Kamis, 09 Juli 2009

WAWASAN WIYATA MANDALA
MATERI MASA ORIENTASI SISWA BARU (MOS) SMK NEGERI 1 KUTASARI TAHUN DIKLAT 2009

I. PENDAHULUAN Dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional, iklim belajar mengajar yang dapat menumbuhkan percaya diri dan budaya belajar dikalangan masyarakat perlu terus dikembangkan agar tumbuh sikap dan perilaku kreatif, inovatif, dan keinginan untuk maju. Sekolah sering dianggap sebagai satu-satunya tumpuan untuk mendidik anak, sehingga lupa pada factor-faktor lain yang menyebabkan beban sekolah menjadi semakin berat. Oleh karena itu perlu diciptakan suatu pandangan atau wawasan yang dipakai untuk mengelola sekolah. Wawasan itu dikenal dengan istilah wawasan wiyata mandala. Dalam mencipatakan wawasan wiyata mandala perlu diciptakan kondisi yang dinamis dan iklim yang menguntungkan disekolah agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan tertib, aman dan dalam suasana kekeluargaan. Oleh karena itu partisipasi seluruh komponen baik kepala sekolah, guru maupun karyawan II. SEKOLAH DAN FUNGSINYA Sekolah sebagai tempat penyelenggara proses belajar mengajar, menanamkan dan mengembangkan berbagai nilai, Iptek, keterampilan dan wawasan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Hal ini berarti bahwa sekolah merupakan lembaga formal yang utuh dan bulat, yang memiliki makna sebagai suatu kesatuan yang didalamnya terdiri dari bagian-bagian yang saling berperan dan berkaitan teranyam menjadi satu. Apabila terjadi kekurangan atau tidak berfungsinya bagian-bagian itu maka akan menyebabkan fungsi sekolah akan terganggu sehingga akan menghambat pencapaian tujuan. Bagian-bagian itu antara lain gedung, perabot, bangku, meja, papan tulis, perpustakaan, laboratorium, aula (bentuk fisik dan kurikulum peserta didik, instruktur dan karyawan). Keadaan fisik sekolah perlu dirawat dan dijaga dengan baik serta digunakan sesuai dengan fungsinya. Siswa dapat merawat dan menjaganya dengan berpedoman pada prinsip 5K yaitu Kebersihan, Keamanan, Ketertiban, Keindahan dan Kekeluargaan. Sekolah pada dasarnya mempunyai fungsi dan tugas menyelenggarakan proses pendidikan secara terencana, tertib dan teratur. Sekolah juga dapat dipandang sebagai masyarakat belajar yang utuh dan bulat yang memiliki kepribadian tersendiri. Sebagai masyarakat belajar maka sekolah tidak dapat dilepaskan dengan kehidupan masyarakat pada umumnya, karena sekolah sebenarnya merupakan sub system dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan berneg ara. III. ARTI DAN MAKNA WAWASAN WIYATA MANDALA Wawasan secara harafiah berarti pandangan, penglihatan atau tanggapan inderawi. Dan juga dapat diartikan sebagai cara memandang atau cara melihat atau cara meninjau. Kata wawasan berarti pengajaran atau pendidikan sedangka mandala berarti lingkungan atau lingkaran atau daerah. Jadi Wawasan Wiyata Mandala berarti cara pandang kalangan pendidikan tentang

harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru. Dalam hal ini yang mendapat perhatian adalah : 1. 4. Wawasan Wiyata Mandala merupakan wawasan yang mengikat seluruh warga sekolah sebagai suatu wahana menuju tercapainya suatu tujuan pendidikan nasional. IV. Kesatuan pandang yang disebut Wawasan Wiyata Mandala merupakan kebijakan di lingkungan sekolah. SEKOLAH SEBAGAI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Dikarenakans sekolah sebagai Wiyata Madala atau lingkungan pendidikan maka sekolah tidak boleh digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang memiliki tujuan yang bertentangan dengan tujuan pendidikan.keberadaan sekolah sebagai pengemban tugas dan fungsi sekolah di lingkungan masyarakat. serta menjaga dan melindungi sekolah dari segala macam unsure yang dapat menganggu proses pendidikan. Setiap sekolah wajib menyelenggarakan seluruh proses pendidikan di seklahnya. Jumlah kelompok dalam kelas 3. Para warga sekolah di dalam maupun diluar sekolah. persatuan dan kesatuan warga sekolah untuk menghadapi segala kemungkinan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar disekolah. Untuk itu maka peran aktif siswa dan guru dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan. menghormati sekolah. nilai-nilai agama. Sekolah merupakan tempat siswa belajar dan guru mengajar. Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggun jawab penuh atas penyelenggaraan pendidikan dalam lingkungan sekolahnya. Sekolah merupakan lingkungan pendidikan 2. tata karma. Menggunakan kesempatan baik dalam mengambil keputusan 4. Siswa ikut secara aktif dalam pelajaran 2. Iptek serta berbagai macam keterampilan siswa. Tugas guru dan siswa adalah menciptakan suasana kelas sedemikian rupa sehingga terjadi interaksi yang mendorong para siswa untuk belajar interaktif. Menaati tata tertib sekolah . 5. Agar tujuan pendidikan dan fungsi serta tugas sekolah dapat terlaksana dengan baik maka diperlukan pandangan yang sama dari seluruh warga mengenai sekolah sebagai lembaga pendidikan. tempat membina dan mengembangkan pandangan hidup dan kepribadian bangsaa. Sikap guru yang positif dalam mengambil keputusan Dalam hal ini perlu juga dukungan dari semua pihak untuk berlangsungnya kegiatan ekstrakurikuler disamping kegiatan kurikuler. Kondisi yang mendukung kegiatan Wawasan Wiyata Mandala : 1. Unsure-unsur Wawasan Wiayata Mandala : 1. Sikap positif siswa dalam mengikuti pelajaran 3. Setiap warga sekolah harus dapat menunjukan loyalitas atau pengabdian kepada sekolah. Disini diperlukan kemanunggalan. tempat untuk menuntut ilmu. Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya mendukung antar warga. Wawasan Wiyata Mandala harus merupakan satu kesatuan yang menjamin berlangsungnya proses pendidika di sekolah secara efisien dan efektif. Oleh karena itu sudah sewajarnya kita mempunyai kewajiban moral untuk senantiasa menjunjung tinggi nama baik sekolah. 2. Bentuk pengaturan perabot disesuaikan dengan situasi kelas. Jumlah siswa dalam kelompok Keaktifan siswa dapat tercipta dengan langkah sebagai berikut : 1. Antara guru dan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama yang erat untuk mengemban tugas pendidikan. 3.

Disamping itu semua komponen harus memiliki rasa memiliki dan rasa tanggungjawab terhadap terpeliharanya dan terbinanya lebaga pendidikan sehingga terjamin kelancaran proses belajar mengajar yang mendukung masukan yang diharapkan. staf tata usaha dan anggota masyarakat di lingkungan seklah. S. teratur dan terencana 5. Menghormati kepala sekolah. PENUTUP Seperti telah diuraikan diatas bahwa Wawasan Wiyata Mandala diartikan sebagai suatu pandangan atau tinjauan mengenai lingkungan pendidikan.Tata tertib sekolah disusun secara operasional untuk mengatur tingakah laku dan sikap siswa dan guru serta karyawan. Menjaga nama baik diri sendiri. V. guru dan karyawan 4. maupun unsru kepala sekolah. disiplin. Hormat dan taat pada guru Guru memiliki tugas professional yaitu mendidik dalam rangka mengembangkan keterampilan. Untuk mencipta ketahanan sekolah maka perlu dicipta : 1. dianjurkan dan yang tidak boleh dilakukan dalampergaulan di lingkungan sekolah. Menaati dan memenuhi tata tertib sekolah 2. Melaksanakan upacara bendera dengan tertib. Memelihara 7 K VI. masyarakat dan pemerintah yang lebih positif juga sangat diperlukan. 2. keluarga dan sekolah 3. Pd. Kerjasama ini akan menimbulkan saling pengertian dan akan lebih membuka cakrawala pandangan oran tua siswa tentang hal-hal yang menjadi tugas dan tanggungjawab dalam mendidika anaknya. Belajar keras. Dalam tata tertib sekolah dikemukakan tentang hal-hal yang diharuskan. 6. orang tua. khidmat dan penuh kesungguhan. I ) Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Diposkan oleh TRISNO DHIANTORO. Kondisi dinamik yang dimaksud adalah suatu keadaan yang menunjukan adanya kekuatan positif yang sumbernya antara lain dari siswa yang aktif melaksanakan tugasnya sesuai dengan fungsi masing-masing. di 11:01 0 komentar PERATURAN BARIS BERBARIS ( Bag. 3. Suasana kondusif dan dinamis dukungan partisipasi keluarga. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Tugas berat guru adalah tugas kemasyarakatan yaitu ikut serta mengembangkan terbentuknya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan secara ideal harus mempunyai kelengkapan yang memadai. wakil kepala sekolah. Kerjasama antar warga sekolah Antara warga sekolah dan masyarakat harus ada saling pengertian dan kerjasama yang erat untuk mengembangkan tugas pendidikan. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris . guru. KETAHANAN SEKOLAH DALAM WAWASAN WIYATA MANDALA Ketahanan sekolah adalah suatu kondisi dinamis yang berisi kemampuan dan ketangguhan dlam menghadapi tantangan dan hambatan yang timbul dari dalam dan dari luar sekolah yang langsung ataupun tidak langsung dapat mengganggu proses belajar mengajar.

Maksud dan tujuan 1) Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas.milik TNI/POLRI .GERAK b) Untuk amanat-istirahat di tempat . Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba -aba pelaksanan yang dipakai ialah: a) GERAK b) JALAN c) MULAI a. Contoh: a) Kepada Pemimpin Upacara-Hormat . Macam aba-aba Ada tiga macam aba-aba yaitu : 1) Aba-aba petunjuk 2) Aba-aba peringatan 3) Aba-aba pelaksanaan 1. Apa itu Baris Berbaris ? 1. yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu. sehingga secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna. rasa disiplin dan rasa tanggung jawab. untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu. 1. b. Contoh: -jalan ditempat -GERAK -siap -GERAK . GERAK: adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain. 5) Yang dimaksud rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak yang mengandung resiko terhadap dirinya.GERAK (bukan lancang kanan) b) Istirahat di tempat . Pengertian Baris berbaris adalah suatu ujud latuhan fisik. b. Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas. tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya tidak mudah melakukan tindakan-tindakan yang akan dapat merugikan. 3) Yang dimaksud rasa persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas. Pengertian Aba-aba adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.GERAK (bukan ditempat istirahat) 3. 4) Yang dimaksud rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri. Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu untuk menegaskan maksud daripada abaaba peringatan/pelaksanaan.GERAK 2. Aba-aba a. 2) Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok. Baris Berbaris a. Contoh: a) Lencang kanan .

c. ‡ Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju-JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.JALAN Catatan: Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya. Tidak dapat diberikan aba-aba langkah tegap maju JALAN. belok kanan/kiri-GERAK. Contoh: -haluan kanan/kiri . Cara memberi aba-aba a) Waktu memberi aba-aba.JALAN -haluan kanan/kiri . karena tidak dapat diberikan aba-aba langkah henti-GERAK. b) Apabila aba-aba itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba.JALAN -hadap kanan/kiri maju . pasukan wajib berhenti tanpa aba-aba berhenti. MULAI : adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturutturut. maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan. maka aba-aba harus didahului dengan aba-aba peringatan ±MAJU Contoh: -maju . Misalnya: ‡ Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju . namun tidak selamanya aba-aba peringatan henti ini harus diucapkan. karena dapat pula diberikan aba-aba : balik kana henti-GERAK.-hadap kanan -GERAK -lencang kanan -GERAK b.JALAN -dua langkah ke depan -JALAN -satu langkah ke belakang . bilamana harus berhenti dapat diberikan aba-aba HENTI. Contoh: Kepada Pembina Upacara ± hormat ± GERAK Pelaksanaanya : ‡ Pada waktu memberikan aba-aba mengahdap ke arah yang diberi hormat sambil melakukan . aba-aba belok kanan/kiri majuJALAN terhadap pasukan yang sedang berjalan dengan langkah biasa. Contoh: Empat langkah ke depan ±JALAN. pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan.JALAN -melintang kanan/kiri maju -J ALAN Tentang istilah: ³maju´ ‡ Pada dasarnya digunakan sebagai aba-aba peringatan terhadap pasukan dalam keadaan berhenti. Setelah selesai pelaksanaan dari maksud aba-aba peringatan. terkecuali dalam keadaan yang tidak mengijinkan untuk melakukan itu. Tentang aba-aba : ³henti´ Pada dasarnya aba-aba peringatan henti digunakan untuk menghentikan pasukan yang sedang bergerak. JALAN: adalah utuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat. Contoh: -hitung -MULAI -tiga bersaf kumpul -MULAI 4. bukan barisan ± jalan. ‡ Pasukan yang sedang bergerak maju. ‡ Balik kana maju/JALAN.JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.

f) Aba-aba pelaksanaan pada waktu pengucapan hendaknya dihentakkan. kaki kiri dipindahkan ke samping kiri dengan jarak sepanjang telapak kaki (30cm) 2) Ke dua belah tangan dibawa ke belakang dan dibawah pinggang. kemudian mengambil sikap istirahat. aba-aba pelaksanaan gerakannya ditambah 1 (satu) langkah pada waktu berjala. d) Aba-aba diucapkan dengan suara nyaring-tegas dan bersemangat. ke dua tangan dilemaskan. tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan di antara ibu jari dan telunjuk. maka atas ucapan pemimpin/atasan dengan menggunakan kata Perhatian pasukan segera mengambil sikap sempurna tanpa mengucapkan kata siap. ke dua tumit rapat. gigi dirapatkan. mata memandang tajam ke depan. benafas sewajarnya. selesai atau sekian. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. g) Antara aba-aba peringatan dan pelaksanaan hendaknya diperpanjang disesuaikan dengan besar kecilnya pasukan. pergelangan tangan lurus. II ) Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. maka dalm keadaan sikap sedang memberi hormat si pemberi aba-aba memberikan aba-aba tegak : GERAK dan kembali ke sikap sempurna. punggung tangan kanan di atas telapak tangan kiri. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI . Istirahat Aba-aba istirahat ditempat ± GERAK 1) Pada aba-aba pelaksanaan. Sikap sempurna Aba-aba : Siap . ke dua telapak kaki membentuk sudut 60«. ‡ Pada taraf lanjutan. 1. c) Pada taraf permulaan aba-aba yang ditunjukan kepada pasukan yang sedang berjalan/berlari. b) Pada kata perhatian. b. tangan kanan dikepalkan dengan dilemaskan. h) Bila pada suatu bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANG ! Contoh: Lencang kanan = Ulangi ± siap GERAK ( Bag. bahwa petunjuk- . perut ditarik sedikit. jari-jari tangan menggenggam tidak terpaksa rapat pada paha. ibu jari segaris dengan jahitan celana. dagu ditarik. dada dibusungkan.gerakan penghormatan bersama-sama dengan pasukan. c) Maksud dari sikap siap terakhir ini adalah sebagai jawaban tanpa suara. lutut lurus paha dirapatkan. ‡ Setelah penghormatan selesai dijawab/dibalas oleh yang menerima penghormatan. pundak ditarik sedikit ke belakang dan tidak dinaikkan. berat badan di atas ke dua kaki. pada waktu berlari ditambah 3 (tiga) langkah. mulut ditutup. Pelaksanaanya : pada aba-aba pelaksanaan badan/tubuh berdiri tegap. lengan rapat pada badan. Catatan: a) Pasukan dalam keadaan istirahat di tempat. pasukan mengambil sikap sempurna tanpa didahului aba-aba kemudian kembali ke sikap istirahat di tempat. pemimpin atau atasan lainnya datang untuk memberikan perhatian atau petunjuk-petunjuk. badan dapat bergerak. Gerakan Perorangan ± Gerakan Dasar a. aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada kaki kanan ditambah 2 (dua) langkah untuk berjalan / 4 (empat) langkah untuk berlari. e) Aba-aba petunjuk dan peringatan pada waktu pengucapan hendaknya diberi antara. leher lurus.GERAK.

e. b) Kelurusan barisan dilihat dari tumit. Catatan: a) Untuk menghindarkan keributan pada waktu mengangkat lengan kanan/kiri. Lencang kanan/kiri : (hanya dalam bentuk bersaf) Aba-aba : Lencang kanan/kiri . 3) Penjuru saf tengan dan belakang mengambil antar ke depan 1 (satu) lengan kanan/kiri ditambah 2 (dua) kepalan tangan dan setelah lurus menurunkan tangan kanan/kiri tanpa menunggu aba-aba. 3) Banjar tengah/kiri tanpa mengangkat tangan f. kalau jarak 1 (satu) lengan tidak cukup. ikut pula memalingkan muka ke samping dengan tidak mengangkat tangan. 2) Saf depan banjar tengah dan kiri mengambil antara satu lengan ke samping kanan. jari-jari kanan/kiri menggenggam menyentuh bahu kanan/kiri orang yang berada di sebelah kana/kirinya. d. setelah lurus menurunkan tangan dan memalingkan kepala kembali ke depan dengan serentak tanpa menunggu aba-aba. Lencang depan (hanya dalam bentuk berbanjar) Aba-aba : Lencang depan .GERAK Pelaksanaannya: Gerakan ini dijalankan dalam sikap sempurna. tetapi tangan kanan/kiri di pinggang (bertolak pinggang) dengan siku menyentuh lengan orang yang berdiri disebelahnya. bersamaan dengan ini kepala dipalingkan ke kanan/kiri tidak berubah tempat masing-masing meluruskan diri 2) Saf tengah dan saf belakang kecuali penjuru. Cara berhitung Aba-aba : Hitung ± MULAI Pelaksanaannya: . 4) Pada aba-aba tegak-GERAK semua dengan serentak menurunkan lengan dan memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna.petunjuk yang diberikan akan dijalankan c. pergelangan tangan lurus. Dengan demikian dihindarkan gerakan seolah-olah meninju rekannya yang berada di smaping. setelah meluruskan ke depan dengan pandangan mata.GERAK Pelaksanaannya: Seperti pada waktu lencang kanan/kiri. saf depan mengangkat lengan kanan/kiri ke samping. hendaknya lengan diluruskan melalui belakang punggung orang yang berada di samping. empat jari lainnya rapat pada pinggang sebelah depan (khusus saf depan). Pemimpin pasukan yang berada dalam barisan itu memberikan kelurusan saf dari sebelah kanan/kiri pasukan dengan menitikberatkan pada kelurusan tumit (bukan ujung depan sepatu). 1) Pada aba-aba pelaksanaan.GERAK Pelaksanaannya: 1) Penjuru tetap sikap sempurna : nomor dua dan seterusnya meluruskan ke depan dengan mengangkat tangan dengan jarak satu lengan ditambah dua kepalan tangan. Setengah lencang kanan/kiri Aba-aba : Setengah lencang kanan/kiri . Pada aba-aba tegak GERAK dengan serentak menurunkan lengan sambil memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna. punggung tangan menghadap ke atas. ibu jari di sebelah belakang pinggang. 5) Pada waktu pemimpin pasukan memberikan aba-aba lencang kanan/kiri dan barisan sedang meluruskan safnya.

kaki dirapatkan dan kembali ke sikap sempurna ‡ Dalam keadaan berhenti berjalan pada hitungan ketiga. 2) Pada aba-aba pelaksanaan. b) Hadap serong kanan/kiri Aba-aba : Hadap serong kanan/kiri ± GERAK Pelaksanaannya: 1) Kaki kiri/kanan diajukan ke muka sejajar dengan kaki kanan/kiri 2) Berputarlah arah 45° ke kanan/kiri 3) Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri c) Balik kanan Aba-aba : Balik kanan/kiri ± GERAK Pelaksanaannya : 1) Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diajukan melintang (lebih dalam dari hadap kanan) di depan kaki kanan. 2) Tumit kaki kanan beserta badan diputar ke kanan 180° 3) Kaki kanan/kiri dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.MULAI Pelaksanannya : 1) Pelatih menunjuk seorang anggota sebagai penjuru dan orang yang ditunjuk mengulangi perintah yang diberikan oleh pelatih.5 langkah dengan cara dihentikan. 5) Pada aba-aba pelaksanaan mulai dari penjuru kanan berturut-turut ke belakang menyebutkan nomornya masing-masing. 4) Pada waktu berkumpul.Gatot sebagai penjuru. maka orang-orang lainnya berlari dan berdiri disamping kiri penjuru serta meluruskan diri seperti pada waktu lencang kanan. kaki kanan/kiri tidak dirapatkan melainkan dilangkahkan 0. 6) Jika pasukan berbanjar/bersaf tiga. pada aba-aba peringatan penjuru tetap melihat ke depan. berat badan berpindah ke kaki kiri/kanan. Perubahan Arah (dalam keadaan berhenti) a) Hadap kanan/kiri Aba-aba : Hadap kanan/kiri ± GERAK 1) Kaki kiri/kanan diajukan melintang di depan kaki kanan/kiri lekukan kaki kanan/kiri berada di ujung kaki kanan/kiri. 2) Orang yang ditunjuk tadi lari dan berdiri di depan pelatih ± 4 langkah 3) Setelah aba-aba pelaksanaan MULAI diberikan pelatih. pada aba-aba peringatan semua anggota tetap dalam sikap sempurna. 3) Pengucapan nomor secara tegas dan tepat. d) Cara berkumpul Aba-aba : 3 bersaf/ 3 berbanjar kumpul . maka yang berada paling kiri mengucapkan : LENGKAP atau KURANG SATU/KURANG DUA. penjuru melihat ke kiri setelah lurus. berturut-turut di mulai dari penjuru menyebutkan nomornya sambil memalingkan muka ke depan. penjuru memberikan isyarat . 1. 2) Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar ke kanan/kiri 90° 3) Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri. Oleh orang yang ditunjuk (dalam sikap sempurna) aba-aba diulangi : Gatot sebagai penjuru.1) Jika bersaf. Contoh: Sdr. Catatan: ‡ Dalam keadaan berhenti pada hitungan ke tiga. Aba-aba pelatih : Gatot sebagai penjuru. saf terdepan memalingkan mukanya ke kanan. 4) Jika berbanjar.

b) Jalan di tempat Aba-aba: Jalan ditempat . maka jari tengah mengenai pinggir klep. a) Bubar Aba-aba : Bubar . dengan gerakan cepat tangan kanan diangkat ke arah pelipis kanan. sedang regu tangah tetap di tempat.pada hitungan ke dua kaki kiri/kanan diharapkan pada kaki kiri/kanan dan kembali ke sikap sempurna. e) Cara latihan memberi hormat Aba-aba : Hormat . Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI . lalu bubar. tempo langkah sesuai dengan langkah biasa. jari tengah dan telunjuk mengenai pinggir bawah dari tutup kepala setinggi pelipis. badan tegak. Setelah melakukan penghormatan kemudian balik kanan dan setelah menghitung dua hitungan dalam hati. paha rata-rata. Catatan : Membuka barisan gunanya untuk memudahkan pemeriksaan. III ) Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat.JALAN Pelaksanaannya. pandangan mata tertuju kepada yang diberi hormat. Aba-aba : Buka barisan ± JALAN Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri membuat satu langkah ke samping kanan dan kiri. 3) Jika tutup kepala mempunyai klep. telapak tangan serong ke bawah dan kiri ujung. kelima jari rapat dan lurus. yang lainnya (saf depan) menurunkan lengannya dan kembali ke sikap sempurna. lutut berganti-ganti diangkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Aba-aba : Henti ± GERAK Pelaksanaannya: Pada aba-aba pelaksanaan dapat dijatuhkan kaki kiri/kanan. pandangan mata tetap ke depan.GERAK Pelaksanaannya (dengan tutup kepala. Tutup barisan Aba-aba :tutup barisan ± JALAN Pelaksanannya : Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri membuat satu langkah kembali ke samping .dengan perkataan LURUS. 4) Jika selesai menghormat. 2) Pergelangan tangan lurus. Pemberian aba aba tersebut dilaksanakan dalam keadaan sikap sempurna. ( Bag. lengan dirapatkan pada badan (tidak melenggang) Dari jalan ke tempat berhenti. keadaan berhenti) 1) Pada aba-aba pelaksanaan.GERAK Pelaksaannya: Gerakan dimulai dengan mengangkat kaki kiri. siku-siku 15° serong ke depan. maka lengan kanan lurus diturunkan secara cepat ke sikap sempurna. bahu tetap seperti dalam sikap sempurna. pada isyarat ini penjuru nelihat ke depan. ujung kaki menuju ke bawah. c) Membuka/menutup barisan.

lengan kiri 30° ke belakang. Dilarang keras : berbicara-melihat kanan/kiri Pada waktu melenggangkan tangan supaya jangan kaku. Pertama tumit diletakkan di tanah selanjutnya lurus ke depan dan ke belakang di samping badan. LANGKAH BIASA 1) Pada waktu berjalan. 3) Kembali ke langkah biasa Aba-aba : Langkah biasa ± JALAN . Langkah perlahan 40cm 30 tiap menit 4. 2) Dari langkah biasa Aba-aba : Langkah tegap ± JALAN Pelaksanaannya : Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah. Jari-jari tangan digenggam. Seluruh anggota meluruskan barisan ke depan dengan melihat pada belakang leher. punggung ibu jari menghadap ke atas. kemudian dihentakkan ke tanah dengan jarak setengah langkah dan selanjutnya berjalan dengan langkah biasa. punggung ibu jari menhadap ke atas. ke belakang 30°. sedang regu tengah tetap ditempat. Langkah biasa 65cm 120 tiap menit 2. Langkah di waktu lari 80cm 165 tiap menit A. (lengan tangan 90° ke depan dari 30° ke belakang). C. Langkah ke belakang 40cm 70 tiap menit 6. lutut kaki tidak boleh diangkat tinggi. Langkah kesamping 40cm 70 tiap menit 5. kepala dan badan seperti pada waktu sikap sempurna. ditambah satu langkah selanjtnya mulai berjalan seperti tersebut pasa butir 1. LANGKAH TEGAP 1) Dari sikap sempurna Aba-aba : Langkah tegap ± JALAN Pelaksanaannya : Mulai berjalan dengan kaki kiri. Jari-jari tangan digenggam dengan tidak terpaksa. dengan tidak terpaksa. Gerakan berjalan dengan panjang tempo dan macam langkah Macam langkah Panjangnya Tempo 1. telapak kaki rapat dan sejajar dengan tanah. Langkah ke depan 60cm 70 tiap menit 7. Langkah tegap 65cm 120 tiap menit 3. 2) Langkah pertama dilakukan dengan melenggangkan lengan kanan ke depan 90°. pada langkah selanjutnya lengan atas dan bawah lurus dilenggangkan ke depan 45°. 2) Cara melangkahkan kaki seperti pada waktu berjalan biasa. Kemudian diletakkan ke tanah menurut jarak yang telah ditentukan. Bersama dengan langkah pertama lengan dilenggangkan lurus ke depan dan ke belakang di samping badan. selanjutnya seperti jalan biasa (panjang dan tempo) dengan cara kaki dihentakkan terus menerus tetapi tidak dengan berlebih-lebihan. Waktu mengayunkan kaki ke depan lutut dibengkokkan sedikit (kaki tidak boleh diseret). MAJU ± JALAN Dari sikap sempurna Aba-aba : Maju ± JALAN Pelaksanaannya: 1) Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diayunkan ke depan. lutut lurus. langkah pertama selebar setengah langkah. dan ke belakang 30°. telapak kaki diangkat rata sejajar dengan tanah setinggi ± 15 cm.kanan dan kiri. Ke depan 45°. B.

menurut jumlah langkah yang diperintahkan. Sebanyka-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.Langkah ke belakang ± JALAN Pelaksanaannya : Pada aba-aba pelaksanaan.Langkah ke depan ± JALAN Pelaksanaannya : Pada aba-aba pelaksanaan. Catatan : Dalam lsedang berjalan cukup menggunakan aba-aba peringatan : Langkah tegap/langkah biasa-JALAN.. 2) Berhenti dalam langkah perlahan Aba-aba : Henti ± GERAK Pelaksanaannya : E. . LANGKAH KE BELAKANG Aba-aba : ««. D. pada tiap-tiap perubahan langkah (tanpa kata maju). peserta melangkah ke belakang mulai kaki kiri menurut panjangnya langkah dan sesuai dengan tempo yang telah ditentukan.. LANGKAH KE DEPAN Aba-aba : ««. c) Gerakan selanjutnya melakukan gerakan-gerakan seperti semula. sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah. Catatan : ‡ Dalam keadaan sedang berjalan. Lengan tidak boleh dilenggangkan dan sikap badan seperti dalam sikap sempurna. G. hanya langkah pertama««. peserta melangkahkan kaki ke depan mulai dengan kaki kiri menurut panjangnya langkah dan tempat yang telah ditentukan. ke dua siku sedikit ke belakang. Selanjutnya kaki kiri/kanan dirapatkan pada kaki kiri/kanan. Sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.Pelaksanaannya : Aba-aba diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah ditambah satu langkah dan mulai berjalan dengan langkah biasa. kaki kiri dilangkahkan ke depan. kemudian dilanjutkan ditatapkan kaki kanan di depan kaki kiri.Langkah ke kanan/kiri ± JALAN Pelaksanaannya : Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri/kanan dilanjutkan ke samping kanan/kiri sepanjang 40 cm.Sikap badan tetap seperti pada sikap sempurna. H. LANGKAH KE SAMPING Aba-aba : ««. setelah kaki kiri menapak di tanah segera disusul dengan kaki kanan ditarik ke depan dan ditahan sebentar di sebelah mata kaki kiri. menurut jumlah langkah yang diperintahkan. tetapi diletakkan rata-rata untuk lebih khidmat. aba-aba adalah ³langkah perlahan JALAN´ yang diberikan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh di tanah ditambah selangkah dan kemudian mulai berjalan dengan langkah perlahan. LANGKAH PERLAHAN 1) Untuk bergabung (mengantar jenazah dalam upacara kemiliteran) Aba-aba : Langkah perlahan maju ± JALAN Pelaksanaannya : a) Gerakan dilakukan dengan sikap sempurna b) Pada aba-aba ³jalan´. ‡ Tapak kaki pada saat menginjak tanah tidak dihentakkan. Gerakan kaki seperti gerakan langkah tegap dan dihentikan dan sikap seperti sikap sempurna. F. LANGKAH DI WAKTU LARI 1) Dari sikap sempurna Aba-aba : Lari maju ± JALAN Pelaksanaannya: Aba-bab peringatan ke dua tangan dikepalkan dengan lemas dan diletakkan di pinggang sebelah depan dengan punggung tangan menghadap keluar.

Sesudah ujung kaki kiri/kanan yang sedang di belakang dirapatkan pada badan. 3) Kembali ke langkah biasa Aba-aba : Langkah biasa ± JALAN Pelaksanaannya : Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri/kanan jatuh ke tanah ditambah tiga langkah. S. Catatan : Untuk berhenti dari keadaan berlari aba-aba seperti langkah biasa henti ± GERAK. Pd. Anggota tetap dilarang meninggalkan barisan. kemudian berjalan dengan langkah biasa. anggota dapat dijinkan untuk membuat sesuatu yang dalam keadaan lain terlarang (antara lain berbicara. Pedoman Penyelenggaraan Paskibraka .Pusdiklat TNI-AD Diposkan oleh TRISNO DHIANTORO. selanjutnya kaki dirapatkan kemudian kedua kepal tangan diturunkan untuk mengambil sikap sempurna. Untuk selanjutnya disesuaikan dengan langkah baru yang disamakan. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri/kanan jatuh ke tanah kemudian ditambah satu langkah. Pada aba-aba pelaksanaan. lengan dilenggangkan secara tidak kaku. Atas pertimbangan Pimpinan. dimulai lari dengan menghentakkan kaki kiri setengah langkah dan selanjutnya menurut panjang langkah dan tempo yang ditentukan dengan kaki diangkat secukupnya.badan agak dicondongkan ke depan. 2) Kembai ke langkah biasa Untuk melaksanakan gerakan ini lebih dahulu harus diberikan ««««««. Telapak kaki diletakkan dengan ujung telapak kaki terlebih dahulu. 1. bersama dengan itu kedua lengan digenggam. buak topi. Sumber/ Referensi : 1. Pemimpin dapat memberikan aba-aba peringatan dan pelaksanaan. 3) Aba-aba : Langkah biasa ± JALAN Pelaksanaannya : Seperti tersebut pada petunjuk dari langkah tegap ke langkah biasa. 2) Dari langkah biasa Aba-aba : Lari ± JALAN Pelaksanaannya: Aba-aba peringatan pelaksanaannya sama dengan ayat 1. dimuali dengan kaki kiri dihentakkan.samakn langkah. Kemudian gerakan ini dilakukan dalam satu hitungan. LANGKAH MERDEKA 1) Dari langkah biasa Aba-aba : Langkah merdeka ± JALAN Anggota berjalan bebas tanpa terikat pada ketentuan panjang. Peraturan Baris Berbaris . Langkah merdeka biasanya dilakukan untuk menempuh jalan jauh/diluar kota/lapangan yang tidak rata.Depdiknas. tempo dan ketentuan langkah. J. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan/kiri di tanah kemudian ditambah satu langkah. I. menghapus keringat). selanjutnya berlari menurut ketentuan yang ada. GANTI LANGKAH Aba-aba : Ganti langkah ± JALAN Pelaksanaannya : Gerakan dapat dilakukan pada waktu langkah biasa/tegap. di 10:55 0 komentar NARKOBA DAN MIRAS . Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh ke tanah ditambah tiga langkah. Setelah langkah barisan sama.

2. Jenis-jenis narkoba dan miras Beberapa contoh narkoba : a) Heroin b) Ganja c) Ecstasy d) Shabu-shabu e) Amphetamine (stimulant sintesis) f) Ganja Beberapa contoh miras : a) Bir b) Wisky c) Vodka dengan berbagai jenis merk d) Tuak atau arak (dari poho aren/nira) e) Ciu atau brem (sari ketan/tebu) f) Anggur beras III. Tua. karena itu penggunaannya harus sesuai dengan anjuran dokter. Merangsang syaraf pusat agar anergi atau aktifitas meningkat (stimulansia) 6. Efek dari penggunaan Narkoba : 1. Tanda-tanda sederhana jka kecanduan narkoba/miras . Menyebabkan lumpuh atau mati rasa. berpendidikan tinggi ataupun biasa-biasa saja. baik mereka dikota maupun didesa yan berasal dari keluarga miskin ataupu kaya. Mengendorkan syaraf 4. bias bebahaya bagi pemakainya karena dapat mempengaruhi pikiran . Kebanyakan pencandu terdiri dari kaum remaja. keracunan darah dan dapat pula menyebabkan kematian. muda bahkan anak yang baru menginjak remaja sudah banyak yang terjerat atau menjadi pemakai narkoba. Mengurangi rasa sakit 3. Merubah pkiran atau perasaan agar terasakan hal yang luar biasa (halusinogen) Ketagihan narkoba akan meyebabkan penurunan kekebalan. Sedangkan miras (minuman keras) adalah minuman yang mengandung alcohol dan dapat menimbulkan ketagihan. Menenangkan dan membuat tidur (depresan) 5. suasana hati serta perilaku serta menyebabkan kerusakan fungsi organ-organ tubuh. Pengertian narkoba dan miras serta efeknya. I. menenangkan. menghilangkan rasa sakit. Kita hendaknya mewaspadai masalah ini dan saling membantu jika ada yang kecanduan. membius serta membuat gembira. II. Efek yang ditimbulkan adalah memberikan rangsangan. Penyebarannya tidak lagi mengenal status ekonomi social serta usia. Korban dari narkoba tidak lagi mengenal batasan umur danstatus social ekonomi. Narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba) adalah jenis obat yang mempunyai efek tertentu sehingga berbahaya jika dikonsumsi secara sembarangan.MATERI MASA ORIENTASI SISWA BARU (MOS) SMK NEGERI 1 KUTASARI TAHUN DIKLAT 2009 Penyebaran narkoba dan miras saat ini sudah mewabah dalam masyarakat. karena hanya dengan dukungan orang disekelilingnya dapat sembuh.

9) Cenderung menyakiti diri dan bahkan bunuh diri. Akibat miras bagi kesehatan reproduksi Menggunakan narkoba dan miras dapat berakibat buruk bagi kelangsungan hidup untuk mempunyai keturunan diantaranya : 1) Pola hidup jorok dan melupakan norma susila sering mengabitkan tertularnya penyakit kelamin (PMS. V. Alasan mengapa remaja terkena masalah narkoba atau miras. dikucilkan oleh lingkungan. 7) Mencuri apasaja milik orang tua atau saudara untuk membeli narkoba atau miras. sukar tidur. 5) Bersembunyi ditempat-tempat gelap atau sepi agar tidak terlihat orang. 8) Sering cemas mudah stress atau gelisah. HIV/AIDS) yang menularkan kepada pasangan. dan penuh curiga. 10) Kematian karena kerusakan organ tubuh. VI. 3) Menjadi tidak disiplin. mual-mual dan muntah. malas. sering tegang dan gelisah 7) Hlang kepercayaan diri. murus-murus dan sulit tidur 4) Gangguan otot jantung dan tekanan darah tinggi. 2) Hidup jorok sehingga terkena eksim 3) Sering sakit kepala. 8) Gangguan mental. apatis. namun kemudian ada yang menjadi kebiasaan. Akibat penyalahgunaan narkoba/miras. 5) Ganguan gerak dan keseimbangan tubuh. mudah tersinggung dan cepat marah tanpa alasan yang jelas. 6) Lamban kerja.Tanda-tanda sederhana yang dapat terlihat dari sesorang yang mungkin sedang kecanduan narkoba atau miras : 1) Perubahan perilaku seperti : yang biasanya periang tiba-tiba menjadi pemurung. 3) Kebiasaan menggunakan narkoba/miras dapat menurun pada sifat-sifat anak yang dilahirkan yaitu menjadi peminum atau pecandu. 4) Nilai raport maupun prestasi lainnya menurun. ceroboh. 6) Lebih bergaul dengan orang-orang tertentu saja yang mempunyai cirri-ciri seperti tandatanda diatas. 4) Wanita ³pemakai´ mempunyai sikap hidup malas dan kekurangan gizi sehingga mengakibatkan bayi yang berada dalam kandungannya gugur. sehingga fisik lemah dan kekurangan gizi. 2) Kecanduan obat terlarang pada orang tua dapat mengakibatkan bayi lahir dengan ketergantungan obat sehingga harus mengalami perawatan intensif yang mahal. Pada remaja yang ³kecewa´ dengan kondisi diri atau keluarganya. IV. Awalnya seseorang hanya mencoba-coba karena keluarga atau teman-teman menggunakannya. berat rendah atau cacat. atau sering kabur. sering menjadi lebih suka . 5) Dapat mengakibatkan impotensi atau keinginan seksual yang berlebihan maupun perilaku seksual yang menyimpang sehingga menggangu keharmonisan keluarga. 2) Sering menguap dan mengantuk. Mereka yang memakai selalu mempunyai kelompok pemakai. dan dapat pula secara langsung menular pada bayi yang dikandung atau bayi lahir cacat. Beberapa remaja terjerumus kemasalah narkoba dan miras karena pengaruh lingkungan dan pergaulan. melamun dan tidak memperhatikan kebersihan tau penampilan diri. 9) Mata merah seperti mengantuk terus atau memakai kacamat hitam terus. penghayal. baik dirumah maupun disekolah. Apabila ada orang tua atau teman menggunakan secara terus menerus selama satu bulan atau lebih maka akan menjurus pada gejala : 1) Malas makan. atau mengalami gangguan mental/cacat. anti social dan asusila.

3) Aktif melakukan gerak badan dan olah raga. 9) Percaya bahwa hidup telah ada yang mengatur. Sikap menolak yang lain adalah tidak mau ikut-ikutan menikmati barang itu. yaitu mematuhi berbagai kebutuhan baik fisik. Maka tak jarang orang yang telah ketagihan menjadi pencuri. S. 4) Aktif melakukan kegiatan hobi. rekreasi atau bermain dengan teman. kalau bisa ceritakan kepada orang lain. 5) Aktif mengembangkan kemampuan diri dengan berbagai keterampilan. social kemasyarakatan dan keagamaan. meskipun sehari-hari tetap bergaul biasa dengan mereka. Ketagihan obat memang dapat menimbulkan ³rasa nyeri´ atau ³demam´ yang berlebihan dan baru akan sembuh jika yang bersangkutan menggunakan obat itu. VIII. kita hanya wajib menjalankan dengan sebaik-baiknya. Sulit disembuhkan karena zat-zat itu telah meresap kedalam tubuh dan perasaan. Cara untuk menghidari kecanduan Narkoba/Miras Jangan pernah berpikir untuk mencoba. Pd. Sikap menolak yang pertama adalah menjauhkan diri dari dari mereka yang memakai apabila anda merasa akan sulit untuk bisa menolak tawaran. 8) Jangan menyimpan persoalan. yaitu temanteman sekelompoknya yang ³modern dan pemberani´ Apabila seseorang telah menjadi terbiasa memakainya dan karena mudah untuk mendapatkannya. maka dia akan mulai memakinya sendiri sampai tahu-tahu telah menjadi ketagihan dan sulit disembhkan. mental maupun spiritual. Obat atau minuman keras memang menimbulkan ketergantungan. yaitu adanya rasa ³diakui´ mempunyai identitas yang sama dengan mereka. karena sadar penuh terhadap konsekuensinya yang diakibatkan. 7) Hadapi persoalan hidup dengan tanpa terlalu takut. panic atau stress karena pasti akan dapat diselesaikan seiring dengan berjalannya waktu. VII. 10) Jangan mudah menerima sesuatu dari orang lain baik yang sudah dikenal ataupun orang yang belum dikenal seperti permen atau cemilan-cemilan. Pikiran bahwa ³«aku hanya mencoba dan gampang untuk berhenti«´ adalah pikiran yang berbahaya dan salah untuk persoalan Narkoba. Diposkan oleh TRISNO DHIANTORO. di 10:51 0 komentar PROGRAM DAN CARA BELAJAR MATERI MASA ORIENTASI SISWA BARU (MOS) SMK NEGERI 1 KUTASARI TAHUN DIKLAT 2009 . hanya saja tidak usah sungkan-sungkan untuk menyatakan ³tidak´ jika ditawari untuk ikut memakainya. Cara mengelola diri agar jauh dari Narkoba/Miras Pada prinsipnya hidup itu harus seimbang. social. Menghindari diri dari pemakaian Narkoba/Miras adalah dengan sikap menolak untuk memakainya. Adanya ajakan atau tawaran dari teman serta banyaknya film dan saran hiburan yang memberikan contoh ³model pergaulan modern´ biasanya mendorong mereka kepada pemakaian secara berkelompok.untuk mengorbankan apa saja demi hubungan baik dengan teman-teman khusunya. pemalahk dan mendapatkan apa saja untuk mendapatkan Narkoba dan Miras. namun yang terutama sebenarnya adalah ketergantungan kepada kelompok. 6) Istirahat yang cukup dan juga makan yang cukup dengan gizi seimbang. sehingga menuntut untuk dipernuhi. Untuk selalu diingat adalah berbagai kegiatan yang perlu dilakukan sehari-hari agar terhindar dari Narkoba/Miras adalah : 1) Aktif memegang teguh norma-norma agama dan social kemayarakatan 2) Aktif melibatkan diri dalam kegiatan keluarga.

PRINSIP-PRINSIP BELAJAR Tugas utama seorang siswa adalah belajar. e) Mencoba menyusun singkatan (jembatan keledai) untuk hal-hal yang panjang sebagai rumus. malu. II. dsb. 2) Untuk dapat belajar baik kita harus memusatkan perhatian pada hal-hal yang sedang kita pelajari. walaupun kita sudah tidak sekolah lagi. 5) Kita harus meyakini bahwa semua pelajaran yang diterima akan berguna bagi kita nanti. kesal. . Hasil belajar adalah perubahan tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. ARTI PENTINGNYA BELAJAR Belajar adalah usaha untuk memperoleh kepandaian atau ilmu pengetahuan. patah hati. Oleh karena itu kita harus belajar dengan sebaikbaiknya. Hal yang dapat mengganggu pemusatan perhatian adalah pikiran yang tertuju pada hal-hal yang mungkin sedang mempengaruhi perasaan seperti kesedihan. takut mendapat malu dan sebagainya. kebencian. seperti perasaan takut.I. 8) Menghindari hal-hal yang dapat menghambat belajar. karena pujian. iri hati. Sedangkan dorongan dari luar misalnya adanya system rengking di kelas. 3) Kita harus berusaha untuk mengerti lebih dulu yang kita pelajari sebelum menghapal. kemarahan. Dorongan dari dalam antara lain keinginan untuk lebih maju. Setibanya di rumah perlu dibaca kembali dan melengkapi dengan ringkasan skema. cita-cita yang akan diraihnya. antara lain : 1) Untuk belajar kita membutuhkan dorongan atau motivasi. Dorongan itu ada yang dating dari dalam maupun dari luar diri sendiri. 6) Agar yang kita pelajari lebih meresap adalah dengan beristirahat untuk mengedapankan semua hal yang sudah diperoleh dari belajar. marah. Missal pola Bahasa Indonesia untuk mempelajari bahas asing. 4) Untuk dapat mengerti sesuatu yang dipelajari dapat ditempuh dengan cara : a) Menanyakan pada diri sendiri mengenai hal yang kita pelajari b) Membuat ringkasan atau skema untuk memudahkan memahami c) Mencoba menghubungkan dengan masalah yang lebih besar dan menyeluruh d) Mencoba menelaah dari berbagai macam segi agar menjadi lebih jelas. Hal yang dimengerti akan lebih mudah untuk dihapa. Sebagai seorang siswa harusmengetahui prinsip-prinsip belajar. Misalnya nama keluarga Matahari menjadi MERCVEM Yang Sangat Ulung Nan Pandai : Merc = Mercurius V = Venus E = Earth M = Mars Yang = Yupiter Sangat = Saturnus Ulung = Uranus Nan = Neptunus Pandai = Pluto f) Untuk lebih memantapkan hal yang kita pelajari disekolah sebaiknya jangan merasa cukup hanya mendengarkan penjelasan guru di sekolah. Balajar juga dapat diartikan sebagai kegiatan berlatih. 7) Hasil belajar yang sudah kita peroleh dapat digunakan untuk mempelajari yang lain. dll. Perubahan tingkah laku dari belum dapat melakukan sesuatu menjadi dapat melakukan sesuatu disebut belajar.

Sebaliknya siswa yang sudah paham akan lebih mahir karena ia mengutarakan hal yang sudah diketahui. artinya dapat menerima guru sebagaimana adanya. Memang perpustakaan berarti kumpulan buku-buku. j) Setibanya dirumah. Untuk dapat belajar dirumah secara baik hendaknya memilih waktu dan tempat yang tepat serta nyaman. Di dalam perpustakaan disediakan buku-buku yang diperlukan siswa di sekolah. artinya siswa tidak hanya mendengarkan tapi juga berinisiatif dalam memahami pelajaran dengan membuat catatan yang perlu.III. 2) Cara Memanfaatkan Perpustakaan Adanya perpustakaan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Buku-buku tersebut akan memberikan wawasan yang lebih luas kepada para siswa dan komponen sekolah yang memanfaatkannya. Oleh karena itu didalam perpustakaan disediakan buku baik berupa buku pelajaran maupun buku yang berhubungan dengan ilmu pengetahun dan teknologi. memiliki sifat ingin tahu dan ingin menguasai ilmu pengetahuan. Meja dan tempat duduk yang kurang enak dapat mengganggu konsentrasi dalam belajar. e) Siswa hendaknya bersikap kritis dalam menerima pelajaran f) Siswa harus memiliki dorongan dan semangat yang kuat untuk maju. PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN 1) Pentingnya perpustakaan Di setiap sekolah terdapat perpustakaan. Untuk mencapai tujuan pendidikan siswa perlu memahami hal-hal sebagai berikut : a) Siswa harus memahami tujuan pendidikan b) Siswa harus memiliki sifat terbuka. 2) Belajar dirumah Siswa dalam menuntut ilmu harus melakukan konsentrasi dalam belajar. karena perpustakaan merupakan sumber utama untuk memperoleh bahan bacaan bagi siswa. d) Siswa harus penuh minat dan perhatian dalam menerima pelajaran dan menyingkirkan hal yang mengganggu konsentrasi dalam menerima pelajaran. i) Siswa harus mengikuti pelajaran dengan aktif. siswa harus mengulangi kembali hasil pelajaran yang dipelajari di sekolah. Untuk dapat memanfaatkan perpustakaan perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a) Mengetahui jadwal kerja perpustakaan b) Mengetahui peraturan yang berlaku di perpustakaan . Siswa yang belum memahami sesuatu hal dapat memperoleh penjelasan teman yang sudah paham. Dalam kelompok belajar hendaknya ada ketua kelompok dan dalam pembentukan kelompok belajra perlu memperhatikan jarak rumah dan jumlah anggota kelompoknya. c) Siswa harus mempelajari dan menyiapkan alat pelajaran untuk esok harimya. h) Sisa harus berusaha untuk mencapai nilai yang setinggi-tingginya dengan prestasi sendiri tanpa menggantungkan dengan orang lain. 3) Belajar berkelompok Belajar dalam berkelompok banyak sekali manfaatnya. g) Siswa hendaknya menghindari sifat malu bertanya untuk meminta penjelasan mengenai hal-hal yang kurang dipahami. Siswa perlu dan harus belajar di rumah setiap hari dalam waktu tertentu bukan terus menerus tanpa henti. IV. CARA BELAJAR 1) Belajar di sekolah Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan proses belajar untuk mencapai tujuan pendidikan.

guru BP. PEMANFAATAN WAKTU 1) Pentingnya Waktu Sebagai manusia kita hidup dalam lingkup ruang dan waktu. e) Mengetahui penggunaan kartu catalog yang biasanya disusun menggunakan alphabet nama pengarang. Siswa perlu memiliki motto bahwa ³Time is time. Dengan membuat jadwal kegiatan setiap hari dan motto TIME IS TIME pasti akan mempermudah mewujudkan harapan dan cita-citanya. j) Ulangi mebaca buku tersebut secara pelan-pelan dari bab ke bab sambil memeberi tanda pada kalimat yang dianggap penting. VI. waktu belajar gunakan untuk belajar. guru dan karyawan yang disiplin dengan waktu. karyawan dan siswa. waktu istirahat gunakan untuk istirahat. d) Mengetahui system pengelompokan buku yang digunakan oleh perpustakaan tersebut. Kita hidup dalam suatu ruang tertentu dan dalam waktu tertentu yang harus dimanfaatkan dengan sebai -baiknya. Ruang k dan waktu dapat dibedakan tetapi sulit untuk dapat dipisahkan. PENUTUP Sekolah adalah lembaga pendidikan temapat pendidikan tempat berlangsungnya kegiatan pendidikan. Dalam hal ini sering terjadi jika besok pagi akan ujian atau test menjadi bingung belajar dengan alas an tidak punya waktu. Mereka mungkin pedagang. Hal ini penting karena dengan menjadi anggota perpustakaan maka dapat memanfaatkan semua fasilitas yang ada diperpustakaan. nama pengarang. Dalam pelaksanaannya Kepala dibantu oleh wakil kepala. dan tahun terbit.´ Waktu makan untuk makan. h) Bacalah buku tersebut dari halaman pertama sampai dengan halaman terakhir secara tepat. Oleh karena itu waktu yang tersedia oleh siswa harus dimanfaatkan dengan sebaik -baiknya. guru mata pelajaran. Setiap siswa harus memiliki jadwal kegiatan sehari demi sehari dan mentaatinya dengan baiknya. Hal ini karena waktunya telah terbuang sia-sia akibat tidak dapat menggunakan waktu dengan baik. waktu adalah waktu. k) Salinlah kalimat yang telah diberi tanda ke dalam buku catatan l) Pahami dan atau hapalkan hasil catatan tersebut hingga mengerti. f) Pemahaman secara khusus tentang cara meminjam dan mengembalikan buku yang dapat dibawa pulang. i) Ulangi membaca buku dari bab ke bab secara teliti sambil mengingat-ingat. Tanpa memperhatikan penggunaan waktu maka hidup kita akan kacau dan tanpa teratur. penerbit. Banyak siswa kurang dapat mengatur dan menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. m) Buatlah pertanyaan dan jawaban sebagai test diri (selftest) untuk mengetahui letak kekurangan kita. sebab waktu yang telah lewat tidak akan terulang lagi. V. politikus. akibatnya akan mengganggu dalam belajar. Kita perlu memperhatikan penggunaan waktu yang kita miliki. g) Mulailah membaca buku di perpustakaan dengan memulai judul buku. Gunakan waktu luang sebaik-baiknya. Setiap siswa harus tunduk dan mentaati tata tertib sekolah dalam mengikuti kegiatan belajar . Disiplin seperti ini tidak datang dengan sendirinya akan tetapi melalui latihan yang ketat dan disiplin yang tinggi. Biasanya buku yang memiliki subyek sama diletakan ditempat yang sama. 2) Mengatur Waktu Tidak dapat dipungkiri bahwa orang berhasil mencapai sukses dalam hidup adalah orang yang hidup teratur dan berdisiplin menggunakan waktu. dan kita perlu memanfaatkan waktu hidup kita dengan sebaik-baiknya.c) Mengetahui tata cara menjadi anggota perpustakaan. ilmuwan. Tuhan telah menyediakan waktu kepada kita untuk hidup.

. Agar siswa dapat berhasil dengan baik maka setiap siswa harus belajar dengan tekun dan teratur. Waktu yang ada hendaknya digunakan dengan sebaik-baiknya untuk kerperluan belajar dan hal-hal yang berguna demi masa depan siswa. Masa depan hanya dapat dinikmati oleh orang yang mau belajar.mengajar serta mau berperan serta dalam melaksanakan memelihara dan menjaga keamanan sekolah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful