P. 1
KOMPONEN KEBUGARAN JASMANI

KOMPONEN KEBUGARAN JASMANI

|Views: 2,023|Likes:
Published by Hatta Ata Coy

More info:

Published by: Hatta Ata Coy on Jun 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/03/2013

pdf

text

original

,,,

# KOMPONEN KEBUGARAN 1ASMANI #

DI
S
U
S
U
N
OLEH:

1006104020094
REGULER 3






PEN1ASKESREK
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
BANDA ACEH
2011

l

KATA PENGANTAR

Segala Puii dan Syukur saya Ucapkan Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Bahwasanya saya telah dapat membuat Makalah tentang Komponen Kebugaran
Jasmani walaupun banyak sekali hambatan dan kesulitan yang saya hadapi dalam
menyusun makalah ini, dan mungkin makalah ini masih terdapat kekurangan dan
belum bisa dikatakan sempurna dikarenakan keterbatasan kemampuan saya.
Oleh karena itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersiIat
membangun dari semua pihak terutama dari Dosen Pembimbing supaya saya
dapat lebih baik lagi dalam menyusun sebuah makalah di kemudian hari, dan
semoga makalah ini berguna bagi siapa saia terutama bagi teman-teman yang hobi
atau ingin lebih tahu lebih banyak tentang olahraga ini.



















ll

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1
A. atar Belakang ................................................................................ 2
B. Rumusan Masalah ........................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................... 3
A. Komponen Kebugaran Jasmani ....................................................... 3
B. Pengukuran Kesegaran Jasmani ...................................................... 7
C. Factor-Faktor yang Mempengaruhi Kebugaran Jasmani .................. 10
BAB III PENUTUP .................................................................................. 11
A. Kesimpulan ..................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 12
1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengertian kebugaran iasmani menurut ProI. Sutarman adalah suatu
aspek, yaitu aspek Iisik dan kebugaran yang menyeluruh (total Iitness) yang
memberi kesanggupan kepada seseorang untuk menialankan hidup yang
produktiI dan dapat menyesuaikan diri pada tiap tiap pembebanan Iisik
(physical stress) yang layak. ProII. Soediatmo Soemowardoyo menyatakan
bahwa kesegaran iasmani adalah kemampuan tubuh untuk menyesuaikan
Iungsi alat alat tubuhnya dalam batas batas Iisologi terhadap lingkungan
(ketinggian, kelembapan suhu, dan sebagainya) dan atau keria Iisik dengan
yang cukup eIisien tanpa lelah secara berlebihan. Secara umum pengertian
kebugaran iasmani adalah kemampuan seseorang untuk menialankan
pekeriaan sehari hari dengan ringan dan mudah tanpa merasakan kelelahan
yang berarti dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk melakukan
kegiatan yang lain. ManIaat kebugaran iasmani bagi tubuh antara lain.
ManIaat kebugaran iasmani bagi tubuh antara lain dapat mencegah
berbagai penyakit seperti iantung, pembuluh darah, dan paru paru sehingga
meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Dengan iasmani yang hugar,
hidup meniadi semangat dan menyenangkan. Kebugaran iasmani tidak hanya
menggambarkan kesehatan, tetapi lebih merupakan cara mengukur individu
melakukan kegiatannya sehari hari. Ada 3 hal penting dalam kebugaran
iasmani, yaitu :
1. Fisik, berkenaan dengan otot, tulang, dan bagian lemak.
2. Fungsi Organ, berkenaan dengan eIisiensi sistem iantung, pembuluh darah,
dan pernapasan (paru - paru).
3. Respon Otot, berkenaan dengan kelenturan, kekuatan, kecapatan, dan
kelemahan.
Berdasarkan konsep kebugaran iasmani tersebut, maka kebugaran
iasmani yang dibutuhkan untuk setiap orang sangat berbeda, tergantung dari
2

siIat tantangan Iisik yang dihadapinya. Contohnya, seorang kuli yang setiap
hari bekeria memanggul barang barang berat, maka ia harus memiliki
kekuatan otot, anaerobic power, daya tahan, dan sebagainya yang lebih baik
daripada seorang pekeria kantor. Pekeria kantor tidak banyak menguras
tenaga, ia hanya membutuhkan buku buku dari meia ke rak buku atau
menekan tombol tombol keyboard computer. Dengan demikian tingkat
kebugaran iasmani yang merekan miliki dan mereka butuhkan sangat berbeda.

B. Rumusan Masalah
1. Komponen Kebugaran Jasmani
2. Pengukuran Kesegaran Jasmani
3. Factor-Faktor yang Mempengaruhi Kebugaran Jasmani


















3

BAB II
PEMBAHASAN

A. Komponen Kebugaran 1asmani
Kebugaran iasmani sangat penting dalam menuniang aktiIitas
kehidupan sehari-hari, akan tetapi nilai kebugaran iasmani tiap-tiap orang
berbeda-beda sesuai dengan tugas/proIesi masing-masing.
Kebugaran iasmani terdiri dari komponen-komponen yang
dikelompokkan meniadi kelompok yang berhubungan dengan kesehatan
(Health Related Physical Fitness) dan kelompok yang berhubungan dengan
ketrampilan (Skill Related Physical Fitness). Dalam makalah ini hanya
diielaskan komponen kebugaran iasmani yang berkaitan dengan kesehatan.
1. Komposisi tubuh
4 Adalah persentase (°) lemak dari berat badan total dan Indeks Massa
Tubuh (IMT). emak cepat meningkat setelah berumur 30 tahun dan
cenderung menurun setelah berumur 60 tahun.
4 Memberi bentuk tubuh.
4 Pengukuran : SkinIold callipers, IMT, IMT ÷ (Berat Badan Dalam kg :
Tinggi Badan Dalam M2)
4 Obesitas pada anak-anak disebabkan oleh : hipeplasi dan hipertropi sel
adiposit serta input berlebihan.
4 Obesitas pada orang dewasa oleh : hiperplasi dan hipertropi sel
adiposit serta output yang kurang.
2. Kelenturan/fleksibilitas tubuh
4 Adalah luas bidang gerak yang maksimal pada persendian, tanpa
dipengaruhi oleh suatu paksaan atau tekanan.
4 Dipengaruhi oleh: Jenis sendi; Struktur tulang; Jaringan sekitar sendi,
otot, tendon dan ligamen.
4 anita (terutama ibu hamil) lebih lentur dari laki-laki.
4 Anak-anak lebih besar dari orang dewasa.
4 Puncak kelenturan teriadi pada akhir masa pubertas.
4

4 Penting pada setiap gerak tubuh karena meningkatkan eIisiensi keria
otot.
4 Dapat mengurangi cedera (orang yang kelenturannya tidak baik
cenderung mudah mengalami cedera).
4 Pengukuran: Duduk tegak depan (Sit and reachTest) Flexometer.
3. Kekuatan Otot
4 Adalah kontraksi maksimal yang dihasilkan otot,
merupakankemampuan untuk membangkitkan tegangan terhadap
suatutahanan.
4 aki-laki kira-kira 25° lebih besar dari wanita (Testoteronmerupakan
anabolik steroid).
4 Diukur dengan dinamometer.
4. Daya tahan jantung paru
4 Kemampuan iantung, paru dan pembuluh darah untuk berIungsi
secara optimal pada waktu keria dalam mengambilO2 secara
maksimal (VO2 maks) dan menyalurkannya keseluruh tubuh terutama
iaringan aktiI sehingga dapat digunakan untuk proses metabolisme
tubuh.
4 Kemampuan otot-otot besar untuk melakukan pekeriaan cukup berat
dalam waktu lama secara terus menerus.
4 Merupakan komponen kebugaran iasmani terpenting.
4 Pengukuran : test lari 2,4 Km (12 menit), Bangku Harvard
test,Ergocycles test.
. Daya tahan otot
4 Merupakan kemampuan untuk kontraksi sub maksimal secaraberulang-
ulang atau untuk berkontraksi terus menerus dalamsuatu waktu
tertentu.
4 Mengatasi kelelahan.
4 Pengukuran : Push up test, Sit up test.

3

ahioedi (2001) menielaskan bahwa kesegaran iasmani dapat
diklasiIikasikan meniadi dua, yaitu :
1. Kesegaran 1asmani yang Berhubungan dengan Kesehatan (health
related fitness).
Kesegaran iasmani yang berhubungan dengan kesehatan (health related
Iitness) meliputi :
a. Daya tahan jantung-paru adalah kapasitas sistem iantung, paru dan
pembuluh darah untuk berIungsi secara optimal saat melakukan
aktivitas sehari-hari dalam waktu yang cukup lama tanpa mengalami
kelelahan yang berarti. Daya tahan iantung paru sangat penting untuk
menuniang keria otot dengan mengambil oksigen dan menyalurkannya
ke seluruh iaringan otot yang sedang aktiI sehingga dapat digunakan
untuk proses metabolisme tubuh.
b. Daya tahan otot adalah kapasitas sekelompok otot untuk melakukan
kontraksi yang beruntun atau berulang-ulang terhadap suatu beban
submaksimal dalam iangka waktu tertentu.
.. Kekuatan otot adalah tenaga, gaya atau tegangan yang dapat
dihasilkan oleh otot atau sekelompok otot pada suatu kontraksi dengan
beban maksimal. Seseorang mungkin memiliki kekuatan pada bagian
otot tertentu namun belum tentu memiliki pada bagian otot lainnya.
Pada pengukuran kekuatan otot, yang diukur adalah kekuatan kontraksi
volunter maksimal (maximal voluntary contraction-MVC), di mana
kekuatan otot harus maksimal dan kontraksi tidak teriadi akibat
rangsangan eksternal tetapi benar-benar secara suka rela (volunter atau
voluntary).
d. Kelentukan (flexibility) adalah kemampuan tubuh untuk melakukan
gerak melalui ruang gerak sendi atau ruang gerak tubuh secara
maksimal. Kelentukan gerak tubuh pada persendian tersebut, sangat
dipengaruhi oleh : elastisitas otot, tendon dan ligamen di sekitar sendi
serta kualitas sendi itu sendiri. Terkait dengan kesehatan, maka
kelentukan merupakan salah satu parameter atau tolok ukur
6

kesembuhan akibat cedera dan penyakit-penyakit sistem
muskuloskeletal.
e. Komposisi tubuh (body .omposition) digambarkan dengan berat
badan tanpa lemak dan berat lemak. Berat badan tanpa lemak terdiri
dari massa otot, tulang dan organ-organ tubuh. Masing-masing unsur
tersebut memiliki komposisi sebagai berikut :
O Massa otot : 40 50°
O Tulang : 16 18°
O Organ-organ tubuh : 29 39°
Berat lemak dinyatakan dalam persentasenya terhadap berat badan
total. Secara umum dapat ditarik konklusi bahwa semakin kecil
persentase lemak, maka akan semakin baik kineria seseorang.
2. Kesegaran 1asmani yang Berhubungan dengan Keterampilan (skill
related fitness).
Kesegaran iasmani yang berhubungan dengan keterampilan gerak
(motorskill related Iitness) meliputi :
a. Ke.epatan (speed) adalah kemampuan tubuh untuk melakukan
gerakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
b. Ke.epatan reaksi (rea.tion speed) adalah waktu yang diperlukan
untuk memberikan respon kinetik setelah menerima suatu stimulus
atau rangsangan. Rangsangan (stimulus) untuk bereaksi tersebut dapat
bersumber dari : pendengaran, pandangan (visual), rabaan maupun
gabungan antara pendengaran dan rabaan.
.. Daya ledak (power) adalah kemampuan tubuh yang memungkinkan
otot atau sekelompok otot untuk bekeria secara eksplosiI.
d. Kelin.ahan (agility) adalah kemampuan tubuh untuk mengubah arah
secara cepat tanpa adanya gangguan keseimbangan atau kehilangan
keseimbangan.
e. Keseimbangan (balan.e) adalah kemampuan untuk mempertahankan
posisi atau sikap tubuh secara tepat pada saat melakukan gerakan.
Keseimbangan tersebut dapat berupa keseimbangan statis (static
7

balance) pada saat berdiri maupun keseimbangan dinamis (dynamic
balance) pada saat melakukan suatu gerakan tertentu.
f. Ketepatan (a..ura.y) adalah kemampuan tubuh atau anggota tubuh
untuk mengarahkan sesuatu sesuai dengan sasaran yang dikehendaki.
g. Koordinasi (.oordination) adalah kemampuan tubuh untuk
melakukan gerakan secara tepat, cermat dan eIisien. Koordinasi
menyatakan hubungan berbagai unsur yang teriadi pada setiap gerakan.

B. Pengukuran Kesegaran 1asmani
1. Kelin.ahan
Kelincahan merupakan salah satu komponen kesegaran iasmani
yang sangat diperlukan untuk semua aktivitas yang membutuhkan
kecepatan perubahan posisi tubuh dan bagian-bagiannya. Disamping itu
kelincahan merupakan prasyarat untuk mempelaiari dan memperbaiki
keterampilan gerak dan teknik olahraga, terutama gerakan-gerakan yang
membutuhkan koordinasi gerak. ebih laniut, kelincahan sangat penting
untuk ienis olahraga yang membutuhkan kemampuan adaptasi yang tinggi
terhadap perubahan-perubahan situasi dalam pertandingan.
Berkaitan dengan hal di atas, kelincahan dibedakan meniadi
kelincahan umum, yang biasanya nampak pada berbagai aktivitas olahraga
dan kelincahan khusus yang berkaitan dengan teknik gerakan olahraga
tertentu. Jika ditiniau dari sudut anatomis kelincahan umum melibatkan
gerakan seluruh segmen bagian tubuh dan kelincahan khusus hanya
melibatkan segmen tubuh tertentu.
Kelincahan adalah kemampuan untuk mengubah arah dan posisi
tubuh atau bagian-bagiannya secara cepat dan tepat (Kirkendall, Gruber,
dan Johnson, 1987:122). Selain dikeriakan dengan cepat dan tepat,
perubahan-perubahan tadi harus dikeriakan dengan tanpa kehilangan
keseimbangan. Dari batasan ini, terdapat tiga hal yang meniadi
karakteristik kelincahan, yaitu: perubahan arah lari, perubahan posisi
tubuh, dan perubahan arah bagian-bagian tubuh.
8

Karakteristik kelincahan sangat unik. Kelincahan memainkan
peranan yang khusus terhadap mobilitas Iisik. Kelincahan bukan
merupakan kemampuan Iisik tunggal, akan tetapi tersusun dari komponen
koordinasi, kekuatan, kelentukan, waktu reaksi, dan power.Komponen-
komponen tersebut saling berinteraksi. Keterkaitan di antara komponen-
komponen kelincahan oleh Bompa (1993: 6)
2. Keseimbangan
Terdapat dua macam keseimbangan yaitu keseimbangan statis dan
dinamis. Keseimbangan statis adalah kemampuan untuk mempertahankan
keadaan seimbang dalam keadaan diam. Sedangkan keseimbangan
dinamis adalah kemampuan untuk mempertahankan keadaan seimbang
dalam keadaan bergerak, misalnya berlari berialan, melambung dan
sebagainya. Kualitas keseimbangan dinamis bergantung pada mekanisme
dalam saluran semisirkular, persepsi kinestetik, tendon dan persendian,
persepsi visual selama melakukan gerakan, dan kemampuan koordinasi.
Keseimbangan merupakan kemampuan yang penting karena digunakan
dalam aktivitas sehari-hari, misalnya berialan, berlari, sebagian terbesar
olahraga dan permainan.
3. Koordinasi
Koordinasi dideIinisikan sebagai hubungan yang harmonis dari
hubungan saling pengaruh di antara kelompok-kelompok otot selama
melakukan keria, yang dituniukkan dengan berbagai tingkat keterampilan.
Koordinasi ini sangat sulit dipisahkan secara nyata dengan kelincahan,
sehingga kadang-kadang suatu tes koordinasi iuga bertuiuan mengukur
kelincahan.
4. Power
Power atau daya ledak disebut iuga sebagai kekuatan eksplosiI
(Pyke & atson, 1978). Power menyangkut kekuatan dan kecepatan
kontraksi otot yang dinamis dan eksplosiI serta melibatkan pengeluaran
kekuatan otot yang maksimal dalam waktu yang secepat-cepatnya. Batasan
yang baku dikemukakan oleh HatIield (1989) yaitu: power merupakan
9

hasil perkalian antara gaya (Iorce) dan iarak (distance) dibagi dengan
waktu (time) atau dapat iuga power dinyatakan sebagai keria dibagi waktu
(Kirkendall, 1987). Dengan demikian tes yang bertuiuan untuk mengukur
power seharusnya melibatkan komponen gaya, iarak, dan waktu.
Banyak tes power yang sekarang digunakan tidak melibatkan
komponen gaya, iarak, dan waktu. Kenyataannya hanya mengukur iarak
sebagai hasil keria. Misalnya, Vertical Jump Test, Standing Broad atau
ong Jump, Vertical Arm-Pull (distance). Pengukuran yang hanya
mengukur iarak sebagai hasil keria disebut sebagai Athletic Power
(Johnson & Nelson, 1986, Thomas & Nelson, 1990). Athletic Power tidak
tepat digunakan untuk mengukur power apabila pengukuran tersebut
bertuiuan untuk penelitian. Bila bertuiuan untuk penelitian, pengukuran
power menggunakan ork Power (Johnson & Nelson, 1986, Thomas &
Nelson, 1990). Dalam pengukuran ork-Power, usaha-usaha khusus
biasanya dilakukan untuk meminimalkan gerakan-gerakan yang tidak
berguna, agar hasil yang maksimum dapat di keluarkan oleh kelompok
otot tertentu yang diukur. Vertical Arm-Pull Test (ork), Vertical Power
Jump Test, dan.Margaria-Kalamen Power Test merupakan tes-tes yang
bertuiuan untuk mengukur ork Power.
Agar data yang diperoleh sesuai dengan tuiuan yang diharapkan,
selain memperhatikan bentuk tes power iuga harus dibedakan ienis power
yang akan diukur. Bompa (1990), membedakan power meniadi dua, yaitu
power siklik dan asiklik. Pembedaan ienis ini dilihat dari segi kesesuaian
ienis gerakan atau ketrampilan gerak. Dalam kegiatan olahraga power
tersebut dapat dikenali dari perannya pada suatu cabang olahraga. Cabang-
cabang olahraga yang lebih dominan power asikliknya adalah melempar,
menolak, dan melompat pada atletik, unsur-unsur gerakan senam, beladiri,
loncat indah, dan permainan. Sedangkan olahraga seperti lari cepat,
dayung, renang, bersepeda, dan yang seienis lebih dominan power
sikliknya.

10

C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebugaran 1asmani
1. Umur.
Kebugaran iasmani anak-anak meningkat sampai mencapai maksimal pada
usia 25-30 tahun, kemudian akan teriadi penurunan kapasitas Iungsional
dari seluruh tubuh, kira-kira sebesar 0,8-1° per tahun, tetapi bila raiin
berolahraga penurunan ini dapat dikurangi sampai separuhnya.
2. 1enis Kelamin.
Sampai pubertas biasanya kebugaran iasmani anak laki-laki hampir sama
dengan anak perempuan, tapi setelah pubertas anak-anak laki-laki biasanya
mempunayi nilai yang iauh lebih besar.
3. Genetik.
Berpengaruh terhadap kapasitas iantung paru, postur tubuh, obesitas,
haemoglobin/sel darah dan serat otot.
4. Makanan.
Daya tahan yang tinggi bila mengkonsumsi tinggi karbohidrat (60-70 °).
Diet tinggi protein terutama untuk memperbesar otot dan untuk olah raga
yang memerlukan kekuatan otot yang besar.
. Rokok
Kadar CO yang terhisap akan mengurangi nilai VO2 maks, yang
berpengaruh terhadap daya tahan, selain itu menurut penelitian Perkins
dan Sexton, nicotine yang ada, dapat memperbesar pengeluaran energi dan
mengurangi naIsu makan.









11

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kebugaran iasmani dapat dikatakan suatu keadaan dimana tubuh
dalam kondisi Iit dan sehat. Diperoleh dengan cara antara lain berolah raga,
dimana kita mendapatkan kesegaran tubuh dan iiwa yang penuh dengan
vitalitas, pembentukan tubuh yang ideal, pelepas ketegangan/stress dan iuga
termasuk rekreasi.
Keadaan tubuh dapat dikatakan bugar tergantung empat Iaktor:
Ketahanan iantung dan peredaran darah merupakan komponen utama dalam
usaha mengembalikan kesegaran Iisik.
Kekuatan adalah kemampuan maksimal seseorang untuk mengangkat
beban untuk meningkatkan kemampuan otot secara merata. Untuk mencapai
kemampuan maksimal, maka perlu diadakan latihan yang rutin dan teratur.
Ketahanan otot adalah kemampuan otot untuk berkontraksi dalam
waktu yang lama. Ketahanan otot ini yang berkaitan erat dengan kekuatan.
Kelenturan yaitu olah raga untuk mecegah tubuh dari cidera serta
memperbaiki sikap tubuh yang kurang baik.
Untuk memperoleh kebugaran tubuh, maka perlu adanya latihan-
latihan yang sesuai dengan masing-masing komponen kebugaran iasmani.














12

DAFTAR PUSTAKA

http://pbprimaciptautama.blogspot.com/20070501archive.html
http://pleonasme.multiply.com/iournal/item/8
http://mail.uns.ac.id/~ismaryati/Materi/BABIII/BABIII.htm
http://www.dkk-bpp.com/index.php?option÷comcontent&task÷view
&id÷147&Itemid÷2

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->