P. 1
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Anak Prasekolah Dengan Gangguan Tumbuh

Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Anak Prasekolah Dengan Gangguan Tumbuh

|Views: 881|Likes:
Published by Diyoz Zoid

More info:

Published by: Diyoz Zoid on Jun 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2013

pdf

text

original

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN ANAK PRASEKOLAH DENGAN GANGGUAN TUMBUH KEMBANG

BAB I PENDAHULUAN 1. A. LATAR BELAKANG Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional serta individu mempunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga (Friedman: 1998). Keluarga sebagai pranata social terkecil dalam masyarakat dan Negara selalu mencuri perhatian baik kalangan pimpinan atau tokoh informasi maupun pemerintah. Banyak kejadian merisaukan sekarang ini, seperti kenakalan remaja, kasus gizi kurang, selalu dikaitkan dengan makin kurang berfungsinya pranata keluarga, antara lain dalam memfasilitsi tumbuh kembang anak dan menanamkan nilai-nilai luhur seperti saling menghormati, cinta kasih, toleransi, dan empati. Anak merupakan bagian dari keluarga, sering dikatakan sebagai potret atau gambaran dari orang tuanya saat masih kecil. Namun tidaklah demikian karena anak merupakan individu tersendiri yang tumbuh dan berkembang secara unik dan tidak dapat diulang setelah usia bertambah. Pada anak usia prasekolah, anak mengalami lompatan kemajuan yang menakjubkan. Tidak hanya kemajuan fisik tetapi juga secara sosial dan emosional. Anak usia prasekolah ini sedang dalamproses awal pencarian jati dirinya. Beberapa prilaku yang tidak ada, sekarang muncul. Secara fisik dan psikis usia ini adalah usia yag rentan berbagai penyakitbdan menimbulkan masalah yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak jika kondisi kesehatan anak tidak ditangani secara baik oleh praktisi kesehatan dan juga usaha-usaha pencegahan adalah yang tetap paling baik dilakukan. Keperawatan keluarga berkaitan erat dengan upaya keluarga mempunyai kemampuan dalam menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan. Perawat dapat menbantu keluarga dalam memecahkan masalah kesehatannya sehingga mencapai keadaan keluarga yang optimal. Suatu peran penting keluarga terkait dengan perawatan anak adalah peran pengasuhan (parenting role), yang sama dalam menjalankan peran ini keluarga sangat dipengaruhi oleh faktor usia orang tua, keterlibatan ayah atau suami dala pengasuhan anak, latar belakang pendidikan orang tua, pengalaman sebelumnya dalam mengasuh anak, stress yang dialami orang tua, dan hubungan suami istri. Berkaitan dengan perawatan anak di rumah sakit, keluarga punya tugas adaptif, yaitu meneriama kondisi anak, mengelola kondisi anak, memnuhi kebutuhan perkembangan anak, memenuhi kebutuhan perkembangan keluarga, menghadapi stressor dengan positif, membatu keluarga untuk mengelola perasaanyang ada,mendidik anggota keluarga yang lain tentang kondisi anak yang sedang sakit, dan mengembangkan sisitem dukungan social keluarga dengan anak prasekolah. 1. B. TUJUAN 1. Tujuan Intruksional Umum : Mahasiswa mampu menerapkan konsep asuhan keperawatan keluarga dengan anak prasekolah. 1. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa mampu menjelaskan Mahasiswa mampu menjelaskan Mahasiswa mampu menjelaskan Mahasiswa mampu menjelaskan Mahasiswa mampu menjelaskan Mahasiswa mampu menjelaskan

definisi keluarga. tahap tumbuh kembang anak usia prasekolah. tugas perkembangan keluarga dengan anak prasekolah. masalah-masalah pada anka usia prasekolah. bimbingan selam fase prasekolah. asuhan keperawatan keluarga dengan anak prasekolah.

ukuran atau dimensi tingkat sel. 1. atau suami. Sumardjan (1993) Keluarga adalah sekelompok manusia yang para warganya ter ikat dengan jalur keturunan. B. Waktu rata-rata denyut jantung dan pernapasan menurun hanya sedikit mendekati 90x/menit dan pernapasan 2224x/menit. 1. jumlah. Pertumbuhan Beberapa aspek pertumbuhan fisik terus menjadi stabil dalam tahun prasekolah. Pertumbuhan dan perkembangan anak prasekolah 1. Yupi : 2004). 1. Berat badan anak meningkat kira-kira . 1. Tahap tumbuh kembang anak usia prasekolah 1. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. A group of people related by ancestry of marriage. Perkembangan (Development) Menurut Whaley dan Wong. Kamus webster (1993) A social unit consisting of parent and the children they rear. 2. Definisi tumbuh kembang pada anak 1. 1.1. 1. Yupi: 2004).21 tahun 1994 tentang penyelenggaraan pembangunan keluarga sejahtera Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-istri. Sayekti (1994) Keluarga adalah suatu ikatan atau persekutuan hidup atas dasar perkawinan antara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersama atau seorang laki-laki atau seorang perempuan yang sudah sendirian dengan atau tanpa anak. 3. Definisi keluarga Friedman (1998) Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional serta individual memepunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga. 1. pertumbuhan sebagai suatu peningkatan jumlah atau ukuran sel tubuh yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan ukuran dan berat seluruh bagian tubuh (Supartini. darah atau adopsi (orang tua-anak). perkembangan manitik beratkan pada perubahan yang terjadi secara bertahap dari tingkat yang paling rendah ke tingkat yang paling tinggi dan kompleks melalui proses maturasi dan pembelajaran ( Supartini. dan tinggal dalamsebuah rumah tangga. dan dalam kasus keluarga luas terlihat adanya nenek atau kakek dengan cucu. Perubahan ukuran atau nilai-nilai yang memberikan ukuran tertentu dalam kedewasaan Menurut Whaley dan Wong. Peraturan Pemerintah no. Pertumbuhan (Growth) Berkembangan dengan perubahan dalam besar. atau istri dengan anaknya. 1. baik anaknya sendiri atau adopsi. TD meningkat sedikit ke nilai rata-rata 95/58mmH. suami dan anaknya. Perkembangan adalah pertambahan kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih komleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil dari proses pematangan ( Soetjiningsih : 1998). organ maupun individu yang bisa diukur dengan ukuran berat (kg/gr) atau ukuran panjang (meter/centimeter)(Soetjiningsih : 1998). istri dan anaknya. Burgess dan Locke (1992) Keluarga adalah unit sosial terkecil dari individu-individu yang diikat oleh perkawinan (suami-istri). Mencakup aspek-aspek lain dari deferensiasi bentuk termasuk perubahan emosi atau sosial yang sangat ditentukan oleh interaksi dengan lingkungan 1.

mengalami regresi. sekarang dan yang akan datang. berat rata-rata pada usia 5 tahun adalah kira-kira 21 kg. minum. Anak mulai menggunakan sinbulkata-kata. Rasa bersalah dapat menyebabkan anak kurang bersosialisasi. dan BAB. Anak sudah mulai mandiri dalam merawat diri sendiri. genitalia menjadi area yang menarik dan area tubuh yang sensitif. Orang tua dan penberi pelayanan perlu membuat asaha secara sadar untuk membantu anak prasekolah mengembangkan kebiasaan makan yang sehat dan mencegah defisiensi dan kelebihan. Inisiatif berkembang dengan teman sekelilingnya. Perkembangan psikoseksual ( Sigmund Freud ) Fase berkembangan psikoseksual untuk anak usia sekolah masuk pada fase falik. yaitu kembali ke perkembangan sebelumnya. Kemampuan anak berbahasa meningkat.4 tahun ) Anak mengembangkan kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bermasyarakat. seperti mandi. BAK. Negatif : Memegang genetalia Oedipus compleks Positif : Egosentris: sosial interaksi Mempertahankan keinginan 1. Kepala sudah mencapai 90% dari ukuran orang dewasa pada ulang tahun ke enam. panjang mereka menjadi dua kali lipat panjang lahir pada usia 4 tahun. Hasil akhir yang diperoleh adalah menghasilkan suatu prestasinya. Karakteristik utama perkembangan intelektual tahap ini didasari sifat egosentris. Konsumsi karbohidrat dan lemak dalam jumlah yang sangat besar dari makanan yang berlemak bisa menimbulkan kegemukan dan menjadikan anak prasekolah dalm kondisi sangat lapar.5 kg per tahun. misalnya mengompol dan menghisap jempol. trial dan error dan menginterpretasikan benda/kejadian. 2. Pemikiran di dominasi oleh apa yang dilihat. Anak mulai mengetahui perbedaan jenis kelamin dengan mengetahui adanya perbedaan jenis kelamin.dan berada pada tinggi rata-rata 43 inci pada ulang tahun kelima mereka. Perbedaan kecil terjadi antara jenis kelamin. Perkembangan kognitif ( Jean Piaget ) Fase berkembangan kognitif anak usia prasekolah adalah fase praoperasional. Kekurangan nutrisi umunya terjadi pada anak-anak berusia dibawah 6 tahun adalah kekurangan vitamin A dan C serta zat besi. Perkembangan Rasa keingintahuan tentang hal-hal yang berada dilingkungan semakin besar dan dapat mengembangkan pola sosialisasinya. Perkembangan ini diperoleh dengan cara mengkaji lingkungan melalui kemampuan bereksplorasi terhadap lingkungannya. lebih marah. Prasekolah bertumbuh 2-3 inci per tahun. Perasaan bersalah akan timbul pada anak jika anak tidak mampu berpretasi. Fase ini dibagi menjadi 2 yaitu: 1.1. 4. 3. mengingat masa lalu. hampir 6 kali berat badan lahir. menggosok gigi. Perkembangan psikososial ( Eric Ericson ) Fase perkembangan psikososial pada anak usia prasekolah adalah inisiatf vs rasa bersalah. Mulai memahami waktu. Penggunaan tangan primer terbentuk. Selama fase ini. Prokonseptual ( 2. Anak mulai menuntut untuk melakukan tugas. 1. walaupun anak laki-laki sedikit lebih besar dengan lebih banyak otot dan kurang jaringan lemak. Perpanjangan tungkai kaki menghasilkan penampilan yang lebih kurus. makan. Intuitive thuoght ( 4-7 tahun ) . 1. dirasakan dan dengan pengalaman lainnya. Anak belajar mengendalikan diri dan memanipulasi lingkungan. Anak mulai mengembangkan sebab-akibat. 1. 1. 2.

4. Anak berfokus pad motif yang menyenangkan sebagai suatu kebaikan Anak menjalankan aturan sebagai sesuatu yang memuaskan mereka sendiri. yaitu: . 9. 1. mempunyai perasaan yang tidak dapat dirusak Keluarga merupakan kelompok utama Kelompok meningkat kepentingannya Menerima peran sesuai jenis kelaminnya agrsif Motorik Meningkatnya kemampuan bergerak dan koordinasi jadi lebih mudah Mengendarai sepeda dengan dua atau tiga Melempar bola. 6. E. orang tua memberikan hukuman dan jika anak berbuat benar maka orang tua memberikan hukuman 1. 2. C. Orientasi hukuman dan ketaatan Baik dan buruk sebagai konsekuensi dari tindakan. tak dikenal. Menurut Soetjiningsih (2002). apa. 1. 2. bagaimana. Didasari adanya rasa egosentris pada anak. 1. 3. tetapi mandiri Menggali lingkungan atas hasil prakarsanya Membanggakan. karena dipengaruhi oleh interaksi banyak faktor. faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang. 2. 2. dan mengapa? Pemecahan masalah sedarhana. menggunakan fantasi untuk memahami. Anak biasanya banyak meniru perilaku orangdewasa tetapi sudah bisa memberi alasan pada tindakan yang dilakukan. 3. 5. D. 6. 1. 1. tetapi silit uintuk menangkapnya Bahasa dan kognitif Egosentrik Ketrampilan bahsa makin baik Mengajukan banyak pertanyaan. 4. Anak belajar baik dan buruk. 1. Tugas perkembangan anak usia prasekolah Personal / sosial Upaya untuk menciptakan diri sendiri seperti orang tuanya. mengatasi masalah. 3. Perkembangan Moral ( Kahlberg ) Fase perkembangan moral pada anak usia prasekolah memasuki fase prekonvensional. 7. Fase ini terdiri dari 3 tahapan yaitu: 1. 8. 5. Tugas perkembangan keluarga dengan anak usia prasekolah Membantu anak untuk bersosialis Beradaptasi dengan anak yang baru lahir sementara kebutuhan anak yang lain (tua) juga harus dipenuhi. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang Pola pertumbuhan dan perkembangan secara normal antara anak yang satu dengan yang lainnya pada akhirnya tidak selalu sama. 4. 10. Ketakutan Pengrusakan diri Dikebiri Gelap Ketidaktahuan Objek bayangan.Anak mampu bermasyarakat namun masih belum mampu berpikir timbal balik. 4. 2. pasangan dan anak Pembagian tanggung jawab anggota keluarga Merencanakan kegiatan dan waktu untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Jika anka berbuat salah. Mempertahankan hubungan yang sehat baik di dalam atau luar keluarga (keluarga lain dan lingkungan sekitar) Pembagian waktu untuk individu. 3. yaitu kebaikan 2. 1. 1. 1. 5. 1. 3. benar dan salah melalui budaya sebagai dasra peletakan nilai moral.

Faktor pranatal 1) Gizi. kelahiran. dan masa remaja merupakan tahap yang mengalami pertumbuhan cepat dibandingkan dengan masa lainnya. 1. terutama selama trimester akhir kehamilan 2) Mekanis. 4) Jenis kelamin Wanita akan mengalami pubertas lebih dahulu dibandingkan laki-laki 5) Kelainan kromosom Dapat menyebabkan kegagalan pertumbuhan. dan pascanatal. dan otak. masa bayi. lingkungan fisik dan kimia. lingkungan pengasuhan. yaitu saat janin berumur empat bulan. penyakit kronis/ kelainan konginetal. gigi. dengan demikian postur tubuh tiap bangsa berlainan. Hormon yang berpengaruh terutama adalah hormon pertumbuhan somatotropin yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitari. Faktor kelahiran Riwayat kelahiran dengan vakum ekstraksi atau forcep dapat menyebabkan trauma kepala pada bayi sehingga beresiko terjadinya kerusakan jaringan otak. faktor yang berpengaruh terhadap TUMBANG anak adalah gizi. psikologis. 1. misalnya sindrom down. radiasi Kelainan endokrin Infeksi TORCH atau penyakit menular sesksual Kelainan imunologi Psikologis ibu 1. Genetika 1) Perbedaan ras. misalnya club foot 3) 4) 5) 6) 7) Toksin.1. Faktor lingkungan Faktor kelompok yang dapat berpengaruh dikelompokkan menjadi tiga. stimulasi. Pada saat itu terjadi pertumbuhan yang cepat. zat kimia. Faktor dalam (internal): 1. Pengaruh hormon Pengaruh hormon sudah terjadi sejak masa prenatal. endokrin. nutrisi ibu hamil akan mempengaruhi pertumbuhan janin. atau bangsa Tinggi badan orang Eropa akan berbeda dengan orang Indonesiaatau bangsa lainnya. 1. Faktor pascanatal Seperti lainnya pada masa prenatal. yaitu pranatal. dan obat-obatan . sosioekonomi. etnis. posisi janin yang abnormal dalam kandungan dapat menyebabkan kelainan conginetal. Selain itukelenjar tiroid juga menghasilkan kelenjar tiroksin yang berguna untuk metabolisme serta maturasi tulang. 2) Keluarga Ada keluarga yang cenderung mempunyai tubuh gemuk atau perawakan pendek 3) Umur Masa prenatal. 1.

oleskan lation . MK: y Tahap awal: demam y ringan. No 1. pnemoni. Obat: Diphenhidramin. F. dan campak. y anoreksia. Komplikasi: Infeksi pada tahap kedua (bisu. pertama kali y Manajemen Teraupetik Dan Komplikasi Komplikasi: Dehidrasi Renjatan hipovolemik Hypocalanta Intoleransi laktosa sekunder Kejang Malnutrisi energi protein Obat: Anti sekresi Anti spasmolitik Pengeras tinjs Antibiotik Kekhususan: biasanya tidak ada agen anti viral (ecyclovir) untuk resiko tinggi anak terinfeksi. Masalah/ Penyakit Diare (Gastroenterologi)Agen y pembuka:bakteri dan y virus. Masa inkubasi: 2-3 minggu/ 13-17 hari Masa penularan:biasanya 1 hari setelah erupsi lesi (masa awal) sampai 5 hari setelah banyak muncul y vesikel ketika kerak kulit terbentuk. atau anti histamin untuk menghilangkan gatal Perawatan kulit untuk pencegahan infeksi bakteri kedua. y Masa inkubasi: BAB > 3y x 24 jam MK: anak menangis. suhu tubuh y meninggi. cacar air. ó Mengurangi gatal-gatal ó Hindari mengupas kulit kerak yang . y Sumber: makanan basi. Masalah-masalah pada anak usia prasekolah 1. selulitis. alergi terhadap makanan. diare. y beracun. ó Lakukan isolasi ketat di RS ó Isolasi anak di rumah sampai vasikel mengering (biasanya 1 minggu setelah terinfeksi) dan isolasi anak yang beresiko tinggi infeksi ó Beri perawatan kulit: mandi dan berganti pakaian setisp hari. sepsis) Encephalitis Varicela pnemoni Peredaran varicela Kronik atau tranesien Pertimbangan Keperawatan ó Memberikan cairan ó Diatetik (pemberian makanan) 2.1. y gelisah. difteri. hydoklorida. BAB cair y kadang disertai darah dan y lendir Varicela (cacar air) Agen pembawa:Variacell Zooster Sumber: sekresi primer saluran pernafasan dan organ terinfeksi. Masalah kesehatan Masalah kesehatan yang sering muncul pada anak prasekolah seperti. pada tingkatan lesi kulit yang lebih rendah Transmisi:terkontaminasi oleh objek penularan. Varicella Zooster imonoglobin (VZIG) setelah pembukaan pada anak yang beresiko tinggi. malaise.

menyebar ke wajah dan tubuh. pulse meningkat dari yang diharapkan selama 24 jam. y trombositopenia menggosok dan membuat iritasi. nasal y mengeluarkan serosan guineous mukous purulent y tanpa gejala-gejala pokok: tampak seperti epitaksis. septik syok. . iritasi dari gatal-gatal. sedikit y demam. Ketiga tahapan (papula. beri epineprin jika ada ó Beri antibiotik. Perawatan carrier dan kontak terhadap orang yang terinfeksi. Antitoksin (biasanya melalui intravena diawali dengan test kulit dan konjungtiva untuk mengetes sensitifitas terhadap serum) Antibiotik (penisillin atau erythromycin). anorexia. Gejala: elevasi suhu dari limfade nopaty. Distribusi: sentrifetal. putih atau abuabu. amati sensitifitas terhadap penisilin ó Gunakan suction jika perlu ó Beri perawatan komplit untuk memperoleh bedrest ó Atur kelembaban untuk pencairan optimum sekresi. Komplikasi : Miokarditis (minggu ke 2) Neuritis ó Lakukan isolasi ketat di rumah sakit ó Berpartisipasi pada test sensitifitas. muncul makula. mudah pecah dan membentuk kerak). dengan cepat berkembang menjadi papula dan menjadi vesikel (dikelilingi oleh dasar eritematosus menjadi gelembung. membran melembut. vesikel. dan meninggal dalam 6-10 hari. timbulnya limfadenitis jika penyakitnya parah timbul toximea. dan kerak kulit) hadir dalam tingkatan berbeda dalam waktu yang sama.ruam dan gatal. tenggorokan sakit. tapi jarang pada tungkai dan lengan. Tonsilar pharingeal : Malaise. 3 Difhteria y Manifestasi klinis: Bervariasi menurut lokasi anatomi Pseudomembran Nasal : Menyerupai flu. Bedrest total (pencegahan miokarditis) Tracheostomy untuk penahambatan jalan udara.

Transisi : Kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. 4. malaise. bahaya terbesar adalah efek teratogenik pada janin. anorexia. batuk. coryza. sakit kerongkongan. enchepalitis. gelisah. cyanosis. sakit kepala. potensial penghambatan jalan udara. retraksi dyspniec. dan limfadenofaty. ó Gunakan sentuhan lembut jika diperlukan. darah dan urine dari orang yang terinfeksi. Manifestasi klinis : Fase prodromal: Tidak dijumpai pada anak-anak. atau purpura). penyakitpanyakit menular yang sering dijumpai pada masa anak-anak. batuk. konjungtivitis ringan. Komplikasi : Jarang terjadi (arthritis. menghilang 1 hari setelah terjadinya ruam. ó Amati respirasi untuk tanda-tanda penghambatan ó Yakinkan orangtua bahwa vesikel-vesikel adalah suatu proses panyakit yang alami pada anak-anak yang terinfeksi. Rubeola (campak) Agen pembawa : Virus Sumber : Sekresi saluran nafas. Masa inkubasi : 10-20 hari Periode penularan : Dari 4-5 hari setelah ruam-ruam muncul tetapi terutama selama tahapan awal (catharal). ó Jauhkan anak dari wanita hamil . tanpa ada tanda awal. namun dijumpai pada orang remaja dan dewasa yang ditandai dengan demam ringan. Ruam : Tidak ada perawatan lain yang perlu kecuali antipiretik untuk demam dan analgesik untuk nyeri.Lharyngeal : Demam : serak. Paling sedikit 1-5 hari.

1. Tiap episode . karena mereka belum bisa membedakan antara khayalan dan kenyataan. Tetapi mimpi buruk yang sering terjadi adalah abnormal dan bisa menunjukkan masalah psikis. Teror dimalam hari dan tidur sambil berjalan biasanya berlangsung selama tidur dalam (Non REM) dan terjadi dalam 3 jam pertama setelah anak tertidur. Mimpi buruk yang terjadi sewaktu-waktu adalah hal yang normal. Pengalamam yang menakutkan (termasuk cerita menakutkan atau film tentang kekerasan di televisi) bisa menyebabkan terjadinya mimpi buruk. misalnya mengompol dan menghisap jempol. Hal ini terutama sering ditemukan pada anak-anak yang berumur 3-4 th. Tidur sambil berjalan adalah suatu keadaan dimana dalam keadaan tertidur anak bengkit dsari tempat tidurnya dan berjalan-jalan. Jika hal ini terjadi bisa berkembang menjadi masa malu. mengalami regresi. Hubungan keluarga Pada usia prasekolah biasanya anak merasa cemburu dengan kehadiran anggota keluarga baru (adik). lengan batang tubuh dan kaki. Teror dimalam hari adalah suatu keadaan dimana sesaat setelah tertidur anak setengah terbangun dengan kecemasan yang luar biasa. lebih pemarah. Anak tidak dapat mengingat kembali apa yang atelah dialaminya. yaitu kembali ke perkembangan sebelumnya. Bahaya fisik 1. 1. Seorang anak yang mengalami mimpi buruk biasanya akan benar-benar terbangun dan dapat mengingat kembalimimpinya secara terperinci.Pertama kali muncul di wajah dan dengan segera menyebar ke leher. Anak merasa tidak diperhatikan lagi oleh orang tua sehingga anak sering membuat olah untuk mendapatkan perhatian orang tua. malaise dan limfadenopaty. Gangguan tidur Mimpi buruk adalah mimpi menakutkan yang terjadi selama tidur REM (rapid eye movement). diakhiri dari pertama ditutupi dengan bercakbercak kemerahan makulo pupalar. Rasa bersalah dapat menyebabkan anak kurang bersosialisasi. 1. Meskipun tidak meninggalkan bekas fisik namunkecelakaan dianggap sebagai kegagalan dan anak lebih bersikap hati-hati akan berbahaya bagi psikologisnya sehingga anak akan takut terhadap kegiatan fisik. 1. sakit kepala. 1. dan satu-satunya tindakan yang perlu dilakukan orang tua adalah menenangkan anak. Bahaya Psikologis Perasaan bersalah akan timbul pada anak jika anak tidak mampu berprestasi. biasanya hilang pada hari ketiga Tanda dan gejala : Demam ringan yang muncul kadang-kadang. Keracunan Pada dasarnya usia prasekolah suka mencoba segala sesuatu yang dia lihat tanpa mengetahui apakah itu berbahaya atau tidak. Kecelakaan Kecelakaan terjadi akibat keinginan anak untuk bermain yang menghasilkan ketrampilan tertentu.

sedangkan pelatihan buang air kecil dilakukan pada umur 3-4 tahun. Ibu memberikan pujian kepada boneka karena pakaian dalamnya kering dan telah berhasil melewati setiap proses toilet training. Tetapi jika anak belum bisa melakukannya. G. 3. 5. Bimbingan selama fase prasekolah 1. Pada umur 5 tahun. Tetepi jika hal ini berlangsung selama beberapa hari sebaiknya tolet traing ditunda selama beberapa minggu. Memaksa anak untuk BAB/BAK di toilet dengan kekerasan tidak efektif dan bisa menyebabkan ketegangan pada hubungan ibu-anak. Anak menunjukkan ketertarikannya untuk duduk di atas Potty Chair (pispot khusus untuk anak-anak) atau diatas toilet (jamban. Kemudian anak diminta untuk melepaskan pakaian dalamnya sendiri. 2. Jika Anak sudah bisa melakukannya. Anak yang tampaknya sudah siap diperkenalkan kepada potty chair dan secara bertahap diminta untuk duduk diatasnya sebentar saja dalam keadaan berpakaian lengkap. ibu boleh memberikan pujian ataupu hadiah. lalu duduk di atas potty chair selama tidak lebih dari 5-10 mnt. Jika anak tetap bertahan duduk di toilet sebaiknya diangkat dan toilet training dicoba kembali setelah anak makan. 4. Persiapkan orang tua untuk peningkatan ketertarikan anak dalam hubungan yang lebih luas. Kesiapan anak biasanya terjadi pada usia 24-36 bln. 1. melepas pakaian dalamnya sendiri. Kemudian ibu meminta anak untuk menirukan proses toliet training dengan bonekanya secara berulang-ulang. Metode timing efektif untuk anak-anak yang memiliki jadwal BAB/BAK yang teratur. Setelah pola BAB/BAK stabil secara perlahan pujian mulai dikurangi. Metode toilet training yang banyak digunakan adalah metode timing. kebanyakan anak sudah dapat melakukan buang air sendiri. anak juga diajari untuk memuji bunekanya. Anak mampu mengikuti petunjuk atau aturan lesan yang sederhana. Anak menginginkan pakaian dalamnya diganti jika basah. Hal itu dilakukan sambil ibu memberikan penjelasan bahwa swkarang sudah saatnya anak untuk melakukan BAB/BAK ditempatnya (maksudnya pada potty chair/kloset) buka di pakaian dalam atau popok. 3. . 2. Sangat penting untuk memberika pujian kepada anak yang telah berhasil melakukan toilet training. Teror dimalam hari sifatnya dramatis karena nak menjerit-jerit dan panik. Kepada anak yang sudah siap diajarkan cara-cara toilet training dengan menggunakan boneka sebagai model. Tawari untuk ditemani oleh boneka atau selimut kesayangannya. Ajak anak kembali ketempat tidurnya. Untuk anak yang susah tidur bisa dilakukan beberapa tindakan berikut: 1. Selama beberapa jam pakaian dalamnya masih kering. ibu sebaiknya tidak memarahi ataupun menghukum anak. Cara terbaik untuk menghindari masalah pelatihan buang air (toilet training) adalah denganm mengenali kesiapan anak. Berikan cerita yang pendek. Tetapi sekitar 30% anak berusia 4 th dan 10% anak berusia 6 th masih mengompol pada malam hari. vulva maupun anusnya sendiri serta kembali memakai pakaian dalamnya sendiri. keadaan ini paling sering ditemukan pada anak yang berumur 3-8 th. Gunakan lampu redup. 4. Selanjutnya anak menirukan apa yang telah dilakukan oleh bonekanya dan ibu memberikan pujian kepada anak. membersihkan dan mengeringkan penis. Usia 3 tahun 1. kakus). Masalah Pelatihan Buang Air (Toileting) Pelatihan buang air besar biasanya mulai dilakukan pada saat anak berumur 2-3 tahun. Adapun tanda dari kesiapan anak adalah: 1.berlangsung dari beberapa detik sampai beberapa menit. Metode toilet training lainnya menggunakan boneka sebagai alat bantu.

8. 7. 7. serta suara. keinginan dan fantasi serta idenya. Tekankan tentang pentingnya pengaturan waktu. seleksi makanan anak. 3) Mengembangkan kreatrifitas dan kemampuan menyelesaikan masalah.2. Permainan akan menstimulasi daya pikir. 3. 4. 5. 3. 3. Orang tua harus memberikan perhatioan yang ekstra sebagai refleksi dari kegelisahan emosi anak dan rasa takut anak kehilangan kasih sayang orang tua. Bermain merupakan media yang baik untuk belajar karena bermain. seperti bicara gagap. (Wong. 2. Bermain merupakan cermin kemampuan fisik. 8. 1. belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan. emosional. 9. 6. 5. Tekankan tentang perlunya perlindungan dan pendidikan untuk mencegah cedera. 6. Perubahan pada anak usia 3. antisipasi tentang adanya perubahan nafsu makan. jarak. antara lain: Perkembangan sensori-motorik Perkembangan intelektual Perkembangan sosial Perkembangan kreativitas Perkembangan kreasi diri Perkembangan moral Bermain sebagai terapi Tujuan bermain Melalui fungsi yang terurai diatas pada prinsipnya bermain mempunyai tujuan sebagai berikut: 1) Untuk melanjutkan tumbang yang normal pada saat sakit anak mengalami gangguan dalam tumbang. Usia 4 tahun Persiapkan pada tingkah laku anak yang lebih agresif. termasuk aktifitas motorik dan penggunaan bahasa-bahasa yang mengejutkan. melakukan apa yang dapat dilakukannya. 1. dan sosial. Masukkan anak ke TK Persiapkan untuk peningkatan keingintahuan anak tentang seks Tekankan tentang pentingnya menanamkan disiplin pada anak Anjurkan orang tua untuk melatih anak berenang jika belum dilakukan diusia sebelumnya Usia 5 tahun Masa tenang pada anak Siapkan anak untuk memasuki lingkungan sekolah Pastikan kelengkapan imunisasi lingkungan sekolah H. Ingatkan orang tua tentang keseimbangan yang telah dicapai pada usia 3 th akan berubah menjadi tingkah laku yang agresif pada usia 4 th. 2) Mengekspresikan perasaan. 6. 1. 5. Anjurkan orang tua untuk menawarkan pilihan-pilihan ketika anak sedang ragu/bimbang. Anjurkan orang tua untuk mendaftarkan anak ke play group atau TK. 1. 2000) Fungsi permainan pada anak Fungsi utama bermain adalah menstimulasi perkembangan anak. Stimulasi bermain untuk tumbuh kembang anak Definisi bermain Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan secara sukarelauntuk memperoleh kesenangan/ kepuasan. gelisah dan menunjukkan perubahan tingkah laku. imajinasi. dan fantasinya untuk menciptakan sesuatu seperti yang ada dalam pikirannya pada saat melakukan permainan anak akan dihadapkan pada masalah dalam konteks . 1.5 th : anak akan menjadi kurang koordinasi. 4. dan mengenalwaktu. 2. anak akan berkata-kata (berkomunikasi). 10. 11. 4. 1. 2. Eksplorasi perasaan oreng tua berkenaan dengan tingkah laku anak. 3. intelektual.

Hal ini perlu dikaji untuk mengetahui kesanggupan keluarga untuk memodifikasi proses penyembuhan penyakit pada anak dan pemanfaatan sarana kesehatan bagi anak yang sakit. Untuk itu jenis alat pewrmainan yang diberikan pada anak. mobil-mobilan. Komposisi keluarga Dimaksudkan untuk mengetahui silsilah dari beberapa generasi. Permainan yang menggunakan kemampuan motorik (skill play) banyak dipilih anak prasekolah. BAB III ASUHAN KEPERAWATAN A Pengkajian 1. dll. 1. Pengkajian yang berhubungan dengan keluarga y Identitas 1. ibu dan bapak atau ibu gurunya. Pekerjaan Mengetahui tingkat ekonomi keluarga pasien. Anak juga sudah mampu memainkan peran orang tertentu yang diidentifikasikannya seperti ayah. Anak melakukan permainan bersama-sama dengan temannya denga komunikasi yang sesuai dengan kemampuan bahasanya. 1. Stress yang dialami anak di RS tidak dapat dihindarkan sebagai mana juga yang dialami orang tuanya untuk itu yang penting adalah bagaimana menyiapkan anak dan orang tua untuk dapat beradaptasi denga stresor yang dialaminya di RS secara efektif. Umur Mengetahui umur pasien sehingga dapat mengklarifikasi adanya faktor resiko pada epilepsi karena faktor umur dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam penatalaksanaan untuk epilepsi. kreatif dan imajinatif.permainannya. 1. alat olah raga. Alat dan jenis permainan yang cocok untuk anak usia prasekolah (>3-6 th) Sejalan denga tumbangnya anak prasekolah mempunyai kemampuan motorik kasar dan halus yang lebih matang daripada anak usia toddler. Tipe keluarga Pengkajian tipe keluarga dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar perhatian dan peraswatan yang diberikan pada anggota atau anak yang mengalami sakit. 1. semakin lama ia bermain dan semakin tertantang untuk dapat menyelesaikannya dengan baik. dramatik play dan skill play. 1. berenang dan permainan balokbalok besar. 1. Nama pasien Dimaksudkan agar dapat mengenali klien sehingga mengurangi kekeliruan dengan pasien lain. Anak sudah lebih aktif. 4) Dapat beradaptasi secara efektif terhadap stress karena sakit dan dirawat di RS. Oleh karena itu jenis permainan yang sesuai adalah asosiatif play. 1. Demikian juga kemampuan berbicara dan berhubungan sosial dengan temannya semakin meningkat. Pendidikan Untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman dari anggota keluarga terutama orang tua dalam memberi informasi perencanaan pulang bagi anak sekolah dengan masalah kesehatan epilepsi. 1. Alamat . misal: sepeda. apakah terdapat anggota keluarga yang terkena penyakit yang serupa/penyakit turunan. Agama dan suku bangsa Mengetahui kepercayaan dan adat istiadat pasien dan keluarga sehingga dapat mempermudah dalam melaksanakan tindakan sesuai dengan agama dan kepercayaan dari pasien dan keluarganya.

KASUS Seorang ibu membawa anaknya (An. 3. 6. 10. Kebiasaan saat ini (pola perilaku dan kegiatan sehari-hari). Bagaimana temperamen anak saat ini.dari penuturan 1. Kegiatan apa yang diikuti anak selain di sekolah. Peran anggota keluarga. 14. y 1. Pernahkah mendapat kecelakaan selama di sekolah atau di rumah saat bermain. T) yang berusia 5 tahun ke puskesmas dengan keluhan anak BAB encer dan buang air besar lebih dari 8 kali dalam 10 jam terakhir dan di sertai gatal gatal anak lemas dan tidak mau makan dari hasil pemeriksaan di dapat TTV anak tidak normal /kurang dari normal dan pada kulit anak di temukan bercak putih. Berapa lama anak menghabiskan waktunya di sekolah. Hubungan keluarga dengan lingkungan. Aktivitas rekreasi keluarga Untuk mengetahui seberapa jauh keluarga memenfaatkan aktifitas rekreasi keluarga yang digunakan untuk menghilangkan kepenatan dalam kehidupan sehari-harinya. 4. Sudahkah anak memperoleh imunisasi ulangan selain di sekolah. 1. 8. 13. 2. 3. Bagaimana pola orang tua menghadapi permintaan anak.jamur pada kulit punggung . 3. Riwayat kesehatan bayi sampai saat ini. 2. 2. Riwayat keluarga inti.Untuk megetahui pasien tinggal dimana dan untuk menghindari kekeliruan bila ada dua orang pasien dengan nama yang sama serta untuk keperluan kunjungan rumah bila diperlukan. 11. 7. Bagaimana prestasi yang dicapai anak saat ini. 3. Pengkajian yang berhubungan dengan anak usia sekolah Identitas anak. 5. Lingkungan Karakteristik rumah. Pemeriksaan fisik. Adakah penyakit yang muncul dan dialami anak selama masa ini. . 3. 9. Pengkajian data fokus meliputi: Bagaimana karakteristik teman bermain. Bagaimana pelaksanaan tugas dan fungsi keluarganya. Bagaimana pola anak memanfaatkan waktu luang. 15. 5. apa jenisnya. 4. 2. 4. y 1. Karakteristik lingkungan. Bagaimana pola anak jika menginginkan suatu barang. Bagaimana stimulasi terhadap tumbang anak dan adakah sarana yang dimiliki. 4. Mobilitas keluarga. Pengambilan keputusan. Riwayat kehamilan sampai kelahiran. Struktur keluarga Pola komunikasi. 12. 5. 2. y 1. Tumbang saat ini (termasuk kemampuan yang dicapai). Sistem sosisl yang mendukung. 5. Adakah sumber bacaan lain selain buku sekolah. Nilai-nilai yang berlaku di keluarga. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga Tahap perkembangan keluarga saat ini. 1. Riwayat keluarga sebelumnya. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi. Bagaimana lingkungan bermain. 4. 6.

Gangguan tumbuh kembang pada An.mandi dll.bahwa anaknya hipeeraktif dalam beraktivitas. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit pada An. jamur d kulit Gangguan integritas kulit Gangguan konsep diri/citra tubuh DIAGNOSA 1. T berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga mengenal dampak hospitalisasi SKORING: DIAG NOSA NO 1 KRETRIA Sifat msalah: Sakala: tidak /kurang sehat Ancaman kesehatan Keadaan sejahtera NILAI 3 2 1 BOBOT 1 2 Kemungkinan masalah dapat di ubah: Skala: mudah Sebagian Tidak dapat 2 1 0 2 3 4 Kemungkinan masalah dapat di cegah: Skala: tnggi Cukup Rendah Menonjolnya msalah: Skala: Masalah berat harus segera di tangani 3 2 1 2 1 0 1 1 .dan lingukungan rumah dari ibu berada dekat dengan sungai yaitu 50 meter sehingga sebagian besar aktifitas warga di sekitar termasuk ibu penderita d lakukan di sungai tersebut seperti menycuci. T b/d ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah diare 2.ibu. DATA FOKUS DO: BAB encer Buang air besar lebih dari 8 kali DS: anak pucat TTV kurang dari normal MASALAH Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit ETIOLOGI diare DO: anak sering gatal gatal DS.

3. T berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga mengenal dampak hospitalisasi EVALUASI . Membantu keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan di lingkungan setempat untuk pengobatan diare 1. Msalah tidak di rasakan Diagnosa I Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit pada anak b/d ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah diare. Membantu keluarga dalam menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan untuk mencegah diare 5. 4. Sifat masalah : 2/3×1=2/3 Kemungkinan msalah dapat di ubah: 2/2×2=2 Potensi msalah dapat di cegah : 3/3×1=1 Menonjolnya msalah : 2/2×1=1 TOTAL= 1+2+2/3+1=11/3=4. 4. Memberikan penjelasan tentang hospitalisasi kepada keluarga 2. keluarga dalam mengenal masalah diare. 1.7 Diagnosa II Gangguan tumbuh kembang pada An. 3.7 INTERVENSI Diagnosa Gangguan keseimbangan 1. T berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga mengenal dampak hospitalisasi 1. Sifat masalah : 3/3×1=1 Kemungkinan msalah dapat di ubah: 1/2×2=1 Potensi msalah dapat di cegah : 2/3×1=2/3 Menonjolnya msalah : 2/2×1=1 TOTAL= 1+1+2/3+1=11/3=3. Membantu keluarga dalam menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan untuk mengatasi dampak hospitalisasi Gangguan tumbuh kembang pada An. cairan dan elektrolit pada anak b/d ketidakmampuan2. 2. Intervensi Memberikan penjelasan tentang diare kepada keluarga Membantu keluarga dalam mengenal masalah diare Membantu keluarga untuk mengambil tindakan terhadap penanganan diare 4. 2. Membantu keluarga untuk mengambil tindakan terhadap penanganan hospitalisasi 4.Ada msalah tapi tidak perlu di tangani. 3. Membantu keluarga dalam mengenal masalah hospitalisasi 3.

Soetjiningsih. 2. penanganan diare 4. untuk mencegah diare 5. Keluarga mampu mengambil tindakan terhadap penanganan hospitalisasi 1. Tumbuh kembang anak. mengenal masalah diare 3. 1. Membantu keluarga untuk mengambil tindakan terhadap 1. Y. 1. Membantu keluarga 3. . Membantu keluarga dalam menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan 2. Membantu keluarga dalam 1. Memberikan penjelasan tentang hospitalisasi kepada keluarga 2. Keluarga mampu mengenal masalah hospitalisasi 1. Bagian Kesehatan Anak FK Udayana. Jakarta: EGC. Keluarga memahami tentang diare Evaluasi Keluarga mampu mengenal masalah diare Keluarga mampu untuk mengambil tindakan terhadap penanganan diare Keluarga mampu dalam menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan untuk mencegah diare Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan di lingkungan setempat untuk pengobatan diare 1. 3. (1995). Tumbuh Kembang Anak. Membantu keluarga untuk mengambil tindakan terhadap penanganan hospitalisasi Membantu keluarga dalam menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan untuk mengatasi dampak hospitalisasi 1. Jakarta: EGC. Membantu keluarga dalam mengenal masalah hospitalisasi 3. memanfaatkan fasilitas kesehatan di lingkungan 4.Intervensi 1. setempat untuk pengobatan diare 5. Keluarga memahami tentang hospitalisasi 1. 4. Jakarta. Supartini. Konsep Dasar Keperawatan Anak. Memberikan penjelasan tentang diare kepada keluarga 1. 2. 1. (2004). Keluarga mampu menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan untuk mengatasi dampak hospitalisasi DAFTAR PUSTAKA Soetjiningsih (1994). EGC.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->