UJIAN NASIONAL 2007; ANTARA KUASA NEGARA DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

SKRIPSI

Oleh : BUDI SANTOSO NIM. DO1303185

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA

FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Juli 2007

MOTTO “Curang demi demi keberhasilan itu boleh di Indonesia, bahwa pendidikan bukan soal kecerdasan, tetapi soal kelicinan menyelamatkan diri, bahwa guru yang baik bukan guru yang jujur tetapi guru yang menolong meski harus menghiainati hati nurani, bahwa pelajaran moral ituhanya teori saja, dalam hidup yang penting fleksibel tergantung situasi ” Denni B Saragih (Koordinator Komunitas Air Mata Guru diMedan) “Profesi guru adalah profesi akalbudi dan nurani. Maka dapat dikatakan, lembaga pendidikan adalah tempat unruk melatih peserta didik berpikir, mendengarkan dan mengasah nurani. Kenyataannya latihan mendengarkan atau mengasah nurani tidak pernah terjadi. Demi kehebatan akal budi, pesan nurani dilanggar saja. Nurani tidak pernah didengarkan” Baskoro Poedjinoegroho E

PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI
Skripsi oleh BUDI SANTOSO ini telah dipertahankan di depan tim penguji Skripsi. Surabaya, 1 Agustus 2007 Mengesahkan, Fakultas Tarbiyah Institus Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Dekan, Drs. Nur Hamim, M. Ag. NIP. Ketua, Drs. Adb.Kadir NIP. Sekretaris, Dra. Nur Hayati NIP. Penguji I, ……………………………………. NIP. Penguji II, ……………………………………

DAFTAR ISI Halaman. Sistematika Pembahasan BAB II MEKANISME PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL 2007 . Jenis Penelitian 2. Sumber Data 5. E. HALAMAN JUDUL PERSETUJUAN PEMBIMBING PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI MOTTO PERSEMBAHAN ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I A. Teknik Pembahasan F. C. B. D. Jenis Data 4. Pendekatan Penelitian 3. PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan dan Kegunaan Penelitian Definisi Operasional Metode Penelitian 1.

Apparatuses) 3. B. C. Tujuan Evaluasi Pendidikan 3. a. b. 4. Fungsi Evaluasi Pendidikan 4. Evaluasi 1. Pengertian Evaluasi Pendidikan 2. Refleksi Ujian Nasional 2007 Mimpi Pendidikan Bermutu . BAB III A. 1. Mekanisme Pelaksanaan Ujian Nasional 2007 Pro Kontra Ujian nasional 2007 KUASA NEGARA DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Kuasa Negara Sekilas Tentang Kekuasaan dan Negara Strategi Pelanggengan Kekuasaan oleh Negara Hegemoni IRA (IdeologicalState Apparatuses) dan RSA (Repressive State Negara dan Pendidikan Negara dan Ujian Nasional 2007 Peningkatan Mutu Pendidikan 1. Prinsip Evaluasi B. 2. Ujian Nasional 2007 dan Peningkatan Mutu Pendidikan BAB IV ANALISA DATA A.A. Tentang Mutu Pendidikan 2. B.

Format Pendidikan Masa Depan PENUTUP Kesimpulan dan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN .C. BAB V A.

masyarakat. kecerdasan. kepribadian. Oleh karena itu diperlukan usaha yang sungguhsungguh dalam hal perencanaan.ABSTRAK Kata kunci: ujian nasional. Rakyat dipaksa untuk mengikuti segala kebijakan yang dikeluarkannya. pengendalian diri. cakap. berakhlak mulia. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. maka setiap warga negara berkewajiban untuk mematuhinya. akhlak mulia. berilmu. hal ini bisa dilihat sebagai bentuk penguasaan negara terhadap rakyat. kuasa negara. Pendidikan yang dimaknai dengan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. kreatif. Kita tentu tidak ingin kesucian makna dari pendidikan di atas ternodai oleh tindakan-tindakan yang mengotorinya. bangsa dan negara. . dan mutu pendidikan Ujian nasional 2007 telah berlalu. Sebagai sebuah kebijakan negara. kepentingan pribadi atau golongan. Jika proses pendidikan sudah diarahkan pada kepentingan sesaat.berarti kita mencetak generasigenerasi yang akan menghancurkan negara yang telah dengan susah payah dirintis oleh para Founding Fathers kita. Berbagai argumentasi baik yang pro ataupun yang kontra telah menyertainya. Dikatakan lebih terpuruk dikarenakan berbagai kecurangan yang terjadi pada pelaksanaan ujian nasional semakin menajauhkan tujuan dari pendidikan itu sendiri yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. sehat. evaluasi. harus diakui merupakan gerbang terdepan dalam mencetak generasi penerus bangsa. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Namun di sisi lain. Pertanyaannya sekarang adalah apakah dengan dilaksanakannya ujian nasional 2007 mutu pendidikan akan otomatis terangkat atau malah sebaliknya?. pelaksanaan dan evaluasinya.

berbagai perbedaan (Differences) jika tidak dapat diproduksi secara cermat dapat mendatangkan malapetaka yang dahsyat dan tak terperikan. maka akan menghadirkan keanekaragaman yang indah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ilmu pengetahuan tentang mendidik dan Pemeliharaan badan. cara) mendidik. Namun. melainkan pada beragamnya suku. agama dan budaya. sebagai tokoh pendidikan nasional telah memberikan inspirasi mengenai pembagian wilayah dari pendidikan itu sendiri WJS. Berbagai realitas di atas ternyata belum dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bila dirunut secara seksama. di sisi lain. Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka. diartikan sebagai : Perbuatan (hal.000 pulau besar dan kecil harus diakui merupakan negara yang sangat kaya raya. negara kapulauan yang memiliki kurang lebih 17. Kekayaan-kekayaan ini jika dapat diproduksi dengan baik. 250. batin dan sebagainya. bangsa.1Dunia pendidikan sebagai garda depan dalam menciptakan generasi penerus bangsa ternyata masih memprihatinkan dan bahkan mengenaskan. Poerwodarminto.BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Indonesia. maka akar masalah dari permasalahan tersebut terletak pada dunia pendidikan. 1982). Ketidakmampuan mengelola berbagai kekayaan alam ini salah satunya disebabkan karena ketidakmampuan dalam hal pengelolaan. Ki Hajar Dewantara. Kekayaannya tidak terbatas hanya pada kekayaan alamnya saja. 1 .

atau waktu senggang. mengapa lembaga pengasuhan ini kemudian biasa juga disebut “Ibu Asuh” atau “Ibu yang Memberikan Ilmu” (Alma Mater). Sekolah Itu Candu (Yogyakarta: Pustaka Pelajar cet. 5 Ibid. sekolah dan masyarakat Sekolah2 sebagai kawah candradimuka dari proses penciptaan generasi penerus bangsa (setelah keluarga tentunya) ternyata belum mampu mencapai tujuan yang diharapkan. menjadi Scola In Loco Parentis (lembaga pengasuhan anak pada waktu senggang diluar rumah. sebagai pengganti ayah dan ibu). Keempatnya memiliki arti sama yakni: waktu luang yang digunakan secara khusus utuk belajar. 889. Pada jaman dahulu. 6. sekolah merupakan turunan dari skhole. Secara historis etimologis. Mereka menyebut kegiatan ini dengan skhole. 7 .yang kemudian di sebut dengan “Tri Pusat Pendidikan” yang meliputi : keluarga. 4 Ibid.3Penggunaan kata ini tentunya dilatarbelakangi oleh proses awal dari pelaksanaan sekolah itu sendiri. 5. scola. Itulah pula sebabnya. scolae atau schola (bahasa Latin) yang secara harfiah berarti: waktu luang. Ke-5 2003). scola. telah beralih sebagian dari fungsi Scola Maternal (pengasuhan ibu sampai usia tertentu {dalam term Ki Hajar Dewantara sebagai lingkungan keluarga}).4 Sejak saat itulah. Roem Tomatimasang.Ibid. scolae atau schola. yang merupakan proses dan lembaga sosialisasi tertua umat manusia. orang-orang Yunani biasanya mengisi waktu luang mereka dengan cara mengunjungi suatu tempat atau sesorang pandai tertentu untuk mempertanyakan dan mempelajari hal-ikhwal yang mereka rasakan memang perlu dan butuh untuk mereka ketahui.5 2 3 Sekolah berarti : Bangunan atau lembaga untuk belajar dan memberi pelajaran.

V.7Namun dalam kenyataan di lapangan berbicara lain. karena berasal dari kata yang memiliki arti “mengisi waktu luang” inilah jangan-jangan proses pembelajaran di sekolah dilakukan apa adanya tanpa bentuk managerial yang jelas dan terciptanya out put pembelajaran yang dapat diandalkan.6 juta orang atau 9. “Perang Total Melawan Buta Aksara”. 7 UU Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen.8Ironis memang.1 % (sebesar Rp. Lebih Asyik Tanpa UN ”pengantar” (Yogyakarta : LkiS. Redaksi lengkapnya sebagai berikut : Bab XII Pendanaan Pendidikan bagian keempat tentang Pengalokasian Dana Pendidikan Pasal 49 ayat 1 “Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Pada Sektor Pendidikan dan minimal 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah” 8 Anggaran Pendidikan. ada beberapa kegelisahan yang menggelayut dibenak penulis.Dari akar historis di atas. 12. salah satunya dengan pengalokasian dana 20 % dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara. namun permasalahan ini bukan hanya persoalan tunggal yang dihadapi masyarakat di Indonesia. 6 . anggaran pendidikan yang dialokasikan untuk dunia pendidikan pada tahun 2006 ternyata hanya mencapai 9. I 2007 hal. Disebutkan sekitar 14. 153/U/2003 tentang akhir nasional (UN). sedangkan untuk tahun 2007 ini anggaran pendidikan berjumlah 43. Pustaka Merah Putih Yogyakarta cet.4 Triliun.9Kontroversi tentang UN ini memang sangat mengemuka. Berbagai kebijakan pendidikan lainnya yang juga mendapatkan perhatian luas terkait dengan kekontroversialannya adalah Surat Keputusan No. 39. Dodi Nandika. 9 Naylul Izza Et. Di negara dengan jumlah rakyat terbesar ke tiga di dunia ini (setelah Cina dan India) masih banyak penduduknya yang tidak mempunyai kamampuan di bidang baca dan tulis alias masih buta huruf.All.6 Berbagai usaha memang telah dilakukan pemerintah. Kompas (Jakarta). 7. 25 Januari 2007. 39 Triliun) dari total 20 % anggaran yang ada. 2007). 18 Oktober 2006. Rabu.55 persen dari penduduk usia 15 tahun ke atas belum melek aksara. Kompas (Jakarta).

kreatif. Kompas (Jakarta). mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Rasiyo (Kadinas Pendidikan dan Kebudayaan Jatim pada acara perbincangan di TVRI Jatim. Alokasi dana yang dianggarkan untuk pelaksanaan UN 2007 ini tidak tanggung-tanggung. yakni mencapai 250 Miliar. 11. serta tanggal 24-26 April 2007 untuk tingkat SMP atau sederajat. Sabtu. Diperkuat dengan satatemen DR. berakhlak mulia. pelaksanaan. distribusi soal dan sebagainya.banyak pihak beranggapan bahwa dengan adanya UN ini akan semakin menjauhkan siswa dari tujuan pendidikan yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kompas (Jakarta). Pembiayaan UN diambilkan dari dana pemerintah dan pemerintah daerah. Pengumuman pelaksanaan yang baru dilakukan pada bulan November 2006 sangat UU Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen.13 Pelaksanaan UN 2007 mengalami pemajuan jadwal. 18 Maret 2007.20 tahun 2005 pasal 19. 14 Pemajuan jadwal ini mendapat berbagai respon yang beragam. Minggu. 11 10 .11Permasalahan mendasar dari pelaksanaan UN antara lain meliputi: alokasi dana yang disediakan. sehat. biaya pengawasan. 27 September 2007. baik pro maupun yang kontra. tanggal 17-19 April untuk tingkat SMA dan sederajat. maka untuk tahun ini UN akan dilaksanakan pada bulan April. 12. dan kondisi dari peserta didik itu sendiri. Merupakan kolom khusus yang di gunakan oleh Depdiknas untk publikasi mengenai pelaksanaan UN 2007). Kompas (Jakarta). 40-41. 41-42. Permendiknas No.10Selain itu juga dianggap memberatkan siswa dan mengebiri peran guru dalam menilai kemampuan muridnya. Sabtu. Advertorial. Lebih spesifiknya. Jika biasanya UN dilaksanakan pada bulan Mei. 9 Desember 2006. 13 Biaya penyelenggaraan ujian nasional sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah. 9 Desember 2006. 12 Mendiknas Tolak Revisi PP SNP. standar nilai kelulusan.12Dana ini digunakan untuk pengadaan soal. berilmu. 14 Advertorial. cakap.

karena sangat mengganggu rencana kerja tahunan para guru. 22. Jika pada UN M. 9 Desember 2006. Diperkuat dengan : Surya. 41.15Hal ini terasa sangat miris jika dibenturkan dengan pernyataan dari Depdiknas yang menggunakan pameo “Lebih Cepat Lebih Baik”. Heru Mulyanto (ketua Tim Pemantau Independen (TPI) UN 2007 Jatim). 18 BSNP adalah Badan Standar Nasional Pendidikan yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005.Basuki Sugita. Kompas (Jakarta). Sebab pada bulan Mei. Namun di luar itu. Bertugas: mengelola arsip permanen dari hasil ujian nasional dan hal-hal yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan ujian nasional diatur dalam prosedur operasi standar 15 . Acara ini juga dihadiri oleh : Prof. Rasiyo (kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Jatim pada acara perbincangan di TVRI Jatim hari Ahad. negeri ini memiliki banyak acara yang akan dihadiri oleh banyak massa yaitu: peringatan hari buruh internasional. 18 Maret 2007 dengan tema “Jelang UN 2007”. Diperkuat dengan statemen dari DR. Dengan waktu yang jelas berkurang dengan tetapnya jumlah materi yang harus diberikan kepada siswa tentu bukan perkara mudah untuk melakukannya. Dari pihak Depdiknas mengatakan bahwa pemajuan jadwal ini dilakukan dengan pertimbangan: target proses kegiatan belajar mengajar sudah usai pada bulan April. meskipun sederhana tetapi terkesan menganggap gampang persoalan. 41. hari pendidikan nasional. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran. untuk dapat lulus BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan)18memberikan keluwesan dengan memberikan dua alternatif standar kelulusan.16Penggunaan pameo ini. penilaian kelulusan pada UN 2007 menyangkut batas minimal nilai untuk setiap pelajaran yang diujikan. Kompas (Jakarta) 5 Februari 2007. Sunarto (Kepala Badan Akreditasi Jatim) dan Drs. (Surabaya) 16 Februari 2007. dan peristiwa Mei. DR. 14. 9 Desember 2006. 17 Advertorial.disesalkan. Depdiknas. seakan tidak mengetahui bagaimana sulitnya mengubah jadwal pembelajaran oleh guru. 16 Advertorial Kompas (Jakarta). Pertama. sehingga siswa tidak perlu menunggu waktu lebih lama menghadapi UN dan dengan pemajuan jadwal ini diharapkan para siswa dapat lebih konsentrasi. ”Berbagai Kelemahan Pelaksanaan Ujian Nasional 2007”.17 Standar kelulusan memang naik.

41. 22 Advertorial.00 berbagai mata pelajaran yang diujikan.2006 standar minimal kelulusan 4. 9 Desember 2006. Singapura 8. Kompas.00.00 (nilai minimal setiap pelajaran sekolah ditentukan oleh masing-masing sekolah). Kompas. 2) Lulus ujian sekolah sekolah dengan rata-rata minimum 6. Mega proyek ini dicanangkan dengan pertimbangan persaingan dengan negeri tetangga. 3) Lulus dari satuan pendidikan. Pemerintah Akhirnya Digugat.26 maka. Statemen dari Yunan Yusuf (Ketua BSNP) 20 19 .20Mereka menganggap pelaksanaan UN semakin memberatkan siswa dan memangkas kreatifitas siswa dan guru. Peningkatan standar nilai memang Advertorial. (Jakarta). (Jakarta). 5) Lulus Ujian Nasional (UN). 21 Advertorial. maka kita terkesan mabuk akan standar nilai saja tanpa melihat kesiapan dari bangsa kita untuk mencapainya.00 pada salah satu mata pelajaran. 4) Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. pada UN 2007 formula standar kelulusan adalah :19 1) Nilai rata-rata 5. 9 Desember 2006. Thailand 7. tidak ada nilai di bawah 4. Berbagai gugatan mengenai pelaksanaan UNpun sudah dilayangkan. 9 Desember 2006. 41-42. yaitu menyelesaikan seluruh program pembelajaran dengan memperoleh nilai minimum. Kompas (Jakarta) 28 Juli 2006. yakni Malaysia (nilai kelulusan 8). 12. Kompas (Jakarta). Nilai pada dua mata pelajaran lainnya masing-masing minimal 6. 41.25 atau memiliki nilai minimal 4.22Kalau pertimbangan ini yang dipakai.21 Berbagai perubahan yang berkenaan dengan UN bermuara pada keinginan pemerintah untuk mencapai target minimal nilai kelulusan 6 pada tahun 2008.

cara. pemerintah terkesan terburu-buru dalam pelaksanaannya. kenapa baru bulan November pengumuman itu diumumkan?. dan fasilitas pendidikan yang ada di masing-masing sekolah. dan strategi bidang-bidang lain di luarnya. Ada beberapa hal yang dapat dibaca dari Proyek pelaksanaan UN 2007 ini. . Hal ini juga terkait dengan isu-isu yang muncul di sekitar istana negara. Jika program ajaran baru dimulai pada bulan Juli. politik dengan pendidikan dan sebagainya. Dari sini pula. mulai dari aksi cabut mandat yang dilakukan berbarengan dengan peringatan peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) yang di komandoi oleh Hariman Siregar dan tuntutan reshuffle kabinet yang dinilai tidak becus dalam melaksanakan roda pemerintahan yang menjadi tanggungjawabnya. semakin remang batas antara dunia politik dengan ekonomi. Dimulai dari pemunculan isu pamajuan jadwal yang dilakukan (bulan November 2006). dan strategi politik dengan prinsip. namun yang perlu dipertimbangkan juga adalah kondisi negara kita dengan negara-negara yang dicontohkan berbeda. keragaman budaya.penting. Setiap isu yang muncul selalu ada skenario politik yang bermain. mulai tampak peran “bengis” negara dalam memaksakan kehendaknya kepada rakyat sipil. Mulai dari luas wilayah. Kondisi seperti inilah yang oleh Yasraf Amir Piliang disebut dengan transpolitika. Di sinilah terlihat arogansi dari Negara (state) untuk memaksakan kehendaknya kepada rakyat (Civil Society). Rakyat dipaksa untuk mengikuti segala kepentingan negara demi proses pelanggengan kekuasaan. cara. Semakin hari semakin tidak jelas batas antara kepentingan pribadi dan golongan dengan kepentingan publik. Transpolitika adalah: bersilang dan bersimbiosisnya prinsip.

XX. sedangkan Kosgoro 1957 (berdiri tahun 2003) adalah organisasi kemasyarakatan pendukung/bernaung di bawah partai Golkar. yang membuat kabur prinsip politik itu sendiri. seksualitas.”Voucher Diknas Beraroma KKN”. 3 November 2006). A. 5. Cirebon. salah satu penerima voucher tersebut adalah SMUN Gegesik. 470 juta. Kosgoro adalah lembaga independen. 12. budaya popular. 5. Teguh Juwarno penyaluran bantuan pendidikan itu merupakan amanat undangundang yang harus dilaksanakan oleh pejabat Depdiknas. Piliang.24 Mengenai Keberadaan Kosgoro ini. Transpolitika. 23 . Kompas (Jakarta). 26 Sutta Dharmasaputra.”Voucher Diknas Beraroma KKN”. Dinamika Politik Di Dalam Era Virtualita (Yogyakarta : Jalasutra. Kasus ini berawal dari safari Ramadhan Agung Laksono. Menurut Staf Khusus Menteri Pendidikan Nasional Bidang Komunikasi Publik. (pendidikanpun termasuk didalamnya). 3 November 2006). 24 Sutta Dharmasaputra. ada klarifikasi dari Syahrul J Bungamayang (Sekjen Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro) yang mengatakan bahwa ada perbedaan antara Kosgoro pimpinan Efendi Jusuf dengan Kosgoro 1957 pimpinan Agung Laksono. Kompas (Jakarta) 20 Oktober 2006.seperti: media.25 Namun anehnya lagi.26 Voucher pendidikan. Dalam kesempatan ini Agung membagi-bagikan voucher kepada beberapa sekolah yang “katanya” bernaung di bawah Kosgoro 1957 senilai Rp. Kompas (Jakarta). 25 Voucher Pendidikan. Apakah sebuah SMUN bernaung di bawah ormas?. sehingga bukan merupakan skandal.23 Kasus Voucher pendidikan yang mengemuka pada bulan Oktober 2006 semakin menguatkan dugaan kita akan kondisi transpolitika di atas. Landasan hukum dari penyaluran bantuan pendidikan ini didasarkan pada Yasraf. Kasus yang membawa nama ketua DPR Agung Laksono tersebut semakin menambah runyam kondisi pendidikan kita. merupakan salah satu bentuk bantuan terhadap sekolah. 2005).

29 Permasalahan mendasar dari voucher tersebut bukanlah pada besaran angka.28Sedangkan jumlah keseluruhan anggaran untuk voucher pendidikan tahun 2006 berjumlah Rp 660 Miliar (2 % dari anggaran pendidikan). sekolah mana yang mendapatkan dan bagaimana mekanismenya. 10 November 2006. . yaitu untuk SD (Rp. Tetapi alangkah baiknya jika yang memberikan voucher tersebut bukan diri Agung Laksono. 5. janji tinggallah janji dan bukti tinggallah sebuah mimpi. SMP (Rp.55 juta). Voucher Pendidikan. bahkan tak jarang 27 28 Depdiknas: Itu Amanat UU. 12. Dalam setiap kunjungan kerjanya.27 Voucher ini terbagi menjadi tiga jenis. jika memang sesuai dengan prosedur yang ada. karena kapanpun dan dimanapun jabatannya sebagai ketua partai politik dan ketua DPR tetap disandangnya. Betapa isu pendidikan menjadi sebuah hot issue yang selalu diusung oleh masing-masing calon. presidenpun tidak lupa mengunjungi sekolah-sekolah yang berada di sekitar tempat kunjungannya. Namun ironisnya. Jika pemberian itu dikaitkan dengan Ormas yang dipimpinnya juga tidak masalah. 12. Tetapi bermuara pada keberadaan Agung Laksono sebagai salah satu ketua partai politik dan ketua DPR. Kitapun tentunya masih ingat ketika pemilihan Presiden tahun 2004 kemarin. Kompas (Jakarta). Politisasi dunia pendidikan semakin tak terelakkkan. 55 juta) dan SMA (Rp. 27 Oktober 2006. 29 DPR Malah Berperan Menjadi Tukang Pos. 20 Juta).pasal 49 ayat (3) UU Sisdiknas yang berbunyi “Dana pendidikan dari pemerintah dan pemerintah daerah untuk satuan pendidikan diberikan dalam bentuk hibah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku”. Kompas (Jakarta). 3 November 2006. Kompas (Jakarta).

sebagaimana dituangkan dalam pembukaan UUD 194530 harus direalisasikan. penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang ujian nasional 2007 dengan judul: Ujian Nasional 2007. maka apakah UN bisa mewakili seluruh proses yang telah dilakukan oleh anak didik? Dan apakah hasil dari UN ini dapat dipakai sebagai wahana peningkatan mutu pendidikan di negara kita? Dari pemaparan di atas. Maka tak salah jika muncul anggapan bahwa para pejabat hanya suka tebar pesona. Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Jika kondisi pendidikan kita sudah dijadikan ajang perekrutan massa (politisasi). antara Kuasa 30 Tugas negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut: Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. jika tujuan awalnya digunakan sebagai bentuk evaluasi dari proses pembelajaran. Hal-hal seperti inilah yang semakin menguatkan dugaan bahwa presiden dan para pejabat publik lainnya menggunakan pendidikan sebagai lahan mencari simpati rakyat. . Memajukan kesejahteraan umum. Negara sebagai pihak yang berwenang mengatur segala persoalan bangsa harus segera menghadirkan kepastian bagi warga negaranya. Begitupun juga dengan UN 2007. Mencerdaskan kehidupan bangsa. Tugas negara.presidenpun sempat masuk kelas dan mengajar para siswa. maka tujuan pendidikan nasional yang diamanahkan dalam undangundangpun akan semakin menjauh dari kenyataan. Berbagai persoalan di bidang pendidikan yang diutarakan di atas perlu segera mendapatkan solusi terbaik. perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan Ujian Nasional 2007 beserta pro dan kontranya 2. Untuk mengetahui peran negara dalam dunia pendidikan khususnya dalam ujian nasional 2007 sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia? Sedangkan Kegunaan dari pembuatan skripsi ini merupakan bagian dari limpahan respon terhadap permasalahan yang diangkat. Hasil dari penulisan ini diharapkan berguna bagi penambah wawasan di bidang pendidikan dan diharapkan pula dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pembuatan formulasi evaluasi yang benar-benar sesuai dengan realitas bangsa Indonesia. penulisan skripsi ini merupakan bagian dari kewajiban penulis sebagai persyaratan penyelesaian jenjang .Negara dan Peningkatan Mutu Pendidikan yang lebih memfokuskan pada mekanisme pelaksanaan dari ujian nasional 2007. Selain itu. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang di atas. dapat ditarik rumusan permasalahan sebagai berikut: Bagaimana mekanisme pelaksanaan ujian nasional 2007? Bagaimana peran negara dalam dunia pendidikan khususnya dalam ujian nasional 2007 sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia ? TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.

kuat dan Pengaruh yang ada pada seseorang karena jabatannya. mempunyai kesatuan politik. 32 31 . Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta. mewakili mengurus) sesuatu. Adapun istilah-istilah yang banyak digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Ujian nasional adalah: kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik secara nasional untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. 34 Ibid. cet. Balai Pustaka. Kewenangan atas sesuatu atau untuk menentukan (memerintah.33Dan kelompok sosial yang menduduki wilayah tertentu yang diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif.1 Poerwodarminto. Orang yang diberi kewenangan untuk mengurus.31 2) Kuasa memiliki beberapa arti. yakni sebagai berikut: Kemampuan. berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya. sanggup. 604. 528. maka perlu kiranya adanya penjelasan mengenai istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini. DEFINISI OPERASIONAL Untuk menghindari pembahasan yang bias terkait dengan penelitian ini. kekuatan.34 Permendiknas No.32 3) Negara adalah: organisasi disuatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. 604. 20 Tahun 2005 Pasal.pendidikan S1 di Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Sunan Ampel Surabaya.II 2002). Mampu. kesanggupan. 33 Tim Penyusun Kamus Pusat bahasa.

membungkam/diam (karena sedih).39Dalam bagian ini akan dijelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan metodologi penelitian yang meliputi: Jenis Penelitian.4) Mutu memiliki arti sebagai berikut: Karat. pengendalian diri. Jenis Penelitian Ibid. taraf atau derajat. (nilai logam mulia). bangsa dan negara. karat. Sehubungan dengan upaya ilmiah. maka metode menyangkut masalah cara kerja. Pius A Partanto dan M. 8. 505. baik buruk sesuatu. 1977). yaitu cara kerja untuk dapat memahami obyek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. berasal dari bahasa Yunani “Methodos” yang berarti cara atau jalan. derajat. kepribadian. Sumber Data.36 5) Pendidikan adalah: usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. 38 Koentjoroningrat. Guru dan Dosen (Pasal 1). akhlak mulia. 39 Ibid. Kamus Ilmiah Populer (Surabaya : Arkola. serta keterampilan yang diperlukan dirinya.37 METODE PENELITIAN Metode. Metode-Metode Penelitian Masyarakat (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. emas kertas. manikam.38Sedangkan metodika adalah: kumpulan metode-metode yang merupakan jalan-jalan atau cara-cara yang nantinya akan ditempuh guna lebih mendalami obyek studi. Jenis Data. Pendekatan penelitian. Dahlan Al Barry. 37 Ibid. UU Sisdiknas. 1994). 7. 36 35 . masyarakat. tingkat. kecerdasan. dan Teknik Pembahasan. manik. kwalitas. 7.35Atau Kualitas. kadar emas. 665-666. mutiara.

Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: Bumi Aksara. bahan kepustakaan digunakan sebagai sumber ide dasar untuk melakukan deduksi dan merumuskan pendapat baru dari pengetahuan yang ada.44 Nasution. Dalam hal itu. 1. 145.1996). 43 Ibid.42Pedekatan kualitatif menurut Bogdan dan Taylor diartikan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. digunakan paradigma dan pendekatan kualitatif.41 Pendekatan Penelitian Dalam penelitian skripsi ini. Metode Resourch (Jakarta: Bumi Aksara. 1995).1998). penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya. Moeloeng. 3. Lihat juga Mardialis. 25. 41 Panitia Penyusunan Panduan Penulisan Skripsi. 44 Ibid.1996). Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung : Remaja Rosdakarya.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Resourch) yaitu: penelitian yang menggunakan data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam materi yang terdapat dalam kepustakaan. pemecahan masalah didasarkan pada kerangka teori baru tersebut. 3. 40 . Akhirnya.40Skripsi hasil kajian pustaka ditulis untuk memecahkan suatu masalah yang didasarkan pada hasil telaah kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan dengan tema kajian. 15.43 Sedangkan Kirk dan Miller berpendapat. Panduan Penulisan Skripsi (Surabaya: IAIN Sunan Ampel Surabaya. 42 Lexy J.

Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah dalam bentuk kata verbal. 1996). bukan dalam bentuk angka.45 45 Noeng Muhadjir. . Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Reka Sarasin. 29.

Sumber data primer adalah: keterangan-keterangan yang pertama kali dicatat langsung oleh para penulis diberbagai buku atau pustaka yang membahas mengenai ujian nasional. Sumber data yang digunakan meliputi sumber data primer dan sumber data sekunder. 47 . Induksi merupakan cara berpikir yang berangkat dari faktafakta yang lebih khusus. Kuasa Negara dan Peningkatan Mutu Pendidikan. Dengan rincian pengertian sebagai berikut: 1) Teknik Induksi adalah: Pendekatan induksi berusaha untuk mengambil kesimpulan mengenai semua anggota kelas. seperti surat kabar. teknik deduksi. setelah menyelidiki sebagian saja atau mengenai anggota kelas tertentu yang belum diselidiki. Dalam hal ini. jurnal. dan internet. 1997).Sumber Data Sumber data dalam penelitian adalah: subyek dari mana data dapat diperoleh. Sudarto. teknik reflektif. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta. 102. dikemukakan beberapa teknik pembahasan yang digunakan dalam penulisan skripsi ini. digunakan beberapa sumber data sebagai bahan penggodokan dari materi yang diangkat. Raja Grafindo Persada. teknik historis dan teknik komparatif. Diantaranya: teknik induksi. maka diperlukan berbagai teknik pembahasan. 47. 1991).47 46 Suharsimi Arikunto. Sumber data sekunder adalah: keterangan-keterangan yang pertama kali dicatat langsung oleh para penulis diberbagai media. Metodologi Penelitian Filsafat (Jakarta: PT. majalah. peristiwa-peristiwa yang kongkrit kemudian diambil generalisasi-generalisasi yang bersifat umum. Teknik Pembahasan Untuk memudahkan terbentuknya mind thought dalam proses penelitian dari skripsi ini.46 Dalam skripsi ini.

49 Noeng Muhadjir. Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta. 1998). 1996). Nazir. dilanjutkan dengan mengembangkan teori (konsep). agar sistematis dan kronologis.2) Teknik Deduksi adalah: Cara berfikir yang berangkat dari pengetahuan yang bersifat umum dan bertitik tolak dari Pengetahuan umum itu untuk menilai kejadian khusus. Rake Sarasin. Metode Penelitian (Jakarta : Gholia Indonesia. maka disajikan sistematika pembahasannya sebagai berikut: BAB I: merupakan bagian pendahuluan dari skripsi ini yang berisikan tentang: latar belakang. Metodologi Penelitian Kualitatif. definisi operasional.48 3) Teknik Reflektif adalah: teknik berpikir yang prosesnya mondar-mandir antara yang empirik dan yang abstrak. 1991) .51 SISTEMETIKA PEMBAHASAN Dalam pembahasan penulisan skripsi ini. 206. 48 .55. 66.49Teknik ini dapat dilakukan dengan merefleksikan segala hal yang berhubungan dengan permasalahan penelitian di atas. 66-67. metodologi penelitian. 4) Teknik Historis adalah: menguraikan sejarah munculnya suatu hal yang menjadi obyek penelitian atau peneliti dalam perspektif waktu terjadinya fenomena-fenomena yang diselidiki. rumusan masalah. mungkin modifikasi.50 5) Teknik Komparatif adalah: memperbandingkan kategori-kategori serta serta ciricirinya untuk merumuskan teorinya (konsepnya). tujuan dan kegunaan penelitian. serta sistematika pembahasan. mungkin pula mengganti dengan yang baru. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta. 51 Noeng Muhadjir. Suharsimi Arikunto. 50 Moh.

20 tahun 2003 mengenai arti pendidikan dan tujuan pendidikan yang tentunya berbasis kepada kondisi riil bangsa Indonesia. Dari sinilah diharapkan dapat diketemukan formulasi yang tepat sebagai alat ukur keberhasilan pendidikan di negeri ini. pada bab ini juga akan dibahas mengenai peningkatan mutu pendidikan dan apakah hasil dari UN dapat dijadikan sebagai patokan tingkat mutu pendidikan suatu negara. BAB IV: membahas mengenai analisa secara keseluruhan dari ujian nasional 2007. dan prinsip evaluasi). BAB III: dalam bab ini akan dibahas mengenai bagaimana peran negara dalam ujian nasional 2007. Hal ini dikembalikan lagi kepada UU Sisdiknas No.BAB II: merupakan bab yang membahas mengenai ujian nasional 2007 yang mencakup: evaluasi (pengertian. antara kuasa negara dan peningkatan mutu pendidikan. teknik pelanggengan kekuasaan oleh negara (untuk menelusuri hal ini penulis menspesifikasikan bidang kajian pada pemikiran Antonio Gramsci mengenai Hegemoni dan Louis Althusser mengenai Ideological State Apparatus/ISA dan Repressive State Apparatus/RSA). fungsi. . BAB V: merupakan bab penutup dan kesimpulan serta dari rentetan pembahasan skripsi yang dibuat. negara dan pendidikan dan negara dan ujian nasional 2007. tujuan. serta Pro dan kontra mengenai ujian nasional 2007. Selain itu. Mekanisme ujian nasional 2007. meliputi: Sekilas tentang kekuasaan dan negara.

merupakan bagian dari proses evaluasi.52kita selalu saja akan dihadapkan pada tiga proses utama. masyarakat. Sebagai bahan pertimbangan atau ukuran keberhasilan proses pembelajaran digunakanlah evaluasi. Misalnya asal usul dari peserta didik akan berpengaruh terhadap pribadi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Proses adalah pelaksanaan dari pada pendidikan itu sendiri. Di tengah-tengah proses pembelajaran (Midle Test) dan diakhir proses pembelajaran (Post Test). Guru dan Dosen (Pasal 1)) 52 . Dari masing-masing tahapan di atas. Ujian Nasional. lingkungan dan masyarakat). Evaluasi dapat dilaksanakan diawal pertemuan (Pre Test). kepribadian. ada konsekwensi logis yang selalu menyertainya. untuk selanjutnya diadakan perbaikan sebagai langkah umtuk meningkatkan keberhasilan. serta keterampilan yang diperlukan dirinya.BAB II MEKANISME PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL 2007 Dalam membicarakan masalah pendidikan. In put dapat diartikan sebagai dari manakah siswa atau anak didik berasal (keluarga. sedangkan out put adalah keluaran atau hasil dari proses pembelajaran atau dapat pula dikatakan sebagai lulusan. yakni: in put. pengendalian diri. relasi antar individu dan sebagainya juga berpengaruh terhadap metode yang digunakan dalam penyampaian materi dari pendidik/guru (dalam proses pembelajaran). akhlak mulia. Setelah diadakannya evaluasi ini. capaian dari peserta didik dalam menguasai materi dan keberhasilan pendidik dalam menyampaikan materi dapat diketahui. bangsa dan Negara (UU Sisdiknas. proses dan out put. utamanya dilakukan dalam sekolah. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) No. 20 tahun 2003 disebutkan: Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk Adalah: usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. kecerdasan.

jalur. memperoleh. EVALUASI 1. satuan.55 Dalam arti luas. alangkah baiknya kita bahas terlebih dahulu mengenai evaluasi itu sendiri. 55 Ibid. 1 56 Ngalim Purwanto. 220. Pengantar Evaluasi Pendidikan (Jakarta : RajaGrafindo Persada.53Dalam bahasa arab.akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan (Pasal 57 ayat 1:) dan Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. berarti penilaian. evaluasi adalah suatu proses merencanakan. cet. 1. 1996). Chabib Thoha. berasal dari kata At Taqdir. 1. dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatifalternatif keputusan (Mehren dan Lehmann). (Jakarta : PT Gramedia. M. Sebelum membahas mengenai Ujian Nasional.54Dengan demikian.I. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan. 1996). 2002). berdasarkan data tersebut kemudian dicoba membuat suatu keputusan. Echols dan Hasan Shadily. Pengertian Evaluasi Pendidikan Secara etimologis. 3 53 . Dan John M. dengan akar kata Al Qimah berarti nilai. cet. evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai: penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. Evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran. secara harfiah. (Bandung : PT Remaja RosdaKarya.56Sesuai dengan pengertian tersebut maka setiap kegiatan evaluasi atau penilaian merupakann suatu proses yang sengaja direncanakan untuk memperoleh informasi atau data. 54 Anas Sudijono. Kamus bahasa Inggris-Indonesia.cet.III. Teknik Evaluasi Pendidikan (Jakarta : PT Rajagrafindo. 1996). MP.XXIII. jenjang dan jenis pendidikan (Pasal 59 ayat 1:). A.

59 Hasil suatu pengukuran belum memiliki arti jika belum ditafsirkan dengan jalan membandingkan hasil pengukuran dengan atandar atau patokan yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam penilaian pendidikan. Kata-kata tersebut adalah measurement atau pengukuran.. 61 Ibid. hal ini dapat diperoleh melalui jalan tes atau cara lain. ada beberapa kata yang serupa dengannya. Teknik Evaluasi Pendidikan. assesment atau penaksiran dan tes.58 Measurement. . 60 Ibid. 1 Ibid. atau usaha untuk mengetahui keadaan sesuatu seperti adanya yang dapat dikuantitaskan. Namun sebenarnya ketiga kata tersebut terdapat perbedaan. 2.57 Selain kata evaluasi. 2 59 Ibid.Kegiatan evaluasi memerlukan penggunaan informasi yang diperoleh melalui pengukuran maupun dengan cara lain untuk menentukan pendapat dan membuat keputusan-keputusan pendidikan.2. 2.60 Sumadi Suryabrata mendefinisikan tes sebagai: “Pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dan atau perintah-perintah yang harus dijalankan. yang mendasarkan harus bagaimana testee menjawab pertanyaan-pertanyaaan atau melakukan perintah-perintah itu penyelidik mengambil kesimpulan dengan cara membandingkannya dengan standar atau testee yang lain”. Chabib Thoha. Pendapat dan keputusan tentu saja dipengaruhi oleh kesan pribadi dan sistem nilai yang ada pada si pembuat keputusan. diartikan sebagai proses untuk menentukan luas atau kuantitas sesuatu. patokan itu dapat berupa batas minimal kompetensi materi pelajaran yang harus dikuasai atau rata-rata nilai yang diperoleh oleh kelompok.61 57 58 M. Sedangkan pengertian tes lebih ditekankan pada penggunaan alat pengukuran.

selama program berlangsung. melainkan merupakan kegiatan yang dilakukan pada permulaan. tidak sampai ke taraf evaluasi. Evaluasi bukan hanya merupakan kegiatan akhir atau penutup dari suatu program tertentu. Ngalim Purwanto.. 3. 62 63 Ibid. 3. sedikitnya adalah tiga aspek yang perlu diperhatikan untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan evaluasi.64 Dari rumusan tersebut di atas. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan.62 Dalam hubungannya dengan proses pengajaran. (evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauhmana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa). Ini berarti bahwa evaluasi (dalam pengajaran) merupakan kegiatan yang terencana dan dilakukan secara berkesinambungan. . melainkan sekedar mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran. dan pada akhir program setelah program itu dianggap selesai. Gronlund (1976) merumuskan pengertian evaluasi sebagai berikut: “Evaluation …. Norman E. a systematic process of determining the extent to which instructional objectives are achieved by pupils”. khususnya evaluasi pengajaran. tetapi mengandung pengertian yang sama. Wrightstone dan kawan-kawan (1956) mengemukakan rumusan evaluasi pendidikan sebagai berikut: “Educational evaluation is the estimation of the growth and progress of pupils toward objectives or values in the curiculum”(evaluasi pendidikan adalah penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa ke arah tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan di dalam kurikulum). 65 Ibid. yaitu:65 1. 3-4.Untuk pengertian assesment. Kegiatan evaluasi merupakan proses yang sistematis. 64 Ibid.63 Dengan kata-kata yang berbeda. 3.

. tidak mungkin menilai sejauh mana pencapaian hasil belajar siswa. dan sebagainya. Tanpa menentukan atau merumuskan tujuan-tujuan terlebih dahulu. Dalam kegiatan pengajaran. nilai ujian akhir catur wulan. 3.Yang dimaksud dengan program disini adalah program satuan pelajaran yang akan dilaksanakan dalam satu pertemuan atau lebih. empat tahun ajaran atau enam tahun ajaran dan sebagainya. 2. ketepatan keputusan hasil evaluasi sangat bergantung kepada kesahihan dan obyektifitas data yang digunakan dalam pengambilan keputusan. dan juga program pendidikan yang dirancang untuk satu tahun ajaran. Berdasarkan data itulah selanjutnya diambil suatu keputusan sesuai dengan maksud dan tujuan evaluasi yang sedang dilaksanakan. -khususnya evaluasi pengajaran. hasil ulangan atau tugas-tugas pekerjaan rumah. Setiap kegiatan evaluasi. nilai midsemester. data yang dimaksud mungkin berupa perilaku atau penampilan siswa selama mengikuti pelajaran. nilai akhir semester. Perlu dikemukakan disini bahwa. Adapun tujuan pengajaran merupakan kriteria pokok dalam penilaian. program caturwulan ataupun program semester. diperlukan berbagai informasi atau data yang menyangkut obyek yang sedang dievaluasi. Hal ini adalah karena setiap kegiatan penilaian memerlukan suatu kriteria tertentu sebagai acuan dalam menentukan batas ketercapaian obyek yang dinilai.tidak dapat dilepaskan dari tujuan-tujuan pengajaran yang hendak dicapai. Di dalam kegiatan evaluasi.

M. Evaluasi Pendidikan. tujuan evaluasi dalam intruksional adalah melihat: The proccess of constructing a test simulated teachers to clarify and refine meningful course objectives (proses pembentukan sebuah tes yang disimulasikan guru untuk mengklarifikasi dan menemukan kembali makna dari obyek pembelajaran ). .. Tujuan Evaluasi Pendidikan Tujuan utama melakukan evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan intruksional oleh siswa. yaitu:68 a) 1) Intructional. Untuk mengetahui tingkat efisien metode-metode pendidikan yang dipergunakan pendidikan selama jangka waktu tertentu tadi. Chabib Thoha. Untuk mengetahui kemajuan belajar peserta didik setelah menyadari pendidikan selama jangka waktu tertentu.2.66 Muchtar Buchori mengemukakan bahwa tujuan khusus evaluasi pendidikan ada dua.III. Stanley dan Kenneth mengklasifikasikan tujuan evaluasi dalam pendidikan dalam tiga fungsi yang saling terkait satu dengan yang lainnya. 6. Teknik Evaluasi Pendidikan. dan 2. 2) Test profide a means of feedback to the teacher. Feedback from tests helps the teacher provide more appropriate instructional guidance for individual students as well as for the class as a 66 67 Daryanto. Julian C. yaitu:67 1. Rineka Cipta. cet. (Jakarta: PT. 7. sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya. Tujuan evaluasi secara umum dapat dikaitkan dengan fungsi evaluasi dalam pendidikan. 2005). 11. 68 Ibid.

3) Properly constructed tests can motivate learning. 2) Tests are useful for program evaluation and research (tes berguna sebagai program evaluasi dan penelitian ). 4) Examinations are useful means of overlearning (Ujian berguna sebagai makna yang lebih dari pembelajaran). students pursue mastery of objectives more deligently if they expect to be evaluated (pembentukan tes yang tepat dapat memotivasi belajar. As a general rule.whole (tes memberikan sebuah makna umpan balik kepada guru. b) Administrative. siswa mengejar penguasaan obyek secara lebih cerdas jika mereka ahli dalam hal evaluasi). tujuan evaluasi dalam masalah administrasi pendidikan adalah sebagai berikut: 1) Tests provide a mechanism for “quality control” for school or school system national or local norms can provide a basis for assessing certain curricular strengths and weaknesses (tes memberikan sebuah mekanisme untuk mengkontrol kualitas sekolah atau sistem pendidikan nasional atau lokal yang dapat menyediakan sebuah dasar untuk penaksiran yang pasti dari kelebihan dan kekurangan sebuah kurikulum ). . Umpan balik ini membantu guru dalam menyediakan bimbingan instruksi yang tepat bagi siswa secara individual dan untuk siswa seluruh kelas pada umumnya ). Seperti pada umumnya.

memberikan pertimbangan dalam menentukan bahan . evaluasi dapat dipakai sebagai kerangka acuan kemana dia harus bergerak menuju tujuan pendidikan. c) Guidance. 4) Test can increase the quality of selection decisions (tes dapat meningkatkan kualitas dari pemilihan keputusan). “Test can be of value in diagnosing an individual’s special aptitudes an abilities. a) Psikologik. seorang individu yang merupakann aspek penting dari proses konseling . kepentingan. achievement. interest. 5) Test can be useful means of accreditation mastery Or certification (tes dapat dimaksudkan sebagai akreditasi atau sertifikasi). tujuan evaluasi dalam melakukan bimbingan kepada peserta didik dijelaskan. yaitu: 1.3) Tests enable better decisions in clasification and placement (tes memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik pada klasifikasi dan penempatan). Klasifikasi berdasarkan fungsinya. tujuan evaluasi pendidikan dapat dikelompokkan dalam tiga klasifikasi. an personalities often an important aspect of the counselling process (tes dapat berupa penilaian pada diagnosis bakat khusus kemampuan seorang individu. Menghasilkan ukuran dari bakat sekolah. b) Didaktik/Intruksional. pendekatan. evaluasi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan. Obtaining measures of scholastic aptitude. tujuan evaluasi memotivasi belajar kepada peserta didik.)” Menurut Sumadi Suryabrata.

2. tujuan evaluasi dapat digunakan untuk mengambil: a) Keputusan individual.pengajaran dan metode mengajar serta dalam rangka mengadakan bimbingan-bimbingan secara khusus kepada peserta didik. 3. . bertujuan untuk pengisisan buku rapor. dan tentang ketentuan kenaikan siswa. dan keputusan-keputusan penelitian. dan b) Evaluasi sumatif berfungsi untuk mengukur keberhasilan seluruh program pendidikan yang dilaksanakan pada akhir pelaksanaan proses belajar mengajar (akhir semester/tahun). Klasifikasi berdasarkan keputusan pendidikan. menentukan indeks prestasi. c) Administrratif/Managerial. b) Keputusan institusional. pengisian STTB. Klasifikasi Formatif dan Sumatif a) Evaluasi formatif diperlukan untuk mendapatkan umpan balik guna menyempurnakan perbaikan proses belajar mengajar. c) Keputusan didaktik instruksional.

Fungsi Evaluasi Pendidikan Secara lebih rinci. Fungsi ini berguna bagi guru dan atau supervisor untuk mengadakan perbaikan program beserta pelaksanaannya pada masa yang akan datang atau pada pertemuan berikutnya. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan. 5-7 . Untuk keperluan Bimbingan dan Konseling (BK). dan prosedur serta alat evaluasi. materi atau bahan pengajaran. 2. fungsi evaluasi dalam pendidikan dan pengajaran dapat dikelompokkan menjadi empat fungsi. 4. Hasil evaluasi yang diperoleh itu selanjutnya dapat digunakan untuk memperbaiki cara belajar siswa (fungsi Formatif) dan atau untuk mengisi rapor atau Surat Tanda Tamat Belajar. metode dan kegiatan belajar mengajar. Komponen-komponen dimaksud antara lain adalah tujuan. alat dan sumber belajar. Pengajaran sebagai suatu sistem terdiri atas beberapa komponen yang saling berkaitan satu sama lain. 69 Ngalim Purwanto.3. Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan. Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan siswa setelah mengalami atau melakukan kegiatan belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu. yaitu:69 1. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pengajaran. Hasil-hasil evaluasi yang telah dilaksanakan oleh guru terhadap siswanya dapat dijadikan sumber informasi atau data bagi pelayanan BK oleh para konselor sekolah atau guru pembimbing lainnya. 3. yang berarti pula untuk menentukan kenaikan kelas atau lulus-tidaknya seorang siswa dari suatu lembaga pendidikan tertentu (fungsi sumatif).

Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa. 4. Untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu. anak tersebut akan ditempatkan bersama siswa-siswa yang memiliki bakat dan minat bersama (spesifikasi) d) Evaluasi berfungsi sebagai pengukuran keberhasilan. 70 Daryanto. 2. Seleksi itu sendiri mempunyai berbagai tujuan. maka dengan melihat hasilnya. guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi terhadap siswanya. b) Evaluasi berfungsi Diagnostik Apabila alat yang digunakan dalam evaluasi cukup memenuhi persyaratan. Dengan diketahuinya sebab-sebab kelemahan ini. sebenarnya guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahannya.Secara lebih spesifik. evaluasi berfungsi sebagai berikut:70 a) Evaluasi berfungsi Selektif Dengan cara mengadakan evaluasi. 3. Setelah diketahui bakat dan minatnya. Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah dan sebagainya. antara lain: 1. Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya. akan lebih mudah dicari untuk mengatasi. c) Evaluasi berfungsi sebagai Penempatan Evaluasi dalam hal ini digunakan sebagai langkah untuk mengetahui bakat dan minat sesorang. Jadi dengan mengadakan evaluasi. 14-16 . Di samping itu diketahui pula sebab musabab kelemahan itu. Evaluasi Pendidikan . guru akan mengetahui kelemahan siswa.

Fungsi ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana tingkat keberhasilan suatu program.71 Selain fungsi-fungsi di atas. kurikulum. berfungsi sebagai: a) Mengetahui kemampuan dan hasil belajar b) Memperbaiki cara belajar. Teknik Evaluasi Pendidikan. bila dilihat dari pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran yakni guru. Keberhasilan suatu program (pendidikan) ditentukan oleh beberapa faktor yaitu: guru. Fungsi pendidikan bagi orang tua antara lain: a) Mengukur mutu hasil pendidikan b) Mengetahui kemajuan dan kemunduran sekolah 71 72 Suharsimi Arikunto. orang tua serta masyarakat dan pengguna jasa pendidikan. sarana dan sistem kurikulum. maka fungsinya juga berbedabeda. 1995). Fungsi pendidikan bagi guru diantaranya untuk: a) Mengetahui kemajuan belajar peserta didik b) Mengetahui kedudukan masing-masing individu peserta didik dalam kelompoknya c) Mengetahui kelemahan-kelemahan dalam cara belajar mengajar d) Memperbaiki proses pembelajaran e) Menentukan kelulusan peserta didik 2. metode mengajar. Chabib Thoha. . peserta didik. Fungsi pendidikan bagi peserta didik. Dasar-Dasar Evaluasi. dan c) Menumbuhkan motivasi dalam belajar 3. 11 M. Secara spesifiknya akan disajikan berikut ini:72 1. (Jakarta : Bumi Aksara. 10-11 .

Fungsi pendidikan bagi orang tua antara lain: a) Mengatahui hasil belajar anaknya b) Meningkatkan pengawasan dan bimbingan serta bantuan kepada anaknya dalam usaha belajar c) Mengarahkan pemilihan jurusan atau jenis sekolah pendidikan lanjutan bagi anaknya 5. Dahlan Al Barry. 73 74 Pius A Partanto dan M. penting. . Daryanto. permulaan.73 Dalam proses pelaksanaan evaluasi prinsip-prinsip yang harus diperhatikan antara lain:74 1. Keterpaduan Evaluasi merupakan bagian integral dari proses pembelajaran. evaluasi harus ada keterpaduan antara tujuan intruksional. (Surabaya : Arkola: 1994). 625. Oleh karena itu. 19-20. dapat diartikan sebagai asas. dan d) Mengadakan perbaikan kurikulum 4. fundamen. Fungsi pendidikan bagi masyarakat dan pemakai jasa pendidikan a) Mengetahui kemajuan sekolah b) Ikut mengadakan kritik dan saran perbaikan bagi kurikulum pendidikan pada sekolah c) Lebih meningkatkan partisipasi masyarakat dalam usahanya membantu lembaga pendidikan 4. materi dan metode yang digunakan. Evaluasi Pendidikan. pokok. Kamus Ilmiah Populer.c) Membuat keputusan kepada anak didik. aturan pokok. Prinsip Evaluasi Pendidikan Prinsip.

evaluasi juga perlu diterapkan sebagai upaya perbaikan sikap dan tingkah laku ditinjau dari segi pedagogis. Bagi siswa. Keterlibatan Siswa Siswa sebagai subjek pembelajaran harus diakui keberadaannya. Dahlan Al Barry. Koherensi75 Dengan prinsip koherensi dimaksudkan evaluasi harus berkaitan dengan materi pembelajaran yang sudah disajikan dan sesuai dengan ranah kemampuan yang hendak diukur. 3. 4. bersangkut paut (Pius A Partanto dan M. Tidak dibenarkan menyusun alat evaluasi hasil belajar atau evaluasi pencapaian belajar yang mengukur bahan yang belum disajikan dalam proses pembelajaran demikian pula tidak diterima apabila alat evaluasi berisi butir yang tidak berkaitan dengan bidang kemampuan yang hendak diukur. Berarti: bersifat harmonis/konsisten/melekat. berhubungan. 75 . Akuntabilitas Sejauhmana keberhasilan program pembelajaran perlu disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan pendidikan sebagai laporan pertanggungjawaban (accountability).2. Begitupun dalam proses evaluasi. Pedagogis Di samping sebagai alat penilai hasil atau pencapaian belajar. 345). 5. Evaluasi dan hasilnya hendaknya dapat dipakai sebagai motivasi untuk siswa dalam kegiatan belajarnya. evaluasi merupakan kebutuhan sebagai bahan untuk tindakan belajar selanjutnya.

Anas Sudijono berpendapat prinsip dasar evaluasi hasil belajar meliputi:77 1) Prinsip keseluruhan (Komprehensif). yaitu antara: a) Tujuan pembelajaran b) Kegiatan pembelajaran c) Evaluasi Ketiga komponen tersebut harus saling berhubungan untuk mencapai hasil pendidikan yang diharapkan. IV. 24.76 ada satu prinsip umum yang harus ada dalam evaluasi. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan. evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik apabila evaluasi tersebut dilaksanakan secara bulat. maksudnya. 77 Ngalim Purwanto. Ed. Dalam hubungan ini. Revisi. 2) Prinsip kesinambungan (Istimror/kontinuitas). 31-33.yaitu aspek nilai atau sikap (affektive domain) dan keterampilan (psychomotor domain) yang melekat pada masing-masing individu peserta didik. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta : Bumi Aksara. yaitu prinsip Trianggulasi-atau hubungan erat tiga komponen-.Menurut Suharsimi Arikunto. evaluasi hasil belajar harus dapat mencakup berbagai aspek yang dapat menggambarkan perkembangan atau perubahan tingkah laku yang terjadi pada peserta didik sebagai makhluk hidup bukan benda mati. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi yang dapat menggambarkan mengenai kemajuan atau perkembangan peserta Suharsimi Arikunto. Dengan kata lain. cet. 76 . utuh atau menyeluruh. 2003 ). evaluasi hasil belajar yang dilakukan secara teratur dan sambung menyambung dari waktu ke waktu. evaluasi hasil belajar di samping dapat mengungkapkan aspek proses berpikir (cognitive domain) juga dapat mengungkap aspek kejiwaan lainnya.

78 BEBERAPA PERUBAHAN EVALUASI BELAJAR No 1 2 3 4 5 78 Tahun Ajaran 1971 dan sebelumnya 1972 sd 1984 Mulai Thn. bentuk soal objektif untuk 6 mata pelajaran EBTANAS bentuk soal objektif dan Essay EBTANAS. tidak dicampuri oleh kpentingan-kepentingan yang bersifat subyektif. Salamun. berikut disajikan tabel pelaksanaan evaluasi dari tahun sebelum 1971 sampai tahun 2007.Pelajaran 1985/1986 1987/1988 Mulai Thn Pelajaran Keterangan Ujian Negara Ujian Sekolah EBTANAS disertai NEM. Dalam sejarah pelaksanaan evaluasi di Indonesia.menurut keadaan yang senyatanya. B. bahwa evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik jika terlepas dari faktor-faktor yang sifatnya subyektif. Sehubungan dengan itu. Gedung Gema IAIN Sunan Ampel Surabaya. serang evaluator harus senantiasa berpikir dan bertindak wajar.Perhitungan kelulusan Makalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur disampaikan dalam seminar nasional dengan tema ”UN Pendongkrak atau Perusak Kualitas Pendidikan” oleh DR.didik. dalam melaksanakan evaluasi hasil belajar. 3) Prinsip obyektifitas. Selain itu juga berguna untuk dapat memperoleh kepastian dan kemantapan dalam menentukan langkah-langkah atau merumuskan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang perlu diambil di masa selanjutnya. MEKANISME UJIAN NASIONAL 2007 Ujian Nasional 2007 ini merupakan kelanjutan dari proses evaluasi yang dilakukan pemerintah untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses pembelajaran. 10 Mei 2007. . Untuk lebih lengkapnya. telah digunakan berbagai macam bentuk evaluasi.

1. berupa nilai P dan Q. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 3. Beberapa perubahan evaluasi belajar Untuk pelaksanaan Ujian Nasional 2007 ini disandarkan pada beberapa ketetapan hukum sebagai landasan yuridis formal pelaksanaannya. standar kelulusan lebih dari 4.Sekarang dgn. mempertimbangkan nilai Raport semester 1&2.00. mempertimbangkan nilai Raport Cawu I & II berupa nilai P dan Q EBTANAS. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 4.25 tetapi rata-rata mata pelajaran lebih dari 4.00. Ujian Nasional. sedangkan rata-rata nilai mata pelajaran harus lebih dari atau sama dengan 6.Istilah kelulusan diganti dgn ketamatan. EBTANAS SMP/SMA/SMK tetap dilaksanakan dengan standar kelulusan tidak boleh terdapat nilai mata pelajaran kurang dari sama dengan 3. perhitungan kelulusan dgn.00. 2. standar kelulusan lebih dari 4. nilai raport cawu I & II berupa nilai P&Q ditiadakan. Ujian Nasional hanya 3 Mata Pelajaran Tahun 2003. pertimbangan ketamatan :Nilai akademis dan Non akademis EBTANAS SD dihapus.50. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. yaitu: 1. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah . standar kelulusan lebih dari 4. Tahun 2005. Penentuan kelulusan memperhatikan aspek akademis dan non akademis baik dari Ujian Sekolah. Tabel 1. bentuk soal kembali ke objektif EBTANAS. Tahun 2004.25. dan sikap perilaku siswa.1988/1989 6 1996/1997 7 8 1997/1998 1999/2000 9 2001/2002 10 2002/2003 . NA=P+Q+(nR) / 2+n EBTANAS.

Dalam publikasi tahun 2000 yang merupakan hasil riset dari selama tiga tahun. Melek matematis dilihat dari pemahaman geometri ruang al jabar. Kompas (Surabaya) 21 Februari 2007. dan interpretasi grafik serta diagram matematis. tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2006/2007. kimia. yaitu membaca (prioritas utama).79 Pertanyaan menarik ini bisa dijawab dengan membandingkan aktifitas PISA yang dikoordinir oleh Organization For Economic Development Cooperation and Development sejak tahun 2000. dan energi transfer. fisika. dan kemampuan membaca bentuk grafis. Melek membaca antara lain dilihat dari lamanya waktu yang dikonsumsi siswa untuk membaca setiap bulan.5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 45 Tahun 2006. 6. kehidupan dan kesehatan. Dasar pemikiran pelaksanaan ujian nasional yang menguji kemampuan siswa dengan standar nasional pada tiga mata pelajaran . serta teknologi yang dikemas dalam tugas-tugas biologi. yaitu bahasa indonesia. Adapun melek sains antara lain dilihat dari pengetahuan bumi dan lingkungan. mengapa subyek ujian nasional tersebut adalah matematika dan bahasa (Inggris dan Indonesia)?. Pertanyaan yang sering muncul dari kalangan orang tua. PISA menilai kapasitas pelajar di atas umur 15 tahun di 32 negara anggota OEDC dalam hal keterampilan dan pengetahuan untuk menghadapi tantangan kerja ke depan. 79 Arman Hakim Nasution. matematika dan sains. jumlah buku baru yang dibaca atau dipinjam dalam sebulan. bahasa inggris dan matematika/ekonomi/bahasa asing lainnya. Pada hasil publikasi riset tahun 2000 tersebut ada tiga domain literacy (melek) yang dinilai. statistik. “Logiskah Ajakan Tak Gelar UN?”. .

ternyata hanya Jepang dan Korea di Asia yang mempunyai ranking tinggi menyaingi negara maju seperti Finlandia yang mampu mentransformulasikan ekonominya dari basis sumber daya alam sebagaimana Indonesia menajdi knowledge-based Economic sehingga mampu menjadi negara makmur hanya dalam 15 tahun. c.Dari ranking yang dibuat. Hasil dari PISA tersebut ternyata berkorelasi positif dengan daya saing suatu bangsa yang diindikasikan Global Competitiveness Index sebagai indek daya saing dalam menggerakkan kemakmuran ekonomi suatu bangsa. . Ujian nasional bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran yang ditentukan dari kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan mengenai tujuan diadakannya Ujian Nasional 2007 ini adalah sebagai berikut: 1. dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. Ujian sekolah/madrasah bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran pada semua kelompok mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. Pemetaan mutu satuan dan/atau program pendidikan. Hasil ujian nasional dan/atau ujian sekolah/madrasah berfungsi sebagai salah satu pertimbangan untuk : a. Penentuan kelulusan peserta didik dari suatu satuan pendidikan. 2. Seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.  Bukan satusatunya penentu kelulusan b.

Untuk lebih jelasnya berikut disajikan bagan naskah soal ujian nasional 2007 Terdapat pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. Butir Soal UN dipilih dan dirakit dari Bank Soal yang dikembangkan oleh Puspendik (Pusat Penelitian Pendidikan). yakni sebagai berikut: 1. Mengenai naskah soal yang diberikan dalam ujian nasional 2007 ini ada beberapa ketentuan yang digariskan oleh Departemen Pendidikan Nasional. 1 tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 tahun 2006 tentang Ujian Nasional tahun pelajaran 2006/2007. Naskah Soal UN disusun berdasarkan SKL (Standar Kompetensi Kelulusan) UN 200780 2.d. Akreditasi satuan pendidikan. 80 . SKL 2007 irisan (interseksi) dari kurikulum 1994. 2004. e. Naskah soal UN ditelaah dan ditetapkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) Naskah soal ujian nasional 2007 merupakan kolaborasi dari kurikulum 1994. 4. dan Standar Isi 3. kurikulum 2004 dan standar isi. Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.

dan peristiwa Mei. Diagram Naskah Soal Ujian Nasional 2006/2007 Pelaksanaan ujian nasional 2007 ini ada perubahan. untuk persyaratan lulus satuan pendidikan. 2. 41-42 diperkuat dengan : Surya. (Surabaya) 16 Februari 2007. Jika pada tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan pada bulan Mei. ujian nasional 2007 dilaksanakan pada: tanggal 17-19 April untuk tingkat SMA dan sederajat. yang terdiri atas ujian utama dan ujian susulan. Kompas. Sebab pada bulan Mei. (Jakarta) 9 Desember 2006.2. maka untuk tahun 2007 dilaksanakan pada bulan April. 3. 13. sehingga siswa tidak perlu menunggu waktu lebih lama menghadapi UN dan dengan pemajuan jadwal ini diharapkan para siswa dapat lebih konsentrasi. negeri ini memiliki banyak acara yang akan dihadiri oleh banyak massa yaitu : peringatan hari buruh internasional.81 Untuk ketentuannya dapat diperjelas dengan penjelasan berikut:82 1. Ujian dilaksanakan secara serentak. hari pendidikan nasional. Ujian susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan dibuktikan dengan surat keterangan yang sah. para peserta didik harus memenuhi kriteria berikut ini: Advertorial. (Jakarta) 9 Desember 2006).83 Selanjutnya. 4. Jadwal Ujian Kompetensi Keahlian SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) ditetapkan oleh sekolah dan harus selesai 1 (satu) minggu sebelum ujian Utama.DIAGRAM NASKAH SOAL UJIAN NASIONAL 2006/2007 Error: Reference source not foundtabel 1. serta tanggal 24-26 April 2007 untuk tingkat SMP atau sederajat. 81 . 82 Salamon. Depdiknas mengatakan bahwa pemajuan jadwal ini dilakukan dengan pertimbangan : target proses kegiatan belajar mengajar sudah usai pada bulan April. Secara lebih spesifik. Kompas. 41-42. Ujian dilakukan satu kali. Makalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 83 Advertorial.

dan khusus untuk SMK. nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7. kelompok mata pelajaran estetika. 19 Tahun 2005 pasal 72 ayat (1) . Lulus ujian nasional. Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran. 2.25. Dengan memberikan ketentuan sebagai berikut: 84 Sesuai dengan PP No. 4.00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN atau 2) Memiliki nilai minimal 4. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan ahlak mulia. olahraga. dan kelompok mata pelajaran jasmani.00.84 Bagi para peserta didik yang telah dinyatakan lulus dari satuan pendidikan berhak mendapatkan ijazah. untuk Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut : 1) Memiliki nilai rata-rata minimal 5. dengan tidak ada nilai di bawah 4.1.00 pada salah satu mata pelajaran dengan nilai dua mata pelajaran lainnya minimal 6. dan kesehatan. 3. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan khusus SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7. kecurangan dan ketidakjujuran) dalam pelaksanaan Ujian Nasional 2007.00 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan.00 Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan (kebocoran soal. Kemudian. Depdiknas juga membentuk dan memberikan berbagai aturan yang terkait dengan pengawasan.

Denah tempat duduk siswa dan pengawas a) Pengawas Ruang bertanggung jawab penuh terhadap penyelenggaraan UN termasuk memasukkan LJUN (Lembar Jawaban Ujian Nasional) ke dalam sampul dibedakan LJUN Paket A dan LJUN Paket B serta disegel. bertanggung jawab. teliti dan memegang teguh kerahasiaan. 1) Jenis Naskah UN dibedakan antara Paket A dan Paket B. 13 April 2007 untuk SMA/MA dan SMK dan tanggal 19. 2) Denah tempat duduk siswa dan pengawas. d) Pendistribusian naskah soal ujian nasional dilaksanakan tanggal 12. jujur. Penempatan pengawas ruang UN dilakukan oleh penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota dengan prinsip sistem silang murni antar sekolah/ madrasah dalam satu rayon/sub rayon. Error: Reference source not foundTabel 1. Guru mata pelajaran tidak diperbolehkan mengawasi dan berada di lingkungan sekolah saat pelaksanaan UN berlangsung untuk mata pelajaran yang diajarkan. Depdiknas juga bekerjasama dengan perguruan tinggi se-Indonesia untuk turut serta mengawasi pelaksanaan ujian nasional 2007.1.3. 3. c) Penandatanganan perjanjian kerjasama tentang subsidi bantuan pelaksanaan ujian nasional. Sebagai alat kelengkapan pengawasan ujian nasional 2007. Tim pengawas perguruan tinggi tergabung dalam . 20 April 2007 untuk SMP/MTs/SMPLB dan SMALB. b) Pengembalian Sampul Naskah Soal dan LJUN. Setiap ruangan diawasi oleh dua orang pengawas ruang UN. 4. Tim pengawas ruang UN terdiri dari unsur guru yang memiliki sikap dan perilaku disiplin. 2.

Penggandaan naskah 3. Penyimpanan naskah soal di Polsek (h-2) 6. Tidak hanya cukup disini saja proses pengamanan yang dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai hal yang tidak diinginkan. Depdiknas juga bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk ikut serta dalam rangka mensukseskan pelaksanaan ujian nasional 2007. 2) Di daerah yang tidak terdapat PTN dapat menggunakan dosen PTN terdekat dan atau dosen perguruan tinggi swasta (PTS) 3) Anggota TPI harus memiliki integritas pribadi dan mampu menjaga kerahasiaan dalam melaksanakan tugasnya serta bersedia menandatangani kontrak kerja dengan BSNP. Penyimpanan naskah soal di Polres (h-5) 5. 85 .Tim Pemantau Independen (TPI) di Tingkat Provinsi. 4) Anggota TPI bersedia melaksanakan tugas kegiatan pemantauan sesuai dengan jadwal. Langkah-langkah pengamanan diatur juga dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. Fasichul Lisan (Rektor Unair Surabaya). Dengan persyaratan sebagai berikut:85 1) Dosen perguruan tinggi negeri (PTN). Penyelenggaraan ujian nasional TPI di bawah koordinasi Perguruan Tinggi. DR. Widyaiswara LPMP yang ditetapkan oleh BSNP. Tingkat Kabupaten/Kota dan Tingkat Sekolah. Penerimaan dan penyimpanan master soal dari pusat 2. meliputi: 1. untuk wilayah Jawa Timur di ketua oleh Prof. Pendistribusian naskah soal 4.

Pengumpulan hasil ujian nasional oleh pengawas ruang 9. Pengawasan pelaksanaan ujian nasional 8. Paket b 4. Naskah soal terdiri dari 3 mata pelajaran per lembar 1 muka (tidak bolak balik sehingga bisa dipakai untuk “oret-oretan”) 2. dll.dari panitia sub rayon ke penyelenggara kab. Pengumuman hasil ujian nasional Untuk penyimpanan naskah setelah tiba di kabupaten atau kota. No paket soal : lembar depan berwarna kuning muda : lembar depan berwarna biru muda : ditulis pada halaman tengah bawah . 2) Disimpan di Polres untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan 3) Harus di suatu tempat yang terkunci dengan minimal 2 (dua) buah gembok : a) kunci gembok pertama dibawa petugas kepolisian termasuk kunci cadangan b) Kunci gembok kedua dibawa petugas dinas pendidikan termasuk kunci cadangan Naskah Soal terdiri dari beberapa hal sebagaimana berikut (dilengkapi dengan alur distribusi soal): 1./kota . dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Hindari terjadinya pencurian atau kerusakan karena hujan/ tikus/ rayap.dari penyelenggara kab. Pengembalian hasil lembar jawaban ujian nasional : . Proses pemindaian (scanning) 11.dari sekolah penyelenggara ke panitia sub rayon . Paket a 3./kota ke provinsi 10.7.

Kendaraan di cek kelayakan jalannya agar tidak terjadi gangguan di tengah jalan. Depdiknas sebagai penyelenggara pendidikan di negara ini memberikan berbagai argumentasi mengenai latar belakang dilaksanakannya ujian nasional 2007. Tanggal 16 Juni 2007 untuk SMA. Mendiknas Malik Fadjar dan Menko Kesra Yusuf Kalla membuat perbandingan ujian nasional dengan sistem ujian pada 1950-an dan ujian di Malaysia dan Singapura. ujian nasional bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan secara nasional. konsep dan cara yang berbeda. Tanggal 23 Juni 2007 untuk SMP.5. Ternyata tingkat kesulitan soal-soal ujian kita sangat menurun dan juah. orang tua dan guru dapat melihat hasil dari ujian nasional 2007 melalui Pengumuman kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan paling lambat : 1. Pada tahun 2003. MTs. Dimohon membawa kendaraan minimal truk engkel yang tertutup/boks 6. Makalah dalam seminar Nasional “UN sebagai pendongkrak atau perusak kualitas pendidikan” 10 Mei 2007 86 . Argumentasi tersebut adalah sebagai berikut: Pertama. Begitupun juga dengan ujian nasional 2007. maka para peserta didik. SMPLB dan SMALB. Setiap orang tentunya memiliki pemahaman. C. Sejak itu pemerintah berketetapan untuk mengembalikan sistem ujian seperti tahun 1950-an yaitu menerapkan ujian nasional. Setelah berbagai persiapan dan pelaksanaan ujian nasional selesai. Segi positif dari pelaksanaan ujian nasional 2007 menurut Masdar Hilmy86adalah sebagai berikut: Masdar Hilmy. “Ada UN Nggak Ada UN Sama Saja (Wujuduhu Ka Adamihi)”. berbagai kalangan baik yang pro maupun yang kontra saling memberikan argumentasinya. dan SMK 2. MA. Kedua. PRO-KONTRA UJIAN NASIONAL 2007 Pro kontra terhadap kebijakan pemerintah merupakan suatu hal yang wajar.

bimbingan belajar diyakini mampu membiasakan siswa menjawab berbagai variasi soal secara cepat dan cepat. Dengan sistem drill soal.87 Menurut Fathurrofiq. Sebagai alat pengontrol/pengendali kualitas pendidikan secara nasional. 14. hasil belajar relatif bisa diawasi dan dikontrol secara berjenjang dan berkelanjutan. Fathurrofiq. Upaya yang paling lazim adalah melalui bimbingan belajar. A. Menciptakan outcame berbekal teori kuat. “Rekayasa Pendidikan Pasca UN”. semisal mapping soal. pemetaan materi substansial. Bahkan 87 88 Harus Ada Perubahan Kebijakan. Berbagai kiat telah dilakukan sekolah demi meluluskan siswa-siswinya. bisa diketahui persebaran hasil belajar seluruh lembaga pendidikan dasar-menengah atas di seluruh tanah air 4.Rasiyo berpendapat. sebagai alat pengukur prestasi belajar siswa secara nasional. Kompas (Surabaya). secara perlahan sarana. terjadinya konfigurasi hasil belajar secara merata karena mengacu pada satu alat evaluasi pembelajaran yang sama 3. ada sekolah yang menambah strategi lain. Sebagai alat mengetahui pemetaan kualitas pendidikan secara nasional. 27 April 2007. 7 Mei 2007. DR. tenaga pendidikan dan pembiayaan juga distandarkan. Kompas (Jakarta). Selain melaksanakan ujian nasional. hasil belajar menjadi terukur secara nasional. Tidak berhenti dengan strategi bimbingan belajar. munculnya juara olimpiade fisika internasional 2. .1.88ujian nasional telah mampu menciptakan motivasi belajar (Incentive Learning) untuk pelajaran yang diujikan. ujian nasional diperlukan untuk standardisasi metode evaluasi pendidikan di Indonesia secara bertahap.

tetapi Pasal 67 PP 19/2005 menyatakan: (1).vhrmedia. “Carut-marut Ujian Nasional” www.89Dalam pandangannya. Lebih dari sekedar ingin lulus. Pemerintah menugaskan BSNP untuk menyelenggarakan ujian nasional yang diikuti 89 M. ada beberapa hal yang menyebabkan ia bersikap menolak pelaksanaan ujian nasional 2007. bahkan antar pasal dan ayat dalam PP itu terdapat kontradiksi. Pasal-pasal mengenai ujian nasional bertentangan dengan UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang lebih tinggi. dasar hukum pelaksanaan ujian nasional bermasalah. Sebagai contoh. kiat-kiat itu diharapkan bisa mengantarkan sekolah mendulang prestasi di ajang ujian nasional. PP 19/2005 tentang Standardisasi Nasional Pendidikan (SNP) yang diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi pelaksanaan ujian nasional sekaligus mengakhiri kontroversi ternyata tidak demikian. Sebab saat ini Ujian Nasional tetap menjadi ajang pertaruhan reputasi sekolah di mata publik dan para pemangku kepentingan. selain pihak yang mendukung (pro) terhadap diadakannya ujian nasional. Berbagai argumenpun diberikan sebagai legitimasi terhadap sikap mereka.net diakses tanggal 20 April 2007 . antara lain: Pertama. Sebaliknya. PP 19/2005 itu bertentangan dengan Pasal 58 UU Sisdiknas. Dalam permasalahan mengenai ujian nasional 2007 ini. juga terdapat pihak yang mengkritisi bahkan menolak diadakannya ujian nasional 2007.satu sekolah di Surabaya menciptakan klinik belajar untuk sejumlah siswa yang mengalami kesulitan belajar. PP itu justru mengundang masalah baru. Pasal 58 UU Sisdiknas memberikan otoritas kepada pendidik untuk melakukan evaluasi hasil belajar peserta didik. Seperti halnya Muhammad Taufik. Taufik.

olahraga. dan (d) lulus ujian nasional.peserta didik pada setiap satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan jalur nonformal kesetaraan. Ayat 1 menyatakan: Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: (a) menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Kontradiksi antar pasal juga terlihat jelas pada Ayat 1 dan 2 Pasal 72. “Tingginya” standar kelulusan menjadi . (2). (3). dalam wilayah yuridis saja ujian nasional sudah bermasalah sebenarnya. Jadi. Namun. Dalam penyelenggaraan ujian nasional BSNP bekerja sama dengan instansi terkait di lingkungan pemerintah. Demikian juga yang terjadi di Padang. kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional banyak terjadi. (c) lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Ayat 2 menyatakan: Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan peraturan menteri. Sebanyak 83 murid Sekolah Kejuruan Menengah Dhuafa melakukan aksi menolak mengikuti ujian nasional karena ditengarai ada kebocoran soal ujian. pemerintah provinsi. dan kelompok mata pelajaran jasmani. pemerintah kabupaten/kota. dan satuan pendidikan. (b) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Apalagi turunanturunannya! Kedua. Ketentuan mengenai ujian nasional diatur lebih lanjut dengan peraturan menteri. kelompok mata pelajaran estetika. dan kesehatan. Kasus di Medan seperti diurai di atas adalah contoh paling telanjang sebagai ekses dari ujian nasional tahun ini. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.

Pendidikan Indonesia masih suka bongkar pasang sesuai keinginan orang-orang pusat (Jakarta).00. namun itu adalah nilai rata-rata minimal dari tiga pelajaran yang diujikan. Benny Setiawan menyebut hal demikian sebagai sistem pendidikan yang mengikuti tren pasar. Pada tahun sebelumnya (2005) angka minimal kelulusan 4. Tahun ini angka syarat minimal kelulusan menjadi kombinatif.00 pada satu mata pelajaran namun pada pelajaran yang lain mendapat nilai 6. Demikian pula dengan para guru (pendidik). artinya dari tahun ke tahun pemerintah tidak konsisten atas pilihannya sendiri. Ia dipaksa untuk mengikuti tren Jakarta yang belum tentu sesuai dengan potensi lokal. namun juga bagi pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan pendidikan seperti sekolah dan pihak pendidikan. jika seorang siswa memperoleh nilai 4. Selalu ada proses tambal sulam atas kebijakan yang memang bermasalah sejak awal ini.01. Ketiga. Melihat hal demikian.momok tersendiri tidak hanya bagi para siswa. Jakarta sering kali dijadikan miniatur pendidikan Indonesia. yakni 5. selalu berubah-ubahnya pola pelaksanaan ujian nasional juga menjadi permasalahan tersendiri. Sebenarnya angka minimal kelulusan menjadi naik. Artinya. daerah sama sekali tidak memiliki kemandirian. Akibatnya pola kecurangan selalu menjadi isu yang melekat setiap kali ujian nasional dilangsungkan.26. orang tua. Dengan demikian. Tahun lalu ujian nasional memiliki syarat kelulusan dengan patokan angka nilai minimal 4. Hal ini dikarenakan mereka dianggap tidak mampu membimbing peserta didik .00 misalnya. siswa itu bisa tetap lulus. bahkan peserta didik. Pendidik sering kali disalahkan oleh pemerintah. sehingga apa yang terjadi di Jakarta dengan serta-merta diterapkan di daerah.

dan matematika yang menjadi ukuran kelulusan. korban dari semua ini adalah siswa didik dan para guru. bahasa Inggris. Namun.secara maksimal. maka pola pelakasanaan ujian nasional yang masih berlaku seperti sekarang ini telah mengantarkan para terdidik menuju cara pandang yang pragmatis. hal ini berbeda ketika hasil ujian nasional menunjukkan hasil yang maksimal. lembaga bimbingan belajar sering kali mendapat acungan jempol dari berbagai pihak. Jika pendidikan bertujuan menjadikan manusia seutuhnya. pendidik (guru) dituding sebagai penyebab utama. Kelima. untuk apa mempelajari materi-materi yang lain? Selain itu. Keempat. Dalam konteks ini ujian nasional kemudian menjadi diskriminatif. Mereka selalu menjadi “kelinci percobaan” dari sistem yang silih berganti diterapkan. . kemampuan tiap orang berbeda. Ada siswa yang cukup mumpuni di satu mata pelajaran. mengevaluasi siswanya apakah berhak lulus atau tidak. Ketika hasil ujian nasional jelek. Di sisi lain. Karena yang paling sering berinteraksi dengan para murid tentulah guru. Peran serta pendidik (guru) tidak pernah dihargai sedikitpun. Ketidakmampuan ini ditunjukkan oleh hasil ujian nasional. Jika hanya bahasa Indonesia. dalih ujian nasional bisa menjadikan siswa bersungguh-sungguh dan mau bekerja keras menggapai kelulusan terbantahkan dengan banyaknya kasus kecurangan dalam ritual tahunan sekolah ini. ujian nasional telah mencabut guru dari otoritasnya untuk menilai. secara filosofis dan substantif ujian nasional tidak mencerminkan tujuan pendidikan yang sesungguhnya. namun pada pelajaran lain tidak. Cara pandang yang demikian telah mengantarkan generasi kita menjadi generasi yang –meminjam istilah Komarudin Hidayat – tidak memiliki visi dan komitmen.

sebagaimana manusia diciptakan berbeda-beda. Sebab. Praktis sejak itu rencana kerja setahun guru kelas IX (tingkat SMP sederajat) dan kelas XII (tingkat SMA sederajat) menjadi berantakan. jika tidak menjadi faktor satu-satunya penentu siswa lulus atau tidak. menyangkut jadwal ujian nasional. Pergeseran jadwal ini berimplikasi luas karena baru diumumkan pada medio November 2006.Sesungguhnya ujian nasional bukanlah sebuah masalah. 5 Februari 2007. “Ada UN Nggak Ada UN Sama Saja (Wujuduhu Ka Adamihi)”. try out.90ia memaparkan berbagai kelemahan dari pelaksanaan ujian nasional 2007. ujian nasional dan sistem pendidikan secara umum seharusnya bisa mengakomodasi keragaman itu. Basuki Sugita. membuat orang merasa asing dengan dirinya sendiri. Implikasi lain dari pemajuan jadwal ini juga diderita oleh para siswa kelas IX dan XII. maka untuk tahun ajaran 2006/2007 dilaksanakan pada bulan April. Kompas. Masdar Hilmy. “Berbagai Kelemahan UN”. Itulah yang disebut memanusiakan manusia: dunia pendidikan memberikan ruang bagi penemuan jati diri orang-orang di dalamnya. 14. Beberapa kelemahan tersebut adalah sebagai berikut: pertama. ada beberapa sisi negatif dari ujian nasional 2007 ini yaitu:91 90 91 Basuki Sugita. Bukan sebaliknya. Sedangkan Masdar Hilmy berpendapat. . jika pada tahun sebelumnya ujian nasional dilaksanakan pada bulan Mei. penambahan waktu belajar (sampai sore hari) dan yang lebih menyakitkan adalah berkurangnya mata pelajaran yang harus diterima. Lain halnya dengan M. mengingat semakin dekatnya pelaksanaan ujian nasional maka berbagai programpun dilaksanakan seperti.

6. Lebih banyak berorientasi pada penyerapan. ada dua aspek penting dalam pendidikan yang tertinggal. bukan pemain utama. UN tidak mampu membaca potensi-potensi lokal daerah 8. 5. Tidak berorientasi life skill. gempa bumi dan sebaginya. Tidak merefleksikan taksonomi Bloom. akibat miskinnya daya saing dan inovasi industri. UN tidak dapat mengatrol dari kreatifitas siswa dalam bidangbidang yang diujikan untuk menciptakanhal-hal yang bermanfaat untuk kemaslahatan umum. pada kenyataannya. siswa yang lulus UN dengan nilai tinggi tidak dijamin mampu memecahkan berbagai persoalan dalam hidupnya. industri yang hanya sekadar pemain pinggiran. bukan seluruh mata pelajaran 2. seperti kebocoran soal dan bisnis soal Rutinitas proyek Menciptakanideologi persaingan yang tidak sehat . padahal yang diujikan hanya tiga mata pelajaran. Tidak merepresentasikan potensi lokal daerah. 3.1. Mengundang kejahatan. bukan inventiri. kualitas belajar hanya bisa dinarasikan secara kualitatif . Tidak mencerminkan pendiidkan berbasis realitas: UN tidak langsung berkorelasi terhadap penyelesaian berbagai macam persoalan kehidupan seperti sektor pertanian yang semakin terpuruk. bencana alam dan kemansiaan akibat human errors seperti tragedi tsunami. Kualitas belajar tidak bisa diangkakan. yaitu afektif dan motorik. Sebagai palu godam tingkat kelulusan siswa. 9. pengangguran semakin membludak. 10. 4. 7.

16 Mei 2007. . “Nihilisasi Budaya Belajar”. Cara belajar ini tidak menunjukkan eksplorasi cipta. dan trik-trik mengerjakan soal obyektif menunjukkan sikap instan dalam penguasaan ilmu pengetahuan. Jawa Pos 11 April 2007. Panas setahun dihapus hujan sehari Hal senada juga diungkapkan Fathurrofiq. try out. rasa dan karsa anak didik terhadap substansi kompetensi ilmu pengetahuan.11.92Menurutnya. menguasai ilmu pengetahuan hanya diukur dari kemampuan memilih jawaban secara cepat dan tepat untuk mendapatkan skor tertinggi. sikap menghalalkan segala cara demi tujuan lulus dan sukses Ujian Nasional. menghafal soal. 34. kompetensi dan kecerdasan dalam. Menjamurnya Bimbingan Belajar. 92 93 Fathurrofiq. 14. Kecurangan dan cara belajar ala bimbingan belajar seolah menegaskan lagi pendapat (Alm) Koentjoroningrat tentang mentalitas menerabas dan budaya instan bangsa ini. Adapun cara belajar dengan drill soal. ujian nasional tidak memacu budaya belajar tetapi memicu kecurangan dan cara belajar ala bimbingan belajar93. Kompas (Jakarta). Ujian Nasional alih-alih sebagai kebijakan untuk peningkatan mutu pendidikan justru telah menihilisasi budaya belajar. Kecurangan dalam ujian nasional terasa sekali menunjukkan mentalitas menerabas. Implikasinya.

Contoh . pengambil-alihan kekuasaan Majapahit oleh Demak. karena dari sinilah pangkal berbagai kebijakan yang menyangkut hajat hidup masyarakat. perang kemerdekaan melawan menjajah. Tentunya kita masih ingat bagaimana kekuasaan selalu saja diperebutkan. gerak dan tindakan kita tidak akan lepas dari kekuasaan. kekuasaan politik dipandang sebagai kekuasaan yang paling dominan. Ada berbagai jenis kekuasaan yang melingkari hidup kita. Sekilas Tentang Kekuasaan dan Negara Konsep kekuasaan merupakan pembahasan yang sudah lama dibahas oleh para pemikir. antara lain kekuasaan militer. Tantripala (Guru Ken Arok/beragama Budha)94 pernah 94 Konflik yang muncul semasa hidup Ken Arok adalah pertarungan antara paham hindu Syiwa dan Wisnu.BAB III KUASA NEGARA DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN A. Di antara berbagai jenis kekuasaaan tersebut. Airlangga mengeluarkan kebijakan penghapusan kasta Paria (budak) dan membolehkan seseorang berpindah kasta didasarkan pada dharma baktinya kepada negara (bukan dari keturunan). Raden Wijaya dan Raja Kertanegara dari kerajaan Singosari. Hal lain yang membuat pengikut Syiwa tidak senang pada Airlangga adalah mengenai pengkastaan. Hal ini membuat penganut Syiwa merasa disingkirkan dan diasingkan. hingga pelengseran mantan presiden Soeharto tahun 1998. Dalam sejarah bangsa Indonesia. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari keinginan manusia untuk berkuasa dan menguasai orang lain. Mulai dari kisah Ken Arok dan Tunggul Ametung di Tumapel. Kekuasaan (Power) selalu menarik mengingat dalam setiap langkah. kekuasaan ekonomi dan kekuasaan politik. kekuasaan memang sudah menjadi bumbu penyedap dalam denyut nadi bangsa. KUASA NEGARA 1. Akar masalah dari perselisihan ini adalah raja Airlangga. Pada masa Airlangga inilah pemujaan terhadap Wisnu lebih diutamakan.

Kesatuan moral atau sosial berhasil dari kehendak kolektif untuk berhubungan bersama-sama dan memfungsikan diri sebagai anggota masyarakat. 95 Pramoedya Ananta Toer. kekuasaan ekonomi dan kekuasaan normatif atau ideologi.R. 2003). 2002). Gianfranco Poggi membedakan kekuasaan sosial atas tiga jenis. Arok (pembangun) yang bernama asal Temu merupakan penganut Syiwa. Teori organik beranggapan bahwa kesatuan politik seperti negara merupakan tuntutan dari dalam diri manusia untuk berasosiasi dengan orang lain.95 Kekuasaan politik hanya bagian dari apa yang disebut dengan kekuasaan sosial.97 Pandangan mekanistik cenderung mengabaikan sifat sosial manusia dan memandang kekuasaan sebagai suatu lembaga artifisial yang didasarkan atas tuntutan-tuntutan individu. 97 Ibid. Sebagai makhluk sosial. 72.A. Kekuasaan dan Pendidikan (Magelang : Indonesia Tera. padahal dia adalah sudra dan seorang penjahat.berujar bahwa karunia terbesar yang paling diinginkan manusia dari para dewa ialah kekuatan menguasai dan mempengaruhi sesamanya. kekuasaan merupakan lembaga etis dengan tujuan moral. Dalam teori organik. 96 H. yaitu: organik (Plato dan Aristoteles) dan mekanistik (teori kontrak sosial). Pertama kali ia berguru kepada Tantripala kemudian berguru kepada Dah Hyang Lohgawe (Penganut Syiwa) yang kemudian juga membantu Arok merebut kekuasaan dari Tunggul Ametung. Teori ini menganggap kekuasaan sebagai sarana atau mesin sebagai kesepakatan bersama antara individu untuk memuaskan keinginankeinginannya. . 68. manusia menyadari bahwa kekuasaan yang membuat hidup menjadi mungkin dan bermanfaat bagi mereka. Arok Dedes (Yogyakarta : Hasta Mitra.96 Teori mengenai sifat kekuasaan biasanya digolongkan ke dalam dua kategori besar. Tilaar. 73. yaitu: kekuasaan politik. Teori ini mempunyai konsepsi mengenai alam sebagai mekanisme konkritnya adalah diangkatnya Tunggul Ametung menjadi Akuwu di Tumapel.

yang bekerja sesuai dengan hukum-hukum tertentu yang secara otomatis menimbulkan harmoni kepentingan-kepentingan alami.98 Paulo Freire, telah membuat salah satu dari banyak konsep kekuasaan yang paling radikal dalam teori sosial kontemporer miliknya. Kekuasaan dipandang sebagai kekuatan yang positif dan juga negatif; sifatnya dialektis tetapi Mode Of Operation-nya selalu represif. Menurut Freire, kekuasaan bekerja pada dan melalui masyarakat. Di satu sisi, ini berarti bahwa dominasi tidak pernah sepenuhnya mutlak, yang dalam hal ini kekuasaan bersifat eksklusif dan sebagai kekuatan negatif. Di sisi yang lain, kekuasaan merupakan daya dorong dari semua perilaku manusia dimana masyarakat mempertahankan hidupnya, berjuang dan berusaha mewujudkan cita-cita kehidupannya yang lebih baik. Secara umum teori Freire tentang kekuasaan dan gambarannya mengenai sifatnya yang dialektis menunjukkan bahwa fungsi kekuasaan ini sangat penting dan merasuk ke berbagai segi kehidupan. Dalam hal ini, kekuasaan tidak dipahami hanya dalam wilayah publik dan pribadi di mana pemerintah, kelas-kelas yang dominan dan kelompok-kelompok lainnya memainkan peran. Kekuasaan itu ada di tangan siapa saja dan menemukan bentuknya dalam ruang publik yang saling berposisi yang secara tradisional telah kehilangan kekuasaannya dan bentuk-bentuk

resistensinya.99 Pandangan Freire tentang kekuasaan bukan hanya merupakan cara pandang yang menjadi alternatif dan berguna bagi para teoritisi radikal yang terperangkap dalam keputusasaan dan sinisme, tetapi juga menekankan bahwa
Ibid, 73. Paulo Freire. Politik Pendidikan: Kebudayaan, Kekuasaan dan Pembebasan (Yogyakarta : Terj. ReaD dan Pustaka Pelajar, Cet. V.2004), 16.
99 98

kekuasaan itu selalu diikuti dengan pertentangan, ketegangan dan kontradiksi dalam berbagai institusi sosial, seperti sekolah dimana kekuasan seringkali dianggap sebagai kekuatan positif yang resisten. Akhirnya, Paulo Freire mengetahui bahwa kekuasaan sebagai sebuah bentuk dominasi tidak dipaksakan pemerintah secara sederhana melalui tangan-tangannya, seperti polisi, tentara dan departemen kehakiman. Dominasi dipraktekkan lewat kekuasaan, teknologi dan ideologi yang secara bersama-sama menghasilkan pengetahuan, hubungan sosial dan ekspresi budaya yang berfungsi secara aktif untuk membuat masyarakat diam. Pembicaraan dominasi tidak hanya mengacu pada ekspresi budaya yang mempengaruhi kaum tertindas dalam kesehariannya, namun juga menyangkut bagaimana kaum tertindas ini menginternalisasi pengaruh dan turut melestarikan penindasan tersebut. Pembicaraan ini merupakan topik yang sangat penting di dalam buku Freire dan mengindikasikan bagaimana dominasi itu dipraktekkan secara subyektif melalui proses internalisasi dan “pengendapan diri” dalam bentuk-bentuk kebutuhan pribadi. Apa yang sedang kita bicarakan adalah pemikiran Freire tentang betapa pentingnya usaha untuk menyelidiki dominasi yang menindas secara psikis, dan oleh karenanya juga perlu pengamatan internal terhadap bentuk-bentuk emansipasi sosial dan individu.100 Konsep dominasi dan bagaimana kekuasaan bekerja secara represif terhadap jiwa manusia memperluas konsep belajar, termasuk bagaimana manusia belajar tanpa berkata-kata, bagaimana kebiasaan kemudian menjadi sejarah yang beku, dan bagaimana pengetahuan itu sendiri menghambat perkembangan subjektifitas tertentu dan cara manusia menjalani kehidupan di dunia. Persepsi
100

Ibid, 17.

terhadap pengetahuan sangat penting karena akan menunjukkan bagaimana perbedaan-perbedaan konsep pengetahuan yang emansipatoris mungkin akan ditolak oleh orang yang mendapatkan keuntungan darinya. Dalam kasus yang seperti ini, masyarakat tertindas mendapatkan akses terhadap logika dominasi mungkin dikarenakan mereka mempertahankan pengetahuan yang bertentangan dengan pandangan dunia mereka. Pengetahuan justru turut mempertahankan status quo dominasi ini karena menjadi kekuatan aktif yang bersifat negatif dan menolak untuk melihat adanya kemungkinan lain dalam kehidupan ini. Dengan kondisi yang seperti ini, dari sudut pandang pendidikan muncul pertanyaan, bagaimana para pendidik yang radikal menilai dan mendiskusikan pihak-pihak yang melakukan represi dan yang melupakan tujuan inti dari dominasi? bagaimana penjelasan terhadap kondisi yang tetap menolak untuk mengetahui dan menyelidiki bahwa pengetahuan mengandung kemungkinan yang bertentangan dengan dominasi itu sendiri?101 Pesan yang ingin disampaikan Freire dari konsep pendidikannya relatif cukup jelas jika pendidik yang radikal mengetahui makna kebebasan, mereka pertama-tama harus menyadari bentuk-bentuk dominasi, dimana dominasi itu tumbuh subur dan masalah apa yang dihadapai mereka yang tertindas oleh dominasi secara subyektif maupun obyektif. Akan tetapai proyek ini tidak akan mungkin terlaksana jika mereka tidak mengetahui karakteristik sejarah dan kebudayaan yang spesifik, bentuk-bentuk sosial, siapa kelompok penindas dan siapa yang tertindas, sebagai titik awal melakukan analisa. 102

101 102

Ibid, 18. Ibid, 18-19

persuasi atau bisa juga melalui paksaan dan larangan. 103 Haryatmoko.103Tujuan dari semua itu adalah kepatuhan. Marx) dan bukan juga fungsi dominasi suatu kelas yang didasarkan pada penguasaan atas ekonomi. 777. norma dan pengawasan panoptik. 2004).II.II. Kekuasaan bukan pertama-tama bukan represi (Freud. negara memiliki otoritas kekuasaan yang nyata bahkan dilegitimasi oleh perundang-undangan yang di produksinya.2002). bukannya bahwa kekuasaan mencakup semua. tetapi seluruh struktur tindakan yang menekan dan mendorong tindakan-tindakan lain melalui rangsangan. Kompas Media Nusantara. maka frame pemikiran kita akan terus mengarah kepada negara. abnormal-menormalkan. 2. dokontrol secara terus menerus. yaitu: disiplin. tetapi kekuasaan datang dari manamana. 217. 105 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. Hal ini dikarenakan. Etika Politik dan Kekuasaan (Jakarta : PT. Micheal Foucault berpendapat kekuasaan itu terlaksana bukan pertama-tama melalui kekerasan atau dari hasil persetujuan (Hobbes. 221. cet. atau manipulasi ideologi (Marx). Padotik menimbulkan kesadaran diawasi. Organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Panoptik merupakan cara yang efektif dalam menimbulkan kepatuhan dan bahkan ketakutan akan penguasa atau kekuasaan. 104 . Ibid. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka Cet. diawasi-mengawasi. Tetapi tentang kekuasaan ini Foucault mengatakan bahwa kekuasaan ada di mana-mana. Locke). Kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang terorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif. dalam sebuah ruang kekuasaan. Panopticon (panoptik) merupakan konsep yang menjelaskan tentang relasi antara orang yang . Strategi kekuaaan menurut Foucault menggunakan berbagai cara. Negara dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti:105 1. Reich) atau pertarungan kekuatan (Machiavelli. hal. dikontrol-mengontrol.104 Berbicara mengenai kekuasaan. direhabilitasi-merehabilitasi.Berbeda dengan tokoh-tokoh lain yang membahas mengenai kekuasaan.

79. 2003).cet. keadilan. .mempunyai kesatuan politik. kontrol/pengendalian. 82. yang berarti kota. berhubungan dengan kondisi tindakan. Plato dalam bukunya “Politea” yang berarti negara mendefinisikan negara sebagai “Keinginan kerjasama antarmanusia dalam rangka memenuhi kepentingan bersama”106. (Jakarta. Sehingga negara (state) menurut istilah.108 Inu Kencana Syafiie. Inti dari pemikiran kedua tokoh ini. Antonio Gramsci Negara dan Hegemoni. Pembahasan mengenai negara telah sejak lama dibahas. PT. mengingat realita sosial waktu itulah yang melatarbelakangi munculnya pendefinisian ini. Jadi dalam istilah negara itu sudah terkandung makna pemerintah dan rakyat. berdaulat. kekuasaan.II. (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Dalam bahasa daerah dari suku di Indonesia menerima arti “daerah. sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya. Ibid. sistem administrasi. 108 Nezar Patria & Andi Arif. Sedangkan secara definisi normal seringkali disinonimkan dengan publik. negara adalah: persekutuan dari keluarga dan desa guna memperoleh hidup yang sebaik-baiknya. memaksakan. 2000). Rineka Cipta. Ilmu Politik. dominasi. pengaturan. bahkan ratusan tahun yang lalu. sedangkan Aristoteles berpendapat. Negara menurut asal usul kata berasal dari bahasa sansekerta “Nagari” atau “nagara”. mengarahkan atau memerintah. negara membutuhkan kekuasaan yang mutlak untuk mendidik warganya dengan nilai-nilai moral yang rasional. 24. 107 106 . seperti birokrasi. bentuk pemerintahan. wilayah” negeri (Aceh) atau tempat tinggal seorang raja atau pangeran.107Kedua pengertian ini terasa sangat sederhana. dan bisa bermakna yang berhubungan dengan rakyat atau negara.

Mereka menawarkan model negara dengan mainstream liberalisme. 24. sedangkan masyarakat hanya mewakili kepentingan pribadi dan terpecah-pecah. 24.111 Pandangan liberalisme ini merupakan cikal bakal dari kapitalisme yang pada akhir abad ke-19 menunjukkan wajahnya yang beringas. 111 Ibid. terjadi proses sekularisasi yang memisahkan kekuasaan negara dan gereja. karena ia secara obyektif mengungkapkan apa yang bagi rakyat hanya ada secara subyektif. negara dianggap sebagai wakil gereja di dunia dan gereja adalah wakil tuhan untuk menegakkan kehidupan moral di dunia. Dengan demikian. Ibid. negara merupakan institusi yang paling paham akan kehendak individu. Locke. Pada masa ini. ide tersebut mengalami rekonstruksi dalam lingkup kekuasaan teologis gereja. 24. negara adalah ungkapan roh obyektif. Menurutnya.109 Pada abad renaisance. Ini lantas menjadi legitimasi kekuasaan mutlak dari negara. dan Rousseau mencoba melakukan kritik terhadap kekuasaan negara. Pada jaman ini lahir pandangan bahwa negara merupakan wakil dari kepentingan umum atau publik.Pada abad pertengahan. pikiran dan hasrat masing-masing individu (roh subyektif). sebagai hasil dari gaya pemikiran renaisance yang mengagungkan otonomi manusia. Pada masa itu.110Pendapat ini diperkuat dengan konsepsi Hegel tentang negara. dimana roh obyektif tersebut merupakan cerminan dari kehendak. muncul Karl Marx yang menganggap eksistensi negara justru diakibatkan oleh 109 110 Ibid. . yang mengetahui adalah negara. Para filosuf seperti Thomas Hobbes. Mereka mengajukan model negara yang dapat menjamin otonomi manusia dari kekuasaan dari luar dirinya. rakyat tidak mengetahui kehendaknya.

Inu Kencana. masing-masing berjanji akan memakainya menjadi alat untuk keamanan dan perlindungan bagi mereka. menegaskan negara adalah suatu daerah teritorial yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warganya ketaatan pada peraturan perundang-undangan melalui penguasaan (kontrol) monopolistis dari kekuasaaan yang sah.114 Di sisi lain.113Sedangkan Miriam Budiarjo. Roousseau mengartikan bahwa negara adalah perserikatan dari rakyat bersama-sama yang melindungi dan mempertahankan hak masing-masing diri dalam harta benda anggota-anggota yang tetap hidup dengan bebas merdeka.116 112 113 Ibid. negara tidak mengabdi pada kepentingan seluruh masyarakat. menjadi alat suatu klas dominan untuk mempertahankan kedudukan mereka. maka harus ada pemerintah yang berdaulat. Kranenburg negara merupakan suatu sistem dari tugas-tugas umum dan organisasi-organisasi yang diatur dalam usaha negara untuk mencapai tujuannya. 85. negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah.J. 115 Ibid. Menurut Prof. 23. Menurutnya. 114 Ibid. Sedangkan J. banyak dari kalangan ilmuwan itu mengartikan negara itu dengan berbagai bentuk. melainkan hanya kepentingan klas-klas sosial tertentu saja.adanya ketidakberesan yang sifatnya fundamental dari masyarakat. . 25. yang juga menjadi tujuan rakyat/masyarakat yang diliputinya. 116 Ibid.115 Thomas Hobbes mengartikan negara dengan suatu tubuh yang dibuat oleh orang banyak beramai-ramai. 85.112 Menurut Max Webber. 84.

misalnya: kaisar. semacam bentuk kumpulan yang pada akhirnya dapat menggunakan paksaan terhadap para anggotaanggotanya. Misalnya Inggris dan Jepang. Meskipun hingga saat ini. Ikatan ini ada dua macam. Dalam sejarah keberadaan manusia. dengan gelar berbagai jenis. sultan. 2) Negara Republik Adalah suatu negara yang kepala negaranya dijabat oleh seorang presiden. maharani. syah atau lain-lainnya sesuai budaya negara tersebut. Kita tidak dapat memandang rendah bentuk negara kerajaan ini. negara republik juga dapat memiliki . Sedangkan kepala pemerintahannya yang menjalankan roda pemerintahan (eksekutif) dapat diserahkan kepada perdana menteri (PM) yang memimpin kabinet (dewan menteri-menteri) atau dapat pula dijabat sendiri oleh kepala negara tersebut di atas. ada perdebatan mengenai arti bentuk negara dengan bentuk pemerintahan. Namun menurut Inu Kencana disebutkan sebagai berikut: 1) Negara Kerajaan Negara kerajaan kepala negaranya dijabat secara turun temurun. telah ada berbagai macam bentuk negara. mencakup sebagian segisegi hidup itu. Kedua. ratu. dikarenakan kepala negaranya hanya dianggap sebagai simbol.Deliar Noor mengatakan bahwa negara adalah semacam bentuk suatu ikatan. Seperti juga dengan kerajaan. Memang batasan yang tegas antara itu tidak ada. pertama yang mencakup keseluruhan hidup manusia.

86. kecuali sistem pemerintahannya memberikan posisi dominan kepada presiden. 2. yaitu:117 1. diperlukan syarat-syarat tertentu. Hal ini dicantumkanm dalam konstitusi negara tersebut. Wilayh suatu 117 Ibid. Selain itu. . yang sudah barang tentu prsiden (kepala negara) terpilih tidak lebih dari sekedar simbol. yaitu dengan jalan tidak dapat dijatuhkannya presiden dijatuhkan oleh mosi tidak percaya parlemen (Legislatif). Untuk mendirikan sebuah negara. sentralisasi atau desentralisasi yang diberikan negara itu dalam hubungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Untuk melaksanakan fungsi ini.perdana menteri yang akan memimpin kabinet. Adanya wilayah. apabila presiden selain kepala negara juga sekaligus merangkap sebagai kepala pemerintahan yang memimpin kabinet. suatu negara akan diakui eksistensinya jika terdapat wilayah atau daerah sebagai ruang bagi warga negaranya. Adanya pemerintah. Baik negara kerajaan maupun republik. pemerintah mengeluarkan perundang-undangan yang menjadi legitimasi bagi seluruh kebijakan yang diambil. Tetapi. Ada 4 syarat pokok berdirinya suatu negara. maka degara republik tersebut berarti menganut sistem pemerintahan yang presidensial. mereka juga memiliki aparat-aparat pemerintahan sebagai avant garde dari pelaksanaan program pemerintahan. keduanya dapat dibagi lagi atas bentuk serikat (republik serikat atau kerajaan serikat) atau bentuk kesatuan (republik kesatuan dan kerajaan kesatuan). Mereka berhak dan menentukan nasib rakyat suatu negara akan dibawa kemana. pemerintah merupakan pelaksana dari program negara. Perbedaan ini tergantung kepada besar kecilnya.

Adanya warga negara. Kita tentu masih ingat konfrontasi Indonesia dan Malaysia yang bersengketa mengenai perebutan pulau Ligitan dan Sipadan. tetapi juga mengarah kepada pengakuan negara lain. . perebutan wilayah di jalur Gaza antara Israel dan Palestina yang tak terselesaikan hingga kini. posisi warga negara bisa dikatakan sebagai subyek dan obyek. 3. Adanya pengakuan. Selain itu. pengakuan disini tidak hanya berasal dari warga negaranya dengan kepatuhan dan ketaatan warga negara terhadap berbagai kebijakan yang dikeluarkan negara.negara seringkali menj di problem serius antar negara. Pengakuan ini ada yang bersifat de facto dan de jure. jika mereka ditindas oleh kekuasaan negara yang represif dan dikekang hak-haknya sebagai warga negera maka merekapun berposisi sebagai obyek. Dan berposisi sebagai obyek ketika mereka tidak memiliki kekuatan untuk menentukan masa depan negaranya. 4. Ia menjadi subyek tatkala ia memiliki otoritas untuk menentukan arah negaranya.

24. hegemoni diartikan sebagai: pengaruh kepemimpinan. a.118 Dalam kamus besar bahasa Indonesia. Untuk lebih mengerucutkan pembahasan mengenai strategi pelanggengan kekuasaan. Hegemoni Istilah Hegemoni berasal dari bahasa Yunani egomonia yang berarti penguasa atau pemimpin. Kedua konsep tersebut adalah hegemoni dari Antonio Gramsci dan IRA (Ideological State Apparatus) dan RSA (Repressive State Apparatus) dari Louis Althusser. 119 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2005). Strategi Pelanggengan Kekuasaan Oleh Negara Albert Camus pernah berkata “Power tend to corrupt and absolutly power absolutly corrupt (kekuasaan mengarah kepada korupsi dan kekuasaan yang mutlak jelas mengarah kepada korupsi ).2.119 Yasraf A. Maksudnya. Transpolitika Dinamika Politik di dalam Era Virtualitas (Yogyakarta : Jalasutra. dominasi. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka. Piliang. 2002). 118 . kekuasaan dan sebagainya suatu negara atas negara lain. maka untuk menganalisisnya hanya digunakan dua konsep yang selama ini dianggap relevan sebagai alat bedahnya. cet. lingkar kekuasaan tidak akan jauh dari korupsi dan kepemilikan kekuasaan yang memudahkan seseorang untuk mendapatkan fasilitas yang diinginkan menimbulkan keinginan untuk melanggengkan kekuasaannya.II. 364.

Piliang. pada 22 Januari 1891. 120 . konsep pemikirannya meliputi: Aliansi untuk mencapai konsensus. Selain itu masih ada pembahasan mengenai revolusi pasif dan watak kekuasaan. Artinya. khususnya dalam pengertian kelas berkuasa. Secara berurutan. fenomena hegemoni berlangsung di dalam dunia politik dan budaya massa (iklan). 24. 122 Ibid.Konsep hegemoni yang dijelaskan oleh Antonio Gramsci120 selama ini diinterpretasikan ke dalam berbagai relasi selain relasi politik. 121 Yasraf A. konsep hegemoninya merupakan awalan untuk melakukan tindakan selanjutnya. blok historis dan perang posisi. Transpolitika. masyarakat sipil. gaya hidup. ras. 20. sebagai dua bidang yang terpisah. Akan tetapi. nasional-kerakyatan. hegemoni diartikan sebagai sistem kekuasaan atau dominasi politik. yang masing-masing mempunyai mekanisme dan logikanya masing-masing.121 Dalam pengertian tradisionalnya. 123 Roger Simon. Di dalam tradisi marxisme. Gagasan-gagasan Politik Gramsci (Yogyakarta : Insist dan Pustaka Pelajar. hegemoni politik mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan dari relasi hegemoni khusus. 24. hubungan kekuatan : ekonomikorporasi. Dalam term awalnya. pertama kali dipakai oleh Plekhanov pada tahun 1880an. agama. 1999). berjuang untuk membebaskan semua kelas atau kelompok yang tertindas.122 Istilah hegemoni. di dalam abad informasi dewasa ini. Artinya. suatu strategi yang harus dijalankan oleh kelas pekerja dan anggota-anggotanya untuk Antonio Gramsci lahir di Ales sebuah kota kecil di Sardinia Italia. hegemoni merupakan strategi untuk revolusi. terj. pemikiran hegemoni Gramsci merupakan bagian awal dari rentetan pemikiran-pemikirannya.123Kelas pekerja harus mengembangkan kekuatan nasional. Bagi Lenin. yaitu hegemoni dalam budaya massa (dan iklan). Secara sederhana. pemikiran awam (Common Sense). revolusi intelektual dan moral. hegemoni digunakan untuk menunjukkan perlunya kelas pekerja untuk membangun aliansi dengan petani dengan tujuan meruntuhkan gerakan Tsarisme. dan budaya massa. seperti gender. istilah tersebut kemudian diperluas ke arah hubungan kekuasaan diantara kelas-kelas sosial.

126 Sebagai kata kunci dalam menjalankan hegemoni. melainkan hubungan persetujuan dengan menggunakan kepemimpinan politik dan ideologi. Ibid. Ibid. baik dalam merebut kekuasaan negara maupun dalam mempertahankan kekuasaaan yang sudah diperoleh. Titik awal konsep Gramsci tentang hegemoni adalah. kekerasan dan kesopanan. 126 Ibid. Gramsci menggunakan Centaur Yunani. diperlukan kelas intelektual sebagai otak dari seluruh proses yang dijalankan. Aliansi ini tidak hanya terjadi antar serikat pekerja. otoritas dan hegemoni. tetapi harus diperluas lagi dengan mengikutsertakan kelompok-kelompok sosial lain dalam aliansi guna mencapai konsensus sebagai langkah awal dalam melaksanakan aksi. Dalam melaksanakan hegemoni. 19-20. sebagai simbol dari “perspektif ganda” suatu tindakan politik-kekuatan dan konsensus. yaitu bentuk setengah binatang dan setengah manusia. Hubungan kekuatan yang terhimpun harus merepresentasikan kekuatan ekonomi-korporasi dan nasional kerakyatan.125Hegemoni bukanlah hubungan dominasi dengan menggunakan kekuasaan. Aliansi ini merupakan cara yang harus dilaksanakan jika menginginkan terlaksananya hegemoni. 125 124 . 21.124Gramsci menambahkan dimensi baru pada masalah ini dengan memperluas pengertiannya sehingga hegemoni juga mencakup peran kelas kapitalis beserta anggotanya.memperoleh dukungan dari mayoritas. diperlukan aliansi antara kelas sebagai kekuatan penopangnya. 19. bahwa suatu kelas dan anggotanya menjalankan kekuasaan terhadap kelas-kelas di bawahnya dengan cara kekuasaan dan persuasi.

127 . Gramsci membagi hagemoni menjadi tiga bagian. Dengan sifat potensial ini dimaksudkan bahwa disintegrasi itu tampak dalam konflik yang tersembunyi “Di bawah permukaan kenyataan sosial”. Intelektual Tradisional adalah: intelektual organik yang berasal dari kelas kapitalis. namun “mentalitas” massa tidak sungguh-sungguh selaras dengan pemikiran yang dominan dari subyek ekonomi. Kedua. Hegemoni ini ditandai dengan afiliasi (gabungan) massa yang mendekati totalitas. dan intelektual yang berlangsung bersamaan dengan keengganan Gramsci membagi kelompok intelektual menjadi dua golongan. 2. yaitu:128 1. Dia menunjukkan adanya potensi disintegrasi di sana. Ini tampak dalam hubungan organis antara pemerintah dan yang di perintah. 128 Nezar Patria & Andi Arif. adalah mereka yang memiliki daya intelektualitas. Hubungan tersebut tidak diliputi dengan kontradiksi dan antagonisme baik secara sosial maupun secara etis.Intelektual127 disini harus mampu membaca keinginan mayoritas masyarakat (Common Sense) agar memudahkan dalam penyikapan isu-isu yang dilancarkan. Hegemoni Merosot (Decadent Hegemony). adalah mereka yang menyadari identitas dari yang diwakili dan yang mewakili. Hegemoni Integral. politis. 3. Karena itu. integrasi budaya maupun politik mudah runtuh. Pertama. dan merupakan barisan terdepan yang riil dan organik dari lapisan kelas ekonomi papan atas yang disitu mereka termasuk di dalamnya. dalam masyarakat kapitalis modern. Artinya. Masyarakat menunjukkan tingkat satuan moral dan intelektual yang kokoh. 128-129. Hegemoni bersandar pada kesatuan ideologis antara elit ekonomis. sekalipun sistem yang ada telah mencapai kebutuhan atau sasarannya. Atau secara lebih mudahnya. namun tidak digunakan untuk transformasi sosial. dominasi ekonomis borjuis menghadapi tantangan berat. Bentuk ini merupakan bentuk hegemoni yang paling rendah dibanding dua bentuk di atas. Inteletual Organik. Hegemoni Minimum (Minimal Hegemony).

Dengan demikian. politik. sosial. Mereka malah mempertahankan peraturan melalui transformasi penyatuan para pemimpin budaya. maupun ekonomi yang secara potensial bertentangan dengan “negara baru” yang dicita-citakan oleh kelompok hegemonis itu. .terhadap setiap campur tangan massa dalam hidup bernegara. kelompok-kelompok hegemonis tidak mau menyesuaikan kepentingan dan aspirasi-aspirasi mereka dengan klas lain dalam masyarakat.

129 Ideologi secara konsep sering dipahami secara berbeda-beda. baik dalam pengertian orang awam (Common Sense) maupun dalam pemakaian di dunia keilmuan. akan tetapi karena ideologi adalah konsep yang sarat dengan konotasi politik dan digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari dengan makna yang beragam. terj.b. dengan begitu perlu diimani. 1. Nuswantoro. 2001).130 Istilah ideologi ditemukan oleh filosof Perancis Destutt de Tracy (1754-1836). baik berupa relasi simetris maupun keyakinan superioritas suatu bangsa terhadap yang lain. 1996). kesetaraan manusia atau keadilan dan kemakmuran. Sesekali ia disebut sebagai “jalan kebenaran” yang menyerupai firman.131Rumusan yang jelas mengenai ideologi memang tidak dapat kita lepaskan dari pendapat beberapa tokoh yang mengeluarkan statemen 129 130 Jorge Larrain. Ideologi juga diberi makna sebagai seperangkat keyakinan ketika suatu bangsa mempercayai peran yang harus dimainkannya dalam berelasi dengan bangsa lain yang memiliki karakter berbeda dengannya. . terj. Ia bisa menjadi guiding principle suatu masyarakat atau bangsa dan mengantarkannya kepada satu tatanan obsesif. Di lain waktu ideologi dianggap sebagai gambaran palsu tentang dunia. 2002). Daniel Bell: Matinya Ideologi (Magelang : IndonesiaTera. 5. 131 Henry D. Abad Ideologi (Jogjakarta : Yayasan Bentang Budaya. tidak hanya karena beragamnya pendapat teoritis yang menunjuk arti dan fungsi yang berbeda-beda. Aiken. Konsep Ideologi (Yogyakarta : LKPSM. misalnya. yang terdapat dalam ilmu-ilmu pengetahuan sosial. 48. IRA (Ideological State Apparatuses)/RSA(Repressive State Apparatuses) Ideologi adalah salah satu dari sekian banyak konsep yang paling ekuivokal (meragukan) dan elusif (sukar ditangkap).

133 Ideologi adalah segala yang sudah tertanam dalam diri individu sepanjang hidupnya: history turn into nature. Kita tentu masih ingat bagaimana Hitler dengan ideologi fasisnya membelalakkan pandangan dunia dan ideologi fundamentalisme Islam yang begitu ditakuti oleh Amerika dengan bingkai terorisme. a hope. (Jakarta : Erlangga. atau sebuah romantisme dari sebuah realitas merupakan bagian dari ideologi. Pergolakan Pemikiran antara Fundamentalisme Islam dan Fundamentalisme Neo-Liberal. Psikoanalisis. (Yogyakarta : Jala Sutra.134 Lain halnya dengan Marx yang mengartikan ideologi sebagai “kesadaran palsu” sebagai “camera obscura” yang memutarbalikkan realitas. NU STUDIES.2006).135 Peran ideologi memang sangat signifikan dalam kehidupan. 133 Louis Althusser.III. Atau dengan redaksi yang lain dikatakannya sebagai sesuatu yang profoundly unconcious. baik secara personal maupun kolektif. sebagai hal-hal yang secara mendalam tidak disadari. NU STUDIES . 267. . manusia hidup dengan ideologi. Tentang Ideologi: Strukturalisme Marxis. harapan.tentang ideologi. xvi. Phobia akan sebuah tindakan yang berasal dari ideologi melahirkan kewaspadaan ekstra dari berbagai pihak yang merasa terancam. Cultural Studies. 2006). Peristiwa 132 Ahmad Baso. Sejak buaian hingga kuburan. 267. Cet. rather than describing a reality”. Terj. 135 Ahmad Baso. produk sejarah yang seolah-olah menjelma sesuatu yang alamiah. 134 Ibid. or a nostalgia. xvi.132Pengertian ini mengisyaratkan bahwa segala sesuatu yang menampilkan sebuah keinginan. Louis Althusser mengartikan ideologi sebagai “Expresses a will.

136 Dari ujung kaki hingga ujung rambut. pengelolaan tubuh dan jiwa.pengeboman menara kembar WTC New York 11 September didengungkan sebagai aksentuasi dari ideologi Islam radikal. Bagaimana kuku jempol harus dibersihkan dan dipotong agar tidak menimbulkan bau. Dan. Penjelasan akhir tentang pengaturan tubuh adalah kepercayaan atau ungkapan tentang “sesuatu yang sudah dari sananya”. ”Jamaah Islamiyah dan Bahaya Ideologi” Kompas (Jakarta). Guntur Romli. Ideologi tidak bisa ditembus butir-butir peluru. saling serang antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. semuanya dijelaskan dengan aturanaturan yang tidak dapat ditemukan dasar epistemologisnya. Kita tidak menyadari kapan pemahaman tentang 136 M. 14. bahkan peran ideologi lebih berbahaya ketimbang kejahatan-kejahatan dan kekerasan-kekerasan fisik. Ideologi akan merasuk kedalam relung hati dan nalar berpikir seseorang dalam bertindak. ideologi menjadi bagian dari mekanisme pengaturan diri. merupakan bagian dari argumentasi dari Amerika untuk menyerang Afghanistan dan Irak (selanjutnya mungkin Iran) yang dikatakan sebagai basis terorisme internasional dan membahayakan keamanan dunia. Perang berhadapan dengan ideologi memang sangat sulit di berangus. Kita seakan-akan terbelenggu oleh pelabelan berbasis ideologi. Baru-baru ini kita juga mendengar berita mengenai penyerangan sebuah kelompok Islam terhadap sekelompok demonstran pada peringatan May Day 2007 di Yogyakarta yang dicurigai sebagai kelompok berideologi komunis. hingga rambut yang harus dipotong dan dirawat. Ideologi membuat kita saling curiga. . 5 Mei 2007.

dan sebagainya) dan ISA budaya (kesusasteraan. diri ini. Tubuh ini. diri yang sudah jadi organ. Kita tak ingat siapa yang menjelaskan cara berpikir yang kita pakai sekarang. Penanaman ideologi ini diperlukan sebagai bagian dari prinsip kekuasaan yakni untuk melanggengkan kekuasaaan. Tentang Ideologi. Ibid. seni. sehingga tak ada lagi pertanyaan-pertanyaan mendasar yang perlu diajukan. termasuk pelbagai partai yang berbeda). xvii. xvii. Kitapun percaya pada diri kita yang menjelma kenyataaan. 20. ISA Pendidikan. olahraga. 139 Ibid.pengelolaan tubuh terbentuk dalam benak kita. pikiran ini. beginilah wajarnya. maka negarapun menformat metode penenaman ideologi bagi warganya dengan berbagai cara. Institusi-institusi tersebut adalah: ISA Agama. ISA Politik (sistem politik. ISA Keluarga. Kita ternyata percaya saja.138 Menyadari begitu sentralnya peran ideologi. dan mengapa cara itu yang yang kita gunakan. radio dan televisi. . melengkapi pencapaian tujuan tertentu dengan mekanisme ajeg yang dibentuk struktur-struktur di dalam dan di luar sana. menerima saja. Begitu terbiasanya kita dengan semua yang ada di dalam dan di sekitar diri sejak bayi sampai dewasa. beginilah adanya. ISA komunikasi (pers. ISA Hukum. dan sebagainya)139 137 138 Louis Altusser. Lous Althusser memberikan informasi kepada kita tentang berbagai institusi yang berperan sebagai aparatus negara ideologis. ISA serikat buruh.137 Kepercayaan yang tertanam tanpa disadari itulah yang dinamakan ideologi.

jantan.140 Menurut Althusser. P Thompson bukanlah sebuah sistem yang di dalamnya terjadi pemaksaan konsep. dinamis. cara sebuah ideologi mencari pengikutnya adalah melalui mekanisme ajakan atau interpelasi. progresif dan sebagainya. Dinamika Politik Di Dalam Era Virtualitas (Yogyakarta : Jalasutra. 140 . Piliang. 276. Transpolitika. 28. Untuk dapat memproduksi dirinya. Hal ini dikarenakan sejak lahirnya konsep pendidikan tidak akan lepas dari dunia politik yang merupakan basic dari negara.141 3. meskipun tujuan utamanya adalah pelanggengan relasi dominasi. Sukses sebuah iklan sangat ditentukan dari kemampuannya menjadikan setiap orang menjadi subyek. Mekanisme mangajak secara persuasif ini sama dengan mekanisme iklan yang selalu memanggil setiap orang untuk menjadi subyek dari produk yang ditawarkannya. sebuah ideologi harus selalu memanggil subyeknya secara simpatik. 141 Ibid. Di dalamnya maknamakna dikerahkan di dalam praktik wacana komunikasi sosial sehari-hari dengan model discourse yang sangat kompleks. A.Ideologi menurut John. Yasraf. yaitu orang yang merasa menjadi bagian dari ide-ide yang ditawarkan oleh sebuah produk. 2005). seperti berjiwa muda. bukan lewat kekuatan senjata. akan tetapi sebuah sistem yang mempunyai mekanisme yang jauh lebih kompleks. ide atau kepercayaan terhadap masyarakat secara vertikal dari atas. Negara dan Pendidikan Bebicara mengenai korelasi antara negara dan pendidikan memang selalu menarik untuk dibincangkan.

Sirozi. dan dianggap legal. melalui lembaga tersebut akan lahir warga negara yang mengerti akan nilai-nilai yang dianut oleh pemerintah. tampaknya terkait dengan kebijakan politik kolonial. 2-3. tetapi juga kurikulum dan jabatan “profesorship”. 2005). pondok pesantren adalah sarang pemberontak. Selain itu. sekitar tahun 1926 pondok pesantren sudah tidak lagi termuat dalam statistik pemerintah Hindia Belanda.142 Dalam sejarah Islam. Harus dibubarkan. Madrasah Nizhamiyah merupakan instrumen kebajikan politik yang salah satu fungsi utamannya adalah untuk menanamkan doktrin kenegaraan yang memperkuat kerajaan. Upaya untuk menutup peluang pengembangan institusi dan sistem pendidikan Islam nusantara. Hal ini terbukti dari dikeluarkannya undang-undang sekolah liar (Wilden Scholen Ordonantie). Madrasah Nizamiyah didirikan di setiap kota di Irak dan Khurasan. VI-VII. Singkat kata. 143 142 .Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia juga disinggung mengenai permasalahan ini. Nizam Al Mulk. kita tentunya tahu mengenai eksistensi dari madrasah Nizamiyah di Baghdad. Kita tentu masih ingat bagaimana sikap pemerintah Hindia Belanda memperlakukan pendidikan di nusantara. Madrasah Nizhamiyah didirikan oleh penguasa Bani Saljuk. Proses pendidikan yang berporos pada dunia pesantren menjadi ancaman yang dianggap cukup serius bagi penguasa kolonial. Patronase Nizam Al Mulk tidak hanya menyangkut masalah keuangan dan pengadaan sarana. guru besar. setengah abad setelah berdirinya universitas Al Azhar di Kairo. Institusi pendidikan yang memenuhi ketentuan undang-undang tersebut memperoleh subsidi dari pemerintah. Sedang yang tidak memenuhi ketentuang dimaksud dinilai sebagai sekolah liar. masing-masing tahun 1925 dan 1930. seorang Perdana Menteri dari Alp Arselan dan Malik Syah pada tahun 457 H.143 Mengenai hal ini Rasyid mengatakan : M. untuk mengikis paham Syi’ah Zaidiyah yang dikembangkan oleh dinasti Buwaih sebelumnya dan dalam rangka menghadang paham Ismailiyah yang dipropagandakan oleh Dinasti Fathimiyah di Mesir. Ibid. Atas penilaian ini pula maka. Politik Pendidikan (Jakarta : RajaGrafindo Persada. Atau paling tidak. Bani Saljuk terkenal sangat fanatik terhadap madzhab Sunni. Dalam pandangan kolonial Belanda. tujuan pendirian madrasah oleh Nizam Al Mulk adalah untuk mencetak birokrat-birokrat yang akan menduduki jabatan kenegaraan.

Di negara kita. buku tersebut juga membahas hubungan antara ideologi dan institusi negara dengan tujuan dan metode pendidikan. Beberapa tugas negara yang termaktub dalam pembukaan UUD ’45 adalah sebagai berikut: 1. Dalam undang-undang sistem pendidikan nasional 2003 dijelaskan pendidikan nasional Ibid. Bila politik (kekuasaan) berfungsi mengayomi dari atas. Pendidikan harus disesuaikan secara cermat dengan reproduksi sistem. maka pendidikan melakukan pembenahan lewat arus bawah. Tanpa otoritas politik.“Kedudukan politik dalam Islam sama pentingnya dengan pendidikan. Pendidikan bergerak dalam usaha menyadarkan umat untuk menjalankan syariat.767). pengetahuan tentang bentuk-bentuk masyarakat alternatif ditekan dengan hati-hati. perdamaian abadi dan keadilan sosial Keempat poin di atas mensyaratkan adanya pendidikan yang bermutu. 6. kelas yang lebih rendah dididik untuk patuh dan diyakinkan dengan mitos-mitos politik bahwa status mereka itu terbentuk oleh sebab-sebab alamiah. dan mereka yang memasok kebutuhan ekonomi negara menempati status terendah diantara semuanya. Memajukan kesejahteraan umum 3. kajian tentang hubungan antara pendidikan dan politik (negara) dimulai oleh Plato dalam bukunya Republik (berarti Negara). 3. pendidikan merupakan salah satu pilar bangsa. syariat Islam sulit nahkan mustahil untuk ditegakkan. “Para filosof memiliki otoritas tertinggi. Mencerdaskan kehidupan bangsa 4. Menurut Plato. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia 2. kecuali dalam kalangan yang terbatas dari elit penguasa” (Kuper & Kuper. Umat tidak akan mengerti syariat tanpa pendidikan. para pengawas pendidikan berpendidikan menengah bertindak sebagai kekuatan militer dan polisi. Kekuasaan adalah sarana untuk mempertahankan syiar Islam…. 2000. 145 144 .145Walaupun utamanya membahas berbagai persoalan kenegaraan. para penyair seharusnya hanya menggambarkan tingkah laku terpuji. Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.”144 Di negara-negara barat.

dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. dalam Undang-undang Sisdiknas 2003 Pasal 50 ayat 2 disebutkan: Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional . Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pelaksanaan ujian nasional berlandaskan pada: 6. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 45 Tahun 2006. cakap. 7. Negara dan Ujian Nasional 2007 Negara (dalam hal ini Depdiknas) sebagai pelaksana ujian nasional 2007 memiliki kewenangan demi suksesnya agenda tahunan tersebut. mandiri. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 9. Secara lebih spesifik. berilmu. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 8. sehat. kreatif. tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2006/2007.memiliki fungsi dan tujuan. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. berakhlak mulia.

pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional” dan Pasal 57 ayat 1: ”Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan.” Sedangkan pada Pasal 59 ayat 1: Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola, satuan, jalur, jenjang dan jenis pendidikan.” Tujuan pelaksanaan ujian nasional 2007 adalah bagian ejawantah dari UU Sisdiknas di atas, secara khusus, ujian nasional bertujuan sebagai berikut: 3. Ujian Nasional bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran yang ditentukan dari kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. 4. Ujian Sekolah/Madrasah bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran pada semua kelompok mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. Hasil ujian nasional dan/atau ujian sekolah/madrasah digunakan sebagai salah satu pertimbangan (fungsi) untuk : f. Penentuan kelulusan peserta didik dari suatu satuan pendidikan;  Bukan satu-satunya penentu kelulusan g. Seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya; h. Pemetaan mutu satuan dan/atau program pendidikan; i. Akreditasi satuan pendidikan;

Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Ujian nasional 2007 telah berlalu, berbagai berita kecurangan menyeruak diantara berita reshuffle jilid II Kabinet Indonesia Bersatu. Di Medan, forum guru yang tergabung dalam Komunitas Air Mata Guru menemukan berbagai kecurangan dalam pelaksanaaan UN. Ada beberapa sekolah yang memberikan jawaban dari pertanyan UN kepada para siswanya. Caranya beragam, ada yang membacakan langsung jawaban dan ada yang dengan menulis jawaban di kertas lalu diperlihatkan kepada para siswa.146 Di Jawa Timur, praktek kecurangan juga merebak, misalnya di Banyuwangi kecurangan berbentuk guru memberi jawaban kepada siswa, di Jombang kecurangan berupa penyebaran jawaban via sms, di Pasuruan berupa pengawas yang menjadi joki, dan di Tuban berupa penempelan jawaban di kamar mandi.147 Menurut pandangan DR. Warsono148 pelaksanaan UN 2007 ini mengindikasikan hal-hal sebagai berikut, pertama.Politik sekolah, bahwa pelaksanaan Ujian Nasional digunakan sekolah untuk mendongkrak popularitas sekolah. Sehingga, berbagai carapun digunakan untuk mencapai target lulus. Dengan keberhasilan kelulusan yang mencapai 100%, secara otomatis prestise sekolah tersebut akan melejit dan akan sangat berpengaruh terhadap penerimaan siswa baru di tahun ajaran berikutnya.
146

Pengakuan Komunitas Air Mata Guru dalam acara Republik Mimpi di Metro TV, Minggu 6 Mei

2007. Siswa Dapat Bocoran, Jawa Pos (Banyuwangi, Tuban, Jombang), 27 April 2007, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya pada acara seminar “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya, 5 Mei 2007.
148 147

Kedua, adanya ujian nasional dengan standar kelulusan yang telah ditetapkan pemerintah, mengisyaratkan ketidakpercayaan pemerintah terhadap para guru dalam melaksanakan pembelajaran, baik saat perencanaan, pemberian materi dan evaluasi yang dilakukan oleh guru. Ironis memang jika pemerintah sudah tidak percaya lagi dengan para guru. Guru sebagai profesi akal budi dan nurani dan lembaga pendidikan adalah tempat untuk melatih peserta didik berpikir, mendengar, dan mengasah nurani149sudah kehilangan kepercayaan dari pemerintah.

B. PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN 1. Tentang Mutu Pendidikan Secara etimologis, Mutu, memiliki arti sebagai berikut: Karat, baik buruk sesuatu, kwalitas, taraf atau derajat.150Menurut Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barry, mutu berarti: Kualitas; derajat; tingkat; manikam; mutiara; emas kertas; manik; karat; (nilai logam mulia); kadar emas; membungkam/diam (karena sedih).151 Sedangkan menurut pengertian konsepsional, mutu pendidikan dapat diartikan sebagai ”kemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan

149

Baskoro Poedjinoegroho E , “Sekolah Mencabik-Cabik Nurani”, Kompas, (Jakarta) 2 Mei 2007, WJS. Poerwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka 1982), 665-666. Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barry, Kamus Ilmiah Populer (Surabaya : Arkola, 1994), 505.

6.
150 151

Mutu bukanlah benda magis atau sesuatu yang rumit. mutu seringkali ditafsirkan dengan beragam definisi. 154 Jerome S. 155 Moch. Berbagai cara berpikir telah dikembangkan untuk mencoba memberikan suatu pengertian mutu pendidikan. 40. tetapi dalam kenyataannya konsepsi tentang mutu ini masih tetap bergerak dalam bentuknya yang masih bersifat rethorical. Tiara Wacana. 153 Muchtar Buchory. Arcaro. Analisa Kebijakan Pendidikan (Bandung : Remaja Rosdakarya 1994). arti mutu pendidikan ini berkenaan dengan apa yang dihasilkan dan siapa pemakai pendidikan.153 Mutu adalah sebuah proses terstruktur untuk memperbaiki keluaran yang dihasilkan. mutu pendidikan cenderung masih merupakan suatu konsep yang abstrak.155 Sampai saat ini.R. 89 – 90. Idochi Anwar. Pendidikan Berbasis Mutu : Prinsip-Prinsip Perumusan Dan Tata Laksana Penerapan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Dengan demikian.seumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seoptimal mungkin”152 Mutu pendidikan adalah suatu kualitas dalam sistem pengelolaan serta fungsi pendidikan yang mana akan menghasilkan mutu atau kualitas kelulusan siswa/mahasiswa dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan pengalaman guna masa depan. artinya bahwa mutu pendidikan masih bergerak dari gagasan Ace Suryadi dan H. 2005). Alvabeta. 159. Spektrum Problematika Pendidikan Di Indonesia (Jogjakarta : PT. 2003). bergantung pada pihak dan sudut pandang mana konsep terebut dipersepsikan. Terj. Tilaar. 152 .A. 75. 1994).154 Sebagai suatu konsep. Administrasi Pendidikan Dan Manajemen Biaya Pendidikan (Bandung: CV. Pengertian tersebut merujuk kepada nilai tambah yang diberikan oleh pendidikan dan pihak-pihak yang memproses serta menikmati hasil-hasil pendidikan.

jika pendidikan dianggap sebagai Ace Suryadi dan H.satu ke gagasan yang lain. Mengenai konsep efisiensi mana yang lebih sesuai dipakai dalam pendidikan. efisiensi bukan merupakan konsep yang berdiri sendiri dan akan menjadi kurang memiliki arti jika tidak mengacu pada efektifitas. konsep efektifitas merupakan bagian dari konsep efisiensi karena tingkat efektifitas berkaitan erat dengan pencapaian tujuan relatif terhadap harganya. Dengan demikian.A. itu semua tergantung pada anggapan kita tentang hakikat dari suatu program pendidikan. atau jika masukan yang sekecil mungkin agar dapat menghasilkan keluaran yang sudah ditetapkan. 161. Efisiensi itu sendiri merupakan suatu model yang dipinjam dari teknologi dan ekonomi. Jika pendidikan kita anggap sebagai suatu komoditi pada suatu sistem ekonomi pasar yang kompetitif.1994). belum kita terjemahkan secara tepat ke dalam ukuran dan tindakan yang lebih nyata. Analisis Kebijakan Pendidikan. Sebaliknya. Secara teknis. keluaran dan atau masukan sudah diterapkan ukuran nilai kepuasan (utility) atau harga (price).157 Secara ekonomis. cet. efisiensi akan tercipta jika keluaran yang diinginkan dapat dihasilkan secara optimal dengan harga masukan yang relatif tetap. Suatu Pengantar (Bandung : PT. 156 . 157 Ibid. Dengan kata lain. Menurut pengertian tersebut. efisiensi selalu dikaitkan dengan efektifitas optimal yang diperoleh dengan harga masukan yang paling seminimal mungkin.156 Para pemikir neo klasik seperti Douglas Windham (1986) dan Johnson (1975) menempatkan konsep mutu pendidikan secara lebih operasional dengan menggunakan model efisiensi.R. Remaja Rosdakarya.II. Tilaar. efisiensi akan tercipta jika. maka konsep efisiensi ekonomi lebih sesuai untuk dijadikan rujukan. 161.

yang diekspresikan dalam ukuran- 158 159 Ibid. mendasarkan diri pada deskripsi mengenai relevansi pendidikan dengan dunia kerja. keadilan dan pemerataan. pendekatan ini disebut dengan pendekatan ekonomi.159 Secara substantive. Sifat adalah sesuatu yang menerangkan keadaan. Pendekatan kedua. disebut pendekatan nilai instrinsik pendidikan. Suatu program pendidikan yang efisien. Dengan demikian. Ibid. 162-163. 162. Pendekatan pertama. cenderung ditandai dengan pola penyebaran dan pendayagunaan sumber-sumber pendidikan yang sudah ditata secara efisien. keadilan dan efisiensi teknologis lebih dianggap relevan untuk menilai suatu program pendidikan bermutu.158 Efisiensi pendidikan memiliki kaitan langsung dengan pendayagunaan sumber-sumber pendidikan yang terbatas secara optimal sehingga memberikan dampak yang optimal juga. Keragaman cara pandang mengenai sifat dan taraf itu memungkinkan perbedaan pendekatan terhadap mutu pendidikan. . mutu pendidikan tidak dapat dipisahkan dari konsep efektifitas. sedangkan taraf menunjukkan kedudukan dalam skala. program pendidikan yang efisien adalah yang mampu menciptakan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan akan sumber-sumber pendidikan sehingga upaya pencapaian tujuan tidak mengalami hambatan.public goods. Dalam pengertian ini. sistem atau program pendidikan yang efisien ialah yang mampu mendistribusikan sumber-sumber pendidikan secara adil dan merata agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mendayagunakan sumber-sumber pendidikan tersebut dan mencapai hasil yang maksimal. maka asumsi pemerataan. mutu mengandung sifat dan taraf.

ukuran sikap.163 Ditelaah dari sudut kinerja sistemnya. kepribadian. 40-41. mutu proses pendidikan dapat diukur dengan indikator-indikator sebagaimana dirinci oleh Makmun (1997) 160 161 Moch. Sedangkan fungsi subsistem monitoring adalah kontrol sistem terhadap kegiatan dan akuntabilitas subsistem dalam hubungan sinergiknya di seluruh sistem. yang meliputi tindakan kerja. Ibid. 41. Idochi Anwar.162 Subsistem tindakan kerja adalah komponen organisasi yang menentukan ukuran kemampuan sistem dalam melaksanakan apa yang seharusnya dikerjakan. dan kemampuan intelektual yang sesuai dengan harapan dan tujuan pendidikan nasional. 41. Berdasarkan pemahaman demikian maka mutu proses menunjukkan kebermutuan subsistem dalam proses. 41.160 Pemahaman atas mutu proses pendidikan perlu dibenahi oleh pengertian proses. Konsep proses menurut Sudjana dan Susanta (1989) merujuk kepada kegiatan penanganan transformasi masukan-masukan melalui subsistem pemrosesan menjadi keluaran-serta hasil-hasil yang berasal dari masukan dan tindakan berikutnya-melalui umpan balik dan evaluasi keluaran. Subsistem komunikasi berfungsi memproses dan memberikan informasi yang memadai mengenai seluruh tahapan tindakan sistem dan subsistem. 163 Ibid.161 Konsep tersebut didasarkan atas asumsi bahwa pendidikan sebagai sistem terbuka mengandung subsistem masukan dan umpan balik secara internal serta eksternal. Administrasi Pendidikan Dan Manajemen Biaya Pendidikan. 162 Ibid. . komunikasi dan monitoring.

jika tidak melalui proses pendidikan yang bermutu pula. pendidikan atau sekolah menghasilkan lulusan yang bermutu. Kegiatan pendidikan cukup kompleks. satu kegiatan. Akuntabilitas. menyangkut semua komponen. komponen.165 Mutu pendidikan bersifat menyeluruh. Produktifitas.al. serta sumber belajar yang memadai. 7. serta waktu lainnya. Prinsip. (Bandung : PT. guru. pelaku. 2003). 165 164 .164 Mutu pendidikan atau mutu sekolah (yang) tertuju pada mutu lulusan merupakan sesuatu yang mustahil. pelaksana. pelaku. Adalah sesuatu yang tidak mungkin. Relevansi. seperti administrator. konselor dan yang bermutu dan profesional. Refika Aditama. Nana Syaodih Sukmadinata. Hal tersebut juga didukung oleh sarana dan prasarana pendidikan. et. terjadi proses pendidikan yang bermutu jika tidak didukung oleh faktor-faktor penunjang proses pendidikan yang bermutu pula. Proses pendidikan yang bermutu harus didukung oleh personalia. terkait dan membutuhkan dukungan dari kegiatan. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah (Konsep. baik mutu maupun jumlahnya dan biaya yang mencukupi. Dan Instrumen). fasilitas. manajemen yang tepat. Efektifitas. serta lingkungan yang mendukung. waktu. 41. 6-7 166 Ibid. dan kegiatan pendidikan atau disebut sebagai mutu total atau “Total Quality”. Merupakan sesuatu yang mustahil pula. diarahkan Ibid. hasil pendidikan yang bermutu dapat dicapai hanya dengan satu komponen atau kegiatan yang bermutu. Kesehatan organisasi dan Semangat berinovasi. media.yaitu: Efisiensi.166 Pendapat lain menyatakan bahwa Mutu Pendidikan dalam tingkat dasar sampai atas adalah kemampuan sistem pendidikan dasar sampai tingkat atas baik dari segi pengelolaan maupun dari segi proses pendidikan itu sendiri. komponen.

R. 167 168 Ace Suryadi –H. Beberapa bukti empiris yang pada dasarnya mengarah pada suatu kesimpulan bahwa hanya melalui upaya pengerahan kekuatan daerah (desentralisasi) yang dapat menolong kita untuk secara sustainable meningkatkan mutu pendidikan. antara lain:169 1. dan aspek-aspek lain yang menyangkut otonomi dan profesionalisasi.A. Analisis Kebijakan Pendidikan. kemandirian. 108.168 Dalam melaksanakan program peningkatan mutu pendidikan. Banyak sisi lainnya yang memiliki dampak penting dalam peningkatan mutu pendidikan. all. maka ada beberapa prinsip yang perlu dipegang sebagai acuannya. Nana Syaodih Sukmadinata. Managemen mutu pendidikan merupakan alat yang dapat digunakan oleh para profesional pendidikan dalam memperbaiki sistem pendidikan bangsa kita. 9-11. 169 Ibid. et. Seperti: mobilisasi kekuatan daerah. Peningkatan mutu pendidikan menuntut kepemimpinan profesional dalam bidang pendidikan. Kesulitan yang dihadapi para profesional pendidikan adalah ketidakmampuan mereka dalam menghadapi “kegagalan sistem” yang mencegah mereka dari pengembangan atau penerapan cara atau proses baru unuk memperbaiki mutu pendidikan yang ada. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah.secara efektif untuk meningkatkan nilai tambah dari faktor – faktor input agar menghasilkan output setinggi – tingginya. 2.167 Peningkatan mutu pendidikan yang telah kita laksanakan baru menyentuh sisi teknis dari pendidikan. 159. tetapi belum kita sentuh. akuntabilitas.Tilaar. pengembangan sumber daya manusia menuju aktualisasi diri. .

dan melatih dalam membantu perkembangan siswa. Uang tidak menjadi penent dalam peningkatan mutu. akuntabilitas. Jika semua guru dan staf sekolah memiliki komitmen pada perubahan. menyelesaikan masalah dan mengembangkan program baru. Norma dan kepercayaan lama harus diubah. Sekolah harus belajar bekerjasama dengan sumber-sumber yang terbatas. 6. pengawas dan pimpinan kantor diknas mengembangkan sikap yang terpusat pada kepemimpinan. team work. ia akan menggunakan proses baru dalam menyusun biaya. staf. 4. membimbing. Banyak profesional dibidang pendidikan yang kurang memiliki pengetahuan dan keahlian dalam menyiapkan para siswa memasuki pasar kerja yang bersifat global. Demikian juga dengan staf administrasi. dan rekognisi. dan kualitas layanan pendidikan. Kunci utama peningkatan mutu pendidikan adalah komitmen pada perubahan. guru. Mutu pendidikan dapat diperbaiki jika administrator. Ketakutan pada perubahan atau takut melakukan . 5. Uang bukan kunci utama dalam usaha peningkatanmutu. Peningkatan mutu pendidikan harus melakukan loncatan-loncatan. pimpinan dapat dengan mudah mendorong mereka menemukan cara baru untuk memperbaiki efisiensi. kerja sama.3. Guru akan menggunakan pendekatan yang baru atau modelmodel mengajar. Para profesional pendidikan harus membantu para siswa dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan guna bersaing didunia global. produktifitas.

Ditjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. 7. Ujian Nasional 2007 dan Peningkatan Mutu Pendidikan Ujian nasional 2007 telah berlalu. 14. orang tua maupun masyarakat. baik yang pro maupun yang kontra. UN yang hanya menguji tiga Kunandar. Budaya. Salah satu komponen kunci dalam program mutu adalah sistem pengukuran. 8. lingkungan dan proses kerja tiap organisasi berbeda. Dengan menggunakan sistem pengukuran. 170 . untuk mengukur peningkatan mutu pendidikan berlandaskan ujian nasional sangatlah tidak tepat.perubahan akan mengakibatkan ketidaktahuan bagaimana mengatasi tuntutantuntutan baru. baik terhadap siswa. karena: Pertama. peningkatan mutu dapat dicapai melalui perubahan yang berkelanjutantidak dengan program-program singkat. memungkinkan para profesional pendidikan dapt memperlihatkan dan mendokumentasikan nilai tambah dari pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan. Pertanyaannya kemudian. Masyarakat dan manajemen pendidikan harus menjauhkan diri dari kebiasaan menggunakna “program singkat”. Para profesional pendidikan harus dibekali oleh program yang khusus dirancang untuk menunjang pendidikan. tetapi membutuhkan penyesuaianpenyesuaian dan penyempurnaan. “UN dan Peningkatan Mutu Pendidikan” Kompas (Jakarta) 14 Mei 2007. Program peningkatan mutu dalam bidang komersial tidak dapat dipakai secara langsung dalam pendidikan. 2. Kunandar adalah widyaiswara di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) DKI Jakarta. Adu argumen telah dikemukakan oleh masing-masing pihak. Depdiknas. apakah ujian nasional dapat meningkatkan mutu pendidikan? menurut Kunandar170.

input. 17 April 2007. terutama guru. Meningkatkan mutu pendidikan tentu saja tidak sesederhana hanya dengan menguji tiga amta pelajaran lalu dijadikan generalisasi dan justifikasi tentang mutu pendidika. dalam penyelenggaraan UN ada indikasi terjadi rekayasa hasil UN di lapangan. Tradisi kelulusan 100 persen seolah “menghipnotis” para pelaku pendidikan di lapangan. Kedua. Maka dibentuklah “tim sukses” dengan tugas agar siswanya dapat lulus 100 persen. Kompas (Jakarta). Robert Bala dalam artikelnya menawarkan konsep “Reengineering Proses Pembelajaran”. Untuk mengukur standar mutu pendidikan harus dilihat struktur pendidikan secara menyeluruh. termasuk non akademis.mata pelajaran tidak serta merta dapat dijadikan indikator tentang mutu pendidikan. 7. kepala sekolah. Menjustifikasi mutu pendidikan hanya dari tiga mata pelajaran tersebut merupakan sikap yang kurang bijaksana dan terlalu menyederhanakan persoalan. dengan standar kelulusan nilai rata-rata 5. dan dinas pendidikan agar siswanya dapat lulus 100 persen. proses dan out put bahkan outcame pendidikan. Kesan adanya “Mark Up” nilai dalam UN sulit dihindari.171Menurutnya.00 untuk tiga mata pelajaran yang di-UN-kan sulit dijadikan parameter peningkatan mutu pendidikan. Ketiga. Bagaimana bias mutu pendidikan dikatakan meningkat dengan standar kelulusan yang rendah. 171 Robert Bala. . Ujian nasional sebagai alat pengukuran hasil proses pembelajaran selama ini memang harus mendapatkan evaluasi bersama. Sudah saatnya pemerintah menempatkan semua mata pelajaran secara sama (tidak menganakemaskan mata pelajaran tertentu dan memarjinalkan mata pelajaran yang lainnya). Re-Engineering Proses Pembelajaran.

Dokumen fakta (Infoware) 4. Fasilitas fisik (Technoware) 2. ia berpendapat bahwa pendidikan kita saat ini masih terseok-seok di ranah Technoware an sich. Komponen rekayasa ini meliputi: 1. Siswa diberi kebebasan dan kepercayan untuk memiliki kemampuan suportif dan inovatif serta kreatif dengan pemahaman akan “Pengetahuan Bagaimana (Know How)” dan berujung pada lahirnya “Pengetahuan Mengapa (Know Why)” yang kreasi berdaya saing internasional. artinya: a. Berhubungan dengan Ujian Nasional 2007. Sebagi solusinya ia menawarkan: 1) Pendidikan adalah medium atau ruang kreatif. sehingga: a. b. Institusi ynag mengoordinasi proses produksi (Orgaware) Keempat komponen tersebut harus saling melengkapi satu dengan yang lain. 2) Kemampuan kreatif dan inovatif bisa dicapai jika cakupan wilayahnya kecil. Guru diberi kewenangan untuk mengembangkan silabus pendidikan berbasis pada lokalitas tanpa melupakan realitas global. atau . keahlian. Keterampilan. bahkan kreatifitas manusia (Humanware) 3.komponen perekayasaan ulang perlu dilakukan sebagai cara untuk melihat dan meningkatkan mutu pendidikan. Pemerintah daerahlah yang yang lebih mengenal konteksnya merancang ujian yang lebih sesuai.

. Sekolahlah yang berhak atau bertanggungjawab meluluskan seseorang.b.

Selanjutnya dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) tahun 2003 disebutkan: . Mencerdaskan kehidupan bangsa 8. kita tentu sudah paham bahwa pelaksanaan ujian nasional 2007 merupakan bagian dari usaha pemerintah untuk melaksanakan amanat UndangUndang Dasar 1945 baik yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 maupun yang terdapat pada batang tubuhnya. Dalam konteks lokalitas.BAB IV ANALISA DATA A. 2) Ayat (2) : setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia 6. Memajukan kesejahteraan umum 7. REFLEKSI UJIAN NASIONAL 2007 Ujian nasional 2007 telah usai. Pelaksanaaan ujian nasional 2007 tidak terlepas dari kondisi lokalitas (dalam negeri) tetapi juga bertalian erat dengan kondisi global (internasional). Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. perdamaian abadi dan keadilan sosial Sedangkan pasal-pasal yang bertalian erat dengan pendidikan terdapat pada Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 yang berbunyi: 1) Ayat (1) : setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 disebutkan beberapa tugas negara yaitu: 5. berbagai pro dan kontra telah mewarnai perjalanannya.

pengelolaan. b) Pelaksanaan UN untuk mengukur pencapaian standar kompetensi c) Akreditasi program dan satuan pendidikan Presentasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur disampaikan pada diskusi publik “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara Dalam Belitan Neoliberalisme ” Kampus Sastra Unair Surabaya. c) Pasal 11 ayat 2 : pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun. ada berbagai kebijakan pemerintah dalam hal pendidikan yang berdampak massal. Standarisasi Pendidikan. yaitu standar isi. proses. hal-hal yang terkait dengan hal ini adalah: a) PP 19 tahun 2005 telah dikeluarkan standar nasional pendidikan. Program-program tersebut meliputi:172 1. 5 Mei 2007 172 . biaya serta sarana dan prasarana. hal-hal yang terkait dengan reformasi pendidikan adalah: a) Presiden mendeklarasikan guru sebagai profesi pada desember 2004 b) Pembentukan direktorat jenderal peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan (ditjen PMPTK) c) Disahkannya uu guru dan dosen pada tahun 2005 2. penilaian. Reformasi Pendidikan. pendidik dan tenaga pendidikan.a) Pasal 5 ayat 1 : setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Pada kurun waktu 2004-2009. b) Pasal 6 ayat 1 : setiap warga negara yang berusia tujuh samapai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. kompetensi.

3. Pendanaan biaya operasional sekolah, meliputi: a) Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan BOS buku b) Program bantuan operasional manajemen mutu (BOMM) SMK dan SMA 4. Subsidi kepada peserta didik, meliputi: a) Bantuan khusus murid (BKM) untuk siswa miskin tingkat SMA dan SMK b) Beasiswa untuk mahasiswa yang berprestasi dan mahasiswa miskin c) Subsidi keaksaraan untuk daerah buta aksara 5. Penyediaan dan rehabilitasi prasarana dan sarana pendidikan, meliputi: a) Rehabilitasi gedung SD/MI/SDLB, SMP/MTS/SMPLB, dan

SMA/MA/SMK/SMALB b) Unit Sekolah Baru (USB) TK, SMP/MTS/SMPLB, dan

SMA/MA/SMK/SMALB c) Ruang Kelas Baru (RKB) TK, SMP/MTS/SMPLB dan

SMA/MA/SMK/SMALB d) Pengadaan buku teks untuk SD/MI/SDLB DAN SMP/MTS/SMPLB e) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yaitu: Jardiknas dan Inherent f) Fasilitas taman bacaan masyarakat (TBM) di kab./kota dan kecamatan 6. Peningkatan mutu proses pembelajaran, meliputi: a) Desentralisasi Kurikulum

b) Penerapan kurikulum berbasis kompetensi melalui KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) c) Pembelajaran berbasis TV pada SMP bekerjasama dengan TVRI d) Pembelajaran berbasis TIK pada SMA, SMK dan Perguruan Tinggi (PT) 7. Penguatan tata kelola, meliputi: a) Penerapan manajemen berbasis kinerja b) E-Procurement c) Peningkatan kompetensi aparat dibidang akuntansi dan keuangan d) Aplikasi sistem dan proseduri akuntansi/keuangan sesuai standar akuntansi instansi e) Inventarisasi barang negara f) Penerapan SIM berbasis TIK (e-government) Mengenai konteks global yang dimaksudkan adalah adanya program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan PBB sejak tahun 2000 dengan deadline waktu tahun 2015. Program ini meliputi 8 titik fokus utama, yaitu: 1. Bidang kemiskinan, dengan target menghapuskan

kemiskinan dan kelaparan sampai separuh. 2. Bidang pendidikan, dengan target pendidikan dasar utuk

semua (Education For All) 3. Bidang kesetaraan gender, dengan target menghapuskan

diskriminasi gender dan pemberdayaan perempuan

4.

Bidang kematian anak, dengan target mengurangi tingkat

kematian bayi dan anak di bawah usia lima tahun 5. Bidang kesehatan ibu, dengan target memeprbaiki

kesehatan ibu dan mengurangi angka kematian ibu sampai tiga perempatnya 6. Bidang penyakit, dengan target mencegah penyebaran

HIV/AIDS, malaria dan penyakit infeksi lainnya 7. Bidang lingkungan, dengan target mengintegrasikan

prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam program nasional dan merehabilitasi sumber daya alam yang rusak 8. Bidang kerjasama, dengan target membangun tatanan

perdagangan dan keuangan yang terbuka dan akuntabel, mengupayakan jalan keluar menyeluruh atas utang negara berkembang dan miskin, akses obat-obatan yang penting di negara berkembang, alih teknologi dan penciptaan lapangan kerja Dalam laporan A Failure Within Reach (2006) yang didasarkan pada capaian program MDGs di atas, Indonesia menempati kelompok terbawah bersama Banglades, Laos, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Papua Nugini dan Filipina.173 Hal lain yang juga dapat dijadikan landasan peningkatan mutu pendidikan adalah adanya Human Development Index/HDI (Indek peningkatan kualitas sumber daya manusia) yang meliputi: perekonomian, kesehatan dan pendidikan. Bila diukur dengan landasan ini posisi Indonesia masih jauh tertinggal.

173

Razali Ritonga, “MDGs dan Komitmen Pemerintah”, Kompas (Jakarta), 27 Maret 2007, 6.

masih terdapat berbagai kekurangan-kekurangan yang terjadi. Harus diakui pendidikan merupakan tulang punggung negara dalam mencetak generasi penerus bangsa. A. Kondisi pendidikan kita yang masih terpuruk jugalah yang merupakan latar historis dilaksanakannya ujian nasional 2007. kelompok mata pelajaran estetika. Rasiyo bahwa selain melaksanakan UN.(d)Lulus Ujian Nasional. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Kompas (Surabaya). dan kelompok mata pelajaran jasmani.175 ternyata dianggap sebagai faktor kunci kelulusan. Thailand) maka pada tahun 2003 mulailah dilaksanakannya ujian nasional. Dengan niatan awal untuk mengejar ketertinggalan standar kelulusan dengan negara tetangga (Singapura. Ada yang berupa penyediaan hari sabtu untuk membahas mengenai soalUjian Nasional Harus Diperbaiki. Syarat lainnya adalah: (a) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran. tenaga pendidikan. ini berakibat pada terjadinya perlakuan yang berbeda dalam menghadapi ujian nasional. Hal ini juga sesuai dengan apa yang dikatakan oleh kepala pdinas pendidikan dan kebudayaan Jawa Timur DR. Banyak sekolah (jika kita enggan menggunakan kata seluruhnya) telah menyediakan waktu khusus untuk menghadapi kedatangan Ujian nasional 2007. antara lain: 11. dan pembiayaan juga distandarkan. (b) Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan ahlak mulia. Malaysia. (c) Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. secara perlahan sarana. dan kesehatan. Jika menunggu semua standar.Melihat kondisi negara yang terpuruk inilah maka eksistensi pendidikan perlu mendapat perhatian yang lebih. Ujian nasional 2007 yang digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan kelulusan siswa.174 Namun. dengan bergulirnya waktu niatan baik diawal program ini mengalami degradasi dari waktu ke waktu. UN tidak pernah terlaksana. olahraga. 27 April 2007. Hal. Pada pelaksanaannya yang ke 4 yakni tahun 2007. 175 174 .

dan mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam proses pembelajaran. (b). (c). (f). Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. Terkuaknya berbagai kecurangan yang terjadi menandakan bahwa ujian nasional 2007 jauh dari prinsip pedagogis (hal ini pula bertentangan dengan prinsip penyelenggara pendidikan176). kecerdasan. masyarakat. dan kemajemukan bangsa. Dalam UU Sisdiknas disebutkan.177Sedangkan pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru dan Dosen (Pasal 1)) 176 . (e). Ada berbagai kejadian yang itu jauh dari sisi pendidikan. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. 12. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. pendidikan adalah: Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan.soal ujian nasional tahun sebelumnya atau dengan cara menghadirkan lembaga bimbingan belajar ke sekolah. Dilihat dari sisi evaluasi. Prinsip Penyelenggara Pendidikan meliputi: (a). dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar agar menjadi manusia yang beriman dan bertawwa Dalam UU Sisdiknas disebutkan. pengendalian diri. nilai keagamaan. nilai kultural. menulis. Pendidikan diselenggarakan suatu proses pembudayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. mengingat ada beberapa prinsip evaluasi yang tidak tercakup. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. Hal ini juga terasa sangat jauh dari arti pendidikan dan tujuan pendidikan nasional itu sendiri. akhlak mulia. antara lain: Pedagogis. Fakta di lapangan ternyata berbicara lain. kepribadian. artinya bersifat mendidik. maka ujian nasional 2007 juga terasa kurang dapat di terima. (d). Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. membangun kemauan. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. bangsa dan Negara. 177 (UU Sisdiknas.

kegiatan pembelajaran (yang tereduksi dengan latihan soal-soal. Kalau hal ini terjadi. dll). Jalasutra. akan tetapi sekaligus menambah ukuran tebalnya. 48. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. berakhlak mulia. berarti ujian nasional 2007 telah mengebiri hakikat pendidikan179 dan pendangkalan tradisi intelektual180karena dengan mengedepankan tiga mata pelajaran yang diujikan. 179 178 . Ujian nasional 2007 yang mengujikan tiga mata pelajaran. Kompas. yaitu: Tujuan pembelajaran. sehingga Ibid. Kegiatan pembelajaran dan Evaluasi. Hal ini juga berkesesuaian dengan apa yang dikatakan oleh Yasraf Amir Piliang dengan dunia yang dilipat. ”Pendidikan dan Regenerasi Bangsa”. Kompas. berarti merubah ukuran luas kertas sehingga menjadi lebih kecil. melipat bahasa artinya mengurangi jumlah kata. Membuat siswa hanya berkonsentrasi pada tiga mata pelajaran yang diujikan. “Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan” (Yogyakarta & Bandung. Bab II Dasar. 14 Mei 2007.kepada Tuhan Yang Maha Esa. 13. berilmu. 180 Yonky Karman. sehat. 12 Mei 2007. Dalam teori trianggulasi dikenal tiga keterpaduan yang harus ada dalam pelaksanaan evaluasi. dan evaluasi. 2004). Kondisi ini bisa menyebabkan sekolah beralih fungsi dari wahana internalisasi nilai-nilai positif menjadi hanya sebagai bimbingan belajar untuk tiga mata pelajaran yang di ujikan. Dilihat dari sisi ini. cakap. maka terjadi pengabaian terhadap bidang-bidang studi lain yang penting dalam nation and character building. 14.181 Semisal Melipat kertas. 181 Yasraf Amir Piliang. menghafal soal. dianggap mereduksi makna belajar.178 Hal ini juga akan sangat berbenturan jika dihadapkan pada prinsip trianggulasinya Suharsimi Arikunto. maka terjadi ketidaksesuaian baik antara tujuan pembelajaran. “UN dan Peningkatan Mutu Pendidikan”. kreatif. 6. Fungsi dan Tujuan Kunandar.

tetapi mungkin lemah dalam kecerdasan yang lain. tetapi sekaligus mempersempit ruang relasi fisik dan sosial di dalamnya. personal. . dan relasi sosial yang komplek menjadi dimensi yang lebih ringkas.net diakses tanggal 20 April 2007. Maka jika dihubungkan dengan permasalahan di atas.vhrmedia. melipat spiritual artinya meredusir dimensi-dimensi spiritual yang komplek menjadi dimensi tanda dan gaya (gaya hidup). Setiap anak memiliki salah satu atau beberapa kecerdasan yang menonjol. dimensi. akan tetapi sekaligus membunuh relasi sosial yang nyata. pasti ada hal-hal yang di persingkat/dikurangi dan disisi lain akan ada hal-hal yang ditambahi.menjadi lebih padat dan ringkas. akan tetapi sekaligus mempersempit waktu refleksi dan perenungan didalamnya. kinesthetic. linguistic. melipat ruang artinya memperpendek waktu yang digunakan untuk menempuh jarak ruang. spatial. setiap ada pelipatan. Taufik. Howard Gardner. menjelaskan dalam teori multiple intelligence bahwa kecerdasan anak didik majemuk. “Carut-marut Ujian Nasional” www. dan interpersonal. misalnya dimensi citra (image). Jenis-jenis kecerdasan yang dimaksud Gardner di antaranya logic-mathematic. melipat waktu artinya memampatkan waktu dalam pengertian memperkecil waktu yang diperlukan untuk satu pergerakan atau perpindahan (movement). melipat sosial artinya meredusir sistem. tetapi sekaligus meningkatkan entropi (entropy) atau ketidakpastian maknanya. akan tetapi melenyapkan dimensi-dimensi kedalaman dan transendentalnya. Ujian Nasional sebagai satu-satunya penentu kelulusan anak didik adalah sebuah pengingkaran terhadap kodrat manusia yang berbeda-beda dalam bentuk dan kemampuannya. ahli psikologi pendidikan dari Amerika Serikat. Dengan demikian.182 182 M.

14. 12. Fenomena bimbingan tes ini cukup merisaukan. Posisi guru digantikan oleh Trainer dari bimbingan belajar. 16 Maret 2007. Kelanjutan dari fenomena ini adalah kita melupakan arti proses dalam pembelajaran dan membuat para siswa menjadi orang-orang yang lebih mementingkan hasil dari pada proses. formulasi yang banyak dilakukan di sekolah-sekolah adalah dengan menggandeng lembaga bimbingan belajar atau bimbingan tes. Sekolah Andalkan Bimbingan Belajar. sebab hal ini berarti pihak sekolah dan orang tua murid tidak percaya (distrust) dengan kemampuan para guru. membuat sekolah “Kebakaran Jenggot”. Makna itu kini sudah terkalahkan karena semua sibuk dengan ujian nasional dan prediksi soal-soalnya. Dengan dilaksanakannya ujian nasional 2007. Dan. Padahal seharusnya belajar itu ialah suatu yang mempunyai makna bagi siswa. Penentuan kelulusan yang menjadi kewenangan pemerintah dapat dimaknai dengan pengambilalihan wewenang guru sebagai orang yang paling paham mengenai proses pembelajaran dan mengetahui bagaimana kompetensi kognitif. Ini dampak dari sistem. Orang akan menganggap sekolah yang tingkat kelulusannya tinggi sebagai sekolah yang lebih baik atau bermutu tinggi dibandingkan dengan sekolah yang persentase kelulusannya rendah. 16. sehingga perhatian guru. Persentase kelulusan ini akan mengubah citra sekolah. 7 Maret 2007. 183 . Kompas (Jakarta). Kompas (Surabaya). artinya para pengelola sekolah berjuang sekuat tenaga untuk membuat formulasi yang ampuh bagaimana siswanya dapat lulus 100 persen. 11 April 2007. Menurut Lodi Paat (pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta)184 bahwa Belajar menjadi sebatas bagaimana menyelesaikan soal-soal ujian nasional dan trik-trik untuk menjawabnya. dan Unas Jadi Lahan Bisnis menggiurkan. Jawa Pos (Jakarta). dan murid terarah pada ujian nasional. 184 Bimbingan Tes Masuk Lewat “Tender”.183 15.

afektif dan psikomotor dari anak didiknya. Pengambilalihan wewenang ini juga dapat dimaknai sebagai ketidakpercayaan pemerintah terhadap eksistensi guru. tidak lulus berarti gagal. Warga negara dibuat tidak berdaya dan harus sami’na wa atho’na dengan segala kebijakan pemerintah. kelompokkelompok hegemonis tidak mau menyesuaikan kepentingan dan aspirasi-aspirasi mereka dengan klas lain dalam masyarakat. rather than describing a reality” yaitu perwujudan dari sebuah keinginan. or a nostalgia. Dalam lingkaran konsep Ideological State Apparatuse dan Repressive State Apparatuse. politis. dan intelektual yang berlangsung bersamaan dengan keengganan terhadap setiap campur tangan massa dalam hidup bernegara.185Lulus berarti sukses. Dalam konsep hegemoni Gramsci. Dalam sisi ideologi. politik. sosial. Dengan demikian. yaitu: Hegemoni yang bersandar pada kesatuan ideologis antara elit ekonomis. Hal ini juga dapat dibaca sebagai bentuk hegemoni dan penerapan Repressive State Apparatuse/Ideological State Apparatuse negara terhadap warga negaranya. Mereka malah mempertahankan peraturan melalui transformasi penyatuan para pemimpin budaya. 185 . Sejalan dengan kategori itu. tidak Perlu diingat bahwa konsep ideologi dari Althusser adalah “Expresses a will. lulus berarti sama dengan memiliki masa depan cerah. hegemoni dalam taraf ini adalah hegemoni kelas tiga atau hegemoni minimum (Minimum Hegemony). a hope. harapan atau kenangan indah masa lalu yang digambarkan dari realitas. hal ini dapat dipahami sebagai salah satu bentuk penerapannya. maupun ekonomi yang secara potensial bertentangan dengan “negara baru” yang dicita-citakan oleh kelompok hegemonis itu. warga negara yang sudah tertanam pada otaknya bahwa dengan ujian nasional mereka akan dapat melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan ini berbanding lurus dengan akan adanya masa depan yang lebih baik (A Will And A Hope).

Kedua. Ketiga. “Ujian Nasional Yang Menghakimi”. penempelan kunci jawaban di kamar mandi. Berbagai bentuk kecurangan itu antara lain: pemberian jawaban oleh guru. Bagai pungguk merindukan bulan!. pencurian bahan ujian oleh salah satu kepala sekolah di Ngawi.186 Dengan adanya kepercayaan yang seperti inilah akhirnya masyarakat tidak mampu untuk melawan. 21. Menurut Mochtar Buchori188 ada tiga gagasan mengenai pendidikan anti korupsi. 17. dan Isu Kecurangan Merebak Di Mana-mana. korupsi hanya dapat dihapuskan dari kehidupan kita secara berangsur-angsur. Pertama.lulus artinya suram bahkan gelap nasibnya di kemudian hari. bisa dilakukan dalam ujian. 21 April 2007. Tujuan pendidikan yang menginginkan adanya perubahan perilaku pada peserta didik mustahil tercapai. Ketidakberdayaan masyarakat ini dikarenakan adanya sistem yang bermain yaitu berupa kebijakan dari negara yang harus mereka taati. Padahal pendidikan watak merupakan hal yang sangat penting untuk menyelesaikan degradasi moral negara ini. manipulatif. “Pendidikan Anti Korupsi”. pendidikan untuk membasmi korupsi sebaiknya berupa persilangan (Intersection) antara pendidikan watak dan pendidikan kewarganegaraan. Yang diperkuat dengan berbagai aparat negara yang bersifat memaksa (Represif). kolutif. Editorial Media Indonesia. suka menghalalkan segala cara. Dan juga berupa instruksi kepala dinas pendidikan untuk membocorkan soal dan siswa pandai yang ditunjuk menukar jawaban kepada teman-teman seruangan. Jawa Pos (Surabaya) 27 April 2007. yaitu pendidikan untuk mendorong setiap generasi menyusun kembali sistem nilai yang diwarisi. Siswa Dapat Bocoran. 187 186 . Berbagai kecurangan yang menyeruak ke permukaan dalam pelaksanaan ujian nasional 2007187. pendidikan untuk mengurangi korupsi harus berupa pendidikan nilai. Hal ini berimbas pada munculnya para generasi muda yang tidak jujur. mengindikasikan semakin jauhnya nilai-nilai pendidikan kejujuran. apalagi jika dibenturkan lagi dengan tujuan pendidikan nasional. 19 April 2007. pemberian jawaban via sms. Kompas (Jakarta) 19 April 2007. Kompas. 188 Muchtar Buchori.

Ujian nasional alih-alih sebagai kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan justru telah menihilisasi budaya belajar. sikap menghalalkan segala cara demi tujuan lulus ujian. 16 Mei 2007. . Jika dalam sisi sosiologis. Kecurangan dakam ujian nasional terasa sekali menunjukkan mentalitas menerabas. rasa dan karsa anak didik terhadap substansi kompetensi ilmu pengetahuan. Implikasinya. yang berarti kemudahan yang luar biasa. Cara belajar ini tidak menuntut eksplorasi cipta. Semisal keinginan kita untuk mendapatkan berbagai informasi telah disediakan oleh teknologi yang namanya internet. indikatornya berupa keinginan manusia untuk melakukan segala sesuatu dengan cepat/instan. Lambat laun kondisi seperti ini akan menjadi sebuah life style (gaya hidup). try out.189 189 Fathurrofiq. Kompas. dan segera/instan. Adapun cara yang belajar dengan drill soal. menghafal soal dan trik-trik mengerjakan soal obyektif menunjukkan sikap instan dalam penguasaan ilmu pengetahuan. kita bisa mengaksesnya kapanpun dan dimanapun kita suka. Pendapat Koentjoroningrat tentang mentalitas menerabas dan budaya instan bangsa terasa terjadi sudah. grusa-grusu. Maka dalam hal kecurangan ujian ini para siswa enggan untuk berusaha dan berkeinginan untuk mendapatkan hasil yang secepatnya (lulus) tanpa jerih payah. kompetensi dan kecerdasan dalam menguasai ilmu pengetahuan hanya diukur dari kemampuan memilih jawaban secara cepat dan tepat untuk mendapatkan skor tertinggi. Kelanjutan dari fenomena ini adalah terciptanya generasi yang suka menghalalkan segala cara. 12.Fenomena ini juga dapat dipahami sebagai sebuah dampak dari pengaruh ruang dan waktu yang dilipat/pelipatan ruang dan waktu. “Nihilisasi Budaya Belajar”.

dari 137 sekolah yang ada. Siswa Gantung Diri. perlakuan yang tak senonohpun terjadi.192Hal ini semakin membuat miris harapan kita menciptakan generasi yang cerdas. 13 Juni 2007 Lulus. Jawa Pos (Surabaya). Ada pesta coratcoret. beriman dan bertaqwa kepada tuhan dan tujuan lainnya yang terdapat dalam tujuan pendidikan nasional. terdapat 10 SMA awasta yang siswanya tidak lulus. 17 Juni 2007 192 Tidak Lulus UN. 190 191 Masih Ada Konvoi Di Jalanan. para siswa yang lulus ujian disiram dengan air comberan oleh warga. sudah tidak ada lagi sekolah yang tidak lulus 100 persen.190Namun yang menjadi permasalahan adalah “pesta kelulusan” yang dilakukan sangat tidak mencerminkan manusia yang terdidik. bahkan di Bojonegoro selain berkonvoi. inikah hasil proses pembelajaran di negeri ini? Kejadian lainnya yang juga mengiringi pengumuman kelulusan adalah berita gantung diri siswi bernama Endang Lestari (Siswi SMPN 1 Kerjo kabupaten Karang Anyar Jawa Tengah) karena tidak lulus ujian nasional. Di Samarinda. ada konvoi sepeda motor. 24. Sedangkan untuk SMA swasta. ada siswa yang hanya mengenakan celana dalam dalam aksinya. Di Surabaya misalnya.191Kita patut bertanya. Disiram dan Diraba. Kompas (Karanganyar).18. Jawa Pos (Samarinda). Persentase kelulusan baik di tingkat SMP/sederajat dan SMA/sederajat memang lebih baik dari tahun kemarin. berakhlak mulia. 25 Juni 2007. . Terdapat hanya 6 sekolah dari 22 sekolah SMA negeri di Surabaya yang terdapat siswa tidak lulus. bahkan ada yang meneruskannnya dengan aksi “raba” pada siswi yang terjaring “operasinya”.

193 Sebagai salah satu bagian dari proses evaluasi. maka hasil dari ujian nasional 2007 tentu saja tidak dapat dijadikan sebagai penjamin mutu pendidikan secara 193 Peraturan Pemerintah No 19 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan . MIMPI PENDIDIKAN BERMUTU Pelaksanaan ujian nasional 2007 ini merupakan bagian dari proses evaluasi pendidikan.B. dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur. jenjang. Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian. penjaminan. dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan.

14-15. Penilaian dan d). Manejemen peningkatan mutu pendidikan merupakan wadah atau kerangkanya. maka dibutuhkan sesuatu yang berguna agar dana sebanyak itu tidak sia-sia. Kepemimpinan yang kuat atau demokratis a) kemampuan manajerial b) kemampuan memobilisasi c) memiliki otonomi luas 3. Learning to Do. Tugas majelis sekolah. nyaman. pengawas dan administrator harus menyediakan bahan serta alat–alat (resources) yag dibutuhkan guru dan staf e) Peran guru dan staf. b). Proses 1. Dengan kata lain. Visi mengarahkan orang pada tujuan yang akan dicapai. jika sekolah ingin sukses dalam menerapkannya. Sistem naik kelas sampai batas tertentu dapat menjadi hambatan untuk mencapai mutu secara optimal. 2006). guru harus menanamkan visi pendidikan kepada siswa f) Sebagai pemimpin mutu. Kepemimpinen demikian berpegang pada prinsip – prinsip sebagai berikut : a) Dalam kepemimpinan mutu. Lingkungan “aman. Pengelolaan tenaga yang efektif. Unsur–unsur pimpinan mendorong guru dan staf untuk mencapai tujuan akhir organisasi yaitu penyempurnaan yanag berkelanjutan. berorientasi pada: a). Kebijakan mutu dan harapan 2. g) Tiap orang ingin menjadi orang yang unggul. seseorang mengukur keberhasilannya dari keberhasilan orang– orang (semua anggota) dalam organisasi. c) Perbaikan mutu berkelanjutan. c). maka sekolah efektif merupakan isinya. mengingat ada berbagai komponen lain yang harus dipenuhi. meliputi: a). b) Tanggung jawab berbagi. d) Dalam piramida kepemimpinan mutu. Sebagai salah satu program dari pemerintah yang menghabiskan dana kurang lebih 250 Milyar. Perencanaan.Refika Aditama. 195 Manajemen. Untuk mencapai visi mutu dalam pendidikan. perencanaan. dan administrator memberikan fokus serta pengarahan terhadap sekolah. c). majelis sekolah. kendali mutu. Pembelajaran. Manajemen peningkatan mutu pendidikan memiliki karakteristik yang perlu dipahami oleh pendidikan (sekolah) yang akan menerapkannya. b). In put. diperlukan kepemimpinan yang berorientasi pada mutu. Semua orang dalam piramida kepemimpinan mutu adalah pemimpin. Tantangan utama untuk pendidikan bermutu adalah menghilangkan hambatan–hambatan organisasional yang menghambat orang untuk berhasil. maka sejumlah karakteristik dari sekolah efektif (efektif school). manusiawi” 4. semua unsur dalam organisasi sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas. Manajemen (pembagian tugas. efisiensi b. pengawas. Pengembangan. Kepemimpinan Untuk menerapkan program mutu dalam pendidikan. Perangkat atau karakter peningkatan mutu pendidikan tersebut adalah sebagai berikut : a. Berorientasi siswa 4. meliputi: 1. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengan .197 Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apa gunanya Ujian Nasional?.(Nana Syaodih Sukmadinata et al.Learning to Know. Sumber daya (kesediaan masyarakat) 3.nasional. manajemen195. guru196 dan kurikulum. Tiap orang bertanggung jawab menghilangkan hambatan yang mencegah performansi yang tinggi. Learning to Be dan d).( Bandung: PT. Semisal kepemimpinan194. Imbal jasa 194 .Learning to Life Together 2.

Spektrum Problematika Pendidikan DiIndonesia. namun fungsinya bukan menjadi penentu kelulusan siswa akan tetapi menjadi alat pemetaan daerah yang tingkat kompetensinya masih rendah. melatih. Para birokrat pendidiakan dalam pandangan sebenarnya adalah semata–mata pendukung bagi guru atau prajurit lapangan ini.(Abdul Rahman Saleh. kalau melalui tindakan–tindakan birokrasi tertentu. adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. lomba keagamaan 2. Taraf Serap. menilai. yang akan dapat memperbaiki situasi pendidikan kita adalah para guru yang sehari–hari bekerja dilapangan. Depdiknas atau Diknas Provinsi bisa memberikan bantuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang bersangkutan. Untuk mengukur standar kompetensi siswa. terbuka) 6. 2004). mengarahkan. tahun ke tahun. Dengan demikian. solidaritas. Lomba karya ilmiah. kepramukaan. (UU tentang guru dan Dosen Bab Ketentuan Umum. Prestasi akdemis : Nem. Tim kerja (kompak. Memiliki akuntabilitas a) Laporan prestasi b) Respon atau tanggapan masyarakat c. Sedangkan dua faktor yang terakhir merupakan persoalan–persoalan yang dapat diselesaikan oleh para guru sendiri. mengajar.Pelaksanaan ujian nasional dapat terus dilaksanakan. dan pendidikan menengah. 4) Hubungan guru denagn murid – muridnya. membimbing. isi. Ketentuan umum pasal 1. Maka tugas gurupun menjadi lebih berat. serta kualitas pekerjaan merekapun akan menurun. Kalau birokrasi pendidikan benar-benar mendukung para guru. kesenian. Sebaliknya. bulan ke bulan. 5) Pengetahuan guru tentang dirinya sendiri dan kepercayaan terhadap diri sendiri Kita lihat bahwa faktor pertama merupakan persoalan–persoalan yang terletak pada daerah kekuasaan birokrasi pendidikan. kebersihan. (UU Sistem Pendidikan Nasional 2003 bab. pendidikan dasar. Memiliki budaya mutu (kerja sama. Muchtar Buchory. dinamis) 7.) .(Jakarta: PT. Guru–guru dapat disamakan dengan pasukan tempur yang menentukan kemenangan atau kekalahan dalam peperanagn. toleransi.20-21 196 Guru.Raja Grafindo. 1994). Melelui tindakan hari ke hari. Tiara Wacana. Partisipasi masyarakat yang tinggi 8. 90-91 197 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Para ahli pendidikan mengatakan ada lima faktor yang sangat mempengaruhi kualitas perilaku guru dalam melaksanakan tugasnya. maka birokrasi pendidikan justru memberikan beban tambahan kepada para guru. silaturrahmi dan lain–lain. Out put 1. Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa . dan mengevaluasi peserta didik pada pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. ketulusan. guru kita benar–benar menentukan nasib pendidikan kita. mau meningkatkan diri. kerapian/ketertiban. pasal 1) Menurut pendapat ahli pendidikan. Prestasi non Akademis : Olah raga. merasa memiliki. disiplin. kerajinan. cerdas. bisa menggunakan sistem 5. STTB. maka pekerjaan mereka akan menjadi lebih ringan. mau berubah. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. baik didalam maupun diluar kelas. Kelima faktor tersebut ialah : 1) Jenis kewenangan ( Authority ) yang benar – benar diserahkan pada guru 2) Kualitas atasan yang mengawasi dan mengontrol perilaku guru 3) Kebebasan yang diberikan kepada guru. (Jogjakarta: PT. dari guru TK sampai Guru Besar.

maka kita mengenal adanya istilah “Dar’ul Mafaasid Muqoddamun ‘Ala Jalbil Mashoolih/menghindari kemadhorotan itu didahulukan dari pada melakukan kebaikan.Rosyid. kemajuan dan perbaikan hasil belaajr peserta didik secar berkesinambungan” dan ayat (2) yang berbunyi: “Evaluasi peserta didik. Prinsip asih. satuan pendidikan dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala. 11 April 2007 199 Ibid. 198 . Artinya. besaran dana yang dikeluarkan dan sebagainya. ambil sampel ujian dari wilayah sabang sampai merauke.199 Kalau permasalahan ini dihubungkan dengan kaidah ushul Fiqh. berbagai kecurangan yang muncul.198Selanjutnya mengenai kelulusan siswa sebaiknya diserahkan kepada guru mata pelajaran sebagai indikator kompetensi siswa. Selain itu hal ini sesuai dengan UU Sisdiknas Pasal 58 ayat (I) yang berbunyi “Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. Akhirnya. Siswa Hanya Mengejar Angka Kelulusan. Jawa Pos (Surabaya). kesiapan daerah dalam menghadapi ujian nasional masih timpang. berbagai anomali pendidikan perlu diurai dengan dengan kembali pada semangat dasar pendidikan yang berorientasi pada anak dengan menempatkannya sebagai bagian dunia global.sampling. menyeluruh. 12. yakni telah mengebiri hakikat pendidikan dan pendangkalan tradisi intelektual. Papua). pelaksanaan ujian nasional 2007 memang suatu perbuatan yang baik. Selain itu. Misalnya. masih banyak bangunan sekolah yang rusak. transparan dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan” 200 120 gedung SD di Tulungagung Rusak. Rosyid.200dan sarana prasarana yang terbatas dan tidak akan mungkin dapat mengikuti standar ujian secara nasional (Jakarta). kemudian hitung persentase kelulusannya. 2 Juni 2007. wawancara dengan Daniel M. Namun ada banyak kemadhorotan dalam pelaksanaannya. wawancara dengan Daniel M. Kompas (Tulungagung).”. Kompas (Teluk Wondama. Oleh karena itu. asuh dan asah yang dikembangkan oleh Ki Hajar Dewantara niscaya aktual kembali di tengah tantangan global dan terpelantingnya Siswa Hanya Mengejar Angka Kelulusan. 2007 dan Siswa Kelas III dan IV di Papua Barat Belajar Berjejalan dalam Satu Ruangan. ujian nasional harus direformulasi lagi agar lebih berguna dalam proses pendidikan di negara ini.

yakni mengembangkan peserta didik belajar untuk tahu. 2 Mei 2007. 6. Kompas (Jakarta).201 201 Anomali Dunia Pendidikan. dan belajar untuk hidup bersama.simplifikasi praksis (praktik dan refleksi) pendidikan yang beraroma politik kekuasaan. belajar untuk berbuat. . Tiga pilar menjadi acuan kebijakan yang membebaskan dan pendagogis. Tajuk Rencana.

daripada yang sangat sulit menjadi lebih baik. Bila dibaca secara cermat. dapat menimbulkan perlawanan bahkan “pemberontakan” terhadap otoritas politik yang dianggap membuat keadaan kian sulit. program ini merupakan bagian dari kekecewaan dan ketidakpercayaan (distrust) masyarakat terhadap pemerintah (dalam hal ini PSSI sebagai pemegang otoritas persepakbolaan nasional) dikarenakan terpuruknya prestasi persepakbolaan nasional. Para pemimpin diharapkan mampu memotivasi rakyatnya untuk tetap mempertahankan asa dalam diri. 13 Maret 2007. Kompas (Jakarta). karena tanpa adanya asa untuk memperbaiki bangsa. maka akan semakin sulit kita lepas dari belitan krisis multidimensi. Penelitian mengenai gerakan sosial (Social Movement) di Indonesia yang dilakukan oleh sejarawan Sartono Kartodirdjo202 menunjukkan. berbagai keresahan sosial (Social Unrest) karena bertubi-tubinya impitan sosial. Perbincangan mengenai pendidikan tentu tidak dapat kita pisahkan dengan kondisi bangsa secara keseluruhan. Kedua. 1. Di tengah kondisi bangsa yang carut marut seperti saat ini. FORMAT PENDIDIKAN MASA DEPAN Membicarakan pendidikan serasa tiada habisnya. satuan Azsumardi Azra.C. Setiap sendi kehidupan bangsa saling kait mengait antara satu dengan yang lain. kita dituntut untuk dapat melepaskan berbagai ego kepentingan untuk memformat pendidikan masa depan. Pertama. Fenomena kekinian yang merepresentasikan dari gejala yang pertama adalah semakin banyaknya tindakan-tindakan masyarakat sebagai bentuk distrust kepada pemerintah (otoritas politik/negara). semisal: adanya program My Team203. mencari perlindungan dan pertolongan eskatologis yang diyakini dapat membalikkan keadaan. Isu tentangnya terus bergulir seiring dengan berjalannya waktu. dan politik sangat berpotensi memunculkan gerakan-gerakan lanjutan tidak kondusif lainnya.merupakan salah satu program di salah satu televisi Swasta yang mengumpulkan para pemain bola di seluruh nusantara untuk diseleksi menjadi sebuah tim sepak bola. My Team. ekonomi. Kegiatan yang sama juga dilakukan oleh mantan penjaga 203 202 . “Memelihara Asa”.

sekolah alternatif Qoryah Toyyibah. sekolah tidak ramah anak. seolah-oleh satu-satunya tempat belajar hanyalah sekolah. Peristiwa ini mengakibatkan tewasnya dua anggota FBR. tidak bisa menjadi contoh manusia kreatif. yang telah dapat menerbitkan buku semisal. ada Satgas PDI-P. tapi berorientasi birokratik. guru dan kepala sekolah tidak berorientasi ke siswa sebagai konsumen.petugas pengamanan (pengawal pribadi/Bodyguard. dikarenakan: sekolah merupakan sumber pungutan (liar) yang tidak dipertanggungjawabkan dengan baik. guru tidak tertarik dengan bakat dan minat anak didik. Dalam melaksanakan operasinya. 205 Organisasi di bawah komando Habib Rizieq ini sering melakukan sweeping terhadap tempattempat hiburan malam di Jabotabek. anak dipaksa menyesuaikan jadwal dan kurikulum. apalagi sekolah menjanjikan ijazah. sekolah gagal menjadi agen perubahan. seperti ketika mereka menyerbu kantor majalah Play Boy Indonesia. Pemuda Pancasila. 207 Contoh konkrit pelaksanaan sekolah alternatif antara lain: sekolah Jorank Doank binaan artis Dik Doank. bukan sebaliknya. Garda Bangsa. sekolah seolah-olah memonopoli pendidikan. mereka terlibat bentrok dengan Forum Keluarga Besar Betawi yang memperebutkan lahan parkir. “Deschooling: Memastikan Hak Anak atas Pendidikan”. ternyata juga telah merasuk ke dalam dunia pendidikan. guru banyak bermental “pegawai” gajian. 5 Mei 2007) . 206 Organisasi ini merupakan organisasi etnis Betawi yang beroperasi di Jakarta. namun hanya tertarik untuk “menyelesaikan kurikulum” secapat mungkin. Forum Betawi Rembug/FBR206 dan sebagainya). Lebih Asyik Tanpa UAN. Fenomena sekolah alternatif ini menurut Daniel Rasyid disebabkan potret sekolah yang suram. (Daniel Mohammad Rosyid. Front Pembela Islam205. tidak sesuai dengan kebutuhan anak yang beragam dan khas. semisal dengan adanya berbagai sekolah alternatif207 seperti mulai gawang tim nasional era 1980-an Rony Pasla yang mendidik generasi muda pecinta sepak bola. sistem persekolahan saat ini amat kaku. banyak terjadi ”bullying”. Barisan Pemuda Ka’bah dan sebagainya. Beberapa waktu lalu. tidak jarang mereka juga melakukan pengrusakan. satuan petugas (satgas) masingmasing partai politik dan ormas204. Mereka banyak beroperasi pada wilayah perparkiran di ibu kota. makalah disampaikan pada seminar nasional “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya. model pembelajarannya masih berpusat pada guru. Kalibening Salatiga Jawa tengah. Berbagai fenomena di atas. ancaman peredaran narkotika di sekitar sekolah. pemerintah membangun persepsi. 204 Di NU kita kenal Banser (Barisan Serbaguna).

10 Januari 2007) Menurut Fathurrofiq. sikap pro aktif. Dengan demikian. meliputi: a). Keluarga seperti ini memilih persekolahan di rumah sebagai jawaban atas sulitnya membebaskan sekolah formal dari praktik pengekangan terhadap hak tumbuh kembang anak secara wajar. Homeschooling muncul karena kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang besemangat pencerdasan tanpa terikat dengan kaidah formal sekolah. dan kemandirian masyarakat. upaya peningkatan mutu pendidikan entah dengan ujian nasional atau tidak haruslah bermuara pada keluaran membangkitkan harapan pada si anak didik. “Relevankah “Homeschooling” di Jawa Timur?”. yaitu: jam belaajr. 5 Mei 2007 208 . program Homeschooling adalah untuk melayani kemandirian masyarakat dalam memilih pendidikan. Homeschooling harus dikembalikan pada prakarsa.”Hal ini bermakna pendidikan masih diabaikan oleh pemegang kebijakan. e). Padahal masih banyak permasalahan pendidikan yang harus diprioritaskan. komunitas seperti ini sangat memahami prinsip multikecerdasan. anak suku terasing. serta orang dewasa penyandang buta aksara yang sibuk dengan urusan pekerjaan rumah dan rumah tangga.anak dengan bakat dan keunggulan seperti: atlet. Belum meratanya kesempatan memperoleh pendidikan untuk anak usia dini. (“Sekolah-Rumah Perlu Pengakuan Negara”. penyanyi anak. menempatkannya sebagai anak tiri yang kesepian. Belum tuntasnya wajib belajar 9 tahun. Kompas (Jakarta). ada dua hal pokok yang harus diperhatikan dalam fenomena isu Homeschooling. Alih-alih mengeluarkan kebijakan yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat kita. dan kurikulum yang berbeda dari kaidah formal. sebaliknya. Belum optimalnya pemahaman kebudayaan di lingkungan peserta didik (Ibid. negara mengeluarkan kebijakan yang mendatangkan pro kontra dan keresahan di masyarakat semacam Ujian nasional.209 Tantangan terbesar pendidikan nasional adalah menghasilkan anak didik yang yang mampu mengelola kehidupannya secara mandiri. f). Pertama.208Melihat kondisi pendidikan kita seperti ini. Homeschooling yang tumbuh kembang di kalangan masyarakat kelas menengah ke atas yang memahami falsafah pendidikan dalam konteks pencerahan dan pembebasan. b).maraknya Home Schooling. Bertolak dari titik ini. ada banyak permasalahan pendidikan yang sangat urgent untuk dicarikan solusinya. Jelasnya.Banyaknya gedung sekolah/madrasah yang rusak berat. merupakan wujud ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara dalam hal pelaksanaan pendidikan. Kedua.(Fathurofiq. tetapi pada ekspansi horizontal berupa hadirnya pilihan lembaga pendidikan yang mengelola Fenomena Homeshooling bisa dilihat dalam dua sisi. d). Kompas (Surabaya). Pertama. Masih banyaknya warga masyarakat yang buta huruf. Masih rendahnya kualitas guru sesuai dengan tuntutan undang-undang no 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. di Jawa Timur misalnya. tata tertib. anak jalanan. Itu hanya bisa tercapai bila sistem pendidikan nasional tidak semata berorientasi pada penjenjangan vertikal. E) 209 Syair Iwan Fals dalam “Rubah” (Album 50:50) bunyi lengkapnya adalah “Pendidikan adalah anak tiri yang kesepian. Masih rendahnya kualitas pendidikan. Kedua. c). tanpa terjebak aspek akademik semata. Tempat belajar dan jam belaajr diatur dengan kesepakatan pengajar dan peserta ajar. Sekolah yang berencana membuka program Homeschooling sebatas menfasilitasi penyediaan guru dan menawarkan kurikulumnya tanpa harus ada ikatan-ikatan institusional seketat sekolah formal. 23 Januari 2007. pekerja anak. Homeschooling yang memiliki fleksibilitas lebih luas memungkinkan dikembangkan untuk memfasilitasi pendidikan anak-anak bermasalah. seragam. Presentasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur disampaikan pada diskusi publik “Perlindungan Dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara Dalam Belitan Neoliberalisme ” Kampus Sastra Unair Surabaya. Belum optimalnya peningkatan pembinaan sekolah menengah kejuruan dan h). g). Di samping itu.

“Kerdil dan Lembek”. tidak percaya diri yang dalam bahasa Budiarto Shambazy diistilahkan dengan “Microsoft”.210 Pendidikan di Indonesia seharusnya mengubah mentalitas dan mengeluarkan bangsa dari keterbelakangan211. Setelah pelajar mengerti sesuatu. pendidikan harus menekankan pada dua hal. Akhirnya. Regenarasi bangsa tidak cukup hanya lewat beranak cucu. sehingga keluaran seleksi pendidikan nantinya tidak menghasilkan mereka yang lulus atau tidak lulus. 15 212 Ibid. Ia tidak boleh hanya berpihak kepada yang pintar dan lulus. tetapi mengabdi kepada yang kalah dan gagal. Kompas (Jakarta). Untuk mewujudkannya. 19 April 2007 Harus diakui. Orientasi nilai. ia menghargai yang dipelajari. “Bangsa Tujuh Huruf”. kita merupakan bangsa yang mudah terbawa arus. “Ujian Nasional Yang Menghakimi”. Sebuah bangsa bertahan melebihi satu generasi karena identitas diri yang ditopang kontinuitas nilai dan visinya. ”Pendidikan dan Regenerasi Bangsa”. Sebagai makhluk dengan tubuh dan jiwa. Lalu. Dengan demikian. pendidikan harus menjadi instrumen yang menghidupkan. yaitu pada orientasi nilai dan Orientasi proses. Budiarto Shambazy. 24 Februari 2007. apa yang yang diyakini sebagai baik dilakukan secara konsisten tanpa Ibid.212 Pertama. Yonky Karman. bukan mematikan. Budiarto Shambazy. 12 Mei 2007. yang berarti Kerdil (Mikro) dan lembek (Soft). Jika pendidikan berhasil melahirkan manusia Indonesia mencapai masa kritis yang mampu memberi arah perkembangan bangsa. muncul komitmen pribadi untuk melakukan yang sudah dihargai itu.keterampilan. Kompas (Jakarta). maka terjadilah regenerasi bangsa. 15 atau dalam kesempatan lain ia menyebutkan istilah Munafik bagi bangsa ini. regenerasi bisa dibedakan antara perkembangbiakan fisik (Physical Propagation) dan Spiritual (Spiritual Propagation). Kompas. Editorial Media Indonesia (Jakarta). tetapi juga lewat penerusan nilai dan visi. 9 Desember 2006. tetapi anak-anak didik yang mengetahui kemana ia melanjutkan pendidikannya demi kehidupan. Salah satu parameter keberhasilan program pembelajaran adalah internalisasi nilai dalam beberapa tahap (kognitif-afektif-konatif-praktek). 6 211 210 .

segala apa yang kita lakukan adalah bagian dari rasa cinta kita kepada bangsa213 dan negara. atau berperilaku seolah mereka telah membentuk sebuah bangsa. Suatu bangsa mengada tatkala sejumlah orang (jumlah yang cukup besar) dalam suatu masyarakat menganggap diri mereka (membayangkan diri mereka) membentuk sebuah nasion. Benedict Anderson. Orientasi Proses. Maka. Maka mengajar bukan hanya transfer nilai pengetahuan. Tekanan pembelajaran bukan hanya kecerdasan intelektual. Bangsa adalah sesuatu yang terbayang karena para anggota bangsa terkecil sekalipun tidak bakal tahu dan takkan kenal sebagian besar anggota lain. Guru hanya fasilitator dan pendamping murid. “Mencintai Kearifan Lokal”. (Yogyakarta. 214 Y. tetapi kegiatan berbagi pengetahuan sekaligus ketidaktahuan. Intisari sebuah bangsa adalah bahwa di dalamnya setiap individu memiliki anyak hal yang menjadi kepunyaan bersama (contoh: setiap orang Indonesia memiliki keindonesiaan yang sekaligus menjadi kepunyaaan bersama bangsa Indonesia) dan sekaligus melupakan banyak hal lain yang menjadi kepunyaan bersama. Cinta menurut Erich Fromm dalam The Art Of Loving mengandung empat syarat. pendidikan melahirkan jiwa baru. Pembelajaran seperti ini menempatkan pelajar sebagai subyek. peduli. tetapi juga kecerdasan yang komprehensif. Terj. tetapi juga perkembangbiakan nilai. Imagined Communities KomunitasKomunitas Terbayang. 6. 2 Desember 2006. Proses pembelajaran dilakukan dalam suasana berbagai di antara guru dan murid.F La Kahija. 213 . Bukan hanya transfer pengetahuan atau pembekalan keterampilan. INSIST & Pustaka Pelajar. 8. Akhirnya. tanggungjawab dan respek.214 Bangsa atau nasion: ia adalah komunitas politis dan dibayangkan sebagai sesuatu yang bersifat terbatas secara inheren sekaligus berkedaulatan. tidak akan bertatap muka mereka itu. rasa takut) dan eksternal (misalnya tekanan dari orang lain). Jiwa bangsa diteruskan saat generasi pengajar mentransfer nilai kepada generasi pelajar yang nantinya bertumbuh menjadi generasi pengajar yang baru. yaitu tahu.2002). Kedua.hambatan internal (misalnya. pusat dan fokus pendidikan. Kompas (Jakarta). bahkan mungkin tidak pula pernah mendengar tentang mereka.

Depdiknas juga bekerjasama dengan perguruan tinggi se-Indonesia untuk turut serta mengawasi pelaksanaan Ujian Nasional 2007. Sebagai alat kelengkapan pengawasan Ujian Nasional 2007. yaitu: Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. maka pada bab V atau bab penutup ini akan disajikan jawaban atas rumusan masalah yang terdapat pada bab I. yaitu sebagai berikut: 1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 45 Tahun 2006.BAB V PENUTUP Setelah membahas mengenai landasan teori dan menganalisisnya. Mengenai isi materi soalnya merupakan kolaborasi dari kurikulum 2004. tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2006/2007. Mengenai mekanisme pelaksanaan ujian nasional 2007 ini disandarkan pada beberapa ketetapan hukum sebagai landasan yuridis formal pelaksanaannya. Tim pengawas perguruan tinggi . yaitu bahasa Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. kurikulum 2006 dan standar isi. Dasar pemikiran pelaksanaan ujian nasional yang menguji kemampuan siswa dengan standar nasional pada tiga mata pelajaran . bahasa Inggris dan matematika/ekonomi/bahasa asing lainnya.

Mengenai peran negara dalam pelaksanaan ujian nasional 2007 memang sangat dominan sekali. Hegemoni bukanlah hubungan dominasi dengan menggunakan kekuasaan. Jika dilihat dari analisis hegemoni maka tindakan yang dilakukan pemerintah merupakan salah satu bentuknya. Tingkat Kabupaten/Kota dan Tingkat Sekolah Tidak hanya cukup disini saja proses pengamanan yang dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai hal yang tidak diinginkan. Halini merupakan bagian dari tanggungjawab pemerintah/negara sebagaimana tercantum pada pembukaan UUD 1945. a hope. Peran negara dalam dunia pendidikan menempatkannya pada posisi yang sangat menentukan. Depdiknas juga bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk ikut serta dalam rangka mensukseskan pelaksanaan Ujian Nasional 2007 2.tergabung dalam Tim Pemantau Independen (TPI) di Tingkat Provinsi. Dalam hal ideologi yang secara sederhana berarti “Expresses a will. melainkan hubungan persetujuan dengan menggunakan kepemimpinan politik dan ideologi. or a nostalgia. Keinginan untuk lulus dan harapan untuk mendapatkan hidup . rather than describing a reality” benarbenar dijalankan. hegemoni dapat dilaksanakan dengan bantuan para intelektual organik. Penguasaan dengan hegemoni saja tidak cukup. Langkah awal untuk menjalankan hegemoni adalah dengan membentuk aliansi dengan konsensus sebagai landasan geraknya. Masih ada proses lain yang dijalankan yakni dengan metode Ideological State Apparatuse dan Ideological State Apparatuse. Terbukti dengan beberapa peraturan yang dikeluarkan sebagai landasan hukum pelaksanaan ujian nasional 2007. selain itu.

negara atau pemerintah menggunakan berbagai undang-undang yang mengatur pelaksanaan ujian nasional 2007. Secara repressive. Selanjutnya. meliputi: kualitas guru. syarat-syarat kelulusan dan sebagainya yang secara tidak sadar merupakan paksaan kepada warga negaranya.yang lebih baik dengan lulus Ujian nasional benar-benar tertanam pada kesadaran masyarakat kita. Terbukti dengan begitu antusisnya mereka mempersiapkan ujian nasional 2007. mengenai peningkatan mutu pendidikan dilihat dari sisi ujian nasional saja tidaklah mungkin. Jadi ujian nasional bisa dikatakan hanya sebagai bagian kecil dari proses peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Hal ini juga dibumbuhi dengan nostalgia masa lalu yang menempatkan kita sebagi bangsa yang pernah berjaya di masa lampau. semoga dapat bermanfaat bagi usaha peningkatan mutu pendidikan di negara ini. Demikian akhir dari pembahasan skripsi ini. kepala sekolah (pemimpin) dan managemen yang dilaksanakan. . Mengingat mutu pendidikan tidak dapat dilihat hanya dari tingkat kelulusan siswa tetapi harus secara holistik.

9 Desember 2006 Azra. PT. Rineka Cipta. 2006) Bala.( PT. (Bandung. Terj. (Yogyakarta. (Jakarta. “Memelihara Asa”. Jogja:1994) _______________. Muchtar. Erlangga. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta : Rineka Cipta. 2003 ) ________________. PT Gramedia. Bumi Aksara. Benedict. 2003) Dan Manajemen Biaya Arikunto. Pergolakan Pemikiran antara Fundamentalisme Islam dan Fundamentalisme Neo-Liberal”. Pustaka Pelajar. (Jakarta. Imagined Communities Komunitas-Komunitas Terbayang.2002) Aiken.DAFTAR PUSTAKA Anderson. (Jakarta. (Jakarta. 2005) Echols. cet. 2005 Anwar. (Jakarta.cet. Revisi. Yayasan Bentang Budaya. Azyumardi. 1996) .III. Kompas (Jakarta).XXIII. 17 April 2007 Buchory. “NU STUDIES. “Kamus bahasa Inggris-Indonesia”. Rineka Cipta. “Evaluasi Pendidikan”. terj. Robert. Insist & Pustaka Pelajar. CV. “Spektrum Problematika Pendidikan di Indonesia”. (Yogyakarta. 13 Maret 2007 Baso. Suharsimi. Bumi Aksara. (Yogyakarta.1991) ________________. (Jakarta. “Administrasi Pendidikan Pendidikan”. Jala Sutra. Ahmad. 21 April 2007 Daryanto. Kompas (Jakarta). “Tentang Ideologi: Strukturalisme Marxis. 1995) ________________. cet. Cultural Studies”. Sabtu. Cet.III. John M. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.2006) Arcaro Jerome S. Alvabeta. 2002) Althusser. “Re-Engineering Proses Pembelajaran” Kompas (Jakarta). “Abad Ideologi”. Louis. 1998) Advertorial. Terj. dan Hasan Shadily. Idochi. Moch. “Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan”. “Dasar-Dasar Evaluasi”. Psikoanalisis. Henry D. Tiara Wacana. IV. “Pendidikan Anti Korupsi” Kompas (Jakarta). (Jogjakarta. Ed. “Pendidikan Berbasis Mutu : Prinsip-Prinsip Perumusan dan Tata Laksana Penerapan”. terj.

Kompas Media Nusantara.II. “Relevankah “Homeschooling” di Jawa Timur?”. V. Y. 16 Mei 2007 _________. “Siswa Dapat Bocoran” _________. Metode-Metode Penelitian Masyarakat (Jakarta. Gramedia Pustaka Utama. 11 April 2007. 19 April 2007 Freire. ”Pendidikan dan Regenerasi Bangsa”. “Unas Jadi Lahan Bisnis menggiurkan” _________. Yonky. “Mencintai Kearifan Lokal”. Kompas (Jakarta). 23 Januari 2007 Haryatmoko. Kompas (Surabaya). ”Anggaran Pendidikan” . Tuban. (Yogyakarta. Kekuasaan dan Pembebasan”. Kompas (Jakarta). Kompas (Jakarta). 7 Mei 2007 _________. 27 April 2007. (Surabaya) 27 April 2007. Disiram dan Diraba” _________. “Ujian Nasional Yang Menghakimi”. (Samarinda). “Rekayasa Pendidikan Pasca UN”.F La. Paulo. (Banyuwangi. 13 Juni 2007. 1977) Kompas (Jakarta). 2004) Hilmy. “Etika Politik dan Kekuasaan”. “Masih Ada Konvoi di Jalanan” _________. cet. makalah dalam seminar Nasional “UN sebagai pendongkrak atau perusak kualitas pendidikan” 10 Mei 2007 Jawa Pos (Surabaya). PT. 2 Desember 2006 Karman. “Menjamurnya Bimbingan Belajar” _________. (Surabaya). Kompas (Jakarta). “Siswa Dapat Bocoran” _________. “Nihilisasi Budaya Belajar”. Jombang). 18 Oktober 2006. Terj. Kompas (Jakarta). “Lulus. “Ada UN Nggak Ada UN Sama Saja (Wujuduhu Ka Adamihi)”.Editorial Media Indonesia. (Surabaya). (Jakarta.11 April 2007. 11 April 2007 wawancara dengan Rosyid. Jakarta.2004) Fathurrofiq. Masdar. 12 Mei 2007 Koentjoroningrat. (Jakarta). Kahija. “Nihilisasi Budaya Belajar”. Siswa Hanya Mengejar Angka Kelulusan. 16 Mei 2007 _________. Daniel M. Cet. ReaD dan Pustaka Pelajar. Politik Pendidikan: Kebudayaan. 17 Juni 2007.

(Jakarta) 20 Oktober 2006. (Yogyakarta. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya. ”Voucher Pendidikan” _________. 3 November 2006. 1995) Muhadjir. “Harus Ada Perubahan Kebijakan. “Mendiknas Tolak Revisi PP SNP” _________. 12. 16 Maret 2007.” _________. Kunandar “UN dan Peningkatan Mutu Pendidikan” Kompas (Jakarta) 14 Mei 2007. LKPSM. 7 Maret 2007. (Surabaya). (Teluk Wondama. “Logiskah Ajakan Tak Gelar UN?”. (Jakarta). (Surabaya). 2007 “120 gedung SD di Tulungagung Rusak. (Tulungagung). _________. 1996) Moeloeng. (Jakarta). 10 November 2006. ”Isu Kecurangan Merebak di Mana-mana” _________. “Ujian Nasional Harus Diperbaiki” _________. “DPR Malah Berperan Menjadi Tukang Pos“ _________. Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Reka Sarasin. ”Depdiknas: Itu Amanat UU” _________.”Voucher Pendidikan” _________. “Bimbingan Tes Masuk Lewat “Tender”. _________. (Jakarta). 25 Juni 2007. “Tidak Lulus UN. Larrain. (Jakarta) 19 April 2007. Noeng. Siswa Gantung Diri “ _________. Jorge. (Surabaya). Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. (Jakarta). _________. (Jakarta).. 2 Juni 2007 Siswa Kelas III dan IV di Papua Barat Belajar Berjejalan dalam Satu Ruangan. (Jakarta: Bumi Aksara. 21 Februari 2007 . Arman Hakim. (Jakarta). 27 September 2007. 27 April 2007. Papua). 10 Januari 2007 “Sekolah-Rumah Perlu Pengakuan Negara”._________. 1996) Mardialis. terj. 27 April 2007. (Karanganyar). 1996) Nasution. “Sekolah Andalkan Bimbingan Belajar” _________. Kompas (Jakarta). “Konsep Ideologi”. 27 Oktober 2006. Lexy J.

II. “Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan”. 2005) __________________. (Bandung. Jalasutra. “Kamus Ilmiah Populer”. Nezar & Andi Arif. IndonesiaTera. “Transpolitika Dinamika Politik di dalam Era Virtualitas”. Guntur”Jamaah Islamiyah dan Bahaya Ideologi”. et. M.1991) Nuswantoro. Baskoro E.Kompas (Jakarta). “Panduan Penulisan Skripsi” (Surabaya: IAIN Sunan Ampel Surabaya. Minggu 6 Mei 2007 Poedjinoegroho. makalah disampaikan pada seminar nasional “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya. Ngalim MP. 2002) Romli. ”Lebih Asyik Tanpa UN”. Dodi “Perang Total Melawan Buta Aksara”Kompas (Jakarta). Metode Resourch. Rabu. Daniel Mohammad. 25 Januari 2007 Naylul Izza. “Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan”. Jalasutra. LkiS. Metode Penelitian (Jakarta. Moh. Pius A dan M. ”Daniel Bell: Matinya Ideologi”. (Jakarta : Balai Pustaka 1982) Partanto. (Yogyakarta. 2 Mei 2007 Poerwodarminto.1998) Purwanto. Pustaka Pelajar.Nandika. (Yogyakarta & Bandung. Gholia Indonesia. Yasraf Amir. 1994) Panitia Penyusunan Panduan Penulisan Skripsi. 2007) Nasution. Kamus Umum Bahasa Indonesia. 5 Mei 2007 Rosyid. “Sekolah Mencabik-Cabik Nurani(Opini)” Kompas. “Antonio Gramsci Negara dan Hegemoni”. PT Remaja RosdaKarya. (Yogyakarta. 5 Mei 2007 . (Surabaya : Arkola. ( Yogyakarta. 2001) Patria. (Magelang.all. 2003) Piliang. WJS. (Jakarta: Bumi Aksara. 2004) Pengakuan Komunitas Air Mata Guru dalam acara Republik Mimpi di Metro TV. “Deschooling: Memastikan Hak Anak atas Pendidikan”.1996) Nazir.cet. Dahlan Al Barry.

R. 2003) .”Voucher Diknas Beraroma KKN” Kompas (Jakarta). ”Berbagai Kelemahan Pelaksanaan Ujian Nasional 2007” Sutta Dharmasaputra. (Magelang . 9 Desember 2006 Surya. Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa. 24 Februari 2007 ________________. Kompas (Jakarta). 2000) Simon. RajaGrafindo Salamun. Hasta Mitra. Ace dan H. “Kerdil dan Lembek”.R. “Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah (Konsep. 2002) Tilaar. Remaja Rosdakarya. Prinsip. PT. Yogyakarta. 27 Maret 2007 Syafiie. “Kekuasaan dan Pendidikan”. (Bandung. Suatu Pengantar”. 10 Mei 2007 Sugita. (terj. (Bandung. Jum’at. PT. Anas. M. cet. Dan Instrumen)”. Tilaar.A. “Analisis Kebijakan Pendidikan. 2003) Sudijono. 1997) Saleh.II. Rineka Cipta.all. RajaGrafindo Persada. Raja Grafindo Persada.cet. “Gagasan-gagasan Politik Gramsci”.A. (Jakarta. H. Metodologi Penelitian Filsafat (Jakarta : PT.. Kompas (Jakarta). M. Budiarto. (Jakarta: PT. Abdul Rahman.Basuki.Insist dan Pustaka Pelajar. (Yogyakarta. (Jakarta.1996) Evaluasi Pendidikan”. Nana Syaodih et. Refika Aditama.Ritonga. “Bangsa Tujuh Huruf”. 1999) Sirozi. “Ilmu Politik”. PT. “Arok Dedes”. Roger. 2005) Suryadi. Makalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur disampaikan dalam seminar nasional dengan tema ”UN Pendongkrak atau Perusak Kualitas Pendidikan” di Gedung Gema IAIN Sunan Ampel Surabaya.Raja Grafindo. (Surabaya) 16 Februari 2007 Surya. 3 November 2006 Sudarto. “MDGs dan Komitmen Pemerintah”.. Inu Kencana.1994) Sukmadinata. Indonesia Tera. 2004) Shambazy. Kompas (Jakarta). Pramoedya Ananta. Razali.I. (Surabaya) 16 Februari 2007 Toer. ”Pengantar Persada. “Politik Pendidikan” (Jakarta .

Chabib.1996) “Teknik Evaluasi Pendidikan”.2002) Tajuk Rencana. (Jakarta.Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. Ke-5 2003) Thoha.Balai Pustaka Cet.net Tomatimasang.III. Sekolah Itu Candu. Pustaka Merah Putih Yogyakarta cet.vhrmedia. (Yogyakarta. PT UU Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen.cet. (Jakarta. Rajagrafindo.II. Roem. 2 Mei 2007 Anomali Dunia Pendidikan Taufik. “Carut-marut Ujian Nasional” www. I. Kompas (Jakarta). M. Pustaka Pelajar cet. 2007 Warsono (Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya). M. 5 Mei 2007 . “Strategi Pendidikan Nasional Menghadapi Belitan Arus Neoliberalisasi” pada acara seminar “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya. “Kamus Besar Bahasa Indonesia”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful