KATA PENGANTAR Ucapan syukur penyusun haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengannikmatnyalah penulis dapat

menyelesaikan makalah ini untuk memenuhi tugas akhir ujiantengah semester yang diberikan oleh dosen pembimbing dengan mata kuliah hukumketatanegaraan.Makalah ini merupakan salah satu upaya dalam memberikan pemahaman tentanghubungan hukum ketatanegaran dengan ilmu negara, ilmu politik, dan ilmu hukum.Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih cukup sederhana dan untuk kesempurnaan makalah ini, kritik dan saran akan sangat berharga guna perbaikan makalahini.Terimakasih penulis ucapkan kepada dosen pembimbing mata kuliah, dalampenyusunan makalah ini.Rantauprapat, 16 Desember 2010Penulis

DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar isi BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Pembahasan BAB II PEMBAHASAN Hubungan Ilmu Negara dengan Ilmu Politik Hubungan Hukum Tata Negara dengan Hukum Admnistrasi Negara Hubungan Ilmu Negara dengan Ilmu Hukum Tata Negara dalam Arti Luas Hubungan hukum tata Negara dengan Ilmu NegaraHubungan Ilmu Negara dengan Ilmu Perbandingan Hukum Tata Negara BAB III PENUTUP Kesimpulan Daftar Pustaka .

ekonomi. kebudayaan. psikologis. Oleh karena itu tidak mungkin ilmu tersebut berdiri sendiri terpisah satu sama lainnya tanpa adanya pengaruh dan hubungan. hukum.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Ilmu tidak dapat dipisah-pisahkan dalam kotak. Dan dalam hal ini ilmu negara sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial sebagaimana halnya dengan ilmu politik.kotak yang terpaku mati (compartmentization). dan lain sebagainya merupakan cabang dari ilmu pengetahuan sosial yang khusus. Semua ilmu-ilmu sosial khusus ini secara bersama-sama akan membentuk suatu ilmu sosial ilmu umum yang akan tersalur ke dalam ilmu induknya atau mater scientarium. .

Pun terdapat hubungan secara interdependen di antara cabang-cabang ilmu pengetahuan sosial itu dengan yang lainnya.Oleh karena itu ilmu negara sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial umumnya harus bekerja sama dengan cabang-cabang ilmu pengetahuan sosial lainnya karena dapat memberi dan menerima pengaruhnya dan bantuan jasanya satu sama lain yang saling memerlukan sehingga dapat saling mengisi dan lengkap melengkapi. Hal ini terutama nampak dengan jelas hubungan khusus antara ilmu negara dengan ilmu politik. Dalam hubungan secara khusus antara ilmu negara dengan cabang-cabang ilmu pengetahuan sosial tertentu. negara. Rumusan Masalah Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah dijelaskan pada latar belakang di atas timbul pertanyaan yaitu: Tujuan Pembahasan Untuk menjelaskan tentang bagaimana hubungan antara ilmu negara dengan ilmu politik dan ilmu hukum tanda negara juga ilmu perbandingan hukum tanda negara. ilmu politik dan lain sebagainya. Metode dan teknik ilmu pengetahuan sosial pada umumnya dipergunakan pula oleh hampir semua cabang-cabang ilmu pengetahuan sosial pada khususnya. dikarenakan mempergunakan metode dan teknik yang sama. Karenanya akan lebih bermanfaat bila memahami objek yang diselidikinya. seperti ilmu negara. ilmu hukum. dimaksudkan adanya hubungan yang pada pokoknya dititikberatkan dan digolongkan kepada objek penyelidikan yang sama yaitu. ilmu hukum tata negara dalam arti luas dan ilmu perbandingan hukum tata negara. . sehingga terwujud hubungan komplementer.

dijalankan atau diterapkan di dalam praktek untuk mencapai tujuan tertentu. toegepast atau applied). Herman Heller menganggap ilmu politik atau politikologie sebagai ilmu yang berdiri sendiri. dan bertalian pula dengan pengaruh konsepsi Ango-Saxon terutama Amerika terhadap ilmu politik yang lebih menitikberatkan pembahasannya kepada hal-hal yang bersifat praktis dalam masyarakat sebagai gejala sosio-politik. segala hasil penyelidikannya dipraktekkan oleh ilmu politik sebagai ilmu pengetahuan dan bersifat praktis (angewandt. . ilmu negara sebagai Theoristische Staatswissenschaft atau staatslehre merupakan hasil penyelidikan dan diperbandingkan satu sama lain. Maka dalam hubungan ini jelaslah ada sifat-sifat komplementer. Dengan demikian jelaslah menurut pahamnya. Dan jika pekerjaan yang dikerjakan untuk dilarapkan. tugas itu diserahkan kepada Angewandte staatswissechaft atau ilmu politik.BAB II PEMBAHASAN Hubungan Ilmu Negara dengan Ilmu Politik Jikalau diperhatikan pendapat Georg Jellinek dalam bukunya yang berjudul Allgemeine Staatslehre. Karena itu dari fakta yang bermacam-macam itu dicari sifat-sifat dan unsur-unsur pokoknya yang bersifat umum seakan-akan intisari unsur-unsur itu merupakan “pembagi persekutuan terbesar (ppt) dalam ilmu hitung atau grootste gemene deler-nya dari keadaan yang berbeda-beda itu. Jadi ilmu negara selaku ilmu pengetahuan sosial yang bersifat teoritis. bahwa ilmu politik itu tidaklah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang berdiri sendiri. karena itu ilmu negara merupakan salah satu hardcore (teras inti) dari pada ilmu politik. sehingga terdapat persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan diantara pelbagai sifat dan organisasi-organisasi negara itu.

H. Umpamanya di negara Belanda ada yang menyebutnya administratief recht ada pula yang menyebutnya Bestuurs recht seperti G. di tanah Perancis droit administratief. Di negara Jerman disebut Verwaltungsrecht.Hubungan Ilmu Negara dengan Ilmu Hukum Tata Negara dalam Arti Luas Untuk istilah ilmu hukum tata negara ini disingkat HTN sering dipakai istilah yang berlainan.A. J. dan untuk membagi hukum tata negara dalam arti luas itu atas dua golongan hukum. Van Poelje dan G. Sedangkan di negara Prancis menurut sarjana yang bernama Maurice Duverger di dalam bukunya yang berjudul Droit Constitutionnel et institutions Politiques. di tanah Inggris Cosntitusional-law. Hukum tata usaha negara Hukum tata usaha negara atau disingkat HTUN sebagai hasil alih bahasa dari bahasa Belanda seringkali mempunyai istilah yang berlainan. Wiarda. Usep Ranawidjaja. akan tetapi dikalangan Universitas . Selanjutnya menurut Prof. yaitu: 1. Umpamanya di negara Belanda disebutkan Staatsrecht. Istilah hukum tata negara merupakan hasil terjemahan dari bahasa Belanda Staatsrecht. disebut droit constitutionnel. Hukum tata negara dalam arti sempit atau untuk singkatnya dinamakan hukum tata negara 2. di negara Jerman Verfassungsrecht. S. dalam tulisannya “Himpunan kuliah hukum tata negara Indonesia”. sedangkan di Indonesia ada yang menyebutnya “hukum tata usaha negara’ seperti di kalangan Universitas Negeri Padjajaran. Sudah menjadi kesatuan pendapat di antara para sarjana hukum Belanda untuk membedakan antara “hukum tata negara dalam arti luas” (staatsrecht in ruime zin). dan “hukum tata negara dalam arti sempit” (staatsrecth in engezin).

Utrech.H. Maka dengan demikian jelaslah bahwa ilmu negara yang merupakan ilmu pengetahuan yang menyelidiki pengertian-pengertian pokok dan sendiri-sendiri pokok negara dapat memberikan dasar-dasar teoritis yang bersifat umum untuk hukum tata negara. sedangkan Prof.H. S. karenanya hukum tata negara tidak dapat dipelajari secara ilmiah dan teratur sebelum terlebih dahulu dipelajari pengetahuan tentang pengertian-pengertian pokok dan sendi-sendi pokok dari pada negara umumnya. menyebutnya ‘Hukum Administrasi Negara”. Oleh karena itu agar dapat mengerti dengan sebaik-baiknya dan sedalam-dalamnya sistem hukum ketatanegaraan sesuatu negara tertentu. E. dalam majalah hukum tahun 1952 nomor 1 mengintroduksi istilah “Hukum Tata Usaha Pemerintahan”. dikumpulkan dan disediakan oleh pure science ilmu negara. dan disamping itu Wirjono Prodjodikoro.”. Hubungan Ilmu Negara dengan Ilmu Perbandingan Hukum Tata Negara . Dr. Hukum tata negara merupakan penerapan atau pelarapan di dalam kenyataan-kenyataan konkret dari bahan-bahan teoritis yang dihasilkan oleh ilmu negara. dalam undangundang dasar sementara republik Indonesia (UUDSRI) tahun 1950 pada pasal 108 dipakai istilah “hukum tata usaha”. S. sudah sewajarnyalah kita harus terlebih dahulu memiliki pengetahuan segala hal ikhwalnya secara umum tentang negara yang didapat dalam ilmu negara. Maka ilmu negara dapat memberikan dasar-dasar teoritis untuk hukum tata negara yang positif. Karenanya ilmu hukum tata negara itu mempunyai sifat praktis applied science yang bahan-bahannya diselidiki. Menjadi teranglah bahwa dalam rangka perhubungan ini ilmu negara merupakan suatu pelajaran pengantar dan ilmu dasar pokok bagi pelajaran hukum tata negara.Negeri Gajah Mada disebutnya “hukum tata pemerintahan.

Maka dalam hubungan ini Roelof Kranenburg dalam buku tersebut di atas menyatakan bahwa dalam menunaikan tugasnya. inleidin in de vergelijkende staastrecht sweetens chap pada bab. mengubah dan menghilangkan atau menyebabkan yang satu memasuki yang lain terhadap bentuk-bentuk negara itu. Nasroen. S. ialah bahwa “dalam peninjauan lebih lanjut. sedangkan Prof. object der vergelijkende staastrecht sweetens chap. . menetapkan secara sistematis. ilmu perbandingan hukum tata negara itu. yaitu ilmu perbandingan hukum tata negara. menamakannya “Ilmu Perbandingan Pemerintahan” sebagaimana judul bukunya. Karena itu perkembangan ilmu negara dan ilmu hukum merupakan syarat mutlak bagi kesuburan tumbuhannya ilmu perbandingan hukum tata negara untuk menjadi ilmu yang memberi keterangan dan penjelasan atau verklarend. Sedangkan dengan hal tersebut di atas Roelof Kranenburg dalam bukunya. Dan sekali lagi.H. Kemudian yang menjadi objek penyelidikan ilmu perbandingan hukum tata negara. sifat-sifat apakah yang melekat padanya. sebab-sebab apa yang menimbulkannya.. Jadi jelaslah. agar penyelidikan dan kumpulan-kumpulan masalahnya dijadikan satu kesatuan yang baru sekali dan sekali lagi timbullah suatu cabang ilmu pengetahuan. haruslah mempergunakan hasil yang diperoleh ilmu negara. M. jikalau penyelidikan itu berkembang dapatlah dicapai suatu tingkatan yang menghendaki.Ilmu perbandingan hukum tata negara ini dikenal dengan sebutan vergelijkende staatsrechtswetenschap atau comparative government. mungkin ternyata manfaat mengadakan perbandingan secara metodis dan sistematis terhadap ‘bentuk’ yang bermacam-macam dari sifatsifat dan ketentuan-ketentuan umum dari genus “negara”. menyatakan bahwa dari ilmu pengetahuan dan diferensiasi itu dihasilkan ilmu perbandingan tata negara. bahwa ilmu perbandingan hukum tata negara bertugas menganalisis secara teratur.

Mohammad Hatta. ilmu hukum tata negara. Terdapat dua kelompok dalam memandang hubungan ntar HTN dengan HAN: Golongan yang berpendapat bahwa antara HTN da HAN terdapat perbedaan prinsipil (asasi). BAB III PENUTUP Kesimpulan Maka jelas meskipun terdapat hubungan berangkai yang sangat erat antara ilmu negara. 1957. PT.. Sjachran Basah. maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari dosen pembimbing atas ketidaksempurnaan penulisan makalah ini agar kedepannya bisa lebih baik. Penerbit Beringin. ilmu politik. dan ilmu perbandingan hukum tata negara. DR. karena kedua ilmu tersebut dapat dibagi secara tajam baik seistematika maupun isinya. Pembangunan Jakarta. Citra Aditya Bakti. ILMU NEGARA: Pengantar Metode dan Sejarah Perkembangan. DAFTAR PUSTAKA Prof. Ilmu Perbandingan Pemerintahan. PT. Jakarta. SH. Bandung. .Hubungan Hukum Tata Negara dengan Hukum Admnistrasi Negara Kedua cabang ilmu tersebut mempunyai katian yang sanat erat. M. Cetakan ketiga. namun terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi oleh ilmuilmu tersebut berlainan. Nasroen. dan digolongkan bahwa objeknya yang sama. Pengantar Ke Jalan Ilmu dan Pengetahuan. Saran Penulis sadar bahwa isi dari makalah ini belum sempurna seperti apa yang diharapkan.CN. 1994. karena staatrecht in engere zein (HTN dalam arti sempit) dan administratiet recht (HAN) adalah bagian dari staatrecht in ruimere zin (HTN) dalam arit luas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful