BAB I PENDAHULUAN

I. 1. Latar Balakang Program pembangunan nasional beradaptasi dengan era industrialisasi dan globalisasi yang ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan industri yang memanfaatkan teknologi canggih, sehingga perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas tenaga kerja, profesionalisme, berdaya saing dan kompetensi tenaga kerja yang ditujukan pada peningkatan kemandirian, kewirausahaan, etos kerja, disiplin dan mempunyai keahlian yang sesuai dengan spesifikasi bidangnya. Sejalan dengan pemikiran tersebut Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai sebuah institusi perguruan tinggi di Indonesia berupaya untuk mengembangkan sumber daya manusia dan IPTEK guna menunjang pembangunan industri, serta sebagai research university untuk membantu pengembangan kawasan timur Indonesia. Output dari PPNS-ITS diharapkan siap untuk dikembangkan ke dalam bidang yang sesuai dengan spesifikasinya. Oleh karena itu kerja sama dengan bidang industri perlu lebih ditingkatkan agar terdapat keseimbangan dalam penyampaian ilmu kepada mahasiswa, yaitu antara teori yang disampaikan melalui pemberian materi, yang dilakukan secara rutin di kelas sebagai salah satu metode kegiatan perkuliahan, dengan praktek yang merupakan kegiatan mengaplikasikan teori yang telah didapat secara langsung di dunia kerja. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan study excursie, on the job training, joint research, praktek kerja lapangan, dan lain sebagainya. Dengan syarat kelulusan yang ditetapkan, mata kuliah kerja praktek telah menjadi salah satu pendorong utama bagi tiap-tiap mahasiswa untuk mengenal kondisi sistem manajemen K3 di lapangan kerja dan untuk melihat keselarasan antara ilmu pengetahuan yang diperoleh dibangku kuliah dengan aplikasi praktis di dunia kerja.

I. 2.

Tujuan
Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 1

Tujuan pelaksanan On The Job Training ini adalah : 1. Untuk memenuhi beban satuan kredit semester (SKS) yang harus ditempuh sebagai persyaratan akademis di Program Studi D-4 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS. 2. 3. 4. Mengenal secara khusus bidang yang menjadi minat peserta yakni tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT. PETROWIDADA. Menumbuhkan dan menciptakan pola berpikir konstruktif yang lebih berwawasan bagi mahasiswa. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami implementasi K3 di dunia industri sekaligus mampu mengadakan pendekatan masalah secara utuh serta menganalisa kekurangan dan kelebihannya. 5. Membuka wawasan mahasiswa agar dapat mengetahui, memahami dan mengembangkan pelaksanaan aplikasi teoretis ilmunya ke dalam praktek secara nyata di dunia industri sehingga mahasiswa mampu menyerap dan berasosiasi dengan dunia kerja secara utuh. 6. Mengenal lebih jauh tentang pemanfaatan serta pengoperasian teknologi yang sesuai dengan bidang yang dipelajari di Program Studi D-4 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS.
7. Mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan individunya dengan terjun

langsung mempraktekkan pelaksanaan tugas sebagai seorang Ahli K3 yang diharapkan akan diemban nantinya 8. 9. Terciptanya suatu hubungan yang sinergis, jelas dan terarah antara dunia perguruan tinggi dengan dunia kerja sebagai pengguna outputnya. Meningkatkan kepedulian dan partisipasi dunia usaha dalam memberikan kontribusinya pada sistem pendidikan nasional.
10. Membuka kesempatan bagi dunia kerja dalam hal ini industri sebagai user dari

output perguruaan tinggi untuk dapat melihat secara langsung kemampuan sesungguhnya dari mahasiswa sebagai calon karyawan dimana hal tersebut diharapkan merupakan bagian dari proses seleksi sehingga dapat terjadi penyerapan tenaga kerja. 11. Mahasiswa dapat mengenal, mempelajari dan memahami aplikasi bidangbidang yang menjadi minatnya sehingga mampu melakukan analisis masalah.
Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 2

I. 3.

Manfaat 1. Bagi Perusahaan a) Perusahaan dapat melakukan sharing dengan mahasiswa mengenai perkembangan teori terbaru berkaitan dengan bidang yang diambil mahasiswa dalam hal ini adalah teknik keselamatan dan kesehatan kerja. b) Perusahaan 2. dapat memanfaatkan tenaga mahasiswa untuk melaksananakan tugas-tugas operasional sebagai sarjana sains terapan. Bagi PPNS-ITS Melalui kerjasama yang dibangun dengan dunia industri akan dapat menjadi ajang promosi mengenai keberadaan PPNS-ITS sebagai penyelenggara pendidikan. Selain itu manfaat lain yang dapat diperoleh adalah : a) Sebagai sarana pengenalan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai pertimbangan dalam penyusunan program di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya ITS. b) Sebagai bahan masukan dan evaluasi program pendidikan di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya ITS untuk menghasilkan tenaga terampil sesuai dengan kebutuhan dalam dunia industri. 3. Bagi Mahasiswa a) Membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk dapat melihat aplikasi teori yang telah didapat kedalam dunia kerja.
b) Merupakan media bagi mahasiswa untuk dapat melakukan praktek

kerja secara langsung di dunia industri sehingga dapat mengatasi kecanggungannya dalam berinteraksi dengan dunia kerja setelah lulus.
c) Merupakan

sarana

bagi

mahasiswa

untuk

dapat

mengenal

keanekaragaman, pemanfaatan, sekaligus aplikasi K3 yang digunakan dalam sistem manajemen K3 di industri guna menunjang pelaksanaan tugasnya sebagai Sarjana Sains Terapan ahli K3.

BAB II PROFIL PERUSAHAAN
Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 3

II. 1.

Umum PT. Petrowidada merupakan perusahaan yang bergerak di industri kimia

penghasil Phthalic Anhydride (PA). Atas lisensi dari Lurgi GMBH yang berpusat di Jerman Barat, berdiri pabrik PT. Petrowidada yang letaknya di kota Gresik, Jawa Timur. Tujuan utama didirikannya pabrik ini, untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri akan Phthalic Anhydride. Perusahaan ini berbentuk perseroan dengan status Penanaman Modal Asing (PMA), yang didirikan berdasarkan Surat Pemberitahuan tentang Persetujuan Presiden (SPTPP) No. 12/1/PMA/1985 tertanggal 23 Mei 1985, dengan komposisi modal total untuk pendirian pabrik (total investment) adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. PT. Petrokimia Gresik: 30% PT. Witulan Daewoo Corp. : 30% : 40%

Tetapi setelah berjalan beberapa tahun, komposisi sahamnya mengalami perubahan, bahkan ada investor baru yang masuk ke dalam perseroan ini, yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. PT. Petrokimia Gresik: 10,2% PT. Witulan Daewoo Corp. Justus Corp. : 5,1% : 13,6% : 5,1%

PT. Eterindo Wahanatama: 66%

PT. Petrowidada sendiri mulai mengoperasikan perdagangan Phtalic Anhydride (PA) seri pertama dengan kapasitas 30.000 MTPY pada Januari 1987 dan mengoperasikan Phtyalic Anhydride (PA) seri ke dua dengan kapasitas 40.000 MTPY pada November 1996 yang bersamaan dengan pengoperasikan Maleic Anhydride (MA) dengan kapasitas 3.000 MTPY. Sedangkan untuk pengoperasian Phtalic Anhydride (PA) seri ke tiga dengan kapasitas 70.000 MTPY pada Februari 2002, dan plastisizer dengan kapasitas 30.000 MTPA. Pada 20 Januari 2004, PT. Petrowidada mengalami ledakan yang diakibatkan oleh kelalaian karyawan sehingga mengakibatkan pemusnahan Phtalic Anhydride (PA) seri pertama dan seri ke dua serta Maleic Anhydride (MA). Pada Agustus 2004

Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS

4

4 km dari pelabuhan petrokimia. 3. II. Pemilihan lokasi pabrik harus dipikirkan secara hati-hati dengan mempertimbangkan baik dari teknis maupun dari segi ekonomis. 2. A) Phtyalic Anhidride C8H4O3 + 3 H2O Rumus molekul : C8H4O3 5 Spesifikasi phtyalic anhydride Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS . PT. 3. Dekat dengan supplier PT. tepatnya 20 km Surabaya. zat warna dan produk-produk kimia lain seperti herbisida. Lokasi Lokasi dari perusahaan memegang peranan penting. Kota Gresik. Petro Oxo Nusantara. 2. Petrowidada terletak pada wilayah Kawasan Industri Gresik (KIG). Dekat dengan bengkel untuk keperluan pemeliharaan dan perbaikan peralatan. 4. Dapat menyerap tenaga kerja di sekitarnya. Petrowidada memiliki sertifikat ISO 9002 pada tahun 1995 dan ISO 9001 pada tahun 2002. Lokasi pabrik telah memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut : 1. Dekat dengan sumber air. 5. 23 km dari pelabuhan tanjung perak Surabaya. alkyd resins. Petrokimia dan PT. Dekat dengan pembangkit tenaga listrik. Dekat dengan pelabuhan untuk memudahkan transportasi. karena akan mempengaruhi kedudukan perusahaan tersebut dalam persaingannya dengan perusahaan lainnya. Phtyalic Anhydride adalah bahan baku utama untuk pebuatan plastik. baik waktu pengadaan maupun pemasaran. PT. Untuk menghasikan produkproduk kimia tersebut tidak ada bahan lain pengganti phthalic anhydrid Reaksi: C8H10 + 3 O2 1. unsaturated polyester resins. Petrowidada adalah Phtyalic Anhydride (PA) dan hasil sampingannya berupa maleic anhydryd. Produk Produk utama PT. 6. agar tidak mengurangi areal pertanian atau perkebunan. dalam usaha mempertahankan kelangsungan perusahaan itu. II.diaktifkan kembali produksi Phtalic Anhydride (PA) seri ke tiga. Menempati tanah yang tidak subur atau tandus.

Molten colour 6.1% 4.85% : 130. Synonim Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS .Phthmaxalic Acid Anhydrite 8.2 Benzedicarboxilic acid . Debu-debu PA dapat menyababkan iritasi yang keras pada mata dan kulit serta menyebabkan kebakaran B.80C : max 20 APHA : max 0. merupakan reaksi asam dalam air dalam lendir membran. anhydrite Produck PA memiliki standart spesifikasi sebagai berikut : 1. 6. 4. After heating colour : max 50 PA yang larut dalam Alcohol.50C :130. Titik beku : 99. Maleic anhydrite Maleic anhydrite pertama kali ditemukan oleh pelouze tahun 1834 diperoleh dari pemanasan Maleic Acid dengan sari buah apel dan beberapa buah yang lain selanjutnya di peroleh melalui oksidasi benzene atau n-butane.628 kcal/mol : 5800C : menyengat : .Toxilic Aci 6 2. aceton.cairan putih 2. 5.1. apabila terhirup manusia akan terkonversi menjadi Phthalic Acid. Titik didih normal Titik beku Panas pembekuan Autoignation temperatur Flash point open cup : 1520C Bau Synonim : 284. benzen.1. Rumus molekul :H4H2O3 : .crystal putih .2. maupun Xylene memiliki uap yang mengandung uap anhydrite. dan bersifat higroskopos Spesifikasi maleic Anhydrite adalah sebagai berikut : 1. Penampakan (bentuk) : . 3. 7. Ash content 5. Kemurnian 3.3 Dioxophthalan dione .3 Isobenzofurandione .1.80C :5.

Molten colour 13. Penanganan transaksi pemsaran Export mulai inquiry sampai dengan penandatanganan kontrak / Potermasuk pembayaran dan waktu pengapalan/ pengiriman dikendalikan oleh CCCPL / PWD jakarta b. Bentuk . Ambang kebakaran rendah 10. Autoignition temperatur 9. Berat molekul 4.. 4. Mengevaluasi pembayaran apakah dilakukan dengan LC / Non LC untuk mengetahui persyaratan yang dikehendaki oleh pelanggan.80C : 202.Cis-Butenedioic Anhydrite . Larutan dalam air 14.06 : 52. kemudian mempersiapkan dokumen yang diperlukan untuk keperluan pengiriman / pengapalan Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 7 .1% volume : 33. Titik didih : 98. Bagian FG WH & Exim (di gresik)menerima dokumen SO/PO serta intruksi pengapalan / pengiriman dariCCPL / PWD jakarta sebagaiacuan keja d.keadaan soli . Pemasaran a. Melting point 5.CCPL mengirimkan CO (sales order).1 kcal/mol : 1100C :4470C : 1. pihak jakarta akan mengirim SO & copy L/C melalui Fax/e-mail c.5 Furandione Toxilic Anhydrite 3. PO(purchase order) & SI (shipping instruction) melalui Fax/e-mail ke bag.4% volume : 7.8 (40C) : max 50 Hazen : ya : menyengat : min 510C 6. berbau 15. Ambang kebakaran tinggi 11. Specific gravity 12. Setelah deal transaksi. Panas penguapan 7.2. Flash point cup 8. Atau jika deal transaksi melalui PWD jakarta.keadaan liquid : putih : bening II. Sp 16.FG WH & Exim di gresik.50C : 13.

ii.e. b. Terdapat dalam 9 departemen yaitu : 1. invoice. mengatur jadwal pengiriman / pengapalan dan memintakan persetujuan ke CCCPL / PWD jakarta mempersiapkan dokumen pra pengiriman / pengapalan antara lain : a) shipping instruction ke seksi gudang barang jadi untuk delevery barang b) PEB (pemberitahuan explor barang). Atas dasar PO / SI yang diterima dari CCCPL / PWD jakarta. Departemen PGA 4. Petrowidada adalah sebagai berikut : .6. Departement Produksi Departemen Engineering Departemen QC II. 5. PETROWIDADA merupakan perusahaan berskala besar dengan jumlah karyawan sebanyak 145 orang. 5. a. surat kuasa & DG (dangerous cargo) declaration c) Order kerja untuk EMKL dan pelayaran serta surveyor (jika diperlukan II. PE (persetujuan export : diterbitkan setelah barang masuk pelabuhan muat) – disiapkan oleh EMKL. parking. Departemen Staff Dir. Susunan organisasi Director terdiri dari : President Director Finance Director Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 8 8. Organisasi dan Karyawan PT. 9. Departemen Maintenance 6. & Environment Susunan organisasi PT. Departemen Safety. Inspection. Departemen Bussiness & Oparational 3. Departemen Finance 2. 7. Tugas dan tanggung jawab departemen secara umum 1. WH & Exim melakukan : i. 1. maka bagian FG.

Accounting dikepalai oleh seorang Supervisor membawahi : 1. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 9 . a.c. selain itu President Director juga memimpin dan membawahi langsung. (PWD Jakarta) Foreman membawahi Sales Adm. 2. b. Foreman membawahi : Book Keeper Clerk Cost. 3. d. Dikepalai oleh seorang supervisor membawahi Sales Adm. (PWD Jakarta) Clerk. Bussines Operasional Director Maintenance & Produksi Director Presiden Director membawahi dan mengkoordinasikan Director lainnya. Acc. c. Analysis Quality Foreman Electronic Data Procesing Foreman Susunan organisasi kerja yang bertanggung jawab langsung di Finance administration Departement dipimpin oleh seorang bawah koordinasi Finance Director terdiri dari : Manager membawahi Finance And Tax dikepalai oleh seorang Supervisor yang membawahi Finance & Tax Foreman yang membawahi Cashier Clerk. Foreman membawahi : Book Keeper Clerk Budget dikepalai oleh seorang Supervisor membawahi Budget Budget Clerk Book Keeper Clerk Foreman membawahi : d. 2. e. b. Marketing Departement oleh Manager yang membawahi Sales Section dikepalai oleh seorang Ass. Manager yang membawahi Sales Adm. Finance & Cashier (PWD Jakarta) dikepalai oleh seorang supervisor yang membawahi Budget (PWD Jakarta) Foreman membawahi Book Keeper (PWD Jakarta) Clerk. Gen. Acc. yaitu Analysis Quality Departement dikepalai setingkat Manager dan membawahi Analisis Quality Section setingkat Supervisor yang membawahi : a.

1) 2) Susunan oerganisasi kerja yang bertanggung jawab langsung di Secretary Production Departement dipimpin oleh seorang Manager Secretary Bagian produksi dikepalai oleh seorang Ass. b. & Bussiness Opertaional terdiri dari : membawahi : membawahi : -Distilation Operator membawahi Bagging PA & MA Ass. 3) Safety & Inspection Departement dipimpin oleh seorang Ass. Operator Demin Unit & Tank Yard Operator WWT Operator Waste solid/Incenerator Operator Process Engineer Supervisor membawahi Process Engineer Foreman membawahi Typist Clerk. Diesel & Comp. Operator • Boiler. Manager • Production Shift Supervisor membawahi : Board Panel Operator Oxidation Operator Sublimation Operator bawah koordinasi Prod. Manager membawahi : 1. a. 3. Manager membawahi Safety & Inspection Section dikepalai oleh seorang Ass.4. Safety Foreman membawahi Safety Operator Inspection Foreman membawahi Inspection Operator Typist Clerk Maintanance & R/Ddipimpin oleh Maintenance & R/D • Secretary 10 2. 4. Director membawahi : Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS .

Clerk b. Aff. Aff. Supervisor membawahi : a. Clerk Personal Supervisor membawahi : Personal Clerk Librarian Clerk 11 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS . Foreman membawahi Typist Manager dengan membawahi : membawahi : membawahi Pers. (PWD Jakarta) Supervisor Mechanical Eng. & Gen. Mechanical Eng. b. (PWD Jakarta) Foreman yang membawahi : b. & Gen. & Operational Departement dipimpin oleh seorang Secretary Pers. Foreman Electrical Foreman membawahi Electri Operator Instrument Foreman membawahi Instrument Manager membawahi: Operator 2. P & W Foreman membawahi P & W Operator Workshop Foreman membawahi Workshop Operator 4. Elect. Section dikepalai oleh seorang Ass. Supervisor membawahi : a. Pers. Mechanic Supervisor membawahi Mechanic Foreman membawahi Mechanin Operator 3. b.• Bagian Maintanance dikepalai oleh seorang Ass. c. & Gen. Aff. 1. Electrical Eng. Driver (PWD Jakarta) Clerk Recepcionist (PWD Jakarta) Clerk Messenger (PWD Jakarta) Ass. Workshop Supervisor membawahi : a. Manager a. & Inst. d. Foreman Instrumen Eng. 4) • • Tool Man Operator Buss.

00 WIB BAB III KEGIATAN OJT Kegiatan OJT selama 4 (empat) bulan di PT. PETROWIDADA dibedakan menjadi 2 jenis yaitu : 1. Gen. Aff.c. Clerk yang membawahi Cleaning Service Driver Foreman membawahi Driver Clerk. Karyawan shift Bekerja dengan sistem 3 shift yang terbagi sebagai berikut : − Shift I − Shift II − Shift III = Bekerja pada pukul 07. Clerk.00 WIB = Bekerja pada pukul 23. 2. Karyawan daily Bekerja dari hari senin-jumat dengan jam kerja dari pukul 07. Adm/Stationary/Foto Copy Clerk Gen. Aff.45 WIB. Security Foreman membawahi Security Clerk membawahi Cleaning Ass. yaitu : • Minggu ke-1. 2. Jam kerja perusahaan PT. Foreman Receptionist Clerk.00-15.30 16. Clerk. d. Supervisor membawahi Gen. PETROWIDADA merupakan perusahaan yang beroperasi 24 jam non-stop. Berdasarkan jam kerjanya. Clerk dan Mail Boy Ass. karyawan PT. tanggal 02 Agustus 2010 sampai dengan 06 Agustus 2010 Hari Senin Kegiatan Tempat Safety talk dan pengenalan Ruang rapat PT.00 WIB = Bekerja pada pukul 15. membawahi : Ass. II. Petrowidada. Aff.00-07.ENG Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 12 . Karyawan daily libur (off) pada hari Minggu atau hari libur Nasional.00-23.6.

alkyd. Proses produksi biodiesel dari bahan baku sampai menjadi barang jadi. Petrowidada reaktor Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 13 . Petrowidada Plant DOP.departemen safety Pengenalan perusahaan Selasa secara umum Pengenalan pabrik dan proses Rabu produksi PA secara umum Pengenalan pabrik dan proses Kamis produksi DOP. dan latex secara umum Pengenalan pabrik dan proses Jumat produksi biodiesel secara umum Senin. Serta proses hasil sampingannya sampai menuju proses methanol recovery. alat pelindung yang harus digunakan. Profil dan organisasi perusahaan dijelaskan oleh HRD perusahaan dan manajemen. tanggal 04 Agustus 2010. peserta OJT Kantor departemen safety di PT. Proses produksi PA dari bahan baku sampai menjadi barang jadi. Kamis. dan latex di PT. serta jalur evakuasi jika terjadi kebakaran. begitu juga dengan proses produksi alkyd dan latex Jumat. tanggal 06 Agustus 2010. AG diterima oleh pihak HRD dan diberi pembekalan safety secara umum di perusahaan oleh kru safety. Petrowidada. alkyd. alkyd. Safety talk berisi mengenai produk hasil pabrik. peserta OJT diperkenalkan pabrik dan proses produksi PA secara umum oleh kru produksi PT. Tapi penjelasan ini belum detail. • Minggu ke-2. Rabu. PT. AG. ENG Plant biodiesel di PT. Selasa. tanggal 05 Agustus 2010. bahaya. dan cara penanganan yang ada di perusahaan. Proses produksi DOP dijelaskan dari bahan baku sampai menjadi barang jadi. ENG. peserta OJT diperkenalkan profil dan organisasi secara umum. AG. ENG. peserta OJT diperkenalkan pabrik dan proses produksi biodiesel dan methanol recovery secara umum oleh kru produksi PT. peserta OJT diperkenalkan pabrik dan proses produksi DOP. tanggal 09 Agustus 2010 sampai dengan 13 Agustus 2010 Hari Senin Kegiatan Tempat Cek rupture disc di outlet Plant PT. Peserta OJT juga diperkenalkan kepada seluruh departemen di PT. bahan kimia. masih secara umum. tanggal 02 Agustus 2010. ENG Plant PA di PT. Petrowidada. tanggal 03 Agustus 2010. dan latex secara umum oleh kru produksi PT. dan PT.

dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. TK-9302. tanggal 10 Agustus 2010. ENG. Setelah dilakukan pekerjaan ini. Kegiatan cek rupture disc dilakukan di reaktor di PT.Tank yard PT. yang merupakan kegiatan rutin yang dilakukan departemen safety setiap 3 bulan. Thickness test pada ruang bakar boiler dilakukan khusus karena ada penurunan performance pada boiler. peserta OJT diberi tugas untuk mengikuti pekerjaan yang dilakukan oleh kru safety di perusahaan. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 14 . peserta OJT melakukan hidro test water tank DOP di plant PT. Hidro test water tank ini dilakukan khusus karena ada kemungkinan terjadi kebocoran yang dapat menyebabkan penurunan performance. hidro test. Heat condensor dicek secara visual. Setelah dilakukan pekerjaan ini. thickness test coil ruang bakar boiler. tetapi manometernya yang kurang akurat. yaitu inspeksi heat condensor. Penetrant test pipa boiler dilakukan setelah dilakukan pengelasan pada sambungan pipa boier dan pipa water tank. Petrowidada Jumat • Thickness test storage tank ortho-xylene shell T1D & T1C Senin. Petrowidada. Rabu. Hal ini bertujuan agar peserta OJT dapat langsung tahu dan memahami praktek safety kondisi di pabrik. peserta OJT melakukan pekerjaan yang dilakukan olrh kru safety. ENG Kamis 9301. Petrowidada condensor • Thickness test di Selasa dalam ruang bakar boiler • Penetrant test pipa boiler Rabu Hidro test di water tank DOP Plant DOP PT. Setelah pengecekan dilakukan pembuatan laporan yang disimpan di data base perusahaan Selasa.• Inspeksi heat Plant PT. Pengecekan rupture disc dilakukan dengan cek visual dan thickness test. ENG TK-9304 (bottom) • Plant PT. Inspeksi heat condensor merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh departemen safety. Kemungkinan pertama adanya kebocoran pada coil atau pada hasil lasan. diketahui bahwa tdak ada coil atau hasil lasan yang bocor. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. penetrant test pipa boiler di plant PT. tanggal 09 Agustus 2010. ENG Thickness test tangki TK. Petrowidada. TK-9304 (dyke 2) • Thickness test tangki • Tank yard PT. dan thickness test. Setelah dilakukan hidro test. tanggal 11 Agustus 2010.

Gliserin memiliki tingkat keasaman yang tinggi sehingga harus selalu dikontrol ketebalan tangki (bottom). Setelah itu. tanggal 13 Agustus 2010. ENG. Inspeksi khusus ini dilakukan karena adanya kemungkinan Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 15 . Tangki TK-9304 merupakan tangki yang berisi gliserin murni yang menjadi bahan baku dari DOP. Jumat. Storage tank ortho-xylene merupakan tangki yang berisi cairan ortho-xylene yang memiliki karakteristik mudah korosif dan mudah terbakar. TK-9304 (dyke 2) di tank yard PT. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. T1A. TK-9304 memiliki ketebalan yang masih diijinkan (toleransi). • Minggu ke-3. ENG • Tank yard dyke II PT. T2. tanggal 16 Agustus 2010. peserta OJT melakukan thickness test tangki TK9301. TK-9302. Petrowidada. peserta OJT Hari Senin Selasa Tempat Plant water base PT. ENG dan melakukan thickness test storage tank orthoxylene shell T1D & T1C di tank yard PT. ENG melakukan inspeksi reaktor 1 dan 2 di plant water base PT. TK-9302. Pada tangki TK-9301. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh departemen safety setiap 6 bulan sekali. ENG Plant PA PT. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. yang merupakan bahan baku pembuatan PA. Thickness test yang dilakukan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan departemen safety setiap 6 (enam) bulan sekali. dan Kamis T1B • Pengukuran kebisingan turbin Konsultasi dan pengenalan Jumat cara pengetesan dan instrumentasi laboratorium Senin. ENG. peserta OJT melakukan thickness test tangki TK9304 (bottom) di tank yard PT. ENG • Plant water base PT. dibuat laporan dan dianalisa apakah ada perubahan ketebalan tangki yang melebihi batas yang diijinkan atau tidak. tanggal 12 Agustus 2010. Setelah melakukan pekerjaan ini.Kamis. tanggal 16 Agustus 2010 sampai dengan 20 Agustus 2010 Kegiatan Inspeksi reaktor 1 dan 2 latex LIBUR 17 AGUSTUS • Cleaning rupture disc tangki TK-101 Rabu • Cek reaktor R-1101 & R-1201 • Thickness test tangki TK-2820. Petrowidada Laboratorium Quality Control (QC)PT. Setelah dilakukan pekerjaan di atas.

dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. Setelah memenuhi syarat. Petrowidada. peserta OJT melakukan pekerjaan cleaning rupture disc tangki TK-101 dan pengecekan reaktor R-1101 & R-1201 di plant water base dan tank yard PT. T1A. tanggal 20 Agustus 2010. Pengecekan reaktor R-1101 & R-1201 merupakan kegiatan lanjutan dari pekerjaan yang dilakukan kemarin. Pengukuran kebisingan juga kegiatan rutin departemen safety. Setelah melakukan pekerjaan ini. Inspeksi dilakukan dengan cara me-nonaktif-kan reaktor dan memberi sekat pada line-line yang berhubungan dengan reaktor. T2. maka kru safety siap untuk melakukan thickness test pada agigator dan shell reaktor. terdapat 3 titik yang melebihi NAB. ENG. Kamis. peserta OJT konsultasi serta pengenalan cara pengetesan dan instrumentasi laboratorium. inlet limbah. Setelah melakukan pekerjaan ini. • Minggu ke-4. tanggal 18 Agustus 2010.terjadi korosi pada agigator reaktor yang menyebabkan penurunan performance. tanggal 23 Agustus 2010 sampai dengan 27 Agustus 2010 Hari Senin Selasa Kegiatan Pembelajaran data-data yang berhubungan dengan K3 Cek ulang tangki TK-9304 dyke 2 Tempat Kantor departemen safety PT. tanggal 17 Agustus 2010. jika melakukan pekerjaan di sekitar turbin. Agigator reaktor dilas ulang dan dilakukan thickness test lagi. Rabu. Cleaning rupture disc tangki TK-101 merupakan kegiatan rutin departemen safety setiap 6 bulan sekali. Lalu dilakukan pengecekan kandungan CO. peserta OJT melakukan thickness test tangki TK2820. dibuat peraturan. Peserta OJT belajar mengenai material apa saja yang dites di laboratorium QC dan diperkenalkan alat-alat yang dipakai untuk melakukan analisa laboratorium. ENG 16 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS . ENG Tank yard dyke 2 PT. dan T1B serta pengukuran kebisingan turbin di plant PA PT. Maka. Setelah melakukan pekerjaan ini. Didapatkan hasil bahwa agigator sudah mengalami deformasi dan perlu dilakukan perbaikan. harap menggunakan earplug. Jumat. tangki bahan jadi. Dari 6 titik yang dilakukan pengukuran kebisingan. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. Sample laboratorium di dapatkan dari tangki bahan baku. libur 17 Agustus. Pekerjaan thickness test merupakan kegiatan rutin depaartemen safety. dan O2 di dalam reaktor. dan outlet limbah. Selasa. saat terjadi proses produksi. tanggal 19 Agustus 2010.

dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. Setelah melakukan pekerjaan ini. Pengecekan ulang ini dilakukan setelah dilakukan pengelasan pada bottom tangki TK-9304. Kamis. Thickness test dilakukan untuk mengetahui ketebalan tangki pada batas yang diijinkan. Pengecekan dilakukan karena adanya kemungkinan kebocoran yang menyebabkan penurunan performance. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. ENG. Alkyd. tanggal 23 Agustus 2010. Dari pengecekan didapatkan hasil bahwa tercadi kebocoran pada coil DT-3101 dan perlu dilakukan pengelasan. Setelah melakukan pekerjaan ini. Jumat. ENG Kantor departemen PT. dan instruksi kerja yang berlaku di perusahaan. Data yang dipelajari berupa kebijakan perusahaan. Setelah melakukan pekerjaan ini. Thickness test dilakukan setelah dilakukan pengelasan coil DT-3101 yang mengalami kebocoran kemarin. tanggal 25 Agustus 2010. manual. ENG. • Minggu ke-5. tanggal 27 Agustus 2010. ENG safety OJT mempelajari data-data yang berhubungan dengan K3 di kantor departemen safety PT. peserta OJT melakukan thickness test tangki DT3101 di plant solvent base PT. Data ini berpedoman pada ISO 9001. prosedur. Rabu. peserta OJT mempelajari dan memahami data yang berhubungan dengan K3. ENG Plant Solvent Base PT. Dari pengecekan. ENG. tanggal 24 Agustus 2010.Cek visual dan hidro test tangki DT-3101 Thickness test tangki DTKamis 3101 Pembelajaran dan Jumat pemahaman data yang berhubungan dengan K3 Senin. tanggal 26 Agustus 2010. peserta Rabu Plant Solvent Base PT. Selasa. 17 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS . peserta OJT malakukan pengecekan ulang tangki TK-9304 di tank yard dyke 2 PT. Data ini juga dicantumkan pada laporan OJT. peserta OJT melakukan pengecekan visual dan hidro test tangki DT-3101 di plant solvent base PT. Peserta OJT mempelajari tentang P&ID plant PA bersama pembimbing OJT di perusahaan. didapatkan hasil bahwa ketebalan coil DT-3101 masih pada batas yang diijinkan. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. ENG. tanggal 30 Agustus 2010 sampai dengan 03 September 2010 Hari Senin Kegiatan Safety patrol seluruh plant Tempat • Plant DOP.

ENG. Line DT-3201 merupakan line yang menghubungkan condensor dengan reaktor. Pengelasan dilakukan karena dari hasil pengecekan ditemukan adanya lubang di bottom tangki TK-9304. plant biodiesel dan plant methanol recovery di PT. Petrowidada. Jumat. tanggal 30 Agustus 2010. tanggal 02 September 2010. AG. Setelah melakukan pekerjaan ini. ENG • Plant Biodiesel dan methanol recovery PT. Peserta OJT mempelajari P&ID plant PA yang merupakan lanjutan dari hari sebelumnya. maka perlu dilakukan pengelasan. peserta OJT melakukan pengawasan pengelasan tangki TK-9304 di tank yard dyke 2 PT. AG dan Kantor departemen safety yang PT. Proses dimulai dari inlet sampai ke proses biological dan bagaimana cara menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan proses biological. Safety patrol merupakan kegiatan rutin departemen safety setiap 6 bulan sekali. tanggal 31 Agustus 2010. plant alkyd. ENG. ENG Rabu tangki TK-9304 Pembelajaran biological WWT PT. Hasil safety patrol akan dirapatkan dan dicarikan solusinaya. peserta OJT mempelajari data yang yang berhubungan dengan K3. Modifikasi ini diharapkan membuat pekerjakan semakin mudah dan efisien. dan plant latex di PT. peserta OJT mempelajari mengenai biological process waste water treatment di WWT PT.Pembelajaran pemahaman data berhubungan dengan K3 Pengawasan pengelasan Tank yard dyke 2 PT. tanggal 01 September 2010. ENG Senin. Selasa. Kamis. lalu akan diberikan kepada departemen yang bersangkutan dan direalisasikan. ENG. • Minggu ke-6. Rabu. plant DOP. peserta OJT melakukan pengawasan pengelasan line di plant solvent base PT. tanggal 06 September 2010 sampai dengan 10 September 2010 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 18 dan Latex PT. ENG. Yang perlu diperhatikan saat dilakukan pengelasan adalah grounding dan APD yang dipakai. tanggal 03 September 2010. ENG . dibuat laporan dan disimpan di database perusahaan. ENG Kamis proses waste water treatment (WWT) Jumat Pengelasan line alkyd Plant Solvent Base PT. peserta OJT melakukan safety patrol di plant PA DI Selasa PT. Proses biological dijelaskan oleh kru WWT secara teori dan praktek.

Kamis. Kamis. AG Libur idul fitri Libur idul fitri Libur idul fitri Libur idul fitri 06 September 2010. AG Kamis modifikasi handreel S-801 Mengawasi pembuatan dan Plant PT. peserta OJT mengajukan ijin untuk pulang kampung. tanggal 10 September 2010. Modifikasi handreel dilakukan sebagai bentuk pengaman yang dibuat agar terhindar dari bahaya jatuh.Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Senin. peserta OJT mengajukan ijin untuk pulang kampung. libur cuti bersama Idul Fitri. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 19 Hari Senin Selasa Rabu . Jumat. Tangki TK-806 berisi methanol murni yang akan dilakukan modifikasi pada line yang menghubungkan dengan reaktor biodiesel. AG Jumat pengelasan handreel S-801 Senin. tanggal 13 September 2010 sampai dengan 17 September 2010 Kegiatan Tempat Libur Idul Fitri Libur Idul Fitri Libur Idul Fitri Mengawasi pekerjaan Plant PT. peserta OJT mengawasi pembuatan dan pengelasan handreel S-801. Selasa. peserta OJT mengawasi pekerjaan modifikasi handreel S-801. Jumat. Selasa. tanggal 16 September 2010. tanggal 14 September 2010. peserta OJT mengajukan ijin untuk pulang kampung. tanggal 09 September 2010. tanggal 08 September 2010. Rabu. Modifikasi ini diharapkan membuat pekerjaan semakin mudah dan efisien. tanggal 07 September 2010. peserta OJT mengajukan ijin untuk pulang kampung. libur cuti bersama Idul Fitri • Minggu ke-7. tanggal 13 September 2010. peserta OJT melakukan cleaning tangki TK-806. Rabu. libur cuti bersama Idul Fitri. tanggal Kegiatan Tempat Cleaning tangki TK-806 Plant PT. tanggal 17 September 2010. Modifikasi ini adalah modifikasi lanjutan dari kemarin. Modifikasi masih dalam progres dan akan dilanjutkan besok. tanggal 15 September 2010.

Pengelasan dilakukan oleh kru mekanik dan setelah pekerjaan ini selesai. plant PA tidak melakukan proses produksi. Petrowidada Jumat turbin Senin. Setiap pekerjaan shut down dilakukan sesuai jadwal yang sudah dibuat (terlampir). dibuat laporan dan disimpan di database perusahaan. tanggal 22 September 2010. Kamis. dan pendinginan reaktor dengan udara dari temperatur 200oC sampai suhu kamar. Persiapan shut down untuk cooling down reaktor. peserta OJT melakukan persiapan shut down di PT. Mulai pukul 07. peserta OJT melakukan persiapan shut down di PT. Jumat. Petrowidada Selasa (colling down steam) Pengujian tekanan (test PT. Pengangkatan rupture disc dan atap reaktor dilakukan oleh crane yang telah mendapat ijin melakukan pekerjaan tersebut. Press test yang dilakukan sesuai dengan program shut down. tanggal 20 September 2010 sampai dengan 24 September 2010 Kegiatan Tempat Persiapan shut down PT. Pekerjaan ini mencangkup pendinginan reaktor dengan BFW dari temperatur 365oC menjadi 200oC. tanggal 20 September 2010. Petrowidada. peserta OJT melakukan pengujian tekanan pada switch condensor di PT. Petrowidada Persiapan shutdown PT. tanggal 24 September 2010. tanggal 23 September 2010. Saat pekerjaan ini berlangsung. peserta OJT melakukan pengawasan perbaikan turbin di Petrowidada. tanggal 21 September 2010. Rabu. mengosongkan salt ke DV-3130. Petrowidada Kamis rupture disk dan atap reaktor Pengawasan maintenance PT. Petrowidada. peserta OJT melakukan pengawasan pengangkatan rupture disc dan atap reaktor. Petrowidada Rabu press) switch condensor Pengawasan pengangkatan PT. Perbaikan ini merupakan kegiatan rutin yang Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 20 Hari Senin . • Minggu ke-8. Petrowidada. Pekerjaan ini diharapkan membanyu untuk meningkatkan performance saat plant berjalan kembali.00 WIB. Selasa. membuka bottom manhole reaktor. Proses produksi yang telah berjalan dilanjutkan sampai menjadi produk jadi dan melakukan pendinginan pada switch condensor HE-3210 A/B/C. Petrowidada. Perbaikan turbin dilakukan oleh vendor yang telah mendapat ijin kerja dari safety PT. tidak boleh ada pekerja di sekitar area crane bekerja (radius 10 meter).

Petrowidada Plant PT. • Minggu ke-9.Petrowidada untuk melakukan pengisian katalist ke reaktror. Selasa & Rabu. Setelah itu. tanggal 27 September 2010 sampai dengan 01 Oktober 2010 Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Senin. tanggal Kegiatan Pembersihan reaktor katalis Hidro test di PA plant Hidro test switch condensor Pengisian katalis ke reaktor Pengisian katalis ke reaktor 27 September 2010. Petrowidada. peserta Tempat Plant PT. Petrowidada Plant DOP PT. Petrowidada Plant PT. Setelah dilakukan pekerjaan di atas. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. ENG Kantor departemen safety di 21 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS . tanggal 04 Oktober 2010 sampai dengan 08 Oktober 2010 Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Kegiatan Pengisian katalis ke reaktor • Pengecekan visual • Thickness test Pengawasan pemasangan atap reaktor dan rupture disk Hydro test condensor untuk pompa vaccum (DOP Plant) Pemahaman data-data K3 07 Tempat Plant PT. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. Pada pengecekan hydrotest dilakukan selama minimal 30 menit dengan kekuatan tekanan air 1-3 bar. Hal ini bertujuan agar peserta OJT dapat langsung tahu dan memahami praktek safety kondisi secara langsung untuk proses pembersihan reaktor. • Minggu ke-10. Petrowidada OJT diberi tugas untuk mengikuti pekerjaan yang dilakukan oleh kru safety. Hal ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kebecoran pipa maupun coil yang ada pada plant PA dan switch Condensor. Petrowidada Plant PT. yaitu Hidro test di plant PA dan Switch Condensor. tanggal 30 September dan 1 Oktober 2010. Petrowidada Plant PT. peserta OJT mengikuti pekerjan yang dilakuakn oleh para pekerja produksi di PT.dilakukan vendor setiap 2 tahun sekali untuk mengetahui adanya kerusakan atau penurunan performance turbin. untuk ikut mengawasi pembersihan reactor katalist di PT. peserta OJT melakukan pekerjaan yang dilakukan olrh kru safety. Pengisian katalist ini di pandu langsung oleh orang dari pihak suplyer katalist PA yaitu perusahaan asing dari Jerman.Petrowidada Plant PT. yang dilakukan pada tiap-tiap titik yang dilakukan hydrotest. Kamis & Jumat. Petrowidada Plant PT. tanggal 28 & 29 September 2010.

Setelah kebocoran terditeksi. • Minggu ke-11. dan PT. tanggal 5 Oktober 2010. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. tanggal 4 Oktober 2010. peserta OJT masih mengikuti proses pekerjan yang dilakuakn oleh para pekerja produksi di PT. ENG safety Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 22 . oleh karena itu diperlukan hydrotest untuk mengetahui kebocoran. Setelah itu. Eterindo Nusa Graha. peserta OJT membantu kru safety untuk melakukan pengecekan visual dan thicnees test pada reactor. maka giliran tukang las perusahaan yang akan mengelas kebocoran tersebu. Jumat 8 Oktober 2010. sebagai referensi tambahan ilmu untuk penyusunan laporan OJT. Pompa vacuum di DOP saat itu mengalami beberapa kebocoran kecil san tipis. ENG Senin. Pekerjaan ini membutuhkan dua safety permit dari Dep. tanggal 6 Oktober 2010. Pembelajaran ini bertujuan untuk lebih memahami safety di PT. tanggal 11 Oktober 2010 sampai dengan 15 Oktober 2010 Hari Senin Selasa Kegiatan Belajar mengenai kearsipan dan laporan dikantor Pengawasan pengelasan Tempat Kantor departemen PT. setelah itu dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. Kamis 7 Oktober 2010. Anugerahinti Gemanusa. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. Selasa.SIE yaitu coll permit untuk hydrotest dan hot permit untuk pekerjaan pengelasan. peserta OJT hanya melakukan pemahaman dan pembelajaran k3 di dalam ruangan kantor SIE. PT. Setelah selesai melakukan pengecekan. Petrowidada. Pengisian katalist ini di pandu langsung oleh orang dari pihak suplyer katalist PA yaitu perusahaan asing dari Jerman. Pemasangan kembali ini dilakukan dengan bantuan mobile crane jadi pelaksanaan dan pengawasanya ini dilakukan dengan pengawsan k3 kontruksi. ENG Plant PT. Dimana pekerjaan menggunakan pesawat angkat dan angkut. Petrowidada untuk melakukan pengisian katalist ke reaktror.dikantor PT. peserta OJT melakukan pekerjaan yang dilakukan olrh kru safety. peserta OJT bersama dengan kru Safety ikut melakukan persiapan dan pengawasan pemasangan atap reactor dan rupture disk. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan reactor untuk ditutup dan difungsikan kembali. yaitu Hydro test condensor untuk pompa vaccum (DOP Plant). dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. Setelah dilakukan pekerjaan di atas. Rabu.

Anugerahinti Gemanusa. Eterindo Nusa Graha dan PT. Setelah selesai melakukan pengawasan itu dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan.(modif line drain) water base Pengawasan pengelasan latex Plant PT. Kamis 14 Oktober 2010. Dan sebagai referensi tambahan ilmu untuk penyusunan laporan OJT. PT. Pekerjaan modifline ini memerlukan hot permit dari Dep. PT. Anugerahinti Gemanusa. ENG Plant PT. Pembelajaran ini bertujuan untuk lebih memahami safety di PT. tanggal 13 Oktober 2010. peserta OJT hanya melakukan pemahaman dan pembelajaran k3 di dalam ruangan kantor SIE. Selasa. • Minggu ke-12. ENG Rabu plant (water base) Pembelajaran data-data k3 Kantor departemen safety di Kamis dikantor PT. Petrowidada. Anugerahinti Gemanusa.SIE karena menggunakan peralatan pengelasan. Modifline ini dilakukan bertujuan untuk memudahkan akses jalanya proses waterbase. AG Kantor departemen safety di PT. tanggal 11 Oktober 2010. Eterindo Nusa Graha dan PT. . peserta OJT membantu kru safety untuk melakukan pengawasan terhadap pengelasan (modifline drain) water base. ENG Pengawasan pengelasan Plant PT. PT. Jumat 15 Oktober 2010. sebagai referensi tambahan ilmu untuk penyusunan laporan OJT. AG 23 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS . tanggal 18 Oktober 2010 sampai dengan 22 Oktober 2010 Hari Senin Selasa Rabu Kegiatan Pengawasan dan Thicness test line TK-601 Pengumpulan data untuk laporan Belajar proses produksi biodiesel berbahan baku Tempat PT. tanggal 12 Oktober 2010. Rabu. AG Jumat tangga di AG Senin. Eterindo Nusa Graha. peserta OJT hanya melakukan pemahaman dan pembelajaran mengenai kearsipan dan bentuk-bentuk laporan k3 di dalam ruangan kantor SIE. Pembelajaran ini bertujuan untuk lebih memahami safety di PT. peserta OJT bersama dengan kru Safety ikut melakukan pengawasan pekerjaan pengelasan di water base (latex plant) yang masih meneruskan pekerjaan modief line pada hari selasa. peserta OJT hanya melakukan pemahaman dan pembelajaran k3 di dalam ruangan kantor SIE. Pembelajaran ini bertujuan untuk lebih memahami safety di PT. dan PT. Petrowidada. Dan sebagai referensi tambahan ilmu untuk penyusunan laporan OJT. Petrowidada.

PT. Dimana peserta OJT diajak langsung menmgelilingi plant biodesl dan ditunjukan secara langsung hasil dari PFAD dan Stearin. Pada tangki TK-601 memiliki ketebalan yang masih diijinkan (toleransi). dan Jepang. peserta OJT belajar proses produksi biodiesel berbahan PFAD dan stearin secara langsung ke lapangan. dan ternyata hasil biodiesel Stearin lebih jernih dan berkualitas dibandingkan dengan hasil dari PFAD. Di PT. AG dan CCR Kamis berbahan baku PFAD secara teoritis Belajar proses produksi Kantor PT. 21 . Thickness test yang dilakukan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan departemen safety setiap 6 (enam) bulan sekali. 20 Oktober 2010. Anugerahinti Gemanusa.PFAD & stearine Belajar proses biodiesel Kantor PT. dibuat laporan dan dianalisa apakah ada perubahan ketebalan tangki yang melebihi batas yang diijinkan atau tidak. Amerika. dibuat laporan yang disimpan di database perusahaan. Anugerahinti Gemanusa terdapat plant pengolahan biodiesel dimana biodesel sendiri dapat diolah dari beberapa bahan baku. AG. Setelah itu. Anugerahinti Gemanusa. Rabu. tanggal 25 Oktober 2010 sampai dengan 29 Oktober 2010 Hari Kegiatan Tempat 24 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS . Dan sebagai referensi tambahan ilmu untuk penyusunan laporan OJT. Kamis & Jumat . peserta OJT melakukan thickness test line tangki TK-601 tank yard PT. Di jelaskan melalui P&ID dari proses awal hingga hasil akhir dari biodiesel. 19 Oktober 2010. Pesrta OJT belajar proses produksi biodiesel PFAD & Stearin secara teoritis di control room bersama dengan supervisior produksi dari PT. Eterindo Nusa Graha dan PT. Untuk pemasaranya sendiri biodiesel Stearin di khususkan untuk di Ekspor ke luar negeri seperti Eropa. AG Jumat biodiesel berbahan baku stearine secara teoritis Senin. Eterindo Nusa Graha. peserta OJT mencari dan pengumpulan data k3 di dalam ruangan kantor SIE di PT. Sedangkan biodiesel PFAD di gunakan untuk konsumsi dalam Negeri. • Minggu ke-13. Petrowidada. Setelah dilakukan pekerjaan di atas. Pada hari ini peserta OJT belajar proses biodiesel berbahan PFAD dan STEARIN. Selasa. Setelah itu peserta OJT mencatat hasil diskusi yang dilakukan bersama dengan supervisior produksi.22 Oktober 2010. tanggal 18 Oktober 2010. Pengumpulan data ini bertujuan untuk lebih memahami safety di PT.

Belajar proses produksi biodiesel berbahan baku soyabean Belajar proses produksi Selasa biodiesel berbahan baku soyabean Belajar proses biodiesel Rabu berbahan baku soyabean secara teoritis Belajar proses methanol Kamis recovery Belajar proses methanol Jumat recovery Senin & Selasa, 25-26 Oktober 2010, peserta Senin

Plant PT AG Plant PT. AG Kantor PT. AG Plant PT. AG Kantor PT. AG OJT belajar proses produksi biodiesel

berbahan baku Soyabean (minyak kedelai) secara langsung ke lapangan. Di PT. Anugerahinti Gemanusa terdapat plant pengolahan biodiesel dimana biodesel sendiri dapat diolah dari beberapa bahan baku. Pada hari ini peserta OJT belajar proses biodiesel berbahan Soyabean (minyak kedelai). Dimana peserta OJT diajak langsung menmgelilingi plant biodesl dan ditunjukan secara langsung hasil dari Soyabean, dan ternyata hasil biodiesel Soyabean sangatlah jernih dan berkualitas tinggi. Pemasaranya sendiri di khususkan untuk di Ekspor ke luar negeri seperti Eropa, Amerika, dan Jepang. Rabu, 27 Oktober 2010, Pesrta OJT belajar proses produksi biodiesel Soyabean (minyak kedelai) secara teoritis di control room bersama dengan supervisior produksi dari PT. Anugerahinti Gemanusa. Di jelaskan melalui P&ID dari proses awal hingga hasil akhir dari biodiesel. Setelah itu peserta OJT mencatat hasil diskusi yang dilakukan bersama dengan supervisior produksi. Kamis & Jumat, 28-29 Oktober 2010, Peserta OJT belajar tentang proses methanol recovery di PT. Anugerahinti Gemanusa. • Minggu ke-14, tanggal 01 November 2010 sampai dengan 05 November 2010 Hari Senin Selasa Rabu Kamis Kegiatan Menyelesaikan laporan bulanan untuk safety permit Memasukkan data untuk laporan analisa limbah bulanan Belajar proses produksi PA Tempat Kantor departemen safety di PT.ENG Kantor departemen safety di PT. ENG di PT.

Kantor produksi Petrowidada Pengawasan pengelasan line Plant PT. AG

Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS

25

ART-101 ke T-403 Konsultasi TA dan laporan Kantor departemen safety di Jumat OJT pada pembimbing PT. ENG Senin, 01 November 2010, peserta OJT membantu Dep.SIE dalam menyelesaikan laporan bulanan untuk safety permit. Dimana laporan ini mencakup semua kegiatan produksi maupun maintenance yang pekerjaanya membutuhkan persetujuan dari pihak SIE. Persetujuan itu berupa safety permit yang terdiri dari cold permit dan hot permit yang hasil pelaporanya akan di rekap dan di dokumentasikan di Dep.SIE yang berada di kantor PT.Eterindo Nusa Graha. Selasa, 02 November 2010, peserta OJT membantu Dep.SIE dalam menyelesaikan laporan bulanan untuk data analisa limbah bulanan. Dimana data analisa yang dilaporkan ini adalah data dari satu bulan Oktober. Yang laporan analisa itu adalah dari pihak QC yang mengambil sample dari WWT (Waste Water Treatment). Dan hasil dari analisa satu bulan itu akan di rekap dan di dokumentasikan di Dep.SIE yang berada di kantor PT.Eterindo Nusa Graha. Rabu, 03 November 2010, peserta OJT belajar produksi PA yang ada di PT. Petrowidada bersama dengan Supervisior produksi PA. pembelajaran dimulai dari P&ID yang dikendalikan melalui control room palnt PA 3, penjelasan dimulai dari awal proses sampai hinga hasil PA akhir yang berupa liquid dan padatan. Sampai pada proses drain dan baging yang dilakukan di loading dan gudang baging. Kamis, 04 November 2010, peserta OJT ikut membantu kru safety untuk pengawasan pekerjaan pengelasan line ART-101 ke T-403. Pengawasan menggunakan hot permit karena harus mengijinkan pekerjaan las. Jumat, 05 November 2010, peserta OJT melakukan konsultasi untuk proses pengerjaan laporan OJT dan konsultasi TA kepada Pembimbing OJT. Untuk proses pencarian data dan kelengkapan-kelengkapan dokumen untuk pengerjaan proposal OJT. • Minggu ke-15, tanggal 08 November 2010 sampai dengan 12 November 2010 Hari Senin Selasa Rabu Kegiatan Mengawasi pekerjaan modifikasi Line TK-805 A ke line feed R-101 Observasi dan pengambilan data untuk TA Observasi dan pengambilan data untuk TA Tempat Plant PT. AG Plant PT. Petrowidada Kantor departemen safety di PT. ENG
26

Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS

Mengawasi pekerjaan Plant PT. AG modifikasi line TK- 805 A ke P-601 Observasi dan pengambilan Kantor departemen safety di Jumat data untuk TA PT. ENG Senin, 08 November 2010, peserta OJT ikut membantu kru safety untuk pengawasan Kamis pekerjaan pengelasan untuk modifikasi line TK-805A yang berisikan Stearin menuju ke line feed R-101 yaitu agigator. Untuk memudahkan proses pemindahan steari dari tangki penyimpanan menuju reactor pengaduk (agigator). untuk di dokumentasikan pada laporan Dep.SIE. Selasa & Rabu, 09 -10 November 2010, peserta OJT melakukan observasi dan pengambilan data TA di perusahaan. Dengan masing-masing observasi dan pengambilan data yang diperlukan peserta OJT adalah, SMK3 PT.Petrowidada , Layout gudang B3 PT. Petrowidada dan Layout sistem hydrant di PT. Petrowidada, PT.Eterindo Nusa Graha, dan PT. Anugerahinti Gemanusa. Juga beberapa data lainya yang mendukung untuk pengerjaan TA para peserta OJT. Kamis, 11 November 2010, peserta OJT ikut membantu kru safety untuk pengawasan pekerjaan pengelasan untuk modifikasi line TK-805A yang berisikan Stearin menuju ke P-601 . Untuk memudahkan proses pemindahan stearin dari tangki penyimpanan menuju P-601. Pengawasan menggunakan hot permit karena harus mengijinkan pekerjaan las. Setelah selesai pengawasan hasil dicatat untuk di dokumentasikan pada laporan Dep.SIE. Jumat, 12 November 2010, peserta OJT melakukan observasi dan pengambilan data TA di perusahaan. Dengan masing-masing observasi dan pengambilan data yang diperlukan peserta OJT adalah, SMK3 PT.Petrowidada , Layout gudang B3 PT. Petrowidada dan Layout sistem hydrant di PT. Petrowidada, PT.Eterindo Nusa Graha, dan PT. Anugerahinti Gemanusa. Juga beberapa data lainya yang mendukung untuk pengerjaan TA para peserta OJT. • Minggu ke-16, tanggal 15 November 2010 sampai dengan 19 November 2010 Hari Senin Selasa Rabu Kamis Kegiatan Pengerjaan laporan OJT Observasi dan pengumpulan data di Perusahaan Libur Idul Adha Pengerjaan laporan OJT Tempat Kantor PT. ENG Plant PT. Petrowidada, PT. ENG, dan PT. AG Kantor departemen safety di
27

Pengawasan menggunakan hot

permit karena harus mengijinkan pekerjaan las. Setelah selesai pengawasan hasil dicatat

Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS

PT. ENG Asistensi dan konsultasi Kampus PPNS-ITS Jumat laporan OJT pada koordinator OJT Senin, 15 November 2010, peserta OJT mulai mengerjakan laporan OJT di dalam ruangan Dep.SIE, yang dibantu oleh Pembimbing OJT dan data-data yang mendukung untuk pengerjaan laporan OJT. Selasa, 16 November 2010, peserta OJT melakukan observasi dan pengumpulan data yang mendukung untuk pengerjaan laporan OJT. Dan tentunya untuk mengambil data di perusahaan harus menggunakan surat ijin pengambilan data yang diberikan oleh Dep.SIE kepada peserta OJT, agar bisa mengambil data di semua Departemen di PT. Petrowidada, PT. Eterindo Nusa Graha, dan PT. Anugerahinti Gemanusa. Rabu, 17 November 2010, Libur Idul Adha Kamis, 18 November 2010, peserta OJT melanjutkan mengerjakan laporan OJT di dalam ruangan Dep.SIE, yang dibantu oleh Pembimbing mendukung untuk pengerjaan laporan OJT. Jumat, 19 November 2010, peserta OJT melakukan asistensi dan konsulti laporan OJT kepada koordinator OJT di Kampus PPNS-ITS. Dan ada beberapa koreksi dan revisi yang disarankan oleh dosen koordinator OJT untuk diperbaiki kembali. • Minggu ke-17, tanggal 22 November 2010 sampai dengan 26 November 2010 Tempat Kantor departemen safety di Senin PT. ENG Pengerjaan laporan Kantor departemen safety di Selasa PT. ENG Mengerjakan laporan OJT Kantor departemen safety di Rabu dan asistensi pada PT. ENG pembimbing perusahan Mengerjakan laporan OJT Kantor departemen safety di Kamis PT. ENG Mengerjakan laporan OJT Kantor departemen safety di Jumat PT. ENG Senin & Selasa, 22-23 November 2010, peserta OJT kembali mengerjakan laporan OJT yang telah di revisi oleh dosen koordinasi OJT dari kampus. Untuk di selesaikan pada tahap pengerjaan terakhir. Hari Kegiatan Pengerjaan laporan OJT dan data-data yang

Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS

28

Anugerahinti Gemanusa. Selasa. Eterindo Nusa Graha. mengucapkan rasa hormat dan terimakasih yang sebesarbesarnya kepada seluruh staff dan karyawan yang telah membantu peserta dalam menyelesaikan tugas belajar semester VII. Bp. yaitu On The Job Training yang dilakukan selama empat bulan lamanya di PT. 24 November 2010.. Petrowidada.Rabu. 29 November 2010. peserta OJT melakukan asistensi kepada pembimbing OJT. untuk laporan OJT dan mendapatkan sedikit revisi yang akan diperbaiki untuk penyelesaian laporan OJT. Setelah pengerjaan laporan selesai. ENG PT. peserta OJT melanjutkan mengerjakan laporan OJT yang telah direvisi oleh pembimbing OJT di perusahaan untuk diselesaikan. 30 November 2010. • Minggu ke-18. Peserta OJT menyerahkan hasil laporan OJT yang telah dikerjakan kepada pihak perusahaan untuk didokumentasikan. Arief Widodo. dengan meminta persetujuan dan tandatangan dari Manager Safety Inspections & Envioremental OJT selama empat bulan lamanya. ENG dan PT AG Rabu Kamis Jumat Senin. PT. PT. peserta OJT melakukan Asistensi terhadap pihak perusahaan. dan PT. Eddy Sulistyo P. laporan dicetak secara hard copy untuk di kumpulkan kepada pihak perusahaan dan pihak kampus. tanggal 29 November2010 sampai dengan 30 November 2010 Hari Senin Selasa Kegiatan Asistensi laporan OJT kepada pembimbing perusahaan Penyerahan laporan OJT dan perpisahan Tempat Kantor departemen safety di PT. IR dan Supervisior Safety Inspections & Envioremental Bp. ST selaku pembimbing OJT peserta Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 29 . Dan peserta OJT berpamitan serta perpisahan. Petrowidada. 25-26 November 2010. Kamis & Jumat.

Proses ini dipilih karena mempunyai energi yang cukup rendah serta mempunyai beberapa keuntungan. antara lain : 1. Proses Produksi a) Reaksi oksidasi Reaksi umum Oksidasi yaitu berkontaknya Ortho xylene dengan oksigen dan katalis Vanadium Pentoksida (V2O5) hingga menjadi Phthalic Anhydride adalah C8H10 + 3O2 PA = Phthalic Anhydride (C8H4O3) Dengan hasil samping reaksi oksidasi sebagai berikut : 1. CO 6. air. Maleic Anhydride (C4H2O3) 2. C4H2O3 + 4CO2 + 4H2O C7H6O2 + CO2 + H2O C8H6O4 + 2H2O C5H4O3 + 3CO2 + 3H2O 8CO + 5H2O 8CO2 + 5H2O PA + 3H2O Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 30 . Citraconic Anhydride (C5H4O3) 4. Benzoic Acid (C7H6O2) 3. karena proses Van Heyden mampu meminimalisasi kebutuhan steam. dan listrik dari luar. Phthalide (C8H6O4) 5.BAB IV ANALISA DAN PENGOLAHAN DATA IV. Petrowidada menggunakan proses Van Heyden. 1. Konsumsi utilitas yang rendah. CO2 Macam – macam reaksinya sebagai berikut : 1) C8H10 + 15/2 O2 2) C8H10 + 5/2 O2 3) C8H10 + 2 O2 4) C8H10 + 6 O2 5) C8H10 + 13/2 O2 6) C8H10 + 21/2 O2 b) Deskripsi proses Dalam proses pembuatan Phthalic Anhydride (PA) di PT.

kemudian terjadi oksidasi secara parsial dengan bantuan katalis V2O5 (Vanadium Pentoksida). dan Electrical Salt Heater (HT-3130). dan 5 bar dengan suhu outlet sebesar 180 0C. boiler (HE3131). reaksi terjadi pada suhu 4500C dan merupakan reaksi eksothermis. 4 bar. dll. kemudian dipompa menuju Heater bertingkat (HT-3110 – HT-3112) dengan tekanan 2 bar. yaitu salt dapat melewati reaktor (RE-3130). maka digunakan Electrical Salt Heater (HT-3130). Campuran komponen masuk ke reaktor pada tube-tube. Proses ini terbagi menjadi 3 unit proses utama dan 1 unit finishing (Flaker and Bagging). untuk menjaga suhu salt agar tetap stabil dan salt tetap cair. Campuran Ortho-Xylene dan udara dari Mixer (MX-3130) masuk ke dalam Reaktor Multi Tube (RE3130) pada suhu 1600C dalam wujud seperti kabut (fox). Untuk menjaga suhu reaksi agar tetap stabil. Hasil reaksi dari reaktor berupa vapour pada suhu 350 0C masuk Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 31 . Salt solution ini berfungsi untuk menyerap panas yang timbul akibat reaksi eksothermis yang terjadi pada saat reaksi sedang berlangsung di dalam reaktor. sodium nitrat. yaitu : 1) Oxidation Unit Ortho-Xylene Tank (T-1B) pada suhu 250C dipompa masuk ke Orthoxylene Filter (SE-3120) untuk menghilangkan impurities seperti Fe. Udara di ambil menggunakan blower (BL – 3110) yang digerakkan oleh electric generator (GE – 3110) dengan menggunakan steam turbin (TU – 3110) dan difilter dengan udara filter (SE-3110). Operasinya aman dengan efisiensi yang tinggi. Ortho – xylen yang masuk ke Air Mixer akan didorong dari belakang oleh udara. sehingga dua komponen ini bercampur. Dalam salt circulator ini dapat diperoleh sirkulasi salt yang bagus. sodium nitrit) yang dipompa dari tangki storage salt menuju ke salt circulator (PU-3120) dan dilakukan pengadukan.2. Salt solution ini bersikulasi pada bagian shell reaktor. udara yang telah difilter masuk dihembuskan ke dalam Air Mixer (MX3130) bersamaan dengan Ortho-Xylene yang masuk dari atas. maka digunakan salt solution (campuran potassium nitrat. Kemudian ortho-xylene masuk Heater (HT-3120) untuk dipanaskan hingga 1400C.

BA. vapour menempel pada fin tube yang dialiri dengan cold oil dengan suhu operasi ± 56 0C. dengan sprayer air demin pada scrubber maka MA ditampung dalam MA storage tank. dan sisanya dibuang ke udara. Dalam sublimasi unit ini terbagi menjadi 3 fase : a. terjadi perubahan gas PA dari gas menjadi padat. 2) Sublimation Unit Fungsi Liquid Condensor (HE-3200) ini untuk mengurangi beban pada Switch Condenser. kemudian dipanaskan sampai meleleh dengan menggunakan hot oil dengan suhu ± 175 0C dan produk keluar sebagai CPA pada suhu 140 0C dan ditampung dalam Raw PA Tank (DV-3210). sebelum masuk ke Switch Condenser gas melewati Liquid Condenser (HE-3200) dengan suhu keluar 140 0C. Padatan-padatan PA menempel pada fin tube. Vapour yang tidak terkondensasi mengandung sebagian kecil PA. dll keluar dari switch condensor sebagai off gas dan ditarik oleh jet venturi scrubber (MX-3220) menuju scrubber (TW-3220).15% nya langsung ke Crude PA Tank (DV-3210) dan sisanya ke Switch Condensor (HE-3210) yang akan mengalami proses sublimasi (perubahan dari gas menjadi padat kemudian cair). Waktu yang dibutuhkan untuk fase receiver ini adalah 120 menit. c. Pada tahap ini.Fase receiver/ Fase kondensasi Vapour yang tidak terkondensasi di liquid condensor masuk dalam fase receiver.Fase cooling Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 32 . b. MA. Pada fase ini. off gas yang berlebih dibakar pada insenerator. karena di dalam Liquid Condensor ini terjadi kondensasi PA gas sehingga sebagian inlet dari Liquid Condenser kira – kira sebesar 11% . Fase melting Padatan PA yang menempel pada fin tube. Selain ke scrubber.dalam Superheater dengan suhu keluaran 287 0C kemudian menuju Economizer sehingga suhu turun menjadi 170 0C. Waktu yang diperlukan dalam proses melting ini adalah 40 menit.

BA. Sedangkan heavy produk berupa PA pada suhu 295 0C menuju ke Distilasi Coluomn.Setelah proses melting. Agar PA tetap tercampur sempurna. b. Topping coloumn PA dari Agieng Tank dengan suhu 285 0C menuju ke Topping Coloumn (TW-3320). Topping Coloumn (TW-3320) adalah colomn distilasi yang terdiri dari 34 tray dan PA sebagai feed masuk pada tray ke 19. CA. dan proses pada Distilasi Coloumn. Dalam proses ini juga di injeksikan nitrogen. Untuk mempertahankan suhu pada Ageing Tank dilengkapi dengan pipa pemanas yang dialiri hot oil therm yang disebut tracing. Dalam coloumn ini. a. Proses ini berjalan dengan waktu tinggal minumum 8 jam.Proses pada ageing tank CPA (Crude Phthalic Anhydride) dari proses sublimasi dengan suhu 150 0C dipompa ke dalam Ageing Tank (RE-3310). Di dalam ageing tank ini terjadi proses penguapan air yang awalnya bercampur dalam CPA dan air yang menguap dikondensasikan pada Topping Column Condenser (HE-3321). Proses distilasi dari CPA sampai menjadi PA murni melalui beberapa tahapan yaitu: proses pada Ageing Tank. hal ini merupakan safety untuk proses-proses utama (batasan oksigen harus < 2%). proses pada Topping Coloumn. dll. Pada bagian bawah coloumn Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 33 . switch condensor didinginkan dengan menggunakan cold oil pada temperatur 560C dan posisi valve hot oil tertutup dan valve cold oil terbuka. 3) Distilation unit CPA dari Raw PA Tank (DV-3210) dipompa oleh Raw PA Pump (PU3210) menuju proses distilasi. Waktu yang diperlukan dalam fase cooling ini adalah 20 menit. kemudian ditampung dalam Storage Tank (DV-3410). pada Ageing Tank dilengkapi dengan 2 pengaduk. Proses ini dilakukan untuk persiapan menerima PA gas yang masuk (fase receiver). komponen yang boiling pointnya lebih rendah dari PA akan teruapkan dari puncak coloumn dan disebut LBR (Low Boiling Residu) atau Light Ends seperti MA. Dalam proses ini dilakukan injeksi nitrogen untuk menghilangkan oksigen dalam tank.

komponen yang boiling pointnya lebih tinggi dari PA akan ditampung dalam Storage Tank (DV-3410) dijadikan satu dengan light ends dari Topping Coloumn dan disebut HBR (High Boiling Residu) sebagai bottom produk. Dalam coloumn ini. Produk residu ini termasuk limbah yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kebutuhan natural gas pada furnace.Distilasi coloumn Heavy Produk dari TW – 3320 masuk ke Distillation Coloumn (TW – 3330) melalui bagian bawah coloumn distilasi yang terdiri dari 24 tray.digunakan Topping Coloumn Reboiler (HE-3320) dengan media pemanas hot oil therm. Produk residu yaitu HBR dan LBR yang dikumpulkan jadi satu di dalam Storage Tank (DV-3410). dijadikan sebagai media pembakar untuk hot oil therm (High Temperature Oil) di dalam furnace (FN – 3420). 4) Finishing unit PA murni dari Storage Tank (TK-3510) dipompa menuju ke PA Flaker (FA-3520) yang didalam proses ini terdapat pan sebagai tempat PA Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 34 . dan destilasi coloumn. Sedangkan destilat produk berupa pure PA dikondensasikan terlebih dahulu oleh Distillation Coloumn Condensor (HE-3331) sebelum ditampung dalam Storage Tank (TK-3510). jika telah dicapai kondisi optimal produk dikeluarkan dari bottom. Pada bagian bawah coloumn digunakan Distillation Coloumn Reboiler (HE-3330) dengan media pemanas HT oil (High Temperature Oil) atau hot oil therm yang dapat mencapai suhu 330 0C. Furnace ini digunakan untuk menaikkan temperatur hot oil therm (High Temperature Oil) sebagai media pemanas pada ageing tank. topping coloumn. Sebagian PA yang tidak terkondensasi masuk Distillation Vent Condensor (HE-3332) untuk dikembalikan ke scrubber. Topping Coloumn beroperasi dengan tekanan atmosfer. c. Karena Distillation Coloumn ini beroperasi dengan tekanan vacuum maka penarikan distilat (PA murni) dilakukan dengan Distillation Coloumn Vacuum Ejector (EJ-3333). Dalam proses ini juga di injeksikan nitrogen.

Debu tersebut dikemas tersendiri dan dikembalikan ke proses remelting. PETROWIDADA yaitu PT. Untuk yang molten dari tangki TK-3510 yang bekapasitas 1000 ton langsung di distribusikan ke konsumen. PETROWIDADA seperti ke jakarta atau untuk di ekspor ke luar negeri yang membutuhkan PA dalam bentuk liquid. ETERINDO NUSA GRAHA. Namun tidak menutup kemungkinan pendistribusian ke PT. kemudian masuk dalam PA Bagging Machine (PE-3520) atau hopper dan siap untuk dikemas menjadi 2 macam kemasan yaitu 25 kg dan 600 kg. Untuk debu – debu yang dihasilkan flaker ditarik oleh kompressor dan ditangkap oleh PA flaker Deduster. Pendistribusian jalur ini ditujukan untuk konsumen yang berada jauh dari PT. Pendistribusian jalur ini ditujukan untuk konsumen yang berada jauh dari PT. dan pisau. PA murni akan dijual dalam 2 macam bentuk yaitu molten dan flake. Pendistribusian jalur ini ditujukan untuk konsumen yang berada dekat dengan PT. Penerapan K3 di PT.murni.  Truk Pendistribusian ini berlaku untuk produk flake Phthalic Anhydride dengan kemasan. PETRONIKA dan PT. IV. 2. ETERINDO NUSA GRAHA bila ada kerusakan di pipa distribusi.  Tank Truck Pendistribusian ini berlaku untuk produk molten Phthalic Anhydride. Pendistribusian produk ke konsumen ada 3 macam :  Pipa Pendistribusian ini berlaku untuk produk molten PA. Petrowidada IV. PETROWIDADA seperti ke jakarta atau untuk di ekspor ke luar negeri. 1. PETRONIKA dengan range waktu 4 jam sekali pengiriman dan PT. PA murni yang masuk dalam pan kemudian menempel pada drum berputar dengan kecepatan putar yang disesuaikan dengan kapasitas produksi dan PA yang menempel pada drum dispray dengan cooling water dengan suhu 26 0C sehingga terbentuk padatan PA seperti potongan – potongan kristal putih. drum berputar. Alat Pelindung Diri (APD) Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 35 .2.

Khusus Alat pelindung diri yang dipakai sesuai dengan kebutuhan karyawan di tempat kerja berdasarkan jenis pekerjaan dan petensi bahaya yang ada. serbuk gerinda/geram.Alat pelindung diri adalah peralatan safety yang dipakai karyawan untuk melindungi dirinya dari kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja. Petrowidada dikategorikan menjadi dua yaitu : 1. Alat pelindung diri yang dipakai untuk melindungi mata dari debu. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 36 . Bagian-bagian helm terdiri dari : • Cap/topi terbuat dari bahan yang keras Tali penahan/net berfungsi sebagai peredam Tali dagu/chainstrap berfungsi untuk menjaga agar helm Alat pelindung mata (Eye Protection) tidak jatuh. Jenis-jenis eye protection : - Spectacle yang berupa kacamata (googles) Dust/chemical splash googles Impact googles Face shield (pelindung muka) Alat bantu dan pelindung pernafasan (Respirator) - • Alat pelindung diri yang dipakai untuk melindungi pernafasan dari debu fisik atau uap/gas kimia. meliputi safety helmet dan safety shoes. 2. Contoh : safety helmet. cahaya UV atau bahan kimia berbahaya. Jenis-jenis APD sebagai berikut : • Alat pelindung kepala (Head Protection) Alat pelindung diri yang dipakai untuk melindungi kepala dari benturan dan kejatuhan benda. Terdiri dari : Respirator fisik (masker debu) untuk melindungi pernafasan dari debu fisik. Alat pelindung diri di PT. Umum Alat pelindung diri yang menjadi persyaratn minimal untuk masuk ke area plant.

Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 37 . yaitu ketinggian lebih dari 2 meter dengan posisi tempat kerja tidak tetap. dipakai untuk pekerjaan yang beresiko Congress/gaiter type. sepatu yang memiliki sel khusus yang tahan terkena aliran listrik. sepatu yang dilengkapi dengan metal pelindung pada ujungnya yang bertujuan untuk melindungi kaki dari cedera karena tertimpa benda maupun tersandung. - Safety shoes with metal guard. sepatu yang terbuat dari karet atau material khusus lain dan digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan cairan kimia atau pekerjaan basah lainnya. - dari percikan bunga api.- Respirator kimia untuk melindungi pernafasan dari Self contained breathing apparatus (SCBA) untuk Airline hose untuk digunakan pekerja yang memasuki debu/uap/gas kimia. tersandung. - For wet work. atau terkena cairan kimia. digunakan pada tempat kerja dengan ketinggian diatas 2 meter dan tempat kerja yang tidak tetap. Jenis-jenis safety shoes : - Metal free shoes. Biasanya dipakai di area konstruksi. - confined space dalam jangka waktu yang lama dengan memanfaatkan udara bersih. • Pelindung kaki (Safety Shoes) Alat pelindung diri yang dipakai untuk melindungi kaki dari cedera akibat tertimpa benda. Biasanya dipakai oleh pengelas. dipakai untuk melindungi kaki Reinforces. • Alat pelindung jatuh (Safety Belt) Digunakan untuk pekerjaan yang memiliki resiko jatuh dari tempat ketinggian. Jenis-jenisnya antara lain : - Safety belt. melindungi pernafasan dari kekurangan suplai Oksigen. - terhadap tusukan paku atau benda tajam.

• Alat pelindung diri yang digunakan untuk melindungi telinga dari bahaya kebisingan yang melebihi NAB (Nilai Ambang Batas).2. bererakan. digunakan untuk pekerjaan penanganan Alat pelindung telinga (Ear Protection) potensi bahaya panas. baik sebagai penyebab timbulnya penyakit. dan aman serta dapat meningkatkan produktifitas kerja yang lebih optimal bagi seluruh karyawan.- Body harness. panas. Biasanya dipakai oleh pengelas. Kebersihan lingkungan (Housekeeping) Kebersihan lingkungan kerja (Plant Housekeeping) memegang peranan yang penting sehubungan dengan keselamatan dan kesehatan kerja para karyawan. bahaya kecelakaan. Tempat kerja yang kotor. Petrowidada cara pelaksanaannya diatur dalam beberapa hal. Jenis-jenisnya antara lain : Ear plug Ear muff Setiap departemen memiliki jenis pekerjaan yang beragam dan berbeda. Kebersihan lingkungan di PT. licin. - bahan kimia dan di laboratorium. Alat pelindung tubuh antara lain : - Appron. dan sejenisnya merupakan salah satu sumber bahaya. • Pelindung tubuh (Body Protection) Alat pelindung diri yang dipakai untuk melindungi badan dari potensi bahaya yang ada (bahan kimia. digunakan pada tempat kerja dengan tingkat perindungan lebih baik dibandingkan dengan safety belt. nyaman. dll. PT. yaitu : Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 38 . Petrowidada telah membuat prosedur umum dalam pemilihan APD berdasarkan jenis pekerjaan yang dilakukan IV.). maupun bahaya kebakaran. digunakan untuk pekerjaan yang memiliki Chemical coat. 2. Tempat kerja yang rapi dan bersih dapat membangkitkan perasaan tenang. tidak teratur.

Setiap kecelakaan kerja yang dialami atau diderita oleh seorang karyawan. dan lain sebagainya yang isebabkan adanya produksi merupakan tugas dan tanggung jawab pihak kegiatan • produksi untuk membersihkannya Kotoran sisa pekerjaan yang disebabkan adanya kegiatan perbaikan dari bagian pemeliharaan merupakan tugas dan tanggung jawab bagian pemeliharaan untuk membersihkannya. semenjak ia meninggalkan rumah kediaman menuju ke tempat pekerjaannya.3. Inspection & Environment. maupun sekembalinya dari tempet kerjanya menuju rumah kediamannya. 2.• Kotoran. melalui jalan yang biasa ditempuh/ wajar. 3. Kecelakaan Kerja Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang dialami oleh seorang karyawan. baik ringan mauun berat harus dilaporkan secara tertulis ke Bagian Keselamatan Kerja dalam waktu tidak lebih dari 24 jam dengan mempergunakan formulir laporan dan Penyidikan Kecelakaan Kerja yang telah disediakan oleh Departemen Safety. 1. Petrowidada menetapkan prosedur tetap untuk setiap terjadi kecelakaan kerja. sampah. Bagian Keselamatan Kerja sesuai dengan pasal 27 Undangundang Kecelakaan Tahun 1947 no. Petrowidada IV. Petrowidada. Kecelakaan Kerja dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di PT. yaitu : 1. selama jam kerja dan jam istirahat. meskipun saat itu berada di area lain • • Setiap pimpinan unit kerja bertanggung jawab dalam hal Sampah yang terkumpul di unit-unit kerja (di bak sampah) kebersihan dan kerapian lingkungan kerjanya setiap hari diangkut untuk dibakar/ dibuang di tempat yang telah ditentukan IV. 33. PT. PT. diharuskan melaporkan setiap kecelakaan kerja yang dialami atau diderita oleh seorang karyawan ke Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 39 .

2. Inspection & Environment serta tembusan/ tindasannya ke Bagian Administrasi Personalia 4.E. karyawan lainnya yang bertugas di daerah tersebut harus segera menelepon pesawat (031)3951945 Ext. Personalia. Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja untuk menuju ke lokasi kejadian/ perawatan sementara penderita guna melakukan penyidikan kecelakaan IV.3.I. Selanjutnya Bagian Keselamatan Kerja akan membentuk Tim yang terdiri dari unsur atasan penderita. anggota safety Representative atau karyawan lainnya harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut: • Bawalah korban ketempat yang teduh dan aman dimana cukup tersedia udara bersih • • • • Longgarkan semua pakaian Lakukan pernapasan buatan Panasilah dengan botol air panas pada ujung-ujung jari kaki Berilah dia minum yang panas dan bau-bauan yang merangsang Tanda-Tanda Bahwa Orang Itu Pingsan Adalah : Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 40 dan tangan.maka haruslah ia segetra mendapatkan pertolongan pertama dari karyawan lainnya. Dokter perusahaan diharuskan pula melaporkan keadaan korban dengan mengisi formulir Laporan Kecelakaan dan mengirimkan aslinya ke Departemen Safety. . punggungnya dan perutnya 2. Prosedur penanganan P3K di PT. Setiap kecelakaan diluar hubungan kerja agar dibuat laporan dan tembusan/ tindasannya dikirimkan ke Bagian tertulis oleh atasan langsung penderita yang ditujukan kepada atasannya Keselamatan Kerja.Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat dalam waktu tidak lebih dari 2 X 24 jam 3.582 atau HT frekuensi safety departemen S. Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)  1.untuk segera mendapatkan bantuan transfortasi/ ambulance. Petrowidada Apabila ada seseorang pingsan atau shock pada waktu menjalankan tugas karena sebab lain.

mual dan muntah Pusing Sering menguap Penglihatan brkunang-kunang Denyut nadi cepat/ tidak teraba Tidak sadar Tanda-Tanda Orang Itu Terkena Shock Adalah : 3.segera bawa kerumah sakit Rujukan perusahaan Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 41 . mendapatkan haruslah ia kecelakaan segera yang mengakibatkan mendapatkan pertolongan pertama.karyawan yang lain bertugas di daerah tersebut harus segera menelpon pesawt : 3951945 Ext.582 atau HT frekuensi safety untuk segera mendapatkan bantuan dan atau transfortasi. segera ditutup dengan kasa atau peban steril pada tempat lukanya. • Keringat dingin • Pucat.• • • • • • • Keringat dingin Pucat. mual dan muntah • Gelisah/ apatis • Badan dingin • Nadi kecil cepat kadang-kadang tidak teraba • Nafas panjang dan lambat • Reflek orang-orang mata menurun • Tidak sadar 4. Apabila seseorang pendarahan. anggota pada waktu safety reprevresentative atau karyawan lain harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut: • Tekan dengan perban steril di tempat perdarahan dan balut kuat-kuat untuk mencegah perdarahan lebih lanjut • Apabila pendarahan terjadi dikepala. Pada waktu menunggu datangnya transfortasi / ambulance.

Apabila seseorang terbakar badannya dan kemudian pingsan.maka orang tersebut harus berguling-guling dipasir untuk mematikan apinya.• Apabila pendarahan terjadi dileher. setelah itu digendong dengan kain yang diikat pada leher d) Patah tulang lengan : Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 42 . kemudian tempat terbakar agar diolesi dengan vasekin atau levertraan zalf yang tersedia dosetiap kotak P3K dan penderita diselimuti. maka pertama-tamayang harus diatasi adalah pingsannya terlebih dahulu seperti pada butir 1. setelah itu penderita dibawa kerumah sakit Rujukan perusahaan. Apabila ada orang terbakar bajunya. jangan sekali-sekali memecah kulit yang bengkak berisi air. kemudian segera bawa kerumah sakit Rujukan perusahaan • Apabila pendarahan terjadi dibagian perut dan ususnya keluar. baru kemudian ditolong seperti prosedur. punggung tekanlah dengan perban steril di tempat perdarahan dan agar dibalut. maka pada tempat yang patah dipasang dua papan (spalk) dan kemudian diperban dan selanjutnya dibawa kerumah sakit Rujukan Perusahaan a) Patah tulang pahanya : Spalk dipasang dikiri & kanan dari betis dan kemudian dibalut b) Patah tulang kering betis : Spalk dipasang di kiri & kanan dari betis dan kemudian dibalut c) Patah tulang lengan: Spalk dipasang dikiri & kanan dari tangan dan kemudian dibalut.dilarang keras berusaha memasukan usus kembali kedalam perut 5. Apabila terjadi sebuah kecelakaan yang mengakibatkan patah tulang. 6. segera tekan dengan perban steril ditempat perdarahan dan dibalut (jangan terlampau kuat) kemudian segara bawa kerumah sakit Rujukan perusahaan • Apabila perdarahan terjadi dibagian dada. tutuplah dengan perban steril.

Olesi dengan vaseline atau leveltraan zalf pada bagian yang terbakar. baju segera siram dengan air sebanyak-banyaknya selama 15 menit atau menggunakan safety shower dan eye-wash fountain yang tersedia. kulit. letakkan bantal dibawah tulang leher yang patah kemudian segera dibawa kerumah sakit Rujukan perusahaan g) Patah tulang dan tulang terlihat keluar dari kulit : Mula-mula tutup tempat tulangyang keluar dengan perban steril. Kontaminasi Alkali : Apabila terjadi alkali memercik/ tertumpah kena mata. kemudian segera dibawan kerumah sakit Rujukan Perusahaan f) Patah tulang leher : Terlentangkan penderita menengadah. Tebakar karna asam Apabila seseorang terpecik. kulit. Terkena gas / cairan bahan kimia : Bila terkena segera cuci dengan air bersih banyak-banyak minimum 15 menit dan segera bawa ke dokter.Spalk dipasang di kiri & kanan dari lengan dan kemudian dibalut. baru dipasang spalk seperti cara-cara tersebut diatas 7. setelah itu digendong dengan kain yang diikat pada leher e) Patah tulang belakang : Terlentangkan penderita menengadah pada tempat yang keras dan rata. bila keracunan pernafasan segera beri pertolongan dengan pernafasan buatan dan segera bawa kedokter 9. kemudian dikeringkan pada udara terbuka dan selanjutnya disiapkan ditempat penyimpanan 8. atau tersiram bahan kimia asam pada bagian mata. baju segera siram denga air banyak-banyak selama 15 menit atau Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 43 . kemudian dibalut. Semua alat-alat keselamatan kerja yang terkena asam harus dibersihkan dengan air sebanyak-banyaknya. Kemudian panggil ambulance untuk membawa penderita kerumah sakit rujukan perusahaan.

Hembuskanlah udara dari mulut saudara kedalam mulut korban kuat-kuat sampai udara keluar dari hidung korban . Shock akibat aliran listrik a) Bebaskan korban dari aliran listrik dengan jalan memutus switch yang langsung mengalirkan aliran listrik tersebut. Pernafasan buatan : Apabila terjadi kecelakaan dan korban tidak bernafas. bisa juga ditarik dengan tali. maka segera dilakukan pernafasan buatan. beri pacu jantung / cardiac massage 11. segera angkat korban ketempat yang aman.menggunakan safety shower dan eyewash fountain yang tersedia.Tarik dagu keatas .tetaoi semua alat-alat pertolongan tersebut harus kering b) Setelah bebas dari aliran listrik. setelah itu dilihat pernafasannya. hembuskan udara yang kedua kedalam mulut korban .bila tidak bernafas segera ditolong dengan pernafasan buatan c) Bila denyut jantung berhenti.Tarik nafas dalam-dalam . Olesi dengan vaselin atau levartraan zalf pada bagian yang terbakar.Terlentangkan korban dengan kepala menengadah . Adapun pernafasan buatan ada macammacam cara sebagai berikut dibawah ini: a) Dari mulut ke mulut : . Kemudian memanggil ambulance untuk membawa penderita kerumah sakit rujukan perusahaan 10. Apabila aliran listrik tidak dapat diputus.Kira-kira 15 kali hembuskan tiap-tiap satu menit Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 44 . usahakan agar penderita ditarik dengan tangan. bisa juga ditarik dengan pertolongan tongkat anti listrik.Pada waktu udara keluar dari hidung tersebut. tetapi harus memakai sarung tangan karet anti listrik yang tersedia di unit produksibdan harus berdiri diatas papan yang kering.Dekatkan mulut saudara kemulut korban .

Korban diletakkan terlentang .2.Letakkan kedua tangan korban pada dada .Ini dilakukan berkali-kali 12 kali dalam satu menit c) Methode schafer : .Kembali lagi pada posisi semula .Penolong jongkok diatas korban .tunggu udara keluar dari hidung .Dilakukan berkali-kali e) Methode EVE : .Letakkan korban pada papan dimana papan tersebut digerakkan naik turun pada sumbu di tengah-tengah papan .3.4 .b) Methode holger & nielsel : .Korban diletakkan terlentang .Terlungkupkan korban dan kepala diatas kedua tangannya .Ikat korban pada papan .Penolong duduk pada sisi korban dan tekan perutnya dengan kedua belah tangan .Letakkan korban terlentang dengan tangan tengkurap menyentuh tanah .Penekanan dihentikan.Gerakkan papan naik turun 4 detik kebawah 3 detik keatas f) Methode umum : .Penolong jongkok dengan kaki membuka sedemikian rupa sehingga kepal korban ada diantara kaki 8 penolong .Tekan lagi masing-masing dua detik dan biarkan udata keluar masing-masing tiga detik d) Metode schester : .Angkat kedua tangan sampai membuat setengah lingkaran dan menyentuh ditanah lagi pada kiri dan kanan sipenolong .Lepaskan tekanan tangan korban pada hitungan keempat .Tekan kedua tangan korban tersebut kuat-kuat pada hitungan 1.Kepala korban diputar 900 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 45 .

Kunci kotak P3K dipegang oleh pimpinan unit kerja.. pergudangan persediaan obat-obatantersebut hampir habis. 1. Atasan akan mengirim karyawan tersebut kerumah sakit Rujukan perusahaan untuk mendapat perawatan 3. 4.I & E sehingga isi kotak P3K senmantiasa cukup Pimpinan unit kerja bertanggung jawab atas administrasi dan kelengkapan seluruh isi kotak P3K tersebut IV. karena keadaannya yang tidak mampu berjalan. Setiap karyawan yang sakit atau merasa adanya gejala-gejala sakit 2. Pertowidada Kebakaran merupakan salah satu dari bentuk kecelakaan yang merugikan baik secara materiil maupun immateriil. Apabila karyawan yang sakit tersebut. penderita harus beristirahat maka ia akan mendapatkan istirahat dirumah ataupun di rumah sakit 5.Penolong jongkok sedemikian rupa sehingga badan korban berada diantara kedua kakinya . Kotak-kotak P3K tersebut berisi obat-obatan berikut alat-alatnya 3. Apabila menurut pertimbangan dokter perusahaan. Sistem Pencegahan dan Proteksi Kebakaran di PT.4. Kotak P3K ditempatkan diberbagai unit instalasi pabrik. pimpinan korban akan langsung rujukan perusahaan meminta transportasi/ ambulance untuk membawa penderita ke rumah sakit 4. Dokter akan memberitahukan kepada pimpinan korban tentang keadaan pasien yang dirawat melalui telepon/ melalui personalia  Kotak P3K kantor administrasi dan tempat-tempat strategis lainnya 2.Angkat pada punggungnya selama 2 1/2 detik  Sakit harus segera melaporkan kepada atasannya 1. Apabila 1. Bahaya Kebakaran .Tekan punggung korban selama 2 1/2 detik . Karena kecelakaan ini Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 46 IV. maka pimpinan unit kerja wajib meminta obat-obatan tersebut kepada departemen S.

bahkan nyawa manusia. Bahan gas: Acetilyn ( C2H2). kertas. solar. Nyala api terjadi karena adanya reaksi dari 3 unsur. PETROWIDADA merupakan klasifikasi bangunan bahaya kebakaran berat. spirtus. dan oksigen yang berjalan dengan cepat dan seimbang. yaitu: • • • Bahan bakar Panas Oksigen Bahan padat: kayu. karena termasuk industri kimia yang memproduksi Phthalic Anhydride (C8H4O3) yang mempunyai nilai kemudahan terbakar tinggi dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas tinggi dan perjalanan api cepat. Bahan cair: bensin. Teori Segitiga Api Api terjadi dari 3 unsur. bangunan. Jika dipandang dari sudut industri kecelakaan ini berakibat dapat menghentikan proses produksi atau aktivitas yang menimbulkan kerugian secara financial yang cukup besar terhadap perusahan terkait. plastic.dapat menghilangkan barang. propan ( C3H8 ). Sedang pembakaran tidak akan terjadi bila kadar oksigennya kurang dari 12 %. panas. dsb. dsb.4.1 Segitiga Api Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 47 . Ketiga unsur tersebut adalah yang menbentuk api yang digambarkan sebagai berikut: Gambar 4. karet. harta. 2. butan ( C4H10 ) Prosentase oksigen diudara bebas adalah 21 % dan suatu tempat Bahan-bahan mudah terbakar contohnya: • • • dinyatakan masih memiliki keaktifan pembakaran bila kadar oksigennya lebih dari 15 %. dan mengakibatkan kebakaran yang besar. PT. oli. IV. yaitu bahan baker.

yaitu dengan menurunkan panas sehingga temperature bahan yang terbakar turun sampai dibawah titik normalnya • Cara isolasi.Prof. Dr. sehingga dapat berindak dengan cepat untuk menghindari korban jiwa atau kerugian material yang besar. Dengan data Umum dan data bangunan Plant area PA sebagai berikut:  DATA UMUM : Plant Area PA-III : Industri Kimia : Jl. yaitu kelalaian. 3. • Cara pendinginan. Sh Gresik : PT. maka sangat diperlukan kemampuan untuk mempergunakan alat dan perlengkapan pemadam kebakaran dengan baik. IV. dan kebakaran karena adanya unsur kesengajaan (sabotase). PETROWIDADA merupakan klasifikasi bangunan bahaya kebakaran berat. Moh.PETROWIDADA Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 48 Nama Gedung Jenis kegiatan Alamat Pemilik . dan mengakibatkan kebakaran yang besar. yaitu: • Cara penguraian. Klasifikasi bangunan PT.4. Hal ini dilakukan dengan tiga cara. peristiwa alam. Jika terjadi kebakaran. karena termasuk industri kimia yang memproduksi Phtyalic Anhydride (C8H4O3) yang mempunyai nilai kemudahan terbakar tinggi dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas tinggi dan perjalanan api cepat. Yamin. yaitu dengan menurunkan kadar oksigen sampai dibawah 12 % atau mencegah reaksi dengan oksigen. yaitu dengan memisahkan atau menyingkirkan bahan-bahan yang mudah terbakar. serta kemampuan untuk menganalisa situasi. kebakaran yang terjadi dengan sendirinya (auto-ignition). Pencegahan bahaya kebakaran dapat diartikan mencegah terjadinya penyalaan api dan dapat juga mengendalikan api dan dapat juga mengendalikan api yang telah ada agar tidak meluas. Terdapat beberapa sebab kebakaran.Dasar-dasar system pemadaman api adalah merusak keseimbangan reaksi api.

& Fire : Yan Pieter H : : : Beton : Tegel : Tembok : Tembok : Kayu : Tripleks : Besi : Asbes Gelombang : : : : 3. mencegah dan memadamkan jika terjadi kebakaran. Tinggi bangunan 5. Petrowidada membutuhkan berbagai alat dan instalas proteksi kebakaran. Fire Alarm (smoke and heat Detektor ) 1. Detektor Panas Adalah alat yang mendeteksi temperatur tinggi atau laju kenaikan temperatur yang tidak normal. Jumlah lantai 6. Jumlah luas lantai 7. sedangkan di PT. Petrowidada untuk mengidentifikasi. Petrowidada Jika ada potensi kebakaran yang mengancam dan membahayakan bagi perusahan. Luas lahan 2. Dibangun tahun IV. Macam detektor panas: a) Detektor temperatur tetap Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 49 . Peralatan Proteksi Kebakaran di PT. 4. Safety Insp. Petrowidada sendiri sudah tersedia peralatan proteksi kebakaran yang terdiri dari : a.4. Kontruksi bangunan - Struktur utama Struktur lantai Dinding luar Dinding dalam (penyekat) Rangka plapond Penutup plapond Rangka atap Penutup atap 4. Luas bangunan : Dep. sangat tentulah PT.Pengelola Nama Pengurus  DATA BANGUNAN 1. Di PT.

Untuk merencanakan sistem instalasi detektor harus berdasarkan standart yang berlaku yaitu SNI 03-3985-2000 dan Permenaker 02/MEN/1983 tentang Instalasi Alarm Kebakaran Otomatik Letak dan jarak antara dua detektor panas harus sedemikian rupa sehingga merupakan letak yang terbaik untuk pendeteksian adanya kebakaran yaitu : a) Setiap 46 m2 luas lantai dengan tinggi langit-langit dalam Jarak antara detektor dengan detektor harus tidak lebih 7m Jarak detektor panas dengan dinding pembatas paling jauh 3m Detektor Asap keadaan rata tidak lebih 3m harus dipasang satu detektor panas. b) Detektor laju kompensasi Adalah suatu alat yang bereaksi bila temperatur udara sekeliling alat tersebut mencapai tingkat yang ditentukan. asap. Detektor Nyala Api Alat yang mendeteksi sinar inframerah. 5. b) c) 2.Adalah suatu alat yang akan bereaksi apabila elemen kerjanya menjadi panas sampai kesuatu tingkat yang ditentukan. 3. c) Detektor laju kenaikan Suatu alat yang akan merespon jika kenaikan temperatur pada laju yang melebihi jumlah yang telah ditentukan. Detektor Gas Kebakaran Detektor Kebakaran Lainnya Alat yang mendeteksi gas-gas yang terbentuk oleh suatu kebakaran. ultraviolet atau radiasi yang terlihat yang ditimbulkan oleh suatu kebakaran. tanpa dipengaruhi laju kenaikan temperatur.  Alarm Kebakaran Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 50 . Alat yang mendeteksi suatu gejala selain panas. Adalah alat yang mendeteksi partikel yang terlihat atau tidak terlihat dari suatu pembakaran. pada ruang biasa dan 6m dalam koridor serta paling dekat 30cm. nyala api atau gas yang ditimbulkan oleh suatu kebakaran. 4. untuk ruang biasa dan tidak boleh lebih 10m dalam koridor.

dan semiotomatis. Alarm Kebakaran Sebuah sistem alarm kebakaran dirancang untuk mendeteksi adanya api yang tidak dikehendaki dengan cara melakukan monitoring terhadap perubahan lingkungan yang berhubungan dengan pembakaran.6. Sistem alarm kebakaran bertujuan untuk mengingatkan orang yang ada di dalam gedung agar berevakuasi ke tempat aman akibat oleh adanya kebakaran. Petrowidada adalah hydranty gedung dan halaman yang memancarkan air dan busa (foam). untuk komunikasi dengan fire brigade Graphic display. Bunyi alarm tersebut mempunyai frekuensi kerja antara 500 -1000 Hz dengan tingkat kekerasan suara minimal 65 dB (A).istilah yang ada di dalam instalasi hydrant kebakaran. manual. Istilah . yaitu otomatis. Instalasi Hydrant Instalasi Hydrant yang ada di PT. untuk mengetahui lokasi kebakaran secara tepat • • • • Gambar 4. Secara umum alarm kebakaran dibagi menjadi 3. b.Alarm kebakaran adalah komponen dari sistem yang memberikan isyarat atau tanda adanya suatu kebakaran yang dapat berupa: • • Alarm kebakaran yang memberikan tanda atau isyarat berupa bunyi khusus (Audible Alarm) Alarm kebakaran yang memberikan tanda atau isyarat yang tertangkap oleh pandangan mata secara jelas (Visible Alarm) Alarm lamp Alarm pada fire-voice-communication system Firefighter phone.yaitu : Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 51 . Alarm kebakaran harus mempunyai bunyi serta irama yang khas hingga mudah dikenal sebagai alarm kebakaran.

Sistem ini terdiri dari system persediaan air. • Sistem instalasi hydrant basah : suatu system hydrant yang pipa- pipanya selalu berisi air • Hydrant gedung : hydrant yang terletak dalam suatu bangunan/ gedung dan system serta peralatannya disediakan serta dipasang dalam bangunan/ gedung tersebut • Hydrant halaman : Hydrant yang terletak diluar bangunan. • Nozle : suatu alat penyemprot yang terletak pada bagian ujung dari selang yang didunakan untuk penagturan pengeluaran air. selang dan nozzle. perpipaan. • Sistem instalasi hydrant kering : suatu system hydrant yang pipa- pipanya tidak berisi air. • Slang hydrant : alat yang digunakan untuk mengalirkan air yang bersifat fleksibel. • Hose reel : slang yang digunakan untuk mengalirkan air yang pada bagian ujungnya selalu terpasang nozzle secara tetap dihubungkan secara permanent dengan sumber air bertekanan. • Siamese connection: bagian peralatan dari instalasi pipa hydrant yang terletak di luar bangunan dan digunakan untuk mensuplay air dari mobil kebakaran. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 52 . sedang instalasi dan peralatannya disediakan serta dipasang dilingkungan bangunan tersebut • Hydrant pilar : bagian peralatan dari instalasi pipa hydrant yang terletak diluar bangunan yang dapat dihubungkan dengan selang kebakaran • Hydrant box : bagian peralatan dari system hydrant yang berisi kran. pompa. dan akan berisi air manakala hydrant tersebut digunakan. kopling outlet dan inlet serta selang dan nozzle.• Instalasi hydrant kebakaran : suatu system pemadam kebakaran yang tetap menggunakan media pemadam air bertekanan yang dialirkan melalui pipa 12 • Pipa dan selang kebakaran.

Petrowidada terdapat sprinkler yang diletakkan pada plant. Instalasi springkler ini dipasang secara tetap/ permanen di dalam bangunan yang dapat memadamkan kebakaran secara otomatis dengan menyemprotkan air di tempat mula terjadi kebakaran. Petrowidada c. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 53 . yang biasa difungsikan untuk pendinginan plant jika terjadi pemanasan yang berlebihan dan yang mungkin saja bias menimbulkan kebakaran.7 Instalasi Hydrant PT. Sistem sprinkler ini terdiri dari: • Penyedia air yang cukup • Jaringan pipa yang cukup • Perlengkapan sprinkler Sistem sprinkler harus mengacu pada standar yang telah ditentukan untuk menjamin kualitas dan keandalannya.Gambar 4. Sistem sprinkler adalah suatu sistem yang bekerja secara otomatis dengan memancarakan air bertekanan ke segala arah untuk memadamkan kebakaran atau setidak-tidaknya mencegah meluasnya kebakaran. Sprinkler Sistem Pada PT.

Jenis tepung kering Komponen – komponen APAR  Fungsi : 1.Kebakaran bahan padat kecuali logam (golongan A) b. Kebakaran logam (golongan D) Jenis alat pemadam kebakaran a. berhalogen CO2. 3. d. 4.Kebakaran instalasi listrik bertegangan (golongan C) d. 2.Jenis cairan (air) b. B) c. 5. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Alat pemadam api ringan (APAR) ialah alat yang ringan serta mudah dilayani oleh satu orang untuk memadamkan pai pada mula terjadi kebakaran.Gambar 4. Petrowidada d. Kebakaran bahan cair atau gas yang mudah terbakar (golongan Jenis busa Jenis gas (hydro carbon. dsb) c. Kebaran dapat digolongkan : a.8 Sprinkler di PT. Safety pin Hose and/or nozzle Label Tank Handle/tigger :Sebagai kunci APAR :Jalan keluarnya isi APAR :Sebagai petunjuk :Tempat isi APAR :Untuk mengatur keluaran APAR 54 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS .

1. sedangkan busa mekanik dibuat dari campuran zat arang udara.6. Air Air digunakan sebagai media pemadam kebakaran telah digunakan dari zaman dahulu sampai sekarang. b. Petrowidada sendiri terdapat APAR jenis Air . Kebakaran pada aparat listrik yang bertegangan (klas C) Kebakaran minyak (klas B) Kebaran bahan yang reaktif terhadap air (klas B) Kebakaran logam (klas D) Air tidak dapat digunakan untuk : Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 55 . Serbuk kimia kering dan karbon dioksida (CO2). mempunyai keunggulan untuk klas tertentu dan mungkin dapat berbahaya untuk jenis kebakaran lainnya. Busa memadamkan api melalui kombinasi tiga aksi pemadaman yaitu menutupi. b. Sifat air dalam memadamkan kebakaran adalah secara fisik mengambil panas (coling) dan sangat tepat untuk memadamkan bahan padat (klas A) karena dapat menembus sampai bagian dalam. Idicator/pressure gauge Inspection tag :Untuk melihat isi dalam :Keterangan mengenai APAR Pada PT. c. a. c. Busa Ada 2 (dua) macam busa. Air dengan pompa tangan Air bertekanan Asam soda/soda acid. busa kimia dan busa mekanik. Ada 3 (tiga) macam APAR air ialah : a. Busa kimia dibuat dari gelembung yang berisi antara lain zat arang dan carbondioksida. Setiap jenis media pemadam api memiliki karakteristik-karakteristik dalam memadamkan api. Busa . APAR 7. d. melemahkan dan mendinginkan. 2.

ukuran serbuk halus kelembaban kurang dari 0. sehingga kontak dengan oxygen (udara) terputus - terbakar terbakar sehingga suhunya turun Busa kimia dihasilkan oleh reaksi larutan 2 (dua) macam bahan kimia yaitu larutan A dan berisi ALSO4 (alumunium sulfat) dan larutan B yang berisi NaHCO3 (sodium bikarbonat) serta tambahan bahan kimia lainnya untuk keseimbangan. Sebagian besar bahan serbuk kimia kering terdiri dari phosphoric acid bihydrogenate ammonium 95% dan garam silicic acid ditambahkan untuk menghindarikan jangan sampai mengeras serta menambah sifatsifat mengalir dan juga tiap permukaan butir serbuk dibungkus dengan silicone agar anti air. maka serbuk tidak akan tenggelam dalam waktu 1 jam.91. 3. yaitu sistem larutan dan sistem serbuk.2% dan bila serbuk kimia kering ditebarkan di permukaan air. B dan C sedangkan natrium bikarbonat dan kalsium bikarbonat merupakan serbuk kimia kering biasa dapat dipergunakan untuk memadamkan kebakaran golongan B dan C. Ada 2 (dua) macam sistem busa kimia. Reaksi kedua larutan tersebut kalau dicampurkan akan menghasilkan gas CO2 (karbondioksida). Ammonium hydro phosphat merupakan serbuk kimia kering serbaguna. Kehilangan tekanan dapat digantikan kembali dengan menambahkan karbon dioksida pada bagian yang masih tertinggal. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 56 .- Menutupi yaitu membuat selimut busa di atas bahan yang Melemahkan yaitu mencegah penguapan cairan yang mudah Mendinginkan yaitu menyerap kalori cairan yang mudah terbakar. Sifat serbuk kimia ini tidak beracun tetapi dapat menyebabkan untuk semantara sesak napas dan pandangan mata menjadi terhalang. Cara kerja kimia serbuk kimia kering adalah secara fisik dan kimia. dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran golongan A. Serbuk kimia kering Serbuk kimia kering mempunyai berat 0.

Jalur Evakuasi (Emergency Response Plan) Jalur evakuasi adalah sarana proteksi kebakaran pasif yang dibuat untuk jalan atau jalur darurat yang bisa ditempuh oleh penghuni dalam suatu gedung jika terjadi keadaan darurat seperti kebakaran atau gempa bumi. Karbon dioksida (CO2) Media pemadam api CO2 didalam tabung harus dalam keadaan fase cair bertekanan tinggi. Pada kondisi udara kamar titik didih CO2 adalah 80 derajat C sedangkan titik kritis CO2 adalah 26 derajat dimana di atas suhu tersebut CO2 tidak dapat dicairkan walaupun diberi tekanan dingin. e. Hal ini disebabkan CO2 tersebut tidak dapat mengikat oxygen (O2) secara terus menerus tetapi dalat mengikat O2 sebanding dengan jumlah CO2 yang tersedia sedang supply oxygen di sekitar tempat kebakaran terus berlangsung. Hal ini disebut pemadaman dengan cara menutup. sedangkan sisanya yang 25% menjadi beku dan berbentuk butiran es. Jalur evakuasi tersebut mempunyai berbagai tanda dan tujuan darurat seperti : Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 57 .Daya pemadam dari serbuk kimia kering bergantung kepada jumlah serbuk yang dapat menutupi permukaan yang terbakar. 4. Media pemadam api CO2 tidak beracun tetapi dapat membuat orang pingsan atau meninggal karena kekurangan oxygen. sehingga api akan padam. Makin halus butir-butir serbuk kimia kering makin luas permukaan yang dapat ditutupi. CO2 dapat juga dipergunakan sebagai alat pemadam otomatis. Prinsip kerja CO2 dalam memadamkan api ialah reaksi dengan oxygen (O2) sehingga konsentrasinya di dalam udara berkurang dari 21% menjadi sama dengan atau lebih kecil dari 14%. CO2 yang keluar melalui melalui corong alat pemadam api 75% langsung menguap menjadi gas mengikat dan mendesak oxygen dari udara. Salah satu kelemahan CO2 ialah bahwa media pemadam api tersebut tidak dapat mencegah terjadinya kebakaran kembali setelah api padam (reignitasi). Untuk mencairkan gas CO2 terlebih dahuu suhunya harus diturunkan di bawah titik kritis baru kemudian diberi tekanan tinggi.

dll. 3. maka Supervisior/kepala shift pimpinan/Manager Departemennya dan/atau Direksi selaku Incident Commander kapan saja. Barang siapa (karyawan/karyawati PT. 4. PETROWIDADA Untuk mengatasi kejadian secaa tepat dan cepat. baik pada hari kerja (shift I. 2. Petrowidada) yang mengetahui adanya bencana pabrik atau keadaan darurat pabrik (kebakaran. segera dalam waktu 1 x 24 jam Supervisior/kepala shift yang bersangkutan membuat laporan kronologi kegiatan secara tertulis kepada pimpinan/Manager Departement Safety & Inspection & Env.1. Dan penanggulangan selesai dilaksanakan . dan bencana telah masuk kategori “Bencana Besar”. 2. dan III) maupun hari libur dan Direksi selaku Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 58 . ledakan. segera menanggulangi sendiri bencana sedini mungkin dan yang lain segera melaporkan (tempat kejadian dan macam kejadian) kepada Supervisior/kepala shift dan petugas safety. dll) yang terjadi di pabrik. Pintu darurat Tangga darurat Lampu penerangan darurat Tanda jalur evakuasi  Prosedur Penanggulangan Bencana Pabrik atau Keadaan Darurat Pabrik PT. perlu disusun suatu prosedur penanggulangan bencana pabrik sebagai berikut : 1. Apabila Supervisior/kepala shift yang bersangkutan bersama-sama atau keadaan darurat pabrik. kebocoran gas/cairan segera line diblok dan diamankan lokasinya. II. Dalam hal bencana masih pada kategori/tingkatan “bencana kecil & sedang” sedini mungkin ditanggulangi misalnya kebakaran kecil segera dipadamkan dengan alat pemadam yang ada. kebocoran. yaitu dengan anak buahnya tidak mampu melakukan penanggulangan sendiri. efektif dan efisien serta mencegah kejadian yang berakibat fatal. yang harus segera datang ke tempat kejadian untuk melihat keadan dan mengkoordinir karyawan melakukan tindakan/ langkah-langkah penanggulangan.

4. dll.Incident Commander memerintahkan kepada Supervisior/kepala shift tersebut untuk memanggil seluruh anggota Team Tanggap Darurat PT. peralatan komunikasi . Juga pos komando yang lokasinyaditentukan oleh Incident commander. Petrowidada (Bab. 3 (tiga) wilayah/zone yang dimaksud adalah sebagai berikut: a) HOT ZONE yaitu : Area disekitar pusat bencana dengan radius tertentu yang dianggap dan dinyatakan sebagai area berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan manusia dan terlarang bagi siapapun kecuali petugas Team Operational yang sudah diperlengkapi dangan perlengkapan keselamatan. V) dengan ketentuanketentuan sebagai berikut : Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 59 . Petrowidada. kalau memungkinkan yang bisa langsug melihat bencana di area “Cold Zone” yang sebelumnya telah ditetapkan oleh bidang safety). b) WARM ZONE yaitu : Area diluar area “Hot Zone” (lebih jauh dari pusat bencana) dengan radius tertentu yang masih dianggap dan dinyatakan sebagai area berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan manusia dan terlarang bagi siapapun kecuali petugas team operational yang sudah diperlengkapi dengan perlengkapan keelamatan. 5. Bidang safety segera menetapkan pembagian wilayah/zone di sekitar lokasi bencana menjadi 3 (tiga) wilayah dan membuat batasan-batasanya. Team tanggap darurat segera menempati pos masing-masing dengan tugas-tugas seperti yang diuraikan dalam struktur organisasi team tanggap darurat PT. c) COLD ZONE yaitu : Area diluar area “Warm Zone” (paling jauh dari pusat bencana) yang dianggap dan dinyatakan sebagai daerah aman dan tidak berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan manusia. Sementara itu bidang logistic segera menyiapkan sarana dan prasarana penanggulangan bencana (misalnya : peralatan penanggulangan bencana. 3.

namun masih berada dibatas area “Cold Zone”. yang memungkinkan dapat langsung melihat dan mengawai pusat bencana. sebelumnya harus diadakan tindakan dekontaminasi f) dari “Warm sebelum diperbolehkan masuk area “ Cold Zone” Bagi petugas dekontaminasi sendiri apabila ingin keluar “Warm Zone” sebelum memasuki area “Cold Zone”. Mereka harus melakukan tindakan dokumentasi terhadap dirinya mereka sendiri. bidang safety & sekertaris. yaitu sebagai berikut: Incident Commander hanya berkomunikasi dengan pimpinan team/ bidang Anggota team hanya boleh berkomunikasi/hubungan dengan pimpinan team masing-masing Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 60 . System komunikasi dalam situasi bencana pabrik atau keadaan darurat pabrik harus ditetapkan agar tidak terjadi kesimpangan siuran perinda dan komando. bidang Humas siap berada di pos komando yang terletak di area “Cold Zone” b) Ketua team operasi dan team-teamnya siap pada posisinya. bidang sains/ilmiah. c) d) e) Team Dekontaminasi (bila diperlukan) siap di posnya di Team-team/Bidang lainy siap di posnya masing-masing Setiap team operational yang meninggalkan/keluar dari dekontaminasi area yang dilakukan Zone” oleh team mereka area “Warm Zone” dengan segala perlengkapanya. yang ditetapkan di area “Cold Zone” area “Hot Zone” (bila diperlukan. Team-team yang beroperasi saja yang diijinkan berada di “Hot Zone”. Team tanggap darurat segera berusaha menanggulangi bencana dengan segala kemampuan dan potensi yang ada. Seluruh karyawan harus bersikap siap siaga untuk menerima instruksi (terutama anggota team tanggap darurat yang telah ditunjuk).a) Incident Commander.

Apabila penduduk perlu di evakuasi. Media Massa. burner lampu dan matikan pabrik dais umber listrik. Maka Incident Commandeer harus memerintahkan tindakan evakuasi. maka Incident Commandeer memerintahkan kepada petugas bidang humas untuk meminta pantauan dari pihak luar dengan menyebutkan bantuan apa yang diperlukan.Tidak dibenarkan Incident commandeer berkomunikasi dengan anggota team. Semua karyawan yang tidak ikut dalam penaggulangan harus segera meninggalkan pabrik dengan tenang. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 61 . maka segera matikan sumber api. maka humas segera berhubungan dengan pihak luar yang terkait antara lain : Muspika ( Pejabat Kecamatan. Apabila Incident Commandeer menilai keadaan bencana sudah kategori/tingkatan “Bencana Tidak Terkendali”. gerinda. las. 2. Polsek). dinyatakan kategori/tingkatan “Bencana Tidak Terkendali”. atau sebaliknya 1. Koramil. Dengan adanya perintah tindakan evakuasi. Apabila keadaan bencana dapat teratasi dan dinyatakan aman. maka segera team keamanaan menbuat garis/batas isolasi dan mengamankan lokasi bekas bencana. Apabila dengan segala pertimbangan bencana tidak mungkin dapat diatasi dan akan menimbulkan akibat buruk bagi karyawan.dll terutama dalam hal menenangkan penduduk sekitarnya. perlu bekerjasama dengan pemerintah daerah. jangan panic menuju tempat evakuasi. Dengan dan petugas humas bencana harus sudah segera pada melaksanakan. Anggota Team Tanggap darurat tetap ditempat untuk mengatasi bencana dan hanya dalam keadaan betul-betul terpaksa sajalah anggota team tersebut boleh meninggalkan tempat bencana dengan seijin Incident commander. 3. rokok.

P E T R O . 8 8 0 M4 H z 3 91 8 2 2 0 0 2 E x t . IV. . C O N T A R E H O O O M P A 1 I L A T E R J A D I K E B A K A R A N I K U T I A R A H P A E R K U M P I L D I A S S E M B L Y P O I N T A T A U P I N E L U A R L E W A T P I N T U D A R U R A T & 2 U S E L O G .8 Jalur Evakuasi PT. . . . . . E B P I T P P E P U E W A A N A A A X A T X T G 3 E R A N G A N A 1 1 G P C I N N K 2 P S T O B A 1 P I N G L A N T E R A T O R Y A R D L A N T R A G E & G G I N G P L A N T R O L R B C : : : L A O A D I N A P P G S O O S S S A E M B L Y P M K S E C U R R M P I T O Y I N T ( A . . P E 2 K T R 3 O W I D A D A Gambar 4. Safety sign 2.J P P P R P M M S O A A N L D . . . P E T R O K I L R E S G R E A D A . . .5 Km/jam dipasang pada pintu masuk pabrik. Tanda ini dipasang di area plant. . . Petrowidada IV. . 2. 5. Petrowidada dalam mencegah kecelakaan kerja. . Ditandai dengan adanya bermacam kegiatan dan peraturan tentang K3 seperti : 1. Safety standart 3. P E T R O . .5. Safety Sign Safety sign dipasang pada tempat-tempat tertentu yang rawan kecelakaan kerja. pada saat ini sudah sangat baik dalam manajemen maupun penerapanya dalam lingkungan kerja sehari-hari. 1 1 . 1. . Safety report Yang dimana dapat mengatur dan mengontrol kegiatan pekerja dan pekerjaan di perusahaan agar terhindar dan meminimalisasi kecelakaan kerja. • Kecepatan maximum 4. . . . ( 0 3 E Q . . 1 4 8 . Safety work permit 4. Kegiatan Pencegahan Kecelakaan Kerja Kegiatan PT. . ( 0 . . • Gunakan safety helmet dan safety shoes (APD) yang sesuai untuk pekerjaan. 2 2 2 2 7 8 6 5 8 5 1 1 1 0 3 6 7 9 8 10 E M E R G E N C Y E X I T K 1 2 3 4 5 6 7 8 . B & C ) 1 & 2 B B K P E R H A T I A N N T 9 . P P T . Safety Standart Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 62 . . I A . IV. . . . 1 0 . . . I L I T Y . Contoh safety sign yang dipasang antara lain : • Dilarang merokok.5. ( 3 1 . . F R 0 3 1 ) 1 ) 3 9 ) 3 9 8 U A R E R M E U E R V T E X I T A K U A A K K N G G I L W K I M S I I D M I A K R G E N A C Y .

Sesuai dengan Surat Keputusan tanggal 11 Maret 1988 tentang tanggung jawab K3 khususnya seksi safety atas nama manajemen pabrik bertanggung jawab untuk mempromosikan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan mengeluarkan peraturan-peraturan. dengan pembagian kertas asli berwarna putih untuk Safety Departement. berikut jenis-jenis safety work permit Petrowidada : a. standar-standar. Safety work permit terdiri dari 3 lembar untuk ditandatangani oleh masing-masing departemen yang berkaitan dengan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan. Safety work permit yang baru harus diminta atau diperpanjang maksimal 1 kali. dan prosedur keselamatan.5. yang ada di PT. IV.Pengawasan Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja mulai dari tahap perencanaan proyek sampai dengan jalannya proses unit tersebut. Safety Report Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 63 . 4. Merah untuk pekerja.5. 3. Sistem perijinan kerja dilakukan dengan tetap mengacu pada ISO-9002. Seksi safety harus mengetahui dengan pasti bahwa kondisi di lapangan aman atau tidak dan harus mengambil tindakan yang pertama dalam kondisi darurat. kuning untuk Area Depertement. dan diperlukan sebelum melakukan pekerjaan. Cold Work Permit (CWP) Ijin kerja untuk pekerjaan yang tidak memantulkan atau menimbulkan sumber panas/api IV. Untuk itu dibuat regulasi dan prosedur keselamatan kerja yang harus dipatuhi dan dijalankan dalam setiap melakukan kegiatan kerja untuk meminimalisir terjadinya risiko kecelakaan kerja. Safety Work Permit Safety work permit adalah tanda bukti tertulis yang resmi dan juga menunjukkan tindakan pencegahan minimal dan bahaya yang harus dikontrol untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Hot Work Permit (HWP) Ijin kerja untuk pekerjaan yang menggunakan atau yang dapat menimbulkan sumber panas/api b.

IV. ditunjang dengan jumlah tenaga kerja yang mempengaruhi tingkat kecelakaan kerja sehingga pemantauan dan penilaian sangat diperlukan baik dari segi kuantitas maupun kualitas melalui pengukuran secara berkala sebagai dasar untuk melakukan tindakan korektif dan preventif terhadap lingkungan kerja yang sesuai dengan peraturan perundangan. 6. baik untuk karyawan maupun kontraktor. Petrowidada Faktor-faktor bahaya adalah bahaya potensial yang ditimbulkan oleh adanya timbunan energi atau proses yang disebabkan oleh human factor maupun lingkungan. Faktor-faktor bahaya yang berasal dari proses produksi bisa berasal dari raw material yang digunakan. PT. Faktor-faktor bahaya tersebut : 1) Kebakaran Kebakaran adalah suatu reaksi kimia suatu zat dengan Oksigen yang terjadi pada suhu tertentu. Faktor-faktor bahaya di PT. Petrowidada. Incident report Form laporan kecelakaan yang terjadi/menimpa pekerja di area PT. Peristiwa kimia yang terlihat secara fisik adanya zat terbakar dan berubah bentuk dengan menghasilkan panas dan cahaya.Safety report berkaitan dengan semua kejadian yang terjadi di area PT. Petrowidada dan akan digunakan sebagai data oleh seksi safety untuk mengnalisis semua kejadian agar kecelakaan yang sama tidak terulang kembali. Safety report meliputi : a. b. Petrowidada dapat dikategorikan dalam perusahaan yang memiliki potensi Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 64 . Data kecelakaan dan kejadian wajib dilaporkan dengan tujuan untuk mencari cara pencegahan agar kecelakaan/kejadian yang sama tidak terulang lagi. Petrowidada yang berhubungan dengan peralatan dan barang-barang selain manusia. Pembinaan tenaga kerja dapat mengurangi tingkat angka kecelakaan kerja. Semakin besar Safety Continuous Hours dan Safety Continuous Days berarti semakin berkurang kecelakaan kerja. Accident report Form laporan kejadian/insiden yang terjadi di PT. Seksi safety akan menggunakan safety report dalam penghitungan safety record berupa “Safety Continuous Hours” (total hari kerja tanpa kecelakaan yang menyebabkan hilangnya hari kerja).

Petrowidada. Sedangkan pengukuran kebisingan eksternal adalah pengukuran yang akan dilaporkan ke Dinas Tenaga Kerja. Pengukuran secara periodik telah dilakukan di PT. Data pengukuran kebisingan yang telah dilakukan untuk periode bulan April 2010 dengan menggunakan Sound Level Meter-CEL 254 tersedia pada tabel dibawah ini : CHECK LIST SOUND LEVEL INCENERATOR PA. pengukuran yang dilakukan yaitu pengukuran kebisingan internal dan pengukuran kebisingan eksternal.33 T / JAM RATE OP. Hal ini didukung dengan penggunaan raw material yang merupakan bahan kimia berbahaya dan mudah terbakar. maka klasifikasi kebakaran di PT. NO. Pengukuran kebisingan internal yaitu pengukuran yang digunakan untuk internal perusahaan yang dilaksanakan tiap 3 bulan sekali. Petrowidada adalah mesin-mesin produksi. Petrowidada. Sesuai dengan standar NFPA.140 NM3/JAM O–X : 8. 3 NOTE RATIO : 92 UDARA : 91. Petrowidada adalah kelas B. : 100 % U 1 3 4 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 65 . 2) Kebisingan Sumber kebisingan yang terdapat di PT.bahaya kebakaran tinggi. Pengendalian kebisingan yang dapat dilakukan dengan penggunaan alat pelindung diri berupa ear muff dan ear plug yang diberikan kepada karyawan PT.

2 5 CHEK LIST SOUND LEVEL TURBINE PA. NO. 3 NOTE RATIO : 83 UDARA : 88200 NM3/JAM O–X : 7320 T / JAM RATE OP.7 % SPEED : 13441 RPM 5 1 HE 4 3110 TU 3110 GE 3110 2 BL 3110 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 66 . : 87.

Hasil pengukuran penerangan untuk periode bulan Juli 2010 bisa dilihat pada tabel dibawah ini. Untuk pengukuran penerangan dilakukan tiap 3 bulan sekali menggunakan alat Luxmeter. Petrowidada menggunakan raw material yang tidak berpotensi menghasilkan debu.00 : Mendung 67 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS . Petrowidada sangat kecil karena pada proses produksi yang ada di PT. Petrowidada belum pernah dilakukan sehingga belum didapatkan tingkat potensi bahaya debu. Petrowidada menggunakan penerangan buatan yaitu lampu untuk di dalam ruangan dan untuk penerangan pada malam hari di area plant. Petrowidada. dust respirator. Penerangan di PT. Untuk pengukuran debu di PT. Sebagian besar debu berasal dari pabrik lain yang bertetangga dengan PT.U 3 6 3) Debu Faktor bahaya debu yang dihasilkan dari PT. Penerangan yang kurang baik dan tidak optimal dapat memicu timbulnya kecelakaan kerja bahkan merusak indera penglihatan. Pencegahan yang dilakukan untuk potensi bahaya debu di PT. Petrowidada dengan menggunakan APD yang berupa masker. CHEKLIST INTENSITAS CAHAYA RUANGAN (PENGUKURAN SIANG HARI) TANGGAL : 25-07-2010 GORDEN : Buka / Tutup PUKUL KONDISI CUACA : 16. 4) Penerangan Kondisi lingkungan kerja yang aman dan nyaman akan mempengaruhi tingkat produktivitas kerja.

Ruang foto copy Ruang Laboratorium Ruang sekretaris Direksi Ruang Adm PGA & QM PT. Tabir tertutup Tabir tertutup Tabir tertutup Tabir terbuka Tabir tertutup Tabir tertutup Tabir tertutup Tabir tertutup Tabir tertutup Tabir tertutup Tidak ada lampu 3 Tidak ada tabir Tabir partial Tabir partial Tidak ada lampu 1 Lampu semua tidak nyala Tidak ada tabir FM. Ruang DCS PA 3 Ruang Shift Supervisor.08 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 68 .3 Ruang Operator WWT Ruang PMK.3 Ruang Mushola PA.3 Ruang Dapur PA.3 Ruang Toilet Wanita PA. Ruang Rapat Ruang Direktur Ruang Adm. Produksi Ruang Maintenance. Ruang Mgr.4 52 0.1 Ruang Toilet Pria PA. Insp & Env. Pos Security Ruang civil Ruang PW Shop Ruang Gudang Spare part INTENSITAS ( LUX ) Lampu Lampu Nyala Mati 230 1.6 80 0.1 Ruang Toilet Wanita PA.SIE / PMK.5 46 0 124 4 168 7 179 21 227 14 340 12 170 172 4 96 3 90 25 170 40 247 130 269 224 325 198 395 375 209 105 187 109 23 67 4 150 66 182 38 233 14 145 47 30 35 375 275 260 44 75 40 37 28 40 25 30 630 46 107 3 4 345 280 240 4 4 1 3 4 2 556 22 2 KONDISI LAMPU ( Buah ) Lampu Jumlah Mati Lampu 23 48 1 4 20 48 15 26 4 12 3 2 9 3 1 6 2 6 6 4 8 4 4 6 2 2 12 12 1 16 8 1 16 1 4 4 4 16 3 4 2 1 16 1 8 1 1 1 1 5 2 1 2 2 1 30 2 3 2 2 2 KETERANGAN.NO I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 II 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 RUANGAN Standart 300 s/d 700 lux.PWD Ruang IT Ruang Kasir ENG Ruang Finance Ruang Mgr Finance Ruang Adm PGA & QM PT.3 Ruang Dapur PA. Ruang Tempat Merokok Area Gudang bahan jadi Ruang Pengantongan. Area Flaker.dangsar Ruang Staff Direksi Ruang Driver Ruang Dismantling Ruang Maintenance Timur Standart 80 s/d 170 Lux Ruang Operator PA. Ruang MCC Ruang Marsaling Ruang Produksi Ruang Mgr.ENG Ruang Direktur Buss & Op.1 Ruang Toilet Pria PA.Maintenance Ruang Safety.

65 50 34. Ruang Laboratorium Work Shop Ruang PW Standart 80 s/d 170 Lux Ruang Operator PA3 Ruang Operator WWT Ruang PMK. Area Foam chamber Area Jembatan PA 3 Parkir dalam Parkir luar Intensitas ( Lux ) 74 65 19 20 16 28 21 Lampu mati 22 20 17 1 1 - PUKUL : 20. Ruang DCS PA 3 Ruang MCC Ruang Marsaling Ruang Pengantongan. Ergonomi Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 69 .CHECK LIST INTENSITAS CAHAYA RUANGAN/ AREA PABRIK PENGUKURAN MALAM HARI TANGGAL : 25-07-2010 I 1 2 3 4 5 6 7 II 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 III 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Standart 300 s/d 700 lux.5 4 125 20 13 28 8 10 10 14 8 4 61 146 3 2 1 1 1 1 - 3 3 2 4 2 1 2 3 3 4 1 2 20 12 IV. Pos Security Ruang Mushola Lorong office PA 3 Shelter Bagging PA 3 Lobi kantor Administrasi Standart 20 s/d 50 Lux.7 86. 7. Ruang Tempat Merokok Area Gudang bahan jadi Area Flaker.00 Jumlah lampu 48 42 26 2 8 2 Keterangan.3 18 27 102 10 44 16 45 9 11 7 1 - 12 4 2 1 28 3 2 2 10 5 6 26. Area Jalan depan DCS Area Jalan utara Oksidasi PA 3 Area Panel S.Tower / TK 3510 Area Tangga naik Distilasi. Area Jalan Demin PA3 Area Jalan Utility PA 1.G Area Jalan Timur STG Area Furn.2 Area Depan Gedung Adm Area Fire water pump.T. /C.

Dengan penggunaan teknologi. dan sosial dari teknologi dan produk-produknya terhadap manusia melalui pengetahuan tersebut pada jenjang mikro maupun makro. Petrowidada dikendalikan dengan sistem kontrol sehingga sikap tubuh tenaga kerja sebagian besar dilakukan dengan sikap duduk. dan pemantauan aset perusahaan. Untuk mengurangi beban kerja. sistem atau lingkungan kerja yang lebih sesuai dengan manusia. serta dapat menciptakan sistem serta lingkungan kerja yang cocok. Dengan demikian disiplin ergonomi melihat permasalahan interaksi tersebut sebagai suatu sistem dengan pemecahan masalahnya melalui proses pendekatan sistem dan perancangan mesin. Hal itu antara lain safety briefing yang dalam kegiatannya telah mencakup hazard identification. IV. kejiwaan. IV. pengorganisasian. tenaga kerja dalam mengangkat atau mengangkut barang atau material disediakan forklift sebagai alat bantu angkat dan angkut. Manajemen Resiko Manajemen resiko adalah pengelolaan resiko. nyaman. dan sehat. Pada gilirannya rancangan yang ergonomis akan dapat meningkatkan efisiensi. secara sistematis pendekatan ergonomi kemudian akan memanfaatkan informasi tersebut untuk tujuan rancang bangun sehingga akan tercipta produk.Ergonomi merupakan suatu keilmuan yang multi mempelajari pengetahuan dari ilmu kedokteran. dan risk control. risk assessment. Pada prinsipnya disiplin ergonomi akan mempelajari apa akibat-akibat jasmani. 1. biologi. Petrowidada yang merupakan industri kimia yang mempunyai potensi bahaya besar. ilmu psikologi. Tetapi secara umum sikap pekerja tidak monoton dan sering berubah. Tujuan dari mempelajari ergonomi adalah mendapatkan suatu pengetahuan tentang permasalahan interaksi manusia dengan alat sehingga dimungkinkan adanya suatu rancangan sistem manusia-mesin yang optimal. Hazard Operability Study (HAZOP) Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 70 . dan produktivitas kerja. PT. semua proses produksi di PT. meminimalisir opersional yang merugikan (efek finansial yang negatif). dan sosiologi. Secara garis besar telah menerapkan manajemen resiko di perusahaan. aman. Petrowidada adalah berkaitan dengan ergonomi dan intensitas kerja karyawan. Fokus perhatian ergonomi di PT. kecuali pada bagian maintenance yang pekerjanya lebih sering bekerja dengan sikap jongkok atau biasanya membungkuk. 8. perencanaan. efektivitas. Maka. pelaksanaan.8.

Safety Review Dalam pelaksanaan safety review akan menemukan bahaya baru serta melakukan evaluasi dalam penanganan bahaya. IV. serta pengaman yang digunakan. Hasil dari safety review merupakan analisis kualitatif yang terdiri dari permasalahan safety dan rekomendasi yang disarankan. Identifikasi hazard ini dilakukan hanya sekali dan akan dirubah bila ada perubahan atau modifikasi yang dilakukan perusahaan.HAZOP merupakan salah satu metode identifikasi hazard yang digunakan untuk mengidentifikasi bahaya. HAZOP dibuat oleh perusahaan untuk menunjukkan kemungkinan-kemungkinan kerusakan yang terjadi pada peralatan dan sistem yang beroperasi di perusahaan. mesin. 3. Identifikasi yang dilakukan umumnya mengacu pada major risk situation.8. Analisis pekerjaan JSA ini dimaksudkan agar pekerjaan dapat terlaksana dengan aman dan selamat. 2. maka sebelum pekerjaan dimulai. JSA berisi mengenai IV. Job Safety Analysis (JSA) Job Safety Analysis dibuat untuk pekerjaan yang sifatnya baru dan sementara.8. Sumber data yang digunakan untuk melakukan safety review adalah sebagai berikut : • • • Kode dan standar-standar yang berkaitan Dokumen serta sejarah peralatan dan mesin Piping and Instrumentation Diagrams (P&ID) Process Flow Diagram Prosedur kerja Rekaman perbaikan dan kecelakaan Material Safety Data Sheet (MSDS) • Persiapan review • Pelaksanaan review • Dokumentasi hasil review Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 71 • • • • Tahapan untuk melakukan safety review/safety briefing meliputi : . HAZOP mencangkup keseluruhan alat.

B. Inspection & Environmental PT. dan pemeliharaan kebijakan K3. tanggung jawab. Perusahaan berkewajiban melakukan kepedulian lingkungan terhadap masyarakat sekitar. Kebijakan Perusahaan  Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja A. 2.1. C. A.IV. prosedur. dan produktif. C. pencapaian. Tata Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 72 . Manajemen PT. Penilaian dan Pengendalian Resiko Departemen Safety. nyaman. Manajemen bisnis. Perencanaan 2. Petrowidada berkomitmen mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diatas kepentingan produksi dan semua peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku serta memakai APD yang dipersyaratkan di tempat kerja. Adapun SMK3 yang diterapkan di PT. pengkajian. Petrowidada meliputi : 1. Petrowidada memenuhi peraturan perundangan dan standart Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku dengan melaksanakan training serta peninjauan ulang. perencanaan. 9. guna terciptanya tempat kerja yang aman. Seluruh karyawan/ karyawati sanggup menaati dan melaksanakan PT. Kepala departemen bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan kerja masing-masing. Petrowidada melakukan identifikasi penilaian dan pengendalian terhadap sumber bahaya dan resiko dari kegiatan produksi yang dilakukan di dalam perusahaan. Perusahaan berkewajiban melaksanakan pengelolaan dan pemantauan Perencanaan Identifikasi Bahaya. Penerapan Sisten Manajemen K3 di Petrowidada Penerapan SMK3 merupakan bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi. efisien. proses. B.  Kebijakan Lingkungan lingkungan secara berkesinambungan sesuai peraturan pemerintah yang berlaku. dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan. pelaksanaan. penerapan.

melalui : • • sasaran 3.2. Petrowidada memahami peraturan perundangan dan persyaratan lain yang relevan dengan kegiatan kerjanya. dan dana Penetapan sistem pertanggungjawaban dalam mencapai tujuan Penetapan sarana dan jangka waktu pencapaian tujuan dan dan sasaran sesuai dengan fungsi dan tingkat manajemen Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 73 . Sumber daya manusia. 2. • Setiap karyawan PT.1. ahli K3. Perencanaan Awal dan Perencanaan Kegiatan yang Sedang Berlangsung PT. Petrowidada menggunakan indikator kinerja yang terukur sebagai dasar penilaian kinerja K3 2.3. Petrowidada Tujuan dan sasaran K3 didokumentasikan dalam program yang konsisten dengan kebijakan K3 • • melibatkan karyawan.5. sarana.Tujuan dan Sasaran • PT. PT. Indikator Kerja PT.cara untuk melakukan identifikasi dan penilaian tersebut didokumentasikan dalam prosedur tersendiri. dan pihak-pihak lain yang terkait manajemen K3 yang secara periodik dikaji ulang sesuai dengan perkembangan 2.4. Penerapan 3. Inspectin & Environmental mengidentifikasi dan Departemen PGA/ QM menginventarisasai peraturan perundang-undangan dan persyaratan lain yang berkaitan dengan peraturan di bidang K3 dan harus diikuti. Petrowidada menyusun rencana yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan supaya penerapan SMK3 berhasil. 2. Jaminan Kemampuan a. Peraturan Perundangan dan Persyaratan lainnya • Departemen Safety. Petrowidada menetapkan tujuan dan sasaran dibidang K3 Dalam penetapan tujuan dan sasaran.

Inspection & Environmental memiliki tanggung jawab dan tanggung gugat dalam bidang K3 dan berwenang untuk bertindak dan menjelaskan hubungan pelaporan untuk semua tingkatan manajemen. subkontraktor dan pengunjung/ tamu perusahaan • Perubahan tanggung jawab dan tanggung gugat dipantau • Direksi menunjuk wakil manajemen yang memiliki wewenang dan tanggung jawab penuh untuk pemecahan permasalahan dalam SMK3 d. Petrowidada secara umum agar dapat lebih membudaya c. Petrowidada menyediakan personil yang memiliki kualifikasi. Integrasi SMK3 diintegrasikan ke dalam sistem manajemen PT. kontraktor. serta menyelenggarakan pelatihan yang dibutuhkan • Konsultasi/ komunikasi mengenai K3 dengan karyawan dan para ahli b.PT. karyawan. sarana. motivasi dan kesadaran • PT. Petrowidada melakukan konsultasi dengan tenaga kerja maupun pihak lain yang terkait • Seluruh karyawan dimotivasi dan disadarkan agar mendukung tujuan dan sasaran SMK3 serta memahami sumber bahaya di unit kerja Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 74 . Konsultasi. Tanggung jawab dan tanggung gugat • Departmenen Safety. dan dana yang memadai untuk penerapan dan pengendalian SMK3 melalui : • Penyediaan sumber daya yang sesuai dengan ukuran dan kebutuhan • Identifikasi kompetensi kerja yang diperlukan pada setiap tingkat manajemen.

Petrowidada selalu menyusun laporan tentang penerapan. • Dokumentasi SMK3 dibagi menjadi empat. Pendokumentasian • Panduan K3 • Prosedur • Instruksi Kerja • Dokumen pendukung (internal maupun eksternal) d. dan penyimpanan 75 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS . Kegiatan Pendukung a. Komunikasi Semua informasi tentang K3 yang terbaru akan selalu dikomunikasikan kepada semua pihak di PT. Petrowidada b.2.e. Pelatihan dan kompetensi kerja • Departemen Safety. yaitu : Pengendalian dokumen Document Controller bertanggung jawab terhadap tata cara pengendalian dokumen yang meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut : Pembuatan/ penerbitan Peemeriksaan dan pengesahan Distribusi. baik untuk keperluan internal maupun eksternal c. Inspectin & Environment setiap tahun menentukan kebutuhan pelatihan untuk para karyawan yang pekerjaannya mungkin dapat mempengaruhi K3 • Pihak eksternal yang memberikan jasa dan aktifitasnya memiliki resiko K3 akan mendapatkan penjelasan persyaratan dan informasi K3 oleh unit kerja terkait • Departemen PGA/QM bertanggungjawab terhadap perencanaan dan pelaksanaan program serta pemeliharaan rekaman dari seluruh hasil pendidikan dan pelatihan baik internal maupun eksternal • Kompetensi karyawan ditingkatkan melaluui pelatihan dan pengalaman 3. Pelaporan PT. pengendalian.

peraturan perundangan. Petrowidada Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 76 . Departemen Safety. Pencatatan dan manajemen informasi Departeman Safety. Inspection & Environmen malakukan pancatatan yang mencangkup : • Persyaratan eksternal dan internal. Dalam rangka pemantauan terhadap penerapan ketentuan-ketentuan mengenai K3 oleh para pemasok/ kontraktor. dan tindak lanjut • Identifikasi produk • Audit dan Kaji Ulang SMK3 • Pemantauan sistem pengaman pabrik yang berpotensi bahaya • Melaksanakan pelatihan Sistem Tanggap Darurat Lokal Pada prinsipnya informasi lengkap tentang pemasok dan kontraktor dikelolah oleh Bagian Pengadaan yang bertugas menyediakan pengadaan barang dan/ atau jasa. keluhan.Masing-masing unit kerja mengendalikan dokumen instruksi kerja dan dokumen pendukung e. penggantian maupun pemusnahan • Tanggung jawab dan wewenang pengendalian dokumen SMK3 ditentukan sebagai berikut : .- Klasifikasi dan identifikasi Perubahan. dan indikator kinerja K3 • Ijin kerja • Resiko sumber bahaya • Kegiatan pelatihan K3 • Kegiatan inspeksi kalibrasi dan pemeliaraan • Pemantauan data • Perincian insiden. Inspecton & Environment berkewajiban memperoleh data tentang pemasok/ kontraktor yang secara fisik sedang melakukan pekerjaan di dalam area PT.Document Controller mengendalikan dokumen panduan K3 dan prosedur .

3. Pembelian • Bagian Pengadaan yang bertugas melakukan pengadaan baran dan/ atau jasa memastikan bahwa setiap barang/ jasa yang dibeli harus selalu memenuhi persyaratan K3 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 77 . Identifikasi Sumber Bahaya. Inspection & Environment dan Departemen PGA/ QM melakukan penilaian resiko kecelakaan atau penyakit akibat kerja c. g. Inspection & Environment meninjau ulang kontrak pengadaan barang dan jasa untuk menjamin kemampuan pemenuhan persyaratan K3 yang ditentukan. Departemen Warehouse.3. Departemen Produksi & Departemen Maintenance mengidentifikasi sumber bahaya dengan mempertimbangkan kondisi dan kejadian yang dapat menimbulkan potensi bahaya serta jenis kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang mungkin dapat terjadi b. Pengendalian administratif Prosedur dan instruksi kerja yang dibuat mempertimbangkan aspek K3 pada setiap tahapan. Inspection & Environment dan Departemen PGA/ QM menyusun rencana pengendalian dan pencegahan kegiatankegiatan yang memiliki resiko kecelakaan kerja tinggi d. Penilaian resiko Departemen Safety. Penilaian dan Pengendalian Resiko a. dan bahan baku f. Inspection & Environment bersama-sama dengan Departemen PGA/ QM. Ecara periodik prosedur ditinjau ulang terutama jika terjadi perubahan peralatan. Perancangan (design) dan rekayasa Departemen Produksi dan Departemen Maintenance mengidentifikasi sumber bahaya di setiap siklus perancangan e. Identifikasi sumber bahaya Departemen Safety. Tindakan pengendalian Departemen Safety. proses. Kaji ulang kontrak Departemen Pemasaran & Keuangan dan Departemen Safety.

Inspeksi dan pengujian Departemen Safety. Departemen Produksi. Departemen Warehouse dan Departemen PGA/ QM mengidentifikasi potensi timbulnya bahaya atau keadaan darurat. pengujian dan pemantauan yang berkaitan dengan tujuan dan sasaran K3. Audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja • Audit SMK3 dilakukan untuk memastikan sistem telah sesuai dengan rencana dan persyaratan standart serta menyediakan informasi bagi manajemen Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 78 . Inspection & Environmental menetapkan prosedur inspeksi. dan cara-cara untuk mencegah dan mengatasinya • Prosedur-prosedur keadaan darurat diuji coba secara berkala dan apabila diperlukan dilakukan pangkajian dan pembaharuan i. • Prosedur menghadapi keadaan darurat atau bencana Departemen Safety. Prosedur menghadapi insiden • Kepala unit kerja bertanggung jawab untuk mengevaluasi persediaan P3K di unit kerjanya • Departemen Safety. penilaian. dan pengendalian resiko kecelakaan kepada pemakai dari barang yang dibeli oleh Bagian Pengadaan dan diterima oleh Bagian Gudang dari para pemasoknya h. Pengukuran dan Evaluasi 4.2. Inspection & Environment. Departemen Maintenance. Inspection & Environment menetapkan pemulihan keadaan darurat untuk secara cepat mengembalikan pada kondisi normal dan membantu pemulihan kondisi tenaga kerja yang mengalami trauma 4. 4. Prosedur rencana pemulihan keadaan darurat Departemen Safety.1. Inspection & Environment menetapkan standart dan pedoman teknis sistem P3K j.• Bagian Gudang menyampaikan identifikasi.

10. adalah penting bagi keberhasilan penerapan SMK3 dilakukan tindakan pencegahan.3. Departemen Safety. tujuan/ sasaran. Kaji Ulang Manajemen a. kecukupan dan keefiktifan dari penerapan SMK3. Badan pengarah melakukan Kaji Ulang Manajemen (KUM) untuk kesesuaian. sedangkan audit eksternal dilakukan sesuai kebutuhan • • Audit SMK3 dilaksanakan secara sistematik dan independen Program/ perencanaaan audit didasarkan pada tingkat sumber Laporan audit SMK3 digunakan manajemen untuk mengkaji oleh personil yang memiliki kompetensi bahaya dan hasil audit sebelumnya • ulang efektifitas dari penerapan SMK3 yang telah ditetapkan 4. sekurangkurangnya sekali setahun b. terutama terhadap kesesuaian yang cenderung berulang pada tempat atau hal yang sama • Kepala unit kerja bertanggungjawab terhadap pelaksanaan tindakan perbaikan dan pencegahan atas ketidaksesuaian yang terjadi di unit kerjanya • Setiap tindakan perbaikan dan pencegahan atas ketidaksesuaian didokumentasikan 5. perkembangan keadaan pelaporan dan umpan balik dari karyawan IV. Inspeksi K3 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 79 . c. Tindakan Perbaikan dan Pencegahan • • Pelaksanaan tindakan perbaikan yang efektif dan konsisten Untuk mencegah terulangnya kembali ketidaksesuaian. dan elemen-elemen lain dalam SMK3 atas dasar hasil audit.• Audit SMK3 internal dilakukan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun. Inspection & Environmental mengumpulkan Kaji Ulang Manajemen menekankan kemungkinan adanya perubahan informasi-informasi penting untuk evaluasi dalam Sidang P2K3 tersebut kebijakan.

Semua faktor tersebut tentunya harus dapat dikendalikan agar kondisi pabrik tetap aman dan proses produksi berjalan lancar. Pemeriksaan fire exthinguiser 3. korosi. inspeksi mingguan (weekly). PT. dan faktor tak terduga yang tidak diharapakan misalnya adalah kebakaran atau ledakan yang membuat alat/ instrumen tersebut harus diganti. Kalibrasi survey meter 12. Pemeriksaan berkala fire truck 5. Pelatihan pemadaman/ STDL 15. Inspeksi tersebut berbentuk inspeksi harian (daily). Petrowidada adalah : 1. Pemeriksaan kebocoran sumber radiasi 10. Pemeriksaan ketebalan o-Xylene Pemeriksaan ketebalan pipa steam 7. tidak hanya faktor bahan/material saja yang mempengaruhi umur suatu alat/ instrumen. Pemeriksaan hydrant system 4. Pelaksanaan inspeksi ini sesuai dengan Permenaker No. Beberapa faktor lain yang juga mempengaruhi adalah faktor lingkungan. Jenis inspeksi yang terdapat di PT. Pelaporan laju dosis ke BATAN 11. Pemeriksaan emisi gas Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 80 . 6. Pemeriksaan limbah cair 17. Pemeriksaan fire fighting system 2. Perpanjangan ijin pemakaian sumber radiasi 13. 05/Men/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Hasil dari kegiatan inspeksi tersebut dicantumkan dalam form yang sudah tersedia sesuai dengan jenis inspeksi yang dilakukan. khususnya department Safety Inspection & Environment memiliki jadwal inspeksi tahun 2010 yang telah ditentukan selama 1 tahun (terlampir). Per. Pembekalan safety representative 14. dan inspeksi bulanan/tahunan (monthly/yearly). Pemeriksaan safety valve 9. Safety patrol bersama 16. Perpanjangan ijin piping 8. Petrowidada. pemakaian yang tidak normal.Dalam suatu industri.

IV. Petrowidada memiliki sistem waste water treatment yang merupakan sebuah bentuk kewajiban perusahaan dalam prosedur penanganan limbah yang berupa penanganan. Petrowidada menghasilkan 3 (tiga) jenis limbah. ex cleaning shut down plant. penyimpanan dan pembuangan. yaitu : a) • Limbah padat Limbah padat yang dimaksud adalah jenis limbah yang disimpan sebelum dilakukan pengelolaan lebih lanjut. selanjutnya dilakukan serah terima dari unit penghasil limbah PA (Departemen Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 81 . Penanganan Limbah di PT. 11. dan ditempatkan di masingmasing tempat kegiatan dengan memperhatikan pengaruh hujan maupun keselamatan kerja • Pengelolaan Setelah jumbo bag/ container plastic penuh. dan ex produksi barang jadi dapat diproses lagi cleaning saat plant shut down Jumlah dari hasil pengumpulan - Pengumpulan phtyalic anhydride dari sweeping pada kondisi Drain dari residue padat dan ex cleaning dihasilkan pada saat normal kurang lebih 40 (empat puluh) kg per hari tertentu saja (shut down plant dan dilakukan cleaning). Petrowidada PT. PT. dengan jumlah kurang lebih 2 (dua) container plastik besar ukuran 500 kg • Pengemasan Hasil pembersihan dari area pengantongan. dan sisa-sisa sampling laboratorium dikumpulkan secara khusus (tidak dicampr dengan sampah non B3). di dalam jumbo bag/ container plastik bekas ukuran 500 kg.yaitu phtyalic anhydride dalam bentuk padatan/ flake kotor yang dihasilkan dari : • Pengumpulan dari pembersihan ceceran di area bagging gudang Pengumpulan dari sisa-sisa sampling laboratorium yang tidak Drain residue padat dari proses produksi (LBR/ HBR).

limbah PA yang sudah terkumpul tersebut dikirim ke pengelola (pihak III) yang sudah mempunyai rekomendasi pengelolaan atau dibakar di dalam tungku bakar b) • Limbah cair Limbah cair yang dimaksud adalah jenis cair yang disimpan sebelum line • Jumlah dari hasil pengumpulan • Jumlah dari pengumpulan limbah cair yang disimpan di dalam gudang B3 tidak ada.Produksi). selanjutnya dilakukan serah terima dari unit penghasil limbah (Departemen Produksi/ Departemen Warehouse Logistik) kepada Departemen PGA Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 82 dilakukan pengelolaan lebih lanjut. maupundari workshop) Pengumpulan bahan baku o-Xylene dari bekas cleaning tangki/ yang sudah tidak terpakai . di dalam drum ukuran 200 liter. dan ditempatkan di masing-masing tempat kegiatan dengan memperhatikan pengaruh hujan maupun keselamatan kerja • Pengelolaan Drum yang berisi bekas oil/ o-Xylene. Selanjutnya dilakukan remelting/ pengolahan kembali ke dalam proses - Untuk PA sweeping kotor dan tidak dapat diproses. Departemen Warehouse (GBJ) menyerahkan kepada pengelola gudang (Departemen PGA). kepada Departemen Warehouse (GBJ) untuk dilakukan pemilahan antara yang dapat diproses dan sweeping (PA kotor) Departemen Warehouse (GBJ) menyerahkan kembali ke Departemen Produksi untuk PA yang dapat diproses. penggantian oil dari area plant dikumpulkan secara khusus. yaitu : Pengumpulan dari oil bekas (ex proses. dan selanjutnya dilakukan pengaturan posisi limbah didalam gudang B3 tersebut Setelah terkumpul kurang lebih 4 (empat) ton. hal ini tergantung dari aktifitas plant Pengemasan Hasil dari cleaning tangki.

04/Men/1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja Serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja. Petrowidada mempunyai tugas dan tanggung jawab mengarahkan kegiatan K3 yang merupakan penjabaran kebijakan K3 yaitu : a. 12. 1 tahun 1970 dan Permenaker No. IV. Petrowidada membentuk Organisasi P2K3 (terlampir). yaitu : • • • • • • Batas. Petrowidada diperiksa oleh Dinas Lingkungan Hidup Pertambangan dan Energi dan dianalisa oleh PT. Daerah yang diambil sampel. c.- Departemen PGA dengan bantuan laboratorium melakukan analisa terhadap limbah tersebut dan selanjutnya membuat laporan ke Team Evaluasi Barang Bekas untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut c) Team evaluasi memberikan rekomendasi ke Departemen PGA untuk dilakukan penjualan ke pihak III Limbah gas/ Emisi gas Emisi gas PT. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P3K3) PT. maka PT. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) Berdasarkan Undang-Undang No. Melakukan safety patrol bulanan pada unit kerjanya Melakukan sidang P2K3 secara periodik Memberikan masukan/ saran baik diminta atau tidak kepada Tengah pabrik Depan Pos PMK Depan Pos Satpam Incinerator Furnace Scrubber Sampai bulan Agustus 2010. b. Petrowidada dibawah Nilai Ambang manajemen Dalam menjalankan tugas tersebut. Envilab Indonesia. emisi gas PT. P2K3 mempunyai fungsi yaitu : Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 83 .

Kerja di tempat kerja. 1. kesehatan kerja. Mengembangkan penyuluhan dan penelitian di bidang keselamatan Melakukan pemantauan terhadap gizi kerja dan menyelenggarakan Memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan kerja. dan kesehatan kerja. hygiene perusahaan. dan gizi tenaga kerja. Faktor yang dapat mempengaruhi efesiensi dan produktifitas kerja. 3. dan lingkungan kerja. proses. Mengembangkan sistem pengendalian bahaya terhadap Keselamatan Mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan. higien perusahaan. 7. 8. kerja. pekerjaannya. hygiene perusahaan. Alat Pelindung Diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan. 5. dan Kesehatan Kerja.a. 2. ekonomi. Cara dan sikap yang benar dan aman dalam melaksanakan Membantu pengusaha atau pengurus dalam : 1. makanan di perusahaan. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tenaga kerja. 9. termasuk bahaya kebakaran dan peledakan serta cara penanggulangannya. Membantu pimpinan perusahaan menyusun kebijaksanaan manajemen dan pedoman kerja dalam rangka upaya meningkatkan keselamatan kerja. kesehatan kerja. Mengembangkan laboratorium kesehatan dan keselamatan kerja. melakukan pemeriksaan laboratorium. Menyelenggarakan adminiistrasi keselamatan kerja. 4. serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan. d. 4. Penyakit Akibat Kerja. dan melakukan interpretasi hasil pemeriksaan. c. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 84 . 2. dan ergonomi. 10. 3. Menentukan tindakan koreksi dengan alternatif terbaik. 6. Mengevaluasi cara kerja. b. Menghimpun dan mengolah data tentang Keselamatan dan Kesehatan Membantu menunjukkan dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja : Berbagai faktor di tempat kerja yang dapat menimbulkan gangguan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V. termasuk perencanaan. 1. Kesimpulan Dari hasil On The Job Training yang dilakukan selama 4 bulan ini dapat disimpulkan bahwa : 1. 2. Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Safety) di perusahaan manajemen. perbaikan-perbaikan serta mencangkup banyak hal. Departemen safety dan kru safety PT. Petrowidada melaksanakan pekerjaannya sesuai prosedur. Ada beberapa pendekatan yang dilakukan agar pekerja lain dapat mematuhi kebijakan perusahaan Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 85 .

Saran Adapun saran yang dapat diberikan penulis kepada perusahaan (terutama dalam bidang K3) setelah kegiatan On The Job Training ini adalah : 1. Jika diperlukan menambah personil safety agar pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan K3 dapat berjalan dengan efektif dan efisien. 3. keamanan. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja PPNS-ITS 86 . 4. Semua aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja sudah dimiliki dan dijalankan dengan baik seperti P2K3. dimana setiap organisasi memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang besar untuk menjaga kelancaran. alat proteksi kebakaran.3. Pekerjaan-pekerjaan personil safety yang tidak berkaitan dengan K3 sebaiknya dilakukan oleh tenaga lain seperti tenaga outsourcing. Hal ini untuk memudahkan personil safety dalam menjalankan tugasnya agar berjalan efektif dan efisien. tes kebocoran gas. Perlunya pelatihan atau kursus mengenai yang diikuti oleh kru safety untuk menambah perkembangan terbaru tentang pengetahuan dan wawasan K3. V. PT. dan kesinambungan proses produksi. inspeksi. 2. 4. Petrowidada struktur organisasi yang baik. Standart Operational Procedure (SOP). Perlunya sosialisasi terhadap implementasi kebijakan K3 yang rutin dan berkesinambungan hingga ke tingkat paling bawah untuk membentuk budaya K3 tanpa adanya unsur paksaan/ keharusan melainkan karena unsur kebutuhan terhadap K3. 2. dll.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful