P. 1
flavonoid

flavonoid

|Views: 170|Likes:
Published by r_i_c_a

More info:

Published by: r_i_c_a on Jun 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/08/2015

pdf

text

original

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tumbuhan Harimonting

Tumbuhan Harimonting merupakan tumbuhan yang tumbuh liar pada tempat yang mendapat sinar matahari cukup, seperti di lereng gunung, semak belukar, lapangan yang tidak terlalu gersang.Tumbuhan ini biasanya ditemukan sampai pada ketinggian 1650 meter diatas permukaan laut.

2.1.1. Morfologi Tumbuhan Harimonting

Rhodomyrtus tomentosa W.ait. merupakan tanaman liar dengan tinggi mencapai 3 m. Pada saat mudanya, tipis, dan berwarna keputih-putihan seperti bulu domba. Daunnya bersebrangan dengan tiga tulang daun yang tegak, panjang tangkainya 0,25-0,5 cm. Daunnya memanjang dengan panjang 2,5-3 cm. Ujungnya tumpul sampai runcing, diatasnya berwarna keputih-putihan. Bunganya tersembunyi pada kelopak, dengan luas 3,7-4 cm, dan panjang tangkai kelopaknya 1,25-2,5 cm, dengan pasangan bilik pada dasar tiap bunganya: 5 kelopak, 5 daun bunga yang sedikit berwarna putih, diluar dengan merah keungu-unguan atau keseluruhan merah muda. Kebanyakan benang sari berwarna merah muda, dengan kepala putik berwarna kuning. Buahnya dapat dimakan dengan panjang 1-25 cm, mempunyai mahkota dengan daun yang keras, diatas hijau mengkilap sampai keungu-unguan, dengan daging buah yang manis. Biji-bijinya kebanyakan kecil-kecil ( F.S.P.Ng, 1978).

2.1.2. Sistematika tumbuhan Harimonting adalah sebagai berikut :

Kingdom Divisio

: :

Plantae (tumbuhan ) Magnoliphyta (berbunga)

Universitas Sumatera Utara

Manfaat Tumbuhan Harimonting Salah satu tumbuhan yang digunakan sebagai tumbuhan obat adalah tumbuhan Harimonting (R. Kebanyakan flavonoida ini berada di dalam tumbuh – tumbuhan kecuali alga. tomentosa.2. bunga. Senyawa Flavonoida Senyawa flavonoida sebenarnya terdapat pada semua bagian tumbuhan termasuk daun. Dalam sayap kupu – kupu dengan anggapan bahwa flavonoida berasal dari tumbuh – tumbuhan yang menjadi makanan hewan tersebut dan tidak dibiosintesis di dalam tubuh mereka. akar.3.). 2. 1988). Buahnya dapat dimakan karena rasanya manis. 2. Penyebaran jenis flavonoida pada golongan tumbuhan yang tersebar yaitu angiospermae.1. Struktur dasar flavonoida dapat digambarkan sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara .Ait. Namun ada juga flavonoida yang terdapat dalam hewan.2. Struktur dasar senyawa flavonoida Senyawa flavonoida adalah senyawa yang mengandung C15 terdiri atas dua inti fenolat yang dihubungkan dengan tiga satuan karbon. klorofita. misalnya dalam kelenjar bau berang – berang dan sekresi lebah. Bagian yang digunakan sebagai obat adalah daun yang berfungsi sebagai obat diare.Kelas Ordo Famili Genus Spesies : : : : : Magnoliopsida(berkeping dua / dikotil ) Myrtales Myrtaceae (Suku jambu – jambuan ) Rhodomyrtus Rhodomyrtus tomentosa W. kayu. 2. W. tepung sari. kulit. fungi. dan biji. buah. briofita (Markham.ait.1.

3. 3.4. R’ = R” = OH R = R’ = R” = OH (juga.4-. 1996). R = R’ = R” = H) (Sastrohamidjojo. R’ = OH R = H. Universitas Sumatera Utara .5.A C C C B Kerangka dasar senyawa flavonoida Cincin A adalah karakteristik phloroglusinol atau bentuk resorsinol tersubstitusi HO O C3 OH C6 HO O C3 C6 Namun sering terhidroksilasi lebih lanjut : HO A HO O C3 OH OCH3 O A C3 OCH3 C6 H3CO H3CO C6 Cincin B adalah karakteristik 4-.terhidroksilasi R C6 (A) C3 B R' R'' R = R’ = H.

OH HO O OH HO O flavonol 2. kuersetin. flavonoida dapat dikelompokkan berdasarkan keragaman pada rantai C3 yaitu : 1. Flavon Flavon berbeda dengan flavonol dimana pada flavon tidak terdapat gugusan 3hidroksi. biasanya 3-glikosida. gerakan kromatografi. Flavonol lain yang terdapat di alam bebas kebanyakan merupakan variasi struktur sederhana dari flavonol. 1996).2. Menurut Robinson (1995). umumnya dalam tumbuhan terikat pada gula yang disebut dengan glikosida (Harbone.2. serta reaksi warnanya. Larutan flavonol dalam suasana basa dioksidasi oleh udara tetapi tidak begitu cepat sehingga penggunaan basa pada pengerjaannya masih dapat dilakukan. dan mirisetin yang berkhasiat sebagai antioksidan dan antiimflamasi. dan aglikon flavonol yang umum yaitu kamferol. Klasifikasi senyawa Flavonoida Flavonoida mengandung sistem aromatik yang terkonjugasi sehingga menunjukkan pita serapan kuat pada daerah spektrum sinar ultraviolet dan spectrum sinar tampak. Flavon terdapat juga sebagai glikosidanya lebih sedikit daripada jenis Universitas Sumatera Utara .Flavonol Flavonol paling sering terdapat sebagai glikosida.2. Hal ini mempunyai serapan UV-nya.

Flavon yang paling umum dijumpai adalah apigenin dan luteolin. Isoflavon sukar dicirikan karena reaksinya tidak khas dengan pereaksi warna manapun. Contohnya luteolin 8-C-glikosida. Luteolin merupakan zat warna yang pertama kali dipakai di Eropa. tetapi jumlahnya sangat sedikit dan sebagai fitoaleksin yaitu senyawa pelindung yang terbentuk dalam tumbuhan sebagai pertahanan terhadap serangan penyakit. Beberapa isoflavon (misalnya daidzein) memberikan warna biru muda cemerlang dengan sinar UV bila diuapi amonia. Jenis yang paling umum adalah 7-glukosida dan terdapat juga flavon yang terikat pada gula melalui ikatan karbon-karbon.glikosida pada flavonol. tetapi kebanyakan yang lain tampak sebagai bercak lembayung yang pudar dengan amonia berubah menjadi coklat. HO O OH O OH Struktur Isoflavon Universitas Sumatera Utara . Isoflavon Isoflavon merupakan isomer flavon. 3' 2 8 7 6 5 9 1 ' OH 4 ' O 4 2 3 1' 5' 6' 10 OH O flavon 3. Flavon dianggap sebagai induk dalam nomenklatur kelompok senyawa flavonoida.

Senyawa ini mudah diperoleh dalam jumlah besar dari ekstrak kental Uncaria gambir dan daun teh kering yang mengandung kira-kira 30% senyawa ini. Flavanon glikosida merupakan konstituen utama dari tanaman genus prenus dan buah jeruk . terutama pada tumbuhan berkayu. dua glikosida yang paling lazim adalah neringenin dan hesperitin. daun dan bunga. O OH O Struktur Flavanonol 6. Flavanon terdapat di dalam kayu. Katekin berkhasiat sebagai antioksidan. Sebagian besar senyawa ini diabaikan karena konsentrasinya rendah dan tidak berwarna. Katekin Katekin terdapat pada seluruh dunia tumbuhan. O O Struktur Flavanon 5. Universitas Sumatera Utara . terdapat dalam buah anggur dan jeruk. Flavanon Flavanon terdistribusi luas di alam.4. Flavanonol Senyawa ini berkhasiat sebagai antioksidan dan hanya terdapat sedikit sekali jika dibandingkan dengan flavonoida lain.

dan biru dalam daun. contohnya melaksidin. dan buah pada tumbuhan tinggi.OH OH HO O OH OH Struktur Katekin 7. Senyawa ini jarang terdapat sebagai glikosida. Leukoantosianidin Leukoantosianidin merupakan senyawa tan warna. O OH OH HO Struktur Leukoantosianidin 8. Pigmen yng berwarna kuat dan larut dalam air ini adalah penyebab hampir semua warna merah jambu. Secara kimia semua antosianin merupakan turunan suatu struktur aromatik tunggal yaitu sianidin. bunga. apiferol. Antosianin Antosianin merupakan pewarna yang paling penting dan paling tersebar luas dalam tumbuhan. ungu. terutama terdapat pada tumbuhan berkayu. dan semuanya Universitas Sumatera Utara . merah marak .

1995). O HC O Struktur Auron Prazat utama flavonoida sendiri sudah diketahui tanpa keraguan sebagai hasil dari banyak percobaan. Aglikon flavon dapat dibedakan dari glikosidanya.Khalkon Khalkon adalah pigmen fenol kuning yang berwarna coklat kuat dengan sinar UV bila dikromatografi kertas. O OH Struktur Antosianin 9. Dalam larutan basa senyawa ini berwarna merah ros dan tampak pada kromatografi kertas berupa bercak kuning. O Struktur Khalkon 10.terbentuk dari pigmen sianidin ini dengan penambahan atau pengurangan gugus hidroksil atau dengan metilasi atau glikosilasi. tetapi masih banyak pertanyaan yang belum terjawab Universitas Sumatera Utara . Auron Auron berupa pigmen kuning emas yang terdapat dalam bunga tertentu dan briofita. 1996). karena hanya pigmen dalam bentuk glikosida yang dapat bergerak pada kromatografi kertas dalam pengembang air (Harborne. dengan sinar ultraviolet warna kuning kuat berubah menjadi merah jingga bila diberi uap amonia (Robinson.

Hidroksil-3 yang menjadi ciri flavonol dan antosianidin tampaknya juga ditambahkan pada tahap flavanonol. Pada flavonoida C-glikosida.1995). perbedaan hanya terdapat asetilasi. Sering teramati bahwa dalam spesies tumbuhan tertentu semua flavoida yang berbeda-beda mempunyai pola hidroksilasi cincin yang sama. Universitas Sumatera Utara . glikosilasi. tetapi hidriksilasi-3 dikatalisis oleh enzim yamg larut. jika hidroksil-7 harus terdapat pada produk akhir (misalnya sianidin). Akan tetapi. Misalnya. dan struktur bagian C3. gugus ini harus terdapat pada cincin A kalkon. Pengamatan ini menunjukkan bahwa terdapat senyawa antara C-15 yang umum diubah menjadi berbagai senyawa flavonoida setelah pola hidroksilasi cincin terbentuk. dan jika telah ditambahkan tidak dapat dihilangkan. gula terikat pada atom karbon flavonoida dan dalam hal ini gula tersebut terikat langsung pada inti benzene dengan suatu ikatan karbon-karbon yang tahan asam (Robinson. Gugus hidroksil-2 yang tidak begitu lazim sering kali ditambahkan pada tahap flavonol dan jika telah ditambahkan biasanya tidak dihilangkan.mengenai jalur rinci yang diikuti. tampaknya berbagai gugus hidroksil ini sesungguhnya dimasukkan pada tahap yang berlainan dalam sintesis. Hidroksilase-3 adalah oksigenase mikrosom. Pemasukan gugus hidroksil-3 ke dalam molekul yang sudah mengandung hidroksil-4 dapat terjadi bahkan pada tahap akhir jalur. Hidroksil-3 ini terjadi dalam sistem bebas sel.

menurut strukturnya. dalam bunga sianik dan asianik. tersebar luas dalam daun. Flavonol Terutamako-pigmen tanwarna Setelah hidrolisis. Proantosianidin terutama tan warna. Flavon seperti flavonol Setelah hidrolisis. dan biru juga dalam daun dan Ciri khas larut dalam air. menghasilkan antosianidin (warna dapat diekstraksi dengan amil alkohol) bila jaringan dipanaskan dalam HCl 2M selama setengah jam. Universitas Sumatera Utara . λmaks 515-545 nm. dalam daun tumbuhan berkayu. berupa bercak kuning mirip pada kromatogram Forestal bila disinari dengan sinar UV.maksimal spektrum pada 330350 nm. bergerak dengan BAA pada kertas.Menurut Harborne (1996). dikenal sekitar sepuluh kelas flavonoida dimana semua flavonoida. berupa bercak coklat redup pada kromatogram forestal. jaringan lain. merupakan turunan senyawa induk flavon dan semuanya mempunyai sejumlah sifat yang sama yakni: Golongan flavonoida Antosianin Penyebaran pigmen bunga merah marak. maksimal spektrum pada 330-350nm.

Khalkon dan auron pigmen bunga kuning. hampir seluruhnya Pada kromatogram BAA berupa bercak redup dengan Rf tinggi. flavanon dan flavon serta flavonol yang termetoksilasa Universitas Sumatera Utara . dan di samping itu terdapat oksigen. Aseton.3. Sifat kelarutan Flavonoida Aglikon flavonoida adalah polifenol dan karena itu mempunyai sifat kimia senyawa fenol.Golongan flavonoida Penyebaran Ciri khas Biflavonil tanwarna. Adanya gula yang terikat pada flavonoida (bentuk yang umum ditemukan) cenderung menyebabkan flavonoida lebih mudah larut dalam air dan dengan demikian campuran pelarut yang disebut diatas dengan air merupakan pelarut yang lebih baik untuk glikosida. aglikon yang kurang polar seperti isoflavon. Bergerak pada kertas dengan pengembang air. Dimetilsulfoksida (DMSO). tak ada uji warna yang khas Isoflavon tanwarna. Butanol (BuOH). Tetapi harus diingat. bergerak dengan pengembang air. hanya terdapat dalam satu suku. Air dan lain-lain. kadangkadang terdapat juga dalam Maksimal spektrum 370-410nm. tidak seperti flavon biasa. sering kali dalam akar. 2. kadang-kadang sangat pahit. banyak yang akan terurai. dalam daun dan buah ( terutama dalam Citrus ) Berwarna merah kuat dengan Mg/HCl. atau suatu gula. yaitu bersifat agak asam sehingga dapat larut dalam basa.2. bila dibiarkan dalam larutan basa. Flavanon jaringan lain tanwarna. maka umumnya flavonoida cukup larut dalam pelarut polar seperti Etanol (EtOH). flavonoida merupakan senyawa polar. Sebaliknya.Leguminosae Glikoflavon Seperti Flavonol Mengandung gula yang terikat melalui ikatan C-C. Dimetilformamida (DMF). Karena mempunyai sejumlah gugus hidroksi. Dengan amonia berwarna merah terbatas pada gimnospermae. Metanol (MeOH).

1. Yang pertama.3.Kedua dipkai untuk menjajaki sistem pelarut dan sistem penyangga yang akan dipakai dalam kromatografi kolom atau kromatografi cair kinerja tinggi. Universitas Sumatera Utara . Kromatografi Kromatografi merupakan suatu cara pemisahan fisik dengan unsur-unsur yang akan dipisahkan terdistribusiskan antara dua fase. 2. 1995). 2. dan preparative.cenderung lebih mudah larut dalam pelarut seperti Eter dan Kloroform (Markham. dipakai selayaknya sebagai metode untuk mencapai hasil kualitatif. Teknik Pemisahan Tujuan dari teknik pemisahan adalah untuk memisahkan komponen yang akan ditentukan berada dalam keadaan murni.3. Pemisahan fisika adalah suatu teknik pemisahan yang didasarkan pada perbedaan-perbedaan kecil dari sifat-sifat antara senyawa-senyawa yang termasuk dalam suatu golongan (Muldja. Fasa stasioner mungkin suatu zat padat atau suatu cairan dan fasa yang bergerak mungkin suatu cairan atau suatu gas (Underwood. 2. tidak tercampur dengan komponenkomponen lainnya. Kromatografi Lapisan Tipis Kromatografi lapisan tipis (KLT) dapat dipakai dengan dua tujuan.1.1. 2. 1981). kuantitatif. satu dari fasa-fasa ini membentuk lapisan stasioner dengan luas permukaan yang besar dan yang lainnya merupakan cairan yang merembes lewat. 1988). Ada 2 jenis pemisahan: 1.3. Pemisahan kimia adalah suatu teknik pemisahan yang berdasarkan adanya perbedaan yang besar dari sifat-sifat fisika komponen dalam campuran yang akan di pisahkan.

Pada hakikatnya Kromatografi lapisan tipis melibatkan dua sifat fase : sifat fasa diam atau sifat lapisan dan sifat fase gerak atau campuran pelarut pengembang . Ukuran keseluruhan kolom sungguh beragam. Alumina (aluminium oksida).2. 2.1. 2. 1991).Harga Rf (Retension Factor) Mengidentifikasi noda – noda dalam lapisan tipis lazim menggunakan harga Rf yang diidentifikasi sebagai perbandingan antara jarak perambatan suatu zat Universitas Sumatera Utara .3. Pelarut (fasa gerak ) dibiarkan mengalir melalui kolom karena aliran yang disebabkan oleh gaya berat atau didorong oleh tekanan. Pita senyawa linarut bergerak melalui kolom dengan laju yang berbeda. walaupun sering berfungsi sebagai penyangga untuk lapisan zat cair di dalam sistem kromatogarafi cair-cair .3. Kromatografi Kolom Kolom kromatografi atau tabung untuk pengaliran karena gaya tarik bumi (gravitasi) atau sistem bertekanan rendah biasanya terbuat dari kaca yang dilengkapi dengan keran jenis tertentu pada bagian bawahnya untuk mengatur aliran pelarut.Fasa diam pada KLT sering disebut penyerap. 1986). memisah dan dikumpulkan berupa fraksi ketika keluar dari alas kolom (Gritter . campuran yang akan dipisahkan diletakkan berupa pita pada bagian atas kolom penyerap yang berada dalam tabung kaca. tetapi biasanya panjangnya sekurang –kurangnya 10 kali garis tengah dalamnya dan mungkin saja sampai 100 kali. dan selulosa. Fasa gerak dapat berupa hampir segala macam pelarut atau campuran pelarut (Sudjadi.Fasa diam dapat berupa serbuk halus yang berfungsi sebagai permukaan penyerap (kromatografi cair padat ) atau berfungsi sebagai penyangga untuk lapisan zat cair (kromatografi cair-cair).3. Pada kromatografi kolom. Hampir segala macam serbuk dapat dipakai sebagai penyerap pada KLT . yaitu : silika gel (asam silikat). tabung logam atau bahkan tabung plastik.1.kiselgur (tanah diatome).

biasanya serbuk tumbuhan dikeringkan lalu. dan perkolasi. metanol. dihaluskan dengan derajat kehalusan tertentu.4. etil asetat. benzena. sokletasi.dengan jarak perambatan pelarut yang dihitung dari titik penotolan pelarut zat. Ekstraksi Ekstraksi dapat dilakukan dengan metode maserasi. Jarak yang ditempuh oleh tiap bercak dari titik penotolan diukur dari pusat bercak. Instrumen yang memakai monokromator celah tetap pada bidang focus disebut sebagai spectrometer.3. eter. misalnya nheksana. Ekstraksi dengan metode sokletasi dapat dilakukan secara bertingkat dengan berbagai pelarut berdasarkan kepolarannya. 1996). dan air. Apabila spectrometer tersebut Universitas Sumatera Utara . 2. Sebelum ekstraksi dilakukan. kemudian diekstraksi dengan salah satu cara diatas. Untuk mendapatkan larutan ekstrak pekat biasanya pelarut ekstrak diuapkan dengan menggunakan alat rotari evaporator (Harbone. etanol. maka harga Rf senyawa tersebut dapat dibandingkan dengan harga Rf senyawa pembanding (Sastrohamidjojo. 1991). Ada dua macam instrument pada teknik spekstroskopi yaitu spectrometer dan spektrofotometer. Rf = Jarak perambatan bercak dari titik penotolan Jarak peramba tan pelarut dari titik penotolan 2.2. Ekstraksi dianggap selesai bila tetesan terakhir memberikan reaksi negatif terhadap senyawa yang diekstraksi. kloroform.Teknik Spektroskopi Teknik spektroskopi adalah salah satu teknik analisis kimia – fisika yang mengamati tentang interaksi atom atau molekul dengan radiasi elektronagnetik. Untuk mengidentifikasi suatu senyawa.

Spektrum khas terdiri atas dua maksima pada rentang 240-285 nm (pita II) dan 300-550 nm (pita I). dan isoflavon serta kedudukan pita I pada spektrum khalkon.4. ataupun didekatnya. Keberlakuan seperti itulah yang memungkinkan kimiawan memperoleh informasi tentang struktur yang berguna serta mendapatkan acuan bagi peta umum frekuensi gugus yang khas (Silverstain . menghasilkan percepatan dari elektron dalam orbital tingkat dasar ke orbital yang berenergi lebih tinggi di dalam keadaan tereksitasi (Silverstein. Informasi Spektroskoi Inframerah menunjukkan tipe-tipe dari adanya gugus fungsi dalam satu molekul . Universitas Sumatera Utara . 1995). auron dan antosianin yang terdapat pada panjang gelombang yang tinggi.1. Ciri khas spektrum tersebut ialah kekuatan nisbi yang rendah pada pita I dalam dihidroflavon.dilengkapi dengan detektor yang bersifat fotoelektrik maka disebut spektrofotometer (Muldja. Penyerapan sejumlah energi. 1986). Kedudukan yang tepat dan kekuatan nisbi maksima tersebut memberikan informasi yang berharga mengenai sifat flavonoida dan pola oksigenasinya. Resonansi magnetik inti memberikan informasi tentang bilangan dari setiap tipe dari atom hidrogen. Walaupun spektrum infra – merah merupakan kekhasan sebuah molekul secara menyeluruh. Kombinasinya dan data kadang-kadang menentukan struktur yang lengkap dari molekul yang tidak diketahui (Pavia. apapun bangun molekul selebihnya. 1986). Spektrum Flavonoida biasanya ditentukan dalam larutan dengan pelarut Metanol (MeOH) atau Etanol (EtOH). gugus atom tertentu memberikan penambahan pita-pita pada kerapatan tertentu. Spektrometri ultra violet Serapan molekul di dalam derah ultra ungu dan terlihat dari spektrum bergantung pada struktur ultra elektronik dari molekul. 1986). 2. dihidroflavonol.

1988) λ maksimum utama (nm) λ maksimum tambahan Jenis flavonoida (nm) (dengan intensitas nisbi) 475-560 390-430 365-390 350-390 250-270 330-350 300-350 λ maksimum utama (nm) ± 275 (55%) 240-270 (32%) 240-260 (30%) ± 300 (40%) ± 300 (40%) tidak ada tidak ada Antosianin Auron Kalkol Flavonol Flavonol Flavon dan biflavonil Flavon dan biflavonil λ maksimum tambahan Jenis flavonoida (nm) (dengan intensitas nisbi) 275-295 ± 225 310-330 310-330 (30%) 310-330 (30%) 310-330 (25%) Flavanon dan flavononol Flavonon dan flavononon Isoflavon 2.Ciri spektrum golongan flavonoida utama dapat ditunjukkan sebagai berikut : (Markam. Spektrofotometri Infra Merah (FT . Penyerapan ini tercantum. Pancaran infra merah yang kerapatannya kurang dari 100 cm-1 (panjang gelombang lebih daripada 100 µm) diserap oleh sebuah molekul organik dan diubah menjadi putaran energi molekul. namun spektrum getaran terlihat bukan sebagai garis – garis melainkan berupa pita – pita. Hal ini disebabkan perubahan energi Universitas Sumatera Utara .4.2.IR) Spekrum infra merah suatu molekul adalah hasil transisi antara tingkat energi getaran yang berlainan.

NMR ) merupakan alat yang berguna pada penentuan struktur molekul organik. Universitas Sumatera Utara . Struktur NMR memberikan informasi mengenai lingkungan kimia atom hydrogen. Pergeseran kimia adalah pengukuran medan dalam keadaan bebas.getaran tunggal selalu disertai sejumlah perubahan energi putaran (Silverstein. 1986). jumlah atom hydrogen dalam setiap lingkungan dan struktur gugusan yang berdekatan dengan setiap atom hydrogen (Cresswell. 2.3. Setiap senyawa memberikan penaikan menjadi puncak absorpsi tunggal dalam spektrum NMR (Bernasconi. Spektrofotometri Resonansi Magnetik Inti Proton (1H-NMR) Spektrometri Resonansi Magnetik Inti (Nuclear Magnetic Rresonance. Teknik ini memberikan informasi mengenai berbagai jenis atom hidrogen dalam molekul.4. Semua proton-proton dalam satu molekul yang ada dalam lingkungan kimia yang serupa kadang-kadang menunujukkan pergeseran kimia yang sama. 1982).1995).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->