P. 1
laporan OJT

laporan OJT

|Views: 1,190|Likes:
Published by Nasrulhuda

More info:

Published by: Nasrulhuda on Jun 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/26/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

I. 1. Latar Balakang Program pembangunan nasional beradaptasi dengan era industrialisasi dan globalisasi yang ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan industri yang memanfaatkan teknologi canggih, sehingga perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas tenaga kerja, profesionalisme, berdaya saing dan kompetensi tenaga kerja yang ditujukan pada peningkatan kemandirian, kewirausahaan, etos kerja, disiplin dan mempunyai keahlian yang sesuai dengan spesifikasi bidangnya. Sejalan dengan pemikiran tersebut Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai sebuah institusi perguruan tinggi di Indonesia berupaya untuk mengembangkan sumber daya manusia dan IPTEK guna menunjang pembangunan industri, serta sebagai research university untuk membantu pengembangan kawasan timur Indonesia. Output dari PPNS-ITS diharapkan siap untuk dikembangkan ke dalam bidang yang sesuai dengan spesifikasinya. Oleh karena itu kerja sama dengan bidang industri perlu lebih ditingkatkan agar terdapat keseimbangan dalam penyampaian ilmu kepada mahasiswa, yaitu antara teori yang disampaikan melalui pemberian materi, yang dilakukan secara rutin di kelas sebagai salah satu metode kegiatan perkuliahan, dengan praktek yang merupakan kegiatan mengaplikasikan teori yang telah didapat secara langsung di dunia kerja. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan study excursie, on the job training, joint research, praktek kerja lapangan, dan lain sebagainya. Dengan syarat kelulusan yang ditetapkan, mata kuliah kerja praktek telah menjadi salah satu pendorong utama bagi tiap-tiap mahasiswa untuk mengenal kondisi sistem manajemen K3 di lapangan kerja dan untuk melihat keselarasan antara ilmu pengetahuan yang diperoleh dibangku kuliah dengan aplikasi praktis di dunia kerja.

I. 2.

Tujuan
Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 1

Tujuan pelaksanan On The Job Training ini adalah : 1. Untuk memenuhi beban satuan kredit semester (SKS) yang harus ditempuh sebagai persyaratan akademis di Program Studi D-4 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS. 2. 3. 4. Mengenal secara khusus bidang yang menjadi minat peserta yakni tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT. PETROWIDADA. Menumbuhkan dan menciptakan pola berpikir konstruktif yang lebih berwawasan bagi mahasiswa. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami implementasi K3 di dunia industri sekaligus mampu mengadakan pendekatan masalah secara utuh serta menganalisa kekurangan dan kelebihannya. 5. Membuka wawasan mahasiswa agar dapat mengetahui, memahami dan mengembangkan pelaksanaan aplikasi teoretis ilmunya ke dalam praktek secara nyata di dunia industri sehingga mahasiswa mampu menyerap dan berasosiasi dengan dunia kerja secara utuh. 6. Mengenal lebih jauh tentang pemanfaatan serta pengoperasian teknologi yang sesuai dengan bidang yang dipelajari di Program Studi D-4 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS.
7. Mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan individunya dengan terjun

langsung mempraktekkan pelaksanaan tugas sebagai seorang Ahli K3 yang diharapkan akan diemban nantinya 8. 9. Terciptanya suatu hubungan yang sinergis, jelas dan terarah antara dunia perguruan tinggi dengan dunia kerja sebagai pengguna outputnya. Meningkatkan kepedulian dan partisipasi dunia usaha dalam memberikan kontribusinya pada sistem pendidikan nasional.
10. Membuka kesempatan bagi dunia kerja dalam hal ini industri sebagai user dari

output perguruaan tinggi untuk dapat melihat secara langsung kemampuan sesungguhnya dari mahasiswa sebagai calon karyawan dimana hal tersebut diharapkan merupakan bagian dari proses seleksi sehingga dapat terjadi penyerapan tenaga kerja. 11. Mahasiswa dapat mengenal, mempelajari dan memahami aplikasi bidangbidang yang menjadi minatnya sehingga mampu melakukan analisis masalah.
Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 2

I. 3.

Manfaat 1. Bagi Perusahaan a) Perusahaan dapat melakukan sharing dengan mahasiswa mengenai perkembangan teori terbaru berkaitan dengan bidang yang diambil mahasiswa dalam hal ini adalah teknik keselamatan dan kesehatan kerja. b) Perusahaan 2. dapat memanfaatkan tenaga mahasiswa untuk melaksananakan tugas-tugas operasional sebagai sarjana sains terapan. Bagi PPNS-ITS Melalui kerjasama yang dibangun dengan dunia industri akan dapat menjadi ajang promosi mengenai keberadaan PPNS-ITS sebagai penyelenggara pendidikan. Selain itu manfaat lain yang dapat diperoleh adalah : a) Sebagai sarana pengenalan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai pertimbangan dalam penyusunan program di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya ITS. b) Sebagai bahan masukan dan evaluasi program pendidikan di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya ITS untuk menghasilkan tenaga terampil sesuai dengan kebutuhan dalam dunia industri. 3. Bagi Mahasiswa a) Membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk dapat melihat aplikasi teori yang telah didapat kedalam dunia kerja.
b) Merupakan media bagi mahasiswa untuk dapat melakukan praktek

kerja secara langsung di dunia industri sehingga dapat mengatasi kecanggungannya dalam berinteraksi dengan dunia kerja setelah lulus.
c) Merupakan

sarana

bagi

mahasiswa

untuk

dapat

mengenal

keanekaragaman, pemanfaatan, sekaligus aplikasi K3 yang digunakan dalam sistem manajemen K3 di industri guna menunjang pelaksanaan tugasnya sebagai Sarjana Sains Terapan ahli K3.

BAB II PROFIL PERUSAHAAN
Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 3

II. 1.

Umum PT. Petrowidada merupakan perusahaan yang bergerak di industri kimia

penghasil Phthalic Anhydride (PA). Atas lisensi dari Lurgi GMBH yang berpusat di Jerman Barat, berdiri pabrik PT. Petrowidada yang letaknya di kota Gresik, Jawa Timur. Tujuan utama didirikannya pabrik ini, untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri akan Phthalic Anhydride. Perusahaan ini berbentuk perseroan dengan status Penanaman Modal Asing (PMA), yang didirikan berdasarkan Surat Pemberitahuan tentang Persetujuan Presiden (SPTPP) No. 12/1/PMA/1985 tertanggal 23 Mei 1985, dengan komposisi modal total untuk pendirian pabrik (total investment) adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. PT. Petrokimia Gresik: 30% PT. Witulan Daewoo Corp. : 30% : 40%

Tetapi setelah berjalan beberapa tahun, komposisi sahamnya mengalami perubahan, bahkan ada investor baru yang masuk ke dalam perseroan ini, yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. PT. Petrokimia Gresik: 10,2% PT. Witulan Daewoo Corp. Justus Corp. : 5,1% : 13,6% : 5,1%

PT. Eterindo Wahanatama: 66%

PT. Petrowidada sendiri mulai mengoperasikan perdagangan Phtalic Anhydride (PA) seri pertama dengan kapasitas 30.000 MTPY pada Januari 1987 dan mengoperasikan Phtyalic Anhydride (PA) seri ke dua dengan kapasitas 40.000 MTPY pada November 1996 yang bersamaan dengan pengoperasikan Maleic Anhydride (MA) dengan kapasitas 3.000 MTPY. Sedangkan untuk pengoperasian Phtalic Anhydride (PA) seri ke tiga dengan kapasitas 70.000 MTPY pada Februari 2002, dan plastisizer dengan kapasitas 30.000 MTPA. Pada 20 Januari 2004, PT. Petrowidada mengalami ledakan yang diakibatkan oleh kelalaian karyawan sehingga mengakibatkan pemusnahan Phtalic Anhydride (PA) seri pertama dan seri ke dua serta Maleic Anhydride (MA). Pada Agustus 2004

Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS

4

Menempati tanah yang tidak subur atau tandus. Petrowidada adalah Phtyalic Anhydride (PA) dan hasil sampingannya berupa maleic anhydryd. Dekat dengan sumber air. 6. 23 km dari pelabuhan tanjung perak Surabaya. Produk Produk utama PT. Dapat menyerap tenaga kerja di sekitarnya. Untuk menghasikan produkproduk kimia tersebut tidak ada bahan lain pengganti phthalic anhydrid Reaksi: C8H10 + 3 O2 1. Petrokimia dan PT. Dekat dengan pelabuhan untuk memudahkan transportasi. Phtyalic Anhydride adalah bahan baku utama untuk pebuatan plastik. 2. Kota Gresik.4 km dari pelabuhan petrokimia. A) Phtyalic Anhidride C8H4O3 + 3 H2O Rumus molekul : C8H4O3 5 Spesifikasi phtyalic anhydride Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS . 2. Lokasi pabrik telah memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut : 1. 4. II. 3. agar tidak mengurangi areal pertanian atau perkebunan. 3. unsaturated polyester resins. Dekat dengan pembangkit tenaga listrik. baik waktu pengadaan maupun pemasaran. karena akan mempengaruhi kedudukan perusahaan tersebut dalam persaingannya dengan perusahaan lainnya. Petrowidada terletak pada wilayah Kawasan Industri Gresik (KIG). PT. Petrowidada memiliki sertifikat ISO 9002 pada tahun 1995 dan ISO 9001 pada tahun 2002. dalam usaha mempertahankan kelangsungan perusahaan itu. Lokasi Lokasi dari perusahaan memegang peranan penting. II. Petro Oxo Nusantara. 5. Pemilihan lokasi pabrik harus dipikirkan secara hati-hati dengan mempertimbangkan baik dari teknis maupun dari segi ekonomis. PT. alkyd resins. Dekat dengan bengkel untuk keperluan pemeliharaan dan perbaikan peralatan.diaktifkan kembali produksi Phtalic Anhydride (PA) seri ke tiga. zat warna dan produk-produk kimia lain seperti herbisida. Dekat dengan supplier PT. tepatnya 20 km Surabaya.

Penampakan (bentuk) : . Ash content 5. apabila terhirup manusia akan terkonversi menjadi Phthalic Acid.crystal putih .1. 6.1. Synonim Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS . merupakan reaksi asam dalam air dalam lendir membran. Kemurnian 3.Toxilic Aci 6 2. Debu-debu PA dapat menyababkan iritasi yang keras pada mata dan kulit serta menyebabkan kebakaran B.3 Isobenzofurandione .2.cairan putih 2. Titik didih normal Titik beku Panas pembekuan Autoignation temperatur Flash point open cup : 1520C Bau Synonim : 284. aceton.1. Molten colour 6. 3. anhydrite Produck PA memiliki standart spesifikasi sebagai berikut : 1. Rumus molekul :H4H2O3 : .85% : 130. benzen. Maleic anhydrite Maleic anhydrite pertama kali ditemukan oleh pelouze tahun 1834 diperoleh dari pemanasan Maleic Acid dengan sari buah apel dan beberapa buah yang lain selanjutnya di peroleh melalui oksidasi benzene atau n-butane. dan bersifat higroskopos Spesifikasi maleic Anhydrite adalah sebagai berikut : 1.3 Dioxophthalan dione . Titik beku : 99.Phthmaxalic Acid Anhydrite 8.80C : max 20 APHA : max 0. 5. After heating colour : max 50 PA yang larut dalam Alcohol. 4.1% 4. maupun Xylene memiliki uap yang mengandung uap anhydrite.50C :130.2 Benzedicarboxilic acid .628 kcal/mol : 5800C : menyengat : . 7.80C :5.

Bagian FG WH & Exim (di gresik)menerima dokumen SO/PO serta intruksi pengapalan / pengiriman dariCCPL / PWD jakarta sebagaiacuan keja d. Specific gravity 12. Mengevaluasi pembayaran apakah dilakukan dengan LC / Non LC untuk mengetahui persyaratan yang dikehendaki oleh pelanggan.06 : 52.1% volume : 33.1 kcal/mol : 1100C :4470C : 1.. Panas penguapan 7.5 Furandione Toxilic Anhydrite 3.80C : 202. kemudian mempersiapkan dokumen yang diperlukan untuk keperluan pengiriman / pengapalan Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 7 .Cis-Butenedioic Anhydrite . PO(purchase order) & SI (shipping instruction) melalui Fax/e-mail ke bag.FG WH & Exim di gresik. Pemasaran a. Sp 16. Bentuk . Ambang kebakaran tinggi 11. Titik didih : 98. Flash point cup 8. Penanganan transaksi pemsaran Export mulai inquiry sampai dengan penandatanganan kontrak / Potermasuk pembayaran dan waktu pengapalan/ pengiriman dikendalikan oleh CCCPL / PWD jakarta b.2.4% volume : 7. Atau jika deal transaksi melalui PWD jakarta. Larutan dalam air 14. Melting point 5.CCPL mengirimkan CO (sales order).8 (40C) : max 50 Hazen : ya : menyengat : min 510C 6.50C : 13. Autoignition temperatur 9. pihak jakarta akan mengirim SO & copy L/C melalui Fax/e-mail c. Setelah deal transaksi. Berat molekul 4.keadaan soli . Ambang kebakaran rendah 10. 4.keadaan liquid : putih : bening II. berbau 15. Molten colour 13.

PETROWIDADA merupakan perusahaan berskala besar dengan jumlah karyawan sebanyak 145 orang. invoice. Inspection. 7. Tugas dan tanggung jawab departemen secara umum 1. Petrowidada adalah sebagai berikut : . b. maka bagian FG. Departemen Maintenance 6. Organisasi dan Karyawan PT. ii. Departemen Bussiness & Oparational 3. 5. a. Departemen Finance 2. 9.e. mengatur jadwal pengiriman / pengapalan dan memintakan persetujuan ke CCCPL / PWD jakarta mempersiapkan dokumen pra pengiriman / pengapalan antara lain : a) shipping instruction ke seksi gudang barang jadi untuk delevery barang b) PEB (pemberitahuan explor barang). & Environment Susunan organisasi PT. Departemen Safety. Departemen Staff Dir. 5. Departemen PGA 4. parking. surat kuasa & DG (dangerous cargo) declaration c) Order kerja untuk EMKL dan pelayaran serta surveyor (jika diperlukan II. Terdapat dalam 9 departemen yaitu : 1. Atas dasar PO / SI yang diterima dari CCCPL / PWD jakarta. 1. WH & Exim melakukan : i. PE (persetujuan export : diterbitkan setelah barang masuk pelabuhan muat) – disiapkan oleh EMKL.6. Susunan organisasi Director terdiri dari : President Director Finance Director Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 8 8. Departement Produksi Departemen Engineering Departemen QC II.

3. Acc. yaitu Analysis Quality Departement dikepalai setingkat Manager dan membawahi Analisis Quality Section setingkat Supervisor yang membawahi : a. Manager yang membawahi Sales Adm. Foreman membawahi : Book Keeper Clerk Cost. Analysis Quality Foreman Electronic Data Procesing Foreman Susunan organisasi kerja yang bertanggung jawab langsung di Finance administration Departement dipimpin oleh seorang bawah koordinasi Finance Director terdiri dari : Manager membawahi Finance And Tax dikepalai oleh seorang Supervisor yang membawahi Finance & Tax Foreman yang membawahi Cashier Clerk. Accounting dikepalai oleh seorang Supervisor membawahi : 1. b. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 9 . Bussines Operasional Director Maintenance & Produksi Director Presiden Director membawahi dan mengkoordinasikan Director lainnya. Foreman membawahi : Book Keeper Clerk Budget dikepalai oleh seorang Supervisor membawahi Budget Budget Clerk Book Keeper Clerk Foreman membawahi : d. Acc. Marketing Departement oleh Manager yang membawahi Sales Section dikepalai oleh seorang Ass. 2. c. (PWD Jakarta) Clerk. selain itu President Director juga memimpin dan membawahi langsung. 2. b. Finance & Cashier (PWD Jakarta) dikepalai oleh seorang supervisor yang membawahi Budget (PWD Jakarta) Foreman membawahi Book Keeper (PWD Jakarta) Clerk. Dikepalai oleh seorang supervisor membawahi Sales Adm. d. Gen.c. (PWD Jakarta) Foreman membawahi Sales Adm. e. a.

Director membawahi : Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS . Operator Demin Unit & Tank Yard Operator WWT Operator Waste solid/Incenerator Operator Process Engineer Supervisor membawahi Process Engineer Foreman membawahi Typist Clerk. Operator • Boiler. 4. 3. Manager membawahi Safety & Inspection Section dikepalai oleh seorang Ass. 3) Safety & Inspection Departement dipimpin oleh seorang Ass. 1) 2) Susunan oerganisasi kerja yang bertanggung jawab langsung di Secretary Production Departement dipimpin oleh seorang Manager Secretary Bagian produksi dikepalai oleh seorang Ass.4. Manager membawahi : 1. b. a. Diesel & Comp. & Bussiness Opertaional terdiri dari : membawahi : membawahi : -Distilation Operator membawahi Bagging PA & MA Ass. Safety Foreman membawahi Safety Operator Inspection Foreman membawahi Inspection Operator Typist Clerk Maintanance & R/Ddipimpin oleh Maintenance & R/D • Secretary 10 2. Manager • Production Shift Supervisor membawahi : Board Panel Operator Oxidation Operator Sublimation Operator bawah koordinasi Prod.

b. d. Supervisor membawahi : a. Aff. & Gen. 1.• Bagian Maintanance dikepalai oleh seorang Ass. Section dikepalai oleh seorang Ass. Foreman membawahi Typist Manager dengan membawahi : membawahi : membawahi Pers. Clerk b. (PWD Jakarta) Foreman yang membawahi : b. Elect. Foreman Electrical Foreman membawahi Electri Operator Instrument Foreman membawahi Instrument Manager membawahi: Operator 2. b. & Operational Departement dipimpin oleh seorang Secretary Pers. Pers. c. Driver (PWD Jakarta) Clerk Recepcionist (PWD Jakarta) Clerk Messenger (PWD Jakarta) Ass. Mechanical Eng. Foreman Instrumen Eng. 4) • • Tool Man Operator Buss. Mechanic Supervisor membawahi Mechanic Foreman membawahi Mechanin Operator 3. Manager a. & Gen. Supervisor membawahi : a. (PWD Jakarta) Supervisor Mechanical Eng. Aff. Clerk Personal Supervisor membawahi : Personal Clerk Librarian Clerk 11 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS . Electrical Eng. P & W Foreman membawahi P & W Operator Workshop Foreman membawahi Workshop Operator 4. Aff. & Inst. & Gen. Workshop Supervisor membawahi : a.

00 WIB = Bekerja pada pukul 23. Karyawan shift Bekerja dengan sistem 3 shift yang terbagi sebagai berikut : − Shift I − Shift II − Shift III = Bekerja pada pukul 07.6. d. yaitu : • Minggu ke-1. PETROWIDADA merupakan perusahaan yang beroperasi 24 jam non-stop. Clerk. tanggal 02 Agustus 2010 sampai dengan 06 Agustus 2010 Hari Senin Kegiatan Tempat Safety talk dan pengenalan Ruang rapat PT. Aff. Gen.30 16. Security Foreman membawahi Security Clerk membawahi Cleaning Ass.00 WIB = Bekerja pada pukul 15. membawahi : Ass. Aff.c. 2. Petrowidada.00 WIB BAB III KEGIATAN OJT Kegiatan OJT selama 4 (empat) bulan di PT. Clerk dan Mail Boy Ass. karyawan PT. II. Supervisor membawahi Gen.00-07. Clerk yang membawahi Cleaning Service Driver Foreman membawahi Driver Clerk. 2. Aff.00-23.ENG Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 12 . Berdasarkan jam kerjanya. Adm/Stationary/Foto Copy Clerk Gen. Jam kerja perusahaan PT. Karyawan daily Bekerja dari hari senin-jumat dengan jam kerja dari pukul 07. PETROWIDADA dibedakan menjadi 2 jenis yaitu : 1.00-15. Foreman Receptionist Clerk. Karyawan daily libur (off) pada hari Minggu atau hari libur Nasional. Clerk.45 WIB.

tanggal 06 Agustus 2010. peserta OJT diperkenalkan pabrik dan proses produksi DOP. tanggal 02 Agustus 2010. ENG. dan latex di PT. Kamis. dan latex secara umum Pengenalan pabrik dan proses Jumat produksi biodiesel secara umum Senin. begitu juga dengan proses produksi alkyd dan latex Jumat. alkyd. bahaya. AG diterima oleh pihak HRD dan diberi pembekalan safety secara umum di perusahaan oleh kru safety. Selasa. Petrowidada. ENG Plant PA di PT. Rabu. masih secara umum. Serta proses hasil sampingannya sampai menuju proses methanol recovery. tanggal 03 Agustus 2010. tanggal 05 Agustus 2010. AG. Safety talk berisi mengenai produk hasil pabrik. tanggal 09 Agustus 2010 sampai dengan 13 Agustus 2010 Hari Senin Kegiatan Tempat Cek rupture disc di outlet Plant PT. dan latex secara umum oleh kru produksi PT. Proses produksi PA dari bahan baku sampai menjadi barang jadi. peserta OJT diperkenalkan pabrik dan proses produksi PA secara umum oleh kru produksi PT. PT. Petrowidada reaktor Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 13 . peserta OJT diperkenalkan profil dan organisasi secara umum. alat pelindung yang harus digunakan. ENG. alkyd. dan PT. Tapi penjelasan ini belum detail. Peserta OJT juga diperkenalkan kepada seluruh departemen di PT. tanggal 04 Agustus 2010. Petrowidada Plant DOP. serta jalur evakuasi jika terjadi kebakaran. alkyd. Profil dan organisasi perusahaan dijelaskan oleh HRD perusahaan dan manajemen.departemen safety Pengenalan perusahaan Selasa secara umum Pengenalan pabrik dan proses Rabu produksi PA secara umum Pengenalan pabrik dan proses Kamis produksi DOP. ENG Plant biodiesel di PT. peserta OJT diperkenalkan pabrik dan proses produksi biodiesel dan methanol recovery secara umum oleh kru produksi PT. peserta OJT Kantor departemen safety di PT. Proses produksi DOP dijelaskan dari bahan baku sampai menjadi barang jadi. bahan kimia. Petrowidada. dan cara penanganan yang ada di perusahaan. AG. Proses produksi biodiesel dari bahan baku sampai menjadi barang jadi. • Minggu ke-2.

Petrowidada condensor • Thickness test di Selasa dalam ruang bakar boiler • Penetrant test pipa boiler Rabu Hidro test di water tank DOP Plant DOP PT. yang merupakan kegiatan rutin yang dilakukan departemen safety setiap 3 bulan. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. peserta OJT diberi tugas untuk mengikuti pekerjaan yang dilakukan oleh kru safety di perusahaan. Setelah dilakukan pekerjaan ini. penetrant test pipa boiler di plant PT. Hidro test water tank ini dilakukan khusus karena ada kemungkinan terjadi kebocoran yang dapat menyebabkan penurunan performance. Setelah dilakukan hidro test. yaitu inspeksi heat condensor. Penetrant test pipa boiler dilakukan setelah dilakukan pengelasan pada sambungan pipa boier dan pipa water tank. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. peserta OJT melakukan pekerjaan yang dilakukan olrh kru safety. TK-9304 (dyke 2) • Thickness test tangki • Tank yard PT. peserta OJT melakukan hidro test water tank DOP di plant PT. hidro test. TK-9302. ENG TK-9304 (bottom) • Plant PT. tetapi manometernya yang kurang akurat. Petrowidada. Heat condensor dicek secara visual. tanggal 10 Agustus 2010. Pengecekan rupture disc dilakukan dengan cek visual dan thickness test. Petrowidada.• Inspeksi heat Plant PT. ENG Thickness test tangki TK. Setelah pengecekan dilakukan pembuatan laporan yang disimpan di data base perusahaan Selasa. ENG Kamis 9301. thickness test coil ruang bakar boiler. diketahui bahwa tdak ada coil atau hasil lasan yang bocor. Hal ini bertujuan agar peserta OJT dapat langsung tahu dan memahami praktek safety kondisi di pabrik. Thickness test pada ruang bakar boiler dilakukan khusus karena ada penurunan performance pada boiler. ENG. Kegiatan cek rupture disc dilakukan di reaktor di PT. Petrowidada Jumat • Thickness test storage tank ortho-xylene shell T1D & T1C Senin. tanggal 11 Agustus 2010. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 14 . Rabu. Setelah dilakukan pekerjaan ini. Kemungkinan pertama adanya kebocoran pada coil atau pada hasil lasan. Inspeksi heat condensor merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh departemen safety. tanggal 09 Agustus 2010.Tank yard PT. dan thickness test.

TK-9304 (dyke 2) di tank yard PT. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh departemen safety setiap 6 bulan sekali. • Minggu ke-3. tanggal 12 Agustus 2010. Pada tangki TK-9301. Inspeksi khusus ini dilakukan karena adanya kemungkinan Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 15 . ENG dan melakukan thickness test storage tank orthoxylene shell T1D & T1C di tank yard PT. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. ENG melakukan inspeksi reaktor 1 dan 2 di plant water base PT. Setelah itu. tanggal 16 Agustus 2010. peserta OJT melakukan thickness test tangki TK9301.Kamis. yang merupakan bahan baku pembuatan PA. T1A. TK-9302. dan Kamis T1B • Pengukuran kebisingan turbin Konsultasi dan pengenalan Jumat cara pengetesan dan instrumentasi laboratorium Senin. Tangki TK-9304 merupakan tangki yang berisi gliserin murni yang menjadi bahan baku dari DOP. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. ENG. TK-9302. Thickness test yang dilakukan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan departemen safety setiap 6 (enam) bulan sekali. ENG • Tank yard dyke II PT. peserta OJT Hari Senin Selasa Tempat Plant water base PT. tanggal 16 Agustus 2010 sampai dengan 20 Agustus 2010 Kegiatan Inspeksi reaktor 1 dan 2 latex LIBUR 17 AGUSTUS • Cleaning rupture disc tangki TK-101 Rabu • Cek reaktor R-1101 & R-1201 • Thickness test tangki TK-2820. peserta OJT melakukan thickness test tangki TK9304 (bottom) di tank yard PT. ENG. Jumat. tanggal 13 Agustus 2010. ENG Plant PA PT. Setelah melakukan pekerjaan ini. Petrowidada Laboratorium Quality Control (QC)PT. dibuat laporan dan dianalisa apakah ada perubahan ketebalan tangki yang melebihi batas yang diijinkan atau tidak. TK-9304 memiliki ketebalan yang masih diijinkan (toleransi). T2. Setelah dilakukan pekerjaan di atas. Storage tank ortho-xylene merupakan tangki yang berisi cairan ortho-xylene yang memiliki karakteristik mudah korosif dan mudah terbakar. ENG • Plant water base PT. Petrowidada. Gliserin memiliki tingkat keasaman yang tinggi sehingga harus selalu dikontrol ketebalan tangki (bottom).

Jumat. peserta OJT melakukan pekerjaan cleaning rupture disc tangki TK-101 dan pengecekan reaktor R-1101 & R-1201 di plant water base dan tank yard PT. Didapatkan hasil bahwa agigator sudah mengalami deformasi dan perlu dilakukan perbaikan. ENG 16 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS . Sample laboratorium di dapatkan dari tangki bahan baku. Kamis. • Minggu ke-4. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. Petrowidada. Setelah memenuhi syarat. Setelah melakukan pekerjaan ini. dan T1B serta pengukuran kebisingan turbin di plant PA PT. dan outlet limbah. tanggal 17 Agustus 2010. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. Dari 6 titik yang dilakukan pengukuran kebisingan. Pekerjaan thickness test merupakan kegiatan rutin depaartemen safety. Maka. Pengukuran kebisingan juga kegiatan rutin departemen safety. Pengecekan reaktor R-1101 & R-1201 merupakan kegiatan lanjutan dari pekerjaan yang dilakukan kemarin. libur 17 Agustus.terjadi korosi pada agigator reaktor yang menyebabkan penurunan performance. tanggal 23 Agustus 2010 sampai dengan 27 Agustus 2010 Hari Senin Selasa Kegiatan Pembelajaran data-data yang berhubungan dengan K3 Cek ulang tangki TK-9304 dyke 2 Tempat Kantor departemen safety PT. dibuat peraturan. Selasa. Setelah melakukan pekerjaan ini. terdapat 3 titik yang melebihi NAB. tangki bahan jadi. harap menggunakan earplug. T1A. T2. tanggal 20 Agustus 2010. maka kru safety siap untuk melakukan thickness test pada agigator dan shell reaktor. saat terjadi proses produksi. Inspeksi dilakukan dengan cara me-nonaktif-kan reaktor dan memberi sekat pada line-line yang berhubungan dengan reaktor. peserta OJT melakukan thickness test tangki TK2820. Peserta OJT belajar mengenai material apa saja yang dites di laboratorium QC dan diperkenalkan alat-alat yang dipakai untuk melakukan analisa laboratorium. tanggal 19 Agustus 2010. Agigator reaktor dilas ulang dan dilakukan thickness test lagi. tanggal 18 Agustus 2010. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. ENG Tank yard dyke 2 PT. dan O2 di dalam reaktor. inlet limbah. ENG. jika melakukan pekerjaan di sekitar turbin. peserta OJT konsultasi serta pengenalan cara pengetesan dan instrumentasi laboratorium. Rabu. Setelah melakukan pekerjaan ini. Lalu dilakukan pengecekan kandungan CO. Cleaning rupture disc tangki TK-101 merupakan kegiatan rutin departemen safety setiap 6 bulan sekali.

Setelah melakukan pekerjaan ini. Peserta OJT mempelajari tentang P&ID plant PA bersama pembimbing OJT di perusahaan. tanggal 25 Agustus 2010. ENG safety OJT mempelajari data-data yang berhubungan dengan K3 di kantor departemen safety PT. Dari pengecekan didapatkan hasil bahwa tercadi kebocoran pada coil DT-3101 dan perlu dilakukan pengelasan. tanggal 30 Agustus 2010 sampai dengan 03 September 2010 Hari Senin Kegiatan Safety patrol seluruh plant Tempat • Plant DOP. ENG Plant Solvent Base PT. ENG. prosedur. peserta OJT melakukan thickness test tangki DT3101 di plant solvent base PT. peserta OJT melakukan pengecekan visual dan hidro test tangki DT-3101 di plant solvent base PT. • Minggu ke-5. ENG. Kamis. Thickness test dilakukan untuk mengetahui ketebalan tangki pada batas yang diijinkan. Setelah melakukan pekerjaan ini. Data ini berpedoman pada ISO 9001. Selasa. Pengecekan ulang ini dilakukan setelah dilakukan pengelasan pada bottom tangki TK-9304. ENG. Data ini juga dicantumkan pada laporan OJT. peserta OJT malakukan pengecekan ulang tangki TK-9304 di tank yard dyke 2 PT. tanggal 27 Agustus 2010. tanggal 26 Agustus 2010. Thickness test dilakukan setelah dilakukan pengelasan coil DT-3101 yang mengalami kebocoran kemarin. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. dan instruksi kerja yang berlaku di perusahaan. manual. ENG. Jumat. peserta Rabu Plant Solvent Base PT. Pengecekan dilakukan karena adanya kemungkinan kebocoran yang menyebabkan penurunan performance. didapatkan hasil bahwa ketebalan coil DT-3101 masih pada batas yang diijinkan. Setelah melakukan pekerjaan ini. ENG Kantor departemen PT. tanggal 24 Agustus 2010. Rabu. peserta OJT mempelajari dan memahami data yang berhubungan dengan K3. Dari pengecekan. Data yang dipelajari berupa kebijakan perusahaan.Cek visual dan hidro test tangki DT-3101 Thickness test tangki DTKamis 3101 Pembelajaran dan Jumat pemahaman data yang berhubungan dengan K3 Senin. Alkyd. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. 17 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS . tanggal 23 Agustus 2010. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan.

Proses biological dijelaskan oleh kru WWT secara teori dan praktek. plant biodiesel dan plant methanol recovery di PT. Modifikasi ini diharapkan membuat pekerjakan semakin mudah dan efisien. maka perlu dilakukan pengelasan. Proses dimulai dari inlet sampai ke proses biological dan bagaimana cara menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan proses biological. Hasil safety patrol akan dirapatkan dan dicarikan solusinaya. ENG . ENG • Plant Biodiesel dan methanol recovery PT. peserta OJT melakukan safety patrol di plant PA DI Selasa PT. ENG Kamis proses waste water treatment (WWT) Jumat Pengelasan line alkyd Plant Solvent Base PT. Petrowidada. ENG. Rabu. • Minggu ke-6. Safety patrol merupakan kegiatan rutin departemen safety setiap 6 bulan sekali. plant DOP. ENG. tanggal 30 Agustus 2010. Kamis. Selasa. ENG.Pembelajaran pemahaman data berhubungan dengan K3 Pengawasan pengelasan Tank yard dyke 2 PT. Yang perlu diperhatikan saat dilakukan pengelasan adalah grounding dan APD yang dipakai. ENG Rabu tangki TK-9304 Pembelajaran biological WWT PT. Peserta OJT mempelajari P&ID plant PA yang merupakan lanjutan dari hari sebelumnya. Setelah melakukan pekerjaan ini. tanggal 01 September 2010. ENG. AG dan Kantor departemen safety yang PT. peserta OJT mempelajari mengenai biological process waste water treatment di WWT PT. Line DT-3201 merupakan line yang menghubungkan condensor dengan reaktor. peserta OJT melakukan pengawasan pengelasan line di plant solvent base PT. dan plant latex di PT. peserta OJT mempelajari data yang yang berhubungan dengan K3. lalu akan diberikan kepada departemen yang bersangkutan dan direalisasikan. tanggal 02 September 2010. Jumat. ENG Senin. peserta OJT melakukan pengawasan pengelasan tangki TK-9304 di tank yard dyke 2 PT. dibuat laporan dan disimpan di database perusahaan. plant alkyd. tanggal 31 Agustus 2010. tanggal 03 September 2010. Pengelasan dilakukan karena dari hasil pengecekan ditemukan adanya lubang di bottom tangki TK-9304. AG. tanggal 06 September 2010 sampai dengan 10 September 2010 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 18 dan Latex PT.

tanggal 09 September 2010. tanggal 10 September 2010. peserta OJT mengajukan ijin untuk pulang kampung. Kamis. AG Jumat pengelasan handreel S-801 Senin. Jumat. tanggal 13 September 2010. tanggal 14 September 2010. Rabu. peserta OJT mengajukan ijin untuk pulang kampung. Modifikasi ini diharapkan membuat pekerjaan semakin mudah dan efisien. AG Kamis modifikasi handreel S-801 Mengawasi pembuatan dan Plant PT. peserta OJT mengawasi pekerjaan modifikasi handreel S-801. tanggal 17 September 2010. tanggal 08 September 2010. tanggal Kegiatan Tempat Cleaning tangki TK-806 Plant PT. Modifikasi ini adalah modifikasi lanjutan dari kemarin. peserta OJT mengawasi pembuatan dan pengelasan handreel S-801. Modifikasi handreel dilakukan sebagai bentuk pengaman yang dibuat agar terhindar dari bahaya jatuh. tanggal 15 September 2010. peserta OJT mengajukan ijin untuk pulang kampung. peserta OJT mengajukan ijin untuk pulang kampung. Selasa. tanggal 13 September 2010 sampai dengan 17 September 2010 Kegiatan Tempat Libur Idul Fitri Libur Idul Fitri Libur Idul Fitri Mengawasi pekerjaan Plant PT. Selasa. Rabu. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 19 Hari Senin Selasa Rabu . tanggal 07 September 2010. Kamis. peserta OJT melakukan cleaning tangki TK-806. Tangki TK-806 berisi methanol murni yang akan dilakukan modifikasi pada line yang menghubungkan dengan reaktor biodiesel. Modifikasi masih dalam progres dan akan dilanjutkan besok. libur cuti bersama Idul Fitri • Minggu ke-7. AG Libur idul fitri Libur idul fitri Libur idul fitri Libur idul fitri 06 September 2010. tanggal 16 September 2010. libur cuti bersama Idul Fitri. Jumat. libur cuti bersama Idul Fitri.Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Senin.

Press test yang dilakukan sesuai dengan program shut down. tanggal 23 September 2010. Petrowidada. tanggal 24 September 2010. Petrowidada. Saat pekerjaan ini berlangsung. peserta OJT melakukan pengujian tekanan pada switch condensor di PT. tanggal 21 September 2010. Pekerjaan ini mencangkup pendinginan reaktor dengan BFW dari temperatur 365oC menjadi 200oC. Pekerjaan ini diharapkan membanyu untuk meningkatkan performance saat plant berjalan kembali. Mulai pukul 07. peserta OJT melakukan persiapan shut down di PT. Setiap pekerjaan shut down dilakukan sesuai jadwal yang sudah dibuat (terlampir). tanggal 20 September 2010 sampai dengan 24 September 2010 Kegiatan Tempat Persiapan shut down PT. Proses produksi yang telah berjalan dilanjutkan sampai menjadi produk jadi dan melakukan pendinginan pada switch condensor HE-3210 A/B/C. Petrowidada Persiapan shutdown PT. Jumat. peserta OJT melakukan pengawasan perbaikan turbin di Petrowidada. Selasa. Petrowidada. Kamis. Petrowidada Selasa (colling down steam) Pengujian tekanan (test PT. tanggal 22 September 2010. tanggal 20 September 2010. peserta OJT melakukan persiapan shut down di PT. Petrowidada. plant PA tidak melakukan proses produksi. • Minggu ke-8. Petrowidada Jumat turbin Senin. Petrowidada Kamis rupture disk dan atap reaktor Pengawasan maintenance PT. Perbaikan ini merupakan kegiatan rutin yang Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 20 Hari Senin . Rabu. membuka bottom manhole reaktor. mengosongkan salt ke DV-3130. tidak boleh ada pekerja di sekitar area crane bekerja (radius 10 meter). Pengangkatan rupture disc dan atap reaktor dilakukan oleh crane yang telah mendapat ijin melakukan pekerjaan tersebut. Perbaikan turbin dilakukan oleh vendor yang telah mendapat ijin kerja dari safety PT. Petrowidada Rabu press) switch condensor Pengawasan pengangkatan PT. dibuat laporan dan disimpan di database perusahaan.00 WIB.Pengelasan dilakukan oleh kru mekanik dan setelah pekerjaan ini selesai. dan pendinginan reaktor dengan udara dari temperatur 200oC sampai suhu kamar. Persiapan shut down untuk cooling down reaktor. peserta OJT melakukan pengawasan pengangkatan rupture disc dan atap reaktor.

