KURETASE

Kuretase bukan ditujukan untuk menggugurkan janin dalam kandungan. Masih banyak kasus lain yang lebih penting untuk dilakukan tindakan kuretase, karena masalah tersebut bisa mengganggu kesehatan. Kuretase tak bisa asal dilakukan. Selain harus ada indikasi medis, juga harus ada persetujuan dari pasangan suami-istri. Dan, keputusan tersebut ditentukan oleh tim dokter dari hasil diagnosa. Kebanyakan wanita memang punya bayangan mengerikan tentang proses kuretase. Mulai rasa sakit sampai khawatir terjadi efek samping. Padahal, menurut konsultan fertilitas dan endokrinolog RS Cipto Mangunkusumo, dr. Muharam, Sp.OG (K), kuretase justru penting dilakukan untuk mempersiapkan kehamilan selanjutnya. Tanpa kuretase, justru bisa memperbesar gangguan pada alat reproduksi wanita, serta dapat menyebabkan kesulitan memiliki keturunan. Tak hanya untuk kesehatan reproduksi, kuretase juga bisa dilakukan untuk mengetahui siklus haid yang normal hingga mendeteksi adanya keganasan sel di dalam rahim

4. PERSIAPAN SEBELUM KURETASE
y y y y y y

Persiapan Pasien Persiapan Psikologis Persiapan Petugas Persiapan Alat Persiapan Obat-Obatan (indikasi,kontra indikasi dan efek samping dan mekanisme kerja obat) Efek farmakologis

PEMBAHASAN 1. PENGERTIAN KURETASE
Kuretase adalah cara membersihkan hasil konsepsi memakai alat kuretase (sendok kerokan). Kuretase adalah serangkaian proses pelepasan jaringan yang melekat pada dinding kavum uteri dengan melakukan invasi dan memanipulasi instrument (sendok kuret) ke dalam kavum uteri. Kuretase adalah cara membersihkan hasil konsepsi memakai alat kuretase (sendok kerokan). Sebelum melakukan kuretase, penolong harus melakukan pemeriksaan dalam untuk menentukan letak uterus, keadaan serviks dan besarnya uterus. Gunanya untuk mencegah terjadinya bahaya kecel kaan a misalnya perforasi. Kuret adalah tindakan medis untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim. Jaringan itu sendiri bisa berupa tumor, selaput rahim, atau janin yang dinyatakan tidak berkembang maupun sudah meninggal. Dengan alasan medis, tidak ada cara lain jaringan semacam itu harus dikeluarkan. ( Dr. H. Taufik Jamaan, Sp.OG ) Sebuah kuret adalah alat bedah yang dirancang untuk mengorek jaringan biologis atau puing di sebuah biopsi, eksisi, atau prosedur pembersihan. (Michelson, 1988).

Misalnya. harus dilakukan kuretase. Begitupun dengan perdarahan yang terjadi pada wanita usia di atas 40 tahun. Bila mengandung keganasan. Perdarahan pascapersalinan Kehamilan dan kelahiran bisa saja lancar. yang juga terjadi akibat gangguan haid. Pada kondisi ini. Wanita dengan kelainan organ penting berisiko tinggi bila hamil. mengalami kelainan pada paru-paru. TUJUAN KURETASE Menurut ginekolog dari Morula Fertility Clinic. keputusan tersebut ditentukan oleh tim dokter dari hasil diagnosa. juga harus ada persetujuan dari pasangan suami-istri. b. akan ditentukan pengobatan selanjutnya sehingga keganasan tersebut segera dapat dih entikan atau diminimalkan. Beberapa kondisi dimana seorang wanita harus menjalani kuretase: 1. yang mengalami perdarahan akibat gangguan haid. seringkali tidak dapat diatasi dengan obat-obatan. tujuan kuret ada dua yaitu: a. apakah sejenis tumor atau gangguan lain. Begitu juga persiapan yang harus dilakukan pasien sebelum menjalani kuret. Kuretase tak bisa asal dilakukan. KAPAN KURETASE HARUS DILAKUKAN Kuretase bukan ditujukan untuk menggugurkan janin dalam kandungan. RS Bunda.2. Masih banyak kasus lain yang lebih penting untuk dilakukan tindakan kuretase. Penegakan diagnosis. dengan dua tujuan. 2. Dan. Kehamilan bermasalah . karena masalah tersebut bisa mengga ggu n kesehatan. tindakan kuretase harus dilakukan untuk membersihkan sisa-sisa jaringan yang masih tertinggal agar perdarahan tidak terus terjadi. kuret ditempuh oleh dokter untuk membersihkan rahim dan dinding rahim dari benda-benda atau jaringan yang tidak diharapkan. Intinya. Jakarta. Gangguan haid seperti itu. 4. Semisal mencari tahu gangguan yang terdapat pada rahim. tindakan yang dilakukan pada dasarnya sama saja. 3. Pada kondisi seperti itu. Meski tujuannya berbeda. Ada gangguan haid Kuretase bisa saja dilakukan pada wanita yang tidak hamil. Selain harus ada indikasi medis. untuk menghentikan perdarahan akibat adanya sisa-sisa jaringan yang masih tertinggal dan kedua untuk mencari kepastian apakah jaringan tersebut ganas atau tidak. Pertama. ada kalanya terjadi perdarahan hebat pascapersalinan akibat sisa-sisa jaringan yang belum keluar atau terlepas. Jiwa ibu terancam oleh kehamilan Ada kalanya kehamilan dapat mengancam jiwa ibu. Seperti kelainan jantung atau paru-paru. Sebagai terapi pada kasus-kasus abortus. karena ibu mempunyai kelainan. tapi bisa juga satu minggu atau satu bulan kemudian. Perdarahan pascapersalinan ini bisa langsung terjadi setelah melahirkan. Namun. 3. dimana ada tekanan pada paru-paru risikonya akan makin besar. untuk berbaring saja sesak apalagi kalau hamil.

Apabila ditemukan pada usia kehamilan 16-20mg. dimana ditemukan janin tetapi jantung janin tidak berdenyut. seperti chorio Ca. misalnya. Menometroraghia ( perdarahan yang banyak dan memanjang diantara siklus haid ). Sebab. Tindakan kuretase sebaiknya dilakukan pada trimester pertama atau maksimal janin berusia 12 minggu. 4. dan keamanannya cukup tinggi. Blighted ova ( janin tidak ditemukan. pada saat itu janin belum begitu besar. 3. Tapi. mau tidak mau kuretase harus dilakukan demi menyelamatkan nyawa. yang berkembang hanya plasenta ). Tanda2 hamil anggur adalah tinggi rahim tidak sesuai dengan umur kehamilannya. janin meninggal dalam kandungan usia 4-5 bulan pun bisa dilakukan meski risikonya lebih tinggi. Akan tetapi bila ditemukan saat usia keha milan < 16 mg dapat langsung dilakukan kuretase. Biasanya parameter yang jelas adalah pemeriksaan USG. Kuretase dalam hal ini dilakukan untuk menghentikan perdarahan yang terjadi oleh karena keguguran. seperti hamil anggur.Wanita yang kehamilannya mengalami masalah. Banyak wanita yang takut menjalani kuretase. juga harus diatasi dengan kuretase untuk mengeluarkan sisa -sisa jaringan. Konseling pra tindakan : 1) Memberi informed consent 2) Menjelaskan pada klien tentang penyakit yang diderita . diperlukan obat perangsang persalinan untuk proses pengeluaran janin kemudian baru dilakukan kuretase. Tapi. Dead conseptus ( janin mati pada usia kehamilan < 20 mg ). Hal ini juga dapat menjadi suatu penyakit keganasan trophoblas pada kehamilan. Abortus MOLA ( tidak ditemukannya janin. yang tumbuh hanya plasenta dengan gambaran bergelembung2 seperti buah anggur. oleh karena ganguan hormonal atau adanya tumor rahim ( myoma uteri ) atau keganasan ( Kanker endometrium ) setelah hasil kuretase diperiksa secara mikroskopik ( Patologi Anatomi jaringan endometrium ). pada saat itu risiko terjadinya efek samping sangat kecil. Tindakan kuretase memang relatif aman dilakukan saat usia kehamilan baru menginjak trimester pertama. Untuk mencegah perdarahan yang bisa saja terjadi. ataupun janin meninggal dalam kandungan. Indikasi Kuretase : 1. yang disebut HAMIL ANGGUR ). Mekanisme perdarahan pada kasus keguguran adalah dengan adanya sisa jaringan me nyebabkan rahim tidak bisa berkontraksi dengan baik sehingga pebuluh darah pada lapisan dalam rahim tidak dapat tertutup dan menyebabkan perdarahan. penyakit trophoblas ganas pada kehamilan. 2. Rahim lebih cepat membesar dan apabila ada perdarahan ditemukan adanya gelembung2 udara pada darah. pada kasus lain. Dalam kasus ini kuretase harus dilakukan oleh karena plasenta yang tumbuh akan berkembang menjadi suatu keganasan. 4. bila mengalami masalah seperti yang telah disebutkan. Tindakan kuretase dilakukan disamping untuk menghentikan perdarahan juga dapat digunakan untuk mencari penyebabnya. biasanya masih tersisa adanya plasenta). hamil kosong. Sebab. 5. Abortus incomplete ( keguguran saat usia kehamilan < 20 mg dengan didapatkan sisa-sisa kehamilan. PERSIAPAN SEBELUM KURETASE A.

yang saling berkoordinasi. dan Paru ± paru dan sebagainya. tujuan dan manfaat tindakan 4) memeriksa keadaan umum pasien. PERSIAPAN TINDAKAN 1) menyiapkan pasien ‡ mengosongkan kandung kemih ‡ membersihkan genetalia eksterna ‡ membantu pasien naik ke meja ginek ‡ Lakukanlah pemeriksaan umum : Tekanan Darah. Namun tak menutup kemungkinan kuret segera dilakukan untuk kebaikan pasien. Keadaan Jantung. ‡ Cek adanya perdarahan Dokter akan melakukan cek darah untuk mengetahui apakah pasien mengalami gangguan perdarahan atau tidak. Mengatasi perdarahan 5. Memeriksa sistim pernafasan 4. dokter kandungan. USG (ultrasonografi) 2. terlebih dahulu pasien harus dipersiapkan dari ruangan ‡ Puasa: Saat akan menjalani kuretase. Nadi. Tujuannya supaya perut dalam keadaan kosong sehingga kuret bisa dilakukan dengan maksimal. kuret akan ditunda sampai masalah perdarahan teratasi. pascakuret. Biasanya akan dibentuk tim dokter sesuai dengan keahlian masing-masing. ‡ Sebelum masuk ke ruang operasi. dilakukan puasa 4-6 jam sebelumnya. Koordinasi ini akan dilakukan saat pelaksanaan kuret. bila memungkinkan pasien dipuasakan. . Jika ada indikasi gangguan perdarahan. Pemeriksaan sebelum curretage 1. Memastikan pasien dalam kondisi sehat dan fit C. B.3) Menerangkan kepada pasien tentang tindakan kuretase yang akan dilakukan: garis besar prosedur tindakan. dokter bedah. Mengukur tensi dan Hb darah 3. dokter hematologi. ‡ Pasanglah infuse cairan sebagai profilaksis ‡ Pada umumnya diperlukan anestesi infiltrasi local atau umum secara IV dengan ketalar. dan sampai pasien sembuh.

orangtua. kemudian pasien dibius dengan anesthesi narkose ‡ Setelah pasien tertidur. Walhasil. segera pasang alat bantu napas dan monitor EKG ‡ Bebaskan area yang akan dikuret 2) Persiapan petugas a) mencuci tangan dengan sabun antiseptic b) baik dokter maupun perawat instrumen melakukan cuci tangan steril c) memakai perlengkapan : baju operasi. Tetapi ada pula yang biasa -biasa saja. Ada yang bilang kuret sangat menyakitkan sehingga ia kapok untuk mengalaminya lagi. biasanya rasa sakit bisa teratasi dengan baik. Meskipun obat bius yang diberikan kecil sudah bisa bekerja dengan baik. Sangat baik bila ibu meminta bantuan kepada orang terdeka seperti suami. ‡ Mengganti baju pasien dengan baju operasi ‡ Memakaikan baju operasi kepada pasien dan gelang sebagai identitas ‡ Pasien dibawa ke ruang operasi yang telah ditentukan ‡ Mengatur posisi pasien sesuai dengan jenis tindakan yang akan dilakukan. Sebaliknya. sakit tidaknya kuret sangat individual. Sebenarnya. segi psikis sangat berperan dalam menentukan hal ini. maka obat bius yang diberikan bisa tidak mempan karena secara psikis rasa takutnya sudah bekerja lebih dahulu. t dan lainnya. dokter akan menambah dosisnya. bila saat akan dilakukan kuret ibu bisa tenang dan bisa mengatasi rasa takut. Bila ibu sudah ketakutan bahkan syok lebih dulu sebelum kuret. Sebab rasa takut akan menambah kuat rasa sakit. masker dan handscoen steril d) Perawat instrumen memastikan kembali kelengkapan alat-alat yang akan digunakan dalamtindakan kuret e) Alat disusun di atas meja mayo sesuai dengan urutan 3) Persiapan alat dan obat : a) Alat tenun. Persiapan psikis bisa dengan berusaha menenangkan diri untuk mengatasi rasa takut. terdiri dari : ‡ baju operasi ‡ laken . pahami bahwa kuret adalah jalan yang terbaik untuk mengatasi masalah yang ada. Untuk itu sebaiknya sebelum menjalani kuret ibu harus mempersiapkan psikisnya dahulu supaya kuret dapat berjalan dengan baik. Bila diperlukan.Persiapan Psikologis Setiap ibu memiliki pengalaman berbeda dalam menjalani kuret. sahabat. Sebab. gunakan jasa psikolog apabila ibu tak yakin dapat mengatasi masalah ini sendirian. seperti halnya persalinan normal. maka munculnya rasa sakit sangat mungkin terjadi. Bila ketakutannya begitu luar biasa.

‡ Menyiapkan alat kuret AVM ‡ Ranjang ginekologi dengan penopang kaki ‡ Meja dorong / meja instrument ‡ Wadah instrumen khusus ( untuk prosedur AVM ) ‡ AVM Kit (tabung. dan kanula) ‡ Tenakulum (1 buah) ‡ Klem ovum/fenster (2 buah) ‡ Mangkok logam ‡ Dilagator/ busi hegar (1 set) ‡ Lampu sorot ‡ Kain atas bokong dan penutup perut bawah ‡ Larutan anti septik (klorheksidin. lkohol) ‡ Tensimeter dan stetoskop . povidon iodin. ‡ Sonde (penduga) uterus: 1) untuk mengukur kedalaman rahim 2) untuk mengetahui lebarnya lubang vagina ‡ Cunam muzeus atau Cunam porsio ‡ Berbagai ukuran busi (dilatator) Hegar ‡ Bermacam ± macam ukuran sendok kerokan (kuret 1 SET) ‡ Cunam tampon (1 buah) ‡ Pinset dan klem ‡ Kain steril. dan sarung tangan dua pasang. adaptor.‡ doek kecil ‡ sarung meja mayo b) Alat-alat kuretase hendaknya telah tersedia alam bak alat dalam keadaan aseptic berisi : ‡ Speculum dua buah (Spekullum cocor bebek (1) dan SIMS/L (2) ukuran S/M/L) speculum 2 Buah.

Ketamin juga sering menebabkan terjadinya disorientasi. nyeri kepala. pandangan kabur dan mimpi buruk. pasca anasthesi dapat menimbulkan muntah ± muntah . penyakit perut akut. nyeri pasca bedah Kontra indikasi Depresi pernafasan akut. tabl 50 mg ‡ Ketamin HCL 0.‡ Sarung tangan DTT dan alas kaki ‡ Set infus ‡ Abocatt ‡ Cairan infus ‡ Wings ‡ Kateter Karet 1 buah ‡ Spuit 3 cc dan 5 cc 2. sedangkan interaksi terhadap reseptor metilaspartat dapat menyebakan anastesi umum dan juga efek analgesik. Mekanisme kerja Beberapa kepustakaan menyebutkan bahwa blok terhadap reseptor opiat dalam otak dan medulla spinalis yang memberikan efek analgesik. ilusi sensoris dan persepsi dan mimpi gembira yang mengikuti anesthesia. Ketamin kurang digemari untuk induksi anastesia. merupakan ³rapid acting non barbiturate general anesthesia´. karena sering menimbulkan takikardi. 11 Ketamin pertama kali disintesis tahun 1962. peningkatan tekanan otak atau cedera kepala Efek samping Mual. hipertensi . Ketamin hidroklorida adalah golongan fenil sikloheksilamin.5 ml/ Kg BB Ketamine (Ketalar or Ketaject) merupakan arylcyclohexylamine yang memiliki struktur mirip dengan phencyclidine. Obat-obatan : ‡ Analgetik ( petidin 1-2 mg/Kg BB Indikasi Nyeri sedang sampai berat. Ketalar sebagai nama dagang yang pertama kali diperkenalkan oleh Domino dan Carson tahun 1965 yang digunakan sebagai anestesi umum. ketergantungan / adiksi pada over dosis menimbulkan Sediaan Petidin (generik) injeksi 50 mg/ml. konstipasi. muntah. Efek farmakologis . hipersalivasi . dimana awalnya obat ini disintesis untuk menggantikan obat anestetik yang lama (phencyclidine) yang lebih sering menyebabkan halusinasi dan kejang. alkoholisme akut. Obat ini pertama kali diberikan pada tentara amerika selama perang Vietnam. dan sering disebut dengan emergence phenomena.

sehingga bisa meningkatkan tekanan darah dan jantung. maka penggunaannya terbatas pada pasien normal saja. Efek pada sistem kardiovaskular. Aliran darah ke otak meningkat. Kontra indikasi Mengingat efek farmakodinamiknya yang relative kompleks seperti yang telah disebutkan diatas. misalnya pada penyakit glaukoma dan pada operasi intraokuler.selain itu dapat menimbulkan agitasi dan perasaan lelah .Efek pada susunan saraf pusat Apabila diberikan intravena maka dalam waktu 30 detik pasien akan mengalami perubahan tingkat kesadaran yang disertai tanda khas pada mata berupa kelopak mata terbuka spontan da nistagmus.2 mg/KgBB dan harus dititrasi untuk mendapatkan efek yang diinginkan. terjadi peningkatan tekanan intraokuler akibat peningkatan aliran darah pada pleksus koroidalis. Peningkatan tekanan darah akibat efek inotropik positif dan vasokonstriksi pembuluh darah perifer. menelan. Pada pasien yang menderita penyakit sistemik penggunaanya harus dipertimbangkan seperti tekanan intrakranial yan meningkat. Efek pada sistem respirasi Pada dosis biasa.M. pada otot dapat menimbulkan efek mioklonus pada otot rangka selain itu ketamin juga dapat meningkatkan tekanan intracranial. tumor otak dan operasi intrakranial. n Selain itu kadang-kadang dijumpai gerakan yang tidak disadari. seperti gerakan mengunyah. Untuk pemeliharaan dapat diberikan secara intermitten atau kontinyu. dapat menimbulkan dilatasi bronkus karena sifat simpatomimetiknya. tekanan intraokuler meningkat. tremor dan kejang. Efek samping Dapat menyebabkan efek samping berupa peningkatan sekresi air liur pada mulut. sehingga merupakan obat pilihan pada pasien ashma.V atau 5 ± 10 mg/Kgbb I. ‡ Tramadol 1-2 mg/ BB . Emberian secara i termitten n diulang setiap 10 ± 15 menitdengan dosis setengah dari dosis awal sampai operasi selesai. tidak mempunyai pengaruh terhadap sistem respirasi. Ketamin adalah obat anestesia yang bersifat simpatomimetik. misalnya pada g trauma kepala. Ketamin bersifat larut air sehingga dapat diberikan secara I. Pasien yang menderita penyakit sistemik yang sensitif terhadap obat ± obat simpatomimetik. menimbulkan peningkatan tekanan darah intrakranial. Efek pada mata Menimbulkan lakrimasi. Dosis dan pemberian Ketamin merupakan obat yang dapat diberikan secara intramuskular apabila akses pembuluh darah sulit didapat contohnya pada anak ± anak. PJK dll. -8 sering mengakibatkan mimpi buruk dan halusinasi pada periode pemulihan sehingga pasien mengalami agitasi.M . hipertensi tirotoksikosis. nistagmus dan kelopak mata terbuka spontan. seperti . Pada mata dapat menyebabkan terjadinya nistagmus dan diplopia.V atau I. Apabila diberikan secara intramuskular. efeknya akan tampak dalam 5 menit. dosis induksi adalah 1 ± 2 mg/KgBB secara I. untuk dosis sedatif lebih rendah yaitu 0. halusinasi dan mimpi buruk juga terjadi pasca operasi. Diabetes militus .

kejang demam. ‡ Atropine sulfas 0. anoreksia. trimester pertama kehamilan. hernia hiatal.25. Cara Pemberian Injeksi i. peningkatan tekanan otak atau cedera kepala Efek samping Mual. ataksia.Catatan : Rute i.0. jika perlu ulangi setelah 4 jam. nafsu makan berubah. sakit kepala. ileus paralitikum. asma. tablet 50 mg ‡ Sedativa ( diazepam 10 mg) Indikasi Pemakaian jangka pendek pada ansietas atau insomnia. mimpi buruk dan efek amnesia. mulut kering. kolitis ulserativa. alkoholisme akut. kandung kemih dan usus. konstipasi. miastenia gravis. insufisiensi pulmoner akut. serangan asma akut. penyakit perut akut. glaukoma sudut sempit akut. keracunan fosfor organik. 10 mg. rasa malas. . penyakit hati dan ginjal yang serius. gangguan hati berat. konstpasi.50 mg/ml Indikasi Spasme/kejang pada kandung empedu.Indikasi Nyeri sedang sampai berat Kontra indikasi Depresi pernafasan akut. salivasi. bayi prematur. status epileptikus. vertigo. pengendalian serangan panik akut. obstruksi/sumbatan saluran pencernaan da saluran kemih.m hanya digunakan jika rute oral dan i. Efek Samping Efek samping pada susunan saraf pusat : rasa lelah. penghentian alkohol akut. sekresi bronkial atau rasa pahit pada mulut. penurunan atau kenaikan berat badan. Kontraindikasi Glaukoma sudut tertutup. miastenia gravis. Kontraindikasi Depresi pernafasan. spasme otot.m atau injeksi i. ketergantungan / adiksi pada over dosis menimbulkan keracunan dan dapat menyebabkan kematian. muntah.v tidak mungkin diberikan. tambahan pada putus alkohol akut. atoni (tidak n adanya ketegangan atau kekuatan otot) saluran pencernaan. Efek lain : gangguan pada saluran pencernaan. tidak boleh digunakan sebagai terapi tunggal pada depresi atau ansietas yang disertai dengan depresi. Sediaan Tramadol (generik) injeksi 50 mg/ml.v lambat : (kedalam vena besar dengan kecepatan tidak lebih dari 5 mg/menit)untuk ansietas akut berat.

maka kuret kedua harus segera dilakukan. Banyak dokter kesulitan melakukan pembersihan dalam sekali tindakan sehingga ada jaringan yang tersisa. Melakukan dekontaminasi alat dan bahan bekas operasi 6. Bila ada sisa kemudian terjadi perdarahan. Perdarahan Bila saat kuret jaringan tidak diambil dengan bersih. Biasanya hal ini terjadi pada kasus jaringan yang sudah membatu. Hal-hal yang perlu juga dilakukan: 1. dia akan memberi tahu kepada si ibu. Melakukan observasi keadaan umum pasien hingga kesadaran pulih 4. 5. Untuk itu jaringan harus diambil dengan bersih dan tidak boleh tersisa sedikit pun. Berikut adalah dampaknya: a. Bisa saja pada saat melakukannya dokter kurang teliti. PERAWATAN SETELAH KURETASE Perawatan usai kuretase pada umumnya sama dengan operasi-operasi lain. Obat yang diberikan biasanya adalah antibiotik dan penghilang rasa sakit.0. 5. maka perawat mengobservasi keadaan pasien dan terus memastikan apakah pasien sudah bernapas spontan atau belum 2. tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat. ³Jika terjadi perdarahan maka segera datang lagi ke dokter. tidak melakukan hubungan intim untuk jangka waktu tertentu sampai keluhannya benar-benar hilang. Setelah itu pasien dipindahkan ke recovery room 3. dan meminum obat secara teratur. Harus menjaga bekas operasinya dengan baik. atau jaringan sudah kaku atau membatu seperti pada kasus abortus yang tidak ditangani dengan cepat. biasanya kuret berjalan dengan baik dan pasien tinggal menunggu kesembuhannya. Pasien diberikan oksigen 2 liter/menit melalui nasal kanule dan tetap observasi keadaan pasien sampai dipindahkan ke ruangan perawatan.´ . sakit yang terus berkepanjangan atau muncul perdarahan. segeralah memeriksakan diri ke dokter. dikhawatirkan terjadi perdarahan.Dosis : 0. Mungkin perlu dilakukan tindakan kuret yang kedua karena bisa sa ada sisa jaringan ja yang tertinggal. DAMPAK SETELAH KURETASE Terkadang kuret tidak berjalan lancar. terburu-buru. Jika ternyata muncul keluhan.25. Meskipun telah dilakukan oleh dokter kandungan yang sudah dibekali ilmu kuret namun kekeliruan bisa saja terjadi. Setelah pasien sudah dirapihkan.50 mg/ml ‡ Oksigen dan regulator Pemberian oksigen dilakukan setelah post operasi pasien diberikan oksigen 2 liter/menit melalui nasal kanule dan tetap observasi keadaan pasien sampai dipindahkan ke ruangan perawatan. Namun biasanya bila dokter tidak yakin sudah bersih. Konseling pasca tindakan 6. Jika keluhan tak muncul.

Keluarnya vlek-vlek darah itu sangat wajar. cerukan. perut ibu biasanya cukup besar. Tapi. jaringan selaput lendir rahim tidak terbentuk lagi. Jika menyisakan cerukan. d. Keluar vlek Vlek-vlek darah bisa saja keluar setelah tindakan kuretase dilakukan. dikhawatirkan bisa memicu terjadinya infeksi. sampai satu minggu kemudian. Cerukan di Dinding Rahim Pengerokan jaringan pun harus tepat sasaran. dinding rahim sangat lunak. Pada hamil anggur. Karena lengket. sehingga pasien bisa haid kembali. infeksi itu biasanya cepat sembuh. c. Infeksi Jika jaringan tersisa di dalam rahim. bagaimanapun harus tetap dikonsultasikan pada . Hal itu bisa terjadi karena pada saat hamil. muncul luka. dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran siklus haid. ja Karena itu. Tapi. ada tahapan yang harus dilakukan sebelum sampai pada tindakan keretase. Usia tiga bulan sa biasanya sudah seperti enam bulan. akibat adanya perlukaan. dengan pengobatan yang tepat. Akibatnya. Risiko terjadinya lubang pada rahim semakin besar bila kuretase dilakukam pada ibu yang hamil anggur. ada sisa yang tertinggal kemudian tidak mendapatkan penanganan yang tepat. atau di dunia kedokteran disebut perforasi uterus. Sindrom Asherman Sindrom Asherman adalah terjadinya perlekatan pada lapisan dinding dalam rahim. bisa saja memicu munculnya kanker. EFEK SAMPING DARI TINDAKAN KURETASI Rahim berlubang Kuretase memungkinkan terjadinya lubang pada rahim. Disebut kanker trofoblast atau kanker yang disebabkan oleh sisa plasenta yang ada di dinding rahim. sebelum kuretase dilakukan. baru mengerok menggunakan sendok tajam untuk mengeluarkan sisa -sisa jaringan.b. sehingga berisiko tinggi untuk terjadinya lubang akibat pengerokan sisa-sisa jaringan. Infeksi Tindakan kuretase memungkinkan terjadinya infeksi. Gangguan Haid Jika pengerokan yang dilakukan sampai menyentuh selaput otot rahim. Kanker Sebenarnya kecil kemungkinan terjadi kanker. Ini memang bisa terjadi. dokter akan mengevakuasi posisi kehamilan menggunakan vacuum lebih dulu. pasien tidak mengalami haid. jangan sampai meninggalkan cerukan di dinding rahim. Tapi hal itu masih bisa diatasi dengan pemberian obat. Sebab. dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan rahim. kuman senang sekali dengan daerah-daerah yang basah oleh cairan seperti darah. hanya sekitar 1%. Sebab. e. karena selaput lendir rahim terkikis habis saat tindakan kuretase. Namun bila kuret tidak dilakukan dengan baik.

0Û kemudian tutup dan keluarkan jaringan tersebut 3. terutama di perut bagian bawah. buka dan putar 9 untuk melepaskan jaringan. 1. Masukkan tang abortus sepanjang besar uterus. dengan eksplorasi jari maupun kuret. Untuk menguranginya. kalau muntah pada saat pasien sedang tidak sadar diri. dokter biasanya akan memberikan obat-obatan pereda nyeri. hal itu perlu diwaspadai.dokter. Dan biasanya akan cepat hilang. Pastikan sisa konsepsi telah keluar semua. menentukan posisi dan ukuran uterus 2. dilanjutkan dengan kuretase. Nyeri Rasa nyeri. bisa timbul setelah tindakan kuretase dilakukan. gunakan sendok terbesar yang bisa masuk 4. Sondage. Sebab. Mual dan pusing Mual dan pusing bisa terjadi akibat pembiusan yang dilakukan. bisa saja keluarnya vlek tersebut karena adanya gangguan pada fungsi pembekuan darah. jaringan konsepsi dapat dikeluarkan secara manual. Sisa abortus dikeluarkan dengan kuret tumpul. 7. . agar bisa diwaspadai. TEKNIK PENGELUARAN JARINGAN Pengeluaran jaringan yaitu setelah serviks terbuka (primer maupun dengan dilatasi). Tapi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful