P. 1
1.1.1.11.036 Sejarah Kelahiran Hingga Kenabian

1.1.1.11.036 Sejarah Kelahiran Hingga Kenabian

|Views: 330|Likes:
Published by bapakeismail

More info:

Published by: bapakeismail on Jun 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2014

pdf

text

original

LEMBAGA MANHAJ TARBIYAH (LKMT ) KAJIAN

No. Dok :

: 11//MT/LKMT/01

Pokok Bahasan

Kelahiran Nabi Saw - Menjelang Kenabian MINHAJ TARBIYYAH MARHALAH TAMHIDI ______________________ MADAH : SIROH NABAWIYAH No. Kode P.B Status Revisi Jumlah Halaman : 1.1.1.11.036 : 0/0 : 10

I. TUJUAN UMUM MADAH 1. Mengokohkan hubungan peserta dengan perjalanan hidup Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam- menteladani secara baik beliau saw, serta mengambil berbagai pelajaran dan ibrah. 2. Mengajak peserta untuk merenungi berbagai tata cara pengaturan dan manajemen yang ditetap Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam- untuk menegakkan negara Islam di Madinah. II. Tujuan Kognitif 1. Pelajar mengetahui sebagian dari kehidupan beliau saw pada masa kanakkanak dan masa mudanya. 2. Pelajar menentukan factor-faktor yang membantu dan mempengaruhi pembinaan Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam. 3. Pelajar membuat perbandingan antara kehidupan beliau saw dengan kehidupan para pemuda Makkah sebayanya. 4. Hendaklah pelajar mengkaji kenapa Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam- pergi ke gua Hira sebelum diutus menjadi nabi dan rasul. 5. Pelajar memahami bahwa merenungi ciptaan-ciptaan Allah -Subhanahu wata'ala- untuk menangkap kekuasaan dan keagungan-Nya adalah bagian dari ibadah. III. Tujuan Afektif dan Psikomotorik 1. Pelajar bersemangat untuk (merasakan) hidup bersama Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam- dan para sahabatnya. 2. Pelajar menghormati orang yang mengucapkan shalawat untuk nabi saw. 3. Pelajar memperbandingkan antara perilaku Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam- dalam sebuah sikap (momentum) dan perilaku orang lainnya dalam hal yang sama.
____________________________________________________
Materi Tarbiyah tamhidi, madah Siroh Nabawiyah, pb. Prihidup nabi Saw sebelum bitsah

1

3.2 Kajian tentang Sejarah Hidup Nabi Muhammad sebelum menjadi Rasul a. Tugas mandiri Evaluasi VI. b. Penekanan dari Murobbi tentang nilai dan hikmah yang terkandung dalam materi Sejarah Hidup Nabi Muhammad sebelum menjadi Rasul 3. Mendayagunakan berbagai rekaman baik audio maupun visual dari radio atau televise yang berkaitan dengan tema. 4.perjuangan beliau yang habishabisan untuk berdakwah. ____________________________________________________ Materi Tarbiyah tamhidi. Saat pergi umrah bersemangat untuk mengenal lingkungan (milieu) dan tempat-tempat yang berhubungan dengan kehidupan Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam. Peta dan gambar tentang Makkah dan sekitarnya. KEGIATAN PEMBELAJARAN : Pilihan kegiatan yang bisa diselenggarakan dalam halaqah adalah 1.IV. Merekam dan memutar beberapa kisah yang mengisahkan sebagian dari kecintaan Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam. Pilihan Kegiatan-Kegiatan Pedukung 1. dengan cara menentukan tempat-tempat yang memiliki hubungan dengan kehidupan Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam. 5. Berdikusi dan tanya jawab tema kajian ( lihat tujuan Kognitif. 2. Kegiatan Pembuka a. Mempergunakan media massa Islam dan memberikan tekanan (focus) terhadap berbagai momentum yang berhubungan dengan tema yang sedang dibahas. madah Siroh Nabawiyah. Prihidup nabi Saw sebelum bitsah 2 .mendapatkan pembinaan. pb. Membuat leaflet (kanvas) atau gambar yang menceritakan lingkungan tempat Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam. Kegiatan Penutup: a. afektif dan psikomotor) b. Nasyid-nasyid yang dilantunkan oleh para siswa yang berisi ajakan untuk berqudwah kepada Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam. 7. Mengkomunikasikan tentang urgensi mengkaji Sejarah Hidup Nabi Muhammad sebelum menjadi Rasul b. 6. Menginventarisir tentang penomena yang berhubungan dengan tema kajian :Kagiatan Inti .

3. Prihidup nabi Saw sebelum bitsah 3 .Ibnu Katsir Siba’ 2. Furi 5. Memperdalam pemahaman pelajar terhadap penomena pertolongan rabbani dalam memunculkan nabi Muhammad saw dan mempersiapkannya. 3.dan menggubahnya menjadi pragmen atau drama singkat yang dimainkan oleh anak-anak muda. 5. Referensi 1. Muhtawa ____________________________________________________ Materi Tarbiyah tamhidi. 7. 6. VIII. 8. V. pb. 3. 2.Ibnu Hisyam . Fiqih peristiwa. Menjelaskan tabiat fase yang yang dilalui saat kejadian peristiwa sejarah tersebut. As-Sirah An-Nabawiyah Durusun wa ‘Ibar.Khudhari . Menjelaskan Aspek da'awi yang berhubungan dengan sirah. Memahamkan pelajar atas hikmah dipilihnya Jazirah Arab sebagai tempat diutusnya nabi Muhammad saw 4. ahlul bait dan sahabat di hati para ppelajar. Meminta untuk melakukan kegiatan pendukung. Musthafa AsSirah nabawiyah Zaadul ma'ad Arrahiqul makhtum Nurul Yaqin Assirah Annabawiyah . 4. Evaluasi dan mutabaah Soal jawab seputar kehidupan Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam. madah Siroh Nabawiyah.sebelum diangkat menjadi nabi dan rasul: VI. VII. Mutaba'ah dan penilaian. 6. IX. Menjelaskan pelajaran dan ibroh yang bisa di ambil dari peristiwa tersebut. Tujuan tarbiyah dzatiyah 1. karya DR. Memperkuat kecintaan kepada nabi . 2. Memilih beberapa momentum dari kehidupan Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam. 4.Ibnul Qayim . Memperkenalkan referensi yang membahas peristiwa tersebut baik kitab lama ataupun baru.Al Mubarak . Metode pengajaran sirah nabawiyah 1. Membekali pelajar dengan kajian tentang kebutuhan manusian terhadap risalah nabawiyah.8. Sikap-sikap tarbawi (menghubungkkan sekarang dengan dulu).

pb. madah Siroh Nabawiyah. Prihidup nabi Saw sebelum bitsah‬‬ ‫الوقائ ِع‬ ‫َ َ ُ‬ ‫ّ ِ ِ‬ ‫التاري ْخي ّ‬ ‫ة‬ ‫ُ‬ ‫4‬ .‫وُل ِد َ في أ َشرف ب َي ْت من‬ ‫ِ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ٍ ِ ْ‬ ‫ب َُي ُوْتِي َت ِا ْل ْعَارب‬ ‫نشأ يم ً َ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حيات ُه قَب ْل‬ ‫َ َ ُ‬ ‫ال ْب ِعْث َة‬ ‫ِ‬ ‫أمضى ط ُفوْل َت َه في‬ ‫ُ‬ ‫ُ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ‬ ‫الصحراء في ب َني سعْدٍ‬ ‫ّ ْ َ ِ ِ‬ ‫َ‬ ‫ت ُعْرف فِي ْهِ الن ّجاب َة من‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ُ ِ ْ‬ ‫صغَرِه‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ي َرعى في أوائ ِل شباب ِهِ ل َهْل‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫مك ّة أ َغْنامهُم ب ِقرارِيط‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ل َم ي ُشارِك أ َقْران َه من شباب مك ّة‬ ‫َ ُ ِ ْ َ َ ِ َ َ‬ ‫في ل َهْوِه ِم وَل َ ع َب َث ِهِم‬ ‫ِ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ع ُرِف ع َن ْه رجحان ال ْعَقل‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫ْ ِ‬ ‫وأصال َة الرأي‬ ‫َ َ ُ ّ ِ‬ ‫ع ُرِف في شباب ِهِ ب َي ْن قَوْمه‬ ‫ِ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫َ‬ ‫بالصاد ِق ال َمي ْن‬ ‫ِ ّ ِ‬ ‫ِ ِ‬ ‫سافَر مرت َي ْن خارِج مك ّة‬ ‫َ َ َ ّ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫حب ّب الله إ ِل َي ْهِ قُب َي ْل ال ْب ِعْث َةِ أ َن‬ ‫ْ‬ ‫َ َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ُ َ َ َ ِ ِ َ ٍ‬ ‫ي َخرج إ ِلى غار حراء‬ ‫____________________________________________________‬ ‫‪Materi Tarbiyah tamhidi.

‫ّ ِ ُ َ‬ ‫أن ّه ك ُل ّما كان الداعي َة إ ِلى الله، أ َو‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ‬ ‫ال ْمصل ِح ال ِجت ِماعي في‬ ‫ْ َ ِ ّ ِ‬ ‫ُ ْ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫شرف من قَوْمه، كان ذ َل ِك أ َد ْعى إ ِلى‬ ‫َ‬ ‫ِ ِ َ َ‬ ‫َ َ ٍ ِ ْ‬ ‫ا ِست ِماع الناس ل َه‬ ‫ْ َ ِ ّ ِ ُ‬ ‫إن في ت َحمل الداعي َةِ آل َم ال ْي ُت ْم ِ أ َو‬ ‫ّ ِ‬ ‫ِ ّ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ال ْعَي ْش، وَهُوَ في صغَرِهِ ما‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ي َجعَل ُه أك ْث َر إ ِحساسا ً بال ْمعاني ال ِن ْسان ِي ّةِ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ْ ُ‬ ‫الن ّب ِي ْل َةِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ك ُل ّما عاش الداعي َة في جوّ أ َقْرب إ ِلى‬ ‫ّ ِ ُ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ال ْفط ْرة، وَأب ْعَد َ عَن ال ْحياةِ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ال ْمعَقد َة، كان ذ َل ِك أد ْعى إ ِلى صفاء‬ ‫َ‬ ‫ُ ّ ِ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ذِهْن ِه، وَقُوّةِ عَقل ِهِ وَجسمهِ‬ ‫ِ ْ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ْ‬ ‫وَن َفسه، وَسل َمةِ من ْط ِقهِ وَت َفك ِي ْرِهِ‬ ‫ِ‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ي َت َأ َهّل ل ِمرك َزِ الد ّعْوَةِ وَقِياد َت ِها إ ِل ّ‬ ‫َ َ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫ي َن ْب َغي للداعي َةِ أ َن ي َعْت َمد َ في معِي ْشت ِه‬ ‫ِ ّ ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ِ ِ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫عَلى جهْدِهِ الشخصي‬ ‫ُ‬ ‫ّ ْ ِ ّ‬ ‫الدروس ل‬ ‫ُ‬ ‫الذ ّك ِي الن ّب ِي ْل‬ ‫والعظا‬ ‫ّ‬ ‫ت‬ ‫____________________________________________________‬ ‫‪Materi Tarbiyah tamhidi. madah Siroh Nabawiyah. pb. Prihidup nabi Saw sebelum bitsah‬‬ ‫5‬ .

Suku Quraisy adalah kabilah Arab yang terhormat. mereka tidak pernah menganggap Nabi sebagai orang asing. madah Siroh Nabawiyah. sebagai berikut: Pertama Beliau dilahirkan dan keluarga termulia di kalangan bangsa Arab. BEBERAPA FAKTA SEJARAH Data-data sejarah hidup Nabi Muhammad saw. itu adalah orang yang paling mulia pula di kalangan suku Quraisy.Menjelang Kenabian A. kelornpokku dijadikan sebaik-baik kelompok dan sebaik baik anggota kelompok tersebut. Prihidup nabi Saw sebelum bitsah 6 . Hal yang pertama itu terjadi karena memang garis keturunan Nabi jelas sekali adanya. sekalipun dalam hal lain seringkali mereka itu tidak mengakuinya.‫إن است ِقامة الداعي َةِ في شباب ِهِ وَحسن‬ ِ ّ َ َ َ ْ ّ ِ ِ َ َ ِ ْ ُ َ َ ‫في د َعْوَت ِهِ إ ِلى‬ َ َ ِ َ ِ ِ َ ِ ِ‫سي ْرت ِه، أد ْعى إ ِلى ن َجاحه‬ ِ‫الله‬ َ‫إ ِن ت َجارِب الداعي َةِ بالسفر، وَمعاشرة‬ ِ ّ َ َ ّ َ َ َ ُ ِ َ ّ ِ َ َ ّ ‫ال ْجماهِي ْر، والت ّعَرف عَلى عَوائ ِد َ الناس‬ َ َ َ َ ِ ِ ّ َ‫وأوضاعهم ومشكل َت ِهم، ل َها أث‬ ‫َ ْ َ ِ ِ ْ َ ُ ْ ِ ِ ْ َ َر ك َب ِي ْر في‬ ِ ٌ ٌ ِ‫ن َجاح د َعْوَت ِه‬ ِ َ َ َ ‫ي َجب عَلى الداعي َةِ إ ِلى اللهِ أ َن ت َك ُوْن ل َه‬ ِ ّ ْ ُ ِ ُ َ َ َ َ َ ِ‫ب َي ْن الفي ْن َةِ وال ْفي ْن َة‬ ُ ْ ٌ َ ُ ِ ‫أوْقات ي َخلو فِي ْها ب ِن َفسه، ت َت ّصل فِي ْها‬ ِ ِ ْ َ َ ِ‫روْحه بالله‬ ِ ُ ُ ُ Kelahiran Nabi Saw . tidak merasa memilikinya. ____________________________________________________ Materi Tarbiyah tamhidi. pb. Kermudian Allah rnenyeleksi kabilah-kabüah yang ada. Kemudian Ia menyeleksi semua keluarga dan rumah tanggaku adalah sebaik-baik rumah tangga. keturunan anak cucu bani Hisyam. Dengan demikian Nabi Muhammad Saw. lalu Ia menjadikanku orang yang paling baik dari semuanya. Dalam hubungan ini kita jumpai sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Ra.” Karena mulianya martabat nenek moyang Nabi di tengah-tengah suku bangsa Quraisy.: “Sesungguhnya Allah telah menciptakan makhluk. sebelum menjadi Rasul menunjuk beberapa unsur. lalu Ia jadikan aku sebagai orang yang paling baik.

pb. telah wafat ketika ia baru di kandungan ibunya dua bulan. yang wafat sewaktu Nabi baru berusia delapan tahun. a. Kakeknya selalu tidak memperkenankan paman-paman Nabi untuk duduk di tempat duduknya.” Kelima Dalam usia beranjak remaja beliau menjadi penggembala kambing kepunyaan penduduk Makkah dengan mendapat upah. sebab ia memiliki sesuatu yang agung. sehingga Nabi Saw. berstamina tinggi. berlidah fasih. Keempat Sejak kanak-kanaknya beliau dikenal sebagai anak yang cerdas dan memiliki bakat untuk cerdik pandai. hal mana membuat semua orang yang melihatnya merasa sayang kepadanya. ayat 6. Jika ada pamannya yang mengusirnya. Buku-buku yang memuat sejarah hidupnya banyak yang memuat cerita tentang ini. Seterus-nya beliau diasuh oleh pamannya. maka sang kakek tidak pernah mengusir atau memarahinya. Misalnya cerita yang mengatakan. berpikiran cerdas. Ketiga Selama empat tahun dalam masa kanak-kanaknya beliau hidup di daerah padang pasir. Abdullah bin Abdul Muthalib.Kedua Beliau adalah anak yatim piatu. Nabi menjadi bertubuh kuat. Dengan alam seperti itu. Dengan demikian sejak kecil Nabi telah merasakan kepahitan hidup tanpa kasih sayang ibu bapak. Rupanya dia memang dipelihara oleh Allah untuk tidak bermain yang sia-sia. itu yang tidak pernah menjadi penggembala kambing. sewaktu berusia remaja beliau pernah tertarik mendengar sebuah nyanyian yang dinyanyikan oleh seorang biduan dalam suatu pesta perkawinan.” Dalam usia dua puluh lima tahun beliau membantu Khadijah menjalankan usahanya sebagai pedagang. Keenam Beliau tidak pernah mengikuti teman-teman sepermainannya dalam permainanpermainan yang tidak berguna. Ayahnya. Apakah Rasulullah juga demikian ? tanya sahabatsahabatnya. Abdul Muthalib. tertidur pulas dan baru terjaga ketika pagi hari tiba. Abu Thalib. hingga dewasa. Karena merdunya nyanyian itu. Akan tetapi Allah menghalanginya dengan memberikan rasa kantuk yang tak tertahankan. jawab Nabi. Tetapi kalau Nabi yang duduk di situ. Tak terkecuali aku. madah Siroh Nabawiyah. tinibullah keingmnannya untuk menyaksikan dan dekat pesta tersebut. Beliau bersabda “Tidak seorang pun dart Nabi-nabi yang diutus Allah Swt. b. dalam asuhan keluarga Bani Saad. Beliau tidak pemah mengikuti orangorang melakukan penyembahan berhala. maka sang kakek itu sendiri yang membelanya dengan kata-kata: “Biarkanlah cucuku itu duduk di sana. Pada usia enam tahun wafat pula ibunya. Selanjutnya beliau dipelihara oleh kakeknya. Prihidup nabi Saw sebelum bitsah 7 . ____________________________________________________ Materi Tarbiyah tamhidi. Fakta ini juga ditunjuk oleh Al-Qur’an dalam surat Ad-Dhuha. dan sudah mahir mengendarai kuda.

Kedelapan Sejak berusia muda beliau sudah dikenal oleh masyarakat sebagai orang yang sangat jujur. Semua orang merasa puas dengan tindakan yang bijaksana itu dan sekaligus terhindar pertumpahan darah yang tak diinginkan. Prihidup nabi Saw sebelum bitsah 8 . sewaktu berusia dua belas tahun. Yang pertama dilakukannya bersama sama dengan pamannya.c. ketika beliau kedatangan wahyu pertama cukup membuktikan bagaimana baiknya penilaian orang-orang terhadap akhlak Nabi. Ditaruhnya Batu Hitam itu di atas selendangnya yang sengaja dibentangkan. Untuk itu penduduk kota . Demi Allah engkau tidak akan dihina-Nya selama-lamanya. lalu menikahinya dalam perbedaan usia tak kurang dan lima belas tahun. Ucapan Khadijah itu adalah sebagai berikut: Sekali-kali janganlah engkau merasa takut. tepat janji. Beliau tidak suka berkata keji atau mencaci-maki Ketujuh Sejak berusia baligh beliau dikenal sebagai anak yang pintar serta mempunyai daya pikir yang demikian tajam. Kedua perjalanan ini menuju ke kota Basrah di Syam. menyaksikan peninggalan____________________________________________________ Materi Tarbiyah tamhidi. membantu orang yang kesusahan. Temboktembok Ka’bah rusak karena bencana alam.“ Kesembilan Beliau pernah melakukan dua perjaIanan keluar kota Makkah. selagi belum diangkat menjadi Rasul. maka semua orang menyatakan setuju dan rela menerima semua kebijaksanaan yang akan diambil oleh Nabi. Hal mi terbukti dalam peristiwa Hajar Aswad. madah Siroh Nabawiyah. d. bahkan lebih dan itu Khadijah pun lalu berminat dan menyatakan sudi menjadi isteri Nabi. Bukankah engkau selalu menjaga tali kasih-sayang (silaturrahmi) dengan sesama. lalu dimintanya setiap kepala kabilah memegang sudut selendang dan kemudian mengangkatnya bersama-sama. yang diberi hak untuk melakukan pemasangan Hajar Aswad ialah orang yang paling duluan memasuki Ka’bah besok harinya. e. Yang kedua sewaktu berusia dua puluh lima tahun. berkepribadian dan menyenangkan dalam pergaulan. Dan ternyata orang yang dimaksud adalah Muhammad Saw. Gaji yang diberikan Khadijah kepadanya adalah dua kali lipat gaji kebanyakan orang dan ini ditingkatkannya lagi. Setelah mendengar cerita Maisarah 2~ tentang kepercayaan dari kepolosan Nabi Saw. beliau banyak mengenali dunia pedagang. Setelah sampai di tempat di mana Ha/ar Aswad akan dipasang. Abu Thalib. Apa yang diucapkan oleh Khadijah kepada Nabi. yaitu ketika memperdagangkan barang Khadijah. tetapi ketika akan memasang Hajar Aswad timbullah perselisihan sekitar siapa yang berhak melakukannya. pb. selalu membela orang yang lemah.Makkah sepakat memperbaiki. supel. menghormati tetanggamu dan selalu membela kebenaran . Semua pekerjaan perbaikan itu pada mulanya berjalan lancar. tidak pernah ikut memakan sesajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala tidak pernah pula meminum khamr dan main judi. Dalam perjalanan itu. Oleh karena beliau paling duluan memasuki Ka’bah dari pintu Bani Syaibah. Itulah sebabnya Khadijah mempercayainya untuk ikut memperdagangkan barang-barang jualannya ke kota Basrah bersama-sama dengan kafilah lainnya yang biasa berangkat sekali setahun. Karena setiap kabilah merasa dia yang paling berhak. dan setelah melihat banyak keuntungan yang diraih sebagai hasil perdagangan Nabi tersebut. pada akhirnya mereka berhasil mencapal kesepakatan. Ternyata Nabi juga menerima pernyataan tersebut. maka memuncaklah pertikaian itu dan hampir menimbulkan pertumpahan darah. beliau pun segera mengangkat dan memasangnya di tempat yang sudah disediakan.

akan tetapi tergabungnya kemuliaan keturunan dengan kemuliaan amal perbuatan pada diri seseorang tentulah lebih memungkinkannya menduduki kedudukan yang lebih tinggi dan mendekatkan kepada kesuksesan. ketimbang orang yang tidak memiliki kedua hal itu. Prihidup nabi Saw sebelum bitsah َ ْ ْ ُ ُ َ ِ ِ ِ َ ‫فخيارك ُم في ال ْجاهل ِي ّة خياركمْ في ال ِسلم ِ إ ِذا فقهوا‬ ِ ِ ْ ُ َ ِ َ ُ ُ َ َ 9 . madah Siroh Nabawiyah. Saya tanyakan kepadamu perihal keturunan Nabi Muhammad ini. tak jauh dan kota Makkah. pb. jawab Abu Sofyan. yang terletak di sebuah bukit dibagian timur laut kota itu. hingga turun wahyu pertama sebagai permulaan pewahyuan AlQur’an. di bulan Ramadhan. Tuhan selalu memilih orang mulia di kalangan masyarakatnya untuk dijadikan Rasul. Kalau kelemahan ini tidak ada pada seorang da’i. dicari-cari. dan selalu dan keturunan yang terhormat pula. Di sanalah beliau selama satu bulan merenungi kebesaran-kebesaran dan kekuasaan Allah Swt. guna menyampaikan surat Nabi yang berisi ajakan untuk masuk ke dalam agama Islam. dapatlah dipastikan penyepelean dan keengganannya menerima ajakan-ajakan sang da’i hanyalah diada-adakan belaka. BEBERAPA PELAJARAN Dari fakta-fakta sejarah di atas dapat diambil pelajaran sebagai berikut: Pertama Kemuliaan seorang da’i atau reformer (pembaharu) merupakan daya penarik masyarakat. Memang benar agama Islam tidak mengukur amal perbuatan seseorang berdasarkan atas mulia atau tidaknya keturunan orang yang bersangkutan. Sebab biasanya masyarakat itu akan menyepelekan da’i atau reformer. kepada Abu Sofyan yang sengaja datang ke Istananya. bukan karena aku tidak tahu sama sekali. Itulah kerjanya selama beberapa hari.  Setelah tanya jawab itu selesai.” (HR. beliau dijadikan Tuhan sangat suka menyepi di Gua Hira’. Ingatlah.  Muhammad Saw. kata Kaisar. Bukhari) Kedua ____________________________________________________ Materi Tarbiyah tamhidi. maka itu berarti tertutup cela-cela yang dapat membuat orang-orang menyepelekannya. jika mereka paham. Nabi Saw. Kesepuluh Beberapa tahun sebelum menjadi Rasul. Agaknya inilah dasarnya Kaisar Heraklius menanyakan perihal keturunan Nabi Saw.peninggalan yang masih terdapat di daerah-daerah yang dilewati dan meithat langsung adat dan tradisi yang dipakai oleh penduduk negeri-negeri tersebut. itu berasal dan keturunan yang sangat terhormat di kalangan kami. jika mereka tahu dia berasal dan dibesarkan dalam suasana kehidupan yang tidak terhormat atau dari satu keturunan yang rendahan. Kaisar pun menjelaskan mengapa ia mempertanyakan hal itu. B. sendiri pernah bersabda: ~?“Orang yang terhormat di antara kamu di masa jahiliyah adalah juga terhormat di dalam Islam.  Bagaimana kedudukan keturunannya (Nabi) di kalangan kalian ? Tanya Heraklius. Andaikata masih juga. Semula saya sudah mengira beliau mempunyai keturunan yang mulia.

pb. Masihkah masyarakatnya menaruh rasa hormat.tidak sudi hidup tergantung kepada pemberian orang lain. karena dengan itulah dia akan dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orangorang yang lemah. Prihidup nabi Saw sebelum bitsah 10 . Sudah menjadi hukum alam. dan sang pemimpin itu sendiri pasti dijauhi masyarakat yang dipimpinnya. tetapi karena mereka itu bila dibandingkan dengan bangsa-bangsa tetangganya terhitung sebagai bangsa yang paling bersih jiwanya. dalam bidang apapun kalau pun dipaksakan juga tentulah akan mengakibatkan kehancuran. kecuali jika dia memiliki kecerdasan dan kepekaan. cara berpikir dan akhlaknya. Keempat Penggerak da’wah atau pemimpinnya tidak akan begitu meyakinkan. Pengalaman itu juga membuat beliau gigih memperjuangkan dan i membela nasib orang-orang itu. fisik dan jiwa serta lurusnya jalan pikiran itu sendiri. tetangga dan orang-orang yang tidak menyukai cara-cara itu terhadap mereka? Bagaimana mtmgkin da’i-da’i seperti itu bisa sukses menyerukan dan menda’wahkan akhlak mulia. Bagaimanakah gerangan tanggapan masyarakat. orangorang miskin dan fakir tersebut Ketiga Kehidupan seorang da’i dalam lingkungan yang lebih alami dan jauh dari kesemerawutan kehidupan. padahal mereka minta dan meminta lagi harta orang lain dengan berbagai alasan. Orang yang bodoh atau tidak cerdik sangat sulit untuk dijadikan pemimpin dalam bidang pemikiran. perbaikan masyarakat dan kerohaniaan. merupakan salah satu faktor kejernihan dan kuatnya pikiran. Para da’i yang sebenarnya. maka dapatlah dipastikan. dan masihkah bisa memerangi kejahatan? Masih pantaskah mereka berkoak-koak untuk menumbuhkan jiwa besar dan mantap di hati para pendengarnya? Keenam Kemantapan dan baiknya riwayat hidup seorang da’i pada masa mudanya juga ____________________________________________________ Materi Tarbiyah tamhidi. Seorang da’i seyogianya memiliki rasa prikemanusiaan yang tinggi.Dalam menjalankan misi pasti terdapat penderitaan-penderitaan yang seimbang dengan penderitaan hidup yang dialami anak yatim piatu atau derita-derita lainnya. Oleh karena itu terpilihnya bangsa Arab untuk menyampaikan risalah Islam bukanlah hal yang kebetulan dan serampangan. tanpa dia sendiri pernah mengecap penderitaan seperti yang diderita oleh anak-anak yatim. orang yang bodoh tidak mungkin diangkat menjadi pemimpin. walaupun tidak secara terangterangan? Bila ada da’i yang menda’wahkan ajaran-ajaran atau petunjuk-petunjuk tertentu. penuh kasih sayang kepada anak-anak yatim. tidak dengan jalan yang hina dan tercela. madah Siroh Nabawiyah. Masih mungkinkah mereka mampu melawan orang-orang yang suka berbuat aniaya lagi merusak. orang-orang yang menderita atau teranٌ aya. Akan tetapi perasaan kemanusiaan ini tidak akan mencapai kadar yang tinggi. Lagi pula lebih ulet dalam menghadapi peperangan demi da’wah dan demi tersebarnya risalah Islam ke seantero dunia. Kepiatuannya sejak masih kecil membuat beliau (Nabi) menghayati benar makna-makna kemanusiaan. dan terhormat tentu . Kelima Sebaiknya seorang da’i hidup sehari-hari dengan hasil usahanya sendiri atau dengan jalan lain yang baik. jika da’i-da’i itu telah menghinakan dirinya sendiri dengan mengemis dan menanti pemberian orang lain. mereka itu menghina diri sendiri.

adalah calon-calon da’i yang akan gagal dalam da’wahnya. Da’ida’i yang bergaul dengan masyarakat luas hanya melalui buku-buku dan tulisan. memperbaiki akhlak dan memerangi kemungkaran. seharusnyalah da’i-da’i menyelami situasi masyarakat yang menjadi sasaran da’wahnya. mengungkit-ungkit masa silamnya. apakah kamu ingin Allah dan Rasul-Nya didustakan orang?” (R. Firman Allah:                      “Ajaklah manusia ke jalan Tuhanmu dengan bijaksana dan ajaran-ajaran yang baik. karena apa yang dida’wahkannya itu seringkali tidak releven dengan keadaan masyarakat yang sesungguhnya. Memang benar Allah Swt. Oleh karena itu.” (An-Nahi: 125) Begitu juga seperti yang dikatakan oleh Ali Ra “Khutbahilah masyarakat itu sesuai dengan taraf pemikirannya. Prihidup nabi Saw sebelum bitsah 11 . bukan justru menjengkelkan atau menimbulkan nasa antipati (acuh) di hati publik (penerima da’wah). Dengan cacat itu masyarakat mungkin saja menuduh mereka mempunyai maksud tertentu. madah Siroh Nabawiyah. tidak saja situasi keagamaan. terutama perbaikan akhlak dihambat cemoohan masyarakat terhadap tingkah laku mereka sendiri yang dulunya penuh noda dan cela bahkan itu bisa membuat orang-orang meragukan apa-apa yang dida’wahkan nva itu. pergaulan yang luas dengan masyarakat. melainkan juga situasi politik dan kebudayaannya secara keseluruhan. Dengan perangkat-perangkat ini da’wah seperti yang dikehendaki A1-Qur’an akan dapat terlaksana. berupa hasil perlawatannya keluar negeri. Sebab dengan riwayat hidup seperti itu tidak akan ada orang yang mengungkit-ungkit cacat dan celanya semasa dia belum lagi melakukan da’wah. atau berlagak menjadi da’i setelah memperoleh kemewahan untuk selanjutnya berambisi memperoleh populerisme. harta dan pangkat. mengerti tradisitradisi. guna menghasut masyarakat agar menyepelekannya. Mereka tidak akan diperhatikan oleh masyarakat yang bersangkutan dan isi da’wahnya tidak akan diterima dengan baik. inii akan menutup celah-celah yang bisa digunakan untuk mencaci sang da’i. Dengan demikian sang da’i akan mampu merumuskan dan menerapkan metode yang menarik minat. Bahkan para da’i seperti itu akan di cap sebagai tidak memahami situasi dan masalah-masalah yang ada pada masyarakat bersangkutan. Akan tetapi alasan mi tidak seharusnya dan tidak sesuai dengan pembicaraan kita sekitar para da’i yang sukses atau tidaknya banyak tergantung kepada baiknya sejarah hidup dan tingkah lakunya. tanpa berbaur langsung dengan mereka dalam berbagai situasi. keadaan-keadaan dan problem-problemnya akan besar pengaruhnya terhadap kesuksesan da’wahnya. Banyak da’i yang menyerukan perbaikan.tulisan. karena diininginya dengan perbuatan-perbuatan yang baik pada masa kini. Lain halnya dengan para da’i yang memiliki sejarah hidup yang mulus. pb.merupakan faktor kesuksesannya mengajak orang lain ke jalan Allah Swt. Bukhori) ُ َ ‫حدّثوا الناس ب ِما ي َعرفون أ َت ُحبون أ َن ي ُك َذّب اللهُ ورسول ُه‬ ّ ْ َ ّ ِ َ ُ ِ ْ َ ُ َ َ ّ ُ َ َ ____________________________________________________ Materi Tarbiyah tamhidi. Ketujuh Pengalaman-pengalaman yang dimiliki sang da’i. menerima taubat hambanya yang sungguh-sungguh dan mengampuni dosa-dosa di masa silam. pertanian dan perdagangan.

akhirat. atau lebihkan dan itu dan bacalah Al-Qur’an den gan tartil. pb. setengahnya atau kurang dan itu. atau malah salah jalan atau kurang bijaksana dalam memilih materi da’wah dan metode pendekatannya.Kedelapan Seorang da’i harus menyediakan waktu beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. tentulah mereka akan membunuh kami untuk merampasnya. membersihkan jiwanya dan kotoran-kotoran akhlak tercela. surga. sehingga lupa akan Allah. Karena itulah shalat tahajud atau shalat malam yang sudah menjadi kewajiban para Nabi.” (Al-Muzammil: 1-6) ____________________________________________________ Materi Tarbiyah tamhidi. dalam ungkapannya Kami berada dalam kenikmatan yang seandainya raja-raja telah tahu. Atau mungkin dia terlibat dalam pertikaian dan perdebatan sengit. madah Siroh Nabawiyah. Sesungguhnya Kami akan turunkan kepadamu perkataan yang berat. neraka dan seterusnya. sangat ditekankan pada para da’i. “Wahai orang yang sedang berselimut. Ibrahim bin Adham pernah mengatakan bagaimana kenikmatan bertahajud dan beribadat malam han itu. Bangunlah pada malam han kecuali sedikit. melepaskan diri dan jiwanya dan keruwetan kehidupan sekeliling. sendiri menunjukkan firman-Nya di bawah mi kepada Rasulullah Saw. Sesungguhnya bangun di waktu malam itu lebih khusu’ dan lebih mendalam kesannya. Cara mi akan membuatnya seringsering mengintrospeksi diri (melihat ke dalam diri sendiri) yang mungkin masih kurang baik.” Bukankah Allah Swt. Prihidup nabi Saw sebelum bitsah 12 . kami telah meraihnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->