P. 1
50589318 Jurnal Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian

50589318 Jurnal Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian

|Views: 2,084|Likes:
Published by dithac

More info:

Published by: dithac on Jun 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/19/2013

pdf

text

original

Influence of Lifestyle on Purchase of Decision Danar Hadi Batik Clothing (Studies on female consumer in Danar Hadi’s Outlet in Diponegoro

Surabaya) By: Ratna Yuliana UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ABSTRACT Products and services consumers accepted or rejected based on the extent to which they considered relevant to the needs and lifestyles. Consumers may ignore the words of marketers (Engel et al, 1995:9). "Certain attitudes held by consumers toward a particular object (eg the brand of a product) can reflect the style of life" (Ilmiyah et. Al.: 2007). "The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption of consumer behavior" (Hawkins in Kucukemiroglu et. Al., 2003:213). It represents a lifestyle having a major impact on purchasing and consumption behavior of consumers. "From time to time an individual's lifestyle and particular group of people will move dynamically. However, lifestyle is rapidly changing, so that at a certain time is relatively permanent lifestyle "(Setiadi, 2003:148). This study aims to determine and analyze the influence of lifestyle on purchase decisions batik Danar Hadi Diponegoro, Surabaya. Population in this research is that consumers batik Danar Hadi Surabaya Diponegoro who make purchases for their own consumption. The sample in this study amounted to 100 people, based on the theory of Freankel and Wallen and Aaker. Soetrisno (2001: 73) argues that there is no absolute determination what percentage of the sample to be taken from the population so no need to cast doubt on the researcher. From the research that has been done can be seen that the coefficient of multiple determination or R Square of 0.695 means that the magnitude of the contribution of independent variable influence of lifestyle on the dependent variable is the purchase decision is 69.5%. While the rest 30.5% are influenced by other variables outside. From the above analysis and discussion can be seen that lifestyle has a significant influence on purchase decisions. This is evident by the level of significance for lifestyle variables is 0.000 < 0.05 or 5%.

Keywords: Lifestyle, Purchasing Decision And Batik Danar Hadi Surabaya

Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen batik Danar Hadi Diponegoro Surabaya yang melakukan pembelian untuk dikonsumsi sendiri. Keputusan Pembelian Dan Batik Danar Hadi Surabaya . Kata Kunci : Gaya Hidup. Namun demikian gaya hidup tidak cepat berubah.000 < 0. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian batik tulis Danar Hadi Diponegoro Surabaya.5%. Artinya adalah gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. 2003:148). al. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa dari nilai koefisien determinasi berganda atau R Square sebesar 0. “Sikap tertentu yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu objek tertentu (misalnya merek suatu produk) bisa mencerminkan gaya hidupnya” (Ilmiyah et. 1995:9). dengan berdasarkan teori dari Freankel dan Wallen serta Aaker. Sedangkan sisanya 30.05 atau 5%. “The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption behavior of consumer” (Hawkins dalam Kucukemiroglu et. Soetrisno (2001: 73) berpendapat bahwa tidak ada ketetapan mutlak berapa persen sampel yang harus diambil dari populasi sehingga tidak perlu menimbulkan keraguan pada peneliti. Dari analisis dan pembahasan di atas dapat diketahui bahwa gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. sehingga pada kurun waktu tertentu gaya hidup relatif permanen” (Setiadi..al. 2003:213).5% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model.. Konsumen dapat mengabaikan yang dikatakan oleh pemasar (Engel et. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. al.695 berarti bahwa besarnya kontribusi pengaruh variabel bebas yaitu gaya hidup terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian adalah sebesar 69. “dari masa ke masa gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis. Hal ini terbukti dengan tingkat signifikansi untuk variabel gaya hidup adalah 0.Pengaruh Gaya Hidup terhadap Keputusan Pembelian Pakaian Batik Tulis Danar Hadi (Studi Konsumen Wanita Pada Outlet Danar Hadi Diponegoro Surabaya) Oleh : Ratna Yuliana UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ABSTRAK Produk dan jasa diterima atau ditolak konsumen berdasarkan sejauh mana keduanya dipandang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka.:2007).

2004:10). yaitu: berpikir jangka pendek. perilaku. dan pendapatannya terhadap sesuatu hal yang sudah melekat pada diri personal seseorang. (Bilson Simamora. tetapi juga memberi kontribusi terhadap proses pemberdayaan produk batik secara lebih luas. Berdasarkan kecintaan pada batik. gagap teknologi. . minat. seperti pesta pernikahan. serta sikap terhadap diri sendiri dan lingkungannya. yang diperkaya tinta emas prada. Mulanya memang kelompok terbatas. pertemuan para pejabat tinggi negara. dalam pelaksanaanya dilandasi oleh sistem nilai atau sistem kepercayaan tertentu (Piliang dalam Agus Sachari. dapat membantu untuk memahami niali-niali konsumen yang terus berubah dan bagaimana nilainilai tersebut dapat mempengruhi perilaku konsumen. tidak terencana. Gaya hidup akan mempengaruhi keinginan seseorang untuk berperilaku dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang (Kasali. www. minat dan opininya. Namun kini sudah mulai mewabah di kalangan umum. pemunculan batik dengan gaya trendi memang sangat menarik perhatian.com). Baju dari tekstil tradisional yang dirancang modis ternyata bisa tampil segar. kelas sosial dan pekerjaan yang sama dapat mempunyai gaya hidup yang berbeda. Latar Belakang Masalah Di tengah gaya hidup berbusana global yang masuk ke Indonesia. tata. Batik sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia mempunyai nilai yang tinggi dan abadi sepanjang masa. Hal itu merupakan fakta-fakta penguatan budaya lokal dalam kehidupan masyarakat modern di perkotaan dan indikasi terciptanya gaya hidup untuk menggunakan pakaian batik (Agus Sachari. baik dikalangan pejabat pemerintah. Gaya hidup dapat dipahami sebagai sebuah karakteristik seseorang secara kasat mata.com/2009) ada 10 tipe karakteristik gaya hidup konsumen Indonesia. suka berkumpul.BAB I PENDAHULUAN A. dan kurang peduli lingkungan. pengrajin batik berupaya untuk mengangkat batik untuk menjadi bagian penting dalam dunia fashion saat ini. sangat digemari ibu-ibu kelas atas sebagai gaun malam (SwaBerita. dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia sekitarnya (pendapat). tetaplah merupakan proses pemantapan jati diri bangsa melalui nilai-nilai estetik yang dihasilkannya (Agus Sachari. Nilai-nilai estetik modern selama satu abad telah memiliki peran yang lebih bermakna dalam mempertahankan dan menganekaragamkan produk batik dan ragam hias batik di dalam masyarakat indonesia. 2007:73). Gaya hidup merupakan kombinasi dan totalitas cara. para pegawai negeri sipil. Peminatnya dari berbagai kalangan. gengsi. ringan dan disukai masyarakat (http://id. Pandangan lama tentang batik kian berubah. yaitu dengan menciptakan kreasi batik dalam bentuk desain produk yang lebih modern. Menurut Kotler (2005:210) Gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai pola hidup seseorang di dunia yang terungkap pada aktifitas. Bukan baru sekali ini batik popular menjadi gaya hidup kosmopolitan. Demikian pula muncul kewajiban para siswa sekolah dasar dan menengah setiap satu minggu sekali untuk memakai pakaian batik. Peran nilai estetik tersebut tidak hanya sebagai pengayaan ragam hias batik saja. sang maestro batik Iwan Tirta menaikkan gengsi kain tradisional itu menjadi gaun malam mewah dan elegan. yang menandai sistem nilai. 1998:225). apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan). kebiasaan. Orang yang berasal dari subkultur. Konsep gaya hidup apabila digunakan oleh pemasar secara cermat. Meluasnya busana batik dalam beberapa dekade terakhir berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. makna yang diperoleh dari bentuk-bentuk persilangan budaya. pilihan. Gaya hidup menggambarkan ”keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya. serta objek-objek yang mendukungnya.com). maupun masyarakat pada umumnya dalam wujud desain yang semakin beragam. Di dalam tubuh masyarakat berkembang kebiasaan baru untuk memakai busana batik modern pada acara-acara resmi. suka merek luar negeri. Menurut (Handi Irawan D. Di era 1970-an. Gaya hidup seseorang menunjukkan pola kehidupan orang yang bersangkutan yang tercermin misalnya dalam kegiatan sehari-hari. Sutisna (2002:145) mengemukakan bahwa gaya hidup diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas). religius. para sosialita dan selebriti. Ketika itu gaun batik sutra bercorak bunga hokokai. kuat di subculture.wikipedia. 2007:196).handiirawan. 2007:201).wordPress. dan kegiatan lainnya yang sebelumnya cenderung mengenakan jas. Meskipun sejumlah ragam hias batik tersebut mulai menghilang. Produk dan jasa diterima atau ditolak konsumen berdasarkan sejauh mana keduanya dipandang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka.org/wiki/Batik). dengan tetap memperhatikan makna dari batik tersebut (www. upacara pembukaan pameran. Namun tetap harus dilakukan upaya untuk melestarikannya. maupun inovasi-inovasi baru yang terjadi pada batik modern. Batik bergaya muda rupanya mengena di hati peminat mode. orientasi pada konteks.

pada khususnya hadir untuk memperkaya perkembangan seni membatik dan pada umumnya usaha batik di Indonesia. termasuk dalam produk pakaian. Setiap tahunnya selalu ada tren-tren busana untuk wanita. pasar swalayan atau mall. Berikut ciri-ciri wanita menurut majalah Femina (dalam Kasali. minimal D3 atau akademi. Berkembang di Indonesia sejak abad silam. berbelanja di department store. batik tulis tersebut menggunakan bahan dari Sutera ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). akhirnya batik berhasil memperoleh pengakuan dari Organisasi Pendidikan. merawat kecantikan di salon. dalam Hsu dan Chang. and lifestyle dimentions in targeting consumers” (Rocha et. karena menggunakan canting dan prosesnya berulangulang. Hal ini juga diperkuat oleh fenomena yang dikemukakan oleh Kartajaya (2005:15) “bahwa dalam belanja wanita sering bersikap irasional”. begitu juga seni pembuatan kain itu sendiri. akhir pekan melakukan makan siang/malam di luar (restoran) dan atau menonton sinema. yang memberikan pengukuran kuantitatif. UNESCO.678 juta jiwa. lambang dunia seputar siklus kehidupan. Pada batik tulis pengerjaanya memakan waktu yang lama. Namun demikian gaya hidup tidak cepat berubah. “The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption behavior of consumer” (Hawkins dalam Kucukemiroglu et. Berdiri tahun 1967. 2008:148). namun untuk menghadiri pesta. di tanah Jawa batik berkembang menjadi ekspresi yang mengakar pada mitologi. sebagai warisan budaya milik Indonesia di dunia. Dari Cina dan India datang pengaruh Hindu dan Budha.wikipedia. 1995:9).311. sedangkan dari Arab dan Persia datang nuansa Islami. Batik Danar Hadi terus menerus bekerja keras untuk meningkatkan karyanya. 2002:58). keputusan pembelian adalah pengambilan keputusan oleh konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk diawali oleh adanya kesadaran atas pemenuhan kebutuhan dan keinginan yang oleh Assael disebut need arousal. Konsep yang terkait dalam dengan gaya hidup adalah psikografik. hal ini akan menambahkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap Batik sebagai warisan budaya Indonesia (http://id. yang terdiri dari aktivitas (activities). Gaya hidup yang dimiliki seseorang akan mempengaruhinya dalam keputusan pembelian suatu produk. “Emphasised the importance in understanding behavioural preference in fashion and clothing consumption based on physical. motif berdimensi dan terdapat warna pada kedua sisi.al.305 juta jiwa). Outlet penjualan batik Danar . dan dimensi gaya hidup mereka. al. 2003:148). umumnya berpendidikan tinggi. Batik tulis Danar Hadi mempunyai nilai seni yang tinggi dan ekslusif. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen wanita memiliki prospek yang tinggi dalam pembelian busana atau pakaian bati tulis. (Copyright PT. Bahwa wanita Indonesia semakin emosional dalam berbelanja. membeli baju jadi (office dress/casual). identity. Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB. al.mereka biasanya masih mengandalkan tukang jahit tertentu. Baru-baru ini pada tahun 2009 tepatnya tanggal 2 Oktober. Psikografik sering diartikan sebagai AIO . Menurut data BPS Jawa Timur (tahun 2009) jumlah wanita di Jawa Timur sebesar 1. Artinya adalah Rocha menekankan pentingnya mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam memilih mode pembelian baju berdasarkan pada keadaan fisik.. “Sikap tertentu yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu objek tertentu (misalnya merek suatu produk) bisa mencerminkan gaya hidupnya” (Ilmiyah et. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pakaian adalah barang apa yang dipakai (baju. Untuk mencapai hal tersebut. minat (interest). al. Psikografik adalah suatu instrument untuk mengukur gaya hidup. dan opini (opinion). identitas. Jejaknya tercermin dalam ragam corak batik di pesisir utara pulau Jawa maupun di pusat aristokrasi Surakarta dan Yogyakarta.Konsumen dapat mengabaikan yang dikatakan oleh pemasar (Engel et. celana). Setelah mendapat pengakuan dari UNESCO. Batik Danar Hadi adalah perusahaan induk yang dibentuk oleh Bapak dan Ibu Santosa Doellah. Sedangkan keputusan pembelian menurut Sutisna (2002:15). filosofi. memiliki tabungan dengan kartu ATM. dan kebanyakan single atau menunda perkawinan sampai usia 30-an. dan sesekali membeli baju rancangan desainer. Batik Indonesia juga banyak diminati konsumen wanita Indonesia. Tujuan kelompok usaha Batik Danar Hadi adalah menyumbangkan sesuatu yang bernilai terhadap seni tradisional yang terkenal sebagai ungkapan kehidupan serta filosofi budaya Jawa. 2003:453-455): Wanita bergaya hidup kota besar. Seni membatik adalah teknologi kuno. “dari masa ke masa gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis.. Di kota metropolitan Surabaya. sehingga pada kurun waktu tertentu gaya hidup relatif permanen” (Setiadi. (jumlah penduduk wanita terbanyak yakni di Surabaya Selatan tepatnya di kecamatan Sawahan sebesar 95. (Sumarwan. 2003:213).org/wiki/Batik). Salah satunya dalam mempengaruhi keputusan pembelian seseorang terhadap pakaian. Batik Danar Hadi). Artinya adalah gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. Hal ini mencerminkan kebutuhan sekunder konsumen wanita sangat besar .:2007). Bahan baku yang dipergunakan selain kain mori untuk kain-kain tradisional.

maka rumusan masalah ini adalah sebagai berikut: 1. Lifestyle denotes how people live. apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan). Berpikir jangka pendek (short term) Salah satu indikasi besarnya konsumen yang punya pikiran jangka pendek ini adalah maraknya kredit konsumsi. kebiasaan. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup lebih menggambarkan perilaku seseorang. dalam pelaksanaanya dilandasi oleh sistem nilai atau sistem kepercayaan tertentu. Gaya Hidup Konsumen Indonesia Menurut (Handi Irawan D. Indikator lainnya adalah. Apakah gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Batik tulis Danar Hadi? BAB II KAJIAN PUSTAKA C. minat dan opini dari seseorang (activities. serta objek-objek yang mendukungnya. Gaya Hidup Menurut Sutisna (2002:145). yakni mendapatkan barang dengan cara cepat. Kondisi ini juga dibentuk oleh kondisi ekonomi makro yang mengakibatkan penurunan daya beli pada masyarakat.handiirawan. fenomena ini juga didorong oleh perhitungan yang hanya melihat kebutuhan jangka pendek. Dampak dari . dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia di sekitarnya (pendapat). 2.Hadi berkembang pesat. 1999:174). Menurut Kotler (2005:210) Gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai pola hidup seseorang di dunia yang terungkap pada aktifitas. minat dan opininya. hingga konsumen harus berpikir untuk mencari solusi dalam jangka pendek dulu. B. (Solomon. Batik Danar Hadi). Danar Hadi Berdasarkan latar belakang di atas. tas batik. (Copyright PT. 1994:383). Sumarwan (2002:57) menjelaskan bahwa gaya hidup seringkali digambarkan dengan kegiatan. ”Gaya hidup didefinisikan sebagai pola di mana orang hidup dan menghabiskan waktu serta uangnya” (Engel dkk.com:2009) ada 10 tipe karakteristik gaya hidup konsumen Indonesia. mulai dari supermarket maupun toko-toko khusus yang didirikan untuk menjual batik Danar Hadi. serta sikap terhadap diri sendiri dan lingkungannya. Gaya hidup merupakan kombinasi dan totalitas cara. tata. pilihan. and opinion). kain jarit dan batik Madura (yang tidak ada di outlet Tunjungan Plaza). Landasan Teori 1. maka diajukan judul penelitian ”Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian Pakaian Batik Tulis Danar Hadi” (studi konsumen wanita pada outlet Danar Hadi Diponegoro Surabaya). yaitu bagaimana mereka hidup. how they spend their money. Gaya hidup dapat dipahami sebagai sebuah karakteristik seseorang secara kasat mata. 1998:220). 2002:56). Gaya hidup menggambarkan ”keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya. yang menandai sistem nilai. menggunakan uangnya dan memanfaatkan waktu yang dimilikinya (Sumarwan. and how they allocate their time (Mowen dan Minor. www. Piliang dalam Agus Sachari (2007:73) Gaya hidup mencerminkan pola konsumsi yang meggambarkan pilihan seseorang bagaimana ia menggunakan waktu dan uang (lifestyle refers to a pattern of consumption reflecting a persons’s choices of how he or she spend time and money. gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai cara hidup yang diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas). di outlet Diponegoro menunjukkan kelengkapan dibanding outlet-outlet yang lain seperti: hiasan-hiasan patung jawa. Tetapi batik Danar Hadi di Jalan Diponegoro Surabaya adalah outlet terbesar di wilayah Jawa Timur dan penjualannya yang menunjukkan trend peningkatan yang positif dan dari segi banyak variant pakaian batik yang ditawarkan. Selain didorong oleh sulitnya cash flow rumah tangga. Gambar 1 Grafik perbandingan penjualan antara Batik Danar Hadi dan Batik Keris 300 250 200 150 100 50 0 Danar Hadi Keris Sumber: PT. interests. Hal ini nampak dari kecenderungan mereka membeli sesuatu dalam kemasan-kemasan kecil. yaitu: 1. meski sebenarnya mereka mampu untuk membeli yang lebih besar. konsumen selalu membeli berdasarkan budget. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas.

Adanya perbedaan subkultur ini seringkali juga menyebabkan tidak semua merek nasional bisa menguasai semua di medan pertempuran. Isu ini bisa menjadi sangat sensitif dan sangat mempengaruhi minat beli masyarakat. fanatisme. sikap gengsi ini muncul karena pertama. dan kebiasaan kedaerahan ternyata masih cukup berpengaruh. tidak demikian dengan konsumen Indonesia yang menempatkan faktor lingkungan di urutan terbawah. yang sangat memperhatikan aspek kehalalan pada suatu produk. jika arena-arena berkumpul dan klub-klub seperti kafe. sangat marak di Indonesia. Mereka cenderung enggan merencanakan sesuatu jauhjauh melakukan impulse buying atau langsung membeli di tempat. konsumen Indonesia lebih mudah ”terhipnotis” iklan dan kemasannya dibanding di negara lain. PDA. tetapi mereka lebih percaya diri dengan menggunakan ”merek luar” agar dikira sebagai produk luar negeri. kalau orang Indonesia punya minat baca yang lebih rendah daripada negara lain. Meski sudah ada beberapa produsen dalam negeri. perkembangan tekhnologi dan informasi yang berbeda. Banyak pendapat. konsumen kita suka bersosialisasi. dll. Suka berkumpul Kebiasaan suka berkumpul sudah melekat dalam budaya konsumen kita. masyarakat kita mengukur kesuksesan dengan materi dan jabatan. Kurang peduli lingkungan Banyak perusahaan Indonesia yang memposisikan produknya sebagai produk yang ramah lingkungan. akibatnya merek dari luar begitu mendominasi pasar di Indonesia dibandingkan merek lokal. Kuat di Subkultur Unsur etnis. tidak susah. tetapi sebagian besar dari konsumen kita masih banyak yang gaptek (gagap teknologi). Berbeda dengan Negara Barat yang khas dengan individualitiknya. Terutama di bidang IT. Maka tidak heran. Menurut seorang praktisi periklanan. Kecenderungan ini mengakibatkan konsumen mudah untuk menerima dan dipengaruhi oleh informasi di media tanpa keinginan untuk mencari kebenaran berita itu. Orientasi pada konteks Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya. menghibur. 8. Kebiasaan lainnya adalah selalu melakukan tindakan yang mendekati limit waktu yang disediakan. 3. Suka merek Luar Negeri Kebanyakan alasannya adalah image dan kualitas. fitness center. Ketiga. Setiap daerah memiliki kekhasan. pengguna internet di Indonesia baru mencapai 7-8% dan seluruhnya adalah masyarakat perkotaan. Gengsi Menurut Handi Irawan sendiri. Jauh berbeda dengan AS yang mencapai 73%. masyarakat Indonesia cenderung memilih informasi yang ringan. Peneliti mengambil penelitian yang dikhususkan pada pakaian Batik tulis di Danar . Masyarakat kita memang memiliki kehidupan sosial yang kuat. 7. Jika di luar negeri faktor lingkungan menempati ranking atas. Ketika membeli seringkali mereka tidak mengerti kegunaan dari barang yang dibelinya secara detil. ringkas dan mudah dicerna. di dunia ini yang sama-sama sudah menjadikan materialisme sebagai bagian hidupnya. Perilaku gengsi ini tercermin dari perilaku membeli yang kadang tidak benar-benar dibutuhkan. berpikir jangka pendek ini juga membuat konsumen kita cepat lupa. Hanya saja. Pada tahun 2005 misalnya. Merek luar negeri di persepsi lebih baik dan bergengsi dibanding buatan negeri sendiri. 4. kita masih menganut budaya feodal yang menciptakan kelas-kelas sosial. membuat wawasan konsumen juga berbeda. Hal ini mendorong orang untuk saling pamer. 6. akan tetapi banyak juga yang terbukti tidak efektif. Dari pemaparan di atas mengenai gaya hidup. Seperti itu sepuluh karakter konsumen Indonesia yang unik dan mungkin sangat berbeda dengan konsumen di luar negeri. seperti membuka situs-situs yang tidak mendidik. Maka wajar jika seseorang ingin dianggap sukses. 10. Meskipun secara umum. Dalam hal kebutuhan akan informasi misalnya. credit card. Gagap teknologi Tidak semua memang. 9. Yang penting mereka terlihat modern. Terutama membaca literatur yang padat berisi ilmu dan pengetahuan. Masyarakat kita masih memandang inferior terhadap diri sendiri. Tidak terencana Salah satu kebiasaan ini terlihat saat belanja dan pergi ke ritel-ritel modern. Dari 7-8% di Indonesia itu pun sebagian besarnya dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak produktif. Terlebih mayoritas penduduknya adalah Islam.2. rumah. Kedua. 5. Religius Konsumen Indonesia sangat peduli terhadap isu agama. alasan-alasan konsumen membeli sebuah produk relatif tidak terlalu jauh berbeda di manapun. dia harus memiliki atributatribut kesuksesan seperti mobil.

Didalam kedua jenis. tetapi e. Hasil dari sebagai pengukuran AIO (activity. Analisis psikografik sering juga pemenuhan kebutuhan dan keinginan yang oleh diartikan sebagai suatu riset konsumen yang Assael disebut need arousal. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan menggambarkan segmen konsumen dalam hal kehidupan mereka. Ada lima Peran yang dimainkan dalam dipertukarkan dengan psikografi. niat pembelian berdasarkan faktor-faktor seperti rumah. Oleh karena itu. Pemakai : seseorang yang mengkonsumsi atau menggunakan produk atau jasa tertentu. Sebagai contoh. atau seorang teman mungkin memberi tahu anda bahwa ia pernah kecewa dengan 3. dalam tahap evaluasi. atau sangat tidak setuju. 2005:220) yaitu: AIO di dalam studi psikoggrafik mungkin bersifat a. Ujang terkenal.diharapkan. Pemberi pengaruh : orang yang pandangan atau sarannya mempengaruhi keputusan. sosial. yang meliputi. c. netral. Sedangkan menurut Sutisna (2002:15) suatu instrumen untuk mengukur gaya hidup. Psikografik sering diartikan dan memilih salah satu di antaranya. bahwa. proses pengintegrasian ini adalah suatu pilihan (choice). pendapatan. Pengukuran Gaya Hidup Menurut Sumarwan (2002: 58-64). yang memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai keputusan pembelian adalah pengambilan keputusan untuk menganalisis data yang sangat besar. Psikografik (psychographic) adalah suatu jumlah pembelian. oleh konsumen untuk melakukan pembelian suatu Psikografik analisis biasanya dipakai untuk melihat produk diawali oleh adanya kesadaran atas segmen pasar. pekerjaan dan aktivitas lainnya. Pembeli : orang yang melakukan pembelian yang sesungguhnya. interest. dan dimana Armstrong (2008:181). Konsumen mungkin membentuk lama dan barang-barang mewah seperti mobil. activity questions meminta kepada konsumen untuk mengin Mowen dan Minor (2001:283) mengukur gaya hidup denganyang disajikan secara kognitif sebagai pandangan dan perasaan konsumen mengenai topik. opinion). preferensi mengenai gaya hidup dapat dilakukan dengan dan niat pembelian tidak selalu menghasilkan psikografik (psychographic). Namun. AIO. pakaian mahal. d. Sehingga peneliti dalam penelitian ini topik peristiwa dunia.keinginan berperilaku. ekonomi mungkin memburuk. setuju. Peneliti beranggapan pada teori dari Kotler sudah mewakili berdasarkan fenomena obyek yang Sumarwan (2002:58). minat. Pemecahan masalah diperluas biasanya di Faktor kedua adalah faktor situasional yang lakukan pada pembelian barang-barang tahan tidak diharapkan. harga dan manfaat produk yang Hadi Diponegoro Surabaya. Tipe Pengambilan Keputusan Schiffman dan Kanuk dalam (Sumarwan. Pada umumnya. dan opini. produk yang sudah mereka ketahui dan memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai produk yang menurut mereka mereknya sudah untuk menganalisis data yang sangat besar. akan membeli. konsumen menentukan peringkat merek dan membentuk niat pembelian. Pemecahan Masalah yang Diperluas berkurang. kejadian tak terduga bisa mengubah niat pembelian. pengukuran mobil yang anda sukai. . biasanya diberi skala Likert dimana orang ditanya apakah mereka sangat setuju. Pernyataan Keputusan Pembelian (Kotler. setuju. Faktor pertama adalah sikap orang lain. ekonomi. dua faktor bisa berada antara niat pembelian dan keputusan pembelian. lokal. istilah yang digunakan secara dapat diteliti. maka peluang 2004:292) menyebutkan tiga tipe pengambilan anda untuk membeli mobil yang lebih mahal keputusan : 1. moral. peralatan elektronik. konsumen atau jasa. Jika seseorang yang mempunyai arti 5. tidak Keputusan Pembelian menurut Kotler dan membeli. Psikografik berarti menggambarkan (graph) 2003:415) adalah proses pengintegrasian yang pengetahuan untuk psikologi konsumen (psyco). dan menggunakan teori dari Kotler yang terdiri dari. pesaing dekat mungkin menurunkan harganya. Psikografik adalah pilihan pembelian yang aktual. (pembelian menurut kebiasaan) instrumen untuk mengukur gaya hidup. bagaimana cara membeli. tidak b. dimana image gaya hidup sangat melekat pada penggunaan obyek peneliti yang akan diteliti. keputusan pembelian (purchase decision) konsumen adalah membeli merek yang paling disukai. mengacu pada pengukuran kegiatan. Psikografik adalah mengkombinasikan pengukuran kuantitatif gaya hidup. Pengambil keputusan : orang yang mengambil keputusan mengenai setiap komponen 4. Pencetus : orang yang pertama kali mengusulkan gagasan untuk membeli produk umum atau spesifik. kepribadian dan mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternative. penting bagi anda berpikir bahwa anda seharusnya membeli mobil yang paling murah. demografik konsumen. Keputusan Pembelian keputusan pembelian – apakah membeli. keputusan pembelian menurut (Setiadi.

menghargai waktu. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengaktifan kebutuhan menurut Engel. g. dihadapinya. Kebanyakan single atau menunda perkawinan sampai usia 30-an. perbedaaan individu. Wanita bergaya hidup kota besar. Langkah . mereka biasanya masih mengandalkan tukang jahit tertentu. sikap dan intensinya mengenai alternatif produk yang dipertimbangkan tersebut. f. pengaruh pemasaran. b. dan sesekali membeli baju rancangan desainer. 2004: 294) pengenalan kebutuhan terdiri dari : waktu. Akhir pekan melakukan makan siang/malam di luar (restoran) dan atau menonton sinema. Pengenalan Kebutuhan Suatu keadaan dimana terdapat perbedaan yang diinginkan dan keadaan yang sebenarnya terjadi. konsumsi produk. 2003:452-453). Merawat kecantikan di salon. Blackwell dan Miniard dalam (Sumarwan. pasar swalayan atau mall. melainkan juga produk-produk seperti otomotif. produk-produk yang di masa-masa lalu hanya layak ditargetkan untuk pria sekarangpun berpotensi besar ditargetkan kepada kaum wanita. dan sebagainya. konsumen akan melakukan pencarian informasi yang intensif serta melakukan evaluasi terhadap beberapa atau banyak alternatif. konsumen telah memiliki kriteria dasar untuk mengevaluasi kategori produk dan berbagai merek pada kategori tersebut. Evaluasi Alternatif Sumarwan (2004: 301) evaluasi alternatif adalah ”proses mengevaluasi pemilihan produk dan merek. konsumen membandingkan berbagai pilihan yang dapat memecahkan masalah yang . Konsumen akan mengurangi jumlah alternatif merek yang akan dipertimbangkan lebih lanjut. Menentukan Alternatif Pilihan Pada proses evaluasi kriteria. b. Konsumen hanya membutuhkan informasi yang sedikit. jasa-jasa perbankan. real estate. berorientasi kepada karir atau keluarga. 2003:453-455): a. Umumnya berpendidikan tinggi. Konsumen hanya membutuhkan tambahan informasi untuk bisa membedakan antara berbagai merek tersebut. Pemecahan Masalah Rutin Konsumen telah memiliki pengalaman terhadap produk yang akan dibelinya. 7. konsumen akan mendapatkan sejumlah merek yang dipertimbangkan. minimal D3 atau akademi. Pada evaluasi alternatif. Produk- 6. Dalam kondisi seperti ini. Evaluasi alternatif muncul karena banyaknya alternatif lain yang muncul karena banyaknya alternatif pilihan. wanita adalah manajer pembelian untuk bermacam-macam jenis dan kategori barang dan jasa. 3. travel/pariwisata. Ia juga telah memiliki standar untuk mengevaluasi merek.Langkah Keputusan Pembelian Konsumen ”Sumarwan (2004:294) keputusan membeli atau mengkonsumsi suatu produk dengan merek tertentu akan diawali oleh langkah-langkah sebagai berikut : a. Menentukan Pilihan Produk Proses pemilihan alternatif tersebut akan menggunakan berbagai teknik pemilihan. Kebutuhan harus diaktifkan terlebih dahulu sebelum ia bisa dikenali. Wanita sebagai Konsumen Menurut (Kasali. Memiliki tabungan dengan kartu ATM. Adapun produk-produk yang direkomendasikan untuk gaya hidup wanita dewasa masa kini yang dibutuhkan atau diputuskan oleh kaum wanita Indonesia yang cenderung berpendidikan. e. Pada tahap ini konsumen membentuk kepercayaan. dan memilihnya sesuai yang diinginkan konsumen”. yang mengharuskan membuat pilihan yang tepat. e. c. Dengan semakin majunya pendidikan wanita. Konsumen seringkali hanya mereview apa yang telah diketahuinya.2. d. Pencarian Informasi Pencarian informasi mulai dilakukan ketika konsumen memandang bahwa kebutuhan tersebut bisa dipengaruhi dengan membeli dan mengkonsumsi suatu produk. perabotan rumah tangga dan alat-alat kecantikan. Termasuk didalamnya adalah keputusan yang dianggap penting seperti berlibur. Membeli baju jadi (office dress/casual). c. Wanita bukan hanya memerlukan informasi tentang barang-barang konsumsi sehari-hari. namun untuk menghadiri pesta. Berikut ciri-ciri wanita menurut majalah Femina (Kasali. transportasi udara. perubahan situasi. Konsumen akan mencari informasi yang tersimpan di dalam ingatan (pencarian internal) dan mencari informasi dari luar (pencarian eksternal). Berbelanja di department store. Pemecahan Masalah yang Terbatas Pada tipe keputusan ini. pemilihan produk. d. Dalam kehidupan ini. program-program pendidikan. h. Decision rules adalah teknik yang digunakan konsumen dalam memilih alternatif produk atau merek. Namun konsumen belum memiliki preferensi tentang merek tertentu. dan menjaga penampilannya.

3) Adalah ”jawaban” lisan atau tertulis yang orang berikan sebagai respon terhadap situasi stimulus di mana semacam ”pernyataan” diajukan tentang pakaian batik tulis Danar Hadi. e.produknya antara lain adalah fashion (pakaian dan aksesoris bermerek kuat). Lebih lanjut Assael dalam (Fatmanovita. Dimensi yang digunakan memfokuskan pada preferensi dan prioritas konsumen berkaitan dengan keluarga dan penggunaan pakaian batik tulis Danar Hadi. Sedangkan Hawkins dan Coney dalam (Fatmanovita. kosmetika. jasa-jasa keuangan (termasuk asuransi). kendaraan. Definisi Operasional Variabel yang akan diteliti adalah gaya hidup sebagai variabel x (independent) dan keputusan pembelian sebagai variabel y (dependent). Analisis gaya hidup dapat berguna bagi pemasar 8. Artinya gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. ekonomi.2) Adalah tingkat kegairahan yang menyertai perhatian khusus maupun terus menerus kepada pakaian batik tulis Danar Hadi. and lifestyle dimentions in targeting consumers” Artinya adalah Rocha menekankan pentingnya mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam memilih mode pembelian baju berdasarkan pada keadaan fisik. komunitas. Sedangkan menurut Kasali (1998:225) gaya hidup akan mempengaruhi keinginan seseorang untuk berperilaku dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang. Aktivitas (X1. seperti perilaku diluar rumah. dan dimensi gaya hidup mereka. d.:2007) “sikap tertentu yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu objek tertentu (misalnya merek suatu produk) bisa mencerminkan gaya hidupnya”. 2008:148) “Emphasised the importance in understanding behavioural preference in fashion and clothing consumption based on physical. al. Menurut Engel et. Jadi menurut pernyataan-pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara gaya hidup akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian. perubahan kebiasaan. Dikarenakan seseorang memandang gaya hidup sebagai pusat dari proses konsumsi. secara halus. Selain itu menurut Majalah Gadis (dalam Khasali. b. Dimensi yang digunakan adalah meminta kepada konsumen untuk mengindikasikan dalam kegiatan aktifitas bekerja. Gaya hidup memiliki indikator sebagai berikut: a. telekomunikasi. ciri-ciri psikografis wanita perkotaan antara lain: a. c. 2006) Gaya hidup berpengaruh pada pembelian. Konsumen jarang secara jelas mengetahui peranan gaya hidup dalam keputusan pembeliannya. Mempunyai uang saku Rp 50. perilaku pembelian konsumen. 2005:213). al. Restoran: fasfood khususnya burger. (1995:9) “produk dan jasa diterima atau ditolak konsumen berdasarkan sejauh mana keduanya dipandang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka”.1) Adalah tindakan nyata yang dilakukan seseorang dengan pakaian batik tulis Danar Hadi. Pendapat (X1. . Senang jalan-jalan di mall dan mengobrol bersama teman-teman (bersosialisasi). al. (Hsu dan Chang. Namun gaya hidup secara berkala menyediakan motivasi dasar dan panduan untuk pembelian tapi tidak secara langsung. citarasa. elektronik (durables). identitas. 2003:458). Menurut (Ilmiyah et. identity. Ketertarikan (X1. Gaya hidup (X1) Gaya hidup adalah suatu pola di mana orang menghabiskan waktu dan uangnya dalam membeli pakaian batik tulis Danar Hadi. pendidikan dan budaya. perilakunya dan perilaku pembeliannya.000 sampai Rp 100. dan belanja pakaian batik. Dimensi yang digunakan adalah menyelidiki pandangan dan perasaan konsumen tentang batik tulis Danar Hadi yang berkaitan dengan masalah sosial. “The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption behavior of consumers” (Hawkins dalam Kucukemiroglu. Menyukai acara musik (MTV) dan film-film seri. 2006) menyebutkan bahwa gaya hidup seseorang berpengaruh pada kebutuhan. menghabiskan dua sampai enam jam di depan televisi setiap hari. furniture. department store. 1. untuk mengetahui area spesifik dari kehidupan konsumen. hotel dan pariwisata.000 satu bulan. yang akan berputar kembali pada gaya hidup konsumen. Hubungan Gaya Hidup dan Keputusan Pembelian Menurut Irawan dan Wijaya (1996:340) jika gaya hidup akan mempunyai dampak besar kepada perilaku pembelian seseorang. c. dan perlengkapan untuk bekerja. Rocha et. Hal ini akan menentukan banyak dari keputusan pembelian konsumen. barang-barang konsumsi dan perlengkapan rumah tangga. BAB III METODE PENELITIAN D. Suka mendengar radio khususnya informasi tentang musik sebagai alternative kedua setelah televisi. b.

Menentukan prosedur pengambilan sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling. Jumlah pembelian (Y1. Uji Validitas Uji validitas telah dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang disusun dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. sehingga bisa dipandang cocok dengan sumber data (Arsyad dan Soeratno. Populasi target dalam penelitian ini adalah responden yang pernah membeli dan menggunakannya sendiri pakaian batik tulis. Berdasarkan pendapat Aaker (1997:12) yang menyatakan bahwa ukuran sampel regional 2. Dimensi yang digunakan adalah pembelian pakaian batik tulis Danar Hadi didasarkan karena konsumen sudah mengetahui produk tersebut dan batik tulis Danar Hadi adalah batik yang mereknya sudah terkenal. maka ditambahkan 10% dari jumlah sampel minimal yang diambil. E. Apabila dianggap sesuai.195. Jika rhitung > rtabel terjadi validitas yang nyata dan bersifat positif. Keputusan pembelian diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut: a. penelitian ini mempergunakan sampel sebesar 110 orang. Responden berusia minimal 20 tahun atau lebih karena dianggap responden dengan batasan umur diatas dapat memahami maksud dari angket dan menilai pernyataan angket dengan baik. Penarikan sampel dilakukan dengan accidental sampling. probabilitas elemen dalam populasi untuk terpilih sebagai subjek sampel tidak diketahui (Sekaran. dengan jumlah populasi infinite artinya jumlah populasi yang diteliti tidak diketahui. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah uji untuk mengukur suatu angket yang merupakan indikator dari suatu konstruk. b.2) Adalah keterlibatan konsumen dalam membeli pakaian batik tulis Danar Hadi.Keputusan Pembelian (Y) Menurut Kotler (2005:227). Populasi dan Sampel 1. Populasi Target populasi dalam penelitian ini adalah responden yang telah melakukan pembelian batik tulis Danar Hadi untuk digunakan sendiri. keputusan pembelian dapat didefinisikan sebagai preferensi yang dibentuk oleh konsumen atas merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan. 2006 : 135). F.05 maka item-item pada setiap variabel yang digunakan dalam penenlitian dinyatakan valid (Ghozali. Konsumen tersebut juga dapat membentuk niat untuk membeli merek yang paling disukai. di mana sampel diambil dari siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dan memenuhi karakteristik populasi di atas. Untuk mengantisipasi apabila terdapat data yang rusak. sehingga disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan pada instrumen penelitian (angket) valid dan dapat digunakan sebagai alat ukur pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar Hadi. Suatu angket dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan 2. maka dilakukan wawancara terlebih dahulu. Berjenis kelamin wanita (karena target respondennya di spesifikkan pada konsumen wanita) dan berumur 20 tahun atau lebih. Dimensi yang digunakan adalah berapa banyak konsumen melakukan pembelian batik tulis Danar Hadi. c) untuk jenis individu maupun rumah tangga berjumlah 100 hingga 500 orang. 2003:157) bahwa usia dewasa di mulai dari umur 20 tahun. Untuk mengetahui kesesuaian calon responden dengan karakteristik populasi yang telah ditentukan di atas.1) Adalah berapa banyak konsumen melakukan pembelian batik tulis Danar Hadi. Uji validitas item pernyataan-peryataan yang terdapat dalam angket dilakukan dengan jalan mengkorelasikan setiap variabel yang diuji validitasnya. 2. Menurut Badan Pusat Statistik (dalam Kasali. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa seluruh item pernyataan memiliki nilai rhitung yang lebih besar dari rtabel sebesar 0. Oleh karena itu. Sampel Prosedur pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a) Mengidentifikasi unit sampel Sampel yang diambil merupakan populasi spesifik yang relevan dengan tujuan penelitian. 2005:53). b) Menentukan ukuran sampel Jumlah sampel minimal dalam penelitian ini sebesar 100 responden. Kemudian jika probabilitasnya < 0. 2003 : 119). . maupun yang akan membeli. maka calon responden tersebut dapat dijadikan responden penelitian. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. dimana dalam desain pengambilan sampel cara non probabilitas. Pembelian menurut kebiasaan (Y1.

Test distribution is Normal. Sehingga disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan pada instrumen penelitian (angket) reliabel dan dapat digunakan sebagai alat ukur pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar hadi. BLUE (Best Linier Unbiased Estimator) kondisi ini akan terjadi jika dipenuhi beberapa asumsi yang disebut dengan asumsi klasik sebagai berikut: a. Berdasarkan pada tabel 1 di atas. maka hal ini berarti dalam model regresi tidak terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya atau bebas heteroskedastisitas.450 a. Error Beta . 3.05. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan untuk mengukur konsistensi internal adalah koefisien alfa atau crobanch’s alpha. Dependent Variable: Unstandardized Residual Sumber: lampiran Berdasarkan pada tabel 3 di atas menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas (X) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu gaya hidup mempunyai nilai Sig yaitu 0. menunjukkan bahwa semua variabel memiliki nilai signifikansi asymp.559 . Berdasarkan pada tabel 2 hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov.1689705 .b Normal Parameters Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Tabel 1 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Gaya hidup (X) Keputusan pembelian (Y) Sumber: lampiran Cronbach Alpha 0. maka disebut homokedastisitas. merupakan model yang menghasilkan estimator linier tidak bias yang terbaik. b. Uji Asumsi Klasik Model regresi yang diperoleh dari metode kuadrat terkecil biasa (OLS).817 0. b.117 -.656 Ket. Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu. .12897727 . Regresi dikatakan terdeteksi gejala heterokedastisitas apabila nilai koefisiensi korelasi spearman mempunyai korelasi yang signifikan (sig < 0. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data dari variabel bebas dan variabel terikat keduanya memiliki distribusi normal ataukah tidak. Sehingga beberapa kali diulang pun hasilnya akan tetap sama atau (konsisten). Buchari Alma dalam Ridwan dan Sunarto (2007:348).05).60.108 1. dapat diketahui besarnya nilai Cronbach Alpha untuk variabel gaya hidup (X1). sehingga variabel bebas (X) tersebut dapat digunakan dalam penelitian.030 . dan keputusan pembelian (Y1) lebih besar dari 0. Calculated from data. Suatu alat ukur dianggap reliabel apabila nilai Cronbach Alpha > 0. Cara di atas menunjukkan bahwa model regresi linier sederhana pada penelitian ini layak digunakan karena memenuhi asumsi normalitas.023 . Uji Heterokedastisitas Uji ini bertujuan untuk menguji terjadinya ketidaksamaan varians dari hasil residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain dalam satu model regresi.05) terhadap nilai residualnya (Santoso dan Ashari. signifikansi yang lebih besar dari 5% (0. Jika varians tersebut tetap.adalah konsisten.117 . Jika varians dari residual pada satu pengamatan yang lain adalah tetap.450 yang nilai tersebut lebih besar dari 0. . disebut homoskedastisitas.112 N a. Reliabel Reliabel Tabel 2 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual 105 .758 Sig.586 . maka butir atau item pertanyaan tersebut reliabel. Reliabel artinya dapat dipercaya juga dapat diandalkan.126 . Sehingga penelitian ini dikatakan berdistribusi normal. (2-tailed) Mean Std. Sig.074 .200 . Deviation Absolute Positive Negative a.074 t . Berdasarkan hasil Uji Normalitas dengan alat bantu komputer yang menggunakan bantuan program SPSS for windows. Berdasarkan hasil Uji Heteroskedastisitas dengan alat bantu komputer yang menggunakan Program SPSS for windows diperoleh hasil: Tabel 3 Hasil Uji Heteroskedastisitas a Coefficients Model 1 (Constant) x Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std.60. 2006:301) Untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual pada satu pengamatan ke pengamatan lain.

Setelah dilakukan uji asumsi klasik tersebut di atas. Variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. maka keputusan pembelian (Y) adalah sebesar 0.277 menyatakan bahwa jika gaya hidup sama dengan nol.5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan memprediksi variabel terikat dengan menggunakan variabel bebas (Sarwono. Jadi dapat dikatakan bahwa gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis.05 atau 5%. Uji t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat.944 thitung 15. Teknik Analisis Data 1. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN I. Teknik Uji Hipotesis 1.277 0.5%.944 artinya apabila gaya hidup (X) berubah satu satuan.5% sedangkan sisanya sebesar 30.000 kontribusi pengaruh variabel gaya hidup terhadap keputusan konsumen adalah sebesar 69.041 dan didukung dengan tingkat signifikansi sebesar 0.thitung < 0.05 Kriteria pengujian Apabila nilai Sig. maka dapat disimpulkan bahwa model regresi linier dalam penelitian ini bebas dari asumsi dasar (klasik) tersebut. .277 + 0.000 Dari tabel 5 di atas dapat digunakan untuk pengujian hipotesis dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1.277. c. H. Nilai konstanta sebesar 0.000 < 0. 2. Perhitungan data dilakukan dengan menggunakan Statistic Program of Social Science (SPSS) for Windows. Ha : b ≠ 0. Tanda positif pada koefisien regresi melambangkan hubungan yang searah antara gaya hidup (X) dengan keputusan pembelian (Y) yang artinya kenaikan variabel gaya hidup (X) akan menyebabkan kenaikan pula pada variabel keputusan pembelian (Y). maka dapat diperoleh persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut: Y = 0. Regresi linier sederhana dipergunakan untuk sebuah variabel terikat dan satu buah variabel bebas.277 0.308 Sig 0. 2005:68). Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 69. Regresi Linier Sederhana Untuk mengetahui pengaruh variabel gaya hidup (X1) terhadap keputusan pembelian (Y1) batik tulis Danar Hadi. Tabel 5 Hasil Uji t Variabel Konstanta X Koefisien Regresi 0. Variabel bebas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.20 di atas dapat diketahui bahwa thitung untuk variabel gaya hidup (X) adalah sebesar 13. Hasil uji analisis regresi linier sederhana dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4 Data Koefisien Regresi Linier Sederhana Hasil Perhitungan SPSS Variabel Konstanta X Koefisien Regresi 0. Nilai koefisien regresi variabel gaya hidup (X) adalah sebesar 0. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya 4.944 thitung 15. b. maka variabel keputusan konsumen (Y) akan berubah sebesar 0. Merumuskan hipotesis secara statistik Ho : b = 0. 3.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Dari tabel 4. G.944X + e Berdasarkan persamaan regresi linier sederhana di atas.05 maka Ho diterima dan Ha ditolak Apabila nilai Sig. Menggunakan taraf signifikan sebesar α = 0. Pembahasan “Pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar Dadi Diponegoro Surabaya (studi pada konsumen wanita)”. Sumber: Lampiran Dari tabel di atas. sehingga pengambilan keputusan melalui uji t yang dilakukan dalam penelitian ini tidak bias atau sesuai dengan tujuan penelitian. thitung > 0. Hasil uji t pada penelitian ini dapat dijelaskan pada tabel di bawah ini.944 satuan. Uji t Pengujian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat. maka digunakan teknik analisis regresi linier sederhana. maka dapat dijelaskan sebagai berikut: a.308 Sig 0.

kepercayaan. Hal senada dikemukakan oleh Rocha (Hsu dan Chang. motivasi. konsep diri. Konsumen jarang secara jelas mengetahui peranan gaya hidup dalam keputusan pembeliannya. Pendapat (opinion) yang diukur dengan pernyataan masalah sosial (selalu memakai pakaian batik tulis danar hadi saat menghadiri pertemuan dengan keluarga dan rekan kerja). . Karena aspek originalitas itu selalu mempunyai tempat tersendiri di pasar. Batik Danar Hadi hadir untuk memperkaya perkembangan seni membatik pada khususnya dan usaha batik di Indonesia pada umumnya. citarasa. dan dimensi gaya hidup mereka. hal ini membuktikan bahwa pakaian batik Danar Hadi. yang akan berputar kembali pada gaya hidup konsumen. diketahui bahwa konsumen yang memakai pakaian batik tulis Danar Hadi sebagian berasal dari kalangan PNS dan pegawai swasta yang sudah bekerja. Kesan berpakaian batik terlihat kuno. 2008:148) “emphasized the importance in understanding behavioural preferences in fashion and clothing consumption based on physical. Sebagai daya tarik para pemakai pakaian batik ketika bersosialisasi dengan orang lain. Aktifitas (activity) yang diukur dengan pernyataan bekerja (memakai pakaian batik tulis danar hadi saat bekerja). namun secara halus. Dari hasil observasi. komunitas (selalu memakai pakaian batik tulis danar hadi dengan model terbaru dalam komunitas) dan belanja (selalu merencanakan untuk memilih motif batik tulis danar hadi ketika akan membeli pakaian). minat dan pendapat adalah seperti berikut: a. sebaliknya harus selalu terpacu untuk membuat sesuatu yang baru. karena menyukainya) dan budaya (sekarang pakaian batik tulis telah menjadi trend berbusana masyarakat Indonesia). Batik Danar hadi adalah batik yang sudah mempunyai merek terkenal sejak tahun 1967.Dari analisis data yang diketahui bahwa gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian sebesar 69. dan sikap. perilaku pembelian konsumen. perubahan kebiasaan. Sedangkan menurut Kasali (1998:225) gaya hidup akan mempengaruhi keinginan seseorang untuk berperilaku dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang. tetapi batik Danar Hadi tetap memperhatikan produk output yang berkualitas. Sedangkan Hawkins dan Coney dalam (Fatmanovita. ketertarikan (keluarga dan pakaian). identitas. 2006) menyebutkan bahwa gaya hidup seseorang berpengaruh pada kebutuhan. Ketertarikan (interest) yang diukur dengan pernyataan keluarga (keluarga memiliki ketertarikan khusus terhadap pakaian batik tulis danar hadi) dan pakaian (menyukai pakaian yang bermotif batik khusunya batik tulis danar hadi). ekonomi. Berdasarkan pemaparan tentang gaya hidup yang meliputi aktifitas. Dikarenakan seseorang memandang gaya hidup sebagai pusat dari proses konsumsi. Namun gaya hidup secara berkala menyediakan motivasi dasar dan panduan untuk pembelian tapi tidak secara langsung. Analisis gaya hidup dapat berguna bagi pemasar untuk mengetahui area spesifik dari kehidupan konsumen.5% (menunjukkan hubungan yang kuat) dan sisanya sebesar 30. pendapat (masalah sosial. c. Selain itu Menurut Irawan dan Wijaya (1996:340) menyatakan bahwa jika gaya hidup akan mempunyai dampak besar kepada perilaku pembelian seseorang. ekonomi (tidak memperdulikan perubahan harga batik tulis danar hadi. 2006) Gaya hidup berpengaruh pada pembelian. keadaan ekonomi. Dari hasil uji t juga diketahui bahwa variabel bebas yaitu gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. and lifestyle dimensions in targeting consumers” artinya yang menekankan pentingnya mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam memilih mode pembelian baju berdasarkan pada keadaan fisik. seperti perilaku diluar rumah. pendidikan dan budaya). bahwa indikator yang digunakan meliputi. terutama telah diminati oleh sebagian besar kalangan yang mempunyai penghasilan tetap. jabatan. Hal ini akan menentukan banyak dari keputusan pembelian konsumen. Lebih lanjut Assael dalam (Fatmanovita. Dari pemaparan diatas peneliti membatasi indikator gaya hidup yang dilihat berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan. Karena dari diri mereka sendiri memilih batik dengan tipe batik tulis karena ciri khasnya dan memiliki unsur seni yang tinggi didalamnya. faktor lingkungan dan faktor strategi pemasaran.5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian ini misalnya faktor internal selain gaya hidup seperti usia dan tahap daur-hidup pembeli. kepribadian. Mode / model batik tulis danar hadi yang selalu mengikuti perkembangan jaman. perilakunya dan perilaku pembeliannya. aktifitas (bekerja. komunitas dan belanja). Rumitnya pembuatan batik tulis membuat batik ini memiliki arti sendiri didalam para pengagumnya. proses pembelajaran. b. pendidikan (pakaian batik tulis dapat mendidik generasi muda untuk melestarikan budaya bangsa Indonesia). Industri batik tulis Indonesia juga tidak boleh dibiasakan untuk meniru. identity. persepsi.

jasa-jasa keuangan (termasuk asuransi). komunitas. interest. K. sehingga pada kurun waktu tertentu gaya hidup relatif permanen” (Setiadi. Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat Engel et. Batik tulis Danar Hadi yang mempunyai desain dan produk yang berkualitas. Batik Danar Hadi memberikan keyakinan yang positif untuk tetap memilih batik Danar Hadi sebagai pilihan yang tepat untuk poduk pakaian batik. perabotan rumah tangga dan alat-alat kecantikan. Namun demikian gaya hidup tidak cepat berubah. al (1995:9) yang menyebutkan bahwa produk akan diterima konsumen apabila produk tersebut dipandang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Dari analisis dan pembahasan di atas dapat diketahui bahwa gaya hidup yang mempunyai indikator AIO (activities. berorientasi kepada karir atau keluarga. menunjukkan responden yang mayoritas wanita (karena studi hanya dibatasi pada konsumen wanita) bahwa kaum wanita memang memiliki gaya hidup yang tinggi terhadap pakaian maupun assecoris. menghargai waktu. Adanya pengalaman dari keluaga sebelumya menggunakan produk pakaian batik tulis Danar Hadi. 2003:148). Harus bisa membuat produk batik yang disukai kaum perempuan pada saat ini. Dengan semakin majunya pendidikan wanita. karena mereka juga memikirkan apa yang mereka pakai sehari-hari. Konsumen wanita juga telah memiliki keyakinan bahwa produk pakaian dari batik Danar Hadi pasti memiliki desain dan kualitas yang baik. Dalam kehidupan ini. dari intensitas responden yang telah membeli produk pakaian batik tulis Danar Hadi lebih dari satu kali pembelian. mereka sebagian besar tidak mementingkan harga dalam proses keputusan pembelian. Konsumen wanita yang digunakan sebagai responden dalam penelitian ini dari kalangan yang berlatar belakang dari perguruan tinggi dan minimum berpendidikan SMA atau SMK dan sebagian besar sudah memiliki pekerjaan dan pengahasilan tetap. transportasi udara. travel/pariwisata. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN J. Produkproduknya antara lain adalah fashion (pakaian dan aksesoris bermerek kuat). “dari masa ke masa gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis. program-program pendidikan. diwajibkan . elektronik (durables). department store. Wanita sebagai konsumen. dan sebagainya. Saran Berdasarkan hasil penelitian di atas.Batik tulis Danar Hadi banyak digunakan oleh pemakainya terutama untuk bekerja dan berbagai aktivitas lain. jasa-jasa perbankan. barang-barang konsumsi dan perlengkapan rumah tangga. di dalam suatu komunitas Pegawai Negeri Sipil. telekomunikasi. dan perlengkapan untuk bekerja. melainkan juga produk-produk seperti otomotif. Adapun produk-produk yang direkomendasikan untuk gaya hidup wanita dewasa masa kini yang dibutuhkan atau diputuskan oleh kaum wanita Indonesia yang cenderung berpendidikan. menurut (Kasali. Hal ini membuktikan bahwa konsumen memiliki tingkat pendidikan yang tinggi apalagi sudah memiliki pekerjaan tentunya memiliki citarasa dan selera yang tinggi pula. wanita adalah manajer pembelian untuk bermacam-macam jenis dan kategori barang dan jasa. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: 1. real estate. furniture. Berdasarkan angket. Dari gaya hidup yang meliputi aktifitas seperti. kendaraan. Wanita bukan hanya memerlukan informasi tentang barang-barang konsumsi seharihari. Gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. dan menjaga penampilannya. dengan begitu batik Danar Hadi tetap memberikan keyakinan yang kuat untuk mereka agar tidak berpindah ke merek lain dan tetap menggunakan produk pakaian batik tulis Danar Hadi sebagai pilihan utama. hotel dan pariwisata. Hal ini membuktikan bahwa batik telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari atau aktivitas sehari-hari dari para pemakainya. dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut: 1. kosmetika. produk-produk yang di masa-masa lalu hanya layak ditargetkan untuk pria sekarangpun berpotensi besar ditargetkan kepada kaum wanita. Berdasarkan angket yang disebarkan. Konsumen akhirnya menyadari bahwa kehadiran batik sekarang bukan lagi sebuah hasil budaya tradisional masyarakat yang dianggap kuno atau tabu akan tetapi telah menjadi trend dan mode dalam berpenampilan terutama untuk aktifitas kerja serta karier mereka sehari-hari. 2003:452-453). and opinion) berpengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar Hadi Diponegoro Surabaya. telah menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara gaya hidup dengan keputusan pembelian seseorang. Dalam beberapa teori di literatur buku dan berbagai jurnal asing dan lokal. Pihak pemasar batik Danar Hadi harus lebih memperhatikan lagi masalah kesesuaian produk yang dijual dengan dengan gaya hidup masyarakat indonesia. hal ini dikarenakan dalam gaya hidup kaum wanita lebih mengandalkan naluri dan emosionalnya.

setiap hari kamis dan jumat diwajibkan untuk menggunakan pakaian batik. Managing Brand Equity: Capitalizing on The Value of A Brand Name. 2008. Irawan dan Wijaya. Manajemen Pemasaran. Faried. filsafat. Imam. dan ciri khas akan bertambah. Roger J. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. 2007. Kasali. pendapat. Skripsi tidak diterbitkan. diakses 6 November 2009). Terjemahan oleh Bob Sabran. Kevin Lane.. Kartajaya. USA: Irwin. . Pemasaran 2000. 1990. Fatmanovita.. baik pegawai di instansi pemerintahan maupun swasta. Jilid 1. USA: The Drydeen Press. FE Unair. RR Yugi. Jakarta : Indeks. J. Jakarta: MarkPlus&Co. R. Coney. 1992. Consumer Behavior. Six Edition. Journal of Fashion Marketing and Aaker. Kotler. Hawkins. Jakarta: Binarupa Aksara. karena dengan menambah desain produk pada pakaian batik tulis.F. Second Edition. Jilid 1.Best. Consumer Behaviour. Prinsipprinsip pemasaran. disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti mengenai unsur tentang desain produk. budaya dan ciri khas yang menggambarkan suatu batik. 2008.handiirawan.M. Jakarta: Indeks. filsafat. dikarenakan desain produk akan lebih memperlihatkan unsur seni. Targeting. Walaupun pakaian batik. karena desain merupakan faktor penting bagi produk pakaian batik dan mempunyai nilai seni. “Pengaruh Lifestyle. Rhenald. Desain pakaian batik tulis Danar Hadi yang selalu identik dengan motif klasik dan dikerjakan secara tradisional harus lebih diperhatikan dan dipertahankan. David A. New York: The Drydeen Press. Irawan. Alih bahasa: Aris Ananda. M. 10 karakteristik gaya hidup konsumen Indonesia (online). Kotler. pegawai diwajibkan menggunakan pakaian batik setiap hari kamis dan jumat. Terjemahan oleh Benyamin Molan. Edisi Pertama. F. Manajemen Pemasaran. Jane and Kai-Ming Chang. Philip dan Keller. 9 th edition. 2001. (www. dkk. Six Edition. budaya. Jilid 1. Jakarta: Erlangga. Engel. Edisi Kesebelas. Survei Penduduk Kota Surabaya Tahun 2009. 1996. Philip. Marketing in Venus The Garuda Indonesia Story. DAFTAR PUSTAKA Engel. 2006. Orlando. 2005. Edisi Keenam. 2009. 1998. karena dengan menggunakan pewarna alami maka akan menghasilkan kombinasi warna-warna yang unik dan menarik serta aman digunakan bagi konsumen. Edisi Kedua belas. dkk. dan Respon atas Advertising terhadap Brand Preference pada Produk Wewangian Wanita Merek SHE di Surabaya. Henry.1995. Proses pewarnaan batik tulis Danar Hadi dengan pewarna alami merupakan nilai lebih dari pakaian batik tulis Danar Hadi dan harus tetap dipertahankan di tengah banyak munculnya pakaian batik dengan pewarna buatan. Berdasarkan hasil wawancara pada responden ditemukan fenomena bahwa responden menyukai desain produk batik Danar Hadi. Lu Hsu. Hermawan. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. BPS Provinsi Jawa Timur. Surabaya. Surabaya: BPS Provinsi Jawa Timur. Yogyakarta: BPFEYogyakarta. Engel. 2005. Kotler. Ghozali. Gramedia Pustaka Utama. tetapi mode (modelnya) tidak ketinggalan zaman sehingga dapat membuat orang tertarik untuk membelinya. Membidik Pasar Indonesia: Segmentasi. Philip dan Gary Armstrong.2.com. Inc. Purchase of clothing and its linkage to family communication and lifestyles among young adults.Blackwell and Paul W. pekerjaan: memakai batik pada saat bekerja. dan Positioning. dkk. Self Concept. budaya dan ciri khas. Jakarta: PT. Terjemahan oleh F. 2009. Assael. James F. Edisi Kedua belas. Kenneth A. Jilid 1. 2005.D. Terjemahan oleh Benyamin Molan. Marketing Principle and Strategy.. macam corak batik yang ada di outlet batik Danar Hadi mengandung nilai seni. Budiyanto. Handi. 1992. Implication for Marketing Strategy. minat. 2006. Oleh karena itu. Harcourt. Perilaku Konsumen. budaya: pakaian batik dapat mendidik generasi muda untuk melestarikan budaya bangsa indonesia. 2005. 1994. Jakarta: Mitra Utama.2007. Miniard. filsafat.X.J. 1997.

dan Sunarto. Michael. Fandy. New York: Macmillan. 147-163. 1974. Edisi Keempat. 2001. 2007. Inc.Management (online). 2002. 2006. Mangkunegara. 26. Prentice Hall. 8th edition. 2003.. 1. Ujang. 2. diakses 20 November 2009 http://www.wordPress. 2007. Refika Aditama.com. 1987.com.id. 2001. 2002. Edisi Kelima. Kualitatif.wikipedia. Malhotra.com. 2002. Ekonomi. Vol. Schiffman. Riset Pemasaran Pendekatan Terapan.K. No. Surabaya: Unesa University Press. Solomon. Perilaku Sutisna. USA: Prentice Hall International. (http://puslit. April 2006: 13-21. Mowen. Mariam. (Online). Segmentasi Gaya |Hidup Pada Mahasiswa Program Studi Pemasaran Universitas Kristen Petra. Sarwono. Semuel.id. Plumer. Setiadi. Naresh K. Bilson. Jakarta: PT Penerbit Erlangga. Consumer Behaviour. 2009. Jakarta: PT. diakses 20 Desember 2010). Bandung: PT. Journal of Consumer Marketing. Terjemahan oleh Lina Salim. (http//www. Terjemahan oleh Soleh Rusyadi Maryam. Jakarta: Salemba Empat. Second Edition. New Jersey. Bandung: Rosda. 2007. Jurnal Manajemen Pemasaran (online). Jurnal Manajemen Pemasaran (online). Budaya Visual Indonesia. diakses 6 November 2009). 2. Simamora. Elex Media Komputindo. diakses 10 November 2010 . Sondang. 2000. Leon G and Leslie L. Jakarta: Prenada Media. diakses 25 Oktober 2009). Terjemahan oleh Soleh Rusyadi Maryam. Santoso. (http://puslit. Panduan Penulisan dan Penilaian Skripsi. Mowen. Vol. Naresh K. Sugiyono. Jonathan. Yohanes Kunto dan Peter Remy. 2. A. Perilaku Konsumen. Hatane. USA: Allyn and Baccon. Alfabeta Sumarwan. No. Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia.org/wiki/Batik. diakses 5 Oktober 2009 http://www. Riduwan. 2009. No. Seven Edition. 38 (January) hal33-37. Panduan Riset Perilaku Konsumen. Research Methods For Business. Konsumen. Batik Danar Hadi. 2. 2004.A Anwar Prabu. Teori dan Praktik Riset Pemasaran dengan SPSS.emeraldinsight. 2005. (http//www. Sachari. Bogor: PT. Riset Pemasaran Pendekatan Terapan. Sosial. Agus. Yogyakarta: CV. Jilid 1. 2008pp. Souiden.SwaBerita. Edisi Revisi. Bandung: Alfabeta.com. dan Bisnis. Michael. Kanuk. l. Andi Offset. Oktober 2007: 73-80.petra.Ghalia Indonesia.ac. dan R&D). 2004. John C. John. Nugroho. “The Concept and Application of Life Style Segmentation” dalam Journal of Marketing. Consumer Behavior. Komunikasi. 2004. Malhotra. 2004. Munoto.G. Pengantar Statistik Untuk Penelitian Pendidikan. Riset Pemasaran Konsep dan Aplikasi dengan SPSS. Uma. Copyright @ PT. C dan Minor. Vol. Edisi Keempat. Jilid 1. Perilaku Konsumen. 1. 2004. 1994. & Leslie L. Nizar dan Diagne. 5 April 2010 http://id. Bandung: CV. Gramedia Pustaka Utama. Joseph. diakses 10 Oktober 2009). Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. 2006. Singgih dan Tjiptono. Sekaran.emeraldinsight. Canadian and French Men’s Consumption of Cosmetics: A Comparison of Their Attitudes and Motivations.. dkk. Vol. Jakarta: PT. Perilaku dan Keputusan Pembelian Konsumen Restoran melalui Stimulus 50% Discount di Surabaya. 12 No. Jilid 1 dan 2. Edisi I. Consumer Behaviour.petra. Edisi Empat. Perilaku Konsumen: Konsep dan Implikasi Untuk Strategi Penelitian Pemasaran. 2005. Jakarta: Erlangga. 2006. Jakarta: PT Indeks. Consumer Behaviour. Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif. Jilid 2.ac. Schiffman. 2009.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->