KGS.01 Beker gelas 1000 ml Bahan: gelas borosilikat. Volume : 1000 ml.

Berskala teratur dan permanen warna putih, tingkatan untuk percobaan siswa. Kegunaan Tempat untuk percobaan, proses difusi osmosis KGS.01

KGS.02 Batang pengaduk Batang gelas, dengan ujung bulat dan ujung yang lain pipih. Panjang 15 cm. Kegunaan Pengocok larutan KGS.02

KGS.03 Beker gelas 100 ml Bahan: gelas borosilikat. Volume : 100 ml. Berskala teratur dan permanen warna putih, tingkatan untuk percobaan siswa.

05 Gelas ukur 100 ml Gelas dengan penutup. Volume : 100 ml. Kegunaan Tempat membuat larutan KC. Kapasitas: 100 ml.04 Erlenmeyer 100 ml Bahan: gelas borosilikat. Kegunaan Untuk mengukur volume larutan KGS. Dasar bundar.Kegunaan Tempat membuat larutan KGS.Mulut sempit.02 . Tingkatan: untuk siswa.04 KGS. Tingkatan untuk percobaan siswa.05 KU.

Diameter luar : 8 mm.Kaki tiga Satu ring diamater 80 mm dengan tiga kaki panjang 8 cm. Kegunaan Untuk penyangga pembakar spirtus .

c) Pipet tetes : berupa pipa kecil terbuat dari plastik atau kaca dengan ujung bawahnya meruncing serta ujung atasnya ditutupi karet. Ukuran alat ini ada yang 50 mL. Peralatan Dasar 1). . Terbuat dari kaca atau plastik yang tidak tahan panas. Berguna untuk mengambil cairan dalam skala tetesan kecil. Terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap panas hingga suhu 200 oC. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L. Fungsi : · Untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi · Menampung zat kimia · Memanaskan cairan · Media pemanasan cairan 2). Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L. bagian tengahnya menggelembung. Berguna untuk mengukur dan memindahkan larutan dengan volume tertentu secara tepat. Fungsi : o Untuk menyimpan dan memanaskan larutan o Menampung filtrat hasil penyaringan o Menampung titran (larutan yang dititrasi) pada proses titrasi 3). berdiameter besar dengan skala sepanjang dindingnya. b) Pipet berukuran : berupa pipa kurus dengan skala di sepanjang dindingnya. Labu Erlenmeyer : berupa gelas yang diameternya semakin ke atas semakin kecil dengan skala sepanjang dindingnya. 100 mL dan 2 L. Gelas ukur : berupa gelas tinggi dengan skala di sepanjang dindingnya. Gelas Kimia (beaker) : berupa gelas tinggi.A. Jenisnya : a) Pipet seukuran : digunakan untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu secara tepat. Pipet : alat untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu maupun takaran bebas. Fungsi : Untuk mengukur volume larutan tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi dalam jumlah tertentu 4).

terbuat dari stainless steel atau alumunium. terdiri dari berbagai ukuran. terdiri dari berbagai ukuran diameter. Fungsi : Ø Untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk padatan . Fungsi : Untuk menyaring campuran kimia dengan gravitasi.5). Corong : terbuat dari plastik atau kaca tahan panas dan memiliki bentuk seperti gelas bertangkai. 11). dan 25 dan 50 mL dengan skala 0. 9). Fungsi : § Sebagai penutup gelas kimia saat memanaskan sampel § Tempat saat menimbang bahan kimia § Tempat untuk mengeringkan padatan dalam desikator 8).05 mL. terdiri dari corong dengan tangkai panjang dan pendek. 10).01 mL. kaca atau batu granit yang dapat digunakan untuk menghancurkan dan mencampurkan padatan kimia. Buret : berupa tabung kaca bergaris dan memiliki kran di ujungnya. Mortar dan pestle : terbuat dari porselen. Kaca arloji : terbuat dari kaca bening. Fungsi : Untuk mengeluarkan larutan dengan volume tertentu. Tabung reaksi : berupa tabung yang kadang dilengkapi dengan tutup. Cara menggunakannya dengan meletakkan kertas saring ke dalam corong tersebut. Fungsi : v Sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia v Untuk melakukan reaksi kimia dalam skala kecil 7). Cawan : terbuat dari porselen dan biasa digunakan untuk menguapkan larutan. Spatula : berupa sendok panjang dengan ujung atasnya datar. Terbuat dari kaca borosilikat tahan panas. 6). biasanya digunakan untuk titrasi. Ukurannya mulai dari 5 dan 10 mL (mikroburet) dengan skala 0.

16). Peralatan Pendukung 1).Ukurannya mulai dari 250 mL sampai 2000 mL. 13). Batang pengaduk : terbuat dari kaca tahan panas. digunakan untuk mengaduk cairan di dalam gelas kimia. 14). Burner / pembakar spiritus : digunakan untuk memanaskan bahan kimia. Tambahkan cairan yang dipakai sebagai pelarut sampai setengah labu terisi. Fungsi : Untuk memanaskan larutan dan menyimpan larutan. Corong Buchner : berupa corong yang bagian dasarnya berpori dan berdiameter besar. mengambil udara (aspirate) dan mengosongkan (empty). 3). Labu ukur : berupa labu dengan leher yang panjang dan bertutup. Terbuat dari karet yang disertai dengan tanda untuk menyedot cairan (suction). ada yang rata. Kawat kasa : kawat yang dilapisi dengan asbes. 2). digunakan sebagai alas dalam penyebaran panas yang berasal dari suatu pembakar. B. Labu bundar : berupa labu dengan leher yang panjang.Ø Dipakai untuk mengaduk larutan 12). kocok kemudian penuhkan labu sampai tanda batas. pegang tutupnya dengan jari. Fungsi : Untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dan mengencerkan larutan. terbuat dari kaca dan tidak boleh terkena panas karena dapat memuai. Sumbat labu. kocok dengan cara membolak-balikkan labu sampai larutan homogen. Terbuat dari porselen. Terbuat dari kaca tahan panas pada suhu 120-300 oC. 17). Kaki tiga : besi yang menyangga ring dan digunakan untuk menahan kawat kasa dalam pemanasan. 15). alasnya ada yang bundar. plastik atau kaca. Neraca analisis : digunakan untuk menimbang padatan kimia. Ukurannya mulai dari 1 mL hingga 2 L. Bola hisap : digunakan untuk membantu proses pengambilan cairan. Cara menggunakan : Mengisikan larutan yang akan diencerkan atau padatan yang akan dilarutkan. Berguna untuk menyaring sampel agar lebih cepat .

katup dalam keadaan tertutup. bagian bawahnya berkatup. Dipakai untuk menampung cairan hasil filtrasi. Terbuat dari kaca tebal yang dapat menahan tekanan sampai 5 atm. kocok agar ekstraksi berlangsung dengan baik. 4). Fungsi : Untuk memisahkan campuran larutan yang memiliki kelarutan yang berbeda. Fungsi : § Tempat menyimpan sampel yang harus bebas air § Mengeringkan padatan Cara menggunakannya : o Dengan membuka tutup desikator dengan menggesernya ke samping. 5). keluarkan larutan bagian bawah melalui katup secara pelan. Desikator : berupa panci bersusun dua yang bagian bawahnya diisi bahan pengering. Cara menggunakannya : Diawali dengan memasang corong Buchner di leher labu. Erlenmeyer Buchner : berupa gelas yang diameternya semakin ke atas semakin mengecil. dengan penutup yang sulit dilepas dalam keadaan dingin karena dilapisi vaseline. Bahan pengering yang biasa digunakan adalah silika gel. pasang selang yang tersambung ke pompa vakum pada bagian yang menonjol. o Letakkan sampel dan tutup kembali dengan cara yang sama. Ukurannya mulai dari 100 mL hingga 2 L. Cara menggunakannya dengan meletakkan kertas saring yang diameternya sama dengan diameter corong. Buka tutup bagian atas. Ada 2 macam desikator : desikator biasa dan vakum. 6). Biasanya digunakan dalam proses ekstraksi. Tutup kembali katup jika larutan lapisan bawah sudah keluar. . Cara menggunakannya : campuran yang akan dipisahkan dimasukkan lewat lubang atas. Pegang tutup bagian atas. ada lubang kecil yang dapat dihubungkan dengan selang ke pompa vakum. yang dihubungkan dengan selang ke pompa. corong dipegang dengan tangan kanan dan kiri dalam posisi horisontal. Corong pisah : berupa corong yang bagian atasnya bulat dengan lubang pengisi terletak di sebelah atas. Terbuat dari kaca.kering. Desikator vakum pada bagian tutupnya ada katup yang bisa dibuka tutup.

Tang krusibel : terbuat dari besi atau baja untuk mengambil dan membawa krusibel. Sentrifuge : berfungsi untuk mengendapkan dan memisahkan padatan dari larutan. 8). 12). jika silika gel sudah berubah menjadi merah muda maka perlu dipanaskan dalam oven bersuhu 105 oC sampai warnanya kembali biru. 10). 17). Klem bosshead : terbuat dari besi atau alumunium yang berfungsi untuk menghubungkan statif dengan klem manice atau pemegang corong. Terbuat dari kaca borosilikat tahan panas. corong pisah dan peralatan gelas lainnya pada saat digunakan. 18).Keterangan : Silika gel yang masih bisa menyerap uap air berwarna biru. 11). . Berfungsi sebagai tempat menyimpan aquades. 15). Cara menggunakannya dengan menekan badan botol sampai airnya keluar. Perubahan suhu mendadak menyebabkan krus pecah. 9). 14). corong. Pada saat krus masih dalam keadaan panas. Pemegang corong : terbuat dari besi atau baja untuk memegang corong atau corong pisah yang dipakai pada proses penyaringan atau pemisahan. mikrobiologi. Bagian belakang disambungkan dengan statif menggunakan klem bosshead. 13). Klem buret : terbuat dari besi atau baja untuk memegang buret yang digunakan untuk titrasi. Klem manice : terbuat dari besi atau alumunium yang berfungsi untuk memegang peralatan gelas yang dipakai pada proses destilasi. Botol semprot : berupa botol tinggi bertutup yang terbuat dari plastik. 7). Berfungsi sebagai wadah menimbang dan menyimpan bahan kimia. Cawan petri : berbentuk seperti gelas kimia yang berdinding sangat rendah. jangan langsung dikenai air. 16). Stirrer magnetic : magnet yang digunakan untuk mengaduk larutan. Bagian belakangnya dihubungkan dengan statif menggunakan klem bosshead. Kaki tiga krus : terbuat dari porselen dan berfungsi untuk menaruh krusibel saat akan dipanaskan langsung di atas api. Statif : terbuat dari besi atau baja yang berfungsi untuk menegakkan buret. alumina. Dipakai sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia. Krusibel : berupa mangkok kecil yang dilengkapi tutup dan terbuat dari porselen tahan panas.

Labu Takar Digunakan untuk menakar volume zat kimia dalam bentuk cair pada proses preparasi larutan. Alat ini tersedia berbagai macam ukuran. Berikut ini diuraikan beberapa peralatan yang akan digunakan pada Praktikum Kimia Dasar. Gelas Ukur Digunakan untuk mengukur volume zat kimia dalam bentuk cair. alat gelas lab Gambar 1. Chromatography chamber : terbuat dari kaca yang digunakan dalam proses kromatografi kertas. Sebelum mulai melakukan praktikum di laboratorium.19). 3. tersedia bermacam-macam ukuran. Spectronic 20 : digunakan untuk mengukur absorbansi larutan berwarna dalam proses spektrofotometri. 20). Gambar 1 menunjukkan contoh peralatan gelas laboratorium. praktikan harus mengenal dan memahami cara penggunaan semua peralatan dasar yang biasa digunakan dalam laboratorium kimia serta menerapkan K3 di laboratorium. Alat ini mempunyai skala. 2. Peralatan gelas sederhana untuk praktikum kimia 1. Perhatikan meniscus pada saat pembacaan skala. Gelas Beker . Tidak boleh digunakan untuk mengukur larutan/pelarut dalam kondisi panas.

Digunakan untuk tempat larutan dan dapat juga untuk memanaskan larutan kimia. Digunakan juga untuk menolong pada waktu menuangkan/mendekantir cairan dalam proses penyaringan. Erlenmeyer Alat ini bukan alat pengukur. Dapat dipanaskan. 6. 11. Digunakan sebagai tempat sample untuk analisis dengan spektrofotometer. Digunakan untuk mereaksikan zat zat kimia dalam jumlah sedikit. 14. Digunakan untuk tempat zat yang akan dititrasi. Botol Pencuci Bahan terbuat dari plastic. namun ralatnya cukup besar). buret dan sebagainya. dan 8. walaupun terdapat skala pada alat gelas tersebut (ralat cukup besar). Kaca Preparat 15. 5. 4. Pengaduk Gelas Digunakan untuk mengaduk suatu campuran atau larutan kimia pada waktu melakukan reaksi kimia. Kawat Kasa . 7. 12. yang digunakan untuk mencuci. Corong Biasanya terbuat dari gelas namun ada juga yang terbuat dari plastic. dan 10. atau membantu pada saat pengenceran. Rak Untuk tempat Tabung Reaksi Rak terbuat dari kayu atau logam. namun ukurannya lebih kecil. Digunakan sebagai tempat meletakkan tabung reaksi.Alat ini bukan alat pengukur (walaupun terdapat skala. Kuvet Bentuk serupa dengan tabung reaksi. Kadang-kadang boleh juga digunakan untuk memanaskan larutan. Kuvet tidak boleh dipanaskan. polistirena atau polimetakrilat. 9. Tabung Reaksi Terbuat dari gelas. Merupakan botol tempat akuades. Digunakan untuk menolong pada saat memasukkan cairan ke dalam suatu wadah dengan mulut sempit. Bahan dapat dari silika (quartz). dan 13. Untuk menguapkan solven/pelarut atau untuk memekatkan. seperti : botol. labu ukur.

Indikator yang lain ada yang berbentuk cair missal indikator Phenolphtalein (PP). Gelas Arloji Terbuat dari gelas. atau untuk membantu mengambil kertas saring atau benda lain pada kondisi panas. Sikat Sikat dipergunakan untuk membersihkan (mencuci) tabung. 21. 26. Pipet ini memiliki skala. 23 dan 24. 16. Spatula Terbuat dari bahan logam dan digunakan untuk alat Bantu mengambil bahan padat atau kristal. Pipet Pasteur (Pipet Tetes) Digunakan untuk mengambil bahan berbentuk larutan dalam jumlah yang kecil. Merupakan alat untuk mengukur atau mengetahui tingkat keasaman (pH) larutan. dan 22. Pipet Gondok . Digunakan untuk tempat zat yang akan ditimbang. 18. 17. Pipet Ukur Adalah alat yang terbuat dari gelas.Terbuat dari bahan logam dan digunakan untuk alas saat memanaskan alat gelas dengan alat pemanas/kompor listrik. Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu. berwarna merah dan biru. 25. digunakan untuk menjepit tabung reaksi pada saat pemanasan. methyl orange (MO) dan sebagainya. Penjepit Penjepit logam. 19. 20. Gunakan propipet atau pipet pump untuk menyedot larutan. berbentuk seperti gambar di bawah ini. Kertas Lakmus Merupakan indikator berbentuk kertas lembaran-lembaran kecil. Cawan Porselein Alat ini digunakan untuk wadah suatu zat yang akan diuapkan dengan pemanasan. jangan dihisap dengan mulut.

Cara memanaskan cairan Harus memperhatikan kemungkinan terjadinya bumping (meloncatnya cairan akibat peningkatan suhu drastis). dan dikeluarkan sedikit demi sedikit melalui kran. aduk dan sesekali dikocok o Pengocokan terus dilakukan sesaat setelah pemanasan b. C. Bagian terpenting dalam membaca skala di gelas ukur tersebut adalah garis singgung skala harus sesuai dengan meniskus cairan. Mempunyai skala dank ran. Digunkan untuk mengambil larutan dengan volume tepat sesuai dengan label yang tertera pada bagian yang menggelembung (gondok) pada bagian tengah pipet. Pemanasan cairan dalam gelas kimia dan labu Erlenmeyer Bagian bawah dapat kontak langsung dengan api sambil cairannya digoyangkan perlahan. a. Cara membaca volume pada gelas ukur Masukkan cairan yang akan diukur lalu tepatkan dengan pipet tetes sampai skala yang diinginkan. Cara mencegahnya dengan menambahkan batu didih ke dalam gelas kimia. Volume dari zat yang dipakai dapat dilihat pada skala. Meniskus adalah garis lengkung permukaan cairan yang disebabkan adanya gaya kohesi atau adhesi zat cair dengan gelas ukur. Buret Terbuat dari gelas.Pipet ini berbentuk seperti dibawah ini. Digunakan untuk melakukan titrasi. Cara menggunakan buret . Gunakan propipet atau pipet pump untuk menyedot larutan. 27. Zat yang digunakan untuk menitrasi (titran) ditempatkan dalam buret. Pemanasan cairan dalam tabung reaksi o Jangan sampai mengarahkan mulut tabung reaksi kepada praktikan baik diri sendiri maupun orang lain o Jepit tabung reaksi pada bagian dekat dengan mulut tabung o Posisi tabung ketika memanaskan cairan agak miring. 2. sesekali diangkat bila mendidih. Teknik Dasar di Laboratorium 1. 3.

. Turunkan buret dan statifnya ke lantai agar jika ada larutan yang tumpah dari corong tidak terpercik ke mata. buret harus dibilas dengan larutan yang akan digunakan. Cara mengisinya : Kran ditutup kemudian larutan dimasukkan dari bagian atas menggunakan corong gelas. Cara menghirup bau zat Ingat : Jangan pernah menghirup gas atau uap senyawa secara langsung! Gunakan tangan dengan mengibaskan bau sedikit sampel gas ke hidung. Jika sudah tidak ada gelembung. nolkan kembali neraca tersebut 5. Selanjutnya isi buret hingga melebihi skala nol. 4. Cara menggunakan neraca analitis · Nolkan terlebih dulu neraca tersebut · Letakkan zat yang akan ditimbang pada bagian timbangan · Baca nilai yang tertera pada layar monitor neraca · Setelah digunakan.Sebelum digunakan. lalu buka kran sedikit untuk mengatur cairan agar tepat pada skala nol. Jangan mengisi buret dengan posisi bagian atasnya lebih tinggi dari mata kita. Jangan sampai ada gelembung yang tertinggal di bagian bawah buret. tutup kran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful