III.

TURUNAN DALAM RUANG BERDIMENSI n
III.1 Fungsi dengan Dua Peubah atau Lebih
Sampai kini telah ada dua jenis fungsi yang muncul. Pertama, diberikan contoh f(x) = x2,
yang mengaitkan bilangan riil lain f(x). Kita sebut f(x0 ini sebagai fungsi bernilai riil dari
perubah riil. Jenis fungsi yang kedua, diilustrasikan oleh f(x) = (x3-℮x), mengaitkan bilangan
riil x dengan vekto f(x). Fungsi itu kita sebut fungsi bernilai vektor dari peubah riil.
Perhatian kita sekarang berpidah kesatu fungsi bernilai rill dari dua peubah riil; yakni
fungsi f yang menandakan setiap pasangan terurut (x,y) dalam himpunan D pada bidang
dengan bilangan riil (tunggal) f (x,y). Sebagai contoh :
1)

f (x,y) = x2 + 3y2

2)

g (x,y) = 2x√y

Perhatiakan bahwa f (-1,4) = (-1)2 + 3(4)2 = 49 dan g (-1,4) = 2(-1) 4= -4
Himpunan D disebut daerah asal (domain) fungsi. Jika daerah asal fungsi tidak diperinci,
kita ambil D berupa daerah asal alami (natural domain), yakni himpunan semua titik (x,y) =
x2 + 3y2, daerah mulanya adalah seluruh bidang; untuk g (x,y) = 2x y , daerah asal mulanya
adalah {(x,y) : ε R, y ≥0}. Daerah hasil (range) suatu fungsi adalah himpunan nilainilainya. Jika z = f (x,y), kita sebut x dan y peubah bebas (independent variable) dan z
peubah tak bebas.(dependent variable)
Semua yang telah kami nyatakan, dapat meluas menjadi fungsi real dari tiga peubah reall
(atau bahkan n peubah real) kita bebas menggunakan fungsi-fungsi yang demikian tanpa
komentar lebih lanjut.

1

Contoh 1
Dalam bidang xy, buatlah grafik daerah asal mula untuk
f = ( x, y ) =

y − x2
x 2 + ( y − 1) 2

Penyelesaian : agar aturan ini bermakna, kita harus mengeluarkan
{(x,y): y > x2} dan titik (0,1). Daerah asal yang dihasilkan dapat anda lihat dalam gambar 1.
(gambar dapat dilihat pada buku paket halaman 249)
Contoh 2 :
1
36 − 9 x 2 − 4 y 2
Sketsalah peta kontur untuk z = f (x,y) = 3
1
36 − 9 x 2 − 4 y 2
Penyelesaian : Misalkan z = 3
dan perhatikan bahwa z ≥ 0
Jika kedua ruas kita kuadratkan dan menyederhanakannya diperoleh persamaan
z2 =

(

1
36 − 9 x 2 − 4 y 2
9

)

9 x 2 + 4 y 2 + 9 z 2 = 36
Yang dikenal sebagai persamaan dari sebuah elipsoid . Grafik dari fungsi ini merupakan
setengah bagian atas elipsoid (gambar 4 hal 249)
Untuk mengambar dengan mudah kita gunakan perangkat lunak(software: Maple dan
Mathematica)
Contoh 3:
Sketsa grafik dari

z = f ( x, y ) = y 2 − x 2

Penyelesaian Grafik berbentuk paraboloid ( gambar 5 hal 249)

2

Grafik Komputer : Beberapa perangkat lunak(software),termasuk Maple dan Mathematica,
mampu menghasilkan grafik-grafik berdimensi tiga yang rumit dengan mudah.

(belumselesai lihat hal 249 250)

3

0f439b271000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
0f439b2710000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
00000fb0205fee300000000009001000000020002001053796d626f6c0000080e0a7cd0ef1200d89ff37
c000000fb0203fee300000000009001000000020002001053796d626f6c00003e0e0a92d0ef1200d89ff3

III.2 TURUNAN PARSIAL
Andaikan f adalah fungsi dengan dua peubah x dan y. Jika y dijaga agar tetap

(
)
konstan, misalnya y = y o maka f x, y o adalah fungsi dengan peubah tunggal x.
(
)
Turunannya di x = x o disebut Turunan parsial f terhadap x di x o , y o dan dinyatakan
(
)
sebagai f x x o , y o jadi

Dengan cara serupa turunan parsial f terhadap y di

( xo , y o ) dinyatakan dengan

f y ( xo , y o )

dan dirumuskan dengan

f x ( x o , y o ) dan

Daripada menghitung

f y ( xo , y o )

kotak diatas, biasanya kita dapat menentukan

secara langsung dari rumus didalam

f x ( x, y ) da dengan mengunakan aturan –

aturan standar turunan, kemudian kita memsubtitusikan

x = xo

dan

y = yo

.

Contoh 1:
f y (1,2)

( )
Tentukan f x 1,2 dan

2
3
jika f ( x, y ) = x y + 3 y

Penyelesaian :

( )
Untuk menentukan f x x, y

kita anggap y sebagai konstanta dan mendiferensialkannya

terhadap x, menghasilkan
f x ( x, y ) = 2 xy + 0

4

[ ([ ()] )] ( ) ( )

∂z ∂z 2 ∂ ∂
∂ 2
2
= x = x 2 sin xy
+ 2sin xy 2
x
sin
xy
∂x ∂y ∂x ∂y
∂x

= x 2 cos2 xy 2 2 xy∂ 2 + sin
xy 2 .2 x
2
= x cos xy
xy
∂x
∂y
f x (1,2 ) = 2.1.2 = 4
2
2
2 jadi
= x cos2 xy . y 2 + 2 x. sin xy 2
= x cos xy Dengan
.2 xy cara yang sama, kita anggap x sebagai konstanta
∂z
2
2
2
=∂zx . y cos
xy + 2 x2 sin xy 2
3
terhadap
y, dan menghasilkan
= 2 x . y cos
xy
∂x
∂y

( () () () ) ( )
( () )
( )
( )( ) ( )

dan menndiferensialkanya

f y ( x, y ) = x 2 + 9 y 2
f y (1,2)

jadi

Jika

2
2
= 1 + 9.2 = 37

z = f ( x, y )

kita menggunakan notasi-notasi alternatif berikut
∂z ∂f ( x, y )
∂z ∂f ( x, y )
f y ( x, y ) =
=
f x ( x, y ) =
=
∂y
∂y
∂x
∂x

f x ( xo , yo ) =

∂z
|( x , y )
∂x o o

f y ( xo , yo ) =

∂z
|( x , y )
∂y o o

Simbol ∂ adalah tanda turunan parsial

∂x

Simbol –simbol

operator-operator

Dx

dan

dan

d
dx


∂y mempersentasikan operator-operator linear,sama seperti

pada turunan.

Contoh 2:

( )

Jika z = x sin xy
2

2

∂z
tentukan ∂x

dan

∂z
∂y

Penyelesaian

5

INTERPRESTASI GEOMETRIK DAN INTERPRESTASI FISIS.
Tinjaulah permukaan yang mempunyai persamaan

z = f ( x, y )

bidang y = y o memotong

permukaan ini pada kurva bidang QPR (gambar1 hal 256)
Dan nilai dari

f x ( x o , y o ) adalah kemiringan

garis singgung

terhadap kurva ini

di

P( xo , y o , f ( x o , y o ) ) . Demikian pula, bidang x = x o memotong permukaan tersebut di kurva
bidang LPM (gambar 2 hal 257)

dan

f y ( xo , y o )

adalah kemiringan garis singgung

dengan kurva ini di P.
Turunan-turunan parsial juga dapat diinterprestasikan sebagai laju (sesaat)perubahan.
Andaikan sebuah senar biola terbentang diantara titik A dan B, dan begetar pada
bidang xz (gambar3 hal 257) menunjukkan posisi senar tersebut pada waktu t. Jika
∂z
s = f(x,t) menyatakan tinggi senar di titik P dengan absis x pada waktu t, maka ∂x adalah

∂z
kemiringan senar di P, dan ∂t adalah laju waktu dari perubahan ketinggian dari P di

∂z
sepanjang garis vertikal yang diketahui . Dengan kata lain, ∂t adalah kecepatan vertikal

6

dari P
Contoh 3:
2
2
( )
Permukaan z = f x, y = 9 − 2 x − y dan bidang y = 1 berpotongan dalam sebuah kurva

seperti pada gambar 1. Tentukan persamaan –persamaan parametrik untuk garis singgung
di ( 2 ,1,2)
Penyelesaian
f x ( x, y ) =

Sehingga

fx

(

)

2 ,1 = − 2

(

1
3 − 2x 2 − y 2
2

1
−2

) ( − 4x)

bilangan ini adalah kemiringan gaaris singgung terhadap

kurva di ( 2 ,1,2) :dalam hal ini − 2 / 1 adalah rasio kenaikan terhadap penambahan di
sepanjang garis singgung tersebut .Hasilnya adalah bahwa garis ini mempunyai bilangan-

(

)

bilangan arah 1,0,− 2 dankarena garis ini melalui ( 2 ,1,2) maka
x = 2 +1

y =1

z = 2 − 2t

Menghsilkan persamana-persamaan parametrik yang diinginkan.

Turunan Parsial yang Lebih Tinggi
Karena turunan parsial dari suatu fungsi x dan y, secara umu adalh sebuah fungsi lain dari
dua peubah yang sama tersebut, maka turunan tersebut dapat dideferensialkan secara parsial
terhadap x dan y, menghasilkan empat buah

turunan parsial kedua (second partial

derivative) dari f.

7

f xx =

∂  ∂f  ∂ 2 f
 =
∂x  ∂x  ∂x 2

f xy = ( f x ) y =

∂  ∂f  ∂ 2 f
 =
∂y  ∂x  ∂y∂x

f yy =

∂  ∂f  ∂ 2 f
 =
∂y  ∂y  ∂y 2

f yx = ( f y ) x =

∂  ∂f  ∂ 2 f
 =
∂x  ∂y  ∂x∂y

Contoh 4:
Tentukan empat turunan parsial dari

f ( x, y ) = xe y − sin ( x / y ) + x 3 y 2

Penyelesaian
f x ( x, y ) = e y −

 x
1
cos  + 3x 2 y 2
y
 y

f y ( x, y ) = e y −

x
1
cos  + 3 x 2 y 2
y
 y

f xx ( x, y ) =

x
1
sin   + 6 xy 2
2
y
 y

f yy ( x, y ) = xe y +

x
x  x  2x
sin   − 3 cos  + 2 x 3
y  y y
 y

f xy ( x, y ) = e y −

x 1
x
x
sin   + 2 cos  + 6 x 2 y
3
y
 y y
 y

f yx ( x, y ) = e y −

 x 1
x
x
sin   + 2 cos  + 6 x 2 y
3
y
 y y
 y

f = f yx
Dari xt
yang sebenarnya merupakan kasus untuk fungsi dengan dua peubah yang
Dijumpai pada bab pertama.
Turunan –turunan parsial ketga atau lebih dapat didefinisikan secara analogis, dan notasi
penulisan serupa. Jadi jika f fungsi dengan dua peubah x dan y , maka turunan parsial
8

ketiga f diperoleh dengan mendeferensialkan f secara parsial. Pertama terhadap x dan
kemudian dua kali terhadap y , dapat dinyatakan dengan :
∂  ∂  ∂f  ∂  ∂ 2 f 
∂2 f
=
=
= f xyy




∂y  ∂y  ∂x  ∂y  ∂y∂x  ∂y 2 ∂x
Secara keseluruhan terdapat delapan turunan parsial ketiga.

Fungsi dengan lebih dari Dua Peubah
Misalkan f adalah fungsi dengan tiga peubah x,y dan z. Turunan parsial f terhadap x

di (x,y,z) dinyatakan dengan

f x ( x, y, z ) atau

∂f ( x, y, z )
∂x
dan didefinisikan sebagai

f ( x + Λx , y , z ) − f ( x , y , z )
f x ( x, y, z ) = lim
Λx → 0
Λx
Jadi,

f x ( x, y , z )

dapat diperoleh dengan melakukan y dan z sebagai konstanta

mendeferensialkan terhaderhadap yap x.
Turunan –turunan parsial terhadap y dan z didefinisikan secara analogis. Turunan –turunan
parsial dari fungsi dengan empat peubah atau lebih dapat didefinisikan dengan cara yang

sama.

Turunan

–turunan

parsial,

seperti

f xy

dan

f xyz

yang

menggunakan

pendeferensialan terhadap lebih dari satu peubah disebut Turunan parsial campuran.
(mixedpartial derivative)
Contoh 5:
f ,
Jika f ( x, y, z ) = xy + 2 yz + 3zx tentukan x

fy

dan

fz

..
9

2
2
2
∂ 2T
∂ 2 
=
z ew +x + y
∂w∂x ∂w∂x 

 ∂ 
2
2
2 
2
2
2
=
 2 xz e w + x + y  = 4wxz e w + x + y
 ∂w 



Penyelesaian
fx

Untuk memperoleh

kita anggap y dan z sebagai konstanta, dan mendeferensialkan

terhadap peubah x. Jadi
f x ( x, y , z ) = y + 3 z
f y ( x, y , z ) = x + 2 z
f z ( x, y , z ) = 2 y + 3 x

Contoh 6.

Jika

T ( w, x, y , z ) = z e w

∂ 2T
,
∂w∂x

∂ 2T
,
∂x∂w

2

+ x2 + y 2

tentukan seluruh turnan parsial pertama dan

∂ 2T
∂z 2

Penyelesaian :
2
2
2 
2
2
2
∂T
∂ 
=
z e w + x + y  = 2 wz e w + x + y


∂w ∂w 

2

∂T
∂ 
=
z
∂x ∂x 

ew

2

+ x2 + y2


 = 2 xz

ew

2

+ x2 + y2

2
2
2 
2
2
2
∂T
∂ 
=  z e w + x + y  = 2 yz e w + x + y

∂y ∂y 

2
2
2 
∂T
∂ 
=  z e w +x + y  =

∂z ∂z 

ew

2

+ x2 + y2

Turunan parsial lainnya

10

2
2
2
∂ 2T
∂ 2 
=
z ew +x + y
∂x∂w ∂x∂w 

∂ 2T
∂2
=
∂z 2 ∂z 2


2
2
2
 z ew +x + y

 ∂ 
2
2
2 
2
2
2
 =  2 wz e w + x + y  = 4 wxz e w + x + y
 ∂x 



(

)

 ∂ w2 + x 2 + y 2
=
e
=0
 ∂z

Soal
1. Tentukan seluruh turunan parsial pertama dari setiap fungsi berikut
a. f ( x, y ) = ( 2 x − y )

4

y
b. f ( x, y ) = e sin x
− xy
c. g ( x, y ) = x

∂2 f
∂2 f
+
=0

y

x

x

y
2. Buktukan bahwa
dari

3. Jika

F ( x, y ) =

2x − y
xy

f ( x, y ) = 2 x 2 y 3 − x 3 y 5

tentukan Fx ( 3,−2 )

dan Fy ( 3,−2 )

4. Berikan dalam bentuk limit turunan-turunan parsial berikut
a.

f y ( x, y , z )

b. f z ( x, y , z )

(
)
c. G x w, x, y, z

λ ( x,. y,.z,.t )
d. ∂z

11

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful