Membuat Sel Surya Sendiri?

Bagian 1 : Pengolahan Silikon
Terdapat beberapa pertanyaan dari banyak pengunjung yang sayangnya belum sempat penulis respon. Banyak cara dan bentuk pertanyaannya, namun inti kesemuanya ialah sami mawon. Pertanyaan yang pertama berkaitan dengan adanya kemungkinan membuat atau merakit sel surya sendiri atau secara mandiri. Sedangkan pertanyaan kedua ialah pemanfaatan bahan baku sekitar untuk dijadikan sel surya lebih khusus lagi untuk sel surya jenis silikon yang saat ini merajai pasar sel surya. Nah, tulisan ini akan sedikit mengupas dua pertanyaan tersebut dengan cara menggabung dua pertanyaan di atas dalam dua artikel yang terpisah; bisakah kita membuat sel surya secara mandiri dengan berbahan baku alam sekitar? Penulis yakin manisnya janji dan indahnya mimpi yang ditawarkan oleh teklnologi sel surya untuk menyediakan listrik dalam jangka panjang telah mengundang pemikiran-pemikiran bahkan niatan untuk mengembangkan sel surya sendiri di tanah air. Bentuk fisik sel surya yang terlihat amat sederhana, mudah dipasang dan cukup mudah dibawa , mengundang anggapan mudahnya membuat sel surya. Kemudian, setelah mengetahui bahwa bahan dasar sel surya jenis silikon sejatinya ialah pasir atau tanah mengandung silika yang banyak di jumpai di tanah air, bertambah lagi anggapan umum bahwa sel surya sangat mungkin dikembangkan di tanah air yang jelas aroma bisnisnya akan cukup menyengat di masa depan. Seorang rekan pengunjung Blog ini menulis sebuah pertanyaan seperti di bawah. Pertanyaan ini penulis ambil sebagai sebuah sampel dari beberapa pertanyaan serupa sebelumnya dan artikel ini penulis persiapkan guna menjelaskan apa dan bagaimana pengolahan silikon dari pasir silika itu, serta menimbang-nimbang apakah produksi silikon untuk sel surya dapat kita lakukan atau tidak. Eric Berkata: September 12, 2008 pukul 5:16 pm Salam kenal Pak Adhi.. Saya tertarik untuk memproduksi poli kristal ataupun mono krital silica. mengingat di tanah air terdapat banyak sekali pasir silika namun penggunaannya masih belum maksimal. Pertanyaan saya, apakah untuk mengkonversi silika dari alam menjadi poli/mono kristal memerlukan proses yg rumit? Dan berapakah kira2 biaya investasi yg dibutuhkan.. Terima kasih.. Silikon terdapat banyak di bumi. Ia merupakan unsur kedua terbanyak di kulit bumi setelah oksigen. Terdapat di alam dalam bentuk pasir silika atau yang dikenal juga degan quartz dengan rumus kimia SiO2. Tanah dimana kita pijak pun mengandung silikon. Sebagai contoh, di Indonesia penamnangan pasir silika ini dilakukan di Kalimantan Tengah dan Jawa Tengah. Di pesisir pantai selatan Jawa juga diyakini memiliki kandungan pasir silika. Silikon yang dipakai untuk keperluan semikonduktor dan sel surya diambil dari hasil pemisahan Si dan O. Saat ini, penghasil silikon terbesar di dunia ialah Cina, Amerika, Brazil, Norwegia dan Prancis. Cadangan

Pasir silika dan karbon (C) secara bersamaan (gambar paling kiri) dimasukkan ke dalam tanur yang dilengkapi dengan elektroda tempat arus listrik mengalir masuk (gambar tengah). yakni di atas 1900 hingga 2100 derajat celcius. Skema pemisahan/pembuatan silikon dari pasir silika. Hal ini mengingat baik pasir maupun karbon merupakan dua zat padat yang mana reaksi akan berlangsung hanya pada saat mereka melebur/mencair/meleleh. . Butuh listrik besar.sumber daya silika dan ketersediaan tenaga listrik yang cukup besar menjadi alasan mengapa negara-negara di atas memimpin dalam menghasilkan silikon. Silikon dipisahkan dengan jalan mereaksikan pasir silika dengan karbon pada suhu tinggi. Pemisahan ini dilakukan di dalam sebuah tanur (furnace) yang disuplai dengan listrik berkekuatan tinggi. Tingginya suhu proses pemisahan silikon dari pasir silika membawa konsekuensi tingginya konsumsi listrik yang mutlak digunakan. ditambah lagi dengan titik leleh pasir silika yang di atas 1800 derajat Celcius. Diadaptasi dari sini. Gambar 1. sehingga hanya dengan jalan mengalirkan aurs listrik besar-lah suhu proses ideal mampu dicapai. (Reaksi kimia tidak disertakan). Mengapa musti dengan listrik dan bukan dengan pembakaran? Pembakaran manapun tidak akan mampu mencapai suhu proses yang diperlukan untuk mereaksikan pasir silika dengan karbon. Skema tanur untuk pemisahan silikon dapat dilihat di bawah ini. Tahap pertama pembuatan silikon dimulai dengan jalan memisahkan silikon dari SiO2.

silikon hasil pemisahan masih memiliki Äpengotor³ berupa besi (Fe). silikon untuk keperluan semikonduktor membutuhkan kadar kemurnian yang sangat sangat tinggi yang berbeda dari metallurgical grade silicon. parts per million) yang sejatinya sudah cukup untuk dipergunakan untuk banyak keperluan. dikenal dengan Äeleven-nine³ atau 11 angka 9 yang menyatakan kadar kemurnian silikon dalam persen. PLTU Muara Karang.999999999%. silikon yang dihasilkan disebut dengan metallurgical grade silicon dengan kadar pengotor dalam satuan bagian per sejuta (ppm. aluminium (Al). Silikon untuk keperluan semikonduktor harus memiliki unsur pengotor dalam satuan bagian per semilyar (ppb. Untuk diketahui. Proses reaksi ini dilakukan pada suhu 350 derajat Celcius. Silikon yang dihasilkan dari pemisahan Si dan O pada pasir silika perlu dimurnikan kembali untuk mencapai kadar kemurnian silikon di atas 99%. 99. Proses ini melibatkan gas oksidatif yang dilakukan pada suhu 1700 derajat Celcius. parts per trillion). jika kadar kemurnian silikon di bawah nilai nominal tersebut. Pemurnian silikon untuk keperluan sel surya maupun semikonduktor lain dilakukan dalam bentuk gas melalui proses yang disebut dengan proses Siemens. parts per billion) atau bagian per setrilyun (ppt. kalsium (Ca) titanium (Ti) dan karbon (C) yang harus dikeluarkan. . Sampai tahapan ini. Listrik berdaya besar masih diperlukan di tahap ini. Tahapan berikutnya. Sepersepuluh dari kapasitasnya yang 300 MW itu dibutuhkan untuk memisahkan silikon dari pasir silika. Tidak heran jika hanya negara-negara yang memiliki sumber daya listrik melimpah dan bersumber dari PLTN atau lainnya-lah yang dapat secara ekonomis memisahkan silikon dari pasir silika karena tenaga listrik yang dibutuhkan dalam proses ini sangatlah besar. Tahapan ini dilakukan pada proses pemurnian persis setelah leburan silikon keluar dari tanur (Gambar kiri tengah). dapat dijamin bahwa sebuah prosesor atau memori komputer atau sel surya tidak dapat berjalan dengan baik. Silikon dari tahap pemurnian pertama (metallurgical grade silicon) direaksikan dengan gas asam klorida (HCl) untuk membuat gas silikon klorida. ialah persiapan dan pemurnian silikon untuk bahan dasar sel surya maupun semikonduktor atau yang disebut dengan semiconductor grade silicon. sekitar sepersepuluh listrik yang dihasilkan oleh PLTU Muara Karang (300 MW) habis hanya untuk proses ini. Ada dua tahapan untuk memurnikan silikon hasil pemisahan pasir silika. Sederhana saja. Tahap ini dilakukan di tempat lain yang terpisah dari proses pemisahan silikon.Tercatat sekitar 10 hingga 30 MW (MegaWatt) listrik dibutuhkan dalam proses ini tergantung dari seberapa besar tanur yang dipakai. Gambar 2. Di dunia semikonduktor. Tahap pertama.

Lempengan bujur sangkar pipih ini disebut dengan wafer silikon untuk sel surya. silikon sudah memiliki kemurnian yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan sel surya. Bentuk wafer silikon sel surya berbeda dengan wafer silikon untuk semikonduktor lain (chip. Silikon klorida mengalami reaksi dekomposisi atau reaksi penguraian menjadi silikon pada permukaan batangan umpan silikon. Silikon untuk sel surya Sel surya dibuat dari silikon yang berbentuk bujur sangkar pipih dengan ukuran 5 x 5 cm atau 10 x 10 cm persegi. Di dalam reaktor Siemens terdapat batangan umpan silikon (silicon feed rod) berbentuk U terbalik yang dipanaskan pada suhu 1100 derajat Celcius dan pendingin. RAM memori) yang berbentuk bundar pipih meski memiliki ketebalan yang sama (lihat gambar bawah). Ketebalan silikon ini sekitar 2 mm. Skema diagram proses dan reaktor Siemens untuk memurnikan silikon. Gambar 3. semakin banyak silikon yang mengendap yang kemudian membesar menjadi silikon dengan kadar kemurnian 11 angka 9 di atas (reaksi kimia tidak disertakan). Sampai di sini.Silikon klorida kemudian dimasukkan ke dalam reaktor Siemens (gambar di bawah) bersamasama dengan gas hydrogen. Semakin lama proses. Diadaptasi dari sini. dan silikon hasil penguraian ini menempel dan terendap di batangan tersebut. prosesor komputer. .

1. Wafer silikon monokristal dibuat melalui proses Czochralski (Cz) yang merupakan jantung dari proses pembuatan wafer silikon untuk semikonduktor pula. Suhu proses berkisar antara 1000-1200 derajat Celsius. Ketika batang umpan ini ditarik perlahan dari leburan silikon. Mono kristal di sini berarti silikon tersebut tersusun atas satu kristal saja. Sedangkan jenis lain ialah wafer silikon polikristal yang terdiri atas banyak krstal.Gambar 4. . yakni suhu di mana silikon dapat melebur/meleleh/mencair. Wafer silikon untuk keperluan elektronika (bundar pipih) dan sel surya (persegi berwarna biru). penulis paparkan beberapa cara membuat wafer silikon untuk keperluan sel surya. Prosesnya melibatkan peleburan silikon semiconductor grade. Wafer silikon jenis monokristal. maka secara otomatis silikon dari leburan akan mennempel di batang umpan dan membeku sebagai satu kristal besar silikon. Wafer silikon ini dibuat melalui proses pembuatan wafer silikon dengan memanfaatkan silikon berkadar kemurnian tinggi sebelumnya (semiconductor grade silicon). Secara ringkas. diikuti dengan pemasukan batang umpan silikon ke dalam leburan silikon. Silikon yang telah membeku ini akhirnya dipotong-potong menghasilkan wafer dengan ketebalan sekitar 2 milimeter.

.

(Tengah bawah) Ruangan pabrik pembuatan wafer silikon yang selalu terjaga kebersihannya dan seragam yang selalu dipakai pekerjanya. . Skema proses Cz untuk membuat wafer silikon. Diadaptasi dari sini dan sini dan sini. (Bawah) Wafer silikon yang dihasilkan (diameter 20-40 cm panjang bisa mencapai 1-2 m). (Atas) Reaktor tempat pembuatan wafer slikon.Gambar 5. (Tengah atas) Keadaan silikon yang tengat ditarik oleh batang pengumpan. Perhatikan warna silikon yang berpijar tanda masih dalam keadaan setengah cair/lelehan.

Silikon monokristal inilah yang digunakan untuk bahan dasar semikonduktor pada mikrochip. baik silikon monokristal maupun polikristal sama sama banyak digunakan oleh masyarakat. Keadaannya yang monokristal (mengandung hanya satu kristal tunggal) membuat silikon monokristal nyaris tanpa cacat dan sangat baik tingkat hantar listrik dan panasnya. Wafer silikon monokristal relatif jauh lebih sulit dibuat dan lebih mahal. lebih mudah dibuat. transistor. memori dan sebagainya. Penggunaan silikon monokristal jelas akan melonjakkan harga sel surya yang akhirnya justru kontraprduktif. meski agak sedikit mengorbankan tingkat efisiensinya. Perhatikan warna biru yang homogen pada sel surya tersebut. Namun demikian. 2. Wafer silikon jenis polikristal. Saat ini. Sel surya akan bekerja dengan sangat baik dengan tingkat efisiensi yang tinggi jika menggunakan silikon jenis ini. prosesor. Sel surya yang menggunakan bahan dasar silikon monokristal. . Komunitas industri dan peneliti sel surya akhirnya berpaling ke jenis silikon yang lain yang lebih murah.Gambar 6. perlu diingat bahwa isu besar sel surya ialah bagaimana menurunkan harga yang masih jauh dari jangkauan masyarakat.

Pembuatan silikon polikristal pada intinya sama dengan mengecor logam (lihat Gambar di bawah). Proses pembuatan silikon polikristal dengan cara ini merupakan proses yang paling banyak dilakukan karena sangat efektif baik dari segi ekonomis maupun teknis. .) (Bawah) Sel surya berbahan baku silikon polikristal. dll. Persis seperti pengecoran besi. Leburan silikon ini akhirnya dimasukkan ke dalam cetakan cor dan selanjutnya dibiarkan membeku. Perhatikan warna terang gelap pada sel surya yang menandakan kristal kristal yang berbeda arah dan besarnya. (Atas) Salah satu contoh aktifitas peleburan material (logam.Gambar 7. Semiconductor grade silicon dimasukkan ke dalam sebuah tungku atau tanur bersuhu tinggi hingga melebur/meleleh. aluminium. tembaga maupun logam lainnya. slikon. Silikon yang beku kemudian dipotong-potong menjadi berukuran 5 x 5 atau 10 x 10 cm persegi dengan ketebalan kira-kira 2 mm untuk digunakan sebagai sel surya.

Hal ini bukan hanya dikarenakan persoalan modal saja. baik dari segi kerumitan maupun investasinya. maka pembuatan besi maupun baja sudah melibatkan perhitungan untung rugi ekonomisnya sejak dari penambangan bijih besi. Industri pengolahan silikon hingga siap pakai untuk sel surya penulis ibaratkan sama dengan industri baja. . penambangan bijih. Perbandingan dengan industri besi dan baja Sebagai penutup artikel ini. dibutuhkan invetasi besar. mengubah pasir silika menjadi silikon saja tidak dapat dilakukan dengan cara sembarangan atau cara yang disederhanakan. peleburan. termasuk pelabuhan sendiri serta (kalau tidak salah) pembangkit listrik sendiri atau disuplai dari pembangkt listrik terdekat. Untuk dapat mengolah bijih besi menjadi besi. industri besi dan baja kita mengandalkan bahan baku dalam negeri dengan salah satu yang terbesar ialah PT Krakatau Steel (PT KS). pemisahan bijih. penulis mecoba membandingkan industri pengolahan silikon dengan industrui besi dan baja di tanah air. Sudah banyak industri kecil kita yang mampu membuat sendiri alat alat dari besi maupun baja. Betul bahwa pasir silika banyak terdapat di tanah air. sangat mustahil dilakukan oleh perorangan atau industri kecil-menengah. melainkan secara ilmiah-alamiah. Penulis pernah berkunjung ke PT KS beberapa tahun lalu dan melihat sendiri fasilitas yang dimilikinya. Sama dengan pengolahan silikon. diolah bahkan dijadikan kerajinan. Bahkan untuk hal ini. Besi mudah ditemui. pengolahan dan sebagainya seperti apa yang dilakukan PT KS. namun demikian. Sebagaimana kita ketahui. ketika hendak berbicara mengenai produksi massal yang memanfaatkan besi. Namun demikian. untuk mengubahnya menjadi barang yang jauh berharga semisal semikonduktor atau sel surya.Secara umum. Proses pembuatan sel surya sendiri telah diterangkan sebelumnya. proses pembuatan sel surya mulai dari dari silikon dapat dilihat pada gambar di bawah ini. silikon membutuhkan investasi yang lebih besar dari pembuatan besi dan baja mengingat ada komponen ekstra dalam menjaga kebersihan dan ongkos energi yang sangat besar berbanding dengan hasil produksi.

pembuatan sel surya ini melibatkan aktifitas yang melibatkan proses high-technology. Begini«. mohon bantuannya saya butuh lebih banyak lagi artikel tentang solar cell. Sistem yang dimaksud ini dapat berupa molekul-molekul. Teknologi pembuatan microchip maupun sel surya sama-sama bersandar pada konsep nanoteknologi. ikatan kimia. Yakni sebuah konsep revolusioner dalam merekayasa perilaku dan fungsi sebuah sistem pada skala molekul atau skala nanometer (berdimensi ukuran se-per-milyar meter). . serta cara pemasangannya.Bidang ini harusnya diserahkan kepada pemerintah atau investor asing/besar yang berminat bermain di penyediaan bahan baku dasar sel surya atau semikonduktor. hingga atom-atom yang menyusun sebuah produk. Yang direkayasa ialah perilaku atom atau molekul-molekulnya tadi dengan jalan menyesuaikan kondisi pembuatan atau lingkungan molekul atau atom yang dimaksud. Artikel ini mencoba mengupas kemungkinan membuat sel surya secara mandiri seperti yang sempat dilontarkan oleh rekan pengunjung Blog ini beberapa waktu lalu. televisi maupun alat pemutar musik digital MP3. 2008 pukul 12:33 am Saya ingin belajar cara membuat solar cell. pembuatan sel surya tidak ubahnya pembuatan microchip yang ada di dalam peralatan elektronika semisal komputer. Sama kasusnya dengan pengolahan pasir silika menjadi silikon. Banyak teknologi yang dipakai oleh sel surya mengadopsi dan mengadaptasi teknologi pembuatan microchip karena teknologi microchip sudah mapan jauh sebelum booming sel surya yang baru muncul belakangan di akhir 1980-an. Pada dasarnya. yang penulis paparkan hanyalah prosesnya tanpa menuliskan secara rinci sejauh apa konsep dan peralatan yang dibutuhkan. Hanya saja. ingin tahu brapa biaya yang di butuhkan dalam membuat solar cell. Membuat Sel Surya Sendiri? Bagian 2 : Proses Pembuatan Sel Surya Secara singkat. apalagi besar biaya investasinya. yakni nanoteknologi. Makhfud berkata: Juli 18. proses pembuatan sel surya jenis silikon telah dipaparkan di Blog ini.

ketika ingin mengetahui sebuah produk apakah bagus atau tidak. nanoteknologi tidak hanya menyentuh persoalan bagaimana membuat. atau ³memrintahkan´ ia berpindah dari satu tempat ke tempat lain ketika arus listrik atau temperatur disesuaikan. Sebagai contoh nyata yang umum pada dunia akademik maupun industri mikrochip ialah. Gambar 2. Yang kadang terlupakan. maka alat penguji dan pengamatnya harus mampu menjejak dengan ketelitian hingga sebesar itu pula. . Saking kecilnya produk nanoteknologi. Sebuah gambaran konsep dari Nanoteknologi. namun juga bagaimana menguji dan mengamatinya. hingga seekor semut pun dapat turut membantu mengangkat sebuah microchip. Pengaturan atau perekayasaan perilaku molekul atau atom ini sangat berguna untuk menyesuaikan produk sebuah teknologi untuk keperluan sehari-hari. yang jelas membutuhkan alat yang samasama berangkat dari konsep yang sama dan dimensi ukuran yang sama. Jika produknya memiliki ukuran satu helai rambut dibelah 1000. Atau kita melihat bagaimana rekayasa molekul dapat menghasilkan tanaman yang mengasilkan buah dan bibit yang berkualitas lebih unggul. Semisal. Hal ini terlihat jelas jika melihat kegunaan komputer dewasa ini yang semakin cepat dan poweful justru ketika ukuran prosesor-nya semakin kecil dan memori yang semakin padat. maka perlu melalui serentetan pengujian dan analisa yang berujung pada sebuah kesimpulan bagus atau jeleknya sebuah produk. Perbesaran dari bagian internal sebuah prosesor komputer/semikonduktor. kita dapat mengatur di mana sebuah molekul atau atom tersebut menempel di bagian tertentu pada komponen microchip atau sel surya.Gambar 1.

Standar pembuatan sel surya jenis silikon melalui beberapa proses implantasi (pemasukan) atomatom lain ke dalam material silikon yang melibatkan proses kimiawi difusi gas pada temperatur di atas 800 derajat Celcius. maka produk nanoteknologi tersebut tidak akan berfungsi dengan baik. mahal dalam arti kata sebenarnya. maka sel surya akan gagal total. Sebenarnya. mengatur dan mempertahankan proses di dalam temperatur tinggi tersebut. Terlebih dalam menyediakan gas khusus yang dibutuhkan untuk implantasi atom yang tidak sembarangan dalam penanganannya. Semakin kecil sebuah produk. jika kita melihat alat dan proses yangterlibat dalam pembuatan sel surya secara langsung. yang disebut dengan Clean Room (lihat gambar 3 berikut). Ada syarat kebersihan ekstra jika kita hendak mengadopsi konsep nanoteknologi. Gambar 3. Proses ini apabila tidak teliti akan mengakibatkan kebocoran dan sangat berbahaya karena mempergunakan gas yang beracun bagi kesehatan. apalagi untuk membawanya ke arah komersialisasi yang melibatkan investasi yang tidak sedikit dan kerumitan yang tinggi. Perhatikan baju khusus anti debu yang dipakai para pekerja di sebuah Clean Room. Situasi di sebuah Clean Room. Hanya saja. mempergunakan serta merawat alat tersebut. Jelas tidak boleh terdapat adanya pengotor semacam debu yang ditolerir selama proses berlangsunng karena bila ada. Sehingga. Sangat banyak prasyarat maupun biaya yang harus dipenuhi sebelum memulai sebuah penelitian dalam skala nanoteknologi. salah satu investasi ekstra jika hendak menekuni nanoteknologi ialah membangun fasilitas entah itu pabrik atau laboratorium yang sangat-sangat bersih sesuai dengan standar yang berlaku. Prosesnya melibatkan otomatisasi dan komputerisasi. Pembuatan sel surya sendiri melalui beberapa tahap proses yang serupa dengan proses implantasi ini dalam temperatur yang berbeda-beda. maka kesan angker dan sakralnya proses tersebut akan hilang dengan sendirinya (lihat gambar 4 di bawah ini). Alat yang dipergunakan sendiri jelas harus mampu membangkitkan. Alatnya sendiri terbungkus rapi di dalam sebuah lemari besi berjendela kaca sehingga aman ketika dioperasikan. maka jika ada kotoran atau debu saja yang menempel pada produk tersebut (yang notabene berukuran sama). untuk berinvestasi membeli. nenoteknologi ini ialah konsep yang sangat mahal. biaya yang dikeluarkan sangatlah mahal untuk ukuran kita sehingga mustahil bagi industri kecil apalagi perseorangan untuk membuat sel surya sendiri.Perlu penulis tegaskan. .

Memeriksa apakah sel surya itu dapat berfungsi dengan baik dan dengan efisiensi yang baik membutuhkan peralatan tersendiri dan tidak sembarangan untuk sekedar dirakit. . (Bawah) Tipikal alat pembuatan sel surya yang telah terintegrasi dan terkompuiterisasi Kerumitan pembuatan sel surya ada pada tahap pengecekan efisiensi sel yang baru dibuat. (Atas) Salah satu alat untuk melakukan proses difusi atom ke dalam silikon yang mengandalkan plasma. Peralatan ini mensimulasikan besarnya energi cahaya matahari dan harus dikalibrasi dengan standar tertentu.Gambar 4. Simulasi ini harus mendekati kondisi sebenarnya penyinaran cahaya matahari. Alat yang dperlukan untuk ini ialah solar simulator yakni alat yang mensimulasikan energi cahaya matahari dan mengukur respon sel surya terhadap cahaya matahari yang akhirnya menghitung efisiensi sel surya.

Apa yang dapat kita dilakukan? Penulis melihat meski sel surya tidak dapat dikembangkan secara sembarangan. maka cukuplah membidik pangsa pasar wafer silikon polikristal untuk sel surya yang level pembuatannya relatif lebih mudah dilakukan. 1. jika kemampuan finansial maupun teknik bangsa kita masih kalah jauh dengan negara yang sudah maju dalam pembuatan wafer silikon monokristal untuk semikonduktor. . Solar Simulator ini dilengkapi dengan lampu yang berisi gas Xenon yang mampu memberikan kondisi yang nyaris persis sama dengan matahari. Penulis urutkan dari tingkatan paling ideal hingga yang paling realistis untuk dilakukan. (Atas) Prinsip kerja sebuah Solar Simulator. Namun.Gambar 5. maka ini perlu dibuktikan dengan memproduksi sendiri silikon yang diperlukan. Untuk meniru energi yang dipancarkan oleh matahari. Biasanya pengukuran ini dilakukan pada tahap paling akhir pembuatan sel surya. Hasil akhir dari simulasi ini ialah berapa besar efisiensi dan daya yang mampu dihasilkan oleh sebuah sel surya. Negara kita cukup mampu dalam mengolah bijih-bijih logam dan mustinya mampu pula mengolah pasir silika menjadi bijih silikon. diletakkan di bagian yang telah ditentukan. Sel surya yang hendak diukur efisiensinya. Peleburan dan pembuatan wafer silikon Kalau negara kita mengklaim memiliki kekayaan alam pasir silika yang dapat diolah menjadi silikon. ada beberapa hal yang perlu dicermati sebagai pintu masuk terlibatnya masyarakat kita turut aktif mengembangkan sel surya. (Bawah) Solar simulator yang dijual di pasaran.

Apabila negara kita dapat memiliki industrri strategis di bidang ini. Langkah China dalam memasarkan sel surya di negaranya maupun di pasaran dunia cukup menarik untuk dicermati. Hal ini berkaitan dengan peran vital silikon dalam industri elektronik. Impor mesin-mesin pembuatan sel surya. Meski demikian. Posisinya sama dengan industri dirgantara. Industri-industri China tidak membuat material dasar wafer silikon untuk sel surya karena mereka tahu investasinya akan sangat besar.Gambar 6. Mereka juga tidak memiliki kemampuan dalam membuat mesin-mesin yang dipergunakan pabrik-pabrik mereka untuk membuat sel surya dalam skala besar. kapal laut maupun industri baja. Bila sebuah gedung dapat berdiri tegak karena memanfaatkan baja dan pesawat dapat terbang karena menggunakan aluminium. merka tetap bersikeras membuat wafer silikon sendiri demi mengurangi ketergantungan industri memorinya dari wafer silikon buatan luar. 2. Efek positif dari pembuatan wafer sendiri ialah tingkat kecepatan suplai bahan baku wafer serta meningkatnya sisi konpetitif dan ekonomis dari memori buatan Korea di pasar dunia. . menunggu untuk diubah menjadi sel surya. maka komputer dan alat elektronika lain dapat berfungsi karena adanya wafer silikon ini. Sejatinya. Korea Selatan saat ini menjadi pemimpin dalam bidang memori RAM komputer dengan merek Samsung maupun Hynix. pasir silika. industri wafer silikon ialah sebuah industri strategis berteknologi tinggi. maka kontribusi Indonesia terhadap industri dunia menjadi sangat siginifikan. Tidak ada industri elektronik manapun yang tidak membutuhkan silikon. Sebagai contoh terdekat dengan penulis saat ini.

. Sebagai informasi. sel surya sendiri berukuran sekitar 5 x 5 atau 10 x 10 cm persegi. Jerman. Industri assembly. Mesin pembuat sel surya yang telah terintegrasi. Jepang dan Korea Selatan. Mungkin strategi ini dalam jangka pendek bisa diterapkan di Indonesia. membuat sel-sel surya made in China saat ini bersaing di pasaran sel surya Eropa selain menjadi tuan rumah di negara sendiri tentunya. serta mengimpor material silikon khusus untuk sel surya dari negaa-negara lain semisal. Dengan menata seberapa besar kebutuhan listrik. Sel sebesar ini hanya dapat mengkonversi cahaya matahari menjadi listrik berdaya sekitar 1 ± 2 Watt saja. China. kemudian digabung dan dirangkaikan kembali agar menghasilkan daya keluaran sesuai dengan kebutuhan listrik rumah tangga misalnya. Rangkaian modul surya ini disebut dengan panel surya.Gambar 7. Rangkaian sel surya ini disebut dengan modul surya dan modul surya-lah yang sebenarnya dijual dipasaran yang terdiri atas sekian buah sel surya (Gambar 8). Perlu ada investasi untuk membelinya dari luar negeri. strategi mereka ialah. Keunggulan komparatif upah pekerja yang murah. seitar 30 hingga 50 buah sel surya ini dirangkaikan satu sama lain agar menghasilkan daya keluaran sekitar 50 hingga 75 Watt. Kerumitan pembuatan sel surya tidak terlalu ditemui pada proses enkapsulasi sel surya menjadi sebuah modul surya. mengimpor mesin-mesin pabrik dari Jerman sebagai bahagian dari investasi. Hal ini penulis saksikan sendiri dalam ajang pameran dan konferensi ilmiah sel surya tahun 2005 di Shanghai. Untuk dapat digunakan secara praktis. Hanya saja. maka tinggal dihitung saja berapa banyak modul surya yang perlu dibeli. 3.

aki atau baterei. kemudian merangkainya menjadi modul dan menjualnya kembali ke pasaran. Jalan umum yang diambil hanyalah mengimpor sel surya yang sudah jadi. sebuah BUMN konon kabarnya sudah mampu meng-assembly sel surya menjadi modul surya yang siap dipasarkan. Jelas keuntungan produk Indonesia yang relatif murah mustinya dapat merajai pasar komponen untuk sel surya di tanah air. proses enkapsulasi sel surya menjadi modul surya relatif lebih mudah dilakukan oleh industri menengah karena inti kegiatannya sama dengan proses assembly. Sebagai tambahan. Hal terakhir yang mungkin penulis sarankan ialah menekuni pembuatan komponen sel surya (disebut dengan balance of system lihat Gambar 8).Gambar 8. PT LEN. Perhatikan adanya sel surya di dalam modul yang telah dirangkai dan dienkapsulasi menjadi satu susunan besar modul surya. beberapa kontroler yang penulis yakin sudah cukup dikuasai industri elektronika di Indonesia. semacam inverter DC ke AC. Sejauh yang penulis ketahui. Melalui langkah ini. 4. mungkin desain perumahan atau gedung yang siap merespon pemakaian sel surya di Indonesia dapat menjadi lahan bagus buat para arsitek. atau merangkai sesuatu dari komponen-komponen yang sudah jadi. Pembuatan komponen pelengkap sel surya. peleburan dan pembuatan wafer silikon. Contoh modul sel surya yang dipasarkan. kabel-kabel. industri assembly sel surya tidak perlu berinvestasi pada penambangan. .

Mungkin pemerintah perlu segera membuat langkah nyata agar investor antuisias menanamkan modal untuk mengolah potensi silikon serta membangun iklim penelitian dan investasi di area sel surya yang kondusif. masyarakat awam hingga anggota direksi sebuah BUMN sempat menanyakan kemungkinan membuat sel surya sendiri. penulis menegaskan bahwa negara kita apalagi kita perseorangan. Sel surya sebagai produk teknologi tidak lepas dari peran investasi sebagai konsekuensi logis dari visi produksi massal sel surya guna mengatasi tantangan energi di masa depan. Tidak kurang dari profesional. B . dalam hal ini sel surya.Gambar 9. pengembangan maupun produksi. Dengan catatan. yakni mengkaji dan meluruskan serta memberikan sebuah rekomendasi sebagai respon atas pandangan umum di tengah-tengah masyarakat mengenai sebuah produk teknologi. hasil teknologi tidak dapat dinikmati oleh masyarakat luas melainkan teronggok di dalam lemari perpustakaan atau sekedar bahan laporan akhir atau sekedar karya ilmiah kecil. tidak mungkin alias mustahil membuat sel surya sendiri meski dengan menggunakan bahan-bahan alam dari bumi pertiwi tanpa investasi besar dan langkah yang serius. atau beberapa pihak yang telah melihat potensi alam Indonesia yang kaya pasir silika akan surut langkahnya untuk melirik energi alternatif lain di masa depan. bersih dan murah. dengan menurunkan artikel ini. Tanpa investasi baik dalam tataran penelitian. Sebagai penutup. penulis agak khawatir telah menutup semangat dan cita-cita beberapa pengunjung Blog peminat sel surya yang berniat untuk mengusahakan sel surya sendiri. Komponen-komponen pelengkap sel surya agar dapat bekerja (Balance of System) Antara Ilmu dan Investasi Akhirul kalam. Namun penulis berpegang bahwa itulah manfaat ilmu. pemerintah musti sudah bervisi ke depan mempersiapkan konsep energi yang berkelanjutan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful