Influence of Lifestyle on Purchase of Decision Danar Hadi Batik Clothing (Studies on female consumer in Danar Hadi’s Outlet in Diponegoro

Surabaya) By: Ratna Yuliana UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ABSTRACT Products and services consumers accepted or rejected based on the extent to which they considered relevant to the needs and lifestyles. Consumers may ignore the words of marketers (Engel et al, 1995:9). "Certain attitudes held by consumers toward a particular object (eg the brand of a product) can reflect the style of life" (Ilmiyah et. Al.: 2007). "The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption of consumer behavior" (Hawkins in Kucukemiroglu et. Al., 2003:213). It represents a lifestyle having a major impact on purchasing and consumption behavior of consumers. "From time to time an individual's lifestyle and particular group of people will move dynamically. However, lifestyle is rapidly changing, so that at a certain time is relatively permanent lifestyle "(Setiadi, 2003:148). This study aims to determine and analyze the influence of lifestyle on purchase decisions batik Danar Hadi Diponegoro, Surabaya. Population in this research is that consumers batik Danar Hadi Surabaya Diponegoro who make purchases for their own consumption. The sample in this study amounted to 100 people, based on the theory of Freankel and Wallen and Aaker. Soetrisno (2001: 73) argues that there is no absolute determination what percentage of the sample to be taken from the population so no need to cast doubt on the researcher. From the research that has been done can be seen that the coefficient of multiple determination or R Square of 0.695 means that the magnitude of the contribution of independent variable influence of lifestyle on the dependent variable is the purchase decision is 69.5%. While the rest 30.5% are influenced by other variables outside. From the above analysis and discussion can be seen that lifestyle has a significant influence on purchase decisions. This is evident by the level of significance for lifestyle variables is 0.000 < 0.05 or 5%.

Keywords: Lifestyle, Purchasing Decision And Batik Danar Hadi Surabaya

:2007). Kata Kunci : Gaya Hidup.695 berarti bahwa besarnya kontribusi pengaruh variabel bebas yaitu gaya hidup terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian adalah sebesar 69. Hal ini terbukti dengan tingkat signifikansi untuk variabel gaya hidup adalah 0. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa dari nilai koefisien determinasi berganda atau R Square sebesar 0. Keputusan Pembelian Dan Batik Danar Hadi Surabaya . Konsumen dapat mengabaikan yang dikatakan oleh pemasar (Engel et. 2003:213). 1995:9).000 < 0. Dari analisis dan pembahasan di atas dapat diketahui bahwa gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian.5% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model.05 atau 5%. 2003:148).5%.al. Sedangkan sisanya 30. “Sikap tertentu yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu objek tertentu (misalnya merek suatu produk) bisa mencerminkan gaya hidupnya” (Ilmiyah et. al.Pengaruh Gaya Hidup terhadap Keputusan Pembelian Pakaian Batik Tulis Danar Hadi (Studi Konsumen Wanita Pada Outlet Danar Hadi Diponegoro Surabaya) Oleh : Ratna Yuliana UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ABSTRAK Produk dan jasa diterima atau ditolak konsumen berdasarkan sejauh mana keduanya dipandang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. al. sehingga pada kurun waktu tertentu gaya hidup relatif permanen” (Setiadi.. Namun demikian gaya hidup tidak cepat berubah. “The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption behavior of consumer” (Hawkins dalam Kucukemiroglu et. Soetrisno (2001: 73) berpendapat bahwa tidak ada ketetapan mutlak berapa persen sampel yang harus diambil dari populasi sehingga tidak perlu menimbulkan keraguan pada peneliti. dengan berdasarkan teori dari Freankel dan Wallen serta Aaker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian batik tulis Danar Hadi Diponegoro Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen batik Danar Hadi Diponegoro Surabaya yang melakukan pembelian untuk dikonsumsi sendiri.. “dari masa ke masa gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis. Artinya adalah gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen.

Menurut (Handi Irawan D. Di era 1970-an. pilihan. Gaya hidup dapat dipahami sebagai sebuah karakteristik seseorang secara kasat mata. tetapi juga memberi kontribusi terhadap proses pemberdayaan produk batik secara lebih luas. minat dan opininya. seperti pesta pernikahan. orientasi pada konteks. 2004:10).wikipedia. (Bilson Simamora. Gaya hidup merupakan kombinasi dan totalitas cara. yaitu: berpikir jangka pendek. Batik bergaya muda rupanya mengena di hati peminat mode. minat. Batik sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia mempunyai nilai yang tinggi dan abadi sepanjang masa. dan kurang peduli lingkungan. ringan dan disukai masyarakat (http://id. Peran nilai estetik tersebut tidak hanya sebagai pengayaan ragam hias batik saja. tidak terencana. pertemuan para pejabat tinggi negara. pemunculan batik dengan gaya trendi memang sangat menarik perhatian. yang menandai sistem nilai. Namun tetap harus dilakukan upaya untuk melestarikannya. Mulanya memang kelompok terbatas. para pegawai negeri sipil. maupun masyarakat pada umumnya dalam wujud desain yang semakin beragam.BAB I PENDAHULUAN A. apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan). sangat digemari ibu-ibu kelas atas sebagai gaun malam (SwaBerita. Konsep gaya hidup apabila digunakan oleh pemasar secara cermat. Berdasarkan kecintaan pada batik. yaitu dengan menciptakan kreasi batik dalam bentuk desain produk yang lebih modern. www. gagap teknologi.com/2009) ada 10 tipe karakteristik gaya hidup konsumen Indonesia. Nilai-nilai estetik modern selama satu abad telah memiliki peran yang lebih bermakna dalam mempertahankan dan menganekaragamkan produk batik dan ragam hias batik di dalam masyarakat indonesia. sang maestro batik Iwan Tirta menaikkan gengsi kain tradisional itu menjadi gaun malam mewah dan elegan. Orang yang berasal dari subkultur. tata. Latar Belakang Masalah Di tengah gaya hidup berbusana global yang masuk ke Indonesia. 1998:225). serta sikap terhadap diri sendiri dan lingkungannya. suka berkumpul. Baju dari tekstil tradisional yang dirancang modis ternyata bisa tampil segar. dapat membantu untuk memahami niali-niali konsumen yang terus berubah dan bagaimana nilainilai tersebut dapat mempengruhi perilaku konsumen. dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia sekitarnya (pendapat). Ketika itu gaun batik sutra bercorak bunga hokokai.org/wiki/Batik). dengan tetap memperhatikan makna dari batik tersebut (www.com). Produk dan jasa diterima atau ditolak konsumen berdasarkan sejauh mana keduanya dipandang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. kebiasaan. Gaya hidup seseorang menunjukkan pola kehidupan orang yang bersangkutan yang tercermin misalnya dalam kegiatan sehari-hari. kuat di subculture. baik dikalangan pejabat pemerintah.com). perilaku. Demikian pula muncul kewajiban para siswa sekolah dasar dan menengah setiap satu minggu sekali untuk memakai pakaian batik. Di dalam tubuh masyarakat berkembang kebiasaan baru untuk memakai busana batik modern pada acara-acara resmi. maupun inovasi-inovasi baru yang terjadi pada batik modern. 2007:73). serta objek-objek yang mendukungnya. religius. Gaya hidup akan mempengaruhi keinginan seseorang untuk berperilaku dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang (Kasali. Pandangan lama tentang batik kian berubah. Hal itu merupakan fakta-fakta penguatan budaya lokal dalam kehidupan masyarakat modern di perkotaan dan indikasi terciptanya gaya hidup untuk menggunakan pakaian batik (Agus Sachari. suka merek luar negeri. Gaya hidup menggambarkan ”keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya. Bukan baru sekali ini batik popular menjadi gaya hidup kosmopolitan. dan kegiatan lainnya yang sebelumnya cenderung mengenakan jas. tetaplah merupakan proses pemantapan jati diri bangsa melalui nilai-nilai estetik yang dihasilkannya (Agus Sachari. makna yang diperoleh dari bentuk-bentuk persilangan budaya. Peminatnya dari berbagai kalangan.wordPress. Namun kini sudah mulai mewabah di kalangan umum. dalam pelaksanaanya dilandasi oleh sistem nilai atau sistem kepercayaan tertentu (Piliang dalam Agus Sachari. upacara pembukaan pameran. 2007:196). Meluasnya busana batik dalam beberapa dekade terakhir berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. kelas sosial dan pekerjaan yang sama dapat mempunyai gaya hidup yang berbeda. . Meskipun sejumlah ragam hias batik tersebut mulai menghilang. Menurut Kotler (2005:210) Gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai pola hidup seseorang di dunia yang terungkap pada aktifitas. gengsi. pengrajin batik berupaya untuk mengangkat batik untuk menjadi bagian penting dalam dunia fashion saat ini. Sutisna (2002:145) mengemukakan bahwa gaya hidup diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas). 2007:201). yang diperkaya tinta emas prada. para sosialita dan selebriti. dan pendapatannya terhadap sesuatu hal yang sudah melekat pada diri personal seseorang.handiirawan.

al. Bahwa wanita Indonesia semakin emosional dalam berbelanja. sedangkan dari Arab dan Persia datang nuansa Islami. 2003:453-455): Wanita bergaya hidup kota besar. Pada batik tulis pengerjaanya memakan waktu yang lama. di tanah Jawa batik berkembang menjadi ekspresi yang mengakar pada mitologi. memiliki tabungan dengan kartu ATM. Batik Indonesia juga banyak diminati konsumen wanita Indonesia. Bahan baku yang dipergunakan selain kain mori untuk kain-kain tradisional. dalam Hsu dan Chang. Dari Cina dan India datang pengaruh Hindu dan Budha. umumnya berpendidikan tinggi. Batik tulis Danar Hadi mempunyai nilai seni yang tinggi dan ekslusif. UNESCO. motif berdimensi dan terdapat warna pada kedua sisi. akhir pekan melakukan makan siang/malam di luar (restoran) dan atau menonton sinema. akhirnya batik berhasil memperoleh pengakuan dari Organisasi Pendidikan. batik tulis tersebut menggunakan bahan dari Sutera ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). 1995:9). Sedangkan keputusan pembelian menurut Sutisna (2002:15). sehingga pada kurun waktu tertentu gaya hidup relatif permanen” (Setiadi. Setiap tahunnya selalu ada tren-tren busana untuk wanita. begitu juga seni pembuatan kain itu sendiri. (Sumarwan. identity. 2003:148). Berkembang di Indonesia sejak abad silam. 2008:148). minimal D3 atau akademi.:2007). 2002:58). (jumlah penduduk wanita terbanyak yakni di Surabaya Selatan tepatnya di kecamatan Sawahan sebesar 95. Artinya adalah gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. “dari masa ke masa gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis. keputusan pembelian adalah pengambilan keputusan oleh konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk diawali oleh adanya kesadaran atas pemenuhan kebutuhan dan keinginan yang oleh Assael disebut need arousal.al. Salah satunya dalam mempengaruhi keputusan pembelian seseorang terhadap pakaian. minat (interest). Gaya hidup yang dimiliki seseorang akan mempengaruhinya dalam keputusan pembelian suatu produk. karena menggunakan canting dan prosesnya berulangulang. Namun demikian gaya hidup tidak cepat berubah..org/wiki/Batik).311. sebagai warisan budaya milik Indonesia di dunia. Di kota metropolitan Surabaya. filosofi.678 juta jiwa. termasuk dalam produk pakaian. namun untuk menghadiri pesta. al. dan sesekali membeli baju rancangan desainer. Batik Danar Hadi). Berikut ciri-ciri wanita menurut majalah Femina (dalam Kasali. dan opini (opinion). Artinya adalah Rocha menekankan pentingnya mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam memilih mode pembelian baju berdasarkan pada keadaan fisik. Untuk mencapai hal tersebut. Jejaknya tercermin dalam ragam corak batik di pesisir utara pulau Jawa maupun di pusat aristokrasi Surakarta dan Yogyakarta. “Sikap tertentu yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu objek tertentu (misalnya merek suatu produk) bisa mencerminkan gaya hidupnya” (Ilmiyah et.305 juta jiwa). yang terdiri dari aktivitas (activities). Baru-baru ini pada tahun 2009 tepatnya tanggal 2 Oktober. Menurut data BPS Jawa Timur (tahun 2009) jumlah wanita di Jawa Timur sebesar 1.wikipedia. pasar swalayan atau mall. “The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption behavior of consumer” (Hawkins dalam Kucukemiroglu et.mereka biasanya masih mengandalkan tukang jahit tertentu. Setelah mendapat pengakuan dari UNESCO. Hal ini juga diperkuat oleh fenomena yang dikemukakan oleh Kartajaya (2005:15) “bahwa dalam belanja wanita sering bersikap irasional”. hal ini akan menambahkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap Batik sebagai warisan budaya Indonesia (http://id. Seni membatik adalah teknologi kuno. berbelanja di department store. Berdiri tahun 1967. Outlet penjualan batik Danar . dan dimensi gaya hidup mereka. pada khususnya hadir untuk memperkaya perkembangan seni membatik dan pada umumnya usaha batik di Indonesia. membeli baju jadi (office dress/casual). Batik Danar Hadi adalah perusahaan induk yang dibentuk oleh Bapak dan Ibu Santosa Doellah.. Tujuan kelompok usaha Batik Danar Hadi adalah menyumbangkan sesuatu yang bernilai terhadap seni tradisional yang terkenal sebagai ungkapan kehidupan serta filosofi budaya Jawa. “Emphasised the importance in understanding behavioural preference in fashion and clothing consumption based on physical. lambang dunia seputar siklus kehidupan. identitas. dan kebanyakan single atau menunda perkawinan sampai usia 30-an. 2003:213). Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen wanita memiliki prospek yang tinggi dalam pembelian busana atau pakaian bati tulis. Psikografik sering diartikan sebagai AIO . merawat kecantikan di salon. Hal ini mencerminkan kebutuhan sekunder konsumen wanita sangat besar . Batik Danar Hadi terus menerus bekerja keras untuk meningkatkan karyanya. and lifestyle dimentions in targeting consumers” (Rocha et. Konsep yang terkait dalam dengan gaya hidup adalah psikografik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pakaian adalah barang apa yang dipakai (baju.Konsumen dapat mengabaikan yang dikatakan oleh pemasar (Engel et. (Copyright PT. Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB. al. celana). yang memberikan pengukuran kuantitatif. Psikografik adalah suatu instrument untuk mengukur gaya hidup.

(Solomon. menggunakan uangnya dan memanfaatkan waktu yang dimilikinya (Sumarwan. Hal ini nampak dari kecenderungan mereka membeli sesuatu dalam kemasan-kemasan kecil. dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia di sekitarnya (pendapat). maka diajukan judul penelitian ”Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian Pakaian Batik Tulis Danar Hadi” (studi konsumen wanita pada outlet Danar Hadi Diponegoro Surabaya). meski sebenarnya mereka mampu untuk membeli yang lebih besar. Tetapi batik Danar Hadi di Jalan Diponegoro Surabaya adalah outlet terbesar di wilayah Jawa Timur dan penjualannya yang menunjukkan trend peningkatan yang positif dan dari segi banyak variant pakaian batik yang ditawarkan. Indikator lainnya adalah. and how they allocate their time (Mowen dan Minor. Berpikir jangka pendek (short term) Salah satu indikasi besarnya konsumen yang punya pikiran jangka pendek ini adalah maraknya kredit konsumsi. pilihan. tas batik. Piliang dalam Agus Sachari (2007:73) Gaya hidup mencerminkan pola konsumsi yang meggambarkan pilihan seseorang bagaimana ia menggunakan waktu dan uang (lifestyle refers to a pattern of consumption reflecting a persons’s choices of how he or she spend time and money. mulai dari supermarket maupun toko-toko khusus yang didirikan untuk menjual batik Danar Hadi. yakni mendapatkan barang dengan cara cepat. Lifestyle denotes how people live. gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai cara hidup yang diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas). yaitu: 1. B. kebiasaan. Gambar 1 Grafik perbandingan penjualan antara Batik Danar Hadi dan Batik Keris 300 250 200 150 100 50 0 Danar Hadi Keris Sumber: PT. maka rumusan masalah ini adalah sebagai berikut: 1. ”Gaya hidup didefinisikan sebagai pola di mana orang hidup dan menghabiskan waktu serta uangnya” (Engel dkk. 1998:220). Danar Hadi Berdasarkan latar belakang di atas. how they spend their money. apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan). Menurut Kotler (2005:210) Gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai pola hidup seseorang di dunia yang terungkap pada aktifitas. Selain didorong oleh sulitnya cash flow rumah tangga. minat dan opini dari seseorang (activities. fenomena ini juga didorong oleh perhitungan yang hanya melihat kebutuhan jangka pendek. tata. Gaya hidup menggambarkan ”keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya. 2. Gaya Hidup Menurut Sutisna (2002:145). serta sikap terhadap diri sendiri dan lingkungannya. hingga konsumen harus berpikir untuk mencari solusi dalam jangka pendek dulu. kain jarit dan batik Madura (yang tidak ada di outlet Tunjungan Plaza). serta objek-objek yang mendukungnya. konsumen selalu membeli berdasarkan budget. yang menandai sistem nilai. yaitu bagaimana mereka hidup. Gaya hidup dapat dipahami sebagai sebuah karakteristik seseorang secara kasat mata. 1994:383). minat dan opininya. Apakah gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Batik tulis Danar Hadi? BAB II KAJIAN PUSTAKA C. Gaya Hidup Konsumen Indonesia Menurut (Handi Irawan D. di outlet Diponegoro menunjukkan kelengkapan dibanding outlet-outlet yang lain seperti: hiasan-hiasan patung jawa. dalam pelaksanaanya dilandasi oleh sistem nilai atau sistem kepercayaan tertentu. Landasan Teori 1. Sumarwan (2002:57) menjelaskan bahwa gaya hidup seringkali digambarkan dengan kegiatan. interests. and opinion). Kondisi ini juga dibentuk oleh kondisi ekonomi makro yang mengakibatkan penurunan daya beli pada masyarakat. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Batik Danar Hadi).com:2009) ada 10 tipe karakteristik gaya hidup konsumen Indonesia. 1999:174). Dampak dari .Hadi berkembang pesat. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup lebih menggambarkan perilaku seseorang. Gaya hidup merupakan kombinasi dan totalitas cara. www. 2002:56).handiirawan. (Copyright PT.

Berbeda dengan Negara Barat yang khas dengan individualitiknya. fanatisme. Menurut seorang praktisi periklanan. dan kebiasaan kedaerahan ternyata masih cukup berpengaruh. 8. Kedua. sangat marak di Indonesia. masyarakat Indonesia cenderung memilih informasi yang ringan. Kuat di Subkultur Unsur etnis. Peneliti mengambil penelitian yang dikhususkan pada pakaian Batik tulis di Danar . Meski sudah ada beberapa produsen dalam negeri. tidak demikian dengan konsumen Indonesia yang menempatkan faktor lingkungan di urutan terbawah. Hal ini mendorong orang untuk saling pamer. menghibur.2. Perilaku gengsi ini tercermin dari perilaku membeli yang kadang tidak benar-benar dibutuhkan. ringkas dan mudah dicerna. Meskipun secara umum. Dari pemaparan di atas mengenai gaya hidup. Seperti itu sepuluh karakter konsumen Indonesia yang unik dan mungkin sangat berbeda dengan konsumen di luar negeri. Terlebih mayoritas penduduknya adalah Islam. Jauh berbeda dengan AS yang mencapai 73%. Maka tidak heran. 5. Suka berkumpul Kebiasaan suka berkumpul sudah melekat dalam budaya konsumen kita. Ketika membeli seringkali mereka tidak mengerti kegunaan dari barang yang dibelinya secara detil. Merek luar negeri di persepsi lebih baik dan bergengsi dibanding buatan negeri sendiri. tetapi sebagian besar dari konsumen kita masih banyak yang gaptek (gagap teknologi). Adanya perbedaan subkultur ini seringkali juga menyebabkan tidak semua merek nasional bisa menguasai semua di medan pertempuran. seperti membuka situs-situs yang tidak mendidik. Setiap daerah memiliki kekhasan. membuat wawasan konsumen juga berbeda. credit card. kita masih menganut budaya feodal yang menciptakan kelas-kelas sosial. Kecenderungan ini mengakibatkan konsumen mudah untuk menerima dan dipengaruhi oleh informasi di media tanpa keinginan untuk mencari kebenaran berita itu. 9. tidak susah. Hanya saja. konsumen kita suka bersosialisasi. Yang penting mereka terlihat modern. kalau orang Indonesia punya minat baca yang lebih rendah daripada negara lain. Terutama membaca literatur yang padat berisi ilmu dan pengetahuan. Orientasi pada konteks Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya. Suka merek Luar Negeri Kebanyakan alasannya adalah image dan kualitas. fitness center. Gengsi Menurut Handi Irawan sendiri. Dari 7-8% di Indonesia itu pun sebagian besarnya dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak produktif. berpikir jangka pendek ini juga membuat konsumen kita cepat lupa. Kebiasaan lainnya adalah selalu melakukan tindakan yang mendekati limit waktu yang disediakan. Isu ini bisa menjadi sangat sensitif dan sangat mempengaruhi minat beli masyarakat. dll. Pada tahun 2005 misalnya. akan tetapi banyak juga yang terbukti tidak efektif. PDA. konsumen Indonesia lebih mudah ”terhipnotis” iklan dan kemasannya dibanding di negara lain. Banyak pendapat. di dunia ini yang sama-sama sudah menjadikan materialisme sebagai bagian hidupnya. sikap gengsi ini muncul karena pertama. yang sangat memperhatikan aspek kehalalan pada suatu produk. 4. rumah. Masyarakat kita memang memiliki kehidupan sosial yang kuat. perkembangan tekhnologi dan informasi yang berbeda. Masyarakat kita masih memandang inferior terhadap diri sendiri. tetapi mereka lebih percaya diri dengan menggunakan ”merek luar” agar dikira sebagai produk luar negeri. Tidak terencana Salah satu kebiasaan ini terlihat saat belanja dan pergi ke ritel-ritel modern. 6. Jika di luar negeri faktor lingkungan menempati ranking atas. Maka wajar jika seseorang ingin dianggap sukses. masyarakat kita mengukur kesuksesan dengan materi dan jabatan. 3. Terutama di bidang IT. alasan-alasan konsumen membeli sebuah produk relatif tidak terlalu jauh berbeda di manapun. Religius Konsumen Indonesia sangat peduli terhadap isu agama. Dalam hal kebutuhan akan informasi misalnya. pengguna internet di Indonesia baru mencapai 7-8% dan seluruhnya adalah masyarakat perkotaan. Kurang peduli lingkungan Banyak perusahaan Indonesia yang memposisikan produknya sebagai produk yang ramah lingkungan. jika arena-arena berkumpul dan klub-klub seperti kafe. dia harus memiliki atributatribut kesuksesan seperti mobil. Gagap teknologi Tidak semua memang. Ketiga. 10. akibatnya merek dari luar begitu mendominasi pasar di Indonesia dibandingkan merek lokal. 7. Mereka cenderung enggan merencanakan sesuatu jauhjauh melakukan impulse buying atau langsung membeli di tempat.

Didalam kedua jenis. dan dimana Armstrong (2008:181). Pembeli : orang yang melakukan pembelian yang sesungguhnya. setuju. dan opini. activity questions meminta kepada konsumen untuk mengin Mowen dan Minor (2001:283) mengukur gaya hidup denganyang disajikan secara kognitif sebagai pandangan dan perasaan konsumen mengenai topik. Oleh karena itu. mengacu pada pengukuran kegiatan. pekerjaan dan aktivitas lainnya. yang meliputi. c. keputusan pembelian menurut (Setiadi. Namun. niat pembelian berdasarkan faktor-faktor seperti rumah. Pemberi pengaruh : orang yang pandangan atau sarannya mempengaruhi keputusan. AIO. kepribadian dan mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternative. bahwa. Psikografik sering diartikan dan memilih salah satu di antaranya. Pemecahan Masalah yang Diperluas berkurang. yang memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai keputusan pembelian adalah pengambilan keputusan untuk menganalisis data yang sangat besar. Sedangkan menurut Sutisna (2002:15) suatu instrumen untuk mengukur gaya hidup. lokal. peralatan elektronik. ekonomi mungkin memburuk. Peneliti beranggapan pada teori dari Kotler sudah mewakili berdasarkan fenomena obyek yang Sumarwan (2002:58). konsumen menentukan peringkat merek dan membentuk niat pembelian. netral. kejadian tak terduga bisa mengubah niat pembelian. Pemakai : seseorang yang mengkonsumsi atau menggunakan produk atau jasa tertentu. Pengambil keputusan : orang yang mengambil keputusan mengenai setiap komponen 4. pesaing dekat mungkin menurunkan harganya. Psikografik adalah mengkombinasikan pengukuran kuantitatif gaya hidup. Psikografik berarti menggambarkan (graph) 2003:415) adalah proses pengintegrasian yang pengetahuan untuk psikologi konsumen (psyco). . dalam tahap evaluasi. biasanya diberi skala Likert dimana orang ditanya apakah mereka sangat setuju. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan menggambarkan segmen konsumen dalam hal kehidupan mereka. produk yang sudah mereka ketahui dan memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai produk yang menurut mereka mereknya sudah untuk menganalisis data yang sangat besar. Ujang terkenal. dan menggunakan teori dari Kotler yang terdiri dari. Pemecahan masalah diperluas biasanya di Faktor kedua adalah faktor situasional yang lakukan pada pembelian barang-barang tahan tidak diharapkan. keputusan pembelian (purchase decision) konsumen adalah membeli merek yang paling disukai. opinion). harga dan manfaat produk yang Hadi Diponegoro Surabaya. interest. Tipe Pengambilan Keputusan Schiffman dan Kanuk dalam (Sumarwan. pengukuran mobil yang anda sukai. (pembelian menurut kebiasaan) instrumen untuk mengukur gaya hidup. bagaimana cara membeli. ekonomi.keinginan berperilaku. minat. Analisis psikografik sering juga pemenuhan kebutuhan dan keinginan yang oleh diartikan sebagai suatu riset konsumen yang Assael disebut need arousal. Pencetus : orang yang pertama kali mengusulkan gagasan untuk membeli produk umum atau spesifik. proses pengintegrasian ini adalah suatu pilihan (choice). tidak b. moral. Pada umumnya. setuju. akan membeli. Faktor pertama adalah sikap orang lain. pendapatan. dua faktor bisa berada antara niat pembelian dan keputusan pembelian. atau sangat tidak setuju. Psikografik (psychographic) adalah suatu jumlah pembelian.diharapkan. Pernyataan Keputusan Pembelian (Kotler. Konsumen mungkin membentuk lama dan barang-barang mewah seperti mobil. dimana image gaya hidup sangat melekat pada penggunaan obyek peneliti yang akan diteliti. pakaian mahal. Sebagai contoh. Keputusan Pembelian keputusan pembelian – apakah membeli. d. atau seorang teman mungkin memberi tahu anda bahwa ia pernah kecewa dengan 3. 2005:220) yaitu: AIO di dalam studi psikoggrafik mungkin bersifat a. Pengukuran Gaya Hidup Menurut Sumarwan (2002: 58-64). preferensi mengenai gaya hidup dapat dilakukan dengan dan niat pembelian tidak selalu menghasilkan psikografik (psychographic). maka peluang 2004:292) menyebutkan tiga tipe pengambilan anda untuk membeli mobil yang lebih mahal keputusan : 1. istilah yang digunakan secara dapat diteliti. sosial. Ada lima Peran yang dimainkan dalam dipertukarkan dengan psikografi. konsumen atau jasa. Sehingga peneliti dalam penelitian ini topik peristiwa dunia. penting bagi anda berpikir bahwa anda seharusnya membeli mobil yang paling murah. tetapi e. Hasil dari sebagai pengukuran AIO (activity. Jika seseorang yang mempunyai arti 5. demografik konsumen. oleh konsumen untuk melakukan pembelian suatu Psikografik analisis biasanya dipakai untuk melihat produk diawali oleh adanya kesadaran atas segmen pasar. Psikografik adalah pilihan pembelian yang aktual. tidak Keputusan Pembelian menurut Kotler dan membeli.

Wanita bukan hanya memerlukan informasi tentang barang-barang konsumsi sehari-hari. dan sebagainya. Pengenalan Kebutuhan Suatu keadaan dimana terdapat perbedaan yang diinginkan dan keadaan yang sebenarnya terjadi. Dalam kehidupan ini. pemilihan produk. Menentukan Pilihan Produk Proses pemilihan alternatif tersebut akan menggunakan berbagai teknik pemilihan. perbedaaan individu.2. Ia juga telah memiliki standar untuk mengevaluasi merek. Termasuk didalamnya adalah keputusan yang dianggap penting seperti berlibur. perubahan situasi. minimal D3 atau akademi. Pencarian Informasi Pencarian informasi mulai dilakukan ketika konsumen memandang bahwa kebutuhan tersebut bisa dipengaruhi dengan membeli dan mengkonsumsi suatu produk. pasar swalayan atau mall. Wanita sebagai Konsumen Menurut (Kasali. namun untuk menghadiri pesta. Adapun produk-produk yang direkomendasikan untuk gaya hidup wanita dewasa masa kini yang dibutuhkan atau diputuskan oleh kaum wanita Indonesia yang cenderung berpendidikan. real estate. g. berorientasi kepada karir atau keluarga. melainkan juga produk-produk seperti otomotif. e. yang mengharuskan membuat pilihan yang tepat. Namun konsumen belum memiliki preferensi tentang merek tertentu. Konsumen hanya membutuhkan informasi yang sedikit. Konsumen akan mencari informasi yang tersimpan di dalam ingatan (pencarian internal) dan mencari informasi dari luar (pencarian eksternal).Langkah Keputusan Pembelian Konsumen ”Sumarwan (2004:294) keputusan membeli atau mengkonsumsi suatu produk dengan merek tertentu akan diawali oleh langkah-langkah sebagai berikut : a. Pada evaluasi alternatif. d. Dalam kondisi seperti ini. produk-produk yang di masa-masa lalu hanya layak ditargetkan untuk pria sekarangpun berpotensi besar ditargetkan kepada kaum wanita. 2003:453-455): a. Pemecahan Masalah yang Terbatas Pada tipe keputusan ini. sikap dan intensinya mengenai alternatif produk yang dipertimbangkan tersebut. b. Evaluasi Alternatif Sumarwan (2004: 301) evaluasi alternatif adalah ”proses mengevaluasi pemilihan produk dan merek. Akhir pekan melakukan makan siang/malam di luar (restoran) dan atau menonton sinema. wanita adalah manajer pembelian untuk bermacam-macam jenis dan kategori barang dan jasa. Pada tahap ini konsumen membentuk kepercayaan. Memiliki tabungan dengan kartu ATM. Konsumen seringkali hanya mereview apa yang telah diketahuinya. pengaruh pemasaran. program-program pendidikan. dan sesekali membeli baju rancangan desainer. Menentukan Alternatif Pilihan Pada proses evaluasi kriteria. dan memilihnya sesuai yang diinginkan konsumen”. konsumen membandingkan berbagai pilihan yang dapat memecahkan masalah yang . konsumsi produk. 2004: 294) pengenalan kebutuhan terdiri dari : waktu. h. Langkah . c. 2003:452-453). Berbelanja di department store. e. b. Blackwell dan Miniard dalam (Sumarwan. 3. Berikut ciri-ciri wanita menurut majalah Femina (Kasali. Konsumen hanya membutuhkan tambahan informasi untuk bisa membedakan antara berbagai merek tersebut. Pemecahan Masalah Rutin Konsumen telah memiliki pengalaman terhadap produk yang akan dibelinya. Konsumen akan mengurangi jumlah alternatif merek yang akan dipertimbangkan lebih lanjut. konsumen akan mendapatkan sejumlah merek yang dipertimbangkan. konsumen telah memiliki kriteria dasar untuk mengevaluasi kategori produk dan berbagai merek pada kategori tersebut. konsumen akan melakukan pencarian informasi yang intensif serta melakukan evaluasi terhadap beberapa atau banyak alternatif. d. dihadapinya. Produk- 6. Dengan semakin majunya pendidikan wanita. Membeli baju jadi (office dress/casual). mereka biasanya masih mengandalkan tukang jahit tertentu. Umumnya berpendidikan tinggi. Merawat kecantikan di salon. f. travel/pariwisata. dan menjaga penampilannya. c. Kebutuhan harus diaktifkan terlebih dahulu sebelum ia bisa dikenali. menghargai waktu. Wanita bergaya hidup kota besar. jasa-jasa perbankan. 7. Kebanyakan single atau menunda perkawinan sampai usia 30-an. Decision rules adalah teknik yang digunakan konsumen dalam memilih alternatif produk atau merek. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengaktifan kebutuhan menurut Engel. Evaluasi alternatif muncul karena banyaknya alternatif lain yang muncul karena banyaknya alternatif pilihan. transportasi udara. perabotan rumah tangga dan alat-alat kecantikan.

ciri-ciri psikografis wanita perkotaan antara lain: a. Sedangkan Hawkins dan Coney dalam (Fatmanovita. e. al. Senang jalan-jalan di mall dan mengobrol bersama teman-teman (bersosialisasi). menghabiskan dua sampai enam jam di depan televisi setiap hari. BAB III METODE PENELITIAN D. Ketertarikan (X1. Namun gaya hidup secara berkala menyediakan motivasi dasar dan panduan untuk pembelian tapi tidak secara langsung. Sedangkan menurut Kasali (1998:225) gaya hidup akan mempengaruhi keinginan seseorang untuk berperilaku dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang. hotel dan pariwisata. Jadi menurut pernyataan-pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara gaya hidup akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian. furniture. 2006) menyebutkan bahwa gaya hidup seseorang berpengaruh pada kebutuhan. ekonomi. Artinya gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. Dikarenakan seseorang memandang gaya hidup sebagai pusat dari proses konsumsi. Aktivitas (X1. Analisis gaya hidup dapat berguna bagi pemasar 8. secara halus. Restoran: fasfood khususnya burger. dan perlengkapan untuk bekerja. pendidikan dan budaya. perilaku pembelian konsumen. Gaya hidup (X1) Gaya hidup adalah suatu pola di mana orang menghabiskan waktu dan uangnya dalam membeli pakaian batik tulis Danar Hadi. . Menyukai acara musik (MTV) dan film-film seri. Suka mendengar radio khususnya informasi tentang musik sebagai alternative kedua setelah televisi. Hubungan Gaya Hidup dan Keputusan Pembelian Menurut Irawan dan Wijaya (1996:340) jika gaya hidup akan mempunyai dampak besar kepada perilaku pembelian seseorang. Definisi Operasional Variabel yang akan diteliti adalah gaya hidup sebagai variabel x (independent) dan keputusan pembelian sebagai variabel y (dependent). telekomunikasi. untuk mengetahui area spesifik dari kehidupan konsumen. 2006) Gaya hidup berpengaruh pada pembelian. seperti perilaku diluar rumah. b. 1. citarasa. Hal ini akan menentukan banyak dari keputusan pembelian konsumen.2) Adalah tingkat kegairahan yang menyertai perhatian khusus maupun terus menerus kepada pakaian batik tulis Danar Hadi. perilakunya dan perilaku pembeliannya. perubahan kebiasaan. elektronik (durables). dan dimensi gaya hidup mereka. (Hsu dan Chang. Lebih lanjut Assael dalam (Fatmanovita. and lifestyle dimentions in targeting consumers” Artinya adalah Rocha menekankan pentingnya mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam memilih mode pembelian baju berdasarkan pada keadaan fisik. (1995:9) “produk dan jasa diterima atau ditolak konsumen berdasarkan sejauh mana keduanya dipandang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka”. kosmetika. c. 2005:213). 2008:148) “Emphasised the importance in understanding behavioural preference in fashion and clothing consumption based on physical. Dimensi yang digunakan adalah meminta kepada konsumen untuk mengindikasikan dalam kegiatan aktifitas bekerja. barang-barang konsumsi dan perlengkapan rumah tangga. Rocha et. jasa-jasa keuangan (termasuk asuransi). Gaya hidup memiliki indikator sebagai berikut: a. Konsumen jarang secara jelas mengetahui peranan gaya hidup dalam keputusan pembeliannya.produknya antara lain adalah fashion (pakaian dan aksesoris bermerek kuat). department store. Menurut Engel et.:2007) “sikap tertentu yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu objek tertentu (misalnya merek suatu produk) bisa mencerminkan gaya hidupnya”. c. komunitas. 2003:458). Selain itu menurut Majalah Gadis (dalam Khasali. dan belanja pakaian batik. Pendapat (X1. “The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption behavior of consumers” (Hawkins dalam Kucukemiroglu.000 sampai Rp 100. kendaraan. al. al. yang akan berputar kembali pada gaya hidup konsumen. Mempunyai uang saku Rp 50. identitas. Dimensi yang digunakan adalah menyelidiki pandangan dan perasaan konsumen tentang batik tulis Danar Hadi yang berkaitan dengan masalah sosial. b.000 satu bulan. Menurut (Ilmiyah et.3) Adalah ”jawaban” lisan atau tertulis yang orang berikan sebagai respon terhadap situasi stimulus di mana semacam ”pernyataan” diajukan tentang pakaian batik tulis Danar Hadi.1) Adalah tindakan nyata yang dilakukan seseorang dengan pakaian batik tulis Danar Hadi. Dimensi yang digunakan memfokuskan pada preferensi dan prioritas konsumen berkaitan dengan keluarga dan penggunaan pakaian batik tulis Danar Hadi. identity. d.

Apabila dianggap sesuai.Keputusan Pembelian (Y) Menurut Kotler (2005:227). E.1) Adalah berapa banyak konsumen melakukan pembelian batik tulis Danar Hadi. maka ditambahkan 10% dari jumlah sampel minimal yang diambil. maka calon responden tersebut dapat dijadikan responden penelitian. Menentukan prosedur pengambilan sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling. Populasi dan Sampel 1. penelitian ini mempergunakan sampel sebesar 110 orang. F. Untuk mengantisipasi apabila terdapat data yang rusak. maupun yang akan membeli. 2003:157) bahwa usia dewasa di mulai dari umur 20 tahun. Pembelian menurut kebiasaan (Y1. Dimensi yang digunakan adalah berapa banyak konsumen melakukan pembelian batik tulis Danar Hadi. 2003 : 119). Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa seluruh item pernyataan memiliki nilai rhitung yang lebih besar dari rtabel sebesar 0. Berdasarkan pendapat Aaker (1997:12) yang menyatakan bahwa ukuran sampel regional 2. b) Menentukan ukuran sampel Jumlah sampel minimal dalam penelitian ini sebesar 100 responden. Populasi Target populasi dalam penelitian ini adalah responden yang telah melakukan pembelian batik tulis Danar Hadi untuk digunakan sendiri.2) Adalah keterlibatan konsumen dalam membeli pakaian batik tulis Danar Hadi. 2006 : 135). Dimensi yang digunakan adalah pembelian pakaian batik tulis Danar Hadi didasarkan karena konsumen sudah mengetahui produk tersebut dan batik tulis Danar Hadi adalah batik yang mereknya sudah terkenal. Jumlah pembelian (Y1. Populasi target dalam penelitian ini adalah responden yang pernah membeli dan menggunakannya sendiri pakaian batik tulis. Oleh karena itu. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. dengan jumlah populasi infinite artinya jumlah populasi yang diteliti tidak diketahui. . Suatu angket dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan 2. probabilitas elemen dalam populasi untuk terpilih sebagai subjek sampel tidak diketahui (Sekaran. Responden berusia minimal 20 tahun atau lebih karena dianggap responden dengan batasan umur diatas dapat memahami maksud dari angket dan menilai pernyataan angket dengan baik. sehingga disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan pada instrumen penelitian (angket) valid dan dapat digunakan sebagai alat ukur pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar Hadi. keputusan pembelian dapat didefinisikan sebagai preferensi yang dibentuk oleh konsumen atas merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan. di mana sampel diambil dari siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dan memenuhi karakteristik populasi di atas. 2. dimana dalam desain pengambilan sampel cara non probabilitas. Keputusan pembelian diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut: a. Kemudian jika probabilitasnya < 0.195. Penarikan sampel dilakukan dengan accidental sampling. maka dilakukan wawancara terlebih dahulu. Berjenis kelamin wanita (karena target respondennya di spesifikkan pada konsumen wanita) dan berumur 20 tahun atau lebih.05 maka item-item pada setiap variabel yang digunakan dalam penenlitian dinyatakan valid (Ghozali. Uji validitas item pernyataan-peryataan yang terdapat dalam angket dilakukan dengan jalan mengkorelasikan setiap variabel yang diuji validitasnya. Sampel Prosedur pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a) Mengidentifikasi unit sampel Sampel yang diambil merupakan populasi spesifik yang relevan dengan tujuan penelitian. b. sehingga bisa dipandang cocok dengan sumber data (Arsyad dan Soeratno. c) untuk jenis individu maupun rumah tangga berjumlah 100 hingga 500 orang. Menurut Badan Pusat Statistik (dalam Kasali. Uji Validitas Uji validitas telah dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang disusun dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. Untuk mengetahui kesesuaian calon responden dengan karakteristik populasi yang telah ditentukan di atas. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah uji untuk mengukur suatu angket yang merupakan indikator dari suatu konstruk. 2005:53). Konsumen tersebut juga dapat membentuk niat untuk membeli merek yang paling disukai. Jika rhitung > rtabel terjadi validitas yang nyata dan bersifat positif.

Uji Heterokedastisitas Uji ini bertujuan untuk menguji terjadinya ketidaksamaan varians dari hasil residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain dalam satu model regresi. . Berdasarkan pada tabel 1 di atas.030 . Cara di atas menunjukkan bahwa model regresi linier sederhana pada penelitian ini layak digunakan karena memenuhi asumsi normalitas.adalah konsisten. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan untuk mengukur konsistensi internal adalah koefisien alfa atau crobanch’s alpha. maka disebut homokedastisitas.1689705 . 2006:301) Untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual pada satu pengamatan ke pengamatan lain. Buchari Alma dalam Ridwan dan Sunarto (2007:348). Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data dari variabel bebas dan variabel terikat keduanya memiliki distribusi normal ataukah tidak. Calculated from data. Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu.05.656 Ket.559 . Suatu alat ukur dianggap reliabel apabila nilai Cronbach Alpha > 0.758 Sig. menunjukkan bahwa semua variabel memiliki nilai signifikansi asymp. Uji Asumsi Klasik Model regresi yang diperoleh dari metode kuadrat terkecil biasa (OLS). Sehingga beberapa kali diulang pun hasilnya akan tetap sama atau (konsisten).817 0.05). dapat diketahui besarnya nilai Cronbach Alpha untuk variabel gaya hidup (X1). Sehingga disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan pada instrumen penelitian (angket) reliabel dan dapat digunakan sebagai alat ukur pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar hadi. Jika varians dari residual pada satu pengamatan yang lain adalah tetap. . Sehingga penelitian ini dikatakan berdistribusi normal. Dependent Variable: Unstandardized Residual Sumber: lampiran Berdasarkan pada tabel 3 di atas menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas (X) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu gaya hidup mempunyai nilai Sig yaitu 0.126 . Tabel 1 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Gaya hidup (X) Keputusan pembelian (Y) Sumber: lampiran Cronbach Alpha 0. Berdasarkan pada tabel 2 hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov.074 . disebut homoskedastisitas.450 yang nilai tersebut lebih besar dari 0. Sig. Test distribution is Normal.200 . 3. (2-tailed) Mean Std. b.b Normal Parameters Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. b. merupakan model yang menghasilkan estimator linier tidak bias yang terbaik.112 N a. Regresi dikatakan terdeteksi gejala heterokedastisitas apabila nilai koefisiensi korelasi spearman mempunyai korelasi yang signifikan (sig < 0. Reliabel Reliabel Tabel 2 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual 105 .450 a. signifikansi yang lebih besar dari 5% (0.586 . dan keputusan pembelian (Y1) lebih besar dari 0. maka hal ini berarti dalam model regresi tidak terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya atau bebas heteroskedastisitas. Berdasarkan hasil Uji Normalitas dengan alat bantu komputer yang menggunakan bantuan program SPSS for windows.108 1.023 . sehingga variabel bebas (X) tersebut dapat digunakan dalam penelitian. Error Beta .05) terhadap nilai residualnya (Santoso dan Ashari. Reliabel artinya dapat dipercaya juga dapat diandalkan.074 t .117 . BLUE (Best Linier Unbiased Estimator) kondisi ini akan terjadi jika dipenuhi beberapa asumsi yang disebut dengan asumsi klasik sebagai berikut: a.60.117 -. Berdasarkan hasil Uji Heteroskedastisitas dengan alat bantu komputer yang menggunakan Program SPSS for windows diperoleh hasil: Tabel 3 Hasil Uji Heteroskedastisitas a Coefficients Model 1 (Constant) x Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std.12897727 .60. Jika varians tersebut tetap. Deviation Absolute Positive Negative a. maka butir atau item pertanyaan tersebut reliabel.

c.277 + 0.277 menyatakan bahwa jika gaya hidup sama dengan nol. maka dapat disimpulkan bahwa model regresi linier dalam penelitian ini bebas dari asumsi dasar (klasik) tersebut. Hasil uji analisis regresi linier sederhana dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4 Data Koefisien Regresi Linier Sederhana Hasil Perhitungan SPSS Variabel Konstanta X Koefisien Regresi 0.000 kontribusi pengaruh variabel gaya hidup terhadap keputusan konsumen adalah sebesar 69. Tanda positif pada koefisien regresi melambangkan hubungan yang searah antara gaya hidup (X) dengan keputusan pembelian (Y) yang artinya kenaikan variabel gaya hidup (X) akan menyebabkan kenaikan pula pada variabel keputusan pembelian (Y). Untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan memprediksi variabel terikat dengan menggunakan variabel bebas (Sarwono. maka dapat dijelaskan sebagai berikut: a. G.5% sedangkan sisanya sebesar 30. Menggunakan taraf signifikan sebesar α = 0. maka variabel keputusan konsumen (Y) akan berubah sebesar 0. Pembahasan “Pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar Dadi Diponegoro Surabaya (studi pada konsumen wanita)”. 2005:68). Merumuskan hipotesis secara statistik Ho : b = 0. b.944 artinya apabila gaya hidup (X) berubah satu satuan. maka digunakan teknik analisis regresi linier sederhana.5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Nilai koefisien regresi variabel gaya hidup (X) adalah sebesar 0. Variabel bebas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. Regresi linier sederhana dipergunakan untuk sebuah variabel terikat dan satu buah variabel bebas.308 Sig 0.thitung < 0.944 thitung 15. Perhitungan data dilakukan dengan menggunakan Statistic Program of Social Science (SPSS) for Windows. Teknik Analisis Data 1. Jadi dapat dikatakan bahwa gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis. Variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. 3.000 Dari tabel 5 di atas dapat digunakan untuk pengujian hipotesis dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. . Nilai konstanta sebesar 0.944 thitung 15.277 0.20 di atas dapat diketahui bahwa thitung untuk variabel gaya hidup (X) adalah sebesar 13.308 Sig 0.000 < 0.944 satuan.944X + e Berdasarkan persamaan regresi linier sederhana di atas.Setelah dilakukan uji asumsi klasik tersebut di atas. sehingga pengambilan keputusan melalui uji t yang dilakukan dalam penelitian ini tidak bias atau sesuai dengan tujuan penelitian.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Dari tabel 4.05 maka Ho diterima dan Ha ditolak Apabila nilai Sig.041 dan didukung dengan tingkat signifikansi sebesar 0. H. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya 4. maka dapat diperoleh persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut: Y = 0. Sumber: Lampiran Dari tabel di atas. Tabel 5 Hasil Uji t Variabel Konstanta X Koefisien Regresi 0. thitung > 0. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 69.05 Kriteria pengujian Apabila nilai Sig. Uji t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat. Uji t Pengujian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat. Hasil uji t pada penelitian ini dapat dijelaskan pada tabel di bawah ini.277. 2.05 atau 5%.5%. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN I. Teknik Uji Hipotesis 1. Regresi Linier Sederhana Untuk mengetahui pengaruh variabel gaya hidup (X1) terhadap keputusan pembelian (Y1) batik tulis Danar Hadi. Ha : b ≠ 0. maka keputusan pembelian (Y) adalah sebesar 0.277 0.

perilakunya dan perilaku pembeliannya. ekonomi (tidak memperdulikan perubahan harga batik tulis danar hadi. identitas. pendidikan dan budaya). konsep diri. 2006) menyebutkan bahwa gaya hidup seseorang berpengaruh pada kebutuhan. c. identity. Rumitnya pembuatan batik tulis membuat batik ini memiliki arti sendiri didalam para pengagumnya. 2006) Gaya hidup berpengaruh pada pembelian.Dari analisis data yang diketahui bahwa gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian sebesar 69. Karena dari diri mereka sendiri memilih batik dengan tipe batik tulis karena ciri khasnya dan memiliki unsur seni yang tinggi didalamnya. perilaku pembelian konsumen. persepsi. Dari hasil uji t juga diketahui bahwa variabel bebas yaitu gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. diketahui bahwa konsumen yang memakai pakaian batik tulis Danar Hadi sebagian berasal dari kalangan PNS dan pegawai swasta yang sudah bekerja. yang akan berputar kembali pada gaya hidup konsumen. 2008:148) “emphasized the importance in understanding behavioural preferences in fashion and clothing consumption based on physical. komunitas (selalu memakai pakaian batik tulis danar hadi dengan model terbaru dalam komunitas) dan belanja (selalu merencanakan untuk memilih motif batik tulis danar hadi ketika akan membeli pakaian). Karena aspek originalitas itu selalu mempunyai tempat tersendiri di pasar. aktifitas (bekerja. keadaan ekonomi. dan dimensi gaya hidup mereka. tetapi batik Danar Hadi tetap memperhatikan produk output yang berkualitas. bahwa indikator yang digunakan meliputi. Batik Danar hadi adalah batik yang sudah mempunyai merek terkenal sejak tahun 1967. ekonomi. karena menyukainya) dan budaya (sekarang pakaian batik tulis telah menjadi trend berbusana masyarakat Indonesia). seperti perilaku diluar rumah. Berdasarkan pemaparan tentang gaya hidup yang meliputi aktifitas. Aktifitas (activity) yang diukur dengan pernyataan bekerja (memakai pakaian batik tulis danar hadi saat bekerja). Konsumen jarang secara jelas mengetahui peranan gaya hidup dalam keputusan pembeliannya. proses pembelajaran. faktor lingkungan dan faktor strategi pemasaran. Industri batik tulis Indonesia juga tidak boleh dibiasakan untuk meniru. Selain itu Menurut Irawan dan Wijaya (1996:340) menyatakan bahwa jika gaya hidup akan mempunyai dampak besar kepada perilaku pembelian seseorang. Dikarenakan seseorang memandang gaya hidup sebagai pusat dari proses konsumsi. namun secara halus. perubahan kebiasaan. pendidikan (pakaian batik tulis dapat mendidik generasi muda untuk melestarikan budaya bangsa Indonesia). Sebagai daya tarik para pemakai pakaian batik ketika bersosialisasi dengan orang lain. Ketertarikan (interest) yang diukur dengan pernyataan keluarga (keluarga memiliki ketertarikan khusus terhadap pakaian batik tulis danar hadi) dan pakaian (menyukai pakaian yang bermotif batik khusunya batik tulis danar hadi). Batik Danar Hadi hadir untuk memperkaya perkembangan seni membatik pada khususnya dan usaha batik di Indonesia pada umumnya. . kepercayaan. motivasi. Namun gaya hidup secara berkala menyediakan motivasi dasar dan panduan untuk pembelian tapi tidak secara langsung. ketertarikan (keluarga dan pakaian).5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian ini misalnya faktor internal selain gaya hidup seperti usia dan tahap daur-hidup pembeli. b. Mode / model batik tulis danar hadi yang selalu mengikuti perkembangan jaman. Sedangkan Hawkins dan Coney dalam (Fatmanovita. hal ini membuktikan bahwa pakaian batik Danar Hadi. Lebih lanjut Assael dalam (Fatmanovita. Hal senada dikemukakan oleh Rocha (Hsu dan Chang. pendapat (masalah sosial. kepribadian. Dari pemaparan diatas peneliti membatasi indikator gaya hidup yang dilihat berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan.5% (menunjukkan hubungan yang kuat) dan sisanya sebesar 30. Sedangkan menurut Kasali (1998:225) gaya hidup akan mempengaruhi keinginan seseorang untuk berperilaku dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang. terutama telah diminati oleh sebagian besar kalangan yang mempunyai penghasilan tetap. Hal ini akan menentukan banyak dari keputusan pembelian konsumen. dan sikap. Dari hasil observasi. komunitas dan belanja). Analisis gaya hidup dapat berguna bagi pemasar untuk mengetahui area spesifik dari kehidupan konsumen. sebaliknya harus selalu terpacu untuk membuat sesuatu yang baru. Pendapat (opinion) yang diukur dengan pernyataan masalah sosial (selalu memakai pakaian batik tulis danar hadi saat menghadiri pertemuan dengan keluarga dan rekan kerja). jabatan. Kesan berpakaian batik terlihat kuno. minat dan pendapat adalah seperti berikut: a. citarasa. and lifestyle dimensions in targeting consumers” artinya yang menekankan pentingnya mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam memilih mode pembelian baju berdasarkan pada keadaan fisik.

Dari gaya hidup yang meliputi aktifitas seperti. department store. Dengan semakin majunya pendidikan wanita. jasa-jasa keuangan (termasuk asuransi). real estate. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: 1. Berdasarkan angket yang disebarkan. Dari analisis dan pembahasan di atas dapat diketahui bahwa gaya hidup yang mempunyai indikator AIO (activities. kendaraan. Wanita sebagai konsumen. Hal ini membuktikan bahwa batik telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari atau aktivitas sehari-hari dari para pemakainya. berorientasi kepada karir atau keluarga. menurut (Kasali. Gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. furniture. Produkproduknya antara lain adalah fashion (pakaian dan aksesoris bermerek kuat). dan menjaga penampilannya. Wanita bukan hanya memerlukan informasi tentang barang-barang konsumsi seharihari. al (1995:9) yang menyebutkan bahwa produk akan diterima konsumen apabila produk tersebut dipandang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. barang-barang konsumsi dan perlengkapan rumah tangga. komunitas. menunjukkan responden yang mayoritas wanita (karena studi hanya dibatasi pada konsumen wanita) bahwa kaum wanita memang memiliki gaya hidup yang tinggi terhadap pakaian maupun assecoris. melainkan juga produk-produk seperti otomotif. Berdasarkan angket. dan perlengkapan untuk bekerja. transportasi udara. Konsumen wanita juga telah memiliki keyakinan bahwa produk pakaian dari batik Danar Hadi pasti memiliki desain dan kualitas yang baik. perabotan rumah tangga dan alat-alat kecantikan. Konsumen akhirnya menyadari bahwa kehadiran batik sekarang bukan lagi sebuah hasil budaya tradisional masyarakat yang dianggap kuno atau tabu akan tetapi telah menjadi trend dan mode dalam berpenampilan terutama untuk aktifitas kerja serta karier mereka sehari-hari. “dari masa ke masa gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis. jasa-jasa perbankan. Namun demikian gaya hidup tidak cepat berubah. karena mereka juga memikirkan apa yang mereka pakai sehari-hari. interest. Pihak pemasar batik Danar Hadi harus lebih memperhatikan lagi masalah kesesuaian produk yang dijual dengan dengan gaya hidup masyarakat indonesia. wanita adalah manajer pembelian untuk bermacam-macam jenis dan kategori barang dan jasa. Hal ini membuktikan bahwa konsumen memiliki tingkat pendidikan yang tinggi apalagi sudah memiliki pekerjaan tentunya memiliki citarasa dan selera yang tinggi pula. elektronik (durables). menghargai waktu. Konsumen wanita yang digunakan sebagai responden dalam penelitian ini dari kalangan yang berlatar belakang dari perguruan tinggi dan minimum berpendidikan SMA atau SMK dan sebagian besar sudah memiliki pekerjaan dan pengahasilan tetap. mereka sebagian besar tidak mementingkan harga dalam proses keputusan pembelian. Saran Berdasarkan hasil penelitian di atas. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN J. dari intensitas responden yang telah membeli produk pakaian batik tulis Danar Hadi lebih dari satu kali pembelian. Batik Danar Hadi memberikan keyakinan yang positif untuk tetap memilih batik Danar Hadi sebagai pilihan yang tepat untuk poduk pakaian batik. sehingga pada kurun waktu tertentu gaya hidup relatif permanen” (Setiadi. Dalam kehidupan ini. travel/pariwisata. dan sebagainya. 2003:452-453). K. Harus bisa membuat produk batik yang disukai kaum perempuan pada saat ini. Adanya pengalaman dari keluaga sebelumya menggunakan produk pakaian batik tulis Danar Hadi. 2003:148). program-program pendidikan. hotel dan pariwisata. dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut: 1. kosmetika. diwajibkan . Dalam beberapa teori di literatur buku dan berbagai jurnal asing dan lokal. Adapun produk-produk yang direkomendasikan untuk gaya hidup wanita dewasa masa kini yang dibutuhkan atau diputuskan oleh kaum wanita Indonesia yang cenderung berpendidikan. Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat Engel et. hal ini dikarenakan dalam gaya hidup kaum wanita lebih mengandalkan naluri dan emosionalnya. telekomunikasi. Batik tulis Danar Hadi yang mempunyai desain dan produk yang berkualitas.Batik tulis Danar Hadi banyak digunakan oleh pemakainya terutama untuk bekerja dan berbagai aktivitas lain. produk-produk yang di masa-masa lalu hanya layak ditargetkan untuk pria sekarangpun berpotensi besar ditargetkan kepada kaum wanita. di dalam suatu komunitas Pegawai Negeri Sipil. dengan begitu batik Danar Hadi tetap memberikan keyakinan yang kuat untuk mereka agar tidak berpindah ke merek lain dan tetap menggunakan produk pakaian batik tulis Danar Hadi sebagai pilihan utama. telah menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara gaya hidup dengan keputusan pembelian seseorang. and opinion) berpengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar Hadi Diponegoro Surabaya.

. pekerjaan: memakai batik pada saat bekerja. 1994. pendapat. 2005. filsafat. Roger J. Perilaku Konsumen.M. Journal of Fashion Marketing and Aaker. disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti mengenai unsur tentang desain produk. Jilid 1. Edisi Pertama. 1996. dkk. Kotler. Kotler.X. 2006. karena desain merupakan faktor penting bagi produk pakaian batik dan mempunyai nilai seni. Marketing Principle and Strategy. Berdasarkan hasil wawancara pada responden ditemukan fenomena bahwa responden menyukai desain produk batik Danar Hadi. Jakarta : Indeks. Jakarta: Erlangga. Orlando. Marketing in Venus The Garuda Indonesia Story. Membidik Pasar Indonesia: Segmentasi. 1997. USA: Irwin. 10 karakteristik gaya hidup konsumen Indonesia (online). Jilid 1. Philip. Harcourt. Miniard. Henry. 2008. Desain pakaian batik tulis Danar Hadi yang selalu identik dengan motif klasik dan dikerjakan secara tradisional harus lebih diperhatikan dan dipertahankan. minat. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. diakses 6 November 2009). FE Unair. Edisi Keenam. Manajemen Pemasaran.F. Jakarta: Indeks.Best. budaya: pakaian batik dapat mendidik generasi muda untuk melestarikan budaya bangsa indonesia. budaya dan ciri khas yang menggambarkan suatu batik. Jakarta: Mitra Utama. Consumer Behaviour. Edisi Kedua belas. Consumer Behavior. Prinsipprinsip pemasaran. dan ciri khas akan bertambah. Philip dan Keller. Pemasaran 2000. dikarenakan desain produk akan lebih memperlihatkan unsur seni.com. Oleh karena itu. J. Inc. baik pegawai di instansi pemerintahan maupun swasta. 9 th edition. Gramedia Pustaka Utama. Skripsi tidak diterbitkan. Fatmanovita. Jakarta: MarkPlus&Co. 1998. Surabaya. Targeting. Ghozali. Walaupun pakaian batik. Kartajaya. Edisi Kesebelas. Philip dan Gary Armstrong. 1992. Alih bahasa: Aris Ananda.Blackwell and Paul W. Kasali. Yogyakarta: BPFEYogyakarta. Hermawan. 2007. tetapi mode (modelnya) tidak ketinggalan zaman sehingga dapat membuat orang tertarik untuk membelinya. Six Edition.. 1990. Irawan dan Wijaya. Survei Penduduk Kota Surabaya Tahun 2009. Budiyanto.handiirawan. Terjemahan oleh Benyamin Molan. Self Concept. “Pengaruh Lifestyle. Kenneth A. 2008. 2005. Jakarta: Binarupa Aksara. New York: The Drydeen Press. dkk. karena dengan menggunakan pewarna alami maka akan menghasilkan kombinasi warna-warna yang unik dan menarik serta aman digunakan bagi konsumen. setiap hari kamis dan jumat diwajibkan untuk menggunakan pakaian batik. Coney. James F. Implication for Marketing Strategy..2007. Irawan. 2001. 1992.. Terjemahan oleh F. Kevin Lane. Imam. Engel.J. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. M. Purchase of clothing and its linkage to family communication and lifestyles among young adults. budaya dan ciri khas. Kotler. Jilid 1. Second Edition. 2009. R. Faried. 2005. Hawkins.D. BPS Provinsi Jawa Timur. Jilid 1. Rhenald. Terjemahan oleh Benyamin Molan. Six Edition. 2005. Manajemen Pemasaran. pegawai diwajibkan menggunakan pakaian batik setiap hari kamis dan jumat. Handi.2. DAFTAR PUSTAKA Engel. filsafat. 2009. Managing Brand Equity: Capitalizing on The Value of A Brand Name. RR Yugi. macam corak batik yang ada di outlet batik Danar Hadi mengandung nilai seni. Jakarta: PT. dan Positioning. Edisi Kedua belas. Terjemahan oleh Bob Sabran. (www. David A. Lu Hsu.1995. Jane and Kai-Ming Chang. USA: The Drydeen Press. dan Respon atas Advertising terhadap Brand Preference pada Produk Wewangian Wanita Merek SHE di Surabaya. F. karena dengan menambah desain produk pada pakaian batik tulis. budaya. dkk. Assael. Surabaya: BPS Provinsi Jawa Timur. Proses pewarnaan batik tulis Danar Hadi dengan pewarna alami merupakan nilai lebih dari pakaian batik tulis Danar Hadi dan harus tetap dipertahankan di tengah banyak munculnya pakaian batik dengan pewarna buatan. filsafat. Engel.

Sarwono. New Jersey.org/wiki/Batik. 2006. Perilaku Konsumen. Jilid 2. 1. diakses 6 November 2009).G. 2006. dan Sunarto.wordPress. diakses 5 Oktober 2009 http://www. Andi Offset. 2006. Mowen. Schiffman. 2007.emeraldinsight. (http//www. Riset Pemasaran Pendekatan Terapan. Sondang. 147-163. Budaya Visual Indonesia. Nizar dan Diagne. 2005. 2. Research Methods For Business. Oktober 2007: 73-80. 2009. Teori dan Praktik Riset Pemasaran dengan SPSS. 2. Jurnal Manajemen Pemasaran (online). Surabaya: Unesa University Press. C dan Minor. Batik Danar Hadi. Hatane. Edisi Kelima. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Schiffman. Semuel.. Kualitatif. Inc. Komunikasi.petra. Bandung: Rosda. 2001. 2005. Copyright @ PT. Ekonomi. Canadian and French Men’s Consumption of Cosmetics: A Comparison of Their Attitudes and Motivations. 2008pp. 2007. Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia. Bogor: PT. 2000. Journal of Consumer Marketing. Bandung: CV. Segmentasi Gaya |Hidup Pada Mahasiswa Program Studi Pemasaran Universitas Kristen Petra. Michael. Edisi Keempat. 5 April 2010 http://id. Seven Edition. Jakarta: Erlangga.A Anwar Prabu. Panduan Penulisan dan Penilaian Skripsi.emeraldinsight. Riset Pemasaran Pendekatan Terapan.ac. Jakarta: PT. Perilaku Konsumen: Konsep dan Implikasi Untuk Strategi Penelitian Pemasaran. Sekaran. Bandung: PT.ac. 1994. Solomon. New York: Macmillan. Perilaku Konsumen. Consumer Behavior. diakses 20 November 2009 http://www. 2009. Perilaku Sutisna. Edisi Revisi. diakses 10 November 2010 . l. 2002. 2002. Vol.com. 1987. Perilaku dan Keputusan Pembelian Konsumen Restoran melalui Stimulus 50% Discount di Surabaya. Ujang. Edisi I. 2004. Jakarta: PT Penerbit Erlangga. Malhotra. (Online). Bandung: Alfabeta. Terjemahan oleh Soleh Rusyadi Maryam. John. (http://puslit. Second Edition. 1974. 12 No.com. & Leslie L.. Bilson. Munoto. Sugiyono. 2003. No. Prentice Hall. USA: Prentice Hall International. Fandy. 1. dan R&D). Jakarta: Prenada Media. 26. No. Riduwan. Konsumen.id. Refika Aditama. dan Bisnis. John C. Vol. (http://puslit. Elex Media Komputindo. Naresh K. A.wikipedia. Alfabeta Sumarwan. Michael. Mariam. (http//www. Mangkunegara.petra. Malhotra. Riset Pemasaran Konsep dan Aplikasi dengan SPSS. Setiadi. Panduan Riset Perilaku Konsumen. diakses 20 Desember 2010). Edisi Keempat. Singgih dan Tjiptono. Jakarta: Salemba Empat. Souiden. 38 (January) hal33-37. 2. Edisi Empat.id. “The Concept and Application of Life Style Segmentation” dalam Journal of Marketing.SwaBerita. Nugroho. Consumer Behaviour. dkk. Jakarta: PT Indeks. 2001. Yohanes Kunto dan Peter Remy. diakses 10 Oktober 2009). Yogyakarta: CV. Santoso. 2004. diakses 25 Oktober 2009). 2009. Jilid 1. 2.com. 2007. 2004. 8th edition. Sachari.com. Naresh K. Agus. No. Jilid 1. Leon G and Leslie L.Ghalia Indonesia. Terjemahan oleh Soleh Rusyadi Maryam.K. Simamora. Consumer Behaviour. Vol. Jonathan. Jakarta: PT. Joseph. Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif. 2002. Jurnal Manajemen Pemasaran (online). Uma. Terjemahan oleh Lina Salim.Management (online). USA: Allyn and Baccon. Plumer. Jilid 1 dan 2. Sosial. Kanuk. 2004. April 2006: 13-21. Gramedia Pustaka Utama. Consumer Behaviour. 2004. Vol. Mowen. Pengantar Statistik Untuk Penelitian Pendidikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful