BAB I SEBUAH KONSEP BARU TENTANG KEUANGAN MIKRO

1.1 Pendahuluan Dalam pembahasannya, mikrofinance memunculkan dua isu utama: pertama, batas operasional mikrofinance tidak jelas dan, kedua sifatnya tidak jelas. Isu-isu ini dapat digambarkan ke dalam dua pertanyaan yang kerap dibincangkan oleh para praktisi dan akademisi di bidang ini, yaitu: Apa perbedaan antara keuangan mikro, yang lebih dikenal kredit mikro dan keuangan tradisional? Apakah keuangan mikro memiliki etika keuangan? Perbincangan terus-menerus mengenai layanan keuangan yang ditawarkan dalam program-program keuangan mikro dan diversifikasi yang terus meningkat dari klien tersebut telah memperluas batasan keuangan mikro itu sendiri, jauh melampaui peranannya dalam microfinance klasik yang dulunya hanya melayani pemberian pinjaman kepada golongan fakir dan miskin (poorest and poor). Sebagaimana contoh yang dapat dilihat pada Grameen Bank. Oleh karena itu, apa yang membedakan antara keuangan mikro modern dari pembiayaan tradisional? Dan atas dasar apa kita bisa membuat perbedaan seperti itu? Tujuan sosial dan kemanusiaan di balik keuangan mikro serta pendistribusiannya melalui organisasi nirlaba (NGO) itu sebenarnya memiliki hubungan dengan klasifikasi etika keuangan. Namun, karena lembaga mikro itu tidak mau dianggap seperti memberikan bantuan layaknya sumbangan semata-mata, maka dibuatlah semacam aturan mengenai ketertiban dalam pendistribusiannya melalui intermediasi keuangan, sehingga membawa keuangan mikro ini kepada isu etika keuangan. Bab ini juga membahas tentang taksonomi baru dalam keuangan mikro modern. Untuk itu, pertama sekali kita perlu mengetahui ciri-ciri antara keuangan mikro lama dan kredit mikro. Kemudian, sehubungan dengan tren saat ini, kita perlu mengidentifikasi pemahaman baru mengenai keuangan mikro dengan karakteristiknya yang berbeda-beda baik dari segi penawaran maupun permintaan.

1

1.2 Sifat Keuangan Mikro (Keuangan Mikro Vs Kredit Mikro) Istilah “Keuangan mikro‘’ secara umum menjelaskan tentang penawaran layanan keuangan sederhana kepada klien berpenghasilan rendah maupun yang tidak berpenghasilan sama sekali. Dengan demikian, setiap kegiatan skala kecil yang ditandai dengan dana terbatas dan penerima berpenghasilan rendah dapat diklasifikasikan kedalam ruang lingkup keuangan mikro. Secara tradisional, keuangan mikro terkait dengan program-program yang bermanfaat bagi klien dengan masalah subsistensi yang serius di negara-negara berkembang, selama bertahun-tahun keuangan mikro selalu terkait dengan kredit mikro – kredit kecil, sering tanpa jaminan tradisional, yang ditunjukan untuk memperbaiki kehidupan klien dan keluarga mereka atau mempertahankan kegiatan ekonomi skala kecil. Sumber dana, terutama berasal dari dana yang disumbangkan oleh negara dan organisasi keagamaan, disalurkan kepada penerima, paling sering disalurkan melalui organisasi non pemerintah (LSM) dan mitra local (gambar 1.1) Hal ini pada kenyataannya merupakan prosedur pembagian dimana LSM dan negaranegara donor berkerja sama dengan basis organisasi lokal lainnya, seperti walikota atau pemerintah, maupun pihak-pihak ketiga lainnya, membantu memfasilitasi pemeriksaan dan pengelolaan posisi kredit. Untuk mengurangi adanya kesenjangan baik secara fisik maupun budaya antara penyalur yang menyediakan kredit dengan penerima kredit mikro, banyak lembaga yang membentukn membentuk jaringan dengan promotor local, yang di kenal sebagai petugas pinjaman, yang mengunjungi klien potensial untuk mengumpulkan angsuran pinjaman yang diberikan. Perubahan sosial-demografis selama beberapa decade terakhir secara siknifikan telah mengubah pandangan ekonomi dunia menjadi sesuatu yang baru. Dalam keuangan mikro, situasi baru tersebut berarti adanya penerima baru yang potensial, produk baru dan keterlibatan perantara keuangan yang lebih besar dari sebelumnya. Pengecualian dari sistem keuangan tradisional, terdapat masalah mengenai ketidakmampuan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan yang dasar saja, termasuk jutaan orang saat ini, baik di negara berkembang dan negaranegara industri lainnya. Garis kemiskinan yang lama telah bergeser dan katagori baru dari orang “ miskin ‘’ pun muncul, bahkan di negara-negara berkembang.

2

Donor
Penerima pinjaman yang baru ini telah membawa kriteria kebutuhan yang baru pula. Selama dekade terakhir, konsep layanan keuangan mikro yang baru telah dikembangkan seiring dengan kredit mikro. Perkembangan ini telah mendapat pengamatan yang telah membentuk program-program bantuan keuangan yang lebih meningkatkan efisiensi lembaga tersebut, sekaligus juga meningkatkan tingkat kelangsungan perusahaan itu. Perluasan dari layanan keuangan yang ditawarkan itu meliputi: produk kredit, yang menyediakan artenatif untuk pinjaman, tabungan, jasa asuransi, keuangan terstruktur dan bantuan teknis. Oleh karenanya tidaklah mengejutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, para penyedia bantuan pinjaman keuangan di negara-negara industri telah lebih menfokuskan diri kepada keuangan mikro. Ia mewakili suatu cara untuk mencapai dan memperoleh kesetiaan dari kelompok-kelompok klien baru dan membantu meningkatkan tanggung jawab sosial perusahaan. Jadi, saat ini adalah alasan ekonomi, serta kepedulian terhadap citra publik mereka, yang memacu perantara keuangan menjadi lebih terlibat dalam keuangan mikro. Semua yang menimbulkan pertanyaan yang tidak dapat dihindari adalah masih mungkin untuk kembali ke model keuangan mikro yang menyerupai, inisiatif pertama kredit mikro tradisional? Apakah demografi baru, kecenderungan sosial dan ekonomi, di kombinasikan demgan tradisional? 1.3. Permintaan Untuk Keuangan Mikro Secara tradisional, orang-orang yang memperoleh mamfaat dari keuangan mikro adalah
3

munculnya

keterlibatan perantara keuangan, mungkin panggilan untuk pertimbangan model keuangan mikro

warga Negara dari Negara-negara berkembang yang berjuang untuk menyediakan bagi diri mereka sendiri, sayangnya di kenal sebagai : “yang termiskin dari yang miskin ’’. Dalam katagori ini, perempuan siknifikansi khusus karena mereka merupakan kelompok yang paling terpengaruh oleh pengecualian keuangan di banyak Negara berkembang, apalagi, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa perempuan pada umumnya lebih mampu membayar kembali kredit mikro dari pada laki-laki dan mengelola dana untuk berinvestasi di terima dalam inisiatif yang lebih menguntungkan. Baru-baru ini, keuangan mikro telah mengalihkan perhatian untuk diri sendiri pekerja dan individu dalam perubahan kecil,sering bisnis milik keluarga,yang tidak dapat memperoleh kredit bank.Untuk pengusaha mikro,keuangan mikro merupakan alternatif untuk kredit yang di berikan oleh pemberi pinjaman, dan seringkali merupakan jalan keluar dari sistem pinjaman uang. Dengan demikian,dalam beberapa tahun terakhir keuangan mikro telah melayani kelompok penerima mamfaat sebagian besar yang berbeda dari yang biasanya terkait dengan kredit mikro. Saat ini,penerima mamfaat potensial keuangan mikro juga dapat mencakup individu, walaupun tidak hidup dalam kemiskinan, mengalami kesulitan umum untuk mendapatkan akses ke sistem keuangan. Dengan cara ini, keuangan mikro modern adalah memperluas sasaran dari fakir miskin untuk semua korban pengecualian keuangan. Fenomena pengecualian financial telah didefenisikan dalam literature sebagai “ketidakmampuan untuk akses layanan keuangan dalam cara yang sesuai”(carbo et al,2005) Pengecualian dari sistem keuangan berkepentingan produk dan jasa yang berbeda dan dapat disebabkan beberapa alasan. Pertama, ada pengecualian diri, pada prinsipnya ,dari individu merasa tidak mampu berkaitan dengan kondisi yang dibutuhkan perantara keuangan,”Yang termiskin dari yang termiskin” dating dalam kategori ini. Jarak dari sistem keuangan juga mungkin karena kegagalan klien potensial untuk memenuhi kegiatan persyaratan kredit. Dalam hal ini kita dapat lihat pengecualian akses, atau pengecualian mengikuti proses penilaian risiko dilakukan terhadap klien oleh perantara keuangan, dalam kategori ini kita menemukan “miskin”. “Yang termiskin dari yang miskin” dan “miskin” adalah dua kategori yang merupakan target program keuangan mikro tradisional. Namun, seperti yang disebutkan sebelumnya, sosiodemografi serta perubahan ekonomi telah meningkatkan pentingnya bentuk-bentuk pengecualian dari keuangan dapat menjadi konsekuensi dari pengecualian dari sistem sosio=politik
4

(pengecualian politik dan sosial) : Para korban ini, misalnya, imigran atau mantan narapidana dan orang-orang yang :”tidak terdaftar” dan karenanya, tidak “bankable”. Ada juga individu yang tidak dapat mendapatkan akses ke sistem keuangan karena mereka tidakmampuan menanggung biaya dan kondisi produk keuangan yang ditawarkan. Dalam kasus ini, “ Kurang Beruntung” individu dikenakan pengecualian kondisi. Akhirnya, suatu bentuk pengecualian keuangan dapat diidentifakasi, yang akan mempengaruhi pelanggan (terutama pengusaha kecil –skala) dianggap “marjinal” oleh perantara karena mereka merupakan target nilai rendah dibandingkan dengan model evaluasi pelanggan tradisional (pengecualian pemasaran). Yang “tidak daftar”, yang “kurang mampu” dan “terpinggirkan”, meskipun jarak yang sama dari sistem kredit, yang ditandai “ex ante” dengan tingkat peningkatan kemampuan profesioanal dan manajerial, dan meningkatkan tingkat kredit masing-masing.

Fakir dan miskin
5

serta keterlibatan lebih besar dari perantara keuangan dan. Dari perspektif regulator.Kategori-kategori penerima sehingga diidentifikasi (gambar 1. seperti halnya dengan tabungan pos bank. baik dari sudut pandang institusional dan sejauh tujuan mereka dan tujuan yang bersangkutan. Penyediaan Keuangan Mikro Lembaga-lembaga tradisional yang terlibat dalam keuangan mikro bervariasi. 1. tergantung pada kegiatan intermediasi keuangan mereka. mereka tidak memiliki deposito lembaga atau jika mereka tidak memberikan kredit. lembaga keuangan mikro (LKM) dapat di klasifikasikan kedalam kategori utama. asosiasi kredit.4. Bantuan diberikan kepada individu mengingatkan pembiayaan tradisional kepemilikan tunggal dan mikro perusahaan. Lembaga informal (membantu kelompok sendiri. tergantung pada batas regulasi kegiatan mereka: informal.2) berhak untuk mendukung keuangan mikro sebagai individu atau dalam kelompok.3).tetapi mereka tidak berada dibawah peraturan perbankan. semiformal (gambar 1.. Keterlibatan berkelanjutan dari “terdaftar”. Oleh karena itu . Mereka biasa didefenisikan sebagai keuangan mikro perantara keuangan sebenarnya. ”kurang mampu” dan “terpinggirkan” orang menentukan kompleksitas lebih besar dari struktur keuangan dalam program-program keuangan mikro. tunduk pada semua hukum-hukum umum yang relevan. dan formal 6 . umumnya. MFFIs tuduk pada persyaratan peraturan keuangan. dengan demikian. keluarga. pemberi pinjaman individu) tidak memiliki status lembaga. Mereka adalah penyedia layanan keuangan mikro atas dasar sukarela dan tidak tunduk pada apapun atau kontrol peraturan. bergerak amore menentukan jauh dari pola-pola tradisional kredit mikro. dimana sebagai pendukung menawarkan kepada kelompok lebih dekat menyerupai pembiayaan dari asosiasi dan koperasi. Lembaga semiformal terdaftar entitas. Mereka meyediakan jasa financial tetapi.

keuangan yang berbeda.Penyedia Keuangan mikro Dalam kategori ini adalah mungkin untuk memasukkan berbagai jenis lembaga dengan koperasi struktural dan kompleksitas organisasi (LSM keuangan. sbagian atau seluruhnya. 7 . meningkatkan dana swasta dan mengambil “dipaksa menyimpan” formulir klien mereka. Beberapa LSM yang paling brkembang menawarkan berbagai jenis layanan keuangan. dana yang disumbangkan oleh lembaga-lembaga supranasional dan Negara-negara donor. seringkali digabungkan dengan tawaran bantuan teknis dan “intervensi sosial” untuk penerima. Untuk tujuan ini memanfaatkan LSM. terutama yang beroperasi dengan menawarkan kredit mikro sebagai bagian dari proyek pembangunan. pos tabungan bank). Yang paling popular dan meluas adalah LSM keuangan.

yang dkonversi ke bank untuk memaksimalkan keberlanjutan ekonomi dari inisiatif mereka dan memperluas basis klien mereka Atau. Pembangunan bank-bank besar. berputar Tabungan dan Kredit Asosiasi (ROSCAs). Di sini. terpusat dan biasanya bank-bank milik pemerintah dibuat untuk mendukung sektor-sektor tertentu (bank-bank pengembangan usaha kecil) atau wilayah geografis (bank pembangunan pedesaan). telah dimungkinkan untuk menyertakan bank komersial. dan bank kredit koperasi. dua kategori perantara dapat diidentifikasi: bank keuangan mikro yang berorientasi dan bank-bank keuangan mikro yang sensitif. Terakhir. yang memberikan kredit kepada anggota berputar sendiri dengan menggunakan sumber daya dari dana umum yang disediakan oleh anggota sendiri. terutama melalui mitra. Ini mungkin hasil dari skala dari LSM khusus dalam kredit mikro. kelompok perbankan kering konglomerat keuangan. Mereka semua dapat menawarkan kredit dan mereka semua lembaga deposito : Untuk alasan ini. Ini termasuk Serikat Kredit di Britania Raya dan Irlandia. dalam lembaga-lembaga keuangan mikro formal. dan yang secara profesional cenderung untuk mengambil 8 . yang menawarkan kredit dan jasa lainnya kepada mitra mereka sendiri. lebih luas di negara-negara berkembang. atau untuk sebagian besar untuk kepentingan anggota mereka sendiri. mereka semua di bawah peraturan perbankan. Dalam bidang keuangan mikro yang berorientasi bank adalah mungkin untuk grup bersama-sama semua bank atau lembaga keuangan yang busur khusus dalam pembiayaan usaha kecil menengah dan mikro-perusahaan. Layanan keuangan mikro juga dapat ditawarkan oleh berbagai jenis lembaga koperasi yang beroperasi secara eksklusif. dalam beberapa tahun terakhir.Lembaga formal dapat di klasifikasikan menjadi tiga kategori utama: Bank keuangan mikro (MFBS). tertarik dengan penampilan positif diperhatikan oleh perantara khusus dalam usaha mikro. Akhirnya. mereka mungkin baru dibuat bank yang memutuskan untuk memasuki pasar keuangan mikro. PMFB adalah bank khusus hanya menawarkan layanan keuangan mikro . Meskipun perbedaan mereka. karakteristik umum dari lembaga-lembaga ini terletak pada status hukum perusahaan koperasi dan kemungkinan mengumpulkan deposito. perantara tersebut mungkin akibat dari proses privatisasi bank umum dengan tujuan memberikan dukungan finansial kepada masyarakat lokal. di beberapa negara berkembang mereka juga dapat mengambil bentuk bank-bank swasta. bank keuangan mikro berorientasi (MFOB) dan bank keuangan mikro sensitive (MFSB).

meskipun sampai batas tertentu dibandingkan dengan bisnis inti mereka sendiri. karena terlalu berisiko. sangat berakar di wilayah tersebut. pada saat ini. Sebagian besar bank tidak dilengkapi dengan metodologi dan peralatan profesional yang cocok untuk keuangan mikro. Sebuah partisipasi yang lebih luas dari perantara keuangan dengan penyedia keuangan mikro akan menyebabkan review tentang peran LSM dan lembaga-lembaga khusus. Tradisional menganggap pembiayaan menawarkan kredit kepada individu dilihat sebagai 'unbankable'. Ini terutama terdiri dari kelompok perbankan. misi dan konteks sosial-ekonomi di mana perantara tersebut bekerja. dari penyedia layanan sederhana untuk pengganti atau promotor program sendiri. 9 . jika tidak didukung dengan jaminan. kehadiran mereka di pasar terbatas pada beberapa perantara. karena alasan ekonomi atau untuk citra mereka sendiri. Ini adalah terutama yang kecil. Perpanjangan progresif penerima manfaat sasaran. klasifikasi baru dari praktisi yang dapat dianggap sebagai berpotensi aktif di sektor keuangan mikro. keberadaan perantara keuangan tradisional cenderung meningkat di masa depan. dan lembaga keuangan yang datang langsung dari tubuh lokal. Oleh karena itu. 1. dalam bidang keuangan mikro bank-sensitif adalah mungkin untuk menempatkan semua bank dan perantara keuangan yang. skenario masa depan. ketersediaan keuangan mikro untuk kategori baru dari penerima manfaat telah memperkenalkan membutuhkan produk baru. Namun. selain kredit yang ada. perantara Keuangan dapat mengisi peran yang berbeda dalam program keuangan mikro. serta struktur pendanaan yang lebih baik didefinisikan. proses penyediaan kredit kecil menimbulkan biaya yang berlebihan karena biaya operasi yang signifikan diperlukan untuk menghadapi setiap pinjaman sehubungan dengan jumlah kredit yang diberikan. dengan demikian. bank lokal.5 Produk Dan Layanan Keuangan Mikro Penyedia keuangan mikro secara tradisional memiliki program kredit mikro berdasarkan keberhasilan mereka pada struktur sederhana. atau konglomerat keuangan yang memutuskan untuk masuk ke dalam sektor keuangan mikro (downscaling kegiatan mereka). Selanjutnya. yang berarti bahwa. Tingkat keterlibatan mereka terutama tergantung pada tiga faktor: sifat hukum dan kelembagaan.peran aktif dalam program-program keuangan mikro. melihat keuangan mikro sebagai kesempatan menarik. khususnya yang besar. Selain itu. Sampai sekarang sistem perbankan telah dianggap keuangan mikro dengan kecurigaan. menciptakan perusahaanperusahaan tertentu atau divisi tertentu dalam organisasi mereka.

terutama karena persentase keuntungan yang dihasilkan melalui kegiatan keuangan. meningkat. di sisi lain. Dalam kasus pertama.4). Karena alasan-alasan itu. Persyaratan ini didasarkan pada dua faktor utama di satu sisi. memiliki kemampuan yang lebih besar dalam mengorganisir diri mereka sendiri dalam kelompok-kelompok dan membawakan sebuah kerumitan yang lebih besar dalam menjalankan organisasi dan kelompok dibiayai. terutama yang kurang mampu dan terpinggirkan orang.4 Keuangan Mikro produk dan jasa Selain itu. dikombinasikan dengan kebutuhan keuangan yang lebih canggih dan panggilan untuk kontrol ketat oleh kreditur. bunga yang lebih tinggi 'kredit bank' dari penerima umumnya bertepatan dengan organisasi yang lebih terstruktur. beberapa kategori pengusaha. 10 . adalah mungkin untuk mengidentifikasi tawaran deposito. Hal ini. Kebutuhan untuk saluran tabungan penerima muncul kuat sebagai 'kredit bank' dari penerima sendiri meningkat. Ini dapat dikategorikan sebagai jasa keuangan dalam arti sempit atau memperpanjang pelayanan yang bersifat non keuangan (Gambar 1. bagian dari kegiatan dan yang berkelanjutan. telah membawa perlunya untuk menggabungkan aktivitas kredit dengan menawarkan layanan lain. sering. dan tidak ditujukan untuk menutup subsisten yang biaya pelanggan. perlu dibidang program keuangan mikro modern untuk menempatkan kerangka kerja keuangan yang menyediakan jasa lainnya.dari kategori 'termiskin dari yang miskin' dengan orang yang kurang beruntung. Kredit Tabungan Asuransi Jasa Keuangan Lainnya Layanan Teknis Lainnya Gambar 1. serta produk-produk asuransi. serta penyediaan kredit. penerima manfaat target baru berarti kebutuhan keuangan baru yang harus dipenuhi. pada gilirannya.

organisasi penerima manfaat dalam koperasi-koperasi.6 Sebuah Taksonomi Baru Untuk Keuangan Mikro Sehubungan dengan klasifikasi dibuat. sering berjalan dengan otonomi manajerial yang lebih besar. 1. dalam 'kurang beruntung' dan 'terpinggirkan' penerima manfaat. khususnya ketika keberlanjutan proyek memerlukan membuka ke pasar di luar konteks lokal. Hal ini menggarisbawahi bahwa. asuransi dan bantuan teknis. bantuan tersebut dapat menyangkut manajemen keuangan dan administrasi tetapi dapat diperluas untuk menawarkan layanan non-keuangan yang spesifik. adalah mungkin untuk membangun sebuah matriks keuangan mikro cahaya ditentukan oleh kombinasi yang mungkin dari ‘penerimalayanan-lembaga’ (Gambar 1. dan hanya dalam beberapa kasus untuk tabungan paksa dari penerima manfaat. atau dalam organisasi terstruktur lainnya. Secara khusus. Dalam hal ini. dan terlibat dalam program dengan produk yang lebih terstruktur dan lebih kompleks dan struktur keuangan konsolidasi. paket layanan yang menyertai program keuangan mikro semakin lebih terstruktur. peran investor adalah dua kali lipat: untuk menempatkan kontrol di tempat untuk memeriksa mengenai kriteria tata pemerintahan yang baik. Dengan cara yang sama keterlibatan perantara keuangan mikro semakin didukung oleh intervensi perantara keuangan lainnya. Dengan cara ini. misalnya. Hal ini tidak biasa. sebagai tingkat 'kredit bank' penerima manfaat meningkat. Skenario baru mengidentifikasi area bisnis yang berbeda di bidang keuangan mikro ditentukan oleh kombinasi ‘penerima-jasa’. ubin 'miskin' dan 'tidak terdaftar'. Selain itu. Penerima Termiskin Terdaftar Tertinggal Terpinggirkan 11 . di satu sisi untuk melindungi risiko teknis dan keuangan khusus dari proyek ini dan. bahwa penerima manfaat diorganisir dengan baik tersebut membutuhkan dukungan dalam komersialisasi dan distribusi produk.memerlukan pengaturan dari sebuah siklus keuangan lengkap. di sisi lain untuk diperpanjang dengan aktivitas ekonomi seluruh kelompok dibiayai.5). membatasi jasa keuangan yang ditawarkan untuk kredit. MFFIs minyak fokus kegiatan mereka yang 'termiskin dari yang miskin'. masing-masing yang relevan untuk kategori tertentu perantara. dan untuk menyediakan bantuan teknis untuk kegiatan proyek. Sebaliknya MFBS formal menemukan target mereka yang paling alami. produk asuransi juga dirancang.

5 Suatu taksonomi microfinance modern Hal ini berguna untuk mempertimbangkan. kebutuhan untuk mencari yang baru. penting untuk meningkatkan hubungan antara perantara dan penerima. serta keahlian teknis dan operasi berguna untuk perencanaan dan pemantauan proyek. Secara khusus. yang 'miskin' dan 'tidak terdaftar'. adalah mungkin untuk meramalkan bahwa program keuangan mikro 12 . dan paralel keterlibatan LSM dan lainnya perantara keuangan mikro dalam program-program yang ditujukan terhadap 'kurang beruntung' atau 'terpinggirkan' penerima manfaat. Bahkan. Untuk masa depan. untuk bank berorientasi keuangan mikro dan keuangan mikro bank sensitif pada khususnya. bagaimanapun bahwa dalam pengalaman keuangan mikro baru-baru ini adalah mungkin untuk mengidentifikasi tren yang menyoroti model operasi yang tidak mudah diklasifikasikan. yang melihat keterlibatan yang lebih besar dari MFBS dalam program ditakdirkan untuk 'yang termiskin dari yang miskin'. ditujukan untuk termiskin dan tidak terdaftar. dan lebih efisien dan cara penyaluran dan pengelolaan dana menciptakan ruang untuk intervensi bahkan dalam programprogram yang kurang terstruktur. kita menyaksikan gerakan-persilangan.Lembaga Keuangan Mikro perantara keuangan Keuangan Mikro bank Keuangan Mikro bank berorientasi Keuangan Mikro bank sensitif Layanan • • dan miskin Kredit • Kred • Kred it it Jasa teknik • Asur • Asur ansi ansi • Jasa • Tab teknik ungan • Jasa teknik • • • • Kredit Asura nsi Tabun gan Jasa keuangan lainnya • Jasa teknik Gambar 1. Pada saat yang sama efektivitas program terstruktur lebih meningkatkan kontribusi keuangan mikro perantara keuangan (beberapa kali juga penyedia keuangan mikro) yang memberikan kontribusi pengetahuan lokal mereka.

akan semakin ditandai dengan kehadiran investor yang tidak terkait dengan salah satu penggunaan tetapi lebih merupakan kumpulan lembaga campuran. Etika keuangan dapat dibagi menjadi tiga kategori aktivitas (gambar 1. perantara keuangan yang berorientasi untuk kredit. Jika label perantara dirinya sebagai etika. bertanggung jawab untuk penuntutan oleh otoritas nasional dan masyarakat. sebanyak dalam literatur seperti dalam praktek. keuangan yang benar adalah sesuai dengan peraturan perusahaan dan peraturan terkait yang mengatur isu-isu terkait dengan ketekunan. bank pembangunan. tidak ada kriteria yang jelas yang memungkinkan kita untuk menarik batas-batas etika keuangan. untuk menetapkan parameter etika harus dihormati. dan keprihatinan donor nasional dan internasional. Etika keuangan. seperti kerangka kerja pengaturan sistem keuangan. Bentuk dukungan teknis keuangan terutama berasal dari sumbangan dan pinjaman lunak. perilaku dan proses yang diadopsi. serta produk dan kondisi ekonomi yang diterapkan. untuk memutuskan apakah keuangan mikro harus dipandang membiayai secara etis karena diperlukan dalam kasus itu.6 dan 1. Dalam kasus pertama. perlu untuk menyelesaikan masalah lebih lanjut: apakah beroperasi di keuangan mikro artinya operasional di bidang keuangan itu etis? Isu ini memiliki relevansi yang besar dan tidak dapat diselesaikan hanya dengan debat. memang telah menanggapi kriteria yang spesifik tentang karakteristik dari perantara dan penerima manfaat. semiformal dan formal di waktu yang sama. Hal ini penting.7): keuangan yang mendukung perang melawan kemiskinan dan pengucilan keuangan (keuangan inklusif). Keuangan Mikro datang ke dalam kategori ini.7 Keuangan Mikro Dan Etika Keuangan Untuk memahami sifat sesungguhnya dari keuangan mikro modern. Memang. yakni penyedia jasa keuangan sektor informal. itu melakukan proses kompetisi yang tidak adil. 13 . dapat membantu kita untuk memahami jika keuangan mikro mungkin termasuk dalam bidang ini. keadilan dan transparansi perilaku diadopsi (keuangan penuh). bagaimanapun. karena itu. Membangun struktur kegiatan keuangan yang berbeda. dalam cara yang lebih rendah. yang sampai saat ini telah dipertimbangkan jenis pembiayaan secara etis. badan pemerintah nasional. kita berada di bidang keuangan yang menentukan sendiri tujuan sosial dan kemanusiaan. tetapi tidak beroperasi secara etis. keuangan yang mendukung beberapa sektor umum dianggap etis oleh kesadaran sosial kolektif (keuangan selektif). organisasi non profit dan. 1. saat ini.

Dalam kasus kedua dukungan keuangan diberikan hanya untuk sektor dinilai etis oleh peminjam. Dengan pendekatan ini. budaya. sedangkan investasi untuk lingkungan. Etika Keuangan Keuangan Inklusif: Melawan pengecualian keuangan dan kemiskinan Selektif Keuangan: Dukungan sektor produksi yang dipilih Pemenuhan Keuangan: Menghormati stakeholder bunga Tujuan-Tujuan Sosial dan Berperikemanusiaan Aturan dan kode etik Pengecualian kriteria Kriteria Inklusi Gambar 1. tembakau. misalnya. perjudian. seni dan berakhir sosial yang didukung. didasarkan pada kriteria subyektif yang mewakili akal sehat yang baik. alkohol. pornografi tidak dibiayai.6 Jenis keuangan etis 14 . industri. seperti lengan.

dalam kasus ketiga. selama bertahun-tahun belakangan ini. etika berarti mengadopsi perilaku yang mengurangi risiko konflik kepentingan antara perusahaan dan stakeholders.Etika Keuangan Memerangi eksklusi keuangan dan kemiskinan Dukungan sektor produksi Aktivitas Kredit: kredit mikro keuangan mikro Kolektif tabungan manajemen Para donor. LSM / lembaga nirlaba Yayasan LKM Bank Lokal Koperasi Dana Investasi Dana pensiun Gambar 1. Kemudian. dan Dana Pensiun Ethical (EPF). Pendekatan ini diikuti oleh kedua perusahaan dan perantara keuangan dan organisasi nirlaba. perempuan miskin pembiayaan di negara berkembang dalam kategori miskin adalah inisiatif layak. adalah investor institusi yang menyediakan jasa investasi secara individual atau kolektif tidak ada yang kurang.7 Kegiatan dan agen keuangan etis Para perantara yang mengikuti pendekatan semacam ini terutama Ethical Dana Investasi (EIF). yang hanya pilih investasi etis. tetapi apakah itu cukup untuk mendefinisikan sebagai etika bahkan cara dana 15 . Tentu saja. Setelah klasifikasi keuangan etika telah terbentuk. perlu untuk bertanya pada diri sendiri apakah kriteria tersebut cukup untuk menentukan kegiatan keuangan digambarkan sebagai etika. Akhirnya. perantara perbankan telah mulai memilih portofolio kredit mereka sendiri berdasarkan kriteria etis yang sama.

tetapi tidak cukup. yang berkaitan dengan perilaku individu yang terlibat. Oleh karena itu. untuk investor tunggal.8 Variabel etika dalam keuangan 16 . manajemen investasi mereka sendiri. Etika Keuangan Etika intermediasi Dimana etika? Pemenuhan Tingkatan Ekstensi Transversality Konsolidasi Biaya intermediasi Gambar 1. apa yang membuat keuangan etis? Pada dasarnya tiga faktor. menemukan cara dan sarana efektif. apalagi. Pentingnya kepatuhan jelas dalam hal kondisi yang diperlukan untuk membiayai etis. mengadopsi perilaku yang tidak datang ke dalam konflik dengan kepentingan yang sudah ada pasti kondisi yang diperlukan untuk membiayai secara etis. Jika manajemen bank berada dalam konflik. akan lebih baik untuk berbicara tentang pembiayaan yang bersifat selektif. Dari sudut pandang ini. perusahaan dan produk sesuai dengan kriteria tertentu dan terbatas dan harus meninggalkan penilaian subjektif etika. Aspek kritis dalam Kasus tidak begitu banyak menentukan apakah hal itu benar untuk mengadopsi perilaku yang menghormati aturan dan tidak bertentangan dengan kepentingan stakeholder '.8). tidak memerangi alkoholisme pembiayaan pembuat anggur berarti tidak efisien dan memberikan gelas anggur kami dengan makan malam? Dalam contoh yang disebutkan tingkat etika begitu relatif bahwa penyedia pembiayaan yang hanya dapat memilih sektor. Akhirnya.diberikan? Dapat diakui rendahnya etika tersebut adalah bank yang mengecualikan pelanggan sendiri dari sektor pemberi atau pengguna? misalnya antara tentara dan alkohol. kedalaman aktivitas etis dan ethicality atau intermediasi (Gambar 1. dan pada akhirnya. apakah hal itu berarti bahwa tidak harus membiayai produksi senjata yang ditujukan bagi aparat kepolisian? Dan. Sebuah bank yang membiayai produksi ranjau darat tapi yang menghargai semua aturan dalam hal transparansi hampir tidak bisa menggambarkan dirinya sebagai etika.

jaminan tingkat yang sama ethicality di kedua sektor operasi? Hal ini perlu. Singkatnya. Namun. kemudian. konsolidasi menunjukkan ethicality kepemilikan saham itu saling berhubungan dengan perantara. serta memberikan kredit. adalah suatu hal yang belum terselesaikan yang praktisi. Isu-isu terkait untuk melakukan dan kedalaman etis sehingga pantas klarifikasi mendesak dan pengawasan baik di tingkat nasional dan internasional.Melaksanakan perilaku ini adalah penting bahwa berbagai regulasi yang tetap tidak hanya sebuah kewajiban tetapi menjadi budaya perusahaan. perlu untuk menjelaskan apakah hubungan dengan pemegang saham utama atau kepemilikan silang harus dipertimbangkan dalam evaluasi “keetisannya” atau apakah perantara tunggal ini harus dievaluasi secara berdiri sendiri. yang memasok pinjaman etis mengumpulkan tabungan etis atau dapat itu pembiayaan kredit etis dengan tabungan tradisional? Dengan kata lain. dan kode etik. dari atas ke bawah bisnis inti. transparan dan konsolidasi. Transparansi menunjukkan batas-batas horizontal kegiatan. harus sebuah bank. misalnya sebuah bank etis. institusi. perlu untuk menjelaskan apakah ethicality harus dijamin untuk semua kegiatan. perlu untuk menetapkan batas-batas dimana operasi untuk memperpanjang kriteria etika yang dianut. artinya. yang merupakan bagian dari kelompok perbankan yang lebih besar pembiayaan industri senjata. yang tidak mengakibatkan etiket formal. untuk menetapkan apakah kegiatan jaminan dari bisnis inti juga harus etis. masih menyebut dirinya etis? Dengan kata lain. dan kedalaman aktivitas akan meningkatkan ethicality praktisi dan program17 . bahkan lebih serius adalah ketidakpastian tentang faktor ketiga yang menambah definisi sifat etis keuangan: ethicality Dari intermediasi keuangan. ethicality dievaluasi dalam hal perpanjangan. untuk dapat menggunakan “label” etis. Adapun kedalaman keuangan etika. Kedalaman aktivitas etis. transparansi dan konsolidasi. Extension menunjukkan batas-batas vertikal kegiatan. pasar dan regulator masih membayar sedikit perhatian. masalah ini dilihat pada tiga tingkatan ekstensi. Jika aturan perilaku yang dapat membantu untuk meningkatkan tingkat ethicality praktisi. semakin diadopsi oleh perusahaan. harus perantara yang menawarkan jasa keuangan lainnya. Pengaturan lebih pada batas operasi yang tepat untuk aktivitas etis akan menawarkan transparansi yang lebih besar ke pasar dan akan memberikan kontribusi untuk mengurangi tingkat kompetisi yang tidak adil dari beberapa praktisi etis dapat manfaat. Akhirnya.

Demikian pula. Selain itu. dengan referensi khusus untuk EIFs dan EPFs. ketika kita berbicara tentang etika keuangan. melainkan juga etis jika biaya intermediasi juga memiliki profit margin lebih rendah dari tarif pasar. lebih cepat dan lebih murah transfer. sebagian besar program kredit mikro melibatkan biaya antar-mediasi lebih tinggi dibandingkan pasar. Dalam kasus apapun. Mayoritas menawarkan EIFs kembali sesuai dengan dana tradisional. tingkat pengembalian yang lebih tinggi daripada rata-rata pasar dibenarkan karena alasan ekonomi. meningkatkan akses cepat dan murah tingkat efisiensi 18 . kondisi lain sama. bahkan non-ahli di bidang keuangan. akan masuk akal untuk percaya bahwa investor yang menambahkan tujuan sosial dan kemanusiaan untuk tujuan mereka keuntungan. Namun. dalam banyak kasus. perlu untuk mengidentifikasi variabel yang memungkinkan kita untuk mendefinisikan proses intermediasi keuangan sebagai etika. Mengapa? Keuangan mikro tidak dapat dikelompokkan dengan sumbangan tetapi ditandai sebagai kegiatan intermediasi yang memberikan penghargaan akan dan efisiensi inisiatif. efisien sesuai dengan murah. dan memberikan pinjaman kepada orang miskin atau berinvestasi dalam Etis Dana Investasi. intermediasi Keuangan terdiri dalam mentransfer dana dari unit surplus ke unit defisit. akan mengalami kesulitan dalam mengakui bahwa. Biaya intermediasi dan marjin laba secara teoritis dijelaskan terutama oleh risiko kredit yang tinggi terkait dengan penerima manfaat dan inisiatif. disusun untuk menghasilkan keuntungan yang lebih rendah daripada pasar. lebih etis dari dua set pinjaman untuk orang-orang yang kurang beruntung di negara-negara berkembang akan menjadi murah dan salah satu yang dibutuhkan keuntungan lebih rendah dari kebutuhan. apa yang membuat proses intermediasi etis? Jawabannya sesederhana itu canggung biaya intermediasi keuangan dan profit margin. Mendorong akses ke layanan keuangan bagi individu yang sistem keuangan tradisional termasuk pasti etis mendorong aman. dan tidak hanya melakukan agen atau kegiatan yang didanai. biaya ini dapat diterima untuk penerima karena mengkompensasi kemungkinan mengakses jasa keuangan dinyatakan tidak dapat diakses. terdiri dari saham publik dan saham perantara keuangan terdaftar. Dengan demikian. dengan definisi ini. Namun.program. berhadapan dengan kepastian mempertahankan aktivitas etis. dan memastikan tingkat pengembalian pasar. Oleh karena itu. Ini lebih efisien lebih aman. Jika pembaca tidak teliti. kembali pasar sering dijelaskan oleh kesulitan objektif memilih dan pemantauan investasi etis: portofolio etis.

untuk dapat mendefinisikan keuangan mikro sebagai etika itu perlu untuk mengevaluasi dua aspek: konsolidasi dan biaya intermediasi. Dalam konteks ini. keuangan mikro etika hanya ketika itu juga menghormati tingkat ethicality dalam konsolidasi dan biaya intermediasi. mendorong jasa keuangan dengan harga yang menggabungkan profit margin bawah kembali pasar. Demikian juga. itu adalah normal untuk mengharapkan bahwa praktisi keuangan mikro mengadopsi kode etik dan berusaha keras untuk ethicality di transversality jangkauan dan aktivitas mereka. dan dengan definisi ethicality. Tujuan keuangan mikro. Dari perspektif yang ketat. dan penggunaan sumber 19 . Keuangan Mikro Etis keluhan Keluhan non etis Etika Perilaku Kedalaman Ekstensi Tinggi Transversality Konsolidasi Rendah biaya intermediasi Non Etika perilaku Kedalaman Ekstensi rendah Transversality Konsolidasi Tingginya biaya intermediasi Gambar 1.9). Keuangan Mikro semakin tergantung pada struktur keuangan yang cenderung melibatkan aktor nirlaba dan perantara keuangan tradisional pada saat yang sama. terkait untuk memerangi eksklusi keuangan dan kemiskinan ekstrim.etika. dapat dengan mudah diklasifikasikan sebagai etika. adalah berguna untuk bertanya apakah keuangan mikro yang dapat atau harus dianggap sebagai keuangan etis (Gambar 1. Faktor-faktor ini mengambil relevansi besar dilihat dari perspektif semacam itu. dan tidak ditetapkan berdasarkan untuk hubungan risiko kembali klasik.9 Variabel etika dalam keuangan mikro Namun. membuat intermediasi keuangan etis.

karena itu kami menawarkan alternatif yang lebih dibandingkan dengan pengalaman masa lalu kredit mikro ini bukan hanya mampu mencapai jumlah penerima manfaat potensial yang lebih luas. Bersama dengan pendonor dan lembaga non-profit. mampu menggerakan proses berharga atas dan di atas kegiatan keuangan tunggal. Menawarkan produk jasa keuangan lainnya meramalkan dan bantuan teknis. Pilihan yang menyajikan sendiri Oleh karena itu antara 'keuangan mikro komersial' dan 'keuangan mikro etis'. di masa lalu. Kinerja positif dari program kredit mikro telah memungkinkan tindakan berkelanjutan dari waktu ke waktu. Dalam beberapa tahun terakhir.daya kelembagaan bersama yang swasta. Memerangi kemiskinan ekstrim telah menjadi bagian dari tujuan yang lebih luas dalam memerangi “pengecualian” keuangan. perantara keuangan dan pengadaan modal swasta . mengevaluasi kepraktisan operasi dan model manajemen untuk keuangan mikro modern yang menghargai kriteria ethicality. Sebelum menyerah pada etika keuangan mikro itu sangat berharga. tanpa kehilangan kesempatan yang datang dari melibatkan berorientasi pada keuntungan.8 Kesimpulan Untuk apa menunggu masa depan dikeuangan mikro? Tidak ada jawaban yang benar untuk pertanyaan ini. keuangan mikro modern. karena orang-orang yang mengabdikan energi fisik dan intelektual untuk keuangan mikro setiap hari memiliki kemungkinan. Buku ini akan mencoba untuk menemukan jawaban atas pertanyaan ini. Praktisi dan peneliti harus mengajukan pertanyaan dengan cara lain: Masa depan macam apa yang tidak pantas keuangan mikro? Memang. dan tugas. lembaga keuangan mikro lainnya dan perantara keuangan tradisional yang hadir di pasar. 1. Keberadaan perantara berorientasi keuntungan dan penggunaan dana swasta dapat merupakan risiko keberangkatan dari ethicality konsolidasi dan biaya intermediasi. Kredit mikro telah mampu membawa martabat dan integritas untuk memerangi kemiskinan ekstrim itu. Penerima manfaat dari dukungan tidak lagi hanya orang miskin di negara-negara berkembang. dan berbagai jenis dukungan kepada orang miskin yang tidak mampu untuk melakukannya. melainkan mampu menyesuaikan dengan intervensi dengan kebutuhan efektif dan karakteristik pengguna dan daerah intervensi dipilih dan 20 . serta kredit mikro. keuangan mikro telah mengambil alih dari konsep kredit mikro. untuk mengarahkan pembangunan masa depan. maka.

Dalam menghadapi suatu kecanggihan keuangan ditingkatkan. 21 . Bersama-sama. transparansi yang lebih besar dan sistem manajemen lebih efisien. Perantara keuangan dapat. positif tradisional kredit mikro.ia mampu menawarkan bantuan keuangan dan teknis yang lebih terstruktur. menemukan model operasional dan manajerial mampu menghasilkan kerjasama yang seimbang antara sistem nirlaba dan sistem keuangan tradisional. kriteria baru untuk tujuan kinerja dan keberlanjutan. kedekatan kembali ke teritori lokal dan layanan pelanggan. saat ini. Pelanggan baru. dengan pengalaman keuangan mikro. Apakah semuanya baik-baik. maka? Perubahan yang telah terjadi memberlakukan dua aturan sebagai berikut: tidak memudarkan karakter. berarti terutama. risiko keuangan mikro kehilangan sifat sebenarnya kedekatan dan ethicality yang menandai asal-usulnya. sistem baru evaluasi dan pengendalian proses dan lembaga. yang kompatibel dengan tujuan keberlanjutan dan kinerja. "Para praktisi dan LKM harus memperoleh manfaat dari keahlian perantara keuangan untuk mencapai tingkat efisiensi yang tinggi dalam pengelolaan sumber daya. produk baru. Mendorong pengembangan keuangan mikro. sistem nirlaba dan sistem keuangan tradisional yang harus bekerja sama untuk mencapai tingkat tertinggi ethicality intermediasi keuangan untuk keuangan mikro. perantara baru: ini garis pengembangan keuangan mikro menghasilkan struktur keuangan yang lebih rumit daripada yang digunakan di masa lalu untuk kredit mikro. untuk membatasi risiko bahwa inovasi keuangan membawa bersamanya.

akses atas layanan kredit dan tabungan secara terus menerus dan dapat diandalkan adalah yang paling dibutuhkan.seseorang sering kali bersedia membayar lebih tinggiuntuk layanan yang lebih baik.menghasilkan kerugian baik bagi lembaga keuangan yang melaksanakan program maupun bagi instansi pemerintahan maupun donor.baik karena keputusan kebijakan langsung tau karena kepercayaan umum bahwa kaum wanita memiliki kinerja pembayaran kembali yang lebih baik dan lebih mau membentk kelompok. Kasus 2 : Hasil temuan pembangunan internasional tentang peminjaman wanita Hasil temuan studi USAID mengenai 11 LKM yang sukses menunjukkan bahwa semua oraganisasi yang telah diteliti kenyataannya memang berhasil menjangkau semua wanita. Program subsidi kredit menyediakan suatu olume kredit murah secara terbatas.kredit cenderung disediakan untuk golongan elite setempat yang berpengaruh untuk mendapatkannya.Kasus 1: Apakah pelanggan keuangan mikro membutuhkan subsidi suku bunga?? Pelanggan keuangan mikro cenderung meminjam jumlah yang sama bahkan kalau suku bunga meningkat.yang menunjukkan bahwa dalam hal-hal tertentu mereka tidak sensitive aka besarnya suku bunga.pada saat ini langka dan dikehendaki .karena nihil untuk diberlanjutkan. 22 .pengembangan lembaga keuangan pedesaan yang menguntungkan dan layak.sebetulnya.melompati mereka yang membutuhkan kredit yang lebih kecil. lembaga keuangan miko yang mnerima subsidi penerimaan pendanaan mungkin tidak efektif mengelola kinerja keuangan mereka.subsidi suku bungan menciptakan kelebihan permintaan yang dapat berakibat dengan semacam pencatuan melalui transaksi pribadi antara pelanggan dan pejabat kredit.dan menghilangkan semangat tabungan kelembagaan dan karena itu.dan juga banyak bukti dinegara yang sedang berkembang diseluruh dunia bahwa program subsidi kredit pedesaan menyebabkan tunggakan yang tinggi.

dari pola pertanian subsistem ke pola pertanian yang berbasis Agribisnis. Pemulihan penghidupan ini terus akan mendapat perhatian hingga keadaan masyarakat khususnya petani mencapai tingkat pendapatan yang layak. Kualitas manusia Aceh khususnya dan manusia indonesia umumnya di masa depan bukan hanya ditentukan oleh pendidikan yang diperoleh melalui institusi formal mulai dari SD.Didalam sejumlah program yang memusatkan perhatian pada kaum wanita. hal ini sangat menentukan keberhasilan mereka (petani) di lapangan dan mempengaruhi produktivitas kerja (skill) serta meningkatnya perekonomian secara tidak langsung. yang menuntut tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas (petani yang bersemangat) dan tangguh 23 .tingkat pengikutsertaan wanita dalam program tanpa refrensi jenis kelamin ditentukan oleh meratanya kaum wanita didalam kelompok yang dilayani dan oleh ciri-ciri yang bisa menghalangi atau menfasilitasi akses wanita. Hal ini merupakan peran pemerintah dalam menciptakan nilai-nilai yang strategis di bidang pertanian dan sekaligus merupakan langkah antisipatif menuju era keterbukaan dan globalisasi. SLTP sampai SMA. Persoalan dalam jangka pendek adalah bagaimana mengembalikan penghidupan (livelihood) masyarakat khususnya para petani yang masih bertani secara tradisional menjadi lebih modern.pada umumnya motivasi mencakup kepercayaan atau pengalaman bahwa resiko kredit wanita cukup baik dan kemungkinan besar kurang memiliki akses atas sumber daya dan jasa. maupun sampai kejenjang Universitas tetapi yang lebih penting adalah pembinaan dan motivasi secara kontinue sehingga menghasilkan kemandirian dan pendapatan (outcomes) yang lebih terukur. Kasus 3: Kebijakan Dalam Usaha Peningkatan Pendapatan Masyarakat Petani Di Nanggroe Aceh Darussalam Pemulihan ekonomi khususnya di bidang pertanian untuk daerah Nanggroe Aceh Darussalam pasca tsunami sampai sekarang muncul sebagai masalah yang harus diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan. Hal ini membuktikan bahwa penanganan secara memadai dalam pembinaan harus dilakukan secara sistematis dan praktis melalui penerapan dan pembuktian langsung yang mempunyai nilai jual dipasar baik domestik maupun internasional.

melainkan persoalan bagaimana menumbuhkembangkan ekonomi di bidang pertanian (Agriculture Growth) pasca tsunami dan mengubah struktur ekonomi dan pekerjaan khususnya di bidang pertanian menjadi lebih potensi dan produktif karena kedua hal inilah inti dari pembangunan masyarakat pertanian yang berkualitas dan bernilai jual. cangkul dan 24 . Beberapa kendala yang masih dialami masyarakat kita selain daripada produktivitas juga dampak dari infrastruktur jalan yang menghubungkan petani dan pasar serta hancurnya sarana irigasi yang sangat mendukung ketersediaan air untuk lahan sawah.khususnya di sektor pertanian. sebagian besar areal pertanian yang telah direncanakan masih terdapat beberapa kendala. Minimnya informasi dan keahlian yang diperoleh petani saat ini menjadi salah satu penghambat tingkat kemajuan hasil-hasil pertanian yang bermutu serta rendahnya daya saing pasar dengan komoditi impor. Selain penyebab infrastruktur jalan yang tidak mendukung juga disebabkan lahan yang rusak tersebut dapat dikategorikan ke dalam rusak agak berat (banyak terdapat batang dan tunggul kayu ukuran besar. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan sistim pertanian yang tangguh pada masyarakat (petani) saat ini. Pekerjaan pembersihan itu dilakukan dengan pendekatan padat karya yang melibatkan petani setempat yang didukung dengan peralatan kecil. Sektor pertanian pasca konflik dan tsunami. Bila dilihat dari permasalahan tersebut maka yang menjadi objek pemulihan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab petani saja melainkan juga pemerintah dan pengusaha-pengusaha pertanian. sehingga peningkatan sektor pertanian tidak hanya terbatas pada program pengadaan agroinput saja melainkan diperlukan program pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan yang didukung pendampingan (share informasi) dan pelatihan serta penerapan tekhnologi bagi petani secara berkelanjutan pada daerah-daerah yang mempunyai keunggulan komoditi pertanian. Di sini pemerintah harus benar-benar peka terhadap kondisi daerah yang mempunyai potensi pertani sehingga langkahlangkah antisipatif untuk mengupayakan perkembangan di sektor pertanian dapat terwujud. Dampak terparah akibat gempa dan tsunami di Provinsi Nanggoe Aceh Darussalam salah satunya di alami oleh masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Persoalan yang mendasar dan bernuansa masa depan tidak sekedar mengembalikan kehidupan ekonomi yang normal. seperti pohon kelapa) sehingga dana yang dialokasikan untuk merehabilitasi sawah dan lahan pertanian lainnya tersebut belum mencukupi. Setelah kegiatan pemulihan rehabilitasi dan rekontruksi selesai. Peningkatan sistim ekonomi tersebut harus menjadi cermin dalam wilayah-wilayah pertanian yang strategis. seperti parang.

Yaitu dimana petani yang menjadi objek harus didampingi oleh dinas-dinas pemerintah maupun lembaga swasta dengan program-program manajemen informasi pertanian atau sudah saatnya kita menggalakan kembali sistim pendampingan secara permanen untuk tiap program pertanian.sekop. Tetapi peluang tetap ada untuk menjadikan pembangunan di Nanggroe Aceh Darussalam khususnya pembangunan sektor pertanian pasca bencana sebagai model pembangunan yang strategis. Nanggroe Aceh Darusalam merupakan salah satu daerah yang mempunyai potensi pertanian yang sangat strategis. Standar dan prosedur yang baik dapat menjadi contoh dan menjadi pedoman serta acuan untuk dikembangkan dalam masyarakat yang khususnya petani. Momentum perbaikan (rekonstruksi dan rehabilitasi) pasca tsunami mesti melahirkan paradigma baru dalam membangun Aceh Baru yang diidam-idamkan. hal ini dapat dilihat di sepanjang daerah Aceh melalui keadaan geografis wilayah dan struktur tanah yang sangat mendukung. Tentu tidak ada model yang sederhana untuk melakukan itu dalam keadaan masyarakat yang mengalami bencana luar biasa seperti di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Khususnya tentang manajemen informasi pertanian. Rata-rata pola pertanian masyarakat kita masih rendah dalam tingkatan produktivitas hasil-hasil pertanian maupun penerapan sistim pertanian yang modern dan ramah lingkungan. Adapun beberapa konsep-konsep klasik yang dapat membantu petani Nanggroe Aceh Darussalam adalah : Membantu petani dalam memberi inovasi dan menguasai informasi tentang pertanian yang menjadi mata pencaharian masyarakat setempat. Momentum Pemulihan di Sektor Pertanian. Karena alat yang diberikan dalam paket rehabilitasi itu sangat sederhana. Inilah kesempatan untuk membangun kembali secara lebih baik (Build back better) salah satunya melalui pembangunan berbasis agribisnis yang kontinue. Dalam hal ini pemerintah atau lembaga-lembaga terkait dapat melakukan beberapa model yang disesuaikan dengan kondisi serta perilaku petani setempat melalui konsep yang sejalan apa yang akan di usahakan oleh masyarakat tani tersebut yang disesuaikan dengan zona komoditi unggulan didaerah tersebut. Disini dalam pemenuhan input informasi tidak hanya diperoleh oleh segelintir pengusaha elit pertanian saja tetapi pemerintah (Dinas-dinas terkait) dan pelaku tehnis 25 . sementara untuk membersihkan sawah dan lahan pertanian yang rusak memerlukan peralatan besar seperti gergaji bermesin (chain saw) dan traktor atau alat berat lainnya.

keuangan/Lembaga keuangan mikro. Meningkatkan Potensi dan kualiatas sumber daya manusia (SDM) petani (Farmer Skill) dalam memanfaatkan lahan dan penerapan tekhnologi pertanian melalui program agroinput dan agroindustri yang disesuaikan dengan komoditi unggulan di dalam daerah tersebut.pertanian juga harus bisa mengusai informasi tentang status komoditi yang akan di tanam maupun di pasarkan. III. yang menuntut tersedianya sumber daya manusia dan sumber daya alam yang berkualitas khususnya di sektor pertanian. II. di sini pelaku pertanian harus mampu menciptakan kondisi pertanian yang mandiri dengan melibatkan lembaga untuk mengelola keuangan petani agar terkontrol untuk perencanaan ke depan. Kita perlu menargetkan kegiatan yang berkesinambungan dengan menerapkan beberapa sistim seperti dibawah ini : I. Disini Pemerintah harus jeli menggali potensi daerah unggulannya sehingga hasil-hasil pertanian yang menjadi komoditi unggulan benar-benar di butuhkan oleh pasar domestik. Pelaku pertanian harus mampu mengelola hasil-hasil pertanian melalui teknik-teknik yang terencana secara sistematis dan terukur sehingga tingkat kebutuhan pasar maupun harga dapat terjangkau pelaku pertanian dan dapat meminimalkan kerusakan hasil pertanian. Menajemen pemasaran dan Teknik perencanaan partisipatif. Karena hal ini yang menjadi dampak kepada pelaku pertanian bagaimana pentingnya informasi-informasi baik yang menyangkut masalah tehnis maupun pasar sehingga perencanaan awal yang dilakukan oleh petani tidak selalu berakhir dengan kerugian. Pengembangan kemitraan serta pengawasan yang kontinue yang dilakukan oleh Kewirausahaan petani & kepemimpinan organisasi dalam engelolaan pemerintah (dinas Terkait)maupun petani secara konsisten dan bertanggung jawab. disini pelaku dapat mengusai pola pertanian yang sistematis yang dimulai dari pertanian harus perencanaan awal penanaman sampai ke segmen pemasaran. Hal seperti ini diperlukan realisasi seperti pembinaaan kepada petani dan sekaligus merupakan langkah antisipatif menuju era keterbukaan dan globalisasi di bidang pertanian. IV. Pemetaan wilayah pertanian sudah merupakan langkah yang harus dilestarikan melalui penciptaan pasar agribisnis yang mencakup wilayah yang 26 .

Teknik pengolahan tanah. menjaga hasil panen agar terhindar dari perubahan bentuk. Teknik pembibitan. keempat Adanya peningkatan pendapatan petani dibandingkan dengan pendapatan yang didapat sebelumnya. penggunaan pupuk yang tepat sasaran. ketiga Petani dapat mengetahui informasi pasar dan mampu memasarkan komoditi pertanian yang diusahakannya dengan harga yang bersaing dan terjangkau. b. kedua Petani dapat mengoptimalkan fungsi lahan sesuai dengan komoditi yang diusahakannya. sehingga indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut pertama Petani dapat menyusun pengeluaran dan kebutuhan agroinput secara terperinci. dan sebagainya. mengolah dan menjaga struktur tanah dengan baik serta pemanfaatan pengolahan melalui Alsintan secara teratur. d. Teknik Pemupukan. Metodelogi penyuluhan seperti demontrasi penggunaan AlSINTAN (Hand traktor) dan berbagi informasi tentang harga pasar mengenai agroinput pertanian seperti pupuk. kelima Mengfungsikan lembaga-lembaga di pedesaan seperti Koperasi dan Lembaga keuangan Mikro untuk mengatur pendapatan dan pengeluaran petani secara permanen sehingga upaya peningkatan sektor pertanian dapat terwujud. antara lain melalui : a. Dampak yang diterima oleh petani dengan menerapkan program-program yang terarah harus mencapai outcome yang diinginkan. Teknik Pengendalian OPT (organisme Pengganggu Tanaman). menciptakan dan menghasilkan bibit yang unggul. Kualitas dan kuantitas merupakan hasil dari proses yang dijalankan sehingga di perlukan penatan kembali tingkat pengetahuan petani melalui Metodelogi Teknik budidaya pertanian yang baik dan teratur. tetapi kegiatan yang seperti ini perlu di kaji ulang bagaimana proses-proses tersebut telah dilaksanakan secara baik dan benar.mempunyai komoditi unggulan sehingga wilayah-wilayah yang menjadi sektor unggulan tidak berubah fungsi menjadi sektor non unggulan. e. Dari beberapa teknik yang telah dipaparkan tersebut adalah sudah merupakan pengetahuan yang mendasar bagi seorang petani. bibit. beberapa 27 .Nah. rasa dan warna. tepat guna dan tepat waktu. Sehingga hasil yang didapat benar-benar mempengaruhi jiwa seorang petani dalam mengevaluasi hasil pertaniannya. Teknik Pemanenan dan pasca panen.benih. c.

(Iman). Deputi Wakil Presiden Bidang Kesejahteraan Rakyat Bambang Widiyanto mengatakan pemerintah akan membentuk tim percepatan kemiskinan. "Dalam lima tahun ke depan tim itu menyusun penyempurnaan dan perbaikan sistem 28 . perumahan. Untuk merealisasikan rencana itu. Karena secara otomatis hasil dari peran aktif masyarakat pelaku pertanian merupakan hasil yang akan dinikmati untuk kepentingan masyarakat bersama dalam upaya peningkatan pendapatan dan paling utama dapat mengatasi permasalahan komoditi pangan yang akhir-akhir ini kita rasakan. tetapi ini kembali kepada sikap pelaku pertanian itu sendiri untuk menempatkan layak atau tidakkah lahan yang selama ini cukup potensial dan produktif agar terus di usahakan atau menjadi lahan yang “ke—tidur-an” sehingga perencanaan dan pengawasan harus sejalan di terapkan sebagai dasar pembangunan di era globalisasi ini.konsep ini diperlukan kesungguhan semua pihak terutama kebijakan pemerintah dalam menjaga kebutuhan pangan dan ketersediaan sumber daya pertanian yang tangguh. Kita harus mampu menempatkan diri sebagai pelaku pembangunan dan juga sebagai pengontrol pelaksanaan pembangunan tersebut serta ikut berperan aktif dalam pembangunan khususnya di sektor pertanian. sehingga kehancuran disektor pertanian selama ini mengakibatkan pemerintah dan masyarakat harus lebih banyak mendatangkan komoditi-komoditi dari luar yang akhirnya kita harus menjadikan lahan pertanian di daerah kita menjadi lapangan sepak bola. Yang perlu di ingat! kesempatan berperan aktif melalui pola intensifikasi dan ekstensifikasi maupun diversifikasi seperti ini bukan dijadikan sebagai ajang kesempatan memaparkan konsep atau teori oleh ahli pertanian maupun pemerintah sendiri. Kasus 4: Program Pemerintah Pola Pengentasan Kemiskinan Diubah JAKARTA . golf dan lain-lainya hingga membuat kita semakin mengimpor kebutuhan pangan.Pemerintah menyusun skema dan pendekatan baru dalam kebijakan pengurangan jumlah masyarakat miskin dan menjanjikan kenaikan anggaran hingga 15 persen per tahun bagi program khusus pemberantasan kemiskinan.

Tim akan melakukan empat langkah untuk menyempurnakan sistem penanggulangan kemiskinan dan yang pertama adalah melakukan penyatuan dan penyeragaman (unifikasi) data. "Baru mencakup 800 ribu keluarga. Ketiga. baru bisa kita rumuskan sistem pembiayaan yang berkelanjutan. Pemerintah menyatakan akan menambah anggaran untuk merealisasikan perbaikan dan penyempurnaan program pengentasan kemiskinan. Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Program Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Hingga saat ini. Kriterianya juga akan diseragamkan. Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah tiga tahun dijalankan masih belum banyak menggandeng keluarga miskin dan dinilai belum efektif meningkatkan taraf hidup. Program Keluarga Harapan (PKH). Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). 29 . Rabu (10/3). sKedua. integrasi program pemberdayaan masyarakat dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) agar lebih bersinergi dan berkelanjutan. sekarang kita satukan." kata Bambang. atau bantuan bersyarat. Program Bantuan Langsung Tunai Bersyarat. Pengentasan kemiskinan bersifat khusus (targetted) adalah program yang ditujukan kepada masyarakat miskin untuk mendorong daya beli." kata Bambang.penanggulangan kemiskinan. Program itu." kata Bambang. Dan keempat. antara lain. harapannya bisa ditargetkan 3 juta keluarga sangat miskin bisa dikover. belum ditemukan formulasi sistem pembiayaan yang berkelanjutan terutama dalam program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) "Untuk kesehatan PR-nya masih besar. karena kita membutuhkan adanya perkiraan kebutuhan biaya. "Peningkatannya sekitar 10 sampai 15 persen per tahunnya dari alokasi anggaran pengentasan kemiskinan targetted di 2010." kata Bambang yang juga menjabat sekretaris eksekutif tim tersebut di Jakarta." kata dia. "Karena selama ini data kemiskinan beragam. perbaikan pada program bantuan berkelanjutan yang banyak berisi program kesehatan. pemerintah akan memperbaiki program pengentasan kemiskinan berdasarkan pendekatan pendampingan keluarga.

Jasa-jasa ini terdiri dari pinjaman darurat ke kredit pelanggan. terdapat dua karakteristik microfinance: (1) fokus pada kredit usaha kecil (pinjaman kecil untuk memenuhi modal kerja yang dibutuhkan oleh usahawan). Para pensiunan membutuhkan sistem yang terpercaya untuk menerima uang pensiunan mereka. 30 . ada sebuah pengakuan yang sedang berkembang bahwa tidak semua orang miskin adalah usahawan tapi semua orang miskin membutuhkan dan menggunakan berbagai macam bentuk jasa finansial. Hasilnya jumlah jasa kredit yang sedikit menjadikan jumlah klien yang sedikit pula. Observasi sederhana ini telah merubah pola pikir dan praktek microfinance selama beberapa dekade terakhir. termasuk orang miskin. metoda untuk mentransfer uang. Dahulu. Mengetahui keragaman masyarakat yang tidak dimasukkan dalam jasa finansial (bukan hanya usahawan mikro) mempunyai dampak yang besar terhadap pembangunan sistem finansial inklusif. dan dengan harga yang sesuai. dan (2) pendekatan untuk menyalurkan kredit yang kebanyakan berdasarkan suplay. dan asuransi. semua jenis jasa simpanan. seperti yang lainnya. fleksibel. Pekerja pabrik membutuhkan bantuan dalam mengurus dari gaji ke gaji mereka. Orang miskin di negara-negara berkembang. Tantangannya adalah untuk memahami dan memenuhi permintaan ini diantara masyarakat miskin dan terpencil.BAB II Masyarakat Miskin dan Berpendapatan Rendah Untuk sebuah sistem finansial yang benar-benar eksklusif harus mampu memenuhi kebutuhan siapa saja yang menggunakan jasa finansial. Singkatnya. memerlukan akses untuk menjakau seluruh jasa finansial yang nyaman. Sebuah pemahaman yang lebih baik terhadap kebutuhan klien (dan klien potensial) telah membentuk suatu perubahan dari microcredit ke microfinance dan sekarang ini ke sistem finansial inklusif. Para petani mungkin membutuhkan kredit untuk hasil taninya tapi juga tempat yang aman untuk menyimpan hasil panen yang digunakan pada masa paceklik. berbagai macam klien ini membutuhkan jasa berbagai macam jasa finasial pula. Sekarang.

tukang. dan usahanya sering dirumah. Apa dampak jasa finansial ini terhadap kehidupan masyarakat miskin? 2. dan yang lainnya. Di Amerika Latin dan Afrika Timur fokus microfinance tradisional kebanyakan pada usahawan kota atau dekat kota yang kebanyakan para pedagang. Dalam beberapa kasus. Banyak perdebatan muncul belakangan ini tentang tingkat kemiskinan klien microfinance menggunakan pengukuran miskin relatif sampai miskin standar. diperkirakan terdapat lebih dari lima puluh juta orang tidak memiliki tabungan di bank. pensiunan. dan lain-lain.1 untuk cerita tiga klien microfinance. bahkan dinegara-negara berkembang. Meskipun terdapat sedikit pemahaman tentang kondisi klien potensial ini. klien potensial berada jauh di bawah usahawan mikro. Contohnya Amerika Serikat. masyarakatnya sering lebih bervariasi dan termasuk tidak hanya pedagang kaki lima tapi juga penjaga toko. Lihat kotak 2. meliputi siapa saja yang tidak termasuk dalam kategori jasa finansial formal—kadang-kadang dihubungkan sebagai orang “Non bank”. Terdapat banyak informasi tentang klien microfinance terbaru. pekerja pabrik. penyedia jasa. Di Asia Utara banyak program fokus pada program pengembangan wanita pedesaan yang baru memulai usaha-uasahanya. adanya pertanyaan moral tentang penggapaian orang yang paling miskin—tidak haruskah microfinance dipandang sebagai aktifitas untuk 31 .1 Karakteristik KlieN Microfinance Sedikitnya terdapat dua cara untuk berpikir tentang pertanyaan pertama tadi “Siapakah klien tersebut?” pertama. jumlah rumah tangga yang tidak mendapatkan akses ini tentunya luar biasa banyak. perbedaan regional dalam hal klien berlaku. Di daerah pedesaan.Bab ini mempunyai pertanyaan sebagai berikut: Siapakah klien tersebut? Seberapa miskinkah mereka? Jasa finansial apa yang dibutuhkan oleh klien miskin ini dan bagaimana mereka menggunakannya? dan. simana sistem finansial sudah sangat berkembang. Sedangkan di daerah perkotaan. Klien potensial ini termasuk diantaranya. Klien microfinance yang khas adalah bekerja sendiri. Perdebatan ini telah mengambil berbagai macam bentuk. Seperti garis kemiskinan atau mereka yang hidup dengan biaya kurang dari satu sampai dua dolar perhari. Pertama. petani. mereka adalah petani kecil dan masyarakat lainnya yang terlibat dalam aktifitas usaha kecil seperti pengolahan makanan dan dagang kecil-kecilan. Mereka bisa jadi orang yang sangat miskin sampai orang non miskin yang rentan.

Dimensi kedua adalah pertanyaan tentang kebijakan publik karena subsidi donor mempunyai peran yang besar dalam membiayai microfinance. menghitung aset. Kenya. Meskipun demikian. sedangkan orang non miskin yang rentan adalah mereka yang berada diatas garis kemiskinan tapi beresiko untuk terjerumus kedalam kemiskinan. Orang atau keluarga miskin yang mencapai sepuluh prsen.1). Orang yang sangat miskin adalah mereka dari keluarga pada tingkat 10 sampai 50 persen dibawah garis kemiskinan. melindungi mereka dari kesengsaraan dan mengambil keuntungan dari kesempatan. dan Marcelino di Kolombia Para klien microfinance datang dalam bentuk dan ukuran berbeda tetapi mereka punya kesamaan: mereka semua butuh berbagai bentuk jasa finansial untuk membantu mereka mengurus kehidupan finansial mereka. beberapa keluarga yang sangat miskin ikut berpartisipasi.1 Pruduk di Kenya. dia mempunyai kelompok simpanan dan kredit informal lainnya dimana ia dapat 32 .2 untuk diskusi tentang kasus spesifik pada Badan Pengembangan Internasional Amerika. Amina di Banglades. Kemudian.memberantas kemiskinan dengan target orang yang sangat miskin. Sedangkan yang lainnya memperoleh bayaran mingguan yang ia gunakan untuk memasok kembali kios pasarnya. Kotak 2. Kebanyakan klien microfinance sekarang ini berada disekitar atau bahkan dibawah garis kemiskinan (lihat gambar 2. Berikut beberapa ceritanya. Prudence adalah seorang pedagang pasar di Karatina. demikian juga orang non miskin yang rentan (mereka yang berada diatas garis kemiskinan yang beresiko untuk berada dibawah garis kemiskinan). Dia menggunakan banyak Merry-go-around untuk berbagai keperluan: satu diantaranya menghasilkan uang bulanan yang ia gunakan untuk membiayai cucu-cucunya ke sekolah (dia peduli pada mereka karena orangtua mereka meninggal oleh AIDS). yang memiliki beberapa kelompok simpanan informal atau “Merry-go-around” begitu sebutannya di Kenya. Kebanyakan klien jatuh kedalam katagori miskin menengah (mereka berada pada tingkat 50 persen dibawah garis kemiskinan). pada umumnya bukan merupakan klien microkredit juga bukan merupakan orang dalam keadaan lebih baik. Banyak praktisi Asia Selatan dan beberapa organisasi non pemerintah internasional (NGO) mengambil pendekatan ini. tidak haruskah permintaan pemangku kepentingan bahwa dana publik diperuntukkan bagi mereka yang sangat membutuhkan? Lihatlah kotak 2.

Marcelino terpaksa untuk melarikan diri dari kampungnya ke Kolumbia beberapa tahun yang lalu setelah kekejaman gerilya yang manghantui keamanan keluarganya. dia juga mempunyai pinjaman dari Faulu. Amina berfikir untuk menggunakan salah satu produk simpanan dengan kontrak milik BURO yang sia simpan untuk pernikahan ananknya dimana ia yakin akan berlangsung dalam kurun waktu lima tahun. Prudence juga menyimpan beberapa dolar di sekitar rumah dan simpanan jangka panjang yang tersimpan dalam seekor sapi yang di jaga oleh saudaranya dikampung. Banglades.menarik pinjaman kecil jangka pendek jika dibutuhkannya secara berkala. suatu siatu situasi yang tidak nyaman baginya. Kadang-kadang dia kesulitan memperoleh kembali uang yang ia pinjamkan kepada orang lain. kota Cartagena. Dia sangat tergantung pada tetangganya untuk jasa finansial. Amina juga seorang anggota sebuah klub simpanan dimana ia dapat meminjam uang jika tetangganya tidak dapat membantu. Amina menyembunyikan sejumlah simpanan kecil dalam kotak lumpur (disembunyikan dari suaminya di atap rumahnya) digunakan hanya untuk dalurat. Degan berbekal uang $300 dan tidak ada yang lain. dia secara bergantian meminjamkan dan meminjam dari mereka dalam suatu jaringan pengurusan yang kompleks. Mereka tinggal dalam tenda plastik. Dia juga meminjam dari BURO Tangail. dan keseluruhannya dibagikan kepada anggota dari kelompok itu sebelum natal (tahun lalu dia menerima $109 selama musim libur). anggota MFI dimana ia dapat meminjam untuk usaha becak suaminya dan untuk keadaan dalurat yang tidak dapat ditutupi dengan alat-alat informal. dia dan keluarganya bergabung dengan ribuan orang lainnya dalam Berrio Nelson Mandela. Amina adalah seorang ibu rumah tangga di Pathrail. Tetapi pengurusan ini bisa jadi tidak terpercaya karena kadang-kadang para tetangganya tidak mempunyai uang untuk dipinjamkan atau meminta suatu harga ektra tinggi. Dia juga bagian dari kelompok asuransi pemakaman informal yang memastikan bahwa jasadnya akan dibawa pulang ke kampungnya setelah dia meninggal. Yang terakhir. yang dia gunakan untuk meng-upgrade rumahnya yang kamarnya disewakan untuk menjamin pendapatan berkala di masa tuanya. sebuah kota kecil tidak jauh dari salah satu kota terindah di Kolumbia. Marcelino fokus pada pemerolehan uang untuk meningkatkan derajat hidup keluarganya. seorang Kenya MFI. Klub simpanan ini melikuidasi sebelum festival Eid utama yang memberikan kepada nya dengan jumlah yang berguna pada waktunya. MFI Fundacion Mario Santo Domingo membuka oprasi 33 .

34 . dan untuk Marcelino. Penelitian tersebut menemukan sebagai berikut : Kebanyakan klien berasal dari kalangan keluarga miskin menengah dan non miskion yang rentan.peminjaman di wilayah tersebut dengan tujuan untuk membantu para imigrant seperti Marcelino. Program yang secara jelas mernargetkan segmen orang lebih miskin dari sebuah populasi penduduk pada umumnya memiliki klie lebih banyak dari kalangan orang yang sangat miskin. dan Pilipina). “ The Impact of Microfinance” Profil klien microfinance traiditional ini telah ditelah oleh penilitian yang menggunakan metode campuran qualitatif dan quantitatif untuk membandingkan klien dari ke tujuh MFI dengan non klien di empat negara ( Bolivia. dan Orang yang melarat berada di luar jangkauan program microfinance. Banglades. Understanding and Assesing the Demand of Microfinance. Dedengan keuntungan dari usahanya. Lihat tabel 2.org Gambar 2. Dengan bermodalkan $95 (Rp. untuk deskripsi hasil penilitian qualitatif. Marcelino sekarang mempunya sebuah kedai potong paling sukses di lingkungannya. 900. dengan beberapa klien from keluarga yang sangat miskin juga ikut ambil bagian. Rumah yang memiliki bagian depan sebuah toko untuk menggandakan usahanya. Hanya berselang satu tahun kemudian. Sumber : Untuk cerita Pudence dan Amina.accio. Wright.1.1.2. www. Uganda.000) dia menbuka kedai yang sangat kecil. dia memindahkan keluarganya ke rumah batu bata dekat jalan raya. Seberapa Miskinkah Klien Microfinance? Garis Kemiskinan Melarat Sangat Miskin Miskin Menengah Mudah diserang Kemiskinan menengah Kaya Sumber : Cohen. 1.

Menyediakan jasa finansial kepada banyak anggota dari kalangan yang lebih miskin dan terpencil dewasa merupakan suatu tangangan yang sudah sampai ke komunitas microfinance.931 institusi MFI yang dikumpulan oleh Rapat Microcredit menyarankan untuk melayani orang sangat miskin dengan proporsi yang lebih besar. Menjangkau masyarakat miskin bukanlah hal yang mudah dan khususnya sulit jika melakukannya dengan cara berkelanjutan. Institusi ini melaporkan bahwa dua 2/3 klien kolektif mereka berada jauh dibawah garis kemiskinan atau hidup dengan biaya kurang dari 1 dolar (9000) per hari. Pengalaman dengan Alat Penilaian Kemiskinan GGAP menemukan fakta bahwa institusi MFI tersebut yang mencoba menggapai orang yang sangat miskin cendrung berhasil. Satu penilaian kemiskinan yang dilaksanankan oleh organisasi tersebut dan menemukan bahwa program berhasil meraih klien yang rata-rata sangat miskin dari penduduk lain pada umumnya di wilayah di mana mereka berkerja.Data laporan dari 2. UWFT = Uganda Women`s Finance Trust. BRAC = Bangladesh Rural Advancement Comminttee. Sebagai contoh. Seluruh konsentrasi klien sekarang ini yang berapa di sekitar garis kemiskinan menyarankan bahwa pentingnya sebuah innovasi untuk memenuhi kebutuhan klien potensial yang lebih luas. Tabel 2.” Catatan: CARD = centre for Agriculture and Rural Development. dari kalangan yang paling miskin hingga kalangan non miskin yang rentan. Bank Nirdhan Uttan di Nepal yang secara aktif menargetkan wanita yang sangat miskin. “Microfinance and Risk Management: A Client Perspective.2 Target atau Bukan Target? 35 .1 Siapa Lembaga Jangkauan Microfinance? Pilipina Bangladesh (CARD) (BRAC) Melarat Tak Berarti Sangat Miskin Miskin Menengah Tak Berarti Beberapa Banyak Tak Berarti Sedikit Banyak Tak Berarti Kebanyakan tidak Banyak (UWFT) (4 Program) Uganda Bolivia Tak Berarti -40% -35% Mudah Diserang Kemiskinan Beberapa Banyak Banyak -25% Sumber : CGAP. Tabel 2.

tuan rumah CGAP berdebat tentang perundang-undangan U. sesuatu yang lebih berbeda boleh dipinjamkan padanya dengan mudah demi kelangsungan didup keuanganya. pihak institusi menargetkan kemiskinan cenderung untuk menjangkau klien yang lebih miskin. 'menurut survei kami.lagipula para mitra akan memilikinya untuk membuktikan bahwa mereka telah melakukannya. Strategi diversivikasi Ini dilakukan dengan mengambil resiko kas surat yang bervariasi dapat dijangkau oleh banyak orang miskin. pinjaman yang besar untuk orang yang agak miskin dengan biaya tertinggi. kalian tidak terlalu miskin. Agensi untuk pengembangan dana internasional ditujukan ke taget yang paling miskin(yang digambarkan seperti yang hidup kurang dari 1 $ per hari atau siapa yang diantaranya dibawah separuh garis kemiskinan suatu Negara). dan juga membiarkan siapa yang sedikit miskin (tapi masih diluar dan peka) untuk memperoleh jasa layanan tersebut. pergilah dan sudahkah suatu krisis serius terjadi di dalam rumah tangga mu dan kembali pada kami ketika kamu satu-satunya yang paling miskin dari yang miskin maka kami akan membantu kamu.S yang akan memerlukan beberapa proporsi US. Manajemen dan tekanan keuangan . Lembaga yang menutupi biaya-biaya mereka dengan pencampuran biaya yang lebih rendah. Pada September 2003. kritikus dalam arahannya membantah bahwa " yang menempatkan penekanan pada pelayanan hanya "yang lebih miskin untuk yang miskin" secara efektif berkata.suatu perintah diperlukan untuk menetralkan tiap hari. memeriksa atap atau sepatu.dimana cenderung dikerumunan kemiskinan mencapai lebih dari target daftar 36 . tidak terlalu aneh. ini adalah suatu argumentasi yang bagus untuk sebuah target. setidaknya untuk institusi itu yang menjangkau kemiskinan seperti pada inti tujuan tersebut. jadi dengan penggunaan suatu alat pengukuran kemiskinan yang dapat di percayai.target yang di maksud menggunakan metode secara spesifik untuk mengidentifikasi kemiskinan (sebagai contoh. Dan sebaliknya.Pertanyaan yang di targetkan oleh para klien membahas seputar topik terhangat secara keseluruhan mengenai sejarah microfinance.menyediakan jasa keuangan untuk cakupan klien yang lebih luas bisa mencapai jumlah yang lebih besar tentang suatu basis permanen yang sangat lemah. yang mana pada giliranya dapat diterjemakan dalam target yang lebih besar.pinjaman yang sangat kecil untuk orang-orang yang lebih miskin dapat menarik jumlah kapital dengan sangat cepat. atau yang berpartisipasi dalam mengatur kekayaan hingga sampai pada masyarakat itu sendiri termasuk siapa yang miskin siapa yang tidak).

usia tua. semua keadaan darurat ini terjadi mendadak dan membutuhkan sebuah harga. 2..mereka membutuhkan banyak jasa yang jenisnya berbeda untuk memecahkan suatu cakupan luas tentang masalah keuangan di poin-poin yang berbeda dan pada waktunya. kebutuhan darurat dan peluang investasi.topan dan untuk daerah kumuh pergusuran daerah-daerah kumuh menggunakan alat berat dengan suatu perizinan.kematian) atau kejadian yang berulang (sekolah.. Bagaimanapun lawan menjawab termasuk melayani biaya penyerahan oleh bahwa peningkatan direktif seperti itu penempatan beban tambahan ata MFI’s.prioritas MFI. kesadaran akan pengeluaran sepeti itu adalah bayangan pada kaki langit yang merupakan sumber dari ketertarikan agung untuk orang banyak. Disebagian afrika penguburan orang tua yang meninggal sungguh sangat mahal. poin ketiga menjelaskan kategori dari peristiwa yang terjadi dengan membelanjakan uangnya lebih banyak tanpa membandingkan kekuatannya yang tersedia di rumah atau di dalam sakunya: jalan kehidupan. kematian si pencari nafkah atau hilangya ketenagakerjaan dan pencurian.pembuatanya lebih sukar untuk melayani yang miskin dan semua orang selain itu boleh ditiadakan. yang mana banyak dari mereka mendapatkannya dari sumber informal (lihat pada bab 3 untuk uraian antara jasa keuangan formal dan informal).pada buku groundbreaking oleh Stuart Rutherford’s . Peristiwa jalan kehidupan lain meliputi bangunan rumah.liburan.dan waktu memanen) yang merupai tiap-tiap rumah tangga. Peristiwa jalan kehidupan meliputi itu sesekali terjadi di dalam sebuah peristiwa sewaktu hidup (kelahiran. janda. dan keinginan untuk mewarisi suatu harta untuk diwarisi. Keadaan darurat meliputi krisis pribadi seperti penyakit atau luka-luka. banyak keadaan darurat yang sepenuhnya terjadi diluar kendali dari rumah tangga seperti perang.2 Bagaimana Orang-Orang Miski Menggunakan Jasa Keuangan Orang-orang miskin membutuhkan jangkauan menyeluruh dari jasa keuangan. Di Bangladesh dan india sistem maskawin membuat perkawinan seorang wanita adalah suatu urusan yang mahal. Kebutuhan ini pada umumnya diantisipasi.banjir .kebakaran. seperti Eid atau natal. sekalipun tanggal pasti yang tidak selalu mereka tahu. si miskin dan keuanganya.perkawinan. 37 .

Secara alami investasi ini melibatkan keuangan. Daerah yang aman Pendidikan.orang-orang miskin membutuhkan pilihan pada bidang-bidangnya. Hari ini microenterprise kredit (kredit untuk mempertemukan / menjalankan bisnis-bisnis kecil) menjadi suatu prinsip yang paling khusus yang ditawarkan oleh MFI. untuk sampai pada pengeluaran keuanagan yang diperlukan oleh jalan hidup.memindahkan sebagian fasilitas keuanganya dan asuransi dalam banyak form. Aset Perlindungan Asuransi Pembayaran dan Transfer Akses untuk mengirim dana secara relative Pinjaman Untuk Keadaan Darurat Pensiun 38 .pinjaman darurat .atau asset-aset rumah tangga muncul pada waktu tertentu. kadang semuanya cocock namun jauh dari kesempurnaan. begitulah.kecendrungan pertumbuhan ini telah berlanjut di tahun 2005. kredit (di luar keuangan perusahaan) untuk menabung.keadaan darurat dan peluang. Gambar 2.Peluang untuk menanam modal dalam suatu bisnis. Klien miskin membutuhkan lebih dari sekedar kredit.klien mencari jati diri mereka dan beradaptasi terhadap penggunan microcredit. Itu telah tumbuh dan bersifat secara exponent karena memperkenallkan sistem yang terkomputerisasi di tahun 2000 dan menawarkan pada bidang jasa keuangan termsuk pinjaman untuk pertanian. bisnis investasi hanya salah satu dari beberapa investasi membuat orang-orang menjadi miskin. kipas angin. untuk mempertemukan kebutuhan mereka. perkembangan kemajuan .dan tabungan kontrak rekening(dimana klien dapat menabung untuk suatu tujuan yang spesifik dan perpindahan uang). Mereka juga ingin menanam modal dalam jumlah yang mahal yang membuat hidup jauh lebih nyaman. perabot rumah tangga yang bagus. kelahiran Perkawinan Mikro Perusahaan pinjaman Modal Bekerja Kematian. dengan sekitar 50000 klien baru yang membuka rekening dalam kwartal pertama. yang lebih diperlukan dari microcredit. dan televisi.tanah.hak kekayaan bank di Kenya dalah suatu bank yang telah sukses menikmati antara kemiskinan dan pendapatan klien yang rendah yang menawarkan jasa layanan yang berbeda.2 Menggambarkan mata rantai antara kebutuhan keuangan yang khas dan jasa keuangan untuk pendapatan rumah tangga yang rendah. atap rumah yang lebih baik. Hanya dalam 4 tahu kekeyaan hak klien bank equity membengkak dari 75000 hingga hampir 450000.pinjaman gaji dalam suatu bisnis.

Program lain bersandar pada pengetahuan lokal melalui pegawai pinjaman di jalan dan format yang tradisional tentang penyusunan. dan itu juga memerlukan suatu aliran stasioner pendapatan. Pada kebiasaanya. bukanya menggolongkan perencanaan. kredit yang memotivasi klien untuk membayar kembali dan memastikan akses mereka pada jasa layanan ini. Faktor kunci kesuksesan yang lain adalah penyusunan dari penggantian yang setimpal untuk mengurangi resiko orang-orang miskin tidak mempunyai penyusunan. Selagi fasilitas ini membantu masyarakat membayar kembali pinjamanya dengan bersamaan. beberapa pelopor microfinance memperkenalkan kelompok rencana tanggung jawab bersama . sedangkan keluarga petani menggantinya dengat sangat ddependen dan siklus permanen mungkin menemukanya lebih sulit diatur. dimana individu di dalam suatu kelompok menjamin satu sama lain meminjamkan.pelopor tentang mingguan regular peminjam pembayaran 39 . keseringan pembayaran kembali pinjaman regular mempunyai kelemahan yang terutama ketika melayani si miskin.Sakit dan Keadaan Darurat Umur Tua Revolusi microfinance telah ditandai oleh pengenalan tentang metodologi kredit yang membuktikan bahwa orang-orang miskin itu dibayar oleh bank. Pinjaman regular pembayaran kembali juga meningkatkan biaya bagi pedagang klien.gramen bank . Bagaimanapun. inti dari kesuksesan microcredit adalah janji akses permanen ke masa depan. seperti ketika mereka meluangkan waktu dalam pertemuan rutin dengan kelompok mereka atau pegawai peminjam.dan ini menjadi karakteristik utama yang semata-mata mengeluarkan pembentukan sumber kredit formal. Penjual dengan perputaran cepat dapat mengatasi sesering mungkin pembayaran kembali. Kritis lain dari unsur microcredit yang sukses adalah memastikan bahwa rumah tangga klien mempunyai arus kas yang cukup untuk hari itu. Mereka dapat mengambil pinjaman diluar dan membayarnya kembali. Didalam pengenalan tentang tantangan ini. Satu metode yang meyakinkan peminjam dapat melayani pinjaman akan mengumpulkan pembayaran kembali angsuran yang sangat sering dan kecil dengan nyaman dan arus kas biasa.(bukanya arus kas yang diproyeksikan untuk muncul dai aktifitas yang dibiayai) untuk menutupi bunga dan prinsip pembayaran kembali. Mereka juga mampu membayar bunga tingkat tinggi yang mana penyedia sependapat menutupi yang tinggi dalam menawarkan pinjaman yang sangat kecil.sebenarnya klien microcredit sering membayar kembali pinjaman mereka dan lebih dapat dipercaya dibandingkan pelanggan di dalam sector bank komersil. Untuk menunjuk ini.

Jika dibandingkan dengan kredit. keadaan darurat dan konsumsi yang dimaksud sebagai contoh. Sepertinya dalam hal kualitas tidak semuanya baik. Pada umumnya.kembali. banyak bank dan lainnya yang berhak mengambil simpanan dari publik belum masuk dalam wilayah pasar ini dengan cara yang bertujuan. mereka tidak melakukan investasi dalam pengembangan untuk menyesuaikan produk simpanan dengan kebutuhan klien miskin dan jasa yang seimbang dengan apa yang 40 . alat-alat ini hanya 2 persen menyangkut kas surat pinjaman dan mempunyai pembayaran yang terlambat lebih dari 30 hari. desain. mibanco mempunyai sekitar 14000 micsa klien dengan kas surat sekitar 17. dalam tahun 2000 Mibanco di Peru menambahkan micasa sebagai suatu perubahan peningkatan peminjaman produk mereka. terdapat sejumlah sumber daya yang telah disediakan sebagai cara membagi ilmu dan skill tentang bagaimana menyedia jasa yang sesuai bagi masyarakat miskin. Dengan begitu banyaknya penabung.5 juta dan kas surat yang berhadapan dengan reskio yang terjadi (perbandingan dalam 30 hari). dan kenyamanan semua rekening tabungan sangat sedikit. Pinjaman dirancang untuk membantu rumah tangga membiayai tambahan peningkatan pada rumah tangga mereka.pada kas surat micasa haya 2 persen saja. dalam arti memenuhi semua kebutuhan masyakarat miskin. Sedikit diatas tahun lalu. Dimasa yang akan datang. Hal yang sama. Pada bagian 2004 . Orang-orang yang berpendapatan rendah dan miskin ingin sebuah pilihan. dan benar begitu dengan peminjaman hipotik secara tradisional. banyak MFI telah sangat sukses memperkenalkan inovasi produk-produk kedit. dibandingkan membangun rumah baru bagi mereka. termasuk peminjaman untuk suatu perubahan peningkatan. mengapa pengembangan profesional masin menjadi perhatian utama pada microcredit? Alasan terbesar adalah pemahaman tentang jasa. teknologi 24 jam seperti ini mengotomatisasikan kasir atau teller atau perbankan melalui telepon seluler klien bias memilih melakukan pembayaran atau pinjaman dengan akses yang lebih menyenangkan Pelajaran ini telah mempelajari (kekurangan dan kesuksesa dari microenterprise kredit yang dapat berlaku untuk orang lain seperti peminjam bagi simiskin.mempunyai pergerakan untuk membuat pembayaran kembali terminology dan jadwal yang lebih fleksible. Yang lebih mengkhawatirkan adalah jumlah masyarakat relatif sedikit dalam suatu kelompok masyarakat berkembang yang beranggapan bahwa tabungan merupakan jalan untuk pengembangan dan pengurangan kemiskinan. Bank-bank ini melihat biaya untuk mengurus simpanan dan transaksi kecil dengan jumlah besar sebagai hal yang terlarang.

khususnya klien Grameen. Banyak klien menyukai pilihan tersebut sehingga mereka menyimpan lebih dari simpanan minimum. Di Uganda. hewan sakit. membeli hewan peliharaan atau perhiasan yang dapat dijual kemudian.3.2 juta dollar ( setara 335 milliar rupiah). Bagaimana orang menabung di Mexico Orang-orang mexico menabung. Kebanyakan menyimpan dengan jumlah kecil 41 . Di Rwanda.mereka dapat tawarkan. tapa melihat status sosial ekonomi mereka. Konsekwensi dari ketersediaan jasa simpanan yang sedikit adalah kebanyakan orang miskin menyimpan tabungan mereka di tempat simpanan informal – dengan menaruh uang merka di bawah kasur. mereka dengan pilihan yang kebih formal dan lebih aman untuk menyimpan yang menguntungkan bagi mereka sendiri dan berdampak pada ekonomi yang lebih besar. atau bergabung dengan simpanan bergiliar (arisan). Grameen memonbilisasi simpanan pensiun dengan total 37. Pada Nasabah dapat menarik uang mereka sebagai bayaran atau pendapatan bulanan. Grameen membayar 12 persen bunga yang hampir menggandakan jumlah simpanan pada para klien. Dampak nasional dengan menawarkan simpanan yang aman dan bisa diakses sangat penting untuk mendongkrak ekonomi domistik. dengan menggunakan mekanisme formal dan informal. uang yang seharusnya disimpan dibawah kasur. atau bahkan memberikan simpanan kepada tetangga untuk simpanan aman ( lihat kotak 2. menyimpan tiga kali lebih banyak dari pada mereka yang menyimpan dengan mekanisme informal. Kotak 2. termasuk rekening simpanan pensiun. yang dewasa ini sedang memperkenalkan sejumlah jasa simpanan yang sangat populer ke dalam produk campuran mereka. untuk analisis pola simpanan di Mexico). suatu penelitian mengungkapkan bahwa mereka yang mendapatkan akses ke bentuk simpanan formal di bank. Masalah dengan metoda simpanan ini adalah ada resikonya misalnya uang dapat dicuri. dan kurang dari tiga tahun. Dalam jangka 10 tahun. lebih dari setengah juta rekening simpanan kecil dengan total 40 juta dollar dalam sirkulasi tahun 2001. Kecuali Grameen Bank. yang usianya semakin tua dan lebih tertarik untuk tabungan hari tua mereka.3. Kebalikannya. Produk simpanan ini sebagai bentuk bantuan pada klien miskin di Banglades yang membutuhkan tabungan jangka panjang. tetangga melarikan diri. Sangat tidak mungkin untuk membotong satu paha lebu jika uang yang diperlukan jumlahnya sedikit.

Tiga katergori simpanan dianalisa dengan seksama: simpanan keuagan formal. Dan terkadang. tidak ada model transfer domestik. apakah secara internasional ataupun domestik. Tenda lebih disukai oleh kalangan menengah. Kiriminal. ibu rumah tangga. Bank diperuntukkan bagi orang kaya. Di Ghana. Banyaknya orang miskin yang mempunyai keluarga tinggal di negara lain atau kota lain mempunyai kendala yang besar dalam mengirimkan dan menerima uang. mereka yang tinggal di pedalaman (termasuk petani). orang yang ditujukan tidak pernah menerima uangnya. mebutuhkan biaya dan pada beberapa kasus. contohnya. membuat sulit para pedagang. mereka yang tinggal di kota menengah. menyimpan uang untuk pembelian tahan di masa yang akan datang atau tujuan jangka panjang lainnya dan dalam sebua tanda ( simpanan dan asosiasi kredit bergilir) untuk membayar pinjaman jangka pendek atau membeli sesuatu untuk keperluan rumah tangga. yang difinisikan sebagai porsi pendapatan pekerja migran yang dikirimkan ke kelaurga mereka atau orang per orang di tempat asal mereka. Responnya. memindahkan uang dari titik A ke titik B. Di banyak negara. Kegunaan instrument simpanan berbeda berdasarkan karakteristik demography. simpanan dalam bentuk informal tenda dan simpanan dalam bentuk aset fisik. Transfer Uang. khususnya. Kebanyakan responden menggunakan instrument campuran. Responden yang paling miskin. Sekarang ini. dan mereka yang tinggal di wilayah Bajio. berbahaya bagi orang miskin. contohnya. Pengririman termasuk di dalamnya transfer domestik dan internasional. dan penduduk di selatan cendrung menyimpan dalam aset fisik. 2 diantaranya berbentuk formal dan 9 berbentuk informal. Banyak transfer termasuk lebih dari sekedar pengiriman. Bunga bank sekarang ini diperkirakan berjumlah 126 milliar dollar per tahun di peroleh dari pengiriman uang internasinal ke negera-negara sedang berkembang yang memunculkan kebutuhan orang miskin untuk memindahkan uang dari satu tempat ke tempat lain. 42 . penelitian di bank-bank pedesaan mengungkapkan bahwa klien mengaku kesulitan dalam dalam melakukan transfer ke kota. Dari 11 jenis simpanan yang ditemukan dalam penelitian dewasa ini.adalah untuk kebutuhan darurat atau bahkan untuk konsumsi. kalangan profesional yang tinggal di perkotaan di perkotaan di utara. yang membawa uang dalam jumlah besar untuk tujuan bisnis.

Microfinance adalah perlindungan terhadap orang miskin dalam menghadapi resiko dalam pertukaran utnuk pembayaran moneter regular (premi) yang sesuai dengan mata pencaharian dan biaya juka terjadi resiko. mudah untuk dimengerti dan dijangkau. pembagian resiko memungkinkan bagi masyarakat atau terhadap kebutuhan prioritas untuk kelompok untuk membagi biaya kegiatan beresiko. Untuk melayani masyarakat miskin dengan baik. terdapat beberapa jenis asuransi yang relevan dengan masyakat miskin dan client yang berpendapatan rendah. Asuransi jiwa kredit adalah yang paling umum dan memastikan bahwa perlindungan resiko ( tergantung pada pasar. Jumlah transaksi yang ada dalam program transfer uang merupakan kesempatan yang sangat menjanjikan untuk menarik banyak orang ke dalam sistem finansial. Sebagaimana ditunjukkan pada gambar 2. mereka mungkin perlu kesehatan. semakin sulit untuk dilaksanakan. dan sedikit berhasil dalam melayani masyarakat miskin. secara bertahap mencari mitra dengan purusahaan yang dapat mentransfer uang seperti bank. nyaman. Program berkembang dengan sangat pesat. isnstitusi MFI dengan dengan akar mereka di kalangan masyarakat miskin. kehilangan aset termasuk hewan ternak dan rumah. mendapatkan bahwa program ini sulit untuk berkelanjutan.Apex Bank. atau 43 . Tantangan terbesar adalah dalam memperoleh keseimbangan antara perlindungan yang cukup degan tingkat kemampuan masyarakat miskin. mobil. Skema asuransi mikro yang ada yang mencoba menawarkan asuransi kesehatan ataupun asuransi jiwa. asuransi mikro harus di jadikan suatu tindakan asuransi jiwa). dengan 24. Beberap rumah tangga miskin mempunya akses terhadap asuransi formal untuk mengatasi resiko kematian seorang tulang punggung keluarga. dan lainya supaya aman.3.000 transfer dalam kurun waktu satu tahun pertama oparasi – bukti bahwa begitu banyak minat terhadap jasa semacam itu. Ada banyak ketertarikan diantara institusi MFI untuk menyediakan asuransi mikro dengan bekerja sama dengan perusahaan asuransi. sakit parah. Kejadian seperti ini bersifat mendera bagi rumah tangga miskin. kantor keuangan pusat untuk bank-bank desa di Ghana kemudian memperkenalkan sebuah sistim transfer uang dengan jangka waktu 15 sampai 24 jam saja. dan dengan biaya rendah yang tersedia bagi masyarakat miskin (lihat bab 7 untuk lebih lanjut tentang tantangan silang) Microfinance. Asuransi mikro adalah produk baru dan masih pada tahan percobaan. Semakin komplek suatu asuransi. Dengan semua asuransi. karena mereka lebih rentan untuk membangun kembali.

Dalam hal ini. dan 200 untuk anak yang ditinggalkan. Asuransi properti hampir selalu dihubungkan dengan suatu pijaman dan dapat membantu seorang peminjam untuk melanjutkan pengembalian utangnya jika sesuatu terjadi pada perpetinya ( biasanya hewan ternak). pergantian properti juga ditanggung. yang membayar 800 dollar jika sipeminjam mati karena kecelakaan. Simpanan dalam bentuk ansuransi jiwa sering ditawarkan oleh kredit union dan merangsang suatu simpanan ( lihat contoh COLUMBIA di Guatemala pada kotak 2.4. Delta Banglades menawarkan model polis ini. dari kematian clien mereka and ini sering ditawarkan oleh intitusiinstitusi MFI. 400 untuk istri/suami. Sebernar itu digunakan untuk melindungi para pemberi utang. Polis endowment menggabungkan simpanan jangka panjang dan asuransi dengan pinjaman darurat supaya simpanan seimbang. 44 Tingkat kesukaran . Pada beberapa kasus. Janis produk microfiance paling umum rendah tinggi Jiwa kredit Jiwa berjangka/ kecalakaan pribadi Jiwa simpatan Asuransi properti Jiwa endowment Pertanian tinggi rendah Tingkat keberhasilan “debit mati bersama debitor”.Gambar 2. Jiwa berjangka atau asuransi kecelakaan probadi sering ditawarkan bersamaan dengan asuransi jiwa kredit untuk mencakup keluarga jika para peminjam mati. bukan keluarga miskin. Sebagai contoh dari asuransi jenis ini adalah kerja perusahaan asal Amerika AIG di Afrika timur. pembayaran premi menggabungkan nilai.3.

premi yang petani dapat peroleh biasanya tidak cukup untuk mencakup biaya klaim dan biaya administrasi.000 anggota mempunyai polis asuransi mikro untuk jasa kuburan dan kecelakaan yang disebut dengan Plan de Vida Especial ( Rencana Hidup Spesial). Guatemala Pada tahun 1994. tidak ada bukti adanya program yang dapat dilaksanakan. Beberapa model deliveri yang berbeda ada. kontribusi dan saldo kredit. selama lebih dari empat tahun terakhir. Premi asuransi rendah (antara 7. Pada waktu yang sama. kebanyakan anggota dari 35 kredit union desa. Asuransi kesehatan mungkin adalah produk dimana ada permintaan terbesar diantara miskin dan rumah tangga berpenghasilan rendah. dan banyak yang 45 . seperti asuransi pertanian. namun. yang memperoleh keuntungan dari jumlah yang mencakup wilayah yang besar. karena mereka lebih terukur.200 hingga 6. Dewasa ini inovasi yang menghubungkan asuransi dengan curah hujan dan cuaca lain yang menjanjikan. dimana kredit union dapat menambahkan polis ke kredit dan dibayar per bulan. Masalahnya adalah petani yang diasuransikan kurang giat dalam usaha mereka sehingga merkea sering kali merugi. Juga. Asuransi mikro : Kasus KOLUMBIA. Sangat sulit menghitung probabillitas kegilangan karena adanya banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil panen. Sekarang terdapat lebih dari setengah juta orang Guatamala. Rencana Hidup Spesial adalah produk asuransi jiwa kelompok yang menawarkan manfaat antara sekitar 1.200 Dollar jika terjadi kematian dan tambahan untuk mencakup cedra dan mati akibat kecelakaan. Rencananya sangat menguntungkan. 54.00 Dollar) dibayar per tahun. Federasi Nasional Guatamala Kredit Union (FENACOAC) dan sembilan anggota koperasi mendirikan usaha asuransi mereka sendiri. Anggota koperasi memiliki polis asuransi jiwa yang melindungi simpanan mereka. sulit untuk menyediakan asuransi ini viably. COLUMNA mempertahankan tingkat resikonya berdasarkan kapasitas situasi keuangan dan cakupan asurasi yang sesuai. telah medapat polis asuransi untuk seluruh anggota COLUMNA.Auransi pertanian sangat sulit. keuntungan untuk Rencana Hidup Spesial rata-rata 26 persen dan premi bersih.80 hingga 39. Beberapa di antaranya menjual polis asuransinya ketika anggota baru bergabung dengan kredit union atau mengajukan pinjaman. Produk ini ada dipasarkan dan didistribusikan melalui kredit union. Kotak 2.4. objektif dan dapat dilaksanakan. COLUMNA.

.. Ada penilaian sebagian besar menunjukkan bahwa kredit mikro berdampak positif pada peminjam.growth ekonomi. manfaat tabungan dan asuransi. melalui pertumbuhan meningkat. melainkan dianggap sebagai hak alamiah sebagai bagian dari program perlindungan sosial pemerintah. Untuk sebagian besar. Karena kredit mikro hanya melihat satu bagian dari teka-teki. Semakin besar jumlah lembaga penelitian menunjukkan bahwa sektor keuangan lebih baik dukungan growrh dan pengurangan kemiskinan. dan secara langsung karena mereka mendapatkan akses ke layanan yang dibutuhkan. (2) sejumlah masalah asuransi klasik berlaku (yang lebih mungkin untuk mendapatkan sakit juga lebih mungkin untuk mendaftar. Mengukur dampak langsung adalah tentang memahami bagaimana jasa keuangan mempengaruhi kehidupan orang-orang miskin dan keluarga mereka. cenderung mengurangi kemiskinan secara keseluruhan di banyak negara (Meskipun tidak menjamin pengentasan kemiskinan saat pertumbuhan yang terkonsentrasi di tangan-baik). Penelitian tentang topik ini difokuskan pada kredit mikro. Kebanyakan penilaian telah melihat bagaimana kredit mikro telah 46 . belum dihitung.. terutama dalam mengurangi kerentanan yang merupakan fitur permanen dalam kehidupan masyarakat miskin. memfasilitasi. apa pun dampak telah terbukti untuk itu kemungkinan di bawah menyatakan dampak potensial dari sebuah sistem keuangan yang inklusif. Ketika lembaga keuangan yang efektif. pada gilirannya. Dan mendorong masuknya modal asing. penyedia layanan kesehatan). Asuransi Kesehatan tentu kemungkinan produk yang paling sulit untuk menawarkan karena (1) pihak ketiga harus terlibat (misalnya. Ada penilaian sebagian besar menunjukkan bahwa kredit mikro berdampak positif pada peminjam. 2. mereka memobilisasi tabungan untuk investasi. dan memastikan bahwa modal masuk ke penggunaan yang paling produktif.berpendapat bahwa jenis asuransi ini tidak boleh dijual secara komersial. semua efek mengarah ke tingkat yang lebih tinggi growth.3 Dampak Layanan Keuangan Pada Kehidupan Penduduk Miskin Sebuah sistem manfaat lebih dalam dan lebih inklusif keuangan penduduk miskin baik secara langsung. yang membuat asuransi mahal untuk semua dalam yang sangat ketat dalam hal jenis-jenis manfaat yang ditawarkan. orang-orang yang diasuransikan lebih ceroboh dan terlalu sering menggunakan layanan kesehatan).

Kebebasan dari klien Kelaparan di Ghana meningkatkan pendapatan bulanan mereka dengan $ 36 dibandingkan dengan $ 18 untuk nonclients. Selain itu. Dampak mempelajari menyarankan dampak positif dalam mengurangi kemiskinan: . Penelitian lain BRI meminjam di Pulau Lombok laporan bahwa pendapatan rata-rata klien telah meningkat 112 persen dan bahwa 90 persen rumah tangga telah pindah keluar dari kemiskinan (data yang dikumpulkan dengan mewawancarai 121 perempuan yang dipilih secara acak dari klien yang menerima kredit setidaknya satu tahun dipilih secara acak dari klien yang menerima kredit minimal satu tahun sebelum wawancara). Terlepas dari studi dimensi. Penelitian tidak hanya mencakup dampak kredit pada tingkat pendapatan tetapi juga mencakup informasi tentang bagaimana kredit mikro dapat meningkatkan kehidupan orang miskin dengan cara lain. beberapa studi melihat bagaimana kredit mikro telah memberikan kontribusi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. klien secara signifikan diversifikasi sumber-sumber pendapatan mereka. peminjam meningkatkan pendapatan mereka sebesar 12.mempengaruhi individu atau rumah tangga. Delapan puluh persen dari klien mempunyai sumber-sumber sekunder pendapatan versus 50 persen untuk non klien. pendidikan anak-anak dan gizi. Dibutuhkan waktu dan 47 . Misalnya.5). kondisi rumah.Di Indonesia. .Sebuah penelitian untuk Membantu Masyarakat Miskin Kebangkitan Pedesaan melalui Pendidikan (SAHAM) klien di India didokumentasikan bahwa tiga-perempat dari klien yang berpartisipasi dalam program ini selama lebih dari dua tahun melihat kemajuan yang signifikan dalam mereka kesejahteraan ekonomi (berdasarkan sumber pendapatan . dan rasio ketergantungan rumah tangga). dan itu perempuan versus pendapatan pemberdayaan (lihat kotak 2. kepemilikan aset produktif. sementara yang lain telah memeriksa dampak kredit mikro klien memasukkan harga atau komunitas. .9 persen dibandingkan dengan peningkatan sebesar 3 persen pada pendapatan kelompok kontrol. dan bahwa setengah dari klien lulus keluar dari kemiskinan. banyak titik penelitian terhadap pentingnya akses jangka panjang ke layanan sebelum dampak yang nyata dapat dilihat.

Pelatihan. biasanya tidak sesuai untuk kaum miskin (misalnya.5 Keuangan Mikro-Dampak Kemiskinan Pendapatan Di Luar Keuangan Mikro berdampak pada lebih dari sekadar tingkat pendapatan dari klien miskin. Hal ini juga mengurangi kerentanan mereka terhadap guncangan dan memungkinkan mereka untuk melakukan investasi dalam kesehatan yang lebih baik dan pendidikan bagi mereka keluarga. bantuan pangan) untuk membantu perempuan sangat miskin mendapatkan kaki pada bagian bawah anak tangga ekonomi. keuangan mikro sebagai bukan salution tunggal untuk mengurangi kemiskinan. Selama periode 10 tahun. dan terutama kredit. Keuangan mikro tidak harus dilihat sebagai pengganti untuk investasi dalam pendidikan dasar. untuk membuat penyok dalam kemiskinan. seperti BRAC's Penghasilan Generasi untuk Kelompok Rentan Pembangunan (IGVGD) program. Pinjaman kepada kaum miskin mungkin sebenarnya membuat miskin miskin jika lackopportunities toearn arus kas diperlukan untuk membayar kembali pinjaman. telah menemukan cara-cara inovatif untuk menggabungkan kredit. dua pertiga dari lebih dari 1 juta perempuan mendaftarkan diri masuk Kotak 2. dan program bantuan pemerintah (dalam hal ini. tempat tinggal. dan infrastruktur. sering digabungkan dengan layanan lainnya. Pada kenyataannya. Beberapa penyedia layanan. Studi mengenai dampak keuangan 48 . Ketentuan ini berkelanjutan mencari kredit bagi masyarakat miskin. Bagaimana cara akses ke layanan keuangan meningkatkan pendidikan? Greater akses ke layanan keuangan dan pendapatan meningkat memungkinkan orang miskin untuk berinvestasi di masa depan anak-anak mereka. kesehatan. menggoda mendeteksi kekuatan keuangan mikro untuk menyelesaikan semua penyakit pembangunan. Hal ini kadang-kadang lupa bahwa kata lain untuk kredit adalah utang. dan kerja sering lebih dibutuhkan dari jasa keuangan dan harus tepat didanai oleh pemerintah dan subsidi donor. Dasar memerlukan sia seperti makanan. Sebuah survei tentang dampak keuangan mikro pada Pembangunan "Milenium disorot beberapa hasil sebagai berikut.penggunaan ulang jasa keuangan. Dengan hasil mengesankan seperti itu. orang-orang yang kelaparan atau ruminansia penghasilan tunai). jasa keuangan.

pertusis. dan tetanus (DPT3) di antara anak-anak mereka imunisasi. Tentu saja.untuk anak-anak 14 tahun di rumah tangga klien BRAC dua kali lipat dalam tiga tahun (dari 12 persen pada tahun 1992 menjadi 24 persen pada tahun 1995). 95 persen dari klien foccas manfaat dari program kredit mikro yang dikombinasikan dengan jasa keuangan practives pendidikan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak mereka. Bagaimana cara akses ke layanan keuangan meningkatkan kesehatan anak-anak dan perempuan? Akses ke layanan keuangan memungkinkan klien untuk mencari layanan kesehatan bila diperlukan. program-program ini secara khusus berfokus pada pendidikan sebagai nilai inti dan layanan untuk klien. . menulis. . Studi menunjukkan bahwa jasa keuangan memiliki dampak positif yang kuat pada kesehatan perempuan dan anak. dan mendapatkan penghasilan 49 .Di Bangladesh. Pendidikan dasar kompetensi (membaca. klien foccas menghabiskan lebih dari sepertiga klien non pada pendidikan anakanak mereka. dua kali persentase untuk klien non. hampir semua perempuan dalam rumah tangga klien Grameen Bnk diterima sekolah. dan memiliki tingkat yang lebih tinggi dari difteri. terutama dalam program-program yang menggabungkan kredit dengan pelatihan tentang isu-isu kesehatan. dibandingkan dengan 60 persen anak perempuan di gousehold nonclient. lebih mudah menanggapi terapi rehidrasi diatas untuk anak-anak diare sedikit. dibandingkan dengan 72 persen untuk non clients.Dalam pendidikan con Bolivia kredit pedesaan (CRECER) klien telah praktek pemberian ASI yang lebih baik. . dan berhitung) antara 11 .Di Uganda. daripada menunggu sampai penyakit telah mencapai proporsi krisis.in addation 32 persen pernah mencoba teknik pencegahan AIDS.mikro pada anak-anak sekolah menunjukkan sebagai berikut: . Bagaimana cara akses ke layanan keuangan memberdayakan perempuan? Kemampuan untuk meminjam.Di Uganda. menyimpan.

50 . Sebaliknya. Sehingga sulit untuk mengisolasi dampak dari pinjaman kecil. Penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan ini mengambil bentuk yang berbeda: . dan keluarga berencana .Di India. dan memecahkan masalah lingkungan . program yang telah keluar dari kemiskinan dan telah lulus untuk menjadi nasabah kredit program keuangan mikro secara teratur aliran utama. pendidikan anak. yang memungkinkan mereka untuk lebih baik menghadapi ketidakadilan gender yang sistematis. Nepal. Banyak faktor lain yang berkontribusi terhadap peningkatan (atau penurunan) dalam suatu rumah tangga kesejahteraan. dan sejumlah ahli mempertanyakan apakah mereka patut investasi. masyarakat donor dibenarkan menginginkan bukti untuk memastikan bahwa subsidi yang dihabiskan untuk kegiatan kerja ini dalam mengurangi kemiskinan. klien-klien wanita Bank Rakyat Indonesia (BRI) lebih besar daripada non klien untuk membuat keputusan bersama dengan suami mereka tentang alokasi uang rumah tangga. 68 persen perempuan Program Pemberdayaan anggota mengatakan.Di Nepal. Sangat ketat dan dapat diandalkan penilaian dampak yang mempekerjakan metode ilmiah dari biaya penyelidikan banyak uang. diri Asssociation Kerja Perempuan (SEWA) klien terorganisir dalam sebuah serikat pekerja telah melobi untuk higherwages.meningkatkan kepercayaan diri perempuan miskin. Mereka berpendapat bahwa fakta mengamati bahwa peminjam membayar kembali pinjaman dan dan kemudian kembali untuk meminjam lagi memberi kesaksian tentang manfaat dan dampak positif mungkin pinjaman yhe. penggunaan alat kontrasepsi. menikahi anak-anak. hak-hak perempuan di sektor formal. Bolivia. dan ukuran keluarga. . klien program keuangan mikro berjalan selama kantor pemerintah daerah dan menang. mereka mengambil keputusan membeli dan menjual properti. dan Rusia. sukses dalam menggunakan kredit mikro untuk usaha tergantung pada kondisi ekonomi lokal di luar kendali klien dan lembaga yang melayani mereka. Perdebatan dalam komunitas keuangan mikro telah berfokus pada kualitas studi dampak. mengirim anak perempuan ke sekolah. Juga.Di Indonesia.Di Bangladesh. Filipina.

bukan hanya jangka pendek kredit modal kerja. fleksibel. penelitian yang akan datang diharapkan akan memberikan wawasan lebih tentang dampak tambahan tabungan.Pengamat lain lebih peduli dengan LKM cam bagaimana menggunakan informasi dampak yang lebih sebagai alat riset pasar untuk meningkatkan layanan mereka kepada masyarakat miskin. 2.studies menunjukkan bahwa akses permanen untuk berkelanjutan kredit mikro memungkinkan miskin untuk meningkatkan pendapatan. Tergantung pada keadaan mereka. microcredit. Sama seperti orang lain. 51 . dengan perwakilan dari beberapa yang sangat miskin dan rentan nonmiskin. Mikro dapat menjadi instrumen yang kuat terhadap bukti poverty. Kebanyakan klien berkonsentrasi di sekitar garis kemiskinan. orang miskin membutuhkan berbagai jasa keuangan yang nyaman. dan mengurangi kerentanan mereka terhadap guncangan eksternal. kesehatan anak-anak. bahkan lebih dramatis. orang-orang miskin tidak hanya membutuhkan kredit tetapi juga tabungan. dan cukup murah. maka akses ke berbagai layanan yang lebih luas mungkin memperbaiki kehidupan orang-orang miskin. membangun aset. Kredit mikro saat ini sebagian besar klien pengusaha di sektor informal. Jika lembaga peduli pengentasan kemiskinan dan memahami dampak dari layanan pada klien. karena studi fokus hanya pada satu bagian dari teka-teki. dan jasa asuransi.4 Kesimpulan Definisi klien keuangan mikro adalah memperluas untuk memasukkan semua orang tanpa akses ke layanan keuangan. Membantu klien meningkatkan kondisi ekonomi mereka dapat membuat naluri bisnis yang baik. jika kredit mikro saja menawarkan jenis dampak ini.existing tentang dampak mikro mungkin understates nilai jasa keuangan bagi orang miskin. Informasi yang tersedia arus klien dalam dicates bahwa rentang yang relatif sempit klien sedang dilayani oleh LKM khusus. maka dapat mengambil langkah-langkah untuk menyesuaikan layanan saat ini atau memperkenalkan yang baru untuk memenuhi tujuan-dan akhirnya meningkatkan kinerja. dan perbaikan kondisi hidup. Banyak potensi klien tetap dikecualikan. investasi dalam gizi yang lebih baik. Dari hidup sehari-hari untuk merencanakan masa depan.transfer uang. dan pendidikan. transfer. dan asuransi keuangan. mikro memungkinkan rumah tangga miskin bergerak. Miskin klien membutuhkan berbagai layanan keuangan.

dan nyaman yang ditawarkan oleh berbagai penyedia layanan keuangan. dalam banyak kasus. Harvard University. Studi kasus berikut ini merupakan salah satu dari sembilan studi kasus yang dilakukan untuk mendukung proyek analitis “Mengefektifkan Pelayanan bagi Masyarakat Miskin” dari Bank Dunia. John F. yaitu kebijakan untuk menghadiahkan pelatihan dan kunjungan belajar ke luar negeri bagi guru Bahasa Inggris dan kepala sekolah teladan. Provinsi Sumatra Barat. yaitu membatasi jumlah murid di sekolah-sekolah menengah atas menjadi hanya 30 murid saja perkelas. perbaikan infrastruktur. dan (b) kualitas dan akses pelayanan. Hanya jika pasokan mulai memenuhi kebutuhan akan orang-orang miskin memiliki sarana untuk mengambil kendali atas kehidupan keuangan mereka dan grafik jalan mereka sendiri dari kemiskinan. dan kebijakan kedua adalah Pembatasan Jumlah Murid Perkelas. tidak selalu jawabannya. lalu semua sekolah menengah 52 . terutama kredit mikro. Kennedy School of Government. Studi kasus ini menyoroti dua kebijakan inovatif di bidang pendidikan di Tanah Datar. Pemahaman ini perlu diterjemahkan ke dalam akses permanen ke layanan keuangan berkualitas tinggi. diadakan sebuah studi kasus di Kabupaten Tanah Datar. bekerja sama dengan Ford Foundation International Innovations Liaison Group bertindak sebagai mitra bagi tim Bank Dunia. Indonesia. terjangkau. dan layanan nonfinansial lainnya mungkin lebih cocok untuk orang miskin. Sejak diterapkannya kebijakan-kebijakan ini. Tantangan bergerak ke depan adalah untuk lebih memahami persyaratan layanan keuangan mereka yang saat ini dikeluarkan dari sistem keuangan dan cara untuk menanggapi kebutuhan-kebutuhan yang memiliki potensi untuk menjadi mandiri. tidak cocok untuk kaum miskin dan lapar yang tidak memiliki pendapatan yang dapat diandalkan atau sarana pembayaran. sudah lebih dari 70 kepala sekolah dan guru bahasa Inggris. Tujuan dari rangkaian studi kasus ini adalah untuk menunjukkan dampak inovasi dibidang pelayanan publik terhadap (a) perilaku pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder). Kasus 1 Pada bulan Februari sampai Maret 2005. keuangan mikro. dikirim untuk kunjungan belajar ke luar negeri. Dalam proyek ini Ash Institute of Democratic Governance and Innovation. hibah kecil. employmet dan program pelatihan. Tapi pemahaman yang lebih baik saja tidak cukup.Namun. kebijakan pertama adalah Kebijakan Penguatan insentif. kredit mikro ini.

Dukungan manajerial oleh: Winthrop Carty. Disisi lain. meningkatnya dukungan terhadap Bupati dari warga yang merasa diuntungkan oleh berlakunya kebijakan-kebijakan tersebut. khususnya dukungan orang tua/wali murid terhadap pendidikan anak. Bank Dunia (Indonesia). juga oleh Sachiko Miyata. Ash Institute of Democratic Governance. kreatif. dan Menno Pradhan. antara lain meningkatnya motivasi kerja para guru bahasa Inggris dan kepala sekolah.A. Referensi yang digunakan. Harvard University (U. Lavy.D. Kasus 2 Desentralisasi telah merintis jalan bagi program Pembangunan Komunitas Belajar Anak (PKBA) yang telah dirancang UNICEF. efektif. adanya perubahan metodologi pengajaran dari beberapa guru bahasa Inggris. Using Maimonides’ Rule to Estimate the Eff ect of Class Size on Scholastic Achievement (Mei 1999) dan M. Sasaran komponen manajemen berbasis sekolah (MBS) yang diemban PKBA adalah upaya peningkatan dukungan masyarakat. dan meningkatkan kesenjangan antar sekolah. Urquiola.atas negeri dan sebagian sekolah swasta. telah membatasi jumlah murid per kelas. Yayasan Pradipta Paramitha (Indonesia) dan Sri Budiyati. Angrist dan V. Namun ternyata bagi beberapa sekolah. meningkatnya perhatian guru dan kepala sekolah terhadap prestasi murid. dan bertujuan meningkatkan mutu pendidikan sekolah dasar. kebijakankebijakan ini justru menambah beban biaya. Identifying Class Size Eff ects in Developing Countries: Evidence from Rural Schools in Bolivia (November 2001). Studi kasus ini ditulis oleh Eleonora Suk Mei Tan. bertambah luasnya kesempatan pendidikan yang bisa ditawarkan. Beberapa perubahan penting lain menyangkut sikap dan perilaku pihak-pihak yang terkait. bahkan beberapa sekolah menengah pertama dan sekolah dasar. Clarita Kusharto. dan semakin bertambahnya pemikiran yang mendukung reformasi di kalangan para praktisi pendidikan baik pemerintah maupun sekolah. sejumlah orang tua murid. Anggota tim peneliti antara lain C. J.). Stefan Nachuk. SMERU Institute (Indonesia). semuanya dari Bank Dunia (Indonesia). dan menyenangkan (PAKEM) bertujuan memperkuat daya 53 . dan meningkatnya fasilitas-fasilitas yang ada di sekolah-sekolah tersebut.S. Perubahan juga terjadi pada kualitas pendidikan. antara lain di sejumlah sekolah yang memang sudah bagus. konsultan (Australia). UNESCO dan Depdiknas pada 1999. dan secara umum. Penelitian didasarkan atas kunjungan lapangan ke Tanah Datar pada bulan Februari dan bulan Maret 2005. kebijakan-kebijakan tersebut ternyata juga menyebabkan berkurangnya akses pendidikan menengah tingkat atas bagi sejumlah anak. sementara itu komponen model pembelajaran aktif. Dukungan analitis dan editorial diberikan oleh Susannah Hopkins Leisher. terjadi peningkatan keterampilan mengajar para guru.

Referensi utamanya adalah: Membangun Komunitas Belajar bagi Anak: Meningkatkan Mutu Sekolah Dasar melalui Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Partisipasi Masyarakat (Creating Learning Communities for Children: 54 . sikap demokratis kepala sekolah terbukti meningkatkan akuntabilitas pengelolaan sekolah. Bank Dunia (Indonesia) berdasarkan kunjungan lapangan yang dilakukan di Kabupaten Polman pada Bulan Maret 2005. pemda setempat telah memperluas program PKBA di 70 sekolah baru dengan dana sendiri. model PAKEM secara drastis mengubah metode pengajaran dan meningkatkan partisipasi siswa dan orang tua.pikir kreatif dan daya pikir kritis anak. Dinas Pendidikan Kabupaten. Dukungan masyarakat luas sangat menentukan kelanjutan finansial khususnya pada sekolahsekolah miskin. sehingga tidak adanya peningkatan nilai mungkin disebabkan tidak adanya korelasi antara instrumen yang dipakai PAKEM dan mata pelajaran yang diuji. Sejak 2001. Di sekolah yang lebih mampu. yang dianggap bertangggung jawab atas program namun kurang memberi perhatian serius. Studi kasus ini disusun bersama oleh Stefan Nachuk. konsultan (Australia). harus diyakinkan. Bagi orang tua miskin. Pada akhirnya. Provinsi Sulawesi Barat. Studi kasus ini mengkaji dampak PKBA di dua sekolah di Kabupaten Polman. atau bahwa ujian nasional tidak mencerminkan jenis pengetahuan yang didapat dari PAKEM. Tak satupun dari kedua sekolah ini mengalami peningkatan mutu pada hasil ujian nasional atau tingkat putus sekolah dibandingkan sekolahsekolah sekitar non-PKBA. dan Arya B. karena dukungan kepala sekolah dan efektivitas instrumen PAKEM. Gaduh. Diperkenalkannya PAKEM di sekolah menengah mungkin penting untuk menjamin kelanjutan dampak positifnya. Susannah Hopkins Leisher. para inovator lokal pun tidak ketinggalan turut menyebarluaskan program ini di hampir 30 sekolah tambahan. Pemantauan lebih baik terhadap dampak progam bisa membantu agar instansi ini lebih terlibat. Akan tetapi. sikap otokratis kepala sekolah dan sikap pasif anggota Komite Sekolah telah menyebabkan gagalnya pengelolaan MBS. komunikasi informal (lewat program inovatif seperti radio sekolah) sama pentingnya dengan komunikasi formal dalam menentukan keberhasilan. dalam rangka kelanjutan institusional. Dukungan finansial UNICEF kepada program ini berakhir pada bulan Desember 2005. Satu di antaranya adalah sekolah miskin di pedesaan dan satunya lagi adalah sekolah yang lebih mampu di wilayah perkotaan yang mengadopsi sendiri model PKBA. Para murid dan orang tua menjadi lebih terlibat di sekolah. sebaliknya di sekolah yang miskin. kehadiran murid dan metode pengajaran mengalami peningkatan. sehingga kelanjutan jangka panjang program dipertanyakan. Di kedua sekolah ini. Bank Dunia (Indonesia).

A. Dukungan manajemen. 55 .S. Program Kerja Sama Inovasi Internasional Ford Foundation (Brazil). Anggota Tim Peneliti di antaranya adalah Arya B. konsultan (Indonesia). Ash Institute of Democratic Governance. analisis. UNICEF-UNESCO-Pemerintah Indonesia (2005). dan Luis Fujiwara. Bank Dunia (Indonesia). Harvard University (U. Bank Dunia (Indonesia). Bank Dunia (Indonesia) juga Winthrop Carty. Lina Marliani.Improving Primary Schools through School-Based Management and Community Participation) UNICEF-UNESCO-Pemerintah Indonesia(2000) dan Menciptakan Masyarakat Yang Peduli Pendidikan Anak. Nunik Yunarti dan Maulina Cahyaningrum. Gaduh.). dan editorial diberikan oleh Menno Prasad Pradhan dan Sachiko Miyata.

pemberi jasa informal tingkat tinggi. Jalan tengah dihuni oleh lembaga-lembaga milik anggota. komunitas klub tabungan. berbagai pemberi jasa diperlukan. 56 . ada peminjam uang. ekonomi mikro telah melibatkan pergerakan yang sangat hebat dari informal menuju kepada pemberi jasa formal Para pakar MFIs telah membuktikan bahwa orangorang miskin dapat “dibankan“. LSM raksasa di Bangladesh melayani jutaan pelanggan. dan prosesor. berbagai Penyedia Jasa Keuangan diwajibkan untuk memenuhi kebutuhan beragam klien miskin. dan lembaga formal adalah cermin citranya. distribusi outlets luas seperti Automatic Teller Machine( ATM).BAB III PENYEDIA JASA KEUANGAN MIKRO Dalam suatu sistem finansial yang lengkap.1) Beberapa koperasi besar di Afrika dan di tempat lain diatur beroperasi sebagai lembaga keuangan. pedagang. dan beberapa bank pedesaan di negara-negara seperti Filipina dan Ghana yang kecil dan sedikit informal. deposito kolektor. Banyak pelaku pembaharu di Ekonomi Micro. kompetensi tingkat ritel-lembaga tetap merupakan hambatan utama untuk memperluas jasa finansial untuk sejumlah besar orang miskin. Bank swasta dan public merupakan bank yang paling formal. dan penyedia input pertanian. organisasi nonpemerintah (LSM). Potensi pemberian berbagai jasa dari informal ke tingkat formal. Pada akhir spektrum informal. institusi financial nonbank . Sayangnya. meskipun mereka mungkin diatur secara teori (jika tidak praktek). kurangnya kekuatan. Tidak ada satu pun jenis pemberi jasa keuangan bisa melakukannya sendiri. Lebih-lebih lagi. memiliki organisasi sederhana (jika ada) dan tidak diawasi oleh pihak pemerintah. dan kemampuan untuk membuat investasi yang signifikan dalam technology yang dapat membawa layanan financial lebih dekat kepada klien miskin. institusi formal secara cepat menarik pelajaran tentang bagaimana melakukan transaksi kecil perbankan. Harus diingat bahwa tidak semua line up institusi sempurna sepanjang continuum/skala (lihat gambar 3. Formalitas mereka tergantung pada kelengkapan struktur organisasi dan tata pemerintahan serta tingkat pengawasan atau pengawasan oleh pemerintah. jaringan dengan tipe penyedia layanan yang berbeda merupakan peningkatan skop pertimbangan bagi perpanjangan akses penawaran. Hari ini. Misalnya.telah memiliki cabang jaringan yang luas. seperti bank komersial. Lebih dari 25 tahun.

Gambar 3.1 Spektrum dari Penyedia Jasa Keuangan
Teman & Klwrg Informal Lintah ROSCAs darat Kolektor Tabungan Basis-Organisasi CVECAs Lembaga ASCAs FSAs SHGs NGOs NGOs Keuangan Koperasi Lembaga Formal Keuangan NBFIs State-bank pribadi,tms postal bank Bank Desa Bank Khusus MF Penuh- bank Pelayanan Komersial

Pedagang

Dalam bab ini terlihat pandangan dari pemberi jasa financial/ keuangan. Hal itu ditandai dngan pertanyaan berikut : Yang manakah pemberi Jasa Finansial kepada masyarakat miskin dan klien berpendapatan rendah? Apa ciri khas utama mereka, kekuatan dan kelemahan mereka? Bagaimana mereka bekerja secara individu dan sebagai suatu kelompok untuk meraih jumlah besar dari klien miskin? 3.1 Pandangan Penyedia Jasa Keuangan Dalam penelitianya pada layanan Financial formal untuk masyarakat miskin, CGAP

menemukan tip-tip melayani institusi keuangan klien yang berpendapatan rendah dibawah ini : kepemilikan pertanian pribadi, pengembangan dan bank postal. Rendah-modal lokal dan / atau bank pedesaan, dan LKM khusus dari berbagai jenis. Lembaga-lembaga ini hampir memiliki garis bawah ganda karena mereka mengejar finansial maupun tujuan sosial. Khusus MFIs-termasuk LSM, lembaga keuangan non bank (LKNB) bank komersial yang mengkhususkan diri di bidang keuangan mikro, dan program keuangan mikro dalam bank jasa komersial penuh, sekitar 18 persen (lihat gambar 3.2). Keuangan koperasi membentuk lembaga keuangan lain 5 percent. Institusi sosial pemerintahan sendiri termasuk bank tabungan pos, mendominasi pemandangan, dengan sekitar tiga perempat dari rekening. Ketika hanya memperhatikan kredit, Rekening MFIs untuk 33 persen dari pinjaman (57 persen jika tidak termasuk China dan India).

Gambar 3.2 Tabungan dan Pinjaman Aktif Menurut Jenis Kelembagaan
57

Tabungan Aktif Menurut Jenis Kelembagaan

Pinjaman Aktif Menurut Jenis Kelembagaan

MF 1 % I 8
Sumber: Christen, Rosenberg,and Jayadeva, ”Financial Institution with `Double BottomLine`”

Pemberi jasa berbeda di setiap wilayah atau negara. Misalnya, bank dan NBFIs memiliki jangkauan lebih besar di Amerika Latin daripada daerah lainnya; kredit dan tabungan koperasi mendominasi di barat dan tengah Afrika; dan masyarakat (bank terutama bank pedesaan) yang lazim di negara tertentu seperti Ghana, Indonesia, dan Filipina. 3.2 Penyedia Informal

F ac l in n ia C e tiv oop ra

Kebanyakan masyarakat miskin mendapatkan jasa finansial melalui persetujuan informal CGAP.Menariknya , persetujuan informal ini menjalankan bentuk/formula yang sama—dari Meksiko ke Senegal terus ke Bangladesh. Para penyedia layanan Financial informal dapat

dengan teman-teman dan tetangga mereka, bukan melalui institusi formal yang disurvei oleh

R ra B n u l a

dibagikan menjadi 2 katagori: penyedia pribadi, klub kolektif, atau pun asosiasi ( bada beberapa pengecualian, sebagai penyuplai kredit, dan pawnbokering menurut tipenya bisa disuplai oleh perusahan,hal ini akan dibicarakan dibawah ini). Penyedia Informa lIndividu: lintah darat, kolektor tabungan,pemilik rumah gadai, pedagang,

S te Ag u ta / ric rtu processors and input suppliers. Penyuplai informal yang paling umum adalah teman atau lop e t B D v sanakm n a ee P meminjamkank 5 % mengambil keuntungan dari suatu kesempatan, os l B n uangnya untuk ta a s 6 saudara yang
58

tambahan, banyak orang-orang yang membuat mereka lebih hidup, baik sebagai fall-atau part – time basis, dengan menawarkan layanan finansial kepada perorangan dalam komunitas mereka. Barangkali moneylenders yang paling di kenal,Sering membenci memeras masyarakat miskin,moneylenders sebenarnya menawarkan suatu nilai layanan financial di berbagai komunitas. Beberapa alasan yang lebih formal para peminjam dapat belajar banyak dari moneylenders,termasuk pengetahuan mereka tentang kredit pasar, pengembangan hubungan perorangan dengan kliennya, metode –metode yang di uji pada pengujian kapasitas pembayaran dan cirri khas prospektif peminjam, cepat dan praktik produk mudah yang dilaksanakan di lokasi yang tepat, dan meminjam kembali ( repeat lending) kepada mereka yang membayar tepat waktu. Bagaimanapun, moneylenders, bisa menjadi lebih mahal.Sebagai contoh, suatu pinjaman moneylenders standar di Filipina digunakan “ 5/6 pinjaman—dari itu, pada setiap 5 Peso yang dipinjamkan di pagi hari,6 Peso harus dibayar di sorenya. Jumlah ini untuk tingkat bunga harian lebih dari 20%. Deposit kolektor--orang yang mengumpulkan dan menyimpan tabungan,umumnya di komunitas masyarakat,mencakup Asia Selatan dan Afrika Barat.Tempat yang aman untuk menyimpan uang sangat sulit di dapatkan..Mereka tidak hanya sering tidak membayar bunga ,tetapi juga menuntut jasa. Di India, klien-klien bersedia membayar biaya hingga setara dengan 30 persen tingkat suku bunga tahunan bagi seseorang untuk menyimpan uang mereka. Perilaku aneh ini tampaknya disebabkan oleh fakta bahwa tidak ada pilihan baik lainnya untuk menyimpan.Juga,biasanya orang-orang suka menyimpan untuk tujuan yang spesifik, seperti biaya sekolah, dan mengandalkan pada disiplin yang dikenakan oleh kolektor tabungan untuk memastikan mereka dapat memenuhi kewajiban. Pawnbrokering adalah bentuk lain dari pinjaman informal, walaupun di banyak negara praktek ini telah menjadi lebih formal dan diatur. Meminjamkan pemilik rumah gadai berdasarkan jaminan. meskipun tidak seperti pemberi pinjaman lain, mereka menguasai barang milik pinjaman. Pawnbrokering biasanya memerlukan volume tinggi dimuka yang dibuat untuk jangka waktu yang relatif singkat.Memberikan prosesnya, penilaian, diberi pengolahan, penilaian, dan penyimpanan item yang digunakan, biaya transaksi mungkin muncul cukup tinggi sebagai persentase dari jumlah kecil dipinjamkan. biaya ini, Namun, sebagian offset karena si pemilik rumah gadai tidak memberikanl waktu untuk mengevaluasi peminjam atau monitor pinjaman. Khususnya di daerah pedesaan yang bergantung pertanian, pedagang, pengolah, dan
59

pemasok penting (banyak akan berpendapat yang paling penting) adalahsumber kredit bagi petani. Kredit dibangun dalam hubungan diluar bisnis. lender Agribisnis telah melakukan bisnis dengan petani dengan membeli produk mereka untuk pemrosesan atau pemasaran; pemasok input sudah menjual bibit dan pupuk untuk them. Kredit dapat tunai atau dalam bentuk, seperti benih dan pupuk. Klien sering mengembalikan pinjaman dengan menjual hasil panen mereka dengan harga diskon atau memiliki jumlah pinjaman dikurangi dari hasil panen.Kredit mereka dapat digabungkan dengan layanan lainnya, seperti saran dari penjual pupuk tentang bagaimana mengaplikasikan pupuk untuk hasil terbaik. perusahaan agribisnis Pinjaman di Afrika Selatan diperkirakan menyediakan sekitar $ 91.000.000 dalam kredit kepada lebih dari 530.000 rumah tangga pedesaan antara 2001 dan 2003. Empat dari setiap lima penggilingan padi yang disurvei oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) di India menawarkan uang muka untuk Petani untuk menutupi biaya input. Klub: ROSCAs dan ASCAs. Bentuk kolektif pemberi informal termasuk tabungan berputar dan asosiasi kredit (ROSCAs) dan sepupu dekat mereka, mengumpulkan tabungan dan asosiasi kredit (ASCAs). ROSCAs muncul di seluruh dunia yang disebut riang pergi-putaran di Kenya, tandas di Meksiko, bon dana di India, Kibati di Tanzania, dan Esusu di Nigeria. Mereka didefinisikan sebagai asosiasi dari peserta yang memberikan kontribusi rutin ke pemegang uang "sentral". Panci tersebut diberikan, secara keseluruhan atau sebagian, setiap kontributor di rotasi atau dipilih melalui undian. Dana tersebut dikelola. Dana tersebut dikelola oleh anggota sendiri. Sebuah ASCA adalah sama, kecuali bahwa beberapa anggota meminjam dan beberapa tidak dan pot tumbuh dari waktu ke waktu, ROSCAs membubarkan setiap siklus sementara ASCAs bertahan di cyles.Box 3,1 memberikan contoh ROSCAs dan ASCAs di Asia. Dominasi ROSCAs dan ASCAs seluruh dunia cukup menunjukkan bahwa nilai peserta akan manfaatnya. ROSCAs dan ASCAs memiliki banyak keuntungan: bisa efisien dan biaya sedikit untuk menjalankannya, mereka transparan dan mudah bagi anggota untuk anggota, dan risiko penyalahgunaan rendah. Mereka sering bekerja selama beberapa tetap untuk menghindari pembukuan, perselisihan, penipuan, dan ditangkap oleh elit yang kuat. Seorang pakar menyatakan bahwa "ROSCAs cukup bisa mengklaim sebagai intermediasi yang paling efisien instan, tanpa ada perantara, menjadi keseluruhan untuk satu orang. ASCAs berbagi banyak manfaat ROSCAs, dengan fleksibilitas ditambahkan karena mereka menawarkan lebih banyak kesempatan bagi mereka yang ingin meminjam, dapat
60

digunakan untuk tujuan seperti asuransi, dan bisa bertahan lebih lama dari ROSCAs. Tapi karena uang tidak secara bergiliran, ASCAs memerlukan keterampilan manajemen yang lebih untuk menjalankan akan berlangsung dapat menderita lebih penipuan. Dengan penyusunan jasa keuangan informal yang luas tersedia bagi mereka, bagaimana bisa dikatakan bahwa orang miskin tidak memiliki akses terhadap jasa keuangan? masalahnya adalah bahwa layanan ini informal, sementara menarik dan berguna untuk banyak alasan, telah mengakibatkan aspek negatif yang serius. Yang pertama, mereka dapat mahal (terutama dalam hal Pemberi individual seperti rentenir atau pemilik rumah gadai). Kedua, mereka sering kaku(tidak fleksibel).Sebagai contoh , ROSCAs dan ASCAs memerlukan deposito biasa dalam jumlah sama, dan uang individu terikat sampai giliran mereka untuk mengakses dana. Ketiga , ROSCAs bisa sangat beresiko - peserta kehilangan uang ketika seseorang gagal terus berkontribusi setelah mengambil alih awalnya. Sistem ini mungkin juga tidak nyaman jika perlu anggota untuk uang terjadi sebelum (atau sesudah) "giliran mereka". Juga, biaya bisa kurang dari keterbukaan dan sulit dimengerti, seperti yang terjadi di beberapa pedagang ,pertanian atau sistem prosesor kredit. Semua layanan keuangan informal rentan terhadap keruntuhan atau penipuan, di mana orang dapat kehilangan uang mereka, apakah karena korupsi.Kurangnya disiplin, atau guncangan kolektif seperti bencana alam atau panen buruk. Akhirnya, pinjaman dari keluarga dan teman dapat dihubungkan dengan rasa malu atau kehilangan martabat, terutama jika peminjam menjadi tergantung pada orang lain. Box 3.1 Variasi pada tema ROSCA dan ASCA
Lottery ROSCAs : Sebuah tipe ROSCA di DHAKA, Bangladesh, dijalankan oleh pemilik toko kecil. Banyak anggota membayar ketika mereka bisa, sering antara pertemuan, kadangkadang dalam angsuran. Pemilik toko itu menyimpan catatan yang telah dibayar dan menindaklanjuti pembayar yang terlambat. Para manajer menerima tips dari anggota sebagai imbalan untuk pekerjaan ini. Sebuah undian menghindari masalah dari setiap ketidakadilan yang dirasakan agar uang itu didistribusikan. Untuk setiap putaran, nama diambil secara acak. Lotere itu sendiri menghasilkan sejumlah Initial-Invesment ASCA : Di perbukitan utara Filipina, ada ASCAs dimana anggota hanya membuat satu investasi awal, yang sangat kecil. Investasi ini dikumpulkan dan dipinjamkan pada tingkat bunga yang tinggi (hingga 10 sampai 15 persen per bulan) untuk anggota (S) yang sangat membutuhkan uang tunai. Sebagai peminjam mereka mengembalikan pinjaman dengan bunga, dana tersebut tumbuh dengan cepat. Mereka yang memberikan kontribusi investasi awal tetapi mereka tidak meminjam untuk melihat investasi mereka berkembang/tumbuh. 61

000 untuk 50 bank.000 SHGs pada tahun 2004. terutama bagi wanita miskin. sebuah bank yang meluncurkan program puncak hubungan bank-SHG pada tahun 1992. Banyak anggota basis organisasi dapat memegang kunci untuk mencapai masyarakat terpencil.000. berbagai bentuk dasar organisasi keuangan anggota ada di seluruh dunia.1 juta SHGs melayani sekitar 16.000. program NABARD secara kumulatif dipinjamkan $867. dan pada gilirannya membantu membuat proses publik terbuka. Tujuan NABARD adalah memperlebar akses keuangan kepada 20 juta rumah tangga miskin pada tahun 1998. SHGs berusaha mencoba untuk mencapai yang sangat miskin. Beberapa tahun terakhir telah terlihat pertumbuhan eksponensial antara SHGs India. Serikat Kredit atau tabungan dan kredit koperasi adalah lebih formal. Meskipun mereka baru bekerja selama beberapa dekade. akhirnya bisa mendapatkan akses ke pinjaman bank.000 dibandingkan hanya dengan 300. Beberapa ASCAs menutup dan membagikan laba setelah tiga tahun untuk mengurangi risiko.3 Anggota Basis Organisasi Berkaca pada pekerjaan apa dalam sistem formal. Bahkan dalam singkat waktu.Pada Maret 2004. group self-help (SHGs) di India telah menarik banyak perhatian selama beberapa tahun terakhir sebagai sumber jasa keuangan pedesaan. sedangkan organisasi lain di belakang mereka sebagai promotor.kegembiraan. sebesar 15 persen per bulan. Kemungkinan bank yang paling penting yang terlibat adalah Bank Nasional untuk Pertanian dan Pembangunan Pedesaan (NABARD). Anggota-Basis Organisasi biasanya mengandalkan tabungan anggotanya sendiri sebagai sumber utama dana. Survei menunjukkan bahwa lebih dari setengah anggota SHGs berasal dari kelompok miskin: petani tak bertanah dan petani marjinal. Untuk hal tersebut Bank India telah meminjamkan hampir 175. jumlah SGHs yang terkait dengan bank adalah sekitar 800. saver yang dimasukkan ke dalam 1 $ awal 1 bisa menggandakan modalnya 133 kali. Di tahun 2003. Sumber: Rutherford.000 di tahun 1999. menarik kerumunan penonton. The Poor and Their Money 3. SHGs mulai dengan mengumpulkan tabungan anggota dan. dibandingkan dengan 12. yang pada gilirannya memberikan pinjaman kepada 1.masyarakat dan bank swasta.000 rumah tangga -miskin . jika semua berjalan lancar. 62 . Model saat ini SHGs informal link antara 10-20 orang dengan sumber dana. seperti LSM dan bank komersial.000 group empat tahun sebelumnya.

dengan hampir 29 juta anggota di seluruh negara berkembang dan negara transisi (lihat tabel 3. seperti di mana mereka bekerja. dan frekuensi pembayaran dapat kaku. pinjaman. Dorongan untuk meminjamkan terlalu banyak atau pertumbuhan terlalu cepat dapat menyebabkan kelompok yang tidak bekerja dalam jangka panjang. Di Afrika barat lebih dari 3. sebagian besar melalui koperasi kredit. atau pergi ke gereja. Koperasi finansial ( kadang-kadang disebut para pemberi kredit atau kredit simpanan tabungan )mengambil prinsip dari kepemilikan anggota kepada tingkat formal . KSM / SHGs menawarkan persyaratan pinjaman yang paling fleksibel yang belum tentu sesuai dengan arus kas anggota 'atau permintaan produk. lembaga keuangan yang sukses. lebih dari 3. Contoh lain yang bagus adalah Kenya. Star-up biaya organisasi ini telah disubsidi oleh badan bantuan pembangunan international ( sering disebut sebagai donor). dengan tujuan meningkatkan ekuitas dengan mengambil pinjaman dari bank dengan tingkat bunga konvensional.000 SACCOs memiliki hampir 5 juta anggota dan aset hampir $ 1 miliar. 63 . beberapa koperasi keuangan telah berevolusi menjadi lebih besar.7 juta klien mencapai pada akhir tahun 2004. merupakan perputarbalikan pada tema berbasis anggota dengan penekanan pada daerah pedesaan terpencil. dan NGO –NGO telah melakukan promosi untuk memulai pekerjaan melalui dta yang komprehensif yang sulit ditemukan di FSAs. Koperasi finansial dimiliki dan dikendalikan oleh anggota mereka dan biasanya nirlaba/nonprofit. dimana tabungan dan kredit masyarakat (SACCOs) diakui sebagai bagian penting dari sistem keuangan.1). Asosiasi Layanan Keuangan(FSAs) dan Tabungan Swakelola dan Bank Kredit di Afrika. asuransi. dan gerakan itu telah menyebar di seluruh dunia. Di beberapa Negara. Lembaga-lembaga ini menyediakan layanan keuangan: tabungan. 72 persen peminjam mikro dan 86 persen dari deposan adalah anggota koperasi kredit. bahkan sedikit kemerosotan dalam pinjaman kualitas kredit portpolio sungguh bisa mempengaruhi ketahanan eksistensi mereka. dan jasa transfer dana (meskipun yang lebih lemah dan lebih kecil tidak mampu menawarkan transfer) tetapi menghasilkan uang bagi para pemegang saham. Lembaga keuangan koperasi mulai di Eropa hampir 150 tahun yang lalu. dan sebagian besar tabungan ini adalah wajib dengan permintaan pasar klien miskin untuk instrumen tabungan. Selain itu. FSAs awalnya mengandalkan pembangunan basis modal yang kuat melalui saham anggota. Sering berbagi beberapa anggota ikatan bersama. giro. Di Asia Tengah.Segala janji SHG sangatlah rapuh. KSM / SGHs tidak menangkap sejumlah besar tabungan. tinggal.

1 2 8 2 3 1 . Namun.7 5 4 8 . BOX 3.9 8 0 4 1 7 . kurang profesional dan dapat menimbulkan resiko bagi kesehatan keuangan koperasi.org Sebagaimana tabel 3. Di koperasi keuangan yang.8 2 1 .credit unions/ serikat kredit.5 5 2 .6 8 9 7 . misalnya. terutama di kota-kota dan desa-desa terpencil.1.8 1 21 6 83 4 43 3 81 5 R ta a a -r ta P ja a / in m n A g o ($ n g ta ) 17 3 21 3 80 1 32 7 41 7 Kp rs o eai Kuna e a gn Asia Afrika Am erikaL tin a da Ka n ribia E ropaT ur im da NIS n TTL OA A go n g ta Tb na a u gn (ju a $ ta n ) 1 . Keuangan koperasi berpotensi mencapai orang-orang miskin.0 5 6 1 .7 6 1 5 .0 5 2 . atau baru dan pelayanan yang lebih baik. dan keuangan koperasi kembali beberapa produktif yang melebihi biaya operasional kepada anggotanya.(seperti yang dilakukan oleh bank). MFIs yang lebih khusus (lihat kotak 3.6 5 1 2 .6 1 3 1 1 .248 nasabah dengan rata-rata saldo pinjaman yang beredar masing-masing hanya $ 98.1 3 2 6 . dalam koperasi-koperasi kecil. koperasi keuangan klien setidaknya sama miskin (jika tidak miskin) dibandingkan dengan yang lain.1 ng n si a erkem bangdan T nsisi ra R ta a a -r ta Tb na / a u gn A g o ($ n g ta ) 1 2 . T B L3 Keua a Kopera di Neg raB A E . menurut definisi.2 Faktor-faktor penentu kelembagaan outreach kemiskinan di keuangan mikro. Ada beberapa bukti bahwa di beberapa negara. mereka mencapai area terpencil yang tidak terlayani oleh bank. Manajemen sukarela. dan kadang-kadang.2 0 Sumber: Dewan Dunia Laporan Statistik Credit Union's. Kepemimpinan diambil dari anggota sendiri. Di Filipina.6 2 . Apakah koperasi keuangan dan atau bank-bank pedalaman bisa menarik orang – 64 . dan survei 2001 menunjukkan bahwa 24 koperasi memiliki 41.1 3 0 7 1 7 .5 3 .2).3 1 1 .woccu.8 6 .8 4 5 8 6 8 7 . koperasi kredit berperan besar dalam pembangunan daerah pedesaan (walaupun mereka lebih besar di daerah perkotaan).6 6 . karena mereka menarik dari sebuah dasar yang luas anggota.2003 www. peningkatan bunga tabungan. menunjukkan koperasi keuangan relatif kecil tabungan saldo ratarata pinjaman per anggota.5 9 4 6 P ja a in m n (ju a $ ta n ) 85 2 1 5 . yang sering dipakai adalah manajemen sukarela. Manfaat ini datang dalam bentuk dividen saham anggota.3 3 4 0 3 3 . tidak jelas berapa banyak klien koperasi keuangan yang benar-benar miskin.0 0 2 7 5 7 6 .6 9 . setiap anggota memiliki satu suara: kekuasaan tidak didistribusikan sesuai dengan proporsi saham yang dimiliki. penurunan tingkat kredit.

dan Program D'Appul Sumber: Interview Email dgn Syed Hasyemi. faktor yang paling penting tampaknya di mana mereka menempatkan kantor cabang. Di Peru. koperasi dan saling Solusi (CMS). Sebuah koperasi bisa menjadi tidak stabil jika kondisi ini tidak 65 . di mana kemiskinan yang paling nampak. (PAMECAS) berbagai server luar negeri klien.dalam kemitraan dengan orang lain. ditemukan penelitian koperasi FEAGIE-PECHE. CGAP digunakan alat penilaian Maryland bahwa kemiskinan untuk menguji pertanyaan di Senegal dan Ghana. koperasi keuangan. analisis didakwa bahwa bank-bank pedesaan memiliki kedalaman saringan jangkauan dari NGOs Duapuluhenam persen dari nasabah bank pedesaan antara 20 persen penduduk termiskin dari Ghana. dan karena itu dipilih klien yang lebih miskin dari koperasi klien yang lain. LKM seperti Agence de Kredit pouyr I'Enterprese Privee (Acep). Penelitian institusional tidak menunjukkan selalu kebijaksanaan konvensional adalah salahmempengaruhi tingkat kemiskinan klien. FEAGIE-PECHE mencari keanggotaan dari komunitas nelayan pedesaan.orang miskin sebagaimana dicapai khusus oleh NGO-MFls?.spesialis senior microfinanace Dua syarat utama harus dipenuhi untuk koperasi keuangan yang akan sukses: (1) jumlah peserta harus cukup kecil sehingga mereka dapat memantau satu sama lain dengan mudah (atau sistem serupa dengan yang ditemukan dalam lembaga keuangan formal harus diberlakukan untuk melindungi deposan). mereka benar-benar mencapai angka besar klien miskin. auxMUTuelles .Banyak dari bank pedesaan yang terletak di bagian utara. serbaguna. Universitas melakukan penelitian serupa di Peru. tetapi karena mereka begitu besar. Di Ghana.. Di bahwa Senegal. tetapi cukup besar untuk menjamin bahwa (2) satu kelompok peminjam bersih tidak mendominasi. mencapai proporsi terbesar dari orang miskin di antara klien.. dan di mana LSM pada umumnya tidak ada. Dua-pertiga dari klien termasuk di antara yang termiskin ketiga dari populasi . Pusat Reformasi Kelembagaan dan Sektor Informal (IRIS) di Universitas Maryland yang disurvei klien dari enam kelompok yang berbeda and kontrol lembaga keuangan dan menemukan bahwa penjangkauan kemiskinan terdalam. dibandingkan dengan 16 persen dari LSM-LKM clients. diikuti oleh jaringan microbank diatur dan tabungan pedesaan dan bank.Bagi bank. penempatan cabang lebih penting daripada bentuk kelembagaan.Tambahan. dan sebuah LSM.

bukan hanya koperasi keuangan -tetapi juga supervisi koperasi keuangan. peminjam seringkali "menang" karena mereka sering lebih berpengaruh dan kaya. otoritas perbankan mengawasi koperasi. sebuah undang-undang baru dalam pengawasan delegasi Meksiko dalam koperasi keuangan untuk federasi. Di sejumlah negara. dan kurangnya pengawasan keuangan umumnya rentan meninggalkan keselamatan dan kesehatan organisasiorganisasi ini.berlaku. Sebagai contoh. tetapi di bagian lain tidak. terutamapersoalan miskin. Sejak pertengahan tahun 1980-an keluar untuk mengisi kekosongan yang ditinggal oleh kegagalan bank untuk melayani orang miskin secara efektif dan telah menjadi pelopor sebenarnya dari World. Sebagai lembaga keuangan lainnya.Sebaliknya.Sejak keuangan mikro pertengahan 1980-an. Riset kelompok terarah terbaru mengungkapkan bahwa hampir semua klien tabungan di sektor formal dilaporkan hilang. ketika konflik struktural muncul antara peminjam (yang lebih memilih tingkat suku bunga rendah dan tekanan rendah deposan pembayaran)) dan bersih ( yang ingin suku bunga tinggi dan investasi konservatif deposito mereka). Kelemahan lain datang dari potensi konflik antara anggota dewan terpilih yang disewa manajemen relawan dan profesional dengan pelatihan teknis dan latar belakang. Juga berbahaya lainnya adalah. Meskipun jumlah 66 ketika menangani tabungan mayrarakat kurang mampu/ . yang mengarah ke pinjaman berisiko yang menempatkan simpanan anggota dalam bahaya. LSM telah melakukan pekerjaan mereka dengan komitmen meningkat kesinambungan keuangan. pemerintah yang berwewenang mengawasi koperasi dari segala jenis . Di banyak negara. 3. seperti dari West Moneter Uni Afrika. Entitas ini biasanya tidak memiliki ketrampilan yang diperlukan. Di sisi lain.4 Nongovermental Organization/NGO NGOs muncul untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh kegagalan bank untuk melayani masyarakat miskin secara efektif dan telah menjadi pelopor sejati keuangan mikro dunia. maka risiko penipuan dan salah urus high. jika manajemen tidak cukup dipantau. Suatu tantangan bagi potensi masa depan yang dimiliki lembaga anggota yang bermacam ragam adalah kebutuhan untuk meningkatkan pengawasan mereka. kerugian yang dilaporkan oleh hanya sebagian kecil dari orang-yang menyimpan di lembaga-lembaga keuangan formal dan lembaga semiformal (termasuk Credit Union). beberapa bukti kualitatif dari Uganda menunjukkan bahwa orang miskin cenderung kehilangan tabungan mereka di un-atau di bawah lembaga anggota berbasis daripada dalam mekanisme informal tabungan.

memulai dan mendukung LSM di seluruh wilayah dunia. adalah menjadi independen dari pembiayaan donor tidak terduga dan tekan komersial sumber pendanaan untuk bahan bakar pertumbuhan dan menjangkau lebih banyak orang miskin. data dari Pasar MIX menunjukkan bahwa lembaga-lembaga yang berkelanjutan (yang menutupi biaya mereka melalui pendapatan) mencapai angka yang jauh lebih besar daripada yang tidak berkelanjutan. fungsi ini terbatas untuk bank dan perantara lain diawasi oleh otoritas perbankan. Berbagai layanan finansial yang mereka tawarkan dibatasi. Bahkan. tetapi 67 . sering disebut sebagai mencari keberlanjutan. Meskipun LSM telah jelas memimpin jalan dalam pengembangan keuangan mikro. 10 tahun terakhir menunjukkan dua (agak berlawanan) tren di kalangan LSM keuangan mikro: komersialisasi dan mendorong perbatasan kemiskinan. yang memiliki klien gabungan dari 5. Namun ada LSM yang lebih kecil lainnya di seluruh dunia. khususnya yang lebih kecil. Dasar pemikiran untuk pendekatan ini. kredit Mikro Summit Dewan telah mengumpulkan informasi mengenai sekitar 3. 000. Beberapa LSM mendedikasikan diri sepenuhnya atau sebagian besar keuangan mikro. 9. karena anggota dewan tidak mewakili pemegang saham atau anggota-pemilik dengan uang yang dipertaruhkan. Jaringan Internasional telah memainkan peran penting dalam penyebaran keuangan mikro.yang pasti dari LSM tidak diketahui. mereka menghadapi sejumlah kendala dan sebagian besar tidak tumbuh kuat hasilnya. dan PROSHIKA di Bangladesh. Taksiran dari LSM di seluruh dunia yang menawarkan jasa keuangan sampai mencapai. tingkat pertumbuhan rata jumlah peminjam antar lembaga pelaporan ke Microcredit Summit sama dengan sekitar 15 persen per tahun 1999-2003. ASA.000 MFIs (yang kebanyakan LSM) yang disediakan layanan keuangan untuk lebih dari 80 juta clients. Struktur pemerintahan mereka tidak cocok untuk tanggung jawab fidusia bantalan. 146 LSM Dari data laporan untuk tahun 2003 ini database (53 persen) yang berkelanjutan. LSM bisa benarbenar asli atau berafiliasi dengan jaringan internasional.6 juta orang yang mengejutkan. mereka sering tergantung donor. Sebagai contoh. sementara yang lain menawarkan keuangan mikro di samping layanan lainnya. Beberapa LSM terkemuka semakin berperilaku dengan cara "komersial". LSM tidak bisa biasanya memobilisasi tabungan secara hukum. karena banyak yang diluncurkan dengan dana donor. Barangkali LSM nasional yang paling terkenal termasuk Komite Kemajuan Pedesaan (BRAC) Bangladesh.

dan 68 meningkatkan jumlah klien mereka dapat dicapai secara permanen. yang disebut Fondos Financieros Privados (FFPs. Fie LSM yang diselenggarakan di bawah setengah dari saham. Proses aplikasi itu panjang dan sulit. Untuk LSM serbaguna penawaran array (sering disebut motivas sosial ) jasa.000 peminjam aktif. Untuk sebuah LSM khusus. pemegang saham utama lainnya termasuk Andean Development Corporation (CAF). struktur hukum untuk formalisasi keuangan mikro. Kotak 3. Pengalaman sejauh ini adalah bahwa.040 peminjam aktif. Fie akhirnya membentuk FFP (FFP-Fie) pada tahun 1998. dan hampir 31. dan sekarang Uganda.3 Pengalaman Dengan Perubahan LSM Beberapa LSM telah ditransfer ke lembaga keuangan formal. Pada akhir tahun itu. Hivos Triodos-Fonds. walaupun mahal. Pada 2004. Fie aplikasi pertama pada tahun 1995 ditolak. khususnya di beberapa negara Amerika Latin (Bolivia.3). sebagian karena peran dominan LSM ingin bermain dalam kepemilikan badan keuangan baru. Enam tahun kemudian. Tapi komersialisasi memiliki arti yang berbeda untuk berbagai LSM.000 tabungan dengan lebih dari $ 60 juta dalam aset. FFP telah mengalami 20. lembaga-lembaga akses dan mereka pada untuk terhadap akhirnya menyediakan layanan yang lebih baik. itu mungkin berarti professionalizing kegiatan keuangan mikro dan memisahkan mereka secara operasional dan finansial dari layanan lain yang ditawarkan. Kenya. Setelah tiga tahun lagi persiapan. istilah "transformasi" merujuk pada proses dimana organisasi nirlaba atau LSM menjadi lembaga keuangan diatur. Peru). Fondo para el Financiero Privado Fomento sebuah Economicas Iniciativas (FFP-FIE) merupakan lembaga keuangan bukan bank yang dimulai sebagai sebuah LSM pada tahun 1984 di La Paz. dan total aset lebih dari $ 17 juta. Fie hampir 45. komersialisasi mungkin memerlukan transformasi menjadi perantara keuangan berlisensi (lihat kotak 3. Eropa Timur. 121 penabung. OIKO-KREDIT. Kesuksesan komersialisasi NGO menunjukkan kepada lembaga keuangan mikro formal yang merupakan bisnis yang baik dan menguntungkan. Bolivia. atau Private Keuangan Dana). Emanuel Vincent Burgi. Fie dianggap menjadi sebuah entitas keuangan formal awal dalam sejarah dan diberi jalur ketika pemerintah Bolivia menciptakan . Dalam keuangan mikro.lembaga-lembaga berkelanjutan mencapai lebih dari 90 persen dari total melaporkan jumlah klien. proses transformasi memungkinkan meningkatkan pembiayaan.

pernyataan menyatakan bahwa satu-satunya cara untuk bertindak dengan microfinance adalah dengan suatu basis menguntungkan untuk memusatkan pada suatu jangkauan. dan personal dari AS. OBM adalah bank berlisensi. dan menerapkan prosedur baru. Profitabilitas adalah suatu sasaran kunci untuk lembaga keuangan manapun yang diizinkan. ini bisa dilihat pada suatu tanda bahwa klien yang lebih kaya yang lebih dilayani. Dari waktu ke waktu. Pada tahun 2003. Hal itu membuat investasi besar dalam sistem komputer. Peluang International.700 klien dengan sebuah portofolio yang beredar hampir $ 17 juta. sebuah organisasi nirlaba/nonprofit yang berbasis. Perhatian ini adalah untuk mengubah MFI. suatu proporsi klien yang lebih besar adalah peminjam yang berulang-ulang ( sebagai lawan pertama kali peminjam yang secara khas mempunyai pinjaman lebih kecil). Kecenderungan kearah commercialisasi telah menarik perhatian tentang" misi mengapung" atau kecenderungan tentang terus meningkatnya komersil NGO untuk kehidupan para pelanggan/nasabah yang Beberapa lemah / miskin. Dalam beberapa hal. dan mobilisasi deposito. Peluang Bank Montenegro (OBM) dimulai sebagai sebuah LSM pada 1999. sumber daya manusia. klien akan lebih kaya dengan mengambil pinjaman di luar yang lebih besar dan membuat deposito yang lebih besar. rata-rata ukuran pinjaman meningkat ketika MFI mendewasakan dan menjadi yang lebih komersil. tetapi bukan berarti bahwa klien lebih miskin tidak dilayani. Bank memiliki 13 sharesholders total saham biasa. dengan tujuan untuk berubah menjadi bank komersial dari awal. Hal ini juga terjadi biaya dalam merenovasi kantor pusat dan kantor cabang. Inggris. Pada perrtengahan -2002. memiliki 75 persen saham biasa dan 100 persen saham pilihan. memasang kubah dan peralatan keamanan. Bukti pada misi mengapung nampak dicampur. Pemegang saham minoritas termasuk Rabo Investment Advisory Services (bagian dari Rabo Bank Group) dan Belanda. Pinjaman yang ukurannya lebih besar mungkin juga berarti bahwa klien sedang meningkatkan kapasitas mereka untuk berhutang. mempekerjakan staf tambahan. OBM menutupi biaya dan melaporkan 5.Swiss Development Corporation. operasi perbankan. Peristiwa ini akan meningkatkan rata-rata ukuran pinjaman sekalipun ada tentu saja sungguh tidak ada perubahan dalam strategi MFI untuk mencapai suatu tingkatan kemiskinan tertentu antar para pelanggan/nasabahnya. Dalam kasus 69 .

institusi 41 itu juga menjangkau lebih dari tiga kali lebih klien dibandingkan institusi yang bisa menopang keuangan yang lain. tinggi. yang mana akan nampak seperti yang lebih murah. Kecenderungan ini mendorong perbatasan kemiskinan tidak perlu bertentangan dengan commercialisasi dan ketahanan.resiko menggolongkan seperti keluarga-keluarga yang menderita HIV / AIDS. apa yang dikenal sebagai institusi akhir yang rendah ke luar melakukan keseluruhan contoh institusi yang melaporkan kepada bulletin. seperti kartu bank di negara Pilipina. beberapa institusi mencapai kedua-duanya.klien lebih kaya mengambil pinjaman lebih besar dan membuat yang lebih besar dan lebih sedikit transaksi. Sebagai contoh. Minjamkan pada kartu sudah tinggal di bawah 20 persen menyangkut pendapatan negara gross ( GNI ) per kapita di negara Pilipina di beberapa tahun yang lalu. 70 . Dengan kata lain. dari 139 ke 231 institusi yang melaporkan data untuk tahun 2003 kepada Microbanking menguntungkan ( bahkan setelah menyesuaikan untuk tunjangan para dermawan). Dengan tidak sengaja. Ini menyatakan bahwa institusi dengan ukuran pinjaman lebih besar tidaklah perlu lebih menguntungkan. banyak orang yang lain mendorong untuk menjangkau klien yang lebih remote atau lebih miskin. bahkan selagi institusi tinggal menguntungkan dan mengubah bentuk ke dalam suatu bank. Banyak( tetapi tidak semua) NGO bahwa target klien lebih miskin membahas organisasi informal atau semi-formal member-based. atau orang-orang yang dipindahkan oleh konflik atau bencana alam.. seperti halnya kelompok yang meminjamkan model. Analisa data dari suatu pasar campuran terakhir tidak temukan hubungan penting antara profitabilita dan ukuran pinjaman. 41 target itu merupakan klien yang termiskin yang merata-ratakan profitabilitas lebih baik dibandingkan tahun 139 institusi yang menguntungkan dikombinasikan.lain. Ketika beberapa microfinance NGO tengah memperdagangkan. tetapi mungkin mengambil lebih panjang untuk menutup biaya-biaya dan menjadi bisa menopang ketika bekerjasama dengan klien seperti ini. Data ini mempertunjukkan bahwa mungkin untuk menjangkau orang-orang yang sangat miskin secara menguntungkan. hasil ini nampak jelas nyata. Bagaimanapun. Itu semua 139. perdagangan bata di mulai antara dua sasaran. rata-rata ukuran pinjaman masih sangat kecil. Pertanyaan misi mengapung secara langsung pada debat panas antar microfinance NGO yang lain adalah: apakah MFI dapat benar-benar menjangkau orang-orang yang sangat lemah dan menguntungkan.atau sedikitnya melayani orang-orang yang sangat miskin itu tidaklah perlu lebih sedikit menguntungkan dibanding melayani semakin sedikitnya orang miskin.

seperti di kasus Banglades. Dengan kecenderungan commercialisasi yang kembar dan mendorong perbatasan kemiskinan. Internasional Keadilan Misi( IJM) membantu pekerja terikat terdahulu di India acess jasa keuangan.miskin Inovasi Tantangan.Contoh meliputi Yayasan / Pondasi untuk program Internasional MMD ( Mata Masu Dubara. termasuk membantu ke arah rekening tabungan di bank individu terbuka pada bank lokal untuk mengatur pengintegrasian kembali dana yang mereka terima dari pemerintah atas pelepasan mereka. MMD Peduli telah merancang bahwa pada tahun 2003. suatu kompetisi antar MFI lebih muda dan lebih kecil. Alternativ solidaria (Alsol) di Mexico membentuk suatu persekutuan dengan Zurich Internasional untuk menawarkan Asuransi Micro untuk klien yang peka di Chiapas untuk meliput kebaktian pemakaman yang tercinta di daerah violence-ravaged ini.kan suatu perbankan desa / kampung.000 wanita-wanita miskin sendiri. CGAP Pro.000 peminjam melalui lebih dari 1. Wanita-Wanita senantiasa bergerak).6 juta microfinance klien dilayani oleh NGO 71 di Niger mengakses suatu sistem kredit dan penyelamatan / tabungan yang permanen yang didasarkan pada organisasi masyarakat mereka . Afrika. melalui suatu program pilot yang dihubungkan ke suatu MFI lokal. pertanyaan yang ditanya hari ini sebagai berikut : apa yang persisnya menjadi peran kedua-duanya internasional dan NGO domestik dalam bangunan sistem keuangan inclusif? Dapatkah mereka digunakan untuk menaikkan angka-angka klien mencapai. uang tabungan yang kolektif mereka diperkirakan pada hampir $ 4 juta. telah mengembang. Di tahun 2003. Sebagai contoh. Fakta. pinjaman Ukuran terbentang dari $ 50 untuk $ 500. Di luar nomor jumlah melayani.800 bank desa / kampong. FINCA menjadi pelopor dari metode perbankan desa / kampung microcredit. dan Asia. FINCA jaringan mempunyai 15 gabungan dalam 14 negara-negara di Americas. yang mana bekerja sama dengan 10-50 tetangga yang membentuk suatu kelompok yang memutuskan untuk mengambil pinjaman di luar dan untuk berapa banyak. suatu internasional NGO yang mengkhususkan kapasitas yang membangun untuk organisasi lokal. mereka menawarkan 70. Belakangan ini ke dua program berfungsi banyak seperti SHG dan berdampingan dengan sistem yang lebih informal. Mulai dari tahun 2003. kuasa dari FINCA desa / kampung model perbankan adalah bahwa banyak yang lain yang sudah mengcopy dan beradaptasi dengan itu. Finca melayani lebih dari 50. telah membongkar sejumlah NGO dilibatkan dalam mencapai klien yang lebih remote dan lebih miskin. dimana 60 persen menyangkut 24.jenis membentak selatan Negeri Nepal.

memegang / menjaga potensi mahabesar untuk pembuatan sistem keuangan yang sungguhsungguh inclusif. dan diatur oleh kesatuan pemerintah. seluruh keberadaan microfinance berhutang kepada keengganan atau ketidak-mampuan bank yang bersejarah dan lembaga keuangan formal lain untuk melayani yang lemah / miskin. Bagaimanapun. ketergantungan penderma) yang terlalu berat / penting untuk. Tetapi institusi keuangan formal terutama bank dengan beberapa sosial misi.keuangan?. keduaduanya pada mereka sendiri dan di dalam persekutuan dengan penyedia jasa/layanan keuangan lain. NGO mempunyai suatu strategi keuntungan di sedikitnya jalan dua arah: untuk temukan solusi inovatif untuk mencapai kelompok yang peka dan miskin dan menghubungkan inovasi ini ke sumber pembiayaan yang komersil untuk menjangkau skala lebih besar. Bahwa koperasi keuangan adalah juga formal.5 Lembaga Keuangan Formal Di suatu luas besar. karena mereka dicatatkan. Bagaimanapun. lembaga keuangan formal bukanlah semua memotong dari kain yang sama. Riset dan pengembangan ini Fungsi tidak mungkin yang menarik atau mungkin untuk micro-level organisasi lain. 3. mencakup NGO. CGAP riset mengenali 225 lembaga keuangan formal dilibatkan dalam microfinance di beberapa cara. itu nampak jelas bersih dengan lebih dari 20 tahun pengalaman dan suatu misi kuat untuk melayani yang miskin. yang formal dengan cepat mengalami keributan. dengan banyak variasi di dalam masing-masing kategori. mencakup uang tabungan dan perpindahan. tetapi mereka dibahas 72 . Mereka meliputi kedua-duanya bank niaga pribadi dan bank kesatuan pemerintah.menjadi dengan mudah diperdaya? Ada bukan banyak persetujuan di dalam microfinance masyarakat tentang jawaban atas pertanyaan ini dan masa depan peran NGO sebagai penyedia jasa . layanan keuangan. kemampuan untuk menawarkan bidang jasa. Mereka sering mempunyai jaringan cabang lebar / luas.Karena menurut hokum mereka tidaklah diijinkan untuk mengerahkan penyelamatan / tabungan dan NGO pernah menawarkan variasi jasa yang dituntut oleh klien miskin? Menjadi batasan untuk mengelupas (penguasaan. Dari membiayai atau memasuki kerja sama strategis dengan MFI ada untuk mengarahkan ketetapan jasa keuangan kepada lembaga keuangan yang miskin. dan dana untuk menanam modal dalam kecakapan teknis dan sistem. diizinkan. Lembaga keuangan formal dapat menggunakan kekuatan ini untuk menjangkau angka-angka yang raksasa dari orang-orang miskin.

BRI adalah suatu pemerintah. suatu warisan dari pinjaman diberi subsidi sering yang ditangkap oleh pilihan.dan salah satu Bank terbaik. melayani lebih dari 30 juta penghemat dan 3 juta peminjam dari 4. Di timur tengah dan Afrika Utara. terutama di area pedesaan.mulai asset menyangkut yang dinyatakan73 . di masa l 20 tahun yang lalu telah consisten mengoperasikan jasa microbanking nya pada suatu basis menguntungkan. sering dalam masyarakat pedesaan. yang tak terukur ini" yang sedang tidur raksasa ( sleeping giants " bisa main suatu peran besar dalam menaikkan jasa keuangan untuk yang lemah/miskin. Hari ini.  Berhubungan dengan pos Jaringan menyediakan suatu sumber uang tabungan yang berharga dan jasa perpindahan untuk jutaan. agrikultur. Salah satu bank yang pertama untuk mengenali potensi ttg klien lemah/miskin. sebagai contoh. Bagaimanapun.menilai institusi. dan suatu ketiadaan kemampuan reaksi kepada permintaan dari klien miskin. dominasi politik.MFI di dunia. ketika hak/ kebenaran kondisi-kondisi pegangan. dan yang berhubungan dengan pos bank. antar pegawai negeri dan pensiunan. koleksi pinjaman lemah. Dalam beberapa negara-negara seperti Benin dan Kenya.melakukan. uang tabungan. ketergantungan pada tunjangan besar. Bank umum sering mempunyai sejumlah besar penghemat dan infrastruktur cabang luas. dengan nya menciptakan 115 cabang pedesaan pada tahun 1997 dalam suatu putaran. mereka menjadi satu-satunya pilihan formal tersedia untuk orang-orang miskin ( dan semua orang selain itu).bank yang dimiliki. yang berhubungan dengan pos bank melayani lebih dari 25 juta orang-orang dan memainkan suatu peran penting dalam mengakses perkembangan jasa di area pedesaan. banyaknya rekening tabungan yang sama atau melebihi banyaknya rekening tabungan di bank dalam semua kombinasi bank lain . Pemerintah. sedikit bank pemerintah yang pertama. Sialnya. beberapa sering kali perkecualian terkemuka berharap bahwa. Pemerintahbank yang dimiliki adalah sering ditemukan dengan sasaran hasil pengembangan atau sosial di pikiran dan dalam banyak kesempatan mempunyai beberapa perintah untuk melayani yang tidak ditimbun dan yang miskin. Suatu CGAP survei menemukan lebih dari 400 juta rekening tabungan di bank ini. Mereka kurang serius.200 saluran.  Nasional MIROFINANCE Bank( NMB ) Tanzania. Dalam banyak kesempatan. Di sini adalah beberapa contoh:  Rakyat Indonesia( BRI) microbanking menjadi yang paling besar.di bawah " institusi member-owned".pengembangan yang dimiliki.

Mulai dari Pebruari 2004. menawarkan deposito dan produk pinjaman sepanjang . dan lainnya.000 rekening deposito dan 128. Kedua-Duanya diubah dari MICROFINANCE NGO ke dalam NBFI. Sebagian dari para aktor ini sudah menunjukkan suatu minat dalam microfinance pasar. pedesaan dan bank masyarakat dimiliki oleh anggota masyarakat melalui pembelian saham Di tahun 2001. dan penuh. Pedesaan Atau bank masyarakat sudah muncul di negara-negara spesifik seperti Ghana. Nigeria. Pribadi Dana Keuangan di Bolivia.00 peminjam wanita-wanita lemah / miskin dan lebih dari $ 134 juta dalam asset mulai dari akhir 74 . Di Ghana.Bank nasional Perdagangan yang dimiliki. Mulai dari Desember 2004. Negara Pilipina mempunyai kedua-duanya bank pedesaan.00 microloans. dan kedua-duanya adalah yang] sangat sukses.650 tukang pakaian pinjaman. sebagai contoh. ada 115 pedesaan dan bank masyarakat dengan lebih dari 1. perusahaan asuransi paling akhir( lihat kotak 3. yang mana dimiliki dan diorganisir oleh individu tinggal di masyarakat ditentukan. Compartamos menjadi MFI yang dipersembahkan yang paling besar di Amerika Latin.000 pinjaman terkemuka. kredit konsumen perusahaan. Indonesia. dengan arround 310. Contoh lain meliputi Compartamos di Mexico dan India.layanan] telah menjadi lebih lambat untuk merealisir / menyadari potensi tentang klien miskin. dan bank pedesaan kerjasama convering lebih dari 85 persen menyangkut kota besar dan kotamadya dari Pilipina.000 peminjam. Penuh.2 juta penyimpan dan 150. Tiga yang pertama kategori lembaga keuangan jadilah lebih mungkin untuk lihat klien lemah/miskin sebagai pasar kunci.  Bank pertanian Mongolia( Ag Bank) pergi dari dalam penguasaan kurator pada tahun 1999 bagi suatu bank pemerintah yang privatized hari ini.4). Ag Bank mempunyai di sekitar 377. perusahaan asuransi. Tanzania. dan tertentu jenis MFI dipersembahkan. menyewa perusahaan. NBFI dapat juga mengkhususkan di microfinance. seluruh jaringan nya 379 cabang yang paling besar di dalam negeri. negara Pilipina. NMB mempunyai lebih dari 1 juta penyimpan dan 145.bank niaga [jasa. meliputi lima institusi dengan lebih dari 250. NBFI meliputi pemilik dana hipotik. Adalah menjadi penyedia jasa keuangan pedesaan yang utama di dalam negeri. Empat macam lembaga keuangan pribadi adalah atau dapat dilibatkan dalam microfinance: masyarakat kecil atau bank pedesaan. Bank pribadi niaga dan NBFI.melayani bank dengan microfinance sebagai jalur usaha. NBFI mengkhususkan microfinance bank.

Kotak 3. bukan saham maupun compartamos dapat mengerahkan uang tabungan. dimana pemegang polis asuransi pribadi dan program asuransisecara langsung biasanya digunakan diasuransi kesehatan. dan wawancara dengan Michael McCord. dan oleh koperasi pengansuransian kesehatan. Sebagai contoh.seperti Self-Employed Women`s penyedia asuransi kekayaan dan kesehatan 75 .htm#Q3.4 Penyedia Asuransi Mikro Asuransi bagi orang miskin masih jarang. sebagai FINCA dengan Internasioanl asuransi Delta mengharapkan asuransi hidup internasional luas.lembaga secara langsung. Beberapa MFIs mengakui kekurangan mereka dalam pengalaman dan keahlian dan bekerja samadengan sebagai firma penyedia contoh. dengan hampir 300. Bagian.00 klien dan lebih dari $ 16 juta di dalam asset di pertengahan.asuransi professional. Saham adalah satu MFI yang semakin terkemuka di India. jadi merekadapat lebih banyak memainkan peran aktif. tetepi masihditawarkan formal. asuransi bentuknya AIG. Equirdad (Columbia) relevan Life di kekayaan miskin. Dari suatu sah / tentang undang-undang dan perspektif pengatur.perkumpulan tradisional (sbg contoh. itu adalah sering lebih mudah untuk sampai kepada suatu lisensi beroperasi sebagai suatu NBFI biasanya terbatas peraturan daerah di sekitar jasa yang mereka dapat tawarkan. MFIs memiliki jaringan luas dan mulai menawarkan pelayanan keuangan untuk klien miskin.Pertanian MFIs. perkumpulan pelayatan) dan banyak tipe lembaga lainnya.org/microsurance/fag.2004. dan firma pelayanan keuan gan.micofinancegateway.seperti UMASIDA di Tanzania.MFIs dapat juga bergabung dengan usaha-usaha asuransi formal dan dua resiko Association sahamdan (SEWA) bank manajemen. Kasus La lain.asuransi dapat menyediakan menharapkan bagi klien untuk Bangladesh pelayanan secara langsung.2004. sehat. di India. Contoh asuransi basis komunitas. Sumber: www. Untuk contoh.dan keduanya. diUganda. Sedikitnya.

Pada 2005. Pada 2002. Bank komesrial privat pertama didunia yang didedikasikan untuk microfinance secara eksklusif.Microfinanace mengkhususkan bank-bank termasuk kedua perubahan NGOs dan NBFIs dan bank-bank yang berdedikasi untuk microfinanace dari permulaan. Pendapatan ini diilustrasikan pada bagan 3. Mungkin dimensi paling menarik dari microfinance dalam bagian yang relative baru adalah lancarnya pertumbuhan dan focus pada kelangsungan hidup komersial dari awal. Mungkin bank microfinance paling terkenal adalah BancoSol di Bolivia. mereka memperkenalkan produk baru: keluargaku. ACCION Investment telah menggabungkan sebuah konsorsium investor yang telah menjual 47% saham BancoSol. fakta ini telah mulai menarik perhatian lebih banyak bank utama. menabung untuk pengembalian akhir mereka. pengembalianku. Pada 1997. ada 15 bank microfinance yang melayani 19000 peminjam. kredit micro NGO PRODEM bergabung dengan ACCION Internasional. dan investor lain mendirikan BancoSol. NBFI microfinance dan bank rata-rata mendapat 3. negaraku. dan membeli rumah ditempat asalnya. yang pendirinya lebih mendapatkan keuntungan dari pada sebelumnya. BancoSol sekarang meraih lebih dari 4700 klien dan menyisakan sebuah pemimpin pasar di Bolivia. menjelaskan begitu khususnya spesialisasi bank microfinance yng menjelaskan penampilan luar bank komersial umum di Negara mereka. Bank-bank Bolivia. Perbandingan terbaru dari lisensi MFIs (termasuk kedua NBFIs dan bank) ke bank komersial kedalam pengembangan Negara. telah melangkah kedalam sebuah pasar dengan potensial tinggi: orang Ekuador tinggal di Spanyol dan diItali yang ingin mengirimkan uang tunai kepada anggota keluarga. Bank komersial yang relative pendatang baru dalam memberikan pelayanan . Pada 2003.3% pengembalian asset. Sebuah bank microfinanace genereasi baru telah muncul di Eropa Tengah dan Timur dan kesejahteraan bersama Negara Independen. dengan bank KMB dirusia dan bank procredit di Georgia telah menyediakan peminjam dengan jumlah terbesar (kira-kira 29000 dan 28000). BancoSol menjadi bank microfinance pertama didunia yang membagikan deviden kepada pemegang saham. Pada 1992.3. Calmeadown Fondution. yang telah mengizinkan lebih dari 62000 klien untuk mengakses sekitar 16000 lokasi penjualan diSpanyol dan Italia ke bank dengan Banco Solidorio. Banco Solidario sebuah bank microfinance khusus di Ekuador.1%. Tidak mengejutkan. dimana bank komersial mendapat rata-rata 2.

prosesmereka bukan berupa biaya efektif untuk sebuah transaksi yang sangat kecil. bank nomor dua terbesar di India dengan total asset sebesar $ 33 miliar di tahun 2004. Akan memberikan pinjaman pelayanan agen.Tetapi banyak bank-bank sedang mengatasi rintangan ini. dari kerjasama dengan MFIs. ICICI bergerak ke arah microfinance secara luas. Seperti ditunjukkan gambar 3. Bank tradisional menemukan bahwa sulit untuk melakukan microfinance pada tuan rumah karena berkomitmen melayani fakir miskin. Bank ICICI.keuangan kepada fakir miskin. dan kolaborasi dengan sosial entrepreneur untuk menstabilkan zona hijau MFIs (permulaan microfinance). dari komitmen tinkat rendah seperti meminjamkan ruang kantor luar untuk NGO-MFI local (ProCredit Bank di Georgia) untuk secara langsung melayani klien fakir miskin seperti menjalankan bisnis (Equity Bank di Kenya).4. . inisial hubungan luas dengan penyedia khusus seperti NGO bisa menyusun kedalam keterlibatan lebih dalam. ICICI bank melihat NGOs dan MFIs special. dan peraturan kadang-kadang menghambat (melarang) pengiriman bukan tambahan. Banyak bank secara sederhana menikmati laba besar dalam bisnis biasa mereka dan tidak merasakan tekanan kompetisi untuk mencari pasar baru. alasan-alasan: mereka tidak mementingkan mereka mungkin kekurangan hak stuktur organisasional. seperti mesin ATM dan layanan telepon perbankan. Pada beberapa kasus. metodologi keuangan dan sumber daya manusia untuk menarik dan menyimpan dan mempertahankan klien miskin. mempunyai jaringan 530 cabang dan pusat pelayanan dan lebih dari 1880 mesin ATM. ICICI memasuki pasar pada tahun 2001 dengan kredit tambahan pada penjualan basis besar untuk MFIs khusus. bank telah terlibat dalam variasi microfinance yang berbeda jalan. Ini juga merupakan tujuan untuk memberikan keuangan untuk perkampungan kios-kios internet yang menuju ke penjualan untuk pelayanan keuangan. Percepatan pada bagian dari regulasi diperlukan semua bank untuk peminjaman sector prioritas. sering menyiapkan aplikasi dari teknologi.

Gambar 3.India Menjalankan kontrak MFI Raiffeisen bank. Memiliki saham di Ameen.com Gambar 3. Tukey . sebuah program Bank membeli portfolio MFI dan/ atau kontrak MFIs Peminjaman Grosir Fasilitas meminjam ICICI bank.bvdep.Bosnia Garanty Bankasi. Kenya Melayani klien miskin adalah bisnis utama Sogebank.bankscope.4 Tingkatan dari Bank Komersial yang Terlibat dalam Pelayanan Keuangan bagi Fakir Miskin Ikatan level Lebih Tinggi Bank Komersial dikhususkan dalam microfinance Bank membuat pinjaman perusahaan Bank menanamkan modal di MFI Lebanon MFI CHF Equity Bank. www. Haiti Jammal Trust Bank & Credit Libanais.3 Keuntungan Relatif dari Bank Microfinance yang Dikhususkan ■ ROE dari penyedia mikro finansial Sumber: BANKSCOPE.

membuat pembayaran dan menerima keuntungan sosial. Beberapa contoh: • Di Brasil. Capitec mengkombinasikan cabang yang sesuai sepanjang rute transportasi (sebagai contoh: kereta api dan stasiun bus. dan portfolio perkiraan potensi bank adalah $ 1 miliar dari pasar ini. Kotak 3. Pada 2003 ia juga memiliki pusat poin penjualan pada 2250 pendirian ritel (termasuk supermarkat dan farmasi). kantor pos. kios internet.Bank pelayanan didepan atau fungsi ruang bank ProCredit Bank. • Di Afrika Selatan. Georgia ikatan tingkat lebih rendah Sumber: CGAP Setelah dua tahun keterlibatannya. kios telepon atau poin penjualan yang lain bisa secara sangat besar meningkatkan akses pada harga yang relatif rendah (lihat kotak 3. dan bahkan outlet lotre. Tapi perluasan akses pada pelayanan keuangan hingga ke telepon selular atau pekerjaan hingga agen seperti toko umum dikota. menutupi seluruhnya 5561 munisipal didalam sebuah negara.5). Bank komersial adalah tempat bagus untuk menginvestasikan pada inovasi teknologi yang bisa membawa pelayanan keuangan lebih dekat kemana orang-orang miskin sebenarnya tinggal dan bekerja. pemberhentian taxi) dan berputar dengan cepat dari kartu debit dan ATM diantar 200 dari cabang ini untuk simulasi tabungan diantara pemasukan orang yang . portfolio kredit mikro ICICI`s tumbuh dari $16 juta ke $ 63 juta. Ini sepertinya bahwa membuka cabang disetiap desa tidak akan pernah membayarkan pembayaran secara keuangan pada sebuah bank. poin penjualan ritel. Caixa Economica menjalankan 8961 kios lotre federal dan memiliki 1690 cabang. dimana klien dapat menyimpan dan menarik uang dari rekening cek/tabungan.5 Jalur Distribusi yang Tidak Konvensional Pembuktian kebutuhan untuk mengurangi biaya untuk mencapai klien yang lebih miskin. seperti telepon selular. sejumlah inovator sedang mengeksplorasikan cara untuk dukungan pengantaran layanan keuangan ke infrastruktur nonkeuangan.

Informasi teknologi baru menjanjikan untuk mengambil resiko dan memotong ongkos kirim juga . berhubungan dengan mobile banking.menurut Cellular Online. kapasitas untuk investasi didalam solusi inivasi teknologi untuk pencapaian biaya yang lebih rendah dan lebih tinggi anggota saat ini banyak yang tidak termasuk dari akses pelayanan keuangan. transaksi uang. India. pencapaian dalan skala yang sangat besar akan seperti memercayakan pada publik dan bank sektor pribadi.banyak di gunakan oleh pelanggan yang miskin.berpenghasilan rendah dalam adisi pinjaman jangka panjang. Kampanye ini terbayar: antara februari sampai agustus.6 Kesimpulan Keuangan microfinance hari ini adalah tentang domestik suara pembangunan intermediasi keuangan yang dapat menyediakan pelayanan keuangan bagi fakir miskin pada basis permanen. struk pembayaran. Kekurangan dari kecukupan kapasitas level eceranmenyisakan ketidakleluasaan utama untukmemperluas pelayanan keuangan . dll. pembaca sidik jari dan personal digital assistant telah diambi lalih oleh bankdan MFIs di Bolivia. 3.Bagaimanapun. pelayanan rekening. basis pelayanan telepon selular perbankan menggunakan teknologi sms. setidaknya sedikit di masa depan. • Perusahaan telepon seluler di beberapa negara Afrika sedang mengembangkan harga murah. peringatan transaksi.Smart Card. angka nasabah meningkat dari sekitar 18000 sampai dengan 60000. dan Afrika Selatan Sumber: Littlefield dan Rosenberg Seperti yang sudah dijanjikan bank komersial adalah untuk pembangunan termasuk sistem keuangan. Di Afrika Selatan sendiri terdapat sekitar 19 juta pengguna telepon selular. Meksiko.dimasa depan. banyak pertanyaan apakah bank ini akan pernah mencapai sangat miskin atau klien yang terpencil. dengan ekstensif cabang infrastruktur mereka. Faktanya.bank akan tidak meragukan permainan dalam skala besar pembangunan termasuk sistem keuangan. Ini seperti pencapaian klien terberat akan tetap diluar area dari kemungkinan bank komersial kebanyakan. Transaksi termasuk keseimbangan yang dibutuhkan.

Tidak ada jenis tersendiri dari penyedia pelayanana keuangan yang bisamemenukhi semua kebutuhan dari siapapun ynag tidak termasuk dalam sistem keuangan tradisional. lembaga keuangan jenis ini (seperti NGOs.2 memperlihatkan kekuatan dan kelemahan para pengguna untuk pembangunan sistem keuangan dari tiap tipe penyedia jasa. . Keberlangsungan keuangan adalah perlu untuk meraih jumlah signifikan dari masyarakat miskin dari dasar permanen. menunjukkan bahwa pencapaian perdaganagn antara orang yang sangat miskin dan keberlangsungan hidupkeuangan kurang tajam dibanding pemikiran aslinya.Tetapi membangun sebuah lembaga keuangan yang berkelangsungan bukan sebuah akhir dari dalam dirinya sendiri. Pada kenyataannya. Ini hanyalah cara untuk membuat pengaruh lebih jauh didalam apa yang agensi donor dan pemerintah paling banyak bisa dapatkan. koperasi keuangan) adalah kurang penting untuk mencapai orang yang sangat miskin dan mengatur klien dibanding faktor lain seperti penempatan gepgrafis dan tujun institusi. Sejumlah penyedia keuangan telah mengatasi untuk menawarkan pelayanan keuangan berkualitas sangat tinggi untuk orang miskin.dan menutupi biaya mereka pada saat melakukannya juga.pada masyarakat miskin.Tabel 3. Apa yang lebih. Keberlangsungan mengijinkan untuk melanjutkan operasi dari penyedia MFI dan ketetapan dari pelayanan keuangan pada orang miskin. bank pinggiran.

2. Pro dan Kontra Perbedaan Penyedia Jasa Keuangan Penyedia Jasa Informal Contoh Rentenir ROSCAs ASCAs Masukan Penyalur Kekuatan Tepat & Cepat Dekat dengan klien • Kelemahan • • Beberapa tidak kokoh & tidak stabil Cakupan operasi terbatas Biaya operasi rendah Kaku (ROSCAs & ASCAs ) Mahal ( rentenir ) • Mencapai sampai orang miskin & terpencil Membumi Biaya operasi rendah • • Keluarga Mandiri ( semi Formal ) SHGs FSAs CVECAs Koperasi Keuangan Mencapai sampai ke orang miskin & terpencil • Dibanyak negara.Tabel 3. didominasi menejer ) Produk yang ditawarkan terbatas Lembaga Keuangan Formal Bank milik pemerintah Pedesaan & Bank Komunitas NBFIs Tendensi Bank Komersial Numpang cakupan saja • • Tabungan infrastruktur besar & penjualan • sebagai poinnya • Keuntungan merupakan tujuan sosial Kesulitan dalam mencapai klien miskin & terpencil Produk tidak selalu memenuhi kebutuhan Modal sendiri • Sumber sumber . kekurangan dari • Keuntungan supervisi keuangan menggunakan keuntungan anggota • Cakupan operasi terbatas pada anggota • Tantangan penguasaan ( resiko dari penguasa para peminjam.

Pekerja sendiri dan rekanan mereka akan seperti inovasi yang berkelanjutan ketika menghantarkan layanan keuangan ke orang miskin yang akan menaikkan biaya efektif. tinggi • • Penyedia pelayanan tingkat eceran adalah yang membangun blok kelebihan dari sistem keuangan yang bisa dibentuk. • • Penekanan pada tabungan. karena prinsip organisasinya lebih dapat di pertanggung jawabkan dari bank umum untuk misi pembangunan social yang di dukung oleh asosiasi.15 Catholc Relief Services Bank Pembangunan Guatemala Mitra catholic relief servicea di Guatemala yaitu Cooperative Association for Western Rural Development. tepat dan aman. Sumber: SEEP Network 1996 . berencana mendirikan suatu bank pembangunan. Kemudahan akses bagi LSM dan organisasinya terkenal dalam hal persyaratan investasi awal dan adm operasional. sebagai konstituen dari catholic relief services beserta para mitranya.investasi dalam teknologi dan inovasi NGOs Gabungan Jaringan Internasional Domestik NGO • orang miskin Pendonor menanggung • Pengetahuan tentang klien miskin Misi sosial • Berkemauan lebih & bisa mengambil resiko bekerja terbatas Keterbatasan pelayanan daerah terbatas / tidak fluktuatif Skala kecil ( kecuali Asia Selatan ) Biaya operasi dibanyak kasus. Kotak 4. • Replikasi yang mudah Sifat khas yang terakhir ini dianggap sanagt penting untuk mendukung peningkatan yang pesat maupun untuk mendorong diservikasi dari pada konsentrasi keuangan. Misi meliputi : • Fokus pada masyarakat yang sangat miskin.

mengendarai produk. Dengan kata lain. dinyatakan secara tidak langsung proses pengembangan produk lebih rumit. Proses ini dapat memberi definisi awal objektivitas dari MFIs dan konsekuensinya. agar dapat diambil untuk dihitung ke dalam pertumbuhan level dengan lengkap dari manfaat kebutuhan financial. dari mengidentifikasikan target kelompok. Kecepatan peningkatan ini adalah permintaan kepada peningkatan pelayanan finance yang lebih kompleks. disamping sebagai jalan masuk untuk kredit. Dulu.BAB IV PRODUK DAN PELAYANAN DALAM MICROFINANCE MODERN 4. dibutuhkan oleh pelanggan. Industri microfinance telah ada untuk waktu yang lama. Permintaan untuk produk financial lebih terstruktur dan dilayani. Dengan merujuk kepada manfaat microfinance. yang penuh ketidakpuasan. bagian pertama akan memaparkan bagaimana kategori baru dari pelanggan muncul dengan tingkatan yang semakin meningkat dari kemampuan golongan kaum pengusaha. berkenaan/mengenai manfaat microfinance dan institusi microfinance (MFIs).1 Pengenalan Dibandingkan dengan rumus aslinya. pada microfinance modern merupakan suatu kebutuhan bahwasanya tidak ada perpanjangan dari mengendarai produk akan tetapi mengendarai pasar. Yang mana merupakan faktor yang MFIs harus masukkan ke dalam . kemampuan menopang cita-cita yang dijatuhkan pada MFIs dibutuhkan untuk merdeka dari subsidi dan sebagai jalan masuk ke pasar agar mendapatkan uang yang cukup untuk dibawa keluar dari bisnisnya. industry microfinance disusun dengan membutuhkan pengembangan secara lebih kompleks. terlepas dari kategori ‘yang paling miskin diantara yang miskin’ untuk mengecilkannya. Dengan MFIs. Dibandingkan dengan kredit tradisional. akan menjadi lebih perlu untuk menggunakan cara alternative untuk menghormati uang pendonor faktanya.

Langkah dari microcredit menuju microfinance membutuhkan usaha yang dianggap sebagai model bisnis dan memdistribusikan methodology dari pelayanan financial. memenuhi kebutuhan uang dan mengoperasikannya dengan cara yang mampu menahannya? Bagian ini akan mencoba untuk menjawab pertanyaanpertanyaan ini yang memiliki hubungan dengan industry microfinance.pertimbangan ketika keinginan untuk menawarkan produk baru melebihi microcredit sederhana? Dapatkah institusi tunggal menawarkan pada waktu yang sama. Pada kondisi untuk mengembangkan suatu Negara. penawaran produk responsive client artinya mengejar objektivitas dari kemampuan menolong dengan memikirkan methodologi kredit yang dapat membantu memperoleh manfaat dengan memenuhi obligasi berdasarkan perjanjian mereka. faktanya. Seluruh korban dari pengeluaran financial saat ini telah ditambahkan kepada target manfaat tradisional.2 Pelayanan Finansial Dalam waktu yang lama penawaran terhadap pelayanan financial kepada pelanggan yang memiliki pendapatan rendah dimaksudkan sebagai dana pinjaman untuk mengembangkan bisnis kecil-kecilan. 4. Pada masa 10 tahun yang lalu. pelayanan financial dan bantuan tekhnis atau apakah penting untuk membuat rekan kerja dengan institusi lainnya? Akhirnya. Dalam microfinance modern golongan yang paling miskin diantara yang miskin adalah tidak dianggap lebih. pernah ada angka peningkatan perantara kredit tradisional. Hal ini tidak dapat diubah bahwa pengarang-pengarang member definisi saat ini adalah ‘era pelayanan financial’ dan harus digarisbawahi bagaimana penerimaan dianggap sebagai variasi dari motivasi pelayanan finance yang baru dan ilmu pengetahuan adalah suatu peningkatan yang kompleks dari bermacam . proyek microcredit dianggap lebih luas dari pada yang biasa. dengan kondisi tanpa keuntungan pada institusi. Keuntungan dari mikrokredit dikhususkan bagi golongan yang paling miskin diantara yang miskin. hanya pelanggan. bagaimana MFI mendapatkan jalan masuk ke pasar modal. sekarang ada Negara industry dengan tingkat pengeluaran financial yang lebih tinggi. miskin dan wanita yang sebagian besar meperoleh pendapatan dari sedikit pinjaman yang digunakan sebagai sumber keuangan modal mereka.

2003). memungkinkan untuk membedakan antaranya meliputi : • Medium-dan panjang-masa uang dibutuhkan (sirkulasi dan modal tetap). Pelayanan kebutuhan jaminan digunakan dalam menghadapi berbagai keadaan darurat. • Jalan masuk yang aman. • Tabungan dan kebutuhan liquiditas . cepat dan system pembayaran yang murah. dibutuhkan sebagai tabungan dan layanan jaminan untuk di umur tua dan pelayanan pemakaman. Tabel 2. • Membatasi resiko. Orang miskin.1 Kebutuhan Finansial dan Produk Mikrofinansial Modern Produk – Produk Kebutuhan-kebutuhan Finansial Kredit Tabungan Pembayaran Kredit Jangka Waktu Kreditmikro (Modal Singkat / Menengah yang berjalan) • Kreditmikro • Kredit jangka waktu Menengah / panjang • Kreditkontrak Spekulasi Modal mikro (Modal bergerak dan Modal diam) Jalur Penyimpanan.kebutuhan pelanggan yang tingkat pendapatannya rendah (Rutherford. mereka membutuhkan pelayanan keuangan lebih lanjut agar dapat menemukan kebutuhan spesifik lainnya. Dari sudut pandang ini. Beberapa contohnya adalah permintaan untuk pinjaman atau simpanan agar terpenuhinya pendidikan untuk anak-anak mereka.Sistem pembayaran yang cepat dan murah • Transfer Uang • Kartu Kredit • Kartu Smart Ansuransi . pada kenyataanya tidak hanya membutuhkan pinjaman yang produktif.

produk Kontraktual.1 Produk-Produk Kredit Produk-produk kredit yang paling biasa pada microfinance adalah microcreditndan microleasing.4 4.1 hubungan antara kebutuhan pokok. Beberapa pengalaman diterima dari micro-venture-capital dapat juga ditambahkan kepada Produk-produk kredit. jarang membutuhkan sedang sampai masa yang panjang. . Akhirnya. Pertama adalah penawaran utama untuk sirkulasi kebutuhan-kebutuhan modal dan.Waktu deposit. yang kedua adalah untuk kebutuhan-kebutuhan terakhir. merupakan suatu kebutuhan bahwasanya pelayanan financial sering dihubungkan dengan pelayanan non-financial di dalam bantuan technical.produk equity) Ansuransi Mikro Membatasi Resiko Kebutuhan-kebutuhan seperti itu dapat ditemukan dengan menggunakan typologies dari pelayanan financial yang khusus dipelajari dalam financial lanjutan: • • • • Produk-produk kredit Produk-produk tabungan Produk-produk pembayaran Produk-produk asuransi Pada tabel 2. pelayanan dan Produk-produk financial ditunjukkan pada suatu acuan produk/kebutuhan. bagian yang diikuti analisis dan karakteristik utama dari Produkproduk financial yang khas ditawarkan oleh microfinance modern.Tabungan dan Kebutuhan liquitas Produk Fakultatif (permintaan deposit.2. Diawali dengan pengklasifikasian. Terdapat pemeriksaan pada bagian 2.

Untuk mengatur resiko kredit. informasi asimerti dan kekurangan garansi. pinjaman. lingkungan eksternal dan struktur organisasi. pelayanan microfinance ditawarkan oleh institusi tanpa keuntungan. Jumlah pinjaman bervariasi didasarkan dengan manfaat penggunaan pinjaman dan kapasitas hutang peminjam. Tabel 2.18 bulan .Microcredit Suatu gagasan bahwasanya pinjaman dengan urutan yang terbesar dapat menolong golongan yang ‘paling miskin diantara yang miskin’ untuk keluar dari kondisinya dikemukakan oleh Muhammad Yunus dengan pengalamannya pada Grameen Bank. sulit dalam mengevaluasi resikonya. Pernyataan terima kasih kepada berjuta-juta golongan miskin dengan memberikan pinjaman kecil untuk menolong pengembangan bisnis mereka. Karakteristik utama dari microcredit dirangkum pada tabel 2. sesuatu yang membutuhkan kemampuan beralasan diantara dua pihak. sejarahnya. merupakan suatu kebutuhan untuk mempunyai hubungan yang baik antara peminjam dan yang memberi pinjaman. semenjak dapat dijamin dengan lebih langsung dengan komunitas local dibandingkan dengan institusi financial. Hubungan harus didasari dengan rasa percaya.2 Keistimewaan dari Kredit mikro Dibatasi(dari Sepuluh Euro sampai Ribuan Besaran Pinjaman Aset keuangan Waktu peminjaman Euro tergantung dengan Letak geografis) Asset yang bergerak (lebihnya asset tak bergerak) 6 . Uang bantuan kredit yang tidak menguntungkan populasi dinyatakan tidak dapat menopang hubungan harga yang signifikan. Setiap pekerja yang baik apakah dengan pilihan hubungan yang tepat untuk kebutuhankebutuhan dan karakteristik pelayanan pelanggan. Untuk bagian ini.2. Dimulai dari pengalaman ini. yang terpenting digunakan untuk finance cash flow adalah jumlah yang terbatas. methodology pinjaman yang berbeda telah lahir. terutama NGO.

Masa pinjaman bervariasi dari 6 sampai 18 bulan. Yang memperoleh jaminan dan dokumentasi akuntansi pada pinjaman uang. berdasarkan kebutuhan dari pelanggan dan kapasitas hutangnya. Oleh karena itu. Pinjaman pribadi bagaimanapun diidentikkan oleh jumlah yang lebih tinggi mencapai beberapa ribu euro. diantara yang lainnya. Untuk alasan ini juga peran dari Bank komersial dalam microfinance masih terbatas. Ini adalah modus operandi yang jauh dari standart lanjutan tradisional banking.Frekuensi Pembayaran Penganalisaan Kredit yang berharga Jalur penyaluran Keringanan resiko Mingguan atau bulanan Disamping pertimbangan kualitas Kerjasama dan Penyelenggaraan lokal Membawa kesiapan bagi solidaritas kelompok dan Kriteria progresip pada jumlah pembayaran Perbedaan tingkatan Keterjangkauan. Analisa mengenai harga kredit sebagai contoh memfokuskan semata-mata pada faktor kualitatif. tergantung dari siklus produksi dari microbusiness nya (contoh: bisnis musiman atau bisnis-bisnis yang memiliki pendapatan tetap) bersama dengan criteria manajemen dari MFI. Ini memungkinkan untuk membedakan diantara dua kategori pokok. jaminan tradisional ditinggalkan dan sering dimasuki oleh kelompok solidaritas. untuk harga operasi yang tinggi yang mana manajemen kredit memperoleh skala yang kecil. industry microfinance dikembangkan dengan metode yang berbeda dari pemesanan kredit. Frekuensi dari pembayaran pinjaman biasanya mingguan atau bulanan. Methodologi pinjaman pada microfinance berbeda lebarnya dari traditional finance.dengan Keterjangkaun pencapaian suku bunga yang tinggi daripada suku bunga uang pada pasar suku bunga(kurs) Pada beberapa Negara maju menganut sektor Bank Tradisional Kualitas portable Di dalam methodology kelompok pemberi pinjaman. Dengan bereferensikan pada aspek yang terakhir. jumlah pinjaman biasanya antara 50 dan 100 euro. frekuensi pembayaran cenderung untuk meningkat menjadi lebih sulit bagi uang pinjaman untuk dijangkau olh peminjam. hak. Menerusan distribusi yang lebih utama dibagi oleh penyelenggara local. pinjaman individu .

Namun. agar untuk pemantauan konstan bagaimana pinjaman digunakan memungkinkan perkembangan ada pada bisnis. Keuntungan dari metode ini terdiri dari flexibilitas dari jumlah penyuplai dan jadwal pembayaran disesuaikan pada kebutuhan klien yang sebenarnya. Pada beberapa kasus. akibatnya . inilah respon dari petugas kredit.dan pinjaman kelompok (bagan 2. hal ini disubstitusikan oleh alat yang ditekankan oleh teman sebaya . Pengenalan dari petugas kredit dengan microentrepreneur adalah saat yang sangat penting setelah peminjam mempersoalkan. pergi kepada klien dan mengunjung member gaji dan wawancara informal. ada rumus/formula peminjaman. hak untuk mencukupi modal yang kekurangan untuk menjamin pinjaman. lembar kerja yang digunakan kurang formal daripada yang digunakan oleh bank-bank. Seperti analisa yang jarang memanfaatkan. Pada kasus lainnya.1) Model pinjaman individu lebih mirip bank-bank pada umumnya. adalah fakta-fakta yang tepat di dalam konteks yang berhubungan dengan kota. Group-based lending mempunyai manfaat utama untuk mengatasi kebutuhan untuk jaminan. peminjam dijamin oleh pemberi garansi. Batasan utama adalah keluar dari kategori yang paling miskin diantara yang miskin. Perolehan jaminan dijamin dibubuhkan sesuai rendahnya keuntungan nilai nyata harta pribadi. dengan klien microbusiness mampu untuk mengembangkan struktur bisnis. agar memperoleh informasi yang dibutuhkan. Untuk alasan ini pendekatan adalah yang paling pantas untuk proyek ini yang bertujuan untuk mengurangi pengeluaran dan focus pada manfaat yang jatuh ke dalam kategori ‘tidak bermanfaat’ dan ‘setengah-setengah’ yang hidup pada area kota dengan kemajuan ekonomi yang lebih. didukung oleh jaminan individu. khususnya formal dan prosedur yang tepat. MFIs harus mampu untuk mengevaluasi kapasitas debet dari microentrepreneur dan aliran modal klien. Aktivitas ‘door to door’ mengizinkan petugas kredit untuk berjalan maju dengan himpunan lembar kerja yang dibutuhkan untuk menganalisis manfaat dari harga kredit. sebagai ahli pada wilayah local. kelompok ketiga yang menjalankan untuk membayar kembali pinjaman kalau sang peminjam gagal untuk melakukannya.

Model utama dapat dibagi kedalam kelompok solidaritas dan Communitybased-organizations(CBOs). miskin. Perbedaan antara kedua model ini adalah pada kasus pertama. methodology peninjaman solidarity-group adalah model Amerika Latin dan Model Grameen. menyerahkan kepada yang lainnya (penyewa) yang menggunakan barang-batang. mendistribusikannya (menyalurkan) diantara anggota-anggota dan menyelaraskannya kepada masa yang sedang pada institusi yang merdeka.dari anggota kelompok lain sebagai pembayaran intensif. pinjaman ditanggung oleh kelompok yang mengatur kebebasan penerimaan uang dari MFI. Untuk alasan inilah. Faktanya. Dengan system ini. dalam penukaran untuk pembayaran dengan cicilan tetap. Pada kasus yang kedua. yang memutarkan uang pinjaman dan tabungan dan asosiasi pinjaman menjelang jatuh dalam CBOs. Kontrak sewa menyediakan fungsi untuk memperoleh financial yang memuaskan yang dibangun dari keputusan . penentuan penolakan uang bantuan pinjaman lebih lanjut kepada anggota lain dan saling memantau generasi oleh setiap anggota dengan yang lainnya. pada jalan ini kedalaman ilmu pengetahuan membolehkan untuk pemilihan yang akurat pada harga yang rendah untuk mendapatkan manfaat. Kegagalan membayar kembali pinjaman oleh satu komponen dari manfaat kelompok. Sebagai contoh. Kelompok yang memberi pinjaman mempersembahkan karakteristik yang berbeda. pinjaman ditanggung oleh individu dan dijamin oleh kelompok yang tetap memelihara hubungan dengan MFI dan tidak mengembangkan kemampuan manajemen financial sendiri. village banking. dan tidak terdaftar. Microleasing Sewa adalah suatu kontrak antara suatu kelompok (orang yang menyewakan). Kelompok dirumuskan dengan secara spontan oleh orang yang semestinya pada komunitas yang sama. pendekatan ini yang paling efektif untuk proyek microfinance dalam mendukung manfaat bagi yang jatuh ke dalam kategori yang paling miskin. situasi yang tidak berhubungan dengan kota diatur dan mengembangkan Negara. masalah khas lain dari proses kredit dapat dikurangi: selesai teman sebaya memonitoring ada pengurangan harga transaksi dan tidak sempurnanya informasi yang memiliki karakteristik hubungan antara pemberi pinjaman dan peminjam.

Namun. jadi ini adalah perbedaan yang resmi dari metode klasik yang mendukung financial penyelesaian kredit. oleh karena itu. pendonor dari internasional dapat mengambil peraturan dari spekulasi kapitalis tanpa mengganti spekulasi mereka sendiri. tidak hanya manfaat dengan aliran kas financing nya tetapi juga memperoleh asset tetap untuk bisnis. micro-venture-capital terdiri dari uang-uang untuk memulai microbusines dengan objektif dan mendukung kebebasannya pada masa yang sedang dan lama. Pelanggan yang berpendapatan rendah tidak selalu mampu untuk menopang harga investasi. Asas yang diperoleh dari pembuktian kontrak adalah adanya asset yang berguna bagi klien dan serangkai dengan lokasinya. kontrak microleasing memberikan karakteristik yang berbeda tergantung dari latarbelakang social dan ekonominya.1 Pengalaman Fundusz mikro Pada tahun 1994. Micro-Venture-Capital Diambil dari finance tradisional. sumbangansumbangan (uang dan subsidi) dapat diubah kepada resiko dasar. Sesungguhnya. faktafaktanya. Perusahaan mulai menawarkan produk baru untuk membantu pelanggan – pelanggan dalam waktu lama dengan pengembangan bisnis yang luas dan kemajuan investasi. spekulasi kapitalis mempunyai aturan yang berbeda daripada yang terdapat pada microfinance tradisional (kotak 2. micro-venture-capital. suatu instrument yang menyatakan secara tidak langsung bagian resiko oleh peminjam. oleh karena itu. didirikan perusahaan pendanaan d Amerika yaitu Fundusz mikro.1). pada kasus microfinance. Pada kasus : Kotak 2. Fundusz mikro mulai mengoperasikan pinjaman di bulan februari tahun 1995 – 2001. kerugian dasar dapat diobati suatu pendonor yang bebas. Oleh karena itu. . Semenjak asset itu tetap sebagai harta dari orang yang meminjamkan.investasi. microleasing berguna dalam microfinance ketika ada kebutuhan untuk mendapatkan dukungan. Kalau performance negative dapat membantu proyek. Microleasing. membolehkannya untuk mematuhi adanya asset tanpa harus mengikat kesanggupan kepada nilai dari suatu barang. Dalam microfinance.

Di kasus ini. dan kematian. Hasil yang berhasil dengan baik.2 Layanan Menabung Mobilisasi menabung adalah alat penting di keuangan mikro. pinjaman untuk menjalankan bisnis kecil di daerah – daerah dan pinjaman untuk Asosiasi komunitas investasi yang kecil. Modal usaha adalah jalan mudah untuk menawarkan . mobilisasi menabung mengizinkan pelanggan untuk memperoleh sumber daya keuangan dan meningkatkan pinjaman dana. Pendapatan bisnis mikro sering tidak pasti dan tidak teratur. karenanya. keduanya untuk MFIs dan pelanggan. Oleh. cara yang sama seperti yang terjadi pada kredit mikro. secara tidak lansung sulit untuk menyetujui tipe-tipe kredit yang di bayar kembali secara teratur dengan syarat-syarat tertentu. karena itu. mayoritas yang miskin menerima aliran pembayaran dari keluarganya di daerah kota atau luar negeri.dengan sumbangan juga. kehidupan masa tua. Tentu juga. kemampuan menanamkan tanggung jawab keuangan ke peminjam. menjadi bebas dari subsida atau keuangan ekternal. uang tabungan menunjukkan alat-alat pokok yang sementara diatur tidak seimbang di bisnis mikro.Tentu saja. dan mengatasi bantuan politik yang tidak di respon oleh prinsip – prinsip keuangan mikro modern.2. lagipula. modal usaha di dukung serangkaian program lain dari keadaan yag dirugikan dan di untungkan.Pinjaman modal usaha kecil (MVC) diberikan kepada pelanggan – pelanggan tetap sekurang – kurangnya 3 tahun dari pinjaman dan diproses berdasarkan group. Fundusz mikro menawarkan kerja sama dalam waktu yang lama dengan pelanggan yang memulai pinjaman. Kumpulan tabungan di MFIs menunjukkan alat – alat pokok untuk mencapai sukses terus – menerus. Umumnya sedikit orang mengeluarkan uang. karakteristik untuk berhutang. pesta pernikahan. jalan masuk untuk izin mengatur pelayanan deposit pada keadaan darurat dan membayar biaya seperti pendidikan. pembayaran kembali dari resiko modal dapat mengajukan sirkulasi pembangunan keuangan mikro baru yang di dukung oleh penyumbang. perlu adanya jaminan . jalan masuk untuk pelayanan deposit. 4.

Mali Caisses Villageoises di Pays Dogon. Kotak 2. Deposit menjadi tempat penyimpanan uang yang aman. Di keuangan mikro. dan sedikit bahkan tidak ada tingkat peminat. permintaan dengan menyimpan deposit memiliki dorongan yang sama dengan cirri-ciri sistem formal.pembayaran. Sekarang ini ada 55 bank desa yang dikelola sendiri. Tabungan outstanding rata-rata $94. mekanisme informal yang diperlihatkan pada waktu yang lama hanya sebagai alternatif yang sangat mahal bagi kaum miskin. Tingkat bunga yang demikian tinggi dibutuhkan karena caisses beroperasi dalam suatu lingkungan dimana uang sangat jarang. Caisses Villagoises telah mengerahkan $320. Per 31 Desember 1996. perputaran uang dan lembaga kredit. tempo keduanya beresiko tinggi . Caisses Villageoises mengerahkan tabungan dari para anggotanya. memperlihatkan tingkat minat di bayar di tabungan deposit. Pays Dogon. Mali pada tahun 1996.jaringan kerjanya kelurga dan bertetangga. Bagaimanapun. sedikit keuangan yang dikeluarkan yang dibuktikan dengan potensi kapasitas untuk meningkatkan uang tabungan. pria dan wanita dari desa atau dari desa-desa sekitarnya. ada banyak pengurus – pengurus informal seperti : lintah darat.2 Caisses Villageoises. dengan tingkat inflasi rata-rata 21persen.000 tabungan. sama dengan 38 persen GDP per kapita. Masing-masing bank desa menetapkan suku bunganya sendiri berdasarkan pengalamannya dengan kelompok desa tradisional dalam menyediakan kredit untuk para anggotanya atau sumber tidak formal dari jasa keuangan. Simpanan digunakan untuk dipinjamkan kembali kepada para anggota berdasarkan keputusan yang diambil oleh komite kredit desa. yang juga menunjukkan sumber pendapatan. kelompok-kelompok menabung. Nyatanya. contohnya di Negara. uang tabungan adalah uang yang disimpan hari ini dapat digunakan kemudian hari untuk keperluan keluarga dan untuk bisnis. secara umum. yang disebabkan langkanya hasil produksi tanaman yang dapat menghasilkan uang didaerah tersebut dan tidak menentunya jumlah biji-bijian untuk . Pada tahun 1996 suku bunga nominal tabungan rata-rata sebesar 21 persen.negara berkembang. suku bunga sesungguhnya adalah 14 persen.

microfinancegateway. waktu deposit dan barang yang wajar. Uang tabungan wajib terdiri dari mekanisme terpaksa menabung yang secara tidak langsung persentasinya pasti. Sumber: Disumbangkan oleh Cecile Fruman. World Bank.(ledgerwood. Pada kasus – kasus umum. dan banyak MFIs mulai mengumpulkan uang tabungan wajib dan uang tabungan suka rela.2000). dengan frekuensi tak tentu dan tanggal akhir waktu . Buro Tangail’s di Bangladesh mengembangkan sebuah contoh laporan penyimpanan berdasarkan perjanjian pada tahun 1997. pelanggan dapat menggunakan uang tabungan mereka diakhir putaran pinjaman. untuk waktu yang ditentukan. bagaimanapun ini juga merupakan hal yang aneh. menurut likuiditas produk.org) Sum once.Skema ini terbukti sangat popular pada tahun 2004 sekitar 70 persen dari pelanggan memilih untuk membuka simpanan yang berdasarkan perjanjian. kaum miskin biasanya lebih suka uang tabungan sukarela. barang yang sering dirasakan pelanggan sebagai jenis pemasukan bebas untuk menyetujui pinjaman yang lebih dari barang uang pinjaman pribadi. Keuangan mikro khusus diresmikan untuk menabung. Ini adalah cara sukarela untuk mengumpulkan uang tabungan yang mengizinkan penyimpan untuk deposit dan ambilan pribadi.Permintaan untuk produk-produk ini.3 BuroTangail’s “ Persetujuan Penyimpanan berdasarkan perjanjian. Secara tradisional para petani lebih suka menabung dalam ternak atau menanamkan tabungan mereka dalam bisnis kecil mereka. Namun. Typologi utama adalah permintaan deposit berdasarkan kontrak deposit. apapun dan dimanapun pinjaman yang ditawarkan nyatanya terjamin. Kotak 2. Simpanan didepositokan sesuai jadwal mingguan atau bulanan tergantung para nasabah. sejak tahun 1997-2004 untuk waktu panjang sekitar 205860 laporan penyimpanan yang berdasarkan perjanjian yang disepakat Sumber : (www. Sustainable Banking with the Poor Project.Hasil penyimpanan ini melibatkan 5 tahun penyimpana berdasarkan persetujuan perjanjian.diperdagangkan.terpisah dari petani kecil pada . Situasi ini seperti.

Penawaran layanan pinjaman membutuhkan banyak factor pertimbangan.Penyimpanan wajib. memasuki bentuk kerja informal.Seperti pada kasus Bank GHramee dan Bank Bancosol di Bolivia. Disi lain.2. karena teknikal ini mewakili bentuk jaminan untuk para peminjam dan mereka juga dapat ditawarkan dengan system semi-formal MFI. Penyimpanan untuk waktu panjang dan pinjaman produk memiliki batasan dari MFI yang juga memulai penawaran L ayanan Pembayaran.Ini termasuk pada katagori layanan financial yang permintaannya minim untuk mmemungkinkan mentransfer uang dalam jalur yang aman. Group Mandiri.Permintaan seperti layanan dimaksudkan dari pendapatan kategori-kategori nasabah yang memiliki kemampuan manajerial yang baik.Mobilisasi pinjaman. Untuk bertahan banyak Mikrofinansial telah mentransformasikan lembaga mereka menjadi Bank untuk bertahan.Sebagian besar Negara mengumpulkan simpanannya yang tersedia pada sistem perbankan. Dalam menukar keuntungan periode dan kemungkinan untuk mengaksesjumlah pinjaman melalui institusi ini.Nasbah menginvestasikan penyimpanan pada Institusi ini.Baru-baru ini MFI telah mulai menawarkan.Petani miskin sangat jarang untuk mampu menyimpan uang dalam jumlah yang besar.Menurut MFI sebagai contoh penawaran sukarela membutuhkan kelengkapan dalam sistem pengawasan internal dan system Informasi Manajemen.Dalam hal ini kekurangan kemampuan untuk membuat kerangka aturan. dan juga Manajemen Liquidity dibawah peraturan Prudential. dengan konsekuensi jumlah Institusi yang tergabung terlibat dalam mikrofinansial tidak mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan uang.3 Layanan Pembayaran.( contoh Nasabah kecil ) dan ini membutuhkan bentuk penyelesaian transaksi dalam bentuk alternative yang berhubungan dengan uang-yang berhubungan dengan produk deposit. dan asosiasi jasa Keuangan. 4. oleh karena itu. Akhirnya. . ekuitas produk mewakili tipe penyimpanan kredi Union’s. Oleh karena itu. membutuhkan pertimbangan ketika factor lainnya yang dihubungkan dengan konteks aturan.musiman.karakteristik produk dari MFI formal.

3). dan Kartu Smart .untuk alasan-alasan dan stabilitas dan kebijakan moneter.Produk Mikroansuransi menyusun pengurangan ketidakpastian dan efek-efeknya. Pada Mikrofinansial. 4.Kartu Kredit.4 Produk Asuransi Permintaan atas dasar Kesehatan dan Ansuransi pengambilan pinjaman dari kebutuhan yang pendapatan para nasabah rendah. Penyelesaian yang cepat dan murah. Pada tahun 1990-an sebagian besar dari MFI telah menunjukkan pertumbuahan tingkat suku bunga dan penawaran produk ansuransi untuk mereka yang pendapatannya rendah (kotak 2.2.permintaan untuk layanan pembayaran menimbulkan pertimbangan terhadap pengecualian yang di butuhkan-penyelesaian yang spesifik yang di butuhkan nasabah Bank. Kartu Debit. Masalah kesehatan penerima Ansuransiatau kematian seluruh Ternak.Keamanan.Yang meminta layanan pembayaran juga merupakan bagian sector terkecil yang membutuhkan pembayaran transfer dari anggota keluarga teras lebih aman dibandingkan secara informal.Di kesempatan inilah MFI mengurangi tingkat kegagalan pinjaman dengan cara menawarkan produk ansuransi .produk ansuransi tersedia di mana-mana pada mikrofinansial termasuk .MFI tidak memberikan penawaran layanan pembayaran begitu lama dikarenakan kelengkapan infrakstruktur dan menggunakan system pembayaran yang berteknologi tinggi.Bencana Alam.MFI melakukan penemuan perlindungan Ansuransi yang sangat penting untuk solusi Manajemen.Produk dan Proses resiko-resiko yang merupakan cirri Mikrofinansial. Oleh karena itu.memberikan situasi sifst memudahkan terkena dampak resiko kejadian yang buruk.Fungsi kebikajan moneter merupakan gambaran Hak Istimewa dari Bank Industri pada bagian dari system Postal. Ketrsediaan dan Kemudahan dalam Mengakses instrumaen pembayaran.ini merupakan seluruh peristiwa yang berurusn dengan mikriansuransi. seperti para keluarga dan kerabat.Mewakili pokok-pokok instrunment pada Mikrofinansial.Alasan-alasan suku bunga menjadi penemuan dibandingkan kebutuhan perlindungan dari resiko kecil.Seperti keadaan yang sering menciptakan keakraban diantar MFI dan yang menjadi kebutuhan Bank.

Aspek-aspek ini menunjukkan bagaimana seringkali lebih baik menciptakan kerjasama dengan penyedia asuransi formal.Kesehatan dan ansuransi kehidupan. Produk-produk asuransi disediakan dibawah model kerjasama. daripada tawaran produk-produk mikro asuransi secara langsung. Pengasuransi dapat menambah akses ke pasar-pasar baru. resiko-resiko. AIG menyediakan layanan asuransi. Ini dirancang untuk menyediakan perlindungan tidak hanya bagi klien (nasabah) tapi juga bagi institusi (organisasi). sementara FINCA melengkapi AIG dengan nama-nama klien sampai 3 anggota keluarga mereka. dikembalikan untuk hukum yang tidak menguntungkan dan konteks peraturan atau kecacatan dari banyak MFIS untuk menetapkan dan mengatur skema-skema asuransi mikro dengan sukses. tanpa harus menghabiskan waktu dan sumber daya pada frase perancangan produk. MFIS dapat menguntungkan dari keahlian lembaga-lembaga formal dalam menetapkan produk-produk yang direspon (diinginkan) oleh klien. banyak MFIS beroperasi pada batas-batas legalitas.di Negara berkembang ini dioperasikan dengan metode perbankan desa (village banking). Ansuransimikro tidak selalu merupakan solusi terbaik untuk menurunkan kemungkinan dampak dari resiko kemiskinan dan memperbaiki kualitas dari peminjam. serta Kewajiban pengembalian pinjaman. Contoh: pengaturan premi. peramalan . terutama jika bagian bisnis asuransi tidak terpisah dari bagian tabungan (penyimpanan) dan kredit. FINCA mulai menyediakan asuransi jiwa dan kecacatan. Kerjasama ini mempersembahkan bermacam manfaat bagi pengasuransi formal sama baik nya bagi MFIS. mirip. Selain itu. Di sisi lain. Di negera berkembang. baik itu klien yang terlibat kecelakaan atau klien meninggal dalam program siklus pinjaman. Bekerja sama dengan AIG di uganda. tawaran produk-produk asuransi secara langsung melibatkan terkena resiko-resiko yang lebih besar. FINCA internasional adalah organisasi nonprofit yang terdapat di 19 negara yang berbeda. ansuransi merupakan salah satu rsiko tinggi bagi pembisnis. Terbatas pada perusahaan asuransi atau perantara keuangan dulu mengatur portofolio tunggal dari sejumlah banyak. tawaran produk-produk asuransi secara langsung membutuhkan keahlian yang berbeda dengan keahlian untuk persediaan penyimpanan dan kredit. pertenakan dan hasil ansuransi .

mengikuti “laju pasar”. Mengawasi kegiatan-kegiatan peminjaman dan mendorong membayar hutang. Selama waktu yang lama kredit mikro telah didistribusikan melalui metodologi kredit (solidaritas kelompok. dll. disusun untuk mengatur resiko-resiko yang berhubungan dengan tawaran pelayanan keuangan yang tidak bermanfaat. sistem-sistem kredit yang didasarkan pada solidaritas kelompok tidak memenuhi kebutuhan-kebutuhan semua pelanggan. permintaan dari klien target. Oleh karena itu. kesadaran akan kebutuhan financial (keuangan) yang baru. pinjaman awal yang rendah tidak selalu memadai dalam menghormati dari kebutuhan keuangan yang real (nyata) dari pengusaha mikro. Ditambah lagi. ditandai dengan hampir semua . memaksa kebutuhan untuk menentukan produkproduk dan layanan keuangan baru atas proses sistematis dasar. Mayoritas MFIS telah memberikan sedikit perhatian pada proses perkembangan produk. banyak MFIS yang telah mengikuti pendekatan tingkat atas sampai bawah untuk menghasilkan perkembangan. terutama pengusahapengusaha mikro mereka dengan usaha-usaha berkembang. eksistensi (keberadaan) penyedia layanan keuangan lainnya. contohnya. Selangkah sistem (metodologi). sering tidak layak bagi aplikasi selanjutnya dalam konteks sosial ekonomi lainnya dan disesuaikan dengan buruk untuk memenuhi kebutuhan keuangan klien yang beraneka ragam. lebih banyak pendekatan terhadap klien yang tanggap. MFIS perlu menetapkan ulang produk-produk mereka atau mengembangkan yang baru. saat industri keuangan mikro berevolusi dan tingkat kompetisi meningkat. perbankan desa. Terutama tawaran kredit modal kerja dalam rangka pembiayaan mikro bisnis. juga berhubungan dengan kategori pelangganan baru.kerugian. intensifikasi (penguatan) hubungan klien dan MFIS telah menghasilkan permintaan untuk pelanggan keuangan baru dan produk-produk yang lebih beragam dan berkualitas. Sampai sekarang. Ini berarti sebuah proses perkembangan produk yang sistematis yang mempertimbangkan tujuan MFIS. Akhirnya MFIS dapat mendatangkan lebih banyak bahaya masalah moral. dll) ditandai dengan mekanisme penyaringan pelangganan nontradisional. Sama halnya. Ciri-ciri ini.

produk keuangan (financial) atau dalam menciptakan sesuatu yang baru. resiko-resiko. Evaluasi ini harus dilaksanakan dimulai dengan analisis daya tampung kelembagaan (institusi) dari MFI dan situasi pasar.penelitian pasar absen. dalam kinerja dan keberlanjutan.dalam jangka panjang. Disamping itu. antara lain manusia dan keuangan. rancangan dan perkembangan. Disamping itu. akan membutuhkan untuk penentuan prosedur-prosedur evaluasi kredit baru dan melksanakan sistem informasi manajemen (pengelolaan) yang baru. Perubahan salah satu faktor mengakibatkan perlunya pengujian ulang terhadap setiap fase dari proses tersebut. sistem . dan perencanaan bertumpuk. Melalaikan aspek-aspek tersebut dalam penetapan ulang. hilang nya daya saing. dan disamping itu. Sebelum meletakkan produk dipasar. Proses perkembangan produk adalah proses yang dinamisyang membutuhkan waktu dan sumber daya. selama MFI harus mengevaluasi keberlangsungan penawaran produk baru atau apakah melanjutkan dengan memodifikasi yang sudah ada. kekuatan lembaga. memiliki konsekuensi dalam jangka waktu naikturunnya harga. Ada contoh-contoh dari kelompok pinjaman MFIS yang mulai menawarkan pinjaman-pinjaman individu tanpa menganalisa arus kas (harta) klienklien mereka tarlebih dahulu. perlu dibuktikan bahwa ada permintaan terhadap produk tersebut. dan saingan. dan yang terakhir. Proses ini terdiri dari langkah-langkah berikut: evaluasi dan persiapan. kebutuhan pelanggan. uji coba dan peluncuran produk. MFI yang merdukan untuk menawarkan “pinjaman aset tetap” disamping pinjaman modal kerja. biaya produk yang tidak memadai. Brand (2001) mendefinisikan proses perkembangan sebagai “ pendekatan selangkah demi selangkah yang sistematis untuk berkembang atau penyempurnaan produk yang ada”. kurangnya uji coba. para staf dilatih secara khusus untuk pengelolaan (management) dan penjualan produk baru tersebut. Fase evaluasi dan persiapan mewakili pase pendahuluan dari proses. maka produk itu aakan didukung oleh pengawasan dan sistem pelaporan yang memadai. Ini jelas bahwa tiaptiap fase dipengaruhi oleh 3 faktor dasar. MFI yang ingun meletakkan produk keuangan dipasar-pasar pertama-tama harus menyadari bahwa struktur organisasi. dan produk itu berguna bagi MFIS.

Bagaimanapun. maka fase selanjutnya dapat ditempuh. perlu memiliki sistem-sistem internal untuk mendukung ijin produk baru dan sumber daya manusia harus dilatih dengan cukup dalam metode manajemen dan penjualan produk. sumber daya manusia dan budaya kelembagaan. Apabila ujicoba gagal. atau jika produk diterima. prototype ditawarkan pada kelompok pelanggan yang terbatas tujuan nya untuk mengevaluasi apakah karakteristik produk memberi respon pada kebutuhan pelanggan yang nyata. Ujicoba mewakili fase dasar dalam proses karena ini memungkinkan MFI untuk membuktikan permintaan nyata untuk produk itu dan potensi keberhasilannya. dan menambah kualitas kredit portofolio. disamping itu. Terakhir. Definisi dari produk ini harus didahului oleh penelitian pasar. penawaran produk yang direspon. Ketika produk prototype (contoh asli produk) ditentukan. perhatian yang besar dari MFIS dan donatur. perlu uuntuk lulus fase ujicoba. mendukung institusi keuangan yang direspon klien berarti memperoleh ilmu atas pentingnya proses perkembangan produk dan mendukung MFIS yang mempunyai kapasitas . produk dapat diluncurkan dan diperdagangkan. ini juga mewakili kesempatan pelayanan yang lebih baik permintaan pasar dan untuk mengeksploitasi manfaat yang dibuat oleh perusahaan di pasar. maka perlu diulang kembali prosesnya dan kembali menentukan prototype yang lebih baik dengan berdasarkan pada informasi yang diperoleh dari ujicoba. dari manusia dan keuangan (finansial). Fase kedua ( rancangan dan perkembangan) terdiri dari penentuan contoh asli produk (prototype) yang akan diujicobakan kemudian di fase ujicoba. Bagian utama dari proses perkembangan produk memungkinkan analisis kebutuhan-kebutuhan keuangan klien untuk dilaksanakan dari informasi yang berbeda jenis (contohnya pinjaman pegawai atau kelompok konsultatif). menarik pertumbuhan/peningkatan angka pelanggan–pelanggan baru dan karenanya konstribusi keberlanjutan MFI jangka panjang. Jika ujicoba punya hasil positif. Fase ini harus direncanakan dengan strategi pemasaran yang tepat/cocok.manajemen dan informasi. semua nya cocok dengan ciri karakteristik produk baru. Menawarkan produk dan jasa pada basis perkembangan produk yang sistematis memerlukan waktu dan sumber daya (pikiran). Pada fase ini. Bagi donator. seperti pada fase lainnya. klien berarti pengurangan jumlah drop-out (keluar). Proses kebutuhan-kebutuhan perkenbangan produk. Bagi MFIS.

mereka tidak mendapatkan outlet (toko/tempat penjualan). tidak selalu punya link (jarinan/hubungan) dengan pasar dan produk-produk. pelatihan produksi atau jasa marketing (pemasaran) dan teknologi.3 Jasa (layanan) non finansial (non keuangan) Minimalis vs pendekatan yang terintegrasi Bagian sebelumnya kita telah sampai pada pertimbangan kebutuhan dan produk-produk finansial (keuangan) dari keuangan mikro modern. jasa-jasa ini memiliki tujuan dari persiapan anggota kelompok untuk menghubungi MFI dan membentuk kerjasama yang tahan lama dan kokoh.kelembagaan untuk mengembangkan produk baru. kenyataannya. Pada kasus ini. Jasa-jasa ini mewakili dukungan pendahuluan. Pengusaha kecil. jasa-jasa ini memiliki tujuan sumbangan (kontribusi) untuk perkembangan bisnis mikro ekonomi melalui pelatihan (training) bisnis. khusus nya dalam perkembangan program-program koperasi (kerjasama). . Dalam kasus ini. pemasaran. jasajasa ini mengarahkan membantu pelanggan dengan penjualan dan memperdagangkan produk-produk mereka. Kotak 2. Pada beberapa kasus. Seringkali.4 Pelatihan Keterampilan Bisnis Fundavon Carvajal di kolombia menyelenggarakan pelatihan singkat dan praktis dalam topik akuntansi. 4. jasa-jasa ini didukung oleh tawaran jenis-jenis kursus pelatihan yang berbeda pada pelanggan. Sepanjang jasajasa finansial (keuangan) mayoritas proyek-proyek keuangan mikro juga menawarkan jasa (layanan) bantuan teknis bagi pengusaha mikro. MFI mengatur jaringan penjualan untuk penjualan produk. dan manajemen yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha mikro. Empretec di Ghana menyediakan pelatihan manajemen dua tingkat untuk para penyelenggara keuangan mikro yang menunjukkan cirri-ciri kewirausahaan tertentu dan mau mengadopsi sikap dan peralatan manajemen yang baru. Dalam proyek-proyek keuangan mikro terbaik. Jasa-jasa ini ditawarkan untuk mendukung klien-klien keuangan mikro pada permulaan (saat dimulai) dan perkembangan bisnis mikro mereka.

Dalam kasus ini. seperti halnya pelayanan keuangan. lembaga pelatihan. . tergantung pada apakah MFI membatasi dirinya hanya terhadap penawaran untuk pelayanan keuangan atau tidak. tergantung pada sasaran dari MFI dan kapasitasnya pada danadana dermawan yang menarik dalam hal untuk menopang biaya yang dilibatkan. kita menetapkan antara pendekatan minimalis dan terpadu.Sumber: Disumbangkan oleh Thomas Dichter. Keputusan untuk menawarkan pelayanan non finansial. Distribusi dari pelayanan pengembangan untuk bisnis memerlukan subsidi. jaringan. Dalam literatur dan dalam metode operasional. karena ini bukan merupakan pelayanan berbasis-biaya. MFI sendiri menawarkan pelayanan non finansial. nutrisi dan pendidikan. Sustainable Banking with the Poor Project. pelayanan sosial difokuskan pada peningkatan kondisi kehidupan dari kelompok sasaran. Pelayanan bantuan teknis dapat ditawarkan dengan jajaran lembaga yang luas mengoperasian persekutuan dengan MFI. perwakilan pemerintah dan lembaga sektor non-profit. dari manajemen akuntansi dan juga pemasaran memberikan ahli waris dengan kemampuan yang penting untuk mengatur usaha kecil menjadi lebih baik. Khususnya. ada kursus pelatihan mengenai kesehatan. kenaikan ini memerlukan pertanyaan-pertanyaan mengenai evaluasi dampak sosial dari pelayanan dan ukuran kinerja MFI. Wrold Bank. Sangat sering. seperti universitas. Seringkali. hal yang penting di mana manajemen dan pembukuan dari produk-produk ini dicatat terpisah dari pelayanan keuangan. program keuangan mikro juga termasuk. di samping komponen kredit mikro.

4. ini menunjukkan suatu peluang bagi MFI untuk memiliki akses menuju pendanaan pasar. Pengumpulan dana dari pasar modal juga dapat dicapai melalui saling bertanggung jawab secara sosial. Kebutuhan manajerial dari MFI pada tahun baru-baru ini diubah dan MFI melihat perlunya menemukan teknik-teknik manajemen baru dalam inovasi keuangan. Dana merupakan Perkongsian Swasta Publik antara Hivos Foundation dan Triodos Bank dan akan fokus pada penyediaan keuangan untuk inovatif terkecil dan lembaga keuangan mikro ukuran-menengah di India. Sebuah contoh inovatif ditunjukkan oleh pendanaan modal usaha yang mendukung MFI.4. Walaupun tidak banyak. . Bagian sebelumnya menganalisa produk-produk dan pelayanan keuangan d mana industri keuangan mikro modern mulai menawarkan kategori-kategori ahli waris baru. seperti halnya ketepatgunaan manajemen yang lebih besar. Dutch Hivos-Triodos Fund (HTF) baru-baru ini meluncurkan dana modal usaha pertama untuk keuangan mikro di India. Batas Baru Dalam Pelayanan Keuangan Mikro Industri keuangan mikro ditransformasi dengan cepat. Kebutuhan baru muncul. Ini dapat dibagi ke dalam screened mutual funds. tidak hanya dari ahli waris tetapi juga dari MFI. kedua dimiliki oleh anggota MFI (Ledgerwood. Intensifikasi dari tekanan kompetitif dan kekurangan dana donor meningkatkan sumber keuangan alternatif kebutuhan bagi MFI untuk menemukan melebihi donasi dan subsidi. Bagaimana bisa MFI mengakses pasar modal dalam rangka untuk memuaskan kebutuhan pendanaannya untuk beroperasi dengan cara yang dapat menopang? Beberapa alat keuangan inovatif telah dieksperimenkan dalam keuangan mikro. Investasi pertama terutama dalam tanggung jawab perusahaan secara sosial.

Walaupun manfaat yang dibawa operasi adalah penting. ditransfer dari MFI kepada pasar modal dan. pengemasan dari sebuah keranjang kredit dari aset pemula dan transfernya kepada sebuah SPV. dengan cara demikian. SPV akan membiayai memperoleh aset-aset mengeluarkan dan menempatkan catatan yang tercatat (ABS) untuk jumlah yang equivalen dengan nilai aset yang ditransfer. Kebutuhan operasi klasik. untuk para investor dalam ABSs. persoalan catatan. dalam faktanya. mengizinkan terhadap pengumpulan sumber-sumber keuangan (likuiditas) pada pasar modal dalam pertukaran terhadap penjualan dari bagian pinjaman mikro yang dipegang oleh MFI. melalui MFI yang menjual sebuah portofolio asset untuk sebuah perusahaan eksternal (tujuan khusus kendaraan-SPV). yang kemudian ditempatkan di pasar. bahkan. khususnya likuiditas dan resiko kredit. Suatu perkembangan yang menarik dalam mengakses pasar modal dan manajemen resiko dapat ditunjukkan oleh jaminan aset-kembali. Perencanaan dan monitoring dari suatu operasi jaminan adalah kompleks. Selanjutnya. Kaminan kredit dapat menunjukkan alternatif valid pada sistem pengumpulan tradisional karena berbagai alasan: pendanaan alternatif. Melalui teknik ini. terutama untuk jumlah keterlibatan kelompok yang besar dan jumlah transaksi signifikan yang harus dilaksanakan. biaya bisa menjadi penting. transfer resiko kredit dan diversifikasi portofolio kredit. Karena alasan ini. jaminan menggabungkan resiko kredit semula yang oleh karena itu. Jaminan aset.2000). dalam kasus di mana ini sangat dipusatkan pada area geografis tertentu atau dalam kategori ahli waris tertentu. dalam rangka untuk membiayai pembelian. jaminan aset dapat . MFI dapat mengatur resiko-resiko khusus dari intermediasi keuangan.

Ini juga berarti mendukung kolaborasi antara jenis lembaga yang berbeda. Keuangan mikro modern mulai menawarkan produk-produk yang lebih canggih dibandingkan dengan kredit mikro sederhana dalam merespon pada kebutuhan yang lebih kompleks dari klien sasaran baru. banyak pengalaman kesuksesan dalam bidang keuangan mikro yang mengkontribusi penyebaran gagasan yang meningkatkan standar kehidupan dari yang termiskin. konsekuensinya. kapasitas mereka untuk mengakses pasar modal.5. Revolusi barubaru ini dalam sektor keuangan mikro tersedia. Kebutuhan untuk memiliki akses dengan bentuk-bentuk keuangan alternatif. berbagai tantangan: perubahan organisasi and prosedural menjadi penting untuk meningkatkan kekuatan kelembagaan dari MFI dan. dapat dicapai tidak hanya melalui pinjaman kecil untuk keperluan produksi. penawaran pelayanan keuangan untuk klien kecil berarti peninjauan ulang proses perkembangan produk melalui pendekatan gerakan pasar. oleh karena itu. yang mengambil ke dalam catatan kebutuhan nyata dari klien sasaran.hidup bagi MFI yang mengatur portofolio pinjaman secara signifikan dan yang dapat menghitung pada bantuan dari perantara keuangan tradisional dalam fase perencanaan dan dalam menempatkan catatan. melalui formasi persekutuan. dengan mengkombinasi skill yang berbeda. menentukan MFI mengenai kebutuhan untuk beroperasi sesuai dengan pasar dan juga skema transparansi dalam perencanaan dan . Kesimpulan Baru-baru ini. tetapi juga melalui lingkup pelayanan keuangan yang luas. Bagi MFI. 4. mengizinkan warga miskin untuk memiliki akses dengan sistem keuangan dengan cara bertahan dan dapat menopang. bukannya sumbangan.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Achmad Baiquni. peluncuran kredit waralaba dan kerjasama dengan Alfamart ini merupakan bentuk dukungan BNI pada bisnis waralaba di Indonesia serta menggali potensi pembiayaannya. Kasus 1. Alfamart memberikan rekomendasi kepada penerima waralaba sehingga kredit dapat diproses lebih mudah dan cepat.implementasi produk-produk yang ditawarkan. ada lebih dari 800 merek yang telah diwaralabakan di Indonesia dengan puluhan ribu gerai. Vice President Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Direktur Usaha Kecil. BNI menjalin kerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. di Jakarta. dan mendapat rekomendasi dari francishnr. BI: 228 Kasus Perbankan Diselesaikan ."Menurut data. Dengan kerjasama ini. Menengah dan Syariah BNI. Luncurkan Produk Kredit Pembiayaan JAKARTA-PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) meluncurkan produk kredit untuk pembiayaan kepada penerima waralaba (franchise) dari pemilik waralaba (franchisor)." kata Baiquni. Untuk tahap pertama ini.dengan Henryanto Komala. sebagai pemilik waralaba gerai Alfamart untuk fasilitas pembiayaan kepada penerima waralaba Alfamart. calon debitur telah disetujui sebagai penerima waralaba. dan dengan omset bisnis yang mencapai Rp 81 triliun. Syaratnya. Menurut Achmad Baiquni. Fasilitas kredit ini memiliki plafon hingga Rp I miliar untuk setiap debitur dengan jangka waktu hingga 5 tahun.

"Dilihat dari berbagai jenis produk." ujar Deputi Direktur Investigasi dan Mediasi Perbankan BI Purwantari Budiman.JAKARTA . produk kerja sama (33 kasus) dan penghimpunan dana (29 kasus). di Jakarta. Selain itu ada penyaluran dana (34 kasus). BI akan memaksimalkan fungsi mediasi perbankan. . Penyelesaiannya bersifat win-win solution. perbankan memiliki kelalaian. sistem pembayaran (10 kasus) dan penghimpunan dana (9 kasus). Selasa (12/11/2007). mempertemukan hingga memotivasi bank maupun nasabah sehingga mencapai keputusn tanpa memberikan rekomendasi dan keputusan. Menurut Dia.288. Segala bentuk komunikasi. sengketa yang diajukan kepada BI terjadi akibat kurang cermatnya nasabah dalam menggunakan dan menjaga keamanan kartu kredit maupun ATM nya. Selain itu. sebagian besar kasus yang diterima BI sebagian besar atau 90 jenis adalah sistem (kasus) sistem pembayaran. Sebagian besar kasus perbankan yang terjadi adalah sengketa sistem pembayaran terutama kartu kredit dan ATM. Untuk menyelesaikan kasus yang terjadi. Dia menuturkan. di luar permasalahan produk perbankan (10 kasus). Rinciannya adalah penyaluran dana (19 kasus). mediasi perbankan merupakan penyelesaian sengketa antara nasabah dan bank yang dibantu oleh mediator (BI). Sedangkan jumlah kasus yang masuk sebesar 248 dan keseluruhan pengaduan nasabah selama triwulan III mencapai 64. negoisasi dan pernyataan dibuat dalam proses mediasi berlaku sebagai informasi yang bersifat tertutup maupun rahasia. jumlah kasus perbankan yang sudah diselesaikan mencapai 228. maksudnya tidak ada pihak yang menang maupun kalah. Adapun caranya adalah dengan cara memanggil. BI menerima kasus dari gerai info yang berjumlah 48 kasus.Direktorat Investigasi dan Mediasi Perbankan Bank Indonesia (BI) merilis per November 2007. Selain itu.

Kasus Tabungan Gelap di Bandung BANDUNG: Satu lagi kasus penipuan dengan modus bank gelap terbongkar di Bandung. Namun. "Dari total jumlah 900-an 'nasabah' tersangka menghimpun dana hingga lebih dari Rp 1 miliar. BI sudah memiliki pedoman pelaksanaan mediasi perbankan." jelas dia. "Lembaga mediasi perbankan independen diharapkan mampu menentukan persyaratan dan guide line bagi mediator. 2. Sebelumnya. termasuk kode etiknya. Selain itu. Dalam menyikapi mediasi perbankan di masa depan. jumlah pengaduan dan permohonan penyelesaian sengketa melalui mediasi BI tercatat sebanyak 151 sengketa. 54 tahun." tandas dia. . Sejak Januari 2006 hingga Juli 2007. BI terus menggalakkan dan mengupayakan mediasi antara nasabah dan kalangan perbankan. BI sudah melakukan berbagai pertemuan dengan asosiasi perbankan. 85 persen dari sengketa tersebut telah selesai ditangani."kata Kepala Polresta Bandung Barat Ajun Komisaris Besar Pratikno di kantornya Selasa (16/12). Sedang sisanya masih dalam proses penyelesaian. tersangka penipuan bank gelap "Mitra Usaha" ditangkap Polisi Resor Bandung Barat Senin (15/12) di rumah sekaligus kantor "bank"nya di kawasan Jalan Babakan Tarogong. Juju Julaeha. Bandung. lanjut Dia. lembaga mediasi perbankan independen harus berbentuk perkumpulan badan hukum dan anggota mediator ditentukan sendiri oleh lembaga tersebut. Asosiasi perbankan belum menyatakan kesiapannya mebentuk lembaga mediasi perbankan independen sehingga BI tetap berfungsi sebagai lembaga mediasi perbankan sampai pada waktunya benar-benar dialihkan. Dari jumlah itu."Para pihak yang tidak dapat mencapai kesepakatan dapat melakukan upaya penyelesaian lainnya melalui jalur arbitrase maupun litigasi.

Meski begitu polisi belum menahan tersangka.Namun tersangka akhirnya tidak mampu mengembalikan uang milik hampir separuh nasabahnya. Perempuan paruh baya itu kini dirawat sementara di RS Sentosa. "Kami menyita 296 buku tabungan "Mitra Usaha". Bandung. Juga Pasal 372 dan 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penipuan dan penggelapan. "Total kerugian Rp 465 juta. Namun saat jatuh tempo pengembalian uang korban mulai Agustus lalu. Nasabah diminta menyetor tabungan secara harian minimal Rp. Julaeha kolaps dan mengeluh sakit jantung. Modusnya. Saat akan diperiksa. "Uang nasabah ada yang digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. BAB V Bentuk utama Microcredit (The Main Features of Microcredit) . "Ancaman hukumannya minimal penjara 5 tahun. 10 ribu. Tersangka dijerat Pasal 46 ayat 1 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan karena telah mengoperasikan usaha perbankan tanpa seizin Bank Indonesia." tandas Reynold. Julaeha menghimpun dana dari nasabah dengan iming-iming paket Sembako sejak Oktober 2007. 6 buku kwitansi pinjaman uang "Mitra Usaha."imbuhnya."katanya. dan 1 eksemplar data nasabahnya" Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Reynold Hutagalung.

bahan bacaan tentang mikrokredit ini terutama ditandai dengan fokus pada pengalaman dilapangan. adalah suatu bisnis yang beresiko untuk MFls dan. juga memperhitungkan keragaman penting yang ada di berbagai program mikrofinance. Namun demikian. dan di dalam pencapaian proses kredit. dengan begitu hal tersebut memerlukan satu perhatian tertentu agar jangan membuat serius kerugian pinjaman. Bagaimanapun.1 Pendahuluan Dalam dunia microfinance. pastinya berguna dalam mengarahkan orang-orang yang terlibat dalam mikrofinance ke arah yang lebih efektif dan efisien. Pertama. tidak dapat diselidiki hanya dalam satu cara tunggal karena perbedaan luas dan mendalam yang ada dalam pendekatan yang dilakukan di daerah yang berbeda dan dengan tipologi lembaga yang berbeda . memberikan semua yang di izinkan dengan menggunakan suatu rekening kecil uang. yang dikembangkan oleh lembaga heterogen di negara-negara yang berbeda. di antara semua produk mikrofinance. Kedua. dengan mengikuti pendekatan pinjaman dan metodologi yang sangat berbeda. Oleh karena itu. serta penyelidikan dari titik-titik kritis utama program yang telah berlalu. sekalipun jumlah kecil. sukses atau infeksi. hal itu terlihat kurangnya pendekatan manajerial yang kritis dalam memeriksa semua elemen yang paling signifikan. bentuk mikrokredit. yang mesti didapatkan dalam sebuah program mikrokredit.Terakhir. microcredit terlihat adanya goncangan yang lebih besar dan lebih langsung berdampak pada kondisi si penerima. Ketiadaan penggambaran terperinci mengenai mikrokredit dikarenakan oleh tidak adanya definisi yang jelas mengenai mikro kredit itu sendiri.5. dengan tujuan untuk memperdalam aspek istimewa yang telah membedakan . karena mikrokredit begitu beragam dalam hal tujuan. bab ini bertujuan untuk meningkatkan gambaran yang paling segnifikan mengenai bentuk mikrokredit. Sebagaimana disebutkan dalam Bab 2. mikrokredit tidak bisa dimaknai dalam satu arti saja. suplai kredit. hal tersebut menghadirkan penghamburan dan produk penting oleh mayoritas besar MFIs. microcredit menduduki suatu tempat khusus untuk lebih dari satu alasan. Pelajaran tentang praktek-praktek terbaik. metodologi yang disampaikan. untuk membantu perkembangan pendapatan inisiatif ekonomi para produksi.

didiskusikan di bagian 3. Sebenarnya. dibandingkan dengan pinjaman tradisional. . secara lebih umum. Bagian akhir mencermati rasio bunga dalam mikrokredit.2 Pemanauan Penerima Laba Proses evaluasi penerima laba adalah pokok persoalan yang sangat penting terhadap kesuksesan program mikrofinance. dan. terutama yang kecil. hal ini bukanlah satu-satunya yang ada dalam mikrokredit. menurut ciri khas tuntutan mikrokredit tersebut di dalam konteks yang mana MFI menjalani atau di dalam berbagai hal tersebut MFI berharap agar dapat memasukinya.5 menyampaikan kerumitan peraturan jaminan.mikrokredit sekarang ini dari alat keuangan yang fokus kepada pengurangan pengeluaran finansial. dan untuk berkonsentrasi pada gambaran yang harus dipertimbangkan terhadap kesuksesan program mikrofinance. Bagian ini mencari asal dari asetaset keuangan dalam program mikrokredit tertentu. yang mana merupakan salah satu subyek yang masih diperbincangkan sejauh ini. Pembedaan ciri mikrokredit. Sama halnya dengan apa yang terjadi pada perantara keuangan tradisional. dalam kaitannya dengan kehadiran institusi-institusi yang memprioritaskan bekerja dengan “yang paling miskin dari yang miskin” dari pada tujuan bagi tampilan dan ketahanan keuangan. Teori susunan peminjaman harus juga mengikuti asas penggolongan kerugian. sementara bagian 3. Pengamatan awal ini terdiri atas penunjukan sumber dana untuk membatasi grup yang. lebih dari lainnya. atau grup MFI inginkan untuk mendanainya. 5. Bagian 3. pengamatan klien harus diantisipasi oleh analisis alokasi teori. Ukuran grup target. lebih jelasnya. ditujukan untuk memaksimalkan pengembalian investasi. yang bukan merupakan tugas mudah bagi MFIs. Dalam fase pendahuluan ini. sebagaimana jumlah grup. Bab ini terstruktur sebagai berikut. bergantung pada ukuran MFIs. keuntungan sosial.2 menyediakan penggambaran singkat mengenai proses evaluasi penerima laba. Pertimbangan yang logis berkembang dengan pendekatan yang berorientasi pada kemaksimalan perbaikan alokasi mikrokredit agar tampilan MFIs lebih baik dari waktu ke waktu. dan oleh karena untuk ketahanan dari MFIs. Bagian 3.7 kesimpulan. MFIs diharuskan untuk mengidentifikasi grup target.4. atau. pada ukuran teori pinjaman.

pekerja kredit mengikuti jaringan terbaik MFIs untuk mengumpulkan informasi penting yang menyangkut kesempatan sukses inisiatif perekonomian yang berbeda untuk mendukung. Penciptaan jaringan pekerja kredit. Dalam hal ini tujuan MFIs diharuskan untuk memilih investasi-investasi yang dijalankan oleh anggota grup target yang memiliki rasio internal tertinggi pengembaliannya. keputusan MFIs mengenai alokasi selalu dipengaruhi secara signifikan oleh aturan yang menyediakan dana. agar dapat lebih menyadari sikap peminjam untuk membayar kembali pinjaman mikro dan untuk mencegah penyalahgunaan dana. mengenai kategori subyek yang harus menerima dana. bagaimanapun. sekali kepadatan pelanggan yang potensial diketahui. kami di sini menganjurkan sebuah bentuk dasar mekanisme penyeleksian berdasarkan tiga elemen utama. sama halnya bahwa mikrokredit bukanlah cara yang cocok untuk dipakai. Kadang-kadang. Oleh karena itu. berhutang kepada proses yang kurang roduktif. adanya . Yang demikian itu. Pada waktu yang sama. tetapi mereka kurang dana untuk melaksanakn proyek mereka tersebut. menampilkan biaya yang paling signifikan dalam program mikrofinance dan. Proses ini biasanya dijalankan dengan cara yang berbeda.Selain itu. Kerapkali bidang mikrokredit juga memasukkan ke dalam proses poduksi barangbarang yang dapat meningkatkan produktivitas perperusahaanan mikro penerima laba. Akan tetapi. Proses karakter pemantauan yang pertama adalah perkiraan jaringan petugas kredit dengan pelanggan. bergantung pada beberapa variabel. MFIs dibutuhkan untuk mengamati hal-hal yang memiliki kapabilitas lebih tinggi untuk menggunakan uang yang menghasilkan produk dan layanan yang bernilai jual.pada dana yang berjalan dari tiga-kumpulan pelaksana. selama mayoritas MFIs bergantung -pada tingkatan yang berbeda. pilihan dibuat oleh beberapa MFIs untuk membiayai aset-aset yang hasilnya berguna bagi peningkatan kondisi kehidupan penerima laba sementara juga harus mempertimbangkan laporan kapasitas debet peminjam. MFIs perlu memokokkan tujuan mikro kredit. Di dalam beberapa kasus yang mana pembayaran kembali pinjaman mikro diragukan. konsekuensinya. Pokok ide hal ini yakni kepadatan penerima laba yang merupakan ide masyarakat yang memiliki wiraperusahaan yang dapat terus dijalankan.

puncak MFIs telah memutuskan untuk memakai versi yang lebih sederhana pada model angka kredit. Kenyataannya. dibandingkan dengan kredit biasa. demi pencapaian pemantauan yang baik. yang mungkin tidak dapat sesuai dengan MFIs. penguasaan MFIs menampilkan sebuah variabel kunci bagi kesuksesan program mikrokredit. Kedua. sebagaimana timbulnya upah buruh. di dalam lingkungan di mana terdapat tingkat kemiskinan dan pengeluaran dana yang tinggi.sedangkan yang ke dua harus mencakup seluruh aspek tidak nyata. MFIs harus membangun sistem yang logis mengendalikan berdasarkan tingkatan yang berbeda dan wajib menyiapkan sistem insentif yang dapat menghargai pekerja dan paling berguna. Oleh karena itu. sama halnya bahwa yang demikian dilaksanakan untuk memilih peminjam dan mengamati prioritas dan ketertarikan yang mereka miliki. di banyak negara berkembang. pada salah satu pihak. biaya bagi pekerja-pekerja ini.perdagangan yang terputus diantara keduanya. Selain itu. sebagaimana peminjam akan mengembalikan. seperti CAMEL. pada data historis resmi bisnis kecil untuk didanai dan pada catatan peminjaman. seperti kualitas personal peminjam. dimana yang pertama menekankan pada proyeksi produksi dan perdagangan-meminjam kepada yang kurang. Namun demikian. dan di pihak lain. jaringan yang luas dari pada pekerja kredit bergantung juga pada penyebaran ke daerah teritorial pada penerima laba yang paling potensial. Elemen ketiga bagi kesuksesan mekanisme pengamatan dana mikrokredit adalah pengangkatan prosedur yang diakui dan sesuai standar untuk memilih tuntutan kredit. tidak harus difokuskan dengan pemakaian teknik-teknik tidak biasa dalam mengevaluasi kemungkinan kerja bisnis. Ide yang menyatakan bahwa salah satu keuntungan utama mikrokredit. adalah tingginya tingkat fleksibelitas. jumlah permintaan pinjaman mikrokredit yang diberikan biasanya tinggi dan jumlah pinjaman kecil. jumlah petugas kredit. jumlah pekerja kredit yang lebih sedikit dan mengamati mereka. Apapun yang mencampur elemen kualitatif dan . Di segala hal tersebut dimana peminjam potensial dipusatkan pada perkampungan terdekat. analisis kualitas kredit dalam mikrokredit berdasarkan kedua elemen kuantitatif dan kualitatif. kualitas dan keterampilan. Demikian itu.

keuntungan peminjam. akses ke pasaran. 5. Akan tetapi. Selain itu. selama perusahaan pertanian dihubungkan kepada siklus musim produktif dan bertindak dalam waktu panjang dari penuaian bibit hingga panen -diikuti oleh transformasi dan komersialisasi produk. tujuan program mikrofinance adalah untuk mendukung perusahaan mikro dengan menggunakan pinjaman kecil. urgensi keungan MFIs yang harus dipenuhi sangatlah berbeda. hal tersebut sangatlah penting bagi kesuksesan pemilihan peminjam untuk mengatur ex ante(bekas kontribusi) bobot relatif bagi kedua aspek. sebagian besar adalah perusahaan mikro swasta yang bergerak di bidang pertanian dan pabrik. Kenyataannya. Oleh karena itu. mengenai sifat dasar perusahaan untuk didukung secara finansial.banyak perusahaan manufaktur dalam bisnis intensif pekerja dicirikan untuk memiliki jadwal produksi yang lebih pendek. Tetapi bermodal sedikit. Dengan kata lain. atau kepentingan untuk memulai bisnis yang baru. Demikian itu. keduanya dalam program pertanian dan perusahaan. jika . yang sekali waktu memasukkan mekanisme produktif.kuantitatif dipilih oleh MFIs. Oleh karena itu. perhatian kadangkala ditujukan kepada semua faktor produksi peminjam. tetapi secara signifikan berbeda dalam penentuan waktu proses produksi. yang dapat berkontribusi secara signifikan untuk meningkatkan proses produtif.3 Sifat Dasar Modal Telah dijelaskan bahwa mikrokredit menyediakan hasil terbaik ketika peminjam adalah pekerja mandiri atau perusahaan kecil yang memiliki beberapa keterampilan seperti kapabilitas produktif yang baik. Secara lebih spesifik. tergantung kesalahan kepada perusahaan yang didanai. yang keduanya mempekerjakan keduanya aktivitas intensif pekerja. konsekuensinya. dapat meningkatkan pengeluaran lebih daripada yang lainnya. produk yang bernilai jual. MFIs secara khas mendanai modal kerja penerima laba. dll. Elemen-elemen seperti itu secara signifikan mempengaruhi produk yang MFIs sediakan sebagaimana durasi mikrofinance yang harus disetujui. meskipun MFIs dapat membiayai secara teoritis seperangkat modal yang besar. proses alokasi MFIs harus diorientasikan untuk mendanai barang dan jasa.

Perbedaan definisi diangkat oleh organisasiorganisasi internasional.4 Perbedaan Ciri Mikro Kredit Istilah mikro kredit digunakan untuk mengidentifikasi percampuran berbagai layanan finansial dan nonfinansial. Sangat jarang. Bagaimanapun juga definisi yang disajikan. minimal elemen khusus yang membedakan mikrokredit. grup penerima laba yang bekerja sama atau mandiri yang berbagi instalasi atau perlengkapan yang penting bagi proses produksi mereka. dan kaum pelajar. sebagai tambahan modal kerja. merujuk kepada aspek-aspek berikut: “ Target peminjam “ Prevalensi bersih dari aktivitas kredit melalui jasa lain “ Jumlah pinjaman “ Periode pembayaran “ Kekurangan jaminan umum . mengikuti proses demikian untuk dipertimbangkan sebagai bagian kegiatan dari mikrofinance. menekankan aspek yang berbeda mengangkat keragauan mengenai apa arti sebenarnya istilah ini. MFIs juga menyediakan sumber-sumber yang penting untuk menanam modal saham tertatur. Kurangnaya kategori yang tegas mengenai mikrokredit menciptakan kesulitan tertentu. 5. dalam pendapat kami. seperti para praktisi. Dalam hal demikian. dari saat yang membuat MFIs mengoperasikan batasan tak tentu dan merumitkan promosi itu sendiri dan implementasinya dengan struktur peraturan yang berbeda. keberadaan konsorsium produsen atau keberagaman grup peminjam. waktu demi waktu. mikrokredit jangka waktu panjang sangatlah pentingmenyediakan secepatnya kelonggaran waktu. di samping kenyataan bahwa barang yang dibiayai bernilai tinggi melampaui permulaan mikrofinance tradisional. lebih sering. untuk mempertimbangkan laporan rentang waktu antara awal produksi dan komersialisasi mengingat jangka waktu mikro kredit yang lebih pendek dengan periode pembayaran yang lebih pendek berlaku lebih sering pada perusahaan manufaktur. yang termasuk kewajiban kerja sama.mempertimbangkan perusahaan pertanian. Keuangan tersebut dibutuhkan untuk pembelian atau memasukkan produk tahan lama yang tujuannya disediakan bagi peminjam tunggal dan.

Berkenaan dengan penerima target. yang memprioritaskan tujuan-tujuan sosial sebagai ganti ketahanan. sering kali penawaran. untuk memperbaiki ketrampilan teknis dan produktivitas bisnis mikro yang memberi kredit agar bertahan lama. operasi kredit yang berfokus kepada prestasi dari proyek-proyek pengembangan yang lebih luas biasanya diizinkan hanya untuk MFIs terdaftar dan formal. Sebaliknya. Dalam kasus-kasus yang sedemikian. di dalam konteks-konteks operasional yang disepakati. yang sudah memulai atau akan memulai sebuah bisnis dan memerlukan sumber keuangan yang perlu untuk menjalankan investasi-investasi yang panjang. pendukung teknis dan paket pelatihan kepada para penerima kredit. di samping prinsip-prinsip yang dijelaskan pada bagian 3. jika aktivitas kredit adalah marginal di dalam proyek. juga jika itu menunjukkan bagian kecil dari suatu proyek kooperasi dukungan dan pengembangan yang lebih luas. mendukung operasi MFIs yang lebih kecil. mempunyai konsekuensi-konsekuensi penting terhadap profil-profil autorisasi dan pengawasan dari lembaga microfinance. Ketidakpastian berasal dari MFIs yang informal fakta bahwa. yaitu. yang oleh karenanya disokong. di negara-negara di mana microfinance lebih terbaru dan penetapan dari MFIs sudah menguntungkan dari badan-badan peraturan lebih tersusun dan analitis.2. lembaga yang penawaran pinjaman mikro tidak bisa dipertimbangkan pada di suatu pengertian yang tepat sebagai MFIs. dari jasa yang bukan lembaga keuangan. di samping jasa kredit. sejauh microcredit terkait hal ini semua pasti orang yang mempunyai kesulitan di dalam mengakses sistem keuangan yang tradisional. microcredit dipertimbangkan untuk tetap sedemikian. oleh karena itu. Dalam konteks yang demikian. Pandangan seperti itu. penyebaran pinjaman mikro untuk mendukung konsumsi . Kesalahan tafsir yang kedua berhubungan dengan penawaran. yang sumber utama dari dukungan keuangan dan ekonomis untuk penerima dan keluarganya. Di sisi lain. di sepanjang kredit mikro. . Bagaimanapun. pembelian bahan baku atau barang-barang yang sedang dalam proses. unsur yang membedakan diwakili oleh adanya suatu bisnis mikro.meski hal itu mempunyai kesamaan teknik dan karakteristik keuangan – yang tidak tergolong pada bidang kredit mikro. yang berjalan di luar penyediaan dana.

sementara menunggu produk-produk untuk mencapai batas waktu pembayaran. lebih menyukai microcredit dengan rencana pelunasan yang sudah diketahui dan seringnya angsuran. yang. atau memperbaiki. dengan batas waktu peminjaman biasanya di bawah satu tahun. mingguan bahkan angsuran harian berasal dari fakta bahwa banyak penerima kredit belum pernah berhubungan sebelumnya dengan lembaga keuangan dan.dibandingkan dengan kondisi pasar-dapat diganti-rugi. Sebagai tambahan. gagasan terkandung dalam fakta bahwa microcredit juga mengizinkan dasar keuangan mengeluarkan orang-orang untuk memulai. seperti pinjaman berbunga. dengan maksud menawarkan kredit jumlah rendah -yang berbeda di negara-negara yang berbeda-ini memungkinkan memicu proses penggandaan yang menghasilkan pendapatan. keefektifan dari microcredit didasarkan pada fakta bahwa penawaran dari jumlah pinjaman yang rendah menolong bisnis-bisnis dari sirkuit alternatif keuangan. lebih lanjut. bersifat sangat pendek. oleh karena itu. sedangkan untuk bisnis-bisnis agrikultur biasanya ada suatu masa bebas angsuran selama yang. Pembiayaan modal kerja utama terkandung dalam penawaran dari kredit jangka pendek. Lebih dari itu. di dalam kasus dari pabrikasi yang tersebut di atas micro-businesses. mengenai .Sepertiga unsur pembeda microcredit mengurangi sejumlah pinjamanpinjaman yang disediakan. sampai pada titik di mana bahkan biaya pendanaan yang lebih tinggi . juga berperan untuk membebaskan micro businesses dari kuasa negosiasi yang berlebihan dari para pemasok. Prinsip revolusioner dari pendekatan keuangan ini didasarkan pada fakta bahwa. Ciri distingtif yang keempat dari microcredit adalah keuangan jangka pendek dan laju pemulihan yang tinggi dari pinjaman-pinjaman yang disediakan. Lebih dari itu. yang mengantisipasi bagian dari input penting untuk menciptakan produk dan menyingkirkan bagian penting batas-batas para penerima. pilihan masa pembayaran ulang yang terjadwal dengan ketat harus sejalan dengan jadwal-jadwal dengan komersialisasi barang-barang. MFIS jarang menyediakan fasilitas kredit kepada klien-klien yang mempunyai pertimbangan di dalam menggunakan mereka. Secara umum. aktivitas produksi dengan keuntungan yang lebih tinggi. Alasan karena memiliki rencana pelunasan bulanan. tidak digunakan untuk manajemenmanajemen arus kas jangka panjang.

Ketiadaan jaminan tradisional. Hubungan ini menunjukkan satu aset . Kebijakan-Kebijakan Jaminan yang Pendekatan yang digunakan untuk mempersiapkan jaminan-jaminan untuk microcredit yang disediakan mungkin menunjukkan sangat inovasi dan unsur microcredit bandingkan dengan kebijakan-kebijakan peringanan resiko kredit tradisional.kebijakan-kebijakan. harus mencari jumlah orang tertentu-biasanya lima – yang juga memerlukan kredit mikro dan secara spontan memutuskan untuk berbagi resiko anggota lain dari kelompok yang sama yang tidak mampu untuk membayar. Dalam hal ini. Peminjaman kelompok adalah pilihan yang strategis meminta mereka yang melamar suatu pinjaman untuk mencari di dalam komunitas mereka untuk produserproduser kecil yang lain. metodologi pengurangan resiko utama yang digunakan adalah peminjaman kelompok dan insentif dinamis. untuk menciptakan suatu kelompok dengan mereka. penawaran dari microcredit telah harus mengembangkan dengan menggunakan bentuk alternative dari jaminan kepada beberapa yang tradisional. Meski ada pendekatan peminjaman kelompok yang berbeda. sudah selalu mewakili pembatasan utama untuk mengakses kredit formal untuk para pelanggan keuangan dan untuk orang miskin. Pencarian seperti itu dilaksanakan oleh peminjam-peminjam yang potensial di dalam komunitas mereka. Koheren dengan gagasan seperti itu. yang tidak memiliki jaminan lain. di sebagian besar kasus pemohon pinjaman. Karenanya. Dalam hal seseorang bergabung kelompok tidak mampu untuk membayar kembali angsuran-angsuran. yang perlu diberi kredit juga. 5.5. pelopor-pelopor microfinance mempunyai gagasan yang cemerlang untuk mengembangkan dan mentransformasi ke dalam jaminan semua harta yang tak berwujud yang orang-orang termiskin memiliki: rasa memiliki terhadap masyarakat yang sama dan kesetiakawanan yang timbal balik. di mana ada orang yang mempercayai satu sama lain. yang didokumentasikan dan yang stabil. dan untuk minta para anggota kelompok itu untuk masuk kewajiban bersama. seperti halnya pendapatan peminjam yang tertentu. para anggota yang lain bereaksi terhadap hutang-hutangnya. memerlukan pengujian lebih dekat yang khusus dijelaskan dalam bagian berikut.

pertama dari semuanya. seperti metodologi dengan tepat lebih disukai dalam dua konteks. arsitektur dari peminjaman kelompok merangsang para anggota kelompok untuk membantu peminjam itu untuk membayar hutangnya. perlawanan dan ketidakpercayaan ke arah kewajiban-kewajiban bersama muncul juga di antara para anggota dari masyarakat yang sama. secara alternatif. ini dapat menciptakan permasalahan seperti . karena peminjaman kelompok itu didasarkan pada rasa memiliki itu kepada masyarakat yang sama. itu mengalami kerusakan mengenai fakta bahwa pembentukan kesetiakawanan membawa ke arah perlakuan yang sama terhadap semua anggota kelompok. peminjaman kelompok sudah mewakili pondasi bagi banyak program microcredit. jika mereka semua tetap membayar kembali menurut jadwal. ketika kenaikan jumlah suplai tunggal. yang sebanding kepada intensitas hubungan-hubungan antara para anggota kelompok. sehingga peminjam itu mengerjakan yang terbaik untuk membayar kembali pinjaman. konteks-konteks seperti itu dapat ditemukan di daerah pedesaan tertentu atau. di negara-negara tertentu di mana pagian yang paling tidak menguntungkan dari masyarakat adalah lebih sedikit yang heterogen. pada waktu yang sama. Para penerima kredit milik kelompok yang sama melakukan saling monitoring terusmenerus terhadap penggunaan dana yang telah diterima dan terhadap pembayaran kembali dari modal dan bunga. Hal ini sering membuktikan. Prinsip dasar peminjaman kelompok disebut pemantauan panutan. Pertama-tama. Dalam hal salah satu anggota yang sementara di dalam berbagai kesulitan ekonomi. Sejauh ini. Ke dua. metodologi ini lebih efektif di dalam konteks sosial di mana kohesi seperti itu adalah yang lebih kuat. peminjaman kelompok lebih baik meminta kepada MFIs yang menawarkan kredit mikro jumlah rendah. Bagaimanapun. setelah beberapa minggu dua anggota yang lain menerima pinjaman. Karena peminjaman kelompok dan pemantauan panutan hanya dapat bekerja dengan adanya ikatan inter-subjektif non eksplisit. pemantauan panutan menciptakan tekanan sosial. Secara umum. Jika ini dibayar segera. orang yang telah membentuk kelompok juga menerima microcredit.panting dalam konteks tertentu dan sesuai untuk menyeimbangkan penawaran dari kredit mikro kelompok-kelompok solidaritas yang memberikan. bahwa dua anggota kelompok menerima permodalan.

dengan menggunakan insentif dinamis. oleh karena itu. Pendekatan seperti itu dapat disortir. jika dihormati. ia dapat meminta pinjamanpinjaman lebih besar. yang lainnya dapat mewakili. mengurangi konsentrasi kepemilikan pinjaman-pinjaman. dana jaminan itu . MFIs membatasi resiko kredit pada tahap pertama dan. Di samping dua metodologi tersebut di atas. Inovasi Jaminan-Jaminan dan keuangan. Dengan MFIs yang pertama dapat meminta para penerima untuk menggunakan satu persen dari microcredit yang disediakan sebagai uang tabungan yang wajib. mengenai peringanan resiko kredit yang berharga menyebutkan simpanan wajib dan penetapan dari dana jaminan. Adapun produk-produk yang inovatif. para peminjam mulai membiasakan diri dengan suatu komitmen keuangan terjadwal yang. untuk mengurangi terbukanya peminjam dalam hal kelalaian. jika pinjaman itu dibayar kembali tepat pada waktunya dan. Karena permintaan untuk microcredit datang dari subjeksubjek yang tidak digunakan untuk yang berhubungan dengan lembaga keuangan. pada waktu bersamaan. memungkinkan untuk membayangkan pendekatan lebih heterogen dan canggih untuk mengurangi resiko kredit. Malahan. Sebenarnya. untuk tujuan ekspositif. Sementara itu. dalam hal resiko mengenai para peminjam dari mereka sendiri dan proyek-proyek investasi mereka. seperti orientasiorientasi produk dan proses yang inovatif. satu unsur inspirasi untuk MFIs untuk mencapai suatu manajemen resiko kredit lebih modern. menunjukkan suatu catatan sebelumnya untuk penilaian atas kelayakan kredit. perlu untuk diingat bahwa MFIs beroperasi di dalam konteks-konteks di mana catatan historis dari pelamar/peminta pinjaman dan database publik dari hutang-hutang mereka yang ada sesungguhnya tidak ada. oleh karena perbedaan-perbedaan antara para anggota suatu kelompok. Beberapa di antara mereka telah diadopsi oleh suatu jumlah MFIs tertentu. sesudah itu. Insentif dinamis menunjukkan metodologi yang kedua dari peringanan resiko kredit dalam microcredit.resiko pemilihan dan moral yang kurang baik. Karenanya. suatu unsur yang fungsional di dalam penetapan suatu disiplin pasar untuk para penerima bisa diwakili oleh fakta bahwa pada awalnya mereka bisa mengakses pada pinjaman kecil. penerima menunjukkan bahwa ia memiliki ketrampilanketrampilan tertentu dalam manajemen arus kas.

Sponsor. menyelesaikan manajemen dan administrasi dana dan mengontrol hasil dari beberapa aktivitas. yang bisa merupakan suatu NGO atau suatu lembaga pengembangan lokal. Dana seperti itu dapat ditetapkan oleh MFIs dengan menyisihkan suatu persen dari bunga yang didapat dari pinjaman-pinjaman yang disediakan. Keduanya struktur digunakan ketika ada banyak penerima terorganisir di dalam himpunan-himpunan atau koperasi-koperasi. struktur ini menyediakan suatu perantara keuangan (sponsor). Pada sisi lain. Bank/ sponsor Bank /sponsor Para counterparty Lokal Memonitor perhitungan Memonitor penyelesaian Lokal Para Donor Memonitor penyelesaian NGO/ bank Para penerima kredit . yang bekerja sama di proyek-proyek microfinance sebagai penjamin-penjamin. menyiapkan suatu Special Purpose Vehicle (SPV). penyediaan kredit kepada para penerima itu Memonitor perhitungan dilaksanakan oleh bank pihak ketiga. yang menjadi titik tengah dari jaringan yang sesuai kontrak keseluruhan program (Gambar 31). yang memegang 100 persen dari modal SPV. Ini dipecah jadi dua typology utama: pertama terdiri dalam suatu sarana tujuan yang khusus (SPV). Di dalam opsi yang pertama. atau oleh badan-badan lokal atau lembaga yang beroperasi dalam pengembangan daerah. pengasingan resiko proyek dicapai dengan menggunakan SPV. Lebih secara rinci. Dalam hal kelalaian penerima kredit. Promotor.adalah sumber daya keuangan menyimpan untuk menutupi resiko bahwa beberapa peminjam tidak akan membayar kembali modal dan bunga. dengan sengaja yang dirancang untuk proyek tunggal. bersama-sama dengan lembaga promosi proyek itu (promotor). Secara umum. proses inovasi membawa ke arah struktur keuangan yang inovatif untuk microfinance. atau promotor itu menjamin untuk melaksanakan aktivitas kredit. promotor akan Lokal membuka suatu deposito di dalam bank ini yang menggunakan dana yang disediakan oleh sponsor. dana jaminan digunakan secara sebagian atau secara total untuk membayar kembali hutang sisa. kecuali jika sponsor mempunyai suatu jaringan lokal. menyediakan sarana dengan dana yang hanya digunakan untuk pencapaian program microcredit. yang kedua memberikan pendanaan langsung bagi penerima yang menggunakan suatu rencana yang khusus dari aset yang dipisahkan untuk suatu bisnis. Untuk melakukan hal ini.

Maka. Keuntungankeuntungan yang memperoleh dari aktivitas harus digunakan oleh para penerima untuk membayar kembali pinjaman-pinjaman yang telah diterima . manajemen resiko kredit dilaksanakan baik dengan penggunaan SPV. juga dengan menggunakan informasi yang disediakan oleh promotor. Sebagai suatu jaminan atas investasi. Opsi struktural kedua mengisolasikan resiko proyek tanpa menggunakan .1 Kegunaan SPV dalam microcredit Sponsor tetap satu-satunya pemilik dari dana keuntungan-keuntungan yang dapat dihasilkan dari pemakaian yang banyak. Microcredit yang dihibahkan kepada penerima harus digunakan untuk mendukung aktivitas program itu dan untuk membeli barang-barang yang perlu untuk melaksanakan aktivitas. yang mengizinkan mereka untuk memiliki suatu kendali yang tetap dari arus keuangan. untuk mengisolasikan resiko proyek dari resikoresiko aktivitas para penerima dan aktivitas promotor maupun dengan memiliki jaminan terhadap produk-produk akhir dan terhadap barang-barang yang dibeli oleh para penerima. struktur-struktur seperti itu selalu termasuk suatu aktivitas perhitungan yang dilaksanakan oleh sponsor. Promotor itu bertanggung jawab terhadap transparansi dari administrasi dana.Gambar 3. barang-barang seperti itu menjadi bagian dari aset-aset SPV itu dari saat mereka telah membelinya. Lebih dari itu. pembayaran kembali dari modal dan bunga itu kepada badan keuangan mempunyai prioritas di semua biaya-biaya yang lain mengenai aktivitas dari promotor dan dari bank penyimpanan. lembaga keuangan dapat juga menggunakan barang-barang yang dibeli oleh para penerima kredit untuk aktivitas mereka: kenyataannya.

yang mengadopsi cara-cara alternative dari manajemen resiko kredit.SPV. Struktur ini menyediakan pendukung yang harus menjalankan suatu nomor atau aktifitas akhir untuk menjamin suatu administrasi yang tepat. di samping latar belakang hukum kontekstual yang memungkinkan. Pada umumnya hal ini diciptakan untuk mempersatukan penjalanan aktifitas beberapa kelompok pembandingan yang tertera didalam kontrak. tujuannya adalah untuk menjamin pembiayaan bank. Peraturan-peraturan nasional spesifik mengizinkan rencana seperti itu di bawah pola-pola hukum yang berbeda. Dalam hal ini.2 Kegunaan aset-aset terpisah dalam microcredit Setiap struktur pada umumnya digunakan untuk menjalankan system keuangan yang kooperatif dalam beberapa sector yang berbeda. yang termasuk hubungan langsung antara sponsor dan pemegang saham serta . Para donor Administrasi Bank/ Sponsor Para penerima diatur dalam koperasi atau himpunan Pengurus direktur Produksi Komersialisasi Gambar 3. kepemilikan proyek dan kepastian yang kepastian hukum yang meminjam banyak akan digunakan untuk melaksanakan aktivitas yang diatur dalam kontrak pembiayaan. Disamping itu pemisahan asset dari bank berdasarkan ketentuan-ketentuan yang diterapkan. suatu level yang dinilai oleh perhitungan pemisahan antara setiap perbedaan aktivitas dan suatu . ada suatu mata rantai yang ketat antara dana yang dihibahkan dan proyek yang dicapai (Gambar 32). yang diwajibkan atas pemegang saham dan dapat diaplikasikan sebagai tahapan produksi sebaik-baiknya untuk tahapan komersial.

dan marketing assistance selalu dijalankan oleh bank financial. Untuk beberapa alasan. Insentif dinamik • Meningkatkan jumlah peminjam seiring waktu • Berguna untuk menarik peminjam yang digunakan untuk persetujuan intermediaries financial • Menolak pemusatan portfolio. Jaminan lainnya berasal dari perubahan financial • Menjaga kewajiban untuk menolak protes. Table 3. 3.perencanaan akurat yang terperinci yang disesuiakan untuk perencanaan keuangan. dibandingkan dengan susunan financial pada suatu SPV dan pada suatu tehnik dan administrative monitoring. aktifitas administrative monitoring. Kelompok peminjaman . Jadi. yaitu suatu kegunaan dari perjanjian yang spesifik dalam suatu technical-administratif monitoring dan dalam sutu pendukung komersial.1 Strategi Perhitungan Resiko Kredit Ciri-ciri • Penerimaan dalam tingkatan yang sama • Bekerja sebagaimana mestinya selama surat obligasi dalam komonitas kuat • Berlaku adil pada setiap peminjam. marketing assistance selalu dijalankan oleh bank financial. • Dana jaminan untuk resiko kegagalan pengiriman barang bagi peminjam strategi 1. struktur ini membutuhkan tindakan invasive dari sponsor dalam konteks kerja pemegang saham. Kemudian perbandingan dengan susunan financial berdasarkan pada SPV dan pada suatu tehnik dan pendukung administrative disediakan oleh suatu penyelenggara. technical monitoring. technical monitoring. yang dapat menentukan seleksi yang berbeda dan resiko moral yang berbahaya. 2.

secara abstrak dapat dikatakan sebagai level yang ideal dari tingkatan bunga mikro kredit. bukan merupakan tingkatan sensitive interest. Tingkat Bunga Dalam Mikro Kredit Dalam beberapa perbedaan ciri-ciri dari mikro kredit.6. karena keuntungan dari mendapatkan akses kredit lebih tinggi dibandingkan pembayaran financial. dan mereka yang berhak adalah para pemegang saham dari perencanaan mikro kredit. juga ketika tingkatan bunga lebih tinggi daripada tingkatan penjualan. Maka biaya dapat dipisahkan dalam: • • • • Biaya modal Biaya oprasional Kerugian pinjaman dan resiko persediaan mata uang Biaya modal. perbandingan antara tradisional kredit.• Tujuan sarana dan pemisahan modal yaitu untuk mengurangi resiko perencanaan 5. kebijakan tingkatan bunga adalah penggambaran secara bebas. termasuk inflasi Dari daftar biaya-biaya diatas dibutuhkan untuk menjumlahkan suatu asuransi . Disamping itu pertimbangan etik dan manajemen. Perhitungan titik imbang pendapatan dari satu MFI ditentukan ketika Bunga + kenaikan harga = tingkatan bunga + jaminan Harga peminjaman dalam mikro kredit ditetapkan sesuai dengan biaya pengaturan dari MFIs. karena mikro kredit diusulkan sebagai subjek yang tidak bermanfaat. Kenyataanya terdapat perbedaan yang kontras tentang ini dalam pemahaman secara bahasa. yang sebagiannya hanya dikontrol oleh MFIs. Perwakilan ini merupakan salah satu dari beberapa aspek perbedaan dan pembicaraan dari mikrofinace. dalam bentuk harga mungkin saja ditetapkan. maka harus disupply pada kondisi yang lebih menguntungkan daripada kredit tradisonal. Hal ini tergantung pada beberapa factor. Bagaimanapun hal ini dibtuhkan untuk mengidentifikasikan variable-variabel yang betul-betul dipertimbangkan untuk penentuan tingkatan yang tepat.

tinggi atau rendahnya resiko, menurut tipe lembaga yang dioperasikan yang mana harus dibayar untuk resiko bisnis MFIs. Setiap ketentuan dari kebijakan yang diabaikan dari beberapa penetapan elemen yang disebutkan diatas, dalam kekurangan dari kelompok-kelompok subsidi eksternal yangtahan lama, kondisi orasional yang tidak berjalan dalam medium jangka panjang. Tanpa memperhatikan inflasi dan biaya modal yang tergantung pada suatu dasar MFIs dan dana dasar, diperlukan untuk membuat beberapa pertimbangan mengenai tiga daftar pembayaran sub-sub kategori diatas. Biaya pendanaan pada dasarnya tergantung pada sumber keuangan MFIs; hal ini memungkinkan untuk mengidentifikasi tiga sumber dasar. Pertama MFIs dapat menarik dana bantuan dan peminjaman ringan dari donator yang mengusulakan beberapa perencanaan pada mereka. Di lain pihak, lembaga-lembaga ini dapat memberikan hutang secara financial lanjutan yang berlaku seperti level bank utama. Akhrinya mereka dapat mengumpulkan deposit dari masyarakat, namun hanya pada negara-negara dan konteks-konteks operasional dimana hal tersebut diizinkan. Tidak ada perbedaan dalam strategi pendanaan untuk pengumpulan kestabilan dan biaya. Kenyataanya, pengumpulan dana subsidi memiliki biaya yang rendah bahkan terkadang tidak ada biaya sama sekali, sehingga mengakibatkan hal ini sangat tidak stabil karena prioritas para donatur dapat berubah sewaktu-waktu. Pengumpulan dana dari lembaga-lembaga keuangan termasuk pengembangan bankbank multilateral, pembangunan agency-agency local ditunjukkan dengan memiliki kesadaran pembayaran dan memberikan setidaknya pengaruh terhadap strategi MFIs’. Akhirnya kumpulan deposit-deposit masyarakat menawarkan harga yang rendah dan stabilitas yang tinggi, selama MFi sanggup mencapai suatu volume tabungan signifikan yang minimum dan menentukan suatu tanggungjawab manajemen yang tinggi untuk MFi, yang mengikuti pengawasan obligasi yang ketat. Konsekuensinya, suatu strategi diversifikasi dana yang juga termasuk tabungan strategi public, bermanfaat untuk manajemen MFi. Bagaimanapun juga pendekatan tidak dapat diikuti oleh semua MFi; faktanya penggabungan kegiatan-kegiatan pengumpulan tabungan dan dana kredit membutuhkan suatu struktur organisasi dan suatu system auditing internal yang hanya mampu disusun oleh intitusi-intitusi besar.

Di lain pihak kumpulan deposit-deposit masyarakat memiliki beberapa resiko yang oleh para deposito itu sendiri tidak mampu untuk memahami atau memberikan nilai yang memadai; yang bertujuan untuk kekuasaan dan skema prudential supervision, membatasi, bahkan terkadang menghentikan kumpulan-kumpulan MFi. Biaya operasional menggambarkan biaya yang tinggi dalam MFi. Kegiatan MFi, kenyataannya berbeda dari kredit tradisional lanjutan, karena berdasarkan saling mengenal secara dekat dan baik antara orang kantor kredit dan pemegang saham. Kenyataan tentang struktur penyaluran adalah didasarkan pada satu jaringan dari orang kantor kredit yang sering mengunjungi pelanggan, secara tidak langsung disebut pembayaran operasional tingkat tinggi. Bahkan, jumlah penolakan rata-rata penyaluran mikro kredit tidak selalu diizinkan untuk mencampurkan biaya manajemen dari peminjaman tunggal sebagai pembagian yang cukup. Bagaimanapun juga, termasuk biaya pemberitahuan ulang bagian yang paling signifikan dalam menentukan tingkatan-tingkatan mikrokredit. Akhirnya, tiga tipe biaya yang mempengaruhi ketentuan tingkatan-tingkatan bunga adalah ketetapan kerugian peminjaman. Telah dikatakan bahwa kualitas portfolio MFi hamper menjadi yang terbaik dibandingkan operasi lanjutan tradisional dalam lingkungan wilayah yang sama, hal ini tergantung, yang pertama pada kemampuan MFi untuk menjalankan suatu pemilihan dan pemantauan peminjam. Di samping itu kemampuan MFi untuk menyeleksi pelanggan,

Elemen 1. Biaya pendanaan

Tugas • Kemampuan untuk menarik dana subsidi • Biaya pendanaan VS keuangan lanjutan lainnya dan/atau lembaga-lembaga lainnya • Kemampuan untuk mengumpulkan deposit dari masyarakat

2. Biaya operasional • Jaringan kredit kantoran • Besarnya rata-rata peminjaman keuangan mikro 3. ketetapan peminjaman kebijakan • Kemampuan untuk menyaring dan memantau peninjau • Menentukan manajemen kembali prosedur-prosedur

Box 3.1

Menghitung tingkat suku bunga

Bunga pada mikrokredit dapat dihitung berdasarkan beberapa cara. Disini kita akan memfokuskan pada dua cara yang umum digunakan: declining balance method dan flat method. Pada declining balance method tingkatan bunga dihitung pada jumlah masa akhir peminjaman terbesar. Pembayaran dilakukan pada setiap periode secara tetap, dimana pokok pembayaran meningkat setiap waktu dan bunga menurun. Pada flat method bunga lebih dihitung sebagai persentase inisial mikrokredit dari pada jumlah terbesar, yang menurun setiap waktunya. Kemudian, bunga selalu dihitung menurut inisial jumlah pembayaran. Dalam kasus pembayaran ini, pokok pembayaran dan bunga tidak pernah berubah atau tetap.

Dengan menggunakan flat method penambahan jumlah tingkat bunga jauh lebih tinggi dari pada declining balance method. Bagaimanapun declining balance method sama dengan metode yang paling pantas dari perhitungan bunga, karena perhitungan bunga ini hanya pada bagian-bagian yang harus dibayar dan bukanlah pada persentase bayaran pokok yang telah dibayar. Tingkat kerugian kredit dipengaruhi oleh keputusan mengenai wilayah yang harus dioperasikan, dengan sector yang harus dibayar dan juga oleh kebangkrutan manajemen, ketika peminjam dengan jelas tidak mampu untuk membayar kembali pinjaman. (table 3.2) Dalam aturan yang MFi mampu menjangkau perbedaan tingkatan yang sustainable dijelaskan dalam chapter 4, hal ini membutuhkan daftar biaya diatas dengan mengambil pertimbangan ketika menentukan tingkat bunga dan jaminan. Bagaimanapun juga hal ini tidak bermaksud bahwa elemen-elemen biaya yang disebutkan di atas harus digunakan secara lengkap oleh peminjam, karena beberapa MFi dapat dioperasikan dalam kondisi yang sustainable pada konstribusi external dari dana bantuan dan peminjaman ringan. Hal ini sangatlah penting bahwa setiap MFi secara konstan menyadari penampilan ekonomi keuangan menjadi tanpa dana subsidi, untuk menghindari kesalahpahaman pada tingkatan yang berbeda yang sustainable yang akan dioperasikan tanpa subsidi. Akhirnya, untuk mencukupi penilaian aliran yang mencakup daftar elemenelemen biaya di atas, hal ini juga penting untuk mendefinisikan kewaspadaan terhadap metode-metode perhitungan bunga yang digunakan oleh MFi. Kegunaan metode-metode yang tepat daripada penyedia perbedaan aliran kas lainnya, khususnya dalam konteks-konteks operasional yang dicirikan oleh suaatu tingkat bunga yang sangat tinggi. Box 3.1 menjelaskan 2 metode perhitungan bunga yang lebih sering digunakan dalam microfinance. 5.7. Kesimpulan Mikrokredit adalah yang saat ini sangat dipertimbangkan sebagai suatu teknik financial yang karena membutuhkan sumber-sumber tingkatan yang beragam, yang mampu mengkontribusikan suatu cara yang signifikan untuk membangun kegiatankegiatan ekonomi yang menguntungkan. Kunci dari kesuksesan sangat tergantung

pada ciri utama tehnik ini. Selanjutnya, microcredit menunjukkan keefektivan yang maksimum di dalam kasus-kasus dimana pemegang saham memiliki kecukupan keahlian dalam menghasilkan penjualan dan pelayanan yang baik, namun kekurangan dari financial adalah untuk komersialisasi dan distribusi mereka. Berkenaan dengan microcredit, hal ini biasanya memiliki tingkat yang tinggi dalam penentuan kembali dibandingkan dengan lanjutan tradisional. Kunci kesuksesan adalah berasal dari tipe-tipe tehnikal mikro kredit, hal tersebut disusun untuk menambah suatu kombinasi yang spesifik dari ciri-ciri peminjam, yang di dalam mekanisme microfinance dapat menunjukkan asset yang intangible. Dengan cara yang sama, kebijakan jaminan dalam penawaran mikro kredit disusun untuk mengurangi resiko pendapatan dari pemakaian konsep-konsep yang jauh dari budaya tradisional keuangan lanjutan, sama halnya dengan memantau atau memaksa si peminjam untuk membayar kembali pinjaman-pinjaman, namun juga dengan menggunakan penipuan struktur financial yang, dengan kebutuhan kebijakankebijakan, dapat bermanfaat bagi MFi. Salah satu pusat dan elemen-elemen pembahasan yang sangat penting dalam penawaran mikro kredit terpusat pada ketentuan tingkatan-tingkatan bunga. Apapun misi dari MFi, definisi dari tingkatan-tingkatan harus diambil dalam perhitungan semua biaya-biaya yang harus dihadapi oleh setiap lembaga, untuk menghindari persediaan pinjaman atas kondisi-kondisi yang tidak sustainable.

Seperti konsep kedalaman" tentang intervensi disebut dengan istilah khusus yaitu Outreach (Jangkauan) Sisanya antara keberlanjutan lembaga microfinance dan proyek.1. seperti kemampuan untuk menjangkau yang sektor populasi. di dalam mengejar Tujuan suistainabilas kondisi-kondisi diciptakan sedemikian sehingga hasil yang diperoleh boleh melanjut dari waktu ke waktu dan. bekerjasama dengan pelanggan yang lemah/miskin bisa mempengaruhi penawaran jasa keuangan dalam hal ketahanan. lebih dulu. pada umumnya dimaksud. mengenai perdagangan mulai dari keberlanjutan dan jangkauan. bab ini akan mengusulkan bidang operasi dan mangement aneka pilihan yang pantas untuk menyatukan tujuan . dan pilihan benificiaries dan jasa produk untuk menawarkan. akhirnya. sedemikian sehingga prakarsa dan institusi adalah diri cukup dari luar kontribusi. menghadirkan satu dilemma (pilihan) secara luas pembahasan di antara microfinance dan praktisi. kemudian. ukuran-ukuran yang utama sebagai yang dipertimbangkan ketika pemilihan benificiaries akan digambarkan.BAB VI KEBERLANJUTAN (SUSTAINABILITY) DAN JANGKAUAN (OUTREACH): TUJUAN MICROFINANCE 6. mengidentifikasinya berbagai maksud secara luas dari konsep ini. yang akhirnya. dan bagaimana. termiskin. definisi keberlanjutan dan jangkauan. Pada bab ini mendiskusikan. program suistainabilas microfinance secara kebiasaan dihubungkan dengan kegunaan sosial yang berasal darinya. Tujuannya adalah untuk memperjelas apakah. meskipun demikian tidak eksklusif. Pengenalan kebelanjutan lembaga microfinance dan proyek yang keuangan berisi sebagian besar menemukan suatu saldo antara laba memperoleh dari proyek dan ongkos menyelesaikan nya. Anggaran ini diambil ke dalam pertimbangan besar oleh MFIs penderma dan investor yang membawa dukungan keuangan ke microfinance dan berbagai Pengawas.

dengan ketahanan keuangan. suatu premi berisiko dan laba modal yang dibawa oleh merancang investor MFIs pemegang saham ( menggambarkan 4. untuk menutupi biaya usaha. biaya berhubungan dengan devaluasi kas surat itu. Masukan investor pribadi ke dalam pasar microfinance. hibah dan dana yang diberi subsidi adalah juga dimasukkan di antara materi itu berperan untuk biaya tutup dan untuk menstabilkan Pendapatan itu adalah suatu MFIs. telah membawa keuangan sustainabilitas untuk perhatian penderma dan praktisi di tahun terakhir. dari bunga dan kommisi. hibah dan pinjaman lunak tidaklah dipertimbangkan dalam menaksir kemampuan yang mandiri institusi untuk menutupi biaya. apakah melalui laba dari menawarkan jasa. keberlanjutan dipahami terutama sebagai kemampuan MFIs untuk mamberikan pinjaman dari waktu ke waktu berulang-ulang ( substantial ketahanan keuangan).2 Keberlanjutan Dan Jangkauan Dalam microfinance. khususnya orang-orang keuangan. Di dalam suatu pengertian lebih dalam. ketahanan keuangan substansil ( menggambarkan 4. 6. ini harus tidak dikacaukan dengan ketahanan substaintial Ketika keuangan kita mengacu pada substaintial ketahanan keuangan. biaya keuangan. seperti halnya meningkat kelangkaan dana-dana negara. sedangkan.2). inflasi berharga. ketahanan keuangan substansial Ketahanan Diri keuangan pendapat an Hibah . oleh karena itu untuk membuat keuangan bisa mendukung suatu proyek atau institusi harus menerima suatu arus donasi dan beruntung.1) menguraikan kemampuan itu untuk metutup biaya yang penting bagi awal dan manajemen aktivitas microfinance. dengan mengabaikan bagaimana stabilitas keuangan proyek atau institusi dicapai. atau melalui hibah dan pinjaman ringan.suistainabilas dengan mereka yang dijangkau.

itu lebih lanjut adalah membedakan antara operational swasembada ( di mana pendapatan usaha meliputi biaya usaha.pinjaman ringan kecukupan diri operasional Kecukupan keuangan diri secara penuh pendapatan Pendapatan= Biaya operasi+ Inflasi berharga+ ketetapan kerugian pinjaman+ Mata uang mengambil resiko ketetapan kerugian Pendapatan= Biaya operasi+ Inflasi berharga+ ketetapan kerugian pinjaman+ Mata uang mengambil resiko ketetapan kerugian+ Biaya-Biaya keuangan Gambar 4. meminjamkan Ketentuan kerugian dan ketentuan kerugian resiko mata uang) dan swsembada operasional penuh ( di mana pendapatan usaha adalah cukup . Biaya inflasi.2 ketahanan keuangan substansial Mengenai keberlanjutan keuangan.1 Tingkat yang berbeda ketahanan microfinance Pendapatan Total biaya Biaya subsidi Gambar 4.

bagaimanapun. terutama. akan bersifat tidak mampu untuk mencapai stabilitas laba. seperti halnya mereka mengeluarkan keuangan. dalam beberapa format. ketiadaan tunjangan dan oleh karena itu membiayai pada biaya-biaya pasar. akan bersifat logis untuk berasumsi bahwa lembaga yang memutuskan akan bekerja bersama . oleh karena itu. bagaimanapun. ketika dibandingkan kepada laba buat dari client. tetapi juga membiayai biaya-biaya. yang meliputi biaya hutang dan menyesuaikan biaya modal) Penganalisaan kebelanjutan adalah penting untuk jenis bisnis manapun atau mengerjakan kegiatan ekonomi. dulu. Sesungguhnya. tunggal bisa menunjukkan keuntungan kecil/sedikit dalam bekerja untuk jumlah kecil seperti itu. suatu peran ditenukan oleh tunjangan. tetapi tidak diri keuangan sutainable sejak. adalah menghadirkan suatu unsur rumit untuk dua alasan. di dalam microfinance dan untuk MFIs. yang mana signican mengurangi biaya-biaya keuangan dan memungkikan laba untuk menutupi biayabiaya sisa. di dalam menganalisa ketahanan dan membedakan ketahanan substaintial dan ketahanan diri. seperti para pelanggan/nasabah mempunyai permasalahan lebih besar di dalam mencakup biayabiaya dengan suatu laba cukup mengalir medium untuk memenuhi yang kedua. . di dalam jalan berbeda. Mengikuti bahwa. walaupun tujuan meninggalkan ke samping penderma dana telah dipertimbangkan oleh banyak Ahli sebagai suatu langkah penting dalam rangka membuat microfinance adalah suatu instrumen stabil untuk mendukung yang orang-orang termiskin. dari yang. merancang atau suatu institusi mungkin adalah pada hakekatnya keuangan bisa mendukung bahwa mampu menarik suatu arus yang tetap dari dana diberi subsidi dari waktu ke waktu. belum pernah menerima tunjangan dan di dalam suatu kondisi dari stabilitas ekonomi. yang tidaklah diterima sistem keuangan yang formal sebagaimana adanya mempertimbangkan terlalu penuh resiko dan tidak cukup menguntungkan. ada sedikit kasus microfinance institusi atau program acara yang mana. mayoritas program luas microfinance dan MFIs menyimpan menguntungkan. MFIs bekerja dengan para pelanggan/nasabah marginalized.untuk meliputi tidak hanya biaya usaha. biaya inflasi dan ketentuan. biaya usaha yang penting bagi penyaringan dari individu terpercaya dan bisnis kecil dan mengawas peminjam itu sedemikian hingga.

Hibah berisi sebagian besar dari publik dan pribadi mengarahkan donasi ( mengarahkan dana hak kekayaan atau mengarahkan dana laba. mengenai pemilihan waktu. Yang pertama apporoach microfinance memperlakukan sebagai suatu divisi layanan keuangan menjual lebih lanjut . Karena yang lain. microfinance adalah di atas semuanya suatu alat dari kooperasi internasional. Demikian. itu adalah penting bagi menguji lebih lekat jenis tujuan dan manfaat yang mengilhami program microfinance yang ditujukan ke arah jangkauan. mengenai ilmu bentuk bagian. proverty yang meminjamkan pendekatan sepuluh untuk membantu suatu jumlah lebih kecil orangorang (di) atas waktu lebih pendek. dengan tujuan mencapai individu dikeluarkan yang sudah membatasi akses kepada system keuangan yang formal. seperti penawaran dari barang-barang sebagai penolong perlu untuk suatu capaian cukup. penawaran dari pelatihan dan jasa teknis. yang dicetuskan oleh dua posisi ini .Tunjangan mungkin menyajikan dalam berbagai format dan pada langkahlangkah yang berbeda proyek itu.dukungan untuk orang-orang [yang] dikeluarkan dengan terus meningkat banyaknya penerima uang dan jasa menyediakan periode. di luar corak ekonomi. Ketika atas biaya diperlukan untuk menyediakan aktivitas itu adalah jauh lebih besar dari laba. debat. tergantung pada kebijakan akuntansi MFIs) dan di dalam modal disetor ( bernama ' setimpal'. potongan. MFIs dapat menerima tunjangan kedua-duanya sepanjang start phase. dan hutang biaya lembut. yang perlu mendukung pembiayaan dari prakarsa ekonomi pada lebih sedikit menuntut kondisi-kondisi dibanding mereka yang dari pasar. seperti halnya pada langkah-langkah kemudiannya. Di (dalam) kontras pendekatan ketahanan diri menyediakan kebijakan pen. tunjangan dapat dibagi menjadi hibah. . seperti halnya manajemen dan jasa konsultasi administrasi). mengira bahwa pemasukan keuangan menghasilkan hal luar hal positif penting. menyediakan hanya jasa basis dasar. Pencarian untuk menyeimbangkan antara biaya-biaya dan beruntung berkesempatan menang MFIs membawa kita kembali ke debat di dalam literatur tentang microfinance yang tepat di dalamnya ada dua menentang teori : Layanan keuangan Apporoach dan peminjam proverty apporoach. menunjuk kebutuhan akan microfinance praktisi untuk mengadopsi beroperasi pendekatan yang sesuai dengan sasaran hasil yang direncanakan.

Dalam hal keseluruhan manfaat. Pada sisi lain. kedalaman suatu microfinance keterlibatan adalah sebanding kepada manfaat netto yang berasal dari penawaran dari jasa keuangan bagi orang-orang itu. walaupun mereka bukanlah semua digolongkan seperti yang termiskin yang lemah/miskin' didalam suatu konteks di mana permintaan untuk jasa keuangan dari yang termiskin dan orang-orang yang keuangan dikeluarkan adalah lebih tinggi dibanding persediaan. karena ini dengan mantap kebutuhan keuangan mereka sendiri.Walaupun literatur menawarkan berbagai taksonomi nilai-nilai yang menyatakan mencapai lebih dari target. Di dalam kasus yang pertama. prioritas ke luas menyiratkan suatu pilihan ke arah suatu pertimbangan pelanggan lebih luas. sedangkan luas berhubungan dengan banyaknya klien mencapai. suatu indikasi sikap klien ke arah mengganti jasa. bahwa kesejahteraan sosial masyarakat prioritizes yang termiskin individu. Gagasan yang basis dasar adalah bahwa manfaat menerima suatu pinjaman untuk yang termiskin individu adalah lebih besar dari untuk orang-orang pada sosial lebih tinggi mengukur. itu adalah kemungkinan untuk menggambarkan konsep di dalam dua secara parsial menentang jalan : kedalaman dan luas ( menggambarkan 4. yang mana cara simpel lebar dan kedalaman. Ukuran berharga ke klien Biaya klien Jangkauan Masa waktu lebar berharga ke klien . karena keuangan klien yang dikeluarkan cenderung untuk meminta lebih kecilpinjaman selanjutnya. kemampuan untuk menjangkau suatu lebih besar jumlah benificiaries menjadi suatu tujuannya sendiri Di dalam literature lain. menandai adanya jumlah maksimum bahwa peminjam akan menjangkau dalam rangka memperoleh suatu pinjaman. suatu yang berharga lebih besar ke klien boleh sesuai dengan kedalaman lebih besar. suatu penerima uang lebih miskin sungguhsungguh menerima untuk membayar lebih.3) kedalaman menghadirkan kemiskinan tingkat melibatkan penerima uang. itu adalah. mencapai lebih dari target ke arah penerima uang lebih miskin lebih disukai di samping total jumlah pelanggan potensial. mencapai lebih dari target dapat diperlakukan berharga ke klien. aspek mencapai lebih dari target sering tersebut. suatu awal penting indikator kedalaman program acara adalah jumlah pinjaman.

di dalam teori. lebih dalam lebih besar menyiratkan klien lebih berbahaya. bagaimanapun. itu adalah banyaknya ilmu bentuk bagian dari kontrak keuangan yang disediakan oleh MFIs. ini menghadirkan ongkos pinjaman untuk debitur adalah penjumlahan dari pembayaran tunai langsung untuk bunga dan transaksi pembayaran. mendasari gagasan bahwa penawaran microfinance mestinya tidak pergi keluar adalah suatu kesempatan besar.sejak yang menghasilkan laba menghadirkan suatu wakil sah dengan fakta bahwa MFIs melanjut activias mereka dari waktu ke waktu. dan salam yang ke lima panjang microfinance program acara: ini menghadirkan periode waktu selama yang microfinance layanan ditawarkan.tingkat dari kemiskinan dicapai beneficiries Nomor yang dicapai klien Gambar 4. sebab.3. 6. semakin besar semakin variasi produk yang ditawarkan dan jasa keuangan. kiranya. Lingkup dan lamanya. seperti halnya biaya usaha ditetapkan perbaiki yang bersama oleh suatu jumlah lebih kecil penerima uang. dapat dihubungkan ke program acara yang prioritize kedalaman seperti halnya yang memusatkan pada luas keuangan tersebut. bahkan tanpa donasi kekal. biaya-biaya lebih. Sebagai akibat itu mengira bahwa penawaran secara positif dihubungkan ke laba yang dihasilkan oleh MFIs. semakin besar semakin panjang operasi dan. yang biasanya. semakin besar semakin itu ke luar menjangkau. suatu wakil yang lamanya tidak langsung adalah menhasilkan laba yang menjamin menyelesaikan program. memberi beban positif kepada klien dihubungkan dengan lebih dalam.3 Dimensi outreach dari microfinance Variabel yang ketiga ke luar jangkauan adalah memberi beban kepada klien untuk jasa yang keuangan mencapai. Keberlanjutan: Bagaimana Mencapainya . yang keempat mencapai lebih dari target adalah lingkup.

analisis dari variabel-variabel yang mempengaruhi kesinambungan jauh lebih kompleks. perbedaan kelanjutan tergantung pada relevansi aktiva dan passiva. laba berasal dari bunga yang diperoleh dari pinjaman dan dari komisi yang diperoleh dari layanan lainnya. variabel kunci menganai laba. yang dapat secara signifikan dipengaruhi oleh tujuan strategis dari LKM tentang pemasaran. Oleh karena itu. Ini termasuk juga kutipan amortisasi (angsuran) pluri-faktor produksi tahunan yang digunakan dalam proses produksi • Biaya inflasi. adalah jika laba yang diperoleh cukup untuk menutup kerugian institusi. Anggapan dasar untuk menegaskan bahwa LKM tersebut berkelanjutan. ditunjukkan oleh sedikitnya iten neraca saldo. Arus laba terutama tergantung pada ukuran portofolio pinjaman. yang dari waktu ke waktu mengurangi nilai riil dana yang digunakan untuk LKM penyediaan kredit. Dengan demikian. • Biaya keuangan. Dalam lembaga keuangan mikro tradisional. .Dalam perdebatan mengenai keberlanjutan lembaga keuangan mikro dan program. yang dibayarkan kepada mereka yang memberikan dana kepada LKM sebagai utang atau ekuitas. Dalam menghentikan kerugian tertentu pada lembaga keuangan mikro setidaknya dapat diidentifikasi empat kategori yang berbeda: • Biaya operasional. adalah mungkin untuk mengidentifikasi berbagai tingkat keberlanjutan yang meningkat secara proporsional untuk kemerdekaan program dan LKM dari hibah dan pinjaman lunak. yang diperlukan untuk kegiatan lembaga keuangan mikro dan kinerja bisnis. Sepanjang adanya kerugian. • Ketentuan kerugian pinjaman dan ketentuan risiko kerugian mata uang yang akan digunakan untuk menutupi kerugian yang ditaksir. Tujuan keberlanjutan menganggap lebih penting ketika mengacu kepada LKM. pada kemampuan dan kemauan individu untuk melunasi dan luasnya jangkauan layanan yang ditawarkan.

untuk lembaga-lembaga ini. Tingkat keberlanjutan kedua diwakili oleh lembaga yang mampu mencapai aliran pendapatan yang mencakup biaya operasional yang berasal dari kegiatan mereka (operasional swasembada). LKM terbagi menjadi empat kategori (Gambar 4. inflasi. Oleh karena itu.4). Ini adalah LKM semi formal yang dapat . yang dibiayai oleh sumbangan dan mikrokredit yang disalurkan kepada pelanggan yang sangat miskin dengan tingkat bunga lebih rendah dari harga pasar. dan dampaknya pada kemampuan mempertahankan.Subtansial lembaga keuangan yang berkelanjut an Lembaga operasional swasemba da Lembaga operasional swasemba da penuh Pajak yang tidak cukup untuk menutupi biaya: ketergantungan terhadap subsidi Lembaga keuangan yang sepenuhny a swasemba da Pajak mengontrol jalannya biaya Pajak mencakup jalannya biaya.4 Empat derajat keberlanjutan untuk LKM Menurut struktur neraca. tidak cukup untuk menutupi biaya yang digunakan dalam intermediasi. substansi keberlanjutan keuangannya hanya dijamin oleh subsidi yang diperoleh dari donor dan dari mereka yang menganggap penting untuk berinvestasi dalam keuangan mikro (ketergantungan subsidi). Ini biasanya LKM informal atau semi-formal. Tingkat pertama LKM. terutama LSM kecil. yang tergantung pada hibah dan pinjaman terdiri dari semua lembaga-lembaga yang pajaknya didapat dari bunga dan komisi pada produk-produk dan layanan yang ditawarkan. Gambar 4. ketentuan hilangnua mata uang dan pinjaman Pajak mancakup semua biaya.

LKM ini membayar perhatian yang lebih besar ke pasar dan kebijakan komersial. dapat menstandarisasi pasokan dan proses pemantauan mikrokredit. terutama LKM formal.diversifikasi sumber pendanaannya agar tidak tergantung sepenuhnya pada dana donor. untuk menghemat sumber daya yang cukup untuk menghadapi kerugian kredit dan ketentuan mata uang dan untuk menutupi biaya keuangan mereka. secara legal sering beroperasi sebagai bank keuangan mikro atau sebagai divisi khusus dari bank komersial. termasuk biaya keuangan pada harga pasar. Lembaga-lembaga ini biasanya mengumpulkan sejumlah besar dana yang diterima dari nasabah dan menggunakannya untuk kredit dengan harga lebih tinggi dari suku bunga yang . Menjadi lembaga mandiri sepenuhnya. yang memungkinkan mereka untuk meminimalkan biaya operasional. Mereka juga menawarkan suku bunga mikrokredit yang lebih rendah dari harga pasar. Namun. serta biaya operasi (swasembada operasional penuh). Tingkat keberlanjutan ketiga berlaku untuk LKM yang mampu menghasilkan pendapatan cukup untuk menutupi biaya inflasi. Tingkat keberlanjutan tertinggi (sepenuhnya keuangan swasembada) adalah LKM formal yang berhasil mencakup semua biaya. tetapi lebih tinggi dibandingkan dengan LKM tingkat pertama. Hanya sejumlah kecil dari LKM. sampai ke tahap mengumpulkan deposito dari nasabah dan di sisi lain. Ini biasanya LKM formal yang di satu sisi mampu mendiversifikasi kebijakan pendanaan secara signifikan. kredit dan kerugian mata uang. Dana ini biasanya diberikan kepada LKM dengan pertolongan untuk pinjaman atau hibah lainnya yang disediakan oleh donor internasional.yang membantu untuk mengurangi terjadinya biaya keuangan yang tidak berkelanjutan. telah benar-benar mencapai tingkat kemerdekaan keuangan ini. lembaga tersebut menerapkan suku bunga pinjaman mereka kira-kira yang sesuai dengan kondisi nasabah bank biasa. dengan pendapatan mereka. merupakan prasyarat bagi LKM untuk bisa membayar kembali modal yang diberikan oleh pemegang saham. mereka tidak memiliki aliran pendapatan yang memungkinkan mereka untuk mengkompensasi biaya inflasi. Lembaga tersebut. Namun. lembaga-lembaga ini sebagian masih bergantung pada dana pihak ketiga -untuk tingkat yang lebih besar atau lebih kecil sesuai dengan keadaan.

dapat mengurangi biaya pengguna dengan memanfaatkan subsidi silang dengan bisnis lain. diproduksi oleh Jacob Yaron (1992). kita mendapatkan: r * = [C + S + dL] / [L (1-d)] (4.4 Outreach: Bagaimana Cara Memilih Penerima Sebagaimana telah disorot sebelumnya tentang keberlanjutan. yang menentukan keseimbangan antara biaya dan pendapatan dari LKM. Ini adalah solusi yang lebih praktis bagi LKM yang merupakan bagian dari kelompok keuangan atau terkait dengan penyertaan modal untuk bank dan perantara keuangan lainnya. (1-d) adalah persentase dari portofolio kredit yang diperkirakan akan dibayar kembali. dalam sebuah pendekatan untuk memaksimalkan kesinambungan tanpa mempertimbangkan tujuan sosial. secara teoritis. Untuk membuktikan tingkat suku bunga. Nilai suku bunga r*. outreach – yang dimaksudkan sebagai ukuran distribusi dan komersial kebijakan.adalah suatu aspek yang tidak hanya memperhatikan LKM. Indeks ini. tingkat bunga tersebut sebagian besar akan lebih tinggi dari harga pasar. seperti yang dinyatakan sebelumnya. C merupakan total biaya (termasuk biaya modal) dan S menunjukkan subsidi yang diterima oleh LKM. Ini berarti bahwa sebuah aplikasi yang ketat dari SDI harus dianggap sebagai batas ekstrim. dapat ditemukan dengan memecahkan persamaan berikut ini: L (1 + r*) (1-d) = L + C + S (4. dan termasuk lembaga dalam salah satu kategori di atas. Selain itu. Keputusan tentang pemilihan target pelanggan.ditawarkan kepada pelanggan tradisional. memberi kita informasi mengenai tingkat suku bunga yang diperlukan untuk mikrokredit untuk beroperasi tanpa subsidi. 6. Pada kenyataannya. adalah Ketergantungan Subsidi indeks (SDI).2) Dalam banyak konteks.1) di mana L adalah jumlah pinjaman yang tidak default (gagal). sejumlah kecil LKM yang lebih efisien. kasus LKM yang menawarkan mikrokredit dengan tingkat bunga yang memenuhi SDI sangat langka. karena tingkat bunga permintaan pasar ini sangat elastisitas. dan strategi operasi yang sesuai dengan produk dan layanan untuk berbagai segmen pelanggan merupakan beberapa unsur mendasar dari proses . Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kelestarian ketergantungan LKM dari dukungan eksternal.

tidak dapat digunakan sebagai instrumen yang beroperasi di setiap konteks dengan tiga alasan utama. Aspek penjangkauan yang dijelaskan di atas. dengan dampak sosial yang konstan. mungkin bertentangan dengan tujuan dari luasnya tentang jumlah penerima manfaat. dan proxy yang terkait. memiliki sifat ekonomi makro yang jelas. Selain itu. perberbedaan jangkauan subkategori memiliki tingkat keistimewaan internal yang tinggi. Oleh karena itu. permintaan akan jasa keuangan individu-individu secara finansial termasuk sangat melebihi pasokan. yang memiliki tingkat keberlanjutan yang lebih besar. dapat dibedakan dengan pengetahuan dan pengalaman yang signifikan dari teknis prosedur nasional yang dibutuhkan untuk menciptakan produk dan layanan. Selain kemampuan untuk membayar kembali pinjaman. variabel seperti ukuran.yang dapat dianggap sebagai proxy dari keberlanjutan. baik di negara-negara berkembang dan yang lebih maju. beberapa unsur dari jangkauan. Khas klien LKM. Sebuah variabel kunci yang sering menentukan keberhasilan program keuangan mikro adalah apakah penerima memiliki keterampilan yang baik di bidang kegiatan di mana mereka bekerja atau berniat untuk bekerja. dalam mengidentifikasi penerima manfaat yang harus dipilih dalam rangka memaksimalkan dampak sosial inisiatif yang dilakukan. nilai sosial atau nilai pengguna. seperti perbandingan antara biaya dan keuntungan sosial sesuai keuangan mikro.sangat penting bagi LKM untuk memahami jika ada beberapa fitur-fitur umum penerima manfaat yang sangat penting dalam rangka meningkatkan dampak sosial dari program keuangan mikro atau meningkatkan kesinambungan. mengingat bahwa pada saat ini.perencanaan strategis dari perantara keuangan. Bagaimanapun keputusan outreach adalah faktor penting dalam keuangan mikro. tidak mudah untuk menentukan dampak sebuah inisiatif keuangan mikro. dalam arti bahwa perhatian yang lebih besar kepada ukuran program. yang mendorong sebuah MF1 untuk bekerja dengan yang termiskin dari yang miskin di suatu wilayah. penting untuk mengidentifikasi variabel lain yang dapat dipertimbangkan selama proses seleksi para penerima manfaat. dilindungi oleh konsep luas. serta waktu yang diperlukan agar memiliki efek yang diinginkan pada masyarakat yang terlibat. serta oleh kemampuan mereka . Oleh karena itu. Akhirnya. sulit diukur dengan kriteria objektif dan tidak bisa dibandingkan atas ruang dan waktu. Pertama.

perempuan telah menunjukkan bahwa mereka lebih berhati-hati dalam menggunakan kredit yang disediakan untuk usaha kecil. 6. karena kesempatan yang tidak adil mengenai kaum perempuan. Selain itu. sebagian disebabkan oleh kemampuan pembiayaan yang rendah diri. sejak finansial individu dikecualikan. yang akan digunakan untuk pembiayaan modal kerja. serta lebih tepat waktu dalam pelunasan pinjaman. Akibatnya. seperti yang lainnya. Fitur lain yang umum hasil yang baik dari berbagai inisiatif keuangan mikro dan lembaga. merupakan pilihan yang bekerja dengan perempuan. pada sisi lain. jika dari pengeluaran keuangan di mana permintaan untuk jasa keuangan dari individu yang mengalami kerugian melebihi persediaan suatu analysis mencapai jangkauan perlu dalam rangka menunjuk sumber daya yang adalah luas definisi langka. dan antar praktisi. Akhirnya. pengusaha mikro struktural yang mengalami kekurangan sumber daya keuangan. atau hanya untuk kerja mandiri. keberlanjutan dan jangkauan telah di perdalam dalam urutan memperivikasi keberadaan dari suatu menjual ke tujuan . baik dinegara berkembang maupun yang industri. menyebabkan hampir semua penghasilan mereka untuk konsumsi. selama tipologi seperti pelanggan. terlepas dari wilayah geografis dan latar belakang sosial-ekonomi. Alasan utama untuk kebanyakan program keuangan mikro ditujukan untuk perempuan adalah bahwa perempuan lebih berhati-hati dalam pilihan investasi mereka dan lebih sensitif terhadap tekanan sosial dalam kelompok sebaya. faktor konstan lainnya. dampak sosial dan ekonomi untuk menyediakan mikrokredit bagi perempuan lebih besar daripada laki-laki. dan jasa keuangan lain. Namun demikian. perempuan lebih miskin dibandingkan laki-laki. Bahkan. ia percaya bahwa. dan lebih jarang aset yang tidak berwujud yang diperlukan dalam proses produksi. mengalokasikan persentase yang signifikan dari portofolio pinjaman mereka. menurut ke arah pembiayaan produktif microaktivitas itu bisa menyediakan highest-return Di dalam literature.dalam pemasaran produk tersebut.5 Pilihan Microfinance : Keberlanjutan Dan Jangkauan Seperti dinyatakan di bagian yang sebelumnya. juga dalam hal pemberdayaan meningkat. ketahanan dari microfinance institusi menghadirkan prasyarat yang penting MFIs untuk mampu melanjutkan jasa mereka di medium dan jangka panjang. peran LKM adalah untuk menawarkan mikrokredit.

sebagai contoh suatu lembaga memutuskan meningkatkan lebih keberlanjutan dengan peningkatan komisi pengawas klien.yang sukar untuk dihadapkan dengan tanpa suatu analisa yang menyeluruh dari konteks tersebut. dalam hal ini menerapkan tingkat bunag lebih tinggi dari pada pasar dapat dibenarkan. kedua-duanya sama-sama memiliki resiko yang besar. Menurut kode MFIS dari melakukan aspek yang berbeda dari jangkauan dapat mempunyai keterkaitan yang berbeda dengan peningkatan atau ditunda. Ketika sesuatu MFIS memutuskan utnuk menyimpan pemberian beban kepada pemakai pendapatan rendah. pertimbangan mengenai suatu pilihan Ke arah yang lebih kuat untuk tujuan lebih dalam bukannya tujuan luas adalah dilemma khas di dalam kesjahteraan ekonomi. member beban pada pemakai sebagai peningkata didalam biaya operasi ditransfer ke pelanggan. Lagi pula. itu adalah umum untuk temukan suatu orintasi di dalam literature yang mengarahkan untuk menekan kebutuhan untuk menyelesaikan aneka pilihan sudut antara sasaran hasil keberlanjutan dan jangkauan objek microfinance. Bab ini menghindari perdebatan yang historis mengenai prioritas untuk ditugaskan ke model yang berbeda dari mencapai lebih dari target dan compatibility dengan keberlanjutan. Sebagai gantinya itu lebih berguna bagi menguji aspek dari manajemen dari mempertimbangkan temuan sesuatu lebih baik dari keseimbangan antara ketahanan dan mencapai lebih dari target. Kebijaksanaa harga yang diadopsi oleh MFIS menunjukan pembagian dua bagian antara keberlanjutan dan jangkauan.antara sasaran hasil dari keseimbangan keuangan dan ekonomi dan tujuan social. karena . makna ini adalah suatu penurunan beroperasi pada pelanggan berpenghasilan rendah dan konsekuensi didalamnya dan akhirnya didalam keberlanjutan jika suatu MFIS menentukan tingkat bunga tinggi untuk menutupi biaya operasi dan membiaya biaya-biaya. Dimensi dari jangkauan tidak hanya harus di perhitungkan oleh mereka yang berniat untuk dipasang untuk suatu program microfinance tetapi harus dievaluasi dalam konteks program yang tunggal atau medium dan strategi jangka panjang tentang lembaga microfinance. Ini adalah resiko tidak tercapainya semua penerima uang yang potensial dengan layanan sebagai konsekuensi turunnya nilai sedangkan nilan dari memperdalam penigkatan dalam hal ini.

jika tidak bisa mencapai keberlanjutan secara penuh kemungkinan mencipta bebrapa terobosan lain dari produk. Jika sebagai gantinya suatu MFIS berusaha menyimpan tingkat bunga dengan kredit rendah untuk mencapai jangkauannya. sebagai pengambil harga mempunyai kemampuan yang produktif untuk mencapai garis tepi yang penting. . ia akan mampu membayar tingkat bunga yang lebih tinggi sepanjang priode dimana ia akan melanjut untuk dipertimbangkan oleh bank. Sesungguhnya. Bagaimanapun yang tersebar antara tingkat bunga pasar dan itu diterapkan oleh MFIs bis membahayakan profitabilitas itu. yang tersedia dalam tingkat bunga pasar dan lebih tinggi benar-benar di peroleh dari MFIs.individu yang dibiayai. tidak mempunyai suatu efek yang penting. tidak mampu bergeser kurva penawaran itu. biaya-biayanya secara total diganti rugi oleh manfaat yang diperoleh dari akses kredit tersebut. dan oleh karena itu ketahanan dari microenterprise yang dibiyai. Sesungguhnya lebih dulu penawaran dari jasa keuangan mikro kredit pada menurunkan tingkat bunga dibanding pasar menyimpang kan kompetisi antara mereka yang dibiayai oleh MFIS yang mengambil pendekatan ini dan microenterprise itu dibiayai didalam kondisi pasar lebih dari itu fakta menunjukan keberhasilan keberlanjutan penuh memimpin dari waktu-kewaktu dan beberapa MFIS meninggalkan pasar tersebut yang dapat menyebabkan permasalahan serius untuk klien yang telah menyimpan uang tabungan dengan mereka tetapi juga untuk microenterprise kehilangan sumber yang utama dari pembiayaan. dan pada waktu yang sama itu akan tinggal di dalam keseimbangan ekonomi. Bagaimanapun itu berguna bagi mengetahui bagaimana cara untuk beberapa kategori dari beberapa kategori dari penerima uang terbagi menjadi dua antara kebeklanjutan dan jangkauan lebih penting. individu bias menciptakan produk dan jasa yang dapat ditempatkan denagn diam-diam di pasar di mana perbedaan antar ongkos pembiayaan. Dengan cara ini sekiranya bahwa microcredit penerima uang menjadi produsen yang kecil menurut definisi dan oleh karena itu. itu adalah yang tak dapat di nasehatkan untuk meneruskan membiyai kedua-duanya demi kepentingan penerima uang dan juga dari MFIs.

6. lagi pula pengawasan dibuat lebih tepat wqaktu dean efisien oleh perkembangan teknologi.6 Keijakan Untuk Meningkatkan Keberlanjutan Dalam menganalisa permsalahan dalam MFIs keberlanjutan dalam istilah manajemen sisanya antara pendapatan dan biaya-biaya dalam menawarkan jasa microfinance dapat dilihat sebagai perihal dari analisa dan peningkatan dari pencapaian waktu-kewaktu. yang mengijinkan MFIs perlu lebih lanjut meningkatkan manajemen kredit dan prosedur operasional. Sebagai gantinya mutu dari pengawasan sipeminjam secara diam-diam yang dibiayai tergantung dengan kemampuan dan keandalan dari petugas kredit. Portofolio manajemen Mengenai laba. keberadaan dari sedikitnya dua tingkatan bdari kendali dan lebih umum lagi dengan analisa dan standarisasi dari proses yang genap lebih kecil . MFIs harus bagaimanapun juga menyusun. dan lain-lain dan keputusan untuk meminjamkan kepelanggan yang mempunyai teknis dan keterampilan beroperasi hanyalah masalah kekurangan dana. . menghancurkan mitos orang miskin adalah klien yang buruk yang penying adalah lebih baik memproses pemilihan kredit dan lebih baik mengawasi oleh MFIS dibandingkan dengan perantara tradisional yang harus lebih diandalkan sejauh proses pemilihan terkait unsur-unsur yang nampak untuk mempengaruhi mutu dari portofolio paling mengenali didekatnya dan menghubungkan antara kredit para petugas MFIS dan peminjam. dipenggunaan alasan-alasan teknis spesifik mengandung arti untuk microfinance seperti pantuan yang mengawasi. perangsang yang dinamis. Bagaimana pun itu adalah hal penting untuk stabilitas yang mereka pelihara suatu mutu yang tinggi tentang portofolio kredit dan manajemen resiko kredit yang cukup. sumber utama dalam pendapatan untuk MFIS dan dalam beberapa hal satu-satunya dalah bunga dari portofolio pinjaman dan komisi pengawasan terkait. Kontribusi yang bank dan perantara keuangan traditional dapat menawarkan ke MFIs mungkin punya arti penting. dalam rangka memperkecil kerugian mutu pinjaman ratarata dari portofolio pinjaman MFIS adalah berkesempatan lebih tinggi dibandingkan dengan perantara keuangan yang formal dalam konteks yang sama. Unsur-unsur ini.

kebijakan tingkat bunga perlu lebih tinggi atau menurun tergantung diproduk peminjaman teknis berbeda. Kebijakan harga Jumlah bunga yang di dapat adalah juga suatu fungsi dari tingkat bunga ditetapkan oleh MFIs. meminjamkan kerugian dan ketentuan kerugian mata uang dan suatu premi resiko bisnis tersebut. seperti praktek menggunakan perantara traditional. Sebagai tambahan. Devaluasi dari daya beli dari mata uang dalam kaitan dengan inflasi. proses dari memperbaiki tingkat bunga harus pula mempertimbangkan lebih lanjut empat faktor. MFIs harus mempertimbangkan kebijaksanaan harga yang di adopsi oleh para perantara yang lain. Bagaimanapun ini juga benar yang suatu efisiensi yang lebih besar dari kredit dan di ukur dari resiko kredit proses dan di ukur . Tingkat kebijakan bunga adalah salah satu dari topik yang paling di perdebatkan di dalam microfinance. sesungguhnya kuncinya persis sama benar manajemen yang lebih efisien. operasi dalam konteks yang sama. dan dengan begitu jangan mengambil resiko. Tidak formal dan formal. Lagi pula perbaikan dari tingkat bunga tidak bias menghindari pertimbangan mengenai proses resiko modal dan pemilihan yang kurang baik dimana tingkatan tingkat bunga dipertimbangkan terlalu tinggi dari peminjam akhirnya banyak pengalaman dari program microfinance menarik individu yang berbeda dari penerima uang yang asli untuk meminta suatu pinjaman. biaya operasi untuk di masing-masing peminjaman. Pertama. mempertimbangkan keberadaan dari sejalan atau factor lain yang boleh menetukan suatu hak membeli lebih dahulu cocok untuk MFIS dalam hal keliruan. Di dalam melukiskan tingkat bunga dan komisi pengawas. dalam rangka menghindari penawaran produk yang terlalu jauh dari pasar.penggunaan dari pengukuran resiko dan manajemen. model yang digunakan oleh bank dan Outsourching dari beberapa tahap dari proses boleh produksi. Kedua. Oleh karena itu mencapai penetapan harga yang temu sasaran hasil keberlanjutan MFIS harus mempertimbangkan kedua-duanya variable manajemn yang internal dan variable pasar eksternal. MFIs tidak bias melalaikan kebutuhan untuk menutup biayabiaya. ini memimpin kearah tingkatan rendah hati untuk MFIS.

Efisiensi Dengan berhadapan. mayoritasb luas MFIs sepeti sebelumnya. member behwav kebanyakan dari MFIs itu tidaklah yang swasembada menerima tunjangan eksternal suatu analisa yang . Oleh karena itu memperoleh tunjangan tidaklah perlu suatu factor hal negative dengan sendirinya. situasin Nampak dengan kritis. karena terpengaruh oleh konteks di manan yang bnerbeda MFIs memutuskan memperkerjakan. dana sangat rendah atau tidak ada biaya-biaya bagaimanapun juga tidak pasti dan tidak stabil dari waktu ke waktu tergantung pada evaluasi penderma yang di atasnya MFIs tidak punya pengaruh. Lebih dari itu . dalam wujud tunjangan . Itu benar-benar bermanfaat untuk ketahanan. Seperti itu. Juga dalam hal ini kerjasama dengan perantara keuangan yang tradisional bisa membantu MFIs dalam sedemikian aktivitas yang strategis. tetapi dengan kemampuan memelihara biaya untuk sumber yang stabil dari waktu ke waktu (kemampuannya menghadirkan suatu aktiva tanpa perantara untuk MFIs itu mengijinkan menurunkan memberi beban kepada pemakai dan memudahkan tujuan dari keberlanjutan. Apa yang dikhawatirkan adalah yang tidak bias meramalkan dari tunjangan tersebut.dari resiko kredit oleh MFIs bisa berperan untuk mengurangi beban kepada pemakai lainnya kondisi menjadi tetap tanpa keberlanjutan yang mencurigakan. efisiensi dari suatu MFIs tidak banyak pada menurunkan ketergantungan pada hibah dan pinjaman . sangat independent pada dana-dan ekstern. Sejauh biaya –biaya keuangan adalah terkait.

. pengentasan kemiskinan dapat dilaksanakan melalui banyak sarana dan program. target atau segmen micro finance senantiasa bersentuhan dengan masyarakat yang relatif miskin atau berpenghasilan rendah Program P4K yang ditangani di BRI mendefinisikan masyarakat miskin sebagai mereka petani nelayan kecil (PNK) dan penduduk pedesaan lainnya yang hidup dibawah garis kemiskinan. dengan kriteria pendapatannya maksimum setara dengan 320 kg beras per kapita per tahun. Menurut Marguiret Robinson (2000). pemukiman. Bagaimanapun. Lembaga Keuangan Mikro dan Program Pengentasan Kemiskinan Lembaga Keuangan Mikro atau Micro Finance Institution merupakan lembaga yang melakukan kegiatan penyediaan jasa keuangan kepada pengusaha kecil dan mikro serta masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak terlayani oleh Lembaga Keuangan formal dan yang telah berorientasi pasar untuk tujuan bisnis. Di BRI sendiri.KASUS I PERAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO DALAM OTONOMI DAERAH GUNA MENGGERAKKAN EKONOMI RAKYAT DAN MENANGGULANGI KEMISKINAN STUDI KASUS: BANK RAKYAT INDONESIA I. Terdapat masih banyak lagi definisi micro finance atau keuangan mikro tergantung dari sudut pembicaraan. pendidikan. keluarga berencana dan tentu saja adalah melalui pinjaman dalam bentuk micro credit. kesehatan. micro finance didefinisikan sebagai pelayanan kredit dibawah Rp 50 juta. termasuk didalamnya adalah program pangan.

Disamping BRI Unit. Untuk itu diperlukan pendekatan. meskipun tidak banyak. program subsidi atau jenis pinjaman mikro yang tepat untuk masing-masing kelompok masyarakat miskin tersebut. Financial Services in the Poverty Alleviation Toolbox (Marguiret. Program pangan dan penciptaan lapangan kerja lebih cocok untuk masyarakat sangat miskin tersebut. BRI juga bekerjasama dengan Pemerintah atau Instansi lain . Hal ini wajar saja. Marguiret Robinson (2000) mengklasifikasikan pelayanan micro finance terhadap masyarakat miskin ke dalam tiga kategori seperti pada gambar 1. Namun demikian perlu diperhatikan bahwa. mengingat mereka (the extreme poor) tidak berpenghasilan dan tidak memiliki kegiatan produktif.Gambar 1. ketika pinjaman diberikan kepada mereka yang sangat miskin. mereka memiliki penghasilan. Sedangkan sebagian masyarakat lain yang dikategorikan miskin namun memiliki kegiatan ekonomi (economically active working poor) atau masyarakat yang berpenghasilan rendah (lower income). kemungkinan besar pinjaman tersebut tidak akan pernah kembali. 2000) Pinjaman dalam bentuk micro credit merupakan salah satu yang ampuh dalam menangani kemiskinan.

Meningkatkan produktivitas usaha masyarakat kecil di pedesaan. Pada lembaga keuangan mikro ini dapat menumbuhkan minat masyarakat dipedesaan untuk berusaha atau menumbuhkan pengusaha-pengusaha kecil dipedesaan. serta mencari dan melaksanakan langkah-langkah berikutnya bagi pengembangan LKM. Menunjang program pemerintah dalam mengupayakan pemerataan pendapatan penduduk desa dan upaya pengentasan kemiskinan. 4. sehingga dapat memperkecil keinginan masyarakat pedesaan melakukan urbanisasi.mengelola P4K dan BKD. Banyaknya jenis lembaga keuangan mikro yang tumbuh dan berkembang di Indonesia menunjukkan bahwa lembaga keuangan mikro sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Ketiga aspek Keuangan Mikro Dan Penaggulangan . membangun network diantara mereka yang “terkait” dengan LKM. KASUS 2 Pengembangan Kemiskinan Pada saat Gema PKM didirikan dengan suatu seremoni bersama Presiden RI di Istana Negara tanggal 10 Maret 2000. yang pada akhirnya dapat membantu program pemerintah untuk : 1. Meningkatkan pendapatan penduduk desa. terutama kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. 2. pengusaha kecil dan mikro yang selama ini belum terjangkau oleh jasa pelayanan keuangan perbankan khususnya bank umum. 3. Menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan. maka jika dikaitkan dengan penanggulangan kemiskinan pengembangan keuangan mikro terasa dibangun atas setidaknya kombinasi tiga maksud: untuk mengenal dan memperkenalkan LKM. tentu saja terdapat Lembaga Keuangan lain seperti BPR dan Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) yang ikut terlibat dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia seperti pada gambar 2.

Dalam hal ini LKM sebenarnya telah jauh lebih ‘terkenal’ dan sudah ‘terkenal’ sejak lama. strategi. Pinbuk. Lebih dari pada sekedar ‘mengenal’. BPR. seperti BRI-UD. juga telah disertakan – secara eksplisit maupun implisit – dalam berbagai dokumen resmi maupun dalam berbagai pemikiran. khususnya dalam penanggulangan kemiskinan. atau menjadikan lembaga-lembaga itu sebagai contoh untuk menjelaskan suatu lembaga keuangan mikro. dan sebagainya tanpa mengasosiasikan pemahaman bahwa lembaga-lembaga tersebut adalah sebuah lembaga keuangan mikro. Ketiga maksud yang mendasari pengembangan Gema PKM dan tiga bentuk motivasi anggota Gema PKM yang menyertainya merupakan cerminan atas pandangan mengenai keuangan mikro. Namun umumnya pengenalan atau apresiasi itu terbatas pada mereka yang terlayani oleh LKM yang bersangkutan. Pengenalan LKM lebih diekspresikan sebagai “saya mengenal ‘LKM’ saya”. Bahkan perhatian dan usaha untuk mengembangkan . terminologi dan arti penting “lembaga keuangan mikro” telah semakin dikenal oleh berbagai kalangan. yaitu kelompok yang yakin dengan arti penting dan peran LKM. baitul-maal’. Keberadaan keuangan mikro tidak dapat dipisahkan dari usaha-usaha penanggulangan kemiskinan. Kalaupun ada pengenalan diluar lingkup tersebut maka pengenalannya adalah terhadap beberapa kelembagaan keuangan mikro ‘terkemuka’. dan kelompok ‘campuran’ yang memiliki beragam motivasi. konsep. arisan. telah banyak pula yang mencoba meyakinkan berbagai pihak bahwa apa yang dilakukannya adalah pengembangan LKM. Umumnya justru harus terdapat proses ‘penjelasan’ bahwa lembaga-lembaga terkenal itu adalah lembaga keuangan mikro. P4K. kelompok yang melihat kemungkinan LKM sebagai salah satu alternatif dalam membantu masyarakat miskin menyelesaikan masalahnya. Setelah tiga tahun perjuangan Gema PKM.tersebut ditopang oleh motivasi dan peran serta setidaknya dari tiga kelompok “anggota” Gema PKM. diantaranya banyak yang juga telah mempraktekan pengembangan keuangan mikro secara langsung. dan operasionalisasi penanggulangan kemiskinan dan pembangunan ekonomi rakyat.

BAB VII MANAJEMEN RESIKO DIKEUANGAN MIKRO 7. secara bertahap memiliki kesempatan untuk membangun aset.1 Pengenalan . pembiayaan dan asuransi yang efisien dapat membangun keberdayaan kelompok miskin dan peluang mereka untuk keluar dari kemiskinan. Keuangan mikro dapat menjadi faktor kritikal dalam usaha penanggulangan kemiskinan yang efektif. Hal ini pulalah yang mendasari berbagai lembaga internasional bergerak langsung dalam kegiatan keuangan mikro maupun dalam pengembangan lembaga keuangan tersebut. mengelola resiko dengan lebih baik. Peningkatan akses dan pengadaan sarana penyimpanan.keuangan mikro terutama didasarkan pada motivasi untuk mempercapat usaha penanggulangan kemiskinan. melalui : ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ tingkat konsumsi yang lebih pasti dan tidak befluktuasi. dan dapat merasakan tingkat hidup yang lebih baik. menguatkan kapasistas perolehan pendapatannya. mengembangkan kegiatan usaha mikronya.

bagaimanapun. yang bertujuan untuk ”mengamankan konferensi internasional tentang revisi peraturan pengawasan untuk mengatur kecukupan modal bank aktif internasional “ (Bagian 1 Komisi Pengawasan Perbankan. Bab ini tidak berkenaan dengan penerapan model pengukuran resiko 7. 2004a). Selain itu. Kategori pertama berkaitan dengan manajemen risiko proyek tunggal.Keuangan mikro modern saat ini dikenal untuk mendesain ulang resiko manajemen keuangan mikro. terletak pada kompleksitas struktur keuangan modern. Resiko. berbagai manfaat dan lembaga yang terlibat memerlukan pendekatan yang lebih terstruktur dalam resiko manajemen. yang bisa dikatakan berarti 'resiko' atau 'bahaya'. Bab ini bertujuan untuk meletakkan dasar bagi sebuah model resiko manajemen yang sesuai keuangan mikro modern. membedakan antara pendekatan pembiayaan proyek dan pendekatan portofolio. dalam kenyataannya. langkah pertama adalah untuk menetapkan penggolongan / taksonomi resiko untuk keuangan mikro. Kuncinya adalah untuk membuat gambaran dari resiko yang berbeda untuk katalog resiko menurut tipe/kategori resiko didefinisikan dengan peraturan perbankan. Pendekatan ini. Untuk mencapai hal ini. Bab ini menjabarkan kebijakan manajemen dasar keuangan untuk setiap pokok kategori resiko. dapat menyebabkan konsep palsu resiko. ini mengarah ke konsep 'kompensasi'. Tetapi sifat khusus keuangan mikro. sebuah pendekatan portofolio merujuk terutama untuk LKM semi formal dan formal yang mengembangkan kegiatan berskala besar. keraguan tersebut terkait dengan peristiwa masa depan atau hasil . telah difokuskan terutama pada risiko kredit dan risiko penipuan. pernyataan risk-return trade-off menyiratkan bahwa untuk menanggung satu kebutuhan resiko harus dikompensasikan. dengan rujukan khusus pada Persetujuan Modal Bagian II baru (new Capital Accord of Basel II). dalam kerjasama hanya dengan peristiwaperistiwa negatif yang menentukan kerugian keuangan.2 Sebab Taksonomi Resiko Untuk Keuangan Mikro kata ‘risk’ berasal dari bahasa Latin ‘rescum’. terutama dipromosikan oleh lembaga-lembaga non-formal dan semi-formal (terutama LSM). Dalam keuangan. Didalam kesusasteraan memiliki sedikit perhatian analisis resiko dalam keuangan mikro.

Seorang investor yang rasional. Pendekatan ini. Ini telah memimpin. atau hasilnya. pengukuran dan pengendalian resiko (perubahan yang diharapkan dan tak terduga) untuk harga investasi dengan benar dan untuk mengurangi kerugian yang ditentukan oleh perubahan dalam peristiwa masa depan atau hasil. Mengidentifikasi resiko. ’Jarang memberikan perhatian’ didedikasikan untuk manajemen resiko dalam keuangan mikro dapat dijelaskan. dengan pengembangan model evaluasi kinerja tetapi tidak mengharuskan definisi model resiko manajemen. ada kebutuhan besar untuk model pengelolaan resiko keuangan mikro. pengembalian yang lebih tinggi itu yang dibutuhkan. harus negatif. resiko yang efektif hanya timbul dari perubahan yang tak terduga. Dalam beberapa tahun terakhir. Sejak investor rasional menggabungkan perubahan yang diharapkan dalam keputusan mereka. Pengertian riskreturn trade-off menyiratkan bahwa untuk berinvestasi dalam kegiatan tersebut berisiko tinggi. dan menerapkan solusi finansial dan operasional untuk mengurangi variabilitas kinerja. kemudian. mengukurnya dan mengendalikan resiko resiko tersebut memungkinkan kita untuk lebih mengetahui variabel kunci yang mempengaruhi kinerja. baik dalam teori maupun dalam praktek. kebutuhan akan sumber daya swasta telah mendorong tumbuh kesadaran di kalangan ’praktisi konsep ketahanan’ (practitioners of the concept of sustainability). Kompensasi untuk ketegasan resiko (the compensation for bearing the risk) adalah hadiah untuk menegaskan pada suatu tanda akan peristiwa masa depan (hasil). karena pasar . maka akan tertarik ex ante dari tingkatan risiko yang terkait dengan setiap investasi untuk memperkirakan risk-return trade-off dan memutuskan apakah akan berinvestasi dan berapa harganya. bukan kompensasi untuk kerugian yang akan didaftarkan. berkaitan dengan definisi.masa depan. Manajemen resiko. Selain itu. Ini tidak berarti bahwa keraguan akan acara. telah menciptakan kecenderungan untuk meremehkan kinerja keuangan dari program keuangan mikro atau lembaga. terutama oleh kenyataan bahwa tujuan utama keuangan mikro terletak pada tujuan sosial dan kemanusiaan. bersamaan dengan ketergantungan dari subsidi publik.

1): resiko bisnis (business risk) mengacu pada aktivitas itu sendiri. berlokasi di daerah yang berbeda. resiko keuangan (financial risk) berasal dari portofolio asset dan dari kewajiban yang terkait dengan proyek atau disimpan dalam neraca institusi. bukan strategi kelembagaan. resiko bisnis terutama ditentukan oleh ketidakmungkinan untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi dari standarisasi produk. Hal ini dapat dibagi menjadi dua komponen: specific risk (resiko produk) dan generic risk (gambar 5. resiko proses (process risk) mencakup semua risiko yang ditentukan oleh proses yang dirancang untuk melaksanakan kegiatan 7.3 Resiko Bisnis (Bussines Risk) Resiko bisnis merupakan sifat unik dari keuangan mikro. Setiap program telah dikembangkan untuk mencapai kategori yang berbeda dari ahli waris (beneficiaries). Dari sudut pandang ekonomi. Specific risk timbul dari produk dan jasa yang ditawarkan. . membuatnya sulit untuk memperkirakan ex ante efektivitas dari produk yang ditawarkan.mengalami interaksi kuat antara LKM informal dan semi-formal (terutama organisasi non-profit dan LSM) dan perantara keuangan tradisional terbiasa dengan resiko manajemen. dengan budaya yang berbeda dan adat istiadat. Hal ini dimungkinkan untuk mengklasifikasikan keuangan mikro risiko manajerial ke dalam tiga kategori utama (Gambar 5. fakta yang ditekankan oleh tujuan etis keuangan mikro. Gaya ini praktisi dan institusi untuk menciptakan struktur keuangan baru dan beradaptasi pasokan ke karakteristik khusus dibandingkan keuangan mikro untuk membiayai tradisional. program keuangan mikro dapat didefinisikan sebagai prototipe: masing-masing program tunggal berbeda dari yang lain. sebagai serta biaya dan risiko yang terkait dengan layanan. yang mengutamakan kebutuhan penerima manfaat. Oleh karena itu. Dari perspektif resiko manajemen.2). efisiensi dari struktur keuangan dilaksanakan. langkah pertama untuk model resiko manajemen adalah untuk mengidentifikasi kategori resiko yang mengacu pada keuangan mikro. seringkali tanpa latar belakang pengalaman manajerial atau kewirausahaan.

sangat sulit untuk mengevaluasi. Risk sharing adalah alternatif yang paling layak ketika berhadapan dengan satu proyek dan praktek yang baik ketika berhadapan dengan portofolio pinjaman. Dengan cara ini pemecahan resiko . Resiko bisnis juga dapat dikelola melalui diversifikasi atau melalui berbagi (sharing). Di sini.Generic risk sebagian besar berasal dari lokasi program. Ini tidak menanggung resiko sehubungan dengan negara (yang merupakan komponen resiko kredit). Resiko ini berasal dari kemungkinan bahwa konteks geografis di mana program ini didasarkan tidak didukung. untuk bidang tertentu. seperti yang dihasilkan oleh variabel kualitatif dan tak terduga. Hal ini merupakan konsekuensi dari esensi keuangan mikro. tetapi mengacu pada kebijakan pembangunan dilaksanakan di daerah kegiatan. resiko bisnis. Hal ini harus mengarah LKM dan praktisi untuk mengambil pendekatan yang sangat kehati-hatian ketika panggilan terhadap resiko bisnis dan memastikan bahwa mereka selalu membuat ketentuanketentuan untuk potensi kerugian di masa depan. Riak sharing memungkinkan resiko bisnis untuk dibagi antara pemimpin dan kontra pihak ketiga. pada tingkat internasional maupun lokal. penerima atau dimensi lain. sangat sulit (jika tidak mustahil) untuk melaksanakan strategi diversifikasi. kita harus membedakan kasus satu proyek dari sebuah LKM. baik dalam arti yang khusus atau umum. hukum dan peraturan dan program itu sendiri. dengan keuangan yang memadai. LKM tidak memiliki pilihan untuk memilih bentuk investasi yang tidak melibatkan substansial (probabilitas yang relatif tinggi) risiko bisnis. Pertama. lingkungan fiskal. baik berdasarkan wilayah geografis. Dalam pendekatan proyek tunggal. ’Manajemen resiko bisnis’ (the management of bussiness risk) adalah suatu hal yang rumit karena berbagai alasan. biasanya sebuah perusahaan asuransi. serta lembaga internasional dan donor. kemungkinan dari portofolio meningkatkan diversifikasi bersama-sama dengan volume kegiatannya. Kedua. perlu menunjukkan bahwa resiko semacam ini tidak dapat dihindari. terutama yang berasal dari perubahan dalam kebijakan pembangunan pemerintah dan badan lokal. untuk LKM. yang beroperasi dalam konteks sulit dengan membantu orang-orang yang hidup dalam kemiskinan dan yang menjadi korban eksklusi keuangan. Sebaliknya.

Selain itu. Hal ini akan memberikan penghematan. LSM dan saluran LKM dari dana donor. peran pemerintah dan otoritas lokal. intermediasi keuangan terdiri dari transfer dana dari surplus unit ke unit defisit.1 Resiko keuangan (financial risks) Dalam kategori ini adalah mungkin untuk mengelompokkan semua resiko yang berasal dari proses intermediasi keuangan. Selama beberapa tahun terakhir ini jumlahnya terus meningkat . dengan mengalokasikan sebagian uang diberikan kepada donor untuk dana jaminan bisnis. Selama bertahun-tahun. Oleh karena itu. mereka melakukannya dengan harga yang sangat tinggi. atau di kolam pinjaman. mereka menjalankan resiko finansial yang sama ditanggung oleh perantara keuangan tradisional. ketersediaan produk keuangan tertentu dan biaya kesempatan berhubungan dengan mereka adalah hambatan utama untuk manajemen resiko bisnis dalam keuangan mikro. Resiko ini biasanya diklasifikasikan sebagai resiko likuiditas. resiko kredit dan resiko pasar. pendanaan kebijakan yang dilakukan oleh LSM dan LKM (terutama didasarkan pada dana umum) dan sifat non-formal atau semi-formal dari institusi yang terlibat dalam bisnis keuangan mikro telah menjadi alasan utama untuk sikap ini. dana jaminan akan memfasilitasi daya tarik dana swasta. Pada saat yang sama. resiko likuiditas dan meremehkan atau tidak mempertimbangkan resiko pasar. bisa sangat membantu. sejak peristiwa risiko tidak bisa terjadi. investor akan dapat memilih bentuk investasi yang tidak melibatkan risiko bisnis besar. 7. perusahaan asuransi tidak menawarkan produk yang disesuaikan untuk kebutuhan-kebutuhan spesifik dan jika mereka melakukannya. Dengan cara ini. untuk minimum. Oleh karena itu. serta donor internasional. Namun demikian. investor atau deposan kepada penerima manfaat. Jadi.3. pengelolaan risiko kredit telah dipengaruhi oleh sikap bias terhadap keuangan mikro dan penerima manfaat oleh dikotomi dua tujuan keberlanjutan dan menjangkau lebih dari yang terinspirasi oleh variabel ekonomi dan keuangan.memungkinkan kreditur untuk membatasi pengalaman menangani resiko bisnis yang melekat dalam proyek tersebut. peneliti dan praktisi keuangan mikro telah memusatkan perhatian mereka pada resiko kredit. Sifat dari pelayanan keuangan mikro (terutama diwakili oleh kredit mikro).

Dalam dunia riil yang diharapkan dan perubahan aktual jarang sama. dan biaya operasional. Dengan demikian. Tujuan dari bagian ini adalah untuk menganalisis tiga kategori risiko keuangan yang dijelaskan di atas sesuai dengan pendekatan tradisional yang digunakan dalam literatur untuk bank dan perantara keuangan. bersama dengan pengenalan bank komersial di pasar keuangan mikro. atau dengan biaya kesempatan di mana likuiditas dapat disimpan dalam neraca. Jika bank bisa memprediksi waktu yang tepat dan jumlah penggunaan dana akan lebih mudah untuk menyesuaikannya dengan sumber-sumber dana. kebutuhan untuk bantal likuiditas berasal dari kebutuhan persyaratan likuiditas pertemuan pelanggan. Bank dan perantara keuangan untuk memperkirakan kebutuhan likuiditas. dan untuk garis besar perbedaan utama. dan perubahan kebutuhan ini (diharapkan dan tak duga). serta harga atau kerugian untuk menanggung biaya opprotunity untuk mendapatkan uang tunai. yang menjadi ciri keuangan mikro dibandingkan dengan keuangan tradisional. Oleh karena itu. seperti penarikan deposito atau permintaan kredit baru. faktor kualitatif harus berurusan dengan harga di mana likuiditas dapat diperoleh. Adanya perubahan yang tak terduga menentukan resiko bahwa bank tidak akan dapat menyinkronkan dan penggunaan sumber dana. dalam hal determinan. Ini adalah perubahan yang tak terduga dalam dua variabel yang menghasilkan resiko likuiditas. Bagi lembaga keuangan.2 Resiko likuiditas (liquidity risk) Resiko likuiditas dapat didefinisikan sebagai resiko yang timbul dari perubahan dalam arus kas. 7.dengan asumsi LKM sifat lembaga-lembaga semi-formal atau formal. Oleh karena . Tujuan dari manajemen likuiditas adalah menghindari krisis likuiditas. resiko likuiditas bisa didefinisikan sebagai resiko tidak memiliki uang untuk memenuhi kewajiban. resiko dari manajemen likuiditas memiliki dampak kuantitatif dan yang kuantitatif: jumlah elemen berfokus pada apakah atau tidak ada likuiditas untuk memenuhi kewajibannya.3. telah mendorong bahwa bangunan model resiko manajemen untuk keuangan mikro yang memiliki status yang sama seperti yang digunakan oleh lembaga-lembaga keuangan diatur.

1) Untuk menangani pengelolaan resiko likuiditas dalam keuangan mikro. misalnya.1: CCFt = (enc + EDC) + (UNC + UDC) Dimana: CCFt = arus kas perubahan pada periode t Enc = diharapkan perubahan non-discretionary EDC = diharapkan perubahan discretionary UNC = non-discretionary perubahan yang tak terduga UDC = perubahan discretionary tak terduga (5. obligasi. pinjaman) atau menerbitkan kewajiban baru. penting untuk mengidentifikasi variabel utama yang dapat menentukan yang diharapkan dan arus masuk dan keluar tak terduga. arus kas terutama berasal dari penarikan deposito non-discretionary atau pinjaman penarikan dan dari tindakan discretionary. melakukan sejumlah kecil programmer dengan sistem akuntansi yang terpisah atau. seperti pemberian pinjaman baru. Arus kas dapat dihasilkan oleh konversi non-discretionary (kebebasan untuk menentukan atau memilih) aktiva dan kewajiban menjadi uang (bila tidak ada keputusan eksplisit oleh institusi) dan oleh konversi discretionary (terserah kepada kebijaksanaan seseorang) dana. pada saat kredit dan surat berharga jatuh tempo dan bank menerima pembayaran pokok dan bunga (melikuidasi aset-diri).itu. catatan arus masuk dari konversi aset non-discretionary. saham. ke LKM formal mengadopsi proyek pembiayaan . seperti konversi aktiva lancar menjadi uang tunai (cadangan. kita harus membedakan kasus satu proyek dari kasus lembaga. pembayaran hutang dan biaya operasional. resiko likuiditas dapat dinyatakan dengan persamaan 5. Untuk anggaran arus kas masa depan. Kasus satu proyek kebanyakan mengacu ke penyedia informal atau lembaga semi-formal. terutama LSM. dan dari keputusan discretionary. bank A. dalam beberapa kasus. Dengan demikian. kebutuhan likuiditas harus dipenuhi tanpa gangguan mahal.

pemberian pinjaman baru. didirikan selama tahap perencanaan pelaksanaan proyek. Tingkat default atas pinjaman biasanya lebih rendah dari tarif yang dialami oleh bank komersial. perubahan non-discretionary dan tak terduga dapat berasal hanya dari pinjaman pembayaran dan biaya operasional. satu proyek biasanya didukung oleh subsidi atau pinjaman lunak. Tak terduga memiliki dampak yang lebih besar terhadap keberlangsungan dan jangkauan proyek kemudian pada likuiditas. Diharapkan dan perubahan discretionary berasal dari sumber-sumber pendanaan. Jadi. Dengan cara yang sama. Ini tidak akan menimbulkan kekurangan uang tetapi akan mengurangi jumlah uang yang tersedia untuk pinjaman baru. Variabel yang menghasilkan aliran kas kurang dibandingkan dengan bank. Selain itu. adalah sangat berkorelasi dengan ukuran dana revolving yang tergantung pada kinerja dari proyek: jika tidak ada uang yang diganti oleh portofolio pinjaman pertama maka tidak ada pinjaman baru akan diberikan dan tidak ada kebutuhan likuiditas akan timbul. diharapkan perubahan biaya operasional timbul. mereka akan dibiayai oleh sumbangan-sumbangan. Dengan mengacu pada arus perpindahan. arus kas dihasilkan oleh beban operasional dan pinjaman yang diberikan. yang pada umumnya dibiayai dengan persentase khusus dari dana yang mengatur program. kredit dan biaya operasional. sehingga komponen nondiscretionary dan tak terduga dalam perubahan arus kas memainkan peran kurang penting. Dalam kedua situasi. Ada dua perbedaan utama dibandingkan dengan sistem bank arus kas. Namun demikian. arus kas masuk ditentukan oleh dana tertarik untuk mendirikan dan mengembangkan proyek dan pengembalian kredit. serta jumlah biaya operasional. diharapkan perubahan dalam pendanaan biasanya mudah ditebak. perubahan ini tidak serius mempengaruhi likuiditas. pertumbuhan tak terduga biaya operasional akan ditanggung oleh sumbangan yang diperoleh.pendekatan. yang besarnya disepakati dan biasanya tersedia pada awal proyek. Dengan cara yang sama. Oleh . perubahan hanya mempengaruhi pengembalian pinjaman portofolio pinjaman: likuiditas kurang sama dengan angka yang lebih rendah dari pinjaman baru. Oleh karena itu. cicilan pinjaman tidak ditugaskan untuk menutupi biaya operasional. selama umur proyek. Di sisi pendanaan. Selain itu. jumlah pinjaman dan jasa keuangan yang akan dipasok.

manajemen likuiditas menjadi lebih kompleks dan lebih mirip dengan manajemen likuiditas sebuah bank. manajemen likuiditas harus fokus terutama ke waktu dimana dana mungkin secara efektif tersedia. Dalam hal ini tujuannya adalah untuk menyerang keseimbangan. manajemen likuiditas. terutama praktek penyimpanan cadangan primer (tunai) atau cadangan sekunder . portofolio pinjaman sumber dana yang berbeda-beda. Dalam hal ini. Solusi ini merupakan alternatif untuk penyediaan likuiditas cadangan didanai dalam proyek atau dengan dana yang berasal dari proyek lain (cross-subsidization).4). biaya operasional memberikan kontribusi yang lebih tinggi untuk keluar. pada sisi aset. tidak ada ragu-ragu mengenai jumlah subsidi diperoleh dan jumlah uang yang akan diberikan. dan di evaluasi diharapkan perubahan biaya operasional. sebagaimana kita bergerak dari semiformal ke lembaga formal (Gambar 5. maka. menyebabkan struktur yang lebih kompleks dari neraca dan menentukan anggaran arus kas yang lebih kompleks. Di sini. antara masuk yang dihasilkan oleh dana donor. dalam hal jumlah dan waktu. dan portofolio kredit dan biaya operasional disisi lain.karena itu. Sejak saat program dimulai. di satu sisi. Dengan demikian. Variabel kunci untuk fokus pada saat mengelola resiko likuiditas untuk proyek keuangan mikro adalah hubungan antara dana yang menarik. Selain itu. penting untuk mengadopsi pendekatan kehati-hatian dan tidak meremehkan waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan uang dari donor dan penyisihan untuk biaya operasional. perubahan non-discretionary dan tak terduga memainkan peran penting dalam risiko likuiditas. dan investasi keuangan lainnya. Mengelola resiko likuiditas. Dalam hal suatu LKM. Arus kas anggaran untuk proyek jauh lebih rumit daripada bagi bank dan dapat difokuskan terutama pada bagian pertama (dan khususnya komponen EDC) dari persamaan 5. dan keluar terkait dengan biaya operasional dan produk-produk keuangan yang ditawarkan kepada penerima manfaat. resiko likuiditas dapat muncul hanya bila sumbangan tidak tersedia pada awal program atau jika ketentuan untuk pertukaran di masa datang atas biaya operasional tidak mencukupi. di sisi kewajiban.1. tugas yang berbeda ketika berhadapan dengan anggaran proyek tunggal atau neraca suatu lembaga.

lembaga formal memiliki struktur neraca lebih kompleks dibandingkan dengan yang semi-formal. yang menunjukkan mengalokasikan dana ke berbagai tingkat cadangan. Manajemen likuiditas untuk LKM berbeda. LKM formal menghasilkan arus masuk baik dari diri melikuidasi aset dan dari konversi discretionary dana. Pendekatan ini mengarah pada analisis biaya-peluang dari solusi yang berbeda tersedia untuk . korespondensi. seperti pembayaran bunga dan aliran dari pinjaman dan efek jangka panjang. mengacu pada inflow (pemasukan) dan outflow (pengeluaran) dihasilkan dari saldo item yang paling relevan lembar. yang merupakan ide yang didukung oleh doktrin tradisional yang dikenal sebagai ’pool of funds approach’ ('kolam dana pendekatan’). atau memilih kombinasi dari dua alternatif. serta dari pembukaan rekening deposito baru. teori ini mengemukakan bahwa adalah mungkin untuk lebih mensinkronkan sumber dan penggunaan dana dengan menggunakan arus pembayaran non-discretionary yang berasal dari aktiva non-discretionary. pada saat yang sama. misalnya akan dikompensasikan dengan mengurangi aset discretionary. Mereka dapat mengambil deposito dan. Tujuannya adalah untuk tidak hanya untuk likuiditas toko tetapi untuk struktur neraca untuk meminimalkan mismatching (tak sebanding/sepadan) peningkatan permintaan pinjaman. Di sini. untuk menentukan arus kas formal LKM adalah sama seperti untuk bank. kita harus membedakan antara lembaga-lembaga semi-formal dan yang formal. biasanya. namun. mereka tidak memiliki batasan-batasan investasi. Keduanya memiliki satu kesamaan: manajemen likuiditas tidak hanya soal cadangan tetapi menjadi bagian dari manajemen aset dan kewajiban lembaga. meningkatkan kewajiban discretionary. Seperti bank. Oleh karena itu.(terutama perencanaan dana jangka pendek) untuk menghindari kekurangan uang tunai. seperti di bank. Ini berarti bahwa anggaran kas harus dilaksanakan mengingat arus masuk dan keluar yang berasal dari perubahan discretionary dan non-discretionary dalam aset (konversi dana pendekatan) dan kewajiban (kewajiban pendekatan manajemen). Selain itu. dalam hal jumlah dan waktu. institusi ini telah banyak alternatif untuk menghindari arus kas mismatching. Tentu saja. penganggaran arus kas menjadi lebih kompleks.

Kedua. Namun. regulator mikro (microfinance regulators) membutuhkan LKM semi-formal dan formal untuk menghormati hanya rasio cadangan tradisional dihitung sebagai persentase dari total simpanan khusus. tidak hanya untuk rasio likuiditas.1 akan menyebabkan tidak hanya rasio likuiditas standar tapi persamaan memastikan pertandingan antara aset dan kewajiban (persamaan 5.menghindari kekurangan kas.2) (5. lembaga-lembaga semi-formal tidak dapat menawarkan layanan deposito dan tunduk pada pembatasan investasi. Pertama. intuisi semi-formal tidak selalu diperlukan oleh otoritas pengawas untuk menghormati persyaratan likuiditas dan jika demikian. perbedaan utama antara lembagalembaga semi-formal dan formal ada dua. tanggung jawab manajemen bersandar terutama pada peraturan internal secara sukarela ketimbang pengawasan eksternal yang dikenakan oleh otoritas. semi-formal dan formal. persamaan 5. harus mengadopsi pendekatan aset dan kewajiban untuk mengelola risiko likuiditas. LKM. persyaratan likuiditas adalah lebih di sebagian besar negara maju dikenakan aturan-aturan yang memastikan korespondensi antara jatuh tempo dari aktiva dan kewajiban jatuh tempo disimpan dalam neraca. Sebaliknya. Dengan demikian. di kebanyakan negara berkembang.%SLT) Dimana: LTA =-aset jangka panjang LTL =-kewajiban jangka panjang (5.3): LTA = LTL + %MTL + %STL MTA = D + (1 . Dalam hal ini. kebutuhan ini terdiri dalam likuiditas rasio yang menunjukkan tingkat cadangan kas.%MLT) + (1 . Pendekatan ini tidak banyak berbeda dari pendekatan dasar yang digariskan untuk pengelolaan LKM semi formal dan formal akan membutuhkan pendekatan pengawasan perbankan. Dalam kasus ini.3) .2 dan 5.

yang merupakan konsekuensi paling nyata dari resiko kredit. biasanya harga kredit mikro itu tidak sepenuhnya berkorelasi dengan tingkat suku bunga . Di antara efek ini. Dalam keuangan mikro. namun juga mengacu pada penurunan peringkat dari peminjam. resiko kredit didefinisikan sebagai resiko asimetris. Bahkan. akademisi dan manajer telah difokuskan terutama pada efek rugi kepailitan. artinya distribusi asimetris mencerminkan hasil yang diharapkan. resiko kredit memiliki makna yang lebih luas.MTL =-kewajiban jangka menengah STL =-kewajiban jangka pendek MTA =-aset jangka menengah D = LTA . determinan dari resiko kredit adalah perubahan tak terduga dalam kualitas debitur. Pengaruh resiko kredit dapat kembali lebih rendah disebabkan oleh penurunan peringkat dari peminjam. resiko kredit. tidak hanya resiko kerugian dirujuk ke eksposur secara khusus. risiko kredit tidak dapat diwakili oleh suatu distribusi binomial atas dua peristiwa mungkin (insolvensi atau solvabilitas peminjam). Dengan demikian. atau kerugian ditentukan. kemudian.3 Resiko Kredit (credit risk) Resiko kredit biasanya didefinisikan sebagai resiko bahwa peminjam tidak akan membayar kembali bunga dan/atau pokok. Ini adalah resiko perubahan tak terduga dalam kelayakan kredit dari peminjam yang mungkin menyebabkan nilai yang lebih rendah dari pinjaman kepada kerugian. karena peminjam tidak pernah membayar lebih dari yang mereka dapatkan. dampak kerugian kebangkrutan adalah unsur yang paling relevan resiko kredit untuk dua alasan utama: kredit mikro tidak memiliki pasar sekunder yang dapat menimbulkan efek Dijual rugi. Dengan demikian. tidak diimbangi dengan perbedaan lebih tinggi dari pasar akan membutuhkan (biaya kesempatan efek ’opportunity cost effect’). Jadi. baik oleh kebangkrutan dari peminjam (bangkrut efek / insolvensi rugi efek ’insolvency loss effect’) atau dengan transfer kredit pada diskon (penjualan efek rugi ’sale less effect’). tetapi lebih baik diwakili oleh sebuah distribusi diam-diam di mana kebangkrutan adalah hasil ekstrem nomor yang berbeda pada tahapan penurunan peringkat.3.( LTL + %MTL + % STL) 7. dan.

pasar . tidak dikenakan topi suku bunga. dan akhirnya akan menciptakan harga yang lebih akurat dari kredit mikro. pada kenyataannya. seperti yang dijelaskan oleh literatur dan dengan peraturan kehatihatian bank dan dilaksanakan oleh perantara keuangan. dengan alasan keuangan mikro yang tidak amal dan bahwa kredit mikro harus menumbuhkan sikap tanggung jawab keuangan antara peminjam. membuat peluang efek biaya yang tidak relevan. kualitas terbaik peminjam tidak bersedia untuk meminjam uang dan bank mengalami resiko pinjaman kepada pelanggan berkualitas terburuk. dan sebagian akan membantu dalam mengurangi dikotomi antara penjangkauan dan keberlanjutan. Hal ini dapat menyebabkan dua pendekatan yang berbeda: memilih untuk kembali diharapkan lebih rendah. Keuangan Mikro dan praktisi sastra tampaknya membenarkan kebijakan suku bunga fleksibel. Sebaliknya. Titik terakhir membawa kita ke salah satu fitur utama dari kebijakan keuangan mikro kredit. LKM memiliki tugas spesifik meminjamkan uang kepada debitur yang memiliki kredit dirasakan relatif lemah. kebijakan penetapan harga pinjaman keuangan mikro telah terinspirasi terutama oleh ex ante dirasakan para peminjam kredit lebih dari oleh penilaian resiko kredit yang efektif terkait dengan pinjaman. atau sebaliknya. Kami percaya bahwa belum tentu menghasilkan tingkat bunga yang tinggi dan komisi. Hal ini mengingat masalah pendekatan etika untuk dibahas dalam Bab keuangan mikro 1. menerapkan tingkat bunga yang sangat tinggi. ayat ini bertujuan untuk menganalisis komponen utama resiko kredit. Bank dan perantara finansial tidak meminjamkan dengan harga berapa pun. melebihi suatu titik tertentu. Namun demikian. yang memainkan peran penting dalam resiko kredit: nonrationing approach (pendekatan tanpa tindak kejahatan). tingkat bunga yang lebih tinggi membuat adverse selection (seleksi negatif): ketika tingkat suku bunga relatif tinggi. Hal ini dapat membantu para manajer dan praktisi dalam mengembangkan risiko kredit keuangan mikro model-model yang bisa memfasilitasi evaluasi kelayakan kredit pelanggan. bersama-sama dengan tujuan keberlanjutan program keuangan mikro . . mereka benar-benar berperilaku dalam cara yang berlawanan dengan bank. Oleh karena itu.

resiko timbul terutama dari kerugian yang tidak terduga. The EL diwakili oleh titk nilai dari distribusi kerugian untuk kategori tertentu dari pinjaman. PD adalah titik nilai dari distribusi kerugian untuk suatu kategori pinjaman khusus. dan kerugian yang tidak terduga unexpected loss (UL). lebih khusus lagi. dalam harga kredit. EL dan UL adalah variabel yang signifikan untuk memperkirakan potensi kerugian kredit. LKM biasanya tidak pendekatan manajemen risiko kredit dari perspektif ini. Memperkirakan nilai-nilai masa depan EL dan UL berguna untuk peramalan nilai kemungkinan kerugian di masa depan. pada fleksibilitas yang peminjam telah di gambar uang dari fasilitas kredit yang diberikan.Resiko kredit ditentukan oleh dua komponen (Gambar 5. Dalam kredit usaha mikro. kemungkinan default probability of default (PD) dan loss given default rate (LGDR): EL = AE x PD x LDGR Dimana AE adalah paparan efektif di default. Sementara bank dan perantara keuangan mengadopsi model-model statistik yang berbeda untuk menghitung EL dan UL. yang mengatakan. Sejak manajer rasional menggabungkan perubahan yang diharapkan dalam pengambilan keputusan mereka dan.tingkat pemulihan). dan LGDR adalah tingkat kerugian yang diharapkan dihitung dalam persentase tingkat pemulihan (1 . AE adalah lebih mudah diprediksi untuk LKM daripada bank. bahwa keragaman adalah ukuran manajemen keuangan risiko. . Perkiraan EL terkait dengan eksposur kredit menghendaki evaluasi dari tiga variabel (persamaan 5. dan peraturan pengawasan perbankan menggunakan variabel statistik untuk menetapkan persyaratan modal bank terhadap resiko kredit. khususnya.5): expected loss (EL). ketiga variabel mengambil arti yang berbeda sehubungan dengan pinjaman tradisional. yang UL merupakan variabilitas sekitar yang berarti. Hal ini karena AE pada dasarnya tergantung pada produk pinjaman khusus dan.4): pemaparan disesuaikan adjusted exposure (AE). Namun demikian.

dalam keuangan mikro. dalam kasus itu. ekonomi sosial dan politik negara dalam lembar kegiatan didasarkan peminjam. dan semakin sulit untuk memprediksi AE tersebut. ini terutama karena sifat khusus dari penerima manfaat pelayanan keuangan mikro dan komponen risiko negara. kreditur harus memperkirakan bagian bendaharawan dari pinjaman yang akan ditarik pada saat default (persamaan 5. rekening risiko negara untuk semua faktor-faktor yang dapat menentukan default bahkan tidak secara langsung tergantung pada peminjam sendiri tetapi terutama pada situasi. dan tidak ada UP dan UGD yang perlu dipertimbangkan dalam perhitungan AE. semakin tinggi eksposur resiko (exposure risk) pemberi pinjaman.5) UGD = penggunaan diberikan default Keuangan mikro.5): AE = DP + UP x UGD Dimana: DP UP = = diambil undrawn bagian porsi (5. kredit mikro harus dikaitkan dengan PD lebih tinggi. pada umumnya. PD adalah.Semakin besar fleksibilitas ini. tingkat default mean diambil sebagai proxy dari PD peminjam di masa depan. pada kenyataannya. kemudian. kemungkinan default adalah proxy untuk kelayakan kredit dari peminjam yang tergantung terutama pada karakternya. estimasi PD diperumit oleh kekurangan statistik yang dapat diandalkan dan oleh sulitnya penataan set data homogen diversifikasi berdasarkan kategori peminjam dan kriteria geografis. berbicara secara teoritis. desain produk pinjaman dengan satu tunggal dengan drawal di konsesi pinjaman dan tidak memungkinkan peminjam untuk debit yang sedang berlangsung. komponen risiko memainkan peran penting dalam risiko . dan profil bisnisnya. PD mengungkapkan nilai kredit dari peminjam. Oleh karena itu. jika dibandingkan dengan pinjaman tradisional. profil ekonomi dan keuangan. Dalam hal ini. dihitung dengan menggunakan statistik sejarah tentang standar menilai untuk kategori yang sama dari peminjam. kredit usaha mikro tidak berjalan eksposur risiko.

ketika berbicara tentang kredit mikro. AE tidak berarti varians. apalagi. yang dianggap menunjukkan varians tertinggi di sekitar mean. manajemen risiko kredit keuangan mikro mengimplikasikan pengelolaan EL dan UL. Namun demikian. Untuk alasan ini. tingkat pemulihan bergantung pada dua variabel: tingkat pemulihan atas pinjaman itu sendiri (terutama tergantung pada jaminan). Dengan demikian. khususnya bagi mereka pinjaman terletak di negara-negara berkembang. dan biaya kesempatan. kemampuan ini tergantung pada faktor yang berbeda: menjamin bahwa membantu pinjaman. kredit usaha mikro dicirikan oleh kurangnya jaminan tradisional dan. LGDR sangat tergantung pada kemampuan pemberi pinjaman untuk memulihkan sebanyak mungkin dari peminjam setelah default-nya.kredit keuangan mikro. seperti dalam pinjaman tradisional. selanjutnya. Hal ini dapat dicapai dengan . ini adalah bukti dalam kontras dengan suku bunga dan commmissions diterapkan kepada peminjam. menurut produk pinjaman keuangan mikro tradisional. LGDR menunjukkan tingkat kerugian yang pemberi pinjaman secara efektif dikenakan setelah peristiwa default telah terjadi. pelaksanaan metodologi statistik untuk memperkirakan PD untuk peminjam mikro mungkin akan memfasilitasi harga yang lebih akurat dari kredit mikro. lingkungan hukum dan administratif yang mempengaruhi proses pemulihan. Ini adalah komponen yang paling penting dari EL. sementara PD adalah suppposed untuk menunjukkan nilai yang berbeda dari varians dalam hubungannya dengan program yang berbeda atau portofolio pinjaman. adalah bahwa komponen paling penting dari UL adalah kembali LGDR. untuk keuangan mikro. UL adalah varians dari AE. Ide yang mendasari di balik model-model ini adalah untuk meramalkan skenario terburuk. apa yang relevan. sifat usaha yang dibiayai. PD dan LGDR. yang dinyatakan oleh biaya administrasi yang berkaitan dengan prosedur pemulihan dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh proses. Sebaliknya. banyak program dan banyak LKM di sekitar kata telah menunjukkan tingkat yang sangat rendah pasca default ex. estimasi UL agak rumit dan memerlukan model statistik yang canggih. kredit usaha mikro dikaitkan dengan tingkat lebih tinggi dibandingkan dengan pinjaman LGDR tradisional. umumnya dilakukan dalam konteks geografis bahwa tidak memastikan suatu lingkungan hukum prosedur yang memungkinkan untuk transpparent dan rapidrecovery.

Pertama. etika mempertimbangkan sebuah portofolio kredit. EL tidak dapat dihilangkan tapi mudah dikejar oleh LKM formal. sehubungan dengan pinjaman perbankan. Hal ini membuat lebih sulit untuk memperkirakan PD dan LGDR tetapi. Ketika nyaman terstruktur. baik ketika mempertimbangkan kelayakan kredit peminjam atau jaminan bahwa pinjaman mendukung. dan diperlukan jaminan untuk meminimalkan LGDR. menganggap sangat penting dengan mengacu pada LGDR dan UL. sementara itu adalah tugas yang sulit bagi LSM atau lembaga yang bekerja di bawah pendekatan pembiayaan proyek tunggal. Berkaitan dengan sigle pinjaman.1. sekali pinjaman yang telah diberikan. EL dan UL dapat dikelola juga melalui kebijakan portofolio. UL dapat diminimalkan secara signifikan melalui kebijakan diversifikasi yang memungkinkan pengurangan varians mean dari semua komponen EL. memberikan indikasi pada jumlah yang hibah. Di satu sisi. manajemen risiko kredit pada dasarnya membutuhkan dua langkah. kedua. sebaliknya. Di sisi lain. analisis penelaahan atas kelayakan kredit konsumen dan pasar di mana ia beroperasi. dalam analisis kelayakan keuangan mikro lebih tergantung pada variabel kualitatif. Proses pemantauan. Pengendalian . BAB VIII PROSES PENGAWASAN KEUANGAN MIKRO 8. pada saat yang sama. dalam rangka untuk memperbaiki ukuran AE masuk akal dengan tingkat PD. pemantauan terus menerus dan proses pelayanan. sebelum kredit grandted. nalisis kelayakan kredit adalah variabel kunci untuk EL. menyarankan metode untuk pertimbangan masa depan: mengembangkan model nilai kredit kualitatif.pendekatan pinjaman sigle atau mempertimbangkan portofolio pinjaman. ini akan membantu untuk memperkecil ukuran kerugian tak terduga dan memaksimalkan tingkat pemulihan. itu menunjukkan tingkat PD yang terkait dengan peminjam.

seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. “Mikro” memiliki keistimewaan dari segi hasil penawaran (penawaran produk) dan kegunaan metedologi yang sederhana untuk menstruktur dan mendistribusikannya. dan maka dari itu perencanaan dari aktifitas ekonomi sosial di ganti (diubah) sistemnya. . salah satu hasil dari itu merupakan sebuah perencanaan yang sangat teliti pengaturan dan pengawasannya. Oleh karena itu proses kegiatan keuangan tradisional diakhiri dan menuju kepada sasaran prestasi yang lebih objektif diantara ilmu ekonomi dan sosial. perbedaan itu (lembaga ekonomi dan social) memiliki tingkatan perbedaan yang lebih khusus diantara standarisasi dan kerumitannya. dan pembagian yang tepat pada setiap tingkatan organisasi. Pada proses pengoperasian diperlukan efektivitas dan efisiensi.Yang membedakan dasar-dasar ilmu keuangan mikro dengan dibandingkan keuangan tradisional. Tentu saja. yang menjadi kepuasan berbagai kebutuhan para pelanggan perbedaan leta-letak geografis. terkadang juga termasuk yang tidak berhubungan dengan hasil keuangan yang juga urgensi etika sosial. yang merupakan ssasaran para klien (langganan) terhadap kesalahan dalam penetapan hasil penawaran. pelaksanaan. telah banyak terdapat kesalahan dalam lembaga keuangan mikro yang menggolongkan lebih atau tak sebanyak hasil yang telah tersusun (terstruktur). Tujuan dari bab ini adalah untuk mengenali kesalahan-kesalahan dalam pengaturan pengawasan kegiatan yang benar dan kemampuan SDM yang digunakan selama pembuatan keuangan mikro dan juga mengawasi yang berhubungan dengan sistem informasi. hal itu tergantung kepada keadaan dan pencatatan (pengamatam) pelaksanaannya baik secara terus-menerus dan sistem pengawasan yang untuk setiap kegiatan baik untuk SDM (sumber daya manusia) dan aktiva yang nilainya dapat ditentukan dengan teliti dalam penggunaannya. Sistem yang seperti itu harus menjadi perencanaan. meskipun kerumitan pada persediaannya.

Akhirnya. Persoalan-persoalan ini akan menjadi penjelasan tanpa menimbulkan perbedaan diantara situasi yang formal dan semi formal. tetapi terkadang hal ini dapat menyebabkan resiko yang sepadan atau sama besarnya. keduanya itu kebanyakan merupakan bagian dari proses atau hasil keuangan mikro. Sistem dorongannya (pendorong) adalah penganalisaan (analisa). Berdasarkan hal-hal yang telah dibahas kita akan mencoba pertanyaan berikut: • Mengapa sistem pendorong sangat penting di dalam kegiatan keuangan Bisakah sistem pendorong itu mendorong untuk bersikap adverse selection mikro? • dan meningkatkan resiko terjadinya kecurangan? 8. namun kembali lagi berhubungan terhadap proses efesiensi dan efektivitas. Alasan Untuk Proses Pendekatan . kunci variabel untuk pengawasan yang benar dan sistem laporan telah terplilh. 2. Mengenali ciri khas dari pada proses keuangan mikro dan memusatkan perhatian pada kredit mikro. mengenali resiko mengenai efektivitas dan efisiensi.2. lebih memperhatikan sebagian besar resiko cara kerjanya. Ini juga mencapi berbagi tingkatan. tetapi setiap memelihara poin-poin utamanya. dan terhadap resiko SDM-nya. Sementara untuk pencapaian yang berhubungan dengan efesiensi dan efektivitas perlu memfokuskan pada bagian-bagian struktur secara baik pada setiap proses-proses bagiannya sedemikian prespektif. Persoalan-persoalan seperti itu tidak berpengaruh pada saat dibutuhkannya sistem pengawasan dan informasi manajemen. pencatatan kegiatan (aktifitas) dan SDM yang bemnar memiliki batasan resiko. Resiko keuangan telah selesai kita analisa pada bab 5. Hal ini sering digunakan sebagai instrumen yang fungsional untuk pencapaian dari tujuan.Untuk mencapaiannya ialah : 1.

Dengan demikaian. Hubungan antara struktur organisasi ini ditentukan ketika tugas dan tanggung jawab berhubungan pada tugas tunggal yang ditugaskan kepada unit operasi. Sistem kontrol internal juga secara sistematis institusi yang komplek dengan mengontrol resiko. pelaksanaan tugas. Oleh karena itu. dan akibatnya kontrol sistem ini tidak hanya di katagorikan sebagai instrumen kontrol tetapi juga sebagai instrumen pengatur. dan SDM yang digunakan.Walaupun intuisi keuangan mikro mempunyai tujuan tertentu pelanggan dan produk. untuk setiap produk dan layanan umumnya proses ini melibatkan unit operasi yang diberikan tugas dan tanggung jawab. berdasarkan jumlah produk.dan dengan menciptakan infrastruktur yang mencapai manajemen yang berhubungan dengan semua proses dan SDM yang dicakup dalam skema umum. Agar mencapai tujuan mereka dan untuk mengontrol resiko yang di dapat dari operasi mereka. Setiap kontrol sebenarnya adalah instrumen yang aktif mengawasi operasi dan manajemen. Oleh karena itu. Definisi dari struktur institusi dilibatkan dalam identifikasi sebuah unit operasi yang dicakup dalam proses institusi. dengan mengawasi model (trend) dan variabel yang paling penting. Perencanaan sistem kontrol internal tergantung typologi aktifvitas yang ditanamkan. untuk mencapai sistem kontrol terbaik dibutuhkan pengidentifikasian struktur dan komponen-komponen dari proses dan hubungan yang berada diantara mereka. mereka beroperasi dengan kriteria efisiensi dan efektivitas yang sama seperti intuisi keuangan tradisional. Oleh sebab itu. khususnya dalam hal informasi dan sistem informasi manajemen. Definisi dari proses institusi memiliki keuntungan yang kegiatannya terus berjalan dan identifikasi dari prasa yang bersangkutan. untuk merencanakan struktur sistem kontrol internal digunakan menspesifikasikan typologi dari institusi . layanan yang disajikan. dan tanggung jawab yang di dapat dari organisasi yang di operasikan. Mfi perlu mengadopsi sistem kontrol internal yang memungkinkan pengawasan dari kegiatan yang dikerjakan dan unit operasi yang berkait. menjadi lebih mudah untuk mengidentifikasikan resiko yang terdapat dari komponen-komponen yang disebut diatas.

untuk tujuannya, dan untuk mengontrol resiko-resiko yang spesifik. Singkatnya aktifitas kontrol diterapkan untuk setiap unit operasi yang terkait, mengikuti prinsip dan hubungan yang ketat antara struktur dan komponen proses. Sistem kontrol opersional yang efektif dan efesien sangat didukung oleh sistem informasi dan laporan yamg memungkinkan sirkulasi (perputaran) informasi yang di dapat dari pengawasan aktivitas unit operasi. Laporan informasi harus dilakukan dari atas sampai ke bawah dari struktur organisasi dan sebaliknya. Faktanya dengan begitu sistem kontrol mempertinggi fungsi pengaturannya diselesaikan untuk mengoptimisasi proses keputusan manajemen dengan tujuan mengatasi masalah-masalah dengan tepat, sebelum pencapaian jadi kacau sistem dibutuhkan untuk menjadi sampel transparan dan tepat jadwal untuk meningkatkan operasi yang nyata dari institusi dalam setiap tingkatan organisasi.

8.3. Proses Mikrofinansial
Operasi Mfi dapat dikatagorikan dengan kemungkinan dari keberadaannya dalam kegiatan finansial seperti etika sosoial. Untuk setiap aktivitas prosesnya tentu telah ditentuakan untuk membiarkan produksi layanan dan dengan keuntungan yang sangat besar. Bagian ini hanya untuk menganalisa kegiatan finansial. Proses institusi mikrofinansial tidak berbeda dari mereka yang digunakan oleh perantaraan bank tradisional dan dikelompokkan berdasarkan lokasi manajemen yang khusus Proses aktivitas produksi, proses pendukung, dan proses kontrol (lihat gambar 6.1)

Proses kegitan produksi Manajemen kredit Pro Manajemen penyimpanan ses pengaturan Manajemen penyimpanan dan pembayaran Ko Manajemen perdasangan pada ntrol tingkat I Ko Ko ntrol tingkat III

pasar finansial ntrol tingkat II

Bagan 6.1 Mfi proses Empat set katagori proses makro terlihat di peta aktivitas yang dijelaskan dalam Mfi. Seluruh katagori makro (besar) selalu ada walaupun jumlah proses dapat bervariasi tergantung pada komplesifikasi dari institusi yang khusus dan lebih terstruktur untuk Mfi formal dibandigkan dengan semi formal dan non formal. Seringnya kita merujuk kepada produk dan layanan yang disajikan pada operasi yang terkait dengan proses. Identifikasi dari proses yang disebutkan diatas juga bergantung pada tanggung jawab dari urutan operasi didalam struktur organisasi dan untuk itu mengizinkan identifiksai untuk menjadi poin pengawasan, yaitu tugas dan peran dari unit tunggal didalam sistem kontrol internal tersebut. Area proses pengaturan mencakup seluruh aktivitas tersebut yang diatur didalam proses-proses, yang pada akhirnya menentukan pedoman-pedoman dari institusi. Oleh karena itu, aktivitas-aktivitas ini mencakup proses penetapan dari manajemen, pada umumnya proses-proses tersebut dibagi menjadi : • Perencanaan strategi; dengan tujuan institusi jangka menengah sampai jangka panjang, resiko pengembalian profil untuk setiap aktivitas produksi rencan pengembangan dan target pasar. • Perencanaan oprerasional; dengan tujuan yang khusus untuk setiap unit bisnis, resikonya pengembalian tujuan, budget tahunan, investasi, dan beban.

Kebijaksanaan manajemen resiko; yang mana tergantung dari apa yang telah disetujui selama perencanaan strategi, diluar prosedur dan instrumen yang digunakan untuk manajemen resiko diikuti tujuan yang dikembalikan.

Definisi dari struktur organisasi; untuk menentukan struktur institusi selanjutnya untuk kebutuhan yang di dapat dari tujuan yang dipilih (contoh : penggunaan dari pinjaman (kreditor travel) dari daerah perdesaan).

Definisi dari sistem kontrol internal; bergantung dari struktur organisasi dan berdasarkan aktivitas operasional yang sedang berlangsung. Proses aktivitas produksi tergantung, seperti yang telah disebutkan yaitu

berdasarkan kuantitas, typologi (jenis) dari produk yang disajikan; untuk setiap produk. Cocok terhadap sebuah proses; produk yang dikatagorikan operasi Mfi adalah manajemen kredit, manajemen penyimpanan, dan manajemen pembayaran. Dalam hal ini, untuk proses-proses dititik-beratkan kepada manajemen pasar perdagangan finansial, kita biasanya merujuk kepada bank yang beroperasi pada mikrofinansial. Proses manajemen kredit mewakili proses tradisional dan asli dari mikrofinansial, karena kredit mikro adalah produk pertama yang disajikan oleh insitusi ini. (lihat bagan 6.4). Proses penyimpanan manajemen mengidentifikasikan jenis-jenis produk yang disimpan yang memenuhi kebutuhan pelanggan yang dituju; permintaan terhadap produk ini secara konstan meningkat dan telah berubah menjadi banyak yang formal. Proses manajemen penyimpanan dan pembayaran ditujukan saat ditemukan kebutuhan pelanggan dalam hal pemindahan (transfer) keuanagn pelanggan; didalam berbagai situasi masalah-masalah pembayaran sangat penting untuk Mfi yang beroperasi dengan pelanggan asing. Proses pendukung termasuk di dalam seluruh kegiatan yang mengizinkan institusi untuk tetap bekerja. Mereka terdiri dari aktivitas yang bersilangan dengan proses yang lainnya. Aktivitas manajemen SDM sangat penting karena ini merupakan elemen strategis dari mikrofinansial. Masalah yang penting dalam berbagai konteks adalah faktor pendorong yang ditangani dalam proses ini, proses kontrol keuangan dan manajemen menitik-beratkan perencanaan pada aktivitas dan pengawasan kegiatan manajemen, menggunakan data pereode akhir dan ramalan

biaya melalui apa yang telah diawasi dari tingkat pencapaian tujuan yang telah ditampilkan. Laporan manajeemn tingkat atas diaplikasikan untuk kereasi dan manajemen laporan informasi dalam hal operasional dan manajemen dari satu area seluruh sistem sebaiknya memiliki sedikitnya 3 level, yaitu : 1. Hal operasional, sebaiknya memantau aktivitas yang dilakukan dan pemenuhannya akan rencana operasional yang dijadikan revernsi; seperti aktivitas yang dikerjakan pada setiap unit operasi. Contohnya kreditor. 2. Berasal dari banyak penggabunagn laporan pengoperasian dan mengenai hubungan area manajemen, seperti laporan yang ditulis oleh salah satu manejer area tunggal. 3. Informasi sintesis yang mengikuti informasi dari berbagai tingkatan dan memberikan prestasi terhadap strategi yang objektif. Ini menuju kepada manajemen bank dan tergantung kepada informasi yang termuat, itu mengikuti pengambilan keputusan yang tepat agar meningkatkan kegiatankegiatan dan melakukan kegiatan yang penting dengan benar pencapaian objektif. Untuk instruksi formal juga penyingkapan perekrutan yang ditunjukan kepada para pengawas. Operasi pengawasan itu memperhatikan pengawasan tingkat petama, kedua, dan ketiga. Pengawasan typologi akan diperdalam lebih lanjut. Untuk proses ini kami harus benar-benar menunjukan kegiatan kontrol juga diatur dalam proses dan harus mempertanggung-jawabkan penegasan dengan jelas dan bentuk kerangka-kerangka kegiatan secara menyeluruh, seperti proses memberikan informasi dan laporan pendukung operasional pembuatan keputusan dan institusi manajemen. Kegiatan pengawasan memperhatikan keduanya kegiatan-kegiatan dan meliputi unit opersai. Setiap proses harus didokumentasikan sesuai dengan prosedurnya baik secara manualo maupun instruksi poersaional dan pertanggung-jawaban secara menyeluruh. 8.4. Proses Mikrokredit Konstruksi mikrokredit tanpa ragu-ragu, keduanya menyalurkan semua hasil

Mfi. Apakah mereka itu formal, semi formal, atau tidak formal. Instruksi typologi meliputi bersama dengan partisipasi pengembangan program koperasi, pengaruh kompleksitas, dan aktivitas organisasi tunggal. Menyalurkan produk dan perencanaan tetapi proses seperti sisa yang sama. Dasar mikrokredit yang jelas, tanpa memperhatikan penawaran institusi typologi. Di dalam mencari keobjektifitas itu memenuhi keteranagn keuanagn yang diperlukan para pelanggan selesai perencanaan dan penyaluran produk yang memiliki kriteria yang sesuai dengan kepuasan yang dibutuhkan secara menyeluruh (lihat bab 2). Pada keobjektifan efektifitas dan efesiensi. Kepuasan yang sama pada sosial etika objektif tidak terdapat pada bank pinjaman tradisional, yang pertama dan yang terutama jalan masuk kredit keuangan dan mengeluarkan perongangan. Meskipun adanya berbagai typologi Mfi, lebih atau kurang bentuk atau struktur instansi pokok proses mikrokredit yang berhubungan dengan proses kredit tradisional. Kriteria-kriteria keobjektifan mencoba dua penerapan lebih lanjut, bentuk-bentuk perbandingan dengan proses tradisional. Pada awal dan akhir yang menggolongkan maksud sosial etika mikrofinansial dan objektif terakhir (pokok) efektif dan perkembangan dalam penerimaan uang. Beberapa operasional dan karakteristik manajemen tergantung pada institusi dan jenis program yang menjadi pertimbangan Mfi, uang modal mereka kegiatankegiatan dengan tujuan terus menyimpan dan berdasarkan dasar-dasar keseimbangan antara penyimpanan dan kegiatan pinjaman. Manajemen langsung dan operasional terhadap aspek seperti kuantitas pinjaman dokumen dan tingkat resiko pembukaan, mereka juga menyeimbangkan antara resiko dan keuntungan-keuntunagn dengan mencapai yang cermat pada tingkatan efesiensi operasional yang cukup, dengan pencapaian tingkat kemampuan efesiensi pengoperasian. Disisi lain, Mfi mengoperasikan dengan menetapkan tujuan lebih dan pelaksanaan tujuan, yang man mewakili kewajiban. Ditampilkan pada gambar 6.2 perbedaan diantara proses kredit tradisional dan proses mikrokredit. Dua proses ini berlainan, yaitu proses awal dan proses akhirnya. Tahap lainnya adalah menggolongkan perbedaan metode operasi dan penggunaan instrumen secara menyeluruh. Proses kredit nasional:

Fase ini dibandingkan dengan kredit tradisional. Kegiatan ini harus sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan etika sosial yang ditanamkan melibatkan MFi mengambil bagian tertentu dari fase terdahulu yaitu penawaran mikrokredit. yaitu dari bagian yang dibutuhkan dan situasi ekonomi yang mana institusi akan beroperasi membutuhkan kegiatan pelatihan lebih lanjut. yang mana menjelaskan secara terfokus terhadap etika sosial dan tujuan perkembanagan keuntungan. MFi didukung dengan rekan lainnya menyajikan layanan pelatihan. Kegiatan pendukung dan pelatihan.• • • • perencanaan dan pengawasan manajemen pendanaan pengawasan peninjauan kembali manajemen Lebih banyak pendapat di sub bagian relatif terhadap dana kredit. bagian ini adalah salah satu feture dari proses mikrokredit. seperti yang disebutkan diatas. Aktivitas ini adalah untuk menyempurnakan akar dari budaya kredit diantara keuntungan dan operator (pengoperasian) lokal. Kontrol perencanaan dan manajemen : Dalam fase ini yang man dimiliki oleh proses kredit tradisional. layanan sosial dan berbagai kegiatan lainnya yang menyajikan teori-teori pengetahuan yang khusus dan keuntungan target. khususnya terhadap evaluasi. yang mana pengembangan kebijaksanaan dengan resikonya pengembalian tujuan disetujui oleh manajemen tingkat atas sejak program mikrokredit sering digunakan. seluruh kegiatan yang berhubungan dengan produksi kredit dan penyaluran yang ditampilkan. pada umumnya khususnya melihat mikrofinansial termasuk dalam program pengembang kerjasama. untuk pencapaian kesuksesan dari program. umumnya mempercayakan MFi pada seluruh aktivitasnya. tidak hanya dipengaruhi . faktanya pembelajaran dari konteks lokal. Finansial tradisional lebih lanjut mengambil bagian di dalam program mikrokredit. Ini membutuhkan pengetahuan yabg baik tentang wilayahnya. berbagai aktivitas tertentu yang tidak biasa terhadap kredit tradisional.

Dengan mengumpulkan informasi dari pelanggan yang bersangkutan dalam program mikrokredit. Fase perencanaan mencakup empat fase dalam proses kredit tradisional. tetapi juga strategi yang didapatkan dari kebijakan pengembangan dalam skala nasional dan internasional. serih membutuhkan imlementasi dari jaringan distribusi yang sangat membutuhkan perencanaan hati-hati dan organisasi. kredit yang sudah lunas dapat dipercayakan pada pihak ketiga biasanya adalah rekan lokal. persetujuan atau penolakan resolusi disajikan dari badan spesial yang dalam program mirkokredit diidentifikasikan kedalam komite kredit. sistem perangkat lunak Accounting dan sistem pengawasan sangat dibutuhkan. habis pembayaran dan evaluasi ulang pengembangan prinsip yang sama dalam keuangan tradisional. Pengawasan : Dalam fase ini mencakup aktivitas yang dibutuhkan untuk mengontrol aliran uang kredit yang ditekankan pada waktu pembayaran dan manajemen yang tepat dengan posisi yang benar. Pendanaan : Fase ini terujuk kepada pengenalan dan evaluasi dari permintaan kredit. Perbedaannya halnya fase distribusi. Dalam program pengembangan kerjasama. Akhirnya selama perencanaan dan kontrol manajemen. kegiatan ini umumnya didapatkan dari kreditor dengan cara wawancara atau kunjungan ke pinjaman-pinjaman yang berpotensi. karena itu perlu untuk memiliki sistem laporan dan informasi . kemudian kreditor menaksirkan opini pribadi yang akan mempengaruhi komite kredit di dalam penyelesaiannya kredit.oleh tujuan dan kebutuhan operasional dari institusi. sifat asli dari mikrokredit. banyak manajemen bergantung pada kemampuan untuk mengantisipasi peristiwa yang biasa terjadi dengan cara akuntansi yang memadai dan pengawasan harian. khususnya ketika ditawarkan kepada penduduk yang tingal didaerah perdesaan. Evaluasi adalah kombinasi dari aktivitas yang disempurnakan untuk mengesahkan Keuntungan dari kredit fitur kuanlitas dan kuantitas dari peminjam evaluasi dalam keadaan sejarah dan pandangan kedepannya (presfektif). Kreditor membantu keuntungan pelanggan di masa depan di dalam mengisi penggunaan mengisi kegunaan kredit.

Manajemen Pemulihan : Dalam fase ini menitik-beratkan kepada posisi yang diakui tidak dapat diperbaharui. faktanya pada fase jalan keluar institusi yamg mendukung harus yakinbahwa uang yang diberikan kepada mikrokredit harus cukup berkembang untuk menjanim kegiatan pendukung setelah masalah dari program mikrokredi dan jalan keluar dari MFi. tidak hanya ketika masa program dalam fase ini. Kreditor harus melihat kondisi barang jaminan selama saat dia berkunjung. Hal ini terujuk kepada stategi jalan keluar pada akhir program. Dalam mikrokredit perhatian khusus diberikan kepada posisi berdasarkan keakraban kelompok. contohnya tujuan dan fungsi dari uang dan sisa perputaran uang harus diprogram kembali. biasanya seperti properti yang menguntungkan dan sebagainya (televisi. Dalam . karena itu informasi yang menyangkut “grup-grup” ini harus selalu diperbaharui ketika kredit dibantu oleh jaminan fisik. khususnya yang termasuk dalam proses pengembangan kerjasama. 8. Proses-Proses Yang Terkait Bagian 5 menganalisa dari resiko yang terdapat dari mikrofinansial. dll). dalam kasus ini perundang-undangan lokal dari teori-teori target daerah yang disetujui memiliki peranan yang besar. kulkas. Kemungkinan dari perbaikan adalah faktanya. seperti pengadilan yurisdiksi (yang berhak).manajeman dalam seluruh organisasi. biaya alternatif harys disediakan. tergantung kepada tekanan dan campur tangan dari badan lainnya. Dalam skenaio baru harus menyajikan tujuan akhir dari program dalam hal pertahanan untuk masa depan. 5. mikrokredit harus mencoba mekanisme tinggi dan mencoba perputaran ekonomi yang sesuai dalam setiap jangka waktu. karena efek yang berlipat ganda dari yang bisa didapatkan bisa memberikan resiko yang tinggi. Celah dari bekerja dengan cara sistem ”pelayanan” dengan staf operasi yang khusus dapat direncanakan. Dalam fase. tujuan etika sosial menjadi sangat penting. Strategi keluaran adalah salah satu dar fase khusus lainnya dalam program mikrokredit.

3). identifikasi ini ukuran dan pengawasan harus ditanamkan pada setiap proses Mfi. Identifikasi Ukuran dan pengawasan. Resiko proses manajemen terdiri dari tiga fase pokok.bagian ini resiko operasi mengharuskan Mfi menganalisa dengan lebih detail. dan sebagai konsekuensinya belum tepat berdasarkan fungsi yang bertanggung-jawab. diantaranya : 1. Mfi bisa mengalami kehilangan. ini menjadi penting untuk seluruh MFi untuk mempertimbangkan manajemen resiko operasional dan fase penting. Yang tidak dapat dielakkan ini berefek kepada pencapaian tujuan dan berdasarkan dari kepuasan pelanggan. Hitungan dan manajemen. Belum dijelaskan secara jelas. efeknya dapat berdampak negatif kepada seluruh institusi. Kejadian dari resiko-resiko ini bergantung kepada situasi dari proses ini yang terkait dengan aktifitas produksi (bagan 6. Resiko operasional dinyatakan sebagai resiko kehilangan dari ketidakcukupan atau kegagalan dari proses internal. faktanya. 3. Dalam tugas manajemen ini adalah. Proses 2. Untuk melakukan hal yang sama kita harus melihat dari resiko operasional tanpa melihat perbedaan dari typologi institusi. dimensinya adalah alat yang sesuai dari manusia dan sumber daya materi yang dapat memvariasikan hasil dari resikonya tetapi bukan kejadiannya. seperti manajemen resiko menitikberatkan kelengkapan dari pihak perantara. petama-tama adalah untuk mengidentifikasikan variabel kunci untuk pengawasi resikonya. karena itu dari pandangan manajemen resiko. langkah kedua adalah mentik-beratkan . Perhatian dari manajemen keterkaitan adalah untuk melihat kemungkinan resiko dalam rangka memaksimalkan pengembalian dari institusi. kecurangan. Salanjutnya dalam menaggapi resiko ini. Kejadian dari resiko operasional melibatkan seluruh MFi. orang dan sistem atau kejadian diluar proses (lihat bab 5). Kuantifikasi dan pengaturan dari yang terhubung pada satu proses. akibatnya sistem pengaturan internal harus diperbolehkan untuk setiap prosesnya. kelengkapan Mfi. atau penyalahgunaan yang telah memanifestasikan dirinya secara berkala dalam operasi Mfi. baik resiko operasi aatu resiko finansial harus mendapatkan pertimbangan yang cocok dalam kebijakan MFi.

Kecendrungan untuk menanggapi kebijakan penengah finansial cendrung untuk mempertimbangkan managemen resiko. Identifikasi dari proses dan resiko cocok untuk menjadi sistem kontrol yang baik. dalam hubungan seberapa penting resiko dalam rangka untuk mencapai tujuan MFi.dalam pembenahan peringatan dini atau batas tanda bahaya untuk setiap resiko yang di pikirkan untuk menjadi hubungan strategis bagi kegiatan yang diawasi. diantaranya : • • • • • • • • • • • resiko pemenuhan resiko masalah bunga resiko yang didapatkan dari ketidakcukupan (kegagalan dari proses internal) resiko yang disebabkan dari masyarakat resiko yang di dapat dari kecurangan internal atau kegiatan yang tidak resmi resiko reputasi resiko dari masalah kompensasi. kepastiannya. Resiko operasi yang umumnya mempengaruhi Mfi. Proses pengaturan resiko berhubungan dengan proses kontrol dan yang bekerjasama didalamnya. Akhirnya. dan kualifikasi dari resiko. proses ini akan berbeda tergantung kepada sifat alami dari institusi dan tipe pertimbangan dari program mikrokredit. fungsi ini harus selalu terjamin identifikasinya. salah satu fungsi dari managemen resiko untuk MFi yang lebih terstruktur. Nyatanya. Formal dan semi formal. keuntunagn. Proses managemen sebagai bagian dari sistem kontrol internal untuk mempertinggi institusi pengatur manajemen resiko dan proses kontrol memiliki hubungan yang dalam. dan syarat resiko kehilangan yang timbul dari kekacauan bisnis atau kesalahan sistem resiko indukator kunci dari pelaksanaan (kinerja) resiko kehilangan yang timbul dari kesalahan dalam proses pencatatan keuangan resiko kehilangan yang timbul dari proses stategis . pengaturan harus menjadi bagian operasi harian dari MFi dalam rangka untuk mengatur resiko.

Resiko masalah bunga terjadi karena kemungkinan dalam proses dari pencampuran ketertarikan individual. dan layanan yang disajikan. atau kegiatan yang tidak legal terhadap Mfi atau penerima uang.Kerumitan resiko bergantung pada kemungkinan bahwa proses implementasi (penanaman) tidak sesuai dengan prosedur Mfi. bergantung kepada kemungkinan bahwa staf manajemen dapat mengganti dokumen seperti laporan keuangan atau laporan pernyataan dengan maksud mencurangi penerimaan informasi. Kecurangan yang dilakukan oleh kreditor adalah resiko operasional tertinggi oleh Mfi. Resiko yang disebabkan dari masyarakat adalah kemungkinan bahwa SDM cocok dalam manajemen dan atau pengaturan dari proses yabg tidak memiliki keahlihan. dari fungsi yangburuk dari unit opersi atau kesalahan manusia. Dalam lingkungan resiko yang disebabkan oleh SDM. resiko yang disebabkan dari kecurangan internal. ketertarikan Mfi. pencurian. ini dapat terjadi sebagai contoh dalam hal pemanfaatan finansial yang tidak sah atau aset non finansial. terlebih lagi resiko dari kecurangan-kecurangan internal atau kegiatan tang tidak resmi adalah kemungkinan bahwa pegawai baik sendiri maupun bekerja sama dengan pihak ketiga melakukan kecurangan. Resiko ini berhubungan dengan pandangan pemegang saham dari hubungan penghormatan dan propesional Mfi dan karyawan. tingkatan produk. Pemberi modal dapat kehilangan pegawai profesional dan dapat merusak citra di pasar. contohnya pihak yang memberi. Resiko reputasi adalah kemungkinan bahwa Mfi merusak hubungannya dengan pelanggan. Msaih di dalam resiko reputasi. pengalama. atau profesionalitas yang dibutuhkan untuk meyakinkan pencapain dari tujuan yang diinginkan atau untuk mengurangi resiko lainnya menjadi tahapan yang dimaklumi. Resiko yang terdapat dari ketidak-cukupan atau kegagalan dari proses internal didapatkan oleh kemungkinan bahwa proses internal Mfi tidak menjamin pencapaian dari tujuan dimana mereka menutup dan atau membutuhkan biaya yang lebih dari budget yang tersedia. untuk kepentingan MFi lainnya dipengaruhi dengan resiko yang berhubungan dengan kepuasan pelanggan yang berhubungan dengan ketidak-sampaian tujuan dan terjadi . baik dalam kemampuan teknik dan profesional dari seluruh sumber daya yang mengatur bisnisnya pada kualitas. atau kegiatan yang tidak resmi memiliki hubungan yang khusus. dan ketertarikan pelanggan. pemasok. resiko ini dapat timbul dari kesalahpahaman proses.

Resiko kehilangan yang timbul dari rusaknya bisnis atau sistem menitik-beratan kemungkinan bahwa sistem informasi yang digunakan mungkin tidak cukup untuk proses operasional dan tidak memuaskan kepentingan operasi menjanjikan data dan informasi yang tidak dapat dipercaya. Sebagai contoh. manajemen tidak mendapatkan informasi yang cukup tentang staf organisasinya. Resiko dari masalah Keuntungan dan syarat di dapat dari kemungkinan bahwa pegawai tidak setuju dengan indikator kinerja yang digunakan MFi. Kemungkinan tujuan yang diinginkan tidak dapat tercapai dan tidak disetujui. para pegawai tidak memiliki dukungan yang dibutuhkan untuk melakukan kewajiban atau untuk berperan dalam masalah teknikal dan operasional. indikator kinerja yang tidak mempertimbangkan hubungan antara pengembalian jangka panjang. tujuannya. Sebagai contoh. Resiko yang berhubungan dengan jenis lainnya dari resiko reputasi yang disebabkan karena kemungkinan bahwa sisterm komunikasi vertikal (atas-bawah dan bawahatas) atau horizontal tidak efektif. akhirnya penting untuk disebutkan bahwa resiko yang timbul dari kesalahan proses strategi. Untuk itu. ini dapat terjadi ketika kinerja indikator tidak lagi seimbang. dan indikator yang tidak dapat dicapai. Sistem pendorong masih merupakan masalah yang belum terselesaikan bagi banyaknya MFI. khususnya unit operasi lokal dan kreditor. sebagai contoh ketika proses evaluasi terlalu rumit atau ketika MFi tidak dapat memberikan pelanggan atau produk layanan yang dapat dipertanggung-jawabkan. Berhubungan dengan manajemen finansial adalah resiko yang ditimbulkan dari kesalahan dalam proses pencatatan keuangan. antara indikator finansial. dan strategi proyek. Dan ini merupakan sebab utama dari kecuranagn dan pencurian khususnya pada kreditor.ketika proses tidak terjadi dalam berbagai cara untuk mencapai perkiraan penerima uang. hal ini yidak dapat meralat waktu efesiensinya. dan strategi dari MFi. Ini dimaksudkan bahwa pegawai dalam rangka untuk mencapai tingkatan kinerja dan untuk memperoleh dorongan. Dalam konteks . tertarik untuk tidak menyesuaikandiri dengan tujuan bisnis atau strategi dan stándar etika MFi. tujuan. ketahanan. para karyawan tidak terlalu memperdulikan misi. Resiko dari indikator yang digunakan tidak cukup untuk mewakili situasi finansial dan ekonomi MFi yang sebenarnya.

sebaiknya pada tujuan yang meyakinkan dan dapat bersumber pada manusia dan keuangan. Pertama-kalinya proses MFi. tugas pertanggung-jawaban dan hubungan resiko-resiko typologi telah diidentifikasi. Keduanya untuk MFi internal yang menggunakan seperti pengoperasian dan kebutuhankebutuhan manajemen. Pada faktanya komponen-komponen kontrol bergantung pada kegiatan dan proses yang dibawa. Sistem pengawasan internal telah direncanakan dan metodeloginya .ini resiko terjadi ketika MFi tidak menyadari dan menganalisa informasi yang ditekankan oleh grup yang disetujui atau ketika bentuk kerja biasanya dan kemungkinan asli dari pengembangan yang sebenarnya berada pada lingkungan terikat. Sistem pengawasan efektif memerlukan pembaktian manusia dan sumber keuangan. Lalu. Pengawasan internal memiliki sistem jaminan dan pencatatan efektifitas dan efesiensi pada proses-proses operasional. Pengawasan Typologi Pada bagian ini menggambarkan pengawasan sistem efisien internal ini merupakan keperluan mempertimbangkan kedua struktur organisasi dan dasar-dasar proses. maka dari itu typologi rangka typologi dan mengenai proses pengawasan harus sesuai dengan struktur dan sifat-sifat instruktur organisasi. keselurahan MFi harus mengimplementasikan sistem pengawasan internal dan menghargai dasar MFi secara umum – fungsional sistem efektifitas – pemisahan diantaranya manajemen dan kegiatan pengawasan menghindari masalah-masalah resiko. 6. dan untuk Mfi eksternal keperluan-keperluannya seperti pemenuhan terhadap undang-undang lokal dan peraturan supervisi. 8. ini memerlukan sesuatu yang dapat dipercaya dan berhubungan dengan Accounting dan informasi manajemen. Kegiatan pengawasan merupakan pengoperasian fungsional yang menceritakan resiko-resiko dan Lingkungan yang dimana MFi beroperasi. MFi memiliki perbedaan struktur organisasi yang bergantung pada typologi instruksi. beberapa struktur MFi biasanya merupakan beberapa kombinasi dengan kebutuhan pelaksanaan sistem efektifitas yang menegaskan kegiatan pengawasan dan perlengkapan pertanggunag-jawaban yang tepat.

Untuk bentuk referensi dan resiko-resiko pengembalian tujuan bentuk-bentuk MFi. sejak mengikuti kebenaran yang tepat dari penyalahgunaan dan penbapaian yang efektif dan tujuan MFi yang efesiensi. tetapi biasanya selalu cocok untuk satu situasi yang spesifik. Struktur pengawasan ini sering tidak cocok pada pengoptimalan model. tujuan strategi memustuskan tingkatan perhitungan resiko-resiko yang penting dan yang mana pengawasan typologi harus menjadi implementasi. Pada bagian ini mengikuti sistem pengawasan yang merupakan instrumen instruksi pemerintahan. dan penerapan sistem laboran yang memadai kepada manajemen tingkat atas. Pengawasan typologi dalam aktivitas dan SDM tergantung dari MFi khusus. eksekutif. Sistem pengawasan mengikuti penanganan manajemen pada berbagai macam resiko .1 Pengawasan Typologi – pengawasan Instrumen. Pada tahap perencenaan ini. membenarkan manajemen yang benar dari proses-prosesnya. dan oleh karna itu. Pengawasan Typologi Pengawasan operasional • • • • Pemeriksaan pengawasan • Pengawasan Instrumen Buku-buku (pedoman) Instruksi Prosedur Kemampuan delegasi keuangan Pemeriksa laporan . mengurangi sebab akibat dampak negatif sebaiknya menghindari mereka pada penimbulan dampakdampak negatif. Sistem ini menghadirkan pengawasan konstan tingkatan resiko dan anggota staf yang terkait dalam operasi fungsi. Kebutuhan untuk pengawasan dan pengontrolan operasi MFi tergantung kerjasama dari badan pengawas. tujuan strategi mengambil pertimbangan. Sistem inforrmasi managemen di lain pihak menyajikan keputusan-keputusan membuat dukungan kepada berbagai badan dalam struktur organisasi. Tabel 6.mengenal resiko-resiko yang tegas.

pada bagian ini untuk menghindari resiko kecurangan. Pemeriksaan pengawasan merupakan peristiwa yang bijaksana untuk kemudahan mikrofinance. kredit manual) dan langkah –langkah pengoperasian. pemasok pada sistem typologi ini merupakan pengambilan pengawasan dari implementasi instruksi operasi yang memuat pengoperasian manual (contoh. Yang termasuk dalam sistem typologi ini juga merupakan perangkat lunak pengawasan otomatis. sebagai contoh kejadiannya pada evaluasi dan pendanaan kredit. mereka bertujuan membuktikan kerelaannya pada pengoperasian internal dan peraturan eksternal.Pengawasan manajemen • • • • Perencanaan strategi Anggaran belanja tahunan Situasi jabatan Laporan kegiatan dan laporan keuangan Pengawasan kualitas • • Misi Kode etik Pengawasan internal (memeriksa daftar-daftar dan laporan keuangan) Laporan pengawasan • • Pengawasan eksternal (menyeimbangkan pernyataan dan dokumen-dokumen untuk penyingkapan keperluan) Pengawasan operasi membawa keluar operasi unit-unit (contoh. kreditur) selama kegiatan mereka. Pemeriksaan pengawasan pada unit operasional. pemenuhan resiko dan yang menyebabkan . dua unit di depan dan dua unit di belakang kantor. ketika staf anggota melebihi batasan yang telah disetujui.

Prosedur pengawasan harus dapat menjelaskan kecocokan dokumendokumen (prosedur. pelanggaran-pelanggaran . pengawasan menjamin kegiatan yang merupakan prosedur dan pedoman. pada bagian ini menjamin kebenaran pengoperasian yang berkesinambungan dan penyelesaian laporan-laporan serta resiko-resiko. • Tingkat kedua. ekonomis. Pengawasan kualitas pada kegiatan etika-sosial merupakan implementasi untuk memeriksa layanan yang diberikan.5). pernyataan-pernyataan. pengawasan ini bergantung pada proses pemeriksaan internal dan bermaksud mengidenifikasi kelainan-kelainan. • Tingkat ketiga. surat kredit. perintah pengoperasian). yang mengandung kejelasan dan menetapkan jalur pada kegiatan pengawasan dan pertanggungjawaban. atau diselenggarakannya dengan pengembalian fungsi kantor. dan lain-lain. Dokumen-dokumen tersebut harus sesuai dengan penjelasan instrumen yang digunakan dan informasi yg diberikan harus berasal dari semua pengaturan resiko-resiko (resiko typologi). pengawasan ini bergantung pada resiko pengawasan manajemen yang setuju pada tujuan sistem pengukuran resiko yang memeriksa batasan penetapan fungsi-fungsi yang berlaku dan pengawasan yang berhubungan dengan hasil pengoperasional area unit tunggal yang menentukan resiko pengembalian tujuan.. Tujuannya untuk memeriksa situasi mikrofinance pada modal. Mereka membawa unit pengoperasian yang sama (contoh: pengawasan hirarki) atau memasukkan kedalam prosedur perangkat lunak. Pengawasan manajemen pada dokumen akuntansi seperti anggaran. Pengawasan laporan menuju kepada komunikasi internal mikrofinance dan penyingkapan segala kepentingan. pedoman-pedoman. menurut pengikutnya terdapat 3 tingkatan: • Tingkat pertama.terjadinya resiko yaitu ketidakcukupan atau kegagalan proses internal (lihat bagian 6. dan komponen keuangan. Sistem pengawasan internal mikrofinancebisa menjadi struktur yang digunakan pada keuangan menengah lainnya.

sistem pendorong akan memicu sumber-sumber resiko operasional untuk mikrofinance dan jika kejadiannya seperti itu maka harus segera diawasi. Dalam beberapa kasus. Kumpulan pengawasan harus tidak terikat pada unit pengoperasian. diatas dewan pengurus yaitu direktur (Tabel 6. efek negatif yang tinngi dibandingkan dengan keuntungan dan sistem itu telah menempuh peningkatan resiko pencurian dan kecurangan internal atau kegiatan yang tidak sah. jika digunakan tujuan yang tidak benar.2). pelaksanaan sistem ini membutuhkan kehati-hatian dalam proses pencatatan (pengawasan) yang fokus pada SDM.2 Susunan pendorong/ahli waris . Pada kegiatan pengawasan ini mampu menerapkan sistem pengawasan yang berkelanjutan. mamajemen. pendorong digunakan pada setiap tingkatan institusi struktur. Bagian inti mikrofinance. 8. Mereka juga mengevaluasi sistem pengawasan internal secara keseluruhan dengan benar. Karena itu. Tabel 6. termasuk pelanggan. Pada mikrofinance. berperiode atau yang juga mengandung arti luar biasa pada tempat pemeriksaan. Ini juga merupakan instrumen tidak langsung untuk pencapaian ketahanan dan keterjangkauan cita-cita. Pengalaman mikrofinance dalam penggunaan sistem ini menganjurkan hal itu. Disisi lain. staf anggota. dapat ditarik menjadi sistem pendorong dan juga penganalisaan seluruh tingkatan struktur organisasi yang dapat mewakili sumber resiko. Mengapa sistem pendorong itu begitu penting bagi kegiatan mikrofinance? Karena karakter mikrofinance meupakan tinggi-kuatnya tenaga kerja manusia dengan maksud pertanggung-jawaban yang tinggi dibandingkan dengan sistem bank tradisional. pada kemunculannya mereka bukan bentuk yang ideal sebagai skema pendorong.7 Sistem Pendorong Sistem pendorong digunakan mikrofinance dapat memberikan sumbangan positif untuk pencapaian cita-cita produktifitas.prosedur dan jalur internal.

Tingkatan struktur kelembagaan Kedudukan direktur Pendorong tak nyata X X Pendorong non-moneter nyata X X X X Pendorong moneter nyata X X X X Manajemen X Kreditur Pelanggan Pencapaian mengakibatkan sistem pendorong bagi pelanggan dengan keutamaan yang positif. rancangan-rancangan kredit kecilbanyak yang berhasil. diantara satu yang digunakan merupakan dasar-dasar utama penyelesaian yang juga disebut debitur terbaik. Kompensasi dan pelaksanaan dan pelaksanaan sistem ukuran pengambilan merupakan hal terpenting di dalam strategi. banyak peralatan telah digunakan untuk mendukung ketepatan waktu pengembalian kredit dari para peminjam. Kewajiban para staf merupakan kepastian yang termasuk kategori terpenting dalam penggolongan biaya. Instrumen ini bermaksud membesarkan hati para pelanggan dalam mengambil langkah yang benar dengan Mikrofinance (membayar pinjaman sesuai dengan program yang telah ditetapkan mikrofinance dalam jangka waktu yang lama). Yang menarik lainnya di instrumen adalah “potongan”. dengan dampak yang besar pada mikrofinance. mengingat juga pertimbangan area terpencil dimana mereka beroperasi. Pada tingkat kedua struktur kelembagaan dimana merupakan staf operasional. Para staf memiliki berbagai kebijakan yang berhubungan dengan karyawan bank. Sebagai contoh. Pendorong merupakan hubungan antara kegiatan apapun. tetapi . yang mana bergantung pada pengurangan tingkat suku bunga. tetapi juga memperoleh keuntungan kesetiaan. Mereka memberikan pinjaman dalam jumlah yang besar dan pinjaman dalam waktu yang lama.

Pada banyak kesempatan. 2002). (Tabel 6. Pada kasus kreditur ini. mencari biaya-biaya pilihan. Namun. mereka menghasilkan usaha perlindungan mayoritas pada aset-aset penentuan pendapatan organisasi mikrofinance. keuangan pendukung masih penting. sistem pendorong itu merupakan penghargaan bagi kreditur pada salah satu bagian yang menetapkan perbedaan memperbolehkan program kesepakatan dengan membenarkan kreditur menetapkan perbedaan kredit kecil dengan penerima uang (keuntungan) tanpa persyaratan yang dapat dipercaya. Keuangan pendukung tentunya memiliki pengaruh besar dalam pendapatan sumber daya. sistem pendorong kadang-kadang menyebabkan perbedaan dengan ketahanan dan keterjangkauan cita-cita.3). Sebagai contoh. pada tahapan kedua. dan pelatihan untuk menjadi sumber daya baru. Namun dilain pihak. sistem pendorong dapat sangat membantu kestabilan anggota yang lebih tinggi. tipe pendorong lainnya seperti tipe pendorong anggota meningkat (Holtman et al..aplikasi terbaik telah ditemukan oleh kreditur dan operasional pinjaman yang melibatkan para staf pada rancangan-rancangan kredit kecil. hal tersebut secara penting lebih tinggi dibandingkan dengan sistem pendorong itu sendiri. Oleh karena itu. Dalam berbagai konteks.3 Sistem Pendorong Typologi • • • Pendorong nyata non-moneter • Kegunaan misi Kepuasan pekerjaan Kemungkinan untuk promosi Keuntungan non-moneter Pendorong yang tak dapat dilihat . Tingkatan yang tinggi dari struktur lembaga juga termasuk sistem pendorong. Kepentingan lainnya menggunakan sistem pendorong akhir untuk membuat SDM mikrofinance setia. Tabel 6. Typologi ini mengurus permainan atas jalur yang penting. sistem pendorong harus merubah sistem pelaksanaan. Jika dilain pihak kedudukan direktur ditujukan untuk ditinggikan dalam hal kesan yang mana berkesan baik dengan perwujudan tujuan tertentu. karena sifat alami dan lokasi program yang mudah dijangkau.

Bagaimanapun. perbedaan dari tujuan khusus dari tiap pertimbangan poyek atau program. Seperti sistem. dalam hal ini mikrofinance dan pemberimodal harus bekerja sama dalam rangka meningkatkan kualitas dari sistem pengawasan internal yang selama ini dilakukan. Karena faktor-faktor yang tak . Proyek kredit kecil termasuk dalam program pengembangan kerjasama seperti program mikrofinance lainnya. Yang pertama. Dibutuhkan sistem informasi yang efektif dan memungkinkan untuk pengawasan pelaksanaan kegiatan operasional pada seluruh tingkatan organisasi. Namun demikian dalam keadaan itu juga merupakan kepentingan proses keuangan yang khusus mengandung lebih sedikit dasar-dasar operasional dan pengawasan manajemen. mengandung arti proses-proses dasar dengan pengawasan yang wajar. Layaknya laporan yang sesuai. Alasan utamanya ada dua. Mikrofinance. akan menjadi perbedaan untuk mikrofinance dengan jelas dan akan bergantung pada penawaran produk typologi.Pendorong moneter nyata • • • Sistem bonus moneter Keuntungan saham Pemegang kepemilikan 8. terutama kepada pemberi modal. untuk program kredit kecil termasuk pada pengembangan program kerjasama. Perantara kredit finansial kehadirannya secara relatif tidaklah penting dibandingkan pencapaian tujuannya. tergantung dari typologi kelembagaan mikrofinance. Untuk mikrofinance jenis ini. Yang kedua. dasar-dasar etika-sosial dan typologi pendanaan (biasanya donatur). tanpa menjadi pengikut sistem keuangan tradisional. Tetapi yang termasuk dalan layananlayanan khusus tergantung dari target khusus typologi dari produk yang ditawarkan. melakukan kegiatan yang sangat mirip dengan yang dilakukan bank komersial. penting untuk memiliki sistem pengawasan yang konstan. Dalam proyek mikrofinance lain situasinya berbeda.8 Kesimpulan Apakah mungkin untuk mendapatkan sistem pengawasan internal standar yang cocok untuk semua mikrofinance? Jawabannya pastilah tidak.

Studi Kasus Kabupaten Kulon Progo Ekonomi Kerakyatan dan Sistem Keuangan Mikro EKONOMI KERAKYATAN DAN SISTEM KEUANGAN MIKRO ( Studi Kasus Kabupaten Kulon Progo) Krisis moneter 1997/1998 telah membuka kesadaran masyarakat Indonesia akan rapuhnya tatanan/sistem keuangan yang setelah liberalisasi keuangan (Pakto 1988) didominasi oleh banyak bank dalam skala besar. Akhirnya. sistem pendorong dapat menjadi instrumen yang berguna untuk pencapaian pelaksanaan. Bermula dari kegagalan sistem keuangan konvensional (yang liberal) tersebut saat ini mulai banyak dikembangkan pemikiran dan praktek lembaga keuangan mikro (LKM). Beragam model perkumpulan arisan (simpan pinjam) yang dikembangkan di banyak daerah perdesaan merupakan contoh bahwa masyarakat kita sudah lekat dengan tradisi keuangan mikro. yang sayangnya tidak bertanggung jawab dan berlindung di balik fasilitas (kemudahan) dari pemerintah.tetap itu merupakan strategi pertimbangan untuk pengawasan yang akan berubah (berganti). mekanisme ini harus digunakan dalam cara yang benar dan dibawah sistem internal yang efektif dan efisien. Terjadinya krisis juga membuat masyarakat paham bahwa perbankan nasional lebih banyak melayani pengusaha skala besar (konglomerat). LKM sudah memiliki akar sejarah yang cukup panjang di Indonesia. Faktanya. Ketahanan dan keterjangkauan tujuan hanya jika tersedianya instrumen yang cukup. sistem pendorong dapat mengandung fenomena seperti pilihan yang merugikan dan resiko pencurian dan kecurangan internal atau kegiatan lainnya. Untuk bebagai alasan-alasan. .

P4K. lebih membutuhkan.Di sektor formal. Kendala moral memang dihadapi tidak saja oleh pengelola keuangan yang berkecimpung dalam aktivitas sosial-ekonomi masyarakat yang . pada saat ini tidak mudah untuk mengenali keterkaitan langsung antara keuangan mikro dengan upaya-upaya menanggulangi kemiskinan melalui program-program yang dikembangkan. mengurangi resiko. dan efisiensi dana sering dijadikan dalih untuk menggeser orientasi alokasi dana ke orang yang dinilai lebih layak (mampu mengembalikan). sehingga titik balik reformasi 1998 merupakan berkah bagi kebangkitan keuangan mikro di Indonesia. Kebijakan pemerintah yang lebih bias kepada usaha besar telah meminggirkan keuangan mikro. Namun begitu. dan lebih dapat dipercaya. seperti IDT yang dilaksanakan mulai 1993/1994 selama tiga tahun. Program Takesra/Kukesra dilaksanakan pada tahun berikutnya di desa-desa non-IDT. Keuangan mikro memang selalu diidentikkan dengan upaya mengembangkan usaha mikro yang sekaligus juga merupakan cara menanggulangai kemiskinan penduduk. Kriteria miskin (yang memang beragam) tidak lagi dipegang sebagai dasar penentuan skala prioritas penyaluran sumber daya keuangan dan pemberdayaan penduduk miskin. walaupun dapat ditunjukkan sebenarnya bahwa penduduk miskin tidak memiliki “tradisi ngemplang”. seperti halnya tradisi yang justru ditumbuh-suburkan oleh pengusaha besar (konglomerat) di Indonesia. Keuangan mikro juga telah lama dikembangkan melalui pengguliran dana dalam skema program penanggulangan kemiskinan. dan program lainnya tetap dikembangkan melalui pendekatan keuangan mikro yang telah mengakar dalam tradisi sosial-ekonomi masyarakat. Salah satu masalah mendasar adalah sering tidak tepatnya alokasi dana kepada sasaran orang miskin yang telah ditentukan. keberadaan kredit skala kecil (kredit usaha perdesaan) yang dikembangkan BRI juga merupakan salah satu bentuk keuangan mikro yang melayani nasabah pengusaha kecil (miskin). Sampai saat ini pun program penanggulangan kemiskinan seperti PPK. P2KP. Alasan kehati-hatian. PDMDKE.

Dalam berbagai tulisan di media juga disebutkan bahwa pengusaha kerajinan dengan pendapatan antara satu hingga dua juta rupiah per bulan diklasifikasi juga sebagai pengusaha mikro. Sejauh ini belum ada data-data akurat dari berbagai pengelola program sejauh mana penduduk miskin telah berkurang. yang berarti usaha yang beromset Rp. Di sisi lain. namun juga oleh banyaknya “orang mampu” di perdesaan yang tidak cukup peka terhadap masalah kemiskinan.000 per bulan. atau pendapatan mereka telah meningkat setelah . dan persyaratan ringan. Lalu bagaimana dengan banyaknya penduduk perdesaan (khususnya di Kulonprogo) yang memiliki pendapatan maksimal Rp 500. sedangkan Bank Mandiri menggunakan nilai omset sebesar Rp 360 milyar sebagai patokan . atau bahkan 25. Terlebih lagi kriteria BPPN yang mengkategorikan usaha kecil dengan maksimum kredit Rp 10 milyar.1 persen penduduk Kulon Progo yang pendapatannya di bawah garis kemiskinan kabupaten senilai Rp 105. Dalam PP No 5/1995 dan UU No 9/1995 misalnya.404.memegang prinsip “sithik eding” atau “dum-dil” (dibagi rata). Departemen Koperasi dan PKM sendiri mematok kredit untuk usaha kecil maksimal Rp 5 milyar. kesejahteraannya telah membaik. prosedur mudah. batasan mengenai skala usaha juga turut “mengkondisikan” terciptanya ruang-ruang pergeseran makna keuangan mikro dari tujuan/upaya penanggulangan kemiskinan. dalam aspek legal-formal.-? Tidakkah usaha 112. usaha kecil didefinisikan sebagai usaha dengan kategori omset maksimal 1 milyar. 999 juta pun (nilai yang sangat besar dalam pandangan petani di perdesaan) dapat menikmati fasilitas kredit untuk usaha kecil dengan jumlah yang cukup besar (maksimum Rp 400 juta). Walaupun “pengakuan” terhadap usaha mikro (ekonomi rakyat) telah mulai muncul namun pemberlakuan kriteria nilai omzet atau modal usaha mikro masih juga bias kepada “pengusaha besar” sehingga berpotensi menumbuhkan “predator-predator” yang siap berebut “kue pinjaman” berbunga murah.246 orang (penduduk miskin di Kulon Progo) kemudian dapat disebut sebagai usaha “super-mikro”? Bagaimana upaya penanggulangan kemiskinan dapat dikatakan berhasil apabila mereka yang diperhatikan dan diberdayakan bukanlah termasuk penduduk yang benar-benar miskin.

berobat. merupakan langkah awal pemihakan terhadap pelaku ekonomi mayoritas penduduk di wilayah perdesaan tersebut.843 jiwa itu. pengembangan keuangan mikro dapat dimaknai sebagai salah satu metode “redistribusi pendapatan” dan model investasi . atau pendekatan yang mengiringi program tersebut kurang sesuai dengan ciri-ciri penduduk miskin. Keadaan ini memberi pelajaran bahwa keuangan mikro tidak cukup hanya dikembangkan dengan pendekatan profesional (apalagi berorientasi pada pemupukan aset/omset). rumah-rumah gadai. kenyataan ini sebetulnya juga menggambarkan betapa sistem keuangan mikro melalui program penanggulangan kemiskinan menjadi kurang relevan. yang populer disebut Dana Cadangan Pemberdayaan Desa (DCPD). Keuangan Mikro : Banking for the Poor ‘ala Kulon Progo Komitmen pemerintah kabupaten Kulon Progo untuk mengembangkan lembaga keuangan mikro merupakan wujud dari “pengakuan” terhadap kekuatan. Kebijakan untuk mengalokasikan dana cadangan APBD sebesar Rp 22 milyar. Pada kenyataannya mereka tetap memerlukan sumber pembiayaan. Secara tegas dinyatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang berhak untuk memanfaatkan sumber daya keuangan. Di samping kearifan untuk tidak berkeinginan tergantung pada “utang” dari pihak luar. Dalam kontek ekonomi-politik. atau perkumpulan arisan. yang dipenuhi dengan meminjam saudara/tetangga. Selain itu mereka pun tetap merasa “kekurangan dana”. dan potensi ekonomi rakyat di kabupaten yang berpenduduk 446. Masalah lain yang dihadapi penduduk miskin adalah ketidakpercayaan akan kemampuan mereka sendiri untuk memanfaatkan sumber-sumber keuangan mikro yang telah disediakan. kurang akrab. peran. “sumbangan”.dikembangkannya program-program bermodel keuangan mikro di wilayah perdesaan atau perkotaan. melainkan dengan pendekatan sosio-antropologis berbasis pada pemihakan dan perhatian tulus kepada penduduk miskin. misalnya untuk membayar sekolah anak. berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar baik sehari-hari maupun insidental. dan lain-lainnya.

94 milyar.40 milyar (atau senilai 33. Walaupun ada kenaikan besar dibanding alokasi kredit tahun 2001 yang hanya Rp 1. Sedangkan perbandingan nilai Kupedes dengan nilai Simpedes di BRI Kulon Progo hanya sebesar 36. seperti halnya Kredit Makarya yang baru saja digulirkan BPD Kulon Progo. Sebagai ilustrasi.ekonomi rakyat. Sampai tahun 2002 PDRB Kulon Progo masih didominasi oleh sektor pertanian dengan nilai sumbangannya sebesar 38. Sementara data BRI menunjukkan bahwa nilai tabungan masyarakat di BRI Wates sebesar Rp 107 milyar hanya sebesar Rp 32. namun belum dapat dipastikan berapa persen yang dinikmati oleh pengusaha mikro karena pembagian kredit adalah sebesar Rp 1.84 milyar dan Rp 32. Nilai ini masih jauh lebih kecil dibanding rasio Kupedes dan total simpanan di BRI Gunungkidul (Wonosari) sebesar 61.3%.42 milyar (harga berlaku. dan Rp 7. 2002) . dengan nilai Simpedes dan Kupedes masing-masing adalah sebesar Rp 89.37%.25 milyar untuk pedagang. data Bank Pasar Wates tahun 2002 menunjukkan bahwa dari total simpanan masyarakat di bank tersebut sebesar Rp 24.7%) yang disalurkan kembali dalam bentuk kredit kepada masyarakat.1 milyar untuk lainnya .42% dari total PDRB sebesar Rp 1. Sudah sepantasnya bila anggaran daerah dialokasikan utamanya kepada upaya peningkatan kesejahteraan penduduk miskin. Di sisi lain pengembangan lembaga keuangan mikro dapat dijadikan media bagi pengembangan model investasi ekonomi rakyat kabupaten Kulon Progo.68 milyar. Penduduk Kabupaten Kulon Progo sebagian besar tinggal di wilayah perdesaan dengan mata pencaharian pokok bertani. melalui pengalokasian dana ke seluruh desa di Kabupaten Kulon Progo. Politik anggaran ini diperlukan untuk mengimbangi tatanan/sistem keuangan yang masih belum sepenuhnya memihak pada penduduk miskin.113. hanya sebesar Rp 8. Keadaan ini mungkin menjadi salah satu pendorong dikembangkannya lembaga keuangan mikro di Kabupaten Kulon Progo.68 milyar (atau senilai 30. Investasi ekonomi rakyat di sektor pertanian perlu dikembangkan melalui penguatan modal .98 milyar.3%) yang disalurkan dalam bentuk Kredit Usaha Perdesaan (Kupedes).

kemandirian. Model kedua adalah banking with the poor. Untuk itu dapat dipelajari kemungkinan pengembangan tiga model lembaga keuangan mikro yang lazim diterapkan di negara sedang berkembang termasuk Indonesia. lembaga donor. Model ini yang pada awalnya juga akan dikembangkan oleh pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui alokasi dana APBD yang dipopulerkan dengan istilah “dana abadi: untuk pemberdayaan penduduk Kulon Progo. Pada awalnya program-program penanggulangsn kemiskinan seperti IDT. IDT. Model ini telah lama dikembangkan oleh banyak LSM seperti Bina Swadaya di beberapa wilayah di Indonesia. yang mengupayakan pendanaan keuangan mikro dari anggota dan disalurkan ke anggota kelompok itu sendiri. Walaupun . Masalah yang timbul adalah bagaimana menempatkan lembaga keuangan mikro yang baru di tengah maraknya model keuangan mikro utamanya dari program penanggulangan kemiskinan seperti PPK. dimana bank berusaha menyesuaikan kriteria perbankan dengan kelompok jika perlu disertai perantara seperti Lembaga Pendamping Usaha Mikro (LPUM). yang melakukan penghimpunan dana dari pihak ketiga baik pemerintah. Model pertama adalah banking of the poor. yayasan. IDT. dan PPK menggunakan model ini dengan menyalurkan dana dari APBN atau dari lembaga lain. dan lain-lain untuk disalurkan kepada penduduk miskin (pelaku usaha mikro) . Sedangkan model ketiga adalah banking for the poor. Pengembangan keuangan mikro diperlukan untuk membangun kekuatan ekonomi daerah Kulon Progo yang berbasis sumber daya lokal. Takesra/Kukesra. dan keberlanjutan.dari berbagai sumber-sumber keuangan mikro karena sektor ini menjadi tumpuan ekonomi daerah yang menghidupi mayoritas penduduk dan lebih dapat dipercaya memajukan perekonomian yang dapat mewujudkan pemerataan dan keadilan sosial. dan Bandus. atau program lain. walaupun masa programnya sudah berakhir namun program-program tersebut masih dikembangkan masyarakat secara swadaya sampai sekarang. Model ini telah dikembangkan dengan baik di beberapa desa di Kulon Progo melalui kelompok-kelompok arisan simpan pinjam.

Ekonomi Kerakyatan. baik dalam proses perencanaan. baik tingkat kecamatan maupun desa dan dusun. Masalah yang biasanya muncul adalah timbulnya “gejala ketidakpercayaan” terhadap kemampuan penduduk miskin yang akhirnya menghambat upaya pemberdayaan terhadap mereka. Jangan sampai keberadaan LKM baru justru menjadi sumber masalah baru di masyarakat perdesaan. Ujungujungnya adalah ketidakpercayaan setiap level pemerintahan tersebut terhadap kemampuan penduduk miskin di perdesaan untuk mengelola sumber daya baik sumberdaya alam maupun keuangan. maupun evaluasi. termasuk kekhawatiran akan tumbuhnya budaya “gali lobang tutup lobang” dalam berhutang karena banyaknya sumber keuangan yang dapat dijangkau. Selain itu tidak diperhatikannya pola-pola tradisional masyarakat dalam pengelolaan keuangan justru dapat menjauhkan keuangan mikro dari tujuan melayani penduduk miskin di perdesaan. baik menyangkut pola angsuran (bulanan/ musiman). . namun memang perlu ada spesifikasi yang dapat dijadikan “positioning” bagi lembaga keuangan mikro yang akan dibentuk.berbagai program tersebut memiliki lingkup berbeda dan keterbatasan yang dihadapi. Di Kulon Progo sendiri terdapat berbagai pola/sistem perguliran dana yang berbeda satu sama lain. yang juga menjadi “tidak percaya sepenuh hati” kepada level pemerintahan dibawahnya. Dalam demokrasi ekonomi penduduk miskin diberi kesempatan untuk ikut berperan dalam setiap kegiatan atau program ekonomi. Keadaan ini sebenarnya merupakan akibat dari tarik ulur kepentingan yang disebabkan juga oleh ketidakpercayaan di setiap level birokrasi pemerintahan. Kemiskinan. “gejala ketidakpercayaan” ini merupakan sisa-sisa warisan sistem politik-ekonomi sentralisme-otoriter Orde Baru yang dikembangkan atas dasar paradigma top-down. dan Keuangan Mikro Penerapan ekonomi kerakyatan (demokrasi ekonomi) sebagai suatu sistem ekonomi yang memihak ekonomi rakyat dipercaya dapat dijadikan metode untuk menanggulangi kemiskinan. pelaksanaan. maupun dalam hal penentuan alokasi (pemanfaatan) jasa/bunga pinjaman. Pemerintah pusat tidak “sepenuh hati” percaya kepada kapasitas pemerintah kabupaten.

Pertama : kepercayaan kepada penduduk miskin. bahwa mereka mampu untuk tidak saja memanfaatkan sumber keuangan mikro namun juga sanggup untuk mengelolanya. dan penyesuaian terhadap tradisi sosial-ekonomi masyarakat perdesaan. Jika demokrasi ekonomi dipercaya dapat menjadi pilar pengembangan ekonomi rakyat maka berkaitan dengan lingkup pengelolaan keuangan mikro perlu diperhatikan beberapa acuan/kriteria dasar yang menjadi ciri penerapan demokrasi ekonomi. yaitu pengawasan dari level pemerintahan teratas hingga ke level yang paling bawah. Mobilitas penduduk perdesaan yang mayoritas bekerja sebagai petani tradisional (semi-subsisten) relatif rendah sehingga pendekatan yang mungkin diterapkan adalah “pola jemput bola”. Beragam sumber keuangan mikro ternyata bukan jaminan mudahnya akses bagi usaha mikro atau usaha “super-mikro” jika sistem atau polanya tidak didasarkan pada prinsip kedekatan layanan. sebuah pendekatan yang sudah lazim dikembangkan oleh masyarakat perdesaan sendiri. Berbagai masalah berkaitan dengan pengembalian pinjaman lebih disebabkan karena kinerja dan moralitas pengurus yang buruk. Masalah yang dihadapi penduduk miskin (termasuk di Kulon Progo) adalah relatif panjangnya prosedur dan jauhnya pusat layanan keuangan mikro sehingga sebagian mereka tidak dapat menjangkau manfaat dana tersebut. prioritas penduduk miskin. Paradigma lama menitikberatkan pengawasan secara top-down. Ketiga : kesempatan bagi penduduk perdesaan untuk melakukan pengawasan (kontrol) terhadap pengelolaan dan pencapaian tujuan lembaga keuangan mikro.Kenyataan ini mempengaruhi pertimbangan dalam penentuan lingkup pengelolaan lembaga keuangan mikro yang akan didirikan di Kabupaten Kulon Progo. Bandus. tanpa ada persoalan-persoalan (kemacetan) yang berarti. Fakta-fakta menunjukkan bahwa penduduk miskin di beberapa perdesaan Kulon Progo sampai saat ini masih aktif mengelola dana IDT. Kedua : akses yang luas kepada penduduk miskin untuk memanfaatkan sumber keuangan mikro yang tersedia. serta tidak sungguh-sungguhnya pengelola program dalam memberdayakan penduduk miskin. dan arisan simpan pinjam dengan nilai modal mencapi lima hingga tujuh juta rupiah. Hal ini mendasari .

Pengalaman menunjukkan bahwa lemahnya kontrol masyarakat menjadi sebab utama terjadinya berbagai penyimpangan dalam penyaluran dan pengelolaan kredit mikro di perdesaan. Pemberdayaan penduduk miskin di perdesaan perlu dilakukan sehingga mereka dapat mengaktualisasikan peran dan potensi mereka dalam mengelola lembaga keuangan mikro. . Yang benar. Penduduk miskin di perdesaan dapat diberdayakan melalui pelatihan dan pendampingan dengan tujuan agar mereka tidak saja dapat memanfaatkan namun juga mampu mengelola keuangan mikro. keadilan. mereka yang dianggap dan nampak miskin itu sebenarnya adalah pekerja keras yang mampu menggunakan segala cara untuk bertahan hidup. kurang berusaha. Selama ini masih banyak anggapan dan pemahaman umum yang keliru tentang hakikat kemiskinan di seluruh dunia yaitu bahwa mereka menjadi miskin karena hambatan-hambatan budaya.adanya pandangan bahwa lingkup pengelolaan keuangan mikro sebaiknya pada level yang memudahkan pengawasan oleh pemerintah kabupaten sehingga kinerja keuangan mikro dapat terus dipantau dan dievaluasi. Ekonomi rakyat adalah cara-cara rakyat memecahkan masalah ekonominya (solution). tak bersemangat. Keempat : pengelolaan keuangan mikro dijiwai oleh semangat pemberdayaan untuk mencapai tujuan pemerataan. Namun hal itu mengakibatkan minimnya kesempatan masyarakat perdesaan untuk ikut mengawasi pengelolaan keuangan mikro karena daya jangkau mereka yang menjadi terbatas. dan keliru sekali jika justru fakta dan cara-cara kerja mereka itu dianggap sebagai “masalah” dan “beban” ekonomi bangsa. Itulah cara-cara berekonomi dari rakyat. Beberapa nilai dasar demokrasi ekonomi tersebut merupakan pertimbangan utama dalam penentuan lingkup pengelolaan dan pola operasional lembaga keuangan mikro di Kulon Progo. atau hidup bermalas-malas. Tujuan pemerataan dan keadilan hanya dapat tercapai apabila ada kemauan (dan pemihakan) yang kuat untuk menjadikan penduduk miskin di perdesaan sebagai pelaku utama dan prioritas dalam pengambilan kebijakan. dan efisiensi. itulah ekonomi rakyat. agama yang tidak mendukung. Anggapan-anggapan ini semuanya keliru.

Tidak berlebihan jika Prof. dengan keyakinan bahwa keuangan mikro merupakan salah satu jalan bagi upaya menanggulangi kemiskinan mereka. yaitu berupa rasa tanggung jawab yang tinggi. Di samping itu. . Usaha mikro yang masih bertahan dan bahkan berkembang saat ini menunjukkan bahwa penduduk miskin memiliki pengalaman dan strategi sendiri dalam menghadapi setiap masalah hidup (survival strategy). Pelaku ekonomi rakyat (usaha mikro penduduk miskin) di Kabupaten Kulon Progo memiliki modal sosial yang mendukung pengembangan keuangan mikro.Jika keuangan mikro dikembangkan untuk memberdayakan penduduk miskin maka pemerintah kabupaten perlu belajar dari mereka. Muhammad Yunus (pendiri Grammen Bank di Banglades) menggelorakan idealisme melalui ungkapannya : “suatu hari nanti anak cucu kita akan pergi ke musium dan belajar tentang kemiskinan dari sana”. tingkat kesadaran yang tinggi akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak mendorong masyarakat perdesaan di Kulon Progo untuk senantiasa mengupayakan cara guna memenuhi kebutuhan akan masa depan anak-anak mereka. dalam mengelola modal sosial yang mereka miliki. serta tradisi sejarah yang panjang dalam mengembangkan sumber keuangan di perdesaan. solidaritas dan kegotongroyongan yang kental. Keuangan mikro harus dikembangkan dengan rasa empati terhadap keadaan dan semangat hidup penduduk miskin di Kulon Progo.

Kerangaka teoritis.1. 2) Evaluasi kinerja lain yang berhubungan dengan suatu LKM bahwa menangani volume signifikan operatif. lebih atas. terutama LSM dimensi dikurangi. pendekatan evaluasi kinerja harus dipertimbangkan dari dua perspektif yang berbeda: 1) Pendekatan pertama adalah terkait dengan kinerja satu proyek berhasil mengadopsi perspektif seperti pembiayaan proyek.BAB IX KINERJA KEUANGAN MIKRO 9. Secara khusus. Evaluasi kinerja. Pada . yang terdiri dari literature tradisional pada kinerja. adalah dalam konteks sesuai dengan alasan tertentu yang mencirikan operasi keuangan mikro. sebagaimana dapat terjadi dalam kasus lembaga non-formal. Pengenalan Bab ini mengusulkan sebuah medel analisis kinerja iuntuk program keuangan mikro dan lembaga dalam rangka untuk meng evaluasi hasil actual atau diharapkan. dan alasan dari sudut pandang sebuah portofolio proyek. bukan subjek baru dalam keuangan mikro.

dan mencapi lebih dari target. Bab ini menyajikan sebuah rekonstruksi singkat metodologi yang saat ini digunakan dalam keuangan mikro untuk analisis kinerja. informasi yang berhubungan dengan aspek operasi manajemen tunggal. termasuk organisasi non-profit yang kurang formal dan kompleks. namun beragam. dan ini dikondisikan oleh perlunya menyusun informasi sehingga. Oleh karena itu. Evaluasi kinerja adalah suatu proses berdasarkan kelengkapannya. Gaya inovatif terinspirasi sehubungan dengan tiga persyaratan khusus: pertama adalah derivasi ketat dari doktrin klasik pada anaslisis kinerja yang menjamin ketelitian dan keandalan. Selain itu. yaitu. dan keterbatasan utama pada SI infosmasi yang dapat terjadi. mengidentifikasi karakteristik utama dari masing-masing. tempat mereka berada.. ini memungkinkan kita memenuhi tiga tujuan utama: • Untuk merumuskan harapan yang telah realistis dari sumber daya yang tersedia .tingkat internasional. bab ini mengusulkan sebuah alaternatif untuk mengukur kinerja keuangan mikro. atau oleh lembaga. keberlanjutan. dalam kegiatannya dengan hasil yang diharapkan.2. yang kemempuan beradaptasi terhadap lembaga formal dan informal. Karena proses dan kegiatan yang membentuk proyek atau lembaga yang beragam. 9. mereka harus dianalisis dalam kaitannya dengan bidang berbeda dari manajemen.2 Analisis Kinerja 9. beberapa model evaluasi telah dikembangkan selama beberapa tahun terakhir. meskipun synopsis. dasar evaluasi kinerja adalah ketersediaan data pada setiap area manajemen dan operasi individu masing-masing daerah. dan kebutuhan untuk menemukan keseimbangan yang benar antara dua sasaran dikotomis yang mencirikan keuangan mikro.1 Kinerja Fitur Analisis Kinerja adalah proses mengevaluasi hasil actual diproduksi oleh suatu proyek. bidang analisis dipertimbangkan oleh ukuran mereka. dalam lembaga. yang membentuk suatu system indikator yang menawarkan informasi yang memadai secara keseluruhan.

karena itu. klasifikasi dan proses seleksi harus mempertimbangkan informasi yang relevan untuk pemantauan proses dan kegiatan masing-masing daerah operasi yang mempengaruhi evaluasi kinerja secara keseluruhan: tindakan pengumpulan data. Evaluasi kinerja model. segera indikatif / nilai rambu ketika menyusun kembali dalam indikator kuantitatif atau kualitatif. serta kompleksitas pengelolaan suatu pryek atau suatu lembaga. Pengumpulan data. yang memungkinkan mengevaluasi setiap operasi dari entitas – baik itu suatu proyek atau lembaga yang – dengan menggunakan indikator. atau pentingnya. pemilihan dan organisasi data. Untuk memehami beragam perspektif dan metodologi menganalisa kinerja. memungkinkan untuk mengoreksi terus menerus pada penyimpangan dari tujuan tetap. ditugaskan untuk tugas sehubungan dengan kinerja keseluruhan. dengan demikian. kondisi yang diperlukan untuk elaborasi dan presentasi berturut sebagai informasi yang relevan. Ini pertimbangan individu menanggapi kebutuhan untuk menganalisa setiap area operasional sehubuhan dengan berat berbeda. indikator-indikator dari system evaluasi yang diterapkan untuk setiap area analisis harus dipertimbangkan secara individual. Analisis. Penyajian informasi yang dikumpulkan memperoleh sebuah. klasifikasi dan seleksi data. klasifikasi. dan penyajian informasi yang digunakan.• Untuk memonitor dari waktu ke waktu kemampuan manajemen operasional untuk mencapai tujuan • Untuk megevaluasi ex post hasil yang dicapai Kinerja kesinambungan dari waktu ke waktu dan pencapaian tujuan didasarkan juga pada proses pengumpulan data. dapat digambarkan sebagai system pengolahan informasi yang terkoordinasi. Sebuah system yang efisien evaluasi harus memiliki karakteristik yang diperlukan untuk mencapai tujuan sebagai berikut: • • • Perbandingan kinerja dalam waktunya Perbandingan kinerja dalam ruangnya Perbandingan kinerja sehubungan dengan patokannnya .

di satu sisi. adalah syarat perlu untuk menginformasikan. menghadapi suatu hambatan dalam dunia microfinance : Outreach. Perspektif penciptaan keuntungan. konsep kinerja secara ketat terikat dengan laba usaha (laba bersih). telah terfokus pada analisa performa dalam hal profitabilitas dan dalam hal efisiensi strategi. analisis kinerja juga merupakan instrument yang berguna bagi pengambil kebijakan.yang berasal dari proses yang dihasilkan olehh aktivitas dan biaya yang berkelanjutan untuk aktivitas tersebut dihitung dengan dasar pertumbuhan. membandingkan hasil diproduksi dan diukur dengan system terpadu indikator diakui sebagai standar industry memungkinkan kinerja perbandingan kuantitatif-kualitatif hasil yang dicapai (kinerja aktual) sehubungan dengan hasil yang diinginkan untuk memenuhi keberlanjutan dari waktu ke waktu (kinerja benchmark). Perbandingan kinerja dalam ruangnya. yang secara umum diterima dalam analisa pada kompetitif. bahkan mereka yang berniat untuk membandingkan hasil berkala proyek / lembaga dengan hasil dari proyek-proyek lain atau lembaga lain: tingkat yang berbeda keberhasilan sehubungan dengan dapat dibandingkan inisiatif memungkinkan evaluasi keefektifan dan efisiensi dalam hal sumber daya yang digunakan. Jika.Perbandingan kinerja dari waktu ke waktu mengidentifikasi seberapa baik manajemen internal dapat memantau operasi entitas dengan mengakses aliran konstan dari informasi yang relevan: memonitoring lanjutan memungkinkan intervensi dan tepat waktu antar pengambilan keputusan untuk menghindari hasil yang akan mempengaruhi kinerja secara keseluruhan. Adapun hasil oerbandingan terhadap sebuah tolok ukur industry. selain manajemen internal mereka. Berbeda dengan suatu usah berorientasi pada keuntungan. 9.2. bagaimanapun. Dalam hal ini. oleh karena itu. analisis kinerja merupakan instrument penting bagi investor dalam pengambilan keputusan.2 Kinerja Keuanan Mikro Dari kinerja ekonomi-bisnis. kondisi untuk mencapai keseimbangan keuangan-ekonomi dalam inisiatif harus dihormati untuk menjamin keberlanjutan jangka panjang. oprasional dan tehnis usaha. Dari perspektif ini. yang dipahami perbedaan-positif atau negative. kemudian. parameter maksimalisasi keuntungan. .

menurut jenis intervensi yang diperlukanb sebagai sosial-polilik perngembangan dan tujuan kemanusiaan. dan ketika ujung proyek ditentukan. dan tujuan fundamental microfinance tidak bisa dicapai dengan mengadopsi sistem indikator performa yang selama ini digunakan di pasar modal. dari siklus tradisional. Sementara di pasar modal tingkat kesuksesan sari suatu inisiatif sekarang ini diukur dengan indikatorindikator that memberi sinyal apakah harapan utama telah tercapai. • Kepuasan tujuan institusi. kemudian penting untuk mendefinisikan suatu sistem indikator perfoma yang menegaskan sedikitnya dua tujuan : • Menawarkan infromasi yang cukup untuk pada pemangku kepentingan dalam sektor microfiance ( donor. • Dasar ukurannya bisa berbeda tergantung pada tujuan outreach spesifik proyek yang dibiayai. dibandingkan dengan analisa berdasarkan performa yang sebenarnya harus mempetimbangkan bahwa: . Dalam sintesis. • Mempertimbangkan karakteristik suatu siklus keuangan yang berbeda. petunjuk solidaritas etis). juga penting untuk memperoleh suatu perhitungan matang yang dapat mengevaluasi hasilhasil berdasarkan pada interpretasi binomial ganda: • Keberlangsungan keuangan-ekonomi suatu proyek dan institusi supaya dapat menjamin regenerasi sumber daya yang berasal dari proses microfinance. supaya dapat mempertimbangkan hal sebagai berikut : • Tujuan spesifik suatu aktivitas microfinance (seperti outreach) dan tingkat kesuksesannya diukur dengan mempetimbangkan parameternya yang berbeda dari penghasilan itu sendiri ( seperti. menghidupkan kembali konsep outreach. bergantung pada dikotomi kompleks dari tujuan-tujuan fundamental. jika bukan pilihan. MFI dan pelanggan). dari pandangan microfinance.sebaliknya. investor. Dengan melihat parameter-parameter yang tersebut di atas tadi. Dari pandangan microfinance sistem indikator harus terintegrasi dan terkadang diperbaiki. Oleh karena itu.

terimakasih pada donasi publik dan pribadi. Jadi. Menyesuaikan fokus analisa performa terhadap suatu pendekatan keuangan proyek ( dan tidak ditujukan pada seluruh performa dari suatu MFI). tujuan-tujuan sebagai berikut harus tercapai: • Suatu pedekatan penilaian yang diadaptasi dari model analisa perfoma tradisional yang konsisten dengan praktek akuntansi diikuti oleh MFI semiformal dan non formal. bukan hanya dalam hal keuntungan produksi tapi juga dapat tercapainya tujuan solidaritas etis. • Ada suatu perbedaan kualitas dasar untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan dari proyek-proyek keuangan/MFI dengan mengguanakan metode yang disesuaikan dengan kebutuhana akan informasi tentang microfinance. menjadi penting untuk menyesuaikan model evaluasi tradisional – sebagainnya didefinisikan kembali atau disesuaikan lagi. karena adanya perbedaan arti performa dengan merujuk pada microfiance.3. tidak ada banyak pertimbangan diberikan kepada suatu analisa microfinance dalam hal monitoring dan evaluasi proyek-proyek tunggal. 9. Model Emailuasi Performa Untuk Proyek Mcrofinance Meskipun banyak perhatian diberikan kepada dinamika evolusi usaha microfinance.• Terdapat suatu trade-off (pertukaran) antara kepuasan tujuan pengembangan dalam wilayah tertentu dari suatu intervensi (merujuk pada jumlah dan kualitas penerima manfaat microfinance—atau outreach) dan dengan tujuan dari finansial ekonomi berkelanjutan dari proyek/MFI. dengan menggunakan mekanisme koreksi dan semua instrument yang berhubungan yang dipakai dalam analisa tradisional – untuk menjelaskan tujuan yang berbeda menyangkut dengan minimalisasi keuntungan. Ini relevan dalam dalam kasus MFI formal dan informal dalam memajukan beberapa program microfinance. .

• Suatu rangkaian indikator proyek khususnya yang disesuaikan dengan neraca keuangan MFI semi-formal dan non-formal. Analisis kualitas portfolio. yaitu biaya konsultasi dan training (kotak 7. Analisis ketergantungan subsidi.2.). Analisis arus kas. Analisa produktivitas karyawan harus fokus pada produktivitas karyawan bagian pijaman karena merekalah penghasil pendapatan utama dan pada semua karyawan lainnya. Analisa Manajemen Indikator untuk analisis dan monitor seputar manajemen paling sedikit harus menganalisa hal sebagai berikut: • Komposisi biaya.) Kotak 7. Analisis outreach. Analisis pendapatan. Indikator komposisi biaya 7. Audit external harus dievaluasi sesuai dengan jumlah karyawan yang diperkerjakan di proyek (kotak 7. • Produktivitas karyawan yang diperkerjakan.1.1. Analysa performa suatu proyek tunggal harus paling kurang mempertimbangkan halhal sebagai berikut : • • • • • • Analisis manajemen.1.1 Biaya karyawan/Total biaya sekarang 7. umumnya karyawan.1.2 Biaya konsultasi/Total biaya sekarang . Rasio produktivitas dan efisiensi dapat dibatasi terhadap biaya komposisi dan produktifitas keryawan. Analisa produktitivitas proyek disesuaikan dengan evaluasi komposisi biaya utama proyek.

2. Analisa Pendapatan Analisa pendatan terbatas pada me-review pendapatan kotor dan biaya-biaya yang berhubungan dengan microcredit yang jumlahnya relatif untuk dana yang . Biaya konsultasi/jumlah karyawan b. Indikator produktivitas karyawan 7.2.2 Produktifitas Karyawan bagian peminjaman Jumlah peminjam aktif/ Jumlah karyawan bagian peminjaman 7.3. mernjadi penting bagi kita untuk fokus pada aktivitas microcredit.7.1.2.1 Produktivitas Karyawan a. khususnya pada kasus-kasus dimana microcredit mewakili komponent utama dari initiatif tersebut.2.3 Alokasi karyawan Jumlah karyawan bagian peminjaman /jumlah karyawan Analisa Arus Kas Indikator performa analisa keuangan harus dihitung berdasarkan area yang berbeda. Rasio-rasio ini di sarankan untuk mengukur kemampuan proyek untuk memperoleh arus keuangan bersih positif ( kotak 7. untuk menghindar dari indikator dengan jumlah besar. Arus kas bersih yang dihasilkan oleh portfolio yang berhubungan dengan aktivitas microcredit. Dengan merujuk pada evaluasi proyek. Jumlah peminjam aktif/jumlah karyawan 7.3 Biaya training/Total biaya sekarang Kotak 7.). Meskipun denmikina. mungkin sekali untuk membatasi analisa tersebut hanya pada dua dimensi khusus berikut: • • Arus kas bersih yang dihasilkan oleh seluru proyek.

Kotak 7. adalah mencegah dan memberantas pengeluaran finansial dan kemiskinan ekstrim.1. Indikator profitabilitas portfolio 7. Arus kas besih dihasilkan oleh seluruh proyek Arus masuk Kas proyek dalam suatu periode – Arus keluar kas aktivitas microcredit dalam suatu periode 7. Kotak 7. Analisis subsidi ketergantungan . dan aktivitas microfinance lainnya seperti jasa finansial yang disediakan bagi penerima manfaat. Analisa kualitas portfolio Analisa kualitas portfolio relevan karena aktivitas microcredit merupakan daerah pengasil keuntungan utama dalam program microfiance. Dengan kata lain sebagai etis atau cara.3. sambil mengevaluasi penampilan keseluruhan. Indikatorindikatonya harus menyedikan informasi tentang persentase ………………….3.2.4. Dalam masalah ini.3.4. Indikator Arus Kas 7. bisa berguna untuk pemberi dan pekerja microfinance untuk berusaha mencapai lebih dari target inidicator.4. dan cara ini dengan sungguh-sungguh dihubungkan untuk mencapai lebih dari target gol.1. mencapai lebih dari target indikator harus memperhatikan dari kedua dimensi. Pendapatan bunga/portfolio rata-rata 7. yaitu dimensi lebar dan kedalaman. Jadi. Pendapatan bunga+ biaya/portfolio rata-rata dibayar dimuka atau dibayar kemudian.. Mencapai lebih dari target analisis Kami telah melihat di bab 4 bahwa maksud program microfinance .2. Aruskas bersih dihasilkan oleh portfolio yang luar biasa Arus masuk kas aktivitas microcredit salam suatu presiode – Arus kas keluar aktivitas microcredit salam suatu preriode. menghasilkan pendapatan bunga dan biaya aktifa untuk proyek.

kelengkapan Sepanjang 1990. 9.Subsidi ketergantungan adalah jenis subsidi yang memberi pinjaman namun memngharuskan adanya jaminan. 4. Sehingga tidak ada alas an untuk para peminjam untuk mengingkari perjanjian yang telah dibuat. Sistem kinerja evaluasi logika pembangunan adalah sebagian dirusak oleh . sistem indikator harus memiliki harus memiliki sifat-sifat berikut ini: 1. relevansi 3. Perlunya pedoman dari instrumen tertentu dan bentuk pembiayaan yang mendanai kegiatan MFi. 2. Modal Evaluasi Untuk Penampilan MFi Ada 2 persyaratan yang perlu dihubungkan untuk membuat indikator model penampilan MFi: 1. mereka telah memecahkan pertanyaan tentang peristilahan dan penyusunan menghitung item untuk lebih baik mengawasi dan mengevaluasi penampilan dari microfinance lembaga. kesederhanaan 2. Kecukupan sistem indikator sangat diperlukan untuk membuat indicator model penampilan MFi. meskipun demikian.banyak lembaga Microfinance yang memakai model ini. Perlunya mengawasi segi tradisional pimpinan dari semua lembaga financial. Model ini berperan untuk meningkatkan tingkat beningnya informatif mengenai memproses dari kredit manajemen mfi. model ini tidak disetujui di semua wilayah dalam hal meneliti dan mencari target Microfinance. Subsidi jenis ini menyediakan dua rasio kepada target MFi untuk bekerja sama atau meminjam uang kepada MFi. Namun subsidi mengharuskan adanya anggunan atau dengan kata lain jaminan dari target MFi untuk memperoleh pinjaman. keunikan 4. yakni rasio subsidi keuangan dan rasio subsidi kegiatan.

termasuk indikator produktifitas. mengadopsi pendekatan tradisional untuk evaluasi kinerja untuk perantara keuangan.berbagai indicator teridentifikasi dalam model evaluasi performansi lebih popular dalam bidang keuangan mikro.4. termasuk rasio untuk menunjukan struktur kualitatif-kuantitatif tentang sumber-sumber dana Model tersebut juga menyediakan penyesuaian akuntansi terhadap laporan keuangan LKM menurut: • • Komparatif kinerja dalam waktu dan dalam ruang Pengaruh subsidi pada neraca LKM. mengharuskan organisasi indikator yang dipilh sesuai dengan karakteristik wilayah analisis berikut: • • • • Pengelolaan daerah. total aktiva dan profitabilitas ekuitas Keberlanjutan daerah. termasuk indikator portofolio. termasuk indikator swasembada operasional dan keuangan sepenuhnya suffliency diri Pengaruh dan struktur keuangan daerah. Hal ini pada gilirannya menyebabkan hilangnya signifikasi criteria klasifikasi dari indicator yang sama sebelumnya digunakan untuk profil yang berbeda dari analisis MFIs. yang dapat memodifikasi informasi nilai indikator 9. efisiensi operasional dan kualitas portofolio Profitabilitas daerah.1 Indikator Performasi Pengelolaan Pengawasan Bidang manajemen dari LKM dapat dianalisa mempertimbangkan tiga profil yang berbeda . model kami. yaitu: • • • Produktifitas personil yang diperkerjakan Efisiensi struktur operasi dalam kaitannya denagan portofolio kredit Kualitas portofolio kredit (pinjaman yang belum dapat diputuskan) Produktifitas personil yang diperkerjakan Produktifitas personil dapat diukur dengan membandingkan variabel .

Jadi. terletak pada kenyataan bawa dalam kurun waktumenetapkan nilai perubahan portofolio pinjaman dalam kaitannya dengan jumlah kredit yang disalurkan sering dan mereka yang telah dilunasi. bukan portofolio pinjaman kotor. Produktifitas personil bekerja secara tradisional diukur dengan indikator 7.1. yaitu bagian dari operasi biaya yang diserap oleh biaya administrasi . karena hanya sebagian kecil dari keseluruhan personil bekerja secara langsung dalam kegiatan kredit (umumnya sebagai petugas pinjaman). dapat hasil sebagai ukuran yang berguna. Item akuntansi yang menyatakan bahwa secara wewenang konfigurasi biaya yang paling sering digunakan adalah: • • • Beban usaha.2. indikator saat ini digunakan adalah membandingkan konfigurasi akuntansi dengan biaya rata-rata portofolio pinjaman kotor. jumlah peminjam yang aktif dan jumlah deposan aktif. Membandingkan jumlah peminjam yang aktif dengan jumlah personil yang diperkerjakan akan menawarkan ringkasan untuk mengukur produktifitas secara keseluruhan. pada harus menggunakan nilai rata-rata pinjaman. efisiensi dapat diukur dengan membandingkan biaya yang berhubungan dengan portofolio pinjaman. Alasan untuk menggunakan protofolio kredit rata-rata kotor. jumlah deposito yang beredar.tertentu : jumlah karyawan.9. 7. yang harus memungkinkan untuk indikator efisiensi untuk tidak dipengaruhi oleh pucak dan lembah normal dari kegiatan tersebut. biasanya ide yang baik untuk memberikan informasi lebih lanjut seperti yang ditawarkan oleh indikator 7. jumlah petugas pinjaman. karena indikator disajikan tidak mengizinkan untuk evaluasi komposisi personil. Efisiensi struktur operasi Dalam perantara keuangan.9. Namun.3. Secara khusus. yang menunjukan biaya total operasi Personil biaya yaitu bagian dari operasi biaya yang diserap oleh personil yang diperkerjakan Biaya administrasi. dan khususnya sumber daya langsung didedikasikan untuk proses kredit.9.

adalah biaya “per peminjam”. yang juga akurat untuk digunakan dimana terdapat dalam jenis donasi. indikator performansi untuk mengukur efisiensi operasional. dalam jangka panjang. yaitu. Kualitas portofolio kredit Analisis kualitas portofolio memungkinkan untuk pemantauan resiko kredit dari portofolio yang beredar pada sebuah LKM.Dalam rangka membangun indikator efisiensi. Rasio ini. Alasan dasar analisis kualitas portofolio adalah sebagai berikut: • • • Untuk memungkinkan resiko kredit untuk menghindari kerugian tak terduga Untuk meningkatkan kemungkinan perdanaan dari investor luar dengan menyajikan sejumlah resiko yang minimal Untuk memungkinkan para donor dan LSM untuk memahami performansi dan keberlanjutan pada waktu mereka menjadi mitra LKM. Dengan demikian. dapat menjadi LKM adalah dalam realitas mengoperasikan pada kerugian. berbeda dengan indikator yang telah disebutkan sebelumnya dari efisiensi operasi. Alasannya adalah bahwa LKM tidak akan mampu untuk menutupi biaya operasi. . mengingat dalam bentuk sumbangan. Artinya. Indikator performansi yang digunakan. tetap perlu untuk mempertimbangkan adanya subsidi yang diberikan kepada LKM seperti dalam bentuk sumbangan. tidak dihitung dalam persentase. tanpa dukungan dari jenis donasi. biaya operasi per jumlah klien. mungkin juga untuk mengevaluasi efisiensi operasional dalam hal biaya per peminjam.

LAPORAN LABA RUGI(disesuaikan) per 31 desember 1994 PENDAPATAN KEUANGAN bunga atau kredit lancar da lewat waktu bunga atau kredit restrukurasi bunga atas investasi profesi kredit atau biaya adm provesi atas keterlambatan kredit revaluasi kredit aktiva JUMLAH PENDAPATAN KEUANGAN BIAYA KEUANGAN bunga atas hutang penyesuaian hutang konsensi bunga yang dibayar atas tabungan / deposito JUMLAH BIAYA KEUANGAN MARGIN KOTOR penyisihan kerugian kredit MARGIN KEUANGAN BERSIH PENGELUARAN OPERASIONAL gaji dan tunjangan biaya adm biaya penempatan perjalanan penyusutan lain-lain revaluasi modal JUMLAH PENGELUARAN OPERASIONAL PENDAPATAN BERSIH DARI KOPERASI pendapatan hibah dari koperasi KELEBIHAN PENDAPATAN ATAS PENGELUARAN 1994 penyesuaian 1994P 12000 50 1500 5000 300 400 18850 12000 50 1500 5000 300 400 19250 3500 2100 0 3500 15350 3000 12350 3500 2100 0 5600 13650 3000 5000 2500 2500 2500 300 300 3300 13100 -5750 -750 -950 200 0 -5750 3300 16400 .

lampiran 2. laporan laba rugi contoh. LAPORAN LABA RUGI CONTOH per 31 desenber 1995 1995 PENDAPATAN KEUANGAN bunga atas kredit lancar dan lewat waktu bunga atas kredit rstrukturisasi provisi atas keterlambatan kredit JUMLAH PENDAPATAN KEUANGAN BIAYA KEUANGAN bunga atas hutang bunga atas tabungan / deposito JUMLAH BIAYA KEUANGAN 15400 100 500 21500 1994 12000 50 1500 18850 1993 9000 3850 350 13600 3500 0 3700 3500 0 3500 1200 0 1200 .

MARGIN KEUANGAN KOTOR penyisihan keuangan kredit MARGIN KEUANGAN BERSIH PENGELUARAN OPERASIONAL gaji dan tunjangan biaya adm biaya penempatan perjalanan penyusutan lain-lain JUMLAH PENGELUARAN OPERASIONAL PENDAPATAN OPERASIONAL BERSIH pendapatan hibah untuk operasi KELEBIHAN PENDAPATAN ATAS PENGELUARAN 17800 2500 15300 15350 3000 12350 12400 5000 7400 6000 2600 2500 2500 400 300 14300 1000 0 1000 5000 2500 2500 2500 300 300 13100 -750 950200 4000 2300 2150 2000 200 250 10900 -3500 3500 0 .

000.LAPORAN PORTOFOLIO data portofolio jumlah nilai pencairan kredit selama periode jumlah rekening kredit yang dicairkan selama periode jumlah pinjaman aktif(akhir periode) jumlah peminjam rata-rata nilai kredit outstanding (akhir periode) saldo kredit outstanding rata-rata nilai tunggakan pembayaran (akhir periode) nilai saldo outstanding tunggakan kredit (akhirperiode) nilai penghapusan kredit selama periode besaran kredit awal rata-rata jangka waktu kredit rata-rata(bulan) jumlah pejabat kredit rata-rata selama periode (A) Rekening Kredit Hari Lewat Waktu Lewat Waktu (B) Saldo outstanding Kredit Lewat Waktu 1995 16.000.0 0 9.0 0 1.000.00 12.00 70.00 1.000.00 4.000.000.000.550.00 18.00 500.00 20.875 1.00 (D) Cadangan Kerugian (S) (B) x ( C ) 1 – 30 31 – 60 61 – 90 90 – 120 > 120 200 75 60 15 10 360 8.00 1.000.0 0 0.00 1.00 1.00 12.00 1.000.00 (C) Saldo Outstanding Kredit Lewat Waktu 1994 130.300.00 6.435.000.0 0 3.750 5. Semua indikator kinerja mengumpulkan dan menyatakan ulang data keuangan untuk menyediakan informasi berguna mengenai kinerja keuangan .4.000.320.00 7.000 10 50 75 100 100 875 2.00 12.0 0 20.000.100 650 18.000.000.00 75.00 100.000.00 1.800.600.00 52.00 1.675.100.0 0 61.00 6.00 84.085.0 0 10.100 650 9.500 1.000 2. 00 1.00 100.500 1.00 1993 88.000.2 Indikator-Indikator Kinerja Manajemen keuangan yang aktif mengharuskan analisis berkala terhadap kinerja keuangan.0 0 45.00 80.

jangkauan. Semua indikator kinerja yang disajikan disini diorganisasikan kedalam enam bidang: • • • • • • Kualitas portofolio Produktifitas dan efesiensi Kelangsungan hidup keuangan Profitabilitas(keuntungan) Pengungkitan (leverage) dan kecukupan modal Skala.LKM. dan jangkauan operasional LKM. praktisi. Biasanya indikator kinerja berbentuk rasio. Semua faktor ini sangat mempengaruhi indikator kinerja. dan pertumbuhan Neraca. perbandingan satu bagian data keuangan dengan bagian data keuangan bagian lain. dan konsultan dapat menetapkan efisiensi. Dengan menghitung indikator kinerja maka para donor. . dan laporan portofolio diperlukan untuk menyusun semua rasio. Disamping analisis kecenderungan. yang menunjukkan apakah kinerja keuangan membaik atau memburuk. Membandingkan rasio-rasio selama suatu jangka waktu tertentu disebut analis kecenderungan. kedewasan lembaga (lembaga lebih mudah mungkin mendatangkan biaya perluasan tanpa pendapat yang sepadan dan sebaiknya tidak dibandingkan dengan lembaga yang sudah dewsa). seperti konteks geografis (sejumlah tolak ukur yang sesuai di Amerika Latin belum tentu memadai untuk Asia dan Afrika). dan bermacam –macam pendekatan pemberian kredit yang digunakan diseluruh dunia. semua rasio perlu dianalisis dalam konteks rasio lain untuk menetapkan kinerja keuangan LKM secara menyeluruh. ada beberapa faktor kontekstual yang harus dipertimbangkan. Dalam menganalisis indikator kinerja.Semua indikator kinerja dihitung begitu laporan keuangan telah disesuaikan untuk mencerminkan seluruh prinsip akuntansi. laporan laba rugi. yaitu. kelangsungan hidup.

Kualitas Portofolio Semua rasio kulitas portofolio menyediakaninformasi tentang aktiva tidak prokduktif. namun tingkat tersebut tidak menunjukkan kulitas portofolio kredit (yaitu. Rasio –rasio dibagi kedalam tiga bidang: • Tingkat pembayaran kembali • Rasio-rasio kualitas portofoli • Rasio-rasio kerugian kredit Tingkat pembayaran kembali Walaupun tingkat pembayran kembali dalah suatu ukuran populer yang digunakn para donor dan LKM. mungkin tidak langsung kentara. yang selanjutnya mengurangi pendapatan dan posisi likuiditas LKM. Tingkat pembayaran kembali juga berguna untuk memproyeksikan arus kas masa depan. tingkat pembayaran kembali yang mengukur tingkat keberhasilan penagihan kredit secara historis. jumlah risiko dalam portofolio yang belum dilunaskan sekarang). Sebagian LKM menghitung tingkat pembayaran kembali sebagai berikut: . yang berarti bahwa masalah kredit bermasalah dalam kenyataan. berdasarkan pengalaman masa lalu. Melainkan. Hal ini disebabkan oleh persentase yang telah jatuh tempo (pembilang) dibandingkan dengan jumlah pencarian atau jumlah yang belum dilunaskan (pernyebut) adalah relatif rendah. Berbagai rasio digunakan untuk mengukur kualitas portofolio dan untuk menyediakan informasi lain mengenai portofolio (sekalipun mereka semua di maksudkan disini sebagai “kualitas portofoloi”). Tingkat pembayaran kembali terutama sekali menyesatkan kalau jangka waktu portofolio LKM tumbuh dengan cepat dan kalau jangka waktu kredit adalah panjang. karena menunjukkan berapa persen dari jumlah yang jatuh tempo dapat diharapkan untuk diterima.

Tingkt pembyarn kembali Formula ini tidak menyediakn informasi yang berguna mengenai kinerja berlanjut dari portofolio dan sebaiknya tidak digunakan. Rasio Kualitas Portofolio . Sebaliknya. dianjurkan menggunakan dua formula yang lain: Tingkat pembyrn kmbl tpt waktu Atau Tingkat pembyrn kmb Trmsk yg lwt wkt Semua formula ini menghilangkan pengaruh dari pembayaran dimuka dan menunjukkan tingkat penerimaan pembayaran yang sebenarnya terhadap pembayaran yang diharapkan baik secara tepat waktu atau dengan memperhitungkan jumlah yang lewat waktu.

6% 257.000 13.1% 65.0 32.8 64. Tingkat tunggakan.00 0 4.00 0 28.00 7.500 2.1% 38.000 7.00 0 4.600.00 0 30.00 0 0 0 0 8.6 150. Tingkat tunggakan Misalnya.00 0 0 4.00 0 25.00 0 0.00 3.0 50.00 100.00 0 37.4 100.00 0 101.00 0 13.50 0 1.00 37.3 0 1.00 37.00 4.00 18.0 390.0 78.00 3.00 14.00 10.00 0 38.50 0 1.00 3.8 300.1 100.00 0 12.487.00 0 25.7 Jumlah outst 250.00 50.00 0 12.500 0 1.00 78.00 5.00 0 30. 130hr 25.00 0 Earle 0 Galdo 0 Feria 0 Perez 0 Manalo 0 Nelson 0 Kinghorn 0 Debique 0 Foster 0 Lalonde 0 Blondheim 0 Prudencio Current jumlah 43.00 2.00 29.0 0 405.00 0 0 0 0 7.8% 66.50 0 4.00 0 1.00 0 60.00 0 14.00 Tngkt tungg.750.000 .00 0 41.000 4.000 0.00 0 61-90 hari 91-80 hari 181-365 hari >365 hari vincze 12.000 48.000 30.50 0 18.00 0 45.00 0 32.00 0 64.925.00 0 31-60 hari 25.00 0 4.00 0 16.00 0 4.1% 45.00 5.00 0 13.00 0 60.00 100.000 0 0 5. dan rasio pinjaman bermasalah.50 0 5.1% 124.00 100. seorang pelanggan yang meminjam 1.00 0 8.00 14.00 0 0 45.00 0 84.00 18.0 Jumlah tunggak an 50.00 0 11.00 0 206.00 0 13.00 0 0.50 0 1.Tingkat tunggakan adalah rasio pokok kredit yang sudah lewat waktu (atau pokok ditambah bunga) terhadap portofolio yang belum dilunaskan.Tiga rasio disarankan disini untuk mengukur kualitas portofolio: tingkat tunggakan. portfolio at risk.00 0 45.00 0 3.000 untuk pedagangan kecil selama 12 bulan dengan bunga 15 persen atas saldo menurun harus membayar pelanggan Jumlah pencarian 300.3 0 211.0 Usia tngg.00 0 6.000 5.00 0 64.00 0 5.00 14.00 29.00 29.00 0 0 50. (%) 20.

jumlah tunggakan diartikan sebagi jumlah yang telah jatuh tempo dan masih belum diterima.8% Peminjam Bermasalah Apibila suatu LKM mempunyai portofolio at 20 persen dan rasio parapeminjam bermasalah berbanding jumlah pinjaman adalah 5 persen. Apabila portofolio tumbuh secara cepat. Keadaan yang sama terjadi kalau jangka waktu relatif panjang. Apabila ia luput membayar ketiga bulan yang pertama. namun portfolio at risk akan menjadi sangat tinggi dibandingkan tingkat tunggakan.kembali 90 per bulan (terdiri dari kira-kira pokok83 dan bunga7). Kredit jangka panjang menghasilkan pembayaran (angsuran) yang merupakan persentase relatif kecildari jumlah kredit. LKM tersebut akan mengetahui bahwa persoalan kredit bermasalah kebanyakan ada pada para peminjam besar.000/5. Jumlah tunggakan sebagai suatu persentase dari kredit outstanding 405. Karena itu tingkat tunggakan akan menjadi kira-kira 25 persen: Tingkat tunggakan Laporan portofolio contoh dengan jadwal usia tunggakan Catatan. kalau kredit dihapuskan terlalu cepat.(karena kenaikan dalam jumlah pinjaman. kenaikan dalm besaran kredit rata-rata. jumlah yang lewat waktu adalah 270 (pokok 249 dan bung 21). atau dua-duanya). maka menggunakn tingkat tunggakan bisa mengecilkan risiko gagal bayar. karena sebagian besar kredit yang belum dilunaskan diperhitungkan walaupun belum jatuh tempo. Sebagai kemungkinan lain. rasio .925. karena portofolio yang belum dilunaskan (penyebut) tumbuh dengan laju lebih cepat daripada jumlah yang jatuh tempo (karena portofolio yang belum dilunaskan tumbuh dengan jumlah pencairan sedangkan jumlah jatuh tempo hanya tumbuh dengan pembayaran kalau jatuh tempo.000=6. Kebijakan yang diterapkan LKM untuk menetapkan kredit bermasalah secara langsung mempengaruhi rasio kualitas portofolio dan penentuan tingkat resiko LKM.

pendapatan. laporan laba rugi akan mencerminkan jumlah penyisihan kerugian kredit yang tinggi untuk melakukan penghapusan ini. Namun demikian. Manajemen kinerja Manajemen keuangan efektif memerlukan pemahaman bagaimana berbagai persoalan operasional mempengaruhi kinerja keuangan ?. Resiko. Bab ini menawarkan informasi tentang pengelolaan efektif seluruh aspek keuangan danoperasional LKM untuk meningkatkan kinerja. Kredit bermasalah 2.portofolio at risk secara tak realistis akan rendah. Kredit bernasalah juga mengakibatkan penangguhan atau kehilangan pendapatan bunga. resiko valuta asing. karena merekalah yang harus melaksanakan atau menyediakan nasehat mengenai peralatan dan kebijakan manajemen yang efektif. Produktifitas dan efektifitas 3. Para donor akan tertarik denagan bab ini sejauh mereka harus memastikan bahwa semua LKM yang meraka dukung sedang bergerak menuju pengembangan praktek manajemen yang akan menghasilkan keberlanjutan keuanngan. 3 bidng utama manajemen kinerja 1. profitabilitas LKM. Semua indicator kinerja yang disajikan dalam BAB 9 menyediakan caramenganalisis kinerja keuangan LKM dan menyelidiki segala peningkatan yang mungkin diperlukan. yang menjelaskan biaya tinggi dari keuangan kredit. karena kredit bermasalah hanya dikeluarkan dari pembilang dan penyebut dan portofolio nampaknya sungguh sehat. arus kas. termasuk resiko likuiditas dan suku bunga. dan resiko operasinal. Manajemen secara efektif menjadi perhatian utama para praktisi dan kosulatan. . Manajemen Kredit bermasalah Kredit bermasalah memainkan peran yang kritis dalam biaya.

Mengendalikan Kredit Bermasalah Manajemen kredit bermasalah membutuhkan kajian lengkap mengenai metode pemberian kredit. Namun demikain. maka 16 kredit tambahan harus diberikan. LKM harus memahami bahwa kredit bermasalah biasanya bukan akibat dari para peminjam yang tidak dapat membayar . kredit 3000 denagan jangka waktu 46 minggu. dan citra kelembagaan LKM. Kredit bermasalah seringkali merupakan akibat dari buruknya penyusunan produk kredit dan mekanisme penyediaannnya. tatcara ooperasional. Untuk menggantikan kehilangan kredit pokok dan bunga. Misalnya. pengaruh paling berarti pada profitabilitas terjadi kalau kredit pokok tidak dibayar kembali dan penyidsihan kerugian kredit harus dibentuk.Pengaruh Kredit Bermasalah terhadap Profitabilitas (keuntungan) LKM Jelas bahwa profitabilitas LKM akan terpengaruh kalau tidak ada pendapatan bunga dari kredit yang bermasalah. yaitu: • • • Layanan kredit harus dihargai pelanggan Para pelanggan harus disaring dengan hati-hati Semua karyawan lapanngan dan pelanggan harus memahami bahwa kelambatan pembayaran tidak dapat diterima • • • • LKM memerlukan system informasi manajemen yang akurat dan tepat wakttu Kredit bermasalah memerlukan tatacara tindak lanjut yang efektif Konsekuensi dari gagal bayar harus dibuat tidak menerik bagi para pelanggan Pada akhirnya. dan dengan tingkat bunga 15 persen flat menjadi bermasalah setelah 14 minggu pembayaran. Ada 6 unsur untuk mengelola kredit bermasalah. pembayaran mingguan.

Penjadwalan Kembali (Rescheduling) Atau Pembiayaan Ulang (Refinancing) Kredit Kalau seorang pelanggan tidak sanggup membayar kembali kredit karena sakit,bencana, salah urus, atau beberapa krisis yang lain, mungkin layak untuk menjadwal kembali atau membiayai ulang kredit teresebut. LKM harus diperingati terhadap penjadwalan kembali dan pembiayaan ulang kredit. Walaupun pada akhirnya dilakukan untuk mendorong pembayaran kembali kredit, langkah itu berbahaya dan hanya harus dilaksanakan dalam keadaan luar biasa. Lagi pula, langkah tersebut mempengaruhi kualitas portofolio kredit dan arus kas LKM. Manajemen Produktufitas dan Efisiensi Manajemen produktifitas dan efisiensi melibatkan memaksimalkan penddapatan dan meminimalkan biaya dibandingkan volume bisnis yang dihasilkan dan dikelola. Manajemen produktifitas termasuk memastikan bahwa parakaryawan bertanggung jawab untuk kegiatan mereka, dengan pemberian insentif yang yang tepat untuk kinerja produktif dan efisien, dan penyediaan informasi manajemen waktu yang tepat dan berguna. Manajemen efisiensi focus pada mengelola dan mengurangi biaya dimana memungkinkan. Meningkatkan Produktifitas Karyawan Karena sifat dari pemberian kredit mikro, maka tanggup jawab utama untuk jangkauan efektif dan pembayaran kembali kredit terletak pada pejabat kredit. Agar sederhana maka hanya pejabat kredit yang dibahas disini, meskipun diskusi yang sama adlah relevan untuk pejabat tabungan yang focus pada rekening tabungan daripada kredit yang belum dilunaskan.Produktifitas dipengaruhi oleh pilihan modek kredit dan mekanisme pemberian serta oleh kelompok pelaanggan sasaran.

Portofolio Outstanding Rata-rata dan Jumlah Pelanggan per Pejabat Kredit Volume kerdit yang belum dilunaskan (outstanding) lebih merupakan fungsi dari target pasar yang terpilih dan metodologi pemberian kredit. Produktifitas dapat ditingkatkan oleh portofolio lebih besar yang dicapai melalui besaran kredit yang meningkatkan atau oleh jumlah pelanggan lebih besar per pajabat kredit/. Meningkatkan jumlah pelanggan per pejabat kredit merupakan cara efektif untuk meningkatakan efisiensi dan produktifitas LKM. Namun demikian, setiap LKM mempunyai jumlah pelanggan optimal per pejabat kredit, berdasarkan metodologi kredit dan jangka ka waktu kredit rata-rata. Indicator tersebut dibedakan oleh : a. Perbandingan kualitas potofolio, yang digunakan untuk mengawas dan mengevaluasi kredit portofolio. b. Perbandingan kerugian pinjaman, yang digunakan untuk memperkirakan kemampuan yang akhir nya digunakan untuk menutup kredit kerugian. Indicator yang tepenting dari kualitas portofolio adalah (kotak 7.11): pembayaran kembali tariff indicator, tariff yang menunggak, portofolio yang terjadi kerugian, dan pinjaman-pinjaman yang telat membayar.pembayaran kembali tariff indicator, yang menunjukan seberapa banyak NFI telah diterima ahli waris, dan dapat diperhitungkan salah satunya dari memdandingkan jumlah yang diterima termasuk yang disukai dan yang baik dengan : a. Berapa banyak yang berhutang sampai saat ini (7.11) b. Berapa banyak total sisa utang yang belum di lunasin (7.11) Pada hal yang pertama, nilai menunjukan persentasi pembayaran kembali

dengan mematuhi total iurannya pada keterangan-keterangan. Indicator yang kedua, perpaduan dengan hal yang pertama tadi, menjelaskan presentase dana yang belum dilunasi. Indicator ini dapat menjadi sebuah tanda kapasitas pembayaran kembali bagi yang berhutang di masa yang akan datang. Indicator portofolio yang mengalami

kerungian menawarkan sebuah ukuran kerugian portofolio yang membandingkan total nilai pinjaman yang belum dilunasi dengan pembayaran kembali yang terlambat dengan jumlah pinjaman yang dikeluarkan. Sebuah ukuran alternative kredit yang memungkinkan terjadi kerugian jumlah orang-orang behutang yang bangkrut dengan total jumlah orang yang berhutang. (7.11) Kotak 7.11 indikaator kualitas portofolio 7.11.1. tariff yang menunggak Iuran yang menunggak /portofolio yang belum dilunasi (termasuk jumlah iuran yang lalu). 7.11.4. peminjam yang telat membayar jumlah pinjaman yang telat membayar/ total jumlah pinjaman afektif. 7.4.2. indicator-indikator pelaksanaan daerah yang menguntungkan. Indicator-indikator yang dibutuhkan untuk mengukur pelaksanan yang menguntungkan dari MFI adalah terlihat pada kotak indicator-inikator 7.13.1 dan 7.13.2 yang masing-nasing menyediakan sebuah ukuran keuntungan modal-modal dan keadilan. Itu merupakan indicator yang sangat penting untuk menejer-menejer dan investor-investor, khususnya ketika NFI mencari keadilannya/hak sendiri.penyesuaian untuk menjaring berjalannya pendapatan setelah pajak-pajak dibutuhkan. Ketika taif inflasi dan peredaran mata uang hampir mengalami erugian adalah kerelatifan yang tinngi dan ketika pada jenis subsidi terjadi keseimbangan kertas NFI. Pada jenis-jenis itu, bisa mengambil bentuk pembayaran pada garis besarnya untuk keuangan dan non keuangan yang menyediakan servis untuk NFI. Kotak 7.13 indikator-indikator yang menguntungkan 7.13.1 mengatur kembali pada modal-modal (AROA) . Mengatur jaringan jalannya pendapatan setelah pajak-pajak/total rata-rata modal. 7.13.2 mengatur kembali pada keadilan /hak, mengatur jaringan jalannya pendapatan setelah pajak-pajak/total-total rata-rata keadilan.

7.13.3 hasil besar portofolio. Hasil kuangan tunai dari pinjaman bersih portifolio atau rata-rata pinjaman besar portofolio. Hasil besar portofolio(nominal)- (hanya inflasi)/ (1+tarif inflasi). 7.13.5. mengatur batas keuntungan mengatur jaringan jalanya pendapatan / mengatur berjalannya hasil. Penggunaan rata-rata untuk modal dan hal keadilan/ hak dititik beratkan pada kebutuhan dan mempertimbangkan turun naiknya pada 2jumlah perhitungan. 9.4.3. Indikator-Indikator Pelaksanaan Daerah Ketahanan Indicator ketahanan dapat diklasifikasikan dengan mematuhi pada taksonomi( dunia tumbuh-tumbuhan&hewan)yang diusulkan pada chapter 4 (katalok 7.14) ketidak cukupan hasil yang telah didapatkan untuk menutupu operasional hargaharga ( ada juga yang termasuk harga-harga inflasi. Ketentuaan harga pinjaman dan ketentuan harga kerugian membuktikan jika NFI bisa menentukan ketahanan tanpa mempertimbangkan dukungan dari sumsidi keuangan (dana-dana dan hutang) Kotak 7.14. indicator-indikator kecukupan diri 7.14.1. operasional kecukupan diri Mengatur berjalannya hasil/ harga operasional+ harga operasi+ ketentuan kerugian pinjaman+ keuntungan mata uangyang mengalami kerungian. Indicator pelaksanaan pengaruh dan daerah susunan keuangan. Pengaruh dan indicator-indikator susunan keuangan mengukur komposisi kekurangan supaya menyediakan informasi pada kecukupan penyusunan keuangan NFI. 9.4.4. Penyesuaian Menghitung Untuk Pelaksanaan Evaluasi Penyesuaian menghitung untuk pelaksanaan pengukuran dapat di klasifikasikan dalam 4 katagori :

a. Penyesuaian subsidi. b. Penyesuaian inflasi. c. Penyesuaian untuk pinjaman non pelaksanaan. d. Penyesuaian untuk mata uang yang bertambah /berkurang. Penyesuaian menghitung diperlukan untuk menganaliis subsidi yang diterima harus ditunjukan dalam dua hal berikut : a. Untuk membuat persamaan yang menunjukan penerimaan subsidi-subsidi NFI dengan subsidi yang tidak diterima itu. b. Untuk menganalisis ketergantungan derajat c. Keseimbangan ekonomi. 9.5. Kesimpulan Di dalam microfinance, pelaksanaan evluasi bisa direferensi untuk proyekproyek perseorang dan juga untuk lembaga-lembaga microfinance secara keseluruhan. Jadi, chaper ini bertujuan pada 2 model . Pertama adalah untuk menganalisis sebuah proyek pribadi, dan model kedua adalah untuk mengevaluasi MFI. Proyek pribadi merupakan pendekatan pusat pada 6 topik utama : Manajemen Uang yang mengalir. Pendapatan. Kualitas portofolio. Jangkauan. Dan bantuansubsidi.

Topic-topikini elah dipilih asal mulanya dengan tepat dari apek-aspek masalah utama

pegaruh dan susunan keuangan. Hanya jika kondisi ini akan memuaskan proyek microfinance untuk mencapai tujuan jangkauan) Model evaluasi bertujuan untuk mengidentifikasi MFI kedalam 4 perbedaan : Manejemen. sebuah indicator yang baru memiliki keistimewaan tersendiri. model yang melaksanakan analisis ini harus menjadi alat yang penting untuk mengevaluasi proyek-proyek microfinance dan MFI dari sebuah resiko pandangan manajemen. inflasi. mereka memperbolehkan menjaga tanpa henti aktifitasaktifitas dan akhirnya ada campur tangan untuk membenarkan dan memperbaiki pelaksanaan hasil. pinjaman non pelaksanaan.pada sebuah proyek. tujuan dari model ini menggunakan penyesuaian dalam menghitung. kebutuhan untuk menyadari denagn lebih baik persamaan dalam menunjukan tempat dan waktu. Kesimpulan. agara mencapai tujuan ketahanan dan jangkauan. yang tergantung pada kemampuan untuk membantu mengembalikan kerugian profil pada proyek (pendapatan & analisis kualitas portofolio) dan akhirnya kesempatan untuk memiliki kedua subsidi pada jenisnya dan uang (analisis subsidi bantuan ). Keseimbangannya adalah sebuah fungsi yang tepat yang dihubungkan untuk kemampuan orang-orang bekerja padanya ( analisis manajemen ) didalam kemungkinan menutup keseimbangan dinamis tunai ( analis uang yang cair ). keuntungan. dan penyesuaian dalam memenfaatkan subsidi. ketahanan. mata uang yang bertambah/berkurang. . Dari pandangan ini.

mengenai bentuk resiko MFIs berbeda dari pengaturan keuangan lanjutan lainnya.1 Pengenalan Sekarang ini.mengikuti tujuan sekarang.dan banyak jenis lembaga yang menawarkan pelayanan keuangan dalam jumlah yang kecil hingga juga dikembangkan keuangan tanpa pelanggan.akhirnya. terutama pelayanan keuangan yang ternyata secara tidak langsung memiliki pengelolaan yang rumit untuk MFIs dan resiko lain untuk keseluruhan system keuangan. banyak kelanjutan yang di tawarkan pelayanan keuangan mikro yang di tingkatkan. Selain itu. itu disampaikan dengan menunjukkan seberapa banyak barang dan jasa yang ditawarkan oleh MFIs berangsur – angsur meningkat disetiap tahun.keuangan mikro modern memiliki beberapa ciri .ciri yang menyatakan secara tidak langsung perbaikan dari ciri peraturan dan pengawasan yang digunakan. nasabah yang telah dijangkau oleh lembaga keuangan mikro berangsur – angsur meningkat. Bagaimanapun.BAB X PERANAN PERATURAN TERHADAP LEMBAGA KEUANGAN MIKRO 10.sejak permulaan pengaturan biasanya digunakan oleh ahli . Kenyataannya.termasuk pelayanan keuangan seperti layanan sosial menengah.Bersama dengan kesempatan lembaga keuangan mikro mengubah pelayanan deposit. juga agar meningkatkan kecukupan distribusi kenaikan kredit. Pertama.dan keuangan dan resiko menggunakan daerah keuangan mikro.

keuangan mikro tidak seharusnya diatur atau tidak dibutuhkan peraturan khusus yang menjadi tanggung jawab. mengikuti garis pedoman hal – hal yang perlu pada pengawasan tradisional keuangan menengah. Ketika menentukan apakah peraturan MFIs sesuai dan menyediakan beberapa indikator. Sejak itu MFIs. Dorongan yang sejenis di sector industri adalah asalnya diatur dari kemungkinan gangguan pasar. jadi mungkin mudah untuk menyusun polalogis dari peraturan dan pengawasan yang dapat digunakan dalam konteks cara kerja yang berbeda.perbedaan itu seperti : menurut satu pendekatan. alat peraturan dan pengawasan yang seharusnya diterapkan. Dikarenakan.dari teori dan praktik yang menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang luas mengenai peraturan dan pengawasan di MFIs. dan mereka membenarkan .beberapa pemikiran bahwa MFIs butuh lembaga norma khusus dan pendekatan ahli pegawasan. dalam struktur penentuan dari barang dan jasa yang mereka sediakan. Pengawasan secara langsung berasal dari peraturan dan terdiri dari pembuktian yang tepat dari syarat – syarat peelitian yang telah disusun dalam peraturan.2 Peraturan.yang hmpir disepakati. faktor – faktor pokok utama yang menentukan peraturan dan juga variable – variable dasar yang dapat mempengaruhi resiko MFIs diperksa.pengawasan tidak digunakan penuh ke sektor keuangan mikro. dan perbedaan diantara lembaga pokok.efisiensi. Dan Keuangan Mikro Peraturan didefinisikan sebagai asas dan norma stuktur disiplin dan pengelolaan pasar keuangan menengah. 10. dengan kepentingan berbeda dari Negara ke Negara. kebanyakan ahli membenarkan fungsi dari fokus system keuangan teristimewa kelemahan pasar da keuangan tingkat lanjut. Bersamaan dengan asasini. tingginya jenis dan luasnya pelayanan.dan daya saing di pasar dan tingkat menengah. itu idak mungkin mampu mengindentifikasi model pengaturan yang dapat menggunakan setiap area aturan yang lazim dalam menjalankan lembaga keuangan mikro. Sebagai system keuangan. Patut dilakukan hal yang sama. ahli ahli umum mengunakan alat berbeda untuk mengembangkan stabilitas. Bab ini focus pada variabel utama yang seharusnya dipertimbangkan. Pengawasan.

berdasarkan pada typology pengawasan di atas. bahkan. dan transparan sekarang ini ada di level teratas. • • Alat – alat yang sesuai untuk para ahli pengawasan. dan asas – asas kelemahan pengelolaan. 10. Dibutuhkan intensitas latihan – latihan untuk memperbaiki intervention.asas perlindungan yang melindungi minat pelanggan yg kurang informasi. Tujuan akhir dari peraturan yang di gambarkan di atas tentang stabilitas. agar melindungi hilangnya informasi yang menjadi sasaran pengelolaan di system keuangan. Banyak definisi untuk IMFs yang sesuai pengawasan seperti : • • Tujuan – tujuan yang dicapai di sector peraturan Perbedaan yang sesuai dengan typologies peraturan. di sistem keuangan modern. Syarat – syarat pengelolaan aturan dari keuangan menengah berasal dari petunjuk diatas. hal ini tidak dapat mempengaruhi semua sistem yang sama dan dengan intensitas yang sama oleh para ahli.3 Faktor-Faktor Yang Menentukan Penyesuaian Keuangan Mikro Ada banyak pertanyaan yang ditujukan pada penyesuaian keuangan mikro pertanyaan pertama mengenai kapan seharusnya penyesuaian krireria MFIs yang sama yang digunakan untuk tipologi lain dari keuangan menengah resmi ( terutama bank ) atau apabila dibutuhkan sistem penyesuaian dan pengawasan khusus. efisiensi.mengenai asas structural yang mendefinisikan bentuk kata dari system keuangan khusus . tingkah laku bisnis.pendekatan didasarkan pada banyak variasi alat. perkiraan resiko terbatas terhadap asas – asas kebijaksanaan untuk tiap lanjutan. perbedaan bentuk dari pengaturan yang di sebutkan di atas cenderung mengimbangi daripada pilihan lain. Jawaban dengan rencana peraturan dan . yang hanya beberapa berhubungan dengan keuangan mikro. daya saing.jalan. sasaran utama di resiko penerimaaan menengah dan di aktivitas pantauan pengawasan ahli – ahli pada peraturan penelitian menurut asas – asas.

tingkat hasil penemuan atau yang lebih tinggi dari penerimaan kredit dari sistem keuangan formal. Tujuan-Tujuan Dari Peraturan Berkenaan dengan stabilitas. namun. yang ditujukan untuk motivasi yang memajukan pengaturan sistem keuangan. agar dapat memastikan apabila juga ada keadaan darurat di sektor keuangan mikro.oleh karena itu. Pertanyaan – pertanyaan mengenai penggunaan yang sesuai dengan pengaturan di MFIs dan mengenai satu tingkat peraturan dan pengawasan di MFIs memiliki solusi ganda yang seharusnya ada pada penjualan.perlu analisa tujuan pengaturan yang disebutkan di atas.dari pernyataan ini dipengaruhi oleh definisi yang digunakan dari keuangan mikro dan karenanya terdapat batasan antara keuangan mikro dan keuangan tradisional. Hubungan antara peraturan dan .oleh karena itu. dari sudut pandang pengelolaan MFIs menunjukkan tingkat penyaringan dan pantauan pelanggan lebih rendah dari standar keuangan menengah formal yang menjadi sasaran pengawasan.yang terdiri dari kemudahan pengaturan dan kekuatan pembaharuan. beberapa kemajuan yang tampak perlu untuk menguatkan operasi efisiensi MFIs. hal yang tidak menguntungkan dari peraturan khusus adalah hubungan yang ditunjukkan oleh fakta persentase dr MFIs yang Hanya penawaran kredit skala kecil tanpa membawa bukti fungsi moneter dan tanpa memutuskan hubungan dengan keuangan menengah lainnya mengenai resiko buruk. Ada orang yang cenderung mencari penyesuaian khusus untuk asas – asas utama yang membangkitkan susunan peraturan. Berkenaan dengan penyesuaian keuangan mikro untuk mempertinggi sektor efisiensi terutama pantauan efesiensi yg merupakan salah satu dari ciri khusus keuangan mikro adalah MFIs yang definisinya lebih ditujukan melalui pengeluaran pelanggan.1 ). Selain itu kekurangan resiko sistematik dan oleh karena itu.sejauh ini peraturan tegas mengurangi karakteristik terkuat dari lembaga keuangan mikro. oleh karena itu tanpa termasuk resiko sistematik MFIS di satu kasus atau lebih dimana situasi yang terlihat pada kebangkrutan ( tabel 8. Di lain pihak. satu teori pengawasan khusus yang tidak dibutuhkan. Seperti element – element yg tidak berkepentingan berpendapat bahwa peraturan yang di ajukan MFIs untuk menaikkan efesiensi. sejak jumlah yang didanai cenderung tinggi. Bagaimanapun .

kemungkinan banyak perkiraan resiko dari MFIs. terdapat pilihan berbeda mengenai struktur. keterbukaan.hubungan relevan dari perantara masalah akan berakibat sangat kecil. Akhirnya keterbukaan dan kontrol . kecuali kenyataannya lembaga – lembaga melalui peraturan yang hati –hati.badan struktur pengawasan yang pasti yang memeriksa syarat – syarat minimum untuk melewati pasar dan batas kategori pasti pengoperasian tampak perlu juga untuk kerita aktivitas sederhana keuangan mikro. Di lain pihak.kebutuhan ini berasal dari asas perantara masalah dimana lembaga keuangan mikro boleh mengerjakan aktivitas yang menyebabkan resiko tinggi yang disadari oleh para penanam saham. apabila pelanggan kurang mempelajari kemampuan terbatas dari hubungan resiko MFIs. Tipologi Pengawasa Hal yang mungkin digunakan pada tipologi pengawasan. meskipun efek negative seperti mundurnya aktivitas penanam saham. Mensyaratkan kemampuan tertinggi oleh ahli pengawasan.hak pengelolaan yang lebih tinggi dan laporan dari para ahli pengawasan.menghubungkan resiko yang diambil. petunjuk kebangkrutan dari MFIs yang akan mengakibatkan tingkat penanam saham berkurang. Banyak pendapat yang menganjurkan peraturan.hasilnya dibawah kondisi sama yang memiliki beban tinggi dibandingkan tidak diatur MFIs. maka dari itu pengawasan perlu untuk lembaga keuangan mikro yang didasarkan pada tujuan sebagai tradisional menengah sebuah standar memadai dari perilaku bisnis dan keterbukaan dari MFIs. dan kontrol perilaku bisnis untuk MFIs. yaitu keadaan penanam saham yang tidak sadar penuh terhadap resiko dari perantara. hak informasi yang tidak seimbang. tindakan pengaturan kebijaksanaan secara efisien dan secara membantu lanjutan dan didasarkan pada modal dan kriteria organisasi yang cukup. kebijaksanaan.daya saing juga tidak sepakat menyediakan element – element yang menyarankan daya saing utama dari yang diatur MFIs daripada yang yang tidak diatur.untuk melindungi minat penanam saham maupun pelanggan yang kehilangan informasi secara umum. Terlihat keuntungan yang pantas dan keuntungan yang komplek. Struktur pengoperasian pengawasan tanpa bentuk sektor.

tergantung permintaan pengawasan dan faktor – faktor pilihan digunakan pengawasan atau tidak digunakan dan pendekatan tipologi ada penilaian khas lain di keuangan mikro yang seharusnya langsung para ahli pengawasan memilih apakah digunakan peraturan dan alat – alat yang seharusnya digunakan. . Keseluruhannya tidak tepat secara rumit berhutang dan stuktur atau subjek asas – asas hukum biasa yang tidak mengenal alat – alat pengawasan dari IMFs. oleh karena itu. tapi juga pembaharuan.tentu saja juga mempertimbangkan mengenai negara –negara yang berkembang dimana jarang di awasi secara khusus oleh MFIs.disamping mempertimbangkan minat yang berbeda yang seharusnya dilindungi. karena itu. peraturan kebijaksanaan akan lebih sepakat sesuai dengan kebanyakan lembaga yang beroperasi di keuangan mikro.perilaku bisnis diharapkan untuk jaminan keterbukaan dari negosiasi antara MFI dan pelanggan untuk melindungi pelanggan khusus yang kurang informasi.persetujuan secara luas akan menyebabkan sektor pengembangan dan kemampuan pembaharuan terbatas .meskipun susah dihayalkan verifikasi mereka untuk pengelolaan lembaga terkecil dalam kontek kecil. pengaturan mengenai sirkulasi akuntansi dan informasi yang tidak berhubungan dengan akuntansi MFIs harus sediakan ke pemegang saham. pembuat kebijaksanaan memutuskan bahwa alat – alat pengaturan tidak hanya mempertimbangkan keseluruhan kebaikan sistem keuangan .5. Alat – alat yang sesuai untuk mengawasi gambaran keistimewaan di sub bab 8. Demikian juga peraturan tegas faktor – faktor yang menentukan batas – batas operasional MFIs.cukup tampak perbedaan sektor keungan mikro.sebagai akibat kegagalan pasar. lembaga keuangan mikro di negara –negara berkembang masih agak kecil dan mereka utama sekali menawarkan produk kredit. Efek dari pengaturan dapat menurunkan penawaran keuangan mikro yang intinya mereka ingin dijauhkan dari pengaturan. Oleh karena itu. sebaiknya konsentrasi penuh pada hak intervansi. selain itu. Pertama. membatasi fleksibilitas lembaga yang biasanya dipertimbangkan dari satu karakteristik utama pasar keuangan mikro dan kapasitas mereka untuk mengenal situasi yang baru. dimana ada lembaga –lembaga mengakhiri pengawasan keuangan lanjutan yang sama.

harus dipertimbangkan mengenai hubungan antara lembaga dan desakan dari objek keuangan. Kenyatannya. banyak negara berkembang tak dapat disangkal bahwa para ahli umumnaya memiliki intervensi darurat yang membutuhkan kesesuaian dana umum yang rendah daripada tampilan pengawasan lembaga keuangan mikro. Seperti juga mempertimbangkan dukunagn rangka peraturan bebas dari keuangan mikro. yang sering disebutkan berapa stabilitas tertinggi seperti lembaga –lembaga. merujuk pada bab 5. Akhirnya. yang berarti penjagaan khusus dapat mengubah kapasitas mereka untuk mengumpulkan dan menyumbang dana. diantara keaadaan yang berpendapat bahwa MFIs butuh peraturan dan pengawasan. pemasukan sector berkembang. yang menjadikan aktivitas pengawasan di negara –negara berkembang lebih sulit. MFIs dilindungi oleh banyak resiko yang berkenaan dengan keuangan tradisional menengah yang masih dengan cirri –ciri berbeda seperti : lembaga khusus kredit yang beroperasi pada batasan area geografis pasti mengakhiri penggolongan bawah dari pinjaman jabatan mereka. Mengenai peraturan yang baik seharusnya membawa pertimbangan objektif yang lebih luas dari kontribusi penciptaan yang lebih maju dan termasuk sistem keuangannya. Oleh karena itu. Variable lainnya. ahli pengawasan juga hrus mempertimbangkan beberapa elemen – elemen yang dipantau. Oleh karena itu. Selain itu.ahli waris. berkenaan dengan keputusan pengawasaan MFIs.Variabel-Variabel Lainnya Aspek lain pengaturan MFIs di analisa lebih luas dengan membandingkan antara biaya peraturan dan pengawasan dan keuntungan yang berasal dari pemakaian nya. seharusnya secara sistematik mengikuti asas – asas kebenaran dan keadilan. kekurangan anggota yang terlatih di badan pengawasan dan ketiadaan akuntansi yang cukup di MFIs. Di lain pihak.berkenaan dengan alat – alat berbeda yang mengganggu seharusnya digunakan agar melindungi berbagai macam operasi di IMFs.penyumbang – penyumbang IMFs. yang menyusun . syarat kebijaksanaan dari bank didasarkan pada konsep penggolongan pinjaman jabatan yang MFIs tidak miliki adalah tidak adanya batas operasi dari banyaknya lembaga –lembaga keuangan mikro.

pusat mayoritas pengaturan tiap ahli sama yaitu mengawasi bank .seperti pembayaran asuransi mikro. secara utama ini tergantung pada pengembangan dari sector industry Negara.yang sungguh – sungguh menabung dan menyediakan pelayanan keuangan lain yang tidak dimasukkan di perantara. semi-informal.analisa dari kesesuaian pengaturan dan pengawasan yang dilaksanakan untuk keuangan mikro yang menjadi 4 kriteria utama yang seharusnya dikembangkan (tabel 8. atau keterlibatan dari agen penilaian internasional yang beroperasi di bawah tugas dari ahli – ahli pengawasan nasional.pengaturan dan kemungkinaan kenyataan yang mereka gunakan. 10.atau modal usaha kecil. dan penabung.khususnya. Pertimbangan pertama adalah tipe lembaga yang harus mengawasi IMFs. Wujud Dari MFIs. Berdasarkan pernyataan ini ada kasus berbeda yang menarik yang dilindungi jumlah keuntungan umum MFIs. kriteria ketiga di laporan penerimaan adalah asal. Aspek terakhir yang di analisis pada perkiraan asal resiko sistematik dari keuangan mikro.seharusnya juga MFIs mengontrol (terutama bank pusat atau divisi khusus departemen keuangan) di beberapa tempat menggunakan solusi lainnya.tujuan dan target – target pelanggan ( dikemukakan untuk menggambarkan situasi lembaga informal.usul dana yang digunakan untuk menyediakan pelayanan keuangan mikro. pengaturan pribadi dari kelompok MFIs.4 Varibel-Variabel Utama Dari Peraturan Keuangan Mempertimbangkan elemen –elemen yang telah disebutkan diatas. .2) Aspek utama yang dipertimbangkan sifat dasar dari MFIs bagaimanapun adalah diatur oleh lembaga analisis dengan perbedaan struktur yang sah. termasuk aktivitas lembaga nonpemerintah.penyumbang dana.pada usia indusri dan ukuran lanjutan oleh system keuangan MFIs. dan formal) yang harus dipertimbangkan dengan berbagai pendekatan. Meskipun.petunjuk pemerintah. perbedaan yang jelas antara lembaga khusus kredit. Faktor kedua yang sangat penting yang menyarankan bagaimana mengawasi tipologi aktivitas yang dibawah MFIs.

semi-formal. Oleh karena itu. Di lembaga informal tidak ada bagian yang di analisis.untuk didaftakan. seperti disebutkan sebelumnya. yang tidak butuh syarat – syarat khusus apabila digabungkan denhgan bank lain. mereka biasanya menerima perhatian yang terbatas dari pengaturan di semua kasus dimana mulai ditawarkan fasilitas menabung yang disyaratkan untuk diambil status perbedaan yang sah. Semua lembaga yang menyediakan kredit sebagai pelayanan .sebab mereka tidak hanya terus menunjukkan pelayanan keuangan mikro. sejak sekarang ini tidak ada bentuk dari peraturan dan pengawasan yang diresmikan perantara seperti itu yang dipertimbangkan mengarah pada lembaga formal ( bank perdagangan skala kecil.lembaga – lembaga formal mempertimbangkan wujud deposit dan juga kesusahan meningkatkan modal dan meneruskan tujuan yang harus diatur oleh struktur aturan khusus dan peraturan – peraturan yang hati – hati yang bagaimanapun seharusnya menentukan syarat syarat modal yang hilang dan struktur organisasi yang mudah tanpa bank. dimana adanya perbedaan bentuk lembaga informal. Aspek terpenting mengenai wujud dari IMFs dan struktur resmi pengaturan mereka membatasi aktivitas pengelolaan didalam. dan macam – macam tipologis dari bank keuangan mikro) dan lembaga semi-formal (keuangan umumnya diatur oleh yang bukan pemerintah dan saling kredit). lembaga–lembaga ini seharusnya diatur berkaitan dengan wujud barunya. oleh karena itu. pilihan –pilihan yang berkenaan dengan peraturan dan pengawasan didasrkan pada wujud dari aktivitas yang dijalankan keungan kecil yang ada. Di lain pihak. sejauh lembaga semi-formal hanya untuk operasi.Kriteria utama yang ditujukan disini mengenai wujud dari MFIs. formal. bank dagang skala rendah yang didefinisiikan sebagai bank yang diatur penuh menurut nasional “ hukum bank “. dengan modal baik untuk tunduk pada tingkat kehati – hatian dan melakukan fungsi control dari dalam. Tipologi Aktifitas Mengacu pada kriteria kedua. dikebanyakan negara mereka terus di awasi dan diatur sebagai bank biasa. Terakhir.

seperti pembayaran. SUMBER DANA Kriteria ketiga yang relevan untuk menentukan kebijakan peraturan adalah sumber dana yang digunakan oleh LKM. atau modal usaha kecil. Oleh karena itu. Apabila uang ini disumbangkan oleh pihak ketiga organisasi. mengumpulkan tabungan dan terkadang menawarkan alat – alat pembayaran. walaupun beberapa Negara memerlukan kejelasan mengenai standar dan pengawasan dari pihak yang tidak wajar. donor dapat mencegah praktek-praktek tidak adil dengan memantau lembaga-lembaga yang dipilih dan meminta pelaporan khusus mengenai penggunaan dana. Tentu saja . sebaik laporan periodik. syarat – syarat modal minimal dan tingkat kebijaksanaan. mereka tidak menyiratkan masalah untuk keamanan penanaman saham. Dan peraturan khusus yang disarankan. Pada kenyataannya. Dalam hal ini. apabila secara khusus diwakili oleh metode pinjaman. MFI belum membatasi aktivitasnya untuk penawaran kredit. Dilain pihak. untuk lembaga yang menawarkan pelayanan – pelayanan keuangan lainnya. keberadaan informasi asimetris antara nasabah dan LKM sering dikemukakan sebagai alasan utama yang membutuhkan pengaturan dan pengawasan. MFIs bermaksud menyediakan pelayanan keuangan yang lebih lengkap. asuransi skala mikro. Seperti perubahan. seharusnya pihak ini memiliki instrumen yang tepat untuk menilai LKM yang akan dibiayai. hampir dimanapun lembaga tersebut terpaksa diubah oleh peraturan yang ada ( pada umumnya bank ). atau mengambil status dari “bank microfinance “ dimana peraturan yang spesifik berlaku. nyatanya menunjukkan adanya penghargaan dari semua syarat –syarat yang masuk. Pertimbangan kebijakan secara signifikan berbeda dari dana yang disediakan oleh masyarakat atau oleh anggota badan perkreditan atau bank tabungan.– keuangan yang unik becirikan kontribusi yang sangat rendah untuk keseluruhan resiko dan dalam artian. tampaknya pantas untuk mengambil sebuah peraturan serupa untuk lembaga yang hanya menawarkan kredit. Terakhir. mereka sering tidak di atur. Terlebih lagi dengan tidak adanya peraturan khusus. depositor terkena bahaya moral karena risiko penyerapan tabungan pada saat krisis .

sejumlah besar penulis setuju atas peraturan lunak. ketentuan kredit dan penghapusan) yang ditujukan kepada badan hukum khusus—yang mana pasar keuangan mikro signifikan terhadap sistem keuangan— atau kepada otoritas yang bertanggung jawab atas sistem pengawasan keuangan yang berhubungan dengan lembaga regulasi khusus. karena pengaturan dan pengawasan merupakan kepentingan publik yang mahal. juga resikonya sehingga entitas bisa berjalan. kita tidak perlu memikirkan kesempatan untuk mengatur. Apalagi. Oleh sebab itu. Berdasarkan kriteria ketiga. Peraturan tersebut di satu sisi harus menerapkan persyaratan modal lebih ringan dari pada persyaratan modal bank dan di sisi lain mereka harus membatasi kegiatan potensial. Menurut literatur dan pengalaman beberapa tahun terakhir. maka pengaturan dan pengawasan harus diterapkan di daerah-daerah dengan hasil tertinggi dalam hal mitigasi resiko sistemik. di beberapa negara berkembang. Karena sifatnya sebagai kepentingan publik yang mahal. yang sering membuat gagal setiap upaya untuk mengawasi lembaga keuangan mikro. yang berdasarkan atas catatan . portofolio konsentrasi. saat keuangan mikro digunakan untuk fenomena marjinal yang melibatkan sedikit LSM kreditor dan sejumlah kecil penerima manfaat. pada hal yang digarisbawahi di atas. pendekatan yang paling tepat untuk sebuah penerapan peraturan ideal harus diversifikasi sesuai dengan sumber dana. RESIKO SISTEMATIS Selama kriteria terakhir diperhatikan. apapun sumber pendanaannya. Semua entitas pengumpulan dana publik harus sesuai dengan seperangkat aturan yang dibuat khusus pada entri pasar. keuangan mikro tidak menciptakan risiko sistemik.LKM. organisasi dan asuransi deposito. di semua negara yang relevansi sistemik keuangan mikronya terbatas. lebih mungkin bahwa hal tersebut terlibat dalam sejumlah pokok-agen kegagalan seperti korupsi. mengingat jumlah kredit kecil dan sangat terbatas akses ke sistem pembayaran LKM yang ada. di sebagian besar negara-negara. dalam rangka meningkatkan kemampuan mereka untuk menarik uang harus terdaftar secara publik dan membuat laporan berjangka (termasuk setidaknya metodologi kredit. Semua LKM. rasio modal minimum.

daya saing dan transparansi. Kombinasi dari semua kriteria di atas menciptakan sebuah gambaran yang bervariasi menurut negara masing-masing. Oleh karena itu. yang dilaksanakan oleh lembaga pemeringkat. kita tidak mungkin membayangkan peraturan pendekatan tunggal yang cocok untuk industri keuangan mikro seluruh dunia.umum (lisensi). instrumen dapat dibagi dalam dua kategori makro yang merujuk pada struktur. pelindung dan instrumen transparansi pengawasan. Jika tidak. atau menyarankan pelaksanaan peraturan-skema-diri dan peraturan kedua (peraturan delegasi). Variabel utama yang dapat digunakan untuk mengatur sebuah kerangka kerja yang mengikuti kata tujuan di pasar keuangan mikro mencakup: . kebutuhan untuk merancang sebuah kerangka peraturan khusus untuk lembaga keuangan mikro terutama terasa di negara-negara yang merupakan pelaku penting di pasar keuangan. perkembangan industri dalam negeri dan volume yang diintermediasi oleh LKM dalam sistem keuangan juga mempengaruhi keputusan tentang bagaimana mengatur dan apa alat untuk diterapkan. efisiensi. khususnya. tanpa ada peraturan eksplisit atau pengawasan. hanya kredit sebagai organisasi yang sering berada dalam daerah bayangan. 10. instrumen yang tersebut di atas yang tersedia untuk pihak berwenang dan mengatur dan mengawasi lembaga-lembaga keuangan mikro terkadang sangat berbeda dibandingkan dengan instrumen tradisional dan prosedur yang diambil dari perantara keuangan tradisional.5 Instrument Untuk Yang Megadopsi Untuk arsip tujuan stabilitas. Sehingga. solusi yang paling umum yang digunakan adalah untuk mengatur perbankan di bawah hukum entitas yang mengumpulkan deposito dan menawarkan pinjaman. serta pengawasan prudensial.

Struktur pengawasan: peraturan untuk akses pasar dan pembatasan operasional MFI. koefisien kecukupan modal. yang mencakup solusi yang dapat berkisar dari pengawasan yang dilakukan oleh otoritas yang mengawasi keuangan melalui perantara dan bank sentral untuk pengaturan skema. pelaporan wajib minimum serta rasio likuiditas pada aturan-aturan tertentu pada struktur organisasi pemerintahan dan lembaga-lembaga di bawah pengawasan. Transparansi pengawasan: transparansi wajib pada kondisi yang diterapkan untuk klien dan informasi wajib bagi para stakeholder Dalam hal pengawasan yang menggunakan prinsip kehati-hatian. sebagai perantara keuangan tradisional. 8. Pelindung pengawasan: skema asuransi untuk depositor 3. mengatur instrumen yang dapat digunakan untuk sektor keuangan mikro pada dasarnya didasarkan pada persyaratan modal minimum.1.1). 2. instrumen ini hanya digunakan di beberapa negara di mana MFI beroperasi dan sangat beragam tergantung pada konteks operasional. Saat ini. memiliki risiko sistem rendah dan biaya pengawasan yang tidak akan digantikan oleh manfaat kemungkinan bahwa . Oleh karena itu. Contoh aturan khusus untuk MFI diwakili oleh kasus (bagian 8. Kasus-kasus seperti itu. yang terdiri dalam aturan perilaku yang disepakati oleh sekelompok MFI berkolaborasi.3 menggambarkan hasil analisis tersebut. Peraturan yang berbeda dan pendekatan pengawasan yang dilakukan secara signifikan tergantung pada fitur tertentu dari Instansi yang mengatur dan mengawasi MFI. analisis yang mungkin bisa dilakukan tentang bagaimana berbagai instrumen pengaturan dan pengawasan dapat dikombinasikan dengan kriteria yang bagian sebelumnya tabel. pada kenyataannya. Jika operasi MFI di pasar pada dasarnya merupakan LSM-yang menawarkan produk-produk rendah serta jumlah kredit dan mengatur volume lebih rendah daripada sistem perbankan tanpa mengumpulkan tabungan-publik yang menerapkan peraturan yang ketat secara luas.

unit kontrol dalam MFI harus diciptakan untuk mengendalikan risiko. Ini menyiratkan bahwa regulasi spesifik memberikan persyaratan minimum organisasi untuk mengakses pasar.juga dikenal sebagai CMAC (Caja Municial de Ahorro y Credito) .pengawasan seperti itu akan memberikan hasil tersebut. Karena LSM tidak memiliki modal minimum yang diperlukan. asalkan MFI harus terdaftar dengan kewenangan pengawasan sistem keuangan dan laporan terjadwal dari mikro-kredit yang diberikan adalah wajib untuk memantau kinerja keseluruhan sektor keuangan mikro. Oleh karena itu.lembaga keuangan mikro dan aktivitas mereka tunjukkan melalui peraturan yang sama yang digunakan bank – bank dan keuangan lanjutan Peruvian lain. belum memiliki koefisien solfabilitas lebih tinggi dalam mengkompensasi sebagian rendah diversifikasi portofolio pinjaman. Sebagian besar peraturan yang ada disepakati untuk persyaratan lebih rendah untuk MFI daripada bank. hal itu dapat dilakukan untuk mencegah masalah potensial bahwa hal tersebut mungkin membahayakan stabilitas sistem keuangan.kecuali beberapa yang berbeda di syarat – syarat minimal modal dan tempo perizinan operasi. pemerintah perlu meningkatkan perhatian mereka. Lagipula. mengumpulkan deposito publik dan beroperasi dengan volume yang signifikan dari sumber daya keuangan. Dalam kasus ini.lembaga peminjaman dan tabungan kota (MSLI). Sebagai MFI yang menawarkan jenis produk dan jasa.1 klasifikasi MFI yang diatur dari lembaga Peruvian MFI formal di peru diatur oleh agen umum “ superintendencia de banca y seguros”(SBS). pengawasan dengan prinsip kehati-hatian adalah tidak tepat dalam konteks tersebut. MFIs Peruvian merupakan sasaran – sasaran peraturan yang dibagi sbb: 1. peraturan harus dikurangi. Kotak 8. persyaratan modal minimum dan koefisien kecukupan modal.

CRACs dibentuk awal tahun 1990. tempo deposit dan pembayaran tagihan listik.juga dikenal sebagai CRAC (Caja Rural de Ahorro y Credito) 3. . EDPYMEs hanya dapat menawarkan kredit dan yang dapat memperoleh dana yang cukup dari bank – bank.4 juta USD.CRACs ada yg dimiliki oleh perusahaan pribadi dan umumnya beroperasi di daerah. EDPYMEs menjadi lembaga khusus kredit.2. lembga peminjaman dan tabungan daerah (RSLI). tagihan listrik dan korporasi pribadi pinjaman kecil dan juga untuk digunakan pada kegiatan luar negeri. Khususnya. CMACs memulai aktivitasnya sekitar tahun1980 dan membentuk kerjasama dengan pemerintah jerman. dan juga keuangan dari COFIDE (bank tingkat kedua yang berdiri tahun 1992 untuk keuangan jangka sedang dan jangka panjang dan perusahaan – perusahaan kecil).EDPYME juga dapat mengumpulkan deposit umum. CRACs tidak menawarkan buku tabungan. Lembaga ini resmi setelah mendapat izin di akhir decade oleh badan hukum. Di CMACs tidak dapat menabung dan tidak menyediakan jaminan pinjaman selama tahun pertama dan tidak menyediakan pinjaman pada perusahaan kecil pada tiga tahun pertama. Sebab NGO memiliki sedikit pengalaman dan sedikit kumpulan dana umum. Dengan ahli –ahli dari SBS dengan pendapatan minimal 1. EDPYME dibentuk dipertengahan tahun 1990 oleh NGO yang menawarkan pinjaman pada perusahaan kecil.CMACs disediakan untuk menawarkan deposit. Dilain pihak. rencana pensiun. setelah Banco Agrario ditutup karena menyusun kembali keuangannya. kesatuan untuk pengembangan perusahaan kecil (EDPYME) Pelayanan keuangan yang lembaga dapat ditawarkan oleh lembaga keuangan mikro berubah menurut perbedaan wujud dari MFIs. CMACs dibentuk oleh ahli – ahli lokal dan dan dijalankan di provinsi untuk bantuan kegiatan ekonomi pendapatan rendah. pasar modal. dengan syarat membayar pajar dari pinjaman.

Sebaliknya untuk EDPYMEs. atau sebagian dari mereka.8 persen dari total keseluruhan harta system keuangan. Koleksi sistemik seperti informasi juga dapat dilakukan oleh asosiasi lokal MFI. harus mempertimbangkan tiga aspek lainnya.mewakili 5.3 juta. Dan akhirnya tahun 2004 ada 40 MFIs dengan total harta US $1. Pendapatan minimal yang didapatkan bank keuangan mikro adalah US$5. dalam kasus MFI harus membayar. MFI biasanya memasok layanan kredit dengan tingkat bunga yang lebih tinggi daripada rates. Selain itu. di mana ada terdapat tabungan mereka. dalam rangka mendukung pelayanan keuangan mikro. dalam rangka untuk menentukan kriteria pengumpulan dan penggunaan data tersebut. apapun lembaga yang menyediakan layanan asuransi depositor. tetapi jika mereka tampak terlalu ketat.2 milyar.Bank keuangan mikro. yang mengumpulkan informasi tentang klien marjinal dan tidak terdaftar. namun pasti harus didukung di tahap awal dengan intervensi institutonal. ada kebutuhan untuk memperhitungkan tingkat bunga. . Jadi elemen pasar ini harus dipertimbangkan secara memadai ketika menerapkan peraturan untuk microfinance.CMACs dan CRACs pendapatan minimal US$ 241 000. Akhirnya. Dengan kemungkinan pengecualian yaitu lembaga keuangan mikro. Sebagian orang-orang yang tabungan mereka ada di lembaga keuangan mikro harus diatur menerima jaminan yang sama dengan depositor perantara resmi yang menerima pada penggantian deposito mereka. Tawaran database informasi kredit. penawaran layanan informasi kredit dan topi tingkat bunga. adalah suatu tujuan yang harus ditujuakan MFI untuk mengurangi ketidakseimbangan informasi yang secara fisiologis milik keuangan mikro. aturan keuangan mikro. SEMUA MFIs disahkan untuk membuka jaringan. Dalam hal ini adalah penting untuk menunjukkan bagaimana menjamin kesinambungan melalui waktu dan untuk menghindari distorsi di pasar keuangan. dalam rangka meningkatkan pembangunan sektor dan memerangi eksklusi keuangan. atau membutuhkan MFI untuk mengungkapkan metode perhitungan suku bunga mereka secara fix. tentu juga dapat menawarkan semua pelayanan keuangan.

sehingga dapat digunakan oleh MFI. 10. Khusus untuk instrumen pengawasan struktural penting. distribusi teknik dan dalam banyak aspek. Tren keuangan tersebut bagaimanapun tidak dapat dianggap memuaskan jika memproses ekspansi di luar batas-batas tradisional yang menimbulkan kerentanan tinggi dalam sistem keuangan itu sendiri dan risiko lebih tinggi bagi mereka yang tabungannya di MFI. perlu diingat bahwa peraturan yang terbaik dan pengawasan yang lebih canggih ternyata efektif berada didalam konteks dimana institusi diawasi oleh kekurangan signifikan yang hadir dalam kinerja sistem pengendalian internal dan memiliki pemerintahan yang mengabaikan prinsip-prinsip keberlanjutan. Selain itu. Dengan cara yang sama sangatlah mungkin untuk mengidentifikasi sejumlah instrumen yang disediakan oleh pengawasan bank. Walaupun secara tradisional terdapat perbedaan struktur dan operasional yang ada antara MFI di seluruh dunia.6 KESIMPULAN Pertumbuhan keuangan mikro memungkinkan perluasan penawaran layanan keuangan untuk nasabah itu. untuk . Dengan tujuan untuk menghindari penyimpangan dari MFI dan membatasi fleksibilitas dan kemampuan dalam mencari solusi yang inovatif dalam pengelolaan risiko.kombinasi instrumen pengawasan juga harus mengambil pertimbangan akan kurangnya sumber daya ekonomi dan manusia yang dapat digunakan untuk kegiatan seperti yang dilakukan dibanyak Negara yang berkembang yang dilanda kemiskinan dan kelemahan dalam sistem kontrol public dan dalam peradilan sistem. peraturan harus dirancang untuk institusi keuangan mikro yang menghindar dari aspek-aspek peraturan tertentu. sehingga mengurangi tingkat eksklusif. dengan beralih ke beberapa trik sederhana. sangat mungkin untuk mengidentifikasi beberapa pendekatan umum yang menyarankan bagaimana cara untuk mengatur dan mengawasi MFI. Dalam hal ini terdapat kebutuhan untuk mengatur orang dan lembaga yang memberikan pelayanan yang lebih kompleks dan beroperasi dengan dana pihak ketiga. pemerintah harus selalu menyadari ukuran dan tren dari pasar serta perlindungan dan aturan transparansi pengawasan.

sebaiknya di atur oleh tiap. dan prinsip kehati-hatian pengawasan. Kasus BI: DPR segera bahas RUU LKM Keberadaan lembaga keuangan mikro (LKM) di Indonesia perlu payung hukum yang bisa mengatur peran dan pengawasannya. Belum dibahasnya RUU ini antara lain terkait perbedaan prinsip mengenai pengaturan dan pengawasan LKM. semua diatur secara nasional. namun untuk pelaksanaannya diserahkan ke masing-masing daerah. RUU LKM sebenarnya sudah masuk di DPR sejak dua tahun yang lalu. agar tidak bertabrakan dengan UU perbankan.tiap daerah seperti yang di lakukan Pemda Bali. namun hingga kini belum juga di bahas.kenyamanan klien kurang informasi. yang memungkinkan MFI untuk mempertahankan fleksibilitas operasional biasa dengan sebuah kesadaran dengan menaikkan risiko yang ditanggung. Keberadaan LKM di Indonesia sudah berjalan lama di masyarakat dan jumlahnya sangat banyak sehingga untuk meningkatkan peran dan pengawasannya sangat di butuhkan sebuah undangundang.000 dengan penyebaran yang sangat luas. . Penyerahan pengaturan dan pengawasan LKM ke daerah. Tetapi menurut BI dan Depkeu. BI dan Depkeu telah sepakat untuk mengeluarkan peraturan pemerintah mengenai status hukum yang jelas bagi LKM. Ada yang mengarahkan untuk disentralkan. Yang di atur secara nasional sebaiknya hanya aturan pokok saja dalam sebuah UU. dilakukan karena Bank Indonesia dan Depkeu tidak akan sanggup untuk mengawasi banyaknya LKM di Indonesia yang jumlahnya mencapai 50. LKM itu harus segera punya payung hukum.

SKB akan memberikan alternatif badan hukum kepada LKM. yaitu LKM yang sudah luas lingkup operasionalnya bahkan telah lintas provinsi dapat membentuk koperasi simpan pinjam. SKB Empat Menteri Atur Alternatif Badan Hukum LKM Rancangan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri yaitu Menteri Keuangan. Sedangkan LKM yang lingkupnya lebih sempit yaitu di pedesaan maka cukup di daftarkan saja.LKM harus bertujuan membantu rakyat miskin dan tidak semata-mata komersial untuk mendapat keuntungan. dan UKM. Pada . Kalau secara de jure LKM ada yang berbadan hukum dan ada yang tidak atau ada yang formal dan ada yang non formal. Pilihan lain adalah LKM tersebut dapat mamilih membentuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebagai badan hukum. maka penentuan tingkat suku bunga pinjaman dalam LKM juga harus transparan. pemerintah akan menyusun RUU LKM atau akan mengajukan kembali RUU LKM yang sebelumnya pernah diajukan dengan beberapa penyempurnaan. sedangkan non formal di antaranya LKM yang operasionalnya terdaftar atau mendapat izin Pemda dan ada pula yang hanya terdaftar di tingkat kecamatan atau bahkan pedesaan. Namun muncul persoalan bila operasional LKM sudah semakin luas dan melewati batas kecamatan dan kabupaten. Bila LKM hanya beroperasi dalam lingkup yang sempit seperti kecamatan atau pedesaan tidak menjadi masalah. Menteri Dalam Negeri. hanya dalam lingkup kecamatan maka cukup diatur oleh peraturan Daerah (Perda). Di sinilah diperlukan payung hukum. Jika bertujuan membantu rakyat miskin. Melalui SKB juga dalam jangka waktu yang dinanti akan ditentukan kemudian. Menteri Negara Koperasi. Kalau yang formal bentuknya bank atau koperasi. Hal selanjutnya adalah LKM yang skala operasinya kecil misalnya. serta Gubernur BI kemungkinan akan memuat aturan pemberian alternatif pilihan badan hukum bagi lembaga keuangan mikro (LKM).

Inpers tersebut mengharuskan adanya satu tindakan untuk menetapkan strategi pengembangan LKM. SKB tersebut merupakan pelaksanaan Instruksi Presiden nomor 5 tahun 2006.600 koperasi simpan pinjam. 38. berdasarkan Inpres itu kementerian dan lembaga terkait akan di tugaskan untuk melakukan rencana tindakan salah satunya penguatan lembaga mikro (LKM). dan lainlain. Diperkirakan hingga kini sekitar 100 ribu LKM non formal.500 LKM binaan BRI.dasarnya SKB hanya akan mengatur tugas dan fungsi instansi yang terlibat. SKB tersebut akan mengatur peran dan fungsi masing-masing instansi dalam kaitannya untuk mengembangkan LKM. . 4. Penyusunan SKB tersebut dikoordinasikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful