MODUL KAPITA SELEKTA

TEMA KAJIAN:

PERSPEKTIF PSIKOLOGI KOMUNIKASI

Dosen:

Farid Hamid, M.Si.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Farid Hamid S.Sos.,MSi PROFESIONAL IMAGE

Definisi-Definisi yang timbul tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai perspektif seperti mekanistis. Selain itu. Sedangkan pada pihak komunikator. Komunikasi sebagai aktivitas esensial manusia. memiliki makna yang benar-benar luas. sosiologistis.PENDAHULUAN Komunikasi merupakan aktivitas yang paling esensial dalam kehidupan manusia. atau psikologistis. yaitu Psikologi. sistem atau organisme.Sos. Atau dengan kata lain. apakah yang dimaksud dengan "komunikasi" itu? Ada banyak sekali definisi dari "komunikasi". Hasil dari sinergi otak dengan berbagai alat indera dan organ-organ tubuh. Akan tetapi. Informasi itu bisa berasal dari lingkungan. Sebenarnya. proses penyampaian informasi itu sendiri merupakan suatu proses yang teramat rumit dan kompleks. Pada diri komunikan. atau dari diri sendiri. organisme lainnya. Kurangnya komunikasi akan menghambat perkembangan kepribadian. psikologi berusaha merumuskan karakteristik pihak komunikan. Justru komunikasi dipelajari oleh disiplindisiplin ilmu yang lain. gelombang suara. tanda di antara tempat. ke bagian otak. serta faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku komunikasinya. Mulai dari penyampaian energi. komunikasi bukanlah subdisiplin ilmu dari psikologi. serta melibatkan jutaan sel syaraf di otak dan seluruh bagian tubuh. psikologi juga menganalisis bagaimana sebuah Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Ditinjau dari sudut pandang ilmu Biologi. Tetapi. hal yang dibahas dalam psikologi adalah analisis terhadap seluruh komponen yang terlibat dalam proses komunikasi itu. ilmu komunikasi juga berkaitan erat dengan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.MSi PROFESIONAL IMAGE .. Sederhananya. Keberhasilan seseorang pun dapat dilihat dari keterampilannya dalam berkomunikasi. komunikasi merupakan proses penyampaian informasi yang diterima oleh alat-alat indera. Komunikasi amat erat kaitannya dengan perilaku dan pengalaman kesadaran manusia.UMB Farid Hamid S. psikologi menganalisa bagaimana suatu keberhasilan komunikasi (komunikasi efektif) bisa terjadi. Kurang lebih 70% dari waktu bangun kita dipergunakan untuk berkomunikasi. seperti psikologi dan sosiologi.

Pesan bersifat digital dan analog. Itulah konsep dari psikologi komunikasi. Selain itu.UMB Farid Hamid S. dampak dari komunikasi yang dilakukan pun dapat diprediksikan. dan mengubah sikap dan perilaku. memapankan hubungan yang bermakna. dampak dll. agar sama dengan apa yang dipikirkan oleh pihak komunikan. psikologi juga berusaha menemukan apa cara yang paling baik untuk menimbulkan komunikasi efektif. yaitu bersifat dinamis serta tak dapat diulang dan diubah. maka tujuan yang ingin kita tuju pun dapat dicapai. 3.. I. 2.Sos. Setiap interaksi diartikan dengan cara bagaimana pelaku interaksi menjelaskan kejadian. Atau dengan kata lain. Untuk lebih menjelaskan proses komunikasi Watzlawick. Disinilah peranan psikologi dalam komunikasi. Setiap interaksi memiliki dimensi isi dan hubungan. kesenangan. pengaruh pada sikap. Psikologi komunikasi berusaha untuk menganalisis proses berkomunikasi antar individu atau dengan diri sendiri. yaitu pengertian. 4.stimulus bisa menimbulkan respons pada individu atau bagaimana suatu aktivitas komunikasi bisa menimbulkan suatu akibat. Selain itu kepribadian yang kita miliki pun akan berkembang dengan baik. hubungan yang makin baik serta tindakan. setidaknya menimbulkan lima hal. Bila suatu komunikasi telah berhasil. Komunikasi yang efektif ini. Dengan mempelajari psikologi. Beavin dan Jackson menyebut lima (5) aksioma komunikasi yaitu: 1. menyampaikan apa yang ada di pikiran komunikator. Selain menganalisis penyebab. Lingkup Psikologi Komunikasi Proses komunikasi memiliki dua ciri khas. Sedang fungsi komunikasi adalah untuk memahami diri sendiri dan orang lain. komunikasi yang akan kita lakukan dapat dilancarkan dengan cara yang terbaik.MSi PROFESIONAL IMAGE . dengan sejelas-jelasnya. Anda tidak dapat tidak berkomunikasi. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Tujuan manusia berkomunikasi adalah untuk menghasilkan suatu tindakan komunikasi efektif.

metapersepsi. Tiap tataran tersebut akan berkaitan dengan sejumlah “diri” yang hadir Diri pandangan kita mengenai diri kita sendiri. dalam situasi antarpribadi. Diri Sendiri Orang Lain Pandangan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . dan pandangan kita mengenai pandangan orang lain tentang kita.UMB Orang Lain Terhadap diri saya Farid Hamid S. komunikasi memiliki makna yang luas. Untuk itu pemahaman psikologis terhadap komunikasi antarpribadi merupakan bagian penting dari pemahaman yang menyeluruh terhadap komunikasi antarpribadi. proses intra pribadi kita memiliki paling sedikit tiga tataran yang berbeda. Meskipun demikian. Psikologi komunikasi diartikan sebagai ilmu yang berusaha menguraikan. Setiap individu dalam tindakan komunikasi memiliki pemahaman dan makna pribadi terhadap setiap hubungan di mana dia terlibat di dalamnya.5. Fisher (1987) mengemukakan bahwa ketika kita berkomunikasi dengan orang lain.MSi PROFESIONAL IMAGE . Karena komunikasi yang kita bahas adalah komunikasi antarmanusia. maka pembahasan tidak bisa terlepas dari aspek psikologis manusia itu sendiri. yaitu: Saya pandangan kita mengenai diri orang lain. Pertukaran komunikasi bersifat simetrik dan komplementer. meliputi segala penyampaian serta dipergunakan sebagai proses pesan. Seringkali hal ini disebut pula dengan persepsi. Kegagalan komunikasi dapat terjadi bila pesan yang dikomunikasikan tidak diterima secara cermat Pemahaman Diri Memahami komunikasi dan hubungan antarpribadi dari sudut pandang individu adalah menempatkan pemahaman mengenai komunikasi di dalam proses psikologis. dan metametapersepsi.Sos. Psikologi digunakan untuk mendukung tercapainya komunikasi yang efektif dan efisien. meramalkan dan mengontrol peristiwa mental dan behavioral. beberapa persoalan dapat muncul dalam proses pemahaman oleh individu yang disebut juga sebagai proses intra pribadi.. Dengan demikian erat kaitannya antara psikologi dan komunikasi. pengaruh atau secara khusus sebagai pesan pasien dalam psikoterapi. Dalam psikologi.

Konsep Diri Untuk dapat menyadari diri kita. self esteem dan multiple selves. and psychological perceptions of ourselves that we have derived from experiences and our interactions with others” pandangan dan perasaan kita tentang diri kita.UMB Farid Hamid S. Jadi. Perlu juga diingat bahwa dalam komunikasi antarpribadi. Fisher (1987) menyebutkan beberapa elemen dari kesadaran diri.MSi PROFESIONAL IMAGE . pada saat ketiga tataran psikologis kita beroperasi.Sos. yaitu: konsep diri. social. 1. William D. sedikitnya ada dua orang yang terlibat di dalamnya.Ketika tataran psikologis ini berfungsi secara simultan ketika kita sedang berkomunikasi dengan orang lain. Elemen Pembentuk Kesadaran Diri Dalam hubungannya dengan kesadaran diri. Brooks (1974) mendefinisikan konsep diri sebagai: “those physycal. pertama kali kita harus memahami apakah diri atau self itu. Dengan demikian “diri” pengertian yang mengacu kepada identitas spesifik dari individu.. konsep diri adalah adalah suatu Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Dengan demikian. “Diri” secara sederhana dapat kita artikan sebagai identitas individu. Jadi identitas diri adalah cara-cara yang kita gunakan untuk membedakan individu satu dengan individu-individu lainnya. hal yang sama berlaku pula pada diri partner komunikasi kita.

Antara lain ramah atau ketus.  Karakteristik/sifat pribadi Karakteristik pribadi adalah sifat-sifat yang kita miliki.  Karakteristik /sifat sosial Karakteristik atau sifat sosial menunjukkan sifat-sifat yang kita tampilkan dalam hubungan kita dengan orang lain. eksekutif. kita cenderung merasa kompeten sehingga berperilaku secara Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Jika self esteem tinggi. dll)..  Peran sosial Peran sosial. cantik. 2. paling tidak dalam persepsi kita mengenai diri kita sendiri. dan sebagainya. Dengan kata lain. dan sebagainya. pendiam. Konsep diri dapat berubah seiring dengan waktu. tampan. agama. tinggi. karakteristik/sifat sosial dan peran sosial. penuh perhatian atau tidak peduli. oleh karenanya stabilitas dari konsep diri ini sulit untuk diperkirakan. Ketika peran sosial merupakan bagian dari konsep diri.Sos. mencakup hubungan dengan orang lain dan dalam suatu masyarakat tertentu. maka kita mendefinisikan hubungan sosial kita dengan orang lain. seperti ayah. Inilah yang dikenal dengan self esteem. Peran sosial ini dapat pula berbentuk afiliasi terhadap budaya. Self Esteem Ketika kita menjadi objek persepsi. rendah. perempuan. terpelajar. Self esteem berpengaruh terhadap perilaku kita dalam berkomunikasi. dan sebagainya. dan sebagainya) atau kemampuan tertentu (pandai. guru. dungu. yaitu karakteristik/sifat pribadi. gemuk. ekstrovert atau introvert. cerewet atau pendiam. Karakteristik ini dapat bersifat fisik (laki-laki. polisi.UMB Farid Hamid S. Suatu bagian yang inheren dari konsep diri. istri.MSi PROFESIONAL IMAGE . kita cenderung untuk memandang diri kita sebagai memiliki sifatsifat internal tertentu yang kita gunakan untuk menjelaskan bagaimana kita berperan dalam berhubungan dengan orang lain. etnik. maka kita juga akan mengevaluasi diri kita sendiri. cakap.Pada umumnya orang cenderung menggolongkan dirinya sendiri dalam tiga kategori.

yaitu reflexive self. social self. Beberapa dari diri kita berkaitan dengan peran kita dalam berbagai hubungan sosial yang berbeda dengan berbagai orang yang berbeda pula. Konsep-Konsep yang Mempengaruhi Perkembangan Kesadaran Diri Selama proses kehidupan dan interaksi kita dengan orang lain. Orang yang self esteemnya tinggi biasanya lebih mandiri. Menurut Charles Horton Cooley penemu teori ini. atasan-bawahan. Sementara kebalikannya dari hal-hal tersebut biasanya ditemukan pada orang-orang yang self esteemnya rendah. Multiple Selves Walaupun “diri” mengacu pada diri sebagai identitas tunggal. suami – isteri. kita mengalami perasaan bangga atau kecewa.MSi PROFESIONAL IMAGE . ayah-anak. Sedangkan Social Self menggunakan orang lain sebagai kriteria untuk menilai konsep diri kita. jika kita ingin memahami sepenuhnya tingkat hubungan antarpribadi kita dan mendapat manfaatnya. maka kita perlu menyadari konsep diri kita dan bagaimana perubahanperubahan yang terjadi di dalamnya. kita seakan-akan sedang bercermin.lebih percaya diri. Kita pikir mereka menganggap kita tidak menarik. 3. kita membayangkan bagaimana orang lain menilai penampilan kita. teman-teman. Reflexive Self adalah melihat diri menurut persepsi kita sendiri. dll. kita merasa wajah kita jelek. dan tidak mudah dipersuasi. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .UMB Farid Hamid S. Pertama. Pengertian ini senada dengan teori “looking glass self”. kita melihat sekilas diri kita seperti dalam cermin. yang disebut multiple selves. dalam cermin tersebut kita membayangkan bagaimana kita tampak pada orang lain.. Proses mengenal diri sendiri akan berlangsung secara kontinyu dan tidak dapat kita hindari. Kedua. Proses perkembangan kesadaran diri diperoleh melalui tiga konsep.Sos. orang mungkin merasa sedih atau malu. tegas. kita secara terus menerus mengembangkan konsep diri. misalnya. namun sebenarnya kita masing-masing memiliki berbagai identitas diri yang berbeda. Ketiga. Misalnya. Oleh sebab itu. dan becoming self. Ini semua mengacu kepada peran yang kita mainkan dalam berbagai komunitas dan merefleksikan berbagai aspek dalam kehidupan kita.

terus menerus berkembang dan selalu diterpa oleh informasi baru untuk dipersepsikan dan diinterpretasikan. mengenai pengalaman yang berhubungan dengan dirinya dan akan membedakan dirinya dengan yang bukan dirinya. dan mengevaluasi konsep diri kita. Berikut ini beberapa teori lain tentang konsep diri:  Carl Ransom Rogers (1902-1987) Carl Rogers selain dikenal sebagai tokoh psikologi humanistis. mengartikan. Menurutnya perilaku seseorang adalah merupakan fakta dari lapangan fenomenal (Carl Rogers menyebut dengan istilah realitas subyektif). ditafsirkan atas dasar pengertian individu baik yang disadari atau tidak.Sos. Gordon E.MSi PROFESIONAL IMAGE . Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Sedangkan konsep becoming Self merupakan pandangan bahwa konsep diri selalu berubah. dan “The Me”. reaksi orang lain merupakan informasi mengenai diri kita. Konsep diri kemudian tenggelam ketika Behaviorisme berkuasa. individu mempunyai “diri ideal” (ideal self). Baru pada tahun 1943. Allport menghidupkan kembali konsep diri. dirasa.. ia dikenal juga sebagai seorang fenomenologis. yaitu apa yang diinginkan atau dianggapnya seharusnya demikian. yang mana realitas tiap orang akan berbeda-beda tergantung pada pengalaman. diri yang menjadi objek renungan kita. karena ia sangat menekankan pada realitas yang berarti bagi individu.Singkatnya teori ini menggambarkan bagaimana kita mengembangkan konsep diri melalui interaksi. Teori-Teori Tentang “Diri” (Konsep Diri) Pembicaraan tentang konsep diri dapat dilacak sampai William James. diri yang sadar dan aktif. dan kemudian kita menggunakan informasi tersebut untuk menyimpulkan. Konsep diri adalah bagian sadar dari lapangan fenomenal (fenomenal field) yang merupakan kesadaran batin yang tetap. dinilai. Di mana individu menempatkan nilai tertinggi mengenai dirinya. Sebagai tambahan pada konsep diri. Dalam interaksi. Artinya konsep diri selalu merupakan proses menjadi konsep diri.pengalaman perseptualnya. James membedakan antara: “The I”.UMB Farid Hamid S. Rogers berpendapat bahwa lapangan fenomenal merupakan rangkuman dari semua pengalaman dari apa yang dialami.

Phillipson.UMB Farid Hamid S. Rom Harre & Roger Lamb. dan A. Laing bersama H. yaitu psikoanalisis. Menurut RD Laing.Sos. 1993:135 . EMPAT TEORI PSIKOLOGI TENTANG MANUSIA Dalam psikologi dikenal empat teori tentang manusia. Ketika saya berhubungan dengan anda. psikologi kognitif dan psikologi humanistik. Tesis utama dari teorinya adalah bahwa perilaku komunikatif seseorang sebagian besar terbentuk oleh persepsi (pengalaman) nya ketika ia berhubungan dengan komunikator yang lainnya. anda bukan lagi anda yang biasa. anda berubah karena pertemuan dengan saya. Ego bergerak atas prinsip realitas yang membawa kita ke kenyataan. Peter’s behavior becomes Paul’s experience  II. Teori RD Laing R. tindakannya atas dasar ganjaran dan hukuman (reward and punishment).MSi PROFESIONAL IMAGE .Apabila perbedaan antara konsep diri (disebut juga diri real) dan diri ideal adalah besar. 1996: 261 ). Dalam psikoanalisis perilaku manusia merupakan interaksi antara komponen biologis (id) komponen psikologis (ego) dan komponen sosial (superego).R. maka orang merasa tidak puas dan tidak dapat menyesuaikan diri (Supratiknya. Saya pun berubah karena anda.. Lee mengungkapkan seperti ini: When Peter meets Paul. behaviorisme.D. Laing seorang psikiatris berkebangsaan Inggris yang telah menulis banyak buku tentang proses persepsi dan pengalaman dalam komunikasi. Sementara kemampuan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Id berisi dorongan-dorongan biologis yang bermuara pada pencapaian kesenangan. Paul’s behavior becomes Peter’s experience. hubungan interpersonal melibatkan dan membentuk kedua belah pihak. superego berisi hati nurani yang berlaku sebagai polisi kepribadian. Sementara itu behavorisme menyatakan bahwa perilaku manusia ditentukan oleh peneguhan (reinforcement).

Sedangkan faktor situasional terdiri dari tujuh faktor (penjelasan ada di Kegiatan Belajar 2). Perilaku yang dipengaruhi instink disebut juga species characteristic behavior misalnya lainnya. Komponen afektif merupakan aspek emosional dari faktor sosiopsikologis. Faktor biologis menekankan pada pengaruh struktur biologis terhadap perilaku manusia. kognitf dan komponen konatif.Sos. Komponen kognitif terdiri dari faktor sosiopsikologis adalah agresivitas. Sedangkan psikologi humanistik mendasarkan pandangannya atas dasar asumsi keunikan manusia.MSi PROFESIONAL IMAGE . Pengaruh biologis ini dapat berupa instink atau motif biologis. Faktor personal lainnya adalah faktor sosiopsikologis.. minum dan lain- Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Karakter ini terdiri dari tiga komponen yaitu komponen afektif. FAKTOR-FAKTOR PERSONAL DAN SITUASIONAL YANG MEMPENGARUHI PERILAKU Faktor Personal: Faktor Biologis dan Sosiopsikologis Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manusia ada dua yaitu faktor personal dan faktor situasional. III. Faktor personal terdiri dari faktor biologis dan faktor sosiopsikologis. sikap dan emosi.UMB Farid Hamid S.potensialnya untuk berperilaku didapatkannya melalui peniruan (imitation) dalam proses belajar sosial (social learning) Selanjutnya psikologi kognitif melihat manusia sebagai makhluk yang selalu berpikir karena ia berusaha memahami lingkungannya. pentingnya nilai dan makna serta . Menurut pendekatan ini proses sosial seseorang akan membentuk beberapa karakter yang akhirnya mempengaruhi perilakunya. merawat anak dan lain-lain. Dalam komponen ini tercakup motif sosiogenesis. Sedangkan yang bisa dikelompokkan dalam motif biologis adalah kebutuhan makan. Komponen kognitif berkaitan dengan aspek intelektual yaitu apa yang diketahui manusia.

Aspek-aspek komunikasi yang dapat diamati adalah: 1.MSi PROFESIONAL IMAGE . baik yang bersifat verbal maupun nonverbal Media. • • • • • • • • Menurut pendekatan ini. mencakup sistem peran. Faktor-faktor situasional ini berupa faktor ekologis. perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan/situasi. Komponen konatif berkaitan dengan aspek kebiasaan dan kemauan bertindak. misal keadaan emosi suasana perilaku. yaitu sarana untuk mengirimkan pesan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Kebiasaan adalah aspek perilaku manusia yang relatif Faktor-faktor Situsional Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku manusia adalah faktor situasional. misal kondisi alam atau iklim faktor rancangan dan arsitektural.UMB Farid Hamid S. struktur sosial dan karakteristik sosial lingkungan psikososial yaitu persepsi seseorang terhadap lingkungannya stimuli yang mendorong dan memperteguh perilaku individu III.. KARAKTERISTIK KOMUNIKASI MANUSIA Komunikasi manusia merupakan suatu hal yang kompleks karena ada bagian-bagian yang bisa diamati dan ada pula bagian-bagian yang tidak bisa diamati. misal penataan ruang faktor temporal. Interactants atau biasa disebut partisipan Simbol. misal cara berpakaian dan cara berbicara teknologi faktor sosial. 3. bahkan Brent Ruben mengatakan bahwa sebagaian besar proses komunikasi manusia tidak dapat dilihat atau diamati. yaitu suatu keyakinan benar atau salah terhadap sesuatu atas dasar pengalaman intuisi atau sugesti otoritas. 2.Sos.kepercayaan.

bisa bersifat nonverbal. Komunikasi verbal (bahasa) sedangkan Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang mengunakan simbol-simbol nonverbal. 5. 3. Ada tiga keterbatasan bahasa dalam menjanjikan realitas yaitu: 1.Sos. Menurut Teori Belajar.. Maka itu terletak pada pikiran individu yang terbentuk karena pengalamannya. 8. 4. kemampuan berbahasa ini merupakan faktor bawaan. 2.Sedangkan aspek-aspek yang tidak dapat diamati adalah: 1. Kesamaan makna karena ada kesamaan pengalaman masa lalu atau kesamaan struktur kognisi disebut Isomorfisme.UMB Farid Hamid S. 7. Jika bahasanya berbeda maka pandangannya tentang dunia juga berbeda. 6. 3. imitasi dan peneguhan. Ada suatu sistem dalam otak yang disebut LAD. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . 2. kemampuan berbahasa diperoleh manusia melalui tiga proses yaitu asosiasi. pandangan manusia tentang dunia dibentuk oleh bahasa. Meaning Learning Subjectiving Negotiation Culture Interacting levels dan context Self reference elf reflexivity Inevitability Komunikasi Verbal dan Non-Verbal Komunikasi manusia bisa bersifat verbal. Bahasa dan realitas mempunyai hubungan yang sangat erat. Menurut teori Whorf. Sedangkan menurut Teori Nativisme. prinsip non-identity prinsip non-allness prinsip self-reflexiveness Ditinjau dari sudut pandang psikologi. bahasa yang merupakan rangkaian kata-kata sebenarnya tidak bermakna. 9. yang memungkinkan manusia menggabungkan komponen-komponen bahasa.MSi PROFESIONAL IMAGE .

4. Paralanguage penampilan Gestura Sentuhan Ruang dan jarak waktu Pusat Pengembangan Bahan Ajar . 5.Selain melalui bahasa. komunikasi juga dapat berlangsung melalui cara-cara nonverbal. 6.MSi PROFESIONAL IMAGE . 3.Sos.UMB Farid Hamid S. Pesan nonverbal ini terbagi atas: 1.. 2.