P. 1
Micro Finance 2003

Micro Finance 2003

|Views: 750|Likes:
Published by QuinnDilla

More info:

Published by: QuinnDilla on Jun 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2012

pdf

text

original

BAB I SEBUAH KONSEP BARU TENTANG KEUANGAN MIKRO

1.1 Pendahuluan Dalam pembahasannya, mikrofinance memunculkan dua isu utama: pertama, batas operasional mikrofinance tidak jelas dan, kedua sifatnya tidak jelas. Isu-isu ini dapat digambarkan ke dalam dua pertanyaan yang kerap dibincangkan oleh para praktisi dan akademisi di bidang ini, yaitu: Apa perbedaan antara keuangan mikro, yang lebih dikenal kredit mikro dan keuangan tradisional? Apakah keuangan mikro memiliki etika keuangan? Perbincangan terus-menerus mengenai layanan keuangan yang ditawarkan dalam program-program keuangan mikro dan diversifikasi yang terus meningkat dari klien tersebut telah memperluas batasan keuangan mikro itu sendiri, jauh melampaui peranannya dalam microfinance klasik yang dulunya hanya melayani pemberian pinjaman kepada golongan fakir dan miskin (poorest and poor). Sebagaimana contoh yang dapat dilihat pada Grameen Bank. Oleh karena itu, apa yang membedakan antara keuangan mikro modern dari pembiayaan tradisional? Dan atas dasar apa kita bisa membuat perbedaan seperti itu? Tujuan sosial dan kemanusiaan di balik keuangan mikro serta pendistribusiannya melalui organisasi nirlaba (NGO) itu sebenarnya memiliki hubungan dengan klasifikasi etika keuangan. Namun, karena lembaga mikro itu tidak mau dianggap seperti memberikan bantuan layaknya sumbangan semata-mata, maka dibuatlah semacam aturan mengenai ketertiban dalam pendistribusiannya melalui intermediasi keuangan, sehingga membawa keuangan mikro ini kepada isu etika keuangan. Bab ini juga membahas tentang taksonomi baru dalam keuangan mikro modern. Untuk itu, pertama sekali kita perlu mengetahui ciri-ciri antara keuangan mikro lama dan kredit mikro. Kemudian, sehubungan dengan tren saat ini, kita perlu mengidentifikasi pemahaman baru mengenai keuangan mikro dengan karakteristiknya yang berbeda-beda baik dari segi penawaran maupun permintaan.

1

1.2 Sifat Keuangan Mikro (Keuangan Mikro Vs Kredit Mikro) Istilah “Keuangan mikro‘’ secara umum menjelaskan tentang penawaran layanan keuangan sederhana kepada klien berpenghasilan rendah maupun yang tidak berpenghasilan sama sekali. Dengan demikian, setiap kegiatan skala kecil yang ditandai dengan dana terbatas dan penerima berpenghasilan rendah dapat diklasifikasikan kedalam ruang lingkup keuangan mikro. Secara tradisional, keuangan mikro terkait dengan program-program yang bermanfaat bagi klien dengan masalah subsistensi yang serius di negara-negara berkembang, selama bertahun-tahun keuangan mikro selalu terkait dengan kredit mikro – kredit kecil, sering tanpa jaminan tradisional, yang ditunjukan untuk memperbaiki kehidupan klien dan keluarga mereka atau mempertahankan kegiatan ekonomi skala kecil. Sumber dana, terutama berasal dari dana yang disumbangkan oleh negara dan organisasi keagamaan, disalurkan kepada penerima, paling sering disalurkan melalui organisasi non pemerintah (LSM) dan mitra local (gambar 1.1) Hal ini pada kenyataannya merupakan prosedur pembagian dimana LSM dan negaranegara donor berkerja sama dengan basis organisasi lokal lainnya, seperti walikota atau pemerintah, maupun pihak-pihak ketiga lainnya, membantu memfasilitasi pemeriksaan dan pengelolaan posisi kredit. Untuk mengurangi adanya kesenjangan baik secara fisik maupun budaya antara penyalur yang menyediakan kredit dengan penerima kredit mikro, banyak lembaga yang membentukn membentuk jaringan dengan promotor local, yang di kenal sebagai petugas pinjaman, yang mengunjungi klien potensial untuk mengumpulkan angsuran pinjaman yang diberikan. Perubahan sosial-demografis selama beberapa decade terakhir secara siknifikan telah mengubah pandangan ekonomi dunia menjadi sesuatu yang baru. Dalam keuangan mikro, situasi baru tersebut berarti adanya penerima baru yang potensial, produk baru dan keterlibatan perantara keuangan yang lebih besar dari sebelumnya. Pengecualian dari sistem keuangan tradisional, terdapat masalah mengenai ketidakmampuan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan yang dasar saja, termasuk jutaan orang saat ini, baik di negara berkembang dan negaranegara industri lainnya. Garis kemiskinan yang lama telah bergeser dan katagori baru dari orang “ miskin ‘’ pun muncul, bahkan di negara-negara berkembang.

2

Donor
Penerima pinjaman yang baru ini telah membawa kriteria kebutuhan yang baru pula. Selama dekade terakhir, konsep layanan keuangan mikro yang baru telah dikembangkan seiring dengan kredit mikro. Perkembangan ini telah mendapat pengamatan yang telah membentuk program-program bantuan keuangan yang lebih meningkatkan efisiensi lembaga tersebut, sekaligus juga meningkatkan tingkat kelangsungan perusahaan itu. Perluasan dari layanan keuangan yang ditawarkan itu meliputi: produk kredit, yang menyediakan artenatif untuk pinjaman, tabungan, jasa asuransi, keuangan terstruktur dan bantuan teknis. Oleh karenanya tidaklah mengejutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, para penyedia bantuan pinjaman keuangan di negara-negara industri telah lebih menfokuskan diri kepada keuangan mikro. Ia mewakili suatu cara untuk mencapai dan memperoleh kesetiaan dari kelompok-kelompok klien baru dan membantu meningkatkan tanggung jawab sosial perusahaan. Jadi, saat ini adalah alasan ekonomi, serta kepedulian terhadap citra publik mereka, yang memacu perantara keuangan menjadi lebih terlibat dalam keuangan mikro. Semua yang menimbulkan pertanyaan yang tidak dapat dihindari adalah masih mungkin untuk kembali ke model keuangan mikro yang menyerupai, inisiatif pertama kredit mikro tradisional? Apakah demografi baru, kecenderungan sosial dan ekonomi, di kombinasikan demgan tradisional? 1.3. Permintaan Untuk Keuangan Mikro Secara tradisional, orang-orang yang memperoleh mamfaat dari keuangan mikro adalah
3

munculnya

keterlibatan perantara keuangan, mungkin panggilan untuk pertimbangan model keuangan mikro

warga Negara dari Negara-negara berkembang yang berjuang untuk menyediakan bagi diri mereka sendiri, sayangnya di kenal sebagai : “yang termiskin dari yang miskin ’’. Dalam katagori ini, perempuan siknifikansi khusus karena mereka merupakan kelompok yang paling terpengaruh oleh pengecualian keuangan di banyak Negara berkembang, apalagi, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa perempuan pada umumnya lebih mampu membayar kembali kredit mikro dari pada laki-laki dan mengelola dana untuk berinvestasi di terima dalam inisiatif yang lebih menguntungkan. Baru-baru ini, keuangan mikro telah mengalihkan perhatian untuk diri sendiri pekerja dan individu dalam perubahan kecil,sering bisnis milik keluarga,yang tidak dapat memperoleh kredit bank.Untuk pengusaha mikro,keuangan mikro merupakan alternatif untuk kredit yang di berikan oleh pemberi pinjaman, dan seringkali merupakan jalan keluar dari sistem pinjaman uang. Dengan demikian,dalam beberapa tahun terakhir keuangan mikro telah melayani kelompok penerima mamfaat sebagian besar yang berbeda dari yang biasanya terkait dengan kredit mikro. Saat ini,penerima mamfaat potensial keuangan mikro juga dapat mencakup individu, walaupun tidak hidup dalam kemiskinan, mengalami kesulitan umum untuk mendapatkan akses ke sistem keuangan. Dengan cara ini, keuangan mikro modern adalah memperluas sasaran dari fakir miskin untuk semua korban pengecualian keuangan. Fenomena pengecualian financial telah didefenisikan dalam literature sebagai “ketidakmampuan untuk akses layanan keuangan dalam cara yang sesuai”(carbo et al,2005) Pengecualian dari sistem keuangan berkepentingan produk dan jasa yang berbeda dan dapat disebabkan beberapa alasan. Pertama, ada pengecualian diri, pada prinsipnya ,dari individu merasa tidak mampu berkaitan dengan kondisi yang dibutuhkan perantara keuangan,”Yang termiskin dari yang termiskin” dating dalam kategori ini. Jarak dari sistem keuangan juga mungkin karena kegagalan klien potensial untuk memenuhi kegiatan persyaratan kredit. Dalam hal ini kita dapat lihat pengecualian akses, atau pengecualian mengikuti proses penilaian risiko dilakukan terhadap klien oleh perantara keuangan, dalam kategori ini kita menemukan “miskin”. “Yang termiskin dari yang miskin” dan “miskin” adalah dua kategori yang merupakan target program keuangan mikro tradisional. Namun, seperti yang disebutkan sebelumnya, sosiodemografi serta perubahan ekonomi telah meningkatkan pentingnya bentuk-bentuk pengecualian dari keuangan dapat menjadi konsekuensi dari pengecualian dari sistem sosio=politik
4

(pengecualian politik dan sosial) : Para korban ini, misalnya, imigran atau mantan narapidana dan orang-orang yang :”tidak terdaftar” dan karenanya, tidak “bankable”. Ada juga individu yang tidak dapat mendapatkan akses ke sistem keuangan karena mereka tidakmampuan menanggung biaya dan kondisi produk keuangan yang ditawarkan. Dalam kasus ini, “ Kurang Beruntung” individu dikenakan pengecualian kondisi. Akhirnya, suatu bentuk pengecualian keuangan dapat diidentifakasi, yang akan mempengaruhi pelanggan (terutama pengusaha kecil –skala) dianggap “marjinal” oleh perantara karena mereka merupakan target nilai rendah dibandingkan dengan model evaluasi pelanggan tradisional (pengecualian pemasaran). Yang “tidak daftar”, yang “kurang mampu” dan “terpinggirkan”, meskipun jarak yang sama dari sistem kredit, yang ditandai “ex ante” dengan tingkat peningkatan kemampuan profesioanal dan manajerial, dan meningkatkan tingkat kredit masing-masing.

Fakir dan miskin
5

bergerak amore menentukan jauh dari pola-pola tradisional kredit mikro. semiformal (gambar 1. dengan demikian. Oleh karena itu . ”kurang mampu” dan “terpinggirkan” orang menentukan kompleksitas lebih besar dari struktur keuangan dalam program-program keuangan mikro. pemberi pinjaman individu) tidak memiliki status lembaga. 1. umumnya. mereka tidak memiliki deposito lembaga atau jika mereka tidak memberikan kredit.tetapi mereka tidak berada dibawah peraturan perbankan. seperti halnya dengan tabungan pos bank. keluarga. Penyediaan Keuangan Mikro Lembaga-lembaga tradisional yang terlibat dalam keuangan mikro bervariasi. Dari perspektif regulator. dan formal 6 . Bantuan diberikan kepada individu mengingatkan pembiayaan tradisional kepemilikan tunggal dan mikro perusahaan.. dimana sebagai pendukung menawarkan kepada kelompok lebih dekat menyerupai pembiayaan dari asosiasi dan koperasi. Keterlibatan berkelanjutan dari “terdaftar”. Lembaga informal (membantu kelompok sendiri. serta keterlibatan lebih besar dari perantara keuangan dan. Mereka meyediakan jasa financial tetapi. Mereka biasa didefenisikan sebagai keuangan mikro perantara keuangan sebenarnya. Mereka adalah penyedia layanan keuangan mikro atas dasar sukarela dan tidak tunduk pada apapun atau kontrol peraturan. tergantung pada batas regulasi kegiatan mereka: informal. MFFIs tuduk pada persyaratan peraturan keuangan. baik dari sudut pandang institusional dan sejauh tujuan mereka dan tujuan yang bersangkutan.2) berhak untuk mendukung keuangan mikro sebagai individu atau dalam kelompok.Kategori-kategori penerima sehingga diidentifikasi (gambar 1. lembaga keuangan mikro (LKM) dapat di klasifikasikan kedalam kategori utama. asosiasi kredit. tunduk pada semua hukum-hukum umum yang relevan.3).4. Lembaga semiformal terdaftar entitas. tergantung pada kegiatan intermediasi keuangan mereka.

keuangan yang berbeda. dana yang disumbangkan oleh lembaga-lembaga supranasional dan Negara-negara donor. Untuk tujuan ini memanfaatkan LSM. terutama yang beroperasi dengan menawarkan kredit mikro sebagai bagian dari proyek pembangunan. seringkali digabungkan dengan tawaran bantuan teknis dan “intervensi sosial” untuk penerima. pos tabungan bank). sbagian atau seluruhnya. Yang paling popular dan meluas adalah LSM keuangan. meningkatkan dana swasta dan mengambil “dipaksa menyimpan” formulir klien mereka. 7 .Penyedia Keuangan mikro Dalam kategori ini adalah mungkin untuk memasukkan berbagai jenis lembaga dengan koperasi struktural dan kompleksitas organisasi (LSM keuangan. Beberapa LSM yang paling brkembang menawarkan berbagai jenis layanan keuangan.

yang memberikan kredit kepada anggota berputar sendiri dengan menggunakan sumber daya dari dana umum yang disediakan oleh anggota sendiri. terpusat dan biasanya bank-bank milik pemerintah dibuat untuk mendukung sektor-sektor tertentu (bank-bank pengembangan usaha kecil) atau wilayah geografis (bank pembangunan pedesaan). Ini mungkin hasil dari skala dari LSM khusus dalam kredit mikro.Lembaga formal dapat di klasifikasikan menjadi tiga kategori utama: Bank keuangan mikro (MFBS). Pembangunan bank-bank besar. Di sini. mereka mungkin baru dibuat bank yang memutuskan untuk memasuki pasar keuangan mikro. di beberapa negara berkembang mereka juga dapat mengambil bentuk bank-bank swasta. dan yang secara profesional cenderung untuk mengambil 8 . Mereka semua dapat menawarkan kredit dan mereka semua lembaga deposito : Untuk alasan ini. PMFB adalah bank khusus hanya menawarkan layanan keuangan mikro . lebih luas di negara-negara berkembang. mereka semua di bawah peraturan perbankan. telah dimungkinkan untuk menyertakan bank komersial. perantara tersebut mungkin akibat dari proses privatisasi bank umum dengan tujuan memberikan dukungan finansial kepada masyarakat lokal. karakteristik umum dari lembaga-lembaga ini terletak pada status hukum perusahaan koperasi dan kemungkinan mengumpulkan deposito. Ini termasuk Serikat Kredit di Britania Raya dan Irlandia. dalam lembaga-lembaga keuangan mikro formal. yang menawarkan kredit dan jasa lainnya kepada mitra mereka sendiri. kelompok perbankan kering konglomerat keuangan. yang dkonversi ke bank untuk memaksimalkan keberlanjutan ekonomi dari inisiatif mereka dan memperluas basis klien mereka Atau. terutama melalui mitra. dalam beberapa tahun terakhir. dan bank kredit koperasi. berputar Tabungan dan Kredit Asosiasi (ROSCAs). Akhirnya. tertarik dengan penampilan positif diperhatikan oleh perantara khusus dalam usaha mikro. Meskipun perbedaan mereka. bank keuangan mikro berorientasi (MFOB) dan bank keuangan mikro sensitive (MFSB). dua kategori perantara dapat diidentifikasi: bank keuangan mikro yang berorientasi dan bank-bank keuangan mikro yang sensitif. atau untuk sebagian besar untuk kepentingan anggota mereka sendiri. Terakhir. Layanan keuangan mikro juga dapat ditawarkan oleh berbagai jenis lembaga koperasi yang beroperasi secara eksklusif. Dalam bidang keuangan mikro yang berorientasi bank adalah mungkin untuk grup bersama-sama semua bank atau lembaga keuangan yang busur khusus dalam pembiayaan usaha kecil menengah dan mikro-perusahaan.

dan lembaga keuangan yang datang langsung dari tubuh lokal. skenario masa depan. proses penyediaan kredit kecil menimbulkan biaya yang berlebihan karena biaya operasi yang signifikan diperlukan untuk menghadapi setiap pinjaman sehubungan dengan jumlah kredit yang diberikan. klasifikasi baru dari praktisi yang dapat dianggap sebagai berpotensi aktif di sektor keuangan mikro. menciptakan perusahaanperusahaan tertentu atau divisi tertentu dalam organisasi mereka. kehadiran mereka di pasar terbatas pada beberapa perantara. Selanjutnya. Tingkat keterlibatan mereka terutama tergantung pada tiga faktor: sifat hukum dan kelembagaan. karena terlalu berisiko. misi dan konteks sosial-ekonomi di mana perantara tersebut bekerja. dari penyedia layanan sederhana untuk pengganti atau promotor program sendiri. Sampai sekarang sistem perbankan telah dianggap keuangan mikro dengan kecurigaan. bank lokal. dalam bidang keuangan mikro bank-sensitif adalah mungkin untuk menempatkan semua bank dan perantara keuangan yang. Tradisional menganggap pembiayaan menawarkan kredit kepada individu dilihat sebagai 'unbankable'. pada saat ini. sangat berakar di wilayah tersebut. meskipun sampai batas tertentu dibandingkan dengan bisnis inti mereka sendiri. khususnya yang besar. atau konglomerat keuangan yang memutuskan untuk masuk ke dalam sektor keuangan mikro (downscaling kegiatan mereka). 9 . 1. karena alasan ekonomi atau untuk citra mereka sendiri. dengan demikian. yang berarti bahwa. selain kredit yang ada. keberadaan perantara keuangan tradisional cenderung meningkat di masa depan. Oleh karena itu. Ini adalah terutama yang kecil. Sebuah partisipasi yang lebih luas dari perantara keuangan dengan penyedia keuangan mikro akan menyebabkan review tentang peran LSM dan lembaga-lembaga khusus. perantara Keuangan dapat mengisi peran yang berbeda dalam program keuangan mikro. jika tidak didukung dengan jaminan. serta struktur pendanaan yang lebih baik didefinisikan.peran aktif dalam program-program keuangan mikro. melihat keuangan mikro sebagai kesempatan menarik. ketersediaan keuangan mikro untuk kategori baru dari penerima manfaat telah memperkenalkan membutuhkan produk baru. Sebagian besar bank tidak dilengkapi dengan metodologi dan peralatan profesional yang cocok untuk keuangan mikro. Selain itu. Perpanjangan progresif penerima manfaat sasaran. Ini terutama terdiri dari kelompok perbankan.5 Produk Dan Layanan Keuangan Mikro Penyedia keuangan mikro secara tradisional memiliki program kredit mikro berdasarkan keberhasilan mereka pada struktur sederhana. Namun.

dari kategori 'termiskin dari yang miskin' dengan orang yang kurang beruntung. beberapa kategori pengusaha. sering. perlu dibidang program keuangan mikro modern untuk menempatkan kerangka kerja keuangan yang menyediakan jasa lainnya. Ini dapat dikategorikan sebagai jasa keuangan dalam arti sempit atau memperpanjang pelayanan yang bersifat non keuangan (Gambar 1.4). Karena alasan-alasan itu. serta penyediaan kredit. bagian dari kegiatan dan yang berkelanjutan. pada gilirannya. Persyaratan ini didasarkan pada dua faktor utama di satu sisi. memiliki kemampuan yang lebih besar dalam mengorganisir diri mereka sendiri dalam kelompok-kelompok dan membawakan sebuah kerumitan yang lebih besar dalam menjalankan organisasi dan kelompok dibiayai.4 Keuangan Mikro produk dan jasa Selain itu. terutama yang kurang mampu dan terpinggirkan orang. di sisi lain. Dalam kasus pertama. bunga yang lebih tinggi 'kredit bank' dari penerima umumnya bertepatan dengan organisasi yang lebih terstruktur. meningkat. terutama karena persentase keuntungan yang dihasilkan melalui kegiatan keuangan. penerima manfaat target baru berarti kebutuhan keuangan baru yang harus dipenuhi. adalah mungkin untuk mengidentifikasi tawaran deposito. Kebutuhan untuk saluran tabungan penerima muncul kuat sebagai 'kredit bank' dari penerima sendiri meningkat. dan tidak ditujukan untuk menutup subsisten yang biaya pelanggan. Hal ini. Kredit Tabungan Asuransi Jasa Keuangan Lainnya Layanan Teknis Lainnya Gambar 1. serta produk-produk asuransi. telah membawa perlunya untuk menggabungkan aktivitas kredit dengan menawarkan layanan lain. 10 . dikombinasikan dengan kebutuhan keuangan yang lebih canggih dan panggilan untuk kontrol ketat oleh kreditur.

atau dalam organisasi terstruktur lainnya. 1. sebagai tingkat 'kredit bank' penerima manfaat meningkat. Dalam hal ini. Hal ini menggarisbawahi bahwa. bahwa penerima manfaat diorganisir dengan baik tersebut membutuhkan dukungan dalam komersialisasi dan distribusi produk. Sebaliknya MFBS formal menemukan target mereka yang paling alami. bantuan tersebut dapat menyangkut manajemen keuangan dan administrasi tetapi dapat diperluas untuk menawarkan layanan non-keuangan yang spesifik. peran investor adalah dua kali lipat: untuk menempatkan kontrol di tempat untuk memeriksa mengenai kriteria tata pemerintahan yang baik. Skenario baru mengidentifikasi area bisnis yang berbeda di bidang keuangan mikro ditentukan oleh kombinasi ‘penerima-jasa’.memerlukan pengaturan dari sebuah siklus keuangan lengkap. Dengan cara ini. adalah mungkin untuk membangun sebuah matriks keuangan mikro cahaya ditentukan oleh kombinasi yang mungkin dari ‘penerimalayanan-lembaga’ (Gambar 1. asuransi dan bantuan teknis. membatasi jasa keuangan yang ditawarkan untuk kredit. produk asuransi juga dirancang.5). ubin 'miskin' dan 'tidak terdaftar'. khususnya ketika keberlanjutan proyek memerlukan membuka ke pasar di luar konteks lokal. misalnya. dan hanya dalam beberapa kasus untuk tabungan paksa dari penerima manfaat. Penerima Termiskin Terdaftar Tertinggal Terpinggirkan 11 . dalam 'kurang beruntung' dan 'terpinggirkan' penerima manfaat. dan terlibat dalam program dengan produk yang lebih terstruktur dan lebih kompleks dan struktur keuangan konsolidasi. Dengan cara yang sama keterlibatan perantara keuangan mikro semakin didukung oleh intervensi perantara keuangan lainnya. dan untuk menyediakan bantuan teknis untuk kegiatan proyek. di satu sisi untuk melindungi risiko teknis dan keuangan khusus dari proyek ini dan. Selain itu. paket layanan yang menyertai program keuangan mikro semakin lebih terstruktur. MFFIs minyak fokus kegiatan mereka yang 'termiskin dari yang miskin'. masing-masing yang relevan untuk kategori tertentu perantara. organisasi penerima manfaat dalam koperasi-koperasi.6 Sebuah Taksonomi Baru Untuk Keuangan Mikro Sehubungan dengan klasifikasi dibuat. Secara khusus. di sisi lain untuk diperpanjang dengan aktivitas ekonomi seluruh kelompok dibiayai. sering berjalan dengan otonomi manajerial yang lebih besar. Hal ini tidak biasa.

yang 'miskin' dan 'tidak terdaftar'. adalah mungkin untuk meramalkan bahwa program keuangan mikro 12 . Bahkan. kebutuhan untuk mencari yang baru.Lembaga Keuangan Mikro perantara keuangan Keuangan Mikro bank Keuangan Mikro bank berorientasi Keuangan Mikro bank sensitif Layanan • • dan miskin Kredit • Kred • Kred it it Jasa teknik • Asur • Asur ansi ansi • Jasa • Tab teknik ungan • Jasa teknik • • • • Kredit Asura nsi Tabun gan Jasa keuangan lainnya • Jasa teknik Gambar 1. untuk bank berorientasi keuangan mikro dan keuangan mikro bank sensitif pada khususnya. dan lebih efisien dan cara penyaluran dan pengelolaan dana menciptakan ruang untuk intervensi bahkan dalam programprogram yang kurang terstruktur. penting untuk meningkatkan hubungan antara perantara dan penerima. Pada saat yang sama efektivitas program terstruktur lebih meningkatkan kontribusi keuangan mikro perantara keuangan (beberapa kali juga penyedia keuangan mikro) yang memberikan kontribusi pengetahuan lokal mereka. yang melihat keterlibatan yang lebih besar dari MFBS dalam program ditakdirkan untuk 'yang termiskin dari yang miskin'. Secara khusus. dan paralel keterlibatan LSM dan lainnya perantara keuangan mikro dalam program-program yang ditujukan terhadap 'kurang beruntung' atau 'terpinggirkan' penerima manfaat. kita menyaksikan gerakan-persilangan. ditujukan untuk termiskin dan tidak terdaftar.5 Suatu taksonomi microfinance modern Hal ini berguna untuk mempertimbangkan. Untuk masa depan. bagaimanapun bahwa dalam pengalaman keuangan mikro baru-baru ini adalah mungkin untuk mengidentifikasi tren yang menyoroti model operasi yang tidak mudah diklasifikasikan. serta keahlian teknis dan operasi berguna untuk perencanaan dan pemantauan proyek.

sebanyak dalam literatur seperti dalam praktek. bank pembangunan. organisasi non profit dan. semiformal dan formal di waktu yang sama. keadilan dan transparansi perilaku diadopsi (keuangan penuh). tidak ada kriteria yang jelas yang memungkinkan kita untuk menarik batas-batas etika keuangan.akan semakin ditandai dengan kehadiran investor yang tidak terkait dengan salah satu penggunaan tetapi lebih merupakan kumpulan lembaga campuran. Etika keuangan. kita berada di bidang keuangan yang menentukan sendiri tujuan sosial dan kemanusiaan. 1. karena itu. 13 . Etika keuangan dapat dibagi menjadi tiga kategori aktivitas (gambar 1. dan keprihatinan donor nasional dan internasional. Bentuk dukungan teknis keuangan terutama berasal dari sumbangan dan pinjaman lunak. Memang. perlu untuk menyelesaikan masalah lebih lanjut: apakah beroperasi di keuangan mikro artinya operasional di bidang keuangan itu etis? Isu ini memiliki relevansi yang besar dan tidak dapat diselesaikan hanya dengan debat. yakni penyedia jasa keuangan sektor informal. bagaimanapun.6 dan 1. bertanggung jawab untuk penuntutan oleh otoritas nasional dan masyarakat. perantara keuangan yang berorientasi untuk kredit. keuangan yang benar adalah sesuai dengan peraturan perusahaan dan peraturan terkait yang mengatur isu-isu terkait dengan ketekunan. serta produk dan kondisi ekonomi yang diterapkan.7): keuangan yang mendukung perang melawan kemiskinan dan pengucilan keuangan (keuangan inklusif). saat ini. untuk memutuskan apakah keuangan mikro harus dipandang membiayai secara etis karena diperlukan dalam kasus itu. Membangun struktur kegiatan keuangan yang berbeda. Hal ini penting. tetapi tidak beroperasi secara etis. dalam cara yang lebih rendah. itu melakukan proses kompetisi yang tidak adil. Jika label perantara dirinya sebagai etika. dapat membantu kita untuk memahami jika keuangan mikro mungkin termasuk dalam bidang ini. memang telah menanggapi kriteria yang spesifik tentang karakteristik dari perantara dan penerima manfaat. Dalam kasus pertama. perilaku dan proses yang diadopsi. seperti kerangka kerja pengaturan sistem keuangan.7 Keuangan Mikro Dan Etika Keuangan Untuk memahami sifat sesungguhnya dari keuangan mikro modern. yang sampai saat ini telah dipertimbangkan jenis pembiayaan secara etis. badan pemerintah nasional. keuangan yang mendukung beberapa sektor umum dianggap etis oleh kesadaran sosial kolektif (keuangan selektif). Keuangan Mikro datang ke dalam kategori ini. untuk menetapkan parameter etika harus dihormati.

sedangkan investasi untuk lingkungan. industri. seni dan berakhir sosial yang didukung. pornografi tidak dibiayai. budaya. perjudian.Dalam kasus kedua dukungan keuangan diberikan hanya untuk sektor dinilai etis oleh peminjam. Etika Keuangan Keuangan Inklusif: Melawan pengecualian keuangan dan kemiskinan Selektif Keuangan: Dukungan sektor produksi yang dipilih Pemenuhan Keuangan: Menghormati stakeholder bunga Tujuan-Tujuan Sosial dan Berperikemanusiaan Aturan dan kode etik Pengecualian kriteria Kriteria Inklusi Gambar 1. didasarkan pada kriteria subyektif yang mewakili akal sehat yang baik. tembakau. misalnya. alkohol.6 Jenis keuangan etis 14 . Dengan pendekatan ini. seperti lengan.

perlu untuk bertanya pada diri sendiri apakah kriteria tersebut cukup untuk menentukan kegiatan keuangan digambarkan sebagai etika. Pendekatan ini diikuti oleh kedua perusahaan dan perantara keuangan dan organisasi nirlaba. dalam kasus ketiga. tetapi apakah itu cukup untuk mendefinisikan sebagai etika bahkan cara dana 15 . adalah investor institusi yang menyediakan jasa investasi secara individual atau kolektif tidak ada yang kurang. dan Dana Pensiun Ethical (EPF). Tentu saja. yang hanya pilih investasi etis. Setelah klasifikasi keuangan etika telah terbentuk. LSM / lembaga nirlaba Yayasan LKM Bank Lokal Koperasi Dana Investasi Dana pensiun Gambar 1.7 Kegiatan dan agen keuangan etis Para perantara yang mengikuti pendekatan semacam ini terutama Ethical Dana Investasi (EIF). etika berarti mengadopsi perilaku yang mengurangi risiko konflik kepentingan antara perusahaan dan stakeholders. perantara perbankan telah mulai memilih portofolio kredit mereka sendiri berdasarkan kriteria etis yang sama. Akhirnya. selama bertahun-tahun belakangan ini.Etika Keuangan Memerangi eksklusi keuangan dan kemiskinan Dukungan sektor produksi Aktivitas Kredit: kredit mikro keuangan mikro Kolektif tabungan manajemen Para donor. perempuan miskin pembiayaan di negara berkembang dalam kategori miskin adalah inisiatif layak. Kemudian.

dan pada akhirnya. manajemen investasi mereka sendiri. tidak memerangi alkoholisme pembiayaan pembuat anggur berarti tidak efisien dan memberikan gelas anggur kami dengan makan malam? Dalam contoh yang disebutkan tingkat etika begitu relatif bahwa penyedia pembiayaan yang hanya dapat memilih sektor. apa yang membuat keuangan etis? Pada dasarnya tiga faktor. Pentingnya kepatuhan jelas dalam hal kondisi yang diperlukan untuk membiayai etis. Akhirnya. Oleh karena itu. apakah hal itu berarti bahwa tidak harus membiayai produksi senjata yang ditujukan bagi aparat kepolisian? Dan.diberikan? Dapat diakui rendahnya etika tersebut adalah bank yang mengecualikan pelanggan sendiri dari sektor pemberi atau pengguna? misalnya antara tentara dan alkohol. yang berkaitan dengan perilaku individu yang terlibat.8). Aspek kritis dalam Kasus tidak begitu banyak menentukan apakah hal itu benar untuk mengadopsi perilaku yang menghormati aturan dan tidak bertentangan dengan kepentingan stakeholder '. akan lebih baik untuk berbicara tentang pembiayaan yang bersifat selektif.8 Variabel etika dalam keuangan 16 . Etika Keuangan Etika intermediasi Dimana etika? Pemenuhan Tingkatan Ekstensi Transversality Konsolidasi Biaya intermediasi Gambar 1. Jika manajemen bank berada dalam konflik. menemukan cara dan sarana efektif. untuk investor tunggal. Sebuah bank yang membiayai produksi ranjau darat tapi yang menghargai semua aturan dalam hal transparansi hampir tidak bisa menggambarkan dirinya sebagai etika. mengadopsi perilaku yang tidak datang ke dalam konflik dengan kepentingan yang sudah ada pasti kondisi yang diperlukan untuk membiayai secara etis. apalagi. kedalaman aktivitas etis dan ethicality atau intermediasi (Gambar 1. Dari sudut pandang ini.tetapi tidak cukup. perusahaan dan produk sesuai dengan kriteria tertentu dan terbatas dan harus meninggalkan penilaian subjektif etika.

Extension menunjukkan batas-batas vertikal kegiatan. masih menyebut dirinya etis? Dengan kata lain. pasar dan regulator masih membayar sedikit perhatian. serta memberikan kredit. misalnya sebuah bank etis. transparansi dan konsolidasi. Singkatnya. bahkan lebih serius adalah ketidakpastian tentang faktor ketiga yang menambah definisi sifat etis keuangan: ethicality Dari intermediasi keuangan. semakin diadopsi oleh perusahaan. Pengaturan lebih pada batas operasi yang tepat untuk aktivitas etis akan menawarkan transparansi yang lebih besar ke pasar dan akan memberikan kontribusi untuk mengurangi tingkat kompetisi yang tidak adil dari beberapa praktisi etis dapat manfaat. artinya. Isu-isu terkait untuk melakukan dan kedalaman etis sehingga pantas klarifikasi mendesak dan pengawasan baik di tingkat nasional dan internasional. dan kode etik. Adapun kedalaman keuangan etika. kemudian. Akhirnya. perlu untuk menjelaskan apakah hubungan dengan pemegang saham utama atau kepemilikan silang harus dipertimbangkan dalam evaluasi “keetisannya” atau apakah perantara tunggal ini harus dievaluasi secara berdiri sendiri. dari atas ke bawah bisnis inti. yang memasok pinjaman etis mengumpulkan tabungan etis atau dapat itu pembiayaan kredit etis dengan tabungan tradisional? Dengan kata lain. untuk dapat menggunakan “label” etis. untuk menetapkan apakah kegiatan jaminan dari bisnis inti juga harus etis. yang tidak mengakibatkan etiket formal. ethicality dievaluasi dalam hal perpanjangan. Jika aturan perilaku yang dapat membantu untuk meningkatkan tingkat ethicality praktisi. perlu untuk menetapkan batas-batas dimana operasi untuk memperpanjang kriteria etika yang dianut. harus sebuah bank. jaminan tingkat yang sama ethicality di kedua sektor operasi? Hal ini perlu. Kedalaman aktivitas etis. yang merupakan bagian dari kelompok perbankan yang lebih besar pembiayaan industri senjata. dan kedalaman aktivitas akan meningkatkan ethicality praktisi dan program17 . institusi. konsolidasi menunjukkan ethicality kepemilikan saham itu saling berhubungan dengan perantara.Melaksanakan perilaku ini adalah penting bahwa berbagai regulasi yang tetap tidak hanya sebuah kewajiban tetapi menjadi budaya perusahaan. transparan dan konsolidasi. Namun. masalah ini dilihat pada tiga tingkatan ekstensi. harus perantara yang menawarkan jasa keuangan lainnya. adalah suatu hal yang belum terselesaikan yang praktisi. Transparansi menunjukkan batas-batas horizontal kegiatan. perlu untuk menjelaskan apakah ethicality harus dijamin untuk semua kegiatan.

biaya ini dapat diterima untuk penerima karena mengkompensasi kemungkinan mengakses jasa keuangan dinyatakan tidak dapat diakses. Oleh karena itu. terdiri dari saham publik dan saham perantara keuangan terdaftar. Dengan demikian. apa yang membuat proses intermediasi etis? Jawabannya sesederhana itu canggung biaya intermediasi keuangan dan profit margin. Jika pembaca tidak teliti. Biaya intermediasi dan marjin laba secara teoritis dijelaskan terutama oleh risiko kredit yang tinggi terkait dengan penerima manfaat dan inisiatif.program. akan masuk akal untuk percaya bahwa investor yang menambahkan tujuan sosial dan kemanusiaan untuk tujuan mereka keuntungan. dengan referensi khusus untuk EIFs dan EPFs. perlu untuk mengidentifikasi variabel yang memungkinkan kita untuk mendefinisikan proses intermediasi keuangan sebagai etika. Demikian pula. sebagian besar program kredit mikro melibatkan biaya antar-mediasi lebih tinggi dibandingkan pasar. Mengapa? Keuangan mikro tidak dapat dikelompokkan dengan sumbangan tetapi ditandai sebagai kegiatan intermediasi yang memberikan penghargaan akan dan efisiensi inisiatif. ketika kita berbicara tentang etika keuangan. Selain itu. Namun. dengan definisi ini. Mayoritas menawarkan EIFs kembali sesuai dengan dana tradisional. intermediasi Keuangan terdiri dalam mentransfer dana dari unit surplus ke unit defisit. tingkat pengembalian yang lebih tinggi daripada rata-rata pasar dibenarkan karena alasan ekonomi. disusun untuk menghasilkan keuntungan yang lebih rendah daripada pasar. Namun. dalam banyak kasus. dan tidak hanya melakukan agen atau kegiatan yang didanai. melainkan juga etis jika biaya intermediasi juga memiliki profit margin lebih rendah dari tarif pasar. dan memastikan tingkat pengembalian pasar. berhadapan dengan kepastian mempertahankan aktivitas etis. bahkan non-ahli di bidang keuangan. dan memberikan pinjaman kepada orang miskin atau berinvestasi dalam Etis Dana Investasi. kembali pasar sering dijelaskan oleh kesulitan objektif memilih dan pemantauan investasi etis: portofolio etis. Ini lebih efisien lebih aman. akan mengalami kesulitan dalam mengakui bahwa. Dalam kasus apapun. lebih etis dari dua set pinjaman untuk orang-orang yang kurang beruntung di negara-negara berkembang akan menjadi murah dan salah satu yang dibutuhkan keuntungan lebih rendah dari kebutuhan. meningkatkan akses cepat dan murah tingkat efisiensi 18 . Mendorong akses ke layanan keuangan bagi individu yang sistem keuangan tradisional termasuk pasti etis mendorong aman. efisien sesuai dengan murah. lebih cepat dan lebih murah transfer. kondisi lain sama.

adalah berguna untuk bertanya apakah keuangan mikro yang dapat atau harus dianggap sebagai keuangan etis (Gambar 1. Demikian juga. terkait untuk memerangi eksklusi keuangan dan kemiskinan ekstrim. keuangan mikro etika hanya ketika itu juga menghormati tingkat ethicality dalam konsolidasi dan biaya intermediasi. dan penggunaan sumber 19 .etika. Keuangan Mikro Etis keluhan Keluhan non etis Etika Perilaku Kedalaman Ekstensi Tinggi Transversality Konsolidasi Rendah biaya intermediasi Non Etika perilaku Kedalaman Ekstensi rendah Transversality Konsolidasi Tingginya biaya intermediasi Gambar 1. dapat dengan mudah diklasifikasikan sebagai etika. itu adalah normal untuk mengharapkan bahwa praktisi keuangan mikro mengadopsi kode etik dan berusaha keras untuk ethicality di transversality jangkauan dan aktivitas mereka. Dari perspektif yang ketat. membuat intermediasi keuangan etis. Tujuan keuangan mikro.9 Variabel etika dalam keuangan mikro Namun.9). Faktor-faktor ini mengambil relevansi besar dilihat dari perspektif semacam itu. untuk dapat mendefinisikan keuangan mikro sebagai etika itu perlu untuk mengevaluasi dua aspek: konsolidasi dan biaya intermediasi. Dalam konteks ini. Keuangan Mikro semakin tergantung pada struktur keuangan yang cenderung melibatkan aktor nirlaba dan perantara keuangan tradisional pada saat yang sama. dan dengan definisi ethicality. dan tidak ditetapkan berdasarkan untuk hubungan risiko kembali klasik. mendorong jasa keuangan dengan harga yang menggabungkan profit margin bawah kembali pasar.

untuk mengarahkan pembangunan masa depan. Sebelum menyerah pada etika keuangan mikro itu sangat berharga. Kinerja positif dari program kredit mikro telah memungkinkan tindakan berkelanjutan dari waktu ke waktu. maka. serta kredit mikro. Praktisi dan peneliti harus mengajukan pertanyaan dengan cara lain: Masa depan macam apa yang tidak pantas keuangan mikro? Memang. 1. keuangan mikro telah mengambil alih dari konsep kredit mikro.daya kelembagaan bersama yang swasta. Pilihan yang menyajikan sendiri Oleh karena itu antara 'keuangan mikro komersial' dan 'keuangan mikro etis'. Menawarkan produk jasa keuangan lainnya meramalkan dan bantuan teknis. Keberadaan perantara berorientasi keuntungan dan penggunaan dana swasta dapat merupakan risiko keberangkatan dari ethicality konsolidasi dan biaya intermediasi. keuangan mikro modern. perantara keuangan dan pengadaan modal swasta . Kredit mikro telah mampu membawa martabat dan integritas untuk memerangi kemiskinan ekstrim itu. Bersama dengan pendonor dan lembaga non-profit. Memerangi kemiskinan ekstrim telah menjadi bagian dari tujuan yang lebih luas dalam memerangi “pengecualian” keuangan. karena orang-orang yang mengabdikan energi fisik dan intelektual untuk keuangan mikro setiap hari memiliki kemungkinan. Dalam beberapa tahun terakhir. karena itu kami menawarkan alternatif yang lebih dibandingkan dengan pengalaman masa lalu kredit mikro ini bukan hanya mampu mencapai jumlah penerima manfaat potensial yang lebih luas. dan tugas. Penerima manfaat dari dukungan tidak lagi hanya orang miskin di negara-negara berkembang. di masa lalu.8 Kesimpulan Untuk apa menunggu masa depan dikeuangan mikro? Tidak ada jawaban yang benar untuk pertanyaan ini. tanpa kehilangan kesempatan yang datang dari melibatkan berorientasi pada keuntungan. Buku ini akan mencoba untuk menemukan jawaban atas pertanyaan ini. dan berbagai jenis dukungan kepada orang miskin yang tidak mampu untuk melakukannya. mampu menggerakan proses berharga atas dan di atas kegiatan keuangan tunggal. lembaga keuangan mikro lainnya dan perantara keuangan tradisional yang hadir di pasar. mengevaluasi kepraktisan operasi dan model manajemen untuk keuangan mikro modern yang menghargai kriteria ethicality. melainkan mampu menyesuaikan dengan intervensi dengan kebutuhan efektif dan karakteristik pengguna dan daerah intervensi dipilih dan 20 .

transparansi yang lebih besar dan sistem manajemen lebih efisien. saat ini. positif tradisional kredit mikro. perantara baru: ini garis pengembangan keuangan mikro menghasilkan struktur keuangan yang lebih rumit daripada yang digunakan di masa lalu untuk kredit mikro. kedekatan kembali ke teritori lokal dan layanan pelanggan. produk baru. untuk membatasi risiko bahwa inovasi keuangan membawa bersamanya. "Para praktisi dan LKM harus memperoleh manfaat dari keahlian perantara keuangan untuk mencapai tingkat efisiensi yang tinggi dalam pengelolaan sumber daya. risiko keuangan mikro kehilangan sifat sebenarnya kedekatan dan ethicality yang menandai asal-usulnya.ia mampu menawarkan bantuan keuangan dan teknis yang lebih terstruktur. Apakah semuanya baik-baik. berarti terutama. Pelanggan baru. yang kompatibel dengan tujuan keberlanjutan dan kinerja. sistem baru evaluasi dan pengendalian proses dan lembaga. sistem nirlaba dan sistem keuangan tradisional yang harus bekerja sama untuk mencapai tingkat tertinggi ethicality intermediasi keuangan untuk keuangan mikro. kriteria baru untuk tujuan kinerja dan keberlanjutan. Dalam menghadapi suatu kecanggihan keuangan ditingkatkan. maka? Perubahan yang telah terjadi memberlakukan dua aturan sebagai berikut: tidak memudarkan karakter. 21 . dengan pengalaman keuangan mikro. Bersama-sama. menemukan model operasional dan manajerial mampu menghasilkan kerjasama yang seimbang antara sistem nirlaba dan sistem keuangan tradisional. Mendorong pengembangan keuangan mikro. Perantara keuangan dapat.

karena nihil untuk diberlanjutkan.subsidi suku bungan menciptakan kelebihan permintaan yang dapat berakibat dengan semacam pencatuan melalui transaksi pribadi antara pelanggan dan pejabat kredit.kredit cenderung disediakan untuk golongan elite setempat yang berpengaruh untuk mendapatkannya. Kasus 2 : Hasil temuan pembangunan internasional tentang peminjaman wanita Hasil temuan studi USAID mengenai 11 LKM yang sukses menunjukkan bahwa semua oraganisasi yang telah diteliti kenyataannya memang berhasil menjangkau semua wanita. lembaga keuangan miko yang mnerima subsidi penerimaan pendanaan mungkin tidak efektif mengelola kinerja keuangan mereka.dan juga banyak bukti dinegara yang sedang berkembang diseluruh dunia bahwa program subsidi kredit pedesaan menyebabkan tunggakan yang tinggi.pengembangan lembaga keuangan pedesaan yang menguntungkan dan layak. 22 .akses atas layanan kredit dan tabungan secara terus menerus dan dapat diandalkan adalah yang paling dibutuhkan.melompati mereka yang membutuhkan kredit yang lebih kecil. Program subsidi kredit menyediakan suatu olume kredit murah secara terbatas.seseorang sering kali bersedia membayar lebih tinggiuntuk layanan yang lebih baik.pada saat ini langka dan dikehendaki .yang menunjukkan bahwa dalam hal-hal tertentu mereka tidak sensitive aka besarnya suku bunga.Kasus 1: Apakah pelanggan keuangan mikro membutuhkan subsidi suku bunga?? Pelanggan keuangan mikro cenderung meminjam jumlah yang sama bahkan kalau suku bunga meningkat.menghasilkan kerugian baik bagi lembaga keuangan yang melaksanakan program maupun bagi instansi pemerintahan maupun donor.dan menghilangkan semangat tabungan kelembagaan dan karena itu.sebetulnya.baik karena keputusan kebijakan langsung tau karena kepercayaan umum bahwa kaum wanita memiliki kinerja pembayaran kembali yang lebih baik dan lebih mau membentk kelompok.

Didalam sejumlah program yang memusatkan perhatian pada kaum wanita. yang menuntut tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas (petani yang bersemangat) dan tangguh 23 . SLTP sampai SMA. Pemulihan penghidupan ini terus akan mendapat perhatian hingga keadaan masyarakat khususnya petani mencapai tingkat pendapatan yang layak.tingkat pengikutsertaan wanita dalam program tanpa refrensi jenis kelamin ditentukan oleh meratanya kaum wanita didalam kelompok yang dilayani dan oleh ciri-ciri yang bisa menghalangi atau menfasilitasi akses wanita.pada umumnya motivasi mencakup kepercayaan atau pengalaman bahwa resiko kredit wanita cukup baik dan kemungkinan besar kurang memiliki akses atas sumber daya dan jasa. hal ini sangat menentukan keberhasilan mereka (petani) di lapangan dan mempengaruhi produktivitas kerja (skill) serta meningkatnya perekonomian secara tidak langsung. dari pola pertanian subsistem ke pola pertanian yang berbasis Agribisnis. Kasus 3: Kebijakan Dalam Usaha Peningkatan Pendapatan Masyarakat Petani Di Nanggroe Aceh Darussalam Pemulihan ekonomi khususnya di bidang pertanian untuk daerah Nanggroe Aceh Darussalam pasca tsunami sampai sekarang muncul sebagai masalah yang harus diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan. maupun sampai kejenjang Universitas tetapi yang lebih penting adalah pembinaan dan motivasi secara kontinue sehingga menghasilkan kemandirian dan pendapatan (outcomes) yang lebih terukur. Hal ini membuktikan bahwa penanganan secara memadai dalam pembinaan harus dilakukan secara sistematis dan praktis melalui penerapan dan pembuktian langsung yang mempunyai nilai jual dipasar baik domestik maupun internasional. Persoalan dalam jangka pendek adalah bagaimana mengembalikan penghidupan (livelihood) masyarakat khususnya para petani yang masih bertani secara tradisional menjadi lebih modern. Kualitas manusia Aceh khususnya dan manusia indonesia umumnya di masa depan bukan hanya ditentukan oleh pendidikan yang diperoleh melalui institusi formal mulai dari SD. Hal ini merupakan peran pemerintah dalam menciptakan nilai-nilai yang strategis di bidang pertanian dan sekaligus merupakan langkah antisipatif menuju era keterbukaan dan globalisasi.

Sektor pertanian pasca konflik dan tsunami. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan sistim pertanian yang tangguh pada masyarakat (petani) saat ini. Selain penyebab infrastruktur jalan yang tidak mendukung juga disebabkan lahan yang rusak tersebut dapat dikategorikan ke dalam rusak agak berat (banyak terdapat batang dan tunggul kayu ukuran besar. Minimnya informasi dan keahlian yang diperoleh petani saat ini menjadi salah satu penghambat tingkat kemajuan hasil-hasil pertanian yang bermutu serta rendahnya daya saing pasar dengan komoditi impor. Di sini pemerintah harus benar-benar peka terhadap kondisi daerah yang mempunyai potensi pertani sehingga langkahlangkah antisipatif untuk mengupayakan perkembangan di sektor pertanian dapat terwujud. Pekerjaan pembersihan itu dilakukan dengan pendekatan padat karya yang melibatkan petani setempat yang didukung dengan peralatan kecil. Peningkatan sistim ekonomi tersebut harus menjadi cermin dalam wilayah-wilayah pertanian yang strategis. Persoalan yang mendasar dan bernuansa masa depan tidak sekedar mengembalikan kehidupan ekonomi yang normal. Beberapa kendala yang masih dialami masyarakat kita selain daripada produktivitas juga dampak dari infrastruktur jalan yang menghubungkan petani dan pasar serta hancurnya sarana irigasi yang sangat mendukung ketersediaan air untuk lahan sawah. melainkan persoalan bagaimana menumbuhkembangkan ekonomi di bidang pertanian (Agriculture Growth) pasca tsunami dan mengubah struktur ekonomi dan pekerjaan khususnya di bidang pertanian menjadi lebih potensi dan produktif karena kedua hal inilah inti dari pembangunan masyarakat pertanian yang berkualitas dan bernilai jual. seperti parang. Dampak terparah akibat gempa dan tsunami di Provinsi Nanggoe Aceh Darussalam salah satunya di alami oleh masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. seperti pohon kelapa) sehingga dana yang dialokasikan untuk merehabilitasi sawah dan lahan pertanian lainnya tersebut belum mencukupi. cangkul dan 24 . sehingga peningkatan sektor pertanian tidak hanya terbatas pada program pengadaan agroinput saja melainkan diperlukan program pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan yang didukung pendampingan (share informasi) dan pelatihan serta penerapan tekhnologi bagi petani secara berkelanjutan pada daerah-daerah yang mempunyai keunggulan komoditi pertanian.khususnya di sektor pertanian. Setelah kegiatan pemulihan rehabilitasi dan rekontruksi selesai. Bila dilihat dari permasalahan tersebut maka yang menjadi objek pemulihan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab petani saja melainkan juga pemerintah dan pengusaha-pengusaha pertanian. sebagian besar areal pertanian yang telah direncanakan masih terdapat beberapa kendala.

Adapun beberapa konsep-konsep klasik yang dapat membantu petani Nanggroe Aceh Darussalam adalah : Membantu petani dalam memberi inovasi dan menguasai informasi tentang pertanian yang menjadi mata pencaharian masyarakat setempat. Rata-rata pola pertanian masyarakat kita masih rendah dalam tingkatan produktivitas hasil-hasil pertanian maupun penerapan sistim pertanian yang modern dan ramah lingkungan. Tetapi peluang tetap ada untuk menjadikan pembangunan di Nanggroe Aceh Darussalam khususnya pembangunan sektor pertanian pasca bencana sebagai model pembangunan yang strategis. Standar dan prosedur yang baik dapat menjadi contoh dan menjadi pedoman serta acuan untuk dikembangkan dalam masyarakat yang khususnya petani. Tentu tidak ada model yang sederhana untuk melakukan itu dalam keadaan masyarakat yang mengalami bencana luar biasa seperti di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. sementara untuk membersihkan sawah dan lahan pertanian yang rusak memerlukan peralatan besar seperti gergaji bermesin (chain saw) dan traktor atau alat berat lainnya. Nanggroe Aceh Darusalam merupakan salah satu daerah yang mempunyai potensi pertanian yang sangat strategis. Karena alat yang diberikan dalam paket rehabilitasi itu sangat sederhana. Dalam hal ini pemerintah atau lembaga-lembaga terkait dapat melakukan beberapa model yang disesuaikan dengan kondisi serta perilaku petani setempat melalui konsep yang sejalan apa yang akan di usahakan oleh masyarakat tani tersebut yang disesuaikan dengan zona komoditi unggulan didaerah tersebut. Disini dalam pemenuhan input informasi tidak hanya diperoleh oleh segelintir pengusaha elit pertanian saja tetapi pemerintah (Dinas-dinas terkait) dan pelaku tehnis 25 .sekop. Momentum Pemulihan di Sektor Pertanian. Khususnya tentang manajemen informasi pertanian. hal ini dapat dilihat di sepanjang daerah Aceh melalui keadaan geografis wilayah dan struktur tanah yang sangat mendukung. Momentum perbaikan (rekonstruksi dan rehabilitasi) pasca tsunami mesti melahirkan paradigma baru dalam membangun Aceh Baru yang diidam-idamkan. Inilah kesempatan untuk membangun kembali secara lebih baik (Build back better) salah satunya melalui pembangunan berbasis agribisnis yang kontinue. Yaitu dimana petani yang menjadi objek harus didampingi oleh dinas-dinas pemerintah maupun lembaga swasta dengan program-program manajemen informasi pertanian atau sudah saatnya kita menggalakan kembali sistim pendampingan secara permanen untuk tiap program pertanian.

Kita perlu menargetkan kegiatan yang berkesinambungan dengan menerapkan beberapa sistim seperti dibawah ini : I.pertanian juga harus bisa mengusai informasi tentang status komoditi yang akan di tanam maupun di pasarkan. disini pelaku dapat mengusai pola pertanian yang sistematis yang dimulai dari pertanian harus perencanaan awal penanaman sampai ke segmen pemasaran. di sini pelaku pertanian harus mampu menciptakan kondisi pertanian yang mandiri dengan melibatkan lembaga untuk mengelola keuangan petani agar terkontrol untuk perencanaan ke depan. Menajemen pemasaran dan Teknik perencanaan partisipatif. yang menuntut tersedianya sumber daya manusia dan sumber daya alam yang berkualitas khususnya di sektor pertanian. III. Pelaku pertanian harus mampu mengelola hasil-hasil pertanian melalui teknik-teknik yang terencana secara sistematis dan terukur sehingga tingkat kebutuhan pasar maupun harga dapat terjangkau pelaku pertanian dan dapat meminimalkan kerusakan hasil pertanian. IV. II. Hal seperti ini diperlukan realisasi seperti pembinaaan kepada petani dan sekaligus merupakan langkah antisipatif menuju era keterbukaan dan globalisasi di bidang pertanian. Disini Pemerintah harus jeli menggali potensi daerah unggulannya sehingga hasil-hasil pertanian yang menjadi komoditi unggulan benar-benar di butuhkan oleh pasar domestik. Pemetaan wilayah pertanian sudah merupakan langkah yang harus dilestarikan melalui penciptaan pasar agribisnis yang mencakup wilayah yang 26 . Pengembangan kemitraan serta pengawasan yang kontinue yang dilakukan oleh Kewirausahaan petani & kepemimpinan organisasi dalam engelolaan pemerintah (dinas Terkait)maupun petani secara konsisten dan bertanggung jawab. Karena hal ini yang menjadi dampak kepada pelaku pertanian bagaimana pentingnya informasi-informasi baik yang menyangkut masalah tehnis maupun pasar sehingga perencanaan awal yang dilakukan oleh petani tidak selalu berakhir dengan kerugian. Meningkatkan Potensi dan kualiatas sumber daya manusia (SDM) petani (Farmer Skill) dalam memanfaatkan lahan dan penerapan tekhnologi pertanian melalui program agroinput dan agroindustri yang disesuaikan dengan komoditi unggulan di dalam daerah tersebut. keuangan/Lembaga keuangan mikro.

Teknik Pengendalian OPT (organisme Pengganggu Tanaman).Nah. menjaga hasil panen agar terhindar dari perubahan bentuk. keempat Adanya peningkatan pendapatan petani dibandingkan dengan pendapatan yang didapat sebelumnya. ketiga Petani dapat mengetahui informasi pasar dan mampu memasarkan komoditi pertanian yang diusahakannya dengan harga yang bersaing dan terjangkau. b. Dari beberapa teknik yang telah dipaparkan tersebut adalah sudah merupakan pengetahuan yang mendasar bagi seorang petani. kelima Mengfungsikan lembaga-lembaga di pedesaan seperti Koperasi dan Lembaga keuangan Mikro untuk mengatur pendapatan dan pengeluaran petani secara permanen sehingga upaya peningkatan sektor pertanian dapat terwujud. Dampak yang diterima oleh petani dengan menerapkan program-program yang terarah harus mencapai outcome yang diinginkan. Metodelogi penyuluhan seperti demontrasi penggunaan AlSINTAN (Hand traktor) dan berbagi informasi tentang harga pasar mengenai agroinput pertanian seperti pupuk. Teknik pembibitan. bibit. d. rasa dan warna. Teknik pengolahan tanah. antara lain melalui : a. Teknik Pemanenan dan pasca panen. Teknik Pemupukan. tepat guna dan tepat waktu. Sehingga hasil yang didapat benar-benar mempengaruhi jiwa seorang petani dalam mengevaluasi hasil pertaniannya. e. menciptakan dan menghasilkan bibit yang unggul. Kualitas dan kuantitas merupakan hasil dari proses yang dijalankan sehingga di perlukan penatan kembali tingkat pengetahuan petani melalui Metodelogi Teknik budidaya pertanian yang baik dan teratur. c. beberapa 27 . mengolah dan menjaga struktur tanah dengan baik serta pemanfaatan pengolahan melalui Alsintan secara teratur.mempunyai komoditi unggulan sehingga wilayah-wilayah yang menjadi sektor unggulan tidak berubah fungsi menjadi sektor non unggulan. tetapi kegiatan yang seperti ini perlu di kaji ulang bagaimana proses-proses tersebut telah dilaksanakan secara baik dan benar. kedua Petani dapat mengoptimalkan fungsi lahan sesuai dengan komoditi yang diusahakannya. dan sebagainya.benih. penggunaan pupuk yang tepat sasaran. sehingga indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut pertama Petani dapat menyusun pengeluaran dan kebutuhan agroinput secara terperinci.

Karena secara otomatis hasil dari peran aktif masyarakat pelaku pertanian merupakan hasil yang akan dinikmati untuk kepentingan masyarakat bersama dalam upaya peningkatan pendapatan dan paling utama dapat mengatasi permasalahan komoditi pangan yang akhir-akhir ini kita rasakan. Yang perlu di ingat! kesempatan berperan aktif melalui pola intensifikasi dan ekstensifikasi maupun diversifikasi seperti ini bukan dijadikan sebagai ajang kesempatan memaparkan konsep atau teori oleh ahli pertanian maupun pemerintah sendiri. Untuk merealisasikan rencana itu. Deputi Wakil Presiden Bidang Kesejahteraan Rakyat Bambang Widiyanto mengatakan pemerintah akan membentuk tim percepatan kemiskinan.Pemerintah menyusun skema dan pendekatan baru dalam kebijakan pengurangan jumlah masyarakat miskin dan menjanjikan kenaikan anggaran hingga 15 persen per tahun bagi program khusus pemberantasan kemiskinan. perumahan. Kita harus mampu menempatkan diri sebagai pelaku pembangunan dan juga sebagai pengontrol pelaksanaan pembangunan tersebut serta ikut berperan aktif dalam pembangunan khususnya di sektor pertanian. Kasus 4: Program Pemerintah Pola Pengentasan Kemiskinan Diubah JAKARTA . golf dan lain-lainya hingga membuat kita semakin mengimpor kebutuhan pangan. "Dalam lima tahun ke depan tim itu menyusun penyempurnaan dan perbaikan sistem 28 .konsep ini diperlukan kesungguhan semua pihak terutama kebijakan pemerintah dalam menjaga kebutuhan pangan dan ketersediaan sumber daya pertanian yang tangguh. (Iman). tetapi ini kembali kepada sikap pelaku pertanian itu sendiri untuk menempatkan layak atau tidakkah lahan yang selama ini cukup potensial dan produktif agar terus di usahakan atau menjadi lahan yang “ke—tidur-an” sehingga perencanaan dan pengawasan harus sejalan di terapkan sebagai dasar pembangunan di era globalisasi ini. sehingga kehancuran disektor pertanian selama ini mengakibatkan pemerintah dan masyarakat harus lebih banyak mendatangkan komoditi-komoditi dari luar yang akhirnya kita harus menjadikan lahan pertanian di daerah kita menjadi lapangan sepak bola.

karena kita membutuhkan adanya perkiraan kebutuhan biaya. sKedua. "Peningkatannya sekitar 10 sampai 15 persen per tahunnya dari alokasi anggaran pengentasan kemiskinan targetted di 2010. "Karena selama ini data kemiskinan beragam. Rabu (10/3). 29 . harapannya bisa ditargetkan 3 juta keluarga sangat miskin bisa dikover. Tim akan melakukan empat langkah untuk menyempurnakan sistem penanggulangan kemiskinan dan yang pertama adalah melakukan penyatuan dan penyeragaman (unifikasi) data.penanggulangan kemiskinan. Program itu. belum ditemukan formulasi sistem pembiayaan yang berkelanjutan terutama dalam program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) "Untuk kesehatan PR-nya masih besar." kata Bambang yang juga menjabat sekretaris eksekutif tim tersebut di Jakarta. sekarang kita satukan. Program Keluarga Harapan (PKH). Pengentasan kemiskinan bersifat khusus (targetted) adalah program yang ditujukan kepada masyarakat miskin untuk mendorong daya beli. integrasi program pemberdayaan masyarakat dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) agar lebih bersinergi dan berkelanjutan." kata dia. Kriterianya juga akan diseragamkan. atau bantuan bersyarat. Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Program Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). pemerintah akan memperbaiki program pengentasan kemiskinan berdasarkan pendekatan pendampingan keluarga. Program Bantuan Langsung Tunai Bersyarat." kata Bambang." kata Bambang. Ketiga. Pemerintah menyatakan akan menambah anggaran untuk merealisasikan perbaikan dan penyempurnaan program pengentasan kemiskinan. Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas)." kata Bambang. antara lain. Hingga saat ini. Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah tiga tahun dijalankan masih belum banyak menggandeng keluarga miskin dan dinilai belum efektif meningkatkan taraf hidup. baru bisa kita rumuskan sistem pembiayaan yang berkelanjutan. "Baru mencakup 800 ribu keluarga. Dan keempat. perbaikan pada program bantuan berkelanjutan yang banyak berisi program kesehatan.

Pekerja pabrik membutuhkan bantuan dalam mengurus dari gaji ke gaji mereka. Tantangannya adalah untuk memahami dan memenuhi permintaan ini diantara masyarakat miskin dan terpencil. metoda untuk mentransfer uang. dan dengan harga yang sesuai. Sekarang. Para pensiunan membutuhkan sistem yang terpercaya untuk menerima uang pensiunan mereka. Orang miskin di negara-negara berkembang. Observasi sederhana ini telah merubah pola pikir dan praktek microfinance selama beberapa dekade terakhir. seperti yang lainnya. berbagai macam klien ini membutuhkan jasa berbagai macam jasa finasial pula. ada sebuah pengakuan yang sedang berkembang bahwa tidak semua orang miskin adalah usahawan tapi semua orang miskin membutuhkan dan menggunakan berbagai macam bentuk jasa finansial. Singkatnya. memerlukan akses untuk menjakau seluruh jasa finansial yang nyaman. Hasilnya jumlah jasa kredit yang sedikit menjadikan jumlah klien yang sedikit pula. fleksibel. dan asuransi. Mengetahui keragaman masyarakat yang tidak dimasukkan dalam jasa finansial (bukan hanya usahawan mikro) mempunyai dampak yang besar terhadap pembangunan sistem finansial inklusif. 30 . Para petani mungkin membutuhkan kredit untuk hasil taninya tapi juga tempat yang aman untuk menyimpan hasil panen yang digunakan pada masa paceklik. termasuk orang miskin. terdapat dua karakteristik microfinance: (1) fokus pada kredit usaha kecil (pinjaman kecil untuk memenuhi modal kerja yang dibutuhkan oleh usahawan). semua jenis jasa simpanan. Jasa-jasa ini terdiri dari pinjaman darurat ke kredit pelanggan. dan (2) pendekatan untuk menyalurkan kredit yang kebanyakan berdasarkan suplay.BAB II Masyarakat Miskin dan Berpendapatan Rendah Untuk sebuah sistem finansial yang benar-benar eksklusif harus mampu memenuhi kebutuhan siapa saja yang menggunakan jasa finansial. Dahulu. Sebuah pemahaman yang lebih baik terhadap kebutuhan klien (dan klien potensial) telah membentuk suatu perubahan dari microcredit ke microfinance dan sekarang ini ke sistem finansial inklusif.

petani. Meskipun terdapat sedikit pemahaman tentang kondisi klien potensial ini. pensiunan. meliputi siapa saja yang tidak termasuk dalam kategori jasa finansial formal—kadang-kadang dihubungkan sebagai orang “Non bank”. penyedia jasa. dan usahanya sering dirumah. jumlah rumah tangga yang tidak mendapatkan akses ini tentunya luar biasa banyak. simana sistem finansial sudah sangat berkembang. Klien microfinance yang khas adalah bekerja sendiri. Sedangkan di daerah perkotaan. pekerja pabrik. Perdebatan ini telah mengambil berbagai macam bentuk. klien potensial berada jauh di bawah usahawan mikro. Mereka bisa jadi orang yang sangat miskin sampai orang non miskin yang rentan. Apa dampak jasa finansial ini terhadap kehidupan masyarakat miskin? 2. diperkirakan terdapat lebih dari lima puluh juta orang tidak memiliki tabungan di bank. Banyak perdebatan muncul belakangan ini tentang tingkat kemiskinan klien microfinance menggunakan pengukuran miskin relatif sampai miskin standar. mereka adalah petani kecil dan masyarakat lainnya yang terlibat dalam aktifitas usaha kecil seperti pengolahan makanan dan dagang kecil-kecilan. bahkan dinegara-negara berkembang. tukang. Dalam beberapa kasus. dan lain-lain. adanya pertanyaan moral tentang penggapaian orang yang paling miskin—tidak haruskah microfinance dipandang sebagai aktifitas untuk 31 . Lihat kotak 2.1 Karakteristik KlieN Microfinance Sedikitnya terdapat dua cara untuk berpikir tentang pertanyaan pertama tadi “Siapakah klien tersebut?” pertama.Bab ini mempunyai pertanyaan sebagai berikut: Siapakah klien tersebut? Seberapa miskinkah mereka? Jasa finansial apa yang dibutuhkan oleh klien miskin ini dan bagaimana mereka menggunakannya? dan. dan yang lainnya. perbedaan regional dalam hal klien berlaku. Seperti garis kemiskinan atau mereka yang hidup dengan biaya kurang dari satu sampai dua dolar perhari.1 untuk cerita tiga klien microfinance. Contohnya Amerika Serikat. Pertama. Terdapat banyak informasi tentang klien microfinance terbaru. Klien potensial ini termasuk diantaranya. Di daerah pedesaan. masyarakatnya sering lebih bervariasi dan termasuk tidak hanya pedagang kaki lima tapi juga penjaga toko. Di Amerika Latin dan Afrika Timur fokus microfinance tradisional kebanyakan pada usahawan kota atau dekat kota yang kebanyakan para pedagang. Di Asia Utara banyak program fokus pada program pengembangan wanita pedesaan yang baru memulai usaha-uasahanya.

Sedangkan yang lainnya memperoleh bayaran mingguan yang ia gunakan untuk memasok kembali kios pasarnya. sedangkan orang non miskin yang rentan adalah mereka yang berada diatas garis kemiskinan tapi beresiko untuk terjerumus kedalam kemiskinan.1). demikian juga orang non miskin yang rentan (mereka yang berada diatas garis kemiskinan yang beresiko untuk berada dibawah garis kemiskinan). Dimensi kedua adalah pertanyaan tentang kebijakan publik karena subsidi donor mempunyai peran yang besar dalam membiayai microfinance. tidak haruskah permintaan pemangku kepentingan bahwa dana publik diperuntukkan bagi mereka yang sangat membutuhkan? Lihatlah kotak 2.2 untuk diskusi tentang kasus spesifik pada Badan Pengembangan Internasional Amerika. dan Marcelino di Kolombia Para klien microfinance datang dalam bentuk dan ukuran berbeda tetapi mereka punya kesamaan: mereka semua butuh berbagai bentuk jasa finansial untuk membantu mereka mengurus kehidupan finansial mereka. Orang atau keluarga miskin yang mencapai sepuluh prsen. menghitung aset. Kebanyakan klien microfinance sekarang ini berada disekitar atau bahkan dibawah garis kemiskinan (lihat gambar 2. yang memiliki beberapa kelompok simpanan informal atau “Merry-go-around” begitu sebutannya di Kenya. dia mempunyai kelompok simpanan dan kredit informal lainnya dimana ia dapat 32 . Kenya. Amina di Banglades. Dia menggunakan banyak Merry-go-around untuk berbagai keperluan: satu diantaranya menghasilkan uang bulanan yang ia gunakan untuk membiayai cucu-cucunya ke sekolah (dia peduli pada mereka karena orangtua mereka meninggal oleh AIDS). Kemudian. Kotak 2. beberapa keluarga yang sangat miskin ikut berpartisipasi. Meskipun demikian. Banyak praktisi Asia Selatan dan beberapa organisasi non pemerintah internasional (NGO) mengambil pendekatan ini.1 Pruduk di Kenya.memberantas kemiskinan dengan target orang yang sangat miskin. Berikut beberapa ceritanya. melindungi mereka dari kesengsaraan dan mengambil keuntungan dari kesempatan. pada umumnya bukan merupakan klien microkredit juga bukan merupakan orang dalam keadaan lebih baik. Orang yang sangat miskin adalah mereka dari keluarga pada tingkat 10 sampai 50 persen dibawah garis kemiskinan. Prudence adalah seorang pedagang pasar di Karatina. Kebanyakan klien jatuh kedalam katagori miskin menengah (mereka berada pada tingkat 50 persen dibawah garis kemiskinan).

Dia juga bagian dari kelompok asuransi pemakaman informal yang memastikan bahwa jasadnya akan dibawa pulang ke kampungnya setelah dia meninggal. anggota MFI dimana ia dapat meminjam untuk usaha becak suaminya dan untuk keadaan dalurat yang tidak dapat ditutupi dengan alat-alat informal. Amina menyembunyikan sejumlah simpanan kecil dalam kotak lumpur (disembunyikan dari suaminya di atap rumahnya) digunakan hanya untuk dalurat. MFI Fundacion Mario Santo Domingo membuka oprasi 33 . Prudence juga menyimpan beberapa dolar di sekitar rumah dan simpanan jangka panjang yang tersimpan dalam seekor sapi yang di jaga oleh saudaranya dikampung. Dia juga meminjam dari BURO Tangail. Amina juga seorang anggota sebuah klub simpanan dimana ia dapat meminjam uang jika tetangganya tidak dapat membantu. suatu siatu situasi yang tidak nyaman baginya. dia secara bergantian meminjamkan dan meminjam dari mereka dalam suatu jaringan pengurusan yang kompleks. Degan berbekal uang $300 dan tidak ada yang lain. Banglades. Marcelino fokus pada pemerolehan uang untuk meningkatkan derajat hidup keluarganya. Amina berfikir untuk menggunakan salah satu produk simpanan dengan kontrak milik BURO yang sia simpan untuk pernikahan ananknya dimana ia yakin akan berlangsung dalam kurun waktu lima tahun. Tetapi pengurusan ini bisa jadi tidak terpercaya karena kadang-kadang para tetangganya tidak mempunyai uang untuk dipinjamkan atau meminta suatu harga ektra tinggi. Dia sangat tergantung pada tetangganya untuk jasa finansial. Amina adalah seorang ibu rumah tangga di Pathrail. sebuah kota kecil tidak jauh dari salah satu kota terindah di Kolumbia. kota Cartagena.menarik pinjaman kecil jangka pendek jika dibutuhkannya secara berkala. Yang terakhir. yang dia gunakan untuk meng-upgrade rumahnya yang kamarnya disewakan untuk menjamin pendapatan berkala di masa tuanya. Marcelino terpaksa untuk melarikan diri dari kampungnya ke Kolumbia beberapa tahun yang lalu setelah kekejaman gerilya yang manghantui keamanan keluarganya. dan keseluruhannya dibagikan kepada anggota dari kelompok itu sebelum natal (tahun lalu dia menerima $109 selama musim libur). Klub simpanan ini melikuidasi sebelum festival Eid utama yang memberikan kepada nya dengan jumlah yang berguna pada waktunya. Mereka tinggal dalam tenda plastik. dia juga mempunyai pinjaman dari Faulu. seorang Kenya MFI. dia dan keluarganya bergabung dengan ribuan orang lainnya dalam Berrio Nelson Mandela. Kadang-kadang dia kesulitan memperoleh kembali uang yang ia pinjamkan kepada orang lain.

Seberapa Miskinkah Klien Microfinance? Garis Kemiskinan Melarat Sangat Miskin Miskin Menengah Mudah diserang Kemiskinan menengah Kaya Sumber : Cohen. 1. Dedengan keuntungan dari usahanya. 34 . dia memindahkan keluarganya ke rumah batu bata dekat jalan raya.accio. untuk deskripsi hasil penilitian qualitatif. Wright. Hanya berselang satu tahun kemudian. Dengan bermodalkan $95 (Rp. Program yang secara jelas mernargetkan segmen orang lebih miskin dari sebuah populasi penduduk pada umumnya memiliki klie lebih banyak dari kalangan orang yang sangat miskin. dan untuk Marcelino. Penelitian tersebut menemukan sebagai berikut : Kebanyakan klien berasal dari kalangan keluarga miskin menengah dan non miskion yang rentan.org Gambar 2.1.2. dan Pilipina). 900.1. Sumber : Untuk cerita Pudence dan Amina. Uganda. Understanding and Assesing the Demand of Microfinance. www. Marcelino sekarang mempunya sebuah kedai potong paling sukses di lingkungannya. Lihat tabel 2. “ The Impact of Microfinance” Profil klien microfinance traiditional ini telah ditelah oleh penilitian yang menggunakan metode campuran qualitatif dan quantitatif untuk membandingkan klien dari ke tujuh MFI dengan non klien di empat negara ( Bolivia. dengan beberapa klien from keluarga yang sangat miskin juga ikut ambil bagian. Rumah yang memiliki bagian depan sebuah toko untuk menggandakan usahanya.000) dia menbuka kedai yang sangat kecil. Banglades. dan Orang yang melarat berada di luar jangkauan program microfinance.peminjaman di wilayah tersebut dengan tujuan untuk membantu para imigrant seperti Marcelino.

dari kalangan yang paling miskin hingga kalangan non miskin yang rentan. Sebagai contoh. “Microfinance and Risk Management: A Client Perspective.1 Siapa Lembaga Jangkauan Microfinance? Pilipina Bangladesh (CARD) (BRAC) Melarat Tak Berarti Sangat Miskin Miskin Menengah Tak Berarti Beberapa Banyak Tak Berarti Sedikit Banyak Tak Berarti Kebanyakan tidak Banyak (UWFT) (4 Program) Uganda Bolivia Tak Berarti -40% -35% Mudah Diserang Kemiskinan Beberapa Banyak Banyak -25% Sumber : CGAP. Bank Nirdhan Uttan di Nepal yang secara aktif menargetkan wanita yang sangat miskin. Seluruh konsentrasi klien sekarang ini yang berapa di sekitar garis kemiskinan menyarankan bahwa pentingnya sebuah innovasi untuk memenuhi kebutuhan klien potensial yang lebih luas. Menjangkau masyarakat miskin bukanlah hal yang mudah dan khususnya sulit jika melakukannya dengan cara berkelanjutan.” Catatan: CARD = centre for Agriculture and Rural Development. Pengalaman dengan Alat Penilaian Kemiskinan GGAP menemukan fakta bahwa institusi MFI tersebut yang mencoba menggapai orang yang sangat miskin cendrung berhasil.931 institusi MFI yang dikumpulan oleh Rapat Microcredit menyarankan untuk melayani orang sangat miskin dengan proporsi yang lebih besar. Menyediakan jasa finansial kepada banyak anggota dari kalangan yang lebih miskin dan terpencil dewasa merupakan suatu tangangan yang sudah sampai ke komunitas microfinance. BRAC = Bangladesh Rural Advancement Comminttee. Tabel 2. Satu penilaian kemiskinan yang dilaksanankan oleh organisasi tersebut dan menemukan bahwa program berhasil meraih klien yang rata-rata sangat miskin dari penduduk lain pada umumnya di wilayah di mana mereka berkerja. Tabel 2.Data laporan dari 2. UWFT = Uganda Women`s Finance Trust. Institusi ini melaporkan bahwa dua 2/3 klien kolektif mereka berada jauh dibawah garis kemiskinan atau hidup dengan biaya kurang dari 1 dolar (9000) per hari.2 Target atau Bukan Target? 35 .

dimana cenderung dikerumunan kemiskinan mencapai lebih dari target daftar 36 . pinjaman yang besar untuk orang yang agak miskin dengan biaya tertinggi. Manajemen dan tekanan keuangan .suatu perintah diperlukan untuk menetralkan tiap hari.lagipula para mitra akan memilikinya untuk membuktikan bahwa mereka telah melakukannya.pinjaman yang sangat kecil untuk orang-orang yang lebih miskin dapat menarik jumlah kapital dengan sangat cepat.S yang akan memerlukan beberapa proporsi US. yang mana pada giliranya dapat diterjemakan dalam target yang lebih besar. tuan rumah CGAP berdebat tentang perundang-undangan U.target yang di maksud menggunakan metode secara spesifik untuk mengidentifikasi kemiskinan (sebagai contoh. sesuatu yang lebih berbeda boleh dipinjamkan padanya dengan mudah demi kelangsungan didup keuanganya. setidaknya untuk institusi itu yang menjangkau kemiskinan seperti pada inti tujuan tersebut.menyediakan jasa keuangan untuk cakupan klien yang lebih luas bisa mencapai jumlah yang lebih besar tentang suatu basis permanen yang sangat lemah. Agensi untuk pengembangan dana internasional ditujukan ke taget yang paling miskin(yang digambarkan seperti yang hidup kurang dari 1 $ per hari atau siapa yang diantaranya dibawah separuh garis kemiskinan suatu Negara). pihak institusi menargetkan kemiskinan cenderung untuk menjangkau klien yang lebih miskin. kritikus dalam arahannya membantah bahwa " yang menempatkan penekanan pada pelayanan hanya "yang lebih miskin untuk yang miskin" secara efektif berkata. dan juga membiarkan siapa yang sedikit miskin (tapi masih diluar dan peka) untuk memperoleh jasa layanan tersebut. 'menurut survei kami. kalian tidak terlalu miskin. Lembaga yang menutupi biaya-biaya mereka dengan pencampuran biaya yang lebih rendah. Strategi diversivikasi Ini dilakukan dengan mengambil resiko kas surat yang bervariasi dapat dijangkau oleh banyak orang miskin. memeriksa atap atau sepatu. atau yang berpartisipasi dalam mengatur kekayaan hingga sampai pada masyarakat itu sendiri termasuk siapa yang miskin siapa yang tidak). jadi dengan penggunaan suatu alat pengukuran kemiskinan yang dapat di percayai. pergilah dan sudahkah suatu krisis serius terjadi di dalam rumah tangga mu dan kembali pada kami ketika kamu satu-satunya yang paling miskin dari yang miskin maka kami akan membantu kamu. ini adalah suatu argumentasi yang bagus untuk sebuah target. Dan sebaliknya. Pada September 2003.Pertanyaan yang di targetkan oleh para klien membahas seputar topik terhangat secara keseluruhan mengenai sejarah microfinance. tidak terlalu aneh.

Peristiwa jalan kehidupan lain meliputi bangunan rumah. kesadaran akan pengeluaran sepeti itu adalah bayangan pada kaki langit yang merupakan sumber dari ketertarikan agung untuk orang banyak. Keadaan darurat meliputi krisis pribadi seperti penyakit atau luka-luka. Disebagian afrika penguburan orang tua yang meninggal sungguh sangat mahal. 2. kebutuhan darurat dan peluang investasi. seperti Eid atau natal.banjir . si miskin dan keuanganya.dan waktu memanen) yang merupai tiap-tiap rumah tangga.usia tua.kematian) atau kejadian yang berulang (sekolah.. janda.liburan. 37 .kebakaran. Kebutuhan ini pada umumnya diantisipasi. Peristiwa jalan kehidupan meliputi itu sesekali terjadi di dalam sebuah peristiwa sewaktu hidup (kelahiran. poin ketiga menjelaskan kategori dari peristiwa yang terjadi dengan membelanjakan uangnya lebih banyak tanpa membandingkan kekuatannya yang tersedia di rumah atau di dalam sakunya: jalan kehidupan. Di Bangladesh dan india sistem maskawin membuat perkawinan seorang wanita adalah suatu urusan yang mahal.prioritas MFI.perkawinan. kematian si pencari nafkah atau hilangya ketenagakerjaan dan pencurian.2 Bagaimana Orang-Orang Miski Menggunakan Jasa Keuangan Orang-orang miskin membutuhkan jangkauan menyeluruh dari jasa keuangan. semua keadaan darurat ini terjadi mendadak dan membutuhkan sebuah harga. banyak keadaan darurat yang sepenuhnya terjadi diluar kendali dari rumah tangga seperti perang.. dan keinginan untuk mewarisi suatu harta untuk diwarisi.mereka membutuhkan banyak jasa yang jenisnya berbeda untuk memecahkan suatu cakupan luas tentang masalah keuangan di poin-poin yang berbeda dan pada waktunya. yang mana banyak dari mereka mendapatkannya dari sumber informal (lihat pada bab 3 untuk uraian antara jasa keuangan formal dan informal). Bagaimanapun lawan menjawab termasuk melayani biaya penyerahan oleh bahwa peningkatan direktif seperti itu penempatan beban tambahan ata MFI’s.pada buku groundbreaking oleh Stuart Rutherford’s .topan dan untuk daerah kumuh pergusuran daerah-daerah kumuh menggunakan alat berat dengan suatu perizinan.pembuatanya lebih sukar untuk melayani yang miskin dan semua orang selain itu boleh ditiadakan. sekalipun tanggal pasti yang tidak selalu mereka tahu.

bisnis investasi hanya salah satu dari beberapa investasi membuat orang-orang menjadi miskin. Secara alami investasi ini melibatkan keuangan. perkembangan kemajuan . dan televisi.memindahkan sebagian fasilitas keuanganya dan asuransi dalam banyak form. Klien miskin membutuhkan lebih dari sekedar kredit. untuk mempertemukan kebutuhan mereka. Hari ini microenterprise kredit (kredit untuk mempertemukan / menjalankan bisnis-bisnis kecil) menjadi suatu prinsip yang paling khusus yang ditawarkan oleh MFI. Daerah yang aman Pendidikan.klien mencari jati diri mereka dan beradaptasi terhadap penggunan microcredit. Hanya dalam 4 tahu kekeyaan hak klien bank equity membengkak dari 75000 hingga hampir 450000. yang lebih diperlukan dari microcredit.Peluang untuk menanam modal dalam suatu bisnis. kadang semuanya cocock namun jauh dari kesempurnaan.2 Menggambarkan mata rantai antara kebutuhan keuangan yang khas dan jasa keuangan untuk pendapatan rumah tangga yang rendah. kredit (di luar keuangan perusahaan) untuk menabung.hak kekayaan bank di Kenya dalah suatu bank yang telah sukses menikmati antara kemiskinan dan pendapatan klien yang rendah yang menawarkan jasa layanan yang berbeda. dengan sekitar 50000 klien baru yang membuka rekening dalam kwartal pertama. begitulah. perabot rumah tangga yang bagus.kecendrungan pertumbuhan ini telah berlanjut di tahun 2005.dan tabungan kontrak rekening(dimana klien dapat menabung untuk suatu tujuan yang spesifik dan perpindahan uang).pinjaman gaji dalam suatu bisnis.pinjaman darurat .atau asset-aset rumah tangga muncul pada waktu tertentu. untuk sampai pada pengeluaran keuanagan yang diperlukan oleh jalan hidup.tanah. kelahiran Perkawinan Mikro Perusahaan pinjaman Modal Bekerja Kematian. Itu telah tumbuh dan bersifat secara exponent karena memperkenallkan sistem yang terkomputerisasi di tahun 2000 dan menawarkan pada bidang jasa keuangan termsuk pinjaman untuk pertanian.orang-orang miskin membutuhkan pilihan pada bidang-bidangnya. Mereka juga ingin menanam modal dalam jumlah yang mahal yang membuat hidup jauh lebih nyaman.keadaan darurat dan peluang. atap rumah yang lebih baik. Aset Perlindungan Asuransi Pembayaran dan Transfer Akses untuk mengirim dana secara relative Pinjaman Untuk Keadaan Darurat Pensiun 38 . Gambar 2. kipas angin.

dan itu juga memerlukan suatu aliran stasioner pendapatan.sebenarnya klien microcredit sering membayar kembali pinjaman mereka dan lebih dapat dipercaya dibandingkan pelanggan di dalam sector bank komersil. Kritis lain dari unsur microcredit yang sukses adalah memastikan bahwa rumah tangga klien mempunyai arus kas yang cukup untuk hari itu. keseringan pembayaran kembali pinjaman regular mempunyai kelemahan yang terutama ketika melayani si miskin. Mereka juga mampu membayar bunga tingkat tinggi yang mana penyedia sependapat menutupi yang tinggi dalam menawarkan pinjaman yang sangat kecil. inti dari kesuksesan microcredit adalah janji akses permanen ke masa depan.pelopor tentang mingguan regular peminjam pembayaran 39 . seperti ketika mereka meluangkan waktu dalam pertemuan rutin dengan kelompok mereka atau pegawai peminjam. beberapa pelopor microfinance memperkenalkan kelompok rencana tanggung jawab bersama . sedangkan keluarga petani menggantinya dengat sangat ddependen dan siklus permanen mungkin menemukanya lebih sulit diatur. bukanya menggolongkan perencanaan. Penjual dengan perputaran cepat dapat mengatasi sesering mungkin pembayaran kembali. Program lain bersandar pada pengetahuan lokal melalui pegawai pinjaman di jalan dan format yang tradisional tentang penyusunan. Faktor kunci kesuksesan yang lain adalah penyusunan dari penggantian yang setimpal untuk mengurangi resiko orang-orang miskin tidak mempunyai penyusunan. Untuk menunjuk ini. Didalam pengenalan tentang tantangan ini.dan ini menjadi karakteristik utama yang semata-mata mengeluarkan pembentukan sumber kredit formal. Pada kebiasaanya. Bagaimanapun. Mereka dapat mengambil pinjaman diluar dan membayarnya kembali. Pinjaman regular pembayaran kembali juga meningkatkan biaya bagi pedagang klien.gramen bank . Satu metode yang meyakinkan peminjam dapat melayani pinjaman akan mengumpulkan pembayaran kembali angsuran yang sangat sering dan kecil dengan nyaman dan arus kas biasa.Sakit dan Keadaan Darurat Umur Tua Revolusi microfinance telah ditandai oleh pengenalan tentang metodologi kredit yang membuktikan bahwa orang-orang miskin itu dibayar oleh bank. kredit yang memotivasi klien untuk membayar kembali dan memastikan akses mereka pada jasa layanan ini.(bukanya arus kas yang diproyeksikan untuk muncul dai aktifitas yang dibiayai) untuk menutupi bunga dan prinsip pembayaran kembali. Selagi fasilitas ini membantu masyarakat membayar kembali pinjamanya dengan bersamaan. dimana individu di dalam suatu kelompok menjamin satu sama lain meminjamkan.

5 juta dan kas surat yang berhadapan dengan reskio yang terjadi (perbandingan dalam 30 hari). Sepertinya dalam hal kualitas tidak semuanya baik. banyak MFI telah sangat sukses memperkenalkan inovasi produk-produk kedit. teknologi 24 jam seperti ini mengotomatisasikan kasir atau teller atau perbankan melalui telepon seluler klien bias memilih melakukan pembayaran atau pinjaman dengan akses yang lebih menyenangkan Pelajaran ini telah mempelajari (kekurangan dan kesuksesa dari microenterprise kredit yang dapat berlaku untuk orang lain seperti peminjam bagi simiskin. banyak bank dan lainnya yang berhak mengambil simpanan dari publik belum masuk dalam wilayah pasar ini dengan cara yang bertujuan. termasuk peminjaman untuk suatu perubahan peningkatan.kembali.mempunyai pergerakan untuk membuat pembayaran kembali terminology dan jadwal yang lebih fleksible. dan kenyamanan semua rekening tabungan sangat sedikit. mengapa pengembangan profesional masin menjadi perhatian utama pada microcredit? Alasan terbesar adalah pemahaman tentang jasa. dalam tahun 2000 Mibanco di Peru menambahkan micasa sebagai suatu perubahan peningkatan peminjaman produk mereka. Pinjaman dirancang untuk membantu rumah tangga membiayai tambahan peningkatan pada rumah tangga mereka. Jika dibandingkan dengan kredit. Dimasa yang akan datang. Pada umumnya. Yang lebih mengkhawatirkan adalah jumlah masyarakat relatif sedikit dalam suatu kelompok masyarakat berkembang yang beranggapan bahwa tabungan merupakan jalan untuk pengembangan dan pengurangan kemiskinan.pada kas surat micasa haya 2 persen saja. mereka tidak melakukan investasi dalam pengembangan untuk menyesuaikan produk simpanan dengan kebutuhan klien miskin dan jasa yang seimbang dengan apa yang 40 . dibandingkan membangun rumah baru bagi mereka. Bank-bank ini melihat biaya untuk mengurus simpanan dan transaksi kecil dengan jumlah besar sebagai hal yang terlarang. dalam arti memenuhi semua kebutuhan masyakarat miskin. keadaan darurat dan konsumsi yang dimaksud sebagai contoh. Orang-orang yang berpendapatan rendah dan miskin ingin sebuah pilihan. desain. Dengan begitu banyaknya penabung. dan benar begitu dengan peminjaman hipotik secara tradisional. alat-alat ini hanya 2 persen menyangkut kas surat pinjaman dan mempunyai pembayaran yang terlambat lebih dari 30 hari. Hal yang sama. Sedikit diatas tahun lalu. Pada bagian 2004 . mibanco mempunyai sekitar 14000 micsa klien dengan kas surat sekitar 17. terdapat sejumlah sumber daya yang telah disediakan sebagai cara membagi ilmu dan skill tentang bagaimana menyedia jasa yang sesuai bagi masyarakat miskin.

Dampak nasional dengan menawarkan simpanan yang aman dan bisa diakses sangat penting untuk mendongkrak ekonomi domistik. Masalah dengan metoda simpanan ini adalah ada resikonya misalnya uang dapat dicuri. membeli hewan peliharaan atau perhiasan yang dapat dijual kemudian. uang yang seharusnya disimpan dibawah kasur. khususnya klien Grameen. Bagaimana orang menabung di Mexico Orang-orang mexico menabung. yang usianya semakin tua dan lebih tertarik untuk tabungan hari tua mereka.3. tapa melihat status sosial ekonomi mereka. Di Rwanda. atau bahkan memberikan simpanan kepada tetangga untuk simpanan aman ( lihat kotak 2. Di Uganda. Dalam jangka 10 tahun. hewan sakit. Banyak klien menyukai pilihan tersebut sehingga mereka menyimpan lebih dari simpanan minimum. Grameen memonbilisasi simpanan pensiun dengan total 37. Konsekwensi dari ketersediaan jasa simpanan yang sedikit adalah kebanyakan orang miskin menyimpan tabungan mereka di tempat simpanan informal – dengan menaruh uang merka di bawah kasur. menyimpan tiga kali lebih banyak dari pada mereka yang menyimpan dengan mekanisme informal.3. tetangga melarikan diri. dengan menggunakan mekanisme formal dan informal. Kecuali Grameen Bank. yang dewasa ini sedang memperkenalkan sejumlah jasa simpanan yang sangat populer ke dalam produk campuran mereka. Kebanyakan menyimpan dengan jumlah kecil 41 . suatu penelitian mengungkapkan bahwa mereka yang mendapatkan akses ke bentuk simpanan formal di bank. Sangat tidak mungkin untuk membotong satu paha lebu jika uang yang diperlukan jumlahnya sedikit.mereka dapat tawarkan. Kebalikannya. Produk simpanan ini sebagai bentuk bantuan pada klien miskin di Banglades yang membutuhkan tabungan jangka panjang. lebih dari setengah juta rekening simpanan kecil dengan total 40 juta dollar dalam sirkulasi tahun 2001.2 juta dollar ( setara 335 milliar rupiah). Pada Nasabah dapat menarik uang mereka sebagai bayaran atau pendapatan bulanan. atau bergabung dengan simpanan bergiliar (arisan). Grameen membayar 12 persen bunga yang hampir menggandakan jumlah simpanan pada para klien. termasuk rekening simpanan pensiun. dan kurang dari tiga tahun. untuk analisis pola simpanan di Mexico). Kotak 2. mereka dengan pilihan yang kebih formal dan lebih aman untuk menyimpan yang menguntungkan bagi mereka sendiri dan berdampak pada ekonomi yang lebih besar.

Dari 11 jenis simpanan yang ditemukan dalam penelitian dewasa ini. memindahkan uang dari titik A ke titik B. yang difinisikan sebagai porsi pendapatan pekerja migran yang dikirimkan ke kelaurga mereka atau orang per orang di tempat asal mereka. Pengririman termasuk di dalamnya transfer domestik dan internasional. 42 . Responden yang paling miskin. Kegunaan instrument simpanan berbeda berdasarkan karakteristik demography. kalangan profesional yang tinggal di perkotaan di perkotaan di utara. orang yang ditujukan tidak pernah menerima uangnya. Di Ghana. contohnya.adalah untuk kebutuhan darurat atau bahkan untuk konsumsi. Bank diperuntukkan bagi orang kaya. Tiga katergori simpanan dianalisa dengan seksama: simpanan keuagan formal. Kiriminal. mereka yang tinggal di kota menengah. mebutuhkan biaya dan pada beberapa kasus. dan penduduk di selatan cendrung menyimpan dalam aset fisik. mereka yang tinggal di pedalaman (termasuk petani). Bunga bank sekarang ini diperkirakan berjumlah 126 milliar dollar per tahun di peroleh dari pengiriman uang internasinal ke negera-negara sedang berkembang yang memunculkan kebutuhan orang miskin untuk memindahkan uang dari satu tempat ke tempat lain. Transfer Uang. penelitian di bank-bank pedesaan mengungkapkan bahwa klien mengaku kesulitan dalam dalam melakukan transfer ke kota. khususnya. 2 diantaranya berbentuk formal dan 9 berbentuk informal. membuat sulit para pedagang. simpanan dalam bentuk informal tenda dan simpanan dalam bentuk aset fisik. contohnya. Dan terkadang. ibu rumah tangga. yang membawa uang dalam jumlah besar untuk tujuan bisnis. menyimpan uang untuk pembelian tahan di masa yang akan datang atau tujuan jangka panjang lainnya dan dalam sebua tanda ( simpanan dan asosiasi kredit bergilir) untuk membayar pinjaman jangka pendek atau membeli sesuatu untuk keperluan rumah tangga. Tenda lebih disukai oleh kalangan menengah. berbahaya bagi orang miskin. Banyak transfer termasuk lebih dari sekedar pengiriman. Kebanyakan responden menggunakan instrument campuran. Responnya. Sekarang ini. tidak ada model transfer domestik. Di banyak negara. dan mereka yang tinggal di wilayah Bajio. apakah secara internasional ataupun domestik. Banyaknya orang miskin yang mempunyai keluarga tinggal di negara lain atau kota lain mempunyai kendala yang besar dalam mengirimkan dan menerima uang.

Asuransi mikro adalah produk baru dan masih pada tahan percobaan. Sebagaimana ditunjukkan pada gambar 2. Kejadian seperti ini bersifat mendera bagi rumah tangga miskin. Ada banyak ketertarikan diantara institusi MFI untuk menyediakan asuransi mikro dengan bekerja sama dengan perusahaan asuransi.000 transfer dalam kurun waktu satu tahun pertama oparasi – bukti bahwa begitu banyak minat terhadap jasa semacam itu. mendapatkan bahwa program ini sulit untuk berkelanjutan. atau 43 . Jumlah transaksi yang ada dalam program transfer uang merupakan kesempatan yang sangat menjanjikan untuk menarik banyak orang ke dalam sistem finansial. mudah untuk dimengerti dan dijangkau. mobil. Program berkembang dengan sangat pesat. karena mereka lebih rentan untuk membangun kembali. kehilangan aset termasuk hewan ternak dan rumah. semakin sulit untuk dilaksanakan. Tantangan terbesar adalah dalam memperoleh keseimbangan antara perlindungan yang cukup degan tingkat kemampuan masyarakat miskin. Asuransi jiwa kredit adalah yang paling umum dan memastikan bahwa perlindungan resiko ( tergantung pada pasar. dan lainya supaya aman.Apex Bank. Dengan semua asuransi. secara bertahap mencari mitra dengan purusahaan yang dapat mentransfer uang seperti bank. dan sedikit berhasil dalam melayani masyarakat miskin. Skema asuransi mikro yang ada yang mencoba menawarkan asuransi kesehatan ataupun asuransi jiwa. mereka mungkin perlu kesehatan. pembagian resiko memungkinkan bagi masyarakat atau terhadap kebutuhan prioritas untuk kelompok untuk membagi biaya kegiatan beresiko. terdapat beberapa jenis asuransi yang relevan dengan masyakat miskin dan client yang berpendapatan rendah. kantor keuangan pusat untuk bank-bank desa di Ghana kemudian memperkenalkan sebuah sistim transfer uang dengan jangka waktu 15 sampai 24 jam saja.3. Beberap rumah tangga miskin mempunya akses terhadap asuransi formal untuk mengatasi resiko kematian seorang tulang punggung keluarga. Untuk melayani masyarakat miskin dengan baik. sakit parah. Microfinance adalah perlindungan terhadap orang miskin dalam menghadapi resiko dalam pertukaran utnuk pembayaran moneter regular (premi) yang sesuai dengan mata pencaharian dan biaya juka terjadi resiko. asuransi mikro harus di jadikan suatu tindakan asuransi jiwa). Semakin komplek suatu asuransi. dengan 24. dan dengan biaya rendah yang tersedia bagi masyarakat miskin (lihat bab 7 untuk lebih lanjut tentang tantangan silang) Microfinance. nyaman. isnstitusi MFI dengan dengan akar mereka di kalangan masyarakat miskin.

Sebernar itu digunakan untuk melindungi para pemberi utang. Jiwa berjangka atau asuransi kecelakaan probadi sering ditawarkan bersamaan dengan asuransi jiwa kredit untuk mencakup keluarga jika para peminjam mati. Janis produk microfiance paling umum rendah tinggi Jiwa kredit Jiwa berjangka/ kecalakaan pribadi Jiwa simpatan Asuransi properti Jiwa endowment Pertanian tinggi rendah Tingkat keberhasilan “debit mati bersama debitor”.4. Simpanan dalam bentuk ansuransi jiwa sering ditawarkan oleh kredit union dan merangsang suatu simpanan ( lihat contoh COLUMBIA di Guatemala pada kotak 2. dan 200 untuk anak yang ditinggalkan. dari kematian clien mereka and ini sering ditawarkan oleh intitusiinstitusi MFI. yang membayar 800 dollar jika sipeminjam mati karena kecelakaan. bukan keluarga miskin. pergantian properti juga ditanggung.Gambar 2. 44 Tingkat kesukaran . Polis endowment menggabungkan simpanan jangka panjang dan asuransi dengan pinjaman darurat supaya simpanan seimbang. Asuransi properti hampir selalu dihubungkan dengan suatu pijaman dan dapat membantu seorang peminjam untuk melanjutkan pengembalian utangnya jika sesuatu terjadi pada perpetinya ( biasanya hewan ternak).3. 400 untuk istri/suami. Delta Banglades menawarkan model polis ini. Pada beberapa kasus. Dalam hal ini. Sebagai contoh dari asuransi jenis ini adalah kerja perusahaan asal Amerika AIG di Afrika timur. pembayaran premi menggabungkan nilai.

Rencana Hidup Spesial adalah produk asuransi jiwa kelompok yang menawarkan manfaat antara sekitar 1. selama lebih dari empat tahun terakhir. karena mereka lebih terukur.80 hingga 39. objektif dan dapat dilaksanakan. yang memperoleh keuntungan dari jumlah yang mencakup wilayah yang besar. dan banyak yang 45 .Auransi pertanian sangat sulit. tidak ada bukti adanya program yang dapat dilaksanakan. kontribusi dan saldo kredit.200 Dollar jika terjadi kematian dan tambahan untuk mencakup cedra dan mati akibat kecelakaan. Sangat sulit menghitung probabillitas kegilangan karena adanya banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil panen.00 Dollar) dibayar per tahun. namun.4. Produk ini ada dipasarkan dan didistribusikan melalui kredit union. keuntungan untuk Rencana Hidup Spesial rata-rata 26 persen dan premi bersih.200 hingga 6. telah medapat polis asuransi untuk seluruh anggota COLUMNA. COLUMNA mempertahankan tingkat resikonya berdasarkan kapasitas situasi keuangan dan cakupan asurasi yang sesuai. Beberapa di antaranya menjual polis asuransinya ketika anggota baru bergabung dengan kredit union atau mengajukan pinjaman. Beberapa model deliveri yang berbeda ada. 54. Masalahnya adalah petani yang diasuransikan kurang giat dalam usaha mereka sehingga merkea sering kali merugi. Rencananya sangat menguntungkan. seperti asuransi pertanian. Dewasa ini inovasi yang menghubungkan asuransi dengan curah hujan dan cuaca lain yang menjanjikan. Juga. Asuransi mikro : Kasus KOLUMBIA. Anggota koperasi memiliki polis asuransi jiwa yang melindungi simpanan mereka. Federasi Nasional Guatamala Kredit Union (FENACOAC) dan sembilan anggota koperasi mendirikan usaha asuransi mereka sendiri. premi yang petani dapat peroleh biasanya tidak cukup untuk mencakup biaya klaim dan biaya administrasi. Pada waktu yang sama. Premi asuransi rendah (antara 7. kebanyakan anggota dari 35 kredit union desa. sulit untuk menyediakan asuransi ini viably. Sekarang terdapat lebih dari setengah juta orang Guatamala. Asuransi kesehatan mungkin adalah produk dimana ada permintaan terbesar diantara miskin dan rumah tangga berpenghasilan rendah. dimana kredit union dapat menambahkan polis ke kredit dan dibayar per bulan. Kotak 2. COLUMNA.000 anggota mempunyai polis asuransi mikro untuk jasa kuburan dan kecelakaan yang disebut dengan Plan de Vida Especial ( Rencana Hidup Spesial). Guatemala Pada tahun 1994.

berpendapat bahwa jenis asuransi ini tidak boleh dijual secara komersial. semua efek mengarah ke tingkat yang lebih tinggi growth. Dan mendorong masuknya modal asing. Ada penilaian sebagian besar menunjukkan bahwa kredit mikro berdampak positif pada peminjam. Mengukur dampak langsung adalah tentang memahami bagaimana jasa keuangan mempengaruhi kehidupan orang-orang miskin dan keluarga mereka. yang membuat asuransi mahal untuk semua dalam yang sangat ketat dalam hal jenis-jenis manfaat yang ditawarkan. Penelitian tentang topik ini difokuskan pada kredit mikro. apa pun dampak telah terbukti untuk itu kemungkinan di bawah menyatakan dampak potensial dari sebuah sistem keuangan yang inklusif. melainkan dianggap sebagai hak alamiah sebagai bagian dari program perlindungan sosial pemerintah. Semakin besar jumlah lembaga penelitian menunjukkan bahwa sektor keuangan lebih baik dukungan growrh dan pengurangan kemiskinan. melalui pertumbuhan meningkat. Ada penilaian sebagian besar menunjukkan bahwa kredit mikro berdampak positif pada peminjam. penyedia layanan kesehatan).3 Dampak Layanan Keuangan Pada Kehidupan Penduduk Miskin Sebuah sistem manfaat lebih dalam dan lebih inklusif keuangan penduduk miskin baik secara langsung. terutama dalam mengurangi kerentanan yang merupakan fitur permanen dalam kehidupan masyarakat miskin.. pada gilirannya.growth ekonomi. memfasilitasi. Kebanyakan penilaian telah melihat bagaimana kredit mikro telah 46 . Ketika lembaga keuangan yang efektif.. dan secara langsung karena mereka mendapatkan akses ke layanan yang dibutuhkan. Asuransi Kesehatan tentu kemungkinan produk yang paling sulit untuk menawarkan karena (1) pihak ketiga harus terlibat (misalnya. (2) sejumlah masalah asuransi klasik berlaku (yang lebih mungkin untuk mendapatkan sakit juga lebih mungkin untuk mendaftar. 2. manfaat tabungan dan asuransi. Karena kredit mikro hanya melihat satu bagian dari teka-teki. belum dihitung. orang-orang yang diasuransikan lebih ceroboh dan terlalu sering menggunakan layanan kesehatan). Untuk sebagian besar.. cenderung mengurangi kemiskinan secara keseluruhan di banyak negara (Meskipun tidak menjamin pengentasan kemiskinan saat pertumbuhan yang terkonsentrasi di tangan-baik). mereka memobilisasi tabungan untuk investasi. dan memastikan bahwa modal masuk ke penggunaan yang paling produktif.

Misalnya.9 persen dibandingkan dengan peningkatan sebesar 3 persen pada pendapatan kelompok kontrol. Penelitian lain BRI meminjam di Pulau Lombok laporan bahwa pendapatan rata-rata klien telah meningkat 112 persen dan bahwa 90 persen rumah tangga telah pindah keluar dari kemiskinan (data yang dikumpulkan dengan mewawancarai 121 perempuan yang dipilih secara acak dari klien yang menerima kredit setidaknya satu tahun dipilih secara acak dari klien yang menerima kredit minimal satu tahun sebelum wawancara). Dampak mempelajari menyarankan dampak positif dalam mengurangi kemiskinan: . dan itu perempuan versus pendapatan pemberdayaan (lihat kotak 2.Di Indonesia. dan bahwa setengah dari klien lulus keluar dari kemiskinan. beberapa studi melihat bagaimana kredit mikro telah memberikan kontribusi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Selain itu. . peminjam meningkatkan pendapatan mereka sebesar 12.Kebebasan dari klien Kelaparan di Ghana meningkatkan pendapatan bulanan mereka dengan $ 36 dibandingkan dengan $ 18 untuk nonclients. kondisi rumah. Dibutuhkan waktu dan 47 . kepemilikan aset produktif.Sebuah penelitian untuk Membantu Masyarakat Miskin Kebangkitan Pedesaan melalui Pendidikan (SAHAM) klien di India didokumentasikan bahwa tiga-perempat dari klien yang berpartisipasi dalam program ini selama lebih dari dua tahun melihat kemajuan yang signifikan dalam mereka kesejahteraan ekonomi (berdasarkan sumber pendapatan .mempengaruhi individu atau rumah tangga. banyak titik penelitian terhadap pentingnya akses jangka panjang ke layanan sebelum dampak yang nyata dapat dilihat. klien secara signifikan diversifikasi sumber-sumber pendapatan mereka. Delapan puluh persen dari klien mempunyai sumber-sumber sekunder pendapatan versus 50 persen untuk non klien. dan rasio ketergantungan rumah tangga).5). pendidikan anak-anak dan gizi. Terlepas dari studi dimensi. Penelitian tidak hanya mencakup dampak kredit pada tingkat pendapatan tetapi juga mencakup informasi tentang bagaimana kredit mikro dapat meningkatkan kehidupan orang miskin dengan cara lain. . sementara yang lain telah memeriksa dampak kredit mikro klien memasukkan harga atau komunitas.

penggunaan ulang jasa keuangan. Hal ini kadang-kadang lupa bahwa kata lain untuk kredit adalah utang. dua pertiga dari lebih dari 1 juta perempuan mendaftarkan diri masuk Kotak 2. bantuan pangan) untuk membantu perempuan sangat miskin mendapatkan kaki pada bagian bawah anak tangga ekonomi. Dasar memerlukan sia seperti makanan. telah menemukan cara-cara inovatif untuk menggabungkan kredit. dan program bantuan pemerintah (dalam hal ini. keuangan mikro sebagai bukan salution tunggal untuk mengurangi kemiskinan. Studi mengenai dampak keuangan 48 . dan kerja sering lebih dibutuhkan dari jasa keuangan dan harus tepat didanai oleh pemerintah dan subsidi donor. jasa keuangan. Ketentuan ini berkelanjutan mencari kredit bagi masyarakat miskin. biasanya tidak sesuai untuk kaum miskin (misalnya. Bagaimana cara akses ke layanan keuangan meningkatkan pendidikan? Greater akses ke layanan keuangan dan pendapatan meningkat memungkinkan orang miskin untuk berinvestasi di masa depan anak-anak mereka. Selama periode 10 tahun. seperti BRAC's Penghasilan Generasi untuk Kelompok Rentan Pembangunan (IGVGD) program. Pada kenyataannya. kesehatan.5 Keuangan Mikro-Dampak Kemiskinan Pendapatan Di Luar Keuangan Mikro berdampak pada lebih dari sekadar tingkat pendapatan dari klien miskin. Pinjaman kepada kaum miskin mungkin sebenarnya membuat miskin miskin jika lackopportunities toearn arus kas diperlukan untuk membayar kembali pinjaman. menggoda mendeteksi kekuatan keuangan mikro untuk menyelesaikan semua penyakit pembangunan. dan infrastruktur. Dengan hasil mengesankan seperti itu. Pelatihan. dan terutama kredit. orang-orang yang kelaparan atau ruminansia penghasilan tunai). tempat tinggal. Keuangan mikro tidak harus dilihat sebagai pengganti untuk investasi dalam pendidikan dasar. untuk membuat penyok dalam kemiskinan. sering digabungkan dengan layanan lainnya. Hal ini juga mengurangi kerentanan mereka terhadap guncangan dan memungkinkan mereka untuk melakukan investasi dalam kesehatan yang lebih baik dan pendidikan bagi mereka keluarga. Beberapa penyedia layanan. Sebuah survei tentang dampak keuangan mikro pada Pembangunan "Milenium disorot beberapa hasil sebagai berikut.

klien foccas menghabiskan lebih dari sepertiga klien non pada pendidikan anakanak mereka. Tentu saja. Bagaimana cara akses ke layanan keuangan meningkatkan kesehatan anak-anak dan perempuan? Akses ke layanan keuangan memungkinkan klien untuk mencari layanan kesehatan bila diperlukan. terutama dalam program-program yang menggabungkan kredit dengan pelatihan tentang isu-isu kesehatan. . daripada menunggu sampai penyakit telah mencapai proporsi krisis. dibandingkan dengan 60 persen anak perempuan di gousehold nonclient. menyimpan.Di Uganda. Bagaimana cara akses ke layanan keuangan memberdayakan perempuan? Kemampuan untuk meminjam. dibandingkan dengan 72 persen untuk non clients. dan tetanus (DPT3) di antara anak-anak mereka imunisasi. dan mendapatkan penghasilan 49 . dan berhitung) antara 11 . pertusis.Di Bangladesh.Di Uganda.untuk anak-anak 14 tahun di rumah tangga klien BRAC dua kali lipat dalam tiga tahun (dari 12 persen pada tahun 1992 menjadi 24 persen pada tahun 1995). 95 persen dari klien foccas manfaat dari program kredit mikro yang dikombinasikan dengan jasa keuangan practives pendidikan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak mereka. hampir semua perempuan dalam rumah tangga klien Grameen Bnk diterima sekolah. dua kali persentase untuk klien non. lebih mudah menanggapi terapi rehidrasi diatas untuk anak-anak diare sedikit. . Studi menunjukkan bahwa jasa keuangan memiliki dampak positif yang kuat pada kesehatan perempuan dan anak.Dalam pendidikan con Bolivia kredit pedesaan (CRECER) klien telah praktek pemberian ASI yang lebih baik. Pendidikan dasar kompetensi (membaca. menulis. program-program ini secara khusus berfokus pada pendidikan sebagai nilai inti dan layanan untuk klien. dan memiliki tingkat yang lebih tinggi dari difteri. .in addation 32 persen pernah mencoba teknik pencegahan AIDS.mikro pada anak-anak sekolah menunjukkan sebagai berikut: .

Filipina. Sebaliknya. Mereka berpendapat bahwa fakta mengamati bahwa peminjam membayar kembali pinjaman dan dan kemudian kembali untuk meminjam lagi memberi kesaksian tentang manfaat dan dampak positif mungkin pinjaman yhe. dan ukuran keluarga. masyarakat donor dibenarkan menginginkan bukti untuk memastikan bahwa subsidi yang dihabiskan untuk kegiatan kerja ini dalam mengurangi kemiskinan. menikahi anak-anak. dan sejumlah ahli mempertanyakan apakah mereka patut investasi. Sangat ketat dan dapat diandalkan penilaian dampak yang mempekerjakan metode ilmiah dari biaya penyelidikan banyak uang. Nepal. Bolivia. program yang telah keluar dari kemiskinan dan telah lulus untuk menjadi nasabah kredit program keuangan mikro secara teratur aliran utama. pendidikan anak. Juga. Banyak faktor lain yang berkontribusi terhadap peningkatan (atau penurunan) dalam suatu rumah tangga kesejahteraan. dan keluarga berencana . sukses dalam menggunakan kredit mikro untuk usaha tergantung pada kondisi ekonomi lokal di luar kendali klien dan lembaga yang melayani mereka. mereka mengambil keputusan membeli dan menjual properti.Di India. 68 persen perempuan Program Pemberdayaan anggota mengatakan.Di Indonesia.Di Nepal. . Perdebatan dalam komunitas keuangan mikro telah berfokus pada kualitas studi dampak. Sehingga sulit untuk mengisolasi dampak dari pinjaman kecil. mengirim anak perempuan ke sekolah. hak-hak perempuan di sektor formal. dan memecahkan masalah lingkungan . Penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan ini mengambil bentuk yang berbeda: . yang memungkinkan mereka untuk lebih baik menghadapi ketidakadilan gender yang sistematis.Di Bangladesh. diri Asssociation Kerja Perempuan (SEWA) klien terorganisir dalam sebuah serikat pekerja telah melobi untuk higherwages. klien program keuangan mikro berjalan selama kantor pemerintah daerah dan menang. 50 . penggunaan alat kontrasepsi.meningkatkan kepercayaan diri perempuan miskin. klien-klien wanita Bank Rakyat Indonesia (BRI) lebih besar daripada non klien untuk membuat keputusan bersama dengan suami mereka tentang alokasi uang rumah tangga. dan Rusia.

51 . 2. bukan hanya jangka pendek kredit modal kerja. fleksibel. dan perbaikan kondisi hidup. microcredit. Miskin klien membutuhkan berbagai layanan keuangan. Mikro dapat menjadi instrumen yang kuat terhadap bukti poverty. Kebanyakan klien berkonsentrasi di sekitar garis kemiskinan.existing tentang dampak mikro mungkin understates nilai jasa keuangan bagi orang miskin. dan mengurangi kerentanan mereka terhadap guncangan eksternal.transfer uang. Banyak potensi klien tetap dikecualikan. penelitian yang akan datang diharapkan akan memberikan wawasan lebih tentang dampak tambahan tabungan. orang miskin membutuhkan berbagai jasa keuangan yang nyaman. dan asuransi keuangan. bahkan lebih dramatis. jika kredit mikro saja menawarkan jenis dampak ini. Informasi yang tersedia arus klien dalam dicates bahwa rentang yang relatif sempit klien sedang dilayani oleh LKM khusus. dan pendidikan. mikro memungkinkan rumah tangga miskin bergerak.4 Kesimpulan Definisi klien keuangan mikro adalah memperluas untuk memasukkan semua orang tanpa akses ke layanan keuangan. orang-orang miskin tidak hanya membutuhkan kredit tetapi juga tabungan. Tergantung pada keadaan mereka. karena studi fokus hanya pada satu bagian dari teka-teki. Jika lembaga peduli pengentasan kemiskinan dan memahami dampak dari layanan pada klien. transfer. maka dapat mengambil langkah-langkah untuk menyesuaikan layanan saat ini atau memperkenalkan yang baru untuk memenuhi tujuan-dan akhirnya meningkatkan kinerja. kesehatan anak-anak. membangun aset. dengan perwakilan dari beberapa yang sangat miskin dan rentan nonmiskin. dan cukup murah.Pengamat lain lebih peduli dengan LKM cam bagaimana menggunakan informasi dampak yang lebih sebagai alat riset pasar untuk meningkatkan layanan mereka kepada masyarakat miskin. Membantu klien meningkatkan kondisi ekonomi mereka dapat membuat naluri bisnis yang baik. Dari hidup sehari-hari untuk merencanakan masa depan. investasi dalam gizi yang lebih baik. dan jasa asuransi. Kredit mikro saat ini sebagian besar klien pengusaha di sektor informal. Sama seperti orang lain.studies menunjukkan bahwa akses permanen untuk berkelanjutan kredit mikro memungkinkan miskin untuk meningkatkan pendapatan. maka akses ke berbagai layanan yang lebih luas mungkin memperbaiki kehidupan orang-orang miskin.

diadakan sebuah studi kasus di Kabupaten Tanah Datar. yaitu membatasi jumlah murid di sekolah-sekolah menengah atas menjadi hanya 30 murid saja perkelas. terjangkau. Tujuan dari rangkaian studi kasus ini adalah untuk menunjukkan dampak inovasi dibidang pelayanan publik terhadap (a) perilaku pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder). Dalam proyek ini Ash Institute of Democratic Governance and Innovation. kredit mikro ini. dan nyaman yang ditawarkan oleh berbagai penyedia layanan keuangan. bekerja sama dengan Ford Foundation International Innovations Liaison Group bertindak sebagai mitra bagi tim Bank Dunia. Studi kasus ini menyoroti dua kebijakan inovatif di bidang pendidikan di Tanah Datar. dalam banyak kasus. sudah lebih dari 70 kepala sekolah dan guru bahasa Inggris. Kennedy School of Government. dan (b) kualitas dan akses pelayanan. tidak selalu jawabannya. John F. dan layanan nonfinansial lainnya mungkin lebih cocok untuk orang miskin. Indonesia. Hanya jika pasokan mulai memenuhi kebutuhan akan orang-orang miskin memiliki sarana untuk mengambil kendali atas kehidupan keuangan mereka dan grafik jalan mereka sendiri dari kemiskinan. yaitu kebijakan untuk menghadiahkan pelatihan dan kunjungan belajar ke luar negeri bagi guru Bahasa Inggris dan kepala sekolah teladan. lalu semua sekolah menengah 52 . employmet dan program pelatihan. kebijakan pertama adalah Kebijakan Penguatan insentif. Pemahaman ini perlu diterjemahkan ke dalam akses permanen ke layanan keuangan berkualitas tinggi. hibah kecil. Harvard University. Tantangan bergerak ke depan adalah untuk lebih memahami persyaratan layanan keuangan mereka yang saat ini dikeluarkan dari sistem keuangan dan cara untuk menanggapi kebutuhan-kebutuhan yang memiliki potensi untuk menjadi mandiri. Kasus 1 Pada bulan Februari sampai Maret 2005. dikirim untuk kunjungan belajar ke luar negeri. dan kebijakan kedua adalah Pembatasan Jumlah Murid Perkelas. tidak cocok untuk kaum miskin dan lapar yang tidak memiliki pendapatan yang dapat diandalkan atau sarana pembayaran. Provinsi Sumatra Barat. Sejak diterapkannya kebijakan-kebijakan ini. terutama kredit mikro. keuangan mikro.Namun. perbaikan infrastruktur. Tapi pemahaman yang lebih baik saja tidak cukup. Studi kasus berikut ini merupakan salah satu dari sembilan studi kasus yang dilakukan untuk mendukung proyek analitis “Mengefektifkan Pelayanan bagi Masyarakat Miskin” dari Bank Dunia.

atas negeri dan sebagian sekolah swasta. bahkan beberapa sekolah menengah pertama dan sekolah dasar. kebijakan-kebijakan tersebut ternyata juga menyebabkan berkurangnya akses pendidikan menengah tingkat atas bagi sejumlah anak.D. Urquiola. sejumlah orang tua murid. Angrist dan V. Sasaran komponen manajemen berbasis sekolah (MBS) yang diemban PKBA adalah upaya peningkatan dukungan masyarakat. khususnya dukungan orang tua/wali murid terhadap pendidikan anak. antara lain di sejumlah sekolah yang memang sudah bagus. Penelitian didasarkan atas kunjungan lapangan ke Tanah Datar pada bulan Februari dan bulan Maret 2005. Namun ternyata bagi beberapa sekolah. kreatif.A. Using Maimonides’ Rule to Estimate the Eff ect of Class Size on Scholastic Achievement (Mei 1999) dan M. Identifying Class Size Eff ects in Developing Countries: Evidence from Rural Schools in Bolivia (November 2001). efektif. terjadi peningkatan keterampilan mengajar para guru. Studi kasus ini ditulis oleh Eleonora Suk Mei Tan. adanya perubahan metodologi pengajaran dari beberapa guru bahasa Inggris. antara lain meningkatnya motivasi kerja para guru bahasa Inggris dan kepala sekolah. Referensi yang digunakan. Perubahan juga terjadi pada kualitas pendidikan. Dukungan manajerial oleh: Winthrop Carty. Dukungan analitis dan editorial diberikan oleh Susannah Hopkins Leisher. meningkatnya perhatian guru dan kepala sekolah terhadap prestasi murid. dan menyenangkan (PAKEM) bertujuan memperkuat daya 53 . SMERU Institute (Indonesia). bertambah luasnya kesempatan pendidikan yang bisa ditawarkan. Clarita Kusharto. Disisi lain. semuanya dari Bank Dunia (Indonesia). juga oleh Sachiko Miyata. Kasus 2 Desentralisasi telah merintis jalan bagi program Pembangunan Komunitas Belajar Anak (PKBA) yang telah dirancang UNICEF. telah membatasi jumlah murid per kelas. dan meningkatkan kesenjangan antar sekolah.S. dan meningkatnya fasilitas-fasilitas yang ada di sekolah-sekolah tersebut. Yayasan Pradipta Paramitha (Indonesia) dan Sri Budiyati. dan Menno Pradhan. dan secara umum. dan bertujuan meningkatkan mutu pendidikan sekolah dasar. Ash Institute of Democratic Governance. Bank Dunia (Indonesia). sementara itu komponen model pembelajaran aktif. UNESCO dan Depdiknas pada 1999. Lavy. Stefan Nachuk. Anggota tim peneliti antara lain C.). konsultan (Australia). meningkatnya dukungan terhadap Bupati dari warga yang merasa diuntungkan oleh berlakunya kebijakan-kebijakan tersebut. dan semakin bertambahnya pemikiran yang mendukung reformasi di kalangan para praktisi pendidikan baik pemerintah maupun sekolah. J. Harvard University (U. Beberapa perubahan penting lain menyangkut sikap dan perilaku pihak-pihak yang terkait. kebijakankebijakan ini justru menambah beban biaya.

Pemantauan lebih baik terhadap dampak progam bisa membantu agar instansi ini lebih terlibat. Dukungan finansial UNICEF kepada program ini berakhir pada bulan Desember 2005. Referensi utamanya adalah: Membangun Komunitas Belajar bagi Anak: Meningkatkan Mutu Sekolah Dasar melalui Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Partisipasi Masyarakat (Creating Learning Communities for Children: 54 . Studi kasus ini disusun bersama oleh Stefan Nachuk. Akan tetapi. atau bahwa ujian nasional tidak mencerminkan jenis pengetahuan yang didapat dari PAKEM. Tak satupun dari kedua sekolah ini mengalami peningkatan mutu pada hasil ujian nasional atau tingkat putus sekolah dibandingkan sekolahsekolah sekitar non-PKBA. sehingga tidak adanya peningkatan nilai mungkin disebabkan tidak adanya korelasi antara instrumen yang dipakai PAKEM dan mata pelajaran yang diuji. dan Arya B. para inovator lokal pun tidak ketinggalan turut menyebarluaskan program ini di hampir 30 sekolah tambahan. Dinas Pendidikan Kabupaten. Diperkenalkannya PAKEM di sekolah menengah mungkin penting untuk menjamin kelanjutan dampak positifnya. Satu di antaranya adalah sekolah miskin di pedesaan dan satunya lagi adalah sekolah yang lebih mampu di wilayah perkotaan yang mengadopsi sendiri model PKBA. Di sekolah yang lebih mampu. Studi kasus ini mengkaji dampak PKBA di dua sekolah di Kabupaten Polman. pemda setempat telah memperluas program PKBA di 70 sekolah baru dengan dana sendiri. Bank Dunia (Indonesia). kehadiran murid dan metode pengajaran mengalami peningkatan. dalam rangka kelanjutan institusional. Gaduh. yang dianggap bertangggung jawab atas program namun kurang memberi perhatian serius.pikir kreatif dan daya pikir kritis anak. Bagi orang tua miskin. harus diyakinkan. sikap otokratis kepala sekolah dan sikap pasif anggota Komite Sekolah telah menyebabkan gagalnya pengelolaan MBS. komunikasi informal (lewat program inovatif seperti radio sekolah) sama pentingnya dengan komunikasi formal dalam menentukan keberhasilan. Dukungan masyarakat luas sangat menentukan kelanjutan finansial khususnya pada sekolahsekolah miskin. Provinsi Sulawesi Barat. Para murid dan orang tua menjadi lebih terlibat di sekolah. karena dukungan kepala sekolah dan efektivitas instrumen PAKEM. Pada akhirnya. sehingga kelanjutan jangka panjang program dipertanyakan. Susannah Hopkins Leisher. Bank Dunia (Indonesia) berdasarkan kunjungan lapangan yang dilakukan di Kabupaten Polman pada Bulan Maret 2005. sikap demokratis kepala sekolah terbukti meningkatkan akuntabilitas pengelolaan sekolah. Di kedua sekolah ini. Sejak 2001. model PAKEM secara drastis mengubah metode pengajaran dan meningkatkan partisipasi siswa dan orang tua. konsultan (Australia). sebaliknya di sekolah yang miskin.

dan editorial diberikan oleh Menno Prasad Pradhan dan Sachiko Miyata.Improving Primary Schools through School-Based Management and Community Participation) UNICEF-UNESCO-Pemerintah Indonesia(2000) dan Menciptakan Masyarakat Yang Peduli Pendidikan Anak. Program Kerja Sama Inovasi Internasional Ford Foundation (Brazil). Anggota Tim Peneliti di antaranya adalah Arya B. Bank Dunia (Indonesia). Bank Dunia (Indonesia). UNICEF-UNESCO-Pemerintah Indonesia (2005). Lina Marliani. Harvard University (U. analisis. 55 . dan Luis Fujiwara. Gaduh. konsultan (Indonesia). Dukungan manajemen.A. Bank Dunia (Indonesia) juga Winthrop Carty. Nunik Yunarti dan Maulina Cahyaningrum.S. Ash Institute of Democratic Governance.).

Bank swasta dan public merupakan bank yang paling formal. dan kemampuan untuk membuat investasi yang signifikan dalam technology yang dapat membawa layanan financial lebih dekat kepada klien miskin. Hari ini. LSM raksasa di Bangladesh melayani jutaan pelanggan. Jalan tengah dihuni oleh lembaga-lembaga milik anggota. memiliki organisasi sederhana (jika ada) dan tidak diawasi oleh pihak pemerintah. kompetensi tingkat ritel-lembaga tetap merupakan hambatan utama untuk memperluas jasa finansial untuk sejumlah besar orang miskin. Formalitas mereka tergantung pada kelengkapan struktur organisasi dan tata pemerintahan serta tingkat pengawasan atau pengawasan oleh pemerintah. jaringan dengan tipe penyedia layanan yang berbeda merupakan peningkatan skop pertimbangan bagi perpanjangan akses penawaran. ekonomi mikro telah melibatkan pergerakan yang sangat hebat dari informal menuju kepada pemberi jasa formal Para pakar MFIs telah membuktikan bahwa orangorang miskin dapat “dibankan“.1) Beberapa koperasi besar di Afrika dan di tempat lain diatur beroperasi sebagai lembaga keuangan. meskipun mereka mungkin diatur secara teori (jika tidak praktek). Banyak pelaku pembaharu di Ekonomi Micro. 56 . dan penyedia input pertanian. Harus diingat bahwa tidak semua line up institusi sempurna sepanjang continuum/skala (lihat gambar 3. Misalnya. Potensi pemberian berbagai jasa dari informal ke tingkat formal. pemberi jasa informal tingkat tinggi.BAB III PENYEDIA JASA KEUANGAN MIKRO Dalam suatu sistem finansial yang lengkap. Sayangnya. pedagang. institusi financial nonbank . Lebih-lebih lagi. Tidak ada satu pun jenis pemberi jasa keuangan bisa melakukannya sendiri. dan prosesor. institusi formal secara cepat menarik pelajaran tentang bagaimana melakukan transaksi kecil perbankan. berbagai pemberi jasa diperlukan. Lebih dari 25 tahun. deposito kolektor. organisasi nonpemerintah (LSM). komunitas klub tabungan. berbagai Penyedia Jasa Keuangan diwajibkan untuk memenuhi kebutuhan beragam klien miskin.telah memiliki cabang jaringan yang luas. kurangnya kekuatan. dan lembaga formal adalah cermin citranya. dan beberapa bank pedesaan di negara-negara seperti Filipina dan Ghana yang kecil dan sedikit informal. seperti bank komersial. ada peminjam uang. Pada akhir spektrum informal. distribusi outlets luas seperti Automatic Teller Machine( ATM).

Gambar 3.1 Spektrum dari Penyedia Jasa Keuangan
Teman & Klwrg Informal Lintah ROSCAs darat Kolektor Tabungan Basis-Organisasi CVECAs Lembaga ASCAs FSAs SHGs NGOs NGOs Keuangan Koperasi Lembaga Formal Keuangan NBFIs State-bank pribadi,tms postal bank Bank Desa Bank Khusus MF Penuh- bank Pelayanan Komersial

Pedagang

Dalam bab ini terlihat pandangan dari pemberi jasa financial/ keuangan. Hal itu ditandai dngan pertanyaan berikut : Yang manakah pemberi Jasa Finansial kepada masyarakat miskin dan klien berpendapatan rendah? Apa ciri khas utama mereka, kekuatan dan kelemahan mereka? Bagaimana mereka bekerja secara individu dan sebagai suatu kelompok untuk meraih jumlah besar dari klien miskin? 3.1 Pandangan Penyedia Jasa Keuangan Dalam penelitianya pada layanan Financial formal untuk masyarakat miskin, CGAP

menemukan tip-tip melayani institusi keuangan klien yang berpendapatan rendah dibawah ini : kepemilikan pertanian pribadi, pengembangan dan bank postal. Rendah-modal lokal dan / atau bank pedesaan, dan LKM khusus dari berbagai jenis. Lembaga-lembaga ini hampir memiliki garis bawah ganda karena mereka mengejar finansial maupun tujuan sosial. Khusus MFIs-termasuk LSM, lembaga keuangan non bank (LKNB) bank komersial yang mengkhususkan diri di bidang keuangan mikro, dan program keuangan mikro dalam bank jasa komersial penuh, sekitar 18 persen (lihat gambar 3.2). Keuangan koperasi membentuk lembaga keuangan lain 5 percent. Institusi sosial pemerintahan sendiri termasuk bank tabungan pos, mendominasi pemandangan, dengan sekitar tiga perempat dari rekening. Ketika hanya memperhatikan kredit, Rekening MFIs untuk 33 persen dari pinjaman (57 persen jika tidak termasuk China dan India).

Gambar 3.2 Tabungan dan Pinjaman Aktif Menurut Jenis Kelembagaan
57

Tabungan Aktif Menurut Jenis Kelembagaan

Pinjaman Aktif Menurut Jenis Kelembagaan

MF 1 % I 8
Sumber: Christen, Rosenberg,and Jayadeva, ”Financial Institution with `Double BottomLine`”

Pemberi jasa berbeda di setiap wilayah atau negara. Misalnya, bank dan NBFIs memiliki jangkauan lebih besar di Amerika Latin daripada daerah lainnya; kredit dan tabungan koperasi mendominasi di barat dan tengah Afrika; dan masyarakat (bank terutama bank pedesaan) yang lazim di negara tertentu seperti Ghana, Indonesia, dan Filipina. 3.2 Penyedia Informal

F ac l in n ia C e tiv oop ra

Kebanyakan masyarakat miskin mendapatkan jasa finansial melalui persetujuan informal CGAP.Menariknya , persetujuan informal ini menjalankan bentuk/formula yang sama—dari Meksiko ke Senegal terus ke Bangladesh. Para penyedia layanan Financial informal dapat

dengan teman-teman dan tetangga mereka, bukan melalui institusi formal yang disurvei oleh

R ra B n u l a

dibagikan menjadi 2 katagori: penyedia pribadi, klub kolektif, atau pun asosiasi ( bada beberapa pengecualian, sebagai penyuplai kredit, dan pawnbokering menurut tipenya bisa disuplai oleh perusahan,hal ini akan dibicarakan dibawah ini). Penyedia Informa lIndividu: lintah darat, kolektor tabungan,pemilik rumah gadai, pedagang,

S te Ag u ta / ric rtu processors and input suppliers. Penyuplai informal yang paling umum adalah teman atau lop e t B D v sanakm n a ee P meminjamkank 5 % mengambil keuntungan dari suatu kesempatan, os l B n uangnya untuk ta a s 6 saudara yang
58

tambahan, banyak orang-orang yang membuat mereka lebih hidup, baik sebagai fall-atau part – time basis, dengan menawarkan layanan finansial kepada perorangan dalam komunitas mereka. Barangkali moneylenders yang paling di kenal,Sering membenci memeras masyarakat miskin,moneylenders sebenarnya menawarkan suatu nilai layanan financial di berbagai komunitas. Beberapa alasan yang lebih formal para peminjam dapat belajar banyak dari moneylenders,termasuk pengetahuan mereka tentang kredit pasar, pengembangan hubungan perorangan dengan kliennya, metode –metode yang di uji pada pengujian kapasitas pembayaran dan cirri khas prospektif peminjam, cepat dan praktik produk mudah yang dilaksanakan di lokasi yang tepat, dan meminjam kembali ( repeat lending) kepada mereka yang membayar tepat waktu. Bagaimanapun, moneylenders, bisa menjadi lebih mahal.Sebagai contoh, suatu pinjaman moneylenders standar di Filipina digunakan “ 5/6 pinjaman—dari itu, pada setiap 5 Peso yang dipinjamkan di pagi hari,6 Peso harus dibayar di sorenya. Jumlah ini untuk tingkat bunga harian lebih dari 20%. Deposit kolektor--orang yang mengumpulkan dan menyimpan tabungan,umumnya di komunitas masyarakat,mencakup Asia Selatan dan Afrika Barat.Tempat yang aman untuk menyimpan uang sangat sulit di dapatkan..Mereka tidak hanya sering tidak membayar bunga ,tetapi juga menuntut jasa. Di India, klien-klien bersedia membayar biaya hingga setara dengan 30 persen tingkat suku bunga tahunan bagi seseorang untuk menyimpan uang mereka. Perilaku aneh ini tampaknya disebabkan oleh fakta bahwa tidak ada pilihan baik lainnya untuk menyimpan.Juga,biasanya orang-orang suka menyimpan untuk tujuan yang spesifik, seperti biaya sekolah, dan mengandalkan pada disiplin yang dikenakan oleh kolektor tabungan untuk memastikan mereka dapat memenuhi kewajiban. Pawnbrokering adalah bentuk lain dari pinjaman informal, walaupun di banyak negara praktek ini telah menjadi lebih formal dan diatur. Meminjamkan pemilik rumah gadai berdasarkan jaminan. meskipun tidak seperti pemberi pinjaman lain, mereka menguasai barang milik pinjaman. Pawnbrokering biasanya memerlukan volume tinggi dimuka yang dibuat untuk jangka waktu yang relatif singkat.Memberikan prosesnya, penilaian, diberi pengolahan, penilaian, dan penyimpanan item yang digunakan, biaya transaksi mungkin muncul cukup tinggi sebagai persentase dari jumlah kecil dipinjamkan. biaya ini, Namun, sebagian offset karena si pemilik rumah gadai tidak memberikanl waktu untuk mengevaluasi peminjam atau monitor pinjaman. Khususnya di daerah pedesaan yang bergantung pertanian, pedagang, pengolah, dan
59

pemasok penting (banyak akan berpendapat yang paling penting) adalahsumber kredit bagi petani. Kredit dibangun dalam hubungan diluar bisnis. lender Agribisnis telah melakukan bisnis dengan petani dengan membeli produk mereka untuk pemrosesan atau pemasaran; pemasok input sudah menjual bibit dan pupuk untuk them. Kredit dapat tunai atau dalam bentuk, seperti benih dan pupuk. Klien sering mengembalikan pinjaman dengan menjual hasil panen mereka dengan harga diskon atau memiliki jumlah pinjaman dikurangi dari hasil panen.Kredit mereka dapat digabungkan dengan layanan lainnya, seperti saran dari penjual pupuk tentang bagaimana mengaplikasikan pupuk untuk hasil terbaik. perusahaan agribisnis Pinjaman di Afrika Selatan diperkirakan menyediakan sekitar $ 91.000.000 dalam kredit kepada lebih dari 530.000 rumah tangga pedesaan antara 2001 dan 2003. Empat dari setiap lima penggilingan padi yang disurvei oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) di India menawarkan uang muka untuk Petani untuk menutupi biaya input. Klub: ROSCAs dan ASCAs. Bentuk kolektif pemberi informal termasuk tabungan berputar dan asosiasi kredit (ROSCAs) dan sepupu dekat mereka, mengumpulkan tabungan dan asosiasi kredit (ASCAs). ROSCAs muncul di seluruh dunia yang disebut riang pergi-putaran di Kenya, tandas di Meksiko, bon dana di India, Kibati di Tanzania, dan Esusu di Nigeria. Mereka didefinisikan sebagai asosiasi dari peserta yang memberikan kontribusi rutin ke pemegang uang "sentral". Panci tersebut diberikan, secara keseluruhan atau sebagian, setiap kontributor di rotasi atau dipilih melalui undian. Dana tersebut dikelola. Dana tersebut dikelola oleh anggota sendiri. Sebuah ASCA adalah sama, kecuali bahwa beberapa anggota meminjam dan beberapa tidak dan pot tumbuh dari waktu ke waktu, ROSCAs membubarkan setiap siklus sementara ASCAs bertahan di cyles.Box 3,1 memberikan contoh ROSCAs dan ASCAs di Asia. Dominasi ROSCAs dan ASCAs seluruh dunia cukup menunjukkan bahwa nilai peserta akan manfaatnya. ROSCAs dan ASCAs memiliki banyak keuntungan: bisa efisien dan biaya sedikit untuk menjalankannya, mereka transparan dan mudah bagi anggota untuk anggota, dan risiko penyalahgunaan rendah. Mereka sering bekerja selama beberapa tetap untuk menghindari pembukuan, perselisihan, penipuan, dan ditangkap oleh elit yang kuat. Seorang pakar menyatakan bahwa "ROSCAs cukup bisa mengklaim sebagai intermediasi yang paling efisien instan, tanpa ada perantara, menjadi keseluruhan untuk satu orang. ASCAs berbagi banyak manfaat ROSCAs, dengan fleksibilitas ditambahkan karena mereka menawarkan lebih banyak kesempatan bagi mereka yang ingin meminjam, dapat
60

digunakan untuk tujuan seperti asuransi, dan bisa bertahan lebih lama dari ROSCAs. Tapi karena uang tidak secara bergiliran, ASCAs memerlukan keterampilan manajemen yang lebih untuk menjalankan akan berlangsung dapat menderita lebih penipuan. Dengan penyusunan jasa keuangan informal yang luas tersedia bagi mereka, bagaimana bisa dikatakan bahwa orang miskin tidak memiliki akses terhadap jasa keuangan? masalahnya adalah bahwa layanan ini informal, sementara menarik dan berguna untuk banyak alasan, telah mengakibatkan aspek negatif yang serius. Yang pertama, mereka dapat mahal (terutama dalam hal Pemberi individual seperti rentenir atau pemilik rumah gadai). Kedua, mereka sering kaku(tidak fleksibel).Sebagai contoh , ROSCAs dan ASCAs memerlukan deposito biasa dalam jumlah sama, dan uang individu terikat sampai giliran mereka untuk mengakses dana. Ketiga , ROSCAs bisa sangat beresiko - peserta kehilangan uang ketika seseorang gagal terus berkontribusi setelah mengambil alih awalnya. Sistem ini mungkin juga tidak nyaman jika perlu anggota untuk uang terjadi sebelum (atau sesudah) "giliran mereka". Juga, biaya bisa kurang dari keterbukaan dan sulit dimengerti, seperti yang terjadi di beberapa pedagang ,pertanian atau sistem prosesor kredit. Semua layanan keuangan informal rentan terhadap keruntuhan atau penipuan, di mana orang dapat kehilangan uang mereka, apakah karena korupsi.Kurangnya disiplin, atau guncangan kolektif seperti bencana alam atau panen buruk. Akhirnya, pinjaman dari keluarga dan teman dapat dihubungkan dengan rasa malu atau kehilangan martabat, terutama jika peminjam menjadi tergantung pada orang lain. Box 3.1 Variasi pada tema ROSCA dan ASCA
Lottery ROSCAs : Sebuah tipe ROSCA di DHAKA, Bangladesh, dijalankan oleh pemilik toko kecil. Banyak anggota membayar ketika mereka bisa, sering antara pertemuan, kadangkadang dalam angsuran. Pemilik toko itu menyimpan catatan yang telah dibayar dan menindaklanjuti pembayar yang terlambat. Para manajer menerima tips dari anggota sebagai imbalan untuk pekerjaan ini. Sebuah undian menghindari masalah dari setiap ketidakadilan yang dirasakan agar uang itu didistribusikan. Untuk setiap putaran, nama diambil secara acak. Lotere itu sendiri menghasilkan sejumlah Initial-Invesment ASCA : Di perbukitan utara Filipina, ada ASCAs dimana anggota hanya membuat satu investasi awal, yang sangat kecil. Investasi ini dikumpulkan dan dipinjamkan pada tingkat bunga yang tinggi (hingga 10 sampai 15 persen per bulan) untuk anggota (S) yang sangat membutuhkan uang tunai. Sebagai peminjam mereka mengembalikan pinjaman dengan bunga, dana tersebut tumbuh dengan cepat. Mereka yang memberikan kontribusi investasi awal tetapi mereka tidak meminjam untuk melihat investasi mereka berkembang/tumbuh. 61

000 group empat tahun sebelumnya. sebuah bank yang meluncurkan program puncak hubungan bank-SHG pada tahun 1992. Beberapa ASCAs menutup dan membagikan laba setelah tiga tahun untuk mengurangi risiko.Pada Maret 2004.kegembiraan. Meskipun mereka baru bekerja selama beberapa dekade. akhirnya bisa mendapatkan akses ke pinjaman bank.3 Anggota Basis Organisasi Berkaca pada pekerjaan apa dalam sistem formal.000. Bahkan dalam singkat waktu. seperti LSM dan bank komersial. terutama bagi wanita miskin. jumlah SGHs yang terkait dengan bank adalah sekitar 800. The Poor and Their Money 3. Kemungkinan bank yang paling penting yang terlibat adalah Bank Nasional untuk Pertanian dan Pembangunan Pedesaan (NABARD). group self-help (SHGs) di India telah menarik banyak perhatian selama beberapa tahun terakhir sebagai sumber jasa keuangan pedesaan.000. Anggota-Basis Organisasi biasanya mengandalkan tabungan anggotanya sendiri sebagai sumber utama dana. Di tahun 2003. SHGs berusaha mencoba untuk mencapai yang sangat miskin. saver yang dimasukkan ke dalam 1 $ awal 1 bisa menggandakan modalnya 133 kali.000 rumah tangga -miskin .1 juta SHGs melayani sekitar 16.masyarakat dan bank swasta. berbagai bentuk dasar organisasi keuangan anggota ada di seluruh dunia. Sumber: Rutherford. sebesar 15 persen per bulan. dibandingkan dengan 12. Serikat Kredit atau tabungan dan kredit koperasi adalah lebih formal.000 SHGs pada tahun 2004. Survei menunjukkan bahwa lebih dari setengah anggota SHGs berasal dari kelompok miskin: petani tak bertanah dan petani marjinal. SHGs mulai dengan mengumpulkan tabungan anggota dan. Tujuan NABARD adalah memperlebar akses keuangan kepada 20 juta rumah tangga miskin pada tahun 1998. 62 . dan pada gilirannya membantu membuat proses publik terbuka.000 dibandingkan hanya dengan 300. Untuk hal tersebut Bank India telah meminjamkan hampir 175. Banyak anggota basis organisasi dapat memegang kunci untuk mencapai masyarakat terpencil. Model saat ini SHGs informal link antara 10-20 orang dengan sumber dana. Beberapa tahun terakhir telah terlihat pertumbuhan eksponensial antara SHGs India. menarik kerumunan penonton. program NABARD secara kumulatif dipinjamkan $867.000 di tahun 1999. jika semua berjalan lancar. yang pada gilirannya memberikan pinjaman kepada 1. sedangkan organisasi lain di belakang mereka sebagai promotor.000 untuk 50 bank.

dengan hampir 29 juta anggota di seluruh negara berkembang dan negara transisi (lihat tabel 3. Koperasi finansial ( kadang-kadang disebut para pemberi kredit atau kredit simpanan tabungan )mengambil prinsip dari kepemilikan anggota kepada tingkat formal . seperti di mana mereka bekerja. KSM / SHGs menawarkan persyaratan pinjaman yang paling fleksibel yang belum tentu sesuai dengan arus kas anggota 'atau permintaan produk. dengan tujuan meningkatkan ekuitas dengan mengambil pinjaman dari bank dengan tingkat bunga konvensional. dan sebagian besar tabungan ini adalah wajib dengan permintaan pasar klien miskin untuk instrumen tabungan.Segala janji SHG sangatlah rapuh. lebih dari 3. tinggal.7 juta klien mencapai pada akhir tahun 2004.000 SACCOs memiliki hampir 5 juta anggota dan aset hampir $ 1 miliar. asuransi. Dorongan untuk meminjamkan terlalu banyak atau pertumbuhan terlalu cepat dapat menyebabkan kelompok yang tidak bekerja dalam jangka panjang. 63 . dimana tabungan dan kredit masyarakat (SACCOs) diakui sebagai bagian penting dari sistem keuangan. Sering berbagi beberapa anggota ikatan bersama. giro. beberapa koperasi keuangan telah berevolusi menjadi lebih besar. dan frekuensi pembayaran dapat kaku. KSM / SGHs tidak menangkap sejumlah besar tabungan. dan NGO –NGO telah melakukan promosi untuk memulai pekerjaan melalui dta yang komprehensif yang sulit ditemukan di FSAs. pinjaman. lembaga keuangan yang sukses. Selain itu. atau pergi ke gereja. Di beberapa Negara. merupakan perputarbalikan pada tema berbasis anggota dengan penekanan pada daerah pedesaan terpencil. Star-up biaya organisasi ini telah disubsidi oleh badan bantuan pembangunan international ( sering disebut sebagai donor). Koperasi finansial dimiliki dan dikendalikan oleh anggota mereka dan biasanya nirlaba/nonprofit. Asosiasi Layanan Keuangan(FSAs) dan Tabungan Swakelola dan Bank Kredit di Afrika. Lembaga keuangan koperasi mulai di Eropa hampir 150 tahun yang lalu. Contoh lain yang bagus adalah Kenya. dan gerakan itu telah menyebar di seluruh dunia. Lembaga-lembaga ini menyediakan layanan keuangan: tabungan. FSAs awalnya mengandalkan pembangunan basis modal yang kuat melalui saham anggota. Di Asia Tengah. sebagian besar melalui koperasi kredit. bahkan sedikit kemerosotan dalam pinjaman kualitas kredit portpolio sungguh bisa mempengaruhi ketahanan eksistensi mereka. 72 persen peminjam mikro dan 86 persen dari deposan adalah anggota koperasi kredit.1). dan jasa transfer dana (meskipun yang lebih lemah dan lebih kecil tidak mampu menawarkan transfer) tetapi menghasilkan uang bagi para pemegang saham. Di Afrika barat lebih dari 3.

koperasi keuangan klien setidaknya sama miskin (jika tidak miskin) dibandingkan dengan yang lain. Di koperasi keuangan yang.8 4 5 8 6 8 7 . dan kadang-kadang.6 9 . dan keuangan koperasi kembali beberapa produktif yang melebihi biaya operasional kepada anggotanya.1 2 8 2 3 1 .org Sebagaimana tabel 3.9 8 0 4 1 7 .0 5 2 .6 6 . penurunan tingkat kredit. BOX 3. koperasi kredit berperan besar dalam pembangunan daerah pedesaan (walaupun mereka lebih besar di daerah perkotaan).8 6 .credit unions/ serikat kredit.7 6 1 5 . Manfaat ini datang dalam bentuk dividen saham anggota.6 1 3 1 1 .7 5 4 8 . menunjukkan koperasi keuangan relatif kecil tabungan saldo ratarata pinjaman per anggota.3 3 4 0 3 3 . Namun.5 9 4 6 P ja a in m n (ju a $ ta n ) 85 2 1 5 .2 0 Sumber: Dewan Dunia Laporan Statistik Credit Union's. Ada beberapa bukti bahwa di beberapa negara.3 1 1 .8 2 1 . Manajemen sukarela. kurang profesional dan dapat menimbulkan resiko bagi kesehatan keuangan koperasi. dan survei 2001 menunjukkan bahwa 24 koperasi memiliki 41.5 3 .1 ng n si a erkem bangdan T nsisi ra R ta a a -r ta Tb na / a u gn A g o ($ n g ta ) 1 2 . terutama di kota-kota dan desa-desa terpencil. atau baru dan pelayanan yang lebih baik.8 1 21 6 83 4 43 3 81 5 R ta a a -r ta P ja a / in m n A g o ($ n g ta ) 17 3 21 3 80 1 32 7 41 7 Kp rs o eai Kuna e a gn Asia Afrika Am erikaL tin a da Ka n ribia E ropaT ur im da NIS n TTL OA A go n g ta Tb na a u gn (ju a $ ta n ) 1 . mereka mencapai area terpencil yang tidak terlayani oleh bank. menurut definisi.(seperti yang dilakukan oleh bank).2 Faktor-faktor penentu kelembagaan outreach kemiskinan di keuangan mikro.1. misalnya.2).0 5 6 1 .1 3 0 7 1 7 .0 0 2 7 5 7 6 . yang sering dipakai adalah manajemen sukarela.6 2 . Di Filipina. Apakah koperasi keuangan dan atau bank-bank pedalaman bisa menarik orang – 64 . Keuangan koperasi berpotensi mencapai orang-orang miskin.6 5 1 2 . MFIs yang lebih khusus (lihat kotak 3. Kepemimpinan diambil dari anggota sendiri. T B L3 Keua a Kopera di Neg raB A E . tidak jelas berapa banyak klien koperasi keuangan yang benar-benar miskin.248 nasabah dengan rata-rata saldo pinjaman yang beredar masing-masing hanya $ 98.5 5 2 .woccu.1 3 2 6 . peningkatan bunga tabungan. setiap anggota memiliki satu suara: kekuasaan tidak didistribusikan sesuai dengan proporsi saham yang dimiliki.6 8 9 7 . karena mereka menarik dari sebuah dasar yang luas anggota. dalam koperasi-koperasi kecil.2003 www.

mereka benar-benar mencapai angka besar klien miskin. diikuti oleh jaringan microbank diatur dan tabungan pedesaan dan bank.orang miskin sebagaimana dicapai khusus oleh NGO-MFls?.Banyak dari bank pedesaan yang terletak di bagian utara.spesialis senior microfinanace Dua syarat utama harus dipenuhi untuk koperasi keuangan yang akan sukses: (1) jumlah peserta harus cukup kecil sehingga mereka dapat memantau satu sama lain dengan mudah (atau sistem serupa dengan yang ditemukan dalam lembaga keuangan formal harus diberlakukan untuk melindungi deposan). koperasi keuangan. tetapi cukup besar untuk menjamin bahwa (2) satu kelompok peminjam bersih tidak mendominasi.dalam kemitraan dengan orang lain. dan karena itu dipilih klien yang lebih miskin dari koperasi klien yang lain. LKM seperti Agence de Kredit pouyr I'Enterprese Privee (Acep). mencapai proporsi terbesar dari orang miskin di antara klien. Dua-pertiga dari klien termasuk di antara yang termiskin ketiga dari populasi . CGAP digunakan alat penilaian Maryland bahwa kemiskinan untuk menguji pertanyaan di Senegal dan Ghana. (PAMECAS) berbagai server luar negeri klien.Bagi bank. faktor yang paling penting tampaknya di mana mereka menempatkan kantor cabang. dibandingkan dengan 16 persen dari LSM-LKM clients.. auxMUTuelles . Di Peru. Penelitian institusional tidak menunjukkan selalu kebijaksanaan konvensional adalah salahmempengaruhi tingkat kemiskinan klien. serbaguna. Sebuah koperasi bisa menjadi tidak stabil jika kondisi ini tidak 65 . koperasi dan saling Solusi (CMS). ditemukan penelitian koperasi FEAGIE-PECHE.Tambahan. dan sebuah LSM. Universitas melakukan penelitian serupa di Peru. Pusat Reformasi Kelembagaan dan Sektor Informal (IRIS) di Universitas Maryland yang disurvei klien dari enam kelompok yang berbeda and kontrol lembaga keuangan dan menemukan bahwa penjangkauan kemiskinan terdalam.. Di bahwa Senegal. analisis didakwa bahwa bank-bank pedesaan memiliki kedalaman saringan jangkauan dari NGOs Duapuluhenam persen dari nasabah bank pedesaan antara 20 persen penduduk termiskin dari Ghana. dan di mana LSM pada umumnya tidak ada. dan Program D'Appul Sumber: Interview Email dgn Syed Hasyemi. penempatan cabang lebih penting daripada bentuk kelembagaan. di mana kemiskinan yang paling nampak. Di Ghana. FEAGIE-PECHE mencari keanggotaan dari komunitas nelayan pedesaan. tetapi karena mereka begitu besar.

Entitas ini biasanya tidak memiliki ketrampilan yang diperlukan. peminjam seringkali "menang" karena mereka sering lebih berpengaruh dan kaya. pemerintah yang berwewenang mengawasi koperasi dari segala jenis . ketika konflik struktural muncul antara peminjam (yang lebih memilih tingkat suku bunga rendah dan tekanan rendah deposan pembayaran)) dan bersih ( yang ingin suku bunga tinggi dan investasi konservatif deposito mereka). terutamapersoalan miskin. yang mengarah ke pinjaman berisiko yang menempatkan simpanan anggota dalam bahaya. Di sejumlah negara. sebuah undang-undang baru dalam pengawasan delegasi Meksiko dalam koperasi keuangan untuk federasi. dan kurangnya pengawasan keuangan umumnya rentan meninggalkan keselamatan dan kesehatan organisasiorganisasi ini. 3. tetapi di bagian lain tidak. Riset kelompok terarah terbaru mengungkapkan bahwa hampir semua klien tabungan di sektor formal dilaporkan hilang. otoritas perbankan mengawasi koperasi.Sebaliknya. Di sisi lain.4 Nongovermental Organization/NGO NGOs muncul untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh kegagalan bank untuk melayani masyarakat miskin secara efektif dan telah menjadi pelopor sejati keuangan mikro dunia. Kelemahan lain datang dari potensi konflik antara anggota dewan terpilih yang disewa manajemen relawan dan profesional dengan pelatihan teknis dan latar belakang.bukan hanya koperasi keuangan -tetapi juga supervisi koperasi keuangan.berlaku. Di banyak negara. LSM telah melakukan pekerjaan mereka dengan komitmen meningkat kesinambungan keuangan. seperti dari West Moneter Uni Afrika. beberapa bukti kualitatif dari Uganda menunjukkan bahwa orang miskin cenderung kehilangan tabungan mereka di un-atau di bawah lembaga anggota berbasis daripada dalam mekanisme informal tabungan. jika manajemen tidak cukup dipantau. Suatu tantangan bagi potensi masa depan yang dimiliki lembaga anggota yang bermacam ragam adalah kebutuhan untuk meningkatkan pengawasan mereka. Meskipun jumlah 66 ketika menangani tabungan mayrarakat kurang mampu/ . maka risiko penipuan dan salah urus high. Sebagai contoh. Sebagai lembaga keuangan lainnya. Sejak pertengahan tahun 1980-an keluar untuk mengisi kekosongan yang ditinggal oleh kegagalan bank untuk melayani orang miskin secara efektif dan telah menjadi pelopor sebenarnya dari World. kerugian yang dilaporkan oleh hanya sebagian kecil dari orang-yang menyimpan di lembaga-lembaga keuangan formal dan lembaga semiformal (termasuk Credit Union).Sejak keuangan mikro pertengahan 1980-an. Juga berbahaya lainnya adalah.

sering disebut sebagai mencari keberlanjutan. 10 tahun terakhir menunjukkan dua (agak berlawanan) tren di kalangan LSM keuangan mikro: komersialisasi dan mendorong perbatasan kemiskinan. LSM bisa benarbenar asli atau berafiliasi dengan jaringan internasional.6 juta orang yang mengejutkan. Beberapa LSM mendedikasikan diri sepenuhnya atau sebagian besar keuangan mikro. sementara yang lain menawarkan keuangan mikro di samping layanan lainnya. mereka sering tergantung donor. khususnya yang lebih kecil. data dari Pasar MIX menunjukkan bahwa lembaga-lembaga yang berkelanjutan (yang menutupi biaya mereka melalui pendapatan) mencapai angka yang jauh lebih besar daripada yang tidak berkelanjutan. 146 LSM Dari data laporan untuk tahun 2003 ini database (53 persen) yang berkelanjutan. Struktur pemerintahan mereka tidak cocok untuk tanggung jawab fidusia bantalan. karena banyak yang diluncurkan dengan dana donor. fungsi ini terbatas untuk bank dan perantara lain diawasi oleh otoritas perbankan. ASA. Sebagai contoh.yang pasti dari LSM tidak diketahui. LSM tidak bisa biasanya memobilisasi tabungan secara hukum. yang memiliki klien gabungan dari 5. Dasar pemikiran untuk pendekatan ini. Meskipun LSM telah jelas memimpin jalan dalam pengembangan keuangan mikro.000 MFIs (yang kebanyakan LSM) yang disediakan layanan keuangan untuk lebih dari 80 juta clients. Namun ada LSM yang lebih kecil lainnya di seluruh dunia. Barangkali LSM nasional yang paling terkenal termasuk Komite Kemajuan Pedesaan (BRAC) Bangladesh. adalah menjadi independen dari pembiayaan donor tidak terduga dan tekan komersial sumber pendanaan untuk bahan bakar pertumbuhan dan menjangkau lebih banyak orang miskin. memulai dan mendukung LSM di seluruh wilayah dunia. 000. tetapi 67 . 9. dan PROSHIKA di Bangladesh. tingkat pertumbuhan rata jumlah peminjam antar lembaga pelaporan ke Microcredit Summit sama dengan sekitar 15 persen per tahun 1999-2003. kredit Mikro Summit Dewan telah mengumpulkan informasi mengenai sekitar 3. Berbagai layanan finansial yang mereka tawarkan dibatasi. Bahkan. karena anggota dewan tidak mewakili pemegang saham atau anggota-pemilik dengan uang yang dipertaruhkan. mereka menghadapi sejumlah kendala dan sebagian besar tidak tumbuh kuat hasilnya. Taksiran dari LSM di seluruh dunia yang menawarkan jasa keuangan sampai mencapai. Jaringan Internasional telah memainkan peran penting dalam penyebaran keuangan mikro. Beberapa LSM terkemuka semakin berperilaku dengan cara "komersial".

Pada 2004. Dalam keuangan mikro. Pada akhir tahun itu. Emanuel Vincent Burgi. Untuk LSM serbaguna penawaran array (sering disebut motivas sosial ) jasa. khususnya di beberapa negara Amerika Latin (Bolivia. Fie akhirnya membentuk FFP (FFP-Fie) pada tahun 1998. atau Private Keuangan Dana). Hivos Triodos-Fonds. walaupun mahal. Peru).lembaga-lembaga berkelanjutan mencapai lebih dari 90 persen dari total melaporkan jumlah klien. Eropa Timur. Fie LSM yang diselenggarakan di bawah setengah dari saham. itu mungkin berarti professionalizing kegiatan keuangan mikro dan memisahkan mereka secara operasional dan finansial dari layanan lain yang ditawarkan. Enam tahun kemudian. komersialisasi mungkin memerlukan transformasi menjadi perantara keuangan berlisensi (lihat kotak 3. 121 penabung. struktur hukum untuk formalisasi keuangan mikro. Bolivia. Fie dianggap menjadi sebuah entitas keuangan formal awal dalam sejarah dan diberi jalur ketika pemerintah Bolivia menciptakan .040 peminjam aktif. dan 68 meningkatkan jumlah klien mereka dapat dicapai secara permanen. lembaga-lembaga akses dan mereka pada untuk terhadap akhirnya menyediakan layanan yang lebih baik.000 tabungan dengan lebih dari $ 60 juta dalam aset. Kenya. proses transformasi memungkinkan meningkatkan pembiayaan. OIKO-KREDIT.3). Kotak 3.3 Pengalaman Dengan Perubahan LSM Beberapa LSM telah ditransfer ke lembaga keuangan formal. Fie aplikasi pertama pada tahun 1995 ditolak. Setelah tiga tahun lagi persiapan. Untuk sebuah LSM khusus. Tapi komersialisasi memiliki arti yang berbeda untuk berbagai LSM. dan hampir 31. sebagian karena peran dominan LSM ingin bermain dalam kepemilikan badan keuangan baru. FFP telah mengalami 20. pemegang saham utama lainnya termasuk Andean Development Corporation (CAF). Kesuksesan komersialisasi NGO menunjukkan kepada lembaga keuangan mikro formal yang merupakan bisnis yang baik dan menguntungkan.000 peminjam aktif. yang disebut Fondos Financieros Privados (FFPs. Pengalaman sejauh ini adalah bahwa. Fie hampir 45. Fondo para el Financiero Privado Fomento sebuah Economicas Iniciativas (FFP-FIE) merupakan lembaga keuangan bukan bank yang dimulai sebagai sebuah LSM pada tahun 1984 di La Paz. dan sekarang Uganda. istilah "transformasi" merujuk pada proses dimana organisasi nirlaba atau LSM menjadi lembaga keuangan diatur. dan total aset lebih dari $ 17 juta. Proses aplikasi itu panjang dan sulit.

Pada tahun 2003. Perhatian ini adalah untuk mengubah MFI. suatu proporsi klien yang lebih besar adalah peminjam yang berulang-ulang ( sebagai lawan pertama kali peminjam yang secara khas mempunyai pinjaman lebih kecil). sebuah organisasi nirlaba/nonprofit yang berbasis. Dalam kasus 69 . Pemegang saham minoritas termasuk Rabo Investment Advisory Services (bagian dari Rabo Bank Group) dan Belanda. Dari waktu ke waktu. OBM menutupi biaya dan melaporkan 5. klien akan lebih kaya dengan mengambil pinjaman di luar yang lebih besar dan membuat deposito yang lebih besar. Inggris.Swiss Development Corporation. sumber daya manusia. memiliki 75 persen saham biasa dan 100 persen saham pilihan. tetapi bukan berarti bahwa klien lebih miskin tidak dilayani. mempekerjakan staf tambahan. Profitabilitas adalah suatu sasaran kunci untuk lembaga keuangan manapun yang diizinkan. Peristiwa ini akan meningkatkan rata-rata ukuran pinjaman sekalipun ada tentu saja sungguh tidak ada perubahan dalam strategi MFI untuk mencapai suatu tingkatan kemiskinan tertentu antar para pelanggan/nasabahnya. pernyataan menyatakan bahwa satu-satunya cara untuk bertindak dengan microfinance adalah dengan suatu basis menguntungkan untuk memusatkan pada suatu jangkauan. Bank memiliki 13 sharesholders total saham biasa. Kecenderungan kearah commercialisasi telah menarik perhatian tentang" misi mengapung" atau kecenderungan tentang terus meningkatnya komersil NGO untuk kehidupan para pelanggan/nasabah yang Beberapa lemah / miskin. Pinjaman yang ukurannya lebih besar mungkin juga berarti bahwa klien sedang meningkatkan kapasitas mereka untuk berhutang. operasi perbankan. Hal ini juga terjadi biaya dalam merenovasi kantor pusat dan kantor cabang. ini bisa dilihat pada suatu tanda bahwa klien yang lebih kaya yang lebih dilayani. dan menerapkan prosedur baru. dan personal dari AS. dengan tujuan untuk berubah menjadi bank komersial dari awal. OBM adalah bank berlisensi. Peluang International. Dalam beberapa hal. dan mobilisasi deposito. Pada perrtengahan -2002.700 klien dengan sebuah portofolio yang beredar hampir $ 17 juta. Hal itu membuat investasi besar dalam sistem komputer. memasang kubah dan peralatan keamanan. rata-rata ukuran pinjaman meningkat ketika MFI mendewasakan dan menjadi yang lebih komersil. Peluang Bank Montenegro (OBM) dimulai sebagai sebuah LSM pada 1999. Bukti pada misi mengapung nampak dicampur.

Dengan tidak sengaja. Analisa data dari suatu pasar campuran terakhir tidak temukan hubungan penting antara profitabilita dan ukuran pinjaman. apa yang dikenal sebagai institusi akhir yang rendah ke luar melakukan keseluruhan contoh institusi yang melaporkan kepada bulletin.lain. hasil ini nampak jelas nyata. Sebagai contoh. Ini menyatakan bahwa institusi dengan ukuran pinjaman lebih besar tidaklah perlu lebih menguntungkan. dari 139 ke 231 institusi yang melaporkan data untuk tahun 2003 kepada Microbanking menguntungkan ( bahkan setelah menyesuaikan untuk tunjangan para dermawan). Bagaimanapun. seperti halnya kelompok yang meminjamkan model. 41 target itu merupakan klien yang termiskin yang merata-ratakan profitabilitas lebih baik dibandingkan tahun 139 institusi yang menguntungkan dikombinasikan. seperti kartu bank di negara Pilipina. Kecenderungan ini mendorong perbatasan kemiskinan tidak perlu bertentangan dengan commercialisasi dan ketahanan. rata-rata ukuran pinjaman masih sangat kecil. banyak orang yang lain mendorong untuk menjangkau klien yang lebih remote atau lebih miskin. Minjamkan pada kartu sudah tinggal di bawah 20 persen menyangkut pendapatan negara gross ( GNI ) per kapita di negara Pilipina di beberapa tahun yang lalu. Itu semua 139. 70 .resiko menggolongkan seperti keluarga-keluarga yang menderita HIV / AIDS. bahkan selagi institusi tinggal menguntungkan dan mengubah bentuk ke dalam suatu bank. institusi 41 itu juga menjangkau lebih dari tiga kali lebih klien dibandingkan institusi yang bisa menopang keuangan yang lain. Data ini mempertunjukkan bahwa mungkin untuk menjangkau orang-orang yang sangat miskin secara menguntungkan.atau sedikitnya melayani orang-orang yang sangat miskin itu tidaklah perlu lebih sedikit menguntungkan dibanding melayani semakin sedikitnya orang miskin. beberapa institusi mencapai kedua-duanya. tinggi. Dengan kata lain. Banyak( tetapi tidak semua) NGO bahwa target klien lebih miskin membahas organisasi informal atau semi-formal member-based. tetapi mungkin mengambil lebih panjang untuk menutup biaya-biaya dan menjadi bisa menopang ketika bekerjasama dengan klien seperti ini. Ketika beberapa microfinance NGO tengah memperdagangkan. Pertanyaan misi mengapung secara langsung pada debat panas antar microfinance NGO yang lain adalah: apakah MFI dapat benar-benar menjangkau orang-orang yang sangat lemah dan menguntungkan. yang mana akan nampak seperti yang lebih murah. atau orang-orang yang dipindahkan oleh konflik atau bencana alam..klien lebih kaya mengambil pinjaman lebih besar dan membuat yang lebih besar dan lebih sedikit transaksi. perdagangan bata di mulai antara dua sasaran.

termasuk membantu ke arah rekening tabungan di bank individu terbuka pada bank lokal untuk mengatur pengintegrasian kembali dana yang mereka terima dari pemerintah atas pelepasan mereka.jenis membentak selatan Negeri Nepal. Afrika. MMD Peduli telah merancang bahwa pada tahun 2003.800 bank desa / kampong. pinjaman Ukuran terbentang dari $ 50 untuk $ 500. suatu internasional NGO yang mengkhususkan kapasitas yang membangun untuk organisasi lokal. Finca melayani lebih dari 50. FINCA jaringan mempunyai 15 gabungan dalam 14 negara-negara di Americas. Di tahun 2003. uang tabungan yang kolektif mereka diperkirakan pada hampir $ 4 juta. yang mana bekerja sama dengan 10-50 tetangga yang membentuk suatu kelompok yang memutuskan untuk mengambil pinjaman di luar dan untuk berapa banyak. Belakangan ini ke dua program berfungsi banyak seperti SHG dan berdampingan dengan sistem yang lebih informal. Alternativ solidaria (Alsol) di Mexico membentuk suatu persekutuan dengan Zurich Internasional untuk menawarkan Asuransi Micro untuk klien yang peka di Chiapas untuk meliput kebaktian pemakaman yang tercinta di daerah violence-ravaged ini. Sebagai contoh. melalui suatu program pilot yang dihubungkan ke suatu MFI lokal. Fakta.6 juta microfinance klien dilayani oleh NGO 71 di Niger mengakses suatu sistem kredit dan penyelamatan / tabungan yang permanen yang didasarkan pada organisasi masyarakat mereka . CGAP Pro. telah membongkar sejumlah NGO dilibatkan dalam mencapai klien yang lebih remote dan lebih miskin. Dengan kecenderungan commercialisasi yang kembar dan mendorong perbatasan kemiskinan. mereka menawarkan 70.Contoh meliputi Yayasan / Pondasi untuk program Internasional MMD ( Mata Masu Dubara. Di luar nomor jumlah melayani. pertanyaan yang ditanya hari ini sebagai berikut : apa yang persisnya menjadi peran kedua-duanya internasional dan NGO domestik dalam bangunan sistem keuangan inclusif? Dapatkah mereka digunakan untuk menaikkan angka-angka klien mencapai. suatu kompetisi antar MFI lebih muda dan lebih kecil. dan Asia. Internasional Keadilan Misi( IJM) membantu pekerja terikat terdahulu di India acess jasa keuangan. telah mengembang.kan suatu perbankan desa / kampung.000 wanita-wanita miskin sendiri. FINCA menjadi pelopor dari metode perbankan desa / kampung microcredit. seperti di kasus Banglades. Mulai dari tahun 2003.000 peminjam melalui lebih dari 1. dimana 60 persen menyangkut 24. Wanita-Wanita senantiasa bergerak). kuasa dari FINCA desa / kampung model perbankan adalah bahwa banyak yang lain yang sudah mengcopy dan beradaptasi dengan itu.miskin Inovasi Tantangan.

kemampuan untuk menawarkan bidang jasa.keuangan?. Dari membiayai atau memasuki kerja sama strategis dengan MFI ada untuk mengarahkan ketetapan jasa keuangan kepada lembaga keuangan yang miskin. seluruh keberadaan microfinance berhutang kepada keengganan atau ketidak-mampuan bank yang bersejarah dan lembaga keuangan formal lain untuk melayani yang lemah / miskin. mencakup NGO. Riset dan pengembangan ini Fungsi tidak mungkin yang menarik atau mungkin untuk micro-level organisasi lain. yang formal dengan cepat mengalami keributan.menjadi dengan mudah diperdaya? Ada bukan banyak persetujuan di dalam microfinance masyarakat tentang jawaban atas pertanyaan ini dan masa depan peran NGO sebagai penyedia jasa . NGO mempunyai suatu strategi keuntungan di sedikitnya jalan dua arah: untuk temukan solusi inovatif untuk mencapai kelompok yang peka dan miskin dan menghubungkan inovasi ini ke sumber pembiayaan yang komersil untuk menjangkau skala lebih besar. mencakup uang tabungan dan perpindahan. memegang / menjaga potensi mahabesar untuk pembuatan sistem keuangan yang sungguhsungguh inclusif. Lembaga keuangan formal dapat menggunakan kekuatan ini untuk menjangkau angka-angka yang raksasa dari orang-orang miskin. itu nampak jelas bersih dengan lebih dari 20 tahun pengalaman dan suatu misi kuat untuk melayani yang miskin. tetapi mereka dibahas 72 . Tetapi institusi keuangan formal terutama bank dengan beberapa sosial misi. ketergantungan penderma) yang terlalu berat / penting untuk. karena mereka dicatatkan. dan diatur oleh kesatuan pemerintah. Bagaimanapun. keduaduanya pada mereka sendiri dan di dalam persekutuan dengan penyedia jasa/layanan keuangan lain. dan dana untuk menanam modal dalam kecakapan teknis dan sistem. 3. Mereka sering mempunyai jaringan cabang lebar / luas. diizinkan. CGAP riset mengenali 225 lembaga keuangan formal dilibatkan dalam microfinance di beberapa cara. Mereka meliputi kedua-duanya bank niaga pribadi dan bank kesatuan pemerintah. layanan keuangan.5 Lembaga Keuangan Formal Di suatu luas besar. Bagaimanapun. Bahwa koperasi keuangan adalah juga formal.Karena menurut hokum mereka tidaklah diijinkan untuk mengerahkan penyelamatan / tabungan dan NGO pernah menawarkan variasi jasa yang dituntut oleh klien miskin? Menjadi batasan untuk mengelupas (penguasaan. dengan banyak variasi di dalam masing-masing kategori. lembaga keuangan formal bukanlah semua memotong dari kain yang sama.

mereka menjadi satu-satunya pilihan formal tersedia untuk orang-orang miskin ( dan semua orang selain itu).  Berhubungan dengan pos Jaringan menyediakan suatu sumber uang tabungan yang berharga dan jasa perpindahan untuk jutaan. sedikit bank pemerintah yang pertama.200 saluran. agrikultur. Sialnya. Suatu CGAP survei menemukan lebih dari 400 juta rekening tabungan di bank ini. banyaknya rekening tabungan yang sama atau melebihi banyaknya rekening tabungan di bank dalam semua kombinasi bank lain . Di timur tengah dan Afrika Utara. suatu warisan dari pinjaman diberi subsidi sering yang ditangkap oleh pilihan. ketika hak/ kebenaran kondisi-kondisi pegangan. antar pegawai negeri dan pensiunan. Pemerintah. yang berhubungan dengan pos bank melayani lebih dari 25 juta orang-orang dan memainkan suatu peran penting dalam mengakses perkembangan jasa di area pedesaan. BRI adalah suatu pemerintah. yang tak terukur ini" yang sedang tidur raksasa ( sleeping giants " bisa main suatu peran besar dalam menaikkan jasa keuangan untuk yang lemah/miskin. dan suatu ketiadaan kemampuan reaksi kepada permintaan dari klien miskin.menilai institusi. Salah satu bank yang pertama untuk mengenali potensi ttg klien lemah/miskin. dan yang berhubungan dengan pos bank.MFI di dunia.pengembangan yang dimiliki. Bagaimanapun. Mereka kurang serius.di bawah " institusi member-owned". dengan nya menciptakan 115 cabang pedesaan pada tahun 1997 dalam suatu putaran.  Nasional MIROFINANCE Bank( NMB ) Tanzania.dan salah satu Bank terbaik. Dalam beberapa negara-negara seperti Benin dan Kenya. beberapa sering kali perkecualian terkemuka berharap bahwa. sebagai contoh. Hari ini. dominasi politik.melakukan. terutama di area pedesaan. sering dalam masyarakat pedesaan. Di sini adalah beberapa contoh:  Rakyat Indonesia( BRI) microbanking menjadi yang paling besar. uang tabungan. Bank umum sering mempunyai sejumlah besar penghemat dan infrastruktur cabang luas. melayani lebih dari 30 juta penghemat dan 3 juta peminjam dari 4.bank yang dimiliki.mulai asset menyangkut yang dinyatakan73 . Pemerintahbank yang dimiliki adalah sering ditemukan dengan sasaran hasil pengembangan atau sosial di pikiran dan dalam banyak kesempatan mempunyai beberapa perintah untuk melayani yang tidak ditimbun dan yang miskin. ketergantungan pada tunjangan besar. di masa l 20 tahun yang lalu telah consisten mengoperasikan jasa microbanking nya pada suatu basis menguntungkan. Dalam banyak kesempatan. koleksi pinjaman lemah.

Mulai dari Pebruari 2004. seluruh jaringan nya 379 cabang yang paling besar di dalam negeri. Tiga yang pertama kategori lembaga keuangan jadilah lebih mungkin untuk lihat klien lemah/miskin sebagai pasar kunci. NBFI dapat juga mengkhususkan di microfinance. dan bank pedesaan kerjasama convering lebih dari 85 persen menyangkut kota besar dan kotamadya dari Pilipina. menyewa perusahaan. NBFI meliputi pemilik dana hipotik.00 peminjam wanita-wanita lemah / miskin dan lebih dari $ 134 juta dalam asset mulai dari akhir 74 . Pedesaan Atau bank masyarakat sudah muncul di negara-negara spesifik seperti Ghana. dan penuh. Empat macam lembaga keuangan pribadi adalah atau dapat dilibatkan dalam microfinance: masyarakat kecil atau bank pedesaan. Indonesia.bank niaga [jasa.000 pinjaman terkemuka. NMB mempunyai lebih dari 1 juta penyimpan dan 145. sebagai contoh. Adalah menjadi penyedia jasa keuangan pedesaan yang utama di dalam negeri. Bank pribadi niaga dan NBFI.  Bank pertanian Mongolia( Ag Bank) pergi dari dalam penguasaan kurator pada tahun 1999 bagi suatu bank pemerintah yang privatized hari ini. Negara Pilipina mempunyai kedua-duanya bank pedesaan. Tanzania.00 microloans. dan lainnya.melayani bank dengan microfinance sebagai jalur usaha. NBFI mengkhususkan microfinance bank.650 tukang pakaian pinjaman. Kedua-Duanya diubah dari MICROFINANCE NGO ke dalam NBFI.000 peminjam. Nigeria.layanan] telah menjadi lebih lambat untuk merealisir / menyadari potensi tentang klien miskin.000 rekening deposito dan 128. pedesaan dan bank masyarakat dimiliki oleh anggota masyarakat melalui pembelian saham Di tahun 2001. kredit konsumen perusahaan. ada 115 pedesaan dan bank masyarakat dengan lebih dari 1. Mulai dari Desember 2004. Sebagian dari para aktor ini sudah menunjukkan suatu minat dalam microfinance pasar. dan kedua-duanya adalah yang] sangat sukses. negara Pilipina.2 juta penyimpan dan 150. perusahaan asuransi paling akhir( lihat kotak 3. perusahaan asuransi. dan tertentu jenis MFI dipersembahkan. menawarkan deposito dan produk pinjaman sepanjang . Di Ghana. yang mana dimiliki dan diorganisir oleh individu tinggal di masyarakat ditentukan. meliputi lima institusi dengan lebih dari 250. Ag Bank mempunyai di sekitar 377. Compartamos menjadi MFI yang dipersembahkan yang paling besar di Amerika Latin. Contoh lain meliputi Compartamos di Mexico dan India. Penuh.4). Pribadi Dana Keuangan di Bolivia. dengan arround 310.Bank nasional Perdagangan yang dimiliki.

2004. perkumpulan pelayatan) dan banyak tipe lembaga lainnya.asuransi professional.seperti Self-Employed Women`s penyedia asuransi kekayaan dan kesehatan 75 .2004.MFIs dapat juga bergabung dengan usaha-usaha asuransi formal dan dua resiko Association sahamdan (SEWA) bank manajemen.seperti UMASIDA di Tanzania. Saham adalah satu MFI yang semakin terkemuka di India.00 klien dan lebih dari $ 16 juta di dalam asset di pertengahan. jadi merekadapat lebih banyak memainkan peran aktif. bukan saham maupun compartamos dapat mengerahkan uang tabungan. Sebagai contoh. Beberapa MFIs mengakui kekurangan mereka dalam pengalaman dan keahlian dan bekerja samadengan sebagai firma penyedia contoh. asuransi bentuknya AIG.4 Penyedia Asuransi Mikro Asuransi bagi orang miskin masih jarang. dan oleh koperasi pengansuransian kesehatan.perkumpulan tradisional (sbg contoh. Sedikitnya. Untuk contoh. Bagian. diUganda. Dari suatu sah / tentang undang-undang dan perspektif pengatur. Equirdad (Columbia) relevan Life di kekayaan miskin.htm#Q3. itu adalah sering lebih mudah untuk sampai kepada suatu lisensi beroperasi sebagai suatu NBFI biasanya terbatas peraturan daerah di sekitar jasa yang mereka dapat tawarkan. sehat. Kasus La lain. MFIs memiliki jaringan luas dan mulai menawarkan pelayanan keuangan untuk klien miskin. Sumber: www. dan firma pelayanan keuan gan.lembaga secara langsung.Pertanian MFIs. tetepi masihditawarkan formal.asuransi dapat menyediakan menharapkan bagi klien untuk Bangladesh pelayanan secara langsung. dimana pemegang polis asuransi pribadi dan program asuransisecara langsung biasanya digunakan diasuransi kesehatan. sebagai FINCA dengan Internasioanl asuransi Delta mengharapkan asuransi hidup internasional luas. dan wawancara dengan Michael McCord. dengan hampir 300.micofinancegateway.dan keduanya. di India.org/microsurance/fag. Contoh asuransi basis komunitas. Kotak 3.

menabung untuk pengembalian akhir mereka. Pada 2003. Mungkin dimensi paling menarik dari microfinance dalam bagian yang relative baru adalah lancarnya pertumbuhan dan focus pada kelangsungan hidup komersial dari awal. menjelaskan begitu khususnya spesialisasi bank microfinance yng menjelaskan penampilan luar bank komersial umum di Negara mereka.3.1%. telah melangkah kedalam sebuah pasar dengan potensial tinggi: orang Ekuador tinggal di Spanyol dan diItali yang ingin mengirimkan uang tunai kepada anggota keluarga.3% pengembalian asset. Bank komersial yang relative pendatang baru dalam memberikan pelayanan . negaraku. dan membeli rumah ditempat asalnya. Pada 2005. Perbandingan terbaru dari lisensi MFIs (termasuk kedua NBFIs dan bank) ke bank komersial kedalam pengembangan Negara. Bank-bank Bolivia. Pada 1992. kredit micro NGO PRODEM bergabung dengan ACCION Internasional. Bank komesrial privat pertama didunia yang didedikasikan untuk microfinance secara eksklusif. NBFI microfinance dan bank rata-rata mendapat 3. yang pendirinya lebih mendapatkan keuntungan dari pada sebelumnya. Tidak mengejutkan. BancoSol sekarang meraih lebih dari 4700 klien dan menyisakan sebuah pemimpin pasar di Bolivia. Banco Solidario sebuah bank microfinance khusus di Ekuador. ada 15 bank microfinance yang melayani 19000 peminjam. dengan bank KMB dirusia dan bank procredit di Georgia telah menyediakan peminjam dengan jumlah terbesar (kira-kira 29000 dan 28000). Mungkin bank microfinance paling terkenal adalah BancoSol di Bolivia. Pada 2002. mereka memperkenalkan produk baru: keluargaku. BancoSol menjadi bank microfinance pertama didunia yang membagikan deviden kepada pemegang saham. yang telah mengizinkan lebih dari 62000 klien untuk mengakses sekitar 16000 lokasi penjualan diSpanyol dan Italia ke bank dengan Banco Solidorio. Calmeadown Fondution. Pada 1997. dimana bank komersial mendapat rata-rata 2. dan investor lain mendirikan BancoSol. ACCION Investment telah menggabungkan sebuah konsorsium investor yang telah menjual 47% saham BancoSol. Sebuah bank microfinanace genereasi baru telah muncul di Eropa Tengah dan Timur dan kesejahteraan bersama Negara Independen. pengembalianku. fakta ini telah mulai menarik perhatian lebih banyak bank utama. Pendapatan ini diilustrasikan pada bagan 3.Microfinanace mengkhususkan bank-bank termasuk kedua perubahan NGOs dan NBFIs dan bank-bank yang berdedikasi untuk microfinanace dari permulaan.

Pada beberapa kasus. dari kerjasama dengan MFIs. Ini juga merupakan tujuan untuk memberikan keuangan untuk perkampungan kios-kios internet yang menuju ke penjualan untuk pelayanan keuangan.Tetapi banyak bank-bank sedang mengatasi rintangan ini. Percepatan pada bagian dari regulasi diperlukan semua bank untuk peminjaman sector prioritas. Bank ICICI. Akan memberikan pinjaman pelayanan agen.4. bank telah terlibat dalam variasi microfinance yang berbeda jalan. ICICI bergerak ke arah microfinance secara luas. sering menyiapkan aplikasi dari teknologi. dan kolaborasi dengan sosial entrepreneur untuk menstabilkan zona hijau MFIs (permulaan microfinance). dari komitmen tinkat rendah seperti meminjamkan ruang kantor luar untuk NGO-MFI local (ProCredit Bank di Georgia) untuk secara langsung melayani klien fakir miskin seperti menjalankan bisnis (Equity Bank di Kenya). seperti mesin ATM dan layanan telepon perbankan. alasan-alasan: mereka tidak mementingkan mereka mungkin kekurangan hak stuktur organisasional. . metodologi keuangan dan sumber daya manusia untuk menarik dan menyimpan dan mempertahankan klien miskin. Seperti ditunjukkan gambar 3. Bank tradisional menemukan bahwa sulit untuk melakukan microfinance pada tuan rumah karena berkomitmen melayani fakir miskin. prosesmereka bukan berupa biaya efektif untuk sebuah transaksi yang sangat kecil. Banyak bank secara sederhana menikmati laba besar dalam bisnis biasa mereka dan tidak merasakan tekanan kompetisi untuk mencari pasar baru. ICICI memasuki pasar pada tahun 2001 dengan kredit tambahan pada penjualan basis besar untuk MFIs khusus. ICICI bank melihat NGOs dan MFIs special. inisial hubungan luas dengan penyedia khusus seperti NGO bisa menyusun kedalam keterlibatan lebih dalam. mempunyai jaringan 530 cabang dan pusat pelayanan dan lebih dari 1880 mesin ATM. dan peraturan kadang-kadang menghambat (melarang) pengiriman bukan tambahan.keuangan kepada fakir miskin. bank nomor dua terbesar di India dengan total asset sebesar $ 33 miliar di tahun 2004.

Bosnia Garanty Bankasi. Memiliki saham di Ameen.com Gambar 3.Gambar 3. Kenya Melayani klien miskin adalah bisnis utama Sogebank.India Menjalankan kontrak MFI Raiffeisen bank.bankscope.4 Tingkatan dari Bank Komersial yang Terlibat dalam Pelayanan Keuangan bagi Fakir Miskin Ikatan level Lebih Tinggi Bank Komersial dikhususkan dalam microfinance Bank membuat pinjaman perusahaan Bank menanamkan modal di MFI Lebanon MFI CHF Equity Bank.3 Keuntungan Relatif dari Bank Microfinance yang Dikhususkan ■ ROE dari penyedia mikro finansial Sumber: BANKSCOPE. Tukey . www. sebuah program Bank membeli portfolio MFI dan/ atau kontrak MFIs Peminjaman Grosir Fasilitas meminjam ICICI bank. Haiti Jammal Trust Bank & Credit Libanais.bvdep.

dan portfolio perkiraan potensi bank adalah $ 1 miliar dari pasar ini. Tapi perluasan akses pada pelayanan keuangan hingga ke telepon selular atau pekerjaan hingga agen seperti toko umum dikota. pemberhentian taxi) dan berputar dengan cepat dari kartu debit dan ATM diantar 200 dari cabang ini untuk simulasi tabungan diantara pemasukan orang yang .5). dan bahkan outlet lotre. kios internet. Beberapa contoh: • Di Brasil. membuat pembayaran dan menerima keuntungan sosial. dimana klien dapat menyimpan dan menarik uang dari rekening cek/tabungan. portfolio kredit mikro ICICI`s tumbuh dari $16 juta ke $ 63 juta. Ini sepertinya bahwa membuka cabang disetiap desa tidak akan pernah membayarkan pembayaran secara keuangan pada sebuah bank. menutupi seluruhnya 5561 munisipal didalam sebuah negara. kantor pos. poin penjualan ritel. sejumlah inovator sedang mengeksplorasikan cara untuk dukungan pengantaran layanan keuangan ke infrastruktur nonkeuangan. Pada 2003 ia juga memiliki pusat poin penjualan pada 2250 pendirian ritel (termasuk supermarkat dan farmasi). Caixa Economica menjalankan 8961 kios lotre federal dan memiliki 1690 cabang. Bank komersial adalah tempat bagus untuk menginvestasikan pada inovasi teknologi yang bisa membawa pelayanan keuangan lebih dekat kemana orang-orang miskin sebenarnya tinggal dan bekerja. Capitec mengkombinasikan cabang yang sesuai sepanjang rute transportasi (sebagai contoh: kereta api dan stasiun bus.Bank pelayanan didepan atau fungsi ruang bank ProCredit Bank. seperti telepon selular. • Di Afrika Selatan. kios telepon atau poin penjualan yang lain bisa secara sangat besar meningkatkan akses pada harga yang relatif rendah (lihat kotak 3.5 Jalur Distribusi yang Tidak Konvensional Pembuktian kebutuhan untuk mengurangi biaya untuk mencapai klien yang lebih miskin. Kotak 3. Georgia ikatan tingkat lebih rendah Sumber: CGAP Setelah dua tahun keterlibatannya.

pencapaian dalan skala yang sangat besar akan seperti memercayakan pada publik dan bank sektor pribadi. Di Afrika Selatan sendiri terdapat sekitar 19 juta pengguna telepon selular. India.6 Kesimpulan Keuangan microfinance hari ini adalah tentang domestik suara pembangunan intermediasi keuangan yang dapat menyediakan pelayanan keuangan bagi fakir miskin pada basis permanen. setidaknya sedikit di masa depan. Informasi teknologi baru menjanjikan untuk mengambil resiko dan memotong ongkos kirim juga .bank akan tidak meragukan permainan dalam skala besar pembangunan termasuk sistem keuangan. dan Afrika Selatan Sumber: Littlefield dan Rosenberg Seperti yang sudah dijanjikan bank komersial adalah untuk pembangunan termasuk sistem keuangan. Kekurangan dari kecukupan kapasitas level eceranmenyisakan ketidakleluasaan utama untukmemperluas pelayanan keuangan . Kampanye ini terbayar: antara februari sampai agustus. Ini seperti pencapaian klien terberat akan tetap diluar area dari kemungkinan bank komersial kebanyakan. dll. 3. struk pembayaran. pelayanan rekening. basis pelayanan telepon selular perbankan menggunakan teknologi sms. kapasitas untuk investasi didalam solusi inivasi teknologi untuk pencapaian biaya yang lebih rendah dan lebih tinggi anggota saat ini banyak yang tidak termasuk dari akses pelayanan keuangan. berhubungan dengan mobile banking.berpenghasilan rendah dalam adisi pinjaman jangka panjang. peringatan transaksi. transaksi uang.dimasa depan. Meksiko.Smart Card. pembaca sidik jari dan personal digital assistant telah diambi lalih oleh bankdan MFIs di Bolivia.banyak di gunakan oleh pelanggan yang miskin.Bagaimanapun. angka nasabah meningkat dari sekitar 18000 sampai dengan 60000. • Perusahaan telepon seluler di beberapa negara Afrika sedang mengembangkan harga murah. Transaksi termasuk keseimbangan yang dibutuhkan. Faktanya. banyak pertanyaan apakah bank ini akan pernah mencapai sangat miskin atau klien yang terpencil.menurut Cellular Online. dengan ekstensif cabang infrastruktur mereka.

Tidak ada jenis tersendiri dari penyedia pelayanana keuangan yang bisamemenukhi semua kebutuhan dari siapapun ynag tidak termasuk dalam sistem keuangan tradisional. Apa yang lebih. bank pinggiran. .2 memperlihatkan kekuatan dan kelemahan para pengguna untuk pembangunan sistem keuangan dari tiap tipe penyedia jasa.Tabel 3. Sejumlah penyedia keuangan telah mengatasi untuk menawarkan pelayanan keuangan berkualitas sangat tinggi untuk orang miskin. Keberlangsungan mengijinkan untuk melanjutkan operasi dari penyedia MFI dan ketetapan dari pelayanan keuangan pada orang miskin. menunjukkan bahwa pencapaian perdaganagn antara orang yang sangat miskin dan keberlangsungan hidupkeuangan kurang tajam dibanding pemikiran aslinya. Pada kenyataannya.dan menutupi biaya mereka pada saat melakukannya juga. Keberlangsungan keuangan adalah perlu untuk meraih jumlah signifikan dari masyarakat miskin dari dasar permanen. koperasi keuangan) adalah kurang penting untuk mencapai orang yang sangat miskin dan mengatur klien dibanding faktor lain seperti penempatan gepgrafis dan tujun institusi.pada masyarakat miskin. lembaga keuangan jenis ini (seperti NGOs.Tetapi membangun sebuah lembaga keuangan yang berkelangsungan bukan sebuah akhir dari dalam dirinya sendiri. Ini hanyalah cara untuk membuat pengaruh lebih jauh didalam apa yang agensi donor dan pemerintah paling banyak bisa dapatkan.

Pro dan Kontra Perbedaan Penyedia Jasa Keuangan Penyedia Jasa Informal Contoh Rentenir ROSCAs ASCAs Masukan Penyalur Kekuatan Tepat & Cepat Dekat dengan klien • Kelemahan • • Beberapa tidak kokoh & tidak stabil Cakupan operasi terbatas Biaya operasi rendah Kaku (ROSCAs & ASCAs ) Mahal ( rentenir ) • Mencapai sampai orang miskin & terpencil Membumi Biaya operasi rendah • • Keluarga Mandiri ( semi Formal ) SHGs FSAs CVECAs Koperasi Keuangan Mencapai sampai ke orang miskin & terpencil • Dibanyak negara. kekurangan dari • Keuntungan supervisi keuangan menggunakan keuntungan anggota • Cakupan operasi terbatas pada anggota • Tantangan penguasaan ( resiko dari penguasa para peminjam.Tabel 3. didominasi menejer ) Produk yang ditawarkan terbatas Lembaga Keuangan Formal Bank milik pemerintah Pedesaan & Bank Komunitas NBFIs Tendensi Bank Komersial Numpang cakupan saja • • Tabungan infrastruktur besar & penjualan • sebagai poinnya • Keuntungan merupakan tujuan sosial Kesulitan dalam mencapai klien miskin & terpencil Produk tidak selalu memenuhi kebutuhan Modal sendiri • Sumber sumber .2.

Kotak 4. karena prinsip organisasinya lebih dapat di pertanggung jawabkan dari bank umum untuk misi pembangunan social yang di dukung oleh asosiasi. Kemudahan akses bagi LSM dan organisasinya terkenal dalam hal persyaratan investasi awal dan adm operasional. • Replikasi yang mudah Sifat khas yang terakhir ini dianggap sanagt penting untuk mendukung peningkatan yang pesat maupun untuk mendorong diservikasi dari pada konsentrasi keuangan. tinggi • • Penyedia pelayanan tingkat eceran adalah yang membangun blok kelebihan dari sistem keuangan yang bisa dibentuk.15 Catholc Relief Services Bank Pembangunan Guatemala Mitra catholic relief servicea di Guatemala yaitu Cooperative Association for Western Rural Development. Sumber: SEEP Network 1996 . Pekerja sendiri dan rekanan mereka akan seperti inovasi yang berkelanjutan ketika menghantarkan layanan keuangan ke orang miskin yang akan menaikkan biaya efektif. Misi meliputi : • Fokus pada masyarakat yang sangat miskin.investasi dalam teknologi dan inovasi NGOs Gabungan Jaringan Internasional Domestik NGO • orang miskin Pendonor menanggung • Pengetahuan tentang klien miskin Misi sosial • Berkemauan lebih & bisa mengambil resiko bekerja terbatas Keterbatasan pelayanan daerah terbatas / tidak fluktuatif Skala kecil ( kecuali Asia Selatan ) Biaya operasi dibanyak kasus. • • Penekanan pada tabungan. sebagai konstituen dari catholic relief services beserta para mitranya. berencana mendirikan suatu bank pembangunan. tepat dan aman.

yang penuh ketidakpuasan. agar dapat diambil untuk dihitung ke dalam pertumbuhan level dengan lengkap dari manfaat kebutuhan financial. berkenaan/mengenai manfaat microfinance dan institusi microfinance (MFIs). pada microfinance modern merupakan suatu kebutuhan bahwasanya tidak ada perpanjangan dari mengendarai produk akan tetapi mengendarai pasar. Dengan merujuk kepada manfaat microfinance. Proses ini dapat memberi definisi awal objektivitas dari MFIs dan konsekuensinya. Dengan MFIs. industry microfinance disusun dengan membutuhkan pengembangan secara lebih kompleks. kemampuan menopang cita-cita yang dijatuhkan pada MFIs dibutuhkan untuk merdeka dari subsidi dan sebagai jalan masuk ke pasar agar mendapatkan uang yang cukup untuk dibawa keluar dari bisnisnya. dari mengidentifikasikan target kelompok.BAB IV PRODUK DAN PELAYANAN DALAM MICROFINANCE MODERN 4. Industri microfinance telah ada untuk waktu yang lama. Dibandingkan dengan kredit tradisional. Kecepatan peningkatan ini adalah permintaan kepada peningkatan pelayanan finance yang lebih kompleks. terlepas dari kategori ‘yang paling miskin diantara yang miskin’ untuk mengecilkannya. akan menjadi lebih perlu untuk menggunakan cara alternative untuk menghormati uang pendonor faktanya. Yang mana merupakan faktor yang MFIs harus masukkan ke dalam . dibutuhkan oleh pelanggan. mengendarai produk.1 Pengenalan Dibandingkan dengan rumus aslinya. dinyatakan secara tidak langsung proses pengembangan produk lebih rumit. Dengan kata lain. bagian pertama akan memaparkan bagaimana kategori baru dari pelanggan muncul dengan tingkatan yang semakin meningkat dari kemampuan golongan kaum pengusaha. Permintaan untuk produk financial lebih terstruktur dan dilayani. Dulu. disamping sebagai jalan masuk untuk kredit.

penawaran produk responsive client artinya mengejar objektivitas dari kemampuan menolong dengan memikirkan methodologi kredit yang dapat membantu memperoleh manfaat dengan memenuhi obligasi berdasarkan perjanjian mereka. Dalam microfinance modern golongan yang paling miskin diantara yang miskin adalah tidak dianggap lebih. pelayanan financial dan bantuan tekhnis atau apakah penting untuk membuat rekan kerja dengan institusi lainnya? Akhirnya. faktanya.pertimbangan ketika keinginan untuk menawarkan produk baru melebihi microcredit sederhana? Dapatkah institusi tunggal menawarkan pada waktu yang sama. Keuntungan dari mikrokredit dikhususkan bagi golongan yang paling miskin diantara yang miskin. proyek microcredit dianggap lebih luas dari pada yang biasa. hanya pelanggan. Seluruh korban dari pengeluaran financial saat ini telah ditambahkan kepada target manfaat tradisional. sekarang ada Negara industry dengan tingkat pengeluaran financial yang lebih tinggi. 4. memenuhi kebutuhan uang dan mengoperasikannya dengan cara yang mampu menahannya? Bagian ini akan mencoba untuk menjawab pertanyaanpertanyaan ini yang memiliki hubungan dengan industry microfinance. bagaimana MFI mendapatkan jalan masuk ke pasar modal.2 Pelayanan Finansial Dalam waktu yang lama penawaran terhadap pelayanan financial kepada pelanggan yang memiliki pendapatan rendah dimaksudkan sebagai dana pinjaman untuk mengembangkan bisnis kecil-kecilan. Pada masa 10 tahun yang lalu. Langkah dari microcredit menuju microfinance membutuhkan usaha yang dianggap sebagai model bisnis dan memdistribusikan methodology dari pelayanan financial. Hal ini tidak dapat diubah bahwa pengarang-pengarang member definisi saat ini adalah ‘era pelayanan financial’ dan harus digarisbawahi bagaimana penerimaan dianggap sebagai variasi dari motivasi pelayanan finance yang baru dan ilmu pengetahuan adalah suatu peningkatan yang kompleks dari bermacam . dengan kondisi tanpa keuntungan pada institusi. pernah ada angka peningkatan perantara kredit tradisional. Pada kondisi untuk mengembangkan suatu Negara. miskin dan wanita yang sebagian besar meperoleh pendapatan dari sedikit pinjaman yang digunakan sebagai sumber keuangan modal mereka.

1 Kebutuhan Finansial dan Produk Mikrofinansial Modern Produk – Produk Kebutuhan-kebutuhan Finansial Kredit Tabungan Pembayaran Kredit Jangka Waktu Kreditmikro (Modal Singkat / Menengah yang berjalan) • Kreditmikro • Kredit jangka waktu Menengah / panjang • Kreditkontrak Spekulasi Modal mikro (Modal bergerak dan Modal diam) Jalur Penyimpanan.kebutuhan pelanggan yang tingkat pendapatannya rendah (Rutherford. Orang miskin. Beberapa contohnya adalah permintaan untuk pinjaman atau simpanan agar terpenuhinya pendidikan untuk anak-anak mereka. dibutuhkan sebagai tabungan dan layanan jaminan untuk di umur tua dan pelayanan pemakaman. cepat dan system pembayaran yang murah.Sistem pembayaran yang cepat dan murah • Transfer Uang • Kartu Kredit • Kartu Smart Ansuransi . • Tabungan dan kebutuhan liquiditas .2003). • Jalan masuk yang aman. • Membatasi resiko. mereka membutuhkan pelayanan keuangan lebih lanjut agar dapat menemukan kebutuhan spesifik lainnya. memungkinkan untuk membedakan antaranya meliputi : • Medium-dan panjang-masa uang dibutuhkan (sirkulasi dan modal tetap). Pelayanan kebutuhan jaminan digunakan dalam menghadapi berbagai keadaan darurat. Dari sudut pandang ini. pada kenyataanya tidak hanya membutuhkan pinjaman yang produktif. Tabel 2.

. Akhirnya. Pertama adalah penawaran utama untuk sirkulasi kebutuhan-kebutuhan modal dan.1 hubungan antara kebutuhan pokok. merupakan suatu kebutuhan bahwasanya pelayanan financial sering dihubungkan dengan pelayanan non-financial di dalam bantuan technical.2. produk Kontraktual. pelayanan dan Produk-produk financial ditunjukkan pada suatu acuan produk/kebutuhan. Terdapat pemeriksaan pada bagian 2.1 Produk-Produk Kredit Produk-produk kredit yang paling biasa pada microfinance adalah microcreditndan microleasing. jarang membutuhkan sedang sampai masa yang panjang.produk equity) Ansuransi Mikro Membatasi Resiko Kebutuhan-kebutuhan seperti itu dapat ditemukan dengan menggunakan typologies dari pelayanan financial yang khusus dipelajari dalam financial lanjutan: • • • • Produk-produk kredit Produk-produk tabungan Produk-produk pembayaran Produk-produk asuransi Pada tabel 2.4 4. bagian yang diikuti analisis dan karakteristik utama dari Produkproduk financial yang khas ditawarkan oleh microfinance modern. yang kedua adalah untuk kebutuhan-kebutuhan terakhir.Tabungan dan Kebutuhan liquitas Produk Fakultatif (permintaan deposit. Diawali dengan pengklasifikasian.Waktu deposit. Beberapa pengalaman diterima dari micro-venture-capital dapat juga ditambahkan kepada Produk-produk kredit.

lingkungan eksternal dan struktur organisasi. Karakteristik utama dari microcredit dirangkum pada tabel 2.2. Uang bantuan kredit yang tidak menguntungkan populasi dinyatakan tidak dapat menopang hubungan harga yang signifikan. Dimulai dari pengalaman ini. pelayanan microfinance ditawarkan oleh institusi tanpa keuntungan. terutama NGO. Untuk mengatur resiko kredit. merupakan suatu kebutuhan untuk mempunyai hubungan yang baik antara peminjam dan yang memberi pinjaman. methodology pinjaman yang berbeda telah lahir. sejarahnya. Hubungan harus didasari dengan rasa percaya.2 Keistimewaan dari Kredit mikro Dibatasi(dari Sepuluh Euro sampai Ribuan Besaran Pinjaman Aset keuangan Waktu peminjaman Euro tergantung dengan Letak geografis) Asset yang bergerak (lebihnya asset tak bergerak) 6 . sulit dalam mengevaluasi resikonya. Tabel 2. Setiap pekerja yang baik apakah dengan pilihan hubungan yang tepat untuk kebutuhankebutuhan dan karakteristik pelayanan pelanggan.Microcredit Suatu gagasan bahwasanya pinjaman dengan urutan yang terbesar dapat menolong golongan yang ‘paling miskin diantara yang miskin’ untuk keluar dari kondisinya dikemukakan oleh Muhammad Yunus dengan pengalamannya pada Grameen Bank. Pernyataan terima kasih kepada berjuta-juta golongan miskin dengan memberikan pinjaman kecil untuk menolong pengembangan bisnis mereka. semenjak dapat dijamin dengan lebih langsung dengan komunitas local dibandingkan dengan institusi financial. Jumlah pinjaman bervariasi didasarkan dengan manfaat penggunaan pinjaman dan kapasitas hutang peminjam. Untuk bagian ini.18 bulan . pinjaman. yang terpenting digunakan untuk finance cash flow adalah jumlah yang terbatas. sesuatu yang membutuhkan kemampuan beralasan diantara dua pihak. informasi asimerti dan kekurangan garansi.

untuk harga operasi yang tinggi yang mana manajemen kredit memperoleh skala yang kecil.Frekuensi Pembayaran Penganalisaan Kredit yang berharga Jalur penyaluran Keringanan resiko Mingguan atau bulanan Disamping pertimbangan kualitas Kerjasama dan Penyelenggaraan lokal Membawa kesiapan bagi solidaritas kelompok dan Kriteria progresip pada jumlah pembayaran Perbedaan tingkatan Keterjangkauan. jaminan tradisional ditinggalkan dan sering dimasuki oleh kelompok solidaritas. tergantung dari siklus produksi dari microbusiness nya (contoh: bisnis musiman atau bisnis-bisnis yang memiliki pendapatan tetap) bersama dengan criteria manajemen dari MFI. Masa pinjaman bervariasi dari 6 sampai 18 bulan. berdasarkan kebutuhan dari pelanggan dan kapasitas hutangnya. Pinjaman pribadi bagaimanapun diidentikkan oleh jumlah yang lebih tinggi mencapai beberapa ribu euro. pinjaman individu . Methodologi pinjaman pada microfinance berbeda lebarnya dari traditional finance. diantara yang lainnya. Untuk alasan ini juga peran dari Bank komersial dalam microfinance masih terbatas. Menerusan distribusi yang lebih utama dibagi oleh penyelenggara local. hak. Ini memungkinkan untuk membedakan diantara dua kategori pokok.dengan Keterjangkaun pencapaian suku bunga yang tinggi daripada suku bunga uang pada pasar suku bunga(kurs) Pada beberapa Negara maju menganut sektor Bank Tradisional Kualitas portable Di dalam methodology kelompok pemberi pinjaman. Analisa mengenai harga kredit sebagai contoh memfokuskan semata-mata pada faktor kualitatif. industry microfinance dikembangkan dengan metode yang berbeda dari pemesanan kredit. Frekuensi dari pembayaran pinjaman biasanya mingguan atau bulanan. Dengan bereferensikan pada aspek yang terakhir. Yang memperoleh jaminan dan dokumentasi akuntansi pada pinjaman uang. frekuensi pembayaran cenderung untuk meningkat menjadi lebih sulit bagi uang pinjaman untuk dijangkau olh peminjam. Oleh karena itu. Ini adalah modus operandi yang jauh dari standart lanjutan tradisional banking. jumlah pinjaman biasanya antara 50 dan 100 euro.

adalah fakta-fakta yang tepat di dalam konteks yang berhubungan dengan kota. lembar kerja yang digunakan kurang formal daripada yang digunakan oleh bank-bank. Group-based lending mempunyai manfaat utama untuk mengatasi kebutuhan untuk jaminan. ada rumus/formula peminjaman. hal ini disubstitusikan oleh alat yang ditekankan oleh teman sebaya . sebagai ahli pada wilayah local. hak untuk mencukupi modal yang kekurangan untuk menjamin pinjaman. Pengenalan dari petugas kredit dengan microentrepreneur adalah saat yang sangat penting setelah peminjam mempersoalkan. Namun.dan pinjaman kelompok (bagan 2. Aktivitas ‘door to door’ mengizinkan petugas kredit untuk berjalan maju dengan himpunan lembar kerja yang dibutuhkan untuk menganalisis manfaat dari harga kredit. peminjam dijamin oleh pemberi garansi. agar untuk pemantauan konstan bagaimana pinjaman digunakan memungkinkan perkembangan ada pada bisnis. Batasan utama adalah keluar dari kategori yang paling miskin diantara yang miskin. inilah respon dari petugas kredit. kelompok ketiga yang menjalankan untuk membayar kembali pinjaman kalau sang peminjam gagal untuk melakukannya. Pada kasus lainnya. akibatnya . Keuntungan dari metode ini terdiri dari flexibilitas dari jumlah penyuplai dan jadwal pembayaran disesuaikan pada kebutuhan klien yang sebenarnya. Perolehan jaminan dijamin dibubuhkan sesuai rendahnya keuntungan nilai nyata harta pribadi. Untuk alasan ini pendekatan adalah yang paling pantas untuk proyek ini yang bertujuan untuk mengurangi pengeluaran dan focus pada manfaat yang jatuh ke dalam kategori ‘tidak bermanfaat’ dan ‘setengah-setengah’ yang hidup pada area kota dengan kemajuan ekonomi yang lebih. agar memperoleh informasi yang dibutuhkan. khususnya formal dan prosedur yang tepat. didukung oleh jaminan individu. dengan klien microbusiness mampu untuk mengembangkan struktur bisnis. Pada beberapa kasus. pergi kepada klien dan mengunjung member gaji dan wawancara informal. Seperti analisa yang jarang memanfaatkan. MFIs harus mampu untuk mengevaluasi kapasitas debet dari microentrepreneur dan aliran modal klien.1) Model pinjaman individu lebih mirip bank-bank pada umumnya.

Kelompok yang memberi pinjaman mempersembahkan karakteristik yang berbeda. pinjaman ditanggung oleh individu dan dijamin oleh kelompok yang tetap memelihara hubungan dengan MFI dan tidak mengembangkan kemampuan manajemen financial sendiri. Kelompok dirumuskan dengan secara spontan oleh orang yang semestinya pada komunitas yang sama.dari anggota kelompok lain sebagai pembayaran intensif. dan tidak terdaftar. Kegagalan membayar kembali pinjaman oleh satu komponen dari manfaat kelompok. Dengan system ini. Pada kasus yang kedua. pendekatan ini yang paling efektif untuk proyek microfinance dalam mendukung manfaat bagi yang jatuh ke dalam kategori yang paling miskin. dalam penukaran untuk pembayaran dengan cicilan tetap. Model utama dapat dibagi kedalam kelompok solidaritas dan Communitybased-organizations(CBOs). Sebagai contoh. yang memutarkan uang pinjaman dan tabungan dan asosiasi pinjaman menjelang jatuh dalam CBOs. menyerahkan kepada yang lainnya (penyewa) yang menggunakan barang-batang. situasi yang tidak berhubungan dengan kota diatur dan mengembangkan Negara. Kontrak sewa menyediakan fungsi untuk memperoleh financial yang memuaskan yang dibangun dari keputusan . miskin. masalah khas lain dari proses kredit dapat dikurangi: selesai teman sebaya memonitoring ada pengurangan harga transaksi dan tidak sempurnanya informasi yang memiliki karakteristik hubungan antara pemberi pinjaman dan peminjam. pada jalan ini kedalaman ilmu pengetahuan membolehkan untuk pemilihan yang akurat pada harga yang rendah untuk mendapatkan manfaat. Perbedaan antara kedua model ini adalah pada kasus pertama. penentuan penolakan uang bantuan pinjaman lebih lanjut kepada anggota lain dan saling memantau generasi oleh setiap anggota dengan yang lainnya. Untuk alasan inilah. pinjaman ditanggung oleh kelompok yang mengatur kebebasan penerimaan uang dari MFI. mendistribusikannya (menyalurkan) diantara anggota-anggota dan menyelaraskannya kepada masa yang sedang pada institusi yang merdeka. Faktanya. methodology peninjaman solidarity-group adalah model Amerika Latin dan Model Grameen. Microleasing Sewa adalah suatu kontrak antara suatu kelompok (orang yang menyewakan). village banking.

tidak hanya manfaat dengan aliran kas financing nya tetapi juga memperoleh asset tetap untuk bisnis. Pada kasus : Kotak 2. sumbangansumbangan (uang dan subsidi) dapat diubah kepada resiko dasar. Kalau performance negative dapat membantu proyek. Asas yang diperoleh dari pembuktian kontrak adalah adanya asset yang berguna bagi klien dan serangkai dengan lokasinya. Perusahaan mulai menawarkan produk baru untuk membantu pelanggan – pelanggan dalam waktu lama dengan pengembangan bisnis yang luas dan kemajuan investasi. suatu instrument yang menyatakan secara tidak langsung bagian resiko oleh peminjam. Sesungguhnya. didirikan perusahaan pendanaan d Amerika yaitu Fundusz mikro. oleh karena itu.1). Semenjak asset itu tetap sebagai harta dari orang yang meminjamkan. Dalam microfinance. Namun. faktafaktanya. Micro-Venture-Capital Diambil dari finance tradisional. micro-venture-capital. kerugian dasar dapat diobati suatu pendonor yang bebas. membolehkannya untuk mematuhi adanya asset tanpa harus mengikat kesanggupan kepada nilai dari suatu barang. jadi ini adalah perbedaan yang resmi dari metode klasik yang mendukung financial penyelesaian kredit. pendonor dari internasional dapat mengambil peraturan dari spekulasi kapitalis tanpa mengganti spekulasi mereka sendiri. . oleh karena itu. Oleh karena itu.investasi. kontrak microleasing memberikan karakteristik yang berbeda tergantung dari latarbelakang social dan ekonominya. spekulasi kapitalis mempunyai aturan yang berbeda daripada yang terdapat pada microfinance tradisional (kotak 2. Microleasing. Fundusz mikro mulai mengoperasikan pinjaman di bulan februari tahun 1995 – 2001.1 Pengalaman Fundusz mikro Pada tahun 1994. pada kasus microfinance. microleasing berguna dalam microfinance ketika ada kebutuhan untuk mendapatkan dukungan. Pelanggan yang berpendapatan rendah tidak selalu mampu untuk menopang harga investasi. micro-venture-capital terdiri dari uang-uang untuk memulai microbusines dengan objektif dan mendukung kebebasannya pada masa yang sedang dan lama.

Tentu saja.dengan sumbangan juga. karenanya. Pendapatan bisnis mikro sering tidak pasti dan tidak teratur. perlu adanya jaminan . Fundusz mikro menawarkan kerja sama dalam waktu yang lama dengan pelanggan yang memulai pinjaman. jalan masuk untuk pelayanan deposit. jalan masuk untuk izin mengatur pelayanan deposit pada keadaan darurat dan membayar biaya seperti pendidikan. uang tabungan menunjukkan alat-alat pokok yang sementara diatur tidak seimbang di bisnis mikro. pinjaman untuk menjalankan bisnis kecil di daerah – daerah dan pinjaman untuk Asosiasi komunitas investasi yang kecil. mayoritas yang miskin menerima aliran pembayaran dari keluarganya di daerah kota atau luar negeri. Umumnya sedikit orang mengeluarkan uang. 4. karena itu. kemampuan menanamkan tanggung jawab keuangan ke peminjam. Di kasus ini. dan kematian. karakteristik untuk berhutang. menjadi bebas dari subsida atau keuangan ekternal. modal usaha di dukung serangkaian program lain dari keadaan yag dirugikan dan di untungkan. keduanya untuk MFIs dan pelanggan.2. pembayaran kembali dari resiko modal dapat mengajukan sirkulasi pembangunan keuangan mikro baru yang di dukung oleh penyumbang. pesta pernikahan. Modal usaha adalah jalan mudah untuk menawarkan . kehidupan masa tua. dan mengatasi bantuan politik yang tidak di respon oleh prinsip – prinsip keuangan mikro modern. mobilisasi menabung mengizinkan pelanggan untuk memperoleh sumber daya keuangan dan meningkatkan pinjaman dana. Tentu juga. Oleh.Pinjaman modal usaha kecil (MVC) diberikan kepada pelanggan – pelanggan tetap sekurang – kurangnya 3 tahun dari pinjaman dan diproses berdasarkan group. Kumpulan tabungan di MFIs menunjukkan alat – alat pokok untuk mencapai sukses terus – menerus. cara yang sama seperti yang terjadi pada kredit mikro. lagipula. secara tidak lansung sulit untuk menyetujui tipe-tipe kredit yang di bayar kembali secara teratur dengan syarat-syarat tertentu. Hasil yang berhasil dengan baik.2 Layanan Menabung Mobilisasi menabung adalah alat penting di keuangan mikro.

Pays Dogon.2 Caisses Villageoises. perputaran uang dan lembaga kredit. suku bunga sesungguhnya adalah 14 persen.000 tabungan. Tabungan outstanding rata-rata $94.jaringan kerjanya kelurga dan bertetangga. mekanisme informal yang diperlihatkan pada waktu yang lama hanya sebagai alternatif yang sangat mahal bagi kaum miskin. dan sedikit bahkan tidak ada tingkat peminat. Nyatanya. yang juga menunjukkan sumber pendapatan. Di keuangan mikro. ada banyak pengurus – pengurus informal seperti : lintah darat. tempo keduanya beresiko tinggi . sama dengan 38 persen GDP per kapita.negara berkembang.pembayaran. Sekarang ini ada 55 bank desa yang dikelola sendiri. uang tabungan adalah uang yang disimpan hari ini dapat digunakan kemudian hari untuk keperluan keluarga dan untuk bisnis. Kotak 2. Tingkat bunga yang demikian tinggi dibutuhkan karena caisses beroperasi dalam suatu lingkungan dimana uang sangat jarang. Mali pada tahun 1996. pria dan wanita dari desa atau dari desa-desa sekitarnya. Bagaimanapun. kelompok-kelompok menabung. Caisses Villageoises mengerahkan tabungan dari para anggotanya. sedikit keuangan yang dikeluarkan yang dibuktikan dengan potensi kapasitas untuk meningkatkan uang tabungan. Pada tahun 1996 suku bunga nominal tabungan rata-rata sebesar 21 persen. Deposit menjadi tempat penyimpanan uang yang aman. Simpanan digunakan untuk dipinjamkan kembali kepada para anggota berdasarkan keputusan yang diambil oleh komite kredit desa. Masing-masing bank desa menetapkan suku bunganya sendiri berdasarkan pengalamannya dengan kelompok desa tradisional dalam menyediakan kredit untuk para anggotanya atau sumber tidak formal dari jasa keuangan. contohnya di Negara. permintaan dengan menyimpan deposit memiliki dorongan yang sama dengan cirri-ciri sistem formal. dengan tingkat inflasi rata-rata 21persen. Caisses Villagoises telah mengerahkan $320. Mali Caisses Villageoises di Pays Dogon. yang disebabkan langkanya hasil produksi tanaman yang dapat menghasilkan uang didaerah tersebut dan tidak menentunya jumlah biji-bijian untuk . Per 31 Desember 1996. memperlihatkan tingkat minat di bayar di tabungan deposit. secara umum.

Kotak 2. Pada kasus – kasus umum. Namun.terpisah dari petani kecil pada . Sumber: Disumbangkan oleh Cecile Fruman. Sustainable Banking with the Poor Project. Buro Tangail’s di Bangladesh mengembangkan sebuah contoh laporan penyimpanan berdasarkan perjanjian pada tahun 1997. dan banyak MFIs mulai mengumpulkan uang tabungan wajib dan uang tabungan suka rela. kaum miskin biasanya lebih suka uang tabungan sukarela. dengan frekuensi tak tentu dan tanggal akhir waktu .Permintaan untuk produk-produk ini.(ledgerwood. Secara tradisional para petani lebih suka menabung dalam ternak atau menanamkan tabungan mereka dalam bisnis kecil mereka. Situasi ini seperti.2000).Hasil penyimpanan ini melibatkan 5 tahun penyimpana berdasarkan persetujuan perjanjian. Ini adalah cara sukarela untuk mengumpulkan uang tabungan yang mengizinkan penyimpan untuk deposit dan ambilan pribadi. World Bank.diperdagangkan.org) Sum once. Keuangan mikro khusus diresmikan untuk menabung.3 BuroTangail’s “ Persetujuan Penyimpanan berdasarkan perjanjian. sejak tahun 1997-2004 untuk waktu panjang sekitar 205860 laporan penyimpanan yang berdasarkan perjanjian yang disepakat Sumber : (www. apapun dan dimanapun pinjaman yang ditawarkan nyatanya terjamin. Simpanan didepositokan sesuai jadwal mingguan atau bulanan tergantung para nasabah. Uang tabungan wajib terdiri dari mekanisme terpaksa menabung yang secara tidak langsung persentasinya pasti. Typologi utama adalah permintaan deposit berdasarkan kontrak deposit. untuk waktu yang ditentukan. barang yang sering dirasakan pelanggan sebagai jenis pemasukan bebas untuk menyetujui pinjaman yang lebih dari barang uang pinjaman pribadi.Skema ini terbukti sangat popular pada tahun 2004 sekitar 70 persen dari pelanggan memilih untuk membuka simpanan yang berdasarkan perjanjian. menurut likuiditas produk.microfinancegateway. bagaimanapun ini juga merupakan hal yang aneh. waktu deposit dan barang yang wajar. pelanggan dapat menggunakan uang tabungan mereka diakhir putaran pinjaman.

Oleh karena itu. Group Mandiri. 4. Dalam menukar keuntungan periode dan kemungkinan untuk mengaksesjumlah pinjaman melalui institusi ini. dan juga Manajemen Liquidity dibawah peraturan Prudential.Petani miskin sangat jarang untuk mampu menyimpan uang dalam jumlah yang besar.Mobilisasi pinjaman. . dengan konsekuensi jumlah Institusi yang tergabung terlibat dalam mikrofinansial tidak mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan uang.Menurut MFI sebagai contoh penawaran sukarela membutuhkan kelengkapan dalam sistem pengawasan internal dan system Informasi Manajemen. Disi lain.( contoh Nasabah kecil ) dan ini membutuhkan bentuk penyelesaian transaksi dalam bentuk alternative yang berhubungan dengan uang-yang berhubungan dengan produk deposit.Permintaan seperti layanan dimaksudkan dari pendapatan kategori-kategori nasabah yang memiliki kemampuan manajerial yang baik. dan asosiasi jasa Keuangan. oleh karena itu.Ini termasuk pada katagori layanan financial yang permintaannya minim untuk mmemungkinkan mentransfer uang dalam jalur yang aman.2.3 Layanan Pembayaran. ekuitas produk mewakili tipe penyimpanan kredi Union’s. memasuki bentuk kerja informal.Seperti pada kasus Bank GHramee dan Bank Bancosol di Bolivia. Penawaran layanan pinjaman membutuhkan banyak factor pertimbangan. Akhirnya.musiman.Baru-baru ini MFI telah mulai menawarkan.Nasbah menginvestasikan penyimpanan pada Institusi ini. Penyimpanan untuk waktu panjang dan pinjaman produk memiliki batasan dari MFI yang juga memulai penawaran L ayanan Pembayaran.Penyimpanan wajib. Untuk bertahan banyak Mikrofinansial telah mentransformasikan lembaga mereka menjadi Bank untuk bertahan.Dalam hal ini kekurangan kemampuan untuk membuat kerangka aturan.Sebagian besar Negara mengumpulkan simpanannya yang tersedia pada sistem perbankan.karakteristik produk dari MFI formal. karena teknikal ini mewakili bentuk jaminan untuk para peminjam dan mereka juga dapat ditawarkan dengan system semi-formal MFI. membutuhkan pertimbangan ketika factor lainnya yang dihubungkan dengan konteks aturan.

3).Mewakili pokok-pokok instrunment pada Mikrofinansial. Masalah kesehatan penerima Ansuransiatau kematian seluruh Ternak.MFI tidak memberikan penawaran layanan pembayaran begitu lama dikarenakan kelengkapan infrakstruktur dan menggunakan system pembayaran yang berteknologi tinggi.Bencana Alam.4 Produk Asuransi Permintaan atas dasar Kesehatan dan Ansuransi pengambilan pinjaman dari kebutuhan yang pendapatan para nasabah rendah. 4. Oleh karena itu.2. Pada tahun 1990-an sebagian besar dari MFI telah menunjukkan pertumbuahan tingkat suku bunga dan penawaran produk ansuransi untuk mereka yang pendapatannya rendah (kotak 2. Ketrsediaan dan Kemudahan dalam Mengakses instrumaen pembayaran.permintaan untuk layanan pembayaran menimbulkan pertimbangan terhadap pengecualian yang di butuhkan-penyelesaian yang spesifik yang di butuhkan nasabah Bank.Produk Mikroansuransi menyusun pengurangan ketidakpastian dan efek-efeknya.produk ansuransi tersedia di mana-mana pada mikrofinansial termasuk . Pada Mikrofinansial.Alasan-alasan suku bunga menjadi penemuan dibandingkan kebutuhan perlindungan dari resiko kecil.untuk alasan-alasan dan stabilitas dan kebijakan moneter.MFI melakukan penemuan perlindungan Ansuransi yang sangat penting untuk solusi Manajemen.Seperti keadaan yang sering menciptakan keakraban diantar MFI dan yang menjadi kebutuhan Bank.Fungsi kebikajan moneter merupakan gambaran Hak Istimewa dari Bank Industri pada bagian dari system Postal. dan Kartu Smart . Penyelesaian yang cepat dan murah.Kartu Kredit.Yang meminta layanan pembayaran juga merupakan bagian sector terkecil yang membutuhkan pembayaran transfer dari anggota keluarga teras lebih aman dibandingkan secara informal. Kartu Debit.Di kesempatan inilah MFI mengurangi tingkat kegagalan pinjaman dengan cara menawarkan produk ansuransi . seperti para keluarga dan kerabat.Produk dan Proses resiko-resiko yang merupakan cirri Mikrofinansial.memberikan situasi sifst memudahkan terkena dampak resiko kejadian yang buruk.Keamanan.ini merupakan seluruh peristiwa yang berurusn dengan mikriansuransi.

peramalan . MFIS dapat menguntungkan dari keahlian lembaga-lembaga formal dalam menetapkan produk-produk yang direspon (diinginkan) oleh klien. Aspek-aspek ini menunjukkan bagaimana seringkali lebih baik menciptakan kerjasama dengan penyedia asuransi formal. mirip. terutama jika bagian bisnis asuransi tidak terpisah dari bagian tabungan (penyimpanan) dan kredit. ansuransi merupakan salah satu rsiko tinggi bagi pembisnis. Di sisi lain. Contoh: pengaturan premi. Kerjasama ini mempersembahkan bermacam manfaat bagi pengasuransi formal sama baik nya bagi MFIS. baik itu klien yang terlibat kecelakaan atau klien meninggal dalam program siklus pinjaman. Ansuransimikro tidak selalu merupakan solusi terbaik untuk menurunkan kemungkinan dampak dari resiko kemiskinan dan memperbaiki kualitas dari peminjam.Kesehatan dan ansuransi kehidupan. tawaran produk-produk asuransi secara langsung membutuhkan keahlian yang berbeda dengan keahlian untuk persediaan penyimpanan dan kredit. Selain itu. tanpa harus menghabiskan waktu dan sumber daya pada frase perancangan produk. banyak MFIS beroperasi pada batas-batas legalitas. Pengasuransi dapat menambah akses ke pasar-pasar baru. sementara FINCA melengkapi AIG dengan nama-nama klien sampai 3 anggota keluarga mereka. FINCA mulai menyediakan asuransi jiwa dan kecacatan. Di negera berkembang. serta Kewajiban pengembalian pinjaman. Produk-produk asuransi disediakan dibawah model kerjasama. resiko-resiko. daripada tawaran produk-produk mikro asuransi secara langsung. Terbatas pada perusahaan asuransi atau perantara keuangan dulu mengatur portofolio tunggal dari sejumlah banyak. FINCA internasional adalah organisasi nonprofit yang terdapat di 19 negara yang berbeda. dikembalikan untuk hukum yang tidak menguntungkan dan konteks peraturan atau kecacatan dari banyak MFIS untuk menetapkan dan mengatur skema-skema asuransi mikro dengan sukses. AIG menyediakan layanan asuransi. tawaran produk-produk asuransi secara langsung melibatkan terkena resiko-resiko yang lebih besar. Ini dirancang untuk menyediakan perlindungan tidak hanya bagi klien (nasabah) tapi juga bagi institusi (organisasi). pertenakan dan hasil ansuransi . Bekerja sama dengan AIG di uganda.di Negara berkembang ini dioperasikan dengan metode perbankan desa (village banking).

Mayoritas MFIS telah memberikan sedikit perhatian pada proses perkembangan produk. Akhirnya MFIS dapat mendatangkan lebih banyak bahaya masalah moral. Selangkah sistem (metodologi). saat industri keuangan mikro berevolusi dan tingkat kompetisi meningkat. pinjaman awal yang rendah tidak selalu memadai dalam menghormati dari kebutuhan keuangan yang real (nyata) dari pengusaha mikro. permintaan dari klien target. banyak MFIS yang telah mengikuti pendekatan tingkat atas sampai bawah untuk menghasilkan perkembangan. MFIS perlu menetapkan ulang produk-produk mereka atau mengembangkan yang baru. terutama pengusahapengusaha mikro mereka dengan usaha-usaha berkembang. juga berhubungan dengan kategori pelangganan baru. intensifikasi (penguatan) hubungan klien dan MFIS telah menghasilkan permintaan untuk pelanggan keuangan baru dan produk-produk yang lebih beragam dan berkualitas. sistem-sistem kredit yang didasarkan pada solidaritas kelompok tidak memenuhi kebutuhan-kebutuhan semua pelanggan. Oleh karena itu. perbankan desa. Terutama tawaran kredit modal kerja dalam rangka pembiayaan mikro bisnis. mengikuti “laju pasar”. Selama waktu yang lama kredit mikro telah didistribusikan melalui metodologi kredit (solidaritas kelompok. lebih banyak pendekatan terhadap klien yang tanggap. eksistensi (keberadaan) penyedia layanan keuangan lainnya. contohnya. Sama halnya. Sampai sekarang. memaksa kebutuhan untuk menentukan produkproduk dan layanan keuangan baru atas proses sistematis dasar. Ini berarti sebuah proses perkembangan produk yang sistematis yang mempertimbangkan tujuan MFIS. Mengawasi kegiatan-kegiatan peminjaman dan mendorong membayar hutang. Ditambah lagi. sering tidak layak bagi aplikasi selanjutnya dalam konteks sosial ekonomi lainnya dan disesuaikan dengan buruk untuk memenuhi kebutuhan keuangan klien yang beraneka ragam. Ciri-ciri ini. dll. disusun untuk mengatur resiko-resiko yang berhubungan dengan tawaran pelayanan keuangan yang tidak bermanfaat.kerugian. kesadaran akan kebutuhan financial (keuangan) yang baru. ditandai dengan hampir semua . dll) ditandai dengan mekanisme penyaringan pelangganan nontradisional.

dan saingan. MFI yang ingun meletakkan produk keuangan dipasar-pasar pertama-tama harus menyadari bahwa struktur organisasi. maka produk itu aakan didukung oleh pengawasan dan sistem pelaporan yang memadai. hilang nya daya saing.penelitian pasar absen. selama MFI harus mengevaluasi keberlangsungan penawaran produk baru atau apakah melanjutkan dengan memodifikasi yang sudah ada. resiko-resiko. Ada contoh-contoh dari kelompok pinjaman MFIS yang mulai menawarkan pinjaman-pinjaman individu tanpa menganalisa arus kas (harta) klienklien mereka tarlebih dahulu. Disamping itu. biaya produk yang tidak memadai. Disamping itu. kurangnya uji coba.dalam jangka panjang. MFI yang merdukan untuk menawarkan “pinjaman aset tetap” disamping pinjaman modal kerja. Ini jelas bahwa tiaptiap fase dipengaruhi oleh 3 faktor dasar. Perubahan salah satu faktor mengakibatkan perlunya pengujian ulang terhadap setiap fase dari proses tersebut. dalam kinerja dan keberlanjutan. memiliki konsekuensi dalam jangka waktu naikturunnya harga. dan yang terakhir. dan perencanaan bertumpuk. para staf dilatih secara khusus untuk pengelolaan (management) dan penjualan produk baru tersebut. Evaluasi ini harus dilaksanakan dimulai dengan analisis daya tampung kelembagaan (institusi) dari MFI dan situasi pasar. Sebelum meletakkan produk dipasar. sistem . akan membutuhkan untuk penentuan prosedur-prosedur evaluasi kredit baru dan melksanakan sistem informasi manajemen (pengelolaan) yang baru. kebutuhan pelanggan. Proses perkembangan produk adalah proses yang dinamisyang membutuhkan waktu dan sumber daya. rancangan dan perkembangan. antara lain manusia dan keuangan. Fase evaluasi dan persiapan mewakili pase pendahuluan dari proses. produk keuangan (financial) atau dalam menciptakan sesuatu yang baru. dan produk itu berguna bagi MFIS. kekuatan lembaga. perlu dibuktikan bahwa ada permintaan terhadap produk tersebut. Brand (2001) mendefinisikan proses perkembangan sebagai “ pendekatan selangkah demi selangkah yang sistematis untuk berkembang atau penyempurnaan produk yang ada”. uji coba dan peluncuran produk. dan disamping itu. Proses ini terdiri dari langkah-langkah berikut: evaluasi dan persiapan. Melalaikan aspek-aspek tersebut dalam penetapan ulang.

perlu uuntuk lulus fase ujicoba. Jika ujicoba punya hasil positif. Menawarkan produk dan jasa pada basis perkembangan produk yang sistematis memerlukan waktu dan sumber daya (pikiran).manajemen dan informasi. Bagian utama dari proses perkembangan produk memungkinkan analisis kebutuhan-kebutuhan keuangan klien untuk dilaksanakan dari informasi yang berbeda jenis (contohnya pinjaman pegawai atau kelompok konsultatif). sumber daya manusia dan budaya kelembagaan. Apabila ujicoba gagal. Terakhir. dan menambah kualitas kredit portofolio. disamping itu. prototype ditawarkan pada kelompok pelanggan yang terbatas tujuan nya untuk mengevaluasi apakah karakteristik produk memberi respon pada kebutuhan pelanggan yang nyata. Fase ini harus direncanakan dengan strategi pemasaran yang tepat/cocok. Bagi donator. atau jika produk diterima. menarik pertumbuhan/peningkatan angka pelanggan–pelanggan baru dan karenanya konstribusi keberlanjutan MFI jangka panjang. maka fase selanjutnya dapat ditempuh. Bagi MFIS. semua nya cocok dengan ciri karakteristik produk baru. mendukung institusi keuangan yang direspon klien berarti memperoleh ilmu atas pentingnya proses perkembangan produk dan mendukung MFIS yang mempunyai kapasitas . produk dapat diluncurkan dan diperdagangkan. Bagaimanapun. maka perlu diulang kembali prosesnya dan kembali menentukan prototype yang lebih baik dengan berdasarkan pada informasi yang diperoleh dari ujicoba. perhatian yang besar dari MFIS dan donatur. Ujicoba mewakili fase dasar dalam proses karena ini memungkinkan MFI untuk membuktikan permintaan nyata untuk produk itu dan potensi keberhasilannya. klien berarti pengurangan jumlah drop-out (keluar). Ketika produk prototype (contoh asli produk) ditentukan. Fase kedua ( rancangan dan perkembangan) terdiri dari penentuan contoh asli produk (prototype) yang akan diujicobakan kemudian di fase ujicoba. ini juga mewakili kesempatan pelayanan yang lebih baik permintaan pasar dan untuk mengeksploitasi manfaat yang dibuat oleh perusahaan di pasar. Pada fase ini. penawaran produk yang direspon. dari manusia dan keuangan (finansial). seperti pada fase lainnya. Proses kebutuhan-kebutuhan perkenbangan produk. Definisi dari produk ini harus didahului oleh penelitian pasar. perlu memiliki sistem-sistem internal untuk mendukung ijin produk baru dan sumber daya manusia harus dilatih dengan cukup dalam metode manajemen dan penjualan produk.

jasajasa ini mengarahkan membantu pelanggan dengan penjualan dan memperdagangkan produk-produk mereka.4 Pelatihan Keterampilan Bisnis Fundavon Carvajal di kolombia menyelenggarakan pelatihan singkat dan praktis dalam topik akuntansi. Sepanjang jasajasa finansial (keuangan) mayoritas proyek-proyek keuangan mikro juga menawarkan jasa (layanan) bantuan teknis bagi pengusaha mikro.3 Jasa (layanan) non finansial (non keuangan) Minimalis vs pendekatan yang terintegrasi Bagian sebelumnya kita telah sampai pada pertimbangan kebutuhan dan produk-produk finansial (keuangan) dari keuangan mikro modern. pemasaran. pelatihan produksi atau jasa marketing (pemasaran) dan teknologi. Jasa-jasa ini mewakili dukungan pendahuluan. Empretec di Ghana menyediakan pelatihan manajemen dua tingkat untuk para penyelenggara keuangan mikro yang menunjukkan cirri-ciri kewirausahaan tertentu dan mau mengadopsi sikap dan peralatan manajemen yang baru. kenyataannya. Kotak 2. dan manajemen yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha mikro. Pada beberapa kasus. Dalam kasus ini. MFI mengatur jaringan penjualan untuk penjualan produk. jasa-jasa ini didukung oleh tawaran jenis-jenis kursus pelatihan yang berbeda pada pelanggan. tidak selalu punya link (jarinan/hubungan) dengan pasar dan produk-produk. 4. mereka tidak mendapatkan outlet (toko/tempat penjualan). khusus nya dalam perkembangan program-program koperasi (kerjasama). jasa-jasa ini memiliki tujuan sumbangan (kontribusi) untuk perkembangan bisnis mikro ekonomi melalui pelatihan (training) bisnis. Jasa-jasa ini ditawarkan untuk mendukung klien-klien keuangan mikro pada permulaan (saat dimulai) dan perkembangan bisnis mikro mereka.kelembagaan untuk mengembangkan produk baru. Pada kasus ini. jasa-jasa ini memiliki tujuan dari persiapan anggota kelompok untuk menghubungi MFI dan membentuk kerjasama yang tahan lama dan kokoh. . Dalam proyek-proyek keuangan mikro terbaik. Pengusaha kecil. Seringkali.

Sangat sering. Keputusan untuk menawarkan pelayanan non finansial. perwakilan pemerintah dan lembaga sektor non-profit. Sustainable Banking with the Poor Project. jaringan. karena ini bukan merupakan pelayanan berbasis-biaya. pelayanan sosial difokuskan pada peningkatan kondisi kehidupan dari kelompok sasaran. program keuangan mikro juga termasuk. hal yang penting di mana manajemen dan pembukuan dari produk-produk ini dicatat terpisah dari pelayanan keuangan. . tergantung pada apakah MFI membatasi dirinya hanya terhadap penawaran untuk pelayanan keuangan atau tidak. tergantung pada sasaran dari MFI dan kapasitasnya pada danadana dermawan yang menarik dalam hal untuk menopang biaya yang dilibatkan. seperti halnya pelayanan keuangan. Pelayanan bantuan teknis dapat ditawarkan dengan jajaran lembaga yang luas mengoperasian persekutuan dengan MFI. Distribusi dari pelayanan pengembangan untuk bisnis memerlukan subsidi. Dalam kasus ini. Wrold Bank. Dalam literatur dan dalam metode operasional.Sumber: Disumbangkan oleh Thomas Dichter. seperti universitas. Khususnya. kita menetapkan antara pendekatan minimalis dan terpadu. di samping komponen kredit mikro. nutrisi dan pendidikan. kenaikan ini memerlukan pertanyaan-pertanyaan mengenai evaluasi dampak sosial dari pelayanan dan ukuran kinerja MFI. lembaga pelatihan. dari manajemen akuntansi dan juga pemasaran memberikan ahli waris dengan kemampuan yang penting untuk mengatur usaha kecil menjadi lebih baik. Seringkali. ada kursus pelatihan mengenai kesehatan. MFI sendiri menawarkan pelayanan non finansial.

Intensifikasi dari tekanan kompetitif dan kekurangan dana donor meningkatkan sumber keuangan alternatif kebutuhan bagi MFI untuk menemukan melebihi donasi dan subsidi. Dana merupakan Perkongsian Swasta Publik antara Hivos Foundation dan Triodos Bank dan akan fokus pada penyediaan keuangan untuk inovatif terkecil dan lembaga keuangan mikro ukuran-menengah di India. tidak hanya dari ahli waris tetapi juga dari MFI. Bagian sebelumnya menganalisa produk-produk dan pelayanan keuangan d mana industri keuangan mikro modern mulai menawarkan kategori-kategori ahli waris baru. Pengumpulan dana dari pasar modal juga dapat dicapai melalui saling bertanggung jawab secara sosial. Sebuah contoh inovatif ditunjukkan oleh pendanaan modal usaha yang mendukung MFI. . kedua dimiliki oleh anggota MFI (Ledgerwood. Batas Baru Dalam Pelayanan Keuangan Mikro Industri keuangan mikro ditransformasi dengan cepat. Walaupun tidak banyak. Kebutuhan manajerial dari MFI pada tahun baru-baru ini diubah dan MFI melihat perlunya menemukan teknik-teknik manajemen baru dalam inovasi keuangan.4. ini menunjukkan suatu peluang bagi MFI untuk memiliki akses menuju pendanaan pasar. Investasi pertama terutama dalam tanggung jawab perusahaan secara sosial. Kebutuhan baru muncul. Ini dapat dibagi ke dalam screened mutual funds.4. Bagaimana bisa MFI mengakses pasar modal dalam rangka untuk memuaskan kebutuhan pendanaannya untuk beroperasi dengan cara yang dapat menopang? Beberapa alat keuangan inovatif telah dieksperimenkan dalam keuangan mikro. Dutch Hivos-Triodos Fund (HTF) baru-baru ini meluncurkan dana modal usaha pertama untuk keuangan mikro di India. seperti halnya ketepatgunaan manajemen yang lebih besar.

biaya bisa menjadi penting. khususnya likuiditas dan resiko kredit. yang kemudian ditempatkan di pasar. pengemasan dari sebuah keranjang kredit dari aset pemula dan transfernya kepada sebuah SPV. Selanjutnya. dalam faktanya. Kebutuhan operasi klasik. terutama untuk jumlah keterlibatan kelompok yang besar dan jumlah transaksi signifikan yang harus dilaksanakan. Karena alasan ini. persoalan catatan.2000). Suatu perkembangan yang menarik dalam mengakses pasar modal dan manajemen resiko dapat ditunjukkan oleh jaminan aset-kembali. Perencanaan dan monitoring dari suatu operasi jaminan adalah kompleks. Walaupun manfaat yang dibawa operasi adalah penting. MFI dapat mengatur resiko-resiko khusus dari intermediasi keuangan. Melalui teknik ini. Jaminan aset. untuk para investor dalam ABSs. jaminan aset dapat . dalam rangka untuk membiayai pembelian. jaminan menggabungkan resiko kredit semula yang oleh karena itu. SPV akan membiayai memperoleh aset-aset mengeluarkan dan menempatkan catatan yang tercatat (ABS) untuk jumlah yang equivalen dengan nilai aset yang ditransfer. melalui MFI yang menjual sebuah portofolio asset untuk sebuah perusahaan eksternal (tujuan khusus kendaraan-SPV). ditransfer dari MFI kepada pasar modal dan. dengan cara demikian. mengizinkan terhadap pengumpulan sumber-sumber keuangan (likuiditas) pada pasar modal dalam pertukaran terhadap penjualan dari bagian pinjaman mikro yang dipegang oleh MFI. Kaminan kredit dapat menunjukkan alternatif valid pada sistem pengumpulan tradisional karena berbagai alasan: pendanaan alternatif. dalam kasus di mana ini sangat dipusatkan pada area geografis tertentu atau dalam kategori ahli waris tertentu. transfer resiko kredit dan diversifikasi portofolio kredit. bahkan.

Bagi MFI. dapat dicapai tidak hanya melalui pinjaman kecil untuk keperluan produksi.hidup bagi MFI yang mengatur portofolio pinjaman secara signifikan dan yang dapat menghitung pada bantuan dari perantara keuangan tradisional dalam fase perencanaan dan dalam menempatkan catatan. 4. mengizinkan warga miskin untuk memiliki akses dengan sistem keuangan dengan cara bertahan dan dapat menopang. menentukan MFI mengenai kebutuhan untuk beroperasi sesuai dengan pasar dan juga skema transparansi dalam perencanaan dan . Kebutuhan untuk memiliki akses dengan bentuk-bentuk keuangan alternatif. melalui formasi persekutuan. Keuangan mikro modern mulai menawarkan produk-produk yang lebih canggih dibandingkan dengan kredit mikro sederhana dalam merespon pada kebutuhan yang lebih kompleks dari klien sasaran baru. penawaran pelayanan keuangan untuk klien kecil berarti peninjauan ulang proses perkembangan produk melalui pendekatan gerakan pasar. bukannya sumbangan. dengan mengkombinasi skill yang berbeda. oleh karena itu. kapasitas mereka untuk mengakses pasar modal. Kesimpulan Baru-baru ini. Ini juga berarti mendukung kolaborasi antara jenis lembaga yang berbeda. yang mengambil ke dalam catatan kebutuhan nyata dari klien sasaran.5. banyak pengalaman kesuksesan dalam bidang keuangan mikro yang mengkontribusi penyebaran gagasan yang meningkatkan standar kehidupan dari yang termiskin. Revolusi barubaru ini dalam sektor keuangan mikro tersedia. tetapi juga melalui lingkup pelayanan keuangan yang luas. konsekuensinya. berbagai tantangan: perubahan organisasi and prosedural menjadi penting untuk meningkatkan kekuatan kelembagaan dari MFI dan.

Fasilitas kredit ini memiliki plafon hingga Rp I miliar untuk setiap debitur dengan jangka waktu hingga 5 tahun. Dengan kerjasama ini. BNI menjalin kerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Achmad Baiquni.implementasi produk-produk yang ditawarkan. Vice President Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Menengah dan Syariah BNI. ada lebih dari 800 merek yang telah diwaralabakan di Indonesia dengan puluhan ribu gerai. Syaratnya. BI: 228 Kasus Perbankan Diselesaikan . Alfamart memberikan rekomendasi kepada penerima waralaba sehingga kredit dapat diproses lebih mudah dan cepat. dan mendapat rekomendasi dari francishnr. sebagai pemilik waralaba gerai Alfamart untuk fasilitas pembiayaan kepada penerima waralaba Alfamart. dan dengan omset bisnis yang mencapai Rp 81 triliun. calon debitur telah disetujui sebagai penerima waralaba. Untuk tahap pertama ini. peluncuran kredit waralaba dan kerjasama dengan Alfamart ini merupakan bentuk dukungan BNI pada bisnis waralaba di Indonesia serta menggali potensi pembiayaannya. Kasus 1. Menurut Achmad Baiquni."Menurut data. di Jakarta. Luncurkan Produk Kredit Pembiayaan JAKARTA-PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) meluncurkan produk kredit untuk pembiayaan kepada penerima waralaba (franchise) dari pemilik waralaba (franchisor)." kata Baiquni. Direktur Usaha Kecil.dengan Henryanto Komala.

"Dilihat dari berbagai jenis produk. BI akan memaksimalkan fungsi mediasi perbankan. sengketa yang diajukan kepada BI terjadi akibat kurang cermatnya nasabah dalam menggunakan dan menjaga keamanan kartu kredit maupun ATM nya. mempertemukan hingga memotivasi bank maupun nasabah sehingga mencapai keputusn tanpa memberikan rekomendasi dan keputusan. di luar permasalahan produk perbankan (10 kasus). Untuk menyelesaikan kasus yang terjadi. Selain itu.Direktorat Investigasi dan Mediasi Perbankan Bank Indonesia (BI) merilis per November 2007. Dia menuturkan. maksudnya tidak ada pihak yang menang maupun kalah.288.JAKARTA . Sebagian besar kasus perbankan yang terjadi adalah sengketa sistem pembayaran terutama kartu kredit dan ATM." ujar Deputi Direktur Investigasi dan Mediasi Perbankan BI Purwantari Budiman. Penyelesaiannya bersifat win-win solution. negoisasi dan pernyataan dibuat dalam proses mediasi berlaku sebagai informasi yang bersifat tertutup maupun rahasia. di Jakarta. produk kerja sama (33 kasus) dan penghimpunan dana (29 kasus). Adapun caranya adalah dengan cara memanggil. Selain itu. Selain itu ada penyaluran dana (34 kasus). sistem pembayaran (10 kasus) dan penghimpunan dana (9 kasus). Selasa (12/11/2007). mediasi perbankan merupakan penyelesaian sengketa antara nasabah dan bank yang dibantu oleh mediator (BI). Rinciannya adalah penyaluran dana (19 kasus). jumlah kasus perbankan yang sudah diselesaikan mencapai 228. Sedangkan jumlah kasus yang masuk sebesar 248 dan keseluruhan pengaduan nasabah selama triwulan III mencapai 64. Menurut Dia. sebagian besar kasus yang diterima BI sebagian besar atau 90 jenis adalah sistem (kasus) sistem pembayaran. Segala bentuk komunikasi. . perbankan memiliki kelalaian. BI menerima kasus dari gerai info yang berjumlah 48 kasus.

Bandung."Para pihak yang tidak dapat mencapai kesepakatan dapat melakukan upaya penyelesaian lainnya melalui jalur arbitrase maupun litigasi. Dari jumlah itu."kata Kepala Polresta Bandung Barat Ajun Komisaris Besar Pratikno di kantornya Selasa (16/12)." tandas dia. "Lembaga mediasi perbankan independen diharapkan mampu menentukan persyaratan dan guide line bagi mediator. termasuk kode etiknya. Sedang sisanya masih dalam proses penyelesaian. Kasus Tabungan Gelap di Bandung BANDUNG: Satu lagi kasus penipuan dengan modus bank gelap terbongkar di Bandung. Namun. tersangka penipuan bank gelap "Mitra Usaha" ditangkap Polisi Resor Bandung Barat Senin (15/12) di rumah sekaligus kantor "bank"nya di kawasan Jalan Babakan Tarogong. 54 tahun. Sejak Januari 2006 hingga Juli 2007. BI sudah memiliki pedoman pelaksanaan mediasi perbankan. . "Dari total jumlah 900-an 'nasabah' tersangka menghimpun dana hingga lebih dari Rp 1 miliar. lembaga mediasi perbankan independen harus berbentuk perkumpulan badan hukum dan anggota mediator ditentukan sendiri oleh lembaga tersebut. Dalam menyikapi mediasi perbankan di masa depan. BI terus menggalakkan dan mengupayakan mediasi antara nasabah dan kalangan perbankan. lanjut Dia." jelas dia. Selain itu. jumlah pengaduan dan permohonan penyelesaian sengketa melalui mediasi BI tercatat sebanyak 151 sengketa. Asosiasi perbankan belum menyatakan kesiapannya mebentuk lembaga mediasi perbankan independen sehingga BI tetap berfungsi sebagai lembaga mediasi perbankan sampai pada waktunya benar-benar dialihkan. BI sudah melakukan berbagai pertemuan dengan asosiasi perbankan. 85 persen dari sengketa tersebut telah selesai ditangani. Sebelumnya. 2. Juju Julaeha.

"Ancaman hukumannya minimal penjara 5 tahun. dan 1 eksemplar data nasabahnya" Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Reynold Hutagalung. "Uang nasabah ada yang digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. Perempuan paruh baya itu kini dirawat sementara di RS Sentosa. Tersangka dijerat Pasal 46 ayat 1 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan karena telah mengoperasikan usaha perbankan tanpa seizin Bank Indonesia. Modusnya."imbuhnya.Namun tersangka akhirnya tidak mampu mengembalikan uang milik hampir separuh nasabahnya. 10 ribu." tandas Reynold. Julaeha kolaps dan mengeluh sakit jantung. Namun saat jatuh tempo pengembalian uang korban mulai Agustus lalu. "Kami menyita 296 buku tabungan "Mitra Usaha". Saat akan diperiksa. Nasabah diminta menyetor tabungan secara harian minimal Rp. "Total kerugian Rp 465 juta. Julaeha menghimpun dana dari nasabah dengan iming-iming paket Sembako sejak Oktober 2007. 6 buku kwitansi pinjaman uang "Mitra Usaha. Bandung. Meski begitu polisi belum menahan tersangka. Juga Pasal 372 dan 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penipuan dan penggelapan."katanya. BAB V Bentuk utama Microcredit (The Main Features of Microcredit) .

sukses atau infeksi. juga memperhitungkan keragaman penting yang ada di berbagai program mikrofinance. microcredit terlihat adanya goncangan yang lebih besar dan lebih langsung berdampak pada kondisi si penerima. Sebagaimana disebutkan dalam Bab 2. Kedua. Pelajaran tentang praktek-praktek terbaik. Ketiadaan penggambaran terperinci mengenai mikrokredit dikarenakan oleh tidak adanya definisi yang jelas mengenai mikro kredit itu sendiri. bahan bacaan tentang mikrokredit ini terutama ditandai dengan fokus pada pengalaman dilapangan. karena mikrokredit begitu beragam dalam hal tujuan. metodologi yang disampaikan. memberikan semua yang di izinkan dengan menggunakan suatu rekening kecil uang. dengan mengikuti pendekatan pinjaman dan metodologi yang sangat berbeda. bentuk mikrokredit. serta penyelidikan dari titik-titik kritis utama program yang telah berlalu.1 Pendahuluan Dalam dunia microfinance.5. yang dikembangkan oleh lembaga heterogen di negara-negara yang berbeda. Namun demikian. adalah suatu bisnis yang beresiko untuk MFls dan. pastinya berguna dalam mengarahkan orang-orang yang terlibat dalam mikrofinance ke arah yang lebih efektif dan efisien. Pertama. hal tersebut menghadirkan penghamburan dan produk penting oleh mayoritas besar MFIs. Oleh karena itu. hal itu terlihat kurangnya pendekatan manajerial yang kritis dalam memeriksa semua elemen yang paling signifikan. sekalipun jumlah kecil. dengan begitu hal tersebut memerlukan satu perhatian tertentu agar jangan membuat serius kerugian pinjaman. suplai kredit. mikrokredit tidak bisa dimaknai dalam satu arti saja.Terakhir. untuk membantu perkembangan pendapatan inisiatif ekonomi para produksi. Bagaimanapun. bab ini bertujuan untuk meningkatkan gambaran yang paling segnifikan mengenai bentuk mikrokredit. microcredit menduduki suatu tempat khusus untuk lebih dari satu alasan. di antara semua produk mikrofinance. tidak dapat diselidiki hanya dalam satu cara tunggal karena perbedaan luas dan mendalam yang ada dalam pendekatan yang dilakukan di daerah yang berbeda dan dengan tipologi lembaga yang berbeda . dengan tujuan untuk memperdalam aspek istimewa yang telah membedakan . yang mesti didapatkan dalam sebuah program mikrokredit. dan di dalam pencapaian proses kredit.

dan oleh karena untuk ketahanan dari MFIs. pengamatan klien harus diantisipasi oleh analisis alokasi teori. hal ini bukanlah satu-satunya yang ada dalam mikrokredit. Sama halnya dengan apa yang terjadi pada perantara keuangan tradisional. Bagian 3.2 menyediakan penggambaran singkat mengenai proses evaluasi penerima laba. ditujukan untuk memaksimalkan pengembalian investasi. dan untuk berkonsentrasi pada gambaran yang harus dipertimbangkan terhadap kesuksesan program mikrofinance.5 menyampaikan kerumitan peraturan jaminan. lebih dari lainnya. secara lebih umum. Pembedaan ciri mikrokredit. atau. dalam kaitannya dengan kehadiran institusi-institusi yang memprioritaskan bekerja dengan “yang paling miskin dari yang miskin” dari pada tujuan bagi tampilan dan ketahanan keuangan. bergantung pada ukuran MFIs. Sebenarnya. Teori susunan peminjaman harus juga mengikuti asas penggolongan kerugian. Bagian akhir mencermati rasio bunga dalam mikrokredit.mikrokredit sekarang ini dari alat keuangan yang fokus kepada pengurangan pengeluaran finansial. Bagian ini mencari asal dari asetaset keuangan dalam program mikrokredit tertentu. dibandingkan dengan pinjaman tradisional. terutama yang kecil. Ukuran grup target. menurut ciri khas tuntutan mikrokredit tersebut di dalam konteks yang mana MFI menjalani atau di dalam berbagai hal tersebut MFI berharap agar dapat memasukinya. didiskusikan di bagian 3. MFIs diharuskan untuk mengidentifikasi grup target.2 Pemanauan Penerima Laba Proses evaluasi penerima laba adalah pokok persoalan yang sangat penting terhadap kesuksesan program mikrofinance. yang mana merupakan salah satu subyek yang masih diperbincangkan sejauh ini. keuntungan sosial. Pertimbangan yang logis berkembang dengan pendekatan yang berorientasi pada kemaksimalan perbaikan alokasi mikrokredit agar tampilan MFIs lebih baik dari waktu ke waktu. yang bukan merupakan tugas mudah bagi MFIs. Pengamatan awal ini terdiri atas penunjukan sumber dana untuk membatasi grup yang. 5. Bagian 3. Bab ini terstruktur sebagai berikut. Dalam fase pendahuluan ini. . sebagaimana jumlah grup. lebih jelasnya. pada ukuran teori pinjaman.7 kesimpulan. dan. atau grup MFI inginkan untuk mendanainya. sementara bagian 3.4.

tetapi mereka kurang dana untuk melaksanakn proyek mereka tersebut. Proses karakter pemantauan yang pertama adalah perkiraan jaringan petugas kredit dengan pelanggan. pilihan dibuat oleh beberapa MFIs untuk membiayai aset-aset yang hasilnya berguna bagi peningkatan kondisi kehidupan penerima laba sementara juga harus mempertimbangkan laporan kapasitas debet peminjam. Yang demikian itu. MFIs perlu memokokkan tujuan mikro kredit.Selain itu. agar dapat lebih menyadari sikap peminjam untuk membayar kembali pinjaman mikro dan untuk mencegah penyalahgunaan dana.pada dana yang berjalan dari tiga-kumpulan pelaksana. adanya . Di dalam beberapa kasus yang mana pembayaran kembali pinjaman mikro diragukan. Akan tetapi. Kadang-kadang. selama mayoritas MFIs bergantung -pada tingkatan yang berbeda. Penciptaan jaringan pekerja kredit. bagaimanapun. Oleh karena itu. keputusan MFIs mengenai alokasi selalu dipengaruhi secara signifikan oleh aturan yang menyediakan dana. berhutang kepada proses yang kurang roduktif. pekerja kredit mengikuti jaringan terbaik MFIs untuk mengumpulkan informasi penting yang menyangkut kesempatan sukses inisiatif perekonomian yang berbeda untuk mendukung. Proses ini biasanya dijalankan dengan cara yang berbeda. bergantung pada beberapa variabel. Pada waktu yang sama. sama halnya bahwa mikrokredit bukanlah cara yang cocok untuk dipakai. MFIs dibutuhkan untuk mengamati hal-hal yang memiliki kapabilitas lebih tinggi untuk menggunakan uang yang menghasilkan produk dan layanan yang bernilai jual. mengenai kategori subyek yang harus menerima dana. Dalam hal ini tujuan MFIs diharuskan untuk memilih investasi-investasi yang dijalankan oleh anggota grup target yang memiliki rasio internal tertinggi pengembaliannya. Pokok ide hal ini yakni kepadatan penerima laba yang merupakan ide masyarakat yang memiliki wiraperusahaan yang dapat terus dijalankan. sekali kepadatan pelanggan yang potensial diketahui. menampilkan biaya yang paling signifikan dalam program mikrofinance dan. Kerapkali bidang mikrokredit juga memasukkan ke dalam proses poduksi barangbarang yang dapat meningkatkan produktivitas perperusahaanan mikro penerima laba. kami di sini menganjurkan sebuah bentuk dasar mekanisme penyeleksian berdasarkan tiga elemen utama. konsekuensinya.

demi pencapaian pemantauan yang baik. puncak MFIs telah memutuskan untuk memakai versi yang lebih sederhana pada model angka kredit. dimana yang pertama menekankan pada proyeksi produksi dan perdagangan-meminjam kepada yang kurang. penguasaan MFIs menampilkan sebuah variabel kunci bagi kesuksesan program mikrokredit. Kenyataannya. kualitas dan keterampilan. Namun demikian. jumlah permintaan pinjaman mikrokredit yang diberikan biasanya tinggi dan jumlah pinjaman kecil. analisis kualitas kredit dalam mikrokredit berdasarkan kedua elemen kuantitatif dan kualitatif. pada data historis resmi bisnis kecil untuk didanai dan pada catatan peminjaman.sedangkan yang ke dua harus mencakup seluruh aspek tidak nyata. dan di pihak lain. seperti CAMEL. Di segala hal tersebut dimana peminjam potensial dipusatkan pada perkampungan terdekat. di dalam lingkungan di mana terdapat tingkat kemiskinan dan pengeluaran dana yang tinggi. dibandingkan dengan kredit biasa. Apapun yang mencampur elemen kualitatif dan . Demikian itu. pada salah satu pihak. jaringan yang luas dari pada pekerja kredit bergantung juga pada penyebaran ke daerah teritorial pada penerima laba yang paling potensial. Kedua. adalah tingginya tingkat fleksibelitas.perdagangan yang terputus diantara keduanya. tidak harus difokuskan dengan pemakaian teknik-teknik tidak biasa dalam mengevaluasi kemungkinan kerja bisnis. Oleh karena itu. yang mungkin tidak dapat sesuai dengan MFIs. Ide yang menyatakan bahwa salah satu keuntungan utama mikrokredit. Elemen ketiga bagi kesuksesan mekanisme pengamatan dana mikrokredit adalah pengangkatan prosedur yang diakui dan sesuai standar untuk memilih tuntutan kredit. jumlah pekerja kredit yang lebih sedikit dan mengamati mereka. MFIs harus membangun sistem yang logis mengendalikan berdasarkan tingkatan yang berbeda dan wajib menyiapkan sistem insentif yang dapat menghargai pekerja dan paling berguna. biaya bagi pekerja-pekerja ini. sebagaimana peminjam akan mengembalikan. jumlah petugas kredit. sama halnya bahwa yang demikian dilaksanakan untuk memilih peminjam dan mengamati prioritas dan ketertarikan yang mereka miliki. Selain itu. sebagaimana timbulnya upah buruh. seperti kualitas personal peminjam. di banyak negara berkembang.

tergantung kesalahan kepada perusahaan yang didanai. meskipun MFIs dapat membiayai secara teoritis seperangkat modal yang besar. 5. tujuan program mikrofinance adalah untuk mendukung perusahaan mikro dengan menggunakan pinjaman kecil. Secara lebih spesifik. Demikian itu. selama perusahaan pertanian dihubungkan kepada siklus musim produktif dan bertindak dalam waktu panjang dari penuaian bibit hingga panen -diikuti oleh transformasi dan komersialisasi produk. Tetapi bermodal sedikit. hal tersebut sangatlah penting bagi kesuksesan pemilihan peminjam untuk mengatur ex ante(bekas kontribusi) bobot relatif bagi kedua aspek. urgensi keungan MFIs yang harus dipenuhi sangatlah berbeda. Kenyataannya. perhatian kadangkala ditujukan kepada semua faktor produksi peminjam. produk yang bernilai jual.3 Sifat Dasar Modal Telah dijelaskan bahwa mikrokredit menyediakan hasil terbaik ketika peminjam adalah pekerja mandiri atau perusahaan kecil yang memiliki beberapa keterampilan seperti kapabilitas produktif yang baik. proses alokasi MFIs harus diorientasikan untuk mendanai barang dan jasa. tetapi secara signifikan berbeda dalam penentuan waktu proses produksi. MFIs secara khas mendanai modal kerja penerima laba. Dengan kata lain. mengenai sifat dasar perusahaan untuk didukung secara finansial. yang dapat berkontribusi secara signifikan untuk meningkatkan proses produtif. keuntungan peminjam. keduanya dalam program pertanian dan perusahaan. Selain itu. yang keduanya mempekerjakan keduanya aktivitas intensif pekerja. jika . dll. atau kepentingan untuk memulai bisnis yang baru. dapat meningkatkan pengeluaran lebih daripada yang lainnya. Akan tetapi. Oleh karena itu. akses ke pasaran.kuantitatif dipilih oleh MFIs. yang sekali waktu memasukkan mekanisme produktif. konsekuensinya. Elemen-elemen seperti itu secara signifikan mempengaruhi produk yang MFIs sediakan sebagaimana durasi mikrofinance yang harus disetujui. Oleh karena itu.banyak perusahaan manufaktur dalam bisnis intensif pekerja dicirikan untuk memiliki jadwal produksi yang lebih pendek. sebagian besar adalah perusahaan mikro swasta yang bergerak di bidang pertanian dan pabrik.

grup penerima laba yang bekerja sama atau mandiri yang berbagi instalasi atau perlengkapan yang penting bagi proses produksi mereka. minimal elemen khusus yang membedakan mikrokredit. Kurangnaya kategori yang tegas mengenai mikrokredit menciptakan kesulitan tertentu. lebih sering. untuk mempertimbangkan laporan rentang waktu antara awal produksi dan komersialisasi mengingat jangka waktu mikro kredit yang lebih pendek dengan periode pembayaran yang lebih pendek berlaku lebih sering pada perusahaan manufaktur. Sangat jarang. sebagai tambahan modal kerja. 5. mengikuti proses demikian untuk dipertimbangkan sebagai bagian kegiatan dari mikrofinance. Bagaimanapun juga definisi yang disajikan. MFIs juga menyediakan sumber-sumber yang penting untuk menanam modal saham tertatur. keberadaan konsorsium produsen atau keberagaman grup peminjam. merujuk kepada aspek-aspek berikut: “ Target peminjam “ Prevalensi bersih dari aktivitas kredit melalui jasa lain “ Jumlah pinjaman “ Periode pembayaran “ Kekurangan jaminan umum . Dalam hal demikian. menekankan aspek yang berbeda mengangkat keragauan mengenai apa arti sebenarnya istilah ini. dalam pendapat kami. dari saat yang membuat MFIs mengoperasikan batasan tak tentu dan merumitkan promosi itu sendiri dan implementasinya dengan struktur peraturan yang berbeda. mikrokredit jangka waktu panjang sangatlah pentingmenyediakan secepatnya kelonggaran waktu.mempertimbangkan perusahaan pertanian. dan kaum pelajar. yang termasuk kewajiban kerja sama. di samping kenyataan bahwa barang yang dibiayai bernilai tinggi melampaui permulaan mikrofinance tradisional. seperti para praktisi. Keuangan tersebut dibutuhkan untuk pembelian atau memasukkan produk tahan lama yang tujuannya disediakan bagi peminjam tunggal dan. waktu demi waktu. Perbedaan definisi diangkat oleh organisasiorganisasi internasional.4 Perbedaan Ciri Mikro Kredit Istilah mikro kredit digunakan untuk mengidentifikasi percampuran berbagai layanan finansial dan nonfinansial.

Ketidakpastian berasal dari MFIs yang informal fakta bahwa. yang berjalan di luar penyediaan dana. sering kali penawaran. di negara-negara di mana microfinance lebih terbaru dan penetapan dari MFIs sudah menguntungkan dari badan-badan peraturan lebih tersusun dan analitis. Kesalahan tafsir yang kedua berhubungan dengan penawaran. yaitu. Di sisi lain. Pandangan seperti itu. dari jasa yang bukan lembaga keuangan. . yang memprioritaskan tujuan-tujuan sosial sebagai ganti ketahanan. di samping jasa kredit. microcredit dipertimbangkan untuk tetap sedemikian. mempunyai konsekuensi-konsekuensi penting terhadap profil-profil autorisasi dan pengawasan dari lembaga microfinance. sejauh microcredit terkait hal ini semua pasti orang yang mempunyai kesulitan di dalam mengakses sistem keuangan yang tradisional. mendukung operasi MFIs yang lebih kecil. pembelian bahan baku atau barang-barang yang sedang dalam proses. operasi kredit yang berfokus kepada prestasi dari proyek-proyek pengembangan yang lebih luas biasanya diizinkan hanya untuk MFIs terdaftar dan formal. juga jika itu menunjukkan bagian kecil dari suatu proyek kooperasi dukungan dan pengembangan yang lebih luas. penyebaran pinjaman mikro untuk mendukung konsumsi . Bagaimanapun.Berkenaan dengan penerima target. untuk memperbaiki ketrampilan teknis dan produktivitas bisnis mikro yang memberi kredit agar bertahan lama. Dalam konteks yang demikian. di samping prinsip-prinsip yang dijelaskan pada bagian 3. oleh karena itu. pendukung teknis dan paket pelatihan kepada para penerima kredit. Sebaliknya. di sepanjang kredit mikro. yang sumber utama dari dukungan keuangan dan ekonomis untuk penerima dan keluarganya. unsur yang membedakan diwakili oleh adanya suatu bisnis mikro. yang sudah memulai atau akan memulai sebuah bisnis dan memerlukan sumber keuangan yang perlu untuk menjalankan investasi-investasi yang panjang. Dalam kasus-kasus yang sedemikian. di dalam konteks-konteks operasional yang disepakati. lembaga yang penawaran pinjaman mikro tidak bisa dipertimbangkan pada di suatu pengertian yang tepat sebagai MFIs.2. jika aktivitas kredit adalah marginal di dalam proyek.meski hal itu mempunyai kesamaan teknik dan karakteristik keuangan – yang tidak tergolong pada bidang kredit mikro. yang oleh karenanya disokong.

dengan batas waktu peminjaman biasanya di bawah satu tahun. di dalam kasus dari pabrikasi yang tersebut di atas micro-businesses. Alasan karena memiliki rencana pelunasan bulanan. keefektifan dari microcredit didasarkan pada fakta bahwa penawaran dari jumlah pinjaman yang rendah menolong bisnis-bisnis dari sirkuit alternatif keuangan. Secara umum. Lebih dari itu. Pembiayaan modal kerja utama terkandung dalam penawaran dari kredit jangka pendek. Lebih dari itu. sementara menunggu produk-produk untuk mencapai batas waktu pembayaran. atau memperbaiki. yang mengantisipasi bagian dari input penting untuk menciptakan produk dan menyingkirkan bagian penting batas-batas para penerima. tidak digunakan untuk manajemenmanajemen arus kas jangka panjang. dengan maksud menawarkan kredit jumlah rendah -yang berbeda di negara-negara yang berbeda-ini memungkinkan memicu proses penggandaan yang menghasilkan pendapatan. mingguan bahkan angsuran harian berasal dari fakta bahwa banyak penerima kredit belum pernah berhubungan sebelumnya dengan lembaga keuangan dan. MFIS jarang menyediakan fasilitas kredit kepada klien-klien yang mempunyai pertimbangan di dalam menggunakan mereka. sedangkan untuk bisnis-bisnis agrikultur biasanya ada suatu masa bebas angsuran selama yang. bersifat sangat pendek.Sepertiga unsur pembeda microcredit mengurangi sejumlah pinjamanpinjaman yang disediakan. Prinsip revolusioner dari pendekatan keuangan ini didasarkan pada fakta bahwa. juga berperan untuk membebaskan micro businesses dari kuasa negosiasi yang berlebihan dari para pemasok. mengenai . oleh karena itu. Ciri distingtif yang keempat dari microcredit adalah keuangan jangka pendek dan laju pemulihan yang tinggi dari pinjaman-pinjaman yang disediakan. Sebagai tambahan. aktivitas produksi dengan keuntungan yang lebih tinggi. yang.dibandingkan dengan kondisi pasar-dapat diganti-rugi. lebih lanjut. lebih menyukai microcredit dengan rencana pelunasan yang sudah diketahui dan seringnya angsuran. seperti pinjaman berbunga. pilihan masa pembayaran ulang yang terjadwal dengan ketat harus sejalan dengan jadwal-jadwal dengan komersialisasi barang-barang. gagasan terkandung dalam fakta bahwa microcredit juga mengizinkan dasar keuangan mengeluarkan orang-orang untuk memulai. sampai pada titik di mana bahkan biaya pendanaan yang lebih tinggi .

kebijakan-kebijakan. di sebagian besar kasus pemohon pinjaman. sudah selalu mewakili pembatasan utama untuk mengakses kredit formal untuk para pelanggan keuangan dan untuk orang miskin. para anggota yang lain bereaksi terhadap hutang-hutangnya. yang didokumentasikan dan yang stabil. dan untuk minta para anggota kelompok itu untuk masuk kewajiban bersama. Pencarian seperti itu dilaksanakan oleh peminjam-peminjam yang potensial di dalam komunitas mereka. 5. Meski ada pendekatan peminjaman kelompok yang berbeda. memerlukan pengujian lebih dekat yang khusus dijelaskan dalam bagian berikut. untuk menciptakan suatu kelompok dengan mereka. Koheren dengan gagasan seperti itu. Dalam hal seseorang bergabung kelompok tidak mampu untuk membayar kembali angsuran-angsuran. harus mencari jumlah orang tertentu-biasanya lima – yang juga memerlukan kredit mikro dan secara spontan memutuskan untuk berbagi resiko anggota lain dari kelompok yang sama yang tidak mampu untuk membayar. Hubungan ini menunjukkan satu aset . Peminjaman kelompok adalah pilihan yang strategis meminta mereka yang melamar suatu pinjaman untuk mencari di dalam komunitas mereka untuk produserproduser kecil yang lain.5. pelopor-pelopor microfinance mempunyai gagasan yang cemerlang untuk mengembangkan dan mentransformasi ke dalam jaminan semua harta yang tak berwujud yang orang-orang termiskin memiliki: rasa memiliki terhadap masyarakat yang sama dan kesetiakawanan yang timbal balik. di mana ada orang yang mempercayai satu sama lain. metodologi pengurangan resiko utama yang digunakan adalah peminjaman kelompok dan insentif dinamis. seperti halnya pendapatan peminjam yang tertentu. yang perlu diberi kredit juga. penawaran dari microcredit telah harus mengembangkan dengan menggunakan bentuk alternative dari jaminan kepada beberapa yang tradisional. Karenanya. yang tidak memiliki jaminan lain. Kebijakan-Kebijakan Jaminan yang Pendekatan yang digunakan untuk mempersiapkan jaminan-jaminan untuk microcredit yang disediakan mungkin menunjukkan sangat inovasi dan unsur microcredit bandingkan dengan kebijakan-kebijakan peringanan resiko kredit tradisional. Ketiadaan jaminan tradisional. Dalam hal ini.

Ke dua.panting dalam konteks tertentu dan sesuai untuk menyeimbangkan penawaran dari kredit mikro kelompok-kelompok solidaritas yang memberikan. di negara-negara tertentu di mana pagian yang paling tidak menguntungkan dari masyarakat adalah lebih sedikit yang heterogen. secara alternatif. setelah beberapa minggu dua anggota yang lain menerima pinjaman. Bagaimanapun. ketika kenaikan jumlah suplai tunggal. Secara umum. Karena peminjaman kelompok dan pemantauan panutan hanya dapat bekerja dengan adanya ikatan inter-subjektif non eksplisit. arsitektur dari peminjaman kelompok merangsang para anggota kelompok untuk membantu peminjam itu untuk membayar hutangnya. metodologi ini lebih efektif di dalam konteks sosial di mana kohesi seperti itu adalah yang lebih kuat. pada waktu yang sama. pemantauan panutan menciptakan tekanan sosial. itu mengalami kerusakan mengenai fakta bahwa pembentukan kesetiakawanan membawa ke arah perlakuan yang sama terhadap semua anggota kelompok. Prinsip dasar peminjaman kelompok disebut pemantauan panutan. peminjaman kelompok sudah mewakili pondasi bagi banyak program microcredit. jika mereka semua tetap membayar kembali menurut jadwal. Hal ini sering membuktikan. seperti metodologi dengan tepat lebih disukai dalam dua konteks. ini dapat menciptakan permasalahan seperti . Para penerima kredit milik kelompok yang sama melakukan saling monitoring terusmenerus terhadap penggunaan dana yang telah diterima dan terhadap pembayaran kembali dari modal dan bunga. bahwa dua anggota kelompok menerima permodalan. orang yang telah membentuk kelompok juga menerima microcredit. Pertama-tama. karena peminjaman kelompok itu didasarkan pada rasa memiliki itu kepada masyarakat yang sama. peminjaman kelompok lebih baik meminta kepada MFIs yang menawarkan kredit mikro jumlah rendah. perlawanan dan ketidakpercayaan ke arah kewajiban-kewajiban bersama muncul juga di antara para anggota dari masyarakat yang sama. konteks-konteks seperti itu dapat ditemukan di daerah pedesaan tertentu atau. yang sebanding kepada intensitas hubungan-hubungan antara para anggota kelompok. Jika ini dibayar segera. pertama dari semuanya. Sejauh ini. Dalam hal salah satu anggota yang sementara di dalam berbagai kesulitan ekonomi. sehingga peminjam itu mengerjakan yang terbaik untuk membayar kembali pinjaman.

untuk tujuan ekspositif. jika dihormati. Pendekatan seperti itu dapat disortir. Beberapa di antara mereka telah diadopsi oleh suatu jumlah MFIs tertentu. Dengan MFIs yang pertama dapat meminta para penerima untuk menggunakan satu persen dari microcredit yang disediakan sebagai uang tabungan yang wajib. mengenai peringanan resiko kredit yang berharga menyebutkan simpanan wajib dan penetapan dari dana jaminan. untuk mengurangi terbukanya peminjam dalam hal kelalaian. Adapun produk-produk yang inovatif. dalam hal resiko mengenai para peminjam dari mereka sendiri dan proyek-proyek investasi mereka. Karenanya. penerima menunjukkan bahwa ia memiliki ketrampilanketrampilan tertentu dalam manajemen arus kas. sesudah itu. Di samping dua metodologi tersebut di atas. mengurangi konsentrasi kepemilikan pinjaman-pinjaman. menunjukkan suatu catatan sebelumnya untuk penilaian atas kelayakan kredit. memungkinkan untuk membayangkan pendekatan lebih heterogen dan canggih untuk mengurangi resiko kredit. pada waktu bersamaan. MFIs membatasi resiko kredit pada tahap pertama dan. Malahan. yang lainnya dapat mewakili. Sebenarnya. Insentif dinamis menunjukkan metodologi yang kedua dari peringanan resiko kredit dalam microcredit. seperti orientasiorientasi produk dan proses yang inovatif. oleh karena perbedaan-perbedaan antara para anggota suatu kelompok. Inovasi Jaminan-Jaminan dan keuangan. ia dapat meminta pinjamanpinjaman lebih besar. jika pinjaman itu dibayar kembali tepat pada waktunya dan. perlu untuk diingat bahwa MFIs beroperasi di dalam konteks-konteks di mana catatan historis dari pelamar/peminta pinjaman dan database publik dari hutang-hutang mereka yang ada sesungguhnya tidak ada. oleh karena itu. Karena permintaan untuk microcredit datang dari subjeksubjek yang tidak digunakan untuk yang berhubungan dengan lembaga keuangan. dana jaminan itu . satu unsur inspirasi untuk MFIs untuk mencapai suatu manajemen resiko kredit lebih modern. dengan menggunakan insentif dinamis. para peminjam mulai membiasakan diri dengan suatu komitmen keuangan terjadwal yang. suatu unsur yang fungsional di dalam penetapan suatu disiplin pasar untuk para penerima bisa diwakili oleh fakta bahwa pada awalnya mereka bisa mengakses pada pinjaman kecil. Sementara itu.resiko pemilihan dan moral yang kurang baik.

Bank/ sponsor Bank /sponsor Para counterparty Lokal Memonitor perhitungan Memonitor penyelesaian Lokal Para Donor Memonitor penyelesaian NGO/ bank Para penerima kredit . Promotor. Lebih secara rinci. promotor akan Lokal membuka suatu deposito di dalam bank ini yang menggunakan dana yang disediakan oleh sponsor. Ini dipecah jadi dua typology utama: pertama terdiri dalam suatu sarana tujuan yang khusus (SPV). Di dalam opsi yang pertama. menyiapkan suatu Special Purpose Vehicle (SPV). yang menjadi titik tengah dari jaringan yang sesuai kontrak keseluruhan program (Gambar 31). bersama-sama dengan lembaga promosi proyek itu (promotor). dana jaminan digunakan secara sebagian atau secara total untuk membayar kembali hutang sisa. Secara umum. Pada sisi lain. atau oleh badan-badan lokal atau lembaga yang beroperasi dalam pengembangan daerah. yang bekerja sama di proyek-proyek microfinance sebagai penjamin-penjamin. Untuk melakukan hal ini. proses inovasi membawa ke arah struktur keuangan yang inovatif untuk microfinance. penyediaan kredit kepada para penerima itu Memonitor perhitungan dilaksanakan oleh bank pihak ketiga. Keduanya struktur digunakan ketika ada banyak penerima terorganisir di dalam himpunan-himpunan atau koperasi-koperasi. Dana seperti itu dapat ditetapkan oleh MFIs dengan menyisihkan suatu persen dari bunga yang didapat dari pinjaman-pinjaman yang disediakan. Sponsor. Dalam hal kelalaian penerima kredit. menyediakan sarana dengan dana yang hanya digunakan untuk pencapaian program microcredit. dengan sengaja yang dirancang untuk proyek tunggal. struktur ini menyediakan suatu perantara keuangan (sponsor). kecuali jika sponsor mempunyai suatu jaringan lokal. pengasingan resiko proyek dicapai dengan menggunakan SPV. yang memegang 100 persen dari modal SPV.adalah sumber daya keuangan menyimpan untuk menutupi resiko bahwa beberapa peminjam tidak akan membayar kembali modal dan bunga. yang kedua memberikan pendanaan langsung bagi penerima yang menggunakan suatu rencana yang khusus dari aset yang dipisahkan untuk suatu bisnis. yang bisa merupakan suatu NGO atau suatu lembaga pengembangan lokal. menyelesaikan manajemen dan administrasi dana dan mengontrol hasil dari beberapa aktivitas. atau promotor itu menjamin untuk melaksanakan aktivitas kredit.

juga dengan menggunakan informasi yang disediakan oleh promotor. yang mengizinkan mereka untuk memiliki suatu kendali yang tetap dari arus keuangan. Microcredit yang dihibahkan kepada penerima harus digunakan untuk mendukung aktivitas program itu dan untuk membeli barang-barang yang perlu untuk melaksanakan aktivitas. pembayaran kembali dari modal dan bunga itu kepada badan keuangan mempunyai prioritas di semua biaya-biaya yang lain mengenai aktivitas dari promotor dan dari bank penyimpanan. Opsi struktural kedua mengisolasikan resiko proyek tanpa menggunakan . lembaga keuangan dapat juga menggunakan barang-barang yang dibeli oleh para penerima kredit untuk aktivitas mereka: kenyataannya. Sebagai suatu jaminan atas investasi.1 Kegunaan SPV dalam microcredit Sponsor tetap satu-satunya pemilik dari dana keuntungan-keuntungan yang dapat dihasilkan dari pemakaian yang banyak. struktur-struktur seperti itu selalu termasuk suatu aktivitas perhitungan yang dilaksanakan oleh sponsor. Maka. untuk mengisolasikan resiko proyek dari resikoresiko aktivitas para penerima dan aktivitas promotor maupun dengan memiliki jaminan terhadap produk-produk akhir dan terhadap barang-barang yang dibeli oleh para penerima. manajemen resiko kredit dilaksanakan baik dengan penggunaan SPV. barang-barang seperti itu menjadi bagian dari aset-aset SPV itu dari saat mereka telah membelinya. Keuntungankeuntungan yang memperoleh dari aktivitas harus digunakan oleh para penerima untuk membayar kembali pinjaman-pinjaman yang telah diterima . Promotor itu bertanggung jawab terhadap transparansi dari administrasi dana. Lebih dari itu.Gambar 3.

tujuannya adalah untuk menjamin pembiayaan bank. suatu level yang dinilai oleh perhitungan pemisahan antara setiap perbedaan aktivitas dan suatu . Disamping itu pemisahan asset dari bank berdasarkan ketentuan-ketentuan yang diterapkan. ada suatu mata rantai yang ketat antara dana yang dihibahkan dan proyek yang dicapai (Gambar 32). kepemilikan proyek dan kepastian yang kepastian hukum yang meminjam banyak akan digunakan untuk melaksanakan aktivitas yang diatur dalam kontrak pembiayaan. Struktur ini menyediakan pendukung yang harus menjalankan suatu nomor atau aktifitas akhir untuk menjamin suatu administrasi yang tepat. yang mengadopsi cara-cara alternative dari manajemen resiko kredit. yang diwajibkan atas pemegang saham dan dapat diaplikasikan sebagai tahapan produksi sebaik-baiknya untuk tahapan komersial. Pada umumnya hal ini diciptakan untuk mempersatukan penjalanan aktifitas beberapa kelompok pembandingan yang tertera didalam kontrak. Dalam hal ini. Para donor Administrasi Bank/ Sponsor Para penerima diatur dalam koperasi atau himpunan Pengurus direktur Produksi Komersialisasi Gambar 3.2 Kegunaan aset-aset terpisah dalam microcredit Setiap struktur pada umumnya digunakan untuk menjalankan system keuangan yang kooperatif dalam beberapa sector yang berbeda. di samping latar belakang hukum kontekstual yang memungkinkan.SPV. yang termasuk hubungan langsung antara sponsor dan pemegang saham serta . Peraturan-peraturan nasional spesifik mengizinkan rencana seperti itu di bawah pola-pola hukum yang berbeda.

1 Strategi Perhitungan Resiko Kredit Ciri-ciri • Penerimaan dalam tingkatan yang sama • Bekerja sebagaimana mestinya selama surat obligasi dalam komonitas kuat • Berlaku adil pada setiap peminjam.perencanaan akurat yang terperinci yang disesuiakan untuk perencanaan keuangan. 2. marketing assistance selalu dijalankan oleh bank financial. technical monitoring. aktifitas administrative monitoring. Jadi. yang dapat menentukan seleksi yang berbeda dan resiko moral yang berbahaya. Kelompok peminjaman . • Dana jaminan untuk resiko kegagalan pengiriman barang bagi peminjam strategi 1. Insentif dinamik • Meningkatkan jumlah peminjam seiring waktu • Berguna untuk menarik peminjam yang digunakan untuk persetujuan intermediaries financial • Menolak pemusatan portfolio. yaitu suatu kegunaan dari perjanjian yang spesifik dalam suatu technical-administratif monitoring dan dalam sutu pendukung komersial. Untuk beberapa alasan. Kemudian perbandingan dengan susunan financial berdasarkan pada SPV dan pada suatu tehnik dan pendukung administrative disediakan oleh suatu penyelenggara. Jaminan lainnya berasal dari perubahan financial • Menjaga kewajiban untuk menolak protes. dibandingkan dengan susunan financial pada suatu SPV dan pada suatu tehnik dan administrative monitoring. dan marketing assistance selalu dijalankan oleh bank financial. technical monitoring. 3. struktur ini membutuhkan tindakan invasive dari sponsor dalam konteks kerja pemegang saham. Table 3.

karena mikro kredit diusulkan sebagai subjek yang tidak bermanfaat. Kenyataanya terdapat perbedaan yang kontras tentang ini dalam pemahaman secara bahasa. Disamping itu pertimbangan etik dan manajemen. termasuk inflasi Dari daftar biaya-biaya diatas dibutuhkan untuk menjumlahkan suatu asuransi . yang sebagiannya hanya dikontrol oleh MFIs. maka harus disupply pada kondisi yang lebih menguntungkan daripada kredit tradisonal. Hal ini tergantung pada beberapa factor. Perwakilan ini merupakan salah satu dari beberapa aspek perbedaan dan pembicaraan dari mikrofinace.• Tujuan sarana dan pemisahan modal yaitu untuk mengurangi resiko perencanaan 5. dalam bentuk harga mungkin saja ditetapkan. juga ketika tingkatan bunga lebih tinggi daripada tingkatan penjualan. perbandingan antara tradisional kredit. secara abstrak dapat dikatakan sebagai level yang ideal dari tingkatan bunga mikro kredit. Perhitungan titik imbang pendapatan dari satu MFI ditentukan ketika Bunga + kenaikan harga = tingkatan bunga + jaminan Harga peminjaman dalam mikro kredit ditetapkan sesuai dengan biaya pengaturan dari MFIs. kebijakan tingkatan bunga adalah penggambaran secara bebas. Maka biaya dapat dipisahkan dalam: • • • • Biaya modal Biaya oprasional Kerugian pinjaman dan resiko persediaan mata uang Biaya modal. dan mereka yang berhak adalah para pemegang saham dari perencanaan mikro kredit. karena keuntungan dari mendapatkan akses kredit lebih tinggi dibandingkan pembayaran financial. Tingkat Bunga Dalam Mikro Kredit Dalam beberapa perbedaan ciri-ciri dari mikro kredit. bukan merupakan tingkatan sensitive interest.6. Bagaimanapun hal ini dibtuhkan untuk mengidentifikasikan variable-variabel yang betul-betul dipertimbangkan untuk penentuan tingkatan yang tepat.

tinggi atau rendahnya resiko, menurut tipe lembaga yang dioperasikan yang mana harus dibayar untuk resiko bisnis MFIs. Setiap ketentuan dari kebijakan yang diabaikan dari beberapa penetapan elemen yang disebutkan diatas, dalam kekurangan dari kelompok-kelompok subsidi eksternal yangtahan lama, kondisi orasional yang tidak berjalan dalam medium jangka panjang. Tanpa memperhatikan inflasi dan biaya modal yang tergantung pada suatu dasar MFIs dan dana dasar, diperlukan untuk membuat beberapa pertimbangan mengenai tiga daftar pembayaran sub-sub kategori diatas. Biaya pendanaan pada dasarnya tergantung pada sumber keuangan MFIs; hal ini memungkinkan untuk mengidentifikasi tiga sumber dasar. Pertama MFIs dapat menarik dana bantuan dan peminjaman ringan dari donator yang mengusulakan beberapa perencanaan pada mereka. Di lain pihak, lembaga-lembaga ini dapat memberikan hutang secara financial lanjutan yang berlaku seperti level bank utama. Akhrinya mereka dapat mengumpulkan deposit dari masyarakat, namun hanya pada negara-negara dan konteks-konteks operasional dimana hal tersebut diizinkan. Tidak ada perbedaan dalam strategi pendanaan untuk pengumpulan kestabilan dan biaya. Kenyataanya, pengumpulan dana subsidi memiliki biaya yang rendah bahkan terkadang tidak ada biaya sama sekali, sehingga mengakibatkan hal ini sangat tidak stabil karena prioritas para donatur dapat berubah sewaktu-waktu. Pengumpulan dana dari lembaga-lembaga keuangan termasuk pengembangan bankbank multilateral, pembangunan agency-agency local ditunjukkan dengan memiliki kesadaran pembayaran dan memberikan setidaknya pengaruh terhadap strategi MFIs’. Akhirnya kumpulan deposit-deposit masyarakat menawarkan harga yang rendah dan stabilitas yang tinggi, selama MFi sanggup mencapai suatu volume tabungan signifikan yang minimum dan menentukan suatu tanggungjawab manajemen yang tinggi untuk MFi, yang mengikuti pengawasan obligasi yang ketat. Konsekuensinya, suatu strategi diversifikasi dana yang juga termasuk tabungan strategi public, bermanfaat untuk manajemen MFi. Bagaimanapun juga pendekatan tidak dapat diikuti oleh semua MFi; faktanya penggabungan kegiatan-kegiatan pengumpulan tabungan dan dana kredit membutuhkan suatu struktur organisasi dan suatu system auditing internal yang hanya mampu disusun oleh intitusi-intitusi besar.

Di lain pihak kumpulan deposit-deposit masyarakat memiliki beberapa resiko yang oleh para deposito itu sendiri tidak mampu untuk memahami atau memberikan nilai yang memadai; yang bertujuan untuk kekuasaan dan skema prudential supervision, membatasi, bahkan terkadang menghentikan kumpulan-kumpulan MFi. Biaya operasional menggambarkan biaya yang tinggi dalam MFi. Kegiatan MFi, kenyataannya berbeda dari kredit tradisional lanjutan, karena berdasarkan saling mengenal secara dekat dan baik antara orang kantor kredit dan pemegang saham. Kenyataan tentang struktur penyaluran adalah didasarkan pada satu jaringan dari orang kantor kredit yang sering mengunjungi pelanggan, secara tidak langsung disebut pembayaran operasional tingkat tinggi. Bahkan, jumlah penolakan rata-rata penyaluran mikro kredit tidak selalu diizinkan untuk mencampurkan biaya manajemen dari peminjaman tunggal sebagai pembagian yang cukup. Bagaimanapun juga, termasuk biaya pemberitahuan ulang bagian yang paling signifikan dalam menentukan tingkatan-tingkatan mikrokredit. Akhirnya, tiga tipe biaya yang mempengaruhi ketentuan tingkatan-tingkatan bunga adalah ketetapan kerugian peminjaman. Telah dikatakan bahwa kualitas portfolio MFi hamper menjadi yang terbaik dibandingkan operasi lanjutan tradisional dalam lingkungan wilayah yang sama, hal ini tergantung, yang pertama pada kemampuan MFi untuk menjalankan suatu pemilihan dan pemantauan peminjam. Di samping itu kemampuan MFi untuk menyeleksi pelanggan,

Elemen 1. Biaya pendanaan

Tugas • Kemampuan untuk menarik dana subsidi • Biaya pendanaan VS keuangan lanjutan lainnya dan/atau lembaga-lembaga lainnya • Kemampuan untuk mengumpulkan deposit dari masyarakat

2. Biaya operasional • Jaringan kredit kantoran • Besarnya rata-rata peminjaman keuangan mikro 3. ketetapan peminjaman kebijakan • Kemampuan untuk menyaring dan memantau peninjau • Menentukan manajemen kembali prosedur-prosedur

Box 3.1

Menghitung tingkat suku bunga

Bunga pada mikrokredit dapat dihitung berdasarkan beberapa cara. Disini kita akan memfokuskan pada dua cara yang umum digunakan: declining balance method dan flat method. Pada declining balance method tingkatan bunga dihitung pada jumlah masa akhir peminjaman terbesar. Pembayaran dilakukan pada setiap periode secara tetap, dimana pokok pembayaran meningkat setiap waktu dan bunga menurun. Pada flat method bunga lebih dihitung sebagai persentase inisial mikrokredit dari pada jumlah terbesar, yang menurun setiap waktunya. Kemudian, bunga selalu dihitung menurut inisial jumlah pembayaran. Dalam kasus pembayaran ini, pokok pembayaran dan bunga tidak pernah berubah atau tetap.

Dengan menggunakan flat method penambahan jumlah tingkat bunga jauh lebih tinggi dari pada declining balance method. Bagaimanapun declining balance method sama dengan metode yang paling pantas dari perhitungan bunga, karena perhitungan bunga ini hanya pada bagian-bagian yang harus dibayar dan bukanlah pada persentase bayaran pokok yang telah dibayar. Tingkat kerugian kredit dipengaruhi oleh keputusan mengenai wilayah yang harus dioperasikan, dengan sector yang harus dibayar dan juga oleh kebangkrutan manajemen, ketika peminjam dengan jelas tidak mampu untuk membayar kembali pinjaman. (table 3.2) Dalam aturan yang MFi mampu menjangkau perbedaan tingkatan yang sustainable dijelaskan dalam chapter 4, hal ini membutuhkan daftar biaya diatas dengan mengambil pertimbangan ketika menentukan tingkat bunga dan jaminan. Bagaimanapun juga hal ini tidak bermaksud bahwa elemen-elemen biaya yang disebutkan di atas harus digunakan secara lengkap oleh peminjam, karena beberapa MFi dapat dioperasikan dalam kondisi yang sustainable pada konstribusi external dari dana bantuan dan peminjaman ringan. Hal ini sangatlah penting bahwa setiap MFi secara konstan menyadari penampilan ekonomi keuangan menjadi tanpa dana subsidi, untuk menghindari kesalahpahaman pada tingkatan yang berbeda yang sustainable yang akan dioperasikan tanpa subsidi. Akhirnya, untuk mencukupi penilaian aliran yang mencakup daftar elemenelemen biaya di atas, hal ini juga penting untuk mendefinisikan kewaspadaan terhadap metode-metode perhitungan bunga yang digunakan oleh MFi. Kegunaan metode-metode yang tepat daripada penyedia perbedaan aliran kas lainnya, khususnya dalam konteks-konteks operasional yang dicirikan oleh suaatu tingkat bunga yang sangat tinggi. Box 3.1 menjelaskan 2 metode perhitungan bunga yang lebih sering digunakan dalam microfinance. 5.7. Kesimpulan Mikrokredit adalah yang saat ini sangat dipertimbangkan sebagai suatu teknik financial yang karena membutuhkan sumber-sumber tingkatan yang beragam, yang mampu mengkontribusikan suatu cara yang signifikan untuk membangun kegiatankegiatan ekonomi yang menguntungkan. Kunci dari kesuksesan sangat tergantung

pada ciri utama tehnik ini. Selanjutnya, microcredit menunjukkan keefektivan yang maksimum di dalam kasus-kasus dimana pemegang saham memiliki kecukupan keahlian dalam menghasilkan penjualan dan pelayanan yang baik, namun kekurangan dari financial adalah untuk komersialisasi dan distribusi mereka. Berkenaan dengan microcredit, hal ini biasanya memiliki tingkat yang tinggi dalam penentuan kembali dibandingkan dengan lanjutan tradisional. Kunci kesuksesan adalah berasal dari tipe-tipe tehnikal mikro kredit, hal tersebut disusun untuk menambah suatu kombinasi yang spesifik dari ciri-ciri peminjam, yang di dalam mekanisme microfinance dapat menunjukkan asset yang intangible. Dengan cara yang sama, kebijakan jaminan dalam penawaran mikro kredit disusun untuk mengurangi resiko pendapatan dari pemakaian konsep-konsep yang jauh dari budaya tradisional keuangan lanjutan, sama halnya dengan memantau atau memaksa si peminjam untuk membayar kembali pinjaman-pinjaman, namun juga dengan menggunakan penipuan struktur financial yang, dengan kebutuhan kebijakankebijakan, dapat bermanfaat bagi MFi. Salah satu pusat dan elemen-elemen pembahasan yang sangat penting dalam penawaran mikro kredit terpusat pada ketentuan tingkatan-tingkatan bunga. Apapun misi dari MFi, definisi dari tingkatan-tingkatan harus diambil dalam perhitungan semua biaya-biaya yang harus dihadapi oleh setiap lembaga, untuk menghindari persediaan pinjaman atas kondisi-kondisi yang tidak sustainable.

mengenai perdagangan mulai dari keberlanjutan dan jangkauan. Pada bab ini mendiskusikan. pada umumnya dimaksud. di dalam mengejar Tujuan suistainabilas kondisi-kondisi diciptakan sedemikian sehingga hasil yang diperoleh boleh melanjut dari waktu ke waktu dan. meskipun demikian tidak eksklusif. Tujuannya adalah untuk memperjelas apakah. dan pilihan benificiaries dan jasa produk untuk menawarkan. Seperti konsep kedalaman" tentang intervensi disebut dengan istilah khusus yaitu Outreach (Jangkauan) Sisanya antara keberlanjutan lembaga microfinance dan proyek. sedemikian sehingga prakarsa dan institusi adalah diri cukup dari luar kontribusi. bekerjasama dengan pelanggan yang lemah/miskin bisa mempengaruhi penawaran jasa keuangan dalam hal ketahanan. termiskin. program suistainabilas microfinance secara kebiasaan dihubungkan dengan kegunaan sosial yang berasal darinya. menghadirkan satu dilemma (pilihan) secara luas pembahasan di antara microfinance dan praktisi. definisi keberlanjutan dan jangkauan. ukuran-ukuran yang utama sebagai yang dipertimbangkan ketika pemilihan benificiaries akan digambarkan. seperti kemampuan untuk menjangkau yang sektor populasi. bab ini akan mengusulkan bidang operasi dan mangement aneka pilihan yang pantas untuk menyatukan tujuan . lebih dulu. yang akhirnya. Pengenalan kebelanjutan lembaga microfinance dan proyek yang keuangan berisi sebagian besar menemukan suatu saldo antara laba memperoleh dari proyek dan ongkos menyelesaikan nya. akhirnya.1. kemudian.BAB VI KEBERLANJUTAN (SUSTAINABILITY) DAN JANGKAUAN (OUTREACH): TUJUAN MICROFINANCE 6. mengidentifikasinya berbagai maksud secara luas dari konsep ini. Anggaran ini diambil ke dalam pertimbangan besar oleh MFIs penderma dan investor yang membawa dukungan keuangan ke microfinance dan berbagai Pengawas. dan bagaimana.

suatu premi berisiko dan laba modal yang dibawa oleh merancang investor MFIs pemegang saham ( menggambarkan 4.suistainabilas dengan mereka yang dijangkau. keberlanjutan dipahami terutama sebagai kemampuan MFIs untuk mamberikan pinjaman dari waktu ke waktu berulang-ulang ( substantial ketahanan keuangan). Masukan investor pribadi ke dalam pasar microfinance. hibah dan dana yang diberi subsidi adalah juga dimasukkan di antara materi itu berperan untuk biaya tutup dan untuk menstabilkan Pendapatan itu adalah suatu MFIs. oleh karena itu untuk membuat keuangan bisa mendukung suatu proyek atau institusi harus menerima suatu arus donasi dan beruntung. telah membawa keuangan sustainabilitas untuk perhatian penderma dan praktisi di tahun terakhir.2 Keberlanjutan Dan Jangkauan Dalam microfinance. hibah dan pinjaman lunak tidaklah dipertimbangkan dalam menaksir kemampuan yang mandiri institusi untuk menutupi biaya. biaya keuangan. dengan mengabaikan bagaimana stabilitas keuangan proyek atau institusi dicapai. sedangkan. 6.1) menguraikan kemampuan itu untuk metutup biaya yang penting bagi awal dan manajemen aktivitas microfinance. dari bunga dan kommisi. apakah melalui laba dari menawarkan jasa. inflasi berharga. seperti halnya meningkat kelangkaan dana-dana negara.2). untuk menutupi biaya usaha. khususnya orang-orang keuangan. ketahanan keuangan substansil ( menggambarkan 4. atau melalui hibah dan pinjaman ringan. ketahanan keuangan substansial Ketahanan Diri keuangan pendapat an Hibah . Di dalam suatu pengertian lebih dalam. dengan ketahanan keuangan. ini harus tidak dikacaukan dengan ketahanan substaintial Ketika keuangan kita mengacu pada substaintial ketahanan keuangan. biaya berhubungan dengan devaluasi kas surat itu.

2 ketahanan keuangan substansial Mengenai keberlanjutan keuangan. itu lebih lanjut adalah membedakan antara operational swasembada ( di mana pendapatan usaha meliputi biaya usaha.1 Tingkat yang berbeda ketahanan microfinance Pendapatan Total biaya Biaya subsidi Gambar 4.pinjaman ringan kecukupan diri operasional Kecukupan keuangan diri secara penuh pendapatan Pendapatan= Biaya operasi+ Inflasi berharga+ ketetapan kerugian pinjaman+ Mata uang mengambil resiko ketetapan kerugian Pendapatan= Biaya operasi+ Inflasi berharga+ ketetapan kerugian pinjaman+ Mata uang mengambil resiko ketetapan kerugian+ Biaya-Biaya keuangan Gambar 4. Biaya inflasi. meminjamkan Ketentuan kerugian dan ketentuan kerugian resiko mata uang) dan swsembada operasional penuh ( di mana pendapatan usaha adalah cukup .

yang tidaklah diterima sistem keuangan yang formal sebagaimana adanya mempertimbangkan terlalu penuh resiko dan tidak cukup menguntungkan. dalam beberapa format. suatu peran ditenukan oleh tunjangan. oleh karena itu. mayoritas program luas microfinance dan MFIs menyimpan menguntungkan. seperti halnya mereka mengeluarkan keuangan. seperti para pelanggan/nasabah mempunyai permasalahan lebih besar di dalam mencakup biayabiaya dengan suatu laba cukup mengalir medium untuk memenuhi yang kedua. tetapi tidak diri keuangan sutainable sejak. MFIs bekerja dengan para pelanggan/nasabah marginalized. Sesungguhnya. biaya usaha yang penting bagi penyaringan dari individu terpercaya dan bisnis kecil dan mengawas peminjam itu sedemikian hingga. merancang atau suatu institusi mungkin adalah pada hakekatnya keuangan bisa mendukung bahwa mampu menarik suatu arus yang tetap dari dana diberi subsidi dari waktu ke waktu. Mengikuti bahwa. ada sedikit kasus microfinance institusi atau program acara yang mana. belum pernah menerima tunjangan dan di dalam suatu kondisi dari stabilitas ekonomi. dari yang. yang meliputi biaya hutang dan menyesuaikan biaya modal) Penganalisaan kebelanjutan adalah penting untuk jenis bisnis manapun atau mengerjakan kegiatan ekonomi. bagaimanapun. tetapi juga membiayai biaya-biaya. biaya inflasi dan ketentuan. akan bersifat tidak mampu untuk mencapai stabilitas laba. . dulu. ketiadaan tunjangan dan oleh karena itu membiayai pada biaya-biaya pasar. di dalam menganalisa ketahanan dan membedakan ketahanan substaintial dan ketahanan diri.untuk meliputi tidak hanya biaya usaha. di dalam jalan berbeda. akan bersifat logis untuk berasumsi bahwa lembaga yang memutuskan akan bekerja bersama . bagaimanapun. ketika dibandingkan kepada laba buat dari client. terutama. adalah menghadirkan suatu unsur rumit untuk dua alasan. tunggal bisa menunjukkan keuntungan kecil/sedikit dalam bekerja untuk jumlah kecil seperti itu. yang mana signican mengurangi biaya-biaya keuangan dan memungkikan laba untuk menutupi biayabiaya sisa. walaupun tujuan meninggalkan ke samping penderma dana telah dipertimbangkan oleh banyak Ahli sebagai suatu langkah penting dalam rangka membuat microfinance adalah suatu instrumen stabil untuk mendukung yang orang-orang termiskin. di dalam microfinance dan untuk MFIs.

penawaran dari pelatihan dan jasa teknis. seperti halnya pada langkah-langkah kemudiannya. dan hutang biaya lembut. Di (dalam) kontras pendekatan ketahanan diri menyediakan kebijakan pen. tergantung pada kebijakan akuntansi MFIs) dan di dalam modal disetor ( bernama ' setimpal'. seperti penawaran dari barang-barang sebagai penolong perlu untuk suatu capaian cukup. mengenai pemilihan waktu. dengan tujuan mencapai individu dikeluarkan yang sudah membatasi akses kepada system keuangan yang formal. menyediakan hanya jasa basis dasar. di luar corak ekonomi. debat.Tunjangan mungkin menyajikan dalam berbagai format dan pada langkahlangkah yang berbeda proyek itu. tunjangan dapat dibagi menjadi hibah. Yang pertama apporoach microfinance memperlakukan sebagai suatu divisi layanan keuangan menjual lebih lanjut . yang perlu mendukung pembiayaan dari prakarsa ekonomi pada lebih sedikit menuntut kondisi-kondisi dibanding mereka yang dari pasar. Ketika atas biaya diperlukan untuk menyediakan aktivitas itu adalah jauh lebih besar dari laba. Pencarian untuk menyeimbangkan antara biaya-biaya dan beruntung berkesempatan menang MFIs membawa kita kembali ke debat di dalam literatur tentang microfinance yang tepat di dalamnya ada dua menentang teori : Layanan keuangan Apporoach dan peminjam proverty apporoach. Karena yang lain. MFIs dapat menerima tunjangan kedua-duanya sepanjang start phase. yang dicetuskan oleh dua posisi ini . mengenai ilmu bentuk bagian. menunjuk kebutuhan akan microfinance praktisi untuk mengadopsi beroperasi pendekatan yang sesuai dengan sasaran hasil yang direncanakan. itu adalah penting bagi menguji lebih lekat jenis tujuan dan manfaat yang mengilhami program microfinance yang ditujukan ke arah jangkauan. . Hibah berisi sebagian besar dari publik dan pribadi mengarahkan donasi ( mengarahkan dana hak kekayaan atau mengarahkan dana laba. Demikian. mengira bahwa pemasukan keuangan menghasilkan hal luar hal positif penting. seperti halnya manajemen dan jasa konsultasi administrasi). proverty yang meminjamkan pendekatan sepuluh untuk membantu suatu jumlah lebih kecil orangorang (di) atas waktu lebih pendek. microfinance adalah di atas semuanya suatu alat dari kooperasi internasional.dukungan untuk orang-orang [yang] dikeluarkan dengan terus meningkat banyaknya penerima uang dan jasa menyediakan periode. potongan.

mencapai lebih dari target dapat diperlakukan berharga ke klien. bahwa kesejahteraan sosial masyarakat prioritizes yang termiskin individu. Gagasan yang basis dasar adalah bahwa manfaat menerima suatu pinjaman untuk yang termiskin individu adalah lebih besar dari untuk orang-orang pada sosial lebih tinggi mengukur. Pada sisi lain. mencapai lebih dari target ke arah penerima uang lebih miskin lebih disukai di samping total jumlah pelanggan potensial. Di dalam kasus yang pertama. prioritas ke luas menyiratkan suatu pilihan ke arah suatu pertimbangan pelanggan lebih luas. walaupun mereka bukanlah semua digolongkan seperti yang termiskin yang lemah/miskin' didalam suatu konteks di mana permintaan untuk jasa keuangan dari yang termiskin dan orang-orang yang keuangan dikeluarkan adalah lebih tinggi dibanding persediaan. kemampuan untuk menjangkau suatu lebih besar jumlah benificiaries menjadi suatu tujuannya sendiri Di dalam literature lain. suatu awal penting indikator kedalaman program acara adalah jumlah pinjaman. karena keuangan klien yang dikeluarkan cenderung untuk meminta lebih kecilpinjaman selanjutnya. itu adalah kemungkinan untuk menggambarkan konsep di dalam dua secara parsial menentang jalan : kedalaman dan luas ( menggambarkan 4. aspek mencapai lebih dari target sering tersebut. sedangkan luas berhubungan dengan banyaknya klien mencapai. suatu indikasi sikap klien ke arah mengganti jasa. Dalam hal keseluruhan manfaat.Walaupun literatur menawarkan berbagai taksonomi nilai-nilai yang menyatakan mencapai lebih dari target.3) kedalaman menghadirkan kemiskinan tingkat melibatkan penerima uang. suatu yang berharga lebih besar ke klien boleh sesuai dengan kedalaman lebih besar. Ukuran berharga ke klien Biaya klien Jangkauan Masa waktu lebar berharga ke klien . yang mana cara simpel lebar dan kedalaman. kedalaman suatu microfinance keterlibatan adalah sebanding kepada manfaat netto yang berasal dari penawaran dari jasa keuangan bagi orang-orang itu. suatu penerima uang lebih miskin sungguhsungguh menerima untuk membayar lebih. itu adalah. menandai adanya jumlah maksimum bahwa peminjam akan menjangkau dalam rangka memperoleh suatu pinjaman. karena ini dengan mantap kebutuhan keuangan mereka sendiri.

semakin besar semakin variasi produk yang ditawarkan dan jasa keuangan. Lingkup dan lamanya. semakin besar semakin panjang operasi dan. yang biasanya. semakin besar semakin itu ke luar menjangkau. Sebagai akibat itu mengira bahwa penawaran secara positif dihubungkan ke laba yang dihasilkan oleh MFIs. itu adalah banyaknya ilmu bentuk bagian dari kontrak keuangan yang disediakan oleh MFIs. seperti halnya biaya usaha ditetapkan perbaiki yang bersama oleh suatu jumlah lebih kecil penerima uang.3 Dimensi outreach dari microfinance Variabel yang ketiga ke luar jangkauan adalah memberi beban kepada klien untuk jasa yang keuangan mencapai. dan salam yang ke lima panjang microfinance program acara: ini menghadirkan periode waktu selama yang microfinance layanan ditawarkan. 6. Keberlanjutan: Bagaimana Mencapainya . biaya-biaya lebih. ini menghadirkan ongkos pinjaman untuk debitur adalah penjumlahan dari pembayaran tunai langsung untuk bunga dan transaksi pembayaran. dapat dihubungkan ke program acara yang prioritize kedalaman seperti halnya yang memusatkan pada luas keuangan tersebut. yang keempat mencapai lebih dari target adalah lingkup.tingkat dari kemiskinan dicapai beneficiries Nomor yang dicapai klien Gambar 4. sebab. di dalam teori. memberi beban positif kepada klien dihubungkan dengan lebih dalam. bagaimanapun. kiranya.3. lebih dalam lebih besar menyiratkan klien lebih berbahaya.sejak yang menghasilkan laba menghadirkan suatu wakil sah dengan fakta bahwa MFIs melanjut activias mereka dari waktu ke waktu. mendasari gagasan bahwa penawaran microfinance mestinya tidak pergi keluar adalah suatu kesempatan besar. bahkan tanpa donasi kekal. suatu wakil yang lamanya tidak langsung adalah menhasilkan laba yang menjamin menyelesaikan program.

laba berasal dari bunga yang diperoleh dari pinjaman dan dari komisi yang diperoleh dari layanan lainnya. yang dapat secara signifikan dipengaruhi oleh tujuan strategis dari LKM tentang pemasaran. Dengan demikian. • Biaya keuangan. yang dibayarkan kepada mereka yang memberikan dana kepada LKM sebagai utang atau ekuitas. • Ketentuan kerugian pinjaman dan ketentuan risiko kerugian mata uang yang akan digunakan untuk menutupi kerugian yang ditaksir. Ini termasuk juga kutipan amortisasi (angsuran) pluri-faktor produksi tahunan yang digunakan dalam proses produksi • Biaya inflasi. Anggapan dasar untuk menegaskan bahwa LKM tersebut berkelanjutan. analisis dari variabel-variabel yang mempengaruhi kesinambungan jauh lebih kompleks. Dalam lembaga keuangan mikro tradisional. Tujuan keberlanjutan menganggap lebih penting ketika mengacu kepada LKM. Dalam menghentikan kerugian tertentu pada lembaga keuangan mikro setidaknya dapat diidentifikasi empat kategori yang berbeda: • Biaya operasional. ditunjukkan oleh sedikitnya iten neraca saldo. variabel kunci menganai laba. yang dari waktu ke waktu mengurangi nilai riil dana yang digunakan untuk LKM penyediaan kredit. adalah mungkin untuk mengidentifikasi berbagai tingkat keberlanjutan yang meningkat secara proporsional untuk kemerdekaan program dan LKM dari hibah dan pinjaman lunak. pada kemampuan dan kemauan individu untuk melunasi dan luasnya jangkauan layanan yang ditawarkan. Arus laba terutama tergantung pada ukuran portofolio pinjaman. Oleh karena itu. perbedaan kelanjutan tergantung pada relevansi aktiva dan passiva. adalah jika laba yang diperoleh cukup untuk menutup kerugian institusi. Sepanjang adanya kerugian. . yang diperlukan untuk kegiatan lembaga keuangan mikro dan kinerja bisnis.Dalam perdebatan mengenai keberlanjutan lembaga keuangan mikro dan program.

tidak cukup untuk menutupi biaya yang digunakan dalam intermediasi.4). untuk lembaga-lembaga ini. inflasi. Ini biasanya LKM informal atau semi-formal. Tingkat keberlanjutan kedua diwakili oleh lembaga yang mampu mencapai aliran pendapatan yang mencakup biaya operasional yang berasal dari kegiatan mereka (operasional swasembada). Gambar 4. Tingkat pertama LKM. substansi keberlanjutan keuangannya hanya dijamin oleh subsidi yang diperoleh dari donor dan dari mereka yang menganggap penting untuk berinvestasi dalam keuangan mikro (ketergantungan subsidi). Ini adalah LKM semi formal yang dapat . Oleh karena itu. LKM terbagi menjadi empat kategori (Gambar 4.4 Empat derajat keberlanjutan untuk LKM Menurut struktur neraca. dan dampaknya pada kemampuan mempertahankan. ketentuan hilangnua mata uang dan pinjaman Pajak mancakup semua biaya. terutama LSM kecil. yang tergantung pada hibah dan pinjaman terdiri dari semua lembaga-lembaga yang pajaknya didapat dari bunga dan komisi pada produk-produk dan layanan yang ditawarkan.Subtansial lembaga keuangan yang berkelanjut an Lembaga operasional swasemba da Lembaga operasional swasemba da penuh Pajak yang tidak cukup untuk menutupi biaya: ketergantungan terhadap subsidi Lembaga keuangan yang sepenuhny a swasemba da Pajak mengontrol jalannya biaya Pajak mencakup jalannya biaya. yang dibiayai oleh sumbangan dan mikrokredit yang disalurkan kepada pelanggan yang sangat miskin dengan tingkat bunga lebih rendah dari harga pasar.

Tingkat keberlanjutan tertinggi (sepenuhnya keuangan swasembada) adalah LKM formal yang berhasil mencakup semua biaya. lembaga tersebut menerapkan suku bunga pinjaman mereka kira-kira yang sesuai dengan kondisi nasabah bank biasa. Hanya sejumlah kecil dari LKM.diversifikasi sumber pendanaannya agar tidak tergantung sepenuhnya pada dana donor. Menjadi lembaga mandiri sepenuhnya. Namun. Tingkat keberlanjutan ketiga berlaku untuk LKM yang mampu menghasilkan pendapatan cukup untuk menutupi biaya inflasi. untuk menghemat sumber daya yang cukup untuk menghadapi kerugian kredit dan ketentuan mata uang dan untuk menutupi biaya keuangan mereka. serta biaya operasi (swasembada operasional penuh). merupakan prasyarat bagi LKM untuk bisa membayar kembali modal yang diberikan oleh pemegang saham. termasuk biaya keuangan pada harga pasar. telah benar-benar mencapai tingkat kemerdekaan keuangan ini. Lembaga tersebut. LKM ini membayar perhatian yang lebih besar ke pasar dan kebijakan komersial. Lembaga-lembaga ini biasanya mengumpulkan sejumlah besar dana yang diterima dari nasabah dan menggunakannya untuk kredit dengan harga lebih tinggi dari suku bunga yang . Dana ini biasanya diberikan kepada LKM dengan pertolongan untuk pinjaman atau hibah lainnya yang disediakan oleh donor internasional. Mereka juga menawarkan suku bunga mikrokredit yang lebih rendah dari harga pasar. yang memungkinkan mereka untuk meminimalkan biaya operasional. dapat menstandarisasi pasokan dan proses pemantauan mikrokredit. Namun. dengan pendapatan mereka. Ini biasanya LKM formal yang di satu sisi mampu mendiversifikasi kebijakan pendanaan secara signifikan. sampai ke tahap mengumpulkan deposito dari nasabah dan di sisi lain. secara legal sering beroperasi sebagai bank keuangan mikro atau sebagai divisi khusus dari bank komersial. mereka tidak memiliki aliran pendapatan yang memungkinkan mereka untuk mengkompensasi biaya inflasi. tetapi lebih tinggi dibandingkan dengan LKM tingkat pertama. lembaga-lembaga ini sebagian masih bergantung pada dana pihak ketiga -untuk tingkat yang lebih besar atau lebih kecil sesuai dengan keadaan. terutama LKM formal. kredit dan kerugian mata uang.yang membantu untuk mengurangi terjadinya biaya keuangan yang tidak berkelanjutan.

C merupakan total biaya (termasuk biaya modal) dan S menunjukkan subsidi yang diterima oleh LKM. yang menentukan keseimbangan antara biaya dan pendapatan dari LKM. Ini berarti bahwa sebuah aplikasi yang ketat dari SDI harus dianggap sebagai batas ekstrim. Indeks ini. Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kelestarian ketergantungan LKM dari dukungan eksternal. dan strategi operasi yang sesuai dengan produk dan layanan untuk berbagai segmen pelanggan merupakan beberapa unsur mendasar dari proses . 6. diproduksi oleh Jacob Yaron (1992).ditawarkan kepada pelanggan tradisional. memberi kita informasi mengenai tingkat suku bunga yang diperlukan untuk mikrokredit untuk beroperasi tanpa subsidi. tingkat bunga tersebut sebagian besar akan lebih tinggi dari harga pasar. adalah Ketergantungan Subsidi indeks (SDI). dapat mengurangi biaya pengguna dengan memanfaatkan subsidi silang dengan bisnis lain. Pada kenyataannya.2) Dalam banyak konteks. Untuk membuktikan tingkat suku bunga.1) di mana L adalah jumlah pinjaman yang tidak default (gagal). dan termasuk lembaga dalam salah satu kategori di atas. Keputusan tentang pemilihan target pelanggan. Selain itu. dapat ditemukan dengan memecahkan persamaan berikut ini: L (1 + r*) (1-d) = L + C + S (4.adalah suatu aspek yang tidak hanya memperhatikan LKM. Nilai suku bunga r*.4 Outreach: Bagaimana Cara Memilih Penerima Sebagaimana telah disorot sebelumnya tentang keberlanjutan. kita mendapatkan: r * = [C + S + dL] / [L (1-d)] (4. (1-d) adalah persentase dari portofolio kredit yang diperkirakan akan dibayar kembali. outreach – yang dimaksudkan sebagai ukuran distribusi dan komersial kebijakan. secara teoritis. kasus LKM yang menawarkan mikrokredit dengan tingkat bunga yang memenuhi SDI sangat langka. karena tingkat bunga permintaan pasar ini sangat elastisitas. seperti yang dinyatakan sebelumnya. dalam sebuah pendekatan untuk memaksimalkan kesinambungan tanpa mempertimbangkan tujuan sosial. sejumlah kecil LKM yang lebih efisien. Ini adalah solusi yang lebih praktis bagi LKM yang merupakan bagian dari kelompok keuangan atau terkait dengan penyertaan modal untuk bank dan perantara keuangan lainnya.

baik di negara-negara berkembang dan yang lebih maju. penting untuk mengidentifikasi variabel lain yang dapat dipertimbangkan selama proses seleksi para penerima manfaat. mungkin bertentangan dengan tujuan dari luasnya tentang jumlah penerima manfaat. perberbedaan jangkauan subkategori memiliki tingkat keistimewaan internal yang tinggi. dilindungi oleh konsep luas. sulit diukur dengan kriteria objektif dan tidak bisa dibandingkan atas ruang dan waktu. mengingat bahwa pada saat ini. dalam mengidentifikasi penerima manfaat yang harus dipilih dalam rangka memaksimalkan dampak sosial inisiatif yang dilakukan. beberapa unsur dari jangkauan. variabel seperti ukuran. dalam arti bahwa perhatian yang lebih besar kepada ukuran program. tidak dapat digunakan sebagai instrumen yang beroperasi di setiap konteks dengan tiga alasan utama. yang mendorong sebuah MF1 untuk bekerja dengan yang termiskin dari yang miskin di suatu wilayah. dengan dampak sosial yang konstan. seperti perbandingan antara biaya dan keuntungan sosial sesuai keuangan mikro.yang dapat dianggap sebagai proxy dari keberlanjutan. Sebuah variabel kunci yang sering menentukan keberhasilan program keuangan mikro adalah apakah penerima memiliki keterampilan yang baik di bidang kegiatan di mana mereka bekerja atau berniat untuk bekerja. Akhirnya. Bagaimanapun keputusan outreach adalah faktor penting dalam keuangan mikro. Aspek penjangkauan yang dijelaskan di atas. dan proxy yang terkait.perencanaan strategis dari perantara keuangan. memiliki sifat ekonomi makro yang jelas. tidak mudah untuk menentukan dampak sebuah inisiatif keuangan mikro. permintaan akan jasa keuangan individu-individu secara finansial termasuk sangat melebihi pasokan. nilai sosial atau nilai pengguna. Oleh karena itu.sangat penting bagi LKM untuk memahami jika ada beberapa fitur-fitur umum penerima manfaat yang sangat penting dalam rangka meningkatkan dampak sosial dari program keuangan mikro atau meningkatkan kesinambungan. serta waktu yang diperlukan agar memiliki efek yang diinginkan pada masyarakat yang terlibat. Khas klien LKM. Selain kemampuan untuk membayar kembali pinjaman. Pertama. Oleh karena itu. yang memiliki tingkat keberlanjutan yang lebih besar. Selain itu. dapat dibedakan dengan pengetahuan dan pengalaman yang signifikan dari teknis prosedur nasional yang dibutuhkan untuk menciptakan produk dan layanan. serta oleh kemampuan mereka .

ketahanan dari microfinance institusi menghadirkan prasyarat yang penting MFIs untuk mampu melanjutkan jasa mereka di medium dan jangka panjang. karena kesempatan yang tidak adil mengenai kaum perempuan. atau hanya untuk kerja mandiri. menyebabkan hampir semua penghasilan mereka untuk konsumsi. perempuan telah menunjukkan bahwa mereka lebih berhati-hati dalam menggunakan kredit yang disediakan untuk usaha kecil. ia percaya bahwa. dampak sosial dan ekonomi untuk menyediakan mikrokredit bagi perempuan lebih besar daripada laki-laki. jika dari pengeluaran keuangan di mana permintaan untuk jasa keuangan dari individu yang mengalami kerugian melebihi persediaan suatu analysis mencapai jangkauan perlu dalam rangka menunjuk sumber daya yang adalah luas definisi langka. sejak finansial individu dikecualikan. pengusaha mikro struktural yang mengalami kekurangan sumber daya keuangan. Fitur lain yang umum hasil yang baik dari berbagai inisiatif keuangan mikro dan lembaga. 6. dan lebih jarang aset yang tidak berwujud yang diperlukan dalam proses produksi. Bahkan. Akibatnya. menurut ke arah pembiayaan produktif microaktivitas itu bisa menyediakan highest-return Di dalam literature. dan antar praktisi. faktor konstan lainnya. selama tipologi seperti pelanggan. Akhirnya. yang akan digunakan untuk pembiayaan modal kerja. merupakan pilihan yang bekerja dengan perempuan. Namun demikian. dan jasa keuangan lain.dalam pemasaran produk tersebut. seperti yang lainnya. Selain itu. keberlanjutan dan jangkauan telah di perdalam dalam urutan memperivikasi keberadaan dari suatu menjual ke tujuan . pada sisi lain. juga dalam hal pemberdayaan meningkat. peran LKM adalah untuk menawarkan mikrokredit. baik dinegara berkembang maupun yang industri. terlepas dari wilayah geografis dan latar belakang sosial-ekonomi. sebagian disebabkan oleh kemampuan pembiayaan yang rendah diri. mengalokasikan persentase yang signifikan dari portofolio pinjaman mereka. serta lebih tepat waktu dalam pelunasan pinjaman. perempuan lebih miskin dibandingkan laki-laki.5 Pilihan Microfinance : Keberlanjutan Dan Jangkauan Seperti dinyatakan di bagian yang sebelumnya. Alasan utama untuk kebanyakan program keuangan mikro ditujukan untuk perempuan adalah bahwa perempuan lebih berhati-hati dalam pilihan investasi mereka dan lebih sensitif terhadap tekanan sosial dalam kelompok sebaya.

karena . makna ini adalah suatu penurunan beroperasi pada pelanggan berpenghasilan rendah dan konsekuensi didalamnya dan akhirnya didalam keberlanjutan jika suatu MFIS menentukan tingkat bunga tinggi untuk menutupi biaya operasi dan membiaya biaya-biaya.yang sukar untuk dihadapkan dengan tanpa suatu analisa yang menyeluruh dari konteks tersebut. Sebagai gantinya itu lebih berguna bagi menguji aspek dari manajemen dari mempertimbangkan temuan sesuatu lebih baik dari keseimbangan antara ketahanan dan mencapai lebih dari target. Bab ini menghindari perdebatan yang historis mengenai prioritas untuk ditugaskan ke model yang berbeda dari mencapai lebih dari target dan compatibility dengan keberlanjutan. kedua-duanya sama-sama memiliki resiko yang besar. member beban pada pemakai sebagai peningkata didalam biaya operasi ditransfer ke pelanggan.antara sasaran hasil dari keseimbangan keuangan dan ekonomi dan tujuan social. Kebijaksanaa harga yang diadopsi oleh MFIS menunjukan pembagian dua bagian antara keberlanjutan dan jangkauan. Ini adalah resiko tidak tercapainya semua penerima uang yang potensial dengan layanan sebagai konsekuensi turunnya nilai sedangkan nilan dari memperdalam penigkatan dalam hal ini. Dimensi dari jangkauan tidak hanya harus di perhitungkan oleh mereka yang berniat untuk dipasang untuk suatu program microfinance tetapi harus dievaluasi dalam konteks program yang tunggal atau medium dan strategi jangka panjang tentang lembaga microfinance. pertimbangan mengenai suatu pilihan Ke arah yang lebih kuat untuk tujuan lebih dalam bukannya tujuan luas adalah dilemma khas di dalam kesjahteraan ekonomi. Lagi pula. sebagai contoh suatu lembaga memutuskan meningkatkan lebih keberlanjutan dengan peningkatan komisi pengawas klien. itu adalah umum untuk temukan suatu orintasi di dalam literature yang mengarahkan untuk menekan kebutuhan untuk menyelesaikan aneka pilihan sudut antara sasaran hasil keberlanjutan dan jangkauan objek microfinance. dalam hal ini menerapkan tingkat bunag lebih tinggi dari pada pasar dapat dibenarkan. Ketika sesuatu MFIS memutuskan utnuk menyimpan pemberian beban kepada pemakai pendapatan rendah. Menurut kode MFIS dari melakukan aspek yang berbeda dari jangkauan dapat mempunyai keterkaitan yang berbeda dengan peningkatan atau ditunda.

ia akan mampu membayar tingkat bunga yang lebih tinggi sepanjang priode dimana ia akan melanjut untuk dipertimbangkan oleh bank. Sesungguhnya. Bagaimanapun itu berguna bagi mengetahui bagaimana cara untuk beberapa kategori dari beberapa kategori dari penerima uang terbagi menjadi dua antara kebeklanjutan dan jangkauan lebih penting. dan pada waktu yang sama itu akan tinggal di dalam keseimbangan ekonomi. dan oleh karena itu ketahanan dari microenterprise yang dibiyai.individu yang dibiayai. individu bias menciptakan produk dan jasa yang dapat ditempatkan denagn diam-diam di pasar di mana perbedaan antar ongkos pembiayaan. itu adalah yang tak dapat di nasehatkan untuk meneruskan membiyai kedua-duanya demi kepentingan penerima uang dan juga dari MFIs. . yang tersedia dalam tingkat bunga pasar dan lebih tinggi benar-benar di peroleh dari MFIs. tidak mempunyai suatu efek yang penting. Dengan cara ini sekiranya bahwa microcredit penerima uang menjadi produsen yang kecil menurut definisi dan oleh karena itu. Bagaimanapun yang tersebar antara tingkat bunga pasar dan itu diterapkan oleh MFIs bis membahayakan profitabilitas itu. Jika sebagai gantinya suatu MFIS berusaha menyimpan tingkat bunga dengan kredit rendah untuk mencapai jangkauannya. biaya-biayanya secara total diganti rugi oleh manfaat yang diperoleh dari akses kredit tersebut. sebagai pengambil harga mempunyai kemampuan yang produktif untuk mencapai garis tepi yang penting. tidak mampu bergeser kurva penawaran itu. Sesungguhnya lebih dulu penawaran dari jasa keuangan mikro kredit pada menurunkan tingkat bunga dibanding pasar menyimpang kan kompetisi antara mereka yang dibiayai oleh MFIS yang mengambil pendekatan ini dan microenterprise itu dibiayai didalam kondisi pasar lebih dari itu fakta menunjukan keberhasilan keberlanjutan penuh memimpin dari waktu-kewaktu dan beberapa MFIS meninggalkan pasar tersebut yang dapat menyebabkan permasalahan serius untuk klien yang telah menyimpan uang tabungan dengan mereka tetapi juga untuk microenterprise kehilangan sumber yang utama dari pembiayaan. jika tidak bisa mencapai keberlanjutan secara penuh kemungkinan mencipta bebrapa terobosan lain dari produk.

dipenggunaan alasan-alasan teknis spesifik mengandung arti untuk microfinance seperti pantuan yang mengawasi. sumber utama dalam pendapatan untuk MFIS dan dalam beberapa hal satu-satunya dalah bunga dari portofolio pinjaman dan komisi pengawasan terkait. . menghancurkan mitos orang miskin adalah klien yang buruk yang penying adalah lebih baik memproses pemilihan kredit dan lebih baik mengawasi oleh MFIS dibandingkan dengan perantara tradisional yang harus lebih diandalkan sejauh proses pemilihan terkait unsur-unsur yang nampak untuk mempengaruhi mutu dari portofolio paling mengenali didekatnya dan menghubungkan antara kredit para petugas MFIS dan peminjam. Sebagai gantinya mutu dari pengawasan sipeminjam secara diam-diam yang dibiayai tergantung dengan kemampuan dan keandalan dari petugas kredit. Portofolio manajemen Mengenai laba.6. keberadaan dari sedikitnya dua tingkatan bdari kendali dan lebih umum lagi dengan analisa dan standarisasi dari proses yang genap lebih kecil . yang mengijinkan MFIs perlu lebih lanjut meningkatkan manajemen kredit dan prosedur operasional. dalam rangka memperkecil kerugian mutu pinjaman ratarata dari portofolio pinjaman MFIS adalah berkesempatan lebih tinggi dibandingkan dengan perantara keuangan yang formal dalam konteks yang sama. dan lain-lain dan keputusan untuk meminjamkan kepelanggan yang mempunyai teknis dan keterampilan beroperasi hanyalah masalah kekurangan dana. MFIs harus bagaimanapun juga menyusun. Kontribusi yang bank dan perantara keuangan traditional dapat menawarkan ke MFIs mungkin punya arti penting. perangsang yang dinamis. Unsur-unsur ini.6 Keijakan Untuk Meningkatkan Keberlanjutan Dalam menganalisa permsalahan dalam MFIs keberlanjutan dalam istilah manajemen sisanya antara pendapatan dan biaya-biaya dalam menawarkan jasa microfinance dapat dilihat sebagai perihal dari analisa dan peningkatan dari pencapaian waktu-kewaktu. lagi pula pengawasan dibuat lebih tepat wqaktu dean efisien oleh perkembangan teknologi. Bagaimana pun itu adalah hal penting untuk stabilitas yang mereka pelihara suatu mutu yang tinggi tentang portofolio kredit dan manajemen resiko kredit yang cukup.

ini memimpin kearah tingkatan rendah hati untuk MFIS. Bagaimanapun ini juga benar yang suatu efisiensi yang lebih besar dari kredit dan di ukur dari resiko kredit proses dan di ukur . biaya operasi untuk di masing-masing peminjaman. MFIs harus mempertimbangkan kebijaksanaan harga yang di adopsi oleh para perantara yang lain. operasi dalam konteks yang sama. Lagi pula perbaikan dari tingkat bunga tidak bias menghindari pertimbangan mengenai proses resiko modal dan pemilihan yang kurang baik dimana tingkatan tingkat bunga dipertimbangkan terlalu tinggi dari peminjam akhirnya banyak pengalaman dari program microfinance menarik individu yang berbeda dari penerima uang yang asli untuk meminta suatu pinjaman. Sebagai tambahan. Pertama. model yang digunakan oleh bank dan Outsourching dari beberapa tahap dari proses boleh produksi.penggunaan dari pengukuran resiko dan manajemen. Devaluasi dari daya beli dari mata uang dalam kaitan dengan inflasi. dan dengan begitu jangan mengambil resiko. Kebijakan harga Jumlah bunga yang di dapat adalah juga suatu fungsi dari tingkat bunga ditetapkan oleh MFIs. Tidak formal dan formal. Kedua. Di dalam melukiskan tingkat bunga dan komisi pengawas. dalam rangka menghindari penawaran produk yang terlalu jauh dari pasar. seperti praktek menggunakan perantara traditional. MFIs tidak bias melalaikan kebutuhan untuk menutup biayabiaya. Tingkat kebijakan bunga adalah salah satu dari topik yang paling di perdebatkan di dalam microfinance. meminjamkan kerugian dan ketentuan kerugian mata uang dan suatu premi resiko bisnis tersebut. proses dari memperbaiki tingkat bunga harus pula mempertimbangkan lebih lanjut empat faktor. kebijakan tingkat bunga perlu lebih tinggi atau menurun tergantung diproduk peminjaman teknis berbeda. sesungguhnya kuncinya persis sama benar manajemen yang lebih efisien. Oleh karena itu mencapai penetapan harga yang temu sasaran hasil keberlanjutan MFIS harus mempertimbangkan kedua-duanya variable manajemn yang internal dan variable pasar eksternal. mempertimbangkan keberadaan dari sejalan atau factor lain yang boleh menetukan suatu hak membeli lebih dahulu cocok untuk MFIS dalam hal keliruan.

tetapi dengan kemampuan memelihara biaya untuk sumber yang stabil dari waktu ke waktu (kemampuannya menghadirkan suatu aktiva tanpa perantara untuk MFIs itu mengijinkan menurunkan memberi beban kepada pemakai dan memudahkan tujuan dari keberlanjutan. Apa yang dikhawatirkan adalah yang tidak bias meramalkan dari tunjangan tersebut. karena terpengaruh oleh konteks di manan yang bnerbeda MFIs memutuskan memperkerjakan. Oleh karena itu memperoleh tunjangan tidaklah perlu suatu factor hal negative dengan sendirinya. efisiensi dari suatu MFIs tidak banyak pada menurunkan ketergantungan pada hibah dan pinjaman .dari resiko kredit oleh MFIs bisa berperan untuk mengurangi beban kepada pemakai lainnya kondisi menjadi tetap tanpa keberlanjutan yang mencurigakan. Itu benar-benar bermanfaat untuk ketahanan. Seperti itu. Sejauh biaya –biaya keuangan adalah terkait. Efisiensi Dengan berhadapan. sangat independent pada dana-dan ekstern. mayoritasb luas MFIs sepeti sebelumnya. situasin Nampak dengan kritis. Lebih dari itu . dalam wujud tunjangan . dana sangat rendah atau tidak ada biaya-biaya bagaimanapun juga tidak pasti dan tidak stabil dari waktu ke waktu tergantung pada evaluasi penderma yang di atasnya MFIs tidak punya pengaruh. member behwav kebanyakan dari MFIs itu tidaklah yang swasembada menerima tunjangan eksternal suatu analisa yang . Juga dalam hal ini kerjasama dengan perantara keuangan yang tradisional bisa membantu MFIs dalam sedemikian aktivitas yang strategis.

target atau segmen micro finance senantiasa bersentuhan dengan masyarakat yang relatif miskin atau berpenghasilan rendah Program P4K yang ditangani di BRI mendefinisikan masyarakat miskin sebagai mereka petani nelayan kecil (PNK) dan penduduk pedesaan lainnya yang hidup dibawah garis kemiskinan. . pendidikan. micro finance didefinisikan sebagai pelayanan kredit dibawah Rp 50 juta. Di BRI sendiri. Bagaimanapun. Menurut Marguiret Robinson (2000). Lembaga Keuangan Mikro dan Program Pengentasan Kemiskinan Lembaga Keuangan Mikro atau Micro Finance Institution merupakan lembaga yang melakukan kegiatan penyediaan jasa keuangan kepada pengusaha kecil dan mikro serta masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak terlayani oleh Lembaga Keuangan formal dan yang telah berorientasi pasar untuk tujuan bisnis. termasuk didalamnya adalah program pangan. pemukiman. dengan kriteria pendapatannya maksimum setara dengan 320 kg beras per kapita per tahun.KASUS I PERAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO DALAM OTONOMI DAERAH GUNA MENGGERAKKAN EKONOMI RAKYAT DAN MENANGGULANGI KEMISKINAN STUDI KASUS: BANK RAKYAT INDONESIA I. Terdapat masih banyak lagi definisi micro finance atau keuangan mikro tergantung dari sudut pembicaraan. pengentasan kemiskinan dapat dilaksanakan melalui banyak sarana dan program. keluarga berencana dan tentu saja adalah melalui pinjaman dalam bentuk micro credit. kesehatan.

Disamping BRI Unit. Namun demikian perlu diperhatikan bahwa. Hal ini wajar saja. Untuk itu diperlukan pendekatan. Financial Services in the Poverty Alleviation Toolbox (Marguiret. mereka memiliki penghasilan. meskipun tidak banyak. Program pangan dan penciptaan lapangan kerja lebih cocok untuk masyarakat sangat miskin tersebut. 2000) Pinjaman dalam bentuk micro credit merupakan salah satu yang ampuh dalam menangani kemiskinan. Sedangkan sebagian masyarakat lain yang dikategorikan miskin namun memiliki kegiatan ekonomi (economically active working poor) atau masyarakat yang berpenghasilan rendah (lower income). BRI juga bekerjasama dengan Pemerintah atau Instansi lain . program subsidi atau jenis pinjaman mikro yang tepat untuk masing-masing kelompok masyarakat miskin tersebut. Marguiret Robinson (2000) mengklasifikasikan pelayanan micro finance terhadap masyarakat miskin ke dalam tiga kategori seperti pada gambar 1. ketika pinjaman diberikan kepada mereka yang sangat miskin. kemungkinan besar pinjaman tersebut tidak akan pernah kembali. mengingat mereka (the extreme poor) tidak berpenghasilan dan tidak memiliki kegiatan produktif.Gambar 1.

pengusaha kecil dan mikro yang selama ini belum terjangkau oleh jasa pelayanan keuangan perbankan khususnya bank umum. Banyaknya jenis lembaga keuangan mikro yang tumbuh dan berkembang di Indonesia menunjukkan bahwa lembaga keuangan mikro sangat dibutuhkan oleh masyarakat. 4. maka jika dikaitkan dengan penanggulangan kemiskinan pengembangan keuangan mikro terasa dibangun atas setidaknya kombinasi tiga maksud: untuk mengenal dan memperkenalkan LKM. Menunjang program pemerintah dalam mengupayakan pemerataan pendapatan penduduk desa dan upaya pengentasan kemiskinan. Menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan. Pada lembaga keuangan mikro ini dapat menumbuhkan minat masyarakat dipedesaan untuk berusaha atau menumbuhkan pengusaha-pengusaha kecil dipedesaan. Meningkatkan pendapatan penduduk desa. yang pada akhirnya dapat membantu program pemerintah untuk : 1. membangun network diantara mereka yang “terkait” dengan LKM.mengelola P4K dan BKD. serta mencari dan melaksanakan langkah-langkah berikutnya bagi pengembangan LKM. Meningkatkan produktivitas usaha masyarakat kecil di pedesaan. Ketiga aspek Keuangan Mikro Dan Penaggulangan . tentu saja terdapat Lembaga Keuangan lain seperti BPR dan Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) yang ikut terlibat dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia seperti pada gambar 2. 2. 3. sehingga dapat memperkecil keinginan masyarakat pedesaan melakukan urbanisasi. terutama kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. KASUS 2 Pengembangan Kemiskinan Pada saat Gema PKM didirikan dengan suatu seremoni bersama Presiden RI di Istana Negara tanggal 10 Maret 2000.

terminologi dan arti penting “lembaga keuangan mikro” telah semakin dikenal oleh berbagai kalangan. Pinbuk. Umumnya justru harus terdapat proses ‘penjelasan’ bahwa lembaga-lembaga terkenal itu adalah lembaga keuangan mikro. Lebih dari pada sekedar ‘mengenal’. Ketiga maksud yang mendasari pengembangan Gema PKM dan tiga bentuk motivasi anggota Gema PKM yang menyertainya merupakan cerminan atas pandangan mengenai keuangan mikro. Keberadaan keuangan mikro tidak dapat dipisahkan dari usaha-usaha penanggulangan kemiskinan. Pengenalan LKM lebih diekspresikan sebagai “saya mengenal ‘LKM’ saya”. arisan. juga telah disertakan – secara eksplisit maupun implisit – dalam berbagai dokumen resmi maupun dalam berbagai pemikiran. dan sebagainya tanpa mengasosiasikan pemahaman bahwa lembaga-lembaga tersebut adalah sebuah lembaga keuangan mikro. khususnya dalam penanggulangan kemiskinan. diantaranya banyak yang juga telah mempraktekan pengembangan keuangan mikro secara langsung. Setelah tiga tahun perjuangan Gema PKM. strategi. kelompok yang melihat kemungkinan LKM sebagai salah satu alternatif dalam membantu masyarakat miskin menyelesaikan masalahnya. P4K. atau menjadikan lembaga-lembaga itu sebagai contoh untuk menjelaskan suatu lembaga keuangan mikro. Bahkan perhatian dan usaha untuk mengembangkan . BPR. baitul-maal’. Kalaupun ada pengenalan diluar lingkup tersebut maka pengenalannya adalah terhadap beberapa kelembagaan keuangan mikro ‘terkemuka’. Dalam hal ini LKM sebenarnya telah jauh lebih ‘terkenal’ dan sudah ‘terkenal’ sejak lama. konsep. dan kelompok ‘campuran’ yang memiliki beragam motivasi. telah banyak pula yang mencoba meyakinkan berbagai pihak bahwa apa yang dilakukannya adalah pengembangan LKM. seperti BRI-UD. Namun umumnya pengenalan atau apresiasi itu terbatas pada mereka yang terlayani oleh LKM yang bersangkutan. dan operasionalisasi penanggulangan kemiskinan dan pembangunan ekonomi rakyat. yaitu kelompok yang yakin dengan arti penting dan peran LKM.tersebut ditopang oleh motivasi dan peran serta setidaknya dari tiga kelompok “anggota” Gema PKM.

Peningkatan akses dan pengadaan sarana penyimpanan. Hal ini pulalah yang mendasari berbagai lembaga internasional bergerak langsung dalam kegiatan keuangan mikro maupun dalam pengembangan lembaga keuangan tersebut.1 Pengenalan . melalui : ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ tingkat konsumsi yang lebih pasti dan tidak befluktuasi. mengelola resiko dengan lebih baik. Keuangan mikro dapat menjadi faktor kritikal dalam usaha penanggulangan kemiskinan yang efektif.keuangan mikro terutama didasarkan pada motivasi untuk mempercapat usaha penanggulangan kemiskinan. pembiayaan dan asuransi yang efisien dapat membangun keberdayaan kelompok miskin dan peluang mereka untuk keluar dari kemiskinan. dan dapat merasakan tingkat hidup yang lebih baik. secara bertahap memiliki kesempatan untuk membangun aset. mengembangkan kegiatan usaha mikronya. menguatkan kapasistas perolehan pendapatannya. BAB VII MANAJEMEN RESIKO DIKEUANGAN MIKRO 7.

sebuah pendekatan portofolio merujuk terutama untuk LKM semi formal dan formal yang mengembangkan kegiatan berskala besar. dalam kenyataannya. 2004a). bagaimanapun. Dalam keuangan. Kuncinya adalah untuk membuat gambaran dari resiko yang berbeda untuk katalog resiko menurut tipe/kategori resiko didefinisikan dengan peraturan perbankan. yang bertujuan untuk ”mengamankan konferensi internasional tentang revisi peraturan pengawasan untuk mengatur kecukupan modal bank aktif internasional “ (Bagian 1 Komisi Pengawasan Perbankan. Untuk mencapai hal ini.2 Sebab Taksonomi Resiko Untuk Keuangan Mikro kata ‘risk’ berasal dari bahasa Latin ‘rescum’. telah difokuskan terutama pada risiko kredit dan risiko penipuan. yang bisa dikatakan berarti 'resiko' atau 'bahaya'. dalam kerjasama hanya dengan peristiwaperistiwa negatif yang menentukan kerugian keuangan. Kategori pertama berkaitan dengan manajemen risiko proyek tunggal. langkah pertama adalah untuk menetapkan penggolongan / taksonomi resiko untuk keuangan mikro. dapat menyebabkan konsep palsu resiko. Pendekatan ini. Bab ini menjabarkan kebijakan manajemen dasar keuangan untuk setiap pokok kategori resiko. membedakan antara pendekatan pembiayaan proyek dan pendekatan portofolio. Didalam kesusasteraan memiliki sedikit perhatian analisis resiko dalam keuangan mikro. terutama dipromosikan oleh lembaga-lembaga non-formal dan semi-formal (terutama LSM).Keuangan mikro modern saat ini dikenal untuk mendesain ulang resiko manajemen keuangan mikro. keraguan tersebut terkait dengan peristiwa masa depan atau hasil . Tetapi sifat khusus keuangan mikro. dengan rujukan khusus pada Persetujuan Modal Bagian II baru (new Capital Accord of Basel II). Resiko. Bab ini tidak berkenaan dengan penerapan model pengukuran resiko 7. ini mengarah ke konsep 'kompensasi'. Bab ini bertujuan untuk meletakkan dasar bagi sebuah model resiko manajemen yang sesuai keuangan mikro modern. Selain itu. berbagai manfaat dan lembaga yang terlibat memerlukan pendekatan yang lebih terstruktur dalam resiko manajemen. pernyataan risk-return trade-off menyiratkan bahwa untuk menanggung satu kebutuhan resiko harus dikompensasikan. terletak pada kompleksitas struktur keuangan modern.

pengembalian yang lebih tinggi itu yang dibutuhkan. Manajemen resiko. Mengidentifikasi resiko. Sejak investor rasional menggabungkan perubahan yang diharapkan dalam keputusan mereka. maka akan tertarik ex ante dari tingkatan risiko yang terkait dengan setiap investasi untuk memperkirakan risk-return trade-off dan memutuskan apakah akan berinvestasi dan berapa harganya.masa depan. Selain itu. kemudian. resiko yang efektif hanya timbul dari perubahan yang tak terduga. Pendekatan ini. kebutuhan akan sumber daya swasta telah mendorong tumbuh kesadaran di kalangan ’praktisi konsep ketahanan’ (practitioners of the concept of sustainability). Kompensasi untuk ketegasan resiko (the compensation for bearing the risk) adalah hadiah untuk menegaskan pada suatu tanda akan peristiwa masa depan (hasil). berkaitan dengan definisi. dengan pengembangan model evaluasi kinerja tetapi tidak mengharuskan definisi model resiko manajemen. Seorang investor yang rasional. dan menerapkan solusi finansial dan operasional untuk mengurangi variabilitas kinerja. mengukurnya dan mengendalikan resiko resiko tersebut memungkinkan kita untuk lebih mengetahui variabel kunci yang mempengaruhi kinerja. Dalam beberapa tahun terakhir. Ini tidak berarti bahwa keraguan akan acara. bersamaan dengan ketergantungan dari subsidi publik. pengukuran dan pengendalian resiko (perubahan yang diharapkan dan tak terduga) untuk harga investasi dengan benar dan untuk mengurangi kerugian yang ditentukan oleh perubahan dalam peristiwa masa depan atau hasil. ’Jarang memberikan perhatian’ didedikasikan untuk manajemen resiko dalam keuangan mikro dapat dijelaskan. telah menciptakan kecenderungan untuk meremehkan kinerja keuangan dari program keuangan mikro atau lembaga. atau hasilnya. karena pasar . ada kebutuhan besar untuk model pengelolaan resiko keuangan mikro. bukan kompensasi untuk kerugian yang akan didaftarkan. Pengertian riskreturn trade-off menyiratkan bahwa untuk berinvestasi dalam kegiatan tersebut berisiko tinggi. Ini telah memimpin. baik dalam teori maupun dalam praktek. terutama oleh kenyataan bahwa tujuan utama keuangan mikro terletak pada tujuan sosial dan kemanusiaan. harus negatif.

mengalami interaksi kuat antara LKM informal dan semi-formal (terutama organisasi non-profit dan LSM) dan perantara keuangan tradisional terbiasa dengan resiko manajemen. membuatnya sulit untuk memperkirakan ex ante efektivitas dari produk yang ditawarkan. resiko keuangan (financial risk) berasal dari portofolio asset dan dari kewajiban yang terkait dengan proyek atau disimpan dalam neraca institusi. Hal ini dimungkinkan untuk mengklasifikasikan keuangan mikro risiko manajerial ke dalam tiga kategori utama (Gambar 5.3 Resiko Bisnis (Bussines Risk) Resiko bisnis merupakan sifat unik dari keuangan mikro. fakta yang ditekankan oleh tujuan etis keuangan mikro. seringkali tanpa latar belakang pengalaman manajerial atau kewirausahaan. langkah pertama untuk model resiko manajemen adalah untuk mengidentifikasi kategori resiko yang mengacu pada keuangan mikro. berlokasi di daerah yang berbeda. efisiensi dari struktur keuangan dilaksanakan. bukan strategi kelembagaan. sebagai serta biaya dan risiko yang terkait dengan layanan. Gaya ini praktisi dan institusi untuk menciptakan struktur keuangan baru dan beradaptasi pasokan ke karakteristik khusus dibandingkan keuangan mikro untuk membiayai tradisional. Specific risk timbul dari produk dan jasa yang ditawarkan. Dari perspektif resiko manajemen. dengan budaya yang berbeda dan adat istiadat. resiko bisnis terutama ditentukan oleh ketidakmungkinan untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi dari standarisasi produk. yang mengutamakan kebutuhan penerima manfaat. Setiap program telah dikembangkan untuk mencapai kategori yang berbeda dari ahli waris (beneficiaries). resiko proses (process risk) mencakup semua risiko yang ditentukan oleh proses yang dirancang untuk melaksanakan kegiatan 7.2). Dari sudut pandang ekonomi. Hal ini dapat dibagi menjadi dua komponen: specific risk (resiko produk) dan generic risk (gambar 5. program keuangan mikro dapat didefinisikan sebagai prototipe: masing-masing program tunggal berbeda dari yang lain.1): resiko bisnis (business risk) mengacu pada aktivitas itu sendiri. Oleh karena itu. .

tetapi mengacu pada kebijakan pembangunan dilaksanakan di daerah kegiatan. Dalam pendekatan proyek tunggal. Hal ini harus mengarah LKM dan praktisi untuk mengambil pendekatan yang sangat kehati-hatian ketika panggilan terhadap resiko bisnis dan memastikan bahwa mereka selalu membuat ketentuanketentuan untuk potensi kerugian di masa depan. hukum dan peraturan dan program itu sendiri. sangat sulit untuk mengevaluasi. Dengan cara ini pemecahan resiko . lingkungan fiskal. Sebaliknya. Di sini. terutama yang berasal dari perubahan dalam kebijakan pembangunan pemerintah dan badan lokal. baik dalam arti yang khusus atau umum. baik berdasarkan wilayah geografis. Pertama. kemungkinan dari portofolio meningkatkan diversifikasi bersama-sama dengan volume kegiatannya. Kedua. dengan keuangan yang memadai. LKM tidak memiliki pilihan untuk memilih bentuk investasi yang tidak melibatkan substansial (probabilitas yang relatif tinggi) risiko bisnis. ’Manajemen resiko bisnis’ (the management of bussiness risk) adalah suatu hal yang rumit karena berbagai alasan. penerima atau dimensi lain. sangat sulit (jika tidak mustahil) untuk melaksanakan strategi diversifikasi. seperti yang dihasilkan oleh variabel kualitatif dan tak terduga. Resiko ini berasal dari kemungkinan bahwa konteks geografis di mana program ini didasarkan tidak didukung.Generic risk sebagian besar berasal dari lokasi program. resiko bisnis. Ini tidak menanggung resiko sehubungan dengan negara (yang merupakan komponen resiko kredit). Riak sharing memungkinkan resiko bisnis untuk dibagi antara pemimpin dan kontra pihak ketiga. pada tingkat internasional maupun lokal. perlu menunjukkan bahwa resiko semacam ini tidak dapat dihindari. biasanya sebuah perusahaan asuransi. Resiko bisnis juga dapat dikelola melalui diversifikasi atau melalui berbagi (sharing). untuk LKM. untuk bidang tertentu. kita harus membedakan kasus satu proyek dari sebuah LKM. yang beroperasi dalam konteks sulit dengan membantu orang-orang yang hidup dalam kemiskinan dan yang menjadi korban eksklusi keuangan. Hal ini merupakan konsekuensi dari esensi keuangan mikro. serta lembaga internasional dan donor. Risk sharing adalah alternatif yang paling layak ketika berhadapan dengan satu proyek dan praktek yang baik ketika berhadapan dengan portofolio pinjaman.

resiko kredit dan resiko pasar. bisa sangat membantu. Selama bertahun-tahun. Selama beberapa tahun terakhir ini jumlahnya terus meningkat . Jadi. investor akan dapat memilih bentuk investasi yang tidak melibatkan risiko bisnis besar. Sifat dari pelayanan keuangan mikro (terutama diwakili oleh kredit mikro). investor atau deposan kepada penerima manfaat. Selain itu. peran pemerintah dan otoritas lokal.3.1 Resiko keuangan (financial risks) Dalam kategori ini adalah mungkin untuk mengelompokkan semua resiko yang berasal dari proses intermediasi keuangan. untuk minimum. Resiko ini biasanya diklasifikasikan sebagai resiko likuiditas. intermediasi keuangan terdiri dari transfer dana dari surplus unit ke unit defisit. sejak peristiwa risiko tidak bisa terjadi. mereka menjalankan resiko finansial yang sama ditanggung oleh perantara keuangan tradisional. mereka melakukannya dengan harga yang sangat tinggi. dengan mengalokasikan sebagian uang diberikan kepada donor untuk dana jaminan bisnis. Hal ini akan memberikan penghematan. resiko likuiditas dan meremehkan atau tidak mempertimbangkan resiko pasar. atau di kolam pinjaman. serta donor internasional. pengelolaan risiko kredit telah dipengaruhi oleh sikap bias terhadap keuangan mikro dan penerima manfaat oleh dikotomi dua tujuan keberlanjutan dan menjangkau lebih dari yang terinspirasi oleh variabel ekonomi dan keuangan. perusahaan asuransi tidak menawarkan produk yang disesuaikan untuk kebutuhan-kebutuhan spesifik dan jika mereka melakukannya. pendanaan kebijakan yang dilakukan oleh LSM dan LKM (terutama didasarkan pada dana umum) dan sifat non-formal atau semi-formal dari institusi yang terlibat dalam bisnis keuangan mikro telah menjadi alasan utama untuk sikap ini. Dengan cara ini. Pada saat yang sama. peneliti dan praktisi keuangan mikro telah memusatkan perhatian mereka pada resiko kredit. LSM dan saluran LKM dari dana donor. Oleh karena itu.memungkinkan kreditur untuk membatasi pengalaman menangani resiko bisnis yang melekat dalam proyek tersebut. ketersediaan produk keuangan tertentu dan biaya kesempatan berhubungan dengan mereka adalah hambatan utama untuk manajemen resiko bisnis dalam keuangan mikro. Oleh karena itu. dana jaminan akan memfasilitasi daya tarik dana swasta. 7. Namun demikian.

Dalam dunia riil yang diharapkan dan perubahan aktual jarang sama. dan biaya operasional. Adanya perubahan yang tak terduga menentukan resiko bahwa bank tidak akan dapat menyinkronkan dan penggunaan sumber dana. serta harga atau kerugian untuk menanggung biaya opprotunity untuk mendapatkan uang tunai. Jika bank bisa memprediksi waktu yang tepat dan jumlah penggunaan dana akan lebih mudah untuk menyesuaikannya dengan sumber-sumber dana. resiko likuiditas bisa didefinisikan sebagai resiko tidak memiliki uang untuk memenuhi kewajiban. Tujuan dari manajemen likuiditas adalah menghindari krisis likuiditas. Oleh karena itu. faktor kualitatif harus berurusan dengan harga di mana likuiditas dapat diperoleh. Bank dan perantara keuangan untuk memperkirakan kebutuhan likuiditas. seperti penarikan deposito atau permintaan kredit baru. Tujuan dari bagian ini adalah untuk menganalisis tiga kategori risiko keuangan yang dijelaskan di atas sesuai dengan pendekatan tradisional yang digunakan dalam literatur untuk bank dan perantara keuangan. Bagi lembaga keuangan. Dengan demikian. yang menjadi ciri keuangan mikro dibandingkan dengan keuangan tradisional. dan perubahan kebutuhan ini (diharapkan dan tak duga). resiko dari manajemen likuiditas memiliki dampak kuantitatif dan yang kuantitatif: jumlah elemen berfokus pada apakah atau tidak ada likuiditas untuk memenuhi kewajibannya. dan untuk garis besar perbedaan utama. 7. Oleh karena . bersama dengan pengenalan bank komersial di pasar keuangan mikro. Ini adalah perubahan yang tak terduga dalam dua variabel yang menghasilkan resiko likuiditas.2 Resiko likuiditas (liquidity risk) Resiko likuiditas dapat didefinisikan sebagai resiko yang timbul dari perubahan dalam arus kas.dengan asumsi LKM sifat lembaga-lembaga semi-formal atau formal. kebutuhan untuk bantal likuiditas berasal dari kebutuhan persyaratan likuiditas pertemuan pelanggan. telah mendorong bahwa bangunan model resiko manajemen untuk keuangan mikro yang memiliki status yang sama seperti yang digunakan oleh lembaga-lembaga keuangan diatur. atau dengan biaya kesempatan di mana likuiditas dapat disimpan dalam neraca.3. dalam hal determinan.

misalnya.1) Untuk menangani pengelolaan resiko likuiditas dalam keuangan mikro. pinjaman) atau menerbitkan kewajiban baru. seperti pemberian pinjaman baru.1: CCFt = (enc + EDC) + (UNC + UDC) Dimana: CCFt = arus kas perubahan pada periode t Enc = diharapkan perubahan non-discretionary EDC = diharapkan perubahan discretionary UNC = non-discretionary perubahan yang tak terduga UDC = perubahan discretionary tak terduga (5. penting untuk mengidentifikasi variabel utama yang dapat menentukan yang diharapkan dan arus masuk dan keluar tak terduga. pada saat kredit dan surat berharga jatuh tempo dan bank menerima pembayaran pokok dan bunga (melikuidasi aset-diri). Dengan demikian. ke LKM formal mengadopsi proyek pembiayaan . pembayaran hutang dan biaya operasional. Kasus satu proyek kebanyakan mengacu ke penyedia informal atau lembaga semi-formal. Arus kas dapat dihasilkan oleh konversi non-discretionary (kebebasan untuk menentukan atau memilih) aktiva dan kewajiban menjadi uang (bila tidak ada keputusan eksplisit oleh institusi) dan oleh konversi discretionary (terserah kepada kebijaksanaan seseorang) dana. saham. resiko likuiditas dapat dinyatakan dengan persamaan 5. Untuk anggaran arus kas masa depan. obligasi. terutama LSM. arus kas terutama berasal dari penarikan deposito non-discretionary atau pinjaman penarikan dan dari tindakan discretionary. kita harus membedakan kasus satu proyek dari kasus lembaga. bank A. catatan arus masuk dari konversi aset non-discretionary. melakukan sejumlah kecil programmer dengan sistem akuntansi yang terpisah atau. dalam beberapa kasus. kebutuhan likuiditas harus dipenuhi tanpa gangguan mahal.itu. dan dari keputusan discretionary. seperti konversi aktiva lancar menjadi uang tunai (cadangan.

Dengan cara yang sama. adalah sangat berkorelasi dengan ukuran dana revolving yang tergantung pada kinerja dari proyek: jika tidak ada uang yang diganti oleh portofolio pinjaman pertama maka tidak ada pinjaman baru akan diberikan dan tidak ada kebutuhan likuiditas akan timbul. yang pada umumnya dibiayai dengan persentase khusus dari dana yang mengatur program. Selain itu. Di sisi pendanaan. selama umur proyek. diharapkan perubahan dalam pendanaan biasanya mudah ditebak. pertumbuhan tak terduga biaya operasional akan ditanggung oleh sumbangan yang diperoleh. Diharapkan dan perubahan discretionary berasal dari sumber-sumber pendanaan. didirikan selama tahap perencanaan pelaksanaan proyek. cicilan pinjaman tidak ditugaskan untuk menutupi biaya operasional. perubahan hanya mempengaruhi pengembalian pinjaman portofolio pinjaman: likuiditas kurang sama dengan angka yang lebih rendah dari pinjaman baru. yang besarnya disepakati dan biasanya tersedia pada awal proyek. pemberian pinjaman baru. Dengan mengacu pada arus perpindahan. Namun demikian. Oleh karena itu. mereka akan dibiayai oleh sumbangan-sumbangan. perubahan non-discretionary dan tak terduga dapat berasal hanya dari pinjaman pembayaran dan biaya operasional. sehingga komponen nondiscretionary dan tak terduga dalam perubahan arus kas memainkan peran kurang penting. arus kas masuk ditentukan oleh dana tertarik untuk mendirikan dan mengembangkan proyek dan pengembalian kredit. Oleh . Jadi. jumlah pinjaman dan jasa keuangan yang akan dipasok. kredit dan biaya operasional. Tak terduga memiliki dampak yang lebih besar terhadap keberlangsungan dan jangkauan proyek kemudian pada likuiditas. Ada dua perbedaan utama dibandingkan dengan sistem bank arus kas. Dalam kedua situasi. serta jumlah biaya operasional. Ini tidak akan menimbulkan kekurangan uang tetapi akan mengurangi jumlah uang yang tersedia untuk pinjaman baru. Variabel yang menghasilkan aliran kas kurang dibandingkan dengan bank. perubahan ini tidak serius mempengaruhi likuiditas.pendekatan. Dengan cara yang sama. satu proyek biasanya didukung oleh subsidi atau pinjaman lunak. Tingkat default atas pinjaman biasanya lebih rendah dari tarif yang dialami oleh bank komersial. Selain itu. diharapkan perubahan biaya operasional timbul. arus kas dihasilkan oleh beban operasional dan pinjaman yang diberikan.

menyebabkan struktur yang lebih kompleks dari neraca dan menentukan anggaran arus kas yang lebih kompleks. Mengelola resiko likuiditas. Dalam hal suatu LKM. dan portofolio kredit dan biaya operasional disisi lain. di sisi kewajiban. Dengan demikian. pada sisi aset. antara masuk yang dihasilkan oleh dana donor. tugas yang berbeda ketika berhadapan dengan anggaran proyek tunggal atau neraca suatu lembaga. dan investasi keuangan lainnya. perubahan non-discretionary dan tak terduga memainkan peran penting dalam risiko likuiditas. Di sini. dan di evaluasi diharapkan perubahan biaya operasional. Sejak saat program dimulai. portofolio pinjaman sumber dana yang berbeda-beda. dalam hal jumlah dan waktu. maka. manajemen likuiditas menjadi lebih kompleks dan lebih mirip dengan manajemen likuiditas sebuah bank. Selain itu. resiko likuiditas dapat muncul hanya bila sumbangan tidak tersedia pada awal program atau jika ketentuan untuk pertukaran di masa datang atas biaya operasional tidak mencukupi. manajemen likuiditas. Solusi ini merupakan alternatif untuk penyediaan likuiditas cadangan didanai dalam proyek atau dengan dana yang berasal dari proyek lain (cross-subsidization). sebagaimana kita bergerak dari semiformal ke lembaga formal (Gambar 5. di satu sisi. biaya operasional memberikan kontribusi yang lebih tinggi untuk keluar.karena itu. Variabel kunci untuk fokus pada saat mengelola resiko likuiditas untuk proyek keuangan mikro adalah hubungan antara dana yang menarik. tidak ada ragu-ragu mengenai jumlah subsidi diperoleh dan jumlah uang yang akan diberikan. Arus kas anggaran untuk proyek jauh lebih rumit daripada bagi bank dan dapat difokuskan terutama pada bagian pertama (dan khususnya komponen EDC) dari persamaan 5. Dalam hal ini tujuannya adalah untuk menyerang keseimbangan.4). dan keluar terkait dengan biaya operasional dan produk-produk keuangan yang ditawarkan kepada penerima manfaat. terutama praktek penyimpanan cadangan primer (tunai) atau cadangan sekunder . Dalam hal ini. manajemen likuiditas harus fokus terutama ke waktu dimana dana mungkin secara efektif tersedia.1. penting untuk mengadopsi pendekatan kehati-hatian dan tidak meremehkan waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan uang dari donor dan penyisihan untuk biaya operasional.

Seperti bank. seperti pembayaran bunga dan aliran dari pinjaman dan efek jangka panjang. kita harus membedakan antara lembaga-lembaga semi-formal dan yang formal. institusi ini telah banyak alternatif untuk menghindari arus kas mismatching. mengacu pada inflow (pemasukan) dan outflow (pengeluaran) dihasilkan dari saldo item yang paling relevan lembar. serta dari pembukaan rekening deposito baru. Selain itu. untuk menentukan arus kas formal LKM adalah sama seperti untuk bank. Ini berarti bahwa anggaran kas harus dilaksanakan mengingat arus masuk dan keluar yang berasal dari perubahan discretionary dan non-discretionary dalam aset (konversi dana pendekatan) dan kewajiban (kewajiban pendekatan manajemen). biasanya. yang menunjukkan mengalokasikan dana ke berbagai tingkat cadangan. atau memilih kombinasi dari dua alternatif. dalam hal jumlah dan waktu. teori ini mengemukakan bahwa adalah mungkin untuk lebih mensinkronkan sumber dan penggunaan dana dengan menggunakan arus pembayaran non-discretionary yang berasal dari aktiva non-discretionary. Manajemen likuiditas untuk LKM berbeda. seperti di bank. lembaga formal memiliki struktur neraca lebih kompleks dibandingkan dengan yang semi-formal. penganggaran arus kas menjadi lebih kompleks. Pendekatan ini mengarah pada analisis biaya-peluang dari solusi yang berbeda tersedia untuk . Tentu saja. Oleh karena itu. LKM formal menghasilkan arus masuk baik dari diri melikuidasi aset dan dari konversi discretionary dana. korespondensi. Mereka dapat mengambil deposito dan.(terutama perencanaan dana jangka pendek) untuk menghindari kekurangan uang tunai. Keduanya memiliki satu kesamaan: manajemen likuiditas tidak hanya soal cadangan tetapi menjadi bagian dari manajemen aset dan kewajiban lembaga. pada saat yang sama. namun. meningkatkan kewajiban discretionary. Di sini. Tujuannya adalah untuk tidak hanya untuk likuiditas toko tetapi untuk struktur neraca untuk meminimalkan mismatching (tak sebanding/sepadan) peningkatan permintaan pinjaman. yang merupakan ide yang didukung oleh doktrin tradisional yang dikenal sebagai ’pool of funds approach’ ('kolam dana pendekatan’). misalnya akan dikompensasikan dengan mengurangi aset discretionary. mereka tidak memiliki batasan-batasan investasi.

Pendekatan ini tidak banyak berbeda dari pendekatan dasar yang digariskan untuk pengelolaan LKM semi formal dan formal akan membutuhkan pendekatan pengawasan perbankan.%SLT) Dimana: LTA =-aset jangka panjang LTL =-kewajiban jangka panjang (5.2) (5.3): LTA = LTL + %MTL + %STL MTA = D + (1 .3) . Kedua. di kebanyakan negara berkembang.menghindari kekurangan kas. Dalam kasus ini. LKM. lembaga-lembaga semi-formal tidak dapat menawarkan layanan deposito dan tunduk pada pembatasan investasi. Dengan demikian. persyaratan likuiditas adalah lebih di sebagian besar negara maju dikenakan aturan-aturan yang memastikan korespondensi antara jatuh tempo dari aktiva dan kewajiban jatuh tempo disimpan dalam neraca. Namun.1 akan menyebabkan tidak hanya rasio likuiditas standar tapi persamaan memastikan pertandingan antara aset dan kewajiban (persamaan 5. Pertama. Sebaliknya.%MLT) + (1 . harus mengadopsi pendekatan aset dan kewajiban untuk mengelola risiko likuiditas. intuisi semi-formal tidak selalu diperlukan oleh otoritas pengawas untuk menghormati persyaratan likuiditas dan jika demikian. perbedaan utama antara lembagalembaga semi-formal dan formal ada dua. semi-formal dan formal. tidak hanya untuk rasio likuiditas. kebutuhan ini terdiri dalam likuiditas rasio yang menunjukkan tingkat cadangan kas. regulator mikro (microfinance regulators) membutuhkan LKM semi-formal dan formal untuk menghormati hanya rasio cadangan tradisional dihitung sebagai persentase dari total simpanan khusus. persamaan 5. Dalam hal ini.2 dan 5. tanggung jawab manajemen bersandar terutama pada peraturan internal secara sukarela ketimbang pengawasan eksternal yang dikenakan oleh otoritas.

Di antara efek ini. resiko kredit. determinan dari resiko kredit adalah perubahan tak terduga dalam kualitas debitur.( LTL + %MTL + % STL) 7. namun juga mengacu pada penurunan peringkat dari peminjam. yang merupakan konsekuensi paling nyata dari resiko kredit. Ini adalah resiko perubahan tak terduga dalam kelayakan kredit dari peminjam yang mungkin menyebabkan nilai yang lebih rendah dari pinjaman kepada kerugian.MTL =-kewajiban jangka menengah STL =-kewajiban jangka pendek MTA =-aset jangka menengah D = LTA . tidak hanya resiko kerugian dirujuk ke eksposur secara khusus. Dengan demikian. Jadi. tetapi lebih baik diwakili oleh sebuah distribusi diam-diam di mana kebangkrutan adalah hasil ekstrem nomor yang berbeda pada tahapan penurunan peringkat.3 Resiko Kredit (credit risk) Resiko kredit biasanya didefinisikan sebagai resiko bahwa peminjam tidak akan membayar kembali bunga dan/atau pokok. baik oleh kebangkrutan dari peminjam (bangkrut efek / insolvensi rugi efek ’insolvency loss effect’) atau dengan transfer kredit pada diskon (penjualan efek rugi ’sale less effect’). akademisi dan manajer telah difokuskan terutama pada efek rugi kepailitan. resiko kredit memiliki makna yang lebih luas. kemudian. tidak diimbangi dengan perbedaan lebih tinggi dari pasar akan membutuhkan (biaya kesempatan efek ’opportunity cost effect’). artinya distribusi asimetris mencerminkan hasil yang diharapkan. atau kerugian ditentukan. Dengan demikian. Bahkan. resiko kredit didefinisikan sebagai resiko asimetris. Dalam keuangan mikro. dan.3. karena peminjam tidak pernah membayar lebih dari yang mereka dapatkan. biasanya harga kredit mikro itu tidak sepenuhnya berkorelasi dengan tingkat suku bunga . risiko kredit tidak dapat diwakili oleh suatu distribusi binomial atas dua peristiwa mungkin (insolvensi atau solvabilitas peminjam). dampak kerugian kebangkrutan adalah unsur yang paling relevan resiko kredit untuk dua alasan utama: kredit mikro tidak memiliki pasar sekunder yang dapat menimbulkan efek Dijual rugi. Pengaruh resiko kredit dapat kembali lebih rendah disebabkan oleh penurunan peringkat dari peminjam.

Hal ini dapat membantu para manajer dan praktisi dalam mengembangkan risiko kredit keuangan mikro model-model yang bisa memfasilitasi evaluasi kelayakan kredit pelanggan. yang memainkan peran penting dalam resiko kredit: nonrationing approach (pendekatan tanpa tindak kejahatan). membuat peluang efek biaya yang tidak relevan. Hal ini dapat menyebabkan dua pendekatan yang berbeda: memilih untuk kembali diharapkan lebih rendah. . tingkat bunga yang lebih tinggi membuat adverse selection (seleksi negatif): ketika tingkat suku bunga relatif tinggi. atau sebaliknya. melebihi suatu titik tertentu. Keuangan Mikro dan praktisi sastra tampaknya membenarkan kebijakan suku bunga fleksibel. mereka benar-benar berperilaku dalam cara yang berlawanan dengan bank. bersama-sama dengan tujuan keberlanjutan program keuangan mikro . dan akhirnya akan menciptakan harga yang lebih akurat dari kredit mikro. Kami percaya bahwa belum tentu menghasilkan tingkat bunga yang tinggi dan komisi. ayat ini bertujuan untuk menganalisis komponen utama resiko kredit. LKM memiliki tugas spesifik meminjamkan uang kepada debitur yang memiliki kredit dirasakan relatif lemah. kebijakan penetapan harga pinjaman keuangan mikro telah terinspirasi terutama oleh ex ante dirasakan para peminjam kredit lebih dari oleh penilaian resiko kredit yang efektif terkait dengan pinjaman.pasar . dengan alasan keuangan mikro yang tidak amal dan bahwa kredit mikro harus menumbuhkan sikap tanggung jawab keuangan antara peminjam. Sebaliknya. pada kenyataannya. seperti yang dijelaskan oleh literatur dan dengan peraturan kehatihatian bank dan dilaksanakan oleh perantara keuangan. dan sebagian akan membantu dalam mengurangi dikotomi antara penjangkauan dan keberlanjutan. Namun demikian. Hal ini mengingat masalah pendekatan etika untuk dibahas dalam Bab keuangan mikro 1. tidak dikenakan topi suku bunga. Titik terakhir membawa kita ke salah satu fitur utama dari kebijakan keuangan mikro kredit. menerapkan tingkat bunga yang sangat tinggi. Oleh karena itu. kualitas terbaik peminjam tidak bersedia untuk meminjam uang dan bank mengalami resiko pinjaman kepada pelanggan berkualitas terburuk. Bank dan perantara finansial tidak meminjamkan dengan harga berapa pun.

LKM biasanya tidak pendekatan manajemen risiko kredit dari perspektif ini. yang mengatakan. lebih khusus lagi. ketiga variabel mengambil arti yang berbeda sehubungan dengan pinjaman tradisional. yang UL merupakan variabilitas sekitar yang berarti. khususnya. Sejak manajer rasional menggabungkan perubahan yang diharapkan dalam pengambilan keputusan mereka dan. pada fleksibilitas yang peminjam telah di gambar uang dari fasilitas kredit yang diberikan. dalam harga kredit. kemungkinan default probability of default (PD) dan loss given default rate (LGDR): EL = AE x PD x LDGR Dimana AE adalah paparan efektif di default. EL dan UL adalah variabel yang signifikan untuk memperkirakan potensi kerugian kredit. . AE adalah lebih mudah diprediksi untuk LKM daripada bank. Memperkirakan nilai-nilai masa depan EL dan UL berguna untuk peramalan nilai kemungkinan kerugian di masa depan.tingkat pemulihan). dan LGDR adalah tingkat kerugian yang diharapkan dihitung dalam persentase tingkat pemulihan (1 . Dalam kredit usaha mikro.Resiko kredit ditentukan oleh dua komponen (Gambar 5.4): pemaparan disesuaikan adjusted exposure (AE). bahwa keragaman adalah ukuran manajemen keuangan risiko.5): expected loss (EL). resiko timbul terutama dari kerugian yang tidak terduga. PD adalah titik nilai dari distribusi kerugian untuk suatu kategori pinjaman khusus. Hal ini karena AE pada dasarnya tergantung pada produk pinjaman khusus dan. Sementara bank dan perantara keuangan mengadopsi model-model statistik yang berbeda untuk menghitung EL dan UL. Namun demikian. The EL diwakili oleh titk nilai dari distribusi kerugian untuk kategori tertentu dari pinjaman. dan peraturan pengawasan perbankan menggunakan variabel statistik untuk menetapkan persyaratan modal bank terhadap resiko kredit. Perkiraan EL terkait dengan eksposur kredit menghendaki evaluasi dari tiga variabel (persamaan 5. dan kerugian yang tidak terduga unexpected loss (UL).

berbicara secara teoritis. ini terutama karena sifat khusus dari penerima manfaat pelayanan keuangan mikro dan komponen risiko negara. kemungkinan default adalah proxy untuk kelayakan kredit dari peminjam yang tergantung terutama pada karakternya. dihitung dengan menggunakan statistik sejarah tentang standar menilai untuk kategori yang sama dari peminjam. dalam keuangan mikro. rekening risiko negara untuk semua faktor-faktor yang dapat menentukan default bahkan tidak secara langsung tergantung pada peminjam sendiri tetapi terutama pada situasi. semakin tinggi eksposur resiko (exposure risk) pemberi pinjaman. dan profil bisnisnya. estimasi PD diperumit oleh kekurangan statistik yang dapat diandalkan dan oleh sulitnya penataan set data homogen diversifikasi berdasarkan kategori peminjam dan kriteria geografis.5): AE = DP + UP x UGD Dimana: DP UP = = diambil undrawn bagian porsi (5. dan tidak ada UP dan UGD yang perlu dipertimbangkan dalam perhitungan AE. kemudian.Semakin besar fleksibilitas ini. PD adalah. jika dibandingkan dengan pinjaman tradisional. Oleh karena itu. profil ekonomi dan keuangan. Dalam hal ini. dalam kasus itu.5) UGD = penggunaan diberikan default Keuangan mikro. desain produk pinjaman dengan satu tunggal dengan drawal di konsesi pinjaman dan tidak memungkinkan peminjam untuk debit yang sedang berlangsung. ekonomi sosial dan politik negara dalam lembar kegiatan didasarkan peminjam. tingkat default mean diambil sebagai proxy dari PD peminjam di masa depan. kreditur harus memperkirakan bagian bendaharawan dari pinjaman yang akan ditarik pada saat default (persamaan 5. pada kenyataannya. kredit usaha mikro tidak berjalan eksposur risiko. komponen risiko memainkan peran penting dalam risiko . dan semakin sulit untuk memprediksi AE tersebut. pada umumnya. kredit mikro harus dikaitkan dengan PD lebih tinggi. PD mengungkapkan nilai kredit dari peminjam.

PD dan LGDR. ketika berbicara tentang kredit mikro. Untuk alasan ini. apalagi. apa yang relevan. kredit usaha mikro dicirikan oleh kurangnya jaminan tradisional dan. Namun demikian. yang dinyatakan oleh biaya administrasi yang berkaitan dengan prosedur pemulihan dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh proses. untuk keuangan mikro. Dengan demikian. seperti dalam pinjaman tradisional. LGDR menunjukkan tingkat kerugian yang pemberi pinjaman secara efektif dikenakan setelah peristiwa default telah terjadi. estimasi UL agak rumit dan memerlukan model statistik yang canggih. khususnya bagi mereka pinjaman terletak di negara-negara berkembang. kredit usaha mikro dikaitkan dengan tingkat lebih tinggi dibandingkan dengan pinjaman LGDR tradisional. AE tidak berarti varians. menurut produk pinjaman keuangan mikro tradisional. adalah bahwa komponen paling penting dari UL adalah kembali LGDR. manajemen risiko kredit keuangan mikro mengimplikasikan pengelolaan EL dan UL. tingkat pemulihan bergantung pada dua variabel: tingkat pemulihan atas pinjaman itu sendiri (terutama tergantung pada jaminan). kemampuan ini tergantung pada faktor yang berbeda: menjamin bahwa membantu pinjaman. umumnya dilakukan dalam konteks geografis bahwa tidak memastikan suatu lingkungan hukum prosedur yang memungkinkan untuk transpparent dan rapidrecovery. Hal ini dapat dicapai dengan . banyak program dan banyak LKM di sekitar kata telah menunjukkan tingkat yang sangat rendah pasca default ex. sementara PD adalah suppposed untuk menunjukkan nilai yang berbeda dari varians dalam hubungannya dengan program yang berbeda atau portofolio pinjaman. ini adalah bukti dalam kontras dengan suku bunga dan commmissions diterapkan kepada peminjam. dan biaya kesempatan. Ini adalah komponen yang paling penting dari EL. Sebaliknya. pelaksanaan metodologi statistik untuk memperkirakan PD untuk peminjam mikro mungkin akan memfasilitasi harga yang lebih akurat dari kredit mikro. sifat usaha yang dibiayai. selanjutnya.kredit keuangan mikro. Ide yang mendasari di balik model-model ini adalah untuk meramalkan skenario terburuk. UL adalah varians dari AE. LGDR sangat tergantung pada kemampuan pemberi pinjaman untuk memulihkan sebanyak mungkin dari peminjam setelah default-nya. lingkungan hukum dan administratif yang mempengaruhi proses pemulihan. yang dianggap menunjukkan varians tertinggi di sekitar mean.

Pertama. itu menunjukkan tingkat PD yang terkait dengan peminjam. Di sisi lain. manajemen risiko kredit pada dasarnya membutuhkan dua langkah. EL tidak dapat dihilangkan tapi mudah dikejar oleh LKM formal. Berkaitan dengan sigle pinjaman. dalam rangka untuk memperbaiki ukuran AE masuk akal dengan tingkat PD. Di satu sisi.pendekatan pinjaman sigle atau mempertimbangkan portofolio pinjaman.1. ini akan membantu untuk memperkecil ukuran kerugian tak terduga dan memaksimalkan tingkat pemulihan. Pengendalian . menganggap sangat penting dengan mengacu pada LGDR dan UL. Hal ini membuat lebih sulit untuk memperkirakan PD dan LGDR tetapi. menyarankan metode untuk pertimbangan masa depan: mengembangkan model nilai kredit kualitatif. sehubungan dengan pinjaman perbankan. dalam analisis kelayakan keuangan mikro lebih tergantung pada variabel kualitatif. kedua. memberikan indikasi pada jumlah yang hibah. sekali pinjaman yang telah diberikan. analisis penelaahan atas kelayakan kredit konsumen dan pasar di mana ia beroperasi. Ketika nyaman terstruktur. Proses pemantauan. etika mempertimbangkan sebuah portofolio kredit. sebaliknya. baik ketika mempertimbangkan kelayakan kredit peminjam atau jaminan bahwa pinjaman mendukung. pada saat yang sama. UL dapat diminimalkan secara signifikan melalui kebijakan diversifikasi yang memungkinkan pengurangan varians mean dari semua komponen EL. sementara itu adalah tugas yang sulit bagi LSM atau lembaga yang bekerja di bawah pendekatan pembiayaan proyek tunggal. pemantauan terus menerus dan proses pelayanan. nalisis kelayakan kredit adalah variabel kunci untuk EL. sebelum kredit grandted. BAB VIII PROSES PENGAWASAN KEUANGAN MIKRO 8. EL dan UL dapat dikelola juga melalui kebijakan portofolio. dan diperlukan jaminan untuk meminimalkan LGDR.

pelaksanaan. seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. . Pada proses pengoperasian diperlukan efektivitas dan efisiensi. Tujuan dari bab ini adalah untuk mengenali kesalahan-kesalahan dalam pengaturan pengawasan kegiatan yang benar dan kemampuan SDM yang digunakan selama pembuatan keuangan mikro dan juga mengawasi yang berhubungan dengan sistem informasi. yang merupakan ssasaran para klien (langganan) terhadap kesalahan dalam penetapan hasil penawaran. dan maka dari itu perencanaan dari aktifitas ekonomi sosial di ganti (diubah) sistemnya.Yang membedakan dasar-dasar ilmu keuangan mikro dengan dibandingkan keuangan tradisional. meskipun kerumitan pada persediaannya. Sistem yang seperti itu harus menjadi perencanaan. yang menjadi kepuasan berbagai kebutuhan para pelanggan perbedaan leta-letak geografis. Tentu saja. perbedaan itu (lembaga ekonomi dan social) memiliki tingkatan perbedaan yang lebih khusus diantara standarisasi dan kerumitannya. Oleh karena itu proses kegiatan keuangan tradisional diakhiri dan menuju kepada sasaran prestasi yang lebih objektif diantara ilmu ekonomi dan sosial. dan pembagian yang tepat pada setiap tingkatan organisasi. hal itu tergantung kepada keadaan dan pencatatan (pengamatam) pelaksanaannya baik secara terus-menerus dan sistem pengawasan yang untuk setiap kegiatan baik untuk SDM (sumber daya manusia) dan aktiva yang nilainya dapat ditentukan dengan teliti dalam penggunaannya. terkadang juga termasuk yang tidak berhubungan dengan hasil keuangan yang juga urgensi etika sosial. “Mikro” memiliki keistimewaan dari segi hasil penawaran (penawaran produk) dan kegunaan metedologi yang sederhana untuk menstruktur dan mendistribusikannya. telah banyak terdapat kesalahan dalam lembaga keuangan mikro yang menggolongkan lebih atau tak sebanyak hasil yang telah tersusun (terstruktur). salah satu hasil dari itu merupakan sebuah perencanaan yang sangat teliti pengaturan dan pengawasannya.

2. Persoalan-persoalan ini akan menjadi penjelasan tanpa menimbulkan perbedaan diantara situasi yang formal dan semi formal. Sistem dorongannya (pendorong) adalah penganalisaan (analisa). tetapi terkadang hal ini dapat menyebabkan resiko yang sepadan atau sama besarnya. Sementara untuk pencapaian yang berhubungan dengan efesiensi dan efektivitas perlu memfokuskan pada bagian-bagian struktur secara baik pada setiap proses-proses bagiannya sedemikian prespektif. tetapi setiap memelihara poin-poin utamanya.Untuk mencapaiannya ialah : 1. keduanya itu kebanyakan merupakan bagian dari proses atau hasil keuangan mikro.2. Alasan Untuk Proses Pendekatan . Resiko keuangan telah selesai kita analisa pada bab 5. Akhirnya. Berdasarkan hal-hal yang telah dibahas kita akan mencoba pertanyaan berikut: • Mengapa sistem pendorong sangat penting di dalam kegiatan keuangan Bisakah sistem pendorong itu mendorong untuk bersikap adverse selection mikro? • dan meningkatkan resiko terjadinya kecurangan? 8. Persoalan-persoalan seperti itu tidak berpengaruh pada saat dibutuhkannya sistem pengawasan dan informasi manajemen. kunci variabel untuk pengawasan yang benar dan sistem laporan telah terplilh. mengenali resiko mengenai efektivitas dan efisiensi. Hal ini sering digunakan sebagai instrumen yang fungsional untuk pencapaian dari tujuan. lebih memperhatikan sebagian besar resiko cara kerjanya. Mengenali ciri khas dari pada proses keuangan mikro dan memusatkan perhatian pada kredit mikro. namun kembali lagi berhubungan terhadap proses efesiensi dan efektivitas. Ini juga mencapi berbagi tingkatan. pencatatan kegiatan (aktifitas) dan SDM yang bemnar memiliki batasan resiko. dan terhadap resiko SDM-nya.

dan dengan menciptakan infrastruktur yang mencapai manajemen yang berhubungan dengan semua proses dan SDM yang dicakup dalam skema umum. untuk merencanakan struktur sistem kontrol internal digunakan menspesifikasikan typologi dari institusi . Mfi perlu mengadopsi sistem kontrol internal yang memungkinkan pengawasan dari kegiatan yang dikerjakan dan unit operasi yang berkait. Definisi dari struktur institusi dilibatkan dalam identifikasi sebuah unit operasi yang dicakup dalam proses institusi. berdasarkan jumlah produk. menjadi lebih mudah untuk mengidentifikasikan resiko yang terdapat dari komponen-komponen yang disebut diatas. Setiap kontrol sebenarnya adalah instrumen yang aktif mengawasi operasi dan manajemen. Agar mencapai tujuan mereka dan untuk mengontrol resiko yang di dapat dari operasi mereka. Dengan demikaian. khususnya dalam hal informasi dan sistem informasi manajemen. Perencanaan sistem kontrol internal tergantung typologi aktifvitas yang ditanamkan. Hubungan antara struktur organisasi ini ditentukan ketika tugas dan tanggung jawab berhubungan pada tugas tunggal yang ditugaskan kepada unit operasi. Sistem kontrol internal juga secara sistematis institusi yang komplek dengan mengontrol resiko. Oleh sebab itu. dan tanggung jawab yang di dapat dari organisasi yang di operasikan. Oleh karena itu. dan SDM yang digunakan. layanan yang disajikan. dengan mengawasi model (trend) dan variabel yang paling penting. untuk setiap produk dan layanan umumnya proses ini melibatkan unit operasi yang diberikan tugas dan tanggung jawab. untuk mencapai sistem kontrol terbaik dibutuhkan pengidentifikasian struktur dan komponen-komponen dari proses dan hubungan yang berada diantara mereka.Walaupun intuisi keuangan mikro mempunyai tujuan tertentu pelanggan dan produk. mereka beroperasi dengan kriteria efisiensi dan efektivitas yang sama seperti intuisi keuangan tradisional. pelaksanaan tugas. dan akibatnya kontrol sistem ini tidak hanya di katagorikan sebagai instrumen kontrol tetapi juga sebagai instrumen pengatur. Oleh karena itu. Definisi dari proses institusi memiliki keuntungan yang kegiatannya terus berjalan dan identifikasi dari prasa yang bersangkutan.

untuk tujuannya, dan untuk mengontrol resiko-resiko yang spesifik. Singkatnya aktifitas kontrol diterapkan untuk setiap unit operasi yang terkait, mengikuti prinsip dan hubungan yang ketat antara struktur dan komponen proses. Sistem kontrol opersional yang efektif dan efesien sangat didukung oleh sistem informasi dan laporan yamg memungkinkan sirkulasi (perputaran) informasi yang di dapat dari pengawasan aktivitas unit operasi. Laporan informasi harus dilakukan dari atas sampai ke bawah dari struktur organisasi dan sebaliknya. Faktanya dengan begitu sistem kontrol mempertinggi fungsi pengaturannya diselesaikan untuk mengoptimisasi proses keputusan manajemen dengan tujuan mengatasi masalah-masalah dengan tepat, sebelum pencapaian jadi kacau sistem dibutuhkan untuk menjadi sampel transparan dan tepat jadwal untuk meningkatkan operasi yang nyata dari institusi dalam setiap tingkatan organisasi.

8.3. Proses Mikrofinansial
Operasi Mfi dapat dikatagorikan dengan kemungkinan dari keberadaannya dalam kegiatan finansial seperti etika sosoial. Untuk setiap aktivitas prosesnya tentu telah ditentuakan untuk membiarkan produksi layanan dan dengan keuntungan yang sangat besar. Bagian ini hanya untuk menganalisa kegiatan finansial. Proses institusi mikrofinansial tidak berbeda dari mereka yang digunakan oleh perantaraan bank tradisional dan dikelompokkan berdasarkan lokasi manajemen yang khusus Proses aktivitas produksi, proses pendukung, dan proses kontrol (lihat gambar 6.1)

Proses kegitan produksi Manajemen kredit Pro Manajemen penyimpanan ses pengaturan Manajemen penyimpanan dan pembayaran Ko Manajemen perdasangan pada ntrol tingkat I Ko Ko ntrol tingkat III

pasar finansial ntrol tingkat II

Bagan 6.1 Mfi proses Empat set katagori proses makro terlihat di peta aktivitas yang dijelaskan dalam Mfi. Seluruh katagori makro (besar) selalu ada walaupun jumlah proses dapat bervariasi tergantung pada komplesifikasi dari institusi yang khusus dan lebih terstruktur untuk Mfi formal dibandigkan dengan semi formal dan non formal. Seringnya kita merujuk kepada produk dan layanan yang disajikan pada operasi yang terkait dengan proses. Identifikasi dari proses yang disebutkan diatas juga bergantung pada tanggung jawab dari urutan operasi didalam struktur organisasi dan untuk itu mengizinkan identifiksai untuk menjadi poin pengawasan, yaitu tugas dan peran dari unit tunggal didalam sistem kontrol internal tersebut. Area proses pengaturan mencakup seluruh aktivitas tersebut yang diatur didalam proses-proses, yang pada akhirnya menentukan pedoman-pedoman dari institusi. Oleh karena itu, aktivitas-aktivitas ini mencakup proses penetapan dari manajemen, pada umumnya proses-proses tersebut dibagi menjadi : • Perencanaan strategi; dengan tujuan institusi jangka menengah sampai jangka panjang, resiko pengembalian profil untuk setiap aktivitas produksi rencan pengembangan dan target pasar. • Perencanaan oprerasional; dengan tujuan yang khusus untuk setiap unit bisnis, resikonya pengembalian tujuan, budget tahunan, investasi, dan beban.

Kebijaksanaan manajemen resiko; yang mana tergantung dari apa yang telah disetujui selama perencanaan strategi, diluar prosedur dan instrumen yang digunakan untuk manajemen resiko diikuti tujuan yang dikembalikan.

Definisi dari struktur organisasi; untuk menentukan struktur institusi selanjutnya untuk kebutuhan yang di dapat dari tujuan yang dipilih (contoh : penggunaan dari pinjaman (kreditor travel) dari daerah perdesaan).

Definisi dari sistem kontrol internal; bergantung dari struktur organisasi dan berdasarkan aktivitas operasional yang sedang berlangsung. Proses aktivitas produksi tergantung, seperti yang telah disebutkan yaitu

berdasarkan kuantitas, typologi (jenis) dari produk yang disajikan; untuk setiap produk. Cocok terhadap sebuah proses; produk yang dikatagorikan operasi Mfi adalah manajemen kredit, manajemen penyimpanan, dan manajemen pembayaran. Dalam hal ini, untuk proses-proses dititik-beratkan kepada manajemen pasar perdagangan finansial, kita biasanya merujuk kepada bank yang beroperasi pada mikrofinansial. Proses manajemen kredit mewakili proses tradisional dan asli dari mikrofinansial, karena kredit mikro adalah produk pertama yang disajikan oleh insitusi ini. (lihat bagan 6.4). Proses penyimpanan manajemen mengidentifikasikan jenis-jenis produk yang disimpan yang memenuhi kebutuhan pelanggan yang dituju; permintaan terhadap produk ini secara konstan meningkat dan telah berubah menjadi banyak yang formal. Proses manajemen penyimpanan dan pembayaran ditujukan saat ditemukan kebutuhan pelanggan dalam hal pemindahan (transfer) keuanagn pelanggan; didalam berbagai situasi masalah-masalah pembayaran sangat penting untuk Mfi yang beroperasi dengan pelanggan asing. Proses pendukung termasuk di dalam seluruh kegiatan yang mengizinkan institusi untuk tetap bekerja. Mereka terdiri dari aktivitas yang bersilangan dengan proses yang lainnya. Aktivitas manajemen SDM sangat penting karena ini merupakan elemen strategis dari mikrofinansial. Masalah yang penting dalam berbagai konteks adalah faktor pendorong yang ditangani dalam proses ini, proses kontrol keuangan dan manajemen menitik-beratkan perencanaan pada aktivitas dan pengawasan kegiatan manajemen, menggunakan data pereode akhir dan ramalan

biaya melalui apa yang telah diawasi dari tingkat pencapaian tujuan yang telah ditampilkan. Laporan manajeemn tingkat atas diaplikasikan untuk kereasi dan manajemen laporan informasi dalam hal operasional dan manajemen dari satu area seluruh sistem sebaiknya memiliki sedikitnya 3 level, yaitu : 1. Hal operasional, sebaiknya memantau aktivitas yang dilakukan dan pemenuhannya akan rencana operasional yang dijadikan revernsi; seperti aktivitas yang dikerjakan pada setiap unit operasi. Contohnya kreditor. 2. Berasal dari banyak penggabunagn laporan pengoperasian dan mengenai hubungan area manajemen, seperti laporan yang ditulis oleh salah satu manejer area tunggal. 3. Informasi sintesis yang mengikuti informasi dari berbagai tingkatan dan memberikan prestasi terhadap strategi yang objektif. Ini menuju kepada manajemen bank dan tergantung kepada informasi yang termuat, itu mengikuti pengambilan keputusan yang tepat agar meningkatkan kegiatankegiatan dan melakukan kegiatan yang penting dengan benar pencapaian objektif. Untuk instruksi formal juga penyingkapan perekrutan yang ditunjukan kepada para pengawas. Operasi pengawasan itu memperhatikan pengawasan tingkat petama, kedua, dan ketiga. Pengawasan typologi akan diperdalam lebih lanjut. Untuk proses ini kami harus benar-benar menunjukan kegiatan kontrol juga diatur dalam proses dan harus mempertanggung-jawabkan penegasan dengan jelas dan bentuk kerangka-kerangka kegiatan secara menyeluruh, seperti proses memberikan informasi dan laporan pendukung operasional pembuatan keputusan dan institusi manajemen. Kegiatan pengawasan memperhatikan keduanya kegiatan-kegiatan dan meliputi unit opersai. Setiap proses harus didokumentasikan sesuai dengan prosedurnya baik secara manualo maupun instruksi poersaional dan pertanggung-jawaban secara menyeluruh. 8.4. Proses Mikrokredit Konstruksi mikrokredit tanpa ragu-ragu, keduanya menyalurkan semua hasil

Mfi. Apakah mereka itu formal, semi formal, atau tidak formal. Instruksi typologi meliputi bersama dengan partisipasi pengembangan program koperasi, pengaruh kompleksitas, dan aktivitas organisasi tunggal. Menyalurkan produk dan perencanaan tetapi proses seperti sisa yang sama. Dasar mikrokredit yang jelas, tanpa memperhatikan penawaran institusi typologi. Di dalam mencari keobjektifitas itu memenuhi keteranagn keuanagn yang diperlukan para pelanggan selesai perencanaan dan penyaluran produk yang memiliki kriteria yang sesuai dengan kepuasan yang dibutuhkan secara menyeluruh (lihat bab 2). Pada keobjektifan efektifitas dan efesiensi. Kepuasan yang sama pada sosial etika objektif tidak terdapat pada bank pinjaman tradisional, yang pertama dan yang terutama jalan masuk kredit keuangan dan mengeluarkan perongangan. Meskipun adanya berbagai typologi Mfi, lebih atau kurang bentuk atau struktur instansi pokok proses mikrokredit yang berhubungan dengan proses kredit tradisional. Kriteria-kriteria keobjektifan mencoba dua penerapan lebih lanjut, bentuk-bentuk perbandingan dengan proses tradisional. Pada awal dan akhir yang menggolongkan maksud sosial etika mikrofinansial dan objektif terakhir (pokok) efektif dan perkembangan dalam penerimaan uang. Beberapa operasional dan karakteristik manajemen tergantung pada institusi dan jenis program yang menjadi pertimbangan Mfi, uang modal mereka kegiatankegiatan dengan tujuan terus menyimpan dan berdasarkan dasar-dasar keseimbangan antara penyimpanan dan kegiatan pinjaman. Manajemen langsung dan operasional terhadap aspek seperti kuantitas pinjaman dokumen dan tingkat resiko pembukaan, mereka juga menyeimbangkan antara resiko dan keuntungan-keuntunagn dengan mencapai yang cermat pada tingkatan efesiensi operasional yang cukup, dengan pencapaian tingkat kemampuan efesiensi pengoperasian. Disisi lain, Mfi mengoperasikan dengan menetapkan tujuan lebih dan pelaksanaan tujuan, yang man mewakili kewajiban. Ditampilkan pada gambar 6.2 perbedaan diantara proses kredit tradisional dan proses mikrokredit. Dua proses ini berlainan, yaitu proses awal dan proses akhirnya. Tahap lainnya adalah menggolongkan perbedaan metode operasi dan penggunaan instrumen secara menyeluruh. Proses kredit nasional:

umumnya mempercayakan MFi pada seluruh aktivitasnya. Aktivitas ini adalah untuk menyempurnakan akar dari budaya kredit diantara keuntungan dan operator (pengoperasian) lokal. Fase ini dibandingkan dengan kredit tradisional. Tujuan etika sosial yang ditanamkan melibatkan MFi mengambil bagian tertentu dari fase terdahulu yaitu penawaran mikrokredit. pada umumnya khususnya melihat mikrofinansial termasuk dalam program pengembang kerjasama. Finansial tradisional lebih lanjut mengambil bagian di dalam program mikrokredit. Ini membutuhkan pengetahuan yabg baik tentang wilayahnya. khususnya terhadap evaluasi. yang mana menjelaskan secara terfokus terhadap etika sosial dan tujuan perkembanagan keuntungan. Kegiatan pendukung dan pelatihan. bagian ini adalah salah satu feture dari proses mikrokredit. Kegiatan ini harus sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai. layanan sosial dan berbagai kegiatan lainnya yang menyajikan teori-teori pengetahuan yang khusus dan keuntungan target. berbagai aktivitas tertentu yang tidak biasa terhadap kredit tradisional. yaitu dari bagian yang dibutuhkan dan situasi ekonomi yang mana institusi akan beroperasi membutuhkan kegiatan pelatihan lebih lanjut. Kontrol perencanaan dan manajemen : Dalam fase ini yang man dimiliki oleh proses kredit tradisional. seperti yang disebutkan diatas. untuk pencapaian kesuksesan dari program.• • • • perencanaan dan pengawasan manajemen pendanaan pengawasan peninjauan kembali manajemen Lebih banyak pendapat di sub bagian relatif terhadap dana kredit. faktanya pembelajaran dari konteks lokal. seluruh kegiatan yang berhubungan dengan produksi kredit dan penyaluran yang ditampilkan. yang mana pengembangan kebijaksanaan dengan resikonya pengembalian tujuan disetujui oleh manajemen tingkat atas sejak program mikrokredit sering digunakan. tidak hanya dipengaruhi . MFi didukung dengan rekan lainnya menyajikan layanan pelatihan.

Fase perencanaan mencakup empat fase dalam proses kredit tradisional. Dalam program pengembangan kerjasama. sistem perangkat lunak Accounting dan sistem pengawasan sangat dibutuhkan. Akhirnya selama perencanaan dan kontrol manajemen. banyak manajemen bergantung pada kemampuan untuk mengantisipasi peristiwa yang biasa terjadi dengan cara akuntansi yang memadai dan pengawasan harian. serih membutuhkan imlementasi dari jaringan distribusi yang sangat membutuhkan perencanaan hati-hati dan organisasi. kegiatan ini umumnya didapatkan dari kreditor dengan cara wawancara atau kunjungan ke pinjaman-pinjaman yang berpotensi. Kreditor membantu keuntungan pelanggan di masa depan di dalam mengisi penggunaan mengisi kegunaan kredit. Dengan mengumpulkan informasi dari pelanggan yang bersangkutan dalam program mikrokredit. karena itu perlu untuk memiliki sistem laporan dan informasi . Perbedaannya halnya fase distribusi. tetapi juga strategi yang didapatkan dari kebijakan pengembangan dalam skala nasional dan internasional. khususnya ketika ditawarkan kepada penduduk yang tingal didaerah perdesaan. persetujuan atau penolakan resolusi disajikan dari badan spesial yang dalam program mirkokredit diidentifikasikan kedalam komite kredit. sifat asli dari mikrokredit.oleh tujuan dan kebutuhan operasional dari institusi. Pendanaan : Fase ini terujuk kepada pengenalan dan evaluasi dari permintaan kredit. Pengawasan : Dalam fase ini mencakup aktivitas yang dibutuhkan untuk mengontrol aliran uang kredit yang ditekankan pada waktu pembayaran dan manajemen yang tepat dengan posisi yang benar. Evaluasi adalah kombinasi dari aktivitas yang disempurnakan untuk mengesahkan Keuntungan dari kredit fitur kuanlitas dan kuantitas dari peminjam evaluasi dalam keadaan sejarah dan pandangan kedepannya (presfektif). habis pembayaran dan evaluasi ulang pengembangan prinsip yang sama dalam keuangan tradisional. kemudian kreditor menaksirkan opini pribadi yang akan mempengaruhi komite kredit di dalam penyelesaiannya kredit. kredit yang sudah lunas dapat dipercayakan pada pihak ketiga biasanya adalah rekan lokal.

Dalam mikrokredit perhatian khusus diberikan kepada posisi berdasarkan keakraban kelompok. dalam kasus ini perundang-undangan lokal dari teori-teori target daerah yang disetujui memiliki peranan yang besar.manajeman dalam seluruh organisasi. Kemungkinan dari perbaikan adalah faktanya. seperti pengadilan yurisdiksi (yang berhak). Celah dari bekerja dengan cara sistem ”pelayanan” dengan staf operasi yang khusus dapat direncanakan. Dalam skenaio baru harus menyajikan tujuan akhir dari program dalam hal pertahanan untuk masa depan. Hal ini terujuk kepada stategi jalan keluar pada akhir program. tujuan etika sosial menjadi sangat penting. Strategi keluaran adalah salah satu dar fase khusus lainnya dalam program mikrokredit. Proses-Proses Yang Terkait Bagian 5 menganalisa dari resiko yang terdapat dari mikrofinansial. khususnya yang termasuk dalam proses pengembangan kerjasama. 8. Kreditor harus melihat kondisi barang jaminan selama saat dia berkunjung. dll). biasanya seperti properti yang menguntungkan dan sebagainya (televisi. karena itu informasi yang menyangkut “grup-grup” ini harus selalu diperbaharui ketika kredit dibantu oleh jaminan fisik. faktanya pada fase jalan keluar institusi yamg mendukung harus yakinbahwa uang yang diberikan kepada mikrokredit harus cukup berkembang untuk menjanim kegiatan pendukung setelah masalah dari program mikrokredi dan jalan keluar dari MFi. Dalam fase. karena efek yang berlipat ganda dari yang bisa didapatkan bisa memberikan resiko yang tinggi. Manajemen Pemulihan : Dalam fase ini menitik-beratkan kepada posisi yang diakui tidak dapat diperbaharui. Dalam . kulkas. biaya alternatif harys disediakan. tidak hanya ketika masa program dalam fase ini. 5. tergantung kepada tekanan dan campur tangan dari badan lainnya. contohnya tujuan dan fungsi dari uang dan sisa perputaran uang harus diprogram kembali. mikrokredit harus mencoba mekanisme tinggi dan mencoba perputaran ekonomi yang sesuai dalam setiap jangka waktu.

ini menjadi penting untuk seluruh MFi untuk mempertimbangkan manajemen resiko operasional dan fase penting. Hitungan dan manajemen. akibatnya sistem pengaturan internal harus diperbolehkan untuk setiap prosesnya.bagian ini resiko operasi mengharuskan Mfi menganalisa dengan lebih detail. Perhatian dari manajemen keterkaitan adalah untuk melihat kemungkinan resiko dalam rangka memaksimalkan pengembalian dari institusi. Resiko proses manajemen terdiri dari tiga fase pokok. atau penyalahgunaan yang telah memanifestasikan dirinya secara berkala dalam operasi Mfi. kelengkapan Mfi. Yang tidak dapat dielakkan ini berefek kepada pencapaian tujuan dan berdasarkan dari kepuasan pelanggan. diantaranya : 1. identifikasi ini ukuran dan pengawasan harus ditanamkan pada setiap proses Mfi. Kejadian dari resiko-resiko ini bergantung kepada situasi dari proses ini yang terkait dengan aktifitas produksi (bagan 6. Kuantifikasi dan pengaturan dari yang terhubung pada satu proses. dan sebagai konsekuensinya belum tepat berdasarkan fungsi yang bertanggung-jawab. faktanya. petama-tama adalah untuk mengidentifikasikan variabel kunci untuk pengawasi resikonya. langkah kedua adalah mentik-beratkan .3). efeknya dapat berdampak negatif kepada seluruh institusi. Identifikasi Ukuran dan pengawasan. Untuk melakukan hal yang sama kita harus melihat dari resiko operasional tanpa melihat perbedaan dari typologi institusi. kecurangan. Dalam tugas manajemen ini adalah. Resiko operasional dinyatakan sebagai resiko kehilangan dari ketidakcukupan atau kegagalan dari proses internal. orang dan sistem atau kejadian diluar proses (lihat bab 5). 3. baik resiko operasi aatu resiko finansial harus mendapatkan pertimbangan yang cocok dalam kebijakan MFi. Kejadian dari resiko operasional melibatkan seluruh MFi. Salanjutnya dalam menaggapi resiko ini. Mfi bisa mengalami kehilangan. dimensinya adalah alat yang sesuai dari manusia dan sumber daya materi yang dapat memvariasikan hasil dari resikonya tetapi bukan kejadiannya. seperti manajemen resiko menitikberatkan kelengkapan dari pihak perantara. Belum dijelaskan secara jelas. karena itu dari pandangan manajemen resiko. Proses 2.

Akhirnya. dan kualifikasi dari resiko. dalam hubungan seberapa penting resiko dalam rangka untuk mencapai tujuan MFi. Identifikasi dari proses dan resiko cocok untuk menjadi sistem kontrol yang baik. diantaranya : • • • • • • • • • • • resiko pemenuhan resiko masalah bunga resiko yang didapatkan dari ketidakcukupan (kegagalan dari proses internal) resiko yang disebabkan dari masyarakat resiko yang di dapat dari kecurangan internal atau kegiatan yang tidak resmi resiko reputasi resiko dari masalah kompensasi. keuntunagn.dalam pembenahan peringatan dini atau batas tanda bahaya untuk setiap resiko yang di pikirkan untuk menjadi hubungan strategis bagi kegiatan yang diawasi. Resiko operasi yang umumnya mempengaruhi Mfi. Proses pengaturan resiko berhubungan dengan proses kontrol dan yang bekerjasama didalamnya. salah satu fungsi dari managemen resiko untuk MFi yang lebih terstruktur. fungsi ini harus selalu terjamin identifikasinya. pengaturan harus menjadi bagian operasi harian dari MFi dalam rangka untuk mengatur resiko. Nyatanya. kepastiannya. Formal dan semi formal. dan syarat resiko kehilangan yang timbul dari kekacauan bisnis atau kesalahan sistem resiko indukator kunci dari pelaksanaan (kinerja) resiko kehilangan yang timbul dari kesalahan dalam proses pencatatan keuangan resiko kehilangan yang timbul dari proses stategis . Proses managemen sebagai bagian dari sistem kontrol internal untuk mempertinggi institusi pengatur manajemen resiko dan proses kontrol memiliki hubungan yang dalam. Kecendrungan untuk menanggapi kebijakan penengah finansial cendrung untuk mempertimbangkan managemen resiko. proses ini akan berbeda tergantung kepada sifat alami dari institusi dan tipe pertimbangan dari program mikrokredit.

Dalam lingkungan resiko yang disebabkan oleh SDM. atau profesionalitas yang dibutuhkan untuk meyakinkan pencapain dari tujuan yang diinginkan atau untuk mengurangi resiko lainnya menjadi tahapan yang dimaklumi. dan layanan yang disajikan. Resiko ini berhubungan dengan pandangan pemegang saham dari hubungan penghormatan dan propesional Mfi dan karyawan. Resiko yang disebabkan dari masyarakat adalah kemungkinan bahwa SDM cocok dalam manajemen dan atau pengaturan dari proses yabg tidak memiliki keahlihan. resiko yang disebabkan dari kecurangan internal. tingkatan produk. pemasok. Msaih di dalam resiko reputasi. pengalama. ketertarikan Mfi. untuk kepentingan MFi lainnya dipengaruhi dengan resiko yang berhubungan dengan kepuasan pelanggan yang berhubungan dengan ketidak-sampaian tujuan dan terjadi . bergantung kepada kemungkinan bahwa staf manajemen dapat mengganti dokumen seperti laporan keuangan atau laporan pernyataan dengan maksud mencurangi penerimaan informasi. contohnya pihak yang memberi. dari fungsi yangburuk dari unit opersi atau kesalahan manusia.Kerumitan resiko bergantung pada kemungkinan bahwa proses implementasi (penanaman) tidak sesuai dengan prosedur Mfi. atau kegiatan yang tidak legal terhadap Mfi atau penerima uang. dan ketertarikan pelanggan. Resiko masalah bunga terjadi karena kemungkinan dalam proses dari pencampuran ketertarikan individual. resiko ini dapat timbul dari kesalahpahaman proses. Kecurangan yang dilakukan oleh kreditor adalah resiko operasional tertinggi oleh Mfi. pencurian. Resiko reputasi adalah kemungkinan bahwa Mfi merusak hubungannya dengan pelanggan. Pemberi modal dapat kehilangan pegawai profesional dan dapat merusak citra di pasar. ini dapat terjadi sebagai contoh dalam hal pemanfaatan finansial yang tidak sah atau aset non finansial. atau kegiatan yang tidak resmi memiliki hubungan yang khusus. terlebih lagi resiko dari kecurangan-kecurangan internal atau kegiatan tang tidak resmi adalah kemungkinan bahwa pegawai baik sendiri maupun bekerja sama dengan pihak ketiga melakukan kecurangan. Resiko yang terdapat dari ketidak-cukupan atau kegagalan dari proses internal didapatkan oleh kemungkinan bahwa proses internal Mfi tidak menjamin pencapaian dari tujuan dimana mereka menutup dan atau membutuhkan biaya yang lebih dari budget yang tersedia. baik dalam kemampuan teknik dan profesional dari seluruh sumber daya yang mengatur bisnisnya pada kualitas.

Sebagai contoh. Resiko dari masalah Keuntungan dan syarat di dapat dari kemungkinan bahwa pegawai tidak setuju dengan indikator kinerja yang digunakan MFi. sebagai contoh ketika proses evaluasi terlalu rumit atau ketika MFi tidak dapat memberikan pelanggan atau produk layanan yang dapat dipertanggung-jawabkan. ini dapat terjadi ketika kinerja indikator tidak lagi seimbang. Dalam konteks . tujuan. ketahanan. dan strategi proyek. Untuk itu. hal ini yidak dapat meralat waktu efesiensinya.ketika proses tidak terjadi dalam berbagai cara untuk mencapai perkiraan penerima uang. Berhubungan dengan manajemen finansial adalah resiko yang ditimbulkan dari kesalahan dalam proses pencatatan keuangan. tujuannya. Kemungkinan tujuan yang diinginkan tidak dapat tercapai dan tidak disetujui. dan indikator yang tidak dapat dicapai. Resiko kehilangan yang timbul dari rusaknya bisnis atau sistem menitik-beratan kemungkinan bahwa sistem informasi yang digunakan mungkin tidak cukup untuk proses operasional dan tidak memuaskan kepentingan operasi menjanjikan data dan informasi yang tidak dapat dipercaya. Dan ini merupakan sebab utama dari kecuranagn dan pencurian khususnya pada kreditor. dan strategi dari MFi. tertarik untuk tidak menyesuaikandiri dengan tujuan bisnis atau strategi dan stándar etika MFi. Resiko dari indikator yang digunakan tidak cukup untuk mewakili situasi finansial dan ekonomi MFi yang sebenarnya. manajemen tidak mendapatkan informasi yang cukup tentang staf organisasinya. Resiko yang berhubungan dengan jenis lainnya dari resiko reputasi yang disebabkan karena kemungkinan bahwa sisterm komunikasi vertikal (atas-bawah dan bawahatas) atau horizontal tidak efektif. antara indikator finansial. khususnya unit operasi lokal dan kreditor. Sebagai contoh. para karyawan tidak terlalu memperdulikan misi. Sistem pendorong masih merupakan masalah yang belum terselesaikan bagi banyaknya MFI. Ini dimaksudkan bahwa pegawai dalam rangka untuk mencapai tingkatan kinerja dan untuk memperoleh dorongan. indikator kinerja yang tidak mempertimbangkan hubungan antara pengembalian jangka panjang. akhirnya penting untuk disebutkan bahwa resiko yang timbul dari kesalahan proses strategi. para pegawai tidak memiliki dukungan yang dibutuhkan untuk melakukan kewajiban atau untuk berperan dalam masalah teknikal dan operasional.

8. tugas pertanggung-jawaban dan hubungan resiko-resiko typologi telah diidentifikasi. Pada faktanya komponen-komponen kontrol bergantung pada kegiatan dan proses yang dibawa. maka dari itu typologi rangka typologi dan mengenai proses pengawasan harus sesuai dengan struktur dan sifat-sifat instruktur organisasi. Lalu. Pengawasan Typologi Pada bagian ini menggambarkan pengawasan sistem efisien internal ini merupakan keperluan mempertimbangkan kedua struktur organisasi dan dasar-dasar proses. Pengawasan internal memiliki sistem jaminan dan pencatatan efektifitas dan efesiensi pada proses-proses operasional. Pertama-kalinya proses MFi. 6. keselurahan MFi harus mengimplementasikan sistem pengawasan internal dan menghargai dasar MFi secara umum – fungsional sistem efektifitas – pemisahan diantaranya manajemen dan kegiatan pengawasan menghindari masalah-masalah resiko. MFi memiliki perbedaan struktur organisasi yang bergantung pada typologi instruksi. beberapa struktur MFi biasanya merupakan beberapa kombinasi dengan kebutuhan pelaksanaan sistem efektifitas yang menegaskan kegiatan pengawasan dan perlengkapan pertanggunag-jawaban yang tepat. Kegiatan pengawasan merupakan pengoperasian fungsional yang menceritakan resiko-resiko dan Lingkungan yang dimana MFi beroperasi. Keduanya untuk MFi internal yang menggunakan seperti pengoperasian dan kebutuhankebutuhan manajemen. ini memerlukan sesuatu yang dapat dipercaya dan berhubungan dengan Accounting dan informasi manajemen. Sistem pengawasan efektif memerlukan pembaktian manusia dan sumber keuangan.ini resiko terjadi ketika MFi tidak menyadari dan menganalisa informasi yang ditekankan oleh grup yang disetujui atau ketika bentuk kerja biasanya dan kemungkinan asli dari pengembangan yang sebenarnya berada pada lingkungan terikat. dan untuk Mfi eksternal keperluan-keperluannya seperti pemenuhan terhadap undang-undang lokal dan peraturan supervisi. sebaiknya pada tujuan yang meyakinkan dan dapat bersumber pada manusia dan keuangan. Sistem pengawasan internal telah direncanakan dan metodeloginya .

Pengawasan Typologi Pengawasan operasional • • • • Pemeriksaan pengawasan • Pengawasan Instrumen Buku-buku (pedoman) Instruksi Prosedur Kemampuan delegasi keuangan Pemeriksa laporan . Pengawasan typologi dalam aktivitas dan SDM tergantung dari MFi khusus. Tabel 6.mengenal resiko-resiko yang tegas. Struktur pengawasan ini sering tidak cocok pada pengoptimalan model. Sistem pengawasan mengikuti penanganan manajemen pada berbagai macam resiko . Sistem inforrmasi managemen di lain pihak menyajikan keputusan-keputusan membuat dukungan kepada berbagai badan dalam struktur organisasi. membenarkan manajemen yang benar dari proses-prosesnya. dan penerapan sistem laboran yang memadai kepada manajemen tingkat atas. dan oleh karna itu. Untuk bentuk referensi dan resiko-resiko pengembalian tujuan bentuk-bentuk MFi. tetapi biasanya selalu cocok untuk satu situasi yang spesifik. sejak mengikuti kebenaran yang tepat dari penyalahgunaan dan penbapaian yang efektif dan tujuan MFi yang efesiensi. Pada tahap perencenaan ini. tujuan strategi mengambil pertimbangan. Sistem ini menghadirkan pengawasan konstan tingkatan resiko dan anggota staf yang terkait dalam operasi fungsi. mengurangi sebab akibat dampak negatif sebaiknya menghindari mereka pada penimbulan dampakdampak negatif. Pada bagian ini mengikuti sistem pengawasan yang merupakan instrumen instruksi pemerintahan. eksekutif. Kebutuhan untuk pengawasan dan pengontrolan operasi MFi tergantung kerjasama dari badan pengawas.1 Pengawasan Typologi – pengawasan Instrumen. tujuan strategi memustuskan tingkatan perhitungan resiko-resiko yang penting dan yang mana pengawasan typologi harus menjadi implementasi.

Pengawasan manajemen • • • • Perencanaan strategi Anggaran belanja tahunan Situasi jabatan Laporan kegiatan dan laporan keuangan Pengawasan kualitas • • Misi Kode etik Pengawasan internal (memeriksa daftar-daftar dan laporan keuangan) Laporan pengawasan • • Pengawasan eksternal (menyeimbangkan pernyataan dan dokumen-dokumen untuk penyingkapan keperluan) Pengawasan operasi membawa keluar operasi unit-unit (contoh. mereka bertujuan membuktikan kerelaannya pada pengoperasian internal dan peraturan eksternal. Yang termasuk dalam sistem typologi ini juga merupakan perangkat lunak pengawasan otomatis. pada bagian ini untuk menghindari resiko kecurangan. Pemeriksaan pengawasan merupakan peristiwa yang bijaksana untuk kemudahan mikrofinance. dua unit di depan dan dua unit di belakang kantor. kredit manual) dan langkah –langkah pengoperasian. sebagai contoh kejadiannya pada evaluasi dan pendanaan kredit. Pemeriksaan pengawasan pada unit operasional. pemenuhan resiko dan yang menyebabkan . pemasok pada sistem typologi ini merupakan pengambilan pengawasan dari implementasi instruksi operasi yang memuat pengoperasian manual (contoh. kreditur) selama kegiatan mereka. ketika staf anggota melebihi batasan yang telah disetujui.

Pengawasan laporan menuju kepada komunikasi internal mikrofinance dan penyingkapan segala kepentingan. yang mengandung kejelasan dan menetapkan jalur pada kegiatan pengawasan dan pertanggungjawaban. Prosedur pengawasan harus dapat menjelaskan kecocokan dokumendokumen (prosedur. surat kredit. Sistem pengawasan internal mikrofinancebisa menjadi struktur yang digunakan pada keuangan menengah lainnya. pengawasan menjamin kegiatan yang merupakan prosedur dan pedoman. pengawasan ini bergantung pada resiko pengawasan manajemen yang setuju pada tujuan sistem pengukuran resiko yang memeriksa batasan penetapan fungsi-fungsi yang berlaku dan pengawasan yang berhubungan dengan hasil pengoperasional area unit tunggal yang menentukan resiko pengembalian tujuan.. pernyataan-pernyataan. menurut pengikutnya terdapat 3 tingkatan: • Tingkat pertama. Mereka membawa unit pengoperasian yang sama (contoh: pengawasan hirarki) atau memasukkan kedalam prosedur perangkat lunak. Pengawasan kualitas pada kegiatan etika-sosial merupakan implementasi untuk memeriksa layanan yang diberikan. ekonomis.terjadinya resiko yaitu ketidakcukupan atau kegagalan proses internal (lihat bagian 6. pada bagian ini menjamin kebenaran pengoperasian yang berkesinambungan dan penyelesaian laporan-laporan serta resiko-resiko. atau diselenggarakannya dengan pengembalian fungsi kantor. Pengawasan manajemen pada dokumen akuntansi seperti anggaran. Tujuannya untuk memeriksa situasi mikrofinance pada modal. dan lain-lain. Dokumen-dokumen tersebut harus sesuai dengan penjelasan instrumen yang digunakan dan informasi yg diberikan harus berasal dari semua pengaturan resiko-resiko (resiko typologi). pengawasan ini bergantung pada proses pemeriksaan internal dan bermaksud mengidenifikasi kelainan-kelainan. pedoman-pedoman. perintah pengoperasian).5). pelanggaran-pelanggaran . • Tingkat kedua. dan komponen keuangan. • Tingkat ketiga.

prosedur dan jalur internal.2 Susunan pendorong/ahli waris . mamajemen. jika digunakan tujuan yang tidak benar. Tabel 6. dapat ditarik menjadi sistem pendorong dan juga penganalisaan seluruh tingkatan struktur organisasi yang dapat mewakili sumber resiko. pelaksanaan sistem ini membutuhkan kehati-hatian dalam proses pencatatan (pengawasan) yang fokus pada SDM. Karena itu. pendorong digunakan pada setiap tingkatan institusi struktur.7 Sistem Pendorong Sistem pendorong digunakan mikrofinance dapat memberikan sumbangan positif untuk pencapaian cita-cita produktifitas. sistem pendorong akan memicu sumber-sumber resiko operasional untuk mikrofinance dan jika kejadiannya seperti itu maka harus segera diawasi. termasuk pelanggan. Kumpulan pengawasan harus tidak terikat pada unit pengoperasian. Pengalaman mikrofinance dalam penggunaan sistem ini menganjurkan hal itu. efek negatif yang tinngi dibandingkan dengan keuntungan dan sistem itu telah menempuh peningkatan resiko pencurian dan kecurangan internal atau kegiatan yang tidak sah. staf anggota. Pada kegiatan pengawasan ini mampu menerapkan sistem pengawasan yang berkelanjutan. diatas dewan pengurus yaitu direktur (Tabel 6. Mengapa sistem pendorong itu begitu penting bagi kegiatan mikrofinance? Karena karakter mikrofinance meupakan tinggi-kuatnya tenaga kerja manusia dengan maksud pertanggung-jawaban yang tinggi dibandingkan dengan sistem bank tradisional. Mereka juga mengevaluasi sistem pengawasan internal secara keseluruhan dengan benar.2). Pada mikrofinance. Disisi lain. berperiode atau yang juga mengandung arti luar biasa pada tempat pemeriksaan. pada kemunculannya mereka bukan bentuk yang ideal sebagai skema pendorong. Ini juga merupakan instrumen tidak langsung untuk pencapaian ketahanan dan keterjangkauan cita-cita. 8. Dalam beberapa kasus. Bagian inti mikrofinance.

Para staf memiliki berbagai kebijakan yang berhubungan dengan karyawan bank. Sebagai contoh. banyak peralatan telah digunakan untuk mendukung ketepatan waktu pengembalian kredit dari para peminjam. diantara satu yang digunakan merupakan dasar-dasar utama penyelesaian yang juga disebut debitur terbaik. mengingat juga pertimbangan area terpencil dimana mereka beroperasi. Mereka memberikan pinjaman dalam jumlah yang besar dan pinjaman dalam waktu yang lama. Pada tingkat kedua struktur kelembagaan dimana merupakan staf operasional.Tingkatan struktur kelembagaan Kedudukan direktur Pendorong tak nyata X X Pendorong non-moneter nyata X X X X Pendorong moneter nyata X X X X Manajemen X Kreditur Pelanggan Pencapaian mengakibatkan sistem pendorong bagi pelanggan dengan keutamaan yang positif. Kompensasi dan pelaksanaan dan pelaksanaan sistem ukuran pengambilan merupakan hal terpenting di dalam strategi. dengan dampak yang besar pada mikrofinance. Yang menarik lainnya di instrumen adalah “potongan”. yang mana bergantung pada pengurangan tingkat suku bunga. rancangan-rancangan kredit kecilbanyak yang berhasil. tetapi juga memperoleh keuntungan kesetiaan. Instrumen ini bermaksud membesarkan hati para pelanggan dalam mengambil langkah yang benar dengan Mikrofinance (membayar pinjaman sesuai dengan program yang telah ditetapkan mikrofinance dalam jangka waktu yang lama). Pendorong merupakan hubungan antara kegiatan apapun. Kewajiban para staf merupakan kepastian yang termasuk kategori terpenting dalam penggolongan biaya. tetapi .

. pada tahapan kedua. sistem pendorong harus merubah sistem pelaksanaan. Keuangan pendukung tentunya memiliki pengaruh besar dalam pendapatan sumber daya. Jika dilain pihak kedudukan direktur ditujukan untuk ditinggikan dalam hal kesan yang mana berkesan baik dengan perwujudan tujuan tertentu.3). tipe pendorong lainnya seperti tipe pendorong anggota meningkat (Holtman et al. karena sifat alami dan lokasi program yang mudah dijangkau. mereka menghasilkan usaha perlindungan mayoritas pada aset-aset penentuan pendapatan organisasi mikrofinance. sistem pendorong kadang-kadang menyebabkan perbedaan dengan ketahanan dan keterjangkauan cita-cita. dan pelatihan untuk menjadi sumber daya baru. sistem pendorong itu merupakan penghargaan bagi kreditur pada salah satu bagian yang menetapkan perbedaan memperbolehkan program kesepakatan dengan membenarkan kreditur menetapkan perbedaan kredit kecil dengan penerima uang (keuntungan) tanpa persyaratan yang dapat dipercaya. Dalam berbagai konteks. Typologi ini mengurus permainan atas jalur yang penting. Oleh karena itu. Namun dilain pihak. Sebagai contoh. Tingkatan yang tinggi dari struktur lembaga juga termasuk sistem pendorong. Tabel 6. Pada kasus kreditur ini. Namun. Kepentingan lainnya menggunakan sistem pendorong akhir untuk membuat SDM mikrofinance setia.aplikasi terbaik telah ditemukan oleh kreditur dan operasional pinjaman yang melibatkan para staf pada rancangan-rancangan kredit kecil. sistem pendorong dapat sangat membantu kestabilan anggota yang lebih tinggi. hal tersebut secara penting lebih tinggi dibandingkan dengan sistem pendorong itu sendiri. 2002). (Tabel 6. keuangan pendukung masih penting. Pada banyak kesempatan.3 Sistem Pendorong Typologi • • • Pendorong nyata non-moneter • Kegunaan misi Kepuasan pekerjaan Kemungkinan untuk promosi Keuntungan non-moneter Pendorong yang tak dapat dilihat . mencari biaya-biaya pilihan.

melakukan kegiatan yang sangat mirip dengan yang dilakukan bank komersial. terutama kepada pemberi modal. Perantara kredit finansial kehadirannya secara relatif tidaklah penting dibandingkan pencapaian tujuannya. tergantung dari typologi kelembagaan mikrofinance. tanpa menjadi pengikut sistem keuangan tradisional. Dalam proyek mikrofinance lain situasinya berbeda. Seperti sistem. akan menjadi perbedaan untuk mikrofinance dengan jelas dan akan bergantung pada penawaran produk typologi. untuk program kredit kecil termasuk pada pengembangan program kerjasama. Karena faktor-faktor yang tak . Dibutuhkan sistem informasi yang efektif dan memungkinkan untuk pengawasan pelaksanaan kegiatan operasional pada seluruh tingkatan organisasi. Yang kedua. Tetapi yang termasuk dalan layananlayanan khusus tergantung dari target khusus typologi dari produk yang ditawarkan. Yang pertama. Layaknya laporan yang sesuai.8 Kesimpulan Apakah mungkin untuk mendapatkan sistem pengawasan internal standar yang cocok untuk semua mikrofinance? Jawabannya pastilah tidak. mengandung arti proses-proses dasar dengan pengawasan yang wajar. Namun demikian dalam keadaan itu juga merupakan kepentingan proses keuangan yang khusus mengandung lebih sedikit dasar-dasar operasional dan pengawasan manajemen. Alasan utamanya ada dua. dasar-dasar etika-sosial dan typologi pendanaan (biasanya donatur). Bagaimanapun. penting untuk memiliki sistem pengawasan yang konstan. Mikrofinance. dalam hal ini mikrofinance dan pemberimodal harus bekerja sama dalam rangka meningkatkan kualitas dari sistem pengawasan internal yang selama ini dilakukan. Untuk mikrofinance jenis ini.Pendorong moneter nyata • • • Sistem bonus moneter Keuntungan saham Pemegang kepemilikan 8. Proyek kredit kecil termasuk dalam program pengembangan kerjasama seperti program mikrofinance lainnya. perbedaan dari tujuan khusus dari tiap pertimbangan poyek atau program.

Bermula dari kegagalan sistem keuangan konvensional (yang liberal) tersebut saat ini mulai banyak dikembangkan pemikiran dan praktek lembaga keuangan mikro (LKM). Terjadinya krisis juga membuat masyarakat paham bahwa perbankan nasional lebih banyak melayani pengusaha skala besar (konglomerat). . yang sayangnya tidak bertanggung jawab dan berlindung di balik fasilitas (kemudahan) dari pemerintah. sistem pendorong dapat menjadi instrumen yang berguna untuk pencapaian pelaksanaan. sistem pendorong dapat mengandung fenomena seperti pilihan yang merugikan dan resiko pencurian dan kecurangan internal atau kegiatan lainnya. Studi Kasus Kabupaten Kulon Progo Ekonomi Kerakyatan dan Sistem Keuangan Mikro EKONOMI KERAKYATAN DAN SISTEM KEUANGAN MIKRO ( Studi Kasus Kabupaten Kulon Progo) Krisis moneter 1997/1998 telah membuka kesadaran masyarakat Indonesia akan rapuhnya tatanan/sistem keuangan yang setelah liberalisasi keuangan (Pakto 1988) didominasi oleh banyak bank dalam skala besar. Akhirnya.tetap itu merupakan strategi pertimbangan untuk pengawasan yang akan berubah (berganti). Ketahanan dan keterjangkauan tujuan hanya jika tersedianya instrumen yang cukup. LKM sudah memiliki akar sejarah yang cukup panjang di Indonesia. Faktanya. mekanisme ini harus digunakan dalam cara yang benar dan dibawah sistem internal yang efektif dan efisien. Beragam model perkumpulan arisan (simpan pinjam) yang dikembangkan di banyak daerah perdesaan merupakan contoh bahwa masyarakat kita sudah lekat dengan tradisi keuangan mikro. Untuk bebagai alasan-alasan.

Keuangan mikro juga telah lama dikembangkan melalui pengguliran dana dalam skema program penanggulangan kemiskinan. seperti halnya tradisi yang justru ditumbuh-suburkan oleh pengusaha besar (konglomerat) di Indonesia. P2KP. Salah satu masalah mendasar adalah sering tidak tepatnya alokasi dana kepada sasaran orang miskin yang telah ditentukan. dan efisiensi dana sering dijadikan dalih untuk menggeser orientasi alokasi dana ke orang yang dinilai lebih layak (mampu mengembalikan). dan lebih dapat dipercaya. Alasan kehati-hatian. Program Takesra/Kukesra dilaksanakan pada tahun berikutnya di desa-desa non-IDT. pada saat ini tidak mudah untuk mengenali keterkaitan langsung antara keuangan mikro dengan upaya-upaya menanggulangi kemiskinan melalui program-program yang dikembangkan. PDMDKE. walaupun dapat ditunjukkan sebenarnya bahwa penduduk miskin tidak memiliki “tradisi ngemplang”.Di sektor formal. seperti IDT yang dilaksanakan mulai 1993/1994 selama tiga tahun. Kendala moral memang dihadapi tidak saja oleh pengelola keuangan yang berkecimpung dalam aktivitas sosial-ekonomi masyarakat yang . Sampai saat ini pun program penanggulangan kemiskinan seperti PPK. P4K. sehingga titik balik reformasi 1998 merupakan berkah bagi kebangkitan keuangan mikro di Indonesia. dan program lainnya tetap dikembangkan melalui pendekatan keuangan mikro yang telah mengakar dalam tradisi sosial-ekonomi masyarakat. mengurangi resiko. Namun begitu. Kriteria miskin (yang memang beragam) tidak lagi dipegang sebagai dasar penentuan skala prioritas penyaluran sumber daya keuangan dan pemberdayaan penduduk miskin. Keuangan mikro memang selalu diidentikkan dengan upaya mengembangkan usaha mikro yang sekaligus juga merupakan cara menanggulangai kemiskinan penduduk. Kebijakan pemerintah yang lebih bias kepada usaha besar telah meminggirkan keuangan mikro. keberadaan kredit skala kecil (kredit usaha perdesaan) yang dikembangkan BRI juga merupakan salah satu bentuk keuangan mikro yang melayani nasabah pengusaha kecil (miskin). lebih membutuhkan.

Lalu bagaimana dengan banyaknya penduduk perdesaan (khususnya di Kulonprogo) yang memiliki pendapatan maksimal Rp 500.000 per bulan. Dalam berbagai tulisan di media juga disebutkan bahwa pengusaha kerajinan dengan pendapatan antara satu hingga dua juta rupiah per bulan diklasifikasi juga sebagai pengusaha mikro. prosedur mudah. yang berarti usaha yang beromset Rp. atau pendapatan mereka telah meningkat setelah . usaha kecil didefinisikan sebagai usaha dengan kategori omset maksimal 1 milyar. batasan mengenai skala usaha juga turut “mengkondisikan” terciptanya ruang-ruang pergeseran makna keuangan mikro dari tujuan/upaya penanggulangan kemiskinan. Departemen Koperasi dan PKM sendiri mematok kredit untuk usaha kecil maksimal Rp 5 milyar.404. sedangkan Bank Mandiri menggunakan nilai omset sebesar Rp 360 milyar sebagai patokan . Di sisi lain.1 persen penduduk Kulon Progo yang pendapatannya di bawah garis kemiskinan kabupaten senilai Rp 105. kesejahteraannya telah membaik. dalam aspek legal-formal.246 orang (penduduk miskin di Kulon Progo) kemudian dapat disebut sebagai usaha “super-mikro”? Bagaimana upaya penanggulangan kemiskinan dapat dikatakan berhasil apabila mereka yang diperhatikan dan diberdayakan bukanlah termasuk penduduk yang benar-benar miskin.memegang prinsip “sithik eding” atau “dum-dil” (dibagi rata). dan persyaratan ringan. namun juga oleh banyaknya “orang mampu” di perdesaan yang tidak cukup peka terhadap masalah kemiskinan. Sejauh ini belum ada data-data akurat dari berbagai pengelola program sejauh mana penduduk miskin telah berkurang.-? Tidakkah usaha 112. Terlebih lagi kriteria BPPN yang mengkategorikan usaha kecil dengan maksimum kredit Rp 10 milyar. Walaupun “pengakuan” terhadap usaha mikro (ekonomi rakyat) telah mulai muncul namun pemberlakuan kriteria nilai omzet atau modal usaha mikro masih juga bias kepada “pengusaha besar” sehingga berpotensi menumbuhkan “predator-predator” yang siap berebut “kue pinjaman” berbunga murah. atau bahkan 25. Dalam PP No 5/1995 dan UU No 9/1995 misalnya. 999 juta pun (nilai yang sangat besar dalam pandangan petani di perdesaan) dapat menikmati fasilitas kredit untuk usaha kecil dengan jumlah yang cukup besar (maksimum Rp 400 juta).

peran. melainkan dengan pendekatan sosio-antropologis berbasis pada pemihakan dan perhatian tulus kepada penduduk miskin. Pada kenyataannya mereka tetap memerlukan sumber pembiayaan. “sumbangan”.dikembangkannya program-program bermodel keuangan mikro di wilayah perdesaan atau perkotaan. Selain itu mereka pun tetap merasa “kekurangan dana”. berobat. dan potensi ekonomi rakyat di kabupaten yang berpenduduk 446. Masalah lain yang dihadapi penduduk miskin adalah ketidakpercayaan akan kemampuan mereka sendiri untuk memanfaatkan sumber-sumber keuangan mikro yang telah disediakan. kenyataan ini sebetulnya juga menggambarkan betapa sistem keuangan mikro melalui program penanggulangan kemiskinan menjadi kurang relevan. Kebijakan untuk mengalokasikan dana cadangan APBD sebesar Rp 22 milyar. atau perkumpulan arisan. rumah-rumah gadai. yang dipenuhi dengan meminjam saudara/tetangga. misalnya untuk membayar sekolah anak. Secara tegas dinyatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang berhak untuk memanfaatkan sumber daya keuangan. merupakan langkah awal pemihakan terhadap pelaku ekonomi mayoritas penduduk di wilayah perdesaan tersebut. dan lain-lainnya. Dalam kontek ekonomi-politik. berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar baik sehari-hari maupun insidental. Di samping kearifan untuk tidak berkeinginan tergantung pada “utang” dari pihak luar. Keuangan Mikro : Banking for the Poor ‘ala Kulon Progo Komitmen pemerintah kabupaten Kulon Progo untuk mengembangkan lembaga keuangan mikro merupakan wujud dari “pengakuan” terhadap kekuatan. atau pendekatan yang mengiringi program tersebut kurang sesuai dengan ciri-ciri penduduk miskin. yang populer disebut Dana Cadangan Pemberdayaan Desa (DCPD). pengembangan keuangan mikro dapat dimaknai sebagai salah satu metode “redistribusi pendapatan” dan model investasi . Keadaan ini memberi pelajaran bahwa keuangan mikro tidak cukup hanya dikembangkan dengan pendekatan profesional (apalagi berorientasi pada pemupukan aset/omset). kurang akrab.843 jiwa itu.

Di sisi lain pengembangan lembaga keuangan mikro dapat dijadikan media bagi pengembangan model investasi ekonomi rakyat kabupaten Kulon Progo.37%.7%) yang disalurkan kembali dalam bentuk kredit kepada masyarakat. Sementara data BRI menunjukkan bahwa nilai tabungan masyarakat di BRI Wates sebesar Rp 107 milyar hanya sebesar Rp 32. Keadaan ini mungkin menjadi salah satu pendorong dikembangkannya lembaga keuangan mikro di Kabupaten Kulon Progo. Sebagai ilustrasi.98 milyar.40 milyar (atau senilai 33.68 milyar. melalui pengalokasian dana ke seluruh desa di Kabupaten Kulon Progo.1 milyar untuk lainnya . Sedangkan perbandingan nilai Kupedes dengan nilai Simpedes di BRI Kulon Progo hanya sebesar 36. Walaupun ada kenaikan besar dibanding alokasi kredit tahun 2001 yang hanya Rp 1. namun belum dapat dipastikan berapa persen yang dinikmati oleh pengusaha mikro karena pembagian kredit adalah sebesar Rp 1. dengan nilai Simpedes dan Kupedes masing-masing adalah sebesar Rp 89. Investasi ekonomi rakyat di sektor pertanian perlu dikembangkan melalui penguatan modal . Politik anggaran ini diperlukan untuk mengimbangi tatanan/sistem keuangan yang masih belum sepenuhnya memihak pada penduduk miskin.68 milyar (atau senilai 30. Sudah sepantasnya bila anggaran daerah dialokasikan utamanya kepada upaya peningkatan kesejahteraan penduduk miskin. Sampai tahun 2002 PDRB Kulon Progo masih didominasi oleh sektor pertanian dengan nilai sumbangannya sebesar 38. data Bank Pasar Wates tahun 2002 menunjukkan bahwa dari total simpanan masyarakat di bank tersebut sebesar Rp 24.84 milyar dan Rp 32. seperti halnya Kredit Makarya yang baru saja digulirkan BPD Kulon Progo.ekonomi rakyat.42% dari total PDRB sebesar Rp 1. Penduduk Kabupaten Kulon Progo sebagian besar tinggal di wilayah perdesaan dengan mata pencaharian pokok bertani. dan Rp 7.25 milyar untuk pedagang.3%) yang disalurkan dalam bentuk Kredit Usaha Perdesaan (Kupedes).3%.94 milyar.42 milyar (harga berlaku. 2002) .113. hanya sebesar Rp 8. Nilai ini masih jauh lebih kecil dibanding rasio Kupedes dan total simpanan di BRI Gunungkidul (Wonosari) sebesar 61.

yayasan. Walaupun . Masalah yang timbul adalah bagaimana menempatkan lembaga keuangan mikro yang baru di tengah maraknya model keuangan mikro utamanya dari program penanggulangan kemiskinan seperti PPK.dari berbagai sumber-sumber keuangan mikro karena sektor ini menjadi tumpuan ekonomi daerah yang menghidupi mayoritas penduduk dan lebih dapat dipercaya memajukan perekonomian yang dapat mewujudkan pemerataan dan keadilan sosial. Model pertama adalah banking of the poor. atau program lain. yang melakukan penghimpunan dana dari pihak ketiga baik pemerintah. yang mengupayakan pendanaan keuangan mikro dari anggota dan disalurkan ke anggota kelompok itu sendiri. dan lain-lain untuk disalurkan kepada penduduk miskin (pelaku usaha mikro) . Untuk itu dapat dipelajari kemungkinan pengembangan tiga model lembaga keuangan mikro yang lazim diterapkan di negara sedang berkembang termasuk Indonesia. Sedangkan model ketiga adalah banking for the poor. Model ini telah lama dikembangkan oleh banyak LSM seperti Bina Swadaya di beberapa wilayah di Indonesia. Model kedua adalah banking with the poor. Takesra/Kukesra. Model ini telah dikembangkan dengan baik di beberapa desa di Kulon Progo melalui kelompok-kelompok arisan simpan pinjam. kemandirian. dimana bank berusaha menyesuaikan kriteria perbankan dengan kelompok jika perlu disertai perantara seperti Lembaga Pendamping Usaha Mikro (LPUM). Pengembangan keuangan mikro diperlukan untuk membangun kekuatan ekonomi daerah Kulon Progo yang berbasis sumber daya lokal. Model ini yang pada awalnya juga akan dikembangkan oleh pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui alokasi dana APBD yang dipopulerkan dengan istilah “dana abadi: untuk pemberdayaan penduduk Kulon Progo. lembaga donor. dan Bandus. Pada awalnya program-program penanggulangsn kemiskinan seperti IDT. dan keberlanjutan. walaupun masa programnya sudah berakhir namun program-program tersebut masih dikembangkan masyarakat secara swadaya sampai sekarang. IDT. dan PPK menggunakan model ini dengan menyalurkan dana dari APBN atau dari lembaga lain. IDT.

maupun dalam hal penentuan alokasi (pemanfaatan) jasa/bunga pinjaman. baik tingkat kecamatan maupun desa dan dusun. Jangan sampai keberadaan LKM baru justru menjadi sumber masalah baru di masyarakat perdesaan. pelaksanaan. Keadaan ini sebenarnya merupakan akibat dari tarik ulur kepentingan yang disebabkan juga oleh ketidakpercayaan di setiap level birokrasi pemerintahan. baik menyangkut pola angsuran (bulanan/ musiman). Ekonomi Kerakyatan. Masalah yang biasanya muncul adalah timbulnya “gejala ketidakpercayaan” terhadap kemampuan penduduk miskin yang akhirnya menghambat upaya pemberdayaan terhadap mereka. yang juga menjadi “tidak percaya sepenuh hati” kepada level pemerintahan dibawahnya. maupun evaluasi. Di Kulon Progo sendiri terdapat berbagai pola/sistem perguliran dana yang berbeda satu sama lain.berbagai program tersebut memiliki lingkup berbeda dan keterbatasan yang dihadapi. termasuk kekhawatiran akan tumbuhnya budaya “gali lobang tutup lobang” dalam berhutang karena banyaknya sumber keuangan yang dapat dijangkau. Kemiskinan. baik dalam proses perencanaan. Ujungujungnya adalah ketidakpercayaan setiap level pemerintahan tersebut terhadap kemampuan penduduk miskin di perdesaan untuk mengelola sumber daya baik sumberdaya alam maupun keuangan. . namun memang perlu ada spesifikasi yang dapat dijadikan “positioning” bagi lembaga keuangan mikro yang akan dibentuk. Pemerintah pusat tidak “sepenuh hati” percaya kepada kapasitas pemerintah kabupaten. Dalam demokrasi ekonomi penduduk miskin diberi kesempatan untuk ikut berperan dalam setiap kegiatan atau program ekonomi. dan Keuangan Mikro Penerapan ekonomi kerakyatan (demokrasi ekonomi) sebagai suatu sistem ekonomi yang memihak ekonomi rakyat dipercaya dapat dijadikan metode untuk menanggulangi kemiskinan. Selain itu tidak diperhatikannya pola-pola tradisional masyarakat dalam pengelolaan keuangan justru dapat menjauhkan keuangan mikro dari tujuan melayani penduduk miskin di perdesaan. “gejala ketidakpercayaan” ini merupakan sisa-sisa warisan sistem politik-ekonomi sentralisme-otoriter Orde Baru yang dikembangkan atas dasar paradigma top-down.

Bandus. prioritas penduduk miskin. yaitu pengawasan dari level pemerintahan teratas hingga ke level yang paling bawah. tanpa ada persoalan-persoalan (kemacetan) yang berarti. sebuah pendekatan yang sudah lazim dikembangkan oleh masyarakat perdesaan sendiri. Hal ini mendasari . bahwa mereka mampu untuk tidak saja memanfaatkan sumber keuangan mikro namun juga sanggup untuk mengelolanya. Masalah yang dihadapi penduduk miskin (termasuk di Kulon Progo) adalah relatif panjangnya prosedur dan jauhnya pusat layanan keuangan mikro sehingga sebagian mereka tidak dapat menjangkau manfaat dana tersebut. Mobilitas penduduk perdesaan yang mayoritas bekerja sebagai petani tradisional (semi-subsisten) relatif rendah sehingga pendekatan yang mungkin diterapkan adalah “pola jemput bola”. serta tidak sungguh-sungguhnya pengelola program dalam memberdayakan penduduk miskin. Fakta-fakta menunjukkan bahwa penduduk miskin di beberapa perdesaan Kulon Progo sampai saat ini masih aktif mengelola dana IDT. Ketiga : kesempatan bagi penduduk perdesaan untuk melakukan pengawasan (kontrol) terhadap pengelolaan dan pencapaian tujuan lembaga keuangan mikro. dan arisan simpan pinjam dengan nilai modal mencapi lima hingga tujuh juta rupiah. Jika demokrasi ekonomi dipercaya dapat menjadi pilar pengembangan ekonomi rakyat maka berkaitan dengan lingkup pengelolaan keuangan mikro perlu diperhatikan beberapa acuan/kriteria dasar yang menjadi ciri penerapan demokrasi ekonomi. dan penyesuaian terhadap tradisi sosial-ekonomi masyarakat perdesaan. Pertama : kepercayaan kepada penduduk miskin. Beragam sumber keuangan mikro ternyata bukan jaminan mudahnya akses bagi usaha mikro atau usaha “super-mikro” jika sistem atau polanya tidak didasarkan pada prinsip kedekatan layanan.Kenyataan ini mempengaruhi pertimbangan dalam penentuan lingkup pengelolaan lembaga keuangan mikro yang akan didirikan di Kabupaten Kulon Progo. Paradigma lama menitikberatkan pengawasan secara top-down. Berbagai masalah berkaitan dengan pengembalian pinjaman lebih disebabkan karena kinerja dan moralitas pengurus yang buruk. Kedua : akses yang luas kepada penduduk miskin untuk memanfaatkan sumber keuangan mikro yang tersedia.

Yang benar. Pemberdayaan penduduk miskin di perdesaan perlu dilakukan sehingga mereka dapat mengaktualisasikan peran dan potensi mereka dalam mengelola lembaga keuangan mikro. Penduduk miskin di perdesaan dapat diberdayakan melalui pelatihan dan pendampingan dengan tujuan agar mereka tidak saja dapat memanfaatkan namun juga mampu mengelola keuangan mikro. Pengalaman menunjukkan bahwa lemahnya kontrol masyarakat menjadi sebab utama terjadinya berbagai penyimpangan dalam penyaluran dan pengelolaan kredit mikro di perdesaan. Beberapa nilai dasar demokrasi ekonomi tersebut merupakan pertimbangan utama dalam penentuan lingkup pengelolaan dan pola operasional lembaga keuangan mikro di Kulon Progo. itulah ekonomi rakyat. Namun hal itu mengakibatkan minimnya kesempatan masyarakat perdesaan untuk ikut mengawasi pengelolaan keuangan mikro karena daya jangkau mereka yang menjadi terbatas. dan efisiensi. Tujuan pemerataan dan keadilan hanya dapat tercapai apabila ada kemauan (dan pemihakan) yang kuat untuk menjadikan penduduk miskin di perdesaan sebagai pelaku utama dan prioritas dalam pengambilan kebijakan. mereka yang dianggap dan nampak miskin itu sebenarnya adalah pekerja keras yang mampu menggunakan segala cara untuk bertahan hidup. agama yang tidak mendukung. atau hidup bermalas-malas. Itulah cara-cara berekonomi dari rakyat. keadilan. tak bersemangat. . Anggapan-anggapan ini semuanya keliru. Keempat : pengelolaan keuangan mikro dijiwai oleh semangat pemberdayaan untuk mencapai tujuan pemerataan. kurang berusaha. dan keliru sekali jika justru fakta dan cara-cara kerja mereka itu dianggap sebagai “masalah” dan “beban” ekonomi bangsa. Selama ini masih banyak anggapan dan pemahaman umum yang keliru tentang hakikat kemiskinan di seluruh dunia yaitu bahwa mereka menjadi miskin karena hambatan-hambatan budaya. Ekonomi rakyat adalah cara-cara rakyat memecahkan masalah ekonominya (solution).adanya pandangan bahwa lingkup pengelolaan keuangan mikro sebaiknya pada level yang memudahkan pengawasan oleh pemerintah kabupaten sehingga kinerja keuangan mikro dapat terus dipantau dan dievaluasi.

Tidak berlebihan jika Prof. Usaha mikro yang masih bertahan dan bahkan berkembang saat ini menunjukkan bahwa penduduk miskin memiliki pengalaman dan strategi sendiri dalam menghadapi setiap masalah hidup (survival strategy). Di samping itu. Keuangan mikro harus dikembangkan dengan rasa empati terhadap keadaan dan semangat hidup penduduk miskin di Kulon Progo. yaitu berupa rasa tanggung jawab yang tinggi. Muhammad Yunus (pendiri Grammen Bank di Banglades) menggelorakan idealisme melalui ungkapannya : “suatu hari nanti anak cucu kita akan pergi ke musium dan belajar tentang kemiskinan dari sana”. dengan keyakinan bahwa keuangan mikro merupakan salah satu jalan bagi upaya menanggulangi kemiskinan mereka. tingkat kesadaran yang tinggi akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak mendorong masyarakat perdesaan di Kulon Progo untuk senantiasa mengupayakan cara guna memenuhi kebutuhan akan masa depan anak-anak mereka. serta tradisi sejarah yang panjang dalam mengembangkan sumber keuangan di perdesaan. dalam mengelola modal sosial yang mereka miliki.Jika keuangan mikro dikembangkan untuk memberdayakan penduduk miskin maka pemerintah kabupaten perlu belajar dari mereka. solidaritas dan kegotongroyongan yang kental. Pelaku ekonomi rakyat (usaha mikro penduduk miskin) di Kabupaten Kulon Progo memiliki modal sosial yang mendukung pengembangan keuangan mikro. .

Evaluasi kinerja. lebih atas. Pada .BAB IX KINERJA KEUANGAN MIKRO 9. bukan subjek baru dalam keuangan mikro. 2) Evaluasi kinerja lain yang berhubungan dengan suatu LKM bahwa menangani volume signifikan operatif. Secara khusus. Kerangaka teoritis. adalah dalam konteks sesuai dengan alasan tertentu yang mencirikan operasi keuangan mikro. pendekatan evaluasi kinerja harus dipertimbangkan dari dua perspektif yang berbeda: 1) Pendekatan pertama adalah terkait dengan kinerja satu proyek berhasil mengadopsi perspektif seperti pembiayaan proyek. yang terdiri dari literature tradisional pada kinerja. dan alasan dari sudut pandang sebuah portofolio proyek. sebagaimana dapat terjadi dalam kasus lembaga non-formal. Pengenalan Bab ini mengusulkan sebuah medel analisis kinerja iuntuk program keuangan mikro dan lembaga dalam rangka untuk meng evaluasi hasil actual atau diharapkan.1. terutama LSM dimensi dikurangi.

informasi yang berhubungan dengan aspek operasi manajemen tunggal. Gaya inovatif terinspirasi sehubungan dengan tiga persyaratan khusus: pertama adalah derivasi ketat dari doktrin klasik pada anaslisis kinerja yang menjamin ketelitian dan keandalan. dasar evaluasi kinerja adalah ketersediaan data pada setiap area manajemen dan operasi individu masing-masing daerah. mengidentifikasi karakteristik utama dari masing-masing. dan mencapi lebih dari target. dalam kegiatannya dengan hasil yang diharapkan. atau oleh lembaga. beberapa model evaluasi telah dikembangkan selama beberapa tahun terakhir. namun beragam. Bab ini menyajikan sebuah rekonstruksi singkat metodologi yang saat ini digunakan dalam keuangan mikro untuk analisis kinerja. meskipun synopsis. yang membentuk suatu system indikator yang menawarkan informasi yang memadai secara keseluruhan.1 Kinerja Fitur Analisis Kinerja adalah proses mengevaluasi hasil actual diproduksi oleh suatu proyek.tingkat internasional. dan keterbatasan utama pada SI infosmasi yang dapat terjadi. Selain itu. yang kemempuan beradaptasi terhadap lembaga formal dan informal.. dalam lembaga. yaitu. Evaluasi kinerja adalah suatu proses berdasarkan kelengkapannya. mereka harus dianalisis dalam kaitannya dengan bidang berbeda dari manajemen. ini memungkinkan kita memenuhi tiga tujuan utama: • Untuk merumuskan harapan yang telah realistis dari sumber daya yang tersedia .2 Analisis Kinerja 9. dan kebutuhan untuk menemukan keseimbangan yang benar antara dua sasaran dikotomis yang mencirikan keuangan mikro. termasuk organisasi non-profit yang kurang formal dan kompleks. Karena proses dan kegiatan yang membentuk proyek atau lembaga yang beragam. tempat mereka berada. bab ini mengusulkan sebuah alaternatif untuk mengukur kinerja keuangan mikro. 9. bidang analisis dipertimbangkan oleh ukuran mereka. keberlanjutan. dan ini dikondisikan oleh perlunya menyusun informasi sehingga. Oleh karena itu.2.

dapat digambarkan sebagai system pengolahan informasi yang terkoordinasi. atau pentingnya. Analisis. Sebuah system yang efisien evaluasi harus memiliki karakteristik yang diperlukan untuk mencapai tujuan sebagai berikut: • • • Perbandingan kinerja dalam waktunya Perbandingan kinerja dalam ruangnya Perbandingan kinerja sehubungan dengan patokannnya . segera indikatif / nilai rambu ketika menyusun kembali dalam indikator kuantitatif atau kualitatif. Untuk memehami beragam perspektif dan metodologi menganalisa kinerja. ditugaskan untuk tugas sehubungan dengan kinerja keseluruhan. Ini pertimbangan individu menanggapi kebutuhan untuk menganalisa setiap area operasional sehubuhan dengan berat berbeda. Evaluasi kinerja model. klasifikasi. karena itu. klasifikasi dan seleksi data. indikator-indikator dari system evaluasi yang diterapkan untuk setiap area analisis harus dipertimbangkan secara individual. dengan demikian. serta kompleksitas pengelolaan suatu pryek atau suatu lembaga. dan penyajian informasi yang digunakan. Penyajian informasi yang dikumpulkan memperoleh sebuah. memungkinkan untuk mengoreksi terus menerus pada penyimpangan dari tujuan tetap.• Untuk memonitor dari waktu ke waktu kemampuan manajemen operasional untuk mencapai tujuan • Untuk megevaluasi ex post hasil yang dicapai Kinerja kesinambungan dari waktu ke waktu dan pencapaian tujuan didasarkan juga pada proses pengumpulan data. Pengumpulan data. yang memungkinkan mengevaluasi setiap operasi dari entitas – baik itu suatu proyek atau lembaga yang – dengan menggunakan indikator. kondisi yang diperlukan untuk elaborasi dan presentasi berturut sebagai informasi yang relevan. klasifikasi dan proses seleksi harus mempertimbangkan informasi yang relevan untuk pemantauan proses dan kegiatan masing-masing daerah operasi yang mempengaruhi evaluasi kinerja secara keseluruhan: tindakan pengumpulan data. pemilihan dan organisasi data.

Perbandingan kinerja dari waktu ke waktu mengidentifikasi seberapa baik manajemen internal dapat memantau operasi entitas dengan mengakses aliran konstan dari informasi yang relevan: memonitoring lanjutan memungkinkan intervensi dan tepat waktu antar pengambilan keputusan untuk menghindari hasil yang akan mempengaruhi kinerja secara keseluruhan.2. analisis kinerja merupakan instrument penting bagi investor dalam pengambilan keputusan. 9. konsep kinerja secara ketat terikat dengan laba usaha (laba bersih). oprasional dan tehnis usaha. yang secara umum diterima dalam analisa pada kompetitif. kemudian. bagaimanapun. telah terfokus pada analisa performa dalam hal profitabilitas dan dalam hal efisiensi strategi. kondisi untuk mencapai keseimbangan keuangan-ekonomi dalam inisiatif harus dihormati untuk menjamin keberlanjutan jangka panjang. Perspektif penciptaan keuntungan. Perbandingan kinerja dalam ruangnya. parameter maksimalisasi keuntungan. di satu sisi. bahkan mereka yang berniat untuk membandingkan hasil berkala proyek / lembaga dengan hasil dari proyek-proyek lain atau lembaga lain: tingkat yang berbeda keberhasilan sehubungan dengan dapat dibandingkan inisiatif memungkinkan evaluasi keefektifan dan efisiensi dalam hal sumber daya yang digunakan. menghadapi suatu hambatan dalam dunia microfinance : Outreach. Berbeda dengan suatu usah berorientasi pada keuntungan. Dari perspektif ini.2 Kinerja Keuanan Mikro Dari kinerja ekonomi-bisnis. . yang dipahami perbedaan-positif atau negative. Adapun hasil oerbandingan terhadap sebuah tolok ukur industry. membandingkan hasil diproduksi dan diukur dengan system terpadu indikator diakui sebagai standar industry memungkinkan kinerja perbandingan kuantitatif-kualitatif hasil yang dicapai (kinerja aktual) sehubungan dengan hasil yang diinginkan untuk memenuhi keberlanjutan dari waktu ke waktu (kinerja benchmark). adalah syarat perlu untuk menginformasikan. analisis kinerja juga merupakan instrument yang berguna bagi pengambil kebijakan.yang berasal dari proses yang dihasilkan olehh aktivitas dan biaya yang berkelanjutan untuk aktivitas tersebut dihitung dengan dasar pertumbuhan. oleh karena itu. Dalam hal ini. Jika. selain manajemen internal mereka.

Dengan melihat parameter-parameter yang tersebut di atas tadi. dibandingkan dengan analisa berdasarkan performa yang sebenarnya harus mempetimbangkan bahwa: . dari pandangan microfinance. menghidupkan kembali konsep outreach. dari siklus tradisional. supaya dapat mempertimbangkan hal sebagai berikut : • Tujuan spesifik suatu aktivitas microfinance (seperti outreach) dan tingkat kesuksesannya diukur dengan mempetimbangkan parameternya yang berbeda dari penghasilan itu sendiri ( seperti. Dalam sintesis. Dari pandangan microfinance sistem indikator harus terintegrasi dan terkadang diperbaiki. dan ketika ujung proyek ditentukan. MFI dan pelanggan).sebaliknya. Oleh karena itu. kemudian penting untuk mendefinisikan suatu sistem indikator perfoma yang menegaskan sedikitnya dua tujuan : • Menawarkan infromasi yang cukup untuk pada pemangku kepentingan dalam sektor microfiance ( donor. juga penting untuk memperoleh suatu perhitungan matang yang dapat mengevaluasi hasilhasil berdasarkan pada interpretasi binomial ganda: • Keberlangsungan keuangan-ekonomi suatu proyek dan institusi supaya dapat menjamin regenerasi sumber daya yang berasal dari proses microfinance. bergantung pada dikotomi kompleks dari tujuan-tujuan fundamental. investor. dan tujuan fundamental microfinance tidak bisa dicapai dengan mengadopsi sistem indikator performa yang selama ini digunakan di pasar modal. jika bukan pilihan. • Kepuasan tujuan institusi. Sementara di pasar modal tingkat kesuksesan sari suatu inisiatif sekarang ini diukur dengan indikatorindikator that memberi sinyal apakah harapan utama telah tercapai. menurut jenis intervensi yang diperlukanb sebagai sosial-polilik perngembangan dan tujuan kemanusiaan. • Mempertimbangkan karakteristik suatu siklus keuangan yang berbeda. • Dasar ukurannya bisa berbeda tergantung pada tujuan outreach spesifik proyek yang dibiayai. petunjuk solidaritas etis).

• Terdapat suatu trade-off (pertukaran) antara kepuasan tujuan pengembangan dalam wilayah tertentu dari suatu intervensi (merujuk pada jumlah dan kualitas penerima manfaat microfinance—atau outreach) dan dengan tujuan dari finansial ekonomi berkelanjutan dari proyek/MFI. bukan hanya dalam hal keuntungan produksi tapi juga dapat tercapainya tujuan solidaritas etis. • Ada suatu perbedaan kualitas dasar untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan dari proyek-proyek keuangan/MFI dengan mengguanakan metode yang disesuaikan dengan kebutuhana akan informasi tentang microfinance. terimakasih pada donasi publik dan pribadi. Ini relevan dalam dalam kasus MFI formal dan informal dalam memajukan beberapa program microfinance. tujuan-tujuan sebagai berikut harus tercapai: • Suatu pedekatan penilaian yang diadaptasi dari model analisa perfoma tradisional yang konsisten dengan praktek akuntansi diikuti oleh MFI semiformal dan non formal. tidak ada banyak pertimbangan diberikan kepada suatu analisa microfinance dalam hal monitoring dan evaluasi proyek-proyek tunggal.3. menjadi penting untuk menyesuaikan model evaluasi tradisional – sebagainnya didefinisikan kembali atau disesuaikan lagi. dengan menggunakan mekanisme koreksi dan semua instrument yang berhubungan yang dipakai dalam analisa tradisional – untuk menjelaskan tujuan yang berbeda menyangkut dengan minimalisasi keuntungan. Menyesuaikan fokus analisa performa terhadap suatu pendekatan keuangan proyek ( dan tidak ditujukan pada seluruh performa dari suatu MFI). Model Emailuasi Performa Untuk Proyek Mcrofinance Meskipun banyak perhatian diberikan kepada dinamika evolusi usaha microfinance. . 9. karena adanya perbedaan arti performa dengan merujuk pada microfiance. Jadi.

yaitu biaya konsultasi dan training (kotak 7. Indikator komposisi biaya 7. Analisis pendapatan. Analysa performa suatu proyek tunggal harus paling kurang mempertimbangkan halhal sebagai berikut : • • • • • • Analisis manajemen. Analisis kualitas portfolio.2 Biaya konsultasi/Total biaya sekarang .1. Analisa produktitivitas proyek disesuaikan dengan evaluasi komposisi biaya utama proyek.1 Biaya karyawan/Total biaya sekarang 7. Analisa produktivitas karyawan harus fokus pada produktivitas karyawan bagian pijaman karena merekalah penghasil pendapatan utama dan pada semua karyawan lainnya.2.1. Rasio produktivitas dan efisiensi dapat dibatasi terhadap biaya komposisi dan produktifitas keryawan.). Audit external harus dievaluasi sesuai dengan jumlah karyawan yang diperkerjakan di proyek (kotak 7. Analisa Manajemen Indikator untuk analisis dan monitor seputar manajemen paling sedikit harus menganalisa hal sebagai berikut: • Komposisi biaya.1. • Produktivitas karyawan yang diperkerjakan. Analisis ketergantungan subsidi. Analisis outreach. Analisis arus kas.• Suatu rangkaian indikator proyek khususnya yang disesuaikan dengan neraca keuangan MFI semi-formal dan non-formal.) Kotak 7.1. umumnya karyawan.

2 Produktifitas Karyawan bagian peminjaman Jumlah peminjam aktif/ Jumlah karyawan bagian peminjaman 7. Analisa Pendapatan Analisa pendatan terbatas pada me-review pendapatan kotor dan biaya-biaya yang berhubungan dengan microcredit yang jumlahnya relatif untuk dana yang .2. Indikator produktivitas karyawan 7.). mungkin sekali untuk membatasi analisa tersebut hanya pada dua dimensi khusus berikut: • • Arus kas bersih yang dihasilkan oleh seluru proyek. khususnya pada kasus-kasus dimana microcredit mewakili komponent utama dari initiatif tersebut. Jumlah peminjam aktif/jumlah karyawan 7.2.7. Dengan merujuk pada evaluasi proyek.1 Produktivitas Karyawan a. mernjadi penting bagi kita untuk fokus pada aktivitas microcredit.3. Arus kas bersih yang dihasilkan oleh portfolio yang berhubungan dengan aktivitas microcredit. Biaya konsultasi/jumlah karyawan b.2. Rasio-rasio ini di sarankan untuk mengukur kemampuan proyek untuk memperoleh arus keuangan bersih positif ( kotak 7.2.3 Alokasi karyawan Jumlah karyawan bagian peminjaman /jumlah karyawan Analisa Arus Kas Indikator performa analisa keuangan harus dihitung berdasarkan area yang berbeda.1. untuk menghindar dari indikator dengan jumlah besar. Meskipun denmikina.3 Biaya training/Total biaya sekarang Kotak 7.

. Dalam masalah ini. Indikatorindikatonya harus menyedikan informasi tentang persentase …………………. sambil mengevaluasi penampilan keseluruhan.4.4.1.2.2.3.Kotak 7. adalah mencegah dan memberantas pengeluaran finansial dan kemiskinan ekstrim. Analisis subsidi ketergantungan . Mencapai lebih dari target analisis Kami telah melihat di bab 4 bahwa maksud program microfinance . Aruskas bersih dihasilkan oleh portfolio yang luar biasa Arus masuk kas aktivitas microcredit salam suatu presiode – Arus kas keluar aktivitas microcredit salam suatu preriode. Pendapatan bunga/portfolio rata-rata 7. bisa berguna untuk pemberi dan pekerja microfinance untuk berusaha mencapai lebih dari target inidicator. Arus kas besih dihasilkan oleh seluruh proyek Arus masuk Kas proyek dalam suatu periode – Arus keluar kas aktivitas microcredit dalam suatu periode 7.3. Indikator Arus Kas 7. yaitu dimensi lebar dan kedalaman. dan aktivitas microfinance lainnya seperti jasa finansial yang disediakan bagi penerima manfaat. mencapai lebih dari target indikator harus memperhatikan dari kedua dimensi. Dengan kata lain sebagai etis atau cara. menghasilkan pendapatan bunga dan biaya aktifa untuk proyek. Pendapatan bunga+ biaya/portfolio rata-rata dibayar dimuka atau dibayar kemudian.3. Indikator profitabilitas portfolio 7. dan cara ini dengan sungguh-sungguh dihubungkan untuk mencapai lebih dari target gol. Analisa kualitas portfolio Analisa kualitas portfolio relevan karena aktivitas microcredit merupakan daerah pengasil keuntungan utama dalam program microfiance. Jadi.1. Kotak 7.4.

sistem indikator harus memiliki harus memiliki sifat-sifat berikut ini: 1.Subsidi ketergantungan adalah jenis subsidi yang memberi pinjaman namun memngharuskan adanya jaminan. Perlunya mengawasi segi tradisional pimpinan dari semua lembaga financial. Modal Evaluasi Untuk Penampilan MFi Ada 2 persyaratan yang perlu dihubungkan untuk membuat indikator model penampilan MFi: 1. 9. yakni rasio subsidi keuangan dan rasio subsidi kegiatan. Sistem kinerja evaluasi logika pembangunan adalah sebagian dirusak oleh . model ini tidak disetujui di semua wilayah dalam hal meneliti dan mencari target Microfinance. Model ini berperan untuk meningkatkan tingkat beningnya informatif mengenai memproses dari kredit manajemen mfi.banyak lembaga Microfinance yang memakai model ini. kesederhanaan 2. mereka telah memecahkan pertanyaan tentang peristilahan dan penyusunan menghitung item untuk lebih baik mengawasi dan mengevaluasi penampilan dari microfinance lembaga. kelengkapan Sepanjang 1990. 4. keunikan 4. Subsidi jenis ini menyediakan dua rasio kepada target MFi untuk bekerja sama atau meminjam uang kepada MFi. 2. Sehingga tidak ada alas an untuk para peminjam untuk mengingkari perjanjian yang telah dibuat. Namun subsidi mengharuskan adanya anggunan atau dengan kata lain jaminan dari target MFi untuk memperoleh pinjaman. Perlunya pedoman dari instrumen tertentu dan bentuk pembiayaan yang mendanai kegiatan MFi. meskipun demikian. relevansi 3. Kecukupan sistem indikator sangat diperlukan untuk membuat indicator model penampilan MFi.

efisiensi operasional dan kualitas portofolio Profitabilitas daerah. termasuk rasio untuk menunjukan struktur kualitatif-kuantitatif tentang sumber-sumber dana Model tersebut juga menyediakan penyesuaian akuntansi terhadap laporan keuangan LKM menurut: • • Komparatif kinerja dalam waktu dan dalam ruang Pengaruh subsidi pada neraca LKM. termasuk indikator portofolio. Hal ini pada gilirannya menyebabkan hilangnya signifikasi criteria klasifikasi dari indicator yang sama sebelumnya digunakan untuk profil yang berbeda dari analisis MFIs. mengharuskan organisasi indikator yang dipilh sesuai dengan karakteristik wilayah analisis berikut: • • • • Pengelolaan daerah. mengadopsi pendekatan tradisional untuk evaluasi kinerja untuk perantara keuangan.1 Indikator Performasi Pengelolaan Pengawasan Bidang manajemen dari LKM dapat dianalisa mempertimbangkan tiga profil yang berbeda . termasuk indikator swasembada operasional dan keuangan sepenuhnya suffliency diri Pengaruh dan struktur keuangan daerah. yaitu: • • • Produktifitas personil yang diperkerjakan Efisiensi struktur operasi dalam kaitannya denagan portofolio kredit Kualitas portofolio kredit (pinjaman yang belum dapat diputuskan) Produktifitas personil yang diperkerjakan Produktifitas personil dapat diukur dengan membandingkan variabel . yang dapat memodifikasi informasi nilai indikator 9. model kami. total aktiva dan profitabilitas ekuitas Keberlanjutan daerah. termasuk indikator produktifitas.berbagai indicator teridentifikasi dalam model evaluasi performansi lebih popular dalam bidang keuangan mikro.4.

efisiensi dapat diukur dengan membandingkan biaya yang berhubungan dengan portofolio pinjaman. jumlah petugas pinjaman. terletak pada kenyataan bawa dalam kurun waktumenetapkan nilai perubahan portofolio pinjaman dalam kaitannya dengan jumlah kredit yang disalurkan sering dan mereka yang telah dilunasi.3. Produktifitas personil bekerja secara tradisional diukur dengan indikator 7.9. yang harus memungkinkan untuk indikator efisiensi untuk tidak dipengaruhi oleh pucak dan lembah normal dari kegiatan tersebut. Secara khusus. dan khususnya sumber daya langsung didedikasikan untuk proses kredit. Alasan untuk menggunakan protofolio kredit rata-rata kotor. pada harus menggunakan nilai rata-rata pinjaman. Jadi.9.tertentu : jumlah karyawan. jumlah peminjam yang aktif dan jumlah deposan aktif. Namun. karena indikator disajikan tidak mengizinkan untuk evaluasi komposisi personil. biasanya ide yang baik untuk memberikan informasi lebih lanjut seperti yang ditawarkan oleh indikator 7. jumlah deposito yang beredar. yaitu bagian dari operasi biaya yang diserap oleh biaya administrasi . yang menunjukan biaya total operasi Personil biaya yaitu bagian dari operasi biaya yang diserap oleh personil yang diperkerjakan Biaya administrasi. 7. indikator saat ini digunakan adalah membandingkan konfigurasi akuntansi dengan biaya rata-rata portofolio pinjaman kotor.2. karena hanya sebagian kecil dari keseluruhan personil bekerja secara langsung dalam kegiatan kredit (umumnya sebagai petugas pinjaman). Efisiensi struktur operasi Dalam perantara keuangan. Item akuntansi yang menyatakan bahwa secara wewenang konfigurasi biaya yang paling sering digunakan adalah: • • • Beban usaha. Membandingkan jumlah peminjam yang aktif dengan jumlah personil yang diperkerjakan akan menawarkan ringkasan untuk mengukur produktifitas secara keseluruhan.9. dapat hasil sebagai ukuran yang berguna. bukan portofolio pinjaman kotor.1.

Kualitas portofolio kredit Analisis kualitas portofolio memungkinkan untuk pemantauan resiko kredit dari portofolio yang beredar pada sebuah LKM. Rasio ini. Alasannya adalah bahwa LKM tidak akan mampu untuk menutupi biaya operasi. dapat menjadi LKM adalah dalam realitas mengoperasikan pada kerugian. tetap perlu untuk mempertimbangkan adanya subsidi yang diberikan kepada LKM seperti dalam bentuk sumbangan.Dalam rangka membangun indikator efisiensi. yang juga akurat untuk digunakan dimana terdapat dalam jenis donasi. Alasan dasar analisis kualitas portofolio adalah sebagai berikut: • • • Untuk memungkinkan resiko kredit untuk menghindari kerugian tak terduga Untuk meningkatkan kemungkinan perdanaan dari investor luar dengan menyajikan sejumlah resiko yang minimal Untuk memungkinkan para donor dan LSM untuk memahami performansi dan keberlanjutan pada waktu mereka menjadi mitra LKM. . biaya operasi per jumlah klien. Indikator performansi yang digunakan. Artinya. indikator performansi untuk mengukur efisiensi operasional. Dengan demikian. dalam jangka panjang. mungkin juga untuk mengevaluasi efisiensi operasional dalam hal biaya per peminjam. tidak dihitung dalam persentase. mengingat dalam bentuk sumbangan. adalah biaya “per peminjam”. yaitu. berbeda dengan indikator yang telah disebutkan sebelumnya dari efisiensi operasi. tanpa dukungan dari jenis donasi.

LAPORAN LABA RUGI(disesuaikan) per 31 desember 1994 PENDAPATAN KEUANGAN bunga atau kredit lancar da lewat waktu bunga atau kredit restrukurasi bunga atas investasi profesi kredit atau biaya adm provesi atas keterlambatan kredit revaluasi kredit aktiva JUMLAH PENDAPATAN KEUANGAN BIAYA KEUANGAN bunga atas hutang penyesuaian hutang konsensi bunga yang dibayar atas tabungan / deposito JUMLAH BIAYA KEUANGAN MARGIN KOTOR penyisihan kerugian kredit MARGIN KEUANGAN BERSIH PENGELUARAN OPERASIONAL gaji dan tunjangan biaya adm biaya penempatan perjalanan penyusutan lain-lain revaluasi modal JUMLAH PENGELUARAN OPERASIONAL PENDAPATAN BERSIH DARI KOPERASI pendapatan hibah dari koperasi KELEBIHAN PENDAPATAN ATAS PENGELUARAN 1994 penyesuaian 1994P 12000 50 1500 5000 300 400 18850 12000 50 1500 5000 300 400 19250 3500 2100 0 3500 15350 3000 12350 3500 2100 0 5600 13650 3000 5000 2500 2500 2500 300 300 3300 13100 -5750 -750 -950 200 0 -5750 3300 16400 .

lampiran 2. laporan laba rugi contoh. LAPORAN LABA RUGI CONTOH per 31 desenber 1995 1995 PENDAPATAN KEUANGAN bunga atas kredit lancar dan lewat waktu bunga atas kredit rstrukturisasi provisi atas keterlambatan kredit JUMLAH PENDAPATAN KEUANGAN BIAYA KEUANGAN bunga atas hutang bunga atas tabungan / deposito JUMLAH BIAYA KEUANGAN 15400 100 500 21500 1994 12000 50 1500 18850 1993 9000 3850 350 13600 3500 0 3700 3500 0 3500 1200 0 1200 .

MARGIN KEUANGAN KOTOR penyisihan keuangan kredit MARGIN KEUANGAN BERSIH PENGELUARAN OPERASIONAL gaji dan tunjangan biaya adm biaya penempatan perjalanan penyusutan lain-lain JUMLAH PENGELUARAN OPERASIONAL PENDAPATAN OPERASIONAL BERSIH pendapatan hibah untuk operasi KELEBIHAN PENDAPATAN ATAS PENGELUARAN 17800 2500 15300 15350 3000 12350 12400 5000 7400 6000 2600 2500 2500 400 300 14300 1000 0 1000 5000 2500 2500 2500 300 300 13100 -750 950200 4000 2300 2150 2000 200 250 10900 -3500 3500 0 .

00 1.00 6.00 70.00 12. 00 1.000 10 50 75 100 100 875 2.675.0 0 9.00 1993 88.000.00 (C) Saldo Outstanding Kredit Lewat Waktu 1994 130.00 1.875 1.00 (D) Cadangan Kerugian (S) (B) x ( C ) 1 – 30 31 – 60 61 – 90 90 – 120 > 120 200 75 60 15 10 360 8.800.00 84.000.320.100.00 1.0 0 45.00 1.085.000.000.00 7.00 100.000.LAPORAN PORTOFOLIO data portofolio jumlah nilai pencairan kredit selama periode jumlah rekening kredit yang dicairkan selama periode jumlah pinjaman aktif(akhir periode) jumlah peminjam rata-rata nilai kredit outstanding (akhir periode) saldo kredit outstanding rata-rata nilai tunggakan pembayaran (akhir periode) nilai saldo outstanding tunggakan kredit (akhirperiode) nilai penghapusan kredit selama periode besaran kredit awal rata-rata jangka waktu kredit rata-rata(bulan) jumlah pejabat kredit rata-rata selama periode (A) Rekening Kredit Hari Lewat Waktu Lewat Waktu (B) Saldo outstanding Kredit Lewat Waktu 1995 16.00 12.00 4.500 1.4.2 Indikator-Indikator Kinerja Manajemen keuangan yang aktif mengharuskan analisis berkala terhadap kinerja keuangan.00 6.0 0 20.00 500.300.00 1.750 5.000.000.000.0 0 3.000.00 100.00 52.435.0 0 0.100 650 9.00 1.100 650 18.00 20.00 12.550.000. Semua indikator kinerja mengumpulkan dan menyatakan ulang data keuangan untuk menyediakan informasi berguna mengenai kinerja keuangan .0 0 10.000.00 80.500 1.00 75.000 2.0 0 1.000.00 1.000.00 18.0 0 61.600.000.000.000.

kedewasan lembaga (lembaga lebih mudah mungkin mendatangkan biaya perluasan tanpa pendapat yang sepadan dan sebaiknya tidak dibandingkan dengan lembaga yang sudah dewsa). Biasanya indikator kinerja berbentuk rasio. Semua indikator kinerja yang disajikan disini diorganisasikan kedalam enam bidang: • • • • • • Kualitas portofolio Produktifitas dan efesiensi Kelangsungan hidup keuangan Profitabilitas(keuntungan) Pengungkitan (leverage) dan kecukupan modal Skala. yaitu.Semua indikator kinerja dihitung begitu laporan keuangan telah disesuaikan untuk mencerminkan seluruh prinsip akuntansi. perbandingan satu bagian data keuangan dengan bagian data keuangan bagian lain. semua rasio perlu dianalisis dalam konteks rasio lain untuk menetapkan kinerja keuangan LKM secara menyeluruh. Semua faktor ini sangat mempengaruhi indikator kinerja.LKM. Dengan menghitung indikator kinerja maka para donor. dan laporan portofolio diperlukan untuk menyusun semua rasio. dan konsultan dapat menetapkan efisiensi. kelangsungan hidup. ada beberapa faktor kontekstual yang harus dipertimbangkan. Dalam menganalisis indikator kinerja. praktisi. seperti konteks geografis (sejumlah tolak ukur yang sesuai di Amerika Latin belum tentu memadai untuk Asia dan Afrika). dan pertumbuhan Neraca. . yang menunjukkan apakah kinerja keuangan membaik atau memburuk. dan bermacam –macam pendekatan pemberian kredit yang digunakan diseluruh dunia. Membandingkan rasio-rasio selama suatu jangka waktu tertentu disebut analis kecenderungan. Disamping analisis kecenderungan. jangkauan. laporan laba rugi. dan jangkauan operasional LKM.

Sebagian LKM menghitung tingkat pembayaran kembali sebagai berikut: . namun tingkat tersebut tidak menunjukkan kulitas portofolio kredit (yaitu. Rasio –rasio dibagi kedalam tiga bidang: • Tingkat pembayaran kembali • Rasio-rasio kualitas portofoli • Rasio-rasio kerugian kredit Tingkat pembayaran kembali Walaupun tingkat pembayran kembali dalah suatu ukuran populer yang digunakn para donor dan LKM.Kualitas Portofolio Semua rasio kulitas portofolio menyediakaninformasi tentang aktiva tidak prokduktif. Berbagai rasio digunakan untuk mengukur kualitas portofolio dan untuk menyediakan informasi lain mengenai portofolio (sekalipun mereka semua di maksudkan disini sebagai “kualitas portofoloi”). yang selanjutnya mengurangi pendapatan dan posisi likuiditas LKM. yang berarti bahwa masalah kredit bermasalah dalam kenyataan. Hal ini disebabkan oleh persentase yang telah jatuh tempo (pembilang) dibandingkan dengan jumlah pencarian atau jumlah yang belum dilunaskan (pernyebut) adalah relatif rendah. tingkat pembayaran kembali yang mengukur tingkat keberhasilan penagihan kredit secara historis. jumlah risiko dalam portofolio yang belum dilunaskan sekarang). karena menunjukkan berapa persen dari jumlah yang jatuh tempo dapat diharapkan untuk diterima. berdasarkan pengalaman masa lalu. Tingkat pembayaran kembali juga berguna untuk memproyeksikan arus kas masa depan. Melainkan. mungkin tidak langsung kentara. Tingkat pembayaran kembali terutama sekali menyesatkan kalau jangka waktu portofolio LKM tumbuh dengan cepat dan kalau jangka waktu kredit adalah panjang.

Sebaliknya. dianjurkan menggunakan dua formula yang lain: Tingkat pembyrn kmbl tpt waktu Atau Tingkat pembyrn kmb Trmsk yg lwt wkt Semua formula ini menghilangkan pengaruh dari pembayaran dimuka dan menunjukkan tingkat penerimaan pembayaran yang sebenarnya terhadap pembayaran yang diharapkan baik secara tepat waktu atau dengan memperhitungkan jumlah yang lewat waktu. Rasio Kualitas Portofolio .Tingkt pembyarn kembali Formula ini tidak menyediakn informasi yang berguna mengenai kinerja berlanjut dari portofolio dan sebaiknya tidak digunakan.

00 0 4.50 0 1.0 390.000 13.00 0 0.500 2.1% 45.0 Jumlah tunggak an 50.0 Usia tngg.1% 38.4 100.00 4.00 0 28.00 50.00 0 0 0 0 7.00 0 25.8 64.00 3. portfolio at risk.00 0 0 45.00 2.00 29.0 50.6 150.00 14.00 0 Earle 0 Galdo 0 Feria 0 Perez 0 Manalo 0 Nelson 0 Kinghorn 0 Debique 0 Foster 0 Lalonde 0 Blondheim 0 Prudencio Current jumlah 43.00 0 30.00 29. (%) 20.Tiga rasio disarankan disini untuk mengukur kualitas portofolio: tingkat tunggakan.00 0 32.00 0 37.000 0 0 5.500 0 1.00 18.00 0 25.00 0 4.000 48.00 78.00 0 16.00 0 31-60 hari 25.00 0 14.00 0 206.00 0 41.50 0 1.00 0 101.00 0 30.1% 124.00 Tngkt tungg.00 0 60.00 0 13.00 0 8.00 0 60.00 0 11.00 3.750.000 7.50 0 1.00 0 12.000 30.00 5.00 0 45.1 100.0 0 405.925.6% 257.600.50 0 18.00 0 45.00 0 5.8% 66.00 100. Tingkat tunggakan.00 0 3.00 0 0.00 29.00 14.00 0 38.00 3.0 32.00 0 64.000 5.00 18.1% 65.3 0 211. 130hr 25.00 0 4.00 0 6.00 0 0 50.00 5.00 100.00 0 12.000 .00 0 0 0 0 8.487.000 0.8 300.00 0 13.00 0 1.00 0 13. seorang pelanggan yang meminjam 1.Tingkat tunggakan adalah rasio pokok kredit yang sudah lewat waktu (atau pokok ditambah bunga) terhadap portofolio yang belum dilunaskan. dan rasio pinjaman bermasalah.0 78.000 4.00 0 4.3 0 1.7 Jumlah outst 250.000 untuk pedagangan kecil selama 12 bulan dengan bunga 15 persen atas saldo menurun harus membayar pelanggan Jumlah pencarian 300.00 100.00 37.50 0 5.00 0 84.00 14.00 0 64.00 7. Tingkat tunggakan Misalnya.00 0 0 4.00 10.00 0 61-90 hari 91-80 hari 181-365 hari >365 hari vincze 12.00 37.50 0 4.

Keadaan yang sama terjadi kalau jangka waktu relatif panjang. maka menggunakn tingkat tunggakan bisa mengecilkan risiko gagal bayar. LKM tersebut akan mengetahui bahwa persoalan kredit bermasalah kebanyakan ada pada para peminjam besar.000=6.925. Kebijakan yang diterapkan LKM untuk menetapkan kredit bermasalah secara langsung mempengaruhi rasio kualitas portofolio dan penentuan tingkat resiko LKM. atau dua-duanya). namun portfolio at risk akan menjadi sangat tinggi dibandingkan tingkat tunggakan.kembali 90 per bulan (terdiri dari kira-kira pokok83 dan bunga7). Kredit jangka panjang menghasilkan pembayaran (angsuran) yang merupakan persentase relatif kecildari jumlah kredit. kalau kredit dihapuskan terlalu cepat. Sebagai kemungkinan lain.000/5. karena portofolio yang belum dilunaskan (penyebut) tumbuh dengan laju lebih cepat daripada jumlah yang jatuh tempo (karena portofolio yang belum dilunaskan tumbuh dengan jumlah pencairan sedangkan jumlah jatuh tempo hanya tumbuh dengan pembayaran kalau jatuh tempo. Apabila ia luput membayar ketiga bulan yang pertama.8% Peminjam Bermasalah Apibila suatu LKM mempunyai portofolio at 20 persen dan rasio parapeminjam bermasalah berbanding jumlah pinjaman adalah 5 persen. Jumlah tunggakan sebagai suatu persentase dari kredit outstanding 405. jumlah yang lewat waktu adalah 270 (pokok 249 dan bung 21). Apabila portofolio tumbuh secara cepat. jumlah tunggakan diartikan sebagi jumlah yang telah jatuh tempo dan masih belum diterima.(karena kenaikan dalam jumlah pinjaman. kenaikan dalm besaran kredit rata-rata. karena sebagian besar kredit yang belum dilunaskan diperhitungkan walaupun belum jatuh tempo. rasio . Karena itu tingkat tunggakan akan menjadi kira-kira 25 persen: Tingkat tunggakan Laporan portofolio contoh dengan jadwal usia tunggakan Catatan.

Semua indicator kinerja yang disajikan dalam BAB 9 menyediakan caramenganalisis kinerja keuangan LKM dan menyelidiki segala peningkatan yang mungkin diperlukan. dan resiko operasinal. resiko valuta asing. Para donor akan tertarik denagan bab ini sejauh mereka harus memastikan bahwa semua LKM yang meraka dukung sedang bergerak menuju pengembangan praktek manajemen yang akan menghasilkan keberlanjutan keuanngan. profitabilitas LKM. laporan laba rugi akan mencerminkan jumlah penyisihan kerugian kredit yang tinggi untuk melakukan penghapusan ini.portofolio at risk secara tak realistis akan rendah. Kredit bermasalah 2. pendapatan. . karena merekalah yang harus melaksanakan atau menyediakan nasehat mengenai peralatan dan kebijakan manajemen yang efektif. Namun demikian. Produktifitas dan efektifitas 3. Manajemen Kredit bermasalah Kredit bermasalah memainkan peran yang kritis dalam biaya. 3 bidng utama manajemen kinerja 1. termasuk resiko likuiditas dan suku bunga. Resiko. Manajemen kinerja Manajemen keuangan efektif memerlukan pemahaman bagaimana berbagai persoalan operasional mempengaruhi kinerja keuangan ?. karena kredit bermasalah hanya dikeluarkan dari pembilang dan penyebut dan portofolio nampaknya sungguh sehat. Manajemen secara efektif menjadi perhatian utama para praktisi dan kosulatan. Kredit bernasalah juga mengakibatkan penangguhan atau kehilangan pendapatan bunga. yang menjelaskan biaya tinggi dari keuangan kredit. Bab ini menawarkan informasi tentang pengelolaan efektif seluruh aspek keuangan danoperasional LKM untuk meningkatkan kinerja. arus kas.

Untuk menggantikan kehilangan kredit pokok dan bunga.Pengaruh Kredit Bermasalah terhadap Profitabilitas (keuntungan) LKM Jelas bahwa profitabilitas LKM akan terpengaruh kalau tidak ada pendapatan bunga dari kredit yang bermasalah. dan dengan tingkat bunga 15 persen flat menjadi bermasalah setelah 14 minggu pembayaran. Misalnya. yaitu: • • • Layanan kredit harus dihargai pelanggan Para pelanggan harus disaring dengan hati-hati Semua karyawan lapanngan dan pelanggan harus memahami bahwa kelambatan pembayaran tidak dapat diterima • • • • LKM memerlukan system informasi manajemen yang akurat dan tepat wakttu Kredit bermasalah memerlukan tatacara tindak lanjut yang efektif Konsekuensi dari gagal bayar harus dibuat tidak menerik bagi para pelanggan Pada akhirnya. Namun demikain. maka 16 kredit tambahan harus diberikan. kredit 3000 denagan jangka waktu 46 minggu. pengaruh paling berarti pada profitabilitas terjadi kalau kredit pokok tidak dibayar kembali dan penyidsihan kerugian kredit harus dibentuk. Ada 6 unsur untuk mengelola kredit bermasalah. tatcara ooperasional. pembayaran mingguan. LKM harus memahami bahwa kredit bermasalah biasanya bukan akibat dari para peminjam yang tidak dapat membayar . Mengendalikan Kredit Bermasalah Manajemen kredit bermasalah membutuhkan kajian lengkap mengenai metode pemberian kredit. dan citra kelembagaan LKM. Kredit bermasalah seringkali merupakan akibat dari buruknya penyusunan produk kredit dan mekanisme penyediaannnya.

Penjadwalan Kembali (Rescheduling) Atau Pembiayaan Ulang (Refinancing) Kredit Kalau seorang pelanggan tidak sanggup membayar kembali kredit karena sakit,bencana, salah urus, atau beberapa krisis yang lain, mungkin layak untuk menjadwal kembali atau membiayai ulang kredit teresebut. LKM harus diperingati terhadap penjadwalan kembali dan pembiayaan ulang kredit. Walaupun pada akhirnya dilakukan untuk mendorong pembayaran kembali kredit, langkah itu berbahaya dan hanya harus dilaksanakan dalam keadaan luar biasa. Lagi pula, langkah tersebut mempengaruhi kualitas portofolio kredit dan arus kas LKM. Manajemen Produktufitas dan Efisiensi Manajemen produktifitas dan efisiensi melibatkan memaksimalkan penddapatan dan meminimalkan biaya dibandingkan volume bisnis yang dihasilkan dan dikelola. Manajemen produktifitas termasuk memastikan bahwa parakaryawan bertanggung jawab untuk kegiatan mereka, dengan pemberian insentif yang yang tepat untuk kinerja produktif dan efisien, dan penyediaan informasi manajemen waktu yang tepat dan berguna. Manajemen efisiensi focus pada mengelola dan mengurangi biaya dimana memungkinkan. Meningkatkan Produktifitas Karyawan Karena sifat dari pemberian kredit mikro, maka tanggup jawab utama untuk jangkauan efektif dan pembayaran kembali kredit terletak pada pejabat kredit. Agar sederhana maka hanya pejabat kredit yang dibahas disini, meskipun diskusi yang sama adlah relevan untuk pejabat tabungan yang focus pada rekening tabungan daripada kredit yang belum dilunaskan.Produktifitas dipengaruhi oleh pilihan modek kredit dan mekanisme pemberian serta oleh kelompok pelaanggan sasaran.

Portofolio Outstanding Rata-rata dan Jumlah Pelanggan per Pejabat Kredit Volume kerdit yang belum dilunaskan (outstanding) lebih merupakan fungsi dari target pasar yang terpilih dan metodologi pemberian kredit. Produktifitas dapat ditingkatkan oleh portofolio lebih besar yang dicapai melalui besaran kredit yang meningkatkan atau oleh jumlah pelanggan lebih besar per pajabat kredit/. Meningkatkan jumlah pelanggan per pejabat kredit merupakan cara efektif untuk meningkatakan efisiensi dan produktifitas LKM. Namun demikian, setiap LKM mempunyai jumlah pelanggan optimal per pejabat kredit, berdasarkan metodologi kredit dan jangka ka waktu kredit rata-rata. Indicator tersebut dibedakan oleh : a. Perbandingan kualitas potofolio, yang digunakan untuk mengawas dan mengevaluasi kredit portofolio. b. Perbandingan kerugian pinjaman, yang digunakan untuk memperkirakan kemampuan yang akhir nya digunakan untuk menutup kredit kerugian. Indicator yang tepenting dari kualitas portofolio adalah (kotak 7.11): pembayaran kembali tariff indicator, tariff yang menunggak, portofolio yang terjadi kerugian, dan pinjaman-pinjaman yang telat membayar.pembayaran kembali tariff indicator, yang menunjukan seberapa banyak NFI telah diterima ahli waris, dan dapat diperhitungkan salah satunya dari memdandingkan jumlah yang diterima termasuk yang disukai dan yang baik dengan : a. Berapa banyak yang berhutang sampai saat ini (7.11) b. Berapa banyak total sisa utang yang belum di lunasin (7.11) Pada hal yang pertama, nilai menunjukan persentasi pembayaran kembali

dengan mematuhi total iurannya pada keterangan-keterangan. Indicator yang kedua, perpaduan dengan hal yang pertama tadi, menjelaskan presentase dana yang belum dilunasi. Indicator ini dapat menjadi sebuah tanda kapasitas pembayaran kembali bagi yang berhutang di masa yang akan datang. Indicator portofolio yang mengalami

kerungian menawarkan sebuah ukuran kerugian portofolio yang membandingkan total nilai pinjaman yang belum dilunasi dengan pembayaran kembali yang terlambat dengan jumlah pinjaman yang dikeluarkan. Sebuah ukuran alternative kredit yang memungkinkan terjadi kerugian jumlah orang-orang behutang yang bangkrut dengan total jumlah orang yang berhutang. (7.11) Kotak 7.11 indikaator kualitas portofolio 7.11.1. tariff yang menunggak Iuran yang menunggak /portofolio yang belum dilunasi (termasuk jumlah iuran yang lalu). 7.11.4. peminjam yang telat membayar jumlah pinjaman yang telat membayar/ total jumlah pinjaman afektif. 7.4.2. indicator-indikator pelaksanaan daerah yang menguntungkan. Indicator-indikator yang dibutuhkan untuk mengukur pelaksanan yang menguntungkan dari MFI adalah terlihat pada kotak indicator-inikator 7.13.1 dan 7.13.2 yang masing-nasing menyediakan sebuah ukuran keuntungan modal-modal dan keadilan. Itu merupakan indicator yang sangat penting untuk menejer-menejer dan investor-investor, khususnya ketika NFI mencari keadilannya/hak sendiri.penyesuaian untuk menjaring berjalannya pendapatan setelah pajak-pajak dibutuhkan. Ketika taif inflasi dan peredaran mata uang hampir mengalami erugian adalah kerelatifan yang tinngi dan ketika pada jenis subsidi terjadi keseimbangan kertas NFI. Pada jenis-jenis itu, bisa mengambil bentuk pembayaran pada garis besarnya untuk keuangan dan non keuangan yang menyediakan servis untuk NFI. Kotak 7.13 indikator-indikator yang menguntungkan 7.13.1 mengatur kembali pada modal-modal (AROA) . Mengatur jaringan jalannya pendapatan setelah pajak-pajak/total rata-rata modal. 7.13.2 mengatur kembali pada keadilan /hak, mengatur jaringan jalannya pendapatan setelah pajak-pajak/total-total rata-rata keadilan.

7.13.3 hasil besar portofolio. Hasil kuangan tunai dari pinjaman bersih portifolio atau rata-rata pinjaman besar portofolio. Hasil besar portofolio(nominal)- (hanya inflasi)/ (1+tarif inflasi). 7.13.5. mengatur batas keuntungan mengatur jaringan jalanya pendapatan / mengatur berjalannya hasil. Penggunaan rata-rata untuk modal dan hal keadilan/ hak dititik beratkan pada kebutuhan dan mempertimbangkan turun naiknya pada 2jumlah perhitungan. 9.4.3. Indikator-Indikator Pelaksanaan Daerah Ketahanan Indicator ketahanan dapat diklasifikasikan dengan mematuhi pada taksonomi( dunia tumbuh-tumbuhan&hewan)yang diusulkan pada chapter 4 (katalok 7.14) ketidak cukupan hasil yang telah didapatkan untuk menutupu operasional hargaharga ( ada juga yang termasuk harga-harga inflasi. Ketentuaan harga pinjaman dan ketentuan harga kerugian membuktikan jika NFI bisa menentukan ketahanan tanpa mempertimbangkan dukungan dari sumsidi keuangan (dana-dana dan hutang) Kotak 7.14. indicator-indikator kecukupan diri 7.14.1. operasional kecukupan diri Mengatur berjalannya hasil/ harga operasional+ harga operasi+ ketentuan kerugian pinjaman+ keuntungan mata uangyang mengalami kerungian. Indicator pelaksanaan pengaruh dan daerah susunan keuangan. Pengaruh dan indicator-indikator susunan keuangan mengukur komposisi kekurangan supaya menyediakan informasi pada kecukupan penyusunan keuangan NFI. 9.4.4. Penyesuaian Menghitung Untuk Pelaksanaan Evaluasi Penyesuaian menghitung untuk pelaksanaan pengukuran dapat di klasifikasikan dalam 4 katagori :

a. Penyesuaian subsidi. b. Penyesuaian inflasi. c. Penyesuaian untuk pinjaman non pelaksanaan. d. Penyesuaian untuk mata uang yang bertambah /berkurang. Penyesuaian menghitung diperlukan untuk menganaliis subsidi yang diterima harus ditunjukan dalam dua hal berikut : a. Untuk membuat persamaan yang menunjukan penerimaan subsidi-subsidi NFI dengan subsidi yang tidak diterima itu. b. Untuk menganalisis ketergantungan derajat c. Keseimbangan ekonomi. 9.5. Kesimpulan Di dalam microfinance, pelaksanaan evluasi bisa direferensi untuk proyekproyek perseorang dan juga untuk lembaga-lembaga microfinance secara keseluruhan. Jadi, chaper ini bertujuan pada 2 model . Pertama adalah untuk menganalisis sebuah proyek pribadi, dan model kedua adalah untuk mengevaluasi MFI. Proyek pribadi merupakan pendekatan pusat pada 6 topik utama : Manajemen Uang yang mengalir. Pendapatan. Kualitas portofolio. Jangkauan. Dan bantuansubsidi.

Topic-topikini elah dipilih asal mulanya dengan tepat dari apek-aspek masalah utama

agara mencapai tujuan ketahanan dan jangkauan. Kesimpulan. tujuan dari model ini menggunakan penyesuaian dalam menghitung. pinjaman non pelaksanaan. model yang melaksanakan analisis ini harus menjadi alat yang penting untuk mengevaluasi proyek-proyek microfinance dan MFI dari sebuah resiko pandangan manajemen. . ketahanan. sebuah indicator yang baru memiliki keistimewaan tersendiri. dan penyesuaian dalam memenfaatkan subsidi. Dari pandangan ini. Keseimbangannya adalah sebuah fungsi yang tepat yang dihubungkan untuk kemampuan orang-orang bekerja padanya ( analisis manajemen ) didalam kemungkinan menutup keseimbangan dinamis tunai ( analis uang yang cair ). inflasi. pegaruh dan susunan keuangan. kebutuhan untuk menyadari denagn lebih baik persamaan dalam menunjukan tempat dan waktu. Hanya jika kondisi ini akan memuaskan proyek microfinance untuk mencapai tujuan jangkauan) Model evaluasi bertujuan untuk mengidentifikasi MFI kedalam 4 perbedaan : Manejemen. mata uang yang bertambah/berkurang. keuntungan. yang tergantung pada kemampuan untuk membantu mengembalikan kerugian profil pada proyek (pendapatan & analisis kualitas portofolio) dan akhirnya kesempatan untuk memiliki kedua subsidi pada jenisnya dan uang (analisis subsidi bantuan ). mereka memperbolehkan menjaga tanpa henti aktifitasaktifitas dan akhirnya ada campur tangan untuk membenarkan dan memperbaiki pelaksanaan hasil.pada sebuah proyek.

Bersama dengan kesempatan lembaga keuangan mikro mengubah pelayanan deposit. banyak kelanjutan yang di tawarkan pelayanan keuangan mikro yang di tingkatkan.akhirnya.dan banyak jenis lembaga yang menawarkan pelayanan keuangan dalam jumlah yang kecil hingga juga dikembangkan keuangan tanpa pelanggan.sejak permulaan pengaturan biasanya digunakan oleh ahli . Selain itu. itu disampaikan dengan menunjukkan seberapa banyak barang dan jasa yang ditawarkan oleh MFIs berangsur – angsur meningkat disetiap tahun.mengikuti tujuan sekarang. nasabah yang telah dijangkau oleh lembaga keuangan mikro berangsur – angsur meningkat. terutama pelayanan keuangan yang ternyata secara tidak langsung memiliki pengelolaan yang rumit untuk MFIs dan resiko lain untuk keseluruhan system keuangan.1 Pengenalan Sekarang ini.keuangan mikro modern memiliki beberapa ciri .BAB X PERANAN PERATURAN TERHADAP LEMBAGA KEUANGAN MIKRO 10. Kenyataannya.dan keuangan dan resiko menggunakan daerah keuangan mikro. juga agar meningkatkan kecukupan distribusi kenaikan kredit. mengenai bentuk resiko MFIs berbeda dari pengaturan keuangan lanjutan lainnya.ciri yang menyatakan secara tidak langsung perbaikan dari ciri peraturan dan pengawasan yang digunakan. Pertama. Bagaimanapun.termasuk pelayanan keuangan seperti layanan sosial menengah.

Sejak itu MFIs. Pengawasan secara langsung berasal dari peraturan dan terdiri dari pembuktian yang tepat dari syarat – syarat peelitian yang telah disusun dalam peraturan.yang hmpir disepakati. Bab ini focus pada variabel utama yang seharusnya dipertimbangkan.beberapa pemikiran bahwa MFIs butuh lembaga norma khusus dan pendekatan ahli pegawasan. tingginya jenis dan luasnya pelayanan. Dorongan yang sejenis di sector industri adalah asalnya diatur dari kemungkinan gangguan pasar.dari teori dan praktik yang menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang luas mengenai peraturan dan pengawasan di MFIs. Pengawasan. kebanyakan ahli membenarkan fungsi dari fokus system keuangan teristimewa kelemahan pasar da keuangan tingkat lanjut. dan perbedaan diantara lembaga pokok. Bersamaan dengan asasini. Sebagai system keuangan.efisiensi. jadi mungkin mudah untuk menyusun polalogis dari peraturan dan pengawasan yang dapat digunakan dalam konteks cara kerja yang berbeda. Patut dilakukan hal yang sama. dalam struktur penentuan dari barang dan jasa yang mereka sediakan. 10.perbedaan itu seperti : menurut satu pendekatan. itu idak mungkin mampu mengindentifikasi model pengaturan yang dapat menggunakan setiap area aturan yang lazim dalam menjalankan lembaga keuangan mikro. dan mereka membenarkan . ahli ahli umum mengunakan alat berbeda untuk mengembangkan stabilitas.2 Peraturan.dan daya saing di pasar dan tingkat menengah. Dan Keuangan Mikro Peraturan didefinisikan sebagai asas dan norma stuktur disiplin dan pengelolaan pasar keuangan menengah. dengan kepentingan berbeda dari Negara ke Negara. Dikarenakan. mengikuti garis pedoman hal – hal yang perlu pada pengawasan tradisional keuangan menengah. faktor – faktor pokok utama yang menentukan peraturan dan juga variable – variable dasar yang dapat mempengaruhi resiko MFIs diperksa. Ketika menentukan apakah peraturan MFIs sesuai dan menyediakan beberapa indikator. keuangan mikro tidak seharusnya diatur atau tidak dibutuhkan peraturan khusus yang menjadi tanggung jawab.pengawasan tidak digunakan penuh ke sektor keuangan mikro. alat peraturan dan pengawasan yang seharusnya diterapkan.

dan asas – asas kelemahan pengelolaan. daya saing. perbedaan bentuk dari pengaturan yang di sebutkan di atas cenderung mengimbangi daripada pilihan lain. Dibutuhkan intensitas latihan – latihan untuk memperbaiki intervention. hal ini tidak dapat mempengaruhi semua sistem yang sama dan dengan intensitas yang sama oleh para ahli. Jawaban dengan rencana peraturan dan .asas perlindungan yang melindungi minat pelanggan yg kurang informasi. sasaran utama di resiko penerimaaan menengah dan di aktivitas pantauan pengawasan ahli – ahli pada peraturan penelitian menurut asas – asas. Tujuan akhir dari peraturan yang di gambarkan di atas tentang stabilitas. 10. agar melindungi hilangnya informasi yang menjadi sasaran pengelolaan di system keuangan. Banyak definisi untuk IMFs yang sesuai pengawasan seperti : • • Tujuan – tujuan yang dicapai di sector peraturan Perbedaan yang sesuai dengan typologies peraturan. perkiraan resiko terbatas terhadap asas – asas kebijaksanaan untuk tiap lanjutan. bahkan.pendekatan didasarkan pada banyak variasi alat. tingkah laku bisnis.berdasarkan pada typology pengawasan di atas. Syarat – syarat pengelolaan aturan dari keuangan menengah berasal dari petunjuk diatas. yang hanya beberapa berhubungan dengan keuangan mikro.mengenai asas structural yang mendefinisikan bentuk kata dari system keuangan khusus . • • Alat – alat yang sesuai untuk para ahli pengawasan. di sistem keuangan modern. efisiensi.3 Faktor-Faktor Yang Menentukan Penyesuaian Keuangan Mikro Ada banyak pertanyaan yang ditujukan pada penyesuaian keuangan mikro pertanyaan pertama mengenai kapan seharusnya penyesuaian krireria MFIs yang sama yang digunakan untuk tipologi lain dari keuangan menengah resmi ( terutama bank ) atau apabila dibutuhkan sistem penyesuaian dan pengawasan khusus. dan transparan sekarang ini ada di level teratas.jalan.

oleh karena itu tanpa termasuk resiko sistematik MFIS di satu kasus atau lebih dimana situasi yang terlihat pada kebangkrutan ( tabel 8.oleh karena itu. beberapa kemajuan yang tampak perlu untuk menguatkan operasi efisiensi MFIs. Seperti element – element yg tidak berkepentingan berpendapat bahwa peraturan yang di ajukan MFIs untuk menaikkan efesiensi. Bagaimanapun . namun.dari pernyataan ini dipengaruhi oleh definisi yang digunakan dari keuangan mikro dan karenanya terdapat batasan antara keuangan mikro dan keuangan tradisional.1 ).tingkat hasil penemuan atau yang lebih tinggi dari penerimaan kredit dari sistem keuangan formal. Berkenaan dengan penyesuaian keuangan mikro untuk mempertinggi sektor efisiensi terutama pantauan efesiensi yg merupakan salah satu dari ciri khusus keuangan mikro adalah MFIs yang definisinya lebih ditujukan melalui pengeluaran pelanggan. Hubungan antara peraturan dan .perlu analisa tujuan pengaturan yang disebutkan di atas.oleh karena itu. hal yang tidak menguntungkan dari peraturan khusus adalah hubungan yang ditunjukkan oleh fakta persentase dr MFIs yang Hanya penawaran kredit skala kecil tanpa membawa bukti fungsi moneter dan tanpa memutuskan hubungan dengan keuangan menengah lainnya mengenai resiko buruk.sejauh ini peraturan tegas mengurangi karakteristik terkuat dari lembaga keuangan mikro.yang terdiri dari kemudahan pengaturan dan kekuatan pembaharuan. Pertanyaan – pertanyaan mengenai penggunaan yang sesuai dengan pengaturan di MFIs dan mengenai satu tingkat peraturan dan pengawasan di MFIs memiliki solusi ganda yang seharusnya ada pada penjualan. yang ditujukan untuk motivasi yang memajukan pengaturan sistem keuangan. sejak jumlah yang didanai cenderung tinggi. satu teori pengawasan khusus yang tidak dibutuhkan. Tujuan-Tujuan Dari Peraturan Berkenaan dengan stabilitas. agar dapat memastikan apabila juga ada keadaan darurat di sektor keuangan mikro. Selain itu kekurangan resiko sistematik dan oleh karena itu. Ada orang yang cenderung mencari penyesuaian khusus untuk asas – asas utama yang membangkitkan susunan peraturan. Di lain pihak. dari sudut pandang pengelolaan MFIs menunjukkan tingkat penyaringan dan pantauan pelanggan lebih rendah dari standar keuangan menengah formal yang menjadi sasaran pengawasan.

Struktur pengoperasian pengawasan tanpa bentuk sektor. Banyak pendapat yang menganjurkan peraturan.kebutuhan ini berasal dari asas perantara masalah dimana lembaga keuangan mikro boleh mengerjakan aktivitas yang menyebabkan resiko tinggi yang disadari oleh para penanam saham. petunjuk kebangkrutan dari MFIs yang akan mengakibatkan tingkat penanam saham berkurang. terdapat pilihan berbeda mengenai struktur. Di lain pihak. meskipun efek negative seperti mundurnya aktivitas penanam saham.badan struktur pengawasan yang pasti yang memeriksa syarat – syarat minimum untuk melewati pasar dan batas kategori pasti pengoperasian tampak perlu juga untuk kerita aktivitas sederhana keuangan mikro. apabila pelanggan kurang mempelajari kemampuan terbatas dari hubungan resiko MFIs. maka dari itu pengawasan perlu untuk lembaga keuangan mikro yang didasarkan pada tujuan sebagai tradisional menengah sebuah standar memadai dari perilaku bisnis dan keterbukaan dari MFIs. keterbukaan. hak informasi yang tidak seimbang. tindakan pengaturan kebijaksanaan secara efisien dan secara membantu lanjutan dan didasarkan pada modal dan kriteria organisasi yang cukup.untuk melindungi minat penanam saham maupun pelanggan yang kehilangan informasi secara umum.kemungkinan banyak perkiraan resiko dari MFIs. Akhirnya keterbukaan dan kontrol . Mensyaratkan kemampuan tertinggi oleh ahli pengawasan. Tipologi Pengawasa Hal yang mungkin digunakan pada tipologi pengawasan.hak pengelolaan yang lebih tinggi dan laporan dari para ahli pengawasan. kecuali kenyataannya lembaga – lembaga melalui peraturan yang hati –hati. yaitu keadaan penanam saham yang tidak sadar penuh terhadap resiko dari perantara. kebijaksanaan. Terlihat keuntungan yang pantas dan keuntungan yang komplek. dan kontrol perilaku bisnis untuk MFIs.daya saing juga tidak sepakat menyediakan element – element yang menyarankan daya saing utama dari yang diatur MFIs daripada yang yang tidak diatur.menghubungkan resiko yang diambil.hasilnya dibawah kondisi sama yang memiliki beban tinggi dibandingkan tidak diatur MFIs.hubungan relevan dari perantara masalah akan berakibat sangat kecil.

tentu saja juga mempertimbangkan mengenai negara –negara yang berkembang dimana jarang di awasi secara khusus oleh MFIs. oleh karena itu. peraturan kebijaksanaan akan lebih sepakat sesuai dengan kebanyakan lembaga yang beroperasi di keuangan mikro. selain itu. Keseluruhannya tidak tepat secara rumit berhutang dan stuktur atau subjek asas – asas hukum biasa yang tidak mengenal alat – alat pengawasan dari IMFs. Efek dari pengaturan dapat menurunkan penawaran keuangan mikro yang intinya mereka ingin dijauhkan dari pengaturan.sebagai akibat kegagalan pasar. karena itu. membatasi fleksibilitas lembaga yang biasanya dipertimbangkan dari satu karakteristik utama pasar keuangan mikro dan kapasitas mereka untuk mengenal situasi yang baru. tergantung permintaan pengawasan dan faktor – faktor pilihan digunakan pengawasan atau tidak digunakan dan pendekatan tipologi ada penilaian khas lain di keuangan mikro yang seharusnya langsung para ahli pengawasan memilih apakah digunakan peraturan dan alat – alat yang seharusnya digunakan. Pertama. dimana ada lembaga –lembaga mengakhiri pengawasan keuangan lanjutan yang sama.cukup tampak perbedaan sektor keungan mikro. lembaga keuangan mikro di negara –negara berkembang masih agak kecil dan mereka utama sekali menawarkan produk kredit. . Oleh karena itu. pengaturan mengenai sirkulasi akuntansi dan informasi yang tidak berhubungan dengan akuntansi MFIs harus sediakan ke pemegang saham. tapi juga pembaharuan.perilaku bisnis diharapkan untuk jaminan keterbukaan dari negosiasi antara MFI dan pelanggan untuk melindungi pelanggan khusus yang kurang informasi.persetujuan secara luas akan menyebabkan sektor pengembangan dan kemampuan pembaharuan terbatas . Alat – alat yang sesuai untuk mengawasi gambaran keistimewaan di sub bab 8. Demikian juga peraturan tegas faktor – faktor yang menentukan batas – batas operasional MFIs.5.meskipun susah dihayalkan verifikasi mereka untuk pengelolaan lembaga terkecil dalam kontek kecil. pembuat kebijaksanaan memutuskan bahwa alat – alat pengaturan tidak hanya mempertimbangkan keseluruhan kebaikan sistem keuangan . sebaiknya konsentrasi penuh pada hak intervansi.disamping mempertimbangkan minat yang berbeda yang seharusnya dilindungi.

yang berarti penjagaan khusus dapat mengubah kapasitas mereka untuk mengumpulkan dan menyumbang dana.harus dipertimbangkan mengenai hubungan antara lembaga dan desakan dari objek keuangan. Kenyatannya. syarat kebijaksanaan dari bank didasarkan pada konsep penggolongan pinjaman jabatan yang MFIs tidak miliki adalah tidak adanya batas operasi dari banyaknya lembaga –lembaga keuangan mikro.Variabel-Variabel Lainnya Aspek lain pengaturan MFIs di analisa lebih luas dengan membandingkan antara biaya peraturan dan pengawasan dan keuntungan yang berasal dari pemakaian nya. seharusnya secara sistematik mengikuti asas – asas kebenaran dan keadilan. Seperti juga mempertimbangkan dukunagn rangka peraturan bebas dari keuangan mikro. berkenaan dengan keputusan pengawasaan MFIs. MFIs dilindungi oleh banyak resiko yang berkenaan dengan keuangan tradisional menengah yang masih dengan cirri –ciri berbeda seperti : lembaga khusus kredit yang beroperasi pada batasan area geografis pasti mengakhiri penggolongan bawah dari pinjaman jabatan mereka. Akhirnya. Di lain pihak. yang menjadikan aktivitas pengawasan di negara –negara berkembang lebih sulit. Mengenai peraturan yang baik seharusnya membawa pertimbangan objektif yang lebih luas dari kontribusi penciptaan yang lebih maju dan termasuk sistem keuangannya.berkenaan dengan alat – alat berbeda yang mengganggu seharusnya digunakan agar melindungi berbagai macam operasi di IMFs. merujuk pada bab 5. Variable lainnya. Oleh karena itu. diantara keaadaan yang berpendapat bahwa MFIs butuh peraturan dan pengawasan.penyumbang – penyumbang IMFs. kekurangan anggota yang terlatih di badan pengawasan dan ketiadaan akuntansi yang cukup di MFIs. yang sering disebutkan berapa stabilitas tertinggi seperti lembaga –lembaga. ahli pengawasan juga hrus mempertimbangkan beberapa elemen – elemen yang dipantau. yang menyusun . banyak negara berkembang tak dapat disangkal bahwa para ahli umumnaya memiliki intervensi darurat yang membutuhkan kesesuaian dana umum yang rendah daripada tampilan pengawasan lembaga keuangan mikro. Selain itu.ahli waris. pemasukan sector berkembang. Oleh karena itu.

pengaturan pribadi dari kelompok MFIs.khususnya.yang sungguh – sungguh menabung dan menyediakan pelayanan keuangan lain yang tidak dimasukkan di perantara.seharusnya juga MFIs mengontrol (terutama bank pusat atau divisi khusus departemen keuangan) di beberapa tempat menggunakan solusi lainnya. .seperti pembayaran asuransi mikro. semi-informal. Pertimbangan pertama adalah tipe lembaga yang harus mengawasi IMFs. Faktor kedua yang sangat penting yang menyarankan bagaimana mengawasi tipologi aktivitas yang dibawah MFIs. perbedaan yang jelas antara lembaga khusus kredit. Meskipun. dan formal) yang harus dipertimbangkan dengan berbagai pendekatan. 10.usul dana yang digunakan untuk menyediakan pelayanan keuangan mikro.petunjuk pemerintah.pada usia indusri dan ukuran lanjutan oleh system keuangan MFIs.2) Aspek utama yang dipertimbangkan sifat dasar dari MFIs bagaimanapun adalah diatur oleh lembaga analisis dengan perbedaan struktur yang sah. dan penabung.analisa dari kesesuaian pengaturan dan pengawasan yang dilaksanakan untuk keuangan mikro yang menjadi 4 kriteria utama yang seharusnya dikembangkan (tabel 8. Wujud Dari MFIs.4 Varibel-Variabel Utama Dari Peraturan Keuangan Mempertimbangkan elemen –elemen yang telah disebutkan diatas.atau modal usaha kecil. kriteria ketiga di laporan penerimaan adalah asal. secara utama ini tergantung pada pengembangan dari sector industry Negara.penyumbang dana.pengaturan dan kemungkinaan kenyataan yang mereka gunakan.tujuan dan target – target pelanggan ( dikemukakan untuk menggambarkan situasi lembaga informal. Berdasarkan pernyataan ini ada kasus berbeda yang menarik yang dilindungi jumlah keuntungan umum MFIs. termasuk aktivitas lembaga nonpemerintah. pusat mayoritas pengaturan tiap ahli sama yaitu mengawasi bank . Aspek terakhir yang di analisis pada perkiraan asal resiko sistematik dari keuangan mikro. atau keterlibatan dari agen penilaian internasional yang beroperasi di bawah tugas dari ahli – ahli pengawasan nasional.

untuk didaftakan.lembaga – lembaga formal mempertimbangkan wujud deposit dan juga kesusahan meningkatkan modal dan meneruskan tujuan yang harus diatur oleh struktur aturan khusus dan peraturan – peraturan yang hati – hati yang bagaimanapun seharusnya menentukan syarat syarat modal yang hilang dan struktur organisasi yang mudah tanpa bank. Di lembaga informal tidak ada bagian yang di analisis. Di lain pihak. dimana adanya perbedaan bentuk lembaga informal. semi-formal. sejauh lembaga semi-formal hanya untuk operasi. Terakhir. Semua lembaga yang menyediakan kredit sebagai pelayanan . Aspek terpenting mengenai wujud dari IMFs dan struktur resmi pengaturan mereka membatasi aktivitas pengelolaan didalam.Kriteria utama yang ditujukan disini mengenai wujud dari MFIs. dengan modal baik untuk tunduk pada tingkat kehati – hatian dan melakukan fungsi control dari dalam. bank dagang skala rendah yang didefinisiikan sebagai bank yang diatur penuh menurut nasional “ hukum bank “. oleh karena itu. sejak sekarang ini tidak ada bentuk dari peraturan dan pengawasan yang diresmikan perantara seperti itu yang dipertimbangkan mengarah pada lembaga formal ( bank perdagangan skala kecil. Oleh karena itu. yang tidak butuh syarat – syarat khusus apabila digabungkan denhgan bank lain. dan macam – macam tipologis dari bank keuangan mikro) dan lembaga semi-formal (keuangan umumnya diatur oleh yang bukan pemerintah dan saling kredit). Tipologi Aktifitas Mengacu pada kriteria kedua. formal.sebab mereka tidak hanya terus menunjukkan pelayanan keuangan mikro. pilihan –pilihan yang berkenaan dengan peraturan dan pengawasan didasrkan pada wujud dari aktivitas yang dijalankan keungan kecil yang ada. lembaga–lembaga ini seharusnya diatur berkaitan dengan wujud barunya. seperti disebutkan sebelumnya. dikebanyakan negara mereka terus di awasi dan diatur sebagai bank biasa. mereka biasanya menerima perhatian yang terbatas dari pengaturan di semua kasus dimana mulai ditawarkan fasilitas menabung yang disyaratkan untuk diambil status perbedaan yang sah.

syarat – syarat modal minimal dan tingkat kebijaksanaan. untuk lembaga yang menawarkan pelayanan – pelayanan keuangan lainnya. hampir dimanapun lembaga tersebut terpaksa diubah oleh peraturan yang ada ( pada umumnya bank ). Tentu saja . SUMBER DANA Kriteria ketiga yang relevan untuk menentukan kebijakan peraturan adalah sumber dana yang digunakan oleh LKM. atau modal usaha kecil. MFI belum membatasi aktivitasnya untuk penawaran kredit. Terakhir. Dan peraturan khusus yang disarankan. asuransi skala mikro. keberadaan informasi asimetris antara nasabah dan LKM sering dikemukakan sebagai alasan utama yang membutuhkan pengaturan dan pengawasan.seperti pembayaran. MFIs bermaksud menyediakan pelayanan keuangan yang lebih lengkap. Oleh karena itu. mengumpulkan tabungan dan terkadang menawarkan alat – alat pembayaran. Pertimbangan kebijakan secara signifikan berbeda dari dana yang disediakan oleh masyarakat atau oleh anggota badan perkreditan atau bank tabungan. Dalam hal ini. depositor terkena bahaya moral karena risiko penyerapan tabungan pada saat krisis . apabila secara khusus diwakili oleh metode pinjaman. nyatanya menunjukkan adanya penghargaan dari semua syarat –syarat yang masuk. atau mengambil status dari “bank microfinance “ dimana peraturan yang spesifik berlaku. walaupun beberapa Negara memerlukan kejelasan mengenai standar dan pengawasan dari pihak yang tidak wajar. seharusnya pihak ini memiliki instrumen yang tepat untuk menilai LKM yang akan dibiayai. Dilain pihak. mereka sering tidak di atur. Apabila uang ini disumbangkan oleh pihak ketiga organisasi.– keuangan yang unik becirikan kontribusi yang sangat rendah untuk keseluruhan resiko dan dalam artian. donor dapat mencegah praktek-praktek tidak adil dengan memantau lembaga-lembaga yang dipilih dan meminta pelaporan khusus mengenai penggunaan dana. sebaik laporan periodik. Terlebih lagi dengan tidak adanya peraturan khusus. tampaknya pantas untuk mengambil sebuah peraturan serupa untuk lembaga yang hanya menawarkan kredit. mereka tidak menyiratkan masalah untuk keamanan penanaman saham. Pada kenyataannya. Seperti perubahan.

di beberapa negara berkembang.LKM. portofolio konsentrasi. kita tidak perlu memikirkan kesempatan untuk mengatur. apapun sumber pendanaannya. Berdasarkan kriteria ketiga. mengingat jumlah kredit kecil dan sangat terbatas akses ke sistem pembayaran LKM yang ada. sejumlah besar penulis setuju atas peraturan lunak. yang sering membuat gagal setiap upaya untuk mengawasi lembaga keuangan mikro. di sebagian besar negara-negara. Apalagi. pendekatan yang paling tepat untuk sebuah penerapan peraturan ideal harus diversifikasi sesuai dengan sumber dana. organisasi dan asuransi deposito. di semua negara yang relevansi sistemik keuangan mikronya terbatas. pada hal yang digarisbawahi di atas. rasio modal minimum. Oleh sebab itu. lebih mungkin bahwa hal tersebut terlibat dalam sejumlah pokok-agen kegagalan seperti korupsi. RESIKO SISTEMATIS Selama kriteria terakhir diperhatikan. Semua entitas pengumpulan dana publik harus sesuai dengan seperangkat aturan yang dibuat khusus pada entri pasar. karena pengaturan dan pengawasan merupakan kepentingan publik yang mahal. maka pengaturan dan pengawasan harus diterapkan di daerah-daerah dengan hasil tertinggi dalam hal mitigasi resiko sistemik. Semua LKM. saat keuangan mikro digunakan untuk fenomena marjinal yang melibatkan sedikit LSM kreditor dan sejumlah kecil penerima manfaat. Peraturan tersebut di satu sisi harus menerapkan persyaratan modal lebih ringan dari pada persyaratan modal bank dan di sisi lain mereka harus membatasi kegiatan potensial. dalam rangka meningkatkan kemampuan mereka untuk menarik uang harus terdaftar secara publik dan membuat laporan berjangka (termasuk setidaknya metodologi kredit. juga resikonya sehingga entitas bisa berjalan. keuangan mikro tidak menciptakan risiko sistemik. Karena sifatnya sebagai kepentingan publik yang mahal. Menurut literatur dan pengalaman beberapa tahun terakhir. yang berdasarkan atas catatan . ketentuan kredit dan penghapusan) yang ditujukan kepada badan hukum khusus—yang mana pasar keuangan mikro signifikan terhadap sistem keuangan— atau kepada otoritas yang bertanggung jawab atas sistem pengawasan keuangan yang berhubungan dengan lembaga regulasi khusus.

khususnya. solusi yang paling umum yang digunakan adalah untuk mengatur perbankan di bawah hukum entitas yang mengumpulkan deposito dan menawarkan pinjaman. instrumen dapat dibagi dalam dua kategori makro yang merujuk pada struktur. Sehingga. tanpa ada peraturan eksplisit atau pengawasan.5 Instrument Untuk Yang Megadopsi Untuk arsip tujuan stabilitas. daya saing dan transparansi. instrumen yang tersebut di atas yang tersedia untuk pihak berwenang dan mengatur dan mengawasi lembaga-lembaga keuangan mikro terkadang sangat berbeda dibandingkan dengan instrumen tradisional dan prosedur yang diambil dari perantara keuangan tradisional. atau menyarankan pelaksanaan peraturan-skema-diri dan peraturan kedua (peraturan delegasi). pelindung dan instrumen transparansi pengawasan. perkembangan industri dalam negeri dan volume yang diintermediasi oleh LKM dalam sistem keuangan juga mempengaruhi keputusan tentang bagaimana mengatur dan apa alat untuk diterapkan. kita tidak mungkin membayangkan peraturan pendekatan tunggal yang cocok untuk industri keuangan mikro seluruh dunia. 10. Variabel utama yang dapat digunakan untuk mengatur sebuah kerangka kerja yang mengikuti kata tujuan di pasar keuangan mikro mencakup: .umum (lisensi). kebutuhan untuk merancang sebuah kerangka peraturan khusus untuk lembaga keuangan mikro terutama terasa di negara-negara yang merupakan pelaku penting di pasar keuangan. yang dilaksanakan oleh lembaga pemeringkat. Oleh karena itu. Jika tidak. hanya kredit sebagai organisasi yang sering berada dalam daerah bayangan. efisiensi. Kombinasi dari semua kriteria di atas menciptakan sebuah gambaran yang bervariasi menurut negara masing-masing. serta pengawasan prudensial.

pelaporan wajib minimum serta rasio likuiditas pada aturan-aturan tertentu pada struktur organisasi pemerintahan dan lembaga-lembaga di bawah pengawasan. memiliki risiko sistem rendah dan biaya pengawasan yang tidak akan digantikan oleh manfaat kemungkinan bahwa .1). 8. Kasus-kasus seperti itu. sebagai perantara keuangan tradisional. Contoh aturan khusus untuk MFI diwakili oleh kasus (bagian 8. instrumen ini hanya digunakan di beberapa negara di mana MFI beroperasi dan sangat beragam tergantung pada konteks operasional. pada kenyataannya. yang mencakup solusi yang dapat berkisar dari pengawasan yang dilakukan oleh otoritas yang mengawasi keuangan melalui perantara dan bank sentral untuk pengaturan skema. analisis yang mungkin bisa dilakukan tentang bagaimana berbagai instrumen pengaturan dan pengawasan dapat dikombinasikan dengan kriteria yang bagian sebelumnya tabel. Struktur pengawasan: peraturan untuk akses pasar dan pembatasan operasional MFI. Peraturan yang berbeda dan pendekatan pengawasan yang dilakukan secara signifikan tergantung pada fitur tertentu dari Instansi yang mengatur dan mengawasi MFI. mengatur instrumen yang dapat digunakan untuk sektor keuangan mikro pada dasarnya didasarkan pada persyaratan modal minimum. yang terdiri dalam aturan perilaku yang disepakati oleh sekelompok MFI berkolaborasi. Oleh karena itu.1. Transparansi pengawasan: transparansi wajib pada kondisi yang diterapkan untuk klien dan informasi wajib bagi para stakeholder Dalam hal pengawasan yang menggunakan prinsip kehati-hatian. 2. koefisien kecukupan modal. Saat ini. Jika operasi MFI di pasar pada dasarnya merupakan LSM-yang menawarkan produk-produk rendah serta jumlah kredit dan mengatur volume lebih rendah daripada sistem perbankan tanpa mengumpulkan tabungan-publik yang menerapkan peraturan yang ketat secara luas. Pelindung pengawasan: skema asuransi untuk depositor 3.3 menggambarkan hasil analisis tersebut.

Sebagai MFI yang menawarkan jenis produk dan jasa.juga dikenal sebagai CMAC (Caja Municial de Ahorro y Credito) . belum memiliki koefisien solfabilitas lebih tinggi dalam mengkompensasi sebagian rendah diversifikasi portofolio pinjaman. hal itu dapat dilakukan untuk mencegah masalah potensial bahwa hal tersebut mungkin membahayakan stabilitas sistem keuangan.pengawasan seperti itu akan memberikan hasil tersebut. unit kontrol dalam MFI harus diciptakan untuk mengendalikan risiko.kecuali beberapa yang berbeda di syarat – syarat minimal modal dan tempo perizinan operasi. asalkan MFI harus terdaftar dengan kewenangan pengawasan sistem keuangan dan laporan terjadwal dari mikro-kredit yang diberikan adalah wajib untuk memantau kinerja keseluruhan sektor keuangan mikro. Dalam kasus ini. pengawasan dengan prinsip kehati-hatian adalah tidak tepat dalam konteks tersebut. Karena LSM tidak memiliki modal minimum yang diperlukan.lembaga keuangan mikro dan aktivitas mereka tunjukkan melalui peraturan yang sama yang digunakan bank – bank dan keuangan lanjutan Peruvian lain. Ini menyiratkan bahwa regulasi spesifik memberikan persyaratan minimum organisasi untuk mengakses pasar. Sebagian besar peraturan yang ada disepakati untuk persyaratan lebih rendah untuk MFI daripada bank. pemerintah perlu meningkatkan perhatian mereka.lembaga peminjaman dan tabungan kota (MSLI). persyaratan modal minimum dan koefisien kecukupan modal. Oleh karena itu. Lagipula. peraturan harus dikurangi. mengumpulkan deposito publik dan beroperasi dengan volume yang signifikan dari sumber daya keuangan.1 klasifikasi MFI yang diatur dari lembaga Peruvian MFI formal di peru diatur oleh agen umum “ superintendencia de banca y seguros”(SBS). MFIs Peruvian merupakan sasaran – sasaran peraturan yang dibagi sbb: 1. Kotak 8.

Sebab NGO memiliki sedikit pengalaman dan sedikit kumpulan dana umum.EDPYME juga dapat mengumpulkan deposit umum. Dengan ahli –ahli dari SBS dengan pendapatan minimal 1. dengan syarat membayar pajar dari pinjaman. kesatuan untuk pengembangan perusahaan kecil (EDPYME) Pelayanan keuangan yang lembaga dapat ditawarkan oleh lembaga keuangan mikro berubah menurut perbedaan wujud dari MFIs. Di CMACs tidak dapat menabung dan tidak menyediakan jaminan pinjaman selama tahun pertama dan tidak menyediakan pinjaman pada perusahaan kecil pada tiga tahun pertama. lembga peminjaman dan tabungan daerah (RSLI). setelah Banco Agrario ditutup karena menyusun kembali keuangannya. Dilain pihak. .juga dikenal sebagai CRAC (Caja Rural de Ahorro y Credito) 3. CMACs dibentuk oleh ahli – ahli lokal dan dan dijalankan di provinsi untuk bantuan kegiatan ekonomi pendapatan rendah.CMACs disediakan untuk menawarkan deposit. tagihan listrik dan korporasi pribadi pinjaman kecil dan juga untuk digunakan pada kegiatan luar negeri. EDPYME dibentuk dipertengahan tahun 1990 oleh NGO yang menawarkan pinjaman pada perusahaan kecil. Khususnya.CRACs ada yg dimiliki oleh perusahaan pribadi dan umumnya beroperasi di daerah. EDPYMEs hanya dapat menawarkan kredit dan yang dapat memperoleh dana yang cukup dari bank – bank. tempo deposit dan pembayaran tagihan listik. EDPYMEs menjadi lembaga khusus kredit. CRACs tidak menawarkan buku tabungan. Lembaga ini resmi setelah mendapat izin di akhir decade oleh badan hukum. rencana pensiun.4 juta USD.2. CRACs dibentuk awal tahun 1990. pasar modal. CMACs memulai aktivitasnya sekitar tahun1980 dan membentuk kerjasama dengan pemerintah jerman. dan juga keuangan dari COFIDE (bank tingkat kedua yang berdiri tahun 1992 untuk keuangan jangka sedang dan jangka panjang dan perusahaan – perusahaan kecil).

Selain itu. tentu juga dapat menawarkan semua pelayanan keuangan. Jadi elemen pasar ini harus dipertimbangkan secara memadai ketika menerapkan peraturan untuk microfinance.8 persen dari total keseluruhan harta system keuangan.2 milyar. dalam kasus MFI harus membayar. Koleksi sistemik seperti informasi juga dapat dilakukan oleh asosiasi lokal MFI. adalah suatu tujuan yang harus ditujuakan MFI untuk mengurangi ketidakseimbangan informasi yang secara fisiologis milik keuangan mikro. Pendapatan minimal yang didapatkan bank keuangan mikro adalah US$5. SEMUA MFIs disahkan untuk membuka jaringan. harus mempertimbangkan tiga aspek lainnya. penawaran layanan informasi kredit dan topi tingkat bunga. Dalam hal ini adalah penting untuk menunjukkan bagaimana menjamin kesinambungan melalui waktu dan untuk menghindari distorsi di pasar keuangan. yang mengumpulkan informasi tentang klien marjinal dan tidak terdaftar. di mana ada terdapat tabungan mereka. aturan keuangan mikro. apapun lembaga yang menyediakan layanan asuransi depositor. dalam rangka untuk menentukan kriteria pengumpulan dan penggunaan data tersebut. Dengan kemungkinan pengecualian yaitu lembaga keuangan mikro. dalam rangka mendukung pelayanan keuangan mikro. Sebagian orang-orang yang tabungan mereka ada di lembaga keuangan mikro harus diatur menerima jaminan yang sama dengan depositor perantara resmi yang menerima pada penggantian deposito mereka. MFI biasanya memasok layanan kredit dengan tingkat bunga yang lebih tinggi daripada rates. atau membutuhkan MFI untuk mengungkapkan metode perhitungan suku bunga mereka secara fix. dalam rangka meningkatkan pembangunan sektor dan memerangi eksklusi keuangan. Dan akhirnya tahun 2004 ada 40 MFIs dengan total harta US $1. ada kebutuhan untuk memperhitungkan tingkat bunga. Tawaran database informasi kredit. atau sebagian dari mereka. namun pasti harus didukung di tahap awal dengan intervensi institutonal. Akhirnya.mewakili 5.Bank keuangan mikro. Sebaliknya untuk EDPYMEs. .3 juta. tetapi jika mereka tampak terlalu ketat.CMACs dan CRACs pendapatan minimal US$ 241 000.

sangat mungkin untuk mengidentifikasi beberapa pendekatan umum yang menyarankan bagaimana cara untuk mengatur dan mengawasi MFI. perlu diingat bahwa peraturan yang terbaik dan pengawasan yang lebih canggih ternyata efektif berada didalam konteks dimana institusi diawasi oleh kekurangan signifikan yang hadir dalam kinerja sistem pengendalian internal dan memiliki pemerintahan yang mengabaikan prinsip-prinsip keberlanjutan. Selain itu. 10. untuk . Khusus untuk instrumen pengawasan struktural penting. Dengan cara yang sama sangatlah mungkin untuk mengidentifikasi sejumlah instrumen yang disediakan oleh pengawasan bank. pemerintah harus selalu menyadari ukuran dan tren dari pasar serta perlindungan dan aturan transparansi pengawasan.kombinasi instrumen pengawasan juga harus mengambil pertimbangan akan kurangnya sumber daya ekonomi dan manusia yang dapat digunakan untuk kegiatan seperti yang dilakukan dibanyak Negara yang berkembang yang dilanda kemiskinan dan kelemahan dalam sistem kontrol public dan dalam peradilan sistem. sehingga dapat digunakan oleh MFI. Walaupun secara tradisional terdapat perbedaan struktur dan operasional yang ada antara MFI di seluruh dunia. Dalam hal ini terdapat kebutuhan untuk mengatur orang dan lembaga yang memberikan pelayanan yang lebih kompleks dan beroperasi dengan dana pihak ketiga. Dengan tujuan untuk menghindari penyimpangan dari MFI dan membatasi fleksibilitas dan kemampuan dalam mencari solusi yang inovatif dalam pengelolaan risiko. dengan beralih ke beberapa trik sederhana.6 KESIMPULAN Pertumbuhan keuangan mikro memungkinkan perluasan penawaran layanan keuangan untuk nasabah itu. sehingga mengurangi tingkat eksklusif. Tren keuangan tersebut bagaimanapun tidak dapat dianggap memuaskan jika memproses ekspansi di luar batas-batas tradisional yang menimbulkan kerentanan tinggi dalam sistem keuangan itu sendiri dan risiko lebih tinggi bagi mereka yang tabungannya di MFI. distribusi teknik dan dalam banyak aspek. peraturan harus dirancang untuk institusi keuangan mikro yang menghindar dari aspek-aspek peraturan tertentu.

agar tidak bertabrakan dengan UU perbankan. semua diatur secara nasional. . Tetapi menurut BI dan Depkeu.tiap daerah seperti yang di lakukan Pemda Bali.kenyamanan klien kurang informasi.000 dengan penyebaran yang sangat luas. Penyerahan pengaturan dan pengawasan LKM ke daerah. dan prinsip kehati-hatian pengawasan. BI dan Depkeu telah sepakat untuk mengeluarkan peraturan pemerintah mengenai status hukum yang jelas bagi LKM. RUU LKM sebenarnya sudah masuk di DPR sejak dua tahun yang lalu. namun hingga kini belum juga di bahas. sebaiknya di atur oleh tiap. namun untuk pelaksanaannya diserahkan ke masing-masing daerah. Ada yang mengarahkan untuk disentralkan. Keberadaan LKM di Indonesia sudah berjalan lama di masyarakat dan jumlahnya sangat banyak sehingga untuk meningkatkan peran dan pengawasannya sangat di butuhkan sebuah undangundang. Kasus BI: DPR segera bahas RUU LKM Keberadaan lembaga keuangan mikro (LKM) di Indonesia perlu payung hukum yang bisa mengatur peran dan pengawasannya. LKM itu harus segera punya payung hukum. dilakukan karena Bank Indonesia dan Depkeu tidak akan sanggup untuk mengawasi banyaknya LKM di Indonesia yang jumlahnya mencapai 50. Yang di atur secara nasional sebaiknya hanya aturan pokok saja dalam sebuah UU. Belum dibahasnya RUU ini antara lain terkait perbedaan prinsip mengenai pengaturan dan pengawasan LKM. yang memungkinkan MFI untuk mempertahankan fleksibilitas operasional biasa dengan sebuah kesadaran dengan menaikkan risiko yang ditanggung.

Jika bertujuan membantu rakyat miskin. Kalau yang formal bentuknya bank atau koperasi. maka penentuan tingkat suku bunga pinjaman dalam LKM juga harus transparan. Bila LKM hanya beroperasi dalam lingkup yang sempit seperti kecamatan atau pedesaan tidak menjadi masalah. Di sinilah diperlukan payung hukum. Sedangkan LKM yang lingkupnya lebih sempit yaitu di pedesaan maka cukup di daftarkan saja. yaitu LKM yang sudah luas lingkup operasionalnya bahkan telah lintas provinsi dapat membentuk koperasi simpan pinjam. Menteri Dalam Negeri. Hal selanjutnya adalah LKM yang skala operasinya kecil misalnya. Melalui SKB juga dalam jangka waktu yang dinanti akan ditentukan kemudian. Menteri Negara Koperasi. SKB akan memberikan alternatif badan hukum kepada LKM. dan UKM. Kalau secara de jure LKM ada yang berbadan hukum dan ada yang tidak atau ada yang formal dan ada yang non formal. pemerintah akan menyusun RUU LKM atau akan mengajukan kembali RUU LKM yang sebelumnya pernah diajukan dengan beberapa penyempurnaan. SKB Empat Menteri Atur Alternatif Badan Hukum LKM Rancangan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri yaitu Menteri Keuangan. hanya dalam lingkup kecamatan maka cukup diatur oleh peraturan Daerah (Perda). Pada .LKM harus bertujuan membantu rakyat miskin dan tidak semata-mata komersial untuk mendapat keuntungan. serta Gubernur BI kemungkinan akan memuat aturan pemberian alternatif pilihan badan hukum bagi lembaga keuangan mikro (LKM). Pilihan lain adalah LKM tersebut dapat mamilih membentuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebagai badan hukum. Namun muncul persoalan bila operasional LKM sudah semakin luas dan melewati batas kecamatan dan kabupaten. sedangkan non formal di antaranya LKM yang operasionalnya terdaftar atau mendapat izin Pemda dan ada pula yang hanya terdaftar di tingkat kecamatan atau bahkan pedesaan.

dasarnya SKB hanya akan mengatur tugas dan fungsi instansi yang terlibat. SKB tersebut akan mengatur peran dan fungsi masing-masing instansi dalam kaitannya untuk mengembangkan LKM. 4.500 LKM binaan BRI. . Inpers tersebut mengharuskan adanya satu tindakan untuk menetapkan strategi pengembangan LKM. 38. Penyusunan SKB tersebut dikoordinasikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian.600 koperasi simpan pinjam. dan lainlain. SKB tersebut merupakan pelaksanaan Instruksi Presiden nomor 5 tahun 2006. berdasarkan Inpres itu kementerian dan lembaga terkait akan di tugaskan untuk melakukan rencana tindakan salah satunya penguatan lembaga mikro (LKM). Diperkirakan hingga kini sekitar 100 ribu LKM non formal.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->