P. 1
5 Imunisasi Dasar

5 Imunisasi Dasar

|Views: 55|Likes:
Published by Eko Deswanto

More info:

Published by: Eko Deswanto on Jun 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2013

pdf

text

original

5 Imunisasi Dasar Lengkap

saya mau menulis ini karna µpesenan¶ dari seseorang yang ingin menjadi ayah yang baik (InsyaAllah), special 4 u! Imunisasi adalah upaya memberikan kekebalan aktif kepada seseorang dengan cara memberikan vaksin. dengan imunisasi, seseorang akan memiliki kekebalan terhadap penyakit. sebaliknya, bila tidak, akan mudah terkena penyakit infeksi berbahaya. vaksin adalah produk biologis yang berasal dari virus, atau bakteri penyakit yang telah dilemahkan/dimatikan atau rekombinan, yang digunakan untuk menangkal penyakit. kehadiran vaksin dalam tubuh manusia akan mendorong reaksi perlawanan terhadap virus atau bakteri dari penyakit yang bersangkutan. pada dasarnya semua orang perlu diimunisasi, terutama orang2 yang berisiko tinggi terkena penyakit, seperti: bayi, anak usia balita, anak sekolah, wanita hamil, wanita usia subur (WUS). ada 2 cara melakukan imunisasi yaitu, oral dan penyuntikan. pemberian imunisasi yang terbaik adalah pemberian yang tepat jadual. bila tidak, perlindungan terhadap penyakit yang ingin ditangkal, menjadi tidak optimal.boleh ditunda, bila kondisi anak sedang sakit. bila anak sudah sehat segera lengkapi imunisasinya. nah, kelima jenis imunisasi yang harus diperoleh anak, yaitu:
y y y y y y y y

y

y

BCG diberikan 1 kali (pada usia 1 bulan) DPT diberikan 3 kali (pada usia 2,3,dan 4 bulan) Polio diberikan 4 kali (pada usia 1,2,3, dan 4 bulan) Campak diberikan 1 kali (pada usia 9 bulan) Hepatitis B diberikan 1 kali (pada usia 0-7 hari) 1. HEPATITIS-B : umur pemberian kurang dari 7 hari, sebanyak 1 kali, untuk mencegah penularan Hepatitis B dan kerusakan hati 2. BCG : umur pemberian 1 bulan, sebanyak 1 kali, untuk mencegah penularan TBC (tuberkulosis) yang berat 3. DPT-Hepatitis B : umur pemberian 2 bulan , 3 bulan, 4 bulan , sebanyak 3 kali, untuk mencehah penularan Difteri yang menyebabkan penyumbatan jalan nafas, batuk rejan (batuk 100 hari), Tetanus, Hepatitis B. 4. POLIO : umur pemberian 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, sebanyak 4 kali, untuk mencegah penularan polio yang menyebabkan lumpuh layuh pada tungkai dan atau lengan. 5. CAMPAK : umur pemberian 9 bulan, sebanyak 1 kali, untuk mencegah penularan campak yang dapat mengakibatkan komplikasi radang paru, radang otan dan kebutaan.

merah atau bengkak di tempat suntikan. . 5. tetapi panas ini umumnya akan sembuh dalam 1-2 hari. Campak = anak mungkin panas pada hari ke 5-12 sesudah suntikan. hal ini adalah gejala penyakit campak ringan dan umumnya setelah 1-2 hari akan hilang. Polio = tidak ada efek samping 4. keadaan ini tidak berbahaya dan tidak perlu pengobatan. kejadian ini umumnya terjadi dalam masa satu bulan setelah imunisasi.jika bayi berusia lebih dari 6 bulan boleh diberi tambahan air minum. memberikan obat penurun panas dengan dosis sesuai anjuran dokter. BCG = setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan kecil dan merah di tempat suntikan. akan sembuh sendiri. dan biarkan luka tetap terbuka. kadang2 disertai kemerahan pada kulit seperti campak. Hepatitis B = tidak ada efek samping apa yang perlu disampaikan kepada ibu yang anaknya demam setelah diimunisasi? y y y y lebih sering meneteki (ASI) dari biasanya. sakit. DPT = kadang2 bayi menderita panas setelah mendapat vaksin ini. jangan diberi obat apapun. setelah 2-3 minggu kemudian pembengkakan menjadi abses kecil yang menjadi luka dengan garis tengah sekitar 10 mm. luka tersebut akan sembuh dengan sendirinya dan meninggalkan parut yang kecil.apa yang dimaksud dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI)? KIPI adalah kejadian sakit yang mungkin timbul setelah imunisasi. untuk menjamin bayi/anak menerima cukup zat cair. 2. sebagian bayi merasa nyeri. membawa bayi ke dokter atau layanan kesehatan jika demam berlanjut. 3. mengompres dahi bayi dengan menggunakan kain yang dibasahi air hangat. sedangkan sebagian bayi lainnya tidak. 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->