1.

Latar Belakang Lingkungan pantai dan laut yang biasanya dikatakan sebagai lingkungan akuatik marine juga mempunyai komponen abiotik serta biotik seperti pada halnya kondisi lingkungan terestrial pada umumnya. 2. Holoepipelagik merupakan kelompok ikan yang menghabiskan seluruh waktunya di daerah epipelagik. Kelompok ikan ini mencakup ikan-ikan hiu tertentu ( cucut,martil, hiu mackerel, cucut biru), kebanyakan ikan terbang, tuna, setuhuk, cucut gergaji, lemuru, ikan dayung, dan lain-lain. 3. Meroepipelagik merupakan kelompok ikan yang menghabiskan sebagian waktu hidupnya di daerah epipelagik. Meropelagik dapat dibagi lagi berdasarkan pola hidup masing-masing organisme, diantaranya : Organisme yang menghabiskan sebagian waktu hidupnya di daerah epipelagik, kelompok ini beragam dan mencakup ikan yang menghabiskan masa dewasanya di epipelagik tetapi memijah di daerah pantai. Contohnya : haring, geger lintang jinak, dolpin, kacang-kacang. Organisme yang hanya memasuki daerah epipelagik pada waktu-waktu tertentu, seperti ikan perairan-dalam semacam ikan lentera yang bermigrasi ke permukaan pada malam hari untuk mencari makan. Organism yang menghabiskan awal daur hidupnya di epipelagik, tetapi masa dewasanya di daerah lain. Contohnya : juvenile. 4. Zona Epipelagik merupakan daerah antara permukaan dg kedalaman air sekitar 200m 5. Faktor lingkungan pada zona epipelagik cahaya, suhu, kepadatan, dan arus Namun kepentingan relatif dari faktor-faktor yang berbeda dalam memilih adaptasi dan strategi hidup nekton dapat berbeda. Pertama, laut merupakan daerah “tiga dimensi” yang sangat besar. Kedua, tidak ada substrat padat di mana pun, sehingga hewan-hewan ini selalu melayang dalam medium yang transparan tanpa perlindungan terhadap predator yang potensial. Oleh sebab itu, tidak ada tempat perlindungan bagi hewan yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain secara horizontal. Terakhir, kurangnya substrat, yang berarti tidak adanya pendukung yang kuat bagi hewan kebanyakan mempunyai daging yang lebih padat dari pada air laut di sekelilingnya. Besarnya mobilitas dan kemampuan untuk menempuh jarak-jarak jauh pada

mekanisme hidrodinamik membentuk formasi untuk mengangkat permukaan bagian anterior yang biasanya dilakukan oleh sirip dada atau flipper. Jika ekornya eriserkal. tetapi ternyata hewan besar ini mempunyai daya apung secara alamiah. mencari dan menangkap makanan. gerakannya juga menghasilkan hentakan ke atas. ion natrium yang berat digantikan dengan ammonium yang lebih ringan. fisostoma di mana ada saluran terbuka antara gelembung gas dan esophagus. sementara ekornya melakukan gerakan mendorong. Akibatnya. serta untuk menghindari predator. kerapatan cairan tubuh akan lebih kecil dari pada kerapatan air laut pada volume yang sama Kerapatan lipida lebih kecil dari pada kerapatan air laut sehingga dapat turut mengatur daya apung. karena ada bagian tubuhnya yang mempunyai kerapatan lebih rendah yang dapat mengimbangi tingginya kerapatan kebanyakan jaringan . sirip atau flipper berfungsi sebagai kemudi guling seperti pada pesawat terbang. Walupun jaringan-jaringan hidup biasanya lebih rapat dari pada air laut. . 6.gilirannya menyebabkan perkembangan sistem saraf dan indria (sensory) yang akan menangkap dan mengolah informasi yang diperlukan untuk menjelajahi daerah. fisoklis tidak terdapat saluran. akan menyebabkan hewan itu naik di dalam badan air. dan jika dimiringkan pada sudut positif yang tepat. 7. serta adanya ekor yang heteroserkal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful