Pengumuman Pengadaan menurut Perpres 54/2010

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 secara resmi telah diberlakukan. Walaupun ada ketentuan peralihan yang membolehkan Kementerian/Lembaga/Institusi/Daerah (K/L/I/D) untuk tetap memberlakukan Keppres No. 80 Tahun 2003 hingga 31 Desember 2010 (Pasal 132 ayat 1 Perpres 54/2010), namun proses pengadaan barang/jasa saat ini sebaiknya sudah mulai diarahkan menggunakan Perpres 54/2010 khususnya untuk anggaran tahun 2011 yang pelaksanaan pengadaannya sudah dapat dimulai pada akhir tahun 2010. Setelah saya melihat pada Perpres 54/2010 dan seluruh lampirannya, rupanya ada beberapa perbedaan aturan yang cukup signifikan antara Keppres 80/2003 dengan Perpres 54/2010 pada tahapan pengumuman pengadaan. Bahkan, perbedaan itu diembel-embeli dengan ³ancaman hukuman´ yang cukup serius bagi panitia apabila tidak dilaksanakan sesuai ketentuan. Karena salah satu tahapan awal yang dilaksanakan setelah perencanaan pengadaan adalah pengumuman pengadaan, maka pada tulisan ini saya akan mencoba menuliskan hal-hal yang saya anggap penting untuk diperhatikan oleh panitia pengadaan pada saat pengumuman. Pada tulisan ini, saya akan membatasi pemaparan khusus untuk pengumuman pelelangan sederhana dan pelelangan umum. Media Pengumuman Salah satu perubahan yang cukup besar pada Perpres 54/2010 adalah perubahan media pengumuman dari media cetak ke media elektronik. Pada Keppres 80/2003 pengumuman rencana pengadaan dan pengumuman pengadaan dilaksanakan melalui Surat Kabar, baik nasional atau propinsi. Pada Perpres 54/2010, penayangan pengumuman pengadaan di surat kabar menjadi hal yang opsional tergantung kebutuhan panitia. Media pengumuman untuk pemilihan penyedia barang/jasa sekurang-kurangnya dilakukan melalui Website K/L/D/I, Papan pengumuman resmi untuk masyarakat, dan Portal Pengadaan Nasional melalui LPSE. Apabila pengadaan dilakukan secara elektronik atau e-procurement, maka media 1 dan ke 3 secara otomatis telah dilakukan, karena pelaksanaan e-procurement sudah menggunakan website LPSE yang melekat pada K/L/D/I serta sudah teragregasi secara nasional melalui website pengadaan nasional di inaproc.lkpp.go.id. Namun, apabila pelaksanaan dilakukan tidak secara elektronik, maka proses pemuatan pada website K/L/D/I harus dilakukan secara manual, dan pengelola website tersebut

sampai dengan berakhirnya perjanjian/Kontrak penayangan pengumuman Pengadaan Barang/Jasa.´ Hal ini berarti. IV. a. 3 dan 5 yang secara konten sama dengan Lampiran III. berikut ini adalah isi Lampiran II Perpres 54/2010 B. nama dan alamat ULP yang akan mengadakan pelelangan. ULP mengumumkan Pelelangan Umum Pascakualifikasi melalui website K/L/D/I masing-masing dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta Portal Pengadaan Nasional melalui LPSE atau apabila diperlukan melalui media cetak dan/atau elektronik paling kurang 7 (tujuh) hari kerja. b. 1. Namun apabila kontrak tersebut tidak ada.5 M tidak perlu ditayangkan di surat kabar propinsi manapun dan tunduk pada aturan Perpres 54/2010 Pasal 73 Ayat (3). uraian singkat mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan. butir 2. tetap dilakukan oleh ULP/Pejabat Pengadaan di surat kabar nasional dan/atau provinsi yang telah ditetapkan. atau telah habis masa berlakunya. tanggal. nilai total Harga Perkiraan Sendiri (HPS). karena hal-hal yang dahulu dianggap sebagai hal yang biasa dan sering dimasukkan sebagai bagian dari pengumuman dan pendaftaran. c. DILARANG mencantumkan persyaratan: 3. Isi Pengumuman Nah. Dalam pengumuman . syarat-syarat peserta pelelangan. Satu informasi yang cukup penting pada Perpres 54/2010. pada Perpres 54/2010 malah menjadi suatu hal yang dilarang dan bahkan dapat dikenai sanksi sesuai peraturan perundang-undangan. dan V pada bagian yang sama: 1. Untuk lebih jelas. tempat.5 M apakah masih tetap dilaksanakan karena bergantung pada kontrak antara Gubernur dengan surat kabar yang bersangkutan. maka pengadaan yang bernilai di bawah 2. khususnya pada aturan peralihan Pasal 132 Ayat (4) adalah ³Penayangan pengumuman Pengadaan Barang/Jasa di surat kabar nasional dan/atau provinsi. 2. Yang masih belum jelas adalah penayangan di surat kabar propinsi untuk paket pekerjaan yang bernilai di bawah 2.harus menginformasikan kepada LKPP agar dapat dimasukkan juga ke website pengadaan nasional. hari dan waktu untuk mengambil Dokumen Pengadaan. d. hal inilah yang harus diperhatikan oleh panitia. dan e. pengumuman di Koran Tempo untuk pengadaan yang bernilai di atas 1 M untuk Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya serta di atas 200 juta untuk Jasa Konsultansi (Sesuai Kontrak antara LKPP dengan Koran Tempo) masih tetap dilaksanakan hingga 9 Juli 2011. Pengumuman Pelelangan Umum Pascakualifikasi paling sedikit memuat: a.

www. 3. pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama c. d.undp. membawa salinan surat-surat tertentu.dgmarket. Apabila terjadi kecurangan dalam pengumuman. persyaratan diluar yang sudah ditetapkan dalam Peraturan Presiden ini kecuali diperintahkan oleh peraturan perundang undangan yang lebih tinggi. namun tidak boleh dijadikan sebagai persyaratan untuk mendaftar. Sertifikat Badan Usaha (SBU) dan/atau dokumen-dokumen lain yang sejenis. Pengumuman tidak lagi memuat pagu anggaran. maka Pelelangan Umum diumumkan di website komunitas internasional (seperti www. ULP dikenakan sanksi administrasi. . dan e. Hal ini sekalian menjawab pertanyaan salah seorang pembaca blog ini yang menanyakan ³apakah boleh panitia mempersyaratkan sertifikat ISO pada saat pendaftaran ?´ Dari aturan ini sudah jelas bahwa sertifikat tersebut dapat dijadikan syarat teknis. persyaratan lainnya yang sifatnya diskriminatif. kontrak kerja sejenis. b.com. 2. ganti rugi dan/atau pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. pendaftaran harus membawa asli dan/atau salinan/fotocopy/legalisir Akta Pendirian. penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan/kepala cabang yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. 5. atau 4. Dari aturan di atas maka dapat disimpulkan: 1. maka kepada: a. peserta harus pelelangan. melainkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).org dan lain-lain) serta diberitahukan kepada penyedia yang diyakini mampu mengerjakan. 2.a. dan persyaratan apapun. Apabila dari hasil identifikasi ternyata tidak ada penyedia dalam negeri yang mampu mengerjakan. direktur utama/pimpinan perusahaan. dan/atau b. Panitia dilarang memuat persyaratan yang memberatkan peserta seperti kewajiban mendatangkan direktur atau yang mewakilinya untuk mendaftar. Izin Usaha Tanda Daftar Perusahaan (TDP). kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik. peserta yang terlibat dimasukkan ke dalam Daftar Hitam dan/atau dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. 4. pendaftaran berasal dari harus provinsi/kabupaten/kota dilakukan tempat lokasi oleh: 1.

maka dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.3. bisa saja pengumuman tersebut dianggap gagal dan harus diulang. Salah satu akibatnya. . Apabila panitia/ULP melanggar.

sehingga banyak hal-hal yang kelihatan sepele namun cukup fatal dalam aturan sehingga sah untuk digugurkan. bagian ketujuh pasal 7) Ada beberapa istilah yang digunakan dalam proses pengadaan ini. Dalam tulisan ini saya akan mencoba memasukkan beberapa kejadian-kejadian yang pernah saya alami maupun pengalaman teman yang lain. harus mengacu kepada aturan yang berlaku (Keppres No. yang meliputi bahan baku. Barang. Ada juga yang rupanya benar-benar ³dipermainkan´ oleh panitia lelang. adalah badan usaha atau perseorangan yang menyediakan barang/jasa 3. agar mudah dipahami. 80 Tahun 2003. Bagian Kedua Pasal 2. mari kita mulai Pengertian Umum Seperti yang telah saya tuliskan disini. Juga ada yang menelepon dan ³curhat´ mengenai kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh panitia lelang di sebuah instansi sehingga perusahaannya ³dikalahkan´ dalam pelelangan tersebut. Dan karena materinya cukup luas dan panjang. baik sebagian atau keseluruhan. Juga hal-hal yang harus diperhatikan oleh rekanan pada saat mengikuti pelelangan sehingga tidak mengalami masalah. agar dapat memperkaya isi tulisan. Karena itulah saya mencoba untuk menuliskan sedikit informasi mengenai tata cara pengadaan barang dan jasa dalam lingkup pemerintahan. adalah benda dalam berbagai bentuk dan uraian. agar pembaca yang sudah paham pada satu tahapan dapat langsung menuju kepada tahapan lainnya. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah pejabat yang diangkat oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran sebagai pemilik pekerjaan yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa 2. Nah. Penyedia barang/jasa. saya mencoba untuk membagi menjadi beberapa tulisan. diantaranya: 1. sebagian besar terjadi karena ketidaktahuan terhadap Keppres No. 80 Tahun 2003 dan perubahannya. Rupanya. barang jadi/peralatan yang spesifikasinya ditetapkan oleh pengguna barang/jasa .Pengadaan barang dan jasa di Pemerintahan (Bagian I: Pengertian Umum) Banyak rekan yang menghubungi saya setelah tulisan tentang sertifikasi pengadaan di blog ini saya masukkan yang menanyakan tentang proses pengadaan di instansi pemerintah. bahan setengah jadi. Seluruh pengadaan barang yang pembiayaannya melalui APBN/APBD. bahwa proses pengadaan barang ataupun jasa dalam institusi pemerintah tidak semudah pengadaan di institusi swasta.

penyelenggaraan diklat. sehingga apabila dilaksanakan oleh penyedia barang/jasa akan menanggung resiko yang besar. kursus. pekerjaan yang secara rinci/detail tidak dapat dihitung/ditentukan terlebih dahulu. instansi pemerintah lain atau kelompok masyarakat/LSM penerima hibah. harus dilaksanakan melalui penyedia barang/jasa. beasiswa. pekerjaan yang dari segi besaran. lokasi. sifat. 8 Tahun 2006 Pasal 1 Istilah-istilah ini harus dipahami terlebih dahulu. seminar. Pekerjaan yang dapat dilakukan dengan swakelola adalah: y y y y y y y y pekerjaan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis SDM pada institusi yang bersangkutan (misalnya diklat. ada 2 (dua) pelaksanaan pengadaan. dimana dalam pelaksanaannya dapat dilaksanakan oleh PPK. pekerjaan yang operasi dan pemeliharaannya memerlukan partisipasi masyakarat. karena dalam pelaksanaan pengadaan. lokakarya. kunjungan kerja). Swakelola adalah pekerjaan yang direncanakan. yaitu dengan menggunakan penyedia barang/jasa (pihak ketiga) atau dengan cara swakelola (dikelola sendiri oleh institusi itu) Sebelum kita masuk lebih jauh ke pengadaan. banyak aturan-aturan yang berbeda untuk setiap jenis pengadaan. silakan membuka Keppres No. terbagi atas 3 jenis. perumusan kebijakan pemerintah. atau pembiayaan tidak diminati oleh penyedia barang/jasa.4. dari penjelasan diatas maka cukup jelas apa saja yang boleh dilaksanakan secara swakelola. 80 Tahun 2003 Pasal 1 dan Perpres No. Swakelola Nah. Khususnya pada pengadaan barang dan pengadaan jasa konsultasi. pekerjaan yang bersifat rahasia bagi instansi pengguna barang/jasa. Jasa Konsultasi dan Jasa lainnya Untuk istilah lebih lengkap. pengembangan sistem tertentu dan penelitian oleh perguruan tinggi/lembaga ilmiah pemerintah. yaitu Jasa Pemborongan. dikerjakan dan diawasi sendiri oleh institusi. pekerjaan untuk proyek percontohan (pilot project) yang bersifat khusus. . yangbelum dapat dilaksanakan oleh penyedia barang/jasa. saya akan jelaskan sedikit tentang swakelola. pengujian di laboratorium. Nah. apakah seluruh pengadaan atau kegiatan di institusi pemerintah itu harus dilaksanakan dalam bentuk pelelangan ? Sesuai dengan aturan. Di luar dari daftar tersebut. pekerjaan khusus yang bersifat pemrosesan data. penataran. Ada satu contoh kesalahan persepsi yang terjadi. Khusus jasa. atau penyuluhan.

Dalam klausul mengenai panitia juga ditegaskan. maka dapat mengambil panitia dari bagian data atau institusi yang menangani TI. maka sertifikat pelatihan/bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. ini khan pekerjaan yang bersifat rahasia. mereka berdalih. Panitia pengadaan harus memahami tentang prosedur pengadaan. sebuah institusi hendak mengadakan perangkat server dan kelengkapannya. Jumlah panitia pengadaan minimal 3 orang dan berjumlah ganjil sesuai dengan nilai pengadaan dan harus berasal dari pegawai negeri. sampai tanggal 31 Desember 2008 dapat diberlakukan sebagai sertifikat keahlian pengadaan barang/jasa. PPK. Contoh.000 (Lima Puluh Juta Rupiah). maka penggunaannya masuk dalam kategori rahasia. dan pejabat yang bertugas melakukan verifikasi surat permintaan pembayaran (SPP) dan/atau pejabat yang bertugas menandatangani surat perintah membayar (SPM) dilarang duduk sebagai panitia/pejabat pengadaan. baik dari instansi sendiri maupun instansi lainnya. 0021/M. yaitu melalui penyedia barang dan jasa.Disebuah institusi dilakukan pengadaan komputer dan server dengan cara swakelola. 50.000.´ Jadi proses pengadaan barangnya tetap harus terbuka dan transparan. ³Loh. Khusus untuk aturan mengenai kepemilikan sertifikat pengadaan barang/jasa pemerintah. tidak memiliki hubungan keluarga dengan pejabat yang mengangkat dan menetapkan sebagai panitia dan memiliki sertifikat pengadaan barang/jasa pemerintah. jenis pekerjaan yang diadakan maupun substansi pengadaan. . sedangkan di institusi itu tidak ada seorangpun yang memahami tentang server. Pegawai pada BPKP. maka disilakan untuk mengambil orang dari unit/institusi lain. dimana kepala laboratorium langsung memberi beberapa unit komputer dan server ke toko komputer tanpa melalui proses lelang. karena komputer dan server ini nanti akan digunakan untuk mengolah data ujian yang sifatnya amat rahasia. tetapi nanti setelah diadakan. sesuai dengan Surat Edaran Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas No. bahwa panitia harus memahami substansi dari pengadaan. maka proses pengadaannya harus melalui panitia atau pejabat pengadaan. bendaharawan.´ Disini terlihat jelas ketidakpahaman terhadap substansi dari Kepres dan pengertian mengenai pekerjaan yang sifatnya ³rahasia´ tersebut.PPN/01/2008 Tanggal 31 Januari 2008. untuk sementara. atau untuk intelijen negara Panitia Pengadaan Apabila sebuah pengadaan barang/jasa dilakukan dengan menggunakan pihak ketiga. instalasi nuklir. Setelah ditanya mengapa melakukan hal tersebut. sedangkan dibawah itu cukup dengan pejabat pengadaan. Contoh pengadaan yang sifatnya rahasia adalah pengadaan perangkat untuk peluru kendali. Apabila di institusi itu tidak ada orang yang memahami mengenai substansi. Yang rahasia adalah ³pekerjaannya´ dan bukan ³barangnya. Panitia pengadaan dibentuk bila nilai pengadaan di atas Rp. Itjen.

tidak masuk dalam daftar hitam (sebuah daftar yang dikeluarkan oleh institusi pemerintah yang berisi daftar perusahaan yang ³bermasalah´ dalam proses pelelangan di satu tempat sehingga tidak diperbolehkan mengikuti pelelangan si seluruh institusi pemerintah lainnya). kecuali penyedia barang/jasa yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun. seperti Surat Ijin Usaha dan aturan-aturan lainnya). sebagai wajib pajak sudah memenuhi kewajiban perpajakan tahun terakhir. Penyedia Barang/Jasa Bukan hanya panitia saja yang memiliki persyaratan. mempunya pengalaman di bidangnya. Mereka hanya bisa menjadi panitia/pejabat pengadaan pada institusi masingmasing. dan unit pengawas lainnya juga dilarang menjadi panitia/pejabat pengadaan pada institusi lain. lulusan perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah terakreditasi atau yang lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang ijazahnya telah disahkan oleh Depdiknas. . secara hukum mempunya kapasitas menandatangani kontrak. tapi penyedia barang/jasa juga memiliki persyaratan untuk dapat mengikuti kegiatan pengadaan. tidak pailit. memiliki keahlian. dibuktikan dengan melampirkan bukti tanda terima penyampaian SPT PPh tahun terakhir. Persyaratan penyedia barang/jasa adalah: y y y y y y y y memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjalankan usaha.Inspektorat Utama. baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak. Khusus untuk tenaga ahli yang ditugaskan dalam pelaksanaan pekerjaan Jasa Konsultasi. kemampuan teknis dan manajerial untuk menyediakan barang/jasa (hal ini nantinya dapat dibuktikan pada penilaian kualifikasi perusahaan tersebut). tidak dalam pengawasan pengadilan. bukan alamat yang hanya sekedar ³diakui´ saja). (atau yang lebih jelas adalah penandatangan kontrak haruslah orang yang namanya tertera di dalam akte pendirian perusahaan atau orang yang diberi kuasa penuh (misalnya melalui RUPS) untuk bertindak untuk dan atas nama perusahaan itu). dan/atau direksi yang bertindah untuk dan atas nama perusahaan tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana. dan fotokopi SSP PPh Pasal 29. (dalam ketentuan ini jelas bahwa penyedia barang/jasa harus mengikuti aturan yang berlaku mengenai bentuk usaha. dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir pernah memperoleh pekerjaan menyediakan barang/jasa. kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan. pengalaman. persyaratannya adalah: y y y memiliki NPWP dan bukti penyelesaian kewajiban pajak (ini yang kadang sulit bagi tenaga ahli kita). memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan pos (³jelas´ disini juga berarti bahwa alamat tersebut memang benar alamat perusahaan yang bersangkutan.

dan akuntabel. Sebenarnya semua ini dilaksanakan agar proses pengadaan dapat dilaksanakan secara efisien. pegawai negeri. pegawai BI. Kalau dalam pelaksanaannya ada yang ³jauh´ dari tujuan tersebut. karena pada bagian ke II saya akan fokus kepada proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa. lumayan ³singkat´ khan pelaksanaan penyediaan barang/jasa pemerintah ini. pegawai BHMN/BUMN/BUMD dilarang menjadi penyedia barang/jasa. Karena di lapangan. . yang akan dibahas pada bagian II. Bagian I ini saya akhiri disini. adil/tidak diskriminatif. Nah. agar mudah dalam proses pembacaan. kecuali yang bersangkutan mengambil cuti di luar tanggungan negara. untuk mewujudkan bangsa yang baik. Untuk penilaian mengenai persyaratan penyedia barang/jasa tersebut akan melalui proses penilaian kualifikasi. terbuka dan bersaing. seyogyanya aturan dapat ditegakkan secara murni dan konsekwen. efektif. transparan. baik pra kualifikasi maupun pasca kualifikasi. saya hanya akan fokus kepada pelaksanaan pengadaan barang/jasa lainnya dan bukan kepada jasa konsultasi. Sebagai info.Selain persyaratan di atas.´ Atruan tetap aturan yang bagaimanapun pasti ada celah untuk dilanggar. pada bagian II. Namun. proses pengadaan yang paling banyak dilaksanakan adalah barang/jasa lainnya. tak lain dan tak bukan adalah tindakan dari beberapa ³oknum.

sesuai dengan Pasal 14 Angka 8 telah disebutkan bahwa proses kualifikasi . perlu dilakukan penilaian terhadap kualifikasi atas kompetensi dari masing-masing perusahaan. Metode ini dilaksanakan untuk pelelangan yang bersifat kompleks (termasuk pelelangan diatas 50 M) Pascakualifikasi adalah proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan terhadap perusahaan SETELAH pemasukan dokumen penawaran. yaitu Prakualifikasi dan Pascakualifikasi. hanya perusahaan yang memenuhi kualifikasi-lah yang dapat memasukkan penawaran. juga pelaksanaan di lapangan serta kendala yang dihadapi dan pengalaman langsung dalam menghadapi kendala tersebut. Panitia meminta semua dokumen-dokumen pendukung kualifikasi. Permasalahan di lapangan pada saat proses kualifikasi yang sering terjadi adalah: 1. 80 Tahun 2003.Pengadaan barang dan jasa di Pemerintahan (Bagian II: Jenis dan Metode) Pada bagian I telah dijelaskan mengenai pengertian umum dari pengadaan barang/jasa. Sebelum melanjutkan. Pada umumnya. sifatnya adalah wajib (kecuali yang bernilai di atas 50M). seperti contoh-contoh kontrak yang telah dilakukan selama 4 bulan terakhir. saya kembali menginformasikan bahwa pada tulisan kali ini saya hanya akan membahas mengenai Pengadaan Barang/jasa pemborongan/jasa lainnya dan bukan Jasa Konsultasi. Jadi memang terpisah secara aturan pada Keppres No. Pada bagian ini saya akan mencoba mengutip pasal demi pasal yang ada. Untuk memastikan setiap perusahaan memenuhi persyaratan tersebut. Karena metode dari 2 jenis ini amat berbeda. Metode penilaian terhadap kualifikasi ini terdiri atas 2 metode. Artinya. Juga telah disampaikan mengenai persyaratan panita/pejabat pengadaan dan penyedia barang/jasa. Bahkan untuk pelelangan umum untuk pengadaan barang/jasa pemborongan/jasa lainnya. Sebenarnya. Prakualifikasi adalah proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan terhadap perusahaan SEBELUM pemasukan dokumen penawaran. prinsip pelelangan menggunakan proses ini (Kecuali Jasa Konsultasi yang wajib menggunakan Prakualifikasi). Contoh formulir tersebut dapat dilihat disini. Prakualifikasi dan Pascakualifikasi Pada bagian I. telah disebutkan persyaratan penyedia barang/jasa yang dapat mengikuti kegiatan pengadaan barang/jasa. Proses ini dilakukan dengan meminta perusahaan yang ikut pelelangan untuk dapat mengisi formulir isian kualifikasi.

6. 7. atau ketentuan perundangundangan yang lebih tinggi.5 M dan untuk meubelair sebesar 3. wajib disederhanakan dengan tidak meminta seluruh dokumen yang disyaratkan.1. KD perusahaan ini untuk pengadaan perangkat komputer adalah 5 x 500 Juta atau 2. maka dapat dimasukkan sebagai persyaratan. . NPt adalah Nilai pekerjaan tertinggi dengan bidang dan sub bidang yang sesuai. 750 Juta. dimana hal tersebut bertentangan dengan Pasal 14 angka 6. Contoh. 3. Nah. Misalnya kartu tanda keanggotaan asosiasi tertentu. Walaupun pada prinsipnya untuk penilaian kulifikasi.5 M sedangkan KD untuk perangkat meubelair adalah 5 x 750 Juta atau 3. Yang tidak boleh adalah penyedia barang/jasa berada di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (Pasal 4 Butir g) Panitia mempersyaratkan dilakukannya legalisasi ke notaris bagi dokumen-dokumen peserta lelang (misalnya akta dan dokumen pajak). Panitia mempersyaratkan domisili perusahaan harus berada pada satu daerah yang sama dengan institusi penyelenggara lelang. Maka. Hal ini sama sekali tidak diatur dalam Keppres No. 7 dan 8 Peserta tidak melampirkan dokumen pajak yang dipersyaratkan.e) Peserta tidak memiliki Kemampuan Dasar (KD) pada bidang dan sub bidang yang sesuai untuk bukan usaha kecil. Artinya. Peserta tidak memilik dukungan keuangan dari Bank dengan nilai minimal 10% dari nilai proyek untuk pekerjaan jasa pemborongan dan minimal 5% untuk pekerjaan pemasokan barang/jasa lainnya. melainkan cukup dengan formulir isian saja. 500 Juta dan pernah juga mengadakan perangkat meubelair dengan nilai Rp. Perhitungan KD dilihat dari pengalaman pekerjaan yang sejenis dengan rumus KD=2 NPt (Khusus Jasa Pemborongan) atau KD = 5 NPt (Untuk Barang dan Jasa Lainnya). nilai maksimal pengadaan komputer yang dapat diikuti adalah pelelangan dengan pagu anggaran 2. 5. 4. 80 Tahun 2003 Pasal 11 Angka 1 butir e dan Penjelasan Keppres Bab II Butir A. itulah sebagian dari proses penilaian kualifikasi dari sebuah perusahaan yang dilaksanakan pada sistem pengadaan barang. namun khusus untuk Dokumen Pajak tetap harus melampirkan COPY Bukti tanda terima penyampaian SPT PPh tahun terakhir dan laporan (minimal) 3 bulan terakhir untuk PPh Pasal 25 atau Pasal 21/Pasal 23 atau PPn (Keppres No. Panitia meminta dokumen lain. sebuah perusahaan pernah mengadakan perangkat komputer melalui sistem pengadaan pada sebuah instansi dengan nilai Rp. Namun tetap harus sesuai dengan konteks dari pelelangan. selain yang telah ditetapkan oleh Keppres. apabila ketentuan tentang kartu anggota atau kartu apapun itu ditetapkan oleh undang-undang.75 M.2.b.1.75 M. Sesuai dengan pasal 14 angka 6 juga telah disebutkan bahwa panitia dilarang menambah persyaratan kualifikasi selain dari peraturan di Keppres ini. Jadi. Hal ini jelas bertentangan dengan prinsip terbuka/bersaing dan adil. 80 Tahun 2003 dan akan memberatkan peserta lelang.

Bagaimana ini terjadi ?Hal ini terjadi karena metode pemilihan penyedia barang dan jasa itu juga berbeda. Pernah membeli koran Media Indonesia ? Kalau belum. 100 Juta o Metode Pelelangan Terbatas Secara prinsip. pengumuman lelang serupa juga ada yang ditempel pada papan pengumuman. kalau anda mencoba jalan-jalan ke kantor pemerintahan. juga mungkin pernah mendengar. disisi lain. Metode Evaluasi Penawaran Nah«lumayan ribet khan Untuk bisa mengikuti pelelangan atau pengadaan di kantor pemerintah. hal-hal itulah yang harus diperhatikan. Selanjutnya. Biasanya ada belasan bahkan puluhan iklan pengadaan dari berbagai instansi di seluruh Indonesia. Metode ini . Lengkap dengan berbagai persyaratannya Kemudian. Lihat pada kolom pengadaan. ada beberapa hal lagi yang harus diperhatikan oleh penyedia barang/jasa. coba beli terbitan hari apa saja (bukan promosi lhooo). Metode ini cukup diumumkan melalui papan pengumuman resmi institusi atau bila memungkinkan melalui internet. saya akan mencoba sedikit menjelaskan masing-masing metode dan kondisi di lapangan dari metode-metode tersebut. yaitu: o Metode Pelelangan Umum Metode inilah yang merupakan prinsip utama pengadaan barang. tiba-tiba dalam sebuah proyek sudah ada pemenangnya. metode pemilihannya terbagi atas 4 (empat) jenis. Metode Pemilihan Penyedia Barang/Jasa 2. ada beberapa dari pengumuman tersebut yang tidak dimasukkan ke dalam koran. Metode Penyampaian Dokumen Penawaran 3.Nah. tetapi di dalam pengumuman tersebut sudah mencantumkan nama penyedia barang/jasa yang dianggap mampu untuk mengerjakan. Jenis ini biasanya digunakan untuk pekerjaan yang penyedianya diyakini terbatas saja. sistem pengumumannya sama dengan pelelangan umum.Metode Pengadaan Barang/Jasa Selain kualifikasi. Biasa dilakukan untuk pengadaan dengan nilai diatas Rp. beda. Namun. dan untuk pekerjaan yang kompleks o Metode Pemilihan Langsung Merupakan metode pemilihan yang membandingkan sebanyak-banyaknya penawaran dan sekurang-kurangnya 3 penawaran dari penyedia barang/jasa yang telah lulus prakualifikasi. yaitu dilakukan secara terbuka dengan pengumuman secara luas melalui media massa dan papan pengumuman resmi institusi. tanpa pernah diinformasikan di media massa. yaitu: 1. Untuk pengadaan barang/jasa pemborongan/jasa lainnya. Metode Pemilihan Penyedia Barang/Jasa. 1.

Dokumen administrasi dan teknis dimasukkan di dalam satu sampul (sampul I) dan diberi label ³Dokumen Administrasi dan Teknis´. dan itu sah karena telah disampaikan di dalam dokumen lelang dan telah disetujui pada saat rapat penjelasan pekerjaan/aanwijzing)Apabila dokumen pelelangan dikirim melalui pos. 50 Juta 2.Tolong berhati-hati dalam pemasukan dokumen-dokumen ini. Jangan sampai tertinggal satupun. o Metode Dua Sampul Metode ini memisahkan antara dokumen administrasi dan teknis dengan dokumen harga. . Juga perhatikan baik-baik persyaratan dokumen administrasi yang harus dilampirkan. Metode Penyampaian Dokumen Penawaran Kemudian. sama sekali dilarang untuk menyusulkan dokumen lainnya. kemudian datang di kantor dan bernegosiasi. 80 Tahun 2003. selain yang dipersyaratkan pada dokumen lelang. sedangkan dokumen harga dimasukkan ke dalam sampul lainnya (sampul II) dan diberi label ³Dokumen Harga. apabila dokumen telah diserahkan. dimana metode tersebut dibagi menjadi 3 jenis metode.Juga perhatikan setiap kalimat pada dokumen lelang. yaitu: o Metode Satu Sampul Dalam metode ini. dokumen-dokumen administrasi.´ Kedua sampul ini kemudian dimasukkan ke dalam satu sampul. Termasuk apabila nilai pengadaan dibawah Rp. Tentu saja tidak seperti itu Metode penyampaiannya juga diatur di dalam Keppres No. sebuah perusahaan digugurkan karena tidak menjilid dokumennya. Juga. Dimana pada sampul penutup inilah dituliskan nama dan alamat dari institusi yang dituju. Karena masuk dalam kategori post bidding. Karena.biasanya digunakan untuk pekerjaan yang bernilai di antara Rp. Contohnya. bagaimana cara sebuah penyedia barang/jasa memasukkan penawaran setelah melihat adanya pengumuman pelelangan/pengadaan di sebuah instansi ? Jangan berpikir bahwa pemasukannya cukup dengan membawa ³company profile´ dan daftar harga. maka sampul ini ditutup lagi dengan sampul penutup. Karena banyak hal yang kelihatannya sepele namun dapat digunakan oleh panitia untuk menggugurkan penawaran sebuah perusahaan. 100 Juta. Biasanya digunakan dalam keadaan tertentu dan keadaan khusus. Misalnya jaminan penawaran atau dokumen kualifikasi. o Metode Penunjukan Langsung Metode ini langsung menunjuk 1 (satu) penyedia barang/jasa dengan cara melakukan negosiasi teknis maupun harga. yaitu sampul penutup dan diserahkan kepada panitia pada saat penyerahan dokumen.Yang harus diperhatikan pada metode ini adalah proses pelabelan dari setiap sampul. teknis dan penawaran harga dimasukkan ke dalam satu sampul tertutup kepada panitia/pejabat pengadaan. jangan menuliskan apa-apa pada sampul. Jangan sampai tertukar dan jangan sampai ada kesalahan dalam pelabelannya. 50 Juta sampai Rp. Baca BAIK-BAIK Dokumen Pengadaan yang diberikan pada saat mendaftar untuk mengikuti sebuah pelelangan. Apabila dokumen dikirim melalui pos. maka sampul ini harus dibungkus lagi ke dalam satu sampul untuk pengiriman. jangan sampai ada keharusan untuk menjilid dokumen administrasi dalam bentuk buku namun tidak dilaksanakan (pernah saya temui kejadian di sebuah pelelangan.

Perusahaan yang administrasinya kurang lengkap.Biasanya. Apabila sesuai dengan yang dibutuhkan maka langsung dilanjutkan dengan pembukaan harga.Saya pernah mengalami beberapa perusahaan dinyatakan gugur karena dokumen asli jaminan penawaran berada di dalam sampul harga. sistem ini biasanya dibalik. Oleh sebab itu. Ini adalah bukti ketidaktahuan mereka terhadap aturan.jangan sampai ada dokumen administrasi yang ³kesasar´ masuk ke dalam dokumen harga. Apabila sesuai dengan yang dipersyaratkan maka dilanjutkan dengan penilaian teknis. o Metode Dua Tahap. langsung digugurkan saat itu juga dan tidak mengikuti penilaian teknis. Metode evaluasi ini dilakukan dengan memberikan nilai angka tertentu kepada setiap unsur di dalam penawaran. Metode inilah yang tadi saya sebutkan sering tidak dipahami oleh penyedia barang/jasa. Dan harga terendahlah yang dinyatakan memenangkan pengadaan. karena merasa harga penawarannya terendah. Akibatnya. saya cukup geli membaca pemberitaan tentang kecurangan yang dituntut oleh penyedia barang/jasa terhadap suatu proses lelang. harga biasanya tidak menipu. Kemudian membandingkan jumlah nilai dari setiap penawaran peserta. Beberapa waktu yang lalu. dokumen tersebut dianggap tidak ada. dibuka penawaran harganya. Karena beberapa kegiatan menuntut adanya kualitas yang tinggi dimana sebagian besar berbanding terbalik dengan harga. langsung membuka harga penawaran dari seluruh peserta. Metode Evaluasi Penawaran. Metode ini sama dengan metode dua sampul. Bagi perusahaan yang tidak lulus teknis. Yang diperiksa administrasi dan teknisnya adalah perusahaan yang berada pada urutan 1 hingga 3 yang terendah di dalam penawaran harganya. Dimana semakin mahal harga suatu . sampul administrasi dan teknis serta sampul harga tidak diserahkan pada waktu yang bersamaan. dimana nilai tertinggilah yang dinyatakan menang. maka metode evaluasi penawaran juga terdiri atas beberapa jenis.Namun. Mereka banyak yang menuntut.Selanjutnya dilakukan penilaian teknis terhadap spesifikasi barang/jasa yang ditawarkan. Metode evaluasi sistem gugur ini yang paling sering digunakan di dalam pelelangan. Keuntungannya adalah cepat dalam memberikan hasil akhir. 3. Yang membedakan adalah. Pada saat pembukaan penawaran. pada beberapa pemberitaan yang dimuat di media massa. o Metode Evaluasi Sistem Nilai. seluruh perusahaan yang telah lulus administrasi maupun harga. walaupun harganya termurah. Sedangkan untuk membuka sampul harga harus menyelesaikan penilaian administrasi dahulu.Dalam proses lelang. Yang pertama dinilai adalah dokumen administrasi.Kemudian. metode ini dilakukan untuk pekerjaan yang sangat memperhatikan kualitas teknis dibandingkan dengan harga. malah dikalahkan oleh panitia. yaitu: o Metode Evaluasi Sistem Gugur Metode ini melakukan penilaian secara berjenjang. Karena pada beberapa jenis pekerjaan. tidak selamanya harga terendah yang pasti menang. Sedangkan sudah jelasjelas panitia pada berita tersebut melakukan evaluasi sistem nilai. Metode evaluasi ini paling sering disandingkan dengan Metode Pemilihan Pelelangan Umum dan Metode Penyampaian Dokumen Satu Sampul. di dalam pelaksanaan sehari-hari. langsung digugurkan saat itu juga.

Dimana nilai ditetapkan kepada barang dengan melihat umur ekonomisnya. Nah. untuk mencari kualitas barang ataupun pekerjaan.Evaluasi ini biasanya digunakan kepada proses pengadaan yang sangat memperhatikan nilai susut barang. sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan di dalam dokumen pengadaan. masih jarang pengadaan barang/jasa yang menggunakan evaluasi ini.Saat ini.Beberapan perbandingan yang sering digunakan adalah 60:4. Namun. 70:30 dan 80:10. malah pada beberapa lelang menetapkan 90:10 untuk perbandingan nilai teknis dan harga.Sangat besar kemungkinan penawaran dengan harga terendah dikalahkan dengan sistem ini. o Metode Evaluasi Biaya Selama Umur Ekonomis. . maka semakin baik juga kualitasnya. Sistem evaluasi ini mirip dengan evaluasi sistem nilai. metode inilah yang terbaik. demikian penjelasan mengenai Jenis dan Metode yang digunakan pada pengadaan barang/jasa pada institusi pemerintah.barang.

Saya akan mencoba untuk membahas setiap langkah sesuai dengan aturan yang ada dan hal-hal yang harus diperhatikan. Dimana di dalam Keppres telah jelas bahwa pengumuman tersebut harus menjelaskan secara singkat jenis pekerjaan dan perangkat yang akan diadakan.´ Atau ³untuk informasi lebih detail. dipasang pada koran nasional dan propinsi. 1. silakan datang ke kantor«. dalam pelaksanaannya.. utamanya koran nasional. Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Penawaran. banyak diantara pengumuman tersebut hanya mencantumkan nama kegiatan dan sebuah kalimat ³Untuk informasi lebih jelas. Pendaftaran dan pengambilan dilaksanakan 1 (satu) hari setelah pengumuman . Metode Pemilihan Penyedia Barang/jasa secara Lelang Umum. Contoh di bawah ini adalah untuk Pengadaan Barang/Jasa Pemborongan/Jasa lainnya dengan Metode Penilaian Kualifikasi secara Pascakualifikasi. Nah. dibahas mengenai jenis dan metode pengadaan barang/jasa termasuk tata cara evaluasi yang digunakan pada saat pengadaan baran/jasa. maka pengumuman juga harus ditempel pada papan pengumuman institusi dalam jangka waktu 7 hari kerja. Pengumuman. Selain melalui koran.Pengadaan barang dan jasa di Pemerintahan (Bagian III: Prosedur) Pada tulisan di bagian I telah dibahas mengenai pengertian umum pengadaan barang/jasa juga mengenai persyaratan penyedia barang/jasa. baik oleh penyedia barang/jasa maupun oleh panitia. Pada bagian II. maka diumumkan juga di koran nasional). kecuali penyedia barang/jasa untuk pekerjaan tersebut kurang dari 3 perusahaan di propinsi tersebut. banyak yang cukup ³aneh´ dilakukan oleh pengguna barang/jasa di dalam menyampaikan pengumuman di media massa. Pengumuman dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari kerja dimana pada hari pertama pengumuman dilaksanakan melalui media cetak/koran (untuk nilai di atas 1 Milyar. Tulisan kali ini akan membahas mengenai prosedur dan tahapan yang dilaksanakan untuk melaksanakan pengadaan barang/jasa secara umum. Namun. sedangkan dibawah 1 Milyar cukup pada koran propinsi. untuk apa diumumkan di surat kabar ? 2. Pengumuman pelelangan sebenarnya bertujuan untuk memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat tentang rencana pengadaan barang/jasa. Metode Penyampaian Dokumen Penawaran Satu Sampul dan Metode Evaluasi Penawaran Sistem Gugur. waktu pengambilan dokumen serta persyaratan peserta. silakan melihat papan pengumuman yang ditempel pada«´ Kalau seperti ini.

baik yang ikut maupun yang tidak mengikuti dan menjadi salah satu lampiran dari Dokumen Pengadaan. Yang berhak ikut di dalam aanwizjing adalah peserta yang sudah mendaftar untuk mengikuti pelelangan. baik hal-hal yang bersifat administrasi maupun teknis. Pembukaan Dokumen Penawaran Pembukaan dokumen biasanya dilaksanakan pada hari terakhir pemasukan dokumen. yaitu: Dokumen yang dimasukkan harus diyakini sudah dalam kondisi lengkap. Hal ini . Bisa 2 hari (misal untuk ATK) dan bisa juga sampai 30 hari kerja. Pemasukan dokumen penawaran dilaksanakan 1 hari setelah aanwijzing dan batas akhirnya minimal 2 hari setelah penjelasan. baik administrasi maupun teknis. Sebenarnya. Pada kegiatan inilah seluruh peserta dapat menyampaikan pertanyaan dan meminta informasi serta penjelasan seluas-luasnya kepada panitia. Hal lain yang harus diperhatikan sebelum mendaftar adalah persyaratanpersyaratan untuk membawa dan memperlihatkan dokumen-dokumen tertentu untuk dapat mengambil dokumen penawaran tersebut. Dalam pemasukan dokumen penawaran. Aanwijzing dilaksanakan paling cepat 4 (empat) hari kerja sejak tanggal pengumuman. Aanwijzing ini tidak bersifat wajib. 4. dan bahkan bisa berujung pada keributan. beberapa hal yang harus diperhatikan oleh penyedia barang/jasa. dapat menyebabkan penawaran ditolak. karena selisih 1 menit saja dari batas akhir. Pemasukan Penawaran. Untuk penyedia barang/jasa agar memperhatikan baik-baik persyaratan yang tertulis di pengumuman untuk pendaftaran ini. 3. Lama waktu pemasukan disesuaikan dengan kompleksitas pelelangan. Rapat Penjelasan (Aanwijzing). persyaratan ini bertujuan agar pada saat pendaftaran langsung dilaksanakan penandatanganan Pakta Integritas (untuk informasi ini silakan lihat disini pada pertanyaan nomor 51). Diharapkan pertanyaan dapat dituntaskan pada acara ini. Hasil aanwijzing bersifat mengikat kepada seluruh peserta. dapat menggugurkan penawaran itu. Setiap perubahan terhadap dokumen akan dicatat dan dimasukkan ke dalam Berita Acara Aanwijzing. 5. Karena banyak instansi yang mempersyaratkan bahwa yang mendaftar haruslah pemilik perusahaan yang namanya ada di dalam akta pendirian perusahaan atau yang memiliki wewenang untuk bertindak atas nama perusahaan dengan bukti otentik tertentu. dan ketidakikutsertaan dalam acara ini tidak dapat dijadikan alasan untuk menggugurkan peserta. karena setelah aanwijzing tidak diperbolehkan lagi peserta berkomunikasi dengan panitia untuk mempertanyakan aspek-aspek administrasi maupun teknis. Hal ini agar penyedia barang/jasa memiliki cukup waktu untuk mempelajari dokumen dan mempersiapkan hal-hal yang dianggap kurang jelas agar dapat ditanyakan sewaktu rapat penjelasan. Pada saat pembukaan inilah biasanya ketegangan pertama dialami oleh penyedia barang dan jasa. jangan sampai ada tertinggal 1-pun dokumen. Pemasukan dokumen juga harus memperhatikan batas akhir waktu pemasukan. Karena kekurangan 1 dokumen. apalagi yang bersifat vital.sampai dengan satu hari sebelum batas akhir pemasukan dokumen.

dan evaluasi teknis.disebabkan. karena pengguguran peserta baru dilakukan saat evaluasi. Klarifikasi dan Pembuktian Kualifikasi Dalam tahapan pengadaan dengan penilaian Pascakualifikasi. Juga karena kurang tegasnya panitia lelang saat pembukaan dokumen. Evaluasi Dokumen Penawaran Inilah saat ³hidup ± mati´ bagi peserta. evaluasi administrasi. Panitia jugaperlu menghindari penilaian yang sifatnya bias atau tidak substantif. sehingga tidak asal menilai lulus saja. mereka hanya melakukan salin tempel (copy paste) antara spesifikasi yang diminta oleh panitia dengan spesifikasi yang ditawarkan. Pada tahapan ini panitia harus jeli. tahapan ini tidak menggugurkan peserta. Karena pada tahapan inilah penilaian dokumen administrasi. utamanya kebenaran dan keterbaruan (up to date) dari dokumen-dokumen tersebut. mana bisa dinyatakan lulus administrasi Disinilah biasanya penyebab keributan yang terjadi. teknis maupun harga mereka dilakukan. ada 3 evaluasi yang dapat dilakukan pada tahapan ini. pasti sesuai dengan permintaan dan lulus teknis. panitia harus benar-benar melakukan evaluasi sesuai dengan persyaratan yang telah dituliskan di dalam dokumen pengadaan dan tidak boleh menambah atau mengurangi syarat apapun. Misalnya dalam dokumen teknis. Sistem satu sampul juga membuka dokumen harga pada saat pembukaan dokumen. Semua hasil evaluasi harus dimasukkan dalam berita acara evaluasi yang ditandatangani oleh seluruh panitia. panitia harus membandingkan spesifikasi tersebut dengan brosur yang mereka lampirkan. sesama peserta akan saling berusaha menjatuhkan dengan menuntut kekurangan dari dokumen peserta. Penentuan siapa yang memenangkan pelelangan juga akan dilihat pada tahapan ini. penilaian terhadap kualifikasi perusahaan dilakukan setelah evaluasi. 7. kalau pembukaan saja sudah tidak lengkap. Secara umum. Evaluasi administrasi akan mengecek semua dokumen administrasi secara detail. panitia juga dapat mengecek kepada pihak yang mengeluarkan dokumen mengenai kebenaran dokumen yang telah dikeluarkan. sehingga seluruh peserta dapat melihat harga satu sama lain. Namun. Pajak. Hal ini terjadi karena kurang jelasnya hal-hal yang harus dilampirkan dalam dokumen pelelangan yang membuka kesempatan multitafsir. Panitia juga dapat melakukan kunjungan ke perusahaan untuk melihat langsung apakah benar perusahaan tersebut ada atau cuma perusahaan fiktif. Pada tahapan ini. seluruh dokumen yang sudah masuk dicek satu persatu dan diperiksa kelengkapannya. Hasil dari pembukaan dokumen adalah sebuah berita acara yang berisi ³lengkap´ atau ³tidak lengkap´ dari dokumen penawaran. panitia harus mengecek kebenaran dari data kualifikasi yang telah dimasukkan oleh peserta. karena banyak juga akal-akalan peserta pengadaan. Pada tahap ini. walaupun pemeriksaan kelengkapan dilakukan saat pembukaan ini. Namun. Hasilnya. Pada tahapan ini. Seperti kebenaran SIUP. Jangan sampai hanya karena dokumen penawaran dari peserta tidak dijilid spiral atau dijilid buku maka langsung digugurkan dengan alasan administrasi. Juga dapat . yaitu evaluasi / koreksi aritmetika harga (sebenarnya untuk kontrak lumpsum dapat tidak dilaksanakan). Tapi. pada pembukaan dokumen. 6. bahkan domisili perusahaan.

PPK menetapkan berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilaksanakan oleh panitia. Disini juga sering terjadi kesalahan prosedur sanggahan. penetapan dan pengumuman pemenang Patut dicatat bahwa kewenangan penentuan pemenang itu bukan berada pada panitia. Sanggahan banding yang ditembuskan kepada inspektorat atau BPK/BPKP sudah pasti akan ditindaklanjuti. . 9. dan lain-lain. melainkan pada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). semoga bermanfaat. Sanggahan Peserta pengadaan berhak melakukan sanggahan apabila hasil pengadaan dianggap tidak sesuai dengan aturan yang berlaku atau terjadi penyimpangan atau KKN selama proses pengadaan. Setelah ditetapkan oleh PPK. 8. Panitia pengadaan hanya sekedar mengusulkan pemenang. Sanggahan terdiri atas 2 tahap. yaitu sanggahan pertama yang ditujukan kepada PPK dan sanggahan banding yang ditujukan kepada atasan PPK yaitu Pengguna Anggaran (PA)/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan tembusan institusi pengawasan (Inspektorat). Kadang saking tidak sabarnya. Saya pernah melihat sendiri surat sanggahan yang ditujukan ke Presiden Republik Indonesia. Usulan. pemenang diumumkan oleh panitia melalui papan pengumuman institusi. Tulisan berikutnya saya akan membahas khusus mengenai pelaksanaan pengadaan secara elektronik atau e-procurement. Wakil Presiden. Demikian tulisan ketiga dari pengadaan barang dan jasa. Ketua MPR. peserta langsung melakukan sanggahan dengan tembusan kemanamana.dilakukan pemanggilan kepada perusahaan untuk mengklarifikasi dokumendokumen yang telah dimasukkan terhadap dokumen aslinya. dan lain-lain yang memenuhi halaman pertama. Yakinlah bahwa surat tersebut tidak akan diindahkan karena dari segi prosedur saja sudah tidak sesuai. Ketua DPR.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful