P. 1
Proceding FGD Kawasan Perbatasan Kalbar

Proceding FGD Kawasan Perbatasan Kalbar

|Views: 716|Likes:
Published by A Hendy Sopyandi
Institusional building for The Acelerated Development of Border Areas Project, DSF-Bappenas
Institusional building for The Acelerated Development of Border Areas Project, DSF-Bappenas

More info:

Published by: A Hendy Sopyandi on Jun 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2013

pdf

text

original

PR0C50l|6 R5P0RT |0Cu3 6R0uP 0l3Cu33l0

|
“ Inst i t ut i on Bui l di ng For The Accel erat ed Devel opment Of Border Areas”
Di Provi nsi Kal i mat an Barat
Ol eh : Ir. Asep Hendy Sopyandi
(Regi onal Proj ect Leader-Sanggau Kal bar)
















Orchadz Hot el , Pont i anak 12 Mei 2011
IBDA-BA - i

Summary,
PR0C50l|6 R5P0RT |0Cu3 6R0uP 0l3Cu33l0|
“ Inst i t ut i on Bui l di ng For The Accel erat ed Devel opment Of Border Areas”
Di Provi nsi Kal i mat an Barat

Kawasan perbat asan negara merupakan kawasan yang berada di depan dan sebagai
pint u gerbang ke negara lain, dimana pert imbangan peningkat an kesej aht eraan
masyarakat di kawasan t ersebut t ermasuk pert imbangan aspek geo-st rat egis-polit is dan
pert imbangan aspek keamanan merupakan hal yang t idak dapat diabaikan. Salah sat u
t ant angan besar pengembangan kawasan perbat asan adalah bagaimana menyinergikan
semua st akeholder t erkait dalam pengembangan kawasan dengan segala
permasalahannya yang mult idimensi, sepert i t erkait dengan kepast ian garis bat as
(delimit asi dan demarkasi), pert ahanan dan keamanan, kedaulat an, ket ersediaan
infrast rukt ur, pergerakan lint as bat as, dan kelembagaan, sert a kesej aht eraan
penduduk. Sej alan dengan Undang Undang No. 17 t ahun 2007 t ent ang Rencana
Pembangunan Jangka Panj ang Nasional (RPJP Nasional 2005-2025) t elah menet apkan
arah pengembangan wilayah perbat asan negara yait u “ dengan mengubah arah
kebij akan pembangunan yang selama ini cenderung berorient asi “ inward looking” ,
menj adi “ out ward looking” sehingga wilayah t ersebut dapat dimanfaat kan sebagai pint u
gerbang akt ivit as ekonomi dan perdagangan dengan negara t et angga” . Berdasarkan UU
t ersebut , di samping pendekat an keamanan (securit y approach) , maka pengelolaan
bat as wilayah negara dan pembangunan kawasan perbat asan j uga menggunakan
pendekat an kesej aht eraan ( prosperit y approach). Dengan pendekat an t ersebut maka
kawasan perbat asan negara merupakan kawasan st rat egis dalam meningkat kan
kesej aht eraan masyarakat dan menj aga keut uhan wilayah Negara Kesat uan Republik
I ndonesia.

Pulau Kalimant an memiliki wilayah perbat asan di delapan daerah kabupat en di dua
provinsi yait u Kalimant an Barat dan Kalimant an Timur. Kabupat en di Kal i mant an
Bar at yang memi l i k i l i ma w i l ayah per bat asan adal ah Kabupat en Sanggau,
Kapuas Hul u, Sambas, Si nt ang, Bengk ayang. Panj ang garis perbat asan
Kalimant an Barat dengan Sarawak adalah 847,3 kilomet er yang melint asi 98 desa
dalam 14 kecamat an, dan di Kalimant an Timur t erdapat t iga wilayah perbat asan yait u di
Kabupat en Nunukan, Kut ai Barat , dan Malinau sepanj ang 1.038 kilomet er dan melint asi
11 kecamat an sert a 319 desa.

Dari lima kabupat en di wilayah perbat asan Kalimant an Barat t erdapat dua pint u lint as
bat as yang resmi yait u di Kabupat en Sanggau (Ent ikong) dan Kabupat en Kapuas Hulu
(Nanga Badau) dengan fasilit as CI QS yang sudah cukup baik. Sedangkan wilayah
perbat asan lainnya sepert i di Kabupat en Sambas (Dusun Aruk Desa Sebunga
Kecamat an Saj ingan), Bengkayang, Kabupat en Sint ang, , dan Kapuas Hulu, Malinau dan
Kut ai Barat masih belum memiliki pos lint as bat as (bordergat e) yang resmi dan masih
dalam t ahap pembangunan. Sesuai kesepakat an melalui forum Sosek Malindo, t elah
IBDA-BA - ii

disepakat i pembukaan beberapa pint u perbat asan secara bert ahap di Kabupat en
Kapuas Hulu, Sambas, Sint ang dan Bengkayang.

Pot ensi sumberdaya alam wilayah perbat asan di Kalimant an cukup besar dan bernilai
ekonomi sangat t inggi, t erdiri dari hut an produksi (konversi), hutan lindung, t aman
nasional, dan danau alam, yang semuanya dapat dikembangkan menj adi daerah wisat a
alam (ekowisat a) sert a sumberdaya laut yang ada di sepanj ang perbat asan laut
Kalimant an Timur maupun Kalimant an Barat . Beberapa areal hut an t ert ent u yang t elah
dikonversi t ersebut t elah berubah fungsi menj adi kawasan perkebunan yang dilakukan
oleh beberapa perusahaan swast a nasional maupun yang bekerj asama dengan
perkebunan asing yang umumnya berasal Malaysia. Seiring dengan lemahnya
pengawasan dan penegakan hukum di wilayah t ersebut , maka berbagai kegiat an ilegal
t elah t erj adi sepert i pencurian kayu at au penebangan kayu liar ( illegal logging) yang
dilakukan oleh oknum cukong negara t et angga bekerj asama dengan masyarakat
set empat . Kegiat an penebangan kayu secara liar oleh penduduk set empat ini dipicu
oleh kemiskinan dan rendahnya t ingkat kesej aht eraan masyarakat di sekit ar
perbat asan, rendahnya kesadaran masyarakat t erhadap kelest arian lingkungan hidup
sert a lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di wilayah t ersebut .

Oleh sebab it u, unt uk menampung issue dan permasalahan kemudian arahan
kebij akan, st rat egi dan sasaran st rat egi akan dibuat ke dalam mat rik kebij akan sebagai
upaya dari penyusunan naskah kebij akan pengelolaan bat as wilayah dan kawasan
perbat asan secara t erpadu. Sarana unt uk menampung hal t ersebut maka Kement erian
PPN/ Bappenas RI melalui kerj asama dengan BNPP dan BPKPK (Badan Pengelola
Kawasan Perbat asan dan Kerj asama) Provinsi Kalimant an Barat melakukan kegiat an
Focus Group Discussion (FGD) yang melibat kan st akeholder t erkait di t ingkat provinsi
dan kabupat en. Adapun kerangka pikir dalam pelaksanaan FGD ini mengacu kepada
Rencana I nduk Pengelolaan Bat as Wilayah Negara dan Kawasan Perbat asan Badan
Nasional Pengelolaan Perbat asan (BNPP) RI . Adapun aspek pengelolaan bat as wilayah
negara, secara garis besar meliput i: 1) Penet apan dan Penegasan Bat as, 2) Pert ahanan
dan Keamanan; 3) Pembangunan Ekonomi Kawasan, 4) Pelayanan Sosial Dasar dan 5)
Penguat an Kelembagaan yang t elah di diskusikan dalam kelompok FGD. Dari isu, arah
kebij akan, st rat egi di bat as wilayah negara dan kawasan perbat asan, berikut ini dapat
disampaikan beberapa masukan FGD dalam kerangka penyusunan naskah kebij akan
pengelolaan bat as wilayah dan kawasan perbat asan perbat asan secara t erpadu dari
Provinsi Kalimant an Barat sebagai berikut :

1. Aspek Penet apan dan Penegasan Bat as Wi l ayah
Masih t erj adinya perbedaan pendapat / sengket a t at a bat as wilayah ant ara Negara
I ndonesia dengan Serawak Negara bagian Malaysia akibat ket idakj elasan bat as fisik
dilapangan (sepert i hilangnya pat ok bat as dan saling claim bat as wilayah sert a
pergeseran pat ok bat as), t erkait dengan persoalan t ersebut perlu dilakukan
perundingan secara t erus menerus ant ar kedua negara dengan dibant u oleh
IBDA-BA - iii

mediat or/ lembaga I nt ernasional supaya t erwuj ud bat as negara yang j elas dan
dipat uhi oleh kedua negara sert a diakui int ernasional.

2. Aspek Pert ahanan Keamanan dan Penegakan Hukum
Sarana dan prasarana PAMTAS di 31 t it ik perbat asan yang dirasakan masih minim
t erut ama unt uk akses baik informasi, dat a, maupun t ransport asi ke set iap areal
pengawasan dekat (5-10 Km), sedang (10-15 Km) dan j auh (15-20 Km). Selain it u
berlangsungnya kegiat an illegal (mining, t rading, t rafficking, logging) dibeberapa
t it ik yang merupakan akses yang t idak t erpant au dan t erawasi oleh pihak
berwenang sebagai akibat minimnya saranna maupun prasarana pendukung sepert i
t ersebut diat as. Unt uk it u perlu memaksimalkan peran Pemda/ SKPD t erkait dan
Badan/ unit kerj a Pemerint ah Pusat unt uk wilayah perbat asan mendapat program
priorit as ut ama karena hal ini menyangkut keut uhan dan kedaulat an NKRI .

3. Aspek Pembangunan Ekonomi Kawasan
Unt uk aspek ekonomi kawasan lebih cenderung kepada fact or masyarakat nya miskin
yait u miskin informasi, pelayanan social, aksesibilit as (pencapaian), infrast rukt ur,
pendapat an, sehingga mereka lebih memilih unt uk memenuhi kelima aspek it u ke
Negara t et angga Malaysia karena dari j arak j angkau, kemudahan, kelengkapan,
sert a pelayanan yang memuaskan.

4. Aspek Pel ayanan Sosi al Dasar
Pada umumnya masyarakat kawasan perbat asan kekurangan dalam hal pelayanan
social dasar sepert i minimnya j umlah sarana pendidikan maupun t enaga
pengaj arnya, kesehat an (t ermasuk t enaga medis dan peralat annya), pelayanan
list rik dan air bersih dan air minum. Sehingga t ingkat pendidikan dan deraj at
kesehat an masyarakat nya rendah pula, unt uk memenuhi hal t ersebut sebagian
masyarakat nya ada yang bersekolah dinegara t et angga karena lahir dan mempunyai
akt e Negara Malaysia, selain it u unt uk memenuhi kebut uhan penerangan list rik
sebagian bisa membeli dari Malaysia dengan harga murah. Terkait dengan hal
t ersebut perlu pembangunan fisik sarana dan prasarasa dasar yang memadai
pemberdayaan masyarakat dengan disert ai pembangunan wawasan kebangsaan
sej ak usia dini supaya pat ok hat inya t idak bergeser sepert i Pat ok Bat as Wilayah
Negara.

5. Aspek Penguat an Kel embagaan
Belum adanya ket erpaduan kemet erian/ lembaga dalam rangka membangun
kawasan perbat asan, sehingga t ingkat koordinasi ant ar inst ansi di daerah masih
kurang dan masih mengandalkan ego sekt oral. Selain it u fakt or kewenangan
pelaksanaan program pembangunan yang masih t arik-menarik ant ar kepent ingan
ant ara pusat dan daerah. Oleh karena it u perlu sinkronisasi dan ket erpaduan baik
program, pelaksanaan, kewenangan maupun pengelolaan pembangunan kawasan
perbat asan.
IBDA-BA - iv

DAFTAR I SI
Summary Report i
Daf t ar I si i v
Daf t ar Pesert a FGD v

Bab I PENDAHULUAN
1.1. Lat ar Belakang 1
1.2. Maksud dan Tuj uan 5
1.3. Keluaran 5
1.4. Met odologi 5
1.5. Pesert a dan Narasumber 6
1.6. Tempat dan Jadwal FGD 6

Bab I I PROSES DAN HASI L PELAKSANAAN FGD
2.1. I nput Focus Group Discussion 8
2.2. Pelaksanaan Focus Group Discussion 10
A. Hasil FGD Kelompok 1 11
B. Hasil FGD Kelompok 2 15
C. Hasil FGD Kelompok 3 17
2.3. Penut up Kegiat an 19

LAMPI RAN
1. Surat Undangan, Absensi, Berit a Acara FGD
2. Dokument asi FGD
3. TOR
4. Mat eri Present asi Kepala BPKPK Provinsi Kalbar
5. Mat eri Present asi Bappenas/ PPN RI
6. Mat eri Present asi Konsult an DSF
7. Kumpulan Brainst orming














IBDA-BA - v

DAFTAR PESERTA, I NSTANSI DAN KELOMPOK FGD
“ I nst i t ut i on Bui l di ng For The Accel er at ed Devel opment Of Bor der Ar eas”
Di Pr ovi nsi Kal i mat an Bar at

No Nama I nst i t usi / Lembaga No. Tel epon
Nara Sumber
1. Pringgadi Krisdant o Kement erian Perencanaan Pembangunan
Nasional/ Bappenas
085213219155
2. Taj uddinur BPKPK Provinsi Kalimant an Barat 081522573007
3. Sumardekar Konsult an DSF 081387646570

Kel ompok 1 : Aspek Penet apan dan Penegasan Bat as, Peni ngkat an Upaya
Pert ahanan, Keamanan dan Penegakan Hukum, dan Penguat an
Kel embagaan.
1. Toni Sunardi Biro Pemerint ahan 081522543492
2. Moses T Pemda Prov. Kalbar
3. Dodi Karnidaha Kanwil Hukum dan Ham Prov. Kalbar 0811834336
4. Ridwansyah Polda Prov. Kalbar 08125796190
5. Tedy Pranat a I migrasi Pont ianak 08176960341
6. Monika BPKPK Prov. Kalbar
7. Yahya Bea dan Cukai
8. Gunt ur Bea dan Cukai 0811910974
9. Y. Anundi BPKPK Prov. Kalbar
10. Nikodemus GAP-Lint as
Kel ompok 2 : Aspek Peni ngkat an dan Pert umbuhan Ekonomi
1. Arkan Yamri Dinas PU Prov. Kalbar 08164996656
2. Dora Karyadi UPT Ent ikong 085245368860
3. Yus Amri UPT Aruk 081345240282
4. Tri Mulyani UPT
5. Oni Mart ono Disbun Prov. Kalbar 081257028881
6. M. Afifudin Dishut Prov. Kalbar
7. M. Aminuddin Bappeda Prov. Kalbar
8. Subur Pudj i Balai Karant ina 08125718114
Kel ompok 3 : Aspek Pel ayanan Sosi al Dasar
1. I wan Sarwoko Dishub Prov. Kalbar 082148485599
2. Ant honius Rawing Bappeda Kab. Kapuas Hulu 082148000108
3. Muslim I smail BPKPK Prov. Kalbar 081345039898
4. Mart a Nelly BPKPK Prov. Kalbar
5. A. Fero. LS BPKPK Prov. Kalbar


I BAD-BA - 1
















1.1 LATAR BELAKANG
A. Umum
Kawasan perbat asan negara merupakan kawasan yang berada di depan dan sebagai
pint u gerbang ke negara lain, dimana pert imbangan peningkat an kesej aht eraan
masyarakat di kawasan t ersebut t ermasuk pert imbangan aspek geo-st rat egis-polit is dan
pert imbangan aspek keamanan merupakan hal yang t idak dapat diabaikan. Salah sat u
t ant angan besar pengembangan kawasan perbat asan adalah bagaimana menyinergikan
semua st akeholder t erkait dalam pengembangan kawasan dengan segala
permasalahannya yang mult idimensi, sepert i t erkait dengan kepast ian garis bat as
(delimit asi dan demarkasi), pert ahanan dan keamanan, kedaulat an, ket ersediaan
infrast rukt ur, pergerakan lint as bat as, dan kelembagaan, sert a kesej aht eraan penduduk.

Sej alan dengan Undang Undang No. 17 t ahun 2007 t ent ang Rencana Pembangunan
Jangka Panj ang Nasional (RPJP Nasional 2005-2025) t elah menet apkan arah
pengembangan wilayah perbat asan negara yait u “ dengan mengubah arah kebij akan
pembangunan yang selama ini cenderung berorient asi “ inward looking” , menj adi
“ out ward looking” sehingga wilayah t ersebut dapat dimanfaat kan sebagai pint u gerbang
akt ivit as ekonomi dan perdagangan dengan negara t et angga” . Berdasarkan UU t ersebut ,
PENDAHULUAN
I BAD-BA - 2

di samping pendekat an keamanan (securit y approach), maka pengelolaan bat as wilayah
negara dan pembangunan kawasan perbat asan j uga menggunakan pendekat an
kesej aht eraan (prosperit y approach). Dengan pendekat an t ersebut maka kawasan
perbat asan negara merupakan kawasan st rat egis dalam meningkat kan kesej aht eraan
masyarakat dan menj aga keut uhan wilayah Negara Kesat uan Republik I ndonesia.

I mplement asi pengelolaan bat as wilayah negara dan kawasan perbat asan sebagai
amanat pembangunan RPJPN 20102-2025 t ersebut t elah dimulai sej ak RPJMN I (2004-
2009), namun demikian belum menampakkan hasil yang signifikan. Unt uk mendorong
percepat an pembangunan kawasan perbat asan, RPJMN I I (2010-2014) menempat kan
pengelolaan bat as wilayah negara dan kawasan perbat asan sebagai priorit as nasiomal.
Berdasarkan Perpres No. 5 t ahun 2010 t ent ang RPJMN 2010-2014, dinyat akan bahwa
sasaran-sasaran pokok pembangunan 5 (lima) t ahun kedepan t erkait pengelolaan bat as
wilayah negara dan kawasan perbat asan adalah sebagai berikut :
a. Terwuj udnya kedaulat an wilayah nasional yang dit andai dengan kej elasan dan
ket egasan bat as-bat as wilayah negara;
b. Menurunnya kegiat an ilegal dan t erpeliharanya lingkungan hidup di kawasan
perbat asan;
c. Meningkat nya kesej aht eraan masyarakat yang dit andai dengan menurunnya j umlah
penduduk miskin di kecamat an perbat asan dan pulau kecil t erluar;
d. Berfungsinya Pusat Kegiat an St rat egis Nasional (PKSN) sebagai pusat pelayanan
kawasan perbat asan; dan
e. Meningkat nya kondisi perekonomian kawasan perbat asan, yang dit andai dengan
meningkat nya laj u pert umbuhan ekonomi di 38 kabupat en/ kot a perbat asan yang
dipriorit askan penanganannya, khususnya pada 27 kabupat en perbat asan yang
t ergolong daerah t ert inggal.

Berdasarkan sasaran pembangunan j angka menengah di at as, maka fokus priorit as
pengelolaan bat as wilayah negara dan kawasan perbat asan difokuskan pada: (1)
Penyelesaian penet apan dan penegasan bat as wilayah negara; (2) Peningkat an upaya
pert ahanan, keamanan, sert a penegakan hukum; (3) Peningkat an pert umbuhan
ekonomi kawasan perbat asan; (4) Peningkat an pelayanan social dasar; dan (5)
Penguat an kapasit as kelembagaan dalam pengembangan kawasan perbat asan secara
t erint egrasi.

Reorient asi paradigma pengelolaan bat as wilayah negara dan kawasan perbat asan
menj adi out ward looking, diwuj udkan pula ke dalam kebij akan spasial nasional. Undang-
Undang No. 26 t ahun 2007 t ent ang Penat aan Ruang, menet apkan kawasan perbat asan
sebagai kawasan st rat egis nasional dalam bidang pert ahanan dan keamanan dengan
t et ap memperhat ikan kesej aht eraan masyarakat . Dalam Perat uran Pemerint ah No. 26
t ahun 2008 t ent ang Rencana Tat a Ruang Wilayah Nasional (RTRWN), dit arget kan pada
t ahun 2019 seluruh kawasan perbat asan negara sudah dapat dikembangkan dan
dit ingkat kan kualit asnya dalam aspek kesej aht eraan, hankam, dan lingkungan. Unt uk
mendorong pert umbuhan kawasan perbat asan, 26 kot a di kawasan perbat asan
diarahkan menj adi Pusat Kegiat an St rat egis Nasional (PKSN) sehingga dapat
dimanfaat kan sebagai pusat pelayanan at au pint u gerbang akt ivit as ekonomi dan
perdagangan dengan negara t et angga.
I BAD-BA - 3


Namun demikian, kebij akan di at as belum dapat diimplement asikan secara opt imal
karena berbagai kendala dari sisi konsep pembangunan, kebij akan, maupun syst em dan
prosedur pengelolaan kawasan perbat asan. Hal ini t ercermin dari masih kuat nya
pendekat an sekt oral, lemahnya sinergi ant ar sekt or sert a ant ara pusat dan daerah, sert a
lemahnya affirmat ive act ion dari sekt or t erkait .Sej alan dengan reorient asi kebij akan
yang baru, pemerint ah kemudian menerbit kan UU No. 43 Tahun 2008 t ent ang Wilayah
Negara yang memberi mandat bagi pembent ukan Badan Pengelola Perbat asan di t ingkat
pusat dan daerah unt uk mengelola kawasan perbat asan; yang kemudian diikut i dengan
t erbit nya Perpres No. 12 Tahun 2010 t ent ang Badan Nasional Pengelola Perbat asan.
BNPP merupakan suat u badan at au organisasi pemerint ah yang dibent uk dengan t ugas
menet apkan kebij akan program pembangunan perbat asan, menet apkan rencana
kebut uhan anggaran, mengoordinasikan pelaksanaan, dan melaksanakan evaluasi sert a
pengawasan t erhadap pengelolaan bat as wilayah negara dan kawasan perbat asan
(Perpres No. 12 t ahun 2010, Pasal 3).

Unt uk melaksanakan t ugas t ersebut , salah sat u fungsi yang diselenggarakan BNPP
adalah penyusunan dan menet apan Rencana I nduk dan Rencana Aksi Pengelolaan Bat as
Wilayah Negara dan Kawasan Perbat asan (Perpres No. 12 t ahun 2010, Pasal 4 poin a).
Dengan demikian, Rencana I nduk Pengelolaan Bat as Wilayah Negara dan Kawasan
Perbat asan ini dimaksudkan sebagai upaya pengelolaan dan pembangunan bat as
wilayah negara dan kawasan perbat asan secara t erarah, bert ahap, dan t erukur dengan
skenario yang disepakat i semua pihak. Disamping it u, perlu sinergit as kebij akan dan
kegiat an ant ar sekt or, ant ar daerah, maupun ant ara pusat daerah sert a kont ribusi pihak
swast a dalam upaya percepat an pengembangan kawasan perbat asan.

Unt uk mendukung upaya implement asi perencanaan pengelolaan kawasan perbat asan
pada RPJMN 2010-2014, maka dilaksanakan kegiat an “ I nst i t ut i on Bui l di ng f or t he
Accel er at ed Devel opment of Bor der Areas” oleh Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional (Bappenas). Maksud dari kegiat an ini adalah dalam rangka memberikan
kont ribusi bagi Badan Nasional Pengelola Perbat asan (BNPP) unt uk penguat an
sinkronisasi dan koordinasi pengelolaan bat as wilayah dan pembangunan kawasan
perbat asan.Kegiat an penguat an kelembagaan di wilayah perbat asan ini diharapkan akan
memberikan keluaran-keluaran yait u : a) Konsep Kebij akan pembangunan kawasan
perbat asan secara t erpadu; b) Rencana I nduk Nasional Pengelolaan Kawasan
Perbat asan; c) Kerangka Monit oring dan Evaluasi; d) Pelat ihan bagi Pemerint ah Daerah;
dan e) Laporan Pelaksanaan Workshop Nasional.

Sebagai upaya unt uk mencapai hasil-hasil yang diharapkan pada kegiat an diat as,
diperlukan penggalian informasi dari daerah khususnya provinsi-provinsi yang t ercakup
dalam kawasan perbat asan (12 Provinsi : Nangroe Aceh Darussalam, Sumat era Ut ara,
Riau, Kepulauan Riau, Kalimant an Barat , Kalimant an Timur, Nusa Tenggara Timur,
Sulawesi Ut ara, Maluku, Maluku Ut ara, Papua dan Papua Barat ). Sebagai wadah unt uk
menampung informasi-informasi st rat egis dari provinsiprovinsi t ersebut dibut uhkan
kegiat an Focus Group Discussion (FGD) sebagai salah sat u pendukung dalam pencapain
kegiat an “ I nst it ut ion Building for t he Accelerat ed Development of Border Areas” .

I BAD-BA - 4

B. Khusus

Pulau Kalimant an memiliki wilayah perbat asan di delapan daerah kabupat en di dua
provinsi yait u Kalimant an Barat dan Kalimant an Timur. Kabupat en di Kal i mant an
Bar at yang memi l i k i l i ma w i l ayah per bat asan adal ah Kabupat en Sanggau,
Kapuas Hul u, Sambas, Si nt ang, Bengk ayang. Panj ang garis perbat asan
Kalimant an Barat dengan Sarawak adalah 847,3 kilomet er yang melint asi 98 desa dalam
14 kecamat an, dan di Kalimant an Timur t erdapat t iga wilayah perbat asan yait u di
Kabupat en Nunukan, Kut ai Barat , dan Malinau sepanj ang 1.038 kilomet er dan melint asi
11 kecamat an sert a 319 desa.

Dari lima kabupat en di wilayah perbat asan Kalimant an Barat t erdapat dua pint u lint as
bat as yang resmi yait u di Kabupat en Sanggau (Ent ikong) dan Kabupat en Kapuas Hulu
(Nanga Badau) dengan fasilit as CI QS yang sudah cukup baik. Sedangkan wilayah
perbat asan lainnya sepert i di Kabupat en Sambas (Dusun Aruk Desa Sebunga Kecamat an
Saj ingan), Bengkayang, Kabupat en Sint ang, , dan Kapuas Hulu, Malinau dan Kut ai Barat
masih belum memiliki pos lint as bat as (bordergat e) yang resmi dan masih dalam t ahap
pembangunan. Sesuai kesepakat an melalui forum Sosek Malindo, t elah disepakat i
pembukaan beberapa pint u perbat asan secara bert ahap di Kabupat en Kapuas Hulu,
Sambas, Sint ang dan Bengkayang.

Pot ensi sumberdaya alam wilayah perbat asan di Kalimant an cukup besar dan bernilai
ekonomi sangat t inggi, t erdiri dari hut an produksi (konversi), hut an lindung, t aman
nasional, dan danau alam, yang semuanya dapat dikembangkan menj adi daerah wisat a
alam (ekowisat a) sert a sumberdaya laut yang ada di sepanj ang perbat asan laut
Kalimant an Timur maupun Kalimant an Barat . Beberapa areal hut an t ert ent u yang t elah
dikonversi t ersebut t elah berubah fungsi menj adi kawasan perkebunan yang dilakukan
oleh beberapa perusahaan swast a nasional maupun yang bekerj asama dengan
perkebunan asing yang umumnya berasal Malaysia.

Seiring dengan lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di wilayah t ersebut , maka
berbagai kegiat an ilegal t elah t erj adi sepert i pencurian kayu at au penebangan kayu liar
(illegal logging) yang dilakukan oleh oknum cukong negara t et angga bekerj asama
dengan masyarakat set empat . Kegiat an penebangan kayu secara liar oleh penduduk
set empat ini dipicu oleh kemiskinan dan rendahnya t ingkat kesej aht eraan masyarakat di
sekit ar perbat asan, rendahnya kesadaran masyarakat t erhadap kelest arian lingkungan
hidup sert a lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di wilayah t ersebut .

Oleh sebab it u, unt uk menampung issue dan permasalahan kemudian arahan kebij akan,
st rat egi dan sasaran st rat egi akan dibuat ke dalam mat rik kebij akan sebagai upaya dari
penyusunan naskah kebij akan pengelolaan bat as wilayah dan kawasan perbat asan
secara t erpadu. Sarana unt uk menampung hal t ersebut maka Kement erian
PPN/ Bappenas RI melalui kerj asama dengan BNPP dan BPKPK (Badan Pengelola
Kawasan Perbat asan dan Kerj asama) Provinsi Kalimant an Barat melakukan kegiat an
Focus Group Discussion (FGD) yang melibat kan st akeholder t erkait di t ingkat provinsi
dan kabupat en.

I BAD-BA - 5

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari pelaksanaan Kelompok Diskusi Terbat as (FGD) adalah unt uk:
1) Tersosialisasikanya Arah Kebij akan, St rat egi, dan Agenda Progam Priorit as
Pengelolaan Bat as Wilayah Negara dan Kawasan Perbat asan pada cakupan wilayah
perbat asan darat RI dengan Malaysia.
2) Melakukan review dan umpan balik t erkait issu, kebij akan dan kelembagaan
pengelolaan perbat asan negara di t ingkat daerah ( Kabupat en/ Kot a) wilayah
konsent rasi pengembangan (WKP) Pengelolaan bat as wilayah negara dan kawasan
perbat asan.

Adapun t uj uan dari pelaksanaan Kelompok Diskusi Terbat as (FGD) ini adalah :
1) Terident ifikasinya isu st rat egis perbat asan darat dan perbat asan laut mencakup
Aspek Penet apan dan Penegasan Bat as, Aspek Pert ahanan‐Keamanan dan Hukum.
2) Terident ifikasinya isu st rat egis kawasan perbat asan darat dan kawasan perbat asan
laut mencakup aspek Pert ahanan‐Keamanan dan Hukum, Aspek Ekonomi Kawasan
dan Aspek Sosial Dasar.
3) Terident ifikasinya isu st rat egis kapasit as kelembagaan pengelolaa kawasan
perbat asan.

1.3 KELUARAN
Adapun hasil yang diharapkan (out -put ) yang diharapkan dari penyelengaraan
Kelompok Diskusi Terbat as (FGD) adalah :
1) Terumuskannya arah dan pandangan pesert a t erkait dengan Mat rix Arah Kebij akan,
St rat egi dan Agenda Program Priorit as Pengelolaan Bat as Wilayah Negara dan
Kawasan Perbat asan.
2) Terident ifikasinya kebut uhan penguat an kelembagan dari pesert a FGD t ermasuk
dalam penyusunan kerangka monit oring dan evaluasi kinerj a pembangunan
kawasan perbat asan yang t erpadu.

1.4 METODOLOGI
Met ode pelaksanaan FGD dilakukan secara part isipat if dengan mengedepankan aspirasi
t erkait dengan isu yang berkembang di wilayahnya masing‐masing.
1. I nput Focus Gr oup Di scussi on ( FGD)
• Pengarahan dari Kepala Bappeda Provinsi
• Paparan kegiat an I nst it ut ion Building for The Accelerat ed Development of Border.
2. Proses FGD
1) Penyaj ian/ Present asi
2) Diskusi Kelompok
3) Tanya Jawab.
3. Out put FGD
1) I su st rat egis, arah kebij akan, st rat egi pengelolaan, t arget 2011-2014, dan lokasi
kecamat an priorit as dalam pengelolaan bat as wilayah negara dan kawasan
perbat asan.
2) Base line dat a kecamat an perbat asan di provinsi sebagai pendukung kerangka
monit oring dan Evaluasi


I BAD-BA - 6

1.5 PESERTA, NARA SUMBER
1. Pesert a
- Kodam XI I Tanj ungpura
- Polda Kalimant an Barat
- Kant or Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Kalimant an Barat
- Kant or Wilayah I X DJBC Provinsi Kalimant an Barat
- Biro Pemerint ahan Sekda Provinsi Kalimant an Barat
- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimant an Barat
- Badan Pengelolaan Kawasan Perbat asan dan Kerj asama Provinsi Kalimant an Barat
- Dinas Pekerj aan Umum Provinsi Kalimant an Barat
- Dinas Perhubungan, Komunikasi dan I nformat ika Provinsi Kalimant an Barat
- Dinas Perindust rian dan Perdagangan Provinsi Kalimant an Barat
- Dinas Perkebunan Provinsi Kalimant an Barat
- Dinas Kehut anan Provinsi Kalimant an Barat
- Dinas Kelaut an dan Perikanan Provinsi Kalimant an Barat
- Dinas Pendidikan Provinsi Kalimant an Barat
- Dinas Ksesehat an Provinsi Kalimant an Barat
- Kant or I migrasi Pont ianak
- Karant ina Hewan dan Tumbuhan Pont ianak
- RRI Regional Kalimant an Barat
- Bappeda Kabupat en Sambas
- Bappeda Kabupat en Bengkayang
- Bappeda Kabupat en Kapuas Hulu
- Bappeda Kabupat en Sint ang
- Bappeda Kabupat en Sanggau
- Dinas Kesehat an Kabupat en Sanggau
- Dinas Pendidikan Kabupat en Sanggau
- Dinas PU Kabupat en Sanggau
- Unit Pelaksana Teknis Ent ikong
- Camat Ent ikong
- Camat Sekayam
- Subbag Perencanaan BPKPK Provinsi Kalimant an Barat


2. Nara Sumber
• Asist en Deput i Badan Nasional Pengelolaan Perbat asan
• Subdit Kawasan Khusus Daerah Tert inggal, Bappenas
• Tim “ I nst it ut ion Building for t he Accelerat ed Development of Border Areas”

1.6 TEMPAT DAN JADWAL FGD
Tempat penyelengaraan Focus Group Discussion (FGD) di laksanakan di HOTEL
ORCHADZ Jl. Gaj ah Mada no. 48 Pont ianak Prov. Kalbar pada t anggal 12 Mei 2011
dengan j adwal acara sebagai berikut :



I BAD-BA - 7

WAKTU AGENDA KETERANGAN
12 Mei 2011
08.30 – 09.00 Pendaftaran Peserta Tim Kerja (RPL/Staf BPKPK)
09.00 – 10.00
09.00 – 09.15
09.15 – 09.30
09.30 – 09.45
09.45 - 10.00
Pembukaan :
1. Pengantar Pekerjaan IBDBA-DSF

2. Paparan Renduk Pengelolaan Batas Wilayah dan Kawasan
Perbatasan Tahun 2011-2014
3. Paparan BPKPK mengenai konsep pembangunan kawasan
perbatasan dari Perspektif RTR Wilayah Provinsi.
4. Paparan tentang Penyusunan isu strategis, arah kebijakan,
strategi dan sasaran pengelolaan batas wilayah dan kawasan
perbatasan Kalimatan Barat dalam rangka Penyusunan Policy
Paper serta Penjelasan Metode FGD.


1. Bappenas

2. BNPP

3. BPKPK Prov.
Kalimantan Barat
4. Konsultan DSF

10.00 – 10.15 Rehat kopi Panitia
10.15 – 13.00 Diskusi Kelompok
1. Kelompok 1 : Aspek penetapan dan Penegasan Batas,
Pertahanan, Keamanan dan Penegakan Hukum dan Aspek
Kelembagaan.
2. Kelompok 2 : Aspek Ekonomi Kawasan
3. Kelopmpok 3 : Aspek Pelayanan Sosial Dasar
Pesera FGD yang terbagi
kedalam 3 kelompok
pembahasan
13.00 – 14.00 Istirahat dan makan siang Panitia
14.00 – 15.00 Lanjutan Diskusi Kelompok :

Pesera FGD yang terbagi
kedalam 3 kelompok
pembahasan
15.00 – 15.30 Rehat Kopi Panitia
15.30 – 16.30 Pleno : Penyajian dan Pembahasan Hasil Diskusi Tiap Kelompok Pesera FGD

16.30 – 16.45 • Perumusan dan Rangkuman Hasil FGD
• Penutupan FGD
Konsultan DSF
BPKPK













I BAD-BA - 8






























2.1 I NPUT FOCUS GROUP DI SCUSSI ON
A. Pengant ar Peker j aan I nst it ut ional Building for The Acelerat ed Development of
Border Area Oleh Bapak Pringgadi Krisdant o dari Bappenas (mat eri t erlampir).

Sej alan dengan reorient asi kebij akan baru dalam pengelolaan perbat asan wilayah
Negara sebagai beranda depan negara, Pemerint ah pusat sesuai dengan UU Nomor
43 Tahun 2008 t ent ang Wilayah Negara t elah membent uk Badan Nasional Pengelola
Perbat asan (BNPP) melalui Kepres No.12 Tahun 2010 t ent ang Badan Nasional
Pengelola Perbat asan. BNPP merupakan suat u badan at au organisasi pemerint ah
yang dibent uk dengan t ugas menet apkan kebij akan program pembangunan
perbat asan, menet apkan rencana kebut uhan anggaran, mengoordinasikan
pelaksanaan, dan melaksanakan evaluasi sert a pengawasan t erhadap pengelolaan
bat as wilayah negara dan kawasan perbat asan (Perpres No. 12/ 2010, Pasal 3).

Di sisi lain, berbagai permasalahan manaj emen pengelolaan perbat asan masih
menghambat pencapaian sasaran RPJMN, 1) Pembangunan kawasan perbat asan
belum didukung oleh inst rumen kebij akan dan kelembagaan yang mampu
mengkonsolidasikan seluruh pihak t erkait dalam sat u kesat uan arah dan t uj uan, 2)
PROSES DAN HASIL FGD
I BAD-BA - 9

Pengelolaan bat as wilayah sert a kerj asama perbat asan ant ar negara selama ini
masih dit angani oleh “ kepanit iaan” yang bersifat ad-hoc, dipimpin oleh inst ansi-
inst ansi yang berbeda, sert a belum melibat kan seluruh pihak t erkait secara
komprehensif. Akibat nya penanganan permasalahan perbat asan melalui kerj asama
ant ar negara t idak berj alan opt imal. 3) Meskipun pengelolaan perbat asan
merupakan urusan bersama pusat -daerah, namun pembagian kewenangan ant ara
pemerint ah pusat dan daerah dalam pengelolaan sebagian urusan di perbat asan
(pengelolaan PLB, pembangunan infrast rukt ur, pengelolaan sumberdaya alam, dsb)
masih kabur. 4) Belum opt imalnya keberpihakan kebij akan, program, dan
pembiayaan pembangunan yang diselenggarakan oleh Kement erian/ Lembaga
t erkait , maupun pemerint ah daerah di kawasan perbat asan, khususnya di
kecamat an-kecamat an dan pulau kecil t erluar. 5) Belum opt imalnya kemampuan
aparat ur di t ingkat pusat dan daerah dalam penanganan permasalahan perbat asan
secara pro-akt if dan ef ekt if. 6) Belum t ersedianya dat a-dat a pembangunan yang
komprehensif unt uk mendukung perencanaan, pelaksanaan, pengendalian
pembangunan di kecamat an dan pulau kecil t erluar.

Merespon persoalan dalam aspek kelembagaan t ersebut , beberapa t erobosan yang
dilakukan pemerint ah pada RPJM 2010-2014 adalah, pengelolaan daerah t ert inggal,
t erdepan, dan t erluar sebagai priorit as nasional, unt uk kawasan perbat asan
dioerasionalisikan melalui lima fokus priorit as : (1) Penyelesaian penet apan dan
penegasan bat as Negara; (2) Peningkat an upaya pert ahanan; keamanan sert a
penegakan hukum; (3) Peningkat an pert umbuhan ekonomi kawasan perbat asan; (4)
Peningkat an pelayanan sosial dasar; dan (5) Penguat an kapasit as kelembagaan
dalam pengembangan kawasan perbat asan secara t erint egrasi

Beberapa agenda penguat an kelembagaan yang akan dilakukan ke depan dengan,
membangun manaj emen pengelolaan bat as wilayah dan kawasan perbat asan yang
lebih efekt if dan sinergis melalui opt imalisasi peranan BNPP dalam penet apan
kebij akan, koordinasi perencanan dan pelaksanaan, sert a pengawasan
pembangunan, Mendorong reformulasi kebij akan sekt oral dan kewilayahan agar
lebih berpihak dan responsive t erhadap kebut uhan pengembangan kecamat an
t erdepan dan pulau kecil t erluar, Mengopt imalkan kemampuan aparat ur pemerint ah
di t ingkat pusat dan daerah agar mampu menangani persoalan perbat asan secara
efekt if.

Unt uk mendukung RPJMN 2010-2014 sert a pencapaian berbagai agenda diat as,
Bappenas bekerj a sama dengan Dit j en PUM Kemdagri dan BNPP sert a didukung DSF
Bank Dunia melaksanakan proyek I BADBA,dengan maksud dan t uj uan, unt uk
menyusun masukan kebij akan bagi upaya percepat an pembangunan dan
peningkat an keamanan kawasan perbat asan melalui peningkat an kesej aht eraan
masyarakat ,Memperkuat kapasit as kelembagaan pengelolaan bat as wilayah dan
kawasan perbat asan melalui: 1) I nvent arisasi dan analisis dat a dasar kawasan
perbat asan sebagai bahan dasar bagi perumusan profil wilayah, perencanaan
kebij akan pembangunan, sert a pelaksanaan monit oring dan evaluasi pembangunan,
dan 2) Evaluasi dan reformulasi kebij akan bagi pengelolaan bat as wilayah dan
percepat an pembangunan kawasan perbat asan.
I BAD-BA - 10

B. Papar an dari Badan Pengel ol aan Kawasan Per bat asan dan Ker j asama
Pr ovi nsi Kal i mant an Bar at oleh Bapak Taj uddi nur ( Kasubbag.
Per encanaan)

Provinsi Kalimant an Barat mempunyai 5 (lima) wilayah administ rat ive kabupat en
yang berbat asan langsung (perbat asan darat ) dengan Negara bagian Serawak
Malaysia yait u Kabupat en Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sint ang dan Kabupat en
Kapuas Hulu. Unt uk menangani pengelolaan kawasan perbat asan t ersebut
Pemerint ah Daerah Provinsi Kalbar t elah dibent uk Badan Pengelolaan Kawasan
Perbat asan dan Kerj asama melalui Perat uran Gubernur Provinsi Kalbar Nomor 65
Tahun 2008 t ent ang St rukt ur Organisasi, Tugas Pokok, Fungsi dan Tat a Kerj a Badan
Pengelolaan Kawasan Perbat asan dan Kerj asama Provinsi Kalimant an Barat . Badan
Pengelolaan Kawasan Perbat asan dan Kerj asama Provinsi Kalimant an Barat
mempunyai t ugas penyusunan dan pelaksanaan kebij akan daerah yang bersifat
spesifik di bidang pengelolaan kawasan perbat asan dan kerj asama, melaksanakan
t ugas dekonsent rasi dan t ugas pembant uan yang diserahkan oleh Gubernur dan
perat uran perundang-undangan yang berlaku.

Beberapa permasalahan yang dihadapi di wilayah kawasan perbat asan, ant ara lain :
a) Disparit as ket impangan infra st rukt ur t erut ama j alan yang menghubungkan
wilayah ant ar daerah menimbulkan banyaknya kawasan – kawasan permukiman
at au konsent rasi penduduk menj adi t erisolir dan t ert inggal ; b) Eksploit asi beberapa
areal hut an t ert ent u yang t elah dikonversi t ersebut t elah berubah fungsi menj adi
kawasan perkebunan; c) Lemahnya pengawasan dan penegakan hukum ; d)
Kemiskinan dan rendahnya t ingkat kesej aht eraan masyarakat di sekit ar perbat asan ;
e) Rendahnya kesadaran masyarakat t erhadap kelest arian lingkungan hidup; f)
Rendahnya t ingkat pendidikan dan deraj at kesehat an masyarakat ; g) Tingkat
ket ergant ungan masyarakat perbat asan t erhadap perekonomian Negara t et angga
Malaysia sangat t inggi.

Sesuai dengan arah pengembangan kawasan perbat asan UU No. 17 Tahun 2007
Tent ang Rencana Pembangunan Jangka Panj ang Nasional (RPJPN) maka, “ Wilayah-
wilayah perbat asan dikembangkan dengan mengubah arah kebij akan pembangunan
yang selama ini cenderung berorient asi inward looking menj adi out ward looking
sehingga dapat dimanfaat kan sebagai pint u gerbang akt ivit as ekonomi dan
perdagangan dengan negara t et angga. Pendekat an pembangunan yang dilakukan,
selain menggunakan pendekat an yang bersifat keamanan, j uga diperlukan
pendekat an kesej aht eraan. Perhat ian khusus diarahkan bagi pengembangan
pulaupulau kecil di perbat asan yang selama ini luput dari perhat ian”

Berkait an dengan permasalahan dan arah pengembangan kawasan perbat asan
t ersebut maka BPKPK selaku t uan rumah dalam pelaksanaan FGD ini diharapkan
kepada semua st ake holder yang hadir ikut berperan akt if dalam mengarahkan
kawasan perbat asan ke t ahap yang lebih baik di segala bidang sehingga kawasan
perbat asan menj adi beranda depan NKRI dapat t erwuj ud.


I BAD-BA - 11

2.2 PELAKSANAAN FOCUS GROUP DI SCUSSI ON
Diawali dengan pengant ar dan arahan proses dan at uran main Pelaksanaan FGD oleh
RPL dan didampingi oleh Team Leader I BADBA yait u masing-masing pesert a mendapat
kert as met aplan 5 warna yang harus diisi oleh isu-isu paling mendasar berdasarkan
kat egori 5 aspek bahasan (put ih: aspek bat as wilayah; merah: aspek hankam dan
hukum; biru: aspek kelembagaan; kuning : aspek ekonomi dan hij au : aspek sosial
dasar). Hasil dari isu-isu dari set iap pesert a kemudian dipisahkan menj adi 3 (t iga)
kat egori bahasan unt uk dij adikan 3 (t iga) bagian kelompok diskusi yait u :
Kelompok 1 : Mendiskusikan Aspek bat as wilayah negara, Hankam dan penegakan
hukum sert a penguat an kapasit as kelembagaan.
Kelompok 2 : Mendiskusikan Aspek peningkat an ekonomi pert umbuhan ekonomi
kawasan perbat asan
Kelompok 3 : Mendiskusikan Aspek pelayanan sosial kawasan perbat asan.

A. Hasi l FGD Kel ompok 1













Kelompok 1 melakukan pendalaman t erkait dengan aspek: Penet apan dan
Penegasan Bat as Wilayah Negara, Peningkat an Upaya Pert ahanan dan Penegakan
Hukum dan Kelembagaan. Adapun hasil FGD kelompok 1 adalah sebagai berikut :
1. Sub pokok bahasan: Penet apan dan Penegasan Bat as Wilayah Negara, adapun
isu st rat egis yang mengemuka disampaikan oleh pesert a FGD adalah:
a) Masih t erj adinya perbedaan pendapat t ent ang Tat a Bat as Wilayah ant ara
Negara I ndonesia dengan Malaysia.
b) Mudahnya regulasi pembukaan lahan unt uk perkebunan sawit menyebabkan
kaburnya bat as wilayah didukung pula beberapa t anda bat as yang t idak
permanen sehingga menyebakan bergesernya pat ok bat as bahkan hilang.
c) Lemahnya diplomasi dalam penanganan sengket a bat as, akibat kurangnya
koordinasi dan minimnya ket erlibat an pemda set empat sehingga t erj adinya
inkonsist ensi dalam penet apan bat as wilayah negara.
d) Ket ert inggalan penggunaan t eknologi dan informasi dalam penet apan bat as,
ket idakakurat an dalam pendat aan t at a bat as.
e) Kurangnya personil yang membidangi persoalan t at a bat as sert a minimnya
dukungan sarana dan prasarana kawasan perbat asan
Hubungan diant ara masalah t ersebut dapat di gambarkan dalam analisis pohon
masalah sebagai berikut :
I BAD-BA - 12

































Dari isu diat as, adapun arah kebij akan, yang direkomendasikan pesert a FGD adalah
Penegasan dan penet apan bat as negara indonesia dengan Malaysia. Unt uk mencapai
hal ini, adapun st rat egi dan sasaran st rat egi yang direkomendasikan adalah:
a) Diperlukannya pelibat an mediat or/ lembaga int ernasional yang bebas
kepent ingan diant ara kedua belah pihak dalam membant u menyelesaikan
penet apan bat as wilayah kedua negara.
b) Mengopt imalkan sumber daya manusia dalam hal ini aparat yang berwenang dan
berkompet en dalam kerangka penguat an diplomasi int ernasional.
c) Peningkat an kekuat an pert ahanan dan keamanan dalam menj aga bat as wilayah
dalam rangka menj aga t erit orial negara RI .
Adapun sasaran st rat egis yang ingin dicapai yait u t erwuj udnya bat as t erit oral yang
dipat uhi oleh kedua negara dan diakui oleh dunia int ernasional.


I BAD-BA - 13

2. Sub pokok bahasan: Peningkat an upaya Pert ahanan dan Penegakan Hukum,
adapun isu st rat egis yang mengemuka disampaikan oleh pesert a FGD adalah:
a) Masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat sert a lemahnya pert ahanan
dan keamanan di kawasan perbat asan
b) Maraknya pelanggaran sepert i ilegal (t rading, logging, t raffiking, fishing,
drugs), beredarnya perdagangan luar t anpa bea cukai disebabkan banyaknya
j alan masuk (j alan pint as/ t ikus) yng t idak t erawasi dan dij aga oleh pihak
berwaj ib.
c) Adanya beberapa masyarakat yang ingin berpindah kewarganegaraan
kenegara t et angga malaysia, sebagai akibat dari minimnya fasilit as pelayanan
dan dan mahalnya barang kebut uhan sehari-hari.
d) Lebih memilih bekerj a di negara Malaysia yang lebih menj anj ikan dari segi
finasial
e) Lemahnya sist em pert ahanan dan keamanan sebagai akibat minimnya sarana
dan prasarana pendukung kekuat an, t erlalu lamanya rot asi personil
dilapangan hingga sering dihinggapi rasa j enuh sert a kurangnya insent if lebih
bagi pet ugas personil di perbat asan






















Dari isu diat as, adapun arah kebij akan, yang direkomendasikan pesert a FGD
adalah Memaksimalkan peran aparat ur Pemda dan Aparat keamanan perbat asan
sert a melakukan pembinaan kadarkum t erhadap masyarakat perbat asan secara
kont inyu. Unt uk mencapai hal ini, adapun st rat egi dan sasaran st rat egi yang
direkomendasikan adalah:
a) Penyuluhan hukum dan bela negara menj adi harga mat i kepada masyarakat
perbat asan supaya hat inya t idak bergeser ke negara lain sepert i bergesernya
Pat ok Bat as Negara.
I BAD-BA - 14

b) Meningkat kan kesej aht eraan masyarakat melalui pemenuhan kebut uhan
dasar (sandang, pangan, papan) sert a meningkat kan ekonomi kerakyat an
berbasis pot ensi sumber daya set empat .
c) Pemenuhan kebut uhan prasarana dan sarana pert ahanan dan keamanan di
perbat asan.
Adapun sasaran st rat egis yang ingin dicapai yait u t ercipt anya masyarakat
perbat asan dengan kesadaran hukum yang t inggi dan t ercipt anya hankam yang
handal dan kuat sebagai garda depan penj aga keut uhan kedaulat an NKRI .

3. Sub pokok bahasan: Penguat an Kelembagaan, adapun isu st rat egis yang
mengemuka disampaikan oleh pesert a FGD adalah:
a) Belum adanya ket erpaduan kebij akan ant ara pusat dan daerah dalam rangka
membangun dan memaj ukan kawasan perbat asan
b) Kerj asama dan koordinasi ant ar lembaga yang masih lemah sehingga t idak
adanya sinkronisasi yang muncul adalah ego sekt oral.
c) Rendahnya komit men dan inkonsist ensi dalam penet apan kewenangan
pengelolaan proram dan anggran ant ara lembaga baik dipusat maupun
didaerah

























Dari isu diat as, adapun arah kebij akan, yang direkomendasikan pesert a FGD
adalah Menyusun program kerj a lint as sekt oral yang t erpadu unt uk menangani
kawasan perbat asan. Unt uk mencapai hal ini, adapun st rat egi dan sasaran
st rat egi yang direkomendasikan adalah:
I BAD-BA - 15

a) Sinkronisasi dan paduserasi program ant ara pusat dan daerah sehingga akan
t ercipt a program priorit as yang disepakat i oleh semua pihak.
b) Opt imalisasi dan pemant apan aparat ur pengambil kebij akan disemua lini
penuh rasa t anggung j awab yang t inggi dan menghilangkan ego sekt oral
dengan membangunan kebersamaan dalam memaj ukan ket ert inggalan
kawasan perbat asan.
c) Memperj elas perat uran/ regulasi kebij akan dalam hal kewenangan dalam
pengelolaan program dan anggaran kawasan perbat asan sert a
memperpendek rent ang kendali alur pelayanan mulai dari t ingkat bawah.
Adapun sasaran st rat egis yang ingin dicapai yait u t ercipt anya ket erpaduan dan
sinkronisasi arah sert a kebij akan ant ara pusat dan daerah yang t ransparan.


B. Hasi l FGD Kel ompok 2














Kelompok 2 mempunyai sub pokok bahasan diskusi yait u t ent ang aspek Peningkat an
Pert umbuhan Ekonomi Kawasan Perbat asan. Adapun isu-isu st rat egis t elah
dikumpulkan dari kert as met aplan t iap pesert a yang menyangkut pokok bahasan
ekonomi kawasan perbat asan yang akan dibahas kelompok ini yait u :
a) Adanya kendala pemanfaat an pot ensi hut an yang t erkendala dengan pt ot okol
kyot o sehingga menghambat pembangunan infrast rukt ur sedangkan negara
Malaysia yang t idak merat ifikasi berpot ensi berkembang lebih cepat .
b) Adanya at uran nilai perdagangan lint as bat as sebesar 600 RM menghambat
peningkat an kesej aht eraan masyarakat dan pert umbuhan ekonomi kawasan
perbat asan bahkan cenderung mendorong t erj adinya penyelundupan.
c) PKSN yang ada di Kalbar belum mampu menyaingi Kuching sebagai pusat
pelayanan sosial, budaya dan ekonomi di kawasan perbat asan Serawak –
Kalimant an Barat .
d) Tidak adanya sarana koleksi dan dist ribusi barang unt uk ekspor-impor di
kawasan perbat asan (pelabuhan/ dry port ).
e) Kualit as dan kuant it as sarana perekonomian (pasar t radisional) yang
memprihat inkan, sehingga t idak t ert ariknya masyarakat malaysia yang hendak
berbelanj a ke kawasan perbat asan di I ndonesia.
I BAD-BA - 16

f) Minimnya prasarana t ransport asi yang memadai unt uk kelangsungan
bergeraknya roda perekonomian kawasan.
g) Minimnya anggran pembangunan unt uk kawasan perbat asan baik unt uk fisik,
sosial maupun ekonomi.
h) Pot ensi SDA sangat besar (mangan, bat u bara, zycron, sawit , wisat a bahari dll)
belum dikelola secara opt imal dan nilai t ambahnya dinikmat i oleh Malaysia.
i) Tingkat ket ergant ungan pemenuhan kebut uhan sehari-hari dan peningkat an
ekonomi sangat t inggi t erhadap negara Malaysia.
j ) Dist ribusi pelayanan kebut uhan masyarakat dari pusat pelayanan ut ama kawasan
perbat asan t ersendat oleh minimnya sarana dan prasarana perhubungan.




























Dari isu diat as, adapun arah kebij akan, yang direkomendasikan pesert a FGD adalah :
a) Meningkat kan kapasit as sumber daya manusia yang memiliki pot ensi sesuai
dengan kondisi dan karakt erist ik masyarakat set empat .
b) Meningkat kan infrast rukt ur prasarana dan sarana dasar kawasan perbat asan
c) Meningkat kan pemanfaat an sumber daya alam yang ada secara opt imal,
berwawasan lingkungan dan berkesinambungan.

Unt uk mencapai hal ini, adapun st rat egi dan sasaran st rat egi yang direkomendasikan
adalah:
I BAD-BA - 17

a) Memberikan pendidikan formal bahkan grat is t ingkat dasar bagi golongan
masyarakat t idak mampu sert a mendirikan pendidikan non formal sepert i pusat -
pusat pelat ihan ket erampilan yang disesuaikan dengan pot ensi Sumber Daya
yang ada (pert anian, perikanan, perkebunan, pert ukangan, indust ri kecil dan
lain-lain).
b) Pembangunan j alan poros dan penghubung di kawasan perbat asan yang mampu
menguhubungkan t it ik-t it ik simpul pusat -pusat pert umbuhan sebagai count er
magnet PKSN t erhadap pusat pert umbuhan di Kuching.
c) Penyedian fasilit as sosial ekonomi yang mempu menopang fungsi pusat
pert umbuhan PKSN.
d) Pemet aan dan invent arisasi SDA yang produkt if dan prosfekt if sert a mempunyai
keunggulan kompet it if bukan komparat if dengan negara Malaysia yang mampu
mendongkrak nilai pendapat an masyarakat pada umumnya.
e) Memberikan st at us lahan garapan yang ideal bagi masyarakat adat di perbat asan
f) Pemberian perizinan yang selekt if t erhadap pembukaan lahan unt uk perkebunan
baik bagi masyarakat set empat maupun invest or dari luar (Malaysia).
Sasaran st rat egi yang diinginkan yait u t ercapainya peningkat an ekonomi yang
kondusif dan produkt if yang dapat mensej aht erakan masyarakat kawasan
perbat asan.


C. Hasi l FGD Kel ompok 3













Kelompok 3 mempunyai sub pokok bahasan diskusi yait u t ent ang aspek Pelayanan
Sosial Dasar Kawasan Perbat asan. Adapun isu-isu st rat egis t elah dikumpulkan dari
kert as met aplan t iap pesert a yang menyangkut pokok bahasan ekonomi kawasan
perbat asan yang akan dibahas kelompok ini yait u :
a) Pada umumnya masyarakat kawasan perbat asan kekurangan dalam hal
pelayanan social dasar sepert i minimnya j umlah sarana pendidikan maupun
t enaga pengaj arnya, kesehat an (t ermasuk t enaga medis dan peralat annya.
Sehingga t ingkat pendidikan dan deraj at kesehat an masyarakat nya rendah pula,
unt uk memenuhi hal t ersebut sebagian masyarakat nya ada yang bersekolah
dinegara t et angga karena lahir dan mempunyai akt e Negara Malaysia.
I BAD-BA - 18

b) Minimnya pemenuhan kebut uhan penerangan list rik, sehingga sebagian
masyarakat nya bisa membeli dari Malaysia dengan harga murah padahal sumber
daya list riknya dari Negara I ndonesia dengan memanfaat kan alam yait u sungai.
c) Minimnya pemenuhan kebut uhan sumber air bersih dan air minum dan MCK
sehingga deraj at kualit as sanit asi lingkungan yang rendah yang akan
menimbulkan berbagai sumber penyakit .
d) Mulai adanya pergeseran budaya local akibat infilt rasi nilai-nilai budaya luar yang
mudah masuk di sepanj ang perbat asan.
e) Ket erbat asan prasarana perhubungan unt uk akses ke set iap pusat -pusat
pert umbuhan mengakibat kan segala sesuat unya serba t erhambat .






















Dari isu diat as, adapun arah kebij akan, yang direkomendasikan pesert a FGD adalah :
a) Menerapakan dan meningkat kan wawasan kebangsaan sej ak usia dini sebagai
alat unt uk penanaman rasa cint a t erhadap kedaulat an dan keut uhan NKRI .
b) Meningkat kan kualit as dan kuant it as sarana pelayanan social dasar berikut
t enaga pengaj ar dan para medis yang mempunyai j iwa semangat pant ang
menyerah.
c) Meningkat kan kualit as pemenuhan kebut uhan ut ilit as, sanit asi lingkungan dan
pelayanan aksesibilit as.
Unt uk mencapai hal ini, adapun st rat egi dan sasaran st rat egi yang direkomendasikan
adalah:
a) Penyuluhan hukum dan bela negara kepada masyarakat demi keut uhan dan
kedaulat an NKRI
I BAD-BA - 19

b) Pembangunan sarana kesehat an dan pendidikan berikut t anaga pengaj ar dan
para medis yang berment al baj a sert a dibarengi dengan diberikannya t ingkat
insent if yang lebih.
c) Pembangunan dan penyedian bangunan ut ilit as (air bersih, list rik, drainase,
persampahan), MCK sert a pemenuhan prasarana t ransport asi.
d) Pemberdayaan masyarakat miskin melalui usaha ekonomi produkt if dalam
membant u peningkat an ekonomi msayarakat .
e) Pemberian pelat ihan ket erampilan unt uk ibu-ibu unt uk mendukung peningkat an
ekonomi rumah t angga.
Sasaran st rat egi yang diinginkan yait u t ercapainya peningkat an pelayanan sosial dasar
dan kualit as hidup masyarakat yang lebih baik.

2.3. PENUTUP KEGI ATAN
Acara penut upan kegiat an dilakukan oleh Bapak Taj uddinur mewakili Kepala Badan
Pengelolaan Kawasan Perbat asan dan Kerj asama Provinsi Kalimant an Barat ,
menyampaikan t erimakasih kepada seluruh pesert a yang t elah t ekun mengikut i kegiat an
dari pagi hingga berakhir, menyampaikan kiranya apa yang didapat kan dalam
pelaksanaan FGD dapat dimanfaat kan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->