Influence of Lifestyle on Purchase of Decision Danar Hadi Batik Clothing (Studies on female consumer in Danar Hadi’s Outlet in Diponegoro

Surabaya) By: Ratna Yuliana UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ABSTRACT Products and services consumers accepted or rejected based on the extent to which they considered relevant to the needs and lifestyles. Consumers may ignore the words of marketers (Engel et al, 1995:9). "Certain attitudes held by consumers toward a particular object (eg the brand of a product) can reflect the style of life" (Ilmiyah et. Al.: 2007). "The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption of consumer behavior" (Hawkins in Kucukemiroglu et. Al., 2003:213). It represents a lifestyle having a major impact on purchasing and consumption behavior of consumers. "From time to time an individual's lifestyle and particular group of people will move dynamically. However, lifestyle is rapidly changing, so that at a certain time is relatively permanent lifestyle "(Setiadi, 2003:148). This study aims to determine and analyze the influence of lifestyle on purchase decisions batik Danar Hadi Diponegoro, Surabaya. Population in this research is that consumers batik Danar Hadi Surabaya Diponegoro who make purchases for their own consumption. The sample in this study amounted to 100 people, based on the theory of Freankel and Wallen and Aaker. Soetrisno (2001: 73) argues that there is no absolute determination what percentage of the sample to be taken from the population so no need to cast doubt on the researcher. From the research that has been done can be seen that the coefficient of multiple determination or R Square of 0.695 means that the magnitude of the contribution of independent variable influence of lifestyle on the dependent variable is the purchase decision is 69.5%. While the rest 30.5% are influenced by other variables outside. From the above analysis and discussion can be seen that lifestyle has a significant influence on purchase decisions. This is evident by the level of significance for lifestyle variables is 0.000 < 0.05 or 5%.

Keywords: Lifestyle, Purchasing Decision And Batik Danar Hadi Surabaya

al. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang.695 berarti bahwa besarnya kontribusi pengaruh variabel bebas yaitu gaya hidup terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian adalah sebesar 69. “dari masa ke masa gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis. Artinya adalah gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. 2003:213). 2003:148).5% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. Konsumen dapat mengabaikan yang dikatakan oleh pemasar (Engel et.05 atau 5%. Sedangkan sisanya 30. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa dari nilai koefisien determinasi berganda atau R Square sebesar 0. Kata Kunci : Gaya Hidup. “The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption behavior of consumer” (Hawkins dalam Kucukemiroglu et.5%. Dari analisis dan pembahasan di atas dapat diketahui bahwa gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. “Sikap tertentu yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu objek tertentu (misalnya merek suatu produk) bisa mencerminkan gaya hidupnya” (Ilmiyah et.000 < 0.Pengaruh Gaya Hidup terhadap Keputusan Pembelian Pakaian Batik Tulis Danar Hadi (Studi Konsumen Wanita Pada Outlet Danar Hadi Diponegoro Surabaya) Oleh : Ratna Yuliana UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ABSTRAK Produk dan jasa diterima atau ditolak konsumen berdasarkan sejauh mana keduanya dipandang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Keputusan Pembelian Dan Batik Danar Hadi Surabaya . Soetrisno (2001: 73) berpendapat bahwa tidak ada ketetapan mutlak berapa persen sampel yang harus diambil dari populasi sehingga tidak perlu menimbulkan keraguan pada peneliti.. al. dengan berdasarkan teori dari Freankel dan Wallen serta Aaker. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen batik Danar Hadi Diponegoro Surabaya yang melakukan pembelian untuk dikonsumsi sendiri.:2007). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian batik tulis Danar Hadi Diponegoro Surabaya. al.. sehingga pada kurun waktu tertentu gaya hidup relatif permanen” (Setiadi. Hal ini terbukti dengan tingkat signifikansi untuk variabel gaya hidup adalah 0. 1995:9). Namun demikian gaya hidup tidak cepat berubah.

Gaya hidup seseorang menunjukkan pola kehidupan orang yang bersangkutan yang tercermin misalnya dalam kegiatan sehari-hari. pemunculan batik dengan gaya trendi memang sangat menarik perhatian. suka merek luar negeri. Baju dari tekstil tradisional yang dirancang modis ternyata bisa tampil segar. minat dan opininya. tata. ringan dan disukai masyarakat (http://id. para pegawai negeri sipil. religius. Orang yang berasal dari subkultur. makna yang diperoleh dari bentuk-bentuk persilangan budaya. Sutisna (2002:145) mengemukakan bahwa gaya hidup diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas). Produk dan jasa diterima atau ditolak konsumen berdasarkan sejauh mana keduanya dipandang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Gaya hidup merupakan kombinasi dan totalitas cara.handiirawan. maupun masyarakat pada umumnya dalam wujud desain yang semakin beragam.BAB I PENDAHULUAN A. Nilai-nilai estetik modern selama satu abad telah memiliki peran yang lebih bermakna dalam mempertahankan dan menganekaragamkan produk batik dan ragam hias batik di dalam masyarakat indonesia. yaitu: berpikir jangka pendek. gagap teknologi. Latar Belakang Masalah Di tengah gaya hidup berbusana global yang masuk ke Indonesia. baik dikalangan pejabat pemerintah. apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan). . dan kurang peduli lingkungan. Ketika itu gaun batik sutra bercorak bunga hokokai. kelas sosial dan pekerjaan yang sama dapat mempunyai gaya hidup yang berbeda. Konsep gaya hidup apabila digunakan oleh pemasar secara cermat. maupun inovasi-inovasi baru yang terjadi pada batik modern. Meluasnya busana batik dalam beberapa dekade terakhir berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. dalam pelaksanaanya dilandasi oleh sistem nilai atau sistem kepercayaan tertentu (Piliang dalam Agus Sachari. pengrajin batik berupaya untuk mengangkat batik untuk menjadi bagian penting dalam dunia fashion saat ini.com). dan kegiatan lainnya yang sebelumnya cenderung mengenakan jas. Peran nilai estetik tersebut tidak hanya sebagai pengayaan ragam hias batik saja. yaitu dengan menciptakan kreasi batik dalam bentuk desain produk yang lebih modern. Peminatnya dari berbagai kalangan. gengsi. dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia sekitarnya (pendapat). Berdasarkan kecintaan pada batik. orientasi pada konteks.org/wiki/Batik). suka berkumpul. Di era 1970-an. kebiasaan. pilihan. Gaya hidup akan mempengaruhi keinginan seseorang untuk berperilaku dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang (Kasali. Menurut (Handi Irawan D. yang diperkaya tinta emas prada. pertemuan para pejabat tinggi negara. upacara pembukaan pameran. serta objek-objek yang mendukungnya. Menurut Kotler (2005:210) Gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai pola hidup seseorang di dunia yang terungkap pada aktifitas. perilaku. seperti pesta pernikahan. (Bilson Simamora. Demikian pula muncul kewajiban para siswa sekolah dasar dan menengah setiap satu minggu sekali untuk memakai pakaian batik. yang menandai sistem nilai. tidak terencana. Pandangan lama tentang batik kian berubah. Bukan baru sekali ini batik popular menjadi gaya hidup kosmopolitan. Namun tetap harus dilakukan upaya untuk melestarikannya.wordPress. Mulanya memang kelompok terbatas. sangat digemari ibu-ibu kelas atas sebagai gaun malam (SwaBerita. para sosialita dan selebriti. dan pendapatannya terhadap sesuatu hal yang sudah melekat pada diri personal seseorang. Gaya hidup menggambarkan ”keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya. Meskipun sejumlah ragam hias batik tersebut mulai menghilang. www. tetapi juga memberi kontribusi terhadap proses pemberdayaan produk batik secara lebih luas. kuat di subculture. Namun kini sudah mulai mewabah di kalangan umum. dengan tetap memperhatikan makna dari batik tersebut (www. 2007:73). tetaplah merupakan proses pemantapan jati diri bangsa melalui nilai-nilai estetik yang dihasilkannya (Agus Sachari. dapat membantu untuk memahami niali-niali konsumen yang terus berubah dan bagaimana nilainilai tersebut dapat mempengruhi perilaku konsumen. Di dalam tubuh masyarakat berkembang kebiasaan baru untuk memakai busana batik modern pada acara-acara resmi. Batik bergaya muda rupanya mengena di hati peminat mode. Gaya hidup dapat dipahami sebagai sebuah karakteristik seseorang secara kasat mata. Hal itu merupakan fakta-fakta penguatan budaya lokal dalam kehidupan masyarakat modern di perkotaan dan indikasi terciptanya gaya hidup untuk menggunakan pakaian batik (Agus Sachari. 1998:225). serta sikap terhadap diri sendiri dan lingkungannya.com). Batik sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia mempunyai nilai yang tinggi dan abadi sepanjang masa.wikipedia. sang maestro batik Iwan Tirta menaikkan gengsi kain tradisional itu menjadi gaun malam mewah dan elegan. minat.com/2009) ada 10 tipe karakteristik gaya hidup konsumen Indonesia. 2007:196). 2004:10). 2007:201).

305 juta jiwa).311.al.. berbelanja di department store.678 juta jiwa. 2003:453-455): Wanita bergaya hidup kota besar. Psikografik adalah suatu instrument untuk mengukur gaya hidup. al. batik tulis tersebut menggunakan bahan dari Sutera ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin).. Gaya hidup yang dimiliki seseorang akan mempengaruhinya dalam keputusan pembelian suatu produk. minimal D3 atau akademi. yang terdiri dari aktivitas (activities). dan sesekali membeli baju rancangan desainer. Dari Cina dan India datang pengaruh Hindu dan Budha. Berkembang di Indonesia sejak abad silam. and lifestyle dimentions in targeting consumers” (Rocha et. Outlet penjualan batik Danar .:2007). Namun demikian gaya hidup tidak cepat berubah. Psikografik sering diartikan sebagai AIO . celana). Bahan baku yang dipergunakan selain kain mori untuk kain-kain tradisional. Pada batik tulis pengerjaanya memakan waktu yang lama.Konsumen dapat mengabaikan yang dikatakan oleh pemasar (Engel et. 1995:9).org/wiki/Batik). Batik Danar Hadi terus menerus bekerja keras untuk meningkatkan karyanya. UNESCO. umumnya berpendidikan tinggi. 2003:213). (jumlah penduduk wanita terbanyak yakni di Surabaya Selatan tepatnya di kecamatan Sawahan sebesar 95. Batik Indonesia juga banyak diminati konsumen wanita Indonesia. Salah satunya dalam mempengaruhi keputusan pembelian seseorang terhadap pakaian. Batik tulis Danar Hadi mempunyai nilai seni yang tinggi dan ekslusif. motif berdimensi dan terdapat warna pada kedua sisi. Hal ini mencerminkan kebutuhan sekunder konsumen wanita sangat besar . akhirnya batik berhasil memperoleh pengakuan dari Organisasi Pendidikan. dan opini (opinion). begitu juga seni pembuatan kain itu sendiri. 2008:148). filosofi. Artinya adalah gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. sedangkan dari Arab dan Persia datang nuansa Islami. “Emphasised the importance in understanding behavioural preference in fashion and clothing consumption based on physical. (Copyright PT. lambang dunia seputar siklus kehidupan. di tanah Jawa batik berkembang menjadi ekspresi yang mengakar pada mitologi.mereka biasanya masih mengandalkan tukang jahit tertentu. Seni membatik adalah teknologi kuno. pasar swalayan atau mall. dan dimensi gaya hidup mereka. Artinya adalah Rocha menekankan pentingnya mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam memilih mode pembelian baju berdasarkan pada keadaan fisik. 2002:58). dalam Hsu dan Chang. Setiap tahunnya selalu ada tren-tren busana untuk wanita. Batik Danar Hadi adalah perusahaan induk yang dibentuk oleh Bapak dan Ibu Santosa Doellah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pakaian adalah barang apa yang dipakai (baju. pada khususnya hadir untuk memperkaya perkembangan seni membatik dan pada umumnya usaha batik di Indonesia. al. identitas. hal ini akan menambahkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap Batik sebagai warisan budaya Indonesia (http://id. Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB. 2003:148). membeli baju jadi (office dress/casual). sehingga pada kurun waktu tertentu gaya hidup relatif permanen” (Setiadi. “dari masa ke masa gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis. Di kota metropolitan Surabaya. karena menggunakan canting dan prosesnya berulangulang. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen wanita memiliki prospek yang tinggi dalam pembelian busana atau pakaian bati tulis. Berikut ciri-ciri wanita menurut majalah Femina (dalam Kasali. Batik Danar Hadi). yang memberikan pengukuran kuantitatif. “The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption behavior of consumer” (Hawkins dalam Kucukemiroglu et. akhir pekan melakukan makan siang/malam di luar (restoran) dan atau menonton sinema. identity. Hal ini juga diperkuat oleh fenomena yang dikemukakan oleh Kartajaya (2005:15) “bahwa dalam belanja wanita sering bersikap irasional”. Untuk mencapai hal tersebut. minat (interest). al. Baru-baru ini pada tahun 2009 tepatnya tanggal 2 Oktober. Berdiri tahun 1967. namun untuk menghadiri pesta. “Sikap tertentu yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu objek tertentu (misalnya merek suatu produk) bisa mencerminkan gaya hidupnya” (Ilmiyah et. Setelah mendapat pengakuan dari UNESCO. merawat kecantikan di salon. Konsep yang terkait dalam dengan gaya hidup adalah psikografik. keputusan pembelian adalah pengambilan keputusan oleh konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk diawali oleh adanya kesadaran atas pemenuhan kebutuhan dan keinginan yang oleh Assael disebut need arousal. Jejaknya tercermin dalam ragam corak batik di pesisir utara pulau Jawa maupun di pusat aristokrasi Surakarta dan Yogyakarta. dan kebanyakan single atau menunda perkawinan sampai usia 30-an. Sedangkan keputusan pembelian menurut Sutisna (2002:15). memiliki tabungan dengan kartu ATM. Menurut data BPS Jawa Timur (tahun 2009) jumlah wanita di Jawa Timur sebesar 1. (Sumarwan. termasuk dalam produk pakaian. Tujuan kelompok usaha Batik Danar Hadi adalah menyumbangkan sesuatu yang bernilai terhadap seni tradisional yang terkenal sebagai ungkapan kehidupan serta filosofi budaya Jawa. sebagai warisan budaya milik Indonesia di dunia. Bahwa wanita Indonesia semakin emosional dalam berbelanja.wikipedia.

minat dan opini dari seseorang (activities. hingga konsumen harus berpikir untuk mencari solusi dalam jangka pendek dulu. kebiasaan. ”Gaya hidup didefinisikan sebagai pola di mana orang hidup dan menghabiskan waktu serta uangnya” (Engel dkk. mulai dari supermarket maupun toko-toko khusus yang didirikan untuk menjual batik Danar Hadi. dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia di sekitarnya (pendapat). fenomena ini juga didorong oleh perhitungan yang hanya melihat kebutuhan jangka pendek. 1994:383). minat dan opininya. (Copyright PT. (Solomon. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Lifestyle denotes how people live. Landasan Teori 1. 1999:174).Hadi berkembang pesat. konsumen selalu membeli berdasarkan budget. tata. Danar Hadi Berdasarkan latar belakang di atas. apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan). maka diajukan judul penelitian ”Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian Pakaian Batik Tulis Danar Hadi” (studi konsumen wanita pada outlet Danar Hadi Diponegoro Surabaya). yakni mendapatkan barang dengan cara cepat. serta sikap terhadap diri sendiri dan lingkungannya. Hal ini nampak dari kecenderungan mereka membeli sesuatu dalam kemasan-kemasan kecil. 1998:220). and opinion). 2. meski sebenarnya mereka mampu untuk membeli yang lebih besar. how they spend their money. maka rumusan masalah ini adalah sebagai berikut: 1. interests. menggunakan uangnya dan memanfaatkan waktu yang dimilikinya (Sumarwan. Batik Danar Hadi). Gaya hidup menggambarkan ”keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya. Tetapi batik Danar Hadi di Jalan Diponegoro Surabaya adalah outlet terbesar di wilayah Jawa Timur dan penjualannya yang menunjukkan trend peningkatan yang positif dan dari segi banyak variant pakaian batik yang ditawarkan. Gaya Hidup Konsumen Indonesia Menurut (Handi Irawan D. tas batik. Dampak dari . 2002:56). Indikator lainnya adalah. Piliang dalam Agus Sachari (2007:73) Gaya hidup mencerminkan pola konsumsi yang meggambarkan pilihan seseorang bagaimana ia menggunakan waktu dan uang (lifestyle refers to a pattern of consumption reflecting a persons’s choices of how he or she spend time and money. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup lebih menggambarkan perilaku seseorang. di outlet Diponegoro menunjukkan kelengkapan dibanding outlet-outlet yang lain seperti: hiasan-hiasan patung jawa. gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai cara hidup yang diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas). Gambar 1 Grafik perbandingan penjualan antara Batik Danar Hadi dan Batik Keris 300 250 200 150 100 50 0 Danar Hadi Keris Sumber: PT. and how they allocate their time (Mowen dan Minor. Apakah gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Batik tulis Danar Hadi? BAB II KAJIAN PUSTAKA C. Selain didorong oleh sulitnya cash flow rumah tangga. Berpikir jangka pendek (short term) Salah satu indikasi besarnya konsumen yang punya pikiran jangka pendek ini adalah maraknya kredit konsumsi. Sumarwan (2002:57) menjelaskan bahwa gaya hidup seringkali digambarkan dengan kegiatan. Menurut Kotler (2005:210) Gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai pola hidup seseorang di dunia yang terungkap pada aktifitas. serta objek-objek yang mendukungnya. yang menandai sistem nilai. Kondisi ini juga dibentuk oleh kondisi ekonomi makro yang mengakibatkan penurunan daya beli pada masyarakat. pilihan.handiirawan. Gaya Hidup Menurut Sutisna (2002:145).com:2009) ada 10 tipe karakteristik gaya hidup konsumen Indonesia. B. kain jarit dan batik Madura (yang tidak ada di outlet Tunjungan Plaza). yaitu bagaimana mereka hidup. Gaya hidup dapat dipahami sebagai sebuah karakteristik seseorang secara kasat mata. www. Gaya hidup merupakan kombinasi dan totalitas cara. yaitu: 1. dalam pelaksanaanya dilandasi oleh sistem nilai atau sistem kepercayaan tertentu.

dan kebiasaan kedaerahan ternyata masih cukup berpengaruh. alasan-alasan konsumen membeli sebuah produk relatif tidak terlalu jauh berbeda di manapun. Kurang peduli lingkungan Banyak perusahaan Indonesia yang memposisikan produknya sebagai produk yang ramah lingkungan. Terutama di bidang IT. Masyarakat kita masih memandang inferior terhadap diri sendiri. pengguna internet di Indonesia baru mencapai 7-8% dan seluruhnya adalah masyarakat perkotaan. Jauh berbeda dengan AS yang mencapai 73%. tidak susah. 3. Merek luar negeri di persepsi lebih baik dan bergengsi dibanding buatan negeri sendiri. berpikir jangka pendek ini juga membuat konsumen kita cepat lupa. membuat wawasan konsumen juga berbeda. 10.2. tetapi mereka lebih percaya diri dengan menggunakan ”merek luar” agar dikira sebagai produk luar negeri. akibatnya merek dari luar begitu mendominasi pasar di Indonesia dibandingkan merek lokal. 8. Isu ini bisa menjadi sangat sensitif dan sangat mempengaruhi minat beli masyarakat. di dunia ini yang sama-sama sudah menjadikan materialisme sebagai bagian hidupnya. Meskipun secara umum. Kedua. dia harus memiliki atributatribut kesuksesan seperti mobil. Maka tidak heran. Tidak terencana Salah satu kebiasaan ini terlihat saat belanja dan pergi ke ritel-ritel modern. Kebiasaan lainnya adalah selalu melakukan tindakan yang mendekati limit waktu yang disediakan. Ketiga. Gengsi Menurut Handi Irawan sendiri. Mereka cenderung enggan merencanakan sesuatu jauhjauh melakukan impulse buying atau langsung membeli di tempat. masyarakat kita mengukur kesuksesan dengan materi dan jabatan. menghibur. fanatisme. dll. Berbeda dengan Negara Barat yang khas dengan individualitiknya. kita masih menganut budaya feodal yang menciptakan kelas-kelas sosial. Terlebih mayoritas penduduknya adalah Islam. akan tetapi banyak juga yang terbukti tidak efektif. Suka merek Luar Negeri Kebanyakan alasannya adalah image dan kualitas. Ketika membeli seringkali mereka tidak mengerti kegunaan dari barang yang dibelinya secara detil. Yang penting mereka terlihat modern. 4. Hal ini mendorong orang untuk saling pamer. Maka wajar jika seseorang ingin dianggap sukses. Banyak pendapat. 5. Perilaku gengsi ini tercermin dari perilaku membeli yang kadang tidak benar-benar dibutuhkan. Menurut seorang praktisi periklanan. Suka berkumpul Kebiasaan suka berkumpul sudah melekat dalam budaya konsumen kita. perkembangan tekhnologi dan informasi yang berbeda. Dalam hal kebutuhan akan informasi misalnya. 9. Kecenderungan ini mengakibatkan konsumen mudah untuk menerima dan dipengaruhi oleh informasi di media tanpa keinginan untuk mencari kebenaran berita itu. Religius Konsumen Indonesia sangat peduli terhadap isu agama. konsumen kita suka bersosialisasi. Kuat di Subkultur Unsur etnis. 7. ringkas dan mudah dicerna. 6. credit card. fitness center. Peneliti mengambil penelitian yang dikhususkan pada pakaian Batik tulis di Danar . rumah. sangat marak di Indonesia. Dari pemaparan di atas mengenai gaya hidup. seperti membuka situs-situs yang tidak mendidik. Setiap daerah memiliki kekhasan. Orientasi pada konteks Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya. Adanya perbedaan subkultur ini seringkali juga menyebabkan tidak semua merek nasional bisa menguasai semua di medan pertempuran. konsumen Indonesia lebih mudah ”terhipnotis” iklan dan kemasannya dibanding di negara lain. PDA. tetapi sebagian besar dari konsumen kita masih banyak yang gaptek (gagap teknologi). kalau orang Indonesia punya minat baca yang lebih rendah daripada negara lain. Masyarakat kita memang memiliki kehidupan sosial yang kuat. Dari 7-8% di Indonesia itu pun sebagian besarnya dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak produktif. Seperti itu sepuluh karakter konsumen Indonesia yang unik dan mungkin sangat berbeda dengan konsumen di luar negeri. sikap gengsi ini muncul karena pertama. jika arena-arena berkumpul dan klub-klub seperti kafe. Jika di luar negeri faktor lingkungan menempati ranking atas. Meski sudah ada beberapa produsen dalam negeri. tidak demikian dengan konsumen Indonesia yang menempatkan faktor lingkungan di urutan terbawah. Gagap teknologi Tidak semua memang. yang sangat memperhatikan aspek kehalalan pada suatu produk. Hanya saja. Terutama membaca literatur yang padat berisi ilmu dan pengetahuan. Pada tahun 2005 misalnya. masyarakat Indonesia cenderung memilih informasi yang ringan.

Pernyataan Keputusan Pembelian (Kotler. Pengukuran Gaya Hidup Menurut Sumarwan (2002: 58-64). (pembelian menurut kebiasaan) instrumen untuk mengukur gaya hidup. Sehingga peneliti dalam penelitian ini topik peristiwa dunia. Pada umumnya. bagaimana cara membeli. interest. atau seorang teman mungkin memberi tahu anda bahwa ia pernah kecewa dengan 3. Pemberi pengaruh : orang yang pandangan atau sarannya mempengaruhi keputusan. Pencetus : orang yang pertama kali mengusulkan gagasan untuk membeli produk umum atau spesifik. demografik konsumen. Ujang terkenal. bahwa. dua faktor bisa berada antara niat pembelian dan keputusan pembelian. Hasil dari sebagai pengukuran AIO (activity. maka peluang 2004:292) menyebutkan tiga tipe pengambilan anda untuk membeli mobil yang lebih mahal keputusan : 1. c. penting bagi anda berpikir bahwa anda seharusnya membeli mobil yang paling murah. harga dan manfaat produk yang Hadi Diponegoro Surabaya. Psikografik adalah mengkombinasikan pengukuran kuantitatif gaya hidup. d. Namun. pesaing dekat mungkin menurunkan harganya. Psikografik sering diartikan dan memilih salah satu di antaranya. preferensi mengenai gaya hidup dapat dilakukan dengan dan niat pembelian tidak selalu menghasilkan psikografik (psychographic). peralatan elektronik. Psikografik adalah pilihan pembelian yang aktual. ekonomi mungkin memburuk. activity questions meminta kepada konsumen untuk mengin Mowen dan Minor (2001:283) mengukur gaya hidup denganyang disajikan secara kognitif sebagai pandangan dan perasaan konsumen mengenai topik. niat pembelian berdasarkan faktor-faktor seperti rumah. lokal. Pemecahan Masalah yang Diperluas berkurang. oleh konsumen untuk melakukan pembelian suatu Psikografik analisis biasanya dipakai untuk melihat produk diawali oleh adanya kesadaran atas segmen pasar. dimana image gaya hidup sangat melekat pada penggunaan obyek peneliti yang akan diteliti. konsumen atau jasa. Pemecahan masalah diperluas biasanya di Faktor kedua adalah faktor situasional yang lakukan pada pembelian barang-barang tahan tidak diharapkan. 2005:220) yaitu: AIO di dalam studi psikoggrafik mungkin bersifat a. Faktor pertama adalah sikap orang lain. . Psikografik (psychographic) adalah suatu jumlah pembelian. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan menggambarkan segmen konsumen dalam hal kehidupan mereka. pekerjaan dan aktivitas lainnya. Peneliti beranggapan pada teori dari Kotler sudah mewakili berdasarkan fenomena obyek yang Sumarwan (2002:58). keputusan pembelian (purchase decision) konsumen adalah membeli merek yang paling disukai. minat. Analisis psikografik sering juga pemenuhan kebutuhan dan keinginan yang oleh diartikan sebagai suatu riset konsumen yang Assael disebut need arousal. moral. tidak Keputusan Pembelian menurut Kotler dan membeli. setuju. kejadian tak terduga bisa mengubah niat pembelian. konsumen menentukan peringkat merek dan membentuk niat pembelian. yang meliputi. pendapatan. Didalam kedua jenis. tetapi e. Sebagai contoh. Pengambil keputusan : orang yang mengambil keputusan mengenai setiap komponen 4. kepribadian dan mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternative. biasanya diberi skala Likert dimana orang ditanya apakah mereka sangat setuju. dan dimana Armstrong (2008:181). atau sangat tidak setuju. netral. Sedangkan menurut Sutisna (2002:15) suatu instrumen untuk mengukur gaya hidup. keputusan pembelian menurut (Setiadi. produk yang sudah mereka ketahui dan memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai produk yang menurut mereka mereknya sudah untuk menganalisis data yang sangat besar. opinion).keinginan berperilaku. dalam tahap evaluasi. Pembeli : orang yang melakukan pembelian yang sesungguhnya. Psikografik berarti menggambarkan (graph) 2003:415) adalah proses pengintegrasian yang pengetahuan untuk psikologi konsumen (psyco). istilah yang digunakan secara dapat diteliti. AIO. akan membeli. setuju. tidak b. yang memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai keputusan pembelian adalah pengambilan keputusan untuk menganalisis data yang sangat besar. dan menggunakan teori dari Kotler yang terdiri dari. Pemakai : seseorang yang mengkonsumsi atau menggunakan produk atau jasa tertentu.diharapkan. Oleh karena itu. ekonomi. Ada lima Peran yang dimainkan dalam dipertukarkan dengan psikografi. proses pengintegrasian ini adalah suatu pilihan (choice). mengacu pada pengukuran kegiatan. pakaian mahal. Tipe Pengambilan Keputusan Schiffman dan Kanuk dalam (Sumarwan. Keputusan Pembelian keputusan pembelian – apakah membeli. pengukuran mobil yang anda sukai. Konsumen mungkin membentuk lama dan barang-barang mewah seperti mobil. dan opini. sosial. Jika seseorang yang mempunyai arti 5.

Evaluasi Alternatif Sumarwan (2004: 301) evaluasi alternatif adalah ”proses mengevaluasi pemilihan produk dan merek. f. Membeli baju jadi (office dress/casual). Akhir pekan melakukan makan siang/malam di luar (restoran) dan atau menonton sinema. konsumsi produk. Pemecahan Masalah Rutin Konsumen telah memiliki pengalaman terhadap produk yang akan dibelinya. Menentukan Pilihan Produk Proses pemilihan alternatif tersebut akan menggunakan berbagai teknik pemilihan. perubahan situasi. 2003:453-455): a. Produk- 6. konsumen akan melakukan pencarian informasi yang intensif serta melakukan evaluasi terhadap beberapa atau banyak alternatif. d. real estate. jasa-jasa perbankan. Berikut ciri-ciri wanita menurut majalah Femina (Kasali. Berbelanja di department store.Langkah Keputusan Pembelian Konsumen ”Sumarwan (2004:294) keputusan membeli atau mengkonsumsi suatu produk dengan merek tertentu akan diawali oleh langkah-langkah sebagai berikut : a. dan sebagainya. program-program pendidikan. konsumen akan mendapatkan sejumlah merek yang dipertimbangkan. h. g. Pemecahan Masalah yang Terbatas Pada tipe keputusan ini. melainkan juga produk-produk seperti otomotif. minimal D3 atau akademi. dihadapinya. Kebanyakan single atau menunda perkawinan sampai usia 30-an. Umumnya berpendidikan tinggi. Konsumen hanya membutuhkan tambahan informasi untuk bisa membedakan antara berbagai merek tersebut. d. produk-produk yang di masa-masa lalu hanya layak ditargetkan untuk pria sekarangpun berpotensi besar ditargetkan kepada kaum wanita. Dalam kondisi seperti ini. Dalam kehidupan ini. Pencarian Informasi Pencarian informasi mulai dilakukan ketika konsumen memandang bahwa kebutuhan tersebut bisa dipengaruhi dengan membeli dan mengkonsumsi suatu produk. sikap dan intensinya mengenai alternatif produk yang dipertimbangkan tersebut. pasar swalayan atau mall. dan memilihnya sesuai yang diinginkan konsumen”. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengaktifan kebutuhan menurut Engel. pengaruh pemasaran. Ia juga telah memiliki standar untuk mengevaluasi merek. Wanita bergaya hidup kota besar. 2003:452-453). Kebutuhan harus diaktifkan terlebih dahulu sebelum ia bisa dikenali. e. Adapun produk-produk yang direkomendasikan untuk gaya hidup wanita dewasa masa kini yang dibutuhkan atau diputuskan oleh kaum wanita Indonesia yang cenderung berpendidikan. Decision rules adalah teknik yang digunakan konsumen dalam memilih alternatif produk atau merek. c. 3. Termasuk didalamnya adalah keputusan yang dianggap penting seperti berlibur. Pengenalan Kebutuhan Suatu keadaan dimana terdapat perbedaan yang diinginkan dan keadaan yang sebenarnya terjadi. 2004: 294) pengenalan kebutuhan terdiri dari : waktu. transportasi udara. konsumen membandingkan berbagai pilihan yang dapat memecahkan masalah yang . travel/pariwisata. Wanita sebagai Konsumen Menurut (Kasali. 7. pemilihan produk. Konsumen seringkali hanya mereview apa yang telah diketahuinya. dan sesekali membeli baju rancangan desainer. c. b. Memiliki tabungan dengan kartu ATM. menghargai waktu. e. konsumen telah memiliki kriteria dasar untuk mengevaluasi kategori produk dan berbagai merek pada kategori tersebut. perabotan rumah tangga dan alat-alat kecantikan. Dengan semakin majunya pendidikan wanita. b. Konsumen hanya membutuhkan informasi yang sedikit. Pada tahap ini konsumen membentuk kepercayaan. yang mengharuskan membuat pilihan yang tepat. namun untuk menghadiri pesta. Blackwell dan Miniard dalam (Sumarwan. berorientasi kepada karir atau keluarga. Konsumen akan mencari informasi yang tersimpan di dalam ingatan (pencarian internal) dan mencari informasi dari luar (pencarian eksternal). Menentukan Alternatif Pilihan Pada proses evaluasi kriteria. Evaluasi alternatif muncul karena banyaknya alternatif lain yang muncul karena banyaknya alternatif pilihan. wanita adalah manajer pembelian untuk bermacam-macam jenis dan kategori barang dan jasa.2. Merawat kecantikan di salon. Wanita bukan hanya memerlukan informasi tentang barang-barang konsumsi sehari-hari. Pada evaluasi alternatif. Langkah . Konsumen akan mengurangi jumlah alternatif merek yang akan dipertimbangkan lebih lanjut. dan menjaga penampilannya. Namun konsumen belum memiliki preferensi tentang merek tertentu. perbedaaan individu. mereka biasanya masih mengandalkan tukang jahit tertentu.

c. citarasa. secara halus. jasa-jasa keuangan (termasuk asuransi). Menurut Engel et. b. Suka mendengar radio khususnya informasi tentang musik sebagai alternative kedua setelah televisi. perilaku pembelian konsumen. e. 2003:458). Gaya hidup memiliki indikator sebagai berikut: a. 2006) Gaya hidup berpengaruh pada pembelian. al. Pendapat (X1. “The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption behavior of consumers” (Hawkins dalam Kucukemiroglu. Analisis gaya hidup dapat berguna bagi pemasar 8. d. Artinya gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen.2) Adalah tingkat kegairahan yang menyertai perhatian khusus maupun terus menerus kepada pakaian batik tulis Danar Hadi. Dimensi yang digunakan adalah meminta kepada konsumen untuk mengindikasikan dalam kegiatan aktifitas bekerja. furniture. Dimensi yang digunakan memfokuskan pada preferensi dan prioritas konsumen berkaitan dengan keluarga dan penggunaan pakaian batik tulis Danar Hadi. yang akan berputar kembali pada gaya hidup konsumen. elektronik (durables).000 sampai Rp 100. Konsumen jarang secara jelas mengetahui peranan gaya hidup dalam keputusan pembeliannya. al. Dikarenakan seseorang memandang gaya hidup sebagai pusat dari proses konsumsi. Selain itu menurut Majalah Gadis (dalam Khasali. Sedangkan Hawkins dan Coney dalam (Fatmanovita.000 satu bulan. Ketertarikan (X1. dan dimensi gaya hidup mereka. menghabiskan dua sampai enam jam di depan televisi setiap hari. Jadi menurut pernyataan-pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara gaya hidup akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian. 1. Menurut (Ilmiyah et. Definisi Operasional Variabel yang akan diteliti adalah gaya hidup sebagai variabel x (independent) dan keputusan pembelian sebagai variabel y (dependent). dan belanja pakaian batik. ekonomi. Dimensi yang digunakan adalah menyelidiki pandangan dan perasaan konsumen tentang batik tulis Danar Hadi yang berkaitan dengan masalah sosial. b. 2008:148) “Emphasised the importance in understanding behavioural preference in fashion and clothing consumption based on physical. identitas.3) Adalah ”jawaban” lisan atau tertulis yang orang berikan sebagai respon terhadap situasi stimulus di mana semacam ”pernyataan” diajukan tentang pakaian batik tulis Danar Hadi.:2007) “sikap tertentu yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu objek tertentu (misalnya merek suatu produk) bisa mencerminkan gaya hidupnya”. telekomunikasi. c. Gaya hidup (X1) Gaya hidup adalah suatu pola di mana orang menghabiskan waktu dan uangnya dalam membeli pakaian batik tulis Danar Hadi. and lifestyle dimentions in targeting consumers” Artinya adalah Rocha menekankan pentingnya mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam memilih mode pembelian baju berdasarkan pada keadaan fisik. untuk mengetahui area spesifik dari kehidupan konsumen. kosmetika. Restoran: fasfood khususnya burger. Hubungan Gaya Hidup dan Keputusan Pembelian Menurut Irawan dan Wijaya (1996:340) jika gaya hidup akan mempunyai dampak besar kepada perilaku pembelian seseorang.produknya antara lain adalah fashion (pakaian dan aksesoris bermerek kuat). seperti perilaku diluar rumah. Menyukai acara musik (MTV) dan film-film seri. Sedangkan menurut Kasali (1998:225) gaya hidup akan mempengaruhi keinginan seseorang untuk berperilaku dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang. Aktivitas (X1. identity. barang-barang konsumsi dan perlengkapan rumah tangga. ciri-ciri psikografis wanita perkotaan antara lain: a. Senang jalan-jalan di mall dan mengobrol bersama teman-teman (bersosialisasi). . kendaraan. 2006) menyebutkan bahwa gaya hidup seseorang berpengaruh pada kebutuhan. hotel dan pariwisata. dan perlengkapan untuk bekerja. Mempunyai uang saku Rp 50. perubahan kebiasaan. 2005:213). Lebih lanjut Assael dalam (Fatmanovita. perilakunya dan perilaku pembeliannya. Rocha et. (Hsu dan Chang. department store. BAB III METODE PENELITIAN D. al. pendidikan dan budaya. Namun gaya hidup secara berkala menyediakan motivasi dasar dan panduan untuk pembelian tapi tidak secara langsung. komunitas. Hal ini akan menentukan banyak dari keputusan pembelian konsumen.1) Adalah tindakan nyata yang dilakukan seseorang dengan pakaian batik tulis Danar Hadi. (1995:9) “produk dan jasa diterima atau ditolak konsumen berdasarkan sejauh mana keduanya dipandang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka”.

2006 : 135). maupun yang akan membeli.Keputusan Pembelian (Y) Menurut Kotler (2005:227). Keputusan pembelian diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut: a. Untuk mengantisipasi apabila terdapat data yang rusak. 2005:53). dimana dalam desain pengambilan sampel cara non probabilitas. Berjenis kelamin wanita (karena target respondennya di spesifikkan pada konsumen wanita) dan berumur 20 tahun atau lebih.2) Adalah keterlibatan konsumen dalam membeli pakaian batik tulis Danar Hadi. Apabila dianggap sesuai. sehingga disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan pada instrumen penelitian (angket) valid dan dapat digunakan sebagai alat ukur pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar Hadi. dengan jumlah populasi infinite artinya jumlah populasi yang diteliti tidak diketahui.05 maka item-item pada setiap variabel yang digunakan dalam penenlitian dinyatakan valid (Ghozali. Jumlah pembelian (Y1. Populasi Target populasi dalam penelitian ini adalah responden yang telah melakukan pembelian batik tulis Danar Hadi untuk digunakan sendiri. Suatu angket dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan 2. E. Dimensi yang digunakan adalah berapa banyak konsumen melakukan pembelian batik tulis Danar Hadi. Kemudian jika probabilitasnya < 0. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Jika rhitung > rtabel terjadi validitas yang nyata dan bersifat positif. Menurut Badan Pusat Statistik (dalam Kasali. F. Oleh karena itu. Konsumen tersebut juga dapat membentuk niat untuk membeli merek yang paling disukai. b. penelitian ini mempergunakan sampel sebesar 110 orang. 2003 : 119). Populasi dan Sampel 1. maka dilakukan wawancara terlebih dahulu. maka ditambahkan 10% dari jumlah sampel minimal yang diambil. Berdasarkan pendapat Aaker (1997:12) yang menyatakan bahwa ukuran sampel regional 2. Menentukan prosedur pengambilan sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling. Uji validitas item pernyataan-peryataan yang terdapat dalam angket dilakukan dengan jalan mengkorelasikan setiap variabel yang diuji validitasnya.195. Responden berusia minimal 20 tahun atau lebih karena dianggap responden dengan batasan umur diatas dapat memahami maksud dari angket dan menilai pernyataan angket dengan baik. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah uji untuk mengukur suatu angket yang merupakan indikator dari suatu konstruk. Pembelian menurut kebiasaan (Y1. 2. b) Menentukan ukuran sampel Jumlah sampel minimal dalam penelitian ini sebesar 100 responden. . Sampel Prosedur pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a) Mengidentifikasi unit sampel Sampel yang diambil merupakan populasi spesifik yang relevan dengan tujuan penelitian. Uji Validitas Uji validitas telah dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang disusun dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. probabilitas elemen dalam populasi untuk terpilih sebagai subjek sampel tidak diketahui (Sekaran. Populasi target dalam penelitian ini adalah responden yang pernah membeli dan menggunakannya sendiri pakaian batik tulis. Dimensi yang digunakan adalah pembelian pakaian batik tulis Danar Hadi didasarkan karena konsumen sudah mengetahui produk tersebut dan batik tulis Danar Hadi adalah batik yang mereknya sudah terkenal. Untuk mengetahui kesesuaian calon responden dengan karakteristik populasi yang telah ditentukan di atas. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa seluruh item pernyataan memiliki nilai rhitung yang lebih besar dari rtabel sebesar 0. sehingga bisa dipandang cocok dengan sumber data (Arsyad dan Soeratno. Penarikan sampel dilakukan dengan accidental sampling. maka calon responden tersebut dapat dijadikan responden penelitian.1) Adalah berapa banyak konsumen melakukan pembelian batik tulis Danar Hadi. keputusan pembelian dapat didefinisikan sebagai preferensi yang dibentuk oleh konsumen atas merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan. di mana sampel diambil dari siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dan memenuhi karakteristik populasi di atas. 2003:157) bahwa usia dewasa di mulai dari umur 20 tahun. c) untuk jenis individu maupun rumah tangga berjumlah 100 hingga 500 orang.

Sehingga disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan pada instrumen penelitian (angket) reliabel dan dapat digunakan sebagai alat ukur pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar hadi. Berdasarkan pada tabel 2 hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov.60. Sehingga penelitian ini dikatakan berdistribusi normal. Reliabel Reliabel Tabel 2 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual 105 . (2-tailed) Mean Std.074 t . Berdasarkan hasil Uji Heteroskedastisitas dengan alat bantu komputer yang menggunakan Program SPSS for windows diperoleh hasil: Tabel 3 Hasil Uji Heteroskedastisitas a Coefficients Model 1 (Constant) x Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std.60.adalah konsisten.05).030 . disebut homoskedastisitas. . maka hal ini berarti dalam model regresi tidak terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya atau bebas heteroskedastisitas. Dependent Variable: Unstandardized Residual Sumber: lampiran Berdasarkan pada tabel 3 di atas menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas (X) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu gaya hidup mempunyai nilai Sig yaitu 0. Berdasarkan hasil Uji Normalitas dengan alat bantu komputer yang menggunakan bantuan program SPSS for windows.112 N a. Suatu alat ukur dianggap reliabel apabila nilai Cronbach Alpha > 0. Deviation Absolute Positive Negative a.450 yang nilai tersebut lebih besar dari 0. Berdasarkan pada tabel 1 di atas. Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu.108 1. maka disebut homokedastisitas. Regresi dikatakan terdeteksi gejala heterokedastisitas apabila nilai koefisiensi korelasi spearman mempunyai korelasi yang signifikan (sig < 0.758 Sig. Tabel 1 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Gaya hidup (X) Keputusan pembelian (Y) Sumber: lampiran Cronbach Alpha 0.656 Ket. Cara di atas menunjukkan bahwa model regresi linier sederhana pada penelitian ini layak digunakan karena memenuhi asumsi normalitas.05) terhadap nilai residualnya (Santoso dan Ashari.450 a.126 .12897727 .817 0. signifikansi yang lebih besar dari 5% (0. Reliabel artinya dapat dipercaya juga dapat diandalkan. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data dari variabel bebas dan variabel terikat keduanya memiliki distribusi normal ataukah tidak.1689705 . menunjukkan bahwa semua variabel memiliki nilai signifikansi asymp. Jika varians tersebut tetap.559 .074 . Jika varians dari residual pada satu pengamatan yang lain adalah tetap. merupakan model yang menghasilkan estimator linier tidak bias yang terbaik. Uji Asumsi Klasik Model regresi yang diperoleh dari metode kuadrat terkecil biasa (OLS).117 -. dapat diketahui besarnya nilai Cronbach Alpha untuk variabel gaya hidup (X1). Buchari Alma dalam Ridwan dan Sunarto (2007:348).05. Sig. dan keputusan pembelian (Y1) lebih besar dari 0.023 . maka butir atau item pertanyaan tersebut reliabel. Test distribution is Normal.586 .b Normal Parameters Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sehingga beberapa kali diulang pun hasilnya akan tetap sama atau (konsisten). Error Beta . BLUE (Best Linier Unbiased Estimator) kondisi ini akan terjadi jika dipenuhi beberapa asumsi yang disebut dengan asumsi klasik sebagai berikut: a. Uji Heterokedastisitas Uji ini bertujuan untuk menguji terjadinya ketidaksamaan varians dari hasil residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain dalam satu model regresi. b. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan untuk mengukur konsistensi internal adalah koefisien alfa atau crobanch’s alpha. Calculated from data.200 .117 . 3. sehingga variabel bebas (X) tersebut dapat digunakan dalam penelitian. 2006:301) Untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual pada satu pengamatan ke pengamatan lain. . b.

308 Sig 0. 2.000 Dari tabel 5 di atas dapat digunakan untuk pengujian hipotesis dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. c.944X + e Berdasarkan persamaan regresi linier sederhana di atas. Nilai konstanta sebesar 0.277 0. Menggunakan taraf signifikan sebesar α = 0.5%.277 + 0.277. Regresi linier sederhana dipergunakan untuk sebuah variabel terikat dan satu buah variabel bebas.944 artinya apabila gaya hidup (X) berubah satu satuan. b. Variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN I. maka dapat disimpulkan bahwa model regresi linier dalam penelitian ini bebas dari asumsi dasar (klasik) tersebut.05 maka Ho diterima dan Ha ditolak Apabila nilai Sig. G. maka dapat dijelaskan sebagai berikut: a.05 atau 5%. Jadi dapat dikatakan bahwa gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis. maka keputusan pembelian (Y) adalah sebesar 0. Pembahasan “Pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar Dadi Diponegoro Surabaya (studi pada konsumen wanita)”.05 Kriteria pengujian Apabila nilai Sig.5% sedangkan sisanya sebesar 30.944 thitung 15. Hasil uji analisis regresi linier sederhana dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4 Data Koefisien Regresi Linier Sederhana Hasil Perhitungan SPSS Variabel Konstanta X Koefisien Regresi 0. Hasil uji t pada penelitian ini dapat dijelaskan pada tabel di bawah ini.000 kontribusi pengaruh variabel gaya hidup terhadap keputusan konsumen adalah sebesar 69. Tabel 5 Hasil Uji t Variabel Konstanta X Koefisien Regresi 0. Sumber: Lampiran Dari tabel di atas.000 < 0. Teknik Analisis Data 1. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 69.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Dari tabel 4. Regresi Linier Sederhana Untuk mengetahui pengaruh variabel gaya hidup (X1) terhadap keputusan pembelian (Y1) batik tulis Danar Hadi. Tanda positif pada koefisien regresi melambangkan hubungan yang searah antara gaya hidup (X) dengan keputusan pembelian (Y) yang artinya kenaikan variabel gaya hidup (X) akan menyebabkan kenaikan pula pada variabel keputusan pembelian (Y). maka digunakan teknik analisis regresi linier sederhana.Setelah dilakukan uji asumsi klasik tersebut di atas.thitung < 0.944 thitung 15. Perhitungan data dilakukan dengan menggunakan Statistic Program of Social Science (SPSS) for Windows. thitung > 0.20 di atas dapat diketahui bahwa thitung untuk variabel gaya hidup (X) adalah sebesar 13. Nilai koefisien regresi variabel gaya hidup (X) adalah sebesar 0. H.041 dan didukung dengan tingkat signifikansi sebesar 0. maka variabel keputusan konsumen (Y) akan berubah sebesar 0. .5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Variabel bebas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.277 menyatakan bahwa jika gaya hidup sama dengan nol. Merumuskan hipotesis secara statistik Ho : b = 0. Teknik Uji Hipotesis 1. 3.308 Sig 0. sehingga pengambilan keputusan melalui uji t yang dilakukan dalam penelitian ini tidak bias atau sesuai dengan tujuan penelitian. Untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan memprediksi variabel terikat dengan menggunakan variabel bebas (Sarwono. Uji t Pengujian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya 4.944 satuan. 2005:68). maka dapat diperoleh persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut: Y = 0.277 0. Ha : b ≠ 0. Uji t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat.

komunitas (selalu memakai pakaian batik tulis danar hadi dengan model terbaru dalam komunitas) dan belanja (selalu merencanakan untuk memilih motif batik tulis danar hadi ketika akan membeli pakaian). pendapat (masalah sosial. citarasa. Sebagai daya tarik para pemakai pakaian batik ketika bersosialisasi dengan orang lain. Karena dari diri mereka sendiri memilih batik dengan tipe batik tulis karena ciri khasnya dan memiliki unsur seni yang tinggi didalamnya. persepsi. jabatan. pendidikan (pakaian batik tulis dapat mendidik generasi muda untuk melestarikan budaya bangsa Indonesia). faktor lingkungan dan faktor strategi pemasaran. Ketertarikan (interest) yang diukur dengan pernyataan keluarga (keluarga memiliki ketertarikan khusus terhadap pakaian batik tulis danar hadi) dan pakaian (menyukai pakaian yang bermotif batik khusunya batik tulis danar hadi). Sedangkan menurut Kasali (1998:225) gaya hidup akan mempengaruhi keinginan seseorang untuk berperilaku dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang. 2008:148) “emphasized the importance in understanding behavioural preferences in fashion and clothing consumption based on physical. yang akan berputar kembali pada gaya hidup konsumen. Selain itu Menurut Irawan dan Wijaya (1996:340) menyatakan bahwa jika gaya hidup akan mempunyai dampak besar kepada perilaku pembelian seseorang. namun secara halus. dan dimensi gaya hidup mereka. Konsumen jarang secara jelas mengetahui peranan gaya hidup dalam keputusan pembeliannya. Pendapat (opinion) yang diukur dengan pernyataan masalah sosial (selalu memakai pakaian batik tulis danar hadi saat menghadiri pertemuan dengan keluarga dan rekan kerja). proses pembelajaran. identitas. Industri batik tulis Indonesia juga tidak boleh dibiasakan untuk meniru. perilakunya dan perilaku pembeliannya. Lebih lanjut Assael dalam (Fatmanovita. Analisis gaya hidup dapat berguna bagi pemasar untuk mengetahui area spesifik dari kehidupan konsumen. karena menyukainya) dan budaya (sekarang pakaian batik tulis telah menjadi trend berbusana masyarakat Indonesia). Batik Danar Hadi hadir untuk memperkaya perkembangan seni membatik pada khususnya dan usaha batik di Indonesia pada umumnya. terutama telah diminati oleh sebagian besar kalangan yang mempunyai penghasilan tetap. aktifitas (bekerja. Dari hasil uji t juga diketahui bahwa variabel bebas yaitu gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. ekonomi. Kesan berpakaian batik terlihat kuno. c. Berdasarkan pemaparan tentang gaya hidup yang meliputi aktifitas. Dari pemaparan diatas peneliti membatasi indikator gaya hidup yang dilihat berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan. hal ini membuktikan bahwa pakaian batik Danar Hadi. bahwa indikator yang digunakan meliputi. dan sikap. pendidikan dan budaya). sebaliknya harus selalu terpacu untuk membuat sesuatu yang baru. 2006) menyebutkan bahwa gaya hidup seseorang berpengaruh pada kebutuhan. kepercayaan. kepribadian. Batik Danar hadi adalah batik yang sudah mempunyai merek terkenal sejak tahun 1967. ketertarikan (keluarga dan pakaian). perilaku pembelian konsumen. konsep diri. perubahan kebiasaan. komunitas dan belanja). identity. Hal ini akan menentukan banyak dari keputusan pembelian konsumen. Dikarenakan seseorang memandang gaya hidup sebagai pusat dari proses konsumsi. Mode / model batik tulis danar hadi yang selalu mengikuti perkembangan jaman. 2006) Gaya hidup berpengaruh pada pembelian. motivasi. minat dan pendapat adalah seperti berikut: a.Dari analisis data yang diketahui bahwa gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian sebesar 69. ekonomi (tidak memperdulikan perubahan harga batik tulis danar hadi. b. and lifestyle dimensions in targeting consumers” artinya yang menekankan pentingnya mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam memilih mode pembelian baju berdasarkan pada keadaan fisik. Hal senada dikemukakan oleh Rocha (Hsu dan Chang. . keadaan ekonomi. Rumitnya pembuatan batik tulis membuat batik ini memiliki arti sendiri didalam para pengagumnya. Namun gaya hidup secara berkala menyediakan motivasi dasar dan panduan untuk pembelian tapi tidak secara langsung. seperti perilaku diluar rumah. Sedangkan Hawkins dan Coney dalam (Fatmanovita. tetapi batik Danar Hadi tetap memperhatikan produk output yang berkualitas.5% (menunjukkan hubungan yang kuat) dan sisanya sebesar 30.5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian ini misalnya faktor internal selain gaya hidup seperti usia dan tahap daur-hidup pembeli. Karena aspek originalitas itu selalu mempunyai tempat tersendiri di pasar. Aktifitas (activity) yang diukur dengan pernyataan bekerja (memakai pakaian batik tulis danar hadi saat bekerja). diketahui bahwa konsumen yang memakai pakaian batik tulis Danar Hadi sebagian berasal dari kalangan PNS dan pegawai swasta yang sudah bekerja. Dari hasil observasi.

Konsumen wanita yang digunakan sebagai responden dalam penelitian ini dari kalangan yang berlatar belakang dari perguruan tinggi dan minimum berpendidikan SMA atau SMK dan sebagian besar sudah memiliki pekerjaan dan pengahasilan tetap. karena mereka juga memikirkan apa yang mereka pakai sehari-hari. travel/pariwisata. menurut (Kasali. menghargai waktu. berorientasi kepada karir atau keluarga. perabotan rumah tangga dan alat-alat kecantikan. Wanita sebagai konsumen. and opinion) berpengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar Hadi Diponegoro Surabaya. Berdasarkan angket yang disebarkan. dari intensitas responden yang telah membeli produk pakaian batik tulis Danar Hadi lebih dari satu kali pembelian. Gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. dan menjaga penampilannya. furniture. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN J. Konsumen akhirnya menyadari bahwa kehadiran batik sekarang bukan lagi sebuah hasil budaya tradisional masyarakat yang dianggap kuno atau tabu akan tetapi telah menjadi trend dan mode dalam berpenampilan terutama untuk aktifitas kerja serta karier mereka sehari-hari. komunitas. Konsumen wanita juga telah memiliki keyakinan bahwa produk pakaian dari batik Danar Hadi pasti memiliki desain dan kualitas yang baik. melainkan juga produk-produk seperti otomotif. kendaraan. real estate. Saran Berdasarkan hasil penelitian di atas. 2003:452-453). jasa-jasa keuangan (termasuk asuransi). Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat Engel et. telekomunikasi. Harus bisa membuat produk batik yang disukai kaum perempuan pada saat ini. mereka sebagian besar tidak mementingkan harga dalam proses keputusan pembelian. produk-produk yang di masa-masa lalu hanya layak ditargetkan untuk pria sekarangpun berpotensi besar ditargetkan kepada kaum wanita. elektronik (durables). Produkproduknya antara lain adalah fashion (pakaian dan aksesoris bermerek kuat). Adapun produk-produk yang direkomendasikan untuk gaya hidup wanita dewasa masa kini yang dibutuhkan atau diputuskan oleh kaum wanita Indonesia yang cenderung berpendidikan. telah menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara gaya hidup dengan keputusan pembelian seseorang. Berdasarkan angket. 2003:148). department store. al (1995:9) yang menyebutkan bahwa produk akan diterima konsumen apabila produk tersebut dipandang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Pihak pemasar batik Danar Hadi harus lebih memperhatikan lagi masalah kesesuaian produk yang dijual dengan dengan gaya hidup masyarakat indonesia. Dalam beberapa teori di literatur buku dan berbagai jurnal asing dan lokal. Dengan semakin majunya pendidikan wanita. Namun demikian gaya hidup tidak cepat berubah. kosmetika. Batik Danar Hadi memberikan keyakinan yang positif untuk tetap memilih batik Danar Hadi sebagai pilihan yang tepat untuk poduk pakaian batik. dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut: 1. Dari analisis dan pembahasan di atas dapat diketahui bahwa gaya hidup yang mempunyai indikator AIO (activities. menunjukkan responden yang mayoritas wanita (karena studi hanya dibatasi pada konsumen wanita) bahwa kaum wanita memang memiliki gaya hidup yang tinggi terhadap pakaian maupun assecoris. dan perlengkapan untuk bekerja. hotel dan pariwisata. di dalam suatu komunitas Pegawai Negeri Sipil. Adanya pengalaman dari keluaga sebelumya menggunakan produk pakaian batik tulis Danar Hadi. wanita adalah manajer pembelian untuk bermacam-macam jenis dan kategori barang dan jasa. hal ini dikarenakan dalam gaya hidup kaum wanita lebih mengandalkan naluri dan emosionalnya. barang-barang konsumsi dan perlengkapan rumah tangga. Hal ini membuktikan bahwa konsumen memiliki tingkat pendidikan yang tinggi apalagi sudah memiliki pekerjaan tentunya memiliki citarasa dan selera yang tinggi pula. dengan begitu batik Danar Hadi tetap memberikan keyakinan yang kuat untuk mereka agar tidak berpindah ke merek lain dan tetap menggunakan produk pakaian batik tulis Danar Hadi sebagai pilihan utama. Batik tulis Danar Hadi yang mempunyai desain dan produk yang berkualitas. diwajibkan . transportasi udara. Dalam kehidupan ini. interest. dan sebagainya. Wanita bukan hanya memerlukan informasi tentang barang-barang konsumsi seharihari. Dari gaya hidup yang meliputi aktifitas seperti. Hal ini membuktikan bahwa batik telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari atau aktivitas sehari-hari dari para pemakainya. K. sehingga pada kurun waktu tertentu gaya hidup relatif permanen” (Setiadi.Batik tulis Danar Hadi banyak digunakan oleh pemakainya terutama untuk bekerja dan berbagai aktivitas lain. jasa-jasa perbankan. “dari masa ke masa gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: 1. program-program pendidikan.

New York: The Drydeen Press. (www. Kasali. 1997. diakses 6 November 2009). Edisi Kedua belas. Terjemahan oleh Bob Sabran.M.F. Targeting. FE Unair. Philip. BPS Provinsi Jawa Timur. disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti mengenai unsur tentang desain produk. R. Imam. Six Edition. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Kartajaya. Surabaya. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Rhenald. Kotler. Lu Hsu. Irawan dan Wijaya. 1996. Jakarta : Indeks. Jakarta: Indeks. dkk. 2006. Hermawan. Journal of Fashion Marketing and Aaker. Membidik Pasar Indonesia: Segmentasi. Perilaku Konsumen. 1990. Proses pewarnaan batik tulis Danar Hadi dengan pewarna alami merupakan nilai lebih dari pakaian batik tulis Danar Hadi dan harus tetap dipertahankan di tengah banyak munculnya pakaian batik dengan pewarna buatan. Jilid 1. 1992. Coney. karena dengan menambah desain produk pada pakaian batik tulis. Ghozali.. Walaupun pakaian batik. Purchase of clothing and its linkage to family communication and lifestyles among young adults. Engel.handiirawan. Alih bahasa: Aris Ananda. 2001. karena dengan menggunakan pewarna alami maka akan menghasilkan kombinasi warna-warna yang unik dan menarik serta aman digunakan bagi konsumen. Philip dan Gary Armstrong. minat. Consumer Behavior. Six Edition. dan ciri khas akan bertambah.2007. Philip dan Keller. Implication for Marketing Strategy. Pemasaran 2000. Survei Penduduk Kota Surabaya Tahun 2009. Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga. budaya: pakaian batik dapat mendidik generasi muda untuk melestarikan budaya bangsa indonesia. dan Positioning. Skripsi tidak diterbitkan. Marketing in Venus The Garuda Indonesia Story.D. Roger J. Edisi Kedua belas. Orlando. Oleh karena itu. USA: The Drydeen Press. budaya dan ciri khas yang menggambarkan suatu batik. pegawai diwajibkan menggunakan pakaian batik setiap hari kamis dan jumat. Terjemahan oleh Benyamin Molan. Desain pakaian batik tulis Danar Hadi yang selalu identik dengan motif klasik dan dikerjakan secara tradisional harus lebih diperhatikan dan dipertahankan.. Edisi Kesebelas. RR Yugi. 1994. Surabaya: BPS Provinsi Jawa Timur. Fatmanovita. Hawkins. tetapi mode (modelnya) tidak ketinggalan zaman sehingga dapat membuat orang tertarik untuk membelinya. Assael.2. 10 karakteristik gaya hidup konsumen Indonesia (online). Consumer Behaviour. Harcourt.J. USA: Irwin. Jane and Kai-Ming Chang.1995. filsafat.. Kotler. 2008. Kevin Lane. DAFTAR PUSTAKA Engel. James F. Self Concept. Prinsipprinsip pemasaran. 2005. F. pekerjaan: memakai batik pada saat bekerja. David A. pendapat. dikarenakan desain produk akan lebih memperlihatkan unsur seni. Terjemahan oleh F. Jakarta: MarkPlus&Co. filsafat.X. Jakarta: Mitra Utama.Best. Inc. 1998. Jilid 1. macam corak batik yang ada di outlet batik Danar Hadi mengandung nilai seni.Blackwell and Paul W. setiap hari kamis dan jumat diwajibkan untuk menggunakan pakaian batik. Henry. filsafat. 1992. “Pengaruh Lifestyle. Engel. Budiyanto. J. budaya. 2008. Kotler.com. Edisi Pertama. Marketing Principle and Strategy. Yogyakarta: BPFEYogyakarta. budaya dan ciri khas. Terjemahan oleh Benyamin Molan. Jakarta: Binarupa Aksara. Manajemen Pemasaran. dkk. Jilid 1. karena desain merupakan faktor penting bagi produk pakaian batik dan mempunyai nilai seni. Irawan. Gramedia Pustaka Utama. 2005. Jilid 1. 2009. . Miniard. Kenneth A. 2005. M. 2009. Second Edition. 2006. Jakarta: PT. Handi. Faried. 2005. 2007. 9 th edition. Manajemen Pemasaran. dan Respon atas Advertising terhadap Brand Preference pada Produk Wewangian Wanita Merek SHE di Surabaya. dkk. baik pegawai di instansi pemerintahan maupun swasta. Berdasarkan hasil wawancara pada responden ditemukan fenomena bahwa responden menyukai desain produk batik Danar Hadi. Managing Brand Equity: Capitalizing on The Value of A Brand Name.

Riset Pemasaran Pendekatan Terapan. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. dan R&D).wikipedia. Mariam.com. Panduan Penulisan dan Penilaian Skripsi. 2005. Bandung: PT.com. Perilaku Konsumen. Jonathan. Bandung: Alfabeta. 2009. Budaya Visual Indonesia.emeraldinsight. April 2006: 13-21. Schiffman. Riset Pemasaran Konsep dan Aplikasi dengan SPSS.id.emeraldinsight. 5 April 2010 http://id. Vol. Konsumen. Teori dan Praktik Riset Pemasaran dengan SPSS. Singgih dan Tjiptono.. (Online). Batik Danar Hadi. (http//www. 2. Elex Media Komputindo.ac. 2004. Jakarta: PT Penerbit Erlangga. 2009. Consumer Behaviour. 38 (January) hal33-37. diakses 10 November 2010 . Riduwan. Mangkunegara. Inc. Vol. 2002. Souiden. Jilid 1. 2002. 147-163. Prentice Hall. Canadian and French Men’s Consumption of Cosmetics: A Comparison of Their Attitudes and Motivations. 2005. & Leslie L.SwaBerita. Malhotra. Jakarta: Erlangga. diakses 25 Oktober 2009). 2006. Perilaku Konsumen. No. Santoso. Mowen. Malhotra. 2001. New York: Macmillan. Nizar dan Diagne. Bilson. Setiadi. 2006. Ujang. 2. 1987. Riset Pemasaran Pendekatan Terapan. Alfabeta Sumarwan.Management (online). Gramedia Pustaka Utama. 2006. 2007.G. Jakarta: PT Indeks. Oktober 2007: 73-80. Research Methods For Business. Consumer Behaviour. diakses 6 November 2009). diakses 20 Desember 2010). Hatane. New Jersey. Edisi I. Kualitatif. Joseph. Simamora. Uma. Schiffman. 2000. Vol. C dan Minor. Perilaku dan Keputusan Pembelian Konsumen Restoran melalui Stimulus 50% Discount di Surabaya. 2. Panduan Riset Perilaku Konsumen. Sugiyono. Jurnal Manajemen Pemasaran (online). Agus.. Consumer Behavior. Munoto.wordPress.com. Perilaku Sutisna. Edisi Keempat. Fandy. Perilaku Konsumen: Konsep dan Implikasi Untuk Strategi Penelitian Pemasaran. Terjemahan oleh Soleh Rusyadi Maryam. Edisi Revisi.Ghalia Indonesia.id. 1. 2004. No. Edisi Kelima. Leon G and Leslie L. Naresh K. Jilid 1 dan 2. Andi Offset. (http://puslit. No. Seven Edition. diakses 5 Oktober 2009 http://www. Pengantar Statistik Untuk Penelitian Pendidikan. Mowen.K. Sekaran. 26. 2007. dan Sunarto. dkk. 2004. 2009. Jakarta: PT. Second Edition. 2007. 1994. Sachari. John. Jakarta: PT. Yogyakarta: CV. Ekonomi. Vol.com. John C. “The Concept and Application of Life Style Segmentation” dalam Journal of Marketing. Terjemahan oleh Lina Salim. A. 2008pp. Plumer. 1974. Jurnal Manajemen Pemasaran (online). USA: Prentice Hall International. (http://puslit.petra. 2003. diakses 20 November 2009 http://www.org/wiki/Batik.petra. Refika Aditama. Jilid 1. 1. 2001. dan Bisnis. Jakarta: Salemba Empat. Copyright @ PT. Jakarta: Prenada Media. Surabaya: Unesa University Press. Segmentasi Gaya |Hidup Pada Mahasiswa Program Studi Pemasaran Universitas Kristen Petra. Consumer Behaviour. Semuel. Edisi Keempat. Jilid 2. diakses 10 Oktober 2009). 2. Sondang. Sarwono. Terjemahan oleh Soleh Rusyadi Maryam. Yohanes Kunto dan Peter Remy. USA: Allyn and Baccon. Michael.A Anwar Prabu. Nugroho. Michael. Sosial. (http//www. 2004. Bandung: Rosda. 2004. 2002. Kanuk. Edisi Empat.ac. 8th edition. Bandung: CV. Komunikasi. Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia. Bogor: PT. Naresh K. Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif. Journal of Consumer Marketing. l. Solomon. 12 No.