P. 1
limbah domestik

limbah domestik

|Views: 287|Likes:
Published by sonny_86

More info:

Published by: sonny_86 on Jun 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2014

pdf

text

original

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi X Program Studi MMT-ITS, Surabaya 1 Agustus 2009

STRATEGI PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN SISTEM SANITASI SKALA LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT DI KOTA BATU JAWA TIMUR
Alfi Nurhidayat dan Joni Hermana Program Pasca Sarjana Jurusan Teknik Lingkungan FTSP - ITS Surabaya

ABSTRAK
Masyarakat Kota Batu yang berada di pusat kota terutama di wilayah Kecamatan Batu, menggunakan sistem on-site untuk limbah tinja dengan membangun WC di tiap-tiap rumah sebagai prasarana sanitasi. Akan tetapi prasarana sanitasi yang ada juga masih kurang memenuhi standar. Disisi lain program pembangunan masih kurang memperhatikan sektor pengelolaan air limbah. Hal ini mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengelolaan air limbah domestik dengan sistem sanitasi skala lingkungan berbasis masyarakat di Kota Batu karena masih rendahnya prasarana sanitasi yang belum memenuhi standar. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji aspek teknis, aspek pembiayaan, aspek kelembagaan dan aspek peran serta masyarakat. Hasil dari analisis aspek teknis dihasilkan strategi pengelolaan air limbah domestik dengan membangun prasarana pengelolaan air limbah domestik hingga 225 unit MCK. Perhitungan aspek biaya dengan parameter NPV, IRR dan B/C ratio didapatkan nilai NPV bernilai positif sebesar Rp 2.892.936,-. Nilai IRR sebesar 13,98% dan nilai B/C ratio sebesar 2,25 dapat disimpulkan pengelolaan air limbah domestik dengan sistem sanitasi skala lingkungan berbasis masyarakat di Kota Batu adalah layak dilaksanakan. Berdasarkan analisis SWOT untuk analisis aspek kelembagaan dan analisis aspek peran serta masyarakat dihasilkan suatu konsep strategi peningkatan kapasitas manajemen kelembagaan, pembuatan kebijakan dan prioritas program pembangunan untuk menghasilkan partisipasi dalam pengelolaan prasarana air limbah domestik. Kata kunci : air limbah domestik, sanitasi skala lingkungan, strategi

PENDAHULUAN
Kota Batu merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang sangat potensial terutama untuk pengembangan di sektor pariwisata dan pertanian. Lokasi Kota Batu terletak di sebelah selatan Kota Surabaya dengan jarak sekitar 100 Km yang banyak memiliki potensi sumber daya alam dengan didukung kondisi fisik wilayah yang berada di daerah pegunungan dengan ketinggian 600 – 3.000 m DPL dan suhu udara antara 17oC hingga 25,6oC, luas wilayah 199,087 Km², jumlah penduduk Kota Batu pada tahun 2008 sebesar 187.753 jiwa dan proyeksi 5 (lima) tahun kedepan mencapai jumlah 213.261 jiwa. Pengembangan sektor pariwisata dan pertanian mempunyai prospek yang baik bila dikembangkan dengan cara berkelanjutan dan terpadu serta berwawasan lingkungan. Kebiasaan masyarakat memanfaatkan saluran ataupun sungai sebagai media pembuangan air limbah permukiman, minimnya ketersediaan MCK karena keterbatasan lahan atau ketidaktahuan warga serta penyediaan air bersih yang belum menjangkau semua lapisan masyarakat merupakan permasalahan sanitasi lingkungan yang ada di Kota Batu. Untuk mengatasi hal tersebut sekaligus sebagai tindaklanjut

ISBN : 978-979-99735-8-0

1

data kondisi fisik alam serta data-data mengenai peraturan dan kebijakan daerah Pemerintah Kota Batu. kelembagaan dan peran serta masyarakat. Internal Rate Return dan Benefit/Cost Ratio. Pengumpulan Data Sumber-sumber data yang digunakan dalam studi ini berupa data primer dan data sekunder. dan pendapatan. dinas/ instansi pemerintah yang menangani pengelolaan prasarana lingkungan permukiman (sanitasi lingkungan) di masyarakat. Survai data sekunder ini dilakukan mulai bulan september 2008 hingga selesai.Aspek Kelembagaan Kajian terhadap aspek kelembagaan dilakukan dengan menggunakan SWOT untuk merumuskan suatu konsep strategi melihat potensi kelembagaan yang ada terhadap organisasi.Aspek Peran Serta Masyarakat Menggunakan analisis SWOT untuk merumuskan konsep strategi yang diambil dalam aspek peran serta masyarakat yang lebih ditekankan pada kemampuan masyarakat ISBN : 978-979-99735-8-0 2 . kondisi eksisting.Aspek Finansial Analisis dilakukan berkaitan dengan besarnya biaya yang dibutuhkan untuk investasi..Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi X Program Studi MMT-ITS. b. . . METODOLOGI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan survei pengamatan langsung di lapangan serta melakukan wawancara dan kuesioner terhadap masyarakat Kota Batu untuk memperoleh data baik data primer maupun data sekunder. dll.Desember tahun 2008. Data Primer Data primer diperoleh dari hasil pengamatan di lapangan dengan melakukan observasi/pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan serta wawancara langsung kepada masyarakat dan petugas dari instansi terkait meliputi data responden. Kemudian dilakukan penilaian kelayakan dengan berpedoman pada beberapa kriteria investasi yang tersedia yaitu Net Present Value. sistem sanitasi disuatu lingkungan permukiman di Kota Batu. Pengolahan dan Analisa Data Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi analisis yang ditinjau dari aspek teknis. pembiayaan. a. aspek finansial aspek kelembagaan dan aspek peranserta masyarakat. Dari hasil data yang diperoleh kemudian dilakukan kajian terhadap aspek teknis. Dilakukan di wilayah Kota Batu antara bulan September . Data sekunder meliputi data kependudukan. . Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari hasil survey sekunder baik melalui wawancara maupun mencari data yang berasal dari berbagai sumber atau instansi terkait.Aspek Teknis Tinjauan dari sisi aspek teknis dengan melihat kondisi eksisting prasarana sanitasi di permukiman Kota Batu dan dari data serta kondisi yang ada dilakukan evaluasi dan perbandingan secara deskriptif atau gambaran secara sistematis yang didasarkan kepada kriteria standar pelayanan minimal. kemauan dan kemampuan membiayai. Surabaya 1 Agustus 2009 pencapaian target nasional RPJMN 2010-2014 dan agenda global sanitasi MDGs 2015 maka diperlukan suatu strategi pengelolaan air limbah domestik dengan sistem sanitasi skala lingkungan berbasis masyarakat di Kota Batu Jawa Timur. Norma Standar Pedoman dan Manual (NSPM) dan SNI. operasional dan pemeliharaan (BOP). .

591. Sumber Air Yang Ada.506 m3/hari tersebut.679 m3/tahun Pemilihan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan dalam pemilihan sistem pengolahan air limbah domestik menurut Pedoman Pengelolan Air Limbah perkotaan Departemen Kimpraswil tahun 2003 didasarkan pada faktor-faktor Kepadatan Penduduk.223. diketahui bahwa sesuai dengan hasil analisa limbah tinja (black water) pada tahun 2008 terdapat debit limbah tinja sebanyak 4. hanya sebesar 21% atau sebesar 946.36 m3/hari atau sebesar 8.559. Jumlah debit pada tahun 2013 sebesar 22.56 m3/hari atau sebesar 9. ISBN : 978-979-99735-8-0 3 . Begitu pula dengan perhitungan air bersih yang menjadi air limbah non tinja (grey water) adalah sebesar 80% dari pemakaian air bersih masyarakat Kota Batu.32 m3/hari atau sebesar 9.74 m3/hari tentunya akan masuk kedalam tanah dan mencemari sumber air tanah. Berdasarkan faktor – faktor tersebut kemudian dilakukan pemilihan pemilihan sistem pengolahan air limbah dengan mempertimbangkan kondisi tersebut terhadap kemungkinan penerapan sistem pengolahan terpusat (Off Site System) ataupun sistem pengolahan setempat (On Site System) dengan membandingkan keuntungan dan kerugiannya seperti pada Tabel 1 dan Tabel 2 berikut ini. maka dari jumlah debit lumpur tinja pada tahun 2008 sebanyak 4.340.832 m3/tahun. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Aspek Teknis Debit Air Limbah Domestik Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan. pembiayaan. Kemampuan Membiayai.716 m3/tahun.644. dan pemeliharaan sistem sanitasi skala lingkungan berbasis masyarakat di Kota Batu. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan diketahui bahwa akses pelayanan prasarana dan sarana air limbah domestik di Kota Batu pada tahun 2008 hanya terdapat 21% penggunaan jamban dengan tangki septik individu/bersama yang layak. dan pada tahun 2015 sebesar 26. Artinya bahwa jika akses tersebut dianggap tetap. maka debit air limbah yang dihasilkan pada tahun tersebut adalah sebesar 22. operasional.815. Surabaya 1 Agustus 2009 dalam hal keikutsertaan didalam pembangunan.Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi X Program Studi MMT-ITS.26 m3/hari saja yang dapat tertangani.581 m3/tahun.787. Kedalaman Muka Air Tanah. sedangkan sisanya 79% atau sebesar 3.530.506 m3/hari atau 1.

Menggunakan teknologi tinggi. Pengoperasian dan pemeliharaan oleh masyarakat. Memerlukan biaya yang rendah. Perlu pengelolaan. Tidak dapat dilakukan oleh perseorangan. Manfaat dapat dirasakan secara langsung. Masyarakat dan tiap-tiap keluarga dapat menyediakan sendiri. tingkat kepadatan. dan pemeliharaan yang baik. Operasi dan pemeliharaan sulit dilaksanakan. Manfaat secara penuh diperoleh setelah selesai jangka panjang. ISBN : 978-979-99735-8-0 4 . Kerugian : Memerlukan biaya investasi. misalkan sifat permeabilitas tanah. Pencemaran terhadap air tanah dan badan air dapat dihindari. Fungsi terbatas hanya dari buangan kotoran manusia. Dapat menampung semua Limbah. dan kelembagaan pemerintah daerah serta masyarakat yang masih rendah. dan pemeliharaan yang tinggi. Waktu yang lama dalam perencanaan dan pelaksanaan. Sumber : Hasil Analisis. operasional. pembiayaan. Surabaya 1 Agustus 2009 Tabel 1 Perbandingan Off Site System dan On Site System Menurut Pedoman Pengelolaan Air Limbah Perkotaan Off Site System On Site System Keuntungan : Menggunakan teknologi sederhana. x = Tidak Mendukung. tidak melayani air limbah kamar mandi dan air bekas cucian. Memiliki masa guna lebih lama. 2008 Berdasarkan analisis tersebut di atas. maka dipilih off site system untuk diterapkan di Kota Batu dengan dasar pertimbangan utama adalah situasi dan kondisi yang ada saat ini dimana kemampuan teknologi. Kerugian : Tidak dapat diterapkan pada setiap daerah.Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi X Program Studi MMT-ITS. dan lainlain. Tabel 2 Pemilihan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik di Kota Batu dan Kecamatan Batu Aspek Yang Dipertimbangkan No Sistem Pengolahan Kepadatan Penduduk Sumber Air Permea bilitas Kedalaman MAT x x x x x Kemiringan Tanah Kemampuan Membiayai 1 2 Off Site System On Site System Keterangan : = Mendukung. operasi. Keuntungan : Menyediakan pelayanan yang terbaik. Sesuai untuk daerah dengan kepadatan tinggi.

Tabel 3 Rencana Penyediaan Prasarana Sanitasi Air Limbah Domestik di Kota Batu Tahun 2008.261 223.567 3. 2.2013.673 40.061 469 469 100 588 588 401 Keterangan: TSI TSK = Tangki Septik Individu = Tangki Septik Komunal Sumber: Hasil Analisis.Jamban keluarga + tangki septik komunal + IPLT . 3. tingkat ekonomi yang rendah. bentuk penanganan yang perlu dilakukan adalah perbaikan tangki septik individual.Jamban keluarga + cubluk. communal system (sistem bersama) dan semi communal system (gabungan on site dan off site system).289 35. Semi communal system (Sistem semi komunal) : . antara lain : private system (sistem individual).Jamban keluarga + tangki septik individual + IPLT. .567 1. jumlah penduduk dan keadaan sosial ekonomi. Private system (sistem individual) : .Jamban keluarga + tangki septik individu. dan pembangunan MCK umum + tangki septik komunal. Sistem komunal dan semi komunal dapat diterapkan bagi masyarakat yang tidak memiliki jamban pribadi.652 44. sebagai berikut : 1.598 212. Pemilihan sistem individual.463 37. direkomendasikan untuk diterapkan sistem komunal berupa MCK + tangki septik komunal.Jamban keluarga + tangki septik + Small Bore Sewer (SBS).Jamban komunal + tangki septik komunal + IPLT. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas.519 42. komunal maupun semi komunal ditentukan berdasarkan kondisi wilayah setempat. MCK + TSK (Unit) 70 70 85 Pemb.2015 Jumlah Penduduk Tahun (Jiwa) (KK) (Jiwa) (KK) (Jiwa) (Unit) Keb.836 5. Penanganan Target Penanganan Rehab TSI (Unit) Rencana Penanganan Pemb. . pembangunan jamban individu + tangki septik komunal.836 17. 2008 Bentuk penanganan yang dilakukan seperti pada tabel di atas didasarkan atas pertimbangan sebagai berikut : ISBN : 978-979-99735-8-0 5 . kerapatan hunian. . Dalam kaitan dengan penyediaan sarana sanitasi tersebut.753 213. daerah kumuh. Communal system (sistem komunal) : . pembangunan tangki septik individual.Jamban komunal + tangki septik komunal.365 202.550 42.307 3.692 178.Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi X Program Studi MMT-ITS. TSI (Unit) 2008 2013 2015 187. daerah padat penduduk.457 17. Surabaya 1 Agustus 2009 Pemilihan Teknologi Pengolahan Air Limbah Domestik Ada 3 (tiga) alternatif teknologi off site system.

3. Dengan evaluasi faktor eksternal dan internal dengan menggunakan pembobotan pada faktor-faktor yang teridentifikasi. = Rp.000. Berdasarkan perhitungan kelayakan investasi pada pengelolaan air limbah domestik dengan parameter NPV. Surabaya 1 Agustus 2009 Perbaikan tangki septik individual bagi yang rumah tangga yang sudah memiliki tangki septik namun kondisinya tidak layak secara teknis.000.(enam belas miliard delapan ratus sembilan puluh satu juta delapan ratus tujuh puluh lima ribu rupiah).pertahun .-.-. didapatkan konsep strategis peningkatan kapasitas manajemen kelembagaan.(tiga miliard empat ratus dua juta rupiah).750. Analisis Kelembagaan Pengelolaan air limbah domestik di Kota Batu sepenuhnya tanggung jawab Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kota Batu. Total pendapatan dari retribusi tersebut adalah sebagai berikut : R = 225 unit x Rp. 3. 11. Dengan demikian pendapatan dari retribusi MCK Umum pada tahun 2015 adalah sebesar Rp.x 12 bulan.Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi X Program Studi MMT-ITS.750.000. peluang dan ancaman yang mempengaruhi. dan nilai B/C ratio sebesar 2. dari parameter-parameter tersebut dapat dikatakan pengelolaan air limbah domestik dengan sistem sanitasi skala lingkungan berbasis masyarakat di Kota Batu layak untuk dilaksanakan. Pendapatan retribusi untuk 1 (satu) unit MCK Umum adalah sebesar Rp. c. IRR dan B/C ratio didapatkan nilai NPV bernilai positif pada tingkat suku bunga 14% sebesar Rp 2. 75. Pembangunan IPAL komunal sebagai pengolahan lanjutan dari tangki septik komunal.075.. 75. Berdasarkan visi. Pembangunan tangki septik individual bagi setiap pembangunan rumah baru..masih dengan subsidi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.260. 1. Nilai IRR sebesar 13. Pembangunan MCK umum + tangki septik komunal bagi keluarga yang belum memiliki jamban dan secara ekonomi tidak mampu..750.000.000.260. a.000. 1. Selama periode perencanaan akan dibangun 225 unit MCK Umum sehingga membutuhkan biaya investasi sebesar : Rp. Potensi Pendapatan Pendapatan dari pemberlakuan tarif retribusi yang nantinya akan diterima selama periode perencanaan adalah sebagai berikut : Retribusi MCK Umum..000..892.875. sehingga biaya yang dibutuhkan adalah sebesar : Rp.936.000./bulan.98% lebih besar dari tingkat suku bunga awal (12%). Analisis Pembiayaan Biaya Investasi Kebutuhan biaya untuk kegiatan penyediaan fasilitas pengolahan air limbah domestik adalah sebagai berikut : Kegiatan pembangunan 1 (satu) unit MCK Umum membutuhkan biaya sebesar Rp.000.000. 2. kelemahan.. dapat diidentifikasi potensi dan kendala kemudian dikaji adanya kekuatan.x 225 unit = Rp. b. Biaya Operasional Biaya operasional dan pemeliharaan (O&P) yang dibutuhkan untuk memelihara fasilitas tersebut adalah sebesar Rp.(dua miliard enam ratus empat puluh tiga juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).075. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT..25 lebih besar dari 1.643. 11. misi dan tupoksi DKLH Kota Batu. 16.402.x 225 unit = Rp.402.000. membuat kebijakan dan prioritas program pembangunan yang lebih terarah yang di jabarkan dalam: ISBN : 978-979-99735-8-0 6 .000.891.

Meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar lembaga. dari parameter-parameter tersebut dapat dindikasikankan bahwa pengelolaan air limbah domestik dengan sistem sanitasi skala lingkungan berbasis masyarakat di Kota Batu layak untuk dilaksanakan. Pembentukan panitia pembangunan.716 m3/tahun. Tahapan-tahapannya adalah sebegai berikut : Tahap awal pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana sanitasi berbasis masyarakat. Tahap pembangunan dilaksanakan secara berdampingan dengan pihak donor baik dari lembaga pemerintah maupun swasta bahkan dari masyarakat itu sendiri. pendekatan langsung ke masyarakat lain. Berdasarkan analisa pembiayaan didapatkan nilai NPV bernilai positif masih dengan subsidi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : Dengan debit air limbah yang dihasilkan sampai tahun 2015 sebesar 4. Analisis Peran Serta Masyarakat Dalam penyelenggaraan pengelolaan air limbah berbasis masyarakat. seperti dalam rapat RT/RW. Surabaya 1 Agustus 2009 Mendorong pembentukan dan penguatan institusi pengelola air limbah domestik. berdasarkan perhitungan kebutuhan sarana pengelolaan air limbah domestik didapatkan strategi pengelolaan air limbah domestik dengan sistem sanitasi skala lingkungan berbasis masyarakat dengan memenuhi kebutuhan prasarana pengelolaan air limbah domestik sebesar 225 unit MCK + TSK Komunal selain itu perlu pula dilakukan rehabilitasi terhadap tangki septik individual dari rumah tangga yang memiliki tangki septik tapi kondisinya tidak layak. dilakukan melalui beberapa tahap pertemuan rembug warga. Ormas. Meningkatkan kemampuan manajemen kelembagaan/ organisasi. dll). Dalam pelaksanaannya. inisiatif awal yang ada dimasyarakat diawali oleh adanya keinginan dan kebutuhan individu untuk hidup di lingkungan yang bersih dan sehat. Nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga awal. untuk menentukan Perumusan kebutuhan. Membuat prioritas program yang dituangkan kedalam kebijakan daerah. Program pelaksanaan pembangunan dan pengembangan.644. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Dan diimplementasikan dalam suatu keinginan kelompok dengan menciptakan visi dan misi yang sama. Perumusan program. majelis taklim.506 m3/hari atau 1. Tahap pengembangan dengan melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan yang dikelola dalam struktur organisasi RT/RW. Mendorong peningkatan kemauan politik (political will) para pemangku kepentingan untuk memberikan prioritas yang lebih tinggi terhadap pengelolaan air limbah domestik. inisiatif awal bisa berasal dari pemerintah. lembaga swasta (yayasan. dll. dan nilai B/C ratio lebih besar dari 1. LSM. serta masyarakat (individu. Rencana pelibatan stakeholder terkait. dll).Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi X Program Studi MMT-ITS. ISBN : 978-979-99735-8-0 7 . Tahap sosialisasi program ini disampaikan dalam forum-forum warga masyarakat. Perumusan sumber dana. Dalam tahap pembangunan terdiri dari beberapa kegiatan : Mobilisasi sumber daya yang ada baik dana atau sumber daya manusia.

Rangkuti. R. Direktorat Tata Perkotaan Dan Tata Perdesaan Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah. Anonim. (1985). dihasilkan suatu konsep strategi lembaga yaitu meningkatkan kapasitas manajemen kelembagaan. (1995) Kebijaksanaan Operasional Repelita V Program Air Bersih. (2008). Anonim.. Jakarta. Purba. Surabaya 1 Agustus 2009 Berdasarkan analisis SWOT yang dilakukan pada aspek kelembagaan. (2003) Analisa SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Keberlanjutan Sistem Pengelolaan Sanitasi Perkotaan Dalam Perspektif Rekayasa Ilmu Perencanaan Bangunan Pengolahan Di Indonesia. Mc Graw Hill Inc..(1981).K. Sugiharto. Tuti.Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi X Program Studi MMT-ITS. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batu. Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Departemen Pekerjaan Umum ISBN : 978-979-99735-8-0 8 . New York. Rineka Cipta. maupun kesediaan untuk ikut berpartisipasi dalam pengelolaan prasarana air limbah domestik perlu ditingkatkan dengan cara mengubah perilaku dan meningkatkan pemahaman terhadap pentingnya pengelolaan air limbah domestik DAFTAR PUSTAKA Hermana. J. Akses masyarakat terhadap informasi dan persepsi terhadap air limbah. (1987). Jakarta. Analisis Biaya dan Manfaat (Cost and Benefit Analysis). 2003. Wastewater Engineering Collection and Pumping of Wastewater. (2005) Kajian Kebijakan Pengelolaan Sanitasi Berbasis Masyarakat. UI Press. Jakarta. Metcalf and Eddy. Pidato Pengukuhan Untuk Jabatan Guru Besar Dalam Bidang Ilmu Perencanaan Bangunan Pengolahan pada Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Dasar – dasar Pengelolaan Air Limbah. Ditjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum.. membuat kebijakan dan prioritas program pembangunan terhadap pengelolaan air limbah domestik yang lebih terarah. Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Batu 2003-2013. Gramedia Pustaka Utama. (2003) Studi National Action Plan. F. Cetakan Pertama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->