P. 1
tugas PGRI

tugas PGRI

|Views: 1,016|Likes:

More info:

Published by: Anton Beodak Kayoeng on Jun 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/31/2012

pdf

text

original

Kode Etik Guru Indonesia ditetapkan dalam Kongres X111 t:ahun 1973 di Jakarta, dan disempurnakan dalam Kongres

XVI tahun 1989 di Jakarta, sebagai berikut : ” Guru Indonesia menyadari, bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa , Bangsa, dan Negara, serta kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada Undang-undang Dasar 1945, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Oleh sebab itu, Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar-dasar sebagai berikut : 1. Guru berbakti membirnbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. 2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional. 3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan. 4. Guru rnenciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar-mengajar. 5. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. 6. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatican mutu dan martabat profesinya. 7. Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial. 8. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. 9. Guru melaksanakan segala kebijakan Pemerintah dalam bidang pendidikan.

PENGANTAR:
Era ketidakpastian yang merupakan anak kandung peradaban, lahir karena manusia yang secara historik berkembang sejalan dengan hakikat dirinya sebagai mahkluk berfikir (homo spaiens) dan mahkluk berpiranti (homo fabel).Kekuatan pikirnya manusia terus melakukan pencermatan sejalan dengan kebutuhannya untuk mempertahankan eksistensi dirinya, maka tercipta teknologi. Seiring dengan kebutuhan inilah selanjutnya memicu munculnya berbagai kemajuan teknologi, sehingga dengan tidak terasa menihilkan sekatsekat kehidupan. Akhirnya dunia dengan berbagai kehidupan menjadi transparan dan

tidak dapat lagi sembunyi dibalik kekuatan organisasi dalam menjamin eksistensinya. Karena negara telah mengikat dirinya dalam berbagai bentuk perjanjian. bahwa hadirnya profesional pendidik asing (guru-guru dari luar negeri). merupakan sektor axis yang langsung menerima dampak dari kemajuan ini. Organisasi saat ini secara tidak langsung telah berubah pada perikatan yang profesional. Organisasi tidak dapat menghindar dari keadaan ini apalagi justru maladaptip. Sebagai langkah awal adalah mencegah sekaligus mengeliminasi idola-idola sesat. harus melangkahkan kesadarannya pada misi baru. dan tidak hanya menanti belas kasihan organisasi. misalnya WTO. Organisasi profesi yang secara dini tidak membekali para anggotanya piranti persaingan. Hal inilah yang akan kita cermati bersama apakah organisasi mampu memainkan perannya dalam memenuhi keinginan para anggotanya. Dampaknya telah memasuki berbagai sektor kehidupan. BANGKITKAN PROFESIONALISME ANGGOTA [Organisasi profesi yang cerdas tidak ingin mendidik anggotanya sembunyi dibalik kekuatan organisasi] alam konstelasi politik yang kadang sulit diprediksi arah dan kehadiranya. terlindungi. tidak satupun yang lepas dan menghindar dari realitas ini. artinya tidak hanya mengemban misi dalam upaya-upaya perlindungan individu. yakni menjadi katalisator untuk meningkatakan kekuatan profesional para anggotanya.tanpa batas. mulai dari persoalan-persoalan yang sumir hingga pelik tingkatannya tidak dapat dihindarkan. tak satupun organisasi mampu menolaknya. Suatu kenyataan telah berada dipelupuk mata kita. serta merta telah memasuki berbagai sektor kehidupan manusia. karena organisasi merupakan wadah berhimpunnya manusia untuk melindungi eksistensinya. berkembang. Persoalan organisasi misalnya. secara dini pula dirinya akan terlindas oleh kemajuan jaman. Kondisi ini membawa perubahan yang sangat besar terutama pada proteksi profesi. Mulai dari persoalan yang amat sederhana sehingga rumit pencermatannya akan tersentuh oleh kemajuan ini. dia menyebutkan terdapat empat idola yaitu : . Realitas inilah yang menantang bagi setiap organisasi untuk lebih merasa bertanggung jawab pada semua anggotanya.[Competition on individual base]. dan memperoleh manfaat. Kendatipun organisasi tidak kehilangan inner power (kekuatan sejatinya) untuk melindungi anggota-anggotanya yang lemah profesi. Manusia berhimpun memiliki maksud yang dalam yakni. Meminjam buah pikir Francis Bacon sebagai peletak dasar-dasar empirisme menganjurkan organisasi untuk membebaskan manusia dari pandangan atau keyakinan yang menyesatkan. seorang-orang yang menyatakan dirinya sebagai profesional pendidik (guru) misalnya. karena era ini menuntut lebih banyak persaingan yang sifatnya individual. Menghadapi kenyataan ini maka sebuah organisasi. APEC dan AFTA yang kita sepakati dan mengharuskan kita sepakat untuk mendunia.

maka organisasi harus berperan untuk mengkuatkan kesadaran baru. yaitu cara berpikir yang sempit sehingga hanya membenarkan pikiranya sendiri [solipsistic] dan hanya membenarkan kelompoknya/ organisasinya sendiri. Adapun kesadaran akan profesionalis sejati ini terdiri dari tiga domain yakni :  Expertise [keahlian] Resposibility [tanggung jawab] Corparateness [kesejawatan-jiwa korsa] MENGUKUHKAN KEAHLIAN Di era ketidakpastian. tuntutan keahlian digambarkan sebagai kemampuan personal yang memiliki daya ganda. yaitu sikap membebek. yaitu sikap mendewa-dewakan slogan dan cenderung suka “ngecap” (lip service). Sehingga kesan yang berkembang dan yang memandang PGRI hanya mempertahankan organisasi sebagai alat pelindung dengan bermodalkan kekuatan massa [pressure group]. maka wadah organisasi seperti PGRI . maka secara tidak langsung organisasi telah meraup kembali inner power yang selama ini hilang sebagai akibat kemajuan zaman yang penuh ketidakpastian. Jika organisasi telah mampu membebaskan para anggotanya dari idola-idola tersebut. kurang fleksibel. Dikaitkan dengan profesional guru. karena secara makro organisasi PGRI dihadapkan pada “barier protection” sebagai akibat globalisasi. “The idols of theatre”. yakni disamping memiliki keunggulan kompetitif [competitive adventage]. Dalam dunia pendidikan yang disyaratkan sebagai kompetensi inti adalah . KESADARAN DI ERA KETIDAKPASTIAN [sebagai kesadaran baru para guru dalam kompetisi ] Keberhasilan organisasi dalam membebaskan anggotanya dari sebuah proteksi. sehingga enggan membuka diri terhadap pendapat dan pikiran orang lain. “The idols of tribe”. “The idols of market place”. Keunggulan kompetitif ini menuntut profesional untuk menguasai kompetensi inti [core competence]. tertantang untuk memanifestasikan kemampuannya. dengan membekali para anggotanya sebagai profesionalis sejati. Sadar dari realita ini PGRI akan tetap melakukan upaya cerdas dalam bentuk peningkatan kemampuan individual [penigkatan kompetensi]. berdisiplin mati dan “ABIS. yakni sikap mengungkung diri sendiri seperti katak dalam tempurung. “The idols of cave”. sisi lain juga mempunyai keunggulan komparatif [comparative adventage]. tidak selamanya benar.Persatuan Guru Republik Indonesia.Asal Bapak Ibu Senang”.

agar moral bangsa tetap berada dalam bingkai budaya. Secara bersamaan guru telah mendapatkan beban tambahan untuk memberikan perawatan budaya. untuk satu hari saja dunia telah mencatat lebih kurang satu juta judul buku terbit. Tanpa disadari langit-langit bumi telah berubah menjadi atmosfir elektronik. Kemajuan teknologi ternyata tidak pernah seteril dari budaya baru.Dari syarat kompetensi ini. Melihat realita ini. Keadaan ini menjadi serba dilematik. teknologi selalu mempercepat dan membawa dampak pengiring. maka organisasi harus melakukan tindakan cerdas. dapat diakses oleh sebagian besar penduduk Indonesia. . namun berbagai persoalan individu utamanya kesejahteraan seorang guru masih belum dapat dikatakan menggembirakan. [Dalam undang-undang Guru dan Dosen kompetensi meliputi. kompetensi pribadi dan kompetensi sosial]. serta penguasaan metodologi pengajaran selalu berkembang sesuai dengan perkembangan jaman. sebagai pendidik moral. kompetensi professional. dengan rekayasa tersebut maka tercipta beberapa perangkat lunak [soft ware] pendidikan yang memiliki kemampuan luar biasa dan sangat reasonable terhadap berbagai keadaan dan fungsi. sering pula guru dalam memenuhi kebutuhan hidupnya menekuni perkerjaan-pekerjaan yang akhirnya merugikan nilai-nilai profresional. etika serta etistika. dengan berupaya terus menerus melakukkan siasat. namun beberapa waktunya hilang untuk dibagi mengurusi bidang-bidang yang terkait dengan moral. yang dengan bebas dan tanpa merasa dosa mengalirkan informasi ke segala penjuru dunia. Dalam penguasaan materi ajaran misalnya. merupakan bentuk tuntutan yang sifatnya dinamik. Suatu gambaran yang serba naif. karena penguasaan materi ajaran. karena nilai-nilai yang berkembang saat ini dengan cepat memberikan perubahan. Ilustrasi yang sangat ringan dapat kita lihat. teristimewa untuk profesi pendidik. yang terkait dengan persoalan moral profesi adalah semakin lemahnya kepercayaan terhadap guru. Realitas ini merupakan kendala yang harus dapat diantisipasi oleh organisasi MENGKUATKAN TANGGUNG JAWAB Tanggung jawab profesi juga terkena imbas kemajuan jaman. yang kadangkala bernuansa negatif. karena disamping tuntutan bidang akademik dengan perannya sebagai alih pengetahuan [transfer of knowledge] secara bersamaan guru membawa beban moral. Sebagai tantangan tanggung jawab profesi. karena parabola telah mampu menjembatani penyiaran TV-TV asing. Sisi lain yang juga menjadi tantangan adalah rekayasa bidang teknologi komputer. kompetensi pedagogic. sisi lain guru harus ahli dalam penguasaan subject mater. dengan tidak terasa terjadi penetrasi budaya. dan tidak memandang perbedaan budaya. Kenyataan menunjukkan kepada kita.segenap kemampuan yang meliputi : Keunggulan dalam penguasaan materi ajaran [subject mater] Keunggulan dalam penguasaan metodologi pengajaran [teaching method]. bahwa kemajuan ekonomi juga mengkondisi guru lebih senang bahkan lebih tekun mengerjakan fungsi-fungsi lain yang lebih menjanjikan dari pada mempertajam visi profesinya.

lebih mengarah pada kemaslahatan pendidikan di Indonesia. Sebuah realitas yang sulit dipungkir jika dalam menjalankan aktivitas profesinnya mendapatkan gangguan. Habibi. maka sebuah solidaritas akan membantu. Sisi professional membangun citra profesonalisme guru dengan berbagai kompetensi. Juga hilangnya perlakuan yang kurang manusiawi terhadap para Guru.MEMPERERAT JIWA KORSA (KESEJAWATAN) Profesionalisme selalu membutuhkan wahana untuk mempererat persaudaraan sesamaprofesi. Secara internasional bergabung dengan EI. Seperti jaringan dengan serikat kerja dan bergabung dalam KSPI – Konggres Serikat Pekerja Indonesia. hal ini menujukkan bahwa PGRI tidak egois hanya memeperjuangkan anggotanya namun. PGRI kembali menyatakan jatidirinya. menjalin kerja sama dengan organisasi profesi lain ISPI-Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia. maka peran perlindungan terhadap anggota organisasi dapat terealisasi. 150. disamping organisasi profesi juga merupakan organisasi Serikat Kerja. UPAYA PGRI SEBAGAI ORGANISASI [Tidak berpikir hanya untuk guru tapi berpikir untuk kemajuan pendidikan anak bangsa] Upaya cerdas yang dilakukan PGRI sebagai organisasi profesi dan ketenagaan telah dilakukan bersama kelahirannya. Upaya ini dilakukan dengan harapan Guru mendapatkan perlindungan atas profesi yang dijalankan. sisi lainnya menjadi oraganisasi ketenaga kerjaan [serikat kerja] memberikan jaminan dari rasa kesewenangan dan ketidakdilan. Terkait dengan jiwakorsa ini. yang dapat pula difungsikan sebagai sarana sosialisasi pemikiran ataupun sebagai alat kontrol profesi.Educational Internasional. Adapun upaya strategis yang dimaksud adalah seperti berikut : Sebagaimana amanat Kongres PGRI ke XVIII pada bulan Nopember tahun 1998 di Bandung. serta pengembangan karier. dan internasional. Berikut perjuangan strategis yang dilakukan PGRI dalam mengemban amanat UUD 1945 dalam mencerdaskan bangasa. Jiwa korsa dapat dijadikan wahana untuk membangun perlindungan profesi. nasional. Terkait dengan ini.000 Tahun 1999 Pengurus Besar PGRI. bahwa perlu segera diwujudkan adanya perlindungan hukum bagi para guru dengan nama ” UNDANG-UNDANG GURU”. serta memperoleh kesejahteraan dan keselamatan kerja. Dalam menjamin eksistensinya sebagai organisasi profesi PGRI membangun jejaring [networking] baik local. melalui YPLP-Yayasan Pembina Lembaga . namun demikian apresiati dan pengakuan masyarakat masih belum setimpal dengan perjuangan yang dilakukan. Pengurus Besar PGRI telah berhasil mendorong pemerintah untuk tambahan gaji bagi PNS sebesar Rp. Pada era Presiden BJ.

156/UM/PROV/XIX/2005]. PGRI bersama ISPI. Jejaring sebagai kekuatan organisasi PGRI : Dalam memperjuangkan nasib para anggotanya untuk mengemban amanat UUD 1945. Oleh karenanya PGRI menyadari sepenuhnya membangun jejaring [net working] dalam kerangka peningkatan martabat bangsa selalu dikedepankan.Sudi Silalahi dalam bentuk penerusan surat kepada. Mendukung upaya pencerdasan bangsa tanpa memandang asal usul golongan. Pasal 31. à Pembicara diantarannya Prof.Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesis mengajukan Yudicial Review kepada Mahkamah Konstitusi.B.  Pada Tanggal 14 Juni 2005 [No. Dan melalui keputusan MK UU No. Soelaiman Joesoef Di Padepokkan Setyawan Jodi à Lereng Gunung Lawu Seluruh Katua PGRI Provinsi meminta jaminan kepada Bapak. kemudian RUU Guru diajukan maka kami akan langung menandatangani untuk dibahas dan disyahkan.Perguruan Pusat menunjuk Universitas PGRI Adi Buana Surabaya menyelenggarakan seminar Nasional bertajuk ”Undang-Undanga Perlindungan Guru.317/Seslah/B/2005 tanggal 23 Agustus 2005. karena independensi telah menjadi suratan perjuangannya. PGRI selalu berjuang untuk mengayomi para anggotanya. dengan harapan Output seminar difungsikan sebagai naskah akademis. tanpa membuat cidera demi kepentingan bangsa. dan langsung direspon oleh lembaga kepresidenan malalui sekretaris kabinet RI. Pengrus PGRI Provinsi Jawa Timur melayangkan Surat kepada presiden Susilo Bambang Yodhoyono agar UU Guru segera di syahkan. 13 Tahun 2005 tentang APBN 2006 bertentangan dengan UUD 1945. WDF Rindo-rindo dan Prof . Susilo Bambang Yodhoyono (ketika beliau menjadi kandidat presiden). ”mencerdaskan bangsa” PGRI selalu mengundang dan bekerjasama kepada organisasi lainnya. Jawaban yang diperoleh : Bilamana kami terpilih menjadi Presiden RI. berkaitan dengan Anggaran Pendidikan yang ditetapkan berdasar UU-APBN yang dirasa menyalahi UUD 1945. selama dalam bingkai tegaknya NKRI. H. SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL (SISDIKNAS) DALAM UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMER 20 TAHUN 2003 . Dr dr Marsetyo Dono seputro. Menteri Hukum dan HAM dan Mendiknasà Surat NO. agar kelak memperhatikan nasib guru.

Kedua. nasional. perdamaian abadi dan keadilan sosial. sehat. Dalam UU ini Sistem Pendidikan Nasional didefinisikan sebagai keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. bahwa pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 mengamanatkan Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. berilmu. Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran dan/atau cara lain yang dikenal dan diakui oleh masyarakat.Pertama. PEMBAHASAN Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya. mencerdaskan kehidupan bangsa. dan ayat (3) menegaskan bahwa Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan . dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana. cakap. Keempat. Beberapa pertimbangan pemerintah dalam membentuk Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional. bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. kreatif. dan berkesinambungan.PENDAHULUAN Wajib belajar adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh warga negara Indonesia atas tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah. mandiri. peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. bahwa Undangundang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional tidak memadai lagi dan perlu diganti serta perlu disempurnakan agar sesuai dengan amanat perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebutlah pemerintah Negara Republk Indonesia menetapkan Undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional atau serind disebut Undang-undang Sikdisnas. berakhlak mulia. Ketiga. Sadar dengan tanggungjawabnya Pemerintah membuat sistem tentang pendidikan di Negara Indonesia yang tersusun dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional. terarah. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab . bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan.

intelektual. dan jenis pendidikan tertentu. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Untuk itu. pendidikan menengah. seluruh komponen bangsa wajib mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan salah satu tujuan negara Indonesia. pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. dan/atau sosial tetap berhak memperoleh pendidikan khusus. widyaiswara. Pendidikan nonformal dan pendidikan informal Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. Pengertian Peserta Didik. mental. Pertama. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. Beberapa Definisi Dalam UU Sisdiknas Pengertian Pendidikan Menurut Undang-undang Sisdiknas: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. jenjang. konselor. nilai kultural. menulis. B. Kelima. pengendalian diri. nilai keagamaan.kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. C. emosional. dan pendidikan tinggi. bangsa dan negara. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Beberapa Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan Dalam Bab IV pasal 4 Tentang Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan. pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Tentang Hak Dan Kewajiban Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan termasuk untuk warga negara yang memiliki kelainan fisik. pamong belajar. Tenaga Kependidikan dan Penddik Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur. Ketiga. kecerdasan. fasilitator. A. Pengertian Pendidikan Formal. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. tutor. membangun kemauan dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. dosen. pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan system terbuka dan multimakna. Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. Dan pendidikan layanan . pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. akhlak mulia. Kedua. Keenam. Keempat. dan kemajemukan bangsa. instruktur. masyarakat. kepribadian.

BEM STMIK Cilegon. evaluasi. 3. BEM Uhamka. dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan. Partai Bintang Reformasi. E. Dengan memisahkan gaji pendidik dan biaya kedinasan maka UU Sisdiknas sebenarnya telah member porsi biaya cukup layak untuk sektor pendidikan. . untuk mendukung RUU Sisdiknas yang rencananya akan disahkan selasa (10/06) .khusus untuk warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil. Pelajar SMU se Jakarta. peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan. Mereka adalah gabungan dari massa PK Sejahtera. pemberdayaan peran masyarakat. pemerintah dan legislatif untuk melakukan peninjauan ketentuan dalam UU Sisdiknas yang terkait dengan anggaran penyelenggaraan pendidikan . Wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan Pemerintah. F. 5. Tentang Wajib Belajar Setiap warga negara yang berusia 6 tahun dapat mengikuti program wajib belajar. pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat. Setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat. yaitu pelaksana pendidikan. penegasan Pasal 49 ayat (1) itu dikaburkan oleh penjelasannya sendiri yang menyatakan bahwa pemenuhan dana pendidikan itu dapat dilakukan secara bertahap . Dan pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya. Tentang Strategi Pembangunan Pendidikan Nasional 1. Salimah. dan Badan Kontak Majelis Ta’lim . 10. Berita dan Peristiwa Satu juta umat Islam dari berbagai partai politik dan organisasi massa hadir memadati jalan di depan gedung DPR. 8. pemerintah daerah. RS Islam Jakarta. D. pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional. FPI. PAN. pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia. Menteri PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan pembicaraan dengan para pemangku kepentingan. Pasal 49 ayat (1) UU Sisdiknas menegaskan bahwa yang dimaksud dengan dana pendidikan yang harus dialokasikan sekurang-kurangnya dua puluh persen itu adalah dana di luar gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan. 9. GUPPI. MUI. pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan. KAHMI. pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. Bappenas Minta Peninjauan UU Sisdiknas. dan masyarakat. 2. PERSIS. akreditasi. Pemuda Muhammadiyah. pelaksanaan wajib belajar. 4. penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata. Namun. NU. 7. penyediaan sarana belajar yang mendidik. Gerakan Muslimah. 11. 6. 12. proses pembelajaran yang mendidik dan dialogis. pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan. dan 13.

kecerdasan seluruh warga dan masa depan eksistensi suatu bangsa. Ketua PGRI. Karena itu. meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap tiuhan yang maha esa b. 2009 pada 6:45 pm (Uncategorized) Adapun yang menjadi tugas dan fungsi PGRI : a.Mempertahankan dan melestarikan negara kesatuan RI . Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan agams sesuai dengan agma yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. mengamankan dan mengamalkan Pancasila c. Hal serupa terjadi pada tahun 1988 ketika RUU sisdiknas diajukan pemerintah (kini UndangUndang Nomor 2 Tahun 1989) di mana perihal penegasan itu banyak mendapatkan tantangan dari kalangan non-Islam. DRAF sistem pendidikan nasional yang akan disahkan 2 Mei 2003. PGRI tidak akan menerima revisi tersebut. kata dia. “Besok PGRI akan bergerak ke mahkamah konstitusi. mempertahankan.Majelis Ulama Indonesia (MUI) Propinsi Banten akan mendesak MUI Pusat untuk mengeluarkan Fatwa haram bagi kelurga muslim untuk menempuh pendidikan di sekolah yang dikelola oleh orang non mulsim. Ia menanggapi usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla agar Pasal 49 Undang-undang Sisdiknas direvisi. Sampai kapan pun. PENUTUP Seiring dengan digulirkannya RUU Sisdiknas bergulir juga kontroversi terhadap RUU tersebut. Surya mengatakan undang-undang yang telah disahkan tidak bisa direvisi begitu saja. Faktor yang memicu kontroversi itu adalah pasal 12 versi DPR yang berbunyi. membela. kini menjadi polemik nasional yang kiranya perlu mendapatkan pertimbangan dan peninjauan kembali secara serius.” ujarnya kepada Tempo melalui telepon. TUGAS DAN FUNGSI PGRI Januari 24. Sekali lagai penegasan pengajaran Agama dalam sistem pendidikan Indonesia menjadi persoalan. memberlakukan sistem pendidikan nasional secara tergesa-gesa dan serampangan bisa berakibat fatal bagi suatu bangsa. khususnya berkaitan dengan pendidikan agama. Sistem pendidikan nasional (Sisdiknas) merupakan pilar amat penting untuk membangun mentalitas bangsa. Fatwa ini merupakan bagian dari pernyataan sikap MUI banten atas dukungan pengesahan Rancangan Undang-Undang Sistim Pendidikan Nasional (Sisdiknas) . M. sehingga gaji guru menjadi salah satu komponen anggaran pendidikan 20 persen dari APBN . Selasa. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) secara tegas menolak usul revisi Undangundang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

memelihara. mengadakan hubungan kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan organisasi yang bergerak dibidang pendidikan dan atau organisasi kemasyarakatan umumnya dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan k.akreditasi dan lisensi bagi pengukuahan kompetensi profesi guru i. wibawa dan martabat guru serta kesetiakawan organisasi r. mempersatukan semua guru dan tenaga kependidikan disemua jenis.kemampuam. membina dan mengembangkan kebudayaan nasional serat memelihara kebudayaan daerah dalam rangka memperkaya kebudayaan nasional l. menegakan dan melaksankan kode etik dan ikrar guru indonesia sesuai dengan peraturan organisasi j. I. di Surakarta. PENDAHULUAN PGRI lahir 100 hari setelah proklamasi kemerdekaan RI. pengabdian prestasi dan kerjasama n.jenjang dan kesataun pendidikan dan peran serta didalam pembanguna nasional h. meningkatkan mutu keahlian . membina dan bekerjasama dengan himpuna profesi dan keahlian sejenis dibidang pendidikan yang secara sukarela menyatakan diri bergabung dan atau bermitra dengan PGRI g. memelihara dan mempertinggi kesadaran guru akan profesinya untuk . Membian usaha kesejahteraan guru daloam arti yang luas dan membantu serta memperjuangkan hak-hak anggota dalam bidang ketenagakerjaan p. Menyelenggarakan dan membina anak lembaga PGRI m. mengupayakan dan mengevaluasi terlaksananya sistem sertfikasi.d. Membina dan meningkatkan hubungan kerjasama denmgan organisasi guru luar negeri dengan mengutamakan kepentingan nasional s. memperkuat kedudukan. melaksanakan dan mengembangkan sistem pendidikan nasional f. Melakukan pengawasan sosial dan fungsional atas pelaksanaan sistem pendidikan nasional. Meningkatkan Integritas bangsa serta menjaga tetap terjamin dan terpeliharanya keutuhan kesatauan dan persatuan bangsa e. Membela dan mempertahankan Republik Indonesia (organisasi perjuangan) b. melaksanakan prinsip dan pendekatan ketenaga kerjaan dal. Siapa yang tidak mengenal PGRI? Organisasi guru tertua di Indonesia ini telah memberi saham yang begitu besar dalam pembangunan dunia pendidikan di Indonesia. 25 November 1945 Tujuan utama pendirian PGRI adalah: a. Memajukan pendidikan seluruh rakyat berdasar kerakyatan (organisasi profesi) .am upaya meningkatkan harkat dan martabat guru melalui peningkatan kesejahteraan anggota q.

Ketua Umum PB PGRI Menghasilkan konsep PGRI tentang pendidikan nasional. PSPN didirikan untuk menghadapi tekanan/serangan PKI (Partai Komunis) melalui SOBSI/PKI terhadap Serikat Pekerja Non Komunis. PSPN akhirnya bergabung menjadi KSBM (Kerja Sama Buruh Militer) KSBM adalah cikal bakal Sekber Golkar (Sekretariat Bersama Golongan Karya) 1964. SGA/KGA = IV/b SM = V/a.Pendirian PGRI sama dengan EI: “education as public service. PERSAHI (Persatuan Hakim Indonesia). PPPRI (Persatuan Pegawai Polisi RI). Pegawai Kementerian PPK yang baru saha didirikan II.B1/B2 pangkatnya setingkat lebih tinggi dari ijazah SMP/SMA/ SM/Sarjana. not commodity” c. Untuk mengatasi kekurangan guru: Kursus Guru Tjepat (KGTJ) dijadikan SGB/KGB KPKPKB dijadikan SGB berasrama SGA berasrama ME Subiadinata. Kalau menjadi guru. sekarang BKN/BAKN. Ketua Umum PB PGRI Diangkat menjadi Menteri Perburuhan dan Sosial RI dalam kabinet Hatta. SMP = IIIA. PERSAJA (Persatuan Djaksa).◊Pegawai. SNA=SGA. PBKA (Persatuan Buruh Kereta Api). : keluarnya PGP 1947/1948 tentang Peraturan Gaji INTInya: Ijazah yang setara SMP=SGB. PGRI membentuk Rukun Kerja Sama (RKS) Pegawai Negeri untuk perbaikan nasib. Sarjana=B2.l PGRI. EMPAT PERIODE PERANAN PGRI DI BIDANG KETENAGAKERJAAN Periode 1945 – 1962 RH Koesnan. . ijazah SGB/SGA. SSKDN (Serikat Sekerja Kementerian Dalam Negeri). Pensiunan guru pendukung proklamasi kemerdekaan Indonesia c. a. Hasilnya a. Ketua Umum PB PGRI Tahun 1968 diangkat menjadi Kepala Kantor urusan Pegawai (KUP). PBPTT (Persatuan Buruh Pos Telepon Telegraf) dsb. SM=B1. Membela dan memperjuangkan nasib guru khususnya dan nasib buruh pada umumnya (organisasi ketenagakerjaan) Tiga unsur pendiri (founding fathers) PGRI adalah: a. B2 = VI/b Soedjono. PERIODE 1962 – 1970 PGRI mendirikan PSPN (Persatuan Serikat Pekerja Pegawai Negeri). SGB/KGB = IIIA/b SMA = IV/a. Guru yang pro kemerdekaan b. B.l. B1 = V/b Sarjana = VI/a.

Mendirikan Gedung Guru Indonesia (GGI) di Jakarta. PGK (Katolik) dan PGM (Marhaenis) Tokoh-tokoh KAGI: ME Subiadinata. artinya menanggalkan baju parpol. PERIODE 1970 – 1998 Tahun 1970 PGRI diundang ke Head Quarters IFFTU (International Federation of Free Teachers Union) di Brussel. Estiko Suparjono. Simbolon. Rusli Yunus. Basyuni Suriamiharja) ikut menandatangani penggabungan organisasi tersebut menjadi EI. Tahun 1979 menyelenggarakan World WCOTP Congress di Jakarta. PGRI memprakarsai Pertemuan Guru-guru Nusantara (PGN) 1983 di Singapura (Prof. Basyuni Suryamiharja. hanya bicara guru dalam PGRI. Tahun 1969 PGRI memprakarsai berdirinya MPBI (Majelis Permusyawaratan Buruh Indonesia). Slamet I) Tanggal 5 Oktober 1966 Konvensi ILO/UNESCO di Paris menghasilkan Status of Teachers (Status Guru Dunia). Gigi pada lambang PGRI dicopot/dibuang H. PG Perti. Tahun 1993 di Stockholm terjadi merger/penyatuan WCOTP dan IFFTU menjadi Educational International (EI). Berarti organisasi guru se dunia mengikuti pola PGRI (profesi dan ketenagakerjaan). Gazali Dunia dan Rusli Yunus). Pergunu. WDF Rindorindo (Ketua-ketua Periodik). Abdullah Latif dsb. PGII. ME Subiadinata. hanya boleh profesi saja. telah berhasil menyelamatkan PGRI untuk tidak dibubarkan. dan non parpol). Nurimansyah Hasibuan. Tahun 1967 dlm Kongres PGRI XII di Bandung KAGI meleburkan diri ke dalam PGRI (unitaristik. PGRI terpaksa keluar dari FBSI karena Kongres PGRI ke XIII di Bandung melarang PGRI ikut serikat buruh.Tahun 1966 PGRI menjadi anggota WCOTP (World Confederation of Teaching Profesion) dalam WCOTP World Congress di Seoul. Effendi Sudijawinata. Drs. Rusli Yunus. M. Pemerintah RI dan PGRI (HM Hidajat dan Ir. Korea Selatan (Subiadinata. independen. FX Pasaribu (sekjen/Wakil Sekjen). Memprakarsai berdirinya ASEAN Council of Teachers (ACT) tahun 1974. PGRI (H.Hatta. Harkam Effendi. Drs. Pergukri. T. diwakili oleh Rusli Yunus. GB Dharmasetia) hadir dan menandatangani konvensi ILO/Unesco tersebut. C. Tahun 1966 PGRI mendirikan KAGI (Kesatuan Aksi Guru Indonesia) terdiri dari PGRI. Ketua Umum PB PGRI. . Tahun 1970 MPBI menjadi FBSI (Federasi Buruh Seluruh Indonesia). mengikuti keputusan pemerintah dengan meninggalkan serikat pekerja/perburuhan. IGM (Muhammadiyah).

PNS berhak menjadi anggota SP/SB b. PGRI menyatakan diri kembali sebagai organisasi perjuangan (cita-cita proklamasi kemerdekaan dan kesetiaan PGRI hanya kepada bangsa dan NKRI). provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia. sehingga pemerintah Indonesia terbebas dari tekanan PBB/ILO bahwa di Indonesia ada demokrasi. PGRI keluar dari Golkar b. Ketua Umum PB PGRI. Harfini Suhardi dan Sanuri Almariz. Sekretaris Jenderal PB PGRI.Tahun 1990 Menaker Cosmas Batubara atas nama pemerintah meminta PGRI dan KORPRI mendaftarkan diri masing-masing sebagai Serikat Pekerja Guru (PGRI) dan Serikat Pekerja Pegawai Negeri (KORPRI). D. PERIODE 1998 – SEKARANG Tahun 1998 Kongres PGRI XVIII di Lembang: Prof. Dr. SIP. berwawasan kebangsaan membentuk KSPI (Kongres Serikat Pekerja Indonesia). b. Pemerintah RI telah meratifikasi Konvensi ILO No. Menakertrans meminta PGRI dan ILO Indonesia serta Depnakertrans melaksanakan seminar nasional tentang konvensi ILO nomor 87 dan Keppres No. Anggota Dewan Nasional KSPI. Sekjen Dewan Eksekutif Nasional (DEN) KSPI: Drs.21/2000 tentang SP/SB khususnya Pasal 48: a. Ketua Umum dan Koesrin Wardojo. Sekretaris Jenderal. Kongres menghasilkan antara lain: a. 87 dengan Keppres No. provinsi dan kabupaten/ kota mendaftarkan kembali PGRI sebagai SP pada Disnaker provinsi dan Kabupaten/Kota III. SP/SB harus dibentuk secara demokratis) 3. 83 Tahun 1998. sesuai dengan HAM. workshop dan pelatihan pimpinan PGRI dari pusat. SH. Drs. TINJAUAN KE DEPAN Menyongsong Kongres XX PGRI tahun 2008 yad. Pernyataan Menakertrans RI: a. sejak 2001 PRI bekerjasama dengan EI Asia Pasifik membentuk PGRI-EI Consortium Project untuk seminar.87. organisasi profesi (meningkatkan kualitas pendidikan) dan organisasi ketenagakerjaan (kembali sebagai Serikat Pekerja Guru/Teachers Union Tahun 2003 (1 Februari) PGRI bersama-sama 13 SP/SB yang independen non parpol. Tahun 2004 Sekretaris Jenderal KSPI: Rusli Yunus Tahun 2005 audiensi PB PGRI dengan Menakertrans (Fahmi Idris): 1. Setiap orang tidak boleh menjadi anggota dua SP dan SB. 83 Tahun 1998.Dr. H. Akan diatur dalam suatu Undang-Undang 2. PGRI jalan terus sebagai Serikat Pekerja Guru Modern c. WDF Rindorindo Tahun 2003 Kongres XIX PGRI di Semarang: Prof. HM Surya. 4. . Menakertrans memberi kesempatan kepada PGRI tingkat pusat. Sulaiman SB Ismaya. keanggotaan SP/SB harus sukarela dan tidak boleh dipaksa. Karena itu PGRI yang PNS tinggal memilih menjadi anggota PGRI atau anggota KORPRI. HM Surya. Mengklarifikasi UU No. (Konvensi ILO No.

Ketua Umum PB PGRI. Makna dari terwujudnya PGRI sebagai Organisasi Perjuangan : 1) Wahana mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. dan persatuan bangsa.Tahun 2001 PB PGRI dan Ketua provinsi se Jawa Workshop EI di Anyer. HM Rusli Yunus.Tahun 2004 – sekarang. b. sedangkan National Coordinator PGRI-EI Consortium Project: . dimulai dari hasil konperensi cabang. dan melestarikan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3) Wahana untuk meningkatkan integritas bangsa dalam menjamin terpeliharanya keutuhan. Abdul Azis Hoesein. Persatuan Pegawai Negeri se Dunia) Tahun 2006 kegiatan proyek PGRI-EI Consortium ini meliputi 23 provinsi dari 31 yang direncanakan. Tahun 2004 aktif membantu Public Service International (PSI. 6) Wahana untuk memberikan perlindungan dan membela kepentingan guru dan tenaga kependidikan yang berhubungan dengan persoalan-persoalan hukum. penyesuaian AD/ART PGRI sebagai serikat pekerja guru. 2) Wahana untuk membela. MEngSc) Consortium (negara donor): Norwegia. provinsi dan pusat Ini yang dimaksud dengan prinsip-prinsip serikat pekerja: solidaritas. kesatuan. Setelah itu diperlukan langkah2 utk persiapan bahan kongres. anggota masyarakat. . kabupaten/kota dan provinsi diajukan pada Konpus IV (2007). meningkatkan. Tahun 2003 menjadi 11 provinsi Tahun 2004 menjadi 19 provinsi Tahun 2005 menjadi 22 provinsi Penanggung jawab nasional Prof. dan membela hak asasinya baik sebagai pribadi. mempertahankan. Visi PGRI Terwujudnya PGRI sebagai Organisasi Perjuangan. Makna Visi PGRI a. Makna dari terwujudnya PGRI sebagai Organisasi Profesi : 1) Wahana memperjuangkan peningkatan kualifikasi dan kompetensi bagi guru. 5) Wadah bagi para guru dalam memperoleh. warga negara. tanggung jawab dan kesetaraan. WDF Rindorindo . Jepang dan Australia. demokratis.Tahun 2006 Koordinator Nasional (HM Rusli Yunus) didampingi Koordinator Pelaksana (Ir. Profesi dan Ketenagakerjaan yang Mandiri dan Non Partisan. 2) Wahana mempertinggi kesadaran dan sikap guru dan tenaga kependidikan dalam .Tahun 2002 – 203. mempertahankan. 4) Berperan aktif memperjuangkan tercapainya tujuan nasional dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Shg hasil konpus terakhir menjelang Kongres (Konpus 2007) resmi menjadi bahan kongres sebagai hasil dari anggota melalui cabang. Amerika Serikat. HM Surya. Swedia.l. kesatuan. Drs. a.Dr. dan pemangku profesi kependidikan. kab/kota.

kondisi kerja dan kepastian karier. dan satuan pendidikan guna mneningkatkan pengabdian dan peran serta dalam pembangunan nasional. mempertahankan. c. 2) PGRI memberikan kebebasan kepada anggotanya untuk menentukan pilihan politiknya secara merdeka. Menjaga. organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan. Wahana untuk mengadakan hubungan kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan. Makna dari terwujudnya PGRI sebagai Organisasi yang Non Partisan : 1) PGRI tidak menjadi bagian dari partai politik manapun dan tidak berafiliasi dengan partai manapun. 7) Wahana untuk mewujudkan pengabidan secara nyata melalui anak lembaga dan badan khusus. dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. serta mewujudkan cita-cita . d. hubungan pribadi. Misi PGRI a. e. regional maupun global.. 6) Wahana untuk membina dan meningkatkan hubungan kerjasama dengan organisasi ketenagakerjaan baik lokal. 3) Wahana menegakkan dan melaksanakan kode etik dan ikrar guru Indonesia. dan akreditasi bagi pengukuhan kompetensi profesi guru.meningkatkan mutu profesi dan pelayanan kepada masyarakat. 4) Wahana untuk melakukan evaluasi pelaksanaan sertifikasi. saling menghormati dan berdiri di atas semua golongan. dan atau organisasi kemasyarakatan umumnya dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan. Makna dari terwujudnya PGRI sebagai Organisasi yang Mandiri : 1) Menjalin kerjasama dengan semua pihak atas dasar kemitrasejajaran. Makna dari terwujudnya PGRI sebagai Organisasi Ketenagakerjaan : 1) Wahana untuk memperjuangkan terwujudnya hak-hak guru dan tenaga kependidikan. 3) Wahana untuk mewujudkan prinsip dan pendekatan ketenagakerjaan dalam upaya meningkatkan harkat dan martabat guru melalui peningkatan kesejahteraan anggota. lisensi. 2) Menggali dan mengembangkan potensi baik sumber daya manusia maupun sumber daya keuangan dan sumber daya organisasi lainnya yang tidak tergantung dari pihak manapun. 3) PGRI selalu menjalin hubungan baik dengan seluruh partai dan komponen masyarakat dalam memajukan pendidikan nasional. 6) Wahana untuk mempersatukan semua guru dan tenaga kependidikan di semua jenis. 3) Membangun transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan organisasi dengan menempatkan iuran anggota sebagai sumber utama pembiayaan organisasi. wibawa dan martabat guru serta kesetiakawanan organisasi. jenjang. 5) Wahana pembinaan bagi Himpunan Profesi dan Keahlian Sejenis di bidang pendidikan yang menyatakan diri bergabung atau bermitra dengan PGRI. 4) Wahana untuk memperkuat kedudukan. 2) Wahana untuk memperjuangkan kesejahteraan guru yang berupa: imbal jasa. 5) Wahana untuk membela dan melindungi guru sebagai pekerja. rasa aman.

b. soliditas. mengamalkan. g.co. f. i. Menyamakan persepsi. mempertahankan dan menjunjung tinggi kode etik profesi guru Indonesia. dan pengendali (control). pengakuan terhadap hak asasi manusia. dan misi para guru/pendidik dan tenaga kependidikan sebagai pilar utama pembangunan pendidikan nasional. profesi. sertifikasi. d. demokratisasi. keberpihakan pada rakyat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Berperan aktif dalam pembangunan nasional di bidang pendidikan dan kebudayaan yang berlandaskan asas demokrasi. Memperkuat solidaritas. e. h. pemikir (thinker). c.net/2009/09/25/mengenal-pgri-lebih-dekat/#ixzz1KXemOzIH Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike . profesionalisme dan kesejahteraan anggota. Melaksanakan. Memperjuangkan perlindungan hukum. j. k. Mengembangkan dan meningkatkan kompetensi. Melaksanakan dan mengelola organisasi berdasarkan tata kelola yang baik (good govermance).Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Membangun sikap kritis terhadap kebijakan pendidikan yang tidak memihak kepada kepentingan masyarakat. dan lisensi pendidik dan tenaga kependidikan. keterbukaan.id Sumber: Mengenal PGRI Lebih Dekat | Agupena Jawa Tengah http://agupenajateng. Mewujudkan PGRI sebagai organisasi yang memiliki kekuatan penekan (pressure group). Sumber : Http://pgri. dan kesejahteraan anggota PGRI. visi. Mewujudkan PGRI sebagai organisasi profesi yang mempunyai kewenangan akreditasi. dan kemandirian organisasi di semua level/tingkatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->