Petrowidada Plant PT. tanggal 04 Oktober 2010 sampai dengan 08 Oktober 2010 Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Kegiatan Pengisian katalis ke reaktor • Pengecekan visual • Thickness test Pengawasan pemasangan atap reaktor dan rupture disk Hydro test condensor untuk pompa vaccum (DOP Plant) Pemahaman data-data K3 07 Tempat Plant PT. Petrowidada Plant PT. Petrowidada Plant DOP PT. Petrowidada Plant PT. Petrowidada Plant PT.dilakukan vendor setiap 2 tahun sekali untuk mengetahui adanya kerusakan atau penurunan performance turbin. Setelah dilakukan pekerjaan di atas. Petrowidada. tanggal 28 & 29 September 2010. yaitu Hidro test di plant PA dan Switch Condensor. • Minggu ke-9. Petrowidada Plant PT. yang dilakukan pada tiap-tiap titik yang dilakukan hydrotest. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. tanggal 30 September dan 1 Oktober 2010. peserta Tempat Plant PT. Hal ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kebecoran pipa maupun coil yang ada pada plant PA dan switch Condensor. Pengisian katalist ini di pandu langsung oleh orang dari pihak suplyer katalist PA yaitu perusahaan asing dari Jerman. Petrowidada OJT diberi tugas untuk mengikuti pekerjaan yang dilakukan oleh kru safety. untuk ikut mengawasi pembersihan reactor katalist di PT. tanggal Kegiatan Pembersihan reaktor katalis Hidro test di PA plant Hidro test switch condensor Pengisian katalis ke reaktor Pengisian katalis ke reaktor 27 September 2010. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. Selasa & Rabu. Pada pengecekan hydrotest dilakukan selama minimal 30 menit dengan kekuatan tekanan air 1-3 bar. peserta OJT mengikuti pekerjan yang dilakuakn oleh para pekerja produksi di PT. • Minggu ke-10. Kamis & Jumat. Hal ini bertujuan agar peserta OJT dapat langsung tahu dan memahami praktek safety kondisi secara langsung untuk proses pembersihan reaktor. Setelah itu.Petrowidada untuk melakukan pengisian katalist ke reaktror.Petrowidada Plant PT. peserta OJT melakukan pekerjaan yang dilakukan olrh kru safety. tanggal 27 September 2010 sampai dengan 01 Oktober 2010 Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Senin. ENG Kantor departemen safety di 21 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS .

setelah itu dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. Dimana pekerjaan menggunakan pesawat angkat dan angkut. Pengisian katalist ini di pandu langsung oleh orang dari pihak suplyer katalist PA yaitu perusahaan asing dari Jerman. • Minggu ke-11. peserta OJT bersama dengan kru Safety ikut melakukan persiapan dan pengawasan pemasangan atap reactor dan rupture disk. Setelah itu. Selasa.SIE yaitu coll permit untuk hydrotest dan hot permit untuk pekerjaan pengelasan. Jumat 8 Oktober 2010. tanggal 4 Oktober 2010. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan reactor untuk ditutup dan difungsikan kembali. peserta OJT hanya melakukan pemahaman dan pembelajaran k3 di dalam ruangan kantor SIE. Petrowidada. peserta OJT membantu kru safety untuk melakukan pengecekan visual dan thicnees test pada reactor. peserta OJT melakukan pekerjaan yang dilakukan olrh kru safety. yaitu Hydro test condensor untuk pompa vaccum (DOP Plant). oleh karena itu diperlukan hydrotest untuk mengetahui kebocoran. Anugerahinti Gemanusa.dikantor PT. Pompa vacuum di DOP saat itu mengalami beberapa kebocoran kecil san tipis. Petrowidada untuk melakukan pengisian katalist ke reaktror. Kamis 7 Oktober 2010. Pembelajaran ini bertujuan untuk lebih memahami safety di PT. Rabu. maka giliran tukang las perusahaan yang akan mengelas kebocoran tersebu. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. ENG safety Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 22 . tanggal 5 Oktober 2010. tanggal 11 Oktober 2010 sampai dengan 15 Oktober 2010 Hari Senin Selasa Kegiatan Belajar mengenai kearsipan dan laporan dikantor Pengawasan pengelasan Tempat Kantor departemen PT. Pekerjaan ini membutuhkan dua safety permit dari Dep. Setelah dilakukan pekerjaan di atas. peserta OJT masih mengikuti proses pekerjan yang dilakuakn oleh para pekerja produksi di PT. Eterindo Nusa Graha. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. tanggal 6 Oktober 2010. sebagai referensi tambahan ilmu untuk penyusunan laporan OJT. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. dan PT. Pemasangan kembali ini dilakukan dengan bantuan mobile crane jadi pelaksanaan dan pengawasanya ini dilakukan dengan pengawsan k3 kontruksi. ENG Senin. Setelah kebocoran terditeksi. ENG Plant PT. Setelah selesai melakukan pengecekan. PT.

Eterindo Nusa Graha dan PT. PT. Selasa. Anugerahinti Gemanusa. peserta OJT hanya melakukan pemahaman dan pembelajaran k3 di dalam ruangan kantor SIE. peserta OJT membantu kru safety untuk melakukan pengawasan terhadap pengelasan (modifline drain) water base. tanggal 11 Oktober 2010. Petrowidada. Setelah selesai melakukan pengawasan itu dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. Pembelajaran ini bertujuan untuk lebih memahami safety di PT. • Minggu ke-12. tanggal 12 Oktober 2010. ENG Pengawasan pengelasan Plant PT. Rabu. peserta OJT hanya melakukan pemahaman dan pembelajaran mengenai kearsipan dan bentuk-bentuk laporan k3 di dalam ruangan kantor SIE. ENG Plant PT. AG 23 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS . tanggal 13 Oktober 2010. Pekerjaan modifline ini memerlukan hot permit dari Dep. Pembelajaran ini bertujuan untuk lebih memahami safety di PT. Petrowidada. dan PT. peserta OJT bersama dengan kru Safety ikut melakukan pengawasan pekerjaan pengelasan di water base (latex plant) yang masih meneruskan pekerjaan modief line pada hari selasa. peserta OJT hanya melakukan pemahaman dan pembelajaran k3 di dalam ruangan kantor SIE. . AG Kantor departemen safety di PT. ENG Rabu plant (water base) Pembelajaran data-data k3 Kantor departemen safety di Kamis dikantor PT. PT. Anugerahinti Gemanusa. Modifline ini dilakukan bertujuan untuk memudahkan akses jalanya proses waterbase. tanggal 18 Oktober 2010 sampai dengan 22 Oktober 2010 Hari Senin Selasa Rabu Kegiatan Pengawasan dan Thicness test line TK-601 Pengumpulan data untuk laporan Belajar proses produksi biodiesel berbahan baku Tempat PT. Kamis 14 Oktober 2010. sebagai referensi tambahan ilmu untuk penyusunan laporan OJT. PT. AG Jumat tangga di AG Senin. Dan sebagai referensi tambahan ilmu untuk penyusunan laporan OJT. Anugerahinti Gemanusa. Dan sebagai referensi tambahan ilmu untuk penyusunan laporan OJT. Jumat 15 Oktober 2010.SIE karena menggunakan peralatan pengelasan. Petrowidada. Eterindo Nusa Graha dan PT. Pembelajaran ini bertujuan untuk lebih memahami safety di PT. Eterindo Nusa Graha.(modif line drain) water base Pengawasan pengelasan latex Plant PT.

Eterindo Nusa Graha. AG. Anugerahinti Gemanusa terdapat plant pengolahan biodiesel dimana biodesel sendiri dapat diolah dari beberapa bahan baku.PFAD & stearine Belajar proses biodiesel Kantor PT. peserta OJT belajar proses produksi biodiesel berbahan PFAD dan stearin secara langsung ke lapangan. peserta OJT melakukan thickness test line tangki TK-601 tank yard PT. 21 . dibuat laporan dan dianalisa apakah ada perubahan ketebalan tangki yang melebihi batas yang diijinkan atau tidak. Di jelaskan melalui P&ID dari proses awal hingga hasil akhir dari biodiesel.22 Oktober 2010. Setelah itu. Dimana peserta OJT diajak langsung menmgelilingi plant biodesl dan ditunjukan secara langsung hasil dari PFAD dan Stearin. Rabu. Amerika. dan Jepang. dan ternyata hasil biodiesel Stearin lebih jernih dan berkualitas dibandingkan dengan hasil dari PFAD. Di PT. Thickness test yang dilakukan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan departemen safety setiap 6 (enam) bulan sekali. Kamis & Jumat . Pada hari ini peserta OJT belajar proses biodiesel berbahan PFAD dan STEARIN. Eterindo Nusa Graha dan PT. Untuk pemasaranya sendiri biodiesel Stearin di khususkan untuk di Ekspor ke luar negeri seperti Eropa. Sedangkan biodiesel PFAD di gunakan untuk konsumsi dalam Negeri. Pesrta OJT belajar proses produksi biodiesel PFAD & Stearin secara teoritis di control room bersama dengan supervisior produksi dari PT. 19 Oktober 2010. Pada tangki TK-601 memiliki ketebalan yang masih diijinkan (toleransi). Anugerahinti Gemanusa. AG Jumat biodiesel berbahan baku stearine secara teoritis Senin. 20 Oktober 2010. Setelah dilakukan pekerjaan di atas. Petrowidada. tanggal 18 Oktober 2010. Pengumpulan data ini bertujuan untuk lebih memahami safety di PT. PT. Selasa. peserta OJT mencari dan pengumpulan data k3 di dalam ruangan kantor SIE di PT. Setelah itu peserta OJT mencatat hasil diskusi yang dilakukan bersama dengan supervisior produksi. Dan sebagai referensi tambahan ilmu untuk penyusunan laporan OJT. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. Anugerahinti Gemanusa. tanggal 25 Oktober 2010 sampai dengan 29 Oktober 2010 Hari Kegiatan Tempat 24 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS . AG dan CCR Kamis berbahan baku PFAD secara teoritis Belajar proses produksi Kantor PT. • Minggu ke-13.

Belajar proses produksi biodiesel berbahan baku soyabean Belajar proses produksi Selasa biodiesel berbahan baku soyabean Belajar proses biodiesel Rabu berbahan baku soyabean secara teoritis Belajar proses methanol Kamis recovery Belajar proses methanol Jumat recovery Senin & Selasa, 25-26 Oktober 2010, peserta Senin

Plant PT AG Plant PT. AG Kantor PT. AG Plant PT. AG Kantor PT. AG OJT belajar proses produksi biodiesel

berbahan baku Soyabean (minyak kedelai) secara langsung ke lapangan. Di PT. Anugerahinti Gemanusa terdapat plant pengolahan biodiesel dimana biodesel sendiri dapat diolah dari beberapa bahan baku. Pada hari ini peserta OJT belajar proses biodiesel berbahan Soyabean (minyak kedelai). Dimana peserta OJT diajak langsung menmgelilingi plant biodesl dan ditunjukan secara langsung hasil dari Soyabean, dan ternyata hasil biodiesel Soyabean sangatlah jernih dan berkualitas tinggi. Pemasaranya sendiri di khususkan untuk di Ekspor ke luar negeri seperti Eropa, Amerika, dan Jepang. Rabu, 27 Oktober 2010, Pesrta OJT belajar proses produksi biodiesel Soyabean (minyak kedelai) secara teoritis di control room bersama dengan supervisior produksi dari PT. Anugerahinti Gemanusa. Di jelaskan melalui P&ID dari proses awal hingga hasil akhir dari biodiesel. Setelah itu peserta OJT mencatat hasil diskusi yang dilakukan bersama dengan supervisior produksi. Kamis & Jumat, 28-29 Oktober 2010, Peserta OJT belajar tentang proses methanol recovery di PT. Anugerahinti Gemanusa. • Minggu ke-14, tanggal 01 November 2010 sampai dengan 05 November 2010 Hari Senin Selasa Rabu Kamis Kegiatan Menyelesaikan laporan bulanan untuk safety permit Memasukkan data untuk laporan analisa limbah bulanan Belajar proses produksi PA Tempat Kantor departemen safety di PT.ENG Kantor departemen safety di PT. ENG di PT.

Kantor produksi Petrowidada Pengawasan pengelasan line Plant PT. AG

Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS

25

ART-101 ke T-403 Konsultasi TA dan laporan Kantor departemen safety di Jumat OJT pada pembimbing PT. ENG Senin, 01 November 2010, peserta OJT membantu Dep.SIE dalam menyelesaikan laporan bulanan untuk safety permit. Dimana laporan ini mencakup semua kegiatan produksi maupun maintenance yang pekerjaanya membutuhkan persetujuan dari pihak SIE. Persetujuan itu berupa safety permit yang terdiri dari cold permit dan hot permit yang hasil pelaporanya akan di rekap dan di dokumentasikan di Dep.SIE yang berada di kantor PT.Eterindo Nusa Graha. Selasa, 02 November 2010, peserta OJT membantu Dep.SIE dalam menyelesaikan laporan bulanan untuk data analisa limbah bulanan. Dimana data analisa yang dilaporkan ini adalah data dari satu bulan Oktober. Yang laporan analisa itu adalah dari pihak QC yang mengambil sample dari WWT (Waste Water Treatment). Dan hasil dari analisa satu bulan itu akan di rekap dan di dokumentasikan di Dep.SIE yang berada di kantor PT.Eterindo Nusa Graha. Rabu, 03 November 2010, peserta OJT belajar produksi PA yang ada di PT. Petrowidada bersama dengan Supervisior produksi PA. pembelajaran dimulai dari P&ID yang dikendalikan melalui control room palnt PA 3, penjelasan dimulai dari awal proses sampai hinga hasil PA akhir yang berupa liquid dan padatan. Sampai pada proses drain dan baging yang dilakukan di loading dan gudang baging. Kamis, 04 November 2010, peserta OJT ikut membantu kru safety untuk pengawasan pekerjaan pengelasan line ART-101 ke T-403. Pengawasan menggunakan hot permit karena harus mengijinkan pekerjaan las. Jumat, 05 November 2010, peserta OJT melakukan konsultasi untuk proses pengerjaan laporan OJT dan konsultasi TA kepada Pembimbing OJT. Untuk proses pencarian data dan kelengkapan-kelengkapan dokumen untuk pengerjaan proposal OJT. • Minggu ke-15, tanggal 08 November 2010 sampai dengan 12 November 2010 Hari Senin Selasa Rabu Kegiatan Mengawasi pekerjaan modifikasi Line TK-805 A ke line feed R-101 Observasi dan pengambilan data untuk TA Observasi dan pengambilan data untuk TA Tempat Plant PT. AG Plant PT. Petrowidada Kantor departemen safety di PT. ENG
26

Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS

Mengawasi pekerjaan Plant PT. AG modifikasi line TK- 805 A ke P-601 Observasi dan pengambilan Kantor departemen safety di Jumat data untuk TA PT. ENG Senin, 08 November 2010, peserta OJT ikut membantu kru safety untuk pengawasan Kamis pekerjaan pengelasan untuk modifikasi line TK-805A yang berisikan Stearin menuju ke line feed R-101 yaitu agigator. Untuk memudahkan proses pemindahan steari dari tangki penyimpanan menuju reactor pengaduk (agigator). untuk di dokumentasikan pada laporan Dep.SIE. Selasa & Rabu, 09 -10 November 2010, peserta OJT melakukan observasi dan pengambilan data TA di perusahaan. Dengan masing-masing observasi dan pengambilan data yang diperlukan peserta OJT adalah, SMK3 PT.Petrowidada , Layout gudang B3 PT. Petrowidada dan Layout sistem hydrant di PT. Petrowidada, PT.Eterindo Nusa Graha, dan PT. Anugerahinti Gemanusa. Juga beberapa data lainya yang mendukung untuk pengerjaan TA para peserta OJT. Kamis, 11 November 2010, peserta OJT ikut membantu kru safety untuk pengawasan pekerjaan pengelasan untuk modifikasi line TK-805A yang berisikan Stearin menuju ke P-601 . Untuk memudahkan proses pemindahan stearin dari tangki penyimpanan menuju P-601. Pengawasan menggunakan hot permit karena harus mengijinkan pekerjaan las. Setelah selesai pengawasan hasil dicatat untuk di dokumentasikan pada laporan Dep.SIE. Jumat, 12 November 2010, peserta OJT melakukan observasi dan pengambilan data TA di perusahaan. Dengan masing-masing observasi dan pengambilan data yang diperlukan peserta OJT adalah, SMK3 PT.Petrowidada , Layout gudang B3 PT. Petrowidada dan Layout sistem hydrant di PT. Petrowidada, PT.Eterindo Nusa Graha, dan PT. Anugerahinti Gemanusa. Juga beberapa data lainya yang mendukung untuk pengerjaan TA para peserta OJT. • Minggu ke-16, tanggal 15 November 2010 sampai dengan 19 November 2010 Hari Senin Selasa Rabu Kamis Kegiatan Pengerjaan laporan OJT Observasi dan pengumpulan data di Perusahaan Libur Idul Adha Pengerjaan laporan OJT Tempat Kantor PT. ENG Plant PT. Petrowidada, PT. ENG, dan PT. AG Kantor departemen safety di
27

Pengawasan menggunakan hot

permit karena harus mengijinkan pekerjaan las. Setelah selesai pengawasan hasil dicatat

Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS

PT. ENG Asistensi dan konsultasi Kampus PPNS-ITS Jumat laporan OJT pada koordinator OJT Senin, 15 November 2010, peserta OJT mulai mengerjakan laporan OJT di dalam ruangan Dep.SIE, yang dibantu oleh Pembimbing OJT dan data-data yang mendukung untuk pengerjaan laporan OJT. Selasa, 16 November 2010, peserta OJT melakukan observasi dan pengumpulan data yang mendukung untuk pengerjaan laporan OJT. Dan tentunya untuk mengambil data di perusahaan harus menggunakan surat ijin pengambilan data yang diberikan oleh Dep.SIE kepada peserta OJT, agar bisa mengambil data di semua Departemen di PT. Petrowidada, PT. Eterindo Nusa Graha, dan PT. Anugerahinti Gemanusa. Rabu, 17 November 2010, Libur Idul Adha Kamis, 18 November 2010, peserta OJT melanjutkan mengerjakan laporan OJT di dalam ruangan Dep.SIE, yang dibantu oleh Pembimbing mendukung untuk pengerjaan laporan OJT. Jumat, 19 November 2010, peserta OJT melakukan asistensi dan konsulti laporan OJT kepada koordinator OJT di Kampus PPNS-ITS. Dan ada beberapa koreksi dan revisi yang disarankan oleh dosen koordinator OJT untuk diperbaiki kembali. • Minggu ke-17, tanggal 22 November 2010 sampai dengan 26 November 2010 Tempat Kantor departemen safety di Senin PT. ENG Pengerjaan laporan Kantor departemen safety di Selasa PT. ENG Mengerjakan laporan OJT Kantor departemen safety di Rabu dan asistensi pada PT. ENG pembimbing perusahan Mengerjakan laporan OJT Kantor departemen safety di Kamis PT. ENG Mengerjakan laporan OJT Kantor departemen safety di Jumat PT. ENG Senin & Selasa, 22-23 November 2010, peserta OJT kembali mengerjakan laporan OJT yang telah di revisi oleh dosen koordinasi OJT dari kampus. Untuk di selesaikan pada tahap pengerjaan terakhir. Hari Kegiatan Pengerjaan laporan OJT dan data-data yang

Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS

28

Anugerahinti Gemanusa. Arief Widodo. IR dan Supervisior Safety Inspections & Envioremental Bp. dengan meminta persetujuan dan tandatangan dari Manager Safety Inspections & Envioremental OJT selama empat bulan lamanya. tanggal 29 November2010 sampai dengan 30 November 2010 Hari Senin Selasa Kegiatan Asistensi laporan OJT kepada pembimbing perusahaan Penyerahan laporan OJT dan perpisahan Tempat Kantor departemen safety di PT. Bp. 30 November 2010. PT. yaitu On The Job Training yang dilakukan selama empat bulan lamanya di PT. 25-26 November 2010. ENG PT. Selasa. mengucapkan rasa hormat dan terimakasih yang sebesarbesarnya kepada seluruh staff dan karyawan yang telah membantu peserta dalam menyelesaikan tugas belajar semester VII. Petrowidada. ST selaku pembimbing OJT peserta Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 29 . Petrowidada. Kamis & Jumat.Rabu. Peserta OJT menyerahkan hasil laporan OJT yang telah dikerjakan kepada pihak perusahaan untuk didokumentasikan. dan PT. Setelah pengerjaan laporan selesai. Eddy Sulistyo P. 24 November 2010. peserta OJT melanjutkan mengerjakan laporan OJT yang telah direvisi oleh pembimbing OJT di perusahaan untuk diselesaikan. ENG dan PT AG Rabu Kamis Jumat Senin. PT. Eterindo Nusa Graha. untuk laporan OJT dan mendapatkan sedikit revisi yang akan diperbaiki untuk penyelesaian laporan OJT. 29 November 2010.. peserta OJT melakukan Asistensi terhadap pihak perusahaan. Dan peserta OJT berpamitan serta perpisahan. • Minggu ke-18. laporan dicetak secara hard copy untuk di kumpulkan kepada pihak perusahaan dan pihak kampus. peserta OJT melakukan asistensi kepada pembimbing OJT.

CO2 Macam – macam reaksinya sebagai berikut : 1) C8H10 + 15/2 O2 2) C8H10 + 5/2 O2 3) C8H10 + 2 O2 4) C8H10 + 6 O2 5) C8H10 + 13/2 O2 6) C8H10 + 21/2 O2 b) Deskripsi proses Dalam proses pembuatan Phthalic Anhydride (PA) di PT. karena proses Van Heyden mampu meminimalisasi kebutuhan steam. Benzoic Acid (C7H6O2) 3. air. Maleic Anhydride (C4H2O3) 2. Proses ini dipilih karena mempunyai energi yang cukup rendah serta mempunyai beberapa keuntungan. Konsumsi utilitas yang rendah. Phthalide (C8H6O4) 5.BAB IV ANALISA DAN PENGOLAHAN DATA IV. Petrowidada menggunakan proses Van Heyden. 1. CO 6. Citraconic Anhydride (C5H4O3) 4. C4H2O3 + 4CO2 + 4H2O C7H6O2 + CO2 + H2O C8H6O4 + 2H2O C5H4O3 + 3CO2 + 3H2O 8CO + 5H2O 8CO2 + 5H2O PA + 3H2O Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 30 . Proses Produksi a) Reaksi oksidasi Reaksi umum Oksidasi yaitu berkontaknya Ortho xylene dengan oksigen dan katalis Vanadium Pentoksida (V2O5) hingga menjadi Phthalic Anhydride adalah C8H10 + 3O2 PA = Phthalic Anhydride (C8H4O3) Dengan hasil samping reaksi oksidasi sebagai berikut : 1. dan listrik dari luar. antara lain : 1.

boiler (HE3131). sodium nitrat. Operasinya aman dengan efisiensi yang tinggi. yaitu : 1) Oxidation Unit Ortho-Xylene Tank (T-1B) pada suhu 250C dipompa masuk ke Orthoxylene Filter (SE-3120) untuk menghilangkan impurities seperti Fe. maka digunakan Electrical Salt Heater (HT-3130). kemudian dipompa menuju Heater bertingkat (HT-3110 – HT-3112) dengan tekanan 2 bar. sehingga dua komponen ini bercampur. Hasil reaksi dari reaktor berupa vapour pada suhu 350 0C masuk Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 31 . Udara di ambil menggunakan blower (BL – 3110) yang digerakkan oleh electric generator (GE – 3110) dengan menggunakan steam turbin (TU – 3110) dan difilter dengan udara filter (SE-3110). dan Electrical Salt Heater (HT-3130). 4 bar.2. dan 5 bar dengan suhu outlet sebesar 180 0C. Campuran Ortho-Xylene dan udara dari Mixer (MX-3130) masuk ke dalam Reaktor Multi Tube (RE3130) pada suhu 1600C dalam wujud seperti kabut (fox). Salt solution ini berfungsi untuk menyerap panas yang timbul akibat reaksi eksothermis yang terjadi pada saat reaksi sedang berlangsung di dalam reaktor. dll. Untuk menjaga suhu reaksi agar tetap stabil. Salt solution ini bersikulasi pada bagian shell reaktor. Campuran komponen masuk ke reaktor pada tube-tube. Kemudian ortho-xylene masuk Heater (HT-3120) untuk dipanaskan hingga 1400C. Dalam salt circulator ini dapat diperoleh sirkulasi salt yang bagus. Ortho – xylen yang masuk ke Air Mixer akan didorong dari belakang oleh udara. Proses ini terbagi menjadi 3 unit proses utama dan 1 unit finishing (Flaker and Bagging). reaksi terjadi pada suhu 4500C dan merupakan reaksi eksothermis. yaitu salt dapat melewati reaktor (RE-3130). maka digunakan salt solution (campuran potassium nitrat. untuk menjaga suhu salt agar tetap stabil dan salt tetap cair. sodium nitrit) yang dipompa dari tangki storage salt menuju ke salt circulator (PU-3120) dan dilakukan pengadukan. kemudian terjadi oksidasi secara parsial dengan bantuan katalis V2O5 (Vanadium Pentoksida). udara yang telah difilter masuk dihembuskan ke dalam Air Mixer (MX3130) bersamaan dengan Ortho-Xylene yang masuk dari atas.

Fase cooling Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 32 . BA. terjadi perubahan gas PA dari gas menjadi padat. Waktu yang dibutuhkan untuk fase receiver ini adalah 120 menit. Pada tahap ini. b. karena di dalam Liquid Condensor ini terjadi kondensasi PA gas sehingga sebagian inlet dari Liquid Condenser kira – kira sebesar 11% . off gas yang berlebih dibakar pada insenerator. sebelum masuk ke Switch Condenser gas melewati Liquid Condenser (HE-3200) dengan suhu keluar 140 0C. vapour menempel pada fin tube yang dialiri dengan cold oil dengan suhu operasi ± 56 0C. Fase melting Padatan PA yang menempel pada fin tube. Padatan-padatan PA menempel pada fin tube. Pada fase ini. MA. Dalam sublimasi unit ini terbagi menjadi 3 fase : a. 2) Sublimation Unit Fungsi Liquid Condensor (HE-3200) ini untuk mengurangi beban pada Switch Condenser. Waktu yang diperlukan dalam proses melting ini adalah 40 menit. dan sisanya dibuang ke udara. c.Fase receiver/ Fase kondensasi Vapour yang tidak terkondensasi di liquid condensor masuk dalam fase receiver.15% nya langsung ke Crude PA Tank (DV-3210) dan sisanya ke Switch Condensor (HE-3210) yang akan mengalami proses sublimasi (perubahan dari gas menjadi padat kemudian cair). dengan sprayer air demin pada scrubber maka MA ditampung dalam MA storage tank.dalam Superheater dengan suhu keluaran 287 0C kemudian menuju Economizer sehingga suhu turun menjadi 170 0C. Selain ke scrubber. dll keluar dari switch condensor sebagai off gas dan ditarik oleh jet venturi scrubber (MX-3220) menuju scrubber (TW-3220). Vapour yang tidak terkondensasi mengandung sebagian kecil PA. kemudian dipanaskan sampai meleleh dengan menggunakan hot oil dengan suhu ± 175 0C dan produk keluar sebagai CPA pada suhu 140 0C dan ditampung dalam Raw PA Tank (DV-3210).

Proses pada ageing tank CPA (Crude Phthalic Anhydride) dari proses sublimasi dengan suhu 150 0C dipompa ke dalam Ageing Tank (RE-3310). Proses ini berjalan dengan waktu tinggal minumum 8 jam. Topping coloumn PA dari Agieng Tank dengan suhu 285 0C menuju ke Topping Coloumn (TW-3320). Dalam coloumn ini. Topping Coloumn (TW-3320) adalah colomn distilasi yang terdiri dari 34 tray dan PA sebagai feed masuk pada tray ke 19. Dalam proses ini dilakukan injeksi nitrogen untuk menghilangkan oksigen dalam tank. Sedangkan heavy produk berupa PA pada suhu 295 0C menuju ke Distilasi Coluomn. komponen yang boiling pointnya lebih rendah dari PA akan teruapkan dari puncak coloumn dan disebut LBR (Low Boiling Residu) atau Light Ends seperti MA. kemudian ditampung dalam Storage Tank (DV-3410). CA. Proses distilasi dari CPA sampai menjadi PA murni melalui beberapa tahapan yaitu: proses pada Ageing Tank. a.Setelah proses melting. Di dalam ageing tank ini terjadi proses penguapan air yang awalnya bercampur dalam CPA dan air yang menguap dikondensasikan pada Topping Column Condenser (HE-3321). Agar PA tetap tercampur sempurna. Pada bagian bawah coloumn Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 33 . dll. Untuk mempertahankan suhu pada Ageing Tank dilengkapi dengan pipa pemanas yang dialiri hot oil therm yang disebut tracing. hal ini merupakan safety untuk proses-proses utama (batasan oksigen harus < 2%). BA. switch condensor didinginkan dengan menggunakan cold oil pada temperatur 560C dan posisi valve hot oil tertutup dan valve cold oil terbuka. 3) Distilation unit CPA dari Raw PA Tank (DV-3210) dipompa oleh Raw PA Pump (PU3210) menuju proses distilasi. Waktu yang diperlukan dalam fase cooling ini adalah 20 menit. proses pada Topping Coloumn. Proses ini dilakukan untuk persiapan menerima PA gas yang masuk (fase receiver). pada Ageing Tank dilengkapi dengan 2 pengaduk. dan proses pada Distilasi Coloumn. Dalam proses ini juga di injeksikan nitrogen. b.

dan destilasi coloumn. Produk residu yaitu HBR dan LBR yang dikumpulkan jadi satu di dalam Storage Tank (DV-3410). Furnace ini digunakan untuk menaikkan temperatur hot oil therm (High Temperature Oil) sebagai media pemanas pada ageing tank. Pada bagian bawah coloumn digunakan Distillation Coloumn Reboiler (HE-3330) dengan media pemanas HT oil (High Temperature Oil) atau hot oil therm yang dapat mencapai suhu 330 0C. jika telah dicapai kondisi optimal produk dikeluarkan dari bottom. Karena Distillation Coloumn ini beroperasi dengan tekanan vacuum maka penarikan distilat (PA murni) dilakukan dengan Distillation Coloumn Vacuum Ejector (EJ-3333). Produk residu ini termasuk limbah yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kebutuhan natural gas pada furnace. topping coloumn. 4) Finishing unit PA murni dari Storage Tank (TK-3510) dipompa menuju ke PA Flaker (FA-3520) yang didalam proses ini terdapat pan sebagai tempat PA Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 34 . Dalam proses ini juga di injeksikan nitrogen.digunakan Topping Coloumn Reboiler (HE-3320) dengan media pemanas hot oil therm.Distilasi coloumn Heavy Produk dari TW – 3320 masuk ke Distillation Coloumn (TW – 3330) melalui bagian bawah coloumn distilasi yang terdiri dari 24 tray. c. Sebagian PA yang tidak terkondensasi masuk Distillation Vent Condensor (HE-3332) untuk dikembalikan ke scrubber. Topping Coloumn beroperasi dengan tekanan atmosfer. Dalam coloumn ini. dijadikan sebagai media pembakar untuk hot oil therm (High Temperature Oil) di dalam furnace (FN – 3420). Sedangkan destilat produk berupa pure PA dikondensasikan terlebih dahulu oleh Distillation Coloumn Condensor (HE-3331) sebelum ditampung dalam Storage Tank (TK-3510). komponen yang boiling pointnya lebih tinggi dari PA akan ditampung dalam Storage Tank (DV-3410) dijadikan satu dengan light ends dari Topping Coloumn dan disebut HBR (High Boiling Residu) sebagai bottom produk.

ETERINDO NUSA GRAHA. Pendistribusian jalur ini ditujukan untuk konsumen yang berada dekat dengan PT. PETROWIDADA seperti ke jakarta atau untuk di ekspor ke luar negeri yang membutuhkan PA dalam bentuk liquid. 1. Pendistribusian jalur ini ditujukan untuk konsumen yang berada jauh dari PT. ETERINDO NUSA GRAHA bila ada kerusakan di pipa distribusi. PETRONIKA dengan range waktu 4 jam sekali pengiriman dan PT. PETROWIDADA seperti ke jakarta atau untuk di ekspor ke luar negeri. Pendistribusian produk ke konsumen ada 3 macam :  Pipa Pendistribusian ini berlaku untuk produk molten PA. kemudian masuk dalam PA Bagging Machine (PE-3520) atau hopper dan siap untuk dikemas menjadi 2 macam kemasan yaitu 25 kg dan 600 kg. Debu tersebut dikemas tersendiri dan dikembalikan ke proses remelting. dan pisau. 2. Petrowidada IV. Namun tidak menutup kemungkinan pendistribusian ke PT. Untuk debu – debu yang dihasilkan flaker ditarik oleh kompressor dan ditangkap oleh PA flaker Deduster. PETRONIKA dan PT. Penerapan K3 di PT. Untuk yang molten dari tangki TK-3510 yang bekapasitas 1000 ton langsung di distribusikan ke konsumen.  Tank Truck Pendistribusian ini berlaku untuk produk molten Phthalic Anhydride. PETROWIDADA yaitu PT. PA murni akan dijual dalam 2 macam bentuk yaitu molten dan flake. drum berputar.murni.2. PA murni yang masuk dalam pan kemudian menempel pada drum berputar dengan kecepatan putar yang disesuaikan dengan kapasitas produksi dan PA yang menempel pada drum dispray dengan cooling water dengan suhu 26 0C sehingga terbentuk padatan PA seperti potongan – potongan kristal putih. IV.  Truk Pendistribusian ini berlaku untuk produk flake Phthalic Anhydride dengan kemasan. Alat Pelindung Diri (APD) Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 35 . Pendistribusian jalur ini ditujukan untuk konsumen yang berada jauh dari PT.

serbuk gerinda/geram.Alat pelindung diri adalah peralatan safety yang dipakai karyawan untuk melindungi dirinya dari kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja. Khusus Alat pelindung diri yang dipakai sesuai dengan kebutuhan karyawan di tempat kerja berdasarkan jenis pekerjaan dan petensi bahaya yang ada. Alat pelindung diri yang dipakai untuk melindungi mata dari debu. Alat pelindung diri di PT. cahaya UV atau bahan kimia berbahaya. Jenis-jenis eye protection : - Spectacle yang berupa kacamata (googles) Dust/chemical splash googles Impact googles Face shield (pelindung muka) Alat bantu dan pelindung pernafasan (Respirator) - • Alat pelindung diri yang dipakai untuk melindungi pernafasan dari debu fisik atau uap/gas kimia. Jenis-jenis APD sebagai berikut : • Alat pelindung kepala (Head Protection) Alat pelindung diri yang dipakai untuk melindungi kepala dari benturan dan kejatuhan benda. Terdiri dari : Respirator fisik (masker debu) untuk melindungi pernafasan dari debu fisik. Bagian-bagian helm terdiri dari : • Cap/topi terbuat dari bahan yang keras Tali penahan/net berfungsi sebagai peredam Tali dagu/chainstrap berfungsi untuk menjaga agar helm Alat pelindung mata (Eye Protection) tidak jatuh. Contoh : safety helmet. 2. Petrowidada dikategorikan menjadi dua yaitu : 1. Umum Alat pelindung diri yang menjadi persyaratn minimal untuk masuk ke area plant. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 36 . meliputi safety helmet dan safety shoes.

Jenis-jenisnya antara lain : - Safety belt. sepatu yang dilengkapi dengan metal pelindung pada ujungnya yang bertujuan untuk melindungi kaki dari cedera karena tertimpa benda maupun tersandung. - Safety shoes with metal guard. • Alat pelindung jatuh (Safety Belt) Digunakan untuk pekerjaan yang memiliki resiko jatuh dari tempat ketinggian. - confined space dalam jangka waktu yang lama dengan memanfaatkan udara bersih. Biasanya dipakai oleh pengelas. digunakan pada tempat kerja dengan ketinggian diatas 2 meter dan tempat kerja yang tidak tetap. sepatu yang memiliki sel khusus yang tahan terkena aliran listrik. Biasanya dipakai di area konstruksi. dipakai untuk melindungi kaki Reinforces.- Respirator kimia untuk melindungi pernafasan dari Self contained breathing apparatus (SCBA) untuk Airline hose untuk digunakan pekerja yang memasuki debu/uap/gas kimia. - terhadap tusukan paku atau benda tajam. sepatu yang terbuat dari karet atau material khusus lain dan digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan cairan kimia atau pekerjaan basah lainnya. - For wet work. Jenis-jenis safety shoes : - Metal free shoes. dipakai untuk pekerjaan yang beresiko Congress/gaiter type. yaitu ketinggian lebih dari 2 meter dengan posisi tempat kerja tidak tetap. tersandung. • Pelindung kaki (Safety Shoes) Alat pelindung diri yang dipakai untuk melindungi kaki dari cedera akibat tertimpa benda. - dari percikan bunga api. atau terkena cairan kimia. melindungi pernafasan dari kekurangan suplai Oksigen. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 37 .

Tempat kerja yang rapi dan bersih dapat membangkitkan perasaan tenang. - bahan kimia dan di laboratorium. bahaya kecelakaan.2. digunakan untuk pekerjaan penanganan Alat pelindung telinga (Ear Protection) potensi bahaya panas. digunakan pada tempat kerja dengan tingkat perindungan lebih baik dibandingkan dengan safety belt. panas. digunakan untuk pekerjaan yang memiliki Chemical coat. Petrowidada telah membuat prosedur umum dalam pemilihan APD berdasarkan jenis pekerjaan yang dilakukan IV. Petrowidada cara pelaksanaannya diatur dalam beberapa hal. Jenis-jenisnya antara lain : Ear plug Ear muff Setiap departemen memiliki jenis pekerjaan yang beragam dan berbeda. yaitu : Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 38 . nyaman.). Kebersihan lingkungan di PT.- Body harness. dll. Alat pelindung tubuh antara lain : - Appron. Tempat kerja yang kotor. Kebersihan lingkungan (Housekeeping) Kebersihan lingkungan kerja (Plant Housekeeping) memegang peranan yang penting sehubungan dengan keselamatan dan kesehatan kerja para karyawan. 2. bererakan. dan aman serta dapat meningkatkan produktifitas kerja yang lebih optimal bagi seluruh karyawan. licin. Biasanya dipakai oleh pengelas. dan sejenisnya merupakan salah satu sumber bahaya. PT. • Alat pelindung diri yang digunakan untuk melindungi telinga dari bahaya kebisingan yang melebihi NAB (Nilai Ambang Batas). • Pelindung tubuh (Body Protection) Alat pelindung diri yang dipakai untuk melindungi badan dari potensi bahaya yang ada (bahan kimia. tidak teratur. maupun bahaya kebakaran. baik sebagai penyebab timbulnya penyakit.

selama jam kerja dan jam istirahat. 1. PT. meskipun saat itu berada di area lain • • Setiap pimpinan unit kerja bertanggung jawab dalam hal Sampah yang terkumpul di unit-unit kerja (di bak sampah) kebersihan dan kerapian lingkungan kerjanya setiap hari diangkut untuk dibakar/ dibuang di tempat yang telah ditentukan IV. sampah. Setiap kecelakaan kerja yang dialami atau diderita oleh seorang karyawan. diharuskan melaporkan setiap kecelakaan kerja yang dialami atau diderita oleh seorang karyawan ke Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 39 . Inspection & Environment. Petrowidada menetapkan prosedur tetap untuk setiap terjadi kecelakaan kerja. 33.• Kotoran. melalui jalan yang biasa ditempuh/ wajar. Kecelakaan Kerja Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang dialami oleh seorang karyawan. Petrowidada. dan lain sebagainya yang isebabkan adanya produksi merupakan tugas dan tanggung jawab pihak kegiatan • produksi untuk membersihkannya Kotoran sisa pekerjaan yang disebabkan adanya kegiatan perbaikan dari bagian pemeliharaan merupakan tugas dan tanggung jawab bagian pemeliharaan untuk membersihkannya.3. 2. Kecelakaan Kerja dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di PT. PT. baik ringan mauun berat harus dilaporkan secara tertulis ke Bagian Keselamatan Kerja dalam waktu tidak lebih dari 24 jam dengan mempergunakan formulir laporan dan Penyidikan Kecelakaan Kerja yang telah disediakan oleh Departemen Safety. Petrowidada IV. semenjak ia meninggalkan rumah kediaman menuju ke tempat pekerjaannya. Bagian Keselamatan Kerja sesuai dengan pasal 27 Undangundang Kecelakaan Tahun 1947 no. 3. yaitu : 1. maupun sekembalinya dari tempet kerjanya menuju rumah kediamannya.

3.582 atau HT frekuensi safety departemen S. . karyawan lainnya yang bertugas di daerah tersebut harus segera menelepon pesawat (031)3951945 Ext.maka haruslah ia segetra mendapatkan pertolongan pertama dari karyawan lainnya. Personalia. punggungnya dan perutnya 2. 2. Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)  1.E. Dokter perusahaan diharuskan pula melaporkan keadaan korban dengan mengisi formulir Laporan Kecelakaan dan mengirimkan aslinya ke Departemen Safety.untuk segera mendapatkan bantuan transfortasi/ ambulance. Selanjutnya Bagian Keselamatan Kerja akan membentuk Tim yang terdiri dari unsur atasan penderita. anggota safety Representative atau karyawan lainnya harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut: • Bawalah korban ketempat yang teduh dan aman dimana cukup tersedia udara bersih • • • • Longgarkan semua pakaian Lakukan pernapasan buatan Panasilah dengan botol air panas pada ujung-ujung jari kaki Berilah dia minum yang panas dan bau-bauan yang merangsang Tanda-Tanda Bahwa Orang Itu Pingsan Adalah : Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 40 dan tangan. Prosedur penanganan P3K di PT.I. Setiap kecelakaan diluar hubungan kerja agar dibuat laporan dan tembusan/ tindasannya dikirimkan ke Bagian tertulis oleh atasan langsung penderita yang ditujukan kepada atasannya Keselamatan Kerja. Petrowidada Apabila ada seseorang pingsan atau shock pada waktu menjalankan tugas karena sebab lain. Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja untuk menuju ke lokasi kejadian/ perawatan sementara penderita guna melakukan penyidikan kecelakaan IV. Inspection & Environment serta tembusan/ tindasannya ke Bagian Administrasi Personalia 4.Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat dalam waktu tidak lebih dari 2 X 24 jam 3.

Pada waktu menunggu datangnya transfortasi / ambulance.• • • • • • • Keringat dingin Pucat. Apabila seseorang pendarahan. mual dan muntah Pusing Sering menguap Penglihatan brkunang-kunang Denyut nadi cepat/ tidak teraba Tidak sadar Tanda-Tanda Orang Itu Terkena Shock Adalah : 3.karyawan yang lain bertugas di daerah tersebut harus segera menelpon pesawt : 3951945 Ext.582 atau HT frekuensi safety untuk segera mendapatkan bantuan dan atau transfortasi.segera bawa kerumah sakit Rujukan perusahaan Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 41 . • Keringat dingin • Pucat. mendapatkan haruslah ia kecelakaan segera yang mengakibatkan mendapatkan pertolongan pertama. segera ditutup dengan kasa atau peban steril pada tempat lukanya. anggota pada waktu safety reprevresentative atau karyawan lain harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut: • Tekan dengan perban steril di tempat perdarahan dan balut kuat-kuat untuk mencegah perdarahan lebih lanjut • Apabila pendarahan terjadi dikepala. mual dan muntah • Gelisah/ apatis • Badan dingin • Nadi kecil cepat kadang-kadang tidak teraba • Nafas panjang dan lambat • Reflek orang-orang mata menurun • Tidak sadar 4.

dilarang keras berusaha memasukan usus kembali kedalam perut 5.• Apabila pendarahan terjadi dileher. maka pada tempat yang patah dipasang dua papan (spalk) dan kemudian diperban dan selanjutnya dibawa kerumah sakit Rujukan Perusahaan a) Patah tulang pahanya : Spalk dipasang dikiri & kanan dari betis dan kemudian dibalut b) Patah tulang kering betis : Spalk dipasang di kiri & kanan dari betis dan kemudian dibalut c) Patah tulang lengan: Spalk dipasang dikiri & kanan dari tangan dan kemudian dibalut. 6. Apabila ada orang terbakar bajunya. maka pertama-tamayang harus diatasi adalah pingsannya terlebih dahulu seperti pada butir 1. setelah itu digendong dengan kain yang diikat pada leher d) Patah tulang lengan : Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 42 . setelah itu penderita dibawa kerumah sakit Rujukan perusahaan. segera tekan dengan perban steril ditempat perdarahan dan dibalut (jangan terlampau kuat) kemudian segara bawa kerumah sakit Rujukan perusahaan • Apabila perdarahan terjadi dibagian dada. kemudian segera bawa kerumah sakit Rujukan perusahaan • Apabila pendarahan terjadi dibagian perut dan ususnya keluar. baru kemudian ditolong seperti prosedur. punggung tekanlah dengan perban steril di tempat perdarahan dan agar dibalut. Apabila terjadi sebuah kecelakaan yang mengakibatkan patah tulang.maka orang tersebut harus berguling-guling dipasir untuk mematikan apinya. tutuplah dengan perban steril. kemudian tempat terbakar agar diolesi dengan vasekin atau levertraan zalf yang tersedia dosetiap kotak P3K dan penderita diselimuti. jangan sekali-sekali memecah kulit yang bengkak berisi air. Apabila seseorang terbakar badannya dan kemudian pingsan.

baju segera siram denga air banyak-banyak selama 15 menit atau Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 43 . kemudian dikeringkan pada udara terbuka dan selanjutnya disiapkan ditempat penyimpanan 8. baju segera siram dengan air sebanyak-banyaknya selama 15 menit atau menggunakan safety shower dan eye-wash fountain yang tersedia. kemudian segera dibawan kerumah sakit Rujukan Perusahaan f) Patah tulang leher : Terlentangkan penderita menengadah. Kemudian panggil ambulance untuk membawa penderita kerumah sakit rujukan perusahaan. baru dipasang spalk seperti cara-cara tersebut diatas 7.Spalk dipasang di kiri & kanan dari lengan dan kemudian dibalut. letakkan bantal dibawah tulang leher yang patah kemudian segera dibawa kerumah sakit Rujukan perusahaan g) Patah tulang dan tulang terlihat keluar dari kulit : Mula-mula tutup tempat tulangyang keluar dengan perban steril. Kontaminasi Alkali : Apabila terjadi alkali memercik/ tertumpah kena mata. Terkena gas / cairan bahan kimia : Bila terkena segera cuci dengan air bersih banyak-banyak minimum 15 menit dan segera bawa ke dokter. atau tersiram bahan kimia asam pada bagian mata. kulit. kemudian dibalut. kulit. Tebakar karna asam Apabila seseorang terpecik. Olesi dengan vaseline atau leveltraan zalf pada bagian yang terbakar. setelah itu digendong dengan kain yang diikat pada leher e) Patah tulang belakang : Terlentangkan penderita menengadah pada tempat yang keras dan rata. bila keracunan pernafasan segera beri pertolongan dengan pernafasan buatan dan segera bawa kedokter 9. Semua alat-alat keselamatan kerja yang terkena asam harus dibersihkan dengan air sebanyak-banyaknya.

bisa juga ditarik dengan tali.Terlentangkan korban dengan kepala menengadah . hembuskan udara yang kedua kedalam mulut korban .menggunakan safety shower dan eyewash fountain yang tersedia. Olesi dengan vaselin atau levartraan zalf pada bagian yang terbakar.Tarik nafas dalam-dalam . beri pacu jantung / cardiac massage 11. Apabila aliran listrik tidak dapat diputus. Kemudian memanggil ambulance untuk membawa penderita kerumah sakit rujukan perusahaan 10. Shock akibat aliran listrik a) Bebaskan korban dari aliran listrik dengan jalan memutus switch yang langsung mengalirkan aliran listrik tersebut. maka segera dilakukan pernafasan buatan. Adapun pernafasan buatan ada macammacam cara sebagai berikut dibawah ini: a) Dari mulut ke mulut : . Pernafasan buatan : Apabila terjadi kecelakaan dan korban tidak bernafas.tetaoi semua alat-alat pertolongan tersebut harus kering b) Setelah bebas dari aliran listrik.Hembuskanlah udara dari mulut saudara kedalam mulut korban kuat-kuat sampai udara keluar dari hidung korban . tetapi harus memakai sarung tangan karet anti listrik yang tersedia di unit produksibdan harus berdiri diatas papan yang kering. segera angkat korban ketempat yang aman.Dekatkan mulut saudara kemulut korban . usahakan agar penderita ditarik dengan tangan. setelah itu dilihat pernafasannya.Pada waktu udara keluar dari hidung tersebut.Tarik dagu keatas .bila tidak bernafas segera ditolong dengan pernafasan buatan c) Bila denyut jantung berhenti.Kira-kira 15 kali hembuskan tiap-tiap satu menit Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 44 . bisa juga ditarik dengan pertolongan tongkat anti listrik.

Tekan kedua tangan korban tersebut kuat-kuat pada hitungan 1.Letakkan korban terlentang dengan tangan tengkurap menyentuh tanah .Dilakukan berkali-kali e) Methode EVE : .b) Methode holger & nielsel : .Penolong jongkok dengan kaki membuka sedemikian rupa sehingga kepal korban ada diantara kaki 8 penolong .Penolong jongkok diatas korban .Terlungkupkan korban dan kepala diatas kedua tangannya .tunggu udara keluar dari hidung .Letakkan kedua tangan korban pada dada .Ini dilakukan berkali-kali 12 kali dalam satu menit c) Methode schafer : .Penekanan dihentikan.Korban diletakkan terlentang .Kepala korban diputar 900 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 45 .Lepaskan tekanan tangan korban pada hitungan keempat .Tekan lagi masing-masing dua detik dan biarkan udata keluar masing-masing tiga detik d) Metode schester : .Ikat korban pada papan .Penolong duduk pada sisi korban dan tekan perutnya dengan kedua belah tangan .2.Letakkan korban pada papan dimana papan tersebut digerakkan naik turun pada sumbu di tengah-tengah papan .4 .Kembali lagi pada posisi semula .Angkat kedua tangan sampai membuat setengah lingkaran dan menyentuh ditanah lagi pada kiri dan kanan sipenolong .Gerakkan papan naik turun 4 detik kebawah 3 detik keatas f) Methode umum : .3.Korban diletakkan terlentang .

4. maka pimpinan unit kerja wajib meminta obat-obatan tersebut kepada departemen S. Pertowidada Kebakaran merupakan salah satu dari bentuk kecelakaan yang merugikan baik secara materiil maupun immateriil.Tekan punggung korban selama 2 1/2 detik . Dokter akan memberitahukan kepada pimpinan korban tentang keadaan pasien yang dirawat melalui telepon/ melalui personalia  Kotak P3K kantor administrasi dan tempat-tempat strategis lainnya 2. 1. penderita harus beristirahat maka ia akan mendapatkan istirahat dirumah ataupun di rumah sakit 5. Apabila karyawan yang sakit tersebut. Kunci kotak P3K dipegang oleh pimpinan unit kerja.Angkat pada punggungnya selama 2 1/2 detik  Sakit harus segera melaporkan kepada atasannya 1. 4. Kotak-kotak P3K tersebut berisi obat-obatan berikut alat-alatnya 3. Sistem Pencegahan dan Proteksi Kebakaran di PT.. Apabila 1. Apabila menurut pertimbangan dokter perusahaan. Karena kecelakaan ini Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 46 IV.I & E sehingga isi kotak P3K senmantiasa cukup Pimpinan unit kerja bertanggung jawab atas administrasi dan kelengkapan seluruh isi kotak P3K tersebut IV. Setiap karyawan yang sakit atau merasa adanya gejala-gejala sakit 2. pimpinan korban akan langsung rujukan perusahaan meminta transportasi/ ambulance untuk membawa penderita ke rumah sakit 4.Penolong jongkok sedemikian rupa sehingga badan korban berada diantara kedua kakinya . karena keadaannya yang tidak mampu berjalan. pergudangan persediaan obat-obatantersebut hampir habis. Atasan akan mengirim karyawan tersebut kerumah sakit Rujukan perusahaan untuk mendapat perawatan 3. Bahaya Kebakaran . Kotak P3K ditempatkan diberbagai unit instalasi pabrik.

plastic. panas. Bahan cair: bensin.4. bangunan.1 Segitiga Api Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 47 . yaitu bahan baker. Sedang pembakaran tidak akan terjadi bila kadar oksigennya kurang dari 12 %. Ketiga unsur tersebut adalah yang menbentuk api yang digambarkan sebagai berikut: Gambar 4. yaitu: • • • Bahan bakar Panas Oksigen Bahan padat: kayu. bahkan nyawa manusia. dan oksigen yang berjalan dengan cepat dan seimbang. dsb. PT. Bahan gas: Acetilyn ( C2H2). butan ( C4H10 ) Prosentase oksigen diudara bebas adalah 21 % dan suatu tempat Bahan-bahan mudah terbakar contohnya: • • • dinyatakan masih memiliki keaktifan pembakaran bila kadar oksigennya lebih dari 15 %. 2. Teori Segitiga Api Api terjadi dari 3 unsur. dan mengakibatkan kebakaran yang besar. solar. spirtus. karena termasuk industri kimia yang memproduksi Phthalic Anhydride (C8H4O3) yang mempunyai nilai kemudahan terbakar tinggi dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas tinggi dan perjalanan api cepat. PETROWIDADA merupakan klasifikasi bangunan bahaya kebakaran berat.dapat menghilangkan barang. Jika dipandang dari sudut industri kecelakaan ini berakibat dapat menghentikan proses produksi atau aktivitas yang menimbulkan kerugian secara financial yang cukup besar terhadap perusahan terkait. dsb. oli. propan ( C3H8 ). Nyala api terjadi karena adanya reaksi dari 3 unsur. IV. karet. kertas. harta.

4. yaitu kelalaian. Yamin. • Cara pendinginan. PETROWIDADA merupakan klasifikasi bangunan bahaya kebakaran berat. yaitu dengan menurunkan panas sehingga temperature bahan yang terbakar turun sampai dibawah titik normalnya • Cara isolasi. yaitu dengan menurunkan kadar oksigen sampai dibawah 12 % atau mencegah reaksi dengan oksigen. Terdapat beberapa sebab kebakaran. Moh. dan kebakaran karena adanya unsur kesengajaan (sabotase).Prof. Jika terjadi kebakaran. 3.PETROWIDADA Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 48 Nama Gedung Jenis kegiatan Alamat Pemilik . yaitu: • Cara penguraian. Dengan data Umum dan data bangunan Plant area PA sebagai berikut:  DATA UMUM : Plant Area PA-III : Industri Kimia : Jl. peristiwa alam. Klasifikasi bangunan PT. maka sangat diperlukan kemampuan untuk mempergunakan alat dan perlengkapan pemadam kebakaran dengan baik. dan mengakibatkan kebakaran yang besar. kebakaran yang terjadi dengan sendirinya (auto-ignition). Pencegahan bahaya kebakaran dapat diartikan mencegah terjadinya penyalaan api dan dapat juga mengendalikan api dan dapat juga mengendalikan api yang telah ada agar tidak meluas. IV. serta kemampuan untuk menganalisa situasi. yaitu dengan memisahkan atau menyingkirkan bahan-bahan yang mudah terbakar. Dr.Dasar-dasar system pemadaman api adalah merusak keseimbangan reaksi api. Sh Gresik : PT. Hal ini dilakukan dengan tiga cara. karena termasuk industri kimia yang memproduksi Phtyalic Anhydride (C8H4O3) yang mempunyai nilai kemudahan terbakar tinggi dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas tinggi dan perjalanan api cepat. sehingga dapat berindak dengan cepat untuk menghindari korban jiwa atau kerugian material yang besar.

Petrowidada Jika ada potensi kebakaran yang mengancam dan membahayakan bagi perusahan. Di PT. Detektor Panas Adalah alat yang mendeteksi temperatur tinggi atau laju kenaikan temperatur yang tidak normal. & Fire : Yan Pieter H : : : Beton : Tegel : Tembok : Tembok : Kayu : Tripleks : Besi : Asbes Gelombang : : : : 3. Luas lahan 2. sedangkan di PT. Luas bangunan : Dep. Dibangun tahun IV. sangat tentulah PT. mencegah dan memadamkan jika terjadi kebakaran. Tinggi bangunan 5. Fire Alarm (smoke and heat Detektor ) 1. Jumlah lantai 6. Safety Insp.Pengelola Nama Pengurus  DATA BANGUNAN 1. Petrowidada untuk mengidentifikasi. Petrowidada membutuhkan berbagai alat dan instalas proteksi kebakaran. 4. Kontruksi bangunan - Struktur utama Struktur lantai Dinding luar Dinding dalam (penyekat) Rangka plapond Penutup plapond Rangka atap Penutup atap 4. Petrowidada sendiri sudah tersedia peralatan proteksi kebakaran yang terdiri dari : a. Peralatan Proteksi Kebakaran di PT.4. Macam detektor panas: a) Detektor temperatur tetap Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 49 . Jumlah luas lantai 7.

Detektor Gas Kebakaran Detektor Kebakaran Lainnya Alat yang mendeteksi gas-gas yang terbentuk oleh suatu kebakaran. tanpa dipengaruhi laju kenaikan temperatur. nyala api atau gas yang ditimbulkan oleh suatu kebakaran. b) c) 2. Detektor Nyala Api Alat yang mendeteksi sinar inframerah. untuk ruang biasa dan tidak boleh lebih 10m dalam koridor. Adalah alat yang mendeteksi partikel yang terlihat atau tidak terlihat dari suatu pembakaran. 4. pada ruang biasa dan 6m dalam koridor serta paling dekat 30cm. b) Detektor laju kompensasi Adalah suatu alat yang bereaksi bila temperatur udara sekeliling alat tersebut mencapai tingkat yang ditentukan. Untuk merencanakan sistem instalasi detektor harus berdasarkan standart yang berlaku yaitu SNI 03-3985-2000 dan Permenaker 02/MEN/1983 tentang Instalasi Alarm Kebakaran Otomatik Letak dan jarak antara dua detektor panas harus sedemikian rupa sehingga merupakan letak yang terbaik untuk pendeteksian adanya kebakaran yaitu : a) Setiap 46 m2 luas lantai dengan tinggi langit-langit dalam Jarak antara detektor dengan detektor harus tidak lebih 7m Jarak detektor panas dengan dinding pembatas paling jauh 3m Detektor Asap keadaan rata tidak lebih 3m harus dipasang satu detektor panas. 3. asap. ultraviolet atau radiasi yang terlihat yang ditimbulkan oleh suatu kebakaran.  Alarm Kebakaran Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 50 . c) Detektor laju kenaikan Suatu alat yang akan merespon jika kenaikan temperatur pada laju yang melebihi jumlah yang telah ditentukan. Alat yang mendeteksi suatu gejala selain panas. 5.Adalah suatu alat yang akan bereaksi apabila elemen kerjanya menjadi panas sampai kesuatu tingkat yang ditentukan.

untuk mengetahui lokasi kebakaran secara tepat • • • • Gambar 4. Secara umum alarm kebakaran dibagi menjadi 3.6. Alarm Kebakaran Sebuah sistem alarm kebakaran dirancang untuk mendeteksi adanya api yang tidak dikehendaki dengan cara melakukan monitoring terhadap perubahan lingkungan yang berhubungan dengan pembakaran. b. Bunyi alarm tersebut mempunyai frekuensi kerja antara 500 -1000 Hz dengan tingkat kekerasan suara minimal 65 dB (A). Istilah . Petrowidada adalah hydranty gedung dan halaman yang memancarkan air dan busa (foam). dan semiotomatis. untuk komunikasi dengan fire brigade Graphic display.istilah yang ada di dalam instalasi hydrant kebakaran.yaitu : Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 51 . Sistem alarm kebakaran bertujuan untuk mengingatkan orang yang ada di dalam gedung agar berevakuasi ke tempat aman akibat oleh adanya kebakaran. manual.Alarm kebakaran adalah komponen dari sistem yang memberikan isyarat atau tanda adanya suatu kebakaran yang dapat berupa: • • Alarm kebakaran yang memberikan tanda atau isyarat berupa bunyi khusus (Audible Alarm) Alarm kebakaran yang memberikan tanda atau isyarat yang tertangkap oleh pandangan mata secara jelas (Visible Alarm) Alarm lamp Alarm pada fire-voice-communication system Firefighter phone. Alarm kebakaran harus mempunyai bunyi serta irama yang khas hingga mudah dikenal sebagai alarm kebakaran. yaitu otomatis. Instalasi Hydrant Instalasi Hydrant yang ada di PT.

• Slang hydrant : alat yang digunakan untuk mengalirkan air yang bersifat fleksibel. Sistem ini terdiri dari system persediaan air. • Hose reel : slang yang digunakan untuk mengalirkan air yang pada bagian ujungnya selalu terpasang nozzle secara tetap dihubungkan secara permanent dengan sumber air bertekanan. selang dan nozzle. dan akan berisi air manakala hydrant tersebut digunakan. perpipaan. pompa. • Sistem instalasi hydrant basah : suatu system hydrant yang pipa- pipanya selalu berisi air • Hydrant gedung : hydrant yang terletak dalam suatu bangunan/ gedung dan system serta peralatannya disediakan serta dipasang dalam bangunan/ gedung tersebut • Hydrant halaman : Hydrant yang terletak diluar bangunan.• Instalasi hydrant kebakaran : suatu system pemadam kebakaran yang tetap menggunakan media pemadam air bertekanan yang dialirkan melalui pipa 12 • Pipa dan selang kebakaran. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 52 . • Siamese connection: bagian peralatan dari instalasi pipa hydrant yang terletak di luar bangunan dan digunakan untuk mensuplay air dari mobil kebakaran. • Sistem instalasi hydrant kering : suatu system hydrant yang pipa- pipanya tidak berisi air. kopling outlet dan inlet serta selang dan nozzle. sedang instalasi dan peralatannya disediakan serta dipasang dilingkungan bangunan tersebut • Hydrant pilar : bagian peralatan dari instalasi pipa hydrant yang terletak diluar bangunan yang dapat dihubungkan dengan selang kebakaran • Hydrant box : bagian peralatan dari system hydrant yang berisi kran. • Nozle : suatu alat penyemprot yang terletak pada bagian ujung dari selang yang didunakan untuk penagturan pengeluaran air.

7 Instalasi Hydrant PT. yang biasa difungsikan untuk pendinginan plant jika terjadi pemanasan yang berlebihan dan yang mungkin saja bias menimbulkan kebakaran. Sistem sprinkler adalah suatu sistem yang bekerja secara otomatis dengan memancarakan air bertekanan ke segala arah untuk memadamkan kebakaran atau setidak-tidaknya mencegah meluasnya kebakaran. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 53 . Sistem sprinkler ini terdiri dari: • Penyedia air yang cukup • Jaringan pipa yang cukup • Perlengkapan sprinkler Sistem sprinkler harus mengacu pada standar yang telah ditentukan untuk menjamin kualitas dan keandalannya. Sprinkler Sistem Pada PT. Instalasi springkler ini dipasang secara tetap/ permanen di dalam bangunan yang dapat memadamkan kebakaran secara otomatis dengan menyemprotkan air di tempat mula terjadi kebakaran.Gambar 4. Petrowidada c. Petrowidada terdapat sprinkler yang diletakkan pada plant.

2. 3. B) c.Kebakaran instalasi listrik bertegangan (golongan C) d. Safety pin Hose and/or nozzle Label Tank Handle/tigger :Sebagai kunci APAR :Jalan keluarnya isi APAR :Sebagai petunjuk :Tempat isi APAR :Untuk mengatur keluaran APAR 54 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS .Jenis tepung kering Komponen – komponen APAR  Fungsi : 1.Kebakaran bahan padat kecuali logam (golongan A) b. 5. Petrowidada d. Kebakaran bahan cair atau gas yang mudah terbakar (golongan Jenis busa Jenis gas (hydro carbon. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Alat pemadam api ringan (APAR) ialah alat yang ringan serta mudah dilayani oleh satu orang untuk memadamkan pai pada mula terjadi kebakaran.Gambar 4. dsb) c. berhalogen CO2. Kebakaran logam (golongan D) Jenis alat pemadam kebakaran a. Kebaran dapat digolongkan : a.Jenis cairan (air) b. 4.8 Sprinkler di PT. d.

Air Air digunakan sebagai media pemadam kebakaran telah digunakan dari zaman dahulu sampai sekarang. melemahkan dan mendinginkan. mempunyai keunggulan untuk klas tertentu dan mungkin dapat berbahaya untuk jenis kebakaran lainnya. Busa Ada 2 (dua) macam busa. Busa kimia dibuat dari gelembung yang berisi antara lain zat arang dan carbondioksida. Air dengan pompa tangan Air bertekanan Asam soda/soda acid. b. Petrowidada sendiri terdapat APAR jenis Air . c. Sifat air dalam memadamkan kebakaran adalah secara fisik mengambil panas (coling) dan sangat tepat untuk memadamkan bahan padat (klas A) karena dapat menembus sampai bagian dalam. Busa . c.6. a. busa kimia dan busa mekanik. Serbuk kimia kering dan karbon dioksida (CO2). sedangkan busa mekanik dibuat dari campuran zat arang udara. d. APAR 7. b. 1. Idicator/pressure gauge Inspection tag :Untuk melihat isi dalam :Keterangan mengenai APAR Pada PT. Busa memadamkan api melalui kombinasi tiga aksi pemadaman yaitu menutupi. Ada 3 (tiga) macam APAR air ialah : a. Setiap jenis media pemadam api memiliki karakteristik-karakteristik dalam memadamkan api. 2. Kebakaran pada aparat listrik yang bertegangan (klas C) Kebakaran minyak (klas B) Kebaran bahan yang reaktif terhadap air (klas B) Kebakaran logam (klas D) Air tidak dapat digunakan untuk : Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 55 .

Cara kerja kimia serbuk kimia kering adalah secara fisik dan kimia. B dan C sedangkan natrium bikarbonat dan kalsium bikarbonat merupakan serbuk kimia kering biasa dapat dipergunakan untuk memadamkan kebakaran golongan B dan C. Sifat serbuk kimia ini tidak beracun tetapi dapat menyebabkan untuk semantara sesak napas dan pandangan mata menjadi terhalang. sehingga kontak dengan oxygen (udara) terputus - terbakar terbakar sehingga suhunya turun Busa kimia dihasilkan oleh reaksi larutan 2 (dua) macam bahan kimia yaitu larutan A dan berisi ALSO4 (alumunium sulfat) dan larutan B yang berisi NaHCO3 (sodium bikarbonat) serta tambahan bahan kimia lainnya untuk keseimbangan.2% dan bila serbuk kimia kering ditebarkan di permukaan air. Sebagian besar bahan serbuk kimia kering terdiri dari phosphoric acid bihydrogenate ammonium 95% dan garam silicic acid ditambahkan untuk menghindarikan jangan sampai mengeras serta menambah sifatsifat mengalir dan juga tiap permukaan butir serbuk dibungkus dengan silicone agar anti air. Ammonium hydro phosphat merupakan serbuk kimia kering serbaguna. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 56 . maka serbuk tidak akan tenggelam dalam waktu 1 jam. 3. Kehilangan tekanan dapat digantikan kembali dengan menambahkan karbon dioksida pada bagian yang masih tertinggal.91. Serbuk kimia kering Serbuk kimia kering mempunyai berat 0. yaitu sistem larutan dan sistem serbuk. Reaksi kedua larutan tersebut kalau dicampurkan akan menghasilkan gas CO2 (karbondioksida). ukuran serbuk halus kelembaban kurang dari 0.- Menutupi yaitu membuat selimut busa di atas bahan yang Melemahkan yaitu mencegah penguapan cairan yang mudah Mendinginkan yaitu menyerap kalori cairan yang mudah terbakar. Ada 2 (dua) macam sistem busa kimia. dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran golongan A.

sehingga api akan padam. Hal ini disebabkan CO2 tersebut tidak dapat mengikat oxygen (O2) secara terus menerus tetapi dalat mengikat O2 sebanding dengan jumlah CO2 yang tersedia sedang supply oxygen di sekitar tempat kebakaran terus berlangsung. Jalur Evakuasi (Emergency Response Plan) Jalur evakuasi adalah sarana proteksi kebakaran pasif yang dibuat untuk jalan atau jalur darurat yang bisa ditempuh oleh penghuni dalam suatu gedung jika terjadi keadaan darurat seperti kebakaran atau gempa bumi. Pada kondisi udara kamar titik didih CO2 adalah 80 derajat C sedangkan titik kritis CO2 adalah 26 derajat dimana di atas suhu tersebut CO2 tidak dapat dicairkan walaupun diberi tekanan dingin. Jalur evakuasi tersebut mempunyai berbagai tanda dan tujuan darurat seperti : Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 57 . Hal ini disebut pemadaman dengan cara menutup. Makin halus butir-butir serbuk kimia kering makin luas permukaan yang dapat ditutupi. Prinsip kerja CO2 dalam memadamkan api ialah reaksi dengan oxygen (O2) sehingga konsentrasinya di dalam udara berkurang dari 21% menjadi sama dengan atau lebih kecil dari 14%. Karbon dioksida (CO2) Media pemadam api CO2 didalam tabung harus dalam keadaan fase cair bertekanan tinggi. CO2 dapat juga dipergunakan sebagai alat pemadam otomatis. Untuk mencairkan gas CO2 terlebih dahuu suhunya harus diturunkan di bawah titik kritis baru kemudian diberi tekanan tinggi. 4. e. sedangkan sisanya yang 25% menjadi beku dan berbentuk butiran es. Salah satu kelemahan CO2 ialah bahwa media pemadam api tersebut tidak dapat mencegah terjadinya kebakaran kembali setelah api padam (reignitasi). Media pemadam api CO2 tidak beracun tetapi dapat membuat orang pingsan atau meninggal karena kekurangan oxygen. CO2 yang keluar melalui melalui corong alat pemadam api 75% langsung menguap menjadi gas mengikat dan mendesak oxygen dari udara.Daya pemadam dari serbuk kimia kering bergantung kepada jumlah serbuk yang dapat menutupi permukaan yang terbakar.

kebocoran gas/cairan segera line diblok dan diamankan lokasinya. II. perlu disusun suatu prosedur penanggulangan bencana pabrik sebagai berikut : 1. segera menanggulangi sendiri bencana sedini mungkin dan yang lain segera melaporkan (tempat kejadian dan macam kejadian) kepada Supervisior/kepala shift dan petugas safety. ledakan. dan III) maupun hari libur dan Direksi selaku Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 58 .1. 3. Dan penanggulangan selesai dilaksanakan . dan bencana telah masuk kategori “Bencana Besar”. 2. baik pada hari kerja (shift I. 4. kebocoran. segera dalam waktu 1 x 24 jam Supervisior/kepala shift yang bersangkutan membuat laporan kronologi kegiatan secara tertulis kepada pimpinan/Manager Departement Safety & Inspection & Env. PETROWIDADA Untuk mengatasi kejadian secaa tepat dan cepat. Dalam hal bencana masih pada kategori/tingkatan “bencana kecil & sedang” sedini mungkin ditanggulangi misalnya kebakaran kecil segera dipadamkan dengan alat pemadam yang ada. Apabila Supervisior/kepala shift yang bersangkutan bersama-sama atau keadaan darurat pabrik. Pintu darurat Tangga darurat Lampu penerangan darurat Tanda jalur evakuasi  Prosedur Penanggulangan Bencana Pabrik atau Keadaan Darurat Pabrik PT. 2. yaitu dengan anak buahnya tidak mampu melakukan penanggulangan sendiri. efektif dan efisien serta mencegah kejadian yang berakibat fatal. maka Supervisior/kepala shift pimpinan/Manager Departemennya dan/atau Direksi selaku Incident Commander kapan saja. Barang siapa (karyawan/karyawati PT. yang harus segera datang ke tempat kejadian untuk melihat keadan dan mengkoordinir karyawan melakukan tindakan/ langkah-langkah penanggulangan. Petrowidada) yang mengetahui adanya bencana pabrik atau keadaan darurat pabrik (kebakaran. dll) yang terjadi di pabrik. dll.

Incident Commander memerintahkan kepada Supervisior/kepala shift tersebut untuk memanggil seluruh anggota Team Tanggap Darurat PT. V) dengan ketentuanketentuan sebagai berikut : Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 59 . c) COLD ZONE yaitu : Area diluar area “Warm Zone” (paling jauh dari pusat bencana) yang dianggap dan dinyatakan sebagai daerah aman dan tidak berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan manusia. kalau memungkinkan yang bisa langsug melihat bencana di area “Cold Zone” yang sebelumnya telah ditetapkan oleh bidang safety). 3. b) WARM ZONE yaitu : Area diluar area “Hot Zone” (lebih jauh dari pusat bencana) dengan radius tertentu yang masih dianggap dan dinyatakan sebagai area berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan manusia dan terlarang bagi siapapun kecuali petugas team operational yang sudah diperlengkapi dengan perlengkapan keelamatan. 5. Petrowidada (Bab. Sementara itu bidang logistic segera menyiapkan sarana dan prasarana penanggulangan bencana (misalnya : peralatan penanggulangan bencana. Petrowidada. 3 (tiga) wilayah/zone yang dimaksud adalah sebagai berikut: a) HOT ZONE yaitu : Area disekitar pusat bencana dengan radius tertentu yang dianggap dan dinyatakan sebagai area berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan manusia dan terlarang bagi siapapun kecuali petugas Team Operational yang sudah diperlengkapi dangan perlengkapan keselamatan. peralatan komunikasi . 4. Team tanggap darurat segera menempati pos masing-masing dengan tugas-tugas seperti yang diuraikan dalam struktur organisasi team tanggap darurat PT. dll. Juga pos komando yang lokasinyaditentukan oleh Incident commander. Bidang safety segera menetapkan pembagian wilayah/zone di sekitar lokasi bencana menjadi 3 (tiga) wilayah dan membuat batasan-batasanya.

namun masih berada dibatas area “Cold Zone”.a) Incident Commander. bidang safety & sekertaris. yaitu sebagai berikut: Incident Commander hanya berkomunikasi dengan pimpinan team/ bidang Anggota team hanya boleh berkomunikasi/hubungan dengan pimpinan team masing-masing Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 60 . yang ditetapkan di area “Cold Zone” area “Hot Zone” (bila diperlukan. System komunikasi dalam situasi bencana pabrik atau keadaan darurat pabrik harus ditetapkan agar tidak terjadi kesimpangan siuran perinda dan komando. Mereka harus melakukan tindakan dokumentasi terhadap dirinya mereka sendiri. bidang sains/ilmiah. c) d) e) Team Dekontaminasi (bila diperlukan) siap di posnya di Team-team/Bidang lainy siap di posnya masing-masing Setiap team operational yang meninggalkan/keluar dari dekontaminasi area yang dilakukan Zone” oleh team mereka area “Warm Zone” dengan segala perlengkapanya. Team tanggap darurat segera berusaha menanggulangi bencana dengan segala kemampuan dan potensi yang ada. Seluruh karyawan harus bersikap siap siaga untuk menerima instruksi (terutama anggota team tanggap darurat yang telah ditunjuk). sebelumnya harus diadakan tindakan dekontaminasi f) dari “Warm sebelum diperbolehkan masuk area “ Cold Zone” Bagi petugas dekontaminasi sendiri apabila ingin keluar “Warm Zone” sebelum memasuki area “Cold Zone”. bidang Humas siap berada di pos komando yang terletak di area “Cold Zone” b) Ketua team operasi dan team-teamnya siap pada posisinya. Team-team yang beroperasi saja yang diijinkan berada di “Hot Zone”. yang memungkinkan dapat langsung melihat dan mengawai pusat bencana.

Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 61 . burner lampu dan matikan pabrik dais umber listrik. perlu bekerjasama dengan pemerintah daerah. Semua karyawan yang tidak ikut dalam penaggulangan harus segera meninggalkan pabrik dengan tenang. maka segera matikan sumber api.Tidak dibenarkan Incident commandeer berkomunikasi dengan anggota team.dll terutama dalam hal menenangkan penduduk sekitarnya. atau sebaliknya 1. rokok. 3. Koramil. maka Incident Commandeer memerintahkan kepada petugas bidang humas untuk meminta pantauan dari pihak luar dengan menyebutkan bantuan apa yang diperlukan. Apabila keadaan bencana dapat teratasi dan dinyatakan aman. Apabila Incident Commandeer menilai keadaan bencana sudah kategori/tingkatan “Bencana Tidak Terkendali”. gerinda. Dengan adanya perintah tindakan evakuasi. jangan panic menuju tempat evakuasi. Apabila penduduk perlu di evakuasi. maka segera team keamanaan menbuat garis/batas isolasi dan mengamankan lokasi bekas bencana. Media Massa. Apabila dengan segala pertimbangan bencana tidak mungkin dapat diatasi dan akan menimbulkan akibat buruk bagi karyawan. maka humas segera berhubungan dengan pihak luar yang terkait antara lain : Muspika ( Pejabat Kecamatan. Anggota Team Tanggap darurat tetap ditempat untuk mengatasi bencana dan hanya dalam keadaan betul-betul terpaksa sajalah anggota team tersebut boleh meninggalkan tempat bencana dengan seijin Incident commander. Maka Incident Commandeer harus memerintahkan tindakan evakuasi. las. Polsek). Dengan dan petugas humas bencana harus sudah segera pada melaksanakan. 2. dinyatakan kategori/tingkatan “Bencana Tidak Terkendali”.

Tanda ini dipasang di area plant. . IV. . . E B P I T P P E P U E W A A N A A A X A T X T G 3 E R A N G A N A 1 1 G P C I N N K 2 P S T O B A 1 P I N G L A N T E R A T O R Y A R D L A N T R A G E & G G I N G P L A N T R O L R B C : : : L A O A D I N A P P G S O O S S S A E M B L Y P M K S E C U R R M P I T O Y I N T ( A . Contoh safety sign yang dipasang antara lain : • Dilarang merokok.5. P P T . I A . Safety report Yang dimana dapat mengatur dan mengontrol kegiatan pekerja dan pekerjaan di perusahaan agar terhindar dan meminimalisasi kecelakaan kerja.5 Km/jam dipasang pada pintu masuk pabrik. . 1 1 . 8 8 0 M4 H z 3 91 8 2 2 0 0 2 E x t . Ditandai dengan adanya bermacam kegiatan dan peraturan tentang K3 seperti : 1. B & C ) 1 & 2 B B K P E R H A T I A N N T 9 . . P E T R O .J P P P R P M M S O A A N L D . . ( 0 . Safety Standart Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 62 . . . 2 2 2 2 7 8 6 5 8 5 1 1 1 0 3 6 7 9 8 10 E M E R G E N C Y E X I T K 1 2 3 4 5 6 7 8 . . . ( 0 3 E Q . IV. 2. . 5. . Safety standart 3.8 Jalur Evakuasi PT. . Safety work permit 4. 1. . C O N T A R E H O O O M P A 1 I L A T E R J A D I K E B A K A R A N I K U T I A R A H P A E R K U M P I L D I A S S E M B L Y P O I N T A T A U P I N E L U A R L E W A T P I N T U D A R U R A T & 2 U S E L O G . Safety sign 2. . • Gunakan safety helmet dan safety shoes (APD) yang sesuai untuk pekerjaan. . P E T R O . . • Kecepatan maximum 4. . pada saat ini sudah sangat baik dalam manajemen maupun penerapanya dalam lingkungan kerja sehari-hari. . Kegiatan Pencegahan Kecelakaan Kerja Kegiatan PT. . . . Safety Sign Safety sign dipasang pada tempat-tempat tertentu yang rawan kecelakaan kerja. 1 4 8 . F R 0 3 1 ) 1 ) 3 9 ) 3 9 8 U A R E R M E U E R V T E X I T A K U A A K K N G G I L W K I M S I I D M I A K R G E N A C Y . . . P E 2 K T R 3 O W I D A D A Gambar 4. . 1 0 . Petrowidada IV. Petrowidada dalam mencegah kecelakaan kerja. I L I T Y . . P E T R O K I L R E S G R E A D A . . ( 3 1 . . .5. .

Safety work permit terdiri dari 3 lembar untuk ditandatangani oleh masing-masing departemen yang berkaitan dengan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan. 4. Safety Report Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 63 . dan prosedur keselamatan. Untuk itu dibuat regulasi dan prosedur keselamatan kerja yang harus dipatuhi dan dijalankan dalam setiap melakukan kegiatan kerja untuk meminimalisir terjadinya risiko kecelakaan kerja. dan diperlukan sebelum melakukan pekerjaan. Sesuai dengan Surat Keputusan tanggal 11 Maret 1988 tentang tanggung jawab K3 khususnya seksi safety atas nama manajemen pabrik bertanggung jawab untuk mempromosikan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan mengeluarkan peraturan-peraturan. berikut jenis-jenis safety work permit Petrowidada : a. standar-standar. Sistem perijinan kerja dilakukan dengan tetap mengacu pada ISO-9002.Pengawasan Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja mulai dari tahap perencanaan proyek sampai dengan jalannya proses unit tersebut. Merah untuk pekerja. Hot Work Permit (HWP) Ijin kerja untuk pekerjaan yang menggunakan atau yang dapat menimbulkan sumber panas/api b. IV. Safety work permit yang baru harus diminta atau diperpanjang maksimal 1 kali.5. yang ada di PT. Seksi safety harus mengetahui dengan pasti bahwa kondisi di lapangan aman atau tidak dan harus mengambil tindakan yang pertama dalam kondisi darurat. Safety Work Permit Safety work permit adalah tanda bukti tertulis yang resmi dan juga menunjukkan tindakan pencegahan minimal dan bahaya yang harus dikontrol untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Cold Work Permit (CWP) Ijin kerja untuk pekerjaan yang tidak memantulkan atau menimbulkan sumber panas/api IV. 3.5. dengan pembagian kertas asli berwarna putih untuk Safety Departement. kuning untuk Area Depertement.

Petrowidada Faktor-faktor bahaya adalah bahaya potensial yang ditimbulkan oleh adanya timbunan energi atau proses yang disebabkan oleh human factor maupun lingkungan. Petrowidada dapat dikategorikan dalam perusahaan yang memiliki potensi Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 64 . baik untuk karyawan maupun kontraktor. Seksi safety akan menggunakan safety report dalam penghitungan safety record berupa “Safety Continuous Hours” (total hari kerja tanpa kecelakaan yang menyebabkan hilangnya hari kerja). Pembinaan tenaga kerja dapat mengurangi tingkat angka kecelakaan kerja. Faktor-faktor bahaya yang berasal dari proses produksi bisa berasal dari raw material yang digunakan. Petrowidada dan akan digunakan sebagai data oleh seksi safety untuk mengnalisis semua kejadian agar kecelakaan yang sama tidak terulang kembali. b. Petrowidada yang berhubungan dengan peralatan dan barang-barang selain manusia. Faktor-faktor bahaya di PT.Safety report berkaitan dengan semua kejadian yang terjadi di area PT. Accident report Form laporan kejadian/insiden yang terjadi di PT. Data kecelakaan dan kejadian wajib dilaporkan dengan tujuan untuk mencari cara pencegahan agar kecelakaan/kejadian yang sama tidak terulang lagi. Faktor-faktor bahaya tersebut : 1) Kebakaran Kebakaran adalah suatu reaksi kimia suatu zat dengan Oksigen yang terjadi pada suhu tertentu. IV. Incident report Form laporan kecelakaan yang terjadi/menimpa pekerja di area PT. 6. ditunjang dengan jumlah tenaga kerja yang mempengaruhi tingkat kecelakaan kerja sehingga pemantauan dan penilaian sangat diperlukan baik dari segi kuantitas maupun kualitas melalui pengukuran secara berkala sebagai dasar untuk melakukan tindakan korektif dan preventif terhadap lingkungan kerja yang sesuai dengan peraturan perundangan. Peristiwa kimia yang terlihat secara fisik adanya zat terbakar dan berubah bentuk dengan menghasilkan panas dan cahaya. Semakin besar Safety Continuous Hours dan Safety Continuous Days berarti semakin berkurang kecelakaan kerja. Safety report meliputi : a. PT. Petrowidada.

Sedangkan pengukuran kebisingan eksternal adalah pengukuran yang akan dilaporkan ke Dinas Tenaga Kerja. maka klasifikasi kebakaran di PT. NO. Pengendalian kebisingan yang dapat dilakukan dengan penggunaan alat pelindung diri berupa ear muff dan ear plug yang diberikan kepada karyawan PT.33 T / JAM RATE OP. Data pengukuran kebisingan yang telah dilakukan untuk periode bulan April 2010 dengan menggunakan Sound Level Meter-CEL 254 tersedia pada tabel dibawah ini : CHECK LIST SOUND LEVEL INCENERATOR PA. pengukuran yang dilakukan yaitu pengukuran kebisingan internal dan pengukuran kebisingan eksternal. 2) Kebisingan Sumber kebisingan yang terdapat di PT. Pengukuran kebisingan internal yaitu pengukuran yang digunakan untuk internal perusahaan yang dilaksanakan tiap 3 bulan sekali. 3 NOTE RATIO : 92 UDARA : 91. : 100 % U 1 3 4 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 65 .140 NM3/JAM O–X : 8. Petrowidada. Pengukuran secara periodik telah dilakukan di PT.bahaya kebakaran tinggi. Sesuai dengan standar NFPA. Petrowidada. Petrowidada adalah mesin-mesin produksi. Hal ini didukung dengan penggunaan raw material yang merupakan bahan kimia berbahaya dan mudah terbakar. Petrowidada adalah kelas B.

3 NOTE RATIO : 83 UDARA : 88200 NM3/JAM O–X : 7320 T / JAM RATE OP.2 5 CHEK LIST SOUND LEVEL TURBINE PA. NO. : 87.7 % SPEED : 13441 RPM 5 1 HE 4 3110 TU 3110 GE 3110 2 BL 3110 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 66 .

Petrowidada dengan menggunakan APD yang berupa masker. Petrowidada menggunakan penerangan buatan yaitu lampu untuk di dalam ruangan dan untuk penerangan pada malam hari di area plant. Pencegahan yang dilakukan untuk potensi bahaya debu di PT. Untuk pengukuran debu di PT. Untuk pengukuran penerangan dilakukan tiap 3 bulan sekali menggunakan alat Luxmeter. dust respirator.00 : Mendung 67 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS . Petrowidada sangat kecil karena pada proses produksi yang ada di PT.U 3 6 3) Debu Faktor bahaya debu yang dihasilkan dari PT. Hasil pengukuran penerangan untuk periode bulan Juli 2010 bisa dilihat pada tabel dibawah ini. Penerangan yang kurang baik dan tidak optimal dapat memicu timbulnya kecelakaan kerja bahkan merusak indera penglihatan. Petrowidada belum pernah dilakukan sehingga belum didapatkan tingkat potensi bahaya debu. CHEKLIST INTENSITAS CAHAYA RUANGAN (PENGUKURAN SIANG HARI) TANGGAL : 25-07-2010 GORDEN : Buka / Tutup PUKUL KONDISI CUACA : 16. Penerangan di PT. Petrowidada. Petrowidada menggunakan raw material yang tidak berpotensi menghasilkan debu. 4) Penerangan Kondisi lingkungan kerja yang aman dan nyaman akan mempengaruhi tingkat produktivitas kerja. Sebagian besar debu berasal dari pabrik lain yang bertetangga dengan PT.

Ruang DCS PA 3 Ruang Shift Supervisor.SIE / PMK.08 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 68 .3 Ruang Dapur PA.ENG Ruang Direktur Buss & Op. Area Flaker.PWD Ruang IT Ruang Kasir ENG Ruang Finance Ruang Mgr Finance Ruang Adm PGA & QM PT.5 46 0 124 4 168 7 179 21 227 14 340 12 170 172 4 96 3 90 25 170 40 247 130 269 224 325 198 395 375 209 105 187 109 23 67 4 150 66 182 38 233 14 145 47 30 35 375 275 260 44 75 40 37 28 40 25 30 630 46 107 3 4 345 280 240 4 4 1 3 4 2 556 22 2 KONDISI LAMPU ( Buah ) Lampu Jumlah Mati Lampu 23 48 1 4 20 48 15 26 4 12 3 2 9 3 1 6 2 6 6 4 8 4 4 6 2 2 12 12 1 16 8 1 16 1 4 4 4 16 3 4 2 1 16 1 8 1 1 1 1 5 2 1 2 2 1 30 2 3 2 2 2 KETERANGAN. Produksi Ruang Maintenance. Ruang Tempat Merokok Area Gudang bahan jadi Ruang Pengantongan. Ruang Mgr.6 80 0. Insp & Env.dangsar Ruang Staff Direksi Ruang Driver Ruang Dismantling Ruang Maintenance Timur Standart 80 s/d 170 Lux Ruang Operator PA. Pos Security Ruang civil Ruang PW Shop Ruang Gudang Spare part INTENSITAS ( LUX ) Lampu Lampu Nyala Mati 230 1.3 Ruang Toilet Wanita PA.NO I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 II 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 RUANGAN Standart 300 s/d 700 lux. Ruang foto copy Ruang Laboratorium Ruang sekretaris Direksi Ruang Adm PGA & QM PT. Tabir tertutup Tabir tertutup Tabir tertutup Tabir terbuka Tabir tertutup Tabir tertutup Tabir tertutup Tabir tertutup Tabir tertutup Tabir tertutup Tidak ada lampu 3 Tidak ada tabir Tabir partial Tabir partial Tidak ada lampu 1 Lampu semua tidak nyala Tidak ada tabir FM.1 Ruang Toilet Pria PA.3 Ruang Mushola PA.1 Ruang Toilet Wanita PA.1 Ruang Toilet Pria PA. Ruang MCC Ruang Marsaling Ruang Produksi Ruang Mgr.3 Ruang Dapur PA.3 Ruang Operator WWT Ruang PMK.4 52 0.Maintenance Ruang Safety. Ruang Rapat Ruang Direktur Ruang Adm.

Pos Security Ruang Mushola Lorong office PA 3 Shelter Bagging PA 3 Lobi kantor Administrasi Standart 20 s/d 50 Lux.7 86. /C.G Area Jalan Timur STG Area Furn.CHECK LIST INTENSITAS CAHAYA RUANGAN/ AREA PABRIK PENGUKURAN MALAM HARI TANGGAL : 25-07-2010 I 1 2 3 4 5 6 7 II 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 III 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Standart 300 s/d 700 lux.5 4 125 20 13 28 8 10 10 14 8 4 61 146 3 2 1 1 1 1 - 3 3 2 4 2 1 2 3 3 4 1 2 20 12 IV. Ruang DCS PA 3 Ruang MCC Ruang Marsaling Ruang Pengantongan. Ergonomi Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 69 . 65 50 34. Ruang Laboratorium Work Shop Ruang PW Standart 80 s/d 170 Lux Ruang Operator PA3 Ruang Operator WWT Ruang PMK. Area Foam chamber Area Jembatan PA 3 Parkir dalam Parkir luar Intensitas ( Lux ) 74 65 19 20 16 28 21 Lampu mati 22 20 17 1 1 - PUKUL : 20.2 Area Depan Gedung Adm Area Fire water pump.3 18 27 102 10 44 16 45 9 11 7 1 - 12 4 2 1 28 3 2 2 10 5 6 26. Ruang Tempat Merokok Area Gudang bahan jadi Area Flaker. 7.T. Area Jalan depan DCS Area Jalan utara Oksidasi PA 3 Area Panel S.Tower / TK 3510 Area Tangga naik Distilasi.00 Jumlah lampu 48 42 26 2 8 2 Keterangan. Area Jalan Demin PA3 Area Jalan Utility PA 1.

dan sehat. nyaman. IV. Hazard Operability Study (HAZOP) Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 70 . PT. meminimalisir opersional yang merugikan (efek finansial yang negatif).Ergonomi merupakan suatu keilmuan yang multi mempelajari pengetahuan dari ilmu kedokteran. Maka. perencanaan. dan pemantauan aset perusahaan. Fokus perhatian ergonomi di PT. kejiwaan. Manajemen Resiko Manajemen resiko adalah pengelolaan resiko. serta dapat menciptakan sistem serta lingkungan kerja yang cocok. kecuali pada bagian maintenance yang pekerjanya lebih sering bekerja dengan sikap jongkok atau biasanya membungkuk. risk assessment. dan sosiologi. semua proses produksi di PT. dan sosial dari teknologi dan produk-produknya terhadap manusia melalui pengetahuan tersebut pada jenjang mikro maupun makro. Petrowidada adalah berkaitan dengan ergonomi dan intensitas kerja karyawan. Dengan penggunaan teknologi. Petrowidada yang merupakan industri kimia yang mempunyai potensi bahaya besar. 1. biologi. pelaksanaan. 8. sistem atau lingkungan kerja yang lebih sesuai dengan manusia. Untuk mengurangi beban kerja. dan produktivitas kerja. pengorganisasian. secara sistematis pendekatan ergonomi kemudian akan memanfaatkan informasi tersebut untuk tujuan rancang bangun sehingga akan tercipta produk. Pada prinsipnya disiplin ergonomi akan mempelajari apa akibat-akibat jasmani. ilmu psikologi. Secara garis besar telah menerapkan manajemen resiko di perusahaan. Tetapi secara umum sikap pekerja tidak monoton dan sering berubah. efektivitas. IV. Hal itu antara lain safety briefing yang dalam kegiatannya telah mencakup hazard identification. Pada gilirannya rancangan yang ergonomis akan dapat meningkatkan efisiensi. Petrowidada dikendalikan dengan sistem kontrol sehingga sikap tubuh tenaga kerja sebagian besar dilakukan dengan sikap duduk. aman. Dengan demikian disiplin ergonomi melihat permasalahan interaksi tersebut sebagai suatu sistem dengan pemecahan masalahnya melalui proses pendekatan sistem dan perancangan mesin. dan risk control. tenaga kerja dalam mengangkat atau mengangkut barang atau material disediakan forklift sebagai alat bantu angkat dan angkut.8. Tujuan dari mempelajari ergonomi adalah mendapatkan suatu pengetahuan tentang permasalahan interaksi manusia dengan alat sehingga dimungkinkan adanya suatu rancangan sistem manusia-mesin yang optimal.

Hasil dari safety review merupakan analisis kualitatif yang terdiri dari permasalahan safety dan rekomendasi yang disarankan.HAZOP merupakan salah satu metode identifikasi hazard yang digunakan untuk mengidentifikasi bahaya. 3. Job Safety Analysis (JSA) Job Safety Analysis dibuat untuk pekerjaan yang sifatnya baru dan sementara. serta pengaman yang digunakan. HAZOP dibuat oleh perusahaan untuk menunjukkan kemungkinan-kemungkinan kerusakan yang terjadi pada peralatan dan sistem yang beroperasi di perusahaan.8.8. JSA berisi mengenai IV. Safety Review Dalam pelaksanaan safety review akan menemukan bahaya baru serta melakukan evaluasi dalam penanganan bahaya. HAZOP mencangkup keseluruhan alat. maka sebelum pekerjaan dimulai. 2. Analisis pekerjaan JSA ini dimaksudkan agar pekerjaan dapat terlaksana dengan aman dan selamat. Sumber data yang digunakan untuk melakukan safety review adalah sebagai berikut : • • • Kode dan standar-standar yang berkaitan Dokumen serta sejarah peralatan dan mesin Piping and Instrumentation Diagrams (P&ID) Process Flow Diagram Prosedur kerja Rekaman perbaikan dan kecelakaan Material Safety Data Sheet (MSDS) • Persiapan review • Pelaksanaan review • Dokumentasi hasil review Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 71 • • • • Tahapan untuk melakukan safety review/safety briefing meliputi : . Identifikasi yang dilakukan umumnya mengacu pada major risk situation. IV. Identifikasi hazard ini dilakukan hanya sekali dan akan dirubah bila ada perubahan atau modifikasi yang dilakukan perusahaan. mesin.

9. guna terciptanya tempat kerja yang aman. Perusahaan berkewajiban melakukan kepedulian lingkungan terhadap masyarakat sekitar. pengkajian. Petrowidada memenuhi peraturan perundangan dan standart Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku dengan melaksanakan training serta peninjauan ulang. Petrowidada melakukan identifikasi penilaian dan pengendalian terhadap sumber bahaya dan resiko dari kegiatan produksi yang dilakukan di dalam perusahaan. Adapun SMK3 yang diterapkan di PT.  Kebijakan Lingkungan lingkungan secara berkesinambungan sesuai peraturan pemerintah yang berlaku. dan pemeliharaan kebijakan K3. Seluruh karyawan/ karyawati sanggup menaati dan melaksanakan PT. B. proses. dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan. Petrowidada berkomitmen mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diatas kepentingan produksi dan semua peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku serta memakai APD yang dipersyaratkan di tempat kerja. pelaksanaan. Petrowidada meliputi : 1. Manajemen bisnis. nyaman. 2. Kepala departemen bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan kerja masing-masing. tanggung jawab. prosedur. Perencanaan 2.1. Perusahaan berkewajiban melaksanakan pengelolaan dan pemantauan Perencanaan Identifikasi Bahaya. C. Inspection & Environmental PT. efisien. perencanaan.IV. dan produktif. Tata Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 72 . B. Kebijakan Perusahaan  Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja A. A. Manajemen PT. Penerapan Sisten Manajemen K3 di Petrowidada Penerapan SMK3 merupakan bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi. pencapaian. C. Penilaian dan Pengendalian Resiko Departemen Safety. penerapan.

cara untuk melakukan identifikasi dan penilaian tersebut didokumentasikan dalam prosedur tersendiri. Perencanaan Awal dan Perencanaan Kegiatan yang Sedang Berlangsung PT. PT. Penerapan 3. dan dana Penetapan sistem pertanggungjawaban dalam mencapai tujuan Penetapan sarana dan jangka waktu pencapaian tujuan dan dan sasaran sesuai dengan fungsi dan tingkat manajemen Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 73 . Indikator Kerja PT.2. melalui : • • sasaran 3. Peraturan Perundangan dan Persyaratan lainnya • Departemen Safety. Petrowidada menggunakan indikator kinerja yang terukur sebagai dasar penilaian kinerja K3 2.1.Tujuan dan Sasaran • PT. dan pihak-pihak lain yang terkait manajemen K3 yang secara periodik dikaji ulang sesuai dengan perkembangan 2. • Setiap karyawan PT.4.3. ahli K3. Inspectin & Environmental mengidentifikasi dan Departemen PGA/ QM menginventarisasai peraturan perundang-undangan dan persyaratan lain yang berkaitan dengan peraturan di bidang K3 dan harus diikuti. sarana. Petrowidada memahami peraturan perundangan dan persyaratan lain yang relevan dengan kegiatan kerjanya. Petrowidada Tujuan dan sasaran K3 didokumentasikan dalam program yang konsisten dengan kebijakan K3 • • melibatkan karyawan. 2. Jaminan Kemampuan a. Sumber daya manusia. Petrowidada menetapkan tujuan dan sasaran dibidang K3 Dalam penetapan tujuan dan sasaran. 2. Petrowidada menyusun rencana yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan supaya penerapan SMK3 berhasil.5.

sarana. Inspection & Environmental memiliki tanggung jawab dan tanggung gugat dalam bidang K3 dan berwenang untuk bertindak dan menjelaskan hubungan pelaporan untuk semua tingkatan manajemen. serta menyelenggarakan pelatihan yang dibutuhkan • Konsultasi/ komunikasi mengenai K3 dengan karyawan dan para ahli b. Integrasi SMK3 diintegrasikan ke dalam sistem manajemen PT. Petrowidada secara umum agar dapat lebih membudaya c. motivasi dan kesadaran • PT. karyawan. kontraktor. subkontraktor dan pengunjung/ tamu perusahaan • Perubahan tanggung jawab dan tanggung gugat dipantau • Direksi menunjuk wakil manajemen yang memiliki wewenang dan tanggung jawab penuh untuk pemecahan permasalahan dalam SMK3 d. Petrowidada menyediakan personil yang memiliki kualifikasi. dan dana yang memadai untuk penerapan dan pengendalian SMK3 melalui : • Penyediaan sumber daya yang sesuai dengan ukuran dan kebutuhan • Identifikasi kompetensi kerja yang diperlukan pada setiap tingkat manajemen. Tanggung jawab dan tanggung gugat • Departmenen Safety. Petrowidada melakukan konsultasi dengan tenaga kerja maupun pihak lain yang terkait • Seluruh karyawan dimotivasi dan disadarkan agar mendukung tujuan dan sasaran SMK3 serta memahami sumber bahaya di unit kerja Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 74 . Konsultasi.PT.

Pelatihan dan kompetensi kerja • Departemen Safety.e. dan penyimpanan 75 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS . Inspectin & Environment setiap tahun menentukan kebutuhan pelatihan untuk para karyawan yang pekerjaannya mungkin dapat mempengaruhi K3 • Pihak eksternal yang memberikan jasa dan aktifitasnya memiliki resiko K3 akan mendapatkan penjelasan persyaratan dan informasi K3 oleh unit kerja terkait • Departemen PGA/QM bertanggungjawab terhadap perencanaan dan pelaksanaan program serta pemeliharaan rekaman dari seluruh hasil pendidikan dan pelatihan baik internal maupun eksternal • Kompetensi karyawan ditingkatkan melaluui pelatihan dan pengalaman 3. Petrowidada b. Petrowidada selalu menyusun laporan tentang penerapan. Kegiatan Pendukung a.2. Pelaporan PT. pengendalian. • Dokumentasi SMK3 dibagi menjadi empat. Komunikasi Semua informasi tentang K3 yang terbaru akan selalu dikomunikasikan kepada semua pihak di PT. baik untuk keperluan internal maupun eksternal c. Pendokumentasian • Panduan K3 • Prosedur • Instruksi Kerja • Dokumen pendukung (internal maupun eksternal) d. yaitu : Pengendalian dokumen Document Controller bertanggung jawab terhadap tata cara pengendalian dokumen yang meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut : Pembuatan/ penerbitan Peemeriksaan dan pengesahan Distribusi.

dan tindak lanjut • Identifikasi produk • Audit dan Kaji Ulang SMK3 • Pemantauan sistem pengaman pabrik yang berpotensi bahaya • Melaksanakan pelatihan Sistem Tanggap Darurat Lokal Pada prinsipnya informasi lengkap tentang pemasok dan kontraktor dikelolah oleh Bagian Pengadaan yang bertugas menyediakan pengadaan barang dan/ atau jasa. Pencatatan dan manajemen informasi Departeman Safety. dan indikator kinerja K3 • Ijin kerja • Resiko sumber bahaya • Kegiatan pelatihan K3 • Kegiatan inspeksi kalibrasi dan pemeliaraan • Pemantauan data • Perincian insiden. Inspection & Environmen malakukan pancatatan yang mencangkup : • Persyaratan eksternal dan internal.Masing-masing unit kerja mengendalikan dokumen instruksi kerja dan dokumen pendukung e. Petrowidada Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 76 . keluhan. Departemen Safety. Dalam rangka pemantauan terhadap penerapan ketentuan-ketentuan mengenai K3 oleh para pemasok/ kontraktor.Document Controller mengendalikan dokumen panduan K3 dan prosedur . Inspecton & Environment berkewajiban memperoleh data tentang pemasok/ kontraktor yang secara fisik sedang melakukan pekerjaan di dalam area PT. peraturan perundangan. penggantian maupun pemusnahan • Tanggung jawab dan wewenang pengendalian dokumen SMK3 ditentukan sebagai berikut : .- Klasifikasi dan identifikasi Perubahan.

g. Inspection & Environment dan Departemen PGA/ QM melakukan penilaian resiko kecelakaan atau penyakit akibat kerja c. Ecara periodik prosedur ditinjau ulang terutama jika terjadi perubahan peralatan.3. Tindakan pengendalian Departemen Safety. Penilaian resiko Departemen Safety. Departemen Warehouse. Identifikasi Sumber Bahaya. Inspection & Environment bersama-sama dengan Departemen PGA/ QM. Pengendalian administratif Prosedur dan instruksi kerja yang dibuat mempertimbangkan aspek K3 pada setiap tahapan. Departemen Produksi & Departemen Maintenance mengidentifikasi sumber bahaya dengan mempertimbangkan kondisi dan kejadian yang dapat menimbulkan potensi bahaya serta jenis kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang mungkin dapat terjadi b. Penilaian dan Pengendalian Resiko a. dan bahan baku f. proses. Identifikasi sumber bahaya Departemen Safety. Inspection & Environment dan Departemen PGA/ QM menyusun rencana pengendalian dan pencegahan kegiatankegiatan yang memiliki resiko kecelakaan kerja tinggi d. Pembelian • Bagian Pengadaan yang bertugas melakukan pengadaan baran dan/ atau jasa memastikan bahwa setiap barang/ jasa yang dibeli harus selalu memenuhi persyaratan K3 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 77 .3. Perancangan (design) dan rekayasa Departemen Produksi dan Departemen Maintenance mengidentifikasi sumber bahaya di setiap siklus perancangan e. Kaji ulang kontrak Departemen Pemasaran & Keuangan dan Departemen Safety. Inspection & Environment meninjau ulang kontrak pengadaan barang dan jasa untuk menjamin kemampuan pemenuhan persyaratan K3 yang ditentukan.

1. 4. Inspeksi dan pengujian Departemen Safety. Prosedur rencana pemulihan keadaan darurat Departemen Safety. Departemen Warehouse dan Departemen PGA/ QM mengidentifikasi potensi timbulnya bahaya atau keadaan darurat. pengujian dan pemantauan yang berkaitan dengan tujuan dan sasaran K3. Inspection & Environment menetapkan pemulihan keadaan darurat untuk secara cepat mengembalikan pada kondisi normal dan membantu pemulihan kondisi tenaga kerja yang mengalami trauma 4. Inspection & Environment menetapkan standart dan pedoman teknis sistem P3K j. • Prosedur menghadapi keadaan darurat atau bencana Departemen Safety. penilaian.• Bagian Gudang menyampaikan identifikasi. dan cara-cara untuk mencegah dan mengatasinya • Prosedur-prosedur keadaan darurat diuji coba secara berkala dan apabila diperlukan dilakukan pangkajian dan pembaharuan i. dan pengendalian resiko kecelakaan kepada pemakai dari barang yang dibeli oleh Bagian Pengadaan dan diterima oleh Bagian Gudang dari para pemasoknya h. Inspection & Environment. Audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja • Audit SMK3 dilakukan untuk memastikan sistem telah sesuai dengan rencana dan persyaratan standart serta menyediakan informasi bagi manajemen Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 78 .2. Inspection & Environmental menetapkan prosedur inspeksi. Departemen Maintenance. Departemen Produksi. Prosedur menghadapi insiden • Kepala unit kerja bertanggung jawab untuk mengevaluasi persediaan P3K di unit kerjanya • Departemen Safety. Pengukuran dan Evaluasi 4.

perkembangan keadaan pelaporan dan umpan balik dari karyawan IV. tujuan/ sasaran. Tindakan Perbaikan dan Pencegahan • • Pelaksanaan tindakan perbaikan yang efektif dan konsisten Untuk mencegah terulangnya kembali ketidaksesuaian. Inspeksi K3 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 79 . terutama terhadap kesesuaian yang cenderung berulang pada tempat atau hal yang sama • Kepala unit kerja bertanggungjawab terhadap pelaksanaan tindakan perbaikan dan pencegahan atas ketidaksesuaian yang terjadi di unit kerjanya • Setiap tindakan perbaikan dan pencegahan atas ketidaksesuaian didokumentasikan 5. sedangkan audit eksternal dilakukan sesuai kebutuhan • • Audit SMK3 dilaksanakan secara sistematik dan independen Program/ perencanaaan audit didasarkan pada tingkat sumber Laporan audit SMK3 digunakan manajemen untuk mengkaji oleh personil yang memiliki kompetensi bahaya dan hasil audit sebelumnya • ulang efektifitas dari penerapan SMK3 yang telah ditetapkan 4. Inspection & Environmental mengumpulkan Kaji Ulang Manajemen menekankan kemungkinan adanya perubahan informasi-informasi penting untuk evaluasi dalam Sidang P2K3 tersebut kebijakan. adalah penting bagi keberhasilan penerapan SMK3 dilakukan tindakan pencegahan. dan elemen-elemen lain dalam SMK3 atas dasar hasil audit. Badan pengarah melakukan Kaji Ulang Manajemen (KUM) untuk kesesuaian. Kaji Ulang Manajemen a. 10. c. kecukupan dan keefiktifan dari penerapan SMK3. sekurangkurangnya sekali setahun b. Departemen Safety.• Audit SMK3 internal dilakukan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun.3.

Pembekalan safety representative 14. Pelaksanaan inspeksi ini sesuai dengan Permenaker No. Semua faktor tersebut tentunya harus dapat dikendalikan agar kondisi pabrik tetap aman dan proses produksi berjalan lancar. Perpanjangan ijin pemakaian sumber radiasi 13. dan faktor tak terduga yang tidak diharapakan misalnya adalah kebakaran atau ledakan yang membuat alat/ instrumen tersebut harus diganti. 05/Men/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jenis inspeksi yang terdapat di PT. Pemeriksaan fire exthinguiser 3. Pemeriksaan kebocoran sumber radiasi 10. inspeksi mingguan (weekly). Pemeriksaan fire fighting system 2. Pemeriksaan hydrant system 4. Pelaporan laju dosis ke BATAN 11. Inspeksi tersebut berbentuk inspeksi harian (daily). Pemeriksaan berkala fire truck 5. Perpanjangan ijin piping 8.Dalam suatu industri. Pemeriksaan ketebalan o-Xylene Pemeriksaan ketebalan pipa steam 7. Pemeriksaan limbah cair 17. Per. 6. Safety patrol bersama 16. Petrowidada. dan inspeksi bulanan/tahunan (monthly/yearly). Hasil dari kegiatan inspeksi tersebut dicantumkan dalam form yang sudah tersedia sesuai dengan jenis inspeksi yang dilakukan. khususnya department Safety Inspection & Environment memiliki jadwal inspeksi tahun 2010 yang telah ditentukan selama 1 tahun (terlampir). Pemeriksaan emisi gas Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 80 . Pelatihan pemadaman/ STDL 15. pemakaian yang tidak normal. Beberapa faktor lain yang juga mempengaruhi adalah faktor lingkungan. Petrowidada adalah : 1. PT. korosi. Kalibrasi survey meter 12. Pemeriksaan safety valve 9. tidak hanya faktor bahan/material saja yang mempengaruhi umur suatu alat/ instrumen.

penyimpanan dan pembuangan. ex cleaning shut down plant. Petrowidada PT. 11. dan ex produksi barang jadi dapat diproses lagi cleaning saat plant shut down Jumlah dari hasil pengumpulan - Pengumpulan phtyalic anhydride dari sweeping pada kondisi Drain dari residue padat dan ex cleaning dihasilkan pada saat normal kurang lebih 40 (empat puluh) kg per hari tertentu saja (shut down plant dan dilakukan cleaning). dan ditempatkan di masingmasing tempat kegiatan dengan memperhatikan pengaruh hujan maupun keselamatan kerja • Pengelolaan Setelah jumbo bag/ container plastic penuh. Petrowidada memiliki sistem waste water treatment yang merupakan sebuah bentuk kewajiban perusahaan dalam prosedur penanganan limbah yang berupa penanganan. di dalam jumbo bag/ container plastik bekas ukuran 500 kg. dengan jumlah kurang lebih 2 (dua) container plastik besar ukuran 500 kg • Pengemasan Hasil pembersihan dari area pengantongan. Penanganan Limbah di PT. PT. dan sisa-sisa sampling laboratorium dikumpulkan secara khusus (tidak dicampr dengan sampah non B3). selanjutnya dilakukan serah terima dari unit penghasil limbah PA (Departemen Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 81 . Petrowidada menghasilkan 3 (tiga) jenis limbah.IV.yaitu phtyalic anhydride dalam bentuk padatan/ flake kotor yang dihasilkan dari : • Pengumpulan dari pembersihan ceceran di area bagging gudang Pengumpulan dari sisa-sisa sampling laboratorium yang tidak Drain residue padat dari proses produksi (LBR/ HBR). yaitu : a) • Limbah padat Limbah padat yang dimaksud adalah jenis limbah yang disimpan sebelum dilakukan pengelolaan lebih lanjut.

di dalam drum ukuran 200 liter. dan selanjutnya dilakukan pengaturan posisi limbah didalam gudang B3 tersebut Setelah terkumpul kurang lebih 4 (empat) ton. selanjutnya dilakukan serah terima dari unit penghasil limbah (Departemen Produksi/ Departemen Warehouse Logistik) kepada Departemen PGA Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 82 dilakukan pengelolaan lebih lanjut. yaitu : Pengumpulan dari oil bekas (ex proses. hal ini tergantung dari aktifitas plant Pengemasan Hasil dari cleaning tangki.Produksi). kepada Departemen Warehouse (GBJ) untuk dilakukan pemilahan antara yang dapat diproses dan sweeping (PA kotor) Departemen Warehouse (GBJ) menyerahkan kembali ke Departemen Produksi untuk PA yang dapat diproses. limbah PA yang sudah terkumpul tersebut dikirim ke pengelola (pihak III) yang sudah mempunyai rekomendasi pengelolaan atau dibakar di dalam tungku bakar b) • Limbah cair Limbah cair yang dimaksud adalah jenis cair yang disimpan sebelum line • Jumlah dari hasil pengumpulan • Jumlah dari pengumpulan limbah cair yang disimpan di dalam gudang B3 tidak ada. penggantian oil dari area plant dikumpulkan secara khusus. Departemen Warehouse (GBJ) menyerahkan kepada pengelola gudang (Departemen PGA). Selanjutnya dilakukan remelting/ pengolahan kembali ke dalam proses - Untuk PA sweeping kotor dan tidak dapat diproses. dan ditempatkan di masing-masing tempat kegiatan dengan memperhatikan pengaruh hujan maupun keselamatan kerja • Pengelolaan Drum yang berisi bekas oil/ o-Xylene. maupundari workshop) Pengumpulan bahan baku o-Xylene dari bekas cleaning tangki/ yang sudah tidak terpakai .

yaitu : • • • • • • Batas.- Departemen PGA dengan bantuan laboratorium melakukan analisa terhadap limbah tersebut dan selanjutnya membuat laporan ke Team Evaluasi Barang Bekas untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut c) Team evaluasi memberikan rekomendasi ke Departemen PGA untuk dilakukan penjualan ke pihak III Limbah gas/ Emisi gas Emisi gas PT. 12. c. Melakukan safety patrol bulanan pada unit kerjanya Melakukan sidang P2K3 secara periodik Memberikan masukan/ saran baik diminta atau tidak kepada Tengah pabrik Depan Pos PMK Depan Pos Satpam Incinerator Furnace Scrubber Sampai bulan Agustus 2010. Petrowidada mempunyai tugas dan tanggung jawab mengarahkan kegiatan K3 yang merupakan penjabaran kebijakan K3 yaitu : a. 04/Men/1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja Serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja. Petrowidada dibawah Nilai Ambang manajemen Dalam menjalankan tugas tersebut. IV. 1 tahun 1970 dan Permenaker No. P2K3 mempunyai fungsi yaitu : Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 83 . Petrowidada membentuk Organisasi P2K3 (terlampir). Petrowidada diperiksa oleh Dinas Lingkungan Hidup Pertambangan dan Energi dan dianalisa oleh PT. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P3K3) PT. b. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) Berdasarkan Undang-Undang No. Envilab Indonesia. maka PT. Daerah yang diambil sampel. emisi gas PT.

8. 4. 2. 5. Menyelenggarakan adminiistrasi keselamatan kerja. dan ergonomi. Penyakit Akibat Kerja. kerja. 4. termasuk bahaya kebakaran dan peledakan serta cara penanggulangannya. 10. Mengembangkan penyuluhan dan penelitian di bidang keselamatan Melakukan pemantauan terhadap gizi kerja dan menyelenggarakan Memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan kerja. 2. c. dan melakukan interpretasi hasil pemeriksaan. 7. melakukan pemeriksaan laboratorium. Kerja di tempat kerja. hygiene perusahaan. makanan di perusahaan. 1. Menghimpun dan mengolah data tentang Keselamatan dan Kesehatan Membantu menunjukkan dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja : Berbagai faktor di tempat kerja yang dapat menimbulkan gangguan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. dan gizi tenaga kerja. ekonomi. 9. Mengembangkan sistem pengendalian bahaya terhadap Keselamatan Mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan. Membantu pimpinan perusahaan menyusun kebijaksanaan manajemen dan pedoman kerja dalam rangka upaya meningkatkan keselamatan kerja. hygiene perusahaan. Mengevaluasi cara kerja. 3. dan kesehatan kerja. dan Kesehatan Kerja. 3. 6. kesehatan kerja. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 84 . Faktor yang dapat mempengaruhi efesiensi dan produktifitas kerja. Alat Pelindung Diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan.a. kesehatan kerja. higien perusahaan. proses. Mengembangkan laboratorium kesehatan dan keselamatan kerja. pekerjaannya. Cara dan sikap yang benar dan aman dalam melaksanakan Membantu pengusaha atau pengurus dalam : 1. b. serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Menentukan tindakan koreksi dengan alternatif terbaik. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tenaga kerja. dan lingkungan kerja. d.

perbaikan-perbaikan serta mencangkup banyak hal. 1. Petrowidada melaksanakan pekerjaannya sesuai prosedur. Departemen safety dan kru safety PT. 2. Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Safety) di perusahaan manajemen. Kesimpulan Dari hasil On The Job Training yang dilakukan selama 4 bulan ini dapat disimpulkan bahwa : 1.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V. Ada beberapa pendekatan yang dilakukan agar pekerja lain dapat mematuhi kebijakan perusahaan Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 85 . termasuk perencanaan.

Pekerjaan-pekerjaan personil safety yang tidak berkaitan dengan K3 sebaiknya dilakukan oleh tenaga lain seperti tenaga outsourcing. PT. V.3. Perlunya sosialisasi terhadap implementasi kebijakan K3 yang rutin dan berkesinambungan hingga ke tingkat paling bawah untuk membentuk budaya K3 tanpa adanya unsur paksaan/ keharusan melainkan karena unsur kebutuhan terhadap K3. tes kebocoran gas. 2. Petrowidada struktur organisasi yang baik. inspeksi. 3. Saran Adapun saran yang dapat diberikan penulis kepada perusahaan (terutama dalam bidang K3) setelah kegiatan On The Job Training ini adalah : 1. dan kesinambungan proses produksi. dll. Standart Operational Procedure (SOP). dimana setiap organisasi memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang besar untuk menjaga kelancaran. Hal ini untuk memudahkan personil safety dalam menjalankan tugasnya agar berjalan efektif dan efisien. Perlunya pelatihan atau kursus mengenai yang diikuti oleh kru safety untuk menambah perkembangan terbaru tentang pengetahuan dan wawasan K3. 4. alat proteksi kebakaran. keamanan. 2. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 86 . 4. Semua aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja sudah dimiliki dan dijalankan dengan baik seperti P2K3. Jika diperlukan menambah personil safety agar pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan K3 dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->