P. 1
SKRIPSI UJIAN NASIONAL

SKRIPSI UJIAN NASIONAL

|Views: 2,030|Likes:
Published by bsantpw

More info:

Published by: bsantpw on Jun 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

UJIAN NASIONAL 2007; ANTARA KUASA NEGARA DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

SKRIPSI

Oleh : BUDI SANTOSO NIM. DO1303185

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA

FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Juli 2007

MOTTO “Curang demi demi keberhasilan itu boleh di Indonesia, bahwa pendidikan bukan soal kecerdasan, tetapi soal kelicinan menyelamatkan diri, bahwa guru yang baik bukan guru yang jujur tetapi guru yang menolong meski harus menghiainati hati nurani, bahwa pelajaran moral ituhanya teori saja, dalam hidup yang penting fleksibel tergantung situasi ” Denni B Saragih (Koordinator Komunitas Air Mata Guru diMedan) “Profesi guru adalah profesi akalbudi dan nurani. Maka dapat dikatakan, lembaga pendidikan adalah tempat unruk melatih peserta didik berpikir, mendengarkan dan mengasah nurani. Kenyataannya latihan mendengarkan atau mengasah nurani tidak pernah terjadi. Demi kehebatan akal budi, pesan nurani dilanggar saja. Nurani tidak pernah didengarkan” Baskoro Poedjinoegroho E

PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI
Skripsi oleh BUDI SANTOSO ini telah dipertahankan di depan tim penguji Skripsi. Surabaya, 1 Agustus 2007 Mengesahkan, Fakultas Tarbiyah Institus Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Dekan, Drs. Nur Hamim, M. Ag. NIP. Ketua, Drs. Adb.Kadir NIP. Sekretaris, Dra. Nur Hayati NIP. Penguji I, ……………………………………. NIP. Penguji II, ……………………………………

Jenis Penelitian 2. Teknik Pembahasan F.DAFTAR ISI Halaman. D. HALAMAN JUDUL PERSETUJUAN PEMBIMBING PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI MOTTO PERSEMBAHAN ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I A. Sistematika Pembahasan BAB II MEKANISME PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL 2007 . Jenis Data 4. E. C. Sumber Data 5. B. PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan dan Kegunaan Penelitian Definisi Operasional Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian 3.

Prinsip Evaluasi B.A. Tujuan Evaluasi Pendidikan 3. b. Fungsi Evaluasi Pendidikan 4. Apparatuses) 3. Evaluasi 1. 2. B. Tentang Mutu Pendidikan 2. Refleksi Ujian Nasional 2007 Mimpi Pendidikan Bermutu . 4. Mekanisme Pelaksanaan Ujian Nasional 2007 Pro Kontra Ujian nasional 2007 KUASA NEGARA DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Kuasa Negara Sekilas Tentang Kekuasaan dan Negara Strategi Pelanggengan Kekuasaan oleh Negara Hegemoni IRA (IdeologicalState Apparatuses) dan RSA (Repressive State Negara dan Pendidikan Negara dan Ujian Nasional 2007 Peningkatan Mutu Pendidikan 1. C. B. 1. Ujian Nasional 2007 dan Peningkatan Mutu Pendidikan BAB IV ANALISA DATA A. Pengertian Evaluasi Pendidikan 2. BAB III A. a.

BAB V A. Format Pendidikan Masa Depan PENUTUP Kesimpulan dan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN .C.

Dikatakan lebih terpuruk dikarenakan berbagai kecurangan yang terjadi pada pelaksanaan ujian nasional semakin menajauhkan tujuan dari pendidikan itu sendiri yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Rakyat dipaksa untuk mengikuti segala kebijakan yang dikeluarkannya. masyarakat. bangsa dan negara. kepentingan pribadi atau golongan. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. kecerdasan. .berarti kita mencetak generasigenerasi yang akan menghancurkan negara yang telah dengan susah payah dirintis oleh para Founding Fathers kita. berilmu. dan mutu pendidikan Ujian nasional 2007 telah berlalu. Pendidikan yang dimaknai dengan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. kepribadian. Berbagai argumentasi baik yang pro ataupun yang kontra telah menyertainya. Kita tentu tidak ingin kesucian makna dari pendidikan di atas ternodai oleh tindakan-tindakan yang mengotorinya. Sebagai sebuah kebijakan negara. hal ini bisa dilihat sebagai bentuk penguasaan negara terhadap rakyat.ABSTRAK Kata kunci: ujian nasional. sehat. harus diakui merupakan gerbang terdepan dalam mencetak generasi penerus bangsa. Jika proses pendidikan sudah diarahkan pada kepentingan sesaat. Namun di sisi lain. akhlak mulia. kuasa negara. kreatif. cakap. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. evaluasi. berakhlak mulia. Oleh karena itu diperlukan usaha yang sungguhsungguh dalam hal perencanaan. Pertanyaannya sekarang adalah apakah dengan dilaksanakannya ujian nasional 2007 mutu pendidikan akan otomatis terangkat atau malah sebaliknya?. pengendalian diri. pelaksanaan dan evaluasinya. maka setiap warga negara berkewajiban untuk mematuhinya.

berbagai perbedaan (Differences) jika tidak dapat diproduksi secara cermat dapat mendatangkan malapetaka yang dahsyat dan tak terperikan. Ki Hajar Dewantara. 1 . Kekayaannya tidak terbatas hanya pada kekayaan alamnya saja. batin dan sebagainya. Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka. Namun. Kekayaan-kekayaan ini jika dapat diproduksi dengan baik. 1982). sebagai tokoh pendidikan nasional telah memberikan inspirasi mengenai pembagian wilayah dari pendidikan itu sendiri WJS. maka akan menghadirkan keanekaragaman yang indah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bila dirunut secara seksama. Ilmu pengetahuan tentang mendidik dan Pemeliharaan badan. Berbagai realitas di atas ternyata belum dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. di sisi lain.BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Indonesia. melainkan pada beragamnya suku. bangsa. maka akar masalah dari permasalahan tersebut terletak pada dunia pendidikan.1Dunia pendidikan sebagai garda depan dalam menciptakan generasi penerus bangsa ternyata masih memprihatinkan dan bahkan mengenaskan. cara) mendidik. Ketidakmampuan mengelola berbagai kekayaan alam ini salah satunya disebabkan karena ketidakmampuan dalam hal pengelolaan. negara kapulauan yang memiliki kurang lebih 17.000 pulau besar dan kecil harus diakui merupakan negara yang sangat kaya raya. Poerwodarminto. agama dan budaya. 250. diartikan sebagai : Perbuatan (hal.

4 Ibid. 7 . 6. scola. scolae atau schola. atau waktu senggang.3Penggunaan kata ini tentunya dilatarbelakangi oleh proses awal dari pelaksanaan sekolah itu sendiri. scolae atau schola (bahasa Latin) yang secara harfiah berarti: waktu luang. Itulah pula sebabnya. 5 Ibid.yang kemudian di sebut dengan “Tri Pusat Pendidikan” yang meliputi : keluarga.5 2 3 Sekolah berarti : Bangunan atau lembaga untuk belajar dan memberi pelajaran. Keempatnya memiliki arti sama yakni: waktu luang yang digunakan secara khusus utuk belajar. 889. sekolah dan masyarakat Sekolah2 sebagai kawah candradimuka dari proses penciptaan generasi penerus bangsa (setelah keluarga tentunya) ternyata belum mampu mencapai tujuan yang diharapkan. Pada jaman dahulu. scola. Roem Tomatimasang. Secara historis etimologis. mengapa lembaga pengasuhan ini kemudian biasa juga disebut “Ibu Asuh” atau “Ibu yang Memberikan Ilmu” (Alma Mater). menjadi Scola In Loco Parentis (lembaga pengasuhan anak pada waktu senggang diluar rumah. Ke-5 2003). yang merupakan proses dan lembaga sosialisasi tertua umat manusia. telah beralih sebagian dari fungsi Scola Maternal (pengasuhan ibu sampai usia tertentu {dalam term Ki Hajar Dewantara sebagai lingkungan keluarga}).Ibid. orang-orang Yunani biasanya mengisi waktu luang mereka dengan cara mengunjungi suatu tempat atau sesorang pandai tertentu untuk mempertanyakan dan mempelajari hal-ikhwal yang mereka rasakan memang perlu dan butuh untuk mereka ketahui. sebagai pengganti ayah dan ibu). Mereka menyebut kegiatan ini dengan skhole. Sekolah Itu Candu (Yogyakarta: Pustaka Pelajar cet. 5.4 Sejak saat itulah. sekolah merupakan turunan dari skhole.

anggaran pendidikan yang dialokasikan untuk dunia pendidikan pada tahun 2006 ternyata hanya mencapai 9. Dodi Nandika. karena berasal dari kata yang memiliki arti “mengisi waktu luang” inilah jangan-jangan proses pembelajaran di sekolah dilakukan apa adanya tanpa bentuk managerial yang jelas dan terciptanya out put pembelajaran yang dapat diandalkan.1 % (sebesar Rp.All. 6 . 7 UU Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen. Pustaka Merah Putih Yogyakarta cet. 39. Kompas (Jakarta).4 Triliun. Lebih Asyik Tanpa UN ”pengantar” (Yogyakarta : LkiS. Disebutkan sekitar 14. namun permasalahan ini bukan hanya persoalan tunggal yang dihadapi masyarakat di Indonesia. sedangkan untuk tahun 2007 ini anggaran pendidikan berjumlah 43. salah satunya dengan pengalokasian dana 20 % dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara.8Ironis memang.6 juta orang atau 9. 25 Januari 2007. 2007).Dari akar historis di atas. I 2007 hal. “Perang Total Melawan Buta Aksara”. 39 Triliun) dari total 20 % anggaran yang ada. 12. ada beberapa kegelisahan yang menggelayut dibenak penulis. Kompas (Jakarta).6 Berbagai usaha memang telah dilakukan pemerintah. 18 Oktober 2006. Berbagai kebijakan pendidikan lainnya yang juga mendapatkan perhatian luas terkait dengan kekontroversialannya adalah Surat Keputusan No. Rabu. Di negara dengan jumlah rakyat terbesar ke tiga di dunia ini (setelah Cina dan India) masih banyak penduduknya yang tidak mempunyai kamampuan di bidang baca dan tulis alias masih buta huruf. 7.V. 153/U/2003 tentang akhir nasional (UN).7Namun dalam kenyataan di lapangan berbicara lain. 9 Naylul Izza Et.9Kontroversi tentang UN ini memang sangat mengemuka. Redaksi lengkapnya sebagai berikut : Bab XII Pendanaan Pendidikan bagian keempat tentang Pengalokasian Dana Pendidikan Pasal 49 ayat 1 “Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Pada Sektor Pendidikan dan minimal 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah” 8 Anggaran Pendidikan.55 persen dari penduduk usia 15 tahun ke atas belum melek aksara.

dan kondisi dari peserta didik itu sendiri. Kompas (Jakarta). Rasiyo (Kadinas Pendidikan dan Kebudayaan Jatim pada acara perbincangan di TVRI Jatim. baik pro maupun yang kontra. 14 Advertorial. standar nilai kelulusan.banyak pihak beranggapan bahwa dengan adanya UN ini akan semakin menjauhkan siswa dari tujuan pendidikan yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Diperkuat dengan satatemen DR.12Dana ini digunakan untuk pengadaan soal. 12 Mendiknas Tolak Revisi PP SNP. Minggu. berilmu. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. 41-42. 18 Maret 2007. Alokasi dana yang dianggarkan untuk pelaksanaan UN 2007 ini tidak tanggung-tanggung. berakhlak mulia. 11 10 . Jika biasanya UN dilaksanakan pada bulan Mei. pelaksanaan. Kompas (Jakarta). kreatif. Lebih spesifiknya. 40-41.20 tahun 2005 pasal 19. Sabtu. Sabtu. 9 Desember 2006. 27 September 2007. Permendiknas No.11Permasalahan mendasar dari pelaksanaan UN antara lain meliputi: alokasi dana yang disediakan. distribusi soal dan sebagainya. yakni mencapai 250 Miliar. 11. sehat. Pengumuman pelaksanaan yang baru dilakukan pada bulan November 2006 sangat UU Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen. 12. maka untuk tahun ini UN akan dilaksanakan pada bulan April.10Selain itu juga dianggap memberatkan siswa dan mengebiri peran guru dalam menilai kemampuan muridnya. Merupakan kolom khusus yang di gunakan oleh Depdiknas untk publikasi mengenai pelaksanaan UN 2007).13 Pelaksanaan UN 2007 mengalami pemajuan jadwal. cakap. Kompas (Jakarta). 13 Biaya penyelenggaraan ujian nasional sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Advertorial. biaya pengawasan. 14 Pemajuan jadwal ini mendapat berbagai respon yang beragam. serta tanggal 24-26 April 2007 untuk tingkat SMP atau sederajat. 9 Desember 2006. tanggal 17-19 April untuk tingkat SMA dan sederajat. Pembiayaan UN diambilkan dari dana pemerintah dan pemerintah daerah.

Dari pihak Depdiknas mengatakan bahwa pemajuan jadwal ini dilakukan dengan pertimbangan: target proses kegiatan belajar mengajar sudah usai pada bulan April. penilaian kelulusan pada UN 2007 menyangkut batas minimal nilai untuk setiap pelajaran yang diujikan. Kompas (Jakarta).disesalkan. Pertama. (Surabaya) 16 Februari 2007. DR.17 Standar kelulusan memang naik. Kompas (Jakarta) 5 Februari 2007. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran.15Hal ini terasa sangat miris jika dibenturkan dengan pernyataan dari Depdiknas yang menggunakan pameo “Lebih Cepat Lebih Baik”. 18 Maret 2007 dengan tema “Jelang UN 2007”. negeri ini memiliki banyak acara yang akan dihadiri oleh banyak massa yaitu: peringatan hari buruh internasional. karena sangat mengganggu rencana kerja tahunan para guru.16Penggunaan pameo ini. Heru Mulyanto (ketua Tim Pemantau Independen (TPI) UN 2007 Jatim). Namun di luar itu. 16 Advertorial Kompas (Jakarta). seakan tidak mengetahui bagaimana sulitnya mengubah jadwal pembelajaran oleh guru. 41. Diperkuat dengan : Surya. ”Berbagai Kelemahan Pelaksanaan Ujian Nasional 2007”. 9 Desember 2006. 18 BSNP adalah Badan Standar Nasional Pendidikan yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005. dan peristiwa Mei. Jika pada UN M. Diperkuat dengan statemen dari DR. Sebab pada bulan Mei. 9 Desember 2006. Acara ini juga dihadiri oleh : Prof. hari pendidikan nasional. Bertugas: mengelola arsip permanen dari hasil ujian nasional dan hal-hal yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan ujian nasional diatur dalam prosedur operasi standar 15 . Rasiyo (kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Jatim pada acara perbincangan di TVRI Jatim hari Ahad. 14. 17 Advertorial.Basuki Sugita. sehingga siswa tidak perlu menunggu waktu lebih lama menghadapi UN dan dengan pemajuan jadwal ini diharapkan para siswa dapat lebih konsentrasi. 41. Depdiknas. Dengan waktu yang jelas berkurang dengan tetapnya jumlah materi yang harus diberikan kepada siswa tentu bukan perkara mudah untuk melakukannya. Sunarto (Kepala Badan Akreditasi Jatim) dan Drs. untuk dapat lulus BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan)18memberikan keluwesan dengan memberikan dua alternatif standar kelulusan. 22. meskipun sederhana tetapi terkesan menganggap gampang persoalan.

2006 standar minimal kelulusan 4. 41. 41. Pemerintah Akhirnya Digugat. 22 Advertorial. yaitu menyelesaikan seluruh program pembelajaran dengan memperoleh nilai minimum. 21 Advertorial. pada UN 2007 formula standar kelulusan adalah :19 1) Nilai rata-rata 5. Nilai pada dua mata pelajaran lainnya masing-masing minimal 6.22Kalau pertimbangan ini yang dipakai.00 pada salah satu mata pelajaran. Kompas (Jakarta) 28 Juli 2006. Thailand 7. Mega proyek ini dicanangkan dengan pertimbangan persaingan dengan negeri tetangga.00 berbagai mata pelajaran yang diujikan. Singapura 8. 2) Lulus ujian sekolah sekolah dengan rata-rata minimum 6. Kompas. 5) Lulus Ujian Nasional (UN). 3) Lulus dari satuan pendidikan. tidak ada nilai di bawah 4.00 (nilai minimal setiap pelajaran sekolah ditentukan oleh masing-masing sekolah). Kompas (Jakarta).25 atau memiliki nilai minimal 4.21 Berbagai perubahan yang berkenaan dengan UN bermuara pada keinginan pemerintah untuk mencapai target minimal nilai kelulusan 6 pada tahun 2008.00. maka kita terkesan mabuk akan standar nilai saja tanpa melihat kesiapan dari bangsa kita untuk mencapainya. 41-42. 9 Desember 2006. 9 Desember 2006. (Jakarta). 4) Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Kompas. (Jakarta). Berbagai gugatan mengenai pelaksanaan UNpun sudah dilayangkan. 9 Desember 2006.20Mereka menganggap pelaksanaan UN semakin memberatkan siswa dan memangkas kreatifitas siswa dan guru. Peningkatan standar nilai memang Advertorial.26 maka. 12. yakni Malaysia (nilai kelulusan 8). Statemen dari Yunan Yusuf (Ketua BSNP) 20 19 .

mulai dari aksi cabut mandat yang dilakukan berbarengan dengan peringatan peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) yang di komandoi oleh Hariman Siregar dan tuntutan reshuffle kabinet yang dinilai tidak becus dalam melaksanakan roda pemerintahan yang menjadi tanggungjawabnya. Semakin hari semakin tidak jelas batas antara kepentingan pribadi dan golongan dengan kepentingan publik. dan fasilitas pendidikan yang ada di masing-masing sekolah. . cara. Transpolitika adalah: bersilang dan bersimbiosisnya prinsip. Mulai dari luas wilayah.penting. Rakyat dipaksa untuk mengikuti segala kepentingan negara demi proses pelanggengan kekuasaan. namun yang perlu dipertimbangkan juga adalah kondisi negara kita dengan negara-negara yang dicontohkan berbeda. Dari sini pula. Ada beberapa hal yang dapat dibaca dari Proyek pelaksanaan UN 2007 ini. dan strategi bidang-bidang lain di luarnya. pemerintah terkesan terburu-buru dalam pelaksanaannya. kenapa baru bulan November pengumuman itu diumumkan?. Jika program ajaran baru dimulai pada bulan Juli. dan strategi politik dengan prinsip. cara. Dimulai dari pemunculan isu pamajuan jadwal yang dilakukan (bulan November 2006). Kondisi seperti inilah yang oleh Yasraf Amir Piliang disebut dengan transpolitika. semakin remang batas antara dunia politik dengan ekonomi. Setiap isu yang muncul selalu ada skenario politik yang bermain. politik dengan pendidikan dan sebagainya. Di sinilah terlihat arogansi dari Negara (state) untuk memaksakan kehendaknya kepada rakyat (Civil Society). Hal ini juga terkait dengan isu-isu yang muncul di sekitar istana negara. mulai tampak peran “bengis” negara dalam memaksakan kehendaknya kepada rakyat sipil. keragaman budaya.

seperti: media.”Voucher Diknas Beraroma KKN”. seksualitas. 12. Kompas (Jakarta). 24 Sutta Dharmasaputra. sehingga bukan merupakan skandal. Kasus yang membawa nama ketua DPR Agung Laksono tersebut semakin menambah runyam kondisi pendidikan kita. Kompas (Jakarta). Kompas (Jakarta) 20 Oktober 2006. Dinamika Politik Di Dalam Era Virtualita (Yogyakarta : Jalasutra. 2005). A. Apakah sebuah SMUN bernaung di bawah ormas?. Kasus ini berawal dari safari Ramadhan Agung Laksono. merupakan salah satu bentuk bantuan terhadap sekolah.23 Kasus Voucher pendidikan yang mengemuka pada bulan Oktober 2006 semakin menguatkan dugaan kita akan kondisi transpolitika di atas. 470 juta. 26 Sutta Dharmasaputra. Transpolitika. 3 November 2006). Kosgoro adalah lembaga independen.26 Voucher pendidikan. Teguh Juwarno penyaluran bantuan pendidikan itu merupakan amanat undangundang yang harus dilaksanakan oleh pejabat Depdiknas. (pendidikanpun termasuk didalamnya).”Voucher Diknas Beraroma KKN”. XX. salah satu penerima voucher tersebut adalah SMUN Gegesik. 25 Voucher Pendidikan. ada klarifikasi dari Syahrul J Bungamayang (Sekjen Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro) yang mengatakan bahwa ada perbedaan antara Kosgoro pimpinan Efendi Jusuf dengan Kosgoro 1957 pimpinan Agung Laksono. Piliang. 5. yang membuat kabur prinsip politik itu sendiri. Landasan hukum dari penyaluran bantuan pendidikan ini didasarkan pada Yasraf. Menurut Staf Khusus Menteri Pendidikan Nasional Bidang Komunikasi Publik. Dalam kesempatan ini Agung membagi-bagikan voucher kepada beberapa sekolah yang “katanya” bernaung di bawah Kosgoro 1957 senilai Rp. 3 November 2006). 23 . budaya popular. Cirebon.24 Mengenai Keberadaan Kosgoro ini. sedangkan Kosgoro 1957 (berdiri tahun 2003) adalah organisasi kemasyarakatan pendukung/bernaung di bawah partai Golkar.25 Namun anehnya lagi. 5.

Kompas (Jakarta). Jika pemberian itu dikaitkan dengan Ormas yang dipimpinnya juga tidak masalah. Dalam setiap kunjungan kerjanya. Betapa isu pendidikan menjadi sebuah hot issue yang selalu diusung oleh masing-masing calon.pasal 49 ayat (3) UU Sisdiknas yang berbunyi “Dana pendidikan dari pemerintah dan pemerintah daerah untuk satuan pendidikan diberikan dalam bentuk hibah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku”. 20 Juta). janji tinggallah janji dan bukti tinggallah sebuah mimpi.29 Permasalahan mendasar dari voucher tersebut bukanlah pada besaran angka. 5. Tetapi bermuara pada keberadaan Agung Laksono sebagai salah satu ketua partai politik dan ketua DPR. Politisasi dunia pendidikan semakin tak terelakkkan. yaitu untuk SD (Rp. Kompas (Jakarta). 12. Kitapun tentunya masih ingat ketika pemilihan Presiden tahun 2004 kemarin. Voucher Pendidikan. Kompas (Jakarta). 55 juta) dan SMA (Rp. . 10 November 2006. bahkan tak jarang 27 28 Depdiknas: Itu Amanat UU.27 Voucher ini terbagi menjadi tiga jenis.28Sedangkan jumlah keseluruhan anggaran untuk voucher pendidikan tahun 2006 berjumlah Rp 660 Miliar (2 % dari anggaran pendidikan). Tetapi alangkah baiknya jika yang memberikan voucher tersebut bukan diri Agung Laksono.55 juta). Namun ironisnya. sekolah mana yang mendapatkan dan bagaimana mekanismenya. presidenpun tidak lupa mengunjungi sekolah-sekolah yang berada di sekitar tempat kunjungannya. 27 Oktober 2006. 29 DPR Malah Berperan Menjadi Tukang Pos. 12. 3 November 2006. karena kapanpun dan dimanapun jabatannya sebagai ketua partai politik dan ketua DPR tetap disandangnya. SMP (Rp. jika memang sesuai dengan prosedur yang ada.

Begitupun juga dengan UN 2007. Tugas negara. perdamaian abadi dan keadilan sosial. maka apakah UN bisa mewakili seluruh proses yang telah dilakukan oleh anak didik? Dan apakah hasil dari UN ini dapat dipakai sebagai wahana peningkatan mutu pendidikan di negara kita? Dari pemaparan di atas. . Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. jika tujuan awalnya digunakan sebagai bentuk evaluasi dari proses pembelajaran. antara Kuasa 30 Tugas negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut: Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Hal-hal seperti inilah yang semakin menguatkan dugaan bahwa presiden dan para pejabat publik lainnya menggunakan pendidikan sebagai lahan mencari simpati rakyat. Memajukan kesejahteraan umum. maka tujuan pendidikan nasional yang diamanahkan dalam undangundangpun akan semakin menjauh dari kenyataan. Jika kondisi pendidikan kita sudah dijadikan ajang perekrutan massa (politisasi). penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang ujian nasional 2007 dengan judul: Ujian Nasional 2007. Maka tak salah jika muncul anggapan bahwa para pejabat hanya suka tebar pesona. Negara sebagai pihak yang berwenang mengatur segala persoalan bangsa harus segera menghadirkan kepastian bagi warga negaranya. Mencerdaskan kehidupan bangsa. sebagaimana dituangkan dalam pembukaan UUD 194530 harus direalisasikan.presidenpun sempat masuk kelas dan mengajar para siswa. Berbagai persoalan di bidang pendidikan yang diutarakan di atas perlu segera mendapatkan solusi terbaik.

dapat ditarik rumusan permasalahan sebagai berikut: Bagaimana mekanisme pelaksanaan ujian nasional 2007? Bagaimana peran negara dalam dunia pendidikan khususnya dalam ujian nasional 2007 sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia ? TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Selain itu. Hasil dari penulisan ini diharapkan berguna bagi penambah wawasan di bidang pendidikan dan diharapkan pula dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pembuatan formulasi evaluasi yang benar-benar sesuai dengan realitas bangsa Indonesia. Untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan Ujian Nasional 2007 beserta pro dan kontranya 2. penulisan skripsi ini merupakan bagian dari kewajiban penulis sebagai persyaratan penyelesaian jenjang . Untuk mengetahui peran negara dalam dunia pendidikan khususnya dalam ujian nasional 2007 sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia? Sedangkan Kegunaan dari pembuatan skripsi ini merupakan bagian dari limpahan respon terhadap permasalahan yang diangkat.Negara dan Peningkatan Mutu Pendidikan yang lebih memfokuskan pada mekanisme pelaksanaan dari ujian nasional 2007. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang di atas.

maka perlu kiranya adanya penjelasan mengenai istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta.34 Permendiknas No.31 2) Kuasa memiliki beberapa arti. mewakili mengurus) sesuatu. 20 Tahun 2005 Pasal. cet. Kewenangan atas sesuatu atau untuk menentukan (memerintah.32 3) Negara adalah: organisasi disuatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. sanggup.pendidikan S1 di Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Sunan Ampel Surabaya.1 Poerwodarminto. 32 31 . berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya. Balai Pustaka. kekuatan. 604.33Dan kelompok sosial yang menduduki wilayah tertentu yang diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif. 33 Tim Penyusun Kamus Pusat bahasa. kesanggupan. kuat dan Pengaruh yang ada pada seseorang karena jabatannya. 34 Ibid.II 2002). Mampu. 604. Adapun istilah-istilah yang banyak digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Ujian nasional adalah: kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik secara nasional untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. 528. yakni sebagai berikut: Kemampuan. DEFINISI OPERASIONAL Untuk menghindari pembahasan yang bias terkait dengan penelitian ini. mempunyai kesatuan politik. Orang yang diberi kewenangan untuk mengurus.

berasal dari bahasa Yunani “Methodos” yang berarti cara atau jalan. kadar emas. yaitu cara kerja untuk dapat memahami obyek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Sehubungan dengan upaya ilmiah. 38 Koentjoroningrat. 37 Ibid. 7. Jenis Penelitian Ibid. 1994). 665-666. Pius A Partanto dan M.37 METODE PENELITIAN Metode. kecerdasan. taraf atau derajat.36 5) Pendidikan adalah: usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Metode-Metode Penelitian Masyarakat (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. manik.39Dalam bagian ini akan dijelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan metodologi penelitian yang meliputi: Jenis Penelitian. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. masyarakat. 7. derajat. 36 35 . bangsa dan negara. Jenis Data. Sumber Data. Guru dan Dosen (Pasal 1). 8. pengendalian diri. 39 Ibid.38Sedangkan metodika adalah: kumpulan metode-metode yang merupakan jalan-jalan atau cara-cara yang nantinya akan ditempuh guna lebih mendalami obyek studi. baik buruk sesuatu. emas kertas. kepribadian. membungkam/diam (karena sedih). (nilai logam mulia). mutiara. karat.35Atau Kualitas. Pendekatan penelitian. kwalitas. UU Sisdiknas. Kamus Ilmiah Populer (Surabaya : Arkola. manikam.4) Mutu memiliki arti sebagai berikut: Karat. maka metode menyangkut masalah cara kerja. 505. Dahlan Al Barry. tingkat. akhlak mulia. dan Teknik Pembahasan. 1977).

25.1996). Panduan Penulisan Skripsi (Surabaya: IAIN Sunan Ampel Surabaya. 3. 41 Panitia Penyusunan Panduan Penulisan Skripsi.43 Sedangkan Kirk dan Miller berpendapat. 1. 3. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: Bumi Aksara.1996). Lihat juga Mardialis. 40 . bahan kepustakaan digunakan sebagai sumber ide dasar untuk melakukan deduksi dan merumuskan pendapat baru dari pengetahuan yang ada. 43 Ibid. 44 Ibid. Metode Resourch (Jakarta: Bumi Aksara. Dalam hal itu. 42 Lexy J. pemecahan masalah didasarkan pada kerangka teori baru tersebut.1998).Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Resourch) yaitu: penelitian yang menggunakan data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam materi yang terdapat dalam kepustakaan. penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya. 15.40Skripsi hasil kajian pustaka ditulis untuk memecahkan suatu masalah yang didasarkan pada hasil telaah kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan dengan tema kajian.41 Pendekatan Penelitian Dalam penelitian skripsi ini. Akhirnya. 145. 1995).42Pedekatan kualitatif menurut Bogdan dan Taylor diartikan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.44 Nasution. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung : Remaja Rosdakarya. Moeloeng. digunakan paradigma dan pendekatan kualitatif.

45 45 Noeng Muhadjir. bukan dalam bentuk angka. 1996).Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah dalam bentuk kata verbal. 29. Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Reka Sarasin. .

jurnal. dikemukakan beberapa teknik pembahasan yang digunakan dalam penulisan skripsi ini. 1991).Sumber Data Sumber data dalam penelitian adalah: subyek dari mana data dapat diperoleh. setelah menyelidiki sebagian saja atau mengenai anggota kelas tertentu yang belum diselidiki. 47. Metodologi Penelitian Filsafat (Jakarta: PT. 47 . digunakan beberapa sumber data sebagai bahan penggodokan dari materi yang diangkat. Induksi merupakan cara berpikir yang berangkat dari faktafakta yang lebih khusus. maka diperlukan berbagai teknik pembahasan. Sumber data primer adalah: keterangan-keterangan yang pertama kali dicatat langsung oleh para penulis diberbagai buku atau pustaka yang membahas mengenai ujian nasional. Raja Grafindo Persada. 1997). teknik deduksi. peristiwa-peristiwa yang kongkrit kemudian diambil generalisasi-generalisasi yang bersifat umum. Dalam hal ini. teknik reflektif. seperti surat kabar.47 46 Suharsimi Arikunto. Teknik Pembahasan Untuk memudahkan terbentuknya mind thought dalam proses penelitian dari skripsi ini. Sudarto.46 Dalam skripsi ini. 102. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta. dan internet. Sumber data sekunder adalah: keterangan-keterangan yang pertama kali dicatat langsung oleh para penulis diberbagai media. Sumber data yang digunakan meliputi sumber data primer dan sumber data sekunder. majalah. Kuasa Negara dan Peningkatan Mutu Pendidikan. Dengan rincian pengertian sebagai berikut: 1) Teknik Induksi adalah: Pendekatan induksi berusaha untuk mengambil kesimpulan mengenai semua anggota kelas. Diantaranya: teknik induksi. teknik historis dan teknik komparatif.

49Teknik ini dapat dilakukan dengan merefleksikan segala hal yang berhubungan dengan permasalahan penelitian di atas. 50 Moh. 49 Noeng Muhadjir. 1996).55. rumusan masalah. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta. 1991) . 1998). 66-67. mungkin modifikasi. Metodologi Penelitian Kualitatif. mungkin pula mengganti dengan yang baru. agar sistematis dan kronologis. metodologi penelitian. dilanjutkan dengan mengembangkan teori (konsep). 4) Teknik Historis adalah: menguraikan sejarah munculnya suatu hal yang menjadi obyek penelitian atau peneliti dalam perspektif waktu terjadinya fenomena-fenomena yang diselidiki. maka disajikan sistematika pembahasannya sebagai berikut: BAB I: merupakan bagian pendahuluan dari skripsi ini yang berisikan tentang: latar belakang. 206. tujuan dan kegunaan penelitian. serta sistematika pembahasan. Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta. Metode Penelitian (Jakarta : Gholia Indonesia.2) Teknik Deduksi adalah: Cara berfikir yang berangkat dari pengetahuan yang bersifat umum dan bertitik tolak dari Pengetahuan umum itu untuk menilai kejadian khusus. 66. definisi operasional.50 5) Teknik Komparatif adalah: memperbandingkan kategori-kategori serta serta ciricirinya untuk merumuskan teorinya (konsepnya). Suharsimi Arikunto. Nazir. Rake Sarasin.51 SISTEMETIKA PEMBAHASAN Dalam pembahasan penulisan skripsi ini. 48 . 51 Noeng Muhadjir.48 3) Teknik Reflektif adalah: teknik berpikir yang prosesnya mondar-mandir antara yang empirik dan yang abstrak.

pada bab ini juga akan dibahas mengenai peningkatan mutu pendidikan dan apakah hasil dari UN dapat dijadikan sebagai patokan tingkat mutu pendidikan suatu negara. dan prinsip evaluasi). tujuan. Dari sinilah diharapkan dapat diketemukan formulasi yang tepat sebagai alat ukur keberhasilan pendidikan di negeri ini. BAB V: merupakan bab penutup dan kesimpulan serta dari rentetan pembahasan skripsi yang dibuat. . serta Pro dan kontra mengenai ujian nasional 2007. Selain itu. meliputi: Sekilas tentang kekuasaan dan negara. fungsi. negara dan pendidikan dan negara dan ujian nasional 2007. BAB III: dalam bab ini akan dibahas mengenai bagaimana peran negara dalam ujian nasional 2007. 20 tahun 2003 mengenai arti pendidikan dan tujuan pendidikan yang tentunya berbasis kepada kondisi riil bangsa Indonesia.BAB II: merupakan bab yang membahas mengenai ujian nasional 2007 yang mencakup: evaluasi (pengertian. teknik pelanggengan kekuasaan oleh negara (untuk menelusuri hal ini penulis menspesifikasikan bidang kajian pada pemikiran Antonio Gramsci mengenai Hegemoni dan Louis Althusser mengenai Ideological State Apparatus/ISA dan Repressive State Apparatus/RSA). Mekanisme ujian nasional 2007. Hal ini dikembalikan lagi kepada UU Sisdiknas No. antara kuasa negara dan peningkatan mutu pendidikan. BAB IV: membahas mengenai analisa secara keseluruhan dari ujian nasional 2007.

20 tahun 2003 disebutkan: Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk Adalah: usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. relasi antar individu dan sebagainya juga berpengaruh terhadap metode yang digunakan dalam penyampaian materi dari pendidik/guru (dalam proses pembelajaran). Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) No. kepribadian.BAB II MEKANISME PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL 2007 Dalam membicarakan masalah pendidikan.52kita selalu saja akan dihadapkan pada tiga proses utama. yakni: in put. masyarakat. untuk selanjutnya diadakan perbaikan sebagai langkah umtuk meningkatkan keberhasilan. Sebagai bahan pertimbangan atau ukuran keberhasilan proses pembelajaran digunakanlah evaluasi. ada konsekwensi logis yang selalu menyertainya. Dari masing-masing tahapan di atas. merupakan bagian dari proses evaluasi. Setelah diadakannya evaluasi ini. Evaluasi dapat dilaksanakan diawal pertemuan (Pre Test). Proses adalah pelaksanaan dari pada pendidikan itu sendiri. sedangkan out put adalah keluaran atau hasil dari proses pembelajaran atau dapat pula dikatakan sebagai lulusan. Di tengah-tengah proses pembelajaran (Midle Test) dan diakhir proses pembelajaran (Post Test). proses dan out put. In put dapat diartikan sebagai dari manakah siswa atau anak didik berasal (keluarga. utamanya dilakukan dalam sekolah. pengendalian diri. Ujian Nasional. Misalnya asal usul dari peserta didik akan berpengaruh terhadap pribadi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. lingkungan dan masyarakat). kecerdasan. capaian dari peserta didik dalam menguasai materi dan keberhasilan pendidik dalam menyampaikan materi dapat diketahui. akhlak mulia. Guru dan Dosen (Pasal 1)) 52 . serta keterampilan yang diperlukan dirinya. bangsa dan Negara (UU Sisdiknas.

55 Dalam arti luas. Evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran. berasal dari kata At Taqdir. jenjang dan jenis pendidikan (Pasal 59 ayat 1:).54Dengan demikian. 1. 1 56 Ngalim Purwanto. M. Dan John M. jalur.XXIII. (Bandung : PT Remaja RosdaKarya. cet. 2002). alangkah baiknya kita bahas terlebih dahulu mengenai evaluasi itu sendiri. berdasarkan data tersebut kemudian dicoba membuat suatu keputusan. dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatifalternatif keputusan (Mehren dan Lehmann). satuan.akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan (Pasal 57 ayat 1:) dan Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. cet. EVALUASI 1. 55 Ibid.I. MP. A.53Dalam bahasa arab. evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai: penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. Kamus bahasa Inggris-Indonesia. dengan akar kata Al Qimah berarti nilai. Echols dan Hasan Shadily. Sebelum membahas mengenai Ujian Nasional. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan.56Sesuai dengan pengertian tersebut maka setiap kegiatan evaluasi atau penilaian merupakann suatu proses yang sengaja direncanakan untuk memperoleh informasi atau data. (Jakarta : PT Gramedia. Chabib Thoha. Teknik Evaluasi Pendidikan (Jakarta : PT Rajagrafindo.III. 1. 54 Anas Sudijono. 220. 1996). evaluasi adalah suatu proses merencanakan. Pengantar Evaluasi Pendidikan (Jakarta : RajaGrafindo Persada. berarti penilaian. secara harfiah. 1996). 3 53 . Pengertian Evaluasi Pendidikan Secara etimologis. memperoleh.cet. 1996).

60 Ibid. 2.. 61 Ibid.61 57 58 M.58 Measurement.60 Sumadi Suryabrata mendefinisikan tes sebagai: “Pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dan atau perintah-perintah yang harus dijalankan.Kegiatan evaluasi memerlukan penggunaan informasi yang diperoleh melalui pengukuran maupun dengan cara lain untuk menentukan pendapat dan membuat keputusan-keputusan pendidikan. assesment atau penaksiran dan tes. . Kata-kata tersebut adalah measurement atau pengukuran. 2. ada beberapa kata yang serupa dengannya. Teknik Evaluasi Pendidikan. atau usaha untuk mengetahui keadaan sesuatu seperti adanya yang dapat dikuantitaskan. diartikan sebagai proses untuk menentukan luas atau kuantitas sesuatu.59 Hasil suatu pengukuran belum memiliki arti jika belum ditafsirkan dengan jalan membandingkan hasil pengukuran dengan atandar atau patokan yang telah ditentukan sebelumnya. Pendapat dan keputusan tentu saja dipengaruhi oleh kesan pribadi dan sistem nilai yang ada pada si pembuat keputusan. yang mendasarkan harus bagaimana testee menjawab pertanyaan-pertanyaaan atau melakukan perintah-perintah itu penyelidik mengambil kesimpulan dengan cara membandingkannya dengan standar atau testee yang lain”. hal ini dapat diperoleh melalui jalan tes atau cara lain. 1 Ibid. 2 59 Ibid.57 Selain kata evaluasi. Chabib Thoha. Dalam penilaian pendidikan. Sedangkan pengertian tes lebih ditekankan pada penggunaan alat pengukuran. Namun sebenarnya ketiga kata tersebut terdapat perbedaan.2. patokan itu dapat berupa batas minimal kompetensi materi pelajaran yang harus dikuasai atau rata-rata nilai yang diperoleh oleh kelompok.

selama program berlangsung. tidak sampai ke taraf evaluasi. 64 Ibid. Norman E. 62 63 Ibid. yaitu:65 1. melainkan merupakan kegiatan yang dilakukan pada permulaan. khususnya evaluasi pengajaran.62 Dalam hubungannya dengan proses pengajaran. 3. Gronlund (1976) merumuskan pengertian evaluasi sebagai berikut: “Evaluation …. (evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauhmana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa). Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan. Wrightstone dan kawan-kawan (1956) mengemukakan rumusan evaluasi pendidikan sebagai berikut: “Educational evaluation is the estimation of the growth and progress of pupils toward objectives or values in the curiculum”(evaluasi pendidikan adalah penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa ke arah tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan di dalam kurikulum). tetapi mengandung pengertian yang sama.Untuk pengertian assesment.. . dan pada akhir program setelah program itu dianggap selesai. 3. Ngalim Purwanto. 65 Ibid. a systematic process of determining the extent to which instructional objectives are achieved by pupils”. Kegiatan evaluasi merupakan proses yang sistematis. Evaluasi bukan hanya merupakan kegiatan akhir atau penutup dari suatu program tertentu. Ini berarti bahwa evaluasi (dalam pengajaran) merupakan kegiatan yang terencana dan dilakukan secara berkesinambungan.63 Dengan kata-kata yang berbeda. melainkan sekedar mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran. sedikitnya adalah tiga aspek yang perlu diperhatikan untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan evaluasi. 3.64 Dari rumusan tersebut di atas. 3-4.

Setiap kegiatan evaluasi. Dalam kegiatan pengajaran. nilai ujian akhir catur wulan. -khususnya evaluasi pengajaran. 3. program caturwulan ataupun program semester. Di dalam kegiatan evaluasi. dan sebagainya. data yang dimaksud mungkin berupa perilaku atau penampilan siswa selama mengikuti pelajaran.tidak dapat dilepaskan dari tujuan-tujuan pengajaran yang hendak dicapai. diperlukan berbagai informasi atau data yang menyangkut obyek yang sedang dievaluasi. . Tanpa menentukan atau merumuskan tujuan-tujuan terlebih dahulu.Yang dimaksud dengan program disini adalah program satuan pelajaran yang akan dilaksanakan dalam satu pertemuan atau lebih. Perlu dikemukakan disini bahwa. ketepatan keputusan hasil evaluasi sangat bergantung kepada kesahihan dan obyektifitas data yang digunakan dalam pengambilan keputusan. 2. nilai akhir semester. Adapun tujuan pengajaran merupakan kriteria pokok dalam penilaian. dan juga program pendidikan yang dirancang untuk satu tahun ajaran. tidak mungkin menilai sejauh mana pencapaian hasil belajar siswa. empat tahun ajaran atau enam tahun ajaran dan sebagainya. Berdasarkan data itulah selanjutnya diambil suatu keputusan sesuai dengan maksud dan tujuan evaluasi yang sedang dilaksanakan. hasil ulangan atau tugas-tugas pekerjaan rumah. Hal ini adalah karena setiap kegiatan penilaian memerlukan suatu kriteria tertentu sebagai acuan dalam menentukan batas ketercapaian obyek yang dinilai. nilai midsemester.

7. Stanley dan Kenneth mengklasifikasikan tujuan evaluasi dalam pendidikan dalam tiga fungsi yang saling terkait satu dengan yang lainnya. (Jakarta: PT. yaitu:67 1.66 Muchtar Buchori mengemukakan bahwa tujuan khusus evaluasi pendidikan ada dua. . 2005). sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya. 6. Chabib Thoha. dan 2. 68 Ibid. Feedback from tests helps the teacher provide more appropriate instructional guidance for individual students as well as for the class as a 66 67 Daryanto. 11. yaitu:68 a) 1) Intructional. Evaluasi Pendidikan. cet. M. Untuk mengetahui kemajuan belajar peserta didik setelah menyadari pendidikan selama jangka waktu tertentu. Julian C. tujuan evaluasi dalam intruksional adalah melihat: The proccess of constructing a test simulated teachers to clarify and refine meningful course objectives (proses pembentukan sebuah tes yang disimulasikan guru untuk mengklarifikasi dan menemukan kembali makna dari obyek pembelajaran ). Teknik Evaluasi Pendidikan. Untuk mengetahui tingkat efisien metode-metode pendidikan yang dipergunakan pendidikan selama jangka waktu tertentu tadi. Rineka Cipta.. 2) Test profide a means of feedback to the teacher. Tujuan evaluasi secara umum dapat dikaitkan dengan fungsi evaluasi dalam pendidikan.2.III. Tujuan Evaluasi Pendidikan Tujuan utama melakukan evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan intruksional oleh siswa.

siswa mengejar penguasaan obyek secara lebih cerdas jika mereka ahli dalam hal evaluasi). Seperti pada umumnya. As a general rule. Umpan balik ini membantu guru dalam menyediakan bimbingan instruksi yang tepat bagi siswa secara individual dan untuk siswa seluruh kelas pada umumnya ). 3) Properly constructed tests can motivate learning.whole (tes memberikan sebuah makna umpan balik kepada guru. tujuan evaluasi dalam masalah administrasi pendidikan adalah sebagai berikut: 1) Tests provide a mechanism for “quality control” for school or school system national or local norms can provide a basis for assessing certain curricular strengths and weaknesses (tes memberikan sebuah mekanisme untuk mengkontrol kualitas sekolah atau sistem pendidikan nasional atau lokal yang dapat menyediakan sebuah dasar untuk penaksiran yang pasti dari kelebihan dan kekurangan sebuah kurikulum ). 2) Tests are useful for program evaluation and research (tes berguna sebagai program evaluasi dan penelitian ). b) Administrative. students pursue mastery of objectives more deligently if they expect to be evaluated (pembentukan tes yang tepat dapat memotivasi belajar. 4) Examinations are useful means of overlearning (Ujian berguna sebagai makna yang lebih dari pembelajaran). .

a) Psikologik. tujuan evaluasi dalam melakukan bimbingan kepada peserta didik dijelaskan.)” Menurut Sumadi Suryabrata. tujuan evaluasi memotivasi belajar kepada peserta didik. seorang individu yang merupakann aspek penting dari proses konseling . memberikan pertimbangan dalam menentukan bahan .3) Tests enable better decisions in clasification and placement (tes memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik pada klasifikasi dan penempatan). c) Guidance. Klasifikasi berdasarkan fungsinya. pendekatan. an personalities often an important aspect of the counselling process (tes dapat berupa penilaian pada diagnosis bakat khusus kemampuan seorang individu. Obtaining measures of scholastic aptitude. tujuan evaluasi pendidikan dapat dikelompokkan dalam tiga klasifikasi. Menghasilkan ukuran dari bakat sekolah. interest. 4) Test can increase the quality of selection decisions (tes dapat meningkatkan kualitas dari pemilihan keputusan). evaluasi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan. “Test can be of value in diagnosing an individual’s special aptitudes an abilities. yaitu: 1. achievement. evaluasi dapat dipakai sebagai kerangka acuan kemana dia harus bergerak menuju tujuan pendidikan. b) Didaktik/Intruksional. kepentingan. 5) Test can be useful means of accreditation mastery Or certification (tes dapat dimaksudkan sebagai akreditasi atau sertifikasi).

dan keputusan-keputusan penelitian. bertujuan untuk pengisisan buku rapor. dan b) Evaluasi sumatif berfungsi untuk mengukur keberhasilan seluruh program pendidikan yang dilaksanakan pada akhir pelaksanaan proses belajar mengajar (akhir semester/tahun).pengajaran dan metode mengajar serta dalam rangka mengadakan bimbingan-bimbingan secara khusus kepada peserta didik. 3. c) Administrratif/Managerial. 2. Klasifikasi Formatif dan Sumatif a) Evaluasi formatif diperlukan untuk mendapatkan umpan balik guna menyempurnakan perbaikan proses belajar mengajar. c) Keputusan didaktik instruksional. tujuan evaluasi dapat digunakan untuk mengambil: a) Keputusan individual. b) Keputusan institusional. pengisian STTB. . dan tentang ketentuan kenaikan siswa. menentukan indeks prestasi. Klasifikasi berdasarkan keputusan pendidikan.

3. Untuk keperluan Bimbingan dan Konseling (BK). fungsi evaluasi dalam pendidikan dan pengajaran dapat dikelompokkan menjadi empat fungsi. Fungsi ini berguna bagi guru dan atau supervisor untuk mengadakan perbaikan program beserta pelaksanaannya pada masa yang akan datang atau pada pertemuan berikutnya. Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan siswa setelah mengalami atau melakukan kegiatan belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu. Hasil-hasil evaluasi yang telah dilaksanakan oleh guru terhadap siswanya dapat dijadikan sumber informasi atau data bagi pelayanan BK oleh para konselor sekolah atau guru pembimbing lainnya. materi atau bahan pengajaran. 3. Hasil evaluasi yang diperoleh itu selanjutnya dapat digunakan untuk memperbaiki cara belajar siswa (fungsi Formatif) dan atau untuk mengisi rapor atau Surat Tanda Tamat Belajar. Pengajaran sebagai suatu sistem terdiri atas beberapa komponen yang saling berkaitan satu sama lain. 69 Ngalim Purwanto. dan prosedur serta alat evaluasi. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pengajaran. 4. metode dan kegiatan belajar mengajar. alat dan sumber belajar. 5-7 . Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan. 2. Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan. Komponen-komponen dimaksud antara lain adalah tujuan. yaitu:69 1. Fungsi Evaluasi Pendidikan Secara lebih rinci. yang berarti pula untuk menentukan kenaikan kelas atau lulus-tidaknya seorang siswa dari suatu lembaga pendidikan tertentu (fungsi sumatif).

70 Daryanto. sebenarnya guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahannya. Jadi dengan mengadakan evaluasi. Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah dan sebagainya. Setelah diketahui bakat dan minatnya. b) Evaluasi berfungsi Diagnostik Apabila alat yang digunakan dalam evaluasi cukup memenuhi persyaratan. akan lebih mudah dicari untuk mengatasi. antara lain: 1. Untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu. guru akan mengetahui kelemahan siswa. Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa. maka dengan melihat hasilnya. evaluasi berfungsi sebagai berikut:70 a) Evaluasi berfungsi Selektif Dengan cara mengadakan evaluasi. anak tersebut akan ditempatkan bersama siswa-siswa yang memiliki bakat dan minat bersama (spesifikasi) d) Evaluasi berfungsi sebagai pengukuran keberhasilan. Seleksi itu sendiri mempunyai berbagai tujuan. guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi terhadap siswanya. Di samping itu diketahui pula sebab musabab kelemahan itu. 3. 2. c) Evaluasi berfungsi sebagai Penempatan Evaluasi dalam hal ini digunakan sebagai langkah untuk mengetahui bakat dan minat sesorang. 14-16 . Evaluasi Pendidikan . 4. Dengan diketahuinya sebab-sebab kelemahan ini.Secara lebih spesifik. Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya.

(Jakarta : Bumi Aksara. berfungsi sebagai: a) Mengetahui kemampuan dan hasil belajar b) Memperbaiki cara belajar. orang tua serta masyarakat dan pengguna jasa pendidikan. . dan c) Menumbuhkan motivasi dalam belajar 3. Chabib Thoha. peserta didik. Secara spesifiknya akan disajikan berikut ini:72 1. kurikulum. Fungsi pendidikan bagi peserta didik. Keberhasilan suatu program (pendidikan) ditentukan oleh beberapa faktor yaitu: guru.Fungsi ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana tingkat keberhasilan suatu program.71 Selain fungsi-fungsi di atas. 11 M. metode mengajar. 1995). Fungsi pendidikan bagi orang tua antara lain: a) Mengukur mutu hasil pendidikan b) Mengetahui kemajuan dan kemunduran sekolah 71 72 Suharsimi Arikunto. maka fungsinya juga berbedabeda. 10-11 . bila dilihat dari pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran yakni guru. sarana dan sistem kurikulum. Dasar-Dasar Evaluasi. Teknik Evaluasi Pendidikan. Fungsi pendidikan bagi guru diantaranya untuk: a) Mengetahui kemajuan belajar peserta didik b) Mengetahui kedudukan masing-masing individu peserta didik dalam kelompoknya c) Mengetahui kelemahan-kelemahan dalam cara belajar mengajar d) Memperbaiki proses pembelajaran e) Menentukan kelulusan peserta didik 2.

73 Dalam proses pelaksanaan evaluasi prinsip-prinsip yang harus diperhatikan antara lain:74 1. Fungsi pendidikan bagi orang tua antara lain: a) Mengatahui hasil belajar anaknya b) Meningkatkan pengawasan dan bimbingan serta bantuan kepada anaknya dalam usaha belajar c) Mengarahkan pemilihan jurusan atau jenis sekolah pendidikan lanjutan bagi anaknya 5. Evaluasi Pendidikan. dapat diartikan sebagai asas. Kamus Ilmiah Populer. permulaan. 73 74 Pius A Partanto dan M. Oleh karena itu. Daryanto. dan d) Mengadakan perbaikan kurikulum 4. materi dan metode yang digunakan. Dahlan Al Barry. evaluasi harus ada keterpaduan antara tujuan intruksional. Fungsi pendidikan bagi masyarakat dan pemakai jasa pendidikan a) Mengetahui kemajuan sekolah b) Ikut mengadakan kritik dan saran perbaikan bagi kurikulum pendidikan pada sekolah c) Lebih meningkatkan partisipasi masyarakat dalam usahanya membantu lembaga pendidikan 4. fundamen. 625.c) Membuat keputusan kepada anak didik. (Surabaya : Arkola: 1994). pokok. Prinsip Evaluasi Pendidikan Prinsip. aturan pokok. . 19-20. Keterpaduan Evaluasi merupakan bagian integral dari proses pembelajaran. penting.

5. Keterlibatan Siswa Siswa sebagai subjek pembelajaran harus diakui keberadaannya. Koherensi75 Dengan prinsip koherensi dimaksudkan evaluasi harus berkaitan dengan materi pembelajaran yang sudah disajikan dan sesuai dengan ranah kemampuan yang hendak diukur. bersangkut paut (Pius A Partanto dan M. Evaluasi dan hasilnya hendaknya dapat dipakai sebagai motivasi untuk siswa dalam kegiatan belajarnya. berhubungan. Dahlan Al Barry. Berarti: bersifat harmonis/konsisten/melekat. Akuntabilitas Sejauhmana keberhasilan program pembelajaran perlu disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan pendidikan sebagai laporan pertanggungjawaban (accountability). 345). Bagi siswa. 75 . evaluasi merupakan kebutuhan sebagai bahan untuk tindakan belajar selanjutnya. 4. evaluasi juga perlu diterapkan sebagai upaya perbaikan sikap dan tingkah laku ditinjau dari segi pedagogis. Tidak dibenarkan menyusun alat evaluasi hasil belajar atau evaluasi pencapaian belajar yang mengukur bahan yang belum disajikan dalam proses pembelajaran demikian pula tidak diterima apabila alat evaluasi berisi butir yang tidak berkaitan dengan bidang kemampuan yang hendak diukur. Pedagogis Di samping sebagai alat penilai hasil atau pencapaian belajar. Begitupun dalam proses evaluasi. 3.2.

76 . evaluasi hasil belajar di samping dapat mengungkapkan aspek proses berpikir (cognitive domain) juga dapat mengungkap aspek kejiwaan lainnya. yaitu prinsip Trianggulasi-atau hubungan erat tiga komponen-. yaitu antara: a) Tujuan pembelajaran b) Kegiatan pembelajaran c) Evaluasi Ketiga komponen tersebut harus saling berhubungan untuk mencapai hasil pendidikan yang diharapkan. Anas Sudijono berpendapat prinsip dasar evaluasi hasil belajar meliputi:77 1) Prinsip keseluruhan (Komprehensif). Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan. 24. Ed. 31-33. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta : Bumi Aksara. IV.76 ada satu prinsip umum yang harus ada dalam evaluasi. maksudnya. evaluasi hasil belajar harus dapat mencakup berbagai aspek yang dapat menggambarkan perkembangan atau perubahan tingkah laku yang terjadi pada peserta didik sebagai makhluk hidup bukan benda mati. 2003 ). Revisi.yaitu aspek nilai atau sikap (affektive domain) dan keterampilan (psychomotor domain) yang melekat pada masing-masing individu peserta didik. 77 Ngalim Purwanto. utuh atau menyeluruh. evaluasi hasil belajar yang dilakukan secara teratur dan sambung menyambung dari waktu ke waktu. Dalam hubungan ini. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi yang dapat menggambarkan mengenai kemajuan atau perkembangan peserta Suharsimi Arikunto. Dengan kata lain.Menurut Suharsimi Arikunto. evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik apabila evaluasi tersebut dilaksanakan secara bulat. cet. 2) Prinsip kesinambungan (Istimror/kontinuitas).

didik.Perhitungan kelulusan Makalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur disampaikan dalam seminar nasional dengan tema ”UN Pendongkrak atau Perusak Kualitas Pendidikan” oleh DR. dalam melaksanakan evaluasi hasil belajar.Pelajaran 1985/1986 1987/1988 Mulai Thn Pelajaran Keterangan Ujian Negara Ujian Sekolah EBTANAS disertai NEM. . telah digunakan berbagai macam bentuk evaluasi. tidak dicampuri oleh kpentingan-kepentingan yang bersifat subyektif.78 BEBERAPA PERUBAHAN EVALUASI BELAJAR No 1 2 3 4 5 78 Tahun Ajaran 1971 dan sebelumnya 1972 sd 1984 Mulai Thn. Sehubungan dengan itu. 10 Mei 2007. berikut disajikan tabel pelaksanaan evaluasi dari tahun sebelum 1971 sampai tahun 2007. MEKANISME UJIAN NASIONAL 2007 Ujian Nasional 2007 ini merupakan kelanjutan dari proses evaluasi yang dilakukan pemerintah untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses pembelajaran. Dalam sejarah pelaksanaan evaluasi di Indonesia. bentuk soal objektif untuk 6 mata pelajaran EBTANAS bentuk soal objektif dan Essay EBTANAS. B. Selain itu juga berguna untuk dapat memperoleh kepastian dan kemantapan dalam menentukan langkah-langkah atau merumuskan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang perlu diambil di masa selanjutnya. Gedung Gema IAIN Sunan Ampel Surabaya. Salamun. Untuk lebih lengkapnya.menurut keadaan yang senyatanya. 3) Prinsip obyektifitas. serang evaluator harus senantiasa berpikir dan bertindak wajar. bahwa evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik jika terlepas dari faktor-faktor yang sifatnya subyektif.

Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 4. Tabel 1. Tahun 2005.00. NA=P+Q+(nR) / 2+n EBTANAS. standar kelulusan lebih dari 4.1.1988/1989 6 1996/1997 7 8 1997/1998 1999/2000 9 2001/2002 10 2002/2003 .25.00.00. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 3. Tahun 2004. 2. Ujian Nasional hanya 3 Mata Pelajaran Tahun 2003. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Istilah kelulusan diganti dgn ketamatan. Ujian Nasional. mempertimbangkan nilai Raport semester 1&2. Beberapa perubahan evaluasi belajar Untuk pelaksanaan Ujian Nasional 2007 ini disandarkan pada beberapa ketetapan hukum sebagai landasan yuridis formal pelaksanaannya. sedangkan rata-rata nilai mata pelajaran harus lebih dari atau sama dengan 6. yaitu: 1. berupa nilai P dan Q. dan sikap perilaku siswa.25 tetapi rata-rata mata pelajaran lebih dari 4. EBTANAS SMP/SMA/SMK tetap dilaksanakan dengan standar kelulusan tidak boleh terdapat nilai mata pelajaran kurang dari sama dengan 3. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah . pertimbangan ketamatan :Nilai akademis dan Non akademis EBTANAS SD dihapus. standar kelulusan lebih dari 4. Penentuan kelulusan memperhatikan aspek akademis dan non akademis baik dari Ujian Sekolah. perhitungan kelulusan dgn.50.Sekarang dgn. bentuk soal kembali ke objektif EBTANAS. mempertimbangkan nilai Raport Cawu I & II berupa nilai P dan Q EBTANAS. nilai raport cawu I & II berupa nilai P&Q ditiadakan. standar kelulusan lebih dari 4.

PISA menilai kapasitas pelajar di atas umur 15 tahun di 32 negara anggota OEDC dalam hal keterampilan dan pengetahuan untuk menghadapi tantangan kerja ke depan. yaitu bahasa indonesia. Melek membaca antara lain dilihat dari lamanya waktu yang dikonsumsi siswa untuk membaca setiap bulan. mengapa subyek ujian nasional tersebut adalah matematika dan bahasa (Inggris dan Indonesia)?. 79 Arman Hakim Nasution. jumlah buku baru yang dibaca atau dipinjam dalam sebulan.79 Pertanyaan menarik ini bisa dijawab dengan membandingkan aktifitas PISA yang dikoordinir oleh Organization For Economic Development Cooperation and Development sejak tahun 2000. dan energi transfer. kimia. Pertanyaan yang sering muncul dari kalangan orang tua. Adapun melek sains antara lain dilihat dari pengetahuan bumi dan lingkungan. tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2006/2007. dan kemampuan membaca bentuk grafis. . Kompas (Surabaya) 21 Februari 2007. bahasa inggris dan matematika/ekonomi/bahasa asing lainnya. 6. serta teknologi yang dikemas dalam tugas-tugas biologi. dan interpretasi grafik serta diagram matematis. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 45 Tahun 2006. Melek matematis dilihat dari pemahaman geometri ruang al jabar.5. statistik. fisika. yaitu membaca (prioritas utama). kehidupan dan kesehatan. Dalam publikasi tahun 2000 yang merupakan hasil riset dari selama tiga tahun. “Logiskah Ajakan Tak Gelar UN?”. Pada hasil publikasi riset tahun 2000 tersebut ada tiga domain literacy (melek) yang dinilai. matematika dan sains. Dasar pemikiran pelaksanaan ujian nasional yang menguji kemampuan siswa dengan standar nasional pada tiga mata pelajaran .

. Ujian nasional bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran yang ditentukan dari kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan mengenai tujuan diadakannya Ujian Nasional 2007 ini adalah sebagai berikut: 1. Ujian sekolah/madrasah bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran pada semua kelompok mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. Seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.  Bukan satusatunya penentu kelulusan b. Hasil dari PISA tersebut ternyata berkorelasi positif dengan daya saing suatu bangsa yang diindikasikan Global Competitiveness Index sebagai indek daya saing dalam menggerakkan kemakmuran ekonomi suatu bangsa. c. 2.Dari ranking yang dibuat. ternyata hanya Jepang dan Korea di Asia yang mempunyai ranking tinggi menyaingi negara maju seperti Finlandia yang mampu mentransformulasikan ekonominya dari basis sumber daya alam sebagaimana Indonesia menajdi knowledge-based Economic sehingga mampu menjadi negara makmur hanya dalam 15 tahun. Pemetaan mutu satuan dan/atau program pendidikan. Hasil ujian nasional dan/atau ujian sekolah/madrasah berfungsi sebagai salah satu pertimbangan untuk : a. Penentuan kelulusan peserta didik dari suatu satuan pendidikan. dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan.

Naskah soal UN ditelaah dan ditetapkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) Naskah soal ujian nasional 2007 merupakan kolaborasi dari kurikulum 1994. 1 tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 tahun 2006 tentang Ujian Nasional tahun pelajaran 2006/2007. Naskah Soal UN disusun berdasarkan SKL (Standar Kompetensi Kelulusan) UN 200780 2. dan Standar Isi 3. Untuk lebih jelasnya berikut disajikan bagan naskah soal ujian nasional 2007 Terdapat pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 2004. SKL 2007 irisan (interseksi) dari kurikulum 1994. Mengenai naskah soal yang diberikan dalam ujian nasional 2007 ini ada beberapa ketentuan yang digariskan oleh Departemen Pendidikan Nasional.d. 4. kurikulum 2004 dan standar isi. Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Akreditasi satuan pendidikan. Butir Soal UN dipilih dan dirakit dari Bank Soal yang dikembangkan oleh Puspendik (Pusat Penelitian Pendidikan). e. 80 . yakni sebagai berikut: 1.

Makalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 83 Advertorial. negeri ini memiliki banyak acara yang akan dihadiri oleh banyak massa yaitu : peringatan hari buruh internasional. ujian nasional 2007 dilaksanakan pada: tanggal 17-19 April untuk tingkat SMA dan sederajat. 81 . 2. yang terdiri atas ujian utama dan ujian susulan. dan peristiwa Mei.2. hari pendidikan nasional. Ujian susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan dibuktikan dengan surat keterangan yang sah. 82 Salamon.DIAGRAM NASKAH SOAL UJIAN NASIONAL 2006/2007 Error: Reference source not foundtabel 1. Jika pada tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan pada bulan Mei. para peserta didik harus memenuhi kriteria berikut ini: Advertorial. maka untuk tahun 2007 dilaksanakan pada bulan April. (Jakarta) 9 Desember 2006. serta tanggal 24-26 April 2007 untuk tingkat SMP atau sederajat. (Jakarta) 9 Desember 2006). 13.83 Selanjutnya.81 Untuk ketentuannya dapat diperjelas dengan penjelasan berikut:82 1. Depdiknas mengatakan bahwa pemajuan jadwal ini dilakukan dengan pertimbangan : target proses kegiatan belajar mengajar sudah usai pada bulan April. untuk persyaratan lulus satuan pendidikan. Ujian dilaksanakan secara serentak. Secara lebih spesifik. Jadwal Ujian Kompetensi Keahlian SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) ditetapkan oleh sekolah dan harus selesai 1 (satu) minggu sebelum ujian Utama. Ujian dilakukan satu kali. 41-42. (Surabaya) 16 Februari 2007. 3. Kompas. 4. Diagram Naskah Soal Ujian Nasional 2006/2007 Pelaksanaan ujian nasional 2007 ini ada perubahan. 41-42 diperkuat dengan : Surya. Kompas. sehingga siswa tidak perlu menunggu waktu lebih lama menghadapi UN dan dengan pemajuan jadwal ini diharapkan para siswa dapat lebih konsentrasi. Sebab pada bulan Mei.

1.25. 3.00. dan kelompok mata pelajaran jasmani. kecurangan dan ketidakjujuran) dalam pelaksanaan Ujian Nasional 2007. dengan tidak ada nilai di bawah 4. 2. Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan khusus untuk SMK. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Lulus ujian nasional. Dengan memberikan ketentuan sebagai berikut: 84 Sesuai dengan PP No.00 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. 4. dan kesehatan. nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7. Kemudian. kelompok mata pelajaran estetika. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan ahlak mulia.84 Bagi para peserta didik yang telah dinyatakan lulus dari satuan pendidikan berhak mendapatkan ijazah. Depdiknas juga membentuk dan memberikan berbagai aturan yang terkait dengan pengawasan.00 Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan (kebocoran soal. olahraga. untuk Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut : 1) Memiliki nilai rata-rata minimal 5. dan khusus SMK nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimum 7. 19 Tahun 2005 pasal 72 ayat (1) .00 pada salah satu mata pelajaran dengan nilai dua mata pelajaran lainnya minimal 6. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN atau 2) Memiliki nilai minimal 4.

Denah tempat duduk siswa dan pengawas a) Pengawas Ruang bertanggung jawab penuh terhadap penyelenggaraan UN termasuk memasukkan LJUN (Lembar Jawaban Ujian Nasional) ke dalam sampul dibedakan LJUN Paket A dan LJUN Paket B serta disegel. Setiap ruangan diawasi oleh dua orang pengawas ruang UN. 2. 13 April 2007 untuk SMA/MA dan SMK dan tanggal 19. 3.3. b) Pengembalian Sampul Naskah Soal dan LJUN. jujur. c) Penandatanganan perjanjian kerjasama tentang subsidi bantuan pelaksanaan ujian nasional. d) Pendistribusian naskah soal ujian nasional dilaksanakan tanggal 12. teliti dan memegang teguh kerahasiaan. 2) Denah tempat duduk siswa dan pengawas. Tim pengawas ruang UN terdiri dari unsur guru yang memiliki sikap dan perilaku disiplin. Penempatan pengawas ruang UN dilakukan oleh penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota dengan prinsip sistem silang murni antar sekolah/ madrasah dalam satu rayon/sub rayon. 20 April 2007 untuk SMP/MTs/SMPLB dan SMALB. 4. Tim pengawas perguruan tinggi tergabung dalam . Sebagai alat kelengkapan pengawasan ujian nasional 2007. Error: Reference source not foundTabel 1. Guru mata pelajaran tidak diperbolehkan mengawasi dan berada di lingkungan sekolah saat pelaksanaan UN berlangsung untuk mata pelajaran yang diajarkan. bertanggung jawab. Depdiknas juga bekerjasama dengan perguruan tinggi se-Indonesia untuk turut serta mengawasi pelaksanaan ujian nasional 2007. 1) Jenis Naskah UN dibedakan antara Paket A dan Paket B.1.

Tidak hanya cukup disini saja proses pengamanan yang dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai hal yang tidak diinginkan. DR. Dengan persyaratan sebagai berikut:85 1) Dosen perguruan tinggi negeri (PTN). Penyimpanan naskah soal di Polsek (h-2) 6. 2) Di daerah yang tidak terdapat PTN dapat menggunakan dosen PTN terdekat dan atau dosen perguruan tinggi swasta (PTS) 3) Anggota TPI harus memiliki integritas pribadi dan mampu menjaga kerahasiaan dalam melaksanakan tugasnya serta bersedia menandatangani kontrak kerja dengan BSNP. Fasichul Lisan (Rektor Unair Surabaya). Widyaiswara LPMP yang ditetapkan oleh BSNP. untuk wilayah Jawa Timur di ketua oleh Prof. 85 . Penyelenggaraan ujian nasional TPI di bawah koordinasi Perguruan Tinggi. 4) Anggota TPI bersedia melaksanakan tugas kegiatan pemantauan sesuai dengan jadwal. Tingkat Kabupaten/Kota dan Tingkat Sekolah. Depdiknas juga bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk ikut serta dalam rangka mensukseskan pelaksanaan ujian nasional 2007. meliputi: 1. Penyimpanan naskah soal di Polres (h-5) 5. Pendistribusian naskah soal 4. Penggandaan naskah 3.Tim Pemantau Independen (TPI) di Tingkat Provinsi. Penerimaan dan penyimpanan master soal dari pusat 2. Langkah-langkah pengamanan diatur juga dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional.

No paket soal : lembar depan berwarna kuning muda : lembar depan berwarna biru muda : ditulis pada halaman tengah bawah .dari panitia sub rayon ke penyelenggara kab./kota . Pengumpulan hasil ujian nasional oleh pengawas ruang 9.dari sekolah penyelenggara ke panitia sub rayon . Paket b 4. Paket a 3. Pengembalian hasil lembar jawaban ujian nasional : ./kota ke provinsi 10. dll. Proses pemindaian (scanning) 11. dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Hindari terjadinya pencurian atau kerusakan karena hujan/ tikus/ rayap.dari penyelenggara kab. Naskah soal terdiri dari 3 mata pelajaran per lembar 1 muka (tidak bolak balik sehingga bisa dipakai untuk “oret-oretan”) 2. Pengawasan pelaksanaan ujian nasional 8. Pengumuman hasil ujian nasional Untuk penyimpanan naskah setelah tiba di kabupaten atau kota. 2) Disimpan di Polres untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan 3) Harus di suatu tempat yang terkunci dengan minimal 2 (dua) buah gembok : a) kunci gembok pertama dibawa petugas kepolisian termasuk kunci cadangan b) Kunci gembok kedua dibawa petugas dinas pendidikan termasuk kunci cadangan Naskah Soal terdiri dari beberapa hal sebagaimana berikut (dilengkapi dengan alur distribusi soal): 1.7.

“Ada UN Nggak Ada UN Sama Saja (Wujuduhu Ka Adamihi)”. Argumentasi tersebut adalah sebagai berikut: Pertama. Dimohon membawa kendaraan minimal truk engkel yang tertutup/boks 6. C. Ternyata tingkat kesulitan soal-soal ujian kita sangat menurun dan juah. dan SMK 2. Tanggal 16 Juni 2007 untuk SMA. konsep dan cara yang berbeda. MTs. Setelah berbagai persiapan dan pelaksanaan ujian nasional selesai. orang tua dan guru dapat melihat hasil dari ujian nasional 2007 melalui Pengumuman kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan paling lambat : 1. Depdiknas sebagai penyelenggara pendidikan di negara ini memberikan berbagai argumentasi mengenai latar belakang dilaksanakannya ujian nasional 2007. Tanggal 23 Juni 2007 untuk SMP. Begitupun juga dengan ujian nasional 2007.5. Pada tahun 2003. MA. SMPLB dan SMALB. maka para peserta didik. Kedua. berbagai kalangan baik yang pro maupun yang kontra saling memberikan argumentasinya. ujian nasional bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan secara nasional. PRO-KONTRA UJIAN NASIONAL 2007 Pro kontra terhadap kebijakan pemerintah merupakan suatu hal yang wajar. Sejak itu pemerintah berketetapan untuk mengembalikan sistem ujian seperti tahun 1950-an yaitu menerapkan ujian nasional. Segi positif dari pelaksanaan ujian nasional 2007 menurut Masdar Hilmy86adalah sebagai berikut: Masdar Hilmy. Makalah dalam seminar Nasional “UN sebagai pendongkrak atau perusak kualitas pendidikan” 10 Mei 2007 86 . Setiap orang tentunya memiliki pemahaman. Kendaraan di cek kelayakan jalannya agar tidak terjadi gangguan di tengah jalan. Mendiknas Malik Fadjar dan Menko Kesra Yusuf Kalla membuat perbandingan ujian nasional dengan sistem ujian pada 1950-an dan ujian di Malaysia dan Singapura.

Sebagai alat mengetahui pemetaan kualitas pendidikan secara nasional. hasil belajar menjadi terukur secara nasional. Selain melaksanakan ujian nasional.87 Menurut Fathurrofiq. Sebagai alat pengontrol/pengendali kualitas pendidikan secara nasional. “Rekayasa Pendidikan Pasca UN”.Rasiyo berpendapat. A. 27 April 2007. ujian nasional diperlukan untuk standardisasi metode evaluasi pendidikan di Indonesia secara bertahap. . Kompas (Surabaya). terjadinya konfigurasi hasil belajar secara merata karena mengacu pada satu alat evaluasi pembelajaran yang sama 3.1. DR. ada sekolah yang menambah strategi lain. Dengan sistem drill soal. Tidak berhenti dengan strategi bimbingan belajar. Upaya yang paling lazim adalah melalui bimbingan belajar. bimbingan belajar diyakini mampu membiasakan siswa menjawab berbagai variasi soal secara cepat dan cepat. Berbagai kiat telah dilakukan sekolah demi meluluskan siswa-siswinya. sebagai alat pengukur prestasi belajar siswa secara nasional. Kompas (Jakarta). tenaga pendidikan dan pembiayaan juga distandarkan. semisal mapping soal. Menciptakan outcame berbekal teori kuat. Bahkan 87 88 Harus Ada Perubahan Kebijakan. pemetaan materi substansial. bisa diketahui persebaran hasil belajar seluruh lembaga pendidikan dasar-menengah atas di seluruh tanah air 4.88ujian nasional telah mampu menciptakan motivasi belajar (Incentive Learning) untuk pelajaran yang diujikan. 7 Mei 2007. 14. Fathurrofiq. munculnya juara olimpiade fisika internasional 2. secara perlahan sarana. hasil belajar relatif bisa diawasi dan dikontrol secara berjenjang dan berkelanjutan.

selain pihak yang mendukung (pro) terhadap diadakannya ujian nasional. Pasal-pasal mengenai ujian nasional bertentangan dengan UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang lebih tinggi. bahkan antar pasal dan ayat dalam PP itu terdapat kontradiksi. PP itu justru mengundang masalah baru. Sebaliknya. Pemerintah menugaskan BSNP untuk menyelenggarakan ujian nasional yang diikuti 89 M. tetapi Pasal 67 PP 19/2005 menyatakan: (1).net diakses tanggal 20 April 2007 . antara lain: Pertama. Pasal 58 UU Sisdiknas memberikan otoritas kepada pendidik untuk melakukan evaluasi hasil belajar peserta didik. dasar hukum pelaksanaan ujian nasional bermasalah. PP 19/2005 itu bertentangan dengan Pasal 58 UU Sisdiknas. ada beberapa hal yang menyebabkan ia bersikap menolak pelaksanaan ujian nasional 2007. Lebih dari sekedar ingin lulus.satu sekolah di Surabaya menciptakan klinik belajar untuk sejumlah siswa yang mengalami kesulitan belajar. juga terdapat pihak yang mengkritisi bahkan menolak diadakannya ujian nasional 2007.vhrmedia. Dalam permasalahan mengenai ujian nasional 2007 ini. PP 19/2005 tentang Standardisasi Nasional Pendidikan (SNP) yang diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi pelaksanaan ujian nasional sekaligus mengakhiri kontroversi ternyata tidak demikian. Taufik. Seperti halnya Muhammad Taufik. Berbagai argumenpun diberikan sebagai legitimasi terhadap sikap mereka. “Carut-marut Ujian Nasional” www.89Dalam pandangannya. Sebab saat ini Ujian Nasional tetap menjadi ajang pertaruhan reputasi sekolah di mata publik dan para pemangku kepentingan. kiat-kiat itu diharapkan bisa mengantarkan sekolah mendulang prestasi di ajang ujian nasional. Sebagai contoh.

(c) lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Demikian juga yang terjadi di Padang. dan (d) lulus ujian nasional. Sebanyak 83 murid Sekolah Kejuruan Menengah Dhuafa melakukan aksi menolak mengikuti ujian nasional karena ditengarai ada kebocoran soal ujian. (2). Kontradiksi antar pasal juga terlihat jelas pada Ayat 1 dan 2 Pasal 72. Namun. (b) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Ayat 2 menyatakan: Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan peraturan menteri. (3). Ayat 1 menyatakan: Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: (a) menyelesaikan seluruh program pembelajaran. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kelompok mata pelajaran estetika. Apalagi turunanturunannya! Kedua. Kasus di Medan seperti diurai di atas adalah contoh paling telanjang sebagai ekses dari ujian nasional tahun ini. Dalam penyelenggaraan ujian nasional BSNP bekerja sama dengan instansi terkait di lingkungan pemerintah. dan kesehatan.peserta didik pada setiap satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan jalur nonformal kesetaraan. “Tingginya” standar kelulusan menjadi . Jadi. Ketentuan mengenai ujian nasional diatur lebih lanjut dengan peraturan menteri. pemerintah kabupaten/kota. pemerintah provinsi. dalam wilayah yuridis saja ujian nasional sudah bermasalah sebenarnya. olahraga. dan satuan pendidikan. dan kelompok mata pelajaran jasmani. kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional banyak terjadi.

Dengan demikian. Ia dipaksa untuk mengikuti tren Jakarta yang belum tentu sesuai dengan potensi lokal. Pada tahun sebelumnya (2005) angka minimal kelulusan 4. artinya dari tahun ke tahun pemerintah tidak konsisten atas pilihannya sendiri. Selalu ada proses tambal sulam atas kebijakan yang memang bermasalah sejak awal ini. Pendidikan Indonesia masih suka bongkar pasang sesuai keinginan orang-orang pusat (Jakarta). Ketiga. Melihat hal demikian. Jakarta sering kali dijadikan miniatur pendidikan Indonesia. orang tua.momok tersendiri tidak hanya bagi para siswa. Artinya. yakni 5. jika seorang siswa memperoleh nilai 4. daerah sama sekali tidak memiliki kemandirian. bahkan peserta didik. Hal ini dikarenakan mereka dianggap tidak mampu membimbing peserta didik .01. selalu berubah-ubahnya pola pelaksanaan ujian nasional juga menjadi permasalahan tersendiri. Benny Setiawan menyebut hal demikian sebagai sistem pendidikan yang mengikuti tren pasar.00 misalnya. Tahun ini angka syarat minimal kelulusan menjadi kombinatif. namun itu adalah nilai rata-rata minimal dari tiga pelajaran yang diujikan. Demikian pula dengan para guru (pendidik). Akibatnya pola kecurangan selalu menjadi isu yang melekat setiap kali ujian nasional dilangsungkan. siswa itu bisa tetap lulus. Tahun lalu ujian nasional memiliki syarat kelulusan dengan patokan angka nilai minimal 4. Sebenarnya angka minimal kelulusan menjadi naik. namun juga bagi pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan pendidikan seperti sekolah dan pihak pendidikan.00.26.00 pada satu mata pelajaran namun pada pelajaran yang lain mendapat nilai 6. Pendidik sering kali disalahkan oleh pemerintah. sehingga apa yang terjadi di Jakarta dengan serta-merta diterapkan di daerah.

Jika hanya bahasa Indonesia. Keempat. Kelima. namun pada pelajaran lain tidak.secara maksimal. mengevaluasi siswanya apakah berhak lulus atau tidak. secara filosofis dan substantif ujian nasional tidak mencerminkan tujuan pendidikan yang sesungguhnya. hal ini berbeda ketika hasil ujian nasional menunjukkan hasil yang maksimal. Ketika hasil ujian nasional jelek. korban dari semua ini adalah siswa didik dan para guru. . untuk apa mempelajari materi-materi yang lain? Selain itu. kemampuan tiap orang berbeda. ujian nasional telah mencabut guru dari otoritasnya untuk menilai. Dalam konteks ini ujian nasional kemudian menjadi diskriminatif. bahasa Inggris. Peran serta pendidik (guru) tidak pernah dihargai sedikitpun. Namun. Ada siswa yang cukup mumpuni di satu mata pelajaran. Mereka selalu menjadi “kelinci percobaan” dari sistem yang silih berganti diterapkan. Karena yang paling sering berinteraksi dengan para murid tentulah guru. dalih ujian nasional bisa menjadikan siswa bersungguh-sungguh dan mau bekerja keras menggapai kelulusan terbantahkan dengan banyaknya kasus kecurangan dalam ritual tahunan sekolah ini. Cara pandang yang demikian telah mengantarkan generasi kita menjadi generasi yang –meminjam istilah Komarudin Hidayat – tidak memiliki visi dan komitmen. Ketidakmampuan ini ditunjukkan oleh hasil ujian nasional. maka pola pelakasanaan ujian nasional yang masih berlaku seperti sekarang ini telah mengantarkan para terdidik menuju cara pandang yang pragmatis. Di sisi lain. Jika pendidikan bertujuan menjadikan manusia seutuhnya. pendidik (guru) dituding sebagai penyebab utama. dan matematika yang menjadi ukuran kelulusan. lembaga bimbingan belajar sering kali mendapat acungan jempol dari berbagai pihak.

14. try out. maka untuk tahun ajaran 2006/2007 dilaksanakan pada bulan April. sebagaimana manusia diciptakan berbeda-beda. Basuki Sugita. Pergeseran jadwal ini berimplikasi luas karena baru diumumkan pada medio November 2006. mengingat semakin dekatnya pelaksanaan ujian nasional maka berbagai programpun dilaksanakan seperti. menyangkut jadwal ujian nasional. membuat orang merasa asing dengan dirinya sendiri. ada beberapa sisi negatif dari ujian nasional 2007 ini yaitu:91 90 91 Basuki Sugita. Beberapa kelemahan tersebut adalah sebagai berikut: pertama. 5 Februari 2007.Sesungguhnya ujian nasional bukanlah sebuah masalah. Masdar Hilmy. Implikasi lain dari pemajuan jadwal ini juga diderita oleh para siswa kelas IX dan XII. Praktis sejak itu rencana kerja setahun guru kelas IX (tingkat SMP sederajat) dan kelas XII (tingkat SMA sederajat) menjadi berantakan. ujian nasional dan sistem pendidikan secara umum seharusnya bisa mengakomodasi keragaman itu.90ia memaparkan berbagai kelemahan dari pelaksanaan ujian nasional 2007. Itulah yang disebut memanusiakan manusia: dunia pendidikan memberikan ruang bagi penemuan jati diri orang-orang di dalamnya. Lain halnya dengan M. “Ada UN Nggak Ada UN Sama Saja (Wujuduhu Ka Adamihi)”. penambahan waktu belajar (sampai sore hari) dan yang lebih menyakitkan adalah berkurangnya mata pelajaran yang harus diterima. jika tidak menjadi faktor satu-satunya penentu siswa lulus atau tidak. . “Berbagai Kelemahan UN”. Bukan sebaliknya. Sedangkan Masdar Hilmy berpendapat. Kompas. jika pada tahun sebelumnya ujian nasional dilaksanakan pada bulan Mei. Sebab.

Tidak merefleksikan taksonomi Bloom. bencana alam dan kemansiaan akibat human errors seperti tragedi tsunami. bukan inventiri. Lebih banyak berorientasi pada penyerapan. bukan seluruh mata pelajaran 2. siswa yang lulus UN dengan nilai tinggi tidak dijamin mampu memecahkan berbagai persoalan dalam hidupnya. akibat miskinnya daya saing dan inovasi industri. bukan pemain utama. pengangguran semakin membludak. yaitu afektif dan motorik. 9. 5. UN tidak dapat mengatrol dari kreatifitas siswa dalam bidangbidang yang diujikan untuk menciptakanhal-hal yang bermanfaat untuk kemaslahatan umum. 3. ada dua aspek penting dalam pendidikan yang tertinggal. Tidak berorientasi life skill. padahal yang diujikan hanya tiga mata pelajaran. 4. Tidak merepresentasikan potensi lokal daerah. Sebagai palu godam tingkat kelulusan siswa. Kualitas belajar tidak bisa diangkakan. industri yang hanya sekadar pemain pinggiran. 6. kualitas belajar hanya bisa dinarasikan secara kualitatif . 7.1. pada kenyataannya. 10. UN tidak mampu membaca potensi-potensi lokal daerah 8. seperti kebocoran soal dan bisnis soal Rutinitas proyek Menciptakanideologi persaingan yang tidak sehat . Tidak mencerminkan pendiidkan berbasis realitas: UN tidak langsung berkorelasi terhadap penyelesaian berbagai macam persoalan kehidupan seperti sektor pertanian yang semakin terpuruk. gempa bumi dan sebaginya. Mengundang kejahatan.

92 93 Fathurrofiq. Panas setahun dihapus hujan sehari Hal senada juga diungkapkan Fathurrofiq. 16 Mei 2007. Kecurangan dalam ujian nasional terasa sekali menunjukkan mentalitas menerabas. menghafal soal. 14. Jawa Pos 11 April 2007. try out. Kecurangan dan cara belajar ala bimbingan belajar seolah menegaskan lagi pendapat (Alm) Koentjoroningrat tentang mentalitas menerabas dan budaya instan bangsa ini. menguasai ilmu pengetahuan hanya diukur dari kemampuan memilih jawaban secara cepat dan tepat untuk mendapatkan skor tertinggi. ujian nasional tidak memacu budaya belajar tetapi memicu kecurangan dan cara belajar ala bimbingan belajar93. rasa dan karsa anak didik terhadap substansi kompetensi ilmu pengetahuan. dan trik-trik mengerjakan soal obyektif menunjukkan sikap instan dalam penguasaan ilmu pengetahuan. Menjamurnya Bimbingan Belajar. sikap menghalalkan segala cara demi tujuan lulus dan sukses Ujian Nasional. Kompas (Jakarta). 34. . Cara belajar ini tidak menunjukkan eksplorasi cipta. Implikasinya.92Menurutnya. kompetensi dan kecerdasan dalam. “Nihilisasi Budaya Belajar”. Ujian Nasional alih-alih sebagai kebijakan untuk peningkatan mutu pendidikan justru telah menihilisasi budaya belajar. Adapun cara belajar dengan drill soal.11.

Contoh . Sekilas Tentang Kekuasaan dan Negara Konsep kekuasaan merupakan pembahasan yang sudah lama dibahas oleh para pemikir. Raden Wijaya dan Raja Kertanegara dari kerajaan Singosari. Kekuasaan (Power) selalu menarik mengingat dalam setiap langkah. Hal lain yang membuat pengikut Syiwa tidak senang pada Airlangga adalah mengenai pengkastaan. Tentunya kita masih ingat bagaimana kekuasaan selalu saja diperebutkan. kekuasaan ekonomi dan kekuasaan politik. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari keinginan manusia untuk berkuasa dan menguasai orang lain. Airlangga mengeluarkan kebijakan penghapusan kasta Paria (budak) dan membolehkan seseorang berpindah kasta didasarkan pada dharma baktinya kepada negara (bukan dari keturunan). pengambil-alihan kekuasaan Majapahit oleh Demak. Hal ini membuat penganut Syiwa merasa disingkirkan dan diasingkan. Akar masalah dari perselisihan ini adalah raja Airlangga. gerak dan tindakan kita tidak akan lepas dari kekuasaan. Di antara berbagai jenis kekuasaaan tersebut. hingga pelengseran mantan presiden Soeharto tahun 1998. perang kemerdekaan melawan menjajah. antara lain kekuasaan militer. Tantripala (Guru Ken Arok/beragama Budha)94 pernah 94 Konflik yang muncul semasa hidup Ken Arok adalah pertarungan antara paham hindu Syiwa dan Wisnu. Mulai dari kisah Ken Arok dan Tunggul Ametung di Tumapel. kekuasaan politik dipandang sebagai kekuasaan yang paling dominan. Ada berbagai jenis kekuasaan yang melingkari hidup kita. Pada masa Airlangga inilah pemujaan terhadap Wisnu lebih diutamakan. kekuasaan memang sudah menjadi bumbu penyedap dalam denyut nadi bangsa. KUASA NEGARA 1. karena dari sinilah pangkal berbagai kebijakan yang menyangkut hajat hidup masyarakat. Dalam sejarah bangsa Indonesia.BAB III KUASA NEGARA DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN A.

95 Kekuasaan politik hanya bagian dari apa yang disebut dengan kekuasaan sosial. Arok (pembangun) yang bernama asal Temu merupakan penganut Syiwa. manusia menyadari bahwa kekuasaan yang membuat hidup menjadi mungkin dan bermanfaat bagi mereka. 68. Teori ini mempunyai konsepsi mengenai alam sebagai mekanisme konkritnya adalah diangkatnya Tunggul Ametung menjadi Akuwu di Tumapel. 97 Ibid. . Sebagai makhluk sosial. kekuasaan ekonomi dan kekuasaan normatif atau ideologi. Teori ini menganggap kekuasaan sebagai sarana atau mesin sebagai kesepakatan bersama antara individu untuk memuaskan keinginankeinginannya. 72. Dalam teori organik.R. Kesatuan moral atau sosial berhasil dari kehendak kolektif untuk berhubungan bersama-sama dan memfungsikan diri sebagai anggota masyarakat. Kekuasaan dan Pendidikan (Magelang : Indonesia Tera. Pertama kali ia berguru kepada Tantripala kemudian berguru kepada Dah Hyang Lohgawe (Penganut Syiwa) yang kemudian juga membantu Arok merebut kekuasaan dari Tunggul Ametung.96 Teori mengenai sifat kekuasaan biasanya digolongkan ke dalam dua kategori besar. kekuasaan merupakan lembaga etis dengan tujuan moral. 96 H. Teori organik beranggapan bahwa kesatuan politik seperti negara merupakan tuntutan dari dalam diri manusia untuk berasosiasi dengan orang lain.berujar bahwa karunia terbesar yang paling diinginkan manusia dari para dewa ialah kekuatan menguasai dan mempengaruhi sesamanya. yaitu: organik (Plato dan Aristoteles) dan mekanistik (teori kontrak sosial). Tilaar.97 Pandangan mekanistik cenderung mengabaikan sifat sosial manusia dan memandang kekuasaan sebagai suatu lembaga artifisial yang didasarkan atas tuntutan-tuntutan individu. Arok Dedes (Yogyakarta : Hasta Mitra. 95 Pramoedya Ananta Toer.A. 73. 2003). Gianfranco Poggi membedakan kekuasaan sosial atas tiga jenis. padahal dia adalah sudra dan seorang penjahat. 2002). yaitu: kekuasaan politik.

yang bekerja sesuai dengan hukum-hukum tertentu yang secara otomatis menimbulkan harmoni kepentingan-kepentingan alami.98 Paulo Freire, telah membuat salah satu dari banyak konsep kekuasaan yang paling radikal dalam teori sosial kontemporer miliknya. Kekuasaan dipandang sebagai kekuatan yang positif dan juga negatif; sifatnya dialektis tetapi Mode Of Operation-nya selalu represif. Menurut Freire, kekuasaan bekerja pada dan melalui masyarakat. Di satu sisi, ini berarti bahwa dominasi tidak pernah sepenuhnya mutlak, yang dalam hal ini kekuasaan bersifat eksklusif dan sebagai kekuatan negatif. Di sisi yang lain, kekuasaan merupakan daya dorong dari semua perilaku manusia dimana masyarakat mempertahankan hidupnya, berjuang dan berusaha mewujudkan cita-cita kehidupannya yang lebih baik. Secara umum teori Freire tentang kekuasaan dan gambarannya mengenai sifatnya yang dialektis menunjukkan bahwa fungsi kekuasaan ini sangat penting dan merasuk ke berbagai segi kehidupan. Dalam hal ini, kekuasaan tidak dipahami hanya dalam wilayah publik dan pribadi di mana pemerintah, kelas-kelas yang dominan dan kelompok-kelompok lainnya memainkan peran. Kekuasaan itu ada di tangan siapa saja dan menemukan bentuknya dalam ruang publik yang saling berposisi yang secara tradisional telah kehilangan kekuasaannya dan bentuk-bentuk

resistensinya.99 Pandangan Freire tentang kekuasaan bukan hanya merupakan cara pandang yang menjadi alternatif dan berguna bagi para teoritisi radikal yang terperangkap dalam keputusasaan dan sinisme, tetapi juga menekankan bahwa
Ibid, 73. Paulo Freire. Politik Pendidikan: Kebudayaan, Kekuasaan dan Pembebasan (Yogyakarta : Terj. ReaD dan Pustaka Pelajar, Cet. V.2004), 16.
99 98

kekuasaan itu selalu diikuti dengan pertentangan, ketegangan dan kontradiksi dalam berbagai institusi sosial, seperti sekolah dimana kekuasan seringkali dianggap sebagai kekuatan positif yang resisten. Akhirnya, Paulo Freire mengetahui bahwa kekuasaan sebagai sebuah bentuk dominasi tidak dipaksakan pemerintah secara sederhana melalui tangan-tangannya, seperti polisi, tentara dan departemen kehakiman. Dominasi dipraktekkan lewat kekuasaan, teknologi dan ideologi yang secara bersama-sama menghasilkan pengetahuan, hubungan sosial dan ekspresi budaya yang berfungsi secara aktif untuk membuat masyarakat diam. Pembicaraan dominasi tidak hanya mengacu pada ekspresi budaya yang mempengaruhi kaum tertindas dalam kesehariannya, namun juga menyangkut bagaimana kaum tertindas ini menginternalisasi pengaruh dan turut melestarikan penindasan tersebut. Pembicaraan ini merupakan topik yang sangat penting di dalam buku Freire dan mengindikasikan bagaimana dominasi itu dipraktekkan secara subyektif melalui proses internalisasi dan “pengendapan diri” dalam bentuk-bentuk kebutuhan pribadi. Apa yang sedang kita bicarakan adalah pemikiran Freire tentang betapa pentingnya usaha untuk menyelidiki dominasi yang menindas secara psikis, dan oleh karenanya juga perlu pengamatan internal terhadap bentuk-bentuk emansipasi sosial dan individu.100 Konsep dominasi dan bagaimana kekuasaan bekerja secara represif terhadap jiwa manusia memperluas konsep belajar, termasuk bagaimana manusia belajar tanpa berkata-kata, bagaimana kebiasaan kemudian menjadi sejarah yang beku, dan bagaimana pengetahuan itu sendiri menghambat perkembangan subjektifitas tertentu dan cara manusia menjalani kehidupan di dunia. Persepsi
100

Ibid, 17.

terhadap pengetahuan sangat penting karena akan menunjukkan bagaimana perbedaan-perbedaan konsep pengetahuan yang emansipatoris mungkin akan ditolak oleh orang yang mendapatkan keuntungan darinya. Dalam kasus yang seperti ini, masyarakat tertindas mendapatkan akses terhadap logika dominasi mungkin dikarenakan mereka mempertahankan pengetahuan yang bertentangan dengan pandangan dunia mereka. Pengetahuan justru turut mempertahankan status quo dominasi ini karena menjadi kekuatan aktif yang bersifat negatif dan menolak untuk melihat adanya kemungkinan lain dalam kehidupan ini. Dengan kondisi yang seperti ini, dari sudut pandang pendidikan muncul pertanyaan, bagaimana para pendidik yang radikal menilai dan mendiskusikan pihak-pihak yang melakukan represi dan yang melupakan tujuan inti dari dominasi? bagaimana penjelasan terhadap kondisi yang tetap menolak untuk mengetahui dan menyelidiki bahwa pengetahuan mengandung kemungkinan yang bertentangan dengan dominasi itu sendiri?101 Pesan yang ingin disampaikan Freire dari konsep pendidikannya relatif cukup jelas jika pendidik yang radikal mengetahui makna kebebasan, mereka pertama-tama harus menyadari bentuk-bentuk dominasi, dimana dominasi itu tumbuh subur dan masalah apa yang dihadapai mereka yang tertindas oleh dominasi secara subyektif maupun obyektif. Akan tetapai proyek ini tidak akan mungkin terlaksana jika mereka tidak mengetahui karakteristik sejarah dan kebudayaan yang spesifik, bentuk-bentuk sosial, siapa kelompok penindas dan siapa yang tertindas, sebagai titik awal melakukan analisa. 102

101 102

Ibid, 18. Ibid, 18-19

777. hal. direhabilitasi-merehabilitasi. negara memiliki otoritas kekuasaan yang nyata bahkan dilegitimasi oleh perundang-undangan yang di produksinya. atau manipulasi ideologi (Marx). Panoptik merupakan cara yang efektif dalam menimbulkan kepatuhan dan bahkan ketakutan akan penguasa atau kekuasaan. Negara dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti:105 1. Etika Politik dan Kekuasaan (Jakarta : PT. 103 Haryatmoko. Ibid. Marx) dan bukan juga fungsi dominasi suatu kelas yang didasarkan pada penguasaan atas ekonomi. Micheal Foucault berpendapat kekuasaan itu terlaksana bukan pertama-tama melalui kekerasan atau dari hasil persetujuan (Hobbes. cet.104 Berbicara mengenai kekuasaan.II. dokontrol secara terus menerus.2002). persuasi atau bisa juga melalui paksaan dan larangan. dalam sebuah ruang kekuasaan. dikontrol-mengontrol. Strategi kekuaaan menurut Foucault menggunakan berbagai cara. bukannya bahwa kekuasaan mencakup semua. Panopticon (panoptik) merupakan konsep yang menjelaskan tentang relasi antara orang yang . 104 . 217.II. 221. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka Cet. Kompas Media Nusantara. Kekuasaan bukan pertama-tama bukan represi (Freud. 2004). tetapi kekuasaan datang dari manamana. Locke). yaitu: disiplin. Hal ini dikarenakan. Tetapi tentang kekuasaan ini Foucault mengatakan bahwa kekuasaan ada di mana-mana. Padotik menimbulkan kesadaran diawasi. tetapi seluruh struktur tindakan yang menekan dan mendorong tindakan-tindakan lain melalui rangsangan. 2.Berbeda dengan tokoh-tokoh lain yang membahas mengenai kekuasaan. Organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.103Tujuan dari semua itu adalah kepatuhan. abnormal-menormalkan. Kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang terorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif. Reich) atau pertarungan kekuatan (Machiavelli. maka frame pemikiran kita akan terus mengarah kepada negara. norma dan pengawasan panoptik. 105 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. diawasi-mengawasi.

II. Inti dari pemikiran kedua tokoh ini. Ilmu Politik.107Kedua pengertian ini terasa sangat sederhana.108 Inu Kencana Syafiie. dominasi. PT. pengaturan. bahkan ratusan tahun yang lalu. Rineka Cipta. Plato dalam bukunya “Politea” yang berarti negara mendefinisikan negara sebagai “Keinginan kerjasama antarmanusia dalam rangka memenuhi kepentingan bersama”106.cet. Sedangkan secara definisi normal seringkali disinonimkan dengan publik. yang berarti kota. negara adalah: persekutuan dari keluarga dan desa guna memperoleh hidup yang sebaik-baiknya. 108 Nezar Patria & Andi Arif. keadilan. bentuk pemerintahan. . Sehingga negara (state) menurut istilah. 2000). Jadi dalam istilah negara itu sudah terkandung makna pemerintah dan rakyat. berdaulat. Ibid. sistem administrasi. Dalam bahasa daerah dari suku di Indonesia menerima arti “daerah. 82. dan bisa bermakna yang berhubungan dengan rakyat atau negara. Pembahasan mengenai negara telah sejak lama dibahas. seperti birokrasi. kekuasaan. sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya. wilayah” negeri (Aceh) atau tempat tinggal seorang raja atau pangeran. negara membutuhkan kekuasaan yang mutlak untuk mendidik warganya dengan nilai-nilai moral yang rasional.mempunyai kesatuan politik. mengingat realita sosial waktu itulah yang melatarbelakangi munculnya pendefinisian ini. kontrol/pengendalian. Negara menurut asal usul kata berasal dari bahasa sansekerta “Nagari” atau “nagara”. (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Antonio Gramsci Negara dan Hegemoni. 107 106 . (Jakarta. berhubungan dengan kondisi tindakan. sedangkan Aristoteles berpendapat. memaksakan. 79. 2003). mengarahkan atau memerintah. 24.

110Pendapat ini diperkuat dengan konsepsi Hegel tentang negara. Ibid. 24. dimana roh obyektif tersebut merupakan cerminan dari kehendak. Ini lantas menjadi legitimasi kekuasaan mutlak dari negara. rakyat tidak mengetahui kehendaknya. 24. . dan Rousseau mencoba melakukan kritik terhadap kekuasaan negara. Locke. Pada jaman ini lahir pandangan bahwa negara merupakan wakil dari kepentingan umum atau publik. muncul Karl Marx yang menganggap eksistensi negara justru diakibatkan oleh 109 110 Ibid.109 Pada abad renaisance. sedangkan masyarakat hanya mewakili kepentingan pribadi dan terpecah-pecah.Pada abad pertengahan. Mereka menawarkan model negara dengan mainstream liberalisme. karena ia secara obyektif mengungkapkan apa yang bagi rakyat hanya ada secara subyektif. sebagai hasil dari gaya pemikiran renaisance yang mengagungkan otonomi manusia. Mereka mengajukan model negara yang dapat menjamin otonomi manusia dari kekuasaan dari luar dirinya. negara dianggap sebagai wakil gereja di dunia dan gereja adalah wakil tuhan untuk menegakkan kehidupan moral di dunia. Menurutnya. 111 Ibid. Para filosuf seperti Thomas Hobbes. negara adalah ungkapan roh obyektif. ide tersebut mengalami rekonstruksi dalam lingkup kekuasaan teologis gereja. negara merupakan institusi yang paling paham akan kehendak individu. Pada masa ini. 24. Dengan demikian. yang mengetahui adalah negara.111 Pandangan liberalisme ini merupakan cikal bakal dari kapitalisme yang pada akhir abad ke-19 menunjukkan wajahnya yang beringas. Pada masa itu. pikiran dan hasrat masing-masing individu (roh subyektif). terjadi proses sekularisasi yang memisahkan kekuasaan negara dan gereja.

85. 115 Ibid.112 Menurut Max Webber. 116 Ibid. negara tidak mengabdi pada kepentingan seluruh masyarakat. melainkan hanya kepentingan klas-klas sosial tertentu saja.adanya ketidakberesan yang sifatnya fundamental dari masyarakat. 84. negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah. menjadi alat suatu klas dominan untuk mempertahankan kedudukan mereka.113Sedangkan Miriam Budiarjo.J.115 Thomas Hobbes mengartikan negara dengan suatu tubuh yang dibuat oleh orang banyak beramai-ramai.114 Di sisi lain. Kranenburg negara merupakan suatu sistem dari tugas-tugas umum dan organisasi-organisasi yang diatur dalam usaha negara untuk mencapai tujuannya.116 112 113 Ibid. . Roousseau mengartikan bahwa negara adalah perserikatan dari rakyat bersama-sama yang melindungi dan mempertahankan hak masing-masing diri dalam harta benda anggota-anggota yang tetap hidup dengan bebas merdeka. 85. yang juga menjadi tujuan rakyat/masyarakat yang diliputinya. Menurutnya. Sedangkan J. masing-masing berjanji akan memakainya menjadi alat untuk keamanan dan perlindungan bagi mereka. 114 Ibid. 25. Menurut Prof. 23. Inu Kencana. maka harus ada pemerintah yang berdaulat. banyak dari kalangan ilmuwan itu mengartikan negara itu dengan berbagai bentuk. menegaskan negara adalah suatu daerah teritorial yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warganya ketaatan pada peraturan perundang-undangan melalui penguasaan (kontrol) monopolistis dari kekuasaaan yang sah.

maharani. Memang batasan yang tegas antara itu tidak ada. misalnya: kaisar. Seperti juga dengan kerajaan. dengan gelar berbagai jenis. ratu. dikarenakan kepala negaranya hanya dianggap sebagai simbol. ada perdebatan mengenai arti bentuk negara dengan bentuk pemerintahan. pertama yang mencakup keseluruhan hidup manusia. syah atau lain-lainnya sesuai budaya negara tersebut. Sedangkan kepala pemerintahannya yang menjalankan roda pemerintahan (eksekutif) dapat diserahkan kepada perdana menteri (PM) yang memimpin kabinet (dewan menteri-menteri) atau dapat pula dijabat sendiri oleh kepala negara tersebut di atas. telah ada berbagai macam bentuk negara. Misalnya Inggris dan Jepang. negara republik juga dapat memiliki . Ikatan ini ada dua macam. Meskipun hingga saat ini. Kita tidak dapat memandang rendah bentuk negara kerajaan ini. Kedua. semacam bentuk kumpulan yang pada akhirnya dapat menggunakan paksaan terhadap para anggotaanggotanya. mencakup sebagian segisegi hidup itu.Deliar Noor mengatakan bahwa negara adalah semacam bentuk suatu ikatan. Namun menurut Inu Kencana disebutkan sebagai berikut: 1) Negara Kerajaan Negara kerajaan kepala negaranya dijabat secara turun temurun. 2) Negara Republik Adalah suatu negara yang kepala negaranya dijabat oleh seorang presiden. Dalam sejarah keberadaan manusia. sultan.

pemerintah mengeluarkan perundang-undangan yang menjadi legitimasi bagi seluruh kebijakan yang diambil. yaitu:117 1. diperlukan syarat-syarat tertentu. Untuk mendirikan sebuah negara. suatu negara akan diakui eksistensinya jika terdapat wilayah atau daerah sebagai ruang bagi warga negaranya. yang sudah barang tentu prsiden (kepala negara) terpilih tidak lebih dari sekedar simbol. yaitu dengan jalan tidak dapat dijatuhkannya presiden dijatuhkan oleh mosi tidak percaya parlemen (Legislatif). Wilayh suatu 117 Ibid. keduanya dapat dibagi lagi atas bentuk serikat (republik serikat atau kerajaan serikat) atau bentuk kesatuan (republik kesatuan dan kerajaan kesatuan). apabila presiden selain kepala negara juga sekaligus merangkap sebagai kepala pemerintahan yang memimpin kabinet. Selain itu. Baik negara kerajaan maupun republik.perdana menteri yang akan memimpin kabinet. Ada 4 syarat pokok berdirinya suatu negara. 86. sentralisasi atau desentralisasi yang diberikan negara itu dalam hubungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat. maka degara republik tersebut berarti menganut sistem pemerintahan yang presidensial. Untuk melaksanakan fungsi ini. . Tetapi. Mereka berhak dan menentukan nasib rakyat suatu negara akan dibawa kemana. pemerintah merupakan pelaksana dari program negara. kecuali sistem pemerintahannya memberikan posisi dominan kepada presiden. Hal ini dicantumkanm dalam konstitusi negara tersebut. mereka juga memiliki aparat-aparat pemerintahan sebagai avant garde dari pelaksanaan program pemerintahan. Adanya wilayah. Perbedaan ini tergantung kepada besar kecilnya. Adanya pemerintah. 2.

pengakuan disini tidak hanya berasal dari warga negaranya dengan kepatuhan dan ketaatan warga negara terhadap berbagai kebijakan yang dikeluarkan negara. Adanya pengakuan. tetapi juga mengarah kepada pengakuan negara lain. perebutan wilayah di jalur Gaza antara Israel dan Palestina yang tak terselesaikan hingga kini. jika mereka ditindas oleh kekuasaan negara yang represif dan dikekang hak-haknya sebagai warga negera maka merekapun berposisi sebagai obyek. 3. Pengakuan ini ada yang bersifat de facto dan de jure.negara seringkali menj di problem serius antar negara. . Dan berposisi sebagai obyek ketika mereka tidak memiliki kekuatan untuk menentukan masa depan negaranya. 4. Selain itu. Adanya warga negara. posisi warga negara bisa dikatakan sebagai subyek dan obyek. Kita tentu masih ingat konfrontasi Indonesia dan Malaysia yang bersengketa mengenai perebutan pulau Ligitan dan Sipadan. Ia menjadi subyek tatkala ia memiliki otoritas untuk menentukan arah negaranya.

24. Hegemoni Istilah Hegemoni berasal dari bahasa Yunani egomonia yang berarti penguasa atau pemimpin. Untuk lebih mengerucutkan pembahasan mengenai strategi pelanggengan kekuasaan. dominasi. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka. 119 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. cet. 118 .119 Yasraf A.118 Dalam kamus besar bahasa Indonesia. Strategi Pelanggengan Kekuasaan Oleh Negara Albert Camus pernah berkata “Power tend to corrupt and absolutly power absolutly corrupt (kekuasaan mengarah kepada korupsi dan kekuasaan yang mutlak jelas mengarah kepada korupsi ). Piliang. Kedua konsep tersebut adalah hegemoni dari Antonio Gramsci dan IRA (Ideological State Apparatus) dan RSA (Repressive State Apparatus) dari Louis Althusser. maka untuk menganalisisnya hanya digunakan dua konsep yang selama ini dianggap relevan sebagai alat bedahnya. hegemoni diartikan sebagai: pengaruh kepemimpinan. 2005). a. 364. lingkar kekuasaan tidak akan jauh dari korupsi dan kepemilikan kekuasaan yang memudahkan seseorang untuk mendapatkan fasilitas yang diinginkan menimbulkan keinginan untuk melanggengkan kekuasaannya. Transpolitika Dinamika Politik di dalam Era Virtualitas (Yogyakarta : Jalasutra.2.II. Maksudnya. 2002). kekuasaan dan sebagainya suatu negara atas negara lain.

Artinya. blok historis dan perang posisi. pemikiran hegemoni Gramsci merupakan bagian awal dari rentetan pemikiran-pemikirannya. nasional-kerakyatan. masyarakat sipil. dan budaya massa. Piliang. konsep pemikirannya meliputi: Aliansi untuk mencapai konsensus.121 Dalam pengertian tradisionalnya. 122 Ibid.122 Istilah hegemoni. pada 22 Januari 1891. yaitu hegemoni dalam budaya massa (dan iklan). 123 Roger Simon. sebagai dua bidang yang terpisah. 24. yang masing-masing mempunyai mekanisme dan logikanya masing-masing. Secara berurutan. Akan tetapi. 24. fenomena hegemoni berlangsung di dalam dunia politik dan budaya massa (iklan). hegemoni merupakan strategi untuk revolusi. pemikiran awam (Common Sense). Dalam term awalnya. agama. ras. pertama kali dipakai oleh Plekhanov pada tahun 1880an. Gagasan-gagasan Politik Gramsci (Yogyakarta : Insist dan Pustaka Pelajar. istilah tersebut kemudian diperluas ke arah hubungan kekuasaan diantara kelas-kelas sosial.Konsep hegemoni yang dijelaskan oleh Antonio Gramsci120 selama ini diinterpretasikan ke dalam berbagai relasi selain relasi politik. Artinya. Bagi Lenin. hegemoni diartikan sebagai sistem kekuasaan atau dominasi politik.123Kelas pekerja harus mengembangkan kekuatan nasional. seperti gender. gaya hidup. 20. 1999). khususnya dalam pengertian kelas berkuasa. hubungan kekuatan : ekonomikorporasi. 120 . di dalam abad informasi dewasa ini. Transpolitika. berjuang untuk membebaskan semua kelas atau kelompok yang tertindas. Selain itu masih ada pembahasan mengenai revolusi pasif dan watak kekuasaan. hegemoni digunakan untuk menunjukkan perlunya kelas pekerja untuk membangun aliansi dengan petani dengan tujuan meruntuhkan gerakan Tsarisme. Secara sederhana. Di dalam tradisi marxisme. revolusi intelektual dan moral. suatu strategi yang harus dijalankan oleh kelas pekerja dan anggota-anggotanya untuk Antonio Gramsci lahir di Ales sebuah kota kecil di Sardinia Italia. 121 Yasraf A. hegemoni politik mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan dari relasi hegemoni khusus. konsep hegemoninya merupakan awalan untuk melakukan tindakan selanjutnya. terj.

diperlukan kelas intelektual sebagai otak dari seluruh proses yang dijalankan. 19. 21. Aliansi ini tidak hanya terjadi antar serikat pekerja. Ibid. 126 Ibid.124Gramsci menambahkan dimensi baru pada masalah ini dengan memperluas pengertiannya sehingga hegemoni juga mencakup peran kelas kapitalis beserta anggotanya. melainkan hubungan persetujuan dengan menggunakan kepemimpinan politik dan ideologi. yaitu bentuk setengah binatang dan setengah manusia. 125 124 . kekerasan dan kesopanan. sebagai simbol dari “perspektif ganda” suatu tindakan politik-kekuatan dan konsensus. diperlukan aliansi antara kelas sebagai kekuatan penopangnya. Aliansi ini merupakan cara yang harus dilaksanakan jika menginginkan terlaksananya hegemoni. Gramsci menggunakan Centaur Yunani.126 Sebagai kata kunci dalam menjalankan hegemoni.memperoleh dukungan dari mayoritas. bahwa suatu kelas dan anggotanya menjalankan kekuasaan terhadap kelas-kelas di bawahnya dengan cara kekuasaan dan persuasi. Hubungan kekuatan yang terhimpun harus merepresentasikan kekuatan ekonomi-korporasi dan nasional kerakyatan. baik dalam merebut kekuasaan negara maupun dalam mempertahankan kekuasaaan yang sudah diperoleh.125Hegemoni bukanlah hubungan dominasi dengan menggunakan kekuasaan. Dalam melaksanakan hegemoni. Ibid. otoritas dan hegemoni. tetapi harus diperluas lagi dengan mengikutsertakan kelompok-kelompok sosial lain dalam aliansi guna mencapai konsensus sebagai langkah awal dalam melaksanakan aksi. 19-20. Titik awal konsep Gramsci tentang hegemoni adalah.

Intelektual127 disini harus mampu membaca keinginan mayoritas masyarakat (Common Sense) agar memudahkan dalam penyikapan isu-isu yang dilancarkan. dan merupakan barisan terdepan yang riil dan organik dari lapisan kelas ekonomi papan atas yang disitu mereka termasuk di dalamnya. Hegemoni Minimum (Minimal Hegemony). Hegemoni Merosot (Decadent Hegemony). Kedua. yaitu:128 1. Bentuk ini merupakan bentuk hegemoni yang paling rendah dibanding dua bentuk di atas. sekalipun sistem yang ada telah mencapai kebutuhan atau sasarannya. adalah mereka yang menyadari identitas dari yang diwakili dan yang mewakili. Hegemoni bersandar pada kesatuan ideologis antara elit ekonomis. Pertama. Hegemoni Integral. Dia menunjukkan adanya potensi disintegrasi di sana. 2. Karena itu. Artinya. 128-129. integrasi budaya maupun politik mudah runtuh. Atau secara lebih mudahnya. Hegemoni ini ditandai dengan afiliasi (gabungan) massa yang mendekati totalitas. 127 . Gramsci membagi hagemoni menjadi tiga bagian. Dengan sifat potensial ini dimaksudkan bahwa disintegrasi itu tampak dalam konflik yang tersembunyi “Di bawah permukaan kenyataan sosial”. Inteletual Organik. dominasi ekonomis borjuis menghadapi tantangan berat. dalam masyarakat kapitalis modern. Masyarakat menunjukkan tingkat satuan moral dan intelektual yang kokoh. dan intelektual yang berlangsung bersamaan dengan keengganan Gramsci membagi kelompok intelektual menjadi dua golongan. 128 Nezar Patria & Andi Arif. Intelektual Tradisional adalah: intelektual organik yang berasal dari kelas kapitalis. namun “mentalitas” massa tidak sungguh-sungguh selaras dengan pemikiran yang dominan dari subyek ekonomi. Hubungan tersebut tidak diliputi dengan kontradiksi dan antagonisme baik secara sosial maupun secara etis. adalah mereka yang memiliki daya intelektualitas. politis. Ini tampak dalam hubungan organis antara pemerintah dan yang di perintah. namun tidak digunakan untuk transformasi sosial. 3.

maupun ekonomi yang secara potensial bertentangan dengan “negara baru” yang dicita-citakan oleh kelompok hegemonis itu. Dengan demikian. Mereka malah mempertahankan peraturan melalui transformasi penyatuan para pemimpin budaya. kelompok-kelompok hegemonis tidak mau menyesuaikan kepentingan dan aspirasi-aspirasi mereka dengan klas lain dalam masyarakat. politik.terhadap setiap campur tangan massa dalam hidup bernegara. . sosial.

Nuswantoro. Daniel Bell: Matinya Ideologi (Magelang : IndonesiaTera. misalnya. 2002). dengan begitu perlu diimani. tidak hanya karena beragamnya pendapat teoritis yang menunjuk arti dan fungsi yang berbeda-beda. baik dalam pengertian orang awam (Common Sense) maupun dalam pemakaian di dunia keilmuan. terj. Sesekali ia disebut sebagai “jalan kebenaran” yang menyerupai firman. Abad Ideologi (Jogjakarta : Yayasan Bentang Budaya. IRA (Ideological State Apparatuses)/RSA(Repressive State Apparatuses) Ideologi adalah salah satu dari sekian banyak konsep yang paling ekuivokal (meragukan) dan elusif (sukar ditangkap). 2001). yang terdapat dalam ilmu-ilmu pengetahuan sosial. akan tetapi karena ideologi adalah konsep yang sarat dengan konotasi politik dan digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari dengan makna yang beragam. terj. Ia bisa menjadi guiding principle suatu masyarakat atau bangsa dan mengantarkannya kepada satu tatanan obsesif. 1. Konsep Ideologi (Yogyakarta : LKPSM.b. Aiken. Ideologi juga diberi makna sebagai seperangkat keyakinan ketika suatu bangsa mempercayai peran yang harus dimainkannya dalam berelasi dengan bangsa lain yang memiliki karakter berbeda dengannya. 48. baik berupa relasi simetris maupun keyakinan superioritas suatu bangsa terhadap yang lain. 5. 131 Henry D. 1996). Di lain waktu ideologi dianggap sebagai gambaran palsu tentang dunia. .130 Istilah ideologi ditemukan oleh filosof Perancis Destutt de Tracy (1754-1836). kesetaraan manusia atau keadilan dan kemakmuran.131Rumusan yang jelas mengenai ideologi memang tidak dapat kita lepaskan dari pendapat beberapa tokoh yang mengeluarkan statemen 129 130 Jorge Larrain.129 Ideologi secara konsep sering dipahami secara berbeda-beda.

baik secara personal maupun kolektif. 134 Ibid.132Pengertian ini mengisyaratkan bahwa segala sesuatu yang menampilkan sebuah keinginan. or a nostalgia. Kita tentu masih ingat bagaimana Hitler dengan ideologi fasisnya membelalakkan pandangan dunia dan ideologi fundamentalisme Islam yang begitu ditakuti oleh Amerika dengan bingkai terorisme. Cultural Studies. (Yogyakarta : Jala Sutra. harapan. Terj.133 Ideologi adalah segala yang sudah tertanam dalam diri individu sepanjang hidupnya: history turn into nature. 133 Louis Althusser. Pergolakan Pemikiran antara Fundamentalisme Islam dan Fundamentalisme Neo-Liberal. Psikoanalisis.134 Lain halnya dengan Marx yang mengartikan ideologi sebagai “kesadaran palsu” sebagai “camera obscura” yang memutarbalikkan realitas. Sejak buaian hingga kuburan. Louis Althusser mengartikan ideologi sebagai “Expresses a will. Cet. Phobia akan sebuah tindakan yang berasal dari ideologi melahirkan kewaspadaan ekstra dari berbagai pihak yang merasa terancam. 135 Ahmad Baso. 2006).135 Peran ideologi memang sangat signifikan dalam kehidupan. NU STUDIES. rather than describing a reality”. manusia hidup dengan ideologi. NU STUDIES . (Jakarta : Erlangga. xvi. atau sebuah romantisme dari sebuah realitas merupakan bagian dari ideologi.tentang ideologi.2006). Atau dengan redaksi yang lain dikatakannya sebagai sesuatu yang profoundly unconcious. Peristiwa 132 Ahmad Baso. 267. Tentang Ideologi: Strukturalisme Marxis. xvi. 267. a hope.III. produk sejarah yang seolah-olah menjelma sesuatu yang alamiah. . sebagai hal-hal yang secara mendalam tidak disadari.

Kita tidak menyadari kapan pemahaman tentang 136 M. Dan. 14. Guntur Romli. ”Jamaah Islamiyah dan Bahaya Ideologi” Kompas (Jakarta). saling serang antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. bahkan peran ideologi lebih berbahaya ketimbang kejahatan-kejahatan dan kekerasan-kekerasan fisik. 5 Mei 2007. Perang berhadapan dengan ideologi memang sangat sulit di berangus. ideologi menjadi bagian dari mekanisme pengaturan diri.136 Dari ujung kaki hingga ujung rambut. Baru-baru ini kita juga mendengar berita mengenai penyerangan sebuah kelompok Islam terhadap sekelompok demonstran pada peringatan May Day 2007 di Yogyakarta yang dicurigai sebagai kelompok berideologi komunis. Ideologi tidak bisa ditembus butir-butir peluru. pengelolaan tubuh dan jiwa. semuanya dijelaskan dengan aturanaturan yang tidak dapat ditemukan dasar epistemologisnya. Ideologi akan merasuk kedalam relung hati dan nalar berpikir seseorang dalam bertindak. hingga rambut yang harus dipotong dan dirawat. Kita seakan-akan terbelenggu oleh pelabelan berbasis ideologi. Ideologi membuat kita saling curiga. merupakan bagian dari argumentasi dari Amerika untuk menyerang Afghanistan dan Irak (selanjutnya mungkin Iran) yang dikatakan sebagai basis terorisme internasional dan membahayakan keamanan dunia.pengeboman menara kembar WTC New York 11 September didengungkan sebagai aksentuasi dari ideologi Islam radikal. . Bagaimana kuku jempol harus dibersihkan dan dipotong agar tidak menimbulkan bau. Penjelasan akhir tentang pengaturan tubuh adalah kepercayaan atau ungkapan tentang “sesuatu yang sudah dari sananya”.

ISA Hukum. Institusi-institusi tersebut adalah: ISA Agama. olahraga. . sehingga tak ada lagi pertanyaan-pertanyaan mendasar yang perlu diajukan. dan sebagainya) dan ISA budaya (kesusasteraan. maka negarapun menformat metode penenaman ideologi bagi warganya dengan berbagai cara. Tentang Ideologi. ISA Pendidikan. 20. Lous Althusser memberikan informasi kepada kita tentang berbagai institusi yang berperan sebagai aparatus negara ideologis. diri ini. ISA Keluarga. ISA serikat buruh.138 Menyadari begitu sentralnya peran ideologi. xvii. dan mengapa cara itu yang yang kita gunakan. seni. beginilah adanya. termasuk pelbagai partai yang berbeda). Kitapun percaya pada diri kita yang menjelma kenyataaan.pengelolaan tubuh terbentuk dalam benak kita. diri yang sudah jadi organ. Kita tak ingat siapa yang menjelaskan cara berpikir yang kita pakai sekarang. radio dan televisi. Ibid. xvii. pikiran ini. beginilah wajarnya. ISA komunikasi (pers. 139 Ibid. menerima saja. Begitu terbiasanya kita dengan semua yang ada di dalam dan di sekitar diri sejak bayi sampai dewasa. Tubuh ini. dan sebagainya)139 137 138 Louis Altusser. Kita ternyata percaya saja. Penanaman ideologi ini diperlukan sebagai bagian dari prinsip kekuasaan yakni untuk melanggengkan kekuasaaan.137 Kepercayaan yang tertanam tanpa disadari itulah yang dinamakan ideologi. ISA Politik (sistem politik. melengkapi pencapaian tujuan tertentu dengan mekanisme ajeg yang dibentuk struktur-struktur di dalam dan di luar sana.

140 Menurut Althusser.141 3. 276. ide atau kepercayaan terhadap masyarakat secara vertikal dari atas. progresif dan sebagainya. Untuk dapat memproduksi dirinya. sebuah ideologi harus selalu memanggil subyeknya secara simpatik. yaitu orang yang merasa menjadi bagian dari ide-ide yang ditawarkan oleh sebuah produk. Transpolitika. seperti berjiwa muda. Di dalamnya maknamakna dikerahkan di dalam praktik wacana komunikasi sosial sehari-hari dengan model discourse yang sangat kompleks. P Thompson bukanlah sebuah sistem yang di dalamnya terjadi pemaksaan konsep. Dinamika Politik Di Dalam Era Virtualitas (Yogyakarta : Jalasutra. 141 Ibid. akan tetapi sebuah sistem yang mempunyai mekanisme yang jauh lebih kompleks. 28. Negara dan Pendidikan Bebicara mengenai korelasi antara negara dan pendidikan memang selalu menarik untuk dibincangkan. Mekanisme mangajak secara persuasif ini sama dengan mekanisme iklan yang selalu memanggil setiap orang untuk menjadi subyek dari produk yang ditawarkannya. dinamis.Ideologi menurut John. meskipun tujuan utamanya adalah pelanggengan relasi dominasi. Piliang. Yasraf. A. 140 . bukan lewat kekuatan senjata. Sukses sebuah iklan sangat ditentukan dari kemampuannya menjadikan setiap orang menjadi subyek. jantan. cara sebuah ideologi mencari pengikutnya adalah melalui mekanisme ajakan atau interpelasi. 2005). Hal ini dikarenakan sejak lahirnya konsep pendidikan tidak akan lepas dari dunia politik yang merupakan basic dari negara.

Patronase Nizam Al Mulk tidak hanya menyangkut masalah keuangan dan pengadaan sarana. Upaya untuk menutup peluang pengembangan institusi dan sistem pendidikan Islam nusantara. Dalam pandangan kolonial Belanda.143 Mengenai hal ini Rasyid mengatakan : M. tampaknya terkait dengan kebijakan politik kolonial. Nizam Al Mulk. sekitar tahun 1926 pondok pesantren sudah tidak lagi termuat dalam statistik pemerintah Hindia Belanda. pondok pesantren adalah sarang pemberontak. Madrasah Nizhamiyah didirikan oleh penguasa Bani Saljuk. Madrasah Nizhamiyah merupakan instrumen kebajikan politik yang salah satu fungsi utamannya adalah untuk menanamkan doktrin kenegaraan yang memperkuat kerajaan. kita tentunya tahu mengenai eksistensi dari madrasah Nizamiyah di Baghdad. masing-masing tahun 1925 dan 1930. guru besar. Proses pendidikan yang berporos pada dunia pesantren menjadi ancaman yang dianggap cukup serius bagi penguasa kolonial. tujuan pendirian madrasah oleh Nizam Al Mulk adalah untuk mencetak birokrat-birokrat yang akan menduduki jabatan kenegaraan. Atau paling tidak. Institusi pendidikan yang memenuhi ketentuan undang-undang tersebut memperoleh subsidi dari pemerintah.142 Dalam sejarah Islam. Ibid. setengah abad setelah berdirinya universitas Al Azhar di Kairo. Madrasah Nizamiyah didirikan di setiap kota di Irak dan Khurasan. Selain itu. Sirozi. 2-3. seorang Perdana Menteri dari Alp Arselan dan Malik Syah pada tahun 457 H. VI-VII. dan dianggap legal. tetapi juga kurikulum dan jabatan “profesorship”.Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia juga disinggung mengenai permasalahan ini. untuk mengikis paham Syi’ah Zaidiyah yang dikembangkan oleh dinasti Buwaih sebelumnya dan dalam rangka menghadang paham Ismailiyah yang dipropagandakan oleh Dinasti Fathimiyah di Mesir. Bani Saljuk terkenal sangat fanatik terhadap madzhab Sunni. Singkat kata. 2005). Kita tentu masih ingat bagaimana sikap pemerintah Hindia Belanda memperlakukan pendidikan di nusantara. Hal ini terbukti dari dikeluarkannya undang-undang sekolah liar (Wilden Scholen Ordonantie). Sedang yang tidak memenuhi ketentuang dimaksud dinilai sebagai sekolah liar. 143 142 . Politik Pendidikan (Jakarta : RajaGrafindo Persada. Harus dibubarkan. melalui lembaga tersebut akan lahir warga negara yang mengerti akan nilai-nilai yang dianut oleh pemerintah. Atas penilaian ini pula maka.

pendidikan merupakan salah satu pilar bangsa. Beberapa tugas negara yang termaktub dalam pembukaan UUD ’45 adalah sebagai berikut: 1. 6. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia 2. kecuali dalam kalangan yang terbatas dari elit penguasa” (Kuper & Kuper. 2000. Kekuasaan adalah sarana untuk mempertahankan syiar Islam…. buku tersebut juga membahas hubungan antara ideologi dan institusi negara dengan tujuan dan metode pendidikan. Pendidikan bergerak dalam usaha menyadarkan umat untuk menjalankan syariat. 145 144 .767).“Kedudukan politik dalam Islam sama pentingnya dengan pendidikan. Mencerdaskan kehidupan bangsa 4. Bila politik (kekuasaan) berfungsi mengayomi dari atas. dan mereka yang memasok kebutuhan ekonomi negara menempati status terendah diantara semuanya. pengetahuan tentang bentuk-bentuk masyarakat alternatif ditekan dengan hati-hati. para penyair seharusnya hanya menggambarkan tingkah laku terpuji. syariat Islam sulit nahkan mustahil untuk ditegakkan. kajian tentang hubungan antara pendidikan dan politik (negara) dimulai oleh Plato dalam bukunya Republik (berarti Negara). Tanpa otoritas politik.145Walaupun utamanya membahas berbagai persoalan kenegaraan. 3. kelas yang lebih rendah dididik untuk patuh dan diyakinkan dengan mitos-mitos politik bahwa status mereka itu terbentuk oleh sebab-sebab alamiah. Memajukan kesejahteraan umum 3. “Para filosof memiliki otoritas tertinggi. perdamaian abadi dan keadilan sosial Keempat poin di atas mensyaratkan adanya pendidikan yang bermutu. para pengawas pendidikan berpendidikan menengah bertindak sebagai kekuatan militer dan polisi. Umat tidak akan mengerti syariat tanpa pendidikan. Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. maka pendidikan melakukan pembenahan lewat arus bawah. Pendidikan harus disesuaikan secara cermat dengan reproduksi sistem. Dalam undang-undang sistem pendidikan nasional 2003 dijelaskan pendidikan nasional Ibid.”144 Di negara-negara barat. Di negara kita. Menurut Plato.

Pelaksanaan ujian nasional berlandaskan pada: 6. 7.memiliki fungsi dan tujuan. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. cakap. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. sehat. berilmu. kreatif. Secara lebih spesifik. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 8. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Negara dan Ujian Nasional 2007 Negara (dalam hal ini Depdiknas) sebagai pelaksana ujian nasional 2007 memiliki kewenangan demi suksesnya agenda tahunan tersebut. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 9. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 45 Tahun 2006. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 10. tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2006/2007. dalam Undang-undang Sisdiknas 2003 Pasal 50 ayat 2 disebutkan: Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional . berakhlak mulia. mandiri.

pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional” dan Pasal 57 ayat 1: ”Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan.” Sedangkan pada Pasal 59 ayat 1: Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola, satuan, jalur, jenjang dan jenis pendidikan.” Tujuan pelaksanaan ujian nasional 2007 adalah bagian ejawantah dari UU Sisdiknas di atas, secara khusus, ujian nasional bertujuan sebagai berikut: 3. Ujian Nasional bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran yang ditentukan dari kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. 4. Ujian Sekolah/Madrasah bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran pada semua kelompok mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. Hasil ujian nasional dan/atau ujian sekolah/madrasah digunakan sebagai salah satu pertimbangan (fungsi) untuk : f. Penentuan kelulusan peserta didik dari suatu satuan pendidikan;  Bukan satu-satunya penentu kelulusan g. Seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya; h. Pemetaan mutu satuan dan/atau program pendidikan; i. Akreditasi satuan pendidikan;

Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Ujian nasional 2007 telah berlalu, berbagai berita kecurangan menyeruak diantara berita reshuffle jilid II Kabinet Indonesia Bersatu. Di Medan, forum guru yang tergabung dalam Komunitas Air Mata Guru menemukan berbagai kecurangan dalam pelaksanaaan UN. Ada beberapa sekolah yang memberikan jawaban dari pertanyan UN kepada para siswanya. Caranya beragam, ada yang membacakan langsung jawaban dan ada yang dengan menulis jawaban di kertas lalu diperlihatkan kepada para siswa.146 Di Jawa Timur, praktek kecurangan juga merebak, misalnya di Banyuwangi kecurangan berbentuk guru memberi jawaban kepada siswa, di Jombang kecurangan berupa penyebaran jawaban via sms, di Pasuruan berupa pengawas yang menjadi joki, dan di Tuban berupa penempelan jawaban di kamar mandi.147 Menurut pandangan DR. Warsono148 pelaksanaan UN 2007 ini mengindikasikan hal-hal sebagai berikut, pertama.Politik sekolah, bahwa pelaksanaan Ujian Nasional digunakan sekolah untuk mendongkrak popularitas sekolah. Sehingga, berbagai carapun digunakan untuk mencapai target lulus. Dengan keberhasilan kelulusan yang mencapai 100%, secara otomatis prestise sekolah tersebut akan melejit dan akan sangat berpengaruh terhadap penerimaan siswa baru di tahun ajaran berikutnya.
146

Pengakuan Komunitas Air Mata Guru dalam acara Republik Mimpi di Metro TV, Minggu 6 Mei

2007. Siswa Dapat Bocoran, Jawa Pos (Banyuwangi, Tuban, Jombang), 27 April 2007, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya pada acara seminar “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya, 5 Mei 2007.
148 147

Kedua, adanya ujian nasional dengan standar kelulusan yang telah ditetapkan pemerintah, mengisyaratkan ketidakpercayaan pemerintah terhadap para guru dalam melaksanakan pembelajaran, baik saat perencanaan, pemberian materi dan evaluasi yang dilakukan oleh guru. Ironis memang jika pemerintah sudah tidak percaya lagi dengan para guru. Guru sebagai profesi akal budi dan nurani dan lembaga pendidikan adalah tempat untuk melatih peserta didik berpikir, mendengar, dan mengasah nurani149sudah kehilangan kepercayaan dari pemerintah.

B. PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN 1. Tentang Mutu Pendidikan Secara etimologis, Mutu, memiliki arti sebagai berikut: Karat, baik buruk sesuatu, kwalitas, taraf atau derajat.150Menurut Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barry, mutu berarti: Kualitas; derajat; tingkat; manikam; mutiara; emas kertas; manik; karat; (nilai logam mulia); kadar emas; membungkam/diam (karena sedih).151 Sedangkan menurut pengertian konsepsional, mutu pendidikan dapat diartikan sebagai ”kemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan

149

Baskoro Poedjinoegroho E , “Sekolah Mencabik-Cabik Nurani”, Kompas, (Jakarta) 2 Mei 2007, WJS. Poerwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka 1982), 665-666. Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barry, Kamus Ilmiah Populer (Surabaya : Arkola, 1994), 505.

6.
150 151

153 Muchtar Buchory.153 Mutu adalah sebuah proses terstruktur untuk memperbaiki keluaran yang dihasilkan. 2003). bergantung pada pihak dan sudut pandang mana konsep terebut dipersepsikan. Alvabeta. mutu pendidikan cenderung masih merupakan suatu konsep yang abstrak. 1994). Terj. 154 Jerome S. 155 Moch.A. 2005). 89 – 90. Administrasi Pendidikan Dan Manajemen Biaya Pendidikan (Bandung: CV. Pengertian tersebut merujuk kepada nilai tambah yang diberikan oleh pendidikan dan pihak-pihak yang memproses serta menikmati hasil-hasil pendidikan. Dengan demikian. Spektrum Problematika Pendidikan Di Indonesia (Jogjakarta : PT. Pendidikan Berbasis Mutu : Prinsip-Prinsip Perumusan Dan Tata Laksana Penerapan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 40. Idochi Anwar. Berbagai cara berpikir telah dikembangkan untuk mencoba memberikan suatu pengertian mutu pendidikan. 75.R. artinya bahwa mutu pendidikan masih bergerak dari gagasan Ace Suryadi dan H.seumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seoptimal mungkin”152 Mutu pendidikan adalah suatu kualitas dalam sistem pengelolaan serta fungsi pendidikan yang mana akan menghasilkan mutu atau kualitas kelulusan siswa/mahasiswa dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan pengalaman guna masa depan. arti mutu pendidikan ini berkenaan dengan apa yang dihasilkan dan siapa pemakai pendidikan. mutu seringkali ditafsirkan dengan beragam definisi. Tiara Wacana. Analisa Kebijakan Pendidikan (Bandung : Remaja Rosdakarya 1994).155 Sampai saat ini. Mutu bukanlah benda magis atau sesuatu yang rumit. Tilaar. 159. Arcaro.154 Sebagai suatu konsep. 152 . tetapi dalam kenyataannya konsepsi tentang mutu ini masih tetap bergerak dalam bentuknya yang masih bersifat rethorical.

konsep efektifitas merupakan bagian dari konsep efisiensi karena tingkat efektifitas berkaitan erat dengan pencapaian tujuan relatif terhadap harganya. belum kita terjemahkan secara tepat ke dalam ukuran dan tindakan yang lebih nyata. 156 .R. jika pendidikan dianggap sebagai Ace Suryadi dan H.157 Secara ekonomis. atau jika masukan yang sekecil mungkin agar dapat menghasilkan keluaran yang sudah ditetapkan.II. Jika pendidikan kita anggap sebagai suatu komoditi pada suatu sistem ekonomi pasar yang kompetitif. keluaran dan atau masukan sudah diterapkan ukuran nilai kepuasan (utility) atau harga (price).1994). Remaja Rosdakarya. cet. Tilaar. Mengenai konsep efisiensi mana yang lebih sesuai dipakai dalam pendidikan. efisiensi selalu dikaitkan dengan efektifitas optimal yang diperoleh dengan harga masukan yang paling seminimal mungkin. Efisiensi itu sendiri merupakan suatu model yang dipinjam dari teknologi dan ekonomi.A.156 Para pemikir neo klasik seperti Douglas Windham (1986) dan Johnson (1975) menempatkan konsep mutu pendidikan secara lebih operasional dengan menggunakan model efisiensi. Secara teknis. Dengan demikian. Menurut pengertian tersebut. itu semua tergantung pada anggapan kita tentang hakikat dari suatu program pendidikan. efisiensi akan tercipta jika keluaran yang diinginkan dapat dihasilkan secara optimal dengan harga masukan yang relatif tetap. maka konsep efisiensi ekonomi lebih sesuai untuk dijadikan rujukan. efisiensi bukan merupakan konsep yang berdiri sendiri dan akan menjadi kurang memiliki arti jika tidak mengacu pada efektifitas. 161.satu ke gagasan yang lain. Sebaliknya. Analisis Kebijakan Pendidikan. 157 Ibid. 161. efisiensi akan tercipta jika. Dengan kata lain. Suatu Pengantar (Bandung : PT.

pendekatan ini disebut dengan pendekatan ekonomi. mutu pendidikan tidak dapat dipisahkan dari konsep efektifitas.public goods. Ibid.158 Efisiensi pendidikan memiliki kaitan langsung dengan pendayagunaan sumber-sumber pendidikan yang terbatas secara optimal sehingga memberikan dampak yang optimal juga. Dengan demikian. yang diekspresikan dalam ukuran- 158 159 Ibid. Keragaman cara pandang mengenai sifat dan taraf itu memungkinkan perbedaan pendekatan terhadap mutu pendidikan. sistem atau program pendidikan yang efisien ialah yang mampu mendistribusikan sumber-sumber pendidikan secara adil dan merata agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mendayagunakan sumber-sumber pendidikan tersebut dan mencapai hasil yang maksimal. disebut pendekatan nilai instrinsik pendidikan. cenderung ditandai dengan pola penyebaran dan pendayagunaan sumber-sumber pendidikan yang sudah ditata secara efisien.159 Secara substantive. . keadilan dan pemerataan. Suatu program pendidikan yang efisien. Dalam pengertian ini. maka asumsi pemerataan. program pendidikan yang efisien adalah yang mampu menciptakan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan akan sumber-sumber pendidikan sehingga upaya pencapaian tujuan tidak mengalami hambatan. sedangkan taraf menunjukkan kedudukan dalam skala. keadilan dan efisiensi teknologis lebih dianggap relevan untuk menilai suatu program pendidikan bermutu. Pendekatan pertama. mendasarkan diri pada deskripsi mengenai relevansi pendidikan dengan dunia kerja. 162-163. 162. Pendekatan kedua. mutu mengandung sifat dan taraf. Sifat adalah sesuatu yang menerangkan keadaan.

Berdasarkan pemahaman demikian maka mutu proses menunjukkan kebermutuan subsistem dalam proses. Ibid. 41. mutu proses pendidikan dapat diukur dengan indikator-indikator sebagaimana dirinci oleh Makmun (1997) 160 161 Moch. 40-41. dan kemampuan intelektual yang sesuai dengan harapan dan tujuan pendidikan nasional.162 Subsistem tindakan kerja adalah komponen organisasi yang menentukan ukuran kemampuan sistem dalam melaksanakan apa yang seharusnya dikerjakan. 162 Ibid. 41. 163 Ibid. . yang meliputi tindakan kerja.161 Konsep tersebut didasarkan atas asumsi bahwa pendidikan sebagai sistem terbuka mengandung subsistem masukan dan umpan balik secara internal serta eksternal.163 Ditelaah dari sudut kinerja sistemnya.160 Pemahaman atas mutu proses pendidikan perlu dibenahi oleh pengertian proses. Sedangkan fungsi subsistem monitoring adalah kontrol sistem terhadap kegiatan dan akuntabilitas subsistem dalam hubungan sinergiknya di seluruh sistem. Subsistem komunikasi berfungsi memproses dan memberikan informasi yang memadai mengenai seluruh tahapan tindakan sistem dan subsistem. 41.ukuran sikap. Idochi Anwar. Konsep proses menurut Sudjana dan Susanta (1989) merujuk kepada kegiatan penanganan transformasi masukan-masukan melalui subsistem pemrosesan menjadi keluaran-serta hasil-hasil yang berasal dari masukan dan tindakan berikutnya-melalui umpan balik dan evaluasi keluaran. Administrasi Pendidikan Dan Manajemen Biaya Pendidikan. kepribadian. komunikasi dan monitoring.

Produktifitas. komponen. Hal tersebut juga didukung oleh sarana dan prasarana pendidikan. serta sumber belajar yang memadai.al. pelaksana.164 Mutu pendidikan atau mutu sekolah (yang) tertuju pada mutu lulusan merupakan sesuatu yang mustahil. Proses pendidikan yang bermutu harus didukung oleh personalia. seperti administrator. 41.165 Mutu pendidikan bersifat menyeluruh. 6-7 166 Ibid. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah (Konsep. Nana Syaodih Sukmadinata. 2003). 165 164 . guru. serta lingkungan yang mendukung. Dan Instrumen).166 Pendapat lain menyatakan bahwa Mutu Pendidikan dalam tingkat dasar sampai atas adalah kemampuan sistem pendidikan dasar sampai tingkat atas baik dari segi pengelolaan maupun dari segi proses pendidikan itu sendiri. pelaku. Relevansi. satu kegiatan. manajemen yang tepat. jika tidak melalui proses pendidikan yang bermutu pula. Kegiatan pendidikan cukup kompleks. pendidikan atau sekolah menghasilkan lulusan yang bermutu. komponen. terjadi proses pendidikan yang bermutu jika tidak didukung oleh faktor-faktor penunjang proses pendidikan yang bermutu pula. hasil pendidikan yang bermutu dapat dicapai hanya dengan satu komponen atau kegiatan yang bermutu. Adalah sesuatu yang tidak mungkin. Merupakan sesuatu yang mustahil pula. 7. Akuntabilitas. konselor dan yang bermutu dan profesional.yaitu: Efisiensi. pelaku. Prinsip. diarahkan Ibid. fasilitas. baik mutu maupun jumlahnya dan biaya yang mencukupi. (Bandung : PT. media. serta waktu lainnya. Refika Aditama. Efektifitas. dan kegiatan pendidikan atau disebut sebagai mutu total atau “Total Quality”. waktu. terkait dan membutuhkan dukungan dari kegiatan. et. menyangkut semua komponen. Kesehatan organisasi dan Semangat berinovasi.

et.167 Peningkatan mutu pendidikan yang telah kita laksanakan baru menyentuh sisi teknis dari pendidikan. 108. antara lain:169 1. . Peningkatan mutu pendidikan menuntut kepemimpinan profesional dalam bidang pendidikan. Nana Syaodih Sukmadinata.Tilaar. 167 168 Ace Suryadi –H. Kesulitan yang dihadapi para profesional pendidikan adalah ketidakmampuan mereka dalam menghadapi “kegagalan sistem” yang mencegah mereka dari pengembangan atau penerapan cara atau proses baru unuk memperbaiki mutu pendidikan yang ada. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah. kemandirian.A.168 Dalam melaksanakan program peningkatan mutu pendidikan. pengembangan sumber daya manusia menuju aktualisasi diri. all. 2. 169 Ibid. tetapi belum kita sentuh. Beberapa bukti empiris yang pada dasarnya mengarah pada suatu kesimpulan bahwa hanya melalui upaya pengerahan kekuatan daerah (desentralisasi) yang dapat menolong kita untuk secara sustainable meningkatkan mutu pendidikan. Seperti: mobilisasi kekuatan daerah. Analisis Kebijakan Pendidikan. 159.R. maka ada beberapa prinsip yang perlu dipegang sebagai acuannya. dan aspek-aspek lain yang menyangkut otonomi dan profesionalisasi. Managemen mutu pendidikan merupakan alat yang dapat digunakan oleh para profesional pendidikan dalam memperbaiki sistem pendidikan bangsa kita.secara efektif untuk meningkatkan nilai tambah dari faktor – faktor input agar menghasilkan output setinggi – tingginya. Banyak sisi lainnya yang memiliki dampak penting dalam peningkatan mutu pendidikan. 9-11. akuntabilitas.

team work. Para profesional pendidikan harus membantu para siswa dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan guna bersaing didunia global. akuntabilitas.3. Kunci utama peningkatan mutu pendidikan adalah komitmen pada perubahan. pengawas dan pimpinan kantor diknas mengembangkan sikap yang terpusat pada kepemimpinan. Norma dan kepercayaan lama harus diubah. Mutu pendidikan dapat diperbaiki jika administrator. Demikian juga dengan staf administrasi. guru. Sekolah harus belajar bekerjasama dengan sumber-sumber yang terbatas. pimpinan dapat dengan mudah mendorong mereka menemukan cara baru untuk memperbaiki efisiensi. 4. 5. Ketakutan pada perubahan atau takut melakukan . Jika semua guru dan staf sekolah memiliki komitmen pada perubahan. staf. Peningkatan mutu pendidikan harus melakukan loncatan-loncatan. menyelesaikan masalah dan mengembangkan program baru. membimbing. Guru akan menggunakan pendekatan yang baru atau modelmodel mengajar. kerja sama. ia akan menggunakan proses baru dalam menyusun biaya. dan melatih dalam membantu perkembangan siswa. Uang bukan kunci utama dalam usaha peningkatanmutu. Uang tidak menjadi penent dalam peningkatan mutu. 6. Banyak profesional dibidang pendidikan yang kurang memiliki pengetahuan dan keahlian dalam menyiapkan para siswa memasuki pasar kerja yang bersifat global. dan kualitas layanan pendidikan. dan rekognisi. produktifitas.

Ditjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. peningkatan mutu dapat dicapai melalui perubahan yang berkelanjutantidak dengan program-program singkat. orang tua maupun masyarakat. Program peningkatan mutu dalam bidang komersial tidak dapat dipakai secara langsung dalam pendidikan. Dengan menggunakan sistem pengukuran. 7. Depdiknas. lingkungan dan proses kerja tiap organisasi berbeda. Masyarakat dan manajemen pendidikan harus menjauhkan diri dari kebiasaan menggunakna “program singkat”. tetapi membutuhkan penyesuaianpenyesuaian dan penyempurnaan. baik terhadap siswa. 170 . 8. “UN dan Peningkatan Mutu Pendidikan” Kompas (Jakarta) 14 Mei 2007. UN yang hanya menguji tiga Kunandar. apakah ujian nasional dapat meningkatkan mutu pendidikan? menurut Kunandar170. baik yang pro maupun yang kontra. Pertanyaannya kemudian. Ujian Nasional 2007 dan Peningkatan Mutu Pendidikan Ujian nasional 2007 telah berlalu. memungkinkan para profesional pendidikan dapt memperlihatkan dan mendokumentasikan nilai tambah dari pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan. Salah satu komponen kunci dalam program mutu adalah sistem pengukuran. 2. Adu argumen telah dikemukakan oleh masing-masing pihak. Budaya. Kunandar adalah widyaiswara di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) DKI Jakarta.perubahan akan mengakibatkan ketidaktahuan bagaimana mengatasi tuntutantuntutan baru. karena: Pertama. untuk mengukur peningkatan mutu pendidikan berlandaskan ujian nasional sangatlah tidak tepat. Para profesional pendidikan harus dibekali oleh program yang khusus dirancang untuk menunjang pendidikan. 14.

Robert Bala dalam artikelnya menawarkan konsep “Reengineering Proses Pembelajaran”. input. Bagaimana bias mutu pendidikan dikatakan meningkat dengan standar kelulusan yang rendah. Kedua. proses dan out put bahkan outcame pendidikan. Kompas (Jakarta). kepala sekolah. dengan standar kelulusan nilai rata-rata 5. dalam penyelenggaraan UN ada indikasi terjadi rekayasa hasil UN di lapangan. Re-Engineering Proses Pembelajaran.171Menurutnya. Tradisi kelulusan 100 persen seolah “menghipnotis” para pelaku pendidikan di lapangan. Sudah saatnya pemerintah menempatkan semua mata pelajaran secara sama (tidak menganakemaskan mata pelajaran tertentu dan memarjinalkan mata pelajaran yang lainnya). terutama guru. Untuk mengukur standar mutu pendidikan harus dilihat struktur pendidikan secara menyeluruh. termasuk non akademis. Meningkatkan mutu pendidikan tentu saja tidak sesederhana hanya dengan menguji tiga amta pelajaran lalu dijadikan generalisasi dan justifikasi tentang mutu pendidika. 17 April 2007. 171 Robert Bala. Kesan adanya “Mark Up” nilai dalam UN sulit dihindari. 7. Menjustifikasi mutu pendidikan hanya dari tiga mata pelajaran tersebut merupakan sikap yang kurang bijaksana dan terlalu menyederhanakan persoalan.mata pelajaran tidak serta merta dapat dijadikan indikator tentang mutu pendidikan. Ujian nasional sebagai alat pengukuran hasil proses pembelajaran selama ini memang harus mendapatkan evaluasi bersama.00 untuk tiga mata pelajaran yang di-UN-kan sulit dijadikan parameter peningkatan mutu pendidikan. Ketiga. dan dinas pendidikan agar siswanya dapat lulus 100 persen. Maka dibentuklah “tim sukses” dengan tugas agar siswanya dapat lulus 100 persen. .

komponen perekayasaan ulang perlu dilakukan sebagai cara untuk melihat dan meningkatkan mutu pendidikan. Keterampilan. Guru diberi kewenangan untuk mengembangkan silabus pendidikan berbasis pada lokalitas tanpa melupakan realitas global. Komponen rekayasa ini meliputi: 1. atau . bahkan kreatifitas manusia (Humanware) 3. b. Siswa diberi kebebasan dan kepercayan untuk memiliki kemampuan suportif dan inovatif serta kreatif dengan pemahaman akan “Pengetahuan Bagaimana (Know How)” dan berujung pada lahirnya “Pengetahuan Mengapa (Know Why)” yang kreasi berdaya saing internasional. 2) Kemampuan kreatif dan inovatif bisa dicapai jika cakupan wilayahnya kecil. sehingga: a. Dokumen fakta (Infoware) 4. ia berpendapat bahwa pendidikan kita saat ini masih terseok-seok di ranah Technoware an sich. artinya: a. Institusi ynag mengoordinasi proses produksi (Orgaware) Keempat komponen tersebut harus saling melengkapi satu dengan yang lain. Berhubungan dengan Ujian Nasional 2007. Pemerintah daerahlah yang yang lebih mengenal konteksnya merancang ujian yang lebih sesuai. Sebagi solusinya ia menawarkan: 1) Pendidikan adalah medium atau ruang kreatif. keahlian. Fasilitas fisik (Technoware) 2.

. Sekolahlah yang berhak atau bertanggungjawab meluluskan seseorang.b.

REFLEKSI UJIAN NASIONAL 2007 Ujian nasional 2007 telah usai. berbagai pro dan kontra telah mewarnai perjalanannya. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia 6. Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 disebutkan beberapa tugas negara yaitu: 5. Dalam konteks lokalitas. perdamaian abadi dan keadilan sosial Sedangkan pasal-pasal yang bertalian erat dengan pendidikan terdapat pada Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 yang berbunyi: 1) Ayat (1) : setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.BAB IV ANALISA DATA A. Mencerdaskan kehidupan bangsa 8. kita tentu sudah paham bahwa pelaksanaan ujian nasional 2007 merupakan bagian dari usaha pemerintah untuk melaksanakan amanat UndangUndang Dasar 1945 baik yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 maupun yang terdapat pada batang tubuhnya. Pelaksanaaan ujian nasional 2007 tidak terlepas dari kondisi lokalitas (dalam negeri) tetapi juga bertalian erat dengan kondisi global (internasional). Selanjutnya dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) tahun 2003 disebutkan: . Memajukan kesejahteraan umum 7. 2) Ayat (2) : setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

penilaian. yaitu standar isi. Standarisasi Pendidikan. Reformasi Pendidikan. biaya serta sarana dan prasarana. kompetensi. c) Pasal 11 ayat 2 : pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun.a) Pasal 5 ayat 1 : setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. hal-hal yang terkait dengan reformasi pendidikan adalah: a) Presiden mendeklarasikan guru sebagai profesi pada desember 2004 b) Pembentukan direktorat jenderal peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan (ditjen PMPTK) c) Disahkannya uu guru dan dosen pada tahun 2005 2. pengelolaan. hal-hal yang terkait dengan hal ini adalah: a) PP 19 tahun 2005 telah dikeluarkan standar nasional pendidikan. b) Pasal 6 ayat 1 : setiap warga negara yang berusia tujuh samapai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. pendidik dan tenaga pendidikan. proses. 5 Mei 2007 172 . Program-program tersebut meliputi:172 1. ada berbagai kebijakan pemerintah dalam hal pendidikan yang berdampak massal. Pada kurun waktu 2004-2009. b) Pelaksanaan UN untuk mengukur pencapaian standar kompetensi c) Akreditasi program dan satuan pendidikan Presentasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur disampaikan pada diskusi publik “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara Dalam Belitan Neoliberalisme ” Kampus Sastra Unair Surabaya.

3. Pendanaan biaya operasional sekolah, meliputi: a) Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan BOS buku b) Program bantuan operasional manajemen mutu (BOMM) SMK dan SMA 4. Subsidi kepada peserta didik, meliputi: a) Bantuan khusus murid (BKM) untuk siswa miskin tingkat SMA dan SMK b) Beasiswa untuk mahasiswa yang berprestasi dan mahasiswa miskin c) Subsidi keaksaraan untuk daerah buta aksara 5. Penyediaan dan rehabilitasi prasarana dan sarana pendidikan, meliputi: a) Rehabilitasi gedung SD/MI/SDLB, SMP/MTS/SMPLB, dan

SMA/MA/SMK/SMALB b) Unit Sekolah Baru (USB) TK, SMP/MTS/SMPLB, dan

SMA/MA/SMK/SMALB c) Ruang Kelas Baru (RKB) TK, SMP/MTS/SMPLB dan

SMA/MA/SMK/SMALB d) Pengadaan buku teks untuk SD/MI/SDLB DAN SMP/MTS/SMPLB e) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yaitu: Jardiknas dan Inherent f) Fasilitas taman bacaan masyarakat (TBM) di kab./kota dan kecamatan 6. Peningkatan mutu proses pembelajaran, meliputi: a) Desentralisasi Kurikulum

b) Penerapan kurikulum berbasis kompetensi melalui KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) c) Pembelajaran berbasis TV pada SMP bekerjasama dengan TVRI d) Pembelajaran berbasis TIK pada SMA, SMK dan Perguruan Tinggi (PT) 7. Penguatan tata kelola, meliputi: a) Penerapan manajemen berbasis kinerja b) E-Procurement c) Peningkatan kompetensi aparat dibidang akuntansi dan keuangan d) Aplikasi sistem dan proseduri akuntansi/keuangan sesuai standar akuntansi instansi e) Inventarisasi barang negara f) Penerapan SIM berbasis TIK (e-government) Mengenai konteks global yang dimaksudkan adalah adanya program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan PBB sejak tahun 2000 dengan deadline waktu tahun 2015. Program ini meliputi 8 titik fokus utama, yaitu: 1. Bidang kemiskinan, dengan target menghapuskan

kemiskinan dan kelaparan sampai separuh. 2. Bidang pendidikan, dengan target pendidikan dasar utuk

semua (Education For All) 3. Bidang kesetaraan gender, dengan target menghapuskan

diskriminasi gender dan pemberdayaan perempuan

4.

Bidang kematian anak, dengan target mengurangi tingkat

kematian bayi dan anak di bawah usia lima tahun 5. Bidang kesehatan ibu, dengan target memeprbaiki

kesehatan ibu dan mengurangi angka kematian ibu sampai tiga perempatnya 6. Bidang penyakit, dengan target mencegah penyebaran

HIV/AIDS, malaria dan penyakit infeksi lainnya 7. Bidang lingkungan, dengan target mengintegrasikan

prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam program nasional dan merehabilitasi sumber daya alam yang rusak 8. Bidang kerjasama, dengan target membangun tatanan

perdagangan dan keuangan yang terbuka dan akuntabel, mengupayakan jalan keluar menyeluruh atas utang negara berkembang dan miskin, akses obat-obatan yang penting di negara berkembang, alih teknologi dan penciptaan lapangan kerja Dalam laporan A Failure Within Reach (2006) yang didasarkan pada capaian program MDGs di atas, Indonesia menempati kelompok terbawah bersama Banglades, Laos, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Papua Nugini dan Filipina.173 Hal lain yang juga dapat dijadikan landasan peningkatan mutu pendidikan adalah adanya Human Development Index/HDI (Indek peningkatan kualitas sumber daya manusia) yang meliputi: perekonomian, kesehatan dan pendidikan. Bila diukur dengan landasan ini posisi Indonesia masih jauh tertinggal.

173

Razali Ritonga, “MDGs dan Komitmen Pemerintah”, Kompas (Jakarta), 27 Maret 2007, 6.

Rasiyo bahwa selain melaksanakan UN. Kompas (Surabaya). Hal. Syarat lainnya adalah: (a) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Jika menunggu semua standar. Hal ini juga sesuai dengan apa yang dikatakan oleh kepala pdinas pendidikan dan kebudayaan Jawa Timur DR. Banyak sekolah (jika kita enggan menggunakan kata seluruhnya) telah menyediakan waktu khusus untuk menghadapi kedatangan Ujian nasional 2007. masih terdapat berbagai kekurangan-kekurangan yang terjadi.(d)Lulus Ujian Nasional. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan pembiayaan juga distandarkan. 27 April 2007. 175 174 . dan kelompok mata pelajaran jasmani.Melihat kondisi negara yang terpuruk inilah maka eksistensi pendidikan perlu mendapat perhatian yang lebih. Ada yang berupa penyediaan hari sabtu untuk membahas mengenai soalUjian Nasional Harus Diperbaiki. UN tidak pernah terlaksana. Harus diakui pendidikan merupakan tulang punggung negara dalam mencetak generasi penerus bangsa. ini berakibat pada terjadinya perlakuan yang berbeda dalam menghadapi ujian nasional. Dengan niatan awal untuk mengejar ketertinggalan standar kelulusan dengan negara tetangga (Singapura. Malaysia. Kondisi pendidikan kita yang masih terpuruk jugalah yang merupakan latar historis dilaksanakannya ujian nasional 2007. secara perlahan sarana.175 ternyata dianggap sebagai faktor kunci kelulusan. (b) Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan ahlak mulia. A. dan kesehatan. Ujian nasional 2007 yang digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan kelulusan siswa. tenaga pendidikan. antara lain: 11.174 Namun. (c) Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. kelompok mata pelajaran estetika. Thailand) maka pada tahun 2003 mulailah dilaksanakannya ujian nasional. Pada pelaksanaannya yang ke 4 yakni tahun 2007. olahraga. dengan bergulirnya waktu niatan baik diawal program ini mengalami degradasi dari waktu ke waktu.

kecerdasan. maka ujian nasional 2007 juga terasa kurang dapat di terima.soal ujian nasional tahun sebelumnya atau dengan cara menghadirkan lembaga bimbingan belajar ke sekolah. kepribadian. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. (b). (d). artinya bersifat mendidik. Pendidikan diselenggarakan suatu proses pembudayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.177Sedangkan pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. antara lain: Pedagogis. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. bangsa dan Negara. 177 (UU Sisdiknas. mengingat ada beberapa prinsip evaluasi yang tidak tercakup. pendidikan adalah: Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. dan mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam proses pembelajaran. nilai keagamaan. dan kemajemukan bangsa. (c). Dilihat dari sisi evaluasi. nilai kultural. (e). Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. akhlak mulia. Dalam UU Sisdiknas disebutkan. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar agar menjadi manusia yang beriman dan bertawwa Dalam UU Sisdiknas disebutkan. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. Guru dan Dosen (Pasal 1)) 176 . Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. Hal ini juga terasa sangat jauh dari arti pendidikan dan tujuan pendidikan nasional itu sendiri. menulis. Ada berbagai kejadian yang itu jauh dari sisi pendidikan. masyarakat. membangun kemauan. 12. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. pengendalian diri. Fakta di lapangan ternyata berbicara lain. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. (f). Terkuaknya berbagai kecurangan yang terjadi menandakan bahwa ujian nasional 2007 jauh dari prinsip pedagogis (hal ini pula bertentangan dengan prinsip penyelenggara pendidikan176). Prinsip Penyelenggara Pendidikan meliputi: (a).

kegiatan pembelajaran (yang tereduksi dengan latihan soal-soal. Bab II Dasar. sehingga Ibid. Dalam teori trianggulasi dikenal tiga keterpaduan yang harus ada dalam pelaksanaan evaluasi. 180 Yonky Karman. “UN dan Peningkatan Mutu Pendidikan”. melipat bahasa artinya mengurangi jumlah kata. kreatif. maka terjadi pengabaian terhadap bidang-bidang studi lain yang penting dalam nation and character building. dianggap mereduksi makna belajar. Kegiatan pembelajaran dan Evaluasi. ”Pendidikan dan Regenerasi Bangsa”. berarti merubah ukuran luas kertas sehingga menjadi lebih kecil. menghafal soal. maka terjadi ketidaksesuaian baik antara tujuan pembelajaran. 6. yaitu: Tujuan pembelajaran. dan evaluasi. berarti ujian nasional 2007 telah mengebiri hakikat pendidikan179 dan pendangkalan tradisi intelektual180karena dengan mengedepankan tiga mata pelajaran yang diujikan. 13. Dilihat dari sisi ini. Kompas. Kalau hal ini terjadi. berilmu.178 Hal ini juga akan sangat berbenturan jika dihadapkan pada prinsip trianggulasinya Suharsimi Arikunto. dll).181 Semisal Melipat kertas. Hal ini juga berkesesuaian dengan apa yang dikatakan oleh Yasraf Amir Piliang dengan dunia yang dilipat. Kondisi ini bisa menyebabkan sekolah beralih fungsi dari wahana internalisasi nilai-nilai positif menjadi hanya sebagai bimbingan belajar untuk tiga mata pelajaran yang di ujikan. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. 14 Mei 2007. 2004). Kompas. 12 Mei 2007. cakap. Ujian nasional 2007 yang mengujikan tiga mata pelajaran. 179 178 . akan tetapi sekaligus menambah ukuran tebalnya. berakhlak mulia. “Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan” (Yogyakarta & Bandung.kepada Tuhan Yang Maha Esa. sehat. 48. 14. Membuat siswa hanya berkonsentrasi pada tiga mata pelajaran yang diujikan. Jalasutra. Fungsi dan Tujuan Kunandar. 181 Yasraf Amir Piliang.

pasti ada hal-hal yang di persingkat/dikurangi dan disisi lain akan ada hal-hal yang ditambahi. linguistic. spatial. melipat spiritual artinya meredusir dimensi-dimensi spiritual yang komplek menjadi dimensi tanda dan gaya (gaya hidup). dan interpersonal. melipat ruang artinya memperpendek waktu yang digunakan untuk menempuh jarak ruang. kinesthetic. Howard Gardner. Dengan demikian. tetapi sekaligus mempersempit ruang relasi fisik dan sosial di dalamnya. tetapi sekaligus meningkatkan entropi (entropy) atau ketidakpastian maknanya. akan tetapi sekaligus mempersempit waktu refleksi dan perenungan didalamnya. ahli psikologi pendidikan dari Amerika Serikat. dan relasi sosial yang komplek menjadi dimensi yang lebih ringkas. melipat waktu artinya memampatkan waktu dalam pengertian memperkecil waktu yang diperlukan untuk satu pergerakan atau perpindahan (movement). menjelaskan dalam teori multiple intelligence bahwa kecerdasan anak didik majemuk. melipat sosial artinya meredusir sistem. Jenis-jenis kecerdasan yang dimaksud Gardner di antaranya logic-mathematic. dimensi. akan tetapi sekaligus membunuh relasi sosial yang nyata. “Carut-marut Ujian Nasional” www. misalnya dimensi citra (image). personal. Maka jika dihubungkan dengan permasalahan di atas. setiap ada pelipatan. Taufik.menjadi lebih padat dan ringkas.net diakses tanggal 20 April 2007. .vhrmedia. Ujian Nasional sebagai satu-satunya penentu kelulusan anak didik adalah sebuah pengingkaran terhadap kodrat manusia yang berbeda-beda dalam bentuk dan kemampuannya. akan tetapi melenyapkan dimensi-dimensi kedalaman dan transendentalnya.182 182 M. tetapi mungkin lemah dalam kecerdasan yang lain. Setiap anak memiliki salah satu atau beberapa kecerdasan yang menonjol.

dan Unas Jadi Lahan Bisnis menggiurkan. 16. Posisi guru digantikan oleh Trainer dari bimbingan belajar. 183 . 16 Maret 2007. Kompas (Jakarta). Kompas (Surabaya). sebab hal ini berarti pihak sekolah dan orang tua murid tidak percaya (distrust) dengan kemampuan para guru. Persentase kelulusan ini akan mengubah citra sekolah. 12. Dan. sehingga perhatian guru. Fenomena bimbingan tes ini cukup merisaukan. dan murid terarah pada ujian nasional.183 15. Padahal seharusnya belajar itu ialah suatu yang mempunyai makna bagi siswa. Sekolah Andalkan Bimbingan Belajar. Jawa Pos (Jakarta). Penentuan kelulusan yang menjadi kewenangan pemerintah dapat dimaknai dengan pengambilalihan wewenang guru sebagai orang yang paling paham mengenai proses pembelajaran dan mengetahui bagaimana kompetensi kognitif. Menurut Lodi Paat (pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta)184 bahwa Belajar menjadi sebatas bagaimana menyelesaikan soal-soal ujian nasional dan trik-trik untuk menjawabnya. 11 April 2007. Dengan dilaksanakannya ujian nasional 2007. artinya para pengelola sekolah berjuang sekuat tenaga untuk membuat formulasi yang ampuh bagaimana siswanya dapat lulus 100 persen. Ini dampak dari sistem. membuat sekolah “Kebakaran Jenggot”. Kelanjutan dari fenomena ini adalah kita melupakan arti proses dalam pembelajaran dan membuat para siswa menjadi orang-orang yang lebih mementingkan hasil dari pada proses. formulasi yang banyak dilakukan di sekolah-sekolah adalah dengan menggandeng lembaga bimbingan belajar atau bimbingan tes. 7 Maret 2007. Makna itu kini sudah terkalahkan karena semua sibuk dengan ujian nasional dan prediksi soal-soalnya. 184 Bimbingan Tes Masuk Lewat “Tender”.14. Orang akan menganggap sekolah yang tingkat kelulusannya tinggi sebagai sekolah yang lebih baik atau bermutu tinggi dibandingkan dengan sekolah yang persentase kelulusannya rendah.

Mereka malah mempertahankan peraturan melalui transformasi penyatuan para pemimpin budaya. sosial. rather than describing a reality” yaitu perwujudan dari sebuah keinginan. hegemoni dalam taraf ini adalah hegemoni kelas tiga atau hegemoni minimum (Minimum Hegemony). yaitu: Hegemoni yang bersandar pada kesatuan ideologis antara elit ekonomis. Pengambilalihan wewenang ini juga dapat dimaknai sebagai ketidakpercayaan pemerintah terhadap eksistensi guru. or a nostalgia. maupun ekonomi yang secara potensial bertentangan dengan “negara baru” yang dicita-citakan oleh kelompok hegemonis itu. warga negara yang sudah tertanam pada otaknya bahwa dengan ujian nasional mereka akan dapat melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan ini berbanding lurus dengan akan adanya masa depan yang lebih baik (A Will And A Hope). Hal ini juga dapat dibaca sebagai bentuk hegemoni dan penerapan Repressive State Apparatuse/Ideological State Apparatuse negara terhadap warga negaranya. 185 . politik.afektif dan psikomotor dari anak didiknya. hal ini dapat dipahami sebagai salah satu bentuk penerapannya. harapan atau kenangan indah masa lalu yang digambarkan dari realitas. Dengan demikian. Warga negara dibuat tidak berdaya dan harus sami’na wa atho’na dengan segala kebijakan pemerintah.185Lulus berarti sukses. kelompokkelompok hegemonis tidak mau menyesuaikan kepentingan dan aspirasi-aspirasi mereka dengan klas lain dalam masyarakat. a hope. tidak lulus berarti gagal. Sejalan dengan kategori itu. lulus berarti sama dengan memiliki masa depan cerah. dan intelektual yang berlangsung bersamaan dengan keengganan terhadap setiap campur tangan massa dalam hidup bernegara. Dalam sisi ideologi. politis. Dalam lingkaran konsep Ideological State Apparatuse dan Repressive State Apparatuse. tidak Perlu diingat bahwa konsep ideologi dari Althusser adalah “Expresses a will. Dalam konsep hegemoni Gramsci.

Ketiga. pendidikan untuk mengurangi korupsi harus berupa pendidikan nilai. Editorial Media Indonesia. dan Isu Kecurangan Merebak Di Mana-mana. Pertama. manipulatif. “Pendidikan Anti Korupsi”. pemberian jawaban via sms. 17. 21 April 2007. Padahal pendidikan watak merupakan hal yang sangat penting untuk menyelesaikan degradasi moral negara ini. “Ujian Nasional Yang Menghakimi”. pendidikan untuk membasmi korupsi sebaiknya berupa persilangan (Intersection) antara pendidikan watak dan pendidikan kewarganegaraan. Siswa Dapat Bocoran. korupsi hanya dapat dihapuskan dari kehidupan kita secara berangsur-angsur. bisa dilakukan dalam ujian. 19 April 2007. mengindikasikan semakin jauhnya nilai-nilai pendidikan kejujuran. Bagai pungguk merindukan bulan!. suka menghalalkan segala cara. 21. Kompas (Jakarta) 19 April 2007. pencurian bahan ujian oleh salah satu kepala sekolah di Ngawi. kolutif. Berbagai bentuk kecurangan itu antara lain: pemberian jawaban oleh guru. apalagi jika dibenturkan lagi dengan tujuan pendidikan nasional.lulus artinya suram bahkan gelap nasibnya di kemudian hari. yaitu pendidikan untuk mendorong setiap generasi menyusun kembali sistem nilai yang diwarisi. 188 Muchtar Buchori. Yang diperkuat dengan berbagai aparat negara yang bersifat memaksa (Represif). Menurut Mochtar Buchori188 ada tiga gagasan mengenai pendidikan anti korupsi.186 Dengan adanya kepercayaan yang seperti inilah akhirnya masyarakat tidak mampu untuk melawan. Tujuan pendidikan yang menginginkan adanya perubahan perilaku pada peserta didik mustahil tercapai. Hal ini berimbas pada munculnya para generasi muda yang tidak jujur. penempelan kunci jawaban di kamar mandi. 187 186 . Ketidakberdayaan masyarakat ini dikarenakan adanya sistem yang bermain yaitu berupa kebijakan dari negara yang harus mereka taati. Jawa Pos (Surabaya) 27 April 2007. Berbagai kecurangan yang menyeruak ke permukaan dalam pelaksanaan ujian nasional 2007187. Kedua. Kompas. Dan juga berupa instruksi kepala dinas pendidikan untuk membocorkan soal dan siswa pandai yang ditunjuk menukar jawaban kepada teman-teman seruangan.

menghafal soal dan trik-trik mengerjakan soal obyektif menunjukkan sikap instan dalam penguasaan ilmu pengetahuan. yang berarti kemudahan yang luar biasa. . 16 Mei 2007. Adapun cara yang belajar dengan drill soal. sikap menghalalkan segala cara demi tujuan lulus ujian. Kecurangan dakam ujian nasional terasa sekali menunjukkan mentalitas menerabas. Kompas. Cara belajar ini tidak menuntut eksplorasi cipta. Kelanjutan dari fenomena ini adalah terciptanya generasi yang suka menghalalkan segala cara. indikatornya berupa keinginan manusia untuk melakukan segala sesuatu dengan cepat/instan. Maka dalam hal kecurangan ujian ini para siswa enggan untuk berusaha dan berkeinginan untuk mendapatkan hasil yang secepatnya (lulus) tanpa jerih payah. kompetensi dan kecerdasan dalam menguasai ilmu pengetahuan hanya diukur dari kemampuan memilih jawaban secara cepat dan tepat untuk mendapatkan skor tertinggi.189 189 Fathurrofiq. 12. grusa-grusu. rasa dan karsa anak didik terhadap substansi kompetensi ilmu pengetahuan. Jika dalam sisi sosiologis. Implikasinya. Pendapat Koentjoroningrat tentang mentalitas menerabas dan budaya instan bangsa terasa terjadi sudah.Fenomena ini juga dapat dipahami sebagai sebuah dampak dari pengaruh ruang dan waktu yang dilipat/pelipatan ruang dan waktu. Lambat laun kondisi seperti ini akan menjadi sebuah life style (gaya hidup). Semisal keinginan kita untuk mendapatkan berbagai informasi telah disediakan oleh teknologi yang namanya internet. Ujian nasional alih-alih sebagai kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan justru telah menihilisasi budaya belajar. try out. dan segera/instan. “Nihilisasi Budaya Belajar”. kita bisa mengaksesnya kapanpun dan dimanapun kita suka.

192Hal ini semakin membuat miris harapan kita menciptakan generasi yang cerdas. Kompas (Karanganyar). Di Surabaya misalnya. Di Samarinda.18. Persentase kelulusan baik di tingkat SMP/sederajat dan SMA/sederajat memang lebih baik dari tahun kemarin. 13 Juni 2007 Lulus. Jawa Pos (Surabaya). Sedangkan untuk SMA swasta. 25 Juni 2007. Jawa Pos (Samarinda). bahkan ada yang meneruskannnya dengan aksi “raba” pada siswi yang terjaring “operasinya”. inikah hasil proses pembelajaran di negeri ini? Kejadian lainnya yang juga mengiringi pengumuman kelulusan adalah berita gantung diri siswi bernama Endang Lestari (Siswi SMPN 1 Kerjo kabupaten Karang Anyar Jawa Tengah) karena tidak lulus ujian nasional. Terdapat hanya 6 sekolah dari 22 sekolah SMA negeri di Surabaya yang terdapat siswa tidak lulus. ada konvoi sepeda motor. ada siswa yang hanya mengenakan celana dalam dalam aksinya. 24.190Namun yang menjadi permasalahan adalah “pesta kelulusan” yang dilakukan sangat tidak mencerminkan manusia yang terdidik. 190 191 Masih Ada Konvoi Di Jalanan. Disiram dan Diraba. Siswa Gantung Diri. perlakuan yang tak senonohpun terjadi. terdapat 10 SMA awasta yang siswanya tidak lulus. dari 137 sekolah yang ada. beriman dan bertaqwa kepada tuhan dan tujuan lainnya yang terdapat dalam tujuan pendidikan nasional. Ada pesta coratcoret. 17 Juni 2007 192 Tidak Lulus UN. para siswa yang lulus ujian disiram dengan air comberan oleh warga. sudah tidak ada lagi sekolah yang tidak lulus 100 persen. bahkan di Bojonegoro selain berkonvoi.191Kita patut bertanya. . berakhlak mulia.

MIMPI PENDIDIKAN BERMUTU Pelaksanaan ujian nasional 2007 ini merupakan bagian dari proses evaluasi pendidikan. maka hasil dari ujian nasional 2007 tentu saja tidak dapat dijadikan sebagai penjamin mutu pendidikan secara 193 Peraturan Pemerintah No 19 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan . dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur.193 Sebagai salah satu bagian dari proses evaluasi. jenjang. Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian.B. dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan. penjaminan.

Pembelajaran. 2006). Penilaian dan d). Manajemen (pembagian tugas. Perencanaan. pengawas dan administrator harus menyediakan bahan serta alat–alat (resources) yag dibutuhkan guru dan staf e) Peran guru dan staf. Tantangan utama untuk pendidikan bermutu adalah menghilangkan hambatan–hambatan organisasional yang menghambat orang untuk berhasil. Kebijakan mutu dan harapan 2. meliputi: a). berorientasi pada: a). dan administrator memberikan fokus serta pengarahan terhadap sekolah. 14-15. b). diperlukan kepemimpinan yang berorientasi pada mutu. Semua orang dalam piramida kepemimpinan mutu adalah pemimpin.197 Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apa gunanya Ujian Nasional?. d) Dalam piramida kepemimpinan mutu.Learning to Life Together 2. Perangkat atau karakter peningkatan mutu pendidikan tersebut adalah sebagai berikut : a. Dengan kata lain. manusiawi” 4. Learning to Be dan d). meliputi: 1. jika sekolah ingin sukses dalam menerapkannya. guru196 dan kurikulum. seseorang mengukur keberhasilannya dari keberhasilan orang– orang (semua anggota) dalam organisasi.( Bandung: PT. Sebagai salah satu program dari pemerintah yang menghabiskan dana kurang lebih 250 Milyar. Unsur–unsur pimpinan mendorong guru dan staf untuk mencapai tujuan akhir organisasi yaitu penyempurnaan yanag berkelanjutan. kendali mutu. Imbal jasa 194 . manajemen195. maka sejumlah karakteristik dari sekolah efektif (efektif school). efisiensi b. Kepemimpinan yang kuat atau demokratis a) kemampuan manajerial b) kemampuan memobilisasi c) memiliki otonomi luas 3. Manajemen peningkatan mutu pendidikan memiliki karakteristik yang perlu dipahami oleh pendidikan (sekolah) yang akan menerapkannya. b) Tanggung jawab berbagi. b). Sistem naik kelas sampai batas tertentu dapat menjadi hambatan untuk mencapai mutu secara optimal. Kepemimpinen demikian berpegang pada prinsip – prinsip sebagai berikut : a) Dalam kepemimpinan mutu. c). Untuk mencapai visi mutu dalam pendidikan. Semisal kepemimpinan194. maka dibutuhkan sesuatu yang berguna agar dana sebanyak itu tidak sia-sia. c) Perbaikan mutu berkelanjutan. 195 Manajemen. g) Tiap orang ingin menjadi orang yang unggul. Tiap orang bertanggung jawab menghilangkan hambatan yang mencegah performansi yang tinggi. In put. semua unsur dalam organisasi sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas.Refika Aditama.(Nana Syaodih Sukmadinata et al. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengan . maka sekolah efektif merupakan isinya.nasional. perencanaan. pengawas. Visi mengarahkan orang pada tujuan yang akan dicapai. Kepemimpinan Untuk menerapkan program mutu dalam pendidikan. Learning to Do. mengingat ada berbagai komponen lain yang harus dipenuhi. Proses 1.Learning to Know. Tugas majelis sekolah. c). Pengembangan. Sumber daya (kesediaan masyarakat) 3. majelis sekolah. nyaman. Manejemen peningkatan mutu pendidikan merupakan wadah atau kerangkanya. Lingkungan “aman. guru harus menanamkan visi pendidikan kepada siswa f) Sebagai pemimpin mutu. Berorientasi siswa 4. Pengelolaan tenaga yang efektif.

Dengan demikian. Para birokrat pendidiakan dalam pandangan sebenarnya adalah semata–mata pendukung bagi guru atau prajurit lapangan ini. lomba keagamaan 2. menilai. membimbing. Muchtar Buchory. (UU Sistem Pendidikan Nasional 2003 bab. Depdiknas atau Diknas Provinsi bisa memberikan bantuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang bersangkutan. merasa memiliki. (UU tentang guru dan Dosen Bab Ketentuan Umum. (Jogjakarta: PT. Sedangkan dua faktor yang terakhir merupakan persoalan–persoalan yang dapat diselesaikan oleh para guru sendiri. kesenian. mengarahkan. Taraf Serap. 5) Pengetahuan guru tentang dirinya sendiri dan kepercayaan terhadap diri sendiri Kita lihat bahwa faktor pertama merupakan persoalan–persoalan yang terletak pada daerah kekuasaan birokrasi pendidikan. Sebaliknya. Partisipasi masyarakat yang tinggi 8. Maka tugas gurupun menjadi lebih berat. mengajar. bulan ke bulan. kebersihan. Memiliki akuntabilitas a) Laporan prestasi b) Respon atau tanggapan masyarakat c. maka pekerjaan mereka akan menjadi lebih ringan. Lomba karya ilmiah. kepramukaan. ketulusan. Spektrum Problematika Pendidikan DiIndonesia. 1994). guru kita benar–benar menentukan nasib pendidikan kita. Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa . terbuka) 6. disiplin. baik didalam maupun diluar kelas. kerajinan. maka birokrasi pendidikan justru memberikan beban tambahan kepada para guru. dan pendidikan menengah. Kelima faktor tersebut ialah : 1) Jenis kewenangan ( Authority ) yang benar – benar diserahkan pada guru 2) Kualitas atasan yang mengawasi dan mengontrol perilaku guru 3) Kebebasan yang diberikan kepada guru. Prestasi non Akademis : Olah raga. STTB. mau berubah. isi. 4) Hubungan guru denagn murid – muridnya. dan mengevaluasi peserta didik pada pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. dinamis) 7. 2004). melatih. Melelui tindakan hari ke hari. namun fungsinya bukan menjadi penentu kelulusan siswa akan tetapi menjadi alat pemetaan daerah yang tingkat kompetensinya masih rendah. Guru–guru dapat disamakan dengan pasukan tempur yang menentukan kemenangan atau kekalahan dalam peperanagn.20-21 196 Guru. pasal 1) Menurut pendapat ahli pendidikan. 90-91 197 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. yang akan dapat memperbaiki situasi pendidikan kita adalah para guru yang sehari–hari bekerja dilapangan. Untuk mengukur standar kompetensi siswa.Pelaksanaan ujian nasional dapat terus dilaksanakan. kerapian/ketertiban. adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. Memiliki budaya mutu (kerja sama. Para ahli pendidikan mengatakan ada lima faktor yang sangat mempengaruhi kualitas perilaku guru dalam melaksanakan tugasnya. pendidikan dasar. tahun ke tahun.) .(Jakarta: PT. serta kualitas pekerjaan merekapun akan menurun. toleransi. dari guru TK sampai Guru Besar.Raja Grafindo. Prestasi akdemis : Nem. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tiara Wacana. Out put 1. solidaritas. silaturrahmi dan lain–lain. Ketentuan umum pasal 1. Kalau birokrasi pendidikan benar-benar mendukung para guru. mau meningkatkan diri.(Abdul Rahman Saleh. Tim kerja (kompak. cerdas. bisa menggunakan sistem 5. kalau melalui tindakan–tindakan birokrasi tertentu.

Kompas (Tulungagung). Papua). menyeluruh.”.198Selanjutnya mengenai kelulusan siswa sebaiknya diserahkan kepada guru mata pelajaran sebagai indikator kompetensi siswa. 11 April 2007 199 Ibid. Selain itu hal ini sesuai dengan UU Sisdiknas Pasal 58 ayat (I) yang berbunyi “Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses.200dan sarana prasarana yang terbatas dan tidak akan mungkin dapat mengikuti standar ujian secara nasional (Jakarta). transparan dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan” 200 120 gedung SD di Tulungagung Rusak. kemudian hitung persentase kelulusannya. 198 . Oleh karena itu. yakni telah mengebiri hakikat pendidikan dan pendangkalan tradisi intelektual. ambil sampel ujian dari wilayah sabang sampai merauke. Artinya.Rosyid. pelaksanaan ujian nasional 2007 memang suatu perbuatan yang baik.199 Kalau permasalahan ini dihubungkan dengan kaidah ushul Fiqh. berbagai kecurangan yang muncul. wawancara dengan Daniel M. besaran dana yang dikeluarkan dan sebagainya. Misalnya. kesiapan daerah dalam menghadapi ujian nasional masih timpang. Selain itu. wawancara dengan Daniel M. asuh dan asah yang dikembangkan oleh Ki Hajar Dewantara niscaya aktual kembali di tengah tantangan global dan terpelantingnya Siswa Hanya Mengejar Angka Kelulusan. 2007 dan Siswa Kelas III dan IV di Papua Barat Belajar Berjejalan dalam Satu Ruangan. ujian nasional harus direformulasi lagi agar lebih berguna dalam proses pendidikan di negara ini. kemajuan dan perbaikan hasil belaajr peserta didik secar berkesinambungan” dan ayat (2) yang berbunyi: “Evaluasi peserta didik. berbagai anomali pendidikan perlu diurai dengan dengan kembali pada semangat dasar pendidikan yang berorientasi pada anak dengan menempatkannya sebagai bagian dunia global. Rosyid. masih banyak bangunan sekolah yang rusak. Jawa Pos (Surabaya). Prinsip asih. Namun ada banyak kemadhorotan dalam pelaksanaannya. Siswa Hanya Mengejar Angka Kelulusan.sampling. 12. 2 Juni 2007. satuan pendidikan dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala. Kompas (Teluk Wondama. Akhirnya. maka kita mengenal adanya istilah “Dar’ul Mafaasid Muqoddamun ‘Ala Jalbil Mashoolih/menghindari kemadhorotan itu didahulukan dari pada melakukan kebaikan.

. Kompas (Jakarta).201 201 Anomali Dunia Pendidikan. Tajuk Rencana. 6. dan belajar untuk hidup bersama. Tiga pilar menjadi acuan kebijakan yang membebaskan dan pendagogis. 2 Mei 2007. belajar untuk berbuat. yakni mengembangkan peserta didik belajar untuk tahu.simplifikasi praksis (praktik dan refleksi) pendidikan yang beraroma politik kekuasaan.

Di tengah kondisi bangsa yang carut marut seperti saat ini. Bila dibaca secara cermat. kita dituntut untuk dapat melepaskan berbagai ego kepentingan untuk memformat pendidikan masa depan. FORMAT PENDIDIKAN MASA DEPAN Membicarakan pendidikan serasa tiada habisnya. maka akan semakin sulit kita lepas dari belitan krisis multidimensi.merupakan salah satu program di salah satu televisi Swasta yang mengumpulkan para pemain bola di seluruh nusantara untuk diseleksi menjadi sebuah tim sepak bola. Pertama. karena tanpa adanya asa untuk memperbaiki bangsa. 13 Maret 2007. daripada yang sangat sulit menjadi lebih baik. “Memelihara Asa”. Kegiatan yang sama juga dilakukan oleh mantan penjaga 203 202 . dan politik sangat berpotensi memunculkan gerakan-gerakan lanjutan tidak kondusif lainnya. semisal: adanya program My Team203. Isu tentangnya terus bergulir seiring dengan berjalannya waktu.C. satuan Azsumardi Azra. Perbincangan mengenai pendidikan tentu tidak dapat kita pisahkan dengan kondisi bangsa secara keseluruhan. Para pemimpin diharapkan mampu memotivasi rakyatnya untuk tetap mempertahankan asa dalam diri. dapat menimbulkan perlawanan bahkan “pemberontakan” terhadap otoritas politik yang dianggap membuat keadaan kian sulit. My Team. Penelitian mengenai gerakan sosial (Social Movement) di Indonesia yang dilakukan oleh sejarawan Sartono Kartodirdjo202 menunjukkan. 1. Fenomena kekinian yang merepresentasikan dari gejala yang pertama adalah semakin banyaknya tindakan-tindakan masyarakat sebagai bentuk distrust kepada pemerintah (otoritas politik/negara). Setiap sendi kehidupan bangsa saling kait mengait antara satu dengan yang lain. ekonomi. Kompas (Jakarta). program ini merupakan bagian dari kekecewaan dan ketidakpercayaan (distrust) masyarakat terhadap pemerintah (dalam hal ini PSSI sebagai pemegang otoritas persepakbolaan nasional) dikarenakan terpuruknya prestasi persepakbolaan nasional. mencari perlindungan dan pertolongan eskatologis yang diyakini dapat membalikkan keadaan. berbagai keresahan sosial (Social Unrest) karena bertubi-tubinya impitan sosial. Kedua.

sekolah tidak ramah anak. sekolah seolah-olah memonopoli pendidikan. Lebih Asyik Tanpa UAN. Beberapa waktu lalu. guru banyak bermental “pegawai” gajian. pemerintah membangun persepsi. Dalam melaksanakan operasinya. ada Satgas PDI-P. semisal dengan adanya berbagai sekolah alternatif207 seperti mulai gawang tim nasional era 1980-an Rony Pasla yang mendidik generasi muda pecinta sepak bola. 207 Contoh konkrit pelaksanaan sekolah alternatif antara lain: sekolah Jorank Doank binaan artis Dik Doank. model pembelajarannya masih berpusat pada guru.petugas pengamanan (pengawal pribadi/Bodyguard. guru dan kepala sekolah tidak berorientasi ke siswa sebagai konsumen. bukan sebaliknya. seolah-oleh satu-satunya tempat belajar hanyalah sekolah. Kalibening Salatiga Jawa tengah. dikarenakan: sekolah merupakan sumber pungutan (liar) yang tidak dipertanggungjawabkan dengan baik. tidak sesuai dengan kebutuhan anak yang beragam dan khas. 206 Organisasi ini merupakan organisasi etnis Betawi yang beroperasi di Jakarta. banyak terjadi ”bullying”. 5 Mei 2007) . seperti ketika mereka menyerbu kantor majalah Play Boy Indonesia. namun hanya tertarik untuk “menyelesaikan kurikulum” secapat mungkin. Peristiwa ini mengakibatkan tewasnya dua anggota FBR. satuan petugas (satgas) masingmasing partai politik dan ormas204. sekolah alternatif Qoryah Toyyibah. tidak bisa menjadi contoh manusia kreatif. “Deschooling: Memastikan Hak Anak atas Pendidikan”. guru tidak tertarik dengan bakat dan minat anak didik. tidak jarang mereka juga melakukan pengrusakan. ancaman peredaran narkotika di sekitar sekolah. makalah disampaikan pada seminar nasional “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya. 204 Di NU kita kenal Banser (Barisan Serbaguna). Pemuda Pancasila. Garda Bangsa. (Daniel Mohammad Rosyid. Front Pembela Islam205. Forum Betawi Rembug/FBR206 dan sebagainya). tapi berorientasi birokratik. sekolah gagal menjadi agen perubahan. Mereka banyak beroperasi pada wilayah perparkiran di ibu kota. Barisan Pemuda Ka’bah dan sebagainya. Fenomena sekolah alternatif ini menurut Daniel Rasyid disebabkan potret sekolah yang suram. ternyata juga telah merasuk ke dalam dunia pendidikan. mereka terlibat bentrok dengan Forum Keluarga Besar Betawi yang memperebutkan lahan parkir. Berbagai fenomena di atas. anak dipaksa menyesuaikan jadwal dan kurikulum. yang telah dapat menerbitkan buku semisal. apalagi sekolah menjanjikan ijazah. 205 Organisasi di bawah komando Habib Rizieq ini sering melakukan sweeping terhadap tempattempat hiburan malam di Jabotabek. sistem persekolahan saat ini amat kaku.

Kedua. Masih banyaknya warga masyarakat yang buta huruf. b). Masih rendahnya kualitas guru sesuai dengan tuntutan undang-undang no 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. negara mengeluarkan kebijakan yang mendatangkan pro kontra dan keresahan di masyarakat semacam Ujian nasional. Alih-alih mengeluarkan kebijakan yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat kita. Presentasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur disampaikan pada diskusi publik “Perlindungan Dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara Dalam Belitan Neoliberalisme ” Kampus Sastra Unair Surabaya. Belum meratanya kesempatan memperoleh pendidikan untuk anak usia dini.(Fathurofiq. f).209 Tantangan terbesar pendidikan nasional adalah menghasilkan anak didik yang yang mampu mengelola kehidupannya secara mandiri. Masih rendahnya kualitas pendidikan. Kompas (Surabaya). dan kemandirian masyarakat. Di samping itu. dan kurikulum yang berbeda dari kaidah formal. Sekolah yang berencana membuka program Homeschooling sebatas menfasilitasi penyediaan guru dan menawarkan kurikulumnya tanpa harus ada ikatan-ikatan institusional seketat sekolah formal. ada dua hal pokok yang harus diperhatikan dalam fenomena isu Homeschooling. Pertama. 23 Januari 2007. Homeschooling muncul karena kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang besemangat pencerdasan tanpa terikat dengan kaidah formal sekolah. c).maraknya Home Schooling. E) 209 Syair Iwan Fals dalam “Rubah” (Album 50:50) bunyi lengkapnya adalah “Pendidikan adalah anak tiri yang kesepian. Belum tuntasnya wajib belajar 9 tahun. d). Tempat belajar dan jam belaajr diatur dengan kesepakatan pengajar dan peserta ajar. Bertolak dari titik ini. Dengan demikian. e). di Jawa Timur misalnya. “Relevankah “Homeschooling” di Jawa Timur?”. Homeschooling harus dikembalikan pada prakarsa. g). tata tertib. sebaliknya. 5 Mei 2007 208 . 10 Januari 2007) Menurut Fathurrofiq. tetapi pada ekspansi horizontal berupa hadirnya pilihan lembaga pendidikan yang mengelola Fenomena Homeshooling bisa dilihat dalam dua sisi. Belum optimalnya pemahaman kebudayaan di lingkungan peserta didik (Ibid. serta orang dewasa penyandang buta aksara yang sibuk dengan urusan pekerjaan rumah dan rumah tangga. Kedua. upaya peningkatan mutu pendidikan entah dengan ujian nasional atau tidak haruslah bermuara pada keluaran membangkitkan harapan pada si anak didik. anak suku terasing. penyanyi anak. Kompas (Jakarta). Homeschooling yang tumbuh kembang di kalangan masyarakat kelas menengah ke atas yang memahami falsafah pendidikan dalam konteks pencerahan dan pembebasan.208Melihat kondisi pendidikan kita seperti ini. tanpa terjebak aspek akademik semata. merupakan wujud ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara dalam hal pelaksanaan pendidikan. Homeschooling yang memiliki fleksibilitas lebih luas memungkinkan dikembangkan untuk memfasilitasi pendidikan anak-anak bermasalah. anak jalanan. Padahal masih banyak permasalahan pendidikan yang harus diprioritaskan. Itu hanya bisa tercapai bila sistem pendidikan nasional tidak semata berorientasi pada penjenjangan vertikal. ada banyak permasalahan pendidikan yang sangat urgent untuk dicarikan solusinya.”Hal ini bermakna pendidikan masih diabaikan oleh pemegang kebijakan. Jelasnya. menempatkannya sebagai anak tiri yang kesepian. program Homeschooling adalah untuk melayani kemandirian masyarakat dalam memilih pendidikan. komunitas seperti ini sangat memahami prinsip multikecerdasan. Belum optimalnya peningkatan pembinaan sekolah menengah kejuruan dan h). pekerja anak.Banyaknya gedung sekolah/madrasah yang rusak berat. Keluarga seperti ini memilih persekolahan di rumah sebagai jawaban atas sulitnya membebaskan sekolah formal dari praktik pengekangan terhadap hak tumbuh kembang anak secara wajar. sikap pro aktif.anak dengan bakat dan keunggulan seperti: atlet. (“Sekolah-Rumah Perlu Pengakuan Negara”. meliputi: a). Pertama. seragam. yaitu: jam belaajr.

maka terjadilah regenerasi bangsa. 19 April 2007 Harus diakui. Editorial Media Indonesia (Jakarta). Ia tidak boleh hanya berpihak kepada yang pintar dan lulus. Dengan demikian. bukan mematikan. Salah satu parameter keberhasilan program pembelajaran adalah internalisasi nilai dalam beberapa tahap (kognitif-afektif-konatif-praktek). 9 Desember 2006. Lalu. regenerasi bisa dibedakan antara perkembangbiakan fisik (Physical Propagation) dan Spiritual (Spiritual Propagation). tetapi juga lewat penerusan nilai dan visi. pendidikan harus menjadi instrumen yang menghidupkan. Akhirnya. Regenarasi bangsa tidak cukup hanya lewat beranak cucu.keterampilan. ”Pendidikan dan Regenerasi Bangsa”. muncul komitmen pribadi untuk melakukan yang sudah dihargai itu. apa yang yang diyakini sebagai baik dilakukan secara konsisten tanpa Ibid. 24 Februari 2007. “Bangsa Tujuh Huruf”. pendidikan harus menekankan pada dua hal. kita merupakan bangsa yang mudah terbawa arus. Sebagai makhluk dengan tubuh dan jiwa. Kompas (Jakarta).210 Pendidikan di Indonesia seharusnya mengubah mentalitas dan mengeluarkan bangsa dari keterbelakangan211. tidak percaya diri yang dalam bahasa Budiarto Shambazy diistilahkan dengan “Microsoft”. Budiarto Shambazy. ia menghargai yang dipelajari. Jika pendidikan berhasil melahirkan manusia Indonesia mencapai masa kritis yang mampu memberi arah perkembangan bangsa. 15 212 Ibid. Kompas (Jakarta). Sebuah bangsa bertahan melebihi satu generasi karena identitas diri yang ditopang kontinuitas nilai dan visinya. Budiarto Shambazy. yaitu pada orientasi nilai dan Orientasi proses. yang berarti Kerdil (Mikro) dan lembek (Soft). 15 atau dalam kesempatan lain ia menyebutkan istilah Munafik bagi bangsa ini. tetapi anak-anak didik yang mengetahui kemana ia melanjutkan pendidikannya demi kehidupan. 6 211 210 . 12 Mei 2007. tetapi mengabdi kepada yang kalah dan gagal.212 Pertama. Orientasi nilai. sehingga keluaran seleksi pendidikan nantinya tidak menghasilkan mereka yang lulus atau tidak lulus. Setelah pelajar mengerti sesuatu. Kompas. “Kerdil dan Lembek”. Yonky Karman. “Ujian Nasional Yang Menghakimi”. Untuk mewujudkannya.

pendidikan melahirkan jiwa baru.hambatan internal (misalnya. Imagined Communities KomunitasKomunitas Terbayang.214 Bangsa atau nasion: ia adalah komunitas politis dan dibayangkan sebagai sesuatu yang bersifat terbatas secara inheren sekaligus berkedaulatan. INSIST & Pustaka Pelajar. Guru hanya fasilitator dan pendamping murid.F La Kahija. Benedict Anderson. Intisari sebuah bangsa adalah bahwa di dalamnya setiap individu memiliki anyak hal yang menjadi kepunyaan bersama (contoh: setiap orang Indonesia memiliki keindonesiaan yang sekaligus menjadi kepunyaaan bersama bangsa Indonesia) dan sekaligus melupakan banyak hal lain yang menjadi kepunyaan bersama. tanggungjawab dan respek. Pembelajaran seperti ini menempatkan pelajar sebagai subyek. 213 .2002). tetapi juga kecerdasan yang komprehensif. Akhirnya. Jiwa bangsa diteruskan saat generasi pengajar mentransfer nilai kepada generasi pelajar yang nantinya bertumbuh menjadi generasi pengajar yang baru. Suatu bangsa mengada tatkala sejumlah orang (jumlah yang cukup besar) dalam suatu masyarakat menganggap diri mereka (membayangkan diri mereka) membentuk sebuah nasion. rasa takut) dan eksternal (misalnya tekanan dari orang lain). segala apa yang kita lakukan adalah bagian dari rasa cinta kita kepada bangsa213 dan negara. 6. Bukan hanya transfer pengetahuan atau pembekalan keterampilan. tidak akan bertatap muka mereka itu. Tekanan pembelajaran bukan hanya kecerdasan intelektual. 8. Cinta menurut Erich Fromm dalam The Art Of Loving mengandung empat syarat. “Mencintai Kearifan Lokal”. Maka. 2 Desember 2006. tetapi kegiatan berbagi pengetahuan sekaligus ketidaktahuan. bahkan mungkin tidak pula pernah mendengar tentang mereka. (Yogyakarta. yaitu tahu. Orientasi Proses. Kedua. Terj. tetapi juga perkembangbiakan nilai. atau berperilaku seolah mereka telah membentuk sebuah bangsa. Proses pembelajaran dilakukan dalam suasana berbagai di antara guru dan murid. Maka mengajar bukan hanya transfer nilai pengetahuan. peduli. Kompas (Jakarta). 214 Y. Bangsa adalah sesuatu yang terbayang karena para anggota bangsa terkecil sekalipun tidak bakal tahu dan takkan kenal sebagian besar anggota lain. pusat dan fokus pendidikan.

Tim pengawas perguruan tinggi . Dasar pemikiran pelaksanaan ujian nasional yang menguji kemampuan siswa dengan standar nasional pada tiga mata pelajaran . tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2006/2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 45 Tahun 2006. Depdiknas juga bekerjasama dengan perguruan tinggi se-Indonesia untuk turut serta mengawasi pelaksanaan Ujian Nasional 2007. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. yaitu bahasa Indonesia. Sebagai alat kelengkapan pengawasan Ujian Nasional 2007. yaitu: Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. yaitu sebagai berikut: 1.BAB V PENUTUP Setelah membahas mengenai landasan teori dan menganalisisnya. Mengenai isi materi soalnya merupakan kolaborasi dari kurikulum 2004. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Mengenai mekanisme pelaksanaan ujian nasional 2007 ini disandarkan pada beberapa ketetapan hukum sebagai landasan yuridis formal pelaksanaannya. kurikulum 2006 dan standar isi. maka pada bab V atau bab penutup ini akan disajikan jawaban atas rumusan masalah yang terdapat pada bab I. bahasa Inggris dan matematika/ekonomi/bahasa asing lainnya.

Dalam hal ideologi yang secara sederhana berarti “Expresses a will. selain itu. Tingkat Kabupaten/Kota dan Tingkat Sekolah Tidak hanya cukup disini saja proses pengamanan yang dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai hal yang tidak diinginkan. Peran negara dalam dunia pendidikan menempatkannya pada posisi yang sangat menentukan. rather than describing a reality” benarbenar dijalankan. Keinginan untuk lulus dan harapan untuk mendapatkan hidup . melainkan hubungan persetujuan dengan menggunakan kepemimpinan politik dan ideologi. Jika dilihat dari analisis hegemoni maka tindakan yang dilakukan pemerintah merupakan salah satu bentuknya. a hope. Hegemoni bukanlah hubungan dominasi dengan menggunakan kekuasaan. hegemoni dapat dilaksanakan dengan bantuan para intelektual organik. Mengenai peran negara dalam pelaksanaan ujian nasional 2007 memang sangat dominan sekali.tergabung dalam Tim Pemantau Independen (TPI) di Tingkat Provinsi. Depdiknas juga bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk ikut serta dalam rangka mensukseskan pelaksanaan Ujian Nasional 2007 2. Masih ada proses lain yang dijalankan yakni dengan metode Ideological State Apparatuse dan Ideological State Apparatuse. Langkah awal untuk menjalankan hegemoni adalah dengan membentuk aliansi dengan konsensus sebagai landasan geraknya. Halini merupakan bagian dari tanggungjawab pemerintah/negara sebagaimana tercantum pada pembukaan UUD 1945. or a nostalgia. Penguasaan dengan hegemoni saja tidak cukup. Terbukti dengan beberapa peraturan yang dikeluarkan sebagai landasan hukum pelaksanaan ujian nasional 2007.

Terbukti dengan begitu antusisnya mereka mempersiapkan ujian nasional 2007.yang lebih baik dengan lulus Ujian nasional benar-benar tertanam pada kesadaran masyarakat kita. semoga dapat bermanfaat bagi usaha peningkatan mutu pendidikan di negara ini. Secara repressive. Hal ini juga dibumbuhi dengan nostalgia masa lalu yang menempatkan kita sebagi bangsa yang pernah berjaya di masa lampau. kepala sekolah (pemimpin) dan managemen yang dilaksanakan. meliputi: kualitas guru. syarat-syarat kelulusan dan sebagainya yang secara tidak sadar merupakan paksaan kepada warga negaranya. . Mengingat mutu pendidikan tidak dapat dilihat hanya dari tingkat kelulusan siswa tetapi harus secara holistik. Selanjutnya. Jadi ujian nasional bisa dikatakan hanya sebagai bagian kecil dari proses peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. negara atau pemerintah menggunakan berbagai undang-undang yang mengatur pelaksanaan ujian nasional 2007. Demikian akhir dari pembahasan skripsi ini. mengenai peningkatan mutu pendidikan dilihat dari sisi ujian nasional saja tidaklah mungkin.

Cultural Studies”. (Jakarta. 1996) . 1995) ________________. Moch. terj.( PT. CV. Benedict. Insist & Pustaka Pelajar.III. (Yogyakarta. (Jakarta. Jogja:1994) _______________. Azyumardi. Kompas (Jakarta). John M. Kompas (Jakarta).2006) Arcaro Jerome S. “NU STUDIES. Muchtar. “Pendidikan Anti Korupsi” Kompas (Jakarta). (Yogyakarta. Tiara Wacana. Suharsimi. cet. “Memelihara Asa”. Cet. 21 April 2007 Daryanto. 17 April 2007 Buchory. Rineka Cipta. 9 Desember 2006 Azra. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta : Rineka Cipta. “Tentang Ideologi: Strukturalisme Marxis. PT Gramedia. (Yogyakarta. (Jakarta.III. Yayasan Bentang Budaya.1991) ________________. 2003) Dan Manajemen Biaya Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Pergolakan Pemikiran antara Fundamentalisme Islam dan Fundamentalisme Neo-Liberal”. Terj. dan Hasan Shadily. Erlangga. “Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan”. 2002) Althusser. “Re-Engineering Proses Pembelajaran” Kompas (Jakarta). 2003 ) ________________. “Administrasi Pendidikan Pendidikan”. “Dasar-Dasar Evaluasi”.2002) Aiken. PT. Sabtu. IV. Louis. 13 Maret 2007 Baso. Pustaka Pelajar. “Abad Ideologi”. terj. (Jogjakarta. Rineka Cipta. Idochi. Revisi. (Jakarta. “Evaluasi Pendidikan”. “Spektrum Problematika Pendidikan di Indonesia”.XXIII.DAFTAR PUSTAKA Anderson. 2006) Bala. Psikoanalisis. Alvabeta. Robert. Bumi Aksara. “Kamus bahasa Inggris-Indonesia”. (Jakarta. cet. 2005 Anwar. Ahmad. Bumi Aksara. Henry D. 1998) Advertorial. Terj. Imagined Communities Komunitas-Komunitas Terbayang. 2005) Echols. “Pendidikan Berbasis Mutu : Prinsip-Prinsip Perumusan dan Tata Laksana Penerapan”. Ed. (Jakarta.cet. (Bandung. Jala Sutra.

“Ada UN Nggak Ada UN Sama Saja (Wujuduhu Ka Adamihi)”. 18 Oktober 2006. Kompas (Jakarta). 19 April 2007 Freire. (Yogyakarta. Cet.F La. Gramedia Pustaka Utama. Masdar.II. Daniel M. Jombang). 1977) Kompas (Jakarta). “Siswa Dapat Bocoran” _________. “Etika Politik dan Kekuasaan”. “Menjamurnya Bimbingan Belajar” _________.Editorial Media Indonesia. Disiram dan Diraba” _________. ”Pendidikan dan Regenerasi Bangsa”. makalah dalam seminar Nasional “UN sebagai pendongkrak atau perusak kualitas pendidikan” 10 Mei 2007 Jawa Pos (Surabaya). (Surabaya). 11 April 2007 wawancara dengan Rosyid. (Surabaya). 27 April 2007. “Siswa Dapat Bocoran” _________. Kompas (Jakarta). “Masih Ada Konvoi di Jalanan” _________. (Surabaya) 27 April 2007. Yonky. Kompas Media Nusantara. 7 Mei 2007 _________. 11 April 2007. ReaD dan Pustaka Pelajar. Metode-Metode Penelitian Masyarakat (Jakarta. Kekuasaan dan Pembebasan”. 23 Januari 2007 Haryatmoko.2004) Fathurrofiq. Siswa Hanya Mengejar Angka Kelulusan. cet. “Rekayasa Pendidikan Pasca UN”. “Relevankah “Homeschooling” di Jawa Timur?”. Paulo. Kompas (Jakarta). 2 Desember 2006 Karman. “Mencintai Kearifan Lokal”. 17 Juni 2007. (Jakarta). Kompas (Jakarta). Tuban. “Ujian Nasional Yang Menghakimi”. (Samarinda). 16 Mei 2007 _________. PT. “Unas Jadi Lahan Bisnis menggiurkan” _________. Politik Pendidikan: Kebudayaan. Terj. 2004) Hilmy. (Jakarta. Jakarta. 12 Mei 2007 Koentjoroningrat. Kompas (Jakarta). Kompas (Surabaya). 13 Juni 2007. Y. 16 Mei 2007 _________. “Nihilisasi Budaya Belajar”. “Lulus. V. (Banyuwangi. Kahija. ”Anggaran Pendidikan” .11 April 2007. “Nihilisasi Budaya Belajar”.

Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Reka Sarasin. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. Kunandar “UN dan Peningkatan Mutu Pendidikan” Kompas (Jakarta) 14 Mei 2007. 10 Januari 2007 “Sekolah-Rumah Perlu Pengakuan Negara”. 10 November 2006. 21 Februari 2007 . ”Depdiknas: Itu Amanat UU” _________. 1996) Moeloeng. (Jakarta).” _________. 2007 “120 gedung SD di Tulungagung Rusak. “Logiskah Ajakan Tak Gelar UN?”. “Mendiknas Tolak Revisi PP SNP” _________. ”Isu Kecurangan Merebak di Mana-mana” _________. 27 Oktober 2006. (Jakarta: Bumi Aksara. Lexy J. 3 November 2006. “DPR Malah Berperan Menjadi Tukang Pos“ _________. 1995) Muhadjir. Siswa Gantung Diri “ _________. “Harus Ada Perubahan Kebijakan. 1996) Nasution. “Ujian Nasional Harus Diperbaiki” _________. (Jakarta). (Yogyakarta. Jorge. 27 September 2007. 27 April 2007._________. Papua).”Voucher Pendidikan” _________. 12. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya. _________. Larrain. (Surabaya). 7 Maret 2007. (Tulungagung). (Jakarta). 2 Juni 2007 Siswa Kelas III dan IV di Papua Barat Belajar Berjejalan dalam Satu Ruangan. (Teluk Wondama. “Sekolah Andalkan Bimbingan Belajar” _________. (Jakarta). “Tidak Lulus UN. 1996) Mardialis. (Surabaya). (Jakarta) 20 Oktober 2006. Kompas (Jakarta). (Jakarta). (Surabaya). terj. _________. “Konsep Ideologi”. 16 Maret 2007. 27 April 2007. LKPSM. “Bimbingan Tes Masuk Lewat “Tender”. 25 Juni 2007. Noeng. (Karanganyar). (Jakarta) 19 April 2007. Arman Hakim. (Jakarta). ”Voucher Pendidikan” _________. _________..

makalah disampaikan pada seminar nasional “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya. (Jakarta : Balai Pustaka 1982) Partanto. LkiS. Rabu. ”Daniel Bell: Matinya Ideologi”.Nandika. (Yogyakarta & Bandung. “Antonio Gramsci Negara dan Hegemoni”. “Panduan Penulisan Skripsi” (Surabaya: IAIN Sunan Ampel Surabaya. (Surabaya : Arkola. Jalasutra. PT Remaja RosdaKarya.all. Nezar & Andi Arif. 5 Mei 2007 Rosyid.1991) Nuswantoro. 2001) Patria. (Yogyakarta. 2005) __________________. (Bandung. Daniel Mohammad. Baskoro E. Gholia Indonesia. (Yogyakarta. “Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pendidikan”. et. 1994) Panitia Penyusunan Panduan Penulisan Skripsi. Dodi “Perang Total Melawan Buta Aksara”Kompas (Jakarta). Pius A dan M. IndonesiaTera. Moh. 5 Mei 2007 . (Magelang. Dahlan Al Barry. Yasraf Amir. Minggu 6 Mei 2007 Poedjinoegroho. ”Lebih Asyik Tanpa UN”. M.1996) Nazir. ( Yogyakarta. “Deschooling: Memastikan Hak Anak atas Pendidikan”.II. 25 Januari 2007 Naylul Izza. “Transpolitika Dinamika Politik di dalam Era Virtualitas”.1998) Purwanto. (Jakarta: Bumi Aksara. Ngalim MP. 2007) Nasution. Metode Penelitian (Jakarta. 2002) Romli.Kompas (Jakarta). Metode Resourch. Jalasutra. WJS. Guntur”Jamaah Islamiyah dan Bahaya Ideologi”. “Kamus Ilmiah Populer”. “Sekolah Mencabik-Cabik Nurani(Opini)” Kompas. “Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan”.cet. Kamus Umum Bahasa Indonesia. 2004) Pengakuan Komunitas Air Mata Guru dalam acara Republik Mimpi di Metro TV. 2 Mei 2007 Poerwodarminto. 2003) Piliang. Pustaka Pelajar.

Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa. (Yogyakarta. “Politik Pendidikan” (Jakarta . Jum’at. H. 2004) Shambazy.. (Jakarta. Tilaar. 2000) Simon. Roger. M. “Arok Dedes”.1996) Evaluasi Pendidikan”. Suatu Pengantar”. Rineka Cipta. RajaGrafindo Salamun. Makalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur disampaikan dalam seminar nasional dengan tema ”UN Pendongkrak atau Perusak Kualitas Pendidikan” di Gedung Gema IAIN Sunan Ampel Surabaya. Kompas (Jakarta). 2003) .R. RajaGrafindo Persada. (Surabaya) 16 Februari 2007 Surya. 2005) Suryadi. “Analisis Kebijakan Pendidikan. PT. “Kekuasaan dan Pendidikan”. (Surabaya) 16 Februari 2007 Toer. Abdul Rahman. Kompas (Jakarta). (Jakarta: PT.Insist dan Pustaka Pelajar. Hasta Mitra. “MDGs dan Komitmen Pemerintah”. ”Pengantar Persada. Pramoedya Ananta. 3 November 2006 Sudarto. ”Berbagai Kelemahan Pelaksanaan Ujian Nasional 2007” Sutta Dharmasaputra.R. Raja Grafindo Persada. Indonesia Tera.Ritonga.A.Basuki. “Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah (Konsep.1994) Sukmadinata.I. Prinsip. “Ilmu Politik”. Remaja Rosdakarya.cet. Dan Instrumen)”. Metodologi Penelitian Filsafat (Jakarta : PT.II. 1997) Saleh. 9 Desember 2006 Surya. Yogyakarta.A. 2002) Tilaar. “Bangsa Tujuh Huruf”. cet. 27 Maret 2007 Syafiie. (Bandung.”Voucher Diknas Beraroma KKN” Kompas (Jakarta). 1999) Sirozi. M. (terj. Inu Kencana. 10 Mei 2007 Sugita. (Magelang . Ace dan H. 2003) Sudijono. (Bandung. 24 Februari 2007 ________________. Anas. Nana Syaodih et. Refika Aditama. (Jakarta. Budiarto. Razali. PT. PT. Kompas (Jakarta). “Gagasan-gagasan Politik Gramsci”..Raja Grafindo. “Kerdil dan Lembek”.all.

vhrmedia.net Tomatimasang. “Strategi Pendidikan Nasional Menghadapi Belitan Arus Neoliberalisasi” pada acara seminar “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan: Upaya Menyelamatkan Hak Dasar Warga Negara dalam Belitan Neoliberalisme” Surabaya. Roem. Chabib.III. (Yogyakarta.Balai Pustaka Cet.Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. PT UU Sistem Pendidikan Nasional Guru dan Dosen. “Kamus Besar Bahasa Indonesia”. (Jakarta. Rajagrafindo. Pustaka Merah Putih Yogyakarta cet. (Jakarta.II. Pustaka Pelajar cet. 2007 Warsono (Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya). I.2002) Tajuk Rencana. M. “Carut-marut Ujian Nasional” www. Sekolah Itu Candu. Ke-5 2003) Thoha. 2 Mei 2007 Anomali Dunia Pendidikan Taufik.1996) “Teknik Evaluasi Pendidikan”.cet. Kompas (Jakarta). 5 Mei 2007 . M.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->