Influence of Lifestyle on Purchase of Decision Danar Hadi Batik Clothing (Studies on female consumer in Danar Hadi’s Outlet in Diponegoro

Surabaya) By: Ratna Yuliana UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ABSTRACT Products and services consumers accepted or rejected based on the extent to which they considered relevant to the needs and lifestyles. Consumers may ignore the words of marketers (Engel et al, 1995:9). "Certain attitudes held by consumers toward a particular object (eg the brand of a product) can reflect the style of life" (Ilmiyah et. Al.: 2007). "The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption of consumer behavior" (Hawkins in Kucukemiroglu et. Al., 2003:213). It represents a lifestyle having a major impact on purchasing and consumption behavior of consumers. "From time to time an individual's lifestyle and particular group of people will move dynamically. However, lifestyle is rapidly changing, so that at a certain time is relatively permanent lifestyle "(Setiadi, 2003:148). This study aims to determine and analyze the influence of lifestyle on purchase decisions batik Danar Hadi Diponegoro, Surabaya. Population in this research is that consumers batik Danar Hadi Surabaya Diponegoro who make purchases for their own consumption. The sample in this study amounted to 100 people, based on the theory of Freankel and Wallen and Aaker. Soetrisno (2001: 73) argues that there is no absolute determination what percentage of the sample to be taken from the population so no need to cast doubt on the researcher. From the research that has been done can be seen that the coefficient of multiple determination or R Square of 0.695 means that the magnitude of the contribution of independent variable influence of lifestyle on the dependent variable is the purchase decision is 69.5%. While the rest 30.5% are influenced by other variables outside. From the above analysis and discussion can be seen that lifestyle has a significant influence on purchase decisions. This is evident by the level of significance for lifestyle variables is 0.000 < 0.05 or 5%.

Keywords: Lifestyle, Purchasing Decision And Batik Danar Hadi Surabaya

5% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model.Pengaruh Gaya Hidup terhadap Keputusan Pembelian Pakaian Batik Tulis Danar Hadi (Studi Konsumen Wanita Pada Outlet Danar Hadi Diponegoro Surabaya) Oleh : Ratna Yuliana UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ABSTRAK Produk dan jasa diterima atau ditolak konsumen berdasarkan sejauh mana keduanya dipandang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka..al.5%. Kata Kunci : Gaya Hidup. “The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption behavior of consumer” (Hawkins dalam Kucukemiroglu et.. Artinya adalah gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen.:2007). “dari masa ke masa gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis.000 < 0. al.695 berarti bahwa besarnya kontribusi pengaruh variabel bebas yaitu gaya hidup terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian adalah sebesar 69. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian batik tulis Danar Hadi Diponegoro Surabaya. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. 1995:9). Dari analisis dan pembahasan di atas dapat diketahui bahwa gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal ini terbukti dengan tingkat signifikansi untuk variabel gaya hidup adalah 0. al.05 atau 5%. Namun demikian gaya hidup tidak cepat berubah. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa dari nilai koefisien determinasi berganda atau R Square sebesar 0. 2003:148). dengan berdasarkan teori dari Freankel dan Wallen serta Aaker. Soetrisno (2001: 73) berpendapat bahwa tidak ada ketetapan mutlak berapa persen sampel yang harus diambil dari populasi sehingga tidak perlu menimbulkan keraguan pada peneliti. Konsumen dapat mengabaikan yang dikatakan oleh pemasar (Engel et. 2003:213). Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen batik Danar Hadi Diponegoro Surabaya yang melakukan pembelian untuk dikonsumsi sendiri. Sedangkan sisanya 30. “Sikap tertentu yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu objek tertentu (misalnya merek suatu produk) bisa mencerminkan gaya hidupnya” (Ilmiyah et. Keputusan Pembelian Dan Batik Danar Hadi Surabaya . sehingga pada kurun waktu tertentu gaya hidup relatif permanen” (Setiadi.

Peran nilai estetik tersebut tidak hanya sebagai pengayaan ragam hias batik saja. Gaya hidup merupakan kombinasi dan totalitas cara. minat. seperti pesta pernikahan. Mulanya memang kelompok terbatas. Batik bergaya muda rupanya mengena di hati peminat mode. Gaya hidup menggambarkan ”keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya. Menurut Kotler (2005:210) Gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai pola hidup seseorang di dunia yang terungkap pada aktifitas. Sutisna (2002:145) mengemukakan bahwa gaya hidup diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas). pilihan. Latar Belakang Masalah Di tengah gaya hidup berbusana global yang masuk ke Indonesia. Berdasarkan kecintaan pada batik.com/2009) ada 10 tipe karakteristik gaya hidup konsumen Indonesia. orientasi pada konteks. gengsi. . Gaya hidup seseorang menunjukkan pola kehidupan orang yang bersangkutan yang tercermin misalnya dalam kegiatan sehari-hari. apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan). baik dikalangan pejabat pemerintah. perilaku. upacara pembukaan pameran. Gaya hidup dapat dipahami sebagai sebuah karakteristik seseorang secara kasat mata. minat dan opininya. Bukan baru sekali ini batik popular menjadi gaya hidup kosmopolitan.org/wiki/Batik). Batik sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia mempunyai nilai yang tinggi dan abadi sepanjang masa. religius. Ketika itu gaun batik sutra bercorak bunga hokokai. Meskipun sejumlah ragam hias batik tersebut mulai menghilang. dan kegiatan lainnya yang sebelumnya cenderung mengenakan jas. tetapi juga memberi kontribusi terhadap proses pemberdayaan produk batik secara lebih luas. ringan dan disukai masyarakat (http://id. dan kurang peduli lingkungan. 2007:196).handiirawan. Konsep gaya hidup apabila digunakan oleh pemasar secara cermat. 2004:10). 2007:201). Meluasnya busana batik dalam beberapa dekade terakhir berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. pemunculan batik dengan gaya trendi memang sangat menarik perhatian. yang diperkaya tinta emas prada. dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia sekitarnya (pendapat). Peminatnya dari berbagai kalangan. pengrajin batik berupaya untuk mengangkat batik untuk menjadi bagian penting dalam dunia fashion saat ini. Di dalam tubuh masyarakat berkembang kebiasaan baru untuk memakai busana batik modern pada acara-acara resmi. 2007:73). kuat di subculture. tata. maupun masyarakat pada umumnya dalam wujud desain yang semakin beragam. Nilai-nilai estetik modern selama satu abad telah memiliki peran yang lebih bermakna dalam mempertahankan dan menganekaragamkan produk batik dan ragam hias batik di dalam masyarakat indonesia. kebiasaan. Hal itu merupakan fakta-fakta penguatan budaya lokal dalam kehidupan masyarakat modern di perkotaan dan indikasi terciptanya gaya hidup untuk menggunakan pakaian batik (Agus Sachari. Namun kini sudah mulai mewabah di kalangan umum. para sosialita dan selebriti. Namun tetap harus dilakukan upaya untuk melestarikannya. sang maestro batik Iwan Tirta menaikkan gengsi kain tradisional itu menjadi gaun malam mewah dan elegan. para pegawai negeri sipil. makna yang diperoleh dari bentuk-bentuk persilangan budaya. suka merek luar negeri.wikipedia. tidak terencana. Baju dari tekstil tradisional yang dirancang modis ternyata bisa tampil segar. tetaplah merupakan proses pemantapan jati diri bangsa melalui nilai-nilai estetik yang dihasilkannya (Agus Sachari. gagap teknologi. yaitu: berpikir jangka pendek. pertemuan para pejabat tinggi negara.com). kelas sosial dan pekerjaan yang sama dapat mempunyai gaya hidup yang berbeda. Demikian pula muncul kewajiban para siswa sekolah dasar dan menengah setiap satu minggu sekali untuk memakai pakaian batik. yaitu dengan menciptakan kreasi batik dalam bentuk desain produk yang lebih modern. Pandangan lama tentang batik kian berubah.wordPress. dengan tetap memperhatikan makna dari batik tersebut (www. maupun inovasi-inovasi baru yang terjadi pada batik modern. sangat digemari ibu-ibu kelas atas sebagai gaun malam (SwaBerita. serta objek-objek yang mendukungnya. yang menandai sistem nilai.BAB I PENDAHULUAN A. Orang yang berasal dari subkultur. suka berkumpul. dan pendapatannya terhadap sesuatu hal yang sudah melekat pada diri personal seseorang.com). dapat membantu untuk memahami niali-niali konsumen yang terus berubah dan bagaimana nilainilai tersebut dapat mempengruhi perilaku konsumen. serta sikap terhadap diri sendiri dan lingkungannya. Menurut (Handi Irawan D. Produk dan jasa diterima atau ditolak konsumen berdasarkan sejauh mana keduanya dipandang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Di era 1970-an. 1998:225). Gaya hidup akan mempengaruhi keinginan seseorang untuk berperilaku dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang (Kasali. (Bilson Simamora. www. dalam pelaksanaanya dilandasi oleh sistem nilai atau sistem kepercayaan tertentu (Piliang dalam Agus Sachari.

hal ini akan menambahkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap Batik sebagai warisan budaya Indonesia (http://id. and lifestyle dimentions in targeting consumers” (Rocha et. Artinya adalah gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. Batik tulis Danar Hadi mempunyai nilai seni yang tinggi dan ekslusif. Gaya hidup yang dimiliki seseorang akan mempengaruhinya dalam keputusan pembelian suatu produk. identity.org/wiki/Batik). pasar swalayan atau mall. keputusan pembelian adalah pengambilan keputusan oleh konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk diawali oleh adanya kesadaran atas pemenuhan kebutuhan dan keinginan yang oleh Assael disebut need arousal. merawat kecantikan di salon. Jejaknya tercermin dalam ragam corak batik di pesisir utara pulau Jawa maupun di pusat aristokrasi Surakarta dan Yogyakarta. Hal ini mencerminkan kebutuhan sekunder konsumen wanita sangat besar . 2008:148). Menurut data BPS Jawa Timur (tahun 2009) jumlah wanita di Jawa Timur sebesar 1.wikipedia. Namun demikian gaya hidup tidak cepat berubah. Psikografik adalah suatu instrument untuk mengukur gaya hidup. Berdiri tahun 1967. Outlet penjualan batik Danar .. (Copyright PT.. (Sumarwan. Pada batik tulis pengerjaanya memakan waktu yang lama. Bahan baku yang dipergunakan selain kain mori untuk kain-kain tradisional. dan opini (opinion). umumnya berpendidikan tinggi. “The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption behavior of consumer” (Hawkins dalam Kucukemiroglu et. sedangkan dari Arab dan Persia datang nuansa Islami. termasuk dalam produk pakaian. al. dan kebanyakan single atau menunda perkawinan sampai usia 30-an. Setiap tahunnya selalu ada tren-tren busana untuk wanita. yang memberikan pengukuran kuantitatif. Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB. membeli baju jadi (office dress/casual). Batik Danar Hadi). 2003:148). dan sesekali membeli baju rancangan desainer. Hal ini juga diperkuat oleh fenomena yang dikemukakan oleh Kartajaya (2005:15) “bahwa dalam belanja wanita sering bersikap irasional”. Batik Danar Hadi adalah perusahaan induk yang dibentuk oleh Bapak dan Ibu Santosa Doellah.mereka biasanya masih mengandalkan tukang jahit tertentu. namun untuk menghadiri pesta. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pakaian adalah barang apa yang dipakai (baju. memiliki tabungan dengan kartu ATM. sehingga pada kurun waktu tertentu gaya hidup relatif permanen” (Setiadi. Sedangkan keputusan pembelian menurut Sutisna (2002:15). Batik Indonesia juga banyak diminati konsumen wanita Indonesia. Di kota metropolitan Surabaya. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen wanita memiliki prospek yang tinggi dalam pembelian busana atau pakaian bati tulis. “dari masa ke masa gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis. dan dimensi gaya hidup mereka. filosofi. 2003:213). Konsep yang terkait dalam dengan gaya hidup adalah psikografik. Dari Cina dan India datang pengaruh Hindu dan Budha. Seni membatik adalah teknologi kuno. Bahwa wanita Indonesia semakin emosional dalam berbelanja. “Emphasised the importance in understanding behavioural preference in fashion and clothing consumption based on physical. minimal D3 atau akademi. Psikografik sering diartikan sebagai AIO . Setelah mendapat pengakuan dari UNESCO. di tanah Jawa batik berkembang menjadi ekspresi yang mengakar pada mitologi.678 juta jiwa. UNESCO. al. (jumlah penduduk wanita terbanyak yakni di Surabaya Selatan tepatnya di kecamatan Sawahan sebesar 95. Salah satunya dalam mempengaruhi keputusan pembelian seseorang terhadap pakaian. dalam Hsu dan Chang. yang terdiri dari aktivitas (activities). Berkembang di Indonesia sejak abad silam. “Sikap tertentu yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu objek tertentu (misalnya merek suatu produk) bisa mencerminkan gaya hidupnya” (Ilmiyah et. akhir pekan melakukan makan siang/malam di luar (restoran) dan atau menonton sinema. al. 2002:58). Artinya adalah Rocha menekankan pentingnya mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam memilih mode pembelian baju berdasarkan pada keadaan fisik. minat (interest). karena menggunakan canting dan prosesnya berulangulang. 1995:9). Berikut ciri-ciri wanita menurut majalah Femina (dalam Kasali. batik tulis tersebut menggunakan bahan dari Sutera ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Untuk mencapai hal tersebut. berbelanja di department store. akhirnya batik berhasil memperoleh pengakuan dari Organisasi Pendidikan.Konsumen dapat mengabaikan yang dikatakan oleh pemasar (Engel et.al. pada khususnya hadir untuk memperkaya perkembangan seni membatik dan pada umumnya usaha batik di Indonesia. 2003:453-455): Wanita bergaya hidup kota besar. Batik Danar Hadi terus menerus bekerja keras untuk meningkatkan karyanya. Tujuan kelompok usaha Batik Danar Hadi adalah menyumbangkan sesuatu yang bernilai terhadap seni tradisional yang terkenal sebagai ungkapan kehidupan serta filosofi budaya Jawa.311. begitu juga seni pembuatan kain itu sendiri. motif berdimensi dan terdapat warna pada kedua sisi. Baru-baru ini pada tahun 2009 tepatnya tanggal 2 Oktober. sebagai warisan budaya milik Indonesia di dunia. identitas.305 juta jiwa). lambang dunia seputar siklus kehidupan. celana).:2007).

menggunakan uangnya dan memanfaatkan waktu yang dimilikinya (Sumarwan. interests. Gaya hidup menggambarkan ”keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya. di outlet Diponegoro menunjukkan kelengkapan dibanding outlet-outlet yang lain seperti: hiasan-hiasan patung jawa. 1999:174).Hadi berkembang pesat.handiirawan. hingga konsumen harus berpikir untuk mencari solusi dalam jangka pendek dulu. yaitu: 1. Gaya Hidup Konsumen Indonesia Menurut (Handi Irawan D. dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia di sekitarnya (pendapat). Piliang dalam Agus Sachari (2007:73) Gaya hidup mencerminkan pola konsumsi yang meggambarkan pilihan seseorang bagaimana ia menggunakan waktu dan uang (lifestyle refers to a pattern of consumption reflecting a persons’s choices of how he or she spend time and money. Batik Danar Hadi). 2002:56). Gaya hidup dapat dipahami sebagai sebuah karakteristik seseorang secara kasat mata. Landasan Teori 1. and how they allocate their time (Mowen dan Minor. yaitu bagaimana mereka hidup. apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan). maka diajukan judul penelitian ”Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian Pakaian Batik Tulis Danar Hadi” (studi konsumen wanita pada outlet Danar Hadi Diponegoro Surabaya). ”Gaya hidup didefinisikan sebagai pola di mana orang hidup dan menghabiskan waktu serta uangnya” (Engel dkk. how they spend their money. Dampak dari . (Solomon. Apakah gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Batik tulis Danar Hadi? BAB II KAJIAN PUSTAKA C. pilihan. Tetapi batik Danar Hadi di Jalan Diponegoro Surabaya adalah outlet terbesar di wilayah Jawa Timur dan penjualannya yang menunjukkan trend peningkatan yang positif dan dari segi banyak variant pakaian batik yang ditawarkan. 2. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup lebih menggambarkan perilaku seseorang. gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai cara hidup yang diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas). serta sikap terhadap diri sendiri dan lingkungannya. yang menandai sistem nilai. and opinion). 1994:383). Gambar 1 Grafik perbandingan penjualan antara Batik Danar Hadi dan Batik Keris 300 250 200 150 100 50 0 Danar Hadi Keris Sumber: PT. Selain didorong oleh sulitnya cash flow rumah tangga. minat dan opini dari seseorang (activities. mulai dari supermarket maupun toko-toko khusus yang didirikan untuk menjual batik Danar Hadi. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. tata. konsumen selalu membeli berdasarkan budget. kain jarit dan batik Madura (yang tidak ada di outlet Tunjungan Plaza). (Copyright PT. www. fenomena ini juga didorong oleh perhitungan yang hanya melihat kebutuhan jangka pendek. meski sebenarnya mereka mampu untuk membeli yang lebih besar. Gaya Hidup Menurut Sutisna (2002:145). tas batik. kebiasaan. Lifestyle denotes how people live. minat dan opininya. B. 1998:220). Kondisi ini juga dibentuk oleh kondisi ekonomi makro yang mengakibatkan penurunan daya beli pada masyarakat. maka rumusan masalah ini adalah sebagai berikut: 1. Hal ini nampak dari kecenderungan mereka membeli sesuatu dalam kemasan-kemasan kecil. yakni mendapatkan barang dengan cara cepat. Berpikir jangka pendek (short term) Salah satu indikasi besarnya konsumen yang punya pikiran jangka pendek ini adalah maraknya kredit konsumsi. Gaya hidup merupakan kombinasi dan totalitas cara. Danar Hadi Berdasarkan latar belakang di atas. serta objek-objek yang mendukungnya.com:2009) ada 10 tipe karakteristik gaya hidup konsumen Indonesia. Sumarwan (2002:57) menjelaskan bahwa gaya hidup seringkali digambarkan dengan kegiatan. dalam pelaksanaanya dilandasi oleh sistem nilai atau sistem kepercayaan tertentu. Menurut Kotler (2005:210) Gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai pola hidup seseorang di dunia yang terungkap pada aktifitas. Indikator lainnya adalah.

Maka wajar jika seseorang ingin dianggap sukses. tidak demikian dengan konsumen Indonesia yang menempatkan faktor lingkungan di urutan terbawah. menghibur. fitness center. tidak susah. tetapi mereka lebih percaya diri dengan menggunakan ”merek luar” agar dikira sebagai produk luar negeri. Ketika membeli seringkali mereka tidak mengerti kegunaan dari barang yang dibelinya secara detil. akibatnya merek dari luar begitu mendominasi pasar di Indonesia dibandingkan merek lokal. Ketiga.2. sikap gengsi ini muncul karena pertama. tetapi sebagian besar dari konsumen kita masih banyak yang gaptek (gagap teknologi). kita masih menganut budaya feodal yang menciptakan kelas-kelas sosial. Peneliti mengambil penelitian yang dikhususkan pada pakaian Batik tulis di Danar . Dari 7-8% di Indonesia itu pun sebagian besarnya dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak produktif. Gagap teknologi Tidak semua memang. Maka tidak heran. Pada tahun 2005 misalnya. Yang penting mereka terlihat modern. akan tetapi banyak juga yang terbukti tidak efektif. 6. dan kebiasaan kedaerahan ternyata masih cukup berpengaruh. alasan-alasan konsumen membeli sebuah produk relatif tidak terlalu jauh berbeda di manapun. Kuat di Subkultur Unsur etnis. Banyak pendapat. Meskipun secara umum. perkembangan tekhnologi dan informasi yang berbeda. fanatisme. Masyarakat kita masih memandang inferior terhadap diri sendiri. jika arena-arena berkumpul dan klub-klub seperti kafe. Kedua. masyarakat Indonesia cenderung memilih informasi yang ringan. Mereka cenderung enggan merencanakan sesuatu jauhjauh melakukan impulse buying atau langsung membeli di tempat. masyarakat kita mengukur kesuksesan dengan materi dan jabatan. Setiap daerah memiliki kekhasan. 7. 9. ringkas dan mudah dicerna. Hal ini mendorong orang untuk saling pamer. Adanya perbedaan subkultur ini seringkali juga menyebabkan tidak semua merek nasional bisa menguasai semua di medan pertempuran. Dalam hal kebutuhan akan informasi misalnya. membuat wawasan konsumen juga berbeda. konsumen Indonesia lebih mudah ”terhipnotis” iklan dan kemasannya dibanding di negara lain. Terutama di bidang IT. Kurang peduli lingkungan Banyak perusahaan Indonesia yang memposisikan produknya sebagai produk yang ramah lingkungan. Jauh berbeda dengan AS yang mencapai 73%. Gengsi Menurut Handi Irawan sendiri. seperti membuka situs-situs yang tidak mendidik. sangat marak di Indonesia. 10. Terlebih mayoritas penduduknya adalah Islam. 5. Kecenderungan ini mengakibatkan konsumen mudah untuk menerima dan dipengaruhi oleh informasi di media tanpa keinginan untuk mencari kebenaran berita itu. Suka berkumpul Kebiasaan suka berkumpul sudah melekat dalam budaya konsumen kita. Hanya saja. Dari pemaparan di atas mengenai gaya hidup. konsumen kita suka bersosialisasi. 8. rumah. 4. Masyarakat kita memang memiliki kehidupan sosial yang kuat. dia harus memiliki atributatribut kesuksesan seperti mobil. Orientasi pada konteks Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya. Religius Konsumen Indonesia sangat peduli terhadap isu agama. Meski sudah ada beberapa produsen dalam negeri. pengguna internet di Indonesia baru mencapai 7-8% dan seluruhnya adalah masyarakat perkotaan. Isu ini bisa menjadi sangat sensitif dan sangat mempengaruhi minat beli masyarakat. Seperti itu sepuluh karakter konsumen Indonesia yang unik dan mungkin sangat berbeda dengan konsumen di luar negeri. kalau orang Indonesia punya minat baca yang lebih rendah daripada negara lain. Kebiasaan lainnya adalah selalu melakukan tindakan yang mendekati limit waktu yang disediakan. Berbeda dengan Negara Barat yang khas dengan individualitiknya. Merek luar negeri di persepsi lebih baik dan bergengsi dibanding buatan negeri sendiri. Terutama membaca literatur yang padat berisi ilmu dan pengetahuan. Menurut seorang praktisi periklanan. berpikir jangka pendek ini juga membuat konsumen kita cepat lupa. di dunia ini yang sama-sama sudah menjadikan materialisme sebagai bagian hidupnya. 3. dll. Jika di luar negeri faktor lingkungan menempati ranking atas. yang sangat memperhatikan aspek kehalalan pada suatu produk. Perilaku gengsi ini tercermin dari perilaku membeli yang kadang tidak benar-benar dibutuhkan. Suka merek Luar Negeri Kebanyakan alasannya adalah image dan kualitas. PDA. Tidak terencana Salah satu kebiasaan ini terlihat saat belanja dan pergi ke ritel-ritel modern. credit card.

2005:220) yaitu: AIO di dalam studi psikoggrafik mungkin bersifat a. maka peluang 2004:292) menyebutkan tiga tipe pengambilan anda untuk membeli mobil yang lebih mahal keputusan : 1. bahwa. Hasil dari sebagai pengukuran AIO (activity. konsumen atau jasa. oleh konsumen untuk melakukan pembelian suatu Psikografik analisis biasanya dipakai untuk melihat produk diawali oleh adanya kesadaran atas segmen pasar. dan opini. opinion). Pembeli : orang yang melakukan pembelian yang sesungguhnya. Namun. preferensi mengenai gaya hidup dapat dilakukan dengan dan niat pembelian tidak selalu menghasilkan psikografik (psychographic). minat. Psikografik adalah pilihan pembelian yang aktual. pesaing dekat mungkin menurunkan harganya. Didalam kedua jenis. Pernyataan Keputusan Pembelian (Kotler. dan dimana Armstrong (2008:181). Psikografik (psychographic) adalah suatu jumlah pembelian. c. istilah yang digunakan secara dapat diteliti. pakaian mahal. kejadian tak terduga bisa mengubah niat pembelian.diharapkan. konsumen menentukan peringkat merek dan membentuk niat pembelian. Psikografik adalah mengkombinasikan pengukuran kuantitatif gaya hidup. bagaimana cara membeli. d. sosial. Pemakai : seseorang yang mengkonsumsi atau menggunakan produk atau jasa tertentu. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan menggambarkan segmen konsumen dalam hal kehidupan mereka. dan menggunakan teori dari Kotler yang terdiri dari. penting bagi anda berpikir bahwa anda seharusnya membeli mobil yang paling murah.keinginan berperilaku. dua faktor bisa berada antara niat pembelian dan keputusan pembelian. Pemecahan masalah diperluas biasanya di Faktor kedua adalah faktor situasional yang lakukan pada pembelian barang-barang tahan tidak diharapkan. Psikografik sering diartikan dan memilih salah satu di antaranya. Ada lima Peran yang dimainkan dalam dipertukarkan dengan psikografi. Peneliti beranggapan pada teori dari Kotler sudah mewakili berdasarkan fenomena obyek yang Sumarwan (2002:58). akan membeli. Analisis psikografik sering juga pemenuhan kebutuhan dan keinginan yang oleh diartikan sebagai suatu riset konsumen yang Assael disebut need arousal. dimana image gaya hidup sangat melekat pada penggunaan obyek peneliti yang akan diteliti. Keputusan Pembelian keputusan pembelian – apakah membeli. setuju. (pembelian menurut kebiasaan) instrumen untuk mengukur gaya hidup. keputusan pembelian menurut (Setiadi. Oleh karena itu. dalam tahap evaluasi. peralatan elektronik. tetapi e. atau sangat tidak setuju. . Tipe Pengambilan Keputusan Schiffman dan Kanuk dalam (Sumarwan. Pemecahan Masalah yang Diperluas berkurang. Faktor pertama adalah sikap orang lain. proses pengintegrasian ini adalah suatu pilihan (choice). pengukuran mobil yang anda sukai. tidak b. biasanya diberi skala Likert dimana orang ditanya apakah mereka sangat setuju. ekonomi. mengacu pada pengukuran kegiatan. Pengambil keputusan : orang yang mengambil keputusan mengenai setiap komponen 4. AIO. ekonomi mungkin memburuk. activity questions meminta kepada konsumen untuk mengin Mowen dan Minor (2001:283) mengukur gaya hidup denganyang disajikan secara kognitif sebagai pandangan dan perasaan konsumen mengenai topik. yang memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai keputusan pembelian adalah pengambilan keputusan untuk menganalisis data yang sangat besar. setuju. Sehingga peneliti dalam penelitian ini topik peristiwa dunia. Sedangkan menurut Sutisna (2002:15) suatu instrumen untuk mengukur gaya hidup. keputusan pembelian (purchase decision) konsumen adalah membeli merek yang paling disukai. lokal. atau seorang teman mungkin memberi tahu anda bahwa ia pernah kecewa dengan 3. niat pembelian berdasarkan faktor-faktor seperti rumah. Konsumen mungkin membentuk lama dan barang-barang mewah seperti mobil. Pemberi pengaruh : orang yang pandangan atau sarannya mempengaruhi keputusan. Ujang terkenal. tidak Keputusan Pembelian menurut Kotler dan membeli. Jika seseorang yang mempunyai arti 5. interest. moral. netral. pendapatan. Sebagai contoh. Pengukuran Gaya Hidup Menurut Sumarwan (2002: 58-64). harga dan manfaat produk yang Hadi Diponegoro Surabaya. yang meliputi. kepribadian dan mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternative. Pada umumnya. pekerjaan dan aktivitas lainnya. Pencetus : orang yang pertama kali mengusulkan gagasan untuk membeli produk umum atau spesifik. demografik konsumen. produk yang sudah mereka ketahui dan memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai produk yang menurut mereka mereknya sudah untuk menganalisis data yang sangat besar. Psikografik berarti menggambarkan (graph) 2003:415) adalah proses pengintegrasian yang pengetahuan untuk psikologi konsumen (psyco).

Memiliki tabungan dengan kartu ATM. Merawat kecantikan di salon. perbedaaan individu. b. Konsumen akan mencari informasi yang tersimpan di dalam ingatan (pencarian internal) dan mencari informasi dari luar (pencarian eksternal). Konsumen hanya membutuhkan tambahan informasi untuk bisa membedakan antara berbagai merek tersebut. dan sesekali membeli baju rancangan desainer. Akhir pekan melakukan makan siang/malam di luar (restoran) dan atau menonton sinema. Umumnya berpendidikan tinggi. d. program-program pendidikan. Konsumen akan mengurangi jumlah alternatif merek yang akan dipertimbangkan lebih lanjut. g. mereka biasanya masih mengandalkan tukang jahit tertentu. konsumen membandingkan berbagai pilihan yang dapat memecahkan masalah yang . perubahan situasi. Menentukan Pilihan Produk Proses pemilihan alternatif tersebut akan menggunakan berbagai teknik pemilihan. Produk- 6. Dalam kehidupan ini. Wanita sebagai Konsumen Menurut (Kasali. perabotan rumah tangga dan alat-alat kecantikan. 2003:453-455): a. Pencarian Informasi Pencarian informasi mulai dilakukan ketika konsumen memandang bahwa kebutuhan tersebut bisa dipengaruhi dengan membeli dan mengkonsumsi suatu produk. b. minimal D3 atau akademi. Wanita bukan hanya memerlukan informasi tentang barang-barang konsumsi sehari-hari. dihadapinya. konsumen akan mendapatkan sejumlah merek yang dipertimbangkan. yang mengharuskan membuat pilihan yang tepat. travel/pariwisata. konsumen akan melakukan pencarian informasi yang intensif serta melakukan evaluasi terhadap beberapa atau banyak alternatif. konsumen telah memiliki kriteria dasar untuk mengevaluasi kategori produk dan berbagai merek pada kategori tersebut. Evaluasi Alternatif Sumarwan (2004: 301) evaluasi alternatif adalah ”proses mengevaluasi pemilihan produk dan merek. e. jasa-jasa perbankan. dan sebagainya. Dengan semakin majunya pendidikan wanita. 2004: 294) pengenalan kebutuhan terdiri dari : waktu. real estate. c. Decision rules adalah teknik yang digunakan konsumen dalam memilih alternatif produk atau merek.2. Kebanyakan single atau menunda perkawinan sampai usia 30-an. dan memilihnya sesuai yang diinginkan konsumen”. Berbelanja di department store. melainkan juga produk-produk seperti otomotif. Konsumen seringkali hanya mereview apa yang telah diketahuinya. Konsumen hanya membutuhkan informasi yang sedikit. Pada tahap ini konsumen membentuk kepercayaan. transportasi udara. pengaruh pemasaran. Adapun produk-produk yang direkomendasikan untuk gaya hidup wanita dewasa masa kini yang dibutuhkan atau diputuskan oleh kaum wanita Indonesia yang cenderung berpendidikan. Membeli baju jadi (office dress/casual). 2003:452-453). Ia juga telah memiliki standar untuk mengevaluasi merek. Namun konsumen belum memiliki preferensi tentang merek tertentu. wanita adalah manajer pembelian untuk bermacam-macam jenis dan kategori barang dan jasa. Dalam kondisi seperti ini. Pemecahan Masalah Rutin Konsumen telah memiliki pengalaman terhadap produk yang akan dibelinya. Berikut ciri-ciri wanita menurut majalah Femina (Kasali.Langkah Keputusan Pembelian Konsumen ”Sumarwan (2004:294) keputusan membeli atau mengkonsumsi suatu produk dengan merek tertentu akan diawali oleh langkah-langkah sebagai berikut : a. Pengenalan Kebutuhan Suatu keadaan dimana terdapat perbedaan yang diinginkan dan keadaan yang sebenarnya terjadi. Evaluasi alternatif muncul karena banyaknya alternatif lain yang muncul karena banyaknya alternatif pilihan. Blackwell dan Miniard dalam (Sumarwan. Langkah . sikap dan intensinya mengenai alternatif produk yang dipertimbangkan tersebut. e. f. konsumsi produk. Kebutuhan harus diaktifkan terlebih dahulu sebelum ia bisa dikenali. c. dan menjaga penampilannya. Wanita bergaya hidup kota besar. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengaktifan kebutuhan menurut Engel. produk-produk yang di masa-masa lalu hanya layak ditargetkan untuk pria sekarangpun berpotensi besar ditargetkan kepada kaum wanita. Termasuk didalamnya adalah keputusan yang dianggap penting seperti berlibur. h. Pemecahan Masalah yang Terbatas Pada tipe keputusan ini. Pada evaluasi alternatif. 3. pemilihan produk. 7. namun untuk menghadiri pesta. pasar swalayan atau mall. Menentukan Alternatif Pilihan Pada proses evaluasi kriteria. menghargai waktu. d. berorientasi kepada karir atau keluarga.

Mempunyai uang saku Rp 50. Artinya gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. Dikarenakan seseorang memandang gaya hidup sebagai pusat dari proses konsumsi. Gaya hidup (X1) Gaya hidup adalah suatu pola di mana orang menghabiskan waktu dan uangnya dalam membeli pakaian batik tulis Danar Hadi. and lifestyle dimentions in targeting consumers” Artinya adalah Rocha menekankan pentingnya mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam memilih mode pembelian baju berdasarkan pada keadaan fisik. elektronik (durables). Menyukai acara musik (MTV) dan film-film seri. 1. Dimensi yang digunakan memfokuskan pada preferensi dan prioritas konsumen berkaitan dengan keluarga dan penggunaan pakaian batik tulis Danar Hadi. al. . secara halus. department store. Hubungan Gaya Hidup dan Keputusan Pembelian Menurut Irawan dan Wijaya (1996:340) jika gaya hidup akan mempunyai dampak besar kepada perilaku pembelian seseorang. Rocha et.2) Adalah tingkat kegairahan yang menyertai perhatian khusus maupun terus menerus kepada pakaian batik tulis Danar Hadi. perilakunya dan perilaku pembeliannya. Namun gaya hidup secara berkala menyediakan motivasi dasar dan panduan untuk pembelian tapi tidak secara langsung. 2005:213). (1995:9) “produk dan jasa diterima atau ditolak konsumen berdasarkan sejauh mana keduanya dipandang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka”. jasa-jasa keuangan (termasuk asuransi). c. al. d. perilaku pembelian konsumen. dan dimensi gaya hidup mereka. “The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption behavior of consumers” (Hawkins dalam Kucukemiroglu. pendidikan dan budaya. menghabiskan dua sampai enam jam di depan televisi setiap hari. Ketertarikan (X1. 2008:148) “Emphasised the importance in understanding behavioural preference in fashion and clothing consumption based on physical. Sedangkan Hawkins dan Coney dalam (Fatmanovita. identity. Menurut (Ilmiyah et.3) Adalah ”jawaban” lisan atau tertulis yang orang berikan sebagai respon terhadap situasi stimulus di mana semacam ”pernyataan” diajukan tentang pakaian batik tulis Danar Hadi. Dimensi yang digunakan adalah meminta kepada konsumen untuk mengindikasikan dalam kegiatan aktifitas bekerja. b. Konsumen jarang secara jelas mengetahui peranan gaya hidup dalam keputusan pembeliannya. identitas. Pendapat (X1.produknya antara lain adalah fashion (pakaian dan aksesoris bermerek kuat). dan perlengkapan untuk bekerja. citarasa. untuk mengetahui area spesifik dari kehidupan konsumen. Dimensi yang digunakan adalah menyelidiki pandangan dan perasaan konsumen tentang batik tulis Danar Hadi yang berkaitan dengan masalah sosial. Senang jalan-jalan di mall dan mengobrol bersama teman-teman (bersosialisasi). perubahan kebiasaan. kendaraan. Gaya hidup memiliki indikator sebagai berikut: a. dan belanja pakaian batik. Aktivitas (X1.1) Adalah tindakan nyata yang dilakukan seseorang dengan pakaian batik tulis Danar Hadi. Sedangkan menurut Kasali (1998:225) gaya hidup akan mempengaruhi keinginan seseorang untuk berperilaku dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang. Hal ini akan menentukan banyak dari keputusan pembelian konsumen. Jadi menurut pernyataan-pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara gaya hidup akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian. BAB III METODE PENELITIAN D. Suka mendengar radio khususnya informasi tentang musik sebagai alternative kedua setelah televisi. kosmetika. (Hsu dan Chang. ekonomi. Definisi Operasional Variabel yang akan diteliti adalah gaya hidup sebagai variabel x (independent) dan keputusan pembelian sebagai variabel y (dependent). hotel dan pariwisata. 2003:458).000 satu bulan. yang akan berputar kembali pada gaya hidup konsumen. Selain itu menurut Majalah Gadis (dalam Khasali. Analisis gaya hidup dapat berguna bagi pemasar 8. Restoran: fasfood khususnya burger. Lebih lanjut Assael dalam (Fatmanovita. furniture. komunitas.000 sampai Rp 100. c. e. Menurut Engel et. seperti perilaku diluar rumah. ciri-ciri psikografis wanita perkotaan antara lain: a. telekomunikasi. 2006) Gaya hidup berpengaruh pada pembelian. b. barang-barang konsumsi dan perlengkapan rumah tangga. al.:2007) “sikap tertentu yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu objek tertentu (misalnya merek suatu produk) bisa mencerminkan gaya hidupnya”. 2006) menyebutkan bahwa gaya hidup seseorang berpengaruh pada kebutuhan.

b. Uji validitas item pernyataan-peryataan yang terdapat dalam angket dilakukan dengan jalan mengkorelasikan setiap variabel yang diuji validitasnya. Berdasarkan pendapat Aaker (1997:12) yang menyatakan bahwa ukuran sampel regional 2. c) untuk jenis individu maupun rumah tangga berjumlah 100 hingga 500 orang. Keputusan pembelian diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut: a. Apabila dianggap sesuai. Dimensi yang digunakan adalah berapa banyak konsumen melakukan pembelian batik tulis Danar Hadi. Penarikan sampel dilakukan dengan accidental sampling.Keputusan Pembelian (Y) Menurut Kotler (2005:227). di mana sampel diambil dari siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dan memenuhi karakteristik populasi di atas. b) Menentukan ukuran sampel Jumlah sampel minimal dalam penelitian ini sebesar 100 responden. E. maka ditambahkan 10% dari jumlah sampel minimal yang diambil. Sampel Prosedur pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a) Mengidentifikasi unit sampel Sampel yang diambil merupakan populasi spesifik yang relevan dengan tujuan penelitian. Populasi Target populasi dalam penelitian ini adalah responden yang telah melakukan pembelian batik tulis Danar Hadi untuk digunakan sendiri. Responden berusia minimal 20 tahun atau lebih karena dianggap responden dengan batasan umur diatas dapat memahami maksud dari angket dan menilai pernyataan angket dengan baik. Populasi dan Sampel 1. Kemudian jika probabilitasnya < 0. Suatu angket dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan 2. 2006 : 135). Untuk mengetahui kesesuaian calon responden dengan karakteristik populasi yang telah ditentukan di atas. sehingga bisa dipandang cocok dengan sumber data (Arsyad dan Soeratno. Jumlah pembelian (Y1. Menentukan prosedur pengambilan sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa seluruh item pernyataan memiliki nilai rhitung yang lebih besar dari rtabel sebesar 0. Konsumen tersebut juga dapat membentuk niat untuk membeli merek yang paling disukai. . dengan jumlah populasi infinite artinya jumlah populasi yang diteliti tidak diketahui.2) Adalah keterlibatan konsumen dalam membeli pakaian batik tulis Danar Hadi. Jika rhitung > rtabel terjadi validitas yang nyata dan bersifat positif.05 maka item-item pada setiap variabel yang digunakan dalam penenlitian dinyatakan valid (Ghozali. 2003:157) bahwa usia dewasa di mulai dari umur 20 tahun. Menurut Badan Pusat Statistik (dalam Kasali. probabilitas elemen dalam populasi untuk terpilih sebagai subjek sampel tidak diketahui (Sekaran. penelitian ini mempergunakan sampel sebesar 110 orang. F. Pembelian menurut kebiasaan (Y1. Untuk mengantisipasi apabila terdapat data yang rusak. Populasi target dalam penelitian ini adalah responden yang pernah membeli dan menggunakannya sendiri pakaian batik tulis.195. maka calon responden tersebut dapat dijadikan responden penelitian. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah uji untuk mengukur suatu angket yang merupakan indikator dari suatu konstruk. sehingga disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan pada instrumen penelitian (angket) valid dan dapat digunakan sebagai alat ukur pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar Hadi. 2005:53). Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Berjenis kelamin wanita (karena target respondennya di spesifikkan pada konsumen wanita) dan berumur 20 tahun atau lebih. 2003 : 119). Dimensi yang digunakan adalah pembelian pakaian batik tulis Danar Hadi didasarkan karena konsumen sudah mengetahui produk tersebut dan batik tulis Danar Hadi adalah batik yang mereknya sudah terkenal. Oleh karena itu. 2. dimana dalam desain pengambilan sampel cara non probabilitas. keputusan pembelian dapat didefinisikan sebagai preferensi yang dibentuk oleh konsumen atas merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan. Uji Validitas Uji validitas telah dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang disusun dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. maka dilakukan wawancara terlebih dahulu. maupun yang akan membeli.1) Adalah berapa banyak konsumen melakukan pembelian batik tulis Danar Hadi.

05.05) terhadap nilai residualnya (Santoso dan Ashari. Deviation Absolute Positive Negative a. Berdasarkan pada tabel 2 hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov. Berdasarkan hasil Uji Heteroskedastisitas dengan alat bantu komputer yang menggunakan Program SPSS for windows diperoleh hasil: Tabel 3 Hasil Uji Heteroskedastisitas a Coefficients Model 1 (Constant) x Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std.05).117 .450 yang nilai tersebut lebih besar dari 0. Suatu alat ukur dianggap reliabel apabila nilai Cronbach Alpha > 0. dan keputusan pembelian (Y1) lebih besar dari 0. . b. Uji Asumsi Klasik Model regresi yang diperoleh dari metode kuadrat terkecil biasa (OLS).559 .60. merupakan model yang menghasilkan estimator linier tidak bias yang terbaik. Sehingga beberapa kali diulang pun hasilnya akan tetap sama atau (konsisten). menunjukkan bahwa semua variabel memiliki nilai signifikansi asymp. (2-tailed) Mean Std. Reliabel Reliabel Tabel 2 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual 105 . Sig. Jika varians dari residual pada satu pengamatan yang lain adalah tetap. Buchari Alma dalam Ridwan dan Sunarto (2007:348).586 . Berdasarkan hasil Uji Normalitas dengan alat bantu komputer yang menggunakan bantuan program SPSS for windows. dapat diketahui besarnya nilai Cronbach Alpha untuk variabel gaya hidup (X1). Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu. Calculated from data.108 1. sehingga variabel bebas (X) tersebut dapat digunakan dalam penelitian. maka butir atau item pertanyaan tersebut reliabel. Berdasarkan pada tabel 1 di atas.12897727 . maka hal ini berarti dalam model regresi tidak terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya atau bebas heteroskedastisitas.b Normal Parameters Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.023 .117 -. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data dari variabel bebas dan variabel terikat keduanya memiliki distribusi normal ataukah tidak.450 a.112 N a. Uji Heterokedastisitas Uji ini bertujuan untuk menguji terjadinya ketidaksamaan varians dari hasil residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain dalam satu model regresi. Cara di atas menunjukkan bahwa model regresi linier sederhana pada penelitian ini layak digunakan karena memenuhi asumsi normalitas. .126 .074 t . disebut homoskedastisitas. Error Beta . 2006:301) Untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual pada satu pengamatan ke pengamatan lain. b. Test distribution is Normal.030 . Sehingga penelitian ini dikatakan berdistribusi normal. Reliabel artinya dapat dipercaya juga dapat diandalkan.60. Jika varians tersebut tetap.074 . signifikansi yang lebih besar dari 5% (0.758 Sig.817 0. BLUE (Best Linier Unbiased Estimator) kondisi ini akan terjadi jika dipenuhi beberapa asumsi yang disebut dengan asumsi klasik sebagai berikut: a. Dependent Variable: Unstandardized Residual Sumber: lampiran Berdasarkan pada tabel 3 di atas menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas (X) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu gaya hidup mempunyai nilai Sig yaitu 0.200 . Tabel 1 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Gaya hidup (X) Keputusan pembelian (Y) Sumber: lampiran Cronbach Alpha 0. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan untuk mengukur konsistensi internal adalah koefisien alfa atau crobanch’s alpha. Sehingga disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan pada instrumen penelitian (angket) reliabel dan dapat digunakan sebagai alat ukur pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar hadi.1689705 . Regresi dikatakan terdeteksi gejala heterokedastisitas apabila nilai koefisiensi korelasi spearman mempunyai korelasi yang signifikan (sig < 0. maka disebut homokedastisitas.adalah konsisten. 3.656 Ket.

20 di atas dapat diketahui bahwa thitung untuk variabel gaya hidup (X) adalah sebesar 13. Jadi dapat dikatakan bahwa gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis.308 Sig 0. Hasil uji t pada penelitian ini dapat dijelaskan pada tabel di bawah ini. Uji t Pengujian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat. .944 satuan. Tabel 5 Hasil Uji t Variabel Konstanta X Koefisien Regresi 0.thitung < 0. Menggunakan taraf signifikan sebesar α = 0. Nilai konstanta sebesar 0. Tanda positif pada koefisien regresi melambangkan hubungan yang searah antara gaya hidup (X) dengan keputusan pembelian (Y) yang artinya kenaikan variabel gaya hidup (X) akan menyebabkan kenaikan pula pada variabel keputusan pembelian (Y).05 maka Ho diterima dan Ha ditolak Apabila nilai Sig. Variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. Ha : b ≠ 0.277 menyatakan bahwa jika gaya hidup sama dengan nol.041 dan didukung dengan tingkat signifikansi sebesar 0. maka digunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil uji analisis regresi linier sederhana dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4 Data Koefisien Regresi Linier Sederhana Hasil Perhitungan SPSS Variabel Konstanta X Koefisien Regresi 0. Sumber: Lampiran Dari tabel di atas.000 Dari tabel 5 di atas dapat digunakan untuk pengujian hipotesis dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Nilai koefisien regresi variabel gaya hidup (X) adalah sebesar 0. Perhitungan data dilakukan dengan menggunakan Statistic Program of Social Science (SPSS) for Windows. Merumuskan hipotesis secara statistik Ho : b = 0.000 < 0. Untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan memprediksi variabel terikat dengan menggunakan variabel bebas (Sarwono. maka dapat diperoleh persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut: Y = 0.05 atau 5%. 2005:68).277 + 0. thitung > 0. H. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya 4.000 kontribusi pengaruh variabel gaya hidup terhadap keputusan konsumen adalah sebesar 69. G.5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian ini.277. sehingga pengambilan keputusan melalui uji t yang dilakukan dalam penelitian ini tidak bias atau sesuai dengan tujuan penelitian. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 69. maka variabel keputusan konsumen (Y) akan berubah sebesar 0.308 Sig 0.944 thitung 15. b.944 artinya apabila gaya hidup (X) berubah satu satuan.Setelah dilakukan uji asumsi klasik tersebut di atas. 3.5%. Regresi linier sederhana dipergunakan untuk sebuah variabel terikat dan satu buah variabel bebas. 2. maka dapat disimpulkan bahwa model regresi linier dalam penelitian ini bebas dari asumsi dasar (klasik) tersebut.944 thitung 15.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Dari tabel 4. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN I.5% sedangkan sisanya sebesar 30. Variabel bebas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.944X + e Berdasarkan persamaan regresi linier sederhana di atas. Teknik Uji Hipotesis 1.277 0. maka dapat dijelaskan sebagai berikut: a. c.277 0. Teknik Analisis Data 1. maka keputusan pembelian (Y) adalah sebesar 0.05 Kriteria pengujian Apabila nilai Sig. Uji t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat. Pembahasan “Pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar Dadi Diponegoro Surabaya (studi pada konsumen wanita)”. Regresi Linier Sederhana Untuk mengetahui pengaruh variabel gaya hidup (X1) terhadap keputusan pembelian (Y1) batik tulis Danar Hadi.

Berdasarkan pemaparan tentang gaya hidup yang meliputi aktifitas. persepsi. Sebagai daya tarik para pemakai pakaian batik ketika bersosialisasi dengan orang lain. Karena aspek originalitas itu selalu mempunyai tempat tersendiri di pasar. Ketertarikan (interest) yang diukur dengan pernyataan keluarga (keluarga memiliki ketertarikan khusus terhadap pakaian batik tulis danar hadi) dan pakaian (menyukai pakaian yang bermotif batik khusunya batik tulis danar hadi). Dari hasil observasi. aktifitas (bekerja.5% (menunjukkan hubungan yang kuat) dan sisanya sebesar 30. Konsumen jarang secara jelas mengetahui peranan gaya hidup dalam keputusan pembeliannya. kepercayaan. Karena dari diri mereka sendiri memilih batik dengan tipe batik tulis karena ciri khasnya dan memiliki unsur seni yang tinggi didalamnya. Dikarenakan seseorang memandang gaya hidup sebagai pusat dari proses konsumsi. Batik Danar Hadi hadir untuk memperkaya perkembangan seni membatik pada khususnya dan usaha batik di Indonesia pada umumnya.Dari analisis data yang diketahui bahwa gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian sebesar 69. ekonomi. perilakunya dan perilaku pembeliannya. Hal ini akan menentukan banyak dari keputusan pembelian konsumen. seperti perilaku diluar rumah. 2006) Gaya hidup berpengaruh pada pembelian. Pendapat (opinion) yang diukur dengan pernyataan masalah sosial (selalu memakai pakaian batik tulis danar hadi saat menghadiri pertemuan dengan keluarga dan rekan kerja). . terutama telah diminati oleh sebagian besar kalangan yang mempunyai penghasilan tetap. ketertarikan (keluarga dan pakaian). namun secara halus. jabatan. yang akan berputar kembali pada gaya hidup konsumen. kepribadian. diketahui bahwa konsumen yang memakai pakaian batik tulis Danar Hadi sebagian berasal dari kalangan PNS dan pegawai swasta yang sudah bekerja. Dari pemaparan diatas peneliti membatasi indikator gaya hidup yang dilihat berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan. tetapi batik Danar Hadi tetap memperhatikan produk output yang berkualitas. dan sikap. Sedangkan menurut Kasali (1998:225) gaya hidup akan mempengaruhi keinginan seseorang untuk berperilaku dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang. Mode / model batik tulis danar hadi yang selalu mengikuti perkembangan jaman. citarasa. konsep diri. bahwa indikator yang digunakan meliputi. 2006) menyebutkan bahwa gaya hidup seseorang berpengaruh pada kebutuhan. keadaan ekonomi. motivasi. Hal senada dikemukakan oleh Rocha (Hsu dan Chang. karena menyukainya) dan budaya (sekarang pakaian batik tulis telah menjadi trend berbusana masyarakat Indonesia).5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian ini misalnya faktor internal selain gaya hidup seperti usia dan tahap daur-hidup pembeli. komunitas (selalu memakai pakaian batik tulis danar hadi dengan model terbaru dalam komunitas) dan belanja (selalu merencanakan untuk memilih motif batik tulis danar hadi ketika akan membeli pakaian). Lebih lanjut Assael dalam (Fatmanovita. faktor lingkungan dan faktor strategi pemasaran. Batik Danar hadi adalah batik yang sudah mempunyai merek terkenal sejak tahun 1967. dan dimensi gaya hidup mereka. ekonomi (tidak memperdulikan perubahan harga batik tulis danar hadi. Aktifitas (activity) yang diukur dengan pernyataan bekerja (memakai pakaian batik tulis danar hadi saat bekerja). Industri batik tulis Indonesia juga tidak boleh dibiasakan untuk meniru. identity. and lifestyle dimensions in targeting consumers” artinya yang menekankan pentingnya mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam memilih mode pembelian baju berdasarkan pada keadaan fisik. minat dan pendapat adalah seperti berikut: a. pendapat (masalah sosial. c. Selain itu Menurut Irawan dan Wijaya (1996:340) menyatakan bahwa jika gaya hidup akan mempunyai dampak besar kepada perilaku pembelian seseorang. Namun gaya hidup secara berkala menyediakan motivasi dasar dan panduan untuk pembelian tapi tidak secara langsung. perilaku pembelian konsumen. pendidikan (pakaian batik tulis dapat mendidik generasi muda untuk melestarikan budaya bangsa Indonesia). sebaliknya harus selalu terpacu untuk membuat sesuatu yang baru. proses pembelajaran. Dari hasil uji t juga diketahui bahwa variabel bebas yaitu gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. komunitas dan belanja). pendidikan dan budaya). hal ini membuktikan bahwa pakaian batik Danar Hadi. Rumitnya pembuatan batik tulis membuat batik ini memiliki arti sendiri didalam para pengagumnya. Sedangkan Hawkins dan Coney dalam (Fatmanovita. Kesan berpakaian batik terlihat kuno. b. 2008:148) “emphasized the importance in understanding behavioural preferences in fashion and clothing consumption based on physical. perubahan kebiasaan. Analisis gaya hidup dapat berguna bagi pemasar untuk mengetahui area spesifik dari kehidupan konsumen. identitas.

di dalam suatu komunitas Pegawai Negeri Sipil. telekomunikasi. Wanita bukan hanya memerlukan informasi tentang barang-barang konsumsi seharihari. wanita adalah manajer pembelian untuk bermacam-macam jenis dan kategori barang dan jasa. and opinion) berpengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar Hadi Diponegoro Surabaya. dan menjaga penampilannya. Saran Berdasarkan hasil penelitian di atas. interest. Dari analisis dan pembahasan di atas dapat diketahui bahwa gaya hidup yang mempunyai indikator AIO (activities.Batik tulis Danar Hadi banyak digunakan oleh pemakainya terutama untuk bekerja dan berbagai aktivitas lain. menurut (Kasali. Berdasarkan angket yang disebarkan. 2003:452-453). jasa-jasa perbankan. dan sebagainya. dengan begitu batik Danar Hadi tetap memberikan keyakinan yang kuat untuk mereka agar tidak berpindah ke merek lain dan tetap menggunakan produk pakaian batik tulis Danar Hadi sebagai pilihan utama. diwajibkan . BAB V KESIMPULAN DAN SARAN J. dari intensitas responden yang telah membeli produk pakaian batik tulis Danar Hadi lebih dari satu kali pembelian. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: 1. Hal ini membuktikan bahwa konsumen memiliki tingkat pendidikan yang tinggi apalagi sudah memiliki pekerjaan tentunya memiliki citarasa dan selera yang tinggi pula. perabotan rumah tangga dan alat-alat kecantikan. menghargai waktu. program-program pendidikan. furniture. Dengan semakin majunya pendidikan wanita. melainkan juga produk-produk seperti otomotif. hotel dan pariwisata. kendaraan. kosmetika. berorientasi kepada karir atau keluarga. K. Dalam beberapa teori di literatur buku dan berbagai jurnal asing dan lokal. dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut: 1. Produkproduknya antara lain adalah fashion (pakaian dan aksesoris bermerek kuat). elektronik (durables). Konsumen wanita yang digunakan sebagai responden dalam penelitian ini dari kalangan yang berlatar belakang dari perguruan tinggi dan minimum berpendidikan SMA atau SMK dan sebagian besar sudah memiliki pekerjaan dan pengahasilan tetap. Hal ini membuktikan bahwa batik telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari atau aktivitas sehari-hari dari para pemakainya. travel/pariwisata. Gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. komunitas. Dari gaya hidup yang meliputi aktifitas seperti. real estate. produk-produk yang di masa-masa lalu hanya layak ditargetkan untuk pria sekarangpun berpotensi besar ditargetkan kepada kaum wanita. mereka sebagian besar tidak mementingkan harga dalam proses keputusan pembelian. Batik Danar Hadi memberikan keyakinan yang positif untuk tetap memilih batik Danar Hadi sebagai pilihan yang tepat untuk poduk pakaian batik. Adapun produk-produk yang direkomendasikan untuk gaya hidup wanita dewasa masa kini yang dibutuhkan atau diputuskan oleh kaum wanita Indonesia yang cenderung berpendidikan. jasa-jasa keuangan (termasuk asuransi). department store. 2003:148). karena mereka juga memikirkan apa yang mereka pakai sehari-hari. Namun demikian gaya hidup tidak cepat berubah. Wanita sebagai konsumen. Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat Engel et. Harus bisa membuat produk batik yang disukai kaum perempuan pada saat ini. Konsumen wanita juga telah memiliki keyakinan bahwa produk pakaian dari batik Danar Hadi pasti memiliki desain dan kualitas yang baik. Pihak pemasar batik Danar Hadi harus lebih memperhatikan lagi masalah kesesuaian produk yang dijual dengan dengan gaya hidup masyarakat indonesia. transportasi udara. menunjukkan responden yang mayoritas wanita (karena studi hanya dibatasi pada konsumen wanita) bahwa kaum wanita memang memiliki gaya hidup yang tinggi terhadap pakaian maupun assecoris. Adanya pengalaman dari keluaga sebelumya menggunakan produk pakaian batik tulis Danar Hadi. al (1995:9) yang menyebutkan bahwa produk akan diterima konsumen apabila produk tersebut dipandang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. sehingga pada kurun waktu tertentu gaya hidup relatif permanen” (Setiadi. “dari masa ke masa gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis. hal ini dikarenakan dalam gaya hidup kaum wanita lebih mengandalkan naluri dan emosionalnya. barang-barang konsumsi dan perlengkapan rumah tangga. telah menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara gaya hidup dengan keputusan pembelian seseorang. Batik tulis Danar Hadi yang mempunyai desain dan produk yang berkualitas. dan perlengkapan untuk bekerja. Dalam kehidupan ini. Berdasarkan angket. Konsumen akhirnya menyadari bahwa kehadiran batik sekarang bukan lagi sebuah hasil budaya tradisional masyarakat yang dianggap kuno atau tabu akan tetapi telah menjadi trend dan mode dalam berpenampilan terutama untuk aktifitas kerja serta karier mereka sehari-hari.

diakses 6 November 2009). Managing Brand Equity: Capitalizing on The Value of A Brand Name. 2005. 9 th edition. minat. Harcourt. 2008. 1997. Irawan dan Wijaya. Jakarta: Indeks. Jakarta: PT. Fatmanovita. Six Edition. 2005. 2006. Ghozali. Pemasaran 2000. 1996. Kenneth A. Six Edition. Terjemahan oleh F. Manajemen Pemasaran. dikarenakan desain produk akan lebih memperlihatkan unsur seni. Alih bahasa: Aris Ananda. Terjemahan oleh Benyamin Molan. Marketing Principle and Strategy. macam corak batik yang ada di outlet batik Danar Hadi mengandung nilai seni. 2005. baik pegawai di instansi pemerintahan maupun swasta. Desain pakaian batik tulis Danar Hadi yang selalu identik dengan motif klasik dan dikerjakan secara tradisional harus lebih diperhatikan dan dipertahankan. Survei Penduduk Kota Surabaya Tahun 2009. Walaupun pakaian batik. Kotler. Faried. Consumer Behavior. Perilaku Konsumen. 1990. Hawkins. USA: Irwin. Jakarta: Binarupa Aksara. Edisi Kesebelas. budaya dan ciri khas yang menggambarkan suatu batik. karena dengan menggunakan pewarna alami maka akan menghasilkan kombinasi warna-warna yang unik dan menarik serta aman digunakan bagi konsumen. Jilid 1.1995. Prinsipprinsip pemasaran. Self Concept. Jakarta: Erlangga. BPS Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu.2007.com. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Rhenald. Jilid 1.F. Skripsi tidak diterbitkan. 2009. Proses pewarnaan batik tulis Danar Hadi dengan pewarna alami merupakan nilai lebih dari pakaian batik tulis Danar Hadi dan harus tetap dipertahankan di tengah banyak munculnya pakaian batik dengan pewarna buatan. Jakarta: MarkPlus&Co. Philip. Edisi Keenam. Terjemahan oleh Bob Sabran. Kotler. dan ciri khas akan bertambah. budaya dan ciri khas. 2009. karena desain merupakan faktor penting bagi produk pakaian batik dan mempunyai nilai seni. Journal of Fashion Marketing and Aaker. dkk. Berdasarkan hasil wawancara pada responden ditemukan fenomena bahwa responden menyukai desain produk batik Danar Hadi. 2008. dan Positioning. Marketing in Venus The Garuda Indonesia Story. Edisi Kedua belas. Jilid 1. pendapat. Assael. Edisi Kedua belas.Best.X. Jilid 1. (www. J.D. James F. Gramedia Pustaka Utama. Jane and Kai-Ming Chang. New York: The Drydeen Press. pegawai diwajibkan menggunakan pakaian batik setiap hari kamis dan jumat. Kevin Lane. 10 karakteristik gaya hidup konsumen Indonesia (online). Targeting.2. budaya: pakaian batik dapat mendidik generasi muda untuk melestarikan budaya bangsa indonesia. 1992. dkk. Lu Hsu.. Yogyakarta: BPFEYogyakarta. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.handiirawan. 2005. Surabaya. F. filsafat. Jakarta : Indeks. Kartajaya. DAFTAR PUSTAKA Engel. filsafat. Second Edition. 2001. dkk. Consumer Behaviour. Implication for Marketing Strategy. Surabaya: BPS Provinsi Jawa Timur. Edisi Pertama. M. 1992. tetapi mode (modelnya) tidak ketinggalan zaman sehingga dapat membuat orang tertarik untuk membelinya. Orlando. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Mitra Utama. Inc. 2007. Purchase of clothing and its linkage to family communication and lifestyles among young adults. karena dengan menambah desain produk pada pakaian batik tulis. Engel. FE Unair. disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti mengenai unsur tentang desain produk. Terjemahan oleh Benyamin Molan. 2006. Philip dan Keller. . “Pengaruh Lifestyle. Engel. 1998. Handi. Roger J.M. RR Yugi. Kasali. dan Respon atas Advertising terhadap Brand Preference pada Produk Wewangian Wanita Merek SHE di Surabaya. 1994. setiap hari kamis dan jumat diwajibkan untuk menggunakan pakaian batik. Coney. Irawan. R. Kotler. USA: The Drydeen Press.. David A. pekerjaan: memakai batik pada saat bekerja. Miniard. Hermawan. Membidik Pasar Indonesia: Segmentasi.J. Henry. filsafat..Blackwell and Paul W. budaya. Philip dan Gary Armstrong. Imam. Budiyanto.

Batik Danar Hadi. Riset Pemasaran Pendekatan Terapan.com. (http://puslit. Edisi Empat. Singgih dan Tjiptono. Terjemahan oleh Lina Salim.org/wiki/Batik.emeraldinsight. Uma. 2008pp. Mowen. Jilid 1. Malhotra. Edisi Revisi. Bogor: PT. Kualitatif. 2004. USA: Prentice Hall International. Consumer Behaviour. No. 1994. 1987. A. Oktober 2007: 73-80. 147-163. 2006. Edisi I. Seven Edition. (http://puslit. 2009. Naresh K. Riset Pemasaran Konsep dan Aplikasi dengan SPSS. 1974. Sugiyono. Agus. Jakarta: Salemba Empat. Sarwono. diakses 10 November 2010 . Semuel.. USA: Allyn and Baccon. Riduwan. Bandung: PT. Nugroho. Mangkunegara.. No. Malhotra. 1. Consumer Behavior. Segmentasi Gaya |Hidup Pada Mahasiswa Program Studi Pemasaran Universitas Kristen Petra. Journal of Consumer Marketing. Sosial. 2. Jonathan. 2005. 2007. 2009. April 2006: 13-21. Jakarta: PT Indeks. dan R&D). 2. Consumer Behaviour. Michael. Refika Aditama. diakses 10 Oktober 2009). New York: Macmillan. Komunikasi. Perilaku dan Keputusan Pembelian Konsumen Restoran melalui Stimulus 50% Discount di Surabaya. Jilid 1 dan 2. Yohanes Kunto dan Peter Remy. l. Vol. Munoto. Second Edition. (Online). Surabaya: Unesa University Press. 2002. Edisi Keempat. Sondang. Michael.A Anwar Prabu. Jilid 1. 2. & Leslie L. Canadian and French Men’s Consumption of Cosmetics: A Comparison of Their Attitudes and Motivations. Perilaku Konsumen. John C. Jilid 2. diakses 20 Desember 2010). 2005.com. Jurnal Manajemen Pemasaran (online). Leon G and Leslie L. Perilaku Konsumen: Konsep dan Implikasi Untuk Strategi Penelitian Pemasaran. Santoso. Bandung: Alfabeta. 2004. 2007. Riset Pemasaran Pendekatan Terapan. “The Concept and Application of Life Style Segmentation” dalam Journal of Marketing. Elex Media Komputindo. Gramedia Pustaka Utama. (http//www. Schiffman. C dan Minor. dan Bisnis. 2004. diakses 25 Oktober 2009). 2007. Terjemahan oleh Soleh Rusyadi Maryam. diakses 6 November 2009). 2004. Fandy. 2003. 8th edition. Jakarta: Erlangga.Ghalia Indonesia. Souiden. (http//www. diakses 5 Oktober 2009 http://www.com.SwaBerita. 2006. Prentice Hall. Konsumen. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Andi Offset. Terjemahan oleh Soleh Rusyadi Maryam. Budaya Visual Indonesia. No. Jakarta: PT Penerbit Erlangga. 2002.K. Panduan Riset Perilaku Konsumen. Ujang.com. 12 No. Jakarta: PT. Panduan Penulisan dan Penilaian Skripsi. Mowen. Bilson. 2004.id. Schiffman. dkk. Joseph. 2001.emeraldinsight. Jakarta: PT. 38 (January) hal33-37. Setiadi. Yogyakarta: CV. Edisi Kelima. Solomon. Mariam. Pengantar Statistik Untuk Penelitian Pendidikan. Naresh K. Bandung: Rosda. Sachari.wordPress. 5 April 2010 http://id. John. Consumer Behaviour.Management (online).ac. 26. Hatane. Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia.ac. Jakarta: Prenada Media. Sekaran. diakses 20 November 2009 http://www. Simamora. Vol. Vol. Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif. dan Sunarto. Plumer. Perilaku Sutisna. 2000. Teori dan Praktik Riset Pemasaran dengan SPSS. New Jersey.id. Research Methods For Business. 2001.G. Edisi Keempat. Inc. Nizar dan Diagne. Ekonomi. Jurnal Manajemen Pemasaran (online).wikipedia. Vol. 2. 2002.petra. Copyright @ PT. Bandung: CV. Alfabeta Sumarwan. Perilaku Konsumen. 2006. 1.petra. 2009. Kanuk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful