BUKU AJAR 2008

LOGO UNNES

CHASIS DAN PEMINDAH DAYA
JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNNES 2008

BUKU AJAR 2008

LOGO UNNES

CHASIS DAN PEMINDAH DAYA
Penulis SUPRAPTONO SUWAHYO

Penyunting …………………

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNNES 2008

KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil’alamin, penyusunan buku ajar dengan topik Chasis dan Pemindah daya ini telah selesai. Penulisan buku ajar ini diharapkan dapat membantu pembelajaran otomotive tentang chasis dan pemindah daya.

Chasis yang dalam hal ini, adalah merupakan bgian dari suatu mobil yang tertinggal apabila body mobil tersebut diangkat. Dengan demikian, yang dimaksud dengan chasis merupakan bangun peralatan yang berupa kelengkapan sebagai kenyamanan berkendara, dan juga merupakan unsurunsur yang memberikan tempat kedudukan pengendara, pengarah lajunya kendaraan, penahan kejut dari berbagai arah, pengendali kecepatan, dan memperlambat laju jalannya berkendara, maupun pemberhenti saat diperlukan.

Buku ini berisikan petunjuk praktis sebagai pengantar teori dasar menuju pengungkapan kemampuan praktek. Teori praktis yang berisikan dasardasar pengertian definisi suatu perlengkapan mobil beserta fungsi dan kegunaannya. Buku ini juga memuat teknik analisa daya dan uraian gaya yang yang terjadi saat mobil dalam suatu posisi tertentu.

Namun demikian, untuk pengembangan pengetahuan otomotive perlu didukung dengan kajian berdasar literature lain dan pengalaman bidang praktek untuk menuju tingkat mahir.

Semarang,

Juli 2008

Penyusun

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL HALAMAN FRANCIS KATA PENGANTAR DAFTAR ISI PETA KOMPETENSI

BAB I

PENDAHULUAN A. Deskripsi B. Prasyarat C. Petunjuk Belajar D. Kompetensi dan Indikator

BAB II

KEGIATAN BELAJAR 1 A. Kompetensi dan Indikator B. Uraian Materi C. Latihan D. Lembar kegiatan Mahasiswa E. Rangkuman F. Tes Formatif

BAB III

Kegiatan Belajar 2 A. Kompetensi dan Indikator B. Uraian Materi C. Latihan D. Lembar Kegiatan Mahasiswa E. Rangkuman F. Tes Formatif

DAFTAR PUSTAKA KUNCI JAWABAN TES FORMATIF

PETA KOMPETENSI (disusun oleh panitya) .

dan sistem pemegasan sebagai penahan kejut goncangan. dan sistem pemindah daya beserta fungsi dan kegunaannya pada bidang otomotive. Deskripsi Mata Kuliah Chasis dan pemindah daya diberikan kepada mahasiswa agar peserta kuliah dapat menguasai tentang dasar-dasar pengertian yang berkaitan dengan chasis. beserta analisis uraian gaya yang terjadi pada chasis dan pemindah daya. steering system sebagai pengarah jalannya kendaraan. Hal ini untuk mempermudah dalam penghayatan dan pengembangan kajian teoritis chasis dan pemindah daya.BAB I PENDAHULUAN A. dan dinamika. yang meliputi kopling (clutch). B. propeller dan garden beserta poros roda belakang. Buku Toyota Astra Step I dapat digunakan sebagai acuan dalam pengayaan materi. . system rem sebagai memperlambat dan memberhentikan lajunya kendaraan. yang menyebabkan kenyamanan berkendara. body. Petunjuk Belajar Untuk mempelajari chasis dan pemindah daya disarankan membaca dan mempelajari literature lain yang berkompeten dengan ilmu pengetahuan ini. kinematika. transmisi. Prasyarat Untuk mendukung pembelajaran yang berkaitan dengan uraian gaya dan daya disarankan mahasiswa telah mempelajri ilmu pengetahuan yang mempelajari ilmu mekanika. Adapun dalam kemampuan praktis hendaknya didukung dengan kegiatan praktek dan workshop dalam bidang chasis dan pemindah daya. C.

Desain tarnsmisi 2.D. Fungsi dan guna kopling 3. Desain dan komponennya 3. Pengenalan gardan propeller dan gardan 2. Bagian-bagian kopling dan macamnya 4. Macam jenis rem 3. Bagian-bagian utama transmisi 4. Fungsi dan guna steering system steering 2. Analisa daya dan gaya yang ada Sistem 1. Analisagaya/daya Propeller dan 1. Komponen rem 2. Analisa gaya 2 X 50 menit X 2 2 X 50 menit X 2 2 X 50 menit X 2 2 X 50 menit X 2 . Kompetensi dan Indikator Indikator/Bab/Topik/Pertemuan. No. Fungsi dan guna propeller dan gardan 3. 1 Indikator Dapat mengetahui prinsip dasar cara kerja kopling sebagai pemindah daya Bab/Topik Materi Jml Pertemuan 2 X 50 menit X 2 2 Dapat membedakan prinsip kerja dari berbagai macam bentuk dan jenis transmisi beserta anlisa daya/gaya yang ada Analisis komponen perpindahan putaran dan daya dari mesin ke rodaroda 3 4 Dapat menyebutkan system pengarah jalannya kendaraan 5 Dapat menyebutkan kegunaan system pengereman Kopling/clutch 1. Macam transmisi yang ada 3. Pengertian kopling 2. Fungsi dan guna transmisi 5. Cara kerja kopling Transmisi 1. Prinsip kerja defferensial carier berserta komponen roda giginya 4. Prinsip kerja dan analisa gaya Sistem rem 1.

Komponen system pemegasan pada mobil 3. Macam gaya yang ada pa 3. Keselamatan mindah daya kerja 2 X 50 menit X 2 2 X 50 menit X 2 . Macam goncangan yang terjadi 2. Perhitungan dan da komponen uraian gaya chasis dan pe 4. Macam-macam pegas 5. Analisa gaya Uraian analisis 1. Sockabsorber 4.6 Dapat mengetahui macam komponen system pemegasan dengan teknik peredam kejut Pemegasan 12 Dapat menyebutkan macam-macam teknik analisa daya dan gaya 1. Daya dan gaya daya dan gaya 2.

body. transmisi. (input shaft). propeller dan garden beserta poros roda belakang. system rem sebagai memperlambat dan memberhentikan lajunya kendaraan. Secara garis besar. B. Dengan demikian kopling atau biasa disebut juga dengan clutch adalah berfungsi untuk melepas dan menghubungkan putaran dan daya motor dari fly wheel/roda gaya/roda gila/roda gendeng ke bak transmisi. yang meliputi kopling (clutch). steering system sebagai pengarah jalannya kendaraan. Artinya. dan system pemindah daya beserta fungsi dan kegunaannya pada bidang otomotive. demikian sebaliknya. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini mahasiswa dapat mengetahui prinsip dasar cara kerja tentang dasar-dasar pengertian yang berkaitan dengan chasis. Uraian Materi 1. Kopling dilayani dengan injakan kopling atau pedal kopling yang berada dalam kabin. dengan menekan injakan kopling maka antara putaran dan daya motor pada fly wheel tidak berhubungan/terlepas dengan bak transmisi (gearbox). kopling terdiri dari dua bagian dengan salh satu bagian dipasangkan pada poros engkol (fly wheel) dan bagian lain di pasangkan pada poros utama dari bak transmisi. Kopling itu dipasang pada . KOPLING Kopling adalah bagian dari transmisi. dengan kopling motor dapat dihubungkan kepada poros roda yang digerakkan atau hubungan motor dapat dilepaskan dari poros roda yang digerakkan. Kopling terletak antara motor sebagai pembangkit tenaga dan bak gigi transmisi.BAB II KEGIATAN BELAJAR 1 A. yang menyebabkan kenyamanan berkendara. beserta analisa uraian gayanya. Saat kopling bekerja berarti melepas/membebaskan putaran dan daya motor ke bak transmisi. dan system pemegasan sebagai penahan kejut goncangan.

Gambar 1 Kopling .

2. yang terhubung dengan pedal kopling. bagian ini terdiri roda gaya dan plat penekan. dengan dilengkapi beberapa pegas penjepit pelat kopling. saat kendaraan sedang berhenti. yang dapat dikendalikan dengan menggunakan tuas pelepas. Apabila dua buah roda gigi transmisi berhubungan. Fungsi kopling untuk menghaluskan adanya pemindahan daya dan gaya motor melalui fly wheel menuju input shaft melalui plat penekan. Rangkaian ikatan gigi dapat diatur dengan menggunakan tuas gigi (shift fork) yang terpasang pada floor (lantai) atau batang kemudi. yang berisikan rangkaian gigi transmisi dengan ikatan beberapa tingkatan. dan (3) untuk membiarkan motor berjalan/mesin tetap hidup. Posisi pelat kopling. yaitu: (1) untuk saat mengganti gigi. (2) un tuk memungkinkan berjalan tenang waktu jalan menurun. Pelat kopling dipasang sedemikian rupa sehingga pelat tersebut dapat berputar bersama poros utama. Jadi perbandingan putaran dan daya yang ada merupakan . TRANSMISI Bak gigi transmisi adalah bagian dari perlengkapan pemindah daya.mobil untuk membuat hubungan atau untuk melepas hubungan antara motor dan poros roda yang digerakkan. akan tetapi dapat pula bergesar bebas sepanjang poros utama tersebut sepanjang rusuk-alurnya. Komposisi rangkaian gigi transmisi memberi kemungkinan untuk menyesuaikan jumlah putaran motor dengan laju kendaraan. kecepatan putar dari pasangan roda gigi sebagai jumlah putaran berbanding terbalik dengan ukuran garis tengahnya. Bagian kopling yang dipasang pada poros engkol motor dinamakan bagian yang menggerakkan. dengan cara menghilangkan hentakan yang terjadi pada dua benda yang bergesekan pada suatu kecepatan tertentu. Komponen kopling dapat dilihat pada gambar (1). Bagian yang ke dua yang dipasang pada poros utama dari bak gigi transmisi dinamakan plat kopling (disck clutch). berada antara pelat penekan dengan permukaan roda gaya. Biasanya terdiri atas 4 tingkat gigi posisi maju dan satu tingkat posisi gigi mundur. Kopling digunakan untuk tiga kemungkinan. Pelat penekan dipasang pada roda gaya dalam tutup kopling.

Input shaft (dari motor) 3.perbandingan gigi kecepatan dari roda gigi yang menggerakkan terhadap jumlah dan kecepatan dari roda gigi yang digerakkan. dengan cara mengkaitkan susunan rangkaian gigi sesuai dengan tingkat kecepatannya. Macam hubungan rangakaian gigi dapat dilihat pada gambar (2). Output shaft (ke propeller) Macam-macam transmisi yang pernah dan digunakan adalah sliding mesh. Gunanya untuk mengatur rangkaian gigi yang terkait dan mengatur posisi netral saat mobil berhenti dalam kondisi mesin hidup. Gambar 2. Fungsi bak gigi transmisi sebagai pengatur tingkat laju kendaraan. constand mesh. . syinchromesh. Bak Transmisi Keterangan: 1. dan transmisi otomatis/planetary gear. Bak transmisi 2.

Propeller digunakan sebagai penghubung putaran dan daya dari transmisi ke roda-roda dengan posisi mesin di depan penggerak roda belakang. yaitu (1) mesin di depan penggerak roda belakang yang disebut front engine rear drive. Kopling geser berfungsi untuk mengatasi dan menerima gerakan aksial. maka pada propeller dilengkapi dengan satu atau dua sambungan yang bersifat fleksibel yang di kenal cross joint dan kopling geser (gambar 3). dan (2) pengurangan kecepatan (4 : 1). sehingga diperlukan suatu alat untuk memindahkan tenaga dan putaran dari poros garden ke poros roda belakang. dan kopling universal berguna untuk menerima fleksibilitas goncangan naik-turun dan geser kanan-kiri. (2) mesin di depan penggerak roda depan yang disebut front engine front drive. PROPELLER DAN GARDAN Berbagai macam posisi system penggerak terhadap mesin dan roda. . dan alat tersebut merupakan suatu rangkaian roda gigi yang berada dalam rumah diferensial (defferential carrier). dan (3) system penggerak empat roda yang disebut four wheeldrive. Ujung propeller menyiku terhadap poros gardan roda belakang. artinya bahwa motor berputar empat kali lebih cepat dari pada roda jalan. Untuk dapat mengatasi dinamika kondisi jalan. Tenaga yang dibangkitkan oleh motor harus dapat dipindahkan ke roda jalan. Rangkaian yang demikian berada dalam housing (gardan). Roda gigi pinion yang terdapat pada ujung propeller shaft menagkap sebuah roda gigi cerona yang lebih besar dari pada roda gigi pinion tersebut. dihubungkan ke kopling universal yang dikenal sebagai cross joint dengan menggunakan kopling geser. hal ini dapat memungkinkan: (1) penggerakan menyiku yang dibutuhkan antara propeller dan poros roda belakang. karena jarak antara bak gigi transmisi dengan poros roda belakang. dapat berubah sedikit dalam perjalanan yang disebabkan adanya kondisi jalan. Poros gardan atau disebut juga propeller.3. yang disebut roda gigi diferensial.

Slip joint 6. Yoke 3. Propeller shaft dengan kopling geser dan cross joint Keterangan: 1. Cross joint 4. Universal joint 2. Bagan komponen . Poros 7. Propeller shaft 5.Gambar 3.

Posisi berjalan lurus 2. Posisi berbelok kekiri 4.Gambar 4. Posisi berbelok kekanan 3. Roda kanan selip dan roda kiri tak bergerak . Berbagai posisi defferensial gear Keterangan: 1.

satu roda diputar dengan satu tangan. makin dekat titik putar tersebut pada kendaraan. ataupun dengan posisi menggunakan roda gigi khusus yang dinamakan roda gigi hipoid. Roda sebelah dalam membuat sudut yang lebih besar dari pada roda sebelah luar. dengan lengkungan dalam kompartimen mobil sebelah belakang dapat dibuat lebih rendah. maka seluruh poros depan berputar pada bagian tengah poros. SISTEM STEERING Sistem kemudi berguna untuk mengarahkan jalannya kendaraan. roda diangkat dari permukaan jalan.5. yang terdapat transmisi gigi reduksi. Hubungan roda gigi pinion terhadap roda gigi cerona dapat tepat pada sumbunya. diperoleh kemungkinan untuk menurunkan posisi propeller. Fungsinye untuk membagi besaran gaya dan daya antara roda kanan dan roda kiri. dan gunanya memberi fleksibilitas gerakan poros belakang dalam membentuk putaran yang berbeda dari ke duanya. Komponen kemudi merupakan bagian integral yang terdiri dari rumah kemudi. Diferensial merupakan suatu alat khusus yang diperlukan untuk mengimbangi perbedaan kecepatan yang terjadi pada roda belakang apabila kendaraan melalui suatu tikungan jalan. agar titik pusat dari semua busur yang dibuat oleh ke empat roda terletak disuatu titik pada perpanjangan poros belakang. . Posisi kemudi tergantung dengan tata aturan berkendara pada suatu Negara. dengan sistem kemudi mobil bisa berbelok kekanan-kekiri. Makin tajam belokan dibuat. semua poros dari roda belakng dan roda depan sejajar satu sama lain. Motor tidak bekerja. dan saat mobil berbelok roda depan tidak tinggal sejajar (gambar 6). Sudut-sudut antara ke dua roda depan harus diatur sedemikian rupa. sehingga ruang mobil menjadi lebih lebar. Saat berjalan lurus. Untuk transmisi gigi reduksi terdapat bermacam konstruksi yang disesuaikan dengan kebutuhannya. dengan roda kemudi dalam satu putaran akan membuat kuadran roda ulir bergerak satu gigi. posisi kanan maupun posisi kiri dengan senter pada poros belakang. Posisi hubungan roda gigi dalam diferensial dapat dilihat pada gambar (4). 4. Namun saat kendaraan berbelok.

dan sumbu kingpin. sambungan peluru. Sistem kemudi dengan posisi roda Komponen yang lain berupa roda kemudi. knukle arm. batang kisar. . poros kemudi. sumbu kisar roda.Gambar 6.

tuas tangan. dan membantu pengembalian roda pada posisi lurus ke depan setelah posisi belok. (4) silinder rem roda yang disebut slave cylinder. Penggunaan rem harus nampak dari belakang yang ditandai dengan adanya nyala lampu rem. Posisi serong ke dalam roda depan (toe in). yang terdiri toe in-toe out. dan teromol. Pemahaman. inklinasi sumbu kisar roda atau inklinasi pena-pokok adalah miring ke dalam dari sumbu kisar roda terhadap garis vertical. Serong ke luar (toe out) ialah inklinasi dari roda depan satu sama lain di sebelah belakang waktu sedang berbelok. (2) silinder rem utama yang disebut master cylinder. Rem tangan dapat bekerja sekaligus pada ke dua roda belakang dan tidak bergantung dari system hidrolik. dan kingpin inclination. Sudut camber adalah sudut kemiringan keluar (positif) atau miring ke dalam (negative) dari roda depan terhadap garis vertical. SISTEM REM Rem gunanya untuk mengurangi kecepatan mobil atu untuk menghentikan mobil yang sedang meluncur. (3) pipa-pipa. Caster merupakan kemiringan roda depan posisi ke belakang (positif) dari sumbu kisar roda sehingga sumbu itu memotong permukaan jalur di muka bagian tengah roda. (6) minyak rem sebagai media. (5) teromol rem. meliputi hubungan antara pedal rem. ialah miring ke dalam dari sumbu kisar roda. rem cakram. ialah inklinasi dari roda depan satu sama lain dipandang di sebelah muka. dan system hidroulis yang berasaskan hokum pascal. dan (7) kelengkapan lain berupa rem tangan. Inklinasi berusaha untuk menahan roda lurus ke depan atau stabilitas kemudi. Macam rem yang biasa digunakan adalah rem teromol.Inklinasi sumbu kisar roda atau disebut juga pena kisar.Sistem rem terdiri atas (1) injakan rem. Mobil yang dilengkapi dengan system rem hidrolik. cember. akan tetapi menggunakan sepatu rem yang sama. rem tangan selalu dibuat menurut system mekanis. caster. 5. Sistem rem yang dilayani secara mekanis. Hal ini didukung oleh tata aturan sistem yang dikenal dengan FWA (front wheel alighment). .

Gambar 7. Sistem Rem beserta komponennya .

(3) pegas torsi. Pipa jalur fluida/oli rem 10 Teromol rem/drum 12 Minyak rem di bawah tekanan 14. Sistem rem hidrolik 4. SISTEM PEMEGASAN Kendaraan memerlukan rangka untuk menunjang motor.Keterangan gambar: 1. Engsel titik putar 6. system roda ban dan rem. berguna menempatkan penumpang yang terdiri bodi mobil. Batang penghubung 7. Injakan rem 5. Rangka ini disebut chasis sebagai tempat dipasang system transmisi. dan (5) shock absorber sebagai peredam kejut. Penekanan sepatu rem akan kembali pada posisi semula dengan ditarik oleh adanya pegas penarik. system steer. dan berfungsi untuk menempatkan instrumen dengan posisi yang menunjang komponen lain. Chasis dibuat dengan konstruksi yang kuat. dan konstruksi monocoque body yang disebut bodi integral. (2) pegas coil. dan berbagai komponen lain. chasis floor. Master silinder 3. bangun H. Silinder rem roda 9. . Aliran oli rem 11 Saat teromol bekerja 13 Mekanik rem teromol 15 Sepatu rem 17 Engsel sepatu rem 19 Pegas pembalik 6. berguna harus mampu untuk mengangkut muatan. Konstruksi rem dapat dilihat pada gambar (7). bentuk X. Kelembutan berkendara diperlukan rasa nyaman maka sistem pemegasan berguna untuk mengatasi hal ini (getaran dan permukaan jalan). Konstruksi bodi ada bermacam-macam. Silinder rem pada roda 16 Pipi sepatu rem 18 Kanvas rem gesek 20 Pelat belakang/backing plate Dasar cara kerja dari rem teromol adalah dengan ke dua sepatunya dilapis kanvas rem yang menekan teromol yang berputar sebagai tempat kedudukan roda dan ban dipasang. serta harus mampu menahan kejutan dan getaran bila mobil sedang berjalan. roda dan ban. sehingga menimbulkan friksi. (4) hollow spring. 2. Bodi dipasang di atas rangka dengan dibaud. Sistem pemegasan terdiri atas: (1) pegas daun. Torak pendorong 8.

Gambar 5. . Penggunaan pegaspun dengan mempertimbangkan berbagai segi yang menguntungkan serta menguta-makan kesehatan. Sistem pemegasan. dan keselamatan kerja (gambar 5). kenyamanan.Konstruksi system pemegasan roda belakang berbeda dengan yang dipasang pada roda depan. hal ini tergantung pada fungsi dan keperluannya.

Lembar kegiatan Mahasiswa Berilah rangkuman dari definisi front wheel alighment yang terdiri atas caster. Poros belakang jenis banjo C. Adakan pengamatan pada penyetelan system rem posisi antara akampas rem terhadap drum/teromol roda. . Chasis mobil 7. 3. Shock absorber 11 Poros belakang 2. dan versnelling posisi tertinggi. turning radius. dan kingpin inclination pada system pengaturan roda depan dalam suatu system kemudi ! Berilah gambaran tentang adanya kelebihan dan kekurangan penggunaan kopeling gesek terhadap kopeling fluida pada pemakaian ! Berilah alternatif untuk dapat mengatasi kesulitan (slip) saat roda sebelah kiri terperosok dalam lumpur pada suatu mobil ! E. cember. toe in-toe out. Pegas daun 5. 4. 2. serta posisi gigi mundur pada rangkaian bak transmisi synchromesh. Kopeling merupakan komponen yang berfungsi untuk melepas dan menghubungkan putaran dan daya mesin dari fly wheel ke bak transmisi. Adakan pengamatan dalam penyetelan posisi roda depan agar senantiasa menghadap lurus ke depan setelah posisi berbelok. Gambarkan posisi hubungan roda gigi transmisi pada kecepatan I. Penyangga kejut 6. Rear axle 8. Latihan 1. serta konstruksi dari peredam kejut. Nabe/splined hub 9. III. Rangkuman Chasis adalah bagian dari mobil yang tertinggal mana kala bodi mobil dilepas/ diangkat. II. D. Hanger spring/klem 10 Chasis 12 Pegas dan peredam kejut 3. Berilah gambaran adanya perbedaan dalam pemakaian antara pegas daun dan pegas torsi. Poros belakang 4.Keterangan gambar: 1.

Plat penekan d. Blok engine . Steering system adalah berfungsi untuk mengarahkan jalannya kendaraan agar berjalan lurus maupun saat berbelok. serta meringankan momen yang diberikan pada roda saat hentakan awal. F. Sistem pemegasan berguna untuk peredam kejud dan penahan goncangan yang disebabkan oleh kondisi permukaan jalan dan menjaga kenyamanan penumpang. Tes Formatif Soal power trains dan chassis Soal pilihan ganda 1. Sistem rem berguna untuk memperlambat dan memberhentikan laju jalannya kendaraan. Transmisi b. Engine/mesin 2. Engine b. Flywheel c.Transmisi sebagai pengaruran kecepatan jalannya mobil dengan cara mereduksi putaran dan daya motor untuk yang disampaikan ke roda-roda. Poros penggerak c. Tutup kopling dibaut pada : a. Propeller dan garden berfungsi untuk membagi momen dan daya pada system roda belakang. Kampas kopling terkait pada poros yang berhubungan dengan : a. Poros engkol c. dan berguna untuk membedakan putaran roda kiri maupun kanan saat berbelok. Rangka kendaraan d. Posisi kampas kopling terletak di antara flywheel dan : a. Roda dan ban berguna untuk mendukung kendaraan sehingga tingkat kenyamanan dapat tercapai dengan keselamatan kerja yang tinggi. Diferensial 3. Diferensial d. Kampas b.

kecuali: a. Sinkronmesh rusak b. Booster rem bekerja menggunakan beda tekanan antara intake manifold dan a. Tekanan atmosfer d. Memberikan suatu kelembutan berkendaraan c. Penyetelan batang pemindah gigi kurang pas b. Semua jawaban di atas benar 6. Tidak satupun jawaban di atas benar 9. sepatu rem bergerak ke luar menekan : a. Gigi-gigi berbunyi saat perpindahan. Penyetelan batang pemindah tidak tepat 7. Semua jawaban di atas benar 5. Sebuah batang stabiliser depan berguna untuk : a. Rumah kopling tidak terpasang baik c. Meningkatkan kapasitas beban kendaraan b. Drum/Tromol rem d. Semua jawaban di atas benar . Vakum venturi b. Kontrol gerakan suspensi dan rolling body d. Transmisi terjadi slip gigi-gigi. mungkin disebabkan oleh : a. Jarak bebas pedal kopling berlebihan d. Kopling tidak bebas c. mungkin disebabkan oleh : a. Pegas kopling tidak bekerja atau lemah d. Udara tekan c. Gigi-gigi pada transmisi sukar dipindahkan. Silinder roda b. Roda atau aksel 8. Kopling tidak bebas d. disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini. Pena jangkar c. Kecepatan idle terlalu rendah c.4. Penyetelan batang pemindah gigi kurang pas b. Selama pengereman.

Tujuan sudut caster pada automobile adalah untuk : a. Kompensasi keausan pada hubungan batang-batang kemudi d. apa kemungkinan penyebabnya dan Tindakan apa yang harus dilakukan . Kasus gigi-gigi transmisi sukar dipindahkan. Memelihara control arah kendaran Soal uraian : 1. apa kemungkinan penyebabnya dan tindakan apa yang harus dilakukan 2. Kasus kopling slip selagi bertautan. Memungkinkan kontak ban dan permukaan jalan pada titik beban c.10. Mencegah keausan roda b.

B. Kopling Kopling-kopling yang terdapat pada system pemindah daya dapat digolongkan dalam dua jenis. namun dalam praktiknya sering bervariasi ketika suatu gerakan putar dipindahkan dari satu poros ke poros lainnya. poros. ukuran keduanya ini dihitung dengan rumus sebagai berikut (lihat gambar 8). sedangkan yang kedua dipasang di antara mesin (engine) dan transmisi. . Materi Analisis Komponen Casis dan Pemindah Daya 1. Kopling Universal Salah satu kopling tetap yang digunakan pada system pemindah daya adalah kopling universal. a. Kompetensi dan indikator Mampu melakukan rancang bangun komponen-komponen casis dan pemindah daya. Kopling ini menghubungkjan dua poros yang membetuk suatu sudut. yaitu kopling tetap (misal: kopling universal/ universal coupling) dan kopling tidak tetap (kopling cakram/disc clutches). dan pegas dengan pendekatan mekanika teknik dan matematik. roda gigi.BAB III KEGIATAN BELAJAR 2 A. seperti kopling. Indikatornya ialah dapat menyelesaikan perhitungan dimensi dan kekuatan beberapa komponen. Inklinasi kedua poros mungkin konstan. Dimensi kopling universal ditentukan oleh diameter poros dan diameter pena. rem. Yang pertama terdapat pada poros propeler.

Fs1.Gambar 8. fs . d3 Jadi diameter poros : d = 3√ (16.fs ) Selanjutnya karena pena mendapat dua tegangan geser maka : T = 2. d . dp2. fs1.T / л. Dimensi kopling universal Pada dasarnya torsi yang dipindahkan adalah : T = л/16 . d Jadi diameter pena : dp = √ 2T / л. л/4.

b. begitu pula saat bekerjanya perpindahan roda gigi transmisi. Menghubung dan melepasnya pertautan antara putaran mesin dan transmisi ini dilakukan dengan menginjak pedal. Ini diperlukan pada saat mobil berhenti namun mesin tetap hidup. Untuk menentukan dimensi kopling cakram maka perlu analisis sebagai berikut (lihat gambar 9 dan 10). Gambar 9. Kopling Cakram (Disc Clutch) Clutch berfungsi menghubung dan melepaskan putaran mesin ke transmisi dengan tanpa mematikan mesin. Kopling gesek .

dx. δW = µ. terjadi intensitas tekanan . dx Jadi torsi yang bekerja pada lingkaran : Tx = Fx. Analisis gaya pada kopling Pada jenis tunggal mempunyai dua kontak permukaan. yaitu : 1) Bila tekanan serba sama. p = W / л(r12 – r22). x = µ. Dalam hal ini dipertimbangkan dua keadaan. Kondisi yang pertama. bila tekanan serba sama. dimana W = tekanan aksial yang mana permukaan kontak bertautan. dan 2) Bila telah terpakai. x2 dx. adalah : Fx = µ . dx gaya gesek di atas lingkaran yang bekerja secara tangensial pada radius x. .p. 2лx. 2лx.Gambar 10. x = 2лµ.2 лx. dx Gaya normal atau aksial pada lingjkaran : δw = p. sehingga : Luas permukaannya adalah : 2 лx. p.

adalah : r1 T = ∫ 2лµ. dx) = 2 лC dx Gaya total di atas permukaan gesek r1 W = ∫ 2л. maka torsi gesek total.C. x2 dx.p.Di atas telah diketahui bahwa Tx = 2лµ. W. r2 .p ( r13 – r23 / 3 ) bila p = W / л(r12 – r22) maka = 2лµ. Dengan mengintegrasikan persamaan ini dalam batas r2 ke r1.2 лx. W / л(r12 – r22) . r2 r1 = 2лµ.p [ x3/ 3 ] r2 = 2лµ.p. ( r13 – r23 / 3 ) = 2/3 (µ. W) ( r13 – r23 / r12 – r22 ) maka T = µ. x2 dx. r bila 2/3( r13 – r23 / r12 – r22 ) = r Kondisi yang kedua. dx = C/x (2 лx.dx. bila kondisi telah terpakai maka intensitas tekanannya : p = C/x dimana C = constanta dan gaya normal pada lingkaran : δw = p.

maka = лµ.C [ x ] r2 = 2л.p. sehingga C = W / 2л (r1 – r2) Torsi gesek pada lingkaran adalah: Tx = 2лµ. W . C/x . [ W / 2л (r1 – r2)] ( r12 – r22) = ½. W .dx. (r1 – r2) atau T = µ.C (r1 – r2). x2 dx = 2лµ . rdimana n jumlah pasangan permukaan kontak : n = n1 + n2 – 1 . Cx dx Jadi total torsi di atas permukaan gesek adalah : r1 karena p = C/x maka T = ∫ 2лµ. µ. µ. C. C ( r12 – r22 / 2 ) = лµ. C ( r12 – r22 ) karena C = W / 2л (r1 – r2). r2 r1 = 2лµ. r dimana r = (r1 – r2)/2 Catatan : Untuk kopling ganda (multiple clutch) rumusnya menjadi T = n.r1 = 2л. x2 dx = 2лµ. W . C [ x2 / 2 ] r2 = 2лµ.

Memperhatikan bahwa tiap-tiap gigi sebagai sebuah balok (beam) penopang yang dibebani oleh beban normal (WN) lihat gambar 11. dan jarak pusat. Nilai tegangan maksimum ini adalah : . Penjajaran (alignment) gigi-gigi dan defleksi poros harus dipertimbangkan karena berpengaruh pada performa roda gigi. Uraian gaya pada gigi roda gigi dipecahkan dalam dua komponen.2. Roda Gigi Dalam merancang sebuah roda gigi. sedangkan WR menyebabkan tegangan tekan yang relatif kecil biasanya diabaikan. Gigi-gigi seharusnya cukup kuat atau tidak patah baik pada beban statis maupun dinamis selama berputar dalam kondisi normal. yaitu komponen tangensial (WT) dan radial (WR) yang bekerja tegak lurus dan paralel pada pada garis pusat gigi. beberapa hal yang perlu diketahui adalah: tenaga yang ditransmisikan. Tegangan bengkok maksimun (kritis) terjadi pada bidang dasar gigi. WT menyebabkan tegangan bengkok yang cenderung menjadikan gigi patah. kecepatan gigi penggerak. kecepatan gigi yang digerakkan. Beban ini Gambar 11.

лm . y = 0. Cv = 6 / (6+v) untuk operasi hingga 20 m/det. maka WT = fw . pc. y . dimana : fw = tegangan statis yang diijinkan dalam kg/cm2 (tergantung bahan roda gigi) Cv = faktor velositas = 3 / (3+v) untuk roda gigi yang beroperasi hingga 12. y dimana pc = л. Nilai y tergantung dari sistem roda gigi dan jumlah giginya.5 m/det.pc) / (6k.841/T) Besar tegangan yang diijinkan adalah fw = fo . b . pc . Cv . sehingga : besarnya t = x . b . (x2. b . nilai y adalah faktor bentuk gigi dan WT disebut kekuatan balok gigi.912/T). h ).h ) t/2] / (bt3 /12) = [ ( WT . dan komponen tangensialnya adalah : W T = f w . (x2/6k). sehingga WT = fw . 6 ] / bt2 . h h = panjang gigi y = setengah ketebalan gigi = t / 2 I = momen inersia pada garis pusat gigi = bt3 / 12 b = lebar permukaan gigi Dengan demikian : fw = [( WT . . b . b .124 – (0.684/T) . untuk sistem infolut komposit dan kedalaman penuh 14½o. ( t2 / 6 h ) Nilai t dan h bervariasi tergantung ukuran gigi dan profilnya.175 – (0. dimana x dan k adalah konstan. dan untuk sistem stub pada 20o.f w = My / I dimana : M = momen bengkok maksimum = WT . pc dan h = k .154 – (0.pc) = fw .m jika (x2/6k) = y Jadi rumus komponen tangensial menjadi WT = fw . pc . y = 0. y = 0. untuk sistem infolut kedalaman penuh 20o.

111 untuk sistem infolut 14. e / ( 1/Ep + 1/EG ) dimana : K = faktor yang tergantung pada bentuk gigi = 0.C + WT) / [0.115 untuk sistem stub 20o Ep = modulus Young’s untuk material pinion EG = modulus Young’s untuk material roda gigi e = error aksi gigi dalam cm b.C + WT)] Jadi WD = WT + { 0.107 & 0.11 (b.11V + √(b.11 (b.5o & 20o = 0. Beban Statis Gigi Beban statis atau ketahanan gigi atau dihitung dengan rumus : Ws = fe .C + WT) / [0. b . b . Beban Dinamik Gigi Beban dinamik gigi dihitung dengan rumus sebagai berikut : WD = WT + WI dimana WT = beban tetap torsi yang ditransmisikan dalam kg WI = beban tambahan akibat aksi dinamik dalam kg = 0.11V + √(b. лm . pc .C + WT)] } dimana V = kecepatan lintasan pitch dalam m/menit C = suatu deformasi atau faktor dinamik dalam cm Nilai C ditentukan dengan rumus : C= K . y = fe .a.25 WD . y dimana fe = ketahanan fleksural : kg/cm2 pc= лm Catatan : untuk beban tetap Ws ≥ 1.

Poros Poros propeler mendapat momen puntir atau torsi (lihat gambar 12). dalam kgcm J= Momen inersia polar dari area penampang melintang. sehingga dihitung dengan menggunakan persamaan torsi. Gambar 12.35 WD untuk beban kejut Ws ≥ 1. yaitu : T / J = fs / r dimana : T= momen puntir atau torsi yang bekerja pada poros.5 WD 3.untuk beban berdenyut Ws ≥ 1. Poros dan momen puntir Untuk poros pejal. dalam cm. momen inersia polar : J = л/32 d4 Dengan demikian rumus di muka dapat ditulis : . dalam cm4 fs= tegangan torsi geser dalam kg/cm2 r = jarak sumbu netral ke serat terluar = d/2.

k4) T = л fs do3 ( 1 – k4 ) bila d1 / do = k Momen puntir T juga dapat dihitung dengan persamaan tenaga kuda (horse power/HP) berikut ini P = (2 л N T) / 4500 atau T = P 4500 / (2 л N ) dimana T = momen puntir.(d1 / do) ]4 maka Jadi = л fs do4 (1 . Ketika kam berputar. dalam rpm 4. melalui rumus ini diameter poros pejal dapat ditemukan. sepatu-sepatu menekan ke luar menahan tromol. dan N = puratan.T / л/32 d4 = fs / d/2 atau T = л/16 fs d3 . momen inersia polar : J = л/32 (do4 – di4) do dan di = diameter luar dan dalam poros berlubang. Gesekan antara sepatu dan tromol menghasilkan torsi pengereman dan karena itu mengurangi putaran tromol. dan r = do/2 Dengan demikain rumus di muka dapat ditulis : T / [л/32 (do4 – di4)] = fs / (do/2) 16 T do = л fs (do4 – di4) = л fs do4 [ 1 . . REM Sebuah rem tromol (lihat gambar 13) terdapat dua buah sepatu yang masing-masing ujungnya terletak pada fulkrum O1 dan O2. dalam kgm. Selanjutnya untuk poros berlobang.

Dalam gambar tampak bahwa : r = jari-jari dalam dari tromol b = lebar kampas p1= intensitas tekanan normal maksimum pN= tekanan normal F1 = gaya yang dikeluarkan kam pada sepatu primer F2 = gaya yang dikeluarkan kam pada sepatu sekunder .Gambar 13. Konstruksi rem teromol Gaya-gaya yang bekerja pada rem saat tromol berputar ke kiri (gambar 14). sepatu sebelah kiri disebut sepatu primer (S1) sedangkan yang kanan disebut sepatu sekunder (S2).

adalah δTB = δF . adalah : δRN = tekanan normal . adalah : pN ∞ sin Θ. dan tekanan normal pada A. Gaya yang bekerja pada rem Secara geometri dalam gambar tampak bahwa O1B = OO1 sin Θ. r. δΘ ) Jadi torsi pengereman pada bagian kecil dari titik O. r. δΘ ) Gaya gesek pada bagian kecil tersebut. δΘ ) = p1 sin Θ ( b.Gambar 14. luasan bagian kecil = pN ( b. dan diasumsikan pN ∞ p1 sin Θ Gaya normal yang bekerja pada bagian kecil AC. r . r. adalah δF = µ δRN = µ p1 sin Θ ( b.

r . (sin Θ. r . adalah Θ2 TB = µ p1 b.δΘ = ½ (1 – cos 2 Θ) . δΘ ) dan total torsi pengereman pada O untuk sebuah sepatu. r . δΘ) (OO1 sin Θ) = p1 sin2 Θ (b . r [ .= µ p1 sin Θ ( b. r 2 ∫ sin Θ.δΘ Θ1 = ½ p1 . b . OO1 [Θ2 – (sin 2Θ2 /2) – Θ1 + (sin 2Θ1 /2) ] . δΘ) OO1 Jadi total momen gaya normal pada fulkrum O1 Θ2 p1 sin2 Θ (b . δΘ) OO1 MN = ∫ Θ1 Θ2 = p1 . OO1 ∫ sin2 Θ. r. O1 B = δRN (OO1 sin Θ) = p1 sin Θ (b . r . r 2 (cos Θ1 . δΘ ) r = µ p1 b.δΘ Θ1 dimana : sin2 Θ. r 2. δΘ Θ1 Θ2 Θ1 = µ p1 b. r . OO1 [Θ – (sin 2Θ2 /2) ] Θ2 Θ1 = ½ p1 . OO1 ∫ ½ (1 – cos 2 Θ) . b . b . r . b .cos Θ ] 2 = µ p1 b. r .cos Θ2 ) Momen gaya normal δRN dari bagian kecil ke fulkrum O1 : δMN = δRN .δΘ Θ2 = p1 .

r [ r (cos Θ1 .Θ1) + ½ (sin 2Θ1 .MF Sepatu sekunder mengambil momen pada fulkrum O2 : F1 .cos Θ2) + OO1/4 (cos 2Θ2 .sin 2Θ2) Momen gaya gesek δF pada fulkrum O1 . r.r [-r cos Θ2 + (OO1/4)cos 2Θ2 + r cos Θ1 .cos 2Θ1) Sepatu primer mengambil momen pada fulkrum O1 : F1 . r . r [ r sin Θ – (OO1/2) sin 2Θ ] δΘ Θ2 Θ1 dimana : 2sin Θ cos Θ= sin 2Θ = µ p1 b. δΘ ) ( r – OO1 cos Θ ) = µ p1 b. b .(OO1/4) cos 2Θ1] = µ p1 b. l = MN + MF 5. OO1 (Θ2 . δMF = δF .= ½ p1 . PEGAS Pegas adalah suatu komponen elastis yang berfungsi untuk menahan ketika ada beban dan memulihkan lagi ke bentuk semula ketika beban dilepas. r ( r sin Θ – (OO1/2) sin 2Θ ) δΘ Jadi total momen gaya gesek pada fulkrum O1 MF = µ p1 b. r [ -r cos Θ + (OO1/2 cos 2Θ ] = µ p1 b. AB = δF ( r – OO1 cos Θ ) dimana AB = r – OO1 cos Θ = µ p1 sin Θ ( b. Berbagai macam penggunaan pegas diantaranya adalah untuk aplikasi gaya . l = MN . r ( r sin Θ – OO1 sin Θ cos Θ ) δΘ = µ p1 b.

Pegas koil Sebuah pegas koil pada sistem suspensi kendaraan berguna untuk menahan beban aksial (gambar 15). a. kopling. Gambar 15. menyimpan enerji. mengukur gaya. Secara umum dikenal dua macam pegas yaitu pegas koil dan daun. Beban pada pegas coil Keterangan : D = diameter rata-rata pegas koil d = diameter kawat n = jumlah koil aktif G = modulus kekakuan bahan pegas W = beban aksial pegas fs = tegangan geser .(misal pada rem. katup). menyerap kejutan dan getaran.

dimana D/d = C . Oleh karena itu tegangan geser maksimum dalam kawat : fs = K.C = indek pegas = D/d p = pitch koil δ = defleksi pegas akibat beban aksial Momen puntir T = W . D/2 = л/16 fs d3 fs = 8 W D/ л d3 Dalam pegas koil terdapat dua tegangan. 8 WC / л d2 dimana : K = (4C-1) / (4C-4) + 0. yaitu tegangan geser langsung dan tegangan terhadap lingkar kawat pegas. Tagangan geser langsung akibat beban W : = Beban / luasan penampang melintang = W / (л/4) d2 = 4 W / лd2 Jadi tegangan geser maksimum = 8 W D/ л d3 + 4 W / лd2 = 8 W D/ л d3 ( 1 + d / 2D ) = 8 WD/ л d3 ( 1 + 1 / 2C ) Tegangan geser maksimum terjadi pada sisi dalam lingkar kawat pegas. Efek geser langsung sebesar 8 WD/ л d3 ( 1 + 1 / 2C ) adalah cocok untuk pegas dengan indek pegas (C) kecil. dan ini mengabaikan efek lingkar kawat pegas. Selanjutnya bila keduanya (efek geser langsung dan efek lingkar kawat diperhitungkan) maka sebuah faktor tegangan geser (K) dimasukkan.615/C Jadi bila indek pegas menurun maka faktor tegangan mengingkat. 8 WD / л d3 = K.

maka . D/2 Persamaan torsi : T / J = fs / (D/2) = (G Θ) / l Θ = T. D/2 = 8 W D3 n / d4. G = [(W . D/2) л D n ] / (л/32) d4 G = 16 W D2 n / d4. G) . n ) / d4 G = ( 8 л fs d3 ) / 8 KD . G = 8 W C3 n / d . d / 8 C3 n = konstan 2) Enerji yang disimpan pegas Enerji yang disimpan pegas dihitung dengan rumus : U = ½ W. G dan konstanta pegas : W / δ = (G d4 ) / 8 D3 n = G .1) Defleksi Pegas Koil Total panjang aktif pegas koil adalah : l = panjang satu koil x jumlah koil aktif = л d . n Θ = sudut defleksi kawat pegas ketika dibebani oleh torsi T Selanjutnya defleksi aksial pegas : δ = Θ . (D3 n) / d4 G bila C = D/d. δ Tegangan geser maksimum : fs = K. 8 WD / л d3 W = л fs d3 / 8 KD δ = ( 8 WD3. G Jika persamaan ini dimasukkan maka diperoleh : δ = (16 W D2 n / d4. l / J .

tampak bahwa salah satu ujungnya tetap sedangkan beban terletak pada ujung yang lain. V dimana : V = volume kawat pegas = (л D n) .L . [ (л D n) . [ (л fs D2 n ) / K. л/4 d2 b. G ] = fs2 / (4 K2 G) . G Subtitusi nilai W dan δ dalam persamaan defleksi : U = ½ . Pegas Daun Pegas daun tunggal seperti pada gambar 16.= (л fs D2 n ) / K . d . [ ( л fs d2 ) / 8 KD ] . Pegas ini disebut sebagai sebuah pegas datar. Arah gaya pada pegas daun tunggal Keterangan : t = tebal plat b = lebar plat L = panjang plat (jarak beban W dari titik jepit) Momen bengkok pada ujung A : M = W. d. л/4 d2 ] = fs2 / (4 K2 G) . Gambar 16.

.L3) / (3 E I) = (W.L3 ) / [(3 E). Uraian gaya pada pegas daun Jika pegas daun didukung pada kedua ujungnya.L3 ) / E b t3 = (2 f L3) / (3 E t) fs maks Gambar 17. adalah : δ = (W.(b t3 /12)] = (4 W.Modulus penampang : Z = I / y = ( 1/12 bt3 ) / (t/2) = 1/6 bt2 Tegangan bengkok pegas : f = M / Z = ( W L ) / 1/6 bt2 = (6 WL) / (bt2) Defleksi maksimum dengan beban terkonsentrasi pada ujung bebas. dengan panjang 2L dan beban 2W terletak di tengah ( gambar 17).

Gaya yang bekerja pada pegas. dan L1 = 2L) Bila pegas daun terdiri atas n daun sama panjang maka : Tegangan geser : f = (6 WL) / (n bt2) Defleksi pegas : δ = (4W L3 ) / (n E b t3) = (2 f L3) / (3 E t) Bila pegas terdiri atas n daun yang panjangnya bertingkat.Gambar 18. Momen bengkon maksimum di tengah : M = WL Modulus penampang : Z = 1/6 bt2 Jadi tegangan bengkok : f = M/Z = (6 WL) / (bt2) Defleksi maksimum : δ = (W1 L13 ) / (48 E I ) = [ (2W)(2L)3 ] / 48 EI = WL3 / 3 EI (dalam kasus ini W1 = 2W. maka : f = (6 WL) / (n bt2) δ = (6W L3) / (n E b t3) = (f L2 ) / (E t) .

Co. Toyota step I. 3.C. Diketahui tekanan aksial tidak lebih dari 0. . Poros dibuat dari baja dengan tegangan geser yang diijinkan 420 kg/cm2. Latihan 1. Sebuah kopling cakram tunggal memindahkan 70 hp pada 3000 rpm. Jakarta: Toyota Astra. Sebuah poros berputar 200 rpm memindahkan 25 HP. temukan ukuran-ukuran permukaan gesek tersebut.4. II. dan koefisien gesek µ= 0. Teknik mobil bergambar. Machine design. intensitas tekan di titik A 4 sin Θ kg/cm2 . Khurmi Ghupta. Jakarta: Rineka Karya. Jika diameter luar permukaan gesek 1.4 kali diameter dalam. New Delhi: Mc Graw Hill. dimana poros itu memindahkan torsi sebesar 3000kgm. Anonime. Tentukan torsi pengereman dan besarnya gaya F1 dan F2.4 cm. 2001.9 kg/cm2. Tentukan diameter poros. Sebuah kopling universal digunakan untuk menghubungkan dua poros. 2. bila masing-masing terbuat dari bahan Bj 50 dan Bj 30.3. 1995. dilanjutkan membuat laporan dan didiskusikan DAFTAR PUSTAKA Anonime. Sebuah rem tromol (lihat gambar) lebar kampas 3. D. 1995. Kegiatan mahasiswa Observasi di bengkel otomotif untuk mendapatkan data sebagai bahan melakukan perhitungan dimensi kekuatan komponen. 4. koef gesek 0. (Buku manual). Temukan diameter poros dan penanya.

. Penyetelan hubungan pedal kopling tidak benar. maka harus dilumasi c. Rangkaian pembebas kopling macet. maka harus dilepas/ganti c. c 10. Gigi-gigi sliding pada sinkronmesh rusak atau seret pada porosnya. Kemungkinan penyebab tindakan yang harus dilakukan : a. Kampas kopling aus. maka kopling harus distel lagi d. c 7. Tekanan pegas lemah atau pegas rusak. c 8. d Kunci jawaban soal uraian 1. maka harus distel b. Kemungkinan penyebab dan tindakan yang harus dilakukan : a. maka perlu distel kembali b. maka harus di bersihkan. Kopling tidak bebas.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Kunci jawaban soal pilihan ganda 1. Penyetelan batang penghubung pemindah gigi sudah berubah. stel. maka harus dilepas atau dibersihkan dan diganti jika telah rusak. c 3. c 9. d 5. a 2. d 6. dan lumasi d. Batang-batang penghubung pemindah gigi kering. d 4. maka harus dilepas dan diganti 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful