P. 1
KURETASE

KURETASE

|Views: 2,484|Likes:

More info:

Published by: yantiee-frieska-situmeang-peank-7585 on Jun 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2013

pdf

text

original

KURETASE

Kuretase bukan ditujukan untuk menggugurkan janin dalam kandungan. Masih banyak kasus lain yang lebih penting untuk dilakukan tindakan kuretase, karena masalah tersebut bisa mengganggu kesehatan. Kuretase tak bisa asal dilakukan. Selain harus ada indikasi medis, juga harus ada persetujuan dari pasangan suami-istri. Dan, keputusan tersebut ditentukan oleh tim dokter dari hasil diagnosa. Kebanyakan wanita memang punya bayangan mengerikan tentang proses kuretase. Mulai rasa sakit sampai khawatir terjadi efek samping. Padahal, menurut konsultan fertilitas dan endokrinolog RS Cipto Mangunkusumo, dr. Muharam, Sp.OG (K), kuretase justru penting dilakukan untuk mempersiapkan kehamilan selanjutnya. Tanpa kuretase, justru bisa memperbesar gangguan pada alat reproduksi wanita, serta dapat menyebabkan kesulitan memiliki keturunan. Tak hanya untuk kesehatan reproduksi, kuretase juga bisa dilakukan untuk mengetahui siklus haid yang normal hingga mendeteksi adanya keganasan sel di dalam rahim

4. PERSIAPAN SEBELUM KURETASE
y y y y y y

Persiapan Pasien Persiapan Psikologis Persiapan Petugas Persiapan Alat Persiapan Obat-Obatan (indikasi,kontra indikasi dan efek samping dan mekanisme kerja obat) Efek farmakologis

PEMBAHASAN 1. PENGERTIAN KURETASE
Kuretase adalah cara membersihkan hasil konsepsi memakai alat kuretase (sendok kerokan). Kuretase adalah serangkaian proses pelepasan jaringan yang melekat pada dinding kavum uteri dengan melakukan invasi dan memanipulasi instrument (sendok kuret) ke dalam kavum uteri. Kuretase adalah cara membersihkan hasil konsepsi memakai alat kuretase (sendok kerokan). Sebelum melakukan kuretase, penolong harus melakukan pemeriksaan dalam untuk menentukan letak uterus, keadaan serviks dan besarnya uterus. Gunanya untuk mencegah terjadinya bahaya kecel kaan a misalnya perforasi. Kuret adalah tindakan medis untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim. Jaringan itu sendiri bisa berupa tumor, selaput rahim, atau janin yang dinyatakan tidak berkembang maupun sudah meninggal. Dengan alasan medis, tidak ada cara lain jaringan semacam itu harus dikeluarkan. ( Dr. H. Taufik Jamaan, Sp.OG ) Sebuah kuret adalah alat bedah yang dirancang untuk mengorek jaringan biologis atau puing di sebuah biopsi, eksisi, atau prosedur pembersihan. (Michelson, 1988).

dengan dua tujuan. Meski tujuannya berbeda. Begitu juga persiapan yang harus dilakukan pasien sebelum menjalani kuret. Bila mengandung keganasan. Pertama. Beberapa kondisi dimana seorang wanita harus menjalani kuretase: 1. 4. karena masalah tersebut bisa mengga ggu n kesehatan. tindakan yang dilakukan pada dasarnya sama saja. Intinya. tujuan kuret ada dua yaitu: a. Pada kondisi seperti itu. yang juga terjadi akibat gangguan haid. untuk menghentikan perdarahan akibat adanya sisa-sisa jaringan yang masih tertinggal dan kedua untuk mencari kepastian apakah jaringan tersebut ganas atau tidak. mengalami kelainan pada paru-paru. Semisal mencari tahu gangguan yang terdapat pada rahim. tapi bisa juga satu minggu atau satu bulan kemudian. Perdarahan pascapersalinan Kehamilan dan kelahiran bisa saja lancar. Seperti kelainan jantung atau paru-paru. untuk berbaring saja sesak apalagi kalau hamil. Kehamilan bermasalah . Kuretase tak bisa asal dilakukan. Masih banyak kasus lain yang lebih penting untuk dilakukan tindakan kuretase. Namun. harus dilakukan kuretase. yang mengalami perdarahan akibat gangguan haid. Ada gangguan haid Kuretase bisa saja dilakukan pada wanita yang tidak hamil. Perdarahan pascapersalinan ini bisa langsung terjadi setelah melahirkan. 3. b. TUJUAN KURETASE Menurut ginekolog dari Morula Fertility Clinic. juga harus ada persetujuan dari pasangan suami-istri. ada kalanya terjadi perdarahan hebat pascapersalinan akibat sisa-sisa jaringan yang belum keluar atau terlepas. kuret ditempuh oleh dokter untuk membersihkan rahim dan dinding rahim dari benda-benda atau jaringan yang tidak diharapkan. Sebagai terapi pada kasus-kasus abortus. Wanita dengan kelainan organ penting berisiko tinggi bila hamil. Pada kondisi ini. Begitupun dengan perdarahan yang terjadi pada wanita usia di atas 40 tahun. KAPAN KURETASE HARUS DILAKUKAN Kuretase bukan ditujukan untuk menggugurkan janin dalam kandungan.2. Selain harus ada indikasi medis. Jakarta. Jiwa ibu terancam oleh kehamilan Ada kalanya kehamilan dapat mengancam jiwa ibu. Misalnya. Dan. seringkali tidak dapat diatasi dengan obat-obatan. 2. akan ditentukan pengobatan selanjutnya sehingga keganasan tersebut segera dapat dih entikan atau diminimalkan. 3. RS Bunda. karena ibu mempunyai kelainan. tindakan kuretase harus dilakukan untuk membersihkan sisa-sisa jaringan yang masih tertinggal agar perdarahan tidak terus terjadi. Gangguan haid seperti itu. dimana ada tekanan pada paru-paru risikonya akan makin besar. keputusan tersebut ditentukan oleh tim dokter dari hasil diagnosa. apakah sejenis tumor atau gangguan lain. Penegakan diagnosis.

Tindakan kuretase memang relatif aman dilakukan saat usia kehamilan baru menginjak trimester pertama. Tindakan kuretase dilakukan disamping untuk menghentikan perdarahan juga dapat digunakan untuk mencari penyebabnya. Abortus MOLA ( tidak ditemukannya janin. 4. ataupun janin meninggal dalam kandungan. Sebab. pada saat itu janin belum begitu besar. yang disebut HAMIL ANGGUR ). Menometroraghia ( perdarahan yang banyak dan memanjang diantara siklus haid ). 2. Mekanisme perdarahan pada kasus keguguran adalah dengan adanya sisa jaringan me nyebabkan rahim tidak bisa berkontraksi dengan baik sehingga pebuluh darah pada lapisan dalam rahim tidak dapat tertutup dan menyebabkan perdarahan. seperti hamil anggur. Abortus incomplete ( keguguran saat usia kehamilan < 20 mg dengan didapatkan sisa-sisa kehamilan. Tindakan kuretase sebaiknya dilakukan pada trimester pertama atau maksimal janin berusia 12 minggu. yang tumbuh hanya plasenta dengan gambaran bergelembung2 seperti buah anggur. seperti chorio Ca. 5. Dalam kasus ini kuretase harus dilakukan oleh karena plasenta yang tumbuh akan berkembang menjadi suatu keganasan. Untuk mencegah perdarahan yang bisa saja terjadi. pada saat itu risiko terjadinya efek samping sangat kecil. janin meninggal dalam kandungan usia 4-5 bulan pun bisa dilakukan meski risikonya lebih tinggi. Tanda2 hamil anggur adalah tinggi rahim tidak sesuai dengan umur kehamilannya. dimana ditemukan janin tetapi jantung janin tidak berdenyut. PERSIAPAN SEBELUM KURETASE A. juga harus diatasi dengan kuretase untuk mengeluarkan sisa -sisa jaringan. Rahim lebih cepat membesar dan apabila ada perdarahan ditemukan adanya gelembung2 udara pada darah. yang berkembang hanya plasenta ). Indikasi Kuretase : 1. Kuretase dalam hal ini dilakukan untuk menghentikan perdarahan yang terjadi oleh karena keguguran. bila mengalami masalah seperti yang telah disebutkan. oleh karena ganguan hormonal atau adanya tumor rahim ( myoma uteri ) atau keganasan ( Kanker endometrium ) setelah hasil kuretase diperiksa secara mikroskopik ( Patologi Anatomi jaringan endometrium ). Dead conseptus ( janin mati pada usia kehamilan < 20 mg ). Apabila ditemukan pada usia kehamilan 16-20mg. Biasanya parameter yang jelas adalah pemeriksaan USG. 3. mau tidak mau kuretase harus dilakukan demi menyelamatkan nyawa. biasanya masih tersisa adanya plasenta). Konseling pra tindakan : 1) Memberi informed consent 2) Menjelaskan pada klien tentang penyakit yang diderita . Tapi. Akan tetapi bila ditemukan saat usia keha milan < 16 mg dapat langsung dilakukan kuretase. dan keamanannya cukup tinggi. Hal ini juga dapat menjadi suatu penyakit keganasan trophoblas pada kehamilan. 4. Sebab. penyakit trophoblas ganas pada kehamilan. Tapi.Wanita yang kehamilannya mengalami masalah. misalnya. Blighted ova ( janin tidak ditemukan. pada kasus lain. hamil kosong. diperlukan obat perangsang persalinan untuk proses pengeluaran janin kemudian baru dilakukan kuretase. Banyak wanita yang takut menjalani kuretase.

pascakuret. Keadaan Jantung. Tujuannya supaya perut dalam keadaan kosong sehingga kuret bisa dilakukan dengan maksimal. kuret akan ditunda sampai masalah perdarahan teratasi. ‡ Sebelum masuk ke ruang operasi. USG (ultrasonografi) 2. PERSIAPAN TINDAKAN 1) menyiapkan pasien ‡ mengosongkan kandung kemih ‡ membersihkan genetalia eksterna ‡ membantu pasien naik ke meja ginek ‡ Lakukanlah pemeriksaan umum : Tekanan Darah. ‡ Cek adanya perdarahan Dokter akan melakukan cek darah untuk mengetahui apakah pasien mengalami gangguan perdarahan atau tidak. dokter bedah. dan sampai pasien sembuh. bila memungkinkan pasien dipuasakan. B. Jika ada indikasi gangguan perdarahan. ‡ Pasanglah infuse cairan sebagai profilaksis ‡ Pada umumnya diperlukan anestesi infiltrasi local atau umum secara IV dengan ketalar. Biasanya akan dibentuk tim dokter sesuai dengan keahlian masing-masing. dan Paru ± paru dan sebagainya. Namun tak menutup kemungkinan kuret segera dilakukan untuk kebaikan pasien. dokter kandungan. Pemeriksaan sebelum curretage 1. Mengatasi perdarahan 5. terlebih dahulu pasien harus dipersiapkan dari ruangan ‡ Puasa: Saat akan menjalani kuretase. Nadi. Mengukur tensi dan Hb darah 3. Memastikan pasien dalam kondisi sehat dan fit C. dokter hematologi. Memeriksa sistim pernafasan 4. dilakukan puasa 4-6 jam sebelumnya. yang saling berkoordinasi.3) Menerangkan kepada pasien tentang tindakan kuretase yang akan dilakukan: garis besar prosedur tindakan. tujuan dan manfaat tindakan 4) memeriksa keadaan umum pasien. . Koordinasi ini akan dilakukan saat pelaksanaan kuret.

sakit tidaknya kuret sangat individual. Persiapan psikis bisa dengan berusaha menenangkan diri untuk mengatasi rasa takut.Persiapan Psikologis Setiap ibu memiliki pengalaman berbeda dalam menjalani kuret. Bila diperlukan. Sebenarnya. t dan lainnya. Walhasil. Sebaliknya. dokter akan menambah dosisnya. bila saat akan dilakukan kuret ibu bisa tenang dan bisa mengatasi rasa takut. maka munculnya rasa sakit sangat mungkin terjadi. kemudian pasien dibius dengan anesthesi narkose ‡ Setelah pasien tertidur. segi psikis sangat berperan dalam menentukan hal ini. Bila ibu sudah ketakutan bahkan syok lebih dulu sebelum kuret. Sebab. Bila ketakutannya begitu luar biasa. masker dan handscoen steril d) Perawat instrumen memastikan kembali kelengkapan alat-alat yang akan digunakan dalamtindakan kuret e) Alat disusun di atas meja mayo sesuai dengan urutan 3) Persiapan alat dan obat : a) Alat tenun. Ada yang bilang kuret sangat menyakitkan sehingga ia kapok untuk mengalaminya lagi. ‡ Mengganti baju pasien dengan baju operasi ‡ Memakaikan baju operasi kepada pasien dan gelang sebagai identitas ‡ Pasien dibawa ke ruang operasi yang telah ditentukan ‡ Mengatur posisi pasien sesuai dengan jenis tindakan yang akan dilakukan. orangtua. Tetapi ada pula yang biasa -biasa saja. terdiri dari : ‡ baju operasi ‡ laken . maka obat bius yang diberikan bisa tidak mempan karena secara psikis rasa takutnya sudah bekerja lebih dahulu. Sangat baik bila ibu meminta bantuan kepada orang terdeka seperti suami. pahami bahwa kuret adalah jalan yang terbaik untuk mengatasi masalah yang ada. Meskipun obat bius yang diberikan kecil sudah bisa bekerja dengan baik. seperti halnya persalinan normal. biasanya rasa sakit bisa teratasi dengan baik. Untuk itu sebaiknya sebelum menjalani kuret ibu harus mempersiapkan psikisnya dahulu supaya kuret dapat berjalan dengan baik. gunakan jasa psikolog apabila ibu tak yakin dapat mengatasi masalah ini sendirian. Sebab rasa takut akan menambah kuat rasa sakit. sahabat. segera pasang alat bantu napas dan monitor EKG ‡ Bebaskan area yang akan dikuret 2) Persiapan petugas a) mencuci tangan dengan sabun antiseptic b) baik dokter maupun perawat instrumen melakukan cuci tangan steril c) memakai perlengkapan : baju operasi.

dan sarung tangan dua pasang. ‡ Menyiapkan alat kuret AVM ‡ Ranjang ginekologi dengan penopang kaki ‡ Meja dorong / meja instrument ‡ Wadah instrumen khusus ( untuk prosedur AVM ) ‡ AVM Kit (tabung.‡ doek kecil ‡ sarung meja mayo b) Alat-alat kuretase hendaknya telah tersedia alam bak alat dalam keadaan aseptic berisi : ‡ Speculum dua buah (Spekullum cocor bebek (1) dan SIMS/L (2) ukuran S/M/L) speculum 2 Buah. adaptor. ‡ Sonde (penduga) uterus: 1) untuk mengukur kedalaman rahim 2) untuk mengetahui lebarnya lubang vagina ‡ Cunam muzeus atau Cunam porsio ‡ Berbagai ukuran busi (dilatator) Hegar ‡ Bermacam ± macam ukuran sendok kerokan (kuret 1 SET) ‡ Cunam tampon (1 buah) ‡ Pinset dan klem ‡ Kain steril. povidon iodin. lkohol) ‡ Tensimeter dan stetoskop . dan kanula) ‡ Tenakulum (1 buah) ‡ Klem ovum/fenster (2 buah) ‡ Mangkok logam ‡ Dilagator/ busi hegar (1 set) ‡ Lampu sorot ‡ Kain atas bokong dan penutup perut bawah ‡ Larutan anti septik (klorheksidin.

sedangkan interaksi terhadap reseptor metilaspartat dapat menyebakan anastesi umum dan juga efek analgesik. Ketamin kurang digemari untuk induksi anastesia. pandangan kabur dan mimpi buruk. Mekanisme kerja Beberapa kepustakaan menyebutkan bahwa blok terhadap reseptor opiat dalam otak dan medulla spinalis yang memberikan efek analgesik. dan sering disebut dengan emergence phenomena. merupakan ³rapid acting non barbiturate general anesthesia´. alkoholisme akut. Obat ini pertama kali diberikan pada tentara amerika selama perang Vietnam. dimana awalnya obat ini disintesis untuk menggantikan obat anestetik yang lama (phencyclidine) yang lebih sering menyebabkan halusinasi dan kejang. Ketamin juga sering menebabkan terjadinya disorientasi. Obat-obatan : ‡ Analgetik ( petidin 1-2 mg/Kg BB Indikasi Nyeri sedang sampai berat. karena sering menimbulkan takikardi. ilusi sensoris dan persepsi dan mimpi gembira yang mengikuti anesthesia. Ketamin hidroklorida adalah golongan fenil sikloheksilamin.‡ Sarung tangan DTT dan alas kaki ‡ Set infus ‡ Abocatt ‡ Cairan infus ‡ Wings ‡ Kateter Karet 1 buah ‡ Spuit 3 cc dan 5 cc 2. penyakit perut akut. konstipasi. 11 Ketamin pertama kali disintesis tahun 1962. Efek farmakologis . ketergantungan / adiksi pada over dosis menimbulkan Sediaan Petidin (generik) injeksi 50 mg/ml. Ketalar sebagai nama dagang yang pertama kali diperkenalkan oleh Domino dan Carson tahun 1965 yang digunakan sebagai anestesi umum. peningkatan tekanan otak atau cedera kepala Efek samping Mual. hipertensi . hipersalivasi . muntah. tabl 50 mg ‡ Ketamin HCL 0.5 ml/ Kg BB Ketamine (Ketalar or Ketaject) merupakan arylcyclohexylamine yang memiliki struktur mirip dengan phencyclidine. nyeri pasca bedah Kontra indikasi Depresi pernafasan akut. nyeri kepala. pasca anasthesi dapat menimbulkan muntah ± muntah .

misalnya pada penyakit glaukoma dan pada operasi intraokuler. untuk dosis sedatif lebih rendah yaitu 0.V atau I. tekanan intraokuler meningkat.selain itu dapat menimbulkan agitasi dan perasaan lelah . halusinasi dan mimpi buruk juga terjadi pasca operasi. seperti . PJK dll. nistagmus dan kelopak mata terbuka spontan. pada otot dapat menimbulkan efek mioklonus pada otot rangka selain itu ketamin juga dapat meningkatkan tekanan intracranial. Dosis dan pemberian Ketamin merupakan obat yang dapat diberikan secara intramuskular apabila akses pembuluh darah sulit didapat contohnya pada anak ± anak. dapat menimbulkan dilatasi bronkus karena sifat simpatomimetiknya. menelan. seperti gerakan mengunyah. Efek pada sistem respirasi Pada dosis biasa. maka penggunaannya terbatas pada pasien normal saja. dosis induksi adalah 1 ± 2 mg/KgBB secara I. tidak mempunyai pengaruh terhadap sistem respirasi. menimbulkan peningkatan tekanan darah intrakranial. Apabila diberikan secara intramuskular. Diabetes militus . Emberian secara i termitten n diulang setiap 10 ± 15 menitdengan dosis setengah dari dosis awal sampai operasi selesai. -8 sering mengakibatkan mimpi buruk dan halusinasi pada periode pemulihan sehingga pasien mengalami agitasi.M .2 mg/KgBB dan harus dititrasi untuk mendapatkan efek yang diinginkan.V atau 5 ± 10 mg/Kgbb I.M. Efek pada mata Menimbulkan lakrimasi. Peningkatan tekanan darah akibat efek inotropik positif dan vasokonstriksi pembuluh darah perifer. Pasien yang menderita penyakit sistemik yang sensitif terhadap obat ± obat simpatomimetik. Pada pasien yang menderita penyakit sistemik penggunaanya harus dipertimbangkan seperti tekanan intrakranial yan meningkat. Pada mata dapat menyebabkan terjadinya nistagmus dan diplopia. tumor otak dan operasi intrakranial. Ketamin bersifat larut air sehingga dapat diberikan secara I. hipertensi tirotoksikosis. Efek samping Dapat menyebabkan efek samping berupa peningkatan sekresi air liur pada mulut. n Selain itu kadang-kadang dijumpai gerakan yang tidak disadari. ‡ Tramadol 1-2 mg/ BB . terjadi peningkatan tekanan intraokuler akibat peningkatan aliran darah pada pleksus koroidalis. Aliran darah ke otak meningkat. tremor dan kejang. Untuk pemeliharaan dapat diberikan secara intermitten atau kontinyu. efeknya akan tampak dalam 5 menit. misalnya pada g trauma kepala. Ketamin adalah obat anestesia yang bersifat simpatomimetik. Efek pada sistem kardiovaskular. Kontra indikasi Mengingat efek farmakodinamiknya yang relative kompleks seperti yang telah disebutkan diatas.Efek pada susunan saraf pusat Apabila diberikan intravena maka dalam waktu 30 detik pasien akan mengalami perubahan tingkat kesadaran yang disertai tanda khas pada mata berupa kelopak mata terbuka spontan da nistagmus. sehingga bisa meningkatkan tekanan darah dan jantung. sehingga merupakan obat pilihan pada pasien ashma.

konstpasi. hernia hiatal. miastenia gravis. insufisiensi pulmoner akut.0. kolitis ulserativa. keracunan fosfor organik. pengendalian serangan panik akut. kejang demam. 10 mg.Catatan : Rute i. salivasi. muntah. penghentian alkohol akut. alkoholisme akut. mulut kering. tambahan pada putus alkohol akut. asma. ketergantungan / adiksi pada over dosis menimbulkan keracunan dan dapat menyebabkan kematian. bayi prematur. gangguan hati berat. trimester pertama kehamilan. miastenia gravis. atoni (tidak n adanya ketegangan atau kekuatan otot) saluran pencernaan. vertigo. Sediaan Tramadol (generik) injeksi 50 mg/ml. . Cara Pemberian Injeksi i. sakit kepala. Kontraindikasi Depresi pernafasan. ataksia. status epileptikus.25. tidak boleh digunakan sebagai terapi tunggal pada depresi atau ansietas yang disertai dengan depresi. mimpi buruk dan efek amnesia. ileus paralitikum. ‡ Atropine sulfas 0. tablet 50 mg ‡ Sedativa ( diazepam 10 mg) Indikasi Pemakaian jangka pendek pada ansietas atau insomnia. anoreksia. nafsu makan berubah.m atau injeksi i. penurunan atau kenaikan berat badan.v tidak mungkin diberikan.50 mg/ml Indikasi Spasme/kejang pada kandung empedu. spasme otot.m hanya digunakan jika rute oral dan i. sekresi bronkial atau rasa pahit pada mulut. obstruksi/sumbatan saluran pencernaan da saluran kemih. jika perlu ulangi setelah 4 jam. Efek lain : gangguan pada saluran pencernaan.v lambat : (kedalam vena besar dengan kecepatan tidak lebih dari 5 mg/menit)untuk ansietas akut berat.Indikasi Nyeri sedang sampai berat Kontra indikasi Depresi pernafasan akut. Kontraindikasi Glaukoma sudut tertutup. konstipasi. glaukoma sudut sempit akut. kandung kemih dan usus. rasa malas. penyakit perut akut. serangan asma akut. peningkatan tekanan otak atau cedera kepala Efek samping Mual. Efek Samping Efek samping pada susunan saraf pusat : rasa lelah. penyakit hati dan ginjal yang serius.

Hal-hal yang perlu juga dilakukan: 1.50 mg/ml ‡ Oksigen dan regulator Pemberian oksigen dilakukan setelah post operasi pasien diberikan oksigen 2 liter/menit melalui nasal kanule dan tetap observasi keadaan pasien sampai dipindahkan ke ruangan perawatan. maka perawat mengobservasi keadaan pasien dan terus memastikan apakah pasien sudah bernapas spontan atau belum 2. Banyak dokter kesulitan melakukan pembersihan dalam sekali tindakan sehingga ada jaringan yang tersisa. Setelah itu pasien dipindahkan ke recovery room 3. Konseling pasca tindakan 6. Harus menjaga bekas operasinya dengan baik. Melakukan observasi keadaan umum pasien hingga kesadaran pulih 4. ³Jika terjadi perdarahan maka segera datang lagi ke dokter.Dosis : 0. tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat. Bisa saja pada saat melakukannya dokter kurang teliti. maka kuret kedua harus segera dilakukan. Mungkin perlu dilakukan tindakan kuret yang kedua karena bisa sa ada sisa jaringan ja yang tertinggal.0. Perdarahan Bila saat kuret jaringan tidak diambil dengan bersih. 5. dia akan memberi tahu kepada si ibu.25. Setelah pasien sudah dirapihkan. biasanya kuret berjalan dengan baik dan pasien tinggal menunggu kesembuhannya. Biasanya hal ini terjadi pada kasus jaringan yang sudah membatu. Untuk itu jaringan harus diambil dengan bersih dan tidak boleh tersisa sedikit pun. atau jaringan sudah kaku atau membatu seperti pada kasus abortus yang tidak ditangani dengan cepat. Jika ternyata muncul keluhan. Obat yang diberikan biasanya adalah antibiotik dan penghilang rasa sakit. Bila ada sisa kemudian terjadi perdarahan. terburu-buru. dan meminum obat secara teratur. 5. Melakukan dekontaminasi alat dan bahan bekas operasi 6. DAMPAK SETELAH KURETASE Terkadang kuret tidak berjalan lancar. Meskipun telah dilakukan oleh dokter kandungan yang sudah dibekali ilmu kuret namun kekeliruan bisa saja terjadi. sakit yang terus berkepanjangan atau muncul perdarahan. dikhawatirkan terjadi perdarahan. PERAWATAN SETELAH KURETASE Perawatan usai kuretase pada umumnya sama dengan operasi-operasi lain. Namun biasanya bila dokter tidak yakin sudah bersih.´ . Berikut adalah dampaknya: a. tidak melakukan hubungan intim untuk jangka waktu tertentu sampai keluhannya benar-benar hilang. segeralah memeriksakan diri ke dokter. Jika keluhan tak muncul. Pasien diberikan oksigen 2 liter/menit melalui nasal kanule dan tetap observasi keadaan pasien sampai dipindahkan ke ruangan perawatan.

dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan rahim. ada tahapan yang harus dilakukan sebelum sampai pada tindakan keretase. cerukan. Disebut kanker trofoblast atau kanker yang disebabkan oleh sisa plasenta yang ada di dinding rahim.b. e. Pada hamil anggur. Karena lengket. baru mengerok menggunakan sendok tajam untuk mengeluarkan sisa -sisa jaringan. sehingga berisiko tinggi untuk terjadinya lubang akibat pengerokan sisa-sisa jaringan. Akibatnya. karena selaput lendir rahim terkikis habis saat tindakan kuretase. pasien tidak mengalami haid. dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran siklus haid. Namun bila kuret tidak dilakukan dengan baik. ja Karena itu. dikhawatirkan bisa memicu terjadinya infeksi. Kanker Sebenarnya kecil kemungkinan terjadi kanker. Jika menyisakan cerukan. Hal itu bisa terjadi karena pada saat hamil. dinding rahim sangat lunak. muncul luka. bisa saja memicu munculnya kanker. Cerukan di Dinding Rahim Pengerokan jaringan pun harus tepat sasaran. infeksi itu biasanya cepat sembuh. Ini memang bisa terjadi. sebelum kuretase dilakukan. c. Keluarnya vlek-vlek darah itu sangat wajar. Tapi. perut ibu biasanya cukup besar. Infeksi Jika jaringan tersisa di dalam rahim. atau di dunia kedokteran disebut perforasi uterus. bagaimanapun harus tetap dikonsultasikan pada . sampai satu minggu kemudian. sehingga pasien bisa haid kembali. EFEK SAMPING DARI TINDAKAN KURETASI Rahim berlubang Kuretase memungkinkan terjadinya lubang pada rahim. jaringan selaput lendir rahim tidak terbentuk lagi. Gangguan Haid Jika pengerokan yang dilakukan sampai menyentuh selaput otot rahim. Keluar vlek Vlek-vlek darah bisa saja keluar setelah tindakan kuretase dilakukan. ada sisa yang tertinggal kemudian tidak mendapatkan penanganan yang tepat. dengan pengobatan yang tepat. Infeksi Tindakan kuretase memungkinkan terjadinya infeksi. hanya sekitar 1%. Risiko terjadinya lubang pada rahim semakin besar bila kuretase dilakukam pada ibu yang hamil anggur. Sebab. kuman senang sekali dengan daerah-daerah yang basah oleh cairan seperti darah. Usia tiga bulan sa biasanya sudah seperti enam bulan. dokter akan mengevakuasi posisi kehamilan menggunakan vacuum lebih dulu. Tapi. Sindrom Asherman Sindrom Asherman adalah terjadinya perlekatan pada lapisan dinding dalam rahim. d. Tapi hal itu masih bisa diatasi dengan pemberian obat. jangan sampai meninggalkan cerukan di dinding rahim. akibat adanya perlukaan. Sebab.

bisa saja keluarnya vlek tersebut karena adanya gangguan pada fungsi pembekuan darah. hal itu perlu diwaspadai. agar bisa diwaspadai. dengan eksplorasi jari maupun kuret. TEKNIK PENGELUARAN JARINGAN Pengeluaran jaringan yaitu setelah serviks terbuka (primer maupun dengan dilatasi). Mual dan pusing Mual dan pusing bisa terjadi akibat pembiusan yang dilakukan. menentukan posisi dan ukuran uterus 2. 0Û kemudian tutup dan keluarkan jaringan tersebut 3. jaringan konsepsi dapat dikeluarkan secara manual. buka dan putar 9 untuk melepaskan jaringan. Tapi. bisa timbul setelah tindakan kuretase dilakukan. terutama di perut bagian bawah. dilanjutkan dengan kuretase. Masukkan tang abortus sepanjang besar uterus. 1. Nyeri Rasa nyeri. Untuk menguranginya. Sondage. kalau muntah pada saat pasien sedang tidak sadar diri. Dan biasanya akan cepat hilang. 7. gunakan sendok terbesar yang bisa masuk 4. . Sebab. Pastikan sisa konsepsi telah keluar semua.dokter. Sisa abortus dikeluarkan dengan kuret tumpul. dokter biasanya akan memberikan obat-obatan pereda nyeri.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->