PENGOLAHAN LIMBAH

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water). [1] Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

Pengolahan limbah
Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah volume limbah, kandungan bahan pencemar, dan frekuensi pembuangan limbah. Untuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah. Pada dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi: 1. pengolahan menurut tingkatan perlakuan 2. pengolahan menurut karakteristik limbah Untuk mengatasi berbagai limbah dan air limpasan (hujan), maka suatu kawasan permukiman membutuhkan berbagai jenis layanan sanitasi. Layanan sanitasi ini tidak dapat selalu diartikan sebagai bentuk jasa layanan yang disediakan pihak lain. Ada juga layanan sanitasi yang harus disediakan sendiri oleh masyarakat, khususnya pemilik atau penghuni rumah, seperti jamban misalnya. [1]
1. Layanan air limbah domestik: pelayanan sanitasi untuk menangani limbah Air kakus. [1] 2. Jamban yang layak harus memiliki akses air besrsih yang cukup dan tersambung ke unit

penanganan air kakus yang benar. Apabila jamban pribadi tidak ada, maka masyarakat perlu memiliki akses ke jamban bersama atau MCK.[1] 3. Layanan persampahan. Layanan ini diawali dengan pewadahan sampah dan pengumpulan sampah. Pengumpulan dilakukan dengan menggunakan gerobak atau truk sampah. Layanan sampah juga harus dilengkapi dengan tempat pembuangan sementara (TPS), tempat pembuangan akhir (TPA), atau fasilitas pengolahan sampah lainnya. Dibeberapa wilayah pemukiman, layanan untuk mengatasi sampah dikembangkan secara kolektif oleh masyarakat. Beberapa ada yang melakukan upaya kolektif lebih lanjut dengan memasukkan upaya pengkomposan dan pengumpulan bahan layak daur-ulang.[1] 4. Layanan drainase lingkungan adalah penanganan limpasan air hujan menggunakan saluran drainase (selokan) yang akan menampung limpasan air tersebut dan mengalirkannya ke badan air penerima. Dimensi saluran drainase harus cukup besar agar

dapat menampung limpasan air hujan dari wilayah yang dilayaninya. Saluran drainase harus memiliki kemiringan yang cukup dan terbebas dari sampah.[1] 5. Penyediaan air bersih dalam sebuah pemukiman perlu tersedia secara berkelanjutan dalam jumlah yang cukup. Air bersih ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan makan, minum, mandi, dan kakus saja, melainkan juga untuk kebutuhan cuci dan pembersihan lingkungan.[1]

Karakteristik Limbah
1. 2. 3. 4. Berukuran mikro Dinamis Berdampak luas (penyebarannya) Berdampak jangka panjang (antar generasi)

Limbah Industri
Berdasarkan karakteristiknya limbah industri dapat dibagi menjadi empat bagian
1. Limbah cair biasanya dikenal sebagai entitas pencemar air. Komponen pencemaran air

pada umumnya terdiri dari bahan buangan padat, bahan buangan organik, dan bahan buangan anorganik. 2. Limbah padat 3. Limbah gas dan partikel 4. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifat, konsentrasinya, dan jumlahnya secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan, merusak, dan dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya. Pengelolaan Limbah B3 adalah rangkaian kegiatan yang mencakup reduksi, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan, dan penimbunan limbah B3. Pengelolaan Limbah B3 ini bertujuan untuk mencegah, menanggulangi pencemaran dan kerusakan lingkungan, memulihkan kualitas lingkungan tercemar, dan meningkatan kemampuan dan fungsi kualitas lingkungan http://id.wikipedia.org/wiki/Limbah

PENGELOLAHAN LIMBAH
Agroindustri atau industri pengolahan hasil pertanian merupakan salah industri yang menghasilkan air limbah yang dapat mencemari lingkungan. Bagi industriindustri besar, seperti industri pengolahan kelapa sawit, teknologi pengolahan limbah cair yang digunakan mungkin sudah memadai, namun tidak demikian bagi industri kecil atau sedang. Namun demikian, mengingat tingginya potensi pencemaran yang ditimbulkan oleh air limbah yang tidak dikelola dengan baik

maka diperlukan pemahaman dan informasi mengenai pengelolaan air limbah secara benar. pengelolaan limbah adalah kegiatan terpadu yang meliputi kegiatan pengurangan (minimization), segregasi (segregation), penanganan (handling), pemanfaatan dan pengolahan limbah. Dengan demikian untuk mencapai hasil yang optimal, kegiatan-kegiatan yang melingkupi pengelolaan limbah perlu dilakukan dan bukan hanya mengandalkan kegiatan pengolahan limbah saja. Bila pengelolaan limbah hanya diarahkan pada kegiatan pengolahan limbah maka beban kegiatan di Instalasi Pengolahan Air Limbah akan sangat berat, membutuhkan lahan yang lebih luas, peralatan lebih banyak, teknologi dan biaya yang tinggi. Kegiatan pendahuluan pada pengelolaan limbah (pengurangan, segregasi dan penanganan limbah) akan sangat membantu mengurangi beban pengolahan limbah di IPAL. Tren pengelolaan limbah di industri adalah menjalankan secara terintergrasi kegiatan pengurangan, segregasi dan handling limbah sehingga menekan biaya dan menghasilkan output limbah yang lebih sedikit serta minim tingkat pencemarnya. Integrasi dalam pengelolaan limbah tersebut kemudian dibuat menjadi berbagai konsep seperti: produksi bersih (cleaner production), atau minimasi limbah (waste minimization). Secara prinsip, konsep produksi bersih dan minimasi limbah mengupayakan dihasilkannya jumlah limbah yang sedikit dan tingkat cemaran yang minimum. Namun, terdapat beberapa penekanan yang berbeda dari kedua konsep tersebut yaitu: produksi bersih memulai implementasi dari optimasi proses produksi, sedangkan minimasi limbah memulai implementasi dari upaya pengurangan dan pemanfaatan limbah yang dihasilkan.

Produksi Bersih menekankan pada tata cara produksi yang minim bahan pencemar, limbah, minim air dan energi. Bahan pencemar atau bahan berbahaya diminimalkan dengan pemilihan bahan baku yang baik, tingkat kemurnian yang tinggi, atau bersih. Selain itu diupayakan menggunakan peralatan yang hemat air dan hemat energi. Dengan kombinasi seperti itu maka limbah yang dihasilkan akan lebih sedikit dan tingkat cemarannya juga lebih rendah. Selanjutnya limbah tersebut diolah agar memenuhi baku mutu limbah yang ditetapkan.

Strategi produksi bersih yang telah diterapkan di berbagai negara menunjukkan hasil yang lebih efektif dalam mengatasi dampak lingkungan dan juga memberikan beberapa keuntungan, antara lain a). Penggunaan sumberdaya alam menjadi lebih efektif dan efisien; b). Mengurangi atau mencegah terbentuknya bahan pencemar;

c). Mencegah berpindahnya pencemaran dari satu media ke media yang lain; d). Mengurangi terjadinya risiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan; e). Mengurangi biaya penaatan hukum; f). Terhindar dari biaya pembersihan lingkungan (clean up); g). Produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar internasional; h). Pendekatan pengaturan yang bersifat fleksibel dan sukarela.

Minimasi limbah merupakan implementasi untuk mengurangi jumlah dan tingkat cemaran limbah yang dihasilkan dari suatu proses produksi dengan cara pengurangan, pemanfaatan dan pengolahan limbah. Pengurangan limbah dilakukan melalui peningkatan atau optimasi efisiensi alat pengolahan, optimasi sarana dan prasarana pengolahan seperti sistem perpipaan, meniadakan kebocoran, ceceran, dan terbuangnya bahan serta limbah.

Pemanfaatan ditujukan pada bahan atau air yang telah digunakan dalam proses untuk digunakan kembali dalam proses yang sama atau proses lainnya. Pemanfaatan perlu dilakukan dengan pertimbangan yang cermat dan hati-hati agar tidak menimbulkan gangguan pada proses produksi atau menimbulkan pencemaran pada lingkungan. Setelah dilakukan pengurangan dan pemanfaatan limbah, maka limbah yang dihasilkan akan sangat minimal untuk selanjutnya diolah dalam instalasi pengolahan limbah.

Pada kegiatan pra produksi dapat dilakukan pemilihan bahan baku yang baik, berkualitas dan tingkat kemunian bahannya tinggi. Saat produksi dilakukan, fungsi alat proses menjadi penting untuk menghasilkan produk dengan konsumsi air dan energi yang minimum, selain itu diupayakan mencegah adanya bahan yang tercecer dan keluar dari sistem produksi. Dari tiap tahapan proses dimungkinkan dihasilkan limbah. Untuk mempermudah pemanfaatan dan pengolahan maka limbah yang memiliki karakteristik yang berbeda dan akan menimbulkan pertambahan tingkat cemaran harus dipisahkan. Sedangkan limbah yang memiliki kesamaan karekteristik dapat digabungkan dalam

pengolahan utama (primary treatment). Limbah yang telah memenuhi baku mutu tersebut dapat dibuang ke lingkungan. biologi. Selanjutnya pada pengolahan akhir dilakukan proses lanjutan untuk mengolah limbah agar sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan. Terdapat 3 (tiga) jenis proses yang dapat dilakukan untuk mengolah air limbah yaitu: proses secara fisik. dan pengolahan akhir (post treatment). Karakteristik utama limbah didasarkan pada jumlah atau volume limbah dan kandungan bahan pencemarnya yang terdiri dari unsur fisik. Pengolahan pendahuluan ditujukan untuk mengkondisikan alitan.satu aliran limbah. Namun akan tetap ada kemiripan karakteristik diantara limbah yang dihasilkan dari proses untuk menghasilkan produk yang sama. dan peralatan yang digunakan juga berbeda. dll. kimia dan radioaktif. biologi dan kimia. teknologi proses. grit chamber. Proses biologi deilakukan dengan cara memberikan perlakuan atau proses biologi terhadap air limbah seperti penguraian atau penggabungan substansi biologi . Pengolahan air limbah biasanya menerapkan 3 tahapan proses yaitu pengolahan pendahuluan (pre-treatment). keluaran (output) dari instalasi pengolahan limbah dapat pula dimanfaatkan langsung atau melalui pengolahan lanjutan. Karakteristik ini akan menjadi dasar untuk menentukan proses dan alat yang digunakan untuk mengolah air limbah. atau mengatur suhu proses dengan menggunakan alat screening. Hal ini karena bahan baku. Limbah yang dikeluarkan dari setiap kegiatan akan memiliki karakteristik yang berlainan. Pengolahan utama adalah proses yang dipilih untuk menurunkan pencemar utama dalam air limbah. Limbah yang tidak dapat dimanfaatkan selanjutnya diolah pada unit pengolahan limbah untuk menurunkan tingkat cemarannya sehingga sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan. mengendapkan. Bila memungkinkan. Pengolahan limbah dimaksudkan untuk menurunkan tingkat cemaran yang terdapat dalam limbah sehingga aman untuk dibuang ke lingkungan. Proses fisik dilakukan dengan cara memberikan perlakuan fisik pada air limbah seperti menyaring. Pengolahan limbah adalah upaya terakhir dalam sistem pengelolaan limbah setelah sebelumnya dilakukan optimasi proses produksi dan pengurangan serta pemanfaatan limbah. beban limbah dan karakter lainnya agar sesuai untuk masuk ke pengolahan utama. settling tank/settling pond. Pemanfaatan limbah dapat dilakukan pada proses produksi yang sama atau digunakan untuk proses produksi yang lain.

6. Pengelolaan yang paling sederhana ialah pengelolaan dengan menggunakan pasir dan benda-benda terapung melalui bak penangkap pasir dan saringan. seperti sinar matahari. 5. Pengelolaan air limbah dapat dilakukan dengan membuat saluran air kotor dan bak peresapan dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut . kamar mandi. Pengelolaan sekunder dibuat untuk menghilangkan zat organik melalui oksidasi dengan menggunakan saringan khusus. kolera dsb. 7. Lumpur dari bak pengendap pertama dibuat stabil dalam bak pembusukan lumpur. limbah bekas industri rumah tangga dan kotoranmanusia. Konstruksi agar dibuat secara sederhana dengan bahan yang mudah didapat dan murah. Air limbah harus dikelola untuk mengurangi pencemaran. 4. Bahan kimia tersebut dapat memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit disentri.com/2010/03/pengolahan-limbah. Jarak minimal antara sumber air dengan bak resapan 10 m. Untuk suatu jenis air limbah tertentu. 2. Tidak menimbulkan bau yang mengganggu. Menghindari tersebarnya cacing tambang pada permukaan tanah. tipus.html PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI RUMAH TANGGA I. Pengelolaan secara tersier hanya untuk membersihkan saja. Dalam air limbah terdapat bahan kimia sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. di mana lumpur menjadi semakin pekat dan stabil. gas dan padat. Air limbah tersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan. Cara pengelolaan yang digunakan tergantung keadaan setempat. Berikut ini adalah pengelolaan limbah rumah tangga untuk limbah cair. attached growth filtration. Proses kimia dilakukan dengan cara membubuhkan bahan kimia atau larutan kimia pada air limbah agar dihasilkan reaksi tertentu.blogspot. ekonomi dan pengelolaannya. . Tidak mengotori permukaan tanah. Tidak mencemari sumber air minum yang ada di daerah sekitarnya baik air dipermukaan tanah maupun air di bawah permukaan tanah. Pertanian Oleh Petani Untuk Pertanian http://petanitangguh.dengan lumpur aktif (activated sludge). Pilihan mengenai teknologi pengolahan dan alat yang digunakan seharusnya dapat mempertimbangkan aspek teknis. ketiga jenis proses dan alat pengolahan tersebut dapat diaplikasikan secara sendiri-sendiri atau dikombinasikan. Limbah merupakan buangan/bekas yang berbentuk cair. 3. Mencegah berkembang biaknya lalat dan serangga lain. padat dan gas. cucian. 1. kemudian dikeringkan dan dibuang. suhu yang tinggi di daerah tropis yang dapat dimanfaatkan. aerobic process dan an-aerobic process. PENDAHULUAN Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur. Benda yang melayang dapat dihilangkan oleh bak pengendap yang dibuat khusus untuk menghilangkan minyak dan lemak.

Gergaji 2. antara satu dengan yang lain letaknya lebih rendah. Ketiga bak tersebut digunakan sebagai tempat pengendapan limbah secara bertahap. Cetok 3. terus ke bak III begitu juga. dan lain-lain perlu dikelola.II. V. pabrik tahu. 15. Parang 5. Kemiringan saluran harus diperhitungkan. 12. Lempengan besi PERALATAN 1. sebab apabila ada akan menempel dan menyumbat saluran. Skop 8. Cangkul 4. . 13. Lem 5. Pengelolaan air limbah kakus II. Pengelolaan air limbah rumah tangga I Pengelolaan air limbah rumah tangga II Pengelolaan air limbah URAIAN SINGKAT Industri rumah tangga seperti industri tempe. Untuk mengambil lemak perlu diserok. 11. Pengelolaan air limbah cucian. Pasir 6. Limbah dari industri rumah tangga tersebut menimbulkan bau yang tidak enak dan mengganggu lingkungan sekitarnya. Untuk membawa lumpur diperlukan kecepatan 8. 16. Dari pipa pralon pada bak III air limbah akan keluar dan sudah tidak membahayakan lagi. pemotongan hewan. IV. Pembuatan saluran bekas mandi dan cuci Pengelolaan sampah Pengelolaan limbah industri rumah tangga. Pengelolaan air limbah kakus I. dsb. akan mengapung. rumah makan. Lemak akan tertinggal dan akan menempel pad dinding. Usahakan jangan sampai ada benda pada air limbah. Batu bata 2. rumah makan. Dalam Bak II limbah akan mengalami pengendapan. III. 14. 9. Susunan dan sifat air limbah yang berasal dari limbah industri rumah tangga tergantung pada macam dan jenisnya. pabrik tempe. BAHAN 1. industri. 10. Besi runcing 6. Kotoran air limbah yang masuk ke bak I. Semen 3. Pipa pralon 4. Salah satu cara mengelola limbah rumah tangga adalah dengan membuat 3 bak. Pada bagian bawah limbah melalui pipa akan terus mengalir ke bak II. Air limbah dapat berupa limbah dari pabrik susu. Dengan demikian air limbah yang keluar dari bak terakhir sudah tidak membahayakan lagi. Antara bak satu dengan lainnya dihubungkan pipa pralon. tahu. Meteran PEMBUATAN Buat bak sebanyak 3 buah dari batu bata dengan campuran pasir dan semen. Ember 7.

Jangan membuang limbah berupa padat seperti : kain. Bak limbah industri PENGGUNAAN 1. bahan-bahannya mudah didapat. Untuk membuang kotoran-kotoran yang bersifat cair. Gambar 1. kertas. 2. plastik. PEMELIHARAAN 1.0.2m/detik. KEUNTUNGAN Membuatnya lebih sederhana. VIII. Perlu di kontrol saluran-salurannya untuk menghindari kemacetan. daun-daun. Gambar 2. Untuk membuang limbah industri rumah tangga. Cara pembuatannya dapat dilihat Gambar di bawah ini. . VII. dsb. 3.1m/detik dan untuk membawa pasir kasar perlu kecepatan 0. kerikil. Denah bak pengendap ideal berbentuk persegi panjang VI. Bak hendaknya sering dibersihkan agar kotorannya tidak mengganggu saluran 2.

potongan kaca • Limbah Farmasi Limbah yang mengandung bahan farmasi contoh obat-obatan yang sudah kadaluwarsa atau tidak diperlukan lagi. racun dan bahan radioaktif yang berbahaya bagi manusia dan makhluk lain di sekitar lingkungannya. KATEGORI LIMBAH • Limbah Infeksius Limbah yang dicurigai mengandung bahan patogen contoh kultur laboratorium. http://www. virus. Jadi limbah medis dapat dikategorikan sebagai limbah infeksius dan masuk pada klasifikasi limbah bahan berbahaya dan beracun.net. KERUGIAN Apabila kurang dikontrol akan sering macet.15% limbah yang dihasilkan oleh sarana pelayan kesehatan. item yang tercemar atau berisi obat • Limbah Genotoksik . peralatan infus.id/ind/warintek/?mnu=6&ttg=5&doc=5e6 Pengelolaan Limbah Medis Pada umumnya 10 . Catatan lain-lain : Periksalah secara berkala apakah lemaknya yang menempel sudah banyak dan perlu dibersihkan atau apakah ada yang rusak. ekskreta • Limbah Patologis Jaringan atau potongan tubuh manusia. kapas. sehingga air akan keluar ke atas dan mengganggu lingkungan sekitarnya. materi atau peralatan yang tersentuh pasien yang terinfeksi. Untuk mencegah terjadinya dampak negatif limbah medis tersebut terhadap masyarakat atau lingkungan. Limbah medis kebanyakan sudah terkontaminasi oleh bakteri. pisau. adalah limbah medis. skalpel. contoh bagian tubuh.iptek. maka perlu dilakukan pengelolaan secara khusus. limbah dari ruang isolasi. contoh jarum.IX. darah dan cairan tubuh yang lain termasuk janin • Limbah Benda Tajam Limbah benda tajam.

procarbazine hydrochloride. doxorubicin. reaktif (mudah meledak. Obat Sitotoksik o Azatioprin. peralatan terapi pernafasan. Golongan Karsinogenik o Benzen 2. trichlormethine • Limbah Kimia Limbah yang mengandung bahan kimia contoh reagen di laboratorium. thermometer yang pecah. nafenopin. film untuk rontgen. oxazepam. alat pengukur tekanan darah • Wadah bertekanan Tabung gas anestesi. Golongan yang kemungkinan karsinogenik o Azacitidine. Tamoksifen. Melfalan. metronidazole. rawan goncangan). bereaksi dengan air. Panfuran S—no longer in use). daunorubicin. Klorambusil. phenytoin. dacarbazine. chloramphenicol. mitomycin. chlorozotocin. niridazole. kaleng aerosol. Semustin. cisplatin. carmustine.g. sarcolysin. oksigen dalam bentuk gas atau cair • • Limbah Radioaktif Limbah yang mengandung bahan radioaktif contoh cairan yang tidak terpakai dari terapi radioaktif atau riset di laboratorium SUMBER LIMBAH MEDIS • • • • Unit pelayanan kesehatan dasar Unit pelayanan kesehatan rujukan Unit pelayanan kesehatan penunjang ( laboratorium) Unit pelayanan non kesehatan ( farmasi ) . phenacetin. Limbah ini dikategorikan limbah berbahaya jika memiliki beberapa sifat (toksik. progesterone. dihydroxymethylfuratrizine (e. methylthiouracil. gas cartridge. korosif (pH12). desinfektan yang kadaluwarsa atau sudah tidak diperlukan. solven. bleomycin. phenobarbital. Siklofosfamid. mudah terbakar. Siklosporin. Treosulfan 3. Produk bersifat genotoksik yang paling banyak digunakan untuk sarana pelayanan kesehatan: 1. lomustine. Tiotepa. streptozocin. genotoksik • Limbah dengan kandungan logam berat tinggi Baterai.Limbah yang mengandung bahan dengan sifat genotoksik contoh limbah yang mengandung obat-obatan sitostatik (sering dipakai dalam terapi kanker) zat kimia genotoksik.

Pengelolaan Limbah Medis .Hasil Pemantauan di Lapangan HASIL PEMANTAUAN DI LAPANGAN .

bplhdjabar.go.1 LATAR BELAKANG Permasalahan lingkungan hidup akan terus muncul secara serius diberbagai pelosok bumi sepanjang penduduk bumi tidak segera memikirkan dan mengusahakan keselamatan dan .php/bidang-pengendalian/subid-pembinaan-pencemaran/245pengelolaan-limbah-medis?start=1 Pengelolaan Limbah Cair Pada Industri Penyamakan Kulit Industri Pulp Dan Kertas Industri Kelapa Sawit Devi Nuraini Santi Bagian Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.http://www.id/index.

tetapi tetap saja pemecahan masalah lingkungan hidup menemui jalan buntu. permasalahan lingkungan hidup seolah-olah seperti dibiarkan menggelembung sejalan dengan intensitas pertumbuhan industri. Bahkan di sisi lain sebenarnya sudah ada perangkat hokum yaitu Undang-Undang Lingkungan Hidup. sehingga bisa diperoleh solusi yang optimal dan dirasakan adil bagi berbagai pihak. tetapi solusinya yang tepat tetap saja belum bisa ditemukan. pengacara. substansi dan pensangannan terhadap lingkungan hidup sangant berbeda dan beragam.keseimbangan lingkungan. jaksa. segnap pihak yang berwenang menanganinya harus mempunyai visi dan persepsi yang sama mengenai lingkungan hidup. Kesan pelik semakin jelas bisa dilihat apabila kita mencoba memperhatikan respon maupun persepsi para pihakn yang berwenang mengenai permasalahan lingkungn hidup. Demikian juga di Indonesia. pengusaha maupun masyarakat umum. Hal demikian pada dasarnya disebabkan oleh adanya kesenjangan yang tetap terpelihara menganga antara masyarakat. Walaupun proses perusakan lingkungan tetap terus berjalan dan kerugian yang ditimbulkan harus ditanggung oleh banyak pihak. Respon dan persepsi mereka mengenai konsep. misalnya pencemaran suatu sungai. kepolisian. baik hakim. walaupun industrialisasi itu sendiri sedang menjadi prioritas dalam pembangunan. industri dan pemerintah termasuk aparat penegak hukum. 1. Tidak kecil jumlah korban ataupun kerugian yang justru terpaksa ditanggung oleh masyarakat luas tanpa ada konpensasi yang sebanding dari pihak industri. konteks. Padahal untuk menangani suatu kasus lingkungn hidup.2 RUANG LINGKUP PEMBAHASAN Untuk mengelola air limbah secara baik diperlukan keterpaduan dari berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan baik yang bersifat teknis administrative maupun bersifat teknis operasional. dalam pembuatan makalah ini penulis hanya membahas pengelolaan limbah cair yang bersifat operasional pada industri: e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 1 .

2.. pengolahan air limbah juga bertujuan untuk menghilanhkan bahan nutrisi. Secara umum didalam limbah rumah tangga tidak terkandung zat-zat berbahaya.1 Gangguan Terhadap Kesehatan Air limbah sangat berbahaya terhadap kesehatan manusia mengingat bahwa banyak penyakit yang dapat ditularkan melalui air limbah. maka sudah barang tentu bahwa air limbah merupakan benda yang sudah tidak dipergunakan lagi.1 PENGERTIAN Air limbah adalah kotoran dari masyarakat dan rumah tangga dan juga yang berasal dari industri. karena zat-zat berbahaya itu bisa memetikan fungsi mikro organisme yang berfungsi menguraikan senyawa-senyawa di dalam air limbah. radang usus. Virus . serta schitosomiasis. air tanah. Akan tetapi tidak berarti bahwa air limbah tersebut tidak perlu dilakukan pengelolaan. Selain sebagai pembawa penyakit di dalam air limbah itu sendiri banyak terdapat bakteri patogen penyebab penyakit seperti: 1.Industri Penyamakan Kulit . baik terhadap lingkungan maupun terhadap kehidupan yang ada. partikel tercampur. sedangkan didalam limbah industri harus dibedakan antara limbah yang mengandung zat-zat yang berbahaya dan yang tidak.4 EFEK BURUK AIR LIMBAH Sesuai dengan batasan air limbah yang merupakan benda sisa. air permukaan serta buangan lainnya. Untuk yang mengandung zat-zat yang berbahaya harus dilakukan penanganan khusus tahap awal sehingga kandungannya bisa di minimalisasi terlebih dahulu sebelum dialirkan ke sewage plant. Sebagian zat-zat berbahaya bahkan kalau dialirkan ke sawage plant hanya melewatinya tanpa terjadi perubahan yang berarti. karena apabila limbah tersebut tidak dikelola secara baik akan dapat menimbulkan gangguan. dengan demikian air buangan ini merupakan hal yang bersifat kotoran umum.2 JENIS-JENIS AIR LIMBAH Air limbah berasal dari dua jenis sumber yaitu air limbah rumah tangga dan air limbah industri. Selain tujuan di atas.Industri Kelapa Sawit 1. Air limbah ini ada yang hanya berfungsi sebagai media pembawa saja seperti penyakit kolera.3 TUJUAN Tujuan pengolahan air limbah adalah untuk mengurangi BOD. serta membunuh organisme pathogen.Industri Pulp dan Kertas . komponen beracun serta bahan yang tidak dapat didegrasikan agar konsentrasi yang ada menjadi rendah. 2. hepatitis infektiosa. 2. 2.4. misalnya logam berat. Penanganan limbah industri tahap awal ini biasanya dilakukan secara kimiawin dengan menambahkan zat-zat kimia yang bisa mengeliminasi zat-zat yang berbahaya.

Menyebabkan penyakit polio myelitis dan hepatitis. e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara . Secara pasti modus penularannya masih belum diketahui dan banyak terdapat pada air hasil pengolahan (effluent) pengolahan air.

7 Brusella Spp Adalah penyebab penyakit brusellosis. Salmonella Typhosa a dan Salmonella Typhosa b Merupakan penyebab typhus abdomonalis dan para typhus yang banyak terdapat di dalam air limbah bila terjadi wabah. 12. Schistosoma Spp Penyebab penyakit schistosomiasis. Taenia Spp Adalah penyebab penyakit cacing pita. Adapun cara penularannya adalah melalui kontak langsung dengan kotoran manusia maupun perantaraan makanan. 5. Prinsip penularannya adalah melalui air dan makanan yang telah tercemar oleh kotoran manusia yang banyak berpenyakit typhus. 11. 6. Basillus Antraksis Adalah penyebab penyakit antrhak. dengan kondisi yang sangat tahan terhadap cuaca. Vibrio Cholera Menyebabkan penyakit kolera asiatika dengan penyebaran melalui air limbah yang telah tercemar oleh kotoran manusia yang mengandung vibrio cholera.2. 8 Mycobacterium Tuberculosa Adalah penyebab penyakit tuberculosis dan terutama terdapat pada air limbah yang berasal dari sanatorium. akan tetapi dapat dimatikan pada saat melewati pengolahan air limbah. demam malta serta menyebabkan keguguran (aborsi) pada domba. Entamuba Histolitika Dapat menyebabkan penyakit amuba disentri dengan penyebaran melalui Lumpur yang mengandung kista. Shigella Spp Adalah penyebab disentri bacsillair dan banyak terdapat pada air yang tercemar. 9. e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 3 . 3. 4. Salmonella Spp Dapat menyebabkan keracunan makanan dan jenis bakteri banyak terdapat pada air hasil pengolahan. 10. Leptospira Adalah penyebab penyakit weii dengan penularan utama berasal dari tikus selokan . lalat dan tanah. terdapat pada air limbah dan sporanya tahan terhadap pengolahan.

Sianida Senyawa ini sangat beracun terhadap manusia karena dalam jumlah yang sangat kecil sudah dapat menimbulkan keracunan dan merusak organ hati. maka orang tersebut dapat terserang penyakit anemia. Selain bahan-bahan kimiayang dapatmengganggu kehidupan di dalam air. Keadaan demikian ini sangat dipengaruhi oleh sumber asal air limbah. Timah Hitam Apabila manusia terpapar oleh timah hitam.4. Ascaris Spp. Selain matinya ikan dan bakteri-bakteri di dalam air juga dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman atau tumbuhan air. Kasus yang terjadi di Teluk Minamata pada tahun 1953 adalah contoh yang nyata di mana para nelayan dan keluarganya mengalami gejala penyempitan ruang pandang. 2. Air raksa ini berasal dari air limbah yang tercemar oleh adanya pabrik yang menghasilkan air raksa pada buangan limbanya. dalam hal ini akan mengurangi perkembangannya. 3. Sebagai akibat matinya bakteri-bakteri. Selain kematian kehidupan di dalam air disebabkan karena kurangnya oksigen di dalam air dapat juga karena adanya zat beracun yang berada di dalam air limbah tersebut. Selain air raksa masih banyak lagi racun lainnya yang dapat membahayakan kesehatan manusia antara lain: 1. Kejadian yang demikian adalah sebagai akibat termakannya ikan oleh nelayan. Krom Krom dengan senyawa bervalensi tujuh lebih berbayaha bila dibandingkan dengan krom yang bervalensi tiga. kulit terasa menebal dan bahkan dapat menyebabkan kematian. kerusakan fungsi otak. kelumpuhan. Apabila terpapar oleh krom ini dapat menyebabkan kanker pada kulit dan saluran pencernaan. 2. maka akan menyebabkan menurunnya kadar oksigen yang terlarut di dalam air limbah.2 Gangguan terhadap Kehidupan Biotik Dengan banyaknya zat pencemar yang ada di dalam air limbah. Selain sebagai pembawa dan kandungan kuman penyakit maka air limbah juga dapat mengandung bahan-bahan beracun. maka kehidupan di dalam air juga dapat terganggu dengan adanya pengaruh fisik seperti adanya tempertur tinggi yang dikeluarkanoleh industri yang memerlukan proses pendinginan. bau dan bahkan suhu yang tinggi serta bahan-bahan lainnya yang mudah terbakar. penyebab iritasi. maka proses penjernihan sendiri yang seharusnya bisa terjadi pada air limbah menjadi terhambat. Sebagai akibat selanjutnya adalah air limbah akan sulit untuk diuraikan. Panasnya air limbah e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 4 . Enterobius Spp Menyebabkan penyakit cacingan dan banyak terdapat pada air hasil pengolahan dan Lumpur serta sangat berbahaya terhadap kesehatan manusia.13. sedangkan ikan tersebut telah mengandung air raksa sebagai akibat termakannya kandungan air raksa yang ada di dalam teluk. Dengan demikian akan menyebabkan kehidupan di dalam air yang membutuhkan oksigen akan terganggu. serta kerusakan pada ginjal.

maka dengan menumpuknya ampas akanmemerlukan tempat yang banyak dan mengganggu keindahan tempat sekitarnya.Keadaan yang demikian akan lebih parah lagi. begitu juga halnya dengan penyerapan melalui pasir dan tanah. selain menimbulkan bau juga menyebbkan tempat di sekitarnya menjadi licin. maka warna air limbah yang kotor akan menimbulkan gangguan pemandangan yang tidag kalah besarnya. Penyerapan dan karbon aktif adalah juga bisa diterapkan dengan melewatkan udara ke dalam hamparan atau lapisan. Tangki pembusuk air limbah yang berisikan hydrogen sulfida air dan bau-bau lain yang melewati bangunan pengolahan. Pemasukan oksigen ke dalam limbah cair adalah salah satu cara yang bisa diterapkan untuk menjaga proses terjadinya pengolahan anaerobdapat dihindari sehingga gas yang ditimbulkan karena proses tersebut dapat dihindari. 8 Proses pencampuran bahan kimia. 3 Bangunan penangkap pasir yang tidak dibersihkan. 2. Disamping bau yang ditimbulkan. Secara Fisik Dengan melakukan pembakaran. 7 Pembakaran limbah gas yang menggunakan suhu kurang dari semestinya. 9 Pembakaran Lumpur.3 Gangguan Terhadap Keindahan Dengan semakin banyaknya zat organic yang dibuang oleh perusahaan yang memproduksi bahan organic seperti tapioca. Gas yang berkontak dengannya akan diserap sehingga bau akan dapat dikurangi. Selama waktu tersebut maka air limbah mengalami proses pembusukan dari zat organic yang ada didalamnya. Untuk mengurangi kebutuhan suhu yang tinggi dapat dikurangi melalui katalisator. 5 Proses pengolahan bahan organic. apabila pengotoran ini dapat mencapai daerah pantai dimana daerah tersebut merupkan derah tempat rekreasi bagi masyarakat sekitarnya. Pembuangan yang sama akan dihasilkan oleh perusahaan yang menghasilkan minyak dan lemak. Penimbunan Lumpur dan pengolahan Lumpur melalui proses pengeringan.Penggunaan menara (tower) juga dapat dipergunakan untuk mengurangi e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 5 . Selain bau dan tumpukan ampas yang menggangu. Adapun cara untuk mengatasi bau dapat ditempuh dengan beberapa macam cara antara lain : 1.4. akan tetapi memerlukan waktu yang sangat lama. 10. 2 Tempat pengumpulan buangna limbah industri. Ampas yang berasal dari pabrik ini perlu dilakukan pengendapan terlebih dahulu sebelum dibuang ke saluran air limbah. Sebagai akibat selanjutnya adalah timbulnya bau hasil pengurangan dari zat organic yang sangat menusuk hidung.dapat mematikan semua organisme apabila tidak dilakukan pendinginan terlebih dahulu sebelum dibuang ke dalam saluran air limbah. 4 Buih atau benda mengapung yang terdapat pada tangki pengendap pertama. 6 Tangki pengentalan (thickener) untuk mengambil Lumpur. Pada bangunan pengolah air limbh sumber utama dari bau berasal dari : 1. dimana gas dapar dikurangi melalui pembakaran pada suhu yang bervariasi antara 650-7500c. maka setiap hari akan dihasilkan air limbah yang berupa bahan-bahan organic dalam jumlah yang sangat besar.

2. Secara Biologis Air limbah dilewatkan melalui penyaringan yang menetes (trickling filter) atau dimasukkan ke dalam tangki Lumpur aktif untuk menghilangkan komponen yang berbau. Dengan melakukan oksidasi pada pengolahan air limbah merupakan cara yang baik agar bau klorin dan ozon dapat dihindari.4. dengan demikian bau yang ada dapat dicegah. Secara Kimiawi Untuk menghilangkan gas yang berbau dapat juga dilakukan dengan cara melewatkan gas pada cairan basa seperti kalsium dan sodium hidroksida untuk menghilangkan bau. maka tidak kalah pentingnya apabila air limbah itu adalah air limbah yang berkadar pH rendah atau bersifat asam maupun pH tinggi yangbersifat basa. Pada dasarnya untuk mengubah kulit hewan digunakan dua proses : proses rumahbalok. 3.pencemaran yang disebabkan oleh adanya bau melalui proses pengenceran di udra terbuka karena udara dari cerobong tidak mencapai langsung kedaerah pemukiman. Lemak yang merupakan sebagian dari komponen air limbah mempunyai sifat yang menggumpal pada suhu udara normal. Proses Kulit terbentuk dari reaksi serat kalogen di dalam kulit hewan dan tannin. Selain penyumbatan akan dapat jugaterjadi kerusakan pada tempat dimana lemak tersebut menempel yang bisa berakibat timbulnya bocor.4. 2. maka mau tidak mau akan mempercepat proses terjadinya karat pada benda yang terbuat dari besi serta bangunan aiar yang kotor liannya. Lemak yang merupakan benda cair pada saat dibuang ke saluran air limbah akan menumpuk secara kumulatif pada saluran air limbah karena mengalami pendinginan dan lemak ini akan menempel pada dinding saluran air limbah yang pada akhirnya akan dapat menyumbat aliran air limbah. Pengendapan dengan bahan kimia membuat terjadinya endapan dari sulfida dengan gram metal khususnya besi. dan akan berubah menjadi cair apabila berada pada suhu yang lebih panas. tawas atau zat penyamak lain. adapun jenis menara itu diisi dengan media plastik yang bervariasi sebagai tempat tumbuhnya bakteri. 3. Apabila kadar karbondioksidanya tinggi maka biaya pengolahannya juga menjadi sangat tinggi. Gangguan terhadap Kerusakan Benda Apabila air limbah mengandung gas karbondioksida yang agresif. Selain karbon dioksida gresif. darah. Kemudian kulit dibersihkan dengn mesin atau tangan untuk menghilangkan sisa-sisa daging yang ada. Dengan cepat rusaknya benda tersebut maka biaya pemeliharaannya akan semakin besar juga. Adapun bahan yang dipergunakan sebagai bahanm oksidator adalah hydrogen peroksida. Penghilangan bulu dilakukan secara kimia e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 6 .1 INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT A. krom. Pertama-tama. yang berarti akan menimbulkan kerugian material. kulit direndam dalam air untuk menghilangkan kotoran. sehingga biaya ini merupakan salah satu penghambat yang besar. kulit hewan dibersihkan dan disiapkan untuk operasi penyamakan. garam dan pupuk. Melalui pH yang rendah maupun pH yang tinggi mengkibatkan timbulnya kerusakan pada benda-benda yang dilaluinya. Penggunaan menara khusus dapat dipergunakan untuk menangkap bau.

buah atau akar). meteran atau alat pengukur waktu. Pemisahan air limbah dalam pabrik untuk daur ulang langsung dan daur ulang sesudah pengolahan tertentu.oksidasi. cairan kapur bekas dan cairan penyamaan nabati. Penggunaan proses tong dengan aliran berlawanan 2. 5. Langkah-langkah akhir seperti pengeringan. Pengumpulan limbah dari penghilangan sisa daging untuk pakan hewan atau bahan pembuatan lem 4. Sumber Limbah Cair Limbah cair pabrik penyamaan berasal dari larutan yang digunakan unit pemprosesan itu sendiri yaitu perendaman air. Pemucatan. Regenerasi lerutan penghilang bulu 6. Daur ulang 100 % larutan penyamak nabati sekarang banyak diterapkan 3. Cara lain untuk mengurangi limbah meliputi : 1.dengan tangan dan atau mesin.Semua kulit hewan untuk penyamaan krom harus mengalami pengasaman. Limbah cair dari operasi penghilangan bulu mengandung bulu dan sulfida. tetesan serta tumpahan. Regenerasi (penjernihan cairan induk) dan penggunaan ulang larutan penyamak krom 2. pembarian warna coklat. Pengendalian di dalam Pabrik Dalam operasi penyamakan. kayu. perentangan dan penekanan kulit adalah proses kering dan tidak menghasilkan limbah cair B. Aturan rumah tangga yang baik. Penggunaan proses-proses baru seperti enzim. dimetilamin atu soda kostik untuk penghilangan bulu e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 7 . cara-cara berikut dapat menghemat penggunaan air : 1. Langkah pertama dalam proses penyamakan adalah perpendaman kulit hewan dalam larutan garam ammonia dan enzim. Pengasaman membuat kulit hewan bersifat asam dengan menggunakan asam sulfat dan natrium chlorida. Penggunaan pencucian dengan aliran berlawanan daripada dengan prosespembilasan kontiniu. Menyimpan bulu untuk dijual kepada pabrik karpet 5. Ciran samak krom mengandung krom-trivalen kadar tinggi. Penghilangan bulu dengan kapur dan sulfida biasanya merupakan penyumbang utama beban pencemaran dalam pabrik penyamaan. pengasaman. perendaman ammonia. penyamaan.Penggunaan mesin pengolah kulit untuk menggantikan tong atau drum untuk satuan proses rumah balok dan proses penyamaan. C. Pengumpulan air cucian untuk digunakan kembali dalam penambahan cairan induk. Bubur kapur tohor digunakan untuk melepaskan bulu. Limbah dengan BOD dan PTT tinggi berasal dari cairan bekas perendaman. Perendaman ammonia meninggalkan banyak campuran nitrogen-amonia dan sedikit bahan organic. pemberian bubur kapur. penghilangan bulu. kemudian apabila bulu itu akan digunakan dapat dilarutkan dengan natrium sulfida. Sistem kendali penggunaan air. cairan lemak dan pewarnaan digunakan untuk kulit khusus. dan pewarnaan dan dari bekas cuci . Penyamakan itu sendiri dilakukan di dalam tong yang berisi tannin nabati (kulit pohon. 6. 3. pemberian warna coklat. 4. pemucatan. atau campuran kimi yang mengandung krom sulfat.

melarutkannya kembali dalam asam dan menggunakannya untuk penyamakan. Danau (anaerob dan aerob) meruopakan sistem yang murah dan efektif. Penanganan Limbah Padat Banyak limbah padat penyamakan kulit dapat dijual msebagai hasil sampingan. Krom hampir selalu trivalent karena tidak perlu dilakukan reduksi bentuk heksavalennya. harus digunakan sistem penyamakan atau sistem laju alir tinggi. Pengolahan Limbah Cair Kadang-kadang aliran limbah perlu diolah sendiri-sendiri untuk mengurangi konsentrasi beberapa zat pencemar dalam limbah cair. Lumpur dan limbah lain yang mengandung krom lebih berbahaya dab ini harus disimpan ditempat penimbunan yang aman. tetapi akan mengeluarkan bau tajam dang mengganggu daerah pemukiman. daging. minyak dan lemak. kolam aerob. E. Operasi penyamakan penuh dapat menggunakan hanya 35m kubik per ton kulit mentah (kering). e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 8 . apabila dirancang dan dioperasikan secara baik dan apabila tanah tersedia. COD. Krom mungkin dapat diperoleh kembali dengan menyaring endapan. bulu. sringan tetes dan Lumpur teraktifkan sudah banyak digunakan. Pengolahan secara kimia dengan menggunakan tawas. Parameter Utama Parameter-parameter berikut ini penting dalam mendefenisikan daya cemar limbah dari kegiatan penyamakan kulit: BOD. Sebagian besar limbah padat lainnya. Lumpur kapur dan Lumpur dari pengolah air limbah bersifat merusak tetapi tidak beracun dan biasanya dapat disebar di atas tanah atau ditimbun dalam tanah. total nabati dan kulit kayu untuk penyamakan. Proses pengolahan primer lain mliputi penyaringan. Aliran mengandung krom dapat diendapkan dengan menggunakan tawas. Sistem anaerob efektif. Penggunaan proses penyamaan krom baru. nitrogen total dan pH. Jika beberapa proses dilakukan di tempat lain. kapur tohor. Sistem-sistem parit oksidasi. Keragaman laju alir dan kadar limbah mungkin besar.7. Krom(keseluruhan). Apabila diperlukan. akan tetapi penghematan air dan daur ulang dapat mengurangi penggunaan air 70% 80%. Aliran yang mengandung sulfida dapat dioksidasi untuk mengurangi kadar sulfida. PTT. penghilangan bulu maka penggunaan air dapat mencapai 25m kubik per ton bahan baku. pengapuran. dan lain-lainnya. F. sulfida. G. fero-chlorida atu polielektrolit lebih lanjut dapat mengurangi PTT dan BOD. yang melibatkan asam dikarboksilat dan garamgaram sebagi pengganti krom D. seprti perendaman air. Sistem pengolahan secara biologi bekerja efektif. ekualisi dan pengendapan untuk mengurangi BOD dan memperoreh padatan kembali. dapat digunakan suatu sistem untuk menghilangkan tingkat nitrogen yang tinggi. meliputi sisa organic dari tong. Dalam operasi baru telah digunakan adsorbsi (penyerapan) karbon dan pengayakan mikro untuk mengurangi zat pencemar sampai tingkat rendah. yaitu pangkasa. garam besi atau polimer pada pH tinggi. Karena itu. Baku Mutu Limbah Cair Laju air limbah dalam proses operasi yang ada sekarang mungkin dapat mencapai 100m kubik per ton bahan baku.

Jakarta : PT. memperlihatkan teknologi praktisi terbaik bagi industri penyamakan kulit yang sekarang beroperasi di Indonesia.usu. Gramedia. memperlihatkan teknologi pengolahan terbaik yang tersedia sekarang dan secara ekononi dapat diterapkan.10 0.50 0.20 Sulfida (S) 0.4 50 2.50 0. Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja. Baku mutu ini harus dicapai oleh seluruh industri saat sekarang. Limbah atau sampah juga merupakan suatu bahan yang tidak berarti dan tidak berharga. Jakarta : Pusdiknakes.1. Margono. Azrul.40 15 0.004 Minyak & Lemak 5. Ilmu Kesehatan Masyarakat.032 0. Tabel 3. Pedoman Bidang Studi Pembuangan Tinja Dan Air Limbah Pada Institusi Pendidikan Sanitasi/Kesehatan Lingkungan.2 TSS 60 2.0 70 2. 1997.8 COD 110 4. Baku Proses Penyamakan Proses Penyamakan Mutu Limbah Cair Menggunakan Krom Menggunakan Daun-daunan Industri Kadar Beban Kadar Beban Penyamakan Kulit. Jakarta : Rineka cipta.0 Debit limbah cair maksimum 40 m kubik per ton penggaraman kulit mentah DAFTAR PUSTAKA Azwar.80 0.0 0. tapi kita tidak mengetahui bahwa limbah juga bisa menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat jika diproses secara baik dan benar. 1996.4 180 7.1.024 0.1.02 0. Soekidjo.1. Citra Aditya Bakti.60 Amonia Total (N) 0. Bandung : PT. Notoatmodjo.0 0.20 5. Parameter BOD5 50 2. Jakarta : Mutiara Sumber Widya. 1995.0 – 9.60 0.1. Baku mutu limbah cair pada tabel 3. Wahyono. Udin Jabu. Padang : 1990 Djatmiko. 2000 Haudri Satriago.Baku mutu pada tabel 3. Baku mutu pada tabel ini dapat diterapkan pada seluruh pabrik penyakan pada tahun 1995 dan harus digunakan untuk semua industri baru atau perluasannya saat ini. Dkk.id/download/fkm/fkm-devi2. Pengantar Imu Kesehatan Lingkungan.02 PH 6. Istilah Lingkungan Untuk Manajemen.pdf PENGERTIAN LIMBAH ATAU SAMPAH Limbah atau sampah yaitu limbah atau kotoran yang dihasilkan karena pembuangan sampah atau zat kimia dari pabrik-pabrik. e-USU http://library.ac. Maksimum Pencemara Maksimum Pencemaran Berlaku Bagi ( mg/1) n (mg/1) Maksimum (g/m) Industri Baru Atau Maksimum Yang Diperluas (g/m ) Dan Semua Industri Baru. Pendayagunaan Industri Managemen.2.0 Krom Total (Cr) 0.20 N Total (N) 10 0. Dinas Kebersihan Kotamadyia Padang. Limbah atau sampah juga bisa berarti sesuatu .50 0.

Dampak limbah secara umum di tinjau dari dampak terhadap kesehatan dan terhadap lingkungan adalah sebgai berikut : 1. limbah padat kegiatan perdagangan. Potensi . amoniak (NH3). organik. lumpur atau bubur yang berasal dari suatu proses pengolahan. Limbah domestik pada umumnya berbentuk limbah padat rumah tangga. ikan. 7) Lumpur. kulit telur. seperti asam sulfida (H2S). Dari sebagian dampak-dampak limbah padat diatas. DAMPAK PENCEMARAN LIMBAH PADAT Limbah pasti akan berdampak negatif pada lingkungan hidup jika tidak ada pengolahan yang baik dan benar. akan terjadi reaksi kimia seperti gas H2S. NH3 dan methane yang jika melebihi NAB (Nilai Ambang Batas) akan merugikan manusia. methan (CH4). dalam sampah yang ditumpuk. kertas. karet/kulit tiruan. plastik. Adanya musim hujan dan kemarau. pertanian serta dari tempat-tempat umum. Gas ini akan timbul jika limbah padat ditimbun dan membusuk dikarena adanya mikroorganisme. Dampak Terhadap Kesehatan Dampaknya yaitu dapat menyebabkan atau menimbulkan panyakit. pulp. Sumber-sumber dari limbah padat sendiri meliputi seperti pabrik gula. Jenis-jenis limbah padat: kertas. pengawetan buah. 4) Limbah yang dapat di daur ulang. terjadi proses pemecahan bahan organik oleh bakteri penghancur dalam suasana aerob/anaerob. DEFINISI LIMBAH PADAT Limbah padat adalah hasil buangan industri yang berupa padatan. dll . metal. plywood. 2) Dapat menimbulkan penurunan kualitas udara. ada beberapa dampak limbah yang lainnya yang ditinjau dari aspek yang berbeda secara umum. III.yang tidak berguna dan dibuang oleh kebanyakan orang. perkantoran. peternakan. 2) Limbah padat yang sukar terbakar. gelas/kaca. karena limbah padat biasanya langsung dibuang dalam perairan atau bersama-sama air limbah. dengan adanya limbah padat didalam linkungan hidup maka dapat menimbulkan pencemaran seperti : 1) Timbulnya gas beracun. Maka akan dapat menyebabkan air menjadi keruh dan rasa dari air pun berubah. Limbah padat berasal dari kegiatan industri dan domestik. mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak berguna dan jika dibiarkan terlalu lama maka akan menyebabkan penyakit padahal dengan pengolahan sampah secara benar maka bisa menjadikan sampah ini menjadi benda ekonomis. Secara garis besar limbah padat terdiri dari : 1) Limbah padat yang mudah terbakar. bakteri. IV. rayon. Gas H2S 50 ppm dapat mengakibatkan mabuk dan pusing. 6) Bongkaran bangunan. kayu. 5) Limbah radioaktif. limbah nuklir. 3) Penurunan kualitas air. 4) Kerusakan permukaan tanah. C02 dan sebagainya. kain. 3) Limbah padat yang mudah membusuk. atau daging.

Berbagai ikan dapat mati sehingga mungkin lama kelamaan akan punah. PENGOLAHAN LIMBAH PADAT Pengolahan limbah padat dapat dilakukan dengan berbagai cara yang tentunya dapat menjadikan limbah tersebut tidak berdampak buruk bagi lingkungan ataupun kesehatan. listrik dan pencairan logam. Cara ini bisa menjadikan limbah atau sampah yang semula bukan apa-apa sehingga bisa menjadi barang yang ekonomis dan bisa menghasilkan uang. Limbah padat tanpa pengolahan : Limbah padat yang tidak mengandung unsur kimia yang beracun dan berbahaya dapat langsung dibuang ke tempat tertentu sebagai TPA (Tempat Pembuangan Akhir). majalah bekas. radio tua. membutuhkan tempat atau lokasi yang cukup kecil dan dapat digunakan sebagai sumber energi baik untuk pembangkit uap air panas. dengan cara mendaur ulang. botol bekas. b) Penyakit kulit misalnya kudis dan kurap. sehingga pintu air mampet dan pada waktu musim hujan air tidak dapat mengalir dan air naik menggenangi rumah-rumah penduduk. Pengolahan limbah juga dapat dilakukan dengan cara-cara yang sedehana lainnya misalnya.bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut: a) Penyakit diare dan tikus. Tidak jarang manusia juga mengkonsumsi atau menggunakan air untuk kegiatan sehari-hari. Limbah padat dengan pengolahan : Limbah padat yang mengandung unsur kimia beracun dan berbahaya harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke tempat-tempat tertentu. Menurut sifatnya pengolahan limbah padat dapat dibagi menjadi dua cara yaitu pengolahan limbah padat tanpa pengolahan dan pengolahan limbah padat dengan pengolahan. penyakit ini terjadi karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan yang tidak tepat. air lingkungan juga menimbulkan banjir karena banyak orang-orang yang membuang limbah rumah tanggake sungai. Dapat juga dijual kepada tetangga kita yang menjadi tukang loak ataupun pemulung. Cara ini adalah cara yang paling mudah untuk dilakukan karena tidak membutuhkan usaha keras. Faktor – faktor yang perlu kita perhatikan sebelum kita mengolah limbah padat tersebut adalah sebagai berikut : 1. Dampak Terhadap Lingkungan Cairan dari limbah – limbah yang masuk ke sungai akan mencemarkan airnya sehingga mengandung virus-virus penyakit. koran bekas. Banyak dapat membutuhkan penanganan khusus tempat dan sarana pembuangan. V. Kelebihan cara membakar ini adalah mudah dan tidak membutuhkan usaha keras. TV tua dan sepeda yang usang. Barang-barang yang dapat dijual antara lain kertas-kertas bekas. 2. Dapat juga dengan cara pembakaran. Cara ini bisa dilakukan dengan cara membakar limbah-limbah padat misalnya kertas-kertas dengan menggunakan minyak tanah lalu dinyalakan apinya. Jumlah Limbah Sedikit dapat dengan mudah kita tangani sendiri. ban bekas. Dijual kepasar loakatau tukang rongsokan yang biasa lewat di depan rumah – rumah. . sehingga menusia akan terkena dampak limbah baik secara langsung maupun tidak langsung. sehingga dapat meresahkan para penduduk. Selain mencemari.

Sedangkan tujuan pengolahan yang bersifat non-ekonomis adalah untuk mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan. VI. 3.2. penyusunan ukuran. buangan atau kotoran hewan ataupun juga pada lumpur pabrik. Sifat kimia dari limbah padat akan merusak dan mencemari lingkungan dengan cara membentuk senyawa-senyawa baru. dan tingkat pencemaran yang akan timbul. Sifat fisik dan kimia limbah Sifat fisik mempengaruhi pilihan tempat pembuangan. Adalah sistem pemisahan berdasarkan sifat magnet yang bersifat agnet. Adalah sistem pemisahan untuk mendapatkan keseragaman ukuran / berat / volume. 2. Penyusunan Ukuran Penyusunan ukuran dilakukan untuk memperoleh ukuran yang lebih kecil agar pengolahannya menjadi mudah. Pengomposan Pengomposan dilakukan terhadap buangan / limbah yang mudah membusuk. Misalnya untuk memisahkan campuran logam dan non logam. 1. Karena lingkungan ada yang peka atau tidak peka terhadap pencemaran. supaya peralatan pengolahan menjadi awet. sampah kota. 4. Tujuan pengolahan yang bersifat ekonomis adalah dengan meningkatkan efisiensi pabrik secara menyeluruh dan mengambil kembali bahan yang masih berguna untuk di daur ulang atau di manfaat lain. unsur yang akan terkena. maka perlu kita perhatikan tempat pembuangan akhir (TPA). Supaya hasil pengomposan baik. tidak boleh dilakukan pada sembarang tempat dan perlu diketahui bahwa tidak semua limbah padat dapat dibuang ke laut. sarana penggankutan dan pilihan pengolahannya. Sistem Gravitasi. Adalah sistem pemisahan berdasarkan gaya berat misalnya barang yang ringan / terapung dan barang yang berat / tenggelam. Kemungkinan pencemaran dan kerusakan lingkungan. 3. limbah padat harus dipisahkan dan disamakan ukurannya atau volumenya. 4. Sistem Magnetis. Tujuan akhir dari pengolahan Terdapat tujuan akhir dari pengolahan yaitu bersifat ekonomis dan bersifat non-ekonomis. PROSES PENGOLAHAN LIMBAH PADAT Dalam memproses pengolahan limbah padat terdapat empat proses yaitu pemisahan. Hal ini disebabkan : . dan pembuangan limbah. Sistem pemisahan ada tiga yaitu diantaranya : Sistem Balistik. akan langsung menempel. pengomposan. Pembuangan Limbah Proses akhir dari pengolahan limbah padat adalah pembuangan limbah yang dibagi menjadi dua yaitu : a) Pembuangan Di Laut Pembuangan limbah padat di laut. Pemisahan Karena limbah padat terdiri dari ukuran yang berbedan dan kandungan bahan yang berbeda juga maka harus dipisahkan terlebih dahulu.

kontaminan disebat cemaran (pollutant). Cemaran primer adalah cemaran yang diemisikan secara langsung dari sumber cemaran. Polutan udara sebagai hasil aktivitas manusia. Bagaimana cara memperkirakan banyaknya polutan yang keluar dari sistem operasi tertentu. walaupun demikian masih mungkin kita memperkirakan banyaknya polutan udara dan aktivitas ini. Selain itu sebaran polutan ke atmosfir dapat pula diperkirakan dengan berbagai macam pendekatan. peternakan. perikanan. . Struktur tanah. serta pendekatan yang digunakan untuk memprediksi sebaran polutan tersebut ke atmosfir akan diuraikan pada pembahasan berikut ini. Jaraknya jauh dengan permukiman. flora atau fauna. Pilih lokasi yang benar-benar tidak ekonomis lagi untuk kepentingan apapun.files. bus. perkebunan. bila ini terjadi. Limbah padat yang mengandung senyawa kimia beracun dan berbahaya dapat membunuh biota laut. pabrik. Pengaruh terhadat sumber lain.pdf Limbah Gas Pencemaran udara dapat disebabkan oleh sumber alami maupun sebagai hasil aktivitas manusia. 4. Laut sebagai tempat rekreasi dan lalu lintas kapal. dan kereta api. fasilitas. Pada umumnya pencemaran yang diakibatkan oleb sumber alami sukar diketahui besarnya. terlebih lagi jika diketahui jenis bahan. proses berlangsungnya aktivitas tersebut. umumnya lebih mudah diperkirakan banyaknya. temperatur dan angin. 4.com/2009/01/makalah-limbah-padatgapra. 3. Laut sebagai tempat mencari ikan bagi nelayan. Sumber cemaran dari aktivitas manusia (antropogenik) adalah setiap kendaraan bermotor. spesifikasi bahan. Pengaruh iklim. instalasi atau aktivitas yang mengemisikan cemaran udara primer ke atmosfer. 3. pabrik. pesawat terbang. rumah tangga. http://gapra. Cemaran sekunder adalah cemaran yang terbentuk oleh proses kimia di atmosfer. 2. 2. dan lain-lain dan sumber bergerak (mobile source) seperti: truk. Laut menjadi dangkal. serta spesifikasi satuan operasi yang digunakan dalam proses maupun pasca prosesnya. Ada 2 kategori sumber antropogenik yaitu: sumber tetap (stationery source) seperti: pembangkit energi listrik dengan bakar fosil. Proses Pencemaran Udara Semua spesies kimia yang dimasukkan atau masuk ke atmosfer yang "bersih" disebut kontaminan. b) Pembuangan Di Darat Atau Tanah Untuk pembuangan di darat perlu dilakukan pemilihan lokasi yang harus dipertimbangkan sebagai berikut : 1.wordpress. jasa.1. Cemaran udara diklasifihasikan menjadi 2 kategori menurut cara cemaran masuk atau dimasukkan ke atmosfer yaitu: cemaran primer dan cemaran sekunder. Kontaminan pada konsentrasi yang cukup tinggi dapat mengakibatkan efek negatif terhadap penerima (receptor).

H2SO4 . Hidrokarbon (HC). c. d. Nitrogen oksida (NOx) Cemaran nitrogen oksida yang penting berasal dari sumber antropogenik yaitu: NO dan NO2. Sumbangan sumber antropogenik terhadap emisi total ± 10. Nitrogen oksida (Nox). Pencemaran dari sumber antropogenik 55. Sulfur oksida (SOX) Senyawa sulfur di atmosfer terdiri dari H2S. Karbon monoksida (CO) Pencemaran karbon monoksida berasal dari sumber alami seperti: kebakaran hutan. CFC (Chloro-Fluoro-Carbon/Freon). Unsur-unsur Pencemar Udara a. SO3. Selain cemaran primer terdapat cemaran sekunder yaitu cemaran yang memberikan dampak sekunder terhadap komponen lingkungan ataupun cemaran yang dihasilkan akibat transformasi cemaran primer menjadi bentuk cemaran yang berbeda. b. Hujan asam. Sumber CO lainnya berasal dari sumber antropogenik yaitu hasil pembakaran bahan bakar fosil yang memberikan sumbangan 78.Lima cemaran primer yang secara total memberikan sumbangan lebih dari 90% pencemaran udara global adalah: a. produksi CO oleh vegetasi dan kehidupan di laut. e. b. Sulfur oksida (SOx) e. Partikulat. oksidasi dari terpene yang diemisikan hutan ke atmosfer. b. c. CO2 (karbon monoksida). Ada beberapa cemaran sekunder yang dapat mengakibatkan dampak penting baik lokal. Karbon monoksida (CO).5% dari emisi total. CH4 (metana). merkaptan. regional maupun global yaitu: a.3% berasal dari pembakaran bensin pada otomotif. Cemaran asbut (asap kabut) atau smog (smoke fog). c. d. SO2.6%.

Partikulat Cemaran partikulat meliputi partikel dari ukuran molekul s/d > 10 μm. CO2 yang berada di atmosfer mengakibatkan radiasi inframerah yang tertahan akan meningkat yang pada gilirannya akan mengakibatkan pemanasan global. dan N2O menyebabkan efek rumah kaca sehingga menyebabkan pemanasan global. d-Iimonene) dari tumbuhan ± 9.9%. rawa (34%). N2O. dan aerosol sulfur organik.59% dan insinerasi. Hidrokarbon (HC) Cemaran hidrokarbon yang paling penting adalah CH4 (metana) + 860/ dari emisi total hidrokarbon. Sumber cemaran CH4 adalah sawah (11%). Asap kabut fotokimia Asap kabut merupakan cemaran hasil reaksi fotokimia antara O3. Partikel dengan ukuran > 10 μm akan diendapkan secara gravitasi dari atmosfer. hidrokarbon dan NOX membentuk senyawa baru aldehida (RHCO) dan Peroxy Acil Nitrat (PAN) (RCNO5). Radiasi inframerah yang dipancarkan oleh permukaan bumi tertahan oleh awan. e. dan ukuran yang lebih kecil dari 0. dari rawa 34%. gas alam 8.garam-garam sulfit.2 % emisi hidrokarbon total. Cemaran hidrokarbon lain yang cukup penting adalah emisi terpene (a-pinene p-pinene. Sumbangan emisi hidrokarbon dari sumber antrofogenik 5% lebih kecil daripada yang berasal dari pembakaran bensin 1. Sumber cemaran antropogenik utama adalah pembakaran batubara 52%. f. Efek rumah kaca dapat dipahami dari Gambar 30. dari insineratc dan penguapan solvent 1. CFC. Sumber utama partikulat adalah pembakaran bahan bakar ± 13% . dimana yang berasal dari sawah 11%. Karbondioksida (CO2) Emisi cemaran CO2 berasal dari pembakaran bahan bakar dan sumber alami. garam-garam sulfat. CFC. dan kebakaran hutan 2. Cemaran garam sulfat dan sulfit dalam bentuk aerosol yang berasal dari percikan air laut memberikan sumbangan 15% dari emisi total. Gas-gas CH4.10 μm. Sinar matahari yang masuk ke atmosfer sekitar 51% diserap oleh permukaan bumi dan sebagian disebarkan serta dipantulkan dalam bentuk radiasi panjang gelombang pendek (30%) dan sebagian dalam bentuk radiasi inframerah (70%). myrcene.8% g. Oleh karena itu cemaran partikulat yang penting adalah dengan kisaran ukuran 0. Metana (CH4) Metana merupakan cemaran gas yang bersama-sama dengan CO2. d. h. pertambangan dll (5%). hutan tropis (36%). pertambangan dan lain-lain 5%.5%.8%. . Dari cemaran tersebut yang paling penting adalah SO2 yang memberikan sumbangan ± 50% dari emisi total. hutan tropis 36%.1 .1 μm pada umumnya tidak menyebabkan masalah lingkungan.

i. maka akan diubah menjadi HNO3 dan H2SO4. Kualitas udara ambien akan menentukan dampak negatif cemaran udara terhadap kesehatan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat (tumbuhan. CO (karbon monoksida). kajian epidemiologi. konversi dan penghilangan cemaran di atmosfer.20%) yang rentan terhadap pencemaran udara. NOX (nitrogen oksida). SO2 (sulfur oksida). Baku Mutu Kualitas Udara Nasional Amerika (Tabel 13) yang telah dikaji oleh National Academics of Science and Environmental Protection Agency (NEPA) menetapkan baku mutu primer dan baku mutu sekunder. dan Cu (II) mempercepat reaksi SO2 menjadi H2SO4. Hujan asam Bila konsentrasi cemaran NOx dan SOX di atmosfer tinggi. Baku mutu sekunder ditetapkan untuk melindungi kesejahteraan masyarakat (material. HNO3 dan H2SO4 bersama-sama dengan HCI dari emisi HCI menyebabkan derajad keasaman (pH) hujan menjadi rendah <> Pencemaran Udara Ambien Kualitas udara ambien merupakan tahap awal untuk memahami dampak negatif cemaran udara terhadap lingkungan. hidrokarbon non-metana. Baku mutu primer ditetapkan untuk melindungi pada batas keamanan yang mencukupi (adequate margin safety) kesehatan masyarakat dimana secara umum ditetapkan untuk melindungi sebagian masyarakat (15. Ni (II). Adanya hidrokarbon. (3) Mendapatkan informasi epidemiologi lebih banyak. tumbuhan. Fe (II). hewan. dan partikulat. oksida logam Mn (II). . Kualitas udara ambien ditentukan oleh: (1) kuantitas emisi cemaran dari sumber cemaran. (2) proses transportasi. NO2. dan (4) Menjembatani gap informasi dan mengurangi ketidakpastian baku mutu yang sekarang diberlakukan. dan pada kasus yang terbatas kajian pemaparan pada manusia. (2) Menentukan korelasi antara respon manusia dan hewan terhadap cemaran. material dan Iain-Iainnya) Informasi mengenai efek pencemaran udara terhadap kesehatan berasal dari data pemaparan pada binatang. Penelitian secara terus menerus dilakukan dengan tujuan: (1) Menetapkan secara lebih baik konsentrasi dimana efek negatif dapat dideteksi. hewan) dari setiap efek negatif pencemaran udara yang telah diketahui atau yang dapat diantisipasi. Baku mutu kualitas udara lingkungan/ambien ditetapkan untuk cemaran yaitu: O3 (ozon).

Karena adanya plume rise ini. maka banyaknya polutan yang lolos dari proses pembakarannya dapat diketahui jumlahnya persatuan waktu. NO2 (nitrogen dioksida). Salah satu contoh baku mutu emisi adalah untuk Pembangkit Daya Uap dengan Bahan Bakar Batubara. Sebagai gantinya. Faktor emisi disini didefinisikan sebagai sejumlah berat tertentu polutan yang dihasilkan oleh terbakarnya sejumlah bahan bakar se/ama kurun waktu tertentu. ditulis dalam rumus kimianya sebagai C (karbon). konversi. diantaranya adalah dengan model kotak hitam (black box model). . HCHO (aldehid). Sebagai contoh misalnya batu bara yang umumnya. model distribusi normal Gaussian (Gaussian Model). Plume rise (kenaikan kepulan asap) Gerakan ke atas dari kepulan gas dari ketinggian cerobong (stack). umumnya disebut sebagai polutan (zat pencemar). dan penghilangan cemaran maka kualitas udara ambien tidak akan melampaui baku mutunya. jika dibakar sempurna dengan 02 (oksigen) akan dihasilkan CO2 (karbon dioksida). yaitu CO2 (karbon monoksida). SO2 (sulfur dioksida) maupun Abu.Berdasarkan baku mutu kualitas udara ambien ditentukan baku mutu emisi berdasarkan antisipasi bahwa dengan emisi cemaran dibawah baku mutu dan adanya proses transportasi. hingga asap mengalir secara horisontal dikenal sebagai "plume rise" atau kenaikan kepulan asap. Sebaran polutan Polutan yang diemisikan dari sistem akan tersebar ke atmosfer. Ternyata untuk setiap batubara yang dibakar dihasilkan pula produk lain selain CO2. tinggi stack perlu ditambah dengan tinggi kenaikan kepulan asap sehingga dikenal adanya tinggi stack efektif. Namun pada kenyataannya tidaklah demikian. Konsentrasi polutan di udara sebagai hasil sebaran polutan dari sumber emisi dapat diperkirakan dengan berbagai pendekatan. Kenaikan ini disebabkan adanya momentum akibat kecepatan vertikal gas maupun perbedaan suhu "flue gas" dengan udara ambien. maka akan keluar sejumlah tertentu gas hasil pembakarannya. CH4 (metana). dan model lainnya. Faktor emisi Apabila sejumlah tertentu bahan bakar dibakar. tinggi stack secara fisik tidak dapat digunakan pada persamaan Gauss. Produk hasil pembakaran selain CO2 tersebut. Dari definisi ini dapat diketahui bahwa jika faktor emisi sesuatu polutan diketahui.

Walaupun merokok hampir selalu menjadi urutan tertinggi sebagai penyebab dari penyakit pernafasan menahun akan tetapi sulfur oksida. Banyak faktor-faktor lain yang ikut menentukan hubungan sebab akibat ini. Terdapat korelasi yang kuat antara pencemaran udara dengan penyakit bronchitis kronik (menahun). 6. Kelompok yang terkena terutama bayi. kanker. antara lain dengan merangsang timbulnya atau sebagai faktor pencetus sejumlah penyakit. Masalah dalam ekstrapolasi hasil percobaan laboratorium binatang ke manusia. 3. Penyebab jamak dan masa inkubasi yang lama dari penyakitpenyakit (misalnya: emphysema.Korelasi Antara Pencemaran Udara dan Kesehatan Pencemaran udara dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia melalui berbagai cara. bronchitis kronik. karena manusia terpapar terhadap sejumlah banyak zat-zat pencemar yang berbahaya untuk jangka waktu yang sudah cukup lama. dan nitrogen dioksida telah menunjukkan sebagai penyebab dan pencetusnya asthma brochiale. 4. bronchitis menahun dan emphysema paru. Apalagi penemuan-penemuan kelainan fisiologik pada kehidupan manusia yang terjadi lebih dini sebelum tanda-tanda penyakit dapat dilihat atau pun dirasa. Catatan penyakit dan kematian yang tidak lengkap dan kurang dapat dipercaya. asam sulfur. Namun dari data statistik dan epidemiologik hubungan ini dapat dilihat dengan nyata. cukup sulit. orang tua dan golongan berpenghasilan rendah yang biasanya tinggal di kota-kota besar dengan kondisi perumahan dan lingkungan yang buruk. Kesulitan dalam mendeteksi zat pencemar yang dapat menimbulkan bahaya pada konsentrasi yang sangat rendah. Menelaah korelasi antara pencemaran udara dan kesehatan. 5. Pada umumnya data morbiditas dapat dianggap lebih penting dan berguna daripada data mengenai mortalitas. 2. sebagai akibat . Hal ini karena: 1. partikulat. penyakit jantung). Interaksi sinergestik di antara zat-zat pencemar. Hubungan yang sebenarnya antara pencemaran udara dan kesehatan ataupun timbulnya penyakit yang disebabkannya sebetulnya masih belum dapat diterangkan dengan jelas betul dan merupakan problema yang sangat komplek. Jumlah dan jenis zat pencemar yang bermacam -macam. Kesulitan dalam mengisolasi faktor tunggal yang menjadi penyebab. 7. Hasil-hasil penelitian di Amerika Serikat sekitar tahun 70-an menunjukkan bahwa bronchitis kronik menyerang 1 di antara 5 orang laki-laki Amerika umur antara 40-60 tahun dan keadaan ini berhubungan dengan merokok dan tinggal di daerah perkotaan yang udaranya tercemar.

Hal ini membuktikan bahwa prevalensinya tak dipengaruhi oleh macam pekerjaan sehari-hari. jumlah morbiditas pada anak-anak. Pengaruh pada wanita maupun pria kurang lebih sama. data meteorologik. . WHO Inter Regional Symposium on Criteria for Air Quality and Method of Measurement telah menetapkan beberapa tingkat konsentrasi pencemaran udara dalam hubungan dengan akibatnya terhadap kesehatan/ lingkungan sebagai berikut: Tingkat I : Konsentrasi dan waktu expose di mana tidak ditemui akibat apa-apa. jumlah sertifikat/surat keterangan dokter.dari pencemaran udara. Tindakan pencegahan mestinya telah perlu dilaksanakan pada tingkat yang sedini mungkin. Penyakit yang disebabkan oleh pencemaran udara Penyakit-penyakit yang dapat disebabkan oleh pencemaran udara adalah: 1) Bronchitis kronika. Tingkat II : Konsentrasi di mana mungkin dapat ditemui iritasi pada panca indera. baik secara langsung maupun tidak langsung. jumlah perawatan dalam rumah sakit. Beberapa cara menghitung/memeriksa pengaruh pencemaran udara terhadap kesehatan adalah antara lain dengan mencatat: jumlah absensi pekerjaan/dinas. kebiasaan makan. jumlah morbiditas anggotaanggota tentara penyelidikan pada penderita dengan penyakit tertentu misalnya penyakit jantung. 4) Asthma bronchiale. merokok. paru dan sebagainya. Tingkat III : Konsentrasi di mana mungkin timbul hambatan pada fungsi-fungsi faali yang fital serta perubahan yang mungkin dapat menimbulkan penyakit menahun atau pemendekan umur (serious level). Dengan membersihkan udara dapat terjadi penurunan 40% dari angka mortalitas. jelas lebih penting lagi artinya. dengan juga memperhitungkan faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh (misalnya udara. pembatasan penglihatan atau akibat-akibat lain yang merugikan pada lingkungan (adverse level). 2) Emphysema pulmonum. jumlah morbiditas pada orang-orang usia lanjut. akibat berbahaya pada tumbuh-tumbuhan. Penyelidikan-penyelidikan ini harus dilakukan secara prospektif dan komparatif antara daerahdaerah dengan pencemaran udara hebat dan ringan. dan sebagainya). 3) Bronchopneumonia. Tingkat IV : Konsentrasi di mana mungkin terjadi penyakit akut atau kematian pada golongan populasi yang peka (emergency level).

Scharf dkk (1974) melaporkan suatu kasus dengan infark myocard transmural setelah terkena CO. apalagi bila telah ada tanda-tanda penyakit jantung ischemik sebelumnya. juga ditemukan 2 kali lebih besar morbiditasnya di daerah dengan pencemaran udara tinggi.5) Cor pulmonale kronikum. Demikian juga di India bagian utara di mana penduduk tinggal di rumah-rumah tanah liat tanpa jendela dan menggunakan kayu api untuk pemanas rumah. Stocks & Campbell menemukan mortalitas pada nonsmokers di daerah perkotaan 10 kali lebih besar daripada daerah pedesaan. . akan mendapat kompensasi akibat kerugian dan biaya perawatan dari penyakitnya oleh polluters. akin dapat terjadi nekrosis otot jantung. 9) Penyakit-penyakit lain. Kadar lebih rendah dari itu pun telah dapat mengganggu faal jantung. 8) Kanker lambung. 7) Penyakit jantung. Di daerah industri di Republik Ceko umpamanya. umpamanya iritasi mata. kulit dan sebagainya banyak juga dihubungkan dengan pencemaran udara. Juga gangguan pertumbuhan anak dan kelainan hematologik pernah diumumkan. sejumlah 7 macam penyakit yang berhubungan dengan pencemaran (pollution related diseases). sedangkan di daerah lain pembentukannya normal. dapat ditemukan prevalensi tinggi penyakit ini. Di Jepang sekarang secara resmi telah diakui oleh pemerintah pusat maupun daerah. Afinitas CO terhadap hemoglobin adalah 210 kali lebih besar daripada O2 sehingga bila kadar COI-Ib sama atau lebih besar dari 50%. ditemukan 2 kali Iebih banyak pada daerah dengan pencemaran tinggi. Karbon-monoksida ternyata dapat menyebabkan bahaya pada jantung. yang dianggap disebabkan oleh salah satu macam bahaya pencemaran.• Orang-orang dengan keterangan sah menderita penyakit ini. 6) Kanker paru. yaitu: Bronchitis kronika• Asthma bronchiale• Asthrnatik bronchitis• Emphysema pulmonum dan komplikasinya• Minamata disease (karena pencemaran air dengan methyl-Hg)• Itai-itai disease (karena keracunan cadmium khronik)• Chronic arsenik poisoning (pencemaran air dan udara di tambangtambang AS). Di Rusia pernah ditemukan hambatan pembentukan antibodi terhadap influenza vaccin di daerah kota dengan tingkat pencemaran tinggi.

Limbah gas. asap dan debu melalui udara adalah: . penyerap ion. Dasar pengembangan yang dilakukan adalah absorbsi. Kesulitannya sering terbentuk pada persediaan alat di pasaran. pembakaran.pengolahan harus merupakan kebijaksanaan perlindungan konsumen baik dari sudut pencemaran itu sendiri maupun dari segi biaya. Tidakkah peralatan mencakup sebagian besar investasi yang tentu harus dibebankan pada harga pokok produksi. Di samping itu ada faktor lain yang harus dipertimbangkan yaitu nilai ekonomis peralatan. Atas dasar pemikiran ini maka pilihan teknologi . Pilihan desain yang diinginkan tidak sesuai dengan kondisi limbah. Pilihan peralatan dilakukan atas dasar faktor berikut: – Jenis bahan pencemar (polutan) – Komposisi – Konsentrasi – Kecepatan air polutan – Daya racun polutan – Berat jenis – Reaktivitas – Kondisi lingkungan Desain peralatan disesuaikan dengan variabel tersebut untuk memperoleh tingkat efisiensi yang maksimum. kolam netralisasi dan pembersihan partikel. Kemampuan untuk mendesain peralatan membutuhkan keahlian tersendiri dan ini merupakan masalah tersendiri pula. Pada umumnya jenis pencemar melalui udara terdiri dari bermacam-macam senyawa kimia baik berupa limbah maupun bahan beracun dan berbahaya yang tersimpan dalam pabrik.Pengolahan Limbah Gas Ada beberapa metode yang telah dikembangkan untuk penyederhanaan buangan gas. sebab itu harus dibentuk desain baru. Permasalahannya bahwa ternyata kemudian biaya pengendalian menjadi beban konsumen.

Nitro karbon : Gas tidak berwarna 13. Amoniak : Gas tidak berwarna. pemrosesan . tidak berbau 4. Oksida nitrogen : Gas. Karbon monoksida : Gas tidak berwarna dan tidak berbau 3. berwarna dan berbau 5. Hidrogen fluorida : Gas tidak berwarna 14. dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan.com/2009/04/limbah-gas. Chlor : Gas. tidak berwarna. pengangkutan . Asap : Campuran gas dan partikel berwarna hitam: CO2 dan SO2 6. Nitrogen sulfida : Gas. larutan dan berbau 16. berbau 11. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yg dihasilkan dari kegiatan manusia. lingkungan atau keindahan. larutan http://mengerjakantugas. Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat .blogspot.1. Debu : Berupa padatan halus 2. Asam chlorida : Berupa larutan dan uap 9. gas . pendaur-ulangan . Soda api : Kristal 8. atau pembuangan dari material sampah. Timah hitam : Gas tidak berwarna 12.html Pengelolaan sampah Pengelolaan sampah adalah pengumpulan . Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam . berbau 15. Asam sulfat : Cairan kental 10. cair . atau radioaktif dengan metoda dan keahlian khusus untuk masing masing jenis zat. Belerang dioksida : Tidak berwarna dan herbau tajam 7. Karbon dioksida : Gas. Merkuri : Tidak berwarna. .

lubang bekas pertambangan . Efek samping lain dari sampah adalah gas methan dan karbon dioksida yang juga sangat berbahaya. dan adanya genangan air sampah. berbeda juga antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan . atau mengolah sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup. diantaranya angin berbau sampah . (di bandung kandungan gas methan ini meledak dan melongsorkan gunung sampah) . berbeda juga antara daerah perumahan dengan daerah industri. sedangkan untuk sampah dari area komersial dan industri biasanya ditangani oleh perusahaan pengolah sampah. menarik berkumpulnya Hama . Sedankan penimbunan darat yg tidak dirancang dan tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan berbagai masalah lingkungan . Metoda Pembuangan [sunting] Penimbunan darat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penimbunan darat Penimbunan darat sampah di Hawaii. metode ini adalah metode paling populer di dunia. Penimbunan ini biasanya dilakukan di tanah yg ditinggalkan . Tujuan Pengelolaan sampah merupakan proses yang diperlukan dengan dua tujuan: • • mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis (Lihat: Pemanfaatan sampah). tanah yg digunakan untuk mengolah dan ketersediaan area.Praktek pengelolaan sampah berbeda beda antara Negara maju dan negara berkembang . Metode pengelolaan sampah berbeda beda tergantung banyak hal . diantaranya tipe zat sampah . atau lubang lubang dalam. Pengelolaan sampah yg tidak berbahaya dari pemukiman dan institusi di area metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Pembuangan sampah pada penimbunan darat termasuk menguburnya untuk membuang sampah. Sebuah situs penimbunan darat yg di desain dan di kelola dengan baik akan menjadi tempat penimbunan sampah yang hiegenis dan murah.

gas. kremasi merubah sampah menjadi panas. Hal ini bsia dilakukan untuk sampah padat . uap dan abu. Pengkremasian dilakukan oleh perorangan atau oleh industri dalam skala besar. Pembakaran adalah metode yang melibatkan pembakaran zat sampah. cari maupun gas. Pengkremasian dikenal sebagai cara yang . Karakter desain dari penimbunan darat yang modern diantaranya adalah metode pengumpulan air sampah menggunakan bahan tanah liat atau pelapis plastik. [sunting] Pembakaran/pengkremasian Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pembakaran/pengkremasian sampah Pabrik pembakaran di Vienna (Spittelau incineration plant). Banyak penimbunan samapah mempunyai sistem pengekstrasi gas yang terpasang untuk mengambil gas yang terjadi.Kendaraan pemadat sampah penimbunan darat. Gas yang terkumpul akan dialirkan keluar dari tempat penimbunan dan dibakar di menara pemabakar atau dibakar di mesin berbahan bakar gas untuk membangkitkan listrik. Pengkremasian dan pengelolaan sampah lain yg melibatkan temperatur tinggi baisa disebut "Perlakuan panas".Sampah biasanya dipadatkan untuk menambah kepadatan dan kestabilannya . dan ditutup untuk tidak menarik hama (biasanya tikus).

Metode ini adalah aktivitas paling populer dari daur ulang . koran. contoh di Indonesia adalah rencana PLTSa Gede Bage di sekitar kota Bandung. dan kardus. dipilih dan digunakan kembali. ada keluhan adanya polusi mikro dari emisi gas yang keluar cerobongnya. Metode metode baru dari daur ulang terus ditemukan dan akan dijelaskan dibawah. Perhatian lebih diarahkan pada zat dioxin yang kemungkinan dihasilkan di dalam pembakaran dan mencemari lingkungan sekitar pembakaran.Pembakaran pada alat kremasi tidaklah selalu sempurna . dan PS) juga bisa di daur ulang.Ada beberapa cara daur ulang . [sunting] Pengolahan kemabali secara fisik Baja di buang . PP. Dilain pihak .[[Sampah menjadi energi (wasteto-energy)|Sampah menjadi energi atau energi dari sampah adalah terminologi untuk menjelaskan samapah yang dibakar dalam tungku dan boiler guna menghasilkan panas/uap/listrik.karena fasilitas ini tidak membutuhkan lahan seluas penimbunan darat. botol kaca . Pengkremasian adalah metode yang kontroversial karena menghasilkan polusi udara. kaleng baja makanan/minuman. majalah. contohnya sampah medis (sampah biologis). [sunting] Metode Daur-ulang Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daur-ulang Proses pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur ulang. kertas karton. Jenis plastik lain seperti (PVC. pengkremasian seperti ini dianggap positif karena menghasilkan listrik . Sampah yang biasa dikumpulkan adalah kaleng minum aluminum . Pengkremasian biasa dilakukan dinegara seperti jepang dimana tanah begitu terbatas . atau dari sampah yang sudah tercampur. pertama adalah mengambil bahan sampahnya untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari bahan yang bisa dibakar utnuk membangkitkan listik. LDPE.praktis untuk membuang beberapa jenis sampah berbahaya. Pengumpulan bisa dilakukan dari sampah yang sudah dipisahkan dari awal (kotak sampah/kendaraan sampah khusus).Daur ulang . Botol HDPE dan PET . contohnya botol bekas pakai yang dikumpulkan kembali untuk digunakan kembali. yaitu mengumpulkan dan menggunakan kembali sampah yang dibuang .

2007 . Material sampah organik .Hasilnya adalah kompos yang bisa digunakan sebagi pupuk dan gas methana yang bisa digunakan untuk membangkitkan listrik. karena harus bagian bagiannya harus diurai dan dikelompokan menurut jenis bahannya. seperti sampah dapur dan potongan tanaman dikumpulkan di kantong khusus untuk di komposkan. bisa diolah dengan menggunakan proses biologis untuk kompos. [sunting] Pemulihan energi Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sampah menjadi energi (Waste-to-energy) Komponen pencernaan Anaerobik di pabrik Lübeck mechanical biological treatment di Jerman.dari produk yang komplek seperti komputer atau mobil lebih susah. Kanada. [sunting] Pengolahan biologis Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pengkomposan Pengkomposan. Contoh dari pengelolaan sampah menggunakan teknik pengkomposan adalah Green Bin Program (program tong hijau) di Toronto. seperti zat tanaman . sisa makanan atau kertas . dimana sampah organik rumah tangga . atau dikenal dengan istilah pengkomposan.

Hirarki limbah yang tetap menjadi dasar dari sebagian besar . yang mengklasifikasikan strategi pengelolaan sampah sesuai dengan keinginan dari segi minimalisasi sampah. menggunakan kembali sampah dan daur ulang. mengajak konsumen untuk menghindari penggunaan barang sekali pakai (contohnya kertas tissue) .dan mendesain produk yang menggunakan bahan yang lebih sedikit untuk fungsi yang sama (contoh. atau dikenal juga dengan "pengurangan sampah". Proses ini biasanya dilakukan di wadah tertutup pada Tekanan tinggi. Gasifikasi dan Gasifikasi busur plasma yang canggih digunakan untuk mengkonversi material organik langsung menjadi Gas sintetis (campuran antara karbon monoksida dan hidrogen). pengurangan bobot kaleng minuman). Daur-ulang melalui cara "perlakuan panas" bervariasi mulai dari menggunakannya sebakai bahan bakar memasak atau memanaskan sampai menggunakannya untuk memanaskan boiler untuk menghasilkan uap dan listrik dari turbin-generator. Metode pencegahan termasuk penggunaan kembali barang bekas pakai . Pirolisa dan gasifikasi adalah dua bentuk perlakukan panas yang berhubungan . mendesain produk supaya bisa diisi ulang atau bisa digunakan kembali (seperti tas belanja katun menggantikan tas plastik ). [sunting] Konsep pengelolaan sampah Terdapat beberapa konsep tentang pengelolaan sampah yang berbeda dalam penggunaannya. Produk cair dan gas bisa dibakar untuk menghasilkan energi atau dimurnikan menjadi produk lain. atau secara tidak langsung dengan cara mengolahnya menajdi bahan bakar tipe lain. memperbaiki barang yang rusak .Kandungan energi yang terkandung dalam sampah bisa diambil langsung dengan cara menjadikannya bahan bakar. Pirolisa dari sampah padat mengubah sampah menjadi produk berzat padat . dimana sampah dipanaskan pada suhu tinggi dengan keadaan miskin oksigen. • Hirarki Sampah .hirarki limbah merujuk kepada " 3 M " mengurangi sampah. dan cair. antara negara-negara atau daerah. Padatan sisa selanjutnya bisa dimurnikan menjadi produk seperti karbon aktif. gas. [sunting] Metode penghindaran dan pengurangan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Minimalisasi sampah Sebuah metode yang penting dari pengelolaan sampah adalah pencegahan zat sampah terbentuk . Beberapa yang paling umum. banyak-konsep yang digunakan adalah: Diagram dari hirarki limbah. Gas ini kemudian dibakar untuk menghasilkan listrik dan uap.

Penghematan sumber daya alam Penghematan energi Penghematan lahan TPA Lingkungan asri (bersih. [sunting] Manfaat pengelolaan sampah 1. dari penipisan lapisan ozon dan emisi dari "rumah hijau" gas mengancam kelangsungan hidup manusia dan ribuan lainnya hidup spesies. tanah. 3.prinsip pengotor membayar adalah prinsip di mana pihak pencemar membayar dampak akibatnya ke lingkungan. Pencemaran lingkungan .(EPR) adalah suatu strategi yang dirancang untuk mempromosikan integrasi semua biaya yang berkaitan dengan produkproduk mereka di seluruh siklus hidup (termasuk akhir-of-pembuangan biaya hidup) ke dalam pasar harga produk. Ini berarti perusahaan yang manufaktur.• • strategi minimalisasi sampah. Longsor tumpukan sampah: Longsor sampah Leuwigajah 2. 2. Sehubungan dengan pengelolaan limbah. misalnya pengelolaan sampah di universitas proyek. dan air. dan global polusi udara. prinsip pengotor membayar . Tanggung jawab produser diperpanjang dimaksudkan untuk menentukan akuntabilitas atas seluruh Lifecycle produk dan kemasan diperkenalkan ke pasar. dan penipisan sumber daya alam. akumulasi dan distribusi limbah beracun. nyaman) [sunting] Bencana sampah yang tidak dikelola dengan baik 1. Tujuan limbah hirarki adalah untuk mengambil keuntungan maksimum dari produk-produk praktis dan untuk menghasilkan jumlah minimum limbah. 4. Perpanjangan tanggungjawab penghasil sampah / Extended Producer Responsibility (EPR). dan warisan dari generasi masa depan. sehat. Lokal. penipisan dan kerusakan hutan. ini umumnya merujuk kepada penghasil sampah untuk membayar sesuai dari pembuangan [sunting] Pendidikan dan Kesadaran Pendidikan dan kesadaran di bidang pengelolaan limbah dan sampah yang semakin penting dari perspektif global dari manajemen sumber daya. Sumber penyakit 3. misalnya WAMITAB Chartered dan Lembaga Manajemen dari limbah. regional. keamanan negara. Beberapa perguruan tinggi telah menerapkan Talloires oleh Deklarasi pembentukan pengelolaan lingkungan hidup dan program pengelolaan sampah. integritas bumi dan keanekaragaman hayati. impor dan / atau menjual produk diminta untuk bertanggung jawab atas produk mereka berguna setelah kehidupan serta selama manufaktur. Universitas pendidikan kejuruan dan dipromosikan oleh berbagai organisasi. Pernyataan yang Talloires merupakan deklarasi untuk kesinambungan khawatir dengan skala dan belum pernah terjadi sebelumnya kecepatan dan degradasi lingkungan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful