STRUKTUR KOLOM DAN BALOK Sistem struktur yang dibentuk dengan cara meletakkan elemen kaku horisontal (balok

) di atas elemen kaku vertikal (kolom) adalah sistem struktur yang sering dijumpai, misalnya pada struktur jembatan dan struktur gedung. Elemen balok yang memikul beban pada bentangnya, akan melimpahkan beban tersebut ke kolom yang menumpunya. Kolomkolom strukturtersebut kemudian akan melimpahkan beban tersebut ke tanah dasar melalui pondasi. Karena balok melentur sebagai akibat dari beban yang bekerja secara transversal, maka balok sering disebut sebagai elemen lentur. Ide mengenai lenturan yang terjadi pada balok yang dibebani adalah salah satu hal yang penting di bidang rekayasa struktur. Jika balok hanya diletakkan begitu saja pada kolom-kolom struktur tanpa adanya sambungan yang monolit diantara kedua elemen, maka kolom tidak akan melentur ataupun melendut. Oleh karena itu, pada Struktur Balok-Kolom ini kolom-kolom pada umumnya hanya mengalami gaya aksial tekan saja
BALOK BETON

Balok adalah bagian dari struktur bangunan yang berfungsi untuk menompang lantai diatasnya, bangunan rumah tinggal lantai dua dimensi balok biasanya dipakai lebar 15 cm, tinggi 25 cm (tanpa perhitungan struktur), akan tetapi dimensi dari balok tergantung dari jarak kolom contoh jarak kolom 300 cm maka tinggi balok 300/12 = 25 cm, sedangkan lebar 25/2 = 12,5 cm,karna lebar minimal 15 cm maka diambil lebar 15 cm, jadi dimensi balok dipakai tinggi 25 cm, lebar 15 cm.

Sedangkan susunan tiga tingkat adalah susunan yang maksimum digunakan [Gambar 4. Umumnya pola ini menggunakan susunan hirarki balok. karena struktur ini lebih kaku untuk suatu kondisi bentang dan beban daripada struktur statis tertentu.10. dan selanjutnya diteruskan ke kolektor atau tumpuan. Ada beberapa kriteria pokok yang harus dipenuhi. Ukuran elemen struktur untuk setiap sistem dapat ditentukan berdasarkan analisis bentang. Susunan hirarki bisa sangat bervariasi. Balok menerus dengan lebih dari dua titik tumpuan dan lebih dari satu tumpuan jepit merupakan struktur statis tak tentu. 4. efisiensi. Jadi ukurannya bisa lebih kecil. beban dan material. Luas penampang dan distribusi beban merupakan hal yang penting. Semakin besar beban. balok sebagai elemen lentur digunakan sebagai elemen penting dalam kosntruksi. Tegangan aktual yang timbul pada balok tergantung pada besar dan distribusi material pada penampang melintang elemen struktur. Struktur statis tak tentu adalah struktur yang reaksi. dimana beban pada permukaan mula-mula dipikul oleh elemen permukaan diteruskan ke elemen struktur sekunder. Balok statis tak tentu sering juga digunakan dalam praktek. gaya geser. dan ????Fz =0. pada umumnya sistem dengan berbagai tingkat dapat digunakan. yang disertai dengan bertambahnya panjang. Semakin besar balok maka semakin kecil tegangannya. Kerugian struktur statis tak tentu adalah pada kepekaannya terhadap penurunan (settlement) tumpuan dan efek termal. antara lain : kemampuan layan. Prinsip Desain Balok Pada sistem struktural yang ada di gedung. Untuk ukuran bentang tertentu. kemudahan. pada umumnya akan memperbesar ukuran atau tinggi elemen struktur. dan momen lenturnya tidak dapat ditentukan secara langsung dengan menggunakan persamaan keseimbangan dasar ????Fx =0. elemen balok adalah elemen yang paling banyak digunakan dengan pola berulang.Struktur Balok Secara sederhana.10(a)].2. Balok mempunyai karakteristik internal yang lebih rumit dalam memikul beban dibandingkan dengan jenis elemen struktur lainnya. seperti pada Gambar 4. ????Fy =0. tetapi susunan yang umum digunakan adalah satu dan dua tingkat. Semakin tinggi suatu .1.

memperlebar penampang dua kali akan memperkecil tegangan lentur menjadi setengahnya. Analisa Balok a. akan menyebabkan tegangan lentur mengecil dengan faktor ¼. tegangan lentur yang bervariasi secara linier pada suatu penampang merupakan tanggapan atas aksi momen lentur eksternal yang ada pada balok di titik tersebut. semakin kuat kemampuannya untuk memikul lentur. Tegangan lentur tidak terlalu peka terhadap perubahan lebar penampang. Hubungan antara tegangan lentur (fy). bila tinggi balok menjadi dua kali (sementara lebarnya tetap). Untuk momen dan tinggi penampang konstan. Beban lentur pada balok menyebabkan terjadinya gaya-gaya internal. Gaya serta momen ini berturut-turut disebut gaya geser dan momen lentur.2. tegangan serta deformasi. Proses penentuan dimensi penampang melintang pada balok sederhana simetris yang memikul momen lentur tidaklah sulit. jarak antara beban-beban dan perilaku kondisi tumpuan balok. Mula-mula bahan dipilih sehingga tegangan ijin diketahui. Agar keseimbangan pada bagian struktur tersebut diperoleh untuk bagian struktur yang diperlihatkan. 4. Untuk penampang tak simetris. parameter loaksi (y) dan besaran penampang (I) dapat dinyatakan dalam hubungan berikut ini : Untuk suatu harga momen tertentu. Variabel dasar yang penting dalam desain adalah besar beban yang ada. sekumpulan gaya internal pasti timbul pada struktur yang efek jaringnya adalah untuk menghasilkan momen rotasional yang sama besar tapi berlawanan arah dengan momen lentur eksternal dan gaya vertikal yang sama dan berlawanan arah dengan gaya geser eksternal. Balok dengan tumpuan jepit dapat memikul beban terpusat di tengah bentang dua kali lebih besar daripada balok yang sama tidak dijepit ujungnya. Kondisi tumpuan jepit lebih kaku daripada yang ujung-ujungnya dapat berputar bebas.2. Tegangan Lentur Pada perilaku umum balok.elemen. penentuan lokasi pusat berat tidak tepat ditengah tinggi penampang. Selanjutnya ukuran penampang yang diperlukan ditentukan berdasarkan taraf tegangan lentur aktual pada balok yang harus sama atau lebih kecil dari taraf tegangan lentur .

Apabila balok digunakan untuk menumpu tutup atap atau sistem sekunder lain. pengekang dengan sendirinya diberikan oleh elemen sekunder tersebut.5 kali tegangan geser rata-rata penampang balok segiempat. maka balok tersebut dipandang mengalami kelebihan tegangan (overstressed) dan hal ini tidak diijinkan. Apabila balok digunakan pada situasi dimana jenis pengekang tersebut tidak mungkin digunakan. yaitu gaya geser internal (VR) sama besar. Apabila tegangan aktual pada titik itu melampaui tegangan ijin. Diasumsikan bahwa jenis kegagalan tekuk lateral ini dapat terjadi. Tegangan Geser Gaya resultan dari tegangan geser ini. tetapi berlawanan arah dengan gaya geser eksternal (VE). Pencegahan tekuk lateral dapat dilakukan dengan cara : (1) dengan membuat balok cukup kaku dalam arah lateral (2) dengan menggunakan pengaku/pengekang (bracing) lateral. pada taraf tegangan yang relatif rendah. Tegangan Tumpu . dan tergantung pada penampang balok. b.ijin. d. Tegangan geser maksimum pada penampang balok adalah 1. Tekuk Lateral pada Balok Pada balok yang dibebani dapat terjadi tekuk lateral dan terjadi keruntuhan sebelum seluruh kekuatan penampang tercapai. maka balok dapat dibuat menjadi kaku dalam arah lateral dengan memperbesar dimensi transversal di daerah atas balok. Penggunaan beberapa pengekang lateral pada contoh struktur balok kayu dapat dilihat pada c. Fenomena tekuk lateral pada balok serupa dengan yang terjadi pada rangka batang. Ketidakstabilan dalam arah lateral terjadi karena gaya tekan yang timbul di daerah di atas balok. disertai dengan tidak cukupnya kekakuan balok dalam arah lateral.

Pusat Geser Gambar 4. dan hal ini ditunjukkan dengan hancurnya material. misalnya kayu. Dengan menerapkan beban melalui pusat geser balok. e. dan lebih baik dihindari. Pada penampang tak simetrik. Defleksi (????) pada suatu titik tergantung pada beban P atau w.15 adalah ilustrasi pusat geser (shear centre) pada balok. Pusat geser penampang tak simetris seringkali terletak di luar penampang.Tegangan tumpu (bearing stress) adalah tegangan yang timbul pada bidang kontak antara dua elemen struktur. Tegangan geser torsional timbul pada elemen struktur tersebut sebagai akibat dari momen torsi yang bekerja padanya. f. dan berbanding terbalik dengan kekakuan balok. Tegangan Utama Pada balok. Defleksi Defleksi pada bentang balok disebabkan karena adanya lendutan balok akibat beban. panjang bentang balok L. Kegagalan ini biasanya dilokalisasikan. Apabila beban tekan disalurkan. yang sangat mudah mengalami kegagalan akibat tegangan tumpu. yang disebut sebagai tegangan utama (principle stresses). Torsi Torsi adalah puntiran. interaksi antara tegangan lentur dan tegangan geser dapat merupakan tegangan normal tekan atau tarik. Contohnya adalah tegangan yang terjadi pada ujung-ujung balok sederhana yang terletak di atas tumpuan ujung dengan dimensi tertentu. maka hanya akan terjadi lentur. g. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa: Beberapa kriteria empiris yang digunakan untuk menentukan defleksi ijin adalah sebagai berikut : g. pemberian beban dapat menyebabkan terjadinya puntiran. Arah . yang timbul pada elemen struktur apabila diberikan momen puntir langsung MT atau secara tak langsung. kegagalan tegangan tekan biasanya terjadi. tanpa adanya puntir. Banyak material.

Beberapa faktor yang merupakan prinsip-prinsip desain umum dalam perencanaan balok. yaitu : (1) Kontrol kekuatan dan kekakuan (2) Variasi besaran material (3) Variasi bentuk balok pada seluruh panjangnya (4) Variasi kondisi tumpuan dan kondisi batas Prinsip desain praktis balok kayu dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah sifat kayu yang mempunyai kemampuan untuk memikul tegangan besar dalam waktu singkat. jenis dan besar beban. jarak balok. tegangan ijin perlu direduksi dengan faktor 0.tegangan aksial ini pada umumnya berbeda dengan arah tegangan lentur maupun tegangan gesernya. ukuran dan bentuk penampang. 4. penampang girder plat yang . Semakin banyak batasan desain. Setiap desain harus memenuhi kriteria kekuatan dan kekakuan untuk masalah keamanan dan kemampuan layan. apakah menggunakan balok kayu.90. Balok yang digunakan bisa berupa penampang gilas (wide flens / sayap lebar). Faktor beban untuk angin adalah 1. serta cara penggabungan atau fabrikasi.0.2.16). kanal. Garis tegangan utama dapat digambarkan berikut ini.33. atau tersusun atas elemen-elemen (plat atau siku). Untuk bentang atau beban yang sangat besar.3. maka semakin mudah desain dilakukan. Desain balok baja umumnya didesain berdasarkan beban kerja dan tegangan ijin. Pendekatan desain untuk memenuhi kriteria ini sangat bergantung pada material yang dipilih. Desain Balok Prinsip prinsip Desain Umum Variabel utama dalam mendesain balok meliputi: bentang. dimana merupakan implikasi pada mekanisme pemikul-beban yang ada pada balok (Gambar 4. jenis material. Sedangkan beban normal mempunyai faktor 1. Pada kondisi beban permanen. baja atau beton bertulang.

selanjutnya ditentukan penampang struktur yang cukup untuk memikul momen itu. Prinsip mengenai distribusi material secara optimal di suatu penampang melintang juga dapat diterapkan pada balok menerus. Tinggi struktur yang dibentuk disesuaikan dengan momen lentur yang ada. (2) Penentuan Penampang Balok Menerus Penentuan ukuran suatu penampang melintang balok menerus tergantung pada besar momen yang ada pada penampang tersebut. Penambahan baja di dalam daerah tarik membentuk balok beton bertulang dapat meningkatkan kekuatan sekaligus daktilitasnya. Untuk memudahkan pembuatan titik konstruksi. Retakretak yang timbul dapat berakibat gagalnya struktur. dimana hal ini dapat terjadi ketika balok beton mengalami lentur. secara praktis seperti pada Tabel 4. Elemen struktur beton bertulang menggabungkan sifat yang dimiliki beton dan baja. Beberapa hal khusus yang perlu diperhatikan dalam desain balok statis tak tentu ini diuraikan sebagai berikut: (1) Desain Momen. Desain Balok Statis Tak Tentu Proses desain balok menerus sama saja dengan proses desain balok sederhana.1.tersusun dari elemen siku dan plat sering digunakan. kesulitan sering terjadi dalam membuat elemen struktur menerus yang panjang. titik-titik itu diletakkan di dekat. atau pada titik belok. Desain balok beton tidak dapat digunakan sendiri pada balok karena sangat kecilnya kekuatan tarik. (3) Penggunaan Titik Hubung Konstruksi Karena alasan pelaksanaan. dan karena sifat getasnya (brittle). Balok masih dapat menerima tambahan momen sampai semua bagian penampang telah meleleh. apabila material balok mulai leleh pada saat dibebani. Pada balok baja. karena seringnya digunakan titik pelaksanaan (construction joints). maka distribusi tegangan yang ada mulai berubah. . Apabila momen maksimum yang dapat terjadi pada struktur telah diketahui.

Dengan menggunakan kondisi momen nol pada titik belok. perilaku balok menerus tersebut dapat dimodelkan sebagai strutur statis tertentu. SISTEM PENULANGAN PELAT Sistem perencanaan tulangan pada dasarnya dibagi menjadi 2 macam yaitu : 1. (4) Pengontrolan Distribusi Momen Momen yang timbul pada balok menerus dapat dirancang secara cermat oleh perencana. Sistem perencanaan pelat dengan tulangan pokok dua arah (disebut pelat dua arah/two way slab) 1) Penulangan pelat satu arah .Dengan demikian. Beton bertulang merupakan salah satu contoh material yang cocok untuk digunakan pada balok menerus. Jadi hanya merupakan titik hubung sendi. titik pelaksanaan tidak perlu dirancang untuk memikul momen. Banyaknya tulangan di setiap lokasi tergantung pada momen yang timbul. Kontinuitas dapat diperoleh dengan mengatur penulangan balok beton bertulang tersebut. Tulangan baja diletakkan pada daerah dimana terjadi tegangan tarik. Sistem perencanaan pelat dengan tulangan pokok satu arah (selanjutnya disebut : pelat satu arah/ one way slab) 2. Salah satunya adalah dengan mengatur bentang dan beban pada struktur. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara.

sedangkan tulangan bagi dipasang di bagian dalamnya dan menempel pada tulangan pokok. . selain memperkuat kedudukan tulangan pokok.Contoh pelat satu arah adalah pelat kantilever (luifel) dan pelat yang ditumpu oleh 2 tumpuan. juga sebagai tulangan untuk penahan retak beton akibat susut dan perbedaan suhu beton.Tepat pada lokasi persilangan tersebut. tulangan pokok dipasang dekat dengan tepi luar beton. yaitu searah bentang L (lihat gambar di bawah). kedua tulangan diikat kuat dengan kawat binddraad. Kedudukan tulangan pokok dan tulangan bagi selalu bersilangan tegak lurus.a) Konstruksi pelat satu arah. Untuk menjaga agar kedudukan tulangan pokok (pada saat pengecoran beton) tidak berubah dari tempat semula maka dipasang pula tulangan tambahan yang arahnya tegak lurus tulangan pokok.Pelat dengan tulangan pokok satu arah ini akan dijumpai jika pelat beton lebih dominan menahan beban yang berupa momen lentur pada bentang satu arah saja. Karena momen lentur hanya bekerja pada 1 arah saja. Fungsi tulangan bagi. (seperti terlihat pada gambar di bawah). maka tulangan pokok juga dipasang 1 arah yang searah bentang L tersebut. Tulangan tambahan ini lazim disebut : tulangan bagi.

Gambar di atas adalah pelat dengan tulangan pokok 1 arah .

Tetapi jika dilihat pada gambar Tampak Atas (gambar (a)).Pelat dengan tulangan pokok 2 arah ini akan dijumpai jika pelat beton menahan beban yang berupa momen lentur pada bentang 2 arah. Untuk mengatasi kesulitan ini.Pada pelat kantilever. Jika dilihat gambar penulangan Tampak depan(gambar (a)). . maka tulangan pokok (dan tulangan bagi) dipasang di atas. Contoh pelat 2 arah adalah pelat yang ditumpu oleh 4 sisi yang saling sejajar.b) Simbol gambar penulangan. maka tampak jelas bahwa tulangan pokok dipasang paling atas (dekat dengan tepi luar beton). sedangkan tulangan bagi menempel di bawahnya. perlu aturan penggambaran dan simbol-simbol sbb : 2) Penulangan pelat 2 arah a) Konstruksi pelat 2 arah. pada garis tersebut hanya tampak tulangan horizontal dan vertikal bersilangan. karena momennya negatif. sehingga sulit dipahami tulangan mana yang seharusnya dipasang di atas atau menempel di bawahnya.

bahwa di daerah lapangan hanya ada tulangan pokok saja (baik arah lx maupun arah ly) yang saling bersilangan. maka tulangan pokok juga dipasang pada 2 arah yang saling tegak lurus(bersilangan). Tetapi pada pelat di daerah tumpuan hanya bekerja momen lentur 1 arah saja. Perlu ditegaskan : untuk pelat 2 arah. yaitu searah dengan bentang (lx) dan bentang (ly).Karena momen lentur bekerja pada 2 arah. Bentang (ly) selalu dipilih > atau = (lx). di daerah tumpuan ada tulangan pokok dan tulangan bagi. seperti terlihat pada gambar dibawah. sehingga untuk daerah tumpuan ini tetap dipasang tulangan pokok dan bagi. sehingga tulangan arah (lx) (momen yang besar ) dipasang di dekat tepi luar (urutan ke-1) Simbol gambar di atas sama dengan simbol pada gambar penulangan 1 arah. tetapi momennya Mly selalu < atau = Mlx. sehingga tidak perlu tulangan lagi. .

Proses pemasangan begisting dan pembesian plat lantai 2 pada lapisan / layer 1. .

jarak antara tulangan beton adalah 2 x tebal plat atau 20 cm. atau menggunakan besi beton untuk tulangan pokok berdiameter 10 mm dengan jarak 10 cm. Plat Lantai Untuk plat beton yang difungsikan sebagai lantai. dapat difungsikan sebagi lantai atau atap. dengan tulang (besi beton) 2 lapis. maksimum 100 cm. apabilah dak tersebut cantilever. Plat Atap Untuk plat beton yang difungsikan sebagai atap. tebal minimum plat adalah 7 cm dengan tulangan (besi beton) 1 lapis. maka yang dipakai berjarak 14 cm. yaitu menggunakan besi beton diameter 10 mm berjarak 10 cm pada lokasi momen maksimum. sdengkan tulangan pembagi dapat dipaki diameter 6mm berjarak 10 cm. tebal minimum adalah 12 cm. Akan tetapi penerapan dilapangan biasanya menggunakan tulangan pokok diameter 8mm jarak 10 cm. bila lebih dari itu sebaiknya struktur dihitung. sedangkan tulangan pembagi diameter 6 mm berjarak 10 cm.PLAT LANTAI/ATAP BETON PLAT LANTAI/ATAP BETON Plat lantai yang dimaksud adalah plat yang terbuat dari beton bertulang. . contoh tebal plat 7 cm maka jarak tulangan 2 x 7 cm = 14 cm. diambil nilai yang terkecil.

html http://struktur-rumah.html http://pustaka-ts.blogspot.com/2010/11/struktur-balok.html .blogspot.com/artikel/teknik-sipil/struktur/489-balok-dan-kolom-pada-strukturteknik-sipil http://www.dan diameter 10 mm berjarak 20 cm pada lokasi momen minimum.wordpress.com/photos/indograha/2994818233/ http://struktur-rumah.com/2008/07/balok-beton-untuk-rumah-lantai-2. DAFTAR PUSTAKA http://sanggapramana.blogspot.com/2010/08/03/sistem-penulangan-pelat/ http://www.flickr. Penyeragaman diameter besi beton agar memudahkan pengerjaan dilapangan.mafiosodeciviliano.com/2008/07/plat-lantaiatap-beton.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful