ARTIKEL IPA GEMPA BUMI

Gempa bumi merupakan peristiwa pelepasan energi yang menyebabkan dislokasi (pergeseran) pada bagian dalam bumi secara tiba-tiba.

Penyebab Terjadinya Gempa Bumi

1. 2. 3. 4. 5.

Proses tektonik akibat pergerakan kulit/lempeng bumi Aktivitas sesar di permukaan bumi Pergerakan geomorfologi secara lokal, contohnya terjadi runtuhan tanah Aktivitas gunung api Ledakan nuklir

Mekanisme perusakan terjadi karena energi getaran gempa dirambatkan ke seluruh bagian bumi. Di permukaan bumi, getaran tersebut dapat menyebabkan kerusakan dan runtuhnya bangunan sehingga dapat menimbulkan korban jiwa. Getaran gempa juga dapat memicu terjadinya tanah longsor, runtuhan batuan, dan kerusakan tanah lainnya yang merusak permukiman penduduk. Gempa bumi juga menyebabkan bencana ikutan berupa kebakaran, kecelakaan industri dan transportasi serta banjir akibat runtuhnya bendungan maupun tanggul penahan lainnya.

TSUNAMI
Tsunami (berasal dari bahasa Jepang, secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan") adalah sebuah ombak yang terjadi setelah sebuah gempa bumi, gempa laut, gunung berapi meletus, atau hantaman meteor di laut. Tenaga setiap tsunami adalah tetap, fungsi ketinggiannya dan kelajuannya. Dengan itu, apabila gelombang menghampiri pantai, ketinggiannya meningkat sementara kelajuannya menurun. Gelombang tersebut bergerak pada kelajuan tinggi, hampir tidak dapat dirasakan efeknya oleh kapal laut (misalnya) saat melintasi air dalam, tetapi meningkat kepada ketinggian 30 meter atau lebih. Tsunami bisa menyebabkan kerusakan erosi dan korban jiwa pada kawasan pesisir pantai dan kepulauan. Kebanyakan kota di sekitar Samudra Pasifik, terutama di Jepang tetapi juga di Hawaii, mempunyai sistem peringatan dan prosedur pengungsian sekiranya tsunami diramalkan akan terjadi. Tsunami akan diamati oleh pelbagai institusi seismologi sekeliling dunia dan perkembangannya dipantau melalui satelit. Bukti menunjukkan tidak mustahil terjadinya megatsunami, yang menyebabkan beberapa pulau tenggelam. Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau. Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan kesetimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai

Sejak pertengahan 2008. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar. Salah satu sistem untuk menyediakan peringatan dini tsunami. Hingga kini. dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. komet) lainnya. Amerika serikat membuat Pasific Tsunami Warning Center pada tahun 1949. dan Pacific Northwest Seismograph Network. sering terjadi peringatan palsu. Pemodelan tsunami yang baik telah berhasil memperkitrakan seberapa besar perpindahan massa air yang terjadi. TATA SURYA Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. empat planet bagian dalam. Perekam tekanan dasar yang menggunakan "buoy" sebagai alat komunikasinya. Saturnus (1. namun kinerjanya masih dipertanyakan.500 juta km). dan Neptunus (4. berada lebih jauh dari Neptunus. dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua.880 juta km). lima planet kerdil/katai. dalam arti belum dapat sepenuhnya mendeteksi kejadian tsunami. Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempabumi juga banyak terjadi di daerah subduksi. Mars (228 juta km). Kemudian. Orbit planet-planet kerdil. Sekarang. dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar. empat planet bagian luar. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips. ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57. CREST Project. 173 satelit alami yang telah diidentifikasi. Uranus (2. Walaupun begitu. kecuali Ceres. Berdasarkan jaraknya dari matahari. Alarm tersebut ternyata palsu dan tidak ada tsunami yang akan terjadi. serta oleh tiga jaringan seismik universitas. Karena beberapa hari kemarin. dan menghubungkannya ke jaringan data dan peringatan internasional pada tahun 1965.430 juta km). Bumi (150 juta km). Sistem sederhana yang pertama kali digunakan untuk memberikan peringatan awal akan terjadinya tsunami pernah dicoba di Hawai pada tahun 1920-an.9 juta km). dan Hawai oleh USGS. asteroid. dapat digunakan untuk mendeteksi gelombang yang tidak dapat dilihat oleh pengamat manusia pada laut dalam. alarm alat tersebut berbunyi dan mengakibatkan masyarakat Aceh panik. Venus (108 juta km). Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. sistem prediksi tsunami masih merupakan ilmu yang tidak sempurna. Alaska. dan jutaan benda langit (meteor. NOAA. di Aceh pun telah dipasang alat peringatan dini tsunami. Peristiwa tersebut terjadi dua kali dan alat tersebut dinyatakan rusak. sistem yang lebih canggih dikembangkan lagi setelah terjadinya tsunami besar pada tanggal 1 April 1946 dan 23 Mei 1960. Tata Surya terbagi menjadi Matahari.menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 . dipasang di pantai Barat Amerika Serikat. Episenter dari sebuah gempa bawah laut dan kemungkinan kejadian tsunami dapat cepat dihitung. Yupiter (779 juta km). sabuk asteroid. karena faktor alamiah yang sering tak termodelkan dan tak terduga.

Pluto (5.906 juta km. NAMA : ANSHAR ARIF.850 juta km).M NO KLS :7 : X TKR . dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan). Makemake (6.juta km. Haumea (6. di sabuk asteroid.450 juta km). Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel. Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami. yang biasa disebut dengan "bulan" sesuai dengan Bulan atau satelit alami Bumi. dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima). dan Eris (10.100 juta km)..