Influence of Lifestyle on Purchase of Decision Danar Hadi Batik Clothing (Studies on female consumer in Danar Hadi’s Outlet in Diponegoro

Surabaya) By: Ratna Yuliana UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ABSTRACT Products and services consumers accepted or rejected based on the extent to which they considered relevant to the needs and lifestyles. Consumers may ignore the words of marketers (Engel et al, 1995:9). "Certain attitudes held by consumers toward a particular object (eg the brand of a product) can reflect the style of life" (Ilmiyah et. Al.: 2007). "The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption of consumer behavior" (Hawkins in Kucukemiroglu et. Al., 2003:213). It represents a lifestyle having a major impact on purchasing and consumption behavior of consumers. "From time to time an individual's lifestyle and particular group of people will move dynamically. However, lifestyle is rapidly changing, so that at a certain time is relatively permanent lifestyle "(Setiadi, 2003:148). This study aims to determine and analyze the influence of lifestyle on purchase decisions batik Danar Hadi Diponegoro, Surabaya. Population in this research is that consumers batik Danar Hadi Surabaya Diponegoro who make purchases for their own consumption. The sample in this study amounted to 100 people, based on the theory of Freankel and Wallen and Aaker. Soetrisno (2001: 73) argues that there is no absolute determination what percentage of the sample to be taken from the population so no need to cast doubt on the researcher. From the research that has been done can be seen that the coefficient of multiple determination or R Square of 0.695 means that the magnitude of the contribution of independent variable influence of lifestyle on the dependent variable is the purchase decision is 69.5%. While the rest 30.5% are influenced by other variables outside. From the above analysis and discussion can be seen that lifestyle has a significant influence on purchase decisions. This is evident by the level of significance for lifestyle variables is 0.000 < 0.05 or 5%.

Keywords: Lifestyle, Purchasing Decision And Batik Danar Hadi Surabaya

Dari analisis dan pembahasan di atas dapat diketahui bahwa gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. 2003:148).. Namun demikian gaya hidup tidak cepat berubah. Konsumen dapat mengabaikan yang dikatakan oleh pemasar (Engel et.. Hal ini terbukti dengan tingkat signifikansi untuk variabel gaya hidup adalah 0.05 atau 5%. Keputusan Pembelian Dan Batik Danar Hadi Surabaya .al.000 < 0.:2007).5%. 1995:9). al.Pengaruh Gaya Hidup terhadap Keputusan Pembelian Pakaian Batik Tulis Danar Hadi (Studi Konsumen Wanita Pada Outlet Danar Hadi Diponegoro Surabaya) Oleh : Ratna Yuliana UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ABSTRAK Produk dan jasa diterima atau ditolak konsumen berdasarkan sejauh mana keduanya dipandang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen batik Danar Hadi Diponegoro Surabaya yang melakukan pembelian untuk dikonsumsi sendiri. Artinya adalah gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. dengan berdasarkan teori dari Freankel dan Wallen serta Aaker. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa dari nilai koefisien determinasi berganda atau R Square sebesar 0. Sedangkan sisanya 30.695 berarti bahwa besarnya kontribusi pengaruh variabel bebas yaitu gaya hidup terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian adalah sebesar 69. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian batik tulis Danar Hadi Diponegoro Surabaya. “dari masa ke masa gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis.5% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. “Sikap tertentu yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu objek tertentu (misalnya merek suatu produk) bisa mencerminkan gaya hidupnya” (Ilmiyah et. al. sehingga pada kurun waktu tertentu gaya hidup relatif permanen” (Setiadi. 2003:213). Soetrisno (2001: 73) berpendapat bahwa tidak ada ketetapan mutlak berapa persen sampel yang harus diambil dari populasi sehingga tidak perlu menimbulkan keraguan pada peneliti. “The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption behavior of consumer” (Hawkins dalam Kucukemiroglu et. Kata Kunci : Gaya Hidup.

Gaya hidup dapat dipahami sebagai sebuah karakteristik seseorang secara kasat mata. Latar Belakang Masalah Di tengah gaya hidup berbusana global yang masuk ke Indonesia. ringan dan disukai masyarakat (http://id. pemunculan batik dengan gaya trendi memang sangat menarik perhatian. apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan). suka merek luar negeri. serta sikap terhadap diri sendiri dan lingkungannya. 2004:10). Meluasnya busana batik dalam beberapa dekade terakhir berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. gagap teknologi. perilaku. kuat di subculture.com/2009) ada 10 tipe karakteristik gaya hidup konsumen Indonesia. 2007:73).org/wiki/Batik).com). sangat digemari ibu-ibu kelas atas sebagai gaun malam (SwaBerita. Berdasarkan kecintaan pada batik. dan pendapatannya terhadap sesuatu hal yang sudah melekat pada diri personal seseorang. pengrajin batik berupaya untuk mengangkat batik untuk menjadi bagian penting dalam dunia fashion saat ini. tata. seperti pesta pernikahan. maupun inovasi-inovasi baru yang terjadi pada batik modern. Namun tetap harus dilakukan upaya untuk melestarikannya. religius. Baju dari tekstil tradisional yang dirancang modis ternyata bisa tampil segar. 2007:201). kelas sosial dan pekerjaan yang sama dapat mempunyai gaya hidup yang berbeda.BAB I PENDAHULUAN A. www. Di dalam tubuh masyarakat berkembang kebiasaan baru untuk memakai busana batik modern pada acara-acara resmi. dan kurang peduli lingkungan. Batik bergaya muda rupanya mengena di hati peminat mode. sang maestro batik Iwan Tirta menaikkan gengsi kain tradisional itu menjadi gaun malam mewah dan elegan. makna yang diperoleh dari bentuk-bentuk persilangan budaya. serta objek-objek yang mendukungnya. maupun masyarakat pada umumnya dalam wujud desain yang semakin beragam. dengan tetap memperhatikan makna dari batik tersebut (www. gengsi. yang diperkaya tinta emas prada. dapat membantu untuk memahami niali-niali konsumen yang terus berubah dan bagaimana nilainilai tersebut dapat mempengruhi perilaku konsumen. orientasi pada konteks. baik dikalangan pejabat pemerintah. Orang yang berasal dari subkultur. tidak terencana. para pegawai negeri sipil. Menurut (Handi Irawan D. Namun kini sudah mulai mewabah di kalangan umum. dalam pelaksanaanya dilandasi oleh sistem nilai atau sistem kepercayaan tertentu (Piliang dalam Agus Sachari. minat dan opininya. dan kegiatan lainnya yang sebelumnya cenderung mengenakan jas. tetaplah merupakan proses pemantapan jati diri bangsa melalui nilai-nilai estetik yang dihasilkannya (Agus Sachari. Gaya hidup seseorang menunjukkan pola kehidupan orang yang bersangkutan yang tercermin misalnya dalam kegiatan sehari-hari. Gaya hidup akan mempengaruhi keinginan seseorang untuk berperilaku dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang (Kasali. minat. Menurut Kotler (2005:210) Gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai pola hidup seseorang di dunia yang terungkap pada aktifitas. Batik sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia mempunyai nilai yang tinggi dan abadi sepanjang masa. Ketika itu gaun batik sutra bercorak bunga hokokai. pilihan. Mulanya memang kelompok terbatas. pertemuan para pejabat tinggi negara. Nilai-nilai estetik modern selama satu abad telah memiliki peran yang lebih bermakna dalam mempertahankan dan menganekaragamkan produk batik dan ragam hias batik di dalam masyarakat indonesia. upacara pembukaan pameran. Bukan baru sekali ini batik popular menjadi gaya hidup kosmopolitan. suka berkumpul. yaitu dengan menciptakan kreasi batik dalam bentuk desain produk yang lebih modern. para sosialita dan selebriti. Hal itu merupakan fakta-fakta penguatan budaya lokal dalam kehidupan masyarakat modern di perkotaan dan indikasi terciptanya gaya hidup untuk menggunakan pakaian batik (Agus Sachari. yang menandai sistem nilai. Gaya hidup menggambarkan ”keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya. Pandangan lama tentang batik kian berubah. Peran nilai estetik tersebut tidak hanya sebagai pengayaan ragam hias batik saja.wikipedia. Gaya hidup merupakan kombinasi dan totalitas cara.handiirawan. dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia sekitarnya (pendapat). (Bilson Simamora. Meskipun sejumlah ragam hias batik tersebut mulai menghilang. Produk dan jasa diterima atau ditolak konsumen berdasarkan sejauh mana keduanya dipandang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. tetapi juga memberi kontribusi terhadap proses pemberdayaan produk batik secara lebih luas.com). yaitu: berpikir jangka pendek. Di era 1970-an. Sutisna (2002:145) mengemukakan bahwa gaya hidup diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas).wordPress. kebiasaan. Demikian pula muncul kewajiban para siswa sekolah dasar dan menengah setiap satu minggu sekali untuk memakai pakaian batik. Konsep gaya hidup apabila digunakan oleh pemasar secara cermat. . Peminatnya dari berbagai kalangan. 2007:196). 1998:225).

. karena menggunakan canting dan prosesnya berulangulang. (jumlah penduduk wanita terbanyak yakni di Surabaya Selatan tepatnya di kecamatan Sawahan sebesar 95. Sedangkan keputusan pembelian menurut Sutisna (2002:15). yang memberikan pengukuran kuantitatif. and lifestyle dimentions in targeting consumers” (Rocha et. Tujuan kelompok usaha Batik Danar Hadi adalah menyumbangkan sesuatu yang bernilai terhadap seni tradisional yang terkenal sebagai ungkapan kehidupan serta filosofi budaya Jawa. batik tulis tersebut menggunakan bahan dari Sutera ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB. 2003:148). begitu juga seni pembuatan kain itu sendiri. Menurut data BPS Jawa Timur (tahun 2009) jumlah wanita di Jawa Timur sebesar 1. (Copyright PT. sehingga pada kurun waktu tertentu gaya hidup relatif permanen” (Setiadi. minat (interest). dan sesekali membeli baju rancangan desainer. motif berdimensi dan terdapat warna pada kedua sisi.Konsumen dapat mengabaikan yang dikatakan oleh pemasar (Engel et. Outlet penjualan batik Danar . “dari masa ke masa gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis. Konsep yang terkait dalam dengan gaya hidup adalah psikografik. filosofi. Artinya adalah Rocha menekankan pentingnya mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam memilih mode pembelian baju berdasarkan pada keadaan fisik. Batik tulis Danar Hadi mempunyai nilai seni yang tinggi dan ekslusif. 1995:9). Batik Indonesia juga banyak diminati konsumen wanita Indonesia. Hal ini mencerminkan kebutuhan sekunder konsumen wanita sangat besar . dan dimensi gaya hidup mereka. dan kebanyakan single atau menunda perkawinan sampai usia 30-an. Batik Danar Hadi adalah perusahaan induk yang dibentuk oleh Bapak dan Ibu Santosa Doellah. Berkembang di Indonesia sejak abad silam. Jejaknya tercermin dalam ragam corak batik di pesisir utara pulau Jawa maupun di pusat aristokrasi Surakarta dan Yogyakarta. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pakaian adalah barang apa yang dipakai (baju. Salah satunya dalam mempengaruhi keputusan pembelian seseorang terhadap pakaian. (Sumarwan. Dari Cina dan India datang pengaruh Hindu dan Budha. Setiap tahunnya selalu ada tren-tren busana untuk wanita. al. yang terdiri dari aktivitas (activities). Untuk mencapai hal tersebut. identitas. Psikografik adalah suatu instrument untuk mengukur gaya hidup. sebagai warisan budaya milik Indonesia di dunia. celana). Di kota metropolitan Surabaya. Berikut ciri-ciri wanita menurut majalah Femina (dalam Kasali. Bahan baku yang dipergunakan selain kain mori untuk kain-kain tradisional. Seni membatik adalah teknologi kuno. Batik Danar Hadi terus menerus bekerja keras untuk meningkatkan karyanya.678 juta jiwa. hal ini akan menambahkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap Batik sebagai warisan budaya Indonesia (http://id. pada khususnya hadir untuk memperkaya perkembangan seni membatik dan pada umumnya usaha batik di Indonesia. Namun demikian gaya hidup tidak cepat berubah. minimal D3 atau akademi. Batik Danar Hadi). membeli baju jadi (office dress/casual).org/wiki/Batik). 2002:58). “Emphasised the importance in understanding behavioural preference in fashion and clothing consumption based on physical.al. akhir pekan melakukan makan siang/malam di luar (restoran) dan atau menonton sinema. akhirnya batik berhasil memperoleh pengakuan dari Organisasi Pendidikan. Bahwa wanita Indonesia semakin emosional dalam berbelanja. UNESCO. Artinya adalah gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. keputusan pembelian adalah pengambilan keputusan oleh konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk diawali oleh adanya kesadaran atas pemenuhan kebutuhan dan keinginan yang oleh Assael disebut need arousal. identity. Psikografik sering diartikan sebagai AIO . dan opini (opinion). sedangkan dari Arab dan Persia datang nuansa Islami. 2003:213). 2003:453-455): Wanita bergaya hidup kota besar. Hal ini juga diperkuat oleh fenomena yang dikemukakan oleh Kartajaya (2005:15) “bahwa dalam belanja wanita sering bersikap irasional”. “The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption behavior of consumer” (Hawkins dalam Kucukemiroglu et. memiliki tabungan dengan kartu ATM.. pasar swalayan atau mall. namun untuk menghadiri pesta. “Sikap tertentu yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu objek tertentu (misalnya merek suatu produk) bisa mencerminkan gaya hidupnya” (Ilmiyah et. Berdiri tahun 1967. merawat kecantikan di salon. al. berbelanja di department store. Pada batik tulis pengerjaanya memakan waktu yang lama. 2008:148). umumnya berpendidikan tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen wanita memiliki prospek yang tinggi dalam pembelian busana atau pakaian bati tulis.mereka biasanya masih mengandalkan tukang jahit tertentu. Setelah mendapat pengakuan dari UNESCO. al.wikipedia. lambang dunia seputar siklus kehidupan. Gaya hidup yang dimiliki seseorang akan mempengaruhinya dalam keputusan pembelian suatu produk. termasuk dalam produk pakaian. dalam Hsu dan Chang. Baru-baru ini pada tahun 2009 tepatnya tanggal 2 Oktober.:2007). di tanah Jawa batik berkembang menjadi ekspresi yang mengakar pada mitologi.305 juta jiwa).311.

Gambar 1 Grafik perbandingan penjualan antara Batik Danar Hadi dan Batik Keris 300 250 200 150 100 50 0 Danar Hadi Keris Sumber: PT. dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia di sekitarnya (pendapat). ”Gaya hidup didefinisikan sebagai pola di mana orang hidup dan menghabiskan waktu serta uangnya” (Engel dkk. yaitu bagaimana mereka hidup. serta objek-objek yang mendukungnya. Dampak dari . 1998:220). dalam pelaksanaanya dilandasi oleh sistem nilai atau sistem kepercayaan tertentu. yakni mendapatkan barang dengan cara cepat. Lifestyle denotes how people live. maka diajukan judul penelitian ”Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian Pakaian Batik Tulis Danar Hadi” (studi konsumen wanita pada outlet Danar Hadi Diponegoro Surabaya). Landasan Teori 1. Apakah gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Batik tulis Danar Hadi? BAB II KAJIAN PUSTAKA C. meski sebenarnya mereka mampu untuk membeli yang lebih besar. Gaya hidup merupakan kombinasi dan totalitas cara. 2002:56). kain jarit dan batik Madura (yang tidak ada di outlet Tunjungan Plaza). kebiasaan. yaitu: 1. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas.com:2009) ada 10 tipe karakteristik gaya hidup konsumen Indonesia. Gaya hidup dapat dipahami sebagai sebuah karakteristik seseorang secara kasat mata. (Solomon. tas batik. yang menandai sistem nilai. Indikator lainnya adalah. minat dan opini dari seseorang (activities. Sumarwan (2002:57) menjelaskan bahwa gaya hidup seringkali digambarkan dengan kegiatan. Gaya Hidup Menurut Sutisna (2002:145). fenomena ini juga didorong oleh perhitungan yang hanya melihat kebutuhan jangka pendek. Piliang dalam Agus Sachari (2007:73) Gaya hidup mencerminkan pola konsumsi yang meggambarkan pilihan seseorang bagaimana ia menggunakan waktu dan uang (lifestyle refers to a pattern of consumption reflecting a persons’s choices of how he or she spend time and money. Gaya hidup menggambarkan ”keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya. 1999:174). Berpikir jangka pendek (short term) Salah satu indikasi besarnya konsumen yang punya pikiran jangka pendek ini adalah maraknya kredit konsumsi.handiirawan.Hadi berkembang pesat. Hal ini nampak dari kecenderungan mereka membeli sesuatu dalam kemasan-kemasan kecil. Kondisi ini juga dibentuk oleh kondisi ekonomi makro yang mengakibatkan penurunan daya beli pada masyarakat. 2. hingga konsumen harus berpikir untuk mencari solusi dalam jangka pendek dulu. how they spend their money. Tetapi batik Danar Hadi di Jalan Diponegoro Surabaya adalah outlet terbesar di wilayah Jawa Timur dan penjualannya yang menunjukkan trend peningkatan yang positif dan dari segi banyak variant pakaian batik yang ditawarkan. B. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup lebih menggambarkan perilaku seseorang. Menurut Kotler (2005:210) Gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai pola hidup seseorang di dunia yang terungkap pada aktifitas. Selain didorong oleh sulitnya cash flow rumah tangga. www. maka rumusan masalah ini adalah sebagai berikut: 1. and opinion). 1994:383). tata. gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai cara hidup yang diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas). Danar Hadi Berdasarkan latar belakang di atas. konsumen selalu membeli berdasarkan budget. apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan). menggunakan uangnya dan memanfaatkan waktu yang dimilikinya (Sumarwan. interests. serta sikap terhadap diri sendiri dan lingkungannya. minat dan opininya. and how they allocate their time (Mowen dan Minor. Gaya Hidup Konsumen Indonesia Menurut (Handi Irawan D. di outlet Diponegoro menunjukkan kelengkapan dibanding outlet-outlet yang lain seperti: hiasan-hiasan patung jawa. mulai dari supermarket maupun toko-toko khusus yang didirikan untuk menjual batik Danar Hadi. Batik Danar Hadi). pilihan. (Copyright PT.

Ketika membeli seringkali mereka tidak mengerti kegunaan dari barang yang dibelinya secara detil. kita masih menganut budaya feodal yang menciptakan kelas-kelas sosial. Meski sudah ada beberapa produsen dalam negeri. Hanya saja. tetapi mereka lebih percaya diri dengan menggunakan ”merek luar” agar dikira sebagai produk luar negeri. Menurut seorang praktisi periklanan. Hal ini mendorong orang untuk saling pamer. Orientasi pada konteks Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya. akan tetapi banyak juga yang terbukti tidak efektif. perkembangan tekhnologi dan informasi yang berbeda. Berbeda dengan Negara Barat yang khas dengan individualitiknya. Perilaku gengsi ini tercermin dari perilaku membeli yang kadang tidak benar-benar dibutuhkan. seperti membuka situs-situs yang tidak mendidik. Jauh berbeda dengan AS yang mencapai 73%. Peneliti mengambil penelitian yang dikhususkan pada pakaian Batik tulis di Danar . Suka berkumpul Kebiasaan suka berkumpul sudah melekat dalam budaya konsumen kita. fitness center. tidak demikian dengan konsumen Indonesia yang menempatkan faktor lingkungan di urutan terbawah. Masyarakat kita masih memandang inferior terhadap diri sendiri. Mereka cenderung enggan merencanakan sesuatu jauhjauh melakukan impulse buying atau langsung membeli di tempat. 4. masyarakat kita mengukur kesuksesan dengan materi dan jabatan. 6. dll. Maka wajar jika seseorang ingin dianggap sukses. Setiap daerah memiliki kekhasan. Suka merek Luar Negeri Kebanyakan alasannya adalah image dan kualitas. jika arena-arena berkumpul dan klub-klub seperti kafe. alasan-alasan konsumen membeli sebuah produk relatif tidak terlalu jauh berbeda di manapun. Kuat di Subkultur Unsur etnis. membuat wawasan konsumen juga berbeda. dia harus memiliki atributatribut kesuksesan seperti mobil. Terutama membaca literatur yang padat berisi ilmu dan pengetahuan. Religius Konsumen Indonesia sangat peduli terhadap isu agama. Dari pemaparan di atas mengenai gaya hidup. 9. Isu ini bisa menjadi sangat sensitif dan sangat mempengaruhi minat beli masyarakat. 5. 10. Seperti itu sepuluh karakter konsumen Indonesia yang unik dan mungkin sangat berbeda dengan konsumen di luar negeri. Kecenderungan ini mengakibatkan konsumen mudah untuk menerima dan dipengaruhi oleh informasi di media tanpa keinginan untuk mencari kebenaran berita itu. Ketiga. Pada tahun 2005 misalnya. rumah. Terlebih mayoritas penduduknya adalah Islam. Adanya perbedaan subkultur ini seringkali juga menyebabkan tidak semua merek nasional bisa menguasai semua di medan pertempuran. konsumen Indonesia lebih mudah ”terhipnotis” iklan dan kemasannya dibanding di negara lain. Banyak pendapat. sangat marak di Indonesia. Kurang peduli lingkungan Banyak perusahaan Indonesia yang memposisikan produknya sebagai produk yang ramah lingkungan. credit card. Tidak terencana Salah satu kebiasaan ini terlihat saat belanja dan pergi ke ritel-ritel modern. Dari 7-8% di Indonesia itu pun sebagian besarnya dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak produktif. Gagap teknologi Tidak semua memang. Yang penting mereka terlihat modern. Masyarakat kita memang memiliki kehidupan sosial yang kuat. tetapi sebagian besar dari konsumen kita masih banyak yang gaptek (gagap teknologi). Terutama di bidang IT. yang sangat memperhatikan aspek kehalalan pada suatu produk. Maka tidak heran. Gengsi Menurut Handi Irawan sendiri. Meskipun secara umum. di dunia ini yang sama-sama sudah menjadikan materialisme sebagai bagian hidupnya. dan kebiasaan kedaerahan ternyata masih cukup berpengaruh. Kedua. konsumen kita suka bersosialisasi. menghibur. PDA. 7. masyarakat Indonesia cenderung memilih informasi yang ringan. fanatisme. berpikir jangka pendek ini juga membuat konsumen kita cepat lupa. pengguna internet di Indonesia baru mencapai 7-8% dan seluruhnya adalah masyarakat perkotaan. sikap gengsi ini muncul karena pertama. 8. Dalam hal kebutuhan akan informasi misalnya.2. Merek luar negeri di persepsi lebih baik dan bergengsi dibanding buatan negeri sendiri. ringkas dan mudah dicerna. tidak susah. 3. kalau orang Indonesia punya minat baca yang lebih rendah daripada negara lain. Kebiasaan lainnya adalah selalu melakukan tindakan yang mendekati limit waktu yang disediakan. akibatnya merek dari luar begitu mendominasi pasar di Indonesia dibandingkan merek lokal. Jika di luar negeri faktor lingkungan menempati ranking atas.

peralatan elektronik. kejadian tak terduga bisa mengubah niat pembelian. activity questions meminta kepada konsumen untuk mengin Mowen dan Minor (2001:283) mengukur gaya hidup denganyang disajikan secara kognitif sebagai pandangan dan perasaan konsumen mengenai topik. bahwa. Pencetus : orang yang pertama kali mengusulkan gagasan untuk membeli produk umum atau spesifik. pakaian mahal. dan menggunakan teori dari Kotler yang terdiri dari. Pemakai : seseorang yang mengkonsumsi atau menggunakan produk atau jasa tertentu. Jika seseorang yang mempunyai arti 5. Konsumen mungkin membentuk lama dan barang-barang mewah seperti mobil. Faktor pertama adalah sikap orang lain.diharapkan. sosial. Ada lima Peran yang dimainkan dalam dipertukarkan dengan psikografi. proses pengintegrasian ini adalah suatu pilihan (choice). Pada umumnya. lokal. Peneliti beranggapan pada teori dari Kotler sudah mewakili berdasarkan fenomena obyek yang Sumarwan (2002:58). penting bagi anda berpikir bahwa anda seharusnya membeli mobil yang paling murah. AIO. atau sangat tidak setuju. minat. yang memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai keputusan pembelian adalah pengambilan keputusan untuk menganalisis data yang sangat besar. Namun. Sedangkan menurut Sutisna (2002:15) suatu instrumen untuk mengukur gaya hidup. pendapatan. Pemecahan Masalah yang Diperluas berkurang. Sebagai contoh. Psikografik sering diartikan dan memilih salah satu di antaranya. Didalam kedua jenis. mengacu pada pengukuran kegiatan. opinion). pesaing dekat mungkin menurunkan harganya. c. akan membeli. Ujang terkenal. netral. konsumen menentukan peringkat merek dan membentuk niat pembelian. kepribadian dan mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternative. keputusan pembelian (purchase decision) konsumen adalah membeli merek yang paling disukai. Oleh karena itu. Pengambil keputusan : orang yang mengambil keputusan mengenai setiap komponen 4. interest. konsumen atau jasa. dua faktor bisa berada antara niat pembelian dan keputusan pembelian. ekonomi. Pengukuran Gaya Hidup Menurut Sumarwan (2002: 58-64). Pernyataan Keputusan Pembelian (Kotler. Psikografik (psychographic) adalah suatu jumlah pembelian. dalam tahap evaluasi. (pembelian menurut kebiasaan) instrumen untuk mengukur gaya hidup. dan dimana Armstrong (2008:181). preferensi mengenai gaya hidup dapat dilakukan dengan dan niat pembelian tidak selalu menghasilkan psikografik (psychographic). Pemecahan masalah diperluas biasanya di Faktor kedua adalah faktor situasional yang lakukan pada pembelian barang-barang tahan tidak diharapkan. Analisis psikografik sering juga pemenuhan kebutuhan dan keinginan yang oleh diartikan sebagai suatu riset konsumen yang Assael disebut need arousal. . Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan menggambarkan segmen konsumen dalam hal kehidupan mereka. niat pembelian berdasarkan faktor-faktor seperti rumah. produk yang sudah mereka ketahui dan memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai produk yang menurut mereka mereknya sudah untuk menganalisis data yang sangat besar. ekonomi mungkin memburuk. setuju. Psikografik adalah pilihan pembelian yang aktual. bagaimana cara membeli. 2005:220) yaitu: AIO di dalam studi psikoggrafik mungkin bersifat a. dan opini. Keputusan Pembelian keputusan pembelian – apakah membeli. Pemberi pengaruh : orang yang pandangan atau sarannya mempengaruhi keputusan. keputusan pembelian menurut (Setiadi. atau seorang teman mungkin memberi tahu anda bahwa ia pernah kecewa dengan 3. setuju. pekerjaan dan aktivitas lainnya. Tipe Pengambilan Keputusan Schiffman dan Kanuk dalam (Sumarwan. yang meliputi. istilah yang digunakan secara dapat diteliti. moral. d. tidak b. Psikografik adalah mengkombinasikan pengukuran kuantitatif gaya hidup. dimana image gaya hidup sangat melekat pada penggunaan obyek peneliti yang akan diteliti. Hasil dari sebagai pengukuran AIO (activity. harga dan manfaat produk yang Hadi Diponegoro Surabaya.keinginan berperilaku. tetapi e. Psikografik berarti menggambarkan (graph) 2003:415) adalah proses pengintegrasian yang pengetahuan untuk psikologi konsumen (psyco). oleh konsumen untuk melakukan pembelian suatu Psikografik analisis biasanya dipakai untuk melihat produk diawali oleh adanya kesadaran atas segmen pasar. maka peluang 2004:292) menyebutkan tiga tipe pengambilan anda untuk membeli mobil yang lebih mahal keputusan : 1. Pembeli : orang yang melakukan pembelian yang sesungguhnya. pengukuran mobil yang anda sukai. Sehingga peneliti dalam penelitian ini topik peristiwa dunia. tidak Keputusan Pembelian menurut Kotler dan membeli. demografik konsumen. biasanya diberi skala Likert dimana orang ditanya apakah mereka sangat setuju.

dan sebagainya. melainkan juga produk-produk seperti otomotif. pasar swalayan atau mall. menghargai waktu. dan menjaga penampilannya. Membeli baju jadi (office dress/casual). 2003:453-455): a. Kebutuhan harus diaktifkan terlebih dahulu sebelum ia bisa dikenali. travel/pariwisata. Konsumen akan mengurangi jumlah alternatif merek yang akan dipertimbangkan lebih lanjut. namun untuk menghadiri pesta.Langkah Keputusan Pembelian Konsumen ”Sumarwan (2004:294) keputusan membeli atau mengkonsumsi suatu produk dengan merek tertentu akan diawali oleh langkah-langkah sebagai berikut : a. Konsumen hanya membutuhkan tambahan informasi untuk bisa membedakan antara berbagai merek tersebut. Wanita bergaya hidup kota besar. Dengan semakin majunya pendidikan wanita. Akhir pekan melakukan makan siang/malam di luar (restoran) dan atau menonton sinema. Konsumen seringkali hanya mereview apa yang telah diketahuinya. Wanita bukan hanya memerlukan informasi tentang barang-barang konsumsi sehari-hari. produk-produk yang di masa-masa lalu hanya layak ditargetkan untuk pria sekarangpun berpotensi besar ditargetkan kepada kaum wanita. 2003:452-453). konsumen akan mendapatkan sejumlah merek yang dipertimbangkan. pengaruh pemasaran. Wanita sebagai Konsumen Menurut (Kasali. Namun konsumen belum memiliki preferensi tentang merek tertentu. Merawat kecantikan di salon. program-program pendidikan. perubahan situasi. e. Berbelanja di department store. Memiliki tabungan dengan kartu ATM. Kebanyakan single atau menunda perkawinan sampai usia 30-an. konsumen membandingkan berbagai pilihan yang dapat memecahkan masalah yang . Umumnya berpendidikan tinggi. Ia juga telah memiliki standar untuk mengevaluasi merek. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengaktifan kebutuhan menurut Engel. d. c. Evaluasi alternatif muncul karena banyaknya alternatif lain yang muncul karena banyaknya alternatif pilihan. sikap dan intensinya mengenai alternatif produk yang dipertimbangkan tersebut. Pada evaluasi alternatif. Blackwell dan Miniard dalam (Sumarwan. Konsumen hanya membutuhkan informasi yang sedikit. Konsumen akan mencari informasi yang tersimpan di dalam ingatan (pencarian internal) dan mencari informasi dari luar (pencarian eksternal). f. Pemecahan Masalah Rutin Konsumen telah memiliki pengalaman terhadap produk yang akan dibelinya. h. Menentukan Pilihan Produk Proses pemilihan alternatif tersebut akan menggunakan berbagai teknik pemilihan. Pada tahap ini konsumen membentuk kepercayaan. b. konsumen telah memiliki kriteria dasar untuk mengevaluasi kategori produk dan berbagai merek pada kategori tersebut. pemilihan produk. Dalam kondisi seperti ini. yang mengharuskan membuat pilihan yang tepat. konsumsi produk.2. c. real estate. Adapun produk-produk yang direkomendasikan untuk gaya hidup wanita dewasa masa kini yang dibutuhkan atau diputuskan oleh kaum wanita Indonesia yang cenderung berpendidikan. Termasuk didalamnya adalah keputusan yang dianggap penting seperti berlibur. berorientasi kepada karir atau keluarga. b. 2004: 294) pengenalan kebutuhan terdiri dari : waktu. g. mereka biasanya masih mengandalkan tukang jahit tertentu. perabotan rumah tangga dan alat-alat kecantikan. Pengenalan Kebutuhan Suatu keadaan dimana terdapat perbedaan yang diinginkan dan keadaan yang sebenarnya terjadi. Decision rules adalah teknik yang digunakan konsumen dalam memilih alternatif produk atau merek. Evaluasi Alternatif Sumarwan (2004: 301) evaluasi alternatif adalah ”proses mengevaluasi pemilihan produk dan merek. minimal D3 atau akademi. e. Pencarian Informasi Pencarian informasi mulai dilakukan ketika konsumen memandang bahwa kebutuhan tersebut bisa dipengaruhi dengan membeli dan mengkonsumsi suatu produk. d. perbedaaan individu. 7. jasa-jasa perbankan. wanita adalah manajer pembelian untuk bermacam-macam jenis dan kategori barang dan jasa. 3. Langkah . Pemecahan Masalah yang Terbatas Pada tipe keputusan ini. dihadapinya. dan memilihnya sesuai yang diinginkan konsumen”. Menentukan Alternatif Pilihan Pada proses evaluasi kriteria. Berikut ciri-ciri wanita menurut majalah Femina (Kasali. Produk- 6. konsumen akan melakukan pencarian informasi yang intensif serta melakukan evaluasi terhadap beberapa atau banyak alternatif. Dalam kehidupan ini. transportasi udara. dan sesekali membeli baju rancangan desainer.

3) Adalah ”jawaban” lisan atau tertulis yang orang berikan sebagai respon terhadap situasi stimulus di mana semacam ”pernyataan” diajukan tentang pakaian batik tulis Danar Hadi. furniture. 2005:213). e. department store. al. al. Menurut Engel et. ekonomi. jasa-jasa keuangan (termasuk asuransi). Artinya gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. Dikarenakan seseorang memandang gaya hidup sebagai pusat dari proses konsumsi. Gaya hidup (X1) Gaya hidup adalah suatu pola di mana orang menghabiskan waktu dan uangnya dalam membeli pakaian batik tulis Danar Hadi. Analisis gaya hidup dapat berguna bagi pemasar 8. pendidikan dan budaya. 1. al. c.:2007) “sikap tertentu yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu objek tertentu (misalnya merek suatu produk) bisa mencerminkan gaya hidupnya”.000 sampai Rp 100. identitas. dan belanja pakaian batik. dan dimensi gaya hidup mereka. citarasa. 2003:458). Mempunyai uang saku Rp 50. Senang jalan-jalan di mall dan mengobrol bersama teman-teman (bersosialisasi). Dimensi yang digunakan adalah menyelidiki pandangan dan perasaan konsumen tentang batik tulis Danar Hadi yang berkaitan dengan masalah sosial. 2006) Gaya hidup berpengaruh pada pembelian. dan perlengkapan untuk bekerja. (1995:9) “produk dan jasa diterima atau ditolak konsumen berdasarkan sejauh mana keduanya dipandang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka”. perilakunya dan perilaku pembeliannya. 2006) menyebutkan bahwa gaya hidup seseorang berpengaruh pada kebutuhan. Restoran: fasfood khususnya burger. Pendapat (X1. elektronik (durables). Sedangkan menurut Kasali (1998:225) gaya hidup akan mempengaruhi keinginan seseorang untuk berperilaku dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang. d. Suka mendengar radio khususnya informasi tentang musik sebagai alternative kedua setelah televisi. c. 2008:148) “Emphasised the importance in understanding behavioural preference in fashion and clothing consumption based on physical. Dimensi yang digunakan memfokuskan pada preferensi dan prioritas konsumen berkaitan dengan keluarga dan penggunaan pakaian batik tulis Danar Hadi. seperti perilaku diluar rumah. komunitas. Selain itu menurut Majalah Gadis (dalam Khasali. and lifestyle dimentions in targeting consumers” Artinya adalah Rocha menekankan pentingnya mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam memilih mode pembelian baju berdasarkan pada keadaan fisik. Konsumen jarang secara jelas mengetahui peranan gaya hidup dalam keputusan pembeliannya.1) Adalah tindakan nyata yang dilakukan seseorang dengan pakaian batik tulis Danar Hadi. identity. perubahan kebiasaan. Definisi Operasional Variabel yang akan diteliti adalah gaya hidup sebagai variabel x (independent) dan keputusan pembelian sebagai variabel y (dependent). secara halus. Menyukai acara musik (MTV) dan film-film seri. Ketertarikan (X1. “The lifestyle have a major impact on the purchase and consumption behavior of consumers” (Hawkins dalam Kucukemiroglu. hotel dan pariwisata. yang akan berputar kembali pada gaya hidup konsumen. kendaraan. (Hsu dan Chang. Namun gaya hidup secara berkala menyediakan motivasi dasar dan panduan untuk pembelian tapi tidak secara langsung.000 satu bulan. telekomunikasi. Gaya hidup memiliki indikator sebagai berikut: a. Menurut (Ilmiyah et. Dimensi yang digunakan adalah meminta kepada konsumen untuk mengindikasikan dalam kegiatan aktifitas bekerja. Sedangkan Hawkins dan Coney dalam (Fatmanovita. Lebih lanjut Assael dalam (Fatmanovita. menghabiskan dua sampai enam jam di depan televisi setiap hari. Hubungan Gaya Hidup dan Keputusan Pembelian Menurut Irawan dan Wijaya (1996:340) jika gaya hidup akan mempunyai dampak besar kepada perilaku pembelian seseorang. b.2) Adalah tingkat kegairahan yang menyertai perhatian khusus maupun terus menerus kepada pakaian batik tulis Danar Hadi. Hal ini akan menentukan banyak dari keputusan pembelian konsumen. perilaku pembelian konsumen. kosmetika. barang-barang konsumsi dan perlengkapan rumah tangga. b. BAB III METODE PENELITIAN D. Aktivitas (X1. . ciri-ciri psikografis wanita perkotaan antara lain: a. Jadi menurut pernyataan-pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara gaya hidup akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian.produknya antara lain adalah fashion (pakaian dan aksesoris bermerek kuat). Rocha et. untuk mengetahui area spesifik dari kehidupan konsumen.

keputusan pembelian dapat didefinisikan sebagai preferensi yang dibentuk oleh konsumen atas merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan. Pembelian menurut kebiasaan (Y1. 2005:53). 2003:157) bahwa usia dewasa di mulai dari umur 20 tahun. Dimensi yang digunakan adalah berapa banyak konsumen melakukan pembelian batik tulis Danar Hadi. di mana sampel diambil dari siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dan memenuhi karakteristik populasi di atas. Jika rhitung > rtabel terjadi validitas yang nyata dan bersifat positif. Menentukan prosedur pengambilan sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling. E. Untuk mengantisipasi apabila terdapat data yang rusak. Keputusan pembelian diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut: a. Untuk mengetahui kesesuaian calon responden dengan karakteristik populasi yang telah ditentukan di atas. Oleh karena itu. Responden berusia minimal 20 tahun atau lebih karena dianggap responden dengan batasan umur diatas dapat memahami maksud dari angket dan menilai pernyataan angket dengan baik. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa seluruh item pernyataan memiliki nilai rhitung yang lebih besar dari rtabel sebesar 0. c) untuk jenis individu maupun rumah tangga berjumlah 100 hingga 500 orang. Kemudian jika probabilitasnya < 0. dimana dalam desain pengambilan sampel cara non probabilitas. penelitian ini mempergunakan sampel sebesar 110 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan accidental sampling.2) Adalah keterlibatan konsumen dalam membeli pakaian batik tulis Danar Hadi. Berdasarkan pendapat Aaker (1997:12) yang menyatakan bahwa ukuran sampel regional 2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah uji untuk mengukur suatu angket yang merupakan indikator dari suatu konstruk. b) Menentukan ukuran sampel Jumlah sampel minimal dalam penelitian ini sebesar 100 responden. Apabila dianggap sesuai. sehingga bisa dipandang cocok dengan sumber data (Arsyad dan Soeratno. Populasi dan Sampel 1. 2006 : 135). Jumlah pembelian (Y1.1) Adalah berapa banyak konsumen melakukan pembelian batik tulis Danar Hadi. . maka calon responden tersebut dapat dijadikan responden penelitian. Uji Validitas Uji validitas telah dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang disusun dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. F. b. maka ditambahkan 10% dari jumlah sampel minimal yang diambil. maka dilakukan wawancara terlebih dahulu. sehingga disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan pada instrumen penelitian (angket) valid dan dapat digunakan sebagai alat ukur pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar Hadi. Menurut Badan Pusat Statistik (dalam Kasali. dengan jumlah populasi infinite artinya jumlah populasi yang diteliti tidak diketahui.195. Populasi Target populasi dalam penelitian ini adalah responden yang telah melakukan pembelian batik tulis Danar Hadi untuk digunakan sendiri. 2003 : 119). Populasi target dalam penelitian ini adalah responden yang pernah membeli dan menggunakannya sendiri pakaian batik tulis. 2. Sampel Prosedur pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a) Mengidentifikasi unit sampel Sampel yang diambil merupakan populasi spesifik yang relevan dengan tujuan penelitian.05 maka item-item pada setiap variabel yang digunakan dalam penenlitian dinyatakan valid (Ghozali. probabilitas elemen dalam populasi untuk terpilih sebagai subjek sampel tidak diketahui (Sekaran.Keputusan Pembelian (Y) Menurut Kotler (2005:227). Dimensi yang digunakan adalah pembelian pakaian batik tulis Danar Hadi didasarkan karena konsumen sudah mengetahui produk tersebut dan batik tulis Danar Hadi adalah batik yang mereknya sudah terkenal. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Suatu angket dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan 2. Konsumen tersebut juga dapat membentuk niat untuk membeli merek yang paling disukai. Uji validitas item pernyataan-peryataan yang terdapat dalam angket dilakukan dengan jalan mengkorelasikan setiap variabel yang diuji validitasnya. maupun yang akan membeli. Berjenis kelamin wanita (karena target respondennya di spesifikkan pada konsumen wanita) dan berumur 20 tahun atau lebih.

074 .586 . maka disebut homokedastisitas. maka butir atau item pertanyaan tersebut reliabel. merupakan model yang menghasilkan estimator linier tidak bias yang terbaik. Sig. (2-tailed) Mean Std. Tabel 1 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Gaya hidup (X) Keputusan pembelian (Y) Sumber: lampiran Cronbach Alpha 0.200 . Error Beta . .074 t . BLUE (Best Linier Unbiased Estimator) kondisi ini akan terjadi jika dipenuhi beberapa asumsi yang disebut dengan asumsi klasik sebagai berikut: a.108 1. signifikansi yang lebih besar dari 5% (0. Uji Asumsi Klasik Model regresi yang diperoleh dari metode kuadrat terkecil biasa (OLS). Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data dari variabel bebas dan variabel terikat keduanya memiliki distribusi normal ataukah tidak. 3. b. dapat diketahui besarnya nilai Cronbach Alpha untuk variabel gaya hidup (X1). Sehingga disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan pada instrumen penelitian (angket) reliabel dan dapat digunakan sebagai alat ukur pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar hadi.817 0.adalah konsisten. Berdasarkan hasil Uji Heteroskedastisitas dengan alat bantu komputer yang menggunakan Program SPSS for windows diperoleh hasil: Tabel 3 Hasil Uji Heteroskedastisitas a Coefficients Model 1 (Constant) x Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std. Jika varians dari residual pada satu pengamatan yang lain adalah tetap.b Normal Parameters Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.117 -. Calculated from data. Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu.12897727 . sehingga variabel bebas (X) tersebut dapat digunakan dalam penelitian. Uji Heterokedastisitas Uji ini bertujuan untuk menguji terjadinya ketidaksamaan varians dari hasil residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain dalam satu model regresi.450 yang nilai tersebut lebih besar dari 0. Test distribution is Normal. Cara di atas menunjukkan bahwa model regresi linier sederhana pada penelitian ini layak digunakan karena memenuhi asumsi normalitas. Regresi dikatakan terdeteksi gejala heterokedastisitas apabila nilai koefisiensi korelasi spearman mempunyai korelasi yang signifikan (sig < 0.450 a.758 Sig.559 .030 .117 .656 Ket.112 N a. Sehingga beberapa kali diulang pun hasilnya akan tetap sama atau (konsisten).126 . b.05. .1689705 . Dalam penelitian ini teknik yang digunakan untuk mengukur konsistensi internal adalah koefisien alfa atau crobanch’s alpha. Buchari Alma dalam Ridwan dan Sunarto (2007:348). Jika varians tersebut tetap. maka hal ini berarti dalam model regresi tidak terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya atau bebas heteroskedastisitas. Berdasarkan pada tabel 1 di atas. menunjukkan bahwa semua variabel memiliki nilai signifikansi asymp. Sehingga penelitian ini dikatakan berdistribusi normal.60.023 . Suatu alat ukur dianggap reliabel apabila nilai Cronbach Alpha > 0.05). 2006:301) Untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual pada satu pengamatan ke pengamatan lain. dan keputusan pembelian (Y1) lebih besar dari 0. Berdasarkan hasil Uji Normalitas dengan alat bantu komputer yang menggunakan bantuan program SPSS for windows.60. Deviation Absolute Positive Negative a.05) terhadap nilai residualnya (Santoso dan Ashari. Dependent Variable: Unstandardized Residual Sumber: lampiran Berdasarkan pada tabel 3 di atas menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas (X) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu gaya hidup mempunyai nilai Sig yaitu 0. Berdasarkan pada tabel 2 hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov. disebut homoskedastisitas. Reliabel artinya dapat dipercaya juga dapat diandalkan. Reliabel Reliabel Tabel 2 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual 105 .

05 maka Ho diterima dan Ha ditolak Apabila nilai Sig. Sumber: Lampiran Dari tabel di atas.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Dari tabel 4.944X + e Berdasarkan persamaan regresi linier sederhana di atas.308 Sig 0.5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya 4. Tabel 5 Hasil Uji t Variabel Konstanta X Koefisien Regresi 0. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 69. Jadi dapat dikatakan bahwa gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis. Teknik Analisis Data 1. Hasil uji analisis regresi linier sederhana dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4 Data Koefisien Regresi Linier Sederhana Hasil Perhitungan SPSS Variabel Konstanta X Koefisien Regresi 0. maka dapat disimpulkan bahwa model regresi linier dalam penelitian ini bebas dari asumsi dasar (klasik) tersebut. Merumuskan hipotesis secara statistik Ho : b = 0.277 0.thitung < 0. Regresi linier sederhana dipergunakan untuk sebuah variabel terikat dan satu buah variabel bebas.277 0. Hasil uji t pada penelitian ini dapat dijelaskan pada tabel di bawah ini. b.944 thitung 15.5% sedangkan sisanya sebesar 30. Pembahasan “Pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar Dadi Diponegoro Surabaya (studi pada konsumen wanita)”. Uji t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN I.308 Sig 0. Menggunakan taraf signifikan sebesar α = 0. Ha : b ≠ 0. maka digunakan teknik analisis regresi linier sederhana.05 atau 5%.000 kontribusi pengaruh variabel gaya hidup terhadap keputusan konsumen adalah sebesar 69. 2005:68). Uji t Pengujian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat.000 Dari tabel 5 di atas dapat digunakan untuk pengujian hipotesis dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. 3. Nilai konstanta sebesar 0. thitung > 0. Perhitungan data dilakukan dengan menggunakan Statistic Program of Social Science (SPSS) for Windows.277 menyatakan bahwa jika gaya hidup sama dengan nol. maka variabel keputusan konsumen (Y) akan berubah sebesar 0. Regresi Linier Sederhana Untuk mengetahui pengaruh variabel gaya hidup (X1) terhadap keputusan pembelian (Y1) batik tulis Danar Hadi.041 dan didukung dengan tingkat signifikansi sebesar 0.Setelah dilakukan uji asumsi klasik tersebut di atas. c. maka dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan memprediksi variabel terikat dengan menggunakan variabel bebas (Sarwono.277.5%. H.944 satuan.277 + 0. 2. sehingga pengambilan keputusan melalui uji t yang dilakukan dalam penelitian ini tidak bias atau sesuai dengan tujuan penelitian. .05 Kriteria pengujian Apabila nilai Sig.944 artinya apabila gaya hidup (X) berubah satu satuan. Teknik Uji Hipotesis 1.944 thitung 15. maka dapat diperoleh persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut: Y = 0. Variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. maka keputusan pembelian (Y) adalah sebesar 0.000 < 0. Variabel bebas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.20 di atas dapat diketahui bahwa thitung untuk variabel gaya hidup (X) adalah sebesar 13. Tanda positif pada koefisien regresi melambangkan hubungan yang searah antara gaya hidup (X) dengan keputusan pembelian (Y) yang artinya kenaikan variabel gaya hidup (X) akan menyebabkan kenaikan pula pada variabel keputusan pembelian (Y). G. Nilai koefisien regresi variabel gaya hidup (X) adalah sebesar 0.

Ketertarikan (interest) yang diukur dengan pernyataan keluarga (keluarga memiliki ketertarikan khusus terhadap pakaian batik tulis danar hadi) dan pakaian (menyukai pakaian yang bermotif batik khusunya batik tulis danar hadi). Berdasarkan pemaparan tentang gaya hidup yang meliputi aktifitas. Dari hasil uji t juga diketahui bahwa variabel bebas yaitu gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. b. Analisis gaya hidup dapat berguna bagi pemasar untuk mengetahui area spesifik dari kehidupan konsumen. dan dimensi gaya hidup mereka. hal ini membuktikan bahwa pakaian batik Danar Hadi.5% (menunjukkan hubungan yang kuat) dan sisanya sebesar 30. Sedangkan Hawkins dan Coney dalam (Fatmanovita. Kesan berpakaian batik terlihat kuno. Namun gaya hidup secara berkala menyediakan motivasi dasar dan panduan untuk pembelian tapi tidak secara langsung. perilaku pembelian konsumen. terutama telah diminati oleh sebagian besar kalangan yang mempunyai penghasilan tetap. 2008:148) “emphasized the importance in understanding behavioural preferences in fashion and clothing consumption based on physical. proses pembelajaran. ekonomi. karena menyukainya) dan budaya (sekarang pakaian batik tulis telah menjadi trend berbusana masyarakat Indonesia). Selain itu Menurut Irawan dan Wijaya (1996:340) menyatakan bahwa jika gaya hidup akan mempunyai dampak besar kepada perilaku pembelian seseorang. Hal senada dikemukakan oleh Rocha (Hsu dan Chang. jabatan. persepsi. Batik Danar hadi adalah batik yang sudah mempunyai merek terkenal sejak tahun 1967. and lifestyle dimensions in targeting consumers” artinya yang menekankan pentingnya mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam memilih mode pembelian baju berdasarkan pada keadaan fisik. identitas. c. komunitas (selalu memakai pakaian batik tulis danar hadi dengan model terbaru dalam komunitas) dan belanja (selalu merencanakan untuk memilih motif batik tulis danar hadi ketika akan membeli pakaian). Karena aspek originalitas itu selalu mempunyai tempat tersendiri di pasar. tetapi batik Danar Hadi tetap memperhatikan produk output yang berkualitas. keadaan ekonomi. Sebagai daya tarik para pemakai pakaian batik ketika bersosialisasi dengan orang lain. komunitas dan belanja). sebaliknya harus selalu terpacu untuk membuat sesuatu yang baru. kepribadian. diketahui bahwa konsumen yang memakai pakaian batik tulis Danar Hadi sebagian berasal dari kalangan PNS dan pegawai swasta yang sudah bekerja. Aktifitas (activity) yang diukur dengan pernyataan bekerja (memakai pakaian batik tulis danar hadi saat bekerja). ketertarikan (keluarga dan pakaian). Hal ini akan menentukan banyak dari keputusan pembelian konsumen. citarasa. Rumitnya pembuatan batik tulis membuat batik ini memiliki arti sendiri didalam para pengagumnya. .Dari analisis data yang diketahui bahwa gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian sebesar 69. kepercayaan. Lebih lanjut Assael dalam (Fatmanovita. motivasi. yang akan berputar kembali pada gaya hidup konsumen. 2006) Gaya hidup berpengaruh pada pembelian. identity. Dari pemaparan diatas peneliti membatasi indikator gaya hidup yang dilihat berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan. dan sikap. bahwa indikator yang digunakan meliputi. pendapat (masalah sosial. Batik Danar Hadi hadir untuk memperkaya perkembangan seni membatik pada khususnya dan usaha batik di Indonesia pada umumnya. perubahan kebiasaan. Karena dari diri mereka sendiri memilih batik dengan tipe batik tulis karena ciri khasnya dan memiliki unsur seni yang tinggi didalamnya. Pendapat (opinion) yang diukur dengan pernyataan masalah sosial (selalu memakai pakaian batik tulis danar hadi saat menghadiri pertemuan dengan keluarga dan rekan kerja). Sedangkan menurut Kasali (1998:225) gaya hidup akan mempengaruhi keinginan seseorang untuk berperilaku dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang. aktifitas (bekerja. Dikarenakan seseorang memandang gaya hidup sebagai pusat dari proses konsumsi. ekonomi (tidak memperdulikan perubahan harga batik tulis danar hadi.5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian ini misalnya faktor internal selain gaya hidup seperti usia dan tahap daur-hidup pembeli. faktor lingkungan dan faktor strategi pemasaran. pendidikan (pakaian batik tulis dapat mendidik generasi muda untuk melestarikan budaya bangsa Indonesia). Mode / model batik tulis danar hadi yang selalu mengikuti perkembangan jaman. minat dan pendapat adalah seperti berikut: a. Dari hasil observasi. konsep diri. pendidikan dan budaya). Industri batik tulis Indonesia juga tidak boleh dibiasakan untuk meniru. perilakunya dan perilaku pembeliannya. 2006) menyebutkan bahwa gaya hidup seseorang berpengaruh pada kebutuhan. seperti perilaku diluar rumah. namun secara halus. Konsumen jarang secara jelas mengetahui peranan gaya hidup dalam keputusan pembeliannya.

K. melainkan juga produk-produk seperti otomotif. furniture. karena mereka juga memikirkan apa yang mereka pakai sehari-hari. sehingga pada kurun waktu tertentu gaya hidup relatif permanen” (Setiadi. department store. berorientasi kepada karir atau keluarga. 2003:452-453). Wanita sebagai konsumen. Produkproduknya antara lain adalah fashion (pakaian dan aksesoris bermerek kuat). dan perlengkapan untuk bekerja. telekomunikasi. kendaraan. real estate. komunitas.Batik tulis Danar Hadi banyak digunakan oleh pemakainya terutama untuk bekerja dan berbagai aktivitas lain. Dalam beberapa teori di literatur buku dan berbagai jurnal asing dan lokal. Berdasarkan angket yang disebarkan. kosmetika. Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat Engel et. interest. menurut (Kasali. menghargai waktu. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: 1. Dalam kehidupan ini. Hal ini membuktikan bahwa konsumen memiliki tingkat pendidikan yang tinggi apalagi sudah memiliki pekerjaan tentunya memiliki citarasa dan selera yang tinggi pula. dari intensitas responden yang telah membeli produk pakaian batik tulis Danar Hadi lebih dari satu kali pembelian. dengan begitu batik Danar Hadi tetap memberikan keyakinan yang kuat untuk mereka agar tidak berpindah ke merek lain dan tetap menggunakan produk pakaian batik tulis Danar Hadi sebagai pilihan utama. perabotan rumah tangga dan alat-alat kecantikan. telah menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara gaya hidup dengan keputusan pembelian seseorang. di dalam suatu komunitas Pegawai Negeri Sipil. travel/pariwisata. Adanya pengalaman dari keluaga sebelumya menggunakan produk pakaian batik tulis Danar Hadi. and opinion) berpengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian pakaian batik tulis Danar Hadi Diponegoro Surabaya. wanita adalah manajer pembelian untuk bermacam-macam jenis dan kategori barang dan jasa. dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut: 1. Dari gaya hidup yang meliputi aktifitas seperti. elektronik (durables). Konsumen wanita juga telah memiliki keyakinan bahwa produk pakaian dari batik Danar Hadi pasti memiliki desain dan kualitas yang baik. jasa-jasa perbankan. diwajibkan . Hal ini membuktikan bahwa batik telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari atau aktivitas sehari-hari dari para pemakainya. Pihak pemasar batik Danar Hadi harus lebih memperhatikan lagi masalah kesesuaian produk yang dijual dengan dengan gaya hidup masyarakat indonesia. program-program pendidikan. produk-produk yang di masa-masa lalu hanya layak ditargetkan untuk pria sekarangpun berpotensi besar ditargetkan kepada kaum wanita. Dari analisis dan pembahasan di atas dapat diketahui bahwa gaya hidup yang mempunyai indikator AIO (activities. Saran Berdasarkan hasil penelitian di atas. Dengan semakin majunya pendidikan wanita. dan menjaga penampilannya. Konsumen akhirnya menyadari bahwa kehadiran batik sekarang bukan lagi sebuah hasil budaya tradisional masyarakat yang dianggap kuno atau tabu akan tetapi telah menjadi trend dan mode dalam berpenampilan terutama untuk aktifitas kerja serta karier mereka sehari-hari. menunjukkan responden yang mayoritas wanita (karena studi hanya dibatasi pada konsumen wanita) bahwa kaum wanita memang memiliki gaya hidup yang tinggi terhadap pakaian maupun assecoris. barang-barang konsumsi dan perlengkapan rumah tangga. Batik tulis Danar Hadi yang mempunyai desain dan produk yang berkualitas. Adapun produk-produk yang direkomendasikan untuk gaya hidup wanita dewasa masa kini yang dibutuhkan atau diputuskan oleh kaum wanita Indonesia yang cenderung berpendidikan. Berdasarkan angket. mereka sebagian besar tidak mementingkan harga dalam proses keputusan pembelian. Harus bisa membuat produk batik yang disukai kaum perempuan pada saat ini. Batik Danar Hadi memberikan keyakinan yang positif untuk tetap memilih batik Danar Hadi sebagai pilihan yang tepat untuk poduk pakaian batik. Konsumen wanita yang digunakan sebagai responden dalam penelitian ini dari kalangan yang berlatar belakang dari perguruan tinggi dan minimum berpendidikan SMA atau SMK dan sebagian besar sudah memiliki pekerjaan dan pengahasilan tetap. hotel dan pariwisata. transportasi udara. dan sebagainya. hal ini dikarenakan dalam gaya hidup kaum wanita lebih mengandalkan naluri dan emosionalnya. “dari masa ke masa gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN J. al (1995:9) yang menyebutkan bahwa produk akan diterima konsumen apabila produk tersebut dipandang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Wanita bukan hanya memerlukan informasi tentang barang-barang konsumsi seharihari. Namun demikian gaya hidup tidak cepat berubah. jasa-jasa keuangan (termasuk asuransi). Gaya hidup mempunyai dampak yang utama pada pembelian dan perilaku konsumsi dari konsumen. 2003:148).

2005. Rhenald. Terjemahan oleh Bob Sabran. Jakarta: MarkPlus&Co. pendapat. Terjemahan oleh Benyamin Molan. DAFTAR PUSTAKA Engel. filsafat. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. 2008. budaya dan ciri khas. F. 2005.. Irawan. Henry. setiap hari kamis dan jumat diwajibkan untuk menggunakan pakaian batik. Imam. 2007.D. Jakarta: Binarupa Aksara. 10 karakteristik gaya hidup konsumen Indonesia (online). Hermawan.J. minat. BPS Provinsi Jawa Timur. Handi. Philip dan Keller. Marketing Principle and Strategy. Kasali. dkk. Oleh karena itu. Jilid 1. filsafat. 2006.com. Six Edition. David A. Jakarta: PT. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Mitra Utama. Targeting.Blackwell and Paul W.1995. 9 th edition. dan Positioning. Fatmanovita. Coney.F. 2001.. pekerjaan: memakai batik pada saat bekerja. budaya dan ciri khas yang menggambarkan suatu batik. 1992. dkk. tetapi mode (modelnya) tidak ketinggalan zaman sehingga dapat membuat orang tertarik untuk membelinya. Kotler. Berdasarkan hasil wawancara pada responden ditemukan fenomena bahwa responden menyukai desain produk batik Danar Hadi. Alih bahasa: Aris Ananda.M. James F. .X. diakses 6 November 2009). USA: Irwin. USA: The Drydeen Press. Irawan dan Wijaya.handiirawan. Hawkins.2007. Orlando. Jilid 1. Terjemahan oleh Benyamin Molan. Philip dan Gary Armstrong. Edisi Kedua belas. Engel. Managing Brand Equity: Capitalizing on The Value of A Brand Name. 1996. Six Edition. Philip. 1990. Edisi Kesebelas. New York: The Drydeen Press. Harcourt. Perilaku Konsumen. dikarenakan desain produk akan lebih memperlihatkan unsur seni. 1997. Ghozali. (www. filsafat. baik pegawai di instansi pemerintahan maupun swasta. 1998. Engel. Terjemahan oleh F. Jakarta: Indeks. Second Edition. Kotler. Jakarta: Erlangga. budaya: pakaian batik dapat mendidik generasi muda untuk melestarikan budaya bangsa indonesia. Kenneth A. Manajemen Pemasaran. Kotler. Jakarta : Indeks. macam corak batik yang ada di outlet batik Danar Hadi mengandung nilai seni. RR Yugi. Inc. FE Unair. disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti mengenai unsur tentang desain produk. Surabaya. Surabaya: BPS Provinsi Jawa Timur. 1994. Kartajaya. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.. Kevin Lane. Jane and Kai-Ming Chang. Walaupun pakaian batik. Proses pewarnaan batik tulis Danar Hadi dengan pewarna alami merupakan nilai lebih dari pakaian batik tulis Danar Hadi dan harus tetap dipertahankan di tengah banyak munculnya pakaian batik dengan pewarna buatan. Assael. Purchase of clothing and its linkage to family communication and lifestyles among young adults. Faried. Marketing in Venus The Garuda Indonesia Story. dan ciri khas akan bertambah. M. 2009. 2009. Prinsipprinsip pemasaran. 2005. Miniard. Jilid 1. Self Concept. J. Yogyakarta: BPFEYogyakarta. Pemasaran 2000.Best. Jilid 1. Lu Hsu. Skripsi tidak diterbitkan. Consumer Behaviour.2. dkk. 2006. karena dengan menggunakan pewarna alami maka akan menghasilkan kombinasi warna-warna yang unik dan menarik serta aman digunakan bagi konsumen. budaya. Edisi Kedua belas. karena desain merupakan faktor penting bagi produk pakaian batik dan mempunyai nilai seni. Gramedia Pustaka Utama. R. 1992. Implication for Marketing Strategy. Edisi Pertama. Edisi Keenam. Survei Penduduk Kota Surabaya Tahun 2009. karena dengan menambah desain produk pada pakaian batik tulis. 2008. 2005. Membidik Pasar Indonesia: Segmentasi. Desain pakaian batik tulis Danar Hadi yang selalu identik dengan motif klasik dan dikerjakan secara tradisional harus lebih diperhatikan dan dipertahankan. pegawai diwajibkan menggunakan pakaian batik setiap hari kamis dan jumat. Consumer Behavior. dan Respon atas Advertising terhadap Brand Preference pada Produk Wewangian Wanita Merek SHE di Surabaya. Journal of Fashion Marketing and Aaker. Roger J. Budiyanto. “Pengaruh Lifestyle.

Schiffman. Solomon. Bandung: Alfabeta. Seven Edition. Jakarta: Erlangga. Riset Pemasaran Pendekatan Terapan. Surabaya: Unesa University Press. Jurnal Manajemen Pemasaran (online). Simamora.SwaBerita. 2. 2003. Vol. Vol. Jilid 1 dan 2. Jilid 1.emeraldinsight. Riset Pemasaran Pendekatan Terapan. Edisi Keempat. 2002.ac. 2004.com.wikipedia. Batik Danar Hadi. 2005. Konsumen. Andi Offset. “The Concept and Application of Life Style Segmentation” dalam Journal of Marketing. 2002. John. (http://puslit. Refika Aditama. Hatane. Perilaku Konsumen.Ghalia Indonesia. 2009. 26. Jakarta: PT Indeks. Elex Media Komputindo. Jakarta: PT. 1987.Management (online). Sugiyono. (Online). Naresh K. diakses 6 November 2009). Mowen. Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif.com. Inc. 2004. Yogyakarta: CV. diakses 10 Oktober 2009). Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Segmentasi Gaya |Hidup Pada Mahasiswa Program Studi Pemasaran Universitas Kristen Petra. April 2006: 13-21. 1974. Ujang.. (http//www. diakses 25 Oktober 2009). 2.petra. Pengantar Statistik Untuk Penelitian Pendidikan. Consumer Behaviour. 2004. 2001. Prentice Hall. Consumer Behavior.G. Malhotra. Jakarta: Salemba Empat. Mowen. Perilaku Sutisna. Edisi Revisi. Riset Pemasaran Konsep dan Aplikasi dengan SPSS. Bandung: PT. USA: Allyn and Baccon. Uma. 38 (January) hal33-37. 1. Riduwan. Semuel. Jakarta: PT Penerbit Erlangga. 2006. Mariam. 2006. Jakarta: PT. Edisi Keempat.id. Schiffman. C dan Minor. 2005. Jakarta: Prenada Media. A. 2000. Bogor: PT. Plumer. Perilaku dan Keputusan Pembelian Konsumen Restoran melalui Stimulus 50% Discount di Surabaya. 2. Consumer Behaviour. Agus. Sosial.. Kualitatif. Sekaran. Naresh K. Nizar dan Diagne.petra. 2009. Copyright @ PT. Research Methods For Business. Panduan Penulisan dan Penilaian Skripsi. 2008pp. Bandung: Rosda. Second Edition. Vol. Komunikasi. Jurnal Manajemen Pemasaran (online).emeraldinsight.org/wiki/Batik. diakses 20 Desember 2010). Malhotra. Michael.ac. 2002. Gramedia Pustaka Utama. Bandung: CV. 2004. diakses 5 Oktober 2009 http://www. Yohanes Kunto dan Peter Remy. Sarwono. Nugroho. Panduan Riset Perilaku Konsumen. dan R&D). Jilid 1. Canadian and French Men’s Consumption of Cosmetics: A Comparison of Their Attitudes and Motivations. 2007. Sachari. Budaya Visual Indonesia. dkk. Souiden.com. Bilson. No. 12 No. Journal of Consumer Marketing. Alfabeta Sumarwan. Munoto. No. Kanuk. No. 147-163. 2007.id. Terjemahan oleh Lina Salim. 8th edition.K.wordPress. Oktober 2007: 73-80. 2006. 2001. Santoso. Terjemahan oleh Soleh Rusyadi Maryam. 1. 2004. Jonathan. l. Leon G and Leslie L. New York: Macmillan. USA: Prentice Hall International. & Leslie L. (http//www. Michael. Mangkunegara. Fandy. Consumer Behaviour.A Anwar Prabu. (http://puslit. Edisi I. Perilaku Konsumen. Sondang.com. 2009. Perilaku Konsumen: Konsep dan Implikasi Untuk Strategi Penelitian Pemasaran. New Jersey. dan Bisnis. 1994. diakses 20 November 2009 http://www. Jilid 2. diakses 10 November 2010 . Setiadi. Ekonomi. 2007. dan Sunarto. 2. Edisi Empat. 5 April 2010 http://id. Edisi Kelima. Joseph. Vol. Singgih dan Tjiptono. Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia. Teori dan Praktik Riset Pemasaran dengan SPSS. John C. Terjemahan oleh Soleh Rusyadi Maryam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful