P. 1
BAB I sd V

BAB I sd V

|Views: 5,805|Likes:
Published by Ismail Andi Baso

More info:

Published by: Ismail Andi Baso on Jun 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2013

pdf

text

original

Nyamuk Aedes aegypti dalam siklus hidupnya

mengalami meta morfosa lengkap (helometabola),

sebagaimana serangga lain dalam ordo diptera. Stadium yang

dialami meliputi stadium telur, larva, pupa dan dewasa .

a.Telur

Telur nyamuk Aedes berbentuk lonjong, berwarna

hitam dan terdapat gambaran seperti anyaman (sarang

lebah) telur diletakkan oleh nyamuk betina secara

terpisah-pisah ditengah atau di tepi permukaan air jernih

yang tenang. Nyamuk betina ini akan di genangan air

jernih baik di dalam rumah maupun di luar rumah.

Tempat-tempat ini dikenal sebagai tempat perindukan.

Tempat perindukan biasanya terlindung dari pancaran

sinar matahari secara langsung dan mengandung air

jernih. Telur ini akan berumur 1 – 2 hari yang kemudian

menetas, apabila kondisi memungkinkan yaitu terdapat

14

genangan air, namun pada keadaan kering telur dapat

bertahan lama bahkan dapat bertahan sampai bertahun-

tahun.

b.Larva (jentik-jentik)

Larva nyamuk berbentuk seperti cacing, aktif

bergerak dengan gerakan-gerakan naik ke permukaan

dan turun ke dasar secara berulang-ulang. Larva ini

makan mikroba di dasar genangan dan disebut sebagai

pemakan di dasar (ground feeder).

c.Pupa / kepompong

Pupa Aedes aegypti mempunyai ciri morfologi yang

khas yaitu seperti koma, bersifat aktif dan sensitif

terhadap gerakan dan cahaya. Biasanya pupa terbentuk

pada sore hari dan umurnya hanya dua hari untuk segera

menjadi nyamuk dewasa (Wulandari,2001).

d.Nyamuk Dewasa

Setelah keluar dari kepompong, nyamuk beristirahat

di kulit kepompong untuk sementara waktu, setelah

sayapnya kuat ia mulai terbang untuk mencari

mangsa/makanan. Nyamuk betina menghisap darah yang

diperlukan untuk mematangkan telur agar dapat menetas

dan apabila dibuahi oleh nyamuk jantan. Proses

pencarian darah biasanya pada siang hari, aktifitas

menggigit dimulai pada pagi hari yakni antara jam 09.00

15

10.00

dan pada sore hari jam 16.00

– 17.00

WIB. Nyamuk

Aedes aegypti mempunyai kebiasaan menghisap darah

berulang-ulang dan setelah menghisap ia hinggap dan

istirahat di dalam rumah berdekatan dengan tempat

perkembangbiakannya. Kemampuan terbang nyamuk

dewasa adalah 40 atau maksimal 100 M (Lubis,1998).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->