P. 1
Pengaturan Konsumsi Dalam Prespektif Hukum Islam (Studi Atas

Pengaturan Konsumsi Dalam Prespektif Hukum Islam (Studi Atas

|Views: 642|Likes:

More info:

Published by: Asrul Hamid Al-Fachrezy Nasution on Jun 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2013

pdf

text

original

ABSTRAK

Sistem ekonomi muncul karena adanya upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sehingga terbentuklah aktifitas-aktifitas ekonomi, diantaranya adalah produksi, distribusi dan konsumsi. Konsumsi merupakan aktifitas yang penting bahkan bisa dikatakan sangat penting dalam peranannya. Segala aktifitas tersebut khususnya perilaku konsumen tidak bisa lepas dari aturan dan tuntutan yang telah ditetapkan dalam ajaran Islam. Dalam Islam perilaku konsumsi tidak dibatasi pada kebutuhan hidupnya dan kesenangan-kesenangan yang menekankan pada aspek materialnya saja, akan tetapi harus ada keseimbangan antara aspek material dan aspek spiritual. Aktifitas konsumsi menurut Y suf al-Qarad w , bahwa norma-norma dasar yang menjadi landasan dalam perilaku konsumsi termasuk menghindari sifat kikir atau bakhil, tidak boleh melakukan kemubaziran dan harus menanamkan sifat kasederhanaan. Yang menjadi masalah disini bagaimana dengan implementasi dari norma-norma yang dikemukakan oleh Y suf al-Qarad w . Di dalam analisis data, digunakan cara berpikir induksi yakni kerangka dari pemikiran Y suf al-Qarad w secara parsial dalam hal perilaku konsumsi sehingga bisa ditarik kesimpulan secara umum dalam pemikirannya tentang perilaku konsumsi tersebut sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini normatif. Dan implementasi dalam pemikirannya yang tidak kikir atau bakhil yaitu memberikan infak baik wajib maupun sunnah, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk keluarganya, untuk masyarakat maupun untuk fi sabilillah (di jalan Allah). Tidak mubazir berarti tidak membelanjakan hartanya untuk sesuatu yang tanpa ada kemaslahatan dan untuk sesuatu yang diharamkan, termasuk dalam membelanjakan hartanya dengan berlebih-lebihan yaitu melebihi batas dalam hal yang halal. Dan yang terakhir adalah kesederhanaan yang harus ditanamkan dalam setiap kehidupan keseharian manusia, yaitu bersikap tengah-tengah antara sikap bakhil, sikap mubazir serta sikap berlebih-lebihan termasuk juga sikap kemewahan. Implementasi inilah yang harus ada pada setiap orang. BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Harta merupakan parameter sumber-sumber alam yang merupakan nikmat Allah, alat-alat perlengkapan dan kesenangan. Harta bukanlah sesuatu yang

xvi

buruk dan bukan juga sesuatu yang menjijikkan, tetapi harta adalah sesuatu yang baik dan juga sebagai alat yang membantu kehidupan manusia. Sebagai makhluk sosial, dalam hidupnya manusia memerlukan adanya manusia-manusia lain yang bersama-sama hidup dalam masyarakat. Dalam hidup bermasyarakat, manusia selalu berhubungan satu sama lain, disadari atau tidak, untuk mencukupkan kebutuhan-kebutuhan hidupnya.1 Sistem ekonomi muncul karena adanya upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pemenuhan hidup yang sangat bervariasi melahirkan berbagai macam sistem kehidupan termasuk sistem ekonomi. Sistem ekonomi diarahkan untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia pada berbagai jenis barang terutama barang kebutuhan pokok. Maka menjadi semakin jelas ruang lingkup dari bidang garapan ekonomi, mengingat segala hal yang terdapat di dalamnya adalah merupakan kajian bagi salah satu sektor perilaku manusia yang berhubungan dengan aspek penting dalam ekonomi yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi, dan serupa dengan apa yang disampaikan oleh seorang ekonomi neo klasik Lord Robin, bahwa ekonomi merupakan kajian tentang perilaku manusia sebagai hubungan antara tujuantujuan dan alat-alat pemuas yang mengandung pilihan di dalam penggunaannya.2

Ahmad Azhar Basyir, Asas-Asas Hukum Muamalat (Hukum Perdata Islam) (Yogyakarta: UII Pres, 2000), hlm. 11. 2 Dawam Raharjo, Islam dan Transformasi Ekonomi, cet. I (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999), hlm. 6.

1

xvii

Maka pengertian yang muncul kemudian adalah kegitan itu tidak hanya selalu mengacu pada aspek material yang kemudian disebut-sebut sebagai obyek kegiatan ekonomi belaka, namun lebih dari itu bahwa pengertian kegitan ekonomi juga mencakup aspek moral, yaitu aspek perilaku manusia yang tidak hanya dibatasi oleh pengertian kekayaan material saja, kendati pada pengertian umum ekonomi itu menyangkut akan barang dan jasa yang bersifat material. Hal ini mengandung isyarat bahwa manusia yang ada pada dasarnya merupakan decision maker dalam banyak hal termasuk setiap perilakunya akan dipengaruhi oleh nilai-nilai dan emosionalnya,3 tarik-menarik antara nilai dan emosional inilah yang mewarnai perilaku manusia dalam mengambil keputusan pada setiap aktifitas hidupnya,4 bagaimana bangsa-bangsa bertindak untuk menjaga perdamaian, bagaimana individu berhubungan dengan individu lain dan bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidupnya, kesemuanya merupakan nilai yang meliputi persoalan moralitas, yaitu persoalan baik dan buruk. Islam mengajarkan umatnya untuk menjalankan syari¶at Islam secara keseluruhan (kaffah). Islam tidak hanya mengatur aspek ibadah mahdah saja yang menyangkut hubungan vertikal antara manusia dan pencipta-Nya, tapi juga

Amitai Etzioni, Dimensi Moral Menuju Ilmu Ekonomi Baru, alih bahasa Tjun Suryaman, cet. I (Bandung: PT Rosda Karya, 1992), hlm. V. Y suf al-Qarad w , Peran Nilai dan Moral Dalam Perekonomian Islam, alih bahasa Didin Hafidudin, dkk., cet. I (Jakarta: Rabbani Pres, 1997), hlm. 15.
4

3

xviii

A Contribution to The Theory of Consumer Behavior in Islamic Society in Islamic Economic (Jedda: King Abdul Aziz University). Konsumsi merupakan salah satu penggunaan dan pemanfaatan sumber daya atau barang-barang yang ada atau anugrah-anugrah yang Allah berikan kepada manusia untuk digunakan. cet. namun dalam kebebasanya itu harus berpijak pada aturan-aturan konsumsi (perilaku-perilaku konsumsi) yang telah diatur dalam ajaran Islam. tanpa sedikitpun melibatkan suansa reliji dan sosial. Monzer Kahf. 195.5 yang aktifitas tersebut disertai berbagi aturan dan tuntutan sebagaimana yang dituangkan dalam Fiqh Muamalat. I (Jakarta: Yayasan Swarna Bhumy.menyangkut semua bentuk aktifitas yang berimplikasi sosial. 6 5 xix . Dalam melakukan konsumsi manusia diberi kebebasan. yang menjadi stimulus dalam hal ini adalah perasaan akan uang. dan yang memaksimalkan adalah manusia ekonomi (homo economicus). 1995). Dalam ekonomi konvensional. dkk. tujuan tunggalnya adalah untuk mendapatkan derajat tertinggi dari perolehan ekonomi.6 Etika filosofi yang tercermin. hlm. agar dalam aktifitas tersebut tidak semata-mata mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dengan mengesampingkan etika dan moral. Muhammad Sebagai Seorang Pedagang.. 21. hlm. alih bahasa Dewi Nurjuliati. berhubungan dengan ³keberhasilan ekonomi´ diartikan secara umum bahwa keberhasilan dalam mendapatkan uang adalah nilai tambah dari kebaikan Afzalurrahman. perilaku ekonomi (konsumsi) diartikan sebagai teori yang mempertimbangkan pemaksimalan daya guna.

Dalam kapasitasnya sebagai ulama tafsir-hadis. adalah Y suf al-Qarad w seorang ulama mujaddid dan mujtahid di penghujung abad ke-20 ini. jadi konsumen tahu kapan ia harus membelanjakan atau memanfaatkan hasil produksi.´µUlumul Qur¶an. Dalam kesempatan ini. Global. Perilaku-perilaku tersebut terikat oleh norma dan Choirudin Fuad Yusuf. Dari asumsi inilah penyusun menganggap bahwa persoalan kritis yang kemudian muncul dalam ekonomi mengenai teori konsumsi. yang dalam teori ini terkait dengan penentuan terhadap nilai tindakan etis yang dilakukan dengan cara mengukur sejauh mana manfaat atau utilitas yang akan diperoleh serta sejauh mana tindakan itu dapat dilakukan. ia juga mengetengahkan pemikirannya tentang ekonomi Islam yang mencakup semua aktifitas ekonomi.´ Vol. ³Etika Bisnis Islam. selalu memberikan sumbangan pemikiran dalam ilmu pengetahuan.ekonomi. misalnya dalam teori utilitarianisme. bahwa seorang konsumen dalam berkonsumsi hendaknya memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan. 21.7 Pendekatan ini memandang bahwa nilai moral tindakan pribadi dapat ditentukan hanya oleh akibat dan konsekuensi dari tindakan tersebut. Ia selalu mencoba ³membumikan´ ajaran Islam dan menggaris bawahi aspek maslahah dalam penentuan hukum Islam. hlm. yaitu suatu tindakan yang dinilai etis jika tindakan tersebut menghasilkan manfaat atau dapat menguntungkan bagi sebagian besar orang. 7 Sebuah Perspektif Lingkungan xx . 3/VII/1997. Adapun pemikirannya dalam bidang konsumsi.

Islam mengajarkan agar para konsumen bersikap sederhana. Pokok Masalah Berdasarkan pada paparan di atas maka dapat ditarik pokok masalah. hlm. 8 xxi . alih bahasa Zaenal Abidin dan Dahlia Husin. 1997). untuk dikaji B. Sebab itulah penyusun memilih Y suf al-Qarad w pemikirannya.8 Mengenai konsumsi. arti apakah yang sebenarnya terkandung dalam setiap konsepnyaa.I. Norma dan Etika Ekonomi Islam. (Jakarta: Gema Insani Press. Y suf al-Qarad w hanya mengemukakan tiga konsep yang dalam setiap konsepnya mengandung arti lebih dari satu. Dalam hal konsumi menurut Y suf al-Qarad w . meskipun Allah telah memberikan kebebasan sehingga konsumen tidak bebas mutlak dalam membelanjakan hartanya. Bagaimanakah konsep pengaturan perilaku konsumsi menurut pemikiran Y suf al-Qarad w ? 2. yaitu: 1. Bagaimana implementasi dari konsep pemikiran Y suf al-Qarad w ? Y suf al-Qarad w .etika. 148. Untuk itu. cet. khususnya dalam perilaku konsumsi. Islam menggariskan bahwa membelanjakan harta tidak boleh melampaui batas yang diperlukan. begitu pula dengan sebaliknya membelanjakan harta yang terlalu hemat bukan karena tidak mampu tapi karena bakhil.

Memberikan penjelasan tentang implementasi dari konsep pemikiran Y suf al-Qarad w . kecenderungan yang lain adalah konsumsi hanya dianggap sebagai sebagian kecil dari dua substansi pemanfaatan kekayaan lainnya yaitu produksi dan distribusi. Penelitian ini akan memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap kajian pemikiran ekonomi Islam. khususnya dalam melihat perkembangan pemikiran intelektual muslim tentang konsumsi. Kajian ini akan bermanfaat bagi siapa saja yang tertarik dengan kajian ekonomi Islam. Menggambarkan pemikiran Y suf al-Qarad w tentang pengaturan perilaku konsumsi. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah: 1. Hal ini disebabklan oleh anggapan bahwa konsep konsumsi hanyalah suatu kegiatan pemanfaatan barang-barang hasil produksi dan kecenderungan hanya sebatas materialistik belaka yaitu sebagai ³pelampiasan´ pemenuhan kebutuhan hidup manusia semata. Sehingga dari xxii . Telaah Pustaka Penelitian mengenai pengaturan konsumsi secara khusus jarang sekali dilakukan. Selain dari pada itu. 2. Sedangkan kegunaan penelitian ini antara lain: 1.C. 2. D.

skala waktu perilaku konsumen. Di dalam konsep harta inilah dipaparkan etika konsumsi dalam Islam. Sunarto11 menekankan bahwa pengaturan konsumsi dan hubungannya dengan produk konsumen melibatkan masalah kepercayaan yang tinggi. alih bahasa Nastangin (Yogyakarta: PT Dana Bhakti Prima Yasa. Demikian juga halnya dengan Abdul Manan. Abdul Mannan. maka sangatlah penting bahwa perilaku tersebut harus dilingkupi dengan etika. 1997). prinsip kemurahan hati. konsumsi dan segala pengaturannya hanyalah dipaparkan dalam bagian dari bab saja. Kemudian ia melanjutkan dengan menggolongkan kebutuhankebutuhan manusia dengan urutan prioritas sesuai dengan tuntutan Islam. prinsip kesederhanaan. I (Yogyakarat: Aditya Media. dan prinsip moralitas. Teori dan Praktek Ekonomi Islam. hlm. 2. di dalam bukunya ³Ekonomi Islam´. alih bahasa Machnun Husein. Dalam pernyataan yang tegas. prinsip kebersihan. 11 10 9 Sunarto. memasukkan pengaturan konsumsi dan etikanya dalam Islam kedalam bab teori konsumsi. Perilaku Konsumen (Yogyakarta: Amus. ia menganalisis bahwasanya perintah Islam mengenai konsumsi dikendalikan oleh lima prinsip dasar yaitu prinsip keadilan. Ekonomi Islam: Telaah Analitik Terhadap Fungsi Sistem Ekonomi Islam.10 di dalam bukunya ³Teori dan Praktek Ekonomi Islam´.beberapa referensi yang membahas tentang sistem ekonomi Islam. dan konsep harta. hlm. 2003). Pembahasannya lebih ditekankan pada penanggulangan isu-isu pokok mengenai teori perilaku konsumen dan konsep-konsep barang-barang konsumen. hlm. 45. 19-40. Pembahasan ini kemudian ia jelaskan secara detail di Monzer Kahf. 2000). Ia menjelaskan bahwa unsur-unsur pokok dari rasionalisme perilaku konsumen meliputi konsep keberhasilan. Monzer Kahf9 misalnya. cet. xxiii .

12 juga empat skripsi yang menelaah dan mengalisis pemikiran Y suf al-Qarad w . karya Rahman Qadir yang menelaah pemikiran Y suf al-Qarad w tentang zakat profesi. 16 15 14 13 12 xxiv . Fakultas Syari¶ah. tahun 200013 penelitian ini menitik beratkan pada etika yang di dalamnya meliputi nilai moral. IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Achmad Subkhan. Fakultas Syari¶ah. Rahmawati. Konsep Pengelolaan Zakat Sebagai Sarana Pemberdayaan Ekonomi Umat (Studi Atas Pemikiran Y suf al-Qarad w dan Relevansinya dalam Konteks ke-Indonesia-an. Pengentasan Kemiskinan Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi atas Pemikiran Y suf al-Qarad w ). Bahri Asnawi. Studi Atas Pemikiran Y suf al-Qarad w Tentang Zakat Madu. 2000. akhlak dan perannya dalam kegiatan ekonomi Islam. Sartono. Fakultas Syari¶ah.15 Skripsi ini mengkaji tentang konsep pengelolaan zakat dan relevansinya dalam konteks ke-Indonesia-an dan skripsi karya Bahri Asnawi yang berjudul Pengentasan Kemiskinan Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Atas pemikiran Y suf al-Qarad w tahun 2003. IAIN Suann Kalijaga Yogyakarta. tesis tidak diterbitkan.dalam disiplin ilmu perilaku konsumen (consumer behavior) baik secara teoritis maupun aplikatif. yaitu karya Rahmawati yang berjudul Studi Atas Pemikiran Y suf al-Qarad w Tentang Ekonomi Islam. Studi Atas Pemikiran Y suf al-Qarad w Tentang Etika Ekonomi Islam.14 Penelitian ini menfokuskan pada metode penggalian dan penetapan hukum zakat madu yang dilakukan oleh Y suf al-Qarad w Skripsi karya Achmad Subhan tahun 2002 yang berjudul Konsep Pengelolaan Zakat Sebagai Sarana Pemberdayaan Ekonomi Umat. Fakultas Syari¶ah. Dalam sebuah tesis. IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Skripsi karya Sartono yang berjudul Studi Atas Pemikiran Y suf al-Qarad w Tentang Zakat Madu. 2003.16 Skripsi ini Rahman Qadir. IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. IAIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. Pemikiran Y suf al-Qarad w Tentang Zakat Profesi. 2000.

1985).membahas tentang kemiskinan dan solusi pengentasan kemiskisan yang dikonsep oleh Y suf al-Qarad w . hlm. Manusia beriman sebagai konsekuensi logisnya adalah manusia yang berdiri paling depan dalam memberikan alternatif moral bagi suatu perubahan.17 Ahmad Syarif Ma¶arif. E. 17 xxv . Al-Qur¶an Realitas Sosial dan Limbo Sejarah (Sebuah Refleksi) (Bandung: Pustaka. persaudaraan dan kedamaian dalam masyarakat. Keberadaan manusia bertauhid ditentukan oleh intensitas amal kebaikannya terhadap umat manusia secara keseluruhan yang terwujud dalam bentuk keadilan. Manusia beriman haruslah memberikan arah moral bagi setiap perubahan sosial. 23. persamaan. Uraian di atas menunjukan bahwa skripsi berjudul ´Pengaturan Konsumsi Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Atas Pemikiran Y suf al-Qarad w ) ini secara khusus belum pernah ada yang membahas dalam suatu karya ilmiah. Kerangka Teoretik Al-Qur¶an pada dasarnya memberikan otonomi yang luas bentuk free will dan free choice kepada manusia untuk menentukan nasib dan corak hari depannya. Setelah ia lebih dahulu memelopori kehidupan bermoral itu. tetapi dengan tekanan yang kuat agar ia mematuhi hukum-hukum moral tentang masalah baik dan buruk demi kelestarian eksistensinya di dunia ini.

Dalam Islam. berbeda dengan agama lain. Islam memberi banyak penekanan pada upaya pengaturan dan penggunaan kekayaan tersebut.Begitu pula dalam hal konsumsi ketika seorang muslim sedang menkonsumsi dan memakan dari sebaik-baiknya rizki. Meskipun Allah telah memberikan kebebasan. Mengenai pentingnya pemanfaatan kekayaan. tidak ada perbedaan antara pengeluaran belanja yang bersifat spiritual maupun duniawi. sementara perbuatan lainnya non religius atau keduniawian. karena sebagaimana dipahami kepatuhan dan ketaatan kepada Allah-lah kaum muslimin menafkahkan harta mereka misalnya: kepada para janda. Islam tidak membuat perbedaan seperti itu antara jenis keperluan yang satu dengan yang lainnya. ada perbuatan-perbutan yang dianggap sebagai perbuatan religius atau spiritual. manusia harus berlaku adil dan seimbang dalam berkonsumsi yang semuanya itu harus di pertanggungjawabkan kepada Allah. ia merasa telah memnuhi perintah Allah dan yakin bahwa semua yang dikonsumsi asalnya dari Allah dan kesudahannya berakhir kepada Allah. dalam hal konsumsi xxvi . anak-anak. orang tua dan kaum kerabat. Pembicaraan mengenai konsumsi adalah penting karena terdapat perbedaan antara ekonomi modern dan ekonomi Islam. anak-anak yatim dan orang-orang miskin sama halnya seperti kerelaan mereka berbelanja untuk menafkahkan dirinya sendiri.

xxvii . Metodologi Research (Yogyakarta: Andi Offset. 3. 9 .18 2. 18 Sutrisno Hadi. Sifat Penelitian Sifat penelitian ini adalah deskriptif-analitik yaitu pemaparan yang diawali dengan menggambarkan konsep yang dikemukakan oleh Y suf alQarad w tentang pengaturan konsumsi yang kemudian memberikan pembahasan dan analisa terhadap pemikirannya. skripsi sebagai karya ilmiah tidak dapat dilepaskan dari metodologi ilmiah. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian pustaka (library research). yaitu penelitian yang menggunakan buku-buku sebagai sumber datanya. 1990). Pengumpulan Data Pengumpulan datanya dengan menelusuri buku-buku dan tulisantulisan dalam bentuk lain yang berkaitan dengan obyek penelitian. Metode yang digunakan adalah: 1.terletak pada cara pendekatannya dalam memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh seseorang. hlm. Metode Penelitian Suatu hal yang sangat penting dalam sebuah penelitian adalah metodologinya. Data yang penyusun gunakan dalam kajian ini terdiri dari sumber primer dan sekunder. F.

yaitu penyusun mangawali dari pemikiran tokoh yang sifatnya khusus (perilaku konsumsi). G. I (Kairo: Maktabah Wahbah. pembahasan. 19 xxviii .Adapun data dari sumber primer tersebut antara lain: Daur al-Qiy m wa alAkhl q f al-Isl m. 5. penyusun menggunakan pokok-pokok pembahasan secara sistematik yang berisi pendahuluan. Pendekatan Masalah Karena mengumpulkan penyusun membahas pemikiran dan tokoh dengan cara dan pemikiran-pemikiran konsep-konsepnya diorientasikan pada nilai-nilai yang ada dalam obyek pembahasan. dan kajian-kajian yang membantu tentang konsumsi. maka penyusun menggunakan pendekatan normatif. Sistematika Pembahasan Dalam penulisan skripsi ini. dan penutup yang terdiri dari sub-sub sebagai perinciannya. 1415 H/1995 M). kemudian dari yang khusus tersebut ditarik kesimpulan secara umum. Analisis Data Data yang terkumpul dianalisis dengan cara berpikir induksi. Fiqh az-Zakat.19 Sedangkan sumber bantuan tambahan (sekunder) adalah al-Fatw Baina al-Indibat wa at-Tasayyub. cet. Y suf al-Qarad w . 4. Daur al-Qiy m wa al-Akhl q f al-Isl m.

Bab ketiga menjelaskan dan memaparkan pemikiran Y suf al-Qarad w yang meliputi: kehidupan dan aktifitas ilmiah Y suf al-Qarad w serta pemikirannya tentang konsumsi. tujuan dan kegunaan penelitian. Bab keempat. Bab ini diuraikan sebagai gambaran mendasar yang menentukan isi penelitian. Pembahasan ini sangat penting karena untuk memberikan gambaran awal mengenai konsep konsumsi. kerangka teoretik yang menjelaskan teori dan dijadikan sebagai landasan pembahasan. metode penelitian yang menerangkan metode-metode yang digunakan. pokok masalah yang menjadi dasar dan dicari jawabannya. Bab kedua membahas secara rinci gambaran umum tentang konsumsi dengan sub-sub: konsumsi dalam perspektif ekonomi konvensional dan perilaku konsumsi dalam Islam dan prioritas dalam konsumsi. telaah pustaka untuk menelaah buku-buku yang berkaitan dengan topik kajian yang telah dilakukan orang lain yang menjadi obyek penelitian. setelah diuraikan pada bab-bab sebelumnya mengenai gambaran pemikiran Y suf al-Qarad w tentang konsumsi yang menjadi obyek xxix . dan sistematika pembahasan yang mengatur urut-urutan pembahasan.Bab pertama merupakan pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah diadakannya penelitian. dan ini berhubungan erat dengan bab-bab sebelumnya serta merupakan jawaban dari pokok masalah yang pertama. Pada bab ini difokuskan pada pemikiran Y suf al-Qarad w sebagai obyek kajian penelitian.

Pengantar Teori Mikroekonomi. Sadono Sukirno. 2000). Bab kelima merupakan penutup yang menjelaskan kesimpulan dari pembahasan dan saran-saran.20 Teori perilaku konsumsi yang digunakan dalam ekonomi modern adalah teori utility. yaitu pendekatan marginal utility dan pendekatan indifference.21 Pada dasarnya ada dua pendekatan yang digunakan untuk menjelaskan perilaku konsumen. Ekonomi Mikro (Yogyakarta: BPFE. cet. 1997). kemudian ditutup dengan daftar pustaka dan lampiran-lampiran penting lainnya. BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG KONSUMSI A. Konsumsi dalam Perspektif Ekonomi Konvensional Penjelasan tentang perilaku konsumsi berkaitan dengan hukum permintaan yang menyebutkan bahwa jika harga suatu barang naik maka cateris paribus jumlah yang diminta konsumen terhadap barang tersebut akan turun. 152. maka pada bab ini dilakukan analisis terhadap konsep pemikiran dan implementasinya sebagai jawaban atas pokok masalah yang kedua.penelitian. xxx . yang membahas tentang kepuasan atau kenikmatan yang diperoleh seseorang dari mengkonsumsikan barang-barang. XII (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 20 21 Boediono. hlm. hlm. demikian juga sebaliknya bila harga tersebut turun maka jumlah yang diminta konsumen tersebut akan naik. 17.

Dengan kata lain konsumen dapat mengkonsumsi apa saja sepanjang anggarannya memadai untuk itu. hlm. Ekonomi. serta konsumen cenderung menghabiskan anggarannya demi mengejar kepuasan tertinggi yang bisa dicapainya demi mengejar kepuasan maksimum.22 Perilaku konsumsi di atas berupaya untuk mencapai kepuasan maksimum yang hanya akan dibatasi oleh jumlah anggaran keuangan yang dimilikinya. Karena barang-barang yang dikonsumsi mempunyai dan menghasilkan tingkat kepuasan yang sama. Dengan adanya teori pendekatan ini konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan total yang maksimum.Pendekatan marginal utility bertitik tolak pada anggapan yang berarti bahwa kepuasan setiap konsumen bisa diukur dengan uang atau dengan satuan lain. Peradaban materialistik dunia barat kelihatanya memperoleh kesenangan khusus dengan membuat bermacam-macam dan banyak kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh manusia. 22 Boediono. Anggapan yang diperlukan dalam pendekatan indifference ini adalah bahwa tingkat kepuasan konsumen bisa dikatakan lebih tinggi atau lebih rendah tanpa menyatakan berapa lebih tinggi atau lebih rendah. Tetapi dalam peradaban modern telah menghancurkan kesederhanaan manis akan kebutuhan-kebutuhan. xxxi . pendekatan yang memerlukan adanya anggapan bahwa kepuasan konsumen bisa diukur. Sedangkan pendekatan indifference ini. Dalam suatu masyarakat primitif. 18. Sehingga kesejahteraan seseorang pun nyaris diukur dengan bermacam-macam sifat kebutuhan. konsumsi sangat sederhana karena kebutuhannya juga sangat sederhana.

Begitu pula dalam masalah konsumsi. sebagaimana ayat yang berbunyi : xxxii . Perilaku Konsumsi dalam Islam Pembicaraan mengenai konsumsi adalah penting dan hanya para ahli ekonomi yang mepertunjukan kemampuannya untuk memahami dan menjelaskan prinsip produksi dan konsumsi. Penggunaan dan pemanfaatan sumber daya dalam Islam diatur supaya digunakan secara baik. dapat dianggap kompeten untuk mengembangkan hukum-hukum. manusia diatur supaya dapat melakukan kegiatan-kegiatan konsumsi yang membawa manusia berguna bagi kemaslahatan hidupnya.B. Para ahli ekonomi. Dalam al-Qur¶an petunjuk mengenai konsumsi dideskripsikan secara jelas mengenai penggunaan barang-barang yang baik dan bermanfaat serta melarang adanya pemborosan dan pengeluaran terhadap hal-hal yang tidak penting. Islam tidak mengakui kegemaran materialistis semata-mata dari pola konsumsi modern. Perbedaan antara ekonomi modern dan ekonomi Islam dalam hal konsumsi adalah terletak pada cara pendekatannya dalam memenuhi kebutuhan seseorang. nilai-nilai dan distribusi atau hampir setiap cabang lain dari subyek tersebut. Islam adalah agama yang dalam ajarannya terdapat aturan-aturan mengenai segenap perilaku manusia. Konsumsi merupakan salah satu penggunaan dan pemanfataan sumber daya atau barang-barang yang ada atau yang telah tersedia di alam dunia ini.

Abdul Manan. alih bahasa Soeryono. prinsip kebersihan. 24 . khususnya makanan sepenuhnya diserahkan kepada kaum muslimin itu sendiri. 1995). 1997). 19. 45. Afzalurrahman. Al-Baqarah (2): 172.27 1.23 . . Doktrin Ekonomi Islam. Nastangin. prinsip kesederhanaan. cet. prinsip kemurahan hati dan prinsip moralitas. (Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf. II (Yogyakarta: PT Dana Bhakti Wakaf. Teori dan Praktek Ekonomi Islam. An-Nahl (16): 114. hlm. al-Qur¶an telah menetapkan ketentuan atau aturan-aturan tegas tentang apakah barang itu sesuai atau dibolehkan bagi mereka. karena keleluasaan untuk menentukan tingkat kesucian atas penggunaan barang-barang. hlm. Prinsip keadilan Firman Allah : 23 24 25 26 Al-Maidah (5): 4. Menurut Mannan bahwa perintah Islam mengenai konsumsi dikendalikan oleh lima prinsip. 25 Dengan kata lain al-Qur¶an menetapkan satu kata terhadap prinsip-prinsip umum yang mengatur penggunaan dalam suatu masyarakat muslim untuk memanfaatkan (konsumsi) kekayaan mereka pada hal-hal yang dianggap baik dan menyenangkan. yaitu: prinsip keadilan. 27 xxxiii . 26 dan sebaliknya.

xxxiv .29 Hal ini diperkuat oleh ayat : 30 . 32 28 29 30 31 Al. manis. 2. Barang-barang yang baik adalah segala sesuatu yang bersifat menyenangkan. 19. harum dan lezat. Prinsip kebersihan Islam mengajarkan barang yang dikonsumsikan harus bersih dan suci. baik mengenai mencari rizki secara halal dan yang dilarang menurut hukum. enak dipandang mata. Hal ini diperkuat oleh ayat : . Al-A¶raf (7): 157. hlm. Afzalurrahman. sesuai dengan firman Allah SWT: 31 . Prinsip ini mengandung arti ganda.Baqarah (2): 168.28 . Doktrin Ekonomi. baik. An-Nahl (16): 114.

Di satu sisi dilarang membelanjakan harta secara berlebih-lebihan semata-mata menuruti hawa nafsu. Al-Maidah (5): 87. Al-A¶raf (7) : 31. 3. xxxv . Jadi semua yang diperbolehkan makan dan minum itu adalah yang bersih dan bermanfaat. di sisi lain juga dilarang berbuat menjauhkan diri dari kesenangan menikmati barang yang baik dan halal di dalam kehidupan. : 33 34 Menurut Muhammad. arti penting dari ayat ini adalah kenyataan bahwa kurang makan dapat mempengaruhi pembangunan jiwa dan tubuh. Prinsip kesederhanaan Islam menetapkan satu jalan tengah antara dua hidup yang ekstrim yaitu antara paham materialisme dan kezuhudan. 32 33 34 Al-An¶am (6): 142.Kebebasan yang diberikan Islam dalam pemanfaatan atau pembelanjaan harta untuk membeli barang-barang yang baik dan yang halal demi kepentingan hidup manusia agar tidak melanggar batas-batas kesucian yang telah ditetapkan. Sebagaimana dalam firman Allah SWT. Dengan demikian tidak semua yang diperkenankan boleh dimakan dan diminum dalam semua keadaan.

35 Muhammad.begitu pula bila perut diisi secara berlebihan tentunya akan berpengaruh pada pencernaan dalam perutnya. Prinsip yang terakhir ini adalah prinsip penting yang menjelaskan 5. konsumsi terhadap makanan bertujuan untuk keuntungan langsung tetapi juga bagaimana tujuan akhirnya. Prinsip moralitas tentang kondisi moralitas bagi seorang konsumen muslim dalam melakukan aktifitas ekonomi. 36 xxxvi . yang telah disediakan Allah karena kemurahan hati-Nya. 166. 2004). Al-Baqarah (2): 173. Terdapat pengecualian terhadap barang yang merusak kesejahteraan diri maupun kesejahteraan masyarakat. hlm. Maka dalam hal ini terdapat peralihan berangsur yang sifatnya elastis dan memperhitungkan barang yang dikonsumsinya.35 4. Ekonomi Mikro Dalam Prespektif Islam. Prinsip kemurahan hati Dalam Islam diperintahkan agar dalam mengkonsumsi suatu barang yang halal. Hal ini penting karena Islam menghendaki perpaduan nilai-nilai hidup material dan spiritual yang bahagia. Sebagaimana firman Allah SWT: 36 . I (Yogyakarta: BPFE. yakni untuk meningkatkan nilai-nilai moral dan spiritual. selama dimaksudkan untuk kelangsungan hidup dan kesehatan yang baik dengan tujuan menunaikan perintah-Nya dengan keimanan yang kuat dalam tuntunannya. cet.

Prioritas dalam Konsumsi Islam mengajarkan bahwa manusia selama hidupnya akan mengalami tahapan-tahapan dalam kehidupan. Kebutuhan-kebutuhan manusia dapat digolongkan pada tiga golongan yaitu keperluan. dengan kata lain pengeluaran tidak seimbang dengan pendapatannya. Meskipun barang-barang yang dikonsumsikan barang yang halal dan bersih. kesenangan sebagai komoditi yang penggunaannya menambah efisiensi pekerja. bahwa seseorang akan merasakan sedikit kenikmatan atau keuntungan yang diperoleh dari minumminuman keras dan makan-makanan yang terlarang lainnya. Oleh karena itu Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu mencapai kebahagiaan di dunia dan di akherat. sehingga menyebabkan pendapatannya habis. Hal ini berarti pada saat seseorang melakukan konsumsi harus memperhatikan ajaran-ajaran Islam yang memiliki nilai dunia dan akherat. yang meliputi semua hal yang diperlukan untuk memenuhi segala kebutuhan yang harus dipenuhi. Dan harus diingat bahwa manusia mempunyai kebutuhan jangka pendek (dunia) dan kebutuhan jangka panjang (akherat) yang sangat penting dan harus dipenuhi. akan tetapi tidak seimbang dengan xxxvii . C. akan tetapi dalam mengkonsumsi tidak boleh melakukan permintaan terhadap semua barang yang ada untuk dikonsumsi. disebabkan hal tersebut dilarang dan karena adanya bahaya yang mungkin timbul lebih besar dari pada kenikmatan atau keuntungan yang mungkin diperolehnya.Prinsip ini didasarkan pada kaidah al-Qur¶an. Secara umum tahapan kehidupan dapat dikelompokkan menjadi dua tahapan yaitu dunia dan akherat.

biaya komoditi tersebut, dan kemewahan yang menunjukan kepada komoditi serta jasa yang penggunaannya tidak menambah efisiensi seseorang bahkan mungkin bisa menguranginya. Dalam ekonomi konvensional, permintaan konsumen cenderung kearah kebutuhan duniawi yang dapat menyebabkan kebutuhan akherat yang lebih kecil dari yang seharusnya dapat dilakukan atau mungkin tidak dapat terpenuhi sama sekali. Seperti penjelasan yang berada pada halaman 17, bahwa konsumen dapat mengkonsumsi apa saja sepanjang anggarannya memadai untuk itu, dan cenderung untuk menghabiskan anggarannya demi mengejar kepuasan

maksimum. Akan tetapi dalam pandangan Islam hal tersebut sangat tidak efisien. Oleh karena itu konsumen harus benar-benar mengetahui akan adanya pilihanpilihan kebutuhan yang harus dipilih, agar kebutuhan-kebutuhan yang lebih penting dapat terpenuhi lebih dahulu. Berkaitan dengan masalah ekonomi pendapat seseorang dialokasikan pada beberapa bentuk pengeluaran yaitu konsumsi, tabungan dan sebagian dari pendapatan tersebut dikurangkan untuk infak dan sadaqah, maka dengan demikian besar pendapatan yang dapat dibelanjakan untuk kebutuhan-kebutuhan hidup manusia harus seimbang.37 Dalam pandangan al-Qur¶an, pembelanjaan atau pengeluaran konsumsi biasanya menggunakan kata dengan istilah ³infak´. Pengeluaran infak diharapkan akan mendatanagkan maslahah bagi diri sendiri maupun bagi orang lain atau masyarakat. Dalam pandangan pemikiran kata infak oleh para ahli tafsir diartikan
Seimbang mengandung arti sama besar tetapi terpenuhi kebutuhan yang sesuai dengan kebutuhan dan atau prioritasnya.
37

xxxviii

secara berbeda antara arti satu dengan arti yang lain. Ada yang mengartikan bahwa infak dalam al-Qur¶an adalah peneluaran yang berupa zakat yang wajib, sadaqah sunnah maupun nafkah atas keluarganya. Dan sebagian yang lain mengartikan bahwa infak adalah mencakup pengeluaran wajib maupun sunnah. Dengan kata lain kata infak mencakup nafkah atau konsumsi untuk diri sendiri dan keluarga, nafkah (zakat atau sadaqah) untuk kemakmuran masyarakat nafkah untuk perjuangan di jalan Allah.38 1. Konsumsi untuk diri sendiri dan keluarga Konsumsi untuk diri sendiri meliputi kebutuhan-kebutuhan pokok yang harus dipenuhi dan kebutuhan fungsional yang terpenuhi setelah memenuhi kebutuhan pokok, fungsional ini tidak bersifat primer, tetapi merupakan kasenanagan dan kelengkapan. Dalam memenuhi kebutuhan pokok para konsumen tidak

diperbolehkan mengkonsumsi semua barang yang ada karena pemenuhan kebutuhan dalam ajaran Islam harus sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan dan seimbang antara pendapatan dengan pengeluaran. Sehingga tidak ada kata berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi barang-barang tersebut. Begitu juga para konsumen tidak dibenarkan untuk melakukan sikap terlalu menghemat baik untuk kepentingan diri maupun keluarga, padahal sebenarnya mampu untuk mengeluarkan nafkah tersebut sehingga kebutuhan pokoknya kurang terpenuhi. Hal ini merupakan sifat kikir atau bakhil yang harus dihindari, sebagaimana sabda Nabi SAW.
38

Muhammad, Ekonomi Mikro Dalam, hlm. 177.

xxxix

39

2. Tabungan Masa depan bagi manusia merupakan sesuatu yang belum tentu, oleh karena itu manusia harus mempersiapkan masa depannya. Dalam hal ini yaitu manusia harus memenuhi kebutuhan jangka pendek (dunia) dan jangka panjang (akherat). Dalam ekonomi, penyiapan untuk masa depan bagi manusia dapat dilakukan dengan melalui tabungan atau menabung. Menabung merupakan aktifitas menyimpan sebagian pendapatan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan penting dan mendadak untuk masa yang akan datang. Dalam hal menabung atau menyimpan harta ada tiga alternatif yang dapat dilakukan, yaitu:40 a. Memegang kekayaanya dalam bentuk uang kas. Pola pertama ini sangat dilarang dalam Islam, karena harta yang dipegangnya akan habis dimakan zakat dan harta tersebut tidak produktif yang mengakibatkan terganggunya siklus ekonomi. b. Memegang tabungan dalam bentuk aset tanpa berproduksi. Pola kedua ini boleh dilakukan, dengan catatan mengikuti caracara yang dianjurkan dan dibolehkan oleh ajaran Islam. Contoh pola ini adalah deposito bank syari¶ah, perhiasan atau dalam bentuk rumah.
Al-Im m Ahmad bin Hanbal, Musnad al-Im m Ahmad bin Hanbal, (ttp.: Dar al-Fikr, t.t.), VI: 346. Hadis ini diriwayatkan dari Asma¶ binti Abu Bakar.
40 39

Muhammad, Ekonomi Mikro Dalam, hlm. 180.

xl

tidak zakat. dan sejenisnya.c. BAB III BIOGRAFI DAN PEMIKIRAN Y SUF AL-QARAD W TENTANG KONSUMSI xli . Dalam pengertian ini zakat dapat diwujudkan dalam bentuk uang atau sebagai modal sehingga arus perekonomian tidak tersumbat. tidak sadaqah. rakus. 3. Zakat merupakan suatu input bagi upaya investasi yang dilakukan oleh umat Islam. Karena hal ini merupakan pelaksanaan dalam menjaga stabilitas dan keseimbangan ekonomi. Oleh karena itu dalam Islam penumpukan terhadap harta atau harta-harta tidak diproduksikan sangat dilarang. dan juga akan mendorong manusia cenderung pada sifat-sifat menyimpang dari ajaran Islam. Pola ketiga ini adalah pola yang sangat dianjurkan karena pola ini akan sangat membantu aliran uang secara baik dan menyebabkan kondisi kesehatan ekonomi. Konsumsi untuk masyarakat (sebagai tanggung jawab sosial) Dalam ajaran Islam konsumsi yang dimaksudkan untuk masyarakat atau sebagai tanggung jawab sosial adalah kewajiban untuk mengeluarkan sadaqah dan atau zakat. sebab dapat menghambat bahkan bisa menutup arus peredaran. Menginvestasikan ke proyek atau usaha yang menguntungkan dan tidak dilarang dalam ajaran Islam. seperti: tamak.

Sehingga Y suf al-Qarad w menganggapnya sebagai orang tuanya sendiri.42 Dalam pendidikan. diedit oleh Abdul Aziz Dahlan. ayahnya meninggal dunia yang kemudian diasuh oleh pamannya yang keluarganya pun taat menjalankan ajaran Islam. selama empat tahun. Y suf al-Qarad w telah lulus dari Ma¶had Tanta. artikel ³al-Qarad w . Karena kemahirannya dalam bidang alQur¶an pada masa remajanya ia terbiasa dipanggil oleh orang-orang dengan sebutan Syekh Qarad w . ketika usianya lima tahun ia dididik menghafalkan alQur¶an secara intensif oleh pamannya dan pada usianya yang kesepuluh sudah hafal al-Qur¶an dengan fasih.I (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve. 1996). Kelahiran dan Pendidikan Y suf al-Qarad w Nama lengkap Y suf al-Qarad w adalah Muhammad Y suf alQarad w . ia lahir pada tanggal 9 September 1926 di sebuah desa kecil di Mesir bernama Shafth Turaab di tengah Delta. Ketika usia dua tahun. Biografi Y suf al-Qarad w 1. xlii . Kemudian di Ma¶had Sanawi yang diselesaikan dalam Ensiklopesdi Hukum Islam. 42 41 Ibid.A. ia selalu ditunjuk untuk menjadi imam pada salat jahriyyah (salat yang mengeraskan bacaannya). maka tidak heran kalau Y suf al-Qarad w menjadi seorang yang kuat beragama. V: 1448. cet. ia diasuh sebagaimana layaknya terhadap anak kandungnya sendiri. Dan dengan kemahirannya serta suaranya yang merdu.41 Kecerdasan Y suf al-Qarad w sudah mulai tampak sejak usianya terhitung sangat belia. Ia berasal dari keluarga yang taat menjalankan ajaran agama Islam. Y suf ´.

jurusan Tafsir Hadis dan lulus pada tahun 1953 dengan predikat terbaik. Pada tahun 1961 beliau menuju Qatar. di sana Y suf al-Qarad w sempat mendirikan fakultas Syari¶ah di Universitas Qatar. yang kemudian disempurnakan menjadi Fiqh Zakat. Setelah itu Y suf al-Qarad w melanjutkan program doktor yang selesai dalam dua tahun. Kemudian lembaga tinggi riset dan penelitian melanjutkan studinya ke Islam dan masalah-masalah perkembangannya. beliau mengambil Fakultas Ushuludin. Sebuah buku yang sangat komprehensif membahas persoalan zakat dengan nuansa modern. Pada tahun 1957 Y suf al-Qarad w masuk ke Ma¶had al-Buhus adDirasat al-Arabiyah al-Aliyah sehingga mendapatkan diploma tinggi di bidang bahasa dan sastra. Dan pada saat yang sama ia mengikuti kuliah pada program pasca sarjana (Dir s t al-' l ) di Universitas yang sama dengan mengambil jurusan Tafsir Hadis. Pada saat yang sama Y suf al-Qarad w mendirikan Pusat Kajian Sejarah dan Sunnah Nabi.waktu lima tahun. selama tiga tahun. Y suf al-Qarad w terlambat dalam meraih gelar doktor dari yang diperkirakan semula karena ia sempat meninggalkan Mesir akibat kejamnya rezim yang berkuasa saat itu. gelar doktornya baru ia peroleh pada tahun 1972 dengan disertasi ³Zakat Dan Dampaknya Dalam Penanggulangan Kemiskinan´. Y suf al-Qarad w kemudian melanjutkan pendidikannya ke Universitas Al-Azhar Cairo. berhasil diselesaikan pada tahun 1960. xliii . Di jurusan ini pun ia lulus dengan peringkat pertama di antara 500 mahasiswa.

44 2.45 Al-Ikhwan al-Muslimun: sebuah gerakan yang didirikan pada bulan Maret 1928 di Kairo. ia ditangkap lagi saat terjadi revolusi Juni di Mesir.43 Setelah keluar dari tahanan. saat umurnya masih 23 tahun. Y suf al-Qarad w ditahan oleh penguasa militer Mesir atas tuduhan mendukung pergerakan Ikhwanul Muslimin. 44 43 Y suf al-Qarad w . Y suf al-Qarad w pernah mengenyam pendidikan penjara sejak dari mudanya. Aktifitas Ilmiah Y suf al-Qarad w Y suf al-Qarad w adalah seorang tokoh umat Islam yang sangat menonjol di zaman ini. Dalam perjalan hidupnya. para Perintis Zaman Baru Islam. beliau hijrah ke Daha. Bulan Oktober Y suf alQarad w kembali mendekam di penjara militer selama dua tahun. Pada April tahun 1956. Selain itu al-Qarad w menjadi pengawas pada Akademi Para Imam. Setelah itu al-Qarad w pindak ke urusan bagian Administrasi Umum untuk Masalah-masalah Budaya Islam di Al-Azhar. akses 9 Juli 2004. xliv . "Tentang Pengarang". 133. Saat Mesir dipegang Raja Faruk. ia pernah berprofesi sebagai penceramah dan pengajar di berbagai masjid. ia masuk bui tahun 1949. Mesir oleh al-Imam al-Hasan al-Banna yang bertujuan untuk mempromosikan Islam sejati dan meluncurkan perjuangan melawan dominasi asing. alih bahasa Ilyas Hasan (Bandung: Mizan. David Commins. lembaga yang berada di bawah Kementerian Wakaf di Mesir. ISNET. Qatar yang kemudian dijadikan sebagai tempat tinggalnya. ³Hasan al-Banna (1906-1949). Di tempat ini beliau bertugas untuk mengawasi hasil cetakan dan seluruh pekerjaan yang menyangkut teknis pada bidang dakwah. karena keterlibatannya dalam pergerakan al-Ikhwan al-Muslimun. 1995). http:// www. hlm.Sebab yang lain yaitu pada tahun 1968-1970.

.Dalam bidang dakwah. 4. dari masjidlah Y suf al-Qarad w menyampaikan khutbah dan pelajaranpelajarannya. 6 Ibid. diantaranya dalam acara Hadyu alIslam yang ditayangkan setiap hari jum¶at di stasiun televisi di Qatar yang 5 Ishom Talimah. di televisi. hlm. xlv . diantaranya radio-radio. Saat itu ia masih berumur enam belas tahun. 10. yakni dari masjid-masjid. ada pula yang berhubungan dengan tanya jawab masalah agama secara umum. Y suf al-Qarad w mulai aktif dakwahnya sejak masa remajanya. 2001). yang dalam penyampaiannya ada yang berhubungan dengan Tafsir al-Qur¶an. ada yang berkenaan dengan keterangan-keterangn tentang Hadis. Memulai dakwahnya dari desanya yang kemudian di lingkungan sekitarnya. ada juga yang berhubungan nasehatnasehat tentang moral.46 Al-Qarad w juga telah menjadikan media sebagai mimbar dakwahnya. Hingga kini Y suf al-Qarad w menjadi khatib tetap di Masjid Umar bin Khathab yang pelaksanaannya langsung di televisi Qatar. Dalam dakwahnya banyak menggunakan sarana yang bervariasi di antaranya adalah dari mimbar sebagai sarana tradisional yang memiliki jejak sejarah panjang. hlm. menyampaikan nasehat dan fatwa-fatwanya. yaitu sejak masih duduk di sekolah menengah pertama di Tanta. antara lain melalui acara mingguan yang diisi dengan tanya jawab tentang keagamaan. Y suf al-Qarad w aktif manyampaikan pesan-pesan keagamaan mulai program khusus di radio dan televisi Qatar. Manhaj Fiqh Y suf al-Qarad w . alih bahasa Samson Rahman (Jakarta: Pustaka Al-Kausar.

berlangsung sampai sekarang. Hingga sebuah surat kabarnya yang terbit di mesir memberikanya gelar sebagai ³ensiklopedi berjalan´. Ibid.47 Selain itu Y suf al-Qarad w juga menyebarkan dakwahnya melalui media cetak. 1449-1450. Bisa dikatakan tidak ada satu stasiun televisi pun yang ada di wilayah Arab yang tidak menyiarkan ceramah-ceramah Y suf alQarad w . Tulisan-tulisan tersebar di berbagai majalah.. ada yang di televisi global yang di dalamnya bercampur antara kebaikan dan kejahatan. hlm. xlvi . Media terakhir yang dijadikan sarana dakwah adalah media internet. ada pula di acara televisi di Dubai yang acara ini berupa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya yang dijawab tanpa persiapan sebelumnya. Dalam kapasitasnya sebagai seorang ulama kontemporer.48 3. ia banyak menulis buku-buku dalam berbagai masalah pengetahuan Islam. program siaran ini bernama asySyar ¶ah wal Hay h (syari¶ah dan kehidupan). Aktif melakukan penelitian tentang Islam di berbagai dunia Islam maupun di luar dunia Islam. hlm. 12. Ensiklopedi Hukum Islam. Karya-karya Y suf al-Qarad w 49 Sebagai seorang ilmuwan dan da¶i. alQarad w dianggap sebagai acara yang paling sukses. Di televisi al-Jazirah. surat kabar. Y suf al-Qarad w juga aktif menulis artikel keagamaan di berbagai media cetak. Ini semua menggambarkan kedalaman ilmu pengetahuanm Y suf al-Qarad w . jelas tidak mengherankan sekiranya mendapatkan predikat seorang mufti Islam dewasa 47 48 49 Ibid.

50 xlvii . yang merujuk kepada figure pelajar. aspek historis yang mengitarinya Dari sini muncul apa yang disebut sejarah pemikiran atau sejarah intelektual. Al-Ijtih d fi asy-Syar ¶ah al-Isl miyyah (ijtihad dalam syari¶at Islam) Fiqh as-Siyam (fikih puasa). Al-Iman wa al-Hayah (mengenai keimanan dan kehidupan) f.Har m fi al-Isl m (tentang masalah yang halal dan haram dalam Islam) b. Al-Ibadah fi al-Isl m (hal ihwal ibadah dalam Islam) d. hlm. Fiqh az-Zak h (berbagai masalah zakat dan hukumnya) c. Di antara karya-karyanya yang paling populer di kalangan perguruan tinggi dan pesantren ialah: a. Al-Hill al-Isl m (kebebasan Islam) h. ia dapat diterapkan kepada seorang philosopher.50 Oleh karena itu. j. elastisitas dan kesesuaian dalam penerapannya pada setiap masa dan tempat) i. Vol. scholar/intelektual. ³Tipologi Dan Wacana Pemikiran Arab Kontemporer´ Paradigma Jurnal Pemikiran Islam. Al-Hal l wa al. Syar ¶ah al-Isl m S lihha li at-Tatb q fi Kulli Zam nin wa Mak nin (mengenai syari¶at islam. 58. Al-Hulul al-Mustauradah (paham hulul [Tuhan mengambil tempat pada diri manusia] yang diimpor dari non Islam) g. untuk membaca pemikirannya. 4. Lihat A. dapat diterapkan kepada siapa saja yang memiliki spesialisasi tertentu.ini. Juli-Desember 1998. thinker. I. Metode Pemikiran Y suf al-Qarad w Y suf al-Qarad w adalah seorang pemikir produk sejarah. istilah pemikiran merupakan sesuatu yang ambisius. An-Nas wa al-Haqq (tentang manusia dan kebenaran) e. Luthfi Assyaukanie.

termasuk dari karangan umat Islam sendiri. Y suf al-Qarad w telah berhasil dengan sangat jenius menangkap ruh dan semangat ajaran kedua sumber hukum Islam tersebut. 51 xlviii . karena hampir dalam semua karya Y suf al-Qarad w selalu mengedepankan prinsip al-Wasatiyah al-Islamiyah (Islam pertengahan).tidak dapat dilepas begitu saja. hlm. kedalaman dan ketajamannya dalam menangkap ajaran Islam sangat membantunya untuk selalu bersikap arif dan bijak. Th. 25. Sikap moderat sering dilekatkan pada pribadi Y suf al-Qarad w . Sabili. Ia juga sangat berhatihati dan sangat selektif terhadap berbagai propoganda pemikiran Barat atau Timur. Corak pemikiran pertama yang bisa ditangkap dengan jelas dari pemahaman Y suf al-Qarad w adalah pemahaman fiqhnya yang mampu menggabungkan antara fiqh dan hadis. ³DR Y suf al-Qarad w : Revolusi Pemikiran Lewat Ikatan Ilmu.51 Sri Vira Chandra. VII (31 Mei 2000). Sikap moderat tersebut tidak dapat diabaikan. namun pada saat yang sama ia pun sangat kuat dalam mempertahankan pendapatpendapatnya yang digalinya dari al-Qur¶an dan as-Sunnah. No. Y suf al-Qarad w tidak pernah terjebak dalam dikotomi Barat dan Timur. Ciri seperti ini merupakan ciri yang tidak pernah lepas dari tulisan-tulisannya secara keseluruhan. 80. Sebagai ulama yang memiliki kepekaan apresiasi tinggi terhadap alQur¶an dan as-Sunah. Fleksibelitasnya. namun jelas pemikiran Y suf al-Qarad w tidak dapat dilepas dari pemikiran Islamnya. Y suf alQarad w dengan gencar mengedepankan Islam yang toleran serta kelebihankelebihannya oleh umat-umat lain diluar agama Islam.

Sekali lagi. Izza.53 Menanggapi adanya golongan yang menolak pembaharuan. sama dengan golongan di atas yang tidak memahami jiwa dan cita-cita Islam yang sebenarnya. xlix . (Solo: Intermedia. alih bahasa Yogi P. 1449. hlm. 2001). Y suf al-Qarad w berkomentar bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak mengerti jiwa dan cita-cita Islam dan tidak memahami parsialitas dalam kerangka global. 327. Y suf al-Qarad w . termasuk pembaharuan hukum Islam. Dan cara menyebarkan opini itu adalah melalui tulisan. Y suf al-Qarad w merupakan seorang ulama kontemporer yang menyuarakan bahwa menjadi seorang ulama mujtahid yang berwawasan luas dan berpikir obyektif. Y suf al-Qarad w berkeyakinan bahwa mengambil jalan pertengahan (sikap moderat) adalah yang terbaik dan yang paling sesuai dengan warisan nilai Islam. Umat Islam Menyongsong Abad 21 (Ummatuna Baina Qarnain).Dalam masalah ijtihad. Menurutnya. Yang diinginkannya adalah pembaharuan yang tetap berada di 52 53 Ensiklopedi Hukum Islam. ulama harus lebih banyak membaca dan menelaah buku-buku agama yang ditulis oleh orang non Islam serta membaca kritik-kritik pihak lawan Islam. hlm. Keresahan menyaksikan tragedi perpecahan umat dan galau akan kebodohan umat terhadap ajaran Islam menjadi titik tolak sikapnya mengembangkan budaya menulis.52 Y suf al-Qarad w adalah salah seorang dari sedikit ulama yang tak jemu mengembalikan identitas umat melalui tulisan-tulisannya. golongan modern ekstrem yang menginginkan bahwa semua yang berbau kuno harus dihapuskan meskipun telah mengakar dengan budaya masyarakat.

menurutnya bukan berarti ijtihad semata. Ini merupakan prinsip pertama. namun cukup bagi seorang ulama yang independen dalam sikap ini beberapa hal berikut: 54 55 Ibid. baik kepada ulama terdahulu maupun ulama setelahnya.bawah naungan Islam. dan mengambil sesuatu dari sumber tempat mereka mengambil. 1996). karena ijtihad lebih ditekankan pada bidang pemikiran dan bersifat ilmiah. l . Pembaharuan hukum Islam. yaitu terlepas dari fanatisme mazhab dan taqlid buta terhadap siapa pun. Sikap ini tidak mutlak dimiliki oleh seorang ulama yang independen dalam pemahaman yang telah mencapai derajat mujtahid seperti imam-imam terdahulu. Tidak fanatik dan tidak taqlid. akan tetapi merupakan penghormatan sepenuhnya kepada para imam dan fuqaha kita. sedangkan pembaharuan harus meliputi bidang pemikiran sikap mental dan sikap bertindak yakni ilmu. iman dan amal.54 Dalam metode ijtihad yang ditempuh oleh Y suf al-Qarad w dalam berfatwa ini ditegaskan atas beberapa prinsip sebagai berikut: 55 a. Fatwa-fatwa Kontemporer (Fatawa Mu¶asirah). melaksanakan pesan mereka agar kita tidak taqlid kepada mereka atau kepada orang lain. Pada hakekatnya tidak fanatik dan tidak taqlid bukanlah menodai mereka. Y suf al-Qarad w . Bahkan mengikuti metode dan cara mereka. Karena telah dikatakan ³tidaklah berbuat taqlid kecuali orang fanatik atau orang tolol´. I: 21. alih bahasa As¶ad Yasin (Jakarta: Gema Insani Press.

A. Ushul Fiqh (Jakarta: Widjaya. Karena itu jika terdapat suatu kejadian yang tidak ada nas hukumnya. yaitu: a) dari segi zahir yang berkehendak adanya suatu hukum. Hanafi. Kemudian karena berpindahnya kepada yang zahir (nyata). yang kemudian dipetik dari padanya).57 atau dengan cara yang lainnya. Maslahah Mursalah menurut bahasa adalah kebaikan yang tersebar. Sedang menurut istilah ahli ushul.1) Tidak mengemukakan pendapat atau keputusan yang tidak ada dalil yang kuat atau dalil yang tidak kontradiktif dan tidak menjadi seperti sebagian orang yang mendukung satu pendapat tertentu karena pendapat tersebut merupakan pendapat mazhabnya yang tanpa melihat dalil atau bukti kebenarannya. pada diri mujtahid telah terdapat dalil yang lebih mendahulukan pandangan khafiy. Istihsan dalam pengertian umum ialah menganggap baik terhadap sesuatu. 1975). Menurut istilah adalah perkara yang perlu dilakukan demi kemaslahatan dan kesejahteraan umat Islam atau untuk menarik manfaat dan menolak kerusakan seperti kesempitan. Ibid. sedangkan tidak terdapat dalil syara' pun yang menunjukkan ada atau tidak adanya hukum tersebut. 2) Mampu melakukan tarjih di antara berbagai pendapat yang berbeda atau berlawanan dengan mempertimbangkan dalil-dalil dan argumentasi masing-masing serta memperhatikan sandaran mereka. Ini disebabkan ada dalil yang menyebabkan mujtahid menyalahkan cara berpikirnya. dan b) dari segi zahir yang berkehendak adanya suatu hukum lain. berarti pindahnya seorang mujtahid dari tuntutan qiyas jaliy (qiyas yang illatnya samar-samar yang ada pada pokok. 3) Mampu berijtihad secara parsial. ada dua cara pembahasan yang berlawanan. Dalam hal ini. 57 56 li . terlebih masalah yang belum diputuskan oleh para ulama terdahulu dan mampu menetapkan hukum dengan cara menggalinya dari nas-nas umum yang sahih atau mengqiyaskannya kepada masalah yang serupa yang ada nas hukumnya atau juga dengan menggunakan kaidah istihsan. yaitu ijtihad untuk menentukan masalah-masalah tertentu. atau dalil kully kepada hukum lakhsis. baik dari dalil naqli maupun aqli. hlm. 142.56 maslahah mursalah. disebut Istihsan. dan mementingkan pemindahannya. maka hal ini menurut syara'.

t.: Dar al-Fikr. tidak mempersulit. Dalam surat al-Baqarah ayat 185 juga dijelaskan mengenai pemberian dispensasi kepada orang sakit serta musafir untuk berbuka.). Al-Im m Ahmad Ibn Hambal. Musnad al-Im m Ahmad bin Hambal. Hal ini dasarkan atas dua alasan. yakni Allah memberikan kemurahan untuk mengawini budak-budak wanita yang beriman bagi orang yang tidak mampu kawin dengan wanita merdeka. Alasan pertama mengenai masalah taharah dan tayamum. An-Nisa¶ (4): 28. 60 Dan di dalam surat al-Hajj ayat 78 juga disebutkan berkaitan dengan hal ini Nabi SAW pun bersabda 61 .b. (ttp. firman Allah: 59 Selain kedua ayat di atas. Al-Baqarah (2): 185. IV: 417. Mempermudah. Hadis dari Abu Burdah dari ayahnya dari kakeknya.t. Alasan yang kedua yaitu karakteristik zaman yang terus tambah. dalam surat al-Maidah Allah berfirman: 58 . lii . disebutkan pula di dalam surat an-Nisa¶ ayat 28 yang membicarakan tentang wanita-wanita yang haram dinikahi. dimana zaman sekarang menggambarkan sikap hidup materialisme yang 58 59 60 61 Al-Maidah (5): 6.

individualisme lebih dominan dari pada kebersamaan (sosialisme). d. Berbicara dengan bahasa aktual. Prinsip keempat yang digunakan adalah tidak menyibukkan dirinya dalam masyarakat kecuali dengan sesuatu yang bermanfaat bagi 62 Ibrahim (14): 4. Yaitu berbicara dengan bahasa yang mudah dimengerti dan mudah dicerna oleh masyarakat penerima fatwa. dengan menjauhi istilah-istilah yang sukar dimengerti atau ungkapan-ungkapan yang aneh. liii . antara lain: 1) Berbicara secara rasional dan tidak berlebihan 2) Tidak menggunakan istilah-istilah yang sulit dimengerti 3) Menyebutkan hukum disertai hikmah dan sebab ketentuan hukumnya (µillat) yang dikaitkan dengan epistimilogi Islam. Maka sudah seharusnya bagi ahli fatwa untuk memberikan kemudahan kepada mereka sesuai dengan kemampuannya. c.lebih dominan dari pada spiritualisme. sebagaimana yang Allah firmankan: 62 Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang mufti dalam penguasaan bahasa. dan banyak memberikan rukhsoh (yang meringankan) dari pada µazimah (yang keras atau berat) agar mereka makin gemar dalam menjalankan agama dan mengokohkan kakinya dijalan yang lurus. pragmatisme lebih dominan dari pada akhlak. Berpaling dari sesuatu yang tidak bermanfaat.

Seorang mufti tidak menginginkan masyarakatnya hendak melepaskan ikatan-ikatan hukum yang telah tetap dengan alasan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang mengabdikan pada modernisasi. e. Sebab hal itu dapat menimbulkan bahaya yang tidak membawa manfaat. Selain itu juga tidak ingin masyarakatnya hendak membakukan dan membekukan fatwa-fatwa. orang yang ragu menjadi mantap. Bersikap moderat: antara memperlonggar dan memperkuat. dengan cara mengesampingkan pertanyaan tersebut dan bahkan tidak menghiraukan sama sekali. Seorang mufti harus pandai mensikapi masalah tersebut. yang terkadang dan bahkan sering terjadi seorang mufti mendapatkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak serius. bahkan cenderung berupa ejekan. dapat meruntuhkan. Memberikan hak fatwa berupa keterangan dan penjelasan. dapat memecah. tidak membangun dan tidak mempersatukan umat. perkataan dan ungkapan-ungkapan terdahulu karena menganggap suci segala sesuatu yang dulu. orang yang pandai liv . Seorang mufti dalam menjawab pertanyaan dituntut untuk memberikan keterangan dan penjelasan. f. orang yang bimbang menjadi yakin. Hal ini harus dipatuhi oleh seorang mufti. orang yang lupa menjadi sadar.mereka. karena dengan begitu orang yang bodoh menjadi mengerti. Prinsip kelima yang digunakan adalah bersikap moderat (pertengahan) antara tafrit (memperingan) dengan ifrat (memperkuat).

Mengkomparasikan sikap dan pandangan Islam dengan sesuatu yang di luar Islam. g.menjadi bertambah ilmunya.64 Y suf al-Qarad w tidak lama menfokuskan terhadap masalah ekonomi Islam baik secara teoritis maupun praktis. 110. Memberikan pengantar atau pendahuluan ketika hendak menjelaskan hukum yang dirasa aneh atau asing. 1996). hlm. cet. dan orang yang beriman semakin bertambah imannya. Dalam bidang ekonomi Islam. Adapun langkah-langkah yang harus ditempuh oleh seorang mufti dalam memberikan keterangan dan penjelasan adalah sebagai berikut:63 a. kebaikan dan keunggulan syari¶at Islam. I (Jakarta: Pustaka al-Kaustar. Menghubungkan sesuatu yang telah ditentukan dengan sesuatu yang lain dalam hukum Islam. 64 63 Ishom Talimah. Manhaj Fiqh. Konsep dan Praktek Fatwa Kontemporer. b. Karena keindahan dan ruh fatwa itu terletak pada dalil itu sendiri. e. Dengan demikian dapat dilihat secara jelas keadilan. Memberikan alternatif lain untuk hukum yang diharamkan. hlm. f. lv . Dari sisi teoritis telah banyak disampaikan ceramah dan pelatihan Y suf al-Qarad w . c. alih bahasa Setiawan Budi Utomo. Menyebutkan hikmah dan sebab hukum. 15. Fatwa tidak ada artinya jika tidak disertai dalil. d. Tidak wajib dijawab atas pertanyaan yang tidak ada urgensinya dan tidak membawa manfaat sama sekali.

(Jakarta: Gema Insani Press. dalam pengambilan hadis yang digunakan oleh Y suf al-Qarad w lebih mengunggulkan hadis yang mengandung ketentuan hukum yang meringankan dari pada hadis yang mengandung ketentuan hukum yang memberatkan. alih bahasa As¶ad Yasin. kepada manusia. Tidak kikir atau bakhil Harta yang ada di dalam semesta ini adalah anugrah yang diberikan Allah SWT.65 B. ia berkata ³sesungguhnya kepedulian saya terhadap ekonomi Islam merupakan gambaran kepedulian saya terhadap salah satu sisi syari¶ah Islam dan usaha-usaha penerapannya di dalam segala lapangan kehidupan serta usaha menjadikannya sebagai pengganti hukum-hukum positif yang ada saat ini. Karena prinsip-prinsip hukum Islam adalah meringankan. Dan setiap manusia mempunyai hak yang disahkan menurut Islam untuk memiliki harta. hlm. Fatwa-fatwa Kontemporer. namun kepemilikan harta itu bukanlah tujuan tetapi sarana untuk menikmati karunia Allah dan wasilah untuk mewujudkan kemaslahatan umum. Y suf al-Qarad w . Dalam kitabnya bai¶ almurabahah. baik sebelum bank itu berdiri maupun setelahnya. 65 lvi . bukan memberatkan. 1996). 235.´ Selain hal di atas. Dari sudut praktis Y suf alQarad w merupakan sosok pendukung utama pendirian bank-bank Islam.tentang ekonomi Islam dan mengarang beberapa buku tentang ekonomi Islam yang banyak tersebar di beberapa negara Islam. Pemikiran Y suf al-Qarad w Tentang Konsumsi 1.

pangan. alih bahasa Didin Hafiduddin. Adapun dalam membelanjakan harta menurut Y suf al-Qarad w ada beberapa sasaran. Sebagaimana firman Allah: 67 Allah melarang makhluknya menjerat leher dengan cara hidup terlalu hemat sebagaimana telah melarang hidup boros dan berfoya-foya. 214. papan dan segala kebutuhan pokok. Kombinasi antara iman dan infak banyak terdapat di dalam ayat al-Qur¶an. dkk. hlm. sebagaiman firman Allah : 66 . Peran Nilai & Moral Dalam Perekonomian Islam. yaitu sebagai berikut:68 a. lvii . Dalam membelanjakan harta. 66 67 68 Al-Baqarah (2): 3 Al-Isra¶ (17): 29.Perintah diwajibkan untuk membelanjakan harta tercantum setelah anjuran beriman kepada Allah dan nabi-Nya.. I (Jakarta: Robbani Press. misalnya dalam menafkahkan hartanya untuk orang banyak dalam jumlah lebih besar dari pada nafkah pribadinya dan sebaliknya dalam membelanjakan harta tidak boleh terlalu menghemat baik untuk kepentingan diri maupun keluarganya. Islam menggariskan bahwa tidak boleh melampaui batas. Dalam hal ini tidak hanya terbatas pada pakaian. 1997). Fi sabilillah. cet. Y suf al-Qarad w . tetapi mencakup juga sandang.

Dalam firman Allah disebutkan: 69 2) Dalam bentuk pengingkaran seperti dalam firman Allah: 70 3) Dalam bentuk anjuran dengan pokok yang baik. Al-Hadid (57): 10. Allah memerintah kita supaya jangan menjatuhkan diri kedalam kebinasaan. lihat juga ayat 245. Al-Baqarah (2): 261. Dalam artian menyibukkan diri dengan kepentingan pribadi dengan mengabaikan problematika umat. lviii . seperti diungkapkan dalam ayat: 71 4) Dalam bentuk ancaman yang keras dengan sanksi Allah dan azab-Nya yang pedih. seperti diungkap dalam ayat yang artinya : .Bentuk membelanjakan harta atau menafkahkan harta fi sabilillah (di jalan Allah) terdapat bermacam-macam bentuk variasi: 1) Dalam bentuk perintah dan peringatan. 69 70 71 Al-Baqarah (2): 195.

´ Hadis ini sahih dan diriwayatkan dari Abu Hurairah. orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.t. seperti dalam firman Allah menjelaskan. Y suf al-Qarad w . Al-Baqarah (2): 219. 75 lix . I (Surabaya: Risalah Gusti. anak-anak yatim.72 Dari ayat-ayat di atas maka pengalokasian nafkah yang wajib dibelanjakan hendaknya diberikan kepada ibu-bapak. 1993). Fatawa Qardawi: Permasalahan. hlm. hadis nomor 1426. Sedangkan menurut empat mazhab..´ ³B b L Sadaqata Ill µan Zahri Ganiyyi. 294. hlm. Mengenai berapa nafkah yang dikeluarkan. cet.. ³Kit b az-Zak h. Pemecahan & Hikmah. Fathul B ri (Bi Syarhi Sah h al-Bukh r ). kaum kerabat. Ahmad bin Ali bin Hajar al-Asqal n . 73 . (ttp. Kata al-µafwu bermakna kelebihan dari kebutuhan 74 Menurut sebagian ulama dalam mengartikan menafkahkan harta di jalan Allah berarti semua amal yang mendekatkan diri kepada Allah secara umum.). bahwa di jalan Allah dibatasi pada masalah-masalah yang dihubungi dengan jihad saja. alih bahasa Abdurahman Ali Bauzir. yaitu perjuangan yang ikut bertempur dimedia perang. t.75 72 73 74 Al-Taubah (9): 34-35.: Salafiyah. 169.

170. dan tidak dipersempit pada masalah-masalah yang ada hubungannya dengan jihad. padahal sudah jelas mampu mendapatkannya. Perintah diwajibkannya manusia untuk menikmati 76 Ibid. jihad tidak hanya dengan pedang atau perlengakapan militer lainnya. b. misalnya untuk militer dan perlengkapannya saja.. dibidang ekonomi. hlm. akan tetapi dengan pena atau lidah sudah termasuk bagian dari jihad. juga termasuk berfoya-foya dan melakukan kemubadziran. Untuk diri dan keluarga. pendidikan atau sosial pun termasuk bagian dari jihad. Seorang muslim tidak diperbolehkan mengharamkan harta halal dan harta yang baik untuk dikonsumsi bagi dan keluarganya. Sudah seharusnya menjadi kewajiban bagi diri manusia yang telah dikaruniai oleh Allah sebagai makhluk yang paling sempurna ciptaan-Nya dibanding makhluk-makhluk yang lain untuk menjaga mempertahankan hidup sebagai rasa syukur. bukan hanya pada diri sendiri tetapi termasuk keluarganya. sehingga akan meliputi segala masalah yang baik.Adapun pendapat Y suf al-Qarad w mengenai arti nafkah ³di jalan Allah´ diperluas. lx .76 Dengan demikian arti jihad dalam ekonomi khususnya konsumsi termasuk berusaha dan mencegah untuk tidak bakhil atau kikir.. Bentuk nafkah yang kedua adalah nafkah untuk diri sendiri dan keluarga yang ditanggungnya. Arti jihad terhadap itu sangat luas. politik.

lxi . Al-Baqarah (2): 236. namun termasuk membangun rumah yang luas dan nyaman. Keindahan dalam rumah bukan berarti mendorong untuk bersikap boros. 77 78 Al-A¶raf (7): 32. dan bukan hanya sekedar nafkah tetapi nafkah yang baik. dalam al-Qur¶an diterangkan secara global 77 Dalam hal ini juga tidak membenarkan kesengsaraan yang disengaja dijalani. Kehidupan istri dan anak-anaknya merupakan bagian dari kehidupan diri sendiri yang sudah sepantasnya untuk diberi nafkah. yaitu sikap tidak boros atau mubazir. Dalam pembangunan rumah ini seseorang harus mempunyai sikap yang sama dalam memberikan dan mengkonsumsi nafkah yang diberikan. dengan alasan untuk beribadah atau untuk menghemat uang karena hal tersebut termasuk sikap yang membinasakan kehidupan manusia. minuman dan perhiasan. seperti makanan. 78 Bukan hanya nafkah baik yang harus diberikan. karena keindahan ini sifatnya relatif yaitu tergantung pada tempat dan waktu.kenikmatan yang halal.

Tapi pendapat yang paling kuat adalah. Dan pola hidup lxii . Pendapat lain bahwa menghambur-hamburkan berkaitan dengan membelanjakan barang haram. Lain halnya jika harta atau uang itu dinafkahkan untuk kebaikan dan untuk memperoleh pahala. bahwa Islam adalah agama yang memerangi kekikiran dan kebakhilan. narkotika. tabzir artinya ³pemborosan dan penghamburan harta´. Dengan kata lain. menghambur-hamburkan uang selalu berkaitan dengan sikap boros dalam membelanjakan barang yang haram. Di dalam kamus. sedang ia hidup dalam kamiskinan. baik untuk kepentingan agama maupun kepentingan dunia. Sikap mubazir akan menghilangkan kemaslahatan harta. Menurut sebagian orang. dan barang memabukkan lainnya. baik kemaslahatan pribadi ataupun kemaslahatan orang lain. Mubazir adalah menghambur-hamburkan uang tanpa ada kemaslahatan atau tanpa mendapatkan pahala. dengan tidak mengabaikan tanggungan yang lebih penting.2. Betapa banyak ditemukan bahwa mannusia membenjakan hartanya untuk membeli minuman keras. Tidak mubazir Islam mewajibkan setiap orang membelanjakan harta miliknya untuk memenuhi kebutuhan diri pribadi dan keluarganya serta menafkahkannya di jalan Allah. menghambur-hamburkan uang itu berkaitan dengan segala jenis pembelanjaan yang tidak diizinkan oleh syari¶at.

Perbuatan ini termasuk kriteria menghambur-hamburkan uang yang dilarang contohnya adalah menelantarkan hewan hingga kelaparan atau sakit. susu atau bagian lainnya bisa dimanfaatkan. dalam firman Allah : 80 79 80 Y suf al-Qarad w . menelantarkan biji-bijian. menelantarkan sumber daya hewani padahal kulit. hlm. Islam adalah agama yang memperhatikan kesehatan badan dengan cara menunjukkan pola hidup sederhana. menelantarkan tanaman hingga rusak. 3. Termasuk menelantarkan tanaman tanah perkebunan tanpa ditanami. meremehkan. makanan atau buah-buahan hingga rusak dimakan bakteri atau serangga dan membiarkan bangunan rusak dimakan usia. 157. dan lain-lain.79 Islam tidak hanya menentang sikap berlebih-lebihan dalam beribadah seperti puasa. membaca al-Qur¶an. bangun malam sehingga menggangu kesehatan badan karena. sholat. Al-Furqan (25): 67 lxiii . atau kurang merawatnya sehingga rusak dan binasa. Norma & Etika.sederhana tidak hanya dituntut dalam kehidupan pribadi akan tetapi pola hidup sederhana juga dituntut dalam kehidupan bernegara. Kesederhanaan Islam mewajibkan setiap orang mambelanjakan harta miliknya untuk memenuhi kebutuhan diri pribadi dan keluarganya serta menafkahkannya di jalan Allah dengan sikap sederhana. Sikap boros termasuk sikap yang merusak harta.

lawan setiap gerakan perbaikan dan kemajuan. Kebebasan yang diberikan Allah bukan berarti dengan semauanya sendiri untuk membelanjakan hartanya tanpa melihat batasan-batasan yang telah disebutkan di depan. Kesederhanaan dalam konsumsi ini berlaku bagi siapa saja dan untuk siapa saja. 81 Ayat di atas menjelaskan bahwa orang-orang yang hidup mewah dalam perspektif al-Qur¶an dianggap sebagai musuh dalam setiap risalah. yang bisa mengakibatkan seseorang berhutang. dengan cara menahan atau mengurangi pengeluarannya. . . serta segala sesuatu yang dapat memenuhi perut dari berbagai jenis 81 Al-Waqi¶ah (56): 42-45. tapi dengan syarat tidak membahayakan diri. Kemewahan di sini yaitu terlampau berlebihan dalam berbagai bentuk kenikmatan dan berbagai sarana hiburan. keluarga atau pun masyarakat. lxiv . Pada prinsipnya setiap individu dalam syari¶at Islam bebas untuk mengkonsumsi rizki yang baik dan yang dihalalkan Allah. Kemewahan merupakan sikap yang dilarang karena menenggelamkan diri dalam kenikmatan dan bermegah-megahan. Menurut Y suf al-Qarad w bukan cuma sikap sederhana yang harus diterapkan tapi termasuk menghindari dari sikap kemewahan.Sikap sederhana semakin ditekankan ketika pemasukan seseorang sangat minim.

di antaranya adalah:82 a. ³Kit b al-Lib s wa az-Z nati. t. Kasur dari bahan kain sutra murni. Diberitahukan kepada Nabi oleh sahabat: 82 83 Y suf al-Qarad w . 83 b. Dalam Islam kemewahan merupakan faktor utama dari kerusakan dan kehancuran bagi diri sendiri dan masyarakat. hlm 153. akan tetapi cawan emas dan perak ini termasuk untuk perhiasan rumah.). namun Islam menetapkan beberapa jenis barang yang tergolong sebagai tanda kemewahan. diriwayatkan dari Ummi Salamah. juga melarang memakai sutra atau duduk di atasnya. Norma & Etika. Muslim. Cawan emas dan perak ini tidak hanya untuk makan dan minum. Walaupun standar kemewahan terkait dengan pendapatan individu. J m ¶ as-Sah h.makanan dan minuman serta apa saja yang memadai rumah dari perabot dan hiasan. Cawan emas dan perak. seni dan patung serta berbagai peralatan dari emas dan perak dan sejenisnya.´ Menurut Turmuzi hadis ini hasan sahih.´ ³B b Tahr m Isti¶m l In ¶ az-zahabi wa al-Fidoh. terutama patung-patung perak dan emas. sementara standar kemewahan antara seorang dengan orang lain sangat berbeda dan tergantung pada pendapatan masing-masing.t. Selain dilarang memakai cawan emas dan perak Nabi SAW. V:135. (Beirut: Dar al-Fikr. lxv .

. Peran Nilai dan Moral dalam Perekonomian Islam. 278. (Beirut: Dar al-Fikr. Y suf al-Qarad w menekankan kesederhanaan dalam hal konsumsi tidak hanya pada seseorang dan keluarganya. VII:45. Perilaku Konsumsi dan Implementasinya Tujuan Islam (maqasid asy-syari¶ah) adalah bukan semata-mata bersifat materi. alih bahasa Didin Hafiduddin. jam tangan dari emas. 1981). I (Jakarta: Robbani Press. 1997). Gelang emas dan pakaian sutra bagi laki-laki. Sahih al-Bukhari.´ ³B b Iftir sy al-Har r. korek api dan emas dan sejenisnya. ³Kit b al-Lib s. Y suf al-Qarad w . hlm. cet. Termasuk pena emas. sebaliknya tujuan itu didasarkan pada konsep-konsepnya sendiri mengenai kesejahteraan (falah) dan kehidupan yang baik (hayat tayyibah) yang memberikan nilai sangat penting bagi persaudaraan dan keadilan sosial-ekonomi Al-Bukhari. namun kesederhanaan dalam pembelanjaan ditekankan pada kepentingan masyarakat atau umum dan dalam pembelanjaan negara.´ Hadis ini diriwayatkan dari Khuzaifah.85 BAB IV ANALISIS PEMIKIRAN Y SUF AL-QARAD W TENTANG KONSUMSI A. dkk.84 c. 85 84 lxvi .

kendati demikian harta juga menjadi ancaman bahaya bagi umat dan generasinya. tetapi juga membentuk ujung tombak maqasid. gaya hidup. 86 lxvii . Prinsip-prinsip ini tidak hanya membentuk pandangan dunia Islam. cet.. yang termasuk maqasid asy-syari¶ah adalah segala sesuatu yang dianggap penting bagi manusia untuk melindungi dan memperkaya keimanan. bertambah pamasukannya dan menaikkan tingkat penghasilan penduduknya. Harta adalah salah satu unsur kekuatan umat dan salah satu pilar kebangkitannya. selera dan prefensi manusia. Dengan harta. Keimanan tersebut didasarkan pada tiga prinsip fundamental.alih bahasa Didin Hafiduddin. yaitu: tauhid (keesaan tuhan). dkk. hlm.dan menuntut suatu kapuasan yang seimbang baik dalam kebutuhan materi maupun rohani. melainkan harta adalah sebuah alat untuk merealisasikan kesejahteraan manusia. Keimanan merupakan urutan pertama dalam syari¶ah karena memberikan cara pandang dunia yang cenderung mempengaruhi kepribadian yaitu perilaku.86 Harta merupakan tujuan syari¶ah yang berada pada urutan terakhir karena harta bukanlah merupakan tujuan itu sendiri. 109. 1997). kehidupan. akal. Peran Nilai Dan Moral Dalam Perekonomian Islam.azali. Bahkan pemilikan harta dan pemanfaatan sumber daya alam punya peran besar dalam mewujudkan kesejahteraan di dalam kehidupan umat. sikap-sikap terhadap manusia. khalifah (perwakilan) dan µadalah (keadilan). Harta tidaklah dapat mewujudkan kesejahteraan kecuali dialokasikan secara efisien dan didistribusikan secara adil. Menurut al. sumber daya dan lingkungannya. umat bisa merealisasikan rencananya. I (Jakarta: Rabbani Press. Y suf al-Qarad w . keturunan dan harta benda.

. yang kemudian pada bab ini penyusun mencoba manganalisis terhadap prinsip-prinsip Y suf al-Qarad w tersebut. 88 Sifat tersebut terlihat pada manusia yang suka mngumpulkan harta. lxviii . Hal itulah yang menjadikan Islam untuk menetapkan aturan-aturan mengenai harta. karena harta adalah milik Allah dan manusia hanya sebagai pemegang amanat untuk memanfaatkan atau membelanjakan harta yang sesuai dengan keperluan yang dibutuhkan atau menurut hukum-hukum yang telah disyari¶atkan Allah.diy t (100): 8. 1. 87 88 Al-Had d (57): 7 Al. Tidak Kikir atau Bakhil Manusia adalah makhluk yang memiliki fitroh mencintai harta benda. Karena penyusun membahas tentang pemikiran tokoh yaitu Y suf alQarad w tentang konsumsi dimana telah dikeluarkan beberapa prinsip yang telah dipaparkan di bab sebelumnya. Konsekuensinya bahwa harta yang telah dipegang atau sudah menjadi miliknya harus diinfakkan atau dinafkahkan..Dalam pemenuhan kebutuhan yang merata akan menjadikan semua generasi mampu memberikan sumbangan yang besar ke arah realisasi dalam mengejar falah dan kehidupan yang baik. Dalam firman Allah: 87 .

Dan masih banyak contoh-contoh yang lainnya. Dan pada umumnya Islam menganggap perilaku yang tidak seharusnya mereka lakukan atau kebakhilan tersebut sebagai suatu kejahatan. Dengan tidak membelanjakan harta yang telah dikaruniakan dan dianugrahkan oleh Allah berarti mereka melakukan tiga kesalahan. Tidak bersyukur kepada Allah. Menurut Y suf al-Qarad w . Kebakhilan bisa jadi tidak memberikan infak untuk kebutuhan yang wajib dipenuhi sebagai kebutuhan pokok seperti pangan. atau dari salah satu dari ketiganya tidak terpenuhi. baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarga. Sedangkan menurut Afzalurrahman. sehingga kebutuhan tersebut kurang walaupun sebenarnya mereka mampu untuk memenuhinya. lxix . Dilihat dari perilaku-perilaku yang seharusnya mereka lakukan adalah perilaku yang diperbolehkan dan dihalalkan.Pendefinisian bakhil pada intinya sama. sandang dan papan. seperti tidak menunaikan zakat. seperti membiarkan tetangganya menangis karena kelaparan. Atau bisa jadi kebutuhan tersebut terpenuhi dengan jumlah yang sangat minim. bakhil adalah tidak memberikan infaq baik wajib maupun sunnah. namun dalam penjelasan tersebut ada yang secara rinci dan ada yang secara global. a. untuk masyarakat maupun fi sabilillah (di jalan Allah). kebakhilan adalah manakala seseorang tidak menafkahkan hartanya untuk dirinya sendiri dan keluarganya sesuai kebutuhan masing-masing dan manakala seseorang tidak menafkahkan hartanya untuk tujuan kebaikan dan kedermawanan. ini yang sifatnya wajib apalagi yang sifatnya sunnah.

b. Dengan menyembunyikan harta mereka berarti mereka telah merendahkan tingkat penggunaan dan dengan demikian turut mengurangi tingkat produksi dan kesempatan kerja dalam masyarakat. Menyembunyikan harta mereka dari masyarakat. sedangkan di dalam al-Qur'an dinyatakan bahwa perbuatan tersebut buruk dan tidak mendatangkan manfaat. karena mereka tidak menggunakan hartanya untuk tujuan yang telah ditetapkan. Orang-orang yang menimbun hartanya berarti berarti mereka termasuk orang yang tidak bersyukur. kerabat dan teman-teman berarti mereka tidak bersyukur kepada Allah. c. lxx . Dengan demikian. berarti mereka memboroskan kekayaan masyarakat umum yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan kekayaan selanjutnya.Dengan tidak membelanjakan harta yang dikaruniakan oleh Allah untuk diri sendiri. Mereka menyangka bahwa tindakan kebakhilan ini baik buat mereka. Dengan tidak memberikan sebagian harta mereka kepada masyarakat berarti mereka telah mencabut hak-hak masyarakat untuk memanfaatkannya. Dalam al-Qur'an manusia diingatkan bahwa penggunaan kekayaan yang sebaik-baiknya adalah kekayaan yang dibelanjakan. bukan kekayaan yang disimpan atau ditimbun. Sehingga timbul penyalahgunaan karunia Allah yang diperuntukkan untuk kemaslahatan umat manusia. Dengan tidak menafkahkan harta mereka sebenarnya mereka telah mengabaikan bahwasanya bagi masyarakat pemanfaatan harta tersebut sangat penting dalam proses produksi.

Tidak Mubazir Mubazir adalah membelanjakan harta di dalam hal yang tanpa ada kemaslahatan dan hal yang diharamkan. Membelanjakan harta untuk hal atau sesuatu yang dilarang oleh agama Sebagai seorang Muslim. Konsep tidak mubazir ini mengandung arti bahwa sesuatu yang dikonsumsi harus bersih dan suci. disamping menyia-nyiakan harta juga dapat menghilangkan kemaslahatan harta bagi diri pribadi maupun bagi masyarakat lain. Mubazir dalam Islam sangatlah dilarang. tidak ada yang bersedekah sehingga orang miskin terlantar dan bertambah.Jika kebakhilan merajalela di masyarakat. kemudian tidak ada yang bersedia menjadi konsumen. maka cepat atau lambat roda perekonomian akan berhenti. sehingga masyarakat melakukan penimbunan harta. yang kemudian mengalami kerugian dan bisa mengakibatkan matinya suatu bangsa. bahwa konsumsi dapat meningkat jika pertumbuhan tenaga kerja meningkat. Menurut Keynes. Menurut Y suf al-Qarad w terdapat tiga hal dalam membelanjakan harta: a. supaya tidak meninggalkan moral. harus berhati-hati dalam segala hal karena dalam setiap perilaku akan menimbulkan dampak. sehingga daya beli masyarakat berkurang. 2. Dan dapat disimpulkan bahwa pengurangan dalam konsumsi atau kebakhilan dapat menyebabkan menurunnya kesempatan kerja. baik positif maupun lxxi . Kebakhilan sangatlah merugikan suatu bangsa. karena Islam selalu menjunjung tinggi nilai-nilai moral. produksi yang selalu berjalan untuk konsumsi akan berhenti dan tidak menghasilkan apa-apa.

termasuk dalam perilaku konsumsi. dan dalam setiap perilaku akan dipertanggungjawabkan.negatif yang akan diterima baik oleh dirinya maupun oleh orang lain. walaupun dalam mengkonsumsi barang tersebut sedikit dan tidak mengakibatkan si peminum atau pemakai mabuk. seperti minuman keras. b. barang tersebut dapat menimbulkan dampak yang baik atau buruk. yang juga harus diperhatikan adalah dari segi kuantitas dari barang tersebut. selama tidak meninggalkan tanggung jawab yang lebih besar c. narkotika. dan sejenisnya. contoh lain adalah judi. yang dalam mengkonsumsinya tidak boleh kurang ataupun lebih dari yang diperlukan. Salah satu contoh membelanjakan harta untuk sesuatu yang dilarang oleh agama adalah membelanjakan hartanya untuk mendapatkan barang yang memabukkan. tidak berlebih-lebihan dan lxxii . namun dalam agama tetap dilarang karena merusak sesuatu yang harus dijaga yaitu merusak tubuh dan akal. Dalam membelanjakan harta yang harus diperhatikan adalah kualitas barangnya. sesuatu yang baik dan halal itulah yang dibolehkan oleh agama. Membelanjakan harta untuk sesuatu yang diperbolehkan oleh agama Dalam hal ini membelanjakan harta untuk memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan dan barang tersebut baik serta halal untuk dikonsumsi. Membelanjakan harta untuk hal yang dimubahkan oleh agama Pembelanjaan harta di sini mempunyai sifat untuk menyenangkan hati yang tidak lepas dari sesuatu yang baik dan halal. Selain dari kualitas barang.

membelanjakan harta sesuai dengan kebiasaannya tidak termasuk dari perbuatan yang boros.juga tidak terlalu berhemat. Menurut Jumhur membelanjakan harta dengan cara kebaiasaannya termasuk dari menunjukkan sikap boros. c. dan sejenisnya. Jika dilihat dari membelanjakan harta dengan kebiasaannya belum tentu seimbang. Islam memerintahkan kaum muslim agar tidak menyerahkan milik mereka pada orang yang tidak bijaksana serta belum dewasa. Dengan kata lain membelanjakan harta yang sesuai dengan pandapatannya. b. Pemborosan menurut Afzalurrahman mengandung tiga arti:89 a. Selain pembelanjaan yang sesuai dengan pendapatan dalam pembelanjaan harta di sini berkaitan dengan kebiasannya. apalagi dalam jumlah yang sangat banyak. Pengeluaran untuk tujuan-tujuan amal saleh tetapi dilakukan semata-mata untuk riya' atau pamer. minuman keras. karena dalam kebiasaan yang dilakukan oleh seseorang dalam membelanjakan harta sangat berbeda-beda. Tetapi menurut pengikut Imam Syafi¶i. Pengeluaran yang berlebih-lebihan untuk barang-barang yang halal. Muhammad Sebagai Seorang Pedagang. lxxiii . baik di dalam maupun di luar batas kemampuan seseorang. 90 89 Afzalurrahman. Untuk mencegah pemborosan harta. Membelanjakan harta untuk hal-hal yang diharamkan. seperti judi. supaya terjadi keseimbangan antara pendapatan dengan pengeluaran.

misalnya dalam standar kehidupan itu sendiri dan standar pendapatan.Ini memberikan indikasi bahwa sesungguhnya seluruh kekayaan dimaksudkan untuk dimanfaatkan dan sama sekali tidak boleh dihamburhamburkan atau di serahkan pada orang-orang yang berakal lemah. Standar kehidupan lebih mengacu pada cita-cita yang tinggi serta prinsip yang mengatur kehidupan seseorang. Sedangkan standar pendapatan mengacu pada jumlah minimum dari kebutuhan dan kesenangan yang dianggap mutlak oleh seseorang. Islam secara fundamental menentang kecenderungan masyarakat yang lebih mementingkan untuk mencapai dan memperbaiki standar pendapatan dengan mengabaikan standar kehidupannya. baik orang yang belum dewasa maupun orang dewasa yang bisa jadi salah dalam memanfaatkan harta tersebut. Padahal standar pendapatan sama 90 An-Nisa' (4): 5. Kesederhanaan Sikap sederhana adalah sikap tengah-tengah antara sikap bakhil dan sikap berlebihan. misalnya membantu dan menolong orang miskin. Dan untuk memperbaiki standar-standar tersebut seseorang mutlak diperlukan usaha-usaha yang simultan. Setiap manusia mempunyai kestandaran dalam kehidupannya. lxxiv . akan tetapi standar pendapatannya rendah. Mungkin seseorang mempunyai standar kehidupan yang tinggi. namun pada zaman ini setiap usaha yang dilakukan seseorang hanya untuk meningkatkan standar pendapatannya tanpa memeperhatikan standar hidupnya. 3.

Islam tidak menuntut orang untuk menolak kesenangan dan segala yang baik dalam hidup ini. Dengan kata lain. Dan dapat dikatakan bahwa perbaikan standar pendapatan bukanlah tujuan satusatunya jalan.pentingnya dengan standar kehidupan. yang nantinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan penting dan mendadak serta dapat digunakan untuk masa yang akan datang atau masa depannya. maka hal tersebut akan menjadikan seseorang bersikap mementingkan diri sendiri. jahat. boleh menikmati standar pandapatan yang segala tinggi sepanjang standar kehidupan masih tetap tinggi. dan sejenisnya. sangat dianjurkan pada mereka untuk ditabung. Standar pendapatan yang meningkat sehingga lebih besar daripada pengeluarannya. Dalam menabung juga seseorang tidak boleh melakukan dengan cara berlebihan. Sebab jika standar pendapatan meningkat dengan tanpa meningkatkan dan memperbaiki standar kehidupan. lxxv . sehingga dapat menyebabkan kurangnya kebutuhan sekarang. dengan demikian kedua standar tersebut harus jalan bersamaan. serta menikmati segala yang baik dalam hidup tanpa bersikap amoral dan curang. 91 Islam hanya memerintahkan untuk bersikap sederhana (tidak berlebihan) di dalam menikmati kesenangan duniawi dan menjauhi sikap kebakhilan dan pemborosan. yang karenanya semua hal lain dalam hidup ini harus dikorbankan. Sikap sederhana 91 Al-Maidah (5): 87.

Keseimbangan antara penghasilan dan pengeluaran ini sangat penting. atau melakukannya untuk tujuan pamer atau untuk membuat orang terkesan. Sepanjang pengeluarannya tidak boros dan tidak pula kikir. Sikap sederhana dalam mengeluarkan harta dapat memperlancar sirkulasi kekayaan sebagai akibat dari penimbunan harta dan dapat memperkuat kekuatan ekonomi. Juga dilarang membelanjakan hartanya jauh di bawah kemampuannya. Pengeluaran yang tidak boleh melebihi pendapatan yang diperolehnya. yang dapat menyeret mereka pada kekikiran. namun termasuk juga dalam menabung. bukan bersikap royal yakni terlalu mengulurkannya. Orang yang mampu atau kaya dapat mempertahankan standar hidupnya secara layak (baik dalam kebutuhan dan kesenangan) meskipun dengan kondisi penghasilan yang kurang. Sementara orang miskin dapat mempertahankan standar hidup yang wajar (terdiri dari kebutuhan-kebutuhan dan sedikit kesenangannya) dengan sedikit kekayaannya. Pengeluaran untuk tiap kebutuhan bagi setiap orang berbeda. berdasarkan tanggung jawab ekonomi masing-masing.bukan hanya ditekankan pada pemenuhan kebutuhan saja. Bahkan dalam sedekahpun harus memberikan yang terbaik. Hal ini berlaku bagi semua orang. Pada hakekatnya ajaran Islam bertujuan menggugah orang agar mengeluarkan harta yang mereka miliki sesuai dengan kemampuan mereka. baik yang mampu maupun miskin untuk mengeluarkan hartanya sesuai dengan kemampuannya. baik untuk keluarganya yang kecil maupun untuk keluarganya yang besar. sebab dapat membawa pada pemborosan. namun menyesuaikan dengan pendapatan yang diterimanya. lxxvi .

Y suf al-Qarad w juga memasukkan konsepnya yaitu kemewahan yang harus dihindari dan dijauhi.93 92 93 Ibnu Maskawih. hlm. Merusak individu karena yang dikejar dari kemegahan hidup di dunia ini tidak lebih daripada kepuasan nafsu birahi dan kepuasan perut. 1985). 304. Menurut Muhammad. hlm. Merusak masyarakat karena golongan minoritas yang hidup mewah menindas hak-hak asasi golongan mayoritas dengan kemewahannya. selain merusak individu. seseorang harus memperhatikan keadaan masyarakat sekelilingnya. 2004).92 Batasan ini mengandung asumsi bahwa setiap individu pada dasarnya berhak mendapatkan kehidupan yang menyenangkan. Tahdzib al-Akhlaq. dalam memenuhi kebutuhan barang mewah. Selain dari pemikiran-pemikiran Y suf al-Qarad w yang telah disebutkan di atas. serta berperilaku mulia. Selain kehidupan mewah yang tidak memberikan manfaat bagi lingkungan sosial (masyarakat) tidak perlu diajarkan. Bila masyarakat sekelilingnya bertaraf hidup rendah. 173. Muhammad. (Beirut: Dar al-Kutub al-Islamiyyah. puas (tidak berlebihan). tenang (dapat mengendalikan hawa nafsu atau keinginan). (Yogyakarta: BPFE. maka penggunaan barang mewah dilarang. lxxvii . antara lain: adanya rasa malu. loyal (tidak kikir). Kemewahan merupakan faktor utama dari kerusakan dan kehancuran. sikap bermegahmegah juga merusak masyarakat. dan bisa melalaikan dari norma dan etika mulia.Maskawih memberikan batasan-batasan sifat sederhana. dermawan. Ekonomi Mikro Dalam Perspektif Islam.

Tidak kikir atau bakhil ini dimaksudkan agar manusia bersikap adil dalam menggunakan hartanya. dalam pemikirannya yang tidak kikir atau bakhil berarti memberikan infak baik wajib maupun sunnah.BAB V PENUTUP A. baik untuk dirinya sendiri maupun untuk keluarganya. Implementasi dari pemikiran Y suf al-Qarad w dalam penyusunan skripsi ini adalah implementasi teoritis. 2. Konsep pengaturan perilaku konsumsi menurut perilaku Y suf al-Qarad w diantaranya adalah tidak bersikap kikir atau bakhil. Tidak mubazir berarti lxxviii . untuk masyarakat maupun untuk fi sabilillah (di jalan Allah). tidak mubazir dan kesederhanaan. Kesimpulan 1.

sangat mudah dipahami dan mudah jika rumusan konsep pemikirannya untuk diamalkan di dalam kehidupan kesehariannya. 2. B. Pembahasan mengenai perilaku konsumsi yang telah dirumuskan oleh Y suf al-Qarad w di dalam skripsi ini sangat simple. Membelanjakn harta untuk kebutuhan dan kesenangan dalam Islam tidak dilarang. sehingga dalam kesehariannya akan selalu bersikap sederhana. sikap mubazir serta sikap berlebih-lebihan termasuk juga sikap kemewahan. termasuk dalam membelanjakan hartanya dengan berlebih-lebihan yaitu melebihi batas dalam hal yang halal. Dan yang terakhir adalah Kesederhanaan yang harus ditanamkan dalam setiap kehidupan keseharian manusia. karenanya penyusun mengharapkan untuk kajian berikutnya dikemudian hari dapat mengambil apa yang dirasa kurang.tidak membelanjakan hartanya untuk sesuatu yang tanpa ada kemaslahatan dan untuk sesuatu yang diharamkan. dan akan sangat berguna untuk dapat memenuhi apa yang penyusun harapkan sebelumnya. yaitu bersikap tengah-tengah antara sikap bakhil. Saran 1. Pembahasan mengenai konsumsi dalam wacana di dalam skripsi ini mungkin jauh dari kesempurnaan untuk disajikan secara utuh dan komprehensif. namun dalam kebutuhan dan kesenangan tersebut harus sesuai dengan kemampuannya dan sesuai dengan yang dibutuhkan. yakni mengkaji lxxix . Penyusun menyadari. tentunya banyak yang tercecer dan tertinggal.

t. Jedda : King Abdul Aziz University. 2000. Jami¶ as-Sahih. Sahih al-Bukhari. Ibn Hanbal. Kelompok Al-Qur¶an Al-Qur¶an al-Karim Departemen Agama. Nastangin. Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal. Beirut: Dar al-Fikr. 2000. Al-Imam Ahmad. Beirut: Dar al-Fikr. Yogyakarata : Aditya Media. Fathul B ri (Bi Syarhi Sah h al-Bukh r ). B. II. cet. Ahmad bin Ali bin Hajar. t. t. Kahf. DAFTAR PUSTAKA A. 1992. 1981. Yogyakarta: PT Dana Bhakti Wakaf. Basyir. C. Muslim. Jakarta: Departemen Agama. 4 Jilid. Ekonomi Islam: Telaah Analitik Terhadap Fungsi Sistem Ekonomi Islam. alih bahasa Soeryono. ttp. I. A Contribution to The Theory of Consumer Behavior in Islamic Society in Islamic Economic. Al-Qur¶an Dan Terjemahnya. Kelompok Hadis Al-Asqal n . 1995. Doktrin Ekonomi Islam. : Salafiyah. --------.t. cet. Yogyakarta: UII Pres. Asas-asas Hukum Muamalat (Hukum Perdata Islam). lxxx . Monzer. Ahmad Azhar. Kelompok Fiqh dan Ushul Fiqh Afzalurrahman. alih bahasa Machnun Husein.: Dar alFikr. t.permasalahan konsumsi dalam wacana ekonomi Islam dalam kajian yang lebih utuh dan komprehensif. Al-Bukhari. 4 Jilid.t. ttp.

Konsep dan Praktek Fatwa Kontemporer. Kairo : Maktabah Wahbah. cet. ----. Muhammad Sebagai Seorang Pedagang. I. Fakultas Syari¶ah. Studi Atas Pemikiran Y suf al-Qarad w Tentang Etika Ekonomi Islam. IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. I.. Abdul. 1995. Daur al-Qiy m wa al-Akhl q f al-Isl m. Jakarta: Gema Insani Press. alih bahasa Nastangin. alih bahasa Zaenal Abidin dan Dahlia Husin. cet.Mannan. dkk. Kelompok Buku-buku Lain Afzalurrahman. I. lxxxi . As¶ad Yasin. ----. ----. alih bahasa Abdurahman Ali Bauzir. cet. alih bahasa Drs. Rahman. Pemecahan & Hikmah. Jakarta: Rabbani Pres. Al-Qarad w .. IAIN Suann Kalijaga Yogyakarta. cet. Yogyakarta: PT Dana Bhakti Prima Yasa. alih bahasa Setiawan Budi Utomo. Tahdzib al-Akhlaq. Manhaj Fiqh Y suf al-Qarad w . Jakarta: Pustaka al-Kautsar. Talimah. Fatwa-fatwa Kontemporer (Fatawa Mu¶asirah). Beirut: Dar al-Kutub al-Islamiyyah. 1997. 1985. tesis tidak diterbitkan. Ishom. D. Norma dan Etika Ekonomi Islam. Fakultas Syari¶ah. Surabaya: Risalah Gusti. ----. Teori dan Praktek Ekonomi Islam. alih bahasa Dewi Nurjuliati. Studi Atas Pemikiran Y suf al-Qarad w Tentang Zakat Madu. 1415 H/1995 M. IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 1996). 2001. Y suf. Qadir. Peran Nilai dan Moral Dalam Perekonomian Islam. Ibnu. dkk. alih bahasa Samson Rahman. cet. 1996. Fatawa al-Qarad w : Permasalahan. Sartono. I. cet. alih bahasa Didin Hafidudin. I. 1993. Pemikiran Y suf al-Qarad w Tentang Zakat Profesi. 1997. 2000. Ekonomi Mikro Dalam Perspektif Islam. Jakarta: Gema Insani Press. Rahmawati.I. Jakarta: Pustaka al-Kausar. 2004. 1997. ----. I. Muhammad. I Yogyakarta: BPFE. Jakarta: Yayasan Swarna Bhumy. cet. Maskawih.

Bandung: PT Rosda Karya. Amitai. JuliDesember 1998. 1985. Etzioni. ³Hasan Al-Banna (1906-1949). Sabili: Meniti Jalan Menuju Mardatillah. 1992. Pengantar Teori Mikroekonomi. A. Perilaku Konsumen. 2001. ISNET. Fakultas Syari¶ah. Konsep Pengelolaan Zakat Sebagai Sarana Pemberdayaan Ekonomi Umat (Studi Atas Pemikiran Y suf al-Qarad w dan Relevansinya dalam Konteks ke-Indonesia-an. 1999. Dimensi Moral Menuju Ilmu Ekonomi Baru. artikel ³al-Qarad w . Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Solo: Intermedia. ³Etika Bisnis Islam. Subkhan. Luthfi. Yogyakarta : Amus. lxxxii . 1990. Sutrisno. Ulumul Qur¶an: Paradigma Jurnal Pemikiran Islam. ³Tipologi Dan Wacana Pemikiran Arab Kontemporer´.Assyaukanie. 1995. Islam dan Transformasi Ekonomi. Bandung: Mizan. 2000. Umat Islam Menyongsong Abad 21 (Ummatuna Baina Qarnain). Raharjo. Al-Qarad w . Sri Vira. Asnawi. Choirudin Fuad. alih bahasa Tjun Suryaman. akses 9 Juli 2004. Izza. IAIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. 1996). XII. cet. Vol. "Tentang Pengarang". V: 1448. Ahmad Syarif. I. Boediono. Dawam. 3/VII/1997. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Y suf. 2003. Chandra. Commins. cet. Fakultas Syari¶ah. Hadi. I.´ µUlumul Qur¶an. Bandung: Pustaka. Vol. Yogyakarta: Andi Offset. Metodologi Research. Sebuah Perspektif Lingkungan Global. diedit oleh Abdul Aziz Dahlan. 2000. http:// www. alih bahasa Ilyas Hasan. Al-Qur¶an Realitas Sosial dan Limbo Sejarah (Sebuah Refleksi).I (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve. David. Sukirno. Sadono. Ekonomi Mikro. cet. Sunarto. Ma¶arif. Y suf ³. cet. Para Perintis Zaman Baru Islam. ----. Yogyakarta: BPFE. alih bahasa Yogi P. Achmad. Ensiklopedi Hukum Islam. Bahri Pengentasan Kemiskinan Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi atas Pemikiran Y suf al-Qarad w ). IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. I. 1997. Yusuf. 2003. ³DR Y suf al-Qarad w : Revolusi Pemikiran Lewat Ikatan Ilmu.

di Universitas Islam Indonesia pada tahun 1999 M.Qarad w Y suf al. Pada umur 10 tahun. kemudian di Ma¶had Sanawi yang diselesaikan dalam waktu lima tahun. beliau mengambil Fakultas Ushuludin. Dan saat ini dia sedang menyelesaikan program doktoral pada bidang yang lxxxiii .Lampiran II BIOGRAFI ULAMA Al-Bukhari Al-Bukhori lahir pada tanggal 13 Syawal 194 H. yang terkenal dengan Sahih al-Bukhori. Dia adalah orang yang pertama menyusun kitab sahih. London. Gelar master diperoleh pada program Magister Studi Islam. Afzalurrahman Afzalurrahman adalah seorang cendikiawan muslim dan ahli ekonomi yang terkemuka di dunia. Abdul Mannan sangat terkenal atas karyanya di bidang Islam dan keuangan secara umum. Y suf al-Qarad w kemudian melanjutkan pendidikannya ke Universitas Al-Azhar Cairo. konsentrasi pada Ilmu Ekonomi Islam. dia sudah mulai menghafal hadis. Muhammad Muhammad lahir di Pati pada tanggal 10 April 1966 M. Nama lengkapnya Abu Abdillah Muhammad bin Isma¶il bin Ibrahim bin al-Mugirah bin Barzibah alBukhori. Saat ini dia menjabat sebagai Deputy Secretary General dari The Muslim School Trust.Qarad w . Muhammad Abdul Mannan Muhammad Abdul Mannan memperoleh master dan doktornya dari universitas Michigan. jurusan Tafsir Hadis dan lulus pada tahun 1953 gelar doktornya baru ia peroleh pada tahun 1972. Pendidikan formalnya dimulai dari masuk Ma¶had Tanta. Amerika Serikat dan memiliki pengalaman bertahun-tahun sebagai pengajar dan peneliti di universitas King Abdul Aziz. Jeddah. Y suf al. selama empat tahun. Kitab tersebut bernama al-Jami¶ as-Sahih. ia lahir pada tanggal 9 September 1926. Gelar kesarjanaannya diperoleh di IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang Universitas Negeri Yogyakarta) pada tahun 1990 M. yang kemudian jejaknya diikuti ulama-ulama lain sesudahnya.

Maka makanlah yang halal lagi baik dan rezki yang telah diberikan Allah kepadamu dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya saja menyembah. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagi kamu 5 6 9 19 19 20 11 20 12 20 13 21 14 22 15 17 22 23 lxxxiv . Katakanlah: ³Dihalalkan bagi kamu yang baik´. makanlah diantara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu. Hai orang-orang yang beriman. janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu dan janganlah kamu melampaui batas. janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu. Yang menyuruh mereka mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban belenggu yang ada pada mereka. Hai orang-orang yang beriman. Lampiran I TERJEMAHAN BAB II FN 4 Hlm 19 Terjemah Mereka menanyakan kepadamu: ³Apakah yang dihalalkan bagi mereka ?´. Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu. Hai sekalian manusia. Makanlah dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu. karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu.masa dengan program magisternya yaitu Ilmu Ekonomi di Universitas Islam Indonesia. Makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat dibumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan.

Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.bangkai. gembirakanlah dan jangan membuat jera. dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang aib. 20 27 Berinfaqlah atau bermurah hatilah atau berdermalah dan janganlah kamu bakhil. supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena kaum itu kamu menjadi tercela dan menyesal. Mudahkanlah dan jangan kalian dipersulit. bagimu dan tidak 19 20 21 22 39 40 40 41 Allah hendak memberikan keinginan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah. BAB III FN 18 Hlm 39 Terjemah Allah tidak hendak menyulitkan kamu. maka tidak ada dosa baginya. darah. tetapi Dia hendak memberikan kamu dan menyempurnakan nimatNya bagimu supaya kamu bersyukur. yang mendirikan salat dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Allah menghendaki kemudahan menghendaki kesukaran bagimu. Tetapi dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas. maka Allah akan bakhil kepadamu dan janganlah kamu perhitungan maka Allah akan perhitungan denganmu. Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah. 6 44 27 45 29 45 lxxxv . dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan. daging babi dan binatang yang ketika (disembelih) disebut (nama) selain Allah. Kami tidak mengutus seorang rasulpun melainkan dengan bahasa kaumnya.

maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta) mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak (pula) kikir adalah (pembelanjaan itu) ditengah-tengah antara yang demikian. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkan pada jalan Allah. orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula) yaitu pemberian menurut yang patut. lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri.30 46 Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian harta bendamu) pada jalan Allah padahal Allahlah yang mempusakai (menguasai) langit dan bumi. Sebaik-baik sadaqah adalah dari harta yang nampak cukup (melebihi kebutuhan) dan nampak pada orang yang memberi bahan makanan pokok. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih pada hari dipanaskan emas dan perak itu kedalam neraka jahannam lalu dibakar dengannya bersama dahi mereka. yang demikian itu merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. Katakanlah ³Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hambaNya dan (siapa pulalah yang mengharamkan) rezki yang baik´. Apa yang mereka nafkahkan. Dan hendaklah kamu berikan suatu mut¶ah (pemberian) kepada mereka. Dalam (siksaan) angin yang sangat panas dan air yang panas yang mendidih dan dalam raungan asap yang hitam tidak 31 46 32 46 33 34 47 47 37 48 38 49 40 51 41 52 lxxxvi . Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. pada tiap-tiap bulir seratus biji. katakanlah: ³Yang lebih dari keperluan´.

Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah.sejuk dan tidak menyenangkan. Hai orang-orang yang beriman. Nabi SAW. 3 4 59 62 6 64 lxxxvii . untuk makan padanya. 43 44 53 53 Orang yang minum dengan bejana perak sesungguhnya menggelegak dalam perutnya api neraka jahannam. Dan sesungguhnya di sangat bakhil karena cintanya kepada harta. melarang kami untuk minum dari bejana emas dan perak. harta (mereka yang ada di dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Dan janganlah kamu serahkan kepada orang yang belum sempurna akalnya. BAB IV FN 2 Hlm 56 Terjemah Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. untuk memakai kain sutera dan pakaian yang terbuat dari campuran sutera serta untuk duduk diatasnya. janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu dan janganlah kamu melampaui batas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->