P. 1
Laporan Network File System

Laporan Network File System

|Views: 1,979|Likes:
Published by Wirdan Syahrial

More info:

Published by: Wirdan Syahrial on Jun 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/05/2013

pdf

text

original

Sections

  • DAFTAR ISI ... viii
  • 1.1 Latar Belakang
  • 1.2 Tujuan
  • 1.3 Pembatasan Masalah
  • 1.4 Sistematika Penulisan
  • 2.1 Network File dan Resource Sharing Protocols
  • 2.1.1 Konsep dan Operasi Network File dan Resource Sharing Protocols
  • 2.2 Network File System (NFS)
  • 2.2.1 Sejarah Network File System (NFS)
  • 2.2.2 Arsitektur dan Operasi NFS
  • 2.2.3 Standar dan Versi NFS
  • 2.3 Arsitektur dan Komponen NFS
  • Gambar 2.1 : Arsitektur dan Komponen NFS
  • 2.4 Standar External Data Representation (XDR)
  • Standar External Data Representation (XDR) adalah untuk
  • 2.4.2 Tipe Data XDR
  • Tabel 2.1 : NFS External Data Representation (XDR) Data Types[a]
  • 2.5 Remote Procedure Call (RPC)
  • 2.5.1 Penggunaan Operasi RPC pada Protokol Transport
  • 2.5.2 Fungsi Kerja Klien dan Server NFS
  • 2.5.3 Klien dan Server Cache
  • Tabel 2.2 : Prosedur yang berada pana NFS versi 2 dan versi 3[b]
  • 2.6.2 Server NFS Versi 4 Prosedur dan Operasional
  • Tabel 2.3 : Prosedur yang berada pada NFS versi 4[c]
  • 2.7 Model NFS File System dan mount Protokol
  • 2.7.2 Mount Protokol
  • 2.7.3 Mount Protocol Server Procedures
  • Tabel 2.4 : Prosedur yang berada pada protokol mount[d]
  • 3.1 Perancangan Sistem Secara Umum
  • Gambar 3.2 Flowchart perancangan sistem NFS
  • Gambar 3.3 Perancangan web server
  • Tabel 3.1 Sumber daya yang tersedia pada web server
  • 3.3 Perancangan FTP server
  • Gambar 3.5 Perancangan ftp server
  • Tabel 3.2 Sumber daya yang tersedia pada ftp server
  • 3.4 Perancangan Sistem NFS
  • Gambar 3.7 Perancangan sistem NFS
  • Tabel 3.3 : Susunan direktori pada proses NFS pada server dan klien
  • IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
  • 4.1 Persiapan Sistem Operasi Server
  • Gambar 4.2 Software selection dalam instalasi Ubuntu Server
  • Gambar 4.4 Login Ubuntu Server
  • Gambar 4.5 Pengaturan alamat IP
  • Gambar 4.6 Konfigurasi berkas /etc/apt/source.list
  • 4.2 Server LAMP
  • 4.2.1 Instalasi dan Konfigurasi LAMP
  • Gambar.4.7 Menu Pemilihan Software pada tasksel
  • Gambar.4.8 Persiapan penginstalan lamp-server
  • Gambar.4.9 Penginstalan package yang akan diinstal lamp-server
  • Gambar.4.10 Pengisian password mysql root pada instalasi lamp-server
  • Gambar.4.12 Package lamp-server yang telah diinstal pada proses tasksel
  • Gambar.4.13 Pemilihan web server pada instalasi phpmyadmin
  • Gambar.4.14 Pengaturan konfigurasi database pada instalasi phpmyadmin
  • 4.2.2 Pengujian Server MySQL
  • 4.2.3 Pengujian Apache
  • Gambar 4.17 Hasil kode PHP pada phpmyadmin oleh Apache
  • 4.2.4 Pengujian Php
  • 4.3 NFS Server
  • 4.3.1 Instalasi NFS Server
  • 4.3.2 Konfigurasi Exports
  • Gambar.4.19 Konfigurasi /etc/exports
  • 4.3.3 Pengujian NFS Server
  • Gambar 4.20 Informasi keluaran perintah rpcinfo -p
  • 4.3.4 NFS Troubleshooting
  • Gambar 4.21 Informasi keluaran perintah rpcinfo -p
  • 4.4 NFS Klien
  • 4.4.1 Instalasi NFS Klien
  • Gambar.4.22 Konfigurasi /etc/fstab pada proses mounting
  • 4.4.2 Pengujian NFS Klien
  • Tabel 4.1 : Susunan direktori pada proses NFS pada server dan klien
  • Gambar.4.23 isi direktori pada mesin 192.168.1.45 sebagai klien NFS
  • Gambar.4.24 isi direktori pada mesin 192.168.1.52 sebagai server NFS
  • 4.5.1 Instalasi Wordpress
  • 4.5.2 Instalasi Vsftpd
  • 4.5.3 Instalasi Aplikasi pendukung
  • Gambar 4.27 Tampilan pada 192.168.1.45/phpsysinfo
  • Gambar 4.29 Tampilan MRTG pada mesin server
  • c. Instalasi Sedot sampai tua
  • Gambar 4.30 Tampilan aplikasi Sedot sampai tua
  • 4.6 Pengujian sistem
  • Gambar 4.31 Monitoring klien NFS dengan MRTG
  • Gambar 4.32 Monitoring server NFS dengan MRTG
  • Gambar 4.34 Percobaan layanan sharing sumber daya dengan protokol HTTP
  • Gambar 4.35 Percobaan layanan sharing sumber daya dengan protokol FTP
  • Gambar 4.36 Monitoring repository dengan Sedot sampai tua
  • 5.1 Kesimpulan
  • 5.2 Saran
  • DAFTAR PUSTAKA
  • BIODATA MAHASISWA

NETWORK FILES SYSTEM (STUDI KASUS ACTIVE REPOSITORY OPENSOURCE UNDIP

)
Tugas Akhir Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana (Strata 1) Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Disusun oleh : Ajie Prasetyo L2F 005 506

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2010

i

LEMBAR PENGESAHAN
Judul Nama NIM Disetujui/disahkan di Tanggal : : : : : NETWORK FILE SYSTEM (STUDI KASUS ACTIVE REPOSITORY OPENSOURCE UNDIP) AJIE PRASETYO L2F005506 Semarang 18 Juni 2010

Pembimbing I

Pembimbing II

Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T. NIP. 197302261988021001

Ir. Kodrat I. Satoto, M.T. NIP. 196310281993031002

Telah diuji dan dinyatakan: LULUS

Di Semarang Tanggal : 18 Juni 2010
Ketua Penguji Sekretaris Penguji Anggota Penguji

Dr. Ir. Hermawan, DEA. NIP. 196002231986021001

Eko Handoyo, S.T., M.T.
NIP. 197506082005011001

R. Rizal Isnanto, S.T., M.M., M.T. NIP. 197007272000121 001

Mengetahui,
Pembantu Dekan I Fakultas Teknik Undip

Ir. Bambang Pudjianto, M.T. NIP. 195212051985031001

ii

PERNYATAAN KEASLIAN NASKAH

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam Tugas Akhir ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Semarang, April 2010

Ajie Prasetyo L2F005506

iii

akan tetapi menghadapi kendala pemindahan perangkat server yang telah berada dimasing – masing fakultas. Kata kunci : Tempat Penyimpanan. Universitas Diponegoro merupakan organisasi yang mempunyai kebutuhan tempat penyimpanan yang cukup besar . Metodologi penelitian tugas akhir ini antara lain dengan studi pustaka. Hasil pengujian mendapatkan tempat penyimpanan yang terpusat dan memiliki kinerja seperti sebuah pusat data yang mengumpulkan semua data yang berasal dari beberapa server NFS. pusat data iv . NFS (Network File System) merupakan suatu sistem file network dan resource sharing protocol yang memungkinkan tempat penyimpanan data terpusat. Sistem ini membantu permasalahan yang muncul akibat mahalnya perangkat penyimpanan dan letak geografis perangkat server yang berbeda.ABSTRAK Perkembangan teknologi komputer dan jaringan menyebabkan banyak organisasi yang membutuhkan tempat penyimpanan data yang besar. Terakhir adalah pengujian sistem ini tentang kinerjanya pada pendistribusian tempat penyimpanan dari sisi server yang digunakan oleh pusat data yang cukup handal dengan biaya terjangkau pada aktif repository opensource undip menggunakan aplikasi tambahan seperti MRTG. Sistem Komputer. Perancangan tugas akhir ini menggunakan sistem NFS yang membuat pusat data menggunakan beberapa mesin. Perancangan sistem. Elektro. dan pengujian terhadap sistem tersebut. network file system. Banyaknya layanan yang tersedia sebagai tempat penyimpanan yang dimiliki beberapa fakultas teknik seperti Industri. Letak geografis tempat penyimpanan yang berbeda ini juga yang mendasarkan pembuatan tempat penyimpanan yang terpusat . Tempat penyimpanan terpusat ini memiliki kapasitas data yang besar yang berasal dari beberapa server NFS yang menjadi satu kesatuan seperti direktori lokal mereka sendiri. phpsysinfo dan Sedot sampai tua .

UNDIP an organization whose storage requirements are considerable. NFS (Network File System) is a network file system and resource sharing protocol that allows centralized data repository. and testing of the system. system design. network file system. Last step is to test this system on their performance on the distribution of server-side storage that is used by a fairly reliable data center in the active repository opensource Undip use additional application such as MRTG. Sedot sampai tua. Number of services available as a storage repository owned by some faculties. This system helps the problems that arise due to the expensive storage devices and servers geographically different devices.The geographical position of different storage place is also the base making the centralized storage. The design of this thesis uses the NFS system make the data center use multiple machines. This centralized storage area has a large data capacity and comes from multiple NFS servers into a single entity such as a local directory on their own. Electrical engineering.data center v . The test results have a centralized storage and performance as a data center that collects all the data coming from multiple NFS servers. Computer Systems .ABSTRACT The development of computer and network technology led to many organizations that require large data storage. Keyword : data storage. This thesis research methodologies including literature study. such as industrial engineering. phpsysinfo. but encounter obstacles removal device server that has been in each faculty.

Teman-teman Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro angkatan 2003.. kasih sayang. Bapak Ir. Sudjadi. atas segala tuntunan dan bimbingan yang diberikan.. atas segala bimbingan dan ilmu yang telah diberikan. Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya. hidayah. 2004. 4. 7. dan doanya kepada penulis. selaku Dosen Wali. 5. dan keluarga tercinta yang selalu memberikan dukungan.T. Kodrat Iman Satoto M.T. yang telah memberikan taufik. 6. selaku Pembimbing I.KATA PENGANTAR Assalamualaikum wr wb Segala puji bagi Allah SWT. ST. S.. Bapak Adian Fatchur Rochim. dan 2006 yang selalu membantu dan memberikan dukungan.. atas segala bimbingan dan ilmu yang telah diberikan. memberikan kekuatan dan kemudahan. Segenap Dosen Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. vi .T. MT. oleh karena itu penulis banyak mengucapkan terima kasih kepada : 1. ibu. Bapak Ir. 8. 3. M. 9. selaku Pembimbing II. dan inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini. selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Laporan Tugas Akhir ini mengambil judul “NETWORK FILES SYSTEM (STUDI KASUS ACTIVE REPOSITORY OPENSOURCE UNDIP)“. adik-adik. Ibu Ajub Ajulian. 2005. Teman-teman Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro konsentrasi Komputer dan Informatika yang telah bersedia membagikan pengalaman serta bantuan kepada Penulis.. Penulis menyadari bahwa pelaksanaan maupun pembuatan Laporan Tugas Akhir dapat berjalan berkat dukungan dari berbagai pihak. M.T. Bapak. 2.

HarindraWisnu . Akhir kata. Dadang Budi Setiawan. April 2010 Ajie Prasetyo L2F 005 506 vii . Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan di dalam penyusunan laporan ini. Pihak-pihak yang telah membantu terlaksananya laporan ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi penulis maupun rekan-rekan mahasiswa. maka penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk menyempurnakan laporan ini. Hendra Rizki . 11. Mahyudin Susanto yang telah bersedia membagikan pengalaman serta bantuan kepada Penulis. Wassalamualaikum wr wb Semarang.10. Mas Setyo.

.....2.............................4.................................................................. 2 Pembatasan Masalah ................................ 18 2........ 16 2........................ 1 1.............................. 21 2........................................................................................ 2 Sistematika Penulisan ..2 Fungsi Kerja Klien dan Server NFS .......................1 1...3 Standar dan Versi NFS .................... xi DAFTAR TABEL ........................2 Tipe Data XDR..............................2 Arsitektur dan Operasi NFS ........................ 6 2.5 Remote Procedure Call (RPC) ..................................... 20 2......................... vii DAFTAR ISI ..... 12 Standar External Data Representation (XDR) .......................................................................................................................................2.............. v KATA PENGANTAR ...................................... iiv ABSTRACT ...................................................................DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN ............................................... ii PERNYATAAN KEASLIAN NASKAH .......... 20 2........................................................................................................................4 Arsitektur dan Komponen NFS ....... 1 Tujuan ...........................................................1 Menciptakan Metode Universal Data Exchange: XDR .................................................................................1 Sejarah Network File System (NFS) ............ 3 BAB II DASAR TEORI ...........................................4 Latar Belakang ......................................4......1 Network File dan Resource Sharing Protocols .............................5......... 11 2........1...................................................................................1 Penggunaan Operasi RPC pada Protokol Transport ....................3 1...............................................................................................2 Network File System (NFS) ................................................................................... viii DAFTAR GAMBAR .............................................................................. 21 viii ......6 NFS Server Procedures and Operations ........................2 1.......................................... 4 2............... 14 2....................1 Konsep dan Operasi Network File dan Resource Sharing Protocols ...............................................................5.............................. 10 2.2........................................... 14 2......................... 4 2.... 4 2........................................3 2.... 6 2.........5..............3 Klien dan Server Cache.......................................................................................................................................... iiii ABSTRAK ..... xii BAB I PENDAHULUAN ......

..... 40 4..................................1 4......3..........................................................1 Instalasi NFS Server .................... 24 2.............3 NFS Server ............................................................ 25 2...7 Model NFS File System dan mount Protokol .................................................7.................................. 56 ix .................................................................. 47 4................ 51 4..................3............. 28 3..... 26 2................................................................... 55 4...............................................a Mesin Ubuntu server . 52 4....................... 48 4.....4 NFS Klien ............................2 Server NFS Versi 4 Prosedur dan Operasional .......................................... 34 BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN ..... 26 BAB III PERANCANGAN SISTEM ..........................3 Pengujian Apache . 40 4........7....................3 Pengujian NFS Server ...................................2..……22 2................................................................2.................2...........................................................................................................................2.... 36 4.............. 55 4...................................................1..3.............1 Instalasi dan Konfigurasi LAMP............1.......................... 48 4...................................……………................................. 26 2......4 Perancangan Sistem Secara Umum .......2 3.....................................................3 3........6..........1 NFS File System Model......... 28 Perancangan Sistem web server........................ 32 Perancangan Sistem NFS .......................................... 30 Perancangan FTP server .............b Mesin FreeBsd............................3...............1 NFS Version 2 and Version 3 Server Procedures.......................3 Mount Protocol Server Procedures........1........................................................... 46 4.............4.....................4....1...2 Persiapan Sistem Operasi Server ................................ 49 4.........................................................................................2 Pengujian Server MySQL .........2 Konfigurasi Exports ...............4..... 36 Server LAMP .....1 3......... 49 4........6......................................................... 46 4...............2................................................1 Instalasi NFS Klien ...................................... 56 4...............7....................2 Mount Protokol........3...........................3...............4 Pengujian Php ................................................................. 48 4.............................a Manual Mount .....................................................................4 NFS Troubleshooting .b Automount ....

.................3....................... 79 DAFTAR PUSTAKA ...............................................................b Instalasi MRTG .............................................3 Instalasi Aplikasi Pendukung ....................................3.......................... 60 4..........6 Pengujian sistem ............................................... 60 4.............. 65 4.5................................. 78 5................................5...5.................................. 83 x ..........2 Instalasi Vsftpd ............2 Kesimpulan ........................................ 78 Saran ..............5............................................................................a Instalasi phpsysinfo ............................... 65 4..5 Implementasi Open source Undip ........................................................................................................... 80 BIODATA MAHASISWA ................... 82 LAMPIRAN ......................4..............c Instalasi Sedot sampai tua ..............................................................4................................................................................................................. 70 4..........................................................................................1 Instalasi Wordpress .................................... 63 4.......................1 5...................2 Pengujian NFS Klien ...........................3....................... 67 4..................................5................................. 72 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .......5.......... 57 4.........

................... 47 Gambar 4.. 51 Gambar 4.......7 Perancangan sistem NFS ............................... 39 Gambar 4.........................................................19 Konfigurasi /etc/exports ........................................................................................................................ 31 Gambar 3..10 Pengisian password mysql root pada instalasi lamp-server ...........7 Menu Pemilihan Software pada tasksel................................... 45 Gambar 4............ 43 Gambar 4.................. 43 Gambar 4.4 Skema wordpress pada web server ................................................................................. 14 Gambar 3.................................................................................... 33 Gambar 3.....................................8 Persiapan penginstalan lamp-server ....... 46 Gambar 4......... 37 Gambar 4..............................2 Software selection dalam instalasi Ubuntu Server ...2 Flowchart perancangan sistem NFS ...................9 Penginstalan package yang akan diinstal lamp-server ................................................................. 52 xi ........ 36 Gambar 4............. 38 Gambar 4.........................11 Auntentifikasi pengisian password mysql root pada instalasi lamp-server .....14 Pengaturan konfigurasi database pada instalasi phpmyadmin .............................................. 47 Gambar 4....18 Uji coba php ........................................20 Informasi keluaran perintah rpcinfo -p ........... 34 Gambar 4.1 Booting instalasi Ubuntu Server ..................................................... 30 Gambar 3............................................ 44 Gambar 4....1 Arsitektur dan Komponen NFS .................. 37 Gambar 4........................ 43 Gambar 4.3 Perancangan web server .........................................................5 Perancangan ftp server .......................................................................6 Skema perancangan pada ftp server .......... 40 Gambar 4.....................................................6 Konfigurasi berkas /etc/apt/source............................... 43 Gambar 4....... 31 Gambar 3......................DAFTAR GAMBAR Gambar 2...............................13 Pemilihan web server pada instalasi phpmyadmin .................17 Hasil kode PHP pada phpmyadmin oleh Apache ....4 Login Ubuntu Server .......................12 Package lamp-server yang telah diinstal pada proses tasksel .5 Pengaturan alamat IP ......16 Auntentifikasi pengisian password mysql root pada instalasi phpmyadmin ..........3 Layar Login Ubuntu Server . 29 Gambar 3............... 45 Gambar 4.15 Pengisian password mysql root pada instalasi phpmyadmin ..1Perancangan sistem secara umu ............................. 45 Gambar 4................ 42 Gambar 4............................... 33 Gambar 3.........list ......

............1........... 75 Gambar 4..............45 ................52 sebagai server NFS ...... 59 Gambar 4.......................Gambar 4............... 66 Gambar 4.........................168..... 67 Gambar 4..1............. 75 Gambar 4......... 76 Gambar 4..........36 Monitoring repository dengan Sedot sampai tua ...................... 56 Gambar 4.... 63 Gambar 4...........30 Tampilan aplikasi Sedot sampai tua ...............................168........................45/phpsysinfo ....32 pengujian repository pada sistem operasi ubuntu karmic server ..................... 77 xii ... 72 Gambar 4...168.........................28 Pilihan permission pada berkas konfigurasi default pada instalasi MRTG...... 73 Gambar 4..........................................................................32 Monitoring server NFS dengan MRTG ..............29 Tampilan MRTG pada mesin server .26 Konfigurasi /etc/vsftpd.74 Gambar 4.. 54 Gambar 4............................22 Konfigurasi /etc/fstab pada proses mounting ...................23 isi direktori pada mesin 192.........27 Tampilan pada 192.. 59 Gambar 4.......25 Skema wordpress pada mesin 192.35 Percobaan layanan sharing sumber daya dengan protokol FTP .............45 sebagai klien NFS ........168.............24 isi direktori pada mesin 192..31 Monitoring klien NFS dengan MRTG ...............................................33 Informasi kapasitas tempat penyimpanan klien NFS dengan phpsysinfo.. 73 Gambar 4.............1.. 62 Gambar 4.........1..........21 Informasi keluaran perintah rpcinfo -p ..............conf pada proses ftp anonymous ....... 69 Gambar 4...........34 Percobaan layanan sharing sumber daya dengan protokol HTTP ..

...................2 NFS Prosedur yang berada pana NFS versi 2 dan versi 3 ....3 Susunan direktori pada proses NFS pada server dan klien .........2 Sumber daya yang tersedia pada ftp server . 34 Tabel 3.............................DAFTAR TABEL Tabel 2............ 58 xiii .. 22 Tabel 2....1 Sumber daya yang tersedia pada web server ............ 32 Tabel 3.1 NFS External Data Representation (XDR) Data Types ......3 Prosedur yang berada pada NFS versi 4 ..................1 Susunan direktori pada proses NFS pada server dan klien ...................... 16 Tabel 2...............4 Prosedur yang berada pada protokol mount ............... 35 Tabel 4.... 27 Tabel 3.......................................................................... 25 Tabel 2......

bertambah pula keperluan akan luas jaringan komputer dan kebutuhan tempat penyimpanan yang diperlukan oleh badan tersebut. keamanan ataupun letak geografis dari server tersebut. Sebanding dengan bertambahnya fungsi teknologi komputer. Masalah utamanya adalah keterbatasan kapasitas yang diberikan oleh server. Pemenuhan kebutuhan tempat penyimpanan ini juga melihat beberapa faktor seperti tingginya harga. Semua Organisasi badan usaha ataupun lembaga akademis seperti UNDIP juga menghadapi permasalahan yang hampir sama. Pada sisi server terdapat masalah penyediaan tempat penyimpanan yang cukup besar untuk memenuhu permintaan dari layanan yang telah diberikannya.BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1. Selain itu mahalnya tempat penyimpanan yang digunakan khusus untuk server juga menjadi suatu masalah yang cukup besar. Pemecahan dari permasalahan tersebut maka dibangun sebuah sistem yang disebut Network File system (NFS) dimana tempat penyimpanan data pada server tidak hanya berasal dari perangkat lokal mesin tersebut saja. agar setiap anggota dari badan tersebut dapat menggunakan layanan-layanan teknologi yang disediakan. Aplikasi ataupun sumber data yang berkembang mendorong suatu lembaga ataupun perorangan memiliki tempat penyimpanan yang cukup besar hal ini dikarenakan adanya parameter ataupun penambahan data tiap harinya. 1 . Sistem NFS bekerja disemua jenis dari sistem operasi.1 Latar Belakang Perkembangan mengakibatkan badan teknologi usaha komputer maupun yang semakin pesat lembaga akademik mengiplementasikan teknologi ini untuk banyak keperluan. Permasalahan yang muncul adalah ketersediaan suatu perangkat pendukung seperti tempat penyimpanan data yang menjadi suatu kebutuhan mutlak pada saat penerapan fungsi teknologi Internet.

Hal ini dapat dipecahkan dengan kinerja sistem NFS yang menformat semua tempat penyimpanan yang berada didalam sistem tersebut mempunyai peforma yang sama karena kinerja direktori yang dipakai akan sama seperti direktori lokal mesin tersebut. Merancang dan mengiplementasikan Sistem kerja Network File Sistem (NFS) pada dua sistem operasi yaitu Linux dan FreeBsd. c. e. Membandingkan pengaruh trafik yang diberikan pada Network File Sistem (NFS) kepada mesin yang telibat didalamnya . Tidak membahas sisi pemrograman dan konfigurasi pada MRTG. Sedot.3 Pembatasan Masalah Agar tidak menyimpang dari pokok pembahasan. b. 1. Phpsysinfo.2 Tujuan Dalam Tugas Akhir ini penulis memiliki tujuan yang akan dicapai : a. Dalam hal kecepatan SAS dan SATA/ATA mempunyai perbedaan yang cukup jauh. Server NFS yang menggunakan perangkat lunak Open Source nfsd. c. Menggunakan Linux sebagai sistem operasi. d. Impementasi untuk web open source di Universitas Diponegoro. NFS pada sisi server dan klien. f. Hal ini sangat menguntungkan untuk penggunanan suatu server database yang mengiginkan tempat penyimpanan yang besar dan cepat dengan biaya lebih murah. SAS mempunyai kecepatan yang lebih besar dibandingkan SATA/ATA. 1. pada tugas akhir ini Penulis membuat batasan masalah pada hal-hal sebagai berikut : a. akan tetapi dapat juga menggunakan tipe tempat penyimpanan SATA atau ATA yang mempunyai harga yang lebih murah. .2 Hal tersebut mengakibatkan perangkat keras tempat penyimpanan yang digunakan tidak hanya jenis SAS (tempat penyimpanan khusus untuk server) yang harganya sangat mahal. Tidak membahas faktor keamanan sistem NFS. b. Merancang dan mengimplementasikan aplikasi jaringan untuk keperluan opensource pada UNDIP.

pembatasan masalah. BAB II DASAR TEORI Pada bab ini akan menerangkan teori dasar mengenai Network File System (NFS) pada sisi server dan Klien. BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan menerangkan tentang perancangan sistem dari server Network File System (NFS) diimplementasikan dalam jaringan. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini akan menerangkan kesimpulan dari seluruh penulisan laporan Tugas Akhir. tujuan.3 1.4 Sistematika Penulisan Penulisan Tugas Akhir dengan judul “Network Files System (Studi kasus Active Repository Opensource Undip)” ini menggunakan sistematika penulisan : BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan menerangkan tentang latar belakang. BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Pada bab ini akan menerangkan bagaimana cara pengimplementasian sistem Network File System (NFS) yang menjadi sistem pendukung pada sistem open source Undip agar dapat digunakan dalam jaringan dengan pengujiannya. dan sistematika penulisan dari Tugas Akhir yang akan dibuat. .

1 Network File dan Resource Sharing Protocols Jaringan komputer dibuat untuk satu tujuan yaitu mengizinkan sesama pengguna untuk saling bertukar informasi. 2. Kebanyakan informasi yang berada pada komputer berbentuk berkas yang disimpan disebuah perangkat tempat penyimpanan yang biasa dikenal hard disks.[5] Layanan pemindahan data menggunakan protokol yang menyembunyikan informasi lengkap mengenai lapisan yang bekerja dibawahnya maka hal ini disebut manual sharing. Dengan demikian satu tujuan jaringan komputer adalah mengizinkan penggunanya berbagi informasi. Proses protokol TCP/IP membutuhkan suatu mekanisme yang mengizinkan pengguna dengan mudah dapat memindahkan berkasnya melalui jaringan komputer dengan cara yang cukup sederhana.BAB II DASAR TEORI 2. Protokol internetworking mendukung kemampuan dalam pelaksanaan dari network file dan resource sharing protocols. File Transfer dan message transfer protocols telah ada yang mempunyai sistem dengan mengizinkan pengguna secara manual memindahkan datanya dari suatu tempat ke tempat lain.1 Konsep dan Operasi Network File dan Resource Sharing Protocols Alasan utama kenapa jaringan komputer dibuat adalah mengizinkan berkas ataupun sumber lain saling berbagi antara komputer. Pada kenyataannya beberapa protokol mempunyai masalah yaitu pada proses file sharing yang tidak melibatkan proses manual ini. Lapisan Aplikasi seperti File Transfer Protocols (FTP) dan HTTP telah dibuat untuk tujuan ini yaitu mengizinkan pengguna menggunakan sumber daya melalui jaringan komputer dengan menyembunyikan informasi lengkap tentang operasi jaringan yang bekerja pada layer dibawah mereka. Proses sharing membutuhkan pengguna untuk terlibat pada sistem aplikasi dan menggunakan perintah khusus untuk menggunakan sumber daya yang disediakan oleh jaringan.1. akan tetapi membuat suatu cara yang lebih rumit misalnya tidak mengijinkan suatu sumber daya yang hanya disediakan untuk 4 .

[5] Network file dan resource sharing protocol mengijinkan semua pengguna saling berbagi sumber daya dengan mudahnya. akan tetapi terdapat skema sistem yang dikerjakan pada proses ini. Hal ini menyebabkan penggunaan berkas tersebut sama dengan berkas yang berada pada direktori lokal. File System Model dan Architecture : suatu mekanisme yang mendefinisikan sumber daya dan berkas yang akan digunakan secara bersama-sama dalam jaringan. skema tersebut berkerja satu sama lain untuk menentukan siapa protokol yang menulis dan siapa administrator yang mengerjakan operasi. Resource Acces Method : tahapan-tahapan yang mengambarkan bagaimana pengguna melampirkan ataupun melepaskan sumber daya yang berasal dari tempat penyimpanan lokal mereka. File Transfer Protocols (FTP) adalah suatu contoh untuk melihat permasalahan ini dimana FTP mengijinkan resource sharing antar mesin secara bebas dengan mode transparan.5 pengguna tertentu. Sebagai contoh sebuah perusahaan memiliki tempat penyimpanan yang terpusat jadi semua karyawanya dapat menggunakan berkas ataupun sumber daya lain yang terdapat didalamnya secara bersamaan. b. Network File System (NFS) tidak membuat suatu perbedaan antara berkas yang tesimpan secara lokal atau tidak. Permasalahannya pada sistem FTP ini adalah bila ingin menggunakan sumber daya yang tersedia pada jaringan dimana sumber daya tersebut merupakan berkas administrator yang tidak mengijinkan siapapun untuk menggunakannya kecuali pemilik dari berkas tersebut. Di bawah adalah semua komponen yang bekerja pada sistem ini : a. Penggunaan sistem seperti ini mengarah ke era client server computing artinya pengguna bebas menggunakan sumber daya dimana saja dengan waktu yang sama. . Pada saat sharing sumber daya. Ketika suatu sistem diatur dengan konfigurasi ini pengguna dapat melakukan file sharing antara pengguna yang menggunakan berkas ini layaknya berkas lokalnya.

Pada awal dekade 1980-an yang menjadi standar de facto dalam urusan sistem berkas terdistribusi. 2.6 c. Jauh sebelum adanya sistem operasi Microsoft sesama pengguna jaringan komputer dapat saling berbagi sumber daya dengan menggunakan Network File System (NFS) yang lama telah disediakan oleh sistem operasi UNIX. Messaging Protocols : format pesan yang berisi operasi yang akan digunakan seperti informasi status dan protokol yang digunakan untuk bertukar pesan ini antar mesin pengguna. Teknologi Network File System (NFS) ini dilisensikan kepada lebih dari 200 vendor komputer dan jaringan dan telah dibuat implementasinya pada banyak jenis sistem operasi. Operation Set : suatu bagian untuk mengatur operasi apa yang akan digunakan dan diperlukan pada saat pengguna menggunakan sumber daya yang digunakan bersama pada tempat penyimpanan lokal pengguna lain. d.2. e. 2. Administrative tool : kumpulan fungsi yang dibutuhkan untuk mendukung operasi protokol dan penggunaan komponen lain yang mendukung. Network File System (NFS) dirancang sedemikian rupa untuk mengizinkan pengeksporan sistem berkas terhadap jaringan yang heterogen (yang terdiri dari sistem-sistem operasi yang berbeda dan platform yang juga berbeda).[6] Network File System (NFS) merupakan sebuah sistem berkas terdistribusi yang dikembangkan oleh Sun Microsystems Inc. Spesifikasi NFS didefinisikan dalam RFC 1094.2 Network File System (NFS) Network File and resource sharing protocols sangat penting karena mengizinkan penggunanya saling berbagi sumber daya dengan begitu mudahnya.1 Sejarah Network File System (NFS) Network File System (NFS) adalah sebuah kumpulan protokol yang digunakan untuk mengakses beberapa sistem berkas melalui jaringan. . dan saat ini telah mencapai versi 3 yang didefinisikan dalam RFC 1813. Kebanyakan sistem operasi yang digunakan oleh pengguna komputer adalah Microsoft.

Network File System (NFS) diimplementasikan sebagai sebuah sistem klien/server yang menggunakan perangkat lunak server NFS dan klien NFS. Fitur-fitur yang dimiliki oleh NFS versi 3 adalah sebagai berikut: a.[6] Network File System (NFS) dapat mengizinkan klien-klien untuk menemukan dan mengakses berkas yang disimpan di dalam server jaringan yang berbeda tempat. c. Penggunaan layanan transport dapat memilih menggunakan TCP atau UDP. Mendukung ukuran berkas hingga satuan Terabyte. Berkas tersebut akan dibaca oleh klien NFS sebagai berkas lokal klien tersebut . Network File System (NFS) versi 3 yang digunakan saat ini dapat digunakan dalam jaringan WAN dengan kinerja yang sama ketika Network File System (NFS) bekerja di dalam LAN. Pada versi sebelumnya. GNU/Linux. Server dapat melakukan caching terhadap permintaan yang dilakukan oleh klien. Mengirimkan paket dengan Ukuran maksimum paket data yang didukung adalah 64 kilobyte. dengan menggunakan indikator ukuran berkas hingga 64-bit. hanya mengimplementasikan indikator ukuran berkas hingga 32-bit saja. b. sehingga lebih lama dalam melakukan transfer data dari satu host ke host lainnya yang menjalankan Network File System (NFS). sehingga total ukuran berkas maksimum adalah empat gigabyte. Server NFS akan menggunakan protokol NFS untuk mengekspor berkas yang dimilikinya kepada klien NFS. Versi sebelumnya hanya mencapai delapan KB untuk tiap paketnya. Rancangan awal spesifikasi Network File System (NFS) dikhususkan untuk penggunaan dalam jaringan lokal (LAN) dan tidak dioptimalkan untuk penggunaan dalam WAN. Pada versi sebelumnya hanya dapat menggunakan transport dengan UDP d. dan sistem operasi server lainnya. Microsoft Windows. .7 termasuk di antaranya adalah UNIX.

menulis. Sebelum dapat mengakses berkas yang berada di dalam server NFS. Kedua sistem dapat saling mendukung apabila dalam sistem UNIX diinstalasikan klien protokol SMB semacam SAMBA atau menginstalasikan klien protokol NFS dalam sistem operasi UNIX. Sama seperti Network Information Service (NIS) memungkinkan mensentralisasi administrasi . WRITE. yang dapat diperoleh dari beberapa vendor. CREATE. Hummingbird International dengan NFS Maestro. Mesin-mesin yang menjalankan perangkat server NFS dapat saling berhubungan dengan perangkat lunak klien NFS untuk membaca. menghapus berkas dan direktori yang berada di dalam server dengan menggunakan permintaan RPC seperti halnya READ. sementara server NFS mengekspor berkas lokal kepada klien. sehingga menjadikan sistem Windows dapat berinteroperasi dengan sistem NFS dalam sistem operasi UNIX. beberapa vendor lainnya juga membuat implementasi NFS pada sistem operasi Windows. Microsoft menyediakan Windows Services for Unix (SFU) yang dapat digunakan dalam sistem operasi Windows 2000 Server dan Windows Server 2003 sebagai perangkat lunak klien protokol NFS. Network File System (NFS) umumnya digunakan dalam sistem operasi UNIX. seperti halnya NetManage dengan ChameleonNFS. dan masih banyak lainnya. Selain SFU.[6] Network File system (NFS) adalah suatu sistem berkas yang menyediakan akses transparan untuk mengontrol tempat penyimpanan data. sehingga dua sistem tersebut tidak kompatibel satu sama lainnya. Klien NFS selanjutnya akan mengimpor berkas dari server NFS. dan MKDIR. sementara Windows menggunakan protokol file resource yang disebut sebagai Server Message Block (SMB). memodifikasi.8 Network File System (NFS) umumnya menggunakan protokol Remote Procedure Call (RPC) yang berjalan di atas UDP dan membuka port UDP dengan nomor port 2049 untuk komunikasi antara klien dan server di dalam jaringan. administrator harus melakukan proses mounting (proses mengakses berkas atau sumber daya yang telah diijinkan) terlebih dahulu berkas pada server yang dapat diakses oleh klien dan menetapkan izin akses terhadap berkas atau direktori tersebut.

seharusnya pengguna dapat mengerjakan pekerjaan pada sistem lokal mereka sendiri dan mengkontrol berkas tersebut seperti berkas yang berada dalam sistem penyimpanan data lokal mereka sendiri. Network File System (NFS) mengandakan direktori common seperti /usr/local pada seluruh sistem berkas. Sistem berkas yang melakukan proses mounting dari server NFS mempunyai pemetaan sistem berkas yang sama dengan sistem berkas pada klien NFS dan data tersebut dapat digunakan secara bersama-sama dalam jaringan. Setelah NFS dikonfigurasi dengan benar. Network File sistem (NFS) dikonfigurasi secara benar. Terdapat beberapa tahapan suatu sistem administrasi menggunakan NFS yaitu memilih penamaan sistem berkas. Sebuah server NFS adalah sebuah host yang memiliki satu atau atau lebih sistem berkas yang yang diexpor untuk digunakan oleh klien. melakukan proses mounting pada klien. Network File sistem (NFS) dibangun di protokol RPC dan membebankan hubungan antara klien dan server kepada penggunanya. selanjutnya mengkonfigurasikan server dan klien untuk memakai skema yang sama. Sebagai contoh jika seorang pengguna membangun sebuah aplikasi yang berada pada /usr/local/bin pada saat NFS diaplikasikan. seharusnya berkas yang berada di server juga terdapat pada klien tersebut dan dapat melanjutkan membangun aplikasi tersebut. NFS menyediakan satu salinan direktori yang dibagikan oleh semua sistem dalam jaringan. Sebenarnya sistem berkas /usr/local/bin tersebut ada pada server NFS akan tetapi . Pengguna tidak perlu melakukan log ke sistem lain untuk mengakses berkas yang telah diekpor.9 penguna dan informasi pengguna. Tujuan dari penamaan skema berguna pada saat pemakaian NFS dengan fungsi transparan. ini berarti penggunaannya bersifat transparan untuk pengguna lain. Network File System (NFS) memungkinkan untuk mensentralisasi administrasi dari sebuah tempat penyimpanan. Klien NFS menggunakan berkas tersebut dengan melakukan sebuah proses yang disebut mounting.

[9] . Jaringan dengan banyak server NFS dan ratusan klien akan meningkatkan tingkat kerumitan pada saat pengaturan. Network File sistem (NFS) menggunakan kerangka komponen utama yang didalamnya menerangkan operasi apa saja yang terjadi didalamnya. Sumber daya ini dapat digunakan oleh klien.10 karena sistem NFS telah dijalankan jadi /usr/local/bin juga terdapat pada klien NFS tampa harus log ke dalam mesin server NFS. Automounter adalah salah satu aplikasi yang membantu penggunaan NFS pada jaringan dengan melakukan proses NFS secara otomatis. Protokol Remote Procedure Call (RPC) adalah suatu mekanisme penggunaan ataupun pemanggilan prosedur yang berada pada komputer lain dalam jaringan komputer. dan satu elemen tambahan yaitu protokol mounting yang digunakan untuk melakukan proses mounting perangkat atau direktori yang telah dijelaskan diatas. Standar External Data Resprentation (XDR) yang mendefinisikan bagaimana data terlibat dalam pertukaran antara server dan klien.2 Arsitektur dan Operasi NFS Kerangka penggunaan sistem NFS mengikuti model operasi TCP/IP pada klien/server yang telah digunakan waktu lama. Kehandalan dan kinerja jaringan yang sangat stabil harus menjadi bagian yang mutlak untuk pengaplikasian server NFS yang luas. Hal ini menyebabkan berkas atau direktori yang telah melakukan proses mounting tadi menjadi bagian lokal dari klien. 2. yang melakukan proses mounting direktori atau berkas yang telah dididstribusikan oleh administrator sebelumnya.2. Terakhir adalah mengatur operasi dan prosedur NFS yang bekerja menggunakan protokol RPC terhadap setiap permintaan. Berkas ataupun direktori pada perangkat tempat penyimpanan komputer sebenarnya dikonfigurasi terlebih dahulu oleh administrator untuk membagikan sumber daya apa saja yang dapat digunakan secara bersama-sama. Fungsi administrasi NFS pada jaringan yang besar menyebabkan penambahan prosedur yang khusus pada saat konfigurasi.

Hal ini yang menyebut bahwa NFS merupakan sistem yang stateless. tapi server tidak mempunyai informasi tentang permintaan klien NFS sebelumnya atau sistematika hubungan permintaan NFS satu sama lain. Saat pembuatan jalur antara dua komputer pengguna TCP harus melakukan suatu perjanjian yang harus dibuat untuk mengirimkan data. 2. ini artinya NFS tidak memerlukan pengelolahan informasi tentang protokol apa yang bekerja pada server. yang diterbitkan pada tahun 1989. sebenarnya yang dilakukan adalah mengkofigurasikan sebuah mesin komputer yang sifatnya bukan komputer lokal menjadi sebuah komputer yang dapat diakses layaknya seperti komputer lokal. NFS mulai menjadi standar de facto. NFS: Network File System Protokol Specification.3 Standar dan Versi NFS Awalnya Network File System (NFS) dirancang dan dipasarkan oleh Sun. NFS versi 2 resmi ditetapkan sebagai standar TCP / IP dengan RFC 1094.11 Salah satu bagian penting tujuan dari pembuatan kerangka NFS adalah kinerja sistem. Peranan NFS adalah suatu sistem yang digunakan untuk hal tersebut akan tetapi protokol digunakan juga menjadi suatu faktor yang menentukan dalam masalah kecepatan perpidahan data. Protokol NFS adalah jenis protokol yang conectionless.[6] . Kata kunci lain pada saat pembuatan kerangka NFS adalah sederhana (yang berhubungan juga dengan kinerja sistem). Hal lain yang perlu kita pikirkan adalah bila suatu jalur pengiriman data putus maka UDP lebih cepat melakukan perbaikan jalur dibandingkan TCP.2. Klien tetap mengirimkan semua informasi kebutuhan untuk mengirimkan permintaan kepada server. Protokol yang digunakan dalam menghantar sistem NFS adalah User Datagram Protocol (UDP) yang mempunyai sifat conectionless akan tetapi memiliki fitur kecepatan yang lebih baik dibandingkan protokol hantaran lainnya seperti TCP yang mempunyai sifat conection oriented.

presentasi dan aplikasi lapisan OSI. dan dikeluarkan pada tahun 1995 dengan standar RFC 1813. lapisan-lapisan ini dapat membantu dalam memahami arsitektur dari sebuah protokol.12 NFS Versi 3 kemudian dikembangkan. dengan spesifikasi TCP sebagai protokol transport untuk NFS. NFS Version 3 Protokol Specification. yang merupakan protokol terpisah pada NFS versi 2 dan 3. NFS Versi 4 juga membuat perubahan signifikan dalam pesan. NFS versi 4 mengintegrasikan fungsi protokol mounting ke protokol NFS dasar. NFS versi 4 menambahkan prosedur akses yang dapat dilakukan klien pada saat mengakses berkas pada server NFS. c.3 Arsitektur dan Komponen NFS Network File System (NFS) adalah sebuah protokol yang berada pada layer aplikasi dari model TCP / IP. hampir semua format dalam NFS versi 4 mengubah sistem dasar yang mencakup yang diantaranya sebagai berikut: a. NFS versi 4 menempatkan penekanan lebih besar pada keamanan. NFS versi 4 mempunyai perbedaan yang besar dengan versi-versi NFS sebelumnya. 2. Dimana perubahan pada NFS versi 3 tidak berjauh beda dengan versi 2. dan itu yang terjadi pada NFS. NFS versi 3 mendukung perpindahan data yang lebih besar. Dalam beberapa kasus. dan beberapa akses berkas baru dan manipulasi prosedur. NFS versi 3 menyediakan perpindahan data yang lebih besar daripada versi 2 . dukungan lebih baik untuk menetapkan atribut berkas. NFS versi 4 memperkenalkan konsep prosedur Compound. yang memungkinkan beberapa prosedur sederhana yang akan dikirim dari klien ke server sebagai sebuah kelompok perintah.[6] NFS Versi 4 dikeluarkan pada tahun 2000 dengan standar RFC 3010. b. namun terdapat beberapa perubahan dengan menambahkan beberapa kemampuan baru. NFS Protocol version 4. d. Hal ini mirip dengan versi 2. Mencerminkan kebutuhan internetworking modern. e. Sistem NFS bekerja meliputi lapisan sesi.[6] .

RPC adalah sebuah program memanggil prosedur lokal pada komputer pengguna tertentu.1).13 Arsitektur dan komponen utama pengoperasian NFS didefinisikan dalam bentuk tiga komponen utama yang dapat dipandang sebagai layanan yang berada di masing-masing dari tiga lapisan model OSI yang sesuai dengan lapisan aplikasi TCP / IP (lihat Gambar 2. Prosedur ini menentukan tugas-tugas tertentu yang akan dilaksanakan pada berkas melalui jaringan. External Data Representation (XDR): XDR adalah bahasa deskriptif yang memungkinkan tipe data didefinisikan secara konsisten. . Remote Procedure Call (RPC): RPC adalah lapisan sesi pada lapisan OSI layanan ini umumnya digunakan untuk mengimplementasikan klien/server fungsi internetworking. Prosedur dan Operasional NFS: Fungsi sebenarnya dari NFS adalah diimplementasikan dalam bentuk prosedur dan fungsi operasi yang konseptual pada tujuh lapisan model OSI. b. untuk pemanggilan prosedur pada perangkat remote melalui jaringan. c. menggunakan XDR untuk mewakili data dan RPC untuk menjalankan perintah di sebuah internetwork. XDR secara konseptual berada pada layer presentasi memungkinkan representasi data yang akan dipertukarkan menggunakan sistem NFS antara komputer. Komponen-komponen ini adalah: a.

4.4 Standar External Data Representation (XDR) Standar External Data Representation (XDR) adalah untuk memungkinkan seseorang di satu komputer untuk membaca dari atau menulis ke berkas pada komputer lain semudah seperti yang mereka lakukan di mesin lokal. Metode yang lebih umum yang diperlukan untuk memungkinkan antar mesin yang berbeda sistem operasi untuk berbagi data. berkas pada komputer lokal semua disimpan dalam sistem berkas yang yang sama. Ini juga akan sangat tidak praktis untuk mewajibkan setiap komputer untuk memahami representasi internal satu sama lain. para pencipta NFS mendefinisikannya sebuah resprentasi sehingga data menggunakan pendeskripsian data dengan bahasa yang universal. Tentu saja.1 Menciptakan Metode External Data Representation (XDR) Salah satu pendekatan yang dilakukan untuk merepresentasikan secara konsistensi untuk membatasi akses pada berkas remote pada komputer yang menggunakan sistem operasi yang sama.14 Gambar 2. dan pada awalnya digambarkan dalam RFC 1014 . [7] 2. menggunakan struktur berkas yang sama dan sarana yang sama mewakili berbagai jenis data.1 : Arsitektur dan Komponen NFS 2. Bahasa ini disebut External Data Representation (XDR) . Hal ini akan membuang banyak efektivitas NFS. Untuk tujuan ini.

. [7] Ide dibalik XDR sangat sederhana dan dapat dengan mudah dipahami dalam bentuk suatu analogi. perangkat mengkonversikannya pertama dari A direpresentasi ke tipe data XDR tersebut. perangkat B menerjemahkan dari XDR kembali ke representasi internal sendiri. Ketika informasi tentang cara mengakses sebuah berkas yang akan ditransfer dari perangkat A ke perangkat B. XDR: External Data Representation. pada tahun 1995. Terjemahan semacam ini tentu saja merupakan pekerjaan klasik lapisan presentasi. selama sebagai penerjemah bisa ditemukan dari semua bahasa-bahasa lain ke bahasa umum. Bahasa umum dapat perancis. tetapi Anda tidak akan pernah menemukan penerjemah untuk menangani semua kemungkinan kombinasi yang berbeda bahasa. Sebuah solusi yang lebih praktis adalah untuk menyatakan satu bahasa contohnya bahasa Inggris. Informasi yang ditransmisikan melalui jaringan menggunakan enkoding XDR. atau sesuatu yang lain. Untuk menerjemahkan dari Swedia ke Bahasa Portugis. Jika Anda telah delegasi berbicara 50 bahasa yang berbeda di sebuah konverensi. Anda dapat menyewa penerjemah untuk memfasilitasi. Perangkat A tidak perlu tahu pengkonversian ke bahasa B dan sebaliknya. sehingga dapat digunakan oleh pengguna seolah-olah pada sistem berkas lokal. Setiap perangkat hanya perlu tahu bagaimana mengkonversi dari bahasa mereka sendiri ke XDR dan kebalikannya. Anda menerjemahkan dari Swedia ke Bahasa Inggris dan kemudian dari bahasa Inggris ke Bahasa Portugis. Anda kemudian hanya perlu 49 Penerjemah: satu untuk menerjemahkan dari bahasa Inggris ke masing-masing bahasa non-Inggris dan kebalikannya. mereka akan mengalami kesulitan berkomunikasi. dimana XDR ini berada. untuk menjadi bahasa yang umum.15 akan tetapi telah diperbaharui dalam RFC 1832. Kemudian. atau Spanyol. XDR itu sendiri didasarkan pada sebuah standar ISO yang disebut Abstract Syntax Notation. XDR bekerja dengan cara yang sama.

Sebagai contoh.1 : NFS External Data Representation (XDR) Data Types Tipe Data Size (bytes) 4 Penjelasan Signed Integer: A 32-bit integer ditandai dalam dua notasi. bilangan floating point. Unsigned integer: A 32-bit unsigned integer. Untuk setiap jenis data telah menyertakan kode tipe data. Seperti yang diketahui. Ide dasar yang sama mendasari penting Virtual Network Terminal (VNT) paradigma yang digunakan dalam protokol Telnet. string dan konstruksi data lain untuk dipertukarkan.[7] Tabel 2. XDR akan menjadi bahasa universal dengan meresprentasikan berbagi tipe data. Tipe data tersebut harus memungkinkan penjelasan dari semua jenis data umum yang digunakan dalam komputer.[7] suatu 2. Sebagai contoh sebuah ide yang mirip yang ada di balik cara informasi manajemen komputer dipertukarkan menggunakan Simple Network Management Protocol (SNMP). dan sangat erat terkait dengan UNIX. XDR harus membiarkan bilangan bulat. mampu memegang nilai dari -2147483648 ke 2147483647. dengan mendefinisikan nilai 1 untuk berdiri untuk "Purple". 2 [a] tabel 182 pada daftar pustaka nomor 1 . ini adalah salah satu bahasa yang paling populer dalam sejarah komputasi. Anda bisa mewakili warna pelangi. Standar XDR yang menggambarkan banyak struktur tipe data dengan menggunakan notasi agak mirip dengan bahasa "C". dan deskripsi singkat.16 Ide yang dijelaskan di sini adalah juga digunakan dalam protokol lain untuk memungkinkan pertukaran data yang independen. dari 0 sampai 4294967295. nama tipe data. [a] Tabel 2. Sebagai contoh.2 Tipe Data XDR.4. Tipe data yang dapat digunakan oleh NFS dalam pertukaran data antara klien dan server. ukuran dalam bytes. Enumerasi: Sebuah cara alternatif untuk mengekspresikan bilangan bulat yang ditandai di mana beberapa dari nilai-nilai Int Unsigned ind Enum 4 4 integer digunakan untuk mewakili nilai-nilai konstan tertentu.1 menunjukkan tipe data yang didefinisikan oleh XDR.

semua mesin menggunakan tipe data ini harus sendiri tahu cara mengolahnya. Array: Sekelompok tunggal apapun jenis unsur-unsur di atas. 11 bit untuk pangkat dan 52 bit untuk mantissa. Hyper 8 Signed Hyper Integer: sama dengan integer biasa. dan 23 bit terus mantissa (pecahan bagian dari angka). bilangan floating point dan sebagainya. . Floating-Point Number: A 32-bit floating-point ditandi Float 4 nomor. String variable String: Variabel string panjang dari karakter ASCII. analog dengan Bool 4 tingkat dua pencacahan di mana nilai 0 didefinisikan sebagai "SALAH" dan 1 adalah "TRUE". Struktur: Sebuah struktur yang sewenang-wenang yang berisi Struct Variable elemen data lain dari tabel ini. Istilah buram Opaque Variable berarti bahwa data diperlakukan sebagai suatu "black box" yang bagian dalam tidak dapat dilihat. Mereka tidak diindikasikan menggunakan kode tipe data terpisah. seperti bilangan bulat. Jelas.17 untuk berdiri untuk "BLUE" dan seterusnya. dalam basis 2. Opaque Data: Data yang harus disahkan antar perangkat tanpa diberi representasi tertentu menggunakan XDR. (array) Variable dapat diperinci dalam array untuk memungkinkan banyak orang yang direferensikan sebagai satu unit. 15 bit untuk eksponen dan 112 bit untuk mantissa. Union Void variable 0 Tipe data campuran Void: Sebuah "null" tipe data yang tidak berisi apa-apa. tapi 8 bytes lebar untuk memungkinkan nomor jauh lebih besar. 8 bit eksponen hold (power). Hal ini memungkinkan definisi dari tipe data yang kompleks. Quadruple-Precision Floating-Point Number: sama seperti Quardruple 16 float dan double tetapi dengan masih lebih bit untuk memungkinkan lebih presisi. Hyper unsigned integer: Sama seperti biasa tapi unsigned Unsigned hyper 8 integer 8 byte lebar untuk memungkinkan nomor jauh lebih besar. 1 bit memegang tanda (positif atau negatif). 1 bit adalah untuk tanda. Boolean: Sebuah representasi logis integer. 1 bit adalah untuk tanda. Double-Precision Floating-Point Number: Sama seperti float Double 8 tetapi dengan banyak bit untuk memungkinkan lebih presisi.

. XDR juga menyediakan sarana untuk mendefinisikan tipe data baru dan metode untuk menentukan data opsional. Untuk melakukan tindakan tersebut sebuah aplikasi melakukan panggilan prosedur tertentu. Prosedur ini kemudian kembali mengontrol program dan kembali ke perangkat lunak yang memanggilnya. Sebuah aplikasi perangkat lunak yang ingin melakukan sesuatu dengan berkas pada komputer lain akan tapi sebelum mengambil berkas tersebut terdapat proses yang harus dilakuakn yaitu membuat panggilan prosedur di komputer yang berbeda bukan lokalnya. Proses ini menyediakan fleksibilitas yang lebih tinggi melampaui jumlah tipe tertentu telah secara khusus dijelaskan.5 Remote Procedure Call (RPC) Hampir semua aplikasi yang berkaitan dengan berkas dan sumber daya lain menggunakan operasi RPC. 2. XDR menyediakan kemampuan pedeskripsian data yang cukup besar. Ketika sebuah program perangkat lunak pada komputer tertentu yang ingin membaca sebuah berkas. Setiap versi NFS memiliki daftar yang sedikit berbeda pada saat mendukung tipe data.1 diatas.1. memerlukan penggunaan instruksi perangkat lunak yang benar untuk tujuan ini. dan secara opsional mengembalikan data dalam keadaan baik. Sebuah rutinitas set khusus digunakan untuk menangani transmisi panggilan di jaringan untuk melakukan tugas tersebut. Selain Tabel 2.18 const 0 Konstan: tidak menyatakan data. Konsep utama NFS adalah untuk membuat akses berkas jarak jauh terlihat seperti akses berkas lokal. hanya mendefinisikan nilai konstan yang digunakan dalam representasi lain. Seperti yang dapat dilihat pada Tabel 2. Prosedur yang menjalankan pengambil-alihan semantara untuk program utama dan melakukan tugas seperti membaca atau menulis data. menulis sebuah berkas atau melakukan tugas-tugas yang terkait.

Proses ini dijalankan secara otomatis oleh layanan NFS dan tidak membutuhkan konfigurasi dari user. Portmap : layanan RPC pada Linux yang merespon semua permintaan layanan RPC dan melakukan koneksi ke layanan RPC yang diminta.mountd : proses ini menerima permintaan melakukan proses mounting (pengaktifan device/direktori) dan melakukan proses verifikasi sistem berkas yang diekspor. Prosedur dan operasi memungkinkan suatu jenis tindakan yang harus diambil pada sebuah berkas. b. . menulis untuk itu atau menghapusnya pada komputer lain. b. Spesifikasi yang mendefinisikan bagaimana proses ini bekerja.19 Fungsi ini telah dapat dilaksanakan langsung di NFS. Nfslock : layanan tambahan yang menjalankan proses RPC untuk mengijinkan klien NFS untuk mengunci berkas pada server. rpc. Untuk melakukan proses sharing dan mount pada NFS.lockd : merupakan proses tambahan yang mengijinkan klien NFS untuk mengunci berkas pada server.nfsd : ini adalah proses utama server NFS yang bekerja pada kernel Linux untuk memenuhi kebutuhan klien NFS . rpc.[7] Berikut ini adalah proses-proses RPC yang bekerja bersama-sama di belakang layar untuk memfasilitasi terjadinya layanan NFS a. tapi Sun membuat sesi terpisah pada komponen protokol yang disebut Remote Procedure Call (RPC) . RPC adalah layanan (service) yang dikendalikan oleh suatu program yang disebut portmap. terdapat beberapa layanan yang bekerja secara bersama-sama yaitu : a. nfs : layanan yang menjalankan proses RPC untuk melayani permintaan sistem berkas NFS. NFS sebenarnya didefinisikan dalam istilah satu set prosedur dan operasi RPC yang tersedia pada server NFS yang digunakan oleh klien NFS. c. seperti membaca dari itu. c. RPC awalnya diciptakan sebagai subkomponen dari NFS RPC adalah proses sebenarnya dalam berkomunikasi NFS. rpc.

TCP / IP memiliki dua protokol transport yaitu UDP dan TCP. Proses ini dijalankan secara otomatis oleh layanan NFS dan tidak membutuhkan konfigurasi dari user. klien dapat mengasumsikan data telah berhasil ditulis untuk disimpan dalam waktu jangka panjang. Standar yang mengatakan bahwa NFSv2 beroperasi menggunakan UDP.5.1 Penggunaan Operasi RPC pada Protokol Transport Ketika klien ingin melakukan beberapa jenis tindakan pada berkas di mesin tertentu maka klien menggunakan RPC untuk membuat panggilan ke mesin server. Nomor port yang digunakan oleh NFS adalah 2049.5. dan ini masih merupakan cara yang umum dilakukan oleh sistem NFS. Proses ini dijalankan secara otomatis oleh layanan NFS dan tidak membutuhkan konfigurasi dari user. Dalam istilah sederhana. rpc. akan tetapi pada NFS versi 4 menentukan penggunaan TCP untuk membawa data.20 d. rpc. NFS versi 3 mengatakan bahwa baik UDP atau TCP dapat digunakan. 2. e. dalam kasus penulisan data. Sebagai contoh. ini berarti bahwa server NFS tidak melacak keadaan klien pada saat menggunakan suatu permintaan. Kode hasil menunjukkan permintaan tersebut telah berhasil atau sudah dilakukan. Server menerima permintaan dan melakukan tindakan yang diperlukan. Hal ini menarik untuk melihat bahwa NFS telah melakukan suatu evolusi dalam menggunakan protokol transport.[8] 2.statd : Proses ini menjalankan Network Status Monitor (NSM) yaitu protokol RPC yang memberikan pesan kepada klien NFS pada saat server NFS dijalankan ulang (restart). melalui penggunaan RPC "port mapper". Setiap permintaan bersifat independen dari permintaan .rquotad : Proses ini menyediakan informasi kuota pemakai (user quota) untuk pengguna jarak jauh.2 Fungsi Kerja Klien dan Server NFS Server NFS dirancang untuk menjadi "stateless". tetapi kenyataannya nomor port lain kadang-kadang digunakan untuk NFS. NFS dapat melakukan mekanisme perrmintaan dari kliennya menggunakan RPC yang berada di lapisan sesion . kemudian mengembalikan kode hasil dan data ke klien.

Operasi yang dilakukan pada berkas harus menggunakan struktur data yang disebut file handle. atau membuat atau menghapus direktori. seperti membaca dari sebuah berkas. NFS versi 3 menggunakan model dasar yang sama untuk langkah-langkah yang akan dikerjakan pada server. akan tetapi menjelaskan proses apa saja yang dilakukan oleh klien ketika mengabil berkas dari server. Oleh karena itu. Hal ini meringankan proses yang terjadi pada klien tampa harus menanggung kerusakan yang terjadi pada server.5. tetapi membuat perubahan tertentu dibeberapa bagian. menulis ke sebuah berkas.[8] 2. 2. Protokol mounting yang digunakan untuk melakukan proses mounting sistem berkas.3 Klien dan Server Cache Baik klien dan server NFS dapat menggunakan caching untuk memperbaiki kinerja. Klien dan server NFS menggunakan teknik ini untuk memudahkan beban dari server yang akan melayani permintaan klien pada permintaan yang sama. dan server pada dasarnya tidak menyimpan transaksi apa yang dilakukan sebelumnya. Server dapat menggunakan cache untuk menyimpan informasi yang diminta pada saat terjadi permintaan tujuannya agar server mengetahui jalur yang akan dilaluinya apabila terjadi permintaan yang sama hal ini disebut prefetching. fungsi NFS tidak dijelaskan dalam operasi protokol tertentu. Proses stateless ini menguntungkan klien apabila server terjadi suatu kerusakan dari operasi NFS ataupun kerusakan pada hardware. Dua dari prosedur NFSv2 dihilangkan. dan beberapa yang baru .[8] Setiap prosedur mewakili tindakan tertentu bahwa klien dapat melakukan operasi. ketika mendapat perintah baru dari klien. digunakan untuk mengaktifkan penanganan berkas yang akan diakses untuk digunakan oleh prosedur NFS.6 Prosedur and Operasi pada Server NFS Pertukaran informasi antara klien dan server NFS dilakukan dibawah protokol Remote Procedure Call (RPC) .21 sebelumnya.

6.2 : Prosedur yang berada pana NFS versi 2 dan versi 3 Prosedur #(v2) 0 Prosedur #(v3) 0 Nama prosedur null Ringkasan Prosedur Penjelasan prosedur yang disediakan untuk tujuan pengujian. Mengambil atribut dari sebuah berkas di server jauh. Membaca data dari sebuah berkas.2 menunjukkan prosedur server yang didefinisikan dalam versi 2 dan 3 dari NFS. 5 5 readlink Membaca dari link sombolic Membaca nama berkas yang ditentukan menggunakan symlink. pengembangan untuk penggunaan di masa depan 6 6 read Membaca dari berkas 7 --- writecache Menulis di cache di versi 2. Prosedur ini awalnya Tidak melakukan apapun 1 1 getattr Menangani berkas atribut fungsi get 2 2 setattr Menangani berkas atribut fungsi set 3 --- root Menangani filesytem root (lama) didefinisikan untuk mengizinkan klien untuk mencari root sistem berkas jarak Mengembalikan berkas 4 3 lookup Mencari nama berkas berkas handle bagi klien untuk digunakan. [b] tabel 183 pada daftar pustaka nomor 1 . namun ditinggalkan dan dihapus dari versi 3. Set (perubahan) atribut dari sebuah berkas di server jauh. 2. Identitas yang diberikan untuk mengidentifikasi setiap prosedur itu juga berubah.1 Prosedur server NFS Versi 2 and 3 Tabel 2.22 ditambahkan untuk mendukung fungsi baru.[8] [b] Tabel 2. 8 7 write Menulis berkas Menulis data ke berkas.

Merubah nana berkas Menciptakan sebuah "hard 10 11 12 14 remove rename Menghapus berkas Mengubah nama berkas 12 15 link Membuat link ke berkas '(non-simbolis) link ke sebuah berkas. (Baru di NFSv3.) --- 18 fsstat Menngambil informasi dimamic dari file system Pengembalian volatile (dinamis) sistem berkas informasi status seperti .) --- 11 mknod Membuat perangkat khusus Membuat berkas khusus seperti pipa atau perangkat bernama berkas. termasuk ukuran dari sistem berkas dan jumlah ruang bebas yang tersisa. Memberikan kepada klien informasi umum tentang 14 15 16 9 13 16 mkdir rmdir readdir Membuat direktori Menghapus direktori Membaca dari direktori 17 --- statfs Mengambil atribut file system sistem berkas jarak jauh. (Baru di NFSv3. Membaca isi dari direktori.) --- 17 readdirplus Membaca dari direktori tingkat lanjut Mengambil informasi tambahan dari sebuah direktori.) Menentukan hak akses --- 4 access Mengawasi akses masuk bahwa seorang pengguna telah diperbolehkan untuk menggunakan sistem berkas tertentu. Menghapus direktori. (Baru di NFSv3. 13 10 symlink Membuat link simbolik Menciptakan symlink ke berkas. Menciptakan direktori pada server.23 9 8 create Membuat berkas Membuat sebuah berkas di server. (Baru di NFSv3. Menghapus berkas dari server.

--- 19 fsinfo 2. (Baru di NFSv3.) --20 pathconf Mendapatkan informasi POSIX Mengambil informasi tambahan untuk sebuah berkas atau direktori. Satu masalah prosedur sistem server dalam NFS v2 dan NFS v3 adalah membagi prosedur dalam beberapa prosedur pemanggilan dengan cara ini . seperti data umum tentang bagaimana sistem berkas yang digunakan.) Pengembalian statis informasi tentang sistem Menngambil informasi static dari file system berkas. tetapi server yang telah diadakan untuk penyimpanan tertunda menulis sesungguhnya adalah tertulis. (Baru di NFSv3.6.24 jumlah data yang free di server dan slot yang dapat digunakan. dan melakukanya secara berurutan untuk membaca suatu sumber daya. (Baru di NFSv3.) Flushes setiap data yang memegang server dalam menulis cache untuk penyimpanan. dan parameter untuk bagaimana permintaan ke server harus terstruktur. Ini digunakan untuk --21 commit Cache data pada server memastikan bahwa data apapun bahwa klien telah dikirim ke server.2 Server NFS Versi 4 Prosedur dan Operasional Pada kenyataannya klien NFS mungkin menggunakan banyak aksi berkas secara bersamaan.

Ini artinya semua prosedur dikirimkan satu kesatuan perintah dan server membacanya sebagai suatu operasi yang dijalankan secara berurutan.3.3 : Prosedur yang berada pada NFS versi 4 Procedur Nama Procedur Null Ringkasan Prosedur Tidak melakukan apapun Operasi Compound Penjelasan prosedur yang disediakan untuk tujuan pengujian. Penambahan tersebut mengakibatkan setiap aksi yang dijalankan pada klien dijadikan satu prosedur yang disebut compound. 2. Hal ini disebabkan karena fitur yang ditambahkan di versi 4 dan fakta bahwa menggabungkan prosedur mounting pada prosedur NFS versi 4. Di dalam prosedur compound.25 mengakibatkan suatu yang tidak efesien khususnya pada saat NFS digunakan melalui jaringan yang mempunyai waktu tundanya tinggi. Tabel 2. [c] tabel 184 pada daftar pustaka nomor 1 . seperti terlihat pada Tabel 2.7 Model NFS File System dan mount Protokol NFS digunakan oleh klien untuk mensimulasikan akses ke direktori berkas remote seolah-olah berkas lokal. NFS versi 4 menggunakan perubahan yang cukup besar tentang bagaimana prosedur pada server bekerja. Sama seperti berkas pada perangkat penyimpanan lokal disusun menggunakan sistem berkas tertentu. Menggabungkan beberapa operasi pada NFS menjadi stu permintaan 0 1 Compound Semua tindakan klien didefinisikan sebagai operasi dalam prosedur kompleks. protokol merupakan hal yang harus ada pada saat menjalankan berkas dari sistem remote untuk pengguna lokal. Dari Tabel 2. kapasitas operasi yang besar berjalan pada server dienkapsulasi terlebih dahulu sebelum dikirimkan.3 dibawah menjelaskan operasi dan prosedur yang berjalan pada NFS versi 4 :[1] [c] Tabel 2.3 dapat dilihat bahwa jumlah operasi NFS versi 4 jauh lebih besar daripada jumlah prosedur dalam NFS versi 2 dan NFS versi 3. Untuk meningkatkan efesiensi prosedur server.

membuka dan menutup fungsi ke dalam NFS .3 Mount Protocol Server Procedures Implementasi aktual dari protokol mounting ini sangat mirip dengan NFS itu sendiri. protokol mounting menggunakan protokol XDR untuk . Protokol mounting ini juga diubah. Ini berarti bahwa sebagian dari sistem berkas remote pada server harus tersedia untuk digunakan klien. Ini berisi beberapa perubahan untuk bagaimana protokol mounting bekerja.[1] 2. NFS versi 3 Protokol mounting didefinisikan dalam lampiran I dari RFC 1813 (NFSv3). dan berkas dibuka untuk diakses. yang berisi sejumlah berkas dan direktori tingkat pertama. Bagian atas hierarki direktori adalah root. 2. Sebuah keputusan dibuat khusus ketika NFS diciptakan untuk menempatkan jenis akses berkas. 2. klien harus diberi cara untuk mengakses berkas.1Model sistem berkas NFS Model sistem berkas yang digunakan oleh NFS adalah salah satu model sama yang banyak digunakan yaitu susunan hirarki direktori yang berisi berkas dan subdirektori. Dalam perangkat penyimpanan biasanya removable disk pack.2 Mount Protokol NFS Sebelum dapat digunakan klien untuk mengakses berkas di server pada jaringan komputer. Protokol mounting digunakan untuk bekerja sama dengan NFS untuk menyediakan pengambilan suatu berkas yang berada pada server. Seperti NFS.26 NFS juga menggunakan model sistem berkas untuk mewakili bagaimana berkas akan ditampilkan ke pengguna. Istilah "mounting" sebenarnya adalah istilah analog yang mengacu pada perangkat keras untuk membuat volume penyimpanan fisik yang tersedia.7. [1] Ketika direvisi untuk NFS versi 3.7. tapi operasi keseluruhan dari dua versi protokol mounting kurang lebih sama.7.

4 menunjukkan prosedur server yang digunakan dalam protokol mounting.[1] [d] Tabel 2. Melakukan suatu operasi mounting Tidak melakukan apapun 1 Mnt Menambahakan masukan mounting oleh pemetaan jalan pada server ke sebuah berkas untuk menangani klien untuk digunakan. Melakukan suatu "unmounting" dengan menghapus entri mounting Menghapus semua entri 3 Umnt 4 Umntall Menghapus semua masukan mounting mounting. Ini digunakan untuk membiarkan klien melihat apa yang dilayani sistem berkas tersedia untuk digunakan.27 menentukan tipe data yang akan dipertukarkan antara klien. dan RPC untuk menetapkan satu set prosedur yang klien dan server dapat digunakan untuk melakukan operasi yang berbeda. 2 Dump Mengembalikan masukan mounting Menghapus masukan entry Pengembalian daftar mounting sistem remote. sehingga menghilangkan semua berkas-mounting sistem antara server dan client. server. Tabel 2. [d] tabel 186 pada daftar pustaka nomor 1 . Perbedaan utama antara protokol mounting dan NFS adalah bahwa protokol mounting mendefinisikan prosedurprosedur yang berkaitan dengan pembukaan dan penutupan sistem berkas dari operasi akses berkas. Pengembalian daftar berkas yang diekspor sistem dan menunjukkan 5 export Mengembalukan list expotrt klien yang diperbolehkan untuk melakukan proses mounting nya.4 : Prosedur yang berada pada protokol mount Prosedur 0 Nama Prosedur Null Ringkasan Penjelasan prosedur yang disediakan untuk tujuan pengujian.

1 Perancangan Sistem Secara Umum Perancangan sistem ini menggunakan minimal satu server yang berperan menjadi NFS server dan penambahan server dapat dilakukan dengan pengaturan secara khusus dibagian server dan klien. Pada sistem ini klien meminta sumber daya yang disediakan oleh server.id yang menggunakan beberapa server. Aplikasi open source.undip.1.1.ac.168.31 yang mempunyai sistem operasi FreeBSD server. pada portal ini jenis data dibedakan menjadi beberapa golongan khusus yang telah ditetapkan oleh pembuat sebelumnya yaitu ISO (image cd). server Web dan server FTP yang masing-masing server tersebut melayani permintaan klien. klien pada perancangan sistem ini merupakan sebuah portal opensource yang digunakan secara aktif yaitu jaran. Penggunaan layanan-layanan pendukung dari sistem ini terdapat beberapa yang diantaranya server NFS. Lokasi server harus berada dalam satu jaringan komputer yang terhubung satu sama lain.168. baik secara privat (jaringan yang alamat IP nya tidak perlu diketahui oleh jaringan internasional) ataupun publik. Server NFS terdiri dua buah mesin dengan server NFS I yang mempunyai alamat IP 192.BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN ASTERISK SEBAGAI SIP SERVER 3. Klien disini menggunakan sumber daya yang didistribusikan oleh server.45 yang mempunyai sistem operasi Ubuntu server. NFS yang menjadi bagian dari sistem ini.168. Pada tahapan pembuatan sistem NFS dibagi dua bagian utama yaitu server dan klien. Tahap pertama perancangan adalah pembuatan server NFS yang menangani permintaan sharing sumber daya kepada klien NFS.52 yang mempunyai sistem operasi Ubuntu server dan server NFS II yang mempunyai alamat IP 192. Server Web dan FTP terdapat dalam satu mesin yang juga merupakan klien NFS yang mempunyai alamat IP 192.1. Perancangan yang dilakukan terdiri atas satu klien yang meminta sumber daya dengan dua server NFS. Buku Sekolah Elektronik 28 .

FTP Server dalam 1 mesin 192.45 / 222. Pengambaran sistem secara umum dapat dilihat pada Gambar 3.1 dibawah : Jaringan WAN (Internet) Jaringan lokal UNDIP NFS Klien. Web Server.181 NFS Server I 192.207.52 NFS Server II 192.1.29 dan mirror (aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan oleh sistem Operasi open source dalam hal ini adalah linux dengan distro ubuntu dan debian).168.168.124.1.31 Gambar 3.1 Perancangan sistem secara umum .168.1.

30 Perancangan Server Web & wordpress Perancangan Server FTP Perancangan Sistem NFS Server NFS Klien NFS Mesin Ubuntu · Instalasi · Pengujian NFS · Konfigurasi Exports · Restart NFS · Showmount Mesin FreeBsd · Instalasi · Pengujian NFS · Konfigurasi Exports · Restart NFS · Showmount · · · Instalasi Mounting Pengujian NFS Aplikasi Tambahan · Phpsysinfo · MRTG · Sedot sampai tua Gambar 3. . Server web ini dapat melayani permintaan yang sifatnya lokal ataupun tidak lokal (jaringan publik diluar jaringan lokal UNDIP).1.45 yang mempunyai sistem operasi Ubuntu server. Alamat privat pada eth0 adalah 192. Server web mempunyai alamat IP 192.207. Server web bekerja untuk melayani permintaan klien tentang layanan HTTP / ataupun HTTPS yang biasa disebut layanan web.168.181 yang digunakan untuk melayani permintaan yang berasal dari jaringan bukan lokal UNDIP.1.1.2 Flowchart perancangan sistem NFS 3.168.2 Perancangan web server Perancangan pada server web sama secara umum yang dilakukan pada perancangan sistem NFS dimana server webterdiri server dan klien.45 yang digunakan untuk melayani permintaan yang berasal dari jaringan lokal UNDIP dan Alamat publik pada eth1 adalah 222. Hal ini dapat terjadi dikarenakan pada mesin dengan alamat 192.45 ini memiliki dua buah interface dan memiliki dua alamat IP yang berbeda juga.124.168. Perbedaan dengan sistem NFS dalam pengerjaan tugas dan jenis permintaan.

Perancangan web dinamis ini mengunakan hierarki yang memetakan setiap sumber daya.1.168.168.1.45 / 222.168.168.45/jaran/statistik 192.1.45/jaran/public/ISO 192.1.31 Jaringan WAN (Internet) Jaringan lokal UNDIP Web Server 192.1.45/jaran/public/ opensource Gambar 3.168.3 Perancangan web server Server web ini melayani permintaan layanan dengan menggunakan web dinamis wordpress sebagai fungsi tampilan.1. Gambar 3.45/jaran/mesin 192.124.1.45/jaran/mrtg 192.1.168.181 Gambar 3.4 Melihatkan hierarki wordpress yang digunanakan pada server web.4 Skema wordpress pada web server .1.45/jaran/mirror 192. 192.45/jaran/public 192.168.168.45/jaran/lokal 192.45/jaran/public/bse 192.207.1.168.168.168.1.45/jaran 192.

45/jaran/public/bse / http://192. SMA dan SMK Repository sistem Operasi Debian Repository sistem Operasi Ubuntu Alamat web server http://192.168. Pemetaan sumber daya dipetakan pada setiap direktori yang akan berada pada server NFS yang akan dimasukan kedalam server FTP.207.45/jaran/public/IS O/ http://192.168. Hal ini dapat terjadi dikarenakan pada mesin dengan alamat 192. Hal ini dikarenakan penggunaan sistem NFS yang tidak memetakan secara langsung ke server FTP. Nama Sumber daya ISO Penjelasan Image cd atau pun dvd sistem Operasi opensource Aplikasi – aplikasi opensource Buku Sekolah Elektronik untuk SD.45/jaran/ubuntu/ aplikasi-opensource buku-sekolahelektronik debian ubuntu 3.32 Penggunaan wordpress yang hirarki dimaksudkan pemetaan sumber daya pada masa mendatang lebih teratur.45 ini memiliki dua buah interface dan memiliki dua alamat IP yang berbeda juga.45 yang mempunyai sistem operasi Ubuntu server. . SMP.1.181 yang digunakan untuk melayani permintaan yang berasal dari jaringan bukan lokal UNDIP.1.168.1 dibawah ini : Tabel 3.1 Sumber daya yang tersedia pada web server.168. Perbedaan hanya terdapat pada pemetaan sumber daya yang diberikan.1.1.1.1.168.3 Perancangan FTP server Perancangan pada FTP mempunyai skema yang sama dengan server web.45 yang digunakan untuk melayani permintaan yang berasal dari jaringan lokal UNDIP dan Alamat publik pada eth1 adalah 222.45/jaran/debian/ http://192.168.168.1. Server FTP dan web mempunyai kinerja yg sama dalam memenuhi permintaan pemindahan data.45/jaran/public/ope nsource/ http://192. Server FTP yang mempunyai alamat IP 192.124. Semua sumber daya yang terdapat pada server web dapat dilihat pada Tabel 3. Alamat privat pada eth0 adalah 192.1. Server FTP ini dapat melayani permintaan yang sifatnya lokal ataupun tidak lokal ( jaringan publik diluar jaringan lokal UNDIP).168.

168.168.168.33 Jaringan WAN (Internet) Jaringan lokal UNDIP FTP Server 192.5 Perancangan ftp server.6 Skema perancangan pada ftp server .124.1. 192. Perancangan Server FTP yang mengambil sumber daya dari sistem NFS mempunyai sebuah proses yang harus dilakukan.168.45 / 222.1.1.45 192. Proses yang harus dilakukan adalah dengan melakukan sebuah proses yang dinamakan protokol mounting dengan tipe bind yang memetakan satu – persatu direktori tersebut.1.45/buku-sekolah-elektronik 192.45/ISO 192.181 Gambar 3.168. Hal ini menjadi suatu permasalahan apabila sumber daya yang ada memiliki hierarki yang banyak dan bersifat dinamis.1. Direktori berasal dari sistem NFS tidak dapat langsung dapat dipetakan dalam direktori FTP sedangkan pengaturan pada server FTP dan proses mounting telah dilakukan. Sumber daya yang dibagikan pada server FTP sama dengan server web kecuali repository sistem operasi ubuntu dan debian.45/aplikasi-opensource Gambar 3.207. Permasalahan tersebut mengakibatkan sumber daya repository sistem operasi ubuntu dan debian tidak dapat dipetakan.

124.168.45 / 222.31 Gambar 3.45/opensource/ ftp://192.34 Sumber daya yang dibagikan pada server FTP dapat dilihat pada Tabel 3. NFS Klien 192. Server NFS terdiri dua buah mesin dengan server NFS I yang mempunyai alamat IP 192.31 yang mempunyai sistem operasi FreeBSD server. Tabel 3.168.1.168.1.1.1.2 Sumber daya yang tersedia pada ftp server Nama Sumber daya ISO aplikasi-opensource buku-sekolahelektronik Penjelasan Image cd atau pun dvd sistem Operasi open source Aplikasi – aplikasi open source Buku Sekolah Elektronik untuk SD.1. Klien NFS mempunyai alamat IP 192.168.168.1.45/bse/ 3.45//ISO/ ftp://192.2 dibawah. SMP. Klien NFS melakukan protokol mounting untuk memasukan sumber daya kedalam sistem lokal mereka untuk melihat pemetaan protokol mounting yang dilakukan dapat dilihat pada Tabel 3.1.168.1.45 yang mempunyai sistem operasi Ubuntu server.181 NFS Server I 192. Server NFS mempunyai tugas sebagai penyedia sumber daya dan klien yang meminta sumber daya yang telah dibagikan tersebut.7 dibawah ini.1.7 Perancangan sistem NFS .168.52 yang mempunyai sistem operasi Ubuntu server dan server NFS I yang mempunyai alamat IP 192.52 NFS Server II 192.168.207.4 Perancangan Sistem NFS Perancangan sistem NFS terdiri dari server dan klien yang menjadi kesatuan sistem.1 dan skema perancangan sistem NFS dapat dilihat pada Gambar 3. SMA dan SMK Alamat web server ftp://192.168.

.168.1.1 melihatkan dikrektori yang berada pada server NFS dan selanjutnya dilakukan proses mounting yang dilakukan pada klien NFS.52 /var/www/jaran/iso /iso/data1 /home/data1 192.35 Tabel 3.168.3 : Susunan direktori pada proses NFS pada server dan klien Alamat IP Nama Berkas Sumber /home/ftp 192.1.31 /home/data2 /home/data3 Tujuan /mnt/nfs/jaran/nfs1 /mnt/nfs/jaran/nfs2 /mnt/nfs/jaran/nfs3 /mnt/nfs/jaran/nfs4 /mnt/nfs/jaran/nfs5 /mnt/nfs/jaran/nfs6 Tabel 3.

server FTP dan aplikasi tambahan lainnya.BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IM Perancangan sistem NFS.1 Persiapan Sistem Operasi Server Penanaman sistem ini. instalasi Ubuntu menggunakan paket instalasi yang berupa CD.00GHz.1 Booting instalasi Ubuntu Server. dan Hardisk 70 GB tipe SAS. Aplikasi tersebut antara lain Sistem NFS. Server yang memiliki layanan server web dan server ftp yang saling bekerja sama membentuk active repository opensource UNDIP. dibutuhkan penanaman beberapa aplikasi pada server yang berfungsi sebagai pusat dari kegiatan yang diperlukan antara pengguna dari jaringan publik dan layanan-layanan pada jaringan lokal untuk bisa saling berhubungan.10. Alasan digunakan turunan dari debian yaitu Ubuntu versi ini adalah karena server repository untuk server Ubuntu 9.10 mudah dijangkau sehingga diharapkan memudahkan proses konfigurasi. 4. memory 1 GB. server web. yaitu Ubuntu Server 9.1. mengunakan mesin server IBM series dengan spesifikasi prossesor Intel(R) Xeon(R) CPU E5405 @ 2. Gambar 4. Mesin server menggunakan sistem operasi Linux dan menggunakan turunan dari Debian. Sama dengan instalasi kebanyakan sistem operasi. Tampilan booting awal sebelum memulai instalasi dapat dilihat pada Gambar 4. Pada bab ini akan dibahas mengenai implementasi dari penanaman sistem NFS serta pengujian sistem dalam lingkup jaringan yang ada. 36 .

Gambar 4. komputer akan melakukan restart pada tahap ini CD dikeluarkan sehingga komputer akan membaca data dari harddisk untuk memulai kerjanya.3. Booting tampilan awal pada server tersebut setelah proses instalasi selesai seperti diperlihatkan pada Gambar 4. 37 .2 Software selection dalam instalasi Ubuntu Server. Gambar 4. Tahapan berikutnya akan diperlihatkan pilihan language.2. Saat proses instalasi selesai. setelah itu ada pemilihan di daerah mana pengguna berada (country). serta configure network. pendeteksian dari layout keyboard. hal itu bisa dilakukan setelah server sudah memiliki alamat IP.3 Layar Login Ubuntu Server. Dalam software selection dipilih OpenSSH Server saja agar server tersebut dapat dioperasikan dari jarak jauh.Dipilih menu Install Ubuntu Server untuk menginstalkan sistem operasi ini pada server. Dalam proses instalasi akan ditawarkan software selection seperti Gambar 4.

maupun pengurangan konfigurasi pada sistem. Penambahan alamat tersebut seperti terlihat pada Gambar 4. penambahan. #vim /etc/network/interfaces Perintah vim merupakan perintah untuk menjalankan program vim yang berfungsi seperti aplikasi Notepad tetapi berjalan pada area terminal. Untuk menjadi super user diketik perintah sudo –i seperti terlihat pada Gambar 4.38 Proses instalasi server telah selesai dan siap untuk digunakan. Gambar 4. Setelah server berjalan perlu diberikan alamat IP pada server tersebut. User yang dipakai harus bisa menjadi super user agar dapat melakukan kegiatan tersebut. kemudian login dengan user dan password yang telah diisi pada waktu proses instalasi. Cara menulis dalam vim hampir sama dengan pada aplikasi seperti Notepad yang berbeda hanyalah perintah-perintah seperti menyimpan.5.4 Login Ubuntu Server. . Dengan perintah berikut akan dilakukan pengisian alamat tersebut menjadi konfigurasi permanen. mencari dan semacamnya.4 dan untuk password merupakan kata sandi dari user yang telah dibuat. Perlu di ingat bahwa untuk melakukan perubahan.

168. nameserver 192. dapat dilakukan dengan menambahkan “#” diawal alamat-alamat yang telah ada tersebut atau dapat . Perlu ditambahkan juga Domain Name Sistem (DNS) untuk memetakan host-host yang ada dalam jaringan Internet.39 Gambar 4. Penambahan DNS tersebut sebagai berikut. #vim /etc/resolv.list Di dalam berkas tersebut terdapat alamat-alamat tujuan yang telah ada sebelumnya.conf Pada pengaturan ini DNS server diarahkan ke DNS server yang sudah ada.1.168.47 Perlu disiapkan alamat repository untuk melakukan instalasi agar dapat menambah pustaka serta komponen tambahan untuk mendukung aplikasi yang akan ditanamkan di sistem operasi server tersebut. Agar tidak menuju ke alamat yang telah ada. #vim /etc/apt/sources.1.95 nameserver 192.5 Pengaturan alamat IP Perintah-perintah tersebut sebelumnya harus diketahui dalam penggunaannya untuk menyimpan hasil konfigurasi menekan :wq dan kalo ingin keluar cukup menekan :q proses untuk memasukan isi dari berkas terlebih dahulu menekan insert dan menekan esc untuk mengakhirinya. karena dalam kasus ini digunakan jaringan UNDIP maka DNS yang digunakan adalah.

LAMP merupakan sebuah paket perangkat lunak (software) bebas yang digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi secara lengkap.undip.undip.ac.undip.ac. Daftar tersebut harus dikenalkan ke sistem operasi dengan perintah.list 4.ac.id/ubuntu http://jaran. Tambahkan dengan alamat-alamat berikut yang merupakan repository lokal yang berada di jaringan lokal UNDIP.id/ubuntu karmic-updates karmic-backports karmic-backports karmic-security karmic-security main main main main main restricted universe multiverse restricted universe multiverse restricted universe multiverse restricted universe multiverse restricted universe multiverse Gambar 4.2. Proses instalasi paket-paket yang diperlukan untuk membangun sistem NFS dapat dilakukan.id/ubuntu http://jaran.ac.1 Instalasi dan Konfigurasi LAMP LAMP adalah istilah yang merupakan singkatan dari Linux.ac.ac. Apache.ac. deb http://jaran. #apt-get update Perintah tersebut untuk melakukan update dengan server yang telah dituliskan pada berkas sources. Komponen-komponen dari LAMP: .undip. maka sistem operasi server telah dapat digunakan untuk penanaman sistem NFS.id/ubuntu http://jaran.undip.ac.id/ubuntu karmic-updates main restricted universe multiverse deb-src deb deb-src deb deb-src http://jaran.undip. Sebagian besar aplikasi alamat web atau blog di internet menggunakan LAMP.id/ubuntu karmic karmic main main restricted restricted universe multiverse deb-src universe multiverse deb http://jaran.undip.undip. MySQL dan PHP. Setelah langkah diatas dijalankan.2 Server LAMP 4.6 Konfigurasi berkas /etc/apt/source.list.40 dilakukan dengan cara menghapus isi dari berkas tersebut.id/ubuntu http://jaran.id/ubuntu http://jaran.

SQL adalah sebuah konsep pengoperasian basis data. Microsoft Windows dan Novell Netware serta platform lainnya) yang berguna untuk melayani dan memfungsikan situs web. SQL (Structured Query Language). BSD. Linux sebagai sistem operasi. MySQL sebagai sistem basis data (database). PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis.Linux. Apache memiliki fitur-fitur canggih seperti pesan kesalahan yang dapat dikonfigurasi. Setiap pengguna dapat secara bebas menggunakan MySQL. autentikasi berbasis basis data dan lain-lain. . MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam basis data yang telah ada sebelumnya. Apache HTTP Server sebagai server web. MySQL adalah sebuah implementasi dari sistem manajemen basisdata relasional (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL(General Public License). walaupun tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain. namun dengan batasan perangkat lunak tersebut tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. 3. PHP sebagai bahasa pemrograman yang dipakai. 4. PHP adalah bahasa pemrograman script yang paling banyak dipakai saat ini. terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data. Protokol yang digunakan untuk melayani fasilitas web/www ini menggunakan HTTP. Apache merupakan perangkat lunak sumber terbuka dikembangkan oleh komunitas terbuka yang terdiri dari pengembang-pengembang dibawah naungan Apache Software Foundation. yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis.41 1. Apache juga didukung oleh sejumlah antarmuka pengguna berbasis grafik (GUI) yang memungkinkan penanganan server menjadi mudah. 2. Server HTTP Apache atau Server web/www Apache adalah server web yang dapat dijalankan di banyak sistem operasi (Unix.

Pada saat pengistalan LAMP di sistem NFS menggunakan suatu metode yang telah ada akan tetapi jarang digunakan dalam instalasi disistem Linux Ubuntu yaitu tasksel. MySql dan Php. fungsi LAMP disini sebagai multi server yang menangani Apache. Gambar. Tasksel merupakan metode yang membantu para pengguna sistem operasi Linux Ubuntu server dalam proses pengisntalan. Seperti Gambar 4. root@jaran-nfs:~# tasksel Maka yang muncul adalah layar berbasiskan ncurses.7.4. . yang menampilkan daftar “task”.42 Semua paket LAMP (Linux Apache Mysql PHP) dapat didownload di Internet secara gratis (free software). Bagian akan menggunakan tasksel dalam mengistall LAMP server.7 Menu Pemilihan Software pada tasksel Pada tasksel install lamp-server yang maka tasksel akan menyiapkan berkasberkas yang akan diinstal.

Gambar.4.4. Pada proses instalasi akan diminta untuk memasukan password untuk pengguna administrator (root).11 Auntentifikasi pengisian password mysql root pada instalasi lamp-server . mysql merupakan bagian dari lampserver pada sistem mysql membutuhkan password dari root yang merupakan fungsi yang wajib untuk jaminan keamanaan.9 Penginstalan package yang akan diinstal lamp-server Dalam proses instalasi pada lamp-server.4.10 Pengisian password mysql root pada instalasi lamp-server Untuk memastikan bahwa password yang dimasukan sudah benar maka akan diminta untuk memasukan password untuk administrator tersebut. Gambar.8 Persiapan penginstalan lamp-server Setelah itu tasksel mulai menginstall package apa saja yang akan diinstall Gambar.43 Gambar.4.

.12 Gambar.4.44 Setelah proses pemasukan password root mysql maka instalasi lampserver telah dilakukan Untuk melihat paket apa saja yang diintall ketika menggunakan tasksel. dalam bagian ini list yang akan dilihat yaitu lamp-server dengan perintah root@jaran-nfs:~# tasksel --task-packages lamp-server maka akan terlihat paket yang akan di install seperti Gambar 4.12 Package lamp-server yang telah diinstal pada proses tasksel Untuk memudahkan dalam pengaturan lamp-server dalam hal ini akan digunakan pengaturan lamp-server dalam bentuk GUI (Grafik User Interface) maka diperlukannya intalasi phpmyadmin seperti proses dibawah root@jaran-nfs:~# apt-get install phpmyadmin Proses instalasi akan berjalan dalam instalasi phpmyadmin. dalam instalasi phpmyadmin maka package akan bertumpuk akan tetapi hal tersebut tidak perlu ditakutkan package yang ada tidak hilang hanya diperbaharui ini dikarenakan sourcelist yang kita gunakan sama.

4.13 Pemilihan web server pada instalasi phpmyadmin Setelah memilih server web yang dipakai maka hal yang perlu diperhatikan adalah basis data phpmyadmin memrlukan adanya basis data dalam penggunaannya.4. dalam sistem ini memakai server web Apache.15 Pengisian password mysql root pada instalasi phpmyadmin .14 Pengaturan konfigurasi database pada instalasi phpmyadmin Sama halnya anda menginstal lamp-server maka pada instalasi ini anda akan disuruh untuk memasukan password root pada basis data anda.45 Pada saat proses instalasi phpmyadmin akan bertanya server web apa yang anda pakai.4. Gambar. Gambar. maka pada instalasi anda ditanya apakah akan menkonfigurasi basis data anda bila anda instalasi baru maka anda memilih “yes” bila anda sudah memiliki basis data sebelumnya maka hal ini telah dilakukan sebelumnya dan anda bisa memilih “no”. Gambar.

Gambar. or \g. mysql> Commands end with . akan tampil halaman web seperti pada Gambar 4.12 ((Ubuntu)) Untuk menguji apakah modul PHP sudah berjalan dengan baik.4.0. Jika PHP bekerja. kita buka koneksi ke MySQL melalui terminal: root@jaran-nfs:~# mysql -u root -p Enter password: Welcome to the MySQL monitor.3 Pengujian Apache Periksa dulu apakah Apache sudah mendengarkan port 80 (permintaan HTTP) dengan menggunakan perintah: #nmap -A localhost|grep Apache 80/tcp open http Apache httpd 2.2.2.1:3306 0.17 .46 Dan anda akan diminta untuk memastikan password yang anda isiskan sudah sama dan benar.0.0.2. Type '\c' to clear the current input statement. 4.37-1ubuntu5 (Ubuntu) Type 'help.0:* LISTEN Untuk memastikan.0. bisa diperiksanya dengan mengakses http://<alamat-server>/phpmyadmin.2 Pengujian Server MySQL Pemeriksaan apakah server basis data MySQL sudah berjalan yaitu dengan melihat port 3306 (port standard server MySQL) terbuka atau tidak menggunakan perintah: # netstat -tan|grep 3306|grep LISTEN tcp 0 0 127.' or '\h' for help.1. 4. Your MySQL connection id is 170 Server version: 5.16 Auntentifikasi pengisian password mysql root pada instalasi phpmyadmin.

168. kemudian ketikan http://192.2.45/coba. ?> Simpan berkas tersebut ke direktori /var/www/ atau ke direktori lain apa bila anda menggunakan module alias.4 Pengujian Php Kemudian untuk mengecek Php. buatlah berkas semisal berkas coba.17 Hasil kode PHP pada phpmyadmin oleh Apache.18 Uji coba php .4. Gambar.47 Gambar 4.1.php pada address bar di browser anda. 4.php yang isinya seperti ini: <? phpinfo().

konfigurasi berkas ini tidak dijelaskan dilaporan ini.deny : berkas ini berada pada /etc/hosts. NFS server disini berguna menyediakan data yang akan digunakan oleh klien NFS. Mesin Ubuntu server. isi berkas ini berguna untuk menyaring IP (alamat komputer) mana saja yang diperbolehkan mengakses suatu sumber daya.allow : berkas ini berada pada /etc/hosts. isi berkas ini berguna untuk menyaring IP (alamat komputer) mana saja yang tidak diperbolehkan mengakses suatu sumber daya. Hosts.allow. berkas ini berguna untuk memberikan suatu pengaturan kemana berkas akan distribusikan dan pengaturan apa saja yang diperbolehkan dalam penggunaan sumber daya tersebut.deny digunakan untuk faktor keamanan.deny.allow dan hosts.1 Instalasi NFS Server a.allow jika ada maka dibiarkan lewat. b. Hosts.deny bila ada maka tidak dibiarkan lewat tetapi bila tidak ada maka akan dibiarkan mengakses sumber daya.48 4. c. . yang berkerja dengan skema. Untuk hosts. Exports : berkas ini berada pada /etc/exports. konfiguras berkas ini tidak dijelaskan dilaporan ini.3 NFS Server 4.3. pada proses NFS ada beberapa berkas yang harus dikonfigurasi untuk menjalankan sistem NFS yang diantaranya yaitu : a. Tahap pertama yang dilakukan adalah dengan mengistal paket-paket dari server NFS dengan perintah sebagai berikut :[11] root@jaran:~# apt-get install nfs-kernel-server nfs-common portmap Setelah perintah diatas dikerjakan maka server NFS telah terinstal. jika tidak maka mesin akan melihat ke hosts. Pada saat merancang sistem distribusi data dengan NFS pengaturan yang dilkukan pada server adalah suatu kebutuhan utama. jika ada suatu alamat IP yang akan mengakses maka mesin akan melihat ke hosts.

2 Konfigurasi Exports Seperti yang telah dijelaskan diatas.52) dan mesin freebsd (192. Format konfigurasi yang berada pada /etc/exports biasanya berbentuk seperti : [11] .3.1. Setelah melakukan pengaturan di berkas /etc/export agar perubahan tersebut teregistrasi pada sistem NFS maka perlu mengetikan perintah “killall TERM mountd” dan “killall -hup mountd”.168. dan “mountd –r”.49 b.168.berkas exports berisi tentang daftar sumber daya yang akan dibagikan secara merata dan bagaimana sumber daya tersebut digunakan. Tahapan sebelumnya telah mengijinkan berkas untuk diexpor agar dapat diakses oleh klien maka perlu dilakukan proses restart server NFS dengan perintah “rpcbind”. “nfsd –u –t –n -4”.conf dengan pengaturan sebagai berikut : rpcbind_enable="YES" NFS_server_enable="YES" mountd_flags="-r" rpc_lockd_enable="YES" rpc_statd_enable="YES" Pengaturan diatas telah dibuat maka diperlukan untuk merestart server freebsd agar perubahan yang terjadi dapat dijalankan. Proses restart telah berhasil untuk memastikan apakah server NFS sudah berjalan maka ketikan perintah “rpcinfo –p” dan lihat apakah portmapper. perintah – perintah tersebut berguna untuk merestart mesin NFS. Pengaturan mengenai berkas expor akan dibahas pada bab selanjutnya. Perancangan sistem NFS pada penelitian ini terdapat dua buah server NFS yaitu mesin ubuntu (192. Indikator pada ubuntu dan freeBsd adalah sama dengan melihat apakah portmapper. Berkas ini berada pada /etc/exports dengan format yang sama dengan ubuntu. Tahapan instalasi pada freebsd dilakukan dengan pengaturan pada berkas /etc/rc. nfs dan mountd telah berjalan dengan perintah “rpcinfo –p” bila semua telah ada maka sistem NFS telah berjalan dengan baik. 4.1. Mesin FreeBsd. Tahapan selanjutnya adalah dengan membuat suatu pengaturan berkas apa saja yang akan diekpor. nfs dan mountd telah terdaftar.31).

option22) dimana a. maka root di mesin klien akan memiliki tingkat yang sama akses ke berkas di sistem sebagai root pada server. Anda tidak boleh menentukan pilihan ini tanpa alasan yang baik.8).Opsi yang diberikan sebenarnya sudah ada dan dapat digunakan. optionxx Daftar pilihan opsi yang diberikan server kepada klien tentang bagaimana sumber daya tersebut digunakan. c. d. nonaktifkan cek ini akan mempercepat transfer. machine1 dan machine2 Mesin klien yang akan memiliki akses ke direktori. b. directory Direktori yang Anda inginkan untuk bagikan secara merata.company. b.0. rw : Mesin klien akan memiliki akses membaca dan menulis ke direktori. c. maka semua direktori yang berada dibawah direktori yang diekspor akan dibagi juga.com atau 192.option12) machine2(option21. Jika no_root_squash dipilih. berkas permintaan apa saja yang dibuat oleh user root pada mesin klien diperlakukan seolah-olah merupakan direktori lokal mereka sendiri. Mungkin seluruh volume meskipun tidak perlu. meskipun mungkin diperlukan. jika Anda ingin melakukan apapun pekerjaan administratif pada mesin klien yang melibatkan direktori yang diekspor. no_subtree_check : Jika hanya bagian dari volume ekspor. mesin klien tidak akan bisa menulis untuk sumber daya tersebut. Ini dapat memiliki implikasi keamanan serius. Mesin bisa didaftarkan oleh Alamat DNS atau alamat IP (misalnya. ro : Direktori digunakan bersama-sama bersifat read only.168. machine. Jika Anda berbagi direktori. disebut subtree rutin memeriksa memverifikasi bahwa berkas yang diminta dari klien di bagian yang sesuai volume. . opsi dibawah merupakan opsi yang biasanya dipakai pada kebanyakan pengaplikasian: a. Menggunakan alamat IP lebih dapat diandalkan dan lebih aman. no_root_squash : merupakan pengaturan default.50 directory machine1(option11. Jika seluruh volume ekspor.

168.no_root_squash) /iso/data1 192.20 dibawah .no_subtree_check.ac.11) dari perintah exportfs akan menggunakan perilaku async.1.1.51 e.4.45 /home/data3 -alldirs -maproot=root 192. .168.1.no_subtree_check.sync. dan pilihan sync mencegah hal ini. bila port yang diinginkan tidak ada maka restart server NFS.no_subtree_check.id yang akan menjadi klien NFS dan mesin yang meminta sumber daya adalah mesin dengan IP 192. Pada implementasi aplikasi pada sistem ini kita menggunakan sebuah server jaran.undip.45/24(rw.3.168.sync.168. hasilnya akan seperti Gambar 4.no_root_squash) /var/www/jaran/iso 192. semua tetapi versi terbaru (versi 1.no_root_squash) #/etc/exports di freebsd /home/data1 -alldirs -maproot=root 192.45 /home/data2 -alldirs -maproot=root 192.1.45/24(rw. mengatakan mesin klien yang menulis sebuah berkas selesai yaitu telah ditulis untuk penyimpanan stabil ketika NFS telah selesai menyerahkan menulis ke berkas sistem.45 Gambar.168.1.45 maka pengaturannnya seperti : # exports pada mesin Ubuntu /home/ftp 192.sync.1. Sync : merupakan pengaturan default.1. Perilaku ini dapat menyebabkan data rusak jika server reboot.168.45/24(rw.3 Pengujian NFS Server Untuk memastikan apakah server NFS telah jalan maka kita mengetikan perintah: root@jaran:~# rpcinfo –p Setelah perintah tersebut diketikan maka akan keluar status dan port yang digunakan NFS.168.19 Konfigurasi /etc/exports 4.

3.45:/iso/data1 192.20 Informasi keluaran perintah rpcinfo -p Seperti yang kita lihat NFS telah berjalan.52 root@jaran:~# rpcinfo –p program vers proto port 100000 2 tcp 111 portmapper 100000 2 udp 111 portmapper 100024 1 udp 52741 status 100024 1 tcp 50436 status 100021 1 udp 42517 nlockmgr 100021 3 udp 42517 nlockmgr 100021 4 udp 42517 nlockmgr 100021 1 tcp 41774 nlockmgr 100021 3 tcp 41774 nlockmgr 100021 4 tcp 41774 nlockmgr 100003 2 udp 2049 nfs 100003 3 udp 2049 nfs 100003 4 udp 2049 nfs 100003 2 tcp 2049 nfs 100003 3 tcp 2049 nfs 100003 4 tcp 2049 nfs 100005 1 udp 39364 mountd 100005 1 tcp 41610 mountd 100005 2 udp 39364 mountd 100005 2 tcp 41610 mountd 100005 3 udp 39364 mountd 100005 3 tcp 41610 mountd Gambar 4. setelah itu kita memeriksa direktori apa saja yang yang dibagikan merata pada proses NFS maka kita mengetikan : root@jaran:~# showmount -a All mount points on jaran: 192.168.1. 4.1. Beberapa kemungkinan yang menyebabkan sistem NFS tidak berjalan .168.45.4 NFS Troubleshooting Penggunaan sistem NFS mungkin terdapat kesalahan pada sistem yang telah dikonfigurasi. /var/www/jaran/iso dibagikan secara merata dari server jaran ke server 192. Faktor yang menyebabkan hal tersebut terdapat dua kemungkinan yaitu berasal dari pengaturan admin ataupun sistem mesin yang belum mengeksekusi secara baik atau penuh konfigurasi yang telah dilakukan oleh admin.45:/home/ftp 192.45:/var/www/jaran/iso Dari hasil yang keluar kita dapat lihat direktori /home/ftp.1.168.1.168. /iso/data1.

Kemungkinan tesebut diantaranya : 1. . 2. 4. Kesalahan tidak bisa melihat sumber daya yang telah melakukan proses mounting. Untuk permasalahan ini pesan kesalahan yang akan ada yaitu : a. 2. Melihat pengaturan pada /etc/exports dan pastikan sumber daya telah diekspor apakah klien telah diberi ijin untuk mengakses. direktori induk tidak dapat melakukan proses mounting apabila direktori bawah induk telah melakukan proses mounting. Pastikan proses mounting tidak menyalahi 4 aturan mounting yang berisi sebagai berikut : a. 3. Pastikan berkas /etc/exports telah diregistrasi dengan mengetikan perintah “exportfs –ra”. Jika pada saat melakukan pemeriksaan diatas berkas yang diiginkan tidak ada. b. Sebagai contoh jika hak klien hanya untuk membaca dengan opsi melakukan proses mounting ro maka ubah menjadi rw. Beberapa tahapan dalam pemeriksaaan yang diantaranya : 1. Perintah untuk melihat format lengkap mengenai opsi apa saja yang dipakai pada saat proses mounting dapat dilihat dalam berkas /proc/mounts. Semua sumber daya yang telah melakukan proses mounting dapat kita lihat dengan perintah “df –h” atau “mount –f” .53 yang dapat kita lihat pesan-pesan kesalahan yang ada. Tidak bisa dengan pesan kesalahan “Permission denied” Ini artinya server tidak dapat mengenal permintaan akses untuk sumber daya. Permasalahan tidak bisa untuk melakukan proses mounting sumber daya. Jika tidak maka lakukan pengekporan ulang. Melihat berkas /proc/fs/nfs/exports dan pastikan bahwa klien sudah terdaftar secara benar. filesystem dapat diexpor dari server. ini berarti berkas tersebut belum melakukan proses mounting.

. Hal yang harus diperiksa sama dengan tahap 1. nfs dan mountd apabila ketiga elemen tersebut tidak ada pada saat melihat informasi rpcinfo –p maka restart server NFS. b. Tidak bisa dengan pesan kesalahan ” RPC: Registered:” Program Not ini artinya klien mengetahui bahwa server NFS tidak berjalan. Tahap pertama memeriksa apakah server NFS telah berjalan pada mesin server. direktori bawah induk tidak dapat melakukan proses mounting apabila direktori induk telah melakukan proses mounting. Hal ini terdapat beberapa kemungkinan yang diantaranya : 1. Hal pertama yang dilakukan adalah memeriksa apakah server NFS telah berjalan di server dengan perintah “rpcinfo –p”.54 c. Tahap selanjutnya memeriksa apakah server NFS telah berjalan yang dilakukan pada mesin klien dengan perintah “rpcinfo –p [alamat server]”. 2. hanya dapat mengekpor berkas lokal saja. maka akan menghasilkan informasi seperti : root@jaran:~# rpcinfo –p program vers proto port 100000 2 tcp 111 portmapper 100000 2 udp 111 portmapper 100024 1 udp 52741 status 100024 1 tcp 50436 status 100003 2 udp 2049 nfs 100003 3 udp 2049 nfs 100003 4 udp 2049 nfs 100003 2 tcp 2049 nfs 100003 3 tcp 2049 nfs 100003 4 tcp 2049 nfs 100005 1 udp 39364 mountd 100005 1 tcp 41610 mountd 100005 2 udp 39364 mountd 100005 2 tcp 41610 mountd 100005 3 udp 39364 mountd 100005 3 tcp 41610 mountd Gambar 4. d.21 Informasi keluaran perintah rpcinfo -p Informasi yang membangun sistem NFS adalah portmapper.

1.4. Jika mendapatkan pesan kesalahan “No Remote Programs Registered” maka ini berarti bahwa klien tidak diperbolehkan untuk mengakses server.55 3. Manual mount : proses mounting dimana perintah mounting akan hilang jika mesin dimatikan.1 Instalasi NFS Klien Setelah membuat NFS server maka tahap selanjutnya adalah melakukan proses instalasi NFS klien dengan perintah seperti : root@jaran:~# apt-get install nfs-common portmap Setelah proses instalasi sudah terpenuhi maka kita siap untuk melakukan proses NFS seperti yang telah dijelaskan pada server NFS akses hanya diberikan pada mesin yang mempunyai alamat IP 192.45 maka bila pengaturan telah benar maka proses selanjutnya yang akan dilakukan adalah melakukan proses mounting berkas yang telah disediakan oleh server.4 NFS Klien 4.deny. . 4.No route to host” maka ini berarti bahwa server dan klien tidak berada dalam satu jaringan dan tidak adanya routing yang berjalan diantara mereka. Jika mendapatkan pesan kesalahan “Remote system error . Mounting adalah proses untuk menambahkan atau memanggil direktori kedalam direktori lokal.allow dan /etc/hosts. Hal ini dapat diperbaiki dengan melihat apakah klien sudah diijinkan untuk mengakses server pada berkas /etc/hosts. b.168. 4. Automount : proses mounting dimana perintah mounting akan terusmenerus ada walaupun mesin dimatikan contoh perintahnya ada pada fstab dan autofs. Terdapat 2 jenis mounting yaitu: a.

56

a.

Manual Mount Dalam manual mounting konfigurasi akan dilakukan berulang-ulang

apabila server atau pun klien NFS mati, contoh konfigurasi pada aplikasi ini adalah
root@jaran-nfs:~# mount 192.168.1.52:/home/ftp /mnt/nfs/jaran/nfs1 root@jaran-nfs:~# mount192.168.1.52:/var/www/jaran/iso /mnt/nfs/jaran/nfs2 root@jaran-nfs:~# mount 192.168.1.52:/iso/data1 /mnt/nfs/jaran/nfs3

Pada konfigurasi di atas mempunyai arti bahwa direktori /home/ftp yang berasal dari 192.168.1.52 dijadikan direktori lokal /mnt/nfs/jaran/nfs1 pada mesin 192.168.1.45.

b.

Automount Pada proses mounting menggunakan automount pengaturan untuk proses

ini dilakukan hanya sekali saja, mesin akan menjalan konfigurasi ini secara otomatis pada proses booting pertamanya, pegaturan tentang hal ini tersimpan di /etc/fstab pegaturan yang ada di linux untuk konfigurasinya seperti Gambar 4.22.
#NFS dari jaran.undip.ac.id --> lihat rc.local 192.168.1.52:/home/ftp /mnt/nfs/jaran/nfs1 nfs rw,sync,hard,intr 0 0 192.168.1.52:/var/www/jaran/iso /mnt/nfs/jaran/nfs2 nfs rw,sync,hard,intr 0 0 192.168.1.52:/iso/data1 /mnt/nfs/jaran/nfs3 nfs rw,sync,hard,intr 0 0 192.168.1.31:/home/data1 /mnt/nfs/jaran/nfs4 nfs rw,sync,hard,intr 0 0 192.168.1.31:/home/data2 /mnt/nfs/jaran/nfs5 nfs rw,sync,hard,intr 0 0 192.168.1.31:/home/data3 /mnt/nfs/jaran/nfs6 nfs rw,sync,hard,intr 0 0

Gambar.4.22 Konfigurasi /etc/fstab pada proses mounting

Opsi pada pengaturan berkas fstab sama halnya yang dilakukan pada saat melakukan proses mounting manual /var/www/jaran/iso yang berada pada 192.168.1.52 yang akan dijadikan direktori lokal /mnt/nfs/jaran/nfs2 pada

192.168.1.45, sedikit mengulas tentang opsi yang diberikan. a. hard : proses mounting kan bersifat hard mounting yang akan mengikatnya tidak secara simbolik.

57

b. intr : suatu tahap interupsi, opsi ini sangat diperlukan pada saat terjadi kerusakan pada server atupun klien. c. rsize : besaran sumber daya yang diberikan yang berati besar maksimum suatu mesin dalam mounting pada proses membaca. d. wsize : besaran sumber daya yang diberikan yang berati besar maksimum suatu mesin dalam mounting pada proses menulis.

Pada saat pengaturan secara otomatis akan berjalan bila server atupun klien telah direstart. Masalah akan ada pada saat berkas fstab tidak berjalan dengan baik yang akan berakibat gagalnya proses mounting dari server ke klien. Masalah tersebut dapat diselesaikan dengan manual mounting akan tetapi tidak terpengaruh masalah mengenai mesin yang direstart, pemecahan masalah tersebut dengan mengetikan perintah mount manual pada berkas /etc/rc.local yang akan menjalankan perintah didalamnya secara rutin bila mesin direstart. Konfigurasi dari berkas /etc/rc.local sebagai berikut.
mount 192.168.1.52:/home/ftp /mnt/nfs/jaran/nfs1 mount 192.168.1.52:/var/www/jaran/iso /mnt/nfs/jaran/nfs2 mount 192.168.1.52:/iso/data1 /mnt/nfs/jaran/nfs3 mount 192.168.1.31:/home/data1 /mnt/nfs/jaran/nfs4 mount 192.168.1.31:/home/data2 /mnt/nfs/jaran/nfs5 mount 192.168.1.31:/home/data3 /mnt/nfs/jaran/nfs6

Perintah diatas akan mengakibatkan perintah manual mounting akan dieksekusi pada saat mesin baru memulai proses dari keadaan mati.

4.4.2 Pengujian NFS Klien Sama hal nya yang dilakukan pada server maka pengujian juga dilakukan pada sisi klien untuk memastikan apakah sistem telah berjalan dengan baik, untuk memeriksanya kita dapat melakuknya beberapa cara diantaranya : Mengetikan perintah :
root@jaran-nfs:~# df –h

58

maka akan terlihat hasil sebagai berikut :
Berkassystem /dev/sda2 udev none none none none 192.168.1.52:/home/ftp 932G 77G 192.168.1.52:/iso/data1 296G 296G 0 100% /mnt/nfs/jaran/nfs3 932G 67G 6.8M 100% /mnt/nfs/jaran/nfs1 9.7G 88% /mnt/nfs/jaran/nfs2 192.168.1.52:/var/www/jaran/iso Size 67G 501M 501M 501M 501M 501M Used Avail Use% Mounted on 1.7G 196K 0 80K 0 0 62G 501M 501M 501M 501M 501M 3% / 1% /dev 0% /dev/shm 1% /var/run 0% /var/lock 0% /lib/init/rw

Dari hasil perintah tersebut maka dapat dilihat sistem NFS telah berjalan dengan baik dapat dilihat dengan memeriksa berkas /etc/exports yang berada pada server dan perintah mounting yang telah diketikan, untuk melihat hasilnya dapat dilihat pada Tabel 4.1 dibawah ini :

Tabel 4.1 : Susunan direktori pada proses NFS pada server dan klien Alamat IP Nama Berkas Sumber /home/ftp 192.168.1.52 /var/www/jaran/iso /iso/data1 /home/data1 192.168.1.31 /home/data2 /home/data3 Tujuan /mnt/nfs/jaran/nfs1 /mnt/nfs/jaran/nfs2 /mnt/nfs/jaran/nfs3 /mnt/nfs/jaran/nfs4 /mnt/nfs/jaran/nfs5 /mnt/nfs/jaran/nfs6

Untuk memastikan bahwa berkas yang melakukan proses mounting sama dengan server maka akan membandingkan isi direktori dua mesin server yang menjadi sumber daya dan mesin klien yang meminta sumber daya tersebut, bila NFS telah berjalan maka isi kedua direktori tersebut akan sama.

1.168. Direktori anak juga terdapat pada klien NFS.52 sebagai server NFS Pada hasil pengamatan isi direktori dari dua mesin sama.24 isi direktori pada mesin 192.4. Proses NFS juga mengekpor direktori anak dari direktori yang diekspor.4. maka NFS berjalan dengan baik.59 Gambar.168.23 isi direktori pada mesin 192.45 sebagai klien NFS Gambar.1. .

60

4.5 Implementasi Active Repository Opensource Undip Pembuatan repository opensource Undip sebenarnya aplikasi ini telah berjalan akan tetapi belum menerapkan fungsi NFS dengan banyak sumber pada kesempatan kali ini sistem NFS akan digunakan pada saat penggunaannya pada aplikasi repository tersebut. terdapat beberapa tahap pengimplementasian pada saat menerapkan sistem NFS ini yang akan terbagi beberapa bagian.

Active Repository opensource undip merupakan suatu portal yang telah ada dan menjadi suatu bagian penyedia layanan open source yang berada di Indonesia. Alamat portal tersebut adalah jaran.undip.ac.id, kata jaran digunakan sebagai simbol sebuah open source yang digunakan secara bebas pada Universitas Diponegoro Semarang, seperti yang telah diketahui banyak repository yang berada di Indonesia menggunakan nama hewan untuk alamat repository nya sebagai contoh Universitas Indonesia dengan kambing.ui.ac.id, Intitut Teknologi Surabaya dengan kebo.vlsm.org.

Kata Jaran digunakan mengandung arti agar Active Repository Opensource UNDIP tetap kokoh memperjuangkan open source yang berada di Indonesia seperti kuda yang digunakan oleh pangeran Dipenegoro yang menemani beliau dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Kuda tersebut menjadi kesatuan dengan sosok Pengeran Diponegoro yang juga merupakan lambang dari Universitas Diponegoro Semarang. Kuda dalam bahasa jawa merupakan jaran, kata jaran yang diambil mempunyai tujuan untuk menekankan kita juga tidak boleh lupa mengenai kecintaan terhadap daerah asal dari Active Repository Open source UNDIP yaitu kota Semarang Jawa Tengah.

4.5.1 Instalasi Wordpress Fungsi wordpress disini merupakan suatu aplikasi pembantu yang digunakan pada saat perancangan repository undip.untuk langkah –langkah pengistalan seperti berikut a. Unduh dan unzip (ekstrak) paket WordPress di direktori web (/var/www), jika Anda belum melakukannya.

61

b. Ciptakan basis data untuk WordPress di server web Anda berikut pengguna MySQL yang memiliki hak mengakses dan melakukan perubahan ke basis data tersebut. c. Ubah nama berkas wp-config-sample.php menjadi wp-config.php. terdapat beberapa pengaturan dalam berkas ini akan tetapi sebagian besar yang peting adalah mengisi 4 elemen penting dibawah ini :
// ** MySQL settings - You can get this info from your web host ** // /** The name of the database for WordPress */ define('DB_NAME', 'jaran');  /** MySQL database username */ define('DB_USER', 'ajie'); 

nama database anda

user root database anda

/** MySQL database password */ define('DB_PASSWORD', 'rahasiadong'); 

password database

anda
/** MySQL hostname */ define('DB_HOST', 'localhost');

d. Buka wp-config.php menggunakan penyunting teks kesukaan Anda dan isi rincian basis data Anda. e. Letakkan berkas WordPress dalam lokasi yang diinginkan di server web Anda: · Jika Anda ingin mengintegrasikan WordPress ke dalam akar ranah (domain) Anda (contoh: http://example.com/), pindahkan atau unggahlah seluruh konten direktori WordPress (tidak termasuk direktori itu sendiri) ke dalam direktori server web Anda. · Jika Anda ingin memiliki instalasi WordPress dalam subdirektori dalam situs web Anda (contoh: http://example.com/blog/), ubah nama direktori wordpress menjadi nama yang ingin Anda berikan ke subdirektori tersebut dan pindahkan atau unggah ke server web

62

Anda. Sebagai contoh, jika Anda ingin instalasi WordPress di dalam subdirektori bernama “blog”, Anda harus menamai direktori bernama “wordpress” menjadi “blog” dan mengunggahnya ke direktori akar server web Anda. f. Jalankan skrip instalasi dengan mengakses wp-admin/install.php menggunakan perambah kesukaan Anda. · · Jika Anda menginstal WordPress di direktori akar, Anda harus mengunjungi: http://example.com/wp-admin/install.php Jika Anda menginstal WordPress di dalam subdirektori bernama blog misalnya, Anda harus mengunjungi:

http://example.com/blog/wp-admin/install.php

Pada pangaplikasian ini penginstalan dilakukan pada 192.168.1.45/jaran, penggunaan wordpress pada implementasi ini dilakukan secara sistematis karena banyaknya link yang digunakan pada penggunaan ini untuk hierarki wordpress yang digunakan dapat dilihat pada Gambar 4.25

192.168.1.45/jaran/mesin

192.168.1.45/jaran/lokal

192.168.1.45/jaran/mrtg

192.168.1.45/jaran

192.168.1.45/jaran/statistik

192.168.1.45/jaran/mirror

192.168.1.45/jaran/public

192.168.1.45/jaran/public/ISO

192.168.1.45/jaran/public/bse

192.168.1.45/jaran/public/ opensource

Gambar 4.25 Skema wordpress pada mesin 192.168.1.45

63 4.conf. connect_from_port_20=YES #direktori FTP anon_root=/var/www/jaran/pub Gambar 4.5. anonymous_enable=YES # mengijinkan pengguna lokal untuk menggunakan FTP.2 Instalasi Vsftpd Pemakaian Vsftpd disini digunakan untuk pemakaian ataupun pengambilan repository Undip selain dapat diakses menggunakan http yang telah diwakili penggunaan wordpress akan tetapi juga penggunaan ftp suatu protokol yang digunakan untuk pemindahan data dengan proses instalasi sebagai berikut : root@jaran-nfs:~# apt-get install vsftpd Proses instalasi telah dilakukan maka pengaturan tentang vsftpd terdapat di /etc/vsftpd. listen=YES # mengaktifkan FTP dengan mode anonymous. xferlog_enable=YES # pastikan bahwa port 20 telah dibuka.26 Konfigurasi /etc/vsftpd. dalam pengaturan ini akan dibuat server ftp yang bersifat anonymous yang dapat digunakan bebas oleh siapa pun tampa menggunakan password dan mempunyai direktori sumber pada /var/www/jaran/pub dengan pengaturan sebagai berikut : # Run standalone? vsftpd can run either from an inetd or as a standalone # daemon started from an initscript. local_enable=YES # membolehkan untuk menulis. write_enable=YES local_umask=022 dirmessage_enable=YES # mengaktifkan logging untuk uploaad dan download.conf pada proses ftp anonymous .

Hal yang harus dilakukan adalah dengan membuat direktori pada mesin server FTP untuk memetakan setiap direktori sumber daya NFS.64 Sedikit menjelaskan tentang konfigurasi tersebut : a. Perintah mounting tipe bind sama halnya dengan perintah mounting pada umumnya. Bind pada opsi mounting ini berguna sebagai pengikat bahwa sumber daya yang digunakan adalah kepemilikan dari mesin server FTP tersebut. Direktori yang telah melakukan proses mounting ke klien tidak bisa secara langsung berada pada server FTP. Perancangan server FTP menggunakan sumber daya yang berasal dari sistem NFS terdapat permasalahan pada saat pemetaan direktori. Skema yang dipakai dengan melakukan proses mounting sumber daya NFS tersebut seolah-olah merupakan milik mesin server FTP. Local_enable-YES yang artinya pengguna lokal mesin ersebut dapat pula menggunakan ftp c. Ubuntu tidak mengijinkan membagikan sumber dayanya secara bebas tampa ada skema pengamanan. Anonymous_enable=YES yang mempunyai arti bahwa pengguna anonymous dapat menggunakan ftp tersebut b. Untuk menyelesaikan masalah tersebut maka direktori yang akan digunakan untuk sumber ftp anonymous harus mempunyai format 755 yang artinya hanya readonly kecuali administrator yang dapat mengubahnya. . Sistem NFS memang menganggap bahwa sumber daya yang diberikan dilihat selayaknya sumber daya lokal mesin tersebut akan tetapi kepemilikan dari sumber daya tersebut tetap milik mesin server NFS. Tahapan selanjutnya melakukan proses mounting dengan tipe bind untuk setiap direktori yang ingin melakukan proses mounting dari sumber daya NFS kedalam server FTP. Write_enable=YES yang artinya dapat menambahkan berkas pada ftp server d. Anon_root=/var/www/jaran/pub menjadikan /var/www/jaran/pub menjadi direktori sumber dari ftp Terdapat sedikit peringatan pada saat menggunakan server ftp anonymous pada ubuntu yang dikonfigurasi untuk faktor keamanan.

Di dalamnya terdapat informasi mengenai status pemakaian memory. Aplikasi tambahan yang diinstal pada sistem ada tiga yaitu phpsysinfo. trafik jaringan. sistem berkas.3 Instalasi Aplikasi pendukung Proses instalasi layanan Utama active repository opensource UNDIP telah selesai dilakukan. Tahap selanjutnya adalah melakukan instalasi pada aplikasi pendukung yang berguna untuk memberikan informasi yang terkait mengenai kegiatan yang berjalan pada active repository opensource UNDIP. MRTG adalah aplikasi tambahan yang memberikan informasi trafik jaringan yang berjalan pada mesin sumber. root@jaran-nfs:~# /etc/init.Aplikasi-aplikasi tambahan ini sangat berguna pada saat pengujian sistem active repository yang menggunakan sistem NFS.65 4. MRTG. Hal ini dikarenakan pada aplikasi Sedot sampai tua terdapat skema konfigurasi yang dijalankan secara otomatis memperbaharui data yang berada didalamnya pada periode yang telah ditentukan. informasi yang termasuk didalamnya yaitu spesifikasi perangkat mesin sumber.d/apache2 restart . untuk memlakukan instalasi phpsysinfo syaratnya cukup mudah yaitu sudah adanya web server pada server kita untuk proses instalasi seperti berikut : Pertama proses instalasi root@jaran-nfs:~# apt-get install phpsysinfo Setelah melakukan instalasi maka proses selanjutnya adalah merestart server web. quota hardisk dan fisik yang terdapat pada server atau komputer tersebut. informasi yang didapatkan oleh MRTG berasal dari informasi yang diberikan oleh SNMP.MRTG memberikan informasi data berupa grafik yang diberikan secara periode. dan Sedot sampai tua. Sedot sampai tua adalah aplikasi yang membantu dalam pembuatan suatu aplikasi repository yang bersifat aktif. a. Instalasi phpsysinfo Phpsysinfo adalah sebuah aplikasi php yang digunakan untuk memonitor status server. Phpsysinfo adalah suatu aplikasi yang memberikan tampilan informasi yang berasal mesin sumber.5.

168.168. Gambar 4. setelah itu untuk memastikan apakah phpsysinfo maka kita melakukan pengujian dengan mengetikan http://IP-domain/phpsysinfo dalam implementasi http://192.45/phpsysinfo Untuk mengambungkan fungsi ini maka fungsi server web maka memasukan fungsi phpsysinfo kedalam layanan web dengan alamat 192.27 Tampilan pada 192.45/jaran/mesin yang akan menjadikan phpsysinfo menjadi salah satu layanan yang berada pada server web.1.45/phpsysinfo maka tampilannya akan seperti Gambar 4.168. .1.66 Proses tersebut maka akan meletakan direktori phpsysinfo pada direktori default server web yang digunakan pada mesin server .27.1.

nagios. Tidak saja memonitor trafik jaringan. System Load. Pilihan “Yes” akan mengakibatkan bahwa konfigurasi default akan mempunyai permission 640 dan bila tidak maka bernilai 600. Instalasi MRTG MRTG (Multi Router Traffic Grapher) merupakan sebuah perangkat untuk memonitor trafik yang terjadi di dalam sebuah jaringan. Pilihan ini akan ada bila melakukan instalasi untuk pertama kali.28 Pilihan permission pada berkas konfigurasi default pada instalasi MRTG . ntop.10.67 b. Walaupun saat ini sudah banyak perangkat monitoring yang baru seperti cacti. Hal pertama yang dilakukan adalah mendowload mrtg dengan apt-get. dan sebagainya. root@jaran-nfs:~# apt-get install mrtg snmp snmpd Proses instalasi MRTG akan menampilkan pilihan apakah mrtg bersifat readable. Di dalam konfigurasi ini akan dijelaskan tentang bagaimana cara menginstal MRTG di Ubuntu server 9. MRTG yang dibuat oleh Tobi Oetiker ditulis dengan menggunakan bahasa Perl dan menggunakan SNMP untuk membaca traffic counters dan bahasa C yang cepat untuk membuat log trafik data dan membuat grafik yang indah yang mewakili trafik jaringan. Gambar 4. dan lain sebagainya. MRTG masih tetap menjadi pilihan seorang administrator jaringan untuk melihat aktivitas yang bedara pada jaringannya. MRTG mampu memonitor hal-hal lain di dalam sebuah server seperti Memory.

conf ubah setingan : com2sec paranoid default public #com2sec readonly default public #com2sec readwrite default private Menjadi com2sec local localhost public public com2sec mynetwork 192. root@jaran-nfs:~# vim /etc/snmp/snmpd.cfg. Berkas yang mengatur tentang konfigurasi mrtg secara default teletak di /etc/mrtg.45 root@jaran-nfs:~# indexmaker /etc/mrtg.cfg public@192.0/24 Perubahan konnfigurasi pada /etc/snmp/snmpd. Tampilan MRTG berjalan di server web maka perlunya untuk membuat suatu index.cfg –columns=1 –output /var/www/mrtg/index.html .1.168.conf akan diaplikasikan dengan merestart snmpd dengan perintah : root@jaran-nfs:~# /etc/init.1.html yang berada pada direktori web.68 Setelah proses intalasi telah selesai maka tahapan selanjutnya adalah mengedit /etc/snmp/snmp. Proses instalasi MRTG secara default.1.168.cfg.168. Terdapat dua perintah yang memberikan pengaturan tersebut yaitu : root@jaran-nfs:~# cfgmaker –global ‘WorkDir: /var/www/mrtg’ – output /etc/mrtg.d/snmpd restart Perubahan yang dilakukan pada berkas /etc/snmp/snmpd telah diaplikasikan untuk memeriksa apakah snmp telah berjalan maka ketikan perintah berikut : root@jaran-nfs:~# snmpwalk -v 2c -c public 192. mrtg memberikan konfigurasi trafik yang ada pada mesin anda pada pengaturan di /etc/mrtg.45 Setelah melakukan perintah diatas maka akan keluar informasi mengenai aktivitas yang berjalan pada mesin server.

Please run mrtg in an environment where this is not the case.168. maka ketikan perintah : root@jaran-nfs:~# mrtg /etc/mrtg.Proses intalasi telah selesai untuk melihat hasil tampilan lihat di http://192.cfg ------------------------------------------------------------------ Pengaturan konfigurasi yang benar menyebabkan tidak ada pesan kesalahan yang terjadi. Tahapan terakhir yang dilakukan adalah menjalankan mrtg dilingkungan mesin dengan perintah : root@jaran-nfs:~# env LANG=C /usr/bin/mrtg /etc/mrtg. Proses pemeriksaan apakah ada kesalahan pada pengaturan pada konfigurasi di mrtg.cfg perintah yang diketikan akan menghasilkan -----------------------------------------------------------------ERROR: Mrtg will most likely not work properly when the environment variable LANG is set to UTF-8.cfg Tahapan terakhir untuk pengistalan MRTG telah dilakukan .29 Tampilan MRTG pada mesin server .1.69 Setelah mengetikan perintah tersebut maka index mrtg telah dibuat.29 : Gambar 4.45/mrtg/ maka akan muncul tampilan seperti pada Gambar 4. Try the following command to start: env LANG=C /usr/bin/mrtg /etc/mrtg.

Masuk direktori pkgs. cron : deklarasikan waktu untuk melakukan mirroring untuk paket. c. url : berisi daftar url untuk menuju langsung ke repository yang sudah dibuat.Proses mirroring akan menggunakan metode rsync untuk konfigurasinya sebagai berikut : a. Sebagai contoh : rsync. rsync.ac. Untuk metode lainnya tersedia di bin/get. Instalasi Sedot sampai tua Sedot sampai tua adalah suatu aplikasi untuk monitoring dan memperbaharui paket repository yang ada di sistem dan menjalankan pembaharuan paket yang disebut mirroring.undip. Aplikasi ini terdapat di launcpad membutuhkan bzr untuk mengintallnya. method : metode sedot yang akan dipakai. 3.namametode. Format penulisan waktu sama seperti format crontab. target : target direktori untuk menaruh hasil mirroring. 6.exclude : berisi keterangan berkas/direktori apa saja yang tidak akan dilakukan rsync. 2. source : sumber repository. Disana tersedia berbagai macam direktori contoh.id. 1. Untuk contoh penggunaan rsync dapat menggunakan direktori apache. 5. 4. . Aplikasi ini dekembangkan oleh fajran seorang yang menangani opensource Universitas Indonesia. Masuk ke direktori apache. Proses instalasi aplikasi ini cukup mudah pertama install paket bzr “apt-get install bzr”. 7. Contoh : repo. Proses instalasi dan konfigurasi sebagai berikut : Instal Sedot sampai tua: root@jaran-nfs:~# bzr branch lp:sedot Setelah itu sedot akan terinstal pada direktori /root pindahkan isi direktori sedot ke /srv/sedot maka sedot telah terinstal dimesin.70 c. Pindah ditrektori ke /srv/sedot dengan perintah “cd /srv/sedot” b. Disana akan ditemukan banyak berkas yang punya fungsi berbeda-beda. name : nama repository yang akan ditampilkan di log/status.

45/jaran/status_repo maka tampilannya seperti Gambar 4. . Agar dapat terbuat juga laporannya masukan nama paket yang di mirror ke etc/report. Untuk melakukan apakah aplikasi ini telah berjalan maka ketikan perintah http://192. Buat link yang berada pada direktori /var/www/jaran/ dengan nama direktori status_repo dengan perintah “ln –s /srv/sedot/data/report/* /var/www/jaran/status_repo/”. Salin direktori yang tersedia disana kemudian ganti namanya menjadi nama baru untuk repo anda. j. nama didalam berkas ini harus sesuai dengan nama direktori di folder pkgs. Kemudian lanjutkan dengan memanggil .pkgs. Setelah konfigurasi tersebut maka sedot akan memberikan informasi mengenai paket yang berada pada mirroring nya informasi tersebut berada di /srv/sedot/data/report./bin/update-crontab untuk memperbarui crontab. f. Isi berkas pkgs di dalam direktori nodes/ dengan paket yang ingin dilakukan mirroring. h. Setelah selesai. k. Nama direktori harus sesuai dengan hostname –f. Contoh penambahannya : 0 */4 * * * $SEDOT_BASE/bin/make-report (yang artinya lakukan pembuatan report setiap 4 jam). i. Sebagai contoh bin/sedot –dry-run ubuntu. Setelah memasukkan tambahan tadi ada baiknya lakukan update-crontab lagi. e. Lakukan percobaan dengan menjalankan perintah bin/sedot –dry-run nama-paket.30. g. Agar report/laporan/status/log dapat terbuat maka tambahkan $SEDOT_BASE/bin/make-report dan waktu eksekusinya dalam format crontab di nodes/[hostname]/cron.168. kemudian lanjut ke direktori nodes/.1.71 d. Contoh diatas adalah ubuntu-debmirror.

Terdapat lima tahapan pengujian yang diantaranya adalah : 1.6 Pengujian sistem Pengujian sistem pada sistem NFS yang berjalan pada web active repository opensource UNDIP. 2. Tahapan ini menggunakan aplikasi Sedot sampai tua. Paketpaket ini dibuat satu-persatu sesuai dengan tahapan yang telah diberikan di atas. Pada tahapan ini menggunakan dua protokol yang biasa digunakan untuk tujuan tersebut yaitu HHTP dan FTP. Pengujian terhadap trafik yang diberikan pada tahapan ini menggunakan MRTG. Pengujian terhadap pembagian sumber daya open source. Aplikasi ini membuat data repository yang dimasukannya seperti aplikasi opensource. ubuntu (repository). Ubuntu (image). debian (repository). 4. 3. . Debian (image). 4. Tahapan ini menggunakan informasi yang diberikan oleh phpsysinfo. Blankon (image). blankon (repository). Pengujian terhadap repository open source yang diperbaharui dan di monitoring. Buku Sekolah Elektronik.72 Gambar 4.30 Tampilan aplikasi Sedot sampai tua. Pengujian mengenai kinerja sistem NFS yang berjalan pada 1 klien dan 2 server.

31 Monitoring klien NFS dengan MRTG Gambar 4. Proses intalasi pada sistem NFS telah dilakukan dan tahap selanjutnya tentu saja memonitor apakah sistem tersebut telah berjalan dan menjadi sumber data bagi web open source UNDIP.32 Monitoring server NFS dengan MRTG . Tahap pertama yang dilakukan adalah memeriksa apakah sistem NFS akan membebani klien ataupun server pada pegujian ini menggunakan MRTG.73 5. Pengujian terakhir melakukan permintaan layanan repository sistem operasi yang disediakan yaitu debian. ubuntu dan blankOn. Gambar 4.

Gambar 4.20 GB.33 Informasi kapasitas tempat penyimpanan klien NFS dengan phpsysinfo Gambar 4. Informasi ini dapat diperoleh dengan menggunakan aplikasi phpsysinfo.74 Gambar 4.kapasitas klien NFS 66.31 dan Gambar 4.33 selain menggambarkan tentang kapasitas tempat penyimpanan phpsysinfo juga memberikan semua informasi mengenai spesifikasi dari mesin tersebut.33. Informasi yang diberikan oleh phpsysinfo mengenai kapasitas dari perangkat penyimpanan terlihat pada Gambar 4.5.78 GB sedangkan total kapasitas dari klien adalah 1589.32 menjelaskan bahwa penggunaan sistem NFS pada kedua mesin tersebut hanya menghabiskan trafik yang kecil.Trafik yang diberikan tidak membebani sisi server. hasil tersebut mengambarkan bahwa sistem NFS telah berjalan dengan baik. Kapasitas tempat penyimpanan yang berasal dari server NFS adalah 1589. .78 = 1522.20 – 66. Pada tahap ini akan menjelaskan berapa besar perangkat penyimpanan klien dan berapa besar perangkat penyimpanan yang melakukan proses mounting dengan sistem NFS. Tahapan berikutnya dengan melakukan pemeriksaan proses mounting yang terjadi pada sisi klien NFS.

Perbedaan antara dua protokol ini sebenarnnya tidaklah terlalu banyak dari sisi pemindahan data relatif sama.75 Tahap berikutnya adalah memeriksa apakah layanan sharing sumber daya berjalan dengan baik atau tidak. Proses ini menggunakan dua protokol yang telah banyak dipakai yaitu HTTP yang menggunakan port 80 dan FTP yang menggunakan port 21. Gambar 4.10 untuk percobaan HTTP yang dapat dilihat pada Gambar 4. Tahap berikutnya adalah memeriksa jenis repository apa saja yang diperbaharui dan melihat proses pembaharuannya. Aplikasi ini . Informasi tersebut dapat diberikan oleh aplikasi monitoring repository Sedot sampai tua.35.35 Percobaan layanan sharing sumber daya dengan protokol FTP Dari percobaan pada kedua protokol dinyatakan berhasil karena perpindahan sumber daya antara klien yang meminta layanan ke server telah berhasil. Percobaan dilakukan dengan mengunduh image iso karmic 9.34 Percobaan layanan sharing sumber daya dengan protokol HTTP Gambar 4.34 dan image alixe pada percobaan FTP yang ditunjukan pada Gambar 4. Perbedaannya adalah HHTP dapat menjalankan bahasa HMTL sedangkan FTP tidak.

Akan melakukan pembaharuan paket setiap 4 jam sekali.1.10.1.45/jaran/ubuntu karmic-backports main restricted universe multiverse . Pengujian layanan repository sistem operasi dilakukan menggunakan sistem operasi ubuntu server 9.168.168.45/jaran/ubuntu karmic-updates main restricted universe multiverse deb http://192.168.1.76 merupakan suatu paket kesatuan yaitu update paket.36 Monitoring repository dengan Sedot sampai tua Repository yang dimasukan seperti yang tertera pada Gambar 4. deb http://192.1. Pengaturan untuk pengambilan repository ini berada pada berkas /etc/apt/source.45/jaran/ubuntu karmic main restricted universe multiverse deb http://192.list dan edit seperti pengaturan dibawah ini.45/jaran/ubuntu karmic-updates main restricted universe multiverse deb-src http://192.36. Gambar 4. Jenis-jenis repository yang dimasukan pada aplikasi ini telihat pada Gambar 4.168.36.1. Repository yang yang dimaksud disini merupakan kumpulan program yang disimpan dalam sebuah arsip perangkat lunak. Aplikasi ini dapat dikonfigurasikan terlebih dahulu untuk menjalankan perintah pembaharuan repository secara otomatis. monitoring dan link layanan terkait. Proses pengujian akan melakukan permintaan sumber repository atau yang biasa disebut source list .45/jaran/ubuntu karmic main restricted universe multiverse deb-src http://192.168.

45/jaran/ubuntu karmic-security main restricted universe multiverse deb-src http://192.37.77 deb-src http://192.1. Gambar 4.168.45/jaran/ubuntu karmic-security main restricted universe multiverse Perubahan pengaturan pada pada /etc/apt/source.1. Tahapan selanjutnya menguji apakah alamat repository berjalan atau tidak. Pengujian dengan pengaturan yang benar maka akan seperti Gambar 4.168.1.list telah dilakukan. Pengujian repository dilakukan dengan mengetikan perintah apt-get updata maka mesin akan mencari mesin repository apabila salah ataupun tidak ada maka mesin akan menampilkan pesan kesalahan.168.37 pengujian repository pada sistem operasi ubuntu karmic server .45/jaran/ubuntu karmic-backports main restricted universe multiverse deb http://192.

ditandai dengan berjalannya sistem NFS yang dibangun dengan sistem operasi dan aplikasi-aplikasi tersebut. Sistem NFS dapat mempunyai lebih dari satu server dengan satu klien.10 dapat berjalan dengan baik. Sistem NFS dapat bejalan di dua sistem operasi berbeda yaitu ubuntu server 9. SNMP adalah protokol utama yang digunakan pada saat melakukan monitoring pada server. Sistem NFS membantu mengatasi masalah tentang kebutuhan akan tempat penyimpanan yang terbatas dan terpisah secara geografis. Server NFS dengan tipe anonymous tidak dapat diakses bila permission pada direktori ftp bukan 755. Proses mounting pada sistem NFS ada dua cara yaitu manual dan otomatis. 8. Web server. 10. 2. 12. 3.78 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Perlu suatu proses mount dengan opsi bind. Pemetaan direktori yang berasal dari sistem NFS tidak dapat langsung dipetakan kedalam server FTP. Mountd dan NFS adalah tiga jenis RPC yang membangun sistem NFS. Proses restart server NFS perlu dilakukan pada saat melakukan perubahan pada berkas /etc/exports dengan tujuan meregistrasikan perubahan tersebut kedalam server NFS. 5. 78 . 4. 9. FTP server dan aplikasi monitoring pada Ubuntu server 9.10 dan FreeBsd. Penggabungan kerja antara NFS server . 7. Portmapper. Penggunaan aplikasi wordpress dapat dilkukan secara hierarki. 6.1 Kesimpulan Dari hasil analisa dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa : 1. Instalasi lamp-server dapat dilakukan dengan mudah dengan sustu metode penginstalan tasksel. 11.

Sistem operasi yang digunakan pada penelitian tidak hanya berbasis sistem operasi opensource saja. Penggabungan sistem NFS dapat pula digabungkan dengan sistem operasi yang bukan opersource contohnya windows. dan sistem mainframe lainnya. SUN. Sistem NFS tidak hanya bisa berjalan pada jaringan lokal saja. Perancangan sistem NFS dengan lingkup yang lebih luas dengan jenis data yang dikhusukan kepada klien tertentu membutuhkan arsitekturs NFS yang baik serta perlunya membahas tentang factor keamanan. Pengembangan sistem NFS ini dapat berjalan antar jaringan public yang berbeda. Pengaturan direktori sumber daya pada server sesuai dengan jenis dari sumber daya perlu dilakukan bertujuan memudahkan pengaturan direktorsi pada saat pengekporan. 3.2 Saran Adapun saran yang dapat diberikan sehubungan dengan pelaksanaan penelitian ini adalah : 1. 4. . 2.79 5.

M. NFS Overview. Stren. April 2005 [4].htm. National Tsing Hua University Hsinchu. and the External Data Representation (XDR) Standard. MIT Laboratory for Computer Science and NYU Department of Computer Science. Charles. NFS Data Storage and Data Types. Athicha. http://www. Wang.Kozierok.tcpipguide. --. Versions and Standards. [2]. The TCP/IP Guide.2001.tcpipguide.html.freebsddiary.org/HOWTO/NFS-HOWTO/troubleshooting. Managing NIS and NFS second edition. http://www.com/free/t_TCPIPNetworkFileSystemNFS.com/free/t_NFSServerProceduresandOperations. NFS Client/Server Operation Using Remote Procedure Calls (RPCs). --. Maret 2010 [7].htm. Maret 2010 [9]. Benjie Chen. http://www. Troubleshooting. http://tldp. History.org/nfs. --. http://www. NFS sharing file systems across a network. Muthitacharoen. --. US : O’Relly and Associates inc [3]. http://www. --.php.com/free/t_OverviewofFileandResourceSharingProto colConceptsan.tcpipguide. --. Maret 2010 80 . 2003. Cheng-Chia and Yarsun Hsu.com/free/t_NFSDataStorageandDataTypesandtheExt ernalDataRepres. and David Mazieres. Maret 2010 [8]. Taiwan.htm. Maret 2010 [11].80 DAFTAR PUSTAKA [1]. March 2010 [5]. NFS Server Procedures and Operations. --.tcpipguide. Maret 2010 [10].tcpipguide. Hal. TCP/IP Network File System (NFS). A Lowbandwidth Network File System.htm. Maret 2010 [6].com/free/t_NFSClientServerOperationUsingRemote ProcedureCallsR. http://www. US : aquarelle. Wofs: A Distributed Network File System Supporting Fast Data Insertion andTruncation.htm.

--.81 [12].com/component/content/article/108.id/wiki/panduan:panduan_penggunaan_sedot#pandua n_penggunaan_sedot. Maret 2010 [13].html.ac.ugm. Maret 2010 . --. Panduan Penggunaan Sedot http://ugos. MRTG.catatanlepas. Monitoring Network Yang Tidak Pernah Usang http://www.

HP Nama orang tua Alamat orang tua : +6285640269887 : Alm Syafik Abdullah : Jln Lagoa Terusan V no.004 Jakarta Utara No.com Riwayat Pendidikan 1.BIODATA MAHASISWA Nama Mahasiswa NIM Konsentrasi : Ajie Prasetyo : L2F005506 : Informatika Komputer Tempat/Tanggal lahir : Jakarta.010 No. Teknik Elektro Universitas Diponegoro Semarang. SMPN 30 Jakarta 4. Telp : (021)4369509 IP Kumulatif : 3.010 Rw.004 Jakarta Utara : Jln Lagoa Terusan V no. Januari 2010 Ajie Prasetyo 82 . TK Dian Kusuma Pertiwi 2. SDN Koja 01 Pagi Jakarta 3.7 Rt.7 Rt.34 E-mail : ninku_ajie @yahoo. 5 Mei 1987 Alamat Rw. SMAN 13 Jakarta 5.

168.31 OS : FreeBsd 6.168.1 · NFS Klien.45 OS : Ubuntu Server 9.10 Topologi Umum sistem NFS Susunan direktori pada proses NFS pada server dan klien Alamat IP Nama Berkas Sumber /home/ftp 192.168.168.1.52 OS : Ubuntu Server 9.10 · NFS Server II IP : 192.1.1. server web. Server FTP IP : 192.1.52 /var/www/jaran/iso /iso/data1 /home/data1 192.31 /home/data2 /home/data3 Tujuan /mnt/nfs/jaran/nfs1 /mnt/nfs/jaran/nfs2 /mnt/nfs/jaran/nfs3 /mnt/nfs/jaran/nfs4 /mnt/nfs/jaran/nfs5 /mnt/nfs/jaran/nfs6 83 .168.1.Proses Instalasi Active Repository Opensource UNDIP · NFS Server I IP : 192.

Server NFS 4. xferlog_enable=YES # pastikan bahwa port 20 telah dibuka. write_enable=YES local_umask=022 dirmessage_enable=YES # mengaktifkan logging untuk uploaad dan download.84 Proses pembuatan Sistem terdapat beberapa tahap instalasi yang diantaranya : 1. Web Server Instalasi pada server web dilakukan dengan menggunakan sebuah aplikasi tasksel untuk penjelasan lebih lengkap dapat dilihat pada bahasan insralasi Lamp Server pada bab 4. konfigurasi pada sistem ini menngnakan direktori root yang berada pada direktori /var/www/jaran. FTP Server. connect_from_port_20=YES #direktori FTP anon_root=/var/www/jaran/pub 84 . Web Server. listen=YES # mengaktifkan FTP dengan mode anonymous.2. FTP server Proses instalasi : root@jaran-nfs:~# apt-get install vsftpd setelah proses instalasi selesai maka konfigurasi berkas /etc/vsftpd. Klien NFS 1. 2. 3. # Run standalone? vsftpd can run either from an inetd or as a standalone # daemon started from an initscript. 2. local_enable=YES # membolehkan untuk menulis.conf seperti konfigurasi dibawah ini. anonymous_enable=YES # mengijinkan pengguna lokal untuk menggunakan FTP.

45/24(rw.no_subtree_check.168. Server NFS A. Proses selanjutnya adalah mengkonfigurasi berkas /etc/exports. /home/ftp 192.sync.no_root_squash) /var/www/jaran/iso 192.1.sync.168. Direktori sumber server FTP berada pada /var/www/jaran/pub.45/24(rw. Mesin Ubuntu Instalasi NFS dilakukan dengan mengetikan perintah : root@jaran:~# apt-get install nfs-kernel-server nfs-common portmap setelah proses instalasi selesai.1.no_subtree_check. 85 .sync. periksa apakah NFS telah terinstalasi dengan baik dengan perintah : root@jaran:~# rpcinfo –p Periksa apakah 3 komponen utama yang terlibat dalam sistem NFS yaitu : nfs.d/vsftpd restart 85 konfigurasikan pada berkas /etc/vsftpd. kepada siapa dan opsi apa yang diberikan pada sumber daya tersebut.168.Setelah melakukan konfigurasi maka perubahan akan teregistrasi dengan merestart sistem FTP dengan perintah : root@jaran-nfs:~# /etc/init.45/24(rw.no_subtree_check.no_root_squash) /iso/data1 192. berkas konfigurasi yang berisi pengaturan sumber daya apa yang dibesikan . Server FTP bersifat anonymous tidak dapat diakses apabila direktori sumber tidak mempunyai hak akses 755 untuk mengubahnya maka lakukan perintah : root@jaran-nfs:~# chmod 755 /var/www/jaran/pub/* proses instalasi Server FTP telah selesai. 3.conf akan membuat Server FTP yang dibuat bersifat anonymous.1. portmap dan mountd.no_root_squash) proses instalasi pada mesin ubuntu telah selesai. Ketiga komponen merupakan komponen utama apabila semua ada maka NFS telah terinstal dengan baik.

Tahapan instalasi pada freebsd dilakukan dengan pengaturan pada berkas /etc/rc. nfs dan mountd telah terdaftar.1.1.168.31). Setelah melakukan pengaturan di berkas /etc/export agar perubahan tersebut teregistrasi pada sistem NFS maka perlu mengetikan perintah “killall -TERM mountd” dan “killall -hup mountd”. Konfigurasi /etc/export pada mesin freeBsd sebagai berikut : /home/data1 -alldirs -maproot=root 192.52) dan mesin freebsd (192.45 proses instalasi pada mesin freeBsd telah selesai.86 B.1. Tahapan sebelumnya telah mengijinkan berkas untuk diexpor agar dapat diakses oleh klien maka perlu dilakukan proses restart server NFS dengan perintah “rpcbind”.45 /home/data2 -alldirs -maproot=root 192. Indikator pada ubuntu dan Linux adalah sama dengan melihat apakah portmapper.1.168. proses restart telah berhasil untuk memestikan apakah sudah berjalan maka ketikan perintah “rpcinfo –p” dan lihat apakah portmapper. nfs dan mountd telah berjalan dengan perintah “rpcinfo –p” bila semua telah ada maka sistem NFS telah berjalan.168. “nfsd –u –t –n 4”.1.45 /home/data3 -alldirs -maproot=root 192. Tahapan selanjutnya adalah dengan membuat suatu pengaturan berkas apa saja yang akan di ekpor berkas ini berada pada /etc/exports dengan format yangsama dengan ubuntu. 86 .conf dengan pengaturan sebagai berikut : rpcbind_enable="YES" NFS_server_enable="YES" mountd_flags="-r" rpc_lockd_enable="YES" rpc_statd_enable="YES" Pengaturan diatas telah dibuat maka restart server freebsd agar sistem NFS berjalan.168. dan “mountd –r”. Mesin Ubuntu Perancangan sistem NFS pada penelitian ini terdapat dua buah server NFS yaitu mesin ubuntu (192.168. Pengaturan mengenai berkas expor akan dibahas pada bab selanjutnya.

1.local.52:/home/ftp /mnt/nfs/jaran/nfs1 192.52:/var/www/jaran/iso /mnt/nfs/jaran/nfs2 192. 87 .1.31:/home/data1 /mnt/nfs/jaran/nfs4 192.168.31:/home/data3 /mnt/nfs/jaran/nfs6 Perintah diatas akan mengambil sumber daya yang diberikan secra manual.1. Agar konfigurasi tersebut terus ada apabila sistem restart maka konfigurasi tersebut diletakan pada berkas /etc/rc.52:/home/ftp 932G 740G 192G 80% /mnt/nfs/jaran/nfs1 192.1.168.168.87 4.31:/home/data2 145G 126G 7.168.168.31:/home/data1 73G 69G 0 100% /mnt/nfs/jaran/nfs4 192.1.168.4G 95% /mnt/nfs/jaran/nfs5 192. Klien NFS Instalasi Klen NFS dengan perintah sebagai berikut : root@jaran:~# apt-get install nfs-common portmap Setelah proses instalasi selesai hal yang dilakukan selanjutnya adalah dengan melakukan skema mounting terhadap sumber daya yang telah diberikan dengan perintah dan ketikan pada sistem konsol : mount mount mount mount mount mount 192.52:/iso/data1 /mnt/nfs/jaran/nfs3 192.1.31:/home/data2 /mnt/nfs/jaran/nfs5 192.1.168.168.1.168.1.1.52:/var/www/jaran/iso 77G 46G 31G 60% /mnt/nfs/jaran/nfs2 192.168.52:/iso/data1 296G 296G 0 100% /mnt/nfs/jaran/nfs3 192.31:/home/data3 145G 32K 133G 1% /mnt/nfs/jaran/nfs6 root@jaran-nfs:~# Informasi keluaran yang diberikan pada sistem NFS diatas maka NFS telah berjalan dengan baik.168.1.1. setelah melakukan konfigurasi periksa apakah sumber daya telah melakukan mounting dengan baik dengan perintah : root@jaran-nfs:~# df -h Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on /dev/sda2 67G 16G 49G 24% / udev 501M 196K 501M 1% /dev none 501M 0 501M 0% /dev/shm none 501M 80K 501M 1% /var/run none 501M 0 501M 0% /var/lock none 501M 0 501M 0% /lib/init/rw 192. Konfigurasi tersebut akan hilang bila mesin tersebut direstart.168.

Konfigusi otomatis mengenai mounting tipe bind berada berkast /etc/fstab yang berada pada lampiran berikutnya.88 Pada saat menggunakan NFS sebagai sumber pada server FTP diperlukan skema mounting yang bersifat bind dengan tujuan agar sumber tersebut berada pada direktori NFS. 88 .

168.52:/home/ftp /mnt/nfs/jaran/nfs1 nfs rw.exec.exec.hard.1.utf8 0 0 #NFS dari jaran.local #192.sync.errors=remount-ro 0 1 # /dev/sda1 UUID=6b52fbfe-ad82-4ae9-af2b-8f2fa20c207f none swap sw 0 0 /dev/scd0 /media/cdrom0 udf.sync.Berkas /etc/fstab # /etc/fstab: static file system information.intr 0 0 #192.intr 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs1/ubuntu /var/www/jaran/ubuntu none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Alixe /var/www/jaran/pub/ISO/Alixe none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/blankon /var/www/jaran/blankon none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/BlankOn /var/www/jaran/pub/ISO/BlankOn none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/debian_netinstall /var/www/jaran/pub/ISO/debian_netinstall none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Fedora /var/www/jaran/pub/ISO/Fedora none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/FreeBSD /var/www/jaran/pub/ISO/FreeBSD none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/FreeNAS /var/www/jaran/pub/ISO/FreeNAS none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Kuliax /var/www/jaran/pub/ISO/Kuliax none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/LinuxMint /var/www/jaran/pub/ISO/LinuxMint none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Mandriva /var/www/jaran/pub/ISO/Mandriva none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/mepis /var/www/jaran/pub/ISO/mepis none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/nexenta /var/www/jaran/pub/ISO/nexenta none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/opensolaris /var/www/jaran/pub/ISO/opensolaris none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/OpenSUSE /var/www/jaran/pub/ISO/OpenSUSE none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/pclinuxos /var/www/jaran/pub/ISO/pclinuxos none bind 0 0 89 .168.user.utf8 0 0 /dev/sdc /media/floppy1 auto rw.id --> lihat rc.hard.user.1.undip.utf8 0 0 /dev/sdb /media/floppy0 auto rw.168.ac.sync.hard.noauto.52:/var/www/jaran/iso /mnt/nfs/jaran/nfs2 nfs rw. # # <file system> <mount point> <type> <options> <dump> <pass> proc /proc proc defaults 0 0 # /dev/sda2 UUID=631da8b8-26a9-484d-a46f-a2104233ede5 / ext3 relatime.intr 0 0 #192.iso9660 user.noauto.exec.52:/iso/data1 /mnt/nfs/jaran/nfs3 nfs rw.noauto.1.

89 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Sidux /var/www/jaran/pub/ISO/Sidux none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Slackware /var/www/jaran/pub/ISO/Slackware none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/SmoothWall /var/www/jaran/pub/ISO/SmoothWall none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Solaris /var/www/jaran/pub/ISO/Solaris none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/TrixBox /var/www/jaran/pub/ISO/TrixBox none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/UbuntuME /var/www/jaran/pub/ISO/UbuntuME none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Untangle /var/www/jaran/pub/ISO/Untangle none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Vector /var/www/jaran/pub/ISO/Vector none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/XandrOS /var/www/jaran/pub/ISO/XandrOS none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Zencafe /var/www/jaran/pub/ISO/Zencafe none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs2/Zenwalk /var/www/jaran/pub/ISO/Zenwalk none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs3/Mirror/debian /var/www/jaran/debian none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/Buku_Sekolah/files /var/www/jaran/pub/bukusekolah-elektronik/files none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/Buku_Sekolah/iso /var/www/jaran/pub/bukusekolah-elektronik/iso none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/Buku_Sekolah/pdf/1-sd /var/www/jaran/pub/bukusekolah-elektronik/pdf/1-sd none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/Buku_Sekolah/pdf/2-smp /var/www/jaran/pub/buku-sekolah-elektronik/pdf/2-smp none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/Buku_Sekolah/pdf/3-sma /var/www/jaran/pub/buku-sekolah-elektronik/pdf/3-sma none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/Buku_Sekolah/pdf/4-smk /var/www/jaran/pub/buku-sekolah-elektronik/pdf/4-smk none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/backtrack /var/www/jaran/pub/ISO/backtrack none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/BackTrack /var/www/jaran/pub/ISO/BackTrack none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/iso/bandit /var/www/jaran/pub/ISO/bandit none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/bsdanywhere /var/www/jaran/pub/ISO/bsdanywhere none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/CentOS /var/www/jaran/pub/ISO/CentOS none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/clonezilla /var/www/jaran/pub/ISO/clonezilla none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/Darwin /var/www/jaran/pub/ISO/Darwin none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/dewalinux /var/www/jaran/pub/ISO/dewalinux none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/earos /var/www/jaran/pub/ISO/earos none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/easyhotspot /var/www/jaran/pub/ISO/easyhotspot none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/EasyHotspot /var/www/jaran/pub/ISO/EasyHotspot none bind 0 0 90 .

10 none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp /var/www/jaran/pub/aplikasiopensource none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp/ClamWin /var/www/jaran/pub/aplikasi-opensource/ClamWIN none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp/FileZilla /var/www/jaran/pub/aplikasi-opensource/FileZilla none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp/PortableApps /var/www/jaran/pub/aplikasi-opensource/PortableApps none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp/VLC /var/www/jaran/pub/aplikasi-opensource/VLC none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp/Xming /var/www/jaran/pub/aplikasi-opensource/Xming none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp/chat /var/www/jaran/pub/aplikasi-opensource/chat none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp/lyx /var/www/jaran/pub/aplikasi-opensource/lyx none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp/mozilla /var/www/jaran/pub/aplikasi-opensource/mozilla none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp/putty /var/www/jaran/pub/aplikasi-opensource/putty none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/OpenSourceWinApp/voip /var/www/jaran/pub/aplikasi-opensource/voip none bind 0 0 91 .0.0/iso-cd none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Debian/5.04 none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Ubuntu/9.04/release /var/www/jaran/pub/ISO/Ubuntu/10.04 /var/www/jaran/pub/ISO/Ubuntu/8.0.0/iso-cd /var/www/jaran/pub/ISO/Debian/5.0/iso-dvd none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Ubuntu/10.04 none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Ubuntu/10.04 none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Ubuntu/8.0 /var/www/jaran/pub/ISO/Debian/4.04/beta-2 /var/www/jaran/pub/ISO/Ubuntu/10.06 /var/www/jaran/pub/ISO/Ubuntu/6.0/iso-dvd /var/www/jaran/pub/ISO/Debian/5.04/alpha-3 none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Ubuntu/10.0 none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Debian/5.0.0.1 /var/www/jaran/pub/ISO/opensuse_11.10 none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Ubuntu/9.04 /var/www/jaran/pub/ISO/Ubuntu/10.90 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/elive /var/www/jaran/pub/ISO/elive none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/etoile-livecd /var/www/jaran/pub/ISO/etoile-livecd none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/Fedora /var/www/jaran/pub/ISO/Fedora none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/gparted /var/www/jaran/pub/ISO/gparted none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/igos /var/www/jaran/pub/ISO/igos none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs4/iso/opensuse_11.04/release none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Ubuntu/6.04/alpha-3 /var/www/jaran/pub/ISO/Ubuntu/10.0.04/beta-2 none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Ubuntu/10.04 /var/www/jaran/pub/ISO/Ubuntu/9.10 /var/www/jaran/pub/ISO/Ubuntu/8.06 none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Ubuntu/8.1 none bind 0 0 /mnt/nfs/jaran/nfs5/ISO/Debian/4.10 /var/www/jaran/pub/ISO/Ubuntu/9.0.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->