BUKU I

H

A

R

M

A

AR TH

AS

A

A SH TO N

TR

I

D

ER IK LI K SA UB KEU EP ANGAN . R

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

HASIL PEMERIKSAAN SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2008

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA BATU UNTUK TAHUN ANGGARAN 2007

AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA
Nomor Tanggal : 82/R/XVIII.SBY/04/2008 : 26 April 2008

IN DO NE SIA

AN BAD
M PE

DAFTAR ISI

HALAMAN DAFTAR ISI …….... …………………………………………………….. i 1 5 8 10 13 63

OPINI BADAN PEMERIKSA KEUANGAN …….……………………………… A. B. C. D. NERACA …..........…………………….……………………………. LAPORAN REALISASI ANGGARAN ……….…………………….. LAPORAN ARUS KAS …....……………………………………….. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN ……..…………………

GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN …...…………………………………..

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

OPINI BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

Kepada Para Pengguna Laporan Keuangan,

Berdasarkan

Undang-Undang

Nomor

15

Tahun

2004

tentang

Pemeriksaan

Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) bertugas memeriksa Neraca Pemerintah Kota Batu per 31 Desember 2007, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan tidak disajikan secara komparasi. Laporan keuangan adalah tanggung jawab Pemerintah Kota Batu. Tanggung jawab BPK RI adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan. BPK RI melaksanakan pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Standar tersebut mengharuskan BPK RI merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan agar BPK RI memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu pemeriksaan meliputi penilaian, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Pemeriksaan juga meliputi penilaian atas Standar Akuntansi Pemerintahan yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh Pemerintah Kota Batu, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. BPK RI yakin bahwa pemeriksaan BPK RI memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.

1
PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

Hasil Pemeriksaan BPK RI mengungkapkan bahwa: 1. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 1, terdapat pengeluaran kas sebesar Rp13.709.990.716,00 tidak melalui prosedur yang benar sehingga mengakibatkan kekurangan kas yang merugikan daerah sebesar Rp12.009.990.716,00 (Rp13.709.990.716,00-Rp1.700.000.000,00); 2. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 2 terdapat realisasi belanja bantuan sosial sebesar Rp950.000.000,00 pada Bagian Kesejahteraan Rakyat pencairan dananya tidak diakui oleh Pemegang Rekening dan tidak diterima oleh yang berhak sehingga mengakibatkan kerugian daerah sebesar Rp950.000.000,00; 3. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 3, terdapat Pencairan Dana Realisasi Belanja Pegawai dan Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp1.050.000.000,00 tidak diakui oleh pemegang rekening, dan

diantaranya sebesar Rp600.000.000,00 tidak diketahui keberadaannya yang mengakibatkan realisasi belanja pegawai dan belanja barang dan jasa disajikan lebih tinggi dan merugikan daerah sebesar Rp600.000.000,00; 4. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 4, terdapat Dana Realisasi Belanja Modal Pengadaan Tanah sebesar

Rp581.425.000,00 tidak diketahui keberadaannya dan terdapat pinjaman ke Kantor Kasda oleh Dinas Pertanahan sebesar Rp130.640.190,00. Hal tersebut

mengakibatkan realisasi belanja modal tanah disajikan lebih tinggi, dan merugikan daerah sebesar Rp581.425.000,00; 5. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 5, terdapat kelebihan pembayaran kepada pihak ketiga sebesar Rp65.670.200,00 yang mengakibatkan uang daerah sebesar Rp65.670.164,00 berpotensi hilang, dan penerimaan daerah berupa bunga tertunda sebesar Rp72.250.000,00; 6. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 6, terdapat penerimaan Pajak Penerangan Jalan sebesar Rp310.336.515,00 tidak disetorkan ke Kas Daerah. Hal tersebut mengakibatkan kerugian daerah sebesar Rp310.336.515,00; 7. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 7, terdapat realisasi belanja tidak terduga sebesar Rp200.000.000,00 tidak

dipertanggungjawabkan yang mengakibatkan realisasi Belanja Tidak Terduga tidak dapat diyakini kebenarannya dan menimbulkan kerugian daerah sebesar Rp200.000.000,00;

2
PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

560. 12.000.000.600.305. juga memboroskan keuangan daerah sebesar Rp3.449. yang mengakibatkan realisasi belanja modalgedung disajikan lebih tinggi sebesar Rp924.994.000.800.000.00 pada belanja bantuan sosial tidak tepat yang mengakibatkan realisasi belanja bantuan sosial disajikan lebih tinggi sebesar Rp3. Pengadaan kubah masjid An Nur.000.00 menjadi tertunda. yang mengakibatkan realisasi belanja modalperalatan mesin disajikan lebih tinggi sebesar Rp151.00.00 di Dinas 3 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .250. Pembangunan gedung Masjid An Nur.00 dan aset peralatan dan mesin disajikan lebih tinggi sebesar Rp151.599.057.00 tidak dapat diyakini kewajarannya. b. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 15. yang mengakibatkan realisasi belanja modal-gedung disajikan lebih tinggi sebesar Rp2.250.000. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 8. terdapat realisasi belanja modal yang tidak sesuai dengan prestasi fisiknya dengan rincian sebagai berikut: a.134. c. Selain itu.000.000.000.990.000.399.800.00 dan penerimaan denda keterlambatan tertunda sebesar Rp40.800.00. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 12.00.000.000.8.699.00 tidak didukung dengan bukti yang lengkap yang mengakibatkan realisasi belanja barang-biaya perjalanan dinas Walikota dan Wakil Walikota minimal sebesar Rp523.600. pembebanan belanja hibah kepada Persatuan Sepakbola Kota Batu (Persikoba) sebesar Rp3. Realisasi belanja bantuan sosial .800. 9.600. 10 dan 11.600.000.00. Pengadaan Vibrator Roller.00 tidak didukung dengan bukti yang lengkap yang mengakibatkan realisasi belanja tersebut tidak dapat diyakini kewajarannya. Biaya Perjalanan Dinas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada Sekretariat Daerah Minimal sebesar Rp523. pembebanan Belanja Modal Peralatan dan Mesin dan Belanja Modal Aset Lainnya pada Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp7.00 serta denda keterlambatan sebesar sebesar Rp411.00 dan belanja hibah disajikan lebih rendah sebesar Rp3. Penerimaan atas denda keterlambatan atas pengadaan tersebut tertunda sebesar Rp7. 10.246.000. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 14. 11.Bantuan Keuangan Partai Politik sebesar Rp64. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 9.00 sehingga mengurangi kemampuan daerah dalam membiayai pelayanan kepada masyarakat.038.

00 dan belanja modal aset tetap lainnya disajikan lebih rendah (understated) sebesar Rp4.772. V.957. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 16. belanja modal peralatan dan mesin disajikan lebih rendah (understated) sebesar Rp2. Menurut pendapat BPK RI.850. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. karena hal yang disebut pada paragraf sebelumnya. posisi keuangan Pemerintah Kota Batu per 31 Desember 2007.065. dalam semua hal yang yang material.Pendidikan dan Kebudayaan tidak tepat yang mengakibatkan belanja modal gedung dan bangunan disajikan lebih tinggi (overstated) sebesar Rp7. Aset Peralatan dan Mesin yang rusak dan hilang belum dilakukan penghapusan minimal senilai Rp722.00. Ak Akuntan.188.00 tidak wajar. laporan keuangan yang disebut di atas tidak menyajikan secara wajar.348. Surabaya. Register Negara D-5317 4 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .957.00. 13.00 yang mengakibatkan penyajian aset peralatan dan mesin senilai Rp722. 26 April 2008 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA PENANGGUNG JAWAB PEMERIKSAAN.M.038. Laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan sistem pengendalian intern kami sajikan dalam bagian tersendiri yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan ini. MM..994.928.627. Dra. AMBAR WAHYUNI. Laporan Realisasi Anggaran.348.399.

292.00 3.875.475.313.170.309.131.862.74 0.140.00 203.145.142.162.74 8.89 23.011.00 4.566.00 0.862.577.00 338.819. NERACA NERACA PEMERINTAH KOTA BATU PER 31 DESEMBER 2007 DAN 2006 (Dalam Rupiah) Uraian ASET ASET LANCAR Kas Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Penerimaan Kas di Bendahara Pengeluaran Investasi Jangka Pendek Piutang Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Dana Bagi Hasil Piutang Dana Alokasi Umum Piutang Dana Alokasi Khusus Piutang Lain-lain Persediaan INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Nonpermanen Pinjaman Kepada Perusahaan Negara Pinjaman Kepada Perusahaan Daerah Pinjaman Kepada Pemerintah Daerah Lainnya Investasi dalam Surat Utang Negara Investasi Non Permanen Lainnya Investasi Permanen Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Penyertaan Modal dalam Proyek Pembangunan Penyertaan Modal Perusahaan Patungan Investasi Permanen Lainnya ASET TETAP Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.00 5 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .612.782.00 127.170.08 0.824.350.00 0.00 9.89 0.807.546.052.00 0.654.LAPORAN KEUANGAN POKOK A.00 0.999.476.807.934.00 0.00 0.073.636.885.566.403.340.472.00 26.790.00 1.566.06 981.70 51.767.00 8.390.27 0.611.320.772.74 0.566.779.293.952.00 344.230.060.00 0.00 0.836.74 0.573.999.00 467.836.290.048.403.672.932.08 50.403.775.00 0.00 60.459.95 23.00 963.566.606.400. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya 2007 2006 59.00 0.00 26.00 44.00 27.566.35 0.00 885.116.923.855.684.434.644.74 0.00 0.573.74 9.00 1.723.00 0.00 3.170.138.422.00 2.403.00 0.611.406.107.502.972.403.403.215.927.00 25.114.00 61.00 0.27 1.443.00 0.807.161.725.00 919.00 480.00 8.584.042.00 66.00 7.321.00 0.125.00 9.823.149.018.00 0.00 0.768.930.052.435.00 0.162.

573.00 0.743.996.000.00 0.801.947.00 0.170.00 0.678.782.975.835.941.518.838.476.00 0.00 (437.00 0.497.216.80 0.142.00 437.548.00 34.00 0.496.725.801.371.658.00 0.363.153.00 920.048.00 437.996.00 0.235.00 0.Pemerintah Pusat Bagian Lancar Utang Dalam Negeri – Pemerintah Daerah Lainnya Bagian Lancar Utang Dalam Negeri – Lembaga Keuangan Bank Utang Jangka Pendek Lainnya Kewajiban Jangka Panjang Utang Dalam Negeri – Pemerintah Pusat Utang Dalam Negeri – Pemerintah Daerah Lainnya JUMLAH KEWAJIBAN EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek Ekuitas Dana Investasi Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aset Tetap Diinvestasikan dalam Aset Lainnya Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang 59.661.801.941.00 0.00 0.566.927.518.947.00 34.403.687.107.687.00 0.090.352.90 51.00 541.00 769.836.313.496.00 0.377.06 981.779.00 0.74 963.00 0.045.89 1.807.00 0.80) 973.00 0.00 0.95 23.235.000.209.492.80 34.00 0.566.74 8.00 0.149.44 2006 5.(Dalam Rupiah) Uraian Konstruksi Dalam Pengerjaan DANA CADANGAN Dana Cadangan ASET LAINNYA Tagihan Penjualan Angsuran Tagihan Tuntutan Ganti Kerugian Daerah Kemitraan dengan Fihak Ketiga Aset Tak Berwujud Aset Lain-lain/Non Produktif JUMLAH ASET KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek Utang Perhitungan Pihak Ketiga Utang Bunga Utang Pajak Bagian Lancar Utang Dalam Negeri .62 0.518.00 541.687.00 0.496.00 0.00 1.850.235.00 0.00 0.00 769.941.947.680.08 8.162.00 769.697.74 885.80 437.032.00 2007 9.058.69 6 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .972.00 541.518.00 0.295.74 9.00 0.00 894.996.406.00 25.00 0.00 0.235.000.612.00 0.000.00 0.403.

401.00 0.749.69 920.032.838.078.00 1.342.44 2006 0.377.032.00 0.(Dalam Rupiah) Uraian Ekuitas Dana Cadangan Diinvestaskan dalam Dana Cadangan JUMLAH EKUITAS DANA JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA 2007 0.161.64 1.422.697.69 7 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .313.363.680.00 920.

617.379.00 0.90 13.00 10.871.000.15 0.00 0.000.316.745.844.85 100.00 0.713.00 0.00 0.15 15.00 0.57 244.00 0.699.514.000.815.794.00 188.620.76 100.00 10.000.025.134.66 100.206.393.00 14.00 10.000.89 94.000.000.050.000.796.74 89.745.019.000.107.654.631.064.391.283.000.805.622.000.25 188.284.00 13.07 5.389.909.782.00 2.00 164.38 100.622.158.119.00 Anggaran Realisasi % Transfer Pemerintah Pusat – Lainnya Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Transfer Pemerintah Provinsi Pendapatan Bagi Hasil Pajak Pendapatan Bagi Hasil Lainnya LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH Pendapatan Hibah Pendapatan Dana Darurat Pendapatan Lainnya JUMLAH 15.000.16 39.32 91.777.058.00 26.964.908.874.325.262.727.75 1.24 BELANJA Belanja Operasi Belanja Pegawai Belanja Barang Bunga 186.059.57 261.054.74 99.005.00 109.362.274.602.057.518.00 2.000.340.773.637.664.802.000.75 100.000.105.381.600.75 7.148.000.676.765.29 - 8 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .000.00 274.712.681.00 0.00 0.00 10.274.00 810.B.000. LAPORAN REALISASI ANGGARAN PEMERINTAH KOTA BATU LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2007 (Dalam Rupiah) URAIAN PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak Daerah Pendapatan Retribusi Daerah Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yg Dipisahkan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah PENDAPATAN TRANSFER Transfer Pemerintah Pusat Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus – Dana 12.00 32.00 261.773.370.00 99.998.684.274.00 0.75 4.00 19.00 0.000.25 21.511.167.00 103.00 26.15 236.00 13.948.770.148.00 274.182.167.000.00 100.72 84.979.16 109.00 2.000.00 15.000.590.25 237.573.75 726.00 1.500.76 75.60 109.000.893.211.485.802.86 78.888.025.742.337.229.00 87.73 83.76 91.000.886.506.

842.000.646.904.205.00 2.58 78.00 1.877.00 8.00 0.00 287.661.98 27.00 28.000.205.87 23.000.903.500.00 0.00 1.55 630.406.00 26.400.00 12.200.00 82.26) 0.811.093.894.00 272.048.00 14.371.559.61 47.36 0.000.566.(Dalam Rupiah) Uraian Subsidi Hibah Bantuan Sosial Bantuan Keuangan Belanja Modal Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan.06 84.00 1.270.623. Irigasi dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya Belanja Tak Terduga Belanja Tak Terduga JUMLAH BELANJA TRANSFER Transfer/Bagi Hasil Ke Desa Bagi Hasil Pajak Bagi Hasil Retribusi Bagi Hasil Pendapatan Lainnya JUMLAH TRANSFER SURPLUS/DEFISIT PEMBIAYAAN Penerimaan Pembiayaan Penggunaan SILPA Penerimaan Piutang Daerah Jumlah Pengeluaran Pembiayaan Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri Pembayaran Pinjaman Daerah Jumlah Pembiayaan Neto Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Anggaran 0.160.00 0.048.000.725.00 0.400.280.00 % 94.61 363.718.00 396.075.61 80.000.961.572.410.00 10.00 (18.457.920.536.000.00 11.661.57 80.00 0.00 246.00 15.89 4.00 166.93 468.721.476.551.00 5.196.210.205.392.081.00 0.00 32.406.661.87 8.972.769.016.279.000.000.500.06 83.769.00 33.830.675.000.76 100.034.000.919.628.000.750.017.573.205.999.00 292.134.529.00 23.548.000.87 24.943.69 88.00 37.00 31.89 1.342.303.16 Realisasi 0.06 9.664.000.464.00 226.08 77.782.00 9.76 51.627.500.646.05 55.00 102.765.887.000.000.237.000.00 0.870.769.212.903.500.344.500.23 95.00 26.415.847.423.999.784.185.32 - 23.00 39.05 9 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .671.00 0.00 29.375.37 82.00 0.234.00 2.279.975.000.544.57 100.00 100.00 226.782.196.00 93.625.00 1.926.944.000.769.06 42.

815.274.717.57 21.025.964.284.393.75 4.00 0.718.000.000.904.628.844.000.00 0.00 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 110.000.00 12.000.684.600.C.622.32 10 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .00 15.745. LAPORAN ARUS KAS PEMERINTAH KOTA BATU LAPORAN ARUS KAS UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2007 (Dalam Rupiah) Uraian ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Arus Masuk Kas Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (Sumber Daya Alam) Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Pendapatan Bagi Hasil Pajak Pendapatan Bagi Hasil Lainnya Pendapatan Dana Darurat Pendapatan Lainnya Jumlah Arus Masuk Kas 5.000.773.00 272.25 188.32 2007 Arus Keluar Kas Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan Belanja Tak Terduga 109.871.064.00 0.500.000.131.00 32.782.00 10.00 Jumlah Arus Keluar Kas 164.00 2.274.340.909.712.602.000.00 226.620.00 8.75 726.000.00 0.893.637.00 26.903.00 274.770.389.211.979.182.107.000.057.802.00 13.505.000.167.000.400.00 0.894.00 1.500.246.

00 0.625.769.00 0.00 1.926.00 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi (82.00 11 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .423.Irigasi. Irigasi.00 0.234.00 Jumlah Arus Keluar Kas 82.646.00 0.842.00 29.196.870.87 Arus Keluar Kas Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah Pembayaran Pokok Utang Pemberian Pinjaman 363.00 0.646.(Dalam Rupiah) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI ASET NON KEUANGAN Arus Masuk Kas Pendapatan Penjualan Tanah Pendapatan Penjualan atas Peralatan dan Mesin Pendapatan Penjualan atas Gedung dan Bangunan Pendapatan Penjualan atas Jalan.371.903. dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya 5.00 1.750.423.415.dan Jaringan Pendapatan dari Penjualan Aset Tetap Lainnya Pendapatan dari Penjualan Aktiva Tetap 0.00 Jumlah Arus Keluar Kas 1.344.400.457.769.212.00 32.87 Jumlah Arus Masuk Kas 1.464.00 0.00 0.559.280.415.205.00 Jumlah Arus Masuk Kas 0.671.00 166.000.000.205.344.000.920.529.870.00 33.00 14.00 Arus Keluar Kas Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan.00 0.00) AKTIVITAS PEMBIAYAAN Arus Masuk Kas Pencairan Dana Cadangan Hasil Penjualan Aset/Kekayaan Daerah yg dipisahkan Penerimaan Pinjaman Penerimaan Kembali Pinjaman Penerimaan Piutang 0.075.234.

08 Saldo Akhir kas terdiri dari: Saldo kas di BUD Saldo Kas di Bendahara Penerimaan Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran Jumlah 50.782.725.00 5.00 51.08 0.13) ARUS KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN Arus Masuk Kas Penerimaan Perhitungan Fihak Ketiga Jumlah Arus Masuk Kas 5.00 5.889.114.999.538.00 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Non Anggaran 0.19 23.00 KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS SALDO AWAL KAS SALDO AKHIR KAS 28.930.042.573.538.654.889.880.538.08 12 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .167.880.972.880.725.189.611.573.889.00 Arus Keluar Kas Pengeluaran Perhitungan Fihak Ketiga Jumlah Arus Keluar Kas 5.89 51.00 919.880.889.122.(Dalam Rupiah) Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan (135.538.406.725.971.972.

dan pengendalian atas seluruh aset. biasanya satu tahun. Manajemen Membantu penyediaan informasi yang relevan dan mudah bagi para penggunanya untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan suatu entitas pelaporan dalam periode pelaporan sehingga memudahkan fungsi perencanaan. Akuntabilitas Pertanggungjawaban pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada entitas pelaporan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara periodik. Setiap entitas pelaporan mempunyai kewajiban untuk melaporkan upaya-upaya yang telah dilakukan. Laporan Keuangan terutama digunakan untuk menyajikan informasi mengenai posisi keuangan. dan membantu menentukan derajat ketaatan entitas terhadap peraturan perundangundangan. Dalam lingkungan Pemerintah Daerah. menilai kondisi keuangan. b. kewajiban. Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan selama satu periode tertentu. perbandingan realisasi pendapatan dan belanja dengan anggaran yang telah ditetapkan. c. mengevaluasi efektivitas dan efisiensi. Pelaporan ini akan membantu peningkatan: a. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN I. serta hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan secara sistematis dan terstruktur pada suatu periode pelaporan. aliran kas. PENDAHULUAN 1.D. Transparansi Memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat berdasarkan pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggungjawaban pemerintah dalam mengelola sumber daya yang 13 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . pengelolaan. dan ekuitas dana pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat.

Dalam Pemerintah Daerah. kewajiban. dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan baik keputusan ekonomi. e. Keadilan antar generasi (Intergenerational Equity) Membantu para pengguna dalam mengetahui apakah penerimaan pemerintah pada periode laporan cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran yang dialokasikan dan apakah generasi yang akan datang ikut menanggung beban pengeluaran tersebut. Menyediakan informasi mengenai bagaimana entitas pelaporan mendanai seluruh kegiatannya dan mencukupi kebutuhan kasnya. Menyediakan informasi mengenai apakah penerimaan periode berjalan cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran. baik jangka pendek maupun jangka panjang. Informasi tersebut dikemas dalam jenis-jenis laporan berikut. b. dan arus kas suatu entitas pelaporan. sosial maupun politik. Menyediakan informasi mengenai apakah cara memperoleh sumber daya ekonomi dan alokasinya telah sesuai dengan anggaran yang ditetapkan dan peraturan perundang-undangan. sebagai akibat kegiatan yang dilakukan selama periode pelaporan. d. Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi keuangan entitas pelaporan. laporan keuangan menyediakan informasi mengenai pendapatan. laporan keuangan harus mampu: a. belanja. termasuk yang berasal dari pungutan pajak dan pinjaman. aset.dipercayakan kepadanya dan ketaatannya pada peraturan perundangundangan yang berlaku. ekuitas dana. c. 14 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan dan kondisi entitas pelaporan berkaitan dengan sumber-sumber penerimaannya. d. apakah mengalami kenaikan atau penurunan. f. pembiayaan. Untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut. Tujuan penyusunan pelaporan keuangan adalah untuk menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna. Menyediakan informasi mengenai jumlah sumber daya ekonomi yang digunakan dalam kegiatan entitas pelaporan serta hasil-hasil yang telah dicapai.

c. h.a. b. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Keuangan Perbendaharaan Negara. b. Laporan Realisasi Anggaran. d. Ketentuan perundang-undangan tentang penyusunan dan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara / Daerah. dan 15 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Neraca. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Batu. d. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Catatan Atas Laporan Keuangan. Laporan Arus Kas. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. e. Undang-Undang di bidang Keuangan Negara yaitu Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah : Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Undang-undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. g. antara lain: a. f. Peraturan perundang-undangan lainnya yang mengatur tentang keuangan pusat dan daerah. Landasan hukum penyusunan laporan keuangan Pelaporan keuangan pemerintah diselenggarakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur keuangan pemerintah. khususnya bagian yang mengatur keuangan negara. khususnya yang mengatur keuangan daerah yaitu Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang. Peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pemerintah daerah. c.

2 persen dalam Tahun 2006 menjadi sebesar 5.3 persen. Akselerasi pertumbuhan ekonomi ini terjadi seiring dengan meningkatnya kegiatan konsumsi. dan ekspor. konsumsi diperkirakan meningkat menjadi 5. moneter.i.1 persen. tumbuh sebesar 4. dan sektor riil. Sementara itu. stabilitas nilai tukar yang stabil. Kondisi ini juga didukung oleh terjaganya koordinasi bauran kebijakan (policy mix) yang ditempuh pemerintah di bidang fiskal.48 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. EKONOMI MAKRO. Dalam triwulan I 2007.6 persen. Dalam Tahun 2007.48 persen. Peraturan Daerah Kota Batu dan Peraturan Walikota Batu. ekspor. lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Tahun 2006 yang sebesar 5. dan peningkatan pertumbuhan di hampir semua sektor ekonomi. laju pertumbuhan ekonomi mencapai 5. meskipun perekonomian global diperkirakan tumbuh melambat dan harga komoditas dunia baik migas maupun nonmigas cenderung menurun. KEBIJAKAN KEUANGAN DAN PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD 1.97 persen yang didorong oleh pengeluaran konsumsi. Pertumbuhan ekonomi Tahun 2007 diperkirakan mencapai 6. serta pulih dan menguatnya daya beli masyarakat. II. investasi. kegiatan impor barang dan jasa diperkirakan akan mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan permintaan domestik. khususnya yang mengatur tentang keuangan daerah dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Ekonomi Makro Kinerja perekonomian Indonesia dalam Tahun 2007 diperkirakan akan semakin membaik dengan akselerasi pertumbuhan yang lebih tinggi dengan tetap terpeliharanya stabilitas ekonomi makro. namun masih memberikan peluang yang kondusif bagi perkembangan ekspor nasional. investasi. Pengeluaran konsumsi pada triwulan I. terutama ditopang oleh meningkatnya konsumsi masyarakat dari 3. Peningkatan konsumsi riil masyarakat ini terutama didorong oleh perbaikan 16 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . perbaikan kinerja ekonomi Indonesia didukung oleh rendahnya suku bunga. Sementara dari sisi internal. Dari sisi eksternal. Perbaikan kinerja ekonomi ini didukung oleh faktor-faktor eksternal dan internal.

diantaranya industri alat angkutan. Sektor yang diperkirakan meningkat cukup signifikan adalah sektor industri pengolahan serta sektor perdagangan. serta cenderung menurunnya suku bunga perbankan. yaitu industri kertas dan barang cetakan. sebesar 8. sedangkan sisanya bersumber dari kegiatan investasi swasta murni (36. dan suku bunga.daya beli masyarakat. perbankan (12.95 persen. Dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp989.4 persen). Seiring dengan ekspektasi semakin membaiknya permintaan domestik. sejalan dengan meningkatnya realisasi belanja modal pemerintah. dan diperkirakan dalam Tahun 2007 mencapai 9. Pertumbuhan sektor pengolahan dalam Tahun 2007 diperkirakan tumbuh sebesar 7. Pertumbuhan yang tinggi diperkirakan terjadi pada sejumlah subsektor. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan investasi pemerintah dan swasta.6 triliun dalam Tahun 2007.9 persen). Dalam triwulan I 2007. seperti tekstil dan produk tekstil serta alat-alat listrik. penurunan inflasi. jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama Tahun 2006. meskipun pertumbuhan volume perdagangan dunia diperkirakan menurun.2 persen. serta sumber investasi lainnya (23. dan 17 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .2 persen sejalan dengan perkiraan semakin membaiknya permintaan domestik. proporsi investasi pemerintah diperkirakan hanya sekitar 9.4 persen).4 persen dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada industri bukan migas.2 persen. pertumbuhan tahunan investasi (PMTB) mencapai 7. Dalam triwulan I 2007 sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 5.8 persen). industri makanan. hotel dan restoran. minuman. peningkatan pertumbuhan ekonomi dalam Tahun 2007 juga ditopang oleh kekuatan sisi penawaran yang bersumber dari hampir semua sektor produksi yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan Tahun 2006.4 persen). pertumbuhan investasi Tahun 2007 diperkirakan mencapai sekitar 12. Dalam pada itu.5 persen.3 persen. Peningkatan ekspor dalam Tahun 2007 diperkirakan bersumber dari ekspor hasil pertanian. BUMN (10. sehubungan dengan meningkatnya kegiatan perekonomian dan relatif stabilnya nilai tukar rupiah. dan kegiatan investasi dalam rangka PPPs (7. yang diantaranya berasal dari kenaikan gaji PNS dan Upah Minimum Provinsi (UMP). Dengan pencapaian tersebut. dan semakin kuatnya ekspektasi terhadap prospek peningkatan perekonomian ke depan. pertambangan dan industri manufaktur. Pertumbuhan ekspor barang dan jasa pada triwulan I 2007. kegiatan impor barang dan jasa diperkirakan kembali meningkat sekitar 14.9 persen.

diperkirakan semakin membaik seiring dengan adanya dukungan pemerintah melalui pemberian subsidi bunga kredit.5 persen disebabkan oleh pergeseran pola tanam dan panen raya ke bulan April–Mei 2007.0 persen. sektor pertanian diperkirakan tumbuh sekitar 2.2 juta hektar lahan. dan perbaikan saluran irigasi. atau lebih tinggi sekitar 20 persen dari jumlah turis Tahun 2006. yang diharapkan dapat mendukung pencapaian target jumlah turis asing yang berkunjung ke Indonesia dalam Tahun 2007 sebanyak 6 juta orang. Demikian pula dengan pertumbuhan subsektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Peningkatan pertumbuhan sektor ini juga didorong oleh perbaikan citra pariwisata Indonesia. sektor bangunan dan sektor keuangan masing-masing tumbuh sebesar 9. sektor pertanian mengalami perlambatan sebesar negatif 0.51 persen. akibat adanya perbaikan permintaan dan turunnya suku bunga perbankan. industri kimia. subsidi bibit untuk 8. diantaranya diupayakan melalui pemberian subsidi bunga kredit sebesar Rp1 triliun kepada petani plasma.3 persen dan 7. lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya sebesar 6. subsidi pupuk. seperti harga benih yang lebih murah. Sementara itu. Sektor perdagangan. Dalam Tahun 2007. Dalam triwulan I 2007.7 persen. peningkatan produksi padi untuk memenuhi target yang ditetapkan.1 persen. terutama terkait dengan kebijakan pemerintah untuk menambah target produksi padi sebesar 2 juta ton. terutama dipicu oleh trend penurunan suku bunga dan peningkatan daya beli masyarakat. hotel dan restoran dalam triwulan I 2007 tumbuh sebesar 8. melalui penyempurnaan yang memberikan insentif/fasilitas pajak terhadap 15 kelompok industri dan daerah tertentu (Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2007). akan diupayakan pemerintah melalui perbaikan sarana produksi padi. serta pembebasan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) atas impor dan/atau penyerahan barang kena pajak tertentu yang bersifat strategis (Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2007). Selanjutnya. dan diskon pembelian mesin baru dalam program restrukturisasi permesinan TPT. dalam triwulan I 2007. dan dalam Tahun 2007 diperkirakan tumbuh sebesar 7.1 persen.tembakau. Peningkatan produksi subsektor perkebunan. serta industri logam dasar besi dan baja. serta 18 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . yang mengajukan kredit pengembangan energi nabati dan revitalisasi perkebunan kepada perbankan. Kinerja sektor industri diharapkan akan semakin membaik dengan berbagai dukungan yang diberikan pemerintah.4 persen. Sektor bangunan dalam Tahun 2007 diperkirakan tumbuh sebesar 9.

yang sebesar 39. sehingga tidak banyak memberikan tekanan terhadap inflasi inti.membaiknya persepsi pasar terhadap prospek investasi properti komersial. peningkatan kegiatan ekonomi Tahun 2007 diperkirakan tidak akan memberikan tekanan berlebihan terhadap harga-harga secara umum. Sementara itu. masih dapat diimbangi dengan perbaikan yang terjadi pada sisi penawaran. Penurunan tingkat pengangguran yang ditopang oleh kuatnya pertumbuhan ekonomi. yang tercermin pada rendahnya laju inflasi selama Januari-Juli 2007 yang mencapai 2.6 persen. Pada bulan-bulan mendatang. Semakin kuatnya pertumbuhan sektor-sektor produksi.0 persen. peningkatan permintaan sejalan dengan perkiraan peningkatan pertumbuhan ekonomi.58 persen dari jumlah penduduk Indonesia). diharapkan dapat mengurangi tingkat pengangguran dari dalam Tahun 2007. Pada bulan Agustus 2006. Dalam pada itu. Sektor keuangan dalam Tahun 2007 diperkirakan tumbuh sebesar 6. lebih tinggi dari Tahun 2006 sebesar 5. lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. diharapkan dapat memperbaiki kesejahteraan masyarakat dan pada gilirannya mengurangi jumlah penduduk miskin.93 juta orang (10. perdagangan.55 juta orang (9.28 persen dari jumlah angkatan kerja) dan selanjutnya mengalami penurunan pada bulan Februari 2007 menjadi 10. seperti sektor pertanian. Jumlah penduduk miskin pada bulan Maret 2007 sebanyak 37. lebih rendah bila dibandingkan dengan inflasi pada periode yang sama Tahun 2006 sebesar 3. Peningkatan kapasitas produksi yang terjadi pada sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja lebih tinggi. dan industri pengolahan. Prakiraan inflasi IHK 2007 juga didukung oleh rendahnya tekanan kenaikan harga komponen barang-barang yang harganya ditetapkan pemerintah (administered prices). tingkat pengangguran sebanyak 10. tekanan inflasi diperkirakan sedikit meningkat terkait dengan meningkatnya permintaan kebutuhan pokok masyarakat sehubungan dengan adanya hari raya keagamaan (lebaran dan tahun baru). sehubungan dengan tidak adanya rencana 19 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . terutama didorong oleh meningkatnya kegiatan investasi finansial sejalan dengan membaiknya ekonomi domestik.30 juta orang (17.75 persen dari jumlah angkatan kerja).81 persen. diperkirakan juga akan diimbangi dengan meningkatnya kapasitas produksi secara signifikan.17 juta orang (16. Hal ini.33 persen.8 persen dari jumlah penduduk Indonesia).

00 per US$. Indek Harga Komoditi (IHK) yang diteliti. pengaruh eksternal terhadap inflasi seperti meningkatnya harga CPO dan minyak mentah dunia. khususnya BBM dan TDL.Pemerintah untuk menaikkan harga kelompok barang-barang strategis. Dengan mempertimbangkan berbagai upaya pengendalian inflasi dan realisasi sampai bulan Oktober 2007.48%. Dari 13 kota. khususnya barang modal dan meningkatnya pembayaran utang luar negeri sektor swasta. khususnya Propinsi Jawa Timur telah mengalami inflasi 6. Dengan tetap terjaganya tingkat inflasi dan nilai tukar rupiah. Namun. Relatif stabilnya nilai tukar rupiah terutama didukung oleh faktor-faktor fundamental ekonomi domestik. seperti meningkatnya pasokan valuta asing terkait dengan surplus neraca pembayaran.76% sedang nasional 6. Tingginya harga beras ini terjadi karena terganggunya pasokan akibat banjir dan bencana alam di sejumlah daerah sentra produksi beras pada awal tahun. sampai akhir Tahun 2007 inflasi diperkirakan mencapai 6. Sementara itu kerangka ekonomi daerah dan implikasinya sepanjang Tahun 2007.60%. meskipun pada bulan-bulan pertama Tahun 2007 harga sejumlah barang kebutuhan pokok.5 persen. diperkirakan akan mendorong inflasi pada beberapa bulan terakhir Tahun 2007.74%.100. antara lain dengan mendorong peningkatan produksi padi nasional serta menambah impor beras dalam rangka menjaga stok beras nasional dan mendukung terlaksananya operasi pasar dengan baik. Sementara pada 2005 inflasi Jatim 15. yaitu meningkatnya impor.56%.19% sedang nasional 17. 20 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . ditengah sentimen melemahnya US dolar pada tingkat global. ada beberapa faktor fundamental yang perlu diwaspadai yang diperkirakan akan memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. pemerintah telah melakukan berbagai upaya.59%.11%. Rata-rata nilai tukar rupiah dalam Tahun 2007 diperkirakan mencapai Rp9. dan pada 2006 inflasi Jatim 6. seperti beras dan gula pasir sedikit lebih tinggi. Untuk menurunkan harga beras. Tekanan inflasi kelompok volatile food juga diperkirakan relatif rendah. dan terendah di Tuban 5. inflasi tertinggi pada Tahun 2007 terjadi di Trenggalek 7. yang pada gilirannya diharapkan dapat mendorong fungsi intermediasi perbankan di dalam mendukung kebangkitan sektor riil. Penurunan suku bunga ini sejalan dengan penurunan BI Rate dan relaksasi beberapa ketentuan perbankan yang dilakukan Bank Indonesia. suku bunga SBI 3 bulan diperkirakan mencapai 8.0 persen. sedangkan inflasi nasional 6. Sementara itu.

dan terendah di Malang 0. Namun pada 2006 dan 2007. 21 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .2685%.32% disumbangkan dari kelompok produk bahan makanan. selain disebabkan faktor musiman juga karena perilaku pasar yang beraksi negatif terhadap beberapa kebijakan pemerintah. bawang merah dan makanan pokok beras. diakibatkan naiknya harga komoditi minyak goreng.Data Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Jawa Timur.0473%. cabe.14%.68%. kondisi ini lebih rendah dari inflasi nasional 1.10%.98%. Pendorong utama inflasi Jatim pada Desember 2007 akibat naiknya harga komoditi bawang merah 0. dan minyak goreng 0. kondisi ini lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional 1. Dibandingkan periode yang sama pada 2005 dan 2006. inflasi Jatim pada Desember 2007 tercatat lebih tinggi dari Tahun 2005 yakni -0. 12. Inflasi Jatim merupakan hasil komposit IHK pada Desember yang terdorong positif 0.10%. namun pada Tahun 2007 setelah fungsi buffer (penyangga) beras dikembalikan ke Perum Bulog dan dibukanya kembali impor beras.98% atau telah terjadi kenaikan indeks dari 149. pada bulan Desember selalu terjadi kelangkaan beberapa produk bahan makanan. komoditi beras terus mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.31%. dari inflasi Jatim sepanjang Tahun 2007 yang mencapai 6. Pada Tahun 2005 dan 2006. namun lebih rendah daripada 2006 yakni 1. sehingga berakibat turunnya harga dan berdampak terjadi deflasi.2626%. Dari 13 kota IHK di Jatim.47 pada Desember.99 pada November menjadi 151. produksi bahan makanan meningkat sangat tajam.48% sedang nasional 0. sedangkan penghambat utama terjadinya inflasi adalah akibat turunnya harga daging ayam ras. semua kota telah mengalami inflasi dan tertinggi terjadi di Banyuwangi 1.18%. Sementara pendorong utama inflasi Jatim selama Tahun 2007. sementara pada November 2007 inflasi Jatim sebesar 0. Pada Desember 2005.48% tersebut. harga beras mulai terkoreksi cukup tajam. cabe dan sayuran segar. Dari data bidang Produksi dan Distribusi BPS Jatim. inflasi Jatim pada Desember 2007 tercatat 0. gula pasir dan udang basah. Tingginya inflasi kelompok bahan makanan. Karena inflasi 2007 sangat dipengaruhi oleh faktor musiman komoditi bahan makanan seperti bawang merah.59%. sehingga berdampak terjadinya inflasi yang cukup tinggi. dan komoditi beras. sedangkan penghambat utamanya inflasi akibat turunnya harga produk bawang putih. makanan pokok beras 0.

13 persen dibanding tingkat inflasi Kota Batu untuk pertama kalinya sejak Kota Batu berdiri berada pada level dua digit. yaitu sebesar 9.47%.13%. Sementara tingginya inflasi sektor-sektor jasa tidak terlepas dari kebijakan pemerintah memberikan gaji ke-13 pada pegawai negeri sipil. 22 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .47 persen. inflasi tertinggi terjadi di Serang 0. Tingginya tingkat inflasi sektor ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah pusat dalam menaikkan tarip dasar listrik pada Tahun 2004.875%. komunikasi jasa keuangan naik 0. baik pusat maupun daerah. pendidikan. sektor pengangkutan dan komunikasi mencatat tingkat inflasi tertinggi. Lhokseumawe 4.3226%. Tahun 2003 berada pada angka 7.6720%. makanan jadi. Sedangkan lima kota terendah inflasinya di Indonesia adalah Pangkal Pinang 2. yaitu pada bulan Maret dan bulan Oktober 2005. Di sektor lain. dan tembakau naik 0. Jayapura 10.47 persen. tingkat inflasi pada Tahun 2002 berkisar pada satu digit. Sementara lima kota di Indonesia dengan inflasi tertinggi terjadi di Banda Aceh 11. kelompok perumahan. Sementara itu.00%.76 persen. serta kelompok transportasi.99% dan terendah di Bandung 5.3729%. dan Samarinda 9. Surakarta 3. dan pada Tahun 2004 inflasi berada pada angka 8.84%. yaitu pada kisaran angka 8.87 persen.3702%.51 persen dan 16. pertambangan dan penggalian.43%.96% dan terendah terjadi di Jogjakarta 0. sejak berdirinya Kota Batu.11 persen.64%. Tingginya tingkat inflasi dalam Tahun 2005 ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan harga BBM sepanjang tahun laporan sebanyak dua kali. Ternate 10.28%. sandang naik 0.25% . menunjukan terjadinya inflasi pada Desember disebabkan oleh naiknya seluruh harga dari kelompok pengeluaran. listrik bahan bakar naik 0. Dan tingkat inflasi terendah tercatat pada sektor pertanian. Tingkat inflasi Kota Batu selama Tahun 2005 yang diukur dengan indeks implisit PDRB meningkat tajam menjadi 13. Menurut data BPS. Sampai dengan Desember 2007. minuman.2812%. dari enam ibukota propinsi di pulau Jawa pada Desember 2007.Dari hasil pemantauan di 13 kota di Jatim. yaitu sebesar 16. laju inflasi tertinggi terjadi di Jogjakarta 7. rekreasi. semua kota telah mengalami inflasi. Batam 4. rokok. kelompok bahan makanan mengalami kenaikan 2. air.18%.18%. Manado 10. dan Bengkulu 5%.0316%. olahraga naik 0. kesehatan naik 0.35%.

5) Pelaporan keuangan harus menyajikan transaksi dan kejadian yang penting. Agar perbandingan dapat bermanfaat. Apabila terjadi perubahan akuntansi harus diungkapkan dalam pelaporan keuangan. maka informasi keuangan suatu periode akuntansi harus dilaporkan secara konsisten dengan informasi keuangan periode akuntansi sebelumnya. Kebijakan Keuangan a. c. Pelaporan keuangan daerah adalah laporan pertanggungjawaban pemerintah daerah atas kegiatan keuangan dan sumber daya ekonomis yang dipercayakan serta menunjukkan posisi keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan pemerintah. a. maka laju inflasi di Kota Batu pada Tahun 2007 diproyeksikan tetap pada kisaran 7 persen. serta menunjukkan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. d. Kebijakan Umum 1) Pelaporan keuangan harus menyajikan secara wajar dan mengungkapkan secara penuh kegiatan pemerintah daerah dan sumber daya ekonomis yang dipercayakan. 4) Pelaporan keuangan harus diterbitkan tepat waktu segera setelah periode akuntansi berakhir. 2. Informasi pelaporan keuangan dapat diandalkan jika pemakai laporan dapat menggunakan informasi tersebut untuk pembuatan 23 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . 3) Pelaporan keuangan harus menyajikan perbandingan antara suatu periode akuntansi dengan periode akuntansi sebelumnya. Tujuan kebijakan pelaporan keuangan daerah adalah mengatur penyusunan dan penyajian pelaporan keuangan daerah. Kebijakan pelaporan keuangan ini merupakan pedoman penyusunan dan penyajian pelaporan keuangan daerah untuk memenuhi fungsi tersebut. Periode berjalan adalah periode akuntansi selama tahun anggaran yang sedang berlangsung. b. 2) Fungsi pelaporan keuangan adalah untuk mengkomunikasikan informasi keuangan kepada para pemakai. Periode akuntansi adalah satu tahun anggaran.Berdasarkan kondisi tersebut.

belanja. dan sumber-sumber pembiayaan yang digunakan untuk mengalokasikan surplus atau menutup defisit. catatan atas laporan keuangan. b. dan informasi tambahan yang harus disajikan bersama-sama. melaksanakan kegiatan berdasarkan anggaran belanja yang ditetapkan. neraca. 2) Transaksi dan kejadian dalam periode berjalan diakui atas dasar kas. 7) Laporan keuangan terdiri dari laporan perhitungan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). yaitu merupakan kombinasi dasar kas dengan dasar akrual. Asumsi Dasar 1) Transaksi dan kejadian diakui atas dasar kas modifikasian. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) 1) Tujuan Laporan Realisasi Anggaran adalah menyajikan informasi mengenai kemampuan merealisir pendapatan dari yang dianggarkan.keputusan atas transaksi dan kejadian yang penting berdasarkan kondisi keuangan yang sesungguhnya. yaitu saat penerimaan kas atau pengeluaran kas. 24 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . 2) Entitas pelaporan keuangan mengacu pada konsep bahwa setiap pusat pertanggungjawaban harus bertanggungjawab atas pelaksanaan tugasnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. 3) Laporan Realisasi Anggaran harus disertai catatan dan informasi tambahan mengenai hal-hal yang mempengaruhi pelaksanaan APBD. 6) Pelaporan keuangan merupakan satu kesatuan yang terdiri dari laporan keuangan. d. dan pembiayaan dengan realisasinya dalam suatu periode akuntansi. 2) Laporan Realisasi Anggaran menyajikan perbandingan antara anggaran pendapatan. Entitas Pelaporan Keuangan 1) Tujuan entitas pelaporan keuangan untuk menunjukkan entitas akuntansi pada pusat-pusat pertanggungjawaban keuangan daerah. 3) Entitas pelaporan keuangan daerah meliputi Pemerintah daerah secara keseluruhan. dan laporan aliran kas. c. nota perhitungan APBD. Pada akhir periode dilakukan penyesuaian untuk mengakui transaksi dan kejadian dalam periode berjalan meskipun penerimaan atau pengeluaran kas dari transaksi dan kejadian dimaksud belum terealisir.

baik yang terkendali maupun di luar kendali pusat pertanggungjawaban. dan pembiayaan. belanja. 2) Posisi keuangan daerah adalah keadaan aset. Neraca 1) Tujuan neraca adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan daerah. investasi. serta investasi. merupakan isu krusial yang dihadapi Kota Batu Tahun 2007. serta mengingat berlangsungnya pemilihan kepala daerah secara langsung. operasi dan pemeliharaan. dan ekuitas dana yang dimiliki pemerintah daerah pada akhir periode akuntansi. 3) Laporan arus kas menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas yang berkaitan dengan aktivitas operasi. dan bagian belanja yang digunakan untuk kegiatan administrasi umum. 4) Laporan aliran kas disajikan dengan metode langsung/tidak langsung. penerimaan. Pencapaian Target Kinerja APBD Berdasarkan kemajuan yang dicapai pada tahun sebelumnya dan tantangan yang dihadapi di Tahun 2007. Laporan Arus Kas 1) Tujuan laporan arus kas adalah menyajikan informasi mengenai kemampuan dalam memperoleh kas dan menilai penggunaan kas untuk memenuhi kebutuhan daerah dalam satu periode akuntansi. dan pembiayaan. Maka tema pembangunan Kota Batu 25 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . kinerja pelayanan yang dicapai. 2) Kinerja keuangan daerah antara lain mencakup kinerja dalam rangka pelaksanaan fungsi.antara lain penyebab perbedaan yang signifikan antara anggaran dengan realisasinya. Nota Perhitungan APBD 1) Tujuan nota perhitungan APBD adalah menyajikan informasi mengenai ringkasan realisasi pendapatan. 3. program dan kegiatan selama periode akuntansi. dan merupakan critical success factor keberhasilan dan kesinambungan pembangunan daerah. pengeluaran dan saldo akhir kas daerah dalam satu periode akuntansi tahun berkenaan. hutang. 2) Laporan arus kas menggambarkan saldo awal. f. g. serta kinerja keuangan daerah selama periode akuntansi pada tahun berkenaan. e.

b. Laporan Arus Kas. Menuju tata pemerintahan yang baik dan bersih (good governance). Pengutamaan tata pengelolaan yang baik (good governance). Membangun kerja sama antar daerah.Tahun 2007 adalah “Sukses Pilkada langsung Tahun 2007 sebagai wujud pelaksanaan otonomi daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat”. c. d. Dalam pelaksanaan pembangunan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Kota Batu. Pengutamaan partisipasi masyarakat. c. sebagai bentuk pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Batu Tahun Anggaran 2007 sebagai indikator pencapaian kinerja keuangan. antara lain tercermin dalam: a. prinsip yang menjadi landasan III. Mengurangi tingkat kemiskinan. Pengutamaan pembangunan berkelanjutan. Mengoptimalkan pelayanan publik. Catatan Atas Laporan Keuangan. terdapat tiga operasionalnya. kemajuan yang dicapai pada tahun sebelumnya serta berbagai masalah dan tantangan pokok yang harus dihadapi pada Tahun 2007. dapat digambarkan sebagai berikut. b. Menjaga kelestarian lingkungan hidup dan pengendalian tata ruang wilayah. Selanjutnya. yaitu : a. c. a. f. 26 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . maka prioritas pembangunan daerah Kota Batu. IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan dan hambatan serta kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. b. Laporan Realisasi Anggaran. Untuk pelaksanaan dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan. Mengembangkan ekonomi lokal. adalah sebagai berikut. Neraca. d. g. Menyukseskan PILKADA. e.

78 11.650.674.522.283.381.910.248.00 (%) 203.415.64 19.73 147.17 49.797.66 Perkembangan Realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Batu Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Dana Alokasi Khusus (Rp) 3.810.000.000.32 (%) 159.169.307.033. Realisasi Pendapatan Pencapaian target kinerja keuangan untuk pendapatan dapat digambarkan sebagai berikut.10 (1.000.59 Perkembangan Realisasi PAD Kota Batu Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Pendapatan Asli Daerah (Rp) 4.753.00 26.654.46 14.515.000.000.000.1.000.318.712.392.242.461.93 17.923.04 Perkembangan Realisasi Dana Alokasi Umum (DAU) Kota Batu Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Dana Alokasi Umum (Rp) 28.18 52.041.880.96 169.958.50 20.07 (%) 45.025.496.000.44 13.274.000.945.00 159.340.348.43 (17.53 22.194.27 123.591.771.00 17.30 13.000.964.297.187.000.000.000.000.065.320.64 5.420.69) 18.00 188.000.000.78 224.00 12.00 7.88 32.299.600.057.00 87.000.714.75 7.000.926.00 10.31) 68.99 31.30 274.15 27 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .96 8. Perkembangan Realisasi Pendapatan APBD Kota Batu Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Pendapatan APBD (Rp) 47.000.489.000.00 104.00 (%) 266.072.00 99.637.000.

00 13.182.00 19.00 13.181.73 18.946.274.00 13.000.456.579.915.000.32 2.000.107.622.25 (%) 80.75 4.57 247.064.673.393.622.000.500.893.00 1. Realisasi Belanja Pencapaian target kinerja keuangan dari tahun ke tahun pada realisasi belanja daerah.964.00 (%) 24.025.617.00 23.25 237.054.50 (100.000.00 16.745.381.000.514.054.00 15.85 26.274.000.00 16.309.684.00) Secara rinci untuk Tahun Anggaran 2007.00 2. adalah sebagai berikut.068.794.017. digambarkan pada tabel berikut.25 188.057.574.284.283.271.455.34 21.999.07 5.782.600.218.00 15.815.000.00 0.802.690.909.38 2.000.811.00 0.073.617.00 9.000.00 0.00 10.00 26.745.292.844.235.712. URAIAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah PENDAPATAN TRANSFER Transfer Pemerintah Pusat-Dana Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (Sumber Daya Alam) Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Transfer Pemerintah Pusat Lainnya Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Transfer Pemerintah Provinsi Pendapatan Bagi Hasil Pajak Pendapatan Bagi Hasil Lainnya LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH JUMLAH REALISASI ANGGARAN (Rp) 13.054.637.274.211.42 18.770.057.389.00 11.51 Perkembangan Realisasi Pendapatan Lainnya Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Pendapatan Lainnya (Rp) 7.794.393.33 34. 28 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .886.25 21.673.000.Perkembangan Realisasi Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak (Rp) 7.00 274.367.464. realisasi pendapatan daerah Kota Batu.057.00 10.387.871.75 726.793.

000.979.046.400.00 29.810.30 161.10 30.000.773.750.00 32.625.00 12. 29 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .870.00 14.00 272.457.00 246.371.628.00 82.00 166.500.317.920.340.661.075.476.000.844.000.631.167.400.280.842.577.369. lebih lanjut dijabarkan dalam jenis belanja sebagai berikut.30 199.464.540.00 3.903.690.210.00 226.00 33.903.904.210.671.894.212.38 246.476.926.98 23.000.00 0. URAIAN BELANJA OPERASI Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan Kpd Propinsi/Kabupaten/Kota & Pemerintah Desa BELANJA MODAL Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan.00 109.000.926.860.815. Irigasi dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya BELANJA TIDAK TERDUGA Belanja Tidak Terduga Jumlah Belanja REALISASI ANGGARAN 2007 (Rp) 164.529.344.07 1.602.277. Realisasi Pembiayaan Pencapaian target kinerja keuangan pada realisasi penerimaan pembiayaan daerah.019.893.140.29 121.00 8.000.00 32.620.00 (%) 165.500.661.415.00 5.00 0.90 158.831.45 Realisasi belanja Tahun Anggaran 2007.Perkembangan Belanja APBD Kota Batu Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Belanja (Rp) 45.90 23.00 226.

017.08 (%) 140.55 46.00 (%) 144.34 IV.60 46.97 24.559.912.97 23.573.00 1.664.476.664.76 (%) 39.764.33 Perkembangan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun 2004 2005 2006 2007 SILPA (Rp) 6.00 17.000.205.406.302.73 24.Perkembangan Penerimaan Pembiayaan Daerah Tahun 2004 2005 2006 2007 Penerimaan Pembiayaan (Rp) 17.040.830.82 Pencapaian target kinerja keuangan pada realisasi pengeluaran pembiayaan daerah dan SILPA.782. Perkembangan Pengeluaran Pembiayaan Daerah Tahun 2004 2005 2006 2007 Pengeluaran Pembiayaan (Rp) 6.000.054.93 10.972.725.054.202.646. KEBIJAKAN AKUNTANSI 1.664.999.655.655. PENDAHULUAN Tujuan Tujuan kebijakan akuntansi adalah mengatur penyusunan dan penyajian laporan keuangan pemerintah daerah untuk tujuan umum dalam rangka meningkatkan keterbandingan laporan keuangan terhadap anggaran dan antar periode.883.39 16.89 51.39 16.764.538.013.764.49 16.34 -91.987.350.769. 30 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .17 120.000.34 -30.000.

j. menilai efektifitas dan efisiensi pemerintah daerah. 31 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . dan. Akuntabilitas Mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada pemerintah daerah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara periodik. Pengakuan unsur laporan keuangan. Karakteristik kualitatif laporan keuangan. e. Entitas pelaporan keuangan. h. l. PERANAN DAN TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN Peranan Pelaporan Keuangan Laporan keuangan pemerintah daerah disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh pemerintah daerah selama satu periode pelaporan. i. Asumsi dasar. f. b. Peranan dan tujuan pelaporan keuangan. Prinsip akuntansi dan laporan keuangan. dan membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundang-undangan. k. Kendala informasi yang relevan dan andal. Pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk melaporkan upaya-upaya yang telah dilakukan serta hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan secara sistematis dan terstruktur pada suatu periode pelaporan untuk kepentingan: a. Laporan keuangan pemerintah daerah terutama digunakan untuk membandingkan realisasi pendapatan dan belanja dengan anggaran yang telah ditetapkan. g. d.Ruang Lingkup Untuk mencapai tujuan tersebut. 2. kebijakan akuntansi ini mengatur seluruh pertimbangan dalam rangka penyusunan dan penyajian laporan keuangan pemerintah daerah yang meliputi : a. Jenis laporan keuangan. Pengungkapan laporan keuangan. Pengukuran unsur laporan keuangan. menilai kondisi keuangan. Definisi unsur laporan keuangan. Dasar hukum pelaporan keuangan. c.

baik keputusan ekonomi. dan apakah generasi yang akan datang diasumsikan akan ikut menanggung beban pengeluaran tersebut. Menyediakan informasi mengenai apakah penerimaan periode berjalan cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran. Manajemen Membantu para pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan suatu pemerintah daerah dalam periode pelaporan. Tujuan Pelaporan Keuangan Pelaporan keuangan pemerintah daerah menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna laporan dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan. sehingga memudahkan fungsi perencanaan. maupun politik. dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepadanya dan ketaatannya pada peraturan perundangundangan. Menyediakan informasi mengenai jumlah sumber daya ekonomi yang digunakan dalam kegiatan pemerintah daerah serta hasil-hasil yang telah dicapai. d.b. sosial. e. Menyediakan informasi mengenai bagaimana pemerintah daerah mendanai seluruh kegiatannya dan mencukupi kebutuhan kasnya. Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan dan kondisi pemerintah daerah berkaitan dengan sumber-sumber penerimaannya baik jangka 32 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . dengan: a. c. pengelolaan dan pengendalian atas seluruh aset. Menyediakan informasi mengenai apakah cara memperoleh sumber daya ekonomi dan alokasinya telah sesuai dengan anggaran yang ditetapkan dan peraturan perundang-undangan. c. Transparansi Memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat. dan ekuitas dana pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat. berdasarkan pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggungjawaban pemerintah daerah. b. Keseimbangan antar generasi (intergenerational Equity) Membantu para pengguna laporan untuk mengetahui apakah penerimaan pemerintah daerah pada periode laporan cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran yang dialokasikan. d. kewajiban.

Neraca. neraca. kewajiban. aset. JENIS PELAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan pemerintah daerah yang pokok terdiri dari : a. 33 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . belanja. alokasi. Laporan Arus Kas. penggunaan. Selain laporan keuangan yang pokok tersebut. d. b. kewajiban. analisis atau daftar terinci atas nilai suatu pos yang disajikan dalam laporan realisasi anggaran. yang menggambarkan perbandingan antara realisasi dan anggarannya dalam satu periode pelaporan. apakah mengalami kenaikan ataupun penurunan. Laporan Realisasi Anggaran. f.pendek maupun jangka panjang. c. dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola oleh pemerintah daerah. laporan keuangan pemerintah daerah menyediakan informasi mengenai pendapatan. Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi keuangan pemerintah daerah. pembiayaan. Untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut. ekuitas dana. 3. sebagai akibat kegiatan yang dilakukan selama periode pelaporan. pemerintah daerah diperkenankan menyajikan laporan pendukung yang terdiri dari : Laporan Kinerja Keuangan Daerah. termasuk yang berasal dari pungutan pajak dan pinjaman. Neraca pemerintah daerah merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan pemerintah daerah mengenai aset. dan Laporan Perubahan Ekuitas Dana. Catatan Atas Laporan Keuangan. dan perubahan kas selama satu periode akuntansi serta saldo kas pada tanggal pelaporan. Catatan atas laporan keuangan menyajikan penjelasan naratif. Laporan realisasi anggaran pemerintah daerah merupakan laporan yang menyajikan ikhtisar sumber. dan laporan arus kas. dan ekuitas dana pada tanggal tertentu. dan arus kas pemerintah daerah. Laporan arus kas merupakan laporan yang menyajikan informasi mengenai sumber.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. d. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. khususnya bagian yang mengatur keuangan negara. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. i. 34 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Undang Undang Dasar Republik Indonesia 1945. e. ENTITAS PELAPORAN Entitas pelaporan adalah unit pemerintahan daerah yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan keuangan. ASUMSI DASAR Asumsi dasar dalam pelaporan keuangan pemerintah daerah adalah anggapan yang diterima sebagai suatu kebenaran tanpa perlu dibuktikan agar kebijakan akuntansi dapat diterapkan. g. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. DASAR HUKUM PELAPORAN KEUANGAN Pelaporan keuangan pemerintah daerah diselenggarakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur keuangan daerah. b. yang terdiri dari: a. Peraturan Kepala Daerah tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah. Asumsi kemandirian entitas. dan. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. f. dan. Entitas pelaporan adalah pemerintah daerah atau satuan organisasi di lingkungan pemerintah daerah atau organisasi lainnya jika menurut peraturan perundang-undangan satuan organisasi dimaksud wajib menyajikan laporan keuangan. b. j.4. Asumsi kesinambungan entitas. antara lain: a. 5. h. c. Peraturan Daerah tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Kemandirian Entitas Asumsi kemandirian entitas yang berarti bahwa unit pemerintah daerah sebagai entitas pelaporan dan entitas akuntansi. termasuk atas kehilangan atau kerusakan aset dan sumber daya dimaksud. 35 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Hal ini diperlukan agar memungkinkan dilakukannya analisis dan pengukuran dalam akuntansi. b. 7. KARAKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN KEUANGAN Karakteristik kualitatif laporan keuangan adalah ukuran-ukuran normatif yang perlu diwujudkan dalam informasi akuntansi sehingga dapat memenuhi tujuannya. c. Dapat dipahami. Dapat dibandingkan. Kesinambungan Entitas Laporan keuangan pemerintah daerah disusun dengan asumsi bahwa pemerintah daerah akan berlanjut keberadaannya dan tidak bermaksud untuk melakukan likuidasi. Keterukuran dalam Satuan Uang Laporan keuangan pemerintah daerah harus menjadikan setiap kegiatan yang diasumsikan dapat dinilai dengan satuan uang. Andal. Entitas bertanggung jawab atas pengelolaan aset dan sumber daya di luar neraca untuk kepentingan yurisdiksi tugas pokoknya. dan. Keempat karakteristik berikut ini merupakan prasyarat normatif yang diperlukan agar laporan keuangan pemerintah daerah dapat memenuhi kualitas yang dikehendaki: a.c. d. utang piutang yang terjadi akibat pembuatan keputusan entitas. sehingga tidak terjadi kekacauan antar unit pemerintahan dalam pelaporan keuangan. dianggap sebagai unit yang mandiri dan mempunyai kewajiban untuk menyajikan laporan keuangan. serta terlaksana tidaknya program dan kegiatan yang telah ditetapkan. Relevan. Salah satu indikasi terpenuhinya asumsi ini adalah adanya kewenangan entitas untuk menyusun anggaran dan melaksanakannya dengan tanggung jawab penuh. Asumsi keterukuran dalam satuan uang (monetary measurement).

dan d. c. Lengkap.Relevan Laporan keuangan pemerintah daerah dikatakan relevan apabila informasi yang termuat di dalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna laporan dengan membantunya mengevaluasi peristiwa masa lalu. Informasi akuntansi yang relevan. Informasi yang relevan harus: a. artinya bahwa laporan keuangan pemerintah daerah harus memuat informasi yang memungkinkan pengguna laporan untuk menegaskan atau mengoreksi ekspektasinya di masa lalu. Dengan demikian. Informasi yang melatarbelakangi setiap butir informasi utama yang termuat dalam laporan keuangan harus diungkapkan dengan jelas agar kekeliruan dalam penggunaan informasi tersebut dapat dicegah.Penyajian jujur. menyajikan setiap kenyataan secara jujur serta dapat diverifikasi. artinya bahwa laporan keuangan harus memuat informasi yang dapat membantu pengguna laporan untuk memprediksi masa yang akan datang berdasarkan hasil masa lalu dan kejadian masa kini. yaitu mencakup semua informasi akuntansi yang dapat mempengaruhi pembuatan keputusan pengguna laporan. Tepat waktu. artinya bahwa laporan keuangan pemerintah daerah harus memuat informasi yang menggambarkan dengan jujur transaksi serta 36 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . masa kini. b. Andal Informasi dalam laporan keuangan pemerintah daerah harus bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material. atau masa depan. informasi laporan keuangan yang relevan adalah yang dapat dihubungkan dengan maksud penggunaannya. Informasi yang handal harus memenuhi karakteristik: a. artinya bahwa penyajian laporan keuangan pemerintah daerah harus memuat informasi yang selengkap mungkin. artinya bahwa laporan keuangan pemerintah daerah harus disajikan tepat waktu sehingga dapat berpengaruh dan berguna untuk pembuatan keputusan pengguna laporan. Memiliki manfaat prediktif (predictive value). dan menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi pengguna laporan di masa lalu. tetapi jika hakikat atau penyajiannya tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan. Memiliki manfaat umpan balik (feedback value).

Dapat diverifikasi.peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan. (verifiability) artinya bahwa laporan keuangan pemerintah daerah harus memuat informasi yang dapat diuji. Perbandingan dapat dilakukan secara internal dan eksternal. perubahan kebijakan akuntansi harus diungkapkan pada periode terjadinya perubahan tersebut. c. sementara hal tersebut akan merugikan pihak yang lain. Untuk itu. artinya bahwa laporan keuangan pemerintah daerah harus memuat informasi yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan umum dan tidak bias pada kebutuhan pihak tertentu. Dapat Dipahami Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus dapat dipahami oleh pengguna laporan dan dinyatakan dalam bentuk serta istilah yang disesuaikan dengan batas pemahaman para pengguna laporan. Perbandingan secara eksternal dapat dilakukan bila pemerintah daerah yang diperbandingkan menerapkan kebijakan akuntansi yang sama. Netralitas. pengguna laporan diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai atas kegiatan dan lingkungan operasi pemerintah daerah. Tidak boleh ada usaha untuk menyajikan informasi yang menguntungkan pihak tertentu. 37 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Perbandingan secara internal dapat dilakukan bila pemerintah daerah menerapkan kebijakan akuntansi yang sama dari tahun ke tahun. serta adanya kemauan pengguna laporan untuk mempelajari informasi yang dimaksud. Apabila pemerintah daerah akan menerapkan kebijakan akuntansi yang lebih baik daripada kebijakan akuntansi yang sekarang diterapkan. b. Dapat Dibandingkan Informasi yang termuat dalam laporan keuangan pemerintah daerah akan lebih berguna jika dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau laporan keuangan pemerintah daerah lain pada umumnya. hasilnya harus tetap menunjukkan simpulan yang tidak berbeda jauh. dan apabila pengujian dilakukan lebih dari sekali oleh pihak yang berbeda.

dan. dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran. kewajiban. kewajiban. dan ekuitas dana diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi. Prinsip nilai perolehan. adalah basis kas untuk pengakuan pendapatan. Prinsip pengungkapan lengkap. belanja. Prinsip periodisitas. Prinsip realisasi. Prinsip substansi mengungguli formalitas. atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah daerah. Pemerintah daerah tidak menggunakan istilah laba. g. 38 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Prinsip konsistensi.8. Sisa perhitungan anggaran tergantung pada selisih realisasi penerimaan pendapatan dan pembiayaan dengan pengeluaran belanja dan pembiayaan. bukan pada saat kas diterima atau dibayarkan oleh kas daerah. c. h. PRINSIP AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Prinsip akuntansi dan pelaporan keuangan dimaksudkan sebagai ketentuan yang harus dipahami dan ditaati oleh penyelenggara akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah daerah dalam melakukan kegiatannya. dan Basis akrual untuk pengakuan aset. f. Berikut ini adalah delapan prinsip yang digunakan dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah daerah: a. melainkan menggunakan sisa perhitungan anggaran (lebih/kurang) untuk setiap tahun anggaran. b. Prinsip penyajian wajar. dan ekuitas dana dalam Neraca. Basis kas untuk Laporan Realisasi Anggaran berarti bahwa pendapatan dan penerimaan pembiayaan diakui pada saat kas diterima oleh kas daerah. Basis akrual untuk Neraca berarti bahwa aset. e. Basis Akuntansi Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintah daerah. serta belanja dan pengeluaran pembiayaan diakui pada saat kas dikeluarkan dari kas daerah. d. serta oleh pengguna laporan dalam memahami laporan keuangan yang disajikan. Basis akuntansi.

karena nilai perolehan lebih obyektif dan dapat diverifikasi. 39 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Prinsip Realisasi (Realization Principle) Ketersediaan pendapatan daerah yang telah diotorisasikan melalui APBD selama suatu tahun anggaran akan digunakan untuk membiayai belanja daerah dalam periode tahun anggaran dimaksud. sebagaimana dipraktikkan dalam akuntansi sektor swasta. maka hal tersebut harus diungkapkan dengan jelas dalam Catatan atas Laporan Keuangan. dan ekuitas dana dalam periode tahun anggaran berjalan. Prinsip Substansi Mengungguli Formalitas (Substance Over Form Principle) Informasi akuntansi dimaksudkan untuk menyajikan dengan jujur transaksi serta peristiwa lain yang seharusnya disajikan. Penggunaan nilai perolehan lebih dapat diandalkan daripada nilai yang lain. belanja. bukan hanya mengikuti aspek formalitasnya. dan pembiayaan. Utang dicatat sebesar jumlah kas yang diharapkan untuk memenuhi kewajiban di masa yang akan datang dalam pelaksanaan kegiatan pemerintah daerah. Prinsip Nilai Perolehan (Historical Cost Principle) Aset dicatat sebesar jumlah kas yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan (consideration) untuk memperoleh aset tersebut pada saat perolehan. Apabila substansi transaksi atau peristiwa lain tidak konsisten/berbeda dengan aspek formalitasnya. maka transaksi atau peristiwa lain tersebut harus dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi.Pemerintah daerah dapat juga menggunakan basis kas untuk pendapatan. kewajiban. Prinsip Periodisitas (Periodicity Principle) Kegiatan akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah daerah perlu dibagi menjadi periode-periode pelaporan sehingga kinerja pemerintah daerah dapat diukur dan posisi sumber daya yang dimilikinya dapat ditentukan. Prinsip layak temu biaya-pendapatan (matching-cost against revenue principle) tidak ditekankan dalam akuntansi pemerintah daerah. serta basis akrual untuk aset.

Pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan prakiraan dalam kondisi ketidakpastian sehingga aset atau pendapatan tidak dinyatakan terlalu tinggi serta kewajiban dan belanja tidak dinyatakan terlalu rendah. Pengaruh dan pertimbangan atas perubahan penerapan metode ini harus diungkapkan dalam laporan keuangan. Informasi yang dibutuhkan oleh pengguna laporan dapat ditempatkan pada lembar muka (on the face) laporan keuangan atau catatan atas laporan keuangan. Prinsip Penyajian Wajar (Fair Presentation Principle) Laporan keuangan pemerintah daerah harus menyajikan dengan wajar Laporan Realisasi Anggaran.Periode utama untuk pelaporan keuangan yang digunakan adalah tahunan. Laporan Arus Kas. Ketidakpastian seperti itu diakui dengan mengungkapkan hakikat serta tingkatnya dengan menggunakan pertimbangan sehat dalam penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah. Namun periode semesteran juga diperkenankan. Prinsip Konsistensi (Consistency Principle) Perlakuan akuntansi yang sama harus diterapkan pada kejadian yang serupa dari periode ke periode oleh pemerintah daerah (prinsip konsistensi internal). misalnya pembentukan dana cadangan tersembunyi. Metode akuntansi yang dipakai dapat diubah dengan syarat bahwa metode yang baru diterapkan harus menunjukkan hasil yang lebih baik dari metode yang lama. Hal ini tidak berarti bahwa tidak boleh terjadi perubahan dari satu metode akuntansi ke metode akuntansi yang lain. Namun demikian. Faktor pertimbangan sehat bagi penyusun laporan keuangan pemerintah daerah diperlukan ketika menghadapi ketidakpastian peristiwa dan keadaan tertentu. Prinsip Pengungkapan Lengkap (Full Disclosure Principle) Laporan keuangan pemerintah daerah harus menyajikan secara lengkap informasi yang dibutuhkan oleh pengguna laporan. sengaja menetapkan aset atau pendapatan yang terlampau rendah atau sengaja mencatat kewajiban dan 40 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . dan Catatan Atas Laporan Keuangan. penggunaan pertimbangan sehat tidak memperkenankan. Neraca.

Namun demikian. laporan keuangan pemerintah daerah tidak semestinya menyajikan informasi yang manfaatnya lebih kecil dibandingkan dengan biaya penyusunannya.belanja yang terlampau tinggi. 9. Pertimbangan biaya dan manfaat. dan. b. Tiga hal yang mengakibatkan kendala dalam mewujudkan informasi akuntansi yang relevan dan andal. Informasi dipandang material apabila kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan pengguna laporan yang dibuat atas dasar informasi dalam laporan keuangan pemerintah daerah. Materialitas. yaitu: a. evaluasi biaya dan manfaat merupakan proses pertimbangan yang substansial. sehingga laporan keuangan pemerintah daerah tidak netral dan tidak andal. Pertimbangan Biaya dan Manfaat Manfaat yang dihasilkan dari informasi yang dimuat dalam laporan keuangan pemerintah daerah. Biaya dimaksud juga tidak harus dipikul oleh pengguna informasi yang menikmati manfaat. Materialitas Laporan keuangan pemerintah daerah walaupun idealnya memuat segala informasi. Keseimbangan antar Karakteristik Kualitatif Keseimbangan antar karakteristik kualitatif diperlukan untuk mencapai suatu keseimbangan yang tepat diantara berbagai tujuan normatif yang diharapkan 41 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . tetapi hanya diharuskan memuat informasi yang memenuhi kriteria materialitas. c. Oleh karena itu. Keseimbangan antar karakteristik kualitatif. seharusnya melebihi dari biaya yang diperlukan untuk penyusunan laporan tersebut. KENDALA INFORMASI AKUNTANSI YANG RELEVAN DAN ANDAL Kendala informasi yang relevan dan andal adalah setiap keadaan yang tidak memungkinkan tercapainya kondisi ideal dalam mewujudkan informasi akuntansi yang relevan dan andal dalam laporan keuangan pemerintah daerah sebagai akibat adanya keterbatasan atau karena alasan-alasan tertentu.

belanja dan pembiayaan. dan ekuitas dana. yang dalam penganggaran pemerintah daerah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran. dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah daerah. DEFINISI UNSUR LAPORAN KEUANGAN Laporan Realisasi Anggaran Unsur yang dicakup dalam laporan realisasi anggaran terdiri dari pendapatan. Neraca Unsur yang mencakup dalam neraca terdiri dari aset. b. a. terutama antara relevansi dan keandalan. Ekuitas dana adalah kekayaan bersih pemerintah daerah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah daerah. baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya. 10. a. Belanja adalah semua pengeluaran kas daerah yang mengurangi ekuitas dana dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah daerah.dipenuhi oleh laporan keuangan pemerintah daerah. Masing-masing unsur didefinisikan sebagai berikut. 42 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah daerah. Kepentingan relatif antar karakteristik kualitatif dalam berbagai kasus berbeda. serta dapat diukur dalam satuan uang. Masing-masing unsur didefinisikan sebagai berikut. Penentuan tingkat kepentingan antara dua karakteristik kualitatif tersebut merupakan masalah pertimbangan profesional. kewajiban. b. c. baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat. c. Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali. Pendapatan adalah semua penerimaan kas daerah yang menambah ekuitas dana dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah daerah. Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan atau dimiliki oleh pemerintah daerah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh.

Menyajikan informasi tentang ekonomi makro. c. belanja. Masing-masing unsur didefinisikan sebagai berikut. b. b. 43 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Menyediakan informasi tambahan yang diperlukan untuk menyajikan yang wajar. berikut kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target. yang tidak disajikan dalam lembar muka laporan keuangan. Pengakuan diwujudkan dalam pencatatan jumlah uang terhadap pos-pos laporan keuangan yang terpengaruh oleh kejadian atau peristiwa terkait. kewajiban. Menyajikan ikhtisar pencapaian kinerja selama tahun pelaporan. PENGAKUAN UNSUR LAPORAN KEUANGAN Pengakuan dalam akuntansi adalah proses penetapan terpenuhinya kriteria pencatatan suatu kejadian atau peristiwa dalam catatan akuntansi sehingga akan menjadi bagian yang melengkapi unsur aset. ekuitas dana. Penerimaan kas adalah semua aliran kas yang masuk ke kas daerah. kebijakan fiskal/keuangan dan pencapaian target perda APBD. Catatan Atas laporan Keuangan Catatan Atas Laporan Keuangan mengungkapkan hal-hal sebagai berikut.Laporan Arus Kas Unsur yang dicakup oleh laporan arus kas terdiri dari penerimaan dan pengeluaran kas. pendapatan. a. a. Kriteria minimum yang perlu dipenuhi oleh suatu kejadian atau peristiwa untuk diakui yaitu: a. Kejadian atau peristiwa tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur atau dapat diestimasi dengan andal. 11. sebagaimana akan termuat pada laporan keuangan pemerintah daerah. Menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksitransaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya. Terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan kejadian atau peristiwa tersebut akan mengalir keluar dari atau masuk ke dalam entitas pemerintah yang bersangkutan. Pengeluaran kas adalah semua aliran kas yang keluar dari kas daerah. b. d. dan pembiayaan.

Keandalan Pengukuran Kriteria pengakuan pada umumnya didasarkan pada nilai uang akibat peristiwa atau kejadian yang dapat diandalkan pengukurannya. penerimaan bukan pajak. konsep probabilitas digunakan dalam pengertian derajat kepastian bahwa manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan pos atau kejadian/peristiwa tersebut akan mengalir dari atau ke pemerintah daerah. maka pengakuan transaksi demikian cukup diungkapkan pada catatan atas laporan keuangan. serta penerimaan pembiayaan. Konsep ini diperlukan dalam menghadapi ketidakpastian lingkungan operasional pemerintah daerah. Dengan demikian. Namun ada kalanya pengakuan didasarkan pada hasil estimasi yang layak. Pengakuan Aset Aset diakui jika potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh atau dilepas oleh pemerintah daerah dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal. Apabila pengukuran berdasarkan biaya dan estimasi yang layak tidak mungkin dilakukan. perlu mempertimbangkan aspek materialitas. pungutan hasil pemanfaatan kekayaan daerah dan setoran lain-lain. retribusi. Aset diakui pada saat diterima atau diserahkan hak kepemilikannnya dan/ atau pada saat penguasaannya berpindah. Probabilitas Manfaat Ekonomi Dalam kriteria pengakuan pendapatan. seperti hasil pinjaman. titik pengakuan penerimaan kas oleh pemerintah untuk mendapatkan pengakuan akuntansi memerlukan pengaturan 44 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Penundaan pengakuan suatu pos atau kejadian dapat terjadi apabila kriteria pengakuan baru terpenuhi setelah terjadi atau tidak terjadi peristiwa atau keadaan lain di masa mendatang.Dalam menentukan apakah suatu kejadian/peristiwa memenuhi kriteria pengakuan. Proses pemungutan setiap unsur penerimaan tersebut sangat beragam dan melibatkan banyak pihak atau instansi. Aset dalam bentuk kas yang diperoleh pemerintah daerah antara lain bersumber dari pajak. Pengkajian derajat kepastian yang melekat dalam arus manfaat ekonomi masa depan dilakukan atas bukti yang dapat diperoleh pada saat penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah.

Pengakuan Kewajiban Kewajiban diakui jika besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi akan dilakukan atau telah dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban yang ada sekarang. PENGUKURAN UNSUR LAPORAN KEUANGAN Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan memasukkan setiap pos dalam laporan keuangan pemerintah daerah. 12. Pengakuan Pendapatan Pendapatan menurut basis kas diakui dalam periode tahun anggaran berjalan pada saat kas diterima. pendapatan diakui berdasarkan jumlah pendapatan yang telah menjadi hak. dan perubahan atas kewajiban tersebut mempunyai nilai penyelesaian yang dapat diukur dengan andal. Kewajiban diakui pada saat dana pinjaman diterima atau pada saat kewajiban timbul. 45 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . termasuk pengaturan mengenai batasan waktu sejak uang diterima sampai penyetorannya ke kas daerah. Aset tidak diakui jika pengeluaran telah terjadi dan manfaat ekonominya dipandang tidak mungkin diperoleh pemerintah setelah periode akuntansi berjalan. Aset dicatat sebesar pengeluaran kas atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset tersebut.yang lebih rinci. Pada akhir periode akuntansi. yang sampai dengan akhir periode akuntansi bersangkutan belum ada realisasi pengengeluaran kas. Pada akhir periode akuntansi. Pengukuran pos-pos dalam laporan keuangan pemerintah daerah menggunakan nilai perolehan historis. yang sampai dengan akhir periode akuntansi bersangkutan belum ada realisasi penerimaan kas. Pengakuan Belanja Belanja menurut basis kas diakui dalam periode tahun anggaran berjalan pada saat kas dikeluarkan dari kas daerah dan telah dipertanggungjawabkan/di-SPJkan. belanja diakui berdasarkan jumlah belanja yang telah menjadi kewajiban.

Pengukuran pos-pos laporan keuangan menggunakan mata uang rupiah. Penjelasan mengenai sifat operasi entitas dan kegiatan pokoknya. PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN Suatu entitas pelaporan harus mengungkapkan hal-hal yang belum pernah diinformasikan dalam bagian manapun dari laporan keuangan. 13. seperti: a. kesalahan penerapan standar akuntansi. c. Termasuk dalam koreksi akuntansi periode sebelumnya adalah perubahan akuntansi yang terjadi pada periode sebelumnya yang secara signifikan sehingga mempengaruhi kewajaran penyajian pelaporan keuangan. yaitu perubahan penerapan standar akuntansi yang secara signifikan mempengaruhi kewajaran penyajian pelaporan keuangan. 14. atau nilai sekarang dari jumlah kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk menyelesaikan kewajiban tersebut. dan kesalahan penggunaan fakta-fakta yang ada. KOREKSI AKUNTANSI PERIODE SEBELUMNYA Koreksi periode akuntansi sebelumnya terdiri dari koreksi kesalahan yang terjadi pada periode akuntansi sebelumnya yang signifikan sehingga mempengaruhi penyajian laporan keuangan dan koreksi kesalahan dalam pelaporan keuangan yang disebabkan oleh kesalahan matematis. Adanya perubahan estimasi akuntansi yang merupakan perubahan penerapan estimasi akuntansi sebagai akibat dari perubahan situasi ekonomi. b. Domisili dan bentuk hukum suatu entitas serta yurisdiksi tempat entitas beroperasi. peraturan. b. Ketentuan perundang-undangan yang menjadi landasan kegiatan operasionalnya. dan. Transaksi yang menggunakan mata uang asing harus dikonversikan terlebih dahulu (kurs tengah Bank Indonesia) dan dinyatakan dalam mata uang rupiah.Kewajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima sebagai penukar dari kewajiban. dan lain-lain yang mempengaruhi kewajaran penyajian pelaporan keuangan. 46 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Adanya perubahan standar akuntansi. yang disebabkan: a.

47 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .c. Adanya perubahan entitas akuntansi. yaitu perubahan unit organisasi yang disebabkan adanya restrukturisasi atau reorganisasi yang mempengaruhi kewajaran pelaporan keuangan. pengaruh kesalahan tersebut harus dikoreksi sebagai penyesuaian saldo awal ekuitas dana umum. Kesalahan periode sebelumnya harus dianalisis untuk menentukan pengaruhnya terhadap neraca awal periode akuntansi.

114. dengan rincian sebagai berikut.684.042.08 terdiri dari: .00 919.602.716.654.128. 8. a) Kas di Kas Daerah sebesar Rp50.18.00. 2.89 Saldo kas per 31 Desember 2007 tersebut. NERACA 31 Desember 2007 (Rp) a) Aset Lancar 1) Kas 59.48 542.611.940.316.04 242.76 246. 7.308.08 Dengan penjelasan sebagai berikut.08 0.409.606.573.074.018. .00 51.725. 17 Kasda PAD 48 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .70 31 Desember 2007 (Rp) Kas 51.579.650.820.009. 4. 9.337.654.972.725.028.00 6.18 tersebut.333.797. PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN 1.17 0.61 20.240. 3.260.244.885.573.081.790.95 31 Desember 2006 (Rp) 23.611.999. NAMA REKENING DAK Bidang Prasarana DAK Bidang Kesehatan DAK Bidang Lingkungan Hidup DAK Bidang Pertanian DAK Bidang Kelautan & NOMOR REKENING 0401002472 0401002464 0401002456 0401002413 0401002430 0401002421 0401002448 0401002294 0401001727 SALDO (Rp) 287.32 Perikanan DAK Bidang Infrastruktur DAK Bidang Pendidikan Bend. Saldo sesuai rekening koran bank per 31 Desember 2007 sebesar Rp38.131.207.930.602.406.09 162.483.90.397.972.376.R/C Bank per tgl 31 Desember 2007 sebesar Rp38. 6.Kekurangan kas sebesar Rp12. 1. NO. terdiri dari: a) Kas di Kas Daerah b) Kas di Bendahara Penerimaan c) Kas di Bendahara Pengeluaran Jumlah 50.930.V.Selisih yang tidak bisa dijelaskan sebesar Rp247.16 23.692. .08 31 Desember 2006 (Rp) 25. 5.782.397.650.990.

669.390.143.066.589.00 (Rp.858.00 1.00 210.00 562.800.000.55 315.114.000.701.204.00 1.00 600.000.00 12.700.188.377. 11.611.898.955.405.00 32.00 2.416.500. terdiri dari: Jumlah No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Nama Instansi / SKPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Kesehatan Dinas Pendapatan Daerah Dinas Permukiman dan Bina Marga Badan Perencanaan Daerah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Dinas Pertanahan Dinas Catatan Sipil dan Tenaga Verja Badan Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Sosial Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Sekretariat Daerah Kecamatan Batu Badan Pengawasan Kecamatan Bumiaji Kantor Pemberdayaan Masyarakat Dinas Infokom : * Tahun Anggaran 2006 * Tahun Anggaran 2007 19 Dinas Pertanian : * Tahun Lalu * Tahun Anggaran 2007 20 21 22 Dinas Sumber Daya Air dan Energi Dinas Pariwisata Dinas Perindustrian dan Perdagangan JUMLAH 524.00 61.028.00 59.514.00 3.) 3.336.00 5.00 919.00 38.00 2.200.992.220.00 30.363.000.553.00 Penyeimbang c) Kas di Bendahara Pengeluaran.100.00 49 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .000.00 399.00 4.000.302.00 541.768.113.927.00 12.330.10.403.286. DAU Dana Otonomi Khusus 0401002944 0401002944 7.00 224.000.250.147.00 1.939.100.042.00 144.

836.n.000. 2.611.000.636.00 546.185.292. Bantuan Penunjang Operasional DPRD dan Insentif PBB g. Suwignjo Piutang Dividen kepada bank Jatim Piutang (biaya dibayar dimuka) gedung kantor Catatan BPK pada saat pemeriksaan LKPD Tahun 2006 a.823. No.324.500.292.434.921.290.35 tersebut.612.000.923.434.657.052.290. Rinciannya adalah sebagai berikut.320.27 3) Piutang lain-lain 31 Desember 2007 (Rp) Piutang lain-lain 3.293.2) Piutang 31 Desember 2007 (Rp) Piutang 4.00 3.02 187.934.116. Pemberian bantuan keuangan kepada parpol b.00 JUMLAH 32.82 2. 4.00 50 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .923.06 Saldo piutang lain-lain sebesar Rp3. 3. URAIAN Piutang ganti rugi atas kekayaan daerah a. a) b) c) Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Dana Bagi Hasil Jumlah Rp Rp Rp Rp 1.000.00 22.174.301.00 2.210.000. adalah saldo piutang lain-lain per 31 Desember 2007. Honor pengelola program holtikultura I melebihi standar walikota 129.35 31 Desember 2006 (Rp) 203.078.696.768.073.00 60. Honorarium dan bantuan transport untuk program sibernas h.862. Rehabilitasi dan perluasan puskesmas beji dan polindes sidomulyo c. 1. terinci sebagai berikut.754.000.000.00 4.28 18.27 4.573. Perhitungan RAB Pembangunan Gedung DPRD e.00 Jumlah piutang per 31 Desember 2007 tersebut.95 481.044. Bantuan penunjang operasional DPRD f.824.116.113.27 31 Desember 2006 (Rp) 1.611.000.200. pemenang lelang dan pembangunan kantor infokompus tahap I d.00 26.

492.42 1.175.67 265.612.481. 6.498.88 216. 8.611.290.277.Giro Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Bunga Bank 380..24 53.00 230.588.948.00 110.504.18 530.47 89.467.00 376.602.31 127.015.05 201.95 73.00 106.024.143.55 4.433.89 12.573.00 153.074.786.43 230.420. A (Dinas Permukiman) Piutang kepada PDAM (laba PDAM) Piutang kepada Dinas Perhubungan Piutang bunga kepada Bendahara Pengeluaran SKPD Jumlah 151.35 157.894.24 51 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .126.914. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 SKPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Kesehatan Dinas Permukiman dan Bina Marga Dinas Pendapatan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Dinas Pertanahan Dinas Capil dan Naker Dinas Infokom dan Perpustakaan Dinas Pertanian Dinas Sumber Daya Air Dinas Pariwisata Dinas Perindustrian dan Perdagangan Badan KB&Kesos Badan Kesatuan Bangsa dan Linmas Badan Pengawas Daerah Bapeko Sekretariat Daerah Bagian Kesejahteraan Sekretariat Dewan Kecamatan Batu Kecamatan Junrejo Kantor Satpol PP Kantor Koperasi dan UKM Kantor Perhubungan -Tabungan . rinciannya adalah sebagai berikut.821.148. Piutang kepada CV.00 183.409.41 415. 7.507.474.538.02 293.045.28 198.085.305.54 243.66 511.00 40.187.55 96.00 195.39 3.800.5.292.375.000.91 270.35 Rincian piutang bunga/jasa kepada Bendahara Pengeluaran SKPD (point 8).820.

00 yang masih dipinjam oleh Dinas Pertanahan. Terdapat uang yang masih berada pada PT. Terdapat kerugian daerah sebesar Rp581.640. e. namun dananya digunakan oleh Kasda periode sebelum Oktober 2007.00. Terdapat kerugian daerah sebesar Rp200. AKL.000.515. Terdapat denda keterlambatan sebesar Rp411.000.449.00 untuk kegiatan pengadaan/pembangunan kubah masjid An-Nur oleh rekanan Dinas Pemukiman dan Bina Marga yaitu PT.699.626.336. b.000.250.560.000.425.000.000. c.024. d.00 pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan karena adanya pencairan dana. namun dananya digunakan oleh Kasda periode sebelum Oktober 2007. h.190. CB.00 yang harus ditarik dan disetorkan ke kas daerah. juga terdapat dana sebesar Rp130. g.00 karena adanya Realisasi Belanja Tidak Terduga pada Bagian Hukum tidak bisa dipertanggungjawabkan. f. namun dananya digunakan oleh Kasda periode sebelum Oktober 2007.000. Terdapat denda keterlambatan sebesar Rp40.00 pada Dinas Pertanahan karena adanya pencairan dana. Terdapat kerugian daerah karena adanya penerimaan Pajak Penerangan Jalan Rp310.602.28 12.00 pada Bagian Kesra karena adanya pencairan dana. 52 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .39 Selain itu. namun dananya digunakan oleh Kasda periode sebelum Oktober 2007.200. Rekanan juga dikenakan bunga sebesar Rp72.00 yang seharusnya disetorkan sebagai penerimaan daerah. AKL (rekanan untuk proyek pembangunan masjid An-Nur) sebesar Rp65.250.00 untuk kegiatan pembangunan masjid An-Nur oleh rekanan Dinas Pemukiman dan Bina Marga yaitu PT.26 Kantor Pemberdayaan Masyarakat Jumlah Rp 61.670. Selain itu. Terdapat kerugian daerah sebesar Rp950.000. Terdapat kerugian daerah sebesar Rp600. berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI atas LKPD Tahun Anggaran 2007 diketahui bahwa: a.

00 2.170.00 adalah saldo aset tetap per 31 Desember 2007.00 c) 363 stok deviden @ 1.215.74 b.566.060. Jaringan dan Instalasi 344.00 363.566.149.584.723.599.403.927.00 281.566.000.i.125.000.566.107.74 Jumlah (Rp) 31 Desember 2007 (Rp) C. A. Terdapat denda keterlambatan sebesar Rp7. No.836.00 7.472. 1.107.00 61.566.932.443.000. rinciannya adalah sebagai berikut.046.00 Saldo Aset tetap sebesar Rp963.403.74 9.403. Uraian Bank Jatim a) 1402 lbr saham @ Rp1.000.000.74 Investasi Jangka Panjang dalam bentuk saham merupakan Penyertaan Modal Pemerintah Kota Batu yang berupa Surat Kolektif Saham Bank dan pada PDAM.230.00 Jumlah penyertaan di Bank Jatim 2.170.170. Investasi Jangka Panjang 9.927.00 untuk kegiatan pengadaan vibrator roller oleh rekanan Dinas Pemukiman dan Bina Marga yaitu PT.00 31 Desember 2006 (Rp) 885.779.124.459.807.134. 1) Tanah 2) Peralatan dan Mesin 3) Gedung dan Bangunan 4) Jalan.807.403.00 53 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Aset tetap 963.000.00 60.142.000.74 31 Desember 2007 (Rp) 1) Penyertaan Modal Pemerintah Daerah 9.000.149.566.00 480.475.403.999.74 31 Desember 2006 (Rp) 8.402.403. 31 Desember 2007 (Rp) 31 Desember 2006 (Rp) 8.000.00 b) 281 stok dividen @ Rp1.000. terinci dalam tabel berikut.000.000. Saldo aset tetap tersebut.000.000. PDAM Kota Batu Jumlah 1.

927. 31 Desember 2007 (Rp) e.00 1.032. yang terdiri atas Ekuitas Dana Lancar.518.032. termasuk hutang Pemerintah Kota Batu kepada Pemerintah Kota Malang atas gaji Pemkot Batu yang sebelumnya ditalangi oleh Pemkab Malang sebesar Rp203.401.80.496. dan Ekuitas Dana Cadangan.5) Aset Tetap Lainnya 6) Konstruksi dalam Pengerjaan Jumlah 7.295.00 963.64 54 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .74 0.377.875.032.464.363. Hutang ini adalah hutang perhitungan pihak ketiga. Dalam jumlah tersebut. 31 Desember 2007 (Rp) f.782. Aset lainnya 769.00 Jumlah tersebut merupakan saldo aset lainnya per 31 Desember 2007.107.64 31 Desember 2006 (Rp) 920. Kewajiban Pendek Jangka 437.64 terdiri dari: 1) Ekuitas Dana Lancar 2) Ekuitas Dana Investasi 3) Ekuitas Dana Cadangan Jumlah 59.90 973.80.518.078.161.00 31 Desember 2007 (Rp) d.078.00 9.048.801.161.80 31 Desember 2006 (Rp) 34.697. Per 31 Desember 2007 Hutang Pemerintah Kota Batu sebesar Rp437.235.00 Kewajiban/hutang jangka pendek (lancar) merupakan hutang yang harus dibayar kembali atau jatuh tempo dalam satu periode akuntansi.352.975.548.718.996.860.401.235.000. Ekuitas Dana 1. Ekuitas Dana Investasi.00 31 Desember 2006 (Rp) 541.313. yang terdiri dari Hutang Jangka Pendek dan Hutang Perhitungan Pihak Ketiga.145.612.570.69 Ekuitas dana adalah merupakan selisih antara jumlah aktiva dengan jumlah hutang.149.941.361. Jumlah ekuitas dana per 31 Desember 2007 sebesar Rp1.153.687.947.

150.983.00 2.170.75 726.00 334.403.74 Diinvestasikan dalam investasi jangka panjang Diinvestasikan dalam aset tetap Diinvestasikan dalam aset lainnya Jumlah 3) Ekuitas Dana Cadangan per 31 Desember 2007 bersaldo nihil.428.00 1. Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Cadangan Piutang Dana yang harus disediakan untuk pembayaran hutang jangka Pendek Jumlah 59.506.801. terdiri dari: URAIAN a) Pajak Daerah b) Retribusi Daerah c) Hasil Pengelolaan Kekayaan d) Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 1.000.058.00 500.08 8.000.005.518.00 374.000.802.62 (437.00 1.389.393.000.996.998.406.614.1) Ekuitas dana lancar berasal dari perhitungan.893.566.888.940.506.815.74 963. sebagai berikut.035.000.00 4.927.055.000.274.367.00 810.573.211. Pendapatan Asli Daerah Anggaran dan realisasi Pendapatan Asli Daerah Tahun Anggaran 2007.000.00 REALISASI (Rp) 1.720.765.149.107.00 973.226. 2.782.612.00 1.75 1) Pendapatan Pajak Daerah Anggaran dan Realisasi Pendapatan Pajak Daerah Tahun Anggaran 2007.80) 2) Ekuitas Dana Investasi berasal dari perhitungan sebagai berikut.500.00 769.325.00 2.765.045.972.000.048.000.684.000.352. terdiri dari: a) b) c) d) e) URAIAN Pajak hotel Pajak Restoran Pajak Hiburan Pajak Reklame Pajak Penerangan Jalan ANGGARAN (Rp) 2.00 2. LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA Pendapatan a.000.295.064.00 550.00 55 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .182.235.844. 9.548.216.000.90 51.57 ANGGARAN (Rp) 7.000.000.500.725.300.105.75 REALISASI (Rp) 5.

000.00 REALISASI (Rp) 1.000.622.00 0.00 1.506.00 0.888.017.25 10.00 778.815.00 356.75 REALISASI (Rp) 0.893.671.120.000.379.500.573.000.500.745.000.15 REALISASI (Rp) 237. adalah sebagai berikut.653.690.00 2.000.75 810.886.182.277.57 b.071.639.582.500.182.00 15.425.000.064.802.000.105. URAIAN a) Penerimaan Jasa Giro b) Pendapatan Denda Pajak c) Pendapatan dari Pengembalian d) Penerimaan lain-lain Jumlah ANGGARAN (Rp) 1. adalah sebagai berikut.000.558.311.343. Pendapatan Transfer Anggaran dan realisasi pendapatan transfer Tahun Anggaran 2007.889.000.75 3) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Anggaran dan Realisasi Pendapatan dari Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Tahun Anggaran 2007.00 7.44 264. sebagai berikut.058.765.617.998.00 726.005.00 148.211.058.00 REALISASI (Rp) 2. terdiri dari: 1) 2) 3) URAIAN Transfer Pemerintah PusatDana Perimbangan Transfer Pemerintah Pusat lainnya Transfer Pemerintah Propinsi ANGGARAN (Rp) 236.389.684.000.00 56 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .00 726.00 5.472.777.182.00 10.867.00 551.505.393.000.00 2.000.274.00 13.570.054.00 80.850. URAIAN a) Retribusi Jasa Umum b) Retribusi Jasa Usaha c) Retribusi Perizinan Tertentu Jumlah ANGGARAN (Rp) 1.000.506.291.000.000.134.00 2.13 4.00 726.75 625.794.485.500.796.325.400.75 4) Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Anggaran dan Realisasi Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Tahun Anggaran 2007.f) Pajak Parkir Jumlah 105.174. URAIAN a) PDAM Kota Batu b) Bank Jatim Jumlah ANGGARAN (Rp) 84.00 133.00 2) Retribusi Daerah Anggaran dan Realisasi Pendapatan Retribusi Daerah Tahun Anggaran 2007.162.650.

00 14.000.00 13. 57 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .148.000.000.00 26.389. URAIAN a) Dana Otonomi Khusus b) Dana Penyesuaian Jumlah ANGGARAN (Rp) 0.965.499.119.712.000. URAIAN a) Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak b) Dana Alokasi Umum (DAU) c) Dana Alokasi Khusus (DAK) Jumlah ANGGARAN (Rp) 21.00 26. Lain-lain Pendapatan Yang Sah Anggaran dan realisasi lain-lain pendapatan daerah yang sah untuk Tahun Anggaran 2007 adalah nihil setelah dikonversikan menyesuaikan dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.017.886.00 15.663.000.134.062.502.00 2.00 10.573.00 236.000.15 REALISASI (Rp) 13.00 15.1) Transfer Pemerintah Pusat-Dana Perimbangan Anggaran dan realisasi Dana Perimbangan Tahun Anggaran 2007.189.00 3.00 188.00 REALISASI (Rp) 0.805.971.054.25 2) Transfer Pemerintah Pusat Lainnya Anggaran dan realisasi pendapatan berupa transfer dari Pemerintah Pusat Lainnya Tahun Anggaran 2007. adalah sebagai berikut.337.000.796. URAIAN a) Pendapatan Bagi Hasil Pajak (1) Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) (2) Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) (3) Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) (4) Pajak Pemanfaatan Air Bawah Tanah (5) Pajak Pemanfaatan Air Permukaan b) Pendapatan Bagi Hasil Lainnya (1) Sumbangan pihak ketiga Jumlah ANGGARAN (Rp) 15.00 REALISASI (Rp) 23.745.00 3.000.600.000.352.233.485.15 15. adalah sebagai berikut.054.844.157.093.871.057.622.00 6.25 188.00 c.874.000.00 274.108. adalah sebagai berikut.000.025.00 10.00 10.617.000.777.036.00 177.769.000.379.874.000.000.00 10.745.177.730.000.000.00 3) Transfer Pemerintah Propinsi Anggaran dan realisasi pendapatan berupa transfer dari propinsi.875.025.335.00 269.000.00 237.337.699.794.00 7.000.15 14.485.00 4.595.777.025.622.796.00 197.837.000.000.000.000.998.549.391.

000.894.000. anggarannya Rp287. 58 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA atau 47.16 39.602.00 186.00 272.551.229.500. Anggaran dan realisasi Belanja Subsidi Tahun Anggaran 2007 adalah nihil.375.631.Belanja Daerah a.628.00 0.00.844.00.400.00 11.059.903.620. Rp11.229.773.00 287.61% dari anggarannya sebesar .948.167. 7) Realisasi Belanja Bantuan Keuangan Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp8.654.903.059.979. Rp109.00.00 pada belanja bantuan sosial.00 164.00 8.000. Rp39. 3) 4) 83.664.00.713.00 26.600.034.908.400.000.29% anggarannya Anggaran dan realisasi Belanja Bunga Tahun Anggaran 2007 adalah nihil.61% Anggaran dari 2007 sebesar sebesar Rp272.340. Belanja Operasi Anggaran dan realisasi Belanja Operasi Tahun Anggaran 2007. 6) Realisasi Belanja Bantuan Sosial Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp12.904.00.00 0.00.904.167.675.00 32.773.000.57% dari anggarannya sebesar atau 80.200.167.675.167. terdiri dari: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) URAIAN Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan Jumlah ANGGARAN (Rp) 109.00 12.000.00 0.844.000. Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI diketahui bahwa terdapat pembebanan belanja hibah kepada Persatuan Sepakbola Kota Batu (Persikoba) sebesar Rp3. 2) Realisasi Belanja anggarannya Barang atau Tahun Anggaran dari 2007 sebesar sebesar 32.375.00.894.16.000.742.034.979.000.908.019.16 REALISASI (Rp) 109. Rp26.620.713. 5) Realisasi Belanja Hibah atau Tahun 94.000.000.628.00.000.602.200.551.00 0.00 1) Realisasi Belanja Pegawai atau Tahun 99.500.73% Anggaran dari 2007 sebesar sebesar Rp109.00.654.

Irigasi dan Jaringan Tahun Anggaran 2007 adalah sebesar Rp32. Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI diketahui bahwa dari realisasi belanja gedung dan bangunan sebesar Rp29. Rp10.920.870.000. c.400.928.544.081.00.075.919.627.00.00 39. Rp2.661.00.572.212.000.000.566. 5) Realisasi Belanja Aset lainnya Tahun Anggaran 2007 adalah sebesar Rp33.00.000.464. Belanja Modal Anggaran dan Realisasi Belanja Modal Tahun Anggaran 2007.00 15.00.00 37. 4) Realisasi Belanja Jalan. Belanja Tidak Terduga belanja tak atau terduga 9.00 1) Realisasi Belanja Tanah atau Tahun Anggaran dari 2007 adalah sebesar sebesar Rp5.661.842.06% dari anggarannya sebesar Rp39.065.944.081.529.00 29.721.23% anggarannya Peralatan dan Mesin Tahun Anggaran 2007 adalah sebesar Rp14.000.903.06% dari anggarannya sebesar Rp37.00 0.188.000. anggarannya 59 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .00.750.671.000.944.00 14.926.671. atau 78.544.016.627.134.00. atau 95.371.00 tersebut.975. 3) Realisasi Belanja Gedung dan Bangunan Tahun Anggaran 2007 adalah sebesar Rp29. terdiri dari: 1) 2) 3) 4) 5) 6) URAIAN Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan.750.00 32.00 33.961.772.850.58% dari anggarannya sebesar Rp15.784.721.627.500.00 396.371.00 REALISASI (Rp) 5.00.00 dan belanja aset tetap lainnya sebesar Rp4.344.016.00 82.212.400.00. atau 83.500.625.00.00.00 166.464.075.529.529.903. didalamnya juga terdapat realisasi untuk belanja peralatan dan mesin sebesar Rp2.06% Tahun dari Anggaran 2007 sebesar sebesar Realisasi Rp226.280.00.134.926.842.903.000.000.975. Irigasi dan Jaringan Belanja Aset Tetap lainnya Belanja Aset Lainnya Jumlah ANGGARAN (Rp) 10.b.415.280.566. 2) Realisasi Belanja 55.457.00 102.920.457.371.

725.406.718.830. LAPORAN ARUS KAS a.205.048.646. Arus Kas dari Aktivitas Operasi Arus kas dari aktivitas operasi menjelaskan aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas untuk kegiatan operasional pemerintah selama satu periode akuntansi Tahun 2007.782.000.646. 60 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .98 27.32 ditambah pembiayaan neto sebesar Rp23.782. Penerimaan Pembiayaan Anggaran dan realisasi pembiayaan.717.000.89 1.00 1.303.782. b.270.205.76 1) Realisasi penerimaan daerah dari penggunaan SiLPA sebesar Rp23.196.89.234.32 dengan rincian sebagai berikut.205.37% dari anggarannya sebesar Rp4.048. SiLPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun 2007 sebesar Rp51.877. yang menunjukkan total arus kas aktivitas operasi adalah Rp110.769.559.999.423.769. terdiri dari: URAIAN 1) Penggunaan SiLPA 2) Penerimaan piutang daerah Jumlah ANGGARAN (Rp) 23.548.205.89 4.00 1.00 ANGGARAN (Rp) 468.00 REALISASI (Rp) 363.406.87 24. Pengeluaran Pembiayaan Anggaran dan realisasi pengeluaran pembiayaan terdiri dari: URAIAN a) Penyertaan Modal (Investasi) Pemda b) Pembayaran Pokok Utang Jumlah 1.943. berasal dari Surplus Anggaran sebesar Rp28.87.234.811.847.972.98.573.87 REALISASI (Rp) 23. 2) Realisasi penerimaan pembiayaan dari penerimaan piutang daerah Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp1.769.048.664.999.536.769. 3.017.765.000.00 c.423.536.406.08.Pembiayaan a.000. merupakan penggunaan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Anggaran 2006.00 1.160.76.765.505.999.646.196. atau 31.

00 (135.122.00).00 110.87 1.415. URAIAN 1) Arus Kas Masuk 2) Dikurangi Arus Kas Keluar Jumlah REALISASI (Rp) 0.122.32 164.234.344. dengan rincian sebagai berikut.870.870.415.00 (82.415.718.00 82.505.769.559.971.964.344.057.00) c. URAIAN 1) Arus Kas Masuk 2) Dikurangi Arus Kas Keluar Jumlah REALISASI (Rp) 1.246. dengan rincian sebagai berikut.344.205.870.637. Arus Kas Aktivitas Non Anggaran Arus kas dari aktivitas non anggaran menjelaskan aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas untuk kegiatan non anggaran pemerintah selama satu periode 61 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .340.717.971.URAIAN 1) Arus Masuk Kas 2) Dikurangi Arus Keluar Kas Jumlah REALISASI (Rp) 274. Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan Arus kas dari aktivitas pembiayaan menjelaskan aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas untuk kegiatan pembiayaan pemerintah selama satu periode akuntansi Tahun 2007 yang menunjukkan total arus kas untuk kegiatan pembiayaan adalah sebesar (Rp135.423.13) d.32 b.131.13). Arus Kas dari Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan Arus kas dari aktivitas investasi aset non keuangan menjelaskan aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas untuk kegiatan investasi aset non keuangan pemerintah selama satu periode akuntansi Tahun 2007 yang menunjukkan total arus kas untuk kegiatan investasi aset non keuangan adalah sebesar (Rp82.646.

dengan rincian sebagai berikut.889.538. URAIAN a) Arus Kas Masuk b) Dikurangi Arus Kas Keluar Jumlah REALISASI (Rp) 5.880.akuntansi Tahun 2007 yang menunjukkan total arus kas untuk kegiatan non anggaran adalah sebesar Rp0.889.880.00 62 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .00 0.538.00.00 5.

b. 2. Tindak lanjut yang dilakukan Pemerintah Daerah atas Hasil Pemeriksaan BPK sebelumnya. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. Kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Penyajian saldo akun-akun dan transaksi-transaksi dalam Neraca per 31 Desember 2007. b. Tujuan Pemeriksaan Tujuan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Batu adalah untuk memberikan opini atas tingkat kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan didasarkan pada kriteria: a.GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN 1. Kecukupan pengungkapan (adequate disclosures). d. d. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Sasaran Pemeriksaan Pemeriksaan LKPD Tahun Anggaran 2007 meliputi pengujian atas: a. Efektivitas sistem pengendalian intern. 4. e. b. c. c. d. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Arus Kas untuk tahun yang berakhir sampai dengan 31 Desember 2007 sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Dasar Hukum Pemeriksaan a. termasuk pertimbangan hasil pemeriksaan sebelumnya. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 63 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . 3. Pengungkapan informasi keuangan pada Catatan atas Laporan Keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Efektivitas desain dan implementasi sistem pengendalian intern. Standar Pemeriksaan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan BPK Tahun 2007.

Metode Pemeriksaan Metodologi pemeriksaan yang digunakan adalah pemeriksaan dengan pendekatan berdasarkan risiko. b. prosedur analitis. yang dirancang untuk menemukan kesalahan dan penyimpangan informasi atas laporan keuangan dengan menelaah kegiatan pemerintahan. Objek Pemeriksaan Objek pemeriksaan BPK adalah Laporan Keuangan Pemerintah Kota Batu Tahun 2007. dan pengujian substantif untuk menilai efektivitas pengendalian. dan pengungkapan laporan keuangan yang dihasilkan oleh sistem akuntansi dan pelaporan. Pemeriksaan BPK juga mencakup pengujian pengendalian. kelengkapan. 7. penyajian. Menelaah keakuratan. Selain itu. Memahami dan menguji sistem akuntansi dan pelaporan yang dipakai dan diterapkan oleh Pemerintah saat ini apakah telah mengikuti sistem akuntansi yang telah ditetapkan Pemerintah. keberadaan. dan kewajaran laporan keuangan pemerintah daerah. Waktu Pemeriksaan Pemeriksaan dilaksanakan mulai tanggal 2 April dan berakhir pada tanggal 26 April 2008. Dalam menganalisis dan menguji proses akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah. kepemilikan. pisah batas.5. yang terdiri dari: 64 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. kami juga melakukan pemantauan atas tindak lanjut dari setiap permasalahan yang ditemui dalam pemeriksaan sebelumnya. c. Menganalisis proses akuntansi dan pelaporan instansi. d. penilaian. Menelaah kecukupan pengendalian intern yang berhubungan dengan sistem akuntansi dan pelaporan. termasuk pengendalian yang diterapkan untuk mengurangi risiko salah saji dan kesalahan yang disengaja. BPK telah melakukan prosedur-prosedur di bawah ini: a. 6. Kegiatan pemeriksaan dimulai dengan melakukan penelaahan kegiatan yang akan menentukan area risiko penting yang seharusnya menjadi fokus pemeriksaan untuk meyakinkan pencatatan yang memadai di laporan keuangan.

khususnya pemeriksaan rekening Kas. Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk Periode Tahun 2007. BPK RI menghadapi kendala adanya batasan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. Kendala Pemeriksaan Dalam pelaksanaan tugas pemeriksaan. 65 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . d. Laporan Arus Kas untuk Periode Tahun 2007. b. 8. c. Catatan atas Laporan Keuangan. Neraca per 31 Desember 2007.a.

SBY/04/2008 : 26 April 2008 .BUKU II BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA HASIL PEMERIKSAAN SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2008 LAPORAN ATAS KEPATUHAN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA BATU UNTUK TAHUN ANGGARAN 2007 AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA Nomor Tanggal : 82/R/XVIII.

......... Kelebihan pembayaran kepada pihak ketiga sebesar Rp65......000................... 11. Realisasi belanja bantuan sosial sebesar Rp950.............000.....000.............000....00......000.......................................... diantaranya sebesar Rp600......….... 3.515.......000...00 tidak diakui oleh pemegang rekening..........00 tidak sesuai dengan prestasi fisiknya.. 6............................ ……………...00 tidak diketahui keberadaannya dan terdapat pinjaman ke Kantor Kasda oleh Dinas Pertanahan sebesar Rp130............. 12.....DAFTAR ISI RESUME PEMERIKSAAN..00 tidak ada realisasi fisik dan tidak dikenakan denda keterlambatan......................425.057............................................... Dana Realisasi Belanja Modal Pengadaan Tanah Sebesar Rp581.800.................................................. Penerimaan Pajak Penerangan Jalan sebesar Rp310...................050.......00 tidak disetorkan ke Kas Daerah......................................................... Biaya Perjalanan Dinas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada Sekretariat Daerah Minimal sebesar Rp523..........00 tidak diketahui keberadaannya ....00 tidak sesuai dengan prestasi fisiknya.00 pada Bagian Kesejahteraan Rakyat pencairan dananya tidak diakui oleh Pemegang Rekening dan tidak diterima oleh yang berhak.800........190......600.................... 5.......709...... 8.00 tidak 1 5 5 9 13 16 20 24 Dipertanggungjawabkan .640....00 pada belanja bantuan sosial tidak tepat.............716.... TEMUAN PEMERIKSAAN .........000.........990......................000...250..................000.... Realisasi Belanja Tidak Terduga sebesar Rp200...................... Realisasi belanja modal peralatan mesin-pengadaan Vibrator Roller sebesar Rp151.......................................................................................246............................................000.................................. 4.................... 2.00............................................. Realisasi belanja modal gedung-pembangunan masjid sebesar 27 31 35 Rp2.... Pengeluaran Kas sebesar Rp13..00 tidak didukung dengan bukti yang lengkap.00 tidak melalui prosedur yang benar....................................990.............200....... 7...... Pencairan Dana Realisasi Belanja Pegawai dan Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp1......... 9.........670.. Pembebanan belanja hibah kepada Persatuan Sepakbola Kota Batu 41 (Persikoba) sebesar Rp3..............................000................ 44 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA ............. Realisasi belanja modal gedung-pengadaan kubah masjid sebesar 38 Rp924... 10........000........336.. 1......000..............000.. …………….......…..................

...680..39 belum disetor ke Kas Daerah...............................................................957... Pengadaan jasa appraisal sebesar Rp351........ 21..........00 tidak efektif dan Aplikasi Simbada sebesar Rp248...................................994....... Realisasi belanja bantuan sosial .324................. Bunga Tabungan di Bendahara Pengeluaran sebesar Rp12.....................000....................................600..................... 22............................ 25....... Enam kendaraan milik Pemerintah Daerah dipinjam pakai oleh perorangan .......................................................................................................... Saldo Kas di Brankas Bendahara Penerimaan Dinas Kesehatan tidak disertai pencatatan yang memadai....000..................000............Bantuan Keuangan Partai Politik sebesar Rp64......................................... 18..................... Pembebanan Belanja Modal Peralatan dan Mesin dan Belanja Modal Aset Lainnya pada Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar 52 49 47 Rp7..................602............ Penggunaan Bantuan Keuangan oleh Partai Politik sebesar Rp97..00 belum berjalan efektif.......................... 26............ Aktiva yang hilang senilai Rp72............. 28...........250.............................125...............................024.......................................... 30.........................00 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak tepat...691........399.................. Pembayaran Tuntutan Ganti Rugi sebesar Rp33...00 tidak tepat peruntukannya............................................................................13..00.......................................... 24... Hasil Pemeriksaan BPK RI belum seluruhnya ditindaklanjuti sesuai ketentuan.....................................00 belum dilakukan Tuntutan Ganti Rugi..00.......... 29.038..100.. 20......680...............000................ Pengenaan Pajak Bunga pada Rekening Tabungan Bendahara Pengeluaran tidak sesuai ketentuan................ Aset Peralatan dan Mesin yang rusak dan hilang belum dilakukan penghapusan minimal senilai Rp722. 16................000...............00 tidak sesuai ketentuan. 27............00 tidak didukung dengan bukti yang lengkap.000.......... 15........ LAMPIRAN 55 60 62 64 68 71 74 77 79 81 83 85 88 90 93 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .................................................. 14..................... Pembukaan Rekening SKPD tidak melalui ijin Walikota................348............. Pendapatan retribusi kesehatan dari Puskesmas digunakan langsung sebesar Rp21........................600........ Penyewaan Alat Berat di Dinas Pemukiman dan Bina Marga tidak dilaksanakan dengan perjanjian .................................................. 17.............. Sisa Uang Kas pada Rekening Bendahara Pengeluaran Kantor Perhubungan belum dipindahbukukan ke Kas Daerah..........................00 belum bersertifikat atas nama Pemerintah Kota Batu.................861... Aset Tanah sebesar Rp9.. 23........305. Rekening Kas Umum Daerah belum disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku..... 19.......................

2.000. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK RI mengharuskan BPK RI melaksanakan pengujian atas kepatuhan Pemerintah Kota Batu terhadap peraturan perundang-undangan.000.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RESUME HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. Namun. Oleh karena itu.000. Laporan Realisasi Anggaran.709. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. peraturan perundang-undangan dan SPKN mengharuskan BPK RI untuk melaporkan kepada pihak berwenang. Pencairan Dana Realisasi Belanja Pegawai dan Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp1. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah memeriksa Neraca Pemerintah Kota Batu per 31 Desember 2007. diantaranya sebesar Rp600. Pengeluaran Kas sebesar Rp13.990. 1.00 tidak diketahui keberadaannya.00 pada Bagian Kesejahteraan Rakyat pencairan dananya tidak diakui oleh Pemegang Rekening dan tidak diterima oleh yang berhak.00 tidak melalui prosedur yang benar.000. Selain itu. Kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan merupakan tanggung jawab Pemerintah Kota Batu. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 1 . apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material.000. Realisasi belanja bantuan sosial sebesar Rp950.00 tidak diakui oleh pemegang rekening. BPK RI tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. 3.716. tujuan pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan tersebut. Untuk memperoleh keyakinan memadai. apabila dalam melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan ditemukan kecurangan dan penyimpangan dari ketentuan peraturan perundang-undangan yang berindikasi unsur tindak pidana.050.000. Pokok-pokok temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam pelaporan keuangan yang ditemukan BPK RI adalah sebagai berikut.

000.000. Realisasi belanja modal gedung-pengadaan kubah masjid sebesar Rp924.640. 6.990.336.246.000.00.00 tidak sesuai dengan prestasi fisiknya. 14. 2.000.000. 7. Berdasarkan temuan tersebut.00 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak tepat. 12.000.00 dari Sdr. Pembebanan Belanja Modal Peralatan dan Mesin dan Belanja Modal Aset Lainnya pada Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp7. 8. Kelebihan pembayaran kepada pihak ketiga sebesar Rp65.670.00 tidak sesuai dengan prestasi fisiknya.990.716.348.000. Dana Realisasi Belanja Modal Pengadaan Tanah sebesar Rp581. Penerimaan Pajak Penerangan Jalan sebesar Rp310. 9. Pembebanan belanja hibah kepada Persatuan Sepakbola Kota Batu (Persikoba) sebesar Rp3.00 tidak diketahui keberadaannya dan terdapat pinjaman ke Kantor Kasda oleh Dinas Pertanahan sebesar Rp130. Realisasi belanja modal peralatan mesin-pengadaan Vibrator Roller sebesar Rp151. Biaya Perjalanan Dinas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada Sekretariat Daerah Minimal sebesar Rp523. AL (mantan Kuasa BUD) sebagai penanggung jawab pengeluaran. dan selanjutnya menyetorkan ke Kas Daerah.00 tidak ada realisasi fisik dan tidak dikenakan denda keterlambatan.057.600.009. 11.957. 10.00 tidak Dipertanggungjawabkan. Realisasi Belanja Tidak Terduga sebesar Rp200.00.00 tidak didukung dengan bukti yang lengkap.00 tidak didukung dengan bukti yang lengkap.00 pada belanja bantuan sosial tidak tepat.515.190. 15. 13. 5.006. Realisasi belanja modal gedung-pembangunan masjid sebesar Rp2.800.000.Bantuan Keuangan Partai Politik sebesar Rp64.4. Aset Peralatan dan Mesin yang rusak dan hilang belum dilakukan penghapusan sedikitnya senilai Rp722.200. IK (mantan Walikota almarhum).000.305.00 dari Sdr.00 tidak disetorkan ke Kas Daerah.400.250. Menarik kerugian daerah sebesar Rp950.200. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 2 .000.800.00.000.425. AL (mantan Kuasa BUD) sebagai penanggung jawab pengeluaran dan ahli waris Sdr. Menarik dan menyetorkan ke Kas Daerah kekurangan kas sebesar Rp12. Realisasi belanja bantuan sosial . BPK RI merekomendasikan kepada WaliKota Batu agar: 1.

10. b. CB dan menyetorkannya ke Kas Daerah. Menegur Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga yang tidak melakukan pengawasan kegiatan dalam lingkup satuan kerjanya.00 dari CV.000.00+Rp72.164.336. Menarik dan menyetorkan ke Kas Daerah kerugian daerah sebesar Rp581.000.920. 8. Menarik denda sebesar Rp411. Menarik denda sebesar Rp40. b.00) dan menyetorkan ke Kas Daerah.00 dari Sdr. Mengambil tindakan: a. 12. 6. dan selanjutnya menyetorkan ke Kas Daerah. AL (mantan Kepala Kasda/Kuasa BUD) sebagai penanggung jawab pengeluaran. Menarik denda minimal sebesar Rp7.00 (Rp65. 7. Menarik kerugian daerah sebesar Rp310.00 dan menyetorkan ke Kas Daerah. AL (mantan Kepala Kasda) dan selanjutnya menyetorkan ke Kas Daerah.599. Mengambil tindakan: a.515.250. Memerintahkan pada pengguna anggaran dan pelaksana kegiatan agar melaksanakan pertanggungjawaban kegiatan secara lebih tertib dan selalu mengadakan pengawasan terhadap pertanggungjawaban kegiatan. Mengambil tindakan: a. Memperingatkan Pengguna Anggaran supaya dalam menganggarkan dan merealisasikan belanja bantuan keuangan untuk organisasi sepak bola mempertimbangkan/mempedomani ketentuan yang berlaku.425. AKL dan menyetorkannya ke Kas Daerah. 4. AL (mantan Kuasa BUD) sebagai penanggung jawab pengeluaran. 5. Menarik kerugian daerah sebesar Rp600.000.164.3. b. Mengambil tindakan: a. AKL sebesar Rp137.699.000. Menegur Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga untuk memperbaiki pengawasan dalam lingkup satuan kerjanya. A dan menyetorkannya ke Kas Daerah.000. 11.00 dari Sdr.670.250. Menegur Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga untuk memperbaiki pengawasan dalam lingkup satuan kerjanya. b. Menegur Tim Anggaran yang dalam menyusun anggaran belanja bantuan sosial dan belanja hibah tidak mempedomani ketentuan yang berlaku.134. Menarik kerugian daerah dari PT. 9.000.560.00 dari Sdr. Menarik kerugian daerah dari Kepala Bagian Hukum sebesar Rp200.00 dari PT. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 3 .449.00 dari PT.

Secara lebih rinci dijelaskan pada bagian Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan. Ambar Wahyuni. supaya melaksanakan tugas dan fungsinya secara lebih optimal sesuai ketentuan yang berlaku. Surabaya.. Membuat Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Barang Daerah. Memerintahkan pengurus partai politik mempertanggungjawabkan bantuan keuangan dilampiri dengan bukti-bukti yang lengkap. MM. 15. Menegur secara tertulis Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (MP-TPTGR). 13. 14.M.Ak. 26 April 2008 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA PENANGGUNG JAWAB PEMERIKSAAN.c. b. Mengambil tindakan: a. Memerintahkan secara tertulis agar setiap Kepala SKPD segera mengajukan Surat Usulan Penghapusan barang daerah yang rusak dan hilang. Dra. Memerintahkan Tim Anggaran supaya dalam menyusun Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) mengelompokkan Belanja Modal sesuai dengan klasifikasinya. Menghentikan pemberian bantuan sepak bola pada Tahun Anggaran 2008 dan berikutnya. Register Negara No. Akuntan. V. D-5317 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 4 . c.

207. Pengembalian pinjaman yang dicatat sebagai penerimaan lain-lain sebesar Rp1. Pengeluaran Kas sebesar Rp13.700.000.557. d.200.00. Untuk pengeluaran sebesar Rp13.43.000. SP2D yang sudah dibukukan di BKU. Transaksi pindah buku yang dicatat sebagai penerimaan riil di BKU seluruhnya sebesar Rp314. diketahui bahwa selisih tersebut disebabkan oleh beberapa hal.57. yaitu: a.d Oktober 2007.231.770.18.802. e.404.716. namun baru dicairkan Januari 2008 seluruhnya sebesar Rp233.000.HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEPATUHAN 1.709.709.185.00.00.602.650. Terjadi dobel transfer tanggal 31 Desember 2007 sebesar Rp12.873. terjadi pada bulan Januari s.800.709. Pencairan kas tanpa melalui prosedur yang seharusnya seluruhnya sebesar Rp13.990.397.00 seperti tersebut pada poin c. Selisih yang belum bisa dijelaskan sebesar Rp1. c. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 5 .61. Kondisi tersebut tercermin pada perbedaan jumlah pengeluaran antara rekening koran dengan Buku Kas Umum pada bulan-bulan tersebut. diketahui bahwa saldo per 31 Desember 2007 menurut BKU sebesar Rp52. Penelusuran lebih lanjut atas Buku Kas Umum Kuasa BUD beserta rekening koran Kas Daerah.716.716.990. f.00 tidak melalui prosedur yang benar Berdasarkan hasil pemeriksaan kas yang dilaksanakan pada tanggal 13 Pebruari 2008. Kondisi tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut.00.000.00. b. sedangkan saldo menurut rekening koran Bank Jatim Cabang Batu sebesar Rp38.990.007. sehingga terdapat selisih kurang kas sebesar Rp13.

6.00 8. Rincian tentang tanggal penarikan cek.REKAPITULASI PENGELUARAN KAS BULANAN TAHUN 2007 Periode Januari s.021.724. sebagian dialokasikan untuk mengembalikan pinjaman ke dinas-dinas dan/atau pihak ketiga.637. dan jumlah-jumlah yang disimpan di brankas serta jumlah panjar diuraikan lebih rinci dalam lampiran 1.00 12.333.00 8.450.539. jumlah yang dialokasikan untuk membayar pinjaman ke SKPD dan atau pihak ketiga. sebagian dialokasikan untuk pembayaran pengajuan SPP.875.191. 11.709.00 10.00 15. 4.00 1.00 10.203.00 2.847.311.000.00 11.147.716.039.854. 2.259. 9.767.500.872.761.736.143. Kuasa BUD mengeluarkan cek untuk penarikan uang sejumlah tertentu dari Rekening Kas Daerah.799.177.197. 12.00 22. Pinjaman tersebut digunakan untuk menutupi kekurangan kas sebagai akibat adanya pencairan kas yang didasari memo-memo dari Sdr. 5. 10. Berdasarkan hasil konfirmasi kepada Sdr.881. Dari jumlah yang diambil.866.125.00 775.00 1. SPM dan penerbitan SP2D.276.113.00 16.299.234.954.487.999.00 6. Selisih-selisih yang tercantum dalam tabel di atas.776. AL (mantan Kuasa BUD) diketahui bahwa Kas Daerah pada era kepemimpinannya memiliki pinjaman kepada beberapa SKPD dan rekanan.012.596.259.00 11.900.238.944.940.924.00 0.224.261.184. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 6 . IK (mantan Walikota almarhum) yang berlangsung sejak Tahun 2004.246.077.599.00 14.131.000.00 14. SPM dan SP2D pada saat cek dikeluarkan. 7. 8.832.784.533.332.000.125. menunjukkan bahwa selisih-selisih tersebut terjadi karena adanya pencairan kas di Kas Daerah yang tidak melalui prosedur yang benar.900.036.608.399.00 -11.006.00 21.038.00 16.00 0.00 432.653.043. jumlah yang didistribusikan untuk pencairan yang ada kelengkapan SPP.344.203.d Oktober 2007 No 1.990.00 13. Untuk membayar pinjaman-pinjaman tersebut.274.761.564. BULAN Uang di Brankas per 1/1/2007 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober (Tgl 1-11) Oktober (Tgl 12-31) R/C (Rp) BKU (Rp) Selisih (Rp) 500.00 1.734.912. 3.00 11.924.00 12. sebagian untuk panjar dan sisanya disimpan di brankas.00 15.781.955.00 JUMLAH Hasil penelusuran lebih lanjut.00 6. Dengan kata lain.00 1.332. selisih-selisih pada tabel diatas adalah jumlah pengeluaran yang tidak dilengkapi dokumen SPP.131.00 13.00 12.902. yaitu tidak didahului dengan pengajuan SPP. SPM dan penerbitan SP2D.191. adalah jumlah-jumlah yang dialokasikan untuk membayar pinjaman kepada beberapa SKPD dan/atau pihak ketiga.376.176.734.902. SPM dan SP2D.079. dan jumlah-jumlah yang disimpan dalam brankas serta jumlah panjar.006.00 3.146.720.00 17.503.940.500.276.

000. taat pada peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.00 (Rp13.039. dan/atau menyerahkan uang atau surat berharga atau barang-barang negara adalah bendahara yang wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Badan Pemeriksa Keuangan. pada pasal 20 ayat (2) huruf e yang menyatakan bahwa Bendahara Umum Daerah berkewajiban menolak pencairan dana. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan daerah. 3) Pasal 35 ayat (3) menyebutkan bahwa setiap bendahara sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian keuangan negara yang berada dalam pengurusannya. membayar. apabila perintah pembayaran yang diterbitkan oleh pengguna anggaran tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara.00).700.869.716.00-Rp1. b. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.00.200.700. Kondisi tersebut mengakibatkan kekurangan kas yang merugikan daerah sebesar Rp12. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara.Khusus untuk bulan Maret sebagaimana pada tabel tersebut di atas. wajib mengganti kerugian tersebut.716. 2) Pasal 35 ayat (2) menyebutkan bahwa setiap orang yang diberi tugas menerima.709. AKL yang kemudian disetor kembali oleh PT.872.704.990.00 diantaranya sebesar Rp2.00 adalah pengeluaran kas untuk dibayarkan kepada PT.000. AKL ke Kas Daerah pada tanggal 28 Desember 2007 sebesar Rp1.009.000. Kondisi tersebut diatas tidak sesuai dengan: a.990.000. pada: 1) Pasal 315 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap kerugian daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. pada: 1) Pasal 3 ayat (1) antara lain menyebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. pegawai negeri sipil bukan bendahara. c. 2) Pasal 315 ayat (2) yang menyatakan bahwa bendahara.450. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 7 . menyimpan. dari jumlah selisih sebesar Rp3.

00 dari Sdr. disebabkan adanya beban kekurangan kas Tahun 2004-2007 yang sebelumnya ditutupi dari pinjaman pihak ketiga/rekanan. dan harus diselesaikan semua pada Tahun 2007. IK (mantan Walikota almarhum). AL (mantan Kuasa BUD) sebagai penanggung jawab pengeluaran dan ahli waris Sdr.990. Hal ini. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 8 . Sdr. Kuatnya pengaruh Sdr. maupun hasil rapat yang dilaksanakan dengan Tim Anggaran. AL (mantan Kuasa BUD) beralasan bahwa ketidaktaatan dan ketidakpatuhannya pada aturan yang berlaku karena sangat terpaksa. IK (mantan Walikota almarhum).009.716. AL (mantan Kuasa BUD) lalai tidak menolak pembayaran yang tidak sesuai ketentuan. Pinjaman tersebut harus dilunasi karena apabila tidak dilunasi akan mengganggu kredibilitas Pemerintah Kota Batu. b. AL (mantan Kuasa BUD) terhadap aturan yang berlaku. Hal tersebut terpaksa dilakukan setelah mendapat perintah lisan dari Sdr. Hal tersebut di atas disebabkan oleh: a. Ketidakpatuhan dan ketidaktaatan Sdr.Atas permasalahan tersebut. Rekomendasi BPK RI Walikota agar menarik dan menyetorkan ke Kas Daerah kekurangan kas sebesar Rp12. Sdr. semakin memperburuk kondisi pengelolaan keuangan di Kasda. IK (mantan Walikota almarhum) sebagai pimpinan entitas tertinggi sampai ke seluruh lini pengelolaan keuangan dan fungsi pengawasan.

diketahui terdapat transaksi penarikan uang yang tidak diakui oleh pemilik rekening yaitu Sdr. Hasil konfirmasi dengan pengurus Gerakan Pramuka (mengetahui Ketua Umum).000. Selain itu.000. Bendahara Pengeluaran menjelaskan bahwa dana tersebut merupakan dana bantuan untuk gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Batu sesuai SPP Nomor 921/74/422. diketahui bahwa yang bersangkutan pernah mengajukan dana untuk belanja Bantuan Keuangan kepada Organisasi Sosial Kemasyarakatan berupa Bantuan Operasional Tempat Ibadah sebesar Rp865. Realisasi belanja bantuan sosial sebesar Rp950. Namun. berdasarkan surat pernyataan tertanggal 15 April 2008 yang bersangkutan mengaku tidak pernah mencairkan dan menerima dana sebesar Rp800.00 sesuai SPP Nomor 921/110/422. sesuai surat pernyataan yang dibuatnya. Bendahara Pengeluaran juga menjelaskan bahwa yang bersangkutan mengaku tidak mencairkan dan tidak menerima dana tersebut sesuai surat pernyataan tertanggal 15 April 2008.00 tersebut.000.d September 2007 berada pada Kantor Kasda sehingga kesulitan dalam memantau kegiatan apa saja yang dananya sudah cair dan berapa besarnya. Hasil konfirmasi dengan penerima bantuan (koordinator masing-masing tempat ibadah). yaitu rekening 0402100541 a. DW.000. Penarikan tanggal 13 Juli 2007 sebesar Rp150. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 9 . SPM Nomor 110/BT/SPM-LS/2007 tanggal 7 Agustus 2007.000.00. diketahui bahwa dana bantuan tersebut belum diterima hingga pemeriksaan berakhir.000.2.000.00 pada tanggal 20 Juni 2007 dan sudah dicairkan dari rekening tabungan milik Bendahara Pengeluaran sebesar Rp800.000. Sesuai penjelasan Bendahara pengeluaran. Berdasarkan pengecekan di rekening tabungan milik Bendahara diketahui bahwa pengajuan tersebut sudah ditransfer ke rekening Bendahara sebesar Rp800. Penarikan tanggal 20 Juni 2007 sebesar Rp800.000. Transaksi penarikan tersebut adalah : a.000.00.014/2007 tanggal 11 Juli 2007. b.000. dan SP2D Nomor 0356/IX/SP2D/LS/2007 tanggal 25 September 2007. DW. Berkaitan dengan penarikan tanggal 13 Juli 2007 sebesar Rp150.000.n Bagian Kesra cq.014/2007 tanggal 6 Agustus 2007.00 pada Bagian Kesejahteraan Rakyat pencairan dananya tidak diakui oleh Pemegang Rekening dan tidak diterima oleh yang berhak Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap transaksi penyetoran dan penarikan uang pada rekening Bendahara Bagian Kesra. Sedangkan SPM dan SP2D hingga saat pemeriksaan berakhir belum diterbitkan.000.000. Yang bersangkutan juga menjelaskan bahwa buku rekening tabungan milik Bendahara Pengeluaran selama periode Januari s. diketahui bahwa dana bantuan tersebut belum diterima hingga pemeriksaan berakhir.000.000.00.00.

pada: 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib. efisien. kepatutan. efisien. b. bendahara penerimaan/pengeluaran dan atau orang atau badan yang menerima atau menguasai uang/barang/kekayaan daerah. 2) Pasal 35 ayat (2) yang menyatakan bahwa setiap orang yang diberi tugas menerima. wajib menyelenggarakan penatausahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 2) Pasal 85 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. pada: 1) Pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. c. menyimpan. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. efektif. pertanggungjawaban kepada Pemeriksa 3) Pasal 35 ayat (3) yang menyatakan bahwa setiap bendahara sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian keuangan negara yang berada dalam pengurusannya. ekonomis. dan manfaat untuk masyarakat. taat pada peraturan perundang-undangan. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. 3) Pasal 85 ayat (2) yang menyatakan bahwa pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud. pada: 1) Pasal 61 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih. ekonomis. dan/atau menyerahkan uang atau surat berharga atau barang-barang laporan negara adalah bendahara Badan yang wajib menyampaikan Keuangan. taat pada peraturan perundang-undangan. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. transparan. efektif.Kondisi ini tidak sesuai dengan : a. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan. membayar. 2) Pasal 4 ayat (2) yang menyatakan bahwa secara tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah bahwa keuangan daerah dikelola secara tepat waktu dan PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 10 .

dan direncanakan akan dikembalikan dari pinjaman pada pihak ketiga. R (Kepala Bawas). mantan Walikota juga membutuhkan dana untuk Pengadilan Negeri terkait masalah kepangkatan sebesar PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 11 . hal ini dikarenakan Pemkot Batu mendapat kunjungan dari Tim KPK yang membutuhkan uang saku sebesar Rp50. 4) Pasal 132 ayat (2) yang menyatakan bahwa bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapat pengesahan oleh pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas kebenaran material yang timbul dari penggunaan bukti dimaksud. Hal ini disebabkan kesengajaan Sdr. Kabag Kesra menyetujui peminjaman tersebut. EM (Kabag Keuangan) dan Sdr.tepat guna yang didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan.00. 3) Pasal 132 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah.00.000. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan daerah. AL (mantan Kuasa BUD) yang mencairkan dana pada Bagian Kesra tanpa diketahui oleh pemegang rekening atau kuasanya dan kesengajaan untuk menggunakan dana tersebut. 5) Pasal 315 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap kerugian daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. IK (mantan Walikota almarhum) bersama Sdr. 6) Pasal 315 ayat (2) yang menyatakan bahwa bendahara. Atas permasalahan tersebut. mantan Walikota mengadakan rapat dengan Sdr. wajib mengganti kerugian tersebut. IK (mantan Walikota almarhum) tentang kesulitan cashflow karena beban-beban pengeluaran yang diakibatkan kebijakan Sdr. Pada tanggal 8 Juni 2007.000.000. dan diserahkan oleh Sdr.00. Untuk peminjaman sebesar Rp150.000. Sdr. serta kegiatan Bagian Kesra menjadi tidak dapat dilaksanakan. R (Kepala Bawas) di Hotel Purnama. Mantan Walikota almarhum IK mengusulkan untuk meminjam dana dari Kesra.00. dan diambilkan dari kegiatan bantuan operasional tempat ibadah sebesar Rp800.000.000. Selain itu. AL (mantan Kuasa BUD) menjelaskan bahwa.000. pegawai negeri sipil bukan bendahara. Sdr. S (Sekda) untuk membicarakan masalah tersebut. IK pada Tahun 2004-2007. pada tanggal 7 Juni 2007 yang bersangkutan melaporkan kepada Sdr.000. Hal tersebut mengakibatkan kerugian daerah sebesar Rp950.

Rp100.000.000,00. Pihak Kasda telah melaporkan kepada Sdr. IK (mantan Walikota almarhum) tentang pengeluaran tanpa administrasi ini, dan diperintahkan untuk mencukupi dari bantuan pramuka (Bagian Kesra). Administrasi dari Bagian Kesra sudah dicukupi dengan dikeluarkannya SPP Nomor 921/74/422.014/2007 tanggal 11 Juli 2007, dan sudah masuk Kasda untuk diterbitkan SP2D. Namun pada saat pergantian Kepala Kasda, SPP tersebut diambil lagi untuk diajukan kepada Kasda Baru. Kemudian Kepala Kasda Lama menginformasikan kepada Kasda Baru, bahwa ajuan tersebut sudah pernah direalisasi sehingga sampai saat ini SP2D tidak diterbitkan.

Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar menarik kerugian daerah sebesar Rp950.000.000,00 dari Sdr. AL (mantan Kuasa BUD) sebagai penanggung jawab pengeluaran, dan selanjutnya menyetorkan ke Kas Daerah.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

12

3. Pencairan Dana Realisasi Belanja Pegawai dan Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp1.050.000.000,00 tidak diakui oleh pemegang rekening, dan diantaranya sebesar Rp600.000.000,00 tidak diketahui keberadaannya

Hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap transaksi dalam rekening tabungan milik Dinas Pendidikan dan terhadap SPJ Bendahara Pengeluaran, diketahui terdapat transaksi pengeluaran dalam rekening tabungan yang tidak diakui oleh pemilik rekening dhi. Bendahara Pengeluaran sesuai surat pernyataan yang dibuatnya pada tanggal 18 April 2008 yang menyatakan bahwa yang bersangkutan mengaku tidak menulis dan menandatangani slip penarikan untuk transaksi-transaksi tersebut. Transaksi

pengeluaran sebesar Rp1.050.000.000,00, tersebut rinciannya sebagai berikut. a. b. c. Tanggal 19 Januari 2007 sebesar Rp700.000.000,00; Tanggal 5 Pebruari 2007 sebesar Rp300.000.000,00; Tanggal 13 Pebruari 2007 sebesar Rp50.000.000,00. Dari jumlah dana sebesar Rp1.050.000.000,00, yang peruntukannya adalah untuk Belanja Pegawai dan Belanja Barang dan Jasa, Bendahara Pengeluaran sudah menerima secara tunai sebesar Rp450.000.000,00, dengan rincian sebagai berikut. a. b. Tanggal 21 Mei 2007 sebesar Rp350.000.000,00; Tanggal 12 September 2007 sebesar Rp100.000.000,00.

Dana sebesar Rp450.000.000,00 oleh Bendahara Pengeluaran sudah di-SPJ-kan, sedangkan sisa dana sebesar Rp600.000.000,00, sampai dengan akhir pemeriksaan belum diterima dan juga belum di-SPJ-kan. Rincian tentang SP2D dan rencana penggunaan dana sebesar Rp600.000.000,00 tersebut adalah seperti tabel berikut ini.
No 1. Tanggal 23 Jan 2007 SP2D Nomor 0118/I/SP2D/LS/2007 Nama Kegiatan Kegiatan pengembangan sistem pendataan dan pemetaan pendidik dan tenaga kependidikan Penyelenggaraan pelatihan, seminar dan lokakarya diskusi ilmiah tentang berbagai isu pendidikan Kegiatan pengembangan sistem pendataan dan pemetaan pendidikan dan tenaga kependidikan Kegiatan penyelenggaraan pelatihan, seminar dan lokakarya serta diskusi ilmiah tentang berbagai isu pendidikan Kegiatan penyediaan dana pengembangan sekolah untuk SD/MI dan SMP/MTs Jumlah (Rp) 50.000.00 0,00

2.

22 Mei 2007

0268/V/SP2D/GU/2007

30.000.000,00

3.

19 Juli 2007

0345/VII/SP2D/GU/2007

40.000.000,00

4.

19 Juli 2007

0344/VII/SP2D/GU/2007

55.000.000,00

5.

23 Nopember 2007 JUMLAH

0371/XI/SP2D/GU/2007

425.000.000,00

600.000.000,00

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

13

Kegiatan sebagaimana tersebut dalam tabel tidak terlaksana karena dana untuk mendukung kegiatan tersebut tidak diterima oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Kondisi ini tidak sesuai dengan: a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara, pada: 1) Pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan; 2) Pasal 35 ayat (2) yang menyatakan bahwa setiap orang yang diberi tugas menerima, menyimpan, membayar, dan/atau menyerahkan uang atau surat berharga atau barang-barang laporan negara adalah bendahara Badan yang wajib

menyampaikan Keuangan;

pertanggungjawaban

kepada

Pemeriksa

3) Pasal 35 ayat (3) yang menyatakan bahwa setiap bendahara sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian keuangan negara yang berada dalam pengurusannya; b. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, pada: 1) Pasal 61 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih; 2) Pasal 85 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran, bendahara penerimaan/pengeluaran dan atau orang atau badan yang menerima atau menguasai uang / barang / kekayaan daerah, wajib menyelenggarakan penatausahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan; 3) Pasal 85 ayat (2) yang menyatakan bahwa pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBD bertanggungj-awab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud; c. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, pada: 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efektif, efisien, ekonomis, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan,

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

14

kepatutan, dan manfaat untuk masyarakat; 2) Pasal 4 ayat (2) yang menyatakan bahwa secara tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah bahwa keuangan daerah dikelola secara tepat waktu dan tepat guna yang didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan; 3) Pasal 132 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah; 4) Pasal 132 ayat (2) yang menyatakan bahwa bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapat pengesahan oleh pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas kebenaran material yang timbul dari penggunaan bukti dimaksud; 5) Pasal 315 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap kerugian daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan; 6) Pasal 315 ayat (2) yang menyatakan bahwa bendahara, pegawai negeri sipil bukan bendahara, atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan daerah, wajib mengganti kerugian tersebut.

Kondisi tersebut mengakibatkan realisasi belanja pegawai dan belanja barang dan jasa disajikan lebih tinggi dan merugikan daerah sebesar Rp600.000.000,00.

Hal ini disebabkan kesengajaan Sdr. AL (mantan Kuasa BUD) untuk mencairkan dana pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tanpa diketahui oleh pemegang rekening atau kuasanya dan kesengajaan untuk menggunakan dana tersebut.

Atas permasalahan tersebut, Sdr. AL (mantan Kuasa BUD) menjelaskan, bahwa proses pencairan kelima kegiatan sudah sesuai dengan prosedur, yaitu ada SPP, SPMU dan SP2D dan sudah dicairkan. Atas perintah mantan Walikota (IK) yang ditujukan kepada Kasda dan Tim Anggaran, dana sebesar Rp600.000.000,00 dipinjam dan digunakan untuk melunasi tagihan dari pihak ketiga/rekanan yang mempunyai kegiatan pada Tahun 2006.

Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar menarik kerugian daerah sebesar Rp600.000.000,00 dari Sdr. AL (mantan Kuasa BUD) sebagai penanggung jawab pengeluaran, dan selanjutnya disetor ke Kas Daerah.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

15

00 masih dipakai oleh Kas Daerah. Dikarenakan Masjd An Nur akan segera diresmikan. Dengan demikian.000.00 yang berasal dari transaksi jual beli tanah antara Dinas Pertanahan dengan pemilik tanah yang akan digunakan untuk perluasan masjid An-Nur I.000.000.250.00 dan dari sisa anggaran PPh Pasal 23 Masjid An Nur II sebesar Rp10.000.000.640.000.000.000. Setelah cair. diketahui terdapat PPh Ps 23 yang masih terutang sebesar Rp41. sedangkan SP2D Nomor 0156/II/SP2D/LS/2007 diterbitkan pada tanggal 9 Pebruari 2007 sebesar Rp825.000. Dari total dana yang diambil sebesar Rp825. Belanja Modal Pengadaan Tanah untuk Perluasan Masjid An Nur I Pemeriksaan terhadap SPJ Belanja Modal Pengadaan Tanah untuk perluasan Masjid An Nur I senilai Rp825.00 tersebut dilunasi dengan menggunakan uang pungutan PPh Pasal 23 sebesar Rp41.000.250. dana tersebut langsung diambil oleh Kepala Kasda.00) karena sisa uang sebesar Rp94. dan ancaman dari pemilik tanah yang akan mengadukan ke polisi bila kekurangan pembayaran tanah tidak segera dilunasi sebelum peresmian.000. pihak Kasda telah mengembalikan sebesar Rp731.000.000.00.00 (Rp825.000. Hasil konfirmasi dengan bendahara pengeluaran.000. maka kekurangan pembayaran sebesar Rp94.000.00-Rp731.00. dan sudah dibayarkan kepada pemilik tanah.425.000. diperoleh keterangan bahwa pada tanggal 9 Pebruari 2007 yang bersangkutan diminta oleh Sdr.00 dan sisanya sebesar Rp52. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 16 .000.000.000.190.00.4. diambilkan dari uang PPh Pasal 23 dari pengadaan tanah yang lain yaitu pengadaan tanah untuk perluasan Masjid An Nur II sebesar Rp42.250.00.00 a. dan SPM Nomor 921/06/SPM/422.000.00 dari rekening tabungan Nomor 0402100401 milik Dinas Pertanahan di Bank Jatim.213/2007 tanggal 7 Pebruari 2007.00 tidak diketahui keberadaannya dan terdapat pinjaman ke Kantor Kasda oleh Dinas Pertanahan sebesar Rp130.00.750. AL (mantan Kepala Kasda/Kuasa BUD) dengan sepengetahuan Kepala Dinas Pertanahan untuk menandatangani slip penarikan tunai sebesar Rp825. Bendahara Pengeluaran diminta membuat SPP Nomor 921/107/422.000.213/2007 tanggal 6 Pebruari 2007.000.500. maka pada tanggal 30 Desember 2007 atas pertimbangan Kepala Dinas Pertanahan.00 tersebut.000.000. Atas permintaan Kepala Kasda.000. pemilik tanah kurang dibayar sebesar Rp94. Dana Realisasi Belanja Modal Pengadaan Tanah sebesar Rp581.

211.213/2007 pada tanggal 16 Pebruari 2007.213/2007 tanggal 15 Pebruari 2007.425.00.840.00) Untuk membayar panjar Untuk biaya PPAT Untuk membayar Bend-17 JUMLAH (Rp) 149.00 130.425. 4. Kondisi ini tidak sesuai dengan: a. Setelah ditarik tunai.000. hasil konfirmasi dengan Bendahara Pengeluaran diketahui terdapat pinjaman ke Kantor Kasda untuk kepentingan Dinas Pertanahan.000.640. TANGGAL 13-2-2007 -2007 9-7-2007 20-8-2007 JUMLAH URAIAN Untuk membayar pajak (telah dikembalikan sebesar Rp70. 2.00 + Rp94.000.350. ekonomis.00 (Rp487.000.00 5. taat pada peraturan perundang-undangan. sehingga sisa uang yang belum dikembalikan Kasda sebesar Rp487.000. Selanjutnya. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. dan SPM Nomor 921/019/SPM/422. efektif. total uang Belanja Modal Pengadaan Tanah Dinas Pertanahan yang belum dikembalikan oleh Kasda sampai dengan saat pemeriksaan berakhir berjumlah Rp581. atas permintaan Kepala Kasda dibuatlah SPP Nomor 921/019/422.00).425. Selain itu.000.00. dana diambil langsung oleh Kepala Kasda.000. Dengan demikian. efisien.00. Belanja Modal Pengadaan Tanah untuk Perluasan TPA Bumiaji Tahap II Pemeriksaan terhadap SPJ kegiatan Belanja Modal Pengadaan Tanah untuk perluasan TPA Kecamatan Bumiaji tahap II.000. Pada tanggal 20 Juni 2007. diketahui terdapat kekurangan pembayaran kepada pemilik tanah sebesar Rp487.00.000. dengan rincian sebagai berikut: No.000.00 30.00. 1.000. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.00 25.00 Pinjaman tersebut sampai dengan akhir pemeriksaan belum dikembalikan ke Kas Daerah.190. Hasil konfirmasi dengan Bendahara Pengeluaran.000. pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. AL (mantan Kepala Kasda/Kuasa BUD) dengan sepengetahuan Kepala Dinas Pertanahan selaku Pengguna Anggaran untuk menandatangani slip penarikan tabungan Dinas Pertanahan pada Bank Jatim sebesar Rp587. diketahui bahwa pada tanggal 21 Pebruari 2007 yang bersangkutan diminta Sdr.425. sedangkan SP2D Nomor 0312/II/SP2D/LS/2007 diterbitkan pada tanggal 21 Pebruari 2007 sebesar Rp587.428.425.425. 3. dan langsung dibayarkan kepada pemilik tanah. Kepala Kasda telah mengembalikan uang sebesar Rp100.000.b.000.000. 17 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .000.

6) Pasal 315 ayat (2) yang menyatakan bahwa bendahara. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 18 . efisien. pegawai negeri sipil bukan bendahara. transparan. 3) Pasal 132 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. c. pada: 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib. wajib mengganti kerugian tersebut. 3) Pasal 85 ayat (2) yang menyatakan bahwa pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud. 2) Pasal 4 ayat (2) yang menyatakan bahwa secara tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah bahwa keuangan daerah dikelola secara tepat waktu dan tepat guna yang didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan. efektif. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan.b. ekonomis. 4) Pasal 132 ayat (2) yang menyatakan bahwa bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapat pengesahan oleh pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas kebenaran material yang timbul dari penggunaan bukti dimaksud. 2) Pasal 85 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. pada: 1) Pasal 61 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih. bendahara penerimaan/pengeluaran dan atau orang atau badan yang menerima atau menguasai uang / barang / kekayaan daerah. kepatutan. dan manfaat untuk masyarakat. wajib menyelenggarakan penatausahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 5) Pasal 315 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap kerugian daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan daerah. taat pada peraturan perundang-undangan.

Kondisi ini mengakibatkan realisasi belanja modal tanah disajikan lebih tinggi dan merugikan daerah sebesar Rp581. dan sudah dilunasi sebesar Rp4. AL (mantan Kepala Kasda/Kuasa BUD) menjelaskan bahwa proses pencairan kegiatan tersebut sudah sesuai dengan prosedur.896.00.000. Atas permasalahan tersebut. yaitu ada SPP.990.625.990.640. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 19 . Sdr.000. SPMU dan SP2D dan sudah dicairkan.425.00 dari Sdr.00.382.425. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar menarik dan menyetorkan ke Kas Daerah kerugian daerah sebesar Rp581.00 Hal ini disebabkan kesengajaan Sdr.000.190.990. sehingga ada kelebihan dana di Dinas Pertanahan sebesar Rp514.365. dana yang dipinjam dari Dinas Pertanahan sebesar Rp4.00. AL (mantan Kepala Kasda/Kuasa BUD) sebagai penanggung jawab pengeluaran. AL (mantan Kepala Kasda/Kuasa BUD) untuk menggunakan dana tersebut. Menurut catatan pihak mantan Kepala Kasda. selain itu membuka peluang terjadinya penyalahgunaan uang sebesar Rp130.00. karena ada administrasi yang belum masuk di Kasda pada pencairan tanggal 31 Mei 2007.

454.037.00 939.985.250. Jumlah tersebut termasuk di dalamnya pajak (PPN dan PPh Pasal 23) sebesar Rp897.00 1.204/2007 tanggal 19 Juni 2007. diketahui bahwa mereka baru mengetahui ada dana dari Pemkot Batu pada bulan Desember 2007 dikarenakan dana tersebut disetor tunai dari rekening Kasda sehingga tidak tampak mutasi di rekening giro mereka.700.765.200.00 (Rp65.200.00 3.00).00 3.5% X 8.5.707.199.250.00 1.000.003.246.00 115.200.704.707. yaitu rekening Nomor 0401002294 sebesar Rp1.000.00 224.00-Rp897.d. Sehingga jumlah penerimaan bersih yang seharusnya diterima pihak rekanan adalah sebesar Rp7.00 2.200.700. terdapat dana yang masih berada dipihak rekanan sebesar Rp65.228.00.199.037.543. Berdasarkan Addendum kontrak Nomor 602/IV-10/ADD-02/422.432.000.723.797.000.00 Pemeriksaan yang dilakukan terhadap proses pencairan dana pada Kasda.309. dengan rincian sebagai berikut.00 Potongan Pajak (Rp) 157.00 pada tanggal 28 Desember 2007.00.454.073.054. Kelebihan pembayaran kepada pihak ketiga sebesar Rp65.164.000.00).000. diketahui bahwa nilai kontrak untuk pembangunan Masjid An Nur adalah sebesar Rp8.704.00 8. sehingga terdapat kelebihan pembayaran sebesar Rp1. jumlah yang seharusnya ditransfer oleh Kasda adalah sebesar Rp939. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 20 .750.00.288.185. Berdasarkan surat pernyataan yang dibuat.331. Padahal berdasarkan dokumen kontrak.246. diketahui terdapat kelebihan pembayaran yang dilakukan oleh pihak Kasda terhadap Pihak Ketiga dhi. Dengan demikian. Penerimaan Termin Uang Muka Termin I Termin II dan III Termin IV JUMLAH Tanggal 29-12-2006 14-3-2007 15-11-2007 21-12-2007 Sebelum Dipotong Pajak (Rp) 1.445.670.869.000.000.277.203.00 (Rp1.670.271.819.00.00 X 0.5 bulan) senilai Rp72.277.5 bulan). Hasil konfirmasi dengan PT. 3.691. AKL bersedia membayar kelebihan pembayaran berikut biaya bunga sebesar 6% / tahun yang dihitung dari 14 Maret 2007 s.863. 4.164.383.000. 2.00 – Rp1.869.00 7.00 400.707. PT.670.318.00). AKL.000.00 (Rp8.228.200.163. diketahui terdapat pembayaran untuk Termin I sebesar Rp2.000.057.985.000.985.00 + Rp72.553.920. Kontraktor Pekerjaan Pembangunan Masjid An-Nur Kota Batu (PT. 28 Desember 2007 (8.700. Tahap 1.00 897.832.671.00 – Rp939.426.199.00 (Rp2.00 Setelah Dipotong Pajak (Rp) 1.331. Pembayaran dilakukan dalam empat tahap.670.00 Penelusuran terhadap mutasi rekening Giro Kasda (PAD) Nomor 0401001727. AKL).546.453. Dengan demikian jumlah uang yang harus dikembalikan adalah sebesar Rp137.00 pada tanggal 14 Maret 2007.738.000. Akhirnya dana tersebut dikembalikan melalui rekening Bend-17.963.228.

ekonomis. taat pada peraturan perundang-undangan. taat pada peraturan perundang-undangan. 4) Pasal 132 ayat (2) yang menyatakan bahwa bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapat pengesahan oleh pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas kebenaran material yang timbul dari penggunaan bukti dimaksud. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan. dan manfaat untuk masyarakat. transparan. 3) Pasal 132 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah. efektif. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 21 . transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. efisien. pada: 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib. 2) Pasal 85 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran. bendahara penerimaan/pengeluaran dan atau orang atau badan yang menerima atau menguasai uang/barang/kekayaan daerah. pada: 1) Pasal 61 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih. ekonomis. 3) Pasal 85 ayat (2) yang menyatakan bahwa pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud. efektif. kepatutan. b. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. wajib menyelenggarakan penatausahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.Kondisi ini tidak sesuai dengan: a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. c. efisien. 2) Pasal 4 ayat (2) yang menyatakan bahwa secara tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah bahwa keuangan daerah dikelola secara tepat waktu dan tepat guna yang didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

200.164. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan daerah.000.00. pada saat yang sama PT.00 yang harus ditutup pada Desember 2006.869. dan disepakati meminjam dari rekanan terbesar yaitu PT.700. berdasarkan hal itu. Atas permasalahan tersebut.000. dan penerimaan daerah berupa bunga tertunda sebesar Rp72. IK (mantan Walikota almarhum) yang belum terselesaikan.5) Pasal 315 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap kerugian daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.199. IK (mantan Walikota almarhum) memerintahkan untuk mencari pinjaman kepada pihak ketiga. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 22 .704.00).00. pegawai negeri sipil bukan bendahara.203. Hal ini disebabkan kelalaian Sdr. Sdr.00.200.869.00 berpotensi hilang.00 yang kemudian dipinjamkan lagi ke Pemkot Batu untuk menutup ketekoran kas. Dokumen kontrak pada pasal 7 ayat 1 huruf b tentang cara pembayaran dimana menyebutkan bahwa pembayaran pertama dibayarkan setelah prestasi fisik di lapangan mencapai 30% yang dibuktikan dengan Berita Acara Pemeriksaan Lapangan dengan jumlah Rp1.200.000.054. Hal tersebut mengakibatkan uang daerah sebesar Rp65. maka rekanan tidak mencukupi administrasi dan mengembalikan dana tersebut pada bulan Desember 2007 sebesar Rp1. Akhirnya muncul angka Rp2.000. d.000. Pada awal Tahun 2007 Kasda masih mengalami kesulitan cashflow.704.000. Karena dokumen kontrak sulit disesuaikan dengan dana yang terlanjur disesuaikan (Rp2. dengan pembagian Rp1.704.037. 6) Pasal 315 ayat (2) yang menyatakan bahwa bendahara. dan Rp1.00 dipinjamkan lagi ke Pemkot Batu untuk menutup kebijakan Sdr. AL (mantan Kepala Kasda/Kuasa BUD). Sdr.670.000.00 yang akan disesuaikan dengan dokumen kontrak.000.000.869.250.00 dibayarkan untuk rekanan. wajib mengganti kerugian tersebut.000. AKL mencairkan dana sebesar Rp939. AL (mantan Kepala Kasda/Kuasa BUD) menjelaskan bahwa Kasda mengalami kesulitan cashflow sebagai akibat tagihan Bank Jatim sebesar Rp10. AKL dengan asumsi sebagian dana dibayarkan dan sebagian dana dipinjamkan.

000.00 (Rp65.164.00+Rp72.670.Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar menarik kerugian daerah dari PT.250. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 23 .00) dan menyetorkan ke Kas Daerah. AKL sebesar Rp137.164.920.

a. Hasil pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan.515. Nilai nominal dari cek yang diberikan PLN tersebut. diketahui bahwa penyetoran pajak penerangan jalan dilakukan oleh Dispenda setelah mendapatkan cek dari PLN.405. pihak Sekretariat Daerah mengajukan SPP. dihitung dari besarnya PPJU yang seharusnya disetor oleh PLN ke Pemerintah Kota. b. Berdasarkan keterangan dari Bendahara Sekretariat. AS Kasi Pengeluaran Kantor Kas Daerah periode sebelum Oktober 2007.336. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 24 .00. cek dari PLN ditambah dengan pencairan SP2D dari Setda dan pencairan SP2D dari Dinas Pendapatan tersebut disetorkan ke Pemerintah Kota. Namun.00 dan piutang PPJ bulan Juli dan Agustus 2007 seluruhnya sebesar Rp310. SPM dan SP2D ke Kas Daerah untuk pembayaran tagihan listrik Pemkot.055. bahwa piutang PPJ sebesar Rp310. dan dikurangi dengan upah pungut untuk PLN.515. Dinas Pendapatan juga membuat SPP.00. dikurangi jumlah tagihan listrik pemkot. SPM Nomor 287/023/SPM-LS/2007 tanggal 2 Agustus 2007. karena Sdr. AS mengatakan akan menyetorkan sebagai PAD. setelah itu Bendahara Sekretariat menyerahkan dana tersebut kepada Sdr.00 tidak disetorkan ke Kas Daerah Berdasarkan hasil penelaahan terhadap proses penyetoran pajak penerangan jalan. Hasil pemeriksaan piutang pajak yang tercantum dalam neraca menunjukkan bahwa dari jumlah piutang pajak pada neraca sebesar Rp1. dan SP2D Nomor 0411/VIII/SP2D/LS/2007 tanggal 31 Agustus 2007.00 yang terdiri dari piutang PPJ bulan Desember 2007 sebesar Rp199.00 tersebut. Untuk bulan Agustus 2007 sebesar Rp152. dan SP2D Nomor 0125/VIII/SP2D/LS/2007 tanggal 6 Agustus 2007. sesuai SPP Nomor 921/352/422.023/2006 tanggal 28 Agustus 2007. Untuk bulan Juli 2007 sebesar Rp157.718.165.6. SPM Nomor 347/023/SPM-LS/2007 tanggal 29 Agustus 2007.336.00. SPM dan SP2D untuk pencairan upah pungut kepada PLN.780. Selanjutnya. Penerimaan Pajak Penerangan Jalan sebesar Rp310. terdapat piutang PPJ sebesar Rp510.320. karena pembayaran listriknya sudah dikompensasi dengan penerimaan PPJ yang diterima Pemerintah Kota.768. Pembayaran listrik bulan Juli dan Agustus 2007 adalah sebagai berikut. sebenarnya adalah penerimaan PPJ yang menjadi hak Pemkot.336. Di lain pihak.350. diketahui bahwa dana tersebut sebenarnya sudah diterimanya.073.023/2006 tanggal 1 Agustus 2007.931.295. Sebelum disetorkan ke Pemkot. sesuai SPP Nomor 921/287/422.00.515.

Permasalahan tersebut tidak sesuai dengan: a. c. ekonomis. b. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. 2) Pasal 4 ayat (2) yang menyatakan bahwa secara tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah bahwa keuangan daerah dikelola secara tepat waktu dan tepat guna yang didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan. pada: 1) Pasal 61 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih. bendahara penerimaan/pengeluaran dan atau orang atau badan yang menerima atau menguasai uang/barang/kekayaan daerah. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 25 . taat pada peraturan perundang-undangan. Karenanya. transparan. efisien. 3) Pasal 85 ayat (2) yang menyatakan bahwa pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud. taat pada peraturan perundang-undangan.Berdasarkan penjelasan dari Bendahara Penerimaan Dispenda yang berkewajiban menyetor penerimaan PPJ ke Kas Daerah. wajib menyelenggarakan penatausahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pihak Dispenda mencantumkannya sebagai piutang PPJ. kepatutan. ekonomis. 3) Pasal 132 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan. efektif. efektif. diketahui bahwa dana tersebut belum pernah diterima dari Bendahara Sekretariat maupun dari Kantor Kas Daerah. 2) Pasal 85 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran. efisien. pada: 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. dan manfaat untuk masyarakat. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

IK (mantan Walikota almarhum). 5) Pasal 315 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap kerugian daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorangharus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.150.00 dari brankas Kasda.00. yaitu ada SPP. Atas permasalahan tersebut.00 pinjaman dari Bagian Pemerintahan.00.336. dengan rincian sebesar Rp152.835. Kondisi tersebut disebabkan kesengajaan dari Sdr. dan sebesar Rp42. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 26 .000. wajib mengganti kerugian tersebut.500.00 dari PPJ. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar menarik kerugian daerah sebesar Rp310. AL (mantan Kepala Kasda) menjelaskan bahwa proses pencairan PPJ bulan Juli dan Agustus Tahun 2007 sudah sesuai dengan prosedur. AL (mantan Kepala Kasda) dan selanjutnya menyetorkan ke Kas Daerah.056. Atas perintah Sdr.00 dari PPJ.000.515.931.594. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan daerah.00 dari Sdr. SPM dan SP2D serta sudah ditransfer ke rekening Bendahara Sekretariat Daerah.336. Hal tersebut di atas mengakibatkan kerugian daerah sebesar Rp310.00. Sedangkan PPJ bulan Agustus 2007 untuk membayar tagihan BLM Desa Giripurno (dana sebelumnya dipinjam) sebesar Rp214.405. AL (mantan Kepala Kasda) melalui Kasi Pengeluaran untuk menggunakan dana tersebut. pegawai negeri sipil bukan bendahara. dan sebesar Rp62.515. dengan rincian sebesar Rp157. PPJ bulan Juli dipinjam untuk membayar tagihan dari Persikoba (dana sebelumnya sudah dipinjam) sebesar Rp200. 6) Pasal 315 ayat (2) yang menyatakan bahwa bendahara.350.165.987. Sdr.4) Pasal 132 ayat (2) yang menyatakan bahwa bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapat pengesahan oleh pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas kebenaran material yang timbul dari penggunaan bukti dimaksud.

000.013/2007 tanggal 10 Juli 2007. Pemberitahuan kepada DPRD Kota Batu tentang persetujuan penggunaan Dana Tidak Tersangka disampaikan pada tanggal 11 Juli 2007 dengan surat Nomor 180/184/422. dan telah direalisasikan sebesar Rp226. Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui bahwa Surat Pertanggungjawaban (SPJ) penggunaan dana sebesar Rp200.00 100. dan Bantuan Dana Pengamanan Persidangan Kasus Penistaan Agama Tahap II.000.00 10. Tanggal 11 Juli 2007 Jumlah Penerima Pengadilan Negeri Malang Jumlah (Rp) 100.00 digunakan untuk Bantuan Dana Pengamanan Persidangan Kasus Penistaan Agama Tahap I. masingmasing sebesar Rp100. Dari realisasi tersebut.00) No 1.000.00.00. 7.000.000.00.000. Bantuan Dana Pengamanan Persidangan Kasus Penistaan Agama Tahap II (berdasarkan SP2D Nomor 0168/VIII/SP2D/LS/2007 tanggal 8 Agustus 2007 sebesar Rp100.000.00 Penetapan Pemberian Bantuan Dana Pengamanan Persidangan Kasus Penistaan Agama Tahap I didasarkan pada Keputusan Walikota Batu Nomor 180/91/KEP/422.000. dengan rincian sebagai berikut.013/2007. 3.000.000.000. 5.000. 4. Bantuan Dana Pengamanan Persidangan Kasus Penistaan Agama Tahap I (berdasarkan SP2D Nomor 0164/VII/SP2D/LS tanggal 11 Juli 2007 sebesar Rp100.000.00 5.00 5.7.000.000. 2.00) No 1. 6. Realisasi Belanja Tidak Terduga sebesar Rp200.000. Tanggal 8 Agustus 2007 8 Agustus 2007 8 Agustus 2007 8 Agustus 2007 8 Agustus 2007 9 Agustus 2007 14 Agustus 2007 Jumlah Penerima Satpol PP (IS) Kejaksaan Istri Walikota (EIK) Kesbanglinmas (K) LSM (S) Pondok Pesantren (YE) KU Jumlah (Rp) 25.000.500.000.000.000.00 tersebut tidak bisa ditunjukkan oleh Bendahara.000.000.00 50.000.000. Bendahara hanya menunjukkan daftar penerima dana tanpa kuitansi tanda terima.000.000. b.000.000.500. a.00 100.00 2.000.000.500.000.500.000.00 2.00 tidak Dipertanggungjawabkan Pemerintah Kota Batu pada Tahun Anggaran 2007 menganggarkan Belanja Tidak Terduga sebesar Rp2.000. sebesar Rp200.00 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 27 .

Untuk pemberitahuan ke DPRD tentang penggunaan Dana Tidak terduga belum dilakukan. Kondisi ini tidak sesuai dengan : a. ekonomis. efisien. pertanggungjawaban kepada Pemeriksa 3) Pasal 35 ayat (3) yang menyatakan bahwa setiap bendahara sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian keuangan negara yang berada dalam pengurusannya. 3) Pasal 85 ayat (2) yang menyatakan bahwa pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud. 2) Pasal 35 ayat (2) yang menyatakan bahwa setiap orang yang diberi tugas menerima. b. pada: 1) Pasal 61 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih. dan/atau menyerahkan uang atau surat berharga atau barang-barang laporan negara adalah bendahara Badan yang wajib menyampaikan Keuangan. bendahara penerimaan/pengeluaran dan atau orang atau badan yang menerima atau menguasai uang/barang/kekayaan daerah. menyimpan. pada: 1) Pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. taat pada peraturan perundang-undangan.Penetapan Pemberian Tambahan Bantuan Dana Pengamanan Persidangan Kasus Penistaan Agama Tahap II didasarkan pada Keputusan Walikota Batu Nomor 180/108/KEP/422. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. wajib menyelenggarakan penatausahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. efektif. membayar. 2) Pasal 85 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 28 .013/2007 tanggal 8 Agustus 2007.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. 3) Pasal 132 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah. Hal tersebut mengakibatkan realisasi Belanja Tidak Terduga tidak dapat diyakini kebenarannya dan menimbulkan kerugian daerah sebesar Rp200. wajib mengganti kerugian tersebut. Pengguna Anggaran Belanja Tidak Terduga tidak sepenuhnya mempedomani ketentuan yang berlaku. taat pada peraturan perundang-undangan.00. b.000. Kepala Bagian Hukum menyatakan bahwa terkait dengan penggunaannya. transparan. 2) Pasal 4 ayat (2) yang menyatakan bahwa secara tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah bahwa keuangan daerah dikelola secara tepat waktu dan tepat guna yang didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan. selain itu dana tersebut dianggap bantuan langsung dari Walikota. Kesengajaan para penerima bantuan keuangan untuk tidak mempertanggungjawabkan penggunaan Belanja Tidak Terduga secara memadai. Bagian Hukum tidak bisa mempertanggungjawabkan karena masing-masing penerima tidak bersedia menandatangani kuitansi tanda terima. efektif. pegawai negeri sipil bukan bendahara. 4) Pasal 132 ayat (2) yang menyatakan bahwa bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapat pengesahan oleh pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas kebenaran material yang timbul dari penggunaan bukti dimaksud. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan daerah. 6) Pasal 315 ayat (2) yang menyatakan bahwa bendahara. 5) Pasal 315 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap kerugian daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. dan manfaat untuk masyarakat. ekonomis. Atas permasalahan tersebut. efisien. pada: 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 29 . kepatutan.000. Permasalahan tersebut disebabkan: a. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan.c.

000. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 30 .00 dan menyetorkan ke Kas Daerah.Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar menarik kerugian daerah dari Kepala Bagian Hukum sebesar Rp200.000.

00 30.00 12.20.900. dan telah terealisasi sebesar Rp989.000.8. 1.03. No Kode Rekening Nama Kegiatan Rincian Obyek Kegiatan Perjalanan Dinas Dalam Daerah Jumlah (Rp) Walikota Wakil Walikota 23.00 25.000.00 JUMLAH Pencairan dana untuk biaya Perjalanan Dinas Dalam dan Luar Daerah tersebut.16.000.000.000.000.20.000.03 Perjalanan Dinas Dalam Daerah Perjalanan Dinas Luar Daerah 12.03.20.1.000.000.00 34. 1.20.000.20.06 Koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah lainnya Perjalanan Dinas Dalam Daerah Perjalanan Dinas Luar Daerah 181.000.800.03.600.300.1. Pemeriksaan yang dilakukan secara uji petik terhadap Surat Pertanggungjawaban (SPJ).000.00 10.000.00.00 3.00.500. 1.20. menganggarkan Belanja Langsung Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah (kode rekening 1.16) pada Sekretariat Daerah sebesar Rp1.00. Adapun realisasi dari masing-masing kegiatan adalah sebagai berikut.500.00 dan sebesar Rp124.000.000.00 9.20. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 31 . pimpinan/ anggota organisasi kemsyrkt Rapat koordinasi Unsur Muspida 2.400.900.04 Rapat koordinasi pejabat pemerintah daerah Perjalanan Dinas Dalam Daerah Perjalanan Dinas Luar Daerah 4.16.00 398.Biaya Perjalanan Dinas Dalam dan Luar Daerah. Realisasi tersebut diantaranya merupakan pengeluaran yang digunakan untuk Belanja Barang .00 59.1.20.20.1.900. Biaya Perjalanan Dinas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada Sekretariat Daerah Minimal sebesar Rp523.03.05 Kunjungan kerja/inspeksi KDH/WaKDH Perjalanan Dinas Dalam Daerah Perjalanan Dinas Luar Daerah 5.000. dilakukan dengan mekanisme SP2D UP/GU/TU.00 13.00 5.000.523.000.000.16.20.00 5.000.01 Dialog/Audiensi dgn tokoh masyarakat.00 1.700.00 digunakan untuk perjalananan dinas yang dilakukan oleh Walikota dan Wakil Walikota masing-masing sebesar Rp398.000. Pemeriksaan secara uji petik pada lima jenis kegiatan. 1.000.00 tidak didukung dengan bukti yang lengkap Pemerintah Kota Batu pada Tahun Anggaran 2007.1.03.16.000.800.900.000.000.000.03.000.945.1.500. menunjukkan terdapat pengeluaran sebesar Rp523.00 19.000.00 8.20.00 41. menunjukkan bahwa bukti yang disampaikan hanya kuitansi intern tanda terima uang oleh Walikota dan Wakil Walikota.500.000.00 18.00 124.000. 1.000.000.000.160.800.20.000.16.000.00 15.

3) Pasal 132 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran belanja atas PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 32 . efisien.tanpa didukung dengan bukti pengeluaran lain seperti Surat Tugas dan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD). efektif. 3) Pasal 85 ayat (2) yang menyatakan bahwa pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud. Uraian mengenai SPJ yang tidak lengkap dan jumlahnya terdapat pada lampiran 2. wajib menyelenggarakan penatausahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. ekonomis. pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. transparan. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. efektif. Permasalahan tersebut tidak sesuai dengan: a. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Sebelum mengeluarkan SPM. c. pada: 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib. taat pada peraturan perundang-undangan. taat pada peraturan perundang-undangan. b. 2) Pasal 4 ayat (2) yang menyatakan bahwa secara tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah bahwa keuangan daerah dikelola secara tepat waktu dan tepat guna yang didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan. efisien. Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) seharusnya memeriksa terlebih dahulu kelengkapan dokumen yang dijadikan syarat penerbitan SPM. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. dan manfaat untuk masyarakat. bendahara penerimaan/pengeluaran dan atau orang atau badan yang menerima atau menguasai uang/barang/kekayaan daerah. 2) Pasal 85 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran. pada: 1) Pasal 61 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih. ekonomis. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan. kepatutan.

2) Pasal 16 ayat (1) yang menyatakan bahwa perjalanan dinas dilakukan berdasarkan SPPD yang diterbitkan oleh pejabat yang berwenang menurut contoh sebagaimana tercantum pada lampiran VI Peraturan Menteri Keuangan ini. 4) Pasal 19 yang menyatakan bahwa dokumen pertanggungjawaban biaya sebagaimana dimaksud pada pasal 18 terdiri dari SPPD beserta bukti pengeluaran untuk biaya tansport dan biaya penginapan. dan Pegawai Tidak Tetap. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 33 . d. 3) Pasal 18 yang menyatakan bahwa pejabat/pegawai yang melakukan perjalanan dinas wajib menyampaikan dokumen pertanggungjawaban biaya. Permasalahan tersebut mengakibatkan realisasi belanja barang-biaya perjalanan dinas Walikota dan Wakil Walikota minimal sebesar Rp523. Pelaksanaan pertanggungjawaban perjalanan dinas dari tahun-tahun sebelumnya hanya didasarkan pada undangan/jadwal kegiatan yang ada. 4) Pasal 132 ayat (2) yang menyatakan bahwa bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapat pengesahan oleh pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas kebenaran material yang timbul dari penggunaan bukti dimaksud. dalam : 1) Pasal 2 yang menyatakan bahwa Pejabat Negara.beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah.800. Pegawai Negeri. Bendahara Pengeluaran Sekretariat Daerah menyatakan bahwa mengingat Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah adalah pejabat negara sehingga mengalami kesulitan untuk menyusun Surat Pertanggungjawaban (SPJ) secara lengkap dan sah sesuai ketentuan perundang-undangan. Permasalahan tersebut disebabkan oleh kelalaian Pengguna Anggaran dalam merealisasikan anggaran tidak disertai dengan pertanggungjawaban yang memadai. hal ini akan lebih diperhatikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pegawai Negeri dan Pegawai Tidak Tetap yang akan melaksanakan perjalanan dinas harus terlebih dahulu mendapat persetujuan /perintah atasannya.000. Untuk tahun mendatang.00 tidak dapat diyakini kewajarannya. Atas permasalahan tersebut. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK.05/2007 tanggal 25 April 2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri Bagi Pejabat Negara.

Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar memerintahkan pada pengguna anggaran dan pelaksana kegiatan agar melaksanakan pertanggungjawaban kegiatan secara lebih tertib dan selalu mengadakan pengawasan terhadap pertanggungjawaban kegiatan. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 34 .

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara.00.800. Realisasi belanja modal peralatan mesin-pengadaan Vibrator Roller sebesar Rp151. Hasil penelusuran lebih lanjut. Dalam kontrak disebutkan. Vibrator Roller sudah diterima oleh Dinas Permukiman dan Bina Marga. A sebesar Rp151.02.800. taat pada peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.800. menunjukkan bahwa belanja modal tersebut adalah untuk pengadaan Vibrator Roller sesuai dokumen kontrak Nomor 602. Atas pengeluaran tersebut.000. b. Pada saat pemeriksaan berakhir. pada PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 35 .2.599. Pemeriksaan terhadap Buku Kas Umum di Kuasa BUD serta Dinas Permukiman dan Bina Marga.00 tersebut juga telah dibukukan sebagai pengeluaran Kas Daerah. berdasarkan SP2D Nomor 1567/XII//SP2D/LS/2007 tanggal 26 Desember 2007.800.204/2007 tanggal 28 Nopember 2007. diketahui terdapat transaksi pengeluaran sebesar Rp2. pasal 21 ayat (1) menyebutkan bahwa pembayaran atas beban APBN atau APBD tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima. bahwa Vibrator Roller harus diterima tanggal 26 Desember 2007.3.00 ( 47 x 1/1000 x Rp151. terdapat pembayaran kepada pihak ketiga yaitu CV.000. Namun. pasal 3 ayat (1) antara lain menyebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. Berdasarkan dokumen SP2D.00 keterlambatan tidak ada realisasi fisik dan tidak dikenakan denda Berdasarkan hasil pemeriksaan atas mutasi Rekening Koran Kas Daerah Nomor 0401001719. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara.00 ).658. berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan yang dilakukan pada tanggal 11 Februari 2008. c.03.144.00 melalui cek CC 340209. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tanggal 15 Oktober 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.1/I-2BP/PK/422. diketahui bahwa sampai pada tanggal tersebut barang dimaksud belum diterima.000. Atas keterlambatan pekerjaan selama 47 hari dan belum dikenakan denda minimal sebesar Rp7. menunjukkan bahwa pengeluaran sebesar Rp151. yang merupakan rekanan yang ditunjuk untuk pengadaan Vibrator Roller.000.9. diketahui bahwa transaksi tersebut dibukukan sebagai belanja modal dengan kode akun 5.134.632. Kondisi di atas tidak sesuai dengan : a.

000.00. Kontrak Pekerjaan Nomor 602. c. pasal 37 yang menyatakan bahwa bila terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan akibat kelalaian penyedia barang/jasa. Hal tersebut disebabkan oleh: a.599. e.pasal 75 ayat (7) menyebutkan bahwa pembayaran atas tagihan yang dibebankan APBD tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima. d. akan dikenakan denda/sanksi sebesar 1 perseribu untuk setiap hari keterlambatan dengan maksimum 5% dari jumlah harga borongan. b. Ketidakcermatan pengguna anggaran dalam mengawasi pelaksanaan kegiatan dalam lingkup satuan kerjanya.1/I-2-BP/PK/422. pada pasal 66 ayat (1) menyebutkan bahwa penerbitan SPM tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima kecuali ditentukan lain dalam peraturan perundang-undangan.00. Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga menyatakan bahwa memang terjadi keterlambatan selama 47 hari dan telah memberikan teguran kepada pemborong/rekanan.00 tertunda.000. Pembayaran terhadap kegiatan yang belum selesai mengakibatkan: a.134. b. Realisasi belanja modal-peralatan mesin disajikan lebih tinggi (overstated) sebesar Rp151. Aset peralatan dan mesin di neraca disajikan lebih tinggi (overstated) sebesar Rp151. Kesengajaan dari pemimpin kegiatan dan rekanan untuk mencairkan dana. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 36 . Sehubungan dengan permasalahan di atas.800. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tanggal 3 November 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Penerimaan atas denda keterlambatan minimal sebesar Rp7. maka yang bersangkutan dikenakan denda keterlambatan sekurang-kurangnya satu perseribu per hari dari nilai kontrak. f. pasal 9 yang menyatakan bahwa keterlambatan penyelesaian/penyerahan pekerjaan dari jangka waktu yang telah ditetapkan dalam perjanjian ini.204/2007 tanggal 27 Nopember 2007. pihak pemborong/rekanan telah mengakui dan bisa menerima keterlambatan tersebut dan bersedia untuk menerima konsekuensi dengan membayar denda selama 47 hari. Berdasarkan teguran yang telah disampaikan.800. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar : a. Menegur Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga yang tidak melakukan pengawasan kegiatan dalam lingkup satuan kerjanya; b. Mengenakan denda minimal sebesar Rp7.134.599,00 dari CV. A dan

menyetorkannya ke Kas Daerah.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

37

2. Realisasi

belanja

bantuan

sosial

sebesar

Rp950.000.000,00

pada

Bagian

Kesejahteraan Rakyat pencairan dananya tidak diakui oleh Pemegang Rekening dan tidak diterima oleh yang berhak

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap transaksi penyetoran dan penarikan uang pada rekening Bendahara Bagian Kesra, yaitu rekening 0402100541 a.n Bagian Kesra cq. DW, diketahui terdapat transaksi penarikan uang yang tidak diakui oleh pemilik rekening yaitu Sdr. DW, sesuai surat pernyataan yang dibuatnya. Transaksi penarikan tersebut adalah : a. b. Penarikan tanggal 20 Juni 2007 sebesar Rp800.000.000,00; Penarikan tanggal 13 Juli 2007 sebesar Rp150.000.000,00. Sesuai penjelasan Bendahara pengeluaran, diketahui bahwa yang bersangkutan pernah mengajukan dana untuk belanja Bantuan Keuangan kepada Organisasi Sosial Kemasyarakatan berupa Bantuan Operasional Tempat Ibadah sebesar

Rp865.000.000,00 sesuai SPP Nomor 921/110/422.014/2007 tanggal 6 Agustus 2007, SPM Nomor 110/BT/SPM-LS/2007 tanggal 7 Agustus 2007, dan SP2D Nomor 0356/IX/SP2D/LS/2007 tanggal 25 September 2007. Berdasarkan pengecekan di rekening tabungan milik Bendahara diketahui bahwa pengajuan tersebut sudah ditransfer ke rekening Bendahara sebesar Rp800.000.000,00 pada tanggal 20 Juni 2007 dan sudah dicairkan dari rekening tabungan milik Bendahara Pengeluaran sebesar Rp800.000.000,00. Namun, berdasarkan surat pernyataan tertanggal 15 April 2008 yang bersangkutan mengaku tidak pernah mencairkan dan menerima dana sebesar Rp800.000.000,00 tersebut. Hasil konfirmasi dengan penerima bantuan (koordinator masing-masing tempat ibadah), diketahui bahwa dana bantuan tersebut belum diterima hingga pemeriksaan berakhir. Berkaitan dengan penarikan tanggal 13 Juli 2007 sebesar Rp150.000.000,00, Bendahara Pengeluaran menjelaskan bahwa dana tersebut merupakan dana bantuan untuk gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Batu sesuai SPP Nomor

921/74/422.014/2007 tanggal 11 Juli 2007. Sedangkan SPM dan SP2D hingga saat pemeriksaan berakhir belum diterbitkan. Selain itu, Bendahara Pengeluaran juga menjelaskan bahwa yang bersangkutan mengaku tidak mencairkan dan tidak menerima dana tersebut sesuai surat pernyataan tertanggal 15 April 2008. Yang bersangkutan juga menjelaskan bahwa buku rekening tabungan milik Bendahara Pengeluaran selama periode Januari s.d September 2007 berada pada Kantor Kasda sehingga kesulitan dalam memantau kegiatan apa saja yang dananya sudah cair dan berapa besarnya. Hasil konfirmasi dengan pengurus Gerakan Pramuka (mengetahui Ketua Umum), diketahui bahwa dana bantuan tersebut belum diterima hingga pemeriksaan berakhir.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

9

10. Realisasi belanja modal gedung-pembangunan masjid sebesar Rp2.057.246.250,00 tidak sesuai dengan prestasi fisiknya

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap rekening koran Kas Daerah Nomor 0401001719 a.n DAU Pemkot Batu, diketahui terdapat transaksi pengeluaran kas dari rekening tersebut pada tanggal 24 Desember 2007 sebesar Rp3.176.392.250,00. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp2.057.246.250,00 adalah pembayaran termyn IV kepada PT. AKL yang merupakan rekanan Pemda dalam pelaksanakan proyek pembangunan Masjid An Nur Batu. Penelusuran terhadap Buku Kas Umum Kuasa BUD, diketahui bahwa transaksi tersebut juga telah dibukukan di BKU bulan Desember Tahun 2007 sebagai pengeluaran kas, sesuai bukti SP2D Nomor 1309/XII//SP2D/LS/2007 sebesar Rp2.057.246.250,00. Berdasarkan dokumen SP2D, diketahui bahwa transaksi pembayaran adalah untuk kegiatan pembangunan masjid yang dibukukan pada kode rekening 5.2.3.26.06 belanja modal Dinas Permukiman dan Bina Marga. Hasil penelitian lebih lanjut, menunjukkan belanja modal tersebut adalah untuk pembangunan masjid An Nur Batu, sesuai kontrak Nomor 602/IV-10/PK/422.204/2006 tanggal 30 Nopember 2006, dengan nilai kontrak sebesar Rp7.228.985.000,00. Kontrak telah mengalami addendum dua kali, dengan kontrak Nomor 602.I/IV-10/ADD1/422.204/2006 tanggal 13 Desember 2006, dan Nomor 602/IV-10/ADD-

02/422.204/2007 tanggal 19 Juni 2007. Pada addendum kedua ini, nilai kontrak menjadi sebesar Rp8.228.985.000,00. Berdasarkan kontrak Nomor 602/IV-10/ADD-02/422.204/2007 tanggal 19 Juni 2007, diketahui bahwa pekerjaan harus selesai tanggal 5 Desember 2007. Namun, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan tanggal 11 Februari 2008, diketahui bahwa pekerjaan belum selesai 100%. Atas keterlambatan pekerjaan selama 68 hari belum dikenakan denda sebesar Rp411.449.250,00 (5% x Rp8.228.985.000,00). Beberapa pekerjaan yang belum selesai diantaranya: a. Pembongkaran apotik; b. Pemasangan partisi/sketsel perpustakaan; c. Penambahan daya listrik; d. Pemasangan kipas angin gantung; e. Lampu gantung kristal; f. Pemasangan penangkal petir; g. Railing void dalam dan luar; h. Pengecatan interior (basement);

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

38

i. Pengecatan exterior dan interior lt. 1; j. Pengecatan interior lt. 2; k. Pengecatan interior dan exterior lt.3; l. Pekerjaan interior pada bagian mihrab; m. Museum mini; n. Tempat wudlu pria.

Kondisi di atas tidak sesuai dengan: a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara, pasal 3 ayat (1) antara lain menyebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan; b. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara, pasal 21 ayat (1) menyebutkan bahwa pembayaran atas beban APBN atau APBD tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima; c. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tanggal 15 Oktober 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, pada pasal 75 ayat (7) menyebutkan bahwa pembayaran atas tagihan yang dibebankan APBD tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima; d. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, pada pasal 66 ayat (1) menyebutkan bahwa penerbitan SPM tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima kecuali ditentukan lain dalam peraturan perundang-undangan; e. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tanggal 3 November 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, pada pasal 37 yang menyatakan bahwa bila terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan akibat kelalaian penyedia barang/jasa, maka yang bersangkutan dikenakan denda keterlambatan sekurang-kurangnya satu perseribu per hari dari nilai kontrak; f. Kontrak Pekerjaan Nomor 602./IV-10/ADD-02/422.204/2007 tanggal 19 Juni 2007; juncto Kontrak Nomor 602.1/IV-10/ADD-1/422.204/2006 tanggal 13 Desember 2006 juncto Kontrak Nomor 602/IV-10/PK/422.204/2006 tanggal 30 Nopember 2006, pasal 10 yang menyatakan bahwa keterlambatan penyelesaian/penyerahan pekerjaan dari jangka waktu yang telah ditetapkan dalam perjanjian ini, akan dikenakan denda/sanksi sebesar satu perseribu untuk setiap hari keterlambatan dengan maksimum 5% dari jumlah harga borongan.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

39

057. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar : a.250. tetapi akibat perubahan design bangunan atas permintaan Takmir masjid. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 40 .00.250. Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga menyatakan bahwa denda keterlambatan bukan murni dari kesalahan pemborong/rekanan. Ketidakcermatan pengguna anggaran dalam mengawasi pelaksanaan kegiatan dalam lingkup satuan kerjanya. Menarik denda sebesar Rp411. maka secara otomatis berpengaruh terhadap waktu pelaksanaan. Realisasi belanja modal-gedung disajikan lebih tinggi (overstated) sebesar Rp2.246. Penerimaan atas denda keterlambatan sebesar Rp411. b.250. Atas permasalahan tersebut.Pembayaran terhadap kegiatan yang belum selesai mengakibatkan: a. Kesengajaan dari pemimpin kegiatan dan rekanan untuk mencairkan dana kegiatan pembangunan masjid sebelum pekerjaan selesai. b. Menegur Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga untuk memperbaiki pengawasan dalam lingkup satuan kerjanya. b. AKL dan menyetorkannya ke Kas Daerah.449.449.00 dari PT. Hal tersebut disebabkan : a.00 tertunda. Berdasarkan RKS dan spesifikasi kegiatan tersebut sudah dapat terselesaikan pada pertengahan bulan Desember 2007.

11. Realisasi

belanja

modal

gedung-pengadaan

kubah

masjid

sebesar

Rp924.990.000,00 tidak sesuai dengan prestasi fisiknya

Pemeriksaan

dilakukan

terhadap

transaksi

keuangan

daerah

yang

terdokumentasi dalam rekening koran Kas Daerah Nomor Rekening 0401001719. Dari pemeriksaan, diketahui terdapat transaksi pengeluaran sesuai cek Nomor CC340207 sebesar Rp3.198.200.250,00, yang terdiri dari rincian pengeluaran untuk beberapa dinas dan pihak ketiga. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp924.990.000,00 merupakan pembayaran kepada PT. CB yang merupakan rekanan Pemerintah Kota Batu untuk melaksanakan proyek pengadaan kubah Masjid An Nur Batu. Penelusuran terhadap Buku Kas Umum di Kuasa BUD, menunjukkan bahwa pengeluaran sebesar Rp924.990.000,00 tersebut juga telah dibukukan sebagai pengeluaran Kas Daerah, sesuai SP2D Nomor 1350/XII//SP2D/LS/2007 tanggal 24 Desember 2007. Selain itu, transaksi tersebut juga telah dibukukan sebagai pengeluaran kas di Buku Kas Umum Dinas Permukiman dan Bina Marga. Berdasarkan dokumen SP2D-nya, diketahui bahwa transaksi tersebut dibukukan sebagai belanja modal dengan kode akun 5.2.3.26.06. Berdasarkan hasil penelitian lebih lanjut, diketahui bahwa belanja modal tersebut adalah untuk pembangunan kubah masjid An Nur Batu, sesuai kontrak Nomor 602/I-6.1BPT/PK/422.204/2007 tanggal 9 Nopember 2007, dengan nilai kontrak sebesar Rp924.990.000,00, Sesuai dengan kontrak, seharusnya pembangunan kubah masjid selesai tanggal 29 Desember 2007. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan yang dilakukan pada tanggal 11 Februari 2008 (pemeriksaan interim), diketahui bahwa galvallum pada kubah sebelah barat belum terpasang, yang menunjukkan bahwa pemasangan/pembangunan kubah pada masjid An Nur belum selesai 100%. Atas keterlambatan pekerjaan selama 44 hari, belum dikenakan denda sebesar

Rp40.699.560,00 (44 x 1/1000 x Rp924.990.000,00).

Kondisi di atas tidak sesuai dengan: a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara, pasal 3 ayat (1) antara lain menyebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan; b. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara, pasal 21 ayat (1) menyebutkan bahwa pembayaran atas beban APBN atau APBD tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima;

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

41

c. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tanggal 15 Oktober 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, pada pasal 75 ayat (7) menyebutkan bahwa pembayaran atas tagihan yang dibebankan APBD tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima; d. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, pada pasal 66 ayat (1) menyebutkan bahwa penerbitan SPM tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima kecuali ditentukan lain dalam peraturan perundang-undangan; e. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tanggal 3 November 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, pasal 37 yang menyatakan bahwa bila terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan akibat kelalaian penyedia /jasa, maka yang bersangkutan dikenakan denda keterlambatan sekurang-kurangnya satu perseribu per hari dari nilai kontrak; f. Kontrak Pekerjaan Nomor 602./I-6.1-BPT/PK/422.204/2007 tanggal 9 Nopember 2007, pasal 9 yang menyatakan bahwa keterlambatan penyelesaian/penyerahan pekerjaan dari jangka waktu yang telah ditetapkan dalam perjanjian ini, akan dikenakan denda/sanksi sebesar 1 perseribu untuk setiap hari keterlambatan dengan maksimum 5% dari jumlah harga borongan.

Pembayaran terhadap kegiatan yang belum selesai mengakibatkan: a. Realisasi belanja modal-gedung disajikan lebih tinggi (overstated) sebesar Rp924.990.000,00; b. Penerimaan atas denda keterlambatan sebesar Rp40.699.560,00 tertunda.

Hal tersebut disebabkan oleh: a. Kesengajaan dari pemimpin kegiatan dan rekanan untuk mencairkan dana kegiatan pembangunan masjid sebelum pekerjaan selesai; b. Ketidakcermatan pengguna anggaran dalam mengawasi pelaksanaan kegiatan dalam lingkup satuan kerjanya.

Atas permasalahan tersebut, Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga menyatakan bahwa: a. Kegiatan masjid sebagai tempat peribadatan tetap berjalan sehingga pelaksanaan pekerjaan tidak dapat berjalan secara maksimal; b. Adanya permintaan perubahan warna dan motif kubah oleh Takmir masjid, sehingga material yang sudah terlanjur dikirim terpaksa harus dikembalikan untuk diganti

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

42

material baru sehingga pemesanan warna dan motif baru diperlukan waktu yang cukup lama karena harus memesan lagi (inden) pada pabrikan; c. Pada saat material pengganti/baru sudah datang curah hujan sangat tinggi sehingga kegiatan pabrikasi/pengelasan rangka kubah tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar : a. Menegur Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga untuk memperbaiki pengawasan dalam lingkup satuan kerjanya; b. Menarik denda sebesar Rp40.699.560,00 dari PT. CB dan menyetorkannya ke Kas Daerah.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

43

12. Pembebanan belanja hibah kepada Persatuan Sepakbola Kota Batu (Persikoba) sebesar Rp3.600.000.000,00 pada belanja bantuan sosial tidak tepat

Pemerintah Kota Batu melalui Sekretariat Daerah dalam Tahun Anggaran 2007, menganggarkan Belanja Bantuan Sosial Organisasi Kemasyarakatan pada rekening 1.20.03.00.00.5.1.5.01.01 sebesar Rp13.063.000.000,00, dan telah terealisasikan sebesar Rp10.995.704.000,00. Dari realisasi tersebut, terdapat pemberian bantuan sosial untuk Persatuan Sepakbola Kota Batu (Persikoba), baik Persikoba Senior maupun Persikoba Yunior sebesar Rp3.600.000.000,00, dengan rincian untuk Persikoba Senior sebesar Rp3.300.000.000,00, sedangkan Persikoba Yunior mendapat bantuan sebesar Rp300.000.000,00. Adapun rincian realisasi pemberian bantuan sosial tersebut, adalah sebagai berikut.
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. TANGGAL 08/02/2007 02/03/2007 14/03/2007 15/03/2007 01/05/2007 11/05/2007 24/05/2007 17/07/2007 26/12/2007 JUMLAH SP2D NOMOR 0155/II/SP2D/LS/2007 0063/III/SP2D/LS/2007 0160/III/SP2D/LS/2007 0169/III/SP2D/LS/2007 0099/V/SP2D/LS/2007 0191/V/SP2D/LS/2007 0309/V/SP2D/LS/2007 0274/VII/SP2D/LS/2007 1507/XII/SP2D/LS/2007 URAIAN Bantuan kepada Persikoba Bantuan kepada Persikoba Bantuan kepada Persikoba Bantuan kepada Persikoba Bantuan kepada Persikoba Bantuan kepada Persikoba Bantuan kepada Persikoba Bantuan kepada Persikoba Bantuan kepada Persikoba JUMLAH (Rp) 500.000.000,00 650.000.000,00 350.000.000,00 600.000.000,00 300.000.000,00 400.000.000,00 500.000.000,00 200.000.000,00 100.000.000,00 3.600.000.000,00

Realisasi pemberian bantuan sosial kemasyarakatan kepada Persikoba sebesar Rp3.600.000.000,00 membebani APBD Kota Batu karena dilakukan secara terus menerus dari tahun-tahun sebelumnya. Realisasi tersebut merupakan 32,74 % dari total Belanja Bantuan Sosial Organisasi Kemasyarakatan. Bantuan dimaksud akan lebih bermanfaat jika diberikan kepada organisasi masyarakat yang lebih memerlukan. Pembebanan pemberian bantuan kepada Persikoba tersebut tidak tepat dibebankan pada belanja bantuan sosial, karena belanja bantuan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bantuan tersebut seharusnya dibebankan pada belanja hibah, karena sudah jelas peruntukannya. Namun, belanja hibah harus disertai dengan naskah perjanjian antara yang memberi dan menerima hibah.

Kondisi ini tidak sesuai dengan: a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara, pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif,

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

44

2) Pasal 42 ayat (1) yang menyatakan bahwa belanja hibah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf d digunakan untuk menganggarkan pemberian hibah dalam bentuk uang. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menyatakan bahwa untuk yang akan datang akan memperhatikan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 dan peraturan perundang-undangan yang terkait. kepatutan.000. b. transparan. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan.transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Atas permasalahan tersebut. efisien. Hal tersebut disebabkan adanya kebijakan mantan Walikota untuk memberikan bantuan sosial tanpa memperhatikan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan daerah dan ketentuan yang berlaku. efektif.600.600. Permasalahan tersebut mengakibatkan: a. Realisasi belanja bantuan sosial disajikan lebih tinggi (overstated) sebesar Rp3. 3) Pasal 44 ayat (1) yang menyatakan bahwa belanja hibah sebagaimana dimaksud dalam pasal 42 bersifat bantuan yang tidak mengikat/tidak secara terus menerus dan harus digunakan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam naskah perjanjian hibah daerah.00. Memboroskan keuangan daerah sebesar Rp3. dan kelompok masyarakat/ perorangan yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya. serta Tim Anggaran tidak memahami penyusunan anggaran belanja hibah dan belanja bantuan sosial.000. barang dan/atau jasa kepada pemerintah atau pemerintah daerah lainnya.00 sehingga mengurangi kemampuan daerah dalam membiayai pelayanan kepada masyarakat. b. dan manfaat untuk masyarakat.000.00 dan belanja hibah disajikan lebih rendah (understated) sebesar Rp3. ekonomis.000.000.000. 4) Pasal 45 ayat (1) yang menyatakan bahwa bantuan sosial sebagaimana dimaksud dalam pasal 37 huruf e digunakan untuk menganggarkan pemberian bantuan dalam bentuk uang dan/atau barang kepada masyarakat yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 45 . pada: 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib. taat pada peraturan perundang-undangan.600.

Menegur Tim Anggaran yang dalam menyusun anggaran belanja bantuan sosial dan belanja hibah tidak mempedomani ketentuan yang berlaku. c.Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar: a. Memperingatkan merealisasikan Pengguna belanja Anggaran supaya dalam menganggarkan sepak dan bola bantuan keuangan untuk organisasi mempertimbangkan/mempedomani ketentuan yang berlaku. Menghentikan pemberian bantuan sepak bola pada Tahun Anggaran 2008 dan berikutnya. b. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 46 .

Pendapatan retribusi kesehatan dari Puskesmas digunakan langsung sebesar Rp21. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Keempat Puskesmas tersebut setelah menerima retribusi dari masyarakat.00 5. diketahui bahwa penerimaan tersebut tidak disetor keseluruhan. sebagai berikut.000.13. No 1 2 3 4 Asal Penerimaan Puskesmas Batu Puskesmas Beji Puskesmas Bumiaji Puskesmas Junrejo JUMLAH Penerimaan (Rp) 24.451.500.613. belanja daerah dan pembiayaan dianggarkan secara bruto dalam APBD. yang berasal dari Puskesmas Batu. c. Puskesmas Bumiaji dan Puskesmas Junrejo.00 Selisih (Rp) 7. pada pasal 16 ayat (3) yang menyatakan bahwa penerimaan satuan kerja perangkat daerah tidak boleh digunakan langsung untuk membiayai pengeluaran.000. Puskesmas Beji.500.000.00 21. Berdasarkan pemeriksaan terhadap laporan penerimaan pada empat puskesmas.000.00 Permasalahan di atas tidak sesuai dengan : a.00 8. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 47 .053.995.00 7.000.664. b. pada : 1) Pasal 17 ayat (3) yang menyatakan seluruh pendapatan daerah.783.00 6.455.498. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.00 27.000.500.00 12.652.500.020.00 Pada Tahun Anggaran 2007.000.00 55. 2) Pasal 59 ayat (1) yang menyatakan bahwa penerimaan SKPD yang merupakan penerimaan daerah tidak dapat dipergunakan langsung untuk pengeluaran.440.189.000. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara.691. Dinas Kesehatan menyetorkan ke Dinas Pendapatan untuk selanjutnya disetorkan ke Kas Daerah.00 17. tidak disetor langsung ke Kas Daerah tetapi disetor ke Dinas Kesehatan.012. pada : 1) Pasal 122 ayat (3) yang menyatakan bahwa penerimaan SKPD dilarang digunakan langsung untuk membiayai pengeluaran.00 77.500.691. Retribusi yang tidak disetor tersebut digunakan langsung untuk kegiatan operasional sehari-hari.237.00.500.00 1. Perhitungan penerimaan dari keempat puskesmas selama Tahun 2007 yang disetor ke Dinas Kesehatan.000. Kemudian. retribusi kesehatan yang diperoleh sebesar Rp77. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan.00 19.189.000.000.00 Disetor (Rp) 16.

Kondisi di atas disebabkan : a. Membuka peluang terjadinya penyalahgunaan atas penerimaan daerah yang tidak dilaporkan.2) Pasal 189 ayat (1) yang menyatakan bahwa Bendahara Penerimaan wajib menyelenggarakan penatausahaan terhadap seluruh penerimaan dan penyetoran atas penerimaan yang menjadi tanggung jawabnya. Kurangnya pengawasan atas penggunaan biaya operasional. Atas permasalahan di atas Kepala Dinas Kesehatan menyatakan bahwa untuk Tahun Anggaran 2008 Dinas Kesehatan akan mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2006. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 48 . SKPD tidak memahami ketentuan yang berkaitan dengan pelaporan pendapatan dan belanja. Keadaan di atas mengakibatkan: a. b. b. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar menegur secara tertulis kepada Kepala Dinas Kesehatan yang tidak mempedomani ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan penerimaan daerah. Realisasi pendapatan retribusi dan belanja barang disajikan lebih rendah (understated).

20 1. Bantuan tersebut diberikan secara proporsional kepada Partai Politik yang mendapatkan kursi di lembaga perwakilan rakyat.000.00 500. diketahui bahwa di Pemerintah Kota Batu terdapat 10 partai politik dengan 25 kursi.000. adalah sebagai berikut.000.000.000.000.000.000.00 20.000. Total Belanja Bantuan Sosial Organisasi Kemasyarakatan (1. adalah sebagai berikut.1.000. Realisasi belanja bantuan keuangan untuk masing-masing Partai Politik sesuai jumlah kursi di DPRD.00 40.000.00 20.000.00 20.000.00 20.5.000.000.00 tidak disertai dengan bukti yang lengkap.000.000.00 20.000.000.000.000.00 tidak didukung dengan bukti yang lengkap Pada Tahun Anggaran 2007.00.000. Adapun penggunaan dana yang tidak disertai dengan bukti yang lengkap untuk tiap partai politik.01.000.00 20.305.00 untuk tiap kursi.000.000.000.14.000. Pemerintah Kota Batu memberikan bantuan kepada Partai Politik sebesar Rp20.00 x 25 kursi).5.00 20. diketahui bahwa terdapat penggunaan dana bantuan keuangan sebesar Rp64.00 80. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 49 .00 20.00 Jumlah (Rp) 100.000. Hasil pemeriksaan atas realisasi Belanja Bantuan Keuangan pada Badan Kesbanglinmas.00 100.305.00 SP2D No 0189/VIII/SP2D/LS/2007 0183/VIII/SP2D/LS/2007 0185/VIII/SP2D/LS/2007 0187/VIII/SP2D/LS/2007 0190/VIII/SP2D/LS/2007 0182/VIII/SP2D/LS/2007 0186/VIII/SP2D/LS/2007 0188/VIII/SP2D/LS/2007 0184/VIII/SP2D/LS/2007 0211/XII/SP2D/LS/2007 Tgl 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 07/12/2007 Berdasarkan penelusuran atas laporan pertanggungjawaban dari tiap-tiap partai politik.000.00 20.00.03.000.00 20. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Partai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Golkar Partai Demokrat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Damai Sejahtera (PDS) PNI Marhaenisme Partai Serikat Indonesia (PSI) Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) Jumlah Perolehan Kursi 5 5 4 4 2 1 1 1 1 1 25 Bantuan (Rp) 20.000. Realisasi belanja bantuan sosial .000.000.000.01) yang diberikan kepada Partai Politik sebesar Rp500.000.000.000.000. Hal ini berdasarkan Keputusan KPU Nomor 270/101/KPU Batu/2006 tentang Perolehan Kursi Partai Politik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batu pada Pemilu Anggota Legislatif.000.000.000.00 (Rp20.000.000.000.000.000.00 20.000.00 20.00 80.00 20.Bantuan Keuangan Partai Politik sebesar Rp64.00 20.000.000.000.20.

00 tidak dapat diyakini kewajarannya.000. efisien. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 50 . Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara.000.00 2. pada: 1) Pasal 132 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah. efektif.930. b. Hal tersebut disebabkan pengawasan yang lemah dari pengurus partai dan kurangnya pemahaman bahwa setiap pengeluaran uang harus dilengkapi dengan bukti yang memadai agar pengeluaran tersebut benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. ekonomis. pasal 3 ayat (1) menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. transparan.00 375.305.305.000.100. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.00 Jumlah Penggunaan bantuan keuangan secara rinci dari tabel di atas dapat dilihat pada Lampiran 3.00 3.000. 1 2 3 4 5 Nama Partai Politik Partai Golkar Partai Demokrat Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Damai Sejahtera (PDS) PNI Marhaenisme Bukti Tidak Lengkap (Rp) 55. c.500. pada pasal 61 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. 2) Pasal 132 ayat (2) yang menyatakan bahwa bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapat pengesahan oleh pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas kebenaran material yang timbul dari penggunaan bukti dimaksud.No.000.00 64. taat pada peraturan perundang-undangan. Pengeluaran yang tidak didukung bukti memadai mengakibatkan realisasi belanja bantuan sosial sebesar Rp64.000. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.400.000. Hal tersebut tidak sesuai dengan: a.00 2.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 51 . Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar memerintahkan pengurus partai politik mempertanggungjawabkan bantuan keuangan dilampiri dengan bukti-bukti yang lengkap. hal ini dikarenakan pihak-pihak tersebut kurang proaktif dalam masalah ini.Atas permasalahan tersebut. Kepala Kesbang dan Linmas setuju jika terdapat kekurangpahaman dari Bendahara dan Ketua Parpol dalam penggunaan dan pelaporan bantuan tersebut.

Pengadaan sarana pendidikan dan sarana perpustakaan mencakup pengadaan alat peraga pendidikan.038. b. Pengadaan alat peraga pendidikan (IPBA. Pengadaan Meubelair Perpustakaan Pengadaan Sarana Pendidikan dan Sarana Perpustakaan 1. Panduan Olimpiade IPA dan Matematika. Kamus Bahasa Indonesia. Sesuai dengan kondisi sekolah yang ada. Dari hasil proposal yang dikirimkan oleh masing-masing sekolah dan survey yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan.994. buku bacaan sastra/bahasa. Atlas Propinsi + CD Interaktif. active speaker. No A Kegiatan Perpustakaan dan Meubelair (IKK Kota Batu : 1. buku pengayaan. buku panduan ICT dan buku bacaan fiksi) 3. ditentukan bahwa masing-masing sekolah penerima DAK untuk Pemerintah Kota Batu mendapatkan dana sebesar ruang perpustakaan dan mengadakan meubelair Rp269.000 190.000 ± 99. printer.000. Merehabilitasi/membangun perpustakaan. Sekolah penerima DAK diwajibkan melaksanakan semua komponen kegiatan di atas sebagai satu kesatuan yang utuh.000. CD interaktif dan alat elektronika TOTAL Biaya (Rp) 79.317) 1. dana DAK Bidang Pendidikan dikategorikan menjadi dua. Adapun kegiatannya meliputi dua komponen. Rehabiliatasi/Pembangunan Ruang Perpustakaan 2.000 100 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 52 .000 ± 28.000.399. Sains. dengan rincian sebagai berikut. Peningkatan Mutu. Pengadaan buku referensi (Fisika. Ensiklopedia Matematika dan Ensiklopedia IPTEK).000. Rehabilitasi dan Peningkatan Mutu. Sesuai dengan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Penjabarannya.000.020.000. yaitu : a.000. Pemerintah Kota Batu mendapatkan DAK bidang pendidikan untuk kategori II karena pada kategori ini diperuntukkan bagi Kabupaten/Kota atau sekolah yang sudah tidak memerlukan lagi program rehabilitasi sekolah. buku bacaan budi pekerti. Kit Matematika.000 269. maka ditetapkan sebanyak 37 sekolah sebagai penerima dana DAK tersebut.000 69. b. IPS. Pada Tahun Anggaran 2007 ini. buku pengayaan jenis pengetahuan (panduan anti narkoba. UPS. Pengadaan komputer.000 10.020.00 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak tepat Pada Tahun Anggaran 2007. Pengadaan buku pengayaan jenis keterampilan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari dana APBN.020.15.000 % 24 B 76 ± 36. dan sarana multimedia serta alat elektronika. yaitu : a. KIT IPA dan KIT Bahasa Inggris). 2.020. Bahasa Indonesia.000 ± 27. buku referensi.00. Pembebanan Belanja Modal Peralatan dan Mesin dan Belanja Modal Aset Lainnya pada Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp7. 4.

diketahui bahwa anggaran alokasi dana DAK sebesar Rp9.01.perpustakaan) Meubelair Alat Peraga Komputer Wireless SS Buku Pengayaan Buku Referensi Sisa Dana TOTAL Klasifikasi Akun Pada Neraca Gedung dan Bangunan Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Aktiva Tetap Lainnya Aktiva Tetap Lainnya Jumlah (Rp) 2.188 387.953.366.41.00 (realisasi 100%) untuk Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/ Pembelian Gedung Kantor. No 1 2 3 4 5 6 7 8 Penggunaan Dana Fisik (pemb.750 12.553.000.16.894. pada pasal 3 ayat (1) yang menyebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib.26. taat pada peraturan perundang-undangan.740.000 1.740.740.953.000.000 Dari tabel di atas.733. Hasil pemeriksaan atas Surat Pertanggungjawaban (SPJ) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.100 1.288. yaitu Pembangunan Gedung Perpustakaan dan Kelengkapannya (kode rekening 1. ekonomis.958.01). diketahui bahwa tidak semua DAK dialokasikan untuk Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Gedung Kantor. digunakan untuk Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Gedung Kantor. efisien. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.5.Berdasarkan hasil pemeriksaan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. efektif.020.088. dan sebesar Rp995.000 3. Permasalahan tersebut tidak sesuai dengan: a.000.000. Penelusuran lebih lanjut atas SPJ pada masing-masing penerima DAK.3.684.2.00 (Rp269.000 580. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.126. diketahui bahwa dana DAK telah direalisasikan sebesar Rp9.000. diketahui bahwa penggunaan dana untuk 37 sekolah dialokasikan sebagai berikut.748.953. b.000.374.802.800 370.00 (10%) berasal dari dana APBD.01.423. dengan rincian sebesar Rp8. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara.00 x 37 sekolah). pada : 1) Pasal 53 ayat (1) yang menyatakan bahwa belanja modal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 huruf c digunakan untuk pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian/pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari 12 (duabelas) bulan untuk digunakan PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 53 .162 9.00 (90%) berasal dari dana APBN.

dan aset tetap lainnya.928. gedung dan bangunan.553.288.dalam kegiatan pemerintahan.00).800.733. irigasi dan jaringan. peralatan dan mesin.953. 2) Lampiran A.000.00+Rp1.772.740. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar memerintahkan Tim Anggaran supaya dalam menyusun Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) mengelompokkan Belanja Modal sesuai dengan klasifikasinya.00).627.000.00+Rp387. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 54 .100.750.994. c.188.748.00 (Rp3.000.00 (Rp9.00-Rp2.065.000.126.00-Rp12.423. Masalah di atas disebabkan Tim Anggaran kurang memahami penyusunan anggaran terutama dalam pengelompokan Belanja Modal Gedung dan Bangunan.088.188.162. b.802.000+Rp580. Keadaan tersebut mengakibatkan : a.894.850. Kepala Bagian Keuangan akan memperhatikan dan selanjutnya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan koreksi sesuai dengan pengelompokannya di neraca. Belanja modal gedung dan bangunan disajikan lebih tinggi (overstated) sebesar Rp7.399.038.VIII tentang kode rekening belanja daerah. Atas permasalahan tersebut. Belanja modal aset tetap lainnya disajikan lebih rendah (understated) sebesar Rp4.00 (Rp370.684. jalan.00+Rp1.00). Belanja modal peralatan dan mesin disajikan lebih rendah (understated) sebesar Rp2. seperti dalam bentuk tanah. Belanja Modal Peralatan dan Mesin Belanja Modal Aset Tetap Lainnya.

000 4. juga aktiva yang hilang.000 64.000 1. Aset Peralatan dan Mesin yang rusak dan hilang belum dilakukan penghapusan minimal senilai Rp722. belum pernah melakukan cek fisik pada barang-barang yang berada pada tiap satuan kerja.000 300.650.000 265.500.000 1.700.000 8.000 4.500.000 2.000 5.000 1.359. 5.000. No.430.720 4.000 610. semua hanya berdasarkan pada laporan dari Satuan Kerja.16. diketahui bahwa terdapat aktiva yang rusak berat dan tidak bisa digunakan lagi.000 4. Unit Kerja Bagian Ekbang Bagian Pemerintahan Nama Barang Almari berkas Almari papan geser Printer Printer Kompor gas Wastafel Kompor gas Monitor Monitor Container Container Container HT Kenwood Jas hujantebal/ Mantel tebal Toyota Pick Up (R4) Kereta gerobak sampah Armroll Isuzu Printer Printer Printer Komputer + printer Suzuki Carry Tandon air Komputer Printer Brankas Kursi dan meja tamu Kursi lipat Kursi pimpinan Kursi tunggu Kotak pengaduan Sepeda Motor (Yamaha RXS)-2003 Tahun 2004 2002 2003 2005 2003 1998 2003 2003 2004 2003 2004 2005 2003 2006 1982 2003 1998 2002 2002 2002 2003 2002 2003 2002 2004 2003 2001 2004 2004 2004 2004 1996 Jml 4 1 2 2 1 1 1 1 1 2 19 2 5 10 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 5 1 1 40 1 2 1 1 Rusak berat (Rp) 19. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kec Bumiaji 12. semua sudah dilampiri dengan bukti lapor dari kepolisian setempat. Bagian Perlengkapan selaku pengelola aset.000.660. Kec Junrejo PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 55 . 2.660.000 7.000 1.000 1.000 250.348.000.250. Dinas Pariwisata Dinas Pendapatan 10.000.018 7.000 200. Sedangkan untuk aktiva yang hilang. 4. Bagian Perlengkapan Cabang Dinas Pendidikan Batu Dinas Infokom & Perpustakaan 6.000 Hilang (Rp) 3.000 754.957.200.000 2.000 70. Dinas Kebersihan dan Pertamanan 1.100.000 1.000 31. 11. Dinas Kesehatan 9. sehingga tidak mengetahui secara pasti barang-barang yang rusak. 1.920.000 200.000 150.000.000 785.600.560 4.100. 9.000.000.00 Pemeriksaan atas laporan aktiva dari beberapa Satuan Kerja.000 28.100.550 3.980.000.

Indonesia Buku IPA Buku Matematika Mesin ketik Almari Meja guru Kursi guru Radio tape Papan tulis Dispenser Gitar Mobil-Suzuki ST.000 150.000 5.000 250.000 750. 28.000 350.000 200.000 15.200. dan Surat Tanda Bukti Lapor Nomor STP/30/X/2006/POLSEK untuk mobil yang hilang.300.000. sedangkan untuk HT merk Kenwood type 234 Nomor seri 50800157 telah dilaporkan PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 56 . 21.000 13.100 Rusak berat (Rp) 13.000 800.000 1.000 Penanggung jawab masing-masing aktiva.000 2.000 100.000 1.000 13.895.250.000 300. SDN Temas 3 26. telah melaporkan aset yang hilang kepada kepolisian setempat pada saat peristiwa tersebut terjadi.500 795.290.125. Unit Kerja Puskesmas Batu Nama Barang Meja tulis Jak roll Almari obat Freezer PCW 20 EK Refrigerator RCW 50 EK Tahun 2004 2004 2004 1988 2001 1992 2002 2000 1992 2000 1998 1985 1985 1999 1993 1981 1997 1990 1984 2004 2002 2000 1975 1995 1985 1998 1990 1990 1990 1990 1985 1985 1988 2004 2004 2004 2001 1990 2004 1989 2002 Jml 9 11 12 1 1 1 7 1 1 1 50 1 1 43 21 25 10 1 1 1 1 102 1 1 1 1 4 1 1 1 1 1 1 9 11 12 1 10 1 1 1 478 14.200. SDN Torongrejo 2 SMK Negeri 3 Departemen Agama JUMLAH Mesin ketik Meja tulis guru Almari piala Almari kantor Alat olah raga Bangku sekolah Piano Organ/Electone Meja murid Kursi murid Bangku murid Bangku murid Mesin ketik manual Mesin ketik Printer Komputer Bangku sekolah Rak buku Tape recorder Kakulator Jam dinding Microfon Salon Tape deck Buku Bhs.000 589.500. SDN Ngaglik 4 19.000 450.000 15.680.No.348 136.000 250.000. 15.032. 27.000 300.277.000 13.000 7. 23. 13. 22. dibuktikan dengan Surat Tanda Bukti Lapor Nomor K/LP/032/III/2003/BLB untuk sepeda motor.000 200.250.000 4.000 300.000 1.000 250.000 2.500.200. SDN Pesanggrahan 1 SDN Sidomulyo 3 SDN Sisir 3 SDN Sisir 5 SDN Sumberejo 1 SDN Sumberejo 2 25.000 1.000 300.200. 20.500. SDN Gunungsari 1 SDN Ngaglik 2 18.000 140.000 40.000 400. Hal ini.000 500.000 15.050.000 6.000 Hilang (Rp) 66.250. 17.000 7. 24.000 400.000 1. SDN Bulukerto 2 SDN Giripurno 1 16.

dan Catatan atas Laporan Keuangan. dan apabila pengujian dilakukan lebih dari sekali oleh pihak yang berbeda. (b) Dapat Diverifikasi (verifiability) Informasi yang disajikan Dalam laporan keuangan dapat diuji. transparan. (c) Netratitas Informasi diarahkan pada kebutuhan umum dan tidak berpihak pada kebutuhan pihak tertentu. Ketidakpastian seperti itu diakui dengan mengungkapkan hakikat serta tingkatnya dengan menggunakan pertimbangan sehat dalam penyusunan laporan keuangan. tetapi jika hakikat atau penyajiannya tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan. taat pada peraturan perundang-undangan. pada pasal 3 ayat (1) yang menyebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. ekonomis. b) Paragraf 51 yang menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan dengan wajar Laporan Realisasi Anggaran. menyajikan setiap fakta secara jujur. Neraca. efisien. serta dapat diverifikasi. pada: 1) Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan: a) Paragraf 35 menyatakan bahwa informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: a.oleh Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Batu dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Kehilangan Barang/Surat No. efektif. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Informasi yang andal memenuhi karakteristik: (a) Penyajian Jujur Informasi menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan.POL: LP/KH/1463/XII/2004/POLSEK. Pertimbangan PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 57 . c) Paragraf 52 yang menyatakan bahwa faktor pertimbangan sehat bagi penyusun laporan keuangan diperlukan ketika menghadapi ketidakpastian peristiwa dan keadaan tertentu. hasilnya tetap menunjukkan simpulan yang tidak berbeda jauh. b. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. Informasi mungkin relevan. Laporan Arus Kas.

terjadi pemusnahan atau karena sebab-sebab lain. penggunaan pertimbangan sehat tidak memperkenankan. pembentukan cadangan tersembunyi. atau sengaja mencatat kewajiban atau belanja yang terlampau tinggi. Hal ini mengakibatkan penyajian aset peralatan dan mesin senilai Rp722.957. sengaja menetapkan aset atau pendapatan yang terlampau rendah.348. misalnya. serta dapat diukur dalam satuan uang. 2) PSAP 07 a) Definisi aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh. Namun demikian. pada bab XI: 1) Pasal 53 butir b yang menyatakan bahwa penghapusan barang milik daerah meliputi penghapusan dari Daftar Barang Milik Daerah. termasuk sumber daya nonkeuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. sehingga laporan keuangan menjadi tidak netral dan tidak andal.00 tidak wajar. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 58 . b) Aset tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum Biaya perolehan adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diberikan untuk memperoleh suatu aset pada saat perolehan atau konstruksi sampai dengan aset tersebut dalam kondisi dan tempat yang siap untuk dipergunakan. 2) Pasal 54 ayat (2) yang menyatakan bahwa penghapusan barang milik daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 53 (b) dilakukan dalam hal barang milik daerah dimaksud sudah beralih kepemilikannya. 3) Pasal 54 ayat (3) yang menyatakan bahwa penghapusan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan dengan Keputusan Kepala Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. c. baik oleh pemerintah maupun masyarakat.sehat mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan prakiraan dalam kondisi ketidakpastian sehingga aset atau pendapatan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban tidak dinyatakan terlalu rendah.

c. Membuat Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Barang Daerah. Menegur secara tertulis Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (MP-TPTGR).Permasalahan tersebut disebabkan Kepala Dinas terkait belum mengajukan Surat Usulan Penghapusan barang daerah yang hilang kepada Bagian Perlengkapan. Atas permasalahan tersebut. Untuk barang yang hilang. Memerintahkan secara tertulis agar setiap Kepala SKPD segera mengajukan Surat Usulan Penghapusan barang daerah yang rusak dan hilang. namun untuk melakukan penghapusan belum bisa dilaksanakan karena belum ada Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Barang Daerah. Kepala Bagian Perlengkapan menjelaskan bahwa selaku pengelola aset telah melakukan pengecekan atas aktiva yang rusak. sedang dalam proses penanganan tuntutan ganti rugi oleh Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (MP-TPTGR). b. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar : a. supaya melaksanakan tugas dan fungsinya secara lebih optimal sesuai ketentuan yang berlaku. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 59 .

pada: 1) Pasal 85 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap kerugian daerah akibat kelalaian.000. Aktiva yang hilang senilai Rp72. c.680.00 belum dilakukan Tuntutan Ganti Rugi Berdasarkan pemeriksaan atas laporan aktiva yang hilang.00 Hilang tgl 19 Desember 2004 3. Departemen Agama JUMLAH Mobil N 332 KP 2002 66.000. efisien. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 60 .00 Keterangan Hilang tgl 17 Maret 2003 2.980. penyalahgunaan/pelanggaran hukum atas pengelolaan Barang Milik Daerah diselesaikan melalui tuntutan ganti rugi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. efektif. DKP HT Kenwood Type 234 2003 1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara pada pasal 59 ayat 3 yang menyatakan bahwa setiap pimpinan kementerian negara/lembaga/kepala satuan kerja perangkat daerah dapat segera melakukan tuntutan ganti rugi. pada pasal 3 ayat (1) menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 17 Tahun 2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah bab XV. setelah mengetahui bahwa dalam kementerian negara/lembaga/satuan kerja perangkat daerah yang bersangkutan terjadi kerugian akibat perbuatan dari pihak mana pun. transparan.000.000.000. b.00 Hilang tgl 18 Desember 2007 72. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. ekonomis.680. taat pada peraturan perundang-undangan.000. 2) Pasal 85 ayat (2) yang menyatakan bahwa setiap pihak yang mengakibatkan kerugian daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikenakan sanksi administratif dan/atau sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundangundangan.00 Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: a.17. Unit Kerja Kecamatan Junrejo Nama Barang Sepeda motor Nopol N 9886 FA Tahun 1996 Harga (Rp) 4. yaitu: No 1. diketahui terdapat beberapa aktiva milik Pemkot Batu yang belum dilakukan tuntutan ganti rugi oleh Majelis Pertimbangan Tuntutan Ganti Rugi hingga saat pemeriksaan berakhir.700.

Kepala Badan Pengawasan menjelaskan bahwa Badan Pengawasan (Bawas) telah melakukan pemeriksaan terhadap Sdr. Atas permasalahan tersebut. Permasalahan tersebut disebabkan lambatnya Majelis Pertimbangan Tuntutan Ganti Rugi dalam menangani kerugian daerah. Memerintahkan kepada Majelis Pertimbangan TP-TGR untuk segera memproses penyelesaian permasalahan yang mengakibatkan kerugian daerah. AS yang menghilangkan mobil Suzuki ST 100 pada tanggal 18 Desember 2007.Belum dilakukannya Tuntutan Ganti Rugi oleh Majelis Pertimbangan Tuntutan Ganti Rugi hingga saat ini. Hasil pemeriksaan ini telah disampaikan ke Walikota Batu untuk selanjutnya dapat diterbitkan tuntutan ganti rugi melalui Majelis TP-TGR. S yang menghilangkan motor Yamaha RXS pada tanggal 17 Maret 2003 dan Sdr. b. Sdr. mengakibatkan tuntutan ganti rugi barang dapat menjadi kadaluwarsa jika telah lewat lima tahun setelah akhir tahun anggaran dimana kerugian daerah itu diketahui sehingga kerugian daerah menjadi tidak tertagih. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar : a. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 61 . N yang menghilangkan HT Kenwood Type 234 saat ini sedang dalam proses pemeriksaan. Menegur Badan Pengawasan yang tidak proaktif sehingga aktiva yang hilang tidak dapat diketahui secepat mungkin.

efektif. selama Sdr. Alasan mengajukan Surat Permohonan Keringanan Ganti Rugi. Permasalahan ini tidak sesuai dengan. taat pada peraturan perundang-undangan. SK pada tanggal 19 Februari 2008 mengenai keterlambatan pengajuan Surat Permohonan Keringanan Ganti Rugi.400. karena penilaian harga mobil yang digunakan sebagai dasar penetapan ganti rugi tidak sesuai dengan kondisi mobil saat itu. diketahui bahwa Sdr. dan sudah ditetapkan nilai kerugiaannya oleh Walikota.600. diharuskan membayar ganti rugi sebesar Rp33. diketahui bahwa Keputusan Walikota mengenai Penetapan Ganti Rugi tersebut baru diterima pada bulan Mei 2007. a. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 62 . yang secara fisik kendaraan kurang baik karena pernah mengalami perbaikan body akibat kecelakaan berat. SK masih harus menyelesaikan kewajiban berkaitan dengan kasus kepegawaian yang terjadi di Pemerintah Kota Batu.18. dengan cara mengangsur sebesar Rp1. tetapi belum ada tanggapan dari Walikota. Sdr. Sesuai dengan SK Walikota Nomor 180/161/KEP/422.000. Konfirmasi dengan Sdr.00. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. SK menggunakan kendaraan dinas selalu digunakan untuk keperluan Dinas dan kepentingan stake holder pariwisata Kota Batu. Sdr. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. Sedangkan pada bulan Juni 2007. Sdr.400.013/2006 tentang Penetapan Ganti Rugi atas Kerugian terhadap hilangnya mobil dinas tersebut. SK (Kepala Bidang Pengembangan Dinas Pariwisata) sebagai penanggung jawab. namun pelaksanaan penggantian kerugian tidak sesuai ketentuan. SK baru mengangsur sekali.00.000. Pembayaran ketentuan Tuntutan Ganti Rugi sebesar Rp33. SK mengajukan Surat Permohonan Keringanan Ganti Rugi.000. yaitu pada tanggal 03 Juli 2007 sebesar Rp1. melalui Bend 17 Kasda pada Giro Umum Dinas Pemerintahan dengan Nomor rekening 0401002294. Pada tanggal 28 Juli 2007.00 tidak sesuai Pemeriksaan yang dilakukan atas aktiva yang hilang yang sudah diproses di majelis TP/TGR. Selain itu.00 per bulan selama dua tahun. Aktiva tersebut adalah sebuah mobil dinas dengan nopol N-9725-FA. transparan. Penelusuran pada Kantor Kas Daerah. pada pasal 3 ayat (1) menyebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib.600. diketahui terdapat satu kendaraan dinas Pemerintah Kota Batu yang hilang.000. ekonomis. efisien.

000.000.400. pegawai negeri sipil bukan bendahara.00 (Rp1.00 (Rp1. 2) Pasal 315 ayat (2) yang menyatakan bahwa bendahara.00.013/2006. Kepala Badan Pengawasan menjelaskan bahwa Badan Pengawas (Bawas) pernah melakukan teguran secara tertulis kepada yang bersangkutan (Sdr. Badan Pengawas Daerah tidak pernah memberikan teguran kepada Sdr. Hal ini mengakibatkan tertundanya penerimaan daerah minimal sebesar Rp18. Majelis Pertimbangan Tuntutan Ganti Rugi tidak melakukan pemantauan terhadap penyelesaian kerugian daerah. dan Tahun 2008 sebesar Rp2.400. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara pada pasal 59 ayat (2) yang menyatakan bahwa bendahara.b. SK. SK) untuk membayar ganti rugi secara mengangsur.000.00 x 11 bulan). akan diberikan lagi surat teguran secara tertulis. Masalah ini disebabkan : a. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar memerintahkan Badan Pengawas untuk menagih pembayaran ganti rugi yang telah ditetapkan berdasarkan SK Walikota Nomor 180/161/Kep/422. pada: 1) Pasal 315 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap kerugian daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. baik secara lisan maupun tertulis. b. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 63 . Selanjutnya.000. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan daerah. pegawai negeri bukan bendahara. c.400. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.200. wajib mengganti kerugian tersebut. Atas permasalahan tersebut.00 x 2 bulan).800.000. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan negara. yaitu untuk Tahun 2007 sebesar Rp15. wajib mengganti kerugian tersebut.

efisien.000.00 297. Kegiatan Inventarisasi dan Penilaian Aset Daerah Aplikasi Simbada Jumlah Nama Rekanan PT. optimal serta terpadu dalam pengelolaan keuangan.600. Penyedia jasa untuk dua kegiatan tersebut adalah sebagai berikut. Dengan rincian kegiatan Inventarisasi dan Penilaian Aset Daerah sebesar Rp48. Bagian Perlengkapan merealisasikan Belanja Modal berupa pengadaan jasa inventarisasi dan penilaian aset daerah sebesar Rp697. Pekerjaan dilaksanakan oleh pihak ketiga dengan cara lelang. yaitu kegiatan Inventarisasi dan Penilaian Aset Daerah serta kegiatan Aplikasi Simbada. yang pada akhirnya dapat digunakan.600. dilakukan pada tanggal 15 Agustus-24 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 64 .150.000.000. Selain itu.00 tidak efektif dan Aplikasi Simbada sebesar Rp248.000. termasuk menginventarisirnya secara obyektif serta terintegrasi. dan harus memunculkan nilai aktiva yang sebenarnya/wajar.00. Untuk itu. 022/2005 05 Agustus 2005 027/59/PA/422.000. Pengadaan jasa appraisal sebesar Rp351.00.19.000. diketahui bahwa terjadi kemahalan atas kegiatan tersebut sebesar Rp97. Kegiatan Inventarisasi dan Penilaian Aset Daerah (Appraisal) Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Batu agar lebih profesional dalam mengelola aset pemerintah daerah. dalam realisasinya dibagi menjadi dua kegiatan.022/2005 31 Agustus 2005 Nilai kontrak (Rp) 400. diberdayakan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan-kepentingan Pemerintah Kota Batu. dalam kegiatan ini melibatkan pihak ketiga yaitu lembaga yang independen di bidang profesi penilaian.000. 2. dan dapat memperoleh nilai wajar aset sebagai dasar penyusunan neraca awal.000.00. Sehingga nilai dari kegiatan Inventarisasi dan Penilaian Aset Daerah menjadi sebesar Rp351. maka daerah harus memperhatikan terhadap pengelolaan aset daerah. diharapkan agar seluruh aset Pemerintah Kota Batu dapat dideteksi.000.00.000.00.250.400.000.00 belum berjalan efektif Pada Tahun Anggaran 2005.000.12/05/2006 tanggal 29 Mei 2006. Kaca. Nomor / Tgl kontrak 027/05/PA/422. Pemeriksaan aset oleh pihak ketiga di lokasi.750. Salah satu cara yang efektif. Sedangkan untuk kegiatan Aplikasi Simbada sebesar Rp248.000.00. a. dalam hal ini Pemerintah Kota Batu melalui proses lelang telah menunjuk PT.00 No 1. Kegiatan inventarisasi dan penilaian aset. dirawat dan dilestarikan.250. dan kegiatan Aplikasi Simbada sebesar Rp48. K A C A PT.00 697. M C C Dari Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2005 Nomor 13/R/XIV.000.000.

Dalam penyusunan neraca. Sedangkan Bagian Keuangan dalam menyajikan nilai aset dalam neraca. Begitu juga untuk penyajian aset di tahun-tahun berikutnya. Kegiatan Aplikasi Simbada Dalam rangka mempermudah pencatatan dan pelaporan barang milik daerah. PT. mesin-mesin dan peralatannya. Dari hasil wawancara. b. Untuk penilaian bangunan-bangunan. sehingga penyusunan ini berdasarkan aset pelimpahan dari Kabupaten Malang ditambah dengan belanja modal yang direalisasikan Tahun 2003. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 65 . Dalam pengadaan kegiatan ini. menggunakan Metode Pendekatan biaya yang terdiri dari: a. Bagian Perlengkapan bekerja sama dengan pihak ketiga yaitu PT. kendaraan serta peralatan kantor digunakan Metode Biaya Pengganti Terdepresiasi.022/2005. maka Pemerintah Kota Batu menggunakan aplikasi Simbada (Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah). Untuk penilaian tanah digunakan Pendekatan Data Pasar. dan keberadaannya dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. sarana pelengkap. Aset Neraca Tahun 2005 versi bagian Perlengkapan didasarkan pada appraisal ditambah dengan pengadaan pada semester II Tahun 2005. agar bisa disajikan sebagai dasar penyajian neraca yang memenuhi ketentuan Prinsip Akuntansi yang Diterima Umum. M C C. Kegiatan ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Batu TA 2005. Kaca mengeluarkan laporan akhir dari pelaksanaan kegiatan ini. dalam penyusunan ini memang tidak dilakukan appraisal. diketahui bahwa hasil dari kegiatan ini hanya digunakan oleh Bagian Perlengkapan saja. b. Sesuai dengan kewenangannya. Data aset yang dinilai adalah data aset sampai dengan 30 Juni 2005. Dalam proses penilaian ini.September 2005. karena peranan Pusat Pengembangan Akuntansi dan Bisnis Universita Brawijaya Malang disini sebatas pada pengolahan data dan informasi yang berasal dari Pemerintah Kota Batu. Pemerintah Kota Batu bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Akuntansi dan Bisnis Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang. yaitu dengan menambah saldo aset tahun sebelumnya dengan belanja modal yang direalisasikan pada tahun tersebut. sehingga semua inventaris dapat dikelola secara efektif dan efisien. tetap menggunakan acuan neraca awal yang dibuat pertama kali pada Tahun 2003. dengan kode rekening 2 01036 3250101 1. Penyajian nilai aset pada Neraca Pemerintah Kota Batu adalah nilai aset yang diolah oleh Bagian Keuangan. dan dapat diselesaikan pada tanggal 29 Nopember 2005 sesuai dengan Berita Acara Penyerahan Kegiatan Aplikasi Simbada Pemerintah Kota Batu Nomor 027/53/BPP/422. Selanjutnya.

Pada bulan Maret 2006. Bulan Nopember 2006. Adanya perubahan kodefikasi barang membuat program pada aplikasi Simbada ini tidak sesuai lagi dengan kondisi yang ada. efektif. atas perolehan aset tetap baru. Namun. 2) Paragraf 58 menyatakan bahwa penilaian kembali atau revaluasi aset tetap pada umumnya tidak diperkenankan karena Standar Akuntansi Pemerintahan menganut penilaian aset berdasarkan biaya perolehan atau harga pertukaran. Penyimpangan dari ketentuan ini mungkin dilakukan berdasarkan ketentuan pemerintah yang berlaku secara nasional. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. ada kerusakan software. 2) Pasal 30 menyatakan bahwa untuk memudahkan pendaftaran dan pencatatan serta pelaporan barang milik daerah secara akurat dan cepat sebagaimana PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 66 . Permasalahan ini tidak sesuai dengan: a. pada PSAP 07: 1) Paragraf 28 menyatakan bahwa untuk keperluan penyusunan neraca awal suatu entitas. Pada Tahun 2007. terjadi kerusakan hardware sehingga aplikasi Simbada ini tidak dapat digunakan. b. ekonomis. dan bulan April 2006 dapat digunakan lagi setelah ada perbaikan. Sehingga. suatu entitas menggunakan biaya perolehan atau harga wajar bila biaya perolehan tidak ada.Berdasarkan hasil wawancara. c. pada: 1) Pasal 29 ayat (1) yang menyatakan bahwa laporan barang milik daerah sebagaimana dimaksud pasal 28 ayat (3) digunakan sebagai bahan untuk menyusun neraca Pemerintah Daerah. pasal 3 ayat (1) menyebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. taat pada peraturan perundang-undangan. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. biaya perolehan aset tetap yang digunakan adalah nilai wajar pada saat neraca awal tersebut disusun. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. telah dianggarkan untuk diperbaiki dan program untuk kodefikasi akan disesuaikan. hingga tanggal pemeriksaan berakhir. efisien. Untuk periode selanjutnya setelah tanggal neraca awal. transparan. diketahui bahwa penggunaan aplikasi Simbada ini kurang lebih hanya satu tahun saja dengan kronologis sebagai berikut. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Pada bulan Nopember 2005 terjadi serah terima aplikasi simbada yang kemudian dilanjutkan dengan training dalam beberapa minggu. hal ini mempersulit Bagian Perlengkapan dalam menginput data. aplikasi ini belum ada perbaikan sehingga tidak dapat digunakan.

namun software yang digunakan terjangkit virus yang mengakibatkan kerusakan sampai dua kali. Pemborosan keuangan daerah sebesar Rp351.00 atas kegiatan appraisal. sehingga pada Tahun 2005 dilaksanakan appraisal untuk mengetahui kekayaan daerah. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar memerintahkan Bagian Perlengkapan untuk segera melakukan perbaikan baik hardware maupun software pada program Simbada agar pengelolaan aset dapat berjalan dengan baik dan akurat. Pelaksanaan pengelolaan aset menjadi tidak tertib. pasal 27 dan pasal 28. dimana harga perolehannya banyak yang tidak diketahui secara pasti serta didukung oleh aparatur yang kurang menguasai. mempergunakan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (SIMBADA). Hal ini disebabkan belum adanya pemahaman dari pejabat-pejabat yang terkait tentang pentingnya pengelolaan barang milik daerah termasuk di dalamnya pencatatan dan pelaporan.dimaksud dalam pasal 2.600.000. Kepala Bagian Perlengkapan menjelaskan bahwa kegiatan inventarisasi dilakukan karena sebagian besar aset merupakan hasil penyerahan dari Kabupaten Malang. dan hasil appraisal sudah disampaikan kepada Bagian Keuangan. Kerusakan tersebut sudah diperbaiki namun belum bisa memberikan hasil yang optimal karena adanya perubahan aturan dan kode barang. Kondisi di atas mengakibatkan: a. Atas permasalahan tersebut. Untuk kegiatan Simbada sudah dilaksanakan sesuai tujuan yang telah ditetapkan. b. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 67 .

Bumiaji (2006) Desa Giripurno Kec. diketahui bahwa aset tanah belum seluruhnya bersertifikat atas nama Pemerintah Kota Batu.530.240 1. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot. Abdul Gani Atas Kel.000 Petok D 4258 16/11/1987 50 Total Petok D 8 Kec. Diantaranya adalah tanah pengadaan Tahun 2005. Sisir Kec. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot.000.750. Batu (2005) SHGB 917 23/07/2003 41. sumber Brantas Kec.850 376.000. Bumiaji (2006) Kel.887. 2006 dan 2007.530. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot.600.20. Junrejo (2005) Petok D 250 75. Sisir dan Kel.140 407.000 Perluasan Pembangunan Masjid An Nur PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 68 .000 Pembangunan TPA Pembanguna limbah tahu Perluasan pembangunan Masjid An-Nur Batu Petok D 1. Batu (2007) 355 2. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot.000. Batu (2006) Kel.000. Batu (2007) Kel.000 13 SHM 1374 22/04/1981 98 931. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot.000. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot.324.340 1. Aset Tanah sebesar Rp9.000 Pembangunan Kantor IPHI Kota Batu Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot karena anggaran sertifikasi belum dianggarkan dalam tahun ybs.000. Junrejo 3 4 5 6 7 Kel.300 192.000. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot.567. Kec. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot. dengan rincian sebagai berikut.000 225. 1 Desa Punten Kec. 355 200.Sidomulyo Kec.000 12 SHM 337 318 26/07/1984 11/10/2001 655 750. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot. Bumiaji Bengkok (2006) Total Tanah Bengkok Desa Oro-oro Ombo Kec. Batu (2006) Bendo ds.000 Pembangunan pasar hewan dan rumah potong hewan Pembangunan Kantor Kimpraswil Laboratorium Dinas KLH Pembangunan Kantor Kec.000 2. Bumiaji 10 SHM 162 25/04/1988 4. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot.000 Pembangunan Kantor Koramil dan KUA kec. Bumiaji Keterangan Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot karena anggaran sertifikasi belum dianggarkan dalam tahun ybs Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot karena anggaran sertifikasi belum dianggarkan dalam tahun ybs.861.035 1. Batu (2007) Jl.000 700.000 Petok D 8.125. Temas (2005) Ngesong. Sisir Kec.000.000. Temas.000 Total SHGB 9 Desa Punten Tanah Kec.000 2 Petok D 250 500 137.865.000 200.00 belum bersertifikat atas nama Pemerintah Kota Batu Berdasarkan hasil pemeriksaan atas aset tanah. Sisir dan Temas PDAM Kota Batu Petok D 20. Urut Lokasi Hak Sertifikat Nomor Tanggal Luas 2 (M ) Harga Perolehan Penggunaan Pembangunan Kantor Polsek Kec. Ngaglik Kec.000 Pembangunan jalan di Kel.000 225.000 11 SHM 98 08/08/1981 2. Bumiaji (2005) Desa Junrejo Kec.589.481. No. Batu (2007) Petok D 10.

Daftar aset tanah yang belum bersertifikat tersebut.317 549. Batu (2007) Total SHM Grand Total SHM 1479 1480 06/09/2004 06/09/2004 432 848 Perluasan Pembangunan Masjid An-Nur Batu Perkantoran Pemkot Batu Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot. dan perbedaan ini sulit ditelusuri. yang memberi wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberiannya oleh pejabat yang berwenang memberikannya atau dalam perjanjian dengan pemilik tanahnya. d.000 15 16 Jl.000. Mustari Kel.315. Sisir Kec. yang bukan perjanjian sewa-menyewa atau perjanjian pengolahan tanah. 1.794.861.324. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara pada pasal 49 ayat (1) yang menyatakan bahwa barang milik negara/daerah yang berupa tanah yang dikuasai pemerintah pusat/daerah harus disertifikatkan atas nama Pemerintah Republik Indonesia/Pemerintah Daerah yang bersangkutan. belum termasuk aset tanah hasil pelimpahan dari Pemerintah Kabupaten Malang. pada pasal 41 ayat (1) yang menyatakan bahwa hak pakai adalah hak untuk menggunakan dan/atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh Negara atau tanah milik orang lain. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah.125 Rumah Sekda Batu dinas Kota Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tanggal 14 Maret 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.14 Kel.622 52. c. Batu (2007) Jl. segala sesuatu asal tidak bertentangan dengan jiwa dan ketentuan-ketentuan Undang-Undang ini. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tanggal 24 September 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. b. dikarenakan terdapat perbedaan data aset tanah antara Bagian Keuangan dan Bagian Perlengkapan. Songgokerto Kec. pada : PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 69 . Trunojoyo Kel.912.548. Batu (2007) SHM 143 09/09/1974 83 930.100. pada pasal 33 ayat (1) yang menyatakan bahwa barang milik negara/daerah berupa Tanah harus disertifikatkan atas nama Pemerintah Republik Indonesia/Pemerintah Daerah. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: a.125 9.125 7.000 SHM 3369 20/08/1984 231 8. Sisir Kec.

Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar : a. dan fungsi antara Bagian Perlengkapan. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 70 . Meningkatkan koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memperlancar pemrosesan sertifikat tanah milik Pemerintah Kota Batu. KUA Junrejo serta Kantor Depag Kota Batu. Keterbatasan anggaran untuk mensertifikatkan aset tanah dan bangunan atas nama Pemerintah Kota Batu. pokok. untuk Kantor Koramil. melainkan menjadi tugas dan wewenang Bagian Perlengkapan.1) Pasal 45 ayat (1) yang menyebutkan bahwa pengelola. proses sertifikasi ke BPN belum ditindaklanjuti karena masih dalam proses pemecahan petok-D. b. b. Hal tersebut disebabkan: a. Atas permasalahan tersebut. karena proses sertifikasinya bukan menjadi kewenangan Dinas Pertanahan. Untuk pengadaan tanah yang dipergunakan untuk pembangunan Kantor Polsek Bumiaji. antara lain meliputi kegiatan melengkapi bukti status kepemilikan. 2) Pasal 45 ayat (2) huruf d yang menyebutkan bahwa pengamanan barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pengamanan hukum. belum dilakukan sertifikasi ke BPN karena kegiatan ini baru dianggarkan pada Tahun Anggaran 2008. 3) Pasal 46 ayat (1) yang menyebutkan bahwa barang milik daerah berupa tanah harus disertifikatkan atas nama Pemerintah Daerah. Hal tersebut mengakibatkan melemahkan posisi Pemerintah Kota Batu. Barkaitan dengan aset yang berasal dari pelimpahan Kabupaten Malang yang belum disertifikasi hak pakai atas nama Pemkot Batu. jika terjadi sengketa kepemilikan tanah. Bagian Pemerintahan dan satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kota Batu mengenai sertifikasi. Menegur Tim Anggaran supaya memasukkan biaya seritifikasi hak pakai dalam APBD 2008 untuk aset tanah-tanah yang belum mempunyai sertifikat atas nama Pemerintah Kota Batu. Sedangkan pengadaan tanah untuk pembangunan jalan di Kelurahan Sisir dan Temas. Adanya tumpang tindih tugas. Kepala Dinas Pertanahan menjelaskan bahwa masih dalam proses sertifikasi hak pakai atas nama Pemkot Batu. pengguna dan/atau kuasa pengguna wajib melakukan pengamanan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya.

000.000. Hal ini. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Partai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Golkar Partai Demokrat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Damai Sejahtera (PDS) PNI Marhaenisme Partai Serikat Indonesia (PSI) Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) Jumlah Peroleha n Kursi 5 5 4 4 2 1 1 1 1 1 25 Bantuan per kursi (Rp) 20.000.000. adalah sebagai berikut.00 100.000.1.00 20.000. Total Belanja Bantuan Sosial Organisasi Kemasyarakatan (1.000.000. diketahui bahwa terdapat 10 partai politik dengan 25 kursi.000. Bantuan tersebut diberikan secara proporsional kepada Partai Politik yang mendapatkan kursi di lembaga perwakilan rakyat.000.000.000.21.100.000.00 tidak tepat peruntukannya.000.03.00 20.000.680.00 tidak tepat peruntukannya Pada Tahun Anggaran 2007.000. adalah sebagai berikut.00 20.20 1.20.000.000.000.00 40.000. Hasil pemeriksaan atas realisasi Belanja Bantuan Keuangan pada Badan Kesbanglinmas.00.000.000.01.00 20.000.000.00 SP2D No 0189/VIII/SP2D/LS/2007 0183/VIII/SP2D/LS/2007 0185/VIII/SP2D/LS/2007 0187/VIII/SP2D/LS/2007 0190/VIII/SP2D/LS/2007 0182/VIII/SP2D/LS/2007 0186/VIII/SP2D/LS/2007 0188/VIII/SP2D/LS/2007 0184/VIII/SP2D/LS/2007 0211/XII/SP2D/LS/2007 Tgl 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 07/12/2007 Berdasarkan penelusuran atas Laporan Pertanggungjawaban dari tiap-tiap Partai Politik.000. diketahui bahwa terdapat penggunaan dana bantuan keuangan sebesar Rp97.00 500.000.680.00 20.00 x 25 kursi).000.000. Penggunaan Bantuan Keuangan oleh Partai Politik sebesar Rp97.000.000. Adapun penggunaan dana yang tidak sesuai dengan ketentuan untuk tiap Partai Politik.000.000.000.00 20.000.000.00 20.000. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 71 . berdasarkan Keputusan KPU Nomor 270/101/KPU Batu/2006 tentang Perolehan Kursi Partai Politik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batu pada Pemilu Anggota Legislatif.000.01) yang diberikan kepada Partai Politik sebesar Rp500.000.000.00 80.00.00 20.00 Jumlah (Rp) 100.00 20.00 untuk tiap kursi.000.00 20.000.000.000.000.000.100.00 20.00 20.000.00 20.000.00 20.00 80.00 (Rp20.5. Pemerintah Kota Batu memberikan bantuan kepada Partai Politik sebesar Rp20. Realisasi belanja bantuan keuangan untuk masing-masing Partai Politik sesuai jumlah kursi di DPRD.5.000.

pemeliharaan gedung. dalam Lampiran III disebutkan penggunaannya untuk honorarium. transparan. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2002 tanggal 27 Desember 2002 tentang Partai Politik.00 97. serta terbuka untuk diketahui oleh masyarakat dan pemerintah. taat pada peraturan perundang-undangan.000.000. uang lembur. pemeliharaan data dan arsip.00 Penggunaan bantuan keuangan secara rinci dari tabel di atas dapat dilihat pada Lampiran 4. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. pos dan giro.500.No. pasal 3 ayat (1) menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib.800. dalam pasal 9 huruf h yang menyatakan bahwa partai politik berkewajiban membuat pembukuan.100. 1 2 3 4 5 6 7 Nama Partai Politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Demokrat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Damai Sejahtera (PDS) PNI Marhaenisme Jumlah Tidak Sesuai Peruntukkannya (Rp) 41. Hal tersebut tidak sesuai dengan: a.00 5. Pemerintah memberikan Bantuan Keuangan kepada partai politik. dalam pasal 2 ayat (1) yang menyatakan bahwa untuk membantu kegiatan dan kelancaran administrasi dan/atau sekretariat partai politik. administrasi umum. Hal tersebut mengakibatkan tujuan pemberian bantuan kepada Partai Politik tidak sepenuhnya tercapai dan tidak dapat diyakini kebenarannya. d. langganan daya dan jasa.00 927.000.00 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2006 tanggal 19 Juli 2006 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2005 tentang Pedoman Pengajuan.600. ekonomis. mesin tik.00 24. Penyerahan dan Laporan Penggunaan Bantuan Keuangan kepada Partai Politik. efektif.000. biaya perjalanan. b. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 72 .323.00 1.700. dan meubelair kantor.000.00 10. c. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2005 tanggal 29 Juli 2005 tentang Bantuan Keuangan Partai Politik.895.200.834. efisien. memelihara daftar penyumbang dan jumlah sumbangan yang diterima. komputer.680. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara.

Pemberian bantuan kepada organisasi masyarakat tersebut disebabkan kurang pahamnya Bendahara dan Ketua Partai Politik dalam menggunakan bantuan keuangan sesuai ketentuan. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 73 . Atas permasalahan tersebut. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar memerintahkan Sekretariat DPC Parpol Penerima Bantuan mempertanggung jawabkan bantuan yang diterima sesuai ketentuan yang berlaku. Kepala Kesbang dan Linmas setuju jika terdapat kekurangpahaman dari Bendahara dan Ketua Parpol dalam penggunaan dan pelaporan bantuan tersebut. hal ini dikarenakan pihak-pihak tersebut kurang proaktif dalam masalah ini.

55 61.54 243.39 belum disetor ke Kas Daerah Bendahara Pengeluaran di semua SKPD selama TA 2007 menerima dan menampung pencairan dana dari BUD melalui rekening tabungan.433. Rekening giro digunakan untuk menampung dana belanja pegawai.42 1. dan rekening giro di Bank Jatim.481.588.00 230. diketahui bahwa untuk bunga bank sampai Tahun Anggaran 2007 berakhir.538. belum disetor ke Kas Daerah. Dalam rekening giro dan tabungan tersebut.31 127.626. sedangkan rekening tabungan digunakan untuk menampung dana selain belanja pegawai.375.47 89.612. Rekening Tabungan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 SKPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Kesehatan Dinas Permukiman dan Bina Marga Dinas Pendapatan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Dinas Pertanahan Dinas Capil dan Naker Dinas Infokom dan Perpustakaan Dinas Pertanian Dinas Sumber Daya Air Dinas Pariwisata Dinas Perindustrian dan Perdagangan Badan KB&Kesos Badan Kesatuan Bangsa dan Linmas Badan Pengawas Daerah Bapeko Sekretariat Daerah Bagian Kesejahteraan Sekretariat Dewan Kecamatan Batu Kecamatan Junrejo Kantor Satpol PP Kantor Koperasi dan UKM Kantor Perhubungan Kantor Pemberdayaan Masyarakat JUMLAH Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Bunga Bank 380. Perhitungan bunga bank setelah dikurangi dengan biaya administrasi dan pajak.00 153.00 110.00 183. Berdasarkan pemeriksaan terhadap rekening tabungan dan rekening giro.55 96.41 415.28 7.045.474.43 230.420.00 195.143.498.507.492.24 53.614.305.15 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 74 . adalah sebagai berikut. a. yang belum disetor oleh Bendahara Pengeluaran SKPD per 31 Desember 2007.820.467.02 293.914.602.35 157.88 216.91 270.187.126.024.085.67 265.175.28 198.05 201.894. terdapat penambahan bunga bank dan pengurangan untuk biaya administrasi bank dan pajak bunga bank.504.22.66 511.18 530. Bunga Tabungan di Bendahara Pengeluaran sebesar Rp12.821.948.277.95 73.816.00 376.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. pada: 1) Pasal 59 ayat (2) yang menyatakan bahwa penerimaan bunga. pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. Atas`permasalahan tersebut. Rekening giro No 1 SKPD Kantor Perhubungan JUMLAH Rp Rp Bunga Bank 4. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.786. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. pasal 129 yang antara lain menyatakan bahwa pendapatan bunga. dan bunga sudah disetorkan kembali ke rekening Bend-17 pada tanggal 5 Maret 2008. b.409. jasa giro atau pendapatan lain sebagai akibat penyimpanan dana anggaran pada bank merupakan pendapatan daerah.024. bahwa sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 belum menyetorkan bunga bank dan akhirnya disetorkan ke Kasda pada tanggal 5 Maret 2008.786. atau penerimaan lain sebagai akibat penyimpanan dana anggaran pada bank merupakan pendapatan daerah. Sedangkan Kepala Dinas Pendapatan menyatakan. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan menyatakan bahwa belum disetornya bunga bank atas rekening tabungan Bendahara Pengeluaran disebabkan karena seluruh SKPD pada Tahun Anggaran 2007 masih menunggu petunjuk dari Bagian Keuangan Sekda. taat pada peraturan perundang-undangan. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. c. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 75 . efisien. efektif.602. Kondisi di atas disebabkan Bendahara Pengeluaran kurang memahami ketentuan yang berkaitan dengan bunga bank.24 4.b. Permasalahan di atas mengakibatkan penerimaan daerah tertunda sebesar Rp12. jasa giro.409. 2) Pasal 59 ayat (3) yang menyatakan bahwa semua penerimaan daerah apabila berbentuk uang harus segera disetor ke kas umum daerah. ekonomis.39.24 Kondisi di atas tidak sesuai dengan : a.

Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar menegur secara tertulis kepada para Pengguna Anggaran yang tidak menyetorkan seluruh pendapatan bunga bank yang terdapat pada rekening Bendahara Pengeluaran.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

76

23. Saldo Kas di Brankas Bendahara Penerimaan Dinas Kesehatan tidak disertai pencatatan yang memadai

Berdasarkan pemeriksaan terhadap Buku Kas Umum (BKU) dan hasil cash opname tanggal 8 Febuari 2008 pada Bendahara Penerimaan Dinas Kesehatan, diketahui bahwa terdapat selisih saldo kas antara pencatatan penerimaan dalam Buku Kas Umum dengan saldo kas yang ada di brankas. Saldo kas sesuai BKU adalah sebesar Rp1.870.500,00, sedangkan sisa kas yang ada di brankas sebesar Rp18.921.700,00, sehingga terdapat selisih lebih sebesar Rp17.051.200,00. Pada saat dilakukan konfirmasi, Bendahara Penerimaan menyatakan bahwa selisih lebih kas tersebut terdiri dari gaji karyawan yang belum diambil sebesar Rp455.300,00, dan pinjaman karyawan yang dipotong langsung dari gaji sebesar Rp16.595.900,00. Untuk pinjaman karyawan yang dipotong langsung dari gaji, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap catatan Bendahara Penerimaan, ternyata tidak sesuai dengan jumlah yang ada di brankas. Dari catatan Bendahara Penerimaan, jumlah potongan gaji sebesar Rp92.385.550,00.

Keadaan di atas tidak sesuai dengan : a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara, dalam pasal 3 ayat (1) disebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan; b. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, pada : 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efektif, efisien, ekonomis, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan, kepatutan, dan manfaat untuk masyarakat; 2) Pasal 4 ayat (2) yang menyatakan bahwa secara tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah bahwa keuangan daerah dikelola secara tepat waktu dan tepat guna yang didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan; 3) Pasal 184 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran, bendahara penerimaan/pengeluaran dan orang atau badan yang menerima atau menguasai uang/barang/kekayaan daerah wajib

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

77

menyelenggarakan undangan.

penatausahaan

sesuai

dengan

peraturan

perundang-

4) Pasal 184 ayat (2) yang menyatakan bahwa pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar penerimaan dan/atau pengeluaran atas pelaksanaan APBD bertanggung jawab terhadap kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud.

Permasalahan di atas mengakibatkan tidak ada kejelasan antara uang yang masih harus dipertanggungjawabkan dengan uang milik pihak ketiga.

Kondisi di atas disebabkan Bendahara Penerimaan tidak membuat Berita Acara Penitipan atas uang-uang yang dititipkan kepadanya.

Atas permasalahan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan menyatakan bahwa jumlah catatan potongan gaji di Bendahara Penerimaan bukan sebesar

Rp92.385.550,00, melainkan sebesar Rp89.564.100,00.

Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar menegur secara tertulis Pengguna Anggaran yang tidak meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan penerimaan daerah.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

78

24. Sisa Uang Kas pada Rekening Bendahara Pengeluaran Kantor Perhubungan belum dipindahbukukan ke Kas Daerah

Pengelolaan kas di Pemerintah Kota Batu oleh Bendahara Pengeluaran pada masing-masing Satuan Kerja, dilakukan melalui rekening tabungan dan rekening giro. Rekening tabungan dan rekening giro tersebut atas nama Satuan Kerja cq nama Bendahara Pengeluaran. Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik terhadap rekening tabungan dan rekening giro yang dimiliki Bendahara Pengeluaran, diketahui bahwa terdapat sisa kas sebesar Rp106.015.573,89 pada rekening giro Bendahara Pengeluaran Kantor Perhubungan. Seharusnya, rekening giro tersebut pada akhir Desember 2007 bersaldo nihil karena hanya digunakan untuk transaksi gaji. Sesuai hasil konfirmasi dengan Bendahara Pengeluaran Kantor Perhubungan, dinyatakan bahwa sisa kas tersebut merupakan akumulasi sisa kas pada tahun-tahun sebelumnya. Hasil penelitian lebih lanjut terhadap rekening Bendahara Pengeluaran, menunjukkan bahwa pada 1 Januari 2007 terdapat saldo awal sebesar Rp106.015.573,89.

Kondisi di atas tidak sesuai dengan: a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara, pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan; b. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, pada : 1) Pasal 220 ayat (1) yang menyatakan bahwa bendahara pengeluaran secara administratif wajib mempertanggungjawabkan penggunaan uang persediaan/ ganti uang persediaan/tambah uang persediaan kepada kepala SKPD melalui PPK-SKPD paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya; 2) Pasal 220 ayat 8 yang pada menyatakan akhir tahun bahwa anggaran, untuk tertib laporan

pertanggungjawaban

pertanggungjawaban

pengeluaran dana bulan Desember disampaikan paling lambat tanggal 31 Desember.

Permasalahan

di

atas

mengakibatkan

terbuka

peluang

terjadinya

penyalahgunaan terhadap saldo kas sebesar Rp106.015.573,89.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

79

b. dan tidak mengetahui keberadaan dana tersebut. Atas permasalahan tersebut.015. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar: a. b. Kepala Kantor Perhubungan menyatakan bahwa : a. Kelalaian Bendahara Pengeluaran Kantor Perhubungan yang tidak segera memindahbukukan sisa kas yang dimiliki pada akhir tahun anggaran ke Kas Daerah sesuai ketentuan yang berlaku. Bendahara Pengeluaran dan Pejabat Penatausahaan Keuangan merupakan pejabat baru yang secara efektif bertugas per Januari 2007. Sisa kas tersebut tidak jelas sehingga tidak berani mengambil keputusan/tindakan. Kelalaian atasan langsung Bendahara Pengeluaran yang tidak melakukan pengawasan terhadap pengelolaan kas secara optimal.573. c.89 ke Kas Daerah. Memerintahkan secara tertulis kepada Kepala Kantor Perhubungan agar segera menyetorkan saldo kas sebesar Rp106. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 80 . Menegur Pengguna Anggaran agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan kas. b. Sisa kas tersebut baru diketahui pada saat pemeriksaan BPK.Hal ini disebabkan : a.

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Rekening Pemkot Batu (DAU) Pemkot Batu (PAD) DAK Bidang Pendidikan DAK Bidang Kelautan dan Perikanan Bend -17 Kasda DAK Bidang Kesehatan DAK Bidang Infrastruktur DAK Bidang Prasarana Pemda DAK Bidang Lingkungan Hidup DAK Bidang Pertanian Dana Otonomi Khusus Penyeimbang Nama Bank Bank Jatim Bank Jatim Bank Jatim Bank Jatim Bank Jatim Bank Jatim Bank Jatim Bank Jatim Bank Jatim Bank Jatim Bank Jatim Nomor Rekening 0401001719 0401001727 0401002448 0401002430 0401002294 0401002464 0401002421 0401002472 0401002456 0401002413 0401002944 Dari 11 rekening tersebut. Akan tetapi. Rekening Kas Umum Daerah belum disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku Dalam rangka pengelolaan Kas Daerah. 2) Penjelasan umum pelaksanaan rekening tunggal perbendaharaan (Treasury Single Account). menyesuaikan dengan jenis penerimaan yang ditampung dalam masing-masing rekening. pada kenyataannya kesebelas rekening tersebut juga digunakan sebagai rekening untuk menampung penerimaan.25. Kesebelas rekening tersebut memiliki nama-nama yang berbeda. Kesebelas rekening tersebut. dan digunakan juga sebagai rekening untuk mentransfer dana ke rekening pengeluaran masing-masing SKPD. juga digunakan sebagai rekening operasional untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran sesuai yang dianggarkan dalam APBD. pada : 1) Pasal 1 point 5 yang menyebutkan bahwa Rekening Kas Umum Daerah adalah rekening tempat penyimpanan Uang Daerah yang ditentukan oleh gubernur/bupati/walikota untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan membayar seluruh pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan. adalah sebagai berikut. Kesebelas rekening beserta nama-namanya. sehingga menjadi bersaldo nihil. Pemerintah Kota Batu menggunakan 11 rekening untuk menampung seluruh penerimaan yang masuk ke Pemerintah Kota Batu. Keadaan tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tanggal 16 Juli 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah. sedangkan sisanya dapat berfungsi sebagai rekening penerimaan dimana saldonya setiap akhir hari kerja wajib disetor ke Rekening Kas Umum Daerah. seharusnya ada satu rekening yang menjadi Rekening Kas Umum Daerah. 3) Pasal 19 ayat (1) yang menyatakan bahwa Bendahara Umum Daerah/Kuasa Bendahara Umum Daerah dapat membuka rekening penerimaan pada Bank Umum PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 81 .

4) Pasal 19 ayat (2) yang menyatakan bahwa rekening sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dioperasikan sebagai rekening bersaldo nihil yang seluruh penerimaannya dilimpahkan ke Rekening Kas Umum Daerah sekurang-kurangnya sekali sehari pada akhir hari kerja sebagaimana yang ditetapkan dalam perjanjian dengan Bank Umum bersangkutan. gubernur/bupati/walikota mengatur pelimpahan secara berkala. 7) Pasal 19 ayat (5) yang menyatakan bahwa rekening sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dioperasikan sebagai rekening yang menampung pagu dana untuk membiayai kegiatan pemerintah daerah sesuai rencana pengeluaran. Kondisi tersebut mengakibatkan tidak tertibnya pengelolaan rekening kas umum daerah. 5) Pasal 19 ayat (3) yang menyatakan bahwa dalam hal kewajiban pelimpahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) secara teknis belum dapat dilakukan setiap hari. Atas permasalahan tersebut. Namun. dan selanjutnya menggunakan rekening-rekening tersebut untuk membiayai pengeluaran sesuai yang dianggarkan dalam APBD. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 82 .yang ditunjuk oleh gubernur/bupati/walikota untuk mendukung kelancaran pelaksanaan operasional penerimaan daerah. Kepala Kantor Kas Daerah akan menyampaikan hal ini kepada pimpinan entitas tertinggi (Walikota). yang besarnya ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah. Hal tersebut disebabkan Bendahara Umum Daerah tidak memahami ketentuan tentang pengelolaan uang negara/daerah. Kepala Kantor Kas Daerah menyatakan bahwa penggunaan 11 rekening tersebut untuk menampung seluruh penerimaan didasarkan pada keinginan untuk memudahkan dalam mengidentifikasi kategori jenis penerimaan berdasarkan pada sumber dananya. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar menegur Bendahara Umum Daerah untuk menata pengelolaan Kas Daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan uang negara/daerah. 6) Pasal 19 ayat (4) yang menyatakan bahwa Bendahara Umum Daerah dapat membuka rekening pengeluaran pada Bank Umum yang ditetapkan oleh gubernur/ bupati/walikota untuk mendukung kelancaran pelaksanaan operasional pengeluaran daerah.

Pada saat Bendahara Pengeluaran membuka rekening. pada : 1) Pasal 27 ayat (2) menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan operasional Penerimaan dan Pengeluaran Daerah. Bendahara Pengeluaran. dan Bendahara Barang pada Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2007. untuk kelancaran pelaksanaan pengelolaan penerimaan dan pengeluaran kas. Kondisi di atas tidak sesuai dengan : a. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tanggal 16 Juli 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah. Berdasarkan penjelasan Bendahara Pengeluaran di semua SKPD.26. dan Surat Keputusan Walikota Nomor 180/16/KEP/422. Rekening tersebut dipegang oleh Bendahara Pengeluaran. yaitu rekening tabungan dan rekening giro.013/2007 tentang Penunjukkan Pengguna Anggaran/Barang. Pembukaan Rekening SKPD tidak melalui ijin Walikota Pada Tahun Anggaran 2007. Bendahara Umum Daerah dapat membuka Rekening Penerimaan dan Rekening Pengeluaran pada bank yang ditetapkan oleh gubernur/bupati/walikota. hanya menyertakan surat pengantar dari Bendahara Umum Daerah. hanya perintah lisan dari Bendahara Umum Daerah. Setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah membuka dua rekening. Rekening tabungan digunakan untuk menampung dana kegiatan operasional. tidak berdasarkan pada ijin maupun Surat Keputusan dari Walikota. baik rekening tabungan maupun rekening giro tersebut. Sedangkan penunjukan Bank Jatim sebagai tempat pembukaan rekening Bendahara Pengeluaran Tahun Anggaran 2007 juga tidak ada. Bendahara Penerimaan. diketahui bahwa dasar hukum pembukaan rekening. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 2) Pasal 30 ayat (2) menyebutkan bahwa gubernur/bupati/walikota dapat memberikan ijin pembukaan rekening pengeluaran pada Bank Umum untuk PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 83 . pada : 1) Pasal 19 ayat (4) menyebutkan bahwa Bendahara Umum Daerah dapat membuka rekening pengeluaran pada Bank Umum yang ditetapkan oleh gubernur/bupati/walikota untuk mendukung kelancaran pelaksanaan operasional pengeluaran daerah. 2) Pasal 32 ayat (1) menyebutkan bahwa gubernur/bupati/walikota dapat memberikan ijin pembukaan rekening untuk keperluan pelaksanaan pengeluaran di lingkungan satuan kerja perangkat daerah. b. sedangkan rekening giro digunakan untuk menampung dana gaji karyawan. setiap satuan kerja membuka rekening di Bank Jatim.

Semua SKPD melaporkan setiap rekening yang dimiliki. Tentang penunjukkan Bank Jatim sebagai tempat pembukaan rekening memang tidak ada. Atas permasalahan tersebut. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar: a. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 84 . Keadaan tersebut disebabkan kurangnya pemahaman para Kepala SKPD sebagai Pengguna Anggaran untuk meminta ijin kepada Walikota terlebih dahulu sebelum membuka rekening. b.menampung Uang Persediaan sebagaimana dimaksud ayat (1) kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah. Kepala Bagian Keuangan menyatakan bahwa masalah pembukaan rekening disertai surat ijin/Surat Keputusan dari Walikota akan diperhatikan dan ditindaklanjuti pada Tahun 2008. Memerintahkan kepada semua Kepala SKPD untuk meminta ijin kepada Walikota terlebih dahulu sebelum membuka rekening. dan akan diperbaiki Tahun 2008. Permasalahan tersebut dapat berpotensi munculnya rekening-rekening yang tidak terpantau oleh Kas Daerah.

952.08 193.97 339.00 321.038.982.40 281.26 255.644.22 2.000.15 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 85 . sedangkan rekening giro digunakan untuk menampung dana gaji karyawan.910.071.204.118.39 58.588.00 52.393.628.693.77 135.22 698.67 47.554. No.172.872.73 146.30 156.10 21.44 364.53 Pajak (Rp) 103.962.35 109.172.99 64.885.022.13 28.531.00 60. diketahui terdapat pemotongan pajak bunga tabungan yang dilakukan oleh Bank Jatim di rekening tabungan.171.170.911.79 75.00 230.252.940.72 72.82 298.413.385.00 55.63 367.563.23 382.954.50 111.000.95 22.076.88 493.57 19.77 71.606.332. Pemeriksaan atas semua rekening tabungan dan rekening giro.083.000.00 65.704.818.748.846.000.00 502.76 549.474. Pengenaan Pajak Bunga pada Rekening Tabungan Bendahara Pengeluaran tidak sesuai ketentuan Dalam rangka pelaksanaan APBD TA 2007.506.00 173. Kedua jenis rekening tersebut.30 2.383.00 1.81 397.700.678.53 25.02 232.804.09 2.48 126.27. masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menggunakan rekening giro dan rekening tabungan sebagai rekening operasional pengeluaran.408.37 10. berada pada Bank Jatim.44 287.16 23.95 1. baik tabungan maupun giro.091.04 139.135.799.944. Rekening tabungan digunakan untuk menampung dana kegiatan operasional.00 259.55 675.00 1.42 322.147.00 34.635.879.406.084. dengan rincian sebagai berikut.43 67.61 54.00 278.213.75 31.571.82 1.26 28.81 100.192.00 51.00 98.338.60 18.469.953. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 24 26 27 28 29 30 31 32 33 34 SKPD DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DINAS KESEHATAN DINAS PERMUKIMAN DAN BINA MARGA DINAS PENDAPATAN DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN DINAS KEHUTANAN & LH DINAS PERTANAHAN DINAS CAPIL DAN NAKER DINAS INFOKOM DAN PERPUSTAKAAN DINAS PERTANIAN DINAS SUMBER DAYA AIR DINAS PARIWISATA DINAS PERINDUSTRIAN & PERDAGANGAN BADAN KB DAN KESSOS BADAN KESATUAN BANGSA DAN LINMAS BAWAS BAPEDA SETDA BAG KEUANGAN – SYIVAI BAG KEUANGAN PEMKOT – KETUT BAG KESEJAHTERAAN BAG UMUM BAG PERLENGKAPAN SEKWAN KECAMATAN BATU KECAMATAN BUMIAJI KECAMATAN JUNREJO KANTOR KASDA KANTOR SATPOL PP KANTOR KOPERASI DAN UKM KANTOR PERHUBUNGAN KANTOR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT JUMLAH Bunga (Rp) 510.999.330.00 38.60 49.

Atas permasalahan tersebut. yaitu: 1) Dibentuk berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 tanggal 2 Agustus 2000 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan. perusahaan reksadana baik yang berbentuk perseroan terbatas maupun bentuk lainnya termasuk dalam pengertian badan.135. pada penjelasan pasal 2 ayat (1) huruf b alinea ketiga yang menyatakan bahwa Unit tertentu dari badan pemerintah yang memenuhi kriteria berikut tidak termasuk sebagai Subjek Pajak. dan 4) Pembukuannya diperiksa oleh aparat pengawasan fungsional negara. 3) Penerimaan lembaga tersebut dimasukkan dalam anggaran Pemerintah Pusat atau Daerah. pihak Bank Jatim Cabang Batu beralasan bahwa pengenaan pajak dikarenakan pihak Bendahara tidak memberitahukan perihal sumber dana dari rekening-rekening bendahara tersebut.Permasalahan di atas tidak sesuai dengan : a.338. Selanjutnya. PT. b. b. taat pada peraturan perundang-undangan. Keadaan tersebut disebabkan : a. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. ekonomis. Bank Jatim Cabang Batu yang tidak mengikuti aturan yang berlaku. Permasalahan tersebut mengakibatkan kekurangan penerimaan daerah sebesar Rp2. pada pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. efektif. 2) Dibiayai dengan dana yang bersumber dari APBN atau APBD. Sebagai Subjek Pajak. SKPD menggunakan rekening dalam bentuk tabungan .15. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. pihak Bank Jatim akan berkoordinasi dengan kantor pajak untuk memintakan restitusi pajak atas bunga tabungan tersebut. efisien. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 86 .

Memerintahkan setiap Kepala SKPD agar membuka rekening dalam bentuk giro untuk operasional pengeluaran. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 87 . b.Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar : a. Memerintahkan Bendahara Umum Daerah (BUD) agar berkoordinasi dengan Bank Jatim untuk mengurus restitusi pajak.

efektif.000. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara.28. yang sekurang-kurangnya memuat: 1) Pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian. pada pasal 33 ayat (6) yang menyatakan bahwa penyewaan dilaksanakan berdasarkan surat perjanjian sewa menyewa. Penerimaan pendapatan yang diperoleh atas sewa alat berat selama TA 2007 sebesar Rp4. Hasil konfirmasi dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) sewamenyewa alat berat. yang sekurang-kurangnya memuat: PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 88 . besaran sewa. diketahui bahwa selama ini dalam melakukan sewa-menyewa alat berat tidak didasarkan atas perjanjian sewa menyewa antara Dinas Permukiman dan Bina Marga dengan penyewa dhi.210. b. luas atau jumlah barang.00. Pengelolaan alat-alat berat tersebut dilakukan dengan menyewakan kepada pihak ketiga maupun masyarakat. pada pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. taat pada peraturan perundang-undangan. 3) Tanggung jawab penyewa atas biaya operasional dan pemeliharaan selama jangka waktu penyewaan. dan jangka waktu. pada pasal 22 ayat (4) yang menyatakan bahwa Penyewaan dilaksanakan berdasarkan surat perjanjian sewa menyewa. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. pihak ketiga maupun masyarakat. efisien. Dokumen yang diperoleh selama pemeriksaan hanya berupa daftar retribusi sewa alat berat Tahun 2007 dan Peraturan Walikota Batu Nomor 9 Tahun 2006 tentang Ketentuan Tentang Besarnya Tarif Pemakaian Kendaraan Alatalat Berat di Kota Batu. sehingga tidak diketahui berapa nilai sebenarnya. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. c. ekonomis. 4) Persyaratan lain yang dianggap perlu. Kondisi di atas tidak sesuai dengan: a. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tanggal 14 Maret 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. 2) Jenis. Penyewaan Alat Berat di Dinas Pemukiman dan Bina Marga tidak dilaksanakan dengan perjanjian Dinas Permukiman dan Bina Marga salah satu tugasnya adalah melaksanakan pengelolaan alat-alat berat.

Kelalaian Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dalam pengelolaan retribusi yang menjadi tanggung jawabnya. 2) Jenis. luas atau jumlah barang. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 89 . Hal tersebut di atas disebabkan: a. Menegur Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga meningkatkan pengawasan dalam penggunaan atau pemanfaatan aset daerah sesuai ketentuan yang berlaku. Besarnya penerimaan retribusi sewa menyewa alat berat yang dilaporkan tidak dapat diyakini kebenarannya karena tidak ada dokumen pembandingnya. Permasalahan di atas mengakibatkan : a. Kelalaian Pengguna Anggaran yang tidak melakukan pengawasan terhadap pengelolaan retribusi. Atas permasalahan tersebut.1) Pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian. 3) Tanggung jawab penyewa atas biaya operasional dan pemeliharaan selama jangka waktu penyewaan. Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga menyatakan bahwa perjanjian sewa menyewa alat-alat berat Tahun 2007 memang belum ada karena masih disusun konsepnya. b. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pembenahan pengelolaan/penertiban retribusi yang menjadi tanggung jawabnya. b. Pertanggungjawaban pengelolaan penerimaan daerah tidak transparan. besaran sewa. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar : a. 4) Persyaratan lain yang dianggap perlu. b. dan jangka waktu.

efektif.022/2007 Tanggal 23 Oktober 2007 MHA Toyota Kijang 1995 N 9689 F Mantan Sekretaris Daerah 5 024/399/422.022/2006. yang bersangkutan telah menerima kendaraan dinas jabatan selaku Wakil Ketua DPRD. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. diketahui bahwa peminjam bertindak untuk dan atas nama perorangan.022/2007 Tanggal 23 Oktober 2007 ESR Nissan Infinity 2002 N 333 KP Istri Mantan Walikota 2 024/387/422. berupa Daihatsu Taruna Tahun 2002. Kondisi ini tidak sesuai dengan: a. ekonomis.022/2007 Tanggal 23 Oktober 2007 MHA Toyota Corolla TC 1997 N 309 AP Mantan Sekretaris Daerah 4 024/390/422. sepatutnya dihindari karena pada Tahun 2006 sesuai Berita Acara Pinjam Pakai Nomor 024/107/422. dengan rincian sebagai berikut. efisien. BERITA ACARA PINJAM PAKAI PEMINJAM MERK TAHUN NOPOL KETERANGAN 1 024/388/422. diketahui bahwa peminjam bertindak untuk dan atas nama Wakil Ketua DPRD. Sedangkan untuk pinjam pakai kepada Wakil Ketua DPRD.022/2007 Tanggal 19 Desember 2007 AP Suzuki Grand Vitara 2007 N 362 KP Wakil Ketua DPRD Penelusuran terhadap Berita Acara Pinjam Pakai tersebut. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.022/2007 Tanggal 19 Desember 2007 PS Suzuki Grand Vitara 2007 N 361 KP Wakil Ketua DPRD 6 024/398/422. b. No. diketahui terdapat enam kendaraan yang dipinjampakaikan kepada perorangan. padahal sesuai ketentuan yang berlaku pinjam-pakai diperuntukkan untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Enam kendaraan milik Pemerintah Daerah dipinjam pakai oleh perorangan Berdasarkan data pinjam pakai kendaraan dari Bagian Perlengkapan.022/2007 Tanggal 23 Oktober 2007 MK Honda Civic VTI 2003 N 365 KP Mantan Wakil Walikota 3 024/389/422. pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. taat pada peraturan perundang-undangan. pada pasal 35 ayat (1) PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 90 .29. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. Hal ini.

b. 5) Pasal 15 ayat (2) yang menyatakan bahwa kendaraan dinas operasional/ kendaraan dinas jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperuntukkan bagi Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. 4) Pasal 15 ayat (1) yang menyatakan bahwa kendaraan dinas operasional/ kendaraan dinas jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf b disediakan dan dipergunakan untuk kegiatan operasional perkantoran. Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota. dapat dipinjampakaikan untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil Walikota. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tanggal 20 Maret 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah. disediakan dan dipergunakan untuk pejabat negara. c. Masalah tersebut disebabkan adanya kebijakan Kepala Bagian Perlengkapan untuk meminjampakaikan kendaraan milik pemerintah daerah. Kendaraan perorangan dinas. Wakil Gubernur. Sedangkan pinjam pakai untuk Wakil Ketua DPRD diperuntukkan menunjang operasional khusus/lapangan. Kendaraan dinas operasional/kendaraan dinas jabatan. Kendaraan dinas operasional khusus/lapangan. Kepala Bagian Perlengkapan menjelaskan bahwa pinjam pakai kepada perorangan dimaksudkan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan karena masih dalam proses pengkajian status pemanfaatan dan kepemilikannya.yang menyebutkan bahwa barang milik daerah baik berupa tanah dan/atau bangunan maupun selain tanah dan/atau bangunan. dan c. Atas permasalahan tersebut. pada: 1) Pasal 13 yang menyatakan bahwa kendaraan dinas sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 huruf d. namun tidak memperhatikan ketentuan yang berlaku. 2) Pasal 14 ayat (1) yang menyatakan bahwa kendaraan perorangan dinas sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 huruf a. Hal ini mengakibatkan pengadaan fasilitas penunjang operasional tidak efektif peruntukannya yaitu untuk penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan. 3) Pasal 14 ayat (2) yang menyatakan bahwa kendaraan perorangan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperuntukkan bagi pemangku jabatan Gubernur. meliputi: a. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 91 .

Meninjau kembali perjanjian pinjam pakai kendaraan dinas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. b. Memerintahkan Kepala Bagian Perlengkapan menarik kembali kendaraan tersebut dan menggunakannya untuk menunjang operasional pemda. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 92 .Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar : a.

11 telah selesai ditindaklanjuti dan 15 rekomendasi dalam proses. Rekomendasi Walikota Batu agar memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan : a. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 93 .00. Surat Kadin kpd PPK utk mengurangi pagu bantuan SD/MI tidak ada.210. Hasil Pemeriksaan BPK RI belum seluruhnya ditindaklanjuti sesuai ketentuan Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK atas Belanja Daerah Tahun Anggaran 2005-2006 Nomor 06/R/XIV.30.210.28 untuk segera disetorkan ke Kas Daerah.877. Menegur Pejabat Pembuat Komitmen dan Konsultan Pengawas supaya lebih cermat dalam menjalankan tugasnya. Srt teguran Kadin kpd PPK & Konsultan Pengawas belum ada PPTK baru mengetahui jika addendum ditolak pd bln Februari 2008. Menegur rekanan yang mengundurkan diri tanpa alasan yang bisa diterima dan memasukkannya ke dalan daftar hitam rekanan Kota Batu.657. Tidak dapat menunjukan kegiatan Tahun 2004. b. Tidak ada SPJ. Standar Harga Dan Harga Pasaran Serta Terdapat Kesalahan Jumlah Sebesar Rp108. Walikota Batu agar menegur Pejabat Pembuat Komitmen yang tidak cermat dalam mengawasi pekerjaan dan memverifikasi SPj. Memerintahkan Pejabat Pembuat Komitmen berkoordinasi dengan dinas teknis terkait dalam melakukan verifikasi RAB. Sedangkan 11 rekomendasi yang belum ditindaklanjuti. yaitu: No 1 Uraian Pekerjaan Fisik Di Dinas Kesehatan Kurang Dari Bestek Sebesar Rp22.00. Torongrejo untuk mempertanggungjawabkan kelebihan harga sebesar Rp21. Hasil pemeriksaan Belanja Daerah TA 2005-2006 Dari 37 rekomendasi BPK.12/02/2007 tanggal 9 Februari 2007 dan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Batu untuk Tahun Anggaran 2006 Nomor 10/R/XIV. Memerintahkan Pejabat Pembuat Komitmen mengurangi pagu bantuan SD/MI bersangkutan sesuai hasil verifikasi dengan dinas teknis.00 Diragukan Proses Penetapan Pemenang Pekerjaan Pembangunan Kantor Infokompus Tahap I Tidak Sesuai Ketentuan Teguran Kadin Kimbinamarga kpd rekanan tidak ada. Surat Kadin kpd PPK tidak ada.12/03/2007 tanggal 15 Maret 2007. Surat Kadin kpd Kasek Torongrejo tidak ada. Memerintahkan Kepala Dinas Pemukiman supaya Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Keterangan 2 3 Pembelian Material Bangunan Melebihi Kebutuhan Sebesar Rp40. Rencana Anggaran Biaya Rehabilitasi Lebih Tinggi Dari Analisa SNI.500. Surat teguran dari Kadin P&K kpd PPK tidak ada. Walikota Batu agar memerintahkan Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga : a.657.073.627.749. Walikota Batu agar memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan: a. Memerintahkan Kepala Sekolah SD. c.256. Walikota Batu agar memerintahkan Kepala Sekolah SD yang bersangkutan supaya mempertanggungjawabkan SPJ Swakelola sebesar Rp30.545. a. krn itu hrs menyetor ke Kasda 4 5 Bukti Pertanggungjawaban Revitalisasi SDN Junrejo 1 Senilai Rp30. b.28.00 atau menyetorkan ke Kas Daerah apabila tidak dapat mempertanggungjawabkannya.749. diketahui bahwa terdapat temuan-temuan pemeriksaan yang belum selesai ditindaklanjuti sebagai berikut. Menarik kepada rekanan atas kekurangan pekerjaan sebesar Rp22.500.01.194. b.

yaitu : No 1 Uraian Pengeluaran untuk Biaya Pemeliharaan Kendaraan Bermotor Sekda kurang wajar senilai Rp45.6 Perhitungan RAB Pembangunan Gedung DPRD Tidak Sesuai Ketentuan Sebesar Rp481. Tidak ada surat teguran Kadin. Walikota untuk: a. b. b.82 dan segera disetorkan ke Kas Daerah. Belum ada setoran.95 atas jaminan penawaran yang tidak ditarik. Walikota untuk: a. Segera menetapkan status ATV. b. Menegur dan memerintahkan Tim Anggaran untuk tidak lagi menganggarkan pendapatan setoran bagian laba dari PDAM melebihi ketentuan yang berlaku. Sedangkan 13 rekomendasi belum ditindaklanjuti. Menarik kerugian daerah akibat kenaikan harga besi kepada rekanan sebesar Rp481.380. 4 Pendapatan Agropolitan Televisi (A-TV) tidak dicatat bruto. Memerintahkan Kepala Bagian Keuangan untuk menghitung hutang kepada PDAM karena terjadinya kelebihan setor dari PDAM sejak tahun 2004.600. 12 telah selesai ditindaklanjuti.174. b. Walikota untuk menegur dan meminta pertanggungjawaban Pengguna Anggaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan serta pertanggungjawaban Kepala Kas Daerah yang menunda pembayaran dana ADD kepada desa/kelurahan.696. Hasil pemeriksaan LKPD TA 2006 Dari 25 rekomendasi BPK.301.921.696. b.00. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 94 . Menegur dan memerintahkan Kepala Bagian Perlengkapan untuk melakukan pembelian BBM sesuai kondisi sebenarnya. Walikota Batu agar memerintahkan Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga: a. Rekomendasi Walikota untuk: a.00 dan digunakan untuk satuan kerja lain senilai Rp176. 3 Pencairan kas untuk Belanja Bantuan Keuangan kepada pemerintah desa/kelurahan tidak segera disalurkan kepada desa/kelurahan. Memerintahkan Kepala Dinas Keterangan 2 Realisasi setoran bagian laba dari PDAM melebihi ketentuan. Menegur Pemimpin Kegiatan yang menyetujui eskalasi harga pada CCO-I tanpa landasan/argumentasi yang kuat secara yuridis. Menegur dan memerintahkan Kepala Bagian Perlengkapan untuk tidak membebankan biaya BBM satuan kerja/instansi di luar Sekretariat Daerah ke Pos Sekretariat Daerah. mempertanggungjawabkan kerugian daerah sebesar Rp18.500.82.174.679.

Walikota Batu uuntuk menegur dan memerintahkan Tim Anggaran supaya dalam merencanakan pembebanan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku. b.000. Walikota Batu untuk : a. Walikota Batu untuk menegur dan memerintahkan Tim Anggaran agar dalam merencanakan pembebanan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.00.000.824. 7 Informasi dan Komuniksi untuk melaporkan seluruh penerimaan dan pengeluaran ATV sebagai penerimaan dan pengeluaran dalam APBD. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 95 .346. Belanja Modal Meubelair serta Sarana Pembelajaran dan Perpustakaan dibebankan pada Belanja Modal Gedung Sekolah sebesar Rp2.000.200. Walikota Batu untuk merevisi Berita Acara Serah Terima Bantuan menjadi Berita Acara Penyertaan Modal Pemeritah Kota Batu kepada PDAM.00 dianggarkan dan dibebankan pada rekening belanja pemeliharaan.00 dibebankan pada Belanja Pemeliharaan dan status aset hasil Belanja Pemeliharaan dan Belanja Modal Sebesar Rp1. Realisasi Belanja Modal Gedung sebesar Rp2.000. Pembuatan Bangunan dan Jaringan di Dinas Sumber Daya Air dan Energi sebesar Rp1.000.000.720.00 tidak sesuai dengan prestasi fisik yang dicapai. Walikota Batu untuk memerintahkan Dinas PU Bina Marga dan Pemukiman. Memerintahkan Kepala Bagian Keuangan untuk menegur dan memerintahkan Kepala Sub Bagian Pembukuan dan Verifikasi untuk lebih cermat dan tegas dalam melakukan verifikasi SPJ.539.00 berbeda dengan yang disajikan oleh PDAM.024. 8 9 Belanja modal sebesar Rp5.000. Memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menegur dan memerintahkan para kepala sekolah untuk mempertanggungjawabkan penggunaan biaya operasional DAK.711. Bagian Perlengkapan serta Tim Anggaran untuk mengevaluasi kebijakan penganggaran belanja pemeliharaan berkala jalan dan membebankannya sebagai belanja modal bukan belanja pemeliharaan.000.00 Belum Jelas Statusnya.065.258.5 6 Penyertaan Modal kepada PDAM yang disajikan Pemerintah Kota sebesar Rp400.

c) Ayat (3) menyatakan bahwa jawaban atau penjelasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada BPK selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari setelah laporan hasil pemeriksaan diterima.000. 2) Pasal 23 ayat (1) menyatakan bahwa menteri/pimpinan lembaga/gubernur/ walikota/direksi perusahaan negara dan badan-badan lain yang mengelola keuangan negara melaporkan penyelesaian kerugian negara/daerah kepada BPK selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari setelah diketahui terjadinya kerugian negara/daerah dimaksud. b. pada pasal 35 ayat (1) menyatakan bahwa setiap pejabat negara dan pegawai negeri bukan bendahara yang melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya baik langsung atau tidak langsung yang merugikan keuangan negara diwajibkan mengganti kerugian dimaksud. d) Ayat (4) menyatakan bahwa BPK memantau pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan sebagaimana pada ayat (1). 3) Pasal 26 ayat (2) menyatakan bahwa setiap orang yang tidak memenuhi kewajiban untuk menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan dalam laporan hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 20 dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp500. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. pada : 1) Pasal 20 : a) Ayat (1) menyatakan bahwa pejabat wajib menindaklanjuti rekomendasi dalam laporan hasil pemeriksaan.000. b) Ayat (2) menyatakan bahwa pejabat wajib memberikan jawaban atau penjelasan kepada BPK tentang tindak lanjut atas rekomendasi dalam laporan hasil pemeriksaan.00 (lima ratus juta). PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 96 . Temuan pemeriksaan BPK yang belum ditindaklanjuti mengakibatkan kesalahan-kesalahan yang dilaporkan pada laporan hasil pemeriksaan belum diperbaiki dan ada kemungkinan untuk terulang. e) Ayat (5) menyatakan bahwa pejabat yang diketahui tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikenai sanksi administratif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian.

Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar: a.Hal tersebut disebabkan oleh: a. tidak tersedianya data dan informasi yang mendukung serta beberapa kasus yang terjadi di Pemerintah Kota Batu yang sudah masuk jalur hukum seperti korupsi. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 97 . Menegur Badan Pengawasan untuk segera mengkoordinasikan tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK.d 2007. b. mutasi staf. b. Untuk tindak lanjut pada Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Batu Tahun Anggaran 2006. Kurang aktifnya Badan Pengawasan untuk mengkoordinasikan tindak lanjut atas hasil pemeriksaan BPK. Memerintahkan para kepala dinas/satuan kerja untuk segera menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK. kepangkatan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kurangnya kesadaran para kepala dinas/satuan kerja untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK. Kepala Badan Pengawasan menjelaskan bahwa tindak lanjut secara efektif baru dilakukan pada awal Tahun 2008 karena kendala internal di Bawasda berupa jabatan definitif Kepala Bawasda yang kosong pada Tahun 2006 s.

000 51.704.000 500.199.034.000.000.00.204.00 untuk dipinjam PT.000 100.332 174.000.000 1.000.240.000.670.032.000 48.450 346.390.869.750 87.000 35.Lampiran 1 RINCIAN PENJELASAN SELISIH NO TANGGAL 1 2 1 1 01 2007 2 02 2007 CEK 3 JUMLAH 4 ALOKASI 5 JUMLAH 6 Ada SP2D 7 Non Posting (Tanpa SP2D) Pengembalian Brankas 8 9 500.000.240.332 174.000.000.000 265.200.000.444.000 .000 PEMBAYARAN SP2D KESBANGLINMAS PEMBAYARAN SP2D PERHUBUNGAN PEMBAYARAN SP2D PKK SETDA (panjar) Selisih terjadi karena adanya panjar.700. 7.000 35.089 100.390.390.Dari jumlah tersebut.811 7.200.639 - 3.128 36. Namun.204.000.128 36.034. 1.000 500.000.045 66.000.000 SPM 2787/BP/PL/2006 CV KENCONO AGUNG SPM 2784/BP/PL/2006 CV INDRA CIPTA SPM 2785/BP/PL/2006 LAMBANG WAHYU INSANI SPM 2783/BP/PL/2006 CV INDRA CIPTA BRANKAS SP2D KLH SP2D PERTANIAN Selisih terjadi karena adanya pengambilan dengan cek untuk membayar SPM tahun 2006 dan sebagian disimpan di brankas.390.000.000.872.065.255. Bukti permintaan panjar tidak ada.000 48. Sisanya diperhitungkan dengan pinjaman yang dimiliki Kasda kepada PT AKL sebesar Rp939.200 TOTAL MARET 5 05 04 2007 CEK NO 839721 481. AKL.065.000) (12.000. sebesar Rp100 juta digunakan untuk bayar pinjaman ke Diknas dan Rp35 juta disimpan di brankas 2.021) Pembayaran SP2D diambilkan dari brankas (Capil) (ada SP2D) Selisih ini terjadi karena pembayaran SP2D diambilkan dari brankas tidak melalui pencairan dengan cek TOTAL FEBRUARI 51.000.089 81.000 (12. 28 Desember 2007 sebesar Rp1.869.039.700.444. salah satu rekanan yang sedang mengerjakan proyek (dalam lingkup kegiatan Dinas Kimpraswil).427.736. 40.000.000 6 12 04 2007 CEK NO BC839724 355.000 250.240.704.704.869.200 2.089 164.000) 3 05 03 2007 CEK NO 839715 500.200 TRANSFER PEMBAYARAN SPM PT AMIN KARYA LAKSANA Selisih terjadi karena pengambilan dengan cek sebesar Rp2.869.089 PEMBAYARAN SP2D SETWAN PEMBAYARAN SP2D PERINDAG PENGEMBALIAN SP2D DIKNAS BRANKAS Selisih terjadi karena pengambilan uang dengan cek Rp481.996.106 500.000 355.955.200.260.390.240.000 481.000.750 3.000 (12. telah dikembalikan oleh PT AKL tgl.639 77.000 307.444.996.00 sehingga PT AKL masih memiliki pinjaman Rp65.000.106 7.089.000) Jumlah selisih Panjar 10 11(8+9+10) Terdapat uang tunai di awal tahun TOTAL JANUARI (11. SPM dan penerbitan SP2D tanggal 14 Agustus 2007.000.255.000 17.639 164.000.000.750 4 14 03 2007 CEK NO 83974 2.004. panjar ini telah dipertanggunjawabkan dengan pengajuan SPP.045 66.

070 TOTAL APRIL 2.000.000 122.000 397.930 94. 24.000 300.600.633.100.073.400.092.510 52.000.070 621.000.049.560 48.000 105.366.400.000 10 30 04 2007 CEK NO 84003 621.633.000 300.000 .390.000 9 10 11(8+9+10) 7 13 04 2007 CEK NO 839759 140.900 421.000 591.490.366.000.500.049.000.000 1.000 300.840.000.633.900 24.000 72.989 1.000 35.850.390. PEMBAYARAN RTGS CV BAROKAH BRANKAS Selisih terjadi karena adanya pencairan cek Rp450 juta. Bumiaji (seperti dalam tabel).570.000 74.600.000 16.000 140.490 - 9 18 04 2007 CEK NO 839727 300.000 15.000 52.510 52.000.000.000 PEMBAYARAN SP2D SATPOL PENGEMBALIAN SP2D PERINDAG BRANKAS PENGEMBALIAN SP2D SETWAN PENGEMBALIAN SP2D PEMERINTAHAN Selisih terjadi karena adanya pengembalian pinjaman ke SP2D Perindag.000.000 35.000 20.010.400.570.885.000 15.930 94.000 8 16 04 2007 CEK NO 839725 450.000 7 8 60. untuk pengembalian CV Barokah sebesar Rp397.094.010.000.000 17.900 PEMBAYARAN SP2D PERTANIAN PEMBAYARAN SP2D PERHUBUNGAN PEMBAYARAN SP2D PERHUBUNGAN PEMBAYARAN SP2D PARIWISATA PEMBAYARAN SP2D WALIKOTA PEMBAYARAN SP2D CAPIL PEMBAYARAN SP2D DISPENDA PEMBAYARAN SP2D PERTANIAN PEMBAYARAN SP2D HUKUM PEMBAYARAN SP2D KESRA PEMBAYARAN SP2D KEUANGAN PEMBAYARAN KMG BRANKAS Selisih terjadi karena adanya pengembalian pinjaman berupa Kredit Multi Guna (KMG) di Bank Jatim dan penyimpanan di brankas.900.000 144.000 8.000.608.000.200.000.000 81.000.950.000 5 PENGEMBANLIAN SP2D PMP PEMBAYARAN SP2D PERSIKOBA BRANKAS PEMBAYARAN SP2D KESRA PEMBAYARAN SP2D KEC BUMIAJI Selisih terjadi karena adanya pengambilan cek untuk mengembalikan pinjaman sebesar Rp360 juta ke PMP dan Persikoba.900.403.800.440 466.000 91.366. Setwan dan Pemerintahan dan penyimpanan di brankas.900.950.900 105.510 dan untuk brankas sebesar Rp52.000 81. Rp140 juta disimpan dalam brankas dan sisanya untuk pembayaran yang memang ada SP2Dnya yaitu Kesra dan Kec.490 450. 39.000.000 397.000.326. 6 60.1 2 3 4 591.570.000 24.600.700.300.191.000 51.000.000 9.000 4.989 1.000 144.

500 38.466.502.220.502.123 53.013.081.000 7.500 350.000 PENGEMBALIAN SP2D KEUANGAN PENGEMBALIAN DISHUB BRANKAS Selisih terjadi karena adanya pengembalian SP2D keuangan dan Dishub dan penyimpanan selisih pencairan ke brankas.000 31.000 108.000 1.000.262.182.000 6.000. PEMBAYARAN SP2D SETDA PJU PEMBAYARAN SP2D KASDA PEMBAYARAN SP2D PERKIM PEMBAYARAN SP2D BAPEDA PEMBAYARAN SP2D DIKNAS PEMBAYARAN SP2D DIKNAS PEMBAYARAN SP2D PERSIKOBA PEMBAYARAN SP2D PEMERINTAHAN (SETDA) PEMBAYARAN SP2D KLH PENGEMBALIAN SP2D KASDA BRANKAS Selisih terjadi karena adanya pengembalian pinjaman SP2D Kasda dan penyimpanan di brankas.000.500 38.000 1.220.100.625 - 18.900.700.095.439. PEMBAYARAN SP2D PERTANAHAN PEMBAYARAN SP2D KB KESOS PEMBAYARAN SP2D DIKNAS PEMBAYARAN SP2D KESBANG SETDA PENGEMBALIAN SP2D DIKNAS Selisih terjadi karena adanya pengembalian pinjaman SP2D Diknas dan penyimpanan di brankas.000 585.000.500 100.000 35.000 14 10 05 2007 CEK PAD 84004 138.000.900.000 91.000.199.000 55.123 350.000 SP2D 408.000 18.000 55.821 150.000.500.000 130.000.000 12 07 05 2007 CEK BC 840038 238.000 36.000.000 70.000 15.621 79. PERTANAHAN SP2D SETDA 13.800.500 100.821 30.625 4.000.502.000.000 16 21 05 2007 CEK NO 840047 585.000 65.800.000.902.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11(8+9+10) 11 01 05 2007 CEK NO 839731 408.182.081.000.000.182.000.000 703.623 21. 223.000 5.000 150.000 13 09 05 2007 CEK NO 840040 150.000.000.123 235.949.000 65.050.199.000.000.000.000.625.821 PEMBAYARAN GAJI DEWAN PEMBAYARAN SP2D HONOR TENAGA AHLI SETWAN PEMBAYARAN SP2D SETWAN Brankas Selisih terjadi karena adanya pegembalian pinjaman pemerintahan.000 400.332.000 238.000.000 15. 20.000 138.000 14.800.000 91.500 258. 138.821 3.900.000.000 15.282.220.900.000 20.000.081.000 23.182.642.000 15 11 05 2007 CEK NO 840042 CEK NO 840043 1.000.500 PEMBAYARAN SP2D PERTANAHAN PEMBAYARAN SP2D DINKES PENGEMBALIAN SP2D DEWAN Selisih terjadi karena adanya pegembalian pinjaman SP2D Dewan.625 70.000 SP2D KESBANG SP2D KESBANG KPU PENGEMBALIAN SP2D SETWAN BRANKAS Selisih terjadi karena adanya pengembalian pinjaman SP2D Setwan dan penyimpanan di brankas.180 .625 35.000.000.500 20.500 150.000.000 17 29 05 2007 CEK BC 840276 163.

000 35.000 3.030.896.089.000 35.176.000 11.366 317.000.750 43.117.000 5.000.669.370 1.000 6.000 30.000. 18.600.000 55.000. Panjar ini telah dipertanggungjawabkan dengan SPP.000 55.800.407.000.000 20 13 06 2007 CEK NO 840283 159.000.000 74.000.600.526.000 582.188.134 129.970.036.634 855.124.500 .612.750 106.683.466.1 2 3 4 5 SP2D SETDA SP2D SETDA PANJAR SETDA Selisih terjadi karena adanya pemberian panjar (tidak ada SPP.000.450.SPM dan SP2D).000.346.000.000.130 301.500 21 20 06 2007 CEK NO 840256 855.955.000 156.000 74.414.000 9.500 PEMBAYARAN SP2D PERINDAG PEMBAYARAN SP2D PERKIM PERSIKOBA BRANKAS Selisih terjadi karena adanya pengembalian pinjaman ke persikoba dan penyimpanan di brankas.000 15.000.366 323.500 159.000 155.750.000.370 TOTAL MEI 19 11 06 07 CEK BC 840281 227.000 100. 6 13.000 163.500 43.000 25.634 TOTAL JUNI 1. PEMBAYARAN SP2D KESRA KNPI PEMBAYARAN SP2D MASJID NURUL IMAN PEMBAYARAN SP2D KESRA FKUB PEMBAYARAN SP2D KESRA MTQ PROP SP2D PERTANAHAN PEMBAYARAN SP2D PRAMUKA PENGEMBALIAN SP2D KASDA PENGEMBALIAN SP2D PEMERINTAHAN PEMBAYARAN PAJAK DKP PEMBAYARAN SP2D SETDA (PANJAR) PEMBAYARAN KMG BRANKAS Selisih terjadi karena adanya pengembalian SP2D (seperti daftar tersebut).000 18 31 05 2007 CEK BC 840278 CEK bc 840279 981.170.000.000 PEMBAYARAN KMG PENGEMBALIAN PERTANAHAN SP2D DIKNAS SP2D SDAE SP2D KASDA BRANKAS Selisih terjadi karena adanya pengembalian KMG.000 3.000 25.630 825. panjar Setda pembayaran KMG.000 6.003.630 825.500 206.188.970.441 60.176.000 2.882.294. Bukti permintaan/pemberian panjar tidak ada.000.593.683.407. SPM dan Penerbitan SP2D tanggal 14 September 2007.750 150.SPM dan SP2D).414.238.000 100. dan penyimpanan di brankas.000 227.000 9.000.786.000 35.000.000 100.000 1.000.500.000 100.250 59.000 100. 106.500.200.316.000 15.819 1. BUMIAJI SP2D SDAE SP2D PERINDAG Selisih terjadi karena adanya pemberian panjar (tidak ada SPP.000 155.811.000 8.095.131.030.000. SPM dan Penerbitan SP2D tanggal 14 September 2007.000.621 7 8 9 10 11(8+9+10) 60.000 1.014.038. Panjar ini telah dipertanggungjawabkan dengan SPP.000 35.000 153.000 9.086. Bukti permintaan/pemberian panjar tidak ada.669.800.366 317.407.000.427.000.000 9. 71.000.000 53.316.612.000 SETDA PANJAR SETDA SP2D PARIWISATA SP2D SATPOL PP SP2D KEC.000 4.500 30.800.870 60. Pertanahan dan penyimpanan di brankas.000.000 30.000 100.000.000 25.000 61.000.238.

500 201.500 219.500 201.837.387.000 9 10 11(8+9+10) 22 13 07 2007 cek BC 840261 23 17 07 2007 cek BC 840263 SP2D 274 200.000 82.685 PEMBAYARAN SP2D TORONGREJO PEMBAYARAN SP2D PANDANREJO PEMBAYARAN SP2D SONGGOKERTO PEMBAYARAN SP2D KASDA BRANKAS PEMBAYARAN SP2D SDA PEMBAYARAN SP2D SDA PEMBAYARAN SP2D SDA PEMBAYARAN SP2D KLH PEMBAYARAN SP2D KLH PEMBAYARAN SP2D KLH PEMBAYARAN SP2D KLH PEMBAYARAN SP2D PERINDAG PEMBAYARAN SP2D INFOKOM PEMBAYARAN SP2D BAWAS Selisih terjadi karena adanya pengembalian SP2D (seperti dalam daftar tersebut dan penyimpanan di brankas.000 17.037.500 412.500 166.175.000 12.856.000 200.000.000.000 166.500.500 148.000.500 166.300.660 15.000 8.497.487.500 148.533.010 1.490 - 82.000 25 14 08 2007 CEK NO 164095 647.000 6.000 432. Panjar ini telah dipertanggungjawabkan dengan SPP.000.685 647.500 9.000 26.500 148.500 122.005.000 800.497.525 43.005.000 .533.837.837.387.000 1.000 432.000 10.000.180. PANJAR PEMERINTAHAN Selisih terjadi karena adanya pemberian panjar (tidak ada SPP.500 6.000 24 20 07 2007 82.500 412.100 14.000.700.000 2.000 166.800. 15.487.000 1.022.SPM dan SP2D).000 7 8 150.000 6.890. Bukti permintaan/pemberian panjar tidak ada.500.387.200.022. TOTAL JULI 6 150. SP2D PERSIKOBA Selisih terjadi karena adanya pengembalian pinjaman SP2D Persikoba.837.410.000.000 1.310.856.500 219.985.250.500 9.000 - 350.533.000 15.400.000.010 147.837.000 166.000 TK MUTIARA ABADI (Diknas) PEMBAYARAN SP2D SUMBERBRANTAS PEMBAYARAN SP2D PESANGGRAHAN PEMBAYARAN SP2D TULUNGREJO PEMBAYARAN SP2D SUMBERGONDO PEMBAYARAN SP2D DADAPREJO BRANKAS PEMBAYARAN SP2D PERKIM PEMBAYARAN SP2D PERKIM PEMBAYARAN SP2D PERKIM PEMBAYARAN SP2D PERKIM PEMBAYARAN SP2D PERKIM PEMBAYARAN SP2D PERKIM PEMBAYARAN SP2D PERKIM PEMBAYARAN SP2D PERKIM PEMBAYARAN SP2D KESBANG PEMBAYARAN SP2D KESBANG PEMBAYARAN SP2D KESBANG Selisih terjadi karena adanya pengembalian SP2D (seperti dalam daftar tersebut) dan penyimpanan di brankas.500 148.000.387.037.837.000.005.400 643.500 148.387.707.890.000.533.000.000 2.000 166.1 2 3 4 SP2D 244 5 SP2D PRAMUKA Selisih terjadi karena adanya pengembalian pinjaman SP2D Pramuka. SPM dan Penerbitan SP2D tanggal 14 September 2007.000 30.500 148. 8.856.533.000 33.490 8.387.000 29.685 26 15 08 2007 CEK NO 840273 1.

000 200.837.837.550.837.113 (48.100.500 148.000.000 adalah kelebihan SP2D dibandingkan dengan kas yang keluar (kas yang keluar Rp9.000) (600.487. Jumlah Rp600.250.159.100.387.720.000 PEMBAYARAN SP2D SISIR PEMBAYARAN SP2D TEMAS PEMBAYARAN SP2D BUMIAJI PEMBAYARAN SP2D BEJI BRANKAS PEMBAYARAN SP2D KOP & UKM PEMBAYARAN SP2D DKP PEMBAYARAN SP2D CAPIL PEMBAYARAN SP2D PEMERINTAHAN Selisih terjadi karena adanya pengembalian SP2D (seperti dalam daftar tersebut) dan penyimpanan di brankas.000 37.800.000 PEMBAYARAN SP2D DISPERINDAG PEMBAYARAN SP2D PERTANAHAN PEMBAYARAN SP2D DKP PEMBAYARAN SP2D DIKNAS PEMBAYARAN SP2D DIKNAS PEMBAYARAN SISA SP2D DISPENDA Selisih terjadi karena adanya pengembalian SP2D Dispenda 2.000 29 28 08 2007 14 8 2007 0242/VIII/SP2D/LS/2007 28 8 2007 0385/VIII/SP2D/LS/2007 PANJAR BAGIAN UMUM PENGEMBALIAN PANJAR SETDA BLN APRIL PENGEMBALIAN PANJAR SETDA BLN APRIL Selisih terjadi karena adanya panjar dari bagian umum (menambah selisih).000 20.000 31.000.487.1 2 3 4 5 6 201.600.740.200.000 . pengembalian panjar dari setda (mengurangi selisih).000 47.000) (600.000 288.000 28 23 08 2007 CEK CC164063 148.000 7 8 201.000.367.720.000 45.950.000 11.367.500 PEMBAYARAN SP2D DESA TLEKUNG PEMBAYARAN SP2D DESA SIDOMULYO PEMBAYARAN SP2D GUNUNGSARI PEMBAYARAN SP2D DISPERINDAG PEMBAYARAN SP2D DISPERINDAG PEMBAYARAN SP2D DISPERINDAG PEMBAYARAN SP2D DISPERINDAG PEMBAYARAN SISA SP2D KESRA Selisih terjadi karena adanya pengembalian SP2D (seperti dalam daftar tersebut) 14.000) 79.250.700.500 201.223.937.361.500 148.000 3.000.767. 610.000.767.000) TOTAL AGUSTUS 30 06 09 2007 CEK CC 164069 288.500 148.500 201.500 183.500 183.561.000.667.000.000 105. Nomor SP2D 0385/VIII/SP2D/LS/2007 79.500 166.487.000 17.113 88.800.000 7.767.500 100.361.000.487.500 9 10 11(8+9+10) 27 16 08 2007 CEK BC 840274 855.185 2.500 3.510 30.113 (48.000 855.000.000 22.000.840.666.113 2.000 440.837.500 100.424.667.000.113 2.000 445.667.490 23.000 70.000 200.000.000 14.500 14.000.000 634.937.427.000 sedangkan SP2D sebesar Rp10.000.

000.000.000 59.000.595 20.000 59.000 13.000 59.550.000) (60.011.550.550.000.000) (74.000 PEMBAYARAN PAM DKB TEMAS PEMBAYARAN PAM DKB PESANGGRAHAN PEMBAYARAN PAM DKB JUNREJO PEMBAYARAN PAM DKB PENDEM PEMBAYARAN PAM DKB BEJI PEMBAYARAN PAM DKB TORONGREJO PEMBAYARAN PAM DKB BUMIAJI PEMBAYARAN PAM DKB GIRIPURNO PEMBAYARAN PAM DKB GUNUNGSARI PEMBAYARAN PAM DKB TULUNGREJO PEMBAYARAN PAM DKB SUMBEREJO PERSIKOBA PEMBAYARAN SP2D KASDA PEMBAYARAN SISA SP2D SETWAN Selisih terjadi karena adanya pengembalian SP2D (seperti dalam daftar tersebut) 20.550.600.000.000. 214-217 SP2D No.1 2 3 4 5 6 59.000 59.000 PEMBAYARAN PAM DKB NGAGLIK 500.800. 24 September 2007.800 286.000.810.553.000 PANJAR SETDA (KEPEGAWAIAN) Selisih terjadi karena adanya panjar sebesar rp20.000) (60.810) PENGEMBALIAN PANJAR PENGEMBALIAN PANJAR PENGEMBALIAN PANJAR Selisih terjadi karena tidak ada pengeluaran riil.000 250. 32 11 09 2007 Cek CC 164073 20. 218-220 KESRA DI REGISTER Rp250.000) (82.650 20.000 9.500.000 .550.000.000) (82.000 59. SP2D-nya tergabung dalam jumlah Rp50 juta.550.250 6.500.680.550.000.000 33 13 09 2007 Cek CC 164074 SP2D No.000 7. 199-201 tgl.29 Mei 2007untuk nilai Rp60 juta dan tanggal 20 Juli 2007 untuk nilai Rp82.00.971. SP2D tersebut adalah pertanggungjawaban (Spj) untuk panjar tgl.550.000 7 8 1. tetapi ada pembukuan SP2D di register dan BKU.000 59.000.000 59.000 5.000 12.000.800.000.550.000 18. Panjar tersebut dipertanggungjawabkan pada tgl. berdasar cek gabungan seharusnya Rp250.000 3.800. (74.685.600.900 PEMBAYARAN SP2D KESRA PEMBAYARAN SP2D KASDA PEMBAYARAN SP2D KLH PEMBAYARAN SP2D KLH PEMBAYARAN SP2D KLH PEMBAYARAN SP2D KECAMATAN BATU PEMBAYARAN SP2D PARIWISATA PEMBAYARAN SP2D PARIWISATA PEMBAYARAN SP2D BAWAS 38.00.550.550.533.11Juni 2007 untuk nilai Rp74.595 40.000.000 59.00 Selisih disebabkan karena SP2D-nya lebih sebesar Rp542.085.800.542.550.600.00 9 10 11(8+9+10) 31 07 09 2007 CEK NO 164071 CEK NO 164072 500.000.550.000.600.533. 204-213 SP2D No. tgl.13 Sept 2007 34 14 09 2007 SP2D No.000 59.257.000.000 1.810 dibandingkan pengeluaran riil sebesar Rp250 juta (542.000 59.000) 35 18 09 2007 CEK NO 164101 254.000.000 59.

000 1.450.000 18.200.800.050.250.000 8.307.000 18.000 450.500.000 11.000 750.000 24.250.200 254. SP2D yang dibukukan dalam BKU berbeda dengan penggunaan pengeluaran yang sebenarnya.290.185. 283.000.000) 163.000 4. pengeluaran tersebut diambilkan dari brankas.000 14.000 2.000.000 5.257. Sesuai penjelasan Kuasa BUD periode sebelum Oktober 2007.307.000 terdiri dari 3 SP2D sebesar Rp15 juta.000 4.000.000.885.000 6.000 3.307.000.000.542.1 2 3 4 SP2D No.900 7 8 9 10 11(8+9+10) 204.257.000 1.000 5. (10.000.000 (10.000 1.000.750.900 36 20 09 2007 CEK CC 164076 463.000.000 13.750. Penggunaan kas adalah untuk pembayaran SP2D Kesra. sedangkan sesuai SP2D adalah untuk belanja sosial kemasyarakatan (Kesra) 6 40. 284 bulan September 2007 5 PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KEC BUMIAJI BRANKAS Selisih terjadi karena adanya pengeluaran kas sebesar Rp50 juta tetapi jumlah pengeluaran sesuai SP2D sebesar Rp40.000 PEMBAYARAN SP2D SATPOL/BEBAN KERJA PEMBAYARAN SP2D SATPOL/KONDISI KERJA PEMBAYARAN SP2D BAPEDA/BEBAN KERJA PEMBAYARAN SP2D KOP & UKM/BEBAN KERJA PEMBAYARAN SP2D KESEHATAN/BEBAN KERJA PEMBAYARAN SP2D PMP/BEBAN KERJA PEMBAYARAN SP2D PERKIM/PERANGKO PEMBAYARAN SP2D PERKIM/ATK PEMBAYARAN SP2D PERKIM/JASA KOMUNIKASI PEMBAYARAN SP2D PERKIM/PEMELIHARAAN KENDARAAN PEMBAYARAN SP2D PERKIM/CETAK PEMBAYARAN SP2D PERKIM/LISTRIK PEMBAYARAN SP2D PERKIM/KEBERSIHAN PEMBAYARAN SP2D PERKIM/MAMIN PEMBAYARAN SP2D PERKIM/PERJALANAN DINAS PEMBAYARAN SP2D PERKIM/PD DLM DAERAH PEMBAYARAN SP2D PERKIM/KURSUS PEMBAYARAN SP2D PERKIM/LEMBUR JAN-APRIL PEMBAYARAN SP2D PERKIM/LEMBUR MARET-MEI PEMBAYARAN SP2D PERKIM/LEMBUR JAN-JULI PEMBAYARAN SP2D PERKIM/LEMBUR APRIL PEMBAYARAN SP2D PERKIM/LEMBUR MARET PEMBAYARAN SP2D PERKIM/KONDISI KERJA PEMBAYARAN SP2D PERKIM/BEBAN KERJA PEMBAYARAN PERSIKOBA Selisih terjadi karena adanya pengembalian ke Persikoba 5.000.000 18.850.000 12.650.000.000 37 21-Sep-07 0319/IX/SP2D/LS/2007 SP2D KESRA FKPPI SP2D ini ada di register tetapi tidak ada pengeluaran riil sebesar Rp10 juta yang berasal dari pencairan cek.000 300.000 1.000.000 9.000.500.000 1.500.000 450.000 2.000 19.819.000 5. 282. Kasda dan untuk disimpan di brankas.000 1. Rp25 juta dan Rp500 ribu.000 463.000.000 13.000 1.000 3.000.000.000 4.000 5.000) .000 300.500.000.320.185.000 4.900.000.000 1.500.000 4.

000 (326.000 105.800.400.900 PEMBAYARAN SP2D PERTANAHAN DINKES PARIWISATA PARIWISATA PARIWISATA DKP DKP KLH KASDA KASDA KASDA KASDA KASDA KASDA KASDA PANJAR SP2D KESRA BRANKAS Selisih terjadi karena adanya pengeluaran sebesar Rp660 juta.000 (40.00. Selisih sebesar Rp55 juta karena dalam SP2D tersebut terdapat pertanggungjawaban panjar tgl.5.000) CC 164079 25.190 (10.600.700. pengeluaran riil Rp29.00 pengeluaran riil Rp36.000.480.100.320.857.000.000 di catt kendali Rp36.253.000.990.000.000.000 4.000) Selisih disebabkan SP2D Rp91.000 4.950.160.000 825.627.000 2. pengeluaran riil berdasarkan catatan kendali Rp825 juta sehingga selisih (lebih) pada BKU sebesar Rp40.000) (55.073.000.367.931.653. PANJAR SETDA selisih terjadi karena adanya panjar TOTAL SEPTEMBER (55.000 1.840.000 11.000 PEMBAYARAN SP2D PERHUBUNGAN PEMBAYARAN SP2D PERHUBUNGAN/BK PEMBAYARAN SP2D PERHUBUNGAN/KK PEMBAYARAN SP2D KEC JUNREJO PEMBAYARAN SISA SP2D PERTANAHAN Di register/BKU tertulis Rp865 juta.600. SP2D 350/351 (79.000 20.000. pengeluaran riil Rp15. berdasarkan cek Rp29.000 3.000) 42 27 09 2007 CEK NO 164105 445/IX/SP2D/LS/2007 985.400.000 43 28-Sep-07 454/IX/SP2D/LS/2007 CC 164079 SP2D SETDA/KEPEGAWAIAN (Di register tertulis Rp91.000 5.113) 1.000) 11(8+9+10) 38 24-Sep-07 349/IX/SP2D/LS/2007 Cek CC 164103 39 350/IX/SP2D/LS/2007 Cek CC 164103. SP2D yang dibukukan di BKU adalah untuk Belanja Sosial Kemasyarakatan(5.000 61.900 325.426.000.700.000.300. SP2D tersebut sebagiannya atau Rp79.000 2.950.1.900 521.700.900 2.600.077.253.01) 6.000) 25.00 (SP2D Nomor 445/SP2D/IX/LS/2007) 567.437.000 adalah pertanggungjawaban panjar tgl.000) 7 8 9 10 (20.520.700.000.000.000.000 841.113) (79.367. 28 Agustus 2007 6 (20.00.000 108.600.000.000.000.000.077 .113 adalah pertanggungjawaban panjar tgl.000 985. SP2D tersebut sebagiannya atau Rp20.000 2.000 16.1 2 3 4 5 SP2D SETDA/PERJALANAN DINAS (di register Rp50 jt.253.000.000 1. 28 Agustus 2007sebesar Rp55 juta.253.000 2.000 1.000.000 40.113) 40 25 09 2007 CEK NO 164104 41 0356//SP2D/LS/2007 841.000.931.367. 11 Sept 2007 SP2D SETDA/SELAMATAN Selisih disebabkan SP2D Rp95.737.00) Selisih disebabkan SP2D Rp50 juta.887. namun bukti SP2D hanya sebesar Rp 138.000.000 4.000.000 67.000 90.931.225.000.000.

000.700 1.205.000 10.000.000.948.000.000.500.874.675.000 300.716 .000.413 341.000 13.874.820.820.000 PENGEMBALIAN SP2D KASDA PENGEMBALIAN SP2D SATPOL PENGEMBALIAN KEPEGAWAIAN Selisih terjadi karena adanya pengembalian SP2D seperti dalam daftar.000.347.990.000.000 KESRA AN NUR Selisih terjadi karena adanya panjar seperti dalam daftar.000 PEMBAYARAN SISA SP2D DIKNAS PEMBAYARAN SISA SP2D KESRA PEMBAYARAN SISA SP2D KESRA BNK PANJAR SP2D SATPOL PENGEMBALIAN SP2D PEMERINTAHAN BRANKAS TRANSFER REKENING JAYA PRATAMA Selisih terjadi karena adanya pengembalian Sisa SP2D seperti dalam daftar tersebut dan adanya penyimpanan di brankas 25.000.000 48 10 10 2007 CEK CC164109 11 10 2007 300.000.709.000 11(8+9+10) 45 04 10 2007 CEK CC164083 200.576 13.000 20.000 47 09 10 2007 CEK CC 164108 155.000.000 20.000.000.000 775. 300.000 - 155.140 42.000 600.000.000.000.000 20.300 200.874.000 PENGEMBALIAN PERSIKOBA PENGEMBALIAN SP2D INFOKOM Selisih terjadi karena adanya pengembalian Sisa SP2D seperti dalam daftar tersebut dan adanya penyimpanan di brankas 60.000 600.012.000 40.000 365.000 365.300 25.000.500.000 870.1 44 2 3 10 2007 3 4 5 PANJAR-KESRA BNK SP2D dari panjar kesra ini telah tergabung dalam SP2D Nomor 385 tanggal 28 Agustus 2007.000.000 20.000 24.000 PANJAR 20.820.000 68.000.420.700 35.000 25.669.709. 6 600.205.000 46 05 10 2007 CEK CC164106 100.000 7 8 9 10 600.305.000 160.000 68.000.000 50. TOTAL OKTOBER JUMLAH TOTAL Selisih yang belum dapat dijelaskan JUMLAH SEHARUSNYA 100.727 68.300 11.600.000.115.000 24.000.700 35.000 100.000.000 100.000 25.

9.8.18.ormas&orsos tgl 1.16.000.00 1.20.13.30 April 2007 Biaya perjalanan dinas WaKDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.000.19.6.000. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.00 1.800.000.ormas&orsos tgl 16.000.00 600.15.000.23.18.ormas&orsos tgl 23. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.000. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.20.15. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.00 1.27.8 Agustus 2007 Biaya perjalanan dinas WaKDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.26.500.ormas&orsos tgl 1.000.00 1.18.ormas&orsos tgl 10.000.00 2.000.000. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.000.25 Pebr 2007 Biaya perjalanan dinas WaKDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.500.2.21. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.17 April 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.28 Juni 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.ormas&orsos tgl 2.21.23 Pebr 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.ormas&orsos tgl 2.18.000. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.01 : Biaya Perjalanan Dinas Dalam Daerah No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tanggal 01/02/2007 12/02/2007 12/02/2007 25/02/2007 26/02/2007 27/02/2007 02/02/2007 20/02/2007 31/03/2007 Uraian Biaya perjalanan dinas WaKDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.26 Juni 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.500.500.00 1.ormas&orsos tgl 1.ormas&orsos tgl 1.00 2.20.11. tidak ada Surat Tugas dan SPPD 10 31/03/2007 11 31/03/2007 12 31/03/2007 13 30/04/2007 14 30/04/2007 15 30/04/2007 16 30/04/2007 17 30/04/2007 18 30/04/2007 19 31/05/2007 20 31/05/2007 21 31/05/2007 22 31/05/2007 23 26/06/2007 24 28/06/2007 25 29/06/2007 26 20/07/2007 27 22/07/2007 28 30/07/2007 29 31/07/2007 30 31/08/2007 31 31/08/2007 32 31/08/2007 600.000.000.19.17.30 April 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.7.7.500.000.22 Juli 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.5.6.7April 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.00 1.2. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.27.2. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.500.ormas&orsos tgl 28. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.ormas&orsos tgl 1.00 1.27.000.000.31 Juli 2007 Biaya perjalanan dinas WaKDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.3.03.000.29 Mei 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.7.ormas&orsos tgl 1.ormas&orsos tgl 17. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.500.000.500.25.ormas&orsos tgl 7.5.000.ormas&orsos tgl 10 Pebr 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.23.16.2.00 300.00 Wakil Walikota 2.22.30 Maret 2007 Biaya perjalanan dinas WaKDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.00 1.30 Mei 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka rakor Muspida tgl 5.8.000.03.19.00 300.00 600.ormas&orsos tgl 16.30 Juli 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.00 3.000.22.ormas&orsos tgl 5.ormas&orsos tgl 5.ormas&orsos tgl 21.000.00 600.ormas&orsos tgl 21.ormas&orsos tgl 15.ormas&orsos tgl 6.16.00 42.Lampiran 2 Nomor Rekening Nama kegiatan Kode rekening Nama rekening : 1.00 Pelaksana Wakil Walikota Walikota Wakil Walikota Wakil Walikota Walikota Wakil Walikota Wakil Walikota Walikota Walikota Wakil Walikota Wakil Walikota Walikota Keterangan Bukti kuitansi tanda terima.000.29 Juni 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.00 1.000.26 Maret 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.ormas&orsos tgl 1.00 1.000. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.ormas&orsos tgl 20. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.22. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.00 600.ormas&orsos tgl 23 Maret 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.500. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.000. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.000.000. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.000. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.7.00 1.00 1.00 900.000.24 Agust 2007 Biaya perjalanan dinas WaKDH dalam rangka pembukaan Jambore UKS siswa SMK 2007 tgl 4 Agustus 2007 JUMLAH Jumlah 600.12 Januari 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.25 Pebr 2007 Biaya perjalanan dinas WaKDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.00 900. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.00 1.15. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.6 Mei 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.000.00 2.000.000.15.ormas&orsos tgl 9.12 April 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.01.8 April 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.4.9 Maret 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.ormas&orsos tgl 1.000.26 Jan 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.9 Peb 2007 Biaya perjalanan dinas WaKDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.00 2.500. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.ormas&orsos tgl 2.500.3.00 1.19.29 Mei 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.20 Juli 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.00 Walikota Walikota Walikota Walikota Wakil Walikota Walikota Wakil Walikota Walikota Wakil Walikota Walikota Walikota Wakil Walikota Wakil Walikota Wakil Walikota Wakil Walikota Walikota Wakil Walikota Wakil Walikota Wakil Walikota .000.200.8.500.00 500. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.00 1.000.28.01 : Dialog / audiensi dengan Tokoh Masyarakat dan Ormas : 1.ormas&orsos tgl 1.000.18 Pebr 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.13.ormas&orsos tgl 1. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.8.500.000.8.24.

00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 06/01/2007 Biaya Rapat ke Surabaya DPW 3 Orang Uraian Biaya perjalan rapat a/n H Kadarianto Jumlah Bukti 200.500.00 tanpa kuitansi 2.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.00 2.800.000.000.000.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.000.500.d Agustus Honorarium staf DPD bulan September Honorarium staf DPD bulan Oktober Honorarium staf DPD bulan November Honorarium staf DPD bulan Desember Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Batu Periode Bulan Januari s.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.750.000.000.Lampiran 3 PERINCIAN PENGGUNAAN DANA BANTUAN KEPADA PARTAI POLITIK DENGAN BUKTI TIDAK LENGKAP TAHUN ANGGARAN 2007 No 1 Partai PNI Marhaenisme Jenis Pengeluaran Biaya perjalanan rapat Tgl kuitansi 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 2 Partai Amanat Nasional Biaya perjalanan 04/01/2007 10/02/2007 18/02/2007 17/03/2007 23/03/2007 25/05/2007 17/06/2007 12/08/2007 19/12/2007 Biaya perjalan rapat a/n Dorahman Biaya perjalan rapat a/n Supriadi Biaya perjalan rapat a/n Mariadi Biaya perjalan rapat a/n Slamet Biaya perjalan rapat a/n Wibowo Biaya perjalan rapat a/n Toyib Biaya perjalan rapat a/n Wito BL Biaya perjalan rapat a/n K Solikin Biaya perjalan rapat a/n Sutrisno Biaya perjalan rapat a/n Mistari Biaya perjalan rapat a/n Imam Total Presentasi budidaya hortikultura di DPW Pelatihan kepemimpinan dengan IRI Undangan pertemuan Badan EKJU & W Undangan Pelatihan Public Relation Undangan Up Grading Manajemen Partai Undangan membuka peluang bisnis holtikultura Pelatihan strategi advokasi dan penanganan Undangan pelatihan politik perempuan dengan IRI Undangan ke Bakesbanglinmas Total 3 Partai Demokrat Pemeliharaan Data dan Arsip Honorarium 5 Orang Pengurus Total 4 Partai Damai Sejahtera Total 5 Partai Golkar Honorarium 31/8/2007 30/9/2007 31/10/2007 31/10/2007 31/12/2007 Biaya Perjalanan 31/8/2007 Honorarium staf DPD Januari s.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.000.00 kuitansi tanda terima tanpa SK Parpol 2.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.750.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.000.000.000.000.000.000.00 kuitansi tanda terima tanpa SK Parpol 2.000.00 kuitansi tanda terima tanpa SK Parpol 4.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.00 kuitansi tanda terima tanpa SK Parpol 2.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.000.000.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 15-16/12/2007 Undangan pelatihan politik perempuan dengan IRI .00 22.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 3.000.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 100.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 600.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 600.000.00 kuitansi tanda terima tanpa SK Parpol 2.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.00 200.000.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 400.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.000.000.000.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 2.d Agustus 375.000.100.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.750.000.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.400.000.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 400.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.000.750.00 375.

800.000.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 625.000.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 675.000.000.d Agustus Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Batu Perode Bulan September 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Junrejo Periode Bulan September 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Bumiaji Periode Bulan September 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Batu Periode Bulan Oktober 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Junrejo Periode Bulan Oktober 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Bumiaji Periode Bulan Oktober 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Batu Periode Bulan November 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Junrejo Periode Bulan November 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Bumiaji Periode Bulan November 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Batu Periode Bulan Desember 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Junrejo Periode Bulan Desember 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Bumiaji Periode Bulan Desember 2007 Biaya Perjalanan mengantar Undangan 21 Kali Rapat DPD Partai GOLKAR Kota Batu periode Bulan Januari s.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 5.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 525.305.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 600.00 .00 64.000.d Desember 2007 Total Total untuk penggunaan bantuan dengan bukti tidak lengkap Jumlah Bukti 4.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 600.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 600.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 600.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 675.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 675.d Agustus Uraian Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Junrejo Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se Kecamatan Bumiaji Periode Bulan Januari s.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 55.930.000.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 525.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 525.000.No Partai Jenis Pengeluaran Tgl kuitansi 31/8/2007 31/8/2007 30/9/2007 30/9/2007 30/9/2007 31/10/2007 31/10/2007 31/10/2007 31/11/2007 31/11/2007 31/11/2007 31/12/2007 31/12/2007 31/12/2007 31/12/2007 Periode Bulan Januari s.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 675.400.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 630.000.000.000.

00 kuitansi 2.00 kuitansi 1.000 Langganan koran Surya 3 bulan @ 29.000.00 kuitansi tanda terima 350.700.000.765.00 kuitansi tanda terima 100.000 Total 3 Partai Amanat Nasional Pemeliharaan Data dan Arsip 16/02/2007 16/02/2007 03/04/2007 10/06/2007 26/06/2007 26/06/2007 22/07/2007 23/08/2007 23/08/2007 23/08/2007 23/08/2007 23/08/2007 23/08/2007 23/08/2007 23/08/2007 23/08/2007 23/08/2007 23/08/2007 14/11/2007 01/12/2007 Dana operasional DPC Bumiaji Dana operasional DPC Junrejo Muscab DPC Kec Batu Musyrant Tlekung Dana pembinaan DPC Junrejo Pengadaan bendera partai Dana pembinaan DPRt Tlekung Dana pembinaan DPC Bumiaji Dana pembinaan DPRt Bumiaji Dana pembinaan DPRt Tulungrejo Dana pembinaan DPRt Punten Dana pembinaan DPRt Gunungsari Dana pembinaan DPRt Bulukerto Dana pembinaan DPRt Pandanrejo Dana pembinaan DPRt Giripurno Dana pembinaan DPRt Sumbergondo Dana pembinaan DPRt Sumberbrantas Musyrant Sumberbrantas Pengadaan seragam partai Musyrat Torongrejo Uraian Subsidi pembangunan kantor karang taruna Giripurno Jumlah Bukti 300.000.000.000.000.000.000.00 kuitansi 1.000.000.000.00 kuitansi 250.800.00 nota bensin 500.000.000.000.00 kuitansi tanda terima 1.00 kuitansi 1.000.550.000.000.000.000.000.000.000.00 kuitansi tanda terima 100.000.000.00 kuitansi 1.000.000.000.500.000.000.000.00 kuitansi tanda terima 1.000.000.000.00 kuitansi tanda terima 6.00 kuitansi 1.000.00 kuitansi 2.000.00 kuitansi 1.00 kuitansi 250.00 kuitansi .00 840.00 kuitansi 1.Lampiran 4 PERINCIAN PENGGUNAAN DANA BANTUAN KEPADA PARTAI POLITIK YANG TIDAK TEPAT PERUNTUKKANNYA TAHUN ANGGARAN 2007 No 1 Partai PNI Marhaenisme Jenis Pengeluaran Administrasi Umum Tgl kuitansi 10/01/2007 15/01/2007 24/11/2007 05/12/2007 09/12/2007 11/12/2007 12/12/2007 Honorarium 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 Santunan + pengajian umum Sumbangan musyawarah cabang PNI Marhaenisme Sekaresidenan Malang Beli bensin Beli bensin Iklan ucapan duka cita Walikota Batu Donasi program selamatan bersih desa Pandanrejo Th 2008 Bantuan operasional PAC Junrejo Biaya operasional kantor selama 1 tahun Biaya operasional PAC Bumiaji Biaya operasional PAC Batu Total 2 Partai Keadilan Sejahtera Langganan daya dan jasa Langganan koran Jawa Pos 12 bulan @ 70.00 kuitansi 3.000.000.00 kuitansi 87.700.000.00 kuitansi tanda terima 1.000.000.00 1.00 kuitansi 1.000.00 kuitansi 927.000.00 kuitansi 250.00 kuitansi 1.000.000.00 kuitansi tanda terima 400.00 kuitansi 1.000.000.00 kuitansi tanda terima 12.000.00 kuitansi 1.00 kuitansi 1.000.00 nota bensin 100.000.00 kuitansi 2.000.000.

000.700.000.00 kuitansi 400.500. tranportasi & Bendera Merah Putih Pemesanan Spanduk dan Pemasangan spanduk Pembuatan Bendera dan transportasi Papan nama rating Biaya Penggalangan Massa 51 0rang @25.000.d Desember 2007 3 bln@122.000.00 kuitansi 200.500 Biaya Rekening Iklan Koran Pendidikan "ucapan selamat pelantikan PKB" Biaya Rekening Iklan di Tabloid Demokrasi "ucapan selamat Rakercabsus" Biaya Rekening Iklan di Tabloid Demokrasi "Artikel profil DPC PDIP Batu" Biaya Rekening Iklan di Koran Pendidikan "ucapan turut berduka cita HM.000.00 kuitansi 320.000.00 kuitansi 150.000.00 kuitansi 300.00 kuitansi 250. 9 bulan @ 177.834.000.000.00 kuitansi Bukti Total 4 Partai Demokrat Langganan daya dan jasa 05/04/2007 Honorarium Pengacara Total 5 Partai Damai Sejahtera Pemeliharaan Data dan Arsip 02/05/2007 06/10/2007 6&14/8/2007 31/7/2007 28/9/2007 15/10/2007 24/10/2007 14/11/2007 12/02/2007 12/05/2007 20/12/2007 Administrasi Umum 25/2/2007 06/11/2007 21/6/2007 15/5/2007 17/8/2007 26/8/2007 Pertemuan dengan konstituen di sekretariat Konsumsi rapat dan transportasi Pembelian Tiang bendera.300.00 kuitansi 100.00 kuitansi 300.000.00 kuitansi 100.000.00 kuitansi 175.000.700.500. umbul-umbul.000.000.000.00 kuitansi 132.000.00 kuitansi 1.500.No Partai Jenis Pengeluaran Mebelair kantor Tgl kuitansi 22/08/2007 23/08/2007 04/09/2007 04/09/2007 Alat-alat dapur Tabung gas dan elpiji Kunci telp D&R Alat-alat dapur Uraian Jumlah 166.500.000.00 kuitansi 551.323.00 845.00 kuitansi 900.00 kuitansi 100.000.00 kuitansi 235.00 5.800.000.000.00 kuitansi 300.00 kuitansi 18-19/10/2007 Konsumsi Rapat .00 kuitansi 300.000.000.000 Bunga ucapan selamat atas kemenangan calon a/n edi rumpoko Pembelian Kain Seragam Ongkos Jahit Pemesanan Kalender Karangan Bunga untuk konstituen meninggal dunia Pembelian Bahan Bangunan Bahan Bangunan untuk perawatan sekretariat Sewa tempat untuk rapat anggota Wartawan untuk informasi masyarakat Ucapan duka cita berupa karangan bunga konstituen dan transportasi Total 6 Partai Kebangkitan Bangsa Langganan daya dan jasa 31/8/2007 09/03/2007 10/01/2007 11/01/2007 12/03/2007 Honorarium Tenaga Kebersihan Honorarium Tenaga Kebersihan Honorarium Tenaga Kebersihan Honorarium Tenaga Kebersihan Honorarium Tenaga Kebersihan Total 7 PDI Perjuaangan Langganan Daya dan Jasa 26/2/2007 18/3/2007 06/09/2007 27/8/2007 27/8/2007 15/8/2007 Langganan Malang Post Januari s.00 800.00 kuitansi 500.00 kuitansi 113.000.000.00 kuitansi 10.00 kuitansi 131.00 kuitansi 5.00 kuitansi 500.000.000.000.00 kuitansi 178.275.00 kuitansi 2.200.Imam K" Biaya Rekening Iklan di Dhamma TV "Dirgahayu RI" 24.000.000.000.00 kuitansi 350.00 1.000.000.000.500.00 kuitansi 1.00 kuitansi 100. Imam Kabul Biaya Rekening Iklan di Malang Pagi"ucapan turut berduka cita HM.00 kuitansi 150.000.00 kuitansi 220.000.385.00 kuitansi 1.00 kuitansi 250.

000 Makan minum spanduk.00 41.500.d Desember 54 org @50.600.00 24.600.00 kuitansi 9.895.00 Bukti Biaya Perjalanan Menunjang Kegiatan Jan-Des 2007 Jan-Des 2007 .100.180.000.480.00 kuitansi 2.000.680.00 kuitansi 1.No Partai Jenis Pengeluaran Tgl kuitansi 26/12/2007 27/12/2007 Walikota" Uraian Biaya Rekening Iklan di Koran Pendidikan "Ucapan Selamat Pelantikan Bunga Floris "ucapan selamat Pelantikan Walikota" Biaya Perjalanan antar surat dari Januari s.000.00 97.000.700. Stiker Total Total untuk penggunaan bantuan yang tidak tepat peruntukkannya Jumlah 500.

SBY/04/2008 : 26 April 2008 IN D ON ES IA AN BAD M PE .TR BUKU III H A R M A AR TH AS A A SH TO N I D ER K IK LI SA UB KEU EP ANGAN . R BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA HASIL PEMERIKSAAN SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2008 LAPORAN ATAS PENGENDALIAN INTERN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA BATU UNTUK TAHUN ANGGARAN 2007 AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA Nomor Tanggal : 82/R/XVIII.

.................. Pemerintah Daerah belum sepenuhnya membuat pedoman pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah ........................................................ 7............ 4......................................................................HALAMAN DAFTAR ISI…………………………………………………………………...... 1.................... Penunjukan Bank tempat penyimpanan kas milik daerah tidak didukung dengan kesepakatan antara pihak Pemerintah Daerah dan Bank .......... 30 i .............. 20 3.................................. 22 24 26 28 6......................... RESUME HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN. Pengelolaan aset Pemerintah Kota Batu belum tertib.......................................... 5... Pelaksanaan penatausahaan pengelolaan uang milik daerah di Kantor Kas Daerah tidak tertib ....................... BUD belum membuat Anggaran Kas Pemerintah Daerah ................................... Buku Tabungan milik SKPD tidak dibawa oleh masing-masing SKPD tetapi berada di Kas Daerah .................................. i 1 4 18 18 2...... HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN……........................................................... Badan Pengawas Daerah sebagai Satuan Pengawas Intern tidak berfungsi optimal ..... GAMBARAN UMUM SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH…...................................

(2) memberikan keyakinan yang memadai bahwa laporan tersebut telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan serta penerimaan dan pengeluaran telah sesuai dengan otorisasi yang diberikan. apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Pemerintah Kota Batu bertanggung jawab untuk mengatur dan menyelenggarakan pengendalian tersebut. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 1 . SPKN mengharuskan BPK RI untuk mengungkapkan kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas pelaporan keuangan. Kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Batu yang ditemukan BPK RI adalah sebagai berikut. Oleh karena itu. BPK RI tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK RI mengharuskan BPK RI melaksanakan pengujian atas sistem pengendalian intern Pemerintah Kota Batu. Namun. Sistem pengendalian intern merupakan tanggung jawab Pemerintah Kota Batu. Untuk memperoleh keyakinan memadai. (3) memberikan keyakinan yang memadai atas keamanan aset yang berdampak material pada laporan keuangan. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah memeriksa Neraca Pemerintah Kota Batu per 31 Desember 2007.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RESUME HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. tujuan pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan sistem pengendalian intern tersebut. Pengendalian intern tersebut meliputi berbagai kebijakan dan prosedur yang: (1) terkait dengan catatan keuangan. Laporan Realisasi Anggaran. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Sistem pengendalian intern Pemerintah Kota Batu terkait dengan laporan keuangan merupakan suatu proses yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai atas keandalan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

6. Menegur Kepala Dinas pada tiap-tiap satuan kerja agar mengelola aset dengan tertib sesuai ketentuan yang berlaku dan melakukan pelaporan aset secara periodik ke Bagian Perlengkapan mengingat aset merupakan salah satu kekayaan daerah terbesar. Berdasarkan kelemahan . 3. 4. Menginstruksikan Kepala Kantor Kas Daerah yang baru agar dalam mengelola kas daerah berpegang pada aturan yang berlaku agar pelaksanaan pengelolaan kas daerah menjadi tertib dan dapat dipertanggungjawabkan. Membuat perjanjian tertulis dengan bank tempat penyimpanan kas milik daerah dengan mengacu pada PP Nomor 39 tahun 2007 tanggal 16 Juli 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah. Pemerintah Daerah belum sepenuhnya membuat pedoman pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah. BUD belum membuat Anggaran Kas Pemerintah Daerah. Memerintahkan BUD untuk membuat Anggaran Kas Pemerintah Daerah guna mengatur ketersediaan dana yang cukup untuk mendanai pengeluaran-pengeluaran sesuai dengan rencana penarikan dana yang tercantum dalam DPA-SKPD yang telah disahkan. Membuat Peraturan Walikota tentang Sistem Akuntansi Keuangan Daerah. 5. 3. 4.1. Pengelolaan aset Pemerintah Kota Batu belum tertib. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 2 . Kebijakan Akuntansi Keuangan Daerah dan Peraturan Walikota tentang Mekanisme Pengelolaan Anggaran Kas Pemerintah Daerah. Kebijakan Akuntansi Keuangan Daerah dan Mekanisme Pengelolaan Anggaran Kas Pemerintah Daerah. Penunjukan Bank tempat penyimpanan kas milik daerah tidak didukung dengan kesepakatan antara pihak Pemerintah Daerah dan Bank.kelemahan tersebut. Pelaksanaan penatausahaan pengelolaan uang milik daerah di Kantor Kas Daerah tidak tertib. 2. Menyusun Sistem Akuntansi Keuangan Daerah. Buku Tabungan milik SKPD tidak dibawa oleh masing-masing SKPD tetapi berada di Kas Daerah. 7. 5. BPK RI merekomendasikan Walikota agar: 1. Badan Pengawas Daerah sebagai Satuan Pengawas Intern tidak berfungsi optimal. Memerintahkan Kepala Badan Pengawasan untuk meningkatkan pelaksanaan pengawasan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 6. 2. 7.

Memerintahkan Kuasa BUD agar mengacu pada perundang-undangan yang berlaku dalam pengelolaan keuangan daerah. Dra. Ak Akuntan. D-5317 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 3 . V. Register Negara No. 26 April 2008 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA PENANGGUNG JAWAB PEMERIKSAAN. Surabaya. Ambar Wahyuni. MM.M.8.. Secara lebih rinci dijelaskan pada bagian Hasil Pemeriksaan Sistem Pengendalian Intern.

Dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) DPRD. satuan unit organisasi Pemerintahan Kota Batu tersebut diklasifikasikan ke dalam 27 pengguna anggaran. Kerangka Pembangunan Daerah Kota Batu Tahun 2007. merupakan hasil pemilihan umum (Pemilu) Tahun 2004 untuk periode 2004-2009. yaitu Januari s.d Agustus 2007 oleh Almarhum Imam Kabul. dan empat Kelurahan yang didukung 2.023/2007 tanggal 1 Maret 2007 tentang PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 4 . Kota Batu menjalankan tiga fungsi. Inovatif dan Bersih Bagi Seluruh Rakyat”. Dalam penataan keuangan TA 2007. DPRD Kota Batu terdiri dari 25 orang. yang dipimpin oleh satu orang ketua dengan dua orang wakil ketua.d 26 Nopember 2007 dipimpin oleh M. DPRD Kota Batu terbagi dalam tiga Komisi. satu Panitia Musyawarah dan satu Panitia Anggaran.557 Tenaga Kerja Kontrak (TKK) atau honorer. DPRD Kota Batu Tahun 2007.d 24 Desember 2012 dipimpin oleh Eddy Rumpoko.GAMBARAN UMUM SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH KOTA BATU Pemerintahan Kota BATU secara hukum dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Batu. SDA dan SDB serta Pemerintah yang Kreatif. yaitu Pemerintahan. mengalami beberapa kepemimpinan. secara teknis sampai dengan saat ini Walikota Batu belum mengeluarkan Keputusan Walikota tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah. satu Sekretariat DPRD. 20 September s. yang diarahkan pada perwujudan visi “Kota Batu Sebagai Sentra Pariwisata Berbasis Pertanian didukung oleh SDM. tiga Kecamatan. regulasi yang dikeluarkan berupa Surat Edaran Walikota Batu Nomor 900/57/422. saat ini dalam pembahasan di DPRD Kota Batu untuk menjadi Perda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batu Tahun 2007-2012. 26 Nopember s. empat Badan. empat Kantor. Khudlori. Perwujudan visi Daerah Kota Batu tersebut dilaksanakan oleh Pemerintahan Kota Batu yang terdiri dari Pemerintah Kota Batu dan DPRD Kota Batu. Dalam pengelolaan keuangan Kota Batu Tahun Anggaran 2007. Selanjutnya.224 pegawai negeri dan 1. Pemerintah Kota Batu memiliki satu BUMD yang berbentuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Pemerintahan Kota Batu pada Tahun 2007. Pembangunan dan Kemasyarakatan yang dilaksanakan oleh satu Sekretariat Daerah. Selain itu. 13 Dinas.d 24 Desember 2007 oleh Soerjanto Soebandi dan 24 Desember 2007 s. Pemerintahan Kota Batu pada Tahun 2006 telah menyusun Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2006 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah.

khusus pada sidang kelompok Kebijakan Umum APBD (KUA). dilakukan pembahasan usulan rencana satuan kerja yang disarikan dari hasil Musrenbangcam. diadakan pembahasan materi KUA Tahun 2007 yang diikuti oleh seluruh kepala satuan kerja. dalam hal ini Bapeda mengundang seluruh satuan kerja untuk menyusun Strategi dan Prioritas Program/Kegiatan. yang akan dituangkan dalam PPAS. TAPD terdiri PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 5 . Sistem Perencanaan Sistem perencanaan dilaksanakan oleh setiap satuan kerja dan dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kota Batu. a. Sistem Penganggaran Sistem penganggaran dilaksanakan oleh setiap satuan kerja dengan dikoordinasikan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Proses perencanaan untuk pelaksanaan Tahun Anggaran 2007 dilakukan dengan prosedur sebagai berikut. Sedangkan pada sidang kelompok lainnya. Mekanisme Musrenbangda meliputi sidang pleno dan empat sidang kelompok. selanjutnya Musrenbangcam pada bulan Maret. yaitu Rencana Strategis Kota Batu Tahun 2003-2008. Setelah PPAS tersusun. perencanaan Musrenbangda diawali dengan Musrenbangdes pada bulan Februari. 2. A. Penyelenggaraan (Musrenbangda) Musyawarah Tahun 2006 Perencanaan untuk Pembangunan Tahun Daerah 2007. adalah sebagai berikut. 1. sebagai landasan penyusunan RAPBD Tahun Anggaran 2007. c.Petunjuk Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2007. dan berujung pada penyelenggaraan Musrenbangda pada bulan April. Bapeda menyerahkan kepada Sekretaris Daerah selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk dibahas lebih lanjut dan dipadukan dengan kemampuan anggaran. Perencanaan Tahun 2007 dilakukan dengan mempertimbangkan dokumen perencanaan Kota Batu 2003– 2008. selanjutnya pada tahap pemantapan. Gambaran atas rancangan dan pelaksanaan rancangan sistem pengelolaan keuangan pada Pemerintah Kota Batu. b. Setelah penyelenggaraan Musrenbangda. Sistem Perencanaan dan Penganggaran Sistem perencanaan dan penganggaran Kota Batu Tahun 2007 dilaksanakan dengan mekanisme sebagai berikut.

Walikota memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam pandangan umum tersebut melalui Rapat Paripurna DPRD. selanjutnya penyampaian pandangan umum melalui Rapat Paripurna DPRD. b. 2) RKA yang dibuat oleh satuan kerja akan diasistensi oleh TAPD. c. diwajibkan menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) atas kegiatannya. Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda). dilakukan pembahasan RAPBD oleh Panitia Anggaran DPRD bersama-sama TAPD. dilakukan oleh 27 Pengguna Anggaran.dari unsur Ketua Sekretaris Daerah. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 6 . Kepala Bapeda. Penyusunan RAPBD 1) RKA SKPD semua satuan kerja yang telah dirasionalisasi akan direkapitulasi dalam Struktur APBD (selanjutnya disebut RAPBD). Setiap Pengguna Anggaran yang telah ditetapkan. Kepala Bagian Perlengkapan dan Kepala Bagian Hukum. a. Prosedur penyusunan APBD TA 2007 dilaksanakan dengan mekanisme sebagai berikut. Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) 1) TAPD akan menyebarkan PPAS yang telah dihasilkan pada tahap perencanaan kepada satuan kerja (satker) untuk dibuatkan RKA SKPDnya. Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan. 6) Setelah ada kesepakatan dalam pembahasan antara eksekutif dan DPRD. maka rancangan APBD disetujui oleh DPRD melalui Rapat Paripurna DPRD. 4) Berdasarkan pandangan umum oleh masing-masing fraksi. 3) RAPBD selanjutnya dibahas dan dievaluasi oleh Fraksi-fraksi DPRD. Asistensi tersebut adalah proses rasionalisasi anggaran pendapatan dan belanja yang diusulkan oleh satuan kerja. Sekretaris Kepala Bagian Keuangan dan Asisten Administrasi dan Umum. 2) RAPBD diajukan kepada DPRD dengan penyampaian Nota Pengantar APBD melalui Rapat Paripurna yang membahas APBD. Penetapan Pengguna Anggaran Penyelenggaraan Pelaksanaan Anggaran Kota Batu pada Tahun Anggaran 2007. 5) Setelah itu.

023/2007 tanggal 21 Februari 2007 untuk dimintakan evaluasi. serta DPA.7) RAPBD yang telah disetujui DPRD dikirim ke Provinsi/Gubernur. Sistem Pelaksanaan Anggaran Sistem Pelaksanaan Anggaran Kota Batu Tahun Anggaran 2007. 8) Atas surat Walikota Batu Nomor 900/48/422. baik Belanja Langsung (BL) maupun Belanja Tidak Langsung (BTL). Gubernur Jawa Timur memberikan hasil evaluasi RAPBD Kota Batu Tahun Anggaran 2007.023/2007 tanggal 21 Februari 2007. 13) Berdasarkan Perda tentang APBD dan Peraturan Walikota tentang Penjabaran APBD. dilakukan dengan berpedoman pada Standarisasi Harga/Daftar Harga Tertinggi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2006. B. disusun Surat Penyediaan Dana (SPD). Penyusunan dan pelaksanaan APBD Kota Batu Tahun Anggaran 2007. RAPBD Tahun Anggaran 2007 yang telah disetujui DPRD Kota Batu ditetapkan menjadi Perda Kota Batu Nomor 1 Tahun 2007 tentang APBD Tahun Anggaran 2007. yang ditetapkan dengan Keputusan Walikota Batu Nomor 29 Tahun 2006 tanggal 1 September 2006 tentang Standar Harga Satuan Barang/Jasa di Lingkungan Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2007. 10) Perda Kota Batu Nomor 1 Tahun 2007 dijabarkan dalam Peraturan Walikota Batu Nomor 10 Tahun 2007 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2007. 11) Hasil evaluasi dan atau perubahan lain menjadi bahan perubahan APBD Tahun Anggaran 2007. mengacu kepada ketentuan teknis daerah yang diimplementasikan dalam Perda Nomor 10 Tahun PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 7 . dijabarkan dalam Peraturan Walikota Batu Nomor 48 Tahun 2007 tentang Penjabaran Perubahan APBD Tahun Anggaran 2007. dijabarkan secara teknis dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang disusun per kegiatan. 12) Perda tentang APBD dan Peraturan Walikota tentang Penjabaran APBD TA 2007. dengan Surat Walikota Batu Nomor 900/48/422. 9) Berdasarkan evaluasi Gubernur Jawa Timur tersebut. yang selanjutnya ditetapkan dengan Perda Kota Batu Nomor 7 Tahun 2007 tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2007.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. dilakukan oleh masingmasing satuan kerja penghasil dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di bawah satuan kerja penghasil. Komunikansi dan Perpustakaan. Kantor Perhubungan. Dinas Kebersihan dan Pertamanan. 4) SPTPD yang diterima dari WP dicatat dalam kartu data dan daftar induk WP untuk dibuat kartu NPWPD. serta bertanggung jawab secara teknis dan administrasi kepada kepala satuan kerja penghasil masing-masing. a. Sub Sistem Pendaftaran dan Pendataan 1) Seksi Pendaftaran dan Pendataan mengiventarisir data WP di wilayah Kota Batu sesuai dengan hasil pendataan. 1. Pelaksanaan teknis atas prosedur pendapatan tersebut. yaitu: a. Dipenda mengelola Pendapatan Asli Daerah yang bersumber dari Pajak Daerah. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 8 . Prosedur pendapatan dan penerimaan kas dari pajak daerah yang dilaksanakan oleh Dipenda. PDAM mengelola pendapatan dari kekayaan daerah yang dipisahkan. Sekretariat Daerah mengelola Pendapatan Dana Perimbangan dan pendapatan dari kegiatan pembiayaan. Dinas Pemukiman dan Bina Marga. c. 3) SPTPD dikembalikan selambat-lambatnya 15 hari sejak SPTPD diterima oleh WP. dikoordinasikan oleh Dinas Pendapatan Daerah. b. 2) Secara periodik WP akan mengisi Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) yang disebarkan oleh petugas. Sistem Pengelolaan Pendapatan Daerah Pengelolaan pendapatan daerah Tahun 2007. Dinas Pariwisata. d. Sub Sistem Penghitungan dan Penetapan 1) Berdasarkan SPTPD yang diterima seksi perhitungan dan penetapan. b.2007 dan Peraturan Walikota Batu. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Dinas Informasi. UPTD bertugas untuk melaksanakan teknis pendapatan daerah. Pelaksanaan teknis prosedur pendapatan daerah dilaksanakan oleh unit penghasil. Kantor Kas Daerah mengelola pendapatan dari jasa bank. Dinas Sumber Daya Air dan Energi. Dinas Pertanian. sebagai berikut. Dinas Kesehatan. Kantor Satuan Polisi PP mengelola pendapatan dari retribusi jasa usaha. e.

Sub Sistem Pembukuan dan Pelaporan 1) Berdasarkan SKPD. STS yang telah divalidasi disampaikan ke Bidang Pembukuan dan Pelaporan.dihitung pajaknya. Sub Sistem Penagihan 1) SKPD ditagih setelah melebihi jatuh tempo dengan menerbitkan STPD (Surat Tagihan Pajak Daerah). dengan tembusan disampaikan kepada Bidang Pembukuan dan Pelaporan. e. 3) STPD yang telah ditetapkan disampaikan kepada WP. 4) Setiap bulan seksi penetapan membuat rekapitulasi SKPD. SSPD dan STS dilakukan pencatatan dalam BKU (Buku Kas Umum) pada sisi penerimaan serta buku per jenis pajak. Bidang Penyuluhan dan Penagihan. 4). 3) Selanjutnya. 2) BKP menerbitkan SSPD (Surat Setoran Pajak Daerah) sebagai bukti pembayaran pajak daerah. maka tindakan selanjutnya akan diterbitkan surat paksa. 2) STPD ditetapkan sebesar nilai SKPD ditambah denda. dengan tembusan disampaikan kepada Bidang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. 4) Apabila STPD yang telah disampaikan kepada WP selama tujuh hari tidak ditanggapi. BKP secara periodik (bulanan) menyiapkan laporan realisasi penerimaan dan penyetoran uang yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendapatan. 5). SKPD yang telah diterbitkan didistribusikan kepada WP sebagai dasar untuk pembayaran pajak. serta Bidang Penyuluhan dan Penagihan. 3) Hasil penerimaan pajak daerah tersebut setiap hari oleh BKP disetorkan ke Kas Daerah secara bruto dengan media STS (Surat Tanda Setoran) melalui Bank Jatim. c. serta Bidang Pembukuan dan Pelaporan. WP melakukan pembayaran pajak daerah melalui BKP (Bendahara Khusus Penerimaan). 2) Hasil perhitungan akan ditetapkan oleh seksi penetapan atas pajak yang harus dibayar oleh WP dengan menerbitkan SKPD. d. maka akan diterbitkan surat teguran. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 9 . 5) Surat teguran dalam waktu 21 hari tidak ditanggapi oleh WP. Sub Sistem Penerimaan dan Penyetoran 1) Berdasarkan SKPD dan atau STPD yang diterima.

dilakukan dengan mengacu kepada ketentuan yang telah ditetapkan maupun berdasarkan perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga. pelaksanaan prosedur kegiatan belanja daerah Tahun Anggaran 2007.2) Secara periodikal dilakukan pencocokan data sesuai bukti setor ke Kas Daerah. a. Mekanisme administrasi kegiatan belanja dilakukan dengan penunjukan Pengguna Anggaran. Secara lebih rinci. 3) Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh masing-masing satuan kerja pengguna anggaran.013/2007 tanggal 1 Maret 2007. dimulai dari penetapan panitia pengadaan hingga terpilihnya rekanan. berdasarkan DPA. Sistem Belanja Daerah Kegiatan belanja daerah dilaksanakan oleh masing-masing satuan kerja sesuai dengan DPA. ditetapkan dengan Keputusan Walikota Batu Nomor 180/16/KEP/422. b. dan apabila ada perubahan APBD. penerimaan dan tunggakan per jenis pajak daerah. dan Bendahara Pengeluaran Pembantu di lingkungan Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2007. Sub Sistem Pengadaan Barang dan Jasa 1) Berdasarkan DPA. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Sub Sistem Pelaksanaan Kegiatan 1) DPA dibuat secara tahunan oleh Bagian Keuangan selaku PPKD. pengguna anggaran dapat menerbitkan keputusan pembentukan tim dan melakukan perikatan dengan pihak ketiga. Pelaksanaan kegiatan tersebut. Perjanjian kerja sama yang dilakukan satuan kerja dengan pihak ketiga tersebut. 3) Membuat daftar penetapan. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 10 . 2. Kas Daerah menyusun draft SPD dan Bagian Keuangan akan menerbitkan Surat Penyediaan Dana (SPD). maka DPA direvisi sesuai perubahan APBD tersebut. dilakukan proses pengadaan barang dan jasa sesuai tahapan. penerimaan dan tunggakan per jenis pajak. Bendahara Pengeluaran. 4) Membuat laporan realisasi penerimaan pajak daerah atas daftar penetapan. Penunjukan para pejabat dan pelaksana tersebut. adalah sebagai berikut. 2) Selanjutnya. tidak terdaftar di Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Batu.

Bagian Perlengkapan juga tidak pernah memberikan laporan aset-aset dan posisi barang kepada Bagian Keuangan. Pengeluaran Kas melalui SPM-UP 1) Bendahara Pengeluaran dan atau pihak ketiga mengajukan SPP kepada Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) SKPD. 4) Hasil pengadaan barang diadministrasikan oleh bendahara barang. Untuk Sekretariat Daerah. a) SP2D lembar I untuk Bank Jatim melalui Kas Daerah. tanpa harus melalui proses penelaahan hukum oleh Bagian Hukum Pemerintah Kota Batu. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 11 . 3) Apabila dokumen SPP-UP dan SPM-UP telah memenuhi syarat. 2) PPK SKPD mengajukan SPP-UP dan SPM-UP ke Kantor Kas Daerah. Sub Sistem Perbendaharaan dan Pengeluaran Kas Pejabat BUD di Kota Batu pada Tahun Anggaran 2007. 5) Penyusunan neraca pada Pemerintah Kota Batu TA 2007 dibuat dengan dasar realisasi anggaran saja. adalah Kepala Kantor Kas Daerah sesuai dengan SK Walikota Batu Nomor 180/173/KEP/422. kuasa BUD menerbitkan SP2D-UP. Untuk menjalankan fungsi tersebut.2) Penandatanganan perjanjian oleh pelaksana kegiatan dilakukan oleh pelaksana kegiatan. SPP-UP dan SPM-UP sebelum diserahkan ke Kas Daerah diverifikasi terlebih dahulu oleh Subbag Perbendaharaan pada Bagian Keuangan. c. selama TA 2007. posisi aset-aset dan barang belum terdata dengan baik. dan pada akhir kontrak akan dibuat Berita Acara Serah Terima (BAST) antara rekanan dengan pelaksana kegiatan. dengan distribusi sebagai berikut. b) SP2D lembar II untuk Pengguna Anggaran/Bendahara Pengeluaran. atau belum ada pemutakhiran data. 4) SP2D-UP dibuat sebanyak empat rangkap. prosedur perbendaharaan dan pengeluaran kas adalah sebagai berikut. 6) Pada neraca awal. 3) Secara periodik dilakukan pembayaran sesuai dengan perjanjian/kontrak.013/2006 tanggal 15 Desember 2006 tentang Penunjukan Bendahara Umum Daerah Tahun Anggaran 2007. 7) Bagian Keuangan tidak melakukan pencatatan nilai persediaan.

dicairkan dengan cara menerbitkan cek bertandatangan Kepala Kantor Kas Daerah. b) SP2D lembar II untuk Pengguna Anggaran/Bendahara Pengeluaran. SPP-GU dan SPM-GU diverifikasi terlebih dahulu oleh Subbag Perbendaharaan pada Bag. dengan distribusi sebagai berikut. Apabila SPP dan dokumen pendukung telah memenuhi syarat. 4). dan sistem pencairannya adalah komulatif satu cek untuk beberapa SP2D dengan sumber dana serta tanggal pencairan dokumen yang sama. pengawasan hanya ada di Laporan Realisasi Anggaran. selanjutnya bank melakukan transaksi pencairan cek dan transaksi setoran ke rekening yang dituju dalam slip setoran. 6) SP2D yang telah ditandatangani oleh Kepala Kantor Kas Daerah dan PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 12 . serta mengisi slip setoran bank dengan rekening tujuan adalah rekening bendahara sesuai dalam SP2D. Pengeluaran Kas melalui SPM-GU 1) Bendahara Pengeluaran dan atau pihak ketiga mengajukan SPP kepada Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) SKPD. d) SP2D lembar IV untuk arsip Kuasa BUD. tidak ada KPK (Kartu Pengawasan Kredit) atau sistem pengawasan lainnya. sebelum SP2D diterbitkan. 2).c) SP2D lembar III untuk arsip BUD. c) SP2D lembar III untuk arsip BUD. 5) Cek dan slip setoran dikirim ke bank. 3). d) SP2D lembar IV untuk arsip Kuasa BUD. Dalam hal ini. PPK akan menguji SPP berdasarkan kesesuaiannya dengan APBD dan atau DPA. Untuk Sekretariat Daerah. Apabila dokumen SPP-GU dan SPM-GU telah memenuhi syarat. Kuasa BUD menerbitkan Surat Perintah Penyediaan Dana (SP2D). Keuangan lalu diserahkan ke Kantor Kas Daerah untuk diterbitkan SP2D. PPK menerbitkan SPM-GU. a) SP2D lembar I untuk Bank Jatim melalui Kas Daerah. 5) SP2D-GU dibuat sebanyak empat rangkap. yang disesuaikan dengan bukti rekening/sumber dana peruntukan sesuai dalam APBD. 5) SP2D yang telah ditandatangani oleh Kepala Kantor Kas Daerah dan distempel.

3) Apabila SPP dan dokumen pendukung telah memenuhi syarat. serta mengisi slip setoran bank dengan rekening tujuan adalah rekening bendahara sesuai dalam SP2D. dengan distribusi sebagai berikut. sebelum disampaikan ke Kas Daerah. 7) Cek dan slip setoran dikirim ke bank. PPK menerbitkan SPM-LS. dan sistem pencairannya adalah komulatif satu cek untuk beberapa SP2D dengan sumber dana serta tanggal pencairan dokumen yang sama. dicairkan dengan cara menerbitkan cek bertanda tangan Kepala Kantor Kas Daerah. serta mengisi slip setoran bank dengan rekening tujuan adalah rekening bendahara sesuai dalam SP2D. a) SP2D lembar I untuk Bank Jatim melalui Kas Daerah. b) SP2D lembar II untuk Pengguna Anggaran/Bendahara Pengeluaran. dan sistem pencairannya adalah komulatif satu cek untuk beberapa SP2D dengan sumber dana serta tanggal pencairan dokumen PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 13 . selanjutnya bank melakukan transaksi pencairan cek dan transaksi setoran ke rekening yang dituju dalam slip setoran. 2) PPK akan menguji SPP berdasarkan kesesuaiannya dengan APBD dan atau DPA. SPP-LS dan SPM-LS diverifikasi terlebih dahulu oleh Sub Bag.distempel. 5) SP2D-LS dibuat sebanyak empat rangkap. Pengeluaran Kas melalui SPM-LS 1) Bendahara Pengeluaran dan atau pihak ketiga mengajukan SPP kepada Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) SKPD. 4) Apabila dokumen SPP-LS dan SPM-LS telah memenuhi syarat. yang disesuaikan dengan bukti rekening/sumber dana peruntukan sesuai dalam APBD. dicairkan dengan cara menerbitkan cek bertanda tangan Kepala Kantor Kas Daerah. d) SP2D lembar IV untuk Kantor Kas Daerah. yang disesuaikan dengan bukti rekening/sumber dana peruntukan sesuai dalam APBD. kemudian disampaikan ke Kas Daerah. Untuk Sekretariat Daerah. Kuasa BUD menerbitkan Surat Perintah Penyediaan Dana (SP2D)-LS. Perbendaharaan. c) SP2D lembar III untuk arsip BUD. 6) SP2D yang telah ditandatangani oleh Kepala Kantor Kas Daerah dan distempel.

Kuasa BUD akan melakukan rekonsiliasi bank apabila terdapat selisih antara BKU B-IX dengan Rekening Koran (R/C). Modifikasi atas basis kas pada pembukuan Kota Batu Tahun Anggaran PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 14 . C. Setiap tanggal 11. 3) SPJ yang telah diterima akan diteliti dengan syarat-syarat SPJ. untuk sisa yang belum dipertanggungjawabkan sampai dengan periode akhir Tahun Anggaran 2007. dilakukan secara tersentralisasi di Bagian Keuangan Sekretariat Daerah. 7) Cek dan slip setoran dikirim ke bank. d. Namun. 10) Diakhir bulan. dimana selisih yang terjadi dikarenakan adanya selisih tenggang waktu perpindahan dana (outstanding). 4) Terhadap SPJ yang belum memenuhi syarat. Sub Sistem Verifikasi atas Pengeluaran Kas yang Belum Definitif 1) Bendahara Pengeluaran menyampaikan SPJ atas SP2D-UP/GU yang diterimanya paling lambat setiap tanggal 10 setelah bulan penerimaan SP2D-UP/GU. diterbitkan lembar pengesahan SPJ. 9) Kuasa BUD akan mencatat SP2D yang telah dicairkan ke Buku Kas Umum (BKU/B-IX). Bagian Keuangan akan menerbitkan bukti tanda terima. 8) Kuasa BUD/Kantor Kas Daerah menerima Rekening Koran (R/C) secara periodik harian dari bank tempat penyimpanan dana Pemerintah. Sistem Pembukuan dan Penyusunan Laporan Keuangan Pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangan Kota Batu Tahun Anggaran 2007. 5) Atas SPJ yang telah memenuhi syarat.yang sama. selanjutnya bank melakukan transaksi pencairan cek dan transaksi setoran ke rekening yang dituju dalam slip setoran. 2) Atas penerimaan SPJ. dinyatakan sebagai sisa yang belum dipertanggungjawabkan untuk dipertanggungjawabkan pada periode berikutnya. Bendahara Pengeluaran yang belum menyampaikan SPJ akan mendapat teguran (hal ini berlaku efektif mulai Nopember 2007). dianggap sebagai sisa uang yang harus disetor. dan diselenggarakan dengan menggunakan sistem pembukuan ganda dan dasar kas modifikasian. dan membuat Laporan Kas Posisi berdasarkan data BKU (B-IX) serta Rekening Koran (R/C).

Bend-17 dan RC ke Bagian Keuangan. 2. g. b. Selain itu. Pada akhir tahun dengan melalui sistem yang tidak terkomputerisasi dilakukan pemrosesan Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan. Bagian Keuangan melakukan pencatatan pada Jurnal Penerimaan setiap hari. Sub Sistem Pembukuan Penerimaan Daerah a. c. e. SKPD penghasil menyampaikan laporan realiasi pendapatan bulanan. b. e. Belanja definitif dari pencairan SP2D-UP dan SP2D-GU. d. Kantor Kas Daerah mengirim STS. Penyesuaian atau koreksi terhadap pencatatan pendapatan dilakukan melalui Bukti Umum dan Jurnal Umum. disesuaikan PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 15 . Dokumen RC. sedangkan pencairan SP2D-LS dicatat ke akun Belanja yang bersangkutan. Pencatatan atas pengeluaran selama satu tahun anggaran.2007. f. c. adalah pada proses pembrutoan pendapatan yang secara kas diterima neto dengan media Bukti Umum. Dinas Pendapatan setiap bulan menyampaikan laporan realisasi pendapatan. Nota Kredit. Bend-17 dan RC yang diterima dari Kas Daerah. Secara otomatis masuk ke Buku Besar Penerimaan melalui Sistem Akuntansi Keuangan Daerah yang tidak terkomputerisasi. d. namun SP2D yang dilampirkan tidak lengkap. Sub Bagian Keuangan menerima BKU B-IX yang dilampiri SP2D yang telah bertanda tangan Kepala Kantor Kas Daerah dan berstempel. Sub Bagian Keuangan menerima RC dilampiri SP2D yang telah divalidasi oleh Bank dari Kantor Kas Daerah. dijadikan dasar mencatat di Jurnal Pengeluaran dan secara otomatis menghasilkan Buku Besar Pengeluaran. SP2D dan Laporan Pencairan Dana per SKPD tersebut. dicatat ketika Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Fungsional dari masingmasing SKPD disampaikan ke Bagian Keuangan setelah disahkan oleh PA melalui PPK SKPD. Sub Sistem Pembukuan Pengeluaran Daerah a. Nota Kredit. Dokumen tersebut digunakan untuk melakukan cross-check dengan dokumen STS. 1. Pencairan SP2D-UP dan SP2D-GU dicatat ke akun Kas di Bendahara Pengeluaran. Bagian Keuangan menerima Laporan Pencairan Dana per SKPD.

terdiri dari: a. prosedur penyusunan Neraca Kota Batu per 31 Desember 2007. Laporan Arus Kas Tahun Anggaran 2007. adalah sebagai berikut. a. Hasil penelaahan data dan informasi yang diperoleh BPK RI. dilakukan dengan suatu tahapan yang dijadwalkan dengan DPRD Kota Batu. Penyampaian ditandatangani Laporan oleh Keuangan dengan Daerah surat Kota penyampaian dengan yang Nomor Sekretariat Batu 900/258/422. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2007. Pada akhir tahun anggaran. c. 3. Pada tanggal 2 April 2008.023/2008 tanggal 31 Maret 2008 dan dituangkan dalam Berita Acara Penyerahan Laporan Keuangan. Berdasarkan data tersebut. 3. Bagian Keuangan Sekretariat Daerah meminta data SKPD untuk bukti perjanjian sewa atau kontrak gedung. d. Sistem Pertanggungjawaban Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Batu Tahun Anggaran 2007. Pada akhir tahun dengan melalui sistem yang tidak terkomputerisasi dilakukan pemrosesan Laporan Realisasi Anggaran Belanja.dengan Jurnal Penerimaan (beban rekening belanja yang bersangkutan atau Kas di Bendahara Pengeluaran) atas setoran kas sebagai akibat pengembalian belanja dalam satu tahun anggaran. D. dan koreksi non kas. Catatan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2007. Prosedur pertanggungjawaban yang telah dilalui hingga selesainya pekerjaan lapangan pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2007. 1. BPK RI memulai pekerjaan lapangan pemeriksaan PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 16 . dibuat Bukti Umum sebagai dasar untuk melakukan penjurnalan ke dalam buku besar neraca. 4. Bagian Keuangan Sekretariat Daerah menginput saldo awal akun neraca pada sistem informasi yang telah dibangun berdasarkan kelompok SKPD. b. adalah sebagai berikut. Sub Sistem Penyusunan Neraca Penyusunan Neraca dilakukan oleh Bagian Keuangan Sekretariat Daerah. f. c. 2. Laporan Keuangan yang telah disusun adalah Laporan Keuangan versi SAP yang tidak terkomputerisasi. Sub Sistem Penyusunan Laporan Aliran Kas Data-data akun di LRA dihasilkan melalui proses yang tidak terkomputerisasi. b. Neraca per 31 Desember 2007.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 17 .atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2007 yang berakhir pada tanggal 26 April 2008.

Dinas Pertanian. mengakui bahwa buku tabungannya berada di Kas Daerah. f. c. adalah rekening tabungan dan giro yang dimiliki masing-masing SKPD.HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN 1. masingmasing SKPD membuka dua rekening. Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). kemudian diterbitkan SP2D oleh Kantor Kas Daerah. SKPD tidak menyimpan sendiri buku tabungannya masing-masing. d. diantaranya adalah: a. diketahui bahwa sebagian besar buku tabungan dari masing-masing SKPD berada di Kantor Kas Daerah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. adakalanya pihak Kas Daerah mendistribusi dana langsung ke pihak ketiga. b. Proses pencairan dana dimulai dengan pengajuan SPP dan SPM dari SKPD untuk diajukan ke Kantor Kas Daerah. Dinas Permukiman dan Bina Marga. diketahui bahwa dalam rangka pencairan dana untuk masing-masing SKPD. Selanjutnya. Hal tersebut. sedangkan rekening tabungan untuk menampung dana operasional. Bendahara Pengeluaran menyetornya ke masing-masing SKPD dengan membuat slip setoran terlebih dahulu. yang tidak mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan bertindak setelah melalui analisa yang mendalam terhadap resiko dan PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 18 . Kebijaksanaan. Rekening giro dipergunakan untuk menampung gaji. masing-masing rekening giro dan rekening tabungan. Dinas Kesehatan. Disamping itu. Berdasarkan hasil penelaahan lebih lanjut. SKPD-SKPD yang disampling. Rekening tujuan untuk masing-masing SKPD tersebut. Dinas Pertanahan. pihak Kas Daerah melalui Bendahara Pengeluaran mencairkan dana dimaksud dari rekening Kas Daerah. e. Buku Tabungan milik SKPD tidak dibawa oleh masing-masing SKPD tetapi berada di Kas Daerah Berdasarkan hasil penelaahan prosedur pencairan dana untuk SKPD. menunjukkan adanya kelemahan pengendalian intern terutama pada: a. Kemudian.

Tujuan penitipan tersebut semula hanya untuk mempermudah pengecekan pencairan dana yang diajukan oleh Bendahara SKPD. c. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 19 . mantan Kuasa BUD periode sebelum Oktober 2007 (Kas Daerah Lama) menjelaskan.kemungkinan manfaat yang diperoleh. bahwa tidak ada pemaksaan penitipan buku tabungan di Kantor Kas Daerah. yang dibutuhkan adalah slip penarikan yang ditandatangani Bendahara SKPD. Pengawasan. Sehubungan dengan permasalahan ini. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu menginstruksikan kepada Kepala Kantor Kas Daerah agar dalam mengelola kas daerah berpegang pada aturan yang berlaku supaya pelaksanaan pengelolaan kas daerah menjadi tertib dan dapat dipertanggungjawabkan. yaitu tidak adanya tindakan manajemen yang memadai untuk merespon penyimpangan terhadap kebijakan dan prosedur yang ada. Permasalahan ini mengakibatkan buku-buku tabungan tersebut akan sangat rentan disalahgunakan. kepatutan. Selain itu. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan. efisien. SKPD akan kesulitan memantau setiap uang masuk dan keluar dalam rekeningnya masing-masing. yaitu tidak dilakukannya audit internal atas pengelolaan kas di BUD oleh auditor internal entitas. b. sehingga tidak memungkinkan Kantor Kas Daerah menyalahgunakan buku tabungan tersebut. Hal tersebut terjadi karena kesengajaan pihak Kas Daerah untuk menyimpan buku tabungan tersebut di Kantor Kas Daerah. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. efektif. pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib. Selain itu. taat pada peraturan perundang-undangan. ekonomis. pemegang spesimen buku tabungan SKPD adalah Bendahara SKPD. dan untuk melakukan proses pencairan. dan manfaat untuk masyarakat. Personalia.

2. Kecamatan. diketahui bahwa selama Tahun Anggaran 2007 Kegiatan Pengawasan Internal Secara Berkala (PKPT) tidak berjalan. antara lain terdapat pembagian unit organisasi menjadi beberapa bidang. dimana jajaran pimpinan entitas belum memahami sepenuhnya tanggung jawab pengendalian. Pemerintah Kota Batu telah membentuk sebuah Badan Pengawasan Daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2003. pelaksanaan pembangunan masyarakat di lingkungan Pemerintah Daerah. Hal tersebut menunjukkan adanya kelemahan pengendalian intern terutama pada: a. Badan Pengawas Daerah sebagai Satuan Pengawas Intern tidak berfungsi optimal Dalam rangka pelaksanaan pengawasan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kelurahan dan Desa berdasarkan kebijaksanaan Kepala Daerah dan peraturan perundang-undangan PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 20 . Cakupan pelaksanaan tugas dalam badan pengawas ini terlihat dari struktur organisasinya. Struktur organisasi. Bidang Keuangan dan Perusahaan Daerah. pada pasal 3 yang menyatakan bahwa Badan Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan urusan rumah tangga daerah di bidang dan pengawasan pelayanan pemerintahan. Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah kegiatan penanganan kasus pengaduan. dimana pimpinan entitas tertinggi tidak melakukan pengawasan yang memadai terhadap pencapaian suatu entitas terhadap rencana yang telah dibuat. akibat tidak adanya tindakan manajemen yang memadai untuk merespon penyimpangan terhadap kebijakan dan prosedur yang ada. Berdasarkan data tentang pelaksanaan tugas pengawasan oleh Badan Pengawas Daerah. diantaranya bidang Pemerintahan dan Aparatur. serta Bidang Ekonomi dan Pembangunan. c. Pengawasan. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawasan Kota Batu. Badan ini mempunyai kedudukan sebagai unsur pelaksana di bidang pengawasan. yang tidak berkaitan secara langsung dengan pelaksanaan pengawasan di bidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Personalia. b.

diantaranya bahwa sebelum tanggal 10 Oktober 2007. serta adanya pelaksanaan pilkada yang secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap program-program pengawasan. sehingga pemeriksaan akan dilaksanakan pada tahun berikutnya. bahwa hal ini disebabkan seringnya terjadi mutasi pejabat dan pergantian Kepala Daerah sebanyak empat kali dan anggaran pelaksanaan PKPT Tahun 2007 tidak tersedia. Kendala lain adalah seringnya terjadi mutasi di tingkat eselon III. Tidak adanya pelaksanaan pengawasan yang utamanya berkaitan dengan pelaksanaan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah mengakibatkan tidak adanya deteksi dini terhadap penyimpangan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).yang berlaku. serta pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2007 sebagian besar dicairkan pada akhir tahun anggaran. posisi Kepala Bawasda masih belum definitif atau masih di-plt-kan kepada Kepala Bidang Keuangan dan Perusahaan Daerah (Eselon III). Hal ini menyulitkan pelaksanaan tugas pengawasan terhadap SKPD yang eselonnya lebih tinggi. Permasalahan ini disebabkan oleh beberapa hal. Sehubungan dengan permasalahan ini. yang berakibat pejabat yang baru belum menguasai tupoksinya masing-masing. pergantian kepala daerah sebanyak empat kali. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 21 . Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar memerintahkan Kepala Badan Pengawasan untuk meningkatkan pengawasan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). dihapuskan dalam PAK Tahun 2007. Kepala Badan Pengawasan menjelaskan. Selain itu.

terutama pada kebijakan yang tidak menerapkan prinsip kehati-hatian dan hanya akan bertindak setelah melalui analisa mendalam terhadap risiko dan kemungkinan manfaat yang diperoleh. Pemilihan bank tidak dilengkapi dengan suatu analisis keuangan yang memadai. hasil pemeriksaan juga menunjukkan bahwa pembukaan rekening kas daerah pada bank tersebut juga tidak didukung dengan kerjasama tertulis antara pihak Pemerintah Kota Batu dengan pihak Bank Jatim. Pemerintah Kota Batu telah membuka rekening Kas Daerah sebanyak 11 rekening. diketahui bahwa kebijakan untuk menempatkan uang milik daerah di Bank Jatim tersebut tidak melalui pertimbangan profesional. yang semuanya berada pada Bank Jatim. Ayat (3) menyebutkan bahwa penunjukan Bank Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimuat dalam perjanjian antara Bendahara Umum Daerah dengan Bank Umum yang bersangkutan. Penunjukan Bank tempat penyimpanan kas milik daerah tidak didukung dengan kesepakatan antara pihak Pemerintah Daerah dan Bank Dalam rangka pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain itu. b. Pemerintah Daerah akan PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 22 . Berdasarkan hasil pemeriksaan. Kondisi tersebut di atas tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tanggal 16 Juli 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah pasal 18 pada: a. pemilihan bank tanpa analisis kelayakan akan sangat beresiko terhadap tingkat pengamanan aktiva. Selain itu.3. Tanpa ikatan kerja sama yang jelas dengan pihak bank. Hal ini dapat berakibat Pemerintah Daerah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan penerimaan jasa giro yang lebih besar. Ayat (1) menyebutkan bahwa gubernur/bupati/walikota menunjuk Bank Umum sesuai dengan kriteria dan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam pasal 17 ayat (1) dan/atau Bank Sentral untuk menyimpan Uang Daerah yang berasal dari penerimaan daerah dan untuk membiayai pengeluaran daerah. Kepala Daerah belum menetapkan kriteria dan persyaratan Bank Umum yang dapat dipilih sebagai alternatif penempatan kas milik daerah. Hal tersebut menunjukkan adanya kelemahan pengendalian intern.

dengan mengacu pada PP Nomor 39 Tahun 2007 tanggal 16 Juli 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar membuat perjanjian tertulis dengan bank tempat penyimpanan kas milik daerah. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 23 . Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Cabang Batu Nomor 180/01/422. Sehubungan dengan permasalahan ini. Kepala Kantor Kas Daerah menjelaskan bahwa penunjukan tentang ini berdasarkan Bank SK Jawa Walikota Timur Nomor Cabang 180/10/KEP/422.1/CBT/2003 tentang Pendirian Payment Point.013/2003 Penunjukan Pembantu Batu sebagai Pemegang Kas Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2003.kesulitan mendapatkan hak-haknya untuk mendapatkan pelayanan prima dalam menunjang tugas-tugas BUD.013/2003 under score 041/71. dan Surat Perjanjian antara Pemerintah Kota Batu dan PT. Hal ini disebabkan Pemerintah Daerah tidak memiliki ketentuan yang jelas tentang mekanisme penempatan kas milik daerah.

yaitu tidak adanya dokumentasi untuk perencanaan kas. b. Perencanaan. namun belum dibuatkan Anggaran Kas Pemerintah Kota Batu. dan perkiraan arus kas keluar yang digunakan untuk mendanai pelaksanaan kegiatan dalam setiap periode. Struktur organisasi. Anggaran kas memuat perkiraan arus kas masuk yang bersumber dari penerimaan. Untuk itu. Anggaran kas berfungsi sebagai kontrol uang kas masuk dan kas keluar. pada APBD Tahun Anggaran 2008 akan dilakukan pembenahan. Permasalahan tersebut menunjukkan kelemahan pengendalian intern terutama pada: a. Kepala Bagian Keuangan menjelaskan bahwa pada Tahun Anggaran 2007 penyusunan anggaran kas Pemerintah Daerah merupakan tugas dari Kuasa BUD dhi adalah Kantor Kas Daerah. Tidak dibuatnya anggaran kas dapat berakibat pengeluaran kas menjadi tak terkendali. dimana jajaran pimpinan entitas belum memahami sepenuhnya tanggung jawab pengendalian. Sehubungan dengan permasalahan ini.4. Anggaran kas SKPD telah dibuat dan telah dihimpun di Kuasa BUD. guna mengatur ketersediaan dana yang cukup untuk mendanai pengeluaran-pengeluaran sesuai dengan rencana penarikan dana yang tercantum dalam DPA-SKPD yang telah disahkan. menunjukkan bahwa BUD pada Tahun Anggaran 2007 tidak membuat anggaran kas. pasal 126 ayat (1) yang menyatakan bahwa PPKD selaku BUD menyusun anggaran kas pemerintah daerah guna mengatur ketersediaan dana yang cukup untuk mendanai pengeluaran-pengeluaran sesuai dengan rencana penarikan dana yang tercantum dalam DPA-SKPD yang telah disahkan. BUD belum membuat Anggaran Kas Pemerintah Daerah Hasil penelaahan atas pengendalian intern. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 24 . Kondisi tersebut disebabkan BUD kurang taat pada aturan pengelolaan keuangan daerah.

Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar memerintahkan BUD untuk membuat Anggaran Kas Pemerintah Daerah guna mengatur ketersediaan dana yang cukup untuk mendanai pengeluaran-pengeluaran sesuai dengan rencana penarikan dana yang tercantum dalam DPA-SKPD yang telah disahkan. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 25 .

Permasalahan tersebut diatas tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah pada: a. Struktur organisasi. Permasalahan terutama pada: tersebut menunjukkan kelemahan pengendalian intern a. c. Pemerintah Daerah belum sepenuhnya membuat pedoman pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah Berdasarkan hasil penelaahan yang dilakukan atas kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Daerah terkait pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah. diketahui bahwa Pemerintah Kota Batu belum menyediakan secara penuh pedoman pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah sebagai petunjuk operasional pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah. Beberapa pedoman yang belum dibuat tersebut. b. Peraturan Kepala Daerah tentang Kebijakan Akuntansi Keuangan Daerah. Pasal 126 ayat (3) yang menyatakan bahwa mekanisme pengelolaan anggaran kas pemerintah daerah ditetapkan dalam peraturan kepala daerah. b. c. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 26 .5. yaitu belum adanya prosedur yang baku yang dibuat oleh Pemerintah Daerah berkaitan dengan sistem dan kebijakan akuntansi dan mekanisme pengelolaan anggaran kas. antara lain: a. yaitu pimpinan entitas belum memahami sepenuhnya tanggung jawab pengendalian yang mereka miliki. Prosedur. Peraturan Kepala Daerah tentang Sistem Akuntansi Keuangan Daerah. terhadap tujuan operasional entitas yang signifikan belum memperoleh perhatian yang khusus dari pimpinan entitas. Pasal 232 ayat (2) menyebutkan bahwa sistem akuntansi pemerintahan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan peraturan kepala daerah mengacu pada peraturan daerah tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah. b. Peraturan Kepala Daerah tentang Mekanisme Pengelolaan Anggaran Kas Pemerintah Daerah. Perencanaan.

Atas permasalahan tersebut. b. Menyusun Sistem Akuntansi Keuangan Daerah. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar: a. Kebijakan Akuntansi Keuangan Daerah. pelaksana teknis di lapangan kesulitan dalam penyusunan pelaporan keuangan daerah. terjadi beberapa kebijakan Kepala Daerah yang berpengaruh terhadap status kepegawaian. Kepala Bagian Keuangan menjelaskan bahwa dalam perkembangannya sebelum petunjuk pelaksanaan peraturan daerah tersebut disusun. Kebijakan Akuntansi Keuangan Daerah dan Mekanisme Pengelolaan Anggaran Kas Pemerintah Daerah. yaitu masalah kepangkatan dan mutasi jabatan sehingga berpengaruh pula terhadap proses penyusunan petunjuk pelaksanaan Peraturan daerah. pendapatan. pengukuran dan pelaporan atas aset. kewajiban. Hal ini mengakibatkan pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah menjadi kurang tertib. dan pembiayaan serta laporan keuangan. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 27 . dan pengendalian intern menjadi kurang dapat diandalkan sebagai alat untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan keuangan daerah. Selain itu.c. ekuitas. dan Peraturan Walikota tentang Mekanisme Pengelolaan Anggaran Kas Pemerintah Daerah. untuk Tahun Anggaran 2008 Bagian Keuangan akan menindaklanjuti ketentuan tersebut. Kondisi tersebut diatas disebabkan Kepala Daerah kurang memahami aturan pengelolaan keuangan daerah. Pasal 239 : 1) Ayat (1) yang menyatakan bahwa Kepala Daerah menetapkan peraturan kepala daerah tentang kebijakan akuntansi pemerintah daerah dengan berpedoman pada standar akuntansi pemerintahan. belanja. 2) Ayat (2) yang menyatakan bahwa kebijakan akuntansi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan dasar pengakuan. Selanjutnya. Menetapkan Peraturan Walikota tentang Sistem Akuntansi Keuangan Daerah.

6. Satuan Kerja hanya membuat laporan jika Bagian Perlengkapan mengirim formulir untuk diisi. b. Permasalahan tersebut tidak sesuai dengan : a. Prosedur. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 28 . pengelolaan informasi untuk memastikan tingkat keakuratan dan kelengkapan informasi keuangan. ketika barang pengadaan datang. dikelola oleh Bagian Perlengkapan. Dalam penyusunan laporan aset per 31 Desember 2007. tersebut menunjukkan kelemahan pengendalian intern. Dari pemeriksaan beberapa Satuan Kerja. Dalam pencatatan aset pada barang bergerak hanya berdasarkan pada barang yang ada. diketahui bahwa tidak semua Satuan Kerja membuat laporan semesteran untuk dikompilasi oleh Bagian Perlengkapan. Selain itu. dimana pihak lain tidak memperoleh informasi yang dibutuhkan guna melaksanakan tanggung jawabnya. Pengelolaan aset Pemerintah Kota Batu belum tertib Aktiva tetap yang merupakan bagian dari aset yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Batu. sehingga apabila ada barang yang hilang. yang menduduki posisi sebagai Bendahara Barang pada Tahun 2007. pada : 1) Pasal 253 ayat (1) yang menyatakan bahwa prosedur akuntansi aset pada SKPD meliputi pencatatan dan pelaporan akuntansi atas perolehan. Bendahara Barang pada beberapa Satuan Kerja adalah pegawai baru. Laporan ini juga akan digunakan untuk sensus yang dilaksanakan di Tahun 2008. yang diperoleh melalui realisasi belanja modal Tahun Anggaran 2007. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Bendahara Barang Dinas Kesehatan tidak memiliki data-data manual aset pada pengelolaan sebelumnya. Bagian Perlengkapan menyebarkan formulir untuk diisi oleh masing-masing Satuan Kerja tentang posisi aktiva tetap yang dimiliki. PPK tidak melaporkan pada Bendahara Barang. Sedangkan pada pendistribusian aset. sehingga Bendahara hanya mengetahui barang dari data-data yang ada. Pelaporan. Bendahara Barang tidak akan mengetahui. namun langsung mendistribusikan aset tersebut ke puskesmas-puskesmas. Laporan tersebut kemudian dikompilasi oleh Bagian Perlengkapan. Permasalahan terutama pada: a.

2) Pasal 256 ayat (1) yang menyatakan bahwa buku yang digunakan untuk mencatat transaksi dan atau kejadian dalam prosedur akuntansi aset sebagaimana dimaksud dalam pasal 253 ayat (1) mencakup: a) Buku jurnal umum. rehabilitasi. 3) Pasal 27 ayat (6) menyebutkan bahwa Pembantu Pengelola menghimpun hasil inventaris barang milik daerah. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 29 . 2) Pasal 20 ayat (1) menyebutkan bahwa penyaluran barang milik daerah oleh penyimpan barang dilaksanakan atas dasar Surat Perintah Pengeluaran Barang (SPPB) dari Pengguna/Kuasa Pengguna disertai dengan Berita Acara Serah Terima. b. Atas permasalahan tersebut. perubahan klasifikasi. Kondisi tersebut disebabkan Satuan Kerja tidak mengelola aset secara tertib sesuai dengan ketentuan. pada : 1) Pasal 16 ayat (1) menyebutkan bahwa hasil pengadaan barang diterima oleh penyimpan barang. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. dan melakukan pelaporan aset secara periodik ke Bagian Perlengkapan karena aset merupakan salah satu kekayaan daerah terbesar. tetapi dalam pelaksanaannya tidak berjalan baik karena mekanisme pelaporan aset per semester dari masing-masing SKPD belum sepenuhnya berjalan baik. Hal tersebut mengakibatkan pengelolaan aset menjadi tidak tertib. b) Buku besar dan. Kepala Bagian Perlengkapan menjelaskan bahwa pengelolaan aset daerah sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar memerintahkan Kepala Dinas pada tiap-tiap Satuan Kerja supaya mengelola aset dengan tertib sesuai ketentuan yang berlaku.pemeliharaan. dan penyusutan terhadap aset tetap yang dikuasai/digunakan SKPD. c) Buku besar pembantu.

diketahui bahwa pembuatan SP2D terkadang dilakukan setelah pencairan cek dilakukan. Berdasarkan hasil pemeriksaan. Pembayaran terhadap pengeluaran daerah juga bersumber dari kedua belas rekening tersebut.d Desember 2007. yaitu Januari s. Semua pendapatan yang masuk ke kas daerah akan ditampung kedalam 12 rekening tersebut. Dengan demikian. Pelaksanaan penatausahaan pengelolaan uang milik daerah di Kantor Kas Daerah tidak tertib Pengelolaan kas daerah dilaksanakan oleh Kantor Kas Daerah. Kantor Kas Daerah menggunakan 12 rekening yang berbeda untuk mengelola kas daerah. Kantor Kas Daerah mengalami dua masa kepemimpinan yang berbeda. secara umum pengelolaan pengeluaran kas dalam Tahun 2007 tidak handal. Tanpa mengesampingkan perbaikan-perbaikan yang dicoba diusahakan pada periode Oktober-Desember 2007.d Oktober 2007 dan Oktober s. Selain itu. a. yang dipimpin oleh seorang kepala kantor (eselon III). Buku Kas Umum. Namun. b. yang sekaligus menjabat sebagai Kuasa BUD. Sedangkan yang bertindak sebagai BUD sekaligus PPKD adalah Kepala Bagian Keuangan. penetapan dari Walikota yang menunjuk Bank Jatim sebagai tempat menampung kas daerah Tahun 2007 tidak ada. Akibatnya. Sesuai penjelasan lisan dari Kuasa BUD periode sebelum Oktober 2007. Buku Kas Umum yang diserahkan adalah buku kas umum yang baru saja dibuat. c. meskipun SPP dan SPMnya sudah ada pada saat itu.7. Buku Kas Umum Tahun 2007 baru dibuat ketika diminta. menunjukkan halhal sebagai berikut. ada beberapa SPP dan SPM yang belum dibuatkan SP2D PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 30 . diketahui bahwa sebagian besar buku-buku dan register yang digunakan tidak up to date. Hasil pemeriksaan dan pengamatan yang dilakukan terhadap penatausahaan pengelolaan kas daerah selama dua era yang berbeda tersebut. sebagai cerminan jumlah penerimaan dan pengeluaran daerah tidak dibuat dalam Tahun 2007. Kedua belas rekening tersebut semuanya berada pada Bank Jatim. Selama Tahun 2007. juga dijumpai jumlah saldo-saldo kumulatif BKU yang salah karena adanya kesalahan input pada awal tahun sehingga terbawa sampai akhir tahun. Pelaksanaan penatausahaan pengeluaran kas tidak mencerminkan pengendalian kas yang handal.

b. berdasarkan hasil konfirmasi dengan Kuasa BUD periode sebelum Oktober 2007. dan SPP dan SPM-nya lengkap. menyulitkan auditor untuk melakukan penelusuran distribusi penggunaan kas. diketahui bahwa tidak semua proses pencairan uang didahului dengan dokumen SPP. sehingga menyulitkan dalam pembuatan SPJ terhadap dana yang telah cair. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara. pada : 1) Pasal 179: a) Ayat (1) menyebutkan bahwa BUD bertanggung jawab terhadap pengelolaan penerimaan dan pengeluaran kas daerah. c) Ayat (3) menyebutkan bahwa penunjukan bank yang sehat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan keputusan kepala daerah dan diberitahukan kepada DPRD. buku-buku bantu atau alat kendali lain sebagai alat kontrol pengeluaran kas tidak diperoleh. taat pada peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. pasal 27 ayat (1) menyatakan bahwa dalam rangka penyelenggaraan rekening pemerintah daerah.meskipun sebenarnya pengeluaran kas sudah dilakukan. Pencairan tersebut dilakukan karena adanya beban kekurangan kas tahun 2004-2007 yang sebelumnya dipinjamkan dari rekanan harus diselesaikan pada tahun 2007. b) Ayat (2) menyebutkan bahwa untuk mengelola kas daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) BUD membuka rekening kas umum daerah pada bank yang sehat. Hal ini. Pada periode sebelum Oktober 2007. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. juga dijumpai sebagian dari bendahara-bendahara pengeluaran menerima SP2D terlambat. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 31 . Kondisi di atas tidak sesuai dengan : a. Disamping itu. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah membuka Rekening Kas Umum Daerah pada bank yang ditentukan oleh gubernur/bupati/walikota. SPM dan SP2D. Selain itu. c. pasal 3 ayat (1) antara lain menyebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib.

Menjadikan pengelolaan kas menjadi tidak tertib dan berpotensi adanya SPP dan SPM yang belum diterbitkan karena terlewatkan. Hal tersebut mengakibatkan : a. Ketidaktegasan Kuasa BUD untuk menolak pembayaran yang tidak sesuai ketentuan. Tidak adanya dokumentasi transaksi penerimaan dan pengeluaran kas yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan (accountable). serta buku kas penerimaan dan pengeluaran. b. mantan Kuasa BUD periode sebelum Oktober 2007 beralasan bahwa ketidaktaatannya pada aturan keuangan pada saat itu karena Pelaksanaan Permendagri No. Mengacaukan sistem pengelolaan kas yang sudah dibangun. Menanggapi temuan di atas. b. Bahkan.2) Pasal 219 ayat (1) menyebutkan bahwa dokumen yang digunakan kuasa BUD dalam menatausahakan SP2D mencakup register SP2D. yang pada gilirannya kas daerah akan menjadi sangat mudah disalahgunakan. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 32 . d. sehingga metode penerapannya mengambang. Ketidakpatuhan dan ketidaktaatan Kuasa Bendahara Umum Daerah beserta Kepala Seksi Pengeluaran periode sebelum Oktober 2007 terhadap aturan yang berlaku. Memo-memo dari pimpinan tertinggi entitas (almarhum) yang menurut kuasa BUD sulit untuk ditolak. register surat penolakan penerbitan SP2D. sampai triwulan I. c. metode maupun sistem yang digunakan masih mengambang sehingga pembuatan BKU terlambat. Rekomendasi BPK RI Walikota agar memerintahkan Kuasa BUD agar mengacu pada perundang-undangan yang berlaku dalam pengelolaan keuangan daerah. IK) tentang pengimplementasiannya. 13 Tahun 2006 di Pemkot Batu tidak disertai dengan penataan sumber daya manusia dan infrastruktur yang memadai dan tidak ada ketegasan dari Walikota almarhum (Sdr. Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah menjadi terhambat. c. Kondisi di atas disebabkan oleh: a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful