BUKU I

H

A

R

M

A

AR TH

AS

A

A SH TO N

TR

I

D

ER IK LI K SA UB KEU EP ANGAN . R

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

HASIL PEMERIKSAAN SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2008

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA BATU UNTUK TAHUN ANGGARAN 2007

AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA
Nomor Tanggal : 82/R/XVIII.SBY/04/2008 : 26 April 2008

IN DO NE SIA

AN BAD
M PE

DAFTAR ISI

HALAMAN DAFTAR ISI …….... …………………………………………………….. i 1 5 8 10 13 63

OPINI BADAN PEMERIKSA KEUANGAN …….……………………………… A. B. C. D. NERACA …..........…………………….……………………………. LAPORAN REALISASI ANGGARAN ……….…………………….. LAPORAN ARUS KAS …....……………………………………….. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN ……..…………………

GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN …...…………………………………..

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

OPINI BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

Kepada Para Pengguna Laporan Keuangan,

Berdasarkan

Undang-Undang

Nomor

15

Tahun

2004

tentang

Pemeriksaan

Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) bertugas memeriksa Neraca Pemerintah Kota Batu per 31 Desember 2007, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan tidak disajikan secara komparasi. Laporan keuangan adalah tanggung jawab Pemerintah Kota Batu. Tanggung jawab BPK RI adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan. BPK RI melaksanakan pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Standar tersebut mengharuskan BPK RI merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan agar BPK RI memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu pemeriksaan meliputi penilaian, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Pemeriksaan juga meliputi penilaian atas Standar Akuntansi Pemerintahan yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh Pemerintah Kota Batu, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. BPK RI yakin bahwa pemeriksaan BPK RI memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.

1
PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

Hasil Pemeriksaan BPK RI mengungkapkan bahwa: 1. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 1, terdapat pengeluaran kas sebesar Rp13.709.990.716,00 tidak melalui prosedur yang benar sehingga mengakibatkan kekurangan kas yang merugikan daerah sebesar Rp12.009.990.716,00 (Rp13.709.990.716,00-Rp1.700.000.000,00); 2. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 2 terdapat realisasi belanja bantuan sosial sebesar Rp950.000.000,00 pada Bagian Kesejahteraan Rakyat pencairan dananya tidak diakui oleh Pemegang Rekening dan tidak diterima oleh yang berhak sehingga mengakibatkan kerugian daerah sebesar Rp950.000.000,00; 3. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 3, terdapat Pencairan Dana Realisasi Belanja Pegawai dan Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp1.050.000.000,00 tidak diakui oleh pemegang rekening, dan

diantaranya sebesar Rp600.000.000,00 tidak diketahui keberadaannya yang mengakibatkan realisasi belanja pegawai dan belanja barang dan jasa disajikan lebih tinggi dan merugikan daerah sebesar Rp600.000.000,00; 4. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 4, terdapat Dana Realisasi Belanja Modal Pengadaan Tanah sebesar

Rp581.425.000,00 tidak diketahui keberadaannya dan terdapat pinjaman ke Kantor Kasda oleh Dinas Pertanahan sebesar Rp130.640.190,00. Hal tersebut

mengakibatkan realisasi belanja modal tanah disajikan lebih tinggi, dan merugikan daerah sebesar Rp581.425.000,00; 5. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 5, terdapat kelebihan pembayaran kepada pihak ketiga sebesar Rp65.670.200,00 yang mengakibatkan uang daerah sebesar Rp65.670.164,00 berpotensi hilang, dan penerimaan daerah berupa bunga tertunda sebesar Rp72.250.000,00; 6. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 6, terdapat penerimaan Pajak Penerangan Jalan sebesar Rp310.336.515,00 tidak disetorkan ke Kas Daerah. Hal tersebut mengakibatkan kerugian daerah sebesar Rp310.336.515,00; 7. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 7, terdapat realisasi belanja tidak terduga sebesar Rp200.000.000,00 tidak

dipertanggungjawabkan yang mengakibatkan realisasi Belanja Tidak Terduga tidak dapat diyakini kebenarannya dan menimbulkan kerugian daerah sebesar Rp200.000.000,00;

2
PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

00.600. terdapat realisasi belanja modal yang tidak sesuai dengan prestasi fisiknya dengan rincian sebagai berikut: a.000. pembebanan Belanja Modal Peralatan dan Mesin dan Belanja Modal Aset Lainnya pada Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp7.00 serta denda keterlambatan sebesar sebesar Rp411. b.994.00.600.250.00 dan belanja hibah disajikan lebih rendah sebesar Rp3. Pengadaan Vibrator Roller.000. Biaya Perjalanan Dinas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada Sekretariat Daerah Minimal sebesar Rp523.600.00 sehingga mengurangi kemampuan daerah dalam membiayai pelayanan kepada masyarakat.800.250.699.000. Realisasi belanja bantuan sosial .305. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 9.449.990.00 dan aset peralatan dan mesin disajikan lebih tinggi sebesar Rp151. Pembangunan gedung Masjid An Nur. yang mengakibatkan realisasi belanja modalgedung disajikan lebih tinggi sebesar Rp924.00 pada belanja bantuan sosial tidak tepat yang mengakibatkan realisasi belanja bantuan sosial disajikan lebih tinggi sebesar Rp3. juga memboroskan keuangan daerah sebesar Rp3.000. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 14. Selain itu.134. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 8.600. yang mengakibatkan realisasi belanja modal-gedung disajikan lebih tinggi sebesar Rp2.057. Penerimaan atas denda keterlambatan atas pengadaan tersebut tertunda sebesar Rp7.800.00 tidak didukung dengan bukti yang lengkap yang mengakibatkan realisasi belanja tersebut tidak dapat diyakini kewajarannya.800. Pengadaan kubah masjid An Nur.00 menjadi tertunda.000.00 tidak dapat diyakini kewajarannya.00. 12.00 dan penerimaan denda keterlambatan tertunda sebesar Rp40.000.560.599. 9.00 di Dinas 3 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .038.000.00 tidak didukung dengan bukti yang lengkap yang mengakibatkan realisasi belanja barang-biaya perjalanan dinas Walikota dan Wakil Walikota minimal sebesar Rp523.Bantuan Keuangan Partai Politik sebesar Rp64.399.000.00. yang mengakibatkan realisasi belanja modalperalatan mesin disajikan lebih tinggi sebesar Rp151. 11.000. c.000.000.800.000.000.000. pembebanan belanja hibah kepada Persatuan Sepakbola Kota Batu (Persikoba) sebesar Rp3. 10 dan 11. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 12. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 15.246.8. 10.

772.928. Laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan sistem pengendalian intern kami sajikan dalam bagian tersendiri yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan ini. Aset Peralatan dan Mesin yang rusak dan hilang belum dilakukan penghapusan minimal senilai Rp722. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Ak Akuntan.Pendidikan dan Kebudayaan tidak tepat yang mengakibatkan belanja modal gedung dan bangunan disajikan lebih tinggi (overstated) sebesar Rp7. Menurut pendapat BPK RI.348.00 tidak wajar. Laporan Realisasi Anggaran.065. Register Negara D-5317 4 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . dalam semua hal yang yang material.957. 13.. MM. laporan keuangan yang disebut di atas tidak menyajikan secara wajar.399.00 dan belanja modal aset tetap lainnya disajikan lebih rendah (understated) sebesar Rp4. Sebagaimana dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 16. V. Surabaya.348. 26 April 2008 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA PENANGGUNG JAWAB PEMERIKSAAN.627.00 yang mengakibatkan penyajian aset peralatan dan mesin senilai Rp722.038. belanja modal peralatan dan mesin disajikan lebih rendah (understated) sebesar Rp2.188. AMBAR WAHYUNI. posisi keuangan Pemerintah Kota Batu per 31 Desember 2007.994.850.957.M. Dra.00. karena hal yang disebut pada paragraf sebelumnya.00.

230.00 26.00 44.636.320.475.00 127. NERACA NERACA PEMERINTAH KOTA BATU PER 31 DESEMBER 2007 DAN 2006 (Dalam Rupiah) Uraian ASET ASET LANCAR Kas Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Penerimaan Kas di Bendahara Pengeluaran Investasi Jangka Pendek Piutang Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Dana Bagi Hasil Piutang Dana Alokasi Umum Piutang Dana Alokasi Khusus Piutang Lain-lain Persediaan INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Nonpermanen Pinjaman Kepada Perusahaan Negara Pinjaman Kepada Perusahaan Daerah Pinjaman Kepada Pemerintah Daerah Lainnya Investasi dalam Surat Utang Negara Investasi Non Permanen Lainnya Investasi Permanen Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Penyertaan Modal dalam Proyek Pembangunan Penyertaan Modal Perusahaan Patungan Investasi Permanen Lainnya ASET TETAP Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.073.00 3.502.00 9.00 0.403.824.00 203.934.566.00 0.00 0.611.00 0.131.048.140.74 0.309.011.74 9.612.162.170.790.74 0.807.855.782.400.836.27 0.403.584.116.142.08 50.577.89 23.313.434.00 66.00 61.725.546.161.952.00 344.00 0.00 5 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .321.00 7.823.00 0.807.74 0.145.018.406.00 0.819.00 0.927.972.06 981.149.00 0.00 0.00 0.00 8.00 9.00 0.00 0.775.999.836.654.767.00 27.00 0.403.138.403.403.35 0.00 0.89 0.672.00 4.403.885.566.566.00 2.27 1.340.476.768.00 0.290.422.779.999.00 0.00 338.052.350.95 23.932.459.566.052.435.00 60.70 51.00 480.443.107.170.00 885.74 0.862.162.00 0.08 0.644.170.292.00 963.114.00 0.566.00 8.862. Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya 2007 2006 59.875.00 3.611.74 8.772.723.293.042.00 1.930.390.125.00 26.566.00 25.573.00 467.807.00 919.684.923.060.472.215.LAPORAN KEUANGAN POKOK A.573.606.00 1.

00 541.95 23.90 51.00 0.209.00 0.74 885.00 0.697.80 34.801.216.153.566.62 0.371.313.403.00 0.850.00 437.162.363.235.89 1.000.00 0.80 0.658.06 981.782.518.476.00 0.941.048.496.00 0.170.947.00 2007 9.838.142.743.44 2006 5.69 6 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .00 0.00 0.00 0.00 34.687.941.996.00 769.00 920.497.00 0.836.000.687.975.058.80 437.Pemerintah Pusat Bagian Lancar Utang Dalam Negeri – Pemerintah Daerah Lainnya Bagian Lancar Utang Dalam Negeri – Lembaga Keuangan Bank Utang Jangka Pendek Lainnya Kewajiban Jangka Panjang Utang Dalam Negeri – Pemerintah Pusat Utang Dalam Negeri – Pemerintah Daerah Lainnya JUMLAH KEWAJIBAN EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek Ekuitas Dana Investasi Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aset Tetap Diinvestasikan dalam Aset Lainnya Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang 59.00 769.725.972.687.518.941.678.548.492.00 0.927.352.00 0.496.377.612.00 541.779.00 0.80) 973.996.403.045.573.00 0.00 0.00 0.00 0.149.00 0.680.032.00 437.00 0.00 0.496.00 0.00 0.00 25.00 34.74 963.00 0.947.295.00 894.518.801.00 0.801.00 0.406.00 0.996.235.74 8.08 8.090.00 0.947.807.00 0.566.74 9.00 0.00 0.235.661.835.107.00 1.00 769.00 (437.(Dalam Rupiah) Uraian Konstruksi Dalam Pengerjaan DANA CADANGAN Dana Cadangan ASET LAINNYA Tagihan Penjualan Angsuran Tagihan Tuntutan Ganti Kerugian Daerah Kemitraan dengan Fihak Ketiga Aset Tak Berwujud Aset Lain-lain/Non Produktif JUMLAH ASET KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek Utang Perhitungan Pihak Ketiga Utang Bunga Utang Pajak Bagian Lancar Utang Dalam Negeri .00 541.518.000.235.000.

363.69 7 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .64 1.697.00 920.00 0.00 1.69 920.342.401.078.44 2006 0.313.377.838.032.749.680.00 0.422.161.(Dalam Rupiah) Uraian Ekuitas Dana Cadangan Diinvestaskan dalam Dana Cadangan JUMLAH EKUITAS DANA JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA 2007 0.032.

00 0.770.274.284.391.16 39.573.316.964.00 100.000.38 100.506.00 1.796.622.325.76 75.00 10.000.871.742.00 274.713.664.72 84.681.00 26.167.844.794.148.74 89.000.699.654.886.000.059.16 109.86 78.998.60 109.00 103.727.379.75 7.631.167.00 99.00 0.107.25 21.76 100.389.75 4.773.73 83.206.782.24 BELANJA Belanja Operasi Belanja Pegawai Belanja Barang Bunga 186.00 13.262.B.00 0.00 0.00 32.158.000.75 726.00 10.000.00 810.676.00 188.514.00 15.773.777.148.85 100.000.283.802.134.000.000.888.00 Anggaran Realisasi % Transfer Pemerintah Pusat – Lainnya Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Transfer Pemerintah Provinsi Pendapatan Bagi Hasil Pajak Pendapatan Bagi Hasil Lainnya LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH Pendapatan Hibah Pendapatan Dana Darurat Pendapatan Lainnya JUMLAH 15.600.00 0.00 26.57 261.057.500.337.000.00 13.25 237.15 236.000.74 99. LAPORAN REALISASI ANGGARAN PEMERINTAH KOTA BATU LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2007 (Dalam Rupiah) URAIAN PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak Daerah Pendapatan Retribusi Daerah Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yg Dipisahkan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah PENDAPATAN TRANSFER Transfer Pemerintah Pusat Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus – Dana 12.76 91.874.620.745.25 188.000.00 274.000.119.75 1.393.89 94.000.064.229.054.622.00 0.182.370.15 15.000.00 0.00 14.00 2.909.00 0.66 100.765.602.745.025.105.57 244.00 87.00 10.893.32 91.00 19.637.362.802.00 2.00 0.00 2.511.000.712.00 0.00 0.00 164.000.000.000.381.000.340.815.00 261.019.617.908.058.90 13.005.000.485.025.07 5.000.00 10.274.000.15 0.805.590.29 - 8 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .518.75 100.000.274.948.050.979.211.684.00 109.

23 95.627.00 1.075.76 51.529.999.05 55.205.000.919.646.00 2.08 77.400.721.196.00 0.847.944.999.205.55 630.000.920.89 4.00 15.811.536.00 26.00 1.718.415.000.628.943.926.279.87 24.000.000.00 29.00 0.392.784.903.06 9.566.00 10.972.00 31.279.57 80.572.000.00 102.00 14.877.00 28.081.205.00 8.551.00 292.57 100.457.61 363.000.500.196.00 0.76 100.00 % 94.500.903.00 0.887.500.661.00 11.675.750.623.00 9.93 468.00 246.769.06 84.58 78.06 83.06 42.406.671.00 2.69 88.000.544.205.500.664.000.37 82.548.048.904.270.00 33.782.000.212.00 100.200.625.00 39.(Dalam Rupiah) Uraian Subsidi Hibah Bantuan Sosial Bantuan Keuangan Belanja Modal Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan.00 0.769.000.725.185.00 0.00 226.375.769.00 82.034.00 0.00 93.00 12.476.000.00 272.464.00 1.000.210.00 226.830.00 1.765.237.87 23.646.00 (18.975.400.00 37.961.559.016.05 9 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .16 Realisasi 0.000.00 0.00 32.00 287.00 23.017.782.573.00 396.280.000.048.000.093.000.32 - 23.423.26) 0.00 0.87 8.410.00 166.00 5.342.842.160. Irigasi dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya Belanja Tak Terduga Belanja Tak Terduga JUMLAH BELANJA TRANSFER Transfer/Bagi Hasil Ke Desa Bagi Hasil Pajak Bagi Hasil Retribusi Bagi Hasil Pendapatan Lainnya JUMLAH TRANSFER SURPLUS/DEFISIT PEMBIAYAAN Penerimaan Pembiayaan Penggunaan SILPA Penerimaan Piutang Daerah Jumlah Pengeluaran Pembiayaan Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri Pembayaran Pinjaman Daerah Jumlah Pembiayaan Neto Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Anggaran 0.89 1.61 80.870.36 0.344.134.98 27.769.894.000.661.500.234.371.00 26.661.61 47.406.303.000.

620.602.871.57 21.000.400.00 32.00 26.000.064.167.844.25 188.773.107.32 10 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .182.964.00 10.00 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 110.057.000.00 274.00 12.393.00 0.894.745.C.000.903.979.00 0.815.75 4.246.00 2.904.000.75 726.00 Jumlah Arus Keluar Kas 164.00 1.505. LAPORAN ARUS KAS PEMERINTAH KOTA BATU LAPORAN ARUS KAS UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2007 (Dalam Rupiah) Uraian ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Arus Masuk Kas Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (Sumber Daya Alam) Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Pendapatan Bagi Hasil Pajak Pendapatan Bagi Hasil Lainnya Pendapatan Dana Darurat Pendapatan Lainnya Jumlah Arus Masuk Kas 5.684.500.00 226.637.782.274.718.628.000.00 13.000.284.32 2007 Arus Keluar Kas Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan Belanja Tak Terduga 109.340.025.211.622.000.893.600.770.000.389.00 0.00 272.131.274.802.712.000.00 0.00 8.500.00 15.717.909.000.000.00 0.

000.344. Irigasi.00 166.926.457.00 Jumlah Arus Masuk Kas 0.00 14.00) AKTIVITAS PEMBIAYAAN Arus Masuk Kas Pencairan Dana Cadangan Hasil Penjualan Aset/Kekayaan Daerah yg dipisahkan Penerimaan Pinjaman Penerimaan Kembali Pinjaman Penerimaan Piutang 0.415.371.870.842.00 0.87 Jumlah Arus Masuk Kas 1.529.00 29.000.671.559.423.212.075.344.920.870.903. dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya 5.00 1.00 Arus Keluar Kas Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan.00 0.00 0.625.769.423.00 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi (82.280.415.000.00 Jumlah Arus Keluar Kas 1.234.646.00 0.464.00 1.00 11 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .00 Jumlah Arus Keluar Kas 82.234.196.00 0.205.205.dan Jaringan Pendapatan dari Penjualan Aset Tetap Lainnya Pendapatan dari Penjualan Aktiva Tetap 0.769.(Dalam Rupiah) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI ASET NON KEUANGAN Arus Masuk Kas Pendapatan Penjualan Tanah Pendapatan Penjualan atas Peralatan dan Mesin Pendapatan Penjualan atas Gedung dan Bangunan Pendapatan Penjualan atas Jalan.750.Irigasi.00 0.00 0.00 33.00 32.00 0.400.87 Arus Keluar Kas Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah Pembayaran Pokok Utang Pemberian Pinjaman 363.646.

880.189.406.89 51.00 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Non Anggaran 0.725.114.(Dalam Rupiah) Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan (135.889.573.538.889.13) ARUS KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN Arus Masuk Kas Penerimaan Perhitungan Fihak Ketiga Jumlah Arus Masuk Kas 5.930.880.654.08 Saldo Akhir kas terdiri dari: Saldo kas di BUD Saldo Kas di Bendahara Penerimaan Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran Jumlah 50.00 KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS SALDO AWAL KAS SALDO AKHIR KAS 28.725.611.782.00 51.00 5.08 12 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .538.889.880.08 0.19 23.889.122.042.00 Arus Keluar Kas Pengeluaran Perhitungan Fihak Ketiga Jumlah Arus Keluar Kas 5.167.725.999.972.880.00 919.538.538.972.573.00 5.971.

D. kewajiban. Pelaporan ini akan membantu peningkatan: a. serta hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan secara sistematis dan terstruktur pada suatu periode pelaporan. Transparansi Memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat berdasarkan pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggungjawaban pemerintah dalam mengelola sumber daya yang 13 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . dan membantu menentukan derajat ketaatan entitas terhadap peraturan perundangundangan. Dalam lingkungan Pemerintah Daerah. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN I. aliran kas. menilai kondisi keuangan. Setiap entitas pelaporan mempunyai kewajiban untuk melaporkan upaya-upaya yang telah dilakukan. PENDAHULUAN 1. perbandingan realisasi pendapatan dan belanja dengan anggaran yang telah ditetapkan. biasanya satu tahun. Manajemen Membantu penyediaan informasi yang relevan dan mudah bagi para penggunanya untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan suatu entitas pelaporan dalam periode pelaporan sehingga memudahkan fungsi perencanaan. dan ekuitas dana pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat. b. dan pengendalian atas seluruh aset. mengevaluasi efektivitas dan efisiensi. Akuntabilitas Pertanggungjawaban pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada entitas pelaporan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara periodik. c. pengelolaan. Laporan Keuangan terutama digunakan untuk menyajikan informasi mengenai posisi keuangan. Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan selama satu periode tertentu.

Menyediakan informasi mengenai jumlah sumber daya ekonomi yang digunakan dalam kegiatan entitas pelaporan serta hasil-hasil yang telah dicapai. laporan keuangan menyediakan informasi mengenai pendapatan. ekuitas dana. b. Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan dan kondisi entitas pelaporan berkaitan dengan sumber-sumber penerimaannya. dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan baik keputusan ekonomi. Untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut. dan arus kas suatu entitas pelaporan. laporan keuangan harus mampu: a. e. sebagai akibat kegiatan yang dilakukan selama periode pelaporan. Informasi tersebut dikemas dalam jenis-jenis laporan berikut.dipercayakan kepadanya dan ketaatannya pada peraturan perundangundangan yang berlaku. aset. Keadilan antar generasi (Intergenerational Equity) Membantu para pengguna dalam mengetahui apakah penerimaan pemerintah pada periode laporan cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran yang dialokasikan dan apakah generasi yang akan datang ikut menanggung beban pengeluaran tersebut. kewajiban. 14 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi keuangan entitas pelaporan. Dalam Pemerintah Daerah. Menyediakan informasi mengenai apakah cara memperoleh sumber daya ekonomi dan alokasinya telah sesuai dengan anggaran yang ditetapkan dan peraturan perundang-undangan. c. belanja. d. termasuk yang berasal dari pungutan pajak dan pinjaman. apakah mengalami kenaikan atau penurunan. sosial maupun politik. Tujuan penyusunan pelaporan keuangan adalah untuk menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna. baik jangka pendek maupun jangka panjang. pembiayaan. Menyediakan informasi mengenai apakah penerimaan periode berjalan cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran. Menyediakan informasi mengenai bagaimana entitas pelaporan mendanai seluruh kegiatannya dan mencukupi kebutuhan kasnya. d. f.

Undang-undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. d.a. Catatan Atas Laporan Keuangan. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Batu. c. h. Peraturan perundang-undangan lainnya yang mengatur tentang keuangan pusat dan daerah. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. f. c. Peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pemerintah daerah. Laporan Arus Kas. g. Ketentuan perundang-undangan tentang penyusunan dan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara / Daerah. Neraca. e. khususnya bagian yang mengatur keuangan negara. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. d. antara lain: a. Peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah : Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. b. Laporan Realisasi Anggaran. dan 15 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . khususnya yang mengatur keuangan daerah yaitu Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Keuangan Perbendaharaan Negara. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Landasan hukum penyusunan laporan keuangan Pelaporan keuangan pemerintah diselenggarakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur keuangan pemerintah. Undang-Undang di bidang Keuangan Negara yaitu Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. b.

1 persen. Dalam triwulan I 2007. Sementara itu. Pertumbuhan ekonomi Tahun 2007 diperkirakan mencapai 6. Kondisi ini juga didukung oleh terjaganya koordinasi bauran kebijakan (policy mix) yang ditempuh pemerintah di bidang fiskal. tumbuh sebesar 4. khususnya yang mengatur tentang keuangan daerah dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. II. terutama ditopang oleh meningkatnya konsumsi masyarakat dari 3. investasi. dan sektor riil. lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Tahun 2006 yang sebesar 5. Ekonomi Makro Kinerja perekonomian Indonesia dalam Tahun 2007 diperkirakan akan semakin membaik dengan akselerasi pertumbuhan yang lebih tinggi dengan tetap terpeliharanya stabilitas ekonomi makro. EKONOMI MAKRO.48 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.48 persen. Dari sisi eksternal.3 persen. Pengeluaran konsumsi pada triwulan I.2 persen dalam Tahun 2006 menjadi sebesar 5. KEBIJAKAN KEUANGAN DAN PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD 1. dan peningkatan pertumbuhan di hampir semua sektor ekonomi. stabilitas nilai tukar yang stabil. Dalam Tahun 2007. investasi. namun masih memberikan peluang yang kondusif bagi perkembangan ekspor nasional. Peningkatan konsumsi riil masyarakat ini terutama didorong oleh perbaikan 16 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . kegiatan impor barang dan jasa diperkirakan akan mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan permintaan domestik. dan ekspor. Sementara dari sisi internal. laju pertumbuhan ekonomi mencapai 5.97 persen yang didorong oleh pengeluaran konsumsi. perbaikan kinerja ekonomi Indonesia didukung oleh rendahnya suku bunga. Peraturan Daerah Kota Batu dan Peraturan Walikota Batu. serta pulih dan menguatnya daya beli masyarakat. moneter. Perbaikan kinerja ekonomi ini didukung oleh faktor-faktor eksternal dan internal. Akselerasi pertumbuhan ekonomi ini terjadi seiring dengan meningkatnya kegiatan konsumsi. ekspor. konsumsi diperkirakan meningkat menjadi 5.6 persen. meskipun perekonomian global diperkirakan tumbuh melambat dan harga komoditas dunia baik migas maupun nonmigas cenderung menurun.i.

Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan investasi pemerintah dan swasta. proporsi investasi pemerintah diperkirakan hanya sekitar 9. Dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp989. Dalam pada itu. yang diantaranya berasal dari kenaikan gaji PNS dan Upah Minimum Provinsi (UMP).4 persen). meskipun pertumbuhan volume perdagangan dunia diperkirakan menurun.4 persen).3 persen. dan kegiatan investasi dalam rangka PPPs (7. perbankan (12. seperti tekstil dan produk tekstil serta alat-alat listrik. Dalam triwulan I 2007. sebesar 8.4 persen).95 persen. Pertumbuhan yang tinggi diperkirakan terjadi pada sejumlah subsektor.2 persen. Sektor yang diperkirakan meningkat cukup signifikan adalah sektor industri pengolahan serta sektor perdagangan.5 persen. dan 17 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . pertumbuhan investasi Tahun 2007 diperkirakan mencapai sekitar 12. kegiatan impor barang dan jasa diperkirakan kembali meningkat sekitar 14. peningkatan pertumbuhan ekonomi dalam Tahun 2007 juga ditopang oleh kekuatan sisi penawaran yang bersumber dari hampir semua sektor produksi yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan Tahun 2006.2 persen.9 persen). dan suku bunga.8 persen). Pertumbuhan ekspor barang dan jasa pada triwulan I 2007. penurunan inflasi. jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama Tahun 2006. dan diperkirakan dalam Tahun 2007 mencapai 9.daya beli masyarakat. diantaranya industri alat angkutan. Dalam triwulan I 2007 sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 5. industri makanan. yaitu industri kertas dan barang cetakan. Dengan pencapaian tersebut. Seiring dengan ekspektasi semakin membaiknya permintaan domestik. dan semakin kuatnya ekspektasi terhadap prospek peningkatan perekonomian ke depan.9 persen. Pertumbuhan sektor pengolahan dalam Tahun 2007 diperkirakan tumbuh sebesar 7. BUMN (10. sedangkan sisanya bersumber dari kegiatan investasi swasta murni (36. minuman. sehubungan dengan meningkatnya kegiatan perekonomian dan relatif stabilnya nilai tukar rupiah.4 persen dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada industri bukan migas.6 triliun dalam Tahun 2007. serta cenderung menurunnya suku bunga perbankan. sejalan dengan meningkatnya realisasi belanja modal pemerintah. pertambangan dan industri manufaktur.2 persen sejalan dengan perkiraan semakin membaiknya permintaan domestik. pertumbuhan tahunan investasi (PMTB) mencapai 7. serta sumber investasi lainnya (23. hotel dan restoran. Peningkatan ekspor dalam Tahun 2007 diperkirakan bersumber dari ekspor hasil pertanian.

Peningkatan pertumbuhan sektor ini juga didorong oleh perbaikan citra pariwisata Indonesia. yang mengajukan kredit pengembangan energi nabati dan revitalisasi perkebunan kepada perbankan. dan perbaikan saluran irigasi. dalam triwulan I 2007. Peningkatan produksi subsektor perkebunan.5 persen disebabkan oleh pergeseran pola tanam dan panen raya ke bulan April–Mei 2007. sektor pertanian diperkirakan tumbuh sekitar 2. lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya sebesar 6.1 persen. hotel dan restoran dalam triwulan I 2007 tumbuh sebesar 8. serta industri logam dasar besi dan baja. serta pembebasan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) atas impor dan/atau penyerahan barang kena pajak tertentu yang bersifat strategis (Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2007).7 persen. Sementara itu. subsidi pupuk.0 persen. akibat adanya perbaikan permintaan dan turunnya suku bunga perbankan. Dalam Tahun 2007. akan diupayakan pemerintah melalui perbaikan sarana produksi padi. subsidi bibit untuk 8. industri kimia. atau lebih tinggi sekitar 20 persen dari jumlah turis Tahun 2006.4 persen. sektor bangunan dan sektor keuangan masing-masing tumbuh sebesar 9. dan diskon pembelian mesin baru dalam program restrukturisasi permesinan TPT.2 juta hektar lahan. seperti harga benih yang lebih murah. Kinerja sektor industri diharapkan akan semakin membaik dengan berbagai dukungan yang diberikan pemerintah. terutama terkait dengan kebijakan pemerintah untuk menambah target produksi padi sebesar 2 juta ton. Dalam triwulan I 2007. peningkatan produksi padi untuk memenuhi target yang ditetapkan. diperkirakan semakin membaik seiring dengan adanya dukungan pemerintah melalui pemberian subsidi bunga kredit.tembakau. diantaranya diupayakan melalui pemberian subsidi bunga kredit sebesar Rp1 triliun kepada petani plasma. Demikian pula dengan pertumbuhan subsektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT).3 persen dan 7. dan dalam Tahun 2007 diperkirakan tumbuh sebesar 7. melalui penyempurnaan yang memberikan insentif/fasilitas pajak terhadap 15 kelompok industri dan daerah tertentu (Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2007). sektor pertanian mengalami perlambatan sebesar negatif 0. Sektor bangunan dalam Tahun 2007 diperkirakan tumbuh sebesar 9. serta 18 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . yang diharapkan dapat mendukung pencapaian target jumlah turis asing yang berkunjung ke Indonesia dalam Tahun 2007 sebanyak 6 juta orang.51 persen. Sektor perdagangan. terutama dipicu oleh trend penurunan suku bunga dan peningkatan daya beli masyarakat. Selanjutnya.1 persen.

28 persen dari jumlah angkatan kerja) dan selanjutnya mengalami penurunan pada bulan Februari 2007 menjadi 10.81 persen. yang sebesar 39. peningkatan kegiatan ekonomi Tahun 2007 diperkirakan tidak akan memberikan tekanan berlebihan terhadap harga-harga secara umum. Dalam pada itu. Sektor keuangan dalam Tahun 2007 diperkirakan tumbuh sebesar 6. sehingga tidak banyak memberikan tekanan terhadap inflasi inti. seperti sektor pertanian. Prakiraan inflasi IHK 2007 juga didukung oleh rendahnya tekanan kenaikan harga komponen barang-barang yang harganya ditetapkan pemerintah (administered prices). Sementara itu. lebih rendah bila dibandingkan dengan inflasi pada periode yang sama Tahun 2006 sebesar 3. Hal ini. Penurunan tingkat pengangguran yang ditopang oleh kuatnya pertumbuhan ekonomi. terutama didorong oleh meningkatnya kegiatan investasi finansial sejalan dengan membaiknya ekonomi domestik. Pada bulan-bulan mendatang.58 persen dari jumlah penduduk Indonesia).6 persen.30 juta orang (17. tingkat pengangguran sebanyak 10.17 juta orang (16. diharapkan dapat memperbaiki kesejahteraan masyarakat dan pada gilirannya mengurangi jumlah penduduk miskin.membaiknya persepsi pasar terhadap prospek investasi properti komersial. diperkirakan juga akan diimbangi dengan meningkatnya kapasitas produksi secara signifikan. lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. diharapkan dapat mengurangi tingkat pengangguran dari dalam Tahun 2007.0 persen. lebih tinggi dari Tahun 2006 sebesar 5.8 persen dari jumlah penduduk Indonesia). masih dapat diimbangi dengan perbaikan yang terjadi pada sisi penawaran. perdagangan. Semakin kuatnya pertumbuhan sektor-sektor produksi. yang tercermin pada rendahnya laju inflasi selama Januari-Juli 2007 yang mencapai 2. tekanan inflasi diperkirakan sedikit meningkat terkait dengan meningkatnya permintaan kebutuhan pokok masyarakat sehubungan dengan adanya hari raya keagamaan (lebaran dan tahun baru).93 juta orang (10.75 persen dari jumlah angkatan kerja). sehubungan dengan tidak adanya rencana 19 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . peningkatan permintaan sejalan dengan perkiraan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Pada bulan Agustus 2006. dan industri pengolahan.33 persen. Peningkatan kapasitas produksi yang terjadi pada sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja lebih tinggi.55 juta orang (9. Jumlah penduduk miskin pada bulan Maret 2007 sebanyak 37.

Namun. khususnya BBM dan TDL. yaitu meningkatnya impor. Penurunan suku bunga ini sejalan dengan penurunan BI Rate dan relaksasi beberapa ketentuan perbankan yang dilakukan Bank Indonesia. seperti beras dan gula pasir sedikit lebih tinggi. ada beberapa faktor fundamental yang perlu diwaspadai yang diperkirakan akan memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Sementara itu kerangka ekonomi daerah dan implikasinya sepanjang Tahun 2007. suku bunga SBI 3 bulan diperkirakan mencapai 8. seperti meningkatnya pasokan valuta asing terkait dengan surplus neraca pembayaran. yang pada gilirannya diharapkan dapat mendorong fungsi intermediasi perbankan di dalam mendukung kebangkitan sektor riil. Rata-rata nilai tukar rupiah dalam Tahun 2007 diperkirakan mencapai Rp9. Untuk menurunkan harga beras.0 persen. dan pada 2006 inflasi Jatim 6. khususnya barang modal dan meningkatnya pembayaran utang luar negeri sektor swasta. antara lain dengan mendorong peningkatan produksi padi nasional serta menambah impor beras dalam rangka menjaga stok beras nasional dan mendukung terlaksananya operasi pasar dengan baik.74%. Dengan tetap terjaganya tingkat inflasi dan nilai tukar rupiah. meskipun pada bulan-bulan pertama Tahun 2007 harga sejumlah barang kebutuhan pokok. Dari 13 kota.48%. Sementara itu.Pemerintah untuk menaikkan harga kelompok barang-barang strategis. khususnya Propinsi Jawa Timur telah mengalami inflasi 6.59%. pemerintah telah melakukan berbagai upaya. sampai akhir Tahun 2007 inflasi diperkirakan mencapai 6. ditengah sentimen melemahnya US dolar pada tingkat global. inflasi tertinggi pada Tahun 2007 terjadi di Trenggalek 7. dan terendah di Tuban 5.100.5 persen. Dengan mempertimbangkan berbagai upaya pengendalian inflasi dan realisasi sampai bulan Oktober 2007.19% sedang nasional 17. pengaruh eksternal terhadap inflasi seperti meningkatnya harga CPO dan minyak mentah dunia.60%. Sementara pada 2005 inflasi Jatim 15.76% sedang nasional 6.56%. Indek Harga Komoditi (IHK) yang diteliti. sedangkan inflasi nasional 6. Relatif stabilnya nilai tukar rupiah terutama didukung oleh faktor-faktor fundamental ekonomi domestik. diperkirakan akan mendorong inflasi pada beberapa bulan terakhir Tahun 2007. Tekanan inflasi kelompok volatile food juga diperkirakan relatif rendah.00 per US$. 20 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Tingginya harga beras ini terjadi karena terganggunya pasokan akibat banjir dan bencana alam di sejumlah daerah sentra produksi beras pada awal tahun.11%.

Karena inflasi 2007 sangat dipengaruhi oleh faktor musiman komoditi bahan makanan seperti bawang merah.2626%. sehingga berakibat turunnya harga dan berdampak terjadi deflasi. diakibatkan naiknya harga komoditi minyak goreng.Data Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Jawa Timur. bawang merah dan makanan pokok beras. cabe dan sayuran segar. Pada Desember 2005.0473%. namun pada Tahun 2007 setelah fungsi buffer (penyangga) beras dikembalikan ke Perum Bulog dan dibukanya kembali impor beras.10%.98% atau telah terjadi kenaikan indeks dari 149. Sementara pendorong utama inflasi Jatim selama Tahun 2007. kondisi ini lebih rendah dari inflasi nasional 1.32% disumbangkan dari kelompok produk bahan makanan.18%. dan komoditi beras. 12. dari inflasi Jatim sepanjang Tahun 2007 yang mencapai 6. gula pasir dan udang basah.31%. Tingginya inflasi kelompok bahan makanan. namun lebih rendah daripada 2006 yakni 1. semua kota telah mengalami inflasi dan tertinggi terjadi di Banyuwangi 1.47 pada Desember.48% tersebut. Inflasi Jatim merupakan hasil komposit IHK pada Desember yang terdorong positif 0.59%. Pada Tahun 2005 dan 2006. sementara pada November 2007 inflasi Jatim sebesar 0. harga beras mulai terkoreksi cukup tajam. inflasi Jatim pada Desember 2007 tercatat lebih tinggi dari Tahun 2005 yakni -0. kondisi ini lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional 1. Dibandingkan periode yang sama pada 2005 dan 2006. dan terendah di Malang 0.10%. produksi bahan makanan meningkat sangat tajam.68%.98%. Dari data bidang Produksi dan Distribusi BPS Jatim. 21 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . komoditi beras terus mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. sehingga berdampak terjadinya inflasi yang cukup tinggi. makanan pokok beras 0.99 pada November menjadi 151. selain disebabkan faktor musiman juga karena perilaku pasar yang beraksi negatif terhadap beberapa kebijakan pemerintah. Pendorong utama inflasi Jatim pada Desember 2007 akibat naiknya harga komoditi bawang merah 0.2685%. Namun pada 2006 dan 2007. pada bulan Desember selalu terjadi kelangkaan beberapa produk bahan makanan. Dari 13 kota IHK di Jatim. sedangkan penghambat utamanya inflasi akibat turunnya harga produk bawang putih. dan minyak goreng 0. inflasi Jatim pada Desember 2007 tercatat 0. sedangkan penghambat utama terjadinya inflasi adalah akibat turunnya harga daging ayam ras.14%.48% sedang nasional 0. cabe.

18%.18%.3729%. sandang naik 0.28%. dan pada Tahun 2004 inflasi berada pada angka 8. Sementara lima kota di Indonesia dengan inflasi tertinggi terjadi di Banda Aceh 11. tingkat inflasi pada Tahun 2002 berkisar pada satu digit.76 persen. yaitu sebesar 9.64%.47 persen. sejak berdirinya Kota Batu. dari enam ibukota propinsi di pulau Jawa pada Desember 2007.Dari hasil pemantauan di 13 kota di Jatim.13%. Tahun 2003 berada pada angka 7. air. Dan tingkat inflasi terendah tercatat pada sektor pertanian. pendidikan. olahraga naik 0. laju inflasi tertinggi terjadi di Jogjakarta 7. sektor pengangkutan dan komunikasi mencatat tingkat inflasi tertinggi. inflasi tertinggi terjadi di Serang 0. Tingkat inflasi Kota Batu selama Tahun 2005 yang diukur dengan indeks implisit PDRB meningkat tajam menjadi 13.0316%. yaitu pada kisaran angka 8.87 persen. Sedangkan lima kota terendah inflasinya di Indonesia adalah Pangkal Pinang 2.6720%.35%.96% dan terendah terjadi di Jogjakarta 0.99% dan terendah di Bandung 5.43%.875%. Surakarta 3.11 persen. minuman. Sampai dengan Desember 2007. Sementara itu. dan Bengkulu 5%. Manado 10. dan Samarinda 9.2812%. Ternate 10. kesehatan naik 0. kelompok bahan makanan mengalami kenaikan 2. baik pusat maupun daerah.13 persen dibanding tingkat inflasi Kota Batu untuk pertama kalinya sejak Kota Batu berdiri berada pada level dua digit. 22 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .3226%. Jayapura 10. Tingginya tingkat inflasi sektor ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah pusat dalam menaikkan tarip dasar listrik pada Tahun 2004. semua kota telah mengalami inflasi.3702%. kelompok perumahan.47%. Lhokseumawe 4. Sementara tingginya inflasi sektor-sektor jasa tidak terlepas dari kebijakan pemerintah memberikan gaji ke-13 pada pegawai negeri sipil. listrik bahan bakar naik 0. yaitu pada bulan Maret dan bulan Oktober 2005. Menurut data BPS. Di sektor lain.84%.25% .47 persen. dan tembakau naik 0. makanan jadi. komunikasi jasa keuangan naik 0. menunjukan terjadinya inflasi pada Desember disebabkan oleh naiknya seluruh harga dari kelompok pengeluaran. serta kelompok transportasi. Batam 4.51 persen dan 16. yaitu sebesar 16. rekreasi. pertambangan dan penggalian. Tingginya tingkat inflasi dalam Tahun 2005 ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan harga BBM sepanjang tahun laporan sebanyak dua kali.00%. rokok.

3) Pelaporan keuangan harus menyajikan perbandingan antara suatu periode akuntansi dengan periode akuntansi sebelumnya. maka informasi keuangan suatu periode akuntansi harus dilaporkan secara konsisten dengan informasi keuangan periode akuntansi sebelumnya. a. Kebijakan Keuangan a. 4) Pelaporan keuangan harus diterbitkan tepat waktu segera setelah periode akuntansi berakhir. b. Periode berjalan adalah periode akuntansi selama tahun anggaran yang sedang berlangsung. d. Kebijakan pelaporan keuangan ini merupakan pedoman penyusunan dan penyajian pelaporan keuangan daerah untuk memenuhi fungsi tersebut. serta menunjukkan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. 5) Pelaporan keuangan harus menyajikan transaksi dan kejadian yang penting. 2) Fungsi pelaporan keuangan adalah untuk mengkomunikasikan informasi keuangan kepada para pemakai. maka laju inflasi di Kota Batu pada Tahun 2007 diproyeksikan tetap pada kisaran 7 persen. Informasi pelaporan keuangan dapat diandalkan jika pemakai laporan dapat menggunakan informasi tersebut untuk pembuatan 23 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Apabila terjadi perubahan akuntansi harus diungkapkan dalam pelaporan keuangan. c. Periode akuntansi adalah satu tahun anggaran. Tujuan kebijakan pelaporan keuangan daerah adalah mengatur penyusunan dan penyajian pelaporan keuangan daerah. Pelaporan keuangan daerah adalah laporan pertanggungjawaban pemerintah daerah atas kegiatan keuangan dan sumber daya ekonomis yang dipercayakan serta menunjukkan posisi keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan pemerintah. 2. Agar perbandingan dapat bermanfaat.Berdasarkan kondisi tersebut. Kebijakan Umum 1) Pelaporan keuangan harus menyajikan secara wajar dan mengungkapkan secara penuh kegiatan pemerintah daerah dan sumber daya ekonomis yang dipercayakan.

c. 3) Entitas pelaporan keuangan daerah meliputi Pemerintah daerah secara keseluruhan. 7) Laporan keuangan terdiri dari laporan perhitungan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). nota perhitungan APBD. 6) Pelaporan keuangan merupakan satu kesatuan yang terdiri dari laporan keuangan.keputusan atas transaksi dan kejadian yang penting berdasarkan kondisi keuangan yang sesungguhnya. Entitas Pelaporan Keuangan 1) Tujuan entitas pelaporan keuangan untuk menunjukkan entitas akuntansi pada pusat-pusat pertanggungjawaban keuangan daerah. d. dan sumber-sumber pembiayaan yang digunakan untuk mengalokasikan surplus atau menutup defisit. belanja. yaitu saat penerimaan kas atau pengeluaran kas. 2) Entitas pelaporan keuangan mengacu pada konsep bahwa setiap pusat pertanggungjawaban harus bertanggungjawab atas pelaksanaan tugasnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. dan informasi tambahan yang harus disajikan bersama-sama. 2) Laporan Realisasi Anggaran menyajikan perbandingan antara anggaran pendapatan. yaitu merupakan kombinasi dasar kas dengan dasar akrual. 24 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Laporan Realisasi Anggaran (LRA) 1) Tujuan Laporan Realisasi Anggaran adalah menyajikan informasi mengenai kemampuan merealisir pendapatan dari yang dianggarkan. catatan atas laporan keuangan. Asumsi Dasar 1) Transaksi dan kejadian diakui atas dasar kas modifikasian. dan laporan aliran kas. neraca. dan pembiayaan dengan realisasinya dalam suatu periode akuntansi. 3) Laporan Realisasi Anggaran harus disertai catatan dan informasi tambahan mengenai hal-hal yang mempengaruhi pelaksanaan APBD. melaksanakan kegiatan berdasarkan anggaran belanja yang ditetapkan. Pada akhir periode dilakukan penyesuaian untuk mengakui transaksi dan kejadian dalam periode berjalan meskipun penerimaan atau pengeluaran kas dari transaksi dan kejadian dimaksud belum terealisir. 2) Transaksi dan kejadian dalam periode berjalan diakui atas dasar kas. b.

serta investasi. baik yang terkendali maupun di luar kendali pusat pertanggungjawaban. serta mengingat berlangsungnya pemilihan kepala daerah secara langsung. operasi dan pemeliharaan. e. 2) Kinerja keuangan daerah antara lain mencakup kinerja dalam rangka pelaksanaan fungsi. 2) Posisi keuangan daerah adalah keadaan aset. merupakan isu krusial yang dihadapi Kota Batu Tahun 2007. 2) Laporan arus kas menggambarkan saldo awal. pengeluaran dan saldo akhir kas daerah dalam satu periode akuntansi tahun berkenaan. penerimaan. investasi. Laporan Arus Kas 1) Tujuan laporan arus kas adalah menyajikan informasi mengenai kemampuan dalam memperoleh kas dan menilai penggunaan kas untuk memenuhi kebutuhan daerah dalam satu periode akuntansi. 4) Laporan aliran kas disajikan dengan metode langsung/tidak langsung. 3. dan bagian belanja yang digunakan untuk kegiatan administrasi umum. serta kinerja keuangan daerah selama periode akuntansi pada tahun berkenaan.antara lain penyebab perbedaan yang signifikan antara anggaran dengan realisasinya. 3) Laporan arus kas menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas yang berkaitan dengan aktivitas operasi. dan pembiayaan. Pencapaian Target Kinerja APBD Berdasarkan kemajuan yang dicapai pada tahun sebelumnya dan tantangan yang dihadapi di Tahun 2007. Neraca 1) Tujuan neraca adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan daerah. hutang. f. program dan kegiatan selama periode akuntansi. dan merupakan critical success factor keberhasilan dan kesinambungan pembangunan daerah. g. dan pembiayaan. kinerja pelayanan yang dicapai. dan ekuitas dana yang dimiliki pemerintah daerah pada akhir periode akuntansi. belanja. Nota Perhitungan APBD 1) Tujuan nota perhitungan APBD adalah menyajikan informasi mengenai ringkasan realisasi pendapatan. Maka tema pembangunan Kota Batu 25 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .

IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan dan hambatan serta kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. sebagai bentuk pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Batu Tahun Anggaran 2007 sebagai indikator pencapaian kinerja keuangan. b. yaitu : a. Mengurangi tingkat kemiskinan. Dalam pelaksanaan pembangunan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Kota Batu. kemajuan yang dicapai pada tahun sebelumnya serta berbagai masalah dan tantangan pokok yang harus dihadapi pada Tahun 2007. adalah sebagai berikut. Laporan Realisasi Anggaran.Tahun 2007 adalah “Sukses Pilkada langsung Tahun 2007 sebagai wujud pelaksanaan otonomi daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat”. b. Pengutamaan pembangunan berkelanjutan. Menuju tata pemerintahan yang baik dan bersih (good governance). Laporan Arus Kas. g. prinsip yang menjadi landasan III. dapat digambarkan sebagai berikut. Mengoptimalkan pelayanan publik. Pengutamaan partisipasi masyarakat. Menyukseskan PILKADA. 26 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Mengembangkan ekonomi lokal. b. Pengutamaan tata pengelolaan yang baik (good governance). terdapat tiga operasionalnya. c. antara lain tercermin dalam: a. a. c. Catatan Atas Laporan Keuangan. Membangun kerja sama antar daerah. e. Neraca. d. maka prioritas pembangunan daerah Kota Batu. d. f. Selanjutnya. c. Untuk pelaksanaan dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan. Menjaga kelestarian lingkungan hidup dan pengendalian tata ruang wilayah.

00 87.810.910.000.00 17.033.15 27 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .923.283.44 13.59 Perkembangan Realisasi PAD Kota Batu Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Pendapatan Asli Daerah (Rp) 4.000.66 Perkembangan Realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Batu Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Dana Alokasi Khusus (Rp) 3.348.78 11.169.96 8.78 224.025.650.000.64 19.712.88 32.69) 18.964.000.958.00 7.99 31.00 99.926.340.30 274.420.000.489.000.18 52.522.591.000.187.04 Perkembangan Realisasi Dana Alokasi Umum (DAU) Kota Batu Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Dana Alokasi Umum (Rp) 28. Realisasi Pendapatan Pencapaian target kinerja keuangan untuk pendapatan dapat digambarkan sebagai berikut.320.057.274.30 13.771.10 (1.242.753.000.50 20.73 147.041.714.461.515.46 14.000.318.000.000.654.00 12.072.299.248.000. Perkembangan Realisasi Pendapatan APBD Kota Batu Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Pendapatan APBD (Rp) 47.00 10.000.00 26.00 104.43 (17.880.000.000.32 (%) 159.637.64 5.27 123.53 22.496.945.000.00 (%) 266.000.31) 68.415.000.307.297.674.000.000.392.194.000.96 169.797.1.600.75 7.00 188.381.00 (%) 203.17 49.07 (%) 45.93 17.00 159.065.

964.064.054.574.745.579.57 247.844.000.690.886.85 26.802.455.00 16.999.00 16.75 726.073.274.000. digambarkan pada tabel berikut.73 18.000.770.367.017.274.181.622.054.389.684.387.292.000.25 237.000.815.00 1.000.794.00 (%) 24.514.309.00 15.500.00 13.057.915.33 34.274.25 21.464.51 Perkembangan Realisasi Pendapatan Lainnya Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Pendapatan Lainnya (Rp) 7.393.712.393.25 188.07 5.00 10.617.811.057.793.38 2.00 13.745.00 0. adalah sebagai berikut.00) Secara rinci untuk Tahun Anggaran 2007. 28 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .893.068.00 19.025.456.00 13.00 9.381.34 21.000.673.218.235.637. realisasi pendapatan daerah Kota Batu.42 18.75 4.107.673.00 10.617. Realisasi Belanja Pencapaian target kinerja keuangan dari tahun ke tahun pada realisasi belanja daerah.054.600.00 23.Perkembangan Realisasi Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak (Rp) 7.283.794.00 15.00 0.909.00 11.782.284.25 (%) 80.00 274.271.000. URAIAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah PENDAPATAN TRANSFER Transfer Pemerintah Pusat-Dana Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (Sumber Daya Alam) Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Transfer Pemerintah Pusat Lainnya Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Transfer Pemerintah Provinsi Pendapatan Bagi Hasil Pajak Pendapatan Bagi Hasil Lainnya LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH JUMLAH REALISASI ANGGARAN (Rp) 13.182.211.946.057.871.622.50 (100.32 2.000.000.00 0.00 26.00 2.000.

400.00 0.464.671.00 32.00 8.000.45 Realisasi belanja Tahun Anggaran 2007.98 23.00 12.926.810.210.00 3.577.00 32.400.38 246.476.90 158.903. Realisasi Pembiayaan Pencapaian target kinerja keuangan pada realisasi penerimaan pembiayaan daerah.000.625.30 199.212.904.277.457.90 23.019.000.30 161.628.690.926.894.00 226.000.29 121.661.10 30.500.620.815.844.661.00 5.842.860.631.529.000.369. URAIAN BELANJA OPERASI Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan Kpd Propinsi/Kabupaten/Kota & Pemerintah Desa BELANJA MODAL Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan.317.280.140.903.00 14.00 109.00 82.893.00 166.Perkembangan Belanja APBD Kota Batu Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Belanja (Rp) 45.340.075.831.371.00 33.602.750.00 272.415.000. lebih lanjut dijabarkan dalam jenis belanja sebagai berikut.344.773. 29 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .167.540.00 0.00 226.00 29.210.046.476.979.870.920.00 246. Irigasi dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya BELANJA TIDAK TERDUGA Belanja Tidak Terduga Jumlah Belanja REALISASI ANGGARAN 2007 (Rp) 164.000.07 1.500.00 (%) 165.

573.205.013.97 23.764.830.34 IV.476.93 10.538.33 Perkembangan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun 2004 2005 2006 2007 SILPA (Rp) 6.00 (%) 144.Perkembangan Penerimaan Pembiayaan Daerah Tahun 2004 2005 2006 2007 Penerimaan Pembiayaan (Rp) 17.040.82 Pencapaian target kinerja keuangan pada realisasi pengeluaran pembiayaan daerah dan SILPA.987.76 (%) 39.655.664.302.202.000.00 17.60 46.664.054.972.17 120.000.764.49 16.764.34 -30.00 1.89 51. Perkembangan Pengeluaran Pembiayaan Daerah Tahun 2004 2005 2006 2007 Pengeluaran Pembiayaan (Rp) 6.725.39 16.017.34 -91. 30 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .55 46.782.769.406.054.350.08 (%) 140.655.664. PENDAHULUAN Tujuan Tujuan kebijakan akuntansi adalah mengatur penyusunan dan penyajian laporan keuangan pemerintah daerah untuk tujuan umum dalam rangka meningkatkan keterbandingan laporan keuangan terhadap anggaran dan antar periode.39 16.73 24.559. KEBIJAKAN AKUNTANSI 1.912.000.883.000.646.97 24.999.

Jenis laporan keuangan. Dasar hukum pelaporan keuangan. d. l. Pengungkapan laporan keuangan. Definisi unsur laporan keuangan. Pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk melaporkan upaya-upaya yang telah dilakukan serta hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan secara sistematis dan terstruktur pada suatu periode pelaporan untuk kepentingan: a. 31 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . e. Laporan keuangan pemerintah daerah terutama digunakan untuk membandingkan realisasi pendapatan dan belanja dengan anggaran yang telah ditetapkan.Ruang Lingkup Untuk mencapai tujuan tersebut. 2. g. menilai efektifitas dan efisiensi pemerintah daerah. menilai kondisi keuangan. i. Karakteristik kualitatif laporan keuangan. k. dan membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundang-undangan. Kendala informasi yang relevan dan andal. PERANAN DAN TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN Peranan Pelaporan Keuangan Laporan keuangan pemerintah daerah disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh pemerintah daerah selama satu periode pelaporan. Peranan dan tujuan pelaporan keuangan. Akuntabilitas Mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada pemerintah daerah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara periodik. Asumsi dasar. b. Pengukuran unsur laporan keuangan. Entitas pelaporan keuangan. c. j. dan. Prinsip akuntansi dan laporan keuangan. f. kebijakan akuntansi ini mengatur seluruh pertimbangan dalam rangka penyusunan dan penyajian laporan keuangan pemerintah daerah yang meliputi : a. h. Pengakuan unsur laporan keuangan.

dengan: a. baik keputusan ekonomi. maupun politik. d. Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan dan kondisi pemerintah daerah berkaitan dengan sumber-sumber penerimaannya baik jangka 32 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . e. sosial. Tujuan Pelaporan Keuangan Pelaporan keuangan pemerintah daerah menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna laporan dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan. d. c. Keseimbangan antar generasi (intergenerational Equity) Membantu para pengguna laporan untuk mengetahui apakah penerimaan pemerintah daerah pada periode laporan cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran yang dialokasikan. berdasarkan pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggungjawaban pemerintah daerah. pengelolaan dan pengendalian atas seluruh aset.b. dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepadanya dan ketaatannya pada peraturan perundangundangan. c. b. Transparansi Memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat. Menyediakan informasi mengenai apakah cara memperoleh sumber daya ekonomi dan alokasinya telah sesuai dengan anggaran yang ditetapkan dan peraturan perundang-undangan. Menyediakan informasi mengenai bagaimana pemerintah daerah mendanai seluruh kegiatannya dan mencukupi kebutuhan kasnya. sehingga memudahkan fungsi perencanaan. Menyediakan informasi mengenai jumlah sumber daya ekonomi yang digunakan dalam kegiatan pemerintah daerah serta hasil-hasil yang telah dicapai. Menyediakan informasi mengenai apakah penerimaan periode berjalan cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran. Manajemen Membantu para pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan suatu pemerintah daerah dalam periode pelaporan. dan apakah generasi yang akan datang diasumsikan akan ikut menanggung beban pengeluaran tersebut. dan ekuitas dana pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat. kewajiban.

Selain laporan keuangan yang pokok tersebut. kewajiban. dan laporan arus kas. dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola oleh pemerintah daerah.pendek maupun jangka panjang. Untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut. Laporan Realisasi Anggaran. termasuk yang berasal dari pungutan pajak dan pinjaman. dan ekuitas dana pada tanggal tertentu. c. d. 33 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Neraca pemerintah daerah merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan pemerintah daerah mengenai aset. dan arus kas pemerintah daerah. alokasi. neraca. belanja. aset. pemerintah daerah diperkenankan menyajikan laporan pendukung yang terdiri dari : Laporan Kinerja Keuangan Daerah. laporan keuangan pemerintah daerah menyediakan informasi mengenai pendapatan. kewajiban. Neraca. Catatan Atas Laporan Keuangan. dan perubahan kas selama satu periode akuntansi serta saldo kas pada tanggal pelaporan. sebagai akibat kegiatan yang dilakukan selama periode pelaporan. analisis atau daftar terinci atas nilai suatu pos yang disajikan dalam laporan realisasi anggaran. dan Laporan Perubahan Ekuitas Dana. f. JENIS PELAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan pemerintah daerah yang pokok terdiri dari : a. ekuitas dana. b. Laporan Arus Kas. pembiayaan. Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi keuangan pemerintah daerah. Laporan arus kas merupakan laporan yang menyajikan informasi mengenai sumber. Laporan realisasi anggaran pemerintah daerah merupakan laporan yang menyajikan ikhtisar sumber. Catatan atas laporan keuangan menyajikan penjelasan naratif. penggunaan. 3. yang menggambarkan perbandingan antara realisasi dan anggarannya dalam satu periode pelaporan. apakah mengalami kenaikan ataupun penurunan.

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Undang Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. b. khususnya bagian yang mengatur keuangan negara. Entitas pelaporan adalah pemerintah daerah atau satuan organisasi di lingkungan pemerintah daerah atau organisasi lainnya jika menurut peraturan perundang-undangan satuan organisasi dimaksud wajib menyajikan laporan keuangan. antara lain: a. f. e. Peraturan Kepala Daerah tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah.4. j. yang terdiri dari: a. 6. g. d. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. c. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Peraturan Daerah tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. i. ASUMSI DASAR Asumsi dasar dalam pelaporan keuangan pemerintah daerah adalah anggapan yang diterima sebagai suatu kebenaran tanpa perlu dibuktikan agar kebijakan akuntansi dapat diterapkan. b. dan. ENTITAS PELAPORAN Entitas pelaporan adalah unit pemerintahan daerah yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan keuangan. h. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Asumsi kesinambungan entitas. dan. Asumsi kemandirian entitas. DASAR HUKUM PELAPORAN KEUANGAN Pelaporan keuangan pemerintah daerah diselenggarakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur keuangan daerah. 5. 34 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .

Asumsi keterukuran dalam satuan uang (monetary measurement). b.c. Kesinambungan Entitas Laporan keuangan pemerintah daerah disusun dengan asumsi bahwa pemerintah daerah akan berlanjut keberadaannya dan tidak bermaksud untuk melakukan likuidasi. d. KARAKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN KEUANGAN Karakteristik kualitatif laporan keuangan adalah ukuran-ukuran normatif yang perlu diwujudkan dalam informasi akuntansi sehingga dapat memenuhi tujuannya. Dapat dibandingkan. Dapat dipahami. Kemandirian Entitas Asumsi kemandirian entitas yang berarti bahwa unit pemerintah daerah sebagai entitas pelaporan dan entitas akuntansi. Hal ini diperlukan agar memungkinkan dilakukannya analisis dan pengukuran dalam akuntansi. Relevan. Keterukuran dalam Satuan Uang Laporan keuangan pemerintah daerah harus menjadikan setiap kegiatan yang diasumsikan dapat dinilai dengan satuan uang. sehingga tidak terjadi kekacauan antar unit pemerintahan dalam pelaporan keuangan. utang piutang yang terjadi akibat pembuatan keputusan entitas. Keempat karakteristik berikut ini merupakan prasyarat normatif yang diperlukan agar laporan keuangan pemerintah daerah dapat memenuhi kualitas yang dikehendaki: a. dianggap sebagai unit yang mandiri dan mempunyai kewajiban untuk menyajikan laporan keuangan. Andal. termasuk atas kehilangan atau kerusakan aset dan sumber daya dimaksud. Salah satu indikasi terpenuhinya asumsi ini adalah adanya kewenangan entitas untuk menyusun anggaran dan melaksanakannya dengan tanggung jawab penuh. dan. 7. serta terlaksana tidaknya program dan kegiatan yang telah ditetapkan. Entitas bertanggung jawab atas pengelolaan aset dan sumber daya di luar neraca untuk kepentingan yurisdiksi tugas pokoknya. c. 35 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .

Penyajian jujur. Informasi akuntansi yang relevan. tetapi jika hakikat atau penyajiannya tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan. artinya bahwa laporan keuangan pemerintah daerah harus memuat informasi yang memungkinkan pengguna laporan untuk menegaskan atau mengoreksi ekspektasinya di masa lalu. artinya bahwa penyajian laporan keuangan pemerintah daerah harus memuat informasi yang selengkap mungkin. informasi laporan keuangan yang relevan adalah yang dapat dihubungkan dengan maksud penggunaannya. Informasi yang relevan harus: a. Informasi yang handal harus memenuhi karakteristik: a. c. artinya bahwa laporan keuangan pemerintah daerah harus memuat informasi yang menggambarkan dengan jujur transaksi serta 36 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Memiliki manfaat umpan balik (feedback value). menyajikan setiap kenyataan secara jujur serta dapat diverifikasi. Lengkap. Andal Informasi dalam laporan keuangan pemerintah daerah harus bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material. artinya bahwa laporan keuangan pemerintah daerah harus disajikan tepat waktu sehingga dapat berpengaruh dan berguna untuk pembuatan keputusan pengguna laporan.Relevan Laporan keuangan pemerintah daerah dikatakan relevan apabila informasi yang termuat di dalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna laporan dengan membantunya mengevaluasi peristiwa masa lalu. b. artinya bahwa laporan keuangan harus memuat informasi yang dapat membantu pengguna laporan untuk memprediksi masa yang akan datang berdasarkan hasil masa lalu dan kejadian masa kini. atau masa depan. Informasi yang melatarbelakangi setiap butir informasi utama yang termuat dalam laporan keuangan harus diungkapkan dengan jelas agar kekeliruan dalam penggunaan informasi tersebut dapat dicegah. dan d. Memiliki manfaat prediktif (predictive value). dan menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi pengguna laporan di masa lalu. Dengan demikian. masa kini. Tepat waktu. yaitu mencakup semua informasi akuntansi yang dapat mempengaruhi pembuatan keputusan pengguna laporan.

serta adanya kemauan pengguna laporan untuk mempelajari informasi yang dimaksud.peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan. perubahan kebijakan akuntansi harus diungkapkan pada periode terjadinya perubahan tersebut. c. Netralitas. b. Perbandingan secara eksternal dapat dilakukan bila pemerintah daerah yang diperbandingkan menerapkan kebijakan akuntansi yang sama. sementara hal tersebut akan merugikan pihak yang lain. dan apabila pengujian dilakukan lebih dari sekali oleh pihak yang berbeda. hasilnya harus tetap menunjukkan simpulan yang tidak berbeda jauh. pengguna laporan diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai atas kegiatan dan lingkungan operasi pemerintah daerah. Perbandingan secara internal dapat dilakukan bila pemerintah daerah menerapkan kebijakan akuntansi yang sama dari tahun ke tahun. Untuk itu. Dapat Dipahami Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus dapat dipahami oleh pengguna laporan dan dinyatakan dalam bentuk serta istilah yang disesuaikan dengan batas pemahaman para pengguna laporan. 37 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Tidak boleh ada usaha untuk menyajikan informasi yang menguntungkan pihak tertentu. Apabila pemerintah daerah akan menerapkan kebijakan akuntansi yang lebih baik daripada kebijakan akuntansi yang sekarang diterapkan. artinya bahwa laporan keuangan pemerintah daerah harus memuat informasi yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan umum dan tidak bias pada kebutuhan pihak tertentu.Dapat diverifikasi. (verifiability) artinya bahwa laporan keuangan pemerintah daerah harus memuat informasi yang dapat diuji. Perbandingan dapat dilakukan secara internal dan eksternal. Dapat Dibandingkan Informasi yang termuat dalam laporan keuangan pemerintah daerah akan lebih berguna jika dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau laporan keuangan pemerintah daerah lain pada umumnya.

dan ekuitas dana diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi. dan Basis akrual untuk pengakuan aset. Sisa perhitungan anggaran tergantung pada selisih realisasi penerimaan pendapatan dan pembiayaan dengan pengeluaran belanja dan pembiayaan. bukan pada saat kas diterima atau dibayarkan oleh kas daerah. Pemerintah daerah tidak menggunakan istilah laba. atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah daerah. c. Basis kas untuk Laporan Realisasi Anggaran berarti bahwa pendapatan dan penerimaan pembiayaan diakui pada saat kas diterima oleh kas daerah. PRINSIP AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Prinsip akuntansi dan pelaporan keuangan dimaksudkan sebagai ketentuan yang harus dipahami dan ditaati oleh penyelenggara akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah daerah dalam melakukan kegiatannya. kewajiban. Prinsip realisasi. Prinsip penyajian wajar. dan. adalah basis kas untuk pengakuan pendapatan. serta belanja dan pengeluaran pembiayaan diakui pada saat kas dikeluarkan dari kas daerah. Basis Akuntansi Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintah daerah. b. g.8. h. Prinsip substansi mengungguli formalitas. Prinsip nilai perolehan. Basis akrual untuk Neraca berarti bahwa aset. Prinsip konsistensi. dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran. f. d. Prinsip periodisitas. kewajiban. Berikut ini adalah delapan prinsip yang digunakan dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah daerah: a. Basis akuntansi. dan ekuitas dana dalam Neraca. Prinsip pengungkapan lengkap. melainkan menggunakan sisa perhitungan anggaran (lebih/kurang) untuk setiap tahun anggaran. 38 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . serta oleh pengguna laporan dalam memahami laporan keuangan yang disajikan. belanja. e.

Penggunaan nilai perolehan lebih dapat diandalkan daripada nilai yang lain. Prinsip Substansi Mengungguli Formalitas (Substance Over Form Principle) Informasi akuntansi dimaksudkan untuk menyajikan dengan jujur transaksi serta peristiwa lain yang seharusnya disajikan. Prinsip Nilai Perolehan (Historical Cost Principle) Aset dicatat sebesar jumlah kas yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan (consideration) untuk memperoleh aset tersebut pada saat perolehan. serta basis akrual untuk aset. Prinsip layak temu biaya-pendapatan (matching-cost against revenue principle) tidak ditekankan dalam akuntansi pemerintah daerah.Pemerintah daerah dapat juga menggunakan basis kas untuk pendapatan. maka hal tersebut harus diungkapkan dengan jelas dalam Catatan atas Laporan Keuangan. kewajiban. dan ekuitas dana dalam periode tahun anggaran berjalan. 39 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Prinsip Realisasi (Realization Principle) Ketersediaan pendapatan daerah yang telah diotorisasikan melalui APBD selama suatu tahun anggaran akan digunakan untuk membiayai belanja daerah dalam periode tahun anggaran dimaksud. dan pembiayaan. Utang dicatat sebesar jumlah kas yang diharapkan untuk memenuhi kewajiban di masa yang akan datang dalam pelaksanaan kegiatan pemerintah daerah. maka transaksi atau peristiwa lain tersebut harus dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi. Prinsip Periodisitas (Periodicity Principle) Kegiatan akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah daerah perlu dibagi menjadi periode-periode pelaporan sehingga kinerja pemerintah daerah dapat diukur dan posisi sumber daya yang dimilikinya dapat ditentukan. karena nilai perolehan lebih obyektif dan dapat diverifikasi. sebagaimana dipraktikkan dalam akuntansi sektor swasta. belanja. bukan hanya mengikuti aspek formalitasnya. Apabila substansi transaksi atau peristiwa lain tidak konsisten/berbeda dengan aspek formalitasnya.

Namun periode semesteran juga diperkenankan. sengaja menetapkan aset atau pendapatan yang terlampau rendah atau sengaja mencatat kewajiban dan 40 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Hal ini tidak berarti bahwa tidak boleh terjadi perubahan dari satu metode akuntansi ke metode akuntansi yang lain. Laporan Arus Kas. Neraca. Faktor pertimbangan sehat bagi penyusun laporan keuangan pemerintah daerah diperlukan ketika menghadapi ketidakpastian peristiwa dan keadaan tertentu. Informasi yang dibutuhkan oleh pengguna laporan dapat ditempatkan pada lembar muka (on the face) laporan keuangan atau catatan atas laporan keuangan. penggunaan pertimbangan sehat tidak memperkenankan. Prinsip Penyajian Wajar (Fair Presentation Principle) Laporan keuangan pemerintah daerah harus menyajikan dengan wajar Laporan Realisasi Anggaran. Prinsip Pengungkapan Lengkap (Full Disclosure Principle) Laporan keuangan pemerintah daerah harus menyajikan secara lengkap informasi yang dibutuhkan oleh pengguna laporan.Periode utama untuk pelaporan keuangan yang digunakan adalah tahunan. misalnya pembentukan dana cadangan tersembunyi. Prinsip Konsistensi (Consistency Principle) Perlakuan akuntansi yang sama harus diterapkan pada kejadian yang serupa dari periode ke periode oleh pemerintah daerah (prinsip konsistensi internal). dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Pengaruh dan pertimbangan atas perubahan penerapan metode ini harus diungkapkan dalam laporan keuangan. Pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan prakiraan dalam kondisi ketidakpastian sehingga aset atau pendapatan tidak dinyatakan terlalu tinggi serta kewajiban dan belanja tidak dinyatakan terlalu rendah. Metode akuntansi yang dipakai dapat diubah dengan syarat bahwa metode yang baru diterapkan harus menunjukkan hasil yang lebih baik dari metode yang lama. Namun demikian. Ketidakpastian seperti itu diakui dengan mengungkapkan hakikat serta tingkatnya dengan menggunakan pertimbangan sehat dalam penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah.

Materialitas Laporan keuangan pemerintah daerah walaupun idealnya memuat segala informasi. sehingga laporan keuangan pemerintah daerah tidak netral dan tidak andal. Materialitas.belanja yang terlampau tinggi. Keseimbangan antar Karakteristik Kualitatif Keseimbangan antar karakteristik kualitatif diperlukan untuk mencapai suatu keseimbangan yang tepat diantara berbagai tujuan normatif yang diharapkan 41 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . c. Tiga hal yang mengakibatkan kendala dalam mewujudkan informasi akuntansi yang relevan dan andal. KENDALA INFORMASI AKUNTANSI YANG RELEVAN DAN ANDAL Kendala informasi yang relevan dan andal adalah setiap keadaan yang tidak memungkinkan tercapainya kondisi ideal dalam mewujudkan informasi akuntansi yang relevan dan andal dalam laporan keuangan pemerintah daerah sebagai akibat adanya keterbatasan atau karena alasan-alasan tertentu. laporan keuangan pemerintah daerah tidak semestinya menyajikan informasi yang manfaatnya lebih kecil dibandingkan dengan biaya penyusunannya. Pertimbangan biaya dan manfaat. Keseimbangan antar karakteristik kualitatif. dan. yaitu: a. seharusnya melebihi dari biaya yang diperlukan untuk penyusunan laporan tersebut. Namun demikian. tetapi hanya diharuskan memuat informasi yang memenuhi kriteria materialitas. Pertimbangan Biaya dan Manfaat Manfaat yang dihasilkan dari informasi yang dimuat dalam laporan keuangan pemerintah daerah. Informasi dipandang material apabila kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan pengguna laporan yang dibuat atas dasar informasi dalam laporan keuangan pemerintah daerah. b. Biaya dimaksud juga tidak harus dipikul oleh pengguna informasi yang menikmati manfaat. Oleh karena itu. 9. evaluasi biaya dan manfaat merupakan proses pertimbangan yang substansial.

a. Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah daerah. baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat. b. Masing-masing unsur didefinisikan sebagai berikut. serta dapat diukur dalam satuan uang. Pendapatan adalah semua penerimaan kas daerah yang menambah ekuitas dana dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah daerah. Ekuitas dana adalah kekayaan bersih pemerintah daerah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah daerah. baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya. dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah daerah. Neraca Unsur yang mencakup dalam neraca terdiri dari aset. Masing-masing unsur didefinisikan sebagai berikut. terutama antara relevansi dan keandalan. DEFINISI UNSUR LAPORAN KEUANGAN Laporan Realisasi Anggaran Unsur yang dicakup dalam laporan realisasi anggaran terdiri dari pendapatan. a. c. dan ekuitas dana. Penentuan tingkat kepentingan antara dua karakteristik kualitatif tersebut merupakan masalah pertimbangan profesional. b. Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan atau dimiliki oleh pemerintah daerah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh.dipenuhi oleh laporan keuangan pemerintah daerah. 10. yang dalam penganggaran pemerintah daerah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran. Belanja adalah semua pengeluaran kas daerah yang mengurangi ekuitas dana dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah daerah. c. 42 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . kewajiban. Kepentingan relatif antar karakteristik kualitatif dalam berbagai kasus berbeda. Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali. belanja dan pembiayaan.

sebagaimana akan termuat pada laporan keuangan pemerintah daerah. Penerimaan kas adalah semua aliran kas yang masuk ke kas daerah. kewajiban. berikut kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target. dan pembiayaan. Pengakuan diwujudkan dalam pencatatan jumlah uang terhadap pos-pos laporan keuangan yang terpengaruh oleh kejadian atau peristiwa terkait. Kriteria minimum yang perlu dipenuhi oleh suatu kejadian atau peristiwa untuk diakui yaitu: a. Menyajikan ikhtisar pencapaian kinerja selama tahun pelaporan. ekuitas dana. d. b. PENGAKUAN UNSUR LAPORAN KEUANGAN Pengakuan dalam akuntansi adalah proses penetapan terpenuhinya kriteria pencatatan suatu kejadian atau peristiwa dalam catatan akuntansi sehingga akan menjadi bagian yang melengkapi unsur aset. Pengeluaran kas adalah semua aliran kas yang keluar dari kas daerah. Menyediakan informasi tambahan yang diperlukan untuk menyajikan yang wajar.Laporan Arus Kas Unsur yang dicakup oleh laporan arus kas terdiri dari penerimaan dan pengeluaran kas. kebijakan fiskal/keuangan dan pencapaian target perda APBD. Terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan kejadian atau peristiwa tersebut akan mengalir keluar dari atau masuk ke dalam entitas pemerintah yang bersangkutan. b. pendapatan. Menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksitransaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya. b. 11. a. yang tidak disajikan dalam lembar muka laporan keuangan. belanja. Kejadian atau peristiwa tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur atau dapat diestimasi dengan andal. Menyajikan informasi tentang ekonomi makro. Masing-masing unsur didefinisikan sebagai berikut. Catatan Atas laporan Keuangan Catatan Atas Laporan Keuangan mengungkapkan hal-hal sebagai berikut. a. 43 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . c.

Penundaan pengakuan suatu pos atau kejadian dapat terjadi apabila kriteria pengakuan baru terpenuhi setelah terjadi atau tidak terjadi peristiwa atau keadaan lain di masa mendatang. titik pengakuan penerimaan kas oleh pemerintah untuk mendapatkan pengakuan akuntansi memerlukan pengaturan 44 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Pengakuan Aset Aset diakui jika potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh atau dilepas oleh pemerintah daerah dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal. Aset dalam bentuk kas yang diperoleh pemerintah daerah antara lain bersumber dari pajak. retribusi. perlu mempertimbangkan aspek materialitas. Pengkajian derajat kepastian yang melekat dalam arus manfaat ekonomi masa depan dilakukan atas bukti yang dapat diperoleh pada saat penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah. seperti hasil pinjaman. Konsep ini diperlukan dalam menghadapi ketidakpastian lingkungan operasional pemerintah daerah. Namun ada kalanya pengakuan didasarkan pada hasil estimasi yang layak.Dalam menentukan apakah suatu kejadian/peristiwa memenuhi kriteria pengakuan. Probabilitas Manfaat Ekonomi Dalam kriteria pengakuan pendapatan. Aset diakui pada saat diterima atau diserahkan hak kepemilikannnya dan/ atau pada saat penguasaannya berpindah. pungutan hasil pemanfaatan kekayaan daerah dan setoran lain-lain. Dengan demikian. Keandalan Pengukuran Kriteria pengakuan pada umumnya didasarkan pada nilai uang akibat peristiwa atau kejadian yang dapat diandalkan pengukurannya. penerimaan bukan pajak. Apabila pengukuran berdasarkan biaya dan estimasi yang layak tidak mungkin dilakukan. serta penerimaan pembiayaan. konsep probabilitas digunakan dalam pengertian derajat kepastian bahwa manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan pos atau kejadian/peristiwa tersebut akan mengalir dari atau ke pemerintah daerah. Proses pemungutan setiap unsur penerimaan tersebut sangat beragam dan melibatkan banyak pihak atau instansi. maka pengakuan transaksi demikian cukup diungkapkan pada catatan atas laporan keuangan.

Aset dicatat sebesar pengeluaran kas atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset tersebut. dan perubahan atas kewajiban tersebut mempunyai nilai penyelesaian yang dapat diukur dengan andal. 45 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . pendapatan diakui berdasarkan jumlah pendapatan yang telah menjadi hak. Pengakuan Pendapatan Pendapatan menurut basis kas diakui dalam periode tahun anggaran berjalan pada saat kas diterima.yang lebih rinci. Kewajiban diakui pada saat dana pinjaman diterima atau pada saat kewajiban timbul. termasuk pengaturan mengenai batasan waktu sejak uang diterima sampai penyetorannya ke kas daerah. Pengakuan Belanja Belanja menurut basis kas diakui dalam periode tahun anggaran berjalan pada saat kas dikeluarkan dari kas daerah dan telah dipertanggungjawabkan/di-SPJkan. Pada akhir periode akuntansi. yang sampai dengan akhir periode akuntansi bersangkutan belum ada realisasi penerimaan kas. PENGUKURAN UNSUR LAPORAN KEUANGAN Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan memasukkan setiap pos dalam laporan keuangan pemerintah daerah. Pengakuan Kewajiban Kewajiban diakui jika besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi akan dilakukan atau telah dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban yang ada sekarang. belanja diakui berdasarkan jumlah belanja yang telah menjadi kewajiban. Pengukuran pos-pos dalam laporan keuangan pemerintah daerah menggunakan nilai perolehan historis. 12. Pada akhir periode akuntansi. yang sampai dengan akhir periode akuntansi bersangkutan belum ada realisasi pengengeluaran kas. Aset tidak diakui jika pengeluaran telah terjadi dan manfaat ekonominya dipandang tidak mungkin diperoleh pemerintah setelah periode akuntansi berjalan.

Pengukuran pos-pos laporan keuangan menggunakan mata uang rupiah. Adanya perubahan estimasi akuntansi yang merupakan perubahan penerapan estimasi akuntansi sebagai akibat dari perubahan situasi ekonomi. dan. b. Transaksi yang menggunakan mata uang asing harus dikonversikan terlebih dahulu (kurs tengah Bank Indonesia) dan dinyatakan dalam mata uang rupiah. yang disebabkan: a. 46 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . b. seperti: a. yaitu perubahan penerapan standar akuntansi yang secara signifikan mempengaruhi kewajaran penyajian pelaporan keuangan. kesalahan penerapan standar akuntansi. peraturan. dan lain-lain yang mempengaruhi kewajaran penyajian pelaporan keuangan. Ketentuan perundang-undangan yang menjadi landasan kegiatan operasionalnya. Adanya perubahan standar akuntansi. Termasuk dalam koreksi akuntansi periode sebelumnya adalah perubahan akuntansi yang terjadi pada periode sebelumnya yang secara signifikan sehingga mempengaruhi kewajaran penyajian pelaporan keuangan. KOREKSI AKUNTANSI PERIODE SEBELUMNYA Koreksi periode akuntansi sebelumnya terdiri dari koreksi kesalahan yang terjadi pada periode akuntansi sebelumnya yang signifikan sehingga mempengaruhi penyajian laporan keuangan dan koreksi kesalahan dalam pelaporan keuangan yang disebabkan oleh kesalahan matematis. 13. c. atau nilai sekarang dari jumlah kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk menyelesaikan kewajiban tersebut. Domisili dan bentuk hukum suatu entitas serta yurisdiksi tempat entitas beroperasi. 14. PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN Suatu entitas pelaporan harus mengungkapkan hal-hal yang belum pernah diinformasikan dalam bagian manapun dari laporan keuangan.Kewajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima sebagai penukar dari kewajiban. dan kesalahan penggunaan fakta-fakta yang ada. Penjelasan mengenai sifat operasi entitas dan kegiatan pokoknya.

yaitu perubahan unit organisasi yang disebabkan adanya restrukturisasi atau reorganisasi yang mempengaruhi kewajaran pelaporan keuangan. pengaruh kesalahan tersebut harus dikoreksi sebagai penyesuaian saldo awal ekuitas dana umum. 47 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .c. Adanya perubahan entitas akuntansi. Kesalahan periode sebelumnya harus dianalisis untuk menentukan pengaruhnya terhadap neraca awal periode akuntansi.

716.131.009.606.972.V.930. PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN 1.573.725. 7.00 51.337.940.00. 1. .999. 4.397.650. 17 Kasda PAD 48 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . 2.00 919.90.240.611.820.028.114.684. 9.074. terdiri dari: a) Kas di Kas Daerah b) Kas di Bendahara Penerimaan c) Kas di Bendahara Pengeluaran Jumlah 50.654.316.08 Dengan penjelasan sebagai berikut.797.R/C Bank per tgl 31 Desember 2007 sebesar Rp38. .207.244.08 31 Desember 2006 (Rp) 25.650. 3.89 Saldo kas per 31 Desember 2007 tersebut.Kekurangan kas sebesar Rp12.333.95 31 Desember 2006 (Rp) 23. NAMA REKENING DAK Bidang Prasarana DAK Bidang Kesehatan DAK Bidang Lingkungan Hidup DAK Bidang Pertanian DAK Bidang Kelautan & NOMOR REKENING 0401002472 0401002464 0401002456 0401002413 0401002430 0401002421 0401002448 0401002294 0401001727 SALDO (Rp) 287.790.76 246.18 tersebut.128. Saldo sesuai rekening koran bank per 31 Desember 2007 sebesar Rp38.930. NERACA 31 Desember 2007 (Rp) a) Aset Lancar 1) Kas 59.397.990.70 31 Desember 2007 (Rp) Kas 51.260.725.018.04 242. NO.08 terdiri dari: .692.16 23.602.08 0.Selisih yang tidak bisa dijelaskan sebesar Rp247. 8.602.48 542.081.32 Perikanan DAK Bidang Infrastruktur DAK Bidang Pendidikan Bend.09 162.483. 5.00 6.654. 6.885.406.308. dengan rincian sebagai berikut.18.573.042.579.611.409.972.17 0.376. a) Kas di Kas Daerah sebesar Rp50.782.61 20.

377.00 2.416.553.701.286.00 4.589. terdiri dari: Jumlah No.669.00 144.390.100.302.00 541.147.800.066.00 Penyeimbang c) Kas di Bendahara Pengeluaran.00 399. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Nama Instansi / SKPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Kesehatan Dinas Pendapatan Daerah Dinas Permukiman dan Bina Marga Badan Perencanaan Daerah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Dinas Pertanahan Dinas Catatan Sipil dan Tenaga Verja Badan Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Sosial Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Sekretariat Daerah Kecamatan Batu Badan Pengawasan Kecamatan Bumiaji Kantor Pemberdayaan Masyarakat Dinas Infokom : * Tahun Anggaran 2006 * Tahun Anggaran 2007 19 Dinas Pertanian : * Tahun Lalu * Tahun Anggaran 2007 20 21 22 Dinas Sumber Daya Air dan Energi Dinas Pariwisata Dinas Perindustrian dan Perdagangan JUMLAH 524.188.000.143.992.514.00 (Rp.) 3. 11.250.028.700.00 2.114.768.55 315.000.00 600. DAU Dana Otonomi Khusus 0401002944 0401002944 7.00 12.363.00 919.955.000.00 5.000.00 3.898.00 12.000.336.00 61.000.00 1.00 562.00 38.00 1.403.00 1.042.00 30.858.000.500.200.405.10.204.220.00 49 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .939.00 32.00 224.330.113.100.927.00 210.00 59.611.

823.00 60.073. pemenang lelang dan pembangunan kantor infokompus tahap I d.27 31 Desember 2006 (Rp) 1.2) Piutang 31 Desember 2007 (Rp) Piutang 4.116.185. Perhitungan RAB Pembangunan Gedung DPRD e.290.044. Rehabilitasi dan perluasan puskesmas beji dan polindes sidomulyo c.921.696.657.611.113.754. adalah saldo piutang lain-lain per 31 Desember 2007.35 tersebut.768.27 4. Suwignjo Piutang Dividen kepada bank Jatim Piutang (biaya dibayar dimuka) gedung kantor Catatan BPK pada saat pemeriksaan LKPD Tahun 2006 a.573.292.00 546.00 2. 2.324.000.95 481.923.00 3.500.27 3) Piutang lain-lain 31 Desember 2007 (Rp) Piutang lain-lain 3.00 JUMLAH 32.000.301.836.824.35 31 Desember 2006 (Rp) 203.434.923.292. a) b) c) Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Dana Bagi Hasil Jumlah Rp Rp Rp Rp 1.n.174. Honor pengelola program holtikultura I melebihi standar walikota 129.00 50 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .000.210.611. Honorarium dan bantuan transport untuk program sibernas h. terinci sebagai berikut. Bantuan penunjang operasional DPRD f.000. 1.02 187.320.00 26.000.434. Pemberian bantuan keuangan kepada parpol b.82 2.200.862.934.290.28 18. Bantuan Penunjang Operasional DPRD dan Insentif PBB g. 3.000. 4.00 Jumlah piutang per 31 Desember 2007 tersebut.000.078. Rinciannya adalah sebagai berikut.612.00 4.116.06 Saldo piutang lain-lain sebesar Rp3.636.00 22.052. URAIAN Piutang ganti rugi atas kekayaan daerah a. No.293.000.

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 SKPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Kesehatan Dinas Permukiman dan Bina Marga Dinas Pendapatan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Dinas Pertanahan Dinas Capil dan Naker Dinas Infokom dan Perpustakaan Dinas Pertanian Dinas Sumber Daya Air Dinas Pariwisata Dinas Perindustrian dan Perdagangan Badan KB&Kesos Badan Kesatuan Bangsa dan Linmas Badan Pengawas Daerah Bapeko Sekretariat Daerah Bagian Kesejahteraan Sekretariat Dewan Kecamatan Batu Kecamatan Junrejo Kantor Satpol PP Kantor Koperasi dan UKM Kantor Perhubungan -Tabungan .000.612.42 1.31 127.54 243.00 230.588.433.66 511.507. A (Dinas Permukiman) Piutang kepada PDAM (laba PDAM) Piutang kepada Dinas Perhubungan Piutang bunga kepada Bendahara Pengeluaran SKPD Jumlah 151.95 73.148.277.91 270.89 12.375.18 530.43 230.894.015.420.602.492.786.02 293.290.045.821.474.47 89.143.504.88 216.292.Giro Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Bunga Bank 380.55 4. rinciannya adalah sebagai berikut.35 157.00 195. 7.39 3.00 183.00 110.800.126.67 265.611.24 51 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .35 Rincian piutang bunga/jasa kepada Bendahara Pengeluaran SKPD (point 8).085.55 96.074.175.481..00 40.00 376.05 201.5.467.498.00 153.024.187.28 198.24 53. 8.914.305.00 106.538. 6.573. Piutang kepada CV.409.41 415.948.820.

c.00 karena adanya Realisasi Belanja Tidak Terduga pada Bagian Hukum tidak bisa dipertanggungjawabkan.26 Kantor Pemberdayaan Masyarakat Jumlah Rp 61.640.602. d. Terdapat kerugian daerah sebesar Rp600.000.515. namun dananya digunakan oleh Kasda periode sebelum Oktober 2007.250.560. Terdapat kerugian daerah sebesar Rp950. namun dananya digunakan oleh Kasda periode sebelum Oktober 2007.200. g. 52 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .336.000. Terdapat denda keterlambatan sebesar Rp40. namun dananya digunakan oleh Kasda periode sebelum Oktober 2007.699.00 untuk kegiatan pembangunan masjid An-Nur oleh rekanan Dinas Pemukiman dan Bina Marga yaitu PT.00 untuk kegiatan pengadaan/pembangunan kubah masjid An-Nur oleh rekanan Dinas Pemukiman dan Bina Marga yaitu PT. Terdapat kerugian daerah karena adanya penerimaan Pajak Penerangan Jalan Rp310.00 yang masih dipinjam oleh Dinas Pertanahan.626.00 yang harus ditarik dan disetorkan ke kas daerah. berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI atas LKPD Tahun Anggaran 2007 diketahui bahwa: a.000. namun dananya digunakan oleh Kasda periode sebelum Oktober 2007. e. Terdapat uang yang masih berada pada PT.425. AKL (rekanan untuk proyek pembangunan masjid An-Nur) sebesar Rp65.000. Selain itu.28 12. b. AKL. f. Terdapat denda keterlambatan sebesar Rp411.39 Selain itu. CB. juga terdapat dana sebesar Rp130.00 pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan karena adanya pencairan dana.00 pada Bagian Kesra karena adanya pencairan dana.670. Rekanan juga dikenakan bunga sebesar Rp72.449.00.190.250. Terdapat kerugian daerah sebesar Rp581.000. Terdapat kerugian daerah sebesar Rp200.000.024.00 yang seharusnya disetorkan sebagai penerimaan daerah.000.00 pada Dinas Pertanahan karena adanya pencairan dana.000. h.

107.00 Jumlah penyertaan di Bank Jatim 2. Terdapat denda keterlambatan sebesar Rp7.00 363.00 2.459.74 31 Desember 2006 (Rp) 8.142.00 c) 363 stok deviden @ 1. PDAM Kota Batu Jumlah 1. 31 Desember 2007 (Rp) 31 Desember 2006 (Rp) 8.000.443.403.403.74 9.00 7.134. Jaringan dan Instalasi 344.74 b.000.230.000.472.000.566.00 53 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .00 61. No.836.170.566.149.00 480.00 b) 281 stok dividen @ Rp1.566. A. Saldo aset tetap tersebut.000.403.000.000.00 60.00 281.74 Jumlah (Rp) 31 Desember 2007 (Rp) C. 1) Tanah 2) Peralatan dan Mesin 3) Gedung dan Bangunan 4) Jalan.000.215.046.566.149.932.566.00 Saldo Aset tetap sebesar Rp963.74 Investasi Jangka Panjang dalam bentuk saham merupakan Penyertaan Modal Pemerintah Kota Batu yang berupa Surat Kolektif Saham Bank dan pada PDAM.00 untuk kegiatan pengadaan vibrator roller oleh rekanan Dinas Pemukiman dan Bina Marga yaitu PT.00 adalah saldo aset tetap per 31 Desember 2007.927.475.74 31 Desember 2007 (Rp) 1) Penyertaan Modal Pemerintah Daerah 9.000.403.927.403.000.779.i. Uraian Bank Jatim a) 1402 lbr saham @ Rp1.599.170.000.000.403.999.107.000. Aset tetap 963.807. rinciannya adalah sebagai berikut.584.566. terinci dalam tabel berikut.124.00 31 Desember 2006 (Rp) 885.402.723.807.125.170.000. Investasi Jangka Panjang 9.060. 1.

235.161.048.377. dan Ekuitas Dana Cadangan.107. 31 Desember 2007 (Rp) e.401. Jumlah ekuitas dana per 31 Desember 2007 sebesar Rp1. Ekuitas Dana 1.235. Kewajiban Pendek Jangka 437.00 31 Desember 2007 (Rp) d.927.80.401. yang terdiri atas Ekuitas Dana Lancar.145.801.80.153.90 973.00 Kewajiban/hutang jangka pendek (lancar) merupakan hutang yang harus dibayar kembali atau jatuh tempo dalam satu periode akuntansi.00 31 Desember 2006 (Rp) 541.860.69 Ekuitas dana adalah merupakan selisih antara jumlah aktiva dengan jumlah hutang.496.941. Hutang ini adalah hutang perhitungan pihak ketiga.875.64 54 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . termasuk hutang Pemerintah Kota Batu kepada Pemerintah Kota Malang atas gaji Pemkot Batu yang sebelumnya ditalangi oleh Pemkab Malang sebesar Rp203. Per 31 Desember 2007 Hutang Pemerintah Kota Batu sebesar Rp437.718.612.996.078.80 31 Desember 2006 (Rp) 34.032.687.149.548.313.74 0.361.64 31 Desember 2006 (Rp) 920.032.782. Dalam jumlah tersebut.161.947.5) Aset Tetap Lainnya 6) Konstruksi dalam Pengerjaan Jumlah 7.000.00 Jumlah tersebut merupakan saldo aset lainnya per 31 Desember 2007.032.00 963. Aset lainnya 769.518.975. Ekuitas Dana Investasi.570.078. 31 Desember 2007 (Rp) f.00 1.295.352.518.464.00 9.363. yang terdiri dari Hutang Jangka Pendek dan Hutang Perhitungan Pihak Ketiga.697.64 terdiri dari: 1) Ekuitas Dana Lancar 2) Ekuitas Dana Investasi 3) Ekuitas Dana Cadangan Jumlah 59.

000.720.500.725.367.000.802.000.005. 9.00 769. 2.765.226.548.000.00 334.064.75 726.801.211.035.1) Ekuitas dana lancar berasal dari perhitungan.393.000.893. terdiri dari: URAIAN a) Pajak Daerah b) Retribusi Daerah c) Hasil Pengelolaan Kekayaan d) Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 1.274.972.74 963.352.107.996.170.506.500.506.295.428.927.74 Diinvestasikan dalam investasi jangka panjang Diinvestasikan dalam aset tetap Diinvestasikan dalam aset lainnya Jumlah 3) Ekuitas Dana Cadangan per 31 Desember 2007 bersaldo nihil.403.00 2.983.150.149.045.000.216.00 374.048.00 4.000.573.844.000.058.62 (437. LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA Pendapatan a.00 1.000.00 2.612.00 973.300.00 55 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .815. Pendapatan Asli Daerah Anggaran dan realisasi Pendapatan Asli Daerah Tahun Anggaran 2007.00 2.000.055.518.566.75 1) Pendapatan Pajak Daerah Anggaran dan Realisasi Pendapatan Pajak Daerah Tahun Anggaran 2007.000.00 500.406.782.08 8. sebagai berikut.75 REALISASI (Rp) 5.888.00 1.940.105. terdiri dari: a) b) c) d) e) URAIAN Pajak hotel Pajak Restoran Pajak Hiburan Pajak Reklame Pajak Penerangan Jalan ANGGARAN (Rp) 2.235. Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Cadangan Piutang Dana yang harus disediakan untuk pembayaran hutang jangka Pendek Jumlah 59.00 1.00 550.765.00 810.000.684.325.000.57 ANGGARAN (Rp) 7.90 51.00 REALISASI (Rp) 1.000.182.389.998.80) 2) Ekuitas Dana Investasi berasal dari perhitungan sebagai berikut.614.

064.311.005.650.00 10.815.794. URAIAN a) Retribusi Jasa Umum b) Retribusi Jasa Usaha c) Retribusi Perizinan Tertentu Jumlah ANGGARAN (Rp) 1.00 726.00 15.00 2.75 3) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Anggaran dan Realisasi Pendapatan dari Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Tahun Anggaran 2007.291.75 4) Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Anggaran dan Realisasi Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Tahun Anggaran 2007.379.000.796.000.00 1.888.500.000.850.000.690.425.389.00 551.071.500.00 356.174.44 264.00 56 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .13 4.653.000.671.000.00 148.15 REALISASI (Rp) 237.182.617.054.00 7.000.00 133.00 13.134.998.582.485.00 726.500.765.00 2.472. sebagai berikut.777.684.017.000.400.211. terdiri dari: 1) 2) 3) URAIAN Transfer Pemerintah PusatDana Perimbangan Transfer Pemerintah Pusat lainnya Transfer Pemerintah Propinsi ANGGARAN (Rp) 236. adalah sebagai berikut.867.00 REALISASI (Rp) 2.325.506.889.505.639.622.274.000.75 625.058.25 10.000. adalah sebagai berikut.00 2) Retribusi Daerah Anggaran dan Realisasi Pendapatan Retribusi Daerah Tahun Anggaran 2007.57 b.393. Pendapatan Transfer Anggaran dan realisasi pendapatan transfer Tahun Anggaran 2007.00 726.00 80.00 0.000.00 778.75 REALISASI (Rp) 0.75 810.000.105.00 2.058.570. URAIAN a) Penerimaan Jasa Giro b) Pendapatan Denda Pajak c) Pendapatan dari Pengembalian d) Penerimaan lain-lain Jumlah ANGGARAN (Rp) 1.00 0.886.000.745.558.f) Pajak Parkir Jumlah 105.000.506.802.277.573.500. URAIAN a) PDAM Kota Batu b) Bank Jatim Jumlah ANGGARAN (Rp) 84.00 5.182.120.893.182.000.343.162.00 REALISASI (Rp) 1.000.

837.054.622.875.000.502.036.549.622.000.485.485.00 236.796.595.699.000.335.600.157.108.971.15 14.794. URAIAN a) Dana Otonomi Khusus b) Dana Penyesuaian Jumlah ANGGARAN (Rp) 0.000.00 REALISASI (Rp) 23.805. adalah sebagai berikut.00 10.499.00 3) Transfer Pemerintah Propinsi Anggaran dan realisasi pendapatan berupa transfer dari propinsi.00 REALISASI (Rp) 0.379.000.148.00 10.000.00 15.000. adalah sebagai berikut.00 3.712.00 14.844.000.00 c. URAIAN a) Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak b) Dana Alokasi Umum (DAU) c) Dana Alokasi Khusus (DAK) Jumlah ANGGARAN (Rp) 21.998.352.189.000.00 269.000.730.777.054.337.000.000.025.000.886.25 188.025.00 10.057.965.871.745.233.00 274.15 REALISASI (Rp) 13.000.337.796.00 3.000.1) Transfer Pemerintah Pusat-Dana Perimbangan Anggaran dan realisasi Dana Perimbangan Tahun Anggaran 2007.177.000.663.25 2) Transfer Pemerintah Pusat Lainnya Anggaran dan realisasi pendapatan berupa transfer dari Pemerintah Pusat Lainnya Tahun Anggaran 2007.134.769.00 26.874.00 6.000.000.000.00 188.15 15. 57 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .00 2.00 13.573.00 7.777.062.745.00 237.617.119.00 10.025.00 177.000.00 4.000.391.00 15.000.093.874.000. URAIAN a) Pendapatan Bagi Hasil Pajak (1) Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) (2) Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) (3) Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) (4) Pajak Pemanfaatan Air Bawah Tanah (5) Pajak Pemanfaatan Air Permukaan b) Pendapatan Bagi Hasil Lainnya (1) Sumbangan pihak ketiga Jumlah ANGGARAN (Rp) 15. adalah sebagai berikut.017. Lain-lain Pendapatan Yang Sah Anggaran dan realisasi lain-lain pendapatan daerah yang sah untuk Tahun Anggaran 2007 adalah nihil setelah dikonversikan menyesuaikan dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.389.00 197.00 26.

620.00.979.00 272.00 26.628.00. 2) Realisasi Belanja anggarannya Barang atau Tahun Anggaran dari 2007 sebesar sebesar 32.00.551.500. 7) Realisasi Belanja Bantuan Keuangan Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp8.904.229.000.200.00 0.602. Rp39.16 REALISASI (Rp) 109.16 39.375.00.000.664.400.400.551.903.908.61% Anggaran dari 2007 sebesar sebesar Rp272.894. Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI diketahui bahwa terdapat pembebanan belanja hibah kepada Persatuan Sepakbola Kota Batu (Persikoba) sebesar Rp3.059. Rp11.00 0.742.229.979.000.167.600.167.602.000.904. 58 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA atau 47.500.00 32.000.00.894.61% dari anggarannya sebesar .00 pada belanja bantuan sosial.628.713.713. anggarannya Rp287.034.00 186. terdiri dari: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) URAIAN Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan Jumlah ANGGARAN (Rp) 109.908.000.000.57% dari anggarannya sebesar atau 80. Anggaran dan realisasi Belanja Subsidi Tahun Anggaran 2007 adalah nihil. Belanja Operasi Anggaran dan realisasi Belanja Operasi Tahun Anggaran 2007. Rp109.000. 3) 4) 83.000.675.00.000.844.29% anggarannya Anggaran dan realisasi Belanja Bunga Tahun Anggaran 2007 adalah nihil.000.73% Anggaran dari 2007 sebesar sebesar Rp109.00 287.844. 5) Realisasi Belanja Hibah atau Tahun 94.00 0.00. 6) Realisasi Belanja Bantuan Sosial Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp12.375.00 164. Rp26.675.631.00 11.16.034.167.00.00.654.948.00 1) Realisasi Belanja Pegawai atau Tahun 99.200.00 8.059.654.000.773.620.903.00 12.019.773.167.00 0.Belanja Daerah a.340.

00. atau 95.280.926.081.00.000.784.870.00.544.400.544. Irigasi dan Jaringan Tahun Anggaran 2007 adalah sebesar Rp32.00 82.721.944.188.000.750.280.00 29.00 396. Rp10.500.00.926.975.842.134.920.00 32.371. anggarannya 59 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .212.00.00 102. c.919.00.529.23% anggarannya Peralatan dan Mesin Tahun Anggaran 2007 adalah sebesar Rp14.00 14.00. Rp2. Belanja Modal Anggaran dan Realisasi Belanja Modal Tahun Anggaran 2007.00. 4) Realisasi Belanja Jalan.016.00 REALISASI (Rp) 5.000.566.00 33.b. 3) Realisasi Belanja Gedung dan Bangunan Tahun Anggaran 2007 adalah sebesar Rp29.00.464.212.016.000.000. Belanja Tidak Terduga belanja tak atau terduga 9.000. Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI diketahui bahwa dari realisasi belanja gedung dan bangunan sebesar Rp29.529.00 1) Realisasi Belanja Tanah atau Tahun Anggaran dari 2007 adalah sebesar sebesar Rp5.903. didalamnya juga terdapat realisasi untuk belanja peralatan dan mesin sebesar Rp2.975. atau 78.06% dari anggarannya sebesar Rp37.081.661.000.671.134.075.572.00 dan belanja aset tetap lainnya sebesar Rp4.944.671.371.06% Tahun dari Anggaran 2007 sebesar sebesar Realisasi Rp226.00.842.400. 2) Realisasi Belanja 55. terdiri dari: 1) 2) 3) 4) 5) 6) URAIAN Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan.464.00 tersebut.928.415.000.457.566.06% dari anggarannya sebesar Rp39.00.075.065.58% dari anggarannya sebesar Rp15.00 15.00 166.961.00 0. 5) Realisasi Belanja Aset lainnya Tahun Anggaran 2007 adalah sebesar Rp33.920.457.750.500.627.344.772.529.00. Irigasi dan Jaringan Belanja Aset Tetap lainnya Belanja Aset Lainnya Jumlah ANGGARAN (Rp) 10.721.903.625.627.850.903.000. atau 83.661.627.371.00 39.00 37.

017.536.270.87 REALISASI (Rp) 23.718.160.76.769.646.205.048.769.877. Arus Kas dari Aktivitas Operasi Arus kas dari aktivitas operasi menjelaskan aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas untuk kegiatan operasional pemerintah selama satu periode akuntansi Tahun 2007.999.00 REALISASI (Rp) 363. LAPORAN ARUS KAS a. terdiri dari: URAIAN 1) Penggunaan SiLPA 2) Penerimaan piutang daerah Jumlah ANGGARAN (Rp) 23.972.89 4.234. 2) Realisasi penerimaan pembiayaan dari penerimaan piutang daerah Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp1. merupakan penggunaan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Anggaran 2006.811.505.196.89.000.303.406.37% dari anggarannya sebesar Rp4.76 1) Realisasi penerimaan daerah dari penggunaan SiLPA sebesar Rp23. 3.000.205.196.Pembiayaan a.234.406.423.999. b. 60 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .00 1.559.536.32 dengan rincian sebagai berikut. Penerimaan Pembiayaan Anggaran dan realisasi pembiayaan.00 ANGGARAN (Rp) 468.769.765.00 1.830. berasal dari Surplus Anggaran sebesar Rp28.646.782.943. yang menunjukkan total arus kas aktivitas operasi adalah Rp110.87. SiLPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun 2007 sebesar Rp51.87 24.00 c.573. atau 31.205.782.048.000.89 1.205.048.999.548.769.765.00 1.725.32 ditambah pembiayaan neto sebesar Rp23.08.98.717.98 27.000.406.664. Pengeluaran Pembiayaan Anggaran dan realisasi pengeluaran pembiayaan terdiri dari: URAIAN a) Penyertaan Modal (Investasi) Pemda b) Pembayaran Pokok Utang Jumlah 1.782.646.423.847.

870. Arus Kas dari Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan Arus kas dari aktivitas investasi aset non keuangan menjelaskan aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas untuk kegiatan investasi aset non keuangan pemerintah selama satu periode akuntansi Tahun 2007 yang menunjukkan total arus kas untuk kegiatan investasi aset non keuangan adalah sebesar (Rp82.URAIAN 1) Arus Masuk Kas 2) Dikurangi Arus Keluar Kas Jumlah REALISASI (Rp) 274.13).00 (82.32 164.13) d.00 110.870.122.769.870.415.00).131.340. dengan rincian sebagai berikut. Arus Kas Aktivitas Non Anggaran Arus kas dari aktivitas non anggaran menjelaskan aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas untuk kegiatan non anggaran pemerintah selama satu periode 61 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .971. Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan Arus kas dari aktivitas pembiayaan menjelaskan aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas untuk kegiatan pembiayaan pemerintah selama satu periode akuntansi Tahun 2007 yang menunjukkan total arus kas untuk kegiatan pembiayaan adalah sebesar (Rp135. URAIAN 1) Arus Kas Masuk 2) Dikurangi Arus Kas Keluar Jumlah REALISASI (Rp) 1.344. URAIAN 1) Arus Kas Masuk 2) Dikurangi Arus Kas Keluar Jumlah REALISASI (Rp) 0.234.415.87 1.505.423.646.344.246. dengan rincian sebagai berikut.32 b.964.717.057.559.205.971.00 82.344.00 (135.415.122.718.637.00) c.

00 0.00.akuntansi Tahun 2007 yang menunjukkan total arus kas untuk kegiatan non anggaran adalah sebesar Rp0.00 5.889. URAIAN a) Arus Kas Masuk b) Dikurangi Arus Kas Keluar Jumlah REALISASI (Rp) 5.889.880.00 62 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA .538.538.880. dengan rincian sebagai berikut.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Dasar Hukum Pemeriksaan a. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Efektivitas sistem pengendalian intern. e. d. 63 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . b. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Arus Kas untuk tahun yang berakhir sampai dengan 31 Desember 2007 sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Pengungkapan informasi keuangan pada Catatan atas Laporan Keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. termasuk pertimbangan hasil pemeriksaan sebelumnya. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. Penyajian saldo akun-akun dan transaksi-transaksi dalam Neraca per 31 Desember 2007. d. 3. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). 4.GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN 1. b. Standar Pemeriksaan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan BPK Tahun 2007. c. Efektivitas desain dan implementasi sistem pengendalian intern. 2. Sasaran Pemeriksaan Pemeriksaan LKPD Tahun Anggaran 2007 meliputi pengujian atas: a. b. Tujuan Pemeriksaan Tujuan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Batu adalah untuk memberikan opini atas tingkat kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan didasarkan pada kriteria: a. c. Tindak lanjut yang dilakukan Pemerintah Daerah atas Hasil Pemeriksaan BPK sebelumnya. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Kecukupan pengungkapan (adequate disclosures). c. d.

termasuk pengendalian yang diterapkan untuk mengurangi risiko salah saji dan kesalahan yang disengaja. Metode Pemeriksaan Metodologi pemeriksaan yang digunakan adalah pemeriksaan dengan pendekatan berdasarkan risiko. Objek Pemeriksaan Objek pemeriksaan BPK adalah Laporan Keuangan Pemerintah Kota Batu Tahun 2007. prosedur analitis. yang terdiri dari: 64 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . 7. Pemeriksaan BPK juga mencakup pengujian pengendalian. b. penyajian. kepemilikan. kami juga melakukan pemantauan atas tindak lanjut dari setiap permasalahan yang ditemui dalam pemeriksaan sebelumnya. Menelaah keakuratan. c. pisah batas. penilaian. dan pengujian substantif untuk menilai efektivitas pengendalian. Waktu Pemeriksaan Pemeriksaan dilaksanakan mulai tanggal 2 April dan berakhir pada tanggal 26 April 2008. dan kewajaran laporan keuangan pemerintah daerah. BPK telah melakukan prosedur-prosedur di bawah ini: a. kelengkapan. dan pengungkapan laporan keuangan yang dihasilkan oleh sistem akuntansi dan pelaporan. yang dirancang untuk menemukan kesalahan dan penyimpangan informasi atas laporan keuangan dengan menelaah kegiatan pemerintahan. Dalam menganalisis dan menguji proses akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah. kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Memahami dan menguji sistem akuntansi dan pelaporan yang dipakai dan diterapkan oleh Pemerintah saat ini apakah telah mengikuti sistem akuntansi yang telah ditetapkan Pemerintah. keberadaan. Menelaah kecukupan pengendalian intern yang berhubungan dengan sistem akuntansi dan pelaporan. Kegiatan pemeriksaan dimulai dengan melakukan penelaahan kegiatan yang akan menentukan area risiko penting yang seharusnya menjadi fokus pemeriksaan untuk meyakinkan pencatatan yang memadai di laporan keuangan. Selain itu.5. 6. Menganalisis proses akuntansi dan pelaporan instansi. d.

c. Kendala Pemeriksaan Dalam pelaksanaan tugas pemeriksaan. 65 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . d. Laporan Arus Kas untuk Periode Tahun 2007. Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk Periode Tahun 2007. BPK RI menghadapi kendala adanya batasan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. khususnya pemeriksaan rekening Kas. 8. Neraca per 31 Desember 2007. b.a.

BUKU II BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA HASIL PEMERIKSAAN SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2008 LAPORAN ATAS KEPATUHAN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA BATU UNTUK TAHUN ANGGARAN 2007 AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA Nomor Tanggal : 82/R/XVIII.SBY/04/2008 : 26 April 2008 .

................ Kelebihan pembayaran kepada pihak ketiga sebesar Rp65........... 8..000................ 1................................................... 6......................DAFTAR ISI RESUME PEMERIKSAAN....00 tidak diketahui keberadaannya ............. Realisasi belanja modal gedung-pengadaan kubah masjid sebesar 38 Rp924................... …………….........000............... …………….....00.......... 5..200........ 10....00 tidak diketahui keberadaannya dan terdapat pinjaman ke Kantor Kasda oleh Dinas Pertanahan sebesar Rp130.................000.............800...........................................................990..600....000. Biaya Perjalanan Dinas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada Sekretariat Daerah Minimal sebesar Rp523........ 4...........640........................... 9.......000.............. 44 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA ........ 7...............................000... Dana Realisasi Belanja Modal Pengadaan Tanah Sebesar Rp581............................246..... Pembebanan belanja hibah kepada Persatuan Sepakbola Kota Batu 41 (Persikoba) sebesar Rp3.......….000.......057...................... 11..........00 tidak sesuai dengan prestasi fisiknya.............. Realisasi belanja modal gedung-pembangunan masjid sebesar 27 31 35 Rp2............................... 3.......................670...........990........00 tidak didukung dengan bukti yang lengkap........425...........00 pada Bagian Kesejahteraan Rakyat pencairan dananya tidak diakui oleh Pemegang Rekening dan tidak diterima oleh yang berhak............00 tidak sesuai dengan prestasi fisiknya..........................800..................... diantaranya sebesar Rp600............................. 2..............................00 tidak melalui prosedur yang benar....00 tidak diakui oleh pemegang rekening......................000....000....716....000.........00 tidak disetorkan ke Kas Daerah..................................00...... Realisasi belanja modal peralatan mesin-pengadaan Vibrator Roller sebesar Rp151........250......000........................................................................709.....…..000...000.050......... Pengeluaran Kas sebesar Rp13..........336.. Pencairan Dana Realisasi Belanja Pegawai dan Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp1.................00 pada belanja bantuan sosial tidak tepat.............. Realisasi belanja bantuan sosial sebesar Rp950..000.... Penerimaan Pajak Penerangan Jalan sebesar Rp310...........190...00 tidak 1 5 5 9 13 16 20 24 Dipertanggungjawabkan .................. Realisasi Belanja Tidak Terduga sebesar Rp200.........00 tidak ada realisasi fisik dan tidak dikenakan denda keterlambatan.515... 12...... TEMUAN PEMERIKSAAN .................

... Pendapatan retribusi kesehatan dari Puskesmas digunakan langsung sebesar Rp21.... 17....... Penyewaan Alat Berat di Dinas Pemukiman dan Bina Marga tidak dilaksanakan dengan perjanjian ....................250.....00 tidak efektif dan Aplikasi Simbada sebesar Rp248.994................. 30................................................................................ 16.......399..........................................00 belum berjalan efektif....................................................861.............................Bantuan Keuangan Partai Politik sebesar Rp64.....................00 tidak sesuai ketentuan............. Aset Tanah sebesar Rp9........024.........................................680..... 29.......... LAMPIRAN 55 60 62 64 68 71 74 77 79 81 83 85 88 90 93 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA ..................................................... Realisasi belanja bantuan sosial ........ Pembebanan Belanja Modal Peralatan dan Mesin dan Belanja Modal Aset Lainnya pada Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar 52 49 47 Rp7....................................... 22.. Saldo Kas di Brankas Bendahara Penerimaan Dinas Kesehatan tidak disertai pencatatan yang memadai............13..691...... 15........... 18................00 tidak tepat peruntukannya...........................................................600.. 26..............305................ Penggunaan Bantuan Keuangan oleh Partai Politik sebesar Rp97........................................ Pengenaan Pajak Bunga pada Rekening Tabungan Bendahara Pengeluaran tidak sesuai ketentuan.....00.........957......00.. Sisa Uang Kas pada Rekening Bendahara Pengeluaran Kantor Perhubungan belum dipindahbukukan ke Kas Daerah...............00 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak tepat.....00 belum bersertifikat atas nama Pemerintah Kota Batu...........000....... 14...... Enam kendaraan milik Pemerintah Daerah dipinjam pakai oleh perorangan ...... Rekening Kas Umum Daerah belum disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku......................... 20......000............ 23........ 28.....000.........................39 belum disetor ke Kas Daerah...................... 19....................... Aset Peralatan dan Mesin yang rusak dan hilang belum dilakukan penghapusan minimal senilai Rp722..............000.........000..................602........... 21.......100.....125........................00 tidak didukung dengan bukti yang lengkap.................... Pengadaan jasa appraisal sebesar Rp351..........348.....680........... Pembayaran Tuntutan Ganti Rugi sebesar Rp33.........................................600.............................................324..............................038.........000.. Aktiva yang hilang senilai Rp72............................................................ Pembukaan Rekening SKPD tidak melalui ijin Walikota.00 belum dilakukan Tuntutan Ganti Rugi..................... 24...................................... 25.. Hasil Pemeriksaan BPK RI belum seluruhnya ditindaklanjuti sesuai ketentuan...... Bunga Tabungan di Bendahara Pengeluaran sebesar Rp12............................................... 27.............

Pokok-pokok temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam pelaporan keuangan yang ditemukan BPK RI adalah sebagai berikut. Pencairan Dana Realisasi Belanja Pegawai dan Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp1.000. Oleh karena itu.716. Pengeluaran Kas sebesar Rp13.00 pada Bagian Kesejahteraan Rakyat pencairan dananya tidak diakui oleh Pemegang Rekening dan tidak diterima oleh yang berhak. apabila dalam melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan ditemukan kecurangan dan penyimpangan dari ketentuan peraturan perundang-undangan yang berindikasi unsur tindak pidana. Kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan merupakan tanggung jawab Pemerintah Kota Batu.00 tidak diketahui keberadaannya. tujuan pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan tersebut.000. BPK RI tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu.000. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah memeriksa Neraca Pemerintah Kota Batu per 31 Desember 2007.709.990. Realisasi belanja bantuan sosial sebesar Rp950.000. apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Selain itu.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RESUME HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. 3. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK RI mengharuskan BPK RI melaksanakan pengujian atas kepatuhan Pemerintah Kota Batu terhadap peraturan perundang-undangan. Laporan Realisasi Anggaran. peraturan perundang-undangan dan SPKN mengharuskan BPK RI untuk melaporkan kepada pihak berwenang. Namun.00 tidak diakui oleh pemegang rekening.00 tidak melalui prosedur yang benar.000. 1.050. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 1 .000. diantaranya sebesar Rp600. 2. Untuk memperoleh keyakinan memadai. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.

00 dari Sdr. 2.190.00 tidak didukung dengan bukti yang lengkap. 6.670. 11.200.00 tidak sesuai dengan prestasi fisiknya.4.006.Bantuan Keuangan Partai Politik sebesar Rp64.400.000. 7.305. 5.336. Kelebihan pembayaran kepada pihak ketiga sebesar Rp65. Biaya Perjalanan Dinas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada Sekretariat Daerah Minimal sebesar Rp523.00.000.000. 15.009. Realisasi belanja modal gedung-pengadaan kubah masjid sebesar Rp924.000.800.600. dan selanjutnya menyetorkan ke Kas Daerah. Realisasi Belanja Tidak Terduga sebesar Rp200. Penerimaan Pajak Penerangan Jalan sebesar Rp310. BPK RI merekomendasikan kepada WaliKota Batu agar: 1.00 tidak disetorkan ke Kas Daerah. Realisasi belanja bantuan sosial .800.000.990.000. 8.246.716. AL (mantan Kuasa BUD) sebagai penanggung jawab pengeluaran dan ahli waris Sdr. 9. Pembebanan belanja hibah kepada Persatuan Sepakbola Kota Batu (Persikoba) sebesar Rp3.00 dari Sdr. Dana Realisasi Belanja Modal Pengadaan Tanah sebesar Rp581.00 tidak diketahui keberadaannya dan terdapat pinjaman ke Kantor Kasda oleh Dinas Pertanahan sebesar Rp130.000.057.00 tidak sesuai dengan prestasi fisiknya.000.000.957. AL (mantan Kuasa BUD) sebagai penanggung jawab pengeluaran. 10.640. 12. 14.00.00 pada belanja bantuan sosial tidak tepat.250.00 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak tepat.00.00 tidak Dipertanggungjawabkan. Berdasarkan temuan tersebut. 13. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 2 . Menarik kerugian daerah sebesar Rp950.990.515.00 tidak didukung dengan bukti yang lengkap. Realisasi belanja modal peralatan mesin-pengadaan Vibrator Roller sebesar Rp151.00 tidak ada realisasi fisik dan tidak dikenakan denda keterlambatan.000.200. Menarik dan menyetorkan ke Kas Daerah kekurangan kas sebesar Rp12. Realisasi belanja modal gedung-pembangunan masjid sebesar Rp2. IK (mantan Walikota almarhum). Aset Peralatan dan Mesin yang rusak dan hilang belum dilakukan penghapusan sedikitnya senilai Rp722.425.000. Pembebanan Belanja Modal Peralatan dan Mesin dan Belanja Modal Aset Lainnya pada Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp7.348.

000. 4. Mengambil tindakan: a.699. Menegur Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga yang tidak melakukan pengawasan kegiatan dalam lingkup satuan kerjanya. Menegur Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga untuk memperbaiki pengawasan dalam lingkup satuan kerjanya.560. 9. 11.000.920.00 dan menyetorkan ke Kas Daerah. AKL dan menyetorkannya ke Kas Daerah.3. b.00 dari Sdr. Mengambil tindakan: a. b.00 dari CV.599.000.000. Menarik kerugian daerah dari Kepala Bagian Hukum sebesar Rp200.336. Menarik denda minimal sebesar Rp7.00 (Rp65.000.164.00) dan menyetorkan ke Kas Daerah.670.449. Menegur Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga untuk memperbaiki pengawasan dalam lingkup satuan kerjanya.00+Rp72.000. Menarik kerugian daerah dari PT. AKL sebesar Rp137.164.250. AL (mantan Kuasa BUD) sebagai penanggung jawab pengeluaran.134.00 dari Sdr. Menarik denda sebesar Rp411. A dan menyetorkannya ke Kas Daerah.00 dari PT. Memerintahkan pada pengguna anggaran dan pelaksana kegiatan agar melaksanakan pertanggungjawaban kegiatan secara lebih tertib dan selalu mengadakan pengawasan terhadap pertanggungjawaban kegiatan. 7. Menarik kerugian daerah sebesar Rp310. Menarik dan menyetorkan ke Kas Daerah kerugian daerah sebesar Rp581. Memperingatkan Pengguna Anggaran supaya dalam menganggarkan dan merealisasikan belanja bantuan keuangan untuk organisasi sepak bola mempertimbangkan/mempedomani ketentuan yang berlaku. 12. b. 6. dan selanjutnya menyetorkan ke Kas Daerah. Mengambil tindakan: a. b. AL (mantan Kepala Kasda/Kuasa BUD) sebagai penanggung jawab pengeluaran. 5. 10. Menarik denda sebesar Rp40.00 dari Sdr.250. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 3 . CB dan menyetorkannya ke Kas Daerah. Menegur Tim Anggaran yang dalam menyusun anggaran belanja bantuan sosial dan belanja hibah tidak mempedomani ketentuan yang berlaku. 8.425.515. AL (mantan Kepala Kasda) dan selanjutnya menyetorkan ke Kas Daerah. Menarik kerugian daerah sebesar Rp600.00 dari PT. Mengambil tindakan: a.

MM.Ak. V. Memerintahkan pengurus partai politik mempertanggungjawabkan bantuan keuangan dilampiri dengan bukti-bukti yang lengkap. Memerintahkan Tim Anggaran supaya dalam menyusun Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) mengelompokkan Belanja Modal sesuai dengan klasifikasinya. Memerintahkan secara tertulis agar setiap Kepala SKPD segera mengajukan Surat Usulan Penghapusan barang daerah yang rusak dan hilang. supaya melaksanakan tugas dan fungsinya secara lebih optimal sesuai ketentuan yang berlaku. Dra. Surabaya. c. b. Akuntan. 14.M. Menegur secara tertulis Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (MP-TPTGR). 15. Ambar Wahyuni. Menghentikan pemberian bantuan sepak bola pada Tahun Anggaran 2008 dan berikutnya. Secara lebih rinci dijelaskan pada bagian Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan. Membuat Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Barang Daerah. D-5317 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 4 . 26 April 2008 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA PENANGGUNG JAWAB PEMERIKSAAN. 13..c. Register Negara No. Mengambil tindakan: a.

yaitu: a.990. diketahui bahwa saldo per 31 Desember 2007 menurut BKU sebesar Rp52.00.397.007. Kondisi tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut. Transaksi pindah buku yang dicatat sebagai penerimaan riil di BKU seluruhnya sebesar Rp314.770. Untuk pengeluaran sebesar Rp13.00 seperti tersebut pada poin c. diketahui bahwa selisih tersebut disebabkan oleh beberapa hal. Pengembalian pinjaman yang dicatat sebagai penerimaan lain-lain sebesar Rp1.557. Kondisi tersebut tercermin pada perbedaan jumlah pengeluaran antara rekening koran dengan Buku Kas Umum pada bulan-bulan tersebut.873. sedangkan saldo menurut rekening koran Bank Jatim Cabang Batu sebesar Rp38.HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEPATUHAN 1.000.700.18.00. terjadi pada bulan Januari s. sehingga terdapat selisih kurang kas sebesar Rp13.716.00. Selisih yang belum bisa dijelaskan sebesar Rp1.650.00 tidak melalui prosedur yang benar Berdasarkan hasil pemeriksaan kas yang dilaksanakan pada tanggal 13 Pebruari 2008.716. Pencairan kas tanpa melalui prosedur yang seharusnya seluruhnya sebesar Rp13.00.000. Penelusuran lebih lanjut atas Buku Kas Umum Kuasa BUD beserta rekening koran Kas Daerah.000. b. namun baru dicairkan Januari 2008 seluruhnya sebesar Rp233. SP2D yang sudah dibukukan di BKU.000. Terjadi dobel transfer tanggal 31 Desember 2007 sebesar Rp12.602. e. c. Pengeluaran Kas sebesar Rp13.200.61.43.800.990.802.00. f. d.716.709.57.231.d Oktober 2007.207.709.990.185. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 5 .709.404.

00 13.036. adalah jumlah-jumlah yang dialokasikan untuk membayar pinjaman kepada beberapa SKPD dan/atau pihak ketiga.00 6.000.00 1.00 10.709. Berdasarkan hasil konfirmasi kepada Sdr.184.00 14. yaitu tidak didahului dengan pengajuan SPP.500.043.00 16.902.147. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 6 .450.238.500.653.00 22.503.00 13.539.00 -11. selisih-selisih pada tabel diatas adalah jumlah pengeluaran yang tidak dilengkapi dokumen SPP.246.311.533. 3. dan jumlah-jumlah yang disimpan dalam brankas serta jumlah panjar.224.881. Dari jumlah yang diambil.872.900.637. dan jumlah-jumlah yang disimpan di brankas serta jumlah panjar diuraikan lebih rinci dalam lampiran 1. 11. 8.012.000.999.077.866.039.00 11.00 6.487.00 14. 5. 6.177.832. sebagian dialokasikan untuk mengembalikan pinjaman ke dinas-dinas dan/atau pihak ketiga.00 JUMLAH Hasil penelusuran lebih lanjut.784.332. Dengan kata lain.00 3.875. 4.955.261.00 15.399.596.00 775. menunjukkan bahwa selisih-selisih tersebut terjadi karena adanya pencairan kas di Kas Daerah yang tidak melalui prosedur yang benar. Pinjaman tersebut digunakan untuk menutupi kekurangan kas sebagai akibat adanya pencairan kas yang didasari memo-memo dari Sdr. IK (mantan Walikota almarhum) yang berlangsung sejak Tahun 2004.734.176.781.00 1.716. jumlah yang dialokasikan untuk membayar pinjaman ke SKPD dan atau pihak ketiga.125.143.131.006.00 1.954.564.021.00 16.608. SPM dan SP2D pada saat cek dikeluarkan.799.203.00 12.847.761.191. sebagian untuk panjar dan sisanya disimpan di brankas. Untuk membayar pinjaman-pinjaman tersebut.131.113.00 12.203.344.990.00 0.276.00 0.724.376.900.038.944. 12. AL (mantan Kuasa BUD) diketahui bahwa Kas Daerah pada era kepemimpinannya memiliki pinjaman kepada beberapa SKPD dan rekanan. 10.720.00 11.00 17.00 15.191.299.776.924.902. BULAN Uang di Brankas per 1/1/2007 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober (Tgl 1-11) Oktober (Tgl 12-31) R/C (Rp) BKU (Rp) Selisih (Rp) 500.00 12.940. SPM dan SP2D.00 8. Selisih-selisih yang tercantum dalam tabel di atas.00 8.924. Rincian tentang tanggal penarikan cek.d Oktober 2007 No 1.REKAPITULASI PENGELUARAN KAS BULANAN TAHUN 2007 Periode Januari s.00 21.146.761.00 1. SPM dan penerbitan SP2D.006.333. 9.332.767.599.854.259.00 2.259.00 432.079.736.276.00 11.274.00 10.197. 7.940. 2.912.000.734. SPM dan penerbitan SP2D. jumlah yang didistribusikan untuk pencairan yang ada kelengkapan SPP. Kuasa BUD mengeluarkan cek untuk penarikan uang sejumlah tertentu dari Rekening Kas Daerah.125. sebagian dialokasikan untuk pembayaran pengajuan SPP.234.

Kondisi tersebut diatas tidak sesuai dengan: a.450.000.869. apabila perintah pembayaran yang diterbitkan oleh pengguna anggaran tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan.716. pada: 1) Pasal 3 ayat (1) antara lain menyebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. Kondisi tersebut mengakibatkan kekurangan kas yang merugikan daerah sebesar Rp12.000.700. taat pada peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. AKL ke Kas Daerah pada tanggal 28 Desember 2007 sebesar Rp1.00-Rp1. pegawai negeri sipil bukan bendahara.009. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. menyimpan.872.00 adalah pengeluaran kas untuk dibayarkan kepada PT. b.00 diantaranya sebesar Rp2. pada: 1) Pasal 315 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap kerugian daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. wajib mengganti kerugian tersebut. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 7 .716.200.990. pada pasal 20 ayat (2) huruf e yang menyatakan bahwa Bendahara Umum Daerah berkewajiban menolak pencairan dana.00 (Rp13. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara. dari jumlah selisih sebesar Rp3.704.990. 2) Pasal 315 ayat (2) yang menyatakan bahwa bendahara.Khusus untuk bulan Maret sebagaimana pada tabel tersebut di atas. 2) Pasal 35 ayat (2) menyebutkan bahwa setiap orang yang diberi tugas menerima.000. membayar.00. c.700.00). AKL yang kemudian disetor kembali oleh PT. 3) Pasal 35 ayat (3) menyebutkan bahwa setiap bendahara sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian keuangan negara yang berada dalam pengurusannya.039. dan/atau menyerahkan uang atau surat berharga atau barang-barang negara adalah bendahara yang wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Badan Pemeriksa Keuangan.709.000. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan daerah.

Sdr.009. AL (mantan Kuasa BUD) terhadap aturan yang berlaku.00 dari Sdr. AL (mantan Kuasa BUD) lalai tidak menolak pembayaran yang tidak sesuai ketentuan. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 8 . Kuatnya pengaruh Sdr.990. IK (mantan Walikota almarhum) sebagai pimpinan entitas tertinggi sampai ke seluruh lini pengelolaan keuangan dan fungsi pengawasan. Hal ini. Rekomendasi BPK RI Walikota agar menarik dan menyetorkan ke Kas Daerah kekurangan kas sebesar Rp12. b. AL (mantan Kuasa BUD) beralasan bahwa ketidaktaatan dan ketidakpatuhannya pada aturan yang berlaku karena sangat terpaksa.Atas permasalahan tersebut. semakin memperburuk kondisi pengelolaan keuangan di Kasda. IK (mantan Walikota almarhum). disebabkan adanya beban kekurangan kas Tahun 2004-2007 yang sebelumnya ditutupi dari pinjaman pihak ketiga/rekanan. dan harus diselesaikan semua pada Tahun 2007. Hal tersebut di atas disebabkan oleh: a. Pinjaman tersebut harus dilunasi karena apabila tidak dilunasi akan mengganggu kredibilitas Pemerintah Kota Batu. Hal tersebut terpaksa dilakukan setelah mendapat perintah lisan dari Sdr. AL (mantan Kuasa BUD) sebagai penanggung jawab pengeluaran dan ahli waris Sdr. IK (mantan Walikota almarhum). maupun hasil rapat yang dilaksanakan dengan Tim Anggaran. Ketidakpatuhan dan ketidaktaatan Sdr. Sdr.716.

000. Berdasarkan pengecekan di rekening tabungan milik Bendahara diketahui bahwa pengajuan tersebut sudah ditransfer ke rekening Bendahara sebesar Rp800.000. Penarikan tanggal 13 Juli 2007 sebesar Rp150. Penarikan tanggal 20 Juni 2007 sebesar Rp800. Bendahara Pengeluaran juga menjelaskan bahwa yang bersangkutan mengaku tidak mencairkan dan tidak menerima dana tersebut sesuai surat pernyataan tertanggal 15 April 2008.000.00 tersebut. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 9 . Berkaitan dengan penarikan tanggal 13 Juli 2007 sebesar Rp150. Sesuai penjelasan Bendahara pengeluaran. DW. Hasil konfirmasi dengan penerima bantuan (koordinator masing-masing tempat ibadah). berdasarkan surat pernyataan tertanggal 15 April 2008 yang bersangkutan mengaku tidak pernah mencairkan dan menerima dana sebesar Rp800.014/2007 tanggal 6 Agustus 2007.2.000. Sedangkan SPM dan SP2D hingga saat pemeriksaan berakhir belum diterbitkan.00.000.000. DW.n Bagian Kesra cq. Selain itu. yaitu rekening 0402100541 a. sesuai surat pernyataan yang dibuatnya.00. b.000.000.014/2007 tanggal 11 Juli 2007.00 pada Bagian Kesejahteraan Rakyat pencairan dananya tidak diakui oleh Pemegang Rekening dan tidak diterima oleh yang berhak Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap transaksi penyetoran dan penarikan uang pada rekening Bendahara Bagian Kesra.000.00. Transaksi penarikan tersebut adalah : a. SPM Nomor 110/BT/SPM-LS/2007 tanggal 7 Agustus 2007. dan SP2D Nomor 0356/IX/SP2D/LS/2007 tanggal 25 September 2007.000.000.000.000. diketahui bahwa dana bantuan tersebut belum diterima hingga pemeriksaan berakhir.000.000. diketahui bahwa yang bersangkutan pernah mengajukan dana untuk belanja Bantuan Keuangan kepada Organisasi Sosial Kemasyarakatan berupa Bantuan Operasional Tempat Ibadah sebesar Rp865.00 sesuai SPP Nomor 921/110/422.000. Hasil konfirmasi dengan pengurus Gerakan Pramuka (mengetahui Ketua Umum). Yang bersangkutan juga menjelaskan bahwa buku rekening tabungan milik Bendahara Pengeluaran selama periode Januari s. diketahui terdapat transaksi penarikan uang yang tidak diakui oleh pemilik rekening yaitu Sdr.d September 2007 berada pada Kantor Kasda sehingga kesulitan dalam memantau kegiatan apa saja yang dananya sudah cair dan berapa besarnya. Namun.00 pada tanggal 20 Juni 2007 dan sudah dicairkan dari rekening tabungan milik Bendahara Pengeluaran sebesar Rp800. Bendahara Pengeluaran menjelaskan bahwa dana tersebut merupakan dana bantuan untuk gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Batu sesuai SPP Nomor 921/74/422.00. diketahui bahwa dana bantuan tersebut belum diterima hingga pemeriksaan berakhir. Realisasi belanja bantuan sosial sebesar Rp950.

dan manfaat untuk masyarakat. transparan. menyimpan. kepatutan. pada: 1) Pasal 61 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih. efektif. ekonomis.Kondisi ini tidak sesuai dengan : a. ekonomis. bendahara penerimaan/pengeluaran dan atau orang atau badan yang menerima atau menguasai uang/barang/kekayaan daerah. 3) Pasal 85 ayat (2) yang menyatakan bahwa pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud. efisien. taat pada peraturan perundang-undangan. efektif. b. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. c. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan. pada: 1) Pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. taat pada peraturan perundang-undangan. pertanggungjawaban kepada Pemeriksa 3) Pasal 35 ayat (3) yang menyatakan bahwa setiap bendahara sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian keuangan negara yang berada dalam pengurusannya. wajib menyelenggarakan penatausahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dan/atau menyerahkan uang atau surat berharga atau barang-barang laporan negara adalah bendahara Badan yang wajib menyampaikan Keuangan. 2) Pasal 85 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. 2) Pasal 4 ayat (2) yang menyatakan bahwa secara tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah bahwa keuangan daerah dikelola secara tepat waktu dan PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 10 . pada: 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib. efisien. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. membayar. 2) Pasal 35 ayat (2) yang menyatakan bahwa setiap orang yang diberi tugas menerima.

Sdr. dan diserahkan oleh Sdr. IK (mantan Walikota almarhum) tentang kesulitan cashflow karena beban-beban pengeluaran yang diakibatkan kebijakan Sdr.000. Kabag Kesra menyetujui peminjaman tersebut. Hal tersebut mengakibatkan kerugian daerah sebesar Rp950.000.tepat guna yang didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan. dan diambilkan dari kegiatan bantuan operasional tempat ibadah sebesar Rp800. dan direncanakan akan dikembalikan dari pinjaman pada pihak ketiga. 5) Pasal 315 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap kerugian daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. mantan Walikota juga membutuhkan dana untuk Pengadilan Negeri terkait masalah kepangkatan sebesar PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 11 . Mantan Walikota almarhum IK mengusulkan untuk meminjam dana dari Kesra.000. S (Sekda) untuk membicarakan masalah tersebut. EM (Kabag Keuangan) dan Sdr.000. hal ini dikarenakan Pemkot Batu mendapat kunjungan dari Tim KPK yang membutuhkan uang saku sebesar Rp50. 3) Pasal 132 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah. Sdr. pada tanggal 7 Juni 2007 yang bersangkutan melaporkan kepada Sdr.00. Pada tanggal 8 Juni 2007. AL (mantan Kuasa BUD) menjelaskan bahwa.000.00. R (Kepala Bawas) di Hotel Purnama. IK (mantan Walikota almarhum) bersama Sdr. R (Kepala Bawas). Untuk peminjaman sebesar Rp150. pegawai negeri sipil bukan bendahara.000. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan daerah.00. AL (mantan Kuasa BUD) yang mencairkan dana pada Bagian Kesra tanpa diketahui oleh pemegang rekening atau kuasanya dan kesengajaan untuk menggunakan dana tersebut. Atas permasalahan tersebut. wajib mengganti kerugian tersebut. Selain itu. mantan Walikota mengadakan rapat dengan Sdr.000. IK pada Tahun 2004-2007. Hal ini disebabkan kesengajaan Sdr.00. 6) Pasal 315 ayat (2) yang menyatakan bahwa bendahara.000. 4) Pasal 132 ayat (2) yang menyatakan bahwa bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapat pengesahan oleh pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas kebenaran material yang timbul dari penggunaan bukti dimaksud. serta kegiatan Bagian Kesra menjadi tidak dapat dilaksanakan.

Rp100.000.000,00. Pihak Kasda telah melaporkan kepada Sdr. IK (mantan Walikota almarhum) tentang pengeluaran tanpa administrasi ini, dan diperintahkan untuk mencukupi dari bantuan pramuka (Bagian Kesra). Administrasi dari Bagian Kesra sudah dicukupi dengan dikeluarkannya SPP Nomor 921/74/422.014/2007 tanggal 11 Juli 2007, dan sudah masuk Kasda untuk diterbitkan SP2D. Namun pada saat pergantian Kepala Kasda, SPP tersebut diambil lagi untuk diajukan kepada Kasda Baru. Kemudian Kepala Kasda Lama menginformasikan kepada Kasda Baru, bahwa ajuan tersebut sudah pernah direalisasi sehingga sampai saat ini SP2D tidak diterbitkan.

Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar menarik kerugian daerah sebesar Rp950.000.000,00 dari Sdr. AL (mantan Kuasa BUD) sebagai penanggung jawab pengeluaran, dan selanjutnya menyetorkan ke Kas Daerah.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

12

3. Pencairan Dana Realisasi Belanja Pegawai dan Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp1.050.000.000,00 tidak diakui oleh pemegang rekening, dan diantaranya sebesar Rp600.000.000,00 tidak diketahui keberadaannya

Hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap transaksi dalam rekening tabungan milik Dinas Pendidikan dan terhadap SPJ Bendahara Pengeluaran, diketahui terdapat transaksi pengeluaran dalam rekening tabungan yang tidak diakui oleh pemilik rekening dhi. Bendahara Pengeluaran sesuai surat pernyataan yang dibuatnya pada tanggal 18 April 2008 yang menyatakan bahwa yang bersangkutan mengaku tidak menulis dan menandatangani slip penarikan untuk transaksi-transaksi tersebut. Transaksi

pengeluaran sebesar Rp1.050.000.000,00, tersebut rinciannya sebagai berikut. a. b. c. Tanggal 19 Januari 2007 sebesar Rp700.000.000,00; Tanggal 5 Pebruari 2007 sebesar Rp300.000.000,00; Tanggal 13 Pebruari 2007 sebesar Rp50.000.000,00. Dari jumlah dana sebesar Rp1.050.000.000,00, yang peruntukannya adalah untuk Belanja Pegawai dan Belanja Barang dan Jasa, Bendahara Pengeluaran sudah menerima secara tunai sebesar Rp450.000.000,00, dengan rincian sebagai berikut. a. b. Tanggal 21 Mei 2007 sebesar Rp350.000.000,00; Tanggal 12 September 2007 sebesar Rp100.000.000,00.

Dana sebesar Rp450.000.000,00 oleh Bendahara Pengeluaran sudah di-SPJ-kan, sedangkan sisa dana sebesar Rp600.000.000,00, sampai dengan akhir pemeriksaan belum diterima dan juga belum di-SPJ-kan. Rincian tentang SP2D dan rencana penggunaan dana sebesar Rp600.000.000,00 tersebut adalah seperti tabel berikut ini.
No 1. Tanggal 23 Jan 2007 SP2D Nomor 0118/I/SP2D/LS/2007 Nama Kegiatan Kegiatan pengembangan sistem pendataan dan pemetaan pendidik dan tenaga kependidikan Penyelenggaraan pelatihan, seminar dan lokakarya diskusi ilmiah tentang berbagai isu pendidikan Kegiatan pengembangan sistem pendataan dan pemetaan pendidikan dan tenaga kependidikan Kegiatan penyelenggaraan pelatihan, seminar dan lokakarya serta diskusi ilmiah tentang berbagai isu pendidikan Kegiatan penyediaan dana pengembangan sekolah untuk SD/MI dan SMP/MTs Jumlah (Rp) 50.000.00 0,00

2.

22 Mei 2007

0268/V/SP2D/GU/2007

30.000.000,00

3.

19 Juli 2007

0345/VII/SP2D/GU/2007

40.000.000,00

4.

19 Juli 2007

0344/VII/SP2D/GU/2007

55.000.000,00

5.

23 Nopember 2007 JUMLAH

0371/XI/SP2D/GU/2007

425.000.000,00

600.000.000,00

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

13

Kegiatan sebagaimana tersebut dalam tabel tidak terlaksana karena dana untuk mendukung kegiatan tersebut tidak diterima oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Kondisi ini tidak sesuai dengan: a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara, pada: 1) Pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan; 2) Pasal 35 ayat (2) yang menyatakan bahwa setiap orang yang diberi tugas menerima, menyimpan, membayar, dan/atau menyerahkan uang atau surat berharga atau barang-barang laporan negara adalah bendahara Badan yang wajib

menyampaikan Keuangan;

pertanggungjawaban

kepada

Pemeriksa

3) Pasal 35 ayat (3) yang menyatakan bahwa setiap bendahara sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian keuangan negara yang berada dalam pengurusannya; b. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, pada: 1) Pasal 61 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih; 2) Pasal 85 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran, bendahara penerimaan/pengeluaran dan atau orang atau badan yang menerima atau menguasai uang / barang / kekayaan daerah, wajib menyelenggarakan penatausahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan; 3) Pasal 85 ayat (2) yang menyatakan bahwa pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBD bertanggungj-awab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud; c. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, pada: 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efektif, efisien, ekonomis, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan,

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

14

kepatutan, dan manfaat untuk masyarakat; 2) Pasal 4 ayat (2) yang menyatakan bahwa secara tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah bahwa keuangan daerah dikelola secara tepat waktu dan tepat guna yang didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan; 3) Pasal 132 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah; 4) Pasal 132 ayat (2) yang menyatakan bahwa bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapat pengesahan oleh pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas kebenaran material yang timbul dari penggunaan bukti dimaksud; 5) Pasal 315 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap kerugian daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan; 6) Pasal 315 ayat (2) yang menyatakan bahwa bendahara, pegawai negeri sipil bukan bendahara, atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan daerah, wajib mengganti kerugian tersebut.

Kondisi tersebut mengakibatkan realisasi belanja pegawai dan belanja barang dan jasa disajikan lebih tinggi dan merugikan daerah sebesar Rp600.000.000,00.

Hal ini disebabkan kesengajaan Sdr. AL (mantan Kuasa BUD) untuk mencairkan dana pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tanpa diketahui oleh pemegang rekening atau kuasanya dan kesengajaan untuk menggunakan dana tersebut.

Atas permasalahan tersebut, Sdr. AL (mantan Kuasa BUD) menjelaskan, bahwa proses pencairan kelima kegiatan sudah sesuai dengan prosedur, yaitu ada SPP, SPMU dan SP2D dan sudah dicairkan. Atas perintah mantan Walikota (IK) yang ditujukan kepada Kasda dan Tim Anggaran, dana sebesar Rp600.000.000,00 dipinjam dan digunakan untuk melunasi tagihan dari pihak ketiga/rekanan yang mempunyai kegiatan pada Tahun 2006.

Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar menarik kerugian daerah sebesar Rp600.000.000,00 dari Sdr. AL (mantan Kuasa BUD) sebagai penanggung jawab pengeluaran, dan selanjutnya disetor ke Kas Daerah.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

15

000.000.00. maka pada tanggal 30 Desember 2007 atas pertimbangan Kepala Dinas Pertanahan. Atas permintaan Kepala Kasda.000. Belanja Modal Pengadaan Tanah untuk Perluasan Masjid An Nur I Pemeriksaan terhadap SPJ Belanja Modal Pengadaan Tanah untuk perluasan Masjid An Nur I senilai Rp825. dana tersebut langsung diambil oleh Kepala Kasda. dan ancaman dari pemilik tanah yang akan mengadukan ke polisi bila kekurangan pembayaran tanah tidak segera dilunasi sebelum peresmian.00 tersebut.00) karena sisa uang sebesar Rp94.00 a.00.000.000.000.000. diketahui terdapat PPh Ps 23 yang masih terutang sebesar Rp41.000. Dengan demikian.213/2007 tanggal 7 Pebruari 2007.640. diperoleh keterangan bahwa pada tanggal 9 Pebruari 2007 yang bersangkutan diminta oleh Sdr.000. Dana Realisasi Belanja Modal Pengadaan Tanah sebesar Rp581. sedangkan SP2D Nomor 0156/II/SP2D/LS/2007 diterbitkan pada tanggal 9 Pebruari 2007 sebesar Rp825.00 tidak diketahui keberadaannya dan terdapat pinjaman ke Kantor Kasda oleh Dinas Pertanahan sebesar Rp130.000.00.00.425.500.00 dan dari sisa anggaran PPh Pasal 23 Masjid An Nur II sebesar Rp10.190. Setelah cair. Hasil konfirmasi dengan bendahara pengeluaran. pihak Kasda telah mengembalikan sebesar Rp731. dan SPM Nomor 921/06/SPM/422.000.000.000.000.000.000.250.000.00-Rp731.000. Bendahara Pengeluaran diminta membuat SPP Nomor 921/107/422.000.00 dan sisanya sebesar Rp52.4.250.000. AL (mantan Kepala Kasda/Kuasa BUD) dengan sepengetahuan Kepala Dinas Pertanahan untuk menandatangani slip penarikan tunai sebesar Rp825.00 (Rp825.750.000. diambilkan dari uang PPh Pasal 23 dari pengadaan tanah yang lain yaitu pengadaan tanah untuk perluasan Masjid An Nur II sebesar Rp42.00 yang berasal dari transaksi jual beli tanah antara Dinas Pertanahan dengan pemilik tanah yang akan digunakan untuk perluasan masjid An-Nur I.00 dari rekening tabungan Nomor 0402100401 milik Dinas Pertanahan di Bank Jatim.250.000.00 tersebut dilunasi dengan menggunakan uang pungutan PPh Pasal 23 sebesar Rp41.000.000. maka kekurangan pembayaran sebesar Rp94. dan sudah dibayarkan kepada pemilik tanah. pemilik tanah kurang dibayar sebesar Rp94.213/2007 tanggal 6 Pebruari 2007.00. Dari total dana yang diambil sebesar Rp825. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 16 .000.000.00 masih dipakai oleh Kas Daerah. Dikarenakan Masjd An Nur akan segera diresmikan.

000.350.000.000.00).000. 3.000.425.425. Dengan demikian.000.000.000. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. dengan rincian sebagai berikut: No. Setelah ditarik tunai.00 25.b. efisien. total uang Belanja Modal Pengadaan Tanah Dinas Pertanahan yang belum dikembalikan oleh Kasda sampai dengan saat pemeriksaan berakhir berjumlah Rp581. Selanjutnya. 17 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA . Kepala Kasda telah mengembalikan uang sebesar Rp100. dan SPM Nomor 921/019/SPM/422.000.425. hasil konfirmasi dengan Bendahara Pengeluaran diketahui terdapat pinjaman ke Kantor Kasda untuk kepentingan Dinas Pertanahan. AL (mantan Kepala Kasda/Kuasa BUD) dengan sepengetahuan Kepala Dinas Pertanahan selaku Pengguna Anggaran untuk menandatangani slip penarikan tabungan Dinas Pertanahan pada Bank Jatim sebesar Rp587. dana diambil langsung oleh Kepala Kasda. TANGGAL 13-2-2007 -2007 9-7-2007 20-8-2007 JUMLAH URAIAN Untuk membayar pajak (telah dikembalikan sebesar Rp70. taat pada peraturan perundang-undangan. dan langsung dibayarkan kepada pemilik tanah.428.840.00 (Rp487.00 + Rp94.00 130. efektif.00. Belanja Modal Pengadaan Tanah untuk Perluasan TPA Bumiaji Tahap II Pemeriksaan terhadap SPJ kegiatan Belanja Modal Pengadaan Tanah untuk perluasan TPA Kecamatan Bumiaji tahap II.425.00. diketahui bahwa pada tanggal 21 Pebruari 2007 yang bersangkutan diminta Sdr.213/2007 pada tanggal 16 Pebruari 2007.000.00) Untuk membayar panjar Untuk biaya PPAT Untuk membayar Bend-17 JUMLAH (Rp) 149.00 30.640. 4.00.00 Pinjaman tersebut sampai dengan akhir pemeriksaan belum dikembalikan ke Kas Daerah.000. 2. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.000. sehingga sisa uang yang belum dikembalikan Kasda sebesar Rp487.425.425.000.213/2007 tanggal 15 Pebruari 2007.211. Pada tanggal 20 Juni 2007. Selain itu.000.00.190. ekonomis.00. 1. Hasil konfirmasi dengan Bendahara Pengeluaran. diketahui terdapat kekurangan pembayaran kepada pemilik tanah sebesar Rp487. Kondisi ini tidak sesuai dengan: a. pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib.000. atas permintaan Kepala Kasda dibuatlah SPP Nomor 921/019/422. sedangkan SP2D Nomor 0312/II/SP2D/LS/2007 diterbitkan pada tanggal 21 Pebruari 2007 sebesar Rp587.000.00 5.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 18 . taat pada peraturan perundang-undangan. 3) Pasal 85 ayat (2) yang menyatakan bahwa pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud. wajib menyelenggarakan penatausahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. c. ekonomis. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. efektif. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan daerah. wajib mengganti kerugian tersebut. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan. pegawai negeri sipil bukan bendahara. 4) Pasal 132 ayat (2) yang menyatakan bahwa bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapat pengesahan oleh pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas kebenaran material yang timbul dari penggunaan bukti dimaksud. transparan. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. pada: 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib.b. 2) Pasal 85 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran. bendahara penerimaan/pengeluaran dan atau orang atau badan yang menerima atau menguasai uang / barang / kekayaan daerah. pada: 1) Pasal 61 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih. 6) Pasal 315 ayat (2) yang menyatakan bahwa bendahara. 2) Pasal 4 ayat (2) yang menyatakan bahwa secara tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah bahwa keuangan daerah dikelola secara tepat waktu dan tepat guna yang didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan. 5) Pasal 315 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap kerugian daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. kepatutan. dan manfaat untuk masyarakat. efisien. 3) Pasal 132 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 19 . SPMU dan SP2D dan sudah dicairkan.990.625.00.990. AL (mantan Kepala Kasda/Kuasa BUD) sebagai penanggung jawab pengeluaran. dan sudah dilunasi sebesar Rp4.425.896. yaitu ada SPP.382.00 Hal ini disebabkan kesengajaan Sdr.000. AL (mantan Kepala Kasda/Kuasa BUD) menjelaskan bahwa proses pencairan kegiatan tersebut sudah sesuai dengan prosedur.365.425.00. karena ada administrasi yang belum masuk di Kasda pada pencairan tanggal 31 Mei 2007.000.990. Atas permasalahan tersebut. Menurut catatan pihak mantan Kepala Kasda.190.00 dari Sdr. AL (mantan Kepala Kasda/Kuasa BUD) untuk menggunakan dana tersebut. selain itu membuka peluang terjadinya penyalahgunaan uang sebesar Rp130. dana yang dipinjam dari Dinas Pertanahan sebesar Rp4.000.640. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar menarik dan menyetorkan ke Kas Daerah kerugian daerah sebesar Rp581.00. sehingga ada kelebihan dana di Dinas Pertanahan sebesar Rp514. Sdr.Kondisi ini mengakibatkan realisasi belanja modal tanah disajikan lebih tinggi dan merugikan daerah sebesar Rp581.00.

diketahui bahwa nilai kontrak untuk pembangunan Masjid An Nur adalah sebesar Rp8. terdapat dana yang masih berada dipihak rekanan sebesar Rp65.331.670.199.5 bulan).000.228.00 224.199.707.00 – Rp1.426.00 (Rp1.00 7.271. Kontraktor Pekerjaan Pembangunan Masjid An-Nur Kota Batu (PT.057.453. 28 Desember 2007 (8. Berdasarkan surat pernyataan yang dibuat.00).00 115.000.200. Sehingga jumlah penerimaan bersih yang seharusnya diterima pihak rekanan adalah sebesar Rp7.00 2.200. 4.00 1.037.432.200.00).00 8. Akhirnya dana tersebut dikembalikan melalui rekening Bend-17. diketahui terdapat kelebihan pembayaran yang dilakukan oleh pihak Kasda terhadap Pihak Ketiga dhi.454.163. Hasil konfirmasi dengan PT. diketahui terdapat pembayaran untuk Termin I sebesar Rp2. Pembayaran dilakukan dalam empat tahap.00.00 Pemeriksaan yang dilakukan terhadap proses pencairan dana pada Kasda.00.5% X 8.670.246.738.000. Kelebihan pembayaran kepada pihak ketiga sebesar Rp65.228. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 20 .963.383.670.00 939. diketahui bahwa mereka baru mengetahui ada dana dari Pemkot Batu pada bulan Desember 2007 dikarenakan dana tersebut disetor tunai dari rekening Kasda sehingga tidak tampak mutasi di rekening giro mereka.00-Rp897.670.704.200.700.985.000.445. dengan rincian sebagai berikut.00 – Rp939.00 897.707.204/2007 tanggal 19 Juni 2007.288. AKL).00).00 + Rp72.5 bulan) senilai Rp72.250.765.5. 2.000.543.553.00 Potongan Pajak (Rp) 157.000.00.277.199.318. sehingga terdapat kelebihan pembayaran sebesar Rp1.00 pada tanggal 28 Desember 2007.164.000.546. Dengan demikian jumlah uang yang harus dikembalikan adalah sebesar Rp137. Padahal berdasarkan dokumen kontrak.671.985. 3.00 3. AKL bersedia membayar kelebihan pembayaran berikut biaya bunga sebesar 6% / tahun yang dihitung dari 14 Maret 2007 s.246.185. jumlah yang seharusnya ditransfer oleh Kasda adalah sebesar Rp939.203.000. Jumlah tersebut termasuk di dalamnya pajak (PPN dan PPh Pasal 23) sebesar Rp897.00 Setelah Dipotong Pajak (Rp) 1.750. Tahap 1.920.832.797.00.331. yaitu rekening Nomor 0401002294 sebesar Rp1.863.691. Dengan demikian.985.00 Penelusuran terhadap mutasi rekening Giro Kasda (PAD) Nomor 0401001727. AKL.723.00 400.869.00 X 0.704.00 1.454. Penerimaan Termin Uang Muka Termin I Termin II dan III Termin IV JUMLAH Tanggal 29-12-2006 14-3-2007 15-11-2007 21-12-2007 Sebelum Dipotong Pajak (Rp) 1.00 pada tanggal 14 Maret 2007.707.700.000.073.00 (Rp65.000.003.000.054. Berdasarkan Addendum kontrak Nomor 602/IV-10/ADD-02/422.d.819.700.00 3.000.000.00 (Rp8.00 (Rp2.277.037.309.228.869.164. PT.250.200.

3) Pasal 85 ayat (2) yang menyatakan bahwa pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud. pada: 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib. transparan. 3) Pasal 132 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah. taat pada peraturan perundang-undangan. ekonomis. ekonomis. bendahara penerimaan/pengeluaran dan atau orang atau badan yang menerima atau menguasai uang/barang/kekayaan daerah. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan. efektif. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 21 . Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. 2) Pasal 4 ayat (2) yang menyatakan bahwa secara tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah bahwa keuangan daerah dikelola secara tepat waktu dan tepat guna yang didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan. pada: 1) Pasal 61 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih. 2) Pasal 85 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran. efektif.Kondisi ini tidak sesuai dengan: a. 4) Pasal 132 ayat (2) yang menyatakan bahwa bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapat pengesahan oleh pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas kebenaran material yang timbul dari penggunaan bukti dimaksud. taat pada peraturan perundang-undangan. kepatutan. wajib menyelenggarakan penatausahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. efisien. b. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. efisien. c. pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. dan manfaat untuk masyarakat. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.

atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan daerah.000. pegawai negeri sipil bukan bendahara. maka rekanan tidak mencukupi administrasi dan mengembalikan dana tersebut pada bulan Desember 2007 sebesar Rp1. AL (mantan Kepala Kasda/Kuasa BUD) menjelaskan bahwa Kasda mengalami kesulitan cashflow sebagai akibat tagihan Bank Jatim sebesar Rp10. AL (mantan Kepala Kasda/Kuasa BUD).000.670. Hal tersebut mengakibatkan uang daerah sebesar Rp65. wajib mengganti kerugian tersebut.00 dibayarkan untuk rekanan.250.037. AKL dengan asumsi sebagian dana dibayarkan dan sebagian dana dipinjamkan.200. IK (mantan Walikota almarhum) memerintahkan untuk mencari pinjaman kepada pihak ketiga. 6) Pasal 315 ayat (2) yang menyatakan bahwa bendahara.704.869.704. berdasarkan hal itu.5) Pasal 315 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap kerugian daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.000. dengan pembagian Rp1. Dokumen kontrak pada pasal 7 ayat 1 huruf b tentang cara pembayaran dimana menyebutkan bahwa pembayaran pertama dibayarkan setelah prestasi fisik di lapangan mencapai 30% yang dibuktikan dengan Berita Acara Pemeriksaan Lapangan dengan jumlah Rp1.00 yang akan disesuaikan dengan dokumen kontrak.000. Atas permasalahan tersebut. Pada awal Tahun 2007 Kasda masih mengalami kesulitan cashflow. dan disepakati meminjam dari rekanan terbesar yaitu PT.704. Karena dokumen kontrak sulit disesuaikan dengan dana yang terlanjur disesuaikan (Rp2. dan penerimaan daerah berupa bunga tertunda sebesar Rp72.164.869.200.203. Akhirnya muncul angka Rp2.00.00 berpotensi hilang. dan Rp1. Hal ini disebabkan kelalaian Sdr.000.054.00). Sdr. d.00 yang kemudian dipinjamkan lagi ke Pemkot Batu untuk menutup ketekoran kas.00 yang harus ditutup pada Desember 2006.869. pada saat yang sama PT.00 dipinjamkan lagi ke Pemkot Batu untuk menutup kebijakan Sdr. Sdr.700.000. AKL mencairkan dana sebesar Rp939.199.00.200.000. IK (mantan Walikota almarhum) yang belum terselesaikan.00. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 22 .000.000.000.

00 (Rp65.670.00+Rp72.164.164.000. AKL sebesar Rp137.250.Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar menarik kerugian daerah dari PT. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 23 .00) dan menyetorkan ke Kas Daerah.920.

00. dihitung dari besarnya PPJU yang seharusnya disetor oleh PLN ke Pemerintah Kota.336. a. Selanjutnya. bahwa piutang PPJ sebesar Rp310. Namun.336. karena Sdr. sebenarnya adalah penerimaan PPJ yang menjadi hak Pemkot. Berdasarkan keterangan dari Bendahara Sekretariat.931. Penerimaan Pajak Penerangan Jalan sebesar Rp310. Nilai nominal dari cek yang diberikan PLN tersebut. Hasil pemeriksaan piutang pajak yang tercantum dalam neraca menunjukkan bahwa dari jumlah piutang pajak pada neraca sebesar Rp1. dan dikurangi dengan upah pungut untuk PLN.023/2006 tanggal 28 Agustus 2007. dan SP2D Nomor 0125/VIII/SP2D/LS/2007 tanggal 6 Agustus 2007. diketahui bahwa dana tersebut sebenarnya sudah diterimanya.515. karena pembayaran listriknya sudah dikompensasi dengan penerimaan PPJ yang diterima Pemerintah Kota. dikurangi jumlah tagihan listrik pemkot.00 tidak disetorkan ke Kas Daerah Berdasarkan hasil penelaahan terhadap proses penyetoran pajak penerangan jalan.165.00 dan piutang PPJ bulan Juli dan Agustus 2007 seluruhnya sebesar Rp310.073.00 yang terdiri dari piutang PPJ bulan Desember 2007 sebesar Rp199. diketahui bahwa penyetoran pajak penerangan jalan dilakukan oleh Dispenda setelah mendapatkan cek dari PLN.00. Sebelum disetorkan ke Pemkot. AS Kasi Pengeluaran Kantor Kas Daerah periode sebelum Oktober 2007. terdapat piutang PPJ sebesar Rp510.00.718.295.336. Untuk bulan Agustus 2007 sebesar Rp152. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 24 .00.405. setelah itu Bendahara Sekretariat menyerahkan dana tersebut kepada Sdr. SPM Nomor 347/023/SPM-LS/2007 tanggal 29 Agustus 2007.780.768. SPM Nomor 287/023/SPM-LS/2007 tanggal 2 Agustus 2007.023/2006 tanggal 1 Agustus 2007. Di lain pihak. sesuai SPP Nomor 921/287/422.055. SPM dan SP2D ke Kas Daerah untuk pembayaran tagihan listrik Pemkot. dan SP2D Nomor 0411/VIII/SP2D/LS/2007 tanggal 31 Agustus 2007. pihak Sekretariat Daerah mengajukan SPP. Dinas Pendapatan juga membuat SPP.515. Pembayaran listrik bulan Juli dan Agustus 2007 adalah sebagai berikut. Untuk bulan Juli 2007 sebesar Rp157. cek dari PLN ditambah dengan pencairan SP2D dari Setda dan pencairan SP2D dari Dinas Pendapatan tersebut disetorkan ke Pemerintah Kota. Hasil pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan.00 tersebut.350.515. b. AS mengatakan akan menyetorkan sebagai PAD.6.320. sesuai SPP Nomor 921/352/422. SPM dan SP2D untuk pencairan upah pungut kepada PLN.

transparan. 3) Pasal 132 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah. dan manfaat untuk masyarakat. Karenanya. taat pada peraturan perundang-undangan. Permasalahan tersebut tidak sesuai dengan: a. efisien. kepatutan. efisien. 2) Pasal 4 ayat (2) yang menyatakan bahwa secara tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah bahwa keuangan daerah dikelola secara tepat waktu dan tepat guna yang didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan. diketahui bahwa dana tersebut belum pernah diterima dari Bendahara Sekretariat maupun dari Kantor Kas Daerah. wajib menyelenggarakan penatausahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. c. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 25 . ekonomis. bendahara penerimaan/pengeluaran dan atau orang atau badan yang menerima atau menguasai uang/barang/kekayaan daerah. ekonomis. 3) Pasal 85 ayat (2) yang menyatakan bahwa pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud. pihak Dispenda mencantumkannya sebagai piutang PPJ. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. b. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. pada: 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib. 2) Pasal 85 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran.Berdasarkan penjelasan dari Bendahara Penerimaan Dispenda yang berkewajiban menyetor penerimaan PPJ ke Kas Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. pada: 1) Pasal 61 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih. efektif. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. taat pada peraturan perundang-undangan. efektif.

515.056. AL (mantan Kepala Kasda) melalui Kasi Pengeluaran untuk menggunakan dana tersebut.350. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar menarik kerugian daerah sebesar Rp310.00.931. dan sebesar Rp62. IK (mantan Walikota almarhum).150. yaitu ada SPP.165.00.987. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan daerah.405. AL (mantan Kepala Kasda) dan selanjutnya menyetorkan ke Kas Daerah. dan sebesar Rp42.00 dari PPJ.500.00 dari Sdr.4) Pasal 132 ayat (2) yang menyatakan bahwa bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapat pengesahan oleh pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas kebenaran material yang timbul dari penggunaan bukti dimaksud. pegawai negeri sipil bukan bendahara. dengan rincian sebesar Rp157.000. Sedangkan PPJ bulan Agustus 2007 untuk membayar tagihan BLM Desa Giripurno (dana sebelumnya dipinjam) sebesar Rp214. 6) Pasal 315 ayat (2) yang menyatakan bahwa bendahara.00.594. Atas permasalahan tersebut.000. Hal tersebut di atas mengakibatkan kerugian daerah sebesar Rp310.515.835. SPM dan SP2D serta sudah ditransfer ke rekening Bendahara Sekretariat Daerah. 5) Pasal 315 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap kerugian daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorangharus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.00 dari brankas Kasda.00 pinjaman dari Bagian Pemerintahan. dengan rincian sebesar Rp152. Kondisi tersebut disebabkan kesengajaan dari Sdr. AL (mantan Kepala Kasda) menjelaskan bahwa proses pencairan PPJ bulan Juli dan Agustus Tahun 2007 sudah sesuai dengan prosedur.00 dari PPJ. wajib mengganti kerugian tersebut. PPJ bulan Juli dipinjam untuk membayar tagihan dari Persikoba (dana sebelumnya sudah dipinjam) sebesar Rp200. Sdr.336.336. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 26 . Atas perintah Sdr.

2. Bendahara hanya menunjukkan daftar penerima dana tanpa kuitansi tanda terima.000.500.000.000. Bantuan Dana Pengamanan Persidangan Kasus Penistaan Agama Tahap II (berdasarkan SP2D Nomor 0168/VIII/SP2D/LS/2007 tanggal 8 Agustus 2007 sebesar Rp100. Tanggal 8 Agustus 2007 8 Agustus 2007 8 Agustus 2007 8 Agustus 2007 8 Agustus 2007 9 Agustus 2007 14 Agustus 2007 Jumlah Penerima Satpol PP (IS) Kejaksaan Istri Walikota (EIK) Kesbanglinmas (K) LSM (S) Pondok Pesantren (YE) KU Jumlah (Rp) 25.000.000.000.000. Dari realisasi tersebut. dengan rincian sebagai berikut. masingmasing sebesar Rp100.500.000.000. 5.000.000.000.500.00 50.000.00.000.00.500.000.000. 3.013/2007 tanggal 10 Juli 2007. Tanggal 11 Juli 2007 Jumlah Penerima Pengadilan Negeri Malang Jumlah (Rp) 100.00 10.00) No 1.00 Penetapan Pemberian Bantuan Dana Pengamanan Persidangan Kasus Penistaan Agama Tahap I didasarkan pada Keputusan Walikota Batu Nomor 180/91/KEP/422.000.00 100.00 100.00 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 27 .00 digunakan untuk Bantuan Dana Pengamanan Persidangan Kasus Penistaan Agama Tahap I. b. 6.000.00 2.000.000.00) No 1.000.00 2. Realisasi Belanja Tidak Terduga sebesar Rp200. sebesar Rp200. dan telah direalisasikan sebesar Rp226.000.00 5.013/2007. Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui bahwa Surat Pertanggungjawaban (SPJ) penggunaan dana sebesar Rp200.000.000. Bantuan Dana Pengamanan Persidangan Kasus Penistaan Agama Tahap I (berdasarkan SP2D Nomor 0164/VII/SP2D/LS tanggal 11 Juli 2007 sebesar Rp100.00. 7.000.7. a. Pemberitahuan kepada DPRD Kota Batu tentang persetujuan penggunaan Dana Tidak Tersangka disampaikan pada tanggal 11 Juli 2007 dengan surat Nomor 180/184/422.00 tersebut tidak bisa ditunjukkan oleh Bendahara.00 tidak Dipertanggungjawabkan Pemerintah Kota Batu pada Tahun Anggaran 2007 menganggarkan Belanja Tidak Terduga sebesar Rp2.00 5.000.000. dan Bantuan Dana Pengamanan Persidangan Kasus Penistaan Agama Tahap II.000.000.000.000.000.000. 4.

3) Pasal 85 ayat (2) yang menyatakan bahwa pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud. membayar. ekonomis. efisien.013/2007 tanggal 8 Agustus 2007. wajib menyelenggarakan penatausahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.Penetapan Pemberian Tambahan Bantuan Dana Pengamanan Persidangan Kasus Penistaan Agama Tahap II didasarkan pada Keputusan Walikota Batu Nomor 180/108/KEP/422. Untuk pemberitahuan ke DPRD tentang penggunaan Dana Tidak terduga belum dilakukan. menyimpan. taat pada peraturan perundang-undangan. pada: 1) Pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 28 . Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. efektif. pada: 1) Pasal 61 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. pertanggungjawaban kepada Pemeriksa 3) Pasal 35 ayat (3) yang menyatakan bahwa setiap bendahara sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian keuangan negara yang berada dalam pengurusannya. 2) Pasal 85 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran. 2) Pasal 35 ayat (2) yang menyatakan bahwa setiap orang yang diberi tugas menerima. bendahara penerimaan/pengeluaran dan atau orang atau badan yang menerima atau menguasai uang/barang/kekayaan daerah. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. dan/atau menyerahkan uang atau surat berharga atau barang-barang laporan negara adalah bendahara Badan yang wajib menyampaikan Keuangan. Kondisi ini tidak sesuai dengan : a. b.

Bagian Hukum tidak bisa mempertanggungjawabkan karena masing-masing penerima tidak bersedia menandatangani kuitansi tanda terima. dan manfaat untuk masyarakat. taat pada peraturan perundang-undangan.000. Kepala Bagian Hukum menyatakan bahwa terkait dengan penggunaannya. ekonomis. 2) Pasal 4 ayat (2) yang menyatakan bahwa secara tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah bahwa keuangan daerah dikelola secara tepat waktu dan tepat guna yang didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan. efektif. Hal tersebut mengakibatkan realisasi Belanja Tidak Terduga tidak dapat diyakini kebenarannya dan menimbulkan kerugian daerah sebesar Rp200. Atas permasalahan tersebut. pada: 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib.c. 3) Pasal 132 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah. 4) Pasal 132 ayat (2) yang menyatakan bahwa bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapat pengesahan oleh pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas kebenaran material yang timbul dari penggunaan bukti dimaksud.00. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. kepatutan. 5) Pasal 315 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap kerugian daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. transparan. wajib mengganti kerugian tersebut. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan. Kesengajaan para penerima bantuan keuangan untuk tidak mempertanggungjawabkan penggunaan Belanja Tidak Terduga secara memadai. selain itu dana tersebut dianggap bantuan langsung dari Walikota. pegawai negeri sipil bukan bendahara. Permasalahan tersebut disebabkan: a. 6) Pasal 315 ayat (2) yang menyatakan bahwa bendahara. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan daerah. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 29 . efisien.000. Pengguna Anggaran Belanja Tidak Terduga tidak sepenuhnya mempedomani ketentuan yang berlaku. b.

00 dan menyetorkan ke Kas Daerah.Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar menarik kerugian daerah dari Kepala Bagian Hukum sebesar Rp200. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 30 .000.000.

20. 1.00 tidak didukung dengan bukti yang lengkap Pemerintah Kota Batu pada Tahun Anggaran 2007.000.000.000.03. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 31 .04 Rapat koordinasi pejabat pemerintah daerah Perjalanan Dinas Dalam Daerah Perjalanan Dinas Luar Daerah 4.400. Pemeriksaan secara uji petik pada lima jenis kegiatan. menunjukkan bahwa bukti yang disampaikan hanya kuitansi intern tanda terima uang oleh Walikota dan Wakil Walikota.03.000.900. Realisasi tersebut diantaranya merupakan pengeluaran yang digunakan untuk Belanja Barang .160.00.000.000.16.000.1.03 Perjalanan Dinas Dalam Daerah Perjalanan Dinas Luar Daerah 12.20.00 34.600.000.000.1.1.523.500.00 124.000.00 30.06 Koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah lainnya Perjalanan Dinas Dalam Daerah Perjalanan Dinas Luar Daerah 181.1.700.16.000.000.000. Biaya Perjalanan Dinas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada Sekretariat Daerah Minimal sebesar Rp523.16) pada Sekretariat Daerah sebesar Rp1.000.000.800.03.20.500.000.00 25.000.000.00 dan sebesar Rp124.20.000.900.00 12. No Kode Rekening Nama Kegiatan Rincian Obyek Kegiatan Perjalanan Dinas Dalam Daerah Jumlah (Rp) Walikota Wakil Walikota 23.000.20. dilakukan dengan mekanisme SP2D UP/GU/TU. 1. 1. menunjukkan terdapat pengeluaran sebesar Rp523.00 digunakan untuk perjalananan dinas yang dilakukan oleh Walikota dan Wakil Walikota masing-masing sebesar Rp398.800.00 41.00 8.800.00 10.00 3.20.03.000.00 9.00.16.03.900.8.00 5.03.00 398.500.000. pimpinan/ anggota organisasi kemsyrkt Rapat koordinasi Unsur Muspida 2.000.000.00.00 15.20.20.00 JUMLAH Pencairan dana untuk biaya Perjalanan Dinas Dalam dan Luar Daerah tersebut.00 59.16. Pemeriksaan yang dilakukan secara uji petik terhadap Surat Pertanggungjawaban (SPJ). Adapun realisasi dari masing-masing kegiatan adalah sebagai berikut. dan telah terealisasi sebesar Rp989.20.00 5. menganggarkan Belanja Langsung Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah (kode rekening 1.000.00 18.000. 1. 1.300.900.000.16.20.20.00 13.000.500.01 Dialog/Audiensi dgn tokoh masyarakat.000.1.05 Kunjungan kerja/inspeksi KDH/WaKDH Perjalanan Dinas Dalam Daerah Perjalanan Dinas Luar Daerah 5.000.000.20.945.000.000.Biaya Perjalanan Dinas Dalam dan Luar Daerah.1.00 19.000.00 1.000.

efisien. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan. Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) seharusnya memeriksa terlebih dahulu kelengkapan dokumen yang dijadikan syarat penerbitan SPM. 3) Pasal 132 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran belanja atas PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 32 .tanpa didukung dengan bukti pengeluaran lain seperti Surat Tugas dan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD). b. efisien. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. c. efektif. Permasalahan tersebut tidak sesuai dengan: a. 2) Pasal 85 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Sebelum mengeluarkan SPM. ekonomis. dan manfaat untuk masyarakat. 2) Pasal 4 ayat (2) yang menyatakan bahwa secara tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah bahwa keuangan daerah dikelola secara tepat waktu dan tepat guna yang didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan. taat pada peraturan perundang-undangan. wajib menyelenggarakan penatausahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pada: 1) Pasal 61 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih. pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. transparan. bendahara penerimaan/pengeluaran dan atau orang atau badan yang menerima atau menguasai uang/barang/kekayaan daerah. efektif. kepatutan. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Uraian mengenai SPJ yang tidak lengkap dan jumlahnya terdapat pada lampiran 2. pada: 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib. 3) Pasal 85 ayat (2) yang menyatakan bahwa pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud. ekonomis. taat pada peraturan perundang-undangan. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara.

Pelaksanaan pertanggungjawaban perjalanan dinas dari tahun-tahun sebelumnya hanya didasarkan pada undangan/jadwal kegiatan yang ada. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK. hal ini akan lebih diperhatikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 33 .05/2007 tanggal 25 April 2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri Bagi Pejabat Negara. Untuk tahun mendatang. d. Pegawai Negeri dan Pegawai Tidak Tetap yang akan melaksanakan perjalanan dinas harus terlebih dahulu mendapat persetujuan /perintah atasannya. 3) Pasal 18 yang menyatakan bahwa pejabat/pegawai yang melakukan perjalanan dinas wajib menyampaikan dokumen pertanggungjawaban biaya. Bendahara Pengeluaran Sekretariat Daerah menyatakan bahwa mengingat Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah adalah pejabat negara sehingga mengalami kesulitan untuk menyusun Surat Pertanggungjawaban (SPJ) secara lengkap dan sah sesuai ketentuan perundang-undangan. dalam : 1) Pasal 2 yang menyatakan bahwa Pejabat Negara.800.beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah. 2) Pasal 16 ayat (1) yang menyatakan bahwa perjalanan dinas dilakukan berdasarkan SPPD yang diterbitkan oleh pejabat yang berwenang menurut contoh sebagaimana tercantum pada lampiran VI Peraturan Menteri Keuangan ini. dan Pegawai Tidak Tetap.000. 4) Pasal 19 yang menyatakan bahwa dokumen pertanggungjawaban biaya sebagaimana dimaksud pada pasal 18 terdiri dari SPPD beserta bukti pengeluaran untuk biaya tansport dan biaya penginapan. Permasalahan tersebut disebabkan oleh kelalaian Pengguna Anggaran dalam merealisasikan anggaran tidak disertai dengan pertanggungjawaban yang memadai. Atas permasalahan tersebut.00 tidak dapat diyakini kewajarannya. Pegawai Negeri. Permasalahan tersebut mengakibatkan realisasi belanja barang-biaya perjalanan dinas Walikota dan Wakil Walikota minimal sebesar Rp523. 4) Pasal 132 ayat (2) yang menyatakan bahwa bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapat pengesahan oleh pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas kebenaran material yang timbul dari penggunaan bukti dimaksud.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 34 .Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar memerintahkan pada pengguna anggaran dan pelaksana kegiatan agar melaksanakan pertanggungjawaban kegiatan secara lebih tertib dan selalu mengadakan pengawasan terhadap pertanggungjawaban kegiatan.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Atas keterlambatan pekerjaan selama 47 hari dan belum dikenakan denda minimal sebesar Rp7. taat pada peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.00 tersebut juga telah dibukukan sebagai pengeluaran Kas Daerah.204/2007 tanggal 28 Nopember 2007. pasal 21 ayat (1) menyebutkan bahwa pembayaran atas beban APBN atau APBD tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima. diketahui terdapat transaksi pengeluaran sebesar Rp2. Berdasarkan dokumen SP2D.800.00 keterlambatan tidak ada realisasi fisik dan tidak dikenakan denda Berdasarkan hasil pemeriksaan atas mutasi Rekening Koran Kas Daerah Nomor 0401001719. diketahui bahwa sampai pada tanggal tersebut barang dimaksud belum diterima.2. A sebesar Rp151. yang merupakan rekanan yang ditunjuk untuk pengadaan Vibrator Roller. diketahui bahwa transaksi tersebut dibukukan sebagai belanja modal dengan kode akun 5. c. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tanggal 15 Oktober 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.800. Atas pengeluaran tersebut. berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan yang dilakukan pada tanggal 11 Februari 2008.632. Dalam kontrak disebutkan.02.000. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara.000.00 ( 47 x 1/1000 x Rp151.134.00 ).658. bahwa Vibrator Roller harus diterima tanggal 26 Desember 2007.00. terdapat pembayaran kepada pihak ketiga yaitu CV. menunjukkan bahwa pengeluaran sebesar Rp151. menunjukkan bahwa belanja modal tersebut adalah untuk pengadaan Vibrator Roller sesuai dokumen kontrak Nomor 602.000. Namun. Realisasi belanja modal peralatan mesin-pengadaan Vibrator Roller sebesar Rp151. b. Hasil penelusuran lebih lanjut. pada PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 35 . Pemeriksaan terhadap Buku Kas Umum di Kuasa BUD serta Dinas Permukiman dan Bina Marga.03.1/I-2BP/PK/422.9. Kondisi di atas tidak sesuai dengan : a.00 melalui cek CC 340209. Pada saat pemeriksaan berakhir.800.599.3.144.800. berdasarkan SP2D Nomor 1567/XII//SP2D/LS/2007 tanggal 26 Desember 2007. Vibrator Roller sudah diterima oleh Dinas Permukiman dan Bina Marga.000. pasal 3 ayat (1) antara lain menyebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib.

d. c.000. Berdasarkan teguran yang telah disampaikan.204/2007 tanggal 27 Nopember 2007. Penerimaan atas denda keterlambatan minimal sebesar Rp7. maka yang bersangkutan dikenakan denda keterlambatan sekurang-kurangnya satu perseribu per hari dari nilai kontrak.00. pada pasal 66 ayat (1) menyebutkan bahwa penerbitan SPM tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima kecuali ditentukan lain dalam peraturan perundang-undangan. pasal 37 yang menyatakan bahwa bila terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan akibat kelalaian penyedia barang/jasa.pasal 75 ayat (7) menyebutkan bahwa pembayaran atas tagihan yang dibebankan APBD tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima. Realisasi belanja modal-peralatan mesin disajikan lebih tinggi (overstated) sebesar Rp151. Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga menyatakan bahwa memang terjadi keterlambatan selama 47 hari dan telah memberikan teguran kepada pemborong/rekanan. f. Kesengajaan dari pemimpin kegiatan dan rekanan untuk mencairkan dana.800.000.800. pasal 9 yang menyatakan bahwa keterlambatan penyelesaian/penyerahan pekerjaan dari jangka waktu yang telah ditetapkan dalam perjanjian ini. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. pihak pemborong/rekanan telah mengakui dan bisa menerima keterlambatan tersebut dan bersedia untuk menerima konsekuensi dengan membayar denda selama 47 hari. e.00. b. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 36 .00 tertunda. Hal tersebut disebabkan oleh: a. akan dikenakan denda/sanksi sebesar 1 perseribu untuk setiap hari keterlambatan dengan maksimum 5% dari jumlah harga borongan.1/I-2-BP/PK/422. Ketidakcermatan pengguna anggaran dalam mengawasi pelaksanaan kegiatan dalam lingkup satuan kerjanya. Sehubungan dengan permasalahan di atas. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tanggal 3 November 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Aset peralatan dan mesin di neraca disajikan lebih tinggi (overstated) sebesar Rp151.134. Pembayaran terhadap kegiatan yang belum selesai mengakibatkan: a. b. Kontrak Pekerjaan Nomor 602.599.

Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar : a. Menegur Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga yang tidak melakukan pengawasan kegiatan dalam lingkup satuan kerjanya; b. Mengenakan denda minimal sebesar Rp7.134.599,00 dari CV. A dan

menyetorkannya ke Kas Daerah.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

37

2. Realisasi

belanja

bantuan

sosial

sebesar

Rp950.000.000,00

pada

Bagian

Kesejahteraan Rakyat pencairan dananya tidak diakui oleh Pemegang Rekening dan tidak diterima oleh yang berhak

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap transaksi penyetoran dan penarikan uang pada rekening Bendahara Bagian Kesra, yaitu rekening 0402100541 a.n Bagian Kesra cq. DW, diketahui terdapat transaksi penarikan uang yang tidak diakui oleh pemilik rekening yaitu Sdr. DW, sesuai surat pernyataan yang dibuatnya. Transaksi penarikan tersebut adalah : a. b. Penarikan tanggal 20 Juni 2007 sebesar Rp800.000.000,00; Penarikan tanggal 13 Juli 2007 sebesar Rp150.000.000,00. Sesuai penjelasan Bendahara pengeluaran, diketahui bahwa yang bersangkutan pernah mengajukan dana untuk belanja Bantuan Keuangan kepada Organisasi Sosial Kemasyarakatan berupa Bantuan Operasional Tempat Ibadah sebesar

Rp865.000.000,00 sesuai SPP Nomor 921/110/422.014/2007 tanggal 6 Agustus 2007, SPM Nomor 110/BT/SPM-LS/2007 tanggal 7 Agustus 2007, dan SP2D Nomor 0356/IX/SP2D/LS/2007 tanggal 25 September 2007. Berdasarkan pengecekan di rekening tabungan milik Bendahara diketahui bahwa pengajuan tersebut sudah ditransfer ke rekening Bendahara sebesar Rp800.000.000,00 pada tanggal 20 Juni 2007 dan sudah dicairkan dari rekening tabungan milik Bendahara Pengeluaran sebesar Rp800.000.000,00. Namun, berdasarkan surat pernyataan tertanggal 15 April 2008 yang bersangkutan mengaku tidak pernah mencairkan dan menerima dana sebesar Rp800.000.000,00 tersebut. Hasil konfirmasi dengan penerima bantuan (koordinator masing-masing tempat ibadah), diketahui bahwa dana bantuan tersebut belum diterima hingga pemeriksaan berakhir. Berkaitan dengan penarikan tanggal 13 Juli 2007 sebesar Rp150.000.000,00, Bendahara Pengeluaran menjelaskan bahwa dana tersebut merupakan dana bantuan untuk gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Batu sesuai SPP Nomor

921/74/422.014/2007 tanggal 11 Juli 2007. Sedangkan SPM dan SP2D hingga saat pemeriksaan berakhir belum diterbitkan. Selain itu, Bendahara Pengeluaran juga menjelaskan bahwa yang bersangkutan mengaku tidak mencairkan dan tidak menerima dana tersebut sesuai surat pernyataan tertanggal 15 April 2008. Yang bersangkutan juga menjelaskan bahwa buku rekening tabungan milik Bendahara Pengeluaran selama periode Januari s.d September 2007 berada pada Kantor Kasda sehingga kesulitan dalam memantau kegiatan apa saja yang dananya sudah cair dan berapa besarnya. Hasil konfirmasi dengan pengurus Gerakan Pramuka (mengetahui Ketua Umum), diketahui bahwa dana bantuan tersebut belum diterima hingga pemeriksaan berakhir.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

9

10. Realisasi belanja modal gedung-pembangunan masjid sebesar Rp2.057.246.250,00 tidak sesuai dengan prestasi fisiknya

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap rekening koran Kas Daerah Nomor 0401001719 a.n DAU Pemkot Batu, diketahui terdapat transaksi pengeluaran kas dari rekening tersebut pada tanggal 24 Desember 2007 sebesar Rp3.176.392.250,00. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp2.057.246.250,00 adalah pembayaran termyn IV kepada PT. AKL yang merupakan rekanan Pemda dalam pelaksanakan proyek pembangunan Masjid An Nur Batu. Penelusuran terhadap Buku Kas Umum Kuasa BUD, diketahui bahwa transaksi tersebut juga telah dibukukan di BKU bulan Desember Tahun 2007 sebagai pengeluaran kas, sesuai bukti SP2D Nomor 1309/XII//SP2D/LS/2007 sebesar Rp2.057.246.250,00. Berdasarkan dokumen SP2D, diketahui bahwa transaksi pembayaran adalah untuk kegiatan pembangunan masjid yang dibukukan pada kode rekening 5.2.3.26.06 belanja modal Dinas Permukiman dan Bina Marga. Hasil penelitian lebih lanjut, menunjukkan belanja modal tersebut adalah untuk pembangunan masjid An Nur Batu, sesuai kontrak Nomor 602/IV-10/PK/422.204/2006 tanggal 30 Nopember 2006, dengan nilai kontrak sebesar Rp7.228.985.000,00. Kontrak telah mengalami addendum dua kali, dengan kontrak Nomor 602.I/IV-10/ADD1/422.204/2006 tanggal 13 Desember 2006, dan Nomor 602/IV-10/ADD-

02/422.204/2007 tanggal 19 Juni 2007. Pada addendum kedua ini, nilai kontrak menjadi sebesar Rp8.228.985.000,00. Berdasarkan kontrak Nomor 602/IV-10/ADD-02/422.204/2007 tanggal 19 Juni 2007, diketahui bahwa pekerjaan harus selesai tanggal 5 Desember 2007. Namun, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan tanggal 11 Februari 2008, diketahui bahwa pekerjaan belum selesai 100%. Atas keterlambatan pekerjaan selama 68 hari belum dikenakan denda sebesar Rp411.449.250,00 (5% x Rp8.228.985.000,00). Beberapa pekerjaan yang belum selesai diantaranya: a. Pembongkaran apotik; b. Pemasangan partisi/sketsel perpustakaan; c. Penambahan daya listrik; d. Pemasangan kipas angin gantung; e. Lampu gantung kristal; f. Pemasangan penangkal petir; g. Railing void dalam dan luar; h. Pengecatan interior (basement);

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

38

i. Pengecatan exterior dan interior lt. 1; j. Pengecatan interior lt. 2; k. Pengecatan interior dan exterior lt.3; l. Pekerjaan interior pada bagian mihrab; m. Museum mini; n. Tempat wudlu pria.

Kondisi di atas tidak sesuai dengan: a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara, pasal 3 ayat (1) antara lain menyebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan; b. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara, pasal 21 ayat (1) menyebutkan bahwa pembayaran atas beban APBN atau APBD tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima; c. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tanggal 15 Oktober 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, pada pasal 75 ayat (7) menyebutkan bahwa pembayaran atas tagihan yang dibebankan APBD tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima; d. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, pada pasal 66 ayat (1) menyebutkan bahwa penerbitan SPM tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima kecuali ditentukan lain dalam peraturan perundang-undangan; e. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tanggal 3 November 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, pada pasal 37 yang menyatakan bahwa bila terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan akibat kelalaian penyedia barang/jasa, maka yang bersangkutan dikenakan denda keterlambatan sekurang-kurangnya satu perseribu per hari dari nilai kontrak; f. Kontrak Pekerjaan Nomor 602./IV-10/ADD-02/422.204/2007 tanggal 19 Juni 2007; juncto Kontrak Nomor 602.1/IV-10/ADD-1/422.204/2006 tanggal 13 Desember 2006 juncto Kontrak Nomor 602/IV-10/PK/422.204/2006 tanggal 30 Nopember 2006, pasal 10 yang menyatakan bahwa keterlambatan penyelesaian/penyerahan pekerjaan dari jangka waktu yang telah ditetapkan dalam perjanjian ini, akan dikenakan denda/sanksi sebesar satu perseribu untuk setiap hari keterlambatan dengan maksimum 5% dari jumlah harga borongan.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

39

b. maka secara otomatis berpengaruh terhadap waktu pelaksanaan.00 dari PT. Berdasarkan RKS dan spesifikasi kegiatan tersebut sudah dapat terselesaikan pada pertengahan bulan Desember 2007. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 40 .250.449. Realisasi belanja modal-gedung disajikan lebih tinggi (overstated) sebesar Rp2.057. b. Atas permasalahan tersebut. Penerimaan atas denda keterlambatan sebesar Rp411.449. Ketidakcermatan pengguna anggaran dalam mengawasi pelaksanaan kegiatan dalam lingkup satuan kerjanya. tetapi akibat perubahan design bangunan atas permintaan Takmir masjid.00 tertunda. b. Menarik denda sebesar Rp411.Pembayaran terhadap kegiatan yang belum selesai mengakibatkan: a. Kesengajaan dari pemimpin kegiatan dan rekanan untuk mencairkan dana kegiatan pembangunan masjid sebelum pekerjaan selesai.250. Menegur Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga untuk memperbaiki pengawasan dalam lingkup satuan kerjanya.00. AKL dan menyetorkannya ke Kas Daerah. Hal tersebut disebabkan : a.250.246. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar : a. Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga menyatakan bahwa denda keterlambatan bukan murni dari kesalahan pemborong/rekanan.

11. Realisasi

belanja

modal

gedung-pengadaan

kubah

masjid

sebesar

Rp924.990.000,00 tidak sesuai dengan prestasi fisiknya

Pemeriksaan

dilakukan

terhadap

transaksi

keuangan

daerah

yang

terdokumentasi dalam rekening koran Kas Daerah Nomor Rekening 0401001719. Dari pemeriksaan, diketahui terdapat transaksi pengeluaran sesuai cek Nomor CC340207 sebesar Rp3.198.200.250,00, yang terdiri dari rincian pengeluaran untuk beberapa dinas dan pihak ketiga. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp924.990.000,00 merupakan pembayaran kepada PT. CB yang merupakan rekanan Pemerintah Kota Batu untuk melaksanakan proyek pengadaan kubah Masjid An Nur Batu. Penelusuran terhadap Buku Kas Umum di Kuasa BUD, menunjukkan bahwa pengeluaran sebesar Rp924.990.000,00 tersebut juga telah dibukukan sebagai pengeluaran Kas Daerah, sesuai SP2D Nomor 1350/XII//SP2D/LS/2007 tanggal 24 Desember 2007. Selain itu, transaksi tersebut juga telah dibukukan sebagai pengeluaran kas di Buku Kas Umum Dinas Permukiman dan Bina Marga. Berdasarkan dokumen SP2D-nya, diketahui bahwa transaksi tersebut dibukukan sebagai belanja modal dengan kode akun 5.2.3.26.06. Berdasarkan hasil penelitian lebih lanjut, diketahui bahwa belanja modal tersebut adalah untuk pembangunan kubah masjid An Nur Batu, sesuai kontrak Nomor 602/I-6.1BPT/PK/422.204/2007 tanggal 9 Nopember 2007, dengan nilai kontrak sebesar Rp924.990.000,00, Sesuai dengan kontrak, seharusnya pembangunan kubah masjid selesai tanggal 29 Desember 2007. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan yang dilakukan pada tanggal 11 Februari 2008 (pemeriksaan interim), diketahui bahwa galvallum pada kubah sebelah barat belum terpasang, yang menunjukkan bahwa pemasangan/pembangunan kubah pada masjid An Nur belum selesai 100%. Atas keterlambatan pekerjaan selama 44 hari, belum dikenakan denda sebesar

Rp40.699.560,00 (44 x 1/1000 x Rp924.990.000,00).

Kondisi di atas tidak sesuai dengan: a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara, pasal 3 ayat (1) antara lain menyebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan; b. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara, pasal 21 ayat (1) menyebutkan bahwa pembayaran atas beban APBN atau APBD tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima;

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

41

c. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tanggal 15 Oktober 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, pada pasal 75 ayat (7) menyebutkan bahwa pembayaran atas tagihan yang dibebankan APBD tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima; d. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, pada pasal 66 ayat (1) menyebutkan bahwa penerbitan SPM tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima kecuali ditentukan lain dalam peraturan perundang-undangan; e. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tanggal 3 November 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, pasal 37 yang menyatakan bahwa bila terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan akibat kelalaian penyedia /jasa, maka yang bersangkutan dikenakan denda keterlambatan sekurang-kurangnya satu perseribu per hari dari nilai kontrak; f. Kontrak Pekerjaan Nomor 602./I-6.1-BPT/PK/422.204/2007 tanggal 9 Nopember 2007, pasal 9 yang menyatakan bahwa keterlambatan penyelesaian/penyerahan pekerjaan dari jangka waktu yang telah ditetapkan dalam perjanjian ini, akan dikenakan denda/sanksi sebesar 1 perseribu untuk setiap hari keterlambatan dengan maksimum 5% dari jumlah harga borongan.

Pembayaran terhadap kegiatan yang belum selesai mengakibatkan: a. Realisasi belanja modal-gedung disajikan lebih tinggi (overstated) sebesar Rp924.990.000,00; b. Penerimaan atas denda keterlambatan sebesar Rp40.699.560,00 tertunda.

Hal tersebut disebabkan oleh: a. Kesengajaan dari pemimpin kegiatan dan rekanan untuk mencairkan dana kegiatan pembangunan masjid sebelum pekerjaan selesai; b. Ketidakcermatan pengguna anggaran dalam mengawasi pelaksanaan kegiatan dalam lingkup satuan kerjanya.

Atas permasalahan tersebut, Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga menyatakan bahwa: a. Kegiatan masjid sebagai tempat peribadatan tetap berjalan sehingga pelaksanaan pekerjaan tidak dapat berjalan secara maksimal; b. Adanya permintaan perubahan warna dan motif kubah oleh Takmir masjid, sehingga material yang sudah terlanjur dikirim terpaksa harus dikembalikan untuk diganti

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

42

material baru sehingga pemesanan warna dan motif baru diperlukan waktu yang cukup lama karena harus memesan lagi (inden) pada pabrikan; c. Pada saat material pengganti/baru sudah datang curah hujan sangat tinggi sehingga kegiatan pabrikasi/pengelasan rangka kubah tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar : a. Menegur Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga untuk memperbaiki pengawasan dalam lingkup satuan kerjanya; b. Menarik denda sebesar Rp40.699.560,00 dari PT. CB dan menyetorkannya ke Kas Daerah.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

43

12. Pembebanan belanja hibah kepada Persatuan Sepakbola Kota Batu (Persikoba) sebesar Rp3.600.000.000,00 pada belanja bantuan sosial tidak tepat

Pemerintah Kota Batu melalui Sekretariat Daerah dalam Tahun Anggaran 2007, menganggarkan Belanja Bantuan Sosial Organisasi Kemasyarakatan pada rekening 1.20.03.00.00.5.1.5.01.01 sebesar Rp13.063.000.000,00, dan telah terealisasikan sebesar Rp10.995.704.000,00. Dari realisasi tersebut, terdapat pemberian bantuan sosial untuk Persatuan Sepakbola Kota Batu (Persikoba), baik Persikoba Senior maupun Persikoba Yunior sebesar Rp3.600.000.000,00, dengan rincian untuk Persikoba Senior sebesar Rp3.300.000.000,00, sedangkan Persikoba Yunior mendapat bantuan sebesar Rp300.000.000,00. Adapun rincian realisasi pemberian bantuan sosial tersebut, adalah sebagai berikut.
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. TANGGAL 08/02/2007 02/03/2007 14/03/2007 15/03/2007 01/05/2007 11/05/2007 24/05/2007 17/07/2007 26/12/2007 JUMLAH SP2D NOMOR 0155/II/SP2D/LS/2007 0063/III/SP2D/LS/2007 0160/III/SP2D/LS/2007 0169/III/SP2D/LS/2007 0099/V/SP2D/LS/2007 0191/V/SP2D/LS/2007 0309/V/SP2D/LS/2007 0274/VII/SP2D/LS/2007 1507/XII/SP2D/LS/2007 URAIAN Bantuan kepada Persikoba Bantuan kepada Persikoba Bantuan kepada Persikoba Bantuan kepada Persikoba Bantuan kepada Persikoba Bantuan kepada Persikoba Bantuan kepada Persikoba Bantuan kepada Persikoba Bantuan kepada Persikoba JUMLAH (Rp) 500.000.000,00 650.000.000,00 350.000.000,00 600.000.000,00 300.000.000,00 400.000.000,00 500.000.000,00 200.000.000,00 100.000.000,00 3.600.000.000,00

Realisasi pemberian bantuan sosial kemasyarakatan kepada Persikoba sebesar Rp3.600.000.000,00 membebani APBD Kota Batu karena dilakukan secara terus menerus dari tahun-tahun sebelumnya. Realisasi tersebut merupakan 32,74 % dari total Belanja Bantuan Sosial Organisasi Kemasyarakatan. Bantuan dimaksud akan lebih bermanfaat jika diberikan kepada organisasi masyarakat yang lebih memerlukan. Pembebanan pemberian bantuan kepada Persikoba tersebut tidak tepat dibebankan pada belanja bantuan sosial, karena belanja bantuan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bantuan tersebut seharusnya dibebankan pada belanja hibah, karena sudah jelas peruntukannya. Namun, belanja hibah harus disertai dengan naskah perjanjian antara yang memberi dan menerima hibah.

Kondisi ini tidak sesuai dengan: a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara, pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif,

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

44

efisien. kepatutan. serta Tim Anggaran tidak memahami penyusunan anggaran belanja hibah dan belanja bantuan sosial.000.00 sehingga mengurangi kemampuan daerah dalam membiayai pelayanan kepada masyarakat.00. 4) Pasal 45 ayat (1) yang menyatakan bahwa bantuan sosial sebagaimana dimaksud dalam pasal 37 huruf e digunakan untuk menganggarkan pemberian bantuan dalam bentuk uang dan/atau barang kepada masyarakat yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. dan manfaat untuk masyarakat. Atas permasalahan tersebut. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. transparan. efektif. taat pada peraturan perundang-undangan.600. Hal tersebut disebabkan adanya kebijakan mantan Walikota untuk memberikan bantuan sosial tanpa memperhatikan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan daerah dan ketentuan yang berlaku. b.000.000. b. dan kelompok masyarakat/ perorangan yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan. barang dan/atau jasa kepada pemerintah atau pemerintah daerah lainnya.000.00 dan belanja hibah disajikan lebih rendah (understated) sebesar Rp3.000. ekonomis. pada: 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib.transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.000. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menyatakan bahwa untuk yang akan datang akan memperhatikan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 dan peraturan perundang-undangan yang terkait. Permasalahan tersebut mengakibatkan: a. Memboroskan keuangan daerah sebesar Rp3. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 45 . 3) Pasal 44 ayat (1) yang menyatakan bahwa belanja hibah sebagaimana dimaksud dalam pasal 42 bersifat bantuan yang tidak mengikat/tidak secara terus menerus dan harus digunakan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam naskah perjanjian hibah daerah. 2) Pasal 42 ayat (1) yang menyatakan bahwa belanja hibah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf d digunakan untuk menganggarkan pemberian hibah dalam bentuk uang. Realisasi belanja bantuan sosial disajikan lebih tinggi (overstated) sebesar Rp3.600.600.

c.Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar: a. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 46 . Menghentikan pemberian bantuan sepak bola pada Tahun Anggaran 2008 dan berikutnya. Memperingatkan merealisasikan Pengguna belanja Anggaran supaya dalam menganggarkan sepak dan bola bantuan keuangan untuk organisasi mempertimbangkan/mempedomani ketentuan yang berlaku. Menegur Tim Anggaran yang dalam menyusun anggaran belanja bantuan sosial dan belanja hibah tidak mempedomani ketentuan yang berlaku. b.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.00 5.00 19. yang berasal dari Puskesmas Batu.13.000. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara. No 1 2 3 4 Asal Penerimaan Puskesmas Batu Puskesmas Beji Puskesmas Bumiaji Puskesmas Junrejo JUMLAH Penerimaan (Rp) 24. b.00 77.000. belanja daerah dan pembiayaan dianggarkan secara bruto dalam APBD.237. pada pasal 16 ayat (3) yang menyatakan bahwa penerimaan satuan kerja perangkat daerah tidak boleh digunakan langsung untuk membiayai pengeluaran.000.000.00 12.000.498. tidak disetor langsung ke Kas Daerah tetapi disetor ke Dinas Kesehatan.500.00 17. c. pada : 1) Pasal 122 ayat (3) yang menyatakan bahwa penerimaan SKPD dilarang digunakan langsung untuk membiayai pengeluaran.00 55. Pendapatan retribusi kesehatan dari Puskesmas digunakan langsung sebesar Rp21.000. Dinas Kesehatan menyetorkan ke Dinas Pendapatan untuk selanjutnya disetorkan ke Kas Daerah.000.000. 2) Pasal 59 ayat (1) yang menyatakan bahwa penerimaan SKPD yang merupakan penerimaan daerah tidak dapat dipergunakan langsung untuk pengeluaran.189.00 8.00 Permasalahan di atas tidak sesuai dengan : a.053.664.500. Keempat Puskesmas tersebut setelah menerima retribusi dari masyarakat.012.00 Disetor (Rp) 16.00 6.00 Selisih (Rp) 7.783.00 27.500.00.440. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan.000. Retribusi yang tidak disetor tersebut digunakan langsung untuk kegiatan operasional sehari-hari. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Berdasarkan pemeriksaan terhadap laporan penerimaan pada empat puskesmas.652. retribusi kesehatan yang diperoleh sebesar Rp77.613.691. Puskesmas Bumiaji dan Puskesmas Junrejo.000.455.451.500.00 21.691.020. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 47 . Puskesmas Beji.500.000. Kemudian. sebagai berikut. pada : 1) Pasal 17 ayat (3) yang menyatakan seluruh pendapatan daerah.00 7. diketahui bahwa penerimaan tersebut tidak disetor keseluruhan.500.00 Pada Tahun Anggaran 2007.00 1.189. Perhitungan penerimaan dari keempat puskesmas selama Tahun 2007 yang disetor ke Dinas Kesehatan.995.

2) Pasal 189 ayat (1) yang menyatakan bahwa Bendahara Penerimaan wajib menyelenggarakan penatausahaan terhadap seluruh penerimaan dan penyetoran atas penerimaan yang menjadi tanggung jawabnya. Keadaan di atas mengakibatkan: a. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 48 . Kondisi di atas disebabkan : a. Membuka peluang terjadinya penyalahgunaan atas penerimaan daerah yang tidak dilaporkan. Realisasi pendapatan retribusi dan belanja barang disajikan lebih rendah (understated). b. b. Atas permasalahan di atas Kepala Dinas Kesehatan menyatakan bahwa untuk Tahun Anggaran 2008 Dinas Kesehatan akan mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2006. SKPD tidak memahami ketentuan yang berkaitan dengan pelaporan pendapatan dan belanja. Kurangnya pengawasan atas penggunaan biaya operasional. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar menegur secara tertulis kepada Kepala Dinas Kesehatan yang tidak mempedomani ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan penerimaan daerah.

000.000.000.000.000.000. diketahui bahwa terdapat penggunaan dana bantuan keuangan sebesar Rp64. adalah sebagai berikut.00 x 25 kursi).000.000.000.000.00 20.Bantuan Keuangan Partai Politik sebesar Rp64.000.000. Realisasi belanja bantuan keuangan untuk masing-masing Partai Politik sesuai jumlah kursi di DPRD.000.00 80.000.01) yang diberikan kepada Partai Politik sebesar Rp500.000.305.00.00 20.00 20.000. Hal ini berdasarkan Keputusan KPU Nomor 270/101/KPU Batu/2006 tentang Perolehan Kursi Partai Politik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batu pada Pemilu Anggota Legislatif.000.00 20.00 20.000.00 40.00 SP2D No 0189/VIII/SP2D/LS/2007 0183/VIII/SP2D/LS/2007 0185/VIII/SP2D/LS/2007 0187/VIII/SP2D/LS/2007 0190/VIII/SP2D/LS/2007 0182/VIII/SP2D/LS/2007 0186/VIII/SP2D/LS/2007 0188/VIII/SP2D/LS/2007 0184/VIII/SP2D/LS/2007 0211/XII/SP2D/LS/2007 Tgl 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 07/12/2007 Berdasarkan penelusuran atas laporan pertanggungjawaban dari tiap-tiap partai politik.00 80. diketahui bahwa di Pemerintah Kota Batu terdapat 10 partai politik dengan 25 kursi.000.000.305. Total Belanja Bantuan Sosial Organisasi Kemasyarakatan (1.00 20. Realisasi belanja bantuan sosial .000. Bantuan tersebut diberikan secara proporsional kepada Partai Politik yang mendapatkan kursi di lembaga perwakilan rakyat.000.000.00 20.20.00 500.000.00 100. Pemerintah Kota Batu memberikan bantuan kepada Partai Politik sebesar Rp20.000.000.000.000.000.20 1.00 20.00 20.000.000.5.000. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Partai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Golkar Partai Demokrat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Damai Sejahtera (PDS) PNI Marhaenisme Partai Serikat Indonesia (PSI) Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) Jumlah Perolehan Kursi 5 5 4 4 2 1 1 1 1 1 25 Bantuan (Rp) 20.5.000. Adapun penggunaan dana yang tidak disertai dengan bukti yang lengkap untuk tiap partai politik.00 20.000.00 Jumlah (Rp) 100.00 20.000.000. Hasil pemeriksaan atas realisasi Belanja Bantuan Keuangan pada Badan Kesbanglinmas.00.03.000.00 untuk tiap kursi.00 20.000.000.000.00 tidak didukung dengan bukti yang lengkap Pada Tahun Anggaran 2007.1.00 20.00 tidak disertai dengan bukti yang lengkap.00 (Rp20.00 20.000.000. adalah sebagai berikut. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 49 .000.000.01.000.000.000.000.000.14.000.

pada pasal 61 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih.305.00 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. Hal tersebut tidak sesuai dengan: a.00 375.00 64.00 Jumlah Penggunaan bantuan keuangan secara rinci dari tabel di atas dapat dilihat pada Lampiran 3. 1 2 3 4 5 Nama Partai Politik Partai Golkar Partai Demokrat Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Damai Sejahtera (PDS) PNI Marhaenisme Bukti Tidak Lengkap (Rp) 55.930. c. efisien. efektif.305. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 50 .000. ekonomis.400.000.No. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.00 3. Hal tersebut disebabkan pengawasan yang lemah dari pengurus partai dan kurangnya pemahaman bahwa setiap pengeluaran uang harus dilengkapi dengan bukti yang memadai agar pengeluaran tersebut benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.100.500. transparan. Pengeluaran yang tidak didukung bukti memadai mengakibatkan realisasi belanja bantuan sosial sebesar Rp64. pada: 1) Pasal 132 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah.000.00 2. pasal 3 ayat (1) menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib.000.00 tidak dapat diyakini kewajarannya. taat pada peraturan perundang-undangan.000.000. 2) Pasal 132 ayat (2) yang menyatakan bahwa bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapat pengesahan oleh pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas kebenaran material yang timbul dari penggunaan bukti dimaksud. b.000.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 51 . Kepala Kesbang dan Linmas setuju jika terdapat kekurangpahaman dari Bendahara dan Ketua Parpol dalam penggunaan dan pelaporan bantuan tersebut.Atas permasalahan tersebut. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar memerintahkan pengurus partai politik mempertanggungjawabkan bantuan keuangan dilampiri dengan bukti-bukti yang lengkap. hal ini dikarenakan pihak-pihak tersebut kurang proaktif dalam masalah ini.

dana DAK Bidang Pendidikan dikategorikan menjadi dua.000 100 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 52 . Pengadaan sarana pendidikan dan sarana perpustakaan mencakup pengadaan alat peraga pendidikan. Rehabilitasi dan Peningkatan Mutu.000 % 24 B 76 ± 36. b.000. Bahasa Indonesia. Sains. maka ditetapkan sebanyak 37 sekolah sebagai penerima dana DAK tersebut. Sekolah penerima DAK diwajibkan melaksanakan semua komponen kegiatan di atas sebagai satu kesatuan yang utuh. Pengadaan alat peraga pendidikan (IPBA. CD interaktif dan alat elektronika TOTAL Biaya (Rp) 79.020.000 69.15. Pengadaan buku referensi (Fisika.020.000. Adapun kegiatannya meliputi dua komponen. Sesuai dengan kondisi sekolah yang ada. IPS. buku pengayaan jenis pengetahuan (panduan anti narkoba. Dari hasil proposal yang dikirimkan oleh masing-masing sekolah dan survey yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan. printer. b. dengan rincian sebagai berikut. Panduan Olimpiade IPA dan Matematika.020. Pemerintah Kota Batu mendapatkan DAK bidang pendidikan untuk kategori II karena pada kategori ini diperuntukkan bagi Kabupaten/Kota atau sekolah yang sudah tidak memerlukan lagi program rehabilitasi sekolah.020. dan sarana multimedia serta alat elektronika.000 269. Pengadaan Meubelair Perpustakaan Pengadaan Sarana Pendidikan dan Sarana Perpustakaan 1.000. yaitu : a.994. Pengadaan buku pengayaan jenis keterampilan. buku panduan ICT dan buku bacaan fiksi) 3. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari dana APBN. Kit Matematika.000. Pembebanan Belanja Modal Peralatan dan Mesin dan Belanja Modal Aset Lainnya pada Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp7. UPS. KIT IPA dan KIT Bahasa Inggris).000 190. No A Kegiatan Perpustakaan dan Meubelair (IKK Kota Batu : 1.000 ± 28.000 ± 99. Peningkatan Mutu.000. active speaker. Pada Tahun Anggaran 2007 ini.00. ditentukan bahwa masing-masing sekolah penerima DAK untuk Pemerintah Kota Batu mendapatkan dana sebesar ruang perpustakaan dan mengadakan meubelair Rp269. yaitu : a. buku pengayaan. Ensiklopedia Matematika dan Ensiklopedia IPTEK).038. Kamus Bahasa Indonesia.000 10. Pengadaan komputer. buku bacaan budi pekerti. Atlas Propinsi + CD Interaktif.00 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak tepat Pada Tahun Anggaran 2007. Merehabilitasi/membangun perpustakaan. 4.000. buku bacaan sastra/bahasa. 2. buku referensi.317) 1.000 ± 27.399. Rehabiliatasi/Pembangunan Ruang Perpustakaan 2. Sesuai dengan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Penjabarannya.000.

000 3.740. diketahui bahwa anggaran alokasi dana DAK sebesar Rp9.000. taat pada peraturan perundang-undangan.perpustakaan) Meubelair Alat Peraga Komputer Wireless SS Buku Pengayaan Buku Referensi Sisa Dana TOTAL Klasifikasi Akun Pada Neraca Gedung dan Bangunan Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin Aktiva Tetap Lainnya Aktiva Tetap Lainnya Jumlah (Rp) 2.088.2.00 (Rp269. diketahui bahwa tidak semua DAK dialokasikan untuk Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Gedung Kantor. pada pasal 3 ayat (1) yang menyebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. Hasil pemeriksaan atas Surat Pertanggungjawaban (SPJ) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.953. Permasalahan tersebut tidak sesuai dengan: a.00 x 37 sekolah).00 (10%) berasal dari dana APBD.000.553.374.000 1. b.01.953.01).126.800 370.00 (realisasi 100%) untuk Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/ Pembelian Gedung Kantor. yaitu Pembangunan Gedung Perpustakaan dan Kelengkapannya (kode rekening 1.188 387. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara.000.020.162 9. pada : 1) Pasal 53 ayat (1) yang menyatakan bahwa belanja modal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 huruf c digunakan untuk pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian/pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari 12 (duabelas) bulan untuk digunakan PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 53 .100 1.26. Penelusuran lebih lanjut atas SPJ pada masing-masing penerima DAK. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. dengan rincian sebesar Rp8.740.953.684.Berdasarkan hasil pemeriksaan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.748. digunakan untuk Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Gedung Kantor.423.288.01. efektif.00 (90%) berasal dari dana APBN.3.894.366.000. No 1 2 3 4 5 6 7 8 Penggunaan Dana Fisik (pemb.000 580.000. efisien.958. diketahui bahwa dana DAK telah direalisasikan sebesar Rp9. ekonomis.16.802. dan sebesar Rp995.750 12.5.41.733.000 Dari tabel di atas.000.740. diketahui bahwa penggunaan dana untuk 37 sekolah dialokasikan sebagai berikut.

peralatan dan mesin.dalam kegiatan pemerintahan.953.00+Rp1.684.100. b. gedung dan bangunan.000.800.126.VIII tentang kode rekening belanja daerah.894.733.00+Rp387.00-Rp2.772. dan aset tetap lainnya.00). Atas permasalahan tersebut. Belanja modal aset tetap lainnya disajikan lebih rendah (understated) sebesar Rp4.000. Keadaan tersebut mengakibatkan : a.00+Rp1.994.00).750.188. irigasi dan jaringan.088.000.288. Masalah di atas disebabkan Tim Anggaran kurang memahami penyusunan anggaran terutama dalam pengelompokan Belanja Modal Gedung dan Bangunan.740.162. Kepala Bagian Keuangan akan memperhatikan dan selanjutnya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan koreksi sesuai dengan pengelompokannya di neraca. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 54 .553.627.00 (Rp370. Belanja modal peralatan dan mesin disajikan lebih rendah (understated) sebesar Rp2.188.00 (Rp9. seperti dalam bentuk tanah.748.038.928.000. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar memerintahkan Tim Anggaran supaya dalam menyusun Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) mengelompokkan Belanja Modal sesuai dengan klasifikasinya.065. 2) Lampiran A.399.00 (Rp3. c.00-Rp12.00). jalan. Belanja Modal Peralatan dan Mesin Belanja Modal Aset Tetap Lainnya. Belanja modal gedung dan bangunan disajikan lebih tinggi (overstated) sebesar Rp7.000+Rp580.802.850.423.

000 754.200.000. belum pernah melakukan cek fisik pada barang-barang yang berada pada tiap satuan kerja.660.00 Pemeriksaan atas laporan aktiva dari beberapa Satuan Kerja.650.000. Dinas Kebersihan dan Pertamanan 1.700.000 1.100.000 200.720 4.000 1.000 265.000 31. juga aktiva yang hilang.16. Aset Peralatan dan Mesin yang rusak dan hilang belum dilakukan penghapusan minimal senilai Rp722.000 250.000 2. Unit Kerja Bagian Ekbang Bagian Pemerintahan Nama Barang Almari berkas Almari papan geser Printer Printer Kompor gas Wastafel Kompor gas Monitor Monitor Container Container Container HT Kenwood Jas hujantebal/ Mantel tebal Toyota Pick Up (R4) Kereta gerobak sampah Armroll Isuzu Printer Printer Printer Komputer + printer Suzuki Carry Tandon air Komputer Printer Brankas Kursi dan meja tamu Kursi lipat Kursi pimpinan Kursi tunggu Kotak pengaduan Sepeda Motor (Yamaha RXS)-2003 Tahun 2004 2002 2003 2005 2003 1998 2003 2003 2004 2003 2004 2005 2003 2006 1982 2003 1998 2002 2002 2002 2003 2002 2003 2002 2004 2003 2001 2004 2004 2004 2004 1996 Jml 4 1 2 2 1 1 1 1 1 2 19 2 5 10 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 5 1 1 40 1 2 1 1 Rusak berat (Rp) 19.920. No. Dinas Kesehatan 9. diketahui bahwa terdapat aktiva yang rusak berat dan tidak bisa digunakan lagi. 2.000 1.000.660.348.000 785. Kec Junrejo PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 55 . Sedangkan untuk aktiva yang hilang.000 4. Bagian Perlengkapan Cabang Dinas Pendidikan Batu Dinas Infokom & Perpustakaan 6.000 8.100.250.359.000 2. 4.000 28.000 64.560 4. semua hanya berdasarkan pada laporan dari Satuan Kerja.000.000 150.000 1. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kec Bumiaji 12.000.018 7.000.000 5. Dinas Pariwisata Dinas Pendapatan 10.000 200.100.000 1.980.000 4.000.957.430. 9.600.500. sehingga tidak mengetahui secara pasti barang-barang yang rusak.550 3.000 70.000.000 Hilang (Rp) 3. 11. Bagian Perlengkapan selaku pengelola aset. 1.000 1.000 300. 5.000 4.500. semua sudah dilampiri dengan bukti lapor dari kepolisian setempat.000 7.000 610.

000 100.000.895.000 300.000 2. dibuktikan dengan Surat Tanda Bukti Lapor Nomor K/LP/032/III/2003/BLB untuk sepeda motor.200.000 1.200.No.032.000 7. Hal ini. 13. SDN Ngaglik 4 19. SDN Gunungsari 1 SDN Ngaglik 2 18. SDN Pesanggrahan 1 SDN Sidomulyo 3 SDN Sisir 3 SDN Sisir 5 SDN Sumberejo 1 SDN Sumberejo 2 25. dan Surat Tanda Bukti Lapor Nomor STP/30/X/2006/POLSEK untuk mobil yang hilang. SDN Torongrejo 2 SMK Negeri 3 Departemen Agama JUMLAH Mesin ketik Meja tulis guru Almari piala Almari kantor Alat olah raga Bangku sekolah Piano Organ/Electone Meja murid Kursi murid Bangku murid Bangku murid Mesin ketik manual Mesin ketik Printer Komputer Bangku sekolah Rak buku Tape recorder Kakulator Jam dinding Microfon Salon Tape deck Buku Bhs.000 400.125. 27.348 136.000 15. 20.000 7.000 750. 23.000 200.000 150.000 250.250. SDN Bulukerto 2 SDN Giripurno 1 16.000 40. sedangkan untuk HT merk Kenwood type 234 Nomor seri 50800157 telah dilaporkan PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 56 .500.500.000 1.500.000 250.000 450.000 1.000 589.050. Unit Kerja Puskesmas Batu Nama Barang Meja tulis Jak roll Almari obat Freezer PCW 20 EK Refrigerator RCW 50 EK Tahun 2004 2004 2004 1988 2001 1992 2002 2000 1992 2000 1998 1985 1985 1999 1993 1981 1997 1990 1984 2004 2002 2000 1975 1995 1985 1998 1990 1990 1990 1990 1985 1985 1988 2004 2004 2004 2001 1990 2004 1989 2002 Jml 9 11 12 1 1 1 7 1 1 1 50 1 1 43 21 25 10 1 1 1 1 102 1 1 1 1 4 1 1 1 1 1 1 9 11 12 1 10 1 1 1 478 14.000. 15.000 5. 21.000 1.000 13.000 Hilang (Rp) 66.000 250.200.000 300. 28.250.680.000 300. telah melaporkan aset yang hilang kepada kepolisian setempat pada saat peristiwa tersebut terjadi.300. 24.100 Rusak berat (Rp) 13.000 1.000 2.500 795. Indonesia Buku IPA Buku Matematika Mesin ketik Almari Meja guru Kursi guru Radio tape Papan tulis Dispenser Gitar Mobil-Suzuki ST.277.000 4.000 15. 22.000 300. 17.290.000 13. SDN Temas 3 26.000 350.000 6.000 800.000 200.000 Penanggung jawab masing-masing aktiva.200.000 400.000 13.000 140.000 500.250.000 15.

(b) Dapat Diverifikasi (verifiability) Informasi yang disajikan Dalam laporan keuangan dapat diuji. hasilnya tetap menunjukkan simpulan yang tidak berbeda jauh. ekonomis. Pertimbangan PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 57 . Neraca. tetapi jika hakikat atau penyajiannya tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan.POL: LP/KH/1463/XII/2004/POLSEK. serta dapat diverifikasi. b. dan Catatan atas Laporan Keuangan. menyajikan setiap fakta secara jujur. Ketidakpastian seperti itu diakui dengan mengungkapkan hakikat serta tingkatnya dengan menggunakan pertimbangan sehat dalam penyusunan laporan keuangan. c) Paragraf 52 yang menyatakan bahwa faktor pertimbangan sehat bagi penyusun laporan keuangan diperlukan ketika menghadapi ketidakpastian peristiwa dan keadaan tertentu. taat pada peraturan perundang-undangan. efisien. dan apabila pengujian dilakukan lebih dari sekali oleh pihak yang berbeda. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: a. Laporan Arus Kas. Informasi mungkin relevan. transparan. b) Paragraf 51 yang menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan dengan wajar Laporan Realisasi Anggaran. (c) Netratitas Informasi diarahkan pada kebutuhan umum dan tidak berpihak pada kebutuhan pihak tertentu. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. efektif.oleh Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Batu dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Kehilangan Barang/Surat No. pada: 1) Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan: a) Paragraf 35 menyatakan bahwa informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material. Informasi yang andal memenuhi karakteristik: (a) Penyajian Jujur Informasi menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. pada pasal 3 ayat (1) yang menyebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.

pada bab XI: 1) Pasal 53 butir b yang menyatakan bahwa penghapusan barang milik daerah meliputi penghapusan dari Daftar Barang Milik Daerah.sehat mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan prakiraan dalam kondisi ketidakpastian sehingga aset atau pendapatan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban tidak dinyatakan terlalu rendah. 2) PSAP 07 a) Definisi aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh. c. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 58 .00 tidak wajar. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. penggunaan pertimbangan sehat tidak memperkenankan. pembentukan cadangan tersembunyi. termasuk sumber daya nonkeuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. Hal ini mengakibatkan penyajian aset peralatan dan mesin senilai Rp722. Namun demikian. b) Aset tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum Biaya perolehan adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diberikan untuk memperoleh suatu aset pada saat perolehan atau konstruksi sampai dengan aset tersebut dalam kondisi dan tempat yang siap untuk dipergunakan.957. 2) Pasal 54 ayat (2) yang menyatakan bahwa penghapusan barang milik daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 53 (b) dilakukan dalam hal barang milik daerah dimaksud sudah beralih kepemilikannya. terjadi pemusnahan atau karena sebab-sebab lain. 3) Pasal 54 ayat (3) yang menyatakan bahwa penghapusan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan dengan Keputusan Kepala Daerah. sehingga laporan keuangan menjadi tidak netral dan tidak andal. atau sengaja mencatat kewajiban atau belanja yang terlampau tinggi. serta dapat diukur dalam satuan uang. baik oleh pemerintah maupun masyarakat.348. misalnya. sengaja menetapkan aset atau pendapatan yang terlampau rendah.

Permasalahan tersebut disebabkan Kepala Dinas terkait belum mengajukan Surat Usulan Penghapusan barang daerah yang hilang kepada Bagian Perlengkapan. sedang dalam proses penanganan tuntutan ganti rugi oleh Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (MP-TPTGR). Menegur secara tertulis Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (MP-TPTGR). Untuk barang yang hilang. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 59 . Atas permasalahan tersebut. b. namun untuk melakukan penghapusan belum bisa dilaksanakan karena belum ada Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Barang Daerah. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar : a. Membuat Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Barang Daerah. Kepala Bagian Perlengkapan menjelaskan bahwa selaku pengelola aset telah melakukan pengecekan atas aktiva yang rusak. c. supaya melaksanakan tugas dan fungsinya secara lebih optimal sesuai ketentuan yang berlaku. Memerintahkan secara tertulis agar setiap Kepala SKPD segera mengajukan Surat Usulan Penghapusan barang daerah yang rusak dan hilang.

000. efisien. Aktiva yang hilang senilai Rp72.00 Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: a.980. transparan. 2) Pasal 85 ayat (2) yang menyatakan bahwa setiap pihak yang mengakibatkan kerugian daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikenakan sanksi administratif dan/atau sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundangundangan.000. setelah mengetahui bahwa dalam kementerian negara/lembaga/satuan kerja perangkat daerah yang bersangkutan terjadi kerugian akibat perbuatan dari pihak mana pun. diketahui terdapat beberapa aktiva milik Pemkot Batu yang belum dilakukan tuntutan ganti rugi oleh Majelis Pertimbangan Tuntutan Ganti Rugi hingga saat pemeriksaan berakhir. DKP HT Kenwood Type 234 2003 1.700.000. efektif. taat pada peraturan perundang-undangan. yaitu: No 1. pada pasal 3 ayat (1) menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. Departemen Agama JUMLAH Mobil N 332 KP 2002 66. pada: 1) Pasal 85 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap kerugian daerah akibat kelalaian. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 60 . Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara.000. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara pada pasal 59 ayat 3 yang menyatakan bahwa setiap pimpinan kementerian negara/lembaga/kepala satuan kerja perangkat daerah dapat segera melakukan tuntutan ganti rugi.000.000. ekonomis.680.00 belum dilakukan Tuntutan Ganti Rugi Berdasarkan pemeriksaan atas laporan aktiva yang hilang. Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 17 Tahun 2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah bab XV. penyalahgunaan/pelanggaran hukum atas pengelolaan Barang Milik Daerah diselesaikan melalui tuntutan ganti rugi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.00 Hilang tgl 18 Desember 2007 72. c.00 Keterangan Hilang tgl 17 Maret 2003 2. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.680. Unit Kerja Kecamatan Junrejo Nama Barang Sepeda motor Nopol N 9886 FA Tahun 1996 Harga (Rp) 4. b.00 Hilang tgl 19 Desember 2004 3.17.

Menegur Badan Pengawasan yang tidak proaktif sehingga aktiva yang hilang tidak dapat diketahui secepat mungkin. N yang menghilangkan HT Kenwood Type 234 saat ini sedang dalam proses pemeriksaan. Kepala Badan Pengawasan menjelaskan bahwa Badan Pengawasan (Bawas) telah melakukan pemeriksaan terhadap Sdr. Hasil pemeriksaan ini telah disampaikan ke Walikota Batu untuk selanjutnya dapat diterbitkan tuntutan ganti rugi melalui Majelis TP-TGR. AS yang menghilangkan mobil Suzuki ST 100 pada tanggal 18 Desember 2007. S yang menghilangkan motor Yamaha RXS pada tanggal 17 Maret 2003 dan Sdr. Atas permasalahan tersebut. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 61 . Permasalahan tersebut disebabkan lambatnya Majelis Pertimbangan Tuntutan Ganti Rugi dalam menangani kerugian daerah. mengakibatkan tuntutan ganti rugi barang dapat menjadi kadaluwarsa jika telah lewat lima tahun setelah akhir tahun anggaran dimana kerugian daerah itu diketahui sehingga kerugian daerah menjadi tidak tertagih.Belum dilakukannya Tuntutan Ganti Rugi oleh Majelis Pertimbangan Tuntutan Ganti Rugi hingga saat ini. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar : a. b. Memerintahkan kepada Majelis Pertimbangan TP-TGR untuk segera memproses penyelesaian permasalahan yang mengakibatkan kerugian daerah. Sdr.

ekonomis.00 tidak sesuai Pemeriksaan yang dilakukan atas aktiva yang hilang yang sudah diproses di majelis TP/TGR.400. SK mengajukan Surat Permohonan Keringanan Ganti Rugi. selama Sdr. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara.600. Sedangkan pada bulan Juni 2007. Konfirmasi dengan Sdr. diketahui terdapat satu kendaraan dinas Pemerintah Kota Batu yang hilang. SK baru mengangsur sekali.600. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. yaitu pada tanggal 03 Juli 2007 sebesar Rp1. melalui Bend 17 Kasda pada Giro Umum Dinas Pemerintahan dengan Nomor rekening 0401002294. Penelusuran pada Kantor Kas Daerah. pada pasal 3 ayat (1) menyebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. efektif.000. namun pelaksanaan penggantian kerugian tidak sesuai ketentuan.00. Selain itu. Sdr. dan sudah ditetapkan nilai kerugiaannya oleh Walikota. Alasan mengajukan Surat Permohonan Keringanan Ganti Rugi.18. Pembayaran ketentuan Tuntutan Ganti Rugi sebesar Rp33. yang secara fisik kendaraan kurang baik karena pernah mengalami perbaikan body akibat kecelakaan berat. SK pada tanggal 19 Februari 2008 mengenai keterlambatan pengajuan Surat Permohonan Keringanan Ganti Rugi. Pada tanggal 28 Juli 2007. dengan cara mengangsur sebesar Rp1. Aktiva tersebut adalah sebuah mobil dinas dengan nopol N-9725-FA.400. Sdr. diketahui bahwa Keputusan Walikota mengenai Penetapan Ganti Rugi tersebut baru diterima pada bulan Mei 2007. karena penilaian harga mobil yang digunakan sebagai dasar penetapan ganti rugi tidak sesuai dengan kondisi mobil saat itu.013/2006 tentang Penetapan Ganti Rugi atas Kerugian terhadap hilangnya mobil dinas tersebut. SK (Kepala Bidang Pengembangan Dinas Pariwisata) sebagai penanggung jawab. a.00 per bulan selama dua tahun. taat pada peraturan perundang-undangan. diketahui bahwa Sdr. Sesuai dengan SK Walikota Nomor 180/161/KEP/422. diharuskan membayar ganti rugi sebesar Rp33. Sdr.000. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 62 . Permasalahan ini tidak sesuai dengan. efisien. SK menggunakan kendaraan dinas selalu digunakan untuk keperluan Dinas dan kepentingan stake holder pariwisata Kota Batu. transparan.000. SK masih harus menyelesaikan kewajiban berkaitan dengan kasus kepegawaian yang terjadi di Pemerintah Kota Batu.000.00. tetapi belum ada tanggapan dari Walikota.

wajib mengganti kerugian tersebut. Atas permasalahan tersebut.000.000. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan negara. c. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan keuangan daerah.00.000. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 63 . Masalah ini disebabkan : a.800. baik secara lisan maupun tertulis. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara pada pasal 59 ayat (2) yang menyatakan bahwa bendahara.00 (Rp1. akan diberikan lagi surat teguran secara tertulis.000.400. pegawai negeri sipil bukan bendahara. Hal ini mengakibatkan tertundanya penerimaan daerah minimal sebesar Rp18.400. Selanjutnya. wajib mengganti kerugian tersebut.200.00 (Rp1. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar memerintahkan Badan Pengawas untuk menagih pembayaran ganti rugi yang telah ditetapkan berdasarkan SK Walikota Nomor 180/161/Kep/422. SK. yaitu untuk Tahun 2007 sebesar Rp15. b. 2) Pasal 315 ayat (2) yang menyatakan bahwa bendahara. Majelis Pertimbangan Tuntutan Ganti Rugi tidak melakukan pemantauan terhadap penyelesaian kerugian daerah. Kepala Badan Pengawasan menjelaskan bahwa Badan Pengawas (Bawas) pernah melakukan teguran secara tertulis kepada yang bersangkutan (Sdr.000.400.00 x 2 bulan).013/2006. Badan Pengawas Daerah tidak pernah memberikan teguran kepada Sdr.00 x 11 bulan). pegawai negeri bukan bendahara. pada: 1) Pasal 315 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap kerugian daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. SK) untuk membayar ganti rugi secara mengangsur. dan Tahun 2008 sebesar Rp2.b.

Pekerjaan dilaksanakan oleh pihak ketiga dengan cara lelang. termasuk menginventarisirnya secara obyektif serta terintegrasi. Kegiatan Inventarisasi dan Penilaian Aset Daerah Aplikasi Simbada Jumlah Nama Rekanan PT.000.00. Kaca.150.600.19. dalam kegiatan ini melibatkan pihak ketiga yaitu lembaga yang independen di bidang profesi penilaian. Nomor / Tgl kontrak 027/05/PA/422.00. dan kegiatan Aplikasi Simbada sebesar Rp48.750. dilakukan pada tanggal 15 Agustus-24 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 64 .000.00 belum berjalan efektif Pada Tahun Anggaran 2005. Sehingga nilai dari kegiatan Inventarisasi dan Penilaian Aset Daerah menjadi sebesar Rp351.00.000. dirawat dan dilestarikan.000.000. diberdayakan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan-kepentingan Pemerintah Kota Batu. dalam realisasinya dibagi menjadi dua kegiatan. K A C A PT. dalam hal ini Pemerintah Kota Batu melalui proses lelang telah menunjuk PT.000.00 tidak efektif dan Aplikasi Simbada sebesar Rp248.000. 2. maka daerah harus memperhatikan terhadap pengelolaan aset daerah. Kegiatan Inventarisasi dan Penilaian Aset Daerah (Appraisal) Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Batu agar lebih profesional dalam mengelola aset pemerintah daerah. yaitu kegiatan Inventarisasi dan Penilaian Aset Daerah serta kegiatan Aplikasi Simbada. Bagian Perlengkapan merealisasikan Belanja Modal berupa pengadaan jasa inventarisasi dan penilaian aset daerah sebesar Rp697. Dengan rincian kegiatan Inventarisasi dan Penilaian Aset Daerah sebesar Rp48.250.000. optimal serta terpadu dalam pengelolaan keuangan.00.00.00 697.600. Salah satu cara yang efektif. yang pada akhirnya dapat digunakan.00 No 1.000. a. Pemeriksaan aset oleh pihak ketiga di lokasi.00 297.000.000. Sedangkan untuk kegiatan Aplikasi Simbada sebesar Rp248.000.000. Penyedia jasa untuk dua kegiatan tersebut adalah sebagai berikut. Kegiatan inventarisasi dan penilaian aset. M C C Dari Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2005 Nomor 13/R/XIV.022/2005 31 Agustus 2005 Nilai kontrak (Rp) 400.12/05/2006 tanggal 29 Mei 2006. Selain itu.400.00. efisien. diharapkan agar seluruh aset Pemerintah Kota Batu dapat dideteksi.000. Untuk itu.000. 022/2005 05 Agustus 2005 027/59/PA/422. diketahui bahwa terjadi kemahalan atas kegiatan tersebut sebesar Rp97. Pengadaan jasa appraisal sebesar Rp351.250. dan dapat memperoleh nilai wajar aset sebagai dasar penyusunan neraca awal. dan harus memunculkan nilai aktiva yang sebenarnya/wajar.

Kegiatan ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Batu TA 2005. Sedangkan Bagian Keuangan dalam menyajikan nilai aset dalam neraca. sehingga penyusunan ini berdasarkan aset pelimpahan dari Kabupaten Malang ditambah dengan belanja modal yang direalisasikan Tahun 2003. Bagian Perlengkapan bekerja sama dengan pihak ketiga yaitu PT. mesin-mesin dan peralatannya. dan dapat diselesaikan pada tanggal 29 Nopember 2005 sesuai dengan Berita Acara Penyerahan Kegiatan Aplikasi Simbada Pemerintah Kota Batu Nomor 027/53/BPP/422. Penyajian nilai aset pada Neraca Pemerintah Kota Batu adalah nilai aset yang diolah oleh Bagian Keuangan. Pemerintah Kota Batu bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Akuntansi dan Bisnis Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang. b. Aset Neraca Tahun 2005 versi bagian Perlengkapan didasarkan pada appraisal ditambah dengan pengadaan pada semester II Tahun 2005. Dalam proses penilaian ini. maka Pemerintah Kota Batu menggunakan aplikasi Simbada (Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah). M C C. Data aset yang dinilai adalah data aset sampai dengan 30 Juni 2005. PT. Kaca mengeluarkan laporan akhir dari pelaksanaan kegiatan ini. sarana pelengkap. menggunakan Metode Pendekatan biaya yang terdiri dari: a. Untuk penilaian tanah digunakan Pendekatan Data Pasar. yaitu dengan menambah saldo aset tahun sebelumnya dengan belanja modal yang direalisasikan pada tahun tersebut. Begitu juga untuk penyajian aset di tahun-tahun berikutnya. agar bisa disajikan sebagai dasar penyajian neraca yang memenuhi ketentuan Prinsip Akuntansi yang Diterima Umum. karena peranan Pusat Pengembangan Akuntansi dan Bisnis Universita Brawijaya Malang disini sebatas pada pengolahan data dan informasi yang berasal dari Pemerintah Kota Batu. kendaraan serta peralatan kantor digunakan Metode Biaya Pengganti Terdepresiasi. Kegiatan Aplikasi Simbada Dalam rangka mempermudah pencatatan dan pelaporan barang milik daerah. Dari hasil wawancara. dan keberadaannya dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Dalam penyusunan neraca. dalam penyusunan ini memang tidak dilakukan appraisal. Selanjutnya.022/2005. Dalam pengadaan kegiatan ini. diketahui bahwa hasil dari kegiatan ini hanya digunakan oleh Bagian Perlengkapan saja.September 2005. Untuk penilaian bangunan-bangunan. Sesuai dengan kewenangannya. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 65 . b. dengan kode rekening 2 01036 3250101 1. tetap menggunakan acuan neraca awal yang dibuat pertama kali pada Tahun 2003. sehingga semua inventaris dapat dikelola secara efektif dan efisien.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. Pada bulan Maret 2006. ada kerusakan software. aplikasi ini belum ada perbaikan sehingga tidak dapat digunakan. pada: 1) Pasal 29 ayat (1) yang menyatakan bahwa laporan barang milik daerah sebagaimana dimaksud pasal 28 ayat (3) digunakan sebagai bahan untuk menyusun neraca Pemerintah Daerah. taat pada peraturan perundang-undangan. Namun.Berdasarkan hasil wawancara. pasal 3 ayat (1) menyebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. pada PSAP 07: 1) Paragraf 28 menyatakan bahwa untuk keperluan penyusunan neraca awal suatu entitas. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. biaya perolehan aset tetap yang digunakan adalah nilai wajar pada saat neraca awal tersebut disusun. hingga tanggal pemeriksaan berakhir. hal ini mempersulit Bagian Perlengkapan dalam menginput data. telah dianggarkan untuk diperbaiki dan program untuk kodefikasi akan disesuaikan. Pada Tahun 2007. ekonomis. diketahui bahwa penggunaan aplikasi Simbada ini kurang lebih hanya satu tahun saja dengan kronologis sebagai berikut. Penyimpangan dari ketentuan ini mungkin dilakukan berdasarkan ketentuan pemerintah yang berlaku secara nasional. terjadi kerusakan hardware sehingga aplikasi Simbada ini tidak dapat digunakan. atas perolehan aset tetap baru. Adanya perubahan kodefikasi barang membuat program pada aplikasi Simbada ini tidak sesuai lagi dengan kondisi yang ada. Untuk periode selanjutnya setelah tanggal neraca awal. efisien. suatu entitas menggunakan biaya perolehan atau harga wajar bila biaya perolehan tidak ada. Permasalahan ini tidak sesuai dengan: a. transparan. 2) Pasal 30 menyatakan bahwa untuk memudahkan pendaftaran dan pencatatan serta pelaporan barang milik daerah secara akurat dan cepat sebagaimana PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 66 . b. efektif. Pada bulan Nopember 2005 terjadi serah terima aplikasi simbada yang kemudian dilanjutkan dengan training dalam beberapa minggu. 2) Paragraf 58 menyatakan bahwa penilaian kembali atau revaluasi aset tetap pada umumnya tidak diperkenankan karena Standar Akuntansi Pemerintahan menganut penilaian aset berdasarkan biaya perolehan atau harga pertukaran. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Bulan Nopember 2006. c. Sehingga. dan bulan April 2006 dapat digunakan lagi setelah ada perbaikan.

Atas permasalahan tersebut.600.00 atas kegiatan appraisal. Hal ini disebabkan belum adanya pemahaman dari pejabat-pejabat yang terkait tentang pentingnya pengelolaan barang milik daerah termasuk di dalamnya pencatatan dan pelaporan. Kepala Bagian Perlengkapan menjelaskan bahwa kegiatan inventarisasi dilakukan karena sebagian besar aset merupakan hasil penyerahan dari Kabupaten Malang. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar memerintahkan Bagian Perlengkapan untuk segera melakukan perbaikan baik hardware maupun software pada program Simbada agar pengelolaan aset dapat berjalan dengan baik dan akurat. b. Untuk kegiatan Simbada sudah dilaksanakan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.000. dimana harga perolehannya banyak yang tidak diketahui secara pasti serta didukung oleh aparatur yang kurang menguasai. mempergunakan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (SIMBADA). Kerusakan tersebut sudah diperbaiki namun belum bisa memberikan hasil yang optimal karena adanya perubahan aturan dan kode barang. Pelaksanaan pengelolaan aset menjadi tidak tertib. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 67 . sehingga pada Tahun 2005 dilaksanakan appraisal untuk mengetahui kekayaan daerah. Pemborosan keuangan daerah sebesar Rp351. dan hasil appraisal sudah disampaikan kepada Bagian Keuangan.dimaksud dalam pasal 2. namun software yang digunakan terjangkit virus yang mengakibatkan kerusakan sampai dua kali. pasal 27 dan pasal 28. Kondisi di atas mengakibatkan: a.

000 Petok D 4258 16/11/1987 50 Total Petok D 8 Kec.850 376.000 13 SHM 1374 22/04/1981 98 931.035 1. sumber Brantas Kec.000 2.00 belum bersertifikat atas nama Pemerintah Kota Batu Berdasarkan hasil pemeriksaan atas aset tanah. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot.000 Petok D 8.000. Diantaranya adalah tanah pengadaan Tahun 2005. Batu (2007) 355 2. Junrejo (2005) Petok D 250 75. Bumiaji Bengkok (2006) Total Tanah Bengkok Desa Oro-oro Ombo Kec.000 700.000 Pembangunan Kantor Koramil dan KUA kec.530.Sidomulyo Kec. Batu (2006) Kel.300 192.000 Total SHGB 9 Desa Punten Tanah Kec.240 1. 1 Desa Punten Kec. Sisir dan Kel.000 Pembangunan jalan di Kel. Sisir dan Temas PDAM Kota Batu Petok D 20. No. Bumiaji (2005) Desa Junrejo Kec.861. 355 200.324.865. Batu (2005) SHGB 917 23/07/2003 41.000 Pembangunan pasar hewan dan rumah potong hewan Pembangunan Kantor Kimpraswil Laboratorium Dinas KLH Pembangunan Kantor Kec. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot. Bumiaji (2006) Kel. Kec.000. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot.000 Pembangunan Kantor IPHI Kota Batu Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot karena anggaran sertifikasi belum dianggarkan dalam tahun ybs.000.000 225.000.567.000 12 SHM 337 318 26/07/1984 11/10/2001 655 750.750. Temas (2005) Ngesong.589. Bumiaji Keterangan Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot karena anggaran sertifikasi belum dianggarkan dalam tahun ybs Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot karena anggaran sertifikasi belum dianggarkan dalam tahun ybs.000.000 Pembangunan TPA Pembanguna limbah tahu Perluasan pembangunan Masjid An-Nur Batu Petok D 1. Ngaglik Kec. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot.481. Junrejo 3 4 5 6 7 Kel. Batu (2006) Bendo ds.20.125. Batu (2007) Kel.000.000 2 Petok D 250 500 137. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot.000 Perluasan Pembangunan Masjid An Nur PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 68 . Abdul Gani Atas Kel. dengan rincian sebagai berikut. diketahui bahwa aset tanah belum seluruhnya bersertifikat atas nama Pemerintah Kota Batu.600. Bumiaji 10 SHM 162 25/04/1988 4. Urut Lokasi Hak Sertifikat Nomor Tanggal Luas 2 (M ) Harga Perolehan Penggunaan Pembangunan Kantor Polsek Kec.000. Sisir Kec. Batu (2007) Petok D 10.000. Sisir Kec. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot.530.340 1.000 11 SHM 98 08/08/1981 2. Bumiaji (2006) Desa Giripurno Kec. Batu (2007) Jl.000 225. Aset Tanah sebesar Rp9.000 200. 2006 dan 2007.140 407. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot.887.000. Temas.

912. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara pada pasal 49 ayat (1) yang menyatakan bahwa barang milik negara/daerah yang berupa tanah yang dikuasai pemerintah pusat/daerah harus disertifikatkan atas nama Pemerintah Republik Indonesia/Pemerintah Daerah yang bersangkutan. c. dan perbedaan ini sulit ditelusuri. yang memberi wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberiannya oleh pejabat yang berwenang memberikannya atau dalam perjanjian dengan pemilik tanahnya. Sisir Kec. Songgokerto Kec.125 Rumah Sekda Batu dinas Kota Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot.324. pada pasal 33 ayat (1) yang menyatakan bahwa barang milik negara/daerah berupa Tanah harus disertifikatkan atas nama Pemerintah Republik Indonesia/Pemerintah Daerah. d. Batu (2007) SHM 143 09/09/1974 83 930. pada : PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 69 . dikarenakan terdapat perbedaan data aset tanah antara Bagian Keuangan dan Bagian Perlengkapan.100. Daftar aset tanah yang belum bersertifikat tersebut.315. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tanggal 14 Maret 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.14 Kel.861. Trunojoyo Kel. Mustari Kel. Batu (2007) Total SHM Grand Total SHM 1479 1480 06/09/2004 06/09/2004 432 848 Perluasan Pembangunan Masjid An-Nur Batu Perkantoran Pemkot Batu Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: a. belum termasuk aset tanah hasil pelimpahan dari Pemerintah Kabupaten Malang. Dalam proses sertifikasi hak pakai dan belum diserahkan ke Pemkot. b.000 SHM 3369 20/08/1984 231 8. yang bukan perjanjian sewa-menyewa atau perjanjian pengolahan tanah. 1. Sisir Kec.125 9. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tanggal 24 September 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.000.548.000 15 16 Jl.622 52.794. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. segala sesuatu asal tidak bertentangan dengan jiwa dan ketentuan-ketentuan Undang-Undang ini. pada pasal 41 ayat (1) yang menyatakan bahwa hak pakai adalah hak untuk menggunakan dan/atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh Negara atau tanah milik orang lain.317 549.125 7. Batu (2007) Jl.

b. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 70 . Keterbatasan anggaran untuk mensertifikatkan aset tanah dan bangunan atas nama Pemerintah Kota Batu. Menegur Tim Anggaran supaya memasukkan biaya seritifikasi hak pakai dalam APBD 2008 untuk aset tanah-tanah yang belum mempunyai sertifikat atas nama Pemerintah Kota Batu. proses sertifikasi ke BPN belum ditindaklanjuti karena masih dalam proses pemecahan petok-D. b. dan fungsi antara Bagian Perlengkapan. Meningkatkan koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memperlancar pemrosesan sertifikat tanah milik Pemerintah Kota Batu. Bagian Pemerintahan dan satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kota Batu mengenai sertifikasi. Hal tersebut disebabkan: a. melainkan menjadi tugas dan wewenang Bagian Perlengkapan. karena proses sertifikasinya bukan menjadi kewenangan Dinas Pertanahan. pengguna dan/atau kuasa pengguna wajib melakukan pengamanan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar : a. KUA Junrejo serta Kantor Depag Kota Batu. pokok. Adanya tumpang tindih tugas. untuk Kantor Koramil. 2) Pasal 45 ayat (2) huruf d yang menyebutkan bahwa pengamanan barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pengamanan hukum. jika terjadi sengketa kepemilikan tanah. belum dilakukan sertifikasi ke BPN karena kegiatan ini baru dianggarkan pada Tahun Anggaran 2008. Sedangkan pengadaan tanah untuk pembangunan jalan di Kelurahan Sisir dan Temas. Atas permasalahan tersebut. antara lain meliputi kegiatan melengkapi bukti status kepemilikan. Kepala Dinas Pertanahan menjelaskan bahwa masih dalam proses sertifikasi hak pakai atas nama Pemkot Batu.1) Pasal 45 ayat (1) yang menyebutkan bahwa pengelola. 3) Pasal 46 ayat (1) yang menyebutkan bahwa barang milik daerah berupa tanah harus disertifikatkan atas nama Pemerintah Daerah. Untuk pengadaan tanah yang dipergunakan untuk pembangunan Kantor Polsek Bumiaji. Barkaitan dengan aset yang berasal dari pelimpahan Kabupaten Malang yang belum disertifikasi hak pakai atas nama Pemkot Batu. Hal tersebut mengakibatkan melemahkan posisi Pemerintah Kota Batu.

000.000. Pemerintah Kota Batu memberikan bantuan kepada Partai Politik sebesar Rp20.00 20.000.00 20.20 1. adalah sebagai berikut.5. diketahui bahwa terdapat penggunaan dana bantuan keuangan sebesar Rp97.000.000.000.00 100.000.000.000.000.000.5.00 20.000.000.00 500. Realisasi belanja bantuan keuangan untuk masing-masing Partai Politik sesuai jumlah kursi di DPRD.000.00 20.000.100.000.00 x 25 kursi).000.000. Hal ini.00 80.000. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 71 .00 20. Hasil pemeriksaan atas realisasi Belanja Bantuan Keuangan pada Badan Kesbanglinmas.000.00 20.000.000. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Partai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Golkar Partai Demokrat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Damai Sejahtera (PDS) PNI Marhaenisme Partai Serikat Indonesia (PSI) Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) Jumlah Peroleha n Kursi 5 5 4 4 2 1 1 1 1 1 25 Bantuan per kursi (Rp) 20.00 untuk tiap kursi.00 Jumlah (Rp) 100.21.00 SP2D No 0189/VIII/SP2D/LS/2007 0183/VIII/SP2D/LS/2007 0185/VIII/SP2D/LS/2007 0187/VIII/SP2D/LS/2007 0190/VIII/SP2D/LS/2007 0182/VIII/SP2D/LS/2007 0186/VIII/SP2D/LS/2007 0188/VIII/SP2D/LS/2007 0184/VIII/SP2D/LS/2007 0211/XII/SP2D/LS/2007 Tgl 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 13/08/2007 07/12/2007 Berdasarkan penelusuran atas Laporan Pertanggungjawaban dari tiap-tiap Partai Politik.03.00 20.000.00 20.000.000.000.20.000.00.000.00 (Rp20.01.01) yang diberikan kepada Partai Politik sebesar Rp500.000.000. Bantuan tersebut diberikan secara proporsional kepada Partai Politik yang mendapatkan kursi di lembaga perwakilan rakyat.000.00 tidak tepat peruntukannya Pada Tahun Anggaran 2007.00 20. Adapun penggunaan dana yang tidak sesuai dengan ketentuan untuk tiap Partai Politik.000.000.00 40.00 20. adalah sebagai berikut.000.00.000.000.00 20.00 20.00 20.680.000.00 tidak tepat peruntukannya.000.000.100.000.000.000.00 20.000.000.000.000. Penggunaan Bantuan Keuangan oleh Partai Politik sebesar Rp97. Total Belanja Bantuan Sosial Organisasi Kemasyarakatan (1.1.000.000. diketahui bahwa terdapat 10 partai politik dengan 25 kursi.680.00 80. berdasarkan Keputusan KPU Nomor 270/101/KPU Batu/2006 tentang Perolehan Kursi Partai Politik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batu pada Pemilu Anggota Legislatif.

administrasi umum. pasal 3 ayat (1) menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.000. pemeliharaan data dan arsip. langganan daya dan jasa.00 24. pos dan giro. b.680.00 10. Penyerahan dan Laporan Penggunaan Bantuan Keuangan kepada Partai Politik. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2005 tanggal 29 Juli 2005 tentang Bantuan Keuangan Partai Politik. dalam pasal 2 ayat (1) yang menyatakan bahwa untuk membantu kegiatan dan kelancaran administrasi dan/atau sekretariat partai politik.00 927. Hal tersebut tidak sesuai dengan: a.00 97.323. 1 2 3 4 5 6 7 Nama Partai Politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Demokrat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Damai Sejahtera (PDS) PNI Marhaenisme Jumlah Tidak Sesuai Peruntukkannya (Rp) 41.00 12.500. dan meubelair kantor. serta terbuka untuk diketahui oleh masyarakat dan pemerintah. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara.700. d. Pemerintah memberikan Bantuan Keuangan kepada partai politik.No.100. efisien. efektif.834.800.000.895. biaya perjalanan. komputer. taat pada peraturan perundang-undangan.00 1.000.000.00 5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2006 tanggal 19 Juli 2006 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2005 tentang Pedoman Pengajuan.600. mesin tik.00 Penggunaan bantuan keuangan secara rinci dari tabel di atas dapat dilihat pada Lampiran 4. dalam pasal 9 huruf h yang menyatakan bahwa partai politik berkewajiban membuat pembukuan. transparan. pemeliharaan gedung. memelihara daftar penyumbang dan jumlah sumbangan yang diterima. Hal tersebut mengakibatkan tujuan pemberian bantuan kepada Partai Politik tidak sepenuhnya tercapai dan tidak dapat diyakini kebenarannya. ekonomis.000. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 72 . dalam Lampiran III disebutkan penggunaannya untuk honorarium. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2002 tanggal 27 Desember 2002 tentang Partai Politik. uang lembur.200. c.

Pemberian bantuan kepada organisasi masyarakat tersebut disebabkan kurang pahamnya Bendahara dan Ketua Partai Politik dalam menggunakan bantuan keuangan sesuai ketentuan. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar memerintahkan Sekretariat DPC Parpol Penerima Bantuan mempertanggung jawabkan bantuan yang diterima sesuai ketentuan yang berlaku. hal ini dikarenakan pihak-pihak tersebut kurang proaktif dalam masalah ini. Kepala Kesbang dan Linmas setuju jika terdapat kekurangpahaman dari Bendahara dan Ketua Parpol dalam penggunaan dan pelaporan bantuan tersebut. Atas permasalahan tersebut. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 73 .

31 127.00 183.39 belum disetor ke Kas Daerah Bendahara Pengeluaran di semua SKPD selama TA 2007 menerima dan menampung pencairan dana dari BUD melalui rekening tabungan. dan rekening giro di Bank Jatim.15 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 74 .41 415.816.024.588.433.187.175.894.88 216.085.474.42 1. Rekening Tabungan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 SKPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Kesehatan Dinas Permukiman dan Bina Marga Dinas Pendapatan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Dinas Pertanahan Dinas Capil dan Naker Dinas Infokom dan Perpustakaan Dinas Pertanian Dinas Sumber Daya Air Dinas Pariwisata Dinas Perindustrian dan Perdagangan Badan KB&Kesos Badan Kesatuan Bangsa dan Linmas Badan Pengawas Daerah Bapeko Sekretariat Daerah Bagian Kesejahteraan Sekretariat Dewan Kecamatan Batu Kecamatan Junrejo Kantor Satpol PP Kantor Koperasi dan UKM Kantor Perhubungan Kantor Pemberdayaan Masyarakat JUMLAH Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Bunga Bank 380.614.481. diketahui bahwa untuk bunga bank sampai Tahun Anggaran 2007 berakhir.467.05 201.00 195.55 61.045.305.95 73.24 53.35 157.602.948. terdapat penambahan bunga bank dan pengurangan untuk biaya administrasi bank dan pajak bunga bank.43 230. Bunga Tabungan di Bendahara Pengeluaran sebesar Rp12.498.00 110.492. Berdasarkan pemeriksaan terhadap rekening tabungan dan rekening giro.18 530.914.28 7.00 153. belum disetor ke Kas Daerah.820. Perhitungan bunga bank setelah dikurangi dengan biaya administrasi dan pajak.66 511.00 230. Dalam rekening giro dan tabungan tersebut.91 270. a.00 376.126.277.55 96. adalah sebagai berikut.375.143. yang belum disetor oleh Bendahara Pengeluaran SKPD per 31 Desember 2007.22.28 198.821.67 265.507.504.420.538.612. Rekening giro digunakan untuk menampung dana belanja pegawai.54 243.626.47 89. sedangkan rekening tabungan digunakan untuk menampung dana selain belanja pegawai.02 293.

c.024.39.786. pasal 129 yang antara lain menyatakan bahwa pendapatan bunga. efektif. Permasalahan di atas mengakibatkan penerimaan daerah tertunda sebesar Rp12. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan menyatakan bahwa belum disetornya bunga bank atas rekening tabungan Bendahara Pengeluaran disebabkan karena seluruh SKPD pada Tahun Anggaran 2007 masih menunggu petunjuk dari Bagian Keuangan Sekda. pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. ekonomis. atau penerimaan lain sebagai akibat penyimpanan dana anggaran pada bank merupakan pendapatan daerah.24 Kondisi di atas tidak sesuai dengan : a. Atas`permasalahan tersebut. Kondisi di atas disebabkan Bendahara Pengeluaran kurang memahami ketentuan yang berkaitan dengan bunga bank.24 4. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. jasa giro atau pendapatan lain sebagai akibat penyimpanan dana anggaran pada bank merupakan pendapatan daerah. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Rekening giro No 1 SKPD Kantor Perhubungan JUMLAH Rp Rp Bunga Bank 4.409. efisien. bahwa sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 belum menyetorkan bunga bank dan akhirnya disetorkan ke Kasda pada tanggal 5 Maret 2008. dan bunga sudah disetorkan kembali ke rekening Bend-17 pada tanggal 5 Maret 2008.786. jasa giro. 2) Pasal 59 ayat (3) yang menyatakan bahwa semua penerimaan daerah apabila berbentuk uang harus segera disetor ke kas umum daerah. Sedangkan Kepala Dinas Pendapatan menyatakan.b. b.409. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 75 . taat pada peraturan perundang-undangan.602. pada: 1) Pasal 59 ayat (2) yang menyatakan bahwa penerimaan bunga.

Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar menegur secara tertulis kepada para Pengguna Anggaran yang tidak menyetorkan seluruh pendapatan bunga bank yang terdapat pada rekening Bendahara Pengeluaran.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

76

23. Saldo Kas di Brankas Bendahara Penerimaan Dinas Kesehatan tidak disertai pencatatan yang memadai

Berdasarkan pemeriksaan terhadap Buku Kas Umum (BKU) dan hasil cash opname tanggal 8 Febuari 2008 pada Bendahara Penerimaan Dinas Kesehatan, diketahui bahwa terdapat selisih saldo kas antara pencatatan penerimaan dalam Buku Kas Umum dengan saldo kas yang ada di brankas. Saldo kas sesuai BKU adalah sebesar Rp1.870.500,00, sedangkan sisa kas yang ada di brankas sebesar Rp18.921.700,00, sehingga terdapat selisih lebih sebesar Rp17.051.200,00. Pada saat dilakukan konfirmasi, Bendahara Penerimaan menyatakan bahwa selisih lebih kas tersebut terdiri dari gaji karyawan yang belum diambil sebesar Rp455.300,00, dan pinjaman karyawan yang dipotong langsung dari gaji sebesar Rp16.595.900,00. Untuk pinjaman karyawan yang dipotong langsung dari gaji, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap catatan Bendahara Penerimaan, ternyata tidak sesuai dengan jumlah yang ada di brankas. Dari catatan Bendahara Penerimaan, jumlah potongan gaji sebesar Rp92.385.550,00.

Keadaan di atas tidak sesuai dengan : a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara, dalam pasal 3 ayat (1) disebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan; b. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, pada : 1) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efektif, efisien, ekonomis, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan, kepatutan, dan manfaat untuk masyarakat; 2) Pasal 4 ayat (2) yang menyatakan bahwa secara tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah bahwa keuangan daerah dikelola secara tepat waktu dan tepat guna yang didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan; 3) Pasal 184 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran, bendahara penerimaan/pengeluaran dan orang atau badan yang menerima atau menguasai uang/barang/kekayaan daerah wajib

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

77

menyelenggarakan undangan.

penatausahaan

sesuai

dengan

peraturan

perundang-

4) Pasal 184 ayat (2) yang menyatakan bahwa pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar penerimaan dan/atau pengeluaran atas pelaksanaan APBD bertanggung jawab terhadap kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud.

Permasalahan di atas mengakibatkan tidak ada kejelasan antara uang yang masih harus dipertanggungjawabkan dengan uang milik pihak ketiga.

Kondisi di atas disebabkan Bendahara Penerimaan tidak membuat Berita Acara Penitipan atas uang-uang yang dititipkan kepadanya.

Atas permasalahan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan menyatakan bahwa jumlah catatan potongan gaji di Bendahara Penerimaan bukan sebesar

Rp92.385.550,00, melainkan sebesar Rp89.564.100,00.

Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar menegur secara tertulis Pengguna Anggaran yang tidak meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan penerimaan daerah.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

78

24. Sisa Uang Kas pada Rekening Bendahara Pengeluaran Kantor Perhubungan belum dipindahbukukan ke Kas Daerah

Pengelolaan kas di Pemerintah Kota Batu oleh Bendahara Pengeluaran pada masing-masing Satuan Kerja, dilakukan melalui rekening tabungan dan rekening giro. Rekening tabungan dan rekening giro tersebut atas nama Satuan Kerja cq nama Bendahara Pengeluaran. Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik terhadap rekening tabungan dan rekening giro yang dimiliki Bendahara Pengeluaran, diketahui bahwa terdapat sisa kas sebesar Rp106.015.573,89 pada rekening giro Bendahara Pengeluaran Kantor Perhubungan. Seharusnya, rekening giro tersebut pada akhir Desember 2007 bersaldo nihil karena hanya digunakan untuk transaksi gaji. Sesuai hasil konfirmasi dengan Bendahara Pengeluaran Kantor Perhubungan, dinyatakan bahwa sisa kas tersebut merupakan akumulasi sisa kas pada tahun-tahun sebelumnya. Hasil penelitian lebih lanjut terhadap rekening Bendahara Pengeluaran, menunjukkan bahwa pada 1 Januari 2007 terdapat saldo awal sebesar Rp106.015.573,89.

Kondisi di atas tidak sesuai dengan: a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara, pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan; b. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, pada : 1) Pasal 220 ayat (1) yang menyatakan bahwa bendahara pengeluaran secara administratif wajib mempertanggungjawabkan penggunaan uang persediaan/ ganti uang persediaan/tambah uang persediaan kepada kepala SKPD melalui PPK-SKPD paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya; 2) Pasal 220 ayat 8 yang pada menyatakan akhir tahun bahwa anggaran, untuk tertib laporan

pertanggungjawaban

pertanggungjawaban

pengeluaran dana bulan Desember disampaikan paling lambat tanggal 31 Desember.

Permasalahan

di

atas

mengakibatkan

terbuka

peluang

terjadinya

penyalahgunaan terhadap saldo kas sebesar Rp106.015.573,89.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA

79

Hal ini disebabkan : a. Bendahara Pengeluaran dan Pejabat Penatausahaan Keuangan merupakan pejabat baru yang secara efektif bertugas per Januari 2007.015. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar: a. b. Kepala Kantor Perhubungan menyatakan bahwa : a. b. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 80 . Kelalaian Bendahara Pengeluaran Kantor Perhubungan yang tidak segera memindahbukukan sisa kas yang dimiliki pada akhir tahun anggaran ke Kas Daerah sesuai ketentuan yang berlaku. Menegur Pengguna Anggaran agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan kas. Atas permasalahan tersebut. c. b. Memerintahkan secara tertulis kepada Kepala Kantor Perhubungan agar segera menyetorkan saldo kas sebesar Rp106.573.89 ke Kas Daerah. Sisa kas tersebut tidak jelas sehingga tidak berani mengambil keputusan/tindakan. Sisa kas tersebut baru diketahui pada saat pemeriksaan BPK. dan tidak mengetahui keberadaan dana tersebut. Kelalaian atasan langsung Bendahara Pengeluaran yang tidak melakukan pengawasan terhadap pengelolaan kas secara optimal.

Rekening Kas Umum Daerah belum disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku Dalam rangka pengelolaan Kas Daerah. menyesuaikan dengan jenis penerimaan yang ditampung dalam masing-masing rekening. Pemerintah Kota Batu menggunakan 11 rekening untuk menampung seluruh penerimaan yang masuk ke Pemerintah Kota Batu. 2) Penjelasan umum pelaksanaan rekening tunggal perbendaharaan (Treasury Single Account). Kesebelas rekening beserta nama-namanya. Keadaan tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tanggal 16 Juli 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah. pada : 1) Pasal 1 point 5 yang menyebutkan bahwa Rekening Kas Umum Daerah adalah rekening tempat penyimpanan Uang Daerah yang ditentukan oleh gubernur/bupati/walikota untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan membayar seluruh pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan. adalah sebagai berikut. dan digunakan juga sebagai rekening untuk mentransfer dana ke rekening pengeluaran masing-masing SKPD. 3) Pasal 19 ayat (1) yang menyatakan bahwa Bendahara Umum Daerah/Kuasa Bendahara Umum Daerah dapat membuka rekening penerimaan pada Bank Umum PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 81 . seharusnya ada satu rekening yang menjadi Rekening Kas Umum Daerah. juga digunakan sebagai rekening operasional untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran sesuai yang dianggarkan dalam APBD. pada kenyataannya kesebelas rekening tersebut juga digunakan sebagai rekening untuk menampung penerimaan. sehingga menjadi bersaldo nihil. Kesebelas rekening tersebut memiliki nama-nama yang berbeda.25. Akan tetapi. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Rekening Pemkot Batu (DAU) Pemkot Batu (PAD) DAK Bidang Pendidikan DAK Bidang Kelautan dan Perikanan Bend -17 Kasda DAK Bidang Kesehatan DAK Bidang Infrastruktur DAK Bidang Prasarana Pemda DAK Bidang Lingkungan Hidup DAK Bidang Pertanian Dana Otonomi Khusus Penyeimbang Nama Bank Bank Jatim Bank Jatim Bank Jatim Bank Jatim Bank Jatim Bank Jatim Bank Jatim Bank Jatim Bank Jatim Bank Jatim Bank Jatim Nomor Rekening 0401001719 0401001727 0401002448 0401002430 0401002294 0401002464 0401002421 0401002472 0401002456 0401002413 0401002944 Dari 11 rekening tersebut. Kesebelas rekening tersebut. sedangkan sisanya dapat berfungsi sebagai rekening penerimaan dimana saldonya setiap akhir hari kerja wajib disetor ke Rekening Kas Umum Daerah.

yang ditunjuk oleh gubernur/bupati/walikota untuk mendukung kelancaran pelaksanaan operasional penerimaan daerah. 5) Pasal 19 ayat (3) yang menyatakan bahwa dalam hal kewajiban pelimpahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) secara teknis belum dapat dilakukan setiap hari. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 82 . Kepala Kantor Kas Daerah menyatakan bahwa penggunaan 11 rekening tersebut untuk menampung seluruh penerimaan didasarkan pada keinginan untuk memudahkan dalam mengidentifikasi kategori jenis penerimaan berdasarkan pada sumber dananya. Namun. 6) Pasal 19 ayat (4) yang menyatakan bahwa Bendahara Umum Daerah dapat membuka rekening pengeluaran pada Bank Umum yang ditetapkan oleh gubernur/ bupati/walikota untuk mendukung kelancaran pelaksanaan operasional pengeluaran daerah. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar menegur Bendahara Umum Daerah untuk menata pengelolaan Kas Daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan uang negara/daerah. Kepala Kantor Kas Daerah akan menyampaikan hal ini kepada pimpinan entitas tertinggi (Walikota). 4) Pasal 19 ayat (2) yang menyatakan bahwa rekening sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dioperasikan sebagai rekening bersaldo nihil yang seluruh penerimaannya dilimpahkan ke Rekening Kas Umum Daerah sekurang-kurangnya sekali sehari pada akhir hari kerja sebagaimana yang ditetapkan dalam perjanjian dengan Bank Umum bersangkutan. Kondisi tersebut mengakibatkan tidak tertibnya pengelolaan rekening kas umum daerah. Hal tersebut disebabkan Bendahara Umum Daerah tidak memahami ketentuan tentang pengelolaan uang negara/daerah. Atas permasalahan tersebut. dan selanjutnya menggunakan rekening-rekening tersebut untuk membiayai pengeluaran sesuai yang dianggarkan dalam APBD. gubernur/bupati/walikota mengatur pelimpahan secara berkala. 7) Pasal 19 ayat (5) yang menyatakan bahwa rekening sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dioperasikan sebagai rekening yang menampung pagu dana untuk membiayai kegiatan pemerintah daerah sesuai rencana pengeluaran. yang besarnya ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah.

b. diketahui bahwa dasar hukum pembukaan rekening. pada : 1) Pasal 19 ayat (4) menyebutkan bahwa Bendahara Umum Daerah dapat membuka rekening pengeluaran pada Bank Umum yang ditetapkan oleh gubernur/bupati/walikota untuk mendukung kelancaran pelaksanaan operasional pengeluaran daerah.26. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tanggal 16 Juli 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah. Kondisi di atas tidak sesuai dengan : a. baik rekening tabungan maupun rekening giro tersebut. untuk kelancaran pelaksanaan pengelolaan penerimaan dan pengeluaran kas. Pembukaan Rekening SKPD tidak melalui ijin Walikota Pada Tahun Anggaran 2007. Rekening tersebut dipegang oleh Bendahara Pengeluaran. Sedangkan penunjukan Bank Jatim sebagai tempat pembukaan rekening Bendahara Pengeluaran Tahun Anggaran 2007 juga tidak ada. sedangkan rekening giro digunakan untuk menampung dana gaji karyawan. yaitu rekening tabungan dan rekening giro. dan Surat Keputusan Walikota Nomor 180/16/KEP/422. Bendahara Penerimaan. Setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah membuka dua rekening. 2) Pasal 32 ayat (1) menyebutkan bahwa gubernur/bupati/walikota dapat memberikan ijin pembukaan rekening untuk keperluan pelaksanaan pengeluaran di lingkungan satuan kerja perangkat daerah.013/2007 tentang Penunjukkan Pengguna Anggaran/Barang. tidak berdasarkan pada ijin maupun Surat Keputusan dari Walikota. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Bendahara Pengeluaran. pada : 1) Pasal 27 ayat (2) menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan operasional Penerimaan dan Pengeluaran Daerah. hanya perintah lisan dari Bendahara Umum Daerah. Bendahara Umum Daerah dapat membuka Rekening Penerimaan dan Rekening Pengeluaran pada bank yang ditetapkan oleh gubernur/bupati/walikota. 2) Pasal 30 ayat (2) menyebutkan bahwa gubernur/bupati/walikota dapat memberikan ijin pembukaan rekening pengeluaran pada Bank Umum untuk PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 83 . Pada saat Bendahara Pengeluaran membuka rekening. dan Bendahara Barang pada Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2007. hanya menyertakan surat pengantar dari Bendahara Umum Daerah. Berdasarkan penjelasan Bendahara Pengeluaran di semua SKPD. Rekening tabungan digunakan untuk menampung dana kegiatan operasional. setiap satuan kerja membuka rekening di Bank Jatim.

Tentang penunjukkan Bank Jatim sebagai tempat pembukaan rekening memang tidak ada. Kepala Bagian Keuangan menyatakan bahwa masalah pembukaan rekening disertai surat ijin/Surat Keputusan dari Walikota akan diperhatikan dan ditindaklanjuti pada Tahun 2008. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 84 . Semua SKPD melaporkan setiap rekening yang dimiliki. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar: a. Permasalahan tersebut dapat berpotensi munculnya rekening-rekening yang tidak terpantau oleh Kas Daerah. dan akan diperbaiki Tahun 2008. b. Memerintahkan kepada semua Kepala SKPD untuk meminta ijin kepada Walikota terlebih dahulu sebelum membuka rekening. Atas permasalahan tersebut. Keadaan tersebut disebabkan kurangnya pemahaman para Kepala SKPD sebagai Pengguna Anggaran untuk meminta ijin kepada Walikota terlebih dahulu sebelum membuka rekening.menampung Uang Persediaan sebagaimana dimaksud ayat (1) kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah.

038. Rekening tabungan digunakan untuk menampung dana kegiatan operasional.982.000. masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menggunakan rekening giro dan rekening tabungan sebagai rekening operasional pengeluaran.00 321.554.00 259.75 31.338.413.40 281. No.147.953.82 298. berada pada Bank Jatim. Pemeriksaan atas semua rekening tabungan dan rekening giro.635.15 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 85 . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 24 26 27 28 29 30 31 32 33 34 SKPD DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DINAS KESEHATAN DINAS PERMUKIMAN DAN BINA MARGA DINAS PENDAPATAN DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN DINAS KEHUTANAN & LH DINAS PERTANAHAN DINAS CAPIL DAN NAKER DINAS INFOKOM DAN PERPUSTAKAAN DINAS PERTANIAN DINAS SUMBER DAYA AIR DINAS PARIWISATA DINAS PERINDUSTRIAN & PERDAGANGAN BADAN KB DAN KESSOS BADAN KESATUAN BANGSA DAN LINMAS BAWAS BAPEDA SETDA BAG KEUANGAN – SYIVAI BAG KEUANGAN PEMKOT – KETUT BAG KESEJAHTERAAN BAG UMUM BAG PERLENGKAPAN SEKWAN KECAMATAN BATU KECAMATAN BUMIAJI KECAMATAN JUNREJO KANTOR KASDA KANTOR SATPOL PP KANTOR KOPERASI DAN UKM KANTOR PERHUBUNGAN KANTOR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT JUMLAH Bunga (Rp) 510.63 367.48 126.00 65. sedangkan rekening giro digunakan untuk menampung dana gaji karyawan.30 156.846.27.700.693.952.911.60 18.192.118.474.506.76 549.588.09 2.799.084.00 34.885.000.628.204. Kedua jenis rekening tersebut. baik tabungan maupun giro.872.910.00 1.330.73 146.99 64.00 278.95 1.000.571.43 67.39 58.81 397.82 1.26 255. dengan rincian sebagai berikut.563.37 10.26 28.35 109.383.091.172.940.170.171.704.81 100.97 339.00 502.678.022.818.00 51.23 382.61 54.00 230.172.30 2.53 Pajak (Rp) 103.135.083.77 135.748.071.408.55 675.00 173.879.44 364.00 38.944.385.67 47.804.22 2.88 493.22 698.79 75.00 1.469.393.332.16 23.644.57 19.04 139.00 52.77 71.531.42 322.02 232.95 22.962.252.00 98.08 193. Pengenaan Pajak Bunga pada Rekening Tabungan Bendahara Pengeluaran tidak sesuai ketentuan Dalam rangka pelaksanaan APBD TA 2007.213.13 28.954.999.53 25.60 49.10 21. diketahui terdapat pemotongan pajak bunga tabungan yang dilakukan oleh Bank Jatim di rekening tabungan.72 72.076.000.00 55.606.406.00 60.50 111.44 287.

Selanjutnya. efisien. 2) Dibiayai dengan dana yang bersumber dari APBN atau APBD. b.135.338. taat pada peraturan perundang-undangan. pada pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 86 . PT. Keadaan tersebut disebabkan : a. b.Permasalahan di atas tidak sesuai dengan : a. pada penjelasan pasal 2 ayat (1) huruf b alinea ketiga yang menyatakan bahwa Unit tertentu dari badan pemerintah yang memenuhi kriteria berikut tidak termasuk sebagai Subjek Pajak. dan 4) Pembukuannya diperiksa oleh aparat pengawasan fungsional negara. 3) Penerimaan lembaga tersebut dimasukkan dalam anggaran Pemerintah Pusat atau Daerah. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 tanggal 2 Agustus 2000 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan.15. efektif. pihak Bank Jatim akan berkoordinasi dengan kantor pajak untuk memintakan restitusi pajak atas bunga tabungan tersebut. Permasalahan tersebut mengakibatkan kekurangan penerimaan daerah sebesar Rp2. ekonomis. Bank Jatim Cabang Batu yang tidak mengikuti aturan yang berlaku. pihak Bank Jatim Cabang Batu beralasan bahwa pengenaan pajak dikarenakan pihak Bendahara tidak memberitahukan perihal sumber dana dari rekening-rekening bendahara tersebut. Atas permasalahan tersebut. SKPD menggunakan rekening dalam bentuk tabungan . yaitu: 1) Dibentuk berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai Subjek Pajak. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. perusahaan reksadana baik yang berbentuk perseroan terbatas maupun bentuk lainnya termasuk dalam pengertian badan.

Memerintahkan Bendahara Umum Daerah (BUD) agar berkoordinasi dengan Bank Jatim untuk mengurus restitusi pajak.Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar : a. b. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 87 . Memerintahkan setiap Kepala SKPD agar membuka rekening dalam bentuk giro untuk operasional pengeluaran.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. pada pasal 33 ayat (6) yang menyatakan bahwa penyewaan dilaksanakan berdasarkan surat perjanjian sewa menyewa.00. 4) Persyaratan lain yang dianggap perlu. besaran sewa. efisien. Kondisi di atas tidak sesuai dengan: a. Dokumen yang diperoleh selama pemeriksaan hanya berupa daftar retribusi sewa alat berat Tahun 2007 dan Peraturan Walikota Batu Nomor 9 Tahun 2006 tentang Ketentuan Tentang Besarnya Tarif Pemakaian Kendaraan Alatalat Berat di Kota Batu.210. diketahui bahwa selama ini dalam melakukan sewa-menyewa alat berat tidak didasarkan atas perjanjian sewa menyewa antara Dinas Permukiman dan Bina Marga dengan penyewa dhi.28. pihak ketiga maupun masyarakat. 2) Jenis. 3) Tanggung jawab penyewa atas biaya operasional dan pemeliharaan selama jangka waktu penyewaan. taat pada peraturan perundang-undangan. luas atau jumlah barang.000. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. pada pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. yang sekurang-kurangnya memuat: PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 88 . Penyewaan Alat Berat di Dinas Pemukiman dan Bina Marga tidak dilaksanakan dengan perjanjian Dinas Permukiman dan Bina Marga salah satu tugasnya adalah melaksanakan pengelolaan alat-alat berat. efektif. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tanggal 14 Maret 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. Pengelolaan alat-alat berat tersebut dilakukan dengan menyewakan kepada pihak ketiga maupun masyarakat. Penerimaan pendapatan yang diperoleh atas sewa alat berat selama TA 2007 sebesar Rp4. dan jangka waktu. yang sekurang-kurangnya memuat: 1) Pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian. sehingga tidak diketahui berapa nilai sebenarnya. b. ekonomis. Hasil konfirmasi dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) sewamenyewa alat berat. c. pada pasal 22 ayat (4) yang menyatakan bahwa Penyewaan dilaksanakan berdasarkan surat perjanjian sewa menyewa.

4) Persyaratan lain yang dianggap perlu.1) Pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 89 . besaran sewa. Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga menyatakan bahwa perjanjian sewa menyewa alat-alat berat Tahun 2007 memang belum ada karena masih disusun konsepnya. b. Pertanggungjawaban pengelolaan penerimaan daerah tidak transparan. Menegur Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga meningkatkan pengawasan dalam penggunaan atau pemanfaatan aset daerah sesuai ketentuan yang berlaku. luas atau jumlah barang. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pembenahan pengelolaan/penertiban retribusi yang menjadi tanggung jawabnya. Permasalahan di atas mengakibatkan : a. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar : a. Kelalaian Pengguna Anggaran yang tidak melakukan pengawasan terhadap pengelolaan retribusi. 2) Jenis. Hal tersebut di atas disebabkan: a. b. Atas permasalahan tersebut. Besarnya penerimaan retribusi sewa menyewa alat berat yang dilaporkan tidak dapat diyakini kebenarannya karena tidak ada dokumen pembandingnya. Kelalaian Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dalam pengelolaan retribusi yang menjadi tanggung jawabnya. dan jangka waktu. 3) Tanggung jawab penyewa atas biaya operasional dan pemeliharaan selama jangka waktu penyewaan. b.

022/2006. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. taat pada peraturan perundang-undangan. pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. yang bersangkutan telah menerima kendaraan dinas jabatan selaku Wakil Ketua DPRD. Kondisi ini tidak sesuai dengan: a. sepatutnya dihindari karena pada Tahun 2006 sesuai Berita Acara Pinjam Pakai Nomor 024/107/422.022/2007 Tanggal 23 Oktober 2007 MHA Toyota Corolla TC 1997 N 309 AP Mantan Sekretaris Daerah 4 024/390/422. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. ekonomis.022/2007 Tanggal 23 Oktober 2007 ESR Nissan Infinity 2002 N 333 KP Istri Mantan Walikota 2 024/387/422. pada pasal 35 ayat (1) PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 90 .29. No. diketahui bahwa peminjam bertindak untuk dan atas nama Wakil Ketua DPRD. berupa Daihatsu Taruna Tahun 2002. Hal ini. BERITA ACARA PINJAM PAKAI PEMINJAM MERK TAHUN NOPOL KETERANGAN 1 024/388/422.022/2007 Tanggal 19 Desember 2007 AP Suzuki Grand Vitara 2007 N 362 KP Wakil Ketua DPRD Penelusuran terhadap Berita Acara Pinjam Pakai tersebut.022/2007 Tanggal 23 Oktober 2007 MHA Toyota Kijang 1995 N 9689 F Mantan Sekretaris Daerah 5 024/399/422. padahal sesuai ketentuan yang berlaku pinjam-pakai diperuntukkan untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan daerah. dengan rincian sebagai berikut. diketahui bahwa peminjam bertindak untuk dan atas nama perorangan. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. efisien. Enam kendaraan milik Pemerintah Daerah dipinjam pakai oleh perorangan Berdasarkan data pinjam pakai kendaraan dari Bagian Perlengkapan. efektif. b. Sedangkan untuk pinjam pakai kepada Wakil Ketua DPRD.022/2007 Tanggal 23 Oktober 2007 MK Honda Civic VTI 2003 N 365 KP Mantan Wakil Walikota 3 024/389/422.022/2007 Tanggal 19 Desember 2007 PS Suzuki Grand Vitara 2007 N 361 KP Wakil Ketua DPRD 6 024/398/422. diketahui terdapat enam kendaraan yang dipinjampakaikan kepada perorangan.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 91 . dapat dipinjampakaikan untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan daerah. c. Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota. 5) Pasal 15 ayat (2) yang menyatakan bahwa kendaraan dinas operasional/ kendaraan dinas jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperuntukkan bagi Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi.yang menyebutkan bahwa barang milik daerah baik berupa tanah dan/atau bangunan maupun selain tanah dan/atau bangunan. Kendaraan dinas operasional/kendaraan dinas jabatan. disediakan dan dipergunakan untuk pejabat negara. b. Sedangkan pinjam pakai untuk Wakil Ketua DPRD diperuntukkan menunjang operasional khusus/lapangan. Kepala Bagian Perlengkapan menjelaskan bahwa pinjam pakai kepada perorangan dimaksudkan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan karena masih dalam proses pengkajian status pemanfaatan dan kepemilikannya. 2) Pasal 14 ayat (1) yang menyatakan bahwa kendaraan perorangan dinas sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 huruf a. Atas permasalahan tersebut. pada: 1) Pasal 13 yang menyatakan bahwa kendaraan dinas sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 huruf d. 4) Pasal 15 ayat (1) yang menyatakan bahwa kendaraan dinas operasional/ kendaraan dinas jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf b disediakan dan dipergunakan untuk kegiatan operasional perkantoran. Kendaraan dinas operasional khusus/lapangan. Hal ini mengakibatkan pengadaan fasilitas penunjang operasional tidak efektif peruntukannya yaitu untuk penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan. meliputi: a. dan c. namun tidak memperhatikan ketentuan yang berlaku. Kendaraan perorangan dinas. Masalah tersebut disebabkan adanya kebijakan Kepala Bagian Perlengkapan untuk meminjampakaikan kendaraan milik pemerintah daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tanggal 20 Maret 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah. Wakil Gubernur. 3) Pasal 14 ayat (2) yang menyatakan bahwa kendaraan perorangan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperuntukkan bagi pemangku jabatan Gubernur. Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil Walikota.

Meninjau kembali perjanjian pinjam pakai kendaraan dinas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. b. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 92 .Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar : a. Memerintahkan Kepala Bagian Perlengkapan menarik kembali kendaraan tersebut dan menggunakannya untuk menunjang operasional pemda.

Surat Kadin kpd PPK tidak ada.073.657.00. 11 telah selesai ditindaklanjuti dan 15 rekomendasi dalam proses. Memerintahkan Pejabat Pembuat Komitmen mengurangi pagu bantuan SD/MI bersangkutan sesuai hasil verifikasi dengan dinas teknis. diketahui bahwa terdapat temuan-temuan pemeriksaan yang belum selesai ditindaklanjuti sebagai berikut.256.749.12/03/2007 tanggal 15 Maret 2007.28.194. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 93 . Memerintahkan Kepala Dinas Pemukiman supaya Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Keterangan 2 3 Pembelian Material Bangunan Melebihi Kebutuhan Sebesar Rp40.545. Surat teguran dari Kadin P&K kpd PPK tidak ada.00 Diragukan Proses Penetapan Pemenang Pekerjaan Pembangunan Kantor Infokompus Tahap I Tidak Sesuai Ketentuan Teguran Kadin Kimbinamarga kpd rekanan tidak ada. Walikota Batu agar menegur Pejabat Pembuat Komitmen yang tidak cermat dalam mengawasi pekerjaan dan memverifikasi SPj. c.500.00 atau menyetorkan ke Kas Daerah apabila tidak dapat mempertanggungjawabkannya. Memerintahkan Kepala Sekolah SD. b. Standar Harga Dan Harga Pasaran Serta Terdapat Kesalahan Jumlah Sebesar Rp108. b.12/02/2007 tanggal 9 Februari 2007 dan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Batu untuk Tahun Anggaran 2006 Nomor 10/R/XIV. Srt teguran Kadin kpd PPK & Konsultan Pengawas belum ada PPTK baru mengetahui jika addendum ditolak pd bln Februari 2008. Torongrejo untuk mempertanggungjawabkan kelebihan harga sebesar Rp21. Menarik kepada rekanan atas kekurangan pekerjaan sebesar Rp22. Walikota Batu agar memerintahkan Kepala Sekolah SD yang bersangkutan supaya mempertanggungjawabkan SPJ Swakelola sebesar Rp30. Hasil pemeriksaan Belanja Daerah TA 2005-2006 Dari 37 rekomendasi BPK. Menegur Pejabat Pembuat Komitmen dan Konsultan Pengawas supaya lebih cermat dalam menjalankan tugasnya.00.749.500. yaitu: No 1 Uraian Pekerjaan Fisik Di Dinas Kesehatan Kurang Dari Bestek Sebesar Rp22. Rekomendasi Walikota Batu agar memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan : a. Surat Kadin kpd Kasek Torongrejo tidak ada. Rencana Anggaran Biaya Rehabilitasi Lebih Tinggi Dari Analisa SNI.877. krn itu hrs menyetor ke Kasda 4 5 Bukti Pertanggungjawaban Revitalisasi SDN Junrejo 1 Senilai Rp30. Sedangkan 11 rekomendasi yang belum ditindaklanjuti. Walikota Batu agar memerintahkan Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga : a. Menegur rekanan yang mengundurkan diri tanpa alasan yang bisa diterima dan memasukkannya ke dalan daftar hitam rekanan Kota Batu.210. b.210.01. a. Tidak dapat menunjukan kegiatan Tahun 2004. Surat Kadin kpd PPK utk mengurangi pagu bantuan SD/MI tidak ada. Memerintahkan Pejabat Pembuat Komitmen berkoordinasi dengan dinas teknis terkait dalam melakukan verifikasi RAB.657. Hasil Pemeriksaan BPK RI belum seluruhnya ditindaklanjuti sesuai ketentuan Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK atas Belanja Daerah Tahun Anggaran 2005-2006 Nomor 06/R/XIV. Tidak ada SPJ. Walikota Batu agar memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan: a.627.28 untuk segera disetorkan ke Kas Daerah.30.

Menegur dan memerintahkan Tim Anggaran untuk tidak lagi menganggarkan pendapatan setoran bagian laba dari PDAM melebihi ketentuan yang berlaku.95 atas jaminan penawaran yang tidak ditarik.6 Perhitungan RAB Pembangunan Gedung DPRD Tidak Sesuai Ketentuan Sebesar Rp481.82.00 dan digunakan untuk satuan kerja lain senilai Rp176. 3 Pencairan kas untuk Belanja Bantuan Keuangan kepada pemerintah desa/kelurahan tidak segera disalurkan kepada desa/kelurahan.696. Sedangkan 13 rekomendasi belum ditindaklanjuti.82 dan segera disetorkan ke Kas Daerah. Walikota untuk: a. b. Hasil pemeriksaan LKPD TA 2006 Dari 25 rekomendasi BPK.500. b. Menegur dan memerintahkan Kepala Bagian Perlengkapan untuk melakukan pembelian BBM sesuai kondisi sebenarnya. b. Rekomendasi Walikota untuk: a. Walikota untuk: a.921.174. Tidak ada surat teguran Kadin. Belum ada setoran. Segera menetapkan status ATV. Menarik kerugian daerah akibat kenaikan harga besi kepada rekanan sebesar Rp481.00. Menegur Pemimpin Kegiatan yang menyetujui eskalasi harga pada CCO-I tanpa landasan/argumentasi yang kuat secara yuridis. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 94 . 4 Pendapatan Agropolitan Televisi (A-TV) tidak dicatat bruto.696. Menegur dan memerintahkan Kepala Bagian Perlengkapan untuk tidak membebankan biaya BBM satuan kerja/instansi di luar Sekretariat Daerah ke Pos Sekretariat Daerah. b.600. Memerintahkan Kepala Dinas Keterangan 2 Realisasi setoran bagian laba dari PDAM melebihi ketentuan.174.679. mempertanggungjawabkan kerugian daerah sebesar Rp18.301. b. yaitu : No 1 Uraian Pengeluaran untuk Biaya Pemeliharaan Kendaraan Bermotor Sekda kurang wajar senilai Rp45. Walikota untuk menegur dan meminta pertanggungjawaban Pengguna Anggaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan serta pertanggungjawaban Kepala Kas Daerah yang menunda pembayaran dana ADD kepada desa/kelurahan.380. Walikota Batu agar memerintahkan Kepala Dinas Permukiman dan Bina Marga: a. Memerintahkan Kepala Bagian Keuangan untuk menghitung hutang kepada PDAM karena terjadinya kelebihan setor dari PDAM sejak tahun 2004. 12 telah selesai ditindaklanjuti.

Memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menegur dan memerintahkan para kepala sekolah untuk mempertanggungjawabkan penggunaan biaya operasional DAK. 8 9 Belanja modal sebesar Rp5.000. Walikota Batu untuk memerintahkan Dinas PU Bina Marga dan Pemukiman. Memerintahkan Kepala Bagian Keuangan untuk menegur dan memerintahkan Kepala Sub Bagian Pembukuan dan Verifikasi untuk lebih cermat dan tegas dalam melakukan verifikasi SPJ.00. Realisasi Belanja Modal Gedung sebesar Rp2. Pembuatan Bangunan dan Jaringan di Dinas Sumber Daya Air dan Energi sebesar Rp1.000.00 dibebankan pada Belanja Pemeliharaan dan status aset hasil Belanja Pemeliharaan dan Belanja Modal Sebesar Rp1.000.000.258.200.00 berbeda dengan yang disajikan oleh PDAM. b.000.539.5 6 Penyertaan Modal kepada PDAM yang disajikan Pemerintah Kota sebesar Rp400. Walikota Batu untuk merevisi Berita Acara Serah Terima Bantuan menjadi Berita Acara Penyertaan Modal Pemeritah Kota Batu kepada PDAM. Walikota Batu untuk menegur dan memerintahkan Tim Anggaran agar dalam merencanakan pembebanan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.824.711.00 tidak sesuai dengan prestasi fisik yang dicapai. Walikota Batu untuk : a.024.065. 7 Informasi dan Komuniksi untuk melaporkan seluruh penerimaan dan pengeluaran ATV sebagai penerimaan dan pengeluaran dalam APBD.000. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 95 .720. Belanja Modal Meubelair serta Sarana Pembelajaran dan Perpustakaan dibebankan pada Belanja Modal Gedung Sekolah sebesar Rp2.00 Belum Jelas Statusnya. Bagian Perlengkapan serta Tim Anggaran untuk mengevaluasi kebijakan penganggaran belanja pemeliharaan berkala jalan dan membebankannya sebagai belanja modal bukan belanja pemeliharaan.00 dianggarkan dan dibebankan pada rekening belanja pemeliharaan.000.346. Walikota Batu uuntuk menegur dan memerintahkan Tim Anggaran supaya dalam merencanakan pembebanan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.000.

000.Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: a. c) Ayat (3) menyatakan bahwa jawaban atau penjelasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada BPK selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari setelah laporan hasil pemeriksaan diterima. b. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. d) Ayat (4) menyatakan bahwa BPK memantau pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan sebagaimana pada ayat (1).000. 2) Pasal 23 ayat (1) menyatakan bahwa menteri/pimpinan lembaga/gubernur/ walikota/direksi perusahaan negara dan badan-badan lain yang mengelola keuangan negara melaporkan penyelesaian kerugian negara/daerah kepada BPK selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari setelah diketahui terjadinya kerugian negara/daerah dimaksud.00 (lima ratus juta). PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 96 . pada pasal 35 ayat (1) menyatakan bahwa setiap pejabat negara dan pegawai negeri bukan bendahara yang melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya baik langsung atau tidak langsung yang merugikan keuangan negara diwajibkan mengganti kerugian dimaksud. Temuan pemeriksaan BPK yang belum ditindaklanjuti mengakibatkan kesalahan-kesalahan yang dilaporkan pada laporan hasil pemeriksaan belum diperbaiki dan ada kemungkinan untuk terulang. b) Ayat (2) menyatakan bahwa pejabat wajib memberikan jawaban atau penjelasan kepada BPK tentang tindak lanjut atas rekomendasi dalam laporan hasil pemeriksaan. pada : 1) Pasal 20 : a) Ayat (1) menyatakan bahwa pejabat wajib menindaklanjuti rekomendasi dalam laporan hasil pemeriksaan. 3) Pasal 26 ayat (2) menyatakan bahwa setiap orang yang tidak memenuhi kewajiban untuk menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan dalam laporan hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 20 dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp500. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. e) Ayat (5) menyatakan bahwa pejabat yang diketahui tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikenai sanksi administratif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian.

mutasi staf.d 2007. kepangkatan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kurang aktifnya Badan Pengawasan untuk mengkoordinasikan tindak lanjut atas hasil pemeriksaan BPK. Kurangnya kesadaran para kepala dinas/satuan kerja untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 97 .Hal tersebut disebabkan oleh: a. Menegur Badan Pengawasan untuk segera mengkoordinasikan tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK. b. Memerintahkan para kepala dinas/satuan kerja untuk segera menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK. b. tidak tersedianya data dan informasi yang mendukung serta beberapa kasus yang terjadi di Pemerintah Kota Batu yang sudah masuk jalur hukum seperti korupsi. Kepala Badan Pengawasan menjelaskan bahwa tindak lanjut secara efektif baru dilakukan pada awal Tahun 2008 karena kendala internal di Bawasda berupa jabatan definitif Kepala Bawasda yang kosong pada Tahun 2006 s. Untuk tindak lanjut pada Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Batu Tahun Anggaran 2006. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar: a.

SPM dan penerbitan SP2D tanggal 14 Agustus 2007.869.000 SPM 2787/BP/PL/2006 CV KENCONO AGUNG SPM 2784/BP/PL/2006 CV INDRA CIPTA SPM 2785/BP/PL/2006 LAMBANG WAHYU INSANI SPM 2783/BP/PL/2006 CV INDRA CIPTA BRANKAS SP2D KLH SP2D PERTANIAN Selisih terjadi karena adanya pengambilan dengan cek untuk membayar SPM tahun 2006 dan sebagian disimpan di brankas. 7.000 (12. 28 Desember 2007 sebesar Rp1.872.000.000.000.639 164.000.00.000.240.000.000.869.390.750 4 14 03 2007 CEK NO 83974 2.000.089 100.869.045 66. AKL.000. 40.240.444.000 PEMBAYARAN SP2D KESBANGLINMAS PEMBAYARAN SP2D PERHUBUNGAN PEMBAYARAN SP2D PKK SETDA (panjar) Selisih terjadi karena adanya panjar.Lampiran 1 RINCIAN PENJELASAN SELISIH NO TANGGAL 1 2 1 1 01 2007 2 02 2007 CEK 3 JUMLAH 4 ALOKASI 5 JUMLAH 6 Ada SP2D 7 Non Posting (Tanpa SP2D) Pengembalian Brankas 8 9 500.450 346.390.444.128 36.200.700.869.000 1.000 51.000 500. telah dikembalikan oleh PT AKL tgl.000.670.000 17.811 7.106 500.000. Namun.750 3.000 265.700.000 (12.639 77.955.000 35.255.390.00 untuk dipinjam PT.444.200 TOTAL MARET 5 05 04 2007 CEK NO 839721 481.034.128 36.639 - 3.000.000 48.200.240.000 .332 174.000 35. 1.199.000.00 sehingga PT AKL masih memiliki pinjaman Rp65.204.000) (12.255.000 100.000.000 355.000. sebesar Rp100 juta digunakan untuk bayar pinjaman ke Diknas dan Rp35 juta disimpan di brankas 2. panjar ini telah dipertanggunjawabkan dengan pengajuan SPP.000 6 12 04 2007 CEK NO BC839724 355.200 TRANSFER PEMBAYARAN SPM PT AMIN KARYA LAKSANA Selisih terjadi karena pengambilan dengan cek sebesar Rp2. Sisanya diperhitungkan dengan pinjaman yang dimiliki Kasda kepada PT AKL sebesar Rp939. Bukti permintaan panjar tidak ada.704.021) Pembayaran SP2D diambilkan dari brankas (Capil) (ada SP2D) Selisih ini terjadi karena pembayaran SP2D diambilkan dari brankas tidak melalui pencairan dengan cek TOTAL FEBRUARI 51.000.390.704.004.032.065.000 481.736.039.000 500.065.200 2.240.000.996.204.996.000.Dari jumlah tersebut.000.000.427.750 87.089.260.390.000 250.089 PEMBAYARAN SP2D SETWAN PEMBAYARAN SP2D PERINDAG PENGEMBALIAN SP2D DIKNAS BRANKAS Selisih terjadi karena pengambilan uang dengan cek Rp481.200.000.034.089 81.332 174.000 307.106 7.704. salah satu rekanan yang sedang mengerjakan proyek (dalam lingkup kegiatan Dinas Kimpraswil).000 48.000) Jumlah selisih Panjar 10 11(8+9+10) Terdapat uang tunai di awal tahun TOTAL JANUARI (11.089 164.000.045 66.000) 3 05 03 2007 CEK NO 839715 500.

000 4.366.440 466.000 20.000 16.049.000 5 PENGEMBANLIAN SP2D PMP PEMBAYARAN SP2D PERSIKOBA BRANKAS PEMBAYARAN SP2D KESRA PEMBAYARAN SP2D KEC BUMIAJI Selisih terjadi karena adanya pengambilan cek untuk mengembalikan pinjaman sebesar Rp360 juta ke PMP dan Persikoba.366.633.400.000.000 81. Setwan dan Pemerintahan dan penyimpanan di brankas.000.950.490.049.800.010.000 8.600.000 35.570.000. 6 60.000 105.000 591.000 8 16 04 2007 CEK NO 839725 450.000 144.000 9 10 11(8+9+10) 7 13 04 2007 CEK NO 839759 140.403.000.900 105.500.070 621.000.000.366.000 140.000 91.989 1.510 dan untuk brankas sebesar Rp52.900.000.000 1.490 - 9 18 04 2007 CEK NO 839727 300.300.000 7 8 60.000.000 397.885.000 72.600.000. PEMBAYARAN RTGS CV BAROKAH BRANKAS Selisih terjadi karena adanya pencairan cek Rp450 juta.000 .490 450.000.000 10 30 04 2007 CEK NO 84003 621.400.900.570.600.000 9.191. Bumiaji (seperti dalam tabel).1 2 3 4 591.930 94.000 300.000 74.900 24.000.000 24. Rp140 juta disimpan dalam brankas dan sisanya untuk pembayaran yang memang ada SP2Dnya yaitu Kesra dan Kec.000.900.000 122.000. untuk pengembalian CV Barokah sebesar Rp397.950.000 300.000 397.989 1.560 48.000.000 PEMBAYARAN SP2D SATPOL PENGEMBALIAN SP2D PERINDAG BRANKAS PENGEMBALIAN SP2D SETWAN PENGEMBALIAN SP2D PEMERINTAHAN Selisih terjadi karena adanya pengembalian pinjaman ke SP2D Perindag.070 TOTAL APRIL 2.900 PEMBAYARAN SP2D PERTANIAN PEMBAYARAN SP2D PERHUBUNGAN PEMBAYARAN SP2D PERHUBUNGAN PEMBAYARAN SP2D PARIWISATA PEMBAYARAN SP2D WALIKOTA PEMBAYARAN SP2D CAPIL PEMBAYARAN SP2D DISPENDA PEMBAYARAN SP2D PERTANIAN PEMBAYARAN SP2D HUKUM PEMBAYARAN SP2D KESRA PEMBAYARAN SP2D KEUANGAN PEMBAYARAN KMG BRANKAS Selisih terjadi karena adanya pengembalian pinjaman berupa Kredit Multi Guna (KMG) di Bank Jatim dan penyimpanan di brankas. 39.092.000 300.900 421.000.010.633.000 51.570. 24.326.510 52.000 35.000 144.000 15.000.510 52.390.930 94.000 17.200.633.000 81.100.400.000.000 52.390.840.073.094.700.850.000 15.608.

949.081.500 100.050.625 70.500 350.000 5.199.000.621 79.700.000 12 07 05 2007 CEK BC 840038 238.900.821 150.000 1.000 15.182.000.000 17 29 05 2007 CEK BC 840276 163. PEMBAYARAN SP2D SETDA PJU PEMBAYARAN SP2D KASDA PEMBAYARAN SP2D PERKIM PEMBAYARAN SP2D BAPEDA PEMBAYARAN SP2D DIKNAS PEMBAYARAN SP2D DIKNAS PEMBAYARAN SP2D PERSIKOBA PEMBAYARAN SP2D PEMERINTAHAN (SETDA) PEMBAYARAN SP2D KLH PENGEMBALIAN SP2D KASDA BRANKAS Selisih terjadi karena adanya pengembalian pinjaman SP2D Kasda dan penyimpanan di brankas.000.282.500 38.500 38.000 91.000.000.000 1.000.000.800.000 14.000 SP2D KESBANG SP2D KESBANG KPU PENGEMBALIAN SP2D SETWAN BRANKAS Selisih terjadi karena adanya pengembalian pinjaman SP2D Setwan dan penyimpanan di brankas.000 15.821 30.000 15 11 05 2007 CEK NO 840042 CEK NO 840043 1.821 3.220.000.000. 20.000 6.625 - 18.000.000 23.000 70.439.623 21. 138.180 .332.800.625.000 585.000 31.000.000 35.000.123 53.000 14 10 05 2007 CEK PAD 84004 138.000.000 65.500 258.000.466.199.625 35.000 108.502.900.000.182.000 65.081.000 SP2D 408.500.000.000 13 09 05 2007 CEK NO 840040 150.500 100.000 238.013.000 703. PEMBAYARAN SP2D PERTANAHAN PEMBAYARAN SP2D KB KESOS PEMBAYARAN SP2D DIKNAS PEMBAYARAN SP2D KESBANG SETDA PENGEMBALIAN SP2D DIKNAS Selisih terjadi karena adanya pengembalian pinjaman SP2D Diknas dan penyimpanan di brankas.000 PENGEMBALIAN SP2D KEUANGAN PENGEMBALIAN DISHUB BRANKAS Selisih terjadi karena adanya pengembalian SP2D keuangan dan Dishub dan penyimpanan selisih pencairan ke brankas.902.000.500 PEMBAYARAN SP2D PERTANAHAN PEMBAYARAN SP2D DINKES PENGEMBALIAN SP2D DEWAN Selisih terjadi karena adanya pegembalian pinjaman SP2D Dewan.000.625 4.000 7.000 55.100.000.800.182.000.000 15.095.000 138. 223.900.081.900. PERTANAHAN SP2D SETDA 13.000.000.123 350.000 150.000 55.262.000 130.220.000 400.000.220.000.182.500 20.000 20.502.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11(8+9+10) 11 01 05 2007 CEK NO 839731 408.000 91.000 36.502.000.000.000.000 16 21 05 2007 CEK NO 840047 585.000.642.500 150.821 PEMBAYARAN GAJI DEWAN PEMBAYARAN SP2D HONOR TENAGA AHLI SETWAN PEMBAYARAN SP2D SETWAN Brankas Selisih terjadi karena adanya pegembalian pinjaman pemerintahan.000 18.123 235.

346. SPM dan Penerbitan SP2D tanggal 14 September 2007.000 9.526.000 74.000.366 317.500 206.870 60.130 301.970.000.000 1.407.238. dan penyimpanan di brankas.000 9.669.600.593.000.000 55.750 150.750 106.800.000 100. Panjar ini telah dipertanggungjawabkan dengan SPP.970.000.000.630 825.500.370 TOTAL MEI 19 11 06 07 CEK BC 840281 227.000 55.000.000.000.000 2.000 4.786.630 825.000 6.000.000 163.466.000.000.500 .000 6.030.1 2 3 4 5 SP2D SETDA SP2D SETDA PANJAR SETDA Selisih terjadi karena adanya pemberian panjar (tidak ada SPP.086.316.000 582.800.000.750.176.316.000.030.427. 106.000.038. SPM dan Penerbitan SP2D tanggal 14 September 2007.000 100.600.500.000 100.000 30.811.000.000 25.294.000.500 PEMBAYARAN SP2D PERINDAG PEMBAYARAN SP2D PERKIM PERSIKOBA BRANKAS Selisih terjadi karena adanya pengembalian pinjaman ke persikoba dan penyimpanan di brankas.750 43.000 25.000 227.176.000 5.134 129.000 35.000 35.000 3.000.000 15.882.000 11.500 159.000. 71.000.000 8.089. Bukti permintaan/pemberian panjar tidak ada.014.000.407.634 855.414.000 9.131. 18.000 SETDA PANJAR SETDA SP2D PARIWISATA SP2D SATPOL PP SP2D KEC.370 1.000 156.612.000 155.000 18 31 05 2007 CEK BC 840278 CEK bc 840279 981.095.669.000 100.000 3.000 155.200.896.238.000 153. Panjar ini telah dipertanggungjawabkan dengan SPP.955.819 1. Pertanahan dan penyimpanan di brankas.250 59.124.000 15.000.000.000 74.612.036.450.000.000 35.170.000.634 TOTAL JUNI 1.SPM dan SP2D). 6 13.800.000.000 100.000 30. Bukti permintaan/pemberian panjar tidak ada.188.000 1.000 35.414.500 43.683.000.SPM dan SP2D).000 20 13 06 2007 CEK NO 840283 159.000 9.000 25.683.000 61.000 53. PEMBAYARAN SP2D KESRA KNPI PEMBAYARAN SP2D MASJID NURUL IMAN PEMBAYARAN SP2D KESRA FKUB PEMBAYARAN SP2D KESRA MTQ PROP SP2D PERTANAHAN PEMBAYARAN SP2D PRAMUKA PENGEMBALIAN SP2D KASDA PENGEMBALIAN SP2D PEMERINTAHAN PEMBAYARAN PAJAK DKP PEMBAYARAN SP2D SETDA (PANJAR) PEMBAYARAN KMG BRANKAS Selisih terjadi karena adanya pengembalian SP2D (seperti daftar tersebut).366 323.003.407.000 100.500 21 20 06 2007 CEK NO 840256 855.441 60. BUMIAJI SP2D SDAE SP2D PERINDAG Selisih terjadi karena adanya pemberian panjar (tidak ada SPP.188.366 317.500 30.621 7 8 9 10 11(8+9+10) 60.000 PEMBAYARAN KMG PENGEMBALIAN PERTANAHAN SP2D DIKNAS SP2D SDAE SP2D KASDA BRANKAS Selisih terjadi karena adanya pengembalian KMG. panjar Setda pembayaran KMG.117.

500 148.000 30.837.250.000 6.000.000.500 148.856.000 1.000.500 219.000 166.000 29.000 12. PANJAR PEMERINTAHAN Selisih terjadi karena adanya pemberian panjar (tidak ada SPP.000 2.000 7 8 150.000 6.000 17.000 2.837.837.500 201.000 9 10 11(8+9+10) 22 13 07 2007 cek BC 840261 23 17 07 2007 cek BC 840263 SP2D 274 200.000 .387.000.000 TK MUTIARA ABADI (Diknas) PEMBAYARAN SP2D SUMBERBRANTAS PEMBAYARAN SP2D PESANGGRAHAN PEMBAYARAN SP2D TULUNGREJO PEMBAYARAN SP2D SUMBERGONDO PEMBAYARAN SP2D DADAPREJO BRANKAS PEMBAYARAN SP2D PERKIM PEMBAYARAN SP2D PERKIM PEMBAYARAN SP2D PERKIM PEMBAYARAN SP2D PERKIM PEMBAYARAN SP2D PERKIM PEMBAYARAN SP2D PERKIM PEMBAYARAN SP2D PERKIM PEMBAYARAN SP2D PERKIM PEMBAYARAN SP2D KESBANG PEMBAYARAN SP2D KESBANG PEMBAYARAN SP2D KESBANG Selisih terjadi karena adanya pengembalian SP2D (seperti dalam daftar tersebut) dan penyimpanan di brankas.500 9.000 432.660 15. SP2D PERSIKOBA Selisih terjadi karena adanya pengembalian pinjaman SP2D Persikoba. 15.010 1.387.500 6.310.010 147.387.000.837.000 166.490 8.000.685 26 15 08 2007 CEK NO 840273 1.005.000 - 350.022.856.387.410.SPM dan SP2D).525 43.400 643.890.037.685 647.000.037.500 148.500 166.200.500 412.700.500 148.000.005.500. Bukti permintaan/pemberian panjar tidak ada.000 15.000 25 14 08 2007 CEK NO 164095 647.387.000 33.497.000 82.000.487.533.837.000 1.500 148.000 8.005. TOTAL JULI 6 150.533.707.022.497.500.400.985.000 432.533.000.500 9.685 PEMBAYARAN SP2D TORONGREJO PEMBAYARAN SP2D PANDANREJO PEMBAYARAN SP2D SONGGOKERTO PEMBAYARAN SP2D KASDA BRANKAS PEMBAYARAN SP2D SDA PEMBAYARAN SP2D SDA PEMBAYARAN SP2D SDA PEMBAYARAN SP2D KLH PEMBAYARAN SP2D KLH PEMBAYARAN SP2D KLH PEMBAYARAN SP2D KLH PEMBAYARAN SP2D PERINDAG PEMBAYARAN SP2D INFOKOM PEMBAYARAN SP2D BAWAS Selisih terjadi karena adanya pengembalian SP2D (seperti dalam daftar tersebut dan penyimpanan di brankas.300.856.487. SPM dan Penerbitan SP2D tanggal 14 September 2007.100 14.500 412.000 800.000 26.000 24 20 07 2007 82.500 122.890.837.000 10.000.175.000 1.500 166.000 200.000.800.500 148.533.387. 8.180. Panjar ini telah dipertanggungjawabkan dengan SPP.500 201.000 166.490 - 82.500 219.1 2 3 4 SP2D 244 5 SP2D PRAMUKA Selisih terjadi karena adanya pengembalian pinjaman SP2D Pramuka.000 166.533.

000 855.800.667.500 9 10 11(8+9+10) 27 16 08 2007 CEK BC 840274 855.000 PEMBAYARAN SP2D SISIR PEMBAYARAN SP2D TEMAS PEMBAYARAN SP2D BUMIAJI PEMBAYARAN SP2D BEJI BRANKAS PEMBAYARAN SP2D KOP & UKM PEMBAYARAN SP2D DKP PEMBAYARAN SP2D CAPIL PEMBAYARAN SP2D PEMERINTAHAN Selisih terjadi karena adanya pengembalian SP2D (seperti dalam daftar tersebut) dan penyimpanan di brankas.223.000 31.561.000 14.185 2.000 adalah kelebihan SP2D dibandingkan dengan kas yang keluar (kas yang keluar Rp9.000 .000 47.500 148.767.000) 79.000 3.159.361.837.500 14.367.1 2 3 4 5 6 201.837.000 PEMBAYARAN SP2D DISPERINDAG PEMBAYARAN SP2D PERTANAHAN PEMBAYARAN SP2D DKP PEMBAYARAN SP2D DIKNAS PEMBAYARAN SP2D DIKNAS PEMBAYARAN SISA SP2D DISPENDA Selisih terjadi karena adanya pengembalian SP2D Dispenda 2.113 2.500 148.000.000 634.837.000.361.500 148.000 20.200.720.113 (48.100.000 17.487. 610.840.000.500 183.937.000.000 70.000 29 28 08 2007 14 8 2007 0242/VIII/SP2D/LS/2007 28 8 2007 0385/VIII/SP2D/LS/2007 PANJAR BAGIAN UMUM PENGEMBALIAN PANJAR SETDA BLN APRIL PENGEMBALIAN PANJAR SETDA BLN APRIL Selisih terjadi karena adanya panjar dari bagian umum (menambah selisih).000 37.000.113 2.000 288.000.500 3.667.427.000 45.000) (600.487.000.000.500 201.000 28 23 08 2007 CEK CC164063 148.767.000 sedangkan SP2D sebesar Rp10.720.000) TOTAL AGUSTUS 30 06 09 2007 CEK CC 164069 288.424.487.113 88.500 PEMBAYARAN SP2D DESA TLEKUNG PEMBAYARAN SP2D DESA SIDOMULYO PEMBAYARAN SP2D GUNUNGSARI PEMBAYARAN SP2D DISPERINDAG PEMBAYARAN SP2D DISPERINDAG PEMBAYARAN SP2D DISPERINDAG PEMBAYARAN SP2D DISPERINDAG PEMBAYARAN SISA SP2D KESRA Selisih terjadi karena adanya pengembalian SP2D (seperti dalam daftar tersebut) 14.500 166.000.250.950.000 200.387.666.500 183.000 7 8 201.667. Nomor SP2D 0385/VIII/SP2D/LS/2007 79.700.000 200.510 30.837.000 11.550.000 22.250.740.113 (48.767.000 445. Jumlah Rp600.487.500 100.367.000.000 105.000 440.800.000) (600.500 100.000.000.937.100.500 201.000. pengembalian panjar dari setda (mengurangi selisih).490 23.000 7.000.600.

000 9.085.000.550.553. SP2D tersebut adalah pertanggungjawaban (Spj) untuk panjar tgl.550.800.000 59.800 286.000.11Juni 2007 untuk nilai Rp74.650 20.000 59.000 7 8 1.000 250.000) (82. tgl.000) (82.000.000.685.000) (60.257.1 2 3 4 5 6 59.000.000.000.600. 24 September 2007.595 20.000.000 59.550.550. SP2D-nya tergabung dalam jumlah Rp50 juta. tetapi ada pembukuan SP2D di register dan BKU.800.000 59.000) 35 18 09 2007 CEK NO 164101 254.000 5.00 9 10 11(8+9+10) 31 07 09 2007 CEK NO 164071 CEK NO 164072 500.500.550.000 3.000.810.900 PEMBAYARAN SP2D KESRA PEMBAYARAN SP2D KASDA PEMBAYARAN SP2D KLH PEMBAYARAN SP2D KLH PEMBAYARAN SP2D KLH PEMBAYARAN SP2D KECAMATAN BATU PEMBAYARAN SP2D PARIWISATA PEMBAYARAN SP2D PARIWISATA PEMBAYARAN SP2D BAWAS 38.000 59.000.000 18.810) PENGEMBALIAN PANJAR PENGEMBALIAN PANJAR PENGEMBALIAN PANJAR Selisih terjadi karena tidak ada pengeluaran riil.550.595 40.000 PANJAR SETDA (KEPEGAWAIAN) Selisih terjadi karena adanya panjar sebesar rp20.000. 32 11 09 2007 Cek CC 164073 20.800.000 1.250 6.000 59.000 13. 199-201 tgl.000 59.550.000 33 13 09 2007 Cek CC 164074 SP2D No.000.550.000 PEMBAYARAN PAM DKB TEMAS PEMBAYARAN PAM DKB PESANGGRAHAN PEMBAYARAN PAM DKB JUNREJO PEMBAYARAN PAM DKB PENDEM PEMBAYARAN PAM DKB BEJI PEMBAYARAN PAM DKB TORONGREJO PEMBAYARAN PAM DKB BUMIAJI PEMBAYARAN PAM DKB GIRIPURNO PEMBAYARAN PAM DKB GUNUNGSARI PEMBAYARAN PAM DKB TULUNGREJO PEMBAYARAN PAM DKB SUMBEREJO PERSIKOBA PEMBAYARAN SP2D KASDA PEMBAYARAN SISA SP2D SETWAN Selisih terjadi karena adanya pengembalian SP2D (seperti dalam daftar tersebut) 20.533.800.00.600.000 59. 214-217 SP2D No.550.600. 218-220 KESRA DI REGISTER Rp250.00 Selisih disebabkan karena SP2D-nya lebih sebesar Rp542.000 59.000.000.680.550.000) (74.500.600.810 dibandingkan pengeluaran riil sebesar Rp250 juta (542.000.000 59. Panjar tersebut dipertanggungjawabkan pada tgl.000 7.13 Sept 2007 34 14 09 2007 SP2D No.000 12. 204-213 SP2D No.000.000 .533.00.000.550.011.000 59.000 PEMBAYARAN PAM DKB NGAGLIK 500.000) (60. berdasar cek gabungan seharusnya Rp250.971.542.550.29 Mei 2007untuk nilai Rp60 juta dan tanggal 20 Juli 2007 untuk nilai Rp82. (74.550.

000 5.000 1.000 463.000 3.900.750.750.257.000 terdiri dari 3 SP2D sebesar Rp15 juta.000 4.000 1.000.250.000 750.000.307.000 2.900 36 20 09 2007 CEK CC 164076 463.000 1.000 PEMBAYARAN SP2D SATPOL/BEBAN KERJA PEMBAYARAN SP2D SATPOL/KONDISI KERJA PEMBAYARAN SP2D BAPEDA/BEBAN KERJA PEMBAYARAN SP2D KOP & UKM/BEBAN KERJA PEMBAYARAN SP2D KESEHATAN/BEBAN KERJA PEMBAYARAN SP2D PMP/BEBAN KERJA PEMBAYARAN SP2D PERKIM/PERANGKO PEMBAYARAN SP2D PERKIM/ATK PEMBAYARAN SP2D PERKIM/JASA KOMUNIKASI PEMBAYARAN SP2D PERKIM/PEMELIHARAAN KENDARAAN PEMBAYARAN SP2D PERKIM/CETAK PEMBAYARAN SP2D PERKIM/LISTRIK PEMBAYARAN SP2D PERKIM/KEBERSIHAN PEMBAYARAN SP2D PERKIM/MAMIN PEMBAYARAN SP2D PERKIM/PERJALANAN DINAS PEMBAYARAN SP2D PERKIM/PD DLM DAERAH PEMBAYARAN SP2D PERKIM/KURSUS PEMBAYARAN SP2D PERKIM/LEMBUR JAN-APRIL PEMBAYARAN SP2D PERKIM/LEMBUR MARET-MEI PEMBAYARAN SP2D PERKIM/LEMBUR JAN-JULI PEMBAYARAN SP2D PERKIM/LEMBUR APRIL PEMBAYARAN SP2D PERKIM/LEMBUR MARET PEMBAYARAN SP2D PERKIM/KONDISI KERJA PEMBAYARAN SP2D PERKIM/BEBAN KERJA PEMBAYARAN PERSIKOBA Selisih terjadi karena adanya pengembalian ke Persikoba 5.450.000. Kasda dan untuk disimpan di brankas.000.850.257.000 18.000.000 18.000.000 24. SP2D yang dibukukan dalam BKU berbeda dengan penggunaan pengeluaran yang sebenarnya.200.200 254.000 9.000.185.000 3.000 2.000.000. Penggunaan kas adalah untuk pembayaran SP2D Kesra.000 14.000 300.185. sedangkan sesuai SP2D adalah untuk belanja sosial kemasyarakatan (Kesra) 6 40.000 1.050. Rp25 juta dan Rp500 ribu.307.500.800.000) .000 1.000 1.000 4.885.650.000 450.000 8.000 4.500.000.000 19.000 13. 282.000.000 1.000 18.000 13.000 6.000 5.307.819.500.000. 283.000 300.000 11.000.000 4.1 2 3 4 SP2D No. (10.000.000 1.900 7 8 9 10 11(8+9+10) 204. 284 bulan September 2007 5 PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KB & KESOS PEMBAYARAN SP2D KEC BUMIAJI BRANKAS Selisih terjadi karena adanya pengeluaran kas sebesar Rp50 juta tetapi jumlah pengeluaran sesuai SP2D sebesar Rp40.000 4.290.000.000 5.000.000. pengeluaran tersebut diambilkan dari brankas.000 12.000) 163. Sesuai penjelasan Kuasa BUD periode sebelum Oktober 2007.000.500.000 37 21-Sep-07 0319/IX/SP2D/LS/2007 SP2D KESRA FKPPI SP2D ini ada di register tetapi tidak ada pengeluaran riil sebesar Rp10 juta yang berasal dari pencairan cek.250.542.000 450.320.500.000 5.000 (10.

000. pengeluaran riil Rp29.113) 40 25 09 2007 CEK NO 164104 41 0356//SP2D/LS/2007 841.01) 6.000.000.00.077.000 20.000.073.000. 28 Agustus 2007sebesar Rp55 juta.857.426.000.00 (SP2D Nomor 445/SP2D/IX/LS/2007) 567.900 325.1 2 3 4 5 SP2D SETDA/PERJALANAN DINAS (di register Rp50 jt.653.900 521. pengeluaran riil Rp15.600.600.225.367.000 4.931. Selisih sebesar Rp55 juta karena dalam SP2D tersebut terdapat pertanggungjawaban panjar tgl.000 4.00 pengeluaran riil Rp36.000. SP2D tersebut sebagiannya atau Rp79.000.000 11.000.253.700.000.000) (55.190 (10.931. 11 Sept 2007 SP2D SETDA/SELAMATAN Selisih disebabkan SP2D Rp95.800.700.000 43 28-Sep-07 454/IX/SP2D/LS/2007 CC 164079 SP2D SETDA/KEPEGAWAIAN (Di register tertulis Rp91.000 2.300.000 1.000 16.000.000 PEMBAYARAN SP2D PERHUBUNGAN PEMBAYARAN SP2D PERHUBUNGAN/BK PEMBAYARAN SP2D PERHUBUNGAN/KK PEMBAYARAN SP2D KEC JUNREJO PEMBAYARAN SISA SP2D PERTANAHAN Di register/BKU tertulis Rp865 juta.000 2.000.100.600.000 (40.000 40.000) 42 27 09 2007 CEK NO 164105 445/IX/SP2D/LS/2007 985.1.320.400.737.000.000 5.000 841.000) 11(8+9+10) 38 24-Sep-07 349/IX/SP2D/LS/2007 Cek CC 164103 39 350/IX/SP2D/LS/2007 Cek CC 164103.990.000.950.000.000.000 4.000 di catt kendali Rp36.000.113) 1.000 2.000 90.367. SP2D yang dibukukan di BKU adalah untuk Belanja Sosial Kemasyarakatan(5.00) Selisih disebabkan SP2D Rp50 juta.000 2.367.000 adalah pertanggungjawaban panjar tgl.00.000 3.000.700.000 105.000 (326.627.400.950.253.077 . PANJAR SETDA selisih terjadi karena adanya panjar TOTAL SEPTEMBER (55.000 61.113) (79.000) 25.000 1. pengeluaran riil berdasarkan catatan kendali Rp825 juta sehingga selisih (lebih) pada BKU sebesar Rp40.840.520.480.160.253.000 985. namun bukti SP2D hanya sebesar Rp 138.000) Selisih disebabkan SP2D Rp91.000. 28 Agustus 2007 6 (20.000 67.113 adalah pertanggungjawaban panjar tgl.000 108.900 PEMBAYARAN SP2D PERTANAHAN DINKES PARIWISATA PARIWISATA PARIWISATA DKP DKP KLH KASDA KASDA KASDA KASDA KASDA KASDA KASDA PANJAR SP2D KESRA BRANKAS Selisih terjadi karena adanya pengeluaran sebesar Rp660 juta.000) 7 8 9 10 (20.253.600.000 825.700.931.000. SP2D 350/351 (79.000 1.000. berdasarkan cek Rp29.437.000.000.900 2.5.000) CC 164079 25.887. SP2D tersebut sebagiannya atau Rp20.

000 600.000 25.000 100.000.948.000 160.716 .305.500.000 20.000.700 35.000 25.700 1.000 47 09 10 2007 CEK CC 164108 155.874.000 10.000 PENGEMBALIAN SP2D KASDA PENGEMBALIAN SP2D SATPOL PENGEMBALIAN KEPEGAWAIAN Selisih terjadi karena adanya pengembalian SP2D seperti dalam daftar.990.000.000 20.874.000 50.300 200.347.000.874.300 25.000.727 68.000 13.000. TOTAL OKTOBER JUMLAH TOTAL Selisih yang belum dapat dijelaskan JUMLAH SEHARUSNYA 100.000 PEMBAYARAN SISA SP2D DIKNAS PEMBAYARAN SISA SP2D KESRA PEMBAYARAN SISA SP2D KESRA BNK PANJAR SP2D SATPOL PENGEMBALIAN SP2D PEMERINTAHAN BRANKAS TRANSFER REKENING JAYA PRATAMA Selisih terjadi karena adanya pengembalian Sisa SP2D seperti dalam daftar tersebut dan adanya penyimpanan di brankas 25.820.000 870.000 600.820.000.000.140 42.000.000 48 10 10 2007 CEK CC164109 11 10 2007 300.600.000 PENGEMBALIAN PERSIKOBA PENGEMBALIAN SP2D INFOKOM Selisih terjadi karena adanya pengembalian Sisa SP2D seperti dalam daftar tersebut dan adanya penyimpanan di brankas 60.012.000 68.000 PANJAR 20.000.000 775.000.709.000 365.000.000 46 05 10 2007 CEK CC164106 100.576 13.820.000.675.000.000.205.000.000.000 100.115.1 44 2 3 10 2007 3 4 5 PANJAR-KESRA BNK SP2D dari panjar kesra ini telah tergabung dalam SP2D Nomor 385 tanggal 28 Agustus 2007.000 24.000 11(8+9+10) 45 04 10 2007 CEK CC164083 200.000 24.000 - 155.709.000.000. 300.700 35.000.000 7 8 9 10 600.000 300.500.669.000 40.413 341.000 20.000 365.300 11.000 KESRA AN NUR Selisih terjadi karena adanya panjar seperti dalam daftar.000 68.000.000.420. 6 600.205.000.000 20.

30 Mei 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka rakor Muspida tgl 5.00 600.000.26 Maret 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.000.ormas&orsos tgl 16.ormas&orsos tgl 20.01.12 Januari 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.000.00 1. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.000.30 April 2007 Biaya perjalanan dinas WaKDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.28. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.500.ormas&orsos tgl 1.000.ormas&orsos tgl 2.000.20 Juli 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.500.000.19.00 2.000.8.18.000.00 300.01 : Dialog / audiensi dengan Tokoh Masyarakat dan Ormas : 1.00 42. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.28 Juni 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.ormas&orsos tgl 7.000.00 1.ormas&orsos tgl 2.000.00 1.30 Juli 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.17.23.ormas&orsos tgl 1.30 April 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.15.31 Juli 2007 Biaya perjalanan dinas WaKDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.24 Agust 2007 Biaya perjalanan dinas WaKDH dalam rangka pembukaan Jambore UKS siswa SMK 2007 tgl 4 Agustus 2007 JUMLAH Jumlah 600.00 1.ormas&orsos tgl 1.ormas&orsos tgl 6.4.000.000.27.ormas&orsos tgl 15.11.5.13.500.500.2.000.9 Peb 2007 Biaya perjalanan dinas WaKDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.ormas&orsos tgl 1.7April 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.000.00 1.800. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.Lampiran 2 Nomor Rekening Nama kegiatan Kode rekening Nama rekening : 1.22. tidak ada Surat Tugas dan SPPD 10 31/03/2007 11 31/03/2007 12 31/03/2007 13 30/04/2007 14 30/04/2007 15 30/04/2007 16 30/04/2007 17 30/04/2007 18 30/04/2007 19 31/05/2007 20 31/05/2007 21 31/05/2007 22 31/05/2007 23 26/06/2007 24 28/06/2007 25 29/06/2007 26 20/07/2007 27 22/07/2007 28 30/07/2007 29 31/07/2007 30 31/08/2007 31 31/08/2007 32 31/08/2007 600. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.000.16. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.6.00 2.000.200.8.27.00 300.27.26 Jan 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.000.ormas&orsos tgl 23 Maret 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.30 Maret 2007 Biaya perjalanan dinas WaKDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.ormas&orsos tgl 1.000.15.3. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.00 900.13.00 500.2.000. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.500. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.ormas&orsos tgl 17.500.500.000. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.3.23 Pebr 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.ormas&orsos tgl 21.ormas&orsos tgl 9.18 Pebr 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.03.500.00 1.ormas&orsos tgl 2.00 1.8. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.000.00 2.01 : Biaya Perjalanan Dinas Dalam Daerah No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tanggal 01/02/2007 12/02/2007 12/02/2007 25/02/2007 26/02/2007 27/02/2007 02/02/2007 20/02/2007 31/03/2007 Uraian Biaya perjalanan dinas WaKDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.500.000.26.21.7. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.00 900.00 600.00 1.ormas&orsos tgl 21.ormas&orsos tgl 16.18.9 Maret 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.ormas&orsos tgl 1.00 1.29 Juni 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.500.ormas&orsos tgl 23.ormas&orsos tgl 10.22. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.29 Mei 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.7.00 Pelaksana Wakil Walikota Walikota Wakil Walikota Wakil Walikota Walikota Wakil Walikota Wakil Walikota Walikota Walikota Wakil Walikota Wakil Walikota Walikota Keterangan Bukti kuitansi tanda terima.000. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.00 600.18.000.00 1.15.00 1.000.000.000.ormas&orsos tgl 1.8 April 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.00 600.20. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.000.00 3.24.ormas&orsos tgl 28.00 2. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.29 Mei 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.00 1.000.19.12 April 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.16.500.000.ormas&orsos tgl 5.25 Pebr 2007 Biaya perjalanan dinas WaKDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.000.00 Wakil Walikota 2.26 Juni 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.00 1.15.000. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.500.000.500.25 Pebr 2007 Biaya perjalanan dinas WaKDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.7.16.19.ormas&orsos tgl 1.17 April 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.000. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.000.5. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.21.2.000.22.6.00 1.7. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.23.ormas&orsos tgl 1.000.8 Agustus 2007 Biaya perjalanan dinas WaKDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.2.20.20.ormas&orsos tgl 10 Pebr 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.8.000.ormas&orsos tgl 5. tidak ada Surat Tugas dan SPPD Bukti kuitansi tanda terima.22 Juli 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.19.6 Mei 2007 Biaya perjalanan dinas KDH dalam rangka dialog dgn tokoh masy.18.03.8.00 Walikota Walikota Walikota Walikota Wakil Walikota Walikota Wakil Walikota Walikota Wakil Walikota Walikota Walikota Wakil Walikota Wakil Walikota Wakil Walikota Wakil Walikota Walikota Wakil Walikota Wakil Walikota Wakil Walikota .9.00 1.25.ormas&orsos tgl 1.000.

400.000.750.100.750.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.000.000.750.000.500.d Agustus Honorarium staf DPD bulan September Honorarium staf DPD bulan Oktober Honorarium staf DPD bulan November Honorarium staf DPD bulan Desember Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Batu Periode Bulan Januari s.000.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 400.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 15-16/12/2007 Undangan pelatihan politik perempuan dengan IRI .00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 400.000.Lampiran 3 PERINCIAN PENGGUNAAN DANA BANTUAN KEPADA PARTAI POLITIK DENGAN BUKTI TIDAK LENGKAP TAHUN ANGGARAN 2007 No 1 Partai PNI Marhaenisme Jenis Pengeluaran Biaya perjalanan rapat Tgl kuitansi 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 2 Partai Amanat Nasional Biaya perjalanan 04/01/2007 10/02/2007 18/02/2007 17/03/2007 23/03/2007 25/05/2007 17/06/2007 12/08/2007 19/12/2007 Biaya perjalan rapat a/n Dorahman Biaya perjalan rapat a/n Supriadi Biaya perjalan rapat a/n Mariadi Biaya perjalan rapat a/n Slamet Biaya perjalan rapat a/n Wibowo Biaya perjalan rapat a/n Toyib Biaya perjalan rapat a/n Wito BL Biaya perjalan rapat a/n K Solikin Biaya perjalan rapat a/n Sutrisno Biaya perjalan rapat a/n Mistari Biaya perjalan rapat a/n Imam Total Presentasi budidaya hortikultura di DPW Pelatihan kepemimpinan dengan IRI Undangan pertemuan Badan EKJU & W Undangan Pelatihan Public Relation Undangan Up Grading Manajemen Partai Undangan membuka peluang bisnis holtikultura Pelatihan strategi advokasi dan penanganan Undangan pelatihan politik perempuan dengan IRI Undangan ke Bakesbanglinmas Total 3 Partai Demokrat Pemeliharaan Data dan Arsip Honorarium 5 Orang Pengurus Total 4 Partai Damai Sejahtera Total 5 Partai Golkar Honorarium 31/8/2007 30/9/2007 31/10/2007 31/10/2007 31/12/2007 Biaya Perjalanan 31/8/2007 Honorarium staf DPD Januari s.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.00 200.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.00 kuitansi tanda terima tanpa SK Parpol 2.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.000.800.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.000.000.500.000.000.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 100.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 600.00 tanpa kuitansi 2.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.00 375.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.000.000.000.00 kuitansi tanda terima tanpa SK Parpol 2.00 2.000.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 2.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 600.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.00 kuitansi tanda terima tanpa SK Parpol 4.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 3.000.000.000.000.00 22.000.000.00 kuitansi tanda terima tanpa SK Parpol 2.d Agustus 375.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 200.000.00 kuitansi tanda terima tanpa SK Parpol 2.000.750.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 06/01/2007 Biaya Rapat ke Surabaya DPW 3 Orang Uraian Biaya perjalan rapat a/n H Kadarianto Jumlah Bukti 200.000.000.000.000.000.

000.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 5.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 675.800.d Desember 2007 Total Total untuk penggunaan bantuan dengan bukti tidak lengkap Jumlah Bukti 4.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 630.000.000.000.000.000.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 600.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 625.d Agustus Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Batu Perode Bulan September 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Junrejo Periode Bulan September 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Bumiaji Periode Bulan September 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Batu Periode Bulan Oktober 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Junrejo Periode Bulan Oktober 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Bumiaji Periode Bulan Oktober 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Batu Periode Bulan November 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Junrejo Periode Bulan November 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Bumiaji Periode Bulan November 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Batu Periode Bulan Desember 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Junrejo Periode Bulan Desember 2007 Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Bumiaji Periode Bulan Desember 2007 Biaya Perjalanan mengantar Undangan 21 Kali Rapat DPD Partai GOLKAR Kota Batu periode Bulan Januari s.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 525.305.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 600.000.000.000.000.930.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 525.00 64.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 675.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 600.000.400.000.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 525.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 55.00 .d Agustus Uraian Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se-Kecamatan Junrejo Biaya Perjalanan Dinas Pimpinan Desa / Kelurahan se Kecamatan Bumiaji Periode Bulan Januari s.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 675.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 600.No Partai Jenis Pengeluaran Tgl kuitansi 31/8/2007 31/8/2007 30/9/2007 30/9/2007 30/9/2007 31/10/2007 31/10/2007 31/10/2007 31/11/2007 31/11/2007 31/11/2007 31/12/2007 31/12/2007 31/12/2007 31/12/2007 Periode Bulan Januari s.00 kuitansi saja tanpa Surat Tugas 675.000.000.000.

00 kuitansi tanda terima 350.00 kuitansi 3.000.000.000.00 kuitansi 2.00 kuitansi 1.00 840.00 kuitansi 87.800.Lampiran 4 PERINCIAN PENGGUNAAN DANA BANTUAN KEPADA PARTAI POLITIK YANG TIDAK TEPAT PERUNTUKKANNYA TAHUN ANGGARAN 2007 No 1 Partai PNI Marhaenisme Jenis Pengeluaran Administrasi Umum Tgl kuitansi 10/01/2007 15/01/2007 24/11/2007 05/12/2007 09/12/2007 11/12/2007 12/12/2007 Honorarium 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 07/10/2007 Santunan + pengajian umum Sumbangan musyawarah cabang PNI Marhaenisme Sekaresidenan Malang Beli bensin Beli bensin Iklan ucapan duka cita Walikota Batu Donasi program selamatan bersih desa Pandanrejo Th 2008 Bantuan operasional PAC Junrejo Biaya operasional kantor selama 1 tahun Biaya operasional PAC Bumiaji Biaya operasional PAC Batu Total 2 Partai Keadilan Sejahtera Langganan daya dan jasa Langganan koran Jawa Pos 12 bulan @ 70.700.00 kuitansi 1.00 kuitansi 1.00 kuitansi 1.000.000.000.000.000.000 Total 3 Partai Amanat Nasional Pemeliharaan Data dan Arsip 16/02/2007 16/02/2007 03/04/2007 10/06/2007 26/06/2007 26/06/2007 22/07/2007 23/08/2007 23/08/2007 23/08/2007 23/08/2007 23/08/2007 23/08/2007 23/08/2007 23/08/2007 23/08/2007 23/08/2007 23/08/2007 14/11/2007 01/12/2007 Dana operasional DPC Bumiaji Dana operasional DPC Junrejo Muscab DPC Kec Batu Musyrant Tlekung Dana pembinaan DPC Junrejo Pengadaan bendera partai Dana pembinaan DPRt Tlekung Dana pembinaan DPC Bumiaji Dana pembinaan DPRt Bumiaji Dana pembinaan DPRt Tulungrejo Dana pembinaan DPRt Punten Dana pembinaan DPRt Gunungsari Dana pembinaan DPRt Bulukerto Dana pembinaan DPRt Pandanrejo Dana pembinaan DPRt Giripurno Dana pembinaan DPRt Sumbergondo Dana pembinaan DPRt Sumberbrantas Musyrant Sumberbrantas Pengadaan seragam partai Musyrat Torongrejo Uraian Subsidi pembangunan kantor karang taruna Giripurno Jumlah Bukti 300.000.000.00 kuitansi 2.00 kuitansi tanda terima 12.000.000.00 kuitansi 250.000.000.000.000.000.000.550.00 kuitansi 1.00 kuitansi tanda terima 6.000.000.00 kuitansi 1.000.000.00 kuitansi 250.00 kuitansi 1.000.000.000.000.00 nota bensin 100.00 kuitansi tanda terima 1.000.00 kuitansi 1.000.00 kuitansi tanda terima 1.000.00 kuitansi 2.000.00 kuitansi tanda terima 1.000.000 Langganan koran Surya 3 bulan @ 29.00 kuitansi tanda terima 100.000.000.000.700.00 kuitansi tanda terima 400.00 kuitansi 250.000.000.00 kuitansi 1.00 kuitansi .00 nota bensin 500.000.000.000.000.00 kuitansi 1.00 1.000.00 kuitansi 1.000.000.000.000.500.000.000.765.00 kuitansi 927.000.000.00 kuitansi tanda terima 100.000.000.00 kuitansi 1.

000.000.00 kuitansi 1.000.000.00 kuitansi 500.00 kuitansi 551.No Partai Jenis Pengeluaran Mebelair kantor Tgl kuitansi 22/08/2007 23/08/2007 04/09/2007 04/09/2007 Alat-alat dapur Tabung gas dan elpiji Kunci telp D&R Alat-alat dapur Uraian Jumlah 166.000.000.000.00 kuitansi 400.000. Imam Kabul Biaya Rekening Iklan di Malang Pagi"ucapan turut berduka cita HM.000 Bunga ucapan selamat atas kemenangan calon a/n edi rumpoko Pembelian Kain Seragam Ongkos Jahit Pemesanan Kalender Karangan Bunga untuk konstituen meninggal dunia Pembelian Bahan Bangunan Bahan Bangunan untuk perawatan sekretariat Sewa tempat untuk rapat anggota Wartawan untuk informasi masyarakat Ucapan duka cita berupa karangan bunga konstituen dan transportasi Total 6 Partai Kebangkitan Bangsa Langganan daya dan jasa 31/8/2007 09/03/2007 10/01/2007 11/01/2007 12/03/2007 Honorarium Tenaga Kebersihan Honorarium Tenaga Kebersihan Honorarium Tenaga Kebersihan Honorarium Tenaga Kebersihan Honorarium Tenaga Kebersihan Total 7 PDI Perjuaangan Langganan Daya dan Jasa 26/2/2007 18/3/2007 06/09/2007 27/8/2007 27/8/2007 15/8/2007 Langganan Malang Post Januari s.000.700.000.00 1.000. umbul-umbul.000.00 kuitansi 113.00 kuitansi 1.000.Imam K" Biaya Rekening Iklan di Dhamma TV "Dirgahayu RI" 24.00 kuitansi 300.00 kuitansi 220.00 kuitansi 200.00 kuitansi 100.00 kuitansi 18-19/10/2007 Konsumsi Rapat .000.00 kuitansi 300.00 5.000.000.00 kuitansi 5.000.000.000.00 kuitansi 320.000.00 kuitansi 175.d Desember 2007 3 bln@122.500.00 kuitansi 100.00 kuitansi 150.700.00 kuitansi 10.000.00 kuitansi 300.000.300.000.00 845.500.00 kuitansi 900.000.00 kuitansi 2.00 kuitansi 100.000.00 kuitansi 131.500.385.000.00 kuitansi 150.00 kuitansi 1.00 kuitansi 350.000.00 kuitansi 250.323. tranportasi & Bendera Merah Putih Pemesanan Spanduk dan Pemasangan spanduk Pembuatan Bendera dan transportasi Papan nama rating Biaya Penggalangan Massa 51 0rang @25.000.000.800.000.200.000.00 kuitansi 500.834.00 kuitansi 250.500. 9 bulan @ 177.00 kuitansi Bukti Total 4 Partai Demokrat Langganan daya dan jasa 05/04/2007 Honorarium Pengacara Total 5 Partai Damai Sejahtera Pemeliharaan Data dan Arsip 02/05/2007 06/10/2007 6&14/8/2007 31/7/2007 28/9/2007 15/10/2007 24/10/2007 14/11/2007 12/02/2007 12/05/2007 20/12/2007 Administrasi Umum 25/2/2007 06/11/2007 21/6/2007 15/5/2007 17/8/2007 26/8/2007 Pertemuan dengan konstituen di sekretariat Konsumsi rapat dan transportasi Pembelian Tiang bendera.00 kuitansi 100.000.00 kuitansi 235.500 Biaya Rekening Iklan Koran Pendidikan "ucapan selamat pelantikan PKB" Biaya Rekening Iklan di Tabloid Demokrasi "ucapan selamat Rakercabsus" Biaya Rekening Iklan di Tabloid Demokrasi "Artikel profil DPC PDIP Batu" Biaya Rekening Iklan di Koran Pendidikan "ucapan turut berduka cita HM.00 kuitansi 300.275.000.000.00 kuitansi 132.000.00 800.00 kuitansi 178.500.

00 41.00 97.100.500.000.600. Stiker Total Total untuk penggunaan bantuan yang tidak tepat peruntukkannya Jumlah 500.700.00 kuitansi 1.000.00 24.No Partai Jenis Pengeluaran Tgl kuitansi 26/12/2007 27/12/2007 Walikota" Uraian Biaya Rekening Iklan di Koran Pendidikan "Ucapan Selamat Pelantikan Bunga Floris "ucapan selamat Pelantikan Walikota" Biaya Perjalanan antar surat dari Januari s.00 kuitansi 9.600.000.00 Bukti Biaya Perjalanan Menunjang Kegiatan Jan-Des 2007 Jan-Des 2007 .680.480.895.00 kuitansi 2.000.000 Makan minum spanduk.d Desember 54 org @50.180.

SBY/04/2008 : 26 April 2008 IN D ON ES IA AN BAD M PE .TR BUKU III H A R M A AR TH AS A A SH TO N I D ER K IK LI SA UB KEU EP ANGAN . R BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA HASIL PEMERIKSAAN SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2008 LAPORAN ATAS PENGENDALIAN INTERN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA BATU UNTUK TAHUN ANGGARAN 2007 AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA Nomor Tanggal : 82/R/XVIII.

.................. i 1 4 18 18 2..... BUD belum membuat Anggaran Kas Pemerintah Daerah .......HALAMAN DAFTAR ISI…………………………………………………………………........................................... Pemerintah Daerah belum sepenuhnya membuat pedoman pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah ................................................................. Pelaksanaan penatausahaan pengelolaan uang milik daerah di Kantor Kas Daerah tidak tertib ..... Badan Pengawas Daerah sebagai Satuan Pengawas Intern tidak berfungsi optimal ... 30 i ........... 1............................................................... RESUME HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN.................................................... Penunjukan Bank tempat penyimpanan kas milik daerah tidak didukung dengan kesepakatan antara pihak Pemerintah Daerah dan Bank ........ 22 24 26 28 6........................ 20 3........ HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN…….... GAMBARAN UMUM SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH…........................................ Buku Tabungan milik SKPD tidak dibawa oleh masing-masing SKPD tetapi berada di Kas Daerah ......................... 7........ 4.................................................... Pengelolaan aset Pemerintah Kota Batu belum tertib........................................................... 5........

Namun. Kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Batu yang ditemukan BPK RI adalah sebagai berikut. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 1 . Untuk memperoleh keyakinan memadai. tujuan pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan sistem pengendalian intern tersebut. Oleh karena itu. BPK RI tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. Pengendalian intern tersebut meliputi berbagai kebijakan dan prosedur yang: (1) terkait dengan catatan keuangan. Sistem pengendalian intern Pemerintah Kota Batu terkait dengan laporan keuangan merupakan suatu proses yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai atas keandalan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. SPKN mengharuskan BPK RI untuk mengungkapkan kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas pelaporan keuangan. Pemerintah Kota Batu bertanggung jawab untuk mengatur dan menyelenggarakan pengendalian tersebut. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah memeriksa Neraca Pemerintah Kota Batu per 31 Desember 2007. Laporan Realisasi Anggaran.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RESUME HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. (3) memberikan keyakinan yang memadai atas keamanan aset yang berdampak material pada laporan keuangan. Sistem pengendalian intern merupakan tanggung jawab Pemerintah Kota Batu. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK RI mengharuskan BPK RI melaksanakan pengujian atas sistem pengendalian intern Pemerintah Kota Batu. (2) memberikan keyakinan yang memadai bahwa laporan tersebut telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan serta penerimaan dan pengeluaran telah sesuai dengan otorisasi yang diberikan. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.

6. 3. BPK RI merekomendasikan Walikota agar: 1. Memerintahkan Kepala Badan Pengawasan untuk meningkatkan pelaksanaan pengawasan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Membuat Peraturan Walikota tentang Sistem Akuntansi Keuangan Daerah. Menegur Kepala Dinas pada tiap-tiap satuan kerja agar mengelola aset dengan tertib sesuai ketentuan yang berlaku dan melakukan pelaporan aset secara periodik ke Bagian Perlengkapan mengingat aset merupakan salah satu kekayaan daerah terbesar. Penunjukan Bank tempat penyimpanan kas milik daerah tidak didukung dengan kesepakatan antara pihak Pemerintah Daerah dan Bank. Menginstruksikan Kepala Kantor Kas Daerah yang baru agar dalam mengelola kas daerah berpegang pada aturan yang berlaku agar pelaksanaan pengelolaan kas daerah menjadi tertib dan dapat dipertanggungjawabkan. 2. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 2 . BUD belum membuat Anggaran Kas Pemerintah Daerah. Memerintahkan BUD untuk membuat Anggaran Kas Pemerintah Daerah guna mengatur ketersediaan dana yang cukup untuk mendanai pengeluaran-pengeluaran sesuai dengan rencana penarikan dana yang tercantum dalam DPA-SKPD yang telah disahkan. Membuat perjanjian tertulis dengan bank tempat penyimpanan kas milik daerah dengan mengacu pada PP Nomor 39 tahun 2007 tanggal 16 Juli 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah. 2. 7. Pengelolaan aset Pemerintah Kota Batu belum tertib. Pemerintah Daerah belum sepenuhnya membuat pedoman pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah. 5. 4. Kebijakan Akuntansi Keuangan Daerah dan Mekanisme Pengelolaan Anggaran Kas Pemerintah Daerah. Buku Tabungan milik SKPD tidak dibawa oleh masing-masing SKPD tetapi berada di Kas Daerah. 3. Pelaksanaan penatausahaan pengelolaan uang milik daerah di Kantor Kas Daerah tidak tertib. 5.1. Kebijakan Akuntansi Keuangan Daerah dan Peraturan Walikota tentang Mekanisme Pengelolaan Anggaran Kas Pemerintah Daerah. 7. 6. 4. Berdasarkan kelemahan .kelemahan tersebut. Badan Pengawas Daerah sebagai Satuan Pengawas Intern tidak berfungsi optimal. Menyusun Sistem Akuntansi Keuangan Daerah.

Memerintahkan Kuasa BUD agar mengacu pada perundang-undangan yang berlaku dalam pengelolaan keuangan daerah. Register Negara No. V.M. MM. D-5317 PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 3 .8. Surabaya. 26 April 2008 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA PENANGGUNG JAWAB PEMERIKSAAN. Secara lebih rinci dijelaskan pada bagian Hasil Pemeriksaan Sistem Pengendalian Intern. Ambar Wahyuni.. Dra. Ak Akuntan.

d Agustus 2007 oleh Almarhum Imam Kabul. yang diarahkan pada perwujudan visi “Kota Batu Sebagai Sentra Pariwisata Berbasis Pertanian didukung oleh SDM. Perwujudan visi Daerah Kota Batu tersebut dilaksanakan oleh Pemerintahan Kota Batu yang terdiri dari Pemerintah Kota Batu dan DPRD Kota Batu. Dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) DPRD. Dalam pengelolaan keuangan Kota Batu Tahun Anggaran 2007. saat ini dalam pembahasan di DPRD Kota Batu untuk menjadi Perda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batu Tahun 2007-2012. SDA dan SDB serta Pemerintah yang Kreatif. 20 September s. merupakan hasil pemilihan umum (Pemilu) Tahun 2004 untuk periode 2004-2009. regulasi yang dikeluarkan berupa Surat Edaran Walikota Batu Nomor 900/57/422. Inovatif dan Bersih Bagi Seluruh Rakyat”. empat Kantor.d 24 Desember 2007 oleh Soerjanto Soebandi dan 24 Desember 2007 s. satu Sekretariat DPRD. yaitu Pemerintahan. mengalami beberapa kepemimpinan. Selain itu. Kerangka Pembangunan Daerah Kota Batu Tahun 2007. satu Panitia Musyawarah dan satu Panitia Anggaran.d 26 Nopember 2007 dipimpin oleh M.224 pegawai negeri dan 1. satuan unit organisasi Pemerintahan Kota Batu tersebut diklasifikasikan ke dalam 27 pengguna anggaran. tiga Kecamatan.557 Tenaga Kerja Kontrak (TKK) atau honorer. secara teknis sampai dengan saat ini Walikota Batu belum mengeluarkan Keputusan Walikota tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah. Khudlori.d 24 Desember 2012 dipimpin oleh Eddy Rumpoko. Pembangunan dan Kemasyarakatan yang dilaksanakan oleh satu Sekretariat Daerah. Pemerintah Kota Batu memiliki satu BUMD yang berbentuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).GAMBARAN UMUM SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH KOTA BATU Pemerintahan Kota BATU secara hukum dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Batu. empat Badan. 26 Nopember s. 13 Dinas. Selanjutnya. Kota Batu menjalankan tiga fungsi. yaitu Januari s. Dalam penataan keuangan TA 2007. dan empat Kelurahan yang didukung 2. Pemerintahan Kota Batu pada Tahun 2007. DPRD Kota Batu Tahun 2007. DPRD Kota Batu terbagi dalam tiga Komisi. Pemerintahan Kota Batu pada Tahun 2006 telah menyusun Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2006 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah.023/2007 tanggal 1 Maret 2007 tentang PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 4 . DPRD Kota Batu terdiri dari 25 orang. yang dipimpin oleh satu orang ketua dengan dua orang wakil ketua.

adalah sebagai berikut. Sedangkan pada sidang kelompok lainnya. yang akan dituangkan dalam PPAS. Bapeda menyerahkan kepada Sekretaris Daerah selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk dibahas lebih lanjut dan dipadukan dengan kemampuan anggaran. diadakan pembahasan materi KUA Tahun 2007 yang diikuti oleh seluruh kepala satuan kerja. Penyelenggaraan (Musrenbangda) Musyawarah Tahun 2006 Perencanaan untuk Pembangunan Tahun Daerah 2007. A. khusus pada sidang kelompok Kebijakan Umum APBD (KUA). a. Mekanisme Musrenbangda meliputi sidang pleno dan empat sidang kelompok. Sistem Perencanaan dan Penganggaran Sistem perencanaan dan penganggaran Kota Batu Tahun 2007 dilaksanakan dengan mekanisme sebagai berikut. Setelah penyelenggaraan Musrenbangda. dan berujung pada penyelenggaraan Musrenbangda pada bulan April. sebagai landasan penyusunan RAPBD Tahun Anggaran 2007. c. Proses perencanaan untuk pelaksanaan Tahun Anggaran 2007 dilakukan dengan prosedur sebagai berikut. Setelah PPAS tersusun. Sistem Penganggaran Sistem penganggaran dilaksanakan oleh setiap satuan kerja dengan dikoordinasikan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). dalam hal ini Bapeda mengundang seluruh satuan kerja untuk menyusun Strategi dan Prioritas Program/Kegiatan. Sistem Perencanaan Sistem perencanaan dilaksanakan oleh setiap satuan kerja dan dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kota Batu. yaitu Rencana Strategis Kota Batu Tahun 2003-2008. 1. TAPD terdiri PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 5 . Gambaran atas rancangan dan pelaksanaan rancangan sistem pengelolaan keuangan pada Pemerintah Kota Batu. dilakukan pembahasan usulan rencana satuan kerja yang disarikan dari hasil Musrenbangcam.Petunjuk Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2007. b. 2. perencanaan Musrenbangda diawali dengan Musrenbangdes pada bulan Februari. Perencanaan Tahun 2007 dilakukan dengan mempertimbangkan dokumen perencanaan Kota Batu 2003– 2008. selanjutnya Musrenbangcam pada bulan Maret. selanjutnya pada tahap pemantapan.

b.dari unsur Ketua Sekretaris Daerah. Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda). 4) Berdasarkan pandangan umum oleh masing-masing fraksi. dilakukan oleh 27 Pengguna Anggaran. 5) Setelah itu. selanjutnya penyampaian pandangan umum melalui Rapat Paripurna DPRD. Setiap Pengguna Anggaran yang telah ditetapkan. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 6 . Sekretaris Kepala Bagian Keuangan dan Asisten Administrasi dan Umum. maka rancangan APBD disetujui oleh DPRD melalui Rapat Paripurna DPRD. 2) RAPBD diajukan kepada DPRD dengan penyampaian Nota Pengantar APBD melalui Rapat Paripurna yang membahas APBD. Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan. diwajibkan menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) atas kegiatannya. Asistensi tersebut adalah proses rasionalisasi anggaran pendapatan dan belanja yang diusulkan oleh satuan kerja. 2) RKA yang dibuat oleh satuan kerja akan diasistensi oleh TAPD. dilakukan pembahasan RAPBD oleh Panitia Anggaran DPRD bersama-sama TAPD. c. Kepala Bagian Perlengkapan dan Kepala Bagian Hukum. Prosedur penyusunan APBD TA 2007 dilaksanakan dengan mekanisme sebagai berikut. Walikota memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam pandangan umum tersebut melalui Rapat Paripurna DPRD. 6) Setelah ada kesepakatan dalam pembahasan antara eksekutif dan DPRD. Kepala Bapeda. Penetapan Pengguna Anggaran Penyelenggaraan Pelaksanaan Anggaran Kota Batu pada Tahun Anggaran 2007. 3) RAPBD selanjutnya dibahas dan dievaluasi oleh Fraksi-fraksi DPRD. Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) 1) TAPD akan menyebarkan PPAS yang telah dihasilkan pada tahap perencanaan kepada satuan kerja (satker) untuk dibuatkan RKA SKPDnya. Penyusunan RAPBD 1) RKA SKPD semua satuan kerja yang telah dirasionalisasi akan direkapitulasi dalam Struktur APBD (selanjutnya disebut RAPBD). a.

12) Perda tentang APBD dan Peraturan Walikota tentang Penjabaran APBD TA 2007. dijabarkan secara teknis dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang disusun per kegiatan.7) RAPBD yang telah disetujui DPRD dikirim ke Provinsi/Gubernur. serta DPA. baik Belanja Langsung (BL) maupun Belanja Tidak Langsung (BTL).023/2007 tanggal 21 Februari 2007. Penyusunan dan pelaksanaan APBD Kota Batu Tahun Anggaran 2007. yang ditetapkan dengan Keputusan Walikota Batu Nomor 29 Tahun 2006 tanggal 1 September 2006 tentang Standar Harga Satuan Barang/Jasa di Lingkungan Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2007. dengan Surat Walikota Batu Nomor 900/48/422. dijabarkan dalam Peraturan Walikota Batu Nomor 48 Tahun 2007 tentang Penjabaran Perubahan APBD Tahun Anggaran 2007. 9) Berdasarkan evaluasi Gubernur Jawa Timur tersebut. yang selanjutnya ditetapkan dengan Perda Kota Batu Nomor 7 Tahun 2007 tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2007. 11) Hasil evaluasi dan atau perubahan lain menjadi bahan perubahan APBD Tahun Anggaran 2007. 13) Berdasarkan Perda tentang APBD dan Peraturan Walikota tentang Penjabaran APBD. 10) Perda Kota Batu Nomor 1 Tahun 2007 dijabarkan dalam Peraturan Walikota Batu Nomor 10 Tahun 2007 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2007. disusun Surat Penyediaan Dana (SPD).023/2007 tanggal 21 Februari 2007 untuk dimintakan evaluasi. Gubernur Jawa Timur memberikan hasil evaluasi RAPBD Kota Batu Tahun Anggaran 2007. mengacu kepada ketentuan teknis daerah yang diimplementasikan dalam Perda Nomor 10 Tahun PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 7 . B. 8) Atas surat Walikota Batu Nomor 900/48/422. RAPBD Tahun Anggaran 2007 yang telah disetujui DPRD Kota Batu ditetapkan menjadi Perda Kota Batu Nomor 1 Tahun 2007 tentang APBD Tahun Anggaran 2007. Sistem Pelaksanaan Anggaran Sistem Pelaksanaan Anggaran Kota Batu Tahun Anggaran 2007. dilakukan dengan berpedoman pada Standarisasi Harga/Daftar Harga Tertinggi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2006.

yaitu: a. 3) SPTPD dikembalikan selambat-lambatnya 15 hari sejak SPTPD diterima oleh WP. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 8 . 4) SPTPD yang diterima dari WP dicatat dalam kartu data dan daftar induk WP untuk dibuat kartu NPWPD. d. sebagai berikut. Dinas Pariwisata. a. Dinas Perindustrian dan Perdagangan.2007 dan Peraturan Walikota Batu. Kantor Kas Daerah mengelola pendapatan dari jasa bank. Pelaksanaan teknis prosedur pendapatan daerah dilaksanakan oleh unit penghasil. Kantor Satuan Polisi PP mengelola pendapatan dari retribusi jasa usaha. Prosedur pendapatan dan penerimaan kas dari pajak daerah yang dilaksanakan oleh Dipenda. 2) Secara periodik WP akan mengisi Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) yang disebarkan oleh petugas. dikoordinasikan oleh Dinas Pendapatan Daerah. PDAM mengelola pendapatan dari kekayaan daerah yang dipisahkan. Dinas Pemukiman dan Bina Marga. Sub Sistem Penghitungan dan Penetapan 1) Berdasarkan SPTPD yang diterima seksi perhitungan dan penetapan. Dinas Informasi. Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Dinas Sumber Daya Air dan Energi. Pelaksanaan teknis atas prosedur pendapatan tersebut. Sekretariat Daerah mengelola Pendapatan Dana Perimbangan dan pendapatan dari kegiatan pembiayaan. b. serta bertanggung jawab secara teknis dan administrasi kepada kepala satuan kerja penghasil masing-masing. Kantor Perhubungan. Sistem Pengelolaan Pendapatan Daerah Pengelolaan pendapatan daerah Tahun 2007. c. Dipenda mengelola Pendapatan Asli Daerah yang bersumber dari Pajak Daerah. 1. Dinas Kesehatan. UPTD bertugas untuk melaksanakan teknis pendapatan daerah. Komunikansi dan Perpustakaan. dilakukan oleh masingmasing satuan kerja penghasil dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di bawah satuan kerja penghasil. Dinas Pertanian. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Sub Sistem Pendaftaran dan Pendataan 1) Seksi Pendaftaran dan Pendataan mengiventarisir data WP di wilayah Kota Batu sesuai dengan hasil pendataan. e. b.

3) Selanjutnya. 5) Surat teguran dalam waktu 21 hari tidak ditanggapi oleh WP. 3) Hasil penerimaan pajak daerah tersebut setiap hari oleh BKP disetorkan ke Kas Daerah secara bruto dengan media STS (Surat Tanda Setoran) melalui Bank Jatim. STS yang telah divalidasi disampaikan ke Bidang Pembukuan dan Pelaporan. 4) Setiap bulan seksi penetapan membuat rekapitulasi SKPD. 2) Hasil perhitungan akan ditetapkan oleh seksi penetapan atas pajak yang harus dibayar oleh WP dengan menerbitkan SKPD. Sub Sistem Penerimaan dan Penyetoran 1) Berdasarkan SKPD dan atau STPD yang diterima. 5). serta Bidang Penyuluhan dan Penagihan. maka akan diterbitkan surat teguran. Sub Sistem Penagihan 1) SKPD ditagih setelah melebihi jatuh tempo dengan menerbitkan STPD (Surat Tagihan Pajak Daerah). Sub Sistem Pembukuan dan Pelaporan 1) Berdasarkan SKPD. 3) STPD yang telah ditetapkan disampaikan kepada WP. SKPD yang telah diterbitkan didistribusikan kepada WP sebagai dasar untuk pembayaran pajak. c. WP melakukan pembayaran pajak daerah melalui BKP (Bendahara Khusus Penerimaan). maka tindakan selanjutnya akan diterbitkan surat paksa. 2) BKP menerbitkan SSPD (Surat Setoran Pajak Daerah) sebagai bukti pembayaran pajak daerah. 4).dihitung pajaknya. 4) Apabila STPD yang telah disampaikan kepada WP selama tujuh hari tidak ditanggapi. d. SSPD dan STS dilakukan pencatatan dalam BKU (Buku Kas Umum) pada sisi penerimaan serta buku per jenis pajak. 2) STPD ditetapkan sebesar nilai SKPD ditambah denda. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 9 . e. dengan tembusan disampaikan kepada Bidang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. BKP secara periodik (bulanan) menyiapkan laporan realisasi penerimaan dan penyetoran uang yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendapatan. dengan tembusan disampaikan kepada Bidang Pembukuan dan Pelaporan. serta Bidang Pembukuan dan Pelaporan. Bidang Penyuluhan dan Penagihan.

Pelaksanaan kegiatan tersebut. b. 2) Selanjutnya. Kas Daerah menyusun draft SPD dan Bagian Keuangan akan menerbitkan Surat Penyediaan Dana (SPD). Sub Sistem Pelaksanaan Kegiatan 1) DPA dibuat secara tahunan oleh Bagian Keuangan selaku PPKD. 3) Membuat daftar penetapan. 2. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 10 . Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.2) Secara periodikal dilakukan pencocokan data sesuai bukti setor ke Kas Daerah. berdasarkan DPA. dan Bendahara Pengeluaran Pembantu di lingkungan Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2007. Perjanjian kerja sama yang dilakukan satuan kerja dengan pihak ketiga tersebut. a. dilakukan dengan mengacu kepada ketentuan yang telah ditetapkan maupun berdasarkan perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga. Penunjukan para pejabat dan pelaksana tersebut. Sistem Belanja Daerah Kegiatan belanja daerah dilaksanakan oleh masing-masing satuan kerja sesuai dengan DPA. 4) Membuat laporan realisasi penerimaan pajak daerah atas daftar penetapan. penerimaan dan tunggakan per jenis pajak daerah. maka DPA direvisi sesuai perubahan APBD tersebut. tidak terdaftar di Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Batu. Sub Sistem Pengadaan Barang dan Jasa 1) Berdasarkan DPA. pelaksanaan prosedur kegiatan belanja daerah Tahun Anggaran 2007. Mekanisme administrasi kegiatan belanja dilakukan dengan penunjukan Pengguna Anggaran. dan apabila ada perubahan APBD. pengguna anggaran dapat menerbitkan keputusan pembentukan tim dan melakukan perikatan dengan pihak ketiga. dilakukan proses pengadaan barang dan jasa sesuai tahapan. 3) Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh masing-masing satuan kerja pengguna anggaran. ditetapkan dengan Keputusan Walikota Batu Nomor 180/16/KEP/422.013/2007 tanggal 1 Maret 2007. dimulai dari penetapan panitia pengadaan hingga terpilihnya rekanan. adalah sebagai berikut. Bendahara Pengeluaran. penerimaan dan tunggakan per jenis pajak. Secara lebih rinci.

Untuk menjalankan fungsi tersebut. b) SP2D lembar II untuk Pengguna Anggaran/Bendahara Pengeluaran. prosedur perbendaharaan dan pengeluaran kas adalah sebagai berikut. posisi aset-aset dan barang belum terdata dengan baik. Bagian Perlengkapan juga tidak pernah memberikan laporan aset-aset dan posisi barang kepada Bagian Keuangan. dengan distribusi sebagai berikut. Untuk Sekretariat Daerah. c. adalah Kepala Kantor Kas Daerah sesuai dengan SK Walikota Batu Nomor 180/173/KEP/422.2) Penandatanganan perjanjian oleh pelaksana kegiatan dilakukan oleh pelaksana kegiatan.013/2006 tanggal 15 Desember 2006 tentang Penunjukan Bendahara Umum Daerah Tahun Anggaran 2007. 7) Bagian Keuangan tidak melakukan pencatatan nilai persediaan. SPP-UP dan SPM-UP sebelum diserahkan ke Kas Daerah diverifikasi terlebih dahulu oleh Subbag Perbendaharaan pada Bagian Keuangan. atau belum ada pemutakhiran data. 3) Secara periodik dilakukan pembayaran sesuai dengan perjanjian/kontrak. tanpa harus melalui proses penelaahan hukum oleh Bagian Hukum Pemerintah Kota Batu. Pengeluaran Kas melalui SPM-UP 1) Bendahara Pengeluaran dan atau pihak ketiga mengajukan SPP kepada Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) SKPD. Sub Sistem Perbendaharaan dan Pengeluaran Kas Pejabat BUD di Kota Batu pada Tahun Anggaran 2007. selama TA 2007. 2) PPK SKPD mengajukan SPP-UP dan SPM-UP ke Kantor Kas Daerah. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 11 . 4) Hasil pengadaan barang diadministrasikan oleh bendahara barang. 6) Pada neraca awal. 4) SP2D-UP dibuat sebanyak empat rangkap. 5) Penyusunan neraca pada Pemerintah Kota Batu TA 2007 dibuat dengan dasar realisasi anggaran saja. 3) Apabila dokumen SPP-UP dan SPM-UP telah memenuhi syarat. dan pada akhir kontrak akan dibuat Berita Acara Serah Terima (BAST) antara rekanan dengan pelaksana kegiatan. kuasa BUD menerbitkan SP2D-UP. a) SP2D lembar I untuk Bank Jatim melalui Kas Daerah.

pengawasan hanya ada di Laporan Realisasi Anggaran. Apabila dokumen SPP-GU dan SPM-GU telah memenuhi syarat. Keuangan lalu diserahkan ke Kantor Kas Daerah untuk diterbitkan SP2D. 6) SP2D yang telah ditandatangani oleh Kepala Kantor Kas Daerah dan PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 12 . tidak ada KPK (Kartu Pengawasan Kredit) atau sistem pengawasan lainnya. PPK akan menguji SPP berdasarkan kesesuaiannya dengan APBD dan atau DPA. 3). 2). b) SP2D lembar II untuk Pengguna Anggaran/Bendahara Pengeluaran. dengan distribusi sebagai berikut. dicairkan dengan cara menerbitkan cek bertandatangan Kepala Kantor Kas Daerah. 5) SP2D yang telah ditandatangani oleh Kepala Kantor Kas Daerah dan distempel. a) SP2D lembar I untuk Bank Jatim melalui Kas Daerah. PPK menerbitkan SPM-GU. sebelum SP2D diterbitkan. 4). yang disesuaikan dengan bukti rekening/sumber dana peruntukan sesuai dalam APBD. dan sistem pencairannya adalah komulatif satu cek untuk beberapa SP2D dengan sumber dana serta tanggal pencairan dokumen yang sama. Pengeluaran Kas melalui SPM-GU 1) Bendahara Pengeluaran dan atau pihak ketiga mengajukan SPP kepada Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) SKPD. Apabila SPP dan dokumen pendukung telah memenuhi syarat.c) SP2D lembar III untuk arsip BUD. Dalam hal ini. selanjutnya bank melakukan transaksi pencairan cek dan transaksi setoran ke rekening yang dituju dalam slip setoran. 5) SP2D-GU dibuat sebanyak empat rangkap. d) SP2D lembar IV untuk arsip Kuasa BUD. Untuk Sekretariat Daerah. 5) Cek dan slip setoran dikirim ke bank. c) SP2D lembar III untuk arsip BUD. SPP-GU dan SPM-GU diverifikasi terlebih dahulu oleh Subbag Perbendaharaan pada Bag. d) SP2D lembar IV untuk arsip Kuasa BUD. Kuasa BUD menerbitkan Surat Perintah Penyediaan Dana (SP2D). serta mengisi slip setoran bank dengan rekening tujuan adalah rekening bendahara sesuai dalam SP2D.

Pengeluaran Kas melalui SPM-LS 1) Bendahara Pengeluaran dan atau pihak ketiga mengajukan SPP kepada Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) SKPD. 7) Cek dan slip setoran dikirim ke bank. PPK menerbitkan SPM-LS. serta mengisi slip setoran bank dengan rekening tujuan adalah rekening bendahara sesuai dalam SP2D. Untuk Sekretariat Daerah. sebelum disampaikan ke Kas Daerah. dan sistem pencairannya adalah komulatif satu cek untuk beberapa SP2D dengan sumber dana serta tanggal pencairan dokumen PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 13 . 4) Apabila dokumen SPP-LS dan SPM-LS telah memenuhi syarat. 6) SP2D yang telah ditandatangani oleh Kepala Kantor Kas Daerah dan distempel. dicairkan dengan cara menerbitkan cek bertanda tangan Kepala Kantor Kas Daerah. yang disesuaikan dengan bukti rekening/sumber dana peruntukan sesuai dalam APBD. Perbendaharaan. c) SP2D lembar III untuk arsip BUD. SPP-LS dan SPM-LS diverifikasi terlebih dahulu oleh Sub Bag. d) SP2D lembar IV untuk Kantor Kas Daerah. a) SP2D lembar I untuk Bank Jatim melalui Kas Daerah. selanjutnya bank melakukan transaksi pencairan cek dan transaksi setoran ke rekening yang dituju dalam slip setoran. dicairkan dengan cara menerbitkan cek bertanda tangan Kepala Kantor Kas Daerah. dan sistem pencairannya adalah komulatif satu cek untuk beberapa SP2D dengan sumber dana serta tanggal pencairan dokumen yang sama. 2) PPK akan menguji SPP berdasarkan kesesuaiannya dengan APBD dan atau DPA. 3) Apabila SPP dan dokumen pendukung telah memenuhi syarat. b) SP2D lembar II untuk Pengguna Anggaran/Bendahara Pengeluaran. dengan distribusi sebagai berikut. serta mengisi slip setoran bank dengan rekening tujuan adalah rekening bendahara sesuai dalam SP2D. 5) SP2D-LS dibuat sebanyak empat rangkap. Kuasa BUD menerbitkan Surat Perintah Penyediaan Dana (SP2D)-LS. kemudian disampaikan ke Kas Daerah. yang disesuaikan dengan bukti rekening/sumber dana peruntukan sesuai dalam APBD.distempel.

yang sama. Modifikasi atas basis kas pada pembukuan Kota Batu Tahun Anggaran PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 14 . dimana selisih yang terjadi dikarenakan adanya selisih tenggang waktu perpindahan dana (outstanding). 9) Kuasa BUD akan mencatat SP2D yang telah dicairkan ke Buku Kas Umum (BKU/B-IX). diterbitkan lembar pengesahan SPJ. Bendahara Pengeluaran yang belum menyampaikan SPJ akan mendapat teguran (hal ini berlaku efektif mulai Nopember 2007). untuk sisa yang belum dipertanggungjawabkan sampai dengan periode akhir Tahun Anggaran 2007. Setiap tanggal 11. C. 5) Atas SPJ yang telah memenuhi syarat. Bagian Keuangan akan menerbitkan bukti tanda terima. 4) Terhadap SPJ yang belum memenuhi syarat. dan diselenggarakan dengan menggunakan sistem pembukuan ganda dan dasar kas modifikasian. 10) Diakhir bulan. 7) Cek dan slip setoran dikirim ke bank. dan membuat Laporan Kas Posisi berdasarkan data BKU (B-IX) serta Rekening Koran (R/C). 8) Kuasa BUD/Kantor Kas Daerah menerima Rekening Koran (R/C) secara periodik harian dari bank tempat penyimpanan dana Pemerintah. selanjutnya bank melakukan transaksi pencairan cek dan transaksi setoran ke rekening yang dituju dalam slip setoran. dianggap sebagai sisa uang yang harus disetor. 3) SPJ yang telah diterima akan diteliti dengan syarat-syarat SPJ. dinyatakan sebagai sisa yang belum dipertanggungjawabkan untuk dipertanggungjawabkan pada periode berikutnya. Namun. Sistem Pembukuan dan Penyusunan Laporan Keuangan Pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangan Kota Batu Tahun Anggaran 2007. dilakukan secara tersentralisasi di Bagian Keuangan Sekretariat Daerah. 2) Atas penerimaan SPJ. Kuasa BUD akan melakukan rekonsiliasi bank apabila terdapat selisih antara BKU B-IX dengan Rekening Koran (R/C). d. Sub Sistem Verifikasi atas Pengeluaran Kas yang Belum Definitif 1) Bendahara Pengeluaran menyampaikan SPJ atas SP2D-UP/GU yang diterimanya paling lambat setiap tanggal 10 setelah bulan penerimaan SP2D-UP/GU.

dijadikan dasar mencatat di Jurnal Pengeluaran dan secara otomatis menghasilkan Buku Besar Pengeluaran. 2. Pencairan SP2D-UP dan SP2D-GU dicatat ke akun Kas di Bendahara Pengeluaran. Sub Sistem Pembukuan Penerimaan Daerah a. SKPD penghasil menyampaikan laporan realiasi pendapatan bulanan. Belanja definitif dari pencairan SP2D-UP dan SP2D-GU. Bagian Keuangan melakukan pencatatan pada Jurnal Penerimaan setiap hari. f. Dinas Pendapatan setiap bulan menyampaikan laporan realisasi pendapatan. Pada akhir tahun dengan melalui sistem yang tidak terkomputerisasi dilakukan pemrosesan Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan. Dokumen RC. Pencatatan atas pengeluaran selama satu tahun anggaran. c. disesuaikan PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 15 . Nota Kredit. adalah pada proses pembrutoan pendapatan yang secara kas diterima neto dengan media Bukti Umum. Bend-17 dan RC yang diterima dari Kas Daerah. Dokumen tersebut digunakan untuk melakukan cross-check dengan dokumen STS. c. sedangkan pencairan SP2D-LS dicatat ke akun Belanja yang bersangkutan. Bend-17 dan RC ke Bagian Keuangan. Selain itu. Sub Bagian Keuangan menerima RC dilampiri SP2D yang telah divalidasi oleh Bank dari Kantor Kas Daerah. e. namun SP2D yang dilampirkan tidak lengkap. Nota Kredit. Penyesuaian atau koreksi terhadap pencatatan pendapatan dilakukan melalui Bukti Umum dan Jurnal Umum. Secara otomatis masuk ke Buku Besar Penerimaan melalui Sistem Akuntansi Keuangan Daerah yang tidak terkomputerisasi. d. Bagian Keuangan menerima Laporan Pencairan Dana per SKPD. Sub Sistem Pembukuan Pengeluaran Daerah a.2007. g. b. 1. d. Kantor Kas Daerah mengirim STS. b. Sub Bagian Keuangan menerima BKU B-IX yang dilampiri SP2D yang telah bertanda tangan Kepala Kantor Kas Daerah dan berstempel. dicatat ketika Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Fungsional dari masingmasing SKPD disampaikan ke Bagian Keuangan setelah disahkan oleh PA melalui PPK SKPD. SP2D dan Laporan Pencairan Dana per SKPD tersebut. e.

c. Pada akhir tahun dengan melalui sistem yang tidak terkomputerisasi dilakukan pemrosesan Laporan Realisasi Anggaran Belanja. Sub Sistem Penyusunan Laporan Aliran Kas Data-data akun di LRA dihasilkan melalui proses yang tidak terkomputerisasi. Catatan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2007. Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2007. Sub Sistem Penyusunan Neraca Penyusunan Neraca dilakukan oleh Bagian Keuangan Sekretariat Daerah. adalah sebagai berikut. Laporan Arus Kas Tahun Anggaran 2007. a. b. Bagian Keuangan Sekretariat Daerah meminta data SKPD untuk bukti perjanjian sewa atau kontrak gedung. Berdasarkan data tersebut. Bagian Keuangan Sekretariat Daerah menginput saldo awal akun neraca pada sistem informasi yang telah dibangun berdasarkan kelompok SKPD. dilakukan dengan suatu tahapan yang dijadwalkan dengan DPRD Kota Batu. dibuat Bukti Umum sebagai dasar untuk melakukan penjurnalan ke dalam buku besar neraca. 3. c. f. Pada akhir tahun anggaran. 4.dengan Jurnal Penerimaan (beban rekening belanja yang bersangkutan atau Kas di Bendahara Pengeluaran) atas setoran kas sebagai akibat pengembalian belanja dalam satu tahun anggaran. d. b. Laporan Keuangan yang telah disusun adalah Laporan Keuangan versi SAP yang tidak terkomputerisasi. dan koreksi non kas. adalah sebagai berikut. 3. Hasil penelaahan data dan informasi yang diperoleh BPK RI. 1.023/2008 tanggal 31 Maret 2008 dan dituangkan dalam Berita Acara Penyerahan Laporan Keuangan. 2. Prosedur pertanggungjawaban yang telah dilalui hingga selesainya pekerjaan lapangan pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2007. D. Sistem Pertanggungjawaban Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Batu Tahun Anggaran 2007. Pada tanggal 2 April 2008. BPK RI memulai pekerjaan lapangan pemeriksaan PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 16 . Neraca per 31 Desember 2007. terdiri dari: a. prosedur penyusunan Neraca Kota Batu per 31 Desember 2007. Penyampaian ditandatangani Laporan oleh Keuangan dengan Daerah surat Kota penyampaian dengan yang Nomor Sekretariat Batu 900/258/422.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 17 .atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2007 yang berakhir pada tanggal 26 April 2008.

SKPD-SKPD yang disampling. c. Rekening tujuan untuk masing-masing SKPD tersebut. yang tidak mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan bertindak setelah melalui analisa yang mendalam terhadap resiko dan PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 18 . Bendahara Pengeluaran menyetornya ke masing-masing SKPD dengan membuat slip setoran terlebih dahulu. e. masing-masing rekening giro dan rekening tabungan. Kemudian. adalah rekening tabungan dan giro yang dimiliki masing-masing SKPD. d.HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN 1. f. Rekening giro dipergunakan untuk menampung gaji. menunjukkan adanya kelemahan pengendalian intern terutama pada: a. Dinas Pertanian. Dinas Pertanahan. Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). masingmasing SKPD membuka dua rekening. Dinas Permukiman dan Bina Marga. diketahui bahwa sebagian besar buku tabungan dari masing-masing SKPD berada di Kantor Kas Daerah. diantaranya adalah: a. Dinas Kesehatan. mengakui bahwa buku tabungannya berada di Kas Daerah. kemudian diterbitkan SP2D oleh Kantor Kas Daerah. pihak Kas Daerah melalui Bendahara Pengeluaran mencairkan dana dimaksud dari rekening Kas Daerah. SKPD tidak menyimpan sendiri buku tabungannya masing-masing. Proses pencairan dana dimulai dengan pengajuan SPP dan SPM dari SKPD untuk diajukan ke Kantor Kas Daerah. b. Buku Tabungan milik SKPD tidak dibawa oleh masing-masing SKPD tetapi berada di Kas Daerah Berdasarkan hasil penelaahan prosedur pencairan dana untuk SKPD. Berdasarkan hasil penelaahan lebih lanjut. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kebijaksanaan. Disamping itu. Hal tersebut. adakalanya pihak Kas Daerah mendistribusi dana langsung ke pihak ketiga. sedangkan rekening tabungan untuk menampung dana operasional. diketahui bahwa dalam rangka pencairan dana untuk masing-masing SKPD. Selanjutnya.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 19 . Selain itu.kemungkinan manfaat yang diperoleh. pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib. kepatutan. efektif. dan untuk melakukan proses pencairan. yang dibutuhkan adalah slip penarikan yang ditandatangani Bendahara SKPD. bahwa tidak ada pemaksaan penitipan buku tabungan di Kantor Kas Daerah. Personalia. b. efisien. mantan Kuasa BUD periode sebelum Oktober 2007 (Kas Daerah Lama) menjelaskan. Pengawasan. dan manfaat untuk masyarakat. ekonomis. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu menginstruksikan kepada Kepala Kantor Kas Daerah agar dalam mengelola kas daerah berpegang pada aturan yang berlaku supaya pelaksanaan pengelolaan kas daerah menjadi tertib dan dapat dipertanggungjawabkan. yaitu tidak adanya tindakan manajemen yang memadai untuk merespon penyimpangan terhadap kebijakan dan prosedur yang ada. yaitu tidak dilakukannya audit internal atas pengelolaan kas di BUD oleh auditor internal entitas. Permasalahan ini mengakibatkan buku-buku tabungan tersebut akan sangat rentan disalahgunakan. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan. Tujuan penitipan tersebut semula hanya untuk mempermudah pengecekan pencairan dana yang diajukan oleh Bendahara SKPD. c. Sehubungan dengan permasalahan ini. SKPD akan kesulitan memantau setiap uang masuk dan keluar dalam rekeningnya masing-masing. pemegang spesimen buku tabungan SKPD adalah Bendahara SKPD. Hal tersebut terjadi karena kesengajaan pihak Kas Daerah untuk menyimpan buku tabungan tersebut di Kantor Kas Daerah. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. taat pada peraturan perundang-undangan. sehingga tidak memungkinkan Kantor Kas Daerah menyalahgunakan buku tabungan tersebut. Selain itu.

Kecamatan. Badan Pengawas Daerah sebagai Satuan Pengawas Intern tidak berfungsi optimal Dalam rangka pelaksanaan pengawasan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). yang tidak berkaitan secara langsung dengan pelaksanaan pengawasan di bidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). pada pasal 3 yang menyatakan bahwa Badan Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan urusan rumah tangga daerah di bidang dan pengawasan pelayanan pemerintahan. Struktur organisasi. diketahui bahwa selama Tahun Anggaran 2007 Kegiatan Pengawasan Internal Secara Berkala (PKPT) tidak berjalan. serta Bidang Ekonomi dan Pembangunan. akibat tidak adanya tindakan manajemen yang memadai untuk merespon penyimpangan terhadap kebijakan dan prosedur yang ada. diantaranya bidang Pemerintahan dan Aparatur. dimana pimpinan entitas tertinggi tidak melakukan pengawasan yang memadai terhadap pencapaian suatu entitas terhadap rencana yang telah dibuat. dimana jajaran pimpinan entitas belum memahami sepenuhnya tanggung jawab pengendalian.2. Hal tersebut menunjukkan adanya kelemahan pengendalian intern terutama pada: a. Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah kegiatan penanganan kasus pengaduan. Kelurahan dan Desa berdasarkan kebijaksanaan Kepala Daerah dan peraturan perundang-undangan PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 20 . Berdasarkan data tentang pelaksanaan tugas pengawasan oleh Badan Pengawas Daerah. Cakupan pelaksanaan tugas dalam badan pengawas ini terlihat dari struktur organisasinya. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawasan Kota Batu. Pemerintah Kota Batu telah membentuk sebuah Badan Pengawasan Daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2003. antara lain terdapat pembagian unit organisasi menjadi beberapa bidang. b. Bidang Keuangan dan Perusahaan Daerah. pelaksanaan pembangunan masyarakat di lingkungan Pemerintah Daerah. c. Badan ini mempunyai kedudukan sebagai unsur pelaksana di bidang pengawasan. Pengawasan. Personalia.

Tidak adanya pelaksanaan pengawasan yang utamanya berkaitan dengan pelaksanaan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah mengakibatkan tidak adanya deteksi dini terhadap penyimpangan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). yang berakibat pejabat yang baru belum menguasai tupoksinya masing-masing. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 21 . bahwa hal ini disebabkan seringnya terjadi mutasi pejabat dan pergantian Kepala Daerah sebanyak empat kali dan anggaran pelaksanaan PKPT Tahun 2007 tidak tersedia. posisi Kepala Bawasda masih belum definitif atau masih di-plt-kan kepada Kepala Bidang Keuangan dan Perusahaan Daerah (Eselon III). diantaranya bahwa sebelum tanggal 10 Oktober 2007. Sehubungan dengan permasalahan ini. dihapuskan dalam PAK Tahun 2007. pergantian kepala daerah sebanyak empat kali. Selain itu. Kepala Badan Pengawasan menjelaskan. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar memerintahkan Kepala Badan Pengawasan untuk meningkatkan pengawasan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). sehingga pemeriksaan akan dilaksanakan pada tahun berikutnya. Hal ini menyulitkan pelaksanaan tugas pengawasan terhadap SKPD yang eselonnya lebih tinggi. serta pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2007 sebagian besar dicairkan pada akhir tahun anggaran.yang berlaku. Permasalahan ini disebabkan oleh beberapa hal. serta adanya pelaksanaan pilkada yang secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap program-program pengawasan. Kendala lain adalah seringnya terjadi mutasi di tingkat eselon III.

Hal tersebut menunjukkan adanya kelemahan pengendalian intern. Berdasarkan hasil pemeriksaan. diketahui bahwa kebijakan untuk menempatkan uang milik daerah di Bank Jatim tersebut tidak melalui pertimbangan profesional. Kepala Daerah belum menetapkan kriteria dan persyaratan Bank Umum yang dapat dipilih sebagai alternatif penempatan kas milik daerah. terutama pada kebijakan yang tidak menerapkan prinsip kehati-hatian dan hanya akan bertindak setelah melalui analisa mendalam terhadap risiko dan kemungkinan manfaat yang diperoleh. Pemerintah Daerah akan PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 22 . hasil pemeriksaan juga menunjukkan bahwa pembukaan rekening kas daerah pada bank tersebut juga tidak didukung dengan kerjasama tertulis antara pihak Pemerintah Kota Batu dengan pihak Bank Jatim.3. Pemerintah Kota Batu telah membuka rekening Kas Daerah sebanyak 11 rekening. Selain itu. Ayat (1) menyebutkan bahwa gubernur/bupati/walikota menunjuk Bank Umum sesuai dengan kriteria dan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam pasal 17 ayat (1) dan/atau Bank Sentral untuk menyimpan Uang Daerah yang berasal dari penerimaan daerah dan untuk membiayai pengeluaran daerah. b. Penunjukan Bank tempat penyimpanan kas milik daerah tidak didukung dengan kesepakatan antara pihak Pemerintah Daerah dan Bank Dalam rangka pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini dapat berakibat Pemerintah Daerah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan penerimaan jasa giro yang lebih besar. yang semuanya berada pada Bank Jatim. Tanpa ikatan kerja sama yang jelas dengan pihak bank. Ayat (3) menyebutkan bahwa penunjukan Bank Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimuat dalam perjanjian antara Bendahara Umum Daerah dengan Bank Umum yang bersangkutan. Pemilihan bank tidak dilengkapi dengan suatu analisis keuangan yang memadai. Kondisi tersebut di atas tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tanggal 16 Juli 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah pasal 18 pada: a. Selain itu. pemilihan bank tanpa analisis kelayakan akan sangat beresiko terhadap tingkat pengamanan aktiva.

kesulitan mendapatkan hak-haknya untuk mendapatkan pelayanan prima dalam menunjang tugas-tugas BUD. dan Surat Perjanjian antara Pemerintah Kota Batu dan PT. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 23 . Hal ini disebabkan Pemerintah Daerah tidak memiliki ketentuan yang jelas tentang mekanisme penempatan kas milik daerah.013/2003 Penunjukan Pembantu Batu sebagai Pemegang Kas Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2003. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar membuat perjanjian tertulis dengan bank tempat penyimpanan kas milik daerah. dengan mengacu pada PP Nomor 39 Tahun 2007 tanggal 16 Juli 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah. Kepala Kantor Kas Daerah menjelaskan bahwa penunjukan tentang ini berdasarkan Bank SK Jawa Walikota Timur Nomor Cabang 180/10/KEP/422.1/CBT/2003 tentang Pendirian Payment Point. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Cabang Batu Nomor 180/01/422. Sehubungan dengan permasalahan ini.013/2003 under score 041/71.

Perencanaan. Kondisi tersebut disebabkan BUD kurang taat pada aturan pengelolaan keuangan daerah. Anggaran kas berfungsi sebagai kontrol uang kas masuk dan kas keluar. guna mengatur ketersediaan dana yang cukup untuk mendanai pengeluaran-pengeluaran sesuai dengan rencana penarikan dana yang tercantum dalam DPA-SKPD yang telah disahkan. b. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006. pada APBD Tahun Anggaran 2008 akan dilakukan pembenahan. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 24 . dimana jajaran pimpinan entitas belum memahami sepenuhnya tanggung jawab pengendalian.4. Tidak dibuatnya anggaran kas dapat berakibat pengeluaran kas menjadi tak terkendali. menunjukkan bahwa BUD pada Tahun Anggaran 2007 tidak membuat anggaran kas. BUD belum membuat Anggaran Kas Pemerintah Daerah Hasil penelaahan atas pengendalian intern. pasal 126 ayat (1) yang menyatakan bahwa PPKD selaku BUD menyusun anggaran kas pemerintah daerah guna mengatur ketersediaan dana yang cukup untuk mendanai pengeluaran-pengeluaran sesuai dengan rencana penarikan dana yang tercantum dalam DPA-SKPD yang telah disahkan. Sehubungan dengan permasalahan ini. Anggaran kas SKPD telah dibuat dan telah dihimpun di Kuasa BUD. dan perkiraan arus kas keluar yang digunakan untuk mendanai pelaksanaan kegiatan dalam setiap periode. Permasalahan tersebut menunjukkan kelemahan pengendalian intern terutama pada: a. Struktur organisasi. Anggaran kas memuat perkiraan arus kas masuk yang bersumber dari penerimaan. Kepala Bagian Keuangan menjelaskan bahwa pada Tahun Anggaran 2007 penyusunan anggaran kas Pemerintah Daerah merupakan tugas dari Kuasa BUD dhi adalah Kantor Kas Daerah. namun belum dibuatkan Anggaran Kas Pemerintah Kota Batu. Untuk itu. yaitu tidak adanya dokumentasi untuk perencanaan kas.

PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 25 .Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar memerintahkan BUD untuk membuat Anggaran Kas Pemerintah Daerah guna mengatur ketersediaan dana yang cukup untuk mendanai pengeluaran-pengeluaran sesuai dengan rencana penarikan dana yang tercantum dalam DPA-SKPD yang telah disahkan.

Prosedur. Permasalahan terutama pada: tersebut menunjukkan kelemahan pengendalian intern a. c. terhadap tujuan operasional entitas yang signifikan belum memperoleh perhatian yang khusus dari pimpinan entitas. yaitu belum adanya prosedur yang baku yang dibuat oleh Pemerintah Daerah berkaitan dengan sistem dan kebijakan akuntansi dan mekanisme pengelolaan anggaran kas. Peraturan Kepala Daerah tentang Sistem Akuntansi Keuangan Daerah. c. Permasalahan tersebut diatas tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah pada: a. yaitu pimpinan entitas belum memahami sepenuhnya tanggung jawab pengendalian yang mereka miliki. Pasal 232 ayat (2) menyebutkan bahwa sistem akuntansi pemerintahan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan peraturan kepala daerah mengacu pada peraturan daerah tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah.5. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 26 . Beberapa pedoman yang belum dibuat tersebut. Peraturan Kepala Daerah tentang Mekanisme Pengelolaan Anggaran Kas Pemerintah Daerah. b. diketahui bahwa Pemerintah Kota Batu belum menyediakan secara penuh pedoman pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah sebagai petunjuk operasional pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah. Pasal 126 ayat (3) yang menyatakan bahwa mekanisme pengelolaan anggaran kas pemerintah daerah ditetapkan dalam peraturan kepala daerah. antara lain: a. Pemerintah Daerah belum sepenuhnya membuat pedoman pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah Berdasarkan hasil penelaahan yang dilakukan atas kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Daerah terkait pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah. b. Perencanaan. b. Struktur organisasi. Peraturan Kepala Daerah tentang Kebijakan Akuntansi Keuangan Daerah.

dan pembiayaan serta laporan keuangan. Menetapkan Peraturan Walikota tentang Sistem Akuntansi Keuangan Daerah. dan pengendalian intern menjadi kurang dapat diandalkan sebagai alat untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan keuangan daerah. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar: a. terjadi beberapa kebijakan Kepala Daerah yang berpengaruh terhadap status kepegawaian. ekuitas. Selain itu. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 27 .c. Pasal 239 : 1) Ayat (1) yang menyatakan bahwa Kepala Daerah menetapkan peraturan kepala daerah tentang kebijakan akuntansi pemerintah daerah dengan berpedoman pada standar akuntansi pemerintahan. 2) Ayat (2) yang menyatakan bahwa kebijakan akuntansi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan dasar pengakuan. Kebijakan Akuntansi Keuangan Daerah dan Mekanisme Pengelolaan Anggaran Kas Pemerintah Daerah. pengukuran dan pelaporan atas aset. untuk Tahun Anggaran 2008 Bagian Keuangan akan menindaklanjuti ketentuan tersebut. Kondisi tersebut diatas disebabkan Kepala Daerah kurang memahami aturan pengelolaan keuangan daerah. pelaksana teknis di lapangan kesulitan dalam penyusunan pelaporan keuangan daerah. pendapatan. kewajiban. Selanjutnya. Kepala Bagian Keuangan menjelaskan bahwa dalam perkembangannya sebelum petunjuk pelaksanaan peraturan daerah tersebut disusun. belanja. Hal ini mengakibatkan pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah menjadi kurang tertib. b. Kebijakan Akuntansi Keuangan Daerah. dan Peraturan Walikota tentang Mekanisme Pengelolaan Anggaran Kas Pemerintah Daerah. yaitu masalah kepangkatan dan mutasi jabatan sehingga berpengaruh pula terhadap proses penyusunan petunjuk pelaksanaan Peraturan daerah. Atas permasalahan tersebut. Menyusun Sistem Akuntansi Keuangan Daerah.

Pengelolaan aset Pemerintah Kota Batu belum tertib Aktiva tetap yang merupakan bagian dari aset yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Sedangkan pada pendistribusian aset. dimana pihak lain tidak memperoleh informasi yang dibutuhkan guna melaksanakan tanggung jawabnya. PPK tidak melaporkan pada Bendahara Barang. Bagian Perlengkapan menyebarkan formulir untuk diisi oleh masing-masing Satuan Kerja tentang posisi aktiva tetap yang dimiliki.6. Dari pemeriksaan beberapa Satuan Kerja. yang menduduki posisi sebagai Bendahara Barang pada Tahun 2007. yang diperoleh melalui realisasi belanja modal Tahun Anggaran 2007. Permasalahan tersebut tidak sesuai dengan : a. Pelaporan. b. Laporan tersebut kemudian dikompilasi oleh Bagian Perlengkapan. pengelolaan informasi untuk memastikan tingkat keakuratan dan kelengkapan informasi keuangan. Bendahara Barang Dinas Kesehatan tidak memiliki data-data manual aset pada pengelolaan sebelumnya. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 28 . pada : 1) Pasal 253 ayat (1) yang menyatakan bahwa prosedur akuntansi aset pada SKPD meliputi pencatatan dan pelaporan akuntansi atas perolehan. namun langsung mendistribusikan aset tersebut ke puskesmas-puskesmas. ketika barang pengadaan datang. sehingga Bendahara hanya mengetahui barang dari data-data yang ada. Bendahara Barang pada beberapa Satuan Kerja adalah pegawai baru. Prosedur. dikelola oleh Bagian Perlengkapan. sehingga apabila ada barang yang hilang. Dalam pencatatan aset pada barang bergerak hanya berdasarkan pada barang yang ada. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Dalam penyusunan laporan aset per 31 Desember 2007. Satuan Kerja hanya membuat laporan jika Bagian Perlengkapan mengirim formulir untuk diisi. diketahui bahwa tidak semua Satuan Kerja membuat laporan semesteran untuk dikompilasi oleh Bagian Perlengkapan. tersebut menunjukkan kelemahan pengendalian intern. Bendahara Barang tidak akan mengetahui. Permasalahan terutama pada: a. Selain itu. Laporan ini juga akan digunakan untuk sensus yang dilaksanakan di Tahun 2008.

3) Pasal 27 ayat (6) menyebutkan bahwa Pembantu Pengelola menghimpun hasil inventaris barang milik daerah. b. 2) Pasal 20 ayat (1) menyebutkan bahwa penyaluran barang milik daerah oleh penyimpan barang dilaksanakan atas dasar Surat Perintah Pengeluaran Barang (SPPB) dari Pengguna/Kuasa Pengguna disertai dengan Berita Acara Serah Terima. tetapi dalam pelaksanaannya tidak berjalan baik karena mekanisme pelaporan aset per semester dari masing-masing SKPD belum sepenuhnya berjalan baik. Kepala Bagian Perlengkapan menjelaskan bahwa pengelolaan aset daerah sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. b) Buku besar dan. rehabilitasi. Atas permasalahan tersebut. Rekomendasi BPK RI Walikota Batu agar memerintahkan Kepala Dinas pada tiap-tiap Satuan Kerja supaya mengelola aset dengan tertib sesuai ketentuan yang berlaku.pemeliharaan. c) Buku besar pembantu. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 29 . dan penyusutan terhadap aset tetap yang dikuasai/digunakan SKPD. 2) Pasal 256 ayat (1) yang menyatakan bahwa buku yang digunakan untuk mencatat transaksi dan atau kejadian dalam prosedur akuntansi aset sebagaimana dimaksud dalam pasal 253 ayat (1) mencakup: a) Buku jurnal umum. Hal tersebut mengakibatkan pengelolaan aset menjadi tidak tertib. pada : 1) Pasal 16 ayat (1) menyebutkan bahwa hasil pengadaan barang diterima oleh penyimpan barang. dan melakukan pelaporan aset secara periodik ke Bagian Perlengkapan karena aset merupakan salah satu kekayaan daerah terbesar. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. Kondisi tersebut disebabkan Satuan Kerja tidak mengelola aset secara tertib sesuai dengan ketentuan. perubahan klasifikasi.

diketahui bahwa sebagian besar buku-buku dan register yang digunakan tidak up to date. penetapan dari Walikota yang menunjuk Bank Jatim sebagai tempat menampung kas daerah Tahun 2007 tidak ada. Dengan demikian. yaitu Januari s. Selain itu. Kantor Kas Daerah mengalami dua masa kepemimpinan yang berbeda. ada beberapa SPP dan SPM yang belum dibuatkan SP2D PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 30 . Sedangkan yang bertindak sebagai BUD sekaligus PPKD adalah Kepala Bagian Keuangan. juga dijumpai jumlah saldo-saldo kumulatif BKU yang salah karena adanya kesalahan input pada awal tahun sehingga terbawa sampai akhir tahun. Buku Kas Umum. a. Pelaksanaan penatausahaan pengelolaan uang milik daerah di Kantor Kas Daerah tidak tertib Pengelolaan kas daerah dilaksanakan oleh Kantor Kas Daerah. Kedua belas rekening tersebut semuanya berada pada Bank Jatim. yang sekaligus menjabat sebagai Kuasa BUD. Tanpa mengesampingkan perbaikan-perbaikan yang dicoba diusahakan pada periode Oktober-Desember 2007. sebagai cerminan jumlah penerimaan dan pengeluaran daerah tidak dibuat dalam Tahun 2007.d Oktober 2007 dan Oktober s. Semua pendapatan yang masuk ke kas daerah akan ditampung kedalam 12 rekening tersebut. meskipun SPP dan SPMnya sudah ada pada saat itu. Buku Kas Umum Tahun 2007 baru dibuat ketika diminta. Pembayaran terhadap pengeluaran daerah juga bersumber dari kedua belas rekening tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan. Pelaksanaan penatausahaan pengeluaran kas tidak mencerminkan pengendalian kas yang handal.7. menunjukkan halhal sebagai berikut. b. Kantor Kas Daerah menggunakan 12 rekening yang berbeda untuk mengelola kas daerah. Hasil pemeriksaan dan pengamatan yang dilakukan terhadap penatausahaan pengelolaan kas daerah selama dua era yang berbeda tersebut. Sesuai penjelasan lisan dari Kuasa BUD periode sebelum Oktober 2007. Selama Tahun 2007. Akibatnya. Buku Kas Umum yang diserahkan adalah buku kas umum yang baru saja dibuat.d Desember 2007. diketahui bahwa pembuatan SP2D terkadang dilakukan setelah pencairan cek dilakukan. Namun. secara umum pengelolaan pengeluaran kas dalam Tahun 2007 tidak handal. c. yang dipimpin oleh seorang kepala kantor (eselon III).

c. Disamping itu. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tanggal 14 Januari 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Kondisi di atas tidak sesuai dengan : a. pada : 1) Pasal 179: a) Ayat (1) menyebutkan bahwa BUD bertanggung jawab terhadap pengelolaan penerimaan dan pengeluaran kas daerah.meskipun sebenarnya pengeluaran kas sudah dilakukan. taat pada peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. buku-buku bantu atau alat kendali lain sebagai alat kontrol pengeluaran kas tidak diperoleh. menyulitkan auditor untuk melakukan penelusuran distribusi penggunaan kas. c) Ayat (3) menyebutkan bahwa penunjukan bank yang sehat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan keputusan kepala daerah dan diberitahukan kepada DPRD. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tanggal 5 April 2003 tentang Keuangan Negara. dan SPP dan SPM-nya lengkap. SPM dan SP2D. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Hal ini. Selain itu. sehingga menyulitkan dalam pembuatan SPJ terhadap dana yang telah cair. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah membuka Rekening Kas Umum Daerah pada bank yang ditentukan oleh gubernur/bupati/walikota. berdasarkan hasil konfirmasi dengan Kuasa BUD periode sebelum Oktober 2007. juga dijumpai sebagian dari bendahara-bendahara pengeluaran menerima SP2D terlambat. b. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 31 . Pencairan tersebut dilakukan karena adanya beban kekurangan kas tahun 2004-2007 yang sebelumnya dipinjamkan dari rekanan harus diselesaikan pada tahun 2007. Pada periode sebelum Oktober 2007. b) Ayat (2) menyebutkan bahwa untuk mengelola kas daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) BUD membuka rekening kas umum daerah pada bank yang sehat. diketahui bahwa tidak semua proses pencairan uang didahului dengan dokumen SPP. pasal 3 ayat (1) antara lain menyebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib. pasal 27 ayat (1) menyatakan bahwa dalam rangka penyelenggaraan rekening pemerintah daerah.

2) Pasal 219 ayat (1) menyebutkan bahwa dokumen yang digunakan kuasa BUD dalam menatausahakan SP2D mencakup register SP2D. Memo-memo dari pimpinan tertinggi entitas (almarhum) yang menurut kuasa BUD sulit untuk ditolak. Tidak adanya dokumentasi transaksi penerimaan dan pengeluaran kas yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan (accountable). register surat penolakan penerbitan SP2D. Menanggapi temuan di atas. Rekomendasi BPK RI Walikota agar memerintahkan Kuasa BUD agar mengacu pada perundang-undangan yang berlaku dalam pengelolaan keuangan daerah. Ketidaktegasan Kuasa BUD untuk menolak pembayaran yang tidak sesuai ketentuan. c. b. c. yang pada gilirannya kas daerah akan menjadi sangat mudah disalahgunakan. Hal tersebut mengakibatkan : a. b. Menjadikan pengelolaan kas menjadi tidak tertib dan berpotensi adanya SPP dan SPM yang belum diterbitkan karena terlewatkan. d. mantan Kuasa BUD periode sebelum Oktober 2007 beralasan bahwa ketidaktaatannya pada aturan keuangan pada saat itu karena Pelaksanaan Permendagri No. Kondisi di atas disebabkan oleh: a. IK) tentang pengimplementasiannya. Bahkan. sehingga metode penerapannya mengambang. Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah menjadi terhambat. serta buku kas penerimaan dan pengeluaran. metode maupun sistem yang digunakan masih mengambang sehingga pembuatan BKU terlambat. PERWAKILAN BPK RI DI SURABAYA 32 . sampai triwulan I. Mengacaukan sistem pengelolaan kas yang sudah dibangun. 13 Tahun 2006 di Pemkot Batu tidak disertai dengan penataan sumber daya manusia dan infrastruktur yang memadai dan tidak ada ketegasan dari Walikota almarhum (Sdr. Ketidakpatuhan dan ketidaktaatan Kuasa Bendahara Umum Daerah beserta Kepala Seksi Pengeluaran periode sebelum Oktober 2007 terhadap aturan yang berlaku.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful