P. 1
Psikologi perkembangan Anak

Psikologi perkembangan Anak

|Views: 189|Likes:
Published by Rooney Cruzz

More info:

Published by: Rooney Cruzz on Jun 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2013

pdf

text

original

Psikologi perkembangan Pengertian Psikologi Perkembangan Psikologi perkembangan adalah cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari perkembangan

dan perubahan aspek kejiwaan manusia sejak dilahirkan sampai dengan mati. Terapan dari ilmu psikologi perkembangan digunakan di bidang berbagai bidang seperti pendidikan dan pengasuhan, pengoptimalan kualitas hidup dewasa tua, penanganan remaja.[1]

Pandangan para ahli dalam mendefinisikan psikologi perkembangan adalah sebagai berikut:

David G Myers (1996) Psikologi perkembangan “a branch of psychologu that studies physical, coginitive, and social change throughout the life span” Kevil L.Seifert & Robert J Hoffnung (1994) Psikologi Perkembangan “The schientificy study of how thoughts, feeling, personalitu, social relationships, and body of motor skill envolve as an individual grows older” Linda L Daidoff (1991) Psikologi Perkembangan adalah cabang psikologi yang mempelajari perubahan dan perkembangan stuktur jasmani, perilaku, dan fungsi mental manusia yang dimulai sejak terbentuknya makhluk itu melalui pembuahan hingga menjelang mati. M Lenner (1976) Psikologi perkembangan sebagai pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan fungsi-fungsi psikologis sepanjang hidup (mempelajari bagaimana proses berpikir pada anak-anak, memiliki persamaan dan perbedaan, dan bagaimana kepribadian seseorang berubah dan berkembangn dari anak-anak, remaja, sampai dewasa.

Jadi, psikologi Perkembangan adalah cabang dari psikologi yang mempelajari secara sistematis perkembangan perilaku manusia secara ontogenik, yaitu mempelajari struktur jasmani, perilaku, maupun fungsi mental manusia sepanjang rentang hidupnya (life span) dari masa konsepsi hingga menjelang mati.[2] Persfektif atau Pandangan Tentang Psikologi Perkembangan

Perkembangan masa hidup memiliki 2 macam perspektif atau pandangan. Pertama, pendekatan tradisional (traditional approach) adalah pendekatan yang menekankan perkembangan pada perubahan ekstrim dari lahir hingga masa remaja saja. Sedangkan yang kedua, pendekatan masa hidup (the life-span approach) adalah pendekatan yang menekankan pada perubahan perkembangan terjadi selama masa hidup manusia. Menurut pakar perkembangan masa hidup, Paul Baltes, perspektrif perkembangan masa hidup (lifespan perspective) mencakup tujuh kandungan dasar yaitu: Perkembangan bersifat seumur hidup, multidimensional, multidireksional, plastis, melekat secara kesejarahan, multidisiplin, dan kontekstual. Berikut adalah penjelasan dari setiap kandungan tersebut.

Perkembangan bersifat seumur hidup. Tidak ada periode usia yang mendominasi perkembangan hidup. Perkembangan meliputi keuntungan dan kerugian, yang berinteraksi dalam cara yang dinamis sepanjang siklus kehidupan. Sehingga selama proses bertambahnya usia, maka selama itulah proses perkembangan akan terus berjalan. Perkembangan bersifat multidimensional. Perkembangan terdiri atas dimensi biologis, kognitif, dan sosial. Dimensi inilah yang dikaji dalam setiap periode perkembangan manusia. Bahkan dalam satu dimensi semacam intelegensi, terdapat banyak komponen, seperti intelegensi abstrak, intelegensi nonverbal, intelegensi sosial, dan lain-lain Perkembangan bersifat multidireksional. Beberapa dimensi atau komponen dari suatu dimensi dapat meningkat dalam masa pertumbuhan, sementara dimensi lainnya menurun. Misalnya, orang dewasa akan lebih arif dalam berpikir mengingat pengalaman yang banyak, tetapi disisi lain ia merasa mudah Perkembangan lelah bersifat jika lentur (plastic). malakukan Bergantung pada pekerjaan kondisi kehidupan berat. individu,

perkembangan terjadi melalui banyak cara yang berbeda. Sehingga manusia satu dan lainnya belum tentu memiliki proses perkembangan yang sama. Misalnya, kemampuan penalaran orang dewasa dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan orang dewasa lainnya melalui pengalaman pribadi. Perkembangan melekat secara kesejarahan. Perkembangan dipengaruhi oleh faktor sejarah dimana individu hidup. Seorang berusia 40 tahun mengalami depresi berat akibat perang dunia pertama, akan berbeda dengan seorang berusia 40 tahun mengalami depresi pada waktu sekarang ini. Perkembangan dipelajari oleh berbagai multidiplin. Para pakar psikologi, sosiologi, antropologi, neurosains, dan peneliti kesehatan semuanya mempelajari perkembangan manusia dan berbagi persoalan untuk membuka misteri perkembangan masa hidup manusia. Perkembangan bersifat kontekstual. Perkembangan manusia mengikuti konteks yang meliputi linkungan, sosial, kebudayaan, dan lain-lain. Sehingga individu dilihat sebagai makhluk yang sedang berubah di dalam dunia yang sedang berubah. Dengan mempelajari perkembangan masa hidup atau psikologi perkembangan, maka kita akan menemukan informasi tentang siapa kita, bagaiamana kita dapat seperti ini dan kemana masa depan akan membawa kita.[3]

Sumber Bacaan: Santrok, John W. 2002. Life Span Development: Perkembangan Masa Hidup, Edisi 5 Jilid 1. Jakarta: Erlangga

Sejarah Psikologi Perkembangan

Dalam mempelajari secara psikologi perkembangan dapat dilihat dari 3 periode yaitu :

Minat awal mempelajari perkembangan anak

mereka bergabung dengan orang dewasa sebagai anggota masyarakat. dan pengetahuan yang tampil dikemudian hari setelah dewasa merupakan bawaan sejak lahir (innate ideas). Artinya sejak lahir anak telah memiliki bakat-bakat atau benih-benih kemampuan dan yang dapat dikembangan melalui pengasuhan pendidikan. seorang filosof Inggris John Locke (1632-1704) menyatakan bahwa pengalaman dan pendidikan adalah faktor yang paling menentukan dalam perkembangan anak. Jean Jaccques Rousseau (1712-1778) filosof Perancis abad ke 18 berpandangan bahwa anak berbeda secara kualitatif dengan orang dewasa. Anggapan ini tampak bahwa semua keterampilan. Jadi anak merupakan miniatur orang dewasa mengandung arti bahwa anak berbeda secara kuantitatif dengan orang dewasa bukan secara kualitatif. masyarakat tidak memberikan status apapun kepada anak-anak. mengungkapkan pentingnya pengaruh pengalaman dan lingkungan hidup terhadap perkembangan anak. Segera setelah anak dapat berjalan dan berbicara. kemampuan. pendidikan tidak lain hanyalah upaya untuk menarik potensi ke luar. Potensi idividu dikatakanya sudah ditentukan oleh faktor keturunan. namun tidak menambahkan sesuatu yang baru. Dasar pemikiran merujuk bahwa penelitian dan buku-buku tentang anak sedikit sekali. serta pengaruh keterunan dan lingkungan terhadap kejiwaan anak. Pada abad pertengahan. Pada abad ke 17. dianggap berbuat jahat dan harus diberkan hukuman seperti orang dewasa. dia tidak mengakui adanya kemampuan bawaan (innate knowledge) Menurut Locke. dimana corak dan bentuk kertas tersebut sangat ditentukan bagaimana cara kertas itu ditulisi. Anak-anak diberi pakaian model pakaian orang dewasa dalam ukuran kecil. perhatian berawal pada pemahaman yang mendalam pada anak-anak. dan menolak anggapan bahwa anak merupakan orang dewasa yang tidak lengkap dan memperoleh pengetahuan melalui cara berpikir orang dewasa. isi kejiwaan anak ketika dilahirkan diibaratkan secarik kertas kosong. memainkan permainan dan mengerjakan tugas-tugas yang sama dengan orang dewasa. Locke memberi istilah Tabula Rasa (Blank Slate). Proses-proses yang mendasari cara berpikir dan berbuat anak dianggap sama seperti orang dewasa. Walaupun plato tidak dapat memberikan bukti langsung dalam menunjang spekulasinya. bahkan lukisan kuno proporti tubuh anak-anak sering digambarkan sama dengan proporsi tubuh orang dewasa. Anggapan terhadap anak sebagai miniatur orang desawa ternyata membawa implikasi penting dalam dunia pendidikan. Rousseau menolak pandangan bahwa bayi adalah makhluk pasif yang perkembangannya ditentukan oleh pengalaman. Oleh karena itu anak harus dibiarkan untuk memperoleh pengetahuan dengan caranya sendiri melalui interaksinya dengan lingkungan. pemahaman terhadap seluk beluk kehidupan anak sangat bergantung pada keyakinan dan trandisional yang bersumber pada spekulasi para filosof dan teolog tentang anak dan latar belakang perkembangannya.Sebelum mempelajari psikologi pekembangan. Sebaliknya Rousseau beranggapan bahwa sejak lahir anak adalah makhluk aktif dan skua bereksplorasi. Apabila anak berpikir dan melakukan perbuatan yang menyimpang dari standar orang dewasa. . namun tampak jelas bahwa menurunnya anak merupakan miniatur orang dewasa. Oleh karena itu salah seorang filosof Plato mengatakan bahwa perbedaan-perbedaan individual mempunyai dasar genetis. Perkembangan dianggap sebagai suatu pertumbuhan semata. anak dianggap bodoh atau tolol dan apabila anak-anak melanggar norma-norma sosial dan moral.

kita bisa mengetahui asal-usul manusia. dn Rousseau pada dasarnya bersifat spekulatif. namun penelitian yang sungguhsungguh terhadap perkembangan anak-anak baru dimulai pada abad ke 19 yang dipelopori oleh Charles Darwub dab Wilhem Wundt Pengaruh Charles Darwin (1809-1882) Ilmuan dari inggris yang terkenal dengan teori evolusinya ini. walaupun pada abad ke 18 telah ada penelitian-penelitan tentang anak seperti Johan Heinrich Pestalozzi (1946-1827) ahli pendidikan dari Swiss. Pandangan ini kemudian menjadi landasan bagi Psikolog Perkembangan seperti Stanley Hall dengan “perkembangan mengakhiri evolusi”. benar dan salah yang dapat berkembang secara alami dengan baik). pandangan bahwa anak memiliki sifat bawaan yang buruk (innate bad). but everything degenates in the hand of man” artinga segala-galanya adalah baik sebagaimana ke luar dari tangan sang pencipta. segala-galanya memburuk dalam tangan manusia. John Bowlby Chomsky dengan “Kemampuan berbahasa yang dibawa sejak lahir” serta riset “perkembangan biologi syaraf” yang meneruskan tradisi Darwin. dengan mempelajari tingkah laku dan perkembangan anka. hal itu dikarenakan pengaruh lingkungan dan pendidikan. menolak. dia menegaskan bahwa “All thinhs are good as they come out of the hand of their creator. Pandangan biologis Darwin menganggap pekermbangan sebagai pembukaan kemampuan dan ciri-ciri yang telah terprogram secara genetik. Darwin menyatakan bahwa anak merupakan sumber yang kaya informasi tentang sifat dan ciri-ciri manusia. Dasar-Dasar Pembentukan Psikologi Perkembangan secara Ilmiah Pandangan Plato. mempublikasikan lewat Origin of The Species (1859) dan Descent of Man (1871).Rousseau dalam bukunya Emile ou L‟education (1762). Sigmun Freud dengan “Tahap-tahap perkembangan seksualitas”. jika kemudia terdapat penyimpangan dan keburukan. Pengaruh Wilhem Wundt (1832-1920) . Hal ini berhubungan dengan teori evolusinya mengenai pekembangan hewan dan manusia. Dietrich Tiedemen (1787) Tabib dari Jerman. karyanya ini merangsang untuk melakukan observasi terhadap perkembangan anak. Locke. ungkapan ini mengandung arti bahwa anak ketika lahir sudah membahwa segi-segi moral (hal-hal yang baik dan buruk. Arnold Gesselold dengan “Jadwal tetap pertumbuhan”. Pandangan ini dikenal dengan Noble Savage.

Stanley mengambil dari Darwin aalah “tentang adanya rekapitulasi dalam perkembangan manusia” menurutnya. Wundt memperluas konsep rekapitulasi yang meliputi perkembangan kebudayaan. Watson (Behaviorism Theory). Menurut Wundt eksperimen dapat membuktikan wilayah pengamatan dari tanggapan. Wundt beranggapan bahwa eksperimen memiliki arti penting bagi psikologi. diperlukan prinsip teoritis sebagai dasar observasi yang tidak hanya sekerdar mendeskripsikan. dia memberi dasar pada Psikologi Esperimental. memperkenalkan prinsip-prinsip “Classical Conditioning” menjelaskan perkembangan tingkah laku. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif yang lebih ditekankan pada ciri-ciri khas secara umum. Pandangan Wundt dan Darwin berpengaruh pada G Stanley Hall (1846-1924) murid Wundt di Leipzzing. dan inilah yang menyebabkan berkurangnya minat terhadap psikologi perkembangan. Oleh karena itu Stanleyterkenal dengan “Recapitulations Theory” yang berangapan bahwa “Pentahapan dala proses pertumbuhan dan perkembangan yang dilalui anak ke arah kematangan adalah pengulangan secara filogenetis sejarah perkembangan manusia”.B. yaitu : . orang tua. Predisposisi mendeskripsikan gejala perkembangan manusia secara mendetail adalah penting dalam perkembangan disiplin ilmu. Oleh karena itu untuk perkembangan pemahaman tentang perkembangan anak. berusaha untuk mengetahui stuktur pikiran anak-anak dengan melakukan penelitian tentang permainan anak dan isi pikiran anak di Universitas Massachusetts. biologis manuisia. J. Karya Watson membawa perkembangan pada teori psikologi perkembangan. Muculnya Studi Psikologi Perkembangan Modern Pada abad ke 20 studi sistematis tentang perkembangan anak semakin berkembang secara signifikan. Selanjutnya Hall dan muridnya Clark. Mereka mengumpulkan data tentang perkembangan anak-anak. dan guru dengan sampel yang cukup besar. Penelitian ini dianggap permulaan studi sistematik dan metodologik terhadap anak-anak di amerika. namon setidaknya ada 3 faktor yang mendorong pengaktifan kembali psikologi perkembangan memasuki periode baru dalam bidang studi perkembangan. perkembangan individu perefleksikan perkembangan species yang berarti bahwa adanya pengulangan (rekapitulasi) dari perkembangan species yang meliputi beberapa tingkatan evolusi. meskipun menimbulkan pertentangan seperti Sigmun Freud dengan teori psikoanalisisnya.Peristiwa penting abad ke 19 menjadi dasar tumbuhnya Psikologi sebagai disiplin yang berdiri sendiri. golongan umur. dan masa depan perkembangan tertentu. menurutnya prinsip-prinsip belajar dan prinsip conditioning dapat diterpakan pada semua perkembangan. Pada pertengahan abad 20. remaja. ditandai dengan didirikannya laboratorium psikologi pertama oleh Wilhelm Wundt (1879) di Leipzzing.

misalnya bertambahnya fungsi otak memungkinkan anak dapat tertawa. Tetapi apa sebetulnya yang dimaksudkan dengan perkembangan pribadi itu? Apakah artinya bila dikatakan bahwa perkembangan itu sedang berlangsung? Pertanyaan yang kedua ini akan mendapat tinjauan lebih lanjut nanti. harus sudah masaklebih dahulu. Muchow. namun perhatian psikologi perkembangan yang utama tertuju pada perkembangan manusianya sebagai person. Objek psikologi perkembangan adalah perkembangan manusia sebagai pribadi. Mampu untuk berfungsi dalam satu nivo yang lebih tinggi karena pengaruh pertumbuhan disebut pemasakan. Pra ahli psikologi juga tertarik akan masalah seberapa jauhkah perkembangan manusia tadi dipengaruhi oleh perkembangan masyarakatnya (Van den Berg. Piaget (Swiss) mengenai teori kognisi yang beranggapan bahwa perkembangan ditentukan oleh pengaruh lingkungan dan perkembangan individu terjadi sebagai hasil interaksi yang konstan antara individu dengan tuntutan lingkungan. Pertumbuhan fisik memang mempengaruhi perkembangan psikis. Dalam “pertumbuhan” ada sementara ahli psikologi yang tidak mebedakan antara perkembangan dan pertumbuhan. Menurut banyak ahli psikologi dan para ahli psikoloi sendiri. maka istilah pertumbuhan badan dan fungsi fisik yang murni. 3. Meskipun dapat dikatakan mengenai belajar . Peningkatan ini didorong dengan adanya alat-alat modern dan teknik pencatatan (recording) yang makin baik. berbicara. Hal ini mungkin untuk menunjukan bahwa orang yang berkembang tadi bertambah kemampuannya dalam berbagai hal lebih mengalami diferensiasi dan pada tingkat yang lebih tinggi. berjalan. mak aurat daging pembuangan harus selesai pertumbuhannya.1. Pengertian perkembangan pada suatu proses kea rah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. 1986. 2. Terjadinya perubahan orientasi dalam riset-riset psikologi perkembangan hingga menjadi bersifat eksperimental dengan pengukuran dan pengontrolan eksperimen yang terbukti sangat berhasil digunakan dalam proses eksperimen umum. Masyarakat merupakan tempat berkembangnya person tadi.1962). Misalnya sebelum pendidikan kebersihan dapat dimulai. Adanya minat baru terhadap asal mula tingkah laku (Origin of Behavior). Mengenai hal yang terakhir ini akan sering kita jumpai kembali dalam tulisan ini. maka istilah perkembangan lebih dapat mencerminkan sifat yang khas mengenai gejala psikologis yang muncul. dan sebagainya. Perkembangan menunjuk pada perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diputar kembali (Werner. Ditemukan Kembali hasil karya J. ditandai dengan meningkatnya riset terhadap bayi-bayi. Dalam tulisan ini. bahkan ada yang lebih mengutamakan pertumbuhan. lebih mengalami integrasi. 1969).

namun harus ada pemasakan beberapa fungsi lebih dahulu. maka timbullah berbagai pandangan (teori) mengenai psikologi perkembangan. Disamping itu juga ada stabilitas dalam kepribadian seseorang hingga dapat dikatakan ada suatu identitas pribadi. Meskipun ada perubahan yang dialami seseorang.berjalan. Teori yang deduktif : memberikan keterangan yang dimulai dari suatu perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu ke arah data yang akan diterangkan. Oleh karena itu menurut Hermann lebih baik definisinya diberikan sesudah dilakukan penelitian lebih lanjut daripada diberikan sekarang. Marx (1963) membedakan adanya tiga macam teori. yaitu bahwa setiap pribadi mempunyai cirri-cirinya yang khas. Psikologi kepribadian dan psikologi perkembangan Dalam pasal yang sebelumnya telah sering ditunjukan adanya hubungan antara perkembangan dengan pribadi atau kepribadian. pada dasarnya orang tadi tetap mewujudkan pribadinya sendiri. b. Teori yang induktif: cara menerangkan adalah dari data ke arah teori. . namun menurut thomae (1968) ada suatu persamaan pendapat. Dengan demikian dapat dibedakan antara: a. Walaupun terdapat banyak perbedaan pendapat antara para ahli teori kepribadian. Ketiga teori yang dimaksud ini berhubungan dengan data yang empiris. Suatu teori akan memperoleh arti yang penting bila ia lebih banyak dapat melukiskan. Pribadi atau kepribadian disini dipandang sebagai kesatuan sifat yang khas yang menandai pribadi tertentu itu. Hermann (1969) berpendapat bahwa pengertian kepribadian merupakan suatu konstruk teoretis yang sangat kabur defnisinya. Tidak ada satu orangpun yang mempunyai cirri seratus persen sama dengan orang lain: setiap orang adalah pribadi yang khusus. dan meramalkan gejala yang ada. sebelum belajarnya tadi mungkin dilaksanakan. yaitu karena teori mengenai kepribadian ada bermacam-macam pula. Dalam bentuk ekstrim titik pandang yang positivistis ini dijumpai pada kaum behaviorist. Pemakaian istilah kepribadian menimbulkan permasalahan baru. Teori-teori perkembangan Berhubung beberapa aspek didalamnya diberikan penonjolan tertentu. menerangkan.

Suatu teori harus dapat diuji kebenarannya. bila tidak dia bukan suatu teori. Berdasarakan data tersebut diatas secara sangat umum dapat ditarik kesimpulan bahwa suatu teori adalah suatu konsepsualisasi yang umum. Hukum-hukum ini biasanya mempunyai sifat hubungan yang deduktif. . misalnya dapat dengan menerangkan. 1968). suatu teori juga dapat menunjuk pada suatu cara menerangkan yang menggeneralisasi. Teori yang fungsional: disisni nampak suatu interaksi pengaruh antara data dan perkiraan teoritis. Suatu teori juga dapat merupakan suatu rangkuman tertulis mengenai suatu kelompok hukum yang diperoleh dan dari data yang diperoleh itu datang pada suatu konsep yang teoritis. tetapi cara menerangkan dan melukiskan akan lain. 2. Teori semacam itu mempunyai dasar empiris. Berdasarkan pembagian ini dapatlah disimpulkan bahwa teori dapat dipandang sebagai berikut: 1. Suatu teori dapat memandang gejala yang dihadapi dari sudut yang berbeda-beda. Misalnya melukiskan suatu konflik antar generasi yang dilakukan oleh ahli teori yang berpandangan emansipatoris akan berlainan dengan cara melukiskan seorang ahli teori lain yang tidak berpandangan emansipatoris. Teori menunjuk pada sekelompok hokum yang tersusun secara logis. Disini biasanya terdapat hubungan yang fungsional antara data dan pendapat yang teoritis. 3. Fakta tetap sama. tetapi dapat pula dengan menganalisa dan menginterpretasi secra kritis (Habermas. yaitu data mempengaruhi pembentukan teori dan pembentukan teori kembali mempengaruhi data.c. Suatu hukum menunjukkan suatu hubungan antara variable-variabel empiris yang bersifat ajeg dan dapat diramal sebelumnya. orang akan mengetahui fakta-fakta dan prinsip-prinsip mengenai tingkah laku manusia. Konsepsualisasi atau sistem pengertian ini diperoleh melalui jalan yang sistematis.[4] Kegunaan Psikologi Perkembangan Berikut ini akan dikemukakan kegunaan psikologi perkembangan sebagai berikut:  Dengan mempelajari psikologi.

Pengenalan dan pemahaman terhadap kehidupan jiwa sendiri merupakan bahan yang sangat penting untuk dapat memahami kehidupan jiwa orang lain. Jenis-Jenis Dan Karakteristik Perkembangan Elizabeth Hurlock mengemukakan jenis-jenis perubahan selama proses perkembangan dan sifatsifat khusus dalam perkembangan.  Mereka dapat memilih metode pengajaran dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan pemahaman murid-murid mereka. termasuk tingkat kenormalan tingkah laku kita sendiri. kehendak. Jenis-jenis perkembangan (Types of changes in Development) Perubahan-perubahan yang terjadi dalam proses perkembangan digolongkan ke dalam 4 jenis. maupun tingkah laku lainnya.  Dengan bekal pengetahuan psikologi juga dapat dipakai sebagai bahan untuk menilai tingkah laku normal. yaitu dengan bekal psikologi perkembangan:  Mereka dapat memilih dan memberikan materi pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak didik pada tiap tingkat perkembangan tertentu. Pengetahuan Psikiologi Perkembangan. secara khusus.   Dengan mengetahui jiwanya dan memahami dirinya itu maka orang dapat menilai dirinya sendiri. Istilah “perkembangan “ secara khusus diartikan sebagai perubahan-perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif yang menyangkut aspek-aspek mental psikologis manusia. Untuk memahami diri kita sendiri dengan mempelajari psikologi sedikit banyak orang akan mengetahui kehidupan jiwanya sendiri. Perkembangan yang dimaksud adalah proses tertentu yaitu proses yang terus menerus. dan proses yang menuju ke depan dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Perkembangan pribadi manusia ini berlangsung sejak konsepsi sampai mati. sehingga kita dapat mengetahui apakah tingkah laku seseorang itu sesuai tidak dengan tingkat kewajarannya. sangat berguna bagi para pendidik. perasaan. yaitu: . baik segi pengenalan. Objek Psikologi Perkembangan Objek psikologi perkembangan adalah perkembangan manusia sebagai pribadi. 1.

Perkembangan dari pelbagai bagian badan berlangsung masing-masing dengan kecepatan sendiri. Perbedaan kecepatan perkembangan antara kanak-kanak akan tetap berlangsung. f. Perkembangan dapat dikira-kirakan lebih dahulu. Dan hanya diambil yang jelas menunjukkan pengaruh yang besar. Sifat-sifat khusus perkembangan (Characteristics of Development) Ada beberapa sifat khusus yang dapat kita lihat dalam perkembangan. yaitu: a. h. Kesimpulan : o o Pengetahuan tentang dasar-dasar perkembangan adalah sangat penting artinya bagi kita. Tiap-tiap fase perkembangan mempunyai coraknya masing-masing. Tiap-tiap orang yang normal akan mencapai masing-masing fasenya terakhir dalam perkembangan. Sifat-sifat dalam perkembangan ada sangkut pautnya antara satu dengan lainnya.    Perubahan dalam ukuran (changes in size) Perubahan dalam perbandingan ( changes in proportion) Pengertian wujud ( Disappearance of Old Features) Memperoleh wujud baru ( Acquisition of New Features) 2. b. c. Perkembangan adalah tidak terputus-putus.[5] . i. d. Perkembangan berlangsung dari sifat-sifat umum ke sifat-sifat khusus. o Memungkinkan kita mengetahui secara tepat kapan kita harus berbuat dan apa yang harus kita buat untuk membantu pertumbuhannya. e. Memungkinkan kita mengetahui apa yang dapat kita harap pada suatu usia. j. agar berlangsung dengan baik. Apa yang disebut sikap yang menjadi persoalan kerapkali sikap biasa sesuai dengan umurnya. Perkembangan berlangsung menurut suatu pola tertentu. sehingga tidak terjadi harapan yang berlebihan atau mematikan pengharapan yang kedua-duanya akan berakibat tidak baik. g.

Pembagian Aristoteles didasarkan atas gejala pertumbuhan jasmani yaitu antara fase satu dan fase kedua dibatasi oleh pergantian gigi. Fase I Yaitu pada usia 0. Strecungsperiode I Yaitu pada umur 3. .0 yang disebut masa anak kecil dan kegiatan pada fase ini hanya bermain.0 – 20.0.0 –7.0.0. Periodisasi yang berdasar biologis Periodisasi atau pembagian masa-masa perkembangan ini didasarkan kepada keadaan atau proses biologis tertentu.0. Kondisi fisik anak kembali menggemuk 4. sukar bergaul dan sulit didekati 3. Pada saat ini kondisi fisik anak kembali langsing b) Aristoteles Aristoteles merumuskan perkembangan anak dengan 3 (tiga) fase perkembangan yakni: 1.0 – 7. 2. Pada masa ini dalam keadaan pendek. antara fase kedua dengan fase ketiga ditandai dengan mulai bekerjanya kelenjar kelengkapan kelamin. Strecungsperiode II Yaitu pada umur 13. Kondisi badan anak nampak langsing. mudah bergaul dan mudah didekati.0 – 3. sikap anak cenderung tertutup. yaitu: 1.[6] Para ahli yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah : a) Kretschmer Kretschmer membagi perkembangan anak menjadi 4 (empat) fase. Fullungsperiode I Yaitu pada umur 0. Fullungsperiode II Yaitu pada umur 7.0 –13.Fase Dan Ciri-Ciri Pertumbuhan & Perkembangan Pendapat para Ahli mengenai periodisasi yang bermacam-macam di atas dapat digolongkan dalam tiga bagian. yaitu: 1. bersikap terbuka. gemuk.

0 Pada fase ini.0 – 5.0 – 21. dorongan dan tahanan berpusat pada alat pembuangan kotoran.0 – 1. 3. Pada fase ini. Aristoteles menyebutkan pada periodesasi ini disebut sebagai periodesasi yang berdasarkanpada biologis karena antara fase I dengan fase ke II itu ditandai dengan adanya pergantian gigi.0 yang disebut masa anak atau masa sekolah dimana kegiatan anak mulai belajar di sekolah dasar 3. c) Sigmund Freued Freued membagi perkembangan anak menjadi 6 (enam) fase perkembangan yakni: 1. Fase Latent Yaitu pada usia 5. Fase Pubertas Yaitu pada usia12/13. Fase Anal Yaitu pada usia 1. Pada fase ini. d) Jesse Feiring Williams Williams membagi perkembangan anak menjadi 4 (empat) masa perkembangan yakni: .0.0 Pada fase ini. Fase II Yaitu pada usia 7. Fase Falis Yaitu pada usia 3. Fase III Yaitu pada usia 14.0 –14.0 – 20.0 yang disebut dengan masa remaja atau pubertas. Fase Oral Yaitu pada usia 0. mulut merupakan central pokok keaktifan yang dinamis.0. sedangkan antara fase ke II dengan fase ke III ditandai dengan mulai bekerjanya organ kelengkapan kelamin. masa ini adalah masa peralihan dari anak menjadi dewasa. Pada fase ini. Fase Genital Yaitu pada usia 20 ke atas.0 – 3.0 Pada fase ini.0 – 12/13. alat-alat kelamin merupakandaerah organ paling perasa 4.2. Kegiatan ini jika dapat disublimasikan maka seorang anak akan sampai pada fase kematangan 6. impuls-impuls cenderung berdada pada kondisi tertekan 5. 2. impuls-impuls kembali menonjol. seseorang telah sampai pada fase dewas.

0 –19. Periodisasi Yang Berdasar Psikologis Tokoh utama yang mendasarkan periodisasi ini kepada keadaan psikologis ialah Oswald Kroch.0) b) Charlotte Buhler Charlotte membagi perkembangan anak menjadi 5 (lima) fase.0 – 1.0 – 6. Masa cepat memperoleh kekuatan/tenaga. yaitu pada usia 6. Pada pembagian ini para ahli membahas gejala perkembangan jiwa anak. Beliau menjadikan masa-masa kegoncangan sebagai dasar pembagian masa-masa perkembangan. Masa cepat berkembangnya tubuh.0) 2. Pada fase ini perkembangan sikap subyektif menuju obyektif. Dari lahir hingga trotz periode I disebut sebagai masa anak awal (0. mereka tidak lagi mendasarkan pada sudut pandang biologis ataupun didaktis. Masa Adolesen yaitu pada usia 14. masa kegoncangan ini oleh Kroh disebut „Trotz Periode‟.dan biasanya tiap anak akan mengalaminya sebanyak dua kali.Dan pada umumnya proses tersebut pada waktu-waktu tertentu mangalami kegoncangan (aktivitas revolusi).0/13. Para ahli yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah : a) Oswald Kroh Kroh berpendapat bahwa pada dasarnya perkembangan jiwa anak berjalan secara evolutiv. yakni trotz I sekitar usia 3/4 tahun.0 adalah masa perubahan pola dan kepentingan kemampuan anak dengan cepat. pada usia 0.0 – 03. Sehingga para ahli mengembalikan masalah kejiwaan dalam kedudukan yang murni. Dari trotz periode II hingga akhir masa remaja disebut masa kematangan (12. . Masa Nursery dan kindergarten yaitu.0 – 10.[7] 2.0 – 21.0 2. berorientasi dari sudut pandang psikologis. Trotz II usia 12 tahun bagi putri dan usia 13 tahun bagi laki-laki. karena beliau yakin bahwa masa kegoncangan inilah yang merupakan keadaan psikologis yang khas dan dialami oleh setiap anak dalam masa perkembangannya.0) 3.0 4.0/13. Dari Trotz periode I hinga Trotz periode II disebut masa keserasian bersekolah (03.0 – 12. Secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut : 1.0).0/04.0 3.1.0 – 14.0/04. yaitu : 1. Fase I (0. yaitu pada usia 10.

5.2. 14.0 – 35.0) . Pada fase ini mulai munculnya minat ke dunia obyek sampai pada puncaknya.0 – 2.tugas serta prestasi.0 masa midle childhood 3.0). 4.0 disebut masa Esthetis 3. 15. ia mulai memisahkan diri dari orang lain dan sekitarnya secara sadar 5.0 – 9.0 disebut masa vital 2. 0. 12.0).0 = Masa Pubertas 4. nulai menemukan diri yakin shyntesa sikap subyektif dan obyektif 2.0 – 21.0/13. Tinjauan perkembangan anak global oleh Robert j.0/13. 6. Gabungan dar ketiga kelompok oleh PH. Fase V (13.0 – 4. 2. atau mengenal dunia secara subyektif.0 – 12.0 – 13.0 – 18.0 = Masa prapubertas 3. Havigurst Robert meninjau perkembangan anak global yakni sebagai berikut: 1.0 – 15. Fase IV (8.0 masa infacy and early childhood 2.1.0).0 masa early adulthood yang terbagi atas early adulthood (18. adanya hubungan diri dengan lingkungan sosial dan mulai menyadari akan kerja. adulthood (21. 18. Kohnstamm Ia menyebutnya pandangan itu secara flectis.0 – 20. Pada fase ini makin meluasnya hubungan pada benda-benda sekitarnya.0) Pada Fase ini.4. Fase III (40 – 8.0 – 6. yaitu : 1.0 = Masa Pural 2.0 – 21. walaupun nampaknya lebih berorientasi pada dasar psikologis.0 – 18.0). 3.0 – 35.1.0 – 7.0 = masa adolesen 2.0 masa preadolescense and adolesence 4.0 – 12. 0.0 disebut masa perkembangan intelektual 4. Pada fase ini individu memasukkan dirinya kedalam masyarakat secara obyektif. 18.0 disebut masa sosial Pembagian terakir ini masih dapat diuraikan lagi menjadi : 1. Fase II (1. 12. 12.0 –14. 7.

5.0 – 18. Scola Materna (sekolah ibu) Yaitu pada usia 0.0 pada fase ini. Para ahli yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah : a) Johann Amos Comenilus (Komensky) Komensky membagi perkembangan anak menjadi 4 (empat) tahap. Scola Latina (sekolah bahasa latin) Yaitu pada usia 12.0 tahun adalah masa asuha 2.0 – 24.0 b) Jean Jeaques Russeau Didalam bukunya yang terkenal yaitu “Emile eu du I‟education” Jean Jeaques Russeau membagi tahapan perkembangan anak antara lain: 1. yaitu: 1.[8] 3.0 – 12.0 pada fase ini.0 masa middle age 6.0 – 6. 60. Scola Vermacula (sekolah bahasa ibu) Yaitu pada usia 6. Academia (akademi) adalah media pendidikan bagi anak usia 18. 35. anak mengembangkan potensinya terutama daya intelektualnya dengan bahasa asing.0 tahun adalah masa pentingnya pendidikan jasmani dan alat-alat indera.0 – 2. anak mengembangkan pikiran.5. Pada usia 0.0 – 60.0 – 12. Periodisasi Yang Berdasar Didaktis Periodesasi berdasarkan didaktis adalah periodesasi yang pembahasannya berdasarkan pada segi keperluan/materi apa kiranya yang tepat diberikan kepada anak didik pada masa-masa tertentu. . dan perasaannya di sekolah dengan menggunakan bahasa daerah(bahasa ibu) 3.0 Pada fase ini. serta memikirkan tentang kemungkinan metode yang paling efektif untuk diterapkan di dalam engajar atau mendidik anak pada masa tertentu tersebut. Pada usia 2. anak mengembangkan organ tubuh dan panca indra di bawah asuhan ibu (keluarga) 2. ingatan.00 – ke atas masa later life.

Pada usia 15.0 – 7. 2.3. Pada usia 7. Prenatal Stages Germinal : a fortnigh after consepsion (saat perencanaan) Embryo : Dari Consepsion sampai pada 6 bulan Fetus : Dari 6 bulan sampai ia lahir ke dunia    2.0 – 18. d) Charles E. Maria Montessori Dr.0 – 24.0 – 15.0 – 19. Pada usia 18.0 tahun Intermediate School : pada usia 9. kesusilaan juga pembinaan mental agama c) Dr. 4. yaitu: 1. Pada usia 1.0 – 12. Maria membagi perkembangan anak menjadi 4 (empat) tahap.0 tahun[9]       .0 tahun Junior Hight School : Pada Usia 12. Ia harus mampu berfikir secara jernih.0 adalah masa penemuan diri serta kepuasan terhadap masalah-masalah sosial. Posnatal stage Parturate : Pada saan ia lahir kedunia sampai pada Neonate : 2 Bulan pertamasetelah anak lahir kedunia Infant : 2 tahun pertama setelah anak lahir ke dunia Preschool child : Pada usia 6. Skinner Skinner membagi perkembangan anak menjadi Prenatal Stages dan Postanal Stages dengan perincian sebagai berikut : 1. masa melatih anak akan realitas kepentingan dunia. jauh dari perbuatan yang tercela.0 adalah masa dimana anak sudah mulai memperhatikan masalah kesusilaan. Pada usia 12.0 – 20.0 adalah masa pendidikan di perguruan tinggi.0 adalah masa penerimaan dan pengaturan rangsangan dari dunia luar dari alat dria. mulai berfungsi perasaan ethisnya yang bersumber dari kata-kata hatinya dan dia mulai tahu kebutuhan orang lain 3.0 tahun adalah masa perkembangan pikiran dan masa juga terbatas 4.0 – 9.0 tahun adalah masa pentingnya pendidikan serta pembentukan watak.0 –12. Pada usia 12.

Di akhir periode ini bila si bayi selamat maka merupakan awal perkembangan lebih lanjut. Masa ini dimulai dari sejak bayi lahir sampai bayi berumur kira-kira 10 atau 15 hari. b. Ciri-ciri yang penting dari masa bayi baru lahir ini ialah: a) Periode ini merupakan masa perkembangan yang tersingkat dari seluruh periode perkembangan. Masa Bayi Baru Lahir (New Born). Periode telur/zygote. . dari akhir bulan kedua sampai bayi lahir. Masa Bayi (Babyhood) Masa ini dimulai dari umur 2 minggu sampai umur 2 tahun. Tilker. Dalam perkembangan manusia masa ini merupakan fase pemberhentian (Plateau stage) artinya masa tidak terjadi pertumbuhan/perkembangan. dari akhir minggu kedua sampai akhir bulan kedua. c. Periode Embrio. PhD dalam “Developmental Psycology to day”(1975) dan Elizabeth B. yang berlangsung sejak pembuahan sampai akhir minggu kedua.Pembagian masa-masa perkembangan sekarang ini seperti yang dikemukakan oleh Harvey A. yaitu: a. 3. Masa Sebelum lahir (Prenatal Period) Masa ini berlangsung sejak terjadinya konsepsi atau pertemuan sel bapak-ibu sampai lahir kira- kira 9 bulan 10 hari atau 280 hari. Masa bayi ini dianggap sebagai periode kritis dalam perkembangan kepribadian karena merupakan periode di mana dasar-dasar untuk kepribadian dewasa pada masa ini diletakkan. Masa sebelu lahir ini terbagi dalam 3 priode. 2. Hurlock dalam “Developmental Psycology”(1980) tampak sudah lengkap mencakup sepanjang hidup manusia sesuai dengan hakikat perkembangan manusia yang berlangsung sejak konsepsi sampai mati dengan pembagian periodisasinya sebagai berikut: 1. b) c) d) Periode ini merupakan saat penyesuaian diri untuk kelangsungan hidup/ perkembangan janin. Periode ini ditandai dengan terhentinya perkembangan. Periode Janin(fetus).

Pada masa ini manusia sangat lucu dan menggemaskan tetapi juga rentan terhadap kematian. Perkembangan psikologis Psikomotor Terjadi perubahan yang cukup drastis dari kemampuan psikomotor balita yang mulai terampil dalam pergerakannya (lokomotion). yang membuat mereka dapat mengambil susu dari buah dada. Bayi memiliki insting menyedot. kematian neonatal (kematian di 27 hari pertama hidup). dan postneonatal (setelah 27 hari). Di negara lain ada yang menyewa "perawat basah" (wet nurse) untuk menyusui bayi tersebut. memanjat. oleh karena itu digunakanlah popok. atau tidak mau. Bayi tidak mampu mengatur pembuangan kotorannya. Rentang usia balita dimulai dari dua sampai dengan lima tahun. terutama diawal balita.Bayi merupakan manusia yang baru lahir sampai umur 24 bulan. Periode usia ini disebut juga sebagai usia prasekolah. namun tidak ada batasan yang pasti. melompat. Kematian bayi dibagi menjadi dua. Balita Bawah Lima Tahun atau sering disingkat sebagai Balita merupakan salah satu periode usia manusia setelah bayi sebelum anak awal. . berjinjit. formula bayi biasa digunakan di negara-negara Barat. melempar yang berguna untuk mengelola keseimbangan tubuh dan mempertahankan rentang atensi. Hal ini terjadi karena balita memnggunakan banyak energi untuk bergerak. Bila sang ibu tidak bisa menyusuinya.[10] 4.atau biasa digunakan perhitungan bulan yaitu usia 24-60 bulan. berguling. Pemberian makanan dilakukan dengan penetekan atau dengan susu industri khusus. Mulai melatih kemampuan motorik kasar misalnya berlari. Perkembangan fisik Pertambahan berat badan menurun. menggenggam.

Pada akhir masa balita. * Kemampuan bahasa balita bertumbuh dengan pesat. pada awal masa balita. Balita memahami bahwa obyek yang diaembunyikan masih tetap ada. menggunakan gerakan pincer yaitu memegang benda dengan hanya menggunakan jari telunjuk dan ibu jari seperti memegang alat tulis atau mencubit serta memegang sendok dan menyuapkan makanan kemulutnya. contoh kalimat Usia 24 bulan: "Haus. Freud mengatakan bahwa pada usia ini individu mulai berlatih untuk mengikuti aturan melalui proses penahanan keinginan untuk membuang kotoran. Oleh karena itu pada permainan sulap sederhana. menulis. . menggambar. mengikat tali sepatu. namun tidak bersama-sama dalam satu permainan interaktif. Balita akan mencari pada tempat terakhir ia melihat obyek tersebut. Pada periode awal balita yaitu usia dua tahun kosa kata rata-rata balita adalah 50 kata. balita mengetahui benda tersebut masih ada. Pada usia tiga tahun balita mulai berbicara dengan kalimat sederhana berisi tiga kata dan mulai mempelajari tata bahasa dari bahasa ibunya. pada usia lima tahun telah menjadi diatas 1000 kosa kata. Aturan Pada masa balita adalah saatnya dilakukan latihan mengendalikan diri atau biasa disebut sebagai toilet training. Kognitif * Pada periode usia ini pemahaman terhadap obyek telah lebih ajeg. dan akan mengetahui keberadaan obyek tersebut jika proses penyembunyian terlihat oleh mereka. bermain bersama berarti melakukan kegiatan bersama-sama dengan melibatkan aturan permainan dan pembagian peran. balita masih kesulitan untuk membuat prediksi tempat persembunyian obyek sulap. bermain bersama berarti bersama-sama berada pada suatu tempat dengan sebaya. Akan tetapi jika prose penghilangan obyek tidak terlihat. minum" Usia 36 bulan:"Aku haus minta minum" Sosial dan individu Pada periode usia ini balita mulai belajar berinteraksi dengan lingkungan sosial diluar keluarga.Pada akhir periode balita kemampuan motorik halus anak juga mulai terlatih seperti meronce. namun tidak mengetahui dengan tepat letak obyek tersebut.

menyuap[11] 5. mulai merasa berbeda dengan orang lain dilingkungannya. terutama lingkungan rumah. contoh: permainan sekolah. Masa ini dikatakan usia pra kelompok karena pada masa ini anak-anak mempelajari dasar-dasar perilaku sosial sebagai persiapan bagi kehidupan sosial yang lebih tinggi yang diperlukan untuk penyesuaian diri pada waktu masuk kelas 1 SD. . ruman-rumahan dll   Permainan imajinasi melatih kemampuan kreativitas anak Permainan motorik. Mekanisme perkembangan ego yang drastis untuk membedakan dirinya dengan individu lain ditandai oleh kepemilikan yang tinggi terhadap barang pribadi maupun orang signifikannya sehingga pada usia ini balita sulit untuk dapat berbagi dengan orang lain. melatih kemampuan pemahaman sosial. Masa Kanak-kanak Awal (Early Chilhood) Awal masa kanak-kanak berlangsung dari dua sampai enam tahun. melatih kemampuan motorik kasar dan halus. permainan keseimbangan dll Motorik halus: meronce. dokterdokteran. Pendidikan dan Perkembangan Cara belajar yang dilakukan pada usia prasekolah ini melalui bermain serta rangsang kegiatan belajar lebih terprogram dan terstruktur. dari lingkungannya. permainan palang. walau tidak selamanya lebih baik. Motorik Kasar contoh: spider web. Proses pembedaan diri dengan orang lain atau individuasi juga menyebabkan anak pada usia tiga atau empat tahun memasuki periode negativistik sebagai salah satu bentuk latihan untuk mandiri.Balita mulai memahami dirinya sebagai individu yang memiliki atribut tertentu seperti nama. mewarnai. jenis kelamin. Terdapat pula pendidikan di luar rumah yang melakukan Bermain  Permainan peran.

dan masa akhir atau usia lanjut. Pertumbuhan ciri-ciri seks primer. Masa Puber (Puberty) Masa Puber merupakan periode yang tumpang tindih Karena mencakup tahun-tahun akhir masa kanak-kanak dan tahun-tahun awal masa remaja. . dimana anak-anak telah siap untuk mendapatkan pendidikan di sekolah dan perkembangannya berpusat pada aspek intelek. Perubahan proporsi tubuh. yaitu: 1. kreativitas san penyesuaian diri pada pola hidup yang baru. perubahan nilai-nilai. periode isolasi sosial. 7. 8. Selanjutnya Kohnstam menamakan masa kanak-kanak akhir atau masa anak sekolah ini dengan masa intelektual. Masa dewasa pertengahan.0.0 sampai umur 40. Kriteria yang sering digunakan untuk menentukan permulaan masa puber adalah haid yang pertama kali pada anak perempuan dan basah malam pada anak laki-laki.6. dari umur 60. Masa Dewasa Awal (Early Adulthood) Masa dewasa adalah periode yang paling penting dalam masa khidupan. Ada empat perubahan tubuh yang utama pada masa puber.0.0 atau 16. masa ini dibagi dalam 3 periode yaitu: Masa dewasa awal dari umur 21. Perubahan pada ciri-ciri seks sekunder. Perubahan besarnya tubuh. Kondisi inilah kiranya yang menjadikan anak-anak masa ini memasuki masa keserasian untuk bersekolah. periode komitmen dan masa ketergantungan. Adapun Erikson menekankan masa ini sebagai masa timbulnya “sense of accomplishment” di mana anak-anak pada masa ini merasa siap untuk enerima tuntutan yang dapat timbul dari orang lain dan melaksanakan/menyelesaikan tuntutan itu. 4. Akhir masa kanak-kanak atau masa anak sekolah ini berlangsung dari umur 6 tahun sampai umur 12 tahun. Masa dewasa awal adalah masa pencaharian kemantapan dan masa reproduktif yaitu suatu masa yang penuh dengan masalah dan ketegangan emosional. 3. 2. dari umur 40.0 sampai mati. Masa Kanak-kanak Akhir (Later Chilhood).0 sampai umur 60.0 atau 12.0.0 sampai umur 15. Yaitu umur 11.

b) Masa dewasa madya merupakan masa transisi.[12] . Menurut Erikson. Usia lanjut adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang. merupakan periode yang ditakuti dilihat dari seluruh kehidupan 10. d) Pada masa dewasa madya ini perhatian terhadap agama lebih besar dibandingkan dengan masa sebelumnya. dimana pria dan wanita meninggalkan ciri-ciri jasmani dan prilaku masa dewasanya dan memasuki suatu periode dalam kehidupan dengan ciri-ciri jasmani dan prilaku yang baru. Ciri-ciri yang menyangkut pribadi dan sosial pada masa ini antara lain: a) Masa dewasa madya manusia. Masa dewasa madya ini berlangsung dari umur empat puluh sampai umur enam puluh tahun.9. yang di tandai dengan adanya perubahan yang bersifat fisik dan psikologis yang semakin menurun. Masa ini dimulai dri umur enam puluh tahun sampai mati. Masa Usia Lanjut ( Later Adulthood). c) Masa dewasa madya adalah masa berprestasi. dan kadang-kadang minat dan perhatiannya terhadap agama ini dilandasi kebutuhan pribadi dan sosial. selama usia madya ini orang akan menjadi lebih sukses atau sebaliknya mereka berhenti (stagnasi). Masa Dewasa madya ( Middle Adulthood).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->