P. 1
PERSEROAN TERBATAS

PERSEROAN TERBATAS

|Views: 154|Likes:
Published by Michael Nathanael

More info:

Published by: Michael Nathanael on Jun 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2015

pdf

text

original

TUGAS MATA KULIAH CORPORATE AND CLINICAL GOVERNANCE IN HEALTH dr. Suprijanto Rijadi MPH., Ph.

D

´PERSEROAN TERBATAS (PT)µ

KELOMPOK 2 Islami Rusdianawati Aman Mashuri Auliani Soraya Michael Nathanael Mahama Khairina Jemmi Bulkhaftab R Meidy Maulia Rakhmi

Kajian Administrasi Rumah Sakit FKM UI

1

keuangan perusahaan. Karena ketiga bentuk bisnis ini masing-masing memilik kelebihan dan kekurangan maka dapat dikatakan mustahil untuk merekomondasikan suatu bentuk bisnis yang sesuai untuk segala jenis usaha. adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham.hal ini dikarenakan faktor-faktor seperti pajak. 2 . modal dan lain-lain adalah berbeda untuk masing-masing bentuk hukum bisnis yang akan di jalankan (Kent Royalty. dulu disebut juga Naamloze Vennootschaap (NV). pertimbangan-pertimbangan seperti: keinginan dari pendiri perusahaan. persekutuan (firma dan komanditer/CV) dan perseroan terbatas (PT). 1988). Umumnya suatu bentuk perusahaan didirikan setelah menganalisis dan mencermati faktor-faktor sebagaimana disebutkan diatas. . tujuan jangka pendek dan panjangnya serta jenis pajak yang berlaku harus dilaksanakan dengan cermat. PENGERTIAN PT Perseroan Terbatas (PT).dikenal tiga bentuk hukum bisnis yaitu: Usaha Pribadi. Secara umum. Sebelum menentukan bagaimana mengorganisasikan suatu bisnis. yang meliputi pengertianpengertiannya. aturan perundangannya. Sangat jarang di temukan perusahaaan didirikan hanya dengan memperhatikan satu faktor. Dalam artikel ini kita akan bahas hanya bentuk usaha PT. 2. PENDAHULUAN Unt memili bent formal dari suatu organisasi bisnis. perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan. permasalahannya serta hubungan kerja antar komponen-komponen yang menyusun PT. seorang wirausaha harus mampu menentukan bentuk kelembagaan bisnis bagaimana yang sesuai dengan kebutuhan dari bisnis tersebut.PERSEROAN TERBATAS (PT) 1. yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya.

alamat perusahaan. bidang usaha. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri.Perseroan terbatas merupakan badan usaha dan besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar. 3. harus memenuhi syarat sebagai berikut: y Perseroan terbatas tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan Akta pendirian memenuhi syarat yang ditetapkan Undang-Undang Paling sedikit modal yang ditempatkan dan disetor adalah 25% dari modal dasar. Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan. Selain berasal dari saham. modal. tetapi setelah berlakunya UU NO. 1 tahun 1995 tersebut. yaitu sebanyak saham yang dimiliki. dan lain-lain. keduanya tentang perseroan terbatas) y y Setelah mendapat pengesahan. Keuntungan yang diperoleh para pemilik obligasi adalah mereka mendapatkan bunga tetap tanpa menghiraukan untung atau ruginya perseroan terbatas tersebut. 40 Tahun 2007. maka akta pendirian tersebut harus 3 . Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas. MEKANISME PENDIRIAN Untuk mendirikan PT. harus dengan menggunakan akta resmi ( akta yang dibuat oleh notaris ) yang di dalamnya dicantumkan nama lain dari perseroan terbatas. dahulu sebelum adanya UU mengenai Perseroan Terbatas (UU No. 1 Tahun 1995 & UU No. maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas. Untuk mendapat izin dari menteri kehakiman. Akta ini harus disahkan oleh menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (dahulu Menteri Kehakiman). modal PT dapat pula berasal dari obligasi. 1 tahun 1995) Perseroan Terbatas harus didaftarkan ke Pengadilan Negeri setempat. (sesuai dengan UU No. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

hanya yang pada saat UU No. Rapat Umum Pemegang Saham Prinsip Dasar RUPS sebagai organ perusahaan merupakan wadah para pemegang saham untuk 4 . Modal yang disetor merupakan modal yang dimasukkan dalam perusahaan. dan perkembangan tetapi selanjutnya sesuai UU No. 40 tahun 2007. 1 tahun 1995 berlaku pengumuman tersebut merupakan kewajiban Direksi PT yang bersangkutan tetapi sesuai dengan UU NO. Modal dasar perseroan adalah jumlah modal yang dicantumkan dalam akta pendirian sampai jumlah maksimal bila seluruh saham dikeluarkan. yang pada waktu pendiriannya merupakan jumlah yang disertakan oleh para persero pendiri. modal yang disetorkan dan modal bayar. Setelah tahap tersebut dilalui maka perseroan telah sah sebagai badan hukum dan perseroan terbatas menjadi dirinya sendiri serta dapat melakukan perjanjian-perjanjian dan kekayaan perseroan terpisah dari kekayaan pemiliknya. terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). A.didaftarkan ke Kantor Pendaftaran Perusahaan (sesuai UU Wajib Daftar Perusahaan tahun 1982) (dengan kata lain tidak perlu lagi didaftarkan ke Pengadilan negeri. Modal bayar merupakan modal yang diwujudkan dalam jumlah uang. Sedangkan tahapan pengumuman dalam Berita Negara Republik Indonesia ( BNRI ) tetap berlaku. 4. kewajiban pendaftaran di Kantor Pendaftaran Perusahaan tersebut ditiadakan juga. Dewan Komisaris dan Direksi. 40 tahun 2007 diubah menjadi merupakan kewenangan/kewajiban Menteri Hukum dan HAM. dalam perseroan terbatas juga terdapat modal yang ditempatkan. Selain modal dasar. fungsi dan tanggung jawabnya semata-mata untuk kepentingan perusahaan. mempunyai peran penting dalam pelaksanaan GCG secara efektif. KOMPONEN PENYUSUN PT Komponen penyususn PT atau disebut organ perusahaan. Modal yang ditempatkan merupakan jumlah yang disanggupi untuk dimasukkan. Organ perusahaan harus menjalankan fungsinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku atas dasar prinsip bahwa masing-masing organ mempunyai independensi dalam melaksanakan tugas.

2. misi. Tercapainya imbal hasil (return) yang optimal bagi pemegang saham. Penyelenggaraan RUPS merupakan tanggung jawab Direksi. Tanggung jawab bersama Dewan Komisaris dan Direksi dalam menjaga kelangsungan usaha perusahaan dalam jangka panjang tercermin pada: 1. Terlaksananya dengan baik kontrol internal dan manajemen risiko. dengan memperhatikan ketentuan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan. RUPS dan atau pemegang saham tidak dapat melakukan intervensi terhadap tugas. Dewan Komisaris dan Direksi harus memiliki kesamaan persepsi terhadap visi.mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan modal yang ditanam dalam perusahaan. Namun demikian. 1. termasuk untuk melakukan penggantian atau pemberhentian anggota Dewan Komisaris dan atau Direksi. Terlindunginya kepentingan pemangku kepentingan secara wajar. Oleh karena itu. Dewan Komisaris dan Direksi Prinsip Dasar Kepengurusan perseroan terbatas di Indonesia menganut sistem dua badan (twoboard system) yaitu Dewan Komisaris dan Direksi yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang jelas sesuai dengan fungsinya masing-masing sebagaimana diamanahkan dalam anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan (fiduciary responsibility).1. B. Direksi harus mempersiapkan dan menyelenggarakan RUPS dengan baik dan dengan berpedoman pada butir 1 dan 2 diatas. 1. fungsi dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan haknya sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundangundangan.3. Keputusan yang diambil dalam RUPS harus didasarkan pada kepentingan usaha perusahaan dalam jangka panjang.4. maka penyelenggaraan RUPS dilakukan oleh Dewan Komisaris atau pemegang saham sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar perusahaan. 1. 5 . Untuk itu. Terlaksananya suksesi kepemimpinan yang wajar demi kesinambungan manajemen di semua lini organisasi. dan nilai-nilai perusahaan. Dalam hal Direksi berhalangan. keduanya mempunyai tanggung jawab untuk memelihara kesinambungan usaha perusahaan dalam jangka panjang.

2. perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas. yaitu berintegritas dan memiliki kemampuan sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan baik termasuk memastikan bahwa Direksi telah memperhatikan kepentingan semua pemangku kepentingan.2. Kedudukan masing-masing anggota Dewan Komisaris termasuk Komisaris Utama adalah setara. Namun demikian. Pemilihan Komisaris Independen harus memperhatikan pendapat pemegang saham minoritas yang dapat disalurkan melalui Komite Nominasi dan Remunerasi. perlu dipenuhi prinsip-prinsip berikut: 1. badan usaha milik negara dan atau daerah. tepat dan cepat. 2.C.1. perbaikan. proses penilaian calon anggota Dewan Komisaris dilakukan sebelum dilaksanakan RUPS melalui Komite Nominasi dan Remunerasi. serta dapat bertindak independen. 3. Anggota Dewan Komisaris harus memenuhi syarat kemampuan dan integritas sehingga pelaksanaan fungsi pengawasan dan pemberian nasihat untuk kepentingan perusahaan dapat dilaksanakan dengan baik. Tugas Komisaris Utama sebagai primus inter pares adalah mengkoordinasikan kegiatan Dewan Komisaris. Kemampuan dan Integritas Anggota Dewan Komisaris 2. Dewan Komisaris Prinsip Dasar Dewan Komisaris sebagai organ perusahaan bertugas dan bertanggungjawab secara kolektif untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi serta memastikan bahwa Perusahaan melaksanakan GCG. Komposisi Dewan Komisaris harus memungkinkan pengambilan keputusan secara efektif. perusahaan yang menghimpun dan mengelola dana masyarakat. Anggota Dewan Komisaris dilarang memanfaatkan perusahaan untuk 6 . Dewan Komisaris tidak boleh turut serta dalam mengambil keputusan operasional. serta perusahaan yang mempunyai dampak luas terhadap kelestarian lingkungan. Agar pelaksanaan tugas Dewan Komisaris dapat berjalan secara efektif. Bagi perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek. sampai kepada pemberhentian sementara Anggota Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS melalui proses yang transparan. Anggota Dewan Komisaris harus profesional. Fungsi pengawasan dan pemberian nasihat Dewan Komisaris mencakup tindakan pencegahan.

5.kepentingan pribadi. anggota Dewan Komisaris baik secara bersamasama dan atau sendiri-sendiri berhak mempunyai akses dan memperoleh informasi tentang perusahaan secara tepat waktu dan lengkap. Dewan Komisaris dapat membentuk komite. Dalam rangka melaksanakan fungsinya. perusahaan daerah. menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengawasan atas pengelolaan perusahaan oleh Direksi.3. 3. 2. Anggota Dewan Komisaris harus memahami dan mematuhi anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugasnya. dalam rangka memperoleh pembebasan dan pelunasan tanggung jawab (acquitet decharge) dari RUPS. 3.6. Dalam melaksanakan tugasnya.3. perusahaan yang menghimpun dan mengelola dana masyarakat. 7 .4. Dalam hal diperlukan untuk kepentingan perusahaan. 3.2. keluarga. kelompok usahanya dan atau pihak lain. Dewan Komisaris tidak boleh turut serta dalam mengambil keputusan operasional. Dewan Komisaris harus memiliki tata tertib dan pedoman kerja (charter) sehingga pelaksanaan tugasnya dapat terarah dan efektif serta dapat digunakan sebagai salah satu alat penilaian kinerja mereka. sedangkan komite lain dibentuk sesuai dengan kebutuhan. Bagi perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek. 3. perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas. sekurang-kurangnya harus membentuk Komite Audit. 3. Dewan Komisaris dalam fungsinya sebagai pengawas. pengambilan keputusan tersebut dilakukan dalam fungsinya sebagai pengawas.7. Fungsi Pengawasan Dewan Komisaris 3. Kewenangan yang ada pada Dewan Komisaris tetap dilakukan dalam fungsinya sebagai pengawas dan penasihat. perusahaan negara.1. serta perusahaan yang mempunyai dampak luas terhadap kelestarian lingkungan. Dalam hal Dewan Komisaris mengambil keputusan mengenai hal-hal yang ditetapkan dalam anggaran dasar atau peraturan perundangundangan. untuk sementara Dewan Komisaris dapat melaksanakan fungsi Direksi. 3. Usulan dari komite disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk memperoleh keputusan. Dalam hal terjadi kekosongan dalam Direksi atau dalam keadaan tertentu sebagaimana ditentukan oleh peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar. 3. 2. sehingga keputusan kegiatan operasional tetap menjadi tanggung jawab Direksi. Dewan Komisaris dapat mengenakan sanksi kepada anggota Direksi dalam bentuk pemberhentian sementara.4. dengan ketentuan harus segera ditindaklanjuti dengan penyelenggaraan RUPS. Anggota Dewan Komisaris harus memahami dan melaksanakan Pedoman GCG ini.

Komite Nominasi dan Remunerasi bertugas membantu Dewan Komisaris mempersiapkan calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi dan mengusulkan besaran remunerasinya:.2. (iii) pelaksanaan audit internal maupun eksternal dilaksanakan sesuai dengan standar audit yang berlaku. serta perusahaan yang mempunyai dampak luas terhadap kelestarian lingkungan. Komite Audit bertugas membantu Dewan Komisaris untuk memastikan bahwa: (i) laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Jumlah anggota Komite Audit harus disesuaikan dengan kompleksitas Perusahaan dengan tetap memperhatikan efektifitas dalam pengambilan keputusan. perusahaan daerah. perusahaan daerah. Komite Nominasi dan Remunerasi bertugas membantu Dewan Komisaris dalam menetapkan kriteria pemilihan calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta sistem remunerasinya. b. c. c. b. (ii) struktur pengendalian internal perusahaandilaksanakan dengan baik. Komite Nominasi dan Remunerasi a. perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas.1. Dewan Komisaris dapat mengajukan calon tersebut dan remunerasinya untuk memperoleh keputusan RUPS dengan cara sesuai ketentuan Anggaran Dasar. Salah seorang anggota memiliki latar belakang dan kemampuan akuntasi dan atau keuangan. perusahaan negara. Bagi perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek. Komite Audit diketuai oleh Komisaris Independen dan anggotanya dapat terdiri dari Komisaris dan atau pelaku profesi dari luar perusahaan.4. Komite Audit a. perusahaan yang produk atau jasanya digunakan olehmasyarakat luas. Bagi perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek. 4. Komite Penunjang Dewan Komisaris 4. perusahaan negara. dan (iv) tindak lanjut temuan hasil audit dilaksanakan oleh manajemen. serta perusahaan yang mempunyai 8 . perusahaan yang menghimpun dan mengelola dana masyarakat. Komite Audit memproses calon auditor eksternal termasuk imbalan jasanya untuk disampaikan kepada Dewan Komisaris. perusahaan yang menghimpun dan mengelola dana masyarakat.

pelaksanaan tugas oleh masing-masing anggota Direksi tetap merupakan tanggung jawab bersama. Kedudukan masing-masing anggota Direksi termasuk Direktur Utama adalah setara. Komite Nominasi dan Remunerasi diketuai oleh Komisaris Independen dan anggotanya dapat terdiri dari Komisaris dan atau pelaku profesi dari luar perusahaan. b. namun bilamana perlu dapat juga menunjuk pelaku profesi dari luar perusahaan. Masing-masing anggota Direksi dapat melaksanakan tugas dan mengambil keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenangnya. Anggota Komite Kebijakan Risiko terdiri dari anggota Dewan Komisaris. Komite Kebijakan Corporate Governance bertugas membantu Dewan Komisaris dalam mengkaji kebijakan GCG secara menyeluruh yang disusun oleh Direksi serta menilai konsistensi penerapannya. Komite Kebijakan Corporate Governance dapat digabung dengan Komite Nominasi dan Remunerasi. namun bilamana perlu dapat juga menunjuk pelaku profesi dari luar perusahaan. 4. Anggota Komite Kebijakan Corporate Governance terdiri dari anggota Dewan Komisaris.dampak luas terhadap kelestarian lingkungan. Keberadaan Komite Nominasi dan Remunerasi serta tata kerjanya dilaporkan dalam RUPS. D. Namun. Komite Kebijakan Corporate Governance a. Bila dipandang perlu. Komite Kebijakan Risiko bertugas membantu Dewan Komisaris dalam mengkaji sistem manajemen risiko yang disusun oleh Direksi serta menilai toleransi risiko yang dapat diambil oleh perusahaan. Tugas Direktur Utama sebagai primus inter pares adalah mengkoordinasikan kegiatan Direksi. termasuk yang bertalian dengan etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility). Komite Kebijakan Risiko a. Agar pelaksanaan tugas Direksi dapat berjalan 9 . d.4. Direksi Prinsip Dasar Direksi sebagai organ perusahaan bertugas dan bertanggungjawab secara kolegial dalam mengelola perusahaan. 4. b. c.3.

Komposisi Direksi harus sedemikian rupa sehingga memungkinkan pengambilan keputusan secara efektif. Pemberhentian anggota Direksi dilakukan oleh RUPS berdasarkan alasan yang wajar dan setelah kepada yang bersangkutan diberi kesempatan untuk membela diri. 1. keluarga.4. perusahaan daerah. Direksi mempertanggungjawabkan kepengurusannya dalam RUPS sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. perusahaan negara. Direksi harus profesional yaitu berintegritas dan memiliki pengalaman serta kecakapan yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya. 10 . Kemampuan dan Integritas Anggota Direksi 2. 2. Jumlah anggota Direksi harus disesuaikan dengan kompleksitas perusahaan dengan tetap memperhatikan efektifitas dalam pengambilan keputusan.1. Anggota Direksi harus memenuhi syarat kemampuan dan integritas sehingga pelaksanaan fungsi pengelolaan perusahaan dapat dilaksanakan dengan baik. 3. 2.2. proses penilaian calon anggota Direksi dilakukan sebelum dilaksanakan RUPS melalui Komite Nominasi dan Remunerasi. kelompok usahanya dan atau pihak lain. 1. Bagi perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek. perlu dipenuhi prinsip-prinsip berikut: 1.3. serta dapat bertindak independen. Direksi bertanggung jawab terhadap pengelolaan perusahaan agar dapat menghasilkan keuntungan (profitability) dan memastikan kesinambungan usaha perusahaan. di tempat yang memungkinkan pelaksanaan tugas pengelolaan perusahaan sehari-hari. 4. Anggota Direksi dipilih dan diberhentikan oleh RUPS melalui proses yang transparan.2. Pedoman Pokok Pelaksanaan 1. Komposisi Direksi 1. serta perusahaan yang mempunyai dampak luas terhadap kelestarian lingkungan. Seluruh anggota Direksi harus berdomisili di Indonesia.1. 1. 2. Anggota Direksi dilarang memanfaatkan perusahaan untuk kepentingan pribadi. tepat dan cepat. perusahaan yang menghimpun dan mengelola dana masyara kat.secara efektif. perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas.

Direksi harus menyusun visi. b. Anggota Direksi harus memahami dan melaksanakan Pedoman GCG ini. Pengendalian Internal 11 . d. Direksi harus memiliki tata tertib dan pedoman kerja (charter) sehingga pelaksanaan tugasnya dapat terarah dan efektif serta dapat digunakan sebagai salah satu alat penilaian kinerja. Manajemen Risiko a.4. 3. c. Direksi harus dapat mengendalikan sumberdaya yang dimiliki oleh perusahaan secara efektif dan efisien. pengendalian internal. termasuk penciptaan produk atau jasa baru. dalam arti adanya keseimbangan antara hasil dan beban risiko. 2.3.2. manajemen risiko.3. Untuk setiap pengambilan keputusan strategis. dan tanggung jawab sosial. Anggota Direksi harus memahami dan mematuhi anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugasnya. misi.2. Fungsi Direksi Fungsi pengelolaan perusahaan oleh Direksi mencakup 5 (lima) tugas utama yaitu kepengurusan. b. Direksi harus memperhatikan kepentingan yang wajar dari pemangku kepentingan. Untuk memastikan dilaksanakannya manajemen risiko dengan baik. Direksi harus menyusun dan melaksanakan sistem manajemen risiko perusahaan yang mencakup seluruh aspek kegiatan perusahaan. Direksi dapat memberikan kuasa kepada komite yang dibentuk untuk mendukung pelaksanaan tugasnya atau kepada karyawan perusahaan untuk melaksanakan tugas tertentu. 3. perusahaan perlu memiliki unit kerja atau penanggungjawab terhadap pengendalian risiko. Kepengurusan a. 3. komunikasi.1. harus diperhitungkan dengan seksama dampak risikonya. namun tanggung jawab tetap berada pada Direksi. c. e. 3. dan nilai-nilai serta program jangka panjang dan jangka pendek perusahaan untuk dibicarakan dan disetujui oleh Dewan Komisaris atau RUPS sesuai dengan ketentuan anggaran dasar.

Satuan kerja pengawasan internal mempunyai hubungan fungsional dengan Dewan Komisaris melalui Komite Audit. 12 . fungsi untuk menjamin kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan dilakukan oleh Sekretaris Perusahaan. (iii) melakukan evaluasi kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perusahaan. c.a. serta perusahaan yang mempunyai dampak luas terhadap kelestarian lingkungan. harus memiliki satuan kerja pengawasan internal. harus memiliki Sekretaris Perusahaan yang fungsinya dapat mencakup pula hubungan dengan investor (investor relations). d. perusahaan negara. Perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek. Fungsi Sekretaris Perusahaan adalah: (i) memastikan kelancaran komunikasi antara perusahaan dengan pemangku kepentingan. Satuan kerja atau fungsi pengawasan internal bertugas membantu Direksi dalam memastikan pencapaian tujuan dan kelangsungan usaha dengan: (i) melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program perusahaan. Direksi harus memastikan kelancaran komunikasi antara perusahaan dengan pemangku kepentingan dengan memberdayakan fungsi Sekretaris Perusahaan. perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas. Perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek. b. perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas. serta perusahaan yang mempunyai pengaruh terhadap kelestarian lingkungan. c. Dalam hal perusahaan tidak memiliki satuan kerja kepatuhan (compliance) tersendiri. perusahaan daerah. perusahaan negara. Satuan kerja atau pemegang fungsi pengawasan internal bertanggung jawab kepada Direktur Utama atau Direktur yang membawahi tugas pengawasaninternal. perusahaan yang menghimpun dan mengelola dana masyarakat. pelaksanaan GCG dan perundangundangan. (ii) memberikan saran dalam upaya memperbaiki efektifitas proses pengendalian risiko. 3.4. n (ii) menjamin tersedianya informasi yang boleh diakses oleh pemangku kepentingan sesuai dengan kebutuhan wajar dari pemangku kepentingan. perusahaan yang menghimpun dan mengelola dana masyarakat. perusahaan daerah. Direksi harus menyusun dan melaksanakan sistem pengendalian internal perusahaan yang handal dalam rangka menjaga kekayaan dan kinerja perusahaan serta memenuhi peraturan perundang-undangan. b. d. dan (iv) memfasilitasi kelancaran pelaksanaan audit oleh auditor eksternal. Komunikasi a.

b. Laporan pelaksanaan tugas Sekretaris Perusahaan disampaikan pula kepada Dewan Komisaris. Dalam rangka mempertahankan kesinambungan usaha perusahaan. Beberapa pasal yang perlu dicermati dalam UU ini a. pemilihan. 4. hak. Laporan tahunan harus memperoleh persetujuan RUPS. 13 . 4.3. Tanggung Jawab Sosial a. dan khusus untuk laporan keuangan harus memperoleh pengesahan RUPS. wewenang dan hak Direksi dan Komisaris serta menjelaskan hubungan kerja antara Direksi dan Dewan Komisaris. yang menjelaskan definisi/ pengertia PT. Direksi dan Dewan Komisaris y Bab II menjelaskan mekanisme pendirian PT serta keharusan PT memilki anggaran dasar y Bab VI RUPS menjelaskan tentang kedudukan. dan laporan pelaksanaan GCG. Pertanggungjawaban Direksi 4.1. tanggung jawab. Direksi harus dapat memastikan dipenuhinya tanggung jawab sosial perusahaan.e. tugas dan mekanisme penyelenggaran RUPS y Bab VII tentang Direksi dan Komisaris menjelaskan tentang persyaratan. Sekretaris Perusahaan atau pelaksana fungsi Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab kepada Direksi. wewenang. 3. Laporan tahunan harus telah tersedia sebelum RUPS diselenggarakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memungkinkan pemegang saham melakukan penilaian. 5. Organ PT.5. tugas. RUPS. Direksi harus mempunyai perencanaan tertulis yang jelas dan fokus dalam melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan. Direksi harus menyusun pertanggungjawaban pengelolaan perusahaan dalam bentuk laporan tahunan yang memuat antara lain laporan keuangan.2. 4.l : y Bab I pasal 1 : Ketentuan Umum. KETENTUAN PERUNDANGAN Beberapa hal dari yang telah diuraikan diatas pada dasarnya mengacu pada UU no 40 tahun 2007 Tentang persereoan terbatas. laporan kegiatan perusahaan.

2006. Daftar Pustaka : 1. UU no 40 tahun 2007 tentang persereoan Terbatas 3. 4. Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia. Modul 4 : Legalitas bentuk Perusahaan. Perseroan terbatas. aturan perundangannya. permasalahannya serta hubungan kerja antar komponen-komponen yang menyusun PT. yang meliputi pengertian-pengertiannya. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Direktorat Jendral Pendidikan Non Formal dan Informal Kementrian Pendidikan Nasional. Komite Nasional Kebijakan Governance 2. PENUTUP Demikianlah telah dibahas bentuk usaha PT (Perseroan Terbatas). Wikipedia ensiklopedi 14 .6. 2010.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->