatan “profesorship”. sekitar tahun 1926 pondok pesantren sudah tidak lagi termuat dalam statistik pemerintah Hindia Belanda. 2-3. Harus dibubarkan. 143 142 . Proses pendidikan yang berporos pada dunia pesantren menjadi ancaman yang dianggap cukup serius bagi penguasa kolonial. dan dianggap legal. Madrasah Nizhamiyah merupakan instrumen kebajikan politik yang salah satu fungsi utamannya adalah untuk menanamkan doktrin kenegaraan yang memperkuat kerajaan. melalui lembaga tersebut akan lahir warga negara yang mengerti akan nilai-nilai yang dianut oleh pemerintah. Dalam pandangan kolonial Belanda. Atau paling tidak. seorang Perdana Menteri dari Alp Arselan dan Malik Syah pada tahun 457 H. Sedang yang tidak memenuhi ketentuang dimaksud dinilai sebagai sekolah liar. Atas penilaian ini pula maka. 2005). Upaya untuk menutup peluang pengembangan institusi dan sistem pendidikan Islam nusantara. tampaknya terkait dengan kebijakan politik kolonial. Institusi pendidikan yang memenuhi ketentuan undang-undang tersebut memperoleh subsidi dari pemerintah. Selain itu. Bani Saljuk terkenal sangat fanatik terhadap madzhab Sunni. Sirozi. Nizam Al Mulk. kita tentunya tahu mengenai eksistensi dari madrasah Nizamiyah di Baghdad.Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia juga disinggung mengenai permasalahan ini. pondok pesantren adalah sarang pemberontak. guru besar. Politik Pendidikan (Jakarta : RajaGrafindo Persada. untuk mengikis paham Syi’ah Zaidiyah yang dikembangkan oleh dinasti Buwaih sebelumnya dan dalam rangka menghadang paham Ismailiyah yang dipropagandakan oleh Dinasti Fathimiyah di Mesir.

para pengawas pendidikan berpendidikan menengah bertindak sebagai kekuatan militer dan polisi. Pendidikan bergerak dalam usaha menyadarkan umat untuk menjalankan syariat. kelas yang lebih rendah dididik untuk patuh dan diyakinkan dengan mitos-mitos politik bahwa status mereka itu terbentuk oleh sebab-sebab alamiah. Bila politik (kekuasaan) berfungsi mengayomi dari atas. Tanpa otoritas politik. para penyair seharusnya hanya menggambarkan tingkah laku terpuji. Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.767). Pendidikan harus disesuaikan secara cermat dengan reproduksi sistem. buku tersebut juga membahas hubungan antara ideologi dan institusi negara dengan tujuan dan metode pendidikan.”144 Di negara-negara barat. Di negara kita. 2000. 145 144 . 6. Umat tidak akan mengerti syariat tanpa pendidikan. perdamaian abadi dan keadilan sosial Keempat poin di atas mensyaratkan adanya pendidikan yang bermutu. dan mereka yang memasok kebutuhan ekonomi negara menempati status terendah diantara semuanya. kecuali dalam kalangan yang terbatas dari elit penguasa” (Kuper & Kuper.“Kedudukan politik dalam Islam sama pentingnya dengan pendidikan.145Walaupun utamanya membahas berbagai persoalan kenegaraan. Dalam undang-undang sistem pendidikan nasional 2003 dijelaskan pendidikan nasional Ibid. Kekuasaan adalah sarana untuk mempertahankan syiar Islam…. Memajukan kesejahteraan umum 3. 3. Beberapa tugas negara yang termaktub dalam pembukaan UUD ’45 adalah sebagai berikut: 1. maka pendidikan melakukan pembenahan lewat arus bawah. “Para filosof memiliki otoritas tertinggi. syariat Islam sulit nahkan mustahil untuk ditegakkan. pendidikan merupakan salah satu pilar bangsa. Mencerdaskan kehidupan bangsa 4. kajian tentang hubungan antara pendidikan dan politik (negara) dimulai oleh Plato dalam bukunya Republik (berarti Negara). Menurut Plato. pengetahuan tentang bentuk-bentuk masyarakat alternatif ditekan dengan hati-hati. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia 2.

sehat. Negara dan Ujian Nasional 2007 Negara (dalam hal ini Depdiknas) sebagai pelaksana ujian nasional 2007 memiliki kewenangan demi suksesnya agenda tahunan tersebut. Secara lebih spesifik. mandiri. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 8. berilmu. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dalam Undang-undang Sisdiknas 2003 Pasal 50 ayat 2 disebutkan: Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional . tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2006/2007. 7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 45 Tahun 2006. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 9. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. kreatif. 4. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. cakap. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pelaksanaan ujian nasional berlandaskan pada: 6.memiliki fungsi dan tujuan. berakhlak mulia. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 10.

pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional” dan Pasal 57 ayat 1: ”Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan.” Sedangkan pada Pasal 59 ayat 1: Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola, satuan, jalur, jenjang dan jenis pendidikan.” Tujuan pelaksanaan ujian nasional 2007 adalah bagian ejawantah dari UU Sisdiknas di atas, secara khusus, ujian nasional bertujuan sebagai berikut: 3. Ujian Nasional bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran yang ditentukan dari kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. 4. Ujian Sekolah/Madrasah bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran pada semua kelompok mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. Hasil ujian nasional dan/atau ujian sekolah/madrasah digunakan sebagai salah satu pertimbangan (fungsi) untuk : f. Penentuan kelulusan peserta didik dari suatu satuan pendidikan;  Bukan satu-satunya penentu kelulusan g. Seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya; h. Pemetaan mutu satuan dan/atau program pendidikan; i. Akreditasi satuan pendidikan;

Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Ujian nasional 2007 telah berlalu, berbagai berita kecurangan menyeruak diantara berita reshuffle jilid II Kabinet Indonesia Bersatu. Di Medan, forum guru yang tergabung dalam Komunitas Air Mata Guru menemukan berbagai kecurangan dalam pelaksanaaan UN. Ada beberapa sekolah yang memberikan jawaban dari pertanyan UN kepada para siswanya. Caranya beragam, ada yang membacakan langsung jawaban dan ada yang dengan menulis jawaban di kertas lalu diperlihatkan kepada para siswa.146 Di Jawa Timur, praktek kecurangan juga merebak, misalnya di Banyuwangi kecurangan berbentuk guru memberi jawaban kepada siswa, di Jombang kecurangan berupa penyebaran jawaban via sms, di Pasuruan berupa pengawas yang menjadi joki, dan di Tuban berupa penempelan jawaban di kamar mandi.147 Menurut pandangan DR. Warsono148 pelaksanaan UN 2007 ini mengindikasikan hal-hal sebagai berikut, pertama.Politik sekolah, bahwa pelaksanaan Ujian Nasional digunakan sekolah untuk mendongkrak popularitas sekolah. Sehingga, berbagai carapun digunakan untuk mencapai target lulus. Dengan keberhasilan kelulusan yang mencapai 100%, secara otomatis prestise sekolah tersebut akan melejit dan akan sangat berpengaruh terhadap penerimaan siswa baru di tahun ajaran berikutnya.
146

Pengakuan Komunitas Air Mata Guru dalam acara Republik Mimpi di Metro TV, Minggu 6 Mei

2007. Siswa Dapat Bocoran, Jawa Pos (Banyuwangi, Tuban, Jombang), 27 April 2007, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya pada acara seminar “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya, 5 Mei 2007.
148 147

Kedua, adanya ujian nasional dengan standar kelulusan yang telah ditetapkan pemerintah, mengisyaratkan ketidakpercayaan pemerintah terhadap para guru dalam melaksanakan pembelajaran, baik saat perencanaan, pemberian materi dan evaluasi yang dilakukan oleh guru. Ironis memang jika pemerintah sudah tidak percaya lagi dengan para guru. Guru sebagai profesi akal budi dan nurani dan lembaga pendidikan adalah tempat untuk melatih peserta didik berpikir, mendengar, dan mengasah nurani149sudah kehilangan kepercayaan dari pemerintah.

B. PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN 1. Tentang Mutu Pendidikan Secara etimologis, Mutu, memiliki arti sebagai berikut: Karat, baik buruk sesuatu, kwalitas, taraf atau derajat.150Menurut Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barry, mutu berarti: Kualitas; derajat; tingkat; manikam; mutiara; emas kertas; manik; karat; (nilai logam mulia); kadar emas; membungkam/diam (karena sedih).151 Sedangkan menurut pengertian konsepsional, mutu pendidikan dapat diartikan sebagai ”kemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan

149

Baskoro Poedjinoegroho E , “Sekolah Mencabik-Cabik Nurani”, Kompas, (Jakarta) 2 Mei 2007, WJS. Poerwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka 1982), 665-666. Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barry, Kamus Ilmiah Populer (Surabaya : Arkola, 1994), 505.

6.
150 151

mutu pendidikan cenderung masih merupakan suatu konsep yang abstrak. Dengan demikian. Terj. arti mutu pendidikan ini berkenaan dengan apa yang dihasilkan dan siapa pemakai pendidikan. 2003).155 Sampai saat ini. Tilaar. Analisa Kebijakan Pendidikan (Bandung : Remaja Rosdakarya 1994). Spektrum Problematika Pendidikan Di Indonesia (Jogjakarta : PT. artinya bahwa mutu pendidikan masih bergerak dari gagasan Ace Suryadi dan H. 159. tetapi dalam kenyataannya konsepsi tentang mutu ini masih tetap bergerak dalam bentuknya yang masih bersifat rethorical. Arcaro.A. Alvabeta.154 Sebagai suatu konsep. 153 Muchtar Buchory. 1994). Pendidikan Berbasis Mutu : Prinsip-Prinsip Perumusan Dan Tata Laksana Penerapan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Mutu bukanlah benda magis atau sesuatu yang rumit. 40. Idochi Anwar. Berbagai cara berpikir telah dikembangkan untuk mencoba memberikan suatu pengertian mutu pendidikan. 154 Jerome S. bergantung pada pihak dan sudut pandang mana konsep terebut dipersepsikan. 75. mutu seringkali ditafsirkan dengan beragam definisi. Tiara Wacana.R. Administrasi Pendidikan Dan Manajemen Biaya Pendidikan (Bandung: CV.153 Mutu adalah sebuah proses terstruktur untuk memperbaiki keluaran yang dihasilkan. 2005). 89 – 90. Pengertian tersebut merujuk kepada nilai tambah yang diberikan oleh pendidikan dan pihak-pihak yang memproses serta menikmati hasil-hasil pendidikan. 152 . 155 Moch.seumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seoptimal mungkin”152 Mutu pendidikan adalah suatu kualitas dalam sistem pengelolaan serta fungsi pendidikan yang mana akan menghasilkan mutu atau kualitas kelulusan siswa/mahasiswa dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan pengalaman guna masa depan.

cet. 156 . Efisiensi itu sendiri merupakan suatu model yang dipinjam dari teknologi dan ekonomi. efisiensi akan tercipta jika keluaran yang diinginkan dapat dihasilkan secara optimal dengan harga masukan yang relatif tetap. konsep efektifitas merupakan bagian dari konsep efisiensi karena tingkat efektifitas berkaitan erat dengan pencapaian tujuan relatif terhadap harganya. efisiensi bukan merupakan konsep yang berdiri sendiri dan akan menjadi kurang memiliki arti jika tidak mengacu pada efektifitas. 161. Jika pendidikan kita anggap sebagai suatu komoditi pada suatu sistem ekonomi pasar yang kompetitif. belum kita terjemahkan secara tepat ke dalam ukuran dan tindakan yang lebih nyata. efisiensi akan tercipta jika. Menurut pengertian tersebut. atau jika masukan yang sekecil mungkin agar dapat menghasilkan keluaran yang sudah ditetapkan. jika pendidikan dianggap sebagai Ace Suryadi dan H. Secara teknis.157 Secara ekonomis.156 Para pemikir neo klasik seperti Douglas Windham (1986) dan Johnson (1975) menempatkan konsep mutu pendidikan secara lebih operasional dengan menggunakan model efisiensi.1994). 161. Analisis Kebijakan Pendidikan. Remaja Rosdakarya. Tilaar. keluaran dan atau masukan sudah diterapkan ukuran nilai kepuasan (utility) atau harga (price). 157 Ibid. efisiensi selalu dikaitkan dengan efektifitas optimal yang diperoleh dengan harga masukan yang paling seminimal mungkin. itu semua tergantung pada anggapan kita tentang hakikat dari suatu program pendidikan. Suatu Pengantar (Bandung : PT. Mengenai konsep efisiensi mana yang lebih sesuai dipakai dalam pendidikan.II. Dengan kata lain.R. Sebaliknya.satu ke gagasan yang lain. maka konsep efisiensi ekonomi lebih sesuai untuk dijadikan rujukan. Dengan demikian.A.

Dalam pengertian ini. Dengan demikian. maka asumsi pemerataan. cenderung ditandai dengan pola penyebaran dan pendayagunaan sumber-sumber pendidikan yang sudah ditata secara efisien. keadilan dan efisiensi teknologis lebih dianggap relevan untuk menilai suatu program pendidikan bermutu. Suatu program pendidikan yang efisien. mutu mengandung sifat dan taraf. sistem atau program pendidikan yang efisien ialah yang mampu mendistribusikan sumber-sumber pendidikan secara adil dan merata agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mendayagunakan sumber-sumber pendidikan tersebut dan mencapai hasil yang maksimal. yang diekspresikan dalam ukuran- 158 159 Ibid. 162-163. keadilan dan pemerataan. mendasarkan diri pada deskripsi mengenai relevansi pendidikan dengan dunia kerja. Pendekatan pertama. sedangkan taraf menunjukkan kedudukan dalam skala. Ibid. mutu pendidikan tidak dapat dipisahkan dari konsep efektifitas. program pendidikan yang efisien adalah yang mampu menciptakan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan akan sumber-sumber pendidikan sehingga upaya pencapaian tujuan tidak mengalami hambatan. 162. Keragaman cara pandang mengenai sifat dan taraf itu memungkinkan perbedaan pendekatan terhadap mutu pendidikan.159 Secara substantive. disebut pendekatan nilai instrinsik pendidikan.public goods. . Sifat adalah sesuatu yang menerangkan keadaan. pendekatan ini disebut dengan pendekatan ekonomi.158 Efisiensi pendidikan memiliki kaitan langsung dengan pendayagunaan sumber-sumber pendidikan yang terbatas secara optimal sehingga memberikan dampak yang optimal juga. Pendekatan kedua.

163 Ibid. yang meliputi tindakan kerja. mutu proses pendidikan dapat diukur dengan indikator-indikator sebagaimana dirinci oleh Makmun (1997) 160 161 Moch. 40-41.160 Pemahaman atas mutu proses pendidikan perlu dibenahi oleh pengertian proses. Ibid. Administrasi Pendidikan Dan Manajemen Biaya Pendidikan. kepribadian. 41. 162 Ibid.ukuran sikap. Konsep proses menurut Sudjana dan Susanta (1989) merujuk kepada kegiatan penanganan transformasi masukan-masukan melalui subsistem pemrosesan menjadi keluaran-serta hasil-hasil yang berasal dari masukan dan tindakan berikutnya-melalui umpan balik dan evaluasi keluaran.163 Ditelaah dari sudut kinerja sistemnya. Idochi Anwar.161 Konsep tersebut didasarkan atas asumsi bahwa pendidikan sebagai sistem terbuka mengandung subsistem masukan dan umpan balik secara internal serta eksternal. Sedangkan fungsi subsistem monitoring adalah kontrol sistem terhadap kegiatan dan akuntabilitas subsistem dalam hubungan sinergiknya di seluruh sistem. dan kemampuan intelektual yang sesuai dengan harapan dan tujuan pendidikan nasional. 41. 41.162 Subsistem tindakan kerja adalah komponen organisasi yang menentukan ukuran kemampuan sistem dalam melaksanakan apa yang seharusnya dikerjakan. Berdasarkan pemahaman demikian maka mutu proses menunjukkan kebermutuan subsistem dalam proses. komunikasi dan monitoring. Subsistem komunikasi berfungsi memproses dan memberikan informasi yang memadai mengenai seluruh tahapan tindakan sistem dan subsistem. .

fasilitas.165 Mutu pendidikan bersifat menyeluruh. diarahkan Ibid. serta sumber belajar yang memadai.166 Pendapat lain menyatakan bahwa Mutu Pendidikan dalam tingkat dasar sampai atas adalah kemampuan sistem pendidikan dasar sampai tingkat atas baik dari segi pengelolaan maupun dari segi proses pendidikan itu sendiri. komponen. pelaku. Prinsip.yaitu: Efisiensi. 6-7 166 Ibid. guru.164 Mutu pendidikan atau mutu sekolah (yang) tertuju pada mutu lulusan merupakan sesuatu yang mustahil. pendidikan atau sekolah menghasilkan lulusan yang bermutu. Kesehatan organisasi dan Semangat berinovasi. (Bandung : PT. serta waktu lainnya. et. pelaku. dan kegiatan pendidikan atau disebut sebagai mutu total atau “Total Quality”. satu kegiatan.al. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah (Konsep. serta lingkungan yang mendukung. 165 164 . Nana Syaodih Sukmadinata. Proses pendidikan yang bermutu harus didukung oleh personalia. 41. manajemen yang tepat. Relevansi. Akuntabilitas. 2003). Adalah sesuatu yang tidak mungkin. konselor dan yang bermutu dan profesional. Dan Instrumen). Hal tersebut juga didukung oleh sarana dan prasarana pendidikan. menyangkut semua komponen. media. jika tidak melalui proses pendidikan yang bermutu pula. Efektifitas. hasil pendidikan yang bermutu dapat dicapai hanya dengan satu komponen atau kegiatan yang bermutu. 7. komponen. Refika Aditama. Kegiatan pendidikan cukup kompleks. terkait dan membutuhkan dukungan dari kegiatan. baik mutu maupun jumlahnya dan biaya yang mencukupi. terjadi proses pendidikan yang bermutu jika tidak didukung oleh faktor-faktor penunjang proses pendidikan yang bermutu pula. seperti administrator. waktu. Produktifitas. pelaksana. Merupakan sesuatu yang mustahil pula.

167 168 Ace Suryadi –H. akuntabilitas. pengembangan sumber daya manusia menuju aktualisasi diri. Managemen mutu pendidikan merupakan alat yang dapat digunakan oleh para profesional pendidikan dalam memperbaiki sistem pendidikan bangsa kita. 2. Nana Syaodih Sukmadinata. tetapi belum kita sentuh. et. 108. Beberapa bukti empiris yang pada dasarnya mengarah pada suatu kesimpulan bahwa hanya melalui upaya pengerahan kekuatan daerah (desentralisasi) yang dapat menolong kita untuk secara sustainable meningkatkan mutu pendidikan. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah.R. 9-11.168 Dalam melaksanakan program peningkatan mutu pendidikan. Analisis Kebijakan Pendidikan. 169 Ibid. Kesulitan yang dihadapi para profesional pendidikan adalah ketidakmampuan mereka dalam menghadapi “kegagalan sistem” yang mencegah mereka dari pengembangan atau penerapan cara atau proses baru unuk memperbaiki mutu pendidikan yang ada. 159. antara lain:169 1. dan aspek-aspek lain yang menyangkut otonomi dan profesionalisasi. kemandirian. .A.167 Peningkatan mutu pendidikan yang telah kita laksanakan baru menyentuh sisi teknis dari pendidikan. all.secara efektif untuk meningkatkan nilai tambah dari faktor – faktor input agar menghasilkan output setinggi – tingginya. Seperti: mobilisasi kekuatan daerah. maka ada beberapa prinsip yang perlu dipegang sebagai acuannya. Banyak sisi lainnya yang memiliki dampak penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan menuntut kepemimpinan profesional dalam bidang pendidikan.Tilaar.

Kunci utama peningkatan mutu pendidikan adalah komitmen pada perubahan. 4. guru. dan melatih dalam membantu perkembangan siswa. membimbing. menyelesaikan masalah dan mengembangkan program baru. staf. Sekolah harus belajar bekerjasama dengan sumber-sumber yang terbatas. Peningkatan mutu pendidikan harus melakukan loncatan-loncatan. Uang bukan kunci utama dalam usaha peningkatanmutu.3. dan rekognisi. Uang tidak menjadi penent dalam peningkatan mutu. pengawas dan pimpinan kantor diknas mengembangkan sikap yang terpusat pada kepemimpinan. pimpinan dapat dengan mudah mendorong mereka menemukan cara baru untuk memperbaiki efisiensi. dan kualitas layanan pendidikan. 6. Ketakutan pada perubahan atau takut melakukan . 5. Demikian juga dengan staf administrasi. Guru akan menggunakan pendekatan yang baru atau modelmodel mengajar. akuntabilitas. Mutu pendidikan dapat diperbaiki jika administrator. Para profesional pendidikan harus membantu para siswa dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan guna bersaing didunia global. ia akan menggunakan proses baru dalam menyusun biaya. produktifitas. Banyak profesional dibidang pendidikan yang kurang memiliki pengetahuan dan keahlian dalam menyiapkan para siswa memasuki pasar kerja yang bersifat global. kerja sama. Jika semua guru dan staf sekolah memiliki komitmen pada perubahan. Norma dan kepercayaan lama harus diubah. team work.

Salah satu komponen kunci dalam program mutu adalah sistem pengukuran. Para profesional pendidikan harus dibekali oleh program yang khusus dirancang untuk menunjang pendidikan. “UN dan Peningkatan Mutu Pendidikan” Kompas (Jakarta) 14 Mei 2007. 14. Pertanyaannya kemudian. memungkinkan para profesional pendidikan dapt memperlihatkan dan mendokumentasikan nilai tambah dari pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan. Ditjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. Depdiknas. peningkatan mutu dapat dicapai melalui perubahan yang berkelanjutantidak dengan program-program singkat. Budaya. baik terhadap siswa. orang tua maupun masyarakat. karena: Pertama.perubahan akan mengakibatkan ketidaktahuan bagaimana mengatasi tuntutantuntutan baru. Adu argumen telah dikemukakan oleh masing-masing pihak. lingkungan dan proses kerja tiap organisasi berbeda. UN yang hanya menguji tiga Kunandar. Program peningkatan mutu dalam bidang komersial tidak dapat dipakai secara langsung dalam pendidikan. 2. tetapi membutuhkan penyesuaianpenyesuaian dan penyempurnaan. Kunandar adalah widyaiswara di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) DKI Jakarta. 7. untuk mengukur peningkatan mutu pendidikan berlandaskan ujian nasional sangatlah tidak tepat. Dengan menggunakan sistem pengukuran. baik yang pro maupun yang kontra. 8. apakah ujian nasional dapat meningkatkan mutu pendidikan? menurut Kunandar170. Masyarakat dan manajemen pendidikan harus menjauhkan diri dari kebiasaan menggunakna “program singkat”. 170 . Ujian Nasional 2007 dan Peningkatan Mutu Pendidikan Ujian nasional 2007 telah berlalu.

input. Sudah saatnya pemerintah menempatkan semua mata pelajaran secara sama (tidak menganakemaskan mata pelajaran tertentu dan memarjinalkan mata pelajaran yang lainnya). termasuk non akademis. Menjustifikasi mutu pendidikan hanya dari tiga mata pelajaran tersebut merupakan sikap yang kurang bijaksana dan terlalu menyederhanakan persoalan. Re-Engineering Proses Pembelajaran.mata pelajaran tidak serta merta dapat dijadikan indikator tentang mutu pendidikan. proses dan out put bahkan outcame pendidikan. 171 Robert Bala. Kedua. kepala sekolah. Kompas (Jakarta). Tradisi kelulusan 100 persen seolah “menghipnotis” para pelaku pendidikan di lapangan. Robert Bala dalam artikelnya menawarkan konsep “Reengineering Proses Pembelajaran”. Bagaimana bias mutu pendidikan dikatakan meningkat dengan standar kelulusan yang rendah. Meningkatkan mutu pendidikan tentu saja tidak sesederhana hanya dengan menguji tiga amta pelajaran lalu dijadikan generalisasi dan justifikasi tentang mutu pendidika. . Ujian nasional sebagai alat pengukuran hasil proses pembelajaran selama ini memang harus mendapatkan evaluasi bersama. Untuk mengukur standar mutu pendidikan harus dilihat struktur pendidikan secara menyeluruh.00 untuk tiga mata pelajaran yang di-UN-kan sulit dijadikan parameter peningkatan mutu pendidikan. dan dinas pendidikan agar siswanya dapat lulus 100 persen. 17 April 2007. terutama guru. dengan standar kelulusan nilai rata-rata 5. Kesan adanya “Mark Up” nilai dalam UN sulit dihindari. Maka dibentuklah “tim sukses” dengan tugas agar siswanya dapat lulus 100 persen. dalam penyelenggaraan UN ada indikasi terjadi rekayasa hasil UN di lapangan. 7.171Menurutnya. Ketiga.

b.komponen perekayasaan ulang perlu dilakukan sebagai cara untuk melihat dan meningkatkan mutu pendidikan. Siswa diberi kebebasan dan kepercayan untuk memiliki kemampuan suportif dan inovatif serta kreatif dengan pemahaman akan “Pengetahuan Bagaimana (Know How)” dan berujung pada lahirnya “Pengetahuan Mengapa (Know Why)” yang kreasi berdaya saing internasional. Keterampilan. Komponen rekayasa ini meliputi: 1. Berhubungan dengan Ujian Nasional 2007. bahkan kreatifitas manusia (Humanware) 3. Pemerintah daerahlah yang yang lebih mengenal konteksnya merancang ujian yang lebih sesuai. Guru diberi kewenangan untuk mengembangkan silabus pendidikan berbasis pada lokalitas tanpa melupakan realitas global. ia berpendapat bahwa pendidikan kita saat ini masih terseok-seok di ranah Technoware an sich. Fasilitas fisik (Technoware) 2. Institusi ynag mengoordinasi proses produksi (Orgaware) Keempat komponen tersebut harus saling melengkapi satu dengan yang lain. keahlian. atau . Dokumen fakta (Infoware) 4. sehingga: a. artinya: a. 2) Kemampuan kreatif dan inovatif bisa dicapai jika cakupan wilayahnya kecil. Sebagi solusinya ia menawarkan: 1) Pendidikan adalah medium atau ruang kreatif.

Sekolahlah yang berhak atau bertanggungjawab meluluskan seseorang. .b.

Dalam konteks lokalitas. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia 6. berbagai pro dan kontra telah mewarnai perjalanannya.BAB IV ANALISA DATA A. Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 disebutkan beberapa tugas negara yaitu: 5. Mencerdaskan kehidupan bangsa 8. perdamaian abadi dan keadilan sosial Sedangkan pasal-pasal yang bertalian erat dengan pendidikan terdapat pada Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 yang berbunyi: 1) Ayat (1) : setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. 2) Ayat (2) : setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. REFLEKSI UJIAN NASIONAL 2007 Ujian nasional 2007 telah usai. Memajukan kesejahteraan umum 7. Selanjutnya dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) tahun 2003 disebutkan: . kita tentu sudah paham bahwa pelaksanaan ujian nasional 2007 merupakan bagian dari usaha pemerintah untuk melaksanakan amanat UndangUndang Dasar 1945 baik yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 maupun yang terdapat pada batang tubuhnya. Pelaksanaaan ujian nasional 2007 tidak terlepas dari kondisi lokalitas (dalam negeri) tetapi juga bertalian erat dengan kondisi global (internasional). Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.

Program-program tersebut meliputi:172 1. biaya serta sarana dan prasarana. Pada kurun waktu 2004-2009. penilaian.a) Pasal 5 ayat 1 : setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. ada berbagai kebijakan pemerintah dalam hal pendidikan yang berdampak massal. b) Pelaksanaan UN untuk mengukur pencapaian standar kompetensi c) Akreditasi program dan satuan pendidikan Presentasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur disampaikan pada diskusi publik “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara Dalam Belitan Neoliberalisme ” Kampus Sastra Unair Surabaya. proses. hal-hal yang terkait dengan hal ini adalah: a) PP 19 tahun 2005 telah dikeluarkan standar nasional pendidikan. c) Pasal 11 ayat 2 : pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun. 5 Mei 2007 172 . hal-hal yang terkait dengan reformasi pendidikan adalah: a) Presiden mendeklarasikan guru sebagai profesi pada desember 2004 b) Pembentukan direktorat jenderal peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan (ditjen PMPTK) c) Disahkannya uu guru dan dosen pada tahun 2005 2. Reformasi Pendidikan. yaitu standar isi. Standarisasi Pendidikan. pendidik dan tenaga pendidikan. pengelolaan. b) Pasal 6 ayat 1 : setiap warga negara yang berusia tujuh samapai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. kompetensi.

3. Pendanaan biaya operasional sekolah, meliputi: a) Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan BOS buku b) Program bantuan operasional manajemen mutu (BOMM) SMK dan SMA 4. Subsidi kepada peserta didik, meliputi: a) Bantuan khusus murid (BKM) untuk siswa miskin tingkat SMA dan SMK b) Beasiswa untuk mahasiswa yang berprestasi dan mahasiswa miskin c) Subsidi keaksaraan untuk daerah buta aksara 5. Penyediaan dan rehabilitasi prasarana dan sarana pendidikan, meliputi: a) Rehabilitasi gedung SD/MI/SDLB, SMP/MTS/SMPLB, dan

SMA/MA/SMK/SMALB b) Unit Sekolah Baru (USB) TK, SMP/MTS/SMPLB, dan

SMA/MA/SMK/SMALB c) Ruang Kelas Baru (RKB) TK, SMP/MTS/SMPLB dan

SMA/MA/SMK/SMALB d) Pengadaan buku teks untuk SD/MI/SDLB DAN SMP/MTS/SMPLB e) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yaitu: Jardiknas dan Inherent f) Fasilitas taman bacaan masyarakat (TBM) di kab./kota dan kecamatan 6. Peningkatan mutu proses pembelajaran, meliputi: a) Desentralisasi Kurikulum

b) Penerapan kurikulum berbasis kompetensi melalui KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) c) Pembelajaran berbasis TV pada SMP bekerjasama dengan TVRI d) Pembelajaran berbasis TIK pada SMA, SMK dan Perguruan Tinggi (PT) 7. Penguatan tata kelola, meliputi: a) Penerapan manajemen berbasis kinerja b) E-Procurement c) Peningkatan kompetensi aparat dibidang akuntansi dan keuangan d) Aplikasi sistem dan proseduri akuntansi/keuangan sesuai standar akuntansi instansi e) Inventarisasi barang negara f) Penerapan SIM berbasis TIK (e-government) Mengenai konteks global yang dimaksudkan adalah adanya program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan PBB sejak tahun 2000 dengan deadline waktu tahun 2015. Program ini meliputi 8 titik fokus utama, yaitu: 1. Bidang kemiskinan, dengan target menghapuskan

kemiskinan dan kelaparan sampai separuh. 2. Bidang pendidikan, dengan target pendidikan dasar utuk

semua (Education For All) 3. Bidang kesetaraan gender, dengan target menghapuskan

diskriminasi gender dan pemberdayaan perempuan

4.

Bidang kematian anak, dengan target mengurangi tingkat

kematian bayi dan anak di bawah usia lima tahun 5. Bidang kesehatan ibu, dengan target memeprbaiki

kesehatan ibu dan mengurangi angka kematian ibu sampai tiga perempatnya 6. Bidang penyakit, dengan target mencegah penyebaran

HIV/AIDS, malaria dan penyakit infeksi lainnya 7. Bidang lingkungan, dengan target mengintegrasikan

prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam program nasional dan merehabilitasi sumber daya alam yang rusak 8. Bidang kerjasama, dengan target membangun tatanan

perdagangan dan keuangan yang terbuka dan akuntabel, mengupayakan jalan keluar menyeluruh atas utang negara berkembang dan miskin, akses obat-obatan yang penting di negara berkembang, alih teknologi dan penciptaan lapangan kerja Dalam laporan A Failure Within Reach (2006) yang didasarkan pada capaian program MDGs di atas, Indonesia menempati kelompok terbawah bersama Banglades, Laos, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Papua Nugini dan Filipina.173 Hal lain yang juga dapat dijadikan landasan peningkatan mutu pendidikan adalah adanya Human Development Index/HDI (Indek peningkatan kualitas sumber daya manusia) yang meliputi: perekonomian, kesehatan dan pendidikan. Bila diukur dengan landasan ini posisi Indonesia masih jauh tertinggal.

173

Razali Ritonga, “MDGs dan Komitmen Pemerintah”, Kompas (Jakarta), 27 Maret 2007, 6.

(c) Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. 27 April 2007. dengan bergulirnya waktu niatan baik diawal program ini mengalami degradasi dari waktu ke waktu.(d)Lulus Ujian Nasional. Banyak sekolah (jika kita enggan menggunakan kata seluruhnya) telah menyediakan waktu khusus untuk menghadapi kedatangan Ujian nasional 2007. Kondisi pendidikan kita yang masih terpuruk jugalah yang merupakan latar historis dilaksanakannya ujian nasional 2007. dan kesehatan. Kompas (Surabaya). Rasiyo bahwa selain melaksanakan UN. dan kelompok mata pelajaran jasmani. 175 174 . ini berakibat pada terjadinya perlakuan yang berbeda dalam menghadapi ujian nasional. (b) Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan ahlak mulia. dan pembiayaan juga distandarkan. Ada yang berupa penyediaan hari sabtu untuk membahas mengenai soalUjian Nasional Harus Diperbaiki. Pada pelaksanaannya yang ke 4 yakni tahun 2007. Harus diakui pendidikan merupakan tulang punggung negara dalam mencetak generasi penerus bangsa. Jika menunggu semua standar. secara perlahan sarana. Malaysia. Dengan niatan awal untuk mengejar ketertinggalan standar kelulusan dengan negara tetangga (Singapura. Hal.174 Namun. olahraga. masih terdapat berbagai kekurangan-kekurangan yang terjadi. A. tenaga pendidikan. Hal ini juga sesuai dengan apa yang dikatakan oleh kepala pdinas pendidikan dan kebudayaan Jawa Timur DR. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.Melihat kondisi negara yang terpuruk inilah maka eksistensi pendidikan perlu mendapat perhatian yang lebih. antara lain: 11.175 ternyata dianggap sebagai faktor kunci kelulusan. kelompok mata pelajaran estetika. UN tidak pernah terlaksana. Thailand) maka pada tahun 2003 mulailah dilaksanakannya ujian nasional. Syarat lainnya adalah: (a) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Ujian nasional 2007 yang digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan kelulusan siswa.

Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. Fakta di lapangan ternyata berbicara lain. dan mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Pendidikan diselenggarakan suatu proses pembudayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. 12. akhlak mulia. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Terkuaknya berbagai kecurangan yang terjadi menandakan bahwa ujian nasional 2007 jauh dari prinsip pedagogis (hal ini pula bertentangan dengan prinsip penyelenggara pendidikan176). maka ujian nasional 2007 juga terasa kurang dapat di terima. Guru dan Dosen (Pasal 1)) 176 . Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. membangun kemauan. bangsa dan Negara. (c).soal ujian nasional tahun sebelumnya atau dengan cara menghadirkan lembaga bimbingan belajar ke sekolah. Dalam UU Sisdiknas disebutkan. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar agar menjadi manusia yang beriman dan bertawwa Dalam UU Sisdiknas disebutkan. (f). dan kemajemukan bangsa. (e). Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. antara lain: Pedagogis. pengendalian diri. (b). nilai keagamaan. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. pendidikan adalah: Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. artinya bersifat mendidik. mengingat ada beberapa prinsip evaluasi yang tidak tercakup. 177 (UU Sisdiknas. masyarakat. nilai kultural. kecerdasan. Dilihat dari sisi evaluasi. menulis. Ada berbagai kejadian yang itu jauh dari sisi pendidikan. Hal ini juga terasa sangat jauh dari arti pendidikan dan tujuan pendidikan nasional itu sendiri. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. (d). kepribadian.177Sedangkan pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Prinsip Penyelenggara Pendidikan meliputi: (a).

Hal ini juga berkesesuaian dengan apa yang dikatakan oleh Yasraf Amir Piliang dengan dunia yang dilipat. menghafal soal. Kompas. dll). yaitu: Tujuan pembelajaran. dan evaluasi. “UN dan Peningkatan Mutu Pendidikan”. Fungsi dan Tujuan Kunandar. akan tetapi sekaligus menambah ukuran tebalnya. 179 178 . 13. Jalasutra. 180 Yonky Karman. Kondisi ini bisa menyebabkan sekolah beralih fungsi dari wahana internalisasi nilai-nilai positif menjadi hanya sebagai bimbingan belajar untuk tiga mata pelajaran yang di ujikan.178 Hal ini juga akan sangat berbenturan jika dihadapkan pada prinsip trianggulasinya Suharsimi Arikunto. Bab II Dasar. Membuat siswa hanya berkonsentrasi pada tiga mata pelajaran yang diujikan. 48. 2004). Kompas. cakap. kegiatan pembelajaran (yang tereduksi dengan latihan soal-soal. Dalam teori trianggulasi dikenal tiga keterpaduan yang harus ada dalam pelaksanaan evaluasi. berarti ujian nasional 2007 telah mengebiri hakikat pendidikan179 dan pendangkalan tradisi intelektual180karena dengan mengedepankan tiga mata pelajaran yang diujikan. maka terjadi pengabaian terhadap bidang-bidang studi lain yang penting dalam nation and character building. Ujian nasional 2007 yang mengujikan tiga mata pelajaran. melipat bahasa artinya mengurangi jumlah kata.181 Semisal Melipat kertas. 12 Mei 2007. 181 Yasraf Amir Piliang. Kegiatan pembelajaran dan Evaluasi. 6. 14 Mei 2007. “Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan” (Yogyakarta & Bandung. sehingga Ibid. dianggap mereduksi makna belajar. Dilihat dari sisi ini. 14. berilmu. Kalau hal ini terjadi. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. berarti merubah ukuran luas kertas sehingga menjadi lebih kecil. sehat. maka terjadi ketidaksesuaian baik antara tujuan pembelajaran. berakhlak mulia. kreatif. ”Pendidikan dan Regenerasi Bangsa”.kepada Tuhan Yang Maha Esa.

menjelaskan dalam teori multiple intelligence bahwa kecerdasan anak didik majemuk. tetapi mungkin lemah dalam kecerdasan yang lain. “Carut-marut Ujian Nasional” www. Howard Gardner.menjadi lebih padat dan ringkas.net diakses tanggal 20 April 2007. personal. tetapi sekaligus meningkatkan entropi (entropy) atau ketidakpastian maknanya. akan tetapi sekaligus membunuh relasi sosial yang nyata. pasti ada hal-hal yang di persingkat/dikurangi dan disisi lain akan ada hal-hal yang ditambahi. ahli psikologi pendidikan dari Amerika Serikat. melipat sosial artinya meredusir sistem. melipat waktu artinya memampatkan waktu dalam pengertian memperkecil waktu yang diperlukan untuk satu pergerakan atau perpindahan (movement). Jenis-jenis kecerdasan yang dimaksud Gardner di antaranya logic-mathematic. akan tetapi sekaligus mempersempit waktu refleksi dan perenungan didalamnya.182 182 M. melipat ruang artinya memperpendek waktu yang digunakan untuk menempuh jarak ruang. Ujian Nasional sebagai satu-satunya penentu kelulusan anak didik adalah sebuah pengingkaran terhadap kodrat manusia yang berbeda-beda dalam bentuk dan kemampuannya. spatial. melipat spiritual artinya meredusir dimensi-dimensi spiritual yang komplek menjadi dimensi tanda dan gaya (gaya hidup). . akan tetapi melenyapkan dimensi-dimensi kedalaman dan transendentalnya.vhrmedia. misalnya dimensi citra (image). dan interpersonal. Maka jika dihubungkan dengan permasalahan di atas. Taufik. dimensi. dan relasi sosial yang komplek menjadi dimensi yang lebih ringkas. linguistic. tetapi sekaligus mempersempit ruang relasi fisik dan sosial di dalamnya. setiap ada pelipatan. Setiap anak memiliki salah satu atau beberapa kecerdasan yang menonjol. kinesthetic. Dengan demikian.

Penentuan kelulusan yang menjadi kewenangan pemerintah dapat dimaknai dengan pengambilalihan wewenang guru sebagai orang yang paling paham mengenai proses pembelajaran dan mengetahui bagaimana kompetensi kognitif. Kompas (Surabaya). Persentase kelulusan ini akan mengubah citra sekolah. artinya para pengelola sekolah berjuang sekuat tenaga untuk membuat formulasi yang ampuh bagaimana siswanya dapat lulus 100 persen. sehingga perhatian guru. Sekolah Andalkan Bimbingan Belajar.183 15. Ini dampak dari sistem. Kompas (Jakarta). Posisi guru digantikan oleh Trainer dari bimbingan belajar. Fenomena bimbingan tes ini cukup merisaukan. Jawa Pos (Jakarta).14. membuat sekolah “Kebakaran Jenggot”. 11 April 2007. Orang akan menganggap sekolah yang tingkat kelulusannya tinggi sebagai sekolah yang lebih baik atau bermutu tinggi dibandingkan dengan sekolah yang persentase kelulusannya rendah. 12. 16 Maret 2007. Kelanjutan dari fenomena ini adalah kita melupakan arti proses dalam pembelajaran dan membuat para siswa menjadi orang-orang yang lebih mementingkan hasil dari pada proses. 7 Maret 2007. sebab hal ini berarti pihak sekolah dan orang tua murid tidak percaya (distrust) dengan kemampuan para guru. dan Unas Jadi Lahan Bisnis menggiurkan. Dengan dilaksanakannya ujian nasional 2007. Makna itu kini sudah terkalahkan karena semua sibuk dengan ujian nasional dan prediksi soal-soalnya. 16. Padahal seharusnya belajar itu ialah suatu yang mempunyai makna bagi siswa. Menurut Lodi Paat (pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta)184 bahwa Belajar menjadi sebatas bagaimana menyelesaikan soal-soal ujian nasional dan trik-trik untuk menjawabnya. formulasi yang banyak dilakukan di sekolah-sekolah adalah dengan menggandeng lembaga bimbingan belajar atau bimbingan tes. 183 . Dan. dan murid terarah pada ujian nasional. 184 Bimbingan Tes Masuk Lewat “Tender”.

Dalam lingkaran konsep Ideological State Apparatuse dan Repressive State Apparatuse. sosial.afektif dan psikomotor dari anak didiknya. Dalam konsep hegemoni Gramsci. yaitu: Hegemoni yang bersandar pada kesatuan ideologis antara elit ekonomis. Warga negara dibuat tidak berdaya dan harus sami’na wa atho’na dengan segala kebijakan pemerintah. politik. hal ini dapat dipahami sebagai salah satu bentuk penerapannya. a hope.185Lulus berarti sukses. Dengan demikian. or a nostalgia. hegemoni dalam taraf ini adalah hegemoni kelas tiga atau hegemoni minimum (Minimum Hegemony). Mereka malah mempertahankan peraturan melalui transformasi penyatuan para pemimpin budaya. harapan atau kenangan indah masa lalu yang digambarkan dari realitas. tidak Perlu diingat bahwa konsep ideologi dari Althusser adalah “Expresses a will. dan intelektual yang berlangsung bersamaan dengan keengganan terhadap setiap campur tangan massa dalam hidup bernegara. kelompokkelompok hegemonis tidak mau menyesuaikan kepentingan dan aspirasi-aspirasi mereka dengan klas lain dalam masyarakat. tidak lulus berarti gagal. maupun ekonomi yang secara potensial bertentangan dengan “negara baru” yang dicita-citakan oleh kelompok hegemonis itu. warga negara yang sudah tertanam pada otaknya bahwa dengan ujian nasional mereka akan dapat melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan ini berbanding lurus dengan akan adanya masa depan yang lebih baik (A Will And A Hope). 185 . politis. lulus berarti sama dengan memiliki masa depan cerah. rather than describing a reality” yaitu perwujudan dari sebuah keinginan. Sejalan dengan kategori itu. Hal ini juga dapat dibaca sebagai bentuk hegemoni dan penerapan Repressive State Apparatuse/Ideological State Apparatuse negara terhadap warga negaranya. Dalam sisi ideologi. Pengambilalihan wewenang ini juga dapat dimaknai sebagai ketidakpercayaan pemerintah terhadap eksistensi guru.

penempelan kunci jawaban di kamar mandi. Berbagai kecurangan yang menyeruak ke permukaan dalam pelaksanaan ujian nasional 2007187. Kompas (Jakarta) 19 April 2007. Padahal pendidikan watak merupakan hal yang sangat penting untuk menyelesaikan degradasi moral negara ini. Pertama. mengindikasikan semakin jauhnya nilai-nilai pendidikan kejujuran.186 Dengan adanya kepercayaan yang seperti inilah akhirnya masyarakat tidak mampu untuk melawan. Ketiga. 188 Muchtar Buchori. pendidikan untuk mengurangi korupsi harus berupa pendidikan nilai. yaitu pendidikan untuk mendorong setiap generasi menyusun kembali sistem nilai yang diwarisi. bisa dilakukan dalam ujian. 19 April 2007. 187 186 . pemberian jawaban via sms.lulus artinya suram bahkan gelap nasibnya di kemudian hari. pendidikan untuk membasmi korupsi sebaiknya berupa persilangan (Intersection) antara pendidikan watak dan pendidikan kewarganegaraan. Kedua. 21. apalagi jika dibenturkan lagi dengan tujuan pendidikan nasional. 21 April 2007. korupsi hanya dapat dihapuskan dari kehidupan kita secara berangsur-angsur. 17. dan Isu Kecurangan Merebak Di Mana-mana. Bagai pungguk merindukan bulan!. Hal ini berimbas pada munculnya para generasi muda yang tidak jujur. Yang diperkuat dengan berbagai aparat negara yang bersifat memaksa (Represif). Editorial Media Indonesia. “Ujian Nasional Yang Menghakimi”. kolutif. Siswa Dapat Bocoran. pencurian bahan ujian oleh salah satu kepala sekolah di Ngawi. Jawa Pos (Surabaya) 27 April 2007. Berbagai bentuk kecurangan itu antara lain: pemberian jawaban oleh guru. Dan juga berupa instruksi kepala dinas pendidikan untuk membocorkan soal dan siswa pandai yang ditunjuk menukar jawaban kepada teman-teman seruangan. Ketidakberdayaan masyarakat ini dikarenakan adanya sistem yang bermain yaitu berupa kebijakan dari negara yang harus mereka taati. Tujuan pendidikan yang menginginkan adanya perubahan perilaku pada peserta didik mustahil tercapai. manipulatif. suka menghalalkan segala cara. Menurut Mochtar Buchori188 ada tiga gagasan mengenai pendidikan anti korupsi. “Pendidikan Anti Korupsi”. Kompas.

indikatornya berupa keinginan manusia untuk melakukan segala sesuatu dengan cepat/instan. sikap menghalalkan segala cara demi tujuan lulus ujian. Implikasinya. Cara belajar ini tidak menuntut eksplorasi cipta. Kecurangan dakam ujian nasional terasa sekali menunjukkan mentalitas menerabas. Kelanjutan dari fenomena ini adalah terciptanya generasi yang suka menghalalkan segala cara. Ujian nasional alih-alih sebagai kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan justru telah menihilisasi budaya belajar. 12. menghafal soal dan trik-trik mengerjakan soal obyektif menunjukkan sikap instan dalam penguasaan ilmu pengetahuan. Maka dalam hal kecurangan ujian ini para siswa enggan untuk berusaha dan berkeinginan untuk mendapatkan hasil yang secepatnya (lulus) tanpa jerih payah. Pendapat Koentjoroningrat tentang mentalitas menerabas dan budaya instan bangsa terasa terjadi sudah. dan segera/instan. Kompas. Adapun cara yang belajar dengan drill soal. yang berarti kemudahan yang luar biasa.189 189 Fathurrofiq. Jika dalam sisi sosiologis. try out. . Semisal keinginan kita untuk mendapatkan berbagai informasi telah disediakan oleh teknologi yang namanya internet. 16 Mei 2007. Lambat laun kondisi seperti ini akan menjadi sebuah life style (gaya hidup). kompetensi dan kecerdasan dalam menguasai ilmu pengetahuan hanya diukur dari kemampuan memilih jawaban secara cepat dan tepat untuk mendapatkan skor tertinggi. “Nihilisasi Budaya Belajar”.Fenomena ini juga dapat dipahami sebagai sebuah dampak dari pengaruh ruang dan waktu yang dilipat/pelipatan ruang dan waktu. kita bisa mengaksesnya kapanpun dan dimanapun kita suka. rasa dan karsa anak didik terhadap substansi kompetensi ilmu pengetahuan. grusa-grusu.

25 Juni 2007. Siswa Gantung Diri. Di Surabaya misalnya. inikah hasil proses pembelajaran di negeri ini? Kejadian lainnya yang juga mengiringi pengumuman kelulusan adalah berita gantung diri siswi bernama Endang Lestari (Siswi SMPN 1 Kerjo kabupaten Karang Anyar Jawa Tengah) karena tidak lulus ujian nasional. Ada pesta coratcoret. perlakuan yang tak senonohpun terjadi. ada konvoi sepeda motor. 17 Juni 2007 192 Tidak Lulus UN. Disiram dan Diraba. .191Kita patut bertanya. Persentase kelulusan baik di tingkat SMP/sederajat dan SMA/sederajat memang lebih baik dari tahun kemarin. Jawa Pos (Samarinda). bahkan di Bojonegoro selain berkonvoi. Di Samarinda. Sedangkan untuk SMA swasta. Jawa Pos (Surabaya). dari 137 sekolah yang ada. ada siswa yang hanya mengenakan celana dalam dalam aksinya.192Hal ini semakin membuat miris harapan kita menciptakan generasi yang cerdas. berakhlak mulia. bahkan ada yang meneruskannnya dengan aksi “raba” pada siswi yang terjaring “operasinya”. 24. terdapat 10 SMA awasta yang siswanya tidak lulus.190Namun yang menjadi permasalahan adalah “pesta kelulusan” yang dilakukan sangat tidak mencerminkan manusia yang terdidik. Terdapat hanya 6 sekolah dari 22 sekolah SMA negeri di Surabaya yang terdapat siswa tidak lulus. 13 Juni 2007 Lulus. beriman dan bertaqwa kepada tuhan dan tujuan lainnya yang terdapat dalam tujuan pendidikan nasional. para siswa yang lulus ujian disiram dengan air comberan oleh warga. 190 191 Masih Ada Konvoi Di Jalanan. Kompas (Karanganyar).18. sudah tidak ada lagi sekolah yang tidak lulus 100 persen.

dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan.B. Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian. penjaminan. MIMPI PENDIDIKAN BERMUTU Pelaksanaan ujian nasional 2007 ini merupakan bagian dari proses evaluasi pendidikan. jenjang.193 Sebagai salah satu bagian dari proses evaluasi. dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur. maka hasil dari ujian nasional 2007 tentu saja tidak dapat dijadikan sebagai penjamin mutu pendidikan secara 193 Peraturan Pemerintah No 19 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan .

( Bandung: PT. Pengelolaan tenaga yang efektif. Pembelajaran.nasional. 2006). Proses 1.197 Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apa gunanya Ujian Nasional?.Refika Aditama. majelis sekolah. Semua orang dalam piramida kepemimpinan mutu adalah pemimpin. Sistem naik kelas sampai batas tertentu dapat menjadi hambatan untuk mencapai mutu secara optimal.Learning to Life Together 2. Learning to Do. Unsur–unsur pimpinan mendorong guru dan staf untuk mencapai tujuan akhir organisasi yaitu penyempurnaan yanag berkelanjutan. 195 Manajemen. meliputi: a). 14-15. Kebijakan mutu dan harapan 2. Semisal kepemimpinan194. maka sekolah efektif merupakan isinya. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengan . Manajemen peningkatan mutu pendidikan memiliki karakteristik yang perlu dipahami oleh pendidikan (sekolah) yang akan menerapkannya. b) Tanggung jawab berbagi. Tiap orang bertanggung jawab menghilangkan hambatan yang mencegah performansi yang tinggi. Learning to Be dan d). Pengembangan. manusiawi” 4. dan administrator memberikan fokus serta pengarahan terhadap sekolah. Visi mengarahkan orang pada tujuan yang akan dicapai. Lingkungan “aman.(Nana Syaodih Sukmadinata et al. semua unsur dalam organisasi sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas. maka sejumlah karakteristik dari sekolah efektif (efektif school). Perangkat atau karakter peningkatan mutu pendidikan tersebut adalah sebagai berikut : a. kendali mutu. g) Tiap orang ingin menjadi orang yang unggul. manajemen195. b). jika sekolah ingin sukses dalam menerapkannya. Kepemimpinan yang kuat atau demokratis a) kemampuan manajerial b) kemampuan memobilisasi c) memiliki otonomi luas 3. mengingat ada berbagai komponen lain yang harus dipenuhi. guru harus menanamkan visi pendidikan kepada siswa f) Sebagai pemimpin mutu. guru196 dan kurikulum. In put. Kepemimpinen demikian berpegang pada prinsip – prinsip sebagai berikut : a) Dalam kepemimpinan mutu. Sumber daya (kesediaan masyarakat) 3. c) Perbaikan mutu berkelanjutan. berorientasi pada: a). diperlukan kepemimpinan yang berorientasi pada mutu.Learning to Know. Dengan kata lain. Berorientasi siswa 4. efisiensi b. Manajemen (pembagian tugas. c). b). Imbal jasa 194 . pengawas. meliputi: 1. perencanaan. Tugas majelis sekolah. nyaman. c). Perencanaan. seseorang mengukur keberhasilannya dari keberhasilan orang– orang (semua anggota) dalam organisasi. Tantangan utama untuk pendidikan bermutu adalah menghilangkan hambatan–hambatan organisasional yang menghambat orang untuk berhasil. pengawas dan administrator harus menyediakan bahan serta alat–alat (resources) yag dibutuhkan guru dan staf e) Peran guru dan staf. Manejemen peningkatan mutu pendidikan merupakan wadah atau kerangkanya. Untuk mencapai visi mutu dalam pendidikan. Kepemimpinan Untuk menerapkan program mutu dalam pendidikan. d) Dalam piramida kepemimpinan mutu. maka dibutuhkan sesuatu yang berguna agar dana sebanyak itu tidak sia-sia. Penilaian dan d). Sebagai salah satu program dari pemerintah yang menghabiskan dana kurang lebih 250 Milyar.

Maka tugas gurupun menjadi lebih berat. Sedangkan dua faktor yang terakhir merupakan persoalan–persoalan yang dapat diselesaikan oleh para guru sendiri. 5) Pengetahuan guru tentang dirinya sendiri dan kepercayaan terhadap diri sendiri Kita lihat bahwa faktor pertama merupakan persoalan–persoalan yang terletak pada daerah kekuasaan birokrasi pendidikan. bisa menggunakan sistem 5. dari guru TK sampai Guru Besar. disiplin. (UU Sistem Pendidikan Nasional 2003 bab. 2004). kesenian. mau meningkatkan diri. isi. membimbing.(Jakarta: PT. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.Pelaksanaan ujian nasional dapat terus dilaksanakan. 4) Hubungan guru denagn murid – muridnya. melatih. Prestasi non Akademis : Olah raga. 90-91 197 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. tahun ke tahun. namun fungsinya bukan menjadi penentu kelulusan siswa akan tetapi menjadi alat pemetaan daerah yang tingkat kompetensinya masih rendah. kalau melalui tindakan–tindakan birokrasi tertentu. dinamis) 7. pendidikan dasar. Ketentuan umum pasal 1.) . STTB. kerajinan. Tim kerja (kompak.(Abdul Rahman Saleh. mengajar. maka birokrasi pendidikan justru memberikan beban tambahan kepada para guru. terbuka) 6. serta kualitas pekerjaan merekapun akan menurun. Untuk mengukur standar kompetensi siswa. Dengan demikian. Kalau birokrasi pendidikan benar-benar mendukung para guru. Memiliki akuntabilitas a) Laporan prestasi b) Respon atau tanggapan masyarakat c. (Jogjakarta: PT. cerdas. dan pendidikan menengah. kepramukaan. pasal 1) Menurut pendapat ahli pendidikan. Prestasi akdemis : Nem. ketulusan. kerapian/ketertiban. silaturrahmi dan lain–lain. maka pekerjaan mereka akan menjadi lebih ringan. Spektrum Problematika Pendidikan DiIndonesia. baik didalam maupun diluar kelas. Guru–guru dapat disamakan dengan pasukan tempur yang menentukan kemenangan atau kekalahan dalam peperanagn. dan mengevaluasi peserta didik pada pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. lomba keagamaan 2. bulan ke bulan. guru kita benar–benar menentukan nasib pendidikan kita. mengarahkan. Taraf Serap. yang akan dapat memperbaiki situasi pendidikan kita adalah para guru yang sehari–hari bekerja dilapangan. Sebaliknya. Muchtar Buchory. Partisipasi masyarakat yang tinggi 8. Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa . kebersihan. Tiara Wacana. toleransi. (UU tentang guru dan Dosen Bab Ketentuan Umum. merasa memiliki. Melelui tindakan hari ke hari.20-21 196 Guru. Kelima faktor tersebut ialah : 1) Jenis kewenangan ( Authority ) yang benar – benar diserahkan pada guru 2) Kualitas atasan yang mengawasi dan mengontrol perilaku guru 3) Kebebasan yang diberikan kepada guru. Para ahli pendidikan mengatakan ada lima faktor yang sangat mempengaruhi kualitas perilaku guru dalam melaksanakan tugasnya. 1994). Para birokrat pendidiakan dalam pandangan sebenarnya adalah semata–mata pendukung bagi guru atau prajurit lapangan ini. Out put 1. Memiliki budaya mutu (kerja sama. menilai. adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. Lomba karya ilmiah.Raja Grafindo. solidaritas. mau berubah. Depdiknas atau Diknas Provinsi bisa memberikan bantuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang bersangkutan.

198 . Siswa Hanya Mengejar Angka Kelulusan. kesiapan daerah dalam menghadapi ujian nasional masih timpang. Jawa Pos (Surabaya). Selain itu hal ini sesuai dengan UU Sisdiknas Pasal 58 ayat (I) yang berbunyi “Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. masih banyak bangunan sekolah yang rusak.Rosyid.sampling. Kompas (Tulungagung). yakni telah mengebiri hakikat pendidikan dan pendangkalan tradisi intelektual. berbagai anomali pendidikan perlu diurai dengan dengan kembali pada semangat dasar pendidikan yang berorientasi pada anak dengan menempatkannya sebagai bagian dunia global. Artinya. maka kita mengenal adanya istilah “Dar’ul Mafaasid Muqoddamun ‘Ala Jalbil Mashoolih/menghindari kemadhorotan itu didahulukan dari pada melakukan kebaikan. Papua). pelaksanaan ujian nasional 2007 memang suatu perbuatan yang baik. menyeluruh. kemudian hitung persentase kelulusannya. berbagai kecurangan yang muncul. 2007 dan Siswa Kelas III dan IV di Papua Barat Belajar Berjejalan dalam Satu Ruangan. 11 April 2007 199 Ibid. Misalnya. Rosyid. satuan pendidikan dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala. 2 Juni 2007.”. Oleh karena itu.199 Kalau permasalahan ini dihubungkan dengan kaidah ushul Fiqh. Selain itu. Prinsip asih. Akhirnya.198Selanjutnya mengenai kelulusan siswa sebaiknya diserahkan kepada guru mata pelajaran sebagai indikator kompetensi siswa. wawancara dengan Daniel M. kemajuan dan perbaikan hasil belaajr peserta didik secar berkesinambungan” dan ayat (2) yang berbunyi: “Evaluasi peserta didik.200dan sarana prasarana yang terbatas dan tidak akan mungkin dapat mengikuti standar ujian secara nasional (Jakarta). ujian nasional harus direformulasi lagi agar lebih berguna dalam proses pendidikan di negara ini. 12. besaran dana yang dikeluarkan dan sebagainya. transparan dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan” 200 120 gedung SD di Tulungagung Rusak. Kompas (Teluk Wondama. asuh dan asah yang dikembangkan oleh Ki Hajar Dewantara niscaya aktual kembali di tengah tantangan global dan terpelantingnya Siswa Hanya Mengejar Angka Kelulusan. wawancara dengan Daniel M. ambil sampel ujian dari wilayah sabang sampai merauke. Namun ada banyak kemadhorotan dalam pelaksanaannya.

Tajuk Rencana. dan belajar untuk hidup bersama. . 2 Mei 2007.201 201 Anomali Dunia Pendidikan. belajar untuk berbuat.simplifikasi praksis (praktik dan refleksi) pendidikan yang beraroma politik kekuasaan. Kompas (Jakarta). yakni mengembangkan peserta didik belajar untuk tahu. 6. Tiga pilar menjadi acuan kebijakan yang membebaskan dan pendagogis.

dan politik sangat berpotensi memunculkan gerakan-gerakan lanjutan tidak kondusif lainnya. daripada yang sangat sulit menjadi lebih baik. 1. Fenomena kekinian yang merepresentasikan dari gejala yang pertama adalah semakin banyaknya tindakan-tindakan masyarakat sebagai bentuk distrust kepada pemerintah (otoritas politik/negara). maka akan semakin sulit kita lepas dari belitan krisis multidimensi. FORMAT PENDIDIKAN MASA DEPAN Membicarakan pendidikan serasa tiada habisnya. Penelitian mengenai gerakan sosial (Social Movement) di Indonesia yang dilakukan oleh sejarawan Sartono Kartodirdjo202 menunjukkan. Kedua. program ini merupakan bagian dari kekecewaan dan ketidakpercayaan (distrust) masyarakat terhadap pemerintah (dalam hal ini PSSI sebagai pemegang otoritas persepakbolaan nasional) dikarenakan terpuruknya prestasi persepakbolaan nasional. satuan Azsumardi Azra. kita dituntut untuk dapat melepaskan berbagai ego kepentingan untuk memformat pendidikan masa depan. ekonomi. “Memelihara Asa”.merupakan salah satu program di salah satu televisi Swasta yang mengumpulkan para pemain bola di seluruh nusantara untuk diseleksi menjadi sebuah tim sepak bola. Kegiatan yang sama juga dilakukan oleh mantan penjaga 203 202 . dapat menimbulkan perlawanan bahkan “pemberontakan” terhadap otoritas politik yang dianggap membuat keadaan kian sulit. Kompas (Jakarta). Bila dibaca secara cermat. My Team. berbagai keresahan sosial (Social Unrest) karena bertubi-tubinya impitan sosial. Isu tentangnya terus bergulir seiring dengan berjalannya waktu. Di tengah kondisi bangsa yang carut marut seperti saat ini. Para pemimpin diharapkan mampu memotivasi rakyatnya untuk tetap mempertahankan asa dalam diri. karena tanpa adanya asa untuk memperbaiki bangsa. semisal: adanya program My Team203. mencari perlindungan dan pertolongan eskatologis yang diyakini dapat membalikkan keadaan. Pertama. Setiap sendi kehidupan bangsa saling kait mengait antara satu dengan yang lain. Perbincangan mengenai pendidikan tentu tidak dapat kita pisahkan dengan kondisi bangsa secara keseluruhan. 13 Maret 2007.C.

“Deschooling: Memastikan Hak Anak atas Pendidikan”. sekolah tidak ramah anak. dikarenakan: sekolah merupakan sumber pungutan (liar) yang tidak dipertanggungjawabkan dengan baik. Mereka banyak beroperasi pada wilayah perparkiran di ibu kota. ada Satgas PDI-P. 207 Contoh konkrit pelaksanaan sekolah alternatif antara lain: sekolah Jorank Doank binaan artis Dik Doank. guru tidak tertarik dengan bakat dan minat anak didik. seperti ketika mereka menyerbu kantor majalah Play Boy Indonesia. namun hanya tertarik untuk “menyelesaikan kurikulum” secapat mungkin. sekolah seolah-olah memonopoli pendidikan. (Daniel Mohammad Rosyid. model pembelajarannya masih berpusat pada guru.petugas pengamanan (pengawal pribadi/Bodyguard. banyak terjadi ”bullying”. Barisan Pemuda Ka’bah dan sebagainya. ternyata juga telah merasuk ke dalam dunia pendidikan. guru banyak bermental “pegawai” gajian. tidak bisa menjadi contoh manusia kreatif. makalah disampaikan pada seminar nasional “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya. 5 Mei 2007) . sekolah gagal menjadi agen perubahan. Lebih Asyik Tanpa UAN. Front Pembela Islam205. yang telah dapat menerbitkan buku semisal. Fenomena sekolah alternatif ini menurut Daniel Rasyid disebabkan potret sekolah yang suram. 204 Di NU kita kenal Banser (Barisan Serbaguna). sistem persekolahan saat ini amat kaku. Pemuda Pancasila. Berbagai fenomena di atas. tapi berorientasi birokratik. Kalibening Salatiga Jawa tengah. 206 Organisasi ini merupakan organisasi etnis Betawi yang beroperasi di Jakarta. tidak sesuai dengan kebutuhan anak yang beragam dan khas. Beberapa waktu lalu. semisal dengan adanya berbagai sekolah alternatif207 seperti mulai gawang tim nasional era 1980-an Rony Pasla yang mendidik generasi muda pecinta sepak bola. sekolah alternatif Qoryah Toyyibah. satuan petugas (satgas) masingmasing partai politik dan ormas204. apalagi sekolah menjanjikan ijazah. bukan sebaliknya. tidak jarang mereka juga melakukan pengrusakan. guru dan kepala sekolah tidak berorientasi ke siswa sebagai konsumen. mereka terlibat bentrok dengan Forum Keluarga Besar Betawi yang memperebutkan lahan parkir. seolah-oleh satu-satunya tempat belajar hanyalah sekolah. pemerintah membangun persepsi. 205 Organisasi di bawah komando Habib Rizieq ini sering melakukan sweeping terhadap tempattempat hiburan malam di Jabotabek. Forum Betawi Rembug/FBR206 dan sebagainya). Dalam melaksanakan operasinya. Garda Bangsa. anak dipaksa menyesuaikan jadwal dan kurikulum. ancaman peredaran narkotika di sekitar sekolah. Peristiwa ini mengakibatkan tewasnya dua anggota FBR.

Jelasnya. Belum optimalnya pemahaman kebudayaan di lingkungan peserta didik (Ibid. sebaliknya. tetapi pada ekspansi horizontal berupa hadirnya pilihan lembaga pendidikan yang mengelola Fenomena Homeshooling bisa dilihat dalam dua sisi. Homeschooling harus dikembalikan pada prakarsa.Banyaknya gedung sekolah/madrasah yang rusak berat. menempatkannya sebagai anak tiri yang kesepian. Di samping itu. ada banyak permasalahan pendidikan yang sangat urgent untuk dicarikan solusinya. program Homeschooling adalah untuk melayani kemandirian masyarakat dalam memilih pendidikan. Pertama. Alih-alih mengeluarkan kebijakan yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat kita. Belum meratanya kesempatan memperoleh pendidikan untuk anak usia dini.maraknya Home Schooling. b). Pertama. upaya peningkatan mutu pendidikan entah dengan ujian nasional atau tidak haruslah bermuara pada keluaran membangkitkan harapan pada si anak didik. Dengan demikian. Homeschooling yang memiliki fleksibilitas lebih luas memungkinkan dikembangkan untuk memfasilitasi pendidikan anak-anak bermasalah. 23 Januari 2007. f). yaitu: jam belaajr. negara mengeluarkan kebijakan yang mendatangkan pro kontra dan keresahan di masyarakat semacam Ujian nasional. Itu hanya bisa tercapai bila sistem pendidikan nasional tidak semata berorientasi pada penjenjangan vertikal. c). dan kurikulum yang berbeda dari kaidah formal. meliputi: a). Sekolah yang berencana membuka program Homeschooling sebatas menfasilitasi penyediaan guru dan menawarkan kurikulumnya tanpa harus ada ikatan-ikatan institusional seketat sekolah formal. Bertolak dari titik ini. Masih rendahnya kualitas guru sesuai dengan tuntutan undang-undang no 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. 5 Mei 2007 208 . “Relevankah “Homeschooling” di Jawa Timur?”. Homeschooling muncul karena kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang besemangat pencerdasan tanpa terikat dengan kaidah formal sekolah. tanpa terjebak aspek akademik semata. Presentasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur disampaikan pada diskusi publik “Perlindungan Dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara Dalam Belitan Neoliberalisme ” Kampus Sastra Unair Surabaya. anak suku terasing. Belum optimalnya peningkatan pembinaan sekolah menengah kejuruan dan h). Kompas (Jakarta). Padahal masih banyak permasalahan pendidikan yang harus diprioritaskan. seragam. anak jalanan. g).208Melihat kondisi pendidikan kita seperti ini. penyanyi anak.209 Tantangan terbesar pendidikan nasional adalah menghasilkan anak didik yang yang mampu mengelola kehidupannya secara mandiri. sikap pro aktif. Masih banyaknya warga masyarakat yang buta huruf. (“Sekolah-Rumah Perlu Pengakuan Negara”. Masih rendahnya kualitas pendidikan. 10 Januari 2007) Menurut Fathurrofiq. komunitas seperti ini sangat memahami prinsip multikecerdasan. e).”Hal ini bermakna pendidikan masih diabaikan oleh pemegang kebijakan. Kedua. di Jawa Timur misalnya. serta orang dewasa penyandang buta aksara yang sibuk dengan urusan pekerjaan rumah dan rumah tangga. dan kemandirian masyarakat. pekerja anak. Kompas (Surabaya). Belum tuntasnya wajib belajar 9 tahun. d). E) 209 Syair Iwan Fals dalam “Rubah” (Album 50:50) bunyi lengkapnya adalah “Pendidikan adalah anak tiri yang kesepian. ada dua hal pokok yang harus diperhatikan dalam fenomena isu Homeschooling. Tempat belajar dan jam belaajr diatur dengan kesepakatan pengajar dan peserta ajar. Homeschooling yang tumbuh kembang di kalangan masyarakat kelas menengah ke atas yang memahami falsafah pendidikan dalam konteks pencerahan dan pembebasan. merupakan wujud ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara dalam hal pelaksanaan pendidikan. tata tertib. Keluarga seperti ini memilih persekolahan di rumah sebagai jawaban atas sulitnya membebaskan sekolah formal dari praktik pengekangan terhadap hak tumbuh kembang anak secara wajar.(Fathurofiq. Kedua.anak dengan bakat dan keunggulan seperti: atlet.

Lalu. tetapi mengabdi kepada yang kalah dan gagal. maka terjadilah regenerasi bangsa. Dengan demikian. Budiarto Shambazy. pendidikan harus menjadi instrumen yang menghidupkan. Budiarto Shambazy. 9 Desember 2006. Yonky Karman. regenerasi bisa dibedakan antara perkembangbiakan fisik (Physical Propagation) dan Spiritual (Spiritual Propagation). 6 211 210 . 15 212 Ibid. Kompas (Jakarta). 12 Mei 2007. Sebuah bangsa bertahan melebihi satu generasi karena identitas diri yang ditopang kontinuitas nilai dan visinya. “Kerdil dan Lembek”. ia menghargai yang dipelajari. Sebagai makhluk dengan tubuh dan jiwa. “Bangsa Tujuh Huruf”. tidak percaya diri yang dalam bahasa Budiarto Shambazy diistilahkan dengan “Microsoft”. muncul komitmen pribadi untuk melakukan yang sudah dihargai itu. Untuk mewujudkannya. “Ujian Nasional Yang Menghakimi”. Editorial Media Indonesia (Jakarta).210 Pendidikan di Indonesia seharusnya mengubah mentalitas dan mengeluarkan bangsa dari keterbelakangan211. sehingga keluaran seleksi pendidikan nantinya tidak menghasilkan mereka yang lulus atau tidak lulus. apa yang yang diyakini sebagai baik dilakukan secara konsisten tanpa Ibid. Orientasi nilai. Akhirnya. 15 atau dalam kesempatan lain ia menyebutkan istilah Munafik bagi bangsa ini. pendidikan harus menekankan pada dua hal. 24 Februari 2007. Kompas (Jakarta). tetapi anak-anak didik yang mengetahui kemana ia melanjutkan pendidikannya demi kehidupan. Kompas. yaitu pada orientasi nilai dan Orientasi proses. Jika pendidikan berhasil melahirkan manusia Indonesia mencapai masa kritis yang mampu memberi arah perkembangan bangsa. Setelah pelajar mengerti sesuatu. tetapi juga lewat penerusan nilai dan visi. Salah satu parameter keberhasilan program pembelajaran adalah internalisasi nilai dalam beberapa tahap (kognitif-afektif-konatif-praktek).keterampilan. Ia tidak boleh hanya berpihak kepada yang pintar dan lulus.212 Pertama. yang berarti Kerdil (Mikro) dan lembek (Soft). ”Pendidikan dan Regenerasi Bangsa”. 19 April 2007 Harus diakui. bukan mematikan. kita merupakan bangsa yang mudah terbawa arus. Regenarasi bangsa tidak cukup hanya lewat beranak cucu.

INSIST & Pustaka Pelajar.214 Bangsa atau nasion: ia adalah komunitas politis dan dibayangkan sebagai sesuatu yang bersifat terbatas secara inheren sekaligus berkedaulatan. Orientasi Proses. 213 . segala apa yang kita lakukan adalah bagian dari rasa cinta kita kepada bangsa213 dan negara. Intisari sebuah bangsa adalah bahwa di dalamnya setiap individu memiliki anyak hal yang menjadi kepunyaan bersama (contoh: setiap orang Indonesia memiliki keindonesiaan yang sekaligus menjadi kepunyaaan bersama bangsa Indonesia) dan sekaligus melupakan banyak hal lain yang menjadi kepunyaan bersama. rasa takut) dan eksternal (misalnya tekanan dari orang lain). Tekanan pembelajaran bukan hanya kecerdasan intelektual. Akhirnya. 8. tidak akan bertatap muka mereka itu. Pembelajaran seperti ini menempatkan pelajar sebagai subyek. Guru hanya fasilitator dan pendamping murid. yaitu tahu. Jiwa bangsa diteruskan saat generasi pengajar mentransfer nilai kepada generasi pelajar yang nantinya bertumbuh menjadi generasi pengajar yang baru. Maka. 6. Benedict Anderson. Bukan hanya transfer pengetahuan atau pembekalan keterampilan.F La Kahija. pusat dan fokus pendidikan. tetapi kegiatan berbagi pengetahuan sekaligus ketidaktahuan. Proses pembelajaran dilakukan dalam suasana berbagai di antara guru dan murid.hambatan internal (misalnya. Kedua. tanggungjawab dan respek. (Yogyakarta. peduli. Kompas (Jakarta). pendidikan melahirkan jiwa baru. 2 Desember 2006. tetapi juga perkembangbiakan nilai. 214 Y. Maka mengajar bukan hanya transfer nilai pengetahuan. Imagined Communities KomunitasKomunitas Terbayang.2002). Cinta menurut Erich Fromm dalam The Art Of Loving mengandung empat syarat. bahkan mungkin tidak pula pernah mendengar tentang mereka. atau berperilaku seolah mereka telah membentuk sebuah bangsa. Suatu bangsa mengada tatkala sejumlah orang (jumlah yang cukup besar) dalam suatu masyarakat menganggap diri mereka (membayangkan diri mereka) membentuk sebuah nasion. tetapi juga kecerdasan yang komprehensif. Terj. Bangsa adalah sesuatu yang terbayang karena para anggota bangsa terkecil sekalipun tidak bakal tahu dan takkan kenal sebagian besar anggota lain. “Mencintai Kearifan Lokal”.

kurikulum 2006 dan standar isi. yaitu: Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. maka pada bab V atau bab penutup ini akan disajikan jawaban atas rumusan masalah yang terdapat pada bab I. yaitu sebagai berikut: 1. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. yaitu bahasa Indonesia. Mengenai mekanisme pelaksanaan ujian nasional 2007 ini disandarkan pada beberapa ketetapan hukum sebagai landasan yuridis formal pelaksanaannya. Dasar pemikiran pelaksanaan ujian nasional yang menguji kemampuan siswa dengan standar nasional pada tiga mata pelajaran . Tim pengawas perguruan tinggi . Sebagai alat kelengkapan pengawasan Ujian Nasional 2007. bahasa Inggris dan matematika/ekonomi/bahasa asing lainnya. Mengenai isi materi soalnya merupakan kolaborasi dari kurikulum 2004. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 45 Tahun 2006. tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2006/2007. Depdiknas juga bekerjasama dengan perguruan tinggi se-Indonesia untuk turut serta mengawasi pelaksanaan Ujian Nasional 2007. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.BAB V PENUTUP Setelah membahas mengenai landasan teori dan menganalisisnya.

or a nostalgia. selain itu. Mengenai peran negara dalam pelaksanaan ujian nasional 2007 memang sangat dominan sekali.tergabung dalam Tim Pemantau Independen (TPI) di Tingkat Provinsi. hegemoni dapat dilaksanakan dengan bantuan para intelektual organik. Halini merupakan bagian dari tanggungjawab pemerintah/negara sebagaimana tercantum pada pembukaan UUD 1945. Masih ada proses lain yang dijalankan yakni dengan metode Ideological State Apparatuse dan Ideological State Apparatuse. Keinginan untuk lulus dan harapan untuk mendapatkan hidup . Hegemoni bukanlah hubungan dominasi dengan menggunakan kekuasaan. Peran negara dalam dunia pendidikan menempatkannya pada posisi yang sangat menentukan. rather than describing a reality” benarbenar dijalankan. Langkah awal untuk menjalankan hegemoni adalah dengan membentuk aliansi dengan konsensus sebagai landasan geraknya. Terbukti dengan beberapa peraturan yang dikeluarkan sebagai landasan hukum pelaksanaan ujian nasional 2007. Penguasaan dengan hegemoni saja tidak cukup. Jika dilihat dari analisis hegemoni maka tindakan yang dilakukan pemerintah merupakan salah satu bentuknya. a hope. Dalam hal ideologi yang secara sederhana berarti “Expresses a will. melainkan hubungan persetujuan dengan menggunakan kepemimpinan politik dan ideologi. Depdiknas juga bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk ikut serta dalam rangka mensukseskan pelaksanaan Ujian Nasional 2007 2. Tingkat Kabupaten/Kota dan Tingkat Sekolah Tidak hanya cukup disini saja proses pengamanan yang dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai hal yang tidak diinginkan.

kepala sekolah (pemimpin) dan managemen yang dilaksanakan. meliputi: kualitas guru. negara atau pemerintah menggunakan berbagai undang-undang yang mengatur pelaksanaan ujian nasional 2007. Hal ini juga dibumbuhi dengan nostalgia masa lalu yang menempatkan kita sebagi bangsa yang pernah berjaya di masa lampau. semoga dapat bermanfaat bagi usaha peningkatan mutu pendidikan di negara ini. . Mengingat mutu pendidikan tidak dapat dilihat hanya dari tingkat kelulusan siswa tetapi harus secara holistik. Selanjutnya. Demikian akhir dari pembahasan skripsi ini.yang lebih baik dengan lulus Ujian nasional benar-benar tertanam pada kesadaran masyarakat kita. mengenai peningkatan mutu pendidikan dilihat dari sisi ujian nasional saja tidaklah mungkin. Terbukti dengan begitu antusisnya mereka mempersiapkan ujian nasional 2007. Secara repressive. syarat-syarat kelulusan dan sebagainya yang secara tidak sadar merupakan paksaan kepada warga negaranya. Jadi ujian nasional bisa dikatakan hanya sebagai bagian kecil dari proses peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

“Evaluasi Pendidikan”. Azyumardi. “Administrasi Pendidikan Pendidikan”. Kompas (Jakarta). “Kamus bahasa Inggris-Indonesia”.XXIII. Moch. (Bandung.1991) ________________. Jogja:1994) _______________. 2006) Bala. (Jakarta. Erlangga. “Pendidikan Anti Korupsi” Kompas (Jakarta). (Jogjakarta. Jala Sutra. (Jakarta. Terj. (Yogyakarta. (Yogyakarta. 17 April 2007 Buchory. PT Gramedia. 9 Desember 2006 Azra. Revisi. Idochi. Alvabeta. “Abad Ideologi”. “Tentang Ideologi: Strukturalisme Marxis.( PT. 2005 Anwar. Insist & Pustaka Pelajar. Ed. “NU STUDIES. “Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan”. 1998) Advertorial.DAFTAR PUSTAKA Anderson. “Spektrum Problematika Pendidikan di Indonesia”. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta : Rineka Cipta. Pustaka Pelajar. John M. 2003 ) ________________. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. “Memelihara Asa”. Kompas (Jakarta). Benedict. “Dasar-Dasar Evaluasi”.cet. IV. Tiara Wacana. 1995) ________________. Imagined Communities Komunitas-Komunitas Terbayang. 13 Maret 2007 Baso. Louis. 2002) Althusser. (Jakarta. PT. Rineka Cipta. 21 April 2007 Daryanto. Cultural Studies”. Ahmad. 1996) . (Jakarta. (Jakarta. (Yogyakarta. Muchtar. 2003) Dan Manajemen Biaya Arikunto. Terj.III. cet. Yayasan Bentang Budaya. Sabtu. 2005) Echols. (Jakarta. Suharsimi.2002) Aiken. Henry D. “Re-Engineering Proses Pembelajaran” Kompas (Jakarta). Robert. terj. Bumi Aksara.2006) Arcaro Jerome S. Psikoanalisis. terj. CV.III. Cet. cet. Bumi Aksara. dan Hasan Shadily. Pergolakan Pemikiran antara Fundamentalisme Islam dan Fundamentalisme Neo-Liberal”. Rineka Cipta. “Pendidikan Berbasis Mutu : Prinsip-Prinsip Perumusan dan Tata Laksana Penerapan”.

2004) Hilmy. Gramedia Pustaka Utama. 16 Mei 2007 _________. “Etika Politik dan Kekuasaan”.F La. Metode-Metode Penelitian Masyarakat (Jakarta. (Yogyakarta.Editorial Media Indonesia. Kompas (Surabaya). Politik Pendidikan: Kebudayaan. Cet. 11 April 2007 wawancara dengan Rosyid. 2 Desember 2006 Karman. Jakarta. (Samarinda). (Surabaya). 7 Mei 2007 _________. Jombang). (Banyuwangi. Siswa Hanya Mengejar Angka Kelulusan. ”Anggaran Pendidikan” . “Masih Ada Konvoi di Jalanan” _________. “Nihilisasi Budaya Belajar”. 27 April 2007.11 April 2007. PT. Disiram dan Diraba” _________. “Mencintai Kearifan Lokal”. 23 Januari 2007 Haryatmoko. “Siswa Dapat Bocoran” _________. cet. 17 Juni 2007. Tuban. 13 Juni 2007. V. (Jakarta. Kompas (Jakarta).II. “Nihilisasi Budaya Belajar”. “Siswa Dapat Bocoran” _________. Kompas (Jakarta). “Rekayasa Pendidikan Pasca UN”. (Surabaya) 27 April 2007.2004) Fathurrofiq. Y. Kompas (Jakarta). “Unas Jadi Lahan Bisnis menggiurkan” _________. 18 Oktober 2006. (Jakarta). 11 April 2007. Kahija. Kompas (Jakarta). 12 Mei 2007 Koentjoroningrat. Terj. Kompas Media Nusantara. (Surabaya). ”Pendidikan dan Regenerasi Bangsa”. 16 Mei 2007 _________. “Ada UN Nggak Ada UN Sama Saja (Wujuduhu Ka Adamihi)”. Kekuasaan dan Pembebasan”. “Lulus. 19 April 2007 Freire. “Relevankah “Homeschooling” di Jawa Timur?”. Paulo. Yonky. 1977) Kompas (Jakarta). Kompas (Jakarta). Daniel M. Masdar. makalah dalam seminar Nasional “UN sebagai pendongkrak atau perusak kualitas pendidikan” 10 Mei 2007 Jawa Pos (Surabaya). “Ujian Nasional Yang Menghakimi”. “Menjamurnya Bimbingan Belajar” _________. ReaD dan Pustaka Pelajar.

(Jakarta: Bumi Aksara. “Konsep Ideologi”. 12. Arman Hakim. “Tidak Lulus UN._________.. Larrain. 1995) Muhadjir. 7 Maret 2007. ”Voucher Pendidikan” _________. “Harus Ada Perubahan Kebijakan. (Jakarta) 20 Oktober 2006. (Tulungagung). 10 November 2006. 2007 “120 gedung SD di Tulungagung Rusak. (Jakarta). Kunandar “UN dan Peningkatan Mutu Pendidikan” Kompas (Jakarta) 14 Mei 2007. 25 Juni 2007. “Mendiknas Tolak Revisi PP SNP” _________. 1996) Nasution.”Voucher Pendidikan” _________. 27 April 2007. “Sekolah Andalkan Bimbingan Belajar” _________. “Logiskah Ajakan Tak Gelar UN?”. 27 September 2007. “DPR Malah Berperan Menjadi Tukang Pos“ _________. 16 Maret 2007.” _________. “Bimbingan Tes Masuk Lewat “Tender”. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya. Kompas (Jakarta). Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. ”Isu Kecurangan Merebak di Mana-mana” _________. (Jakarta). ”Depdiknas: Itu Amanat UU” _________. (Teluk Wondama. 21 Februari 2007 . (Surabaya). _________. _________. (Jakarta). Lexy J. LKPSM. _________. 2 Juni 2007 Siswa Kelas III dan IV di Papua Barat Belajar Berjejalan dalam Satu Ruangan. Papua). 10 Januari 2007 “Sekolah-Rumah Perlu Pengakuan Negara”. (Jakarta). 27 Oktober 2006. (Jakarta) 19 April 2007. terj. (Surabaya). Siswa Gantung Diri “ _________. Jorge. 3 November 2006. “Ujian Nasional Harus Diperbaiki” _________. 27 April 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Reka Sarasin. 1996) Mardialis. (Karanganyar). Noeng. (Jakarta). (Surabaya). 1996) Moeloeng. (Jakarta). (Yogyakarta.

“Antonio Gramsci Negara dan Hegemoni”. (Magelang. Ngalim MP. “Transpolitika Dinamika Politik di dalam Era Virtualitas”. 5 Mei 2007 . Jalasutra. PT Remaja RosdaKarya. (Yogyakarta. LkiS. “Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan”. (Bandung.all. “Sekolah Mencabik-Cabik Nurani(Opini)” Kompas. et.cet. Nezar & Andi Arif. ”Daniel Bell: Matinya Ideologi”. Rabu. WJS. 25 Januari 2007 Naylul Izza. Metode Resourch. 2007) Nasution. 1994) Panitia Penyusunan Panduan Penulisan Skripsi. Dodi “Perang Total Melawan Buta Aksara”Kompas (Jakarta). Dahlan Al Barry. 2003) Piliang. (Surabaya : Arkola. “Panduan Penulisan Skripsi” (Surabaya: IAIN Sunan Ampel Surabaya. Yasraf Amir.Nandika. Jalasutra. M. Baskoro E. 5 Mei 2007 Rosyid. Guntur”Jamaah Islamiyah dan Bahaya Ideologi”. 2001) Patria. Kamus Umum Bahasa Indonesia. (Yogyakarta.Kompas (Jakarta). (Jakarta: Bumi Aksara. makalah disampaikan pada seminar nasional “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya. Pustaka Pelajar. Moh. (Jakarta : Balai Pustaka 1982) Partanto. “Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan”.II.1991) Nuswantoro. Gholia Indonesia. 2005) __________________.1996) Nazir. Metode Penelitian (Jakarta. 2004) Pengakuan Komunitas Air Mata Guru dalam acara Republik Mimpi di Metro TV. Daniel Mohammad. 2002) Romli. “Kamus Ilmiah Populer”. Pius A dan M. 2 Mei 2007 Poerwodarminto. IndonesiaTera. ”Lebih Asyik Tanpa UN”.1998) Purwanto. ( Yogyakarta. Minggu 6 Mei 2007 Poedjinoegroho. (Yogyakarta & Bandung. “Deschooling: Memastikan Hak Anak atas Pendidikan”.

Hasta Mitra.A. 2002) Tilaar. (Bandung. (Surabaya) 16 Februari 2007 Toer. Refika Aditama. 2003) Sudijono.Raja Grafindo. Dan Instrumen)”. “Gagasan-gagasan Politik Gramsci”. Raja Grafindo Persada. 3 November 2006 Sudarto. H. (Magelang . 1997) Saleh. (Jakarta.1996) Evaluasi Pendidikan”. Inu Kencana. 27 Maret 2007 Syafiie. M. Jum’at. Prinsip. 9 Desember 2006 Surya.. 2000) Simon. 1999) Sirozi. “Analisis Kebijakan Pendidikan. Abdul Rahman. Yogyakarta. Budiarto.all.A.R. 2004) Shambazy. Remaja Rosdakarya. 24 Februari 2007 ________________. Tilaar. 10 Mei 2007 Sugita. (Bandung. Kompas (Jakarta). 2005) Suryadi. Ace dan H. Rineka Cipta.cet. M. PT. ”Pengantar Persada. Suatu Pengantar”.R. (Jakarta. ”Berbagai Kelemahan Pelaksanaan Ujian Nasional 2007” Sutta Dharmasaputra.. Metodologi Penelitian Filsafat (Jakarta : PT. “Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah (Konsep.I. Kompas (Jakarta).Ritonga.Basuki. “Ilmu Politik”.”Voucher Diknas Beraroma KKN” Kompas (Jakarta). (terj. “Kekuasaan dan Pendidikan”. Pramoedya Ananta. “Arok Dedes”. (Surabaya) 16 Februari 2007 Surya. Indonesia Tera. PT. (Jakarta: PT. Roger. Razali. Makalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur disampaikan dalam seminar nasional dengan tema ”UN Pendongkrak atau Perusak Kualitas Pendidikan” di Gedung Gema IAIN Sunan Ampel Surabaya. Anas. 2003) . Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa. “Politik Pendidikan” (Jakarta . “Bangsa Tujuh Huruf”. cet. Kompas (Jakarta). “Kerdil dan Lembek”.Insist dan Pustaka Pelajar.II. Nana Syaodih et. PT. (Yogyakarta. RajaGrafindo Persada.1994) Sukmadinata. RajaGrafindo Salamun. “MDGs dan Komitmen Pemerintah”.

(Jakarta. Rajagrafindo. M. Chabib. 2 Mei 2007 Anomali Dunia Pendidikan Taufik. 5 Mei 2007 .cet. Roem. “Strategi Pendidikan Nasional Menghadapi Belitan Arus Neoliberalisasi” pada acara seminar “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya.III. 2007 Warsono (Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya). Kompas (Jakarta). Pustaka Merah Putih Yogyakarta cet.1996) “Teknik Evaluasi Pendidikan”. PT UU Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen.net Tomatimasang. (Jakarta. (Yogyakarta.Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. Ke-5 2003) Thoha.vhrmedia.Balai Pustaka Cet.II. Sekolah Itu Candu. M.2002) Tajuk Rencana. “Carut-marut Ujian Nasional” www. “Kamus Besar Bahasa Indonesia”. Pustaka Pelajar cet. I.