P. 1
Riba Dan Bank

Riba Dan Bank

|Views: 399|Likes:
Published by Íhãn Tea

More info:

Published by: Íhãn Tea on Jun 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/01/2014

pdf

text

original

1 | P a g e

RIBA DAN BANK
I. PENDAHULUAN
D Da al la am m k ke eh hi id du up pa an n k ka au um m M Mu us sl li im mi in n y ya an ng g s se em ma ak ki in n s su ul li it t i in ni i, , m me em ma an ng g a ad da a y ya an ng g
t ti id da ak k m me em mp pe er rd du ul li ik ka an n l la ag gi i m ma as sa al la ah h h ha al la al l d da an n h ha ar ra am mn ny ya a b bu un ng ga a b ba an nk k. . B Ba ah hk ka an n a ad da a
p pe en nd da ap pa at t y ya an ng g t te er ra an ng g- -t te er ra an ng ga an n m me en ng gh ha al la al lk ka an nn ny ya a. . I In ni i d di ik ka ar re en na ak ka an n k ke et te er rl li ib ba at ta an n
k ka au um m M Mu us sl li im mi in n d da al la am m s si is st te em m k ke eh hi id du up pa an n S Se ek ku ul la ar ri is sm me e- -K Ka ap pi it ta al li is sm me e B Ba ar ra at t s se er rt ta a
s si is st te em m S So os si ia al li is sm me e- -A At th he ei is sm me e. . B Ba ag gi i y ya an ng g m ma as si ih h b be er rp pe eg ga an ng g t te eg gu uh h k ke ep pa ad da a h hu uk ku um m
S Sy ya ar ri ia at t I Is sl la am m, , m ma ak ka a b be er ru us sa ah ha a a ag ga ar r k ke eh hi id du up pa an nn ny ya a b be er rd di ir ri i d di i a at ta as s k ke ea ad da aa an n y ya an ng g
b be er rs si ih h d da an n h ha al la al l. . N Na am mu un n k ka ar re en na a u um ma at t p pa ad da a m ma as sa a s se ek ka ar ra an ng g a ad da al la ah h u um ma at t y ya an ng g
l le em ma ah h, , b bo od do oh h, , d da an n t ti id da ak k m ma am mp pu u m me em mb be ed da a- -b be ed da ak ka an n a an nt ta ar ra a s sa at tu u p pe en nd da ap pa at t d de en ng ga an n
p pe en nd da ap pa at t l la ai in nn ny ya a, , m ma ak ka a m me er re ek ka a s sa aa at t i in ni i m me en nj ja ad di i g go ol lo on ng ga an n y ya an ng g p pa al li in ng g b bi in ng gu un ng g, ,
d di io om mb ba an ng g- -a am mb bi in ng g o ol le eh h b be er rb ba ag ga ai i p pe en nd da ap pa at t d da an n p pe em mi ik ki ir ra an n. .
Dalam tulisan yang singkat ini, ada beberapa aspek yang ingin diketengahkan
tentang seputar masalah riba :
1. Pengertian riba dan macam-macamnya
2. Dasar hukum tentang riba
3. Hubungan antara bank dan riba
4. Qaidah ushul fiqih tentang bunga bank

II. PEMBAHASAN

A. Pengertian Riba Dan Macam Macamnya

Secara etimologi kata riba berasal dari bahasa arab yang artinya bertambah.
Adapun yang dimaksud disini menurut istilah syara adala akad yang terjadi
dengan penukaran yang tertentu, tidak diketahui sama atau tidaknya menurut
aturan syara atau terlambat menerimanya
1
.


1
Sulaiman Rasjid, Fiqih Islam, (Bandung: Sinar Baru Algensindo ) Cet- 37, 2004, Hal – 290.
2 | P a g e



Menurut pendapat sebagian ulama ribs itu ada empat macam
2

1. Riba fadli yaitu menukarkan dua barang yang sejenis dengan tidak sama
2. Riba qardi yaitu utang dengan syarat ada keuntungan bagi yang
menghutangkan
3. Riba yad yaitu berpisah daritempat akad sebelum timbang terima
4. Riba nasa disyariatkan salah satu dari kedua barang yang di pertukarkan
ditangguhkan penyerahannya.
Sebagian ulama yang lain membagi riba itu menjadi tiga macam saja. Yaitu riba
fadli, riba yad, dan riba nasa „. Riba qardi termasuk kedala riba nasa‟

B. Hukum Riba
Di dalam alqur‟an banyak sekali ayat-ayat yang membahas tentang riba.
Diantaranya surat al-baqoroh ayat 275

_·¦ _.lé!. ¦..¯,l¦ N _.`..1. N| !.´ `».1. .¦ «L´.>.. .L.:l¦ ´. .l¦
il: ¯.±.!. ¦.l!· !..| ×..l¦ `_.. ¦..¯,l¦ _>¦´. ´<¦ ×..l¦ »¯,>´. ¦..¯,l¦ .· .:´.l>
«Ls¯.. . .«.¯¸ _±..!· .`· !. .l. .:`,.¦´. _|| ´<¦ .´. :!s i..l`.!· ´..>.¦
¸!.l¦ ¯.> !..· _..> '¯'
275. Orang-orang yang makan (mengambil) riba
3
tidak dapat berdiri
melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan)

2
ibid
3
Riba itu ada dua macam: nasiah dan fadhl. riba nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang
yang meminjamkan. riba fadhl ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis, tetapi lebih banyak
jumlahnya Karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian, seperti penukaran emas dengan emas,
3 | P a g e

penyakit gila
4
. keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka
Berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal
Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang
Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari
mengambil riba), Maka baginya apa yang Telah diambilnya dahulu[176]
5

(sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang
kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka;
mereka kekal di dalamnya.

Surat ali imron ayat 130
!±¯.!.. _·¦ ¦.`..¦´ . N ¦.lé!. ¦´..¯,l¦ !±.-.¦ «±-..¯. ¦.1.¦´. ´<¦ ¯.>l-l _.>l±.
130. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan
berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat
keberuntungan.

Surat al-baqarah ayat 278-279

!±¯.!.. _·¦ ¦.`..¦´ . ¦.1.¦ ´<¦ ¦.'¸:´. !. ´_.. ´. ¦´..¯,l¦ _| ...´ _...¡¯. '¯¯ _¦·
¯.l ¦.l-±. ¦..:!· .¯,>. ´. ´<¦ ...´¸´. _|´. `..¯.. ¯.÷l· '.'.'¸ ¯.÷l´..¦ N
_..lL. N´. _..lL. '¯'
278. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan
sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.

padi dengan padi, dan sebagainya. riba yang dimaksud dalam ayat Ini riba nasiah yang berlipat ganda yang
umum terjadi dalam masyarakat Arab zaman Jahiliyah.
4
Maksudnya: orang yang mengambil riba tidak tenteram jiwanya seperti orang kemasukan syaitan.
5
riba yang sudah diambil (dipungut) sebelum turun ayat ini, boleh tidak dikembalikan.

4 | P a g e

279. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), Maka
Ketahuilah, bahwa Allah dan rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu
bertaubat (dari pengambilan riba), Maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak
menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.

Dan hadis nabi yang diriwayatkan dari jabir “rosululloh saw telsh
melaknat orang yang memakan riba, wakilnya penulisnya dan dua saksinya. (
riwayat muslim)

Dari ayat dan hadis diatas maka jelas bahwa riba itu benar-benar dilarang
dalam agama islam.Namun ada juga yang berpendapat bahwa yang diharamkan
disini ialah riba nasi‟ah yaitu riba yang dilakukan oleh orang jahili pada masa
jahiliyah. Mereka mentakhirkan utang dari waktu yang semestinya dengan
menambah bayaran, apabila terlambat lagi ditambah pula terus menerus tiap
keterlambatan wajib ditambah lagi sampai hutang yang tadinya hanya sedikit
menjadi berlipat-lipat dan semakin membesar.

C. Bank Dan Riba
Yang dinamakan bank menurut undang undang nomor : 14/1967, pasal 1 :
perbankan adalah “ lembaga-lembaga yang usaha pokoknya memberikan credit
dan jasa-jasa dalam lalulintas pembayaran dan peredaran uang”.
6

Jika dilihat dari kacamata ajaran islam dasar usaha bank termasuk ihsan,
karena ia memberikan pinjaman( credit), dan memberikan jasa dalam
peredaran keuangan .
¦.`..>¦´. _| ´<¦ ´.>´ _...`>.l¦ ¸''
195. Dan berbuat baiklah, Karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang
yang berbuat baik.
7


6
Kahar Masyhur, Beberapa Pendapat Mengenai Riba, ( Jakarta: Kalam Mulia ), Cet Ii, 1992, Hal 1

7
QS. Al-baqarah :195
5 | P a g e

Di antara pekerjaan yang dikelola bank, maka yang menjadi topik
permasalahan dalam Fikih Islam adalah soal bunga (rente) bank. Sebab, secara
umum tujuan usaha bank adalah untuk memperoleh keuntungan dari
perdagangan kredit. Bank memberikan kredit kepada orang luar dengan
memungut bunga melalui pembayaran kredit yang jumlahnya lebih besar dari
besarnya kredit). Selisih pembayaran yang biasanya disebut bunga, itulah yang
menjadi keuntungan usaha bank.
Dalam masalah ini, para intelektual dan ulama modernis mempunyai
pendapat yang berbeda-beda, tergantung dari sudut pandang mereka. Ada
segolongan dari mereka yang mengharamkannya karena bunga bank tersebut
dipandang sebagai riba. Tetapi segolongan lainnya menghalalkannya.
Ke dalam kubu pertama (yang mengharamkan bunga bank), tersebutlah
Mahmud Abu Saud (Mantan Penasehat Bank Pakistan), berpendapat bahwa
segala bentuk rente (bank) yang terkenal dalam sistem perekonomian sekarang
ini adalah riba. Lalu kita juga mendengar pendapat Muhammad Abu Zahrah,
Guru Besar Hukum Islam pada Fakultas Hukum Universitas Cairo yang
memandang bahwa riba Nasi‟ah sudah jelas keharamannya dalam Al Qur-aan.
Akan tetapi banyak orang yang tertarik kepada sistem perekonomian orang
Yahudi yang saat ini menguasai perekonomian dunia. Mereka memandang
bahwa sistem riba itu kini bersifat darurat yang tidak mungkin dapat dielakkan.
Lantas mereka mena‟wilkan dan membahas makna riba. Padahal sudah jelas
bahwa makna riba itu adalah riba yang dilakukan oleh semua bank yang ada
dewasa ini, dan tidak ada keraguan lagi tentang keharamannya. Buya Hamka
secara sederhana memberikan batasan bahwa arti riba adalah tambahan. Maka,
apakah ia tambahan lipat-ganda, atau tambahan 10 menjadi 11, atau tambahan
6% atau tambahan 10%, dan sebagainya, tidak dapat tidak tentulah terhitung
riba juga. Oleh karena itu, susahlah buat tidak mengatakan bahwa meminjam
uang dari bank dengan rente sekian adalah riba. (Dengan demikian)
menyimpan dengan bunga sekian (deposito) artinya makan riba juga.
8


8
Http:// Apakah-Bunga-Bank-Termasuk-Riba.Html
6 | P a g e

Ke dalam kubu kedua (yang menghalalkan bunga bank), peminatnya
kebanyakan berasal dari kalangan intelektual dan ulama modernis. Mereka
memandang bahwa bunga bank yang berlaku sekarang ini dalam batas-batas
yang wajar, tidaklah dapat dipandang haram. Tersebutlah A. Hasan, salah
seorang pemuka Persatuan Islam (Persis), yang mengemukakan bahwa riba
yang sudah tentu haramnya itu ialah yang sifatnya berganda dan yang
membawa (menyebabkan) ia berganda. Menurut beliau, riba yang sedikit dan
yang tidak membawa kepada berganda, maka itu boleh. Ia menambahkan
bahwa riba yang tidak haram adalah riba yang tidak mahal (besar) dan yang
berupa pinjaman untuk tujuan berdagang, bertani, berusaha, pertukangan dan
sebagainya, yakni yang bersifat produktif.
Drs Syarbini Harahap berpendapat bahwa bunga konsumtif yang
dipungut oleh bank tidaklah sama dengan riba. Karena, menurutnya, di sana
tidak terdapat unsur penganiayaan. Adapun jika bunga konsumtif itu dipungut
oleh lintah darat, maka ia dapat dipandang sebagai riba. Sebab, praktek tersebut
memberikan kemungkinan adanya penganiayaan dan unsur pemerasan
antarsesama warga masyarakat, mengingat bahwa lintah darat hanya mengejar
keuntungan untuk dirinya sendiri. Adapun jika bunga tersebut dipungut dari
orang yang meminjam untuk tujuan-tujuan yang produktif seperti untuk
perniagaan, asalkan saja tidak ada dalam teknis pemungutan tersebut unsur
paksaan atau pemerasan, maka tidaklah salah dan tidak ada keharaman
padanya.
Pernyataan Syarbini Harahap ini dalam perkembangan selanjutnya,
ternyata sama nadanya dengan apa yang difatwakan NU via Abdurrahman
wahid, atau lewat pernyataan Syafruddin Prawiranegara, Muhammad Hatta,
Kasman Singodimejo, dan lain-lain. Bertolak dari alasan bahwa transaksi
kredit merupakan kegiatan perdagangan dengan uang sebagai komoditi, Dawan
Rahardjo, mengatakan bahwa kalau transaksi kredit dilakukan dengan prinsip
perdagangan (tijarah), maka hal tersebut dihalalkan. Riba yang tingkat
bunganya berlipat ganda dan diharamkan itu perlu digantikan dengan
mekanisme perdagangan yang dihalalkan.
7 | P a g e

Berbagai pendapat dan fatwa yang berani tersebut dalam upaya
menghalalkan riba dalam bentuk bunga bank telah melibatkan jutaan kaum
Muslimin ke dalam kegiatan perbankan. Walaupun demikian masih terdapat
jutaan lainnya yang membenci praktek dan menjauhi dari memakan harta riba.
Kebencian mereka terhadap praktek riba tersebut sama halnya dengan
kebencian mereka memakan daging babi. Oleh karena itu masih banyak
kalangan kaum Muslimin yang tidak mau meminjam dan menyimpan uang di
bank karena takut terlibat riba, walaupun di kalangan kaum Muslimin tidak
banyak mengerti sejauh mana aspek hukum dan kegiatan perbankan, serta
banyak pula di antara mereka yang bingung terhadap hukum yang sebenarnya
tentang riba (bunga) bank. Itulah fakta tentang keadaan umat Islam setelah
umat ini diragukan dan dikaburkan pengertian mereka terhadap riba (bunga)
bank.
9


D. Qaidah Ushul Fiqih Mengenai Bank
1. Qaidah pertama

ِا ا َ م
ِ
هِ ف َ خ
َ
أ
ِ
ب
ْ
م
ُ
كْي
َ
ل َ ع
َ
ف
ِ
نا َ رَ رّ ضلا َ عَ مَت ْ جاا
َ
ذ
Darurat disini kami artikan sebagai dampak yang akan terjadi pada
perusahaan perbankan jika bunga bank di larang. Dikarenakan bunga
merupakan salah satu penghasilan bank yang dimana dengan bunga tersebut
bisa berkembang, maka jika bunga dilarang itu akan mengancam usaha-usaha
perbankan. Dan darurat yang lain ialah bunga yang harus ditanggung oleh
setiap orang yang meminjam uang di bank.




9
Ibid

8 | P a g e


2. Qaidah ke dua

ِ
د
ِ
سا
َ
ف
َ
ملا ُ ء ْ رَ د و حلا
َ
ص
َ
ملا ُ بل
َ
ج
Jasa peminjaman modal yang disediakan oleh bank bisa memberikan
kemaslahatan bagi orang yang membutuhkan dan menghilangkan kesusahan
seseorang. Jika dilihat dari segi manfaatnya maka manfaat jasa peminjaman
tersebut lebih besar dari pada kemadhorotan yang ditimbulkan dari bunga yang
di bebankan.

III. KESIMPULAN
 Hukum riba adalah haram sebagaimana diterangkan didalam al-quran
dan sunah.
 Para ulama berpendapat bahwa riba yang diharamkan ialah riba yang
berlipat ganda.
 Mengenai bunga bank ada ulama yang mengataka itu termasuk kedalam
riba dan adapula yang mengatakan tidak.
IV. PENUTUP
Demikian makalah ini kami buat, walaupun masih jauh dari kesempurnaan
semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua.









9 | P a g e

DAFTAR PUSTAKA
Rasjid Sulaiman, Fiqih Islam, (Bandung: Sinar Baru Algensindo ) Cet- 37, 2004
Masyhur Kahar, Beberapa Pendapat Mengenai Riba, ( Jakarta: Kalam Mulia ),
Cet II, 1992
Http:// Apakah-Bunga-Bank-Termasuk-Riba.Html
Saeed Abdullah, Bank Islam Dan Bunga, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, Cet II,
2004.
Bisri moh. Adib, Al faraidul bahiyyah risalah qawaid fiqh, kudus: menara kudus,
tt.

riba fadhl ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis. tetapi lebih banyak jumlahnya Karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian. Riba yad yaitu berpisah daritempat akad sebelum timbang terima 4.Menurut pendapat sebagian ulama ribs itu ada empat macam 2 1. Riba qardi yaitu utang dengan syarat ada keuntungan bagi yang menghutangkan 3. Yaitu riba fadli. Riba fadli yaitu menukarkan dua barang yang sejenis dengan tidak sama 2. seperti penukaran emas dengan emas. dan riba nasa „. Riba nasa disyariatkan salah satu dari kedua barang yang di pertukarkan ditangguhkan penyerahannya. Orang-orang yang makan (mengambil) riba3 tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) 2 3 ibid Riba itu ada dua macam: nasiah dan fadhl. riba nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan. Riba qardi termasuk kedala riba nasa‟ B. Hukum Riba Di dalam alqur‟an banyak sekali ayat-ayat yang membahas tentang riba. 2|P a ge . Diantaranya surat al-baqoroh ayat 275                                                    275. Sebagian ulama yang lain membagi riba itu menjadi tiga macam saja. riba yad.

4 Maksudnya: orang yang mengambil riba tidak tenteram jiwanya seperti orang kemasukan syaitan. mereka kekal di dalamnya. Surat ali imron ayat 130              130. padahal Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. 3|P a ge . 5 riba yang sudah diambil (dipungut) sebelum turun ayat ini. janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Maka baginya apa yang Telah diambilnya dahulu[176] 5 (sebelum datang larangan). Hai orang-orang yang beriman. boleh tidak dikembalikan. bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Surat al-baqarah ayat 278-279                                  278. keadaan mereka yang demikian itu. orang-orang yang Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya. adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat). dan sebagainya. Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka. padi dengan padi. Hai orang-orang yang beriman. Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba.penyakit gila4. orang yang kembali (mengambil riba). dan urusannya (terserah) kepada Allah. riba yang dimaksud dalam ayat Ini riba nasiah yang berlipat ganda yang umum terjadi dalam masyarakat Arab zaman Jahiliyah. lalu terus berhenti (dari mengambil riba).

Namun ada juga yang berpendapat bahwa yang diharamkan disini ialah riba nasi‟ah yaitu riba yang dilakukan oleh orang jahili pada masa jahiliyah. ( riwayat muslim) Dari ayat dan hadis diatas maka jelas bahwa riba itu benar-benar dilarang dalam agama islam. wakilnya penulisnya dan dua saksinya. Al-baqarah :195 7 4|P a ge . pasal 1 : perbankan adalah “ lembaga-lembaga yang usaha pokoknya memberikan credit dan jasa-jasa dalam lalulintas pembayaran dan peredaran uang”. Dan berbuat baiklah. bahwa Allah dan rasul-Nya akan memerangimu. apabila terlambat lagi ditambah pula terus menerus tiap keterlambatan wajib ditambah lagi sampai hutang yang tadinya hanya sedikit menjadi berlipat-lipat dan semakin membesar. Maka bagimu pokok hartamu. Maka Ketahuilah. Bank Dan Riba Yang dinamakan bank menurut undang undang nomor : 14/1967. 1992. ( Jakarta: Kalam Mulia ). Beberapa Pendapat Mengenai Riba. kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba). dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba).         195. 6 Jika dilihat dari kacamata ajaran islam dasar usaha bank termasuk ihsan. Cet Ii. C.279. karena ia memberikan pinjaman( credit). 7 6 Kahar Masyhur. Mereka mentakhirkan utang dari waktu yang semestinya dengan menambah bayaran. dan memberikan jasa dalam peredaran keuangan . Karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan hadis nabi yang diriwayatkan dari jabir “rosululloh saw telsh melaknat orang yang memakan riba. Hal 1 QS.

Buya Hamka secara sederhana memberikan batasan bahwa arti riba adalah tambahan. berpendapat bahwa segala bentuk rente (bank) yang terkenal dalam sistem perekonomian sekarang ini adalah riba. Padahal sudah jelas bahwa makna riba itu adalah riba yang dilakukan oleh semua bank yang ada dewasa ini. atau tambahan 10 menjadi 11.Html 5|P a ge . Selisih pembayaran yang biasanya disebut bunga. maka yang menjadi topik permasalahan dalam Fikih Islam adalah soal bunga (rente) bank. Bank memberikan kredit kepada orang luar dengan memungut bunga melalui pembayaran kredit yang jumlahnya lebih besar dari besarnya kredit). dan tidak ada keraguan lagi tentang keharamannya. Lantas mereka mena‟wilkan dan membahas makna riba. apakah ia tambahan lipat-ganda. 8 8 Http:// Apakah-Bunga-Bank-Termasuk-Riba. itulah yang menjadi keuntungan usaha bank. Lalu kita juga mendengar pendapat Muhammad Abu Zahrah. Oleh karena itu. atau tambahan 6% atau tambahan 10%. Tetapi segolongan lainnya menghalalkannya. Ke dalam kubu pertama (yang mengharamkan bunga bank).Di antara pekerjaan yang dikelola bank. secara umum tujuan usaha bank adalah untuk memperoleh keuntungan dari perdagangan kredit. Dalam masalah ini. Mereka memandang bahwa sistem riba itu kini bersifat darurat yang tidak mungkin dapat dielakkan. susahlah buat tidak mengatakan bahwa meminjam uang dari bank dengan rente sekian adalah riba. Akan tetapi banyak orang yang tertarik kepada sistem perekonomian orang Yahudi yang saat ini menguasai perekonomian dunia. Guru Besar Hukum Islam pada Fakultas Hukum Universitas Cairo yang memandang bahwa riba Nasi‟ah sudah jelas keharamannya dalam Al Qur-aan. tersebutlah Mahmud Abu Saud (Mantan Penasehat Bank Pakistan). (Dengan demikian) menyimpan dengan bunga sekian (deposito) artinya makan riba juga. Maka. para intelektual dan ulama modernis mempunyai pendapat yang berbeda-beda. Ada segolongan dari mereka yang mengharamkannya karena bunga bank tersebut dipandang sebagai riba. dan sebagainya. tergantung dari sudut pandang mereka. tidak dapat tidak tentulah terhitung riba juga. Sebab.

Menurut beliau. berusaha. mengatakan bahwa kalau transaksi kredit dilakukan dengan prinsip perdagangan (tijarah). maka itu boleh. maka hal tersebut dihalalkan. Bertolak dari alasan bahwa transaksi kredit merupakan kegiatan perdagangan dengan uang sebagai komoditi. maka tidaklah salah dan tidak ada keharaman padanya. menurutnya. Hasan. maka ia dapat dipandang sebagai riba. riba yang sedikit dan yang tidak membawa kepada berganda. Dawan Rahardjo. Muhammad Hatta. Ia menambahkan bahwa riba yang tidak haram adalah riba yang tidak mahal (besar) dan yang berupa pinjaman untuk tujuan berdagang. 6|P a ge . yakni yang bersifat produktif. peminatnya kebanyakan berasal dari kalangan intelektual dan ulama modernis. bertani. atau lewat pernyataan Syafruddin Prawiranegara. di sana tidak terdapat unsur penganiayaan. Tersebutlah A. Mereka memandang bahwa bunga bank yang berlaku sekarang ini dalam batas-batas yang wajar. Pernyataan Syarbini Harahap ini dalam perkembangan selanjutnya. Riba yang tingkat bunganya berlipat ganda dan diharamkan itu perlu digantikan dengan mekanisme perdagangan yang dihalalkan.Ke dalam kubu kedua (yang menghalalkan bunga bank). Sebab. salah seorang pemuka Persatuan Islam (Persis). ternyata sama nadanya dengan apa yang difatwakan NU via Abdurrahman wahid. Kasman Singodimejo. Karena. tidaklah dapat dipandang haram. Adapun jika bunga tersebut dipungut dari orang yang meminjam untuk tujuan-tujuan yang produktif seperti untuk perniagaan. praktek tersebut memberikan kemungkinan adanya penganiayaan dan unsur pemerasan antarsesama warga masyarakat. dan lain-lain. asalkan saja tidak ada dalam teknis pemungutan tersebut unsur paksaan atau pemerasan. Drs Syarbini Harahap berpendapat bahwa bunga konsumtif yang dipungut oleh bank tidaklah sama dengan riba. mengingat bahwa lintah darat hanya mengejar keuntungan untuk dirinya sendiri. yang mengemukakan bahwa riba yang sudah tentu haramnya itu ialah yang sifatnya berganda dan yang membawa (menyebabkan) ia berganda. Adapun jika bunga konsumtif itu dipungut oleh lintah darat. pertukangan dan sebagainya.

walaupun di kalangan kaum Muslimin tidak banyak mengerti sejauh mana aspek hukum dan kegiatan perbankan.Berbagai pendapat dan fatwa yang berani tersebut dalam upaya menghalalkan riba dalam bentuk bunga bank telah melibatkan jutaan kaum Muslimin ke dalam kegiatan perbankan. Qaidah pertama َ ‫اِذا اجتَمَعَ الضَّ رَ رَ ان فع َليْكم بأخَ فهمَا‬ ْ َ ِ ِ ِ ُْ ََ ِ Darurat disini kami artikan sebagai dampak yang akan terjadi pada perusahaan perbankan jika bunga bank di larang. Dikarenakan bunga merupakan salah satu penghasilan bank yang dimana dengan bunga tersebut bisa berkembang. 9 D. Qaidah Ushul Fiqih Mengenai Bank 1. Kebencian mereka terhadap praktek riba tersebut sama halnya dengan kebencian mereka memakan daging babi. 9 Ibid 7|P a ge . Oleh karena itu masih banyak kalangan kaum Muslimin yang tidak mau meminjam dan menyimpan uang di bank karena takut terlibat riba. Itulah fakta tentang keadaan umat Islam setelah umat ini diragukan dan dikaburkan pengertian mereka terhadap riba (bunga) bank. maka jika bunga dilarang itu akan mengancam usaha-usaha perbankan. Walaupun demikian masih terdapat jutaan lainnya yang membenci praktek dan menjauhi dari memakan harta riba. serta banyak pula di antara mereka yang bingung terhadap hukum yang sebenarnya tentang riba (bunga) bank. Dan darurat yang lain ialah bunga yang harus ditanggung oleh setiap orang yang meminjam uang di bank.

walaupun masih jauh dari kesempurnaan semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Para ulama berpendapat bahwa riba yang diharamkan ialah riba yang berlipat ganda. PENUTUP Demikian makalah ini kami buat. Jika dilihat dari segi manfaatnya maka manfaat jasa peminjaman tersebut lebih besar dari pada kemadhorotan yang ditimbulkan dari bunga yang di bebankan. Qaidah ke dua ‫جلبُ المصالح و درْ ء المفَاسد‬ َ َ َ ِ ِ َ ُ َ Jasa peminjaman modal yang disediakan oleh bank bisa memberikan kemaslahatan bagi orang yang membutuhkan dan menghilangkan kesusahan seseorang. IV.2. Mengenai bunga bank ada ulama yang mengataka itu termasuk kedalam riba dan adapula yang mengatakan tidak. 8|P a ge . III. KESIMPULAN    Hukum riba adalah haram sebagaimana diterangkan didalam al-quran dan sunah.

Beberapa Pendapat Mengenai Riba. Cet II. Al faraidul bahiyyah risalah qawaid fiqh. Adib. 9|P a ge . 2004. Cet II. Bisri moh.DAFTAR PUSTAKA Rasjid Sulaiman. ( Jakarta: Kalam Mulia ).37. 2004 Masyhur Kahar. 1992 Http:// Apakah-Bunga-Bank-Termasuk-Riba. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. tt. (Bandung: Sinar Baru Algensindo ) Cet.Html Saeed Abdullah. Fiqih Islam. Bank Islam Dan Bunga. kudus: menara kudus.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->