P. 1
KAJIAN YURIDIS HAK

KAJIAN YURIDIS HAK

|Views: 50|Likes:
Published by Ajeng Frananta

More info:

Published by: Ajeng Frananta on Jun 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2011

pdf

text

original

GEJOLAK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT AKADEMIK UNIV.

BRAWIJAYA

1.PENDAHULUAN

Malang bergejolak,Sekitar 175 kepala keluarga Perumahan Griya Shanta Eksekutif Kota Malang, Jawa Timur, melaporkan Universitas Brawijaya ke Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kejaksaan Agung.Warga juga memasang tiga spanduk bertulis penolakan atas rencana pembanguna RSUB di tanah yang dianggap sebagai lahan fasum perumahan. Warga juga mencoret tembok ruko disekitar tanah lapang dengan kalimat penolakan yang sama. Penolakan warga terhadap proses pembangunan RSUB telah ditunjukkan sejak awal proses pembangunan RSUB mulai dilakukan di tanah lapang perumahan Blok P dan M Griya Shanta. Namun tindakan perlawanan mereka juga tampak mengalami pasang dan surut. Aksi unjuk rasa pada Minggu pagi pun, disulut oleh pemborong RSUB yang mulai tampak menimbun material dan melakukan pembangunan di tanah lapang tersebut Menurut Sugiharso, indikasi pelanggaran hukum dalam kasus pembangunan RSAUB adalah tidak ada izin pembangunan dan penyalahgunaan alih fungsi lahan dari yang semestinya untuk pusat perbelanjaan. Sedangkan untuk korupsi, Sugiharso tak mau menjelaskan karena sudah masuk ke dalam materi korupsi. "Yang berhak menjelaskan adalah KPK dan Kejagung," ujarnya RSAUB dibangun dengan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara senilai Rp 600 miliar selama tiga tahun. Dana dipakai untuk pembangunan gedung dan pembelian peralatan medis. Rumah sakit yang mulai dibangun Oktober 2009 dan direncanakan selesai 2011 itu akan berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan dan riset serta pengobatan umum Sugiharso menyatakan, laporan ke KPK dilayangkan pada 10 November 2009 dan Kejagung pada 17 Desember 2009. Laporan dilayangkan karena anggaran berasal dari APBN. Karena itu, yang berhak untuk menyidik dugaan pelanggaran hukum dan korupsi pembangunan RSAUB adalah KPK dan Kejagung. Selain melaporkan kasus ini KPK dan Kejagung, warga juga membawa kasus ini ke Dewan Perwakilan Rakyat dan Departemen Keuangan. Kepada Dewan, warga meminta agar dibentuk Panitia Khusus untuk menemukan simpul kasus dugaan pelanggaran hukum dan korupsi. Sedangkan kepada Departemen Keuangan, warga meminta agar anggaran pembangunan diblokir

untuk menekan angka kerugian negara. Warga juga membawa persoalan ini ke ranah pidana dengan melaporkan PT Nindya Karya ke Polda Jatim pada 17 Desember 2009. Dalam laporan tersebut, PT Nindya Karya dinilai telah melanggar hukum dengan mengalihkan peruntukkan lahan dan merusak fasilitas umum Perumahan Griya Shanta. Pembangunan RSAUB selain menghadapi tentangan warga, juga menghadapi masalah perizinan. Pemerintah Kota menghentikan dan menyegel pembangunan karena tak mengantongi izin pembangunan. RSAUB dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektare di Perumahan Griya Shanta Eksekutif Kota Malang. Pembangunan RSAUB sudah berjalan sejak Oktober 2009. Dari tiga tahap pekerjaan yang dilaksanakan PT Nindya Karya selaku pelaksana pembangunan, saat ini telah merampungkan 90 persen pekerjaan tahap pertama. Hingga kini, Universitas Brawijaya belum mengantongi advise plan maupun izin mendirikan bangunan.

II. Permasalahan
Bertolak dari berbagai persoalan dalam ruang lingkup rumah sakit akademik univ.brawijaya seperti yang dijelaskan dalam latar belakang.maka beberapa masalah yang menjadi stress-ing pelaksaan penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut:

1.

Adanya dugaan pelanggaran hukum dalam kasus pembangunan RSAUB adalah tidak ada izin pembangunan dan penyalahgunaan alih fungsi lahan dari yang semestinya untuk pusat perbelanjaan ?

2. adanya dugaan pelanggaran Pasal 20 ayat 5 huruf c dan f Perda Kota Malang Nomor 7 Tahun 2001?

3. adanya lahan pemerintah kota yang di pakai RSAUB ?

III. KERANGKA TEORI
Permasalahan rumah sakit akademik univ.brawijaya adalah site plan yang tidak tepat pada fungsi seharusnya dan izin mendirikan bangunan tidak memiliki pihak univ.brawijaya

IV.METODE PENELITIAN 1.Lokasi Penelitian
Area penelitian ini adalah kota malang karena letak rumah sakit tersebut dimalang dan karena telah melakukan survey pendahuluan serta orientasi lapangan,sehingga saat meniliti dapat mengetahui tingkat fisibilitas. 2.Metode Pendekatan Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis.melalui model pendekatan yuridis diharapkan dapat dikaji berbagai aspek normative dan mengenai hal permasalahan rumah sakit akademik ub. . 3.Analisis Data Menggunakan metode deskritif yang dapat disusun dalam gambaran mengenai seleuruhan rumah sakit akademik ub.

V. HASIL DAN PEMBAHASAN
1. dugaan pelanggaran hukum dalam kasus pembangunan RSAUB adalah tidak ada izin pembangunan dan penyalahgunaan alih fungsi lahan dari yang semestinya untuk pusat perbelanjaan. Agar masyarakat bisa mengetahui dampak apa saja yang ditimbulkan dari pembangunan RSUB tersbut,serta tidak ada istilah alih fungsi lahan.

2. dugaan pelanggaran Pasal 20 ayat 5 huruf c dan f Perda Kota Malang Nomor 7 Tahun 2001. Benar,karena di dalam Pasal 20 ayat 5 huruf c dan f Perda Kota Malang Nomor 7 Tahun 2001 menyebutkan bahwa ³untuk kawasan-kawasan yang merupakan daerah aliran air (tangkapan air) terutama pada musim hujan diupayakan sebagai RTH yang berfungsi sebagai daerah peresapan air, misalnya pada daerah Gor Pulosari dan sekitarnya ³.
3. lahan pemerintah kota yang di pakai RSAUB Benar karena di dalam peta perencanaan kota seharusnya lahan tersebut dijadikan hutan kota.

VI. KESIMPULAN DAN SARAN
1.KESIMPULAN Berdasarkan uraian-uraian mengenai keadaan rumah sakit akademik beberapa kesimpulan dapat diuraikan sebagai Berikut: a. Pemerintah tetap tidak mengeluarkan IMB,bagi RSAUB walaupun sudah semi final keadaan bangunan.

b.

Belum lagi masyarakat sekitar tidak menerima adanya rsaub.Padahal fungsinya sangat baik kedepannya.

c. Site paln rsaub sebelumnya sbg tanah hijau atau taman.

d. Adanya permainan politik antara pemerintah malang dan pihak birokrat ub.

2. SARAN a. Seharusnya masyarakat sekitar harus menerima dengan adanya rsaub,karena fungsinya pun bukan bisnis belaka akan tetapi untuk kemasyuran kesehatan kedepannya.

b. Pemerintah dan pihak ub seharusnya transparan saja tentang permasalahan rsaub secara gambling.

NAMA: VENDY FRANANTA NIM: 103141014111004 PRODI VOKASI JUR:Perancangan Peraturan dan Kontrak Bisnis 2010-2011 TUGAS UAS Blogspot: vendyfrananta.blogspot.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->