Anggota Kelompok

Rendy Catur 2. M. Aris Kelana 3. Ade Surya 4. Jordan Julianus
1.

Adapun esai yang formal pendekatannya serius.Pengertiankarangan prosa yang membahas Esai Esai adalah suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. . dengan bentuk sapaan ´sayaµ dan seolaholah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan. Esai informal mempergunakan bahasa percakapan. Pengarang esai disebut esais.

sepatu.TipeTipe-tipe Esai Ada 17 tipe esai. yaitu : ‡ Esai deskriptif. tempat rekreasi dan sebagainya. Ia bisa mendeskripsikan sebuah rumah. . Esai jenis ini dapat meluliskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang.

. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus. Tajuk surat kabar tidak perlu disertai dengan nama penulis. Dengan Esai tajuk. Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. surat kabar tersebut membentuk opini pembaca.‡ Esai tajuk. yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isyu dalam masyarakat.

Disini penulis tidak menuliskan biografi. Ia hanya memilih bagianbagian yang utama dari kehidupan dan watak pribadi tersebut. . Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca.‡ Esai cukilan watak. Lewat cukilan watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap tipe pribadi yang dibeberkan.

. Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan ´Saya adalah saya. Ia membuka tabir tentang dirinya sendiri.‡ Esai pribadi hampir sama dengan esai cukilan watak. Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidupµ.

. dan hakikat manusiawi. dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup. sungguh-sungguh. politik. pendidikan.‡ Esai reflektif. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan. Penulis mengungkapkan dengan dalam. misalnya kematian. Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius.

Dalam esai kritik penulis memusatkan diri pada uraian tentang seni. Esai kritik bisa ditulis tentang seni tradisional. pekerjaan seorang seniman pada masa lampau. teater. tarian. . patung. kesusasteraan. Kritik yang menyangkut karya sastra disebut kritik sastra. misalnya. tentang seni kontemporer. pahat. Esai ini membangkitkan kesadaran pembaca tentang pikiran dan perasaan penulis tentang karya seni. lukisan.‡ Esai kritik.

atau sesuatu yang di lukiskan itu di depan angan ² angan pembaca sehingga pembaca dapat merasakan bentuknya . misalnya mengupas topic di tujukan kepada pembaca yang serius Esai informal : adalah esai yang tujuan dan situasinya tidak resmi . orang .Esai formal : adalah esai yang tujuanya dan situasinya resmi . mengupas sesuatu kepada pembaca umum . di tulis dengan ringan dan familier dan bias dibubuhi humor Esai kritik : adalah esai yang menilai baik atau buruknya atau manfaat dan tidaknya suatu karya Esai cerita : adalah esai yang bertujuan menghadirkan barang . melainkan santai .

atau kepercayaan penulis Esai paparan : adalah esai yang bertujuan untuk memaparkan atau menjelaskan suatu hal kepada pembaca Esai lukisan : adalah esai yang bertujuan untuk melukisakan atau menggambarkan sesuatu kepada pembaca sehingga pembaca memahami hal yang disampaikan Esai ajakan : adalah esai yang bertujuan untuk mengajak pembaca agar mengikuti pendapat yang ingin disampaikan penulis . sikap .Esai argumentative : adalah esai yang bertujuan meyakinkan pembaca untuk menerima ide . pandangan . gagasan .

esai perbandingan atau klasifikasi akan menggunakan urutan kepentingan (terpenting sampai yang tak penting.Esai ekspositori Esai ini menjelaskan subyek ke pembaca. mulai dengan akibat dan mencari sebabnya. Urutan penjelasannya sangat bervariasi. esai yang membandingkan akan menjelaskan dengan contoh-contoh. . Biasanya dilengkapi dengan penjelasan tentang proses. menjelaskan dengan contoh. atau mendefinisikan. Esai proses akan menyajikan urutan yang bersifat kronologis (berdasarkan waktu). membandingkan dua hal. tergantung dari tipe esai ekspositori yang dibuat. esai sebab-akibat mungkin mengidentifikasi suatu sebab dan meramalkan akibat. membagi dan mengklasifikasikan. identifikasi hubungan sebab-akibat. atau sebaliknya. atau sebaliknya).

. Kejadian yang diceritakan biasanya disajikan sesuai urutan waktu.Esai naratif Menggambarkan suatu ide dengan cara bertutur. Esai persuasif bersuaha mengubah perilaku pembaca atau memotivasi pembaca untuk ikut serta dalam suatu aksi/tindakan. Esai ini dapat menyatakan suatu emosi atau tampak emosional. Rincian pendukung biasanya disajikan berdasarkan urutan kepentingannya.

Esai dokumentatif Memberikan informasi berdasarkan suatu penelitian di bawah suatu institusi atau otoritas tertentu . .

artinya penulis memilih segisegi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis. Singkat. 2. 3. Selalu tidak utuh.CiriCiri-ciri Esai 1. Berbentuk prosa. Seorang penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya yang khas. 4. maksudnya dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam. Memiliki gaya pembeda. artinya dalam bentuk komunikasi biasa. menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan figuratif. Penulis memilih aspek tertentu saja untuk disampaikan kepada para pembaca. yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain. .

5. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh. Memenuhi keutuhan penulisan. dan memenuhi syarat-syarat penulisan. mulai dari pendahuluan. Di dalamnya terdapat koherensi dan kesimpulan yang logis. . namun harus memiliki kesatuan. pengembangan sampai ke pengakhiran. Penulis harus mengemukakan argumennya dan tidak membiarkan pembaca tergantung di awang-awang .

6. pandangannya. . dan dugaannya kepada pembaca. yang membedakan esai dengan jenis karya sastra yang lain adalah ciri personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang kediriannya. pikirannya. Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal. sikapnya.

END .