P. 1
Kumpulan Makalah bk

Kumpulan Makalah bk

|Views: 160|Likes:
Published by dewikusuma88

More info:

Published by: dewikusuma88 on Jun 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2012

pdf

text

original

Kumpulan Makalah

Kumpulan makalah-makalah Pendidikan,dan lain-lain.
y y y y

Home Makalah Bimbingan Konseling Makalah Pendidikan Makalah Pertanian

MAKALAH PERAN GURU KELAS DALAM PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR
Posted by Admin in Sabtu, 07 November 2009
PERAN GURU KELAS DALAM PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional no. 20 tahun 2003 pasal 3 dinyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sejalan dengan tujuan pendidikan nasional maka dirumuskan tujuan pendidikan dasar yakni memberi bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah (pasal 3 PP nomor 28 tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar).

Pendidikan dasar merupakan pondasi untuk pendidikan selanjutnya dan pendidikan nasional. Untuk itu aset suatu bangsa tidak hanya terletak pada sumber daya alam yang melimpah, tetapi terletak pada sumber daya alam yang berkualitas. Sumber daya alam yang berkualitas adalah sumber daya manusia, maka diperlukan peningkatan sumber daya manusia Indonesia sebagai kekayaan negara yang kekal dan sebagai investasi untuk mencapai kemajuan bangsa. Bimbingan konseling adalah salah satu komponen yang penting dalam proses pendidikan sebagai suatu sistem. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang bahwa proses pendidikan adalah proses interaksi antara masukan alat dan masukan mentah. Masukan mentah adalah peserta didik, sedangkankan masukan alat adalah tujuan pendidikan, kerangka, tujuan dan materi kurikulum, fasilitas dan media pendidikan, system administrasi dan supervisi pendidikan, sistem penyampaian, tenaga pengajar, sistem evaluasi serta bimbingan konseling (Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang, 1990:58).

Untuk itu diperlukan guru pembimbing yang profesional dalam mengelola kegiatan Bimbingan Konseling berbasis kompetensi di sekolah dasar. baik tugas menyampaikan semua materi pelajaran (kecuali Agama dan Penjaskes) dan memberikan layanan bimbingan konseling kepada semua siswa tanpa terkecuali.Bimbingan merupakan bantuan kepada individu dalam menghadapi persoalan-persoalan yang dapat timbul dalam hidupnya. khususnya di Sekolah Dasar menunjukkan bahwa peran guru kelas dalam pelaksanaan bimbingan konseling belum dapat dilakukan secara optimal mengingat tugas dan tanggung jawab guru kelas yang sarat akan beban sehingga tugas memberikan layanan bimbingan konseling kurang membawa dampak positif bagi peningkatan prestasi belajar siswa. Dalam konteks pemberian layanan bimbingan konseling. Dengan demikian bimbingan menjadi bidang layanan khusus dalam keseluruhan kegiatan pendidikan sekolah yang ditangani oleh tenaga-tenaga ahli dalam bidang tersebut. Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka persoalan mendasar yang hendak ditelaah dalam makalah ini adalah . namun agaknya data pendukung yang berupa administrasi bimbingan konseling juga belum dikerjakan secara tertib sehingga terkesan pemberian layanan bimbingan konseling di SD "asal jalan". penempatan dan penyaluran. dan terarah. sistematis. Bantuan semacam itu sangat tepat jika diberikan di sekolah. informasi. Guru kelas harus menjalankan tugasnya secara menyeluruh. konseling perorangan. hal itu perlu dilakukan secara jelas. Realitas di lapangan. pembelajaran. Prayitno (1997:35-36) mengatakan bahwa pemberian layanan bimbingan konseling meliputi layanan orientasi. Bimbingan Konseling Rumusan di Sekolah Dasar. Dalam Pedoman Kurikulum Berbasis Kompetensi bidang Bimbingan Konseling tersirat bahwa suatu sistem layanan bimbingan dan konseling berbasis kompetensi tidak mungkin akan tercipta dan tercapai dengan baik apabila tidak memiliki sistem pengelolaan yang bermutu. kegiatan Bimbingan Konseling tidak diberikan oleh Guru Pembimbing secara khusus seperti di jenjang pendidikan SMP dan SMA. guru SD juga dibebani seperangkat administrasi yang harus dikerjakan sehingga tugas memberikan layanan bimbingan konseling belum dapat dilakukan secara maksimal. Guru Sekolah Dasar harus melaksanakan ketujuh layanan bimbingan konseling tersebut agar setiap permasalahan yang dihadapi siswa dapat diantisipasi sedini mungkin sehingga tidak menggangu jalannya proses pembelajaran. Dengan demikian siswa dapat mencapai prestasi belajar secara optimal tanpa mengalami hambatan dan permasalahan pembelajaran yang cukup berarti. Artinya. dan konseling kelompok. penulis tergerak untuk melakukan telaah mengenai peran guru kelas dalam pelaksanaan 2. Berdasar latar belakang tersebut di atas. Walaupun sudah memberikan layanan bimbingan konseling sesuai dengan kesempatan dan kemampuan. Di Sekolah Dasar. bimbingan kelompok. Selain melaksanakan tugas pokoknya menyampaikan semua mata pelajaran. supaya setiap siswa lebih berkembang ke arah yang semaksimal mungkin.

untuk dimanfaatkan olehnya dan memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan datang Dari (1) (2) dalam 2. Dari beberapa pendapat di atas dapat ditarik sebuah inti sari bahwa bimbingan dalam penelitian ini merupakan suatu bentuk bantuan yang diberikan kepada individu agar dapat mengembangkan kemampuannya seoptimal mungkin. 1997:106). Konseling merupakan upaya bantuan yang diberikan kepada seseorang supaya dia memperoleh konsep diri dan kepercayaan pada diri sendiri. Bimbingan ialah penolong individu agar dapat mengenal dirinya dan supaya individu itu dapat mengenal serta dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi di dalam kehidupannya (Oemar Hamalik. proses mengatasi pengertin (Mungin tersebut. Bimbingan adalah suatu proses yang terus-menerus untuk membantu perkembangan individu dalam rangka mengembangkan kemampuannya secara maksimal untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya. SD (3) bantuan diberikan kepada individu yang mengalami masalah agar memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri Perlunya Bimbingan Konseling Jika ditinjau secara mendalam. Secara umum. Konseling adalah proses pemberian yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien (Prayitno. mengarahkan dirinya (self direction).bagaimana peran guru kelas dalam pelaksanaan Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar? BAB II PEMBAHASAN 1. menerima dirinya (self acceptance). dan merealisasikan dirinya (self realization). 1990:11). konseling. yaitu: ahli. Hakikat Bimbingan dan Konsling di SD M. adanya pemberian masalah guna dapat penulis bantuan bantuan memperbaiki dilakukan tingkah dan Eddy sampaikan dari dengan lakunya di Wibowo. 2000:193). datang. yaitu: meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia . 1986:39). baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat (Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang. sosio kultural dan aspek psikologis. Surya (1988:12) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian atau layanan bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan. dan membantu siswa agar memahami dirinya (self understanding). latar belakang perlunya bimbingan berhubungan erat dengan pencapaian tujuan pendidikan nasional. ciri-ciri pokok seorang wawancara masa yang di akan konseling. setidaknya ada tiga hal utama yang melatarbelangi perlunya bimbingan yakni tinjauan secara umum.

Fungsi dirinya adaptasi ( secara adaptif optimal. Dalam fungsi ini pembimbing menyampaikan data tentang ciri-ciri. kebutuhan minat dan kemampuan serta kesulitan-kesulitan siswa . bertanggung jawab. salah satunya komponen bimbingan. berbudi pekerti luhur. dkk Fungsi (1987:14) Fungsi Bimbingan menyatakan bahwa penyaluran ada masalah masalah masalah masalah penyesuaian diri dan masalah dan tiga fungsi ( Konseling bimbingan dan di konseling. mandiri. cita-cita dan ciri. ) Fungsi penyesuaian ialah fungsi bimbingan dalam membantu siswa untuk memperoleh penyesuaian pribadi yang sehat. berdisiplin. dan belajar SD yaitu: ) distributif Fungsi penyaluran ialah fungsi bimbingan dalam membantu menyalurkan siswa-siswa dalam memilih programprogram pendidikan yang ada di sekolah. Untuk mewujudkan tujuan tersebut sudah barang tentu perlu mengintegrasikan seluruh komponen yang ada dalam pendidikan. individual.yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. siswa dibantu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitannya.ciri kepribadiannya. Sugiyo a. minat. memilih jenis sekolah sambungan ataupun lapangan kerja yang sesuai dengan bakat. Fungsi belajar. Menurut Tim MKDK IKIP Semarang (1990:5-9) ada lima hal yang melatarbelakangi perlunya layanan bimbingan di sekolah (1) (2) (3) (4) (5) 3. Di samping itu fungsi ini meliputi pula bantuan untuk memiliki kegiatan-kegiatan di sekolah antara lain membantu menempatkan anak dalam kelompok b. perkembangan perbedaan kebutuhan kelainan tingkah laku. Dalam berbagai teknik bimbingan khususnya dalam teknik konseling. Bila dicermati dari sudut sosio kultural. individu. berkepribadian. sementara laju lapangan pekerjaan relatif menetap. yang melatar belakangi perlunya proses bimbingan adalah adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat sehingga berdampak disetiap dimensi kehidupan. ) Fungsi adaptasi ialah fungsi bimbingan dalam rangka membantu staf sekolah khususnya guru dalam mengadaptasikan program pengajaran dengan ciri khusus dan kebutuhan pribadi siswa-siswa. yakni: individu. Fungsi ini juga membantu siswa dalam usaha mengembangkan c. penyesuaian ( dan adjustif lain-lain. bekerja keras. memilih jurusan sekolah. cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Hal tersebut semakin diperparah dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. tangguh.

Berikut ini prinsip-prinsip bimbingan konseling yang diramu dari sejumlah sumber.kepada guru. . Untuk menangani masalah tersebut perlu diserahkan kepada petugas atau lembaga lain yang lebih ahli. d. f. mempunyai bayak inisiatif. 1997:219). sikap dan tingkah laku seseorang. cita-cita. 4. Dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah hendaklah dipimpin oleh seorang petugas yang benar-benar memiliki keahlian dalam bidang bimbingan. Prinsip referal atau pelimpahan dalam bimbingan perlu dilakukan. Program bimbingan dan konseling di sekolah harus sejalan dengan program pendidikan pada sekolah yang bersangkutan. sebagai berikut: a. Dalam suatu proses bimbingan orang yang dibimbing harus aktif . Dengan data ini guru berusaha untuk merencanakan pengalaman belajar bagi para siswanya. e. h. Sikap dan tingkah laku seseorang sebagai pencerminan dari segala kejiwaannya adakah unik dan khas. Prinsip-prinsip Bimbingan Konseling di 1987:14) SD Prinsip merupakan paduan hasil kegiatan teoretik dan telaah lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan (Prayitno. Hal ini merupakan keharusan karena usaha bimbingan mempunyai peran untuk memperlancar jalannya proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan. Bimbingan pada prinsipnya diarahkan pada suatu bantuan yang pada akhirnya orang yang dibantu mampu menghadapi dan mengatasi kesulitannya sendiri. Oleh karenanya dalam memberikan bimbingan agar dapat efektif perlu memilih teknik-teknik yang sesuai dengan perbedaan dan berbagai kebutuhan individu. Keunikan ini memberikan ciri atau merupakan aspek kepribadian seseorang. Di samping itu ia mempunyai kesanggupan bekerja sama dengan petugas-petugas lain yang terlibat. dalam memberikan layanan perlu menggunakan cara-cara yang sesuai atau tepat. Sehingga proses bimbingan pada prinsipnya berpusat pada orang yang dibimbing. c. kebutuhan dan minat (Sugiyo. g. b. Proses bimbingan pada prinsipnya dilaksanakan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan yang dibimbing serta kondisi lingkungan masyarakatnya. Prinsip bimbingan adalah memperhatikan keunikan. Ini terjadi apabila ternyata masalah yang timbul tidak dapat diselesaikan oleh sekolah (petugas bimbingan). Tiap individu mempunyai perbedaan serta mempunyai berbagai kebutuhan. Sehingga para siswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan bakat. Pada tahap awal dalam bimbingan pada prinsipnya dimulai dengan kegiatan identifikasi kebutuhan dan kesulitankesulitan yang dialami individu yang dibimbing. i.

dan kehidupan sosial dan pribadinya. bidang bidang pendidikan.j. 1997:219). Program bimbingan dan konseling di sekolah hendaknya senantiasa diadakan penilaian secara teratur. penelitian dan pengembangan (Thomas Ellis. d. dan lainnya. pribadi. hubungan masyarakat dan staf. Maksud penilaian ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan program bimbingan. informasi. di samping untuk menilai tingkat keberhasilan juga untuk menyempurnakan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling (Prayitno. Kegiatan BK dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi Berdasakan Pedoman Kurikulum utama. Strategi yang digunakan adalah konseling individual. 1990) Kegiatan utama layanan dasar bimbingan yang responsif dan mengandung perencanaan individual serta memiliki dukungan (1) (2) sistem dalam implementasinya layanan layanan didukung oleh beberapa jenis layanan BK. memelihara dan meningkatkan progam bimbingan secara menyeluruh. karir. Isi layanan responsif adalah: (1) (2) (3)bidang (4) (5) (6) (7) (8) (9)bidang bidang bidang bidang bidang bidang tata narkotika perilaku kehidupan tertib dan sosial. staf ahli/penasihat. Tujuan utama dari layanan ini untuk membantu siswa memantau pertumbuhan dan memahami perkembangan sendiri. b. Layanan responsif adalah layanan bimbingan yang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan yang dirasakan sangat penting oleh peserta didik saat ini. yakni: data. dan konsultasi. manajemen program. Berbasis Kompetensi bidang Bimbingan Konseling (2004) dinyatakan yakni: bahwakerangka kerja layanan BK dikembangkan dalam suatu program BK yang dijabarkan dalam 4 (empat) kegiatan Layanan dasar bimbingan Layanan dasar bimbingan adalah bimbingan yang bertujuan untuk membantu seluruh siswa mengembangkan perilaku efektif dan ketrampilan-ketrampilan hidup yang mengacu pada tugas-tugas perkembangan siswa SD. pengumpulan . Layanan perencanaan individual adalah layanan bimbingan yang membantu seluruh peserta didik dan mengimplementasikan rencana-rencana pendidikan. c. sosial. SD. konseling kelompok. masyarakat yang lebih luas. karir. Layanan ini lebih bersifat preventik atau mungkin kuratif. Dukungan sistem. Prinsip ini sebagai tahap evaluasi dalam layanan bimbingan konseling nampaknya masih sering dilupakan. Padahal sebenarnya tahap evaluasi sangat penting artinya. belajar. adalah kegiatan-kegiatan manajemen yang bertujuan memantapkan. perjudian. a. konsultasi dengan guru. 5. Hal itu dilaksanakan melalui pengembangaan profesionalitas.

(Nurihsan. di SD Implementasi kegiatan BK dalam pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi sangat menentukan keberhasilan proses belajar-mengajar. guru diharapkan sebagai pelaksana cara mengajar informatif. Director. Informator. informasi guru sebagai kegiatan pengelola kegiatan akademik akademik. f. sehingga dapat menentukan bagaimana anak didiknya berhasil atau tidak. untuk guru harus mampu merangsang dan memberikan dorongan serta reinforcement dinamika di dalam proses mendinamisasikan potensi siswa. dan pengetahuan. dan sumber b. studi lapangan. c.(3) (4) (5) (6) 6. Motivator. h. silabus. BK penempatan. Mediator. bertindak akan guru memberikan sebagai kemudahan dalam dalam belajar-mengajar. Oleh karena itu peranan guru kelas dalam pelaksanaan kegiatan BK sangat penting dalam rangka Sardiman mengefektifkan (2001:142) pencapaian bahwa ada tujuan sembilan pembelajaran peran guru dalam yang kegiatan dirumuskan. Transmitter. g. layanan layanan Peran penilaian Guru layanan layanan referal/melimpahkan dan Kelas tindak dalam ke lanjut Kegiatan pihak lain. e. Evaluator. guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan. laboratorium. lain-lain. konseling. belajar siswa. menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas) sehingga akan terjadi belajar-mengajar. guru guru guru sebagai selaku pencetus penyebar fasilitas ide kebijaksanaan atau dalam dalam proses pendidikan proses belajar-mengajar. jadwal maupun pelajaran dan umum. Inisiator. d. Organisator. . BK. yaitu: menyatakan a. Fasilitator. penengah kegiatan i. dan 2005:21). guru mempunyai otoritas untuk menilai prestasi anak didik dalam bidang akademik maupun tingkah laku sosialnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->