UJIAN NASIONAL 2007; ANTARA KUASA NEGARA DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

SKRIPSI

Oleh : BUDI SANTOSO NIM. DO1303185

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA

FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Juli 2007

MOTTO “Curang demi demi keberhasilan itu boleh di Indonesia, bahwa pendidikan bukan soal kecerdasan, tetapi soal kelicinan menyelamatkan diri, bahwa guru yang baik bukan guru yang jujur tetapi guru yang menolong meski harus menghiainati hati nurani, bahwa pelajaran moral ituhanya teori saja, dalam hidup yang penting fleksibel tergantung situasi ” Denni B Saragih (Koordinator Komunitas Air Mata Guru diMedan) “Profesi guru adalah profesi akalbudi dan nurani. Maka dapat dikatakan, lembaga pendidikan adalah tempat unruk melatih peserta didik berpikir, mendengarkan dan mengasah nurani. Kenyataannya latihan mendengarkan atau mengasah nurani tidak pernah terjadi. Demi kehebatan akal budi, pesan nurani dilanggar saja. Nurani tidak pernah didengarkan” Baskoro Poedjinoegroho E

PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI
Skripsi oleh BUDI SANTOSO ini telah dipertahankan di depan tim penguji Skripsi. Surabaya, 1 Agustus 2007 Mengesahkan, Fakultas Tarbiyah Institus Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Dekan, Drs. Nur Hamim, M. Ag. NIP. Ketua, Drs. Adb.Kadir NIP. Sekretaris, Dra. Nur Hayati NIP. Penguji I, ……………………………………. NIP. Penguji II, ……………………………………

Teknik Pembahasan F. E. Pendekatan Penelitian 3. HALAMAN JUDUL PERSETUJUAN PEMBIMBING PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI MOTTO PERSEMBAHAN ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I A. Sistematika Pembahasan BAB II MEKANISME PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL 2007 .DAFTAR ISI Halaman. Jenis Data 4. C. PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan dan Kegunaan Penelitian Definisi Operasional Metode Penelitian 1. D. Sumber Data 5. Jenis Penelitian 2. B.

B. BAB III A. Refleksi Ujian Nasional 2007 Mimpi Pendidikan Bermutu . Pengertian Evaluasi Pendidikan 2. 4. Tentang Mutu Pendidikan 2. C. B. Fungsi Evaluasi Pendidikan 4. Apparatuses) 3. 2. Evaluasi 1. Tujuan Evaluasi Pendidikan 3. 1. Prinsip Evaluasi B. Mekanisme Pelaksanaan Ujian Nasional 2007 Pro Kontra Ujian nasional 2007 KUASA NEGARA DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Kuasa Negara Sekilas Tentang Kekuasaan dan Negara Strategi Pelanggengan Kekuasaan oleh Negara Hegemoni IRA (IdeologicalState Apparatuses) dan RSA (Repressive State Negara dan Pendidikan Negara dan Ujian Nasional 2007 Peningkatan Mutu Pendidikan 1. Ujian Nasional 2007 dan Peningkatan Mutu Pendidikan BAB IV ANALISA DATA A. a. b.A.

C. BAB V A. Format Pendidikan Masa Depan PENUTUP Kesimpulan dan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN .

Rakyat dipaksa untuk mengikuti segala kebijakan yang dikeluarkannya. kepentingan pribadi atau golongan. Oleh karena itu diperlukan usaha yang sungguhsungguh dalam hal perencanaan. Jika proses pendidikan sudah diarahkan pada kepentingan sesaat. maka setiap warga negara berkewajiban untuk mematuhinya.berarti kita mencetak generasigenerasi yang akan menghancurkan negara yang telah dengan susah payah dirintis oleh para Founding Fathers kita. cakap. kecerdasan. kuasa negara. masyarakat. berakhlak mulia. Berbagai argumentasi baik yang pro ataupun yang kontra telah menyertainya. evaluasi. Sebagai sebuah kebijakan negara. Dikatakan lebih terpuruk dikarenakan berbagai kecurangan yang terjadi pada pelaksanaan ujian nasional semakin menajauhkan tujuan dari pendidikan itu sendiri yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pertanyaannya sekarang adalah apakah dengan dilaksanakannya ujian nasional 2007 mutu pendidikan akan otomatis terangkat atau malah sebaliknya?. hal ini bisa dilihat sebagai bentuk penguasaan negara terhadap rakyat. kreatif.ABSTRAK Kata kunci: ujian nasional. harus diakui merupakan gerbang terdepan dalam mencetak generasi penerus bangsa. pengendalian diri. bangsa dan negara. kepribadian. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. dan mutu pendidikan Ujian nasional 2007 telah berlalu. pelaksanaan dan evaluasinya. akhlak mulia. sehat. Namun di sisi lain. berilmu. Pendidikan yang dimaknai dengan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. . Kita tentu tidak ingin kesucian makna dari pendidikan di atas ternodai oleh tindakan-tindakan yang mengotorinya. serta keterampilan yang diperlukan dirinya.

sebagai tokoh pendidikan nasional telah memberikan inspirasi mengenai pembagian wilayah dari pendidikan itu sendiri WJS. diartikan sebagai : Perbuatan (hal. maka akar masalah dari permasalahan tersebut terletak pada dunia pendidikan. 1982). agama dan budaya. 250.000 pulau besar dan kecil harus diakui merupakan negara yang sangat kaya raya. Berbagai realitas di atas ternyata belum dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kekayaan-kekayaan ini jika dapat diproduksi dengan baik. batin dan sebagainya.BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Indonesia. Ilmu pengetahuan tentang mendidik dan Pemeliharaan badan. cara) mendidik. maka akan menghadirkan keanekaragaman yang indah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ketidakmampuan mengelola berbagai kekayaan alam ini salah satunya disebabkan karena ketidakmampuan dalam hal pengelolaan. Namun. Poerwodarminto. berbagai perbedaan (Differences) jika tidak dapat diproduksi secara cermat dapat mendatangkan malapetaka yang dahsyat dan tak terperikan. 1 . di sisi lain. bangsa. Ki Hajar Dewantara.1Dunia pendidikan sebagai garda depan dalam menciptakan generasi penerus bangsa ternyata masih memprihatinkan dan bahkan mengenaskan. Kekayaannya tidak terbatas hanya pada kekayaan alamnya saja. Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka. Bila dirunut secara seksama. melainkan pada beragamnya suku. negara kapulauan yang memiliki kurang lebih 17.

menjadi Scola In Loco Parentis (lembaga pengasuhan anak pada waktu senggang diluar rumah. 5 Ibid. scola. 5.yang kemudian di sebut dengan “Tri Pusat Pendidikan” yang meliputi : keluarga.4 Sejak saat itulah. mengapa lembaga pengasuhan ini kemudian biasa juga disebut “Ibu Asuh” atau “Ibu yang Memberikan Ilmu” (Alma Mater). Mereka menyebut kegiatan ini dengan skhole. 6. orang-orang Yunani biasanya mengisi waktu luang mereka dengan cara mengunjungi suatu tempat atau sesorang pandai tertentu untuk mempertanyakan dan mempelajari hal-ikhwal yang mereka rasakan memang perlu dan butuh untuk mereka ketahui. 889. sebagai pengganti ayah dan ibu). sekolah merupakan turunan dari skhole. Itulah pula sebabnya. scolae atau schola. scolae atau schola (bahasa Latin) yang secara harfiah berarti: waktu luang. Keempatnya memiliki arti sama yakni: waktu luang yang digunakan secara khusus utuk belajar.5 2 3 Sekolah berarti : Bangunan atau lembaga untuk belajar dan memberi pelajaran. atau waktu senggang. scola.3Penggunaan kata ini tentunya dilatarbelakangi oleh proses awal dari pelaksanaan sekolah itu sendiri. telah beralih sebagian dari fungsi Scola Maternal (pengasuhan ibu sampai usia tertentu {dalam term Ki Hajar Dewantara sebagai lingkungan keluarga}).Ibid. Secara historis etimologis. Ke-5 2003). Roem Tomatimasang. Sekolah Itu Candu (Yogyakarta: Pustaka Pelajar cet. 4 Ibid. sekolah dan masyarakat Sekolah2 sebagai kawah candradimuka dari proses penciptaan generasi penerus bangsa (setelah keluarga tentunya) ternyata belum mampu mencapai tujuan yang diharapkan. Pada jaman dahulu. yang merupakan proses dan lembaga sosialisasi tertua umat manusia. 7 .

153/U/2003 tentang akhir nasional (UN). Lebih Asyik Tanpa UN ”pengantar” (Yogyakarta : LkiS. namun permasalahan ini bukan hanya persoalan tunggal yang dihadapi masyarakat di Indonesia. 7 UU Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen. anggaran pendidikan yang dialokasikan untuk dunia pendidikan pada tahun 2006 ternyata hanya mencapai 9.6 juta orang atau 9. 7. Di negara dengan jumlah rakyat terbesar ke tiga di dunia ini (setelah Cina dan India) masih banyak penduduknya yang tidak mempunyai kamampuan di bidang baca dan tulis alias masih buta huruf. 6 . 39. Kompas (Jakarta). karena berasal dari kata yang memiliki arti “mengisi waktu luang” inilah jangan-jangan proses pembelajaran di sekolah dilakukan apa adanya tanpa bentuk managerial yang jelas dan terciptanya out put pembelajaran yang dapat diandalkan.1 % (sebesar Rp. 9 Naylul Izza Et. Berbagai kebijakan pendidikan lainnya yang juga mendapatkan perhatian luas terkait dengan kekontroversialannya adalah Surat Keputusan No.Dari akar historis di atas. Redaksi lengkapnya sebagai berikut : Bab XII Pendanaan Pendidikan bagian keempat tentang Pengalokasian Dana Pendidikan Pasal 49 ayat 1 “Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Pada Sektor Pendidikan dan minimal 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah” 8 Anggaran Pendidikan.7Namun dalam kenyataan di lapangan berbicara lain. Pustaka Merah Putih Yogyakarta cet.55 persen dari penduduk usia 15 tahun ke atas belum melek aksara. 2007). 12. salah satunya dengan pengalokasian dana 20 % dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara.4 Triliun. Dodi Nandika. Kompas (Jakarta). ada beberapa kegelisahan yang menggelayut dibenak penulis. sedangkan untuk tahun 2007 ini anggaran pendidikan berjumlah 43.6 Berbagai usaha memang telah dilakukan pemerintah. 25 Januari 2007.V. I 2007 hal. 39 Triliun) dari total 20 % anggaran yang ada.8Ironis memang.All. “Perang Total Melawan Buta Aksara”. 18 Oktober 2006.9Kontroversi tentang UN ini memang sangat mengemuka. Rabu. Disebutkan sekitar 14.

12 Mendiknas Tolak Revisi PP SNP. Merupakan kolom khusus yang di gunakan oleh Depdiknas untk publikasi mengenai pelaksanaan UN 2007).13 Pelaksanaan UN 2007 mengalami pemajuan jadwal. 13 Biaya penyelenggaraan ujian nasional sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah. 27 September 2007. 40-41. serta tanggal 24-26 April 2007 untuk tingkat SMP atau sederajat. 9 Desember 2006. 14 Pemajuan jadwal ini mendapat berbagai respon yang beragam.10Selain itu juga dianggap memberatkan siswa dan mengebiri peran guru dalam menilai kemampuan muridnya. Kompas (Jakarta). yakni mencapai 250 Miliar. Sabtu. 41-42. dan kondisi dari peserta didik itu sendiri. 14 Advertorial. Rasiyo (Kadinas Pendidikan dan Kebudayaan Jatim pada acara perbincangan di TVRI Jatim. 12. berakhlak mulia.12Dana ini digunakan untuk pengadaan soal. maka untuk tahun ini UN akan dilaksanakan pada bulan April. Permendiknas No. 11 10 . standar nilai kelulusan. Advertorial. Sabtu. 9 Desember 2006.20 tahun 2005 pasal 19.banyak pihak beranggapan bahwa dengan adanya UN ini akan semakin menjauhkan siswa dari tujuan pendidikan yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pembiayaan UN diambilkan dari dana pemerintah dan pemerintah daerah. biaya pengawasan. Minggu. distribusi soal dan sebagainya. 11. sehat. baik pro maupun yang kontra. kreatif. berilmu. Kompas (Jakarta). mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. tanggal 17-19 April untuk tingkat SMA dan sederajat. Jika biasanya UN dilaksanakan pada bulan Mei. 18 Maret 2007. Alokasi dana yang dianggarkan untuk pelaksanaan UN 2007 ini tidak tanggung-tanggung. cakap. Diperkuat dengan satatemen DR. Pengumuman pelaksanaan yang baru dilakukan pada bulan November 2006 sangat UU Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen. Lebih spesifiknya. pelaksanaan.11Permasalahan mendasar dari pelaksanaan UN antara lain meliputi: alokasi dana yang disediakan. Kompas (Jakarta).

Diperkuat dengan statemen dari DR. Sebab pada bulan Mei. DR. Namun di luar itu. Sunarto (Kepala Badan Akreditasi Jatim) dan Drs. seakan tidak mengetahui bagaimana sulitnya mengubah jadwal pembelajaran oleh guru. penilaian kelulusan pada UN 2007 menyangkut batas minimal nilai untuk setiap pelajaran yang diujikan. Diperkuat dengan : Surya. 9 Desember 2006. meskipun sederhana tetapi terkesan menganggap gampang persoalan. Depdiknas. 14. sehingga siswa tidak perlu menunggu waktu lebih lama menghadapi UN dan dengan pemajuan jadwal ini diharapkan para siswa dapat lebih konsentrasi. karena sangat mengganggu rencana kerja tahunan para guru. Pertama. 17 Advertorial. Dari pihak Depdiknas mengatakan bahwa pemajuan jadwal ini dilakukan dengan pertimbangan: target proses kegiatan belajar mengajar sudah usai pada bulan April. untuk dapat lulus BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan)18memberikan keluwesan dengan memberikan dua alternatif standar kelulusan.16Penggunaan pameo ini. 22. Heru Mulyanto (ketua Tim Pemantau Independen (TPI) UN 2007 Jatim). Kompas (Jakarta). negeri ini memiliki banyak acara yang akan dihadiri oleh banyak massa yaitu: peringatan hari buruh internasional. 9 Desember 2006. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran. 18 BSNP adalah Badan Standar Nasional Pendidikan yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005. Acara ini juga dihadiri oleh : Prof. 41. Rasiyo (kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Jatim pada acara perbincangan di TVRI Jatim hari Ahad.Basuki Sugita. Dengan waktu yang jelas berkurang dengan tetapnya jumlah materi yang harus diberikan kepada siswa tentu bukan perkara mudah untuk melakukannya. 16 Advertorial Kompas (Jakarta). 18 Maret 2007 dengan tema “Jelang UN 2007”. Jika pada UN M. hari pendidikan nasional. 41.15Hal ini terasa sangat miris jika dibenturkan dengan pernyataan dari Depdiknas yang menggunakan pameo “Lebih Cepat Lebih Baik”. (Surabaya) 16 Februari 2007. Kompas (Jakarta) 5 Februari 2007. Bertugas: mengelola arsip permanen dari hasil ujian nasional dan hal-hal yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan ujian nasional diatur dalam prosedur operasi standar 15 . ”Berbagai Kelemahan Pelaksanaan Ujian Nasional 2007”.17 Standar kelulusan memang naik.disesalkan. dan peristiwa Mei.

00 berbagai mata pelajaran yang diujikan. Kompas (Jakarta).25 atau memiliki nilai minimal 4. yaitu menyelesaikan seluruh program pembelajaran dengan memperoleh nilai minimum. Singapura 8. Kompas. Thailand 7. 5) Lulus Ujian Nasional (UN). yakni Malaysia (nilai kelulusan 8). 41. Pemerintah Akhirnya Digugat. Kompas. 9 Desember 2006. Peningkatan standar nilai memang Advertorial. maka kita terkesan mabuk akan standar nilai saja tanpa melihat kesiapan dari bangsa kita untuk mencapainya.00.21 Berbagai perubahan yang berkenaan dengan UN bermuara pada keinginan pemerintah untuk mencapai target minimal nilai kelulusan 6 pada tahun 2008.22Kalau pertimbangan ini yang dipakai. 4) Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. 9 Desember 2006. Statemen dari Yunan Yusuf (Ketua BSNP) 20 19 . 12. (Jakarta). 3) Lulus dari satuan pendidikan.00 (nilai minimal setiap pelajaran sekolah ditentukan oleh masing-masing sekolah).20Mereka menganggap pelaksanaan UN semakin memberatkan siswa dan memangkas kreatifitas siswa dan guru. Kompas (Jakarta) 28 Juli 2006. pada UN 2007 formula standar kelulusan adalah :19 1) Nilai rata-rata 5.2006 standar minimal kelulusan 4. Berbagai gugatan mengenai pelaksanaan UNpun sudah dilayangkan. 41. tidak ada nilai di bawah 4. (Jakarta). 21 Advertorial. 22 Advertorial. Mega proyek ini dicanangkan dengan pertimbangan persaingan dengan negeri tetangga. 2) Lulus ujian sekolah sekolah dengan rata-rata minimum 6. 9 Desember 2006.26 maka. Nilai pada dua mata pelajaran lainnya masing-masing minimal 6. 41-42.00 pada salah satu mata pelajaran.

Hal ini juga terkait dengan isu-isu yang muncul di sekitar istana negara. dan fasilitas pendidikan yang ada di masing-masing sekolah. Rakyat dipaksa untuk mengikuti segala kepentingan negara demi proses pelanggengan kekuasaan. Dimulai dari pemunculan isu pamajuan jadwal yang dilakukan (bulan November 2006). keragaman budaya. mulai tampak peran “bengis” negara dalam memaksakan kehendaknya kepada rakyat sipil. Transpolitika adalah: bersilang dan bersimbiosisnya prinsip.penting. Mulai dari luas wilayah. mulai dari aksi cabut mandat yang dilakukan berbarengan dengan peringatan peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) yang di komandoi oleh Hariman Siregar dan tuntutan reshuffle kabinet yang dinilai tidak becus dalam melaksanakan roda pemerintahan yang menjadi tanggungjawabnya. Jika program ajaran baru dimulai pada bulan Juli. Semakin hari semakin tidak jelas batas antara kepentingan pribadi dan golongan dengan kepentingan publik. namun yang perlu dipertimbangkan juga adalah kondisi negara kita dengan negara-negara yang dicontohkan berbeda. kenapa baru bulan November pengumuman itu diumumkan?. . Kondisi seperti inilah yang oleh Yasraf Amir Piliang disebut dengan transpolitika. dan strategi politik dengan prinsip. semakin remang batas antara dunia politik dengan ekonomi. Dari sini pula. pemerintah terkesan terburu-buru dalam pelaksanaannya. politik dengan pendidikan dan sebagainya. cara. Di sinilah terlihat arogansi dari Negara (state) untuk memaksakan kehendaknya kepada rakyat (Civil Society). Setiap isu yang muncul selalu ada skenario politik yang bermain. dan strategi bidang-bidang lain di luarnya. Ada beberapa hal yang dapat dibaca dari Proyek pelaksanaan UN 2007 ini. cara.

26 Voucher pendidikan. 12.25 Namun anehnya lagi. yang membuat kabur prinsip politik itu sendiri. ada klarifikasi dari Syahrul J Bungamayang (Sekjen Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro) yang mengatakan bahwa ada perbedaan antara Kosgoro pimpinan Efendi Jusuf dengan Kosgoro 1957 pimpinan Agung Laksono. Kompas (Jakarta). salah satu penerima voucher tersebut adalah SMUN Gegesik. (pendidikanpun termasuk didalamnya).”Voucher Diknas Beraroma KKN”. 26 Sutta Dharmasaputra. Landasan hukum dari penyaluran bantuan pendidikan ini didasarkan pada Yasraf. Piliang. 5. Transpolitika. A. Dinamika Politik Di Dalam Era Virtualita (Yogyakarta : Jalasutra. 470 juta. Kasus yang membawa nama ketua DPR Agung Laksono tersebut semakin menambah runyam kondisi pendidikan kita. Teguh Juwarno penyaluran bantuan pendidikan itu merupakan amanat undangundang yang harus dilaksanakan oleh pejabat Depdiknas.”Voucher Diknas Beraroma KKN”. 3 November 2006). Apakah sebuah SMUN bernaung di bawah ormas?.23 Kasus Voucher pendidikan yang mengemuka pada bulan Oktober 2006 semakin menguatkan dugaan kita akan kondisi transpolitika di atas.24 Mengenai Keberadaan Kosgoro ini. 24 Sutta Dharmasaputra. Kompas (Jakarta). 5. 3 November 2006). Menurut Staf Khusus Menteri Pendidikan Nasional Bidang Komunikasi Publik. 25 Voucher Pendidikan. Kosgoro adalah lembaga independen. budaya popular. 2005).seperti: media. Kompas (Jakarta) 20 Oktober 2006. Kasus ini berawal dari safari Ramadhan Agung Laksono. merupakan salah satu bentuk bantuan terhadap sekolah. sedangkan Kosgoro 1957 (berdiri tahun 2003) adalah organisasi kemasyarakatan pendukung/bernaung di bawah partai Golkar. sehingga bukan merupakan skandal. Dalam kesempatan ini Agung membagi-bagikan voucher kepada beberapa sekolah yang “katanya” bernaung di bawah Kosgoro 1957 senilai Rp. 23 . seksualitas. XX. Cirebon.

Voucher Pendidikan. Politisasi dunia pendidikan semakin tak terelakkkan.28Sedangkan jumlah keseluruhan anggaran untuk voucher pendidikan tahun 2006 berjumlah Rp 660 Miliar (2 % dari anggaran pendidikan). 29 DPR Malah Berperan Menjadi Tukang Pos. Tetapi alangkah baiknya jika yang memberikan voucher tersebut bukan diri Agung Laksono. sekolah mana yang mendapatkan dan bagaimana mekanismenya. Kompas (Jakarta). Namun ironisnya.29 Permasalahan mendasar dari voucher tersebut bukanlah pada besaran angka. 27 Oktober 2006. karena kapanpun dan dimanapun jabatannya sebagai ketua partai politik dan ketua DPR tetap disandangnya. 12. presidenpun tidak lupa mengunjungi sekolah-sekolah yang berada di sekitar tempat kunjungannya. Kompas (Jakarta). jika memang sesuai dengan prosedur yang ada. yaitu untuk SD (Rp. 10 November 2006. janji tinggallah janji dan bukti tinggallah sebuah mimpi.pasal 49 ayat (3) UU Sisdiknas yang berbunyi “Dana pendidikan dari pemerintah dan pemerintah daerah untuk satuan pendidikan diberikan dalam bentuk hibah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku”. Tetapi bermuara pada keberadaan Agung Laksono sebagai salah satu ketua partai politik dan ketua DPR. 5. 3 November 2006. Kompas (Jakarta). Jika pemberian itu dikaitkan dengan Ormas yang dipimpinnya juga tidak masalah. SMP (Rp. . 55 juta) dan SMA (Rp.27 Voucher ini terbagi menjadi tiga jenis.55 juta). Dalam setiap kunjungan kerjanya. Betapa isu pendidikan menjadi sebuah hot issue yang selalu diusung oleh masing-masing calon. 12. bahkan tak jarang 27 28 Depdiknas: Itu Amanat UU. Kitapun tentunya masih ingat ketika pemilihan Presiden tahun 2004 kemarin. 20 Juta).

maka tujuan pendidikan nasional yang diamanahkan dalam undangundangpun akan semakin menjauh dari kenyataan. penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang ujian nasional 2007 dengan judul: Ujian Nasional 2007. jika tujuan awalnya digunakan sebagai bentuk evaluasi dari proses pembelajaran. sebagaimana dituangkan dalam pembukaan UUD 194530 harus direalisasikan. Memajukan kesejahteraan umum. Mencerdaskan kehidupan bangsa. Berbagai persoalan di bidang pendidikan yang diutarakan di atas perlu segera mendapatkan solusi terbaik. Tugas negara. Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. .presidenpun sempat masuk kelas dan mengajar para siswa. Hal-hal seperti inilah yang semakin menguatkan dugaan bahwa presiden dan para pejabat publik lainnya menggunakan pendidikan sebagai lahan mencari simpati rakyat. antara Kuasa 30 Tugas negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut: Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. maka apakah UN bisa mewakili seluruh proses yang telah dilakukan oleh anak didik? Dan apakah hasil dari UN ini dapat dipakai sebagai wahana peningkatan mutu pendidikan di negara kita? Dari pemaparan di atas. Maka tak salah jika muncul anggapan bahwa para pejabat hanya suka tebar pesona. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Jika kondisi pendidikan kita sudah dijadikan ajang perekrutan massa (politisasi). Negara sebagai pihak yang berwenang mengatur segala persoalan bangsa harus segera menghadirkan kepastian bagi warga negaranya. Begitupun juga dengan UN 2007.

penulisan skripsi ini merupakan bagian dari kewajiban penulis sebagai persyaratan penyelesaian jenjang . dapat ditarik rumusan permasalahan sebagai berikut: Bagaimana mekanisme pelaksanaan ujian nasional 2007? Bagaimana peran negara dalam dunia pendidikan khususnya dalam ujian nasional 2007 sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia ? TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.Negara dan Peningkatan Mutu Pendidikan yang lebih memfokuskan pada mekanisme pelaksanaan dari ujian nasional 2007. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang di atas. Selain itu. Hasil dari penulisan ini diharapkan berguna bagi penambah wawasan di bidang pendidikan dan diharapkan pula dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pembuatan formulasi evaluasi yang benar-benar sesuai dengan realitas bangsa Indonesia. Untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan Ujian Nasional 2007 beserta pro dan kontranya 2. Untuk mengetahui peran negara dalam dunia pendidikan khususnya dalam ujian nasional 2007 sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia? Sedangkan Kegunaan dari pembuatan skripsi ini merupakan bagian dari limpahan respon terhadap permasalahan yang diangkat.

Orang yang diberi kewenangan untuk mengurus. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta. Adapun istilah-istilah yang banyak digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Ujian nasional adalah: kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik secara nasional untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.1 Poerwodarminto.31 2) Kuasa memiliki beberapa arti. 32 31 . mempunyai kesatuan politik. 34 Ibid. kuat dan Pengaruh yang ada pada seseorang karena jabatannya. DEFINISI OPERASIONAL Untuk menghindari pembahasan yang bias terkait dengan penelitian ini. kekuatan. 528. maka perlu kiranya adanya penjelasan mengenai istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini. 33 Tim Penyusun Kamus Pusat bahasa. Kewenangan atas sesuatu atau untuk menentukan (memerintah. yakni sebagai berikut: Kemampuan. sanggup. Balai Pustaka. 20 Tahun 2005 Pasal.pendidikan S1 di Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Sunan Ampel Surabaya. berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya.34 Permendiknas No. cet. 604. 604.32 3) Negara adalah: organisasi disuatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Mampu.II 2002). mewakili mengurus) sesuatu.33Dan kelompok sosial yang menduduki wilayah tertentu yang diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif. kesanggupan.

4) Mutu memiliki arti sebagai berikut: Karat. dan Teknik Pembahasan.37 METODE PENELITIAN Metode. Pius A Partanto dan M. manikam. 7. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Sumber Data. Dahlan Al Barry. manik. 39 Ibid.35Atau Kualitas.36 5) Pendidikan adalah: usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. akhlak mulia. (nilai logam mulia). Guru dan Dosen (Pasal 1). Jenis Penelitian Ibid. derajat. berasal dari bahasa Yunani “Methodos” yang berarti cara atau jalan.38Sedangkan metodika adalah: kumpulan metode-metode yang merupakan jalan-jalan atau cara-cara yang nantinya akan ditempuh guna lebih mendalami obyek studi. Metode-Metode Penelitian Masyarakat (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. kwalitas. maka metode menyangkut masalah cara kerja. membungkam/diam (karena sedih). Kamus Ilmiah Populer (Surabaya : Arkola. karat. Sehubungan dengan upaya ilmiah. 1977). emas kertas. masyarakat.39Dalam bagian ini akan dijelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan metodologi penelitian yang meliputi: Jenis Penelitian. 7. mutiara. 37 Ibid. UU Sisdiknas. 505. yaitu cara kerja untuk dapat memahami obyek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. kepribadian. 1994). Pendekatan penelitian. Jenis Data. baik buruk sesuatu. pengendalian diri. taraf atau derajat. bangsa dan negara. tingkat. 665-666. 38 Koentjoroningrat. 36 35 . kadar emas. kecerdasan. 8.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Resourch) yaitu: penelitian yang menggunakan data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam materi yang terdapat dalam kepustakaan. 15. 41 Panitia Penyusunan Panduan Penulisan Skripsi. pemecahan masalah didasarkan pada kerangka teori baru tersebut. Akhirnya. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung : Remaja Rosdakarya. Dalam hal itu.1996). 145. Metode Resourch (Jakarta: Bumi Aksara. 40 . Lihat juga Mardialis. 1. 44 Ibid.1996). Panduan Penulisan Skripsi (Surabaya: IAIN Sunan Ampel Surabaya. 3.41 Pendekatan Penelitian Dalam penelitian skripsi ini.42Pedekatan kualitatif menurut Bogdan dan Taylor diartikan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. digunakan paradigma dan pendekatan kualitatif. 25. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: Bumi Aksara.1998).40Skripsi hasil kajian pustaka ditulis untuk memecahkan suatu masalah yang didasarkan pada hasil telaah kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan dengan tema kajian. 3. 42 Lexy J. bahan kepustakaan digunakan sebagai sumber ide dasar untuk melakukan deduksi dan merumuskan pendapat baru dari pengetahuan yang ada. penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya. Moeloeng. 1995).44 Nasution. 43 Ibid.43 Sedangkan Kirk dan Miller berpendapat.

bukan dalam bentuk angka.Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah dalam bentuk kata verbal. . 1996). Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Reka Sarasin. 29.45 45 Noeng Muhadjir.

Sumber Data Sumber data dalam penelitian adalah: subyek dari mana data dapat diperoleh. setelah menyelidiki sebagian saja atau mengenai anggota kelas tertentu yang belum diselidiki. Sudarto. 47 . 102. seperti surat kabar. Sumber data primer adalah: keterangan-keterangan yang pertama kali dicatat langsung oleh para penulis diberbagai buku atau pustaka yang membahas mengenai ujian nasional. teknik reflektif. majalah. jurnal.46 Dalam skripsi ini. dan internet.47 46 Suharsimi Arikunto. Sumber data sekunder adalah: keterangan-keterangan yang pertama kali dicatat langsung oleh para penulis diberbagai media. peristiwa-peristiwa yang kongkrit kemudian diambil generalisasi-generalisasi yang bersifat umum. Teknik Pembahasan Untuk memudahkan terbentuknya mind thought dalam proses penelitian dari skripsi ini. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta. digunakan beberapa sumber data sebagai bahan penggodokan dari materi yang diangkat. teknik historis dan teknik komparatif. dikemukakan beberapa teknik pembahasan yang digunakan dalam penulisan skripsi ini. Induksi merupakan cara berpikir yang berangkat dari faktafakta yang lebih khusus. 1997). teknik deduksi. maka diperlukan berbagai teknik pembahasan. Raja Grafindo Persada. Dalam hal ini. Kuasa Negara dan Peningkatan Mutu Pendidikan. 1991). Dengan rincian pengertian sebagai berikut: 1) Teknik Induksi adalah: Pendekatan induksi berusaha untuk mengambil kesimpulan mengenai semua anggota kelas. Metodologi Penelitian Filsafat (Jakarta: PT. Diantaranya: teknik induksi. 47. Sumber data yang digunakan meliputi sumber data primer dan sumber data sekunder.

Metodologi Penelitian Kualitatif. Suharsimi Arikunto.55. metodologi penelitian. mungkin modifikasi. mungkin pula mengganti dengan yang baru. dilanjutkan dengan mengembangkan teori (konsep). Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta. definisi operasional. 49 Noeng Muhadjir. 66-67. 1998). 206. serta sistematika pembahasan. Metode Penelitian (Jakarta : Gholia Indonesia.50 5) Teknik Komparatif adalah: memperbandingkan kategori-kategori serta serta ciricirinya untuk merumuskan teorinya (konsepnya).2) Teknik Deduksi adalah: Cara berfikir yang berangkat dari pengetahuan yang bersifat umum dan bertitik tolak dari Pengetahuan umum itu untuk menilai kejadian khusus. rumusan masalah. Nazir. maka disajikan sistematika pembahasannya sebagai berikut: BAB I: merupakan bagian pendahuluan dari skripsi ini yang berisikan tentang: latar belakang. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta. 1996). agar sistematis dan kronologis. 66. 51 Noeng Muhadjir. tujuan dan kegunaan penelitian. 1991) .48 3) Teknik Reflektif adalah: teknik berpikir yang prosesnya mondar-mandir antara yang empirik dan yang abstrak. 48 . 50 Moh. Rake Sarasin. 4) Teknik Historis adalah: menguraikan sejarah munculnya suatu hal yang menjadi obyek penelitian atau peneliti dalam perspektif waktu terjadinya fenomena-fenomena yang diselidiki.51 SISTEMETIKA PEMBAHASAN Dalam pembahasan penulisan skripsi ini.49Teknik ini dapat dilakukan dengan merefleksikan segala hal yang berhubungan dengan permasalahan penelitian di atas.

meliputi: Sekilas tentang kekuasaan dan negara. 20 tahun 2003 mengenai arti pendidikan dan tujuan pendidikan yang tentunya berbasis kepada kondisi riil bangsa Indonesia. Selain itu. antara kuasa negara dan peningkatan mutu pendidikan. Hal ini dikembalikan lagi kepada UU Sisdiknas No. fungsi. BAB III: dalam bab ini akan dibahas mengenai bagaimana peran negara dalam ujian nasional 2007. BAB V: merupakan bab penutup dan kesimpulan serta dari rentetan pembahasan skripsi yang dibuat. negara dan pendidikan dan negara dan ujian nasional 2007. tujuan. serta Pro dan kontra mengenai ujian nasional 2007. teknik pelanggengan kekuasaan oleh negara (untuk menelusuri hal ini penulis menspesifikasikan bidang kajian pada pemikiran Antonio Gramsci mengenai Hegemoni dan Louis Althusser mengenai Ideological State Apparatus/ISA dan Repressive State Apparatus/RSA). dan prinsip evaluasi). Dari sinilah diharapkan dapat diketemukan formulasi yang tepat sebagai alat ukur keberhasilan pendidikan di negeri ini. Mekanisme ujian nasional 2007. BAB IV: membahas mengenai analisa secara keseluruhan dari ujian nasional 2007. . pada bab ini juga akan dibahas mengenai peningkatan mutu pendidikan dan apakah hasil dari UN dapat dijadikan sebagai patokan tingkat mutu pendidikan suatu negara.BAB II: merupakan bab yang membahas mengenai ujian nasional 2007 yang mencakup: evaluasi (pengertian.

untuk selanjutnya diadakan perbaikan sebagai langkah umtuk meningkatkan keberhasilan. kepribadian. kecerdasan. 20 tahun 2003 disebutkan: Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk Adalah: usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. utamanya dilakukan dalam sekolah. In put dapat diartikan sebagai dari manakah siswa atau anak didik berasal (keluarga. masyarakat. merupakan bagian dari proses evaluasi. akhlak mulia. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. sedangkan out put adalah keluaran atau hasil dari proses pembelajaran atau dapat pula dikatakan sebagai lulusan. yakni: in put. Evaluasi dapat dilaksanakan diawal pertemuan (Pre Test). Ujian Nasional. ada konsekwensi logis yang selalu menyertainya.52kita selalu saja akan dihadapkan pada tiga proses utama. relasi antar individu dan sebagainya juga berpengaruh terhadap metode yang digunakan dalam penyampaian materi dari pendidik/guru (dalam proses pembelajaran). Sebagai bahan pertimbangan atau ukuran keberhasilan proses pembelajaran digunakanlah evaluasi. lingkungan dan masyarakat).BAB II MEKANISME PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL 2007 Dalam membicarakan masalah pendidikan. Misalnya asal usul dari peserta didik akan berpengaruh terhadap pribadi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Di tengah-tengah proses pembelajaran (Midle Test) dan diakhir proses pembelajaran (Post Test). Proses adalah pelaksanaan dari pada pendidikan itu sendiri. proses dan out put. pengendalian diri. Setelah diadakannya evaluasi ini. Dari masing-masing tahapan di atas. capaian dari peserta didik dalam menguasai materi dan keberhasilan pendidik dalam menyampaikan materi dapat diketahui. bangsa dan Negara (UU Sisdiknas. Guru dan Dosen (Pasal 1)) 52 . Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) No.

cet. memperoleh. jenjang dan jenis pendidikan (Pasal 59 ayat 1:). satuan. 55 Ibid. 1996).55 Dalam arti luas. M. Kamus bahasa Inggris-Indonesia.akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan (Pasal 57 ayat 1:) dan Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. 1996).53Dalam bahasa arab. jalur.XXIII. Dan John M. (Bandung : PT Remaja RosdaKarya. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan.cet. evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai: penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. evaluasi adalah suatu proses merencanakan. 1. alangkah baiknya kita bahas terlebih dahulu mengenai evaluasi itu sendiri. berasal dari kata At Taqdir.56Sesuai dengan pengertian tersebut maka setiap kegiatan evaluasi atau penilaian merupakann suatu proses yang sengaja direncanakan untuk memperoleh informasi atau data. cet. berarti penilaian.54Dengan demikian. 1996). 1. Pengantar Evaluasi Pendidikan (Jakarta : RajaGrafindo Persada. 2002). 220. 54 Anas Sudijono. 1 56 Ngalim Purwanto. Pengertian Evaluasi Pendidikan Secara etimologis. Echols dan Hasan Shadily. Teknik Evaluasi Pendidikan (Jakarta : PT Rajagrafindo. 3 53 . EVALUASI 1. dengan akar kata Al Qimah berarti nilai. Evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran. A.III.I. berdasarkan data tersebut kemudian dicoba membuat suatu keputusan. Sebelum membahas mengenai Ujian Nasional. secara harfiah. MP. Chabib Thoha. dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatifalternatif keputusan (Mehren dan Lehmann). (Jakarta : PT Gramedia.

. Kata-kata tersebut adalah measurement atau pengukuran. diartikan sebagai proses untuk menentukan luas atau kuantitas sesuatu. Chabib Thoha.59 Hasil suatu pengukuran belum memiliki arti jika belum ditafsirkan dengan jalan membandingkan hasil pengukuran dengan atandar atau patokan yang telah ditentukan sebelumnya. 2. 1 Ibid.57 Selain kata evaluasi. Dalam penilaian pendidikan. ada beberapa kata yang serupa dengannya. 60 Ibid. 61 Ibid. yang mendasarkan harus bagaimana testee menjawab pertanyaan-pertanyaaan atau melakukan perintah-perintah itu penyelidik mengambil kesimpulan dengan cara membandingkannya dengan standar atau testee yang lain”. hal ini dapat diperoleh melalui jalan tes atau cara lain. Sedangkan pengertian tes lebih ditekankan pada penggunaan alat pengukuran.58 Measurement.60 Sumadi Suryabrata mendefinisikan tes sebagai: “Pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dan atau perintah-perintah yang harus dijalankan.61 57 58 M. 2 59 Ibid.Kegiatan evaluasi memerlukan penggunaan informasi yang diperoleh melalui pengukuran maupun dengan cara lain untuk menentukan pendapat dan membuat keputusan-keputusan pendidikan. . 2. patokan itu dapat berupa batas minimal kompetensi materi pelajaran yang harus dikuasai atau rata-rata nilai yang diperoleh oleh kelompok. Pendapat dan keputusan tentu saja dipengaruhi oleh kesan pribadi dan sistem nilai yang ada pada si pembuat keputusan. assesment atau penaksiran dan tes. Teknik Evaluasi Pendidikan. atau usaha untuk mengetahui keadaan sesuatu seperti adanya yang dapat dikuantitaskan.2. Namun sebenarnya ketiga kata tersebut terdapat perbedaan.

64 Dari rumusan tersebut di atas. .. Wrightstone dan kawan-kawan (1956) mengemukakan rumusan evaluasi pendidikan sebagai berikut: “Educational evaluation is the estimation of the growth and progress of pupils toward objectives or values in the curiculum”(evaluasi pendidikan adalah penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa ke arah tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan di dalam kurikulum). Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan.63 Dengan kata-kata yang berbeda. 3. Kegiatan evaluasi merupakan proses yang sistematis. Gronlund (1976) merumuskan pengertian evaluasi sebagai berikut: “Evaluation ….62 Dalam hubungannya dengan proses pengajaran. Evaluasi bukan hanya merupakan kegiatan akhir atau penutup dari suatu program tertentu. 62 63 Ibid. khususnya evaluasi pengajaran. Ngalim Purwanto. yaitu:65 1. selama program berlangsung.Untuk pengertian assesment. (evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauhmana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa). melainkan sekedar mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran. tetapi mengandung pengertian yang sama. 64 Ibid. 65 Ibid. tidak sampai ke taraf evaluasi. Ini berarti bahwa evaluasi (dalam pengajaran) merupakan kegiatan yang terencana dan dilakukan secara berkesinambungan. melainkan merupakan kegiatan yang dilakukan pada permulaan. 3. dan pada akhir program setelah program itu dianggap selesai. a systematic process of determining the extent to which instructional objectives are achieved by pupils”. 3. sedikitnya adalah tiga aspek yang perlu diperhatikan untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan evaluasi. Norman E. 3-4.

tidak mungkin menilai sejauh mana pencapaian hasil belajar siswa. nilai akhir semester. Di dalam kegiatan evaluasi. diperlukan berbagai informasi atau data yang menyangkut obyek yang sedang dievaluasi.tidak dapat dilepaskan dari tujuan-tujuan pengajaran yang hendak dicapai. 3. empat tahun ajaran atau enam tahun ajaran dan sebagainya. data yang dimaksud mungkin berupa perilaku atau penampilan siswa selama mengikuti pelajaran. dan sebagainya. nilai ujian akhir catur wulan. hasil ulangan atau tugas-tugas pekerjaan rumah. Perlu dikemukakan disini bahwa.Yang dimaksud dengan program disini adalah program satuan pelajaran yang akan dilaksanakan dalam satu pertemuan atau lebih. . Berdasarkan data itulah selanjutnya diambil suatu keputusan sesuai dengan maksud dan tujuan evaluasi yang sedang dilaksanakan. Adapun tujuan pengajaran merupakan kriteria pokok dalam penilaian. Setiap kegiatan evaluasi. dan juga program pendidikan yang dirancang untuk satu tahun ajaran. nilai midsemester. ketepatan keputusan hasil evaluasi sangat bergantung kepada kesahihan dan obyektifitas data yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Tanpa menentukan atau merumuskan tujuan-tujuan terlebih dahulu. -khususnya evaluasi pengajaran. program caturwulan ataupun program semester. Hal ini adalah karena setiap kegiatan penilaian memerlukan suatu kriteria tertentu sebagai acuan dalam menentukan batas ketercapaian obyek yang dinilai. 2. Dalam kegiatan pengajaran.

III. Feedback from tests helps the teacher provide more appropriate instructional guidance for individual students as well as for the class as a 66 67 Daryanto. Chabib Thoha. dan 2. M. 68 Ibid. cet. yaitu:68 a) 1) Intructional. 2005).66 Muchtar Buchori mengemukakan bahwa tujuan khusus evaluasi pendidikan ada dua.. Untuk mengetahui tingkat efisien metode-metode pendidikan yang dipergunakan pendidikan selama jangka waktu tertentu tadi. Rineka Cipta. sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya. Evaluasi Pendidikan. Untuk mengetahui kemajuan belajar peserta didik setelah menyadari pendidikan selama jangka waktu tertentu. Tujuan Evaluasi Pendidikan Tujuan utama melakukan evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan intruksional oleh siswa. 6. (Jakarta: PT. Tujuan evaluasi secara umum dapat dikaitkan dengan fungsi evaluasi dalam pendidikan. 2) Test profide a means of feedback to the teacher. Teknik Evaluasi Pendidikan. yaitu:67 1. tujuan evaluasi dalam intruksional adalah melihat: The proccess of constructing a test simulated teachers to clarify and refine meningful course objectives (proses pembentukan sebuah tes yang disimulasikan guru untuk mengklarifikasi dan menemukan kembali makna dari obyek pembelajaran ). 11.2. 7. Stanley dan Kenneth mengklasifikasikan tujuan evaluasi dalam pendidikan dalam tiga fungsi yang saling terkait satu dengan yang lainnya. Julian C. .

students pursue mastery of objectives more deligently if they expect to be evaluated (pembentukan tes yang tepat dapat memotivasi belajar. 3) Properly constructed tests can motivate learning. tujuan evaluasi dalam masalah administrasi pendidikan adalah sebagai berikut: 1) Tests provide a mechanism for “quality control” for school or school system national or local norms can provide a basis for assessing certain curricular strengths and weaknesses (tes memberikan sebuah mekanisme untuk mengkontrol kualitas sekolah atau sistem pendidikan nasional atau lokal yang dapat menyediakan sebuah dasar untuk penaksiran yang pasti dari kelebihan dan kekurangan sebuah kurikulum ). As a general rule. 4) Examinations are useful means of overlearning (Ujian berguna sebagai makna yang lebih dari pembelajaran). b) Administrative. Umpan balik ini membantu guru dalam menyediakan bimbingan instruksi yang tepat bagi siswa secara individual dan untuk siswa seluruh kelas pada umumnya ).whole (tes memberikan sebuah makna umpan balik kepada guru. 2) Tests are useful for program evaluation and research (tes berguna sebagai program evaluasi dan penelitian ). . Seperti pada umumnya. siswa mengejar penguasaan obyek secara lebih cerdas jika mereka ahli dalam hal evaluasi).

Obtaining measures of scholastic aptitude. 5) Test can be useful means of accreditation mastery Or certification (tes dapat dimaksudkan sebagai akreditasi atau sertifikasi). b) Didaktik/Intruksional. tujuan evaluasi pendidikan dapat dikelompokkan dalam tiga klasifikasi. “Test can be of value in diagnosing an individual’s special aptitudes an abilities. interest. yaitu: 1. seorang individu yang merupakann aspek penting dari proses konseling . achievement.)” Menurut Sumadi Suryabrata. Klasifikasi berdasarkan fungsinya. 4) Test can increase the quality of selection decisions (tes dapat meningkatkan kualitas dari pemilihan keputusan). evaluasi dapat dipakai sebagai kerangka acuan kemana dia harus bergerak menuju tujuan pendidikan. a) Psikologik. tujuan evaluasi dalam melakukan bimbingan kepada peserta didik dijelaskan. an personalities often an important aspect of the counselling process (tes dapat berupa penilaian pada diagnosis bakat khusus kemampuan seorang individu. memberikan pertimbangan dalam menentukan bahan . c) Guidance. tujuan evaluasi memotivasi belajar kepada peserta didik. kepentingan. evaluasi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan. Menghasilkan ukuran dari bakat sekolah.3) Tests enable better decisions in clasification and placement (tes memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik pada klasifikasi dan penempatan). pendekatan.

dan b) Evaluasi sumatif berfungsi untuk mengukur keberhasilan seluruh program pendidikan yang dilaksanakan pada akhir pelaksanaan proses belajar mengajar (akhir semester/tahun). Klasifikasi berdasarkan keputusan pendidikan. dan keputusan-keputusan penelitian.pengajaran dan metode mengajar serta dalam rangka mengadakan bimbingan-bimbingan secara khusus kepada peserta didik. b) Keputusan institusional. c) Keputusan didaktik instruksional. 2. bertujuan untuk pengisisan buku rapor. 3. menentukan indeks prestasi. . dan tentang ketentuan kenaikan siswa. Klasifikasi Formatif dan Sumatif a) Evaluasi formatif diperlukan untuk mendapatkan umpan balik guna menyempurnakan perbaikan proses belajar mengajar. pengisian STTB. tujuan evaluasi dapat digunakan untuk mengambil: a) Keputusan individual. c) Administrratif/Managerial.

Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan. Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan. Untuk keperluan Bimbingan dan Konseling (BK). Hasil evaluasi yang diperoleh itu selanjutnya dapat digunakan untuk memperbaiki cara belajar siswa (fungsi Formatif) dan atau untuk mengisi rapor atau Surat Tanda Tamat Belajar. 3. fungsi evaluasi dalam pendidikan dan pengajaran dapat dikelompokkan menjadi empat fungsi. Komponen-komponen dimaksud antara lain adalah tujuan. metode dan kegiatan belajar mengajar. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pengajaran.3. yaitu:69 1. dan prosedur serta alat evaluasi. 69 Ngalim Purwanto. 2. Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan siswa setelah mengalami atau melakukan kegiatan belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu. 5-7 . Fungsi ini berguna bagi guru dan atau supervisor untuk mengadakan perbaikan program beserta pelaksanaannya pada masa yang akan datang atau pada pertemuan berikutnya. Fungsi Evaluasi Pendidikan Secara lebih rinci. 4. Pengajaran sebagai suatu sistem terdiri atas beberapa komponen yang saling berkaitan satu sama lain. Hasil-hasil evaluasi yang telah dilaksanakan oleh guru terhadap siswanya dapat dijadikan sumber informasi atau data bagi pelayanan BK oleh para konselor sekolah atau guru pembimbing lainnya. yang berarti pula untuk menentukan kenaikan kelas atau lulus-tidaknya seorang siswa dari suatu lembaga pendidikan tertentu (fungsi sumatif). materi atau bahan pengajaran. alat dan sumber belajar.

sebenarnya guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahannya.Secara lebih spesifik. Evaluasi Pendidikan . 70 Daryanto. Di samping itu diketahui pula sebab musabab kelemahan itu. guru akan mengetahui kelemahan siswa. 14-16 . Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah dan sebagainya. b) Evaluasi berfungsi Diagnostik Apabila alat yang digunakan dalam evaluasi cukup memenuhi persyaratan. Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa. Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya. c) Evaluasi berfungsi sebagai Penempatan Evaluasi dalam hal ini digunakan sebagai langkah untuk mengetahui bakat dan minat sesorang. akan lebih mudah dicari untuk mengatasi. Untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu. guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi terhadap siswanya. 3. 2. anak tersebut akan ditempatkan bersama siswa-siswa yang memiliki bakat dan minat bersama (spesifikasi) d) Evaluasi berfungsi sebagai pengukuran keberhasilan. maka dengan melihat hasilnya. Dengan diketahuinya sebab-sebab kelemahan ini. evaluasi berfungsi sebagai berikut:70 a) Evaluasi berfungsi Selektif Dengan cara mengadakan evaluasi. Jadi dengan mengadakan evaluasi. Setelah diketahui bakat dan minatnya. Seleksi itu sendiri mempunyai berbagai tujuan. 4. antara lain: 1.

(Jakarta : Bumi Aksara. Secara spesifiknya akan disajikan berikut ini:72 1. sarana dan sistem kurikulum. Fungsi pendidikan bagi guru diantaranya untuk: a) Mengetahui kemajuan belajar peserta didik b) Mengetahui kedudukan masing-masing individu peserta didik dalam kelompoknya c) Mengetahui kelemahan-kelemahan dalam cara belajar mengajar d) Memperbaiki proses pembelajaran e) Menentukan kelulusan peserta didik 2. berfungsi sebagai: a) Mengetahui kemampuan dan hasil belajar b) Memperbaiki cara belajar.Fungsi ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana tingkat keberhasilan suatu program. metode mengajar.71 Selain fungsi-fungsi di atas. Chabib Thoha. 1995). peserta didik. dan c) Menumbuhkan motivasi dalam belajar 3. 10-11 . maka fungsinya juga berbedabeda. Teknik Evaluasi Pendidikan. 11 M. orang tua serta masyarakat dan pengguna jasa pendidikan. bila dilihat dari pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran yakni guru. Keberhasilan suatu program (pendidikan) ditentukan oleh beberapa faktor yaitu: guru. Fungsi pendidikan bagi orang tua antara lain: a) Mengukur mutu hasil pendidikan b) Mengetahui kemajuan dan kemunduran sekolah 71 72 Suharsimi Arikunto. . Fungsi pendidikan bagi peserta didik. kurikulum. Dasar-Dasar Evaluasi.

Daryanto. dan d) Mengadakan perbaikan kurikulum 4. fundamen.c) Membuat keputusan kepada anak didik. materi dan metode yang digunakan. dapat diartikan sebagai asas.73 Dalam proses pelaksanaan evaluasi prinsip-prinsip yang harus diperhatikan antara lain:74 1. (Surabaya : Arkola: 1994). Keterpaduan Evaluasi merupakan bagian integral dari proses pembelajaran. permulaan. 625. Prinsip Evaluasi Pendidikan Prinsip. Fungsi pendidikan bagi masyarakat dan pemakai jasa pendidikan a) Mengetahui kemajuan sekolah b) Ikut mengadakan kritik dan saran perbaikan bagi kurikulum pendidikan pada sekolah c) Lebih meningkatkan partisipasi masyarakat dalam usahanya membantu lembaga pendidikan 4. 19-20. . Evaluasi Pendidikan. 73 74 Pius A Partanto dan M. penting. Kamus Ilmiah Populer. aturan pokok. Oleh karena itu. evaluasi harus ada keterpaduan antara tujuan intruksional. pokok. Fungsi pendidikan bagi orang tua antara lain: a) Mengatahui hasil belajar anaknya b) Meningkatkan pengawasan dan bimbingan serta bantuan kepada anaknya dalam usaha belajar c) Mengarahkan pemilihan jurusan atau jenis sekolah pendidikan lanjutan bagi anaknya 5. Dahlan Al Barry.

Akuntabilitas Sejauhmana keberhasilan program pembelajaran perlu disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan pendidikan sebagai laporan pertanggungjawaban (accountability). 5. Evaluasi dan hasilnya hendaknya dapat dipakai sebagai motivasi untuk siswa dalam kegiatan belajarnya. Koherensi75 Dengan prinsip koherensi dimaksudkan evaluasi harus berkaitan dengan materi pembelajaran yang sudah disajikan dan sesuai dengan ranah kemampuan yang hendak diukur. Dahlan Al Barry. 4. Keterlibatan Siswa Siswa sebagai subjek pembelajaran harus diakui keberadaannya. 75 . evaluasi juga perlu diterapkan sebagai upaya perbaikan sikap dan tingkah laku ditinjau dari segi pedagogis.2. Begitupun dalam proses evaluasi. evaluasi merupakan kebutuhan sebagai bahan untuk tindakan belajar selanjutnya. Tidak dibenarkan menyusun alat evaluasi hasil belajar atau evaluasi pencapaian belajar yang mengukur bahan yang belum disajikan dalam proses pembelajaran demikian pula tidak diterima apabila alat evaluasi berisi butir yang tidak berkaitan dengan bidang kemampuan yang hendak diukur. Pedagogis Di samping sebagai alat penilai hasil atau pencapaian belajar. 345). Berarti: bersifat harmonis/konsisten/melekat. 3. berhubungan. bersangkut paut (Pius A Partanto dan M. Bagi siswa.

2) Prinsip kesinambungan (Istimror/kontinuitas). Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi yang dapat menggambarkan mengenai kemajuan atau perkembangan peserta Suharsimi Arikunto. evaluasi hasil belajar di samping dapat mengungkapkan aspek proses berpikir (cognitive domain) juga dapat mengungkap aspek kejiwaan lainnya. Dalam hubungan ini. 24. 76 . yaitu antara: a) Tujuan pembelajaran b) Kegiatan pembelajaran c) Evaluasi Ketiga komponen tersebut harus saling berhubungan untuk mencapai hasil pendidikan yang diharapkan. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta : Bumi Aksara. 77 Ngalim Purwanto. IV. utuh atau menyeluruh. Revisi.yaitu aspek nilai atau sikap (affektive domain) dan keterampilan (psychomotor domain) yang melekat pada masing-masing individu peserta didik. 31-33. evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik apabila evaluasi tersebut dilaksanakan secara bulat. Anas Sudijono berpendapat prinsip dasar evaluasi hasil belajar meliputi:77 1) Prinsip keseluruhan (Komprehensif). maksudnya. 2003 ).Menurut Suharsimi Arikunto. cet. Ed. evaluasi hasil belajar harus dapat mencakup berbagai aspek yang dapat menggambarkan perkembangan atau perubahan tingkah laku yang terjadi pada peserta didik sebagai makhluk hidup bukan benda mati.76 ada satu prinsip umum yang harus ada dalam evaluasi. Dengan kata lain. yaitu prinsip Trianggulasi-atau hubungan erat tiga komponen-. evaluasi hasil belajar yang dilakukan secara teratur dan sambung menyambung dari waktu ke waktu.

berikut disajikan tabel pelaksanaan evaluasi dari tahun sebelum 1971 sampai tahun 2007.menurut keadaan yang senyatanya. Dalam sejarah pelaksanaan evaluasi di Indonesia. dalam melaksanakan evaluasi hasil belajar. B.Perhitungan kelulusan Makalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur disampaikan dalam seminar nasional dengan tema ”UN Pendongkrak atau Perusak Kualitas Pendidikan” oleh DR.78 BEBERAPA PERUBAHAN EVALUASI BELAJAR No 1 2 3 4 5 78 Tahun Ajaran 1971 dan sebelumnya 1972 sd 1984 Mulai Thn.Pelajaran 1985/1986 1987/1988 Mulai Thn Pelajaran Keterangan Ujian Negara Ujian Sekolah EBTANAS disertai NEM. MEKANISME UJIAN NASIONAL 2007 Ujian Nasional 2007 ini merupakan kelanjutan dari proses evaluasi yang dilakukan pemerintah untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses pembelajaran. tidak dicampuri oleh kpentingan-kepentingan yang bersifat subyektif. bentuk soal objektif untuk 6 mata pelajaran EBTANAS bentuk soal objektif dan Essay EBTANAS. bahwa evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik jika terlepas dari faktor-faktor yang sifatnya subyektif. . Selain itu juga berguna untuk dapat memperoleh kepastian dan kemantapan dalam menentukan langkah-langkah atau merumuskan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang perlu diambil di masa selanjutnya. Untuk lebih lengkapnya.didik. serang evaluator harus senantiasa berpikir dan bertindak wajar. Sehubungan dengan itu. 10 Mei 2007. Gedung Gema IAIN Sunan Ampel Surabaya. telah digunakan berbagai macam bentuk evaluasi. Salamun. 3) Prinsip obyektifitas.

1. Tahun 2004. pertimbangan ketamatan :Nilai akademis dan Non akademis EBTANAS SD dihapus. bentuk soal kembali ke objektif EBTANAS.25.25 tetapi rata-rata mata pelajaran lebih dari 4. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. yaitu: 1.00. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah . Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 3. perhitungan kelulusan dgn. standar kelulusan lebih dari 4. mempertimbangkan nilai Raport Cawu I & II berupa nilai P dan Q EBTANAS. NA=P+Q+(nR) / 2+n EBTANAS. 2. Beberapa perubahan evaluasi belajar Untuk pelaksanaan Ujian Nasional 2007 ini disandarkan pada beberapa ketetapan hukum sebagai landasan yuridis formal pelaksanaannya. Tahun 2005. EBTANAS SMP/SMA/SMK tetap dilaksanakan dengan standar kelulusan tidak boleh terdapat nilai mata pelajaran kurang dari sama dengan 3.Istilah kelulusan diganti dgn ketamatan. standar kelulusan lebih dari 4. mempertimbangkan nilai Raport semester 1&2. dan sikap perilaku siswa. Tabel 1. Ujian Nasional. nilai raport cawu I & II berupa nilai P&Q ditiadakan. Penentuan kelulusan memperhatikan aspek akademis dan non akademis baik dari Ujian Sekolah.00.00.50. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 4. sedangkan rata-rata nilai mata pelajaran harus lebih dari atau sama dengan 6.1988/1989 6 1996/1997 7 8 1997/1998 1999/2000 9 2001/2002 10 2002/2003 .Sekarang dgn. berupa nilai P dan Q. standar kelulusan lebih dari 4. Ujian Nasional hanya 3 Mata Pelajaran Tahun 2003.

yaitu bahasa indonesia. mengapa subyek ujian nasional tersebut adalah matematika dan bahasa (Inggris dan Indonesia)?. “Logiskah Ajakan Tak Gelar UN?”. 79 Arman Hakim Nasution. Pada hasil publikasi riset tahun 2000 tersebut ada tiga domain literacy (melek) yang dinilai. fisika. Melek matematis dilihat dari pemahaman geometri ruang al jabar. Dasar pemikiran pelaksanaan ujian nasional yang menguji kemampuan siswa dengan standar nasional pada tiga mata pelajaran . Adapun melek sains antara lain dilihat dari pengetahuan bumi dan lingkungan.79 Pertanyaan menarik ini bisa dijawab dengan membandingkan aktifitas PISA yang dikoordinir oleh Organization For Economic Development Cooperation and Development sejak tahun 2000. kimia. dan kemampuan membaca bentuk grafis. bahasa inggris dan matematika/ekonomi/bahasa asing lainnya. jumlah buku baru yang dibaca atau dipinjam dalam sebulan. dan energi transfer. PISA menilai kapasitas pelajar di atas umur 15 tahun di 32 negara anggota OEDC dalam hal keterampilan dan pengetahuan untuk menghadapi tantangan kerja ke depan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 45 Tahun 2006. Dalam publikasi tahun 2000 yang merupakan hasil riset dari selama tiga tahun. serta teknologi yang dikemas dalam tugas-tugas biologi. . kehidupan dan kesehatan. matematika dan sains. tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2006/2007. Pertanyaan yang sering muncul dari kalangan orang tua. Melek membaca antara lain dilihat dari lamanya waktu yang dikonsumsi siswa untuk membaca setiap bulan. Kompas (Surabaya) 21 Februari 2007. dan interpretasi grafik serta diagram matematis. statistik.5. 6. yaitu membaca (prioritas utama).

. c.  Bukan satusatunya penentu kelulusan b. Penentuan kelulusan peserta didik dari suatu satuan pendidikan. Ujian sekolah/madrasah bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran pada semua kelompok mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. 2. Ujian nasional bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran yang ditentukan dari kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil ujian nasional dan/atau ujian sekolah/madrasah berfungsi sebagai salah satu pertimbangan untuk : a. ternyata hanya Jepang dan Korea di Asia yang mempunyai ranking tinggi menyaingi negara maju seperti Finlandia yang mampu mentransformulasikan ekonominya dari basis sumber daya alam sebagaimana Indonesia menajdi knowledge-based Economic sehingga mampu menjadi negara makmur hanya dalam 15 tahun.Dari ranking yang dibuat. dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. Hasil dari PISA tersebut ternyata berkorelasi positif dengan daya saing suatu bangsa yang diindikasikan Global Competitiveness Index sebagai indek daya saing dalam menggerakkan kemakmuran ekonomi suatu bangsa. Sedangkan mengenai tujuan diadakannya Ujian Nasional 2007 ini adalah sebagai berikut: 1. Pemetaan mutu satuan dan/atau program pendidikan. Seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.

Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. dan Standar Isi 3. e.d. 4. Untuk lebih jelasnya berikut disajikan bagan naskah soal ujian nasional 2007 Terdapat pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 80 . Mengenai naskah soal yang diberikan dalam ujian nasional 2007 ini ada beberapa ketentuan yang digariskan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Akreditasi satuan pendidikan. kurikulum 2004 dan standar isi. Naskah soal UN ditelaah dan ditetapkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) Naskah soal ujian nasional 2007 merupakan kolaborasi dari kurikulum 1994. 2004. 1 tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 tahun 2006 tentang Ujian Nasional tahun pelajaran 2006/2007. Naskah Soal UN disusun berdasarkan SKL (Standar Kompetensi Kelulusan) UN 200780 2. SKL 2007 irisan (interseksi) dari kurikulum 1994. yakni sebagai berikut: 1. Butir Soal UN dipilih dan dirakit dari Bank Soal yang dikembangkan oleh Puspendik (Pusat Penelitian Pendidikan).

2. yang terdiri atas ujian utama dan ujian susulan. Ujian susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan dibuktikan dengan surat keterangan yang sah.2. para peserta didik harus memenuhi kriteria berikut ini: Advertorial. Jadwal Ujian Kompetensi Keahlian SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) ditetapkan oleh sekolah dan harus selesai 1 (satu) minggu sebelum ujian Utama. 13. 41-42. Kompas. negeri ini memiliki banyak acara yang akan dihadiri oleh banyak massa yaitu : peringatan hari buruh internasional. Ujian dilakukan satu kali. 4. 81 . Kompas.81 Untuk ketentuannya dapat diperjelas dengan penjelasan berikut:82 1. 41-42 diperkuat dengan : Surya. Makalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 83 Advertorial. maka untuk tahun 2007 dilaksanakan pada bulan April. dan peristiwa Mei.83 Selanjutnya. sehingga siswa tidak perlu menunggu waktu lebih lama menghadapi UN dan dengan pemajuan jadwal ini diharapkan para siswa dapat lebih konsentrasi. (Jakarta) 9 Desember 2006. Depdiknas mengatakan bahwa pemajuan jadwal ini dilakukan dengan pertimbangan : target proses kegiatan belajar mengajar sudah usai pada bulan April. serta tanggal 24-26 April 2007 untuk tingkat SMP atau sederajat. hari pendidikan nasional. (Jakarta) 9 Desember 2006). (Surabaya) 16 Februari 2007. untuk persyaratan lulus satuan pendidikan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan pada bulan Mei. 3. Diagram Naskah Soal Ujian Nasional 2006/2007 Pelaksanaan ujian nasional 2007 ini ada perubahan. 82 Salamon.DIAGRAM NASKAH SOAL UJIAN NASIONAL 2006/2007 Error: Reference source not foundtabel 1. Sebab pada bulan Mei. Ujian dilaksanakan secara serentak. Secara lebih spesifik. ujian nasional 2007 dilaksanakan pada: tanggal 17-19 April untuk tingkat SMA dan sederajat.

kelompok mata pelajaran estetika. 4.00 Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan (kebocoran soal. dan kesehatan. Kemudian.00. nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7.00 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. Depdiknas juga membentuk dan memberikan berbagai aturan yang terkait dengan pengawasan. dengan tidak ada nilai di bawah 4. Lulus ujian nasional. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan ahlak mulia.25. 19 Tahun 2005 pasal 72 ayat (1) .1.84 Bagi para peserta didik yang telah dinyatakan lulus dari satuan pendidikan berhak mendapatkan ijazah. untuk Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut : 1) Memiliki nilai rata-rata minimal 5. 2. dan khusus SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7. dan khusus untuk SMK. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN atau 2) Memiliki nilai minimal 4. Dengan memberikan ketentuan sebagai berikut: 84 Sesuai dengan PP No. olahraga. Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.00 pada salah satu mata pelajaran dengan nilai dua mata pelajaran lainnya minimal 6. 3. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran. kecurangan dan ketidakjujuran) dalam pelaksanaan Ujian Nasional 2007. dan kelompok mata pelajaran jasmani.

c) Penandatanganan perjanjian kerjasama tentang subsidi bantuan pelaksanaan ujian nasional. bertanggung jawab. 3.1. d) Pendistribusian naskah soal ujian nasional dilaksanakan tanggal 12. Sebagai alat kelengkapan pengawasan ujian nasional 2007. Penempatan pengawas ruang UN dilakukan oleh penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota dengan prinsip sistem silang murni antar sekolah/ madrasah dalam satu rayon/sub rayon. Tim pengawas perguruan tinggi tergabung dalam . b) Pengembalian Sampul Naskah Soal dan LJUN. Depdiknas juga bekerjasama dengan perguruan tinggi se-Indonesia untuk turut serta mengawasi pelaksanaan ujian nasional 2007. 13 April 2007 untuk SMA/MA dan SMK dan tanggal 19. Guru mata pelajaran tidak diperbolehkan mengawasi dan berada di lingkungan sekolah saat pelaksanaan UN berlangsung untuk mata pelajaran yang diajarkan. 2) Denah tempat duduk siswa dan pengawas. Denah tempat duduk siswa dan pengawas a) Pengawas Ruang bertanggung jawab penuh terhadap penyelenggaraan UN termasuk memasukkan LJUN (Lembar Jawaban Ujian Nasional) ke dalam sampul dibedakan LJUN Paket A dan LJUN Paket B serta disegel. teliti dan memegang teguh kerahasiaan. 20 April 2007 untuk SMP/MTs/SMPLB dan SMALB. 1) Jenis Naskah UN dibedakan antara Paket A dan Paket B. Tim pengawas ruang UN terdiri dari unsur guru yang memiliki sikap dan perilaku disiplin. 4.3. Setiap ruangan diawasi oleh dua orang pengawas ruang UN. jujur. Error: Reference source not foundTabel 1. 2.

4) Anggota TPI bersedia melaksanakan tugas kegiatan pemantauan sesuai dengan jadwal. Widyaiswara LPMP yang ditetapkan oleh BSNP. Penyelenggaraan ujian nasional TPI di bawah koordinasi Perguruan Tinggi. 2) Di daerah yang tidak terdapat PTN dapat menggunakan dosen PTN terdekat dan atau dosen perguruan tinggi swasta (PTS) 3) Anggota TPI harus memiliki integritas pribadi dan mampu menjaga kerahasiaan dalam melaksanakan tugasnya serta bersedia menandatangani kontrak kerja dengan BSNP. Langkah-langkah pengamanan diatur juga dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. 85 . Penggandaan naskah 3. DR. Penyimpanan naskah soal di Polsek (h-2) 6. Penerimaan dan penyimpanan master soal dari pusat 2. untuk wilayah Jawa Timur di ketua oleh Prof. Penyimpanan naskah soal di Polres (h-5) 5.Tim Pemantau Independen (TPI) di Tingkat Provinsi. Dengan persyaratan sebagai berikut:85 1) Dosen perguruan tinggi negeri (PTN). Depdiknas juga bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk ikut serta dalam rangka mensukseskan pelaksanaan ujian nasional 2007. Tingkat Kabupaten/Kota dan Tingkat Sekolah. Tidak hanya cukup disini saja proses pengamanan yang dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai hal yang tidak diinginkan. Fasichul Lisan (Rektor Unair Surabaya). meliputi: 1. Pendistribusian naskah soal 4.

/kota .dari sekolah penyelenggara ke panitia sub rayon . Paket a 3.7./kota ke provinsi 10. Naskah soal terdiri dari 3 mata pelajaran per lembar 1 muka (tidak bolak balik sehingga bisa dipakai untuk “oret-oretan”) 2.dari penyelenggara kab. Paket b 4. Pengumpulan hasil ujian nasional oleh pengawas ruang 9. 2) Disimpan di Polres untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan 3) Harus di suatu tempat yang terkunci dengan minimal 2 (dua) buah gembok : a) kunci gembok pertama dibawa petugas kepolisian termasuk kunci cadangan b) Kunci gembok kedua dibawa petugas dinas pendidikan termasuk kunci cadangan Naskah Soal terdiri dari beberapa hal sebagaimana berikut (dilengkapi dengan alur distribusi soal): 1. No paket soal : lembar depan berwarna kuning muda : lembar depan berwarna biru muda : ditulis pada halaman tengah bawah . Pengembalian hasil lembar jawaban ujian nasional : . dll. Proses pemindaian (scanning) 11. Pengumuman hasil ujian nasional Untuk penyimpanan naskah setelah tiba di kabupaten atau kota.dari panitia sub rayon ke penyelenggara kab. Pengawasan pelaksanaan ujian nasional 8. dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Hindari terjadinya pencurian atau kerusakan karena hujan/ tikus/ rayap.

“Ada UN Nggak Ada UN Sama Saja (Wujuduhu Ka Adamihi)”. SMPLB dan SMALB. Segi positif dari pelaksanaan ujian nasional 2007 menurut Masdar Hilmy86adalah sebagai berikut: Masdar Hilmy. orang tua dan guru dapat melihat hasil dari ujian nasional 2007 melalui Pengumuman kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan paling lambat : 1. Argumentasi tersebut adalah sebagai berikut: Pertama. Setiap orang tentunya memiliki pemahaman. Depdiknas sebagai penyelenggara pendidikan di negara ini memberikan berbagai argumentasi mengenai latar belakang dilaksanakannya ujian nasional 2007. Tanggal 16 Juni 2007 untuk SMA. MTs. MA. PRO-KONTRA UJIAN NASIONAL 2007 Pro kontra terhadap kebijakan pemerintah merupakan suatu hal yang wajar.5. Kedua. Ternyata tingkat kesulitan soal-soal ujian kita sangat menurun dan juah. Pada tahun 2003. konsep dan cara yang berbeda. Sejak itu pemerintah berketetapan untuk mengembalikan sistem ujian seperti tahun 1950-an yaitu menerapkan ujian nasional. Mendiknas Malik Fadjar dan Menko Kesra Yusuf Kalla membuat perbandingan ujian nasional dengan sistem ujian pada 1950-an dan ujian di Malaysia dan Singapura. dan SMK 2. maka para peserta didik. Makalah dalam seminar Nasional “UN sebagai pendongkrak atau perusak kualitas pendidikan” 10 Mei 2007 86 . Dimohon membawa kendaraan minimal truk engkel yang tertutup/boks 6. Kendaraan di cek kelayakan jalannya agar tidak terjadi gangguan di tengah jalan. berbagai kalangan baik yang pro maupun yang kontra saling memberikan argumentasinya. ujian nasional bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan secara nasional. Setelah berbagai persiapan dan pelaksanaan ujian nasional selesai. Begitupun juga dengan ujian nasional 2007. Tanggal 23 Juni 2007 untuk SMP. C.

secara perlahan sarana. ada sekolah yang menambah strategi lain. Bahkan 87 88 Harus Ada Perubahan Kebijakan. tenaga pendidikan dan pembiayaan juga distandarkan. 7 Mei 2007. Menciptakan outcame berbekal teori kuat. bimbingan belajar diyakini mampu membiasakan siswa menjawab berbagai variasi soal secara cepat dan cepat. Kompas (Surabaya). 14. Upaya yang paling lazim adalah melalui bimbingan belajar. Fathurrofiq.87 Menurut Fathurrofiq. bisa diketahui persebaran hasil belajar seluruh lembaga pendidikan dasar-menengah atas di seluruh tanah air 4. 27 April 2007.88ujian nasional telah mampu menciptakan motivasi belajar (Incentive Learning) untuk pelajaran yang diujikan.Rasiyo berpendapat. pemetaan materi substansial. Selain melaksanakan ujian nasional. hasil belajar relatif bisa diawasi dan dikontrol secara berjenjang dan berkelanjutan. DR. hasil belajar menjadi terukur secara nasional. sebagai alat pengukur prestasi belajar siswa secara nasional. Kompas (Jakarta). A. Dengan sistem drill soal. “Rekayasa Pendidikan Pasca UN”. Tidak berhenti dengan strategi bimbingan belajar. munculnya juara olimpiade fisika internasional 2. Berbagai kiat telah dilakukan sekolah demi meluluskan siswa-siswinya. terjadinya konfigurasi hasil belajar secara merata karena mengacu pada satu alat evaluasi pembelajaran yang sama 3. semisal mapping soal. . Sebagai alat pengontrol/pengendali kualitas pendidikan secara nasional. Sebagai alat mengetahui pemetaan kualitas pendidikan secara nasional. ujian nasional diperlukan untuk standardisasi metode evaluasi pendidikan di Indonesia secara bertahap.1.

Sebaliknya. Taufik. selain pihak yang mendukung (pro) terhadap diadakannya ujian nasional. juga terdapat pihak yang mengkritisi bahkan menolak diadakannya ujian nasional 2007. bahkan antar pasal dan ayat dalam PP itu terdapat kontradiksi. Pasal-pasal mengenai ujian nasional bertentangan dengan UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang lebih tinggi. Lebih dari sekedar ingin lulus. Sebab saat ini Ujian Nasional tetap menjadi ajang pertaruhan reputasi sekolah di mata publik dan para pemangku kepentingan. antara lain: Pertama. kiat-kiat itu diharapkan bisa mengantarkan sekolah mendulang prestasi di ajang ujian nasional. Berbagai argumenpun diberikan sebagai legitimasi terhadap sikap mereka. PP 19/2005 tentang Standardisasi Nasional Pendidikan (SNP) yang diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi pelaksanaan ujian nasional sekaligus mengakhiri kontroversi ternyata tidak demikian. Dalam permasalahan mengenai ujian nasional 2007 ini.89Dalam pandangannya. Pemerintah menugaskan BSNP untuk menyelenggarakan ujian nasional yang diikuti 89 M.net diakses tanggal 20 April 2007 . dasar hukum pelaksanaan ujian nasional bermasalah.vhrmedia. PP 19/2005 itu bertentangan dengan Pasal 58 UU Sisdiknas. PP itu justru mengundang masalah baru.satu sekolah di Surabaya menciptakan klinik belajar untuk sejumlah siswa yang mengalami kesulitan belajar. tetapi Pasal 67 PP 19/2005 menyatakan: (1). Sebagai contoh. Pasal 58 UU Sisdiknas memberikan otoritas kepada pendidik untuk melakukan evaluasi hasil belajar peserta didik. ada beberapa hal yang menyebabkan ia bersikap menolak pelaksanaan ujian nasional 2007. “Carut-marut Ujian Nasional” www. Seperti halnya Muhammad Taufik.

Ayat 2 menyatakan: Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan peraturan menteri. (b) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Ketentuan mengenai ujian nasional diatur lebih lanjut dengan peraturan menteri. Dalam penyelenggaraan ujian nasional BSNP bekerja sama dengan instansi terkait di lingkungan pemerintah. “Tingginya” standar kelulusan menjadi . kelompok mata pelajaran estetika. dan (d) lulus ujian nasional. dan satuan pendidikan. Demikian juga yang terjadi di Padang. (3). Jadi. Kasus di Medan seperti diurai di atas adalah contoh paling telanjang sebagai ekses dari ujian nasional tahun ini. Sebanyak 83 murid Sekolah Kejuruan Menengah Dhuafa melakukan aksi menolak mengikuti ujian nasional karena ditengarai ada kebocoran soal ujian. Apalagi turunanturunannya! Kedua. pemerintah provinsi. Namun.peserta didik pada setiap satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan jalur nonformal kesetaraan. kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional banyak terjadi. dalam wilayah yuridis saja ujian nasional sudah bermasalah sebenarnya. dan kesehatan. Kontradiksi antar pasal juga terlihat jelas pada Ayat 1 dan 2 Pasal 72. (c) lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. olahraga. Ayat 1 menyatakan: Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: (a) menyelesaikan seluruh program pembelajaran. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. pemerintah kabupaten/kota. (2).

Pendidikan Indonesia masih suka bongkar pasang sesuai keinginan orang-orang pusat (Jakarta).momok tersendiri tidak hanya bagi para siswa. sehingga apa yang terjadi di Jakarta dengan serta-merta diterapkan di daerah. namun itu adalah nilai rata-rata minimal dari tiga pelajaran yang diujikan. Akibatnya pola kecurangan selalu menjadi isu yang melekat setiap kali ujian nasional dilangsungkan. Benny Setiawan menyebut hal demikian sebagai sistem pendidikan yang mengikuti tren pasar. Tahun lalu ujian nasional memiliki syarat kelulusan dengan patokan angka nilai minimal 4. Pendidik sering kali disalahkan oleh pemerintah. siswa itu bisa tetap lulus.00. daerah sama sekali tidak memiliki kemandirian.00 pada satu mata pelajaran namun pada pelajaran yang lain mendapat nilai 6. Dengan demikian. namun juga bagi pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan pendidikan seperti sekolah dan pihak pendidikan. yakni 5. orang tua. Demikian pula dengan para guru (pendidik). Tahun ini angka syarat minimal kelulusan menjadi kombinatif. Artinya. Sebenarnya angka minimal kelulusan menjadi naik. jika seorang siswa memperoleh nilai 4. Ia dipaksa untuk mengikuti tren Jakarta yang belum tentu sesuai dengan potensi lokal. artinya dari tahun ke tahun pemerintah tidak konsisten atas pilihannya sendiri. Jakarta sering kali dijadikan miniatur pendidikan Indonesia. Hal ini dikarenakan mereka dianggap tidak mampu membimbing peserta didik . Ketiga. Selalu ada proses tambal sulam atas kebijakan yang memang bermasalah sejak awal ini. Melihat hal demikian.26.00 misalnya.01. bahkan peserta didik. selalu berubah-ubahnya pola pelaksanaan ujian nasional juga menjadi permasalahan tersendiri. Pada tahun sebelumnya (2005) angka minimal kelulusan 4.

ujian nasional telah mencabut guru dari otoritasnya untuk menilai. Karena yang paling sering berinteraksi dengan para murid tentulah guru. dalih ujian nasional bisa menjadikan siswa bersungguh-sungguh dan mau bekerja keras menggapai kelulusan terbantahkan dengan banyaknya kasus kecurangan dalam ritual tahunan sekolah ini.secara maksimal. Ketika hasil ujian nasional jelek. Ketidakmampuan ini ditunjukkan oleh hasil ujian nasional. namun pada pelajaran lain tidak. bahasa Inggris. lembaga bimbingan belajar sering kali mendapat acungan jempol dari berbagai pihak. maka pola pelakasanaan ujian nasional yang masih berlaku seperti sekarang ini telah mengantarkan para terdidik menuju cara pandang yang pragmatis. secara filosofis dan substantif ujian nasional tidak mencerminkan tujuan pendidikan yang sesungguhnya. Kelima. Ada siswa yang cukup mumpuni di satu mata pelajaran. Mereka selalu menjadi “kelinci percobaan” dari sistem yang silih berganti diterapkan. korban dari semua ini adalah siswa didik dan para guru. . Peran serta pendidik (guru) tidak pernah dihargai sedikitpun. Dalam konteks ini ujian nasional kemudian menjadi diskriminatif. pendidik (guru) dituding sebagai penyebab utama. Jika pendidikan bertujuan menjadikan manusia seutuhnya. untuk apa mempelajari materi-materi yang lain? Selain itu. Cara pandang yang demikian telah mengantarkan generasi kita menjadi generasi yang –meminjam istilah Komarudin Hidayat – tidak memiliki visi dan komitmen. hal ini berbeda ketika hasil ujian nasional menunjukkan hasil yang maksimal. dan matematika yang menjadi ukuran kelulusan. Namun. mengevaluasi siswanya apakah berhak lulus atau tidak. Keempat. Jika hanya bahasa Indonesia. Di sisi lain. kemampuan tiap orang berbeda.

penambahan waktu belajar (sampai sore hari) dan yang lebih menyakitkan adalah berkurangnya mata pelajaran yang harus diterima. ada beberapa sisi negatif dari ujian nasional 2007 ini yaitu:91 90 91 Basuki Sugita. jika pada tahun sebelumnya ujian nasional dilaksanakan pada bulan Mei. ujian nasional dan sistem pendidikan secara umum seharusnya bisa mengakomodasi keragaman itu. membuat orang merasa asing dengan dirinya sendiri. menyangkut jadwal ujian nasional. Pergeseran jadwal ini berimplikasi luas karena baru diumumkan pada medio November 2006.90ia memaparkan berbagai kelemahan dari pelaksanaan ujian nasional 2007. “Ada UN Nggak Ada UN Sama Saja (Wujuduhu Ka Adamihi)”. Basuki Sugita. Sedangkan Masdar Hilmy berpendapat. 5 Februari 2007. maka untuk tahun ajaran 2006/2007 dilaksanakan pada bulan April. . Bukan sebaliknya. mengingat semakin dekatnya pelaksanaan ujian nasional maka berbagai programpun dilaksanakan seperti. “Berbagai Kelemahan UN”. Masdar Hilmy. sebagaimana manusia diciptakan berbeda-beda. 14. Sebab.Sesungguhnya ujian nasional bukanlah sebuah masalah. Lain halnya dengan M. Itulah yang disebut memanusiakan manusia: dunia pendidikan memberikan ruang bagi penemuan jati diri orang-orang di dalamnya. Kompas. Implikasi lain dari pemajuan jadwal ini juga diderita oleh para siswa kelas IX dan XII. Beberapa kelemahan tersebut adalah sebagai berikut: pertama. try out. Praktis sejak itu rencana kerja setahun guru kelas IX (tingkat SMP sederajat) dan kelas XII (tingkat SMA sederajat) menjadi berantakan. jika tidak menjadi faktor satu-satunya penentu siswa lulus atau tidak.

akibat miskinnya daya saing dan inovasi industri. UN tidak dapat mengatrol dari kreatifitas siswa dalam bidangbidang yang diujikan untuk menciptakanhal-hal yang bermanfaat untuk kemaslahatan umum. pada kenyataannya. Mengundang kejahatan. industri yang hanya sekadar pemain pinggiran. bukan inventiri. 4. ada dua aspek penting dalam pendidikan yang tertinggal. 7. 5.1. 3. seperti kebocoran soal dan bisnis soal Rutinitas proyek Menciptakanideologi persaingan yang tidak sehat . kualitas belajar hanya bisa dinarasikan secara kualitatif . Tidak mencerminkan pendiidkan berbasis realitas: UN tidak langsung berkorelasi terhadap penyelesaian berbagai macam persoalan kehidupan seperti sektor pertanian yang semakin terpuruk. Tidak merepresentasikan potensi lokal daerah. Tidak berorientasi life skill. siswa yang lulus UN dengan nilai tinggi tidak dijamin mampu memecahkan berbagai persoalan dalam hidupnya. 6. Tidak merefleksikan taksonomi Bloom. bencana alam dan kemansiaan akibat human errors seperti tragedi tsunami. padahal yang diujikan hanya tiga mata pelajaran. UN tidak mampu membaca potensi-potensi lokal daerah 8. yaitu afektif dan motorik. pengangguran semakin membludak. 10. Kualitas belajar tidak bisa diangkakan. gempa bumi dan sebaginya. bukan pemain utama. Sebagai palu godam tingkat kelulusan siswa. bukan seluruh mata pelajaran 2. 9. Lebih banyak berorientasi pada penyerapan.

14. kompetensi dan kecerdasan dalam. “Nihilisasi Budaya Belajar”. Implikasinya. Panas setahun dihapus hujan sehari Hal senada juga diungkapkan Fathurrofiq. sikap menghalalkan segala cara demi tujuan lulus dan sukses Ujian Nasional. Menjamurnya Bimbingan Belajar. Adapun cara belajar dengan drill soal.11. Ujian Nasional alih-alih sebagai kebijakan untuk peningkatan mutu pendidikan justru telah menihilisasi budaya belajar. try out. Kecurangan dan cara belajar ala bimbingan belajar seolah menegaskan lagi pendapat (Alm) Koentjoroningrat tentang mentalitas menerabas dan budaya instan bangsa ini. Cara belajar ini tidak menunjukkan eksplorasi cipta. Kompas (Jakarta). rasa dan karsa anak didik terhadap substansi kompetensi ilmu pengetahuan. dan trik-trik mengerjakan soal obyektif menunjukkan sikap instan dalam penguasaan ilmu pengetahuan. 34. . Kecurangan dalam ujian nasional terasa sekali menunjukkan mentalitas menerabas. 92 93 Fathurrofiq. 16 Mei 2007. menghafal soal. Jawa Pos 11 April 2007.92Menurutnya. ujian nasional tidak memacu budaya belajar tetapi memicu kecurangan dan cara belajar ala bimbingan belajar93. menguasai ilmu pengetahuan hanya diukur dari kemampuan memilih jawaban secara cepat dan tepat untuk mendapatkan skor tertinggi.

Di antara berbagai jenis kekuasaaan tersebut. Kekuasaan (Power) selalu menarik mengingat dalam setiap langkah. kekuasaan politik dipandang sebagai kekuasaan yang paling dominan. Akar masalah dari perselisihan ini adalah raja Airlangga. Sekilas Tentang Kekuasaan dan Negara Konsep kekuasaan merupakan pembahasan yang sudah lama dibahas oleh para pemikir. Dalam sejarah bangsa Indonesia. Pada masa Airlangga inilah pemujaan terhadap Wisnu lebih diutamakan. Tantripala (Guru Ken Arok/beragama Budha)94 pernah 94 Konflik yang muncul semasa hidup Ken Arok adalah pertarungan antara paham hindu Syiwa dan Wisnu. Airlangga mengeluarkan kebijakan penghapusan kasta Paria (budak) dan membolehkan seseorang berpindah kasta didasarkan pada dharma baktinya kepada negara (bukan dari keturunan). antara lain kekuasaan militer. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari keinginan manusia untuk berkuasa dan menguasai orang lain. kekuasaan ekonomi dan kekuasaan politik. kekuasaan memang sudah menjadi bumbu penyedap dalam denyut nadi bangsa. hingga pelengseran mantan presiden Soeharto tahun 1998. Ada berbagai jenis kekuasaan yang melingkari hidup kita. Hal ini membuat penganut Syiwa merasa disingkirkan dan diasingkan. Tentunya kita masih ingat bagaimana kekuasaan selalu saja diperebutkan. perang kemerdekaan melawan menjajah. Contoh . Raden Wijaya dan Raja Kertanegara dari kerajaan Singosari.BAB III KUASA NEGARA DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN A. gerak dan tindakan kita tidak akan lepas dari kekuasaan. KUASA NEGARA 1. Hal lain yang membuat pengikut Syiwa tidak senang pada Airlangga adalah mengenai pengkastaan. Mulai dari kisah Ken Arok dan Tunggul Ametung di Tumapel. pengambil-alihan kekuasaan Majapahit oleh Demak. karena dari sinilah pangkal berbagai kebijakan yang menyangkut hajat hidup masyarakat.

95 Pramoedya Ananta Toer. kekuasaan merupakan lembaga etis dengan tujuan moral. Arok Dedes (Yogyakarta : Hasta Mitra. 2002). 68. Tilaar.berujar bahwa karunia terbesar yang paling diinginkan manusia dari para dewa ialah kekuatan menguasai dan mempengaruhi sesamanya. 73. 96 H.97 Pandangan mekanistik cenderung mengabaikan sifat sosial manusia dan memandang kekuasaan sebagai suatu lembaga artifisial yang didasarkan atas tuntutan-tuntutan individu. . Gianfranco Poggi membedakan kekuasaan sosial atas tiga jenis. 97 Ibid. yaitu: organik (Plato dan Aristoteles) dan mekanistik (teori kontrak sosial). Arok (pembangun) yang bernama asal Temu merupakan penganut Syiwa.96 Teori mengenai sifat kekuasaan biasanya digolongkan ke dalam dua kategori besar. kekuasaan ekonomi dan kekuasaan normatif atau ideologi. yaitu: kekuasaan politik. Teori organik beranggapan bahwa kesatuan politik seperti negara merupakan tuntutan dari dalam diri manusia untuk berasosiasi dengan orang lain. Kesatuan moral atau sosial berhasil dari kehendak kolektif untuk berhubungan bersama-sama dan memfungsikan diri sebagai anggota masyarakat. Teori ini mempunyai konsepsi mengenai alam sebagai mekanisme konkritnya adalah diangkatnya Tunggul Ametung menjadi Akuwu di Tumapel. Pertama kali ia berguru kepada Tantripala kemudian berguru kepada Dah Hyang Lohgawe (Penganut Syiwa) yang kemudian juga membantu Arok merebut kekuasaan dari Tunggul Ametung. padahal dia adalah sudra dan seorang penjahat. Dalam teori organik. Kekuasaan dan Pendidikan (Magelang : Indonesia Tera. Sebagai makhluk sosial. Teori ini menganggap kekuasaan sebagai sarana atau mesin sebagai kesepakatan bersama antara individu untuk memuaskan keinginankeinginannya. manusia menyadari bahwa kekuasaan yang membuat hidup menjadi mungkin dan bermanfaat bagi mereka. 72.R.A.95 Kekuasaan politik hanya bagian dari apa yang disebut dengan kekuasaan sosial. 2003).

yang bekerja sesuai dengan hukum-hukum tertentu yang secara otomatis menimbulkan harmoni kepentingan-kepentingan alami.98 Paulo Freire, telah membuat salah satu dari banyak konsep kekuasaan yang paling radikal dalam teori sosial kontemporer miliknya. Kekuasaan dipandang sebagai kekuatan yang positif dan juga negatif; sifatnya dialektis tetapi Mode Of Operation-nya selalu represif. Menurut Freire, kekuasaan bekerja pada dan melalui masyarakat. Di satu sisi, ini berarti bahwa dominasi tidak pernah sepenuhnya mutlak, yang dalam hal ini kekuasaan bersifat eksklusif dan sebagai kekuatan negatif. Di sisi yang lain, kekuasaan merupakan daya dorong dari semua perilaku manusia dimana masyarakat mempertahankan hidupnya, berjuang dan berusaha mewujudkan cita-cita kehidupannya yang lebih baik. Secara umum teori Freire tentang kekuasaan dan gambarannya mengenai sifatnya yang dialektis menunjukkan bahwa fungsi kekuasaan ini sangat penting dan merasuk ke berbagai segi kehidupan. Dalam hal ini, kekuasaan tidak dipahami hanya dalam wilayah publik dan pribadi di mana pemerintah, kelas-kelas yang dominan dan kelompok-kelompok lainnya memainkan peran. Kekuasaan itu ada di tangan siapa saja dan menemukan bentuknya dalam ruang publik yang saling berposisi yang secara tradisional telah kehilangan kekuasaannya dan bentuk-bentuk

resistensinya.99 Pandangan Freire tentang kekuasaan bukan hanya merupakan cara pandang yang menjadi alternatif dan berguna bagi para teoritisi radikal yang terperangkap dalam keputusasaan dan sinisme, tetapi juga menekankan bahwa
Ibid, 73. Paulo Freire. Politik Pendidikan: Kebudayaan, Kekuasaan dan Pembebasan (Yogyakarta : Terj. ReaD dan Pustaka Pelajar, Cet. V.2004), 16.
99 98

kekuasaan itu selalu diikuti dengan pertentangan, ketegangan dan kontradiksi dalam berbagai institusi sosial, seperti sekolah dimana kekuasan seringkali dianggap sebagai kekuatan positif yang resisten. Akhirnya, Paulo Freire mengetahui bahwa kekuasaan sebagai sebuah bentuk dominasi tidak dipaksakan pemerintah secara sederhana melalui tangan-tangannya, seperti polisi, tentara dan departemen kehakiman. Dominasi dipraktekkan lewat kekuasaan, teknologi dan ideologi yang secara bersama-sama menghasilkan pengetahuan, hubungan sosial dan ekspresi budaya yang berfungsi secara aktif untuk membuat masyarakat diam. Pembicaraan dominasi tidak hanya mengacu pada ekspresi budaya yang mempengaruhi kaum tertindas dalam kesehariannya, namun juga menyangkut bagaimana kaum tertindas ini menginternalisasi pengaruh dan turut melestarikan penindasan tersebut. Pembicaraan ini merupakan topik yang sangat penting di dalam buku Freire dan mengindikasikan bagaimana dominasi itu dipraktekkan secara subyektif melalui proses internalisasi dan “pengendapan diri” dalam bentuk-bentuk kebutuhan pribadi. Apa yang sedang kita bicarakan adalah pemikiran Freire tentang betapa pentingnya usaha untuk menyelidiki dominasi yang menindas secara psikis, dan oleh karenanya juga perlu pengamatan internal terhadap bentuk-bentuk emansipasi sosial dan individu.100 Konsep dominasi dan bagaimana kekuasaan bekerja secara represif terhadap jiwa manusia memperluas konsep belajar, termasuk bagaimana manusia belajar tanpa berkata-kata, bagaimana kebiasaan kemudian menjadi sejarah yang beku, dan bagaimana pengetahuan itu sendiri menghambat perkembangan subjektifitas tertentu dan cara manusia menjalani kehidupan di dunia. Persepsi
100

Ibid, 17.

terhadap pengetahuan sangat penting karena akan menunjukkan bagaimana perbedaan-perbedaan konsep pengetahuan yang emansipatoris mungkin akan ditolak oleh orang yang mendapatkan keuntungan darinya. Dalam kasus yang seperti ini, masyarakat tertindas mendapatkan akses terhadap logika dominasi mungkin dikarenakan mereka mempertahankan pengetahuan yang bertentangan dengan pandangan dunia mereka. Pengetahuan justru turut mempertahankan status quo dominasi ini karena menjadi kekuatan aktif yang bersifat negatif dan menolak untuk melihat adanya kemungkinan lain dalam kehidupan ini. Dengan kondisi yang seperti ini, dari sudut pandang pendidikan muncul pertanyaan, bagaimana para pendidik yang radikal menilai dan mendiskusikan pihak-pihak yang melakukan represi dan yang melupakan tujuan inti dari dominasi? bagaimana penjelasan terhadap kondisi yang tetap menolak untuk mengetahui dan menyelidiki bahwa pengetahuan mengandung kemungkinan yang bertentangan dengan dominasi itu sendiri?101 Pesan yang ingin disampaikan Freire dari konsep pendidikannya relatif cukup jelas jika pendidik yang radikal mengetahui makna kebebasan, mereka pertama-tama harus menyadari bentuk-bentuk dominasi, dimana dominasi itu tumbuh subur dan masalah apa yang dihadapai mereka yang tertindas oleh dominasi secara subyektif maupun obyektif. Akan tetapai proyek ini tidak akan mungkin terlaksana jika mereka tidak mengetahui karakteristik sejarah dan kebudayaan yang spesifik, bentuk-bentuk sosial, siapa kelompok penindas dan siapa yang tertindas, sebagai titik awal melakukan analisa. 102

101 102

Ibid, 18. Ibid, 18-19

777. persuasi atau bisa juga melalui paksaan dan larangan. Kekuasaan bukan pertama-tama bukan represi (Freud. 105 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa.103Tujuan dari semua itu adalah kepatuhan. Marx) dan bukan juga fungsi dominasi suatu kelas yang didasarkan pada penguasaan atas ekonomi. abnormal-menormalkan. 221. Kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang terorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif. yaitu: disiplin.104 Berbicara mengenai kekuasaan. 2. negara memiliki otoritas kekuasaan yang nyata bahkan dilegitimasi oleh perundang-undangan yang di produksinya. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka Cet.Berbeda dengan tokoh-tokoh lain yang membahas mengenai kekuasaan. bukannya bahwa kekuasaan mencakup semua. dalam sebuah ruang kekuasaan. Ibid. cet. Panoptik merupakan cara yang efektif dalam menimbulkan kepatuhan dan bahkan ketakutan akan penguasa atau kekuasaan. Etika Politik dan Kekuasaan (Jakarta : PT. tetapi kekuasaan datang dari manamana. Locke). 104 .II. Negara dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti:105 1. hal. Padotik menimbulkan kesadaran diawasi. maka frame pemikiran kita akan terus mengarah kepada negara. dikontrol-mengontrol. diawasi-mengawasi. Organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. dokontrol secara terus menerus. Kompas Media Nusantara. norma dan pengawasan panoptik. 217.2002).II. Strategi kekuaaan menurut Foucault menggunakan berbagai cara. tetapi seluruh struktur tindakan yang menekan dan mendorong tindakan-tindakan lain melalui rangsangan. 103 Haryatmoko. Tetapi tentang kekuasaan ini Foucault mengatakan bahwa kekuasaan ada di mana-mana. atau manipulasi ideologi (Marx). Micheal Foucault berpendapat kekuasaan itu terlaksana bukan pertama-tama melalui kekerasan atau dari hasil persetujuan (Hobbes. direhabilitasi-merehabilitasi. Hal ini dikarenakan. Panopticon (panoptik) merupakan konsep yang menjelaskan tentang relasi antara orang yang . 2004). Reich) atau pertarungan kekuatan (Machiavelli.

Dalam bahasa daerah dari suku di Indonesia menerima arti “daerah. PT. Negara menurut asal usul kata berasal dari bahasa sansekerta “Nagari” atau “nagara”. kekuasaan. berhubungan dengan kondisi tindakan. dominasi. (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. bahkan ratusan tahun yang lalu. dan bisa bermakna yang berhubungan dengan rakyat atau negara. seperti birokrasi. Pembahasan mengenai negara telah sejak lama dibahas. 2000). 82. memaksakan. . keadilan. 24. Antonio Gramsci Negara dan Hegemoni. Sehingga negara (state) menurut istilah. pengaturan. Plato dalam bukunya “Politea” yang berarti negara mendefinisikan negara sebagai “Keinginan kerjasama antarmanusia dalam rangka memenuhi kepentingan bersama”106. Ilmu Politik. Jadi dalam istilah negara itu sudah terkandung makna pemerintah dan rakyat. Rineka Cipta.108 Inu Kencana Syafiie. 2003). sedangkan Aristoteles berpendapat. negara membutuhkan kekuasaan yang mutlak untuk mendidik warganya dengan nilai-nilai moral yang rasional. Inti dari pemikiran kedua tokoh ini.mempunyai kesatuan politik. Sedangkan secara definisi normal seringkali disinonimkan dengan publik. kontrol/pengendalian. 79. wilayah” negeri (Aceh) atau tempat tinggal seorang raja atau pangeran. 108 Nezar Patria & Andi Arif. bentuk pemerintahan.cet. 107 106 . yang berarti kota.II. sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya. negara adalah: persekutuan dari keluarga dan desa guna memperoleh hidup yang sebaik-baiknya. berdaulat. sistem administrasi. (Jakarta.107Kedua pengertian ini terasa sangat sederhana. mengarahkan atau memerintah. Ibid. mengingat realita sosial waktu itulah yang melatarbelakangi munculnya pendefinisian ini.

Mereka mengajukan model negara yang dapat menjamin otonomi manusia dari kekuasaan dari luar dirinya. negara dianggap sebagai wakil gereja di dunia dan gereja adalah wakil tuhan untuk menegakkan kehidupan moral di dunia. negara merupakan institusi yang paling paham akan kehendak individu. Pada jaman ini lahir pandangan bahwa negara merupakan wakil dari kepentingan umum atau publik. Mereka menawarkan model negara dengan mainstream liberalisme. terjadi proses sekularisasi yang memisahkan kekuasaan negara dan gereja. karena ia secara obyektif mengungkapkan apa yang bagi rakyat hanya ada secara subyektif. dan Rousseau mencoba melakukan kritik terhadap kekuasaan negara. 111 Ibid. Para filosuf seperti Thomas Hobbes. dimana roh obyektif tersebut merupakan cerminan dari kehendak. Menurutnya. 24. Locke. sebagai hasil dari gaya pemikiran renaisance yang mengagungkan otonomi manusia.111 Pandangan liberalisme ini merupakan cikal bakal dari kapitalisme yang pada akhir abad ke-19 menunjukkan wajahnya yang beringas.110Pendapat ini diperkuat dengan konsepsi Hegel tentang negara. 24. muncul Karl Marx yang menganggap eksistensi negara justru diakibatkan oleh 109 110 Ibid. rakyat tidak mengetahui kehendaknya. 24. Pada masa itu. yang mengetahui adalah negara.Pada abad pertengahan. Dengan demikian. ide tersebut mengalami rekonstruksi dalam lingkup kekuasaan teologis gereja. Ini lantas menjadi legitimasi kekuasaan mutlak dari negara. . Ibid. negara adalah ungkapan roh obyektif. pikiran dan hasrat masing-masing individu (roh subyektif).109 Pada abad renaisance. Pada masa ini. sedangkan masyarakat hanya mewakili kepentingan pribadi dan terpecah-pecah.

115 Thomas Hobbes mengartikan negara dengan suatu tubuh yang dibuat oleh orang banyak beramai-ramai.J. 115 Ibid. .adanya ketidakberesan yang sifatnya fundamental dari masyarakat. negara tidak mengabdi pada kepentingan seluruh masyarakat. 23. Inu Kencana. 25. masing-masing berjanji akan memakainya menjadi alat untuk keamanan dan perlindungan bagi mereka.114 Di sisi lain. 116 Ibid. menegaskan negara adalah suatu daerah teritorial yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warganya ketaatan pada peraturan perundang-undangan melalui penguasaan (kontrol) monopolistis dari kekuasaaan yang sah. Sedangkan J. Roousseau mengartikan bahwa negara adalah perserikatan dari rakyat bersama-sama yang melindungi dan mempertahankan hak masing-masing diri dalam harta benda anggota-anggota yang tetap hidup dengan bebas merdeka. 114 Ibid. Menurutnya. banyak dari kalangan ilmuwan itu mengartikan negara itu dengan berbagai bentuk. 85. maka harus ada pemerintah yang berdaulat. melainkan hanya kepentingan klas-klas sosial tertentu saja. Menurut Prof. menjadi alat suatu klas dominan untuk mempertahankan kedudukan mereka.113Sedangkan Miriam Budiarjo. 84.112 Menurut Max Webber. 85. yang juga menjadi tujuan rakyat/masyarakat yang diliputinya.116 112 113 Ibid. negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah. Kranenburg negara merupakan suatu sistem dari tugas-tugas umum dan organisasi-organisasi yang diatur dalam usaha negara untuk mencapai tujuannya.

dikarenakan kepala negaranya hanya dianggap sebagai simbol. Seperti juga dengan kerajaan. semacam bentuk kumpulan yang pada akhirnya dapat menggunakan paksaan terhadap para anggotaanggotanya. Kita tidak dapat memandang rendah bentuk negara kerajaan ini. negara republik juga dapat memiliki . telah ada berbagai macam bentuk negara. Kedua. pertama yang mencakup keseluruhan hidup manusia. mencakup sebagian segisegi hidup itu. 2) Negara Republik Adalah suatu negara yang kepala negaranya dijabat oleh seorang presiden. Namun menurut Inu Kencana disebutkan sebagai berikut: 1) Negara Kerajaan Negara kerajaan kepala negaranya dijabat secara turun temurun. maharani. Memang batasan yang tegas antara itu tidak ada. Sedangkan kepala pemerintahannya yang menjalankan roda pemerintahan (eksekutif) dapat diserahkan kepada perdana menteri (PM) yang memimpin kabinet (dewan menteri-menteri) atau dapat pula dijabat sendiri oleh kepala negara tersebut di atas. Dalam sejarah keberadaan manusia. syah atau lain-lainnya sesuai budaya negara tersebut. dengan gelar berbagai jenis. ratu. Misalnya Inggris dan Jepang. ada perdebatan mengenai arti bentuk negara dengan bentuk pemerintahan. Meskipun hingga saat ini.Deliar Noor mengatakan bahwa negara adalah semacam bentuk suatu ikatan. sultan. misalnya: kaisar. Ikatan ini ada dua macam.

Adanya wilayah. Ada 4 syarat pokok berdirinya suatu negara. pemerintah merupakan pelaksana dari program negara. yaitu:117 1. Untuk mendirikan sebuah negara. kecuali sistem pemerintahannya memberikan posisi dominan kepada presiden. Hal ini dicantumkanm dalam konstitusi negara tersebut. pemerintah mengeluarkan perundang-undangan yang menjadi legitimasi bagi seluruh kebijakan yang diambil. 86. Tetapi. Baik negara kerajaan maupun republik. Perbedaan ini tergantung kepada besar kecilnya. sentralisasi atau desentralisasi yang diberikan negara itu dalam hubungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat. maka degara republik tersebut berarti menganut sistem pemerintahan yang presidensial. Wilayh suatu 117 Ibid. mereka juga memiliki aparat-aparat pemerintahan sebagai avant garde dari pelaksanaan program pemerintahan. diperlukan syarat-syarat tertentu. Mereka berhak dan menentukan nasib rakyat suatu negara akan dibawa kemana. suatu negara akan diakui eksistensinya jika terdapat wilayah atau daerah sebagai ruang bagi warga negaranya. . apabila presiden selain kepala negara juga sekaligus merangkap sebagai kepala pemerintahan yang memimpin kabinet. keduanya dapat dibagi lagi atas bentuk serikat (republik serikat atau kerajaan serikat) atau bentuk kesatuan (republik kesatuan dan kerajaan kesatuan). yang sudah barang tentu prsiden (kepala negara) terpilih tidak lebih dari sekedar simbol. Untuk melaksanakan fungsi ini. 2.perdana menteri yang akan memimpin kabinet. Selain itu. Adanya pemerintah. yaitu dengan jalan tidak dapat dijatuhkannya presiden dijatuhkan oleh mosi tidak percaya parlemen (Legislatif).

Adanya pengakuan. jika mereka ditindas oleh kekuasaan negara yang represif dan dikekang hak-haknya sebagai warga negera maka merekapun berposisi sebagai obyek. pengakuan disini tidak hanya berasal dari warga negaranya dengan kepatuhan dan ketaatan warga negara terhadap berbagai kebijakan yang dikeluarkan negara. Selain itu. 4. 3. Adanya warga negara. tetapi juga mengarah kepada pengakuan negara lain.negara seringkali menj di problem serius antar negara. . Kita tentu masih ingat konfrontasi Indonesia dan Malaysia yang bersengketa mengenai perebutan pulau Ligitan dan Sipadan. Ia menjadi subyek tatkala ia memiliki otoritas untuk menentukan arah negaranya. Dan berposisi sebagai obyek ketika mereka tidak memiliki kekuatan untuk menentukan masa depan negaranya. posisi warga negara bisa dikatakan sebagai subyek dan obyek. Pengakuan ini ada yang bersifat de facto dan de jure. perebutan wilayah di jalur Gaza antara Israel dan Palestina yang tak terselesaikan hingga kini.

364.2. kekuasaan dan sebagainya suatu negara atas negara lain. Hegemoni Istilah Hegemoni berasal dari bahasa Yunani egomonia yang berarti penguasa atau pemimpin. hegemoni diartikan sebagai: pengaruh kepemimpinan. lingkar kekuasaan tidak akan jauh dari korupsi dan kepemilikan kekuasaan yang memudahkan seseorang untuk mendapatkan fasilitas yang diinginkan menimbulkan keinginan untuk melanggengkan kekuasaannya. 119 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. cet. 2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka. Piliang. maka untuk menganalisisnya hanya digunakan dua konsep yang selama ini dianggap relevan sebagai alat bedahnya. Untuk lebih mengerucutkan pembahasan mengenai strategi pelanggengan kekuasaan.118 Dalam kamus besar bahasa Indonesia. 24.119 Yasraf A. Transpolitika Dinamika Politik di dalam Era Virtualitas (Yogyakarta : Jalasutra. Kedua konsep tersebut adalah hegemoni dari Antonio Gramsci dan IRA (Ideological State Apparatus) dan RSA (Repressive State Apparatus) dari Louis Althusser. Maksudnya. a. 118 .II. dominasi. Strategi Pelanggengan Kekuasaan Oleh Negara Albert Camus pernah berkata “Power tend to corrupt and absolutly power absolutly corrupt (kekuasaan mengarah kepada korupsi dan kekuasaan yang mutlak jelas mengarah kepada korupsi ). 2005).

24. Dalam term awalnya. nasional-kerakyatan. Secara sederhana. hegemoni politik mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan dari relasi hegemoni khusus. pada 22 Januari 1891. 122 Ibid. berjuang untuk membebaskan semua kelas atau kelompok yang tertindas. Transpolitika. istilah tersebut kemudian diperluas ke arah hubungan kekuasaan diantara kelas-kelas sosial. 123 Roger Simon. yang masing-masing mempunyai mekanisme dan logikanya masing-masing. pemikiran awam (Common Sense). suatu strategi yang harus dijalankan oleh kelas pekerja dan anggota-anggotanya untuk Antonio Gramsci lahir di Ales sebuah kota kecil di Sardinia Italia. Bagi Lenin. seperti gender. revolusi intelektual dan moral.121 Dalam pengertian tradisionalnya. hubungan kekuatan : ekonomikorporasi. 121 Yasraf A.123Kelas pekerja harus mengembangkan kekuatan nasional. 120 . konsep hegemoninya merupakan awalan untuk melakukan tindakan selanjutnya. gaya hidup. Di dalam tradisi marxisme.122 Istilah hegemoni. agama. pemikiran hegemoni Gramsci merupakan bagian awal dari rentetan pemikiran-pemikirannya. Gagasan-gagasan Politik Gramsci (Yogyakarta : Insist dan Pustaka Pelajar. Piliang. 20.Konsep hegemoni yang dijelaskan oleh Antonio Gramsci120 selama ini diinterpretasikan ke dalam berbagai relasi selain relasi politik. sebagai dua bidang yang terpisah. ras. dan budaya massa. yaitu hegemoni dalam budaya massa (dan iklan). 1999). hegemoni diartikan sebagai sistem kekuasaan atau dominasi politik. Akan tetapi. fenomena hegemoni berlangsung di dalam dunia politik dan budaya massa (iklan). Artinya. hegemoni merupakan strategi untuk revolusi. di dalam abad informasi dewasa ini. Artinya. pertama kali dipakai oleh Plekhanov pada tahun 1880an. terj. khususnya dalam pengertian kelas berkuasa. blok historis dan perang posisi. Selain itu masih ada pembahasan mengenai revolusi pasif dan watak kekuasaan. masyarakat sipil. Secara berurutan. hegemoni digunakan untuk menunjukkan perlunya kelas pekerja untuk membangun aliansi dengan petani dengan tujuan meruntuhkan gerakan Tsarisme. 24. konsep pemikirannya meliputi: Aliansi untuk mencapai konsensus.

bahwa suatu kelas dan anggotanya menjalankan kekuasaan terhadap kelas-kelas di bawahnya dengan cara kekuasaan dan persuasi. kekerasan dan kesopanan. yaitu bentuk setengah binatang dan setengah manusia.memperoleh dukungan dari mayoritas. otoritas dan hegemoni.124Gramsci menambahkan dimensi baru pada masalah ini dengan memperluas pengertiannya sehingga hegemoni juga mencakup peran kelas kapitalis beserta anggotanya. melainkan hubungan persetujuan dengan menggunakan kepemimpinan politik dan ideologi. Titik awal konsep Gramsci tentang hegemoni adalah. 19-20. Aliansi ini merupakan cara yang harus dilaksanakan jika menginginkan terlaksananya hegemoni. tetapi harus diperluas lagi dengan mengikutsertakan kelompok-kelompok sosial lain dalam aliansi guna mencapai konsensus sebagai langkah awal dalam melaksanakan aksi. 126 Ibid. diperlukan aliansi antara kelas sebagai kekuatan penopangnya. Hubungan kekuatan yang terhimpun harus merepresentasikan kekuatan ekonomi-korporasi dan nasional kerakyatan. 125 124 . baik dalam merebut kekuasaan negara maupun dalam mempertahankan kekuasaaan yang sudah diperoleh. 19. diperlukan kelas intelektual sebagai otak dari seluruh proses yang dijalankan. sebagai simbol dari “perspektif ganda” suatu tindakan politik-kekuatan dan konsensus. Dalam melaksanakan hegemoni. Gramsci menggunakan Centaur Yunani.125Hegemoni bukanlah hubungan dominasi dengan menggunakan kekuasaan. Aliansi ini tidak hanya terjadi antar serikat pekerja.126 Sebagai kata kunci dalam menjalankan hegemoni. Ibid. 21. Ibid.

Bentuk ini merupakan bentuk hegemoni yang paling rendah dibanding dua bentuk di atas. integrasi budaya maupun politik mudah runtuh. 128-129. 2. Inteletual Organik. Hegemoni Integral. Intelektual Tradisional adalah: intelektual organik yang berasal dari kelas kapitalis. Hubungan tersebut tidak diliputi dengan kontradiksi dan antagonisme baik secara sosial maupun secara etis. adalah mereka yang menyadari identitas dari yang diwakili dan yang mewakili. Dengan sifat potensial ini dimaksudkan bahwa disintegrasi itu tampak dalam konflik yang tersembunyi “Di bawah permukaan kenyataan sosial”.Intelektual127 disini harus mampu membaca keinginan mayoritas masyarakat (Common Sense) agar memudahkan dalam penyikapan isu-isu yang dilancarkan. Ini tampak dalam hubungan organis antara pemerintah dan yang di perintah. politis. namun “mentalitas” massa tidak sungguh-sungguh selaras dengan pemikiran yang dominan dari subyek ekonomi. Gramsci membagi hagemoni menjadi tiga bagian. dan intelektual yang berlangsung bersamaan dengan keengganan Gramsci membagi kelompok intelektual menjadi dua golongan. Atau secara lebih mudahnya. dalam masyarakat kapitalis modern. Pertama. 127 . Artinya. 128 Nezar Patria & Andi Arif. Hegemoni Merosot (Decadent Hegemony). Hegemoni bersandar pada kesatuan ideologis antara elit ekonomis. 3. namun tidak digunakan untuk transformasi sosial. Masyarakat menunjukkan tingkat satuan moral dan intelektual yang kokoh. Hegemoni Minimum (Minimal Hegemony). yaitu:128 1. adalah mereka yang memiliki daya intelektualitas. sekalipun sistem yang ada telah mencapai kebutuhan atau sasarannya. Dia menunjukkan adanya potensi disintegrasi di sana. Kedua. dominasi ekonomis borjuis menghadapi tantangan berat. dan merupakan barisan terdepan yang riil dan organik dari lapisan kelas ekonomi papan atas yang disitu mereka termasuk di dalamnya. Karena itu. Hegemoni ini ditandai dengan afiliasi (gabungan) massa yang mendekati totalitas.

kelompok-kelompok hegemonis tidak mau menyesuaikan kepentingan dan aspirasi-aspirasi mereka dengan klas lain dalam masyarakat. Dengan demikian. Mereka malah mempertahankan peraturan melalui transformasi penyatuan para pemimpin budaya.terhadap setiap campur tangan massa dalam hidup bernegara. . politik. sosial. maupun ekonomi yang secara potensial bertentangan dengan “negara baru” yang dicita-citakan oleh kelompok hegemonis itu.

130 Istilah ideologi ditemukan oleh filosof Perancis Destutt de Tracy (1754-1836). tidak hanya karena beragamnya pendapat teoritis yang menunjuk arti dan fungsi yang berbeda-beda. akan tetapi karena ideologi adalah konsep yang sarat dengan konotasi politik dan digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari dengan makna yang beragam. Konsep Ideologi (Yogyakarta : LKPSM. terj.b. 48. Ia bisa menjadi guiding principle suatu masyarakat atau bangsa dan mengantarkannya kepada satu tatanan obsesif. 5. misalnya. 131 Henry D. 2002). Sesekali ia disebut sebagai “jalan kebenaran” yang menyerupai firman. dengan begitu perlu diimani. . Abad Ideologi (Jogjakarta : Yayasan Bentang Budaya. terj. 2001). kesetaraan manusia atau keadilan dan kemakmuran.131Rumusan yang jelas mengenai ideologi memang tidak dapat kita lepaskan dari pendapat beberapa tokoh yang mengeluarkan statemen 129 130 Jorge Larrain. 1. baik dalam pengertian orang awam (Common Sense) maupun dalam pemakaian di dunia keilmuan. Nuswantoro. Aiken. IRA (Ideological State Apparatuses)/RSA(Repressive State Apparatuses) Ideologi adalah salah satu dari sekian banyak konsep yang paling ekuivokal (meragukan) dan elusif (sukar ditangkap). Ideologi juga diberi makna sebagai seperangkat keyakinan ketika suatu bangsa mempercayai peran yang harus dimainkannya dalam berelasi dengan bangsa lain yang memiliki karakter berbeda dengannya.129 Ideologi secara konsep sering dipahami secara berbeda-beda. yang terdapat dalam ilmu-ilmu pengetahuan sosial. Daniel Bell: Matinya Ideologi (Magelang : IndonesiaTera. Di lain waktu ideologi dianggap sebagai gambaran palsu tentang dunia. 1996). baik berupa relasi simetris maupun keyakinan superioritas suatu bangsa terhadap yang lain.

Psikoanalisis. baik secara personal maupun kolektif. 267. Cet. 267. NU STUDIES. Sejak buaian hingga kuburan. Cultural Studies. . (Yogyakarta : Jala Sutra. Terj.132Pengertian ini mengisyaratkan bahwa segala sesuatu yang menampilkan sebuah keinginan. NU STUDIES . Louis Althusser mengartikan ideologi sebagai “Expresses a will. Peristiwa 132 Ahmad Baso. atau sebuah romantisme dari sebuah realitas merupakan bagian dari ideologi. produk sejarah yang seolah-olah menjelma sesuatu yang alamiah. or a nostalgia.tentang ideologi. (Jakarta : Erlangga. a hope.III. sebagai hal-hal yang secara mendalam tidak disadari.133 Ideologi adalah segala yang sudah tertanam dalam diri individu sepanjang hidupnya: history turn into nature. xvi. 135 Ahmad Baso. 134 Ibid. Pergolakan Pemikiran antara Fundamentalisme Islam dan Fundamentalisme Neo-Liberal. rather than describing a reality”. manusia hidup dengan ideologi.2006). 133 Louis Althusser. Tentang Ideologi: Strukturalisme Marxis. 2006).134 Lain halnya dengan Marx yang mengartikan ideologi sebagai “kesadaran palsu” sebagai “camera obscura” yang memutarbalikkan realitas. harapan.135 Peran ideologi memang sangat signifikan dalam kehidupan. xvi. Atau dengan redaksi yang lain dikatakannya sebagai sesuatu yang profoundly unconcious. Phobia akan sebuah tindakan yang berasal dari ideologi melahirkan kewaspadaan ekstra dari berbagai pihak yang merasa terancam. Kita tentu masih ingat bagaimana Hitler dengan ideologi fasisnya membelalakkan pandangan dunia dan ideologi fundamentalisme Islam yang begitu ditakuti oleh Amerika dengan bingkai terorisme.

Kita tidak menyadari kapan pemahaman tentang 136 M.136 Dari ujung kaki hingga ujung rambut. saling serang antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. Dan. 5 Mei 2007. ideologi menjadi bagian dari mekanisme pengaturan diri. pengelolaan tubuh dan jiwa. Ideologi membuat kita saling curiga. Guntur Romli. Ideologi tidak bisa ditembus butir-butir peluru. semuanya dijelaskan dengan aturanaturan yang tidak dapat ditemukan dasar epistemologisnya. Ideologi akan merasuk kedalam relung hati dan nalar berpikir seseorang dalam bertindak. bahkan peran ideologi lebih berbahaya ketimbang kejahatan-kejahatan dan kekerasan-kekerasan fisik. . hingga rambut yang harus dipotong dan dirawat. Perang berhadapan dengan ideologi memang sangat sulit di berangus.pengeboman menara kembar WTC New York 11 September didengungkan sebagai aksentuasi dari ideologi Islam radikal. merupakan bagian dari argumentasi dari Amerika untuk menyerang Afghanistan dan Irak (selanjutnya mungkin Iran) yang dikatakan sebagai basis terorisme internasional dan membahayakan keamanan dunia. Kita seakan-akan terbelenggu oleh pelabelan berbasis ideologi. ”Jamaah Islamiyah dan Bahaya Ideologi” Kompas (Jakarta). Bagaimana kuku jempol harus dibersihkan dan dipotong agar tidak menimbulkan bau. Penjelasan akhir tentang pengaturan tubuh adalah kepercayaan atau ungkapan tentang “sesuatu yang sudah dari sananya”. Baru-baru ini kita juga mendengar berita mengenai penyerangan sebuah kelompok Islam terhadap sekelompok demonstran pada peringatan May Day 2007 di Yogyakarta yang dicurigai sebagai kelompok berideologi komunis. 14.

dan sebagainya)139 137 138 Louis Altusser. Tentang Ideologi. seni. termasuk pelbagai partai yang berbeda). diri yang sudah jadi organ. Begitu terbiasanya kita dengan semua yang ada di dalam dan di sekitar diri sejak bayi sampai dewasa. ISA Hukum. diri ini. ISA Keluarga. Penanaman ideologi ini diperlukan sebagai bagian dari prinsip kekuasaan yakni untuk melanggengkan kekuasaaan. Kita ternyata percaya saja. beginilah wajarnya. 139 Ibid. dan sebagainya) dan ISA budaya (kesusasteraan. radio dan televisi. Institusi-institusi tersebut adalah: ISA Agama. dan mengapa cara itu yang yang kita gunakan. sehingga tak ada lagi pertanyaan-pertanyaan mendasar yang perlu diajukan. menerima saja. maka negarapun menformat metode penenaman ideologi bagi warganya dengan berbagai cara.137 Kepercayaan yang tertanam tanpa disadari itulah yang dinamakan ideologi. xvii.138 Menyadari begitu sentralnya peran ideologi. olahraga. . melengkapi pencapaian tujuan tertentu dengan mekanisme ajeg yang dibentuk struktur-struktur di dalam dan di luar sana. ISA Pendidikan. 20. ISA Politik (sistem politik. Kita tak ingat siapa yang menjelaskan cara berpikir yang kita pakai sekarang. Ibid. Kitapun percaya pada diri kita yang menjelma kenyataaan. ISA komunikasi (pers. pikiran ini. beginilah adanya. Lous Althusser memberikan informasi kepada kita tentang berbagai institusi yang berperan sebagai aparatus negara ideologis. Tubuh ini. xvii. ISA serikat buruh.pengelolaan tubuh terbentuk dalam benak kita.

140 Menurut Althusser. 140 . 2005). Sukses sebuah iklan sangat ditentukan dari kemampuannya menjadikan setiap orang menjadi subyek.Ideologi menurut John. jantan. Yasraf. Transpolitika. cara sebuah ideologi mencari pengikutnya adalah melalui mekanisme ajakan atau interpelasi. 28. Mekanisme mangajak secara persuasif ini sama dengan mekanisme iklan yang selalu memanggil setiap orang untuk menjadi subyek dari produk yang ditawarkannya. Negara dan Pendidikan Bebicara mengenai korelasi antara negara dan pendidikan memang selalu menarik untuk dibincangkan. dinamis. 141 Ibid. ide atau kepercayaan terhadap masyarakat secara vertikal dari atas. Dinamika Politik Di Dalam Era Virtualitas (Yogyakarta : Jalasutra. progresif dan sebagainya. A.141 3. seperti berjiwa muda. 276. yaitu orang yang merasa menjadi bagian dari ide-ide yang ditawarkan oleh sebuah produk. Untuk dapat memproduksi dirinya. P Thompson bukanlah sebuah sistem yang di dalamnya terjadi pemaksaan konsep. Hal ini dikarenakan sejak lahirnya konsep pendidikan tidak akan lepas dari dunia politik yang merupakan basic dari negara. bukan lewat kekuatan senjata. akan tetapi sebuah sistem yang mempunyai mekanisme yang jauh lebih kompleks. sebuah ideologi harus selalu memanggil subyeknya secara simpatik. Di dalamnya maknamakna dikerahkan di dalam praktik wacana komunikasi sosial sehari-hari dengan model discourse yang sangat kompleks. meskipun tujuan utamanya adalah pelanggengan relasi dominasi. Piliang.

Upaya untuk menutup peluang pengembangan institusi dan sistem pendidikan Islam nusantara. tetapi juga kurikulum dan jabatan “profesorship”. tampaknya terkait dengan kebijakan politik kolonial. 143 142 . Politik Pendidikan (Jakarta : RajaGrafindo Persada. seorang Perdana Menteri dari Alp Arselan dan Malik Syah pada tahun 457 H. Kita tentu masih ingat bagaimana sikap pemerintah Hindia Belanda memperlakukan pendidikan di nusantara. VI-VII.Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia juga disinggung mengenai permasalahan ini. pondok pesantren adalah sarang pemberontak. Bani Saljuk terkenal sangat fanatik terhadap madzhab Sunni. tujuan pendirian madrasah oleh Nizam Al Mulk adalah untuk mencetak birokrat-birokrat yang akan menduduki jabatan kenegaraan. dan dianggap legal. Atau paling tidak. Patronase Nizam Al Mulk tidak hanya menyangkut masalah keuangan dan pengadaan sarana. Madrasah Nizamiyah didirikan di setiap kota di Irak dan Khurasan. masing-masing tahun 1925 dan 1930. untuk mengikis paham Syi’ah Zaidiyah yang dikembangkan oleh dinasti Buwaih sebelumnya dan dalam rangka menghadang paham Ismailiyah yang dipropagandakan oleh Dinasti Fathimiyah di Mesir. Madrasah Nizhamiyah didirikan oleh penguasa Bani Saljuk. Selain itu. sekitar tahun 1926 pondok pesantren sudah tidak lagi termuat dalam statistik pemerintah Hindia Belanda.143 Mengenai hal ini Rasyid mengatakan : M. Nizam Al Mulk. Proses pendidikan yang berporos pada dunia pesantren menjadi ancaman yang dianggap cukup serius bagi penguasa kolonial. Hal ini terbukti dari dikeluarkannya undang-undang sekolah liar (Wilden Scholen Ordonantie).142 Dalam sejarah Islam. Harus dibubarkan. setengah abad setelah berdirinya universitas Al Azhar di Kairo. Madrasah Nizhamiyah merupakan instrumen kebajikan politik yang salah satu fungsi utamannya adalah untuk menanamkan doktrin kenegaraan yang memperkuat kerajaan. Atas penilaian ini pula maka. Institusi pendidikan yang memenuhi ketentuan undang-undang tersebut memperoleh subsidi dari pemerintah. Sirozi. Sedang yang tidak memenuhi ketentuang dimaksud dinilai sebagai sekolah liar. melalui lembaga tersebut akan lahir warga negara yang mengerti akan nilai-nilai yang dianut oleh pemerintah. 2-3. Ibid. Dalam pandangan kolonial Belanda. 2005). guru besar. kita tentunya tahu mengenai eksistensi dari madrasah Nizamiyah di Baghdad. Singkat kata.

dan mereka yang memasok kebutuhan ekonomi negara menempati status terendah diantara semuanya. Mencerdaskan kehidupan bangsa 4. pengetahuan tentang bentuk-bentuk masyarakat alternatif ditekan dengan hati-hati. kajian tentang hubungan antara pendidikan dan politik (negara) dimulai oleh Plato dalam bukunya Republik (berarti Negara). perdamaian abadi dan keadilan sosial Keempat poin di atas mensyaratkan adanya pendidikan yang bermutu.“Kedudukan politik dalam Islam sama pentingnya dengan pendidikan. kecuali dalam kalangan yang terbatas dari elit penguasa” (Kuper & Kuper. Umat tidak akan mengerti syariat tanpa pendidikan. Tanpa otoritas politik. 3. “Para filosof memiliki otoritas tertinggi. kelas yang lebih rendah dididik untuk patuh dan diyakinkan dengan mitos-mitos politik bahwa status mereka itu terbentuk oleh sebab-sebab alamiah. Pendidikan bergerak dalam usaha menyadarkan umat untuk menjalankan syariat.145Walaupun utamanya membahas berbagai persoalan kenegaraan. pendidikan merupakan salah satu pilar bangsa. Dalam undang-undang sistem pendidikan nasional 2003 dijelaskan pendidikan nasional Ibid. Bila politik (kekuasaan) berfungsi mengayomi dari atas. 145 144 . para pengawas pendidikan berpendidikan menengah bertindak sebagai kekuatan militer dan polisi. Memajukan kesejahteraan umum 3.”144 Di negara-negara barat. Beberapa tugas negara yang termaktub dalam pembukaan UUD ’45 adalah sebagai berikut: 1. para penyair seharusnya hanya menggambarkan tingkah laku terpuji. syariat Islam sulit nahkan mustahil untuk ditegakkan. maka pendidikan melakukan pembenahan lewat arus bawah.767). buku tersebut juga membahas hubungan antara ideologi dan institusi negara dengan tujuan dan metode pendidikan. 6. 2000. Menurut Plato. Pendidikan harus disesuaikan secara cermat dengan reproduksi sistem. Di negara kita. Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia 2. Kekuasaan adalah sarana untuk mempertahankan syiar Islam….

Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 9. cakap. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 10. Negara dan Ujian Nasional 2007 Negara (dalam hal ini Depdiknas) sebagai pelaksana ujian nasional 2007 memiliki kewenangan demi suksesnya agenda tahunan tersebut. mandiri. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.memiliki fungsi dan tujuan. sehat. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. 7. dalam Undang-undang Sisdiknas 2003 Pasal 50 ayat 2 disebutkan: Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional . tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2006/2007. berilmu. kreatif. berakhlak mulia. 4. Pelaksanaan ujian nasional berlandaskan pada: 6. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 8. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Secara lebih spesifik. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 45 Tahun 2006.

pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional” dan Pasal 57 ayat 1: ”Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan.” Sedangkan pada Pasal 59 ayat 1: Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola, satuan, jalur, jenjang dan jenis pendidikan.” Tujuan pelaksanaan ujian nasional 2007 adalah bagian ejawantah dari UU Sisdiknas di atas, secara khusus, ujian nasional bertujuan sebagai berikut: 3. Ujian Nasional bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran yang ditentukan dari kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. 4. Ujian Sekolah/Madrasah bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran pada semua kelompok mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. Hasil ujian nasional dan/atau ujian sekolah/madrasah digunakan sebagai salah satu pertimbangan (fungsi) untuk : f. Penentuan kelulusan peserta didik dari suatu satuan pendidikan;  Bukan satu-satunya penentu kelulusan g. Seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya; h. Pemetaan mutu satuan dan/atau program pendidikan; i. Akreditasi satuan pendidikan;

Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Ujian nasional 2007 telah berlalu, berbagai berita kecurangan menyeruak diantara berita reshuffle jilid II Kabinet Indonesia Bersatu. Di Medan, forum guru yang tergabung dalam Komunitas Air Mata Guru menemukan berbagai kecurangan dalam pelaksanaaan UN. Ada beberapa sekolah yang memberikan jawaban dari pertanyan UN kepada para siswanya. Caranya beragam, ada yang membacakan langsung jawaban dan ada yang dengan menulis jawaban di kertas lalu diperlihatkan kepada para siswa.146 Di Jawa Timur, praktek kecurangan juga merebak, misalnya di Banyuwangi kecurangan berbentuk guru memberi jawaban kepada siswa, di Jombang kecurangan berupa penyebaran jawaban via sms, di Pasuruan berupa pengawas yang menjadi joki, dan di Tuban berupa penempelan jawaban di kamar mandi.147 Menurut pandangan DR. Warsono148 pelaksanaan UN 2007 ini mengindikasikan hal-hal sebagai berikut, pertama.Politik sekolah, bahwa pelaksanaan Ujian Nasional digunakan sekolah untuk mendongkrak popularitas sekolah. Sehingga, berbagai carapun digunakan untuk mencapai target lulus. Dengan keberhasilan kelulusan yang mencapai 100%, secara otomatis prestise sekolah tersebut akan melejit dan akan sangat berpengaruh terhadap penerimaan siswa baru di tahun ajaran berikutnya.
146

Pengakuan Komunitas Air Mata Guru dalam acara Republik Mimpi di Metro TV, Minggu 6 Mei

2007. Siswa Dapat Bocoran, Jawa Pos (Banyuwangi, Tuban, Jombang), 27 April 2007, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya pada acara seminar “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya, 5 Mei 2007.
148 147

Kedua, adanya ujian nasional dengan standar kelulusan yang telah ditetapkan pemerintah, mengisyaratkan ketidakpercayaan pemerintah terhadap para guru dalam melaksanakan pembelajaran, baik saat perencanaan, pemberian materi dan evaluasi yang dilakukan oleh guru. Ironis memang jika pemerintah sudah tidak percaya lagi dengan para guru. Guru sebagai profesi akal budi dan nurani dan lembaga pendidikan adalah tempat untuk melatih peserta didik berpikir, mendengar, dan mengasah nurani149sudah kehilangan kepercayaan dari pemerintah.

B. PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN 1. Tentang Mutu Pendidikan Secara etimologis, Mutu, memiliki arti sebagai berikut: Karat, baik buruk sesuatu, kwalitas, taraf atau derajat.150Menurut Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barry, mutu berarti: Kualitas; derajat; tingkat; manikam; mutiara; emas kertas; manik; karat; (nilai logam mulia); kadar emas; membungkam/diam (karena sedih).151 Sedangkan menurut pengertian konsepsional, mutu pendidikan dapat diartikan sebagai ”kemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan

149

Baskoro Poedjinoegroho E , “Sekolah Mencabik-Cabik Nurani”, Kompas, (Jakarta) 2 Mei 2007, WJS. Poerwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka 1982), 665-666. Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barry, Kamus Ilmiah Populer (Surabaya : Arkola, 1994), 505.

6.
150 151

153 Mutu adalah sebuah proses terstruktur untuk memperbaiki keluaran yang dihasilkan. Spektrum Problematika Pendidikan Di Indonesia (Jogjakarta : PT.R. Berbagai cara berpikir telah dikembangkan untuk mencoba memberikan suatu pengertian mutu pendidikan.A. 2005). 2003). Tilaar. 159. Terj. bergantung pada pihak dan sudut pandang mana konsep terebut dipersepsikan. Tiara Wacana. 40. tetapi dalam kenyataannya konsepsi tentang mutu ini masih tetap bergerak dalam bentuknya yang masih bersifat rethorical. 75.seumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seoptimal mungkin”152 Mutu pendidikan adalah suatu kualitas dalam sistem pengelolaan serta fungsi pendidikan yang mana akan menghasilkan mutu atau kualitas kelulusan siswa/mahasiswa dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan pengalaman guna masa depan. mutu seringkali ditafsirkan dengan beragam definisi. Analisa Kebijakan Pendidikan (Bandung : Remaja Rosdakarya 1994).154 Sebagai suatu konsep. 155 Moch. 154 Jerome S. Pengertian tersebut merujuk kepada nilai tambah yang diberikan oleh pendidikan dan pihak-pihak yang memproses serta menikmati hasil-hasil pendidikan. Administrasi Pendidikan Dan Manajemen Biaya Pendidikan (Bandung: CV. arti mutu pendidikan ini berkenaan dengan apa yang dihasilkan dan siapa pemakai pendidikan. 89 – 90. 1994). Arcaro. artinya bahwa mutu pendidikan masih bergerak dari gagasan Ace Suryadi dan H. 152 . Mutu bukanlah benda magis atau sesuatu yang rumit. Dengan demikian. mutu pendidikan cenderung masih merupakan suatu konsep yang abstrak. Idochi Anwar. Alvabeta.155 Sampai saat ini. Pendidikan Berbasis Mutu : Prinsip-Prinsip Perumusan Dan Tata Laksana Penerapan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 153 Muchtar Buchory.

Sebaliknya. Dengan demikian. 157 Ibid.156 Para pemikir neo klasik seperti Douglas Windham (1986) dan Johnson (1975) menempatkan konsep mutu pendidikan secara lebih operasional dengan menggunakan model efisiensi. Menurut pengertian tersebut. belum kita terjemahkan secara tepat ke dalam ukuran dan tindakan yang lebih nyata. efisiensi selalu dikaitkan dengan efektifitas optimal yang diperoleh dengan harga masukan yang paling seminimal mungkin. Efisiensi itu sendiri merupakan suatu model yang dipinjam dari teknologi dan ekonomi. keluaran dan atau masukan sudah diterapkan ukuran nilai kepuasan (utility) atau harga (price). jika pendidikan dianggap sebagai Ace Suryadi dan H. konsep efektifitas merupakan bagian dari konsep efisiensi karena tingkat efektifitas berkaitan erat dengan pencapaian tujuan relatif terhadap harganya. Jika pendidikan kita anggap sebagai suatu komoditi pada suatu sistem ekonomi pasar yang kompetitif.satu ke gagasan yang lain.R. Tilaar. maka konsep efisiensi ekonomi lebih sesuai untuk dijadikan rujukan. Remaja Rosdakarya. 161. itu semua tergantung pada anggapan kita tentang hakikat dari suatu program pendidikan.A. efisiensi akan tercipta jika keluaran yang diinginkan dapat dihasilkan secara optimal dengan harga masukan yang relatif tetap. 156 . efisiensi akan tercipta jika. atau jika masukan yang sekecil mungkin agar dapat menghasilkan keluaran yang sudah ditetapkan. cet. Secara teknis.157 Secara ekonomis. efisiensi bukan merupakan konsep yang berdiri sendiri dan akan menjadi kurang memiliki arti jika tidak mengacu pada efektifitas. Analisis Kebijakan Pendidikan. Mengenai konsep efisiensi mana yang lebih sesuai dipakai dalam pendidikan.1994).II. Suatu Pengantar (Bandung : PT. 161. Dengan kata lain.

public goods. program pendidikan yang efisien adalah yang mampu menciptakan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan akan sumber-sumber pendidikan sehingga upaya pencapaian tujuan tidak mengalami hambatan. keadilan dan pemerataan. keadilan dan efisiensi teknologis lebih dianggap relevan untuk menilai suatu program pendidikan bermutu. yang diekspresikan dalam ukuran- 158 159 Ibid. 162-163. 162. sedangkan taraf menunjukkan kedudukan dalam skala. sistem atau program pendidikan yang efisien ialah yang mampu mendistribusikan sumber-sumber pendidikan secara adil dan merata agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mendayagunakan sumber-sumber pendidikan tersebut dan mencapai hasil yang maksimal. Ibid. pendekatan ini disebut dengan pendekatan ekonomi. mutu mengandung sifat dan taraf.159 Secara substantive. Dalam pengertian ini. Keragaman cara pandang mengenai sifat dan taraf itu memungkinkan perbedaan pendekatan terhadap mutu pendidikan. Pendekatan pertama. Suatu program pendidikan yang efisien. maka asumsi pemerataan.158 Efisiensi pendidikan memiliki kaitan langsung dengan pendayagunaan sumber-sumber pendidikan yang terbatas secara optimal sehingga memberikan dampak yang optimal juga. Dengan demikian. disebut pendekatan nilai instrinsik pendidikan. Pendekatan kedua. Sifat adalah sesuatu yang menerangkan keadaan. cenderung ditandai dengan pola penyebaran dan pendayagunaan sumber-sumber pendidikan yang sudah ditata secara efisien. . mendasarkan diri pada deskripsi mengenai relevansi pendidikan dengan dunia kerja. mutu pendidikan tidak dapat dipisahkan dari konsep efektifitas.

Konsep proses menurut Sudjana dan Susanta (1989) merujuk kepada kegiatan penanganan transformasi masukan-masukan melalui subsistem pemrosesan menjadi keluaran-serta hasil-hasil yang berasal dari masukan dan tindakan berikutnya-melalui umpan balik dan evaluasi keluaran. .162 Subsistem tindakan kerja adalah komponen organisasi yang menentukan ukuran kemampuan sistem dalam melaksanakan apa yang seharusnya dikerjakan. 40-41. 163 Ibid. Idochi Anwar. Ibid. 41. mutu proses pendidikan dapat diukur dengan indikator-indikator sebagaimana dirinci oleh Makmun (1997) 160 161 Moch. dan kemampuan intelektual yang sesuai dengan harapan dan tujuan pendidikan nasional. 41. Subsistem komunikasi berfungsi memproses dan memberikan informasi yang memadai mengenai seluruh tahapan tindakan sistem dan subsistem. 162 Ibid. 41. Berdasarkan pemahaman demikian maka mutu proses menunjukkan kebermutuan subsistem dalam proses. Sedangkan fungsi subsistem monitoring adalah kontrol sistem terhadap kegiatan dan akuntabilitas subsistem dalam hubungan sinergiknya di seluruh sistem.161 Konsep tersebut didasarkan atas asumsi bahwa pendidikan sebagai sistem terbuka mengandung subsistem masukan dan umpan balik secara internal serta eksternal. Administrasi Pendidikan Dan Manajemen Biaya Pendidikan.163 Ditelaah dari sudut kinerja sistemnya. komunikasi dan monitoring. yang meliputi tindakan kerja.ukuran sikap. kepribadian.160 Pemahaman atas mutu proses pendidikan perlu dibenahi oleh pengertian proses.

pelaksana. pelaku. komponen. 41. komponen. Efektifitas. dan kegiatan pendidikan atau disebut sebagai mutu total atau “Total Quality”. Produktifitas. waktu. baik mutu maupun jumlahnya dan biaya yang mencukupi. manajemen yang tepat. Prinsip. et.yaitu: Efisiensi. 6-7 166 Ibid. jika tidak melalui proses pendidikan yang bermutu pula.al. media. pendidikan atau sekolah menghasilkan lulusan yang bermutu. menyangkut semua komponen. terkait dan membutuhkan dukungan dari kegiatan. Relevansi. 165 164 . guru. serta waktu lainnya. Proses pendidikan yang bermutu harus didukung oleh personalia. Merupakan sesuatu yang mustahil pula. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah (Konsep. hasil pendidikan yang bermutu dapat dicapai hanya dengan satu komponen atau kegiatan yang bermutu. diarahkan Ibid. 7. Nana Syaodih Sukmadinata. Refika Aditama. satu kegiatan. Akuntabilitas. serta sumber belajar yang memadai. seperti administrator.164 Mutu pendidikan atau mutu sekolah (yang) tertuju pada mutu lulusan merupakan sesuatu yang mustahil. Dan Instrumen). Hal tersebut juga didukung oleh sarana dan prasarana pendidikan. konselor dan yang bermutu dan profesional. serta lingkungan yang mendukung. fasilitas. terjadi proses pendidikan yang bermutu jika tidak didukung oleh faktor-faktor penunjang proses pendidikan yang bermutu pula. Kegiatan pendidikan cukup kompleks. 2003). Kesehatan organisasi dan Semangat berinovasi. pelaku.166 Pendapat lain menyatakan bahwa Mutu Pendidikan dalam tingkat dasar sampai atas adalah kemampuan sistem pendidikan dasar sampai tingkat atas baik dari segi pengelolaan maupun dari segi proses pendidikan itu sendiri.165 Mutu pendidikan bersifat menyeluruh. Adalah sesuatu yang tidak mungkin. (Bandung : PT.

169 Ibid. kemandirian. Analisis Kebijakan Pendidikan. et.167 Peningkatan mutu pendidikan yang telah kita laksanakan baru menyentuh sisi teknis dari pendidikan.168 Dalam melaksanakan program peningkatan mutu pendidikan. antara lain:169 1.Tilaar.R. Nana Syaodih Sukmadinata. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah. Beberapa bukti empiris yang pada dasarnya mengarah pada suatu kesimpulan bahwa hanya melalui upaya pengerahan kekuatan daerah (desentralisasi) yang dapat menolong kita untuk secara sustainable meningkatkan mutu pendidikan. maka ada beberapa prinsip yang perlu dipegang sebagai acuannya. pengembangan sumber daya manusia menuju aktualisasi diri.secara efektif untuk meningkatkan nilai tambah dari faktor – faktor input agar menghasilkan output setinggi – tingginya. dan aspek-aspek lain yang menyangkut otonomi dan profesionalisasi. Kesulitan yang dihadapi para profesional pendidikan adalah ketidakmampuan mereka dalam menghadapi “kegagalan sistem” yang mencegah mereka dari pengembangan atau penerapan cara atau proses baru unuk memperbaiki mutu pendidikan yang ada. . 2. tetapi belum kita sentuh. 108. 9-11. Seperti: mobilisasi kekuatan daerah. Peningkatan mutu pendidikan menuntut kepemimpinan profesional dalam bidang pendidikan. Managemen mutu pendidikan merupakan alat yang dapat digunakan oleh para profesional pendidikan dalam memperbaiki sistem pendidikan bangsa kita. 167 168 Ace Suryadi –H. all. 159. akuntabilitas.A. Banyak sisi lainnya yang memiliki dampak penting dalam peningkatan mutu pendidikan.

Jika semua guru dan staf sekolah memiliki komitmen pada perubahan. Para profesional pendidikan harus membantu para siswa dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan guna bersaing didunia global. dan kualitas layanan pendidikan. Mutu pendidikan dapat diperbaiki jika administrator. 4. 5. membimbing. Ketakutan pada perubahan atau takut melakukan . 6. dan rekognisi. Guru akan menggunakan pendekatan yang baru atau modelmodel mengajar. pimpinan dapat dengan mudah mendorong mereka menemukan cara baru untuk memperbaiki efisiensi. guru. staf. Demikian juga dengan staf administrasi. kerja sama. pengawas dan pimpinan kantor diknas mengembangkan sikap yang terpusat pada kepemimpinan.3. Kunci utama peningkatan mutu pendidikan adalah komitmen pada perubahan. Peningkatan mutu pendidikan harus melakukan loncatan-loncatan. team work. Banyak profesional dibidang pendidikan yang kurang memiliki pengetahuan dan keahlian dalam menyiapkan para siswa memasuki pasar kerja yang bersifat global. produktifitas. menyelesaikan masalah dan mengembangkan program baru. akuntabilitas. ia akan menggunakan proses baru dalam menyusun biaya. Uang bukan kunci utama dalam usaha peningkatanmutu. Norma dan kepercayaan lama harus diubah. Sekolah harus belajar bekerjasama dengan sumber-sumber yang terbatas. Uang tidak menjadi penent dalam peningkatan mutu. dan melatih dalam membantu perkembangan siswa.

apakah ujian nasional dapat meningkatkan mutu pendidikan? menurut Kunandar170. orang tua maupun masyarakat. 170 . 7. 8. lingkungan dan proses kerja tiap organisasi berbeda. baik yang pro maupun yang kontra. baik terhadap siswa. tetapi membutuhkan penyesuaianpenyesuaian dan penyempurnaan. Adu argumen telah dikemukakan oleh masing-masing pihak. Para profesional pendidikan harus dibekali oleh program yang khusus dirancang untuk menunjang pendidikan. memungkinkan para profesional pendidikan dapt memperlihatkan dan mendokumentasikan nilai tambah dari pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan. peningkatan mutu dapat dicapai melalui perubahan yang berkelanjutantidak dengan program-program singkat. Budaya. 2. Salah satu komponen kunci dalam program mutu adalah sistem pengukuran. Kunandar adalah widyaiswara di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) DKI Jakarta. 14. Ditjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. UN yang hanya menguji tiga Kunandar. Depdiknas. Pertanyaannya kemudian.perubahan akan mengakibatkan ketidaktahuan bagaimana mengatasi tuntutantuntutan baru. Masyarakat dan manajemen pendidikan harus menjauhkan diri dari kebiasaan menggunakna “program singkat”. Program peningkatan mutu dalam bidang komersial tidak dapat dipakai secara langsung dalam pendidikan. untuk mengukur peningkatan mutu pendidikan berlandaskan ujian nasional sangatlah tidak tepat. Dengan menggunakan sistem pengukuran. Ujian Nasional 2007 dan Peningkatan Mutu Pendidikan Ujian nasional 2007 telah berlalu. “UN dan Peningkatan Mutu Pendidikan” Kompas (Jakarta) 14 Mei 2007. karena: Pertama.

termasuk non akademis. Menjustifikasi mutu pendidikan hanya dari tiga mata pelajaran tersebut merupakan sikap yang kurang bijaksana dan terlalu menyederhanakan persoalan.mata pelajaran tidak serta merta dapat dijadikan indikator tentang mutu pendidikan. Robert Bala dalam artikelnya menawarkan konsep “Reengineering Proses Pembelajaran”. 171 Robert Bala. Untuk mengukur standar mutu pendidikan harus dilihat struktur pendidikan secara menyeluruh. . Bagaimana bias mutu pendidikan dikatakan meningkat dengan standar kelulusan yang rendah.00 untuk tiga mata pelajaran yang di-UN-kan sulit dijadikan parameter peningkatan mutu pendidikan. proses dan out put bahkan outcame pendidikan. Maka dibentuklah “tim sukses” dengan tugas agar siswanya dapat lulus 100 persen. terutama guru. 7. Re-Engineering Proses Pembelajaran. input. Sudah saatnya pemerintah menempatkan semua mata pelajaran secara sama (tidak menganakemaskan mata pelajaran tertentu dan memarjinalkan mata pelajaran yang lainnya). Ujian nasional sebagai alat pengukuran hasil proses pembelajaran selama ini memang harus mendapatkan evaluasi bersama. dan dinas pendidikan agar siswanya dapat lulus 100 persen. Ketiga. Kedua. kepala sekolah. Kompas (Jakarta). dalam penyelenggaraan UN ada indikasi terjadi rekayasa hasil UN di lapangan.171Menurutnya. dengan standar kelulusan nilai rata-rata 5. Tradisi kelulusan 100 persen seolah “menghipnotis” para pelaku pendidikan di lapangan. 17 April 2007. Kesan adanya “Mark Up” nilai dalam UN sulit dihindari. Meningkatkan mutu pendidikan tentu saja tidak sesederhana hanya dengan menguji tiga amta pelajaran lalu dijadikan generalisasi dan justifikasi tentang mutu pendidika.

Dokumen fakta (Infoware) 4. Fasilitas fisik (Technoware) 2. 2) Kemampuan kreatif dan inovatif bisa dicapai jika cakupan wilayahnya kecil. Guru diberi kewenangan untuk mengembangkan silabus pendidikan berbasis pada lokalitas tanpa melupakan realitas global. bahkan kreatifitas manusia (Humanware) 3. Siswa diberi kebebasan dan kepercayan untuk memiliki kemampuan suportif dan inovatif serta kreatif dengan pemahaman akan “Pengetahuan Bagaimana (Know How)” dan berujung pada lahirnya “Pengetahuan Mengapa (Know Why)” yang kreasi berdaya saing internasional. Institusi ynag mengoordinasi proses produksi (Orgaware) Keempat komponen tersebut harus saling melengkapi satu dengan yang lain. Berhubungan dengan Ujian Nasional 2007. artinya: a. b. Komponen rekayasa ini meliputi: 1. atau .komponen perekayasaan ulang perlu dilakukan sebagai cara untuk melihat dan meningkatkan mutu pendidikan. ia berpendapat bahwa pendidikan kita saat ini masih terseok-seok di ranah Technoware an sich. Pemerintah daerahlah yang yang lebih mengenal konteksnya merancang ujian yang lebih sesuai. Sebagi solusinya ia menawarkan: 1) Pendidikan adalah medium atau ruang kreatif. Keterampilan. sehingga: a. keahlian.

. Sekolahlah yang berhak atau bertanggungjawab meluluskan seseorang.b.

Mencerdaskan kehidupan bangsa 8. perdamaian abadi dan keadilan sosial Sedangkan pasal-pasal yang bertalian erat dengan pendidikan terdapat pada Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 yang berbunyi: 1) Ayat (1) : setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 disebutkan beberapa tugas negara yaitu: 5. Dalam konteks lokalitas. kita tentu sudah paham bahwa pelaksanaan ujian nasional 2007 merupakan bagian dari usaha pemerintah untuk melaksanakan amanat UndangUndang Dasar 1945 baik yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 maupun yang terdapat pada batang tubuhnya. Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.BAB IV ANALISA DATA A. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia 6. Selanjutnya dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) tahun 2003 disebutkan: . 2) Ayat (2) : setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Pelaksanaaan ujian nasional 2007 tidak terlepas dari kondisi lokalitas (dalam negeri) tetapi juga bertalian erat dengan kondisi global (internasional). Memajukan kesejahteraan umum 7. berbagai pro dan kontra telah mewarnai perjalanannya. REFLEKSI UJIAN NASIONAL 2007 Ujian nasional 2007 telah usai.

b) Pelaksanaan UN untuk mengukur pencapaian standar kompetensi c) Akreditasi program dan satuan pendidikan Presentasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur disampaikan pada diskusi publik “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara Dalam Belitan Neoliberalisme ” Kampus Sastra Unair Surabaya. ada berbagai kebijakan pemerintah dalam hal pendidikan yang berdampak massal. 5 Mei 2007 172 . yaitu standar isi. c) Pasal 11 ayat 2 : pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun. b) Pasal 6 ayat 1 : setiap warga negara yang berusia tujuh samapai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Reformasi Pendidikan. Standarisasi Pendidikan. pengelolaan. Program-program tersebut meliputi:172 1. penilaian. biaya serta sarana dan prasarana. pendidik dan tenaga pendidikan. hal-hal yang terkait dengan reformasi pendidikan adalah: a) Presiden mendeklarasikan guru sebagai profesi pada desember 2004 b) Pembentukan direktorat jenderal peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan (ditjen PMPTK) c) Disahkannya uu guru dan dosen pada tahun 2005 2. proses. kompetensi. hal-hal yang terkait dengan hal ini adalah: a) PP 19 tahun 2005 telah dikeluarkan standar nasional pendidikan. Pada kurun waktu 2004-2009.a) Pasal 5 ayat 1 : setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.

3. Pendanaan biaya operasional sekolah, meliputi: a) Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan BOS buku b) Program bantuan operasional manajemen mutu (BOMM) SMK dan SMA 4. Subsidi kepada peserta didik, meliputi: a) Bantuan khusus murid (BKM) untuk siswa miskin tingkat SMA dan SMK b) Beasiswa untuk mahasiswa yang berprestasi dan mahasiswa miskin c) Subsidi keaksaraan untuk daerah buta aksara 5. Penyediaan dan rehabilitasi prasarana dan sarana pendidikan, meliputi: a) Rehabilitasi gedung SD/MI/SDLB, SMP/MTS/SMPLB, dan

SMA/MA/SMK/SMALB b) Unit Sekolah Baru (USB) TK, SMP/MTS/SMPLB, dan

SMA/MA/SMK/SMALB c) Ruang Kelas Baru (RKB) TK, SMP/MTS/SMPLB dan

SMA/MA/SMK/SMALB d) Pengadaan buku teks untuk SD/MI/SDLB DAN SMP/MTS/SMPLB e) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yaitu: Jardiknas dan Inherent f) Fasilitas taman bacaan masyarakat (TBM) di kab./kota dan kecamatan 6. Peningkatan mutu proses pembelajaran, meliputi: a) Desentralisasi Kurikulum

b) Penerapan kurikulum berbasis kompetensi melalui KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) c) Pembelajaran berbasis TV pada SMP bekerjasama dengan TVRI d) Pembelajaran berbasis TIK pada SMA, SMK dan Perguruan Tinggi (PT) 7. Penguatan tata kelola, meliputi: a) Penerapan manajemen berbasis kinerja b) E-Procurement c) Peningkatan kompetensi aparat dibidang akuntansi dan keuangan d) Aplikasi sistem dan proseduri akuntansi/keuangan sesuai standar akuntansi instansi e) Inventarisasi barang negara f) Penerapan SIM berbasis TIK (e-government) Mengenai konteks global yang dimaksudkan adalah adanya program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan PBB sejak tahun 2000 dengan deadline waktu tahun 2015. Program ini meliputi 8 titik fokus utama, yaitu: 1. Bidang kemiskinan, dengan target menghapuskan

kemiskinan dan kelaparan sampai separuh. 2. Bidang pendidikan, dengan target pendidikan dasar utuk

semua (Education For All) 3. Bidang kesetaraan gender, dengan target menghapuskan

diskriminasi gender dan pemberdayaan perempuan

4.

Bidang kematian anak, dengan target mengurangi tingkat

kematian bayi dan anak di bawah usia lima tahun 5. Bidang kesehatan ibu, dengan target memeprbaiki

kesehatan ibu dan mengurangi angka kematian ibu sampai tiga perempatnya 6. Bidang penyakit, dengan target mencegah penyebaran

HIV/AIDS, malaria dan penyakit infeksi lainnya 7. Bidang lingkungan, dengan target mengintegrasikan

prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam program nasional dan merehabilitasi sumber daya alam yang rusak 8. Bidang kerjasama, dengan target membangun tatanan

perdagangan dan keuangan yang terbuka dan akuntabel, mengupayakan jalan keluar menyeluruh atas utang negara berkembang dan miskin, akses obat-obatan yang penting di negara berkembang, alih teknologi dan penciptaan lapangan kerja Dalam laporan A Failure Within Reach (2006) yang didasarkan pada capaian program MDGs di atas, Indonesia menempati kelompok terbawah bersama Banglades, Laos, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Papua Nugini dan Filipina.173 Hal lain yang juga dapat dijadikan landasan peningkatan mutu pendidikan adalah adanya Human Development Index/HDI (Indek peningkatan kualitas sumber daya manusia) yang meliputi: perekonomian, kesehatan dan pendidikan. Bila diukur dengan landasan ini posisi Indonesia masih jauh tertinggal.

173

Razali Ritonga, “MDGs dan Komitmen Pemerintah”, Kompas (Jakarta), 27 Maret 2007, 6.

Dengan niatan awal untuk mengejar ketertinggalan standar kelulusan dengan negara tetangga (Singapura. Kompas (Surabaya). olahraga. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Thailand) maka pada tahun 2003 mulailah dilaksanakannya ujian nasional. 27 April 2007. dengan bergulirnya waktu niatan baik diawal program ini mengalami degradasi dari waktu ke waktu.175 ternyata dianggap sebagai faktor kunci kelulusan. Rasiyo bahwa selain melaksanakan UN. Hal. Banyak sekolah (jika kita enggan menggunakan kata seluruhnya) telah menyediakan waktu khusus untuk menghadapi kedatangan Ujian nasional 2007. Syarat lainnya adalah: (a) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Pada pelaksanaannya yang ke 4 yakni tahun 2007. dan kesehatan. ini berakibat pada terjadinya perlakuan yang berbeda dalam menghadapi ujian nasional. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. UN tidak pernah terlaksana. (b) Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan ahlak mulia. secara perlahan sarana. Jika menunggu semua standar. masih terdapat berbagai kekurangan-kekurangan yang terjadi. Ujian nasional 2007 yang digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan kelulusan siswa. kelompok mata pelajaran estetika.(d)Lulus Ujian Nasional. Malaysia. Harus diakui pendidikan merupakan tulang punggung negara dalam mencetak generasi penerus bangsa. Ada yang berupa penyediaan hari sabtu untuk membahas mengenai soalUjian Nasional Harus Diperbaiki. antara lain: 11.174 Namun. dan pembiayaan juga distandarkan. A. 175 174 . Kondisi pendidikan kita yang masih terpuruk jugalah yang merupakan latar historis dilaksanakannya ujian nasional 2007. (c) Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.Melihat kondisi negara yang terpuruk inilah maka eksistensi pendidikan perlu mendapat perhatian yang lebih. Hal ini juga sesuai dengan apa yang dikatakan oleh kepala pdinas pendidikan dan kebudayaan Jawa Timur DR. tenaga pendidikan.

Fakta di lapangan ternyata berbicara lain. pendidikan adalah: Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. artinya bersifat mendidik. Pendidikan diselenggarakan suatu proses pembudayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.177Sedangkan pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. 177 (UU Sisdiknas. masyarakat. (f). pengendalian diri. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. kecerdasan. menulis. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar agar menjadi manusia yang beriman dan bertawwa Dalam UU Sisdiknas disebutkan. antara lain: Pedagogis. maka ujian nasional 2007 juga terasa kurang dapat di terima. 12. akhlak mulia. Terkuaknya berbagai kecurangan yang terjadi menandakan bahwa ujian nasional 2007 jauh dari prinsip pedagogis (hal ini pula bertentangan dengan prinsip penyelenggara pendidikan176). serta keterampilan yang diperlukan dirinya. membangun kemauan. dan kemajemukan bangsa. Guru dan Dosen (Pasal 1)) 176 . Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. (b). Dilihat dari sisi evaluasi. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. (c). Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. kepribadian. Prinsip Penyelenggara Pendidikan meliputi: (a). nilai kultural. (e). nilai keagamaan. Ada berbagai kejadian yang itu jauh dari sisi pendidikan. (d). dan berhitung bagi segenap warga masyarakat.soal ujian nasional tahun sebelumnya atau dengan cara menghadirkan lembaga bimbingan belajar ke sekolah. Dalam UU Sisdiknas disebutkan. mengingat ada beberapa prinsip evaluasi yang tidak tercakup. bangsa dan Negara. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. Hal ini juga terasa sangat jauh dari arti pendidikan dan tujuan pendidikan nasional itu sendiri. dan mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam proses pembelajaran.

Fungsi dan Tujuan Kunandar. maka terjadi pengabaian terhadap bidang-bidang studi lain yang penting dalam nation and character building. menghafal soal.178 Hal ini juga akan sangat berbenturan jika dihadapkan pada prinsip trianggulasinya Suharsimi Arikunto. 14. sehat. kegiatan pembelajaran (yang tereduksi dengan latihan soal-soal.kepada Tuhan Yang Maha Esa. berilmu. 12 Mei 2007. akan tetapi sekaligus menambah ukuran tebalnya. Kompas. berarti ujian nasional 2007 telah mengebiri hakikat pendidikan179 dan pendangkalan tradisi intelektual180karena dengan mengedepankan tiga mata pelajaran yang diujikan. 179 178 . 2004). maka terjadi ketidaksesuaian baik antara tujuan pembelajaran. Kompas. 180 Yonky Karman. Kegiatan pembelajaran dan Evaluasi. dianggap mereduksi makna belajar. berarti merubah ukuran luas kertas sehingga menjadi lebih kecil. Membuat siswa hanya berkonsentrasi pada tiga mata pelajaran yang diujikan. Ujian nasional 2007 yang mengujikan tiga mata pelajaran. Bab II Dasar. 181 Yasraf Amir Piliang. 13. melipat bahasa artinya mengurangi jumlah kata. Dilihat dari sisi ini. cakap. ”Pendidikan dan Regenerasi Bangsa”. dan evaluasi. Jalasutra. dll). Kalau hal ini terjadi. yaitu: Tujuan pembelajaran. “Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan” (Yogyakarta & Bandung. 6. Kondisi ini bisa menyebabkan sekolah beralih fungsi dari wahana internalisasi nilai-nilai positif menjadi hanya sebagai bimbingan belajar untuk tiga mata pelajaran yang di ujikan. berakhlak mulia. sehingga Ibid. Dalam teori trianggulasi dikenal tiga keterpaduan yang harus ada dalam pelaksanaan evaluasi. 48. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. 14 Mei 2007. kreatif. “UN dan Peningkatan Mutu Pendidikan”.181 Semisal Melipat kertas. Hal ini juga berkesesuaian dengan apa yang dikatakan oleh Yasraf Amir Piliang dengan dunia yang dilipat.

vhrmedia. akan tetapi sekaligus mempersempit waktu refleksi dan perenungan didalamnya. Maka jika dihubungkan dengan permasalahan di atas. melipat waktu artinya memampatkan waktu dalam pengertian memperkecil waktu yang diperlukan untuk satu pergerakan atau perpindahan (movement). ahli psikologi pendidikan dari Amerika Serikat. Dengan demikian. melipat ruang artinya memperpendek waktu yang digunakan untuk menempuh jarak ruang. pasti ada hal-hal yang di persingkat/dikurangi dan disisi lain akan ada hal-hal yang ditambahi. Jenis-jenis kecerdasan yang dimaksud Gardner di antaranya logic-mathematic. linguistic. spatial. kinesthetic.menjadi lebih padat dan ringkas.net diakses tanggal 20 April 2007. akan tetapi melenyapkan dimensi-dimensi kedalaman dan transendentalnya. “Carut-marut Ujian Nasional” www. melipat spiritual artinya meredusir dimensi-dimensi spiritual yang komplek menjadi dimensi tanda dan gaya (gaya hidup). akan tetapi sekaligus membunuh relasi sosial yang nyata. . menjelaskan dalam teori multiple intelligence bahwa kecerdasan anak didik majemuk. Ujian Nasional sebagai satu-satunya penentu kelulusan anak didik adalah sebuah pengingkaran terhadap kodrat manusia yang berbeda-beda dalam bentuk dan kemampuannya. tetapi mungkin lemah dalam kecerdasan yang lain. dan relasi sosial yang komplek menjadi dimensi yang lebih ringkas. dan interpersonal. tetapi sekaligus mempersempit ruang relasi fisik dan sosial di dalamnya. melipat sosial artinya meredusir sistem. tetapi sekaligus meningkatkan entropi (entropy) atau ketidakpastian maknanya. Howard Gardner. Setiap anak memiliki salah satu atau beberapa kecerdasan yang menonjol. Taufik.182 182 M. personal. setiap ada pelipatan. dimensi. misalnya dimensi citra (image).

Persentase kelulusan ini akan mengubah citra sekolah. 16 Maret 2007. artinya para pengelola sekolah berjuang sekuat tenaga untuk membuat formulasi yang ampuh bagaimana siswanya dapat lulus 100 persen. sebab hal ini berarti pihak sekolah dan orang tua murid tidak percaya (distrust) dengan kemampuan para guru. Sekolah Andalkan Bimbingan Belajar. Kelanjutan dari fenomena ini adalah kita melupakan arti proses dalam pembelajaran dan membuat para siswa menjadi orang-orang yang lebih mementingkan hasil dari pada proses. formulasi yang banyak dilakukan di sekolah-sekolah adalah dengan menggandeng lembaga bimbingan belajar atau bimbingan tes. Ini dampak dari sistem.14. Posisi guru digantikan oleh Trainer dari bimbingan belajar. 16.183 15. Dengan dilaksanakannya ujian nasional 2007. 183 . dan Unas Jadi Lahan Bisnis menggiurkan. Kompas (Jakarta). Jawa Pos (Jakarta). Fenomena bimbingan tes ini cukup merisaukan. Menurut Lodi Paat (pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta)184 bahwa Belajar menjadi sebatas bagaimana menyelesaikan soal-soal ujian nasional dan trik-trik untuk menjawabnya. membuat sekolah “Kebakaran Jenggot”. 7 Maret 2007. Padahal seharusnya belajar itu ialah suatu yang mempunyai makna bagi siswa. Orang akan menganggap sekolah yang tingkat kelulusannya tinggi sebagai sekolah yang lebih baik atau bermutu tinggi dibandingkan dengan sekolah yang persentase kelulusannya rendah. 11 April 2007. Kompas (Surabaya). 184 Bimbingan Tes Masuk Lewat “Tender”. sehingga perhatian guru. Makna itu kini sudah terkalahkan karena semua sibuk dengan ujian nasional dan prediksi soal-soalnya. Penentuan kelulusan yang menjadi kewenangan pemerintah dapat dimaknai dengan pengambilalihan wewenang guru sebagai orang yang paling paham mengenai proses pembelajaran dan mengetahui bagaimana kompetensi kognitif. Dan. 12. dan murid terarah pada ujian nasional.

politis. or a nostalgia. warga negara yang sudah tertanam pada otaknya bahwa dengan ujian nasional mereka akan dapat melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan ini berbanding lurus dengan akan adanya masa depan yang lebih baik (A Will And A Hope). Sejalan dengan kategori itu. Dengan demikian. Dalam konsep hegemoni Gramsci. sosial. dan intelektual yang berlangsung bersamaan dengan keengganan terhadap setiap campur tangan massa dalam hidup bernegara. hal ini dapat dipahami sebagai salah satu bentuk penerapannya. politik. a hope. Warga negara dibuat tidak berdaya dan harus sami’na wa atho’na dengan segala kebijakan pemerintah. Pengambilalihan wewenang ini juga dapat dimaknai sebagai ketidakpercayaan pemerintah terhadap eksistensi guru.afektif dan psikomotor dari anak didiknya. Dalam sisi ideologi.185Lulus berarti sukses. tidak lulus berarti gagal. maupun ekonomi yang secara potensial bertentangan dengan “negara baru” yang dicita-citakan oleh kelompok hegemonis itu. lulus berarti sama dengan memiliki masa depan cerah. tidak Perlu diingat bahwa konsep ideologi dari Althusser adalah “Expresses a will. 185 . rather than describing a reality” yaitu perwujudan dari sebuah keinginan. Dalam lingkaran konsep Ideological State Apparatuse dan Repressive State Apparatuse. harapan atau kenangan indah masa lalu yang digambarkan dari realitas. hegemoni dalam taraf ini adalah hegemoni kelas tiga atau hegemoni minimum (Minimum Hegemony). kelompokkelompok hegemonis tidak mau menyesuaikan kepentingan dan aspirasi-aspirasi mereka dengan klas lain dalam masyarakat. yaitu: Hegemoni yang bersandar pada kesatuan ideologis antara elit ekonomis. Hal ini juga dapat dibaca sebagai bentuk hegemoni dan penerapan Repressive State Apparatuse/Ideological State Apparatuse negara terhadap warga negaranya. Mereka malah mempertahankan peraturan melalui transformasi penyatuan para pemimpin budaya.

Pertama. 17. dan Isu Kecurangan Merebak Di Mana-mana. Berbagai kecurangan yang menyeruak ke permukaan dalam pelaksanaan ujian nasional 2007187.lulus artinya suram bahkan gelap nasibnya di kemudian hari. Kompas (Jakarta) 19 April 2007. suka menghalalkan segala cara. Bagai pungguk merindukan bulan!. Tujuan pendidikan yang menginginkan adanya perubahan perilaku pada peserta didik mustahil tercapai. Editorial Media Indonesia. 21 April 2007.186 Dengan adanya kepercayaan yang seperti inilah akhirnya masyarakat tidak mampu untuk melawan. Yang diperkuat dengan berbagai aparat negara yang bersifat memaksa (Represif). mengindikasikan semakin jauhnya nilai-nilai pendidikan kejujuran. korupsi hanya dapat dihapuskan dari kehidupan kita secara berangsur-angsur. pencurian bahan ujian oleh salah satu kepala sekolah di Ngawi. pendidikan untuk mengurangi korupsi harus berupa pendidikan nilai. 188 Muchtar Buchori. bisa dilakukan dalam ujian. Padahal pendidikan watak merupakan hal yang sangat penting untuk menyelesaikan degradasi moral negara ini. pemberian jawaban via sms. manipulatif. Ketidakberdayaan masyarakat ini dikarenakan adanya sistem yang bermain yaitu berupa kebijakan dari negara yang harus mereka taati. pendidikan untuk membasmi korupsi sebaiknya berupa persilangan (Intersection) antara pendidikan watak dan pendidikan kewarganegaraan. 19 April 2007. 21. Kedua. Kompas. Menurut Mochtar Buchori188 ada tiga gagasan mengenai pendidikan anti korupsi. apalagi jika dibenturkan lagi dengan tujuan pendidikan nasional. penempelan kunci jawaban di kamar mandi. Jawa Pos (Surabaya) 27 April 2007. 187 186 . Ketiga. yaitu pendidikan untuk mendorong setiap generasi menyusun kembali sistem nilai yang diwarisi. Berbagai bentuk kecurangan itu antara lain: pemberian jawaban oleh guru. Hal ini berimbas pada munculnya para generasi muda yang tidak jujur. Siswa Dapat Bocoran. kolutif. “Pendidikan Anti Korupsi”. Dan juga berupa instruksi kepala dinas pendidikan untuk membocorkan soal dan siswa pandai yang ditunjuk menukar jawaban kepada teman-teman seruangan. “Ujian Nasional Yang Menghakimi”.

“Nihilisasi Budaya Belajar”. Kompas. indikatornya berupa keinginan manusia untuk melakukan segala sesuatu dengan cepat/instan. Implikasinya. Maka dalam hal kecurangan ujian ini para siswa enggan untuk berusaha dan berkeinginan untuk mendapatkan hasil yang secepatnya (lulus) tanpa jerih payah.Fenomena ini juga dapat dipahami sebagai sebuah dampak dari pengaruh ruang dan waktu yang dilipat/pelipatan ruang dan waktu. menghafal soal dan trik-trik mengerjakan soal obyektif menunjukkan sikap instan dalam penguasaan ilmu pengetahuan. 12. sikap menghalalkan segala cara demi tujuan lulus ujian. 16 Mei 2007. Cara belajar ini tidak menuntut eksplorasi cipta. dan segera/instan. Kecurangan dakam ujian nasional terasa sekali menunjukkan mentalitas menerabas. kita bisa mengaksesnya kapanpun dan dimanapun kita suka. Adapun cara yang belajar dengan drill soal. grusa-grusu. Pendapat Koentjoroningrat tentang mentalitas menerabas dan budaya instan bangsa terasa terjadi sudah. rasa dan karsa anak didik terhadap substansi kompetensi ilmu pengetahuan. yang berarti kemudahan yang luar biasa. try out. Lambat laun kondisi seperti ini akan menjadi sebuah life style (gaya hidup). .189 189 Fathurrofiq. Ujian nasional alih-alih sebagai kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan justru telah menihilisasi budaya belajar. Semisal keinginan kita untuk mendapatkan berbagai informasi telah disediakan oleh teknologi yang namanya internet. Jika dalam sisi sosiologis. kompetensi dan kecerdasan dalam menguasai ilmu pengetahuan hanya diukur dari kemampuan memilih jawaban secara cepat dan tepat untuk mendapatkan skor tertinggi. Kelanjutan dari fenomena ini adalah terciptanya generasi yang suka menghalalkan segala cara.

192Hal ini semakin membuat miris harapan kita menciptakan generasi yang cerdas. berakhlak mulia. dari 137 sekolah yang ada.18. 25 Juni 2007. Kompas (Karanganyar). beriman dan bertaqwa kepada tuhan dan tujuan lainnya yang terdapat dalam tujuan pendidikan nasional. Di Samarinda. ada siswa yang hanya mengenakan celana dalam dalam aksinya. Sedangkan untuk SMA swasta. 24.191Kita patut bertanya. Jawa Pos (Samarinda). Ada pesta coratcoret. Terdapat hanya 6 sekolah dari 22 sekolah SMA negeri di Surabaya yang terdapat siswa tidak lulus. Di Surabaya misalnya. ada konvoi sepeda motor. bahkan ada yang meneruskannnya dengan aksi “raba” pada siswi yang terjaring “operasinya”. 190 191 Masih Ada Konvoi Di Jalanan. para siswa yang lulus ujian disiram dengan air comberan oleh warga. Siswa Gantung Diri. inikah hasil proses pembelajaran di negeri ini? Kejadian lainnya yang juga mengiringi pengumuman kelulusan adalah berita gantung diri siswi bernama Endang Lestari (Siswi SMPN 1 Kerjo kabupaten Karang Anyar Jawa Tengah) karena tidak lulus ujian nasional. bahkan di Bojonegoro selain berkonvoi. 13 Juni 2007 Lulus. Persentase kelulusan baik di tingkat SMP/sederajat dan SMA/sederajat memang lebih baik dari tahun kemarin. Jawa Pos (Surabaya). perlakuan yang tak senonohpun terjadi. Disiram dan Diraba. . 17 Juni 2007 192 Tidak Lulus UN. terdapat 10 SMA awasta yang siswanya tidak lulus. sudah tidak ada lagi sekolah yang tidak lulus 100 persen.190Namun yang menjadi permasalahan adalah “pesta kelulusan” yang dilakukan sangat tidak mencerminkan manusia yang terdidik.

193 Sebagai salah satu bagian dari proses evaluasi. dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan. penjaminan. dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur. maka hasil dari ujian nasional 2007 tentu saja tidak dapat dijadikan sebagai penjamin mutu pendidikan secara 193 Peraturan Pemerintah No 19 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan . jenjang.B. Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian. MIMPI PENDIDIKAN BERMUTU Pelaksanaan ujian nasional 2007 ini merupakan bagian dari proses evaluasi pendidikan.

14-15. Pengembangan. b) Tanggung jawab berbagi. maka sekolah efektif merupakan isinya. Penilaian dan d). Semua orang dalam piramida kepemimpinan mutu adalah pemimpin. Manajemen peningkatan mutu pendidikan memiliki karakteristik yang perlu dipahami oleh pendidikan (sekolah) yang akan menerapkannya. jika sekolah ingin sukses dalam menerapkannya. Kepemimpinen demikian berpegang pada prinsip – prinsip sebagai berikut : a) Dalam kepemimpinan mutu.Refika Aditama. In put. meliputi: 1. Kepemimpinan Untuk menerapkan program mutu dalam pendidikan. maka dibutuhkan sesuatu yang berguna agar dana sebanyak itu tidak sia-sia. Pembelajaran. Tiap orang bertanggung jawab menghilangkan hambatan yang mencegah performansi yang tinggi. majelis sekolah. dan administrator memberikan fokus serta pengarahan terhadap sekolah. guru harus menanamkan visi pendidikan kepada siswa f) Sebagai pemimpin mutu.Learning to Life Together 2. d) Dalam piramida kepemimpinan mutu. Sebagai salah satu program dari pemerintah yang menghabiskan dana kurang lebih 250 Milyar. c). b). 195 Manajemen. Tantangan utama untuk pendidikan bermutu adalah menghilangkan hambatan–hambatan organisasional yang menghambat orang untuk berhasil. Imbal jasa 194 . Kebijakan mutu dan harapan 2. Kepemimpinan yang kuat atau demokratis a) kemampuan manajerial b) kemampuan memobilisasi c) memiliki otonomi luas 3. Dengan kata lain. kendali mutu. b). Proses 1. Untuk mencapai visi mutu dalam pendidikan. manajemen195.197 Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apa gunanya Ujian Nasional?. guru196 dan kurikulum. Perangkat atau karakter peningkatan mutu pendidikan tersebut adalah sebagai berikut : a. g) Tiap orang ingin menjadi orang yang unggul. Berorientasi siswa 4. c) Perbaikan mutu berkelanjutan. Sumber daya (kesediaan masyarakat) 3. pengawas dan administrator harus menyediakan bahan serta alat–alat (resources) yag dibutuhkan guru dan staf e) Peran guru dan staf. Visi mengarahkan orang pada tujuan yang akan dicapai. Pengelolaan tenaga yang efektif.(Nana Syaodih Sukmadinata et al. perencanaan. meliputi: a). efisiensi b. nyaman. seseorang mengukur keberhasilannya dari keberhasilan orang– orang (semua anggota) dalam organisasi. Tugas majelis sekolah. mengingat ada berbagai komponen lain yang harus dipenuhi. Manajemen (pembagian tugas. pengawas. maka sejumlah karakteristik dari sekolah efektif (efektif school). diperlukan kepemimpinan yang berorientasi pada mutu. c). 2006). Learning to Do.nasional. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengan . Manejemen peningkatan mutu pendidikan merupakan wadah atau kerangkanya.( Bandung: PT. Sistem naik kelas sampai batas tertentu dapat menjadi hambatan untuk mencapai mutu secara optimal. manusiawi” 4. Learning to Be dan d). Semisal kepemimpinan194. Perencanaan. berorientasi pada: a). Lingkungan “aman. semua unsur dalam organisasi sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas. Unsur–unsur pimpinan mendorong guru dan staf untuk mencapai tujuan akhir organisasi yaitu penyempurnaan yanag berkelanjutan.Learning to Know.

melatih. mau meningkatkan diri.Raja Grafindo. yang akan dapat memperbaiki situasi pendidikan kita adalah para guru yang sehari–hari bekerja dilapangan. Out put 1. Tim kerja (kompak. STTB. namun fungsinya bukan menjadi penentu kelulusan siswa akan tetapi menjadi alat pemetaan daerah yang tingkat kompetensinya masih rendah. 1994). Tiara Wacana. Depdiknas atau Diknas Provinsi bisa memberikan bantuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang bersangkutan. Spektrum Problematika Pendidikan DiIndonesia. dan mengevaluasi peserta didik pada pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. Melelui tindakan hari ke hari. maka pekerjaan mereka akan menjadi lebih ringan. (UU tentang guru dan Dosen Bab Ketentuan Umum. (UU Sistem Pendidikan Nasional 2003 bab. baik didalam maupun diluar kelas. kerajinan. disiplin. mau berubah. serta kualitas pekerjaan merekapun akan menurun. mengarahkan. terbuka) 6. Sebaliknya. Memiliki budaya mutu (kerja sama. merasa memiliki. Maka tugas gurupun menjadi lebih berat. ketulusan. kerapian/ketertiban. (Jogjakarta: PT. pasal 1) Menurut pendapat ahli pendidikan. Sedangkan dua faktor yang terakhir merupakan persoalan–persoalan yang dapat diselesaikan oleh para guru sendiri. kesenian. Guru–guru dapat disamakan dengan pasukan tempur yang menentukan kemenangan atau kekalahan dalam peperanagn. pendidikan dasar. kalau melalui tindakan–tindakan birokrasi tertentu.(Abdul Rahman Saleh. Para ahli pendidikan mengatakan ada lima faktor yang sangat mempengaruhi kualitas perilaku guru dalam melaksanakan tugasnya. silaturrahmi dan lain–lain. membimbing. bisa menggunakan sistem 5. isi. Ketentuan umum pasal 1. Partisipasi masyarakat yang tinggi 8. toleransi. Taraf Serap. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.(Jakarta: PT. Prestasi non Akademis : Olah raga. maka birokrasi pendidikan justru memberikan beban tambahan kepada para guru. Lomba karya ilmiah. Para birokrat pendidiakan dalam pandangan sebenarnya adalah semata–mata pendukung bagi guru atau prajurit lapangan ini. mengajar. Memiliki akuntabilitas a) Laporan prestasi b) Respon atau tanggapan masyarakat c. 4) Hubungan guru denagn murid – muridnya.Pelaksanaan ujian nasional dapat terus dilaksanakan. Muchtar Buchory. 5) Pengetahuan guru tentang dirinya sendiri dan kepercayaan terhadap diri sendiri Kita lihat bahwa faktor pertama merupakan persoalan–persoalan yang terletak pada daerah kekuasaan birokrasi pendidikan.) . Kelima faktor tersebut ialah : 1) Jenis kewenangan ( Authority ) yang benar – benar diserahkan pada guru 2) Kualitas atasan yang mengawasi dan mengontrol perilaku guru 3) Kebebasan yang diberikan kepada guru. dari guru TK sampai Guru Besar. menilai. solidaritas. dan pendidikan menengah. Untuk mengukur standar kompetensi siswa. 90-91 197 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa . kebersihan. lomba keagamaan 2. dinamis) 7. bulan ke bulan. Prestasi akdemis : Nem. Dengan demikian. kepramukaan. guru kita benar–benar menentukan nasib pendidikan kita. cerdas.20-21 196 Guru. 2004). Kalau birokrasi pendidikan benar-benar mendukung para guru. tahun ke tahun.

Selain itu. berbagai anomali pendidikan perlu diurai dengan dengan kembali pada semangat dasar pendidikan yang berorientasi pada anak dengan menempatkannya sebagai bagian dunia global.198Selanjutnya mengenai kelulusan siswa sebaiknya diserahkan kepada guru mata pelajaran sebagai indikator kompetensi siswa. 12. 198 . Siswa Hanya Mengejar Angka Kelulusan.Rosyid. asuh dan asah yang dikembangkan oleh Ki Hajar Dewantara niscaya aktual kembali di tengah tantangan global dan terpelantingnya Siswa Hanya Mengejar Angka Kelulusan. Selain itu hal ini sesuai dengan UU Sisdiknas Pasal 58 ayat (I) yang berbunyi “Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. kesiapan daerah dalam menghadapi ujian nasional masih timpang. 11 April 2007 199 Ibid. Oleh karena itu. wawancara dengan Daniel M. masih banyak bangunan sekolah yang rusak. berbagai kecurangan yang muncul. Kompas (Teluk Wondama. Papua). maka kita mengenal adanya istilah “Dar’ul Mafaasid Muqoddamun ‘Ala Jalbil Mashoolih/menghindari kemadhorotan itu didahulukan dari pada melakukan kebaikan. wawancara dengan Daniel M. Rosyid. Jawa Pos (Surabaya). Namun ada banyak kemadhorotan dalam pelaksanaannya.”. Artinya. Akhirnya. ujian nasional harus direformulasi lagi agar lebih berguna dalam proses pendidikan di negara ini. Misalnya. ambil sampel ujian dari wilayah sabang sampai merauke.sampling. transparan dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan” 200 120 gedung SD di Tulungagung Rusak. yakni telah mengebiri hakikat pendidikan dan pendangkalan tradisi intelektual. Kompas (Tulungagung). Prinsip asih. menyeluruh. pelaksanaan ujian nasional 2007 memang suatu perbuatan yang baik. kemudian hitung persentase kelulusannya. besaran dana yang dikeluarkan dan sebagainya. satuan pendidikan dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala.200dan sarana prasarana yang terbatas dan tidak akan mungkin dapat mengikuti standar ujian secara nasional (Jakarta).199 Kalau permasalahan ini dihubungkan dengan kaidah ushul Fiqh. 2007 dan Siswa Kelas III dan IV di Papua Barat Belajar Berjejalan dalam Satu Ruangan. kemajuan dan perbaikan hasil belaajr peserta didik secar berkesinambungan” dan ayat (2) yang berbunyi: “Evaluasi peserta didik. 2 Juni 2007.

simplifikasi praksis (praktik dan refleksi) pendidikan yang beraroma politik kekuasaan. Tajuk Rencana. Kompas (Jakarta).201 201 Anomali Dunia Pendidikan. Tiga pilar menjadi acuan kebijakan yang membebaskan dan pendagogis. . dan belajar untuk hidup bersama. 2 Mei 2007. belajar untuk berbuat. 6. yakni mengembangkan peserta didik belajar untuk tahu.

satuan Azsumardi Azra. Setiap sendi kehidupan bangsa saling kait mengait antara satu dengan yang lain. daripada yang sangat sulit menjadi lebih baik. Fenomena kekinian yang merepresentasikan dari gejala yang pertama adalah semakin banyaknya tindakan-tindakan masyarakat sebagai bentuk distrust kepada pemerintah (otoritas politik/negara). semisal: adanya program My Team203. Kedua. karena tanpa adanya asa untuk memperbaiki bangsa. mencari perlindungan dan pertolongan eskatologis yang diyakini dapat membalikkan keadaan. ekonomi. 13 Maret 2007. 1. maka akan semakin sulit kita lepas dari belitan krisis multidimensi. “Memelihara Asa”. My Team. Pertama. Penelitian mengenai gerakan sosial (Social Movement) di Indonesia yang dilakukan oleh sejarawan Sartono Kartodirdjo202 menunjukkan.C. Isu tentangnya terus bergulir seiring dengan berjalannya waktu. dapat menimbulkan perlawanan bahkan “pemberontakan” terhadap otoritas politik yang dianggap membuat keadaan kian sulit. kita dituntut untuk dapat melepaskan berbagai ego kepentingan untuk memformat pendidikan masa depan. Para pemimpin diharapkan mampu memotivasi rakyatnya untuk tetap mempertahankan asa dalam diri. Kompas (Jakarta). FORMAT PENDIDIKAN MASA DEPAN Membicarakan pendidikan serasa tiada habisnya. Perbincangan mengenai pendidikan tentu tidak dapat kita pisahkan dengan kondisi bangsa secara keseluruhan. Kegiatan yang sama juga dilakukan oleh mantan penjaga 203 202 . Bila dibaca secara cermat. program ini merupakan bagian dari kekecewaan dan ketidakpercayaan (distrust) masyarakat terhadap pemerintah (dalam hal ini PSSI sebagai pemegang otoritas persepakbolaan nasional) dikarenakan terpuruknya prestasi persepakbolaan nasional. berbagai keresahan sosial (Social Unrest) karena bertubi-tubinya impitan sosial. dan politik sangat berpotensi memunculkan gerakan-gerakan lanjutan tidak kondusif lainnya. Di tengah kondisi bangsa yang carut marut seperti saat ini.merupakan salah satu program di salah satu televisi Swasta yang mengumpulkan para pemain bola di seluruh nusantara untuk diseleksi menjadi sebuah tim sepak bola.

sekolah tidak ramah anak. 5 Mei 2007) . ada Satgas PDI-P. pemerintah membangun persepsi. Forum Betawi Rembug/FBR206 dan sebagainya). ancaman peredaran narkotika di sekitar sekolah. semisal dengan adanya berbagai sekolah alternatif207 seperti mulai gawang tim nasional era 1980-an Rony Pasla yang mendidik generasi muda pecinta sepak bola. Peristiwa ini mengakibatkan tewasnya dua anggota FBR. 204 Di NU kita kenal Banser (Barisan Serbaguna). Berbagai fenomena di atas. satuan petugas (satgas) masingmasing partai politik dan ormas204. Beberapa waktu lalu. makalah disampaikan pada seminar nasional “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya. dikarenakan: sekolah merupakan sumber pungutan (liar) yang tidak dipertanggungjawabkan dengan baik. guru dan kepala sekolah tidak berorientasi ke siswa sebagai konsumen. apalagi sekolah menjanjikan ijazah. bukan sebaliknya. guru tidak tertarik dengan bakat dan minat anak didik. mereka terlibat bentrok dengan Forum Keluarga Besar Betawi yang memperebutkan lahan parkir. namun hanya tertarik untuk “menyelesaikan kurikulum” secapat mungkin. Pemuda Pancasila. sekolah alternatif Qoryah Toyyibah. yang telah dapat menerbitkan buku semisal. ternyata juga telah merasuk ke dalam dunia pendidikan. Garda Bangsa. (Daniel Mohammad Rosyid. model pembelajarannya masih berpusat pada guru. Dalam melaksanakan operasinya. banyak terjadi ”bullying”.petugas pengamanan (pengawal pribadi/Bodyguard. anak dipaksa menyesuaikan jadwal dan kurikulum. seperti ketika mereka menyerbu kantor majalah Play Boy Indonesia. sekolah gagal menjadi agen perubahan. Kalibening Salatiga Jawa tengah. sekolah seolah-olah memonopoli pendidikan. tidak sesuai dengan kebutuhan anak yang beragam dan khas. seolah-oleh satu-satunya tempat belajar hanyalah sekolah. 207 Contoh konkrit pelaksanaan sekolah alternatif antara lain: sekolah Jorank Doank binaan artis Dik Doank. “Deschooling: Memastikan Hak Anak atas Pendidikan”. Front Pembela Islam205. Lebih Asyik Tanpa UAN. guru banyak bermental “pegawai” gajian. Fenomena sekolah alternatif ini menurut Daniel Rasyid disebabkan potret sekolah yang suram. Barisan Pemuda Ka’bah dan sebagainya. tapi berorientasi birokratik. tidak jarang mereka juga melakukan pengrusakan. Mereka banyak beroperasi pada wilayah perparkiran di ibu kota. 206 Organisasi ini merupakan organisasi etnis Betawi yang beroperasi di Jakarta. tidak bisa menjadi contoh manusia kreatif. 205 Organisasi di bawah komando Habib Rizieq ini sering melakukan sweeping terhadap tempattempat hiburan malam di Jabotabek. sistem persekolahan saat ini amat kaku.

(Fathurofiq.208Melihat kondisi pendidikan kita seperti ini. Keluarga seperti ini memilih persekolahan di rumah sebagai jawaban atas sulitnya membebaskan sekolah formal dari praktik pengekangan terhadap hak tumbuh kembang anak secara wajar. Tempat belajar dan jam belaajr diatur dengan kesepakatan pengajar dan peserta ajar. Pertama. meliputi: a). Di samping itu. Jelasnya. Homeschooling yang tumbuh kembang di kalangan masyarakat kelas menengah ke atas yang memahami falsafah pendidikan dalam konteks pencerahan dan pembebasan. f). dan kurikulum yang berbeda dari kaidah formal.anak dengan bakat dan keunggulan seperti: atlet. Masih rendahnya kualitas guru sesuai dengan tuntutan undang-undang no 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. komunitas seperti ini sangat memahami prinsip multikecerdasan.maraknya Home Schooling. Alih-alih mengeluarkan kebijakan yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat kita. serta orang dewasa penyandang buta aksara yang sibuk dengan urusan pekerjaan rumah dan rumah tangga.”Hal ini bermakna pendidikan masih diabaikan oleh pemegang kebijakan. Kedua. Kompas (Jakarta). c). di Jawa Timur misalnya. penyanyi anak. 10 Januari 2007) Menurut Fathurrofiq. Kompas (Surabaya). Belum optimalnya peningkatan pembinaan sekolah menengah kejuruan dan h). Belum optimalnya pemahaman kebudayaan di lingkungan peserta didik (Ibid. dan kemandirian masyarakat. (“Sekolah-Rumah Perlu Pengakuan Negara”. e). b). E) 209 Syair Iwan Fals dalam “Rubah” (Album 50:50) bunyi lengkapnya adalah “Pendidikan adalah anak tiri yang kesepian. Belum tuntasnya wajib belajar 9 tahun. upaya peningkatan mutu pendidikan entah dengan ujian nasional atau tidak haruslah bermuara pada keluaran membangkitkan harapan pada si anak didik.Banyaknya gedung sekolah/madrasah yang rusak berat. Dengan demikian. Pertama. anak suku terasing. anak jalanan. tata tertib. Homeschooling harus dikembalikan pada prakarsa. Homeschooling yang memiliki fleksibilitas lebih luas memungkinkan dikembangkan untuk memfasilitasi pendidikan anak-anak bermasalah. menempatkannya sebagai anak tiri yang kesepian. Belum meratanya kesempatan memperoleh pendidikan untuk anak usia dini. Kedua. ada dua hal pokok yang harus diperhatikan dalam fenomena isu Homeschooling. ada banyak permasalahan pendidikan yang sangat urgent untuk dicarikan solusinya. program Homeschooling adalah untuk melayani kemandirian masyarakat dalam memilih pendidikan. seragam. yaitu: jam belaajr. negara mengeluarkan kebijakan yang mendatangkan pro kontra dan keresahan di masyarakat semacam Ujian nasional. tetapi pada ekspansi horizontal berupa hadirnya pilihan lembaga pendidikan yang mengelola Fenomena Homeshooling bisa dilihat dalam dua sisi. sikap pro aktif. Bertolak dari titik ini. pekerja anak. Sekolah yang berencana membuka program Homeschooling sebatas menfasilitasi penyediaan guru dan menawarkan kurikulumnya tanpa harus ada ikatan-ikatan institusional seketat sekolah formal. d). Itu hanya bisa tercapai bila sistem pendidikan nasional tidak semata berorientasi pada penjenjangan vertikal. g). “Relevankah “Homeschooling” di Jawa Timur?”. Homeschooling muncul karena kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang besemangat pencerdasan tanpa terikat dengan kaidah formal sekolah. 23 Januari 2007. Presentasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur disampaikan pada diskusi publik “Perlindungan Dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara Dalam Belitan Neoliberalisme ” Kampus Sastra Unair Surabaya. Masih banyaknya warga masyarakat yang buta huruf. Padahal masih banyak permasalahan pendidikan yang harus diprioritaskan.209 Tantangan terbesar pendidikan nasional adalah menghasilkan anak didik yang yang mampu mengelola kehidupannya secara mandiri. Masih rendahnya kualitas pendidikan. 5 Mei 2007 208 . merupakan wujud ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara dalam hal pelaksanaan pendidikan. sebaliknya. tanpa terjebak aspek akademik semata.

pendidikan harus menjadi instrumen yang menghidupkan. yang berarti Kerdil (Mikro) dan lembek (Soft). Yonky Karman. ”Pendidikan dan Regenerasi Bangsa”. 15 atau dalam kesempatan lain ia menyebutkan istilah Munafik bagi bangsa ini. pendidikan harus menekankan pada dua hal. 15 212 Ibid. Budiarto Shambazy. Jika pendidikan berhasil melahirkan manusia Indonesia mencapai masa kritis yang mampu memberi arah perkembangan bangsa. Kompas (Jakarta). maka terjadilah regenerasi bangsa. Dengan demikian. Untuk mewujudkannya. apa yang yang diyakini sebagai baik dilakukan secara konsisten tanpa Ibid. Sebuah bangsa bertahan melebihi satu generasi karena identitas diri yang ditopang kontinuitas nilai dan visinya. 6 211 210 . Akhirnya. tetapi anak-anak didik yang mengetahui kemana ia melanjutkan pendidikannya demi kehidupan. Budiarto Shambazy. “Kerdil dan Lembek”. Regenarasi bangsa tidak cukup hanya lewat beranak cucu. Kompas. 24 Februari 2007. tetapi juga lewat penerusan nilai dan visi. “Ujian Nasional Yang Menghakimi”. 9 Desember 2006. regenerasi bisa dibedakan antara perkembangbiakan fisik (Physical Propagation) dan Spiritual (Spiritual Propagation). yaitu pada orientasi nilai dan Orientasi proses. ia menghargai yang dipelajari. kita merupakan bangsa yang mudah terbawa arus. Setelah pelajar mengerti sesuatu.210 Pendidikan di Indonesia seharusnya mengubah mentalitas dan mengeluarkan bangsa dari keterbelakangan211.keterampilan. “Bangsa Tujuh Huruf”. Ia tidak boleh hanya berpihak kepada yang pintar dan lulus. Lalu. 12 Mei 2007. Orientasi nilai. 19 April 2007 Harus diakui. Sebagai makhluk dengan tubuh dan jiwa. tidak percaya diri yang dalam bahasa Budiarto Shambazy diistilahkan dengan “Microsoft”. Salah satu parameter keberhasilan program pembelajaran adalah internalisasi nilai dalam beberapa tahap (kognitif-afektif-konatif-praktek). sehingga keluaran seleksi pendidikan nantinya tidak menghasilkan mereka yang lulus atau tidak lulus. tetapi mengabdi kepada yang kalah dan gagal. Editorial Media Indonesia (Jakarta). Kompas (Jakarta). muncul komitmen pribadi untuk melakukan yang sudah dihargai itu. bukan mematikan.212 Pertama.

Bangsa adalah sesuatu yang terbayang karena para anggota bangsa terkecil sekalipun tidak bakal tahu dan takkan kenal sebagian besar anggota lain. Terj. Maka mengajar bukan hanya transfer nilai pengetahuan. tetapi juga kecerdasan yang komprehensif. Akhirnya. Orientasi Proses. Proses pembelajaran dilakukan dalam suasana berbagai di antara guru dan murid.214 Bangsa atau nasion: ia adalah komunitas politis dan dibayangkan sebagai sesuatu yang bersifat terbatas secara inheren sekaligus berkedaulatan. atau berperilaku seolah mereka telah membentuk sebuah bangsa. Tekanan pembelajaran bukan hanya kecerdasan intelektual. INSIST & Pustaka Pelajar. Intisari sebuah bangsa adalah bahwa di dalamnya setiap individu memiliki anyak hal yang menjadi kepunyaan bersama (contoh: setiap orang Indonesia memiliki keindonesiaan yang sekaligus menjadi kepunyaaan bersama bangsa Indonesia) dan sekaligus melupakan banyak hal lain yang menjadi kepunyaan bersama. Kedua. Pembelajaran seperti ini menempatkan pelajar sebagai subyek. 213 . 8. Jiwa bangsa diteruskan saat generasi pengajar mentransfer nilai kepada generasi pelajar yang nantinya bertumbuh menjadi generasi pengajar yang baru. rasa takut) dan eksternal (misalnya tekanan dari orang lain). 2 Desember 2006. Guru hanya fasilitator dan pendamping murid.2002). Maka. Cinta menurut Erich Fromm dalam The Art Of Loving mengandung empat syarat. tetapi kegiatan berbagi pengetahuan sekaligus ketidaktahuan. tetapi juga perkembangbiakan nilai. bahkan mungkin tidak pula pernah mendengar tentang mereka. peduli. tanggungjawab dan respek. 6. Bukan hanya transfer pengetahuan atau pembekalan keterampilan.hambatan internal (misalnya. Benedict Anderson. Kompas (Jakarta).F La Kahija. pendidikan melahirkan jiwa baru. (Yogyakarta. “Mencintai Kearifan Lokal”. 214 Y. Imagined Communities KomunitasKomunitas Terbayang. segala apa yang kita lakukan adalah bagian dari rasa cinta kita kepada bangsa213 dan negara. tidak akan bertatap muka mereka itu. yaitu tahu. Suatu bangsa mengada tatkala sejumlah orang (jumlah yang cukup besar) dalam suatu masyarakat menganggap diri mereka (membayangkan diri mereka) membentuk sebuah nasion. pusat dan fokus pendidikan.

bahasa Inggris dan matematika/ekonomi/bahasa asing lainnya. Depdiknas juga bekerjasama dengan perguruan tinggi se-Indonesia untuk turut serta mengawasi pelaksanaan Ujian Nasional 2007. Tim pengawas perguruan tinggi . Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 45 Tahun 2006. kurikulum 2006 dan standar isi. Mengenai isi materi soalnya merupakan kolaborasi dari kurikulum 2004. yaitu bahasa Indonesia. yaitu: Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. yaitu sebagai berikut: 1. Sebagai alat kelengkapan pengawasan Ujian Nasional 2007. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.BAB V PENUTUP Setelah membahas mengenai landasan teori dan menganalisisnya. tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2006/2007. Mengenai mekanisme pelaksanaan ujian nasional 2007 ini disandarkan pada beberapa ketetapan hukum sebagai landasan yuridis formal pelaksanaannya. Dasar pemikiran pelaksanaan ujian nasional yang menguji kemampuan siswa dengan standar nasional pada tiga mata pelajaran . maka pada bab V atau bab penutup ini akan disajikan jawaban atas rumusan masalah yang terdapat pada bab I.

rather than describing a reality” benarbenar dijalankan. Dalam hal ideologi yang secara sederhana berarti “Expresses a will. Peran negara dalam dunia pendidikan menempatkannya pada posisi yang sangat menentukan. Masih ada proses lain yang dijalankan yakni dengan metode Ideological State Apparatuse dan Ideological State Apparatuse. hegemoni dapat dilaksanakan dengan bantuan para intelektual organik. Depdiknas juga bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk ikut serta dalam rangka mensukseskan pelaksanaan Ujian Nasional 2007 2. Tingkat Kabupaten/Kota dan Tingkat Sekolah Tidak hanya cukup disini saja proses pengamanan yang dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai hal yang tidak diinginkan. a hope. selain itu. Hegemoni bukanlah hubungan dominasi dengan menggunakan kekuasaan. Penguasaan dengan hegemoni saja tidak cukup. Mengenai peran negara dalam pelaksanaan ujian nasional 2007 memang sangat dominan sekali. Terbukti dengan beberapa peraturan yang dikeluarkan sebagai landasan hukum pelaksanaan ujian nasional 2007. Halini merupakan bagian dari tanggungjawab pemerintah/negara sebagaimana tercantum pada pembukaan UUD 1945. Keinginan untuk lulus dan harapan untuk mendapatkan hidup . Langkah awal untuk menjalankan hegemoni adalah dengan membentuk aliansi dengan konsensus sebagai landasan geraknya. or a nostalgia.tergabung dalam Tim Pemantau Independen (TPI) di Tingkat Provinsi. Jika dilihat dari analisis hegemoni maka tindakan yang dilakukan pemerintah merupakan salah satu bentuknya. melainkan hubungan persetujuan dengan menggunakan kepemimpinan politik dan ideologi.

yang lebih baik dengan lulus Ujian nasional benar-benar tertanam pada kesadaran masyarakat kita. meliputi: kualitas guru. Demikian akhir dari pembahasan skripsi ini. syarat-syarat kelulusan dan sebagainya yang secara tidak sadar merupakan paksaan kepada warga negaranya. Mengingat mutu pendidikan tidak dapat dilihat hanya dari tingkat kelulusan siswa tetapi harus secara holistik. Selanjutnya. Hal ini juga dibumbuhi dengan nostalgia masa lalu yang menempatkan kita sebagi bangsa yang pernah berjaya di masa lampau. Jadi ujian nasional bisa dikatakan hanya sebagai bagian kecil dari proses peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. negara atau pemerintah menggunakan berbagai undang-undang yang mengatur pelaksanaan ujian nasional 2007. mengenai peningkatan mutu pendidikan dilihat dari sisi ujian nasional saja tidaklah mungkin. kepala sekolah (pemimpin) dan managemen yang dilaksanakan. Terbukti dengan begitu antusisnya mereka mempersiapkan ujian nasional 2007. semoga dapat bermanfaat bagi usaha peningkatan mutu pendidikan di negara ini. . Secara repressive.

PT Gramedia. Bumi Aksara.1991) ________________.III. Pergolakan Pemikiran antara Fundamentalisme Islam dan Fundamentalisme Neo-Liberal”. 2003 ) ________________.XXIII.2006) Arcaro Jerome S. “Evaluasi Pendidikan”. Louis. Alvabeta. dan Hasan Shadily.( PT. Bumi Aksara. (Yogyakarta. Tiara Wacana. 2005 Anwar. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta : Rineka Cipta. “Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan”. 1996) .III.DAFTAR PUSTAKA Anderson. Ed. Azyumardi. 13 Maret 2007 Baso. Kompas (Jakarta). John M. Revisi. “Memelihara Asa”. Psikoanalisis. Insist & Pustaka Pelajar. Idochi. “Kamus bahasa Inggris-Indonesia”. Muchtar. terj. “Dasar-Dasar Evaluasi”. Imagined Communities Komunitas-Komunitas Terbayang.cet. 1998) Advertorial. (Jakarta. terj. “Tentang Ideologi: Strukturalisme Marxis. “Pendidikan Berbasis Mutu : Prinsip-Prinsip Perumusan dan Tata Laksana Penerapan”. Terj. Moch. 21 April 2007 Daryanto. Sabtu. Yayasan Bentang Budaya. Ahmad. “Pendidikan Anti Korupsi” Kompas (Jakarta). Jogja:1994) _______________. “Administrasi Pendidikan Pendidikan”. IV. 17 April 2007 Buchory. “Spektrum Problematika Pendidikan di Indonesia”. Erlangga. 2003) Dan Manajemen Biaya Arikunto. 2002) Althusser. (Jogjakarta. Suharsimi. CV. 2006) Bala. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. (Jakarta. (Jakarta. Henry D. (Yogyakarta. Robert. Jala Sutra. Cultural Studies”. Cet. (Yogyakarta. (Jakarta. Rineka Cipta. “Abad Ideologi”. Pustaka Pelajar. cet. 2005) Echols. Rineka Cipta. (Jakarta. PT. 9 Desember 2006 Azra. 1995) ________________. (Jakarta. cet. Terj. (Bandung. Kompas (Jakarta). “Re-Engineering Proses Pembelajaran” Kompas (Jakarta). Benedict.2002) Aiken. “NU STUDIES.

(Surabaya). makalah dalam seminar Nasional “UN sebagai pendongkrak atau perusak kualitas pendidikan” 10 Mei 2007 Jawa Pos (Surabaya). Disiram dan Diraba” _________. Kahija. 13 Juni 2007. “Ujian Nasional Yang Menghakimi”. Kekuasaan dan Pembebasan”. Metode-Metode Penelitian Masyarakat (Jakarta. Kompas (Jakarta). 23 Januari 2007 Haryatmoko. “Masih Ada Konvoi di Jalanan” _________. “Nihilisasi Budaya Belajar”. 17 Juni 2007. ”Anggaran Pendidikan” . Terj.11 April 2007. Kompas Media Nusantara. “Siswa Dapat Bocoran” _________. 12 Mei 2007 Koentjoroningrat. (Samarinda). 7 Mei 2007 _________. “Nihilisasi Budaya Belajar”. Politik Pendidikan: Kebudayaan. 16 Mei 2007 _________. “Mencintai Kearifan Lokal”.Editorial Media Indonesia. Kompas (Jakarta). 2004) Hilmy. Jombang). “Menjamurnya Bimbingan Belajar” _________. V. 2 Desember 2006 Karman. (Surabaya) 27 April 2007. PT. (Banyuwangi. 11 April 2007. 16 Mei 2007 _________. “Lulus. Paulo. Kompas (Jakarta). 27 April 2007. 18 Oktober 2006. “Unas Jadi Lahan Bisnis menggiurkan” _________. 11 April 2007 wawancara dengan Rosyid. (Surabaya). Gramedia Pustaka Utama. ReaD dan Pustaka Pelajar.II. “Ada UN Nggak Ada UN Sama Saja (Wujuduhu Ka Adamihi)”. 19 April 2007 Freire. Siswa Hanya Mengejar Angka Kelulusan. Kompas (Surabaya). cet. “Etika Politik dan Kekuasaan”. 1977) Kompas (Jakarta). Y. ”Pendidikan dan Regenerasi Bangsa”.2004) Fathurrofiq. (Yogyakarta. “Relevankah “Homeschooling” di Jawa Timur?”.F La. (Jakarta. Tuban. Kompas (Jakarta). “Siswa Dapat Bocoran” _________. Masdar. Jakarta. (Jakarta). Kompas (Jakarta). “Rekayasa Pendidikan Pasca UN”. Cet. Yonky. Daniel M.

27 Oktober 2006. “Konsep Ideologi”. ”Isu Kecurangan Merebak di Mana-mana” _________. (Jakarta). (Jakarta). “Mendiknas Tolak Revisi PP SNP” _________. (Jakarta). Lexy J. “Logiskah Ajakan Tak Gelar UN?”. Larrain. (Jakarta). 1995) Muhadjir. (Jakarta) 19 April 2007.”Voucher Pendidikan” _________. 10 Januari 2007 “Sekolah-Rumah Perlu Pengakuan Negara”. (Surabaya). 27 April 2007. 7 Maret 2007. “Ujian Nasional Harus Diperbaiki” _________. _________. (Jakarta). 1996) Mardialis. 27 April 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya. (Jakarta) 20 Oktober 2006. ”Depdiknas: Itu Amanat UU” _________. 12. 27 September 2007. _________. Arman Hakim. “Bimbingan Tes Masuk Lewat “Tender”. 21 Februari 2007 . (Jakarta). (Surabaya). 25 Juni 2007. “Tidak Lulus UN. (Jakarta: Bumi Aksara. Kompas (Jakarta). 10 November 2006. 2007 “120 gedung SD di Tulungagung Rusak. 1996) Moeloeng. (Karanganyar). (Surabaya). Jorge. (Yogyakarta. _________. 16 Maret 2007. terj. 1996) Nasution.” _________. (Teluk Wondama._________. 3 November 2006. “Harus Ada Perubahan Kebijakan. ”Voucher Pendidikan” _________.. “DPR Malah Berperan Menjadi Tukang Pos“ _________. Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Reka Sarasin. Papua). Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. Noeng. Kunandar “UN dan Peningkatan Mutu Pendidikan” Kompas (Jakarta) 14 Mei 2007. Siswa Gantung Diri “ _________. (Tulungagung). LKPSM. “Sekolah Andalkan Bimbingan Belajar” _________. 2 Juni 2007 Siswa Kelas III dan IV di Papua Barat Belajar Berjejalan dalam Satu Ruangan.

Guntur”Jamaah Islamiyah dan Bahaya Ideologi”. Daniel Mohammad. 2004) Pengakuan Komunitas Air Mata Guru dalam acara Republik Mimpi di Metro TV. 2001) Patria. Jalasutra. (Jakarta: Bumi Aksara. “Deschooling: Memastikan Hak Anak atas Pendidikan”. Minggu 6 Mei 2007 Poedjinoegroho. Pustaka Pelajar.cet.Kompas (Jakarta). “Sekolah Mencabik-Cabik Nurani(Opini)” Kompas. 2003) Piliang. “Kamus Ilmiah Populer”. ”Daniel Bell: Matinya Ideologi”. Jalasutra. 2007) Nasution. Pius A dan M.all. “Transpolitika Dinamika Politik di dalam Era Virtualitas”. 5 Mei 2007 . M. (Yogyakarta. LkiS. “Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan”. IndonesiaTera. 2002) Romli. (Yogyakarta. “Panduan Penulisan Skripsi” (Surabaya: IAIN Sunan Ampel Surabaya. (Bandung. 2005) __________________.1991) Nuswantoro. Metode Resourch. (Magelang. 2 Mei 2007 Poerwodarminto.1996) Nazir. Rabu. (Surabaya : Arkola.II. Gholia Indonesia. et. ”Lebih Asyik Tanpa UN”. Moh. 25 Januari 2007 Naylul Izza.1998) Purwanto. Metode Penelitian (Jakarta. “Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan”. (Yogyakarta & Bandung. Dodi “Perang Total Melawan Buta Aksara”Kompas (Jakarta). PT Remaja RosdaKarya. WJS. Ngalim MP. 1994) Panitia Penyusunan Panduan Penulisan Skripsi. makalah disampaikan pada seminar nasional “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya. 5 Mei 2007 Rosyid.Nandika. Baskoro E. Nezar & Andi Arif. ( Yogyakarta. Yasraf Amir. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Dahlan Al Barry. “Antonio Gramsci Negara dan Hegemoni”. (Jakarta : Balai Pustaka 1982) Partanto.

I. Hasta Mitra.. Kompas (Jakarta). 3 November 2006 Sudarto.Insist dan Pustaka Pelajar. (Jakarta. ”Pengantar Persada. “Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah (Konsep. (Bandung. Budiarto. Dan Instrumen)”. M.1994) Sukmadinata.R. Kompas (Jakarta). M. PT. (Surabaya) 16 Februari 2007 Toer. 9 Desember 2006 Surya. PT. 27 Maret 2007 Syafiie. Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa.II.Ritonga. “Analisis Kebijakan Pendidikan.”Voucher Diknas Beraroma KKN” Kompas (Jakarta). PT. Ace dan H.Basuki. Yogyakarta. Tilaar. Nana Syaodih et. Roger. (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada. 1997) Saleh. 2003) .. Razali. Jum’at. “Arok Dedes”. 2003) Sudijono. “Politik Pendidikan” (Jakarta . “Kekuasaan dan Pendidikan”. 10 Mei 2007 Sugita. Suatu Pengantar”.1996) Evaluasi Pendidikan”. “Bangsa Tujuh Huruf”. Abdul Rahman. (Jakarta. “MDGs dan Komitmen Pemerintah”.A. Prinsip.cet. H. Kompas (Jakarta).A.R. “Gagasan-gagasan Politik Gramsci”. “Ilmu Politik”. 2000) Simon. Inu Kencana. (Surabaya) 16 Februari 2007 Surya.Raja Grafindo. Anas. “Kerdil dan Lembek”. Refika Aditama. cet. 2004) Shambazy. Rineka Cipta. 24 Februari 2007 ________________. (Bandung. (Yogyakarta. (terj. RajaGrafindo Salamun. Makalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur disampaikan dalam seminar nasional dengan tema ”UN Pendongkrak atau Perusak Kualitas Pendidikan” di Gedung Gema IAIN Sunan Ampel Surabaya.all. Indonesia Tera. Metodologi Penelitian Filsafat (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. 2005) Suryadi. (Magelang . ”Berbagai Kelemahan Pelaksanaan Ujian Nasional 2007” Sutta Dharmasaputra. Remaja Rosdakarya. 1999) Sirozi. Pramoedya Ananta. 2002) Tilaar.

vhrmedia. Rajagrafindo. “Carut-marut Ujian Nasional” www. 2007 Warsono (Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya).cet. (Jakarta. Ke-5 2003) Thoha.1996) “Teknik Evaluasi Pendidikan”. PT UU Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen.2002) Tajuk Rencana. “Kamus Besar Bahasa Indonesia”. (Jakarta.III.net Tomatimasang. “Strategi Pendidikan Nasional Menghadapi Belitan Arus Neoliberalisasi” pada acara seminar “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya. Pustaka Merah Putih Yogyakarta cet. Chabib. M. 2 Mei 2007 Anomali Dunia Pendidikan Taufik. 5 Mei 2007 . Kompas (Jakarta).Balai Pustaka Cet. Roem.II.Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. Pustaka Pelajar cet. I. (Yogyakarta. Sekolah Itu Candu. M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful