Influence of Lifestyle on Purchase of Decision Danar Hadi Batik Clothing (Studies on female consumer in Danar Hadi’s Outlet in Diponegoro

Surabaya) By: Ratna Yuliana UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ABSTRACT Products and services consumers accepted or rejected based on the extent to which they considered relevant to the needs and lifestyles. Consumers may ignore the words of marketers (Engel et al, 1995:9). "Certain attitudes held by consumers toward a particular object (eg the brand of a product) can reflect the style of life" (Ilmiyah et. Al.: 2007). "The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption of consumer behavior" (Hawkins in Kucukemiroglu et. Al., 2003:213). It represents a lifestyle having a major impact on purchasing and consumption behavior of consumers. "From time to time an individual's lifestyle and particular group of people will move dynamically. However, lifestyle is rapidly changing, so that at a certain time is relatively permanent lifestyle "(Setiadi, 2003:148). This study aims to determine and analyze the influence of lifestyle on purchase decisions batik Danar Hadi Diponegoro, Surabaya. Population in this research is that consumers batik Danar Hadi Surabaya Diponegoro who make purchases for their own consumption. The sample in this study amounted to 100 people, based on the theory of Freankel and Wallen and Aaker. Soetrisno (2001: 73) argues that there is no absolute determination what percentage of the sample to be taken from the population so no need to cast doubt on the researcher. From the research that has been done can be seen that the coefficient of multiple determination or R Square of 0.695 means that the magnitude of the contribution of independent variable influence of lifestyle on the dependent variable is the purchase decision is 69.5%. While the rest 30.5% are influenced by other variables outside. From the above analysis and discussion can be seen that lifestyle has a significant influence on purchase decisions. This is evident by the level of significance for lifestyle variables is 0.000 < 0.05 or 5%.

Keywords: Lifestyle, Purchasing Decision And Batik Danar Hadi Surabaya

2003:213). Artinya adalah gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. 2003:148). Namun demikian gaya hidup tidak cepat berubah. sehingga pada kurun waktu tertentu gaya hidup relatif permanen” (Setiadi. “Sikap tertentu yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu objek tertentu (misalnya merek suatu produk) bisa mencerminkan gaya hidupnya” (Ilmiyah et. al.000 < 0. Dari analisis dan pembahasan di atas dapat diketahui bahwa gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Konsumen dapat mengabaikan yang dikatakan oleh pemasar (Engel et. “dari masa ke masa gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa dari nilai koefisien determinasi berganda atau R Square sebesar 0. “The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption behavior of consumer” (Hawkins dalam Kucukemiroglu et.5%.5% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. Kata Kunci : Gaya Hidup. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. al. Sedangkan sisanya 30.Pengaruh Gaya Hidup terhadap Keputusan Pembelian Pakaian Batik Tulis Danar Hadi (Studi Konsumen Wanita Pada Outlet Danar Hadi Diponegoro Surabaya) Oleh : Ratna Yuliana UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ABSTRAK Produk dan jasa diterima atau ditolak konsumen berdasarkan sejauh mana keduanya dipandang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian batik tulis Danar Hadi Diponegoro Surabaya.05 atau 5%.. Hal ini terbukti dengan tingkat signifikansi untuk variabel gaya hidup adalah 0.:2007). dengan berdasarkan teori dari Freankel dan Wallen serta Aaker. 1995:9).. Keputusan Pembelian Dan Batik Danar Hadi Surabaya .695 berarti bahwa besarnya kontribusi pengaruh variabel bebas yaitu gaya hidup terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian adalah sebesar 69. Soetrisno (2001: 73) berpendapat bahwa tidak ada ketetapan mutlak berapa persen sampel yang harus diambil dari populasi sehingga tidak perlu menimbulkan keraguan pada peneliti.al. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen batik Danar Hadi Diponegoro Surabaya yang melakukan pembelian untuk dikonsumsi sendiri.

sang maestro batik Iwan Tirta menaikkan gengsi kain tradisional itu menjadi gaun malam mewah dan elegan. dan kegiatan lainnya yang sebelumnya cenderung mengenakan jas. Namun tetap harus dilakukan upaya untuk melestarikannya. sangat digemari ibu-ibu kelas atas sebagai gaun malam (SwaBerita.wordPress. maupun masyarakat pada umumnya dalam wujud desain yang semakin beragam. Produk dan jasa diterima atau ditolak konsumen berdasarkan sejauh mana keduanya dipandang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. upacara pembukaan pameran. kebiasaan. apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan). tidak terencana. Gaya hidup seseorang menunjukkan pola kehidupan orang yang bersangkutan yang tercermin misalnya dalam kegiatan sehari-hari. yang menandai sistem nilai. Meskipun sejumlah ragam hias batik tersebut mulai menghilang. yaitu: berpikir jangka pendek.com). maupun inovasi-inovasi baru yang terjadi pada batik modern. Orang yang berasal dari subkultur. Gaya hidup merupakan kombinasi dan totalitas cara.com/2009) ada 10 tipe karakteristik gaya hidup konsumen Indonesia. tetaplah merupakan proses pemantapan jati diri bangsa melalui nilai-nilai estetik yang dihasilkannya (Agus Sachari. 2007:73). www. Di dalam tubuh masyarakat berkembang kebiasaan baru untuk memakai busana batik modern pada acara-acara resmi. dengan tetap memperhatikan makna dari batik tersebut (www. baik dikalangan pejabat pemerintah. Nilai-nilai estetik modern selama satu abad telah memiliki peran yang lebih bermakna dalam mempertahankan dan menganekaragamkan produk batik dan ragam hias batik di dalam masyarakat indonesia.handiirawan. Gaya hidup menggambarkan ”keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya. gengsi. Sutisna (2002:145) mengemukakan bahwa gaya hidup diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas).com). Gaya hidup akan mempengaruhi keinginan seseorang untuk berperilaku dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang (Kasali. 2007:201). Berdasarkan kecintaan pada batik.org/wiki/Batik). Bukan baru sekali ini batik popular menjadi gaya hidup kosmopolitan. kuat di subculture. perilaku. 2007:196). . tata. serta objek-objek yang mendukungnya. dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia sekitarnya (pendapat). gagap teknologi. tetapi juga memberi kontribusi terhadap proses pemberdayaan produk batik secara lebih luas. dalam pelaksanaanya dilandasi oleh sistem nilai atau sistem kepercayaan tertentu (Piliang dalam Agus Sachari. yaitu dengan menciptakan kreasi batik dalam bentuk desain produk yang lebih modern. suka berkumpul. 1998:225). dan pendapatannya terhadap sesuatu hal yang sudah melekat pada diri personal seseorang. Namun kini sudah mulai mewabah di kalangan umum. para pegawai negeri sipil. ringan dan disukai masyarakat (http://id. orientasi pada konteks. seperti pesta pernikahan.BAB I PENDAHULUAN A. Menurut (Handi Irawan D. Mulanya memang kelompok terbatas. Di era 1970-an. Gaya hidup dapat dipahami sebagai sebuah karakteristik seseorang secara kasat mata. pengrajin batik berupaya untuk mengangkat batik untuk menjadi bagian penting dalam dunia fashion saat ini. Menurut Kotler (2005:210) Gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai pola hidup seseorang di dunia yang terungkap pada aktifitas. Demikian pula muncul kewajiban para siswa sekolah dasar dan menengah setiap satu minggu sekali untuk memakai pakaian batik. (Bilson Simamora. Meluasnya busana batik dalam beberapa dekade terakhir berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Hal itu merupakan fakta-fakta penguatan budaya lokal dalam kehidupan masyarakat modern di perkotaan dan indikasi terciptanya gaya hidup untuk menggunakan pakaian batik (Agus Sachari. para sosialita dan selebriti. pemunculan batik dengan gaya trendi memang sangat menarik perhatian. Peran nilai estetik tersebut tidak hanya sebagai pengayaan ragam hias batik saja. makna yang diperoleh dari bentuk-bentuk persilangan budaya. kelas sosial dan pekerjaan yang sama dapat mempunyai gaya hidup yang berbeda. minat. Pandangan lama tentang batik kian berubah. Konsep gaya hidup apabila digunakan oleh pemasar secara cermat. Peminatnya dari berbagai kalangan. 2004:10). yang diperkaya tinta emas prada. religius. Baju dari tekstil tradisional yang dirancang modis ternyata bisa tampil segar.wikipedia. pilihan. Latar Belakang Masalah Di tengah gaya hidup berbusana global yang masuk ke Indonesia. serta sikap terhadap diri sendiri dan lingkungannya. dapat membantu untuk memahami niali-niali konsumen yang terus berubah dan bagaimana nilainilai tersebut dapat mempengruhi perilaku konsumen. Batik sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia mempunyai nilai yang tinggi dan abadi sepanjang masa. Batik bergaya muda rupanya mengena di hati peminat mode. suka merek luar negeri. minat dan opininya. dan kurang peduli lingkungan. Ketika itu gaun batik sutra bercorak bunga hokokai. pertemuan para pejabat tinggi negara.

Jejaknya tercermin dalam ragam corak batik di pesisir utara pulau Jawa maupun di pusat aristokrasi Surakarta dan Yogyakarta. batik tulis tersebut menggunakan bahan dari Sutera ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Berkembang di Indonesia sejak abad silam. termasuk dalam produk pakaian. Batik Danar Hadi terus menerus bekerja keras untuk meningkatkan karyanya. filosofi. akhirnya batik berhasil memperoleh pengakuan dari Organisasi Pendidikan. Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB.Konsumen dapat mengabaikan yang dikatakan oleh pemasar (Engel et. begitu juga seni pembuatan kain itu sendiri. hal ini akan menambahkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap Batik sebagai warisan budaya Indonesia (http://id.mereka biasanya masih mengandalkan tukang jahit tertentu. 2002:58). Bahwa wanita Indonesia semakin emosional dalam berbelanja. (jumlah penduduk wanita terbanyak yakni di Surabaya Selatan tepatnya di kecamatan Sawahan sebesar 95. dan dimensi gaya hidup mereka. Hal ini juga diperkuat oleh fenomena yang dikemukakan oleh Kartajaya (2005:15) “bahwa dalam belanja wanita sering bersikap irasional”. motif berdimensi dan terdapat warna pada kedua sisi. Seni membatik adalah teknologi kuno. dalam Hsu dan Chang. Setiap tahunnya selalu ada tren-tren busana untuk wanita. (Sumarwan. al. karena menggunakan canting dan prosesnya berulangulang. Di kota metropolitan Surabaya. 2003:453-455): Wanita bergaya hidup kota besar. Namun demikian gaya hidup tidak cepat berubah.al.678 juta jiwa. pasar swalayan atau mall. Menurut data BPS Jawa Timur (tahun 2009) jumlah wanita di Jawa Timur sebesar 1. celana). membeli baju jadi (office dress/casual). identitas. Baru-baru ini pada tahun 2009 tepatnya tanggal 2 Oktober. yang memberikan pengukuran kuantitatif. Sedangkan keputusan pembelian menurut Sutisna (2002:15). “Sikap tertentu yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu objek tertentu (misalnya merek suatu produk) bisa mencerminkan gaya hidupnya” (Ilmiyah et. Psikografik sering diartikan sebagai AIO . pada khususnya hadir untuk memperkaya perkembangan seni membatik dan pada umumnya usaha batik di Indonesia.. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pakaian adalah barang apa yang dipakai (baju.wikipedia.305 juta jiwa). sedangkan dari Arab dan Persia datang nuansa Islami. sebagai warisan budaya milik Indonesia di dunia. Tujuan kelompok usaha Batik Danar Hadi adalah menyumbangkan sesuatu yang bernilai terhadap seni tradisional yang terkenal sebagai ungkapan kehidupan serta filosofi budaya Jawa. al. minimal D3 atau akademi. umumnya berpendidikan tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen wanita memiliki prospek yang tinggi dalam pembelian busana atau pakaian bati tulis. merawat kecantikan di salon. Batik Indonesia juga banyak diminati konsumen wanita Indonesia. identity. namun untuk menghadiri pesta. dan kebanyakan single atau menunda perkawinan sampai usia 30-an. “Emphasised the importance in understanding behavioural preference in fashion and clothing consumption based on physical. 2003:148). (Copyright PT. 1995:9). “The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption behavior of consumer” (Hawkins dalam Kucukemiroglu et. dan sesekali membeli baju rancangan desainer. and lifestyle dimentions in targeting consumers” (Rocha et. Konsep yang terkait dalam dengan gaya hidup adalah psikografik.. Psikografik adalah suatu instrument untuk mengukur gaya hidup. Batik tulis Danar Hadi mempunyai nilai seni yang tinggi dan ekslusif. Batik Danar Hadi). Artinya adalah Rocha menekankan pentingnya mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam memilih mode pembelian baju berdasarkan pada keadaan fisik. lambang dunia seputar siklus kehidupan.311. Setelah mendapat pengakuan dari UNESCO. Artinya adalah gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. di tanah Jawa batik berkembang menjadi ekspresi yang mengakar pada mitologi. keputusan pembelian adalah pengambilan keputusan oleh konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk diawali oleh adanya kesadaran atas pemenuhan kebutuhan dan keinginan yang oleh Assael disebut need arousal. Berdiri tahun 1967. Bahan baku yang dipergunakan selain kain mori untuk kain-kain tradisional. Hal ini mencerminkan kebutuhan sekunder konsumen wanita sangat besar . 2008:148). Batik Danar Hadi adalah perusahaan induk yang dibentuk oleh Bapak dan Ibu Santosa Doellah.:2007). UNESCO. “dari masa ke masa gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis.org/wiki/Batik). Pada batik tulis pengerjaanya memakan waktu yang lama. akhir pekan melakukan makan siang/malam di luar (restoran) dan atau menonton sinema. Berikut ciri-ciri wanita menurut majalah Femina (dalam Kasali. Gaya hidup yang dimiliki seseorang akan mempengaruhinya dalam keputusan pembelian suatu produk. Untuk mencapai hal tersebut. Outlet penjualan batik Danar . dan opini (opinion). Dari Cina dan India datang pengaruh Hindu dan Budha. sehingga pada kurun waktu tertentu gaya hidup relatif permanen” (Setiadi. yang terdiri dari aktivitas (activities). minat (interest). 2003:213). memiliki tabungan dengan kartu ATM. berbelanja di department store. Salah satunya dalam mempengaruhi keputusan pembelian seseorang terhadap pakaian. al.

pilihan. yaitu bagaimana mereka hidup. konsumen selalu membeli berdasarkan budget.com:2009) ada 10 tipe karakteristik gaya hidup konsumen Indonesia. Hal ini nampak dari kecenderungan mereka membeli sesuatu dalam kemasan-kemasan kecil. Sumarwan (2002:57) menjelaskan bahwa gaya hidup seringkali digambarkan dengan kegiatan. and how they allocate their time (Mowen dan Minor. Gaya hidup menggambarkan ”keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya. tas batik. Gaya Hidup Menurut Sutisna (2002:145). (Copyright PT. yakni mendapatkan barang dengan cara cepat. Menurut Kotler (2005:210) Gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai pola hidup seseorang di dunia yang terungkap pada aktifitas. Apakah gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Batik tulis Danar Hadi? BAB II KAJIAN PUSTAKA C. tata. Gaya hidup merupakan kombinasi dan totalitas cara. Landasan Teori 1. Kondisi ini juga dibentuk oleh kondisi ekonomi makro yang mengakibatkan penurunan daya beli pada masyarakat. serta sikap terhadap diri sendiri dan lingkungannya. interests. di outlet Diponegoro menunjukkan kelengkapan dibanding outlet-outlet yang lain seperti: hiasan-hiasan patung jawa. Dampak dari .Hadi berkembang pesat. Tetapi batik Danar Hadi di Jalan Diponegoro Surabaya adalah outlet terbesar di wilayah Jawa Timur dan penjualannya yang menunjukkan trend peningkatan yang positif dan dari segi banyak variant pakaian batik yang ditawarkan.handiirawan. yang menandai sistem nilai. Gaya Hidup Konsumen Indonesia Menurut (Handi Irawan D. Piliang dalam Agus Sachari (2007:73) Gaya hidup mencerminkan pola konsumsi yang meggambarkan pilihan seseorang bagaimana ia menggunakan waktu dan uang (lifestyle refers to a pattern of consumption reflecting a persons’s choices of how he or she spend time and money. menggunakan uangnya dan memanfaatkan waktu yang dimilikinya (Sumarwan. gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai cara hidup yang diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas). Danar Hadi Berdasarkan latar belakang di atas. serta objek-objek yang mendukungnya. mulai dari supermarket maupun toko-toko khusus yang didirikan untuk menjual batik Danar Hadi. kebiasaan. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup lebih menggambarkan perilaku seseorang. Gambar 1 Grafik perbandingan penjualan antara Batik Danar Hadi dan Batik Keris 300 250 200 150 100 50 0 Danar Hadi Keris Sumber: PT. ”Gaya hidup didefinisikan sebagai pola di mana orang hidup dan menghabiskan waktu serta uangnya” (Engel dkk. maka diajukan judul penelitian ”Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian Pakaian Batik Tulis Danar Hadi” (studi konsumen wanita pada outlet Danar Hadi Diponegoro Surabaya). meski sebenarnya mereka mampu untuk membeli yang lebih besar. B. how they spend their money. minat dan opini dari seseorang (activities. 1994:383). yaitu: 1. and opinion). dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia di sekitarnya (pendapat). dalam pelaksanaanya dilandasi oleh sistem nilai atau sistem kepercayaan tertentu. Selain didorong oleh sulitnya cash flow rumah tangga. Lifestyle denotes how people live. 1999:174). www. Indikator lainnya adalah. apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan). kain jarit dan batik Madura (yang tidak ada di outlet Tunjungan Plaza). Berpikir jangka pendek (short term) Salah satu indikasi besarnya konsumen yang punya pikiran jangka pendek ini adalah maraknya kredit konsumsi. 1998:220). Batik Danar Hadi). Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. (Solomon. maka rumusan masalah ini adalah sebagai berikut: 1. hingga konsumen harus berpikir untuk mencari solusi dalam jangka pendek dulu. 2. minat dan opininya. Gaya hidup dapat dipahami sebagai sebuah karakteristik seseorang secara kasat mata. fenomena ini juga didorong oleh perhitungan yang hanya melihat kebutuhan jangka pendek. 2002:56).

Meskipun secara umum. 3. yang sangat memperhatikan aspek kehalalan pada suatu produk. akan tetapi banyak juga yang terbukti tidak efektif. Menurut seorang praktisi periklanan. Suka berkumpul Kebiasaan suka berkumpul sudah melekat dalam budaya konsumen kita. masyarakat kita mengukur kesuksesan dengan materi dan jabatan. rumah. tetapi mereka lebih percaya diri dengan menggunakan ”merek luar” agar dikira sebagai produk luar negeri. PDA. credit card. jika arena-arena berkumpul dan klub-klub seperti kafe. Masyarakat kita memang memiliki kehidupan sosial yang kuat. tidak demikian dengan konsumen Indonesia yang menempatkan faktor lingkungan di urutan terbawah. Meski sudah ada beberapa produsen dalam negeri. Yang penting mereka terlihat modern. 4. Dalam hal kebutuhan akan informasi misalnya. Setiap daerah memiliki kekhasan. Dari pemaparan di atas mengenai gaya hidup. masyarakat Indonesia cenderung memilih informasi yang ringan. Gengsi Menurut Handi Irawan sendiri. Hal ini mendorong orang untuk saling pamer. Terlebih mayoritas penduduknya adalah Islam. Kecenderungan ini mengakibatkan konsumen mudah untuk menerima dan dipengaruhi oleh informasi di media tanpa keinginan untuk mencari kebenaran berita itu. Jika di luar negeri faktor lingkungan menempati ranking atas. Terutama membaca literatur yang padat berisi ilmu dan pengetahuan. fitness center. Berbeda dengan Negara Barat yang khas dengan individualitiknya. Kurang peduli lingkungan Banyak perusahaan Indonesia yang memposisikan produknya sebagai produk yang ramah lingkungan. Banyak pendapat. sangat marak di Indonesia. fanatisme. 7. konsumen kita suka bersosialisasi. menghibur. ringkas dan mudah dicerna. dan kebiasaan kedaerahan ternyata masih cukup berpengaruh. Suka merek Luar Negeri Kebanyakan alasannya adalah image dan kualitas.2. Seperti itu sepuluh karakter konsumen Indonesia yang unik dan mungkin sangat berbeda dengan konsumen di luar negeri. Kuat di Subkultur Unsur etnis. 9. Tidak terencana Salah satu kebiasaan ini terlihat saat belanja dan pergi ke ritel-ritel modern. tidak susah. Adanya perbedaan subkultur ini seringkali juga menyebabkan tidak semua merek nasional bisa menguasai semua di medan pertempuran. tetapi sebagian besar dari konsumen kita masih banyak yang gaptek (gagap teknologi). Orientasi pada konteks Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya. Ketika membeli seringkali mereka tidak mengerti kegunaan dari barang yang dibelinya secara detil. 5. di dunia ini yang sama-sama sudah menjadikan materialisme sebagai bagian hidupnya. Kebiasaan lainnya adalah selalu melakukan tindakan yang mendekati limit waktu yang disediakan. Hanya saja. alasan-alasan konsumen membeli sebuah produk relatif tidak terlalu jauh berbeda di manapun. Dari 7-8% di Indonesia itu pun sebagian besarnya dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak produktif. Terutama di bidang IT. Merek luar negeri di persepsi lebih baik dan bergengsi dibanding buatan negeri sendiri. Maka tidak heran. akibatnya merek dari luar begitu mendominasi pasar di Indonesia dibandingkan merek lokal. perkembangan tekhnologi dan informasi yang berbeda. Religius Konsumen Indonesia sangat peduli terhadap isu agama. seperti membuka situs-situs yang tidak mendidik. membuat wawasan konsumen juga berbeda. Maka wajar jika seseorang ingin dianggap sukses. Jauh berbeda dengan AS yang mencapai 73%. Pada tahun 2005 misalnya. Masyarakat kita masih memandang inferior terhadap diri sendiri. 6. Mereka cenderung enggan merencanakan sesuatu jauhjauh melakukan impulse buying atau langsung membeli di tempat. sikap gengsi ini muncul karena pertama. Perilaku gengsi ini tercermin dari perilaku membeli yang kadang tidak benar-benar dibutuhkan. 10. dia harus memiliki atributatribut kesuksesan seperti mobil. dll. konsumen Indonesia lebih mudah ”terhipnotis” iklan dan kemasannya dibanding di negara lain. berpikir jangka pendek ini juga membuat konsumen kita cepat lupa. Kedua. Ketiga. kalau orang Indonesia punya minat baca yang lebih rendah daripada negara lain. 8. kita masih menganut budaya feodal yang menciptakan kelas-kelas sosial. pengguna internet di Indonesia baru mencapai 7-8% dan seluruhnya adalah masyarakat perkotaan. Isu ini bisa menjadi sangat sensitif dan sangat mempengaruhi minat beli masyarakat. Peneliti mengambil penelitian yang dikhususkan pada pakaian Batik tulis di Danar . Gagap teknologi Tidak semua memang.

keputusan pembelian menurut (Setiadi. kepribadian dan mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternative. Pengukuran Gaya Hidup Menurut Sumarwan (2002: 58-64).keinginan berperilaku. AIO. activity questions meminta kepada konsumen untuk mengin Mowen dan Minor (2001:283) mengukur gaya hidup denganyang disajikan secara kognitif sebagai pandangan dan perasaan konsumen mengenai topik. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan menggambarkan segmen konsumen dalam hal kehidupan mereka. 2005:220) yaitu: AIO di dalam studi psikoggrafik mungkin bersifat a. biasanya diberi skala Likert dimana orang ditanya apakah mereka sangat setuju. peralatan elektronik. d. atau sangat tidak setuju. proses pengintegrasian ini adalah suatu pilihan (choice). Psikografik sering diartikan dan memilih salah satu di antaranya.diharapkan. konsumen atau jasa. Pembeli : orang yang melakukan pembelian yang sesungguhnya. pengukuran mobil yang anda sukai. dua faktor bisa berada antara niat pembelian dan keputusan pembelian. interest. dimana image gaya hidup sangat melekat pada penggunaan obyek peneliti yang akan diteliti. maka peluang 2004:292) menyebutkan tiga tipe pengambilan anda untuk membeli mobil yang lebih mahal keputusan : 1. Pada umumnya. yang meliputi. penting bagi anda berpikir bahwa anda seharusnya membeli mobil yang paling murah. Sehingga peneliti dalam penelitian ini topik peristiwa dunia. keputusan pembelian (purchase decision) konsumen adalah membeli merek yang paling disukai. tidak Keputusan Pembelian menurut Kotler dan membeli. setuju. Didalam kedua jenis. dan opini. c. kejadian tak terduga bisa mengubah niat pembelian. pesaing dekat mungkin menurunkan harganya. Psikografik adalah pilihan pembelian yang aktual. mengacu pada pengukuran kegiatan. oleh konsumen untuk melakukan pembelian suatu Psikografik analisis biasanya dipakai untuk melihat produk diawali oleh adanya kesadaran atas segmen pasar. Oleh karena itu. Pemecahan masalah diperluas biasanya di Faktor kedua adalah faktor situasional yang lakukan pada pembelian barang-barang tahan tidak diharapkan. opinion). konsumen menentukan peringkat merek dan membentuk niat pembelian. Sebagai contoh. bahwa. Analisis psikografik sering juga pemenuhan kebutuhan dan keinginan yang oleh diartikan sebagai suatu riset konsumen yang Assael disebut need arousal. Pengambil keputusan : orang yang mengambil keputusan mengenai setiap komponen 4. Pencetus : orang yang pertama kali mengusulkan gagasan untuk membeli produk umum atau spesifik. Peneliti beranggapan pada teori dari Kotler sudah mewakili berdasarkan fenomena obyek yang Sumarwan (2002:58). harga dan manfaat produk yang Hadi Diponegoro Surabaya. Tipe Pengambilan Keputusan Schiffman dan Kanuk dalam (Sumarwan. istilah yang digunakan secara dapat diteliti. pendapatan. dan dimana Armstrong (2008:181). . minat. preferensi mengenai gaya hidup dapat dilakukan dengan dan niat pembelian tidak selalu menghasilkan psikografik (psychographic). Psikografik (psychographic) adalah suatu jumlah pembelian. yang memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai keputusan pembelian adalah pengambilan keputusan untuk menganalisis data yang sangat besar. Sedangkan menurut Sutisna (2002:15) suatu instrumen untuk mengukur gaya hidup. Ujang terkenal. Ada lima Peran yang dimainkan dalam dipertukarkan dengan psikografi. (pembelian menurut kebiasaan) instrumen untuk mengukur gaya hidup. Jika seseorang yang mempunyai arti 5. Pemecahan Masalah yang Diperluas berkurang. tetapi e. niat pembelian berdasarkan faktor-faktor seperti rumah. Pemberi pengaruh : orang yang pandangan atau sarannya mempengaruhi keputusan. produk yang sudah mereka ketahui dan memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai produk yang menurut mereka mereknya sudah untuk menganalisis data yang sangat besar. pakaian mahal. netral. moral. pekerjaan dan aktivitas lainnya. sosial. Pernyataan Keputusan Pembelian (Kotler. dalam tahap evaluasi. Keputusan Pembelian keputusan pembelian – apakah membeli. akan membeli. Namun. tidak b. demografik konsumen. lokal. atau seorang teman mungkin memberi tahu anda bahwa ia pernah kecewa dengan 3. Faktor pertama adalah sikap orang lain. Psikografik adalah mengkombinasikan pengukuran kuantitatif gaya hidup. Hasil dari sebagai pengukuran AIO (activity. setuju. ekonomi mungkin memburuk. Pemakai : seseorang yang mengkonsumsi atau menggunakan produk atau jasa tertentu. bagaimana cara membeli. Psikografik berarti menggambarkan (graph) 2003:415) adalah proses pengintegrasian yang pengetahuan untuk psikologi konsumen (psyco). dan menggunakan teori dari Kotler yang terdiri dari. Konsumen mungkin membentuk lama dan barang-barang mewah seperti mobil. ekonomi.

c. dan sesekali membeli baju rancangan desainer. perubahan situasi. Wanita sebagai Konsumen Menurut (Kasali. real estate. melainkan juga produk-produk seperti otomotif. Berbelanja di department store. yang mengharuskan membuat pilihan yang tepat. Ia juga telah memiliki standar untuk mengevaluasi merek. Menentukan Alternatif Pilihan Pada proses evaluasi kriteria. Konsumen seringkali hanya mereview apa yang telah diketahuinya. jasa-jasa perbankan. Dengan semakin majunya pendidikan wanita. e. d. Produk- 6. perabotan rumah tangga dan alat-alat kecantikan. Pengenalan Kebutuhan Suatu keadaan dimana terdapat perbedaan yang diinginkan dan keadaan yang sebenarnya terjadi. travel/pariwisata. g. sikap dan intensinya mengenai alternatif produk yang dipertimbangkan tersebut. pemilihan produk. 2003:452-453). dan memilihnya sesuai yang diinginkan konsumen”. Evaluasi alternatif muncul karena banyaknya alternatif lain yang muncul karena banyaknya alternatif pilihan. Dalam kondisi seperti ini. c. Decision rules adalah teknik yang digunakan konsumen dalam memilih alternatif produk atau merek. wanita adalah manajer pembelian untuk bermacam-macam jenis dan kategori barang dan jasa. berorientasi kepada karir atau keluarga. dan sebagainya. Langkah . Pencarian Informasi Pencarian informasi mulai dilakukan ketika konsumen memandang bahwa kebutuhan tersebut bisa dipengaruhi dengan membeli dan mengkonsumsi suatu produk. Menentukan Pilihan Produk Proses pemilihan alternatif tersebut akan menggunakan berbagai teknik pemilihan. konsumen membandingkan berbagai pilihan yang dapat memecahkan masalah yang . 7. Konsumen akan mengurangi jumlah alternatif merek yang akan dipertimbangkan lebih lanjut. transportasi udara. Wanita bergaya hidup kota besar. Akhir pekan melakukan makan siang/malam di luar (restoran) dan atau menonton sinema. d. Memiliki tabungan dengan kartu ATM. namun untuk menghadiri pesta. konsumsi produk. Membeli baju jadi (office dress/casual). Konsumen hanya membutuhkan tambahan informasi untuk bisa membedakan antara berbagai merek tersebut. Pemecahan Masalah yang Terbatas Pada tipe keputusan ini. h. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengaktifan kebutuhan menurut Engel. produk-produk yang di masa-masa lalu hanya layak ditargetkan untuk pria sekarangpun berpotensi besar ditargetkan kepada kaum wanita. mereka biasanya masih mengandalkan tukang jahit tertentu.Langkah Keputusan Pembelian Konsumen ”Sumarwan (2004:294) keputusan membeli atau mengkonsumsi suatu produk dengan merek tertentu akan diawali oleh langkah-langkah sebagai berikut : a. dan menjaga penampilannya. 3. Kebutuhan harus diaktifkan terlebih dahulu sebelum ia bisa dikenali. Pada tahap ini konsumen membentuk kepercayaan. program-program pendidikan. f. konsumen akan mendapatkan sejumlah merek yang dipertimbangkan. Namun konsumen belum memiliki preferensi tentang merek tertentu. e. Pada evaluasi alternatif. Dalam kehidupan ini. perbedaaan individu. b. Adapun produk-produk yang direkomendasikan untuk gaya hidup wanita dewasa masa kini yang dibutuhkan atau diputuskan oleh kaum wanita Indonesia yang cenderung berpendidikan. konsumen telah memiliki kriteria dasar untuk mengevaluasi kategori produk dan berbagai merek pada kategori tersebut. 2004: 294) pengenalan kebutuhan terdiri dari : waktu. Wanita bukan hanya memerlukan informasi tentang barang-barang konsumsi sehari-hari. Pemecahan Masalah Rutin Konsumen telah memiliki pengalaman terhadap produk yang akan dibelinya. Berikut ciri-ciri wanita menurut majalah Femina (Kasali. konsumen akan melakukan pencarian informasi yang intensif serta melakukan evaluasi terhadap beberapa atau banyak alternatif. Blackwell dan Miniard dalam (Sumarwan. Konsumen akan mencari informasi yang tersimpan di dalam ingatan (pencarian internal) dan mencari informasi dari luar (pencarian eksternal). 2003:453-455): a. Termasuk didalamnya adalah keputusan yang dianggap penting seperti berlibur. Evaluasi Alternatif Sumarwan (2004: 301) evaluasi alternatif adalah ”proses mengevaluasi pemilihan produk dan merek. pengaruh pemasaran. pasar swalayan atau mall. Umumnya berpendidikan tinggi. Kebanyakan single atau menunda perkawinan sampai usia 30-an. dihadapinya.2. Merawat kecantikan di salon. b. menghargai waktu. Konsumen hanya membutuhkan informasi yang sedikit. minimal D3 atau akademi.

000 sampai Rp 100. Definisi Operasional Variabel yang akan diteliti adalah gaya hidup sebagai variabel x (independent) dan keputusan pembelian sebagai variabel y (dependent). Hal ini akan menentukan banyak dari keputusan pembelian konsumen. Suka mendengar radio khususnya informasi tentang musik sebagai alternative kedua setelah televisi. perubahan kebiasaan. al. “The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption behavior of consumers” (Hawkins dalam Kucukemiroglu.produknya antara lain adalah fashion (pakaian dan aksesoris bermerek kuat). yang akan berputar kembali pada gaya hidup konsumen. Rocha et. Dimensi yang digunakan adalah menyelidiki pandangan dan perasaan konsumen tentang batik tulis Danar Hadi yang berkaitan dengan masalah sosial. dan belanja pakaian batik. dan perlengkapan untuk bekerja. Senang jalan-jalan di mall dan mengobrol bersama teman-teman (bersosialisasi). 2003:458). Konsumen jarang secara jelas mengetahui peranan gaya hidup dalam keputusan pembeliannya. Sedangkan Hawkins dan Coney dalam (Fatmanovita. d.000 satu bulan. menghabiskan dua sampai enam jam di depan televisi setiap hari. Selain itu menurut Majalah Gadis (dalam Khasali. Ketertarikan (X1. al. Jadi menurut pernyataan-pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara gaya hidup akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Artinya gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. Sedangkan menurut Kasali (1998:225) gaya hidup akan mempengaruhi keinginan seseorang untuk berperilaku dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang. Analisis gaya hidup dapat berguna bagi pemasar 8.2) Adalah tingkat kegairahan yang menyertai perhatian khusus maupun terus menerus kepada pakaian batik tulis Danar Hadi. seperti perilaku diluar rumah. Gaya hidup (X1) Gaya hidup adalah suatu pola di mana orang menghabiskan waktu dan uangnya dalam membeli pakaian batik tulis Danar Hadi. (Hsu dan Chang. telekomunikasi. c. Aktivitas (X1. 2008:148) “Emphasised the importance in understanding behavioural preference in fashion and clothing consumption based on physical. Menurut Engel et. Dimensi yang digunakan adalah meminta kepada konsumen untuk mengindikasikan dalam kegiatan aktifitas bekerja. hotel dan pariwisata. c. perilakunya dan perilaku pembeliannya. Namun gaya hidup secara berkala menyediakan motivasi dasar dan panduan untuk pembelian tapi tidak secara langsung. Dikarenakan seseorang memandang gaya hidup sebagai pusat dari proses konsumsi.3) Adalah ”jawaban” lisan atau tertulis yang orang berikan sebagai respon terhadap situasi stimulus di mana semacam ”pernyataan” diajukan tentang pakaian batik tulis Danar Hadi. 2006) Gaya hidup berpengaruh pada pembelian. Dimensi yang digunakan memfokuskan pada preferensi dan prioritas konsumen berkaitan dengan keluarga dan penggunaan pakaian batik tulis Danar Hadi. identitas. kendaraan. 2006) menyebutkan bahwa gaya hidup seseorang berpengaruh pada kebutuhan. pendidikan dan budaya. citarasa. and lifestyle dimentions in targeting consumers” Artinya adalah Rocha menekankan pentingnya mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam memilih mode pembelian baju berdasarkan pada keadaan fisik. Menyukai acara musik (MTV) dan film-film seri. secara halus. ciri-ciri psikografis wanita perkotaan antara lain: a.:2007) “sikap tertentu yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu objek tertentu (misalnya merek suatu produk) bisa mencerminkan gaya hidupnya”. Mempunyai uang saku Rp 50. . jasa-jasa keuangan (termasuk asuransi). Restoran: fasfood khususnya burger. department store. 2005:213). Menurut (Ilmiyah et. identity. Gaya hidup memiliki indikator sebagai berikut: a. Hubungan Gaya Hidup dan Keputusan Pembelian Menurut Irawan dan Wijaya (1996:340) jika gaya hidup akan mempunyai dampak besar kepada perilaku pembelian seseorang. Pendapat (X1. elektronik (durables). kosmetika.1) Adalah tindakan nyata yang dilakukan seseorang dengan pakaian batik tulis Danar Hadi. perilaku pembelian konsumen. untuk mengetahui area spesifik dari kehidupan konsumen. BAB III METODE PENELITIAN D. barang-barang konsumsi dan perlengkapan rumah tangga. b. komunitas. dan dimensi gaya hidup mereka. 1. ekonomi. furniture. e. al. (1995:9) “produk dan jasa diterima atau ditolak konsumen berdasarkan sejauh mana keduanya dipandang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka”. Lebih lanjut Assael dalam (Fatmanovita. b.

Suatu angket dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan 2. dimana dalam desain pengambilan sampel cara non probabilitas.195. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. E. Menentukan prosedur pengambilan sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa seluruh item pernyataan memiliki nilai rhitung yang lebih besar dari rtabel sebesar 0. Jika rhitung > rtabel terjadi validitas yang nyata dan bersifat positif. maka dilakukan wawancara terlebih dahulu. Menurut Badan Pusat Statistik (dalam Kasali. Jumlah pembelian (Y1. Penarikan sampel dilakukan dengan accidental sampling. Berdasarkan pendapat Aaker (1997:12) yang menyatakan bahwa ukuran sampel regional 2. Populasi Target populasi dalam penelitian ini adalah responden yang telah melakukan pembelian batik tulis Danar Hadi untuk digunakan sendiri. b. maupun yang akan membeli. 2.Keputusan Pembelian (Y) Menurut Kotler (2005:227). Kemudian jika probabilitasnya < 0. Responden berusia minimal 20 tahun atau lebih karena dianggap responden dengan batasan umur diatas dapat memahami maksud dari angket dan menilai pernyataan angket dengan baik. probabilitas elemen dalam populasi untuk terpilih sebagai subjek sampel tidak diketahui (Sekaran. Dimensi yang digunakan adalah pembelian pakaian batik tulis Danar Hadi didasarkan karena konsumen sudah mengetahui produk tersebut dan batik tulis Danar Hadi adalah batik yang mereknya sudah terkenal. sehingga bisa dipandang cocok dengan sumber data (Arsyad dan Soeratno. F. keputusan pembelian dapat didefinisikan sebagai preferensi yang dibentuk oleh konsumen atas merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah uji untuk mengukur suatu angket yang merupakan indikator dari suatu konstruk. Konsumen tersebut juga dapat membentuk niat untuk membeli merek yang paling disukai. sehingga disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan pada instrumen penelitian (angket) valid dan dapat digunakan sebagai alat ukur pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar Hadi. Keputusan pembelian diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut: a. dengan jumlah populasi infinite artinya jumlah populasi yang diteliti tidak diketahui.05 maka item-item pada setiap variabel yang digunakan dalam penenlitian dinyatakan valid (Ghozali. 2006 : 135). b) Menentukan ukuran sampel Jumlah sampel minimal dalam penelitian ini sebesar 100 responden. 2003:157) bahwa usia dewasa di mulai dari umur 20 tahun. Uji validitas item pernyataan-peryataan yang terdapat dalam angket dilakukan dengan jalan mengkorelasikan setiap variabel yang diuji validitasnya. maka calon responden tersebut dapat dijadikan responden penelitian. . c) untuk jenis individu maupun rumah tangga berjumlah 100 hingga 500 orang. Sampel Prosedur pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a) Mengidentifikasi unit sampel Sampel yang diambil merupakan populasi spesifik yang relevan dengan tujuan penelitian. Uji Validitas Uji validitas telah dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang disusun dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. Berjenis kelamin wanita (karena target respondennya di spesifikkan pada konsumen wanita) dan berumur 20 tahun atau lebih. Untuk mengetahui kesesuaian calon responden dengan karakteristik populasi yang telah ditentukan di atas. Populasi dan Sampel 1. Dimensi yang digunakan adalah berapa banyak konsumen melakukan pembelian batik tulis Danar Hadi.1) Adalah berapa banyak konsumen melakukan pembelian batik tulis Danar Hadi. di mana sampel diambil dari siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dan memenuhi karakteristik populasi di atas. Apabila dianggap sesuai.2) Adalah keterlibatan konsumen dalam membeli pakaian batik tulis Danar Hadi. Populasi target dalam penelitian ini adalah responden yang pernah membeli dan menggunakannya sendiri pakaian batik tulis. Oleh karena itu. Pembelian menurut kebiasaan (Y1. 2005:53). 2003 : 119). Untuk mengantisipasi apabila terdapat data yang rusak. maka ditambahkan 10% dari jumlah sampel minimal yang diambil. penelitian ini mempergunakan sampel sebesar 110 orang.

Calculated from data. Sehingga beberapa kali diulang pun hasilnya akan tetap sama atau (konsisten). Reliabel artinya dapat dipercaya juga dapat diandalkan. Error Beta . Tabel 1 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Gaya hidup (X) Keputusan pembelian (Y) Sumber: lampiran Cronbach Alpha 0.023 . 2006:301) Untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual pada satu pengamatan ke pengamatan lain. dan keputusan pembelian (Y1) lebih besar dari 0.adalah konsisten.559 .05).117 -. sehingga variabel bebas (X) tersebut dapat digunakan dalam penelitian. menunjukkan bahwa semua variabel memiliki nilai signifikansi asymp. Regresi dikatakan terdeteksi gejala heterokedastisitas apabila nilai koefisiensi korelasi spearman mempunyai korelasi yang signifikan (sig < 0.1689705 . Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu.656 Ket. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data dari variabel bebas dan variabel terikat keduanya memiliki distribusi normal ataukah tidak. Test distribution is Normal.126 . maka disebut homokedastisitas.450 a.450 yang nilai tersebut lebih besar dari 0. dapat diketahui besarnya nilai Cronbach Alpha untuk variabel gaya hidup (X1).112 N a.074 . merupakan model yang menghasilkan estimator linier tidak bias yang terbaik. (2-tailed) Mean Std.200 . 3. Jika varians tersebut tetap. Sehingga disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan pada instrumen penelitian (angket) reliabel dan dapat digunakan sebagai alat ukur pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar hadi. Berdasarkan pada tabel 2 hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov. Reliabel Reliabel Tabel 2 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual 105 . Sig. BLUE (Best Linier Unbiased Estimator) kondisi ini akan terjadi jika dipenuhi beberapa asumsi yang disebut dengan asumsi klasik sebagai berikut: a.108 1. Sehingga penelitian ini dikatakan berdistribusi normal. Berdasarkan hasil Uji Normalitas dengan alat bantu komputer yang menggunakan bantuan program SPSS for windows. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan untuk mengukur konsistensi internal adalah koefisien alfa atau crobanch’s alpha. Suatu alat ukur dianggap reliabel apabila nilai Cronbach Alpha > 0. Cara di atas menunjukkan bahwa model regresi linier sederhana pada penelitian ini layak digunakan karena memenuhi asumsi normalitas. Dependent Variable: Unstandardized Residual Sumber: lampiran Berdasarkan pada tabel 3 di atas menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas (X) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu gaya hidup mempunyai nilai Sig yaitu 0.030 . maka butir atau item pertanyaan tersebut reliabel.117 .074 t .05. Deviation Absolute Positive Negative a. Berdasarkan pada tabel 1 di atas.817 0.12897727 . signifikansi yang lebih besar dari 5% (0.60.758 Sig.586 .05) terhadap nilai residualnya (Santoso dan Ashari. disebut homoskedastisitas. b. b. Jika varians dari residual pada satu pengamatan yang lain adalah tetap. . maka hal ini berarti dalam model regresi tidak terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya atau bebas heteroskedastisitas. Buchari Alma dalam Ridwan dan Sunarto (2007:348). Uji Heterokedastisitas Uji ini bertujuan untuk menguji terjadinya ketidaksamaan varians dari hasil residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain dalam satu model regresi. . Berdasarkan hasil Uji Heteroskedastisitas dengan alat bantu komputer yang menggunakan Program SPSS for windows diperoleh hasil: Tabel 3 Hasil Uji Heteroskedastisitas a Coefficients Model 1 (Constant) x Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std. Uji Asumsi Klasik Model regresi yang diperoleh dari metode kuadrat terkecil biasa (OLS).b Normal Parameters Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.60.

maka dapat diperoleh persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut: Y = 0. G.05 Kriteria pengujian Apabila nilai Sig. Merumuskan hipotesis secara statistik Ho : b = 0. Sumber: Lampiran Dari tabel di atas. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya 4.944 artinya apabila gaya hidup (X) berubah satu satuan.000 kontribusi pengaruh variabel gaya hidup terhadap keputusan konsumen adalah sebesar 69.944 satuan. Tanda positif pada koefisien regresi melambangkan hubungan yang searah antara gaya hidup (X) dengan keputusan pembelian (Y) yang artinya kenaikan variabel gaya hidup (X) akan menyebabkan kenaikan pula pada variabel keputusan pembelian (Y).20 di atas dapat diketahui bahwa thitung untuk variabel gaya hidup (X) adalah sebesar 13. maka variabel keputusan konsumen (Y) akan berubah sebesar 0. Nilai koefisien regresi variabel gaya hidup (X) adalah sebesar 0. Ha : b ≠ 0.308 Sig 0. H. Tabel 5 Hasil Uji t Variabel Konstanta X Koefisien Regresi 0.277 menyatakan bahwa jika gaya hidup sama dengan nol.277. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN I.5%. Untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan memprediksi variabel terikat dengan menggunakan variabel bebas (Sarwono.944 thitung 15. Nilai konstanta sebesar 0. Perhitungan data dilakukan dengan menggunakan Statistic Program of Social Science (SPSS) for Windows. maka dapat dijelaskan sebagai berikut: a.5% sedangkan sisanya sebesar 30. Menggunakan taraf signifikan sebesar α = 0. Hasil uji t pada penelitian ini dapat dijelaskan pada tabel di bawah ini. Regresi linier sederhana dipergunakan untuk sebuah variabel terikat dan satu buah variabel bebas.5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian ini.277 + 0.277 0. sehingga pengambilan keputusan melalui uji t yang dilakukan dalam penelitian ini tidak bias atau sesuai dengan tujuan penelitian.Setelah dilakukan uji asumsi klasik tersebut di atas.277 0. Uji t Pengujian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat. Uji t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat.thitung < 0. c.041 dan didukung dengan tingkat signifikansi sebesar 0. thitung > 0.05 atau 5%.000 < 0. Teknik Uji Hipotesis 1. Hasil uji analisis regresi linier sederhana dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4 Data Koefisien Regresi Linier Sederhana Hasil Perhitungan SPSS Variabel Konstanta X Koefisien Regresi 0. b.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Dari tabel 4.944X + e Berdasarkan persamaan regresi linier sederhana di atas.05 maka Ho diterima dan Ha ditolak Apabila nilai Sig.000 Dari tabel 5 di atas dapat digunakan untuk pengujian hipotesis dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. maka keputusan pembelian (Y) adalah sebesar 0. Teknik Analisis Data 1. Regresi Linier Sederhana Untuk mengetahui pengaruh variabel gaya hidup (X1) terhadap keputusan pembelian (Y1) batik tulis Danar Hadi. maka digunakan teknik analisis regresi linier sederhana. 3. .944 thitung 15. Jadi dapat dikatakan bahwa gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis. 2005:68).308 Sig 0. 2. Variabel bebas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. Variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. Pembahasan “Pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar Dadi Diponegoro Surabaya (studi pada konsumen wanita)”. maka dapat disimpulkan bahwa model regresi linier dalam penelitian ini bebas dari asumsi dasar (klasik) tersebut. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 69.

aktifitas (bekerja. ekonomi (tidak memperdulikan perubahan harga batik tulis danar hadi. Analisis gaya hidup dapat berguna bagi pemasar untuk mengetahui area spesifik dari kehidupan konsumen. motivasi. Rumitnya pembuatan batik tulis membuat batik ini memiliki arti sendiri didalam para pengagumnya. bahwa indikator yang digunakan meliputi. Sebagai daya tarik para pemakai pakaian batik ketika bersosialisasi dengan orang lain. seperti perilaku diluar rumah. dan sikap. ekonomi. tetapi batik Danar Hadi tetap memperhatikan produk output yang berkualitas. Namun gaya hidup secara berkala menyediakan motivasi dasar dan panduan untuk pembelian tapi tidak secara langsung. citarasa. perilaku pembelian konsumen. pendapat (masalah sosial. sebaliknya harus selalu terpacu untuk membuat sesuatu yang baru. Sedangkan menurut Kasali (1998:225) gaya hidup akan mempengaruhi keinginan seseorang untuk berperilaku dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang. perilakunya dan perilaku pembeliannya. namun secara halus. Hal ini akan menentukan banyak dari keputusan pembelian konsumen. Konsumen jarang secara jelas mengetahui peranan gaya hidup dalam keputusan pembeliannya.5% (menunjukkan hubungan yang kuat) dan sisanya sebesar 30.Dari analisis data yang diketahui bahwa gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian sebesar 69. pendidikan dan budaya). minat dan pendapat adalah seperti berikut: a. b. hal ini membuktikan bahwa pakaian batik Danar Hadi. Dari pemaparan diatas peneliti membatasi indikator gaya hidup yang dilihat berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan. c. kepercayaan. yang akan berputar kembali pada gaya hidup konsumen. identity. proses pembelajaran. ketertarikan (keluarga dan pakaian). Hal senada dikemukakan oleh Rocha (Hsu dan Chang. Batik Danar Hadi hadir untuk memperkaya perkembangan seni membatik pada khususnya dan usaha batik di Indonesia pada umumnya.5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian ini misalnya faktor internal selain gaya hidup seperti usia dan tahap daur-hidup pembeli. Aktifitas (activity) yang diukur dengan pernyataan bekerja (memakai pakaian batik tulis danar hadi saat bekerja). keadaan ekonomi. jabatan. diketahui bahwa konsumen yang memakai pakaian batik tulis Danar Hadi sebagian berasal dari kalangan PNS dan pegawai swasta yang sudah bekerja. Sedangkan Hawkins dan Coney dalam (Fatmanovita. Mode / model batik tulis danar hadi yang selalu mengikuti perkembangan jaman. Industri batik tulis Indonesia juga tidak boleh dibiasakan untuk meniru. karena menyukainya) dan budaya (sekarang pakaian batik tulis telah menjadi trend berbusana masyarakat Indonesia). Berdasarkan pemaparan tentang gaya hidup yang meliputi aktifitas. Pendapat (opinion) yang diukur dengan pernyataan masalah sosial (selalu memakai pakaian batik tulis danar hadi saat menghadiri pertemuan dengan keluarga dan rekan kerja). dan dimensi gaya hidup mereka. Dari hasil observasi. pendidikan (pakaian batik tulis dapat mendidik generasi muda untuk melestarikan budaya bangsa Indonesia). Karena aspek originalitas itu selalu mempunyai tempat tersendiri di pasar. and lifestyle dimensions in targeting consumers” artinya yang menekankan pentingnya mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam memilih mode pembelian baju berdasarkan pada keadaan fisik. Kesan berpakaian batik terlihat kuno. terutama telah diminati oleh sebagian besar kalangan yang mempunyai penghasilan tetap. perubahan kebiasaan. kepribadian. 2008:148) “emphasized the importance in understanding behavioural preferences in fashion and clothing consumption based on physical. Karena dari diri mereka sendiri memilih batik dengan tipe batik tulis karena ciri khasnya dan memiliki unsur seni yang tinggi didalamnya. Dikarenakan seseorang memandang gaya hidup sebagai pusat dari proses konsumsi. persepsi. Lebih lanjut Assael dalam (Fatmanovita. 2006) menyebutkan bahwa gaya hidup seseorang berpengaruh pada kebutuhan. faktor lingkungan dan faktor strategi pemasaran. identitas. Ketertarikan (interest) yang diukur dengan pernyataan keluarga (keluarga memiliki ketertarikan khusus terhadap pakaian batik tulis danar hadi) dan pakaian (menyukai pakaian yang bermotif batik khusunya batik tulis danar hadi). Batik Danar hadi adalah batik yang sudah mempunyai merek terkenal sejak tahun 1967. konsep diri. Selain itu Menurut Irawan dan Wijaya (1996:340) menyatakan bahwa jika gaya hidup akan mempunyai dampak besar kepada perilaku pembelian seseorang. 2006) Gaya hidup berpengaruh pada pembelian. komunitas dan belanja). Dari hasil uji t juga diketahui bahwa variabel bebas yaitu gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. . komunitas (selalu memakai pakaian batik tulis danar hadi dengan model terbaru dalam komunitas) dan belanja (selalu merencanakan untuk memilih motif batik tulis danar hadi ketika akan membeli pakaian).

and opinion) berpengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar Hadi Diponegoro Surabaya. Dengan semakin majunya pendidikan wanita. Konsumen wanita juga telah memiliki keyakinan bahwa produk pakaian dari batik Danar Hadi pasti memiliki desain dan kualitas yang baik. 2003:148). telekomunikasi. hotel dan pariwisata. K. dari intensitas responden yang telah membeli produk pakaian batik tulis Danar Hadi lebih dari satu kali pembelian. dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut: 1. Batik tulis Danar Hadi yang mempunyai desain dan produk yang berkualitas. Batik Danar Hadi memberikan keyakinan yang positif untuk tetap memilih batik Danar Hadi sebagai pilihan yang tepat untuk poduk pakaian batik. Berdasarkan angket yang disebarkan. al (1995:9) yang menyebutkan bahwa produk akan diterima konsumen apabila produk tersebut dipandang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. diwajibkan . telah menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara gaya hidup dengan keputusan pembelian seseorang. Konsumen akhirnya menyadari bahwa kehadiran batik sekarang bukan lagi sebuah hasil budaya tradisional masyarakat yang dianggap kuno atau tabu akan tetapi telah menjadi trend dan mode dalam berpenampilan terutama untuk aktifitas kerja serta karier mereka sehari-hari.Batik tulis Danar Hadi banyak digunakan oleh pemakainya terutama untuk bekerja dan berbagai aktivitas lain. barang-barang konsumsi dan perlengkapan rumah tangga. Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat Engel et. kendaraan. komunitas. kosmetika. di dalam suatu komunitas Pegawai Negeri Sipil. jasa-jasa keuangan (termasuk asuransi). real estate. berorientasi kepada karir atau keluarga. furniture. wanita adalah manajer pembelian untuk bermacam-macam jenis dan kategori barang dan jasa. Namun demikian gaya hidup tidak cepat berubah. menghargai waktu. hal ini dikarenakan dalam gaya hidup kaum wanita lebih mengandalkan naluri dan emosionalnya. dengan begitu batik Danar Hadi tetap memberikan keyakinan yang kuat untuk mereka agar tidak berpindah ke merek lain dan tetap menggunakan produk pakaian batik tulis Danar Hadi sebagai pilihan utama. Dalam kehidupan ini. Konsumen wanita yang digunakan sebagai responden dalam penelitian ini dari kalangan yang berlatar belakang dari perguruan tinggi dan minimum berpendidikan SMA atau SMK dan sebagian besar sudah memiliki pekerjaan dan pengahasilan tetap. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: 1. perabotan rumah tangga dan alat-alat kecantikan. transportasi udara. dan sebagainya. elektronik (durables). 2003:452-453). melainkan juga produk-produk seperti otomotif. travel/pariwisata. Pihak pemasar batik Danar Hadi harus lebih memperhatikan lagi masalah kesesuaian produk yang dijual dengan dengan gaya hidup masyarakat indonesia. karena mereka juga memikirkan apa yang mereka pakai sehari-hari. Wanita bukan hanya memerlukan informasi tentang barang-barang konsumsi seharihari. jasa-jasa perbankan. mereka sebagian besar tidak mementingkan harga dalam proses keputusan pembelian. Produkproduknya antara lain adalah fashion (pakaian dan aksesoris bermerek kuat). Berdasarkan angket. Hal ini membuktikan bahwa batik telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari atau aktivitas sehari-hari dari para pemakainya. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN J. “dari masa ke masa gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis. menunjukkan responden yang mayoritas wanita (karena studi hanya dibatasi pada konsumen wanita) bahwa kaum wanita memang memiliki gaya hidup yang tinggi terhadap pakaian maupun assecoris. Dari analisis dan pembahasan di atas dapat diketahui bahwa gaya hidup yang mempunyai indikator AIO (activities. dan menjaga penampilannya. Hal ini membuktikan bahwa konsumen memiliki tingkat pendidikan yang tinggi apalagi sudah memiliki pekerjaan tentunya memiliki citarasa dan selera yang tinggi pula. dan perlengkapan untuk bekerja. menurut (Kasali. produk-produk yang di masa-masa lalu hanya layak ditargetkan untuk pria sekarangpun berpotensi besar ditargetkan kepada kaum wanita. interest. Dalam beberapa teori di literatur buku dan berbagai jurnal asing dan lokal. Dari gaya hidup yang meliputi aktifitas seperti. Harus bisa membuat produk batik yang disukai kaum perempuan pada saat ini. department store. sehingga pada kurun waktu tertentu gaya hidup relatif permanen” (Setiadi. Wanita sebagai konsumen. Saran Berdasarkan hasil penelitian di atas. Gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. Adapun produk-produk yang direkomendasikan untuk gaya hidup wanita dewasa masa kini yang dibutuhkan atau diputuskan oleh kaum wanita Indonesia yang cenderung berpendidikan. Adanya pengalaman dari keluaga sebelumya menggunakan produk pakaian batik tulis Danar Hadi. program-program pendidikan.

macam corak batik yang ada di outlet batik Danar Hadi mengandung nilai seni.com. 10 karakteristik gaya hidup konsumen Indonesia (online). Harcourt. New York: The Drydeen Press. Hermawan. Oleh karena itu. Jilid 1. budaya: pakaian batik dapat mendidik generasi muda untuk melestarikan budaya bangsa indonesia. tetapi mode (modelnya) tidak ketinggalan zaman sehingga dapat membuat orang tertarik untuk membelinya. Jilid 1. Edisi Kedua belas. Six Edition. Kartajaya. dkk. 1998. Orlando. pegawai diwajibkan menggunakan pakaian batik setiap hari kamis dan jumat. 2005. dkk. Implication for Marketing Strategy. dikarenakan desain produk akan lebih memperlihatkan unsur seni. Jakarta: PT. Philip dan Gary Armstrong.. Surabaya: BPS Provinsi Jawa Timur. Marketing in Venus The Garuda Indonesia Story. disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti mengenai unsur tentang desain produk. pendapat. Assael. diakses 6 November 2009). filsafat. Jakarta : Indeks.2007. Consumer Behaviour. Alih bahasa: Aris Ananda. Edisi Keenam. 1990. J.handiirawan. Jakarta: Binarupa Aksara. Handi. 2008.. karena desain merupakan faktor penting bagi produk pakaian batik dan mempunyai nilai seni. Self Concept.. Irawan. James F. 2009. Gramedia Pustaka Utama. Irawan dan Wijaya.2. 2006. 2005. karena dengan menggunakan pewarna alami maka akan menghasilkan kombinasi warna-warna yang unik dan menarik serta aman digunakan bagi konsumen. 1996. filsafat. minat. M. Henry. Manajemen Pemasaran. (www. setiap hari kamis dan jumat diwajibkan untuk menggunakan pakaian batik. Budiyanto. Ghozali. 1992. Coney. Yogyakarta: BPFEYogyakarta. DAFTAR PUSTAKA Engel. Prinsipprinsip pemasaran. Faried. Desain pakaian batik tulis Danar Hadi yang selalu identik dengan motif klasik dan dikerjakan secara tradisional harus lebih diperhatikan dan dipertahankan. Terjemahan oleh Bob Sabran. Manajemen Pemasaran. 9 th edition. Targeting. Engel. Membidik Pasar Indonesia: Segmentasi. Jilid 1. 2008. FE Unair. Surabaya. Miniard. 2006. 2009. Jakarta: Mitra Utama. Kevin Lane. Pemasaran 2000. dan Positioning. Edisi Kedua belas. Jakarta: MarkPlus&Co. Edisi Pertama.Blackwell and Paul W. Philip dan Keller. Inc. Proses pewarnaan batik tulis Danar Hadi dengan pewarna alami merupakan nilai lebih dari pakaian batik tulis Danar Hadi dan harus tetap dipertahankan di tengah banyak munculnya pakaian batik dengan pewarna buatan. Terjemahan oleh Benyamin Molan.M. Six Edition. USA: Irwin. Philip. Skripsi tidak diterbitkan. Journal of Fashion Marketing and Aaker. “Pengaruh Lifestyle.Best. Kotler. Kasali. Consumer Behavior. Jilid 1. David A. 2005. 2007. Terjemahan oleh F. Berdasarkan hasil wawancara pada responden ditemukan fenomena bahwa responden menyukai desain produk batik Danar Hadi. dkk. Jane and Kai-Ming Chang. Walaupun pakaian batik. F. 2005.X. budaya. budaya dan ciri khas. USA: The Drydeen Press. baik pegawai di instansi pemerintahan maupun swasta.D. 1994. Imam. budaya dan ciri khas yang menggambarkan suatu batik. Fatmanovita. Purchase of clothing and its linkage to family communication and lifestyles among young adults. filsafat. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. dan ciri khas akan bertambah. BPS Provinsi Jawa Timur. karena dengan menambah desain produk pada pakaian batik tulis. Managing Brand Equity: Capitalizing on The Value of A Brand Name. Jakarta: Erlangga. Jakarta: Indeks. Kotler. Kotler.1995. Roger J. 1997. Rhenald. Marketing Principle and Strategy. R. Second Edition.J.F. Kenneth A. RR Yugi. pekerjaan: memakai batik pada saat bekerja. Engel. Perilaku Konsumen. Terjemahan oleh Benyamin Molan. 2001. Hawkins. Lu Hsu. 1992. dan Respon atas Advertising terhadap Brand Preference pada Produk Wewangian Wanita Merek SHE di Surabaya. Survei Penduduk Kota Surabaya Tahun 2009. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Edisi Kesebelas. .

Ekonomi. 2002. Elex Media Komputindo. A.petra. 1. Riset Pemasaran Pendekatan Terapan. 1994. 1. Jakarta: PT Indeks. Kualitatif. Prentice Hall. USA: Prentice Hall International. Fandy.K.com. Leon G and Leslie L. Bandung: Alfabeta. Simamora. Sachari. Jilid 1 dan 2. Riset Pemasaran Pendekatan Terapan.G. Terjemahan oleh Soleh Rusyadi Maryam. 2000. Jakarta: Salemba Empat.wikipedia. April 2006: 13-21. 1987. Malhotra. 2004. Semuel. John. Vol. 38 (January) hal33-37. (http//www. Terjemahan oleh Soleh Rusyadi Maryam. Perilaku dan Keputusan Pembelian Konsumen Restoran melalui Stimulus 50% Discount di Surabaya. Jakarta: PT. Journal of Consumer Marketing. Jilid 1. Komunikasi. 2004. 2009. Plumer.ac. 2004.. Perilaku Konsumen. Singgih dan Tjiptono. Second Edition. Bogor: PT.id. diakses 10 November 2010 . Refika Aditama. Jilid 2. Edisi Revisi. Batik Danar Hadi. Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia. (Online). Edisi Keempat. Riduwan. Yohanes Kunto dan Peter Remy. Nizar dan Diagne. Panduan Riset Perilaku Konsumen.SwaBerita. Mowen.A Anwar Prabu. 2007. Santoso. 2005. Naresh K. Terjemahan oleh Lina Salim. Research Methods For Business. Jurnal Manajemen Pemasaran (online). Munoto. Jurnal Manajemen Pemasaran (online). Jilid 1. Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif. Riset Pemasaran Konsep dan Aplikasi dengan SPSS. Seven Edition. 2006. Edisi Keempat. Sondang. 2. 2004. Vol. Canadian and French Men’s Consumption of Cosmetics: A Comparison of Their Attitudes and Motivations.ac. 2005. Jonathan. (http//www. Surabaya: Unesa University Press. No. Pengantar Statistik Untuk Penelitian Pendidikan. Consumer Behavior. USA: Allyn and Baccon. Andi Offset. 2009. Mariam. 8th edition.id. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Ujang.com. Vol. 2006. Sekaran. dan R&D). Hatane. Teori dan Praktik Riset Pemasaran dengan SPSS. Bandung: PT. Consumer Behaviour. Vol.com.wordPress. diakses 10 Oktober 2009). Consumer Behaviour. Michael.. Agus. Bandung: Rosda. Sarwono. Mangkunegara. Sugiyono.Management (online). Michael. Alfabeta Sumarwan. Panduan Penulisan dan Penilaian Skripsi. Edisi Kelima.org/wiki/Batik. 5 April 2010 http://id. 2002. Consumer Behaviour. 2001. (http://puslit. Schiffman. 147-163. New York: Macmillan. Jakarta: Erlangga. New Jersey. Uma.com. Edisi I. 2003. Perilaku Sutisna. C dan Minor. Schiffman. diakses 5 Oktober 2009 http://www. 2007. Mowen. 2001. Edisi Empat. “The Concept and Application of Life Style Segmentation” dalam Journal of Marketing. diakses 20 Desember 2010). Perilaku Konsumen. Bandung: CV. Jakarta: PT. Solomon. 1974. 2007. Yogyakarta: CV. 2. Sosial. Inc. Joseph. Jakarta: Prenada Media. diakses 25 Oktober 2009).emeraldinsight. John C.Ghalia Indonesia. Kanuk. Budaya Visual Indonesia. (http://puslit. Gramedia Pustaka Utama. diakses 6 November 2009). 2009. 2002. Segmentasi Gaya |Hidup Pada Mahasiswa Program Studi Pemasaran Universitas Kristen Petra. Nugroho. Souiden. 2. dan Sunarto. Copyright @ PT. dkk. Jakarta: PT Penerbit Erlangga.emeraldinsight. Setiadi. 12 No. 26. & Leslie L.petra. diakses 20 November 2009 http://www. Bilson. No. Perilaku Konsumen: Konsep dan Implikasi Untuk Strategi Penelitian Pemasaran. dan Bisnis. 2006. 2. No. l. 2008pp. Oktober 2007: 73-80. Naresh K. 2004. Malhotra. Konsumen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful