BAB I PENDAHULUAN

A. Pengertian Izin

Dengan memberikan izin, penguasa memperkenankan orang yang dalam memohonya untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu, ini menyangkut perkenan bagi suatui tindakan yang demi kepentingan umum mengharuskan pengawasan khusus atasnya.1 Perizinan merupakan salah satu bentuk pelaksanaan dari pengaturan yang bersifat pengendalaian yang dimiliki oleh pemerintah terhadap kegiatan-kegaiatan yang dilakukan oleh masyarakat, dan izin untuk melakuakan suatu tindakan atau kegiatan usaha yang biasanya harus dimiliki atau diperoleh suatu organisasi perusahaan atau seseorang sebelum yang bersangkutan dapat melakukan suatu kegiatan atau usaha. Masalah perizinan merupakan masalah yang sifatnya cukup prinsipal, dilihat dari perkara tidak boleh ditariknya keputusan, tidak boleh dicampur baurkan dengan hal bahwa suatu keputusan tidak lagi penting, artinya setelah beberapa waktu karena maksudnya hanya sebagai izin untuk melakukan suatu perbuatan tertentu saja, karenanya seseorang yang dalam melakukan tindakan berupa kegaiatan haruslah mempunyai izin dan pada dasarnya dapat diubah atau ditarik kembali. Tinjauan dari perizinan itu sendiri adalah untuk mengatur tindakan-tindakan yang oleh pembuat undang-undang tidak seluruhnya dianggap salah. Didalam Hukum, istilah izin disebut juga dengan Vergunning, dan tidaklah mudah untuk memberikan definisi mengenai apa yang dimaksud dengan Izin. Menurut beberapa pakar yang di maksud dengan izin adalah a. Van der Pot : “ Het is Uiterst moelijk voor begrip vergunning een definitiete vinden “ ( Sangat sukar membuat definisi untuk menyatakan pengertian izin itu ). b. Kamus Hukum : “ Overheidstoestemming door wet of verordening vereistgesteld voor tal van handeling waarop in het algemeen belang special toezicht vereist,maar
1 Mr. J. B. J.M Ten Berge disuting oleh Philipus M. Hadjon, Pengantar Hukum Perizinan, Cetakan I, Penerbit Yuridika, Surabaya, 1993, hlm. 2

1

die,in het algemeen,niet als onwenselijk worden beschouwd “( perkenan / izin dari peme rintah berdasarkan undang- undang atau peraturan pemerintah yang disyaratkan untuk perbuatan yang pada umumnya memerlukan pengawasan hukum, tetapi yang pada umumnya tidaklah dianggap sebagai hal-hal yang sama sekali tidak dikehendaki ).

c. Sjahran Basah : Perbuatan Hukum administrasi negara bersegi satu yang mengaplikasikan peraturan dalam hal konkreto berdasar kan persyaratan dan prosedur undangan. sebagaimana ditetapkan oleh ketentuan peraturan perundang-

Pendapat para ahli mengenai pengertian perizinan diantaranya : 1) Menurut Utrecht : Izin adalah bilamana perbuatan tidak pada umumnya melarang suatu perbuatan tetapi masih juga memperkenankan asal saja diadakan secara masingmasing hal secara kongkrit maka perbuatan administrasi
2

Negara

yang

memperkenankan perbuatan tersebut bersifat suatu izin. 2) Menurut Prins :

Izin (vegunning) adalah keputusan administrasi negara berupa peraturan tidak umumnya melarang suatu perbuatan tapi masih juga memperkenankan asal saja diadakan secara yang ditentukan untuk masing-masing hal yang kongkrit.3 3) N.M.Spelt dan J.B.J.M ten Berger : “Izin adalah salah satu instrumen yang paling banyak digunakan dalam hukum administrasi.Pemerintah menggunakan izin sebagai sarana yuridis untuk mengemudikan tingkah laku warga masyarakat. Izin adalah suatu persetujuaan dari penguasa berdasarkan undang-undang atau peraturan pemerintah untuk dalam keadaan tertentu menyimpang dari ketentuan –ketentuaan larangan perundangan. Dengan memberi izin, penguasa memperkenankan orang yang memohonnya untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu yang sebenarnya dilarang.Ini menyangkut perkenan bagi suatu tindakan

E. Utrecht. Pengantar Hukum Administrasi Negara Indonesia. Cet VI, PT. Penerbit dan Balai Buku Ichtiar, Jakarta, 1963, hlm. 152. 3 Prins, Hukum Administrasi, Jakarta. 1976.

2

2

yang demi kepentingan umum mengharuskan pengawasan khususnya atasnya.Ini adalah paparan luas darI pengertian izin. Adapun bentuk-bentuk lain dari perizinan itu sendiri adalah dispensasi, izin, lisensi, dan konsesi. Dalam memberikan pengertian terhadap bentuk-bentuk dari perizinan tersebut disini penulis akan menjelaskan satu persatu dimana bentuk-bentuk perizinan adalah : 1) Dispensasi Dispensasi adalah tindakan pemerintah yang menyebabkan suatu peraturan undang-undang menjadi tidak berlaku lagi bagi suatu hal yang istimewa.4 Menurut Ateng Syafrudin,dispensasi bertujuan untuk menembus rintangan yang sebetulnya secara normal tidak diizinkan., jadi berarti menyisihkan pelarangan dalam hal yang khusus (relaxatie legis ). Adapun pemberian dispensasi haruslah memenuhi persyaratan tertentu yang diatur didalam peraturan yang berlaku dan agar setiap orang dapat melakukan perbuatan hukum yang dapat menerobos dari peraturan yang telah berlaku, namun hal tersebut tidak terlepas dari peran yang dimiliki kekuasaan yaitu pemerintah untuk memberikan dispensasi yang harus jelas batasnya. 2) Lisensi Nama lisensi nampaknya tepat untuk izin dalam menjalankan suatu usaha, izin tersebut tidak menjamin bahwa yang memperoleh lisensi tidak akan campur tangan dalam perusahaan atau bidang usaha yang dilakukan. Meskipun lisensi memberikan suatu keluasaan terhadap usaha tersebut. 3) Izin Izin ialah suatu persetujuan dari penguasa berdasarkan undang-undang atau peraturan pemerintah untuk dalam keadaan tertentu menyimpang dari ketentuanketentuan larangan perundangan.5 4) Konsesi Bedanya dangan izin, konsesi senantiasa mengenai pekerjaan yang karena berkaitan dengan kepentingan umum harus benar-benar dilaksanakan. Maka dari itu pemegang konsensi baik oleh undang-undang maupun dengan cara mengadakan
Mr. W. F Prins-R. Kosim Adisapoetra, Pengantar Ilmu Hukum Administrasi Negara, PT. Pradny Paramitta, Jakarta, hlm. 71 5 Phliphus M. Hadjon, Pengantar Hukum Perizinan, Penerbit Yunidika, Surabaya, 1993, hlm. 2
4

3

Pemerintah mengeluarkan izin untuk mengatur segala tindakan –tindakan yang terdapat didalam masyarakat. Penerbit Liberty.6 Sebagai perbuatan hukum yang sepihak dari pemertintah. W. Hal tersebut merupakan hal yang menerangkan bahwa maksud dari izin itu sendiri adalah suatu tindakan yang pada mulanya dilarang. Pendelegasiaan wewenang itu diberikan karena pemerintah tidak mempunyai cukup tenaga maupun fasilitas untuk melakukan sendiri. Jadi kesejahteraan atau kepentingan umum harus selalu menjadi persyaratan utama. pengertian izin atau vergunning yaitu : 6 Marbun. Menurut E. Konsesi ini dapat diberikan hamper dalam segala bidang. pemegang konsensi hamper senantiasa diwajibkan untuk melaksanakan pekerjaan yang diizinkan kepadanya dalam waktu yang tertentu dan dapat dilaksanakan dengan penyelenggaraan yang teratur. Adapun tugas pemerintah adalah menyelenggarakan kesejahteraan umum. dan bukan untuk mencari keuntungan semata-mata. hlm. Pokok-Pokok Hukum Administrasi Negara. Izin yang diberikan tersebut merupakan kewenangan dari pemerintah. yang berarti bahwa pemerintahakan memperbolehkan serta memberikan izin kepada seseorang sebagai pemohon untuk melakukan suatu tindakan pada lokasi atau tempat tertentu yang sebelumnya merupakan suatu tindakan yang dilarang. baik mengenai persyaratan dan juga mengenai prosedur pemberian izin. perizinan menimbulkan hak dan kewajiban bagi si pemohon yang perlu ditetapkan dan diatur dalam peraturan perundangan agar terdapatnya kepastian serta kejelasan. Moh.persyaratan. Contoh konsesi adalah apabila pihak swasta memperoleh delegasi kekuasaan dari pemerintah untuk melakukan suatu pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh pemerintah. Izin merupakan instrument yang banyak digunakan dalam hukum administrasi. agar tidak bertentangan dengan ketentuan serta perundang-undangan yang berlaku. Mahfud MD. Yogyakarta. 94-96. Masyarakat pada umumnya adalah manusia yang sangat menghendaki suatu keteraturan. Sunindhia dan Ninik Widiawati. Utrecht yang dikutip Y. namun dengan memenuhi syarat yang telah ditentukan membuat hal yang dilarang itu biar diperbolehkan. maka untuk itulah diperlukan berbagai peraturan agar segala tindakan yang ada didalam masyarakat dapat ditetapkan oleh penguasa atau pemerintah. 4 .

Jakarta.Jadi persoalannya bukanlah untuk hanya memberi perkenan dalam keadaankeadaan yang sangat khsuus.Bilamana pembuat peraturan tidak umumnya melarang suatu perbuatan tetapi masih juga memperkenankan asal saja diadakan secara yang ditentukan untuk masing-masing hal konkrit.terkecuali diperkenankan. maksudnya yaitu pemerintah membolehkan pemohon untuk melakukan tindakantindakan yang sebenarnya dilarang. Op. maka perbuatan administrasi 7 Negara yang memperkenankan perbuatan tersebut bersifat suatu izin (verguning). 8 Mr. B. Cet ke 2. 7 5 . Hal 150. 1992. J. Yogyakarta. J. UII Press. Administrasi Negara dan Peradilan Administrasi. Unsur-unsur Perizinan Izin adalah perbuatan atau tindakan pemerintah yang bersegi satu untuk diterapkan pada peristiwa konkret menurut prosedur dan persyaratan tertentu/khusus. Sunindhia. Tujuannya untuk mengatur segala tindakan yang dianggap merupakan tindakan yang tercela. Izin dalam arti yang sempit yaitu bahwa suatu perbuatan mengenai izin pada dasarnya merupakankeinginan dari pembuat undang-undang. 2003. Izin dapat dibagi menjadi dua bagian : 8 1. M Ten Berge. PT. dan Ninik Widianti. hlm 105-106. cit. dengan tujuan agar dalam ketentuanketentuan yang disangkutkan dengan perkenan dapat dengan teliti diberikan batas-batas tertentu bagi tiap kasus. Yang pokok pada izin (dalam arti sempit ) ialah bahwa suatu tindakan dilarang. Rineka Cipta. Izin dalam arti yang luas yaitu suatu tindakan dilakukan demi kepentingan umum. HR. 2. W. Izin merupakan tindakan yang sebelumnya dilarang lalu diperkenankan agar tindakan tersebut dapat diperbolehkan. Dari persyaratan tersebut dapat diperoleh unsur-unsur perizinan yaitu :9 1) Instrument yuridis 2) Peraturan perundang-undangan 3) Organ pemerintah 4) Peristiwa konkret 5) Prosedur dan persyaratan Y.tetapi agar tindakan-tindakan yang diperkenankan agar dilakukan dengan cara tertentu ( dicantumkan dalam ketentuan-ketentuan ). hlm 3 9 Ridwan. Hukum Administrasi Negara. B.

Artinya setiap tindakan hukum pemerintah dalam menjalankan fungsi pengaturan dan fungsi pelayanan didasarkan pada wewenang yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan. salah satu prinsipnya adalah pemerintahan yang berdasarkan peraturan perundang-undangan. Beschikking adalah instrumen hukum utama dalam penyelenggaraan pemerintah. karena dengan wewenang dapat melahirkan suatu instrumen yuridis yaitu ketetapan. maka akan diuraikan sebagai berikut :10 1) Instrumen yuridis Berkaitan dengan tugas negara. Namun yang harus diperhatikan oleh pemerintah adalah izin yang diterbitkan harus berdasarkan wewenang yang diperoleh dari peraturan perundang-undangan yang berlaku. 6 . Izin disebut pula sebagai suatu ketetapan yang memperkenankan sesuatu yang sebelumnya tidak dibolehkan. 2. 10 Ibid. Pelaksanaan dan penegakan hukum positif perlu adanya wewenang. perbedaan adalah sebagai berikut : 1. Salah satu bentuk ketetapan adalah izin. terdapat perbedaan antara tugas dari negara hukum klasik dan tugas negara hukum modern (terutama dalam melaksanakan tugasnya). Negara hukum modern Tugas dan kewenangan pemerintah tidak hanya sekadar menjaga ketertiban dan keamanan tetapi juga mengupayakan kesejahteraan umum. yang merupakan ketetapan yang menimbulkan hak baru untuk adresat dalam izin tersebut.Untuk memperjelas unsur-unsur perizinan tersebut diatas. Sesuai dengan jenis-jenis beschikking. izin termaksuk ketetapan konstitutif. Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut. Instrument tersebut adalah dalam bentuk ketetapan (beschikking). pemerintah diberi wewenang dalam bidang pengaturan dengan instrumen yuridis untuk menghadapi peristiwa konkret. Negara hukum klasik Tugas dan kewenangan pemerintah untuk menjaga ketertiban dan keamanan merupakan tugas negara hukum klasik. 2) Peraturan perundang-undangan Sebagai negara hukum.

organ pemerintah yang dimaksud adalah organ yang menjalankan urusan. 3) Organ pemerintah Organ pemerintah adalah pihak yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan beschikking. 4. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya diperlukan deregulasi dandebirokratisasi dengan batasan-batasan tertentu. Konsekuensi yuridis yang mungkin timbul akibat dari penolakan atau pemberi dikaitkan dengan pembatasan perundang-undangan. 7 . izin 4. seringkali menghambat aktivitas dari pemohon izin. prinsip dalam peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar perizinan. 3. yaitu di tingkat pusat (presiden sebagai administratur pusat) sampai pemerintah yang palaing dasar (lurah sebagai administratur dasar). sampai dengan lurah ( pemerintahan negara paling dasar ). Deregulasi dan debirokratisasi tersebut tidak menghilangkan esensi dari Deregulasi hanya diterapkan pada hal-hal yang bersifat teknis administratif Deregulasi dan debirokratisasi tidak menghilangkan hal-hal yang bersifat Dergulasi dan debirokratisasi harus memperhatikan asas umum sistim perizinan tersebut. 2. pemerintahan yang layak. 2. Pertimbangan tersebut didasarkan oleh : 1. Hal tersebut dapat terjadi karena keputusan yang dibuat oleh organ pemerintah tersebut memakan waktu yang panjang. Akibat dari banyaknya organ pemerintah yang memiliki wewenang untuk menerbitkan izin. termaksuk yang berbentuk sebagai izin. dan finansial. 3. izin. Kewenangan pemerintah dalam menerbitkan izin bersifat bebas.Penerima kewenangan tersebut adalah pemerintah / organ pemerintah dari presiden ( pemerintahan negara tertinggi / pusat. Prosedur yang harus dilakukan pada saat dan sesudah keputusan diberikan Kondisi-kondisi dari pemohon yang dimungkinkan untuk dikeluarkan suatu baik penerimaan maupun penolakan pemberian izin. Dalam hal ini. Cara pertimbangan kondisi-kondisi yang ada. Batasan-batasan tersebut adalah : 1. artinya pemerintah diberi kewenangan memberi pertimbangan tersebut didasarkan inisiatif sendiri. yang dapat saja merugikan pemohon izin.

orang tertentu.Wewenang yang diberikan kepada organ pemerintah tersebut haruslah diperoleh dari peraturan perundang-undangan. Berdasarkan sifat dan bentuk izin. konkret) yang harus terlebih dahulu dipenuhi. Dalam pelaksanaannya. maka izin sebagai salah satu jenis dari beshickking memiliki sifat yang konkret. Meskipun prosedur dan syarat permohonan izin dilakukan sepihak oleh pemerintah. izin memiliki sifat konstitutif dan dan kondisional. 2. berdasarkan proses dan prosedurnya tergantung dari kewenangan pemberi izin. individual. dan fakta hukum tertentu. pihak pemohon izin harus menempuh prosedur tertentu yang ditentukan organ pemerintah yang berkaitan dengan memenuhi persyaratan-persyaratan tertantu yang ditentukan secara sepihak oleh organ pemerintah yang memiliki kewenangan memberi izin. Berkaitan dengan syarat-syarat memperoleh izin. final. Selain itu dalam satu peristiwa konkret dapat diterbitkan atau diperlukan beberapa izin. 8 . maksudnya adalah : 1. 5) Prosedur dan persyaratan Untuk mengajukan izin. 4) Peristiwa konkret Sesuai dengan bentuk dan sifat dari beschikking. yang dimaksud dengan konkret atau peristiwa konkret adalah peristiwa yang terjadi pada waktu tertentu. dalam hal ini pemerintah harus menentukanya berdasarkan peraturan perundang-undangan. peristiwa konkret yang dimohonkan izinya adalah beragam (sesuai dengan perkembangan masyarakat). Konstitutif adalah terdapat perbuatan atau tingkah laku tertentu (perbuatan Kondisional adalah penilaian dari suatu peristiwa yang akan diterbitkan izin.

Tujuan Perizinan Pemberian izin oleh penguasa atau pemerintah terhadap pemohon izin berarti memberikan serta memperkenankan pemohon tersebut dalam melakukan tindakan tertentu. didalam 2. apakah ketentuan yang ada peraturan perundang-undangan tersebut tlah sesuai dengan kenyataannya di lapangan. dan terhadap masyarakat pada dasarnya perizinan merupakan bentuk dari suatu kepastian hukum yang jelas terhadap sesuatu yang sebelumnya merupakan hal yang pada mulanya dilarang dan akhirnya diperkenankan. Pelaksanaan Perda No.C. 11 Ayu Sri Alfathia. Perizinan yang diberikan oleh pemerintah secara tidak langsung telah menjadi sumber pendapatan terhadap daerah. Perizinan yang diberikan pada masyarakat bertujuan untuk : 1. Sedangkan mengenai tujuan perizinan tersebut dapat ditinjau melalui 2 sisi yaitu :11 1) Dilihat dari sisi pemerintah sebagai pemberi izin. Untuk adanya kepastian hukum mengenai perizinan tersebut. masalah dikemudian hari.2 Tahun 1991 Tentang Izin Tempat Usaha di Kota Padang. hlm 15 9 . Fakultas Hukum Bung Hatta. Bagi pemerintah sendiri perizinan mempunyai tujuan untuk melaksanakan peraturan untuk sedapat mungkin menjadikan sebagai peraturan yang sesuai dengan kenyataan nanti dilapangan. Padang. 3. 2) Dilihat dari sisi pemohon yang dalam hal ini yaitu masyarakat pada umumnya. Untuk dapat trhindar dari hal-hal yang nantinya akan menimbulkan Perizinan juga merupakan suatu fasilitas bagi masyarakat. 2. Untuk dapat melaksanankan peraturan. Skripsi. Secara umum perizinan itu sendiri merupakan perbuatan yang pada mulamulanya dilarang akan tetapi hal itu diperkenankan setelah memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan. perizinan tersebut mempunyai tujuan sebagai berikut : 1. 2001.

Fungsi Perizinan Sebagai suatu instrumen yuridis dari pemerintah. Organ yang berwenang. persetujuanyang merupakan dasar perkecualian (izin) dan ketentuan-ketentuan yang berhubungan dengan izin : 1. subtansi yang diputuskan dalam suatu izin. 4. Ketentuan-ketentuan yang berhubungan dengan izin 12 13 Ridwan. pada umumnya sistem ini terdiri atas larangan. 2. 10 . Cit. Persetujuan yang merupakan dasar kekecualian (izin) 3. izin yang dianggap ujung tombak instrumen hukum berfungsi :12 1) 2) 3) 4) 5) Pengarah Perekayasa Perancang masyarakat adil dan makmur Pengendali Penertib masyarakat (jika berkaitan dengan fungsi hukum modern) E. kebijakan yang akan dikeluarkan). Op.D. kebijaksanaan.. 3. Hal. Adresat Diktum Ketentuan-ketentuan. Bentuk dan isi dari perizinan Untuk kepastian hukum. Larangan 2. diterbitkanya suatu izin harus berbentuk tertulis yang secara umum memuat hal-hal berikut ini :13 1.. F. harus sesuai dengan kondisi objektif dari peristiwa/fakta serta subjek hukum). Aspek Yuridis pada Izin Menurut Spelt dan ten Berge. HR. 5. 6. 150 Ibid. pembatasan-pembatasan dan syarat-syarat merupakan Pemberian alasan (berkaitan dengan pertimbangan –pertimbangan yang Tambahan (dapat berisi tentang kemungkinan sanksi.

Penguasa dan masyarakat Antara penguasa dan masyarakat terjalin suatu hubungan timbal balik. Dalam rangka tugas – tugas mengatur inilah. Contoh mengenai hal ini ialah keterlibatan penguasa dalam perkembangan tata ruang. telah tumbuh pesat seiring dengan berkembangnya konsep Negara ( sosiale verzorgingsstaat ). dengan perluasan tugas penguasa. pada sisi lain masyarakat mempengaruhi penguasa dalam menjalankan tugasnya. pemerintah melahirkan sistem – sistem perizinan. terutama dalam sejarah masa kini. peraturan – peraturan subsidi dan adanya berbagai lembaga penguasa dalam bidang ini. Hubungan tersebut dapat dilihat dari 2 sisi. Ungkapan dari hal ini ialah sebagai peraturan jaminan social dan pembayaran – pembayaran yang terkait.penguasa bertindak aktif dengan menyediakan sarana – sarana ( financial dan personal ). 11 . Sedangkan Tugas mengurus. Dalam masyarakat penguasa melaksanakan aneka ragam tugas. Demikianlah keterlibatan penguasa dalam bidang – bidang kesejahteraan social – ekonomi dan pemeliharaan kesehatan sangat besar. Dalam rangka tugas – tugas mengurus.BAB II IZIN SEBAGAI KETETAPAN PEMERINTAH A. Tugas mengatur dari seorang penguasa adalah segala sesuatu terutama yang menyangkut peraturan – peraturan yang harus dipatuhi oleh warga. terjadi pula adanya perubahan dalam penggunaan instrumen – instrumen pemerintahan. Tugas – tugas ini kadang kala dibedakan dalam tugas – tugas mengatur dan tugas – tugas mengurus (ordenede en verzorgende taken). Pada sisi yang pertama penguasa memberi pengaruh tertentu pada masyarakat.

Lebih khusus. B. dibanyak Negara diberi kemungkinan pada yang berkepentingan untuk mempengaruhi suatu keputusan sebelumnya atas dasar peraturan – peraturan peran serta tertentu ( inpraak . Ada yang menterjemahkannya dengan : 12 . Suatu batas umum dari wewenang penguasa ialah kemungkinan bagi masyarakat secara keseluruhan untuk menolak kebijaksanaan penguasa yang tidak dikehendaki dengan tidak memilih kembali suatu pemerintahan. sanksi – sanksinya ( yang berupa pemaksaan pemerintah atau penarikan kembali izin ). Aturan – aturan yang menjadi dasar diadakan pembatasan atas wewenang penguasa. Karena itu penggunaannya dibatasi dengan peraturan perundang – undangan yang ada. penguasa tidak dapat menggunakan instrumen – instrumen yang tersedia baginya tanpa batas dan syarat. dalam melaksanakan tugas itu. Izin sebagai sebuah Beschkking ( ketetapan Pemerintah ) Pengertian “ Beschikking “ diperkenalkan di Negeri Belanda oleh Van der Pot dan Van Vollenhoven dan masuk ke Indonesia melalui Prins . memerlukan wewenang – wewenang baru dan instrumen – instrumen lain.Dengan perluasan tugas penguasa terjadi perubahan pula dalam instrumen – instrumen pemerintah. Organ – organ pemerintah. Perkataan “ Beschikking “ ini di Indonesia antara sarjana yang satu dengan yang lain tidak terdapat persamaan di dalam menterjemahkannya kedalam Bahasa Indonesia . dalam Negara hukum demokratis. Disamping itu juga diperlukan adanya keputusan – keputusan yang bersifat individual ( seprti member izin atau tidak ). tergantung pada peraturan undang – undang. perlindungan hukum preventif ) dan atau mengajukan keberatan kemungkinan terhadap suatu keputusan tertentu perlindungan hukum refrensif. Dalam hal terakhir pengawasan dilakukan. Namun. telah diatur dan ditetapkan oleh Hukum Tata Negara ( HTN ) dan Hukum Administrasi Negara ( HAN ). dengan mengajukan keberatan pada organ pemerintah yang lebih tinggi atau dengan banding pada hakim yang bebas. jika mereka tidak menyetujui kebijaksanaan yang dijalankan oleh pemerintah itu.

.... E. Tindakan hukum tata usaha Negara. 3. ialah yang dilakukan oleh alat-alat pemerintahan berdasarkan sesuatu kekuasaan istimewa. Menurut Prins adalah susatu tindak hukum sepihak di bidang pemerintahan dilakukan oleh alat penguasa berdasarkan kewenangan khusus. c. dan bersifat kongkrit. Seorang badan hukum / perdata. Final akibat hukum. individual. b.+ Ketetapan . Van der Pot berpendapat bahwa ketetapan adalah perbuatan hukum yang dilakukan alat-alat pemerintahan itu menyelenggarakan hal khusus. Selain pendapat para sarjana diatas. d.. Peraturan perundangan yang berlaku... 5. 6. Menurut Prof . Utrecht + Keputusan ...Menurut Prayudi Atmosudirdjo Beberapa sarjana telah membuat definisi tentang ketetapan yang agak berlainan satu dengan yang lain : a. 4. dalam hukum positif kita juga mengenal apa yang disebut dengan Beschkking dalam ketentuan UU PTUN adalah penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh pemerintah attau pejabat tata usaha Negara yang mengakibatkan adanya tindakan hukum tata usaha Negara yang berdasarkan peraturan perundangan... 7. 13 . dan final ( pasal 1 ayat 3 UUPTUN ) dapat dilihat unsure yang membentuk pengertian itu meliputi : 1.. Penetapan tertulis.... Badan / Pejabat tata usaha Negara. Van Vollenhoven berpendapat bahwa penetapan/keputusan yang bersifat legislative yang mempunyai arti berlainan..Utrecht menyatakan ketetapan adalah suatu perbuatan berdasrkan hukum public yang bersegi satu. dengan maksud mengadakan perubahan dalam lapangan hubungan hukum.. Koentjoro + Penetapan . 2. Menurut E.. Konkrit Ditujukan kepada individu..

diantaranya norma yang ditujukan kepada umum ( sifat abstrak ) tidak menunjukan hal yang konkrit. Contoh lain seperti rambu lalu lintas yang melarang untuk melakukan parkir.Utrecht menyebutnya “ketetapan”. sedangkan Prajudi Atmosudirjo menyebutnya “penetapan”. Ketetapan Positif dan Negatif Ketetapan positif menimbulkan hak atau kewajiban bagi yang dikenai ketetapan. E. dapat dibaca beberapa pengelompokan keputusan. Pengelompokkan tersebut antara lain oleh: E.Dari norma – norma yang disebutkan diatas apa dan bagaimana di kenal adanya beberapa kombinasi. C. Sedangkan. Yang demikian hal ini lebih konkrit yakni hanya diperuntukkan untuk parkir bukan untuk hal yang lain. Ketetapan negatif dapat berbentuk: pernyataan tidak berkuasa. Pertama-tama disini diketengahkan dulu pengelompkkan E.Utrecht membedakan keputusan atas: 1. pernyataan tidak diterima atau suatu penolakan.Utrecht dan Prajudi Atmosudirjo. 2. Sedangkan ketetapan negatif tidak menimbulkan perubahan dalam keadaan hukum yang telah ada. Ketetapan Deklaratur dan ketetapan konstitutif deklaratoir adalah ketetapan dimana untuk menetapkan Ketetapan mengikatnya suatu hubungan hukum atau ketetapan itu maksudnya mengakui suatu hak yang sudah ada. ketetapan konstitutif adalah ketetapan yang 14 . Jenis – jenis Ketetapan Dalam buku-buku hukum administrasi berbahasa Indonesia. yang lainnya norma yang ditujukan kepada individu yang memuat hal abstrak contohnya izin gangguan ditujukan tertentu kepada si pemohon izin.

seseorang atau perusahaan itu dapat menerapkan aturan hukum tertentu. Ketetapan konstitutif ini dapat berupa : • • Ketetapan-ketetapan yang meletakkan kewajiban untuk melakukan sesuatu. Suatu ketetapan negatif. Penarikan atau pembatalan suatu ketetapan. Bilamana pembuat peraturan tidak umumnya melarang suatu perbuatan. 4. atau tidak melakukan sesuatu. Dispensasi. Ketetapan yang memberikan status pada seseorang. sebaik-baiknya dapat diadakan oleh suatu subjek hukum partikelir.melahirkan atau menghapus suatu hubungan hukum atau ketetapan itu menimbulkan hak baru yang tidak dipunyai sebelumnya. Yang dimaksud dengan “ dispensasi” adalah keputusan administrasi negara yang membebaskan suatu perbuatan dari kekuasaan peraturan yang menolak perbuatan itu. • • • Ketetapan yang meletakkan prestasi atau harapan pada perbuatan Ketetapan yang mengizinkan sesuatu yang sebelumnya tidak diizinkan. tetapi masih juga memperkenankannya asalsaja diadakan secara yang ditentukan masingmasing hal konkrit maka keputusan administrasi negara yang memperkenankan perbuatan tersebut bersifat suatu izin (vergunning). lembaga. Lisensi dan konsesi Prof. van der Pot mengadakan pembagian dalam tiga pengertian : dispensasiizin-konsesi. perusahaan. 15 . Ketetapan Kilat dan Ketetapan yang Tetap Menurut Prins. Oleh karena itu. Kadang-kadang pembuat peraturan beranggapan bahwa suatu perbuatan yang penting bagi umum. izin. Suatu pernyataan pelaksanaan. ada empat macam ketetapan kilat: ketetapan yang bermaksud mengubah redaksi ketetapan lama. 3. atau memperkenalkan sesuatu. yang lebih rendah. Ketetapan yang menyetujui atau membatalkan berlakunya ketetapan organ pemerintah.

sehingga permintaannya boleh diulangi lagi. Yang menciptakan keadaan hukum baru hanya terhadap suatu objek saja Yang membentuk atau membubarkan suatu badan hukum Yang memberikan beban (kewajiban) Yang memberikan keuntungan. Dengan adanya ketetapan itu. ketetapan permanen adalah ketetapan yang memiliki masa berlaku yang relatif lama. Suatu keputusan administrasi negara yang memperkenankan ya g bersangkutan mengadakan perbuatan tersebut. dalam hal ini kita menilai apakah ketetapan itu mennguntungkan atau membebani. Sedangkan Prajudi Atmosudirdjo membedakan dua macam penetapan yaitu penetapan negatif (penolakan) dan penetapan positif (permintaan dikabulkan). lisensi dan konsesi. yang bersangkutan dapat memperoleh keuntungan tertentu. Sedangkan. suatu ketetapan dapat dikatakan sebagai ketetapan yang membebani apabila ketetapan yang dimaksud menimbulkan beban atau kewajiban – kewajiban tertentu pada pihak yang dikenai. ketetapan sebagai ketetapan menguntungkan bila bagi pihak yang dikenai ketetapan itu akan mendapatkan satu atau lebih keuntungan. Jadi. Penetapan yang memberikan keuntungan adalah: dispensasi. dalam hal ini apakah suatu ketetapan dikatakan bersifat menguntungkan atau membebani apabila pihak yang menerbitkan ketetapan (organ pemerintah) dikatakan sebagai pihak pertama dan pihak yang dikenai ketetapan sebagai pihak kedua.tetapi dengan turut campur dari pihak pemerintah. Ketetapan pemerintah Suatu ada yang bersifat dapat membebani dikatakan dan ada pula yang yang menguntungkan. Penetapan positif terdiri atas lima golongan yaitu: Yang menciptakan keadaan hukum baru pada umumnya. Sebaliknya. 16 . Selain itu ada pula ketetapan membebani dan ketetapan menguntungkan. membuat suatu konsensi ( concessive). Ketetapan eenmalig adalah ketetapan yang hanya berlaku sekali atau ketetapan kilat (vluctige beschikking). izin. Penetapan negatif hanya berlaku satu kali saja.

Syarat . ketetapan kebendaan adalah keputusan yang diterbitkan atas dasar kualitas kebendaan atau menyangkut kebendaan. Syarat . Isi dan tujuan keputusan itu harus sesuai dengan isi dan tujuan yang hendak dicapai ( doelmatig ) .ketentuan / syarat .rechtsgeldig ). Sedangkan. b. Ketetapan perorangan adalah ketetapan yang diterbitkan berdasarkan kualitas pribadi orang tertentu atau berkaitan dengan orang. bilamana prosedur itu ditetapkan dengan tegas dalam peraturan itu ( rechtmatig ) .syarat Formil : 17 .kan prosedur membuat keputusan .Apabila syarat .syarat yang harus dipenuhi agar supaya keputusan itu sebagai keputusan yang sah ialah sebagai berikut : a.Syarat – syarat Materiil : 1. D. 4. Syarat-Syarat Pembuatan Ketetapan Pemerintahan dalam membuat suatu keputusan harus memperhatikan ketentuan .Ketetapan bebas adalah ketetapan yang didasarkan kewenangan bebas (vrije beveogdheid) atau kebebasan bertindak pejabat atau pejabat TUN. ketetapan terikat adalah ketetapan yang didasarkan kepada kewenangan pemerintah yang bersifat terikat (gebonden beveogdheid). 2. harus juga memperhati . Sedangkan. Alat pemerintahan yang membuat keputusan harus berwenang ( berhak ) Dalam kehendak alat pemerintahan yang membuat keputusan tidak boleh Keputusan harus diberi bentuk ( vorm ) yang ditetapkan dalam peratur an ada kekurangan yuridis yang menjadi dasarnya dan pembuatnya.syarat itu tidak diperhatikan maka ada kemungkinan dibuat suatu keputusan yang mengandung kekurangan ataupun cela .syarat tertentu. 3.cela. sehingga kekurangan dalam suatu keputusan itu dapat menjadi keputusan itu tidak sah (niet .

Berdasarkan 18 . Jangka waktu harus ditentukan .batas tersebut meliputi : materi .syarat . berhubung dengan pelaksanaan keputusan itu dipenuhi 4. dan tidak boleh dilupakan.hal yang menyebabkan dibuatnya dan diumumkannya keputusan itu . tempat dan waktu . Organ administrasi adalah Pemangku jabatan negara ( Philipus .syarat terdasar yaitu : 1.garis batas tertentu . Jabatan itu sendiri merupakan subyek hukum dengan demikian merupakan pendukung hak dan kewajiban . Syarat . yang dapat dikatakan sebagai syarat . Seseorang yang tidak memangku jabatan tidak dapat melahirkan suatu tindak pemerintah dan kalau toh dilakukan tindakan tersebut sama sekali tidak membawa akibat hukum .syarat yang ditentukan berhubung dengan persiapan dibuatnya keputusan dan berhubung dengan cara dibuatnya keputusan harus dipenuhi.1. Harus diberi bentuk yang telah ditentukan 3. Yang dimaksudkan dengan lingkungan tetap ialah dapat dinyatakan dengan tepat dan teliti dan sifatnya langgeng . Tidak ada kekurangan dalam pembentukan kehendak ( wilsvorming ) dari organ administrasi negara 4. “ Rechmatigheid “ dari keputusan pemerintah 3.Philipus M Hadjon . 1) Mengenai kewenangan Organ administrasi negara Keputusan harus dibuat oleh organ administrasi negara yang berwenang. Menyangkut prosedur pembentukan keputusan 6. menurut Prof .11). Doelmatigheid dari Keputusan Pemerintah 5. Dari berbagai syarat yang telah disebutkan di atas . l982. antara timbulnya hal . 2.Batas . Penuangan Keputusan dalam bentuk yang tepat . Dari jabatan itulah lahir wewenang organ administrasi negara untuk melakukan tindak pemerintahan . Mengenai kewenangan ( bevoegdheid ) organ administrasi negara 2. Syarat . Jabatan Negara adalah lingkungan pekerjaan tetap yang diadakan dan dilakukan guna kepentingan negara . Jabatan sebagai suatu lingkungan yang tetap mempunyai garis .

menyangkut waktu .batas tersebut. ( tindakan yang tidak sesuai dengan tujuan ) Menurut praktek di Perancis. Kekurangan yuridis dalam pembentukan kehendak organ administrasi negara dapat timbul karena adanya . seorang sarjana Perancis . 2... setiap penggunaan wewenang di luar batas . 2) Mengenai rechtmatigheid dari Keputusan Pemerintah Syarat “ rechtmatigheid “ menghendaki keputusan Pemerintah sesuai dengan ukuran . “Waline” .membedakan ada 3 ( tiga ) macam onbevoegdheid . paksaan ( dwang ) atau penipuan ( bedrog ) .tindakan melanggar wewenang yang menyangkut materi ..nyata bukan untuk kepentingan Umum melainkan dengan suatu tujuan pribadi atau tujuan politik . pemerintah telah melakukan tindakan yang “ Ondoelmatig “ .Tindakan pemerintahan yang dikwalifikasikan sebagai de tournament de pouvoir .. apabila : 1. yaitu : 1.. tindakan yang demikian disebut “ de tournament de pouvoir “ .. 3) Tidak ada kekurangan dalam pembentukan kehendak dari organ administrasi negara .. 3. Dalam hal Pemerintah menyimpan dari tujuan yang telah ditetapkan . 4) Keputusan Pemerintahan haruslah “ doelmatig “ . menyangkut Wilayah Kekuasaan ... Onbevoegdheid ratione materiae .. 19 . Berdasarkan batas .batas itu merupakan “ tindakan melanggar wewenang “ ( onbevoeg-dheid )..batas tersebut di atas ..batas .ukuran hukum . tindakan melanggar wewenang yang Onbevoegdheid ratione loci . Seorang pejabat pemerintahan menggunakan suatu wewenang dengan suatu tujuan yang nyata .. tindakan melanggar wewenang yang Onbevoegdheid ratione temporis . Tindakan Pemerintah haruslah diarahkan kepada tujuan yang telah ditetapkan oleh peraturan yang menjadi dasarnya. kekhilafan ( dwaling ) ..

6) Van Keputusan Harus Dituangkan dalam bentuk Yang Tepat . E. 3. Selain dalam bentuk lisan . Keputuasn yang tidak membawa akibat kekal dan tidak begitu penting bagi administrasi negara . tergantung dari organ administrasi negara yang membuat keputusan dan tergantung juga dari sifat dan isi keputusan . Poelje merumuskan keputusan Pemerintah sebagai pernyataan tertulis. 2.undang dengan wewenang itu . Misalnya : Yang dibuat oleh Presiden disebut Keputusan Presiden . Seorang pejabat Pemerintahan menggunakan suatu wewenang dengan suatu tujuan yang bertentangan dengan ketentuan dari Undang – Undang yang memuat dasar dari wewenang itu .nyata dikehendaki oleh Undang . baik factual maupun yuridis. 5) Pembuatan Keputusan Harus Menurut Tata Cara Yang Telah Ditetapkan . Setiap pembuatan Keputusan harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah digariskan .Pertimbangan yang jelas akan memberikan kemungkinan kelegaan bagi yang menerima keputusan dan memberikan kesempatan untuk naik banding bagi yang menolak keputusan.Namun E. Seorang pejabat Pemerintahan menjalankan suatu wewenang dengan suatu tujuan lain daripada yang nyata . Keputusan yang tertulis harus memuat pertimbangan – pertimbangan yangmenjadi dasar dikeluarkannya keputusan. yang dibuat oleh Presiden dan D P R disebut : Undang . Pertimbangan tersebutlah yang akan menopang dictum dari pada suatu keputusan Pemerintah .hal tertentu keputusan bisa atau dapat dalam bentuk lisan . keputusan yang lazim adalah dalam bentuk tertulis. Keputusan dapat dikeluarkan secara lisan dalam hal : 1. KTUN ( Keputusan Tata Usaha Negara ) Yang dimaksud dengan Keputusan Tata Usaha Negara ( KTUN ) Berdasarkan 20 .Undang dan sebagainya . Yang membuat keputusan menghendaki suatu akibat yang timbul dengan segera.Utrecht menyatakan bahwa dalam hal . Ada berbagai macam bentuk keputusan tertulis .2.

maka setelah jangka waktu 4 bulan sejak diterimanya permohonan.yo UU No. sedangkan jangka waktu sebagaimana ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dimaksud telah lewat. Sedangkan menyatakan : “ bahwasannya yang tidak termasuk di dalam pengertian KTUN menurut Undang – Undang adalah : 1. maka hal itu disamakan dengan KTUN ( Keputusan Tata Usaha Negara ).9 Tahun 2004. 3. KTUN adalah : “ Suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan Hukum Tata Usaha Negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.pada UU No. 3. Dalam hal peraturan perundang-undangan yang bersangkutan tidak menentukan Jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 2 ).(3) . Dinyatakan di dalam Pasal l.5 Tahun l986. KTUN yang merupakan Hukum Perdata KTUN yang merupakan pengaturan yang bersifat umum KTUN yang masih memerlukan Persetujuan Pasal 2. tentang Peradilan Tata Usaha Negara. sedangkan hal itu menjadi kewajibannya. Jika suatu badan atau Pejabat Tata Usaha Negara tidak mengeluarkan keputusan yang dimohon. 2. 2. ialah : berdasarkan pada pada ketentuan yang terdapat di dalam Pasal l ( 3 ) + Pasal 3 – Pasal 2. maka Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang dianggap telah menolak mengeluarkan Keputusan yang dimaksud. yang 21 . adalah merupakan pengecualian negatif.” Sedangkan di dalam Pasal 3 dinyatakan sebagai berikut : Merupakan pengecualian Positif : 1. Apabila Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara tidak mengeluarkan keputusan. Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang bersangkutan dianggap telah mengeluarkan keputusan penolakan . yang bersifat konkrit individual dan final yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau Badan Hukum Perdata .

wewenang asli yg berarti timbulnya kewenangan baru yang semula kewenangan tsb tdk dimiliki oleh organ pemerintahan yg bersangkutan. 7. KTUN yang dikeluarkan berdasarkan ketentuan KUHP atau KUHAP atau KTUN yang dikeluarkan atas dasar hasil pemeriksaan badan peradilaan KTUN mengenai Tata Usaha tentara Negara Indonesia . Perorangan ialah KTUN yg diterbitkan berdasarkan kualitas pribadi orang tertentu. KTUN ini bisa dialihkan kepemilikannya. 6. Cara Memperoleh yakni : ATRIBUSI : wewenang utk membuat KTUN yang langsung bersumber dari UU dalam arti materil. Jabatan adalah lingkungan pekerjaan tetap yang diadakan dan dilakukan guna kepentingan negara 22 . Organ Administrasi adalah pemangku jabatan. Wewenang 2. Syarat sahnya KTUN yaitu : 1. Sertifikat Hak atas tanah. mengenai hasil Pemilihan Umum . dan tidak bisa dialihkan. Keputusan Komisi Pemilihaan Umum baik di Pusat maupun di daerah Peraturan perundang-undangan lain yang bersifat Pidana berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku . Substansi WEWENANG yakni : Dalam arti yuridis adalah suatu kemampuan yang diberikan oleh Peraturan Per-uu-an yang berlaku untuk menimbulkan akibat hukum. Prosedur 3. Sedangkan Kebendaan adalah KTUN yg terbit atas kualitas kebendaan. 5. seperti SK Pengangkatan dalam jabatan Negara.4. SIM.

Delegasi tidak kepada bawahan .Harus berdasarkan Per-UU-an : hanya dimungkinkan jika ada ketentuan dalam Peruu-an . .Kewajiban memberi keterangan. dari yg memberi delegasi (delegans) kepada yg menerima delegasi (delegetaris) Syarat-syarat Delegasi yaitu : . delegans memberi instruksi petunjuk tentang penggunaan weweng tersebut. Jabatan sbg lingk pekerjaan mempunyai garis batas-batas tertentu. meliputi sifatnya langgeng( durzam) melakukan tindak pemerintahan materi. DELEGASI yaitu : Diartikan sebagai penyerahan wewenang untuk membuat KTUN oleh Konsep penyerahan wewenang berarti ada perpindahan tanggung jawab Pejabat Pemerintahan (Pejabat TUN) kepada pihak lain. tempat dan waktu. MANDAT yaitu : Diartikan sbg pelimpahan wewenang kepada bawahan untuk membuta KTUN a/n pejabat TUN yg memberi mandat. Tanggung jawab tidak berpindah Semua akibat hukum yg timbul tanggung jawab pemberi mandat PROSEDUR yakni : Prosedur bertumpu atas tiga landasan utama hukum administrasi : Asas negara hukum 23 .- Lingkungan tetap ialah dapat dinyatakan dengan tepat dan teliti dan Dari Jabatan itu sendiri lahir wewenang organ Adm Negara untuk Jabatan dilaksanakan oleh pemangku jabatan. delegans berwenang utk meminta penjelasan tentang pelaksanaan weweng tsb.Definitif : delegans tidak dapat lagi menggunakan sendiri weweng yg telah dilimpahkan .Peraturan Kebijakan (beleidsregel).

Ihtisar dr perat per-UU-an yg cocok (motivasi yuridis). Pertimbangan2 hukum à inteprestasi perat per-UU-an yg cocok. b. Lisensi & Dispensasi. Menurut Prajudi Atmosudirdjo: 1. dan konkretisasi lbh lanjut. 2. Ketetapan Deklaratoir & Konstitutif.Yg menciptakan keadaan hk baru hanya thd suatu obyek saja. Menurut Utrecht à Ketetapan. .Memberikan beban. 3. NEGATIF (Penolakan) c. Menurut P de Haan: 24 . 1. Kesempatan yg menimbulkan suatu keputusan. Pemberitahuan2 lebih lanjut. Ketetapan Kilat & Tetap. Dispensasi. Ketetapan Positif & Negatif. Penandatanganan oleh organ yg berwenang - MACAM-MACAM KTUN a. Penetapan fakta2 yg relevan à kecermatan dlm give pertimbangan. Keputusan à hak & kewajiban. Izin. POSITIF (Permintaan Dikabulkan) . 2. . .- Asas demokrasi Instrumental Susunan intern KTUN: Nama organ yg berwenang. Nama yg dialamatkan / obyek ttt. 4. Motivasi dlm arti sempit à Pertimbangan2 konkret mengapa kep dittpkan.Memberikan keuntungan.Yg menciptakan keadaan hk baru pd umumnya.

5 tahun 1986 tentang PTUN .1.Salah satu wujud dari ketetapan ini adalah izin.yang dari fungsi pengaturan ini muncul beberapa instrumen yuridis untuk menghadapi peristiwa individual dan konkret yaitu dalam bentuk ketetapan. Peraturan perundang-undangan Salah satu prinsip dalam negara hukum adalah wetmatigheid van bestuur atau pemerintahan berdasarkan peraturan perundaang-undangan. atau sebagai norma penutup dalam rangkaian norma hukum.Tugas dan kewenangan Pemerintah untuk menjaga ketertiban dan keamanan merupakan tugas klasik yang sampai kini masih tetap dipertahankan.Sesuai dengan sifatnya individual dan konkret.tetapi juga mengupayakan mengupayakan kesejahteraan umum (bestuurszorg). Perorangan & Kebendaan (Persoonlijk & Zakelijk). F. 3. Deklaratif & Konstitutif (Rechtvasstellend & Rechtscheppend) . 2. Seketika & Langgeng (Eenmalig & Voortdurend).Dengan kata lain . & 5. Instrumen yuridis lainnya : 1. Instrumen Yuridis Dalam negara hukum modern tugas. Terikat & Bebas (Vrij & Gebonden). Menguntungkan & Membebani (Belastend & Begunstigend).Dalam rangka melaksanakan tugas ini kepada Pemerintah diberikan wewenang dalam bidang pengaturan (regelen atau besluiteen van algemeen strekking ). Keputusan Tata Usaha Negara / KTUN (Beschikking) ® Pasal 1 ayat 3 UU Peraturan kebijaksanaan (Diskresi) Rencana 25 No.kewenangan pemerintah tidak hanya sekedar menjaga ketertiban dan keamanan (rust en orde ). 4.setiap tindakan pemerintah baik dalam menjalankan fungsi pengaturan maupun fungsi pelayanan harus didasarkan pada wewenang yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2.ketetapan ini merupakan ujung tombak dari instrumen hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan. 4. 3.

UU / Perpu 3.yang juga mengikat umum. 10 tahun 2004 yaitu : 1. Berdasarkan penjelasan Pasal 1 angka 2 UU No. Perpres 5. 10 tahun 2004 ).baik tingkat pusat maupun ditingkat daerah.baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.peraturan perundang-undangan adalah semua peraturan yang bersifat mengikat secara umum yang dikeluarkan oleh Badan Perwakilan Rakyat bersama Pemerintah. Perda (Prov.5 Tahun l986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. III / MPR / 2000. maka penulis menyimpulkan bahwa: o Pengertian izin berdasarkan Utrecht adalah bilamana perbuatan tidak pada umumnya melarang suatu perbuatan tetapi masih juga memperkenankan asal saja 26 . UUD 1945 2. PP 4. BAB III PENUTUP A. XX / MPRS / 1966 dan TAP MPR No.5. Perizinan Instrumen hukum keperdataan Peraturan perundang-undangan yaitu peraturan tertulis yang dibentuk oleh lembaga negara atau pejabat yang berwenang dan mengikat secara umum ( Pasal 1 angka 2 UU No. Kab/kota dan Desa) (bandingkan dengan TAP MPRS No. 6.serta semua keputusan badan atau pejabat tata usaha negara. Jenisnya menurut Pasal 7 UU No. Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan dalam makalah ini.

o Bagi pemerintah sendiri perizinan mempunyai tujuan untuk melaksanakan peraturan untuk sedapat mungkin menjadikan sebagai peraturan yang sesuai dengan kenyataan nanti dilapangan. o Penggunaan kewenangan yang dilakukan oleh pemerintah tidak hanya untuk mengatur. o Dispensasi adalah suatu pengecualian dari ketentuan-ketentuan umum. Dan Konsesi adalah suatu penetapan administrasi Negara yang secara yuridis sangat kompleks karena merupakan seperangkat dispensasi. Pengendali. dan terhadap masyarakat pada dasarnya perizinan merupakan bentuk dari suatu kepastian hukum yang jelas terhadap sesuatu yang sebelumnya merupakan hal yang pada mulanya dilarang dan akhirnya diperkenankan. Perekayasa. Salah satu penetapan yang banyak dikeluarkan oleh pemerintah adalah izin. lisensi. Dalam hal penetapan yang ditujukan kepada individu. Perancang masyarakat adil dan makmur. izin yang dianggap ujung tombak instrumen hukum berfungsi Pengarah. izin. kewenangan pemerintah harus dilaksanakan berdasarkan pada hukum yang jelas sehingga dapat dipertanggungjawabkan. o Izin dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu izin dalam arti sempit dan izin dalam arti luas. Instrumen yuridis 27 . dan Penertib masyarakat (jika berkaitan dengan fungsi hukum modern). dalam hal pembuat undang-undang. o Unsur – unsur perizinan diantaranya : 1. lisensi adalah izin untuk melakukan sesuatu yang bersifat komersial serta mendatangkan keuntungan atau laba. tetapi juga untuk menetapkan. disertai pemberian semacam wewenang pemerintahan.diadakan secara masing-masing hal secara kongkrit maka perbuatan administrasi Negara yang memperkenankan perbuatan tersebut bersifat suatu izin. o Sebagai suatu instrumen yuridis dari pemerintah.

Peraturan perundang-undangan Organ pemerintah Peristiwa kongkret Prosedur dan persyaratan o Mengenai tujuan perizinan secara umum adalah sebagai berikut : 1.izin membongkar pada monument-monumen) 4. 3. 5.dengan menyeleksi orang-orang dan aktivitasaktivitas (izin berdasarkan “drank en horecawet” dimana pengurus harus memenuhi syarat-syarat tertentu). Izin memberikan pengarahan. 6. 4. 5. 5. Keinginan mengarahkan (mengendalikan sturen) aktivitas-aktivitas terentu (misalnya izin bangunan). 4. Izin hendak membagi benda-benda yang sedikit (izin penghuni di daerah padat penduduk). Keinginan melindungi objek-objek tertentu (izin terbang. 2. Izin mencegah bahaya bagi lingkungan (izin-izin lingkungan). organ yang berwenang Yang dialamatkan Dictum Ketentuan-ketentuan. 2. o Secara umum izin memuat hal – hal antara lain : 1.2. pembatasan-pembatasan dan syarat-syarat Pemberi alasan Pemberitahuan-pemberitahuan tambahan 28 . 3. 3.

Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bersifat konkrit. o Syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam pembuatan ketetapan mencakup syarat-syarat material dan syarat formal. o Menurut Prof .yo UU No. 2.o Antara penguasa dan masyarakat terjalin suatu hubungan timbal balik. Hubungan tersebut dapat dilihat dari 2 sisi. 5 Tahun 1986 tentang PTUN. 5.5 Tahun l986. 3. Pada sisi yang pertama penguasa memberi pengaruh tertentu pada masyarakat. 4. 6. individual dan final. dari organ administrasi negara o Yang dimaksud dengan Keputusan Tata Usaha Negara ( KTUN ) Berdasarkan pada UU No.Philipus M Hadjon . Berisi tindakan hukum dalam bidang Tata Usaha Negara. o Pengertian ketetapan berdasarkan Pasal 1 angka 3 UU No. tentang Peradilan Tata Usaha Negara. yaitu: suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha Negara berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mengenai kewenangan ( bevoegdheid ) organ administrasi negara “ Rechmatigheid “ dari keputusan pemerintah Tidak ada kekurangan dalam pembentukan kehendak ( wilsvorming ) Doelmatigheid dari Keputusan Pemerintah Menyangkut prosedur pembentukan keputusan Penuangan Keputusan dalam bentuk yang tepat . yang dapat dikatakan sebagai syarat - syarat terdasar yaitu : 1.9 Tahun 29 . Pada sisi lain masyarakat mempengaruhi penguasa dalam menjalankan tugasnya. o Ada beberapa unsur yang terdapat yang terdapat dalam Bescikking.yaitu: Penetapan tersebut tertulis dan dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. Menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata.

Dalam keadaan tertentu ketetapan berjalan lama dapat dilakukan pengubahan-pengubahan. 10 tahun 2004. Saran Ketetapan dapat menyangkut tindakan yang berlaku satu kali dan akan berakhir atau dapat menyangkut suatu keadaan yang berjalan lama. Pengubahan itu sewajarnya dilakukan dengan kecermatan yang diperlukan. 30 . ialah : berdasarkan pada pada ketentuan yang terdapat di dalam Pasal l ( 3 ) + Pasal 3 – Pasal 2. B. o Peraturan perundang-undangan yaitu peraturan tertulis yang dibentuk oleh lembaga negara atau pejabat yang berwenang dan mengikat secara umum (Pasal 1 angka 2 UU No.2004.

Hukum Administrasi Negara. ten Berger.Asas-asas Hukum Tata Pemerintahan.Pradnya Paramita.M.Sby.M. Makalah pada penataran Hukum Administrasi dan Hukum Lingkungan. Fakultas Hukum Universitas Airlangga.disunting oleh Philipus M Hadjon. Soehino.Pengantar Hukum Perizinan. Markus Lukman.DAFTAR PUSTAKA N.JB Wolter Uitgevers-maatschappij NV.1984 Sj.Yuridika.l996 Ridwan.Spelt dan J.HR.Jakarta.Bandung. Disertasi. Sjahran Basah.2003. Eksistensi Peraturan Kebijaksanaan dalam Bidang Perencanaan dan pelaksanaan Rencana Pembangunan di daerah serta Dampaknya terhadap Pembangunan Materi Hukum Tertulis Nasional.Prins dan R. rechtsgeleerd Haadwoordenboek.Kosim Adisapoetra.Sby.l951.1993.J.Universitas Padjadjaran.Groningen. Pengantar Ilmu Hukum Administrasi Negara.Fockema Andrea.B. Pencabutan Izin salah satu Sanksi Hukum Administrasi.1983. 31 . WE.Liberty.UII Press.Yogyakarta.Yogyakarta.l995.Tweede Druk.

. 32 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful