TANKI TIMBUN

SEBUAH RANGKUMAN

Oleh :

STEPHANUS SULAEMAN PERTAMINA UNIT PENGOLAHAN - V BALIKPAPAN TANKI TIMBUN

2.1. guard rail. Horizontal tank 4. Underground tank 5. meliputi : platform. pan type b. Spheroid tank 1. 2. pan floating roof type b. Internal flaoting roof tank. Double wall tank 2. API 653 : Standard perbaikan. a. Special application tank 1. perubahan dan rekonstruksi tanki timbun. yang dibuat dari baja yang dilas dan beroperasi pada tekanan rendah. 3. double-deck floating roof type. API 650 : Standard material. design. PENDAHULUAN Code dan Standard : . II. bulkhead type e. II. column supported type 2. Plain hemispheroid type tank 2. Noded hemispheroid type tank 3. self supported rafter type b. Untuk keselamatan personel. cathodic protection ) dan grounding. ladder. Floating roof tank 1. Open roof tank 3. double-deck type g. corrosion protection ( cat. LINGKUP Jenis-jenis tanki timbun : I. . sandwich plastic type d. Fixed roof umbrella supported tank. Perlengkapan dasar tanki. roof on float type III. V. fabrication & testing tanki timbun silindris vertical yang dibangun diatas permukaan tanah untuk minyak bumi dan produk BBM. Fixed roof tank 1. Noded spheroid type tank. Untuk keselamatan tanki sendiri. sand bitumen mix. Cobra tank. API 575 : Standard inspeksi tanki timbun bertekanan rendah. 1. pontoon floating roof type c. Fixed roof conical tank. Pressurized tank 1. External floating roof tank. Plain spheroid type tank 4.API 620 : Standard design & construction tanki timbun yang dibangun diatas permukaan tanah. Fixed roof dome tank. IV. dsb. Spherical tank. meliputi : breather valve. a. pontoon type f. yang beroperasi pada tekanan internal tidak lebih daripada berat tutup API 651 : Standard perlindungan cathodic tanki timbun yang dibangun diatas permukaan tanah. foam gun. Bullet tank 2. sandwich metal type c. a.

menggunakan : 1. x2 dan x3 x1 = 0.+ CA atau tt = -------------------Sd St td = tebal disain dinding tt = tebal dinding dalam uji hydrostatis D = diameter nominal tanki r= radius nominal tanki H = tinggi permukaan disain cairan G = berat jenis cairan yang ditimbun CA = toleransi korosi Sd = stress yang diijinkan dalam kondisi disain St = stress yang diijinkan dalam kondisi uji hydrostatis Methoda disain titik variabel ( dalam American unit ) • Bottom course design thickness 0. meliputi : heater.6 D { H – ( x/12 )} G ttx = ---------------------------St dimana x = nilai terendah dari x1.----------.463 D HG 2. Untuk pengoperasian.61 √(rtu) + 0.----------.6 D { H – ( x/12 )} G tdx = ---------------------------.3 ) td = ------------------------.3.6 HDG tld = ( 1. foam gun.9 D ( H – 0.+ CA Sd • Upper course minimum hydrostatic test thickness 2.3 ) G 4. mixer. water sprinkle. Methoda satu kaki ( dalam American unit ) 2.463 D HG 2.+ CA atau tt = ---------------------Sd St 2.9 D ( H – 0.) ( -----------.) ( -----------.) H St St • Upper course minimum design thickness 2.6 HDG tlt = ( 1.06 .√ ----.06 .) + CA H Sd Sd • Bottom course hydrostatic test thickness 0.√ ----. 390 tb Sedang lebar annular bottom plate ditentukan dengan : wabp = ----------√HG .6 D ( H – 1 ) G 2. name plate. level gauge.22 √(rtu) √ { K ( K-1 )} C = ----------------1+ K√K K = tL/tu 3. PERANCANGAN Disain dasar tanki timbun standard. Methoda satu kaki ( dalam SI unit ) 4. dsb.6 D ( H – 1 ) td = ------------------------.32 Chu x2 = Chu x3 = 1. III. Perhitungan tebal pelat dinding tanki timbun umumnya berdasarkan API 650.

• Grubbing. KONSTRUKSI Jenis-jenis fondasi tanki. pohon. 3. 3. terutama untuk tanki berukuran kecil. • Grubbing. Fondasi jenis ini memberikan dukungan yang kuat terhadap beban yang dihasilkan dinding tanki. terutama pada tanki berukuran besar. yaitu melakukan pekerjaan fondasi. Faktor keselamatan. Pemancangan diperlukan pada jenis fondasi tanki yang berada pada tanah yang lunak atau berpayau. 2. . Tanah lunak. Tiang pancang kayu.42 ) Digunakan apabila fondasi tidak mampu mendukung beban dinding secara langsung. Tanah keras berbatu : • Site preparation. yaitu pembersihan terhadap rumput.5 s/d 3. B. • Concrete platform. Jenis-jenis tiang pancangnya meliputi : 1. dilakukan proses pre-loading atau stabilisasi tanah dengan dewatering sebelum dilakukan pekerjaan pondasi. 1. Prosedur konstruksi fondasi tanki. • Foundation. 4. menjaga agar dasar tanki tetap kering dan kompensasi penurunan ( settlement ) dengan menambahkan tinggi 6 inch. • Dewatering dengan soil stabilization atau pre-loading. 1.IV. Tinggi permukaan dasar tanki sebesar minimum 1 feet. • Foundation. hunian dan semak. 5. atau self supporting roof type. Tanah lembek ( slurry / swampy ) : • Site preparation. dimana safety design berkisar 1. • Foundation. Keras berbatu ( daya dukung tinggi ) 2. Tanah lunak : • Site preparation. 3. Fondasi tatakan beton. • Excavation. Jenis-jenis tiang pancang. Faktor-faktor penentu disain pondasi. Digunakan apabila beban yang harus didukung tanah harus didistribusikan secara luas. 1. tanki degan dinding pelat tebal atau tinggi. Fondasi tanah dengan ring wall dari pecahan batu dan kerikil. yaitu menghilangkan penghalang besar seperti batu besar. 4. 2. Lokasi lahan. Fondasi tanah tanpa cincin dinding ( API 650 App. 1. B. untuk memberikan drainage. 4. • Pilling. kerakal / batu dan tanah permukaan. Tanah lembek.41 ) Digunakan apabila lapisan tanah mampu mendukung beban tanki dan jika terjadi penurunan jumlahnya dalam batas toleransi yang diijinkan. dilakukan proses pilling untuk mendukung tanki. Klasifikasi jenis-jenis tanah. kerikil. Fondasi tanah dengan cincin beton ( API 650 App. Peningkatan daya dukung tanah. yaitu penggalian dan penimbunan kembali dengan pasir – batu yang dipadatkan dan hot-mix.

7. 2. 3. 1. 3.25”. 3.50” • Untuk diameter tanki < 120 kaki. • Banding.625” 4. . Hal – hal penting dalam pekerjaan konstruksi tanki. Inspeksi pengelasan : • Uji pengelasan pelat dasar tanki menggunakan pneumatic test atau hydrostatic test.375” s/d 0. Tiang pancang pipa. tebal pelat 0.5” per-yard dan diukur dengan horizontal sweep board. • Pada 10 kaki las produksi pertama dan pada setiap 200 kaki berikutnya diambil 1 spot radiography Pelat dinding : • Untuk diameter tanki < 40 kaki.375” • Untuk diameter tanki < 60 kaki.032” dan horizontal low stress undercut maksimum 0. 1.5” per-yard dan diukur dengan vertical sweep board.125” ( untuk pelat 0. V. diukur dari 1 feet diatas sudut dasar tanki.187” s/d 0.2. • Uji pengelasan pelat dinding menggunakan hydrotest atau liquid penetrant + vacuum box. adalah penyimpangan konstruksi dinding tanki pada arah vertical. 4.625” • Untuk semua diameter tanki. Local deviation : • Peaking.5” ) s/d 0. Uji radiography pelat dinding tanki : • Setiap x-ray film menunjukkan minimum 3” sambungan las. • Mengukur kapasitas tanki • Meringankan pengujian pneumatis pelat atap. maksimum yang diijinkan 0. toleransi jari-jari tanki tergantung besar diameter tanki dan bervariasi antara 0.016” 2. • Menguji kekuatan pondasi.094” ( untuk pelat 0. tebal pelat 0. 6. • Vertical low stress undercut maksimum 0. ketidak tegak-lurusan maksimum dari puncak dinding ke dasar dinding tanki tidak boleh melebihi 1/200 dari tinggi total tanki. CBR test / kerapatan cone test. • High stress undercut tidak diperkenankan.50” s/d 0. PEMELIHARAAN Pencegahan karat. Settlement test. Tiang pancang beton bertulang. maksimum yang diijinkan 0. Hydrostatic test.5“ s/d 1. adalah penyimpangan konstruksi dinding tanki pada arah horizontal. 5.5” ) s/d ¼” ( untuk pelat 1” ). tebal pelat 0. Uji radiography pada pengelasan annular bottom plate : • Untuk double groove weld radial joint dilaksanakan spot radiography sebanyak 10%.187” ( untuk pelat 1” ) • Reinforcement weld maksimum yang diijinkan dalam arah vertical berkisar 0. Reinforcement dan undercut weld yang diijinkan menurut API 650 : • Reinforcement weld maksimum yang diijinkan dalam arah horizontal berkisar 0. 8. Ketegak-lurusan dinding ( plumbness ). Kerataan fondasi. • Untuk single groove weld dengan backing strip radial joint dilaksanakan spot radiography sebanyak 50%. dapat dipergunakan tebal pelat > 0. yang berfungsi : • Menguji kekuatan sambungan las shell. yang merepresentasikan derajat penurunan pondasi. Kebundaran. • Uji pengelasan pelat penguat menggunakan pneumatic test dengan lubang teltale. • Uji pengelasan pelat atap menggunakan pneumatic test atau vacuum box. Prosedur pengelasan dan material konstruksi tanki.

Pengecatan shell dan roof dari tanki.1. Pelapisan internal course tanki setinggi 1 meter dengan epoxy coating. untuk tanki berukuran kecil dapat dilakukan perbaikan dengan pemasangan double plate bottoming dimana dituangkan campuran hot-mix dan pasir halus diantara kedua pelat. . 5. 2. Penghamparan pasir halus dan kering secara merata serta sand bitumen mix ( water proofing ) disekeliling bottom plate tanki. Perbaikan pelat yang rusak. harus dilakukan rebottoming dengan mengganti baru seluruh tanah dudukan tanki yang tercemar. Bottom plate yang mengalami kebocoran harus diperbaiki dengan membuang tanah yang tercemar dan menimbunnya dengan grouting serta mengganti pelat yang bocor. 4. 3. 1. 3. 4. Apabila kebocoran bottom plate sudah menyeluruh. Pelapisan bagian bawah bottom plate dengan coal-tar epoxy. Apabila kerusakan bottom plate sudah menyeluruh dan tanki berukuran besar. Pemasangan cathodic protection untuk bagian luar tanki. Dinding tanki yang mengalami banding atau peaking harus diperbaiki dengan memotongnya dan memberi konstruksi penguat dari bottom sampai top curb. 2.