BAB I KULTUR JARINGAN

A. PENDAHULUAN Pertumbuhan suatu tanaman meliputi tumbuh dan berkembang

(diferensiasi) dari sel-sel atau jaringan. Biasanya proses tumbuh dan diferensiasi ini berjalan bersamaan selama pertumbuhan. Dengan melalui teknik kultur jaringan dapat diamati proses tersebut yang berupa

pembentukkan massa sel yang belum berdiferensiasi yang disebut kalus. Bila kalus ini mengalami regenerasi maka akan terbentuk tunas dan akar, yang akhirnya terbentuk tanaman lengkap (Winata, 1992).

Media cair adalah nutrisi yang dilarutkan di air. Perbedaan komposisi media dapat mengakibatkan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan eksplan yang ditumbuhkan secara in vitro. Media adalah tempat bagi jaringan untuk tumbuh dan mengambil nutrisi yang mendukung kehidupan jaringan. . berarti "di dalam kaca" karena jaringan tersebut dibiakkan di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu. teknik kultur jaringan dilakukan dalam kondisi aseptik di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu.Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik. Prinsip Teknik kultur jaringan memanfaatkan prinsip perbanyakan tumbuhan secara vegetatif. mikro dan vitamin untuk pertumbuhan tanaman.Media tumbuh menyediakan berbagai bahan yang diperlukan jaringan untuk hidup dan memperbanyak dirinya.Media cair dapat bersifat tenang atau dalam kondisi selalu bergerak. seperti agar.Karena itu teknik ini sering kali disebut kultur in vitro. dimana nutrisi dicampurkan pada agar.Komposisi media yang digunakan dalam kultur jaringan dapat berbeda komposisinya. sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali. Dikatakan in vitro (bahasa Latin).Media Murashige dan Skoog (MS) sering digunakan karena cukup memenuhi unsur hara makro.Prasyarat Pelaksanaan teknik ini memerlukan berbagai prasyarat untuk mendukung kehidupan jaringan yang dibiakkan.Oleh karena itu. Media padat pada umumnya berupa padatan gel. Teori dasar dari kultur in vitro ini adalah Totipotensi.Teori ini mempercayai bahwa setiap bagian tanaman dapat berkebang biak karena seluruh bagian tanaman terdiri atas jaringan-jaringan hidup.Hal yang paling esensial adalah wadah dan media tumbuh yang steril. semua organisme baru yang berhasil ditumbuhkan akan memiliki sifat yang sama persis dengan induknya.Ada dua penggolongan media tumbuh: media padat dan media cair. Berbeda dari teknik perbanyakan tumbuhan secara konvensional. tergantung kebutuhan.

Contoh jaringan tersebut adalah jaringan daun yang sudah berfotosintesis dan jaringan batang atau akar yang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan. pembesaran sel. dan vitamin pada media dibutuhkan oleh organisme dalam jumlah sedikit untuk regulasi. tunas. dan embriogenesis somatik. Dediferensiasi ditandai dengan peningkatan aktivitas pembelahan.Ada beberapa tipe jaringan yang digunakan sebagai eksplan dalam pengerjaan kultur jaringan.Tipe jaringan yang kedua adalah jaringan parenkima.Jaringan tipe pertama ini biasa ditemukan pada tunas apikal.Pertama adalah jaringan muda yang belum mengalami diferensiasi dan masih aktif membelah (meristematik) sehingga memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi. ujung akar.Nutrien yang tersedia di media berguna untuk metabolisme. dan perkembangan jaringan.Pada media MS. yaitu melalui perbanyakan tunas dari mata tunas apikal. tunas aksiler. maupun kambium batang.ZPT atau hormon tumbuhan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Proses ini dikenal dengan peristiwa dediferensiasi.Metode Metode perbanyakan tanaman secara in vitro dapat dilakukan melalui tiga cara. bagian tepi daun. akar maupun daun pada lokasi yang tidak semestinya.Penambahan hormon tumbuhan atau zat pengatur tumbuh pada jaringan parenkim dapat mengembalikan jaringan ini menjadi meristematik kembali dan berkembang menjadi jaringan adventif tempat pucuk.Interaksi dan keseimbangan antara ZPT yang diberikan dalam media (eksogen) dan yang diproduksi oleh sel secara endogen menentukan arah perkembangan suatu kultur. baik secara langsung maupun melalui tahap pembentukan kalus. tidak terdapat zat pengatur tumbuh (ZPT) oleh karena itu ZPT ditambahkan pada media (eksogen). melalui pembentukan tunas adventif. . yaitu jaringan penyusun tanaman muda yang sudah mengalami diferensiasi dan menjalankan fungsinya.

Aklimatisasi . Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah: 1. dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas. Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan. Pengakaran 6. antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya. Sterilisasi 4. Pembuatan media 2. kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin. kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril. khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman. Multiplikasi 5. mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat. Inisiasi 3. mata tunas. serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap.Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun.

Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah tunas. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril. baik jenisnya maupun jumlahnya. Tabung reaksi yang telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur.Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril. yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan. diperlukan juga bahan tambahan seperti agar. dan hormon. yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf. gula. tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan. Selain itu. . Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi. vitamin. dan lain-lain. Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan jamur) atau busuk (disebabkan bakteri). Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan.

penyakit. yaitu dengan memberikan sungkup.000 planlet/bibit) 3. akasia. antara lain adalah: jati. Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah 6. dan deraan lingkungan lainnya . dengan adanya pertumbuhan tanaman yang lebih cepat maka lahanlahan yang kosong dapat Manfaat Kultur Jaringan 1. Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap.Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. Bibit hasil kultur jaringan yang ditanam di beberapa areal menunjukkan pertumbuhan yang baik. bahkan jati hasil kultur jaringan yang sering disebut dengan jati emas dapat dipanen dalam jangka waktu yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan tanaman jati yang berasal dari benih generatif. terlepas dari kualitas kayunya yang belum teruji di Indonesia.Bibit yang dihasilkan seragam 4.Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (menggunakan organ tertentu) 5. Selain itu. Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih cepat (dari satu mata tunas yang sudah respon dalam 1 tahun dapat dihasilkan minimal 10. dll. Saat ini sudah terdapat beberapa tanaman kehutanan yang dikembangbiakkan dengan teknik kultur jaringan. Hal ini sangat menguntungkan pengusaha karena akan memperoleh hasil yang lebih cepat. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif.Pengadaan bibit tidak tergantung musim 2. sengon.Keunggulan inilah yang menarik bagi produsen bibit untuk mulai mengembangkan usaha kultur jaringan ini. Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan hama.

serta tanaman buah-buahan (misal: pisang dan manggis). setelah diaradiasi. padi dan kedelai tahan alumunium. 2. AKTIFITAS PENELITIAN DALAM KULTUR JARINGAN TANAMAN a. padi tahan kekeringan. Teknik ini sangat bermanfaat untuk tanaman-tanaman yang diperbanyak secara vegatatif. Adapun tanaman yang telah berhasil diperbanyak antara lain tanaman hias (misal: anggrek dan mawar). Teknik ini telah menghasilkan beberapa nomor tanaman potensial. Perbanyakan tanaman melalui teknik kultur jaringan (in-vitro) Perbanyakan tanaman melalui teknik kultur jaringan memeiliki beberapa keuntungan. Perbaikan tanaman melalui variasi somaklonal yang dilakukan di kelti BSJ menggabungkan kedua metode tersebut. Aktivitas Penelitian 1.BAB II A. tanaman obat (misal: purwoceng dan bidara upas). Untuk mengarahkan keragaman yang timbul akibat pengaruh radiasi. tanaman berkayu (misal: jati dan cendana). seperti nilam dengan kadar minyak lebih tinggi. yaitu diperolehnya bibit yang seragam dalam jumlah besar. . dan pisang tahan layu Fusarium (masih dalam pengujian). eksplan ditanam dalam media kultur yang mengandung agen seleksi (seleksi in vitro). antara lain melalui kultur jaringan dan radiasi. Perbaikan tanaman melalui variasi somaklonal Perbaikan tanaman melalui variasi somaklonal dapat dilakukan dengan beberapa cara. Variasi somaklonal melalui kultur jaringan umumnya terjadi pada kultur kalus akibat pengaruh media kultur. sedangkan variasi somaklonal melalui radiasi dapat dilakukan secara fisik dengan menggunakan sinar gamma atau secara kimiawi.

Melalui kultur jaringan tanaman dapat diperbanyak setiap waktu sesuai kebutuhan karena faktor perbanyakannya yang . gembili. Bibit dari suatu varietas unggul yang dihasilkan pemulia tanaman jumlahnya sangat terbatas. Penyimpanan tanaman secara kultur jaringan Indonesia memiliki kekayaan plasma nutfah yang besar yang perlu dilestarikan.3. sepeti ubi kayu. Penyimpanan secara kultur jaringan memberikan alternatif pemecahan kendala tersebut. terutama untuk tanaman yang diperbanyak secara vegetatif. Penyediaan bibit yang berkualitas baik merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam pengembangan pertanian di masa mendatang. Penyimpanan secara kultur jaringan dapat dilakukan dengan menggunakan teknik pertumbuhan minimal (minimal growth) dan kriopreservasi. dan yam. Salah satu dampak dalam peningkatan ekspor komoditi pertanian adalah kebutuhan bibit yang semakin meningkat pula. Pelestarian di alam secara konvensional menghadapi kedala hilangnya tanaman tersebut akibat kondisi lingkungan. Adapun penelitian penyimpanan secara kultur jaringan telah dilakukan di keti BSJ terhadap tanaman ubi-ubian. diantaranya untuk sektor pertanian pengembangan agribisnis yang dapat meningkatkan perolehan devisa negara. Pengadaan bibit pada suatu tanaman yang akan dieksploitasi secara besarbesaran dalam waktu yang cepat akan sulit dicapai dengan perbanyakan melalui teknik konvensional. sedang bibit tanaman yang dibutuhkan jumlahnya sangat banyak. Di negara maju produksi bibit merupakan suatu usaha agribisnis yang potensial. Salah satu teknologi harapan yang banyak dibicarakan dan telah terbukti memberikan keberhasilan adalah melalui teknik kultur jaringan. Pada saat ini pemerintah sedang menggalakkan komoditi nonmigas. Teknologi tersebut telah banyak digunakan untuk pengadaan bibit terutama pada berbagai tanaman hortikultura. Perkembangan Teknologi Perbanyakan Tanaman melalui Kultur Jaringan di BB-Biogen.

cengkeh. Bibit dari varietas unggul yang mampu bersaing di pasaran internasional yang jumlahnya sangat sedikit dapat segera dikembangkan melalui kultur jaringan. asam dan kapuk). cendana) dan tanaman buah-buahan.tinggi. seragam. kapolaga. Menyadari pentingnya peranan kultur jaringan dalam menunjang program pengembangan pertanian maka BB-Biogen telah lama memanfaatkan teknologi kultur jaringan untuk perbanyakan tanaman. jati. kultur abaka kultur sukun Perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan diaplikasikan terutama pada tanaman-tanaman yang sulit dikembangbiakan secara generatif. abaka. jahe. Bioteknologi pertanian dapat berperan besar dalam agroindustri baik di sektor hulu maupun hilir. akan dieksploitasi secara besar-besaran (seperti lada. pada tanaman tahunan penyerbuk silang. pada berbagai tanaman tahunan seperti tanaman kehutanan (jati. berbagai tanaman obat dan tanaman hortikultura. panili. melinjo. (seperti jambu mente. dalam waktu yang singkat bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dan bebas penyakit. Pada tanaman-tanaman tersebut perbanyakan melalui kultur jaringan. bila berhasil dapat lebih menguntungkan karena sifatnya akan sama dengan induknya. pisang. Ditinjau dari ruang lingkup peran kultur jaringan dalam .

Di negara-negara maju. Perbanyakan melalui teknologi tersebut dapat memberikan keuntungan antara lain bibit dapat diproduksi seragam dalam jumlah banyak dengan waktu yang singkat dan bebas hama penyakit. Pada tanaman-tanaman tersebut masalah utama yang dihadapi dalam pengembangannya adalah serangan penyakit dan penyebaran penyakit yang cepat dari suatu daerah ke daerah lainnya umumnya melalui bahan tanaman. Disamping itu teknik kultur jaringan dapat memberikan jaminan yang lebih tinggi pada saat permintaan akan bibit meningkat. sehingga industri ini dapat dianggap sebagai industri hulu yang mendukung agroindustri. produksi bibit dan penciptaan varietas unggul dilakukan oleh industri benih. . lada. panili. Ditinjau dari sudut agribisnis. jati. pisang. Produksi bibit melalui kultur jaringan akan menguntungkan untuk diusahakan secara komersial pada tanamantanaman yang sulit diperbanyak secara generatif.menunjang agroindustri adalah penyediaan bibit yang bermutu dan penciptaan kultivar unggul. bibit diperlukan dalam jumlah yang banyak atau tanaman yang berumah dua. nilam dan beberapa tanaman hias. Penggunaan bibit yang memiliki keseragaman tinggi akan meningkatkan kapasitas produksi dan secara tidak langsung memudahkan kegiatan pengolahan sebagai industri hilir dalam agroindustri. meningkatkan hasil dan mencegah penyebaran penyakit ke sentra-sentra produksi baru. abaka. Teknik kultur jaringan yang sudah dapat dikembangkan dalam menunjang agroindustri antara lain untuk tanaman-tanaman jahe. produksi bibit melalui kultur jaringan bibit yang dihasilkan dapat bebas penyakit dan memberikan beberapa keuntungan seperti memperlancar masuknya bibit ke negara-negara pengimpor.

touki (Angelica acutiloba). Geranium (Pelargonium graveolens dan P. Pada tanaman tersebut. komponen produksi dan produksi serat tiap batang tidak berbeda dengan asal bibit konevensional. abaka. abaka (Musa textilis). pulasari (Alyxia stellata). pertanaman asal bibit kultur jaringan memperlihatkan pertumbuhan yang lebih baik daripada bibit asal konvensional.. daun dewa (Gynura procumbens). kapolaga (Eletaria cardamomum). Perkembangan bibit di lapangan pada umumnya normal. tomentosum). seruni (Chrysanthemum morifolium). pisang. nilam (Pogostemon cablin). lada (Piper nigrum). Hampir semua bibit tanaman hasil kultur jaringan telah ditanam di lapangan untuk melihat pola pertumbuhan dan produktivitasnya terutama pada tanaman jahe.Perbanyakan tanaman secara klonal yang telah dicoba diperbanyak melalui kultur jaringan antara lain pada tanaman jahe (Zingiber officinale). Disamping itu tanaman asal kultur jaringan menunjukkan adanya pertumbuhan keseragaman yang tinggi. inggu (Ruta angustifolia). temu putri (Curcuma petiolata). jati dan rami. gerbera (Gerbera jamesonii).Pada umur dua tahun. beberapa tanaman pisang (Musa sp.Untuk tanaman abaka. panili (Vanilla planifolia). Dengan demikian bibit . pyrethrum (Chrysanthemum cinerarifolium). kapolaga. tanaman asal kultur jaringan menghasilkan pertumbuhan. faktor multiplikasinya cukup tinggi sehingga kultur jaringan dapat mempercepat pengembangan varietas yang dihasilkan para pemulia. purwoceng (Pimpinella pruatjan). kecuali pada jahe yang menghasilkan rimpang yang lebih kecil dari bibit asal rimpang konvensional. rami (Boechmeria nivea). Mentha sp. pule pandak (Rauwolfia serpentina). namun jumlah tanaman dewasa tiap rumpun lebih banyak dan waktu berbunga lebih lambat dibandingkan dengan tanaman asal bibit konvensional.) dan jati (Tectona grandis). nilam.

Apabila bibit yang dihasilkan jumlahnya telah memadai maka pada proses produksi bibit benihnya dapat dilakukan secara konvensional. antara lain untuk perbanyakan tanaman yang akan dieksploitasi secara luas. Panili seperti halnya anggrek mempunyai biji yang ukurannya sangat kecil.BB-Biogen mempunyai laboratorium kultur jaringan yang dapat digunakan untuk perbanyakan berbagai tanaman.asal kultur jaringan diduga dapat menghasilkan serat yang lebih tinggi daripada asal bibit konvensional. tanaman yang langka. untuk itu dicoba perkecambahannya melalui kultur jaringan.Dari paparan tersebut di atas terbukti bahwa kultur jaringan merupakan teknologi potensial dalam menunjang agroindustri. Disamping itu teknologi produksi bibit yang diperoleh di BB-Biogen dapat dilakukan pada laboratorium kultur jaringan yang akan memperbanyak secara besar-besaran. Hasil percobaan menunjukkan persentase dan kecepatan tumbuhnya meningkat dibandingkan dengan pengecambahan secara konvensional. Selain perbanyakan secara klonal telah pula dilakukan perbanyakan generatif (biji) pada tanaman panili dan anggrek. Disamping itu biakan yang ada dalam botol yang telah tanggap terhadap media tumbuh (faktor pertumbuhan membentuk tunas tinggi) dapat digunakan sebagai sumber bahan tanam bagi perbanyakan selanjutnya melalui kultur jaringan. tanaman introduksi dengan jumlah tanaman awal yang terbatas maka kultur jaringan dapat berperan memperbanyak pada tahap awal dalam suatu proses produksi bibit. Pada tanaman yang mudah diperbanyak secara konvensional antara lain untuk hibrida baru. Disamping itu. Dengan keseragaman pertumbuhan tanaman yang tinggi di lapang akan mempermudah kegiatan pengolahan sebagai industri hilir. . dengan bibit yang dihasilkan dapat bebas penyakit maka dalam era globalisasi dapat memudahkan pertukaran antar negara. Pada umumnya laboratorium kultur jaringan yang telah bergerak secara komersial tidak melakukan penelitian tetapi mengadopsi teknologi yang telah dihasilkan oleh Institusi Penelitian.

akar.B. batang. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan kultur Genotif tanaman donor Sumber eksplan : . biji. dan sel tanaman menjadi tanaman lengkap plantlet Berdasarkan teori sel (Schleiden dan Schwann) : Sel merupakan satuan unit struktural dan fungsional terkecil dari suatu organisme Kemampuan totipotensi : Kemampuan sel-sel untuk mempertahankan potensi untuk membentuk individu baru Sel tanaman.Asal sumber eksplan dan umur Medium kultur . Macam-macam Teknik Kultur In-vitro Pada Tanaman Kultur in-vitro tanaman terdiri dari sejumlah teknik untuk menumbuhkan organ. pH. jaringan.Sumber asal eksplan . suhu. umbi. daun. apabila ditempatkan pada kondisi lingkungan yang sesuai akan dapat tumbuh menjadi tanaman yang sempurna a. .Tujuan Kultur Organ : Sumber eksplan dapat berupa bagian organ tanaman seperti tunas. tangkai daun. zpt Keadaan kondisi kultur . cahaya Penggunaan eksplan yang digunakan berdasarkan : .Kondisi aseptik. dari mana saja sel tersebut berada.Komposisi unsur hara.

Kultur Sel yang mempunyai tipe khusus : serbuk sari (sel haploid).mengetahui sifat tanaman haploid . endosperm (triploid) Kultur Antera/Polen Anter atau Kepala sari mengandung polen Tujuan Kultur Antera/Polen Menghasilkan tanaman haploid / mempunyai satu genom saja .dapat menghilangkan sifat resesif Dari monohaploid dapat dihasilkan derivat yang dihaploid (diploid) . Kultur Embrio Memisahkan embrio yang belum dewasa dan menumbuhkan secara in-vitro Tujuan Kultur Embrio Memperpendek waktu berkecambah Menguji kecepatan viabilitas biji .tanaman yang lebih unggul dan hasil lebih tinggi .mengadakan silangan tanaman monohaploid Membuat tanaman homozigot Menghasilkan tanaman mutan dengan perlakuan mutagen kimia atau mutagen fisik .toleran terhadap kondisi lingkungan ekstrim : kekeringan. ruas batang. kadar garam tinggi Permasalahan yang masih sering ditemukan : Tanaman hasil budidaya masih banyak yang steril b.tanaman yang mempunyai ketahanan terhadap penyakit .merangkapkan kromosom dgn perlakuan kolkisin .digunakan untuk pemuliaan tanaman .Kultur Meristem : Meristem dari tunas pucuk atau tunas aksiler.

Memperbanyak tanaman langka : Kelapa kopyor (mempunyai embrio yang lunak) Memperoleh hibrid yang langka : Embrio pada keadaan normal sering mati pada awal tingkat perkembangannya c. Kultur Biji Mempercepat waktu kecambah Mengatasi masalah tanaman langka Mempelajari kecepatan pertumbuhan Mendapatkan biji steril untuk mengatasi kontaminasi pada eksplan yang dibudidayakan . Kultur Protoplas Protoplas adalah sel hidup yang telah dihilangkan dinding sel nya (sel telanjang) Isolasi Protoplas Bagaimana mendegradasi dinding sel Penggunaan enzim atau kombinasi enzim yang terbaik Bagaimana mensterilsasi enzim Bagaimana kondisi pelarutan dinding sel oleh enzim Bagaimana agar protoplas yang dihasilkan utuh tidak pecah Medium apa yang tepat untuk kultur protoplas Tujuan Kultur Protoplas Mempelajari komponen penyusun sel (organela) Untuk dapat melakukan fusi protoplas Mendapatkan tanaman hibrid dan cybrid somatik Digunakan dalam trasplantasi dan transformasi genetik d.

Pergamun Press. 1977. Tissue and Organ Culture.K. Culture Methods. Phillips. Dirjen Perguruan Tinggi PAK Bioteknologi IPB. 1979. 1968. Steward. F. Published by the National Research Council of Canada Praire Regional Laboratory Saskhatoon Saskachewan. New York.D. H. Teknik Kultur Jaringan Tumbuhan.E. Bogor. Winata. Pengaruh Berbagai Konsentrasi Auksin/Kinetin dan Intensitas Cahaya. Plant Cell and Tissue Culture. Addison – Wesley.C. Growth and Organisation in Plant. Meristem Culture. P. Diferensiasi Tanaman Kopi Melalui Kultur Jaringan. 39 – 43. Wareing. 3rd Edition. Principles and Application. 123 – 155. K.F dan I. . L. Regeneration of Plants from Tissue Culture.J. 178 – 207.DAFTAR PUSTAKA Kartha. 1981. 1977. S. Applied and Fundamental Aspects of Plant Cell. Springer – Verlag Berlin Heidelberg. Balai Penelitian Perkebunan Bogor. 43 – 101.r Published Company. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Street. Ohio State University Press Columbus.G. 1992. Toruan. Narayanaswamy. Growth Differentiation in Plants. 343. Embyogenesis and Chemically Induced Organogenesis. 1980. 48(3) : 71 – 74. 564. N.

M. 11 : 31 – 58. Vol.M. Botanical Monographs. Blackwell Scientific Publication Oxford London. Tissue (Callus) Culture – Technique Plant Tissue and Cell Culture. . 1973.Yoeman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful