RAGAM BAHASA

Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya. Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya. Fungsi Bahasa Dalam Masyarakat : 1. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia. 2. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia. 3. Alat untuk mengidentifikasi diri. Macam-Macam dan Jenis-Jenis Ragam / Keragaman Bahasa : 1. Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb. 2. Ragam bahasa pada perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden Soeharto, gaya bahasa benyamin s, dan lain sebagainya. 3. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek seperti dialek bahasa madura, dialek bahasa medan, dialek bahasa sunda, dialek bahasa bali, dialek bahasa jawa, dan lain sebagainya. 4. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial seperti ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang-orang jalanan. 5. Ragam bahasa pada bentuk bahasa seperti bahasa lisan dan bahasa tulisan. 6. Ragam bahasa pada suatu situasi seperti ragam bahasa formal (baku) dan informal (tidak baku). Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah

Ayah lagi baca koran 2. Dalam ragam tulis. Ayah sedang membaca koran 3. gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide. Dalam ragam lisan. dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide. ketepatan pilihan kata. pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan. RAGAM BAHASA BERDASARKAN MEDIA/SARANA 1. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis. kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat.setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi. Saya bertempat tinggal di Bogor . kosakata. 2. dan lafal. Contoh Ragam bahasa lisan Ragam bahasa tulis 1. Saya tinggal di Bogor 3. kita berurusan dengan tata bahasa. kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. air muka. Ragam bahasa Lisan Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. kebenaran penggunaan ejaan. Ragam bahasa tulis Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Putri bilang kita harus pulang 1. Dalam ragam bahasa lisan ini. Putri mengatakan bahwa kita harus pulang 2. A.

nyari seharusnya mencari. Luasnya pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. misalnya mbawa seharusnya membawa. pakultas. akrab. canthik. Jayapura.vitamin. akan digunakan ragam bahasa resmi atau bahasa baku. Misalnya logat bahasa Indonesia orang Jawa Tengah tampak padapelafalan/b/pada posisiawal saat melafalkan nama-nama kota seperti Bogor. dan Tapanuli. fakultas. dll. dan santai. kitha. kompleks. Bali. komplek. terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing. video. Ragam bahasa berdasarkan daerah disebut ragam daerah (logat/dialek). 2. Misalnya. Masing-masing memilikiciri khas yang berbeda-beda. Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa. pideo. dll. Banyuwangi. Bandung. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di Jawa Tengah. Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap pembawa (jika dituliskan) sikap itu antara lain resmi. misalnya fitnah.B. pitamin. RAGAM BAHASA BERDASARKAN PENUTUR 1. pilm. Ragam bahasa berdasarkan pendidikan penutur. Ragam bahasa berdasarkan sikap penutur. Logat bahasa Indonesia orang Bali tampak pada pelafalan /t/ seperti pada kata ithu. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak berpendidikan. Jika terdapat jarak antara penutur dan kawan bicara atau penulis dan pembaca. Penutur yang tidak berpendidikan mungkin akan mengucapkan pitnah. 3. Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur atau penulis juga mempengaruhi sikap tersebut. contoh: 1) Ira mau nulis surat à Ira mau menulis surat 2) Saya akan ceritakan tentang Kancil à Saya akan menceritakan tentang Kancil. kita dapat mengamati bahasa seorang bawahan atau petugas ketika melapor kepada atasannya. Selain itu bentuk kata dalam kalimat pun sering menanggalkan awalan yang seharusnya dipakai. film. Makin formal jarak penutur dan kawan bicara akan makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa .

makalah. Bahasa baku dipakai dalam : a. hukum. dengan pejabat. disertasi. ejaan berpedoman pada Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan (EYD). RAGAM BAHASA MENURUT POKOK PERSOALAN ATAU BIDANG PEMAKAIAN Dalam kehidupan sehari-hari banyak pokok persoalan yang dibicarakan. Bahasa yang digunakan dalam lingkungan politik. misalnya dengan atasan. c.yang digunakan. komunikasi resmi. atau pers. makin rendah tingkat keformalannya. tesis. pembicaraan di muka umum. Dalam membicarakan pokok persoalan yang berbeda-beda ini kita pun menggunakan ragam bahasa yang berbeda. Bahasa baku merupakan ragam bahasa yang dipakai dalam situasi resmi/formal. Segi kebahasaan yang telah diupayakan pembakuannya meliputi a. pedomannya adalah buku Tata Bahasa Baku Indonesia. kosa kata berpedoman pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). C. seminar. wacana teknis. dengan guru/dosen. rapat dinas memberikan kuliah/pelajaran. lafal baku kriterianya adalah tidak menampakan kedaerahan. . makin rendah pula tingkat kebakuan bahasa yang digunakan. baik lisan maupun tulisan. surat lamaran pekerjaan. d. misalnya pidato kenegaraan. misalnya laporan penelitian. Ragam bahasa yang digunakan dalam lingkungan agama berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan kedokteran. pembicaraan dengan orang yang dihormati. d. Sebaliknya. misalnya surat dinas. b. e. b. tata bahasa yang mencakup bentuk dan susunan kata atau kalimat. c. undangundang. istilah kata berpedoman pada Pedoman Pembentukan Istilah.

seni. olah raga. memamerkan. koroner. pengacara. wasit digunakan dalam lingkungan olah raga. misalnya masjid. 2.berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan ekonomi/perdagangan. pemanasan. kontemporer banyak digunakan dalam lingkungan seni. Contoh kalimat yang digunakan dalam undang-undang. terdakwa. dll. . Kalimat dalam undang-undang berbeda dengan kalimat-kalimat dalam sastra.000. Kalimat yang digunakan pun berbeda sesuai dengan pokok persoalan yang dikemukakan. kalimat-kalimat dalam karya ilmiah.000. improvisasi. digunakan dalam bidang kedokteran.00 (seratus jutarupiah). anemia. digunakan dalam lingkungan hukum.00 (lima puluh juta rupiah). Perbedaan itu tampak dalam pilihan atau penggunaan sejumlah kata/peristilahan/ungkapan yang khusus digunakan dalam bidang tersebut. kalimat-kalimat dalam koran/majalah. duplik. dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100. atau menjual pada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hasil hak cipta sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). maestro. Sanksi Pelanggaran Pasal 44: Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1987 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta 1. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan. gereja. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan atau denda paling banyak Rp 50. atau teknologi. Ragam bahasa yang digunakan menurut pokok persoalan atau bidang pemakaian ini dikenal pula dengan istilah laras bahasa. hipertensi. peregangan. vihara adalah kata-kata yang digunakan dalam bidang agama.000. mengedarkan.

yang di jadikan tolok ukur yang di tetapkan berdsarkan kesepakatan penutur bahasa indonesia. sebagaimana bisa dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dan yang ditetapkan dalam Ejaan yang Disempurnakan. Kalau kita berpegangan pada KBBI dan pedoman EYD. Tapi itu kalau kita memakai sudut pandang preskriptif. atau bila pembicaraan dilakukan di depan umum. Berawal dari definisi tersebut. . Atau ketika kita melihat bahasa pada dunia periklanan.Ragam bahasa baku Ragam bahasa baku adalah kosa kata baku bahasa indonesia. karangan teknis. kita tidak akan memandang judul-judul berita pada surat kabar sebagai judul yang sesuai dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tuntutan untuk menggunakan ragam bahasa seperti ini biasa ditemukan dalam pertemuan-pertemuan yang bersifat formal. atau bila topik pembicaraan bersifat resmi misalnya seperti suratmenyurat dinas. percakapan dengan pihak yang berstatus akademis yang lebih tinggi. ketika kita melihat secara deskriptif. coba kita cermati apa yang terjadi pada surat kabar dan dunia periklanan. kita akan menyadari bahwa sejumlah ragam bahasa yang kita lihat berbeda dari apa yang standar. tesis. dan sebagainya.bukan otoritas lembaga atau intansi di dalam menggunakan bahasa indonesia ragam baku Ragam bahasa baku itu merupakan ragam bahasa yang standar. Kamus Linguistik (2001: 184) mendefinisikan ragam resmi (baku) itu sebagai ragam bahasa yang dipakai bila kawan bicara adalah orang yang dihormati oleh pembicara.misalnya dalam tulisan-tulisan ilmiah seperti makalah. Sebaliknya. skripsi. Ragam bahasa baku itu tidak selalu dikaitkan dengan kebakuan kosakata.yang memiliki ciri kaidah bahasa indonesia ragam baku. sebenarnya tidak selalu menjadi ragam bahasa tidak resmi.dan disertasi. perundang-undangan. bersifat formal. Dijamin kita akan langsung mengecap bahasa yang digunakan tidak baku.

Namun hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Siapa saja pasti tergoda untuk membaca iklan yang dipampangkan di pinggir-pinggir jalan. Ragam bahasa lisan di dukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi peleepasan kalimat. Apakah surat kabar dan iklan tidak disodorkan kepada umum? Jawaban dari kedua kasus di atas sudah jelas tidak. Ragam bahasa Lisan Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar.1.remaja saat ini. Atau bagi kalangan penerbitan. selama bersifat menjual. Dengan demikian. gaya selingkung mereka merupakan standar kebakuan yang tidak boleh tidak diikuti oleh para editornya karena dengan demikian mereka menjaga konsistensinya. Faktanya. bahasa gaul menjadi ragam bahasa baku mereka sendiri. Dalam ragam lisan. air muka. Apalagi yang kedua. Bagi dunia periklanan. terlepas dari perkembangan kebakuan yang dirumuskan oleh pihak Pusat Bahasa. Dalam ragam bahasa lisan ini. bagi kalangan anak muda atau remaja. apalagi bila disajikan dengan sangat menarik. Demikian pula. dan lafal. dalam arti tidak ditujukan kepada orang yang jelas lebih dihormati. kosakata. Ya. berlakulah ragam bahasa X. bakulah bahasa mereka meskipun kalau ditilik secara preskriptif pastilah tidak tepat. 2. Sehingga definisi ragam baku yang disebutkan terakhir.ketetapan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan . Apakah surat kabar dan iklan hanya akan ditujukan dan dilihat oleh orangorang yang biasa-biasa saja. Dengan demikian. Ragam bahasa baku itu tampaknya berlaku bagi kalangan tertentu yang menjadi bahasa sasaran kelompok terkait. bagi kalangan X. surat kabar tentu saja dinikmati oleh siapa pun yang memang berniat membacanya. ragam bahasa yang dianggap baku ialah bahasa yang lebih bersifat menjual. ragam bahasa yang digunakan hampir kebanyakan tidak menggunakan ragam baku. pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan. yaitu ³bila pembicaraan dilakukan di depan umum´ kini boleh dibilang sudah bergeser. kita berurusan dengan tata bahasa. misalnya. gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.

Tentunya bukan sekadar menikmati alam kebebasan berekspresi saja. Contoh bahasa lisan berdasarkan tata bahasa dan kosa kata : Ari sedang baca buku. Atau ijin untuk izin. Dan masih banyak daftar yang bisa ditambahkan Sebagai penulis. setidaknya disampaikan dengan bahasa populer yang masih tidak amburadul. kita juga perlu sadar bahwa salah satu ciri bahasa tulis memang sifatnya yang terkesan lebih baku. Bentuk-bentuk bersaing dalam kamus biasanya diberi keterangan khusus dalam kamus. maupun penulis blog. Dengan kata lain. membandingkan bentuk baku dan bentuk nonbaku jelas akan meningkatkan kecermatan kita. Ketika kita menulis. Ini pertentangan yang sering terjadi. Hal kedua.unsur-unsur di dalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam bahasa lisan karena situasi dan kondisi pembicaraanmenjadi pendukung di dalam memahami makna gagasan yang di sampaikan secara lisan. . kita cenderung menuliskan kuatir daripada khawatir. penulis surat elektronik alias e-mail. Saya tinggal di Bekasi. Kalaupun tidak baku. Kita juga sering menulis kotbah daripada khotbah. Saya mau nulis surat. suatu salah kaprah yang berawal dari kekeliruan proses morfologi. kebanyakan kita ternyata hanya sekadar memindahkan tuturan-tuturan kita ke dalam bentuk tulisan. Bukan tidak mungkin bila suatu saat pemahaman akan hal ini akan membantu kita. penulis kartu pos. sebagai bentuk pelatihan bahasa secara mandiri. Hal pertama. Rajin melihat kamus. kita juga suka kata merubah daripada mengubah. kebanyakan kita akan mengucapkan kuatir daripada khawatir. Ketika beralih ke dalam bahasa tulisan. Bentuk nonbakunya biasa akan dirujuk ke bentuk baku. Sekadar contoh. hal ini penting kita ketahui. Contoh lain. tentu saja. entah itu penulis surat. kita sekadar mentranskrip tuturan kita.

saya berpikir bahwa ragam bahasa baku itu hanya ada satu. Saya harus bikin penulisan ilmiah. belum mendalam) sejauh ini. Namun. skripsi. atau bila pembicaraan dilakukan di depan umum. ragam bahasa baku itu tidak melulu dikaitkan dengan kebakuan kosakata. Kalau kita berpegangan pada KBBI dan pedoman EYD. atau bila topik pembicaraan bersifat resmi (mis. berdasarkan pengamatan (harus saya akui. Tuntutan untuk menggunakan ragam bahasa seperti ini biasa ditemukan dalam pertemuan-pertemuan yang bersifat formal. Tapi itu kalau kita memakai sudut pandang preskriptif. bersifat formal. Dijamin kita akan langsung mengecap bahasa yang digunakan tidak baku. dalam tulisan-tulisan ilmiah (makalah. perundang-undangan. tesis. Kamus Linguistik (2001: 184) mendefinisikan ragam resmi (baku) itu sebagai ragam bahasa yang dipakai bila kawan bicara adalah orang yang dihormati oleh pembicara. kita tidak akan memandang judul-judul berita pada surat kabar sebagai judul yang sesuai dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Atau ketika kita melihat bahasa pada dunia periklanan. kita akan menyadari bahwa sejumlah ragam bahasa yang kita lihat berbeda dari apa yang standar. ketika kita melihat secara deskriptif.Contoh bahasa lisan berdasarkan kosa kata : Mustafa bilang kalau kita harus belajar. sebenarnya tidak melulu menjadi ragam bahasa tak resmi. dan sebagainya. coba kita cermati apa yang terjadi pada surat kabar dan dunia periklanan. Ragam bahasa baku itu merupakan ragam bahasa yang standar. Berangkat dari definisi tersebut. ini masih berupa sekilas. surat-menyurat dinas. percakapan dengan pihak yang berstatus akademis yang lebih tinggi. disertasi). karangan teknis). sebagaimana bisa dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dan yang ditetapkan dalam Ejaan yang Disempurnakan. . Sebaliknya. Semula.

yaitu ³bila pembicaraan dilakukan di depan umum´ kini boleh dibilang sudah bergeser. misalnya. ragam bahasa yang dianggap baku ialah bahasa yang lebih bersifat menjual. bagi kalangan A. selama bersifat menjual. Sehingga definisi ragam baku yang disebutkan terakhir. Pemilihan bahasa sebagai bahasa Negara bukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan. Bahwa ragam bahasa baku itu tampaknya berlaku bagi kalangan tertentu yang menjadi bahasa sasaran kelompok terkait. Akhirnya. Bersamaan dengan diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. perundang-undangan. Bab XV. Salah timbang akan mengakibatkan tidak stabilnya suatu .1. 2. Meski demikian. diangkat pulalah bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. apalagi bila disajikan dengan sangat menarik. Demikian pula. Faktanya. karangan teknis)´. surat-menyurat dinas. hanya relevan sampai kepada ³ragam bahasa yang dipakai bila kawan bicara adalah orang yang dihormati oleh pembicara. bahasa gaul menjadi ragam bahasa baku mereka sendiri. Hal itu dinyatakan dalam Uud 1945. Terlalu banyak hal yang harus dipertimbangkan. atau bila topik pembicaraan bersifat resmi (mis. dalam arti tidak ditujukan kepada orang yang jelas lebih dihormati. berlakulah ragam bahasa A. Pasal 36. Dengan demikian. Bagi dunia periklanan. Apakah surat kabar dan iklan hanya akan ditujukan dan dilihat oleh orangorang yang biasa-biasa saja. gaya selingkung mereka merupakan standar kebakuan yang tidak boleh tidak diikuti oleh para editornya karena dengan demikian mereka menjaga konsistensinya. Ya. bagi kalangan anak muda. timbul pula pemikiran baru dalam benak saya. Atau bagi kalangan penerbitan. Siapa saja pasti tergoda untuk membaca iklan yang dipampangkan di pinggir-pinggir jalan. definisi ragam bahasa baku itu. Apakah surat kabar dan iklan tidak disodorkan kepada umum? Jawaban dari kedua kasus di atas sudah jelas tidak. Apalagi yang kedua. menurut hemat saya. ragam bahasa yang digunakan hampir kebanyakan tidak menggunakan ragam baku. terlepas dari perkembangan kebakuan yang dirumuskan oleh pihak Pusat Bahasa. bakulah bahasa mereka meskipun kalau ditilik secara preskriptif pastilah tidak tepat. surat kabar tentu saja dinikmati oleh siapa pun yang memang berniat membacanya.

d. dan (3) bahasa tersebut diterima oleh seluruh penduduk negara itu. dan India tidak mempunyai ketiga faktor di atas. tidak hanya itu. bahasa pemersatu bangsa Indonesia. bahasa Indonesia befungsi sebagai (1) bahasa resmi kenegaraan. (3) bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah. Dengan demikian. Masyarakat multilingual yang terdapat di negara itu saling ingin mencalonkan bahasa daerahnya sebagai bahasa negara. negara tetangga kita Malaysia. . masih tetap menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi di negaranya. bahasa tersebut lebih menyeluruh penyebarannya. Ketig faktor di atas sudah dimiliki bahasa Indonesia sejak tahun 1928. Sebelumnya bahasa Indonesia sudah menjalankan tugasnya sebagai bahasa nasional. (2) bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan. walaupun sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjadikan bahasanya sendiri sebagai bahasa resmi. hal yang dianggap berat bagi negara-negara lain. Tidak demikian halnya dengan negara Indonesia.Sebagai contoh konkret. Filipina. terutama faktor yang nomor (3). 28 Februari 1975 dikemukakan bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara. Singapura. Filipina. Bahkan. dan India. Hal-hal yang merupakan penentu keberhasilan pemilihan suatu bahasa sebagai bahasa negara apabila (1) bahasa tersebut dikenal dan dikuasai oleh sebagian besar penduduk negara itu. Mereka saling menolak untuk menerima bahasa daerah lain sebagai bahasa resmi kenegaraan. Bahasa-bahasa yang terdapat di Malaysia. (2) secara geografis. Singapura. Dalam ³Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional´ yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25 s. dan (4) bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.negara. bagi kita tidak merupakan persoalan. Oleh sebab itu. kita patut bersyukur kepada Tuhan atas anugerah besar ini.

penyiaran berita lewat radio atau televise. khotbah. Berdasarkan media dan sasarannya. Ragam tertentu dipakai untuk kepentingan yang sifatnya formal. perusahaan-perusahaan dan instansi-instansi. kurang memenuhi syarat sebagai surat yang baik dan benar. kuliah. Penulisan yang dimaksud tentunya surat-surat yang utamanya adalah surat resmi yang dipergunakan oleh dinas pemerintahan. Menulis surat yang baik tentunya mengandung bagian-bagian yang memenuhi persyaratan sebuah surat yang baik. Menulis surat ternyata tidak sesederhana yang kita bayangkan. penulisan yang bersifat resmi. Dalam bahasa Indonesia ditemukan sejumlah ragam bahasa. kurang jelas. kurang komunikatif. Bisa saja semua orang dapat menulis surat. Surat merupakan salah satu bentuk komunikasi tulis yang masih sangat penting sampai saat ini. Surat dinas merupakan surat resmi sehingga dalam pemakaian bahasa surat harus mempergunakan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. tetapi apakah surat yang ditulis itu sudah memenuhi persyaratan yang benar? Tentu saja para penulis surat dituntut harus belajar lebih banyak tentang bagaimana cara menulis surat yang benar. Terbukti setelah seseorang memulai menulis surat. Gagasan/ informasi secara lengkap dapat disampaikan penulis melalui surat. Yang menerima surat akan menilai bahwa surat yang dibacanya kurang sopan. tidak hanya sekedar penyampaian maksud dan isi hati semata-mata.Ragam Bahasa Baku Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia sebagai ragam bahasa baku dijadikan sebagai bahasa pemersatu di wilayah Indonesia yang memiliki beragam bahasa di setiap daerah. Variasi itu muncul karena pemakaian bahasa memerlukan alat komunikasi yang sesuai dengan situasi dan kondisinya. ditemukan ragam lisan dan ragam tulis. Ragam bahasa merupakan salah satu dari sejumlah variasi yang terdapat dalam pemakaian bahasa. Sebaiknya kita hindari tanggapan orang semacam itu. baru menyadari bahwa membuat surat cukup menyulitkan Hal itu terjadi karena penulis sebenarnya belum siap atau tak memiliki dasar pengetahuan tentang bagaimana cara menulis surat yang benar. dan ragam yang lain dipakai untuk kepentingan yang tidak formal. Penulisan surat resmi dengan menggunakan bahasa Indonesia harus sesuai dengan tata bahasa Indonesia serta sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia . Dalam ragam formal misalnya digunakan untuk pidato kenegaraan.

semangkin. SBY bergaya bahasa. kata pengarang buku ³Morfologi: Bentuk. Makna.´ Lantas. tidak jelas (Bali. penerapan kaidah ejaan. Oleh karena itu dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan didalam pemilihan kata. Kesalahankesalahan yang sering terjadi dalam penulisan surat resmi ialah penggunaan bahasa yang tidak baku.´ Gaya bahasa Suharto. Universitas Trisakti. 28/3. misalnya. menginginken.´ tegas Profesor kelahiran Tasikmalaya. Peneliti Madia Bidang Bahasa dari Pusat Bahasa. Bahasa Habibie. Hal itu terjadi karena sejak kemerdekaan Republik Indonesia tidak ada contoh dan teladan dari para pemimpin bangsa. dan pemimpin masyarakat bangsa dan negara Republik Indonesia. Gaya bahasa Gus Dur. Institut Ilmu . pendamping bahasa di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dalam pembahasan serbaneka rancangan undang-undang ini mengungkap kondisi sebelumnya juga kurang mendukung upaya pembinaan dan pengembangan bahasa. menurut Guru Besar Bahasa Indonesia/Linguistik pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas. kami punya rakyat. seperti yang disampaikan kepada johnherf. Ketidakseriusan berbahasa Indonesia merupakan kondisi kumulatif. serta unsur-unsur bahasa di dalam struktur kalimat. Minggu 30/9 pagi di Jakarta. Isi pernyataan itu mengemuka sesuai dengan catatan Profesor Zainal Arifin. Perihal suri teladan pimpinan ia kemukakan sebagai bentuk perhatian yang kurang serius. gaya bahasa Megawati. misalnya memperhatiken. Universitas Mercu Buana. struktur bentuk kata dan struktur kalimat. Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kondisi bahasa Indonesia masa kini merupakan kondisi kumulatif dari kondisi. ³Tidak ada contoh dan teladan dari pemimpin bangsa. Jawa. Adapun jargon bahasa Sukarno.yang disempurnakan atau sesuai dengan aturan penggunaan bahasa baku. misalnya technologi.kondisi sebelumnya yang kurang mendukung upaya pembinaan dan pengembangan bahasa. ikonomi. Lebih jauh lagi. ³Gitu aja kok repot. Universitas Tarumanagara. Bengkulu). kami punya negara. dan Fungsi´ ialah ³Kami punya bangsa. 59 tahun.´ dan ³Gak usah didengerin.

dikit.´ tegasnya. Universitas Indonusa Esa Unggul. karena kita ketahui pada zaman dulu jarang orang-orang yang dapat bersekolah. Berikut ini contoh-contoh serbaneka gangguan. gimana. uda. katanya. sudah era globalisasi. tapi tidak semua warga Indonesia pada waktu itu berbicara dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.Pemerintahan Abdi Negara. ketemu di sana ya. diganggu dari berbagai penjuru. dan Universitas Nasional Jakarta ini. dan bahasa asing. truZ.?) Contoh Bahasa Betawi Gapapa klo lho blon tau sape aQu. ³Akibatnya. Bahasa Indonesia masa kini. seperti bahasa gaul. Nyok kite bareng bikin Jakarte lebih baek dari kemaren.´ Lebih-lebih pada era reformasi ini. jambore berapipa? (Boleh jam berapa?) Jambore enam anjas ye? (Jam enam aja ya?) Ketumbar di sandro ye. Gitu aja kok repot. bahasa Indonesia berantakan dan memprihatinkan. Hari gini pengennya pasti dapet. Contoh Bahasa Gaul Nondra yuk bow! (Nonton yuk bow!) Bolelebo. Bahasa Indonesia pada waktu dulu sangat tidak divariasikan dalam pengucapan berbicaranya. gak perlu diurusin. Hanya orang-orang yang berpendidikanlah yang penggunaan bahasa Indonesianya baku. BAHASA INDONESIA DULU Penggunaan Bahasa Indonesia di Zaman Dulu. bahasa pelesetan. bahasa Betawi. dalam penyampaiannya pun kata-katanya hampir baku. gini. makasih. nggak usah didengerin. ujar Profesor Zainal Arifin. yakni ³I don¶t care with popularity. bahasa Indonesia makin goyah karena goyahnya budaya nasional dan budaya suku dengan alasan kini sudah era bebas bicara dan bebas berekspresi. . (Oke. Hanya orang yang mempunyai uanglah yang dapat bersekolah.

BAHASA INDONESIA KEDEPAN Penggunaan Bahasa Indonesia Kedepannya Mungkin gaya bicara warga Indonesia ke depan diprediksi sudah tidak sama sekali menggunakan bahasa Indonesia dalam percakapanya sehari-hari. nanti mungkin akan berbicara dengan bahasa negara lain. Hal-hal itulah yang menjadi penyebab bahasa Indonesia kedepannya nanti akan tidak dipakai lagi bahkan mungkin juga akan hilang. karena pengaruh-pengaruh budaya luar masuk ke Indonesia termasuk cara gaya berbicaranya. Kejadian ini sungguh sangat ironi sekali karena seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia membanggakan bahasa kita sendiri. Kita juga dapat melihat dari perguruan-perguruan tinggi yang tes masuknnya itu harus dengan menguasai bahasa inggris. atau jika sedang berlangsungnya rapat.Walaupun begitu. Orang-orang berbicara dengan kata-kata yang baku hanya dipakai di kalangan lingkungan sekolah. tapi malah kita yang tidak berbicara dengan berbahasa Indonesia. oleh karena itu. jadinya dianggap sepele padahal justru bahasa kita sendirilah yang harus kita lestarikan. Dalam penyampaianpun kata-katanya sudah tidak baku lagi. hal ini dapat kita lihat dari sekolah-sekolah menengah ke atas yang hampir rata-rata mengedepankan pelajaran-pelajaran bahasa Inggris dan bahasa Jepang. penggunaan bahasa Indonesia di zaman dulu lebih baik dari penggunaan bahasa Indonesia di zaman sekarang. . ini sangat ironi sekali justru seharusnya tes itu memakai bahasa Indonesia karena itu sama saja kita dari dini sudah tidak tertanam berbahasa Indonesia yang baku lagi. hal ini disebabkan karena era globaliasi yang berkembang pesat di Indonesia. bahkan sekarang ini sudah banyak sekolah menengah ke atas yang mempelajari bahasa Jerman dan Arab. BAHASA INDONESIA SEKARANG Penggunaan Bahasa Indonesia di Zaman Sekarang Bahasa Indonesia di zaman sekarang ini sudah banyak divariasikan dalam pengucapan berbicaranya. Itu semua dimasukan ke dalam pembelajaran yang pokok. sekarang ini bahasa Indonesia yang baku sudah jarang dipakai lagi karena dampak globalisasi itu. tapi sudah tertanam oleh bahasa luar. sedangkan bahasa Indonesia sendiri sudah jarang dipelajari karena beranggapan bahasa kita sendiri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful