BUKU AJAR 2008

LOGO UNNES

CHASIS DAN PEMINDAH DAYA
JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNNES 2008

BUKU AJAR 2008

LOGO UNNES

CHASIS DAN PEMINDAH DAYA
Penulis SUPRAPTONO SUWAHYO

Penyunting …………………

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNNES 2008

KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil’alamin, penyusunan buku ajar dengan topik Chasis dan Pemindah daya ini telah selesai. Penulisan buku ajar ini diharapkan dapat membantu pembelajaran otomotive tentang chasis dan pemindah daya.

Chasis yang dalam hal ini, adalah merupakan bgian dari suatu mobil yang tertinggal apabila body mobil tersebut diangkat. Dengan demikian, yang dimaksud dengan chasis merupakan bangun peralatan yang berupa kelengkapan sebagai kenyamanan berkendara, dan juga merupakan unsurunsur yang memberikan tempat kedudukan pengendara, pengarah lajunya kendaraan, penahan kejut dari berbagai arah, pengendali kecepatan, dan memperlambat laju jalannya berkendara, maupun pemberhenti saat diperlukan.

Buku ini berisikan petunjuk praktis sebagai pengantar teori dasar menuju pengungkapan kemampuan praktek. Teori praktis yang berisikan dasardasar pengertian definisi suatu perlengkapan mobil beserta fungsi dan kegunaannya. Buku ini juga memuat teknik analisa daya dan uraian gaya yang yang terjadi saat mobil dalam suatu posisi tertentu.

Namun demikian, untuk pengembangan pengetahuan otomotive perlu didukung dengan kajian berdasar literature lain dan pengalaman bidang praktek untuk menuju tingkat mahir.

Semarang,

Juli 2008

Penyusun

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL HALAMAN FRANCIS KATA PENGANTAR DAFTAR ISI PETA KOMPETENSI

BAB I

PENDAHULUAN A. Deskripsi B. Prasyarat C. Petunjuk Belajar D. Kompetensi dan Indikator

BAB II

KEGIATAN BELAJAR 1 A. Kompetensi dan Indikator B. Uraian Materi C. Latihan D. Lembar kegiatan Mahasiswa E. Rangkuman F. Tes Formatif

BAB III

Kegiatan Belajar 2 A. Kompetensi dan Indikator B. Uraian Materi C. Latihan D. Lembar Kegiatan Mahasiswa E. Rangkuman F. Tes Formatif

DAFTAR PUSTAKA KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

PETA KOMPETENSI (disusun oleh panitya) .

Prasyarat Untuk mendukung pembelajaran yang berkaitan dengan uraian gaya dan daya disarankan mahasiswa telah mempelajri ilmu pengetahuan yang mempelajari ilmu mekanika. system rem sebagai memperlambat dan memberhentikan lajunya kendaraan. propeller dan garden beserta poros roda belakang. dan sistem pemegasan sebagai penahan kejut goncangan. steering system sebagai pengarah jalannya kendaraan. kinematika. yang menyebabkan kenyamanan berkendara. C. transmisi. Deskripsi Mata Kuliah Chasis dan pemindah daya diberikan kepada mahasiswa agar peserta kuliah dapat menguasai tentang dasar-dasar pengertian yang berkaitan dengan chasis.BAB I PENDAHULUAN A. beserta analisis uraian gaya yang terjadi pada chasis dan pemindah daya. Adapun dalam kemampuan praktis hendaknya didukung dengan kegiatan praktek dan workshop dalam bidang chasis dan pemindah daya. B. body. Buku Toyota Astra Step I dapat digunakan sebagai acuan dalam pengayaan materi. Petunjuk Belajar Untuk mempelajari chasis dan pemindah daya disarankan membaca dan mempelajari literature lain yang berkompeten dengan ilmu pengetahuan ini. . yang meliputi kopling (clutch). Hal ini untuk mempermudah dalam penghayatan dan pengembangan kajian teoritis chasis dan pemindah daya. dan sistem pemindah daya beserta fungsi dan kegunaannya pada bidang otomotive. dan dinamika.

Pengertian kopling 2. Pengenalan gardan propeller dan gardan 2. Fungsi dan guna steering system steering 2. Macam jenis rem 3. Bagian-bagian kopling dan macamnya 4. Prinsip kerja dan analisa gaya Sistem rem 1. 1 Indikator Dapat mengetahui prinsip dasar cara kerja kopling sebagai pemindah daya Bab/Topik Materi Jml Pertemuan 2 X 50 menit X 2 2 Dapat membedakan prinsip kerja dari berbagai macam bentuk dan jenis transmisi beserta anlisa daya/gaya yang ada Analisis komponen perpindahan putaran dan daya dari mesin ke rodaroda 3 4 Dapat menyebutkan system pengarah jalannya kendaraan 5 Dapat menyebutkan kegunaan system pengereman Kopling/clutch 1. Fungsi dan guna transmisi 5. Analisa daya dan gaya yang ada Sistem 1. Analisa gaya 2 X 50 menit X 2 2 X 50 menit X 2 2 X 50 menit X 2 2 X 50 menit X 2 . No. Fungsi dan guna propeller dan gardan 3. Prinsip kerja defferensial carier berserta komponen roda giginya 4. Cara kerja kopling Transmisi 1. Macam transmisi yang ada 3. Desain tarnsmisi 2. Fungsi dan guna kopling 3. Komponen rem 2. Desain dan komponennya 3.D. Kompetensi dan Indikator Indikator/Bab/Topik/Pertemuan. Analisagaya/daya Propeller dan 1. Bagian-bagian utama transmisi 4.

Macam goncangan yang terjadi 2. Komponen system pemegasan pada mobil 3. Daya dan gaya daya dan gaya 2. Sockabsorber 4. Analisa gaya Uraian analisis 1. Keselamatan mindah daya kerja 2 X 50 menit X 2 2 X 50 menit X 2 . Macam-macam pegas 5. Perhitungan dan da komponen uraian gaya chasis dan pe 4.6 Dapat mengetahui macam komponen system pemegasan dengan teknik peredam kejut Pemegasan 12 Dapat menyebutkan macam-macam teknik analisa daya dan gaya 1. Macam gaya yang ada pa 3.

dan system pemegasan sebagai penahan kejut goncangan. beserta analisa uraian gayanya. demikian sebaliknya.BAB II KEGIATAN BELAJAR 1 A. dan system pemindah daya beserta fungsi dan kegunaannya pada bidang otomotive. Uraian Materi 1. body. Kopling dilayani dengan injakan kopling atau pedal kopling yang berada dalam kabin. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini mahasiswa dapat mengetahui prinsip dasar cara kerja tentang dasar-dasar pengertian yang berkaitan dengan chasis. (input shaft). Artinya. yang meliputi kopling (clutch). Dengan demikian kopling atau biasa disebut juga dengan clutch adalah berfungsi untuk melepas dan menghubungkan putaran dan daya motor dari fly wheel/roda gaya/roda gila/roda gendeng ke bak transmisi. steering system sebagai pengarah jalannya kendaraan. yang menyebabkan kenyamanan berkendara. Saat kopling bekerja berarti melepas/membebaskan putaran dan daya motor ke bak transmisi. Kopling itu dipasang pada . propeller dan garden beserta poros roda belakang. Secara garis besar. transmisi. dengan menekan injakan kopling maka antara putaran dan daya motor pada fly wheel tidak berhubungan/terlepas dengan bak transmisi (gearbox). kopling terdiri dari dua bagian dengan salh satu bagian dipasangkan pada poros engkol (fly wheel) dan bagian lain di pasangkan pada poros utama dari bak transmisi. system rem sebagai memperlambat dan memberhentikan lajunya kendaraan. Kopling terletak antara motor sebagai pembangkit tenaga dan bak gigi transmisi. B. dengan kopling motor dapat dihubungkan kepada poros roda yang digerakkan atau hubungan motor dapat dilepaskan dari poros roda yang digerakkan. KOPLING Kopling adalah bagian dari transmisi.

Gambar 1 Kopling .

Pelat penekan dipasang pada roda gaya dalam tutup kopling. Pelat kopling dipasang sedemikian rupa sehingga pelat tersebut dapat berputar bersama poros utama. (2) un tuk memungkinkan berjalan tenang waktu jalan menurun. dengan cara menghilangkan hentakan yang terjadi pada dua benda yang bergesekan pada suatu kecepatan tertentu. yang terhubung dengan pedal kopling. Apabila dua buah roda gigi transmisi berhubungan. yaitu: (1) untuk saat mengganti gigi. Fungsi kopling untuk menghaluskan adanya pemindahan daya dan gaya motor melalui fly wheel menuju input shaft melalui plat penekan. dan (3) untuk membiarkan motor berjalan/mesin tetap hidup. yang dapat dikendalikan dengan menggunakan tuas pelepas. yang berisikan rangkaian gigi transmisi dengan ikatan beberapa tingkatan. 2. Komponen kopling dapat dilihat pada gambar (1). Kopling digunakan untuk tiga kemungkinan. akan tetapi dapat pula bergesar bebas sepanjang poros utama tersebut sepanjang rusuk-alurnya. Komposisi rangkaian gigi transmisi memberi kemungkinan untuk menyesuaikan jumlah putaran motor dengan laju kendaraan. TRANSMISI Bak gigi transmisi adalah bagian dari perlengkapan pemindah daya. bagian ini terdiri roda gaya dan plat penekan. kecepatan putar dari pasangan roda gigi sebagai jumlah putaran berbanding terbalik dengan ukuran garis tengahnya.mobil untuk membuat hubungan atau untuk melepas hubungan antara motor dan poros roda yang digerakkan. Bagian yang ke dua yang dipasang pada poros utama dari bak gigi transmisi dinamakan plat kopling (disck clutch). Bagian kopling yang dipasang pada poros engkol motor dinamakan bagian yang menggerakkan. dengan dilengkapi beberapa pegas penjepit pelat kopling. Jadi perbandingan putaran dan daya yang ada merupakan . Biasanya terdiri atas 4 tingkat gigi posisi maju dan satu tingkat posisi gigi mundur. Rangkaian ikatan gigi dapat diatur dengan menggunakan tuas gigi (shift fork) yang terpasang pada floor (lantai) atau batang kemudi. saat kendaraan sedang berhenti. Posisi pelat kopling. berada antara pelat penekan dengan permukaan roda gaya.

Gambar 2. .perbandingan gigi kecepatan dari roda gigi yang menggerakkan terhadap jumlah dan kecepatan dari roda gigi yang digerakkan. Macam hubungan rangakaian gigi dapat dilihat pada gambar (2). Output shaft (ke propeller) Macam-macam transmisi yang pernah dan digunakan adalah sliding mesh. constand mesh. dengan cara mengkaitkan susunan rangkaian gigi sesuai dengan tingkat kecepatannya. Bak Transmisi Keterangan: 1. Input shaft (dari motor) 3. Fungsi bak gigi transmisi sebagai pengatur tingkat laju kendaraan. dan transmisi otomatis/planetary gear. Bak transmisi 2. Gunanya untuk mengatur rangkaian gigi yang terkait dan mengatur posisi netral saat mobil berhenti dalam kondisi mesin hidup. syinchromesh.

Untuk dapat mengatasi dinamika kondisi jalan. Rangkaian yang demikian berada dalam housing (gardan). dan alat tersebut merupakan suatu rangkaian roda gigi yang berada dalam rumah diferensial (defferential carrier). Kopling geser berfungsi untuk mengatasi dan menerima gerakan aksial. (2) mesin di depan penggerak roda depan yang disebut front engine front drive. artinya bahwa motor berputar empat kali lebih cepat dari pada roda jalan.3. karena jarak antara bak gigi transmisi dengan poros roda belakang. . dan (2) pengurangan kecepatan (4 : 1). dapat berubah sedikit dalam perjalanan yang disebabkan adanya kondisi jalan. dan (3) system penggerak empat roda yang disebut four wheeldrive. hal ini dapat memungkinkan: (1) penggerakan menyiku yang dibutuhkan antara propeller dan poros roda belakang. dan kopling universal berguna untuk menerima fleksibilitas goncangan naik-turun dan geser kanan-kiri. yaitu (1) mesin di depan penggerak roda belakang yang disebut front engine rear drive. PROPELLER DAN GARDAN Berbagai macam posisi system penggerak terhadap mesin dan roda. sehingga diperlukan suatu alat untuk memindahkan tenaga dan putaran dari poros garden ke poros roda belakang. Poros gardan atau disebut juga propeller. Ujung propeller menyiku terhadap poros gardan roda belakang. Propeller digunakan sebagai penghubung putaran dan daya dari transmisi ke roda-roda dengan posisi mesin di depan penggerak roda belakang. dihubungkan ke kopling universal yang dikenal sebagai cross joint dengan menggunakan kopling geser. Tenaga yang dibangkitkan oleh motor harus dapat dipindahkan ke roda jalan. maka pada propeller dilengkapi dengan satu atau dua sambungan yang bersifat fleksibel yang di kenal cross joint dan kopling geser (gambar 3). yang disebut roda gigi diferensial. Roda gigi pinion yang terdapat pada ujung propeller shaft menagkap sebuah roda gigi cerona yang lebih besar dari pada roda gigi pinion tersebut.

Poros 7. Universal joint 2.Gambar 3. Cross joint 4. Propeller shaft dengan kopling geser dan cross joint Keterangan: 1. Yoke 3. Propeller shaft 5. Slip joint 6. Bagan komponen .

Posisi berjalan lurus 2.Gambar 4. Posisi berbelok kekiri 4. Posisi berbelok kekanan 3. Roda kanan selip dan roda kiri tak bergerak . Berbagai posisi defferensial gear Keterangan: 1.

Komponen kemudi merupakan bagian integral yang terdiri dari rumah kemudi. Motor tidak bekerja. diperoleh kemungkinan untuk menurunkan posisi propeller. dan gunanya memberi fleksibilitas gerakan poros belakang dalam membentuk putaran yang berbeda dari ke duanya. Roda sebelah dalam membuat sudut yang lebih besar dari pada roda sebelah luar. Namun saat kendaraan berbelok. dengan lengkungan dalam kompartimen mobil sebelah belakang dapat dibuat lebih rendah. SISTEM STEERING Sistem kemudi berguna untuk mengarahkan jalannya kendaraan. satu roda diputar dengan satu tangan. Fungsinye untuk membagi besaran gaya dan daya antara roda kanan dan roda kiri. Posisi hubungan roda gigi dalam diferensial dapat dilihat pada gambar (4). sehingga ruang mobil menjadi lebih lebar. Makin tajam belokan dibuat. maka seluruh poros depan berputar pada bagian tengah poros. posisi kanan maupun posisi kiri dengan senter pada poros belakang. Diferensial merupakan suatu alat khusus yang diperlukan untuk mengimbangi perbedaan kecepatan yang terjadi pada roda belakang apabila kendaraan melalui suatu tikungan jalan. Hubungan roda gigi pinion terhadap roda gigi cerona dapat tepat pada sumbunya. semua poros dari roda belakng dan roda depan sejajar satu sama lain. Sudut-sudut antara ke dua roda depan harus diatur sedemikian rupa. yang terdapat transmisi gigi reduksi. Saat berjalan lurus. Untuk transmisi gigi reduksi terdapat bermacam konstruksi yang disesuaikan dengan kebutuhannya. dan saat mobil berbelok roda depan tidak tinggal sejajar (gambar 6). dengan roda kemudi dalam satu putaran akan membuat kuadran roda ulir bergerak satu gigi. . Posisi kemudi tergantung dengan tata aturan berkendara pada suatu Negara. dengan sistem kemudi mobil bisa berbelok kekanan-kekiri. agar titik pusat dari semua busur yang dibuat oleh ke empat roda terletak disuatu titik pada perpanjangan poros belakang. makin dekat titik putar tersebut pada kendaraan. 4. roda diangkat dari permukaan jalan. ataupun dengan posisi menggunakan roda gigi khusus yang dinamakan roda gigi hipoid.5.

. knukle arm. batang kisar. Sistem kemudi dengan posisi roda Komponen yang lain berupa roda kemudi. sambungan peluru. sumbu kisar roda.Gambar 6. poros kemudi. dan sumbu kingpin.

(3) pipa-pipa. ialah inklinasi dari roda depan satu sama lain dipandang di sebelah muka. cember. Mobil yang dilengkapi dengan system rem hidrolik.Inklinasi sumbu kisar roda atau disebut juga pena kisar. rem tangan selalu dibuat menurut system mekanis. caster. Penggunaan rem harus nampak dari belakang yang ditandai dengan adanya nyala lampu rem. dan membantu pengembalian roda pada posisi lurus ke depan setelah posisi belok. Serong ke luar (toe out) ialah inklinasi dari roda depan satu sama lain di sebelah belakang waktu sedang berbelok. Sistem rem yang dilayani secara mekanis. (5) teromol rem. SISTEM REM Rem gunanya untuk mengurangi kecepatan mobil atu untuk menghentikan mobil yang sedang meluncur. dan kingpin inclination. Sudut camber adalah sudut kemiringan keluar (positif) atau miring ke dalam (negative) dari roda depan terhadap garis vertical. ialah miring ke dalam dari sumbu kisar roda. Posisi serong ke dalam roda depan (toe in). dan (7) kelengkapan lain berupa rem tangan. Caster merupakan kemiringan roda depan posisi ke belakang (positif) dari sumbu kisar roda sehingga sumbu itu memotong permukaan jalur di muka bagian tengah roda. (6) minyak rem sebagai media. dan system hidroulis yang berasaskan hokum pascal. meliputi hubungan antara pedal rem. rem cakram. tuas tangan. 5. dan teromol. . Macam rem yang biasa digunakan adalah rem teromol. yang terdiri toe in-toe out. Hal ini didukung oleh tata aturan sistem yang dikenal dengan FWA (front wheel alighment). Inklinasi berusaha untuk menahan roda lurus ke depan atau stabilitas kemudi. Pemahaman. (4) silinder rem roda yang disebut slave cylinder. inklinasi sumbu kisar roda atau inklinasi pena-pokok adalah miring ke dalam dari sumbu kisar roda terhadap garis vertical. akan tetapi menggunakan sepatu rem yang sama. (2) silinder rem utama yang disebut master cylinder. Rem tangan dapat bekerja sekaligus pada ke dua roda belakang dan tidak bergantung dari system hidrolik.Sistem rem terdiri atas (1) injakan rem.

Gambar 7. Sistem Rem beserta komponennya .

roda dan ban. . dan (5) shock absorber sebagai peredam kejut. system steer. Konstruksi rem dapat dilihat pada gambar (7). Rangka ini disebut chasis sebagai tempat dipasang system transmisi. 2. Torak pendorong 8. (4) hollow spring. Silinder rem roda 9. dan konstruksi monocoque body yang disebut bodi integral. Chasis dibuat dengan konstruksi yang kuat. SISTEM PEMEGASAN Kendaraan memerlukan rangka untuk menunjang motor. Penekanan sepatu rem akan kembali pada posisi semula dengan ditarik oleh adanya pegas penarik. Silinder rem pada roda 16 Pipi sepatu rem 18 Kanvas rem gesek 20 Pelat belakang/backing plate Dasar cara kerja dari rem teromol adalah dengan ke dua sepatunya dilapis kanvas rem yang menekan teromol yang berputar sebagai tempat kedudukan roda dan ban dipasang. serta harus mampu menahan kejutan dan getaran bila mobil sedang berjalan. Kelembutan berkendara diperlukan rasa nyaman maka sistem pemegasan berguna untuk mengatasi hal ini (getaran dan permukaan jalan). Konstruksi bodi ada bermacam-macam.Keterangan gambar: 1. Injakan rem 5. Batang penghubung 7. Aliran oli rem 11 Saat teromol bekerja 13 Mekanik rem teromol 15 Sepatu rem 17 Engsel sepatu rem 19 Pegas pembalik 6. Pipa jalur fluida/oli rem 10 Teromol rem/drum 12 Minyak rem di bawah tekanan 14. (2) pegas coil. dan berfungsi untuk menempatkan instrumen dengan posisi yang menunjang komponen lain. Bodi dipasang di atas rangka dengan dibaud. bentuk X. Sistem pemegasan terdiri atas: (1) pegas daun. system roda ban dan rem. sehingga menimbulkan friksi. Sistem rem hidrolik 4. dan berbagai komponen lain. bangun H. berguna menempatkan penumpang yang terdiri bodi mobil. (3) pegas torsi. Master silinder 3. chasis floor. berguna harus mampu untuk mengangkut muatan. Engsel titik putar 6.

kenyamanan.Konstruksi system pemegasan roda belakang berbeda dengan yang dipasang pada roda depan. dan keselamatan kerja (gambar 5). Gambar 5. . hal ini tergantung pada fungsi dan keperluannya. Sistem pemegasan. Penggunaan pegaspun dengan mempertimbangkan berbagai segi yang menguntungkan serta menguta-makan kesehatan.

Adakan pengamatan pada penyetelan system rem posisi antara akampas rem terhadap drum/teromol roda. Latihan 1. serta konstruksi dari peredam kejut. III. Rear axle 8. Chasis mobil 7. Gambarkan posisi hubungan roda gigi transmisi pada kecepatan I. D. Lembar kegiatan Mahasiswa Berilah rangkuman dari definisi front wheel alighment yang terdiri atas caster. Rangkuman Chasis adalah bagian dari mobil yang tertinggal mana kala bodi mobil dilepas/ diangkat. Nabe/splined hub 9. Penyangga kejut 6. cember. Hanger spring/klem 10 Chasis 12 Pegas dan peredam kejut 3. turning radius. II. Kopeling merupakan komponen yang berfungsi untuk melepas dan menghubungkan putaran dan daya mesin dari fly wheel ke bak transmisi. 4. Poros belakang jenis banjo C. Pegas daun 5. Adakan pengamatan dalam penyetelan posisi roda depan agar senantiasa menghadap lurus ke depan setelah posisi berbelok. Poros belakang 4. dan kingpin inclination pada system pengaturan roda depan dalam suatu system kemudi ! Berilah gambaran tentang adanya kelebihan dan kekurangan penggunaan kopeling gesek terhadap kopeling fluida pada pemakaian ! Berilah alternatif untuk dapat mengatasi kesulitan (slip) saat roda sebelah kiri terperosok dalam lumpur pada suatu mobil ! E.Keterangan gambar: 1. Berilah gambaran adanya perbedaan dalam pemakaian antara pegas daun dan pegas torsi. Shock absorber 11 Poros belakang 2. toe in-toe out. . dan versnelling posisi tertinggi. serta posisi gigi mundur pada rangkaian bak transmisi synchromesh. 2. 3.

Posisi kampas kopling terletak di antara flywheel dan : a. Kampas kopling terkait pada poros yang berhubungan dengan : a.Transmisi sebagai pengaruran kecepatan jalannya mobil dengan cara mereduksi putaran dan daya motor untuk yang disampaikan ke roda-roda. Engine b. F. Kampas b. Blok engine . Diferensial 3. Tutup kopling dibaut pada : a. Flywheel c. Diferensial d. Transmisi b. Engine/mesin 2. Rangka kendaraan d. dan berguna untuk membedakan putaran roda kiri maupun kanan saat berbelok. Propeller dan garden berfungsi untuk membagi momen dan daya pada system roda belakang. serta meringankan momen yang diberikan pada roda saat hentakan awal. Plat penekan d. Tes Formatif Soal power trains dan chassis Soal pilihan ganda 1. Steering system adalah berfungsi untuk mengarahkan jalannya kendaraan agar berjalan lurus maupun saat berbelok. Poros engkol c. Sistem pemegasan berguna untuk peredam kejud dan penahan goncangan yang disebabkan oleh kondisi permukaan jalan dan menjaga kenyamanan penumpang. Poros penggerak c. Sistem rem berguna untuk memperlambat dan memberhentikan laju jalannya kendaraan. Roda dan ban berguna untuk mendukung kendaraan sehingga tingkat kenyamanan dapat tercapai dengan keselamatan kerja yang tinggi.

4. Sinkronmesh rusak b. sepatu rem bergerak ke luar menekan : a. Memberikan suatu kelembutan berkendaraan c. Drum/Tromol rem d. Penyetelan batang pemindah gigi kurang pas b. Kopling tidak bebas d. Penyetelan batang pemindah tidak tepat 7. Udara tekan c. Gigi-gigi pada transmisi sukar dipindahkan. Vakum venturi b. Sebuah batang stabiliser depan berguna untuk : a. mungkin disebabkan oleh : a. Tidak satupun jawaban di atas benar 9. Tekanan atmosfer d. Gigi-gigi berbunyi saat perpindahan. Pegas kopling tidak bekerja atau lemah d. disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini. Selama pengereman. Transmisi terjadi slip gigi-gigi. Semua jawaban di atas benar 5. mungkin disebabkan oleh : a. kecuali: a. Booster rem bekerja menggunakan beda tekanan antara intake manifold dan a. Semua jawaban di atas benar 6. Semua jawaban di atas benar . Kecepatan idle terlalu rendah c. Jarak bebas pedal kopling berlebihan d. Pena jangkar c. Silinder roda b. Kontrol gerakan suspensi dan rolling body d. Kopling tidak bebas c. Meningkatkan kapasitas beban kendaraan b. Rumah kopling tidak terpasang baik c. Roda atau aksel 8. Penyetelan batang pemindah gigi kurang pas b.

Kompensasi keausan pada hubungan batang-batang kemudi d. apa kemungkinan penyebabnya dan tindakan apa yang harus dilakukan 2. apa kemungkinan penyebabnya dan Tindakan apa yang harus dilakukan .10. Kasus gigi-gigi transmisi sukar dipindahkan. Kasus kopling slip selagi bertautan. Memelihara control arah kendaran Soal uraian : 1. Memungkinkan kontak ban dan permukaan jalan pada titik beban c. Tujuan sudut caster pada automobile adalah untuk : a. Mencegah keausan roda b.

seperti kopling. Indikatornya ialah dapat menyelesaikan perhitungan dimensi dan kekuatan beberapa komponen. B. Kopling ini menghubungkjan dua poros yang membetuk suatu sudut. ukuran keduanya ini dihitung dengan rumus sebagai berikut (lihat gambar 8). . namun dalam praktiknya sering bervariasi ketika suatu gerakan putar dipindahkan dari satu poros ke poros lainnya. Kompetensi dan indikator Mampu melakukan rancang bangun komponen-komponen casis dan pemindah daya. a. dan pegas dengan pendekatan mekanika teknik dan matematik. Kopling Kopling-kopling yang terdapat pada system pemindah daya dapat digolongkan dalam dua jenis. poros. roda gigi. Dimensi kopling universal ditentukan oleh diameter poros dan diameter pena. Yang pertama terdapat pada poros propeler. Materi Analisis Komponen Casis dan Pemindah Daya 1.BAB III KEGIATAN BELAJAR 2 A. yaitu kopling tetap (misal: kopling universal/ universal coupling) dan kopling tidak tetap (kopling cakram/disc clutches). Inklinasi kedua poros mungkin konstan. sedangkan yang kedua dipasang di antara mesin (engine) dan transmisi. rem. Kopling Universal Salah satu kopling tetap yang digunakan pada system pemindah daya adalah kopling universal.

T / л. Fs1.fs ) Selanjutnya karena pena mendapat dua tegangan geser maka : T = 2. d . d Jadi diameter pena : dp = √ 2T / л. fs1.Gambar 8. d3 Jadi diameter poros : d = 3√ (16. dp2. fs . л/4. Dimensi kopling universal Pada dasarnya torsi yang dipindahkan adalah : T = л/16 .

Untuk menentukan dimensi kopling cakram maka perlu analisis sebagai berikut (lihat gambar 9 dan 10).b. Menghubung dan melepasnya pertautan antara putaran mesin dan transmisi ini dilakukan dengan menginjak pedal. Gambar 9. Kopling gesek . begitu pula saat bekerjanya perpindahan roda gigi transmisi. Kopling Cakram (Disc Clutch) Clutch berfungsi menghubung dan melepaskan putaran mesin ke transmisi dengan tanpa mematikan mesin. Ini diperlukan pada saat mobil berhenti namun mesin tetap hidup.

p. Kondisi yang pertama. yaitu : 1) Bila tekanan serba sama. dx Gaya normal atau aksial pada lingjkaran : δw = p. p = W / л(r12 – r22). x = µ. dx.p. 2лx. dx gaya gesek di atas lingkaran yang bekerja secara tangensial pada radius x. Analisis gaya pada kopling Pada jenis tunggal mempunyai dua kontak permukaan.Gambar 10. x = 2лµ. dimana W = tekanan aksial yang mana permukaan kontak bertautan. terjadi intensitas tekanan . bila tekanan serba sama. x2 dx. dx Jadi torsi yang bekerja pada lingkaran : Tx = Fx. adalah : Fx = µ .2 лx. . Dalam hal ini dipertimbangkan dua keadaan. sehingga : Luas permukaannya adalah : 2 лx. 2лx. dan 2) Bila telah terpakai. δW = µ.

r2 r1 = 2лµ. r2 . bila kondisi telah terpakai maka intensitas tekanannya : p = C/x dimana C = constanta dan gaya normal pada lingkaran : δw = p.dx.Di atas telah diketahui bahwa Tx = 2лµ. Dengan mengintegrasikan persamaan ini dalam batas r2 ke r1. maka torsi gesek total. ( r13 – r23 / 3 ) = 2/3 (µ. W. adalah : r1 T = ∫ 2лµ. x2 dx. x2 dx.p. W / л(r12 – r22) .p ( r13 – r23 / 3 ) bila p = W / л(r12 – r22) maka = 2лµ. dx) = 2 лC dx Gaya total di atas permukaan gesek r1 W = ∫ 2л. W) ( r13 – r23 / r12 – r22 ) maka T = µ. dx = C/x (2 лx.p.2 лx.C. r bila 2/3( r13 – r23 / r12 – r22 ) = r Kondisi yang kedua.p [ x3/ 3 ] r2 = 2лµ.

C [ x ] r2 = 2л. x2 dx = 2лµ.p. µ.dx. x2 dx = 2лµ . r dimana r = (r1 – r2)/2 Catatan : Untuk kopling ganda (multiple clutch) rumusnya menjadi T = n. W . W .r1 = 2л. µ.C (r1 – r2). C. (r1 – r2) atau T = µ. C ( r12 – r22 ) karena C = W / 2л (r1 – r2). C/x . Cx dx Jadi total torsi di atas permukaan gesek adalah : r1 karena p = C/x maka T = ∫ 2лµ. rdimana n jumlah pasangan permukaan kontak : n = n1 + n2 – 1 . r2 r1 = 2лµ. maka = лµ. [ W / 2л (r1 – r2)] ( r12 – r22) = ½. sehingga C = W / 2л (r1 – r2) Torsi gesek pada lingkaran adalah: Tx = 2лµ. W . C [ x2 / 2 ] r2 = 2лµ. C ( r12 – r22 / 2 ) = лµ.

Gigi-gigi seharusnya cukup kuat atau tidak patah baik pada beban statis maupun dinamis selama berputar dalam kondisi normal. Beban ini Gambar 11. Roda Gigi Dalam merancang sebuah roda gigi. kecepatan gigi penggerak.2. kecepatan gigi yang digerakkan. dan jarak pusat. Uraian gaya pada gigi roda gigi dipecahkan dalam dua komponen. Nilai tegangan maksimum ini adalah : . Tegangan bengkok maksimun (kritis) terjadi pada bidang dasar gigi. sedangkan WR menyebabkan tegangan tekan yang relatif kecil biasanya diabaikan. Penjajaran (alignment) gigi-gigi dan defleksi poros harus dipertimbangkan karena berpengaruh pada performa roda gigi. yaitu komponen tangensial (WT) dan radial (WR) yang bekerja tegak lurus dan paralel pada pada garis pusat gigi. WT menyebabkan tegangan bengkok yang cenderung menjadikan gigi patah. Memperhatikan bahwa tiap-tiap gigi sebagai sebuah balok (beam) penopang yang dibebani oleh beban normal (WN) lihat gambar 11. beberapa hal yang perlu diketahui adalah: tenaga yang ditransmisikan.

dimana x dan k adalah konstan. untuk sistem infolut komposit dan kedalaman penuh 14½o. dan untuk sistem stub pada 20o. sehingga WT = fw . Nilai y tergantung dari sistem roda gigi dan jumlah giginya. b . (x2/6k). h h = panjang gigi y = setengah ketebalan gigi = t / 2 I = momen inersia pada garis pusat gigi = bt3 / 12 b = lebar permukaan gigi Dengan demikian : fw = [( WT . b .f w = My / I dimana : M = momen bengkok maksimum = WT . лm . nilai y adalah faktor bentuk gigi dan WT disebut kekuatan balok gigi. y = 0. dan komponen tangensialnya adalah : W T = f w .841/T) Besar tegangan yang diijinkan adalah fw = fo .pc) = fw . b .124 – (0.h ) t/2] / (bt3 /12) = [ ( WT .154 – (0. 6 ] / bt2 . y = 0.m jika (x2/6k) = y Jadi rumus komponen tangensial menjadi WT = fw .684/T) . dimana : fw = tegangan statis yang diijinkan dalam kg/cm2 (tergantung bahan roda gigi) Cv = faktor velositas = 3 / (3+v) untuk roda gigi yang beroperasi hingga 12.912/T). maka WT = fw . untuk sistem infolut kedalaman penuh 20o. h ). pc dan h = k . .pc) / (6k. ( t2 / 6 h ) Nilai t dan h bervariasi tergantung ukuran gigi dan profilnya. (x2. sehingga : besarnya t = x .175 – (0. Cv = 6 / (6+v) untuk operasi hingga 20 m/det. pc .5 m/det. pc . y . y = 0. pc. y dimana pc = л. Cv . b . b .

C + WT)] Jadi WD = WT + { 0.11 (b. b . y dimana fe = ketahanan fleksural : kg/cm2 pc= лm Catatan : untuk beban tetap Ws ≥ 1. Beban Dinamik Gigi Beban dinamik gigi dihitung dengan rumus sebagai berikut : WD = WT + WI dimana WT = beban tetap torsi yang ditransmisikan dalam kg WI = beban tambahan akibat aksi dinamik dalam kg = 0. Beban Statis Gigi Beban statis atau ketahanan gigi atau dihitung dengan rumus : Ws = fe .25 WD . e / ( 1/Ep + 1/EG ) dimana : K = faktor yang tergantung pada bentuk gigi = 0.C + WT) / [0.5o & 20o = 0. y = fe . b . лm .C + WT)] } dimana V = kecepatan lintasan pitch dalam m/menit C = suatu deformasi atau faktor dinamik dalam cm Nilai C ditentukan dengan rumus : C= K .a.11V + √(b. pc .11 (b.115 untuk sistem stub 20o Ep = modulus Young’s untuk material pinion EG = modulus Young’s untuk material roda gigi e = error aksi gigi dalam cm b.111 untuk sistem infolut 14.11V + √(b.C + WT) / [0.107 & 0.

dalam cm. yaitu : T / J = fs / r dimana : T= momen puntir atau torsi yang bekerja pada poros. sehingga dihitung dengan menggunakan persamaan torsi.35 WD untuk beban kejut Ws ≥ 1. Poros dan momen puntir Untuk poros pejal.untuk beban berdenyut Ws ≥ 1. Gambar 12. dalam cm4 fs= tegangan torsi geser dalam kg/cm2 r = jarak sumbu netral ke serat terluar = d/2.5 WD 3. Poros Poros propeler mendapat momen puntir atau torsi (lihat gambar 12). momen inersia polar : J = л/32 d4 Dengan demikian rumus di muka dapat ditulis : . dalam kgcm J= Momen inersia polar dari area penampang melintang.

. sepatu-sepatu menekan ke luar menahan tromol. REM Sebuah rem tromol (lihat gambar 13) terdapat dua buah sepatu yang masing-masing ujungnya terletak pada fulkrum O1 dan O2. momen inersia polar : J = л/32 (do4 – di4) do dan di = diameter luar dan dalam poros berlubang. dan r = do/2 Dengan demikain rumus di muka dapat ditulis : T / [л/32 (do4 – di4)] = fs / (do/2) 16 T do = л fs (do4 – di4) = л fs do4 [ 1 .(d1 / do) ]4 maka Jadi = л fs do4 (1 . dan N = puratan.T / л/32 d4 = fs / d/2 atau T = л/16 fs d3 . melalui rumus ini diameter poros pejal dapat ditemukan. Ketika kam berputar.k4) T = л fs do3 ( 1 – k4 ) bila d1 / do = k Momen puntir T juga dapat dihitung dengan persamaan tenaga kuda (horse power/HP) berikut ini P = (2 л N T) / 4500 atau T = P 4500 / (2 л N ) dimana T = momen puntir. dalam kgm. Gesekan antara sepatu dan tromol menghasilkan torsi pengereman dan karena itu mengurangi putaran tromol. dalam rpm 4. Selanjutnya untuk poros berlobang.

Dalam gambar tampak bahwa : r = jari-jari dalam dari tromol b = lebar kampas p1= intensitas tekanan normal maksimum pN= tekanan normal F1 = gaya yang dikeluarkan kam pada sepatu primer F2 = gaya yang dikeluarkan kam pada sepatu sekunder .Gambar 13. sepatu sebelah kiri disebut sepatu primer (S1) sedangkan yang kanan disebut sepatu sekunder (S2). Konstruksi rem teromol Gaya-gaya yang bekerja pada rem saat tromol berputar ke kiri (gambar 14).

r . adalah : pN ∞ sin Θ. Gaya yang bekerja pada rem Secara geometri dalam gambar tampak bahwa O1B = OO1 sin Θ.Gambar 14. δΘ ) = p1 sin Θ ( b. δΘ ) Gaya gesek pada bagian kecil tersebut. adalah δTB = δF . r. r. luasan bagian kecil = pN ( b. dan diasumsikan pN ∞ p1 sin Θ Gaya normal yang bekerja pada bagian kecil AC. adalah δF = µ δRN = µ p1 sin Θ ( b. r. δΘ ) Jadi torsi pengereman pada bagian kecil dari titik O. adalah : δRN = tekanan normal . dan tekanan normal pada A.

= µ p1 sin Θ ( b. δΘ) (OO1 sin Θ) = p1 sin2 Θ (b . r .cos Θ ] 2 = µ p1 b. r 2 ∫ sin Θ. r . r . r 2.δΘ Θ2 = p1 . b . b .δΘ Θ1 = ½ p1 . (sin Θ. δΘ Θ1 Θ2 Θ1 = µ p1 b. OO1 ∫ ½ (1 – cos 2 Θ) . δΘ ) dan total torsi pengereman pada O untuk sebuah sepatu. r . adalah Θ2 TB = µ p1 b. r 2 (cos Θ1 . r . δΘ ) r = µ p1 b. r [ . OO1 [Θ – (sin 2Θ2 /2) ] Θ2 Θ1 = ½ p1 .cos Θ2 ) Momen gaya normal δRN dari bagian kecil ke fulkrum O1 : δMN = δRN . OO1 [Θ2 – (sin 2Θ2 /2) – Θ1 + (sin 2Θ1 /2) ] . O1 B = δRN (OO1 sin Θ) = p1 sin Θ (b . r . δΘ) OO1 MN = ∫ Θ1 Θ2 = p1 . OO1 ∫ sin2 Θ. b .δΘ = ½ (1 – cos 2 Θ) . δΘ) OO1 Jadi total momen gaya normal pada fulkrum O1 Θ2 p1 sin2 Θ (b . b .δΘ Θ1 dimana : sin2 Θ. r. r .

Berbagai macam penggunaan pegas diantaranya adalah untuk aplikasi gaya . r [ r (cos Θ1 .MF Sepatu sekunder mengambil momen pada fulkrum O2 : F1 . r [ r sin Θ – (OO1/2) sin 2Θ ] δΘ Θ2 Θ1 dimana : 2sin Θ cos Θ= sin 2Θ = µ p1 b. δMF = δF .= ½ p1 . l = MN .Θ1) + ½ (sin 2Θ1 . r ( r sin Θ – OO1 sin Θ cos Θ ) δΘ = µ p1 b. r [ -r cos Θ + (OO1/2 cos 2Θ ] = µ p1 b. l = MN + MF 5. r .(OO1/4) cos 2Θ1] = µ p1 b. PEGAS Pegas adalah suatu komponen elastis yang berfungsi untuk menahan ketika ada beban dan memulihkan lagi ke bentuk semula ketika beban dilepas.sin 2Θ2) Momen gaya gesek δF pada fulkrum O1 . r ( r sin Θ – (OO1/2) sin 2Θ ) δΘ Jadi total momen gaya gesek pada fulkrum O1 MF = µ p1 b. OO1 (Θ2 . r.cos Θ2) + OO1/4 (cos 2Θ2 . b .cos 2Θ1) Sepatu primer mengambil momen pada fulkrum O1 : F1 . AB = δF ( r – OO1 cos Θ ) dimana AB = r – OO1 cos Θ = µ p1 sin Θ ( b.r [-r cos Θ2 + (OO1/4)cos 2Θ2 + r cos Θ1 . δΘ ) ( r – OO1 cos Θ ) = µ p1 b.

(misal pada rem. menyimpan enerji. menyerap kejutan dan getaran. a. Beban pada pegas coil Keterangan : D = diameter rata-rata pegas koil d = diameter kawat n = jumlah koil aktif G = modulus kekakuan bahan pegas W = beban aksial pegas fs = tegangan geser . Secara umum dikenal dua macam pegas yaitu pegas koil dan daun. katup). mengukur gaya. Pegas koil Sebuah pegas koil pada sistem suspensi kendaraan berguna untuk menahan beban aksial (gambar 15). kopling. Gambar 15.

C = indek pegas = D/d p = pitch koil δ = defleksi pegas akibat beban aksial Momen puntir T = W .615/C Jadi bila indek pegas menurun maka faktor tegangan mengingkat. 8 WC / л d2 dimana : K = (4C-1) / (4C-4) + 0. 8 WD / л d3 = K. dimana D/d = C . Selanjutnya bila keduanya (efek geser langsung dan efek lingkar kawat diperhitungkan) maka sebuah faktor tegangan geser (K) dimasukkan. dan ini mengabaikan efek lingkar kawat pegas. Oleh karena itu tegangan geser maksimum dalam kawat : fs = K. Efek geser langsung sebesar 8 WD/ л d3 ( 1 + 1 / 2C ) adalah cocok untuk pegas dengan indek pegas (C) kecil. D/2 = л/16 fs d3 fs = 8 W D/ л d3 Dalam pegas koil terdapat dua tegangan. yaitu tegangan geser langsung dan tegangan terhadap lingkar kawat pegas. Tagangan geser langsung akibat beban W : = Beban / luasan penampang melintang = W / (л/4) d2 = 4 W / лd2 Jadi tegangan geser maksimum = 8 W D/ л d3 + 4 W / лd2 = 8 W D/ л d3 ( 1 + d / 2D ) = 8 WD/ л d3 ( 1 + 1 / 2C ) Tegangan geser maksimum terjadi pada sisi dalam lingkar kawat pegas.

δ Tegangan geser maksimum : fs = K. D/2) л D n ] / (л/32) d4 G = 16 W D2 n / d4. (D3 n) / d4 G bila C = D/d. D/2 = 8 W D3 n / d4. n ) / d4 G = ( 8 л fs d3 ) / 8 KD . G = [(W . d / 8 C3 n = konstan 2) Enerji yang disimpan pegas Enerji yang disimpan pegas dihitung dengan rumus : U = ½ W.1) Defleksi Pegas Koil Total panjang aktif pegas koil adalah : l = panjang satu koil x jumlah koil aktif = л d . 8 WD / л d3 W = л fs d3 / 8 KD δ = ( 8 WD3. l / J . D/2 Persamaan torsi : T / J = fs / (D/2) = (G Θ) / l Θ = T. maka . n Θ = sudut defleksi kawat pegas ketika dibebani oleh torsi T Selanjutnya defleksi aksial pegas : δ = Θ . G = 8 W C3 n / d . G dan konstanta pegas : W / δ = (G d4 ) / 8 D3 n = G . G Jika persamaan ini dimasukkan maka diperoleh : δ = (16 W D2 n / d4. G) .

Arah gaya pada pegas daun tunggal Keterangan : t = tebal plat b = lebar plat L = panjang plat (jarak beban W dari titik jepit) Momen bengkok pada ujung A : M = W. [ (л D n) . л/4 d2 ] = fs2 / (4 K2 G) . [ ( л fs d2 ) / 8 KD ] . G ] = fs2 / (4 K2 G) . [ (л fs D2 n ) / K. tampak bahwa salah satu ujungnya tetap sedangkan beban terletak pada ujung yang lain. Pegas ini disebut sebagai sebuah pegas datar. Pegas Daun Pegas daun tunggal seperti pada gambar 16. d . G Subtitusi nilai W dan δ dalam persamaan defleksi : U = ½ .L . Gambar 16.= (л fs D2 n ) / K . V dimana : V = volume kawat pegas = (л D n) . л/4 d2 b. d.

Modulus penampang : Z = I / y = ( 1/12 bt3 ) / (t/2) = 1/6 bt2 Tegangan bengkok pegas : f = M / Z = ( W L ) / 1/6 bt2 = (6 WL) / (bt2) Defleksi maksimum dengan beban terkonsentrasi pada ujung bebas. dengan panjang 2L dan beban 2W terletak di tengah ( gambar 17).L3 ) / [(3 E).(b t3 /12)] = (4 W. Uraian gaya pada pegas daun Jika pegas daun didukung pada kedua ujungnya. adalah : δ = (W.L3) / (3 E I) = (W. .L3 ) / E b t3 = (2 f L3) / (3 E t) fs maks Gambar 17.

Gaya yang bekerja pada pegas.Gambar 18. Momen bengkon maksimum di tengah : M = WL Modulus penampang : Z = 1/6 bt2 Jadi tegangan bengkok : f = M/Z = (6 WL) / (bt2) Defleksi maksimum : δ = (W1 L13 ) / (48 E I ) = [ (2W)(2L)3 ] / 48 EI = WL3 / 3 EI (dalam kasus ini W1 = 2W. dan L1 = 2L) Bila pegas daun terdiri atas n daun sama panjang maka : Tegangan geser : f = (6 WL) / (n bt2) Defleksi pegas : δ = (4W L3 ) / (n E b t3) = (2 f L3) / (3 E t) Bila pegas terdiri atas n daun yang panjangnya bertingkat. maka : f = (6 WL) / (n bt2) δ = (6W L3) / (n E b t3) = (f L2 ) / (E t) .

Diketahui tekanan aksial tidak lebih dari 0. 1995. temukan ukuran-ukuran permukaan gesek tersebut. Latihan 1.4. 2. Anonime.Co. Jika diameter luar permukaan gesek 1. Sebuah rem tromol (lihat gambar) lebar kampas 3. Tentukan torsi pengereman dan besarnya gaya F1 dan F2.4 kali diameter dalam. D. koef gesek 0. dan koefisien gesek µ= 0.4 cm. Teknik mobil bergambar.3. intensitas tekan di titik A 4 sin Θ kg/cm2 .9 kg/cm2. Jakarta: Toyota Astra. II. Sebuah kopling universal digunakan untuk menghubungkan dua poros. Kegiatan mahasiswa Observasi di bengkel otomotif untuk mendapatkan data sebagai bahan melakukan perhitungan dimensi kekuatan komponen. Tentukan diameter poros. Sebuah poros berputar 200 rpm memindahkan 25 HP. 2001.C. 4. Temukan diameter poros dan penanya. Toyota step I. . New Delhi: Mc Graw Hill. Poros dibuat dari baja dengan tegangan geser yang diijinkan 420 kg/cm2. Jakarta: Rineka Karya. 3. bila masing-masing terbuat dari bahan Bj 50 dan Bj 30. dimana poros itu memindahkan torsi sebesar 3000kgm. Khurmi Ghupta. 1995. Machine design. Sebuah kopling cakram tunggal memindahkan 70 hp pada 3000 rpm. (Buku manual). dilanjutkan membuat laporan dan didiskusikan DAFTAR PUSTAKA Anonime.

d 6. maka harus distel b. Penyetelan hubungan pedal kopling tidak benar. a 2. dan lumasi d. c 9. stel. Gigi-gigi sliding pada sinkronmesh rusak atau seret pada porosnya. Batang-batang penghubung pemindah gigi kering. c 3. maka harus dilumasi c. d Kunci jawaban soal uraian 1. Kampas kopling aus.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Kunci jawaban soal pilihan ganda 1. c 8. maka kopling harus distel lagi d. c 10. maka harus dilepas dan diganti 2. d 5. Rangkaian pembebas kopling macet. maka harus dilepas/ganti c. maka harus di bersihkan. Tekanan pegas lemah atau pegas rusak. c 7. maka harus dilepas atau dibersihkan dan diganti jika telah rusak. Penyetelan batang penghubung pemindah gigi sudah berubah. Kemungkinan penyebab tindakan yang harus dilakukan : a. d 4. Kopling tidak bebas. maka perlu distel kembali b. Kemungkinan penyebab dan tindakan yang harus dilakukan : a. .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.