WACANA BAHASA INDONESIA Sejarah Singkat Kajian Wacana Pada mulanya linguistik merupakan bagian dari filsafat.

Linguistik modern, yang dipelopori oleh Ferdinand de Saussure pada akhir abad ke-19, mengkaji bahasa secara ilmiah. Kajian lingusitik modern pada umumnya terbatas pada masalah unsur-unsur bahasa, seperti bunyi, kata, frase, dan kalimat serta unsur makna (semantik). Kajian linguistik rupanya belum memuaskan. Banyak permasalahan bahasa yang belum dapat diselesaikan. Akibatnya, para ahli mencoba untuk mengembangkan disiplin kajian baru yang disebut analisis wacana. Analisis wacana menginterprestasi makna sebuah ujaran dengan memperhatikan konteks, sebab konteks menentukan makna ujaran. Konteks meliputi konteks linguistik dan konteks etnografii. Konteks linguistik berupa rangkaian kata-kata yang mendahului atau yang mengikuti sedangkan konteks etnografi berbentuk serangkaian ciri faktor etnografi yang melingkupinya, misalnya faktor budaya masyarakat pemakai bahasa. Manfaat melakukan kegiatan analisis wacana adalah memahami hakikat bahasa, memahami proses belajar bahasa dan perilaku berbahasa. Pengertian Wacana dan Analisis Wacana Wacana merupakan satuan bahasa di atas tataran kalimat yang digunakan untuk berkomunikasi dalam konteks sosial. Satuan bahasa itu dapat berupa rangkaian kalimat atau ujaran. Wacana dapat berbentuk lisan atau tulis dan dapat bersifat transaksional atau interaksional. Dalam peristiwa komunikasi secara lisan, dapat dilihat bahwa wacana sebagai proses komunikasi antarpenyapa dan pesapa, sedangkan dalam komunikasi secara tulis, wacana terlihat sebagai hasil dari pengungkapan ide/gagasan penyapa. Disiplin ilmu yang mempelajari wacana disebut dengan analisis wacana. Analisis wacana merupakan suatu kajian yang meneliti atau menganalisis bahasa yang digunakan secara alamiah, baik dalam bentuk tulis maupun lisan. Persyaratan Terbentuknya Wacana Penggunaan bahasa dapat berupa rangkaian kalimat atau rangkaian ujaran (meskipun wacana dapat berupa satu kalimat atau ujaran). Wacana yang berupa rangkaian kalimat atau ujaran harus mempertimbangkan prinsip-prinsip tertentu, prinsip keutuhan (unity) dan kepaduan (coherent). Wacana dikatakan utuh apabila kalimat-kalimat dalam wacana itu mendukung satu topik yang sedang dibicarakan, sedangkan wacana dikatakan padu apabila kalimat-kalimatnya disusun secara teratur dan sistematis, sehingga menunjukkan keruntututan ide yang diungkapkan.

STRUKTUR WACANA BAHASA INDONESIA Elemen-elemen Wacana Elemen-elemen wacana adalah unsur-unsur pembentuk teks wacana. Elemen-elemen itu tertata secara sistematis dan hierarkis. Berdasarkan nilai informasinya ada elemen inti dan elemen luar inti. Elemen inti adalah elemen yang berisi informasi utama, informasi yang paling penting. Elemen luar inti adalah elemen yang berisi informasi tambahan, informasi yang tidak sepenting informasi utama. Berdasarkan sifat kehadirannya, elemen wacana terbagi menjadi dua kategori, yakni elemen wajib dan elemen manasuka. Elemen wajib bersifat wajib hadir, sedangkan elemen manasuka bersifat boleh hadir dan boleh juga tidak hadir bergantung pada kebutuhan komunikasi. Relasi Antarelemen dalam Wacana Ada berbagai relasi antarelemen dalam wacana. Relasi koordinatif adalah relasi antarelemen yang memiliki kedudukan setara. Relasi subordinatif adalah relasi antarelemen yang kedudukannya tidak setara. Dalam relasi subordinatif itu terdapat atasan dan elemen bawahan. Relasi atribut adalah relasi antara elemen inti dengan atribut. Relasi atribut berkaitan dengan relasi subordinatif karena relasi atribut juga berarti relasi antara elemen atasan dengan elemen bawahan. Relasi komplementatif adalah relasi antarelemen yang bersifat saling melengkapi. Dalam relasi itu, masing-masing elemen memiliki kedudukan yang otonom dalam membentuk teks. Dalam jenis ini tidak ada elemen atasan dan bawahan. Struktur Wacana Bahasa Indonesia Struktur wacana adalah bangun konstruksi wacana, yakni organisasi elemen-elemen wacana dalam membentuk wacana. Struktur wacana dapat diperikan berdasarkan peringkat keutamaan atau pentingnya informasi dan pola pertukaran. Berdasarkan peringkat keutamaan informasi ada wacana yang mengikuti pola segitiga tegak dan ada wacana yang mengikuti pola segitiga terbalik. Berdasarkan mekanisme pertukaran dapat dikemukakan pola-pola pertukaran berikut: (1) P-S, (2) T-J, (3) P-T, (4) T-T, (5) Pr-S, dan (6) Pr-T. REFERENSI DAN INFERENSI SERTA KOHESI DAN KOHERENSI WACANA BAHASA INDONESIA Referensi dan Inferensi Wacana Bahasa Indonesia Referensi dalam analisis wacana lebih luas dari telaah referensi dalam kajian sintaksis dan semantik. Istilah referensi dalam analisis wacana adalah ungkapan kebahasaan yang dipakai seorang pembicara/penulis untuk mengacu pada suatu hal yang dibicarakan, baik

Penataan koordinatif berarti menata ide yang sejajar secara beruntun. frasa benda panjang. Dengan demikian. frasa benda tidak panjang. Kohesi dan Koherensi Wacana Bahasa Indonesia Istilah kohesi mengacu pada hubungan antarbagian dalam sebuah teks yang ditandai oleh penggunaan unsur bahasa sebagai pengikatnya. Sebaliknya wacana tulis cenderung gramatikal. yaitu substitusi. Dalam membuat inferensi perlu dipertimbangkan implikatur. Kohesi merupakan salah satu cara untuk membentuk koherensi. wacana dibedakan atas wacana tulis dan wacana lisan. Dialog. JENIS-JENIS WACANA BAHASA INDONESIA Wacana Lisan dan Tulis Berdasarkan saluran yang digunakan dalam berkomunikasi. penataan subordinatif lebih sedikit. ada tiga jenis wacana. Namun bukan berarti kohesi tidak penting. Jenis alat kohesi ada tiga.dalam konteks linguistik maupun dalam konteks nonlinguistik. dan polilog. Hubungan parataksis itu dapat diciptakan dengan menggunakan pernyataan atau gagasan yang sejajar (coordinative) dan subordinatif. Implikatur adalah makna tidak langsung atau makna tersirat yang ditimbulkan oleh apa yang terkatakan (eksplikatur). Kohesi merupakan salah satu unsur pembentuk koherensi. dan Polilog Berdasarkan jumlah peserta yang terlibat pembicaraan dalam komunikasi. Dalam menafsirkan acuan perlu diperhatikan. Inferensi adalah membuat simpulan berdasarkan ungkapan dan konteks penggunaannya. dan leksikal. Wacana lisan berbeda dari wacana tulis. Oleh sebab itu. Wacana Monolog. Koherensi adalah kepaduan gagasan antarbagian dalam wacana. (a) adanya acuan yang bergeser. jarang menggunakan piranti hubung (alat kohesi). konjungsi. dan berstruktur topik-komen. Cara lain adalah menggunakan bentuk-bentuk yang mempunyai hubungan parataksis dan hipotaksis (parataxis and hypotaxis). dialog. Bila dalam suatu komunikasi hanya ada satu pembicara dan tidak ada balikan langsung dari peserta yang lain. pembicara tidak berganti peran . dan (c) ungkapan yang sama mengacu pada hal yang berbeda. menggunakan piranti hubung. dalam sebuah teks koherensi lebih penting dari kohesi. dan berstruktur subjekpredikat. penataan subordinatif lebih banyak. (b) ungkapan berbeda tetapi acuannya sama. yaitu wacana monolog. maka wacana yang dihasilkan disebut monolog. Wacana lisan cenderung kurang terstruktur (gramatikal).

Wacana eksposisi dapat berisi konsep-konsep dan logika yang harus diikuti oleh penerima pesan. Konteks linguistik yang juga berupa teks atau bagian teks dan menjadi lingkungan sebuah teks dalam wacana yang sama dapat disebut konteks ekstralinguistik berupa hal-hal yang bukan unsur bahasa. bentuk komunikasi (dialog. Wacana persuasi bertujuan mempengaruhi penerima pesan agar melakukan tindakan sesuai yang diharapkan penyampai pesan. Sedangkan wacana eksposisi bertujuan untuk menerangkan sesuatu hal kepada penerima agar yang bersangkutan memahaminya. Dengan kata lain. waktu. Untuk mempertahankan argumen diperlukan bukti yang mendukung. KONTEKS WACANA BAHASA INDONESIA Hakikat Konteks Konteks adalah benda atau hal yang berada bersama teks dan menjadi lingkungan atau situasi penggunaan bahasa. Wacana argumentasi bertujuan mempengaruhi pembaca atau pendengar agar menerima pernyataan yang dipertahankan. digunakan segala upaya yang memungkinkan penerima pesan terpengaruh. maka wacana yang dibentuknya disebut dialog. argumentasi. atau polilog) Pengguna bahasa harus memperhatikan konteks agar dapat menggunakan bahasa secara tepat dan menentukan makna secara tepat pula.sebagai pendengar. eksposisi. Konteks tersebut dapat berupa konteks linguistik dan dapat pula berupa konteks ekstralinguistik. monolog. Bila peserta dalam komunikasi itu dua orang dan terjadi pergantian peran (dari pembicara menjadi pendengar atau sebaliknya). Oleh sebab itu. yakni konteks linguistik dan konteks ekstralinguistik. saluran (bahasa lisan atau tulis). Konteks yang harus diperhatikan adalah konteks linguistik dan konteks ekstralinguistik. konteks wacana dibedakan atas dua kategori. pelaku. dan peristiwa. baik yang didasarkan pada pertimbangan logika maupun emosional. Konteks linguistik adalah konteks yang berupa unsur-unsur bahasa. Macam-macam Konteks Konteks adalah sesuatu yang menyertai atau yang bersama teks. untuk memahami wacana eksposisi diperlukan proses berpikir. . Jika peserta dalam komunikasi lebih dari dua orang dan terjadi pergantian peran. Persuasi dan Narasi Dilihat dari sudut pandang tujuan berkomunikasi. latar atau setting (tempat. seperti partisipan. persuasi. dikenal ada wacana dekripsi. dan narasi. Wacana Deskripsi. Aspek kejiwaan yang dapat mencerna wacana narasi adalah emosi. Wacana narasi merupakan satu jenis wacana yang berisi cerita. Wacana deskripsi bertujuan membentuk suatu citra (imajinasi) tentang sesuatu hal pada penerima pesan. Untuk mernpengaruhi ini. Eksposisi. unsur-unsur yang biasa ada dalam narasi adalah unsur waktu. maka wacana yang dihasilkan disebut polilog. Oleh karena itu. Argumentasi. dan peristiwa). topik. wacana persuasi kadang menggunakan alasan yang tidak rasional. pengguna bahasa senantiasa terikat konteks dalam menggunakan bahasa. Secara garis besar. Untuk mencapai tujuan tersebut.

dapat berupa kalimat. Hal itu berarti bahwa analis tidak harus memperhitungkan semua konteks wancana. Penggunaan konteks untuk mencari acuan. Latar adalah tempat dan waktu serta peristiwa beradanya komunikasi. partisipan. Konteks ekstralinguistik adalah konteks yang bukan berupa unsur-unsur bahasa. dan bahkan wacana. yaitu pembentukan acuan berdasarkan konteks linguistik. Dalam menganalisis wancana sasaran utamanya bukan pada struktur kalimat tetapi pada status dan nilai fungsional kalimat dalam konteks. Konteks nonlinguistik yang merupakan konteks lokal tidak hanya berupa tempat. sifat kata kerja. Koteks adalah teks yang berhubungan dengan sebuah teks yang lain. dan kode. dan partisipan. Partisipan mencakup penutur. latar. ANALISIS WACANA Prinsip Interpretasi Lokal dan Prinsip Analisis Dalam analisis wacana berlaku dua prinsip. Kode adalah bahasa atau dialek yang digunakan dalam wacana. mitra tutur. ranah penggunaan wacana.Konteks linguistik itu mencakup penyebutan depan. Tiga manfaat konteks dalam analisis wancana. Prinsip interpretasi lokal adalah prinsip interpretasi berdasarkan konteks. Konteks ekstralinguistik itu mencakup praanggapan. Dengan interpretasi analogi itu. Saluran adalah ragam bahasa dan sarana yang digunakan dalam penggunaan wacana. Penggunaan konteks untuk mencari bentuk tak terujar yaitu bentuk yang memiliki unsur tak terujar atau bentuk eliptis adalah bentuk yang hanya dapat ditentukan berdasarkan konteks. yaitu bahwa maksud sebuah tuturan ditentukan oleh konteks wancana. topik atau kerangka topik. dan pendengar. pargraf. Prinsip interpretasi analogi adalah prinsip interpretasi suatu wacana berdasarkan pengalaman terdahulu yang sama atau yang sesuai. yakni prinsip interpretasi lokal dan prinsip analogi. kata kerja bantu. tetapi juga dapat berupa waktu. baik konteks linguistik atau koteks maupun konteks nonlinguistik. Partisipan adalah pelaku atau orang yang berpartisipasi dalam peristiwa komunikasi berbahasa. analis sudah dapat memahami wacana dengan konteks yang relevan saja. .Wujud koteks bermacam-macam. dan proposisi positif Di samping konteks ada juga koteks. baik itu konteks linguistik ataupun konteks ekstralinguistik. Koteks dapat pula berupa unsur teks dalam sebuah teks. Penggunaan konteks untuk menentukan maksud tuturan. saluran.

Pertama. yakni cara pengaktifan skemata sesuai dengan kebutuhan. koherensi dan kohesi wacana. dan lain-lain. Ketiga. Bagi pendengar/pembaca. struktur wacana. Karangan deskripsi bertujuan menggambarkan / melukiskan sesuatu sehingga seolah-olah pembaca mengatakannya sendiri. Karangan deskripsi dapat bersifat ilmiah atau nonilmiah. tetapi petunjuk-petunjuk yang disajikan oleb penulis tidak cukup memberikan saran tentang skemata yang dibutuhkan. acuan kewacanaan. Ada dua cara yang disebut pengaktifan dalam struktur itu. Sumber karangan diperoleh dari hasil pengamatan. skemata berfungsi untuk memahami wacana. Pengaktifan atas ke bawah adalah proses pengendalian skemata dari konsep ke data atau dari keutuhan ke bagian. di samping berfungsi untuk memahami wacana. Kedua. pembaca. penelitian.Skemata dalam Analisis Wacana Skemata adalah pengetahuan yang terkemas secara sistematis dalam ingatan manusia. karya Suparno dan Martutik Karangan / Paragraf Eksposisi . pendengar/pembaca mungkin tidak mempunyai skemata yang sesuai dengan teks yang dihadapinya. mungkin mendapatkan penafsiran wacana secara tetap sehingga gagal memahami maksud penutur. Karangan eksposisi bersifat ilmiah/nonfiksi. yang dapat dioperasionalkan antara lain untuk menetapkan hubungan antarelemen wacana dan alat-alat kohesi yang berlaku dalam sebuah teks. yakni (1) cara pengaktifan dari atas ke bawah dan (2) cara pengaktifan dari bawah ke atas. Di sinilah perbedaannya dengan karangan deskripsi.Eksposisi merupakan karangan yang bertujuan untuk menginformasikan tentang sesuatu sehingga memperluas pengetahuan pembaca. Skemata berfungsi baik bagi pembaca/pendengar wacana maupun bagi analis wacana. dan imajinasi. kohesi. dan koherensi. . Skemata itu memiliki struktur pengendalian. pendengar/pembaca mungkin sudah mempunyai skemata yang sesuai. Kegagalan pemahaman wacana terjadi karena tiga kemungkinan. penelitian atau pengalaman. Dalam analisis itu diterapkan konteks yang relevan dengan kebutuhan analisis. Pengaktifan bawah ke atas adalah proses pengendalian skemata dari data ke konsep atau dari bagian ke keutuhan. Analisis Kohesi dan Koherensi Praktik analisis wacana dilaksanakan dengan menerapkan prinsip interpretasi lokal dan prinsip interpretasi analogi. Analisis wacana dapat diarahkan pada: struktur. Sumber Buku Wacana Bahasa Indonesia. Bagi analis wacana. Sumber karangan ini dapat diperoleh dari hasil pengamatan. skemata juga berfungsi untuk melakukan analisis berbagai aspek wacana: elemen wacana.

pilot tidak dapat mengendalikan pesawat dan menabrak gedung bertingkat di Amsterdam. urutan kronologis/proses. tiba-tiba mesin kiri lepas dari dudukannya. B. 2. pengembangan. dan dapat bersifat historis tentang bagaimana suatu alat bekerja. suatu analisis atau penafsiran objektif terhadap seperangkat fakta. . Topik Topik Dalam Karangan Eksposisi 1. bagaimana suatu peristiwa terjadi. yaitu memberi penjelasan tentang bekerjanya sesuatu atau terjadinya suatu peristiwa. Disusul kemudian oleh mesin nomor tiga. Kecelakaan lain menyangkut mesin copot dialami oleh pesawat kargo El-Al milik flag carier Israel. Empat awak tewas berikut 47 penghuni flat yang ditabrak. Contoh Urutan Analisis Eksposisi 1. Mendadak kehilangan dua mesin. dan sebagainya. Mesin nomor empat atau yang paling ujung pada sayap kanan. ada. 15 November 2001 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------II. Pesawat mendarat dan menghujam tempat parkir kendaraan 31 detik kemudian dan 271 penumpang plus awak tewas seketika. Belanda. I. Hal ini sangat tergantung dari sifat karangan dan tujuan yang hendak dicapai. Contoh Wacana Eksposisi ------------------------------------------------------------------------------------------------------------Yang Kedua bagi American Airlines Jatuhnya pesawat berkapasitas 266 penumpang airbus A300. Sumber: Kompas. 4 Oktober 1992. dan penutup.600 merupakan peristiwa kedua bagi American Airlines beberapa detik lepas landas dari bandar udara internasional O’Hare Chicago.Eksposisi tidak selalu terbagi atas bagian-bagian yang disebut pembukaan. Beberapa Point Penting Karangan / Paragraf Eksposisi A. biasanya memaparkan proses. dan 3. data faktual. Pilot tidak bisa mengendalikan pesawat akibat keseimbangan pesawat mendadak berubah dengan jatuhnya mesin berbobot sekitar 5 ton. fakta tentang seseorang yang berpegang teguh pada suatu pendirian. tiba-tiba lepas akibat dua fuse-pin (baut kedudukan mesin) lepas. yaitu suatu kondisi yang benar-benar terjadi.

2. Paragraf proses itu menyangkut jawaban atas pertanyaan bagaimana bekerjanya.2. urutan fungsional. 3. mengembangkan kerangka menjadi karangan. Suroto. di antaranya pola pengembangan proses. dan 4. menentukan tujuan karangan. 3. Langkah-langkah Menulis Eksposisi 1. 3. bagaimana hal itu terjadi. Langkah-langkah Menyusun Paragraf Proses Pola pengembangan karangan eksposisi bisa bermacam-macam. Sugiarti. . semoga Karangan / Paragraf Eksposisi ini dapat berguna bagi saudara saudara semua ^_^ Sumber : BS . karangan Sri Utami. bagaimana mengerjakan hal itu (membuat hal ini). Untuk memperjelas uraian. C. Cari Kata Lain selain menyusun paragraf. memilih data yang sesuai dengan tema. Bila tahaptahap kejadian ini berlangsung dalam waktu yang berlainan. bagaimana barang itu disusun. analisis perbandingan. EKSPOSISI Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. membuat kerangka karangan. Berikut langkah penulisannya : 1. 2. Penulis harus mengetahui perincian secara menyeluruh. dapat dilengkapi dengan grafik. Ada kemungkinan kata menyusun paragraf terlalu umum Gunakan kata yang masih berhubungan dengan menyusun paragraf yang lebih jelas. Demikian artikel ini saya susun. dan 4. D.E Bahasa dan Sastra Indonesia Untuk SMA/MA Kelas X. penulis harus memisahkan dan mengurutkannya secara kronologis. Membagi perincian atas tahaptahap kejadiannya. menentukan tema. urutan atau analisis sebab akibat. Alexander Sosa [ Terimakasih Yang Sebesar Besarnya] ------------------------------Baca Juga Artikel Yang Berkaitan ini : Tips mencari menyusun paragraf : Perhatikan kata menyusun paragraf dengan benar. gambar atau statistik.

Dalam bidang akuntasi. tanah yang subur. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses. 2. Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan dikelupas sampai bersih kira-kira sepanjang 10 cm. Pilihlah ranting yang tegak. yaitu akuntansi dan auditing. dan sabut secukupnya. antara lain: Manfaat kegiatan ekstrakurikuler Peranan majalah dinding di sekolah Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil. ksposisi Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca.Contoh: Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok. dapat dilengkapi dengan grafik. Sebagai catatan. juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan. Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses. Contoh paparan proses: Cara mencangkok tanaman: 1. Langkah menyusun eksposisi: . pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan. gambar atau statistik. Siapkan pisau. Topik yang tepat untuk eksposisi. tali rafia. dan sehat dengan diameter kira-kira 1. Tidak jarang eksposisi berisi uraian tentang langkah/ cara/ proses kerja. tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Langkah menyusun eksposisi: Menentukan topik/ tema Menetapkan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi. Untuk memperjelas uraian.5 sampai 2 cm. kekar. 3.

Contoh karangan eksposisi pada umumnya: Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang KANKER PARUPARU DAN PENGOBATANNYA. [sunting] Contoh Contoh topik yang tepat untuk eksposisi: Manfaat kegiatan ekstrakurikuler Peranan majalah dinding di sekolah Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil. yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut. juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan. Makalah ini memuat tentang “Penyakit Kanker Paru-Paru” yang sangat berbahaya bagi kesehatan seseorang. Dalam bidang akuntasi. Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. yaitu akuntansi dan auditing. Contoh paparan proses yang juga merupakan bentuk eksposisi: KATA PENGANTAR Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru bahasa Indonesia sang Penyusun yaitu Ibu Sumi yang telah membimbing penyusun agar dapat mengerti tentang bagaimana cara kami menyusun karya tulis ilmiah. pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan. . Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan.Menentukan topik/tema Menetapkan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.

yaitu: 1.Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. . 131 313 752 ABTRAKSI HJ. 2007. Uji Coba Pembelajaran Kelas IV SD. S. Negeri Empang Bahagia I Kecamatan Batuceper Kota Tangerang. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih. Penulis memiliki beberapa alasan pemilihan masalah seperti pada judul di atas. Karya Tulis MODEL PENGELOMPOKKAN TERPADU DAPAT MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KELAS Uji coba pembelajaran sains dikelas IV SDN EMPANG BAHAGIA I Kecamatan Batuceper Mengetahui /Menyetujui Kepala Sekolah Djuhairi.Pd. UPIT. Model Pengelompokkan Terpadu dapat Meningkatkan Eektifitas Pengelolaan Kelas. hal ini sulit bagi guru untuk mengelola kelas secara optimal. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Karya tulis ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan "Apakah dengan model pengelompokkan terpadu dapat meningkatkan efektifitas pengelolaan kelas". Sehubungan dengan kelas kami jumlah siswanya terlalu banyak. Karya Tulis : Lomba Guru Berprestasi Tingkat Kota Tangerang.

karena setiap kelompok diberikan kepercayaan dan tangung jawab untuk membantu teman sekelompoknya yang memiliki masalah sebelum ditangani oleh guru Dalam pengawasan.2. Karena terjadi persaingan diantara kelompok. karena hal ini merupakan tanggung jawab dan dibawah pengawasan ketua kelompok Dalam pengumpulan dana untuk keperluan sehari-hari dalam kelas misalnya ulangan. Model pengelompokan terpadu ternyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat digunakan untuk beberapa bidang studi. KATA PENGANTAR . Model pengelompokkan terpadu terdiri dari beberapa siswa dengan latar belakang tingkat kecerdasan dan karakteristik tingkah laku yang beragam sehingga dapat menciptakan iklim sosial yang positif. 3. dana sosial dan membeli peralatan kebersihan Dalam pengoreksian hasil evaluasi dengan koreksi silang antar kelompok Dalam bimbingan belajar dan sosial. 5. Model pengelompokkan terpadu dapat dimanfaatkan dengan berbagai tujuan. sehingga hal ini tidak dianggap suatu hambatan justru sebaliknya dapat dijadikan kekuatan dalam mengelola kelas serta dapat dijadikan model pengelolaan kelas alternatif. Model pengelompokkan terpadu dapat di gunakan beberapa bidang studi dalam kegiatan belajar mengajar. karena dengan jumlah siswa yang banyak sering kali terjadi perkelahian antar siswa tapi denganpengelompokan terpadu hal ini dapat dikurangi Kesimpulan yang dapat dikemukakan dalam karya tulis ini adalah : Pengelolaan kelas dengan model pengelompokan terpadu dapat membantu guru dalam mengkondisikan kelas untuk menciptakan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotifasi siswa agar lebih kreatif sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Model pengelompokkan terpadu membuat para siswa belajar lebih menyenangkan. Pengelompokan terpadu di kelas dapat memberikan beberapa kemudahan bagi guru dalam mengelola kelas diantaranya : Dalam pembelajaran guru dapat memberikan tugas kepada siswa yang memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi untuk membantu teman sekelompoknya yang mengalami kesulitan pemahaman dalam belajar (tutor sebaya) Dalam pemberian tugas dapat lebih terkordinasi dengan baik. Dengan demikian pengelolaan kelas dengan model pengelompokan terpadu ini dapat dimanfaatkan oleh guru terutama yang memiliki kelas dengan jumlah siswa lebih banyak. 4.

Bapak Drs. Kepala Cabang Dinas Batu Ceper Kota Tangerang 2. 5. M. 4. Bapak H.Pd. Amin dan semoga karya tulis ini bermanfaat. dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang membantu dan membimbing penulisan ini. Selaku Kepala SDN Empang Bahagia I sekaligus Ketua Gugus IV Kompleks SDN Empang Bahagia.. Bapak H.Pd. Karya tulis ini disusun dalam rangka memenuhi persyaratan lomba guru berprestasi kota tangerang. 6. April 2007 Penulis . Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada : 1. Tangerang. Siti Hawilah. H. yang selalu memberika bimbingan dan arahan bagi penulis. oleh karena itu.. Selaku Pengawas TK / SD di Kecamatan Batu Ceper 3. kritik dan saran para pembaca akan penulis terima dengan senang hati demi penyempurnaan karya tulis ini di masa yang akan datang. Yth. S. dan Ibu Dra. dan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Taufik Sanyoto. S. Idrus. Sehubungan dengan tersusunnya karya tulis ini penulis dapat mendapat bantuan dari berbagai pihak. Yth. Rekan-rekan sejawat di SDN Empang Bahagia I Mudah-mudahan amal dan jasa baik mereka diterima oleh Allah SWT. Yth. dan Bapak Drs.Pd. Bapak Drs. khususnya bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. uji coba pembelajaran di kelas IV SD NEGERI EMPANG BAHAGIA I KECAMATAN BATUCEPER. Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih terdapat kekurangan dan kelemahannya. Sonip. M.. Bapak Djuhairi.Seraya memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena penulis menyadari bahwa berkat rahmat dan hidayatnya penulis dapat menyelesaikan karya tulis dengan judul model pengelompokan terpadu dapat meningkatkan efektifitas pengelolaan kelas. Hj. Rekan-rekan pemandu bidang studi di Gugus IV Kompleks SDN Empang Bahagia. S. Ramli. Yth. Ujat Sudrajat. Oleh karena itu.

3.3 Permasalahan yang Dihadapi Guru 6 2.2.1 Pengertian Model Pengelompokkan Terpadu 3 2.1 Latar Belakang Masalah 1 1.1 Visi 4 2.1 Kesimpulan 9 3.2.2 Pengertian Efektivitas Pengelompokkan Kelas 3 2.3 Pembatasan masalah dan perumusan masalah 2 BAB II MODEL PENGELOMPOKKAN TERPADU DAPAT MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KELAS 2.2 Saran 9 DAFTAR PUSTAKA 11 LAMPIRAN 12 DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS 18 .4 Upaya dan Dukungan dari Pemerintah Daerah.2 Misi 5 2.2.2 Permasalahan Tempat Tugas 6 2.1.3 Tujuan 6 2.2 Visi.DAFTAR ISI ABSTRAKSI iii KATA PENGANTAR v DAFTAR ISI vii DAFTAR LAMPIRAN ix BAB I PENDAHULUAN 1.3.1 Permasalahan yang Ada Pada Guru Itu Sendiri 6 2. dan KKG 7 BAB III PENUTUP 3.1. Komite Sekolah.2 Identifikasi Masalah 2 1.1 Pengertian Pengelompokkan Terpadu dan Efektivitas Pengelolaan Kelas 3 2. Misi dan Tujuan 4 2.3.3 Permasalahan Dari Masyarakat 7 2.

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Keterangan Penulisan Karya Tulis 12 Lampiran 2 Rencana Pembelajaran 13 Lampiran 3 Lembar Kerja Siswa 15 Lampiran 4 Lembar Pengamatan 16 Lampiran 5 Hasil Pekerjaan Siswa Lampiran 6 Foto-Foto Kegiatan Belajar Mengajar dengan Model Kelompok Terpadu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah .

Pembatasan masalah diperlukan untuk memperjelas permasalahan yang ingin dipecahkan. salah satu dari bagian komponen sekolah adalah guru. 1. Bagaimana penataan alat-alat pelajaran dan perlengkapan kelas lainnya yang dapat menunjang keberhasilan proses belajar mengajar Bagaimana menata keindahan dan kebersihan kelas sehingga dapat memotivasi siswa dalam kegiatan belajar. penulis memberikan batasan sebagai berikut : Pengelolaan kelas yang berkaitan dengan penataan tempat duduk siswa yaitu dengan model pengelompokkan terpadu Sejauh mana model pengelompokkan terpadu membantu guru dalam pengelolaan kelas . Sebagai guru kelas penulis melihat pembelajaran menjadi kurang efektif karena jumlah siswa terlalu banyak. karena kelemahan dari salah satu komponen akan berpengaruh pada komponen yang lain yang pada akhirnya akan berpengaruh juga pada jalannya sistem itu sendiri. Namun penulis ingin mengubah hambatan tersebut menjadi sebuah kekuatan dalam pengelolaan kelas yang efektif dan efisien sehingga nantinya akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Yang mana setiap kelompok terdiri dari beberapa orang siswa dengan tingkat kemampuan.3 Pembatasan Masalah dan Perumusan Masalah Dari sekian permasalahan yang ada tidak mungkin penulis dapat membahasnya secara keseluruhan. karena mengingat kemampuan yang ada baik intelektual. Sekolah memberikan pengetahuan. menguasai metode. Bagaimana membina disiplin di dalam kelas melalui pendekatan-pendekatan tertentu yang dapat mengembangkan tingkah laku siswa yang diharapkan 1. penulis mencoba menampilkan pengelolaan kelas dengan model pengelompokkan terpadu. diantaranya : Bagaimana menata siswa dalam kelas agar siswa dapat terorganisir dengan baik? Bagaimana Penataan ruang kelas agar dapat menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan. inovatif dan menyenangkan. menguasai materi. karena hal ini banyak memberika manfaat dan kemudahan bagi guru dalam mengelola kelas. keterampilan dan sikap kepada anak didiknya secara lengkap sesuai dengan yang mereka butuhkan. Maka penulis perlu memberikan batasan-batasan masalah. Guru dituntut untuk mampu menguasai kurikulum. Semua fungsi sekolah tersebut tidak akan efektif apabila komponen dari sistem sekolah tidak berjalan dengan baik. sikap.Sekolah merupakan lembaga formal yang berfungsi membantu khususnya orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka. Hal ini tentu suatu hambatan bagi guru dalam mengelola kelas. dan keterampilan yang berbeda. Untuk menjawab hal itu. Bagaimana penataan tempat duduk siswa agar siswa dapat belajar lebih efektif dan efisien serta memenuhi syarat edukatif. biaya dan waktu yang dimiliki penulis sangat terbatas.2 Identifikasi Masalah Banyak masalah yang berkaitan dengan pengolaan kelas yang dapat diidentifikasi. dan tidak kalah pentingnya guru juga harus mampu mengelola kelas sedemikian rupa sehingga pembelajaran berlangsung secara aktif. Oleh karena itu.

memelihara dan mengatur kondisi yang optimal serta memperbaiki jika terjadi gangguan agar proses belajar mengajar berlangsung secara efektif dan efesien. dengan indikator "mengidentifikasi sifat benda padat.2.Sementara yang mengatakan bahwa "Efektifitas adalah kesanggupan untuk mewujudkan suatu tujuan". guru merupakan salah satu unsur di bidang pendidikan . 2.Hani Handoko Merumuskan definisi efektifitas sebagai berikut : "Efektifitas merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang telah di tetapkan". Sedangkan pengelolaan kelas segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotifasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai kemampuan.1 Pengertian Efektifitas Pengelolaan kelas A. Misi dan Tujuan 2. individual dan kelompok. Pengertian Pengelolaan Kelas Kualitas belajar siswa dalam proses belajar mengajar tergantung pada banyak faktor antara lain jumlah siswa dalam kelas yang merupakan bagian dari pengelolaan kelas. Pengertian Efektifitas T. Tempat duduk siswa di dalam kelas dapat dikelola dalam klasikal.1. Kelas dalam arti luas adalah suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah dan menjadi satu kesatuan yang diorganisir menjadi unit kerja secara dinamis dalam kegiatan pembelajaran yang kreatif untuk mencapai tujuan. (pengelolaan kelas di Sekolah Dasar. Yang dimaksud dalam kelas ruangan belajar.1 Visi Guru dalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang berpontensial dibidang pembangunan oleh karena itu. Dari rumusan-rumusan tersebut dapat disimpulkan bahwa efektifitas merupakan kemampuan atau kesanggupan memilih dan mewujudkan tujuan secara tepat. Model pengelompokkan terpadu adalah kelompokan yang di bentuk dengan berbagai macam tujuan dan terdiri dari beberapa siswa yang memiliki latar belakang kemampuan pengetahuan sikap dan keterampilan yang berbeda. 2. 1993 / 1994) Efektifitas pengelolaan kelas merupakan upaya pihak guru untuk menata kehidupan kelas dan melakukan serangkaian usaha atau kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan.2 Visi.1 Pengertian Model Pengelompokan Terpadu Kegiatan belajar mengajar di dalam kelas memerlukan pengelolaan kelas yang efektif dan efisien salah satunya dengan menata tempat duduk siswa.Model pengelompokkan terpadu ini diuji cobakan pada pelajaran Sains. cair dan gas" BAB II MODEL PENGELOMPOKKAN TERPADU DAPAT MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PENGELOLAAN KELAS 2. B.

Berusaha melakukan inovasi menuju arah yang lebih baik. Mendeskrisikan manfaat yang dapat diperoleh dari Model Pengelompokan Terpadu.3 Tujuan Tujuan penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut: Memberikan solusi alternatif dalam pengelolaan kelas khususnya bagi kelas dengan jumlah siswa melebihi kelas ideal. serta memahami persalahan pendidikan. sehimgga dapat dikembangkan secara optimal. 2. yaitu mengajar.yang harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional. Misi sekolah yang telah dirumuskan tersebut harus di imbangi dengan misi pribadi seorang guru oleh sebab itu penulis mempunyai misi sebagai berikut : Menerapkan disiplin sehingga menjadi Role Model (panutan) bagi siswa. Meningkatkan ketrampilan siswa dalam mengunakan ilmu pengetahuan tehnologi.3. memotifasi dan membantu siswa untuk mengenali potensi dirinya. Peranan guru meliputi 3 hal utama.3 PERMASALAHAN YANG DIHADAPI GURU 2. Membantu memotivasi guru untuk mengubah hambatan menjadi daya dukung dalam pembelajaran. Sebagai perencana pembelajaran guru harus memiliki wawasan yang luas tentang tugasnya.2. Adapun misi SD Negeri Empang Bahagia I adalah sebagai berikut: Meningkatkan disiplin dalam proses belajar mengajar menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif pada seluruh warga sekolah. Sejalan dengan visi sekolah tersebut penulis mempunyai visi pribadi yaitu " Prestasi dalam Profesi yang dilandasi Akhlakul karimah". 2. Mengembangkan wawasan profesi secara berkesinambungan.1 Permasalahan yang Ada Pada Guru Itu Sendiri Guru malas membaca buku untuk menambah wawasan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Menumbuhkan penghayatan ajaran agama yang dianut dan juga budaya bangsa. Menjaga hubungan baik dengan teman sejawat dan lebih meningkatkan hubungan dengan Sang pencipta.2.2 Misi Sebagai lembaga pendidikan mempunyai pendidikan misi dan berusaha untuk mewujudkannya misi merupakan cara untuk mencapai visi yang telah ditetapkan. sesuai dengan tentuan masyarakat semangkin berkembang. Sebagai contoh SD Negeri Empang Bahagia I tempat penulis bekerja mempunyai Visi "Unggul dalam berprestasi. Guru juga harus memahami visi sekolah tempat dia bertugas sekaligus visi menjaga dirinya sendiri dalam melaksanakan tugasnya. mendidikan dan melatih. terampil dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan tehnologi berdasarkan iman dan takwa". sehingga menjadi kearifan dalam bertindak. . 2. Maka sebagai konsekwensinya guru harus bertindak sebagai perencana pembelajaran dan memudahkan pelaksanaan pembelajaran (fasilitator ).

Ada sebagian masyarakat yang masih kurang perhatian terhadap pendidikan. Guru segan untuk konsultasi mengenai kesulitan pembelajaran dalam wadah KKG. Adanya kerjasama antar sekolah dengan masyarakat melalui komite sekolah Adanya forum silahtuhrahmi antara sekolah dan masyarakat dalam merumuskan program dan kebijakan sekolah. . Upaya dan dukungan tersebut antara lain: Penyediaan gedung sekolah bertingkat sarana lainnya . Kurangnya perhatian dari kepala sekolah tentang kelemahan guru Kurang tersedianya sarana dan prasarana di sekolah 2. Adanya kerjasama antar guru dalam wadah KKG.3.3 Permasalahan dari Masyarakat.Guru hanya terpaku pada buku yang ada saja. Adanya kerjasama antar guru TK/SD atau Dinas P&K. Adanya kerjasama dengan intansi lain Adanya hubungan akrab Kepala sekolah dengan Guru. adat istiadat dan bahasa yang dapat juga mempengaruhi pendidikan. Kunjungan atau studi banding ke sekolah-sekolah yang lebih berhasil.4 Upaya dan Dukungan Praktisi Pendidikan Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (pendidik) bukan hanya merupakan tanggung jawab sekolah tetapi perlu adanya kerjasama yang baik dari pemerintah (PEMDA). Meningkatkan mutu guru melalui Dinas P&K Kota Tangerang dengan melalui penataranpenataran dan pelatihan adanya penyuluhan dan supervisi dari kepala sekolah. Guru malas inovasi dalam pembelajaran. Peningkatan kualitas guru dengan beasiswa PGSD DII atau SI. 2. Penyampaian informasi terbaru dari guru yang baru mengikuti penataran. 2. Meningkatkan kesehjateraan guru melalui intensif. Faktor lingkungan yang buruk sehingga ikut membentuk siswa menjadi kurang baik. pengawas dan kepala Cabang Dinas Kecamatan Batuceper. Dimata masyarakat guru serba segalanya sehingga bila melakukan suatu kesalahan. Adanya mutasi guru dalam mengajar agar tidak jenuh atau peningkatan karir. Faktor kebudayaan.2 Permasalahan Tempat Tugas Tempat tugas terlalu jauh sehingga menghabiskan waktu di perjalanan. Suasana ditempat tugas tidak ada kekeluargaan dan tidak kondusif sehingga membuat guru tidak merasa nyaman.3. Guru malas mengadakan bimbingan bagi siswa yang kurang menguasai pelajaran. Guru malas menggunakan berbagai metode dan tidak menguasai penggunaan alat peraga. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang sangat pesan sehingga ada sebagian masyarakat yang lebih maju dalam IPTEK dibandingkan guru itu sendiri. Komite Sekolah dan masyarakat serta adanya kerjasama antar guru. masyarakat langsung menghujat dan mencemooh.

Model Pengelompokkan Terpadu dapat digunakan dalam beberapa mata pelajaran untuk itu bisa dijadikan model alternatif bagi guru. 3. Model Pengelompokkan Terpadu ternyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa terutama dalam pelajaran Sains dengan indikator "Mengidentifikasi sifat benda cair padat dan gas". Model Pengelompokkan Terpadu dapat digunakan dalam beberapa mata pelajaran sekolah. . khususnya kepada guru kelas diantaranya : Agar suatu proses pembelajaran hasil yang optimal maka semua komponen pembelajaran harus baik dan mendukung.BAB III PENUTUP 3. Guru hendaknya terbuka terhadap inovasi – inovasi yang kreatif sehingga ilmu pengetahuan dan wawasannya mengenai pembelajaran semakin bertambah. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Pengelolaan kelas dengan Model Pengelompokkan Terpadu dapat membantu guru dalam mengkondisikan kelas untuk menciptakan suasana belajar mengajar yang lebih efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa dengan baik sehingga mendapatkan hasil yang lebih optimal. Salah satunya pengeloaan kelas dengan Model Pembelajaran Terpadu.1 Kesimpulan Setelah penulis mengamati proses Model Pengelompokan Terpadu dan mendapat nilai akhir siswa kelas IV dalam uji coba penerapan model pengelolaan kelas ini.2 Saran Berikut ini saran-saran yang dapat penulis sampaikan kepada para pembaca pada umumnya.

Edisi II BPFE Jogjakarta 1986. Lisma jamal. Drs. Zahara Idris. A. H. Suharsimi. Handoko. Pengelolaan Sekolah Dasar. Tabrani Rusyan Atang Kusdinar.A.1993/1994. B. (Jakarta : Raja Grafindo Persada 1996).DAFTAR PUSTAKA Debdikbud. Hani T. Zainal Arifin Pendekatan SURAT KETERANGAN Nomor : . Arikunto. (Jakarta : PT Gramedia Wiidiasarana Indonesia 1992). DRS. H. Pengantar Pendidikan. Pengelolaan Kelas dan Siswa. Pengantar Manajemen.

Batuceper Tlp.Yang bertanda tangan dibawah ini Kepala Sekolah Empang Bahagia I Kecamatan Batuceper Kota Tangerang. menerangkan bahwa : Nama : HJ.1 Mengidentifikasi sifat benda padat. Tangerang.GBPP 2006 . Batuceper Kota Tangerang. dan gas. kantong plastik. Keamanan Kec. 09 November 1969 Agama : Islam Alamat Rumah : Jl. / Corong kecil. selang. Manunggal No.Buku Sains 4 A hal : 103 . NIP : 131 313 752 RENCANA PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : SAINS Kelas / Semester : IV / I Waktu : 2 X 35 MENIT Kompetensi Dasar : 6. Maret 2007 Kepala SDN Empang Bahagia I Djuhairi. cair. Demikian surat keterangan ini kami buat dengan sebenarnya agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Sumber : . . cair dan gas memiliki sifat tertentu Hasil belajar : Mengidentifikasi sifat benda padat. UPIT NIP : 131958544 Jabatan : Guru Madya TK I Tempat/tgl lahir : Tangerang. Indikator : Mengindentifikasi sifat benda cair.Buku paket hal : 73 Penerbit : Titian Ilmu .Pd.(021) 70215863 Kota Tangerang Adalah benar telah menyusun karya tulis dengan judul : Judul Karya Tulis : Model pengelompokan terpadu dapat meningkatkan efektifitas Pengelolaan kelas uji coba pembelajaran di kelas IV SDN Empang Bahagia I Kec.113 Penerbit : Sarana Panca Karya Alat : Air berbagai wadah kain / tisu / sumbu kompor. S. 89 Kapuk RT 013/011 Cengkareng Jakarta Barat Alamat Kantor : Jl.

selang. Kegiatan Awal v1 Tanya jawab tentang manfaat air 10 menit Individu Aktif 2 2. 2 gelas 2) Dari alat dan bahan tersebut apa percobaan yang dapat kamu lakukan ? jelaskan cara kerjanya ! 3) Menurut kelompokmu. dengan alat yang tersedia v3 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok v4 Menyimpulkan materi 40 menit Kelompok Kreatif 3 3. Kegiatan Inti v2 Berdiskusi untuk menemukan sendiri salah satu sifat air melalui percobaan.Pengelolaan Waktu Siswa 1 1. Kegitan Akhir v1 Evaluasi v2 Tindak lanjut ( PR ) 20 menit Individu Aktif Tangerang. dari hasil percobaan tersebut sifat air yang bagaimanakah yang kamu peroleh ? air yang mengalir dari tempat yang tinggi ketempat yang rendah . lorong. Maret 2006 Mengetahui Kepala Sekolah Guru Kelas ()() LEMBAR KERJA DISKUSIKANLAH DENGAN KELOMPOKMU ! 1) Alat dan bahan apa saja yang tersedia dikelompokmu ? ember.

lorong.NAMA KELOMPOK : JERUK Ketua : Ana G Sekretaris : Aziz Anggota : 1. Pipit 2. Tarmedi 4. selang. dari hasil percobaan tersebut sifat air yang bagaimanakah yang kamu peroleh ? air yang mengalir dari tempat yang tinggi ketempat yang rendah NAMA KELOMPOK : STAWBERY Ketua : Riski Setiadi Sekretaris : Novita Wahidah Putri Anggota : 1. Delia 4. Angga Ardiansyah 2. Evi S LEMBAR KERJA DISKUSIKANLAH DENGAN KELOMPOKMU ! . Krisnadi F 3. Eka 5. 2 gelas 2) Dari alat dan bahan tersebut apa percobaan yang dapat kamu lakukan ? jelaskan cara kerjanya ! 3) Menurut kelompokmu. Putra LEMBAR KERJA DISKUSIKANLAH DENGAN KELOMPOKMU ! 1) Alat dan bahan apa saja yang tersedia dikelompokmu ? ember. Wahyu M 3.

Icuk P Eksposisi merupakan sebuah paparan atau penjelasan. dari hasil percobaan tersebut sifat air yang bagaimanakah yang kamu peroleh ? air yang mengalir dari tempat yang tinggi ketempat yang rendah NAMA KELOMPOK : DRAGON Ketua : Wahyu Arif . 2 gelas 2) Dari alat dan bahan tersebut apa percobaan yang dapat kamu lakukan ? jelaskan cara kerjanya ! 3) Menurut kelompokmu. dari hasil percobaan tersebut sifat air yang bagaimanakah yang kamu peroleh ? air yang mengalir dari tempat yang tinggi ketempat yang rendah NAMA KELOMPOK : MAWAR Ketua : Dika Wati Sekretaris : Dedi K Anggota : 1. Jika ada paragraf yang menjawab pertanyaan apakah itu? Dari mana asalnya? Paragraf tersebut merupakan sebuah paragraf eksposisi. Suci Y LEMBAR KERJA DISKUSIKANLAH DENGAN KELOMPOKMU ! 1) Alat dan bahan apa saja yang tersedia dikelompokmu ? ember. pembaca mendapat pengetahuan atau informasi yang sejelas – jelasnya. Septi R 2. 2 gelas 2) Dari alat dan bahan tersebut apa percobaan yang dapat kamu lakukan ? jelaskan cara kerjanya ! 3) Menurut kelompokmu. lorong. . Hartono H 4. Fitri F 2.S Sekretaris : Lina Diana Anggota : 1. selang. Eksposisi adalah karangan yang menyajikan sejumlah pengetahuan atau informasi. lorong. Syerli 3.1) Alat dan bahan apa saja yang tersedia dikelompokmu ? ember. Tujuannya. Sepsita S 3. selang.

Hal ini terlihat di beberapa wilayah Bantul dan Jetis. pertebal keyakinan Anda. bantuan untuk para korban gempa Yogyakarta belum merata. (3) eksposisi klasifikasi. Bantuan pembangunan rumah atau bangunan tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakannya. Pertama. yaitu (1) eksposisi definisi. Warga yang rumahnya rusak berat mendapat bantuan sekitar 30 juta. warga Desa Piyungan hanya makan singkong. PARAGRAF 5 . Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.Contoh : laporan Dalam paragraf eksposisi. untuk menambah rasa percaya diri. PARAGRAF 3 Sampai hari ke-8.urni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. di Desa Piyungan. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun warga. (2) eksposisi proses. (5) eksposisi perbandingan & pertentangan. Mengenali Contoh-contoh Paragraf Eksposisi PARAGRAF 1 Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen . persipakan diri Anda sebaik-baiknya bila menghadapi situasi atau suasana tertentu. keempat. pelajari sebaik-baiknya bila menghadapi situasi tersebut. PARAGRAF 4 Pernahkan Anda menghadapi situasi tertentu dengan perasaan takut? Bagaimana cara mengatasinya? Di bawah ini ada lima jurus untuk mengatasi rasa takut tersebut. pupuk dan binalah rasa percaya diri. Misalnya. itu adalah sisa-sisa beras yang mereka kumpulkan di balik reruntuhan bangunan. kedua. Sampai saat ini. (4) eksposisi ilustrasi (contoh). Warga yang rumahnya rusak sedang mendapat bantuan sekitar 20 juta. dan (6) eksposisi laporan. ada beberapa jenis pengembangan. kelima. kita harus menambah kecakapan atau keahlian melalui latihan atau belajar sungguh – sungguh. baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit. Warga yang rumahnya rusak ringan mendapat bantuan sekitar 10 juta. Calon penerima bantuan tersebut ditentukan oleh aparat desa setempat dengan pengawasan dari pihak LSM. PARAGRAF 2 Pemerintah akan memberikan bantuan pembangunan rumah atau bangunan kepada korban gempa. ketiga. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah kurang merata. setelah timbul rasa percaya diri. Jika ada warga yang makan nasi.

dan pakaian dipusatkan di beberapa tempat. akan tetapi. Harga Risha sedikit lebih mahal. sistem struktur dan konstruksi Risha memungkinkan rumah ini berbentuk panggung. sebagian Yogyakarta dan Jawa Tengah luluh lantak. bahkan motonya "Pagi Pesan. Bantuan berbentuk makanan. obat-obatan. PARAGRAF 6 Sebenarnya.9 skala richter. topik-topik yang dikembangkan dalam paragraf eksposisi berkaitan dengan penyampaian informasi. Bedanya. Mereka memberikan bantuan di beberapa rumah sakit dan tenda – tenda darurat. Kekuatannya terhadap gempa juga telah diuji di laboratorium sampai zonasi enam. Rp 20 juta untuk tipe 36. Topik – topik yang Dapat Dikembangkan Menjadi Paragraf Eksposisi Tujuan paragraf eksposisi adalah memaparkan atau menjelaskan sesuatu agar pengetahuan pembaca bertambah. Sore Huni". Keadaan ini mengundang perhatian berbagai pihak. Bantuan pun berdatangan dari dalam dan luar negeri. gampang dibongkar-pasang. Tenaga medis dari daerah-daerah lain pun berdatangan. . diperkuat pelat baja di bagian sambungannya. usianya dapat mencapai 50 tahun karena komponen struktur memakai beton bertulang. Modelnya hampir sama. Oleh karena itu. Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Departemen Pekerjaan Umum juga menawarkan "Risha" alias Rumah Instan Sederhana Sehat. Hal ini dimaksudkan agar pendistribusian bantuan tersebut lebih cepat. Berikut ini contoh – contoh topik yang dapat dikembangkan menjadi sebuah paragraf eksposisi.Pascagempa dengan kekuatan 5. bukan hanya ITS yang menawarkan rumah instan sehat untuk Aceh atau dikenal dengan Rumah ITS untuk Aceh (RI-A).

kemudian masing-masing dikembangkan secara berurutan. (4) eksposisi ilustrasi (contoh).” 3. bagaikan. Mengilustrasikan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan sifat.1. berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian. 5. dalam hal ini penulis mencoba menerangkan ide dalam kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain. Eksposisi analisis. (5) eksposisi perbandingan & pertentangan. 4. (3) eksposisi klasifikasi. 8. Konsep bantuan langsung tunai. pengembangannya menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Eksposisi perbandingan. dan (6) eksposisi laporan. 7. Eksposisi klasifikasi.” 6. Dalam paragraf eksposisi. atau cara-cara tertentu. Eksposisi pertentangan. Biasanya menggunakan frase penghubung “seperti ilustrasi berikut ini. sebaliknya. sering ditemukan dalam buku-buku petunjuk pembuatan. Eksposisi ilustrasi. 4. Eksposisi definisi. yaitu (1) eksposisi definisi. Bagaimana proses penyaluran bantuan langsung? 3. membagi sesuatu dan mengelompokkan ke dalam kategorikategori . batasan pengertian sesuatu dengan menfokuskan pada karakteristik sesuatu itu. Manfaat menjadi orang kreatif 2. Ada beberapa jenis paragraf eksposisi: 1. Eksposisi berita. (2) eksposisi proses. dapat diilustrasikan seperti. ada beberapa jenis pengembangan. seperti. Faktor – faktor penyebab mewabahnya penyakit flu burung. Jenis ini banyak ditemukan pada surat kabar. meskipun begitu. frase penghubung yang biasa digunakan adalah “akan tetapi. Eksposisi proses. proses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa subbagian. penggunaan. berisi pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